<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>ILMU BUHUN</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</managingEditor><pubDate>Wed, 6 Nov 2024 09:49:11 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">64</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"><itunes:category text="Islam"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Antara Langit dan Bumi</title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2021/06/antara-langit-dan-bumi.html</link><category>Kajian Tasawuf</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Sat, 19 Jun 2021 18:20:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-4995657844440367329</guid><description>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seseorang yang sering riyadoh atau laku ruhani, maka
ketika dzikir atau meditasi akan sering mengalami Mi'roj&amp;nbsp; Ruhani. Sukmanya akan naik ke langit ruhani
sehingga&amp;nbsp; bisa bertemu dengan para
Penduduk Langit&amp;nbsp; dari berbagai agama dan
aliran kepercayaan dan keyakinan.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Di Langit Ruhani mereka para Penduduk Langit bisa
kompak rukun dan damai, tidak saling berdebat dan merasa yang paling benar.
Karena mereka sudah bisa melepas ikatan kulit dan jasad, sehingga kesadaran
mereka masuk ke dalam dimensi Ruh inilah kawasan manusia yang sudah
tercerahkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Hal ini juga dikisahkan dalam riwayat ketika Nabi
Muhammad Isra' Mi'roj, " Beliau kemudian masuk ke dalam masjid bersama
Jibril dan shalat dua rakaat. Setelah itu sekejab mata tiba-tiba masjid sudah
penuh dengan sekelompok manusia. Ternyata mereka adalah para nabi yang diutus
oleh Allah Swt. Kemudian dikumandangkan azan dan iqamah, lalu mereka berdiri
bershaf menunggu siapakah yang akan mengimami mereka. Jibril kemudian memegang
tangan Rasulullah dan meminta beliau untuk maju. Kemudian mereka semua shalat
dua rakaat dengan Rasulullah sebagai imam. Beliaulah imam (pemimpin) para
Anbiya’ dan Mursalin. " &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Ternyata para Nabi dan Rasul yang jumlahnya ribuan
bisa akur dan kompak sholat atau beribadah bersama di langit Ruhani yaitu di
Masjidil Aqsho. Kurang lebih ada 125 ribu Nabi dan Rasul ikut sholat berjamaah.
Beda dengan perilaku pengikutnya di Bumi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Para penduduk langit tidak pernah membedakan dan
memperdebatkan keyakinan agama mereka masing-masing. Karena agama itu adalah
sebagai sarana Kendaraan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;untuk menuju
Tuhan, sebagai sarana agar kita bisa pulang kembali ke asal-Nya (Sangkan
Paraning Dumadi).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Penduduk langit itu selalu sibuk mencari kesalahan
dan kekurangan dirinya sendiri, dan melatih jiwanya agar tidak terkotori oleh
sifat tercela dan selalu riyadoh atau tirakat dengan pedoman agama yang
diyakininya sehingga kualitas ruhaninya semakin meningkat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Berbeda dengan penduduk bumi justru mereka suka
membanding-bandingkan dan mengklaim agama dan keyakinannya yang paling benar.
Bahkan mereka sering melihat kesalahannya orang lain ketimbang melihat
kesalahannya sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Para penduduk bumi sibuk berdebat dan mengklaim bahwa
agamanya dan keyakinanlah yang paling benar dan yang paling berhak masuk Surga.
Tujuan mereka bukan kembali ke Asal-Nya, maka jangan heran jika sibuk
mengkapling Surga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Sebagian dari penduduk bumi hanya sibuk menghakimi
sesamanya dan hanya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;berputar di bumi
saja serta tidak bisa naik ke langit ruhani. Karena mereka terjebak dalam
kulit&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dan bukan ke inti agama yang
dianutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Yang paling unik adalah satu agama karena berbeda
aliran lalu disessatkan dan dikafirkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Memang benar cara berfikir dan pandangan Penduduk
Langit dengan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Penduduk Bumi Baina Sama' Wa
Sumur ( antara langit dan sumur).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Semoga Jiwa Kita Semakin Bercahaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Singgasana Tuhan</title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2021/06/singgasana-tuhan.html</link><category>Kajian Tasawuf</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Tue, 15 Jun 2021 15:29:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-6242136392791752572</guid><description>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Banyak orang yang mencari Allah, ada yang pergi
mendatangi makam-makam keramat, selama berhari-hari yang ditemukannya ternyata
hanya nisan dan kuburan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Ada orang yang mendatangi tempat-tempat yang angker
dan dikeramatkan untuk mencari Tuhan, ternyata bukannya ketemu dengan Tuhan
justru ketemu dengan hantu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Lain lagi ada orang yang mendatangi gua dan
menyendiri di dalamnya, setelah beberapa bulan hanya kesunyian dan kesepian
yang didapatkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Sebagian orang mencari Tuhan di dalam Masjid,
tetapi mereka tidak ketemu Tuhan, karena mereka&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;hanya ruku' - sujud&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(olah raga)
belum mengerti siapa yang disembah-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Sebagian orang menganggap bahwa Allah itu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;di dalam Ka’bah, jutaan orang telah pergi
Haji dan Umrah ke sana, mereka memutari Ka’bah akan tetapi mereka tidak
menemukan keberadaan Tuhan, karena kebanyakan mereka justru menjadi Turis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Ada lagi yang menyatakan bahwa Allah bersemayam di
Arsy-Nya yaitu berada di langit ketujuh di atas sana. Jika memang demikian maka
orang-orang yang mencapai makrifat adalah Rusia dan Amerika dan negara maju
lainnya, karena mereka berulang kali sudah mencapi bulan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Lalu dimanakah kita mencari Allah....? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Allah sendiri sudah menjawabnya dalam al-Qur’an:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu
(Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan
orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi
(perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran. (Q.S. Al-Baqarah
(2) &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;: 186)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Di ayat yang lain Allah berfirman :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;"dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat
lehernya." (QS. Qoff : 16 )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Jika alam semesta itu disebut alam kabir yaitu alam
besar jagat raya, maka manusia itu adalah alam shogir, yaitu alam kecil,
sebagai miniaturnya alam besar. Semua yang ada di alam kabir, maka akan berada
di alam shogir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Untuk itu jika mencari Allah, carilah di dalam diri
kita masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Allah menjelaskan dalam Al – Qur’an :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;"Dan di
dalam diri kamu apakah kamu tidak memperhatikannya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;(QS. Az-Zariat ; 21)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Imam Ja’far Shodiq&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;berkata: “Sesungguhnya hati seorang mukmin adalah ‘Arsy Allah.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Juga dalam penjelasan&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang lain disebutkan, “Langit dan bumi tidak
mampu memuat-Ku, akan tetapi Aku termuat dalam diri hamba-Ku yang mukmin.”
[Biharul Anwar, jilid 58, hal. 39.]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Hadits Qudsy: “Tidak dapat memuat dzat-Ku bumi dan
langit-Ku, kecuali “Hati” hamba-Ku yang mukmin, lunak dan tenang“&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;(HR. Abu Dawud ).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;Jika kita sudah memahami dan mengetahui&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;bahwa Singgasana Tuhan berada di dalam diri
kita yaitu di Hati Nurani. Maka kemanapun tempat baik di gunung, hutan, tempat
angker, kuburan, masjid, Ka'bah selalu menghadap kepada Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;" Dan milik Allah Timur dan Barat. Kemanapun
kamu menghadap di sanalah " Wajah Allah". Sungguh, Allah Maha Luas
Maha Mengetahui."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: justify;"&gt;( Qs. Al- Baqoroh : 115 )&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hakikat Puasa Romadhon</title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2020/05/hakikat-puasa-romadhon.html</link><category>Catatan Kecil</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Fri, 8 May 2020 18:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-5526581309481971721</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Guru jelaskan kepadaku apa hakekatnya Puasa Romadhan ini...? Tanya Santri kepada Gurunya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sang Guru menjawab, " Hakekat puasa adalah&amp;nbsp; menahan hati dari menyembah, memuja, dan memuji selain kepada&amp;nbsp; Allah. Puasa ini dilakukan dengan menahan mata hati dari memandang selain Allah, baik yang lahir maupun yang batin.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam puasa hakiki, hati dibutakan dari pandangan terhadap selain Allah dan tertuju hanya kepada Allah Swt serta cinta kepada-Nya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allah Swt. menciptakan segala sesuatu untuk insan dan insan diciptakan Allah Swt untuk Diri-Nya sendiri. Insan adalah rahasia Allah Swt dan Allah Swt adalah rahasia bagi insan. Rahasia itu berupa Nur Allah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nur itu adalah titik di tengah hati yang diciptakan dari sesuatu yang unik dan gaib. Hanya Ruh yang tahu semua rahasia itu. Ruh juga menjadi penghubung rahasia antara Khaliq dan Makhluk. Rahasia itu tidak mencintai dan tidak tertarik kepada apa dan siapa saja, kecuali&amp;nbsp; cinta kepada Allah Swt.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Betapa ia akan mencintai dan terpikat kepada yang lain selain Tuhan?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Padahal, semua yang selain Allah Swt itu akan binasa, dan bersifat sementara atau tidak kekal. Pantaskah seseorang meletakkan cinta dan rindunya kepada sesuatu yang akan binasa dan tidak kekal?!&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bukankah cinta itu suci, dan wajarlah bila cinta itu diletakkan ke tempat yang suci seperti itu, dan tidak ada yang suci dan kekal selain kesucian Allah Swt.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karena itu, wajar bila manusia yang memahami akan kesucian yang kekal ini memberikan cintanya yang suci hanya kepada Allah Swt. Yang Kekal dan abadi Dzat-Nya. Karena itu, Ruh yang telah mengenal hakikat itu akan memberikan cintanya kepada Dzat Allah, dan tidak ingin lagi berpisah dengan-Nya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَاسْتَقِيمُوا إِلَيْهِ&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Bahwasanya Tuhan kamu ialah Tuhan Yang Esa, maka luruskanlah dirimu kepada-Nya!”(QS [41]:6)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Luruskanlah jalan dan pandanganmu hanya kepada-Nya, tidak kepada yang lain selain Dia. Itulah yang diperintahkan Allah Swt kepada manusia. Karena itu pula, tak seorang pun yang patut dipuja dan dipuji, yang patut dicintai dan dirindukan, kecuali Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi. Tidak ada tujuan akhir yang dituju, kecuali Allah Swt.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jika di dalam hati kita ada setitik dzarrah rasa cinta kepada&amp;nbsp; selain Allah, maka batallah puasa hakiki itu. Jika puasa hakiki batal, kita mengulangi puasa itu, dan menyalakan kembali niat untuk mencintai Allah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Itulah mengapa kamu kuberi tugas dzikir Lailahaillallah dalam jumlah ribuan kali dalam setiap hari, agar hatimu lebur dalam cinta kepada Allah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jika lisan setiap saat dilatih untuk berdzikir, jati juga berdzikir, maka kamu akan melupakan dirimu sendiri, egomu hancur dan rontok. Cintamu kepada Allah membakar dosa-dosamu. Sehingga Yang ada hanyalah Allah, lainnya tidak ada. Itulah yang dijelaskan oleh Nabi Saw dalam.Hadits Qudsi, Allah berfirman, "Puasa itu adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya."&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
" Wah ternyata selama hidup saya ini belum melakukan&amp;nbsp; puasa yang sebenarnya, selama ini hanya puasa dari makanan dan minuman saja. Belum sampai ke hakekat Puasa." Ujar Santri tersebut sambil menyesali dirinya.&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Masalah Hukum Jamaah</title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2020/05/masalah-hukum-jamaah.html</link><category>Hukum-Hukum Fiqih</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Wed, 6 May 2020 02:24:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-6071965019414641767</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Blog ilmu Buhun kali ini akan menjelaskan masalah jamaah. Seperti apa, mari kita simak penjelasannya :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;1. Salat sendiri karena tidak sabar menunggu jamaah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lebih baik mana antara salat sendiri di awal waktu atau menunggu jamaah didirikan?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Jawaban: &lt;/b&gt;menurut Imam Al-Nawawi, jika jamaah didirikan jauh setelah masuknya waktu salat, maka yang lebih baik salat sendiri di awal waktu. Jika tidak demikian maka yang lebih baik menunggu jamaah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Referensi: &lt;/b&gt;kitab roudoh al-tholibin wa 'Umdah al-Muftin karya Imam Abi Zakaria Yahya Al Nawawi Juz 1 hal: 208 Daar Al kutub Al ilmiyyah yang bunyinya&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;i&gt;jika menunda salat demi menunggu jamaah butuh waktu lama, maka lebih baik salat sendiri di awal waktu. Akan tetapi, jika tidak, lebih baik menunda salat menunggu jamaah. Khilaf ini jika seseorang hanya melakukan salat satu kali. Jika ia melakukan salat sendiri di awal waktu dan salat lagi berjamaah di akhir waktu maka itu sangat baik.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;2. Salat imam yang lama&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bolehkah imam membaca surat-surat yang panjang saat berjamaah?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Jawaban: &lt;/b&gt;boleh. Akan tetapi, sebaiknya imam membaca surat yang sesuai dengan kondisi makmum, agar makmum Tidak kapok berjamaah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Referensi: &lt;/b&gt;kitab badaiu Al-Soni'i karya Syekh Ala-u al-din Al Hasani Al Hanafi Juz 1 hal: 276 Daar Al kutub Al ilmiyah yang bunyinya &lt;i&gt;pada zaman ini, yang lebih utama imam membaca bacaan sesuai kondisi para makmumnya. Imam sebaiknya membaca bacaan yang tidak membuat jamaah kapok, karena memperbanyak jamaah lebih baik daripada memperpanjang bacaan.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;3. Menyentuh pundak saat akan bermakmum.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Apa hukum menyentuh orang yang salat bagi orang yang ingin bermakmum?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Jawaban: &lt;/b&gt;hukumnya boleh. Bahkan bisa sunah, memandang karena hal itu membuat Imam berniat jamaah, sehingga mendapat fadilahnya. Akan tetapi, kesunahan ini berlaku dengan catatan:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1. Tidak mengganggu kekhusuan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2. Tidak membuat orang meyakini hal itu sunnah atau wajib.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Referensi: &lt;/b&gt;Kitab Bulghoh al-Tholab karya Syekh Toyfur 'Ali Wafa al-Maduri Hal : 145 yang bunyinya &lt;i&gt;tidak masalah menyentuh bahu Imam ketika hendak bermakmum padanya, selama tidak mengganggu Imam. Jika sangat mengganggu Imam, maka hukumnya haram. Dan jika Imam sedikit terganggu, maka hukumnya makruh. Hal itu juga makruh, jika membuat orang awam menduga hal tersebut adalah sunnah atau wajib. Sedang bila tidak terjadi hal di atas, dan makmum menduga kuat bahwa dengan menyentuh bahu, Imam akan berniat jamaah, maka hukumnya Sunnah karena termasuk menolong dalam kesunahan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;
&lt;b&gt;4. Wanita pergi berjamaah ke masjid&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Apa hukum wanita yang pergi ke masjid untuk melaksanakan salat berjamaah?&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban: &lt;/b&gt;diperinci:&lt;br /&gt;
A) jika wanita tersebut sudah tua, maka boleh. Dan disunnahkan bagi suami mengizinkannya pergi ke masjid.&lt;br /&gt;
B) jika masih berparas atau berpenampilan cantik, makruh keluar ke masjid dengan 2 syarat:&lt;br /&gt;
1) tidak diyakini atau diduga timbul fitnah.&lt;br /&gt;
2) mendapat izin dari suami atau orang tua perlu diketahui bahwa makruh bagi suami atau orang tua mengizinkan wanita seperti ini untuk pergi ke masjid.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Referensi: &lt;/b&gt;kitab Hasiah Iana Al tholibin Ala Fathi al-mu'in Karya Al allamah Abi Bakar Al Syato juz 2 hal: 5 Al Haramain yang bunyinya &lt;i&gt;makruh bagi wanita yang rupawan datang ke masjid bersama para laki-laki. Makruh bagi suami dan Wali memberikan izin datang ke masjid. Sedangkan bagi selain wanita yang rupawan tidak dimakruhkan datang dan disunnahkan bagi suami, majikan, atau wali memberikan izin saat mereka meminta izin ketika aman dari hal buruk.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Perpustakaan Idaman</title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2020/05/perpustakaan-idaman.html</link><category>Catatan Kecil</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Wed, 6 May 2020 00:22:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-8720713027258384044</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita sangat bersyukur dan menyatakan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada mereka yang berdedikasi tinggi di dalam menekuni perpustakaan, sehingga di Indonesia telah terdapat berbagai jenis perpustakaan seperti perpustakaan sekolah yang ada di setiap sekolah, perpustakaan perguruan tinggi yang ada di universitas-universitas, Akademi dan sekolah-sekolah tinggi, perpustakaan umum&amp;nbsp; perpustakaan khusus dan nasional. Tetapi juga tidak salah bila kita mengakui suatu kenyataan bahwa semua jenis perpustakaan yang ada itu bersifat sektoral. Bila kita hendak mengadakan penelitian tentang sesuatu, pertama kita harus tahu dulu Apa permasalahannya, baru kita dapat menentukan ke perpustakaan mana kita harus pergi sehingga puluhan perpustakaan kita kunjungi satu-satu.&amp;nbsp; Terkadang buku yang kita butuhkan tidak ada di sana.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seorang sarjana yang sudah selesai kuliah pada umumnya langsung mencari pekerjaan. Lapangan kerja untuk sarjana jumlahnya amat sedikit. Bagi yang sudah mendapatkan pekerjaan akan sibuk dengan tugas-tugas rutinnya untuk mengejar karir . Kalau jenis pekerjaan sesuai dengan keahliannya tidak menjadi masalah. Yang perlu diperhatikan adalah kalau jenis pekerjaannya sama sekali tidak ada hubungannya dengan hasil studi yang diperoleh dari perguruan tinggi, sehingga dia perlu belajar lagi dari awal supaya mampu melaksanakan tugasnya. Dalam kenyataan di masyarakat kita sering melihat adanya seorang tamatan sekolah menengah lebih Cemerlang dari seorang sarjana di bidang ilmu pengetahuan, karena yang satu lebih banyak belajar dan membaca. Proses belajar itu dimulai dari lahir sampai ke lubang kubur . Membangkitkan minat membaca itu bukan karena didorong atau dipaksa, akibatnya akan menjadi buruk. Tetapi dengan memberikan rangsangan agar orang tertarik untuk membaca. Sekarang kita harus dapat menghargai ilmu.&amp;nbsp; Meningkatkan intelektualitas bangsa bukan hanya sampai batas mendirikan universitas yang baru atau meningkatkan mutu universitas yang ada, tetapi berkelanjutan sampai masa kuliah selesai untuk terus membaca.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari uraian tersebut diatas dapat kita simpulkan bahwa calon-calon sarjana kita menghadapi kesulitan untuk menulis, perpustakaan yang ada bersifat sektoral , kualitas ilmu pengetahuan yang rendah,&amp;nbsp; perpustakaan sebagai tolak ukur kecerdasan suatu bangsa, intelektualitas harus ditingkatkan terus-menerus dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Titik tolak berpikir kita dimulai dari pemahaman ilmu itu sendiri yaitu bahwa ilmu pengetahuan adalah suatu kebulatan yang tidak dapat dipisah-pisahkan dan memang tidak ada satu garis demarkasi yang jelas. Istilah ilmu agama dan ilmu umum adalah hanya merupakan terminologi yang dengan sengaja diciptakan untuk memudahkan yaitu untuk membedakan antara yang satu dengan yang lainnya, bukan perbedaan hakekat, hanya untuk membedakan mana si Kardi dan mana Jumin. Kita semua makhluk Tuhan yang maha esa. Ilmu adalah makhluk Tuhan untuk kita, supaya kita mampu menguasai alam ini. Ilmu umum dan ilmu agama hanyalah perbedaan nama, sampai sekarang belum ada orang yang mampu menjelaskan garis demarkasi yang pasti antara keduanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Perpustakaan yang ingin kita idamkan adalah Perpustakaan Nasional yang bersifat umum, yang mampu melayani kebutuhan seluruh bangsa Indonesia, dengan tidak membeda-bedakan agama golongan dan daerah, juga mampu melayani kebutuhan manusia pada umumnya tanpa membeda-bedakan bangsa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Perpustakaan yang kita idamkan juga bersifat internasional, ini adalah suatu kenyataan dengan penuh keyakinan seperti bangsa Indonesia telah membuktikan kemampuannya memperjuangkan kemerdekaan bangsa-bangsa yang masih terjajah waktu itu, mereka berterima kasih kepada kita bangsa Indonesia, padahal pada waktu itu kita masih sangat miskin, tetapi kita rela berkorban demi menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karena itu kita yakin bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan perikeadilan. Sekarang kita telah menikmati kemakmuran hasil usaha-usaha pembangunan yang dilakukan pemerintah secara terus-menerus. Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berterima kasih kepada pemimpin-pemimpin kita yang bekerja dengan gigih untuk kemakmuran negeri ini. Lalu Mengapa tidak kita kembangkan dari melawan penjajahan kepada tingkatan yang lebih tinggi lagi yaitu melawan kebodohan? kemudian kita tingkatkan lagi dengan konsep-konsep kita mengenai kerukunan beragama yang sekarang masih menjadi masalah dunia, kita buktikan kepada dunia pengalaman kita dengan falsafah Pancasila, yang telah mampu menciptakan kerukunan beragama.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk kebutuhan di dalam negeri juga perpustakaan ini adalah sebagai pertemuan antara intelektual berbagai agama bersama-sama mendalami agamanya, bertukar pikiran merumuskan kerukunan yang abadi, untuk menghilangkan rasa dendam dan kecurigaan yang ada pada masing-masing golongan, dalam keterbukaan dan saling menghormati. Serta bersama-sama memikirkan pembangunan bangsanya, karena masing-masing telah menyatakan sebagai bangsa Indonesia yang mencintai tanah airnya, yang meletakkan kepentingan nasional di atas segala segalanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di dalam pengetahuan-pengetahuan lainnya juga perpustakaan harus mampu memberikan pelayanan kepada bangsa Indonesia untuk meningkatkan ilmu pengetahuan di segala bidang. Khususnya dengan semua universitas yang ada di Indonesia, perpustakaan ini mengadakan kerjasama di bidang yang ada hubungannya dengan ilmu pengetahuan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Perpustakaan ini diharapkan nantinya akan berkembang menjadi kota ilmu pengetahuan, yaitu harus mengambil mengambil lokasi yang memungkinkan berkembang dengan mudah, bertempat di ibukota atau di daerah di sekitarnya, yang mudah ditempuh dengan sarana transportasi yang ada. Asrama-asrama mahasiswa yang paling tepat adalah di dekat perpustakaan ini. Asrama yang dimaksudkan disini ialah asrama mahasiswa-mahasiswa dari semua universitas yang ada, sehingga perpustakaan tidak jauh dengan calon calon sarjana. Juga untuk melayani pendatang dari daerah-daerah yang ingin mencari bahan bacaan untuk studinya akan disediakan penginapan dengan fasilitas-fasilitas yang memudahkan belajar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Disamping itu juga perpustakaan idaman ini harus dilengkapi dengan ruangan-ruangan atau gedung-gedung yang mempunyai daya tampung besar, guna untuk kegiatan-kegiatan seminar , simposium, rapat atau pertemuan ilmiah.&amp;nbsp; Juga disediakan tempat untuk ceramah-ceramah ilmu dan keagamaan. Di perpustakaan inilah para dosen dan guru besar meningkatkan ilmu pengetahuannya, dari perpustakaan inilah akan dimulai kampanye ilmu untuk meningkatkan mutu sekolah dan perguruan-perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan meningkatkan kecerdasan Semua bangsa Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Perpustakaan dalam bentuk seperti ini masih berada dalam alam ide, tetapi dalam waktu dekat dengan tekad bulat dan keinginan yang kuat, akan menjadi suatu kenyataan. Indonesia akan menjadi pusat ilmu pengetahuan di dunia. Semua manusia yang cinta ilmu pengetahuan pasti akan tergugah hatinya, akan terbuka pikirannya untuk ikut serta memikirkan cita-cita yang luhur ini.&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Keutamaan Shalat Tarawih</title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2020/05/keutamaan-shalat-tarawih.html</link><category>Catatan Kecil</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Tue, 5 May 2020 19:22:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-8148014359755300522</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Disini akan di jelaskan beberapa keutamaan shalat Tarawih yang di ambil dari Kitab Durrotu al-Naashihiin..&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1. Malam pertama&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
عن على بن ابى طالب رضى الله تعالى عنه انه قال سئل النبى عليه الصلاة والسلام عن فضائل التراويح فى شهر رمضان فقال يخرج المؤمن من ذنبه فى اول ليلة كيوم ولدته امه&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Diriwayatkan dari ali bin abi tholib Ra.bahwa sesungguhnya ali berkata : Nabi alaihis sholatu was salamu ditanya tentang keutamaan tarowih di bulan romadlon. Maka Nabi menjawab : "pada malam pertama keluarlah dosa orang mukmin (yang melakukan tarawih) sebagaimana ibunya melahirkan ia di dunia&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2. Malam ke 2&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وفى الليلة الثانية يغفر له ولأبويه ان كان مؤمنين&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 2, orang yang sholat tarawih akan diampuni dosanya dan dosa ke-2 orang tuanya jika keduanya mukmin&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
3. Malam ke 3&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وفى الليلة الثالثة ينادي ملك من تحت العرش استأنف العمل غفر الله ما تقدم من ذنبك&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 3, malaikat dibawah arasy berseru,mulailah melakukan amal kebaikan (sholat tarawih) maka ALLOH akan mengampuni dosamu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
4. Malam ke 4&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وفى الليلة الرابعة له من الاجر مثل قراءة التورات والانجيل والزبور والفرقان&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 4, bagi yang melakukan tarawih dapat pahala sebagaimana pahala orang yang membaca kitab taurot,injil,zabur dan alqur'an.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
5. Malam ke 5&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وفى الليلة الخامسة اعطاه الله تعالى مثل من صلى فى المسجد الحرام و المسجد المدينة والمسجد الاقصى&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 5, ALLOH memberikan pahala bagi yang tarawih sebagaimana pahalanya orang yang sholat di masjidil harom, masjid madinah/nabawi dan masjidil aqsho&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
6. Malam ke 6&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وفى الليلة السادسة اعطاه الله تعالى ثواب من طاف بالبيت المعمور ويستغفر له كل حجر ومدر&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 6, ALLOH memberikan pahala pada yang bertarawih sebagaimana pahalanya orang yang thowaf dibaitul makmur dan setiap batu dan tanah memintakan ampunan padanya&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
7. Malam ke 7&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وفى الليلة السابعة فكأنما ادرك موسى عليه السلام ونصره على فرعون وهامان&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 7, yang melakukan tarawih seakan-akan menemui zaman nabi Musa as dan menolongnya dari serangan fir'aun dan haman.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
8. Malam ke 8&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وفى الليلة الثامنة اعطاه الله تعالى ما اعطى ابراهيم عليه السلام&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 8, ALLOH akan memberi anugrah sebagaimana anugrah yang diberikan pada Nabi Ibrohim alaihis salam&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
9. Malam ke 9&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وفى الليلة التاسعة فكأنما عبد الله تعالى عبادة النبى عليه الصلاة والسلام&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 9, seolah-olah orang yang tarawih beribadah pada ALLOH sebagaimana ibadahnya para Nabi alaihis sholatu was salam&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
10. Malam ke 10&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وفى اليلة العاشرة يرزقه الله تعالى خيرى الدنيا والآخرة&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 10, ALLOH akan memberi rizki yang lebih bagus didunia maupun akhirat bagi yang tarawih&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
11. Malam ke 11&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وفى الليلة الحادى عشرة يخرج من الدنيا كيوم ولد من بطن امه&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 11, orang yang tarawih kelak ia akan keluar dari dunia (mati) seperti hari dimana ia baru dilahirkan dari perut ibunya&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
12. Malam ke 12&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وفى الليلة الثانية عشرة جاء يوم القيامة ووجهه كالقمر ليلة البدر&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 12, pada saat hari kiamat datang wajahnya orang yang tarowih bersinar bagaikan rembulan dimalam purnama&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
13. Malam ke 13&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وفى الليلة الثالثة عشرة جاء يوم القيامة أمنا من كل سوء&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 13, pada saat hari kiamat tiba orang yang tarawih akan selamat dari segala macam keburukan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
14. Malam ke 14&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وفى الليلة الرابعة عشرة جاءت الملائكة يشهدون له انه قد صلى التراويح فلا يحاسبه الله يوم القيامة&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 14, malaikat pada menjadi saksi bagi yang tarawih bahwa ia sudah melakukan sholat tarawih maka ALLOH tidak menghisabnya besok di hari kiamat&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
15. Malam ke 15&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وفى الليلة الخامسة عشرة تصلى عليه الملائكة وحملة العرش والكرسى&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 15, para malaikat dan para malaikat penyangga arasy dan para malaikat penjaga kursi kerajaan langit pada memintakan ampunan pada orang yang sholat tarawih&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
16. Malam ke 16&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وفى الليلة السادسة عشرة كتب الله له براءة النجاة من النار وبراءة الدخول من الجنة&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 16, ALLOH akan mencatat kebebasan selamat dari neraka dan kebebasan masuk surga bagi yang tarawih&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
17. Malam ke 17&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وفى الليلة السابعة عشرة يعطى مثل ثواب الانبياء&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 17, yang tarawih akan diberi pahala sebagaimana pahalanya para nabi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
18. Malam ke 18&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وفى الليلة الثامنة عشر نادى ملك ياعبد الله ان الله رضى عنك وعن والديك&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 18, malaikat telah berseru (pada yang tarawih) wahai hamba ALLOH,sesungguhnya ALLOH telah meridloimu dan ke-2 orang tuamu&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
19. Malam ke 19&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وفى الليلة التاسعة عشرة يرفع الله درجاته فى الفردوس&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 19, ALLOH akan mengangkat derajat-derajat yang tarowih disurga firdaus&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
20. Malam ke 20&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وفى الليلة العشرين يعطى ثواب الشهداء والصالحين&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 20, orang tarawih akan diberi pahala seperti pahala orang-orang yang mati shahid dan orang-orang sholih&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
21. Malam ke 21&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
فى الليلة الحادية والعشرين بنى الله له بيتا فى الجنة من النور&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 21, ALLOH akan membangunkan rumah di surga yang terbuat dari cahaya untuk yang tarawih&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
22. Malam ke 22&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وفى الليلة الثانية والعشرين جاء يوم القيامة امنا من كل غم وهم&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 22, jika hari kiamat tiba maka yang tarawih akan selamat dari segala bentuk kesusahan dan kebingungan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
23. Malam ke 23&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وفى الليلة الثالثة والعشرين بنى الله له مدينة فى الجنة&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 23, ALLOH akan membangunkan kota didalam surga bagi yang tarawih&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
24. Malam ke 24&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وفى الليلة الرابعة والعشرين كان له اربع وعشرون دعوة مستجابة&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 24, orang yang tarawih akan memperoleh 24 doa yang mustajab/manjur&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
25. Malam ke 25&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وفى الليلة الخامسة والعشرين يرفع الله تعالى عنه عذاب القبر&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 25, ALLOH akan menghilangkan siksa kubur dari orang yang tarawih&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
26. Malam ke 26.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّادِسَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ يَرْفَعُ اللهُ لَهُ ثَوَابَهُ اَرْبَعِيْنَ عَامًا&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 26, ALLOH meningkatkan baginya pahala selama empat puluh tahun.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
27. Malam ke 27&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ جَازَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ عَلَى الصِّرَاطِ كَاْلبَرْقِ اْلخَاظِفِ&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 27, di hari qiyamat dia melewati jembatan (syirathal mustaqiim) dengan mudah lagi cepat laksana halilintar menyambar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
28. Malam ke 28&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&amp;nbsp;وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ يَرْفَعُ اللهُ لَهُ اَلْفَ دَرَجَةٍ فِى اْلجَنَّةِ&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 28, ALLOH mengangkat seribu derajat baginya didalam surga.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
29. Malam ke 29&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
وَفِى اللَّيْلَةِ التَّاسِعَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ أَعْطَاهُ اللهُ ثَوَابَ اَلْفِ حِجَّةٍ مَقْبُوْلَةٍ&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 29, ALLOH memberikan kepadanya pahala seribu ibadah haji yang diterima.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
30. Malam ke 30&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&amp;nbsp;وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّلاَثِيْنَ يَقُوْلُ اللهُ " يَاعَبْدِى كُلْ مِنْ ثِمَارِ اْلجَنَّةِ وَاغْتَسِلْ مِنْ مَاءِ السَّلْسَبِيْلِ وَاشْرَبْ مِنَ اْلكَوْثَرِ مِنَ اْلكَوْثَرِ اَنَارَبُّكَ وَاَنْتَ عَبْدِى&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada malam yang ke 30, ALLOH berfirman :”makanlah buah-buahan surga, mandilah dengan air salsabil dan minumlah dari telaga kautsar, aku adalah Tuhanmu dan Engkau adalah hambaku”. (Durrotun Nashihin).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
والله أعلم&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan hanya Allah SWT Yang Maha Mengetahui Segalanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Wabah Penyakit dalam Islam dan Penyikapannya</title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2020/05/wabah-penyakit-dalam-islam-dan.html</link><category>Catatan Kecil</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Tue, 5 May 2020 03:39:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-1630890177785902840</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hari ini umat manusia dihadapkan pada masalah bumi ini, sebuah virus/wabah yg tak terlihat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi membuat seisi bumi takut..&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Yang membuat semua kekuatan, senjata, dan kesombongan bertekuk lutut, lumpuh, dihadapan kekuasaan Allah SWT..&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Memang begitulah sunatullahnya,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allah SWT menghancurkan tingginya kesombongan dunia dengan sesuatu yang kecil&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Agar runtuh dengan sehina-hinanya, seperti Namrud yg mati hina karena seekor lalat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tapi masalah bumi ini adalah masalah muslimin juga..&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bagaimana kita bersikap..?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karena hari ini sebagian saudara kita menganggap remeh dengan pasrah saja&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan ada yang sangat berlebihan dengan bahkan tidak mau berjabat tangan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Indahnya agama ini, karena semua masalah sudah ada solusinya..&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan Rasulullah SAW bersama para sahabatnya adalah orang-orang paling berjasa dalam hidup kita&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam kebingungan kita hari ini pun mereka semua hadir dengan petunjuknya..&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bukan hanya itu, tapi mereka juga hadir membawa kabar gembira untuk kita..&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kisah ini detail diceritakan dalam buku tentang khalifah Umar bin Khattab ra karya Syaikh Ali Ash Shalabi..&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tahun 18 H..&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hari itu Khalifah Umar bin Khattab ra bersama para sahabatnya berjalan dari Madinah menuju negeri Syam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mereka berhenti didaerah perbatasan sebelum memasuki Syam karena mendengar ada wabah Tha'un Amwas yang melanda negeri tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebuah penyakit menular, benjolan diseluruh tubuh yg akhirnya pecah dan mengakibatkan pendarahan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Abu Ubaidah bin Al Jarrah, seorang yang dikagumi Umar ra, sang Gubernur Syam ketika itu datang ke perbatasan untuk menemui rombongan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dialog yang hangat antar para sahabat, apakah mereka masuk atau pulang ke Madinah..&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Umar yang cerdas meminta saran muhajirin, anshar, dan orang2 yg ikut Fathu Makkah. Mereka semua berbeda pendapat..&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bahkan Abu Ubaidah ra menginginkan mereka masuk, dan berkata mengapa engkau lari dari takdir Allah SWT?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lalu Umar ra menyanggahnya dan bertanya. Jika kamu punya kambing dan ada 2 lahan yg subur dan yg kering, kemana akan engkau arahkan kambingmu? Jika ke lahan kering itu adalah takdir Allah, dan jika ke lahan subur itu juga takdir Allah&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesungguhnya dengan kami pulang, kita hanya berpindah dari takdir satu ke takdir yg lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Akhirnya perbedaan itu berakhir ketika Abdurrahman bin Auf ra mengucapkan hadist Rasulullah SAW.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada didaerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(HR. Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Akhirnya mereka pun pulang ke Madinah.. Umar ra merasa tidak kuasa meninggalkan sahabat yg dikaguminya, Abu Ubaidah ra.. Beliau pun menulis surat untuk mengajaknya ke Madinah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun beliau adalah Abu Ubaidah ra, yang hidup bersama rakyatnya dan mati bersama rakyatnya..&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Umar ra pun menangis membaca surat balasan itu..&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan bertambah tangisnya ketika mendengar Abu Ubaidah, Muadz bin Jabal, Suhail bin Amr, dan sahabat2 mulia lainnya radiyallahuanhum wafat karena wabah Tha'un dinegeri Syam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Total sekitar 20 ribu orang wafat, hampir separuh penduduk Syam ketika itu..&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada akhirnya, wabah tersebut berhenti ketika sahabat Amr bin Ash ra memimpin Syam&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kecerdasan beliau lah yang menyelamatkan Syam&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hasil tadabbur beliau dan kedekatan dengan alam ini..&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Amr bin Ash berkata:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Wahai sekalian manusia, penyakit ini menyebar layaknya kobaran api. Jauhilah dan berpencarlah dengan menempat di gunung-gunung..&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mereka pun berpencar dan menempati gunung2.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Wabah pun berhenti layaknya api yang padam karena tidak bisa lagi menemukan bahan yang dibakar..&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lalu, belajar dari bagaimana orang-orang terbaik itu bersikap..&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maka inilah panduan dan kabar gembira ditengah kesedihan ini untuk kita semua&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pertama, karantina.&lt;br /&gt;
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW diatas, Maka itulah konsep karantina yang hari ini kita kenal.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mengisolasi daerah yang terkena wabah..&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seluruh negara menjalaninya..&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun ada negara yang entah darimana mengambil petunjuknya,&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Negara tsb malah menyuruh orang2 masuk karena dalih ekonomi dan pariwisata.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semoga Allah SWT melindungi semua penduduk negara tersebut&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kedua, bersabar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karena Rasulullah SAW bersabda:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tha'un merupakan azab yang ditimpakan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Kemudian Dia jadikan rahmat kepada kaum mukminin.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maka, tidaklah seorang hamba yang dilanda wabah lalu ia menetap dikampungnya dengan penuh kesabaran dan mengetahui bahwa tidak akan menimpanya kecuali apa yang Allah SWT tetapkan, baginya pahala orang yang mati syahid.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(HR. Bukhari dan Ahmad)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Masya Allah.. ternyata mati syahid lah balasan itu.. sesuatu yang didambakan kaum muslimin.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maka, sabar dan tanamkanlah keyakinan itu. Jika takdir Allah menyapa kita, berharaplah syahid..&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketiga, berbaik sangka dan berikhtiarlah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karena Rasulullah SAW bersabda:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tidaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit kecuali Dia juga yang menurunkan penawarnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(HR. Bukhari)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Umar bin Khattab berikhtiar menghindarinya serta Amr bin Ash berikhtiar menghapusnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Yang keempat, banyak berdoalah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan doa2 keselamatan itu sudah kita lafadzkan di setiap pagi dan sore.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
: _Bismillahilladzi laa yadhurru maasmihi, say'un fil ardhi walafissamaai wahuwa samiul'alim_&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(Dengan nama Allah yang apabila disebut, segala sesuatu dibumi dan langit tidak berbahaya. Dialah maha mendengar dan maha mengetahui)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Barang siapa yang membaca dzikir tsb 3x dipagi dan petang. Maka tidak akan ada bahaya yg memudharatkannya&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Yang terakhir, sebagaimana solusi dari Amr bin Ash untuk berpencar..&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menjaga jarak dr keramaian dan menahan diri untuk dirumah&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Cara inilah yang banyak ditiru dunia luar, mereka menyebutnya social distancing..&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semua solusi itu sudah ada,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Solusi langit dan Bumi&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Solusi pertama dan terakhir, solusi Bumi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ikhtiar dengan karantina &amp;amp; menjaga diri dari keramaian (social distancing)..&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selama ini sudah dilakukan bahkan oleh orang2 didunia barat..&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun mereka tidak punya solusi Langit..&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bersabar, keyakinan dan berbaik sangka akan ketetapan Allah, berdoa, dan bahkan janji akan gelar mati Syahid jika kita melakukan itu semua..&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semoga kita senantiasa dilindungi Allah SWT..&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan bertemu kembali ditempat terbaik di SurgaNya..&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mari kita sikapi datangnya Pandemi Convid-19 ini secara rasional dan terukur, tidak abai tapi juga tidak lebay.&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Belajar</title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2020/05/belajar.html</link><category>Catatan Kecil</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Tue, 5 May 2020 03:06:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-3021749893392337921</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Belajar merupakan suatu aktifitas kita sebagai manusia dalam rangka menambah ilmu atau pengetahuan sehingga kita merasa nyaman dalam mengarungi kehidupan. Karena orang yang tidak belajar dia akan gelisah dalam menghadapi realita kehidupannya. Belajar menjadikan diri kita semakin banyak wawasan dan kemudian akan bersikap dewasa dalam menyikapi berbagai persoalan dalam hidup. Orang yang malas belajar dalam hidupnya dia kelak akan menjadi manusia yang tertindas. Betapa banyak contoh di hadapan kita dampak karena dia malas untuk belajar. Contoh yang paling nyata dari malas belajar yaitu dia hidup tidak punya prinsip, dan tujuan yang jelas. Belajar tidak mesti di sekolah saja. Malah justru belajar di luar sekolah itu lebih banyak menambah wawasan pengetahuan kita. Seperti kita ketahui bahwa dalam ajaran islam, wahyu pertama kali turun kepada Nabi Muhammad SAW ketika beliau di gua Hira adalah perintah &lt;i&gt;Iqra &lt;/i&gt;(membaca, meneliti, mengeksperimen, mengamati, mencermati, dll). Konsep tersebut (Iqra) merupakan suatu konsep dari Allah SWT selaku Tuhan Pencipta Alam semesta untuk membangun peradaban di dunia. Kalau kita sungguh-sungguh melihat, juga mengamati peradaban-peradaban yang sekarang ini, seperti berkembangnya alat-alat tekhnologi canggih, munculnya gedung-gedung pencakar langit, dll kesemuanya itu adalah dari hasil belajar. Dari sini kita bisa faham bahwa untuk benar-benar menjadi Khalifatu Fiil Ardh (pengganti Tuhan di bumi) ini adalah dengan kesungguhan kita dalam belajar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk belajar kita juga jangan hanya mengambil dari orang yang lebih tua saja, bisa jadi justru banyak ilmu atau ucapan yang keluar dari mulutnya manusia yang lebih kecil usianya dari kita. Dan itu mengandung pengetahuan yang sangat berharga.&lt;br /&gt;
Aktifitas belajar sendiri adalah di mulai dari alam Kandungan sampai keliang lahat. Oleh karenanya jangan sampai kita menunda-nunda untuk belajar. Sebetulnya tidak ada kata terlambat dalam belajar. Walaupun pepatah mengatakan bahwa belajar di waktu kecil ibarat mengukir di atas batu dan belajar diwaktu besar ibarat mengukir di atas air.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jadi janganlah kita malas untuk belajar, kapan dan dimana saja.&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Statemen Yang Menyakitkan Hati</title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2020/05/statemen-yang-menyakitkan-hati.html</link><category>Catatan Kecil</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Sat, 2 May 2020 21:26:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-3636374428748025507</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kalimat-kalimat yang sangat menyakitkan hati masih sering dilontarkan dari satu golongan islam kepada yang lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kalimat-kalimat itu kita sebutkan disini dengan terus terang, dan mohon maaf atas keterus terangan ini, yaitu seperti : "Kyai Kampungan, Kyai Bodoh, Kyai berfikir sempit hanya tahu ilmu agama saja, harus belajar dooong..." ini keluar dari satu fihak, dan dari fihak lainnya : "Mujtahid gadungan, ngaku pinter, tidak tahu etiket, seperti katak dalam tempurung, merasa paling jagoan sendiri". Kalimat-kalimat seperti itu hanya bisa di ucapkan dengan penuh emosi. Yang pasti orang-orang mencetuskan kata-kata yang menyakitkan hati itu adalah bukan orang-orang cendikiawan. Kita menilai indikator istimewa kecendikiawanan ialah bahwa logikanya mampu menguasai emosinya. Kekuatan berfikir yang dominan dalam dirinya. Untuk menentukan skala prioritas dalam menangani permasalahan yang kita hadapi ialah kita tentukan dari segi dampaknya terhadap kehidupan bernegara. Kerukunan antar agama-agama yang berbeda yang lebih penting, ataukah kerukunan antar golongan dalam satu agama. Kita melihat keduanya adalah masalah yang harus di selesaikan, tetapi mungkin fihak yang menyelesaikannya yang berbeda. Kita serahkan saja penyelesaian masalah antara golongan dikalangan umat islam kepada yang mulia para Alim Ulama dan yang terhormat para cendekiawan muslim.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita berdiri di tengah dengan jarak yang sama antara mereka dengan kita. Bahkan kita dapat menilai bahwa perbedaan pendapat itu bukan masalah, malah sebaliknya, adalah sebagai indikator bahwa mereka benar-benar hidup dan dinamis. Karena "Perbedaan pendapat para Ulama itu sebagai Rahmat". Penyelesaian yang kita inginkan bukan supaya mereka mempunyai pendapat yang sama, karena ini tidak mungkin terjadi. Bisa saja terjadi, tidak ada pendapat yang berbeda, semuanya sama, yaitu dengan cara yang paling mudah, kebebasan berfikir kita coret. Tetapi ini tidak dikehendaki oleh siapapun. Yang paling penting ialah masing-masing menghindari mengeluarkan statemen yang mungkin menyakitkan hati.&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Penilaian terhadap Cendikiawan Muslim</title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2020/05/penilaian-terhadap-cendikiawan-muslim.html</link><category>Catatan Kecil</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Sat, 2 May 2020 21:12:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-6315629142681541730</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pemikir-pemikir islam berusaha dengan sungguh-sungguh untuk membantah pendapat-pendapat orientalis yang menyudutkan islam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Antara lain dikatakan bahwa islam sampai sekarang masih terus semakin meluas di benua afrika dan pada bangsa-bangsa yang masih terbelakang. Ditengah pemikir-pemikir islam berusaha untuk membuktikan bahwa islam dan ilmu pengetahuan itu paralel dan saling mendukung.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dikalangan umat islam sendiri, yang ini mungkin kekeliruan yang tidak di sengaja, hampir saja dapat disimpulkan bahwa islam dan kebodohan itu cocok dan sejajar. Yaitu beranjak dari penilaian terhadap para cendikiawan muslim dari segi ibadahnya. Penilaian itu dapat dirumuskan demikian : "Dia orang pandai dan berpengetahuan luas tidak melakukan ibadah dengan baik. Shalat hampir dilakukan di akhir waktu, tidak pernah berdzikir, selalu menganggap enteng terhadap hukum islam. Tetapi ia petani dikampung ternyata mempunyai keimanan yang kuat dari dia. Shalat dilakukan tepat pada waktunya, berikut sembahyang sunnah qobliyah dan ba'diyahnya. Berpeci rapih bila menghadap Tuhan". Penilaian semacam ini dapat kita terima sebagai suatu fakta yang kemungkinan besar benar adanya. Tetapi penilaian kita lain terhadap seorang muslim, yaitu bukan hanya di lihat dari segi ibadahnya saja. Sebab fakta itu apabila kita terima, berarti kita menyetujui bahwa islam itu cocok untuk orang bodoh. Karena sebenarnya perbedaan antara petani dan cendikiawan itu mengenai keimanannya hanya Allah yang mengetahui. Karena manifestasi keimanannya yang berbeda. Imannya mungkin sama dan kemungkinan besar cendikiawan yang lebih kuat. Kemampuan seorang petani di kampung manifestasi keimanannya adalah dengan sesuatu yang dimampuinya, dengan sesuatu yang mudah di tampilkan, yaitu cukup dengan belajar syarat rukunnya wudhu dan shalat saja, kemudian mengikuti majelis ta'lim seminggu sekali, lalu dia lakukan shalatnya. Kemudian semakin kuat dan kokoh keimanannya. Kelakuan sehari-hari semakin baik dengan orang-orang sekampungnya, "karena shalat itu bisa mencegah orang dari perbuatan yang keji dan jahat". Seorang cendikiawan selalu sibuk menekuni ilmu pengetahuannya, menghadiri seminar dimana-mana, mempersiapkan makalah, mengajar dan sebagainya. Sehingga waktunya banyak tersita untuk kegiatan-kegiatan ilmiyah. Tetapi apakah mengembangkan ilmu pengetahuan yang akan memajukan bangsa Indonesia, memakmurkan, mencerdaskan dan mengangkat martabat bangsa Indonesia di forum-forum Internasional bukan termasuk ibadah...!!??, bahkan ibadah semacam inilah yang akan mendapat kredit poin yang lebih banyak seperti yang di gambarkan al-qur'an. Kita menilai bahwa kedua belah fihak mengandung kebenaran, tetapi yang paling baik ialah kekurangan yang ada di kedua belah fihak bisa di perbaiki. Si petani kampung harus dirangsang supaya semangat membaca dan belajar terus sampai masuk liang kubur, dan si cendikiawan mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah yang khusyu sampai ajalnya di cabut. Sehingga seorang muslim dapat menampilkan prestasi ilmu pengetahuan dan ibadahnya secara seimbang. Semoga Tuhan Yang Maha Esa Memberkahi mereka semua.&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ilmu dan Ibadah sebagai Manifestasi Keimanan</title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2020/05/ilmu-buhun-ilmu-dan-ibadah-sebagai.html</link><category>Catatan Kecil</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Fri, 1 May 2020 17:43:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-5477705723546126699</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada umumnya tolak ukur yang di pakai untuk menilai muslim adalah dititik beratkan kepada ibadah dalam pengertian yang khusus, yaitu shalat "barangsiapa yang mendirikan shalat, berarti telah mendirikan agama. Dan barangsiapa yang meninggalkan shalat berarti telah menghancurkan agama", mengeluarkan zakat, melakukan puasa pada bulan romadhon dan menunaikan ibadah haji. Setelah seseorang menyatakan keyakinannya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, maka orang itu berkewajiban menjalankan shalat, zakat dan naik haji jika mampu. Inilah yang dinamakan rukun islam yang lima. Tidak salah, rukun islam itu dijadikan sebagai tolak ukur untuk menilai seorang yang baik. Tetapi untuk kehidupan dizaman modern ini belum cukup seorang muslim diukur hanya dengan rukun islam. Karena islam menurut pemahaman kita adalah guidance seorang muslim dalam meniti kehidupan didunia ini, mencakup kehidupan sehari-hari dalam hubungannya dengan anak istri, dengan guru, murid, pemimpin, majikan atau dengan pembantu. Tingkahlakunya didalam bermasyarakat dan bernegara dan lain sebagainya. Itu semuanya harus menjadi tolak ukur, terutama penampilan pengetahuannya. Karena semata-mata orang yang takut kepada Allah hanyalah orang-orang yang berilmu pengetahuan. Sebelum perintah-perintah dalam islam diturunkan, islam mengharuskan manusia agar berilmu dahulu, supaya mampu menerima ajaran islam. Islam berdiri diatas ilmu pengetahuan. Ayat yang pertama kali turun memerintahkan kita "Belajarlah atas nama Tuhan pendidikmu, yang telah mencipta. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Belajarlah karena Tuhanmu maha Murah, yang mengajar dengan pena, mengajar manusia tentang apa yang belum diketahuinya". Malaikat mengaku kalah berdebat dengan Adam (kecuali iblis yang tidak mau menghormati adam karena rasa sombong yang dominan, karena ia diciptakan dari api, sedang adam dari tanah) adalah karena adam ditampilkan dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama seluruhnya (terminologi-terminologi dasar ilmu pengetahuan, karena dasar-dasar ilmu adalah mengenal nama-nama benda, fungsinya dan hubungannya dengan yang lain), kemudian di pertemukan dengan malaikat. Allah berfirman Sebutkan kepadaku benda-benda itu, jika kamu memang orang-orang yang benar. Pertandingan ilmu antara adam dan malaikat diakhiri dengan pengakuan malaikat "maha suci engkau, kami tidak mengetahui selain yang engkau ajarkan kepada kami". Disitulah adam ditampilkan dengan prestasi ilmu pengetahuannya" Hai adam .... beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Islam dan Nasionalisme</title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2020/05/ilmu-buhun-islam-dan-nasionalisme.html</link><category>Catatan Kecil</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Fri, 1 May 2020 06:28:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-8202017535450918159</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita adalah bangsa Indonesia, kebetulan ada yang beragama islam, kristen, hindu, budha dan lain sebagainya. Kita sekarang telah menjadi bangsa yang merdeka, berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Kita di hargai dan di hormati oleh bangsa-bangsa lain dan kehadiran kita di rasakan mereka. Ini adalah berkat perjuangan bangsa Indonesia seluruhnya. Karena perjuangan pahlawan-pahlawan bangsa kita yang telah mengorbankan jiwa, raga dan harta bendanya untuk kemerdekaan kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Agama islam mengharuskan bersyukur, yang mana apabila kita bersyukur maka Tuhan akan menambahkan nikmat-Nya kepada kita. Kepada siapakah kita patut bersyukur? Jawabannya tidak lain adalah kepada Allah SWT. Dan kepada pahlawan-pahlawan bangsa Indonesia yang hatinya telah dilimpahi rahmat oleh Tuhan dengan semangat patriotisme dan nasionalisme yang sangat besar sehingga rela meninggalkan anak istri yang dicintainya, melepaskan harta kekayaan yang mereka kumpulkan dengan keringat, untuk kemerdekaan kita. Kemudian kitapun harus bersyukur kepada pemimpin-pemimpin kita yang dengan tekun bekerja dengan tenaga dan fikiran untuk memakmurkan negara Indonesia. Kemudian juga kepada pahlawan-pahlawan dunia yang telah berjuang membela kemanusiaan. Juga kepada tokoh-tokoh islam yang berdedikasi tinggi untuk mengajarkan kepada kita supaya cinta tanah air, karena cinta tanah air itu adalah manifestasi dari iman.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sejarah telah mencatat bahwa bangsa Indonesia yang beragama islam telah mengambil bagian yang paling besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Islam mengingkari jasa orang. Bangsa Indonesia yang kebetulan beragama kristen, hindu, budha dan lainnya juga telah ikut berjuang merebut kemerdekaan Indonesia. Bahkan yang beragama kristen telah mampu melepaskan ikatan agamanya pada waktu membidik serdadu belanda yang juga beragama kristen. Indonesia adalah tempat tinggal untuk seluruh bangsa Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bangsa Indonesia yang beragama islam dewasa ini, berkat nilai-nilai pancasila yang kita yakini, dapat membuktikan sejarah islam yang menunjukkan toleransi beragama di hormati. Juga ayat-ayat dalam kitab suci al-qur'an telah dikemukakan bahwa islam menghargai dan menghormati agama-agama yang lain. Para cendikiawan muslim telah menunjukkan sikapnya yang baik, telah menunjukkan tindakan-tindakannya yang lues sebagai pernyataan dengan fakta bahwa islam tidak memusuhi agama lain. Juga dari bangsa indonesia yang kebetulan beragama lain dituntut untuk menunjukkan tindakan dan sikap yang luwes pula.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita tidak dapat menutup mata terhadap realita yang kita lihat di masyarakat, di berbagai daerah, terkadang masih terjadi sedikit kesalah pahaman atau sesuatu hal yang lainnya antara bangsa Indonesia yang kebetulan berbeda agama. Ada dua macam agama-agama di dunia bila dilihat dari konsepsi dasarnya mengenai umatnya. Yaitu ada agama ekslusif seperti hindu dan yahudi. Agama ekslusif ialah agama khusus untuk umatnya yang tertentu baik dengan batasan ras maupun dengan batasan geografis. Dan kedua adalah agama dakwah yaitu agama islam dan kristen. Disinilah letak masalahnya. Sehingga kita terpaksa mengajukan pertanyaan dengan rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada bangsa Indonesia yang beragama islam, kristen, hindu, budha dan lainnya, yang telah menunjukkan tekad bulat untuk hidup rukun dan damai dibumi indonesia ini. Apakah rasa kecurigaan benar-benar telah hilang di semua fihak, terutama antara agama islam dan agama kristen? Bermula dari pemahaman agama dakwah, yaitu agama yang mengharuskan umatnya untuk menyebar luaskan agamanya, terutama bagi agama islam dan kristen yang sama-sama menyatakan sebagai agama universal dan mewajibkan agamanya. Kemungkinan terjadinya pertikaian antara dua petani yang berebut ladang dapat di kendalikan apabila kedua petani iti bersedia menyatakan sawahnya adalah milik bersama. Disinilah Nasionalisme dari masing-masing fihak harus mendapat prioritas pertama. Nasionalisme harus nampak pada permukaan kita sehari-hari.&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ilmu Buhun : Penjelasan Tayamum</title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2020/04/ilmu-buhun-penjelasan-tayamum.html</link><category>Ilmu Fiqih</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Thu, 30 Apr 2020 20:46:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-8654026981894235608</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;b&gt;Definisi Tayamum&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Tayamum secara
bahasa adalah al-qashd, sebagaimana firman Allah swt. dalam QS al-Baqarah/2:
267. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;ولا تيمموا الْخبيث منه تنفقون&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Janganlah kamu
bermaksud terhadap perkara yang buruk untuk kamu infakkan.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Sedangkan
secara istilah adalah menyapu wajah dan kedua tangan dengan debu yang suci atas
jalan yang tertentu sebagaimana firman Allah swt. (QS alMaidah/5: 6) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Artinya : Dan
apabila kamu sekalian sakit atau dalam perjalanan, atau sehabis buang air
besar, atau bercampur dengan perempuan (isteri), kemudian kamu tidak
mendapatkan air (untuk bersuci), maka bertayamumlah dengan tanah yang baik
(suci). Sapulah muka dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha
Pengampun. (QS al-Maidah/5: 6).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;1) Sebab dilakukan tayamum&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Adapun
sebab-sebab disyariatkannya tayamum adalah:&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;a) Tidak ada
air sama sekali atau ada air tetapi tidak cukup untuk dipakai bersuci,
berdasarkan hadis Imran bin Husein ra katanya: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;ان رسول الله صلى الله عليه وسلم رأى رجلا معتزلا لم يصل مع
القوم ، فقال ما يمنعك يَا فلان ان تصلى فى القوم؟ فقال يَا رسول الله اصابتنى
جنابة ولا ماء. فقال عليك بالصعيد فانه يكفيك&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Bahwa
Rasulullah saw. melihat seorang laki-laki yang memencil dan tidak salat bersama
kaumnya. Rasul kemudian bertanya, “Kenapa Anda tidak salat?” Ujarnya, “Saya
dalam keadaan junub, sedang tidak ada air.” Maka Nabi bersabda, “Pergunakanlah
tanah, demikian itu cukup bagi Anda.” (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;b) Jika
seseorang mempunyai luka atau ditimpa sakit dan ia khawatir dengan memakai air
itu penyakitnya jadi bertambah atau lama sembuhnya, baik hal itu diketahuinya
sebagai hasil pengalaman atau atas nasihat dokter yang dapat dipercaya
berdasarkan hadis Jabir r.a katanya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Suatu ketika kami pergi untuk perjalanan. Kebetulan salah seorang di antara
kami ditimpa sebuah batu yang melukai kepalanya. Kemudian orang itu bermimpi,
lalu menanyakan kepada teman-temannya: “Menurut tuan-tuan, dapatkah saya ini
keringanan untuk bertayamum?” ujar mereka: “Tak ada bagi Anda keringanan,
karena anda bisa mendapatkan air.” Maka orang itupun mandilah dan kebetulan
meninggal dunia. Kemudian setelah kami berada di hadapan Rasulullah saw. kami
sampaikan peristiwa itu kepadanya. Maka ujarnya, “Mereka telah membunuh orang
itu, tentu mereka dibunuh pula oleh Allah! Kenapa mereka tidak bertanya jika
tidak tahu? Obat bodoh tidak lain hanyalah dengan bertanya! Cukuplah bila orang
itu bertayamum dan mengeringkan lukanya, atau membalut lukanya dengan kain lalu
menyapu bagian atasnya, kemudian membasuh seluruh tubuhnya.” (HR. Abu Daud,
Ibnu Majah dan Daruquthni serta dishahihkan oleh Ibnu Sikkin).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;c) Jika air
terlalu dingin dan keras dugaannya akan timbul bahaya disebabkan
menggunakannya, dengan syarat ia tak sanggup memanaskan air tersebut, walau
hanya dengan jalan diupahkan. Atau jika seseorang tidak mudah masuk kamar
mandi, berdasarkan hadis Amar bin ‘Ash bahwa tatkala ia dikirim dalam
pertempuran berantai, ia berkata, “Pada waktu malam yang amat dingin saya
bermimpi. Saya khawatir akan mati jika saya terus juga mandi, maka sayapun
bertayamum lalu salat Subuh bersama para sahabat lainnya.” Kemudian tatkala
kami telah pulang kepada Rasulullah saw. hal itupun mereka sampaikan kepadanya.
Maka Rasulullah saw. bersabda: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;يَا عمرو صليت بَصحابك وانت جنب؟ فقلت ذكرت قول الله عز وجل
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt; ولا تقتلوا انفسكم ان الله&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;كان بكم رحيما&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;فتيممت ثم صليت. فضحك رسول
الله ولم يقل شيئا &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;رواه احمد وابو
داود والَاكم والدارقطنى وابن ماجه وابن حبان وعلقه البخارى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;(&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;“Hai Amar!
Betulkah anda melakukan salat bersama para sahabat padahal ketika itu Anda
dalam keadaan junub?” Jawabku, “Aku teringat akan firman Allah Azza wa Jalla,
“Janganlah kamu sekali membunuh dirimu! Sungguh Allah maha penyayang terhadap
kamu sekalian (al-Nisa/4: 29). Maka akupun bertayamum lalu salat.” Rasulullah
hanya tertawa dan tidak mengatakan apaapa." (HR. Ahmad, Abu Daud, Hakim,
Daruquthni, dan Ibnu Hibban, sementara Bukhari mengatakan hadis ini
muallaq).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;d) Apabila air
yang tersedia hanya sedikit sekali dan diperlukan di waktu sekarang atau masa
depan yang dekat untuk minumnya atau minum orang lain, atau binatang (walaupun
seekor anjing) atau untuk memasak makanannya, atau mencucui pakaian salatnya
yang terkena najis.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;2) Rukun-Rukun Tayamum&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;a) Niat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;b) Debu yang
suci, menurut pendapat empat mazhab yang diuraikan oleh al-Jaziri. Menurutu
ulama Syafi’iyah yang dimaksud al-sha’id al-thahur adalah debu yang memiliki
ghibar (ngebul). Menurut ulama Hanabilah, sha’id adalah jenis debu yang suci.
Menurut ulama Hanafiyah, segala macam yang termasuk dari jenis bumi, seperti
pasir, batu, kerikil dan lain sebagainya. Sedangkan menurut ulama Malikiyah
adalah segala yang ada di atas bumi.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;c) Menyapu
seluruh wajah&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;d) Menyapu
kedua tangan sampai siku. Menurut ulama Malikiyah dan Hanabilah wajib menyapu
tangan hanya sampai pergelangan. Adapun sampai ke dua siku adalah sunah.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;3) Kaifiyat/Tata Cara Tayamum&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Menurut Sayid
Sabiq, hendaklah orang yang bertayamum berniat lebih dahulu, kemudian membaca
basmalah dan memukulkan kedua telapak tangan ke tanah yang suci, lalu
menyapukannya ke muka Begitupun kedua belah tangannya sampai pergelangan
tangan. Mengenai hal ini tak ada keterangan yang lebih sah dan lebih tegas dari
hadis Umar r.a. katanya, “Aku junub dan tidak mendapatkan air, maka aku
bergelimang dengan tanah lalu salat, kemudian kuceritakan hal itu kepada Nabi
saw., maka beliau bersabda, “Cukup bila Anda lakukan seperti ini, dipukulkannya
kedua telapak tangannya ke tanah, lalu dihembusnya dan kemudian disapukannya ke
muka dan kedua telapak tangannya. (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Menurut Sayid
Sabiq bahwa tayamum sama dengan wudu, tidak disyaratkan masuknya waktu, serta
bagi orang yang telah bertayamum dibolehkan melakukan beberapa salat baik fardu
maupun sunah sebanyak yang dikehendaki. Hal ini didasarkan dari Abu Dzar r.a.:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;“Bahwa Nabi
saw. bersabda, “Tanah itu mensucikan orang Islam, walau ia tidak mendapatkan
air selama sepuluh tahun. Maka seandainya ia telah mendapatkan air, hendaklah
dibasuhkannya ke kulitnya karena demikian lebih baik.” (HR. Ahmad dan Turmudzi
yang menyatakannya shahih).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Tayamum menjadi
batal oleh sesuatu yang membatalkan wudu. Begitupun ia batal disebabkan adanya
air. Tetapi, bila seseorang melakukan salat dengan tayamum kemudia ia menemukan
air, maka ia tidak wajib mengulang salatnya walaupun waktu salat masih ada. Hal
ini didasarkan pada hadis dari Abu Said al-Khudri r.a. berkata, “Dua orang
laki-laki pergi melakukan suatu perjalanan. Maka datanglah waktu salat sedang
mereka tidak membawa air, maka mereka bertayamum dengan tanah yang baik
kemudiann mengerjakan salat. Kemudian tidak lama, mereka menemukan air. Maka
yang seorang mengulangi wudu dan sembahyang, sedang yang seorang lagi tidak
mengulangnya. Lalu mereka datang kepada Nabi saw. dan menceritakan peristiwa
itu. Nabi saw. pun bersabda kepada orang yang tidak mengulang: “Anda telah
berbuat sesuai dengan sunah, dan salat Anda telah terpenuhi”. Ia bersabda pula
kepada orang yang mengulang wudu dan salatnya, “Anda mendapat ganjaran dua kali
lipat.” (HR. Abu Daud dan Nasai).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Tetapi bila
menemukan air itu, atau dapat menggunakannya setelah mulai salat tapi belum
selesai, maka tayamum jadi batal dan ia harus mengulangi bersuci dengan memakai
air. Seandainya orang junub atau perempuan haid bertayamum kemudian salat,
tidaklah wajib ia mengulangnya. Hanya ia wajib mandi bila telah dapat menemukan
air.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;4) Mengusap di atas Pembalut (Perban atau Plaster)&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;a) Seorang
penderita luka yang khawatir jika menggunakan air dalam wudu atau mandi akan
menambah parah lukanya itu atau memperlambat kesembuhannya, dibolehkan mengusap
(dengan tangan yang basah) anggota tubuhnya yang terluka. Apabila hal itu
membahayakan, hendaknya ia menutup luka itu dengan perban atau pembalut lain.
Sebagai pengganti bagian tubuhnya yang tertutup pembalut dan tidak terkena air,
hendaklah ia bertayamum. Boleh juga ia mendahulukan tayamumnya sebelum wudu
atau mandi.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;b) Cara bersuci
di atas pembalut seperti ini menjadi batal, apabila ia dibuka atau luka itu
telah sembuh. Segera setelah sembuh, pembalut harus dibuka dan sejak itu harus
bersuci kembali secara sempurna.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;c) Apabila yang
dibalutkan itu sekitar anggota wudu, maka dibolehkan mengusapkan di atas
pembalutnya itu dengan air, sekalipun tidak terkena anggota wudu, tetapi
salatnya harus diulangi. Jika sebelum dibalutkan ia dalam keadaan tidak berwudu.
Tetapi jika sebelum dibalutkan dalam keadaan berwudu, maka salatnya tidak harus
diulang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ilmu Buhun : Masalah Shalat</title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2020/04/ilmu-buhun-masalah-shalat.html</link><category>Hukum-Hukum Fiqih</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Thu, 30 Apr 2020 07:54:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-7601665583304644026</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Praktek Shalat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Bolehkah
melakukan praktek shalat lengkap dengan sujud didalamnya demi tujuan
belajar-mengajar?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jawaban : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Boleh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Referensi : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Fath al-Baari
Syarah Shohih al-Bukhori Karya Syekh Ibn Hajar al-Asqolani, Juz 2 Hal 205,
al-Taufiqiyah yang bunyinya &lt;i&gt;Abi Qilabah berkata :”Kami didatangi Malik Ibn
al-Huwairis dalam masjid kami. Beliau berkata : “Sesungguhnya aku shalat dengan
kalian. Sedangkan aku tidak menginginkannya. Aku shalat sebagaimana aku melihat
Nabi SAW shalat.” Seakan-akan Malik Ibn al-Huwairis berkata, “Yang mendorongku
melakukan ini bukanlah untuk melakukan shalat tertentu (ad’, i’adah, atau yang
lain). Tetapi tujuanku adalah mengajari kalian.” Seakan-akan hal tersebut
fardhu ‘ain bagi beliau. Karena beliau adalah salah seorang yang mendengar
sabda Nabi SAW. “Shalatlah kalian seperti melihatku shalat.” Beliau meyakini
bahwa mengajar dengan praktek lebih jelas dari pada dengan teori. Hadis ini
menjadi dalil diperbolehkannya mengajari shalat dengan cara seperti itu
(praktek).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Suara Keras saat praktek shalat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Bolehkah
menyuruh murid mempraktekkan bacaan shalat dzuhur atau ashar dengan suara keras
dalam rangka pembelajaran?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jawaban : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Boleh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Referensi : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Bughyah
al-Mustarsyidin Karya Sayyid abd al-Rohman bin Muhammad bin Husain Baa’alawi,
Hal 76, al-Haromain yang bunyinya &lt;i&gt;Diperbolehkan berjamaah dalam shalat witir
dan shalat tasbih. Hukumnya tidak makruh dan juga tidak mendapat pahala
berjamaah. Akan tetapi, jika tujuannya untuk mengajari para jamaah dan
memotifasi mereka, maka ia mendapatkan pahala. Karena banyak pahala yang bisa
dihasilkan dengan niat baik. Sebagaimana diperbolehkannya membaca lantang pada
shalat yang pelan (yang hukum dasarnya makruh) karena untuk pembelajaran,
apalagi sesuatu yang pada dasarnya mubah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Subuh Rasa Dhuha&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Apa hukumnya
meninggalkan doa Qunut bagi orang yang shalat subuh &lt;i&gt;Qodo &lt;/i&gt;karena malu
jika sampai ketahuan orang lain?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jawaban : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Boleh, bahkan sunnah jika bertujuan untuk menghindari
gunjingan orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Referensi : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Busyro
al-Kariim Syarah Masaa-il al-Ta’liim Karya Syekh Sa’id bin Muhammad Baa’asyin,
Juz 1, Hal 88, al-Haromain yang bunyinya &lt;i&gt;Sunnah menyembunyikan segala
sesuatu yang dapat menjadi bahan gunjingan masyarakat. Seperti halnya seseorang
yang tidur hingga meninggalkan shalat subuh dan wudhu setelah matahari terbit.
Hendaknya ia membuat orang menyangka sedang melaksanakan shalat dhuha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;4.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Lupa jumlah Tanggungan Qodo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Bagaimana
apabila lupa berapa jumlah shalat yang wajib di qodo?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jawaban : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Wajib shalat qodo sejumlah shalat yang belum
yakin sudah dikerjakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Referensi : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Bughyah
al-Mustarsyidin Karya Sayyid abd al-Rohman bin Muhammad bin Husain Baa’alawi,
Hal 36, al-Haromain yang bunyinya &lt;i&gt;Seorang yang ragu berapa jumlah shalat
yang harus di qodo, wajib mengqodo setiap shalat yang tidak diaykini telah
dilakukannya sesuai pendapat Ibn Hajar dan al-Romli. Dan menurut Imam Qoffal,
wajib mengqodo shalat yang yakin telah ditinggalkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;5.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Bangun tidur saat Waktu Shalat Hampir Habis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Ketika waktu
shalat tinggal dua atau tiga menit, apakah orang yang baru saja bangun wajib
segera melakukan shalat?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jawaban : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Tidak wajib
segera melakukan shalat. Akan tetapi, dia wajib mengqodonya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Referensi : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Fatawi al-Romli
Karya Syekh Syihabuddin ahmad bin al-romli, Juz 1, Hal 64, Daar al-kutub
al-‘ilmiyyah yang bunyinya &lt;i&gt;Orang yang bangun tidur dan masih tersisa waktu
yang hanya cukup untuk wudhu atau sebagian saja, apakah wajib mengerjakannya
seketika? Atau orang tersebut hukumnya sama seperti orang yang meninggalkan
shalat sebab udzur? Jawabannya, hukum orang tersebut sama seperti hukum orang
yang meninggalkan shalat sebab udzur. Maka tidak wajib mengqodoi seketika.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;6.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Qodo Shalat Bagi Orang yang Taubat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Karena sudah
bertahun-tahun tidak pernah shalat, berat bagi orang yang baru saja bertaubat
untuk meng-qodho shalat yang ia tinggalkan. Adakah pendapat Ulama yang
mengatakan shalat yang sengaja ditinggalkan tidak perlu di qodoi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jawaban : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Ada, yakni
pendapat cucu Imam Syafi’i yang didukung oleh pendapat Syekh ‘Izz al-Diin dan
Syekh Taj al-Din&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Catatan : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Menurut
pendapat diatas, tetap wajib bagi pelakunya untuk bertaubat dengan cara menjaga
shalat sebaik-baiknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Referensi : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Hasyiyah ‘Amiroh
all Syarah al-Mahalli Karya Syekh Ahmad al-Burullusi al-Mulaqqob Bi ‘Amiiroh,
Juz 1, Hal 135, al-Haromain&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;yang
bunyinya &lt;i&gt;Ibn Kajj meriwayatkan keterangan dari Cucu Imam Syafii bahwa,
shalat yang ditinggalkan karena selain udzur tidak wajib qodo. Berlandaskan pemahaman
hadis, “Barang siapa yang lupa shalat atau tertidur.”Dst. Al-Isnawi
berpendapat, hikamh tidak adanya qodo ialah untuk memberatkan. Sebab, saking
besarnya dosa meninggalkan shalat, meskipun di qodo-i, belum cukup untuk
menebusnya. Dan ini adalah pendapat mayoritas ulama dan dikuatkan oleh Syekh ‘izz
al-Diin dan Syekh Taj al-Din dalam kitab Iqlid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;7.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Tidak segera mengqodo Shalat yang ditinggalkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Karena ada
suatu halangan atau keperluan, bolehkah menunda shalat qodo yang ditinggalkan
dengan sengaja?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jawaban : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Boleh, menurut
ulama irak. Karena qodo sholat yang sengaja ditinggalkan, menurut pendapat ini,
tidak harus segera dilaksanakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Referensi : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;al-Najm
al-Wahhaaj Syarah al-Minhaj Karya Syekh Kamaluddin Muhammad nin Musa al-Damiri,
Juz 2, Hal 28, Daar al-Minhaj yang bunyinya &lt;i&gt;Disunnahkan bersegera mengqodo
shalat agar cepat terbebas dari tanggungan, jika shalat ditinggalkan karena
udzur seperti tidur atau lupa. Jika bukan karena udzur, maka wajib segera
melakukan qodo. Dan ini adalah pendapat ulama khurrasan. Menurut qoul ashoh
Ulama irak, sunnah bersegera melakukan qodo secara mtlak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;8.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Qodo bagi orang yang di Bius&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Wajibkah
mengqodo bagi orang yang dibius dalam rangka pengobatan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jawaban : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Tidak wajib, tetapi hukumnya sunnah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Referensi : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;al-Majmu’ Syarah
al-Muhadzab Karya Imam abi Zakariyya Muhyiddin bin Syorof al-Nawawi, Juz 3, Hal
8, Daar al-Fikr yang bunyinya &lt;i&gt;Boleh minum obat yang dapat menghilangkan
kesadaran karena hajat. Jika kesadaran hilang dalam kondisiseperti itu. Maka
tidak wajib qodo setelah sadar. Karena hilangnya kesadaran disebabkan oleh
sesuatu yang tidak di haramkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;9.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Lupa Shalat karena sibuk bekerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Apakah berdosa
bila shalat lupa dilaksanakan karena sibuk bekerja?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jawaban : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Jika saat masuk waktu sudah ada niat
mengerjakan shalat, maka tidak berdosa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Referensi : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Hasyiyah
al-Bujairomi alaa al-Khotiib Karya Syekh Sulaiman bin Muhammad al-Bujairomi,
Juz 2, Hal 42, Daar al-Kutub al-‘Ilmiyyah yang bunyinya &lt;i&gt;Jika sudah masuk
waktu shalat dan seseorang berniat melaksanakan shalat, kemudian dia sibuk
belajar, bekerja, atau yang lain hingga ia lupa tidak shalat sampai waktu
shalat habis, apakah ia berdosa atau tidak? Masalah ini butuh pemikiran lebih
lanjut. Akan tetapi, yang lebih mendekati kebenaran adalah dia tidak berdosa. Karena
lupa pada kasus ini muncul bukan dari kecerobohan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;10.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Membangunkan orang tidur untuk Shalat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Apa hukum
membangunkan orang tidur untuk melaksanakan shalat?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jawaban : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Hukumnya sunnah. Kecuali jika tidurnya
diketahui sebab ceroboh, seperti tidur setelah adzan dan sulit dibangunkan. Jika
demikian, maka hukum membangunkannya menjadi wajib.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Referensi : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Kasyifatussaja
Syarah Safinah al-Najah Karya Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Bantani, Hal 50,
al-haromain yang bunyinya &lt;i&gt;Wajib membangunkan orang yang tidur setelah masuk
waktu shalat. Sunnah membangunkan orang yang tidur sebelum masuk waktu, jika
khawatir terjadi dampak buruk supaya dia bisa shalat pada waktunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ilmu Buhun : Masalah Adzan dan Iqomat</title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2020/04/ilmu-buhun-masalah-adzan-dan-iqomat.html</link><category>Hukum-Hukum Fiqih</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Wed, 29 Apr 2020 22:25:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-7587796462851128212</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b style="text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="text-indent: -14.2pt;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Menjawab Adzan TV&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Apakah Sunnah
menjawab Adzan yang dikumandangkan di Televisi saat masuk waktu Shalat?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jawaban : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Memandang Adzan TV adalah rekaman, hukum
menjawabnya adalah tidak sunnah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Referensi : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Qurrotul Ain Bi
Fataawii Ismaa’iil Zain Karya al-‘Alamah al-Jaliil Ismaa’iil Zain, Hal 52, Ma’had
‘Ulum al-Syar’iyyah yang bunyinya &lt;i&gt;Ketika adzan yang berasal dari rekaman
Kaset, maka tidak disunnahkan menjawabnya karena rekaman hanya pengulang.
Pengulangan Adzan tidaklah sunnah di jawab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Menjawab Banyak Adzan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Bagaimana cara
yang benar dalam menjawab Adzan yang bersahut-sahutan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jawaban : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Cukup menjawab satu kali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Referensi : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Hasyiyah Ia’nah
al-Tholibin alaa Fathil Mu’in Karya al-‘Alamah Abi Bakar al-Syatho, Juz 1, Hal 241,
al-Haromain yang bunyinya &lt;i&gt;al-Romli dalam kitab al-Nihayah berkata : “Sering
sekali terjadi para muadzin adzan dan suara mereka saling bersahutan di telinga
pendengar. Sebagian Ulama berpendapat tidak di sunnahkan menjawab adzan mereka.”
Syekh ‘Izz al-Diin berfatwa tetap sunnah menjawab adzan mereka. ‘Ali Imam
Syibramulisi menafsiri fatwa tersebut dengan sunnah menjawab dengan satu
jawaban. Hal itu bisa dilakukan dengan menunda jawaban kalimat adzan, sehingga
dia menduga semua muadzin sudah mengucapkan kalimat tersebut. Baik jawaban
adzan dilakukan bersamaan atau diakhirkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Adzan pada Saat Jam Sekolah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Apa yang baik
dilakukan saat mendengar adzan bersamaan dengan kegiatan belajar mengajar?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jawaban : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Lebih baik menghentikan kegiatan sejenak, demi
mendengarkan dan menjawab adzan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Referensi : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Hasyiyah Ia’nah
al-Tholibin alaa Fathil Mu’in Karya al-‘Alamah Abi Bakar al-Syatho, Juz 1, Hal 241,
al-Haromain yang bunyinya &lt;i&gt;Setiap sunnah memiliki waktu khusus. Menjawab
adzan ada waktunya, belajar ada waktunya, bertasbih ada waktunya, membaca
al-Qur’an ada waktunya. Banyak orang tidak mau menjawab adzan. Bahkan terkadang
tidak shalat berjamaah hingga orang-orang selesai jamaah saat mereka masih
belajar ilmu nahwu, ushul, atau fiqih. Mereka mengatakan, “Ilmu mutlak harus
didahulukan.” Padahal yang benar tidak seperti itu. Dalam masalah ini terdapat
perincian. Tidak semua ilmu harus di dahulukan pada saat ini daripada shalat
berjamaah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;4.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Mendengar Adzan saat Baca al-Qur’an&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Apa yang sebaiknya
dilakukan jika mendengar adzan saat membaca al-Qur’an?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jawaban : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Berhenti sejenak dan menjawab adzan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Referensi : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Hasyiyah Ia’nah
al-Tholibin alaa Fathil Mu’in Karya al-‘Alamah Abi Bakar al-Syatho, Juz 1, Hal 241,
al-Haromain yang bunyinya &lt;i&gt;Ketika yang mendengar adzan sedang membaca al-Qur’an,
berdzikir, atau berdo’a, sunnah baginya menjawab adzan dan menghentikan
kegiatannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;5.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Muadzin tidak punya Wudhu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Apakah boleh
orang yang berhadas mengumandangkan adzan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jawaban : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Boleh, tetapi
makruh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Referensi : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Syarah
al-Mahalli alaa al-Minhaaj Karya Syekh jalal al-Diin Muhammad ahmad al-Mahalli,
Hal 46, Maktabah al-Salam yang bunyinya &lt;i&gt;Makruh adzan bagi orang yang hadas.
Karena hadist riwayat al-Tarmidzi, “Janganlah adzan kecuali orang yang
berwudhu.” Dan adzan sangat makruh dilakukan oleh orang yang hadas besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;6.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Kentut ditengah adzan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Bolehkah
seorang muadzin memutus adzannya, ketika ditengah-tengah adzan ia kentut?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jawaban : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Boleh, tetapi
disunnahkan meneruskan adzannya sampai selesai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Referensi : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Mughni
al-Muhtaaj Karya Syekh Muhammad al-Khotib al-Syarbini, Juz 1, Hal 333, Daar
al-Hadis &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang bunyinya &lt;i&gt;Disunnahkan
bagi seorang muadzin untuk meneruskan adzan atau iqomatnya ketika ia hadas.
Tidak sunnah memutusnya karena ingin wudhu. Karena hal itu memberi kesan
bermain-main. Jika ia ingin bersuci dan waktunya tidak lama, maka setelah
kembali ia boleh meneruskan adzan. Meski yang lebih utama adalah mengulang
adzan dari awal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;7.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Adzan anak Kecil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Apakah boleh anak
kecil mengumandangkan adzan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jawaban : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Boleh, selama
anak tersebut sudah tamyiz.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Referensi : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Syarah
al-Mahalli alaa al-Minhaaj Karya Syekh jalal al-Diin Muhammad ahmad al-Mahalli,
Hal 46, al-Salam yang bunyinya &lt;i&gt;Syarat muadzin adalah Islam dan Tamyiz. Tidak
sah adzan orang kafir, anak yang belum tamyiz, orang gila, dan orang mabuk
karena adzan adalah ibadah, sedangkan mereka bukan termasuk ahli ibadah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;8.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Iqomat Bagi wanita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Apa hukum
wanita mengumandangkan Iqomat?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jawaban : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Sunnah jika seluruh jamaahnya wanita. Dan pada
tempat jamaah tidak ada laki-laki yang bukan Mahrom.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Referensi : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Hasyiyah Ia’nah
al-Tholibin alaa Fathil Mu’in Karya al-‘Alamah Abi Bakar al-Syatho, Juz 1, Hal 233,
al-Haromain yang bunyinya &lt;i&gt;Sunnah Iqomat bagi perempuan secara pelan untuk
dirinya sendiri dan wanita lainnya, bukan untuk laki-laki ataupun khunsa. Jika ia
beriqomat untuk para jamaah wanita, maka sunnah mengeraskan suara dengan volume
yang bisa didengar jamaah. Dengan syarat disana tidak ada laki-laki yang bukan
mahrom.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;9.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Adzan dan Iqomat untuk Shalat Ied&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Apakah
disunnahkan adzan dan iqomat ketika hendak melaksanakan shalat Ied?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jawaban : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Tidak disunnahkan, bahkan Haram. Yang
disunnahkan adalah membaca &lt;i&gt;Al-Sholaatu Jaami’ah&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Referensi : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Bughyah
al-Mustarsyidin Karya Sayyid abd al-Rohman bin Muhammad bin Husain Baa’alawi, Juz
1, Hal 60, Daar al-Fikr yang bunyinya &lt;i&gt;Adzan dan Iqomat untuk shalat Ied
hukumnya haram. Karena dia melakukan ibadah yang tidak sah, seperti halnya
adzan sebelum waktunya. Dalam kitabnya, al-Romli menyebutkan hukumnya. Pendapat
ini mungkin berlaku pada kasus ketika adzan bukan dengan tujuan shalat Ied.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;10.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Ibu mengadzani Bayi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Bolehkah bagi
ibu mengadzani bayi yang baru lahir?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jawaban : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Boleh, karena tujuan adzan dalam konteks ini
adalah murni mencari berkah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Referensi : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Hasyiyah
al-Bujairomi alaa al-Khotiib Karya Syekh Sulaiman bin Muhammad al-Bujairomi, Juz
5, Hal 259, Daar al-Kutub al-‘Ilmiyyah yang bunyinya &lt;i&gt;Disunnahkan adzan pada
telinga bayi yang baru lahir, meskipun yang adzan adalah perempuan. Karena ini
bukanlah adzan yang menjadi aktifitas laki-laki, melainkan sebagai dzikir untuk
mendapatkan keberkahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;11.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Mendengarkan Adzan saat di WC&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Apa hukum
menjawab adzan saat sedang buang air besar di WC?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jawaban : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Hukumnya Makruh. Dalam keadaan ini, orang
tersebut tetap disunnahkan menjawab adzan saat selesai buang air, selama jarak
adzan dan selesainya buang air tidak lama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Referensi : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Fathul Mu’in
Syarah Qurrotul ‘Ain Karya Imam Zainuddin al-Maliibari, Hal 63, Daar al-Kutub
al-Islamiyyah yang bunyinya &lt;i&gt;Makruh menjawab adzan bagi orang yang sedang
berhubungan badan dan orang yang buang air. Bagi keduanya sunnah menjawab adzan
setelah selesai, jika jaraknya tidak terlalu lama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -21.3pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;12.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Adzan Saat Bencana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Apa hukum mengumandangkan
adzan saat terjadi bencana?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jawaban : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Hukumnya Sunnah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Referensi : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Fathul Mu’in
Syarah Qurrotul ‘Ain Karya Imam Zainuddin al-Maliibari, Hal 61, Daar al-Kutub
al-Islamiyyah yang bunyinya &lt;i&gt;Terkadang adzan juga sunnah untuk selain shalat.
Seperti adzan ditelinga orang yang kesusahan, orang yang dihantui Jin, orang
yang marah, atau hewan yang berperangai buruk, ketika kebakaran, adzan dan
iqomat untuk bayi yang baru lahir, dan adzan ketika hendak bepergian.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ilmu Buhun : Lanjutan Penjelasan Wudu dan Mandi</title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2020/04/ilmu-buhun-lanjutan-penjelasan-wudu-dan.html</link><category>Ilmu Fiqih</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Tue, 28 Apr 2020 21:45:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-6024390336068069792</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;1) Perkara Yang Membatalkan Wudu:&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;a) Sesuatu yang
keluar dari dubur atau kubul, seperti: air kencing, mazi, wadi dan mani dan
kotoran lainnya.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;b) Tidur
nyenyak hingga tidak sadar dan tidak tetap tempat duduknya.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;c) Hilang akal,
baik karena gila, pingsan, mabuk, atau disebabkan minum obatobatan, baik kadar
obat tersebut sedikit maupun banyak. Hilangnya kesadaran yang diakibatkan oleh
minum obat-obatan lebih dahsyat berbanding sewaktu tidur. Inilah pendapat yang
telah disepakati para ulama.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;d)
Menyentuh kemaluan tanpa alas karena berdasarkan hadis Basrah binti Shafwan
r.a&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;عن يسرة بنت صفوان رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه
وسلم&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;قال: من مس&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ذكره فلا يصله ، حتى يتوضأ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Nabi saw.
bersabda, ‘Barangsiapa yang menyentuh kemaluannya maka janganlah ia mengerjakan
salat sehingga ia wudu terlebih dahulu.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan
Tirmidzi seraya menyatakan kesahihan hadis ini).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Pendapat ini
merupakan pendapat mayoritas ulama Syafi’iyah sesuatu yang sering dianggap
membatalkan wudu.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Di atas telah
dibahas sesuatu yang membatalkan wudu, namun ada beberapa hal yang &lt;b&gt;sering
kali disangka membatalkan wudu&lt;/b&gt; padahal tidak membatalkan wudu antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;a) Keluar darah
tidak melalui dua jalan dubur dan kubul, seperti karena luka, mimisan, dan
berbekam. Demikian pula muntah, baik sedikit ataupun banyak, tidak membatalkan
wudu. Hal ini bukan berarti darah dan muntah boleh dibawa salat. Darah dan
muntah termasuk benda najis yang tidak boleh dibawa ketika salat sehingga orang
yang berwudu kemudian berdarah atau muntah, tetap harus membersihkan pakaian
atau anggota tubuhnya yang terkena darah dan ia tidak perlu mengulangi wudunya.
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Oleh karena
darah dan muntah harus dibersihkan ketika hendak salat, maka golongan Hanafiyah
menganggap keluarnya darah melalui apapun juga, demikian pula muntah, dapat
membatalkan wudu.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;b) Memandikan
mayat tidak membatalkan wudu. Bagi orang yang memandikan mayit hanya dianjurkan
untuk berwudu. Hal ini bukan berarti, membatalkan wudunya karena sesuatu yang
membatalkan wudu telah jelas ketentuannya.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;c) Menyentuh
isteri tanpa pembatas atau penghalang karena berdasarkan hadis Aisyah r.a&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;عن عائشة رضي الله عنها&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;أن&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;رسول الله صلى
الله عليه وسلم قبلها وهو صائم وقال إن القبلة لا تنقض الوضوء ولا تفطر الصائم&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Rasulullah saw.
pernah menciumnya, sedangkan pada saat itu beliau berpuasa. Nabi saw. bersabda,
‘Sesungguhnya ciuman ini tidaklah membatalkan wudu dan tidak pula membatalkan
puasa.” (HR. Ishak bin Ruwaih)&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;2) Perkara yang wajib dilakukan dengan berwudu &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Seseorang
diwajibkan berwudu untuk mengerjakan tiga perkara, yaitu sebagai berikut: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;a) Salat apapun
juga bentuknya, baik salat fardu maupun salat sunat, termasuk juga bila ingin
mengerjakan salat jenazah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Dengan
demikian, tidak sah salat tanpa wudu. Karena itu, ulama menjadikan wudu sebagai
syarat sah salat. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah saw.: "Salat
orang yang berhadas tidak diterima sebelum dia berwudu" seorang laki-laki dari
Hadhramaut bertanya" hai Abu Hurairah !apa hadas itu? Abu Hurairah
menjawab "kentut bersuara atau tidak"(HR. al-Bukhari)&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;b) Tawaf di
Baitullah, berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;عن ابن عباس رضي الله عنهما أن النبي صلى الله عليه وسلم
قال : الطواف صلاة إلا أن الله أحله فيه الكلام، فمن تكلم&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;فلا يتكلم إلاه بخيْر&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;رواه الترمذى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;( &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Nabi saw.
bersabda, Thawaf itu merupakan salat, hanya saja Allah menghalalkan berbicara
sewaktu mengerjakannya. Oleh karenanya, barang siapa yang ingin berbicara
ketika mengerjakan thawaf, maka hendaklah ia membicarakan hal-hal yang
baik-baik.”&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Berdasarkan
hadis di atas, thawaf disyaratkan untuk berwudu, karena thawaf pada prinsipnya
adalah ibadah seperti halnya salat. Bahkan, thawaf diserupakan seperti salat
tahiyatul masjid.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;c) Menyentuh
mushaf al-Quran. Ini menurut pendapat jumhur ulama berdasarkan pada firman
Allah dalam QS al-Waqiah/56: 79.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="background: #FFFEFC; color: #040402; font-family: &amp;quot;Helvetica&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;لَّا يَمَسُّهُۥٓ إِلَّا ٱلْمُطَهَّرُونَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="background: #FFFEFC; color: #040402; font-family: &amp;quot;Helvetica&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Tidak
menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. (QS al-Waqi'ah/56: 79) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Dan juga
berdasarkan hadis riwayat Abu Bakar bin Muhammad bin Ammar bin Hazm dari
bapaknya dari kakeknya r.a: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;عن ابن حزم عن أبيه&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;عن جده رضي الله عنهم&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;هه&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;أن النبي صلى الله عليه وسلم كتب
اليَ اهل اليمن كتابَ&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;و كان فيه : لا يمس
القران إلا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;طاهر &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Nabi saw.
menulis sepucuk surat kepada penduduk Yaman yang di antara isinya adalah:
al-Quran tidak boleh disentuh kecuali oleh orang-orang yang sudah suci. (HR.
Nasai, Daruquthni, Baihaqi, dan Al-Atsram).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Mandi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Mandi yang
dikenal dengan mandi junub adalah mandi yang bertujuan menghilangkan hadas
besar seperti, keluar mani/sperma, setelah jimak dan keluar darah haid/nifas.
Hal ini didasarkan kepada firman Allah swt.: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;وان كنتم جنبا فاطهروا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Dan jika kamu
junub, maka mandilah. (QS al-Maidah/5: 6). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى
فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ
يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Mereka bertanya
kepadamu tentang haid, jawablah bahwa itu adalah kotoran, karena itu jauhi
istrimu di waktu haid, dan jangan dekati mereka hingga suci. Maka bila mereka
telah suci, boleh kamu mencampuri mereka, sebagaimana diperintah oleh Allah.
Sungguh Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang
yang suci”. (QS al-Baqarah/2: 222).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;1)&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Perkara yang Mewajibkan
Mandi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Mandi menjadi
wajib disebabkan adanya lima perkara, yaitu sebagai berikut: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;a) Keluar mani
disertai syahwat, baik pada waktu tidur maupun ketika bangun, laki-laki maupun
wanita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Di sini ada
beberapa persoalan yang sering terjadi sebagai berikut:&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;(1) Jika mani
keluar tanpa syahwat, tetapi karena sakit atau cuaca dingin, maka ia tidak
mewajibkan mandi.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;(2) Jika
seorang bermimpi, tetapi tidak menemukan bekas air mani maka ia tidak wajib
mandi.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;(3) Bila seorang bangun tidur,
lalu menemukan basah tetapi tidak ingat bahwa ia bermimpi, maka ia wajib mandi
jika ia yakin bahwa itu adalah mani. Karena pada zhahirnya, air mani itu keluar
disebabkan mimpi.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;(4) Jika
seorang merasakan hendak keluarnya mani pada saat memuncaknya syahwat, tetapi
ia menahan kemaluannya hingga ia tidak keluar, maka orang tersebut tidak wajib
mandi.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;(5) Jika
melihat mani pada kainnya, tetapi tidak mengetahui waktu keluarnya dan
kebetulan sudah salat, maka ia wajib mengulangi salat dari waktu tidurnya yang
terakhir, kecuali bila ada keyakinan bahwa keluarnya sebelum itu sehingga ia
harus mengulangi dari waktu tidur yang terdekat di mana mani itu mungkin
keluar.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;b) Hubungan
kelamin, yaitu memasukan alat kelamin pria ke dalam alat kelamin wanita, walau
tidak sampai keluar mani, karena berdasarkan firman Allah Ta’ala: “Dan jika
kamu junub, maka mandilah....” (QS al-Maidah/5: 6). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Menurut
Syafi’i, bahwa hakikat junub adalah hubungan kelamin antara laki-laki dan
perempuan, walaupun tanpa disertai orgasme.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;c) Haid dan
nifas jika sudah berhenti, berdasarkan firman Allah swt.:&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى
فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ
يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Mereka bertanya
kepadamu tentang haid. Katakanlah, ‘Haid itu adalah suatu kotoran. Oleh sebab
itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu
mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka
campurilah mereka itu di tempat yang diperintah Allah kepadamu. Sesungguhnya
Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan
diri. (QS al-Baqarah/2: 222).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;d) Melahirkan
baik anak yang dilahirkan itu cukup umur maupun tidak, seperti keguguran.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;e) Mati, jika
seorang menemui ajal kematiannya, maka ia wajib dimandikan berdasarkan ijma’
ulama.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;f) Orang kafir
jika sudah masuk Islam. Ia juga wajib mandi sebagai awal dari penyucian
dirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;2) Fardu (Rukun) Mandi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Menurut
al-Jaziri, bahwa para ulama mazhab berbeda pendapat dalam menetapkan
fardu/rukun mandi. Ulama Hanafiyah berpendapat bahwa fardu mandi ada tiga.
Pertama berkumur-kumur, kedua, memasukkan air ke hidung dan ketiga, membasuh
seluruh badan dengan air. Ulama Malikiyah berpendapat bahwa fardu mandi ada
lima, yaitu: niat, meratakan badan (zhahir) dengan air, muwalat,
menggosok-gosok seluruh badan dengan air, dan menyela-nyela anggota badan
seperti rambut.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ulama Syafi’iyah
berpendapat bahwa fardu mandi ada dua, yaitu: niat meratakan seluruh anggota
badan dengan air. Sedangkan ulama Hanabilah berpendapat bahwa fardu mandi cukup
meratakan seluruh badan dengan air termasuk berkumur-kumur dan memasukkan air
ke dalam hidung. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;3) Sunah-sunah Mandi&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Seseorang yang
mandi harus memperhatikan perkara-perkara yang pernah dilakukan Rasulullah
saw., pada saat mandi, yaitu sebagai berikut:&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;a) Mulai dengan
mencuci kedua tangan sebanyak tiga kali.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;b) Kemudian membasuh
kemaluan.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;c) Lalu berwudu
secara sempurna seperti halnya wudu pada saat ingin mengerjakan salat. Ia juga
boleh menangguhkan membasuh kedua kaki hingga selesai mandi, bila ia mandi di
tempat tembaga dan sebagainya.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;d) Kemudian
menuangkan air ke atas kepala sebanyak tiga kali sambil menyelanyela rambut
agar air dapat membasahi urat-uratnya.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;e) Lalu
mengalirkan air ke seluruh badan dengan memulai sebelah kanan, lalu sebelah
kiri tanpa mengabaikan dua ketiak, bagian dalam telinga, pusar, dan jarijari
kaki serta menggosok anggota tubuh yang dapat digosok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;4) Pendapat ulama Mazhab terhadap hal yang diharamkan bagi yang berjunub&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Menurut
mayoritas ulama seorang yang berhadas besar (junub) diharamkan melakukan salat
dan tawaf di sekitar Ka’bah, memegang, dan membawa mushaf alQuran, kecuali
dalam keadaan darurat untuk menyelamatkannya atau mengembalikannya ke tempatnya
semula setelah terjatuh dan sebagainya. Namun, al-Jaziri mengungkapkan
perbedaan para ulama mazhab berkaitan dengan membaca al-Quran dan berdiam diri
di masjid bagi orang yang berhadas besar.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Ulama Malikiyah
berpendapat bahwa orang yang berjunub tidak boleh membaca al-Quran kecuali dua
syarat. Pertama, membaca suatu yang mudah dan kedua, membaca dalam dua situasi:
dengan tujuan menjaga dari musuh dan untuk menunjukkan hukum syarak. Juga tidak
dibolehkan masuk masjid, kecuali dua keadaan, yaitu: tidak air untuk mandi,
kecuali di masjid tetapi diharuskan bertayamum sebelum masuk masjid dan tidak
ada tempat penampungan dari bahaya kecuali di masjid.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Ulama Hanafiyah
berpendapat bahwa orang yang berjunub diharamkan membaca al-Quran sedikit atau
banyak, kecuali dalam dua keadaan. Pertama, untuk mengawali setiap urusan
dengan membaca basmalah. Kedua, membaca ayat-ayat pendek untuk berdoa. Juga
diharamkan bagi yang berjunub masuk masjid, kecuali dharurat. Misalnya tidak
ada air untuk mandi kecuali di masjid, tetapi diharuskan bertayammum terlebih
dahulu.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Ulama
Syafi’iyah berpendapat bahwa orang yang berjunub diharamkan membaca al-Quran
sekalipun satu huruf jika bermakud untuk membaca. Tetapi, jika bermaksud untuk
berzikir tidak diharamkan. Juga tidak dibolehkan diam di masjid, kecuali hanya
sekedar lewat itupun jika dirasa aman untuk tidak mengotori masjid.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Ulama Hanabilah
berpendapat bahwa orang yang berjunub dibolehkan membaca al-Qur’an pada
ayat-ayat pendek, tidak boleh lebih dari itu. Boleh juga diam di masjid jika
dirasa aman untuk tidak mengotori masjid.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;Pada intinya pendapat para ulama mazhab di atas adalah untuk menjaga
kesucian kitab suci dan tempat ibadah, sehingga orang yang berjunub tidak
dibolehkan membaca al-Qur’an dan diam di masjid. Adapun dalil yang mereka
gunakan adalah sabda Rasulullah saw.:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم توضأ ثم قرأ شيئا من
القرأن ثم قال: هكذا لمن ليس بجنب، فاما الجنب فلا ولا أية&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;رواه أحمد وابو يعلى وهذا لفظه قال البيهقى
رجاله موثقون&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;( &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Saya melihat
Rasulullah saw. berwudu kemudian membaca sesuatu dari alQur’an lalu ia
bersabda, “Ini adalah bagi orang yang tidak berjunub. Adapun orang yang
berjunub, maka tidak boleh, bahkan satu ayat pun.” (HR. Ahmad, Abu Ya’la dan
beginilah susunan kata-katanya. Menurut Hatami: perawiperawinya dapat
dipercaya).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Dalam sabda
yang lain:&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;دخل رسول الله صلى الله عليه وسلم صرحة هذا المسجد فنادى بَاعلى
صوته: ان المسجد لا يحل لَحائض ولا لجنب&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; mso-ansi-language: IN;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Rasulullah saw.
masuk ke halaman masjid dan berseru sekeras suaranya, “Sesungguhnya masjid
tidak dibolehkan bagi orang haid maupun junub.” (HR. Ibnu Majah dan
Thabrani).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Jika tujuan
diharamkan masuk masjid untuk menjaga kebersihan masjid, maka jika dirasa aman
tidak akan mengotori masjid dibolehkan berdiam di masjid, karena jaman sekarang
sudah banyak alat-alat pengaman seperti softek dan lainnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Penulis tidak
sependapat dengan pandangan ini, karena orang junub bukan hanya wanita yang
haid atau nifas, melainkan lelaki yang keluar mani juga disebut junub yang juga
tidak dibolehkan untuk masuk masjid berdasarkan hadis di atas. Jelasnya adalah
bagi orang yang junub, baik karena haid maupun keluar mani sama-sama tidak
dibolehkan masuk masjid, sekalipun mereka merasa yakin tidak akan mengotori
masjid.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;5) Permasalahan mandi wajib&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;Ada beberapa
hal yang sering dipertanyakan sekitar mandi wajib, antara lain sebagai
berikut:&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;a) Seorang yang
telah melaksanakan mandi wajib tidak perlu lagi berwudu sesudahnya, karena niat
menghilangkan hadas besar dianggap sudah meliputi hadas kecil dengan syarat
tidak melakukan hal-hal yang membatalkan wudu setelah mandi seperti menyentuh
kemaluan.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;b) Cukup mandi
satu kali saja, meliputi mandi janabat, mandi hari Jumat, dan mandi hari raya
apabila ia meniatkan itu semua ketika memulai mandinya. Berbeda kondisinya,
jika mandi junub dilakukan di pagi hari kemudian di siang hari dalam keadaan
bau yang akan mengganggu orang di sekitarnya, hendaknya mandi lagi yang ke dua
kalinya untuk menunaikan salat Jumat.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-theme-font: major-bidi; mso-bidi-theme-font: major-bidi; mso-hansi-theme-font: major-bidi;"&gt;c) Tidak ada
larangan atas seorang junub atau wanita yang sedang haid, memotong kuku,
menghilangkan bulu atau rambut, keluar rumah dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ilmu Buhun : Penjelasan Wudu (Tata Cara Menghilangkan Hadas Kecil)</title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2020/04/penjelasan-wudu-menghilangkan-hadas.html</link><category>Ilmu Fiqih</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Mon, 27 Apr 2020 23:56:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-1727867757279987581</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Salah satu cara
menghilangkan hadas kecil adalah dengan berwudu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;a. Wudu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Wudu adalah
membasuh wajah, kedua tangan sampai siku, menyapu kepala dan membasuh kedua
kaki sampai mata kaki. Hal ini sebagaimana firman Allah swt.:&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; letter-spacing: 0.75pt;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ
إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; letter-spacing: 0.75pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Hai orang-orang
beriman, apabilah hendak menegakkan salat maka basuhlah wajahmu, kemudian kedua
tanganmu sampai siku, dan usapkanlah kepalamu, dan basuhlah kedua kakimu sampai
kedua mata kaki. (QS al-Maidah/5: 6). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;1) Rukun Wudu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Berdasarkan
ayat di atas, menurut al-Jaziri bahwa ulama mazhab berbeda pendapat dalam
menetapkan rukun wudu. Menurut Imam Hanafiyah bahwa rukun wudu ada empat,
yaitu: membasuh wajah, kedua tangan sampai siku, menyapu kepala, dan membasuh
kaki sampai mata kaki.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Imam Malikiyah
berpendapat bahwa rukun wudu tidak sesingkat itu. Mereka menyatakan bahwa rukun
wudu ada tujuh, yaitu: niat, membasuh wajah, membasuh kedua tangan sampai siku,
menyapu seluruh kepala, membasuh kaki sampai mata kaki, muwalat (segera jangan
sampai kering) dan menyela-nyela anggota wudu seperti kuku dan rambut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Imam Hanabilah
tidak memasukkan niat ke dalam rukun, sehingga rukun wudu menurut mereka ada
enam, yaitu: membasuh wajah, membasuh kedua tangan sampai siku, menyapu seluruh
kepala, membasuh kedua kaki, muwalat, dan tertib. Sedangkan menurut Imam
Syafi’i yang banyak dipegang oleh mayoritas orang Indonesia bahwa rukun wudu
ada enam, yaitu: niat, membasuh wajah, membasuh kedua tangan sampai siku,
menyapu sebagian kepala, membasuh kedua kaki sampai mata kaki, dan tertib.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Dari urain di
atas, yang memasukkan niat sebagai rukun adalah Malikiyah dan Syafi’iyah. Hal
ini bukan berarti Hanafiyah dan Hanabilah tidak penting dengan niat. Mereka
berpendapat selain rukun (fardu), ada lagi sesuatu yang harus dipenuhi dalam
wudu. Mereka menyebutnya dengan syarat sehingga memasukkan niat ke dalam
syarat-syarat wudu. Sedangkan Syafi’iyah dan Malikiyah berpendapat bahwa rukun
dengan syarat tidak ada perbedaan. Keduanya sama-sama harus dipenuhi. Niat
menjadi sesuatu yang harus dipenuhi dalam segala aktivitas ibadah, termasuk
wudu. Hal ini didasarkan kepada sabda Rasulullah saw.: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="background: white; font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ
امْرِئٍ مَا نَوَى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;رواه الجماعة&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;(&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Bahwa
Rasulullah saw. bersabda, semua perbuatan itu adalah tergantung kepada niat dan
setiap manusia akan mendapat sekedar apa yang diniatkannya. (HR. Jama’ah). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Malikiyah dan
Hanabilah berpendapat bahwa wajib menyapu seluruh kepala, sedangkan Syafi’iyah
dan Hanafiyah cukup menyapu sebagian kepala. Perbedaan mereka tersebut memiliki
alasan yang rasional. Menurut Imam yang berpendapat bahwa menyapu kepala
keseluruhan adalah dari hadis Abdullah bin Zaid:&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;أن رسول الله صلى الله عليه وسلم مسح رأسه بيديه فأقبل بهما
وأدبر بدأ بمقدم رأسه ثم ذهب بهما إلى قفاه ثم ردهما حتى رجع إلى المكان&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;(رواه الجماعة)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Bahwa Nabi saw.
menyapu kepalanya dengan kedua tangannya, maka ditariknya dari muka ke
belakang, dimulainya dari bagian depan kepalanya lalu ditariknya kedua
tangannya itu kea rah pundak, kemudian dibawanya kembali ke tempat ia bermula
tadi. (HR. Jama’ah).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Sedangkan
alasan Syafi’iyah dan Malikiyah adalah meninjau bentuk lafaz masaha yang
merupakan bentuk muta’addi. Misalnya lafaz masaha zaedun ra’sahu (Zaid telah
menyapu kepalanya). Lafaz masaha tidak memerlukan huruf jar seperti ba
sebagaimana firman Allah swt.: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; letter-spacing: 0.75pt;"&gt;وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; letter-spacing: 0.75pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Sehingga
mengusap pada ayat di atas berkonotasi sebagian kepala.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Dalam
hadis-hadis Rasulullah saw. yang menceritakan kaifiyat wudu ada beberapa lafaz
yang menggunakan &lt;i&gt;masaha ra’sahu dan masaha bi ra’sihi&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Walaupun
demikian, Syafi’iyah menghukumi Sunah menyapu keseluruhan kepala dan tetap
menganggap sah mengusap sebagian kepala atau sepertiga atau seperempat dari
kepala.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Muwalat adalah
turut-temurut dalam membasuh seluruh anggota wudu. Setelah membasuh wajah tidak
dibolehkan berhenti untuk melakukan aktivitas lain yang kemudian membasuh kedua
tangannya. Inilah yang bukan termasuk muwalat. Oleh karena itu, muwalat
dimasukkan ke dalam rukun wudu oleh Imam Malikiyah dan Imam Hanabilah,
sedangkan imam mazhab lainnya menghukumi sunah. Sunah menurut para imam mazhab
adalah perbuatan yang hampir tidak pernah ditinggalkan oleh mereka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Tertib adalah
mendahulukan sesuatu yang harus didahulukan dan mengakhirkan sesuatu yang
seharusnya diakhirkan. Menurut Syafi’iyah dan Hanabilah tertib termasuk rukun
dalam wudu karena wawu athaf pada ayat wudu menunjukkan demikian. Berbeda
dengan mereka, Hanafiyah dan Malikiyah memandang bahwa sah berwudu dengan
pertama kali membasuh kedua tangan kemudian wajah. Walaupun demikian, mereka
menghukumi sunah melakukan tertib dalam berwudu.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;2) Sunah-sunah Wudu&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Adapun
sunah-sunah wudu meliputi:&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;a) Membaca
Basmalah ketika memulai berwudu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;b)
Bersiwak&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Pada zaman Rasul,
bersiwak dilakukan untuk membersihkan gigi, menguatkan gusi, dan dapat
menghilangkan bau mulut dengan menggunakan kayu arak yang berasal dari Hijaz.
Pada zaman sekarang ini, fungsi tersebut dapat digantikan dengan sikat gigi dan
pasta gigi yang memiliki tujuan yang sama. Lebih bagus keduanya dapat
digunakan. Namun, kayu yang digunakan itu jarang didapat atau didapat tetapi
hamper tidak berfungsi dalam menghilangkan bau mulut. Anda dapat bandingkan
hasil sikat gigi dengan siwak dalam memberikan kenyamanan pada mulut Anda.
Sunah bersiwak berdasarkan hadis dari Abu Hurairah r.a: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;لولا أن أشقَّ على أمتي لأمرتُهم بالسواك مع كل وضوء&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;رواه مالك والشافعى والبيهقى والحاكم&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;( &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Bahwa
Rasulullah saw. bersabda, “Kalau tidak akan memberatkan umatku, tentulah aku
perintahkan umatku untuk bersiwak setiap kali berwudu. (HR. Malik, Syafi’i,
Baihaqi, dan Hakim).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;c) Membasuh
kedua telapak tangan sampai ke pergelangan sebanyak tiga kali&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Kedua telapak
tangan adalah anggota wudu yang membantu anggota wudu lainnya. Misalnya,
membasuh wajah tidak akan sempurna kecuali dibantu dengan kedua telapak tangan.
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Oleh karena
itu, dalam membersihkan wajah tentunya kedua telapak tangan harus terlebih
dahulu dibersihkan. Mencuci dua telapak tangan sebelum wudu ini didasarkan pada
hadis Aus bin Aus al-Tsaqfi r.a katanya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم توضأ فاستوكف ثلاثا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;رواه أحمد والنسائى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;(&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Aku melihat
Rasulullah saw. berwudu, maka dibasuhnya telapak tangannya tiga kali. (HR.
Ahmad dan Nasa’i).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;d)
Berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Berkumur-kumur
untuk melengkapi siwak. Mungkin dengan siwak ada makanan yang tersangkut di
gigi tidak mampu dikeluarkan dengan berkumur-kumur dapat dikeluarkan. Atau
dapat menambah wangi aroma siwak atau pasta gigi. Sedangkan memasukkan air ke
dalam hidung adalah berfungsi membersihkan kotoran-kotoran yang mengganggu
terhirupnya udara dari lubang hidung. Lubang hidung terdapat bulu-bulu hidung
yang dapat menahan kotoran dan dibersihkan dengan menghirupkan air ke dalam
hidung. Memasukkan air ke dalam hidung ini juga dapat terhindar dari penyakit
flu atau filek. Adapun dasar berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung
adalah hadis dari Abdullah bin Zaed r.a: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;ان&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;رسول الله صلى
الله عليه وسلم تمضمض واستنشق من كف واحد فعل ذلك ثلاثا ، وفى رواية: تمضمض
واستنثر بثلاث غرفات متفق عليه. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Bahwa
Rasulullah saw. berkumur-kumur dan istinsyak dari satu tangan. Ia kerjakannya
tiga kali. Dan menururt riwayat lain berkumur-kumur dan menghembuskan air ke
hidung dari tiga saukan. (Muttafaq ‘alaih).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;e) Mendahulukan
yang kanan daripada yang kiri&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Sudah menjadi
tradisi atau kebiasaan baik yang dilakukan Rasulullah saw. yaitu selalu
mendahulukan yang kanan atas yang kiri. Anggota kanan selalu digunakan untuk
perkara-perkara yang baik, sebaliknya anggota kiri selalu digunakan untuk
perkara yang tidak baik. Misalnya, makan dengan tangan kanan dan membersihkan
kotoran dengan tangan kiri. Mendahulukan yang kanan daripada yang kiri
didasarkan pada hadis Aisyah r.a:&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يحبه التيامن فى تنعله
وترجله وطهوره وفى شأنه كله&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;متفق عليه&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;( &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Nabi saw.
menyukai mendahulukan yang kanan baik dalam mengenakan sandal, bersisir, atau
bersucinya dalam semua urusan. (Muttafaq ‘alaih).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;ان النبي صلى الله عليه وسلم قال: اذا لبستم واذا توضأتم
فابدا بأيمانك&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;.رواه أحمد وابو داود
والترمذى والنسائى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Jika kamu
mengenakan pakaian atau berwudu, mulailah dengan yang sebelah kanan. (HR.
Ahmad, Abu Daud, Turmudzi, dan Nasa’i).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;f)
Menyela-nyela anggota wudu seperti jenggot dan kuku&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Tempat
tumbuhnya jenggot adalah di bagian wajah dan kuku di bagian tangan. Wajah dan
tangan adalah anggota yang wajib dibasuh ketika wudu. Kumis atau kuku tidak
boleh menghalangi air dalam membasuh anggota wudu tersebut. Hal ini didasarkan
kepada hadis Anas r.a:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;ان النبي صلى الله عليه وسلم&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;كان اذا توضأ أخذ كفا من ماء فأدخله تحت حنكه
فخلل به، وقال: هكذا أمرنى ربي عز وجل&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;(رواه ابو داود والبيهقى والَاكم&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; ( &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Bahwa Nabi saw.
bila berwudu, disauknya air dengan telapak tangan, kemudian dimasukkannya ke bawah
dagunya lalu digosok-gosoknya seraya berabda, Beginilah cara yang disuruh oleh
Tuhanku ‘Azza wa jalla. (HR. Abu Daud, Baihaqi, dan Hakim).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;g) Membasuh
tiga kali &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Kenapa tiga
kali karena Allah menyukai yang ganjil. Kenapa tidak lima, tujuh atau sembilan,
karena Islam membenci boros atau berlebih-lebihan. Kenapa tidak satu, karena
dikhawatirkan kurang sempurna. Membasuh tiga kali didasarkan kepada hadis:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;ان النبي صلى الله عليه وسلم توضأ ثلاثا ثلاثا (رواه احمد
ومسلم والترمذى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; ( &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Bahwa Nabi saw.
berwudu’ tiga kali-tiga kali. (HR. Ahmad, Muslim, dan Turmudzi).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;h) Muwalat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Artinya
berturut-turut membasuh anggota demi anggota jangan sampai orang yang berwudu
itu menyela wudunya dengan pekerjaan lain yang menurut kebiasaan dianggap telah
menyimpang dari padanya.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;i) Menyapu
kedua telinga&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menurut sunah
ialah menyapu bagian dalamnya dengan kedua telunjuk serta bagian luar dengan
kedua ibu-jari. Yakni dengan memakai air untuk kepala karena ia termasuk bagian
dari padanya sebagaimana deterima dari al-Miqdam bin Ma’diyakriba r.a:&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;أن رسول الله صلى الله عليه وسلم مسح في وضوئه رأسه وأذنيه
ظاهرهما وباطنهما وأدخل أصبعيه في صماخي أذنيه&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Bahwa ketika
berwudu, Rasulullah saw. menyapu kepala serta kedua telinganya, baik luar
maupun dalam dan memasukkan dua buah jarinya ke dalam lobang telinganya. (HR.
Abu Daud dan Thahawi).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;j)
Menggosok-gosok anggota wudu ketika membasuhnya agar lebih bersih&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;k) Selesai
berwudu, menghadap kiblat dan berdoa:&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="background: white; color: black; font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ
لاَ شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدا عَبْدُهُ وَرَسُولُه&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="color: black; font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="-webkit-text-stroke-width: 0px; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; orphans: 2; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; widows: 2; word-spacing: 0px;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="color: black; font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;اَللَّهُمَّ اِجْعَلْنِي مِنْ اَلتَّوَّابِينَ,
وَاجْعَلْنِي مِنْ اَلْمُتَطَهِّرِينَ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Aku bersaksi
bahwa tidak ada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, yang tiada sekutu bagi-Nya.
Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusannya. Ya Allah
jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk
dalam orang-orang yang bersuci.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ilmu Buhun : Hadas dan Macam-Macamnya</title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2020/04/hadas-dan-macam-macamnya.html</link><category>Ilmu Fiqih</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Mon, 27 Apr 2020 01:11:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-1955431946877723998</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;b&gt;Pengertian Hadas dan Macam-macamnya&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Hadas adalah sesuatu yang mewajibkan wudu atau mandi. Bersuci dari
hadas hanya dapat dilakukan dengan wudu atau mandi dengan air suci mensucikan,
dan jika tidak ada air dapat dilakukan dengan tayammum. Sesuatu yang mewajibkan
wudu disebut hadas kecil dan sesuatu yang mewajibkan mandi disebut hadas besar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Adapun sesuatu yang mewajibkan wudu adalah meliputi sesuatu yang membatalkan
wudu.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;Berikut ini penjelasan hal-hal yang mewajibkan wudhu :&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;a. Sesuatu yang
keluar dari dua jalan (dubur atau kubul) seperti kencing, buang air besar,
haid, nifas, air mani, mazi, dan wadi. firman Allah swt. berfirman:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;أو
جاء أحد منكم من الغائط&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Atau apabila
salah seorang di antaramu keluar dari kakus.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Maksudnya sindiran terhadap buang air, baik kecil maupun besar. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;فيه
الوضوء ولقول ابن عباس رضي الله عنهما اما المني فهو الذي منه الغسل واما المذي
والودي فقال أغسل ذكرك أو مذاكيْك وتوضا وضوءك للصلاة&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(رواه البيهقى فى السنن&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; (&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Dikarenakan harus berwudu, karena perkataan Ibnu Abbas ra mengenai
mani, itulah yang diwajibkan mandi karenanya. Adapun mazi dan wadi, maka
hendaklah kamu basuh kemaluanmu atau sekitarnya, kemudian berwudulah yakni wudu
untuk salat”.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;b. Sesuatu yang tidak keluar dari dua jalan dubur dan qubul, yaitu
meliputi: Hilang akal, seperti gila, pingsan, tidak sadar disebabkan khamar,
ganja, morfin, dan tidur. Yang menjadi perselisihan ulama adalah tidur.
Bagaimana tidur yang menyebabkan batal wudu’.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;Rasulullah saw. bersabda: &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;ان
الوضوء لا يجب الا على من نام مضطجعا فانه اذا اضطجع استرخت مفاصله&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(رواه ابو داود والترمذى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; ( &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Sesungguhnya
wudu itu tidak wajib kecuali bagi orang yang tidur terlentang, sebab apabilah
tidur terlentang, akan terbuka jalan lubang kubul.” (HR. Abu Daud dan
Tumudzi).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Hadis di atas
dipahami oleh para ulama mazhab dengan pendapat yang berbeda, seperti ulama
Hanabilah, tidur yang mebatalkan wudu adalah tidur dalam setiap keadaan dengan
waktu yang cukup lama. Ketika tidur sebentar dalam keadaan terlentang tidak
membatalkan wudu sehingga mudhtaji’an di sana adalah tidur yang lama.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Ulama
Syafi’iyah: tidur yang membatalkan wudu adalah sebagaimana yang disabdakan oleh
Rasul yaitu tidur terlentang, tidur duduk tidak membatalkan, sekalipun tidurnya
lama.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Ulama
Malikiyah: tidur yang membatalkan wudu adalah tidur yang pulas sebentar atau
lama dalam setiap keadaan, duduk, sujud, atau berbaring. Tidur dengan
terlentang dalam keadaan lama tetapi gelisah tidak pulas tidak membatalkan wudu
tetapi disunnatkan wudu’.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Ulama
Hanafiyah: tidur yang membatalkan wudu adalah tidur dalam tiga keadaan: tidur
terlentang, tidur bersandar ke dinding, dan tidur duduk dengan kepala di atas
lutut. Selain dari tiga keadaan tidur ini tidak membatalkan wudu.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;c. Menyentuh
wanita dengan syahwat &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menurut Imam
Syafi’i menyentuh wanita membatalkan wudu, baik yang disentuhnya laki-laki
maupun perempuan tua ataupun muda tanpa ada kenikmatan syahwat, tetapi dengan
syarat tidak ada penghalang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Imam Hambali
berpendapat bahwa wudu menjadi batal apabila menyentuh wanita dengan syahwat
tanpa penghalang meskipun yang disentuhnya mahram, dalam keadaan hidup atau
mati, tua atau muda, kecil atau besar. Imam Malikiyah berpendapat bahwa wudu
batal dengan syarat: bagi yang menyentuh sudah balig dan bermaksud untuk
mendapat kenikmatan sekalipun tidak memperoleh kenikmatan. Syarat bagi yang
disentuh jika dia telanjang atau tertutup dengan kain tipis. Jika kain tebal
tidak batal. Imam Hanafiyah memandang tidak batal karena menyentuh sekalipun
telanjang. Suami dan isteri yang tidur dengan telanjang tidak batal wudunya.
Kecuali dalam dua keadaan: keluar sesuatu dan bersentuhan dua parji.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;d. Menyentuh
kemaluan dengan tanpa penghalang&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menurut tiga
imam seperti Imam Syafi’i, Maliki, dan Hambali bahwa menyentuh kemaluan dengan
tanpa penghalang adalah membatalkan wudu berdasarkan sabda Rasulullah saw.: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;من مس ذكره فليتوضأ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Barang siapa
yang menyentuh kemaluannya, maka hendaklah berwudu.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menurut Imam
Hanafiyah menyentuh zakar tidak membatalkan wudu sekalipun dengan syahwat,
tetapi disunahkan berwudu. Dalil yang digunakan oleh Imam Hanafiyah adalah
sabda Rasulullah saw.: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;ان النبي صلى الله عليه وسلم سئل من رجل يمس ذكره فى الصلاة
فقال: (هل هو الا بضعة منك&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; (&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Sesungguhnya
Nabi Saw. ditanya tentang seorang laki-laki yang menyentuh kemaluannya dalam
salat. Rasul pun menjawab: Tidaklah zakar (kemaluan) itu kecuali seperti
anggota tubuh darimu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Hadis tersebut
dapat dipahami bahwa menyentuh zakar sama dengan menyentuh telinga, pipi, dan
anggota tubuh lainnya, sehingga tidak membatalkan wudu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Menurut Imam
Hanafi, dalil yang digunakan oleh ketiga Imam di atas adalah anjuran untuk
mencuci tangan, bukan berwudu.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Adapun
hadas besar adalah sesuatu yang mewajibkan mandi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Ada beberapa hal yang
mewajibkan mandi besar, yaitu:&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;1) Berjimak,
baik keluar mani maupun tidak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Sabda
Rasulullah saw.:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;اذا التقى الْتانان فقد وجب الغسل وان لم ينزل &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;رواه مسلم&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;( &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Apabila dua
khitan bertemu, maka sesungguhnya telah diwajibkan mandi, meskipun tidak keluar
mani. (HR. Muslim).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;2) Mimpi Basah (keluar air mani). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Sabda
Rasulullah saw.:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;عن&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ام سلمة ان ام
سليم قالت يَ رسول الله ان الله لا يستحيى من الَق فهل على المرأة الغسل اذا
احتلمت؟&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;قال نعم اذا
رأت الماء&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt; متفق عليه&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="RTL"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Dari Ummi
Salamah, Sesungguhnya Ummi Sulaim telah bertanya kepada Rasulullah saw. “Ya
Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu mempertanyakan yang hak. Apakah
perempuan wajib mandi apabila bermimpi? Jawab beliau, “Ya (wajib atasnya
mandi), apabila ia melihat air mani. (Muttafaq ‘alaih).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;3) Mati&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Orang yang mati
pun diwajibkan mandi, tentunya dimandikan oleh kerabat atau orang khusus yang
biasa memandikan mayat, kecuali orang yang mati syahid.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;4) Haid
/Nifas&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Haid adalah
darah yang keluar dari kemaluan kaum hawa yang rutin setiap bulan, minimal
darah haid adalah setetes (sekecretan) dan maksimalnya adalah lima belas hari.
Lebih dari itu adalah darah penyakit yang disebut darah istihadhah. Atau jika
keadaan keluar darahnya secara terputus-putus, misalnya dua hari haid dan dua
hari suci, kemudian keluar lagi dan berhenti lagi, maka seluruh hari haid dan
hari suci dijumlah sehingga mencapai lima belas hari. Setelah itu, apabilah
masih keluar juga, maka ia dianggap darah istihadhah (darah penyakit).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Nifas adalah
darah yang keluar dari rahim karena melahirkan walaupun dalam keadaan
keguguran. Lamanya tidak dapat ditentukan. Adakalanya sebentar saja, tetapi
pada umumnya selama empat puluh hari, dan paling lama enam puluh hari. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Darah nifas
pada hakikatnya adalah kumpulan darah haid karena pada masa kehamilan selama
sembilan bulan seorang wanita hamil tidak mengalami haid.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Bagi wanita
yang keluar haid/nifas ini diwajibkan mandi. Hal ini sebagaimana sabda
Rasulullah saw.: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لفاطمة بنت ابى حبيش اذا
اقبلت الَيضة فدعى الصلاة واذا ادبرت فاغتسلى وصلى رواه البخا رى&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" lang="IN" style="font-family: &amp;quot;traditional arabic&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Beliau berkata
kepada Fatimah bin Abi Hubaisy, “Apabila dating haid itu, hendaklah engkau
tinggalkan salat, dan apabila habis haid itu, hendaklah engkau mandi dan
salatlah. (HR. Bukhari).&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Setelah
melahirkan seorang ibu pun diwajibkan untuk mandi, bukan mandi karena keluar
darah haid, melainkan mandi setelah melahirkan untuk menyegarkan dan
menyehatkannya setelah melahirkan seorang anak.&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ilmu Buhun : Adil</title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2020/04/ilmu-buhun-adil.html</link><category>Terjemah Kitab Taysirul Kholaq</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Sat, 25 Apr 2020 23:08:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-3978405443234997715</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Definisi Adil&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adil yaitu tengah-tengah (seimbang) dalam segala urusan, dan melakukannya sesuai syariat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adil itu ada dua macam :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pertama : Adilnya manusia terhadap dirinya, yaitu dia berbuat istiqomah dalam segala hal.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kedua : Adilnya manusia kepada yang lainnya, hal ini terbagi menjadi tiga bagian :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1. Adilnya pemimpin terhadap rakyatnya, yaitu dengan cara memberikan kemudahan-kemudahan serta memberikan haknya kepada mereka yang berhak (tidak sewenang-wenang).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2. Adilnya Rakyat kepada pemimpin, Murid kepada Gurunya, Anak kepada kedua orang tuanya, yaitu dengan Ikhlas dalam menjalankan ketaatannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
3. Adilnya manusia kepada sesama manusia lain (sesamanya), yaitu dengan meninggalkan sifat takabbur (sombong) serta tidak menyakitinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 90 :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 115%;"&gt;اِنَّ اللّٰهَ
يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Innalloha Ya-muru Bil 'Adli wal Ihsaan.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Artinya : Sesungguhnya Allah SWT menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebaikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun adil, kamu telah mengetahui definisinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sedangkan &lt;i&gt;Ihsan &lt;/i&gt;yaitu seperti yang dijelaskan dalam Hadis :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="RTL" lang="AR-SA" style="background: white; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; font-style: normal; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US; mso-fareast-theme-font: minor-latin;"&gt;أن
تعبد الله كأنك تراه&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;An Ta'budallooha Ka annaka Taroohu.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Artinya : Hendaklah kamu Sembah Allah SWT, seakan-akan kamu melihat-Nya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ini adalah kesempurnaan Iman dan Puncaknya ketundukkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ilmu Buhun : Dzolim</title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2020/04/ilmu-buhun-dzolim.html</link><category>Terjemah Kitab Taysirul Kholaq</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Sat, 25 Apr 2020 22:52:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-6283323174684334027</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Definisi Dzolim&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dzolim yaitu keluar dari batas keseimbangan disebabkan sembrono (ceroboh) atau melewati batas. Kedzoliman mencakup seluruh kemaksiatan-kemaksiatan. Sampai kepada sifat-sifat yang hina.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kedzoliman itu adakalanya seseorang dzolim terhadap dirinya sendiri, atau kepada orang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kedzoliman terhadap diri sendiri itu ibarat dia sembrono terhadap ketaatan kepada Allah SWT atau meninggalkan iman. Dan kedzoliman kepada orang lain itu ibarat dia sembrono terhadap hak-hak orang lain, seperti menyakiti tetangga, menghina tamu, berbuat sombong, ghibah dan namimah (adu domba).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nabi Muhammad SAW bersabda :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 115%;"&gt;الظلم ظلمات يوم
القيمامة&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Adz-Dzulmu Dzulmaatun Yaumal Qiyaamah.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Artinya : Kedzoliman itu Kegelapan nanti di hari akhir (kiamat).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di dalam hadis Qudsi Allah SWT berfirman :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 115%;"&gt;ياعبدي اني حرمت
الظلم على نفسى وجعلته بينكم محرما فلا تظالموا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Yaa 'Ibaadii Inni Harromtu al-Dzulma 'Alaa Nafsii, waja'altuhu Baynakum Muharroman, Falaa Tadzoolamuu.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Artinya : Wahai Hamba-Ku, Sesungguhnya Aku (Allah SWT) mengharamkan atas diri-Ku berbuat Dzolim, dan aku menjadikan Kedzoliman itu sesuatu yang di Haramkan, maka janglan kalian berlaku dzolim.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ilmu Buhun : Ghurur (Tertipu / Kebujuk)</title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2020/04/ilmu-buhun-ghurur-tertipu-kebujuk.html</link><category>Terjemah Kitab Taysirul Kholaq</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Sat, 25 Apr 2020 22:40:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-7380145860303253600</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Definisi Ghurur&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Ghurur &lt;/i&gt;yaitu tenangnya hati (jiwa) pada sesuatu yang sesuai dengan hawa nafsu dan condongnya watak (tabi'at) kepada sesuatu tersebut sebab syubhat Syaitan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Ghurur &lt;/i&gt;terbagi menjadi dua bagian :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pertama : &lt;i&gt;Ghururnya &lt;/i&gt;(tertipunya) Orang-orang kafir, yaitu mereka yang menukar kehidupan Dunia dengan Akhirat. Diantaranya yaitu mereka yang tenang dengan dunia dan perhiasan-perhiasannya, dan mengingkari akan hari kebangkitan. Diantaranya lagi yaitu mereka yang tertipu dengan Kepemimpinan mereka ketika di Dunia, mereka menyangka sesungguhnya dirinya itu paling utama dalam hal kewajiban dan kasih sayang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kedua :&amp;nbsp;&lt;i&gt;Ghururnya&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(tertipunya) Orang-orang Durhaka (ahli maksiat) dari kalangan orang mukmin, diantara mereka yang enggan untuk beramal, karena tertipu dengan luasnya Ampunan Allah SWT, atau karena mereka berpegang terhadap ketaatan orang tuanya, atau mereka tertipu karena banyaknya ilmu. Golongan pertama ini (yaitu mereka yang enggan untuk beramal, karena tertipu dengan luasnya Ampunan Allah SWT) sesungguhnya suka terhadap sesuatu namun enggan untuk mengambil (melaksanakan) sebab-sebabnya, hal ini termasuk tamak (rakus) yang tercela. Dan Golongan yang kedua (mereka yang berpegang terhadap ketaatan orang tuanya) ini mereka tidak ingat dengan firman Allah SWT dalam QS. Luqman ayat 33:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 115%;"&gt;وَاخْشَوْا يَوْمًا
لَّا يَجْزِي وَالِدٌ عَن وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَن وَالِدِهِ
شَيْئًا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Wakhsyau Yauman Laa Yajzii Waalidun 'An Waladihi Walaa Mauluudun Huwa Jaazin 'An Waalidihi Syai-a&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Artinya : Dan takutlah kalian pada hari yang seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat pula menolong bapaknya sedikitpun.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan golongan yang ketiga ini (mereka yang tertipu karena banyaknya ilmu) tidak ingat bahwa sesungguhnya Ilmu tanpa diamalkan laksana Pohon tanpa Buah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan diantara&amp;nbsp;&lt;i&gt;Ghururnya&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(tertipunya) Orang-orang Durhaka (ahli maksiat) dari kalangan orang mukmin adalah mereka yang tertipu dengan banyaknya ibadah, sehingga mereka menyangka bahwa dia paling berhak untuk mendapatkan ampunan Allah SWT dibanding yang lain, dia tidak tahu kalau hal ini akan menghilangkan keikhlasan dalam ibadah, dan terputusnya pahala amalan-amalannya. Diantaranya lagi yaitu mereka yang tertipu dengan banyaknya harta, sehingga dia menyangka bahwa hal itu menjadikan dirinya lebih tinggi derajatnya dari yang lain, kemudian dia condong kepada berhias dengan dunia dan lupa akan anugerah Allah SWT kepadanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Diantara aibnya sifat &lt;i&gt;Ghurur &lt;/i&gt;ini juga akan menimbulkan sifat &lt;i&gt;al-Kibr &lt;/i&gt;(sombong), yang sudah dijelaskan keterangannya yaitu akan mencegah dirinya dari masuk Syurga.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ilmu Buhun : Sombong (al-Kibr)</title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2020/04/ilmu-buhun-sombong-al-kibr.html</link><category>Terjemah Kitab Taysirul Kholaq</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Sat, 25 Apr 2020 22:12:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-5014138192469402228</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Definisi Al-Kibr&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Al-Kibr yaitu menganggap dirinya besar dan melihat kadar atau derajat dirinya diatas derajat orang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kerusakan dari sifat &lt;i&gt;al-Kibr &lt;/i&gt;sangatlah banyak, diantaranya orang yang sombong itu menyakiti orang lain, dia memutus ikatan kasih sayang, memisahkan hati, dan menjadikan manusia benci kepadanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sehingga manusia bersepakat untuk balik menyakitinya. Diantara kerusakan lainnya yaitu sesungguhnya orang yang sombong tidak akan mengikuti perkara yang benar dan tidak bisa menahan marah, serta tidak punya kelembutan dalam memberikan nasihat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Cukuplah celaan untuk sifat sombong yaitu hadis Nabi Muhammad SAW yang bunyinya :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" dir="RTL" style="direction: rtl; text-align: right; unicode-bidi: embed;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="AR-SA" style="background: white; color: #333333; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 115%;"&gt;لايدخل الجنة من
كان فى قلبه مثقال ذرة من الكبر&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Laa Yadkhulul Jannata Man Kaana Fii Qolbihi Mitsqoolu Dzarrotin Min al-Kibri.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Artinya : Tidak akan masuk Syurga yaitu orang yang dalam hatinya terdapat seberat atom dari kesombongan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Barangsiapa yang mengetahui bahwa dirinya tercipta dari air mani, dan dia juga kelak akan menjadi bangkai yang menjijikan baunya, maka akan mudah ia meninggalkan dari sifat sombong, yang mana kesombongan itu merupakan sebab dia Ujub.&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ilmu Buhun : Masalah Al-Qur'an</title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2020/04/ilmu-buhun-masalah-al-quran.html</link><category>Hukum-Hukum Fiqih</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Fri, 24 Apr 2020 22:38:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-1580937792257349782</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Baiklah, pada kesempatan kali ini Blog Ilmu Buhun akan mencoba merangkum lagi masalah fiqih lainnya, yaitu terkait dengan Al-Qur'an...Langsung saja mari kita simak rangkuman masalahnya seperti apa...&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;1. Hukum Belajar Ilmu Tajwid&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Apa hukumnya belajar ilmu tajwid bagi wanita dan laki-laki dan apa hukum mengamalkannya ketika membaca al-Qur'an?&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Hukum belajar ilmu tajwid adalah fardhu Kifayah. Sedangkan mengamalkannya adalah Fardhu 'Ain.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Referensi :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Nihayah al-Qoul al-Mufid Karya Syekh Muhammad Makki Hal 18, Maktabah al-Sofa yang Bunyinya &lt;i&gt;Tidak ada khilaf bahwa mempelajari ilmu tajwid hukumnya fardhu Kifayah. Dan hukum mengamalkannya adalah fardhu 'Ain bagi setiap orang muslim dan muslimah yang baligh dan berakal.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;
&lt;b&gt;2. Wanita Mengeraskan Bacaan Al-Qur'an&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bolehkah wanita mengeraskan bacaan al-Qur'an dihadapan laki-laki yang bukan Mahrom?&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban : &lt;/b&gt;&lt;i&gt;Khilaf. &lt;/i&gt;Menurut Imam al-Syarbini dan Ibn 'Abdi al-Haq hukumnya Haram. Dan menurut al-Ramli Kabir hukumnya Makruh.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Referensi : &lt;/b&gt;Hasyiyah al-Qulyubu Syarah al-Mahalli Karya Syekh Syihabuddin al-Qulyubi, Juz 1, Hal : 145, al-Haromain yang bunyinya &lt;i&gt;Berbeda dari Adzan, hukum membaca al-Qur'an dan bernyanyi bagi Wanita. Kedua hal tersebut tidak haram, meski dengan suara keras. Karena keduanya bukan pekerjaan khas laki-laki. Akan tetapi Ibnu 'Abdi al-Haq menyamakan Qiroah dengan adzan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;
&lt;b&gt;3. Lembaran al-Qur'an Terbuang di Jalanan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Apa yang harus kita lakukan jika melihat potongan lembaran al-Qur'an yang terbuang dijalan?&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban : &lt;/b&gt;Wajib mengambilnya, meskipun saat itu tidak punya Wudhu. Setelah itu, boleh membakar dan mencucinya demi menjaga mushaf tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Referensi : &lt;/b&gt;Hasyiah al-Syarwani 'Alaa Tuhfatil Muhtaaj Karya Syekh Abd al-Hamid al-Syarwani, Juz 1, Hal 165, Daar al-Fikr yang bunyinya &lt;i&gt;Ketika seseorang melihat lembaran Mushaf yang tergeletak ditanah, haram baginya membiarkannya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Referensi lain Mughni al-Muhtaj Fii Syarah al-Minhaj Karya Syekh Muhammad al-Khotib al-Syarbini, Juz 1, Hal 73, Daar al-Kutub al-'ilmiyyah yang bunyinya &lt;i&gt;Jika dikhawatirkan mushaf terkena najis, rusak, atau diambil orang kafir, dan saat itu ia tak mungkin bersuci, maka wajib baginya mengambil mushaf tersebut meski dalam kondisi hadas. Dan Jika dikhawatirkan mushaf hilang, maka boleh mengambilnya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;
&lt;b&gt;4. Al-Qur'an terkena Darah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Apa yang harus kita lakukan jika melihat al-Qur'an yang terkena najis seperti darah atau yang lain?&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban : &lt;/b&gt;Wajib membersihkannya jika memang najis mengenao huruf al-Qur'an.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Referensi : &lt;/b&gt;Bughyah al-Mustarsyidin Karya Sayyid Abd al-Rohman bin Muhammad Baa'alawi Hal 62, al-Haromain yang bunyinya &lt;i&gt;Wajib menghilangkan najis dari Mushaf dan sesuatu yang bertuliskan nama dan ilmu yang dimuliakan. Meskipun hal itu akan menyebabkan rusak, dan meski milik anak yatim. Kewajiban tersebut berlaku jika najis menyentuh huruf-hurufnya, bukan sampul atau jilid atau catatan kaki. Tidak cukup hanya menghilangkan zat najis tanpa disucikan. Jika najisnya masih diperdebatkan Ulama seperti kotoran Hewan yang halal dimakan, maka boleh mengikuti Ulama yang mengatakan kotoran tersebut suci karena darurat.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;
&lt;b&gt;5. Memperindah Bacaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Apa Hukumnya memperindah bacaan al-Qur'an dengan berbagai lagu?&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban : &lt;/b&gt;Sunnah selama menjaga kaidah-kaidah Tajwidnya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Referensi : &lt;/b&gt;al-Najm al-Wahhaaj Fii Syarah al-Minhaaj Karya Imam Kamal al-Diin Muhammad al-Damiri, Juz 10 Hal 298, Daar al-Minhaaj yang bunyinya &lt;i&gt;Memperindah suara dalam membaca al-Qur'an hukumnya sunnah. Qiroah dengan Lahn yang berlebihan dalam mad, 'Isyba' dan Harokatnya, menurut Qoul Shoheh Hukumnya Haram.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;
&lt;b&gt;6. Membaca al-Qur'an dengan Cepat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bagaimana hukumnya membaca al-Qur'an dengan cara cepat?&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban : &lt;/b&gt;Boleh saja membaca al-Qur'an dengan cepat, asalkan tetap menjaga kaidah-kaidah tajwidnya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Referensi :&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Hidayah al-Qori ilaa Tajwiidi Kalaam al-Baari Karya Syekh Abd al-Fattah al-Mishrii Juz 1 Hal : 50, Toyyibah al-Madinah al-Munawwaroh yang bunyinya &lt;i&gt;Hadr ialah membaca al-Quran dengan cepat serta menjaga kaidah-kaidah Tajwid dengan teliti. Pembaca yang menggunakan metode ini harus menghindari huruf maad yang tidak terbaca, hilangnya suara gunnah, menyamarkan harokat, dan kesalahan lain yang mencapai titik dimana qiroah tidak sah dan keluar dari sifat Tilawah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;
&lt;b&gt;7. Semaan al-Qur'an&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Apa hukumnya mengaji dengan model &lt;i&gt;Semaan&lt;/i&gt;&amp;nbsp;seperti yang sering kita laksanakan dibulan Puasa?&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban : &lt;/b&gt;Sunnah mengaji dengan cara &lt;i&gt;Semaan &lt;/i&gt;dan membaca dengan bergantian.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Referensi : &lt;/b&gt;al-Tibyaan Karya Imam Abi Zakariyya Muhyiddin bin Syarofuddin al-Nawawi Hal : 73, al-Salam yang bunyinya &lt;i&gt;Idaroh ialah perkumpulan beberapa orang untuk membaca al-Qur'an. Sebagian membaca satu Juz, sepuluh Juz atau lainnya. Jika orang pertama telah selesai membaca, maka dilanjutkan oleh orang yang lain. Hal ini diperbolehkan dan dianggap baik. Imam malik pernah ditanya tentang hal itu, beliau menjawab : "Hal itu tidak masalah."&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;
&lt;b&gt;8. Mengingatkan Bacaan yang Salah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Apa yang harus kita lakukan jika mendengar orang yang salah dalam membaca al-Qur'an?&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban : &lt;/b&gt;Wajib mengingatkannya dan mendikte bacaan yang benar.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Catatan : &lt;/b&gt;Orang yang belum bisa membaca al-Qur'an dengan benar hendaknya belajar kembali ilmu al-Qur'an.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Referensi : &lt;/b&gt;Ihya 'Ulum al-Diin Karya Syekh Abu Hamid Muhammad al-Ghozali, Juz 2, Hal 449, Daar al-Kutub al-ilmiyyah yang bunyinya &lt;i&gt;Termasuk dari kemungkaran ialah membaca al-Qur'an dengan salah (Lahn). Orang yang melakukannya wajib di cegah dan didikte dengan bacaan yang benar. Orang yang banyak melakukan Lahn (kesalahan membaca), jika mampu belajar, dia dilarang membaca al-Qur'an sebelum belajar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;
&lt;b&gt;9. Meletakkan al-Qur'an di Lantai&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bolehkah meletakkan al-Qur'an dilantai tanpa alas apapun?&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban : &lt;/b&gt;Hukumnya Haram. Karena tindakan tersebut dikatakan menghina al-Qur'an.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Referensi : &lt;/b&gt;Hasyiyah al-Bujairomi 'alaa al-Khotib Karya Syekh Sulaiman al-bujairomi Juz 1 Hal : 554, Daar al-Kutub al-'ilmiyyah yang bunyinya &lt;i&gt;Haram meletakkan Mushaf diatas Tanah atau lantai. Wajib mengangkat Mushaf walaupun hanya sedikit, sekira secara umum itu sudah dikatakan mengangkat.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ilmu Buhun : Masalah HAID</title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2020/04/ilmu-buhun-masalah-haid.html</link><category>Hukum-Hukum Fiqih</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Thu, 23 Apr 2020 16:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-6384962869827101677</guid><description>&lt;div style="background: 0px 0px rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #444444; font-family: Domine; font-size: 16px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
Blog ilmu Buhun kali ini akan membahas masalah HAID, mari kita simak penjelasan berikut ini:&lt;/div&gt;
&lt;div style="background: 0px 0px rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #444444; font-family: Domine; font-size: 16px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;br style="outline: 0px; transition: all 0.3s ease 0s;" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background: 0px 0px rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #444444; font-family: Domine; font-size: 16px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
1.&amp;nbsp;&lt;b style="background: 0px 0px; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;Hukum Mempelajari ilmu HAID&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background: 0px 0px rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #444444; font-family: Domine; font-size: 16px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
Bagaimana Hukum mempelajari ilmu HAID bagi seorang Wanita?&lt;/div&gt;
&lt;div style="background: 0px 0px rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #444444; font-family: Domine; font-size: 16px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="background: 0px 0px; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;b&gt;Jawaban:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Hukumnya Fardhu A'in bagi Wanita yang sudah baligh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background: 0px 0px rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #444444; font-family: Domine; font-size: 16px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b&gt;Referensi:&lt;/b&gt; al-iqna fii halli alfaadzi abi syuja karya syekh syamsuddin muhammad al-khotib al-syarbini, Juz 1, Hal 96, al-Haromain yang bunyinya Wajib bagi seorang perempuan belajar permasalahan haid, istihadah, dan nifas sebatas yang dibutuhkannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background: 0px 0px rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #444444; font-family: Domine; font-size: 16px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;br style="outline: 0px; transition: all 0.3s ease 0s;" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background: 0px 0px rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #444444; font-family: Domine; font-size: 16px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
2.&amp;nbsp;&lt;b style="background: 0px 0px; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;Usia Minimal HAID&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background: 0px 0px rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #444444; font-family: Domine; font-size: 16px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
Di Usia berapakah seorang perempuan dimungkinkan mengalami HAID pertama kalinya?&lt;/div&gt;
&lt;div style="background: 0px 0px rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #444444; font-family: Domine; font-size: 16px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b style="background: 0px 0px; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;Jawaban:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Usia 9 Tahun Qomariyah kurang 16 Hari.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background: 0px 0px rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #444444; font-family: Domine; font-size: 16px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b&gt;Catatan : &lt;/b&gt;Tahun Qomariyah adalah tahun Hijriyah yang Jumlahnya 354 hari lebih sedikit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background: 0px 0px rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #444444; font-family: Domine; font-size: 16px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b&gt;Referensi: &lt;/b&gt;Ia'nah al-tholobin alaa fathil muin karya abi bakr al-syatho, Juz 1, Hal 76, al-Haromain yang bunyinya Usia minimal HAID ialah genap usia sembilan tahun Qomariyah. akan tetapi, jika ia melihat darah saat umur sembilan tahun kurang 16 hari, maka darah itu merupakan darah HAID.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background: 0px 0px rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #444444; font-family: Domine; font-size: 16px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background: 0px 0px rgb(255, 255, 255); border: 0px; color: #444444; font-family: Domine; font-size: 16px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; text-align: justify; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
3.&amp;nbsp;&lt;b style="background: 0px 0px; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;Agar HAID berpahala&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
Syariat melarang banyak ibadah bagi wanita yang sedang HAID. Lalu bagaimana agar dalam HAIDnya ia tetap mendapat pahala?&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b style="background: 0px 0px; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;Jawaban:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Caranya, saat HAID ia berniat mengikuti syariat untuk tidak melakukan hal yang diharamkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b&gt;Referensi:&lt;/b&gt; Hasyiyah Qulyubi ala Syarah al-Mahalli karya Syekh Syihabuddin al-Qulyubi, Juz:1, Hal 114, al-Haromain yang bunyinya Wanita yang HAID bisa mendapatkan pahala saat meninggalkan ibadah yang di haramkan baginya, jika dalam haidnya ia berniat mengikuti perintah syariat untuk meninggalkan keharaman.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
4.&amp;nbsp;&lt;b style="background: 0px 0px; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;Bersetubuh Saat Istihadah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
Ketika sang istri sedang HAID, bagi suami dilarang menyetubuhi sang istri. Apakah keharaman tersebut berlaku di saat istri sedang mengeluarkan darah Istihadoh?&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b style="background: 0px 0px; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;Jawaban:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Tidak berlaku. Bahkan boleh baginya bersetubuh meski darahnya masih mengalir.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b&gt;Referensi:&lt;/b&gt; Hasyiyah Qulyubi ala Syarah al-Mahalli karya Syekh Syihabuddin al-Qulyubi, Juz:1, Hal 115, al-Haromain yang bunyinya Darah Istihadah tidak mengharamkan Puasa, Shalat, dan lainnya. Suami diperbolehkan bersenggama dengannya meskipun saat darah Istihadah masih mengalir. Kecuali wanita yang &lt;i&gt;Mutahayyiroh &lt;/i&gt;(lupa siklus haidnya dan tidak dapat membedakan darahnya).&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
5.&amp;nbsp;&lt;b style="background: 0px 0px; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;Belum Mandi Langsung Berpuasa&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
Jika HAID sudah berhenti, apakah wanita wajib mandi terlebih dahulu untuk melaksanakan puasa?&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b style="background: 0px 0px; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;Jawaban:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Tidak Wajib.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b&gt;Referensi:&lt;/b&gt; Mughni al-Muhtaj Syarah al-Minhaj Karya Syekh Muhammad al-Khotib al-Syarbini, Juz : 1, Hal : 127, Daar al-Kutub al-'Ilmiyyah yang bunyinya Saat darah haid berhenti, hal-hal yang haram dilakukan saat haid tidak boleh dilakukan sebelum mandi besar atau tayammum. Kecuali Puasa, karena keharaman puasa disebabkan oleh HAID, bukan sebab Hadas. Buktinya, Puasa Sah dilakukan oleh orang yang Junub.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
6.&amp;nbsp;&lt;b style="background: 0px 0px; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;Wanita HAID mengajar &lt;i&gt;Iqra'&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
Apa hukum wanita Haid atau nifas mengajar &lt;i&gt;iqra' &lt;/i&gt;pada anak kecil?&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b style="background: 0px 0px; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;Jawaban:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Boleh selama dengan tujuan mengajar&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b&gt;Referensi:&lt;/b&gt; Bughyah al-Mustarsyidin Karya Sayyid Abd al-Rohman Baa'alawi, Hal 26, al-Haromain yang bunyinya Tidak haram membaca al-Qur'an dengan tanpa tujuan atau dengan tujuan selain membaca al-Qur'an. Seperti membenarkan kesalahan, mengajar, mencari keberkahan, dan berdo'a.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
7.&amp;nbsp;&lt;b style="background: 0px 0px; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;Wanita HAID berada di Musholla&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
Haram bagi seorang wanita HAID berada atau lewat di masjid. Apakah juga haram baginya berada di Musholla?&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b style="background: 0px 0px; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;Jawaban:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Tidak. Kecuali jika rawan mengotori Musholla.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b&gt;Referensi:&lt;/b&gt; Nihayah al-Zain 'alaa Syarah Qurrotul'ain Karya Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani al-Jawi, Hal 34, al-Haromain yang bunyinya Madrasah, pondok, wakafan selain masjid dan tempat melakukan shalat Ied, hukumnya tidak sama dengan masjid. Tidak haram berdiam diri dan berlalu lalang di tempat-tempat tersebut. Akan tetapi, jika sampai mengotori tempat-tempat itu, maka haram dari sisi bisa membuat najis barang orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
8.&amp;nbsp;&lt;b style="background: 0px 0px; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;Obat penunda HAID&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
Apa hukum mengkonsumsi obat penunda HAID?&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b style="background: 0px 0px; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;Jawaban:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Hukumnya diperbolehkan selama tidak mengganggu kesehatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b&gt;Referensi:&lt;/b&gt; Ghoyah talkhis al-murod Min Fataawi Ibn Ziyad Karya Sayyid Abd al-Rohman baa'alawi, Hal 237, al-Haromain yang bunyinya Dalam kitab Fatawi al-QImat terdapat kesimpulan boleh menggunakan obat untuk penunda HAID.&lt;br /&gt;
Referensi Lain : Al-Fiqh 'alaa al-Madzhab al-Arba'ah Karya Syekh Abd al-Rohman al-Jaziri, Juz 1, Hal 115, Daar al-Kutub al-'Ilmiyyah yang bunyinya Jika seorang perempuan menggunakan obat penunda HAID sehingga darah berhenti tidak sesuai jadwal, maka masa itu dianggap suci dan merusak hitungan 'Iddah. Akan tetapi, haram bagi perempuan untuk menunda atau mempercepat haid ketika membahayakan kesehatan. Karena menjaga kesehatan itu hukumnya Wajib.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
9.&amp;nbsp;&lt;b style="background: 0px 0px; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;Haid Bagi Hafidzah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
Bolehkah bagi Hafidzah yang sedang HAID menambah Hafalan al-Qur'an dan Me-&lt;i&gt;Lalar-&lt;/i&gt;nya?&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b style="background: 0px 0px; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;Jawaban:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Menurut sebagian pendapat di perbolehkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b&gt;Referensi:&lt;/b&gt; Syarah Yaquut al-Nafis Karya Syekh Muhammad bin Ahmad al-Syathori, Hal : 161, Daar al-Minhaj yang bunyinya Menurut banyak Ulama, boleh bagi pengajar perempuan membaca al-Qur'an. Karena jika kita melarang mereka, hal itu akan menyebabkan melemahnya hafalan mereka atau lupa. Ini adalah kemudahan bagi pengajar perempuan. Dan hukum ini untuk wanita Hafidzah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
10.&amp;nbsp;&lt;b style="background: 0px 0px; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;Saat Istri Ngaku-ngaku HAID&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
Bolehkah bagi Suami menggauli Istri ketika ia mencurigai kebohongan istri atas pengakuan Haidnya?&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b style="background: 0px 0px; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;Jawaban:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Boleh. Jika ada indikasi istri sedang berbohong.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Catatan : &lt;/b&gt;Dilarang keras bagi Istri berbohong dengan mengaku haid saat suami ingin bersetubuh dengannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b&gt;Referensi: &lt;/b&gt;Kifayatul akhyar Fii Halli Ghooyath al-Ikhtishoor Karya Imam Taqiyuddin al-Hishni al-Dimasyqi, Juz 1, Hal 79, al-Haromain yang bunyinya Ketika seorang wanita mengaku HAID dan suami menganggap ia benar, maka haram baginya bersetubuh. Jika suami menganggap itu hanya pura-pura saja, maka boleh baginya bersetubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
11.&amp;nbsp;&lt;b style="background: 0px 0px; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;Haid Bawa al-Qur'an Terjemah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
Bolehkah bagi Wanita HAID membawa al-Qur'an terjemahan?&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b style="background: 0px 0px; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;Jawaban:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Boleh. Jika huruf terjemahannya lebih banyak atau sama dengan huruf al-Qur'annya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b&gt;Referensi: &lt;/b&gt;Bughyah al-Thullab Karya Syekh Toyfuur 'Ali Wafa al-Maduri, Hal : 121, yang bunyinya Hukum memegang terjemah al-Qur'an sama halnya dengan memegang Tafsir. Jika jumlah terjemahnya lebih banyak atau sama, maka diperbolehkan menyentuh dan membawa terjemah bagi orang yang hadas. Jika tidak, maka tidak boleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
12.&amp;nbsp;&lt;b style="background: 0px 0px; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;Potong Rambut Saat HAID&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
Apa Hukum mencukur rambut dan memotong kuku saat haid? Dan jika Haidnya berhenti, apakah potongan tersebut harus di sucikan?&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b style="background: 0px 0px; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;Jawaban:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Boleh. Tetapi sunnah untuk tidak melakukannya sebelum mandi besar. Dan jika Haid berhenti, potongan rambut atau kuku tersebut TIDAK WAJIB untuk dibasuh. Karena yang wajib dibasuh hanya tempat terpotongnya saja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: 0px 0px; background-repeat: initial; background-size: initial; border: 0px; margin: 0px; outline: 0px; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;b&gt;Referensi:&lt;/b&gt; Busyro al-Karim Syarah Masaail al-Ta'liim Karya Syekh Sa'id bin Muhammad Baa 'asyin,&amp;nbsp; Juz 1, Hal : 39, al-Haromain yang bunyinya Sunnah bagi orang yang hadas besar untuk tidak menghilangkan sesuatu dari tubuhnya kecuali setelah mandi. Karena dihari kiamat, anggota tubuh (yang dihilangkan) akan kembali kepadanya dan membuatnya kembali Junub.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ilmu Buhun: Masalah Najasah </title><link>https://ilmubuhun.blogspot.com/2020/04/ilmu-buhun-masalah-najasah.html</link><category>Hukum-Hukum Fiqih</category><author>noreply@blogger.com (ilmu Buhun)</author><pubDate>Tue, 21 Apr 2020 09:24:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8896231804072019505.post-5934703711037545721</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Blog ilmu Buhun kali ini akan membahas masalah Najasah, mari kita simak penjelasan berikut ini:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1. &lt;b&gt;Ragu Umur Anak&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Cara menyucikan kencing anak kecil laki-laki umur dua tahun bisa di lakukan hanya dengan diperciki air saja. Akan tetapi, Bagaimana jika kita ragu terhadap usia pasti anak tersebut?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Jawaban: &lt;/b&gt;&lt;i&gt;Khilaf. &lt;/i&gt;Menurut Imam syibramulisi tetap boleh hanya dengan diperciki. Dan menurut yang lain harus disiram.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Referensi: Busyro al-karim Syarah masal al-ta'lim karya syekh said bin muhammad baa'isyan, Juz 1, Hal 42, al-Haromain yang bunyinya Jika ragu apakah bayi sudah mencapai usia dua tahun, maka baginya wajib dibasuh. Karena memercikkan air pada kencing adalah rukhsoh yang tidak legal kecuali dengan keyakinan. Imam syibramulisi mengatakan boleh diperciki air. Karena secara hukum asal, anak tersebut belum mencapai usia dua tahun.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2. &lt;b&gt;Baju masih bau deterjen.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Apakah baju bisa dikatakan sudah suci saat bau deterjen masih tersisa setelah digunakan mencuci baju yang najis?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Jawaban: &lt;/b&gt;Menurut Imam Tabulasi dihukumi suci.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Referensi: Busyro al-karim Syarah masail al-ta'lim karya syekh said bin muhammad baa'isyan Juz 1, Hal 43, al-Haromain yang bunyinya menurut Imam tabalawi, pakaian yang terkena najis bisa suci dengan dibasuh dengan sabun hingga najisnya hilang. Meskipun bau sabun masih tersisa. Imam ramli berkata Pakaian tersebut tidak suci hingga air bilasan bersih dari bau sabun. Karena ada kemungkinan bau najis tertutupi bau sabun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. &lt;b&gt;Bekas Darah di Pakaian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Apakah bekas warna darah yang ada pada pakaian setelah dicuci hukumnya najis?&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban: &lt;/b&gt;Tidak dihukumi najis jika sulit dihilangkan.&lt;br /&gt;
Referensi: al-iqna' fii halli alfaadzi abi syuja' karya syekh syamsuddin muhammad al-khotib al-syarbini, Juz 1, Hal 28, al-Haromain yang bunyinya tidak masalah sisa warna atau bau najis, seperti warna darah dan bau arak, yang sulit dihilangkan. Berbeda jika sisa bau atau warna najis mudah dihilangkan, maka sisa tersebut najis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. &lt;b&gt;Standar Sulit dihilangkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika najis sulit dihilangkan, maka tempat/baju yang terkena najis dihukumi suci. Akan tetapi, apa kategori najis yang sulit dihilangkan?&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban: &lt;/b&gt;Najis yang sulit dihilangkan ialah ketika dari najis tersisa warna atau bau yang tidak hilang setelah digosok tiga kali. Atau saat sisa rasa dari benda najis tidak bisa hilang setelah dicuci dengan sabun.&lt;br /&gt;
Referensi: al-iqna fii halli alfaadzi abi syuja karya syekh syamsuddin muhammad al-khotib al-syarbini, Juz 1, Hal 83, al-Haromain yang bunyinya najis 'ainiyah wajib dihilangkan rasa, warna dan baunya. Kecuali warna atau bau yang sulit dihilangkan. Tidak wajib menghilangkan najis yang sulit, dan status tempatnya suci. Jika warna dan bau masih tersisa dalam satu tempat, maka wajib menghilangkan keduanya. Karena hal itu menunjukkan najis masih tersisa. Begitu juga sisa rasa najis dapat menunjukkan masih adanya najis, meskipun sulit dihilangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. &lt;b&gt;Gusi berdarah&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bagaimana cara menyucikan gusi yang berdarah?&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban: &lt;/b&gt;Cukup dengan berkumur sampai merata dan air tidak berubah.&lt;br /&gt;
Referensi: Hasyiyah Ia'nah al-tolibin alaa fathil mu'in karya al-'alamah al-syatho, Juz 1, Hal 95, al-Haromain yang bunyinya Jika mulut seseorang menjadi najis sebab darah gusi atau yang lain, lalu ia meludahkannya, kemudian berkumur sampai air merata pada seluruh mulut dan air kumur tidak berubah sebab najis, maka mulutnya suci. Boleh baginya menelan air kumur tersebut, karena statusnya suci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. &lt;b&gt;Melihat najis dibaju teman.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketika melihat teman shalat dan ternyata ada Najis dibaju atau sarung nya, apa yang harus kita lakukan?&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban: &lt;/b&gt;Jika itu bukan najis yang di &lt;i&gt;ma'fu, &lt;/i&gt;maka wajib memberi tahunya.&lt;br /&gt;
Referensi: Nihayah al-Zain alaa Syarah qurrotul 'ain karya syekh Muhammad Nawawi al-bantani, Hal 39, al-Haromain yang bunyinya Jika kita melihat najis pada pakaian orang yang hendak shalat dan tidak tahu adanya najis, wajib bagi kita untuk memberi tahunya. Karena amar ma'ruf itu tidak harus pada hal maksiat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. &lt;b&gt;Kesucian telur&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Apakah telur harus dicuci terlebih dahulu ketika hendak dimasak?&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Tidak Harus. Karena telur suci selama tidak keluar bersama cairan najis.&lt;br /&gt;
Referensi: Bughyah al-mustarsyidin karya sayyid abd al-rohman bin muhammad baa'alawi, Hal 14, al-Haromain yang bunyinya Tidak wajib mencuci telur dan anak kan yang lahir, jika memang tidak bersamaan dengan cairan yang najis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8.&amp;nbsp;&lt;b&gt;Baju bekas Bule&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Apa hukum mensucikan baju impor bekas yang baru di beli dari toko?&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Sunnah jika kemungkinan besar terkena najis.&lt;br /&gt;
Referensi: Hasyiyah Ia'nah al-tholobin alaa fathil muin karya al-'alamah abi bakr al-syatho, Juz 1, Hal 105 al-haromain yang bunyinya sesuatu yang diduga najis seperti lumpur jalan, pakaian penyuling arak, penjagal, orang kafir, dan seluruh benda yang sering bersentuhan dengan najis hukumnya suci dengan memandang asalnya. Akan tetapi, disunahkan mencuci benda yang besar berkemungkinan najis seperti barang-barang diatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9.&amp;nbsp;&lt;b&gt;Darah jerawat&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ketika darah jerawat keluar akibat dipencet,&amp;nbsp; Apakah tetap di &lt;i&gt;ma'fu&lt;/i&gt;?&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban: &lt;/b&gt;Di &lt;i&gt;ma'fu &lt;/i&gt;selama tidak bercampur dengan benda cair lainnya.&lt;br /&gt;
Referensi: Kifayatul Akhyar fii halli ghoyat al-ikhtishor karya Imam Taqiyuddin al-hishni al-dimasyqi Juz 1, Hal 91 al-haromain yang bunyinya menurut qoul ashoh, termasuk najis yang di ma'fu ialah darah dan nanah jerawat. Baik sedikit atau banyak, dan meskipun keluar dengan cara di pencet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10.&amp;nbsp;&lt;b&gt;Liur orang Tidur&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Apakah air liur dari orang Tidur dengan berbagai macam posisinya hukumnya najis?&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Jika nyata-nyata bersumber dari perut, maka hukumnya najis selama bukan dari kebiasaan. Jika bukan bersumber dari perut atau masih di ragukan, maka hukumnya suci.&lt;br /&gt;
Referensi: Nihayah al-Zain alaa Syarah Suroto al-ain karya syekh Muhammad Nawawi al-bantani, Hal 40, al-Haromain yang bunyinya Air liur orang yang tidur hukumnya najis jika berasal dari perut. Seperti liur yang berwarna kuning dan berbau busuk. Jika liur keluar dari selain perut atau ragu apakah dari perut atau tidak, maka dihukumi suci. Jika seseorang diberi cobaan terus berlibur, maka najisnya di ma'fu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11.&amp;nbsp;&lt;b&gt;Memasak Daging berdarah&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Bolehkah memasak daging yang masih berlumuran darah segar akibat tidak dicuci setelah disembelih?&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban: &lt;/b&gt;&lt;i&gt;Khilaf.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Menurut Ibn 'Imad boleh. Sedangkan menurut syekh Syairozi tidak boleh.&lt;br /&gt;
Referensi: Hasyiyah Ia'nah al-tholobin alaa fathil muin karya abi bakr al-syatho, Juz 1, Hal 84, al-Haromain yang bunyinya Imam Ibn 'Imad berkata dalam mandzumahnya "Darah yang terdapat dalam daging itu di ma'fu. Maka tidak masalah memasaknya sebelum dicuci. Sementara Syekh Syairozi berpendapat wajib membasuh daging tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12. &lt;b&gt;Jalan Banyak Kotoran Sapi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Apabila musim hujan, seringkali banyak kotoran sapi di jalanan merata kemana-mana sehingga terkena kaki atau pakaian. Apakah najis yang demikian di ma'fu?&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;Dima'fu.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Ketika memang sulit untuk dihindari.&lt;br /&gt;
Referensi: Hasyiyah Ia'nah al-tholobin alaa fathil muin karya abi bakr al-syatho, Juz 1, Hal 104, al-Haromain yang bunyinya Imam Ibn Hajar ditanya mengenai jalan yang tidak berlumpur yang penuh kotoran manusia, kerbau, dan kotoran anjing. Saat musim hujan, apakah sesuatu yang mengenai pakaian dan kaki di ma'fu? Beliau menjawab "Hal tersebut di ma'fu, jika sulit dihindari. Sebab hal tersebut sudah merata di seluruh jalan. Dan orang tersebut tidak tergolong orang yang ceroboh dan kurang berhati-hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>