<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" gd:etag="W/&quot;C0ABR3k6fip7ImA9WhVWGU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402</id><updated>2012-05-02T08:22:36.716+07:00</updated><category term="jasa penulisan" /><title>Blog Ibu Rumah Tangga Serba Doyan...</title><subtitle type="html">Blog ini merupakan rangkaian aktifitas pribadi, mulai dari kegiatan sebagai Ibu Rumah Tangga hingga bisnis-bisnis yang dikelola ^_^</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>686</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/IndariMastuti" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="indarimastuti" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><entry gd:etag="W/&quot;DU8AQnc5fCp7ImA9WhdWEks.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-575130171743302945</id><published>2011-09-06T06:57:00.002+07:00</published><updated>2011-09-06T07:10:43.924+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-09-06T07:10:43.924+07:00</app:edited><title>Saya Bangga Jadi Perempuan!</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Wcv1o-9dthY/TmVj-8wF5BI/AAAAAAAAATo/dZAoc6U77DU/s1600/IMG_3022%2Bts%2Bcopy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 285px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Wcv1o-9dthY/TmVj-8wF5BI/AAAAAAAAATo/dZAoc6U77DU/s400/IMG_3022%2Bts%2Bcopy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649031240717034514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang tidak hebat dari seorang perempuan, siapapun dia! Sebab perempuan manapun bisa melakukan banyak hal dalam satu waktu&lt;br /&gt;-Indari Mastuti-&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sejak hari ini saya mengaktifkan dua laptop sekaligus, satu di lantai bawah satu lagi di lantai atas. Kok dua-duanya dinyalakan sih? agar saya tetap bisa bekerja apakah ketika saya sedang di kantor (lantai atas) ataupun ketika berada di rumah bersama anak-anak (lantai bawah), ternyata, perkiraan saya tepat, saya lebih banyak di rumah daripada di meja kerja atas, ini artinya peran sebagai ibu rumah tangga menyita lebih dari 80% tiap harinya dan 20% untuk bisnis.&lt;br /&gt;Sejak 4 tahun lalu setelah resign dari pekerjaan saya yang sebetulnya sangat menarik, saya memang memutuskan membangun bisnis sendiri dengan konsentrasi 80% ibu rumah tangga dan 20% berbisnis. Seiring dengan perjalanan bisnis yang terus meningkat tiba-tiba konsentrasi saya tanpa disadari berpindah, konsentrasi saya berubah 20% untuk peran sebagai ibu rumah tangga dan 80% untuk bisnis. Dengan pembagian persentasi itu saya dibantu oleh 4 asisten di rumah yaitu Asisten Rumah Tangga yang bertugas mengurus rumah, Pengasuh Anak yang tugasnya mengasuh anak-anak setiap hari dari pagi hingga malam, Supir yang mengawal saya dan anak-anak kemanapun kami pergi, baik itu perjalanan bisnis atau perjalanan wisata, serta Koki yang dalam hal ini mertua tercinta dengan tugas memasak untuk keluarga dan karyawan yang juga ikut makan siang setiap harinya. Kegiatan saya setiap harinya memang fokus pada bisnis walau tetap mengurus anak, suami, dan keluarga namun karena ketiga asisten tersebut sangat membantu sehingga peran saya pada akhirnya tidak begitu terlihat besar. &lt;br /&gt;Tapi, hari ini saya cukup puas sebab hari ini 80% peran saya sebagai ibu rumah tangga dijalani dengan baik namun saya tetap bisa tetap mengerjakan rentetan target bisnis hari ini, mulai dari mencolek-colek downline yang berjumlah 387 orang, mengurus lebih dari dua ratus penulis yang bergabung di Agensi Naskah Indscript Creative yang saya miliki, mengatur lalu lintas komunitas yang saya dirikan dengan jumlah anggota lebih dari 2600 orang, hingga melakukan promosi bulan September untuk lebih dari 30 klien perusahaan. Bagaimana caranya? walau hanya beberapa detik saya mengecek laptop yang terus ON sambil terus mengurus anak-anak, mulai dari memandikan, menyusui, hingga mengajak mereka bermain. Ketika saya sedang berada di lantai atas saya mencuri waktu bekerja, ketika sedang di bawah saya tetap bekerja walau sesaat, namun jika anak-anak tidur, saya langsung mengecek target di agenda dan mulai menyelesaikan satu per satu. Jika ada hal yang urgent, saya meminta bantuan suami menjaga anak-anak dan saya stay tune dulu di laptop menyelesaikan pekerjaan. &lt;br /&gt;Bagaimana dengan asisten rumah tangga? beliau lebih intens merapikan rumah, menyetrika, dan berbagai pekerjaan rumah lainnya. Bagaimana dengan pengasuh anak? karena saat ini belum datang dari liburannya, saya akan membiasakan diri menjadi benar-benar pengasuh anak, dan kelak jika beliau datang, beliau akan benar-benar menjadi asisten pengasuh anak :). Bagaimana dengan Koki? Kalau ini memang tidak tergantikan karena saya tidak pandai memasak. Bagaimana dengan supir? kalau urusan ini pak supir tetaplah pak supir bukan asisten, karena saya memang nggak bisa nyetir. Kini, tidak heran kalau saya bangga menjadi perempuan karena bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu: &lt;br /&gt;1. Saya bisa menyusui sambil membaca&lt;br /&gt;2. Saya bisa menyuapi anak sambil pesbukan&lt;br /&gt;3. Saya bisa mencuci sambil memandikan anak&lt;br /&gt;4. Saya bisa makan sambil menggendong anak&lt;br /&gt;serta berbagai pekerjaan lain yang mungkin suami saya tidak bisa melakukannya hehehe. Maka saya tutup catatan hari ini dengan rasa syukur pada Allah karena melimpahkan saya begitu banyak yang harus saya jalani dalam satu waktu namun tetap membuat saya merasa nyaman. Saya bersyukur sebab hari ini saya semakin menyadari bahwa jika sisi baik yang selalu kita lihat pada akhirnya akan memberikan kebaikan.&lt;br /&gt;Dan, mulai hari ini saya optimis dengan pembagian konsentrasi 80% jadi Ibu Rumah Tangga dan 20% jadi Pebisnis tetap membuat bisnis saya jalan dengan baik dari rumah. Saya bangga jadi perempuan! &lt;br /&gt;Alhamdulillah..........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-575130171743302945?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/575130171743302945/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=575130171743302945" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/575130171743302945?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/575130171743302945?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2011/09/saya-bangga-jadi-perempuan.html" title="Saya Bangga Jadi Perempuan!" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/-Wcv1o-9dthY/TmVj-8wF5BI/AAAAAAAAATo/dZAoc6U77DU/s72-c/IMG_3022%2Bts%2Bcopy.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck8CQHw_eip7ImA9WhdXFEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-1027859769761101417</id><published>2011-08-27T09:01:00.000+07:00</published><updated>2011-08-27T09:07:41.242+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-08-27T09:07:41.242+07:00</app:edited><title>PRESS RELEASE: Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga di Facebook</title><content type="html">
&lt;br /&gt;FACEBOOK bukan hanya urusan STATUS nggak penting, Facebook bisa jadi lahan pemberdayaan perempuan juga. Grup Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) salah satu grup yang serius melakukan hal ini. Grup yang berdiri di bulan Mei 2010 ini didirikan oleh seorang Ibu Rumah Tangga yang juga menekuni bisnis Agensi Naskah dengan nama Indscript Creative kini beranggotakan hampir 5000 orang ibu. Ibu Rumah Tangga itu bernama Indari Mastuti memang mantap melakukan pemberdayaan perempuan secara online dengan bidang pekerjaan MENULIS. Ya, menulis!
&lt;br /&gt;MENULIS merupakan salah satu kegiatan yang sebetulnya bisa dilakukan oleh semua orang. Sayangnya, kebanyakan orang sebelum memilih menjadi penulis sudah merasa bahwa dirinya ‘tidak berbakat’ untuk menulis. Padahal, hanya dengan konsistensi dan komitmen menjalankan aktifitas menulis setiap hari, akan membuat setiap orang terlatih menuliskan apa yang ada di kepalanya.
&lt;br /&gt;Profesi menulis yang dianggap hanya orang yang ‘berbakat’ yang bisa menjalankannya akan dikampanyekan sebagai satu profesi yang semua bisa melakukannya, termasuk IBU-IBU RUMAH TANGGA. Malah, justru dilatarbelakangi oleh aktifitas ibu-ibu yang hanya sumur-dapur-kasur, aktifitas menulis akan menjadi satu bagian keseharian yang kelak akan menghasilkan lebih dari sekadar karya. Ibu-ibu yang akhirnya memilih jalur menulis sebagai aktifitas keseharian tanpa meninggalkan rumah, akan mengalami lonjakan PRODUKTIFITAS baik secara ilmu, karya, maupun materi. Hadirnya grup ibu-ibu doyan nulis akhirnya dilatarbelakangi niat untuk meningkatkan produktifitas para ibu di berbagai hal. 
&lt;br /&gt;Anggota IIDN yang kebanyakan ibu rumah tangga itu diajari bagaimana cara membuat outline yang baik agar dapat menembus dan menarik hati penerbit, bagaimana cara menghasilkan tulisan yang baik dari ide-ide sederhana yang ada di sekitar. Di IIDN, anggotanya juga diberikan pelatihan-pelatihan menulis secara berkala baik secara online, maupun offline. Secara nasional maupun per wilayah masing-masing. Karena semakin bertambahnya anggota Grup IIDN dari hari ke hari yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia bahkan hingga ke mancanegara, maka diputuskanlah untuk membagi IIDN ke dalam wilayah-wilayah yang masing-masing dipimpin oleh Koordinator Wilayah (KORWIL) yang telah ditunjuk. Kini sudah ada sekira 22 Kordinator Wilayah di berbagai wilayah Indonesia serta luar negeri yang berpusat di Jepang. Masing-masing korwil bertugas untuk mengatur arus informasi yang berasal dari Pusat ke Wilayah ataupun sebaliknya. Dalam waktu dekat IIDN akan membuka 25 korwil di 25 negara di dunia. 
&lt;br /&gt;Saat ini, proyek terbaru yang sedang dikerjakan oleh para anggota IIDN adalah beberapa proyek penulisan buku antologi (kumpulan kisah). Beberapa di antaranya yaitu :
&lt;br /&gt;1.	Storycake For Ramadhan (Penerbit, Gramedia Pustaka Utama, 2011). Buku antologi terbaru anggota grup IIDN yang berisikan 44 kisah-kisah indah dan inspiratif seputar Ramadhan yang menyentuh hati. Ditulis oleh 43 orang kontributor yang 99% adalah anggota grup IIDN. Saat ini sudah selesai cetak dan telah beredar di took-toko buku besar di Seluruh Indonesia.
&lt;br /&gt;2.	For The Love of Mom (Penerbit ETERA, 2011) sedang dalam proses percetakan. Sebuah antologi tentang betapa hebatnya perempuan sebagai ibu. Banyak kisah menyentuh yang akan membuat kita merindukan bunda nun jauh di sana.
&lt;br /&gt;3.	EMAK GOKIL, (Penerbit Rumah Ide, 2011) sebuah antologi tentang kisah-kisah konyol seputar kehidupan rumah tangga sehari-hari yang dialami oleh para ibu rumah tangga.
&lt;br /&gt;4.	KAMUS INDONESIA (Penerbit Sygma Eksamedia, 2011). Merupakan proyek besar di Grup IIDN yang melibatkan lebih dari 100 orang ibu-ibu/perempuan yang tersebar di seluruh Indonesia yang kesemuanya merupakan anggota IIDN. Hal ini merupakan hal pertama yang pernah terjadi dalam dunia penulisan di Indonesia dimana sebuah kamus lengkap serupa Ensiklopedia tentang kebudayaan dan adat istiadat lengkap di Indonesia, dikerjakan oleh begitu banyak penulis dan semuanya kebanyakan adalah ibu rumah tangga.
&lt;br /&gt;Kegiatan umum GRUP IIDN selain mengadakan pelatihan-pelatihan kepenulisan untuk umum dan anggota, kami juga mengadakan event-event seperti misalnya :
&lt;br /&gt;1.	Mengikuti event-event bazaar, selain untuk mensosialisasikan komunitas kami, juga untuk menjual buku-buku hasil karya anggota Grup IIDN.
&lt;br /&gt;2.	Kopdar (Kopi Darat) pertemuan tidak rutin antar anggota IIDN baik yang ada dalam wilayah yang sama ataupun secara nasional.
&lt;br /&gt;3.	Mengadakan baksos dan kegiatan-kegiatan lain yang bermanfaat. Seperti misalnya pada bulan Ramadhan seperti ini. Insya Allah di pertengahan Ramadhan, Grup IIDN akan mengadakan bakti sosial bekerja sama dengan sponsor dan seluruh anggota IIDN di seluruh Indonesia. 
&lt;br /&gt;Pada akhirnya, Indscript Creative selaku Perusahaan Agensi Penerbitan Naskah dengan Indari Mastuti sebagai CEO nya, yang membawahi Grup IIDN ini, mencoba mengeluarkan potensi kaum ibu rumah tangga yang selama ini selalu dianggap tak memiliki kemampuan lebih, menjadi ibu-ibu dan wanita yang produktif di mana mereka tidak hanya menghasilkan karya yang dapat dibaca orang banyak, melainkan juga dapat menghasilkan materi yang akan membantu perekonomian keluarga.
&lt;br /&gt;Marketing Communication
&lt;br /&gt;Lygia Nostalina, SH
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt; 
&lt;br /&gt;PROFIL PENDIRI GRUP IBU-IBU DOYAN NULIS
&lt;br /&gt;Indari Mastuti, lahir di Bandung,  Jawa-Barat, 09 Juli 1980. Berdomisili di Jl. PLN Dalam I No.1/203D,Moh Toha, Bandung. Rumah yang juga sekaligus menjadi pusat aktifitas IIDN ini semakin memantapkan eksistensinya sebagai Ibu Rumah Tangga yang doyan bisnis . Memiliki pengalaman kerja mulai dari Jurnalis Tabloid Indonesia-Indonesia, Marketing, hingga akhirnya menjadi Direktur Pemasaran dan Redaksi Indscript Creative. Pengalaman menulis sejak tahun 1996 sebagai penulis artikel dan koresponden di berbagai media, dan kini menjadi mentor pelatihan penulisan di berbagai tempat. Telah menelurkan lebih dari 60 judul buku.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Profil Usaha
&lt;br /&gt;Indscript Creative didirikan karena keinginan dari calon Ibu yang ingin total bekerja di rumah. Meninggalkan hiruk-pikuk dunia karir demi mengurus keluarga. Berpikir untuk mencari bisnis apa yang bisa dikerjakan di rumah dan sesuai dengan minat yang dimiliki. Kebetulan hobi dan minat menulis mendorongnya untuk menjadikan profesi menulis menjadi sumber penghasilan.
&lt;br /&gt;Seiring berjalannya waktu, Indscript Creative pun terus berkembang. Indscript Creative mulai dibangun pada akhir tahun 2007. Ketika pertama kalinya didirikan, fokus pasar Indscript Creative adalah bidang penerbitan. Indscript Creative memposisikan diri sebagai agensi naskah, yaitu menjadi mediator antara penulis dengan penerbit, antara penerbit dengan penulis. Indscript Creative mengemas naskah supaya lebih cantik dan bernilai jual.
&lt;br /&gt;Kini, Indscript Creative memiliki 30 klien penerbit, 4 klien korporat, dan 2 klien Institusi pendidikan. Memiliki kerjasama dengan lebih dari 214 penulis aktif, 5 studio gambar, dan telah menetaskan lebih 400 judul buku di pasar bebas.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Pendapat Para Penulis Indscript Creative
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Indscript Creative membuat saya bersemangat menulis. Buku solo saya yang pertama terbit setelah bergabung dengan mereka. Pelatihan-pelatihan yang saya ikuti membuka wawasan saya mengenai kepenulisan. Saya juga belajar menulis skenario dari pelatihan tersebut. Indscript Creative memang hebat! Saya takkan ingin berhenti menulis karenanya.
&lt;br /&gt;(Fitha Chakra, Penulis Buku Anak, Depok)
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Indari membuat saya tergerak menekuni dunia menulis secara serius. Meskipun ada sedikit keraguan untuk memulai ketika itu, tapi ia tak henti menyemangati saya. Sejak saat itu naskah demi naskah terus berdatangan. Ide dan inspirasi menulis makin hari makin mengalir deras seiring kualitas tulisan yang bertambah baik. Terima kasih banyak kuucapkan untuk adikku yang hebat ini. Semangat, tekad, ketekunan, dan kerja kerasnya menjadi inspirasi bagi saya dan banyak orang. Be inspired, stay positive.
&lt;br /&gt;(Astri Novia, Penulis Buku Populer, Bandung)
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Pertama kali saya tahu Indscript Creative karena dikenalkan oleh teman. Setelah gabung, saya langsung merasa nyaman. Indari, owner-nya, ramah dan friendly. Dalam waktu singkat, saya dan Iin menjadi akrab seperti sudah lama kenal. Lalu, yang paling penting adalah bahwa bergabung bersama Indscript jadi sering diorder untuk membuat naskah.
&lt;br /&gt;(Nunik Utami, Penulis Buku Anak, Jakarta)
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Bagi saya, indscript itu sahabat sejati yang membantu banget. Saya nggak perlu capek2 mikirin penerbit, nentuin tema, bikin perjanjian dan urusan tetek bengek lainnya. Saya cukup fokus nulis saja, lainnya...serakan pada ahlinya :) (whoaaaa....iklan banget ya :)
&lt;br /&gt;(Firmanawaty Sutan, Penulis Buku Sains dan Life Skill, Jakarta)
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Indscript sangat membantu saya dalam mengembangkan potensi dan kemampuan dalam menulis. Dengan bantuan dan profesionalisme Indscript, saya menjadi sangat terbantu dalam menerbitkan buku dengan kualitas terbaik. Selain itu, Indscript sangat membantu saya dalam meningkatkan angka kredit jabatan peneliti :D. Sukses selalu buat tim Indcript.
&lt;br /&gt;(Hanif Fakhrurroja, Penulis IT dan Bisnis, Bandung)
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Dulu, aku sering kebingungan untuk nyalurin ide-ide tulisan yang udah numpuk di file dan di kepala. Mau langsung ke penerbit ga pede. Tapi setelah ada Indscript, ga gitu lagi. Jelas, kini semua ide bisa dicairkan menjadi penghasilan yang tidak sedikit. Apalagi untuk ukuran ibu-ibu pengangguran macam aku. Setiap bulan, Indscript selalu memberiku penghasilan. Jadi makin ogah deh kerja kantoran lagi. Yuk berkarya di rumah via Indscript :p
&lt;br /&gt;(Nia Haryanto, Penulis Sains dan Kesehatan, Bandung)
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-1027859769761101417?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/1027859769761101417/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=1027859769761101417" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/1027859769761101417?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/1027859769761101417?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2011/08/press-release-pemberdayaan-ibu-ibu.html" title="PRESS RELEASE: Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga di Facebook" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU8CSH49cCp7ImA9WhdXFE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-583312906093796128</id><published>2011-08-27T08:11:00.003+07:00</published><updated>2011-08-27T08:17:49.068+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-08-27T08:17:49.068+07:00</app:edited><title>Liputan Tabloid Nova dimuat edisi 29 Agustus - 4 September 2011</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-_LXOVtxC5js/TlhEw0tYbHI/AAAAAAAAATg/do8xfhI0OOg/s1600/PRS%2BBisnis%2BKue%2BKering%2Blead.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 268px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-_LXOVtxC5js/TlhEw0tYbHI/AAAAAAAAATg/do8xfhI0OOg/s400/PRS%2BBisnis%2BKue%2BKering%2Blead.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5645337738482314354" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-583312906093796128?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/583312906093796128/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=583312906093796128" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/583312906093796128?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/583312906093796128?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2011/08/liputan-tabloid-nova-dimuat-edisi-29.html" title="Liputan Tabloid Nova dimuat edisi 29 Agustus - 4 September 2011" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-_LXOVtxC5js/TlhEw0tYbHI/AAAAAAAAATg/do8xfhI0OOg/s72-c/PRS%2BBisnis%2BKue%2BKering%2Blead.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEYBSHo7eip7ImA9WhZaFk0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-3432965954597992370</id><published>2011-06-19T15:54:00.005+07:00</published><updated>2011-07-02T17:22:39.402+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-07-02T17:22:39.402+07:00</app:edited><title>Resensi Buku: SANG NOVELIS (Bobby Hardika)</title><content type="html">Judul       : SANG NOVELIS&lt;br /&gt;Penulis    : BOBBY HARDIKA&lt;br /&gt;Cetakan : I, tahun 2010&lt;br /&gt;Penerbit  : PUSTAKA RAMA, Yogyakarta&lt;br /&gt;Tebal       : 228 halaman&lt;br /&gt;Harga      : Rp.29.000,00&lt;br /&gt;Harga On Line : Rp.24.650,00&lt;br /&gt;               Ini adalah buku pertama karya Bobby Hardika yang juga penulis buku “Anak kos lebay”. Buku ini mengisahkan perjalanan Jhody, seorang penulis novel humor terkenal menjadi seorang penulis novel romantis. Tawaran ini diberikan oleh editor sekaligus bosnya,Pak Toni. Perjalanan Jhody ini diwarnai hubungan asmaranya dengan Sasya, sosok yang penuh kelembutan, perhatian, juga penyayang. Pertemuan dengan sang mantan pacar di kota Yogyakarta yang khas dilukiskan dengan bumbu canda dalam kisah ini.&lt;br /&gt;               Jhody sebenarnya berasal dari golongan orang berada, tetapi dia lebih memilih untuk tinggal di tempat kost yang sederhana. Tetangga kostnya tidak banyak mengetahui hal ini. Konflik antara ayah Jhody membuat diri Jhody semakin tidak ingin berlama-lama berada di rumahnya sendiri.&lt;br /&gt;               Kegiatan Roadshow satu bulan yang dijadwalkan Pak Toni, sang editor, membuat Jhody kewalahan. Dia harus berpacu dengan waktu diantara padatnya Roadshow ke beberapa kota besar dan kegiatan perkuliahannya. Semua itu dijalani Jhody dengan baik walau pada awalnya dia sempat terlibat adu mulut dengan sang editor. Permasalahan pribadi Jhody dengan Randi dan Simon, di kampus menjadi sebuah hal yang mengganggu pikiran kedua sahabat Jhody (Tommy dan Ricky) yang selalu setia mendampinginya.&lt;br /&gt;               Menjelang waktu deadline tiba, kejadian tragis dan misterius menimpa Jhody. Anggota keluarga,sahabat dan Sasya sangat terpukul karenanya. Apakah Jhody dapat menjadi novelis kisah romantis setelah kejadian itu? Apakah Sasya dapat menerima novel romantis itu sebagai bukti cinta dari Jhody? Apakah ayahnya dapat berdamai dengan Jhody? Telusuri dan nikmati saja kisahnya dalam buku ini.&lt;br /&gt;               Sebagai pembaca kedua buah buku karya Bobby, saya tidak hanya melihat sisi Bobby Hardika yang sensitif dan romantis di “Sang Novelis”, juga sisi humorisnya dia tampilkan dalam beberapa dialog antara Jhody dan kedua sahabatnya. Buku ini memiliki nilai plus di bagian cover dan di dalamnya terdapat sebuah pembatas buku kecil yang bergambar sama persis dengan covernya. Tetapi tidak dengan tinta yang tercetak di setiap lembaran bukunya. Ada pula beberapa halaman yang tampilan paragrafnya tercetak miring dan tidak simetris.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beta Kun Natapradja&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-3432965954597992370?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/3432965954597992370/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=3432965954597992370" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/3432965954597992370?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/3432965954597992370?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2011/06/sang-novelis.html" title="Resensi Buku: SANG NOVELIS (Bobby Hardika)" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEcMSHkzeCp7ImA9WhZaFk0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-3958239244055210460</id><published>2011-06-19T15:54:00.004+07:00</published><updated>2011-07-02T17:21:29.780+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-07-02T17:21:29.780+07:00</app:edited><title>Resensi Buku: Ada Apa Dengan Tampang (Indari Mastuti)</title><content type="html">Ada Apa dengan Tampang merupakan buku ketiga dari serial Agatha. Buku bergenre remaja yang sarat humor dan bahasa gaul. Sebagaimana cerita teenlit lainnya, serial ini menyuguhkan alur yang segar  dan sangat menghibur. Disini, pembaca tak perlu mengerutkan kening tapi justru pembaca akan tercengang dan larut dalam derai tawa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagi saya, membaca Agatha sama seperti nyemil kripik singkong yang gurih, renyah dan enak. Pelan-pelan saya makan tanpa perlu terburu-buru saya habiskan. Dan sebagaimana kita ketahui, singkong sarat dengan karbohidrat.  Karbohidrat yang akan memberi energi lebih bagi aktivitas kita sehari-hari. Nah, demikian juga dengan buku ini, meski ringan ia mengandung gizi yang sangat berguna bagi  sel-sel otak kita. Sebuah energi pencerah yang akan mebuat kita tahu dan mengerti betapa sesuatu yang terlihat sepele ternyata memiliki makna dan pesan yang sarat dan dalam. Sungguh mengesankan!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ada Apa dengan Tampang sangat cocok dijadikan sebagai judul buku karena hampir seluruh bab yang ada bertema ada apa dengan tampang. Sebuah pertanyaan yang sangat ringan tapi ironis. Sebagaimana kita ketahui, dalam planet remaja terkadang tampang dijadikan barometer dalam pergaulan. Misalnya, tampang keren berarti baik dan tampang jelek berarti buruk. Sebuah pemikiran instan yang menjerumuskan. Hingga tak aneh jika dalam planet remaja ada sistem pengelompokan (baca: grup-grupan). Ada grup anak tajir, anak cantik, anak pinter, dan lain sebagainya. Nah, disinilah kelebihan dari buku ini. Buku ini hadir dan menyuguhkan grup alternatif yang bernama grup imut-imut tapi amit-amit.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Grup imut-imut tapi amit-amit terdiri dari empat personil yakni Agatha, Vera, Pepi dan Tery. Keempatnya mepunyai karakter yang unik dan menarik. Yang pasti, tidak berdasarkan kepintaran, kecantikan, apalagi kekayaan, tapi berdasarkan rasa persahabatan yang kental. Dalam grup ini, ada Agatha yang pintar dan jago menang dalam hampir setiap kejuaraan, ada pepy yang tajir dan bermobil, ada Tery yang cantik dan langsing, dan ada Vera yang hobi selingkuh alias playgirl. Sebuah grup yang komplit.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam bab pertama diceritakan Vera naksir cowok yang tak lain adalah tetangga barunya. Cowok ini tampan dan memikat, tapi sayang angkuh. Setiap kali Vera melemparkan senyum selalu saja dikacangin.  Karena gerah, ia ceritakan hal ini pada ketiga teman imut tapi amit-amitnya. Rasa penasaran membuat ketiganya melakukan investigasi. Ketiganya pergi ke rumah Vera. Dan ternyata apa yang terjadi? Ternyata cowok itu buta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam bab ketiga dikisahkan kendaraan Tery mogok. Hal ini membuatnya terpaksa naik angkot untuk pergi ke sekolah. Pengalaman naik angkot jarang sekali ia alami. Otomatis ada rasa gerah dan canggung menyelimutinya. Rasa takut yang berlebihan membuat ia menjustifikasi teman seperjalanannya. Ia berkesimpulan lelaki asing di sebelahnya adalah copet, hanya semata karena tampang lelaki itu  jelek, kumuh dan berjerawat. Walhasil, sepanjang perjalanan ia memasang muka antipati meskipun lelaki itu bersikap sangat ramah dan sopan terhadapnya. Turun dari angkot, Tery histeris. Dompetnya hilang. Kontan saja, ia menuduh lelaki asing itulah yang mengambilnya. Namun, apa yang terjadi kemudian? Justru, lelaki itulah yang dengan susah payah mengembalikan dompet Tery yang terjatuh sewaktu hendak turun dari mobil angkot dalam keadaan utuh. Rasa bersalah menguasai hati Tery.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam bab kesebelas dituturkan Agatha mendapat serangan teror. Teror ini dilakukan by phone. Jelas Agatha kebingungan plus kelimpungan. Bagaimana tidak, cewek dalam telpon itu mengatainya gendut, jelek, dan goblok. Benar sih, tubuh Agatha agak melar, tapi Agatha pintar kok. Lagipula, Agatha merasa tak pernah bikin masalah dengan sesiapapun. Agatha berusaha selalu baik dengan semua orang. Lalu bagaimana teror itu bisa muncul? Jawabannya masih tak jauh-jauh dengan urusan tampang. Pelakunya adalah seorang gadis super cantik dan super langsing yang merasa terganggu dan cemburu atas kedekatan Agatha dengan Dio si cowok idola. Cewek itu beropini, Agatha yang secara fisik jauh dibawahnya itu tak pantas berdekatan atau pacaran dengan Dio. Dia merasa dialah yang pantas karena secara fisik ia sempurna. Agatha menjadi kesal plus kasihan sesudahnya dan berkata: gue nggak sudi harus berantem gara-gara cowok. Sana ambil tuh, kalo Dio mau sama elu!. Agathapun berlalu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Masih banyak lagi sketsa-sketsa makna yang terkandung dalam tiap bab buku ini. Dan tetap tak jauh-jauh dari urusan tampang. Seolah-olah buku ini hendak berkata dont judge the book from the cover!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Malang, 18 Juni 2011&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kunthi Hastorini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-3958239244055210460?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/3958239244055210460/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=3958239244055210460" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/3958239244055210460?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/3958239244055210460?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2011/06/ada-apa-dengan-tampang.html" title="Resensi Buku: Ada Apa Dengan Tampang (Indari Mastuti)" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUEAQX49eCp7ImA9WhZbFEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-922502905548689511</id><published>2011-06-19T15:53:00.001+07:00</published><updated>2011-06-19T15:54:00.060+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-19T15:54:00.060+07:00</app:edited><title>Gendut, Siapa Takut?</title><content type="html">Judul             : Gendut, Siapa Takut?&lt;br /&gt;Penulis          : Indari Mastuti&lt;br /&gt;Editor           : A. Ariobimo Nusantara&lt;br /&gt;Asisten Editor : Mira Rainayati&lt;br /&gt;Penata Isi      : Suwarto&lt;br /&gt;Isi                : 104 Hal, 13 x 19,5 cm&lt;br /&gt;Penerbit        : PT. Grasindo, Jakarta, 2005&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Resensi:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Mama!” Teriak Agatha keras, tergopoh-gopoh Mama keluar dari kamar begitu pula Ega yang sedang mandi dengan hanya memakai seutas handuk menghampiri Agatha.&lt;br /&gt;“Ada apa, ada apa?” tanya Mama dan Ega berbarengan.&lt;br /&gt;“Aduh Ma, ini gawat! Agatha naik 4 kilo. Oh, tidak!” Teriak Agatha setengah histeris.  Ega langsung berjingkrak-jingkrak senang, sedangkan Mama setengah mengiba.&lt;br /&gt;“Ah sayang, sampai separah itukah?” Ujar Ega sedikit melecehkan.  Agatha geram, lalu dibantingnya timbangan… brak…&lt;br /&gt;Sekelumit dialog dari salah satu kumpulan cerita pendek buku “Gendut, Siapa Takut?” ini rasanya hampir semua orang merasakan.  Terutama para remaja yang mulai memperhatikan penampilannya sebagai modal utama untuk gaul. &lt;br /&gt;Agatha sebagai tokoh utama dari setiap judul menyajikan kisah-kisah pendek dan menarik ketika dia harus berhadapan dengan berbagai kasus.  Saat Agatha berhadapan dengan  perusak tanaman kesayangannya dijudul ayam tetangga betapa kesal dan kacau pikirannya.  Sampai proses menyelidik dan mencari solusinya.  Lalu ketika Agatha mendapatkan teman baru bernama Cersy yang cantik setengah mati, membuat banyak teman-temannya menyukainya dan membuat hatinya iri. Sehingga muncul sikap memusuhi pada Cersy dengan tujuan agar dia bisa keluar dari sekolahnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kegokilan Agatha yang ceria, spontan dan jail makin terasa setelah menjelajah dari satu cerita menuju cerita yang lain.  Khas anak remaja dalam melewati persoalan hari-harinya dengan Ega sang Kakak yang demen becanda, dan geng “imut-imut tapi amit-amit” sebagai juru supporter saat Agatha berhadapan dengan masalah-masalahnya.  Ini menarik untuk dibaca oleh remaja juga orang tua, karena cerita-ceritanya riang, ringan, mengelitik. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ima Emaknya Alif&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-922502905548689511?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/922502905548689511/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=922502905548689511" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/922502905548689511?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/922502905548689511?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2011/06/gendut-siapa-takut.html" title="Gendut, Siapa Takut?" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUEFQHc9fSp7ImA9WhZbFEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-2035760999471129967</id><published>2011-06-19T15:52:00.002+07:00</published><updated>2011-06-19T15:53:31.965+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-19T15:53:31.965+07:00</app:edited><title>“Anak kos lebay”</title><content type="html">Judul               : “Anak kos lebay”&lt;br /&gt;Penulis            : Bobby Hardika&lt;br /&gt;Penerbit          : Pustaka Rama&lt;br /&gt;Cetakan          : Tahun 2011&lt;br /&gt;Tebal               : 222 halaman&lt;br /&gt;Harga Normal: Rp. 29.000,00&lt;br /&gt;Harga On line: Rp. 24.650,00&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buku ini cukup menghibur dan informatif untuk kalangan anak muda, khususnya mahasiswa yang kos. Cukup banyak mahasiswa luar daerah yang ngekos di Bandung, untuk kepentingan studi di perguruan tinggi yang memang mereka pilih dan berhasil lulus dari penyeleksian. Salah satunya adalah Bobby Hardika, sang penulis buku “Anak kos lebay”. Isi buku ini menceritakan berbagai pengalaman sang penulis dan dua orang temannya (Viktor dan Deni) yang asli dari kota Medan, saat kos di Bandung di tahun pertama kuliahnya.&lt;br /&gt;Mulai dari sekelumit tentang Bobby dan cerita kedatangannya di kota Bandung, halaman pertama, ‘Nyasar di Bandung’. Di awali dengan ketidakpercayaan Bobby bahwa dia ternyata diterima di salah satu perguruan tinggi di Bandung. Orangtuanya tak terlalu khawatir melepas keberangkatannya ke Bandung. Padahal Bobby ingin sedikit ada moment dramatis kala orangtuanya melepas pergi anak laki-lakinya ke kota lain yang berbeda pulau. Akhirnya Bobby ditemani sang Ayah hingga sampai ke daerah Bandung Selatan, tentu saja perjalanan dimulai dengan naik pesawat terbang dari Medan menuju di Jakarta terlebih dahulu. Sesampainya di Jakarta, mereka menggunakan jasa travel menuju Bandung. Di tengah perjalanan, Ayah Bobby minta berhenti karena perut sudah keroncongan dan memutuskan untuk mencari tempat makan. Setelah makan, mereka bingung memilih sarana apa yang bisa dinaiki untuk melanjutkan perjalanan ke tempat yang mereka tuju. Karena di daerah tempat mereka berhenti banyak sekali delman, berwisatalah mereka dengan delman hingga sampai di Bale Endah.&lt;br /&gt;Ayah Bobby kembali ke Medan setelah segala urusan pendaftaran kuliah selesai, dan Petualangan Anak Kos Lebay dimulai. Ayah Bobby sangat menekankan Bobby untuk serius kuliah, dan harus menunda pacaran. Ekspresi Bobby mendengar nasehat beliau yang Bobby tuangkan dalam kata-kata secara berlebihan alias lebay di buku ini, sesuai dengan judul bukunya. Gaya lebay khas anak alay. Petualangan dimulai saat awal ospek di kampus bersama Viktor dan Deni, teman sekosnya. Ospek dengan segala lika-liku tugas-tugas yang aneh, juga peraturan-peraturan dari senior yang banyak dikeluhkan Bobby dan teman-temannya. Bumbu obrolan lucu mengundang tawa mulai menghiasi halaman buku ini. Di sela-sela lelahnya ospek, Bobby dipertemukan dengan seorang calon mahasiswi bernama Diana. Ini merupakan hawa segar baginya. Apakah Bobby akhirnya berpacaran dengannya? Silahkan baca saja kisahnya.&lt;br /&gt;‘Capeknya ospek’ ada di halaman berikutnya, kemudian akibat dijemur di bawah sinar matahari, kulit Bobby dan Deni menghitam seperti ‘Kulit hitam ala Nigeria’. Di halaman buku yang membahas tentang perubahan signifikan kulit mereka itu, diceritakan pula bagaimana Bobby dan melakukan ritual rutin untuk mengembalikan kecantikan kulit mereka seperti sedia kala. Viktor dapat dengan sepuasnya mengejek mereka, karena Viktor memang sudah dari orok begitu hitam warna kulitnya. Setelah membahas warna kulit, cerita beralih ke ‘Makanan Ala Kostan’. Mulai dari ikan lele, ayam bakar Kemarsam yang dimasak sendiri oleh mereka bertiga dengan kepala koki Deni, nasi goreng yang lewat depan kostan mereka.&lt;br /&gt;Tiga bulan berjalan, perubahan fisik Bobby tampak banyak perubahan. Perutnya membuncit padahal waktu pertama kali datang di Bandung, tubuhnya kurus. Mungkin pengaruh dari makanan di Bandung yang nikmat nan murah. Saat liburan kuliah tiba, Bobby terpaksa harus berlebaran di Jakarta, di tempat tinggal Om nya karena sang Ayah melarangnya pulang ke Medan. Untuk pertama kalinya Bobby berlebaran di Jakarta. Semua hal yang dialaminya di sana ada di ‘Lebaran di Jakarta’. Bobby sesungguhnya ingin sekali merasakan keharuan lebaran saat bermaaf-maafan terucap. Tetapi saat sang Ibu meneleponnya dari Medan, yang ada hanya Ibu yang kangen pada ibunya (nenek Bobby). Mereka mengobrol lama di telepon, Bobby tak terlalu dikangeni. Dua minggu Bobby di Jakarta, dan setelah itu memutuskan kembali ke Bandung. Dalam hatinya bertekad untuk mengecilkan bagian perut dan berharap bisa berbentuk six pack.&lt;br /&gt;Keinginan untuk kurus lagi disambut baik oleh Viktor dan Deni. Mereka memutuskan untuk segera membeli sebuah barbel. Tak berpikir lama, mereka bertiga menuju BIP (salah satu mal besar di Bandung) menggunakan angkot. Sesampai di sana, Viktor dan Deni langsung mencari barbel, sementara Bobby terdampar di toko buku dan melihat-lihat komik. Diselingi canda sambil memilih barbel, akhirnya mereka jadi membeli. Setelah pencarian barbel selesai, mereka pulang ke kostan dengan taksi. Obrolan dengan supir taksi mengundang kegelian, karena di halaman ini diberi judul ‘Taksi SARITEM’. Sekedar informasi, SARITEM adalah salah satu tempat/kompleks prostitusi terkenal di Bandung, mirip Dolly yang ada di Surabaya.&lt;br /&gt;‘Program kurus dan Six Pack’ dimulai Bobby dan Deni. Apakah berhasil atau tidak? Yang jelas ada hal-hal yang membuat Bobby tersiksa dan menjadi bahan ejekan teman kostnya. Kembali ke seorang mahasiswi yang ditemui Bobby saat ospek, Diana. Ternyata Bobby tak bisa mendapatkan hatinya. Semuanya dicurahkan dengan nada kocak di ‘Gue dan Diana berakhir’, hingga tetap terngiang apa kata-kata Ayah Bobby di awal hari Bobby tiba di Bandung.&lt;br /&gt;Menjelang pergantian tahun, Bobby menjalani UTS (Ujian Tidak Serius) yang sebelumnya dibebani dengan ‘Jadwal tambahan yang menyiksa’. Saat pergantian tahun 2008 menuju 2009 tiba, mereka mengikuti ‘Pesta Tahun Baru’ di Gasibu (sebuah lapangan dekat gedung Sate Bandung). Seperti biasa kemacetan menjadi sebuah hal biasa saat mereka yang merayakan tahun baru tumplek di jalan utama. Bobby dan kedua temannya terjebak di lapangan Tegal Lega sebelum sampai di Gasibu.&lt;br /&gt;Bobby mulai merasakan sulitnya berbahasa Sunda, mengingat dia asli Medan. Kalaupun diuji coba berkata sepatah atau tiga patah kata, tetap saja logat Medan yang terdengar. Semuanya Bobby ceritakan di ‘Sulitnya berbahasa Sunda’. Anda akan dibuat tertawa dengan bahasan antara kata “teuing” dan “ikan teri”. Tidak ada hubungannya, tapi coba cerna dengan indah di halaman ini.&lt;br /&gt;Bobby merasakan sebuah kejenuhan mengikuti perkuliahan di kampusnya. Dalam penggalan ‘Kuliah menjenuhkan’, Bobby pun menceritakan bahwa dia akan mendapat liburan UAS (Ujian Agak Serius) selama dua minggu. Tanpa disangka, Ayahnya mengijinkannya untuk pulang ke Medan. Seluruh biaya akomodasi keberangkatannya seperti biasa, Ayahnya yang atur. Begitu pun setiap bulannya untuk keperluan sehari-hari Bobby. Ayahnya rutin mengirimi uang. Saat UAS telah dekat, ‘Mati lampu’ membuat mood Bobby dan temannya terganggu. Bobby menemukan fakta, ternyata saat mati lampu, suasana Bandung dengan Medan tak ada bedanya. Di halaman ini, Bobby membandingkan kejadian yang dialaminya saat mati lampu seperti di Medan. Beres dengan urusan UAS, mereka bertiga bersiap pulang kampung. Mengepak semua barang bawaan dan pesanan oleh-oleh Bandung untuk keluarga di sana. Berangkatlah mereka dengan pesawat terbang. Diselingi perbincangan dan jahilnya mereka menggoda resepsionis bandara. Akhirnya sampailah Bobby di Medan, dan sang Ayah terheran-heran melihat bentuk tubuh Bobby yang menjadi melar. Bobby menyalahkan kota Bandung tentang kegendutannya. Bobby sangat menikmati liburan di Medan walau matinya lampu juga dia temui di sana, bahkan rutin.&lt;br /&gt;Diana tinggal kenangan, tapi Bobby memang beruntung bisa berkenalan dengan seseorang yang asing di bis yang dia naiki. ‘Siapakah Nadia?’ ini menceritakan kejadian perkenalan Bobby dengan penumpang yang duduk di sebelahnya. Nadia pun bersandar tanpa sadar di pundak Bobby, hingga membuat Bobby terlena namun tetap sigap. Siapa sangka dia menyamar menjadi gadis manis anak Siantar padahal mungkin seorang penipu. Prasangka buruk bobby tak terbukti. Nadia turun lebih dulu daripada Bobby dan dompetnya aman.&lt;br /&gt;‘Danau Toba, Awesome!’ menceritakan segala yang Bobby lihat sesampainya dia di Balige. Dia berkunjung ke tempat tinggal Ayahnya. Ibu dan Ayah Bobby tinggal terpisah. Bobby pun hanya sebentar berada di Medan hingga tiba ‘waktunya berpisah’ dengan kampung halaman. Bobby kembali menuju Bandung. Bobby kembali mengikuti perkuliahan dan cerita Bobby menjadi mak comlang untuk Mia teman sekelasnya dengan Joko, ada di halaman ‘Hari pertama semester dua’.&lt;br /&gt;Musim penghujan mewarnai cerita di buku ini. Semuanya hadir di halaman yang berjudul ‘Kontrakan atau Kebun binatang’. Banjir, laron-laron,lintah, siput dan kodok menjadi hal yang dramatis saat hujan turun. Mereka menghajar seluruh “pendatang” kostan dengan candaan kejam. Kemudian ‘Curhatan Tukang Nasi Goreng’ pun dihadirkan di buku ini. Tukang nasi goreng menggunakan modus curhat bahwa istrinya sakit agar Bobby memberikan dengan rela uang kembalian yang menjadi uang terakhir yang dimiliki Bobby kala itu. Bobby pun mencurigai setiap curahan hatinya itu hanya fiktif belaka. Hal ini terbukti saat Bobby membeli nasi gorengnya dan si tukang nasi goreng selalu curhat tentang istrinya. Ini dan itu. Bobby mengaitkannya dengan sebuah kebohongan. Bobby mencontohkan jika kebohongan si tukang nasi goreng dibuat menjadi sebuah buku, dan buku itu laku keras, maka dia akan terkenal. Tidak akan jadi tukang nasi goreng lagi, lain hal dengan Bobby yang masih tetap berstatus mahasiswa.&lt;br /&gt;Jarak satu bulan sejak Bobby meninggalkan kota Medan, dia mulai merasakan homesick karena mendengar Deni yang sering ditelepon ibunya, juga Viktor yang sering ditelepon pacarnya. Bobby menyesalkan orangtuanya tak pernah berlama-lama bicara di telepon. Namun kala itu, telepon dari ibunya membuat Bobby sedikit mengeluarkan airmata. Terlihat jelas bagaimana sebenarnya Bobby yang sebenarnya berperasaan dan tetap lebay. Terjadi perdebatan aneh saat temannya melihat sesuatu membasahi matanya. Bobby merasa berbagai masalah selalu menghampirinya. Diantarnya, sang Ayah yang telat mengirim uang, kabar dari adiknya di Medan bahwa orangtuany sering bertengkar. Adiknya memutuskan kabur, tepatnya kesasar entah kemana. Diantara konflik, ulah adiknya menjadi bumbu canda yang menghibur. Masalah dapat Bobby atasi dan dia bersenang-senang di Dufan bersama teman-teman kuliahnya. Di bagian akhir buku ini diceritakan bahwa Bobby batal pulang ke kampung halaman karena harus mengikuti Semester Pendek, senasib dengan Deni. Berbeda dengan Viktor yang sangat menikmati liburannya. Buku ini sangat ringan dan menghibur. Tidak menutup kemungkinan akan hadir Anak kost lebay session II sebagai kelanjutan kisah Bobby.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selamat membaca dan semoga terhibur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beta Kun Natapradja&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-2035760999471129967?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/2035760999471129967/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=2035760999471129967" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/2035760999471129967?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/2035760999471129967?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2011/06/anak-kos-lebay.html" title="“Anak kos lebay”" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUICRnk7cCp7ImA9WhZbFEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-5024201802431032543</id><published>2011-06-19T15:52:00.001+07:00</published><updated>2011-06-19T15:52:47.708+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-19T15:52:47.708+07:00</app:edited><title>Tito dan Omelannya</title><content type="html">Judul buku    : Tito dan Omelannya&lt;br /&gt;Penulis          : Fita Chakra&lt;br /&gt;Cetakan        : I, April  2010&lt;br /&gt;Penerbit        : Pustaka Oasis&lt;br /&gt;Tebal              : 24  hal&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pagi ini hujan turun lebat. Tito mengeluh. Seragam sekolahnya jadi basah dan sepatunya  belepotan lumpur. Di sekolah, ketika waktu istirahat tiba, Tito mengeluh lagi. Kata Tito, bekal yang dibawakan  Ibu tidak enak. Siangnya, pas matahari bersinar terik, lagi-lagi Tito mengeluh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tito terheran-heran dengan temannya, Lintang. Lintang menyikapi semua hal tadi dengan cara berbeda. Pantas Lintang selalu tersenyum ceria. Sore hari, Tito kembali bertemu Lintang. Lintang terlihat lelah dan kotor. Wah, ternyata Lintang baru saja selesai membantu ibunya berjualan es. Apakah Lintang  mengeluh? Bagaimana cara Lintang menyikapi semua keadaan hingga ia selalu bisa tersenyum ceria?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buku berilustrasi cantik dan penuh warna ini membawa pesan agar kita pandai bersyukur. Di sisi lain, kita juga diajak berkenalan dengan  ilmu keuangan Islam secara sederhana. Membacanya sangatlah menyenangkan karena kisahnya menarik, kalimat-kalimatnya mudah dimengerti. Ada pula selipan doa dan  ayat Al Quran sebagai pendukung hikmah cerita. Kemasan hard cover pastinya menjadikan buku ini  lebih tahan lama.*** Haya Aliya Zaki&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-5024201802431032543?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/5024201802431032543/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=5024201802431032543" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/5024201802431032543?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/5024201802431032543?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2011/06/tito-dan-omelannya.html" title="Tito dan Omelannya" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUIHRXgzcSp7ImA9WhZbFEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-8404785473557927402</id><published>2011-06-19T15:51:00.000+07:00</published><updated>2011-06-19T15:52:14.689+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-19T15:52:14.689+07:00</app:edited><title>80 Bisnis Sampingan Modal &lt; 5 Juta</title><content type="html">☻ Judul Buku:  80 Bisnis Sampingan Modal &lt; 5 Juta&lt;br /&gt;☻Penulis: Astri Novia &amp; Natar Adri&lt;br /&gt;☻Penerbit: Penebar Plus (Penebar Swadaya Grup)&lt;br /&gt;☻Cetakan: I,Jakarta 2011 &lt;br /&gt;☻ Tebal: 262 Halaman&lt;br /&gt;☻Harga: Rp 39.000&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;            Kebutuhan yang terus meningkat sedangkan penghasilan sebagai karyawan hanya pas-pasan memaksa kita untuk mencari penghasilan tambahan.  Istilah “besar pasak daripada tiang!” sudah menjadi hal yang lumrah bagi mereka yang tidak pandai-pandai mengelola keuangan dan bagi mereka yang tidak jeli melihat peluang disekitar untuk dijadikan sebagai tambahan income.&lt;br /&gt;Sebagai karyawan yang selalu disibukkan dengan aktivitas kantor dapat menambah penghasilan dengan cara memiliki bisnis sampingan.  Dalam buku ini dijelaskan bahwa bisnis  sampingan adalah memulai bisnis baru dengan modal seminim mungkin tetapi berpeluang mendapatkan keuntungan yang cukup menjanjikan.&lt;br /&gt;            Pada bab pertama buku ini dimulai  dengan bahasan “tak perlu bingung memulai bisnis”. Tentu saja untuk memulai bisnis sampingan harus memperhatikan beberapa hal diantaranya kita harus mengembangkan kreativitas sehingga bisnis kita memiliki keunikan dibandingkan bisnis serupa yang sudah ada.  Kesiapan modal kadang menjadi kendala dalam memulai bisnis.  Dalam buku ini diberikan tip bagaimana mengelola gaji menjadi modal bisnis.  Menilik hobi yang diminati sangatlah penting.  Akan lebih baik jika kita memang memiliki minat dibidang yang akan kita jalankan sehingga dari hobi menjadi hoki.&lt;br /&gt;            Pasar itu kejam dan dunia bisnis penuh kompetisi dan kejutan.  Berbagai kesulitan akan bermunculan.  Namun kita perlu menggali terus potensi diri dan diperlukan ide kreatif agar menjadi inovasi yang diminati pasar contohnya; bila kita ingin berjualan pisang goreng, lakukan dengan menambah perbedaan.  Apabila pisang goreng dengan balutan tepung itu sudah biasa, tidak ada salahnya membuat pisang goreng dengan berbagai topping yang lebih menarik disertai penamaan produk yang lebih in misalnya Pisang Goreng Kriuk .&lt;br /&gt;Kesiapan mental harus menjadi faktor yang harus diperhatikan.  Siap gagal? Apakah kita memiliki daya resistensi terhadap stress? Semuanya harus terus dihadapi sambil terus mencoba dan bekerja keras sehingga kita bisa menjadi manusia yang “say no to surrender”.&lt;br /&gt;            Buku ini dilengkapi dengan tips dan info berbisnis seperti tips bagaimana mengasah kreatifitas dan tip mengelola gaji menjadi modal bisnis walaupun didalamnya terdapat point ‘sedekah’ yang statementnya benar namun kurang relevan dalam konteks yang dimaksud.  Terdapat juga ejaan yang masih salah.&lt;br /&gt;            Pada bab akhir buku ini terdapat kisah inspirasi sukses bagaimana mereka yang telah sukses dengan omzet 18 juta hingga 32 juta per bulannya.  Contohnya, siapa yang tidak mengenal wingko babat ? Bisnis yang telah digeluti Chandra sejak tahun 1993 dengan modal yang sangat minim yaitu hanya 20 ribu dan akhirnya sukses dengan omzet 500 ribu per hari dengan strategi bisnis yang dijalankannya.&lt;br /&gt;            Buku ini penting untuk dimiliki bagi mereka yang ingin menjalankan bisnis sampingan. Buku yang   berisi 80 pilihan bisnis sampingan dengan modal kurang dari 5 juta disertai peluang, langkah memulai, hambatan, strategi dan tips bisnis lengkap dengan perhitungan analisis usaha.&lt;br /&gt;            Jadi, tingal pilih apakah anda mau memilih bisnis bros cantik dengan keuntungan 1 jutaan, bisnis lolychoco dengan keuntungan 2 jutaan atau bisnis blog/website dengan keuntungan 3 jutaan, atau bisnis sampingan lainnya? Tinggal pilih dan siapkah anda memulai berbisnis sampingan ? (Sri Marini)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-8404785473557927402?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/8404785473557927402/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=8404785473557927402" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/8404785473557927402?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/8404785473557927402?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2011/06/80-bisnis-sampingan-modal-5-juta.html" title="80 Bisnis Sampingan Modal &lt; 5 Juta" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMNRH0yeip7ImA9WhZbFEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-7325595007019828056</id><published>2011-06-19T15:49:00.000+07:00</published><updated>2011-06-19T15:51:35.392+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-19T15:51:35.392+07:00</app:edited><title>Resensi LUCKY BACKPACKER</title><content type="html">Judul Buku      : Lucky Backpaker&lt;br /&gt;Penulis          Astri Novia&lt;br /&gt;Cetakan           : Cetakan I, Januari 2011&lt;br /&gt;Penerbit           : Imania, Depok&lt;br /&gt;Ukuran/Hal     : 13 x 20,5 cm/320 hal&lt;br /&gt;Harga : Rp.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Resensi:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat membuka plastik pengaman buku rasanya senang sekali, lembaran isi jenis kertas buram membuat berat buku ini enteng di tangan.  Selain itu karena warna dasar lembaran redup matapun terasa lebih adem.  Dulu beres kuliah awal tahun 2000-an impian saya satu, ingin keluar Bandung dengan melakukan perjalanan menikmati beragam kota seorang diri.  Tapi impian itu tidak pernah diwujudkan karena beberapa hal.  Lalu kemudian harus merasa cukup beruntung bisa merkunjung ke beberapa kota di Jawa karena terlibat pertunjukan kelompok teater.  Kini melakukan perjalanan (travel) dengan modal minim menjadi tren, namanya Backpaker.  Traveler mengandalkan biaya minim dan perlengkapan seperlunya namun bisa menikmati perjalanan yang maksimal.  Kini beberapa pengalaman para backpaker yang dibukukan, panduan perjalanan dan peta kota menjamur dimana-mana. Cara ini menambah minat para pecinta travel sebagai gaya hidup yang menyenangkan.  “Work Hard Play Hard”, begitu kata Andre Beau seorang teman yang dikunjungi dan sekaligus jadi guide dadakan Novia Savitri di Paris.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rasanya tepat sekali memutuskan judul buku ini “Lucky Backpaker”, karena Novia sangat beruntung memiliki banyak teman di belahan Negara Eropa yang mendukung proses perjalananya lebih menarik.  Ketika berencana datang ke berbagai Negara Eropa, dia sudah menghubungi teman-teman di Negara tersebut sebagai tempat berkunjung dan menginap.  Alhasil melalui kehangatan teman-teman inilah Novia dapat ditemani diperkenalkan setiap sisi kota, baik makanan, tradisi, nonton festival musik, bangunan tua, sistem fasilitas publik yang nyaman dan beragam lainnya yang menarik untuk dinikmati.  Persahabatan antar Negara memperluas sudut pandang hidup kita pada hidup yang beragam.  Seperti saat bertemu dengan pasangan Cloe dan Gabriel dimana mereka merasa kikuk pada Novia sebagai orang timur dan muslim karena harus melihat mereka tinggal bersama. Novia mengatakan bahwa perbedaan tidak menghalangi pertemanan, kita ambil yang baiknya saja untuk bisa berjalan berdampingan.  . &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Isi cerita dituturkan dengan nyaman melalui bahasa dialog dan kita mampu merekam kehangatannya. Setiap paragraph dari isi buku ini banyak informasi, pencerahan dan energi  yang ditawarkan.  Perjalanan selalu membuka jendela dunia, pertemuan dengan beragam situasi yang baru selalu membuat kita belajar dan mempelajari banyak hal.  Bahkan saya cukup sering membaca ulang ke beberapa lembar halaman ke depan agar dipastikan informasi dari cerita tidak ada yang terlewat.   Kita sebagai pembaca seperti ikut terlibat dalam perjalanan tersebut.  Kota-kota, jalanan, bangunan tua yang terawat, musium yang dikunjungi seolah terhampar didepan mata.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Travel tidak mungkin lepas dari menikmati ragam makanan khas di tempat yang kita kunjungi.  Seperti halnya Novia saat menceritakan situasi Belgia yang dingin dan minuman dark chocolate menjadi satu kesatuan yang pas.  Lidah terasa ikut merasakan ketika mereka meneguk minuman dark chocolate panas, begitu juga ketika melahap cannellones di Spanyol.  Hal yang menarik dari setiap kunjungan, tuan rumah selalu menyiapkan masakan rumah sambil berbagi cerita.  Dalam buku ini diselipkan juga oleh-oleh menarik bagi para pembaca yaitu resep makanan khas tiap daerah, bagi yang suka bereksperimen resep ini menarik untuk dicoba.  What a wonderful days! &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buku ini wajib dibaca bagi pecinta travel, maupun orang-orang yang ingin mengetahui dunia luar karena memberikan banyak informasi yang menarik.  Selain kita bisa mengetahui tempat-tempat yang berbeda dengan negeri kita, kitapun bisa belajar pola hidup disiplin mereka.  Disiplin pada tempat naik turun penumpang, jam kerja bahkan disiplin pada jam makan dan banyak lagi.  Seperti halnya keramahan dan kedekatan keluarga Lien di Belgia saat menerima Novita, gambaran situasi yang menarik meskipun berbeda dari semua sisi.  Perbedaan memang menciptakan keindahan, tergantung bagaimana kita menyikapinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ima. Bandung, 19 Juni 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-7325595007019828056?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/7325595007019828056/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=7325595007019828056" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/7325595007019828056?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/7325595007019828056?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2011/06/resensi-lucky-backpacker.html" title="Resensi LUCKY BACKPACKER" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkAARns8cSp7ImA9WhZTFEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-5616634927159116480</id><published>2011-03-18T19:18:00.000+07:00</published><updated>2011-03-18T19:19:07.579+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-03-18T19:19:07.579+07:00</app:edited><title>Gudangnya Ibu-Ibu, Grup Ibu-ibu Doyan Nulis ^^</title><content type="html">Perempuan memang diciptakan untuk bisa melakukan banyak hal dalam satu waktu :)&lt;br /&gt;_indari mastuti_&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hemmm....&lt;br /&gt;Disela-sela jadwal penggarapan naskah yang luar biasa serta stress tingkat tinggi mengejar deadline, saya jadi pengen berbagi. Disela-sela hiruk pikuk dunia naskah yang selama 3 tahun ini saya geluti, diam-diam ada rasa syukur yang saya ingin panjatkan pada sang Pencipta diri ini.&lt;br /&gt;Bersyukur...ya, sangat bersyukur!&lt;br /&gt;Saya bersyukur sebab saya tidak sendirian, ada 1.707 ibu yang senantiasa menemani saya dalam komunitas yang sangat saya cintai yaitu grup IBU-IBU DOYAN NULIS. Grup yang lahir pada bulan Mei 2010 ini merupakan grup yang saya ciptakan untuk menjadi wadah para ibu untuk senantiasa produktif walau status resmi yang disandang kebanyakan adalah Ibu Rumah Tangga alias emak-emak biasa :).&lt;br /&gt;Kenapa saya membangun grup ini? Tidak lain karena saya sudah merasakan asyik dan nikmatnya bekerja di rumah namun tetap produktif menulis, sehingga tanpa keluar rumahpun bisa tetap menghasilkan karya ataupun uang. Saya hanya ingin berbagi kesempatan dan cerita renyah tentang asyiknya menjadi penulis. Saya ingin semua ibu yang ada di rumah tetap berpikir maju bahwa rumah adalah tempat yang paling indah untuk melejitkan karir. Karir tetap melejit namun keluarga tetap legit ^^.&lt;br /&gt;Ada suka dukanya mengurus grup tercinta ini, beberapa kali saya ditegur anggota grup karena banyaknya info yang saya kirimkan, menurut mereka itu mengganggu, lantas mereka menyarankan saya memposting informasi di wall grup. Well, maaf ya bu, bukan saya tidak mau memposting informasi di wall, tapi tidak semua ibu mengecek wall grup setiap saat sehingga bisa jadi informasi yang saya sampaikan tidak berguna karena nggak ada yang baca :). So, biasanya saya memberi pilihan pada yang protes, tetap di grup dengan inbox-inbox yang pasti akan muncul atau keluar dari grup jika itu mengganggu. &lt;br /&gt;Kisah seru lainnya adalah ketika saya memposting kebutuhan penulisan, saya akan dibanjiri oleh email para ibu yang berminat dengan informasi tersebut. Bisa 30- 60an ibu yang merespon sehingga sudah dipastikan saya harus sangat ketat menyeleksi pengajuan :(. &lt;br /&gt;Setelah terpilih kandidatnya dan siap melempar pekerjaan, ada juga kisah seru lainnya....ehem ehem ehem, ternyata tidak sedikit yang harus saya kejar-kejar untuk menepati deadline, bahkan beberapa diantaranya bikin saya cenut-cenut karena hampir dikirim bom ama penerbit yang merasa deadline yang kami sepakati ngaco kelas berat hahaha&lt;br /&gt;Saya memahami alasan beberapa ibu yang terpilih menulis tapi tidak tepat deadline, kerapkali keluarga menjadi alasannya. Mulai dari anak yang sakit, diajak suami tugas keluar kota, dan alasan domestik lainnya....kalau udah begitu saya ‘mati gaya’ wong saya juga ibu-ibu rumah tangga biasa, jadi tahu bener hal itu J&lt;br /&gt;Nggak heran dengan kisah seru itu ketika banyak bapak-bapak tanya ini, “Mbak, susah nggak sih ngelola komunitas ibu-ibu?”, saya langsung jawab, “Ternyata susaaaaah jugaaaaaa!” hihihihi&lt;br /&gt;Selain kisah seru yang bikin jantung berdebar, keringat turun deras, dan kepala terasa berat, hal manisnya juga banyak loooooh.&lt;br /&gt;Hal yang paling saya sukai adalah betapa mudahnya saya mendapatkan penulis pada setiap pemesanan penerbit, urusan nyari 60 penulis dalam 1 haripun bukan lagi sesuatu yang sulit. Ini saya alami pada setiap pengerjaan proyek pembuatan buku yang jumlahnya puluhan. Sekali posting informasi, lamaran jadi penulis akan membludak, oooh senangnya...&lt;br /&gt;Hal yang lainnya yang tidak kalah manis adalah saya jadi memiliki segudang sahabat, sahabat yang senasib dan sepenganggungan ...halah lebay. Jujur saya, saya merasa memiliki komunitas yang gue banget, bahkan ketika saya tanya beberapa sahabat yang bergabung dalam grup, merekapun merasakan hal yang sama. So, jangan tanya hebohnya kami ketika sedang kopdar J&lt;br /&gt;Apa lagi yang saya sukai dari grup ini, semua ibu SANGAT CEPAT BELAJAR! Banyak penulis pemula di grup ini, namun jangan tanya masalah produktifitasnya. Okelah di awal menulis kualitasnya tidak begitu bagus, namun seiring jam terbang (dan nggak perlu lama) segala masukan dari editor kami akan cepat dilahap para ibu sehingga mereka cepat banget jadi penulis yang cukup diandalkan..horeee!&lt;br /&gt;Inilah yang membuat saya makin semangat mengelola dan mengembangkan grup ibu-ibu doyan nulis. Grup ini juga yang mengantarkan saya menjadi pemenang Perempuan Inspiratif Nova 2010 dan kantor Indscript Creative didatangi media cetak serta elektronik. Semua karena bisnis saya merupakan bisnis berasal dari seorang ibu, dikembangkan oleh ibu-ibu, dan untuk produktifitas ibu-ibu!&lt;br /&gt;Semoga, Grup Ibu-ibu Doyan Nulis terus berkembang dan terus dapat meningkatkan kualitas serta kuantitas karyanya. Ayo ibu-ibu, SEMANGAT PAGI! ^^&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apa kata para ibu tentang grup Ibu-ibu doyan nulis?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wanita memang diciptakan "hobi bicara". Bahkan, menurut sebuah sumber penelitian sosial, dalam sehari sekitar 5000 kata dianggap normal untuk ibu-ibu. Namun, mengucapkan kata-kata sedemikian banyak akan lebih bermanfaat jika "curhatannya" yang berupa verbal dalam tulisan maupun ucapan mempunyai dampak yang signifikan. Alangkah baiknya jika memberdayakan "hobi bicara" ini dalam tulisan juga. Istilah sharing pengalaman dan ilmu ibu-ibu yang enggak ada sekolahnya, bisa sama disimak dan didiskusikan. Oleh karena itu, saya sangat mendukung aktivitas Ibu-Ibu Doyan Nulis.&lt;br /&gt;(Angy Sonia, 30, Bandung)                                              &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebenarnya sudah dari dulu saya ingin bertemu dengan sebuah komunitas yang menekuni bidang tulis-menulis, tapi tidak ketemu. Kebetulan ada suggestion tentang "Ibu-ibu Doyan Nulis". Wah, dari namanya saja "Doyan nulis", saya langsung senang. Apalagi ada atribut ibu-ibunya. Jadi, klop, deh! Karena secara pribadi saya bisa merasakan apa dan bagaimana dengan dunia ibu-ibu.&lt;br /&gt;Ternyata kesenangan saya tidak hanya berhenti di situ. Meskipun saya tidak merasakan langsung event-event yang diselenggarakan, namun hanya melalui up date- up date yang diterima via dunia maya, saya bisa merasakan sesuatu yang dimiliki Ibu-Ibu Doyan Nulis, tetapi tidak dimiliki oleh komunitas yang lain, yaitu "ketulusan dan ketuntasan". Hal ini terlihat dari setiap kegiatan yang berusaha seminimal mungkin membebani (biaya) para pesertanya. Kemudian, dilanjutkan dengan penyaluran atau pemberian kesempatan bagi peserta yang berpotensi untuk menyalurkan karyanya.  Semangat untuk Ibu-Ibu Doyan Nulis!&lt;br /&gt;(Anik, 29 th, Bali )&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Grup ini membuat saya bersemangat menulis karena saya memperoleh banyak ilmu dari teman-teman sesama anggota.&lt;br /&gt;(Tita, 42, Bandung)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bergabung dengan Ibu-Ibu Doyan Nulis membuat obsesi saya (menjadi penulis) kembali mencuat (setelah cukup lama terkubur oleh berbagai rutinitas harian, bulanan, dan tahunan).&lt;br /&gt;Sekarang saya mulai giat lagi membaca (saya percaya, penulis yang baik - pada umumnya - berasal dari pembaca yang baik. Saya juga mulai menerima terjemahan lagi (setelah berhasil negosiasi dengan pihak sekolah, bahwa saya hanya punya waktu 2 hari per minggu untuk sekolah, atau dengan berat hati saya akan mengundurkan diri dari Kegiatan Belajar Mengajar - KBM).&lt;br /&gt;Saya mulai lagi menulis dengan melayangkan surat-surat panjang kepada sahabat lama melalui FB (via messages). Seorang sahabat lama berkomentar, “Senang sekali kembali berkomunikasi denganmu.” - dulu surat-surat saya biasa disebut "koran”.&lt;br /&gt;Saya terbiasa menulis hal-hal yang menarik hati, yang sedang membebani pikiran saya, pun yang saya lihat, dengar, atau rasakan. Namun sekarang, saya pun memikirkan untuk menulis hal-hal yang berguna untuk pembaca.&lt;br /&gt;Begitu terjemahan selesai, saya berniat menulis untuk kolom khusus di suatu majalah (semoga terlaksana). Nanti saya ceritakan perkembangannya.&lt;br /&gt;(Mieke, 56 tahun, Bandung)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Manfaat secara langsung sih belum begitu berasa. Namun, dengan bergabung di komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis ini saya jadi tahu bahwa siapa pun tidak terbatas usia dan status ibu rumah tangga bisa menghasilkan karya lewat tulisan.&lt;br /&gt;Informasi mengenai pekerjaan penulis pun membuka mata saya bahwa menulis selain sebuah hobi juga dapat dijadikan sebuah pekerjaan yang cukup menyenangkan.&lt;br /&gt;Suatu hari nanti saya pun berharap bisa bergabung lebih eksis dan bisa menghasilkan karya tulis.&lt;br /&gt;(Arie Aleida,  31 tahun, Bekasi)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Grup “Ibu-Ibu Doyan Nulis (meskipun saya belum jadi ibu-ibu) telah ikut membangun atmosfer menulis bagi diriku. Hingga energi menulis tak pernah mampu lari dari diriku.&lt;br /&gt;(Neti Suriana, 26 tahun, Riau)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PS; Ajak ibu-ibu yang lain untuk bergabung dalam grup ya.....Semakin banyak ibu bergabung, semoga semakin jaya ibu-ibu :))&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-5616634927159116480?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/5616634927159116480/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=5616634927159116480" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/5616634927159116480?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/5616634927159116480?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2011/03/gudangnya-ibu-ibu-grup-ibu-ibu-doyan.html" title="Gudangnya Ibu-Ibu, Grup Ibu-ibu Doyan Nulis ^^" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0cBQng4cCp7ImA9Wx9VFk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-7151234044375911875</id><published>2011-02-02T15:14:00.002+07:00</published><updated>2011-02-02T15:24:13.638+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-02-02T15:24:13.638+07:00</app:edited><title>Ngobrol dengan Janin teteh Nanit dan Janin Dede Ammar! ^^</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TUkUBmqh9-I/AAAAAAAAATM/ykbHzH_S_5M/s1600/IMG_0434.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TUkUBmqh9-I/AAAAAAAAATM/ykbHzH_S_5M/s400/IMG_0434.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569004432011687906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak pertama saya lahir -Nanit- saya bahagia luar biasa, mengalahkan kebahagiaan ketika saya akan menikah dengan ayahnya hehehehe...Saking bahagia dan terharunya, selama 4 hari setelah melahirkan Nanit saya didera 'lebay' tingkat tinggi yaitu seringnya memandang Nanit sambil berurai air mata xixxi.&lt;br /&gt;Jujur saja, memiliki anak pada saat itu seperti mimpi ^^, gimana nggak mimpi, wong penjajagan sama ayahnya Nanit aja hanya 2 minggu, 1 minggu kemudian persiapan nikah, dan kemudian setelah menikah Allah langsung menitipkan Nanit dalam rahim saya...Saya kira, saya bakalan telaaaat nikah, bahkan udah siap-siap aja kalo-kalo nggak ada yang mau sama saya hahahaha&lt;br /&gt;Namun, kesukaan saya akan anak dan keinginan saya menjadi seorang ibu telah menjadi salah satu hal yang mengikat kuat dalam pikiran saya. Saya ingin membesarkan seorang anak dengan penuh cinta dan mendidik dengan cara terbaik, melebihi cara orangtua saya membesarkan saya...kok begitu? pastinya setiap orangtua punya cara membesarkan anak dan dalam rekam jejak saya, hal yang positif dalam pendidikan orangtua saya akan ditiru, sedangkan hal yang negatif akan saya ganti dengan sesuatu yang baru.&lt;br /&gt;Well, kemudian pendidikanpun dimulai....&lt;br /&gt;Ketika hamil Nanit, pada usia kehamilan muda yaitu hingga 3 bulan, saya memutuskan keluar kerja. Di awal-awal kehamilan, seperti juga calon ibu yang lain saya didera MABOK BERAT! muntah hingga belasan kali sehari, alhasil, berat badan bukannya naik malah turun :(. Demi rasa cinta pada sang buah hati...cieee....saya keluar kerja! &lt;br /&gt;Keputusan saya untuk keluar kerja adalah pilihan yang terbaik bagi saya. Bukan hanya untuk anak saya, tapi untuk saya sendiri. Bersama janin Nanit, saya terus berkreasi... Maklum saja, seharian di rumah hanya berdua dengan janin Nanit sambil menunggu ayahnya pulang kerja.&lt;br /&gt;Apa yang saya lakukan dengan Janin Nanit pada saat kami hanya berduaan saja di rumah tidak lain adalah mengobrol ^^. Kami mengobrol tentang apa saja, tak sungkan saya mengajak janin Nanit untuk ikut serta dalam kegiatan harian seperti membaca, mengajaknya mandi, memasak, bener-bener mengobrol, seolah-olah janin Nanit sudah ada di hadapan saya :)...Saya begitu percaya bahwa pendidikan anak dimulai sejak dalam kandungan, bukan setelah dia lahir, itu sebabnya ada begitu banyak 'obrolan positif' yang saya lakukan dengannya. Bahkan, panggilan Nanit memang sudah ada jauh-jauh hari sebelum dia lahir. Keluarga dan sahabat sempet protes, kalo bayi saya nanti laki-laki gimana? karena usg tidak 100% tepat. Aaah....saya sudah yakin kalau anak saya perempuan! Dan saya begitu yakin, janin Nanit kelak akan tumbuh seperti yang perjanjian kami saat dalam kandungan..! haaaa...perjanjian? hehehehe&lt;br /&gt;Dengan janin Nanit juga saya bersama-sama membangun Indscript Creative ^^.....So, berapa usia Indscript Creative adalah (usia Nanit + usia Nanit dikandung - 3 bulan)=sekian -males itung ah-&lt;br /&gt;Kegiatan di rumah akhirnya menjadi kegiatan yang juga menyibukkan, bedanya kalo waktu kerja sibuk dengan ngurus perusahaan orang, kalo setelah keluar kerja sibuk membangun perusahaan sendiri. Keterlibatan janin Nanit dalam setiap aktifitas bagi saya adalah satu hal yang mendidik, saya melibatkannya seolah-olah kami adalah patner, bukan saya sendiri yang bekerja/beraktifitas.&lt;br /&gt;Banyak hal ajaib yang saya alami ketika mengandung Nanit, salah satunya adalah dengan keterlibatan dia dalam keseharian salah satunya adalah saya jadi bisa mengatasi semua problem kehamilan. Jika saya sedang kurang mood atau lelah, saya kompromi dengan nanit untuk tetap semangat bersama saya dan saya bisa terus semangat akhirnya. Aktifitas keseharian saya ketika awal-awal membangun Indscript Creative memang sangat sibuk, sehingga membutuhkan semangat yang tiada matinya dan bersama janin Nanitlah saya melakukannya. So, akhirnya tidak ada perubahan antara ketika hamil dan tidak hamil. Saya tetap bisa aktif tanpa hambatan. Makasih teteh Nanit!&lt;br /&gt;Kegiatan mendidik nanit sejak dalam kandungan itu berbuah manis. Sejak Nanit lahir, Nanit bukanlah bayi yang rewel, bahkan jika ada yang nanya, "begadang dong sekarang?" saya dan suami geleng-geleng kepala, pola tidur saya dan suami sejak nanit lahir tidak berubah, kami tidak bangun karena tangisan (karena memang Nanit tidak pernah menangis malam), Nanit hanya beraha ehe minta susu dan kemudian nanit dan saya akan tidur bersama kembali :)&lt;br /&gt;Nanit terus tumbuh menjadi anak persis seperti yang pernah kami 'obrolkan' ^^&lt;br /&gt;Ketika hamil anak kedua, pola pendidikan sejak dalam janinpun saya terapkan. Dan, panggilan dede Ammar melekat sebelum anak kedua saya lahir ^^. Kini, dede Ammar memiliki tipikal bayi seperti kakaknya, teteh nanit...dede Ammar tidak rewel dan membuat orangtuanya begadang, bahkan saudara kami yang menginap di rumah pas pagi-pagi protes "disini ada bayi nggak sih? kok nggak kedengeran nangisnya?" wkwkwk...Terakhir, saya harap dede Ammar akan tumbuh menjadi anak persis seperti yang pernah kami 'obrolkan' juga ^^&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;_catatan ini dibuat disela-sela meeting bisnis cantik via ym_ gegegege&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-7151234044375911875?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/7151234044375911875/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=7151234044375911875" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/7151234044375911875?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/7151234044375911875?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2011/02/ngobrol-dengan-janin-teteh-nanit-dan.html" title="Ngobrol dengan Janin teteh Nanit dan Janin Dede Ammar! ^^" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TUkUBmqh9-I/AAAAAAAAATM/ykbHzH_S_5M/s72-c/IMG_0434.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0EHRX84cSp7ImA9Wx9XEU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-5207020786590866916</id><published>2011-01-04T13:12:00.000+07:00</published><updated>2011-01-04T13:13:54.139+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-01-04T13:13:54.139+07:00</app:edited><title>Undangan Liputan secara terbuka...</title><content type="html">&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;INDSCRIPT CREATIVE&lt;br /&gt;Bisnis Rumahan Seorang Ibu Rumah Tangga untuk Para Ibu Rumah Tangga&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya Indscript Creative didirikan karena keinginan dari calon Ibu yang ingin total bekerja di rumah. Meninggalkan hiruk-pikuk dunia karir demi mengurus keluarga. Berpikir untuk mencari bisnis apa yang bisa dikerjakan di rumah dan sesuai dengan minat yang dimiliki. Kebetulan hobi dan minat menulis mendorongnya untuk menjadikan profesi menulis menjadi sumber penghasilan. Seiring berjalannya waktu, Indscript Creative pun terus berkembang. &lt;br /&gt;Indscript Creative mulai dibangun pada akhir tahun 2007. Ketika pertama kalinya didirikan, fokus pasar Indscript Creative adalah bidang penerbitan. Indscript Creative memosisikan diri sebagai agensi naskah, yaitu menjadi mediator antara penulis dengan penerbit, antara penerbit dengan penulis. Indscript Creative mengemas naskah supaya lebih cantik dan bernilai jual.&lt;br /&gt;Kini, Indscript Creative memiliki 30 klien penerbit, 4 klien korporat, dan 2 klien Institusi pendidikan. Memiliki kerjasama dengan lebih dari 172 penulis, 5 studio gambar, dan telah menetaskan 400 judul buku di pasar bebas.&lt;br /&gt;Yang unik dari bisnis Indscript Creative adalah konsennya menggarap pasar ibu-ibu. Indscript Creative secara berkala melatih para ibu untuk mengembangkan minat dan bakatnya menulis, untuk kemudian menyalurkannya melalui klien-klien yang bergabung dengan Indscript Creative. &lt;br /&gt;Beberapa program yang telah berjalan adalah pelatihan 3 Jam Bisa Menulis untuk Para Ibu yang bekerjasama dengan Rabbani cabang Buah Batu selama 6 Gelombang dan Rabbani, Rawamangun, Jakarta sebanyak 2 gelombang. Selain itu, Indscript Creative menyelenggarakan Pelatihan Menulis Skenario yang bekerjasama dengan TB Gramedia, Merdeka, Bandung. Bahkan, Indscript juga menyelenggarakan pelatihan menulis yang dilakukan menyesuaikan panggilan, misalnya pelatihan menulis untuk para dosen di UNISBA, arisan ibu-ibu, pelatihan menulis untuk anak di panti asuhan,  dan panggilan pelatihan menulis dari SD/TK untuk para guru. Sementara itu, program yang akan diluncurkan oleh Indscript Creative pada awal tahun 2011 ini adalah Kursus Nulis &amp; Bisnis untuk Pemula yang akan dimulai pada 8 Januari 2011. &lt;br /&gt;Kini, Indscript Creative mewadahi grup Ibu-ibu Doyan Nulis yang kini memiliki jumlah anggota sebanyak 1.650 orang. Pada setiap kesempatan penulisan, Indscript Creative lebih memilih menggunakan SDM Ibu Rumah Tangga.&lt;br /&gt;Untuk keunikan dan percepatan bisnis inilah barangkali yang membuat pendiri dan pengelola Indscript Creative terpilih menjadi 1 dari 10 Pemenang Perempuan Inspiratif Nova 2010.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kami mengundang redaksi Anda untuk mampir dan meliput bisnis Indscript Creative. Semoga hasilnya dapat menjadi inspirasi bagi para ibu bahwa ibu rumah tangga bisa mengelola bisnis rumahan dengan baik, tentunya menyesuaikan dengan minat dan bakat yang dimilikinya. Amiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indari Mastuti (Indscript Creative), Jl. PLN Dalam I No.1/203D, Moh. Toha – Bandung. &lt;br /&gt;Telepon: 022-5229415/081321811219, email: indscript.creative@gmail.com, &lt;br /&gt;website: www.indscriptcreative.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-5207020786590866916?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/5207020786590866916/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=5207020786590866916" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/5207020786590866916?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/5207020786590866916?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2011/01/undangan-liputan-secara-terbuka.html" title="Undangan Liputan secara terbuka..." /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkAGRH4zfip7ImA9Wx9QE08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-7409849182490690185</id><published>2010-12-26T08:58:00.001+07:00</published><updated>2010-12-26T08:58:45.086+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-26T08:58:45.086+07:00</app:edited><title>Woman In Biz: Antara Jatuh Bangun, Keluarga, Eksistensi, Uang Belanja, dan Pembagian Waktu (Bagian 3)</title><content type="html">Yuk kita mulai lagi cerita tentang serunya bisnis dan ngurus rumah yang dipadukan dengan harmonis ^^&lt;br /&gt;Saya masih merekam jelas alasan para perempuan Pemenang Inspiratif Nova 2010 yang memilih berbisnis di rumah dan meninggalkan karirnya yang sedang menjulang tinggi. Semuanya nggak jauh-jauh karena ingin mengurus anak dan suami :)&lt;br /&gt;Well ya, gimana nggak betah di rumah kalau setiap detik kita bisa lihat pertumbuhan anak yang kita cintai, kita tidak pernah kehilangan sedikitpun senyuman, tangisan, kenakalan, kegembiraan anak kita…..subhanallah, sungguh menyenangkan!&lt;br /&gt;Pantas saja, sahabat-sahabat saya yang saat ini masih memilih berkarir di luar rumah seringkali merasa sedih ketika ketika saat berpamitan pergi ke kantor akan diiringi jeritan sang buah hati.&lt;br /&gt;“Aku tidak punya pilihan lain, bekerja mengamankan financial keluarga.”&lt;br /&gt;“Kalau saja aku punya bisnis yang bisa dikelola di rumah pasti aku sudah resign sejak lama.”&lt;br /&gt;Heiii, berbisnis bukan masalah kita sudah siap atau tidak, tapi berani atau tidak!&lt;br /&gt;Naskah yang saya kirimkan ke Nova untuk mengikuti Woman In Biz ini sedikit mengulas tentang menjeritnya hampir seluruh anggota keluarga saya, termasuk suami ketika saya memutuskan untuk jadi “Ibu Rumah Tangga Biasa”. Mereka nggak tahu sih di kepala saya sudah banyak program yang akan saya jalankan untuk menjadi “Ibu Rumah Tangga Tidak Biasa” hehehehe&lt;br /&gt;Bisnis Indscript Creative diawali dari hobi menulis, kalau akhirnya membesar, saya tidak berpikir untuk membesarkannya lebih dari saya bayangkan karena lagi-lagi saya harus kembali ke tujuan awal saya membangun bisnis ini, “Bisnis Rumahan/ Bisnis Ibu Rumah Tangga.”&lt;br /&gt;Itu sebabnya saya memilih kembali ke rukan kami, setelah setahun memisahkan antara rumah dan kantor. Saya kan memang Ibu Rumah Tangga biasa, bukan pebisnis ‘beneran” tapi ini bukan berarti bisnis Indscript Creative saya kelola dengan tidak professional loh, hanya saja saya tetap akan berada di jalur awal/tujuan pertama saya membangun bisnis di rumah; saya ingin jadi Ibu Rumah Tangga tanpa kehilangan eksistensi saya sebagai perempuan berkarir titik nggak ada koma J&lt;br /&gt;So, kalau melihat dari sini, saya yakin semua ibu di dunia ini bisa kok memulai bisnisnya dari hobi. Kalau ibu hobi nyalon, kenapa nggak bikin salon? Kalau ibu mahir berbahasa asing, kenapa nggak buka kursus bahasa? Kalau ibu suka masak, kenapa nggak bikin warung nasi atau bisnis katering? Kalau ibu pinter dagang, kenapa nggak jadi broker barang dagangan? Hehehe…..semua Ibu kayaknya bisa deh membangun bisnis di rumah sekaligus jadi ibu rumah tangga. Perempuan kan dianugerahi kemampuan yang multi! Iya nggak?:)&lt;br /&gt;Cumaaaaaaaaaaaaaaan….&lt;br /&gt;Ketika akhirnya bisnis Anda berkembang dan terus berkembang jangan terlena ya? Fokus tetap harus tapi siapkan juga keranjang yang lainnya! Bisnis Indscript Creative tidak luput mengalami pasang surut. Saat ini, bisnis sejenis makin menjamur, ini artinya “kue” mulai berbagi dan makin berbagi. So, nggak ada salahnya ketika saya mulai membuat rancangan keranjang yang lain, walau saya harus terus sekuat tenaga secara kreatif membangun Indscript Creative. Bisnis yang saya bangun ini memang membutuhkan sentuhan kreatifitas yang sangaaaaaat tinggi, kalau tidak kreatif pilihan lainnya adalah matiii xixixixi&lt;br /&gt;Keranjang lain yang saya siapkan nggak jauh-jauh dari hobi saya juga J&lt;br /&gt;Hobi saya kan makan dan ngemil niiiih, so, dengan berbekal sumber daya yang sudah ada akhirnya saya membangun INDCAKE di tahun 2009. INDCAKE bergerak di catering dan kue kering. Setelah satu tahun saya jalani ini, Alhamdulillah, sudah ada langganan yang melakukan repeate order berulang, apalagi kalau musim lebaran, penjualan kue kering bisa melonjak tajam. Sudah dua kali lebaran penjualan kue tembus hingga 1000 toples setiap lebaran. Lumayan untuk beli baju lebaran hehehe….dan pada waktu-waktu tertentu langganan memesan catering dan kue kering….Bagi saya bisnis ini bisa menjadi media pembelajaran saya di bidang kuliner selain juga menyalurkan hobi, dooh lagi-lagi hobi :)&lt;br /&gt;Keranjang satunya lagi saya rintis sejak bulan Juni 2010. Bisnis yang saya sebut BISNIS CANTIK ini Alhamdulillah mulai memberikan hasil yang menyenangkan. Hobi saya yang suka banget ‘ngomong’ dan ‘Online” yang membuat bisnis ini berkembang lumayan. Apa sih bisnis cantik? Bisnis cantik adalah bisnis dBCN Oriflame. Well, mungkin sebagian dari Anda akan mengurungkan niat untuk berbisnis ini, selain karena Oriflame yang popular ini terasa pasaran (bayangkan saja, satu kantor yang jualan Oriflame bisa 3 – 5 orang hehehe) juga karena ketika bicara masalah jaringan, maka bulu kuduk akan langsung merinding, “MLM, nggak deh!”&lt;br /&gt;Tapi, saya dapat ‘feel’nya di bisnis cantik ini dengan beberapa alasan:Saya bisa mengelola bisnis ini secara Online, walau tak jarang saya padukan dengan aktifitas Offline seperti mengikuti bazaar, presentasi di acara-acara yang tepat, beauty demo, dllProduk-produk yang dimiliki Oriflame cocok banget dengan kebutuhan saya dan keluarga (so, tinggal mengalihkan merk saja kan? ^^)Saya senang bersosialisasi dan melalui pengembangan jaringan ini, saya yakin akan semakin banyak orang saya kenalDan yang terakhir…..Pengen nambah penghasilan tanpa nambah stress wkwkwkwk…..Saat ini grup Bisnis Cantik saya berjumlah 132 orang, saya sendiri sudah mencapai level manajer 15% dengan penghasilan 1,5 juta/bulan. Hemmmm…makin semangat deh mengembangkan bisnis cantik ini :), saya punya target pencapaian yang harus fantastis dalam bisnis ini. Saya anggap bisnis ini akan menjadi salah satu sumber mata pencaharian Ibu Rumah Tangga tanpa perlu menghabiskan waktu berjam-jam di luar rumah, Online geto loh hehehe&lt;br /&gt;Saya bukan mau pamer penghasilan, kalau di MLM memang penghasilan masing-masing level ketahuan kok hehehe….Saya cuman mau menyampaikan bahwa adalah sesuatu yang penting untuk menyiapkan keranjang lain dalam bisnis kita. FOKUS Penting! KERANJANG lain juga Penting! So, yuk jalankan bisnis apapun dengan serius dan siapkan pengaman ketika satu bisnis kita terpelanting ke tanah ^^&lt;br /&gt;Saat ini, Indscript Creative juga fokus pada pengembangan skill ibu-ibu yang memiliki hobi menulis dan berbisnis. Indscript mewadahi satu grup di Facebook bernama grup ibu-ibu doyan nulis, didirikan pada bulan Mei 2010 dan saat ini sudah memiliki anggota grup sebanyak 1652 orang. Saya kerapkali mengirimkan berbagai informasi terupdate tentang kebutuhan penulis ataupun berbagai pelatihan yang diselenggarakan. Alhamdulillah, respon positif dari para ibu yang bergabung makin menyemangati saya untuk terus menebarkan virus-virus “berkarir di rumah” hehehe, sedangkan untuk satu grup yang berkaitan dengan bisnis masih saya bangun adalah grup ibudoyanbisnisdirumah, awalnya grup ini akan memberikan informasi tentang bisnis-bisnis yang dijalankan oleh para ibu, motivasi, info-info bisnis yang lagi naik daun, sayangnya waktu saya kurang untuk mengasuh grup ini, tapi sesekali ada sih artikel saya kirimkan, jangan marah ya anggota grup ibudoyanbisnisdirumah :)&lt;br /&gt;Satu hal yang tidak kalah penting untuk semua ibu yang akan berbisnis adalah restu suami. Saya yakin tanpa restu suami, sebesar apapun modal yang dimiliki, seterampil apapun Anda mengelola bisnis, dan secantik apapun program yang akan Anda jalankan nggak bakalan berhasil sempurna. Restu suami penting banget, eeekh, saya juga pernah kok menjalankan satu bisnis dan suami tidak merestui secara penuh, hasilnya? Cabeee deeeeh hehehe, so, intinya pengalaman jadi pelajaran penting niiih hehehe&lt;br /&gt;Saya pernah mengundang Ibu Ina Cookies dan Teh Mely Rahardjo dalam kegiatan 3 JAM BISA BERBISNIS untuk para Ibu. Dua perempuan yang hebat mengelola bisnisnya juga mengawali bisnis dengan restu suami….olalalala, restu suami-suami memang penting banget untuk kemajuan para istri-istri wekekekekeke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemmm….udah dulu ah…ntar kita sambung lagi yaaaaaa ^^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-7409849182490690185?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/7409849182490690185/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=7409849182490690185" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/7409849182490690185?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/7409849182490690185?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2010/12/woman-in-biz-antara-jatuh-bangun_26.html" title="Woman In Biz: Antara Jatuh Bangun, Keluarga, Eksistensi, Uang Belanja, dan Pembagian Waktu (Bagian 3)" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUYMRH46eCp7ImA9Wx9QEE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-5951321004377754523</id><published>2010-12-22T20:05:00.000+07:00</published><updated>2010-12-22T20:06:25.010+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-22T20:06:25.010+07:00</app:edited><title>Woman In Biz: Antara Jatuh Bangun, Keluarga, Eksistensi, Uang Belanja, dan Pembagian Waktu (Bagian 2)</title><content type="html">Kita lanjutkan ceritanya yuuuk.. ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terekam jelas pertanyaan mbak Pritta Ghozie,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibu-ibu kalau keuntungan perusahaan sedang menipis atau rugi, ngaruh nggak sih sama uang belanja?" xixixixi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa sih yang paling sulit dilakukan oleh seorang ibu yang juga pebisnis?" hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya lupa siapa yang menjawab, tapi jawabannya tepat banget, "Seorang ibu yang juga berbisnis sulit memisahkan dua keuangan; keuangan bisnis dan keuangan dapur." bener nggak sih? beneeeeeeeeeeeeeer!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya langsung membayangkan apa jadinya usaha yang saya miliki kalau saya nggak didampingi oleh seorang keuangan yang sangat disiplin alias SUAMI saya wkwkwkwk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, saya harus merasa beruntung memiliki suami yang sangat support atas apapun yang saya lakukan ~tentu saja untuk sesuatu yang positif~ bahkan suami memilih keluar kerja dan bersama-sama membangun bisnis Indscript Creative. Hasilnya? saya yakin tanpa bantuannya dalam mengelola keuangan perusahaan, usaha saya ini akan bocor dimana-mana. Suami saya paling disiplin memisahkan antara kebutuhan rumah dan bisnis, nggak ada deh istilah -nyoceng atau nyerempet- antara keduanya. Dalam kurun waktu 2 tahun bergabung di Indscript Creative (1 Tahun sebelumnya saya mengelola sendirian), beliau berhasil mengumpulkan aset perusahaan dengan baik. Bayangkan kalau saya yang megang keuangan. Shoppaholic saya bisa merajalela wkwkwkwk....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi perusahaan yang memburukpun, suami saya tetap menjadi seorang patner yang luar biasa! Dia berhasil mengemas keuangan dalam kondisi limit untuk tetap survive, lebih hebat lagi dalam kondisi keuangan yang sangat baik, suami saya tidak pernah 'berlebihan' dalam soal pengeluaran uang.  Ini yang saya namakan bahwa suami istri adalah patner bisnis, sahabat, dan penyempurna hidup hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, sepanjang workshop bersama mbak Pritta Ghozie yang luar biasa itu, saya rasanya kangen dengan suami yang piawai banget dengan urusan Financial Check Up, Inspection Of Billing Statement, dan Inspect Financial Document ^^...Jadi kurang 'ngeh' untuk belajar masalah itu karena merasa udah ada yang membantu melakukannya hehehe.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sesi bersama Bu Rieny Hasan, kami semua diajarkan untuk tidak bergantung pada suami. Woaaaaaaaaaa.....Heeeef, jujur saja, sejak menikah, ketergantungan saya pada suami cukup dan sangaaaat tinggi! :((&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bu Rieny Hasan mengatakan ketergantungan pada suami hanya membuat dunia kiamat ketika ada apa-apa antara kita dan suami...iiiih amit-amit aaaah :((&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari Jakarta, saya menceeritakan tentang rasa ' ketergantungan' ini pada suami, suami saya hanya ehem-ehem aja hehehe...Tapi, lantas kami melakukan diskusi yang hangat tentang masalah ini. Sebetulnya ketergantungan ini karena memang saya yang malas bukan karena suami tidak membagi ilmunya. Kadang saya menolak untuk diberitahukan sesuatu yang penting seperti misalnya no pw atm saya hahahaha...Busyet ATM aja saya nggak tahu no pwnya hahahaha. Itulah yang dinamakan ketergantungan yang 'berkepanjangan' wkwkwkwkwk...So, jangan tanya kalo ada sesuatu yang urgent, saya bakalan pontang panting telpon suami ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waaah nampaknya mulai saat ini saya bakalan harus kembali mandiri dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengingat dimana adanya dokumen-dokumen penting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Belajar tentang pembukuan bisnis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Merekam pw-pw penting xixixi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. dan banyaaaaaaaak lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;weleh-weleh, siap-siap ngerecokin suami untuk transfer ilmu...hihihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ya memang kadang susah juga siiih, bicara masalah PEMBAGIAN WAKTU antara bisnis dan keluarga bikin mpot-mpotan apalagi kalo nggak ada 'asisten rumah tangga' makanya hal-hal rumit di kantor malas saya pelajari, toh ada suami ini hahaha...Sejak bayi, putri kecil saya harus ikut kemanapun saya pergi. Lebih lucu lagi ketika Nanit masih ngASI, kalo ada tamu ke kantor sebentar-sebentar saya minta izin ke tamu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya tinggal sebentar ya, anak saya haus." :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung saja, semua tamu pengertiaaaaan sekali....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi yang lebih lucu, ketika Indscript Creative masih memiliki segelintir karyawan dan semuanya perempuan, saya memilih berseksi-seksi ria demi kemudahan menyusui Nanit, bahkan stroller Nanit ditaruh di pinggir meja kerja sehingga kalau dia mulai gelisah saya dengan mudah bisa menyusuinya....oooooh, kehidupan yang luar biasa! xixixi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin lama, Indscript Creative makin berkembang. Satu persatu penambahan karyawan dilakukan, hingga rukan (rumah kantor) terasa sesak. Awal tahun 2010 kami sekeluarga memilih untuk pindah dari rukan dan menjadikan rukan benar-benar menjadi kantor. Suami memutuskan mengontrak satu rumah untuk tinggal...Waktu berjalan, satu bulan, dua bulan, tiga bulan....heeeem.....ada yang hilang dari diri ini! menyeruak rasa bersalah di dada. "Kenapa saya harus berpisah dengan Nanit pada jam kerja, bukankah awal saya mendirikan Indscript Creative adalah karena saya tidak ingin kehilangan sedikitpun waktu bersama anak saya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kembali meneguhkan keyakinan mengenai hal ini dan bulatlah tekad saya dan suami untuk kembali ke rumah kami, rumah kantor kami....see, sekarang saya bekerja persis bersebelahan dengan ruang bermain Nanit. Saya merasa bekerja di sebuah playgroup hehehe....Tapi, sungguh saya sangat menikmatinya! Bagi saya, dua dunia yang berbeda ini ~bisnis dan keluarga~ adalah suatu seni yang romantis jika dipadukan hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap hari adalah belajar! Saya mendapatkan beragam inspirasi dari berbagai persoalan yang datang. Saya menemukan banyak ilmu dari persoalan di masa lalu sehingga akan lebih mudah untuk menyelesaikan persoalan di kemudian hari." -Indari Mastuti-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Bersambung~&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-5951321004377754523?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/5951321004377754523/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=5951321004377754523" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/5951321004377754523?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/5951321004377754523?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2010/12/woman-in-biz-antara-jatuh-bangun_22.html" title="Woman In Biz: Antara Jatuh Bangun, Keluarga, Eksistensi, Uang Belanja, dan Pembagian Waktu (Bagian 2)" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0EGRXo_eSp7ImA9Wx9RGUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-8605651579202394199</id><published>2010-12-22T08:21:00.001+07:00</published><updated>2010-12-22T08:33:44.441+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-22T08:33:44.441+07:00</app:edited><title>Woman In Biz: Antara Jatuh Bangun, Keluarga, Eksistensi, Uang Belanja, dan Pembagian Waktu (Bagian 1)</title><content type="html">Lagi-lagi ini adalah oleh-oleh yang saya bawa selama bersama 9 Perempuan Inspiratif Nova 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami semua kebetulan bergender perempuan, ya iyalah hehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya diliputi rasa bangga dan bahagia ketika bertemu dengan mereka. Diam-diam saya berjanji tidak akan secuilpun kisah kami akan dilewatkan dalam sebuah catatan dan rekaman di kepala, saya yakin ke9 perempuan itu punya banyak kisah yang akan menginspirasi semua perempuan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan pertama yang saya tangkap pada pertemuan kami adalah "Ow, mereka sangat hebat mengelola bisnisnya!" HARUS BELAJAR dan HARUS CURI ILMU! Kadang-kadang seperti berada diantara gajah, sedangkan bisnis yang saya kelola masih sebesar semut :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, diam-diam saya juga berpikir bahwa mungkin saja kami saling mengagumi satu sama lain, cieee....bukankah memang benar kalo 'rumput tetangga selalu lebih hijau?'? Maka dari itulah kami semua akan berbagi kisah dalam membangun bisnis rumahan kami! ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan, seharusnya memang harus merasa lebih beruntung dibandingkan laki-laki hehehe....maaf ya laki-laki? xixixi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? sebab kami diberikan anugerah untuk menjadi mahluk yang multitalented. Kami bisa kok mengerjakan tiga pekerjaan sekaligus; masak, nyuci piring, sambil ngasuh ^^, kami juga bisa mengerjakan lebih daripada itu; merawat suami yang sakit, menyusui anak, sambil menulis di laptop xixixi...Pokoknya, saya sendiri merasa bahagia dilahirkan sebagai perempuan hehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan, bicara masalah bisnis dan keluarga sebetulnya bukan persoalan mudah, walo ya multitalented itu akan sangat berpengaruh. Bayangkan saja, berbisnis di rumah yang harus dikelola secara profesional dicampur dengan mengurus keluarga yang harus nyaris 24 jam. kebayang nggak sih sibuknya? cieeee, sok sibuk geneh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, berkarir di rumah adalah pilihan yang tepat untuk kami! Kami semua sepakat KELUARGA adalah No.1 walau artinya kami juga harus memikirkan EKSISTENSI kami sendiri yang tak ingin meredup hanya karena urusan dapur, sumur, dan kasur. Inilah latar belakang kami semua melepaskan karir di luar rumah dan kembali stay di rumah....^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, mari kita bicara satu persatu tentang bisnis kami. Membangun bisnis itu bukan persoalan mudah loh, banyak hal yang harus kami kerjakan, perbaiki, alami, dan pahit manis yang harus dilalui. Satu hal yang harus kami miliki adalah MENTAL POSITIF menghadapi berbagai goncangan dalam bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri membangun Indscript Creative dengan kondisi jatuh bangun. Ya, perjalanan tidak selalu mulus, tinggal bagaimana kita menghadapi berbagai gejolak itu. Saya pernah menghadapi limpahan pekerjaan yang membuat keuntungan perusahaan melonjak tajam, tapi di lain waktu saya mengalami turunnya penghasilan yang mengakibatkan kerugian dimana-mana sehingga sebagai pimpinan perusahaan saya harus melakukan banyak perubahan pada kebijakan perusahaan mulai dari efisiensi biaya hingga pengurangan karyawan. Dua hal `pahit manis`yang memang harus dialami oleh semua pemilik perusahaan. Tapi, justru itulah yang membuat kita semakin matang dalam mengelola bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya bertemu dengan kesembilan perempuan inspiratif Nova 2010, saya berpikir bisnis mereka luar biasa, nyaris tanpa hambatan. Ternyata.....ketika kami bersepuluh berada dalam satu meja dan melakukan sharing bisnis, kami semua mengalami JATUH BANGUN yang sama! well....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sepakat Jatuh dan bangun dalam bisnis itu biasa! yang harus tidak biasa adalah cara kami mengelola jatuhnya bisnis kami untuk kembali bangun! sepakatkah dengan Anda, perempuan pebisnis lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pandang kami menghadapi kejatuhan bisnis bukan lagi dengan KEPANIKAN tapi dengan menyiapkan beragam solusi untuk kembali membangunkan bisnis yang dikelola. Penting untuk kami semua, sebagai perempuan yang juga Ibu dan berbisnis untuk memiliki SIKAP MENTAL POSITIF untuk kembali melangkah dan berjuang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Irma, 12 tahun berkarir di RCTI dan memutuskan resign untuk total menjadi ibu dari 2 anak, adapun bisnis MOIS (Family Salon) yang dikelolanya merupakan salah satu bentuk eksistensi dia untuk tetap bisa total menjadi ibu tanpa kehilangan eksistensinya sebagai wanita karir, secara pengalaman kerja, sebagai PR di sebuah stasiun televisi besar di Indonesia pastilah pasar udah dia pegang, ternyata, jatuh bangun tetap beliau rasakan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, jatuh bangun bukan lagi masalah siapa pemilik perusahaan itu, tapi memang setiap bisnis akan merasakan hal ini, tinggal bagaimana pemilik bisnis melihat kejatuhan sebagai step awal menuju kebangkitan bisnis lebih melesat ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami semua merasa bersyukur dan beruntung bisa masuk menjadi pemenang Perempuan Inspiratif Nova 2010, kami semua merasa bahwa ajang ini akan mampu mengangkat kembali semangat, motivasi, dan kekuatan kami untuk melanjutkan bisnis yang saat ini masih seumur jagung. Kami akan banyak belajar dari suapan ilmu yang diberikan Kru Nova dan yang jauh lebih penting kami menemukan komunitas "ibu berbisnis" dimana kami semua bisa saling memotivasi, menginspirasi, dan melakukan pertukaran bisnis hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertukaran bisnis? ya, ya, ya kami bersepuluh memiliki bisnis yang berbeda-beda, tapi, ketika kami cermati lebih dalam, sebetulnya kami bisa saling bertukar bisnis. Misalnya saja, mbak Irma punya bisnis Salon keluarga, dimana ada kebutuhan akan mainan anak sebagai pelayanan bagi keluarga yang membawa anaknya ke salon beliau, nah, beliau akhirnya bisa bekerjasama dengan mbak Ulie yang memiliki bisnis mainan anak...saling melengkapi deh! ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, saya ingin mengucapkan SELAMAT HARI IBU untuk semua Ibu di manapun berada. Anda dilahirkan bukan untuk menjadi Ibu yang `biasa-biasa` saja tetapi dilahirkan untuk menjadi ibu yang LUAR BIASA!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~bersambung~&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-8605651579202394199?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/8605651579202394199/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=8605651579202394199" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/8605651579202394199?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/8605651579202394199?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2010/12/woman-in-biz-antara-jatuh-bangun.html" title="Woman In Biz: Antara Jatuh Bangun, Keluarga, Eksistensi, Uang Belanja, dan Pembagian Waktu (Bagian 1)" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE4BQ3k-cSp7ImA9Wx9RGU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-6865715634246166359</id><published>2010-12-21T10:15:00.002+07:00</published><updated>2010-12-21T10:42:32.759+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-21T10:42:32.759+07:00</app:edited><title>Oleh-oleh selama bersama 9 Perempuan Inspiratif Nova 2010, antara "Kaos kekecilan, Ngidam Nasi Kapau, dan SPA" (Bagian 2)</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TRAftPUDBRI/AAAAAAAAATA/__S6nuncb74/s1600/IMG_9425.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TRAftPUDBRI/AAAAAAAAATA/__S6nuncb74/s400/IMG_9425.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5552973202613011730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekh ini dilanjut dari cerita yang mana ya? hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, cerita CURCOL dengan bu Rieny Hasan yang seru banget, menguras air mata, dan sekaligus penuh tawa.Salah satu hal yang membuat aku menangis adalah ketika Bu Rieny bertanya pada kami semua, "Untuk siapa Anda persembahkan kesuksesan Anda?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjawab, "Untuk Almarhum Bapak saya!" ketika menyebutkan nama Bapak dan bercerita tentang banyaknya kisah antara kami, air mataku turun deras bagai hujan :((&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kisah yang terekam di kepalaku tentang almarhum bapak. Kisah pahit manis dengan Bapak telah membentukku menjadi pribadi seperti ini. Banyak petuah yang Bapak berikan padaku sebelum beliau meninggal dan semua terekam di kepala. Itu sebabnya segala yang aku dapatkan sekarang, aku rasa ini adalah buah dari pendidikan bapak...I really love him! Seandainya saja Bapak masih ada....:'(..dan, nampaknya pada saat itu aku memang paling heboh nangisnya hehehe...selesai acarapun aku menangis di pelukan bu Rieny Hasan, apalagi beliau membisikkan kata-kata yang membuat aku sungguh trenyuh. well, rupa-rupanya aku memang masih hobi nangis wkwkwkwkwk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehabis acara CURCOL, kami semua lagi-lagi dihadiahi tas yang berisi macam-macam souvenir, Nova baek banget ya? heuheuheu...acara nangis berganti ceria kekekekekeke, selain tas kami juga diberikan sertifikat yang menyatu dengan futu hasil makeover kami...wadaw, ibu hamil nampak menuh-menuhin framenya xixixixi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya, aku akan dijemput Mbak Shinta jam 1 siang, tapi rupanya acara ini masih berlanjut dengan episode berkumpul sambil makan siang bersama, nggak lupa CURCOL lagi daaaah wkwkwkwk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami semua makan di tetangga hotel, sebuah cafe dengan aneka sajian daging yang hemmm nyam nyam..Ibu hamil ini memilih makan tenderloin steak yang kering, ya, ibu hamil kan nggak boleh makan daging setengah matang, tul nggak sih? :)...teteub seru acaranya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya aku pamit lebih dulu dari sekumpulan perempuan asyik itu karena 2 orang tamu menungguku di hotel. Tamu pertama adalah tamu yang berkaitan dengan Indscript Creative, tamu kedua adalah sahabat lama yang akan kuprospek bisnis cantik wkwkwkwkwk...lengkap sudah!^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbakku menjemput pukul 14.30 dan sambil menunggu jemputan Andre, kebetulan sekali fotografer Indscript sedang melancong ke Jakarta, so, kami bisa pulang sama-sama menuju Bandung, aku dan mbak Shinta, serta Thya jalan-jalan sesuka hati. Acara jalan-jalan yang tadinya akan mengejar NASI KAPAU berubah karena jam buka kedai adalah malam, so,mbak Shinta mengajakku ke Blok A untuk makan NASI SOTO DAGING yang merupakan langganannya sejak kecil, well, rasanya yahud juga!:). Pulang darisana langsung menuju Blok M Mall untuk hunting aksesoris dan sepatu..lagi-lagi, perempuan nggak jauh dari ~shopping~ xixxiixi...Yeaaaaaaaaaaaaaah, aku menemukan 3 gelang ukuran jumbo yang ciamik banget, baik bentuk maupun harga hahaha...diskon 50% + 20% geto loooh :)). Abis muter-muter kecapekan dan nggak dapat sepatu pilihan, termasuk juga si kecil Thya yang sepatu pilihannya nggak ada nomor yang pas :((..kami nongkrong di Es Teler 77, sedaaaaap....ngobrol ngalor ngidul :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga.....Jemputanku datang dan kami "berpisah untuk bertemu kembali" hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makasih mbak Shinta dan Thya yang sudah menemaniku...I luv both of u! muaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, saking lelahnya...begitu mobil meluncur keluar dari Blok M, aku langsung tiduuuuuur dan baru bangun setibanya di Bandung....weeeedaaaaan, ngorok dan ngacay pasti udah menemani sepanjang perjalananku, xixixixi....Maaf ya pak supir hihihihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku bilang, "Kalo nggak dibangunin, kayaknya bisa tidur di garasi tuh." wkwkwkwk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heeemmmm.....kayaknya ini aja oleh-oleh selama bersama 9 Perempuan Inspiratif Nova 2010 ^&amp;^...Semoga ada masa dimana kami semua bisa berkumpul kembali dalam acara reuni. Well, udah kami usulkan sih kepada mbak Putri, selaku penanggungjawab acara kereeen ini untuk mengadakan acara reuni pemenang perempuan  inspiratif angkatan 1 - 3, mudah-mudahan diacc xixixixi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kado dari Bu Rieny Hasan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang yang selalu memancarkan energi negatif, Hidupnya akan pahit!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hidup adalah Toleransi, Membuka diri, dan Fleksibel."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kado dari Mbak Pritta Ghozie:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAPSARI (Hanya Perlu Seribu Sehari)!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah salah satu cara kita mendisiplinkan diri untuk menyisihkan sebagian kecil saja penghasilan menjadi investasi jangka panjang..hemmm, keren ya ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terakhir....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udahlah ya...mau kerja lagi ^^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-6865715634246166359?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/6865715634246166359/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=6865715634246166359" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/6865715634246166359?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/6865715634246166359?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2010/12/oleh-oleh-selama-bersama-9-perempuan_21.html" title="Oleh-oleh selama bersama 9 Perempuan Inspiratif Nova 2010, antara &quot;Kaos kekecilan, Ngidam Nasi Kapau, dan SPA&quot; (Bagian 2)" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TRAftPUDBRI/AAAAAAAAATA/__S6nuncb74/s72-c/IMG_9425.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkEHQXs6cCp7ImA9Wx9RGEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-4406736403073318267</id><published>2010-12-21T08:19:00.001+07:00</published><updated>2010-12-21T08:23:50.518+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-21T08:23:50.518+07:00</app:edited><title>Oleh-oleh selama bersama 9 Perempuan Inspiratif Nova 2010, antara "Kaos kekecilan, Ngidam Nasi Kapau, dan SPA"</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TRABd6wNYdI/AAAAAAAAAS4/d0W_ONEmRzE/s1600/DSCN6166.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TRABd6wNYdI/AAAAAAAAAS4/d0W_ONEmRzE/s400/DSCN6166.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5552939954047115730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aura positif masih menempel di dalam benakku ketika aku bertemu dan 'dikarantina' bersama 9 perempuan lain yang menjadi pemenang PEREMPUAN INSPIRATIF NOVA 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini karantina yang benar-benar enaaaak hehehe...Aku bilang karantina karena memang kami semua tidak bisa bertemu dengan keluarga (baik suami atau anak) begitu sampai di hotel ~uuugh kangeeen~ tapi enak karena selama 2 hari satu malah banyak hal positif kami dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18 Desember 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat menggunakan travel menuju Casablanka, saya dijemput oleh mbakku, Shinta Handini. Awalnya suami ingin mengantar, tapi mungkin tidak akan efektif karena sesampai di hotel dia tidak akan boleh masuk :((. So, Aku memutuskan untuk menggunakan travel. Dijemput mbak Shinta dan penulis cilik berbakat Thya..."Ma, Thya lapar, pengen sarapan." kata Thya pada mama Shinta. Aku bilang, ntar deh nyampe hotel kita langsung sarapan, kataku. well, benar saja, ketika sampai hotel, boro-boro Thya bisa sarapan, saya langsung diminta naik lift menuju tempat berkumpul 9 perempuan lain tanpa mengajak serta mbakku dan ponakanku yang kelaparan :((...Dan, kamipun berpisah...hiks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di ruang atas, saya dipersilakan untuk sarapan dan berkenalan dengan perempuan-perempuan cantik yang sudah berkumpul disana, hehehe, nampaknya saya datang terlambat. Kami saling melempar senyum manis dan mulai mengobrol akrab. Seperti biasa, nama dan domisili adalah pertanyaan pertama yang saling kami lontarkan...dan tentu, kehamilanku yang besar menjadi pertanyaan ketiga, "Sudah berapa bulan?" :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hefff, sayangnya sejak sarapan aku sudah ngidam NASI KAPAU sehingga berbagai menu yang disajikan rasanya nggak nyampe tenggorokan...hiks...NASI KAPAU, aku lihat di acara kuliner dan 'dede Amar' udah ngacai pengen nasi kapau...so, sarapan dengan berbagai menu sajian, aku hanya melahap 3 sendok bubur dan kue manis, itupun nggak habis :((...Oh, Nasi Kapauuuuuuu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sarapan, kami disuguhi tabloid NOVA yang gresh from the oven, "Ayo cek, disana ada nama ibu-ibu" kata kru Nova. Langsung deh kami semua semangat bongkar tuh tabloid. Nova hal 70, ada kami semua...cihuuuy...well, fotoku ngebluuur. Tapi, nggak masalah yang penting nama INDARI MASTUTInya jelaaas hehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Putri, menceritakan sekilas proses seleksi dari ribuan perempuan yang mengikuti ajang ini hingga terpilih hanya 10 saja. Haru, bangga, dan berbagai perasaan lain menyelemuti kami semua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai sarapan, kamipun menuju kamar yang sudah disiapkan oleh Kru Nova untuk berganti baju dengan kaos Nova dan segera mengikuti acara pertama kami, workshop dengan trainer Pritta Ghozie membahas mengenai FINANCIAL PLANNING.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaaah, namanya ibu hamil acara berganti baju aja jadi sesuatu yang 'tragis' hiks...kaos yang diberikan kru nggak muaaaaat hiks...dan begitu nanya panitia semua ukurannya sama M..walaaaah, siap-siap kecewa :(. "Ya sudah, untuk ibu hamil nggak apa-apa nggak pake kaos juga." kata mbak Tiza, pendamping kami. Iya, nggak apa-apa buat mereka, tapi apa-apa buatku, aku kan pengen pake kaos ituuuu :((. Alhamdulillah, nggak lama kemudian, panitia datang dengan membawa kaos lain ukuran JUMBO...Asyiiiik....seragam deh! ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami semua berangkat ke rumah makan untuk mengikuti workshop...sajian hidangan disana, lagi-lagi nggak mampu menepis "ngidam NASI KAPAU" so, makan cuman cumat camit aja dan rasanya biasa-biasa aja, padahal menurut teman-teman rumah makan itu rumah makan paling terkenal dan wah di jakarta. Apa daya, ibu hamil tetap ngidam NASI KAPAUUUUUU...oalaaaaaah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung aja, ngidamnya agak terlupakan karena kenyang dengan suapan ilmu dari mbak Pritta Ghozie yang luar biasa! Perempuan cantik yang ada di hadapan kami semua, masih muda, kaya, pintar, dan luar biasa! Banyak ilmu bisa kami dapatkan dalam acara ini...puaaaas....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai acara workshop, kami semua berangkat ke JAVANA SPA, kami akan dimanjakan dengan berbagai treatment ala "seleb" disana...woaaaaaa, sayangnya, lagi-lagi ibu hamil nggak bisa menikmati secara penuh acara manja-manjaan ini... :((...Karena 'dede Amar' udah besar di perut, so, panitia ngeri juga kalo si ibu dapat perawatan lengkap, apalagi pake sesi tengkurap :). Akhirnya, si ibu hamil ini hanya dapat perawatan "foot care" doang...hiks...ah ya sudahlah, daripada nggak sama sekali kan? hehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehabis SPA, panitia memberikan kami satu tas cantik berisi souvenir, hadiaaah lagi deh, huraaaay ...Selain hadiah, kegiatan kami terus dipantau kru kameramen dan fotografer, berasa seleb nggak seeeeh? hahahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali menuju hotel untuk mempersiapkan AWARDING NIGHT, kami semua akan dimakeover oleh tim yang udah biasa ngemakeover seleb-seleb...woaaaa, nggak sabar juga ya ama perubahan ni wajah, bisa secantik Aura Kasih nggak seh? xixixixi. Kamarku bersama mbak Irma jadi kamar tempat ngemake over, seruuu.....nah, nah, untuk semua ibu yang udah dimakeover langsung aku kasih kado istimewa yang kubawa dari Bandung, apaan? ya, karena bisnisku adalah buku, maka kado-kado itu isinya buku-buku dan tentu saja nggak lupa terselip brosur dan kartu nama xixixi...teteup promoosiiii! Selain itu,sssst, aku juga udah bawa amunisi promosi si bisnis cantik...walaaah wkwkwkwkwkwk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Awarding Night dipenuhi orang-orang penting, sungguh terharu ada diantara mereka semua. Kami, 10 perempuan Inspiratif Nova 2010 duduk di meja terdepan, berasa penting geneh xixixi....Sebelum acara dimulai, kami dipersilakan untuk makan malam, hoaaaa, lagi-lagi NASI KAPAU melambai-lambai, alhasil sejumlah makanan enak tidak sedap di mulut :((. Hanya beberapa sendok saja bisa kutelan sampai pelayan yang mengambil piring bertanya, "Ibu, makannya kok sedikit?" hiks....NASI KAPAU, oh NASI KAPAU! :((&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyerahan Piala dan hadiah uang tunai secara simbolis kami terima setelah satu persatu dari kami dipanggil dan bercerita tentang bisnis yang kami kelola. Ada satu kesamaan dari kami semua, bisnis rumahan kami dilatarbelakangi karena "KECINTAAN KAMI PADA ANAK!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, sebagian besar dari kami memilih meninggalkan karir yang sudah dalam posisi nyaman untuk kembali ke rumah. Anak, suami, dan keluarga adalah prioritas bagi kami. Walau kami memiliki prioritas itu, tapi kami juga menyeimbangkannya dengan kebutuhan 'eksistensi dan aktualisasi' diri sebagai perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan....AWARDING NIGHT menjadi malam yang penuh rasa haru dan bangga! Terimakasih NOVA karena memilih kami semua untuk berada disana, terimakasih juga untuk Butik KEISYA yang pemilknya adalah sahabatku, Sarah Farida yang sudah mendesainkan baju cantik khusus ibu hamil di malam Awarding Night ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heeemmm....selepas acara itu, kami kembali ke kamar...dan olala, aku kelaparan! lagi-lagi aku sakaw NASI KAPAU. Mbak Tiza yang baik hatilah yang akhirnya membelikan aku nasi kapau, aku melahapnya habis nggak bersisa sedikitpun dan langsung pamit mbak Irma, "Mbak, aku tidur ya..." xixixi...mbak Irma, room mateku yang cuantik itu cekikikan....^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dini hari aku terbangun ~gelisah~..aku didera kangen pada putri kecilku, hemmm....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 Desember 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarapan pagi ini lebih nikmat, selain karena sudah makan NASI KAPAU tadi malam hehehe...juga karena kami bersepuluh sudah jauh lebih akrab. Meja makan yang didesain untuk 6 orang dipaksakan untuk 10 orang...Hasilnya? dempet-dempetan, tapi swear sungguh akrab!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami masing-masing bercerita tentang bisnis yang kami kelola. Lagi-lagi aku menemukan pembelajaran ketika mengobrol dengan mereka ~membangun bisnis bukanlah sesuatu yang mudah~. Kami harus berjuang untuk tetap bisa eksis dan menumbuhkembangkan bisnis dengan baik. Kami semua mengalami jatuh bangun dalam berbisnis, tapi ini bukan alasan untuk kami berhenti melangkah. Adanya penghargaan ini membangun semangat kami semua untuk melanjutkan langkah kami dalam berbisnis namun tentu saja lagi-lagi tetap menjadi Ibu dan Istri yang tetap berada di rumah. Ya, kami semua memang membangun bisnis dari rumah. Bisnis Rumahan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, sebelumnya perkenalkan sahabat-sahabat perempuan baruku ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ika Wahyuningrum, Pemilik lembaga pendidikan non formal Cita Hati Bunda, Surabaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ida Ayu Kade Wiwik Astawa, Pendiri Bali Kultural Center, Bali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Maria Wisanty, Agen Mount Elisabeth Singapura, Jambi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Nita Heryanti, Pemilik Garmen Rajutan, Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Suryani Aris,  Pemilik Usaha Dunia Bermain, Bogor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Surni Yusmareta, Pemilik Bakso Bakar Kanara, Lampung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Niken Nuswantari, Pemilik Online Shop Puplenick, Jombang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Endah Rosriani, Kreatif Mengolah Sampah non-organik menjadi produk berguna, Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Irma Julianti Lubis, Pemilik MOIS Family Salon, Tangerang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur Alhamdulillah, kami semua menjadi sedemikian dekat dan kami berencana akan membuat grup di Facebook untuk saling merekatkan hubungan, saling memotivasi, berbagi peluang, dan informasi-informasi lain yang berguna untuk kami semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarapan dengan menu yang lebih lezat dibandingkan dengan apa yang kami makan :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehabis sarapan, kami diminta kembali berganti baju untuk kemudian menghadiri sesi "CURCOL" xixixi dengan ibu Rieny Hasan. Acara ini benar-benar menguras air mata kami, ibu Rieny Hasan sangat piawai mengaduk-ngaduk perasaan kami dan hasilnya PLOOOOOONG....kami semua merasa kegiatan ini sangat bermanfaat mengisi jiwa kami. Terimakasih bu Rieny. Selama ini kami semua kan hanya jadi pembaca setia rublik konsultasi keluarga yang diasuh beliau :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duuuh....kayaknya oleh-oleh ini mau aku potong disini dulu ya...ntar dilanjut lagi ah, mau kerja dulu xixixixi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung.....^^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-4406736403073318267?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/4406736403073318267/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=4406736403073318267" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/4406736403073318267?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/4406736403073318267?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2010/12/oleh-oleh-selama-bersama-9-perempuan.html" title="Oleh-oleh selama bersama 9 Perempuan Inspiratif Nova 2010, antara &quot;Kaos kekecilan, Ngidam Nasi Kapau, dan SPA&quot;" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TRABd6wNYdI/AAAAAAAAAS4/d0W_ONEmRzE/s72-c/DSCN6166.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUcCRHc-cCp7ImA9Wx9REkg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-2283807246432928167</id><published>2010-12-13T22:08:00.001+07:00</published><updated>2010-12-13T22:11:05.958+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-13T22:11:05.958+07:00</app:edited><title>101 Keinginan diantara Ribuan Pengalaman Meraihnya! ^^</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TQY3ZiytazI/AAAAAAAAASw/U-VTxsiSw7o/s1600/DSCN4987.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TQY3ZiytazI/AAAAAAAAASw/U-VTxsiSw7o/s400/DSCN4987.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5550184502756469554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil saya termasuk anak yang banyak mau dan banyak mimpi :)). Saya suka menuliskan apa saja yang saya rasakan, inginkan, dan saya alami. Kalo bicara masalah keinginan, jangan tanya deh berapa banyak tulisan yang menyatakan dengan tegas keinginan saya, termasuk salah satunya menjadi seorang PENULIS!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku harian kelas 4 SD dengan huruf kapital, saya menulis "AKU AKAN JADI SEORANG PENULIS TERKENAL!" wkwkwkwkwk...geli banget deh kalo ngebaca lagi tuh tulisan :)). Mungkin saja pada saat itu saya sama sekali tidak tahu bagaimana caranya menjadi seorang penulis, tapi mungkin karena buku-buku dan majalah anak "BOBO" yang jadi santapan tiap hari bikin saya ngiler untuk jadi bagian di dalam buku/majalah yang saya baca...wekweeew ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranjak remaja mimpi saya makin 'liar'...lagi-lagi buku harianlah yang mendokumentasikan semua keinginan saya, lagi-lagi ya geli juga kalo baca tuh buku harian hehehe...tapi, mau nggak mau banyaknya mimpi itulah yang melecut saya untuk terus berjuang dalam berbagai keadaan ~baik pahit atau manis~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akhirnya membuat sebuah untaian mimpi yang terangkum dalam 101 MIMPI YANG AKAN SAYA RAIH!! Catatan dengan spidol berwarna hijau itu nampak melambai-lambai untuk segera diwujudkan. Percaya atau tidak, dengan catatan itulah semangat saya senantiasa membara. 101 MIMPI!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu bergulir cepat...saya beranjak dewasa, menua, dan terus melangkah! Setiap satu pencapaian, saya buka kembali catatan 101 MIMPI...dan tanpa saya sadari satu persatu mimpi itu terwujud! Kini, lebih dari 50% mimpi sudah bisa saya capai, mulai dari hal kecil hingga hal yang "mungkin" pada saat menuliskannya saya bertanya pada diri "Emang gue bisa gitu?!" Tapi, dasar saya pede saya selalu bilang YA, SAYA BISA! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga, satu hal yang hingga hari ini saya syukuri adalah bahwa saya tidak pernah berhenti menyakini bahwa apapun yang ingin saya RAIH pasti bisa saya RAIH jika saya MAU mengusahakannya dan YAKIN mendapatkannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kejadian dalam hidup saya yang tidak bisa saya lupakan begitu saja, baik yang pahit ataupun yang manis. Biasanya setiap kejadian pahit justru akan melecut saya untuk mewujudkan mimpi lebih cepat, yang manis kerapkali tidak membuat saya terlena justru membuat saya makin yakin untuk melangkah agar mendapatkan yang lebih manis hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus bergulir, usia terus bertambah, dan puji syukur Allah melimpahi begitu banyak kekuatan untuk saya berjalan tegak, untuk bangun kembali ketika terjatuh, untuk mengusap air mata ketika menangis, untuk berbesar hati ketika kecewa menghampiri, untuk melepaskan dengan ikhlas ketika yang disayangi harus pergi, dan untuk tetap tersenyum dalam berbagai kondisi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 101 mimpi yang ingin saya raih, tapi ada ribuan pengalaman yang hadir ketika akan meraihnya. Bismillah....tetap berjuang, melangkah, dan semangat! ^^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-2283807246432928167?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/2283807246432928167/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=2283807246432928167" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/2283807246432928167?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/2283807246432928167?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2010/12/101-keinginan-diantara-ribuan.html" title="101 Keinginan diantara Ribuan Pengalaman Meraihnya! ^^" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TQY3ZiytazI/AAAAAAAAASw/U-VTxsiSw7o/s72-c/DSCN4987.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUQBRnw9eyp7ImA9Wx9REk0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-931946610330228793</id><published>2010-12-13T08:22:00.001+07:00</published><updated>2010-12-13T08:22:37.263+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-12-13T08:22:37.263+07:00</app:edited><title>Andalah pemenang Perempuan Inspiratif Nova 2010! ... Aku Menangis!!</title><content type="html">Kpd Yth:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Indari Mastuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Setelah melalui penjurian ketat dari ribuan entries yang masuk ke Tabloid NOVA dari seluruh Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andalah Pemenang Perempuan Inspiratif NOVA 2010!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu kami mengundang Anda untuk datang ke Jakarta pada tanggal 18 - 19 Desember 2010 mengikuti rangkaian acara yang kami rancang spesial untuk Anda para Perempuan Inspiratif NOVA 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detail acara dan kebutuhan lainnya akan kami informasikan kembali lewat email atau telephone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada pertanyaan mengenai acara ini dapat menghubungi panitia dengan Sandhy (021-9910****) atau Putri (081890****).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabloid NOVA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca ucapan ini membuat bulu kuduk saya merinding. Waaah, saya tidak menyangka bahwa untuk menjadi pemenangnya harus bersaing dengan ribuan perempuan Indonesia lainnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti kompetisi ini tidak direncanakan sama sekali, sahabat saya, Penulis Best Seller Dewi "Dedew" Rieka yang mendorong saya untuk ikut kompetisi ini..."Ayo In, baca keterangan lengkapnya di Nova terbaru ya..." begitu katanya..heeeem...Dan, sayapun akhirnya membeli NOVA dan mengikuti kompetisi ini dengan melupakan begitu saja kompetisi ini setelah seluruh persyaratan saya kirimkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaget!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin siang pihak panitia menelpon dan menyatakan saya masuk 30 besar....well, masih 30 besar..tapi saya sudah kaget dan senang bukan kepalang hohoho....sudah cukup deh masuk 30 besar juga....dan malamnya, saya dikabarkan masuk 10 besar. Ini lebih mengagetkan lagi! Puji syukur, Alhamdulillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat apalagi yang harus saya rangkai untuk menyatakan bahwa saya sangat bahagia "walau juga hampir tidak percaya!". Ini adalah bukti bahwa Allah senantiasa memberikan kenikmatan pada umatNya. Ini juga yang semakin membuat saya harus merasa bersyukur atas segala kehidupan yang Allah berikan, pahit, manis, senang, kecewa, dan seluruh rasa yang pernah dihadirkan pada saya semata-mata Allah berikan tetap untuk dinikmati, disyukuri, dan jadi bahan pembelajaran menuju hidup lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kemenangan ini menjadi step awal menuju kebaikan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih kepada suamiku yang senantiasa mendukung setiap langkah yang saya lakukan, kepada putri kecil "Nanit" yang setia mengikuti kemanapun saya pergi, kepada bayi 'dede amar' di perut  yang jarang protes saya bawa dalam rangkaian kesibukan setiap hari, kepada mama dan mertua yang selalu memberi perhatian dan bantuan, kepada tim Indscript Creative yang tidak pernah mengeluh dalam berbagai keadaan, kepada seluruh sahabat-sahabat yang senantiasa memberi support dan senyuman, dan terutama kepada Allah yang saya selalu yakin, Dia selalu ada dimanapun saya berada ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam penuh cinta,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indari Mastuti&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-931946610330228793?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/931946610330228793/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=931946610330228793" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/931946610330228793?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/931946610330228793?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2010/12/andalah-pemenang-perempuan-inspiratif.html" title="Andalah pemenang Perempuan Inspiratif Nova 2010! ... Aku Menangis!!" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0YGQ3g4eip7ImA9Wx5UF00.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-4594027256300795427</id><published>2010-10-22T07:56:00.001+07:00</published><updated>2010-10-22T07:58:42.632+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-22T07:58:42.632+07:00</app:edited><title>Melangkah dengan Percaya Diri!</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TMDhu6dzQMI/AAAAAAAAASg/hTQEJ3CYuI4/s1600/IIN+gaya2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TMDhu6dzQMI/AAAAAAAAASg/hTQEJ3CYuI4/s400/IIN+gaya2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530668538495451330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seberapa percaya dirikah Anda memandang diri, hidup, dan masa depan Anda sendiri?&lt;br /&gt;Well, tingkat kepercayaan diri tidak bisa diukur stabil, kadang bisa naik kadang bisa turun.&lt;br /&gt;Ketika sedang tinggi-tingginya malah bisa jadi kita masuk kategori over confidence,  tapi ketika percaya diri terjun bebas tiba-tiba kita merasa berubah menjadi angsa si buruk rupa atau upik abu yang menderita.&lt;br /&gt;Heeemmmm....&lt;br /&gt;Ya, ya, ya dengan warna warni persoalan hidup kita mempertahankan kepercayaan diri untuk tetap memandang positif diri, hidup, dan masa depan kita bukanlah persoalan mudah. Tapi, sungguh ini tantangan!&lt;br /&gt;Bagaimana caranya supaya, ketika jatuh percaya diri kita tidak ikut terjungkal dan ketika naik daun percaya diri tidak berlebihan?&lt;br /&gt;Semuanya balik lagi pada diri Anda sendiri!&lt;br /&gt;Seberapa besar Anda menghargai diri Anda sendiri dalam sebuah keberuntungan dan pada saat tidak beruntung!&lt;br /&gt;Tidak hanya Anda, saya, atau kita semua mempertahankan percaya diri tidaklah mudah, butuh proses belajar terus menerus dan tanpa bosan.&lt;br /&gt;Pastinya ketika berhadapan dengan berbagai keberuntungan, percaya diri tanpa diminta akan di samping kita, tetapi ketika ketidakberuntungan menderita bukan hal mudah mempertahankannya untuk tetap setia.&lt;br /&gt;But, well....&lt;br /&gt;Itulah seninya hidup! Dan saya mulai belajar untuk percaya diri itu dalam kurun waktu yang lama, kerapkali tertatih, terjatuh, terjungkal, bahkan sempat tidak yakin apakah mampu mempertahankannya dengan stabil! Tapi, saya hanya yakin pada satu hal TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN DALAM HIDUP INI JIKA KITA YAKIN DAN TERUS BERUSAHA MENCAPAINYA!&lt;br /&gt;Itu sebabnya...&lt;br /&gt;Ketika putus cinta, ya saya menangis tersedu-sedu, tapi saya terus berjalan mencari kebahagiaan yang lain&lt;br /&gt;Ketika kondisi materi menghimpit, ya saya memang merasa kehilangan sesuatu, tetapi saya terus mencari sesuatu yang bisa menggantikan yang hilang&lt;br /&gt;Ketika kondisi tidak sesuai harapan, ya saya geram, tetapi saya tidak akan menyalahkan keadaan tapi menjalani dengan penuh suka cita sambil terus melakukan perbaikan&lt;br /&gt;Ketika saya dihina, ya saya bersedih, tetapi bagi saya itu bukan alasan saya untuk ikut menyudutkan orang lain, saya akan terus membuktikan bahwa hinaannya salah besar&lt;br /&gt;Ketika saya kehilangan apa yang saya cintai, ya saya menangis, tetapi saya yakin masih banyak yang mencintai saya dan fokus pada mereka yang berada di samping saya&lt;br /&gt;Dengan begitu, dalam berbagai kondisi saya percaya diri!&lt;br /&gt;Saya memandang masa depan begitu berkilau walau mungkin saat ini kenyataan dalam keadaan redup&lt;br /&gt;Saya memandang diri begitu berharga walau banyak kegagalan pernah dan sedang saya alami&lt;br /&gt;Saya memandang sekeliling begitu positifnya walau mungkin kondisi negatif sedang menyelimuti&lt;br /&gt;Ya, saya percaya diri akan diri, hidup, dan masa depan saya!&lt;br /&gt;Karena....&lt;br /&gt;Kalau bukan saya yang membangun percaya diri untuk diri sendiri, siapa yang akan mengusahakannya? Orang lain? TIDAK!&lt;br /&gt;Kita bertanggungjawab atas diri, hidup, dan masa depan kita, bukan orang lain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Selamat membangun percaya diri!~&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-4594027256300795427?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/4594027256300795427/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=4594027256300795427" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/4594027256300795427?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/4594027256300795427?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2010/10/melangkah-dengan-percaya-diri.html" title="Melangkah dengan Percaya Diri!" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TMDhu6dzQMI/AAAAAAAAASg/hTQEJ3CYuI4/s72-c/IIN+gaya2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0MHSX05cCp7ImA9Wx5UF00.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-1015049662504181794</id><published>2010-10-21T12:44:00.003+07:00</published><updated>2010-10-22T08:03:58.328+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-22T08:03:58.328+07:00</app:edited><title>Merubah STRATEGI? HARUS!</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TMDi2LAXyJI/AAAAAAAAASo/b3loEycsmqo/s1600/DSC_1016.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 268px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TMDi2LAXyJI/AAAAAAAAASo/b3loEycsmqo/s400/DSC_1016.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530669762706131090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi inget akhir tahun 2007, ketika saya pertama kalinya mendirikan Indscript Creative saya mencari sebuah strategi supaya Indscript yang baru menetas bisa dilirik pasar penerbit. Saya ingin Indscript berbeda dibandingkan perusahaan sejenis yang lain –begituceritanya- hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya strategi saya mulai dilancarkan. Saya mengirimkan ratusan judul ide ke semua penerbit. Hasilnya? Sudah saya bayangkan kok....pro dan kontra bermunculan. Ada yang penasaran dan langsung menelpon menanyakan, &lt;br /&gt;“Mbak, serius ngasih judul-judul sebanyak ini? Emang mbak bisa nulis sendiri?”&lt;br /&gt;“ide-idenya bagus, nampaknya ratusan ide ini yang membuat kami tertarik bekerjasama.”&lt;br /&gt;Bahkan ada yang langsung memesan lebih dari 10 judul sekaligus...Tentu setelah proses kelengkapan ide itu dilakukan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, banyak juga yang kontra...menganggap ini main-main, bahkan ada yang dengan gamblangnya menyatakan hal yang saya lakukan membuat penerbit seperti “membeli kucing dalam karung” hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, sebagai seorang pebisnis, hal itu sah-sah saja! Pro dan Kontra itu justru bikin bisnis jadi seruuuuu ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, step selanjutnya setelah mendengar opini-opini pasar tentang strategi itu adalah menyempurnakannya dengan baik. Saya yakin, namanya pemula harus banyak belajar dan mendengar... Nggak perlu marah walau dihujat, nggak perlu terlalu bangga jika disanjung. Wajar-wajar saja....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis Indscript Creativepun berjalan, omzet meningkat, bahkan lebih dari yang saya duga. Ketika saya mendirikan Indscript Creative, mimpi saya bukan memiliki sebuah perusahaan dengan banyak karyawan tetapi sebuah rumah yang produktif dan dikelola oleh seorang Ibu Rumah Tangga ^_^. Nampaknya, tidak bisa seperti itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu persatu penambahan karyawan mulai dilakukan dan strategi yang saya lakukan di awal Indscript berdiri terus diteruskan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi harus berubah! Bisnis harus terus berjalan dengan strategi lebih FRESH!&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan pada 3 tahun lalu, kini sudah banyak dilakukan oleh sekian banyak pemain di bisnis ini. Dan bagi saya strategi ini sudah semakin usang! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis yang terus berputar haluan juga semakin menguatkan untuk merubah strategi lama ke strategi baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2007 – 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indscript Creative kini berusia 3 tahun! Untuk sebuah bisnis, masih kategori anak bawang! Itu sebabnya saya harus terus belajar. Belajar memaintenance dan mengembangkan sebuah bisnis untuk terus menguat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar dari resiko&lt;br /&gt;Belajar dari kerugian&lt;br /&gt;Belajar dari kritik&lt;br /&gt;Belajar dari klien yang lebih senior&lt;br /&gt;Belajar dari cobaan yang menghadang perusahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan harus terus tumbuh dan harus menggunakan strategi baru bukan strategi lama. Perusahaan terus membutuhkan strategi untuk bertahan di tengah persaingan.&lt;br /&gt;Itu sebabnya, bagi saya, dalam kondisi saat ini, wajar jika saya sebagai seorang pemimpin perusahaan harus melakukan berbagai strategi untuk mengembangkan perusahaan. Baik strategi yang berkaitan dengan kebijakan dalam perusahaan hingga strategi bersaing di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun bisnis itu bukan persoalan mudah, walau juga tidak bisa serta merta dibilang sulit. Tapi, yang harus dilakukan seorang pebisnis adalah kesiapan dalam menghadapi hal apapun yang berkaitan dengan perusahaan, pebisnis harus berani mengambil langkah-langkah strategis untuk terus mengembangkan perusahaan, pebisnis harus terus melakukan perubahan alias tidak monoton untuk tetap bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan sejenis yang terus bermunculan bak jamur di musim hujan ^^&lt;br /&gt;Terakhir, ini hanya sekadar sharing saya ketika menjalankan sebuah bisnis di bidang Jasa Penulisan, bisnis yang lain mungkin punya strategi lebih mutakhir tapi yang jelas semua pebisnis pesan saya harus terus melakukan perubahan strategi pada waktu tertentu atau pada saat yang diperlukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berbisnis!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-1015049662504181794?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/1015049662504181794/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=1015049662504181794" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/1015049662504181794?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/1015049662504181794?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2010/10/merubah-strategi-harus.html" title="Merubah STRATEGI? HARUS!" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TMDi2LAXyJI/AAAAAAAAASo/b3loEycsmqo/s72-c/DSC_1016.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkQGRHs8fSp7ImA9Wx5UFEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-2173060268209823086</id><published>2010-10-19T21:22:00.002+07:00</published><updated>2010-10-19T21:25:25.575+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-19T21:25:25.575+07:00</app:edited><title>Trik Melesat Lebih Cepat di Bisnis Cantik!</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TL2qP2P260I/AAAAAAAAASQ/BvO87sqpxcE/s1600/PIC_0176.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TL2qP2P260I/AAAAAAAAASQ/BvO87sqpxcE/s400/PIC_0176.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5529763106717625154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kagum pada kelincahan seorang Nadia Yuniardo, ibu 2 anak yang menjadi Diamond Oriflame dari group Oriflame Online by dBCN. Kenapa? Kesan yang saya tangkap adalah beliau sungguh cerdas dan energik untuk mematahkan ‘ketakutan’ banyak orang memandang sebuah MLM. Banyak orang ragu, takut, dan sebel dengan kalimat MLM, tapi beliau justru bangga dengan keMLMannya...dan rasanya hal itu mulai menular pada saya. Dalam doa saya berharap saya bisa sesukses beliau menjalani bisnis cantik ini hehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri bergabung di bisnis ini pada bulan Juni 2010, sebelumnya saya maleeeees banget gabung, nggak kebayang deh gimana ngejalaninnya padahal saya termasuk pengguna Oriflame yang fanatik..Tapi, bisnis Oriflame? Nggak banget!&lt;br /&gt;Sampai saya terus menerus pelajari bisnis ini melalui kegiatan yang saya selenggarakan dan disponsori oriflame grup dBCN. Apa yang akhirnya membuat saya minat adalah 3 tujuan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Saya ingin menambah penghasilan tanpa menambah stress &lt;br /&gt;2. Saya ingin menambah shilaturahmi dengan banyak ibu-ibu yang lain&lt;br /&gt;3. Saya ingin menjalankan sebuah bisnis yang tidak memerlukan kesibukan fisik karena bisnis ini memang dijalankan secara OnLine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga tujuan itulah yang membawa saya menjajal bisnis ini, baru saja satu bulan menjalankan secara –learning by doing- saya makin menyadari bahwa bisnis ini cocok untuk saya –dan semua ibu- itu sebabnya saya menamakan bisnis dBCN ini dengan sebutan BISNIS CANTIK dan sebutan ini kerapkali mengundang penasaran banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa sih bisnis cantik itu?”&lt;br /&gt;“Secantik apa bisnisnya?”&lt;br /&gt;“Mau dong gabung di bisnis cantik!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangannya adalah ketika orang yang bertanya tau tentang bisnis ini, tidak jarang mereka berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh ORIFLAME, kirain....”&lt;br /&gt;“Wah Oriflame sih aku tau, tapi....”&lt;br /&gt;“Kayaknya nggak jadi ah gabung, MLM gitu loh”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tantangan! Serius!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu Oriflame sudah terkenal, banyak member yang bergabung di Oriflame. Ada 84 ribu orang jadi konsultan Oriflame sehingga tak heran dalam satu kantor bisa 5 orang jualan produk oriflame. Tapi, saya bukan penjual kok! Saya tertarik bergabung ketika menyadari bahwa dari 84 ribu orang yang menjadi konsultan oriflame hanya 84 orang yang bisa mencapai TOP LEVEL di Oriflame. Saya ingin jadi orang yang ke85! dan tidak ada mimpi yang terlalu tinggi bagi orang yang mau berjuang meraihnya, saya yakin itu!&lt;br /&gt;Suami saya yang memandu saya melakoni bisnis ini, walau awalnya beliau tidak setuju ketika saya bergabung disini. Beliau menantang saya membuktikan saya bisa sukses di sini dengan senjata sebuah MARKETING PLAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekecil apapun modal yang dikeluarkan, walau hanya modal uang pendaftaran 39.900,- itu tetaplah uang dan tetapkan menjadi sebuah bisnis. Buatlah marketing plannya seperti ketika kamu membuat marketing plan untuk bisnis yang lain” kata suami saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya membuatnya! Marketing plan yang sederhana dengan pencapaian luar biasa! Setiap bulan saya naik level!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan pertama saya masuk ke level 3%, kedua 6%, ketiga 9%, dan sekarang Insya Allah akan segera memasuki level pretisius pertama di level 12% yaitu setingkat MANAGER!&lt;br /&gt;Panduan marketing plan membuat langkah saya lebih ringan dalam menjalankan bisnis ini dan dengan panduan ini saya semakin yakin saya bisa naik level setiap bulan! &lt;br /&gt;Naik level? Jangan salah! Naik level bukan berarti saya susah payah sendiri loh, dalam bisnis cantik ini kita memiliki grup yang saling support satu sama lain. Kalo kaki saya berkembang maka saya berkembang, kalo kaki saya ngedrop maka saya akan jatuh terjungkal. Itu sebabnya bagi saya grup adalah segalanya. Thanks to Dian, teh Lita, Astri, Ita, teh Ammy, Bu Nina, teh Deti, Nurul, Tharsya, Ratna, Lani, dan semua anggota grup yang kini berjumlah 71 orang, tanpa kalian saya tidak akan mencapai menaiki tangga lebih cepat dan semoga tangga ini bisa dinaiki oleh semua anggota grup tanpa perlu waktu lama. Kita saling support yaaa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, apakah dengan panduan marketing plan ini semua jadi bebas hambatan? Tetap ada hambatan kok, itu uniknya sebuah bisnis kan...tapi, hambatan itu yang terus melecutkan semangat untuk maju dan terus menaiki level! ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuat orang yakin untuk masuk bisnis ini bukan persoalan mudah! Apalagi yang terberat adalah setiap bulan kita diwajibkan tutup poin atau belanja sebesar 420ribuan. Orang bertanya, “ini sih artinya keluar modal lagi!” ya iyalah, nggak ada bisnis tanpa modal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, saya punya trik membuat tutup poin itu jadi terasa ringan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ya ya...karena seringnya pertanyaan mengenai beratnya tutup poin sebanyak 75 poin atau setara dengan 420ribuan belanja setiap bulan ini muncul. Saya menyarankan hal-hal berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Alihkan belanja bulanan seperti odol, shampoo, kosmetik, hingga kebutuhan suami (karena produk oriflame ada untuk pria) dengan produk oriflame. Tarolah dalam satu bulan tidak mencapai pembelanjaan pribadi senilai itu tapi kewajiban tutup poin akan berkurang misalnya tupo - belanja pribadi = 300rb, artinya untuk belanja pribadi paling 120 ribu...Lalu selanjutnya?&lt;br /&gt;2. Belilah Katalog sebanyak-banyaknya minimal 10 katalog baru perbulan dan titipkan pada relasi teman-teman. Karena produk oriflame ini memang produk harian (terlebih untuk perempuan) saya yakin untuk mendapatkan konsumen yang akan membeli bukan persoalan sulit. tarolah sisa tupo yang harus dicapai adalah 300 ribu. Dari 10 katalog yang tersebar masing-masing mendapat order 50rb saja, sudah ada 500 ribu belanja. Lebih dari Tupo kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips mengedarkan katalog:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- sebarkan katalog pada teman-teman yang Anda kenal &lt;br /&gt;- Jangan terus-terusan nagih order, biarkan mengendap beberapa saat misalnya seminggu, biasanya makin lama katalog 'ngetem' makin banyak pesanan loh...dibandingkan baru sehari dua hari kita ambil kembali katalognya&lt;br /&gt;- Pada waktu yang telah ditentukan bisa lakukan penagihan order dengan cara halus seperti yang dilakukan salah satu anggota grup bisnis cantik, Dian  "Mbak, ada yang mau diorderkah? kebetulan nih saya mau belanja ke oriflame biar sekalian." nah...tagihan halus itu bisa berbuah berkah :)&lt;br /&gt;3. Tips ketiga adalah dengan fokus mengembangkan jaringan di bulan 1 dan 2. Pengalaman saya, pada bulan pertama dan kedua saya tutup poin dari kantong pribadi sambil terus giat mengembangkan jaringan, di bulan ke3 saya udah bisa tutup poin menggunakan bonus yang sudah masuk ke rekening, seneeeng banget...artinya bisa belanja gratis kan?:). Setelah itu maka bonus - tupo = sisa bonus adalah untuk nabuuung :). Saya yakin begitu bonus pertama keluar bakal ketagihan untuk mendapatkan bonus lebih besar di bulan berikutnya :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu trik yang saya lakukan, sehingga Alhamdulillah tutup poin bukan masalah lagi buat saya dan saya malah makin giat mengembangkan jaringan supaya makin siiiip bonusnya hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya makin semangat untuk naik level setiap bulan dan saya yakin semua anggota bisnis cantik bisa melakukannya! Ayo kita bekerjasama untuk melesat lebih cepat! ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 19 Oktober 2010&lt;br /&gt;Menjelang detik-detik menuju MANAGER ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-2173060268209823086?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/2173060268209823086/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=2173060268209823086" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/2173060268209823086?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/2173060268209823086?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2010/10/trik-melesat-lebih-cepat-di-bisnis.html" title="Trik Melesat Lebih Cepat di Bisnis Cantik!" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TL2qP2P260I/AAAAAAAAASQ/BvO87sqpxcE/s72-c/PIC_0176.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkYMQX8_fyp7ImA9Wx5UEEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-2749359757001414551</id><published>2010-10-14T21:53:00.001+07:00</published><updated>2010-10-14T21:56:20.147+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-14T21:56:20.147+07:00</app:edited><title>Jangan Mendendam, Ikhlaskan!</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TLcZ-ep624I/AAAAAAAAASI/16UYcjdAliE/s1600/DSCN4163.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TLcZ-ep624I/AAAAAAAAASI/16UYcjdAliE/s400/DSCN4163.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527915628792044418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak cerita tak enak dalam hidup saya, sejak kecil bahkan hingga sekarang, so, jangan bilang hidup saya enak terus hanya karena saya suka tertawa dan nggak pernah keliatan sedih hehehe&lt;br /&gt;Banyak yang nggak enak tapi memang saya bukan tipikal orang yang mudah marah, sedih, atau lemah&lt;br /&gt;Sesekali okelah saya menangis bahkan meraung-raung&lt;br /&gt;Lantas saya juga pernah stress hingga mengurung diri&lt;br /&gt;Tapi yang saya herankan adalah setiap air mata menitik semakin bulat keinginan saya untuk berubah lebih kuat&lt;br /&gt;Saya pernah disepelekan orang, dikritik nggak jelas, dicaci maki, digunjing, hingga dimusuhi terang-terangan. Sedih? Iya, marah? Iya, dendam? TIDAK!&lt;br /&gt;Saya pernah dibohongi, dikhianati, diadudombakan. Sedih? Iya, marah?Iya, dendam? TIDAK!&lt;br /&gt;Saya bukan tipe pendendam, buat saya dendam tidak ada gunanya!&lt;br /&gt;Saya lebih suka mengikhlaskan segalanya dan kembali melangkah&lt;br /&gt;Setiap hal buruk yang saya alami, lagi-lagi semakin menguatkan saya untuk berdiri lebih tegak&lt;br /&gt;Saya tidak akan dendam, saya cukup membuktikan kotoran yang dilemparkan bisa berubah jadi berlian ^^&lt;br /&gt;Lucu, kadang memang lucu! Beberapa orang yang sempat memusuhi datang kembali bahkan kini kami bersahabat&lt;br /&gt;Pernah ada yang bertanya, kok bisa memaafkannya? Saya bilang, kenapa tidak? Bukankah Allahpun Maha Pemaaf &lt;br /&gt;Tapi pernah juga orang yang tidak jera menyakiti saya, sampe akhirnya saya memutuskan untuk mundur perlahan....memaafkan? ya, tapi untuk berkawan kembali, TIDAK!&lt;br /&gt;Ya, saya memilih tidak mendendam tapi saya mencoba ikhlas &lt;br /&gt;Saya yakin waktu yang akan membuat segalanya lebih indah&lt;br /&gt;Saya yakin proses perjalanan hidup yang mematangkan manusia&lt;br /&gt;Saya yakin ketidaktahuan akan diri kitalah yang membuat orang membenci kita&lt;br /&gt;Saya yakin hidup bukan hanya mengecap keindahan tapi juga untaian permasalahan&lt;br /&gt;Saya yakin diri saya sudah melakukan hal yang benar karena saya bertanggungjawab pada masa depan saya&lt;br /&gt;Saya yakin hanya dengan keikhlasan, hidup yang berat terasa ringan&lt;br /&gt;Ya, saya memilih tidak mendendam!&lt;br /&gt;Dan bagi saya hidup tanpa dendam itu indah!&lt;br /&gt;Ya, hidup ini terlalu indah untuk menyimpan dendam!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-2749359757001414551?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/2749359757001414551/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=2749359757001414551" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/2749359757001414551?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/2749359757001414551?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2010/10/jangan-mendendam-ikhlaskan.html" title="Jangan Mendendam, Ikhlaskan!" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TLcZ-ep624I/AAAAAAAAASI/16UYcjdAliE/s72-c/DSCN4163.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUQCQno4cCp7ImA9Wx5VGUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-12997402.post-6767013696980529088</id><published>2010-10-13T20:38:00.002+07:00</published><updated>2010-10-13T20:42:43.438+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-13T20:42:43.438+07:00</app:edited><title>Memang Tidak Mudah!</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TLW29G8rxLI/AAAAAAAAASA/A_E6GGMzESM/s1600/DSCN4142.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TLW29G8rxLI/AAAAAAAAASA/A_E6GGMzESM/s400/DSCN4142.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527525278620566706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerapkali keadaan tidak memihak kita. Apa yang kita inginkan tidak tercapai, apa yang sudah kita rancang secara sempurna berantakan, apa yang kita anggap akan sukses mengalami kegagalan, kalau sudah begitu rasanya mbeteee buangeeet ya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih-alih kita merasa bahwa apa yang kita lakukan sudah benar tapi kenapa harus gagal?  Lantas kita merasa orang lainlah pangkal kegagalan kita? Kemudian kita berpikir bahwa kita memang diciptakan untuk jadi orang gagal? Dan akhirnya kita menangis diatas penderitaan kita......heeeeemmmmmmmm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah memang menghadapi segala persoalan dengan wajah tetap ceria, tidak mudah menengadahkan wajah ketika di depan sana terasa suram, sangat berat berbesar hati menghadapi begitu banyak kenyataan buruk..memang tidak mudah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, saya yakin kita semua bisa!&lt;br /&gt;Kalau merunut perjalanan hidup yang saya alami sangatlah tidak mudah. Berbagai persoalan menghadang. Dimulai dari kehidupan masa kecil yang jauh dari harmonis, kekurangan materi ketika beranjak remaja, terpaan persoalan ketika mulai berkarir, pencarian jodoh yang melelahkan, bahkan tetek bengek lainnya yang luar biasa. Pada saat itu saya merasa saya kemungkinan diberikan persoalan yang jauh di ambang batas kemampuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, tetapi memang aneh. Dalam setiap persoalan saya yang dulu terbilang cengeng, ternyata terus menguat. Setiap tetesan airmata semakin menguatkan saya! Saya terus menguatkan pikiran, hati, dan fisik bahwa saya TIDAK AKAN KALAH PADA KEADAAN!&lt;br /&gt;Saya terus berjuang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berjuang membuat hati saya terus merasa bahagia –tanpapeduliapayangterjadi-&lt;br /&gt;Saya terus berjuang menghapus air mata dengan terus melangkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terus berjuang menemukan siapa yang akan mendampingi saya seumur hidup dengan melupakan rasa kecewa di masa lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terus melangkah ketika ejekan, hinaan, dan cibiran orang lain mencoba meruntuhkan saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terus melangkah dan terus melangkah dalam berbagai keadaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berjuang!&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan dan tibalah saya berada disini&lt;br /&gt;Disini, keadaan dimana saya menginginkannya&lt;br /&gt;Apakah setelah saya berada disini artinya saya tidak akan menemukan persoalan? &lt;br /&gt;Ada begitu banyak persoalan! Tapi saya tahu bahwa manusia memang tidak pernah lepas dari persoalan&lt;br /&gt;Setinggi apapun keadaan yang sudah diraih persoalan pasti ada!&lt;br /&gt;Roda terus berputar dan kita harus siap dengan perputarannya...!&lt;br /&gt;Yang harus dilakukan adalah bagaimana supaya ketika dalam keadaan yang diinginkan kita selalu bersyukur dan ketika kita dalam keadaan yang tidak diinginkan kitapun tetap bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangaaaat!&lt;br /&gt;Ya, mengelola semangat dalam berbagai keadaan&lt;br /&gt;Tidak berlebihan dalam keadaan senang dan tidak mengeluh dalam keadaan lemah!&lt;br /&gt;Semangat ya semangat....itu yang kerapkali membantu saya mencapai rasa ‘lapang dada’ menghadapi segalanya&lt;br /&gt;Tidak hanya lapang dada tapi juga senantiasa tak putus asa merajut mimpi-mimpi di depan sana&lt;br /&gt;Saya yakin, ada banyak hal indah disiapkan Allah untuk umatNya yang tidak pantang menyerah!&lt;br /&gt;Terima kasih semangat karena senantiasa menjadi ‘soulmate’ dalam hidup saya.....moooach&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;by Indari M&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/12997402-6767013696980529088?l=indari.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://indari.blogspot.com/feeds/6767013696980529088/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=12997402&amp;postID=6767013696980529088" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/6767013696980529088?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/12997402/posts/default/6767013696980529088?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://indari.blogspot.com/2010/10/memang-tidak-mudah.html" title="Memang Tidak Mudah!" /><author><name>indari mastuti</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08905231648883452886</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://1.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TGI4zGK0FSI/AAAAAAAAAN8/k4Jwp5CCKHY/S220/DSCN4464.JPG" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_UBO_2JJOHjk/TLW29G8rxLI/AAAAAAAAASA/A_E6GGMzESM/s72-c/DSCN4142.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></entry></feed>

