<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>InspirasiJiwa.com</title>
	
	<link>http://inspirasijiwa.com</link>
	<description />
	<lastBuildDate>Sun, 26 Feb 2012 04:24:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Inspirasijiwacom" /><feedburner:info uri="inspirasijiwacom" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item>
		<title>Kenapa Orang Gampang Cemburu?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Inspirasijiwacom/~3/4rNeByItewY/</link>
		<comments>http://inspirasijiwa.com/?p=2625#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Feb 2012 02:03:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inspira6</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Life Style]]></category>
		<category><![CDATA[akibat kecemburuan]]></category>
		<category><![CDATA[gampang cemburu]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab cemburu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inspirasijiwa.com/?p=2625</guid>
		<description><![CDATA[Semua orang pasti pernah memiliki perasaan cemburu saat menyadari pasangannya menaruh perhatian pada orang lain. Bohong saja kalau Anda tidak pernah memiliki rasa cemas ketika Anda melihat rekan kantor si dia yang berpenampilan lebih menarik dari Anda. Atau, mungkin Anda merasa jauh lebih hebat daripada mantan kekasih Anda, jika Anda tak pernah merisaukan hal semacam&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://inspirasijiwa.com/wp-content/uploads/2012/02/245017xcitefun-think.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2626" title="245017,xcitefun-think" src="http://inspirasijiwa.com/wp-content/uploads/2012/02/245017xcitefun-think-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a>Semua orang pasti pernah memiliki perasaan cemburu saat menyadari pasangannya menaruh perhatian pada orang lain. Bohong saja kalau Anda tidak pernah memiliki rasa cemas ketika Anda melihat rekan kantor si dia yang berpenampilan lebih menarik dari Anda. Atau, mungkin Anda merasa jauh lebih hebat daripada mantan kekasih Anda, jika Anda tak pernah merisaukan hal semacam itu.</p>
<p>Bahkan ketika Anda dan pasangan sudah berpikir tentang masa depan pun, seringkali Anda masih mengungkit masa lalunya dan menjadikan hal itu sebagai hambatan dalam hubungan. Apa jadinya ketika perasaan cemburu itu terus terbawa perasaan, sehingga menyebabkan ketidakpastian masa depan Anda dan si dia nantinya?</p>
<p>Beberapa pakar psikologi menjelaskan bagaimana cemburu dapat mengganggu hubungan Anda, dan bagaimana cara menghentikannya.</p>
<p>Anda merasa harus tahu segala hal tentang si dia<br />
Menurut psikolog klinis yang berbasis di Australia, Dr Lissa Johnson, Anda mungkin memberitahu pasangan bahwa Anda hanya ingin tahu mengenai masa lalunya. Namun hal ini sebenarnya Anda tanyakan untuk mendapat kepastian mengenai cintanya pada Anda.</p>
<p>&#8220;Masih banyaknya hal yang tidak dibicarakan secara terbuka dengan Anda mengisyaratkan bahwa si dia membandingkan Anda dengan pasangan sebelumnya, dan mencari kelemahan Anda,&#8221; ungkap Johnson. &#8220;Jadi, mencari informasi mengenai mantan kekasihnya, atau menginterogasinya tentang hubungan mereka dulu sebenarnya merupakan upaya untuk mendapat kepastian bahwa Anda istimewa untuk dirinya.&#8221;</p>
<p>Meskipun memuaskan rasa ingin tahu Anda itu bisa mengurangi kecemburuan dalam jangka pendek, Johnson mengatakan bahwa hal itu bisa memicu kekacauan dalam jangka panjang. Anda merasa menerima ancaman, dan berusaha melakukan sesuatu untuk meredakan kegelisahan yang Anda rasakan. Misalnya, Anda berpikir, &#8220;Aku yakin dia tidak mencintaiku sebesar cintanya pada mantannya, jadi aku harus menyelidiki hal ini.&#8221; Dengan berpikir bahwa ancaman ini memang ada, rasa takut itu akan semakin kuat, dan semakin kuat pula keinginan Anda mencari kepastian.</p>
<p>Perilaku seperti ini mungkin dapat menjadi ramalan yang Anda buat sendiri. &#8220;Mungkin saja pasangan sebenarnya memuja Anda, tapi capek dengan desakan Anda yang terus-menerus mengenai kepastian yang Anda inginkan,&#8221; kata Johnson. &#8220;Lama-kelamaan, ia mungkin mulai menjauhkan diri secara emosional dari Anda, dan akhirnya menjauh secara fisik.&#8221;</p>
<p>Wajar saja sih, bila Anda menginginkan yang terbaik dari pasangan. Jarang sekali ada manusia yang tidak memiliki keraguan atau ketidaknyamanan mengenai hasratnya, demikian menurut Johnson. Hanya saja, ketimbang menghabiskan energi dengan mengorek-orek masa lalunya, lebih baik cari tahu apa yang Anda inginkan untuk menjadi pasangannya. Apa yang bisa Anda lakukan untuk melanggengkan hubungan Anda. Fokuslah pada hal-hal tersebut.</p>
<p>Anda tidak mampu menerima ketika ia mengungkapkan kekagumannya pada orang lain<br />
Misalnya, si dia berkomentar tentang betapa seksinya kaki jenjang yang dimiliki para model, lalu membandingkan dengan kaki Anda yang berbulu. Si dia berbincang dalam waktu yang lama dengan seorang perempuan, dan Anda mulai berprasangka bahwa pasangan Anda punya maksud-maksud tertentu terhadap perempuan itu. Mengapa Anda bisa bereaksi begitu kuat terhadap pemandangan seperti ini?</p>
<p>&#8220;Kecemburuan bisa menjadi suatu reaksi terhadap hasrat dan harapan yang tidak diakui dari orang yang cemburu itu,&#8221; jelas Dr Matthew Bambling, psikolog klinis dan pengajar senior di Australian Catholic University.</p>
<p>Orang yang cemburu seringkali tak mau mengakui bahwa mereka juga tertarik pada orang lain, atau berjuang dengan keterbatasan hubungan jangka panjang. Ketimbang mengakuinya, mereka mengalihkannya pada pasangan, kemudian menuduh pasangan melakukan hal-hal yang tidak mereka lakukan. Hal ini menjadi cara yang hebat, tapi merusak, untuk melenyapkan perasaan tidak diinginkan atau pikiran-pikiran bersalah.</p>
<p>Nah, ketika Anda sudah semakin matang, seharusnya Anda sudah mampu mengendalikan keinginan untuk mengonfrontasi pasangan atas apa yang dilakukannya.</p>
<p>Sumber: kompas.com/ Madison Mag</p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xuOEjMh5uSeuAt_m1HAmu3uyJF4/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xuOEjMh5uSeuAt_m1HAmu3uyJF4/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xuOEjMh5uSeuAt_m1HAmu3uyJF4/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xuOEjMh5uSeuAt_m1HAmu3uyJF4/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Inspirasijiwacom/~4/4rNeByItewY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inspirasijiwa.com/?feed=rss2&amp;p=2625</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://inspirasijiwa.com/?p=2625</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Gaji Kebanyakan Orang Ludes Setelah 2 Minggu</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Inspirasijiwacom/~3/5YuUiXIe8fE/</link>
		<comments>http://inspirasijiwa.com/?p=2616#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Feb 2012 04:18:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inspira6</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Life Style]]></category>
		<category><![CDATA[gaji orang]]></category>
		<category><![CDATA[masalah keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan uang]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inspirasijiwa.com/?p=2616</guid>
		<description><![CDATA[Putus asa karena gaji Anda &#8220;tujuh koma&#8221;, alias tanggal 7 sudah &#8220;koma&#8221;? Ternyata, hal ini dialami oleh banyak perempuan, dan tak hanya di Indonesia tetapi juga di negara lain. Tagihan-tagihan, iuran-iuran, belanja bulanan, dan lain sebagainya, membuat gaji menguap dalam seminggu atau dua minggu saja. Kebanyakan kalangan pekerja di Inggris mengaku merasa kekurangan uang hanya&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="article_body">
<div id="attachment_2617" class="wp-caption alignleft" style="width: 308px"><a href="http://inspirasijiwa.com/wp-content/uploads/2012/02/gaji-karyawan.jpg"><img class="size-full wp-image-2617" title="gaji karyawan" src="http://inspirasijiwa.com/wp-content/uploads/2012/02/gaji-karyawan.jpg" alt="" width="298" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Shutterstock</p></div>
<p>Putus asa karena gaji Anda &#8220;tujuh koma&#8221;, alias tanggal 7 sudah &#8220;koma&#8221;? Ternyata, hal ini dialami oleh banyak perempuan, dan tak hanya di Indonesia tetapi juga di negara lain. Tagihan-tagihan, iuran-iuran, belanja bulanan, dan lain sebagainya, membuat gaji menguap dalam seminggu atau dua minggu saja.</p>
<p>Kebanyakan kalangan pekerja di Inggris mengaku merasa kekurangan uang hanya 17 hari setelah gajian, demikian menurut laporan Halifax, sebuah situs <em>online banking</em>. Kesulitan yang dihadap para pekerja yang kekurangan uang ini disebabkan perjuangan mereka untuk membayar tagihan rumah tangga yang terus meningkat, dan banyak lainnya mengalami pemotongan gaji oleh atasannya. Yang lebih mengkhawatirkan, satu dari 10 orang mengaku keuangannya mulai seret hanya seminggu setelah menerima gaji bulanan.</p>
<p>Laporan dari Halifax ini diperoleh setelah mewawancara sekitar 2.000 orang dewasa, yang mengungkapkan bahwa kondisi ini menyebabkan munculnya generasi yang terobsesi untuk mengecek saldo rekening di bank. Bayangkan saja, satu dari lima orang ternyata mengecek rekening mereka setiap hari. Kemudian 22 persen dari populasi mengecek tabungannya lebih dari tiga kali seminggu, dan hampir 40 persen menyadari bahwa saldonya hanya tinggal 5 poundsterling (sekitar Rp 70.000).</p>
<p>Sir Mervyn King, gubernur Bank of England, mengatakan para pekerja saat ini mengalami &#8220;tekanan yang ganas&#8221; pada gaji mereka. &#8220;Saat ini kita mengalami periode terpanjang dimana standar gaji gagal naik sejak tahun 1920-an,&#8221; katanya.</p>
<p>Sekitar 1,5 juta keluarga saat ini menghadapi tekanan lanjutan. Diperkirakan, tunjangan anak akan dipotong pada tahun 2013, jika salah satu orangtua (atau keduanya) adalah pembayar pajak dengan tingkat lebih tinggi.</p>
<p>Sumber: kompas.com/ Marie Claire</p></div>
<div></div>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fP7sPrN244Tj2Zjq08YRKMRoKak/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fP7sPrN244Tj2Zjq08YRKMRoKak/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fP7sPrN244Tj2Zjq08YRKMRoKak/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/fP7sPrN244Tj2Zjq08YRKMRoKak/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Inspirasijiwacom/~4/5YuUiXIe8fE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inspirasijiwa.com/?feed=rss2&amp;p=2616</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://inspirasijiwa.com/?p=2616</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Masyarakat Makin Permisif Pada Seks Pranikah</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Inspirasijiwacom/~3/8XO0PKjEu2k/</link>
		<comments>http://inspirasijiwa.com/?p=2612#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 08:01:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inspira6</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Style]]></category>
		<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[pergaulan remaja]]></category>
		<category><![CDATA[seks pranikah]]></category>
		<category><![CDATA[tingkat perilaku seks remaja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inspirasijiwa.com/?p=2612</guid>
		<description><![CDATA[Seks pranikah di kalangan remaja makin meningkat. Keingintahuan remaja yang besar, perkembangan teknologi informasi, kurangnya komunikasi dalam keluarga, dan semakin tak pedulinya masyarakat membuat perilaku itu semakin meluas. Ancaman penyebaran berbagai penyakit kelamin dan rendahnya kualitas generasi mendatang mengadang. ”Masyarakat semakin permisif terhadap perilaku remaja,” kata Ketua Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta yang&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2613" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://inspirasijiwa.com/wp-content/uploads/2012/02/Remaja-makin-permisif.jpg"><img class="size-medium wp-image-2613" title="Remaja makin permisif" src="http://inspirasijiwa.com/wp-content/uploads/2012/02/Remaja-makin-permisif-300x153.jpg" alt="" width="300" height="153" /></a><p class="wp-caption-text">shutterstock</p></div>
<p>Seks pranikah di kalangan remaja makin meningkat. Keingintahuan remaja yang besar, perkembangan teknologi informasi, kurangnya komunikasi dalam keluarga, dan semakin tak pedulinya masyarakat membuat perilaku itu semakin meluas. Ancaman penyebaran berbagai penyakit kelamin dan rendahnya kualitas generasi mendatang mengadang.</p>
<p>”Masyarakat semakin permisif terhadap perilaku remaja,” kata Ketua Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga peneliti Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada, Budi Wahyuni, saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (18/2).</p>
<p>Di sekitar kita banyak anak muda berpacaran di pinggir jalan dan tempat-tempat gelap tanpa malu-malu. Masyarakat umumnya cuek dengan perilaku remaja itu selama tidak merugikan mereka.</p>
<p>Hal senada diungkapkan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Sugiri Syarief di Jakarta, Minggu. Kurang hangatnya komunikasi dalam keluarga membuat remaja mencoba mendapatkannya pada teman-teman sebaya.</p>
<p>Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia 2002-2003 menyebutkan, remaja yang mengaku memiliki teman yang pernah berhubungan seksual sebelum menikah pada usia 14-19 tahun mencapai 34,7 persen untuk perempuan dan 30,9 persen untuk laki-laki. Mereka yang berumur 20-24 tahun yang pernah melakukan hal serupa ada 48,6 persen untuk perempuan dan 46,5 persen untuk laki-laki.</p>
<p>Hal serupa didapat dari data Komisi Nasional Perlindungan Anak tahun 2008. Dari 4.726 responden siswa SMP dan SMA di 17 kota besar diperoleh hasil, 97 persen remaja pernah menonton film porno serta 93,7 persen pernah melakukan ciuman, meraba kemaluan, ataupun melakukan seks oral. Sebanyak 62,7 persen remaja SMP tidak perawan dan 21,2 persen remaja mengaku pernah aborsi. Perilaku seks bebas pada remaja terjadi di kota dan desa pada tingkat ekonomi kaya dan miskin.</p>
<p><strong>Pendidikan seks</strong></p>
<p>Untuk mengatasi persoalan itu, sejumlah kalangan mengusulkan adanya pendidikan seks bagi remaja sejak 1980-an. Namun, hingga kini pendidikan ini sulit diterapkan karena seks dianggap tabu dan pendidikan seks justru dianggap mendorong remaja melakukan seks bebas.</p>
<p>”Remaja sebenarnya sudah matang secara seksual sejak mereka menstruasi ataupun mimpi basah. Namun, dalam hubungan seksual, mereka masih dianggap anak kecil,” kata Budi.</p>
<p>Pendidikan seks, menurut Budi, tidak untuk mendorong remaja melakukan seks bebas, tetapi mengajarkan mereka untuk bertanggung jawab. Bagi mereka yang belum pernah melakukan hubungan seksual, pendidikan ini akan memberikan keyakinan kepada remaja untuk percaya diri mengatakan tidak pada seks pranikah. Sementara bagi yang tidak bisa mengendalikan diri, diharapkan tidak menyebarkan penyakit kepada yang lain.</p>
<p>”Pendidikan kesehatan reproduksi penting agar remaja paham,” kata Sugiri.</p>
<p>Sugiri menyatakan, seks pranikah harus dikendalikan karena berisiko besar bagi pengelolaan kependudukan Indonesia. Seks pranikah akan mendorong melonjaknya pertambahan penduduk. Ketidaksiapan orangtua mendidik anak akibat kehamilan yang tak dikehendaki juga akan memicu rendahnya kualitas generasi Indonesia. (Kompas.com/MZW)</p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/6hMYLmEa-kKDhoRf2jFPHdrzakA/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/6hMYLmEa-kKDhoRf2jFPHdrzakA/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/6hMYLmEa-kKDhoRf2jFPHdrzakA/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/6hMYLmEa-kKDhoRf2jFPHdrzakA/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Inspirasijiwacom/~4/8XO0PKjEu2k" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inspirasijiwa.com/?feed=rss2&amp;p=2612</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://inspirasijiwa.com/?p=2612</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Potensi Manusia</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Inspirasijiwacom/~3/M0-x_BnVKJc/</link>
		<comments>http://inspirasijiwa.com/?p=2607#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 00:21:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inspira6</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivation & Inspiration]]></category>
		<category><![CDATA[apa yang dapat dilakukan manusia]]></category>
		<category><![CDATA[kehebatan manusia]]></category>
		<category><![CDATA[potensi manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inspirasijiwa.com/?p=2607</guid>
		<description><![CDATA[Manusia mempunyai banyak kelebihan. Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna. Sayangnya banyak manusia yang tidak menyadari akan kelebihannya. Yang terlihat hanya kekurangannya, sehingga muncul rasa rendah diri. &#160;  Apa saja kelebihan manusia? Banyak sekali. Diantaranya adalah: - Jantung manusia berdenyut 100.000 ribu kali perhari - Jantung manusia memompa 25.000 liter darah perhari - Pembuluh&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://inspirasijiwa.com/wp-content/uploads/2012/02/ambition2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2608" title="ambition2" src="http://inspirasijiwa.com/wp-content/uploads/2012/02/ambition2-300x216.jpg" alt="" width="300" height="216" /></a>Manusia mempunyai banyak kelebihan. Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna. Sayangnya banyak manusia yang tidak menyadari akan kelebihannya. Yang terlihat hanya kekurangannya, sehingga muncul rasa rendah diri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> </strong>Apa saja kelebihan manusia? Banyak sekali. Diantaranya adalah:</p>
<p>- Jantung manusia berdenyut 100.000 ribu kali perhari</p>
<p>- Jantung manusia memompa 25.000 liter darah perhari</p>
<p>- Pembuluh darah manusia panjangnya mencapai 100.000 kilometer</p>
<p>- Mata manusia bisa membedakan sedikitnya 10 juta warna</p>
<p>- Jika semua potensi manusia itu dikumpulkan, maka manusia bisa menarik beban seberat 25.000 ton</p>
<p>- Potensi otak manusia. Otak manusia terdiri dari otak kanan dan otak kiri. Otak kanan untuk hal-hal yang bersifat imajiniasi (gambar, seni, musik). Sedangkan otak kiri untuk hal-hal yang bersifat logika (berhitung, matematika, fisika).</p>
<p>Itu baru sebagian “kecil” saja potensi yang dimiliki manusia. Masih banyak potensi lainnya. Untuk itu sudah semestinya kita sebagai manusia bersyukur atas karunia Tuhan tersebut, dan memanfatakan potensi tersebut dengan sebaik-baiknya. Manusia harus menggali potensi yang ada dalam dirinya.</p>
<p>Untuk menggali potensi diri, ada beberapa hal yang perlu dilakukan:</p>
<p><strong>1. Tanamkan sikap mental positif.</strong></p>
<p><strong>2. Tanamkan keyakinan positif.</strong></p>
<p>Untuk mempunyai sikap mental postif, kita harus mengembalikan “state” (kondisi/keadaan/mood) ke posisi yang baik atau positif. Kalau mood kita bagus, maka kita akan mampu melakukan banyak hal.</p>
<p><strong>Menanamkan keyakinan positif akan mendatangkan sikap optimis dan tidak mudah menyerah.</strong> Setiap kejadian dilihat dari kacamata positif. Misalnya: melihat kegagalan sebagai sukses yang tertunda, bukan sebagai tanda kegagalan berikutnya.</p>
<p>Alangkah ruginya, jika kita membiarkan potensi yang ada dalam diri kita “terkubur” begitu saja. Mari kita gali dankembangkan potensi diri kita, sekecil apapun itu. Tommy Siawira/ smartfm (am)</p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1Fb5FRVduu09f19dUrrwIrSscyU/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1Fb5FRVduu09f19dUrrwIrSscyU/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1Fb5FRVduu09f19dUrrwIrSscyU/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1Fb5FRVduu09f19dUrrwIrSscyU/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Inspirasijiwacom/~4/M0-x_BnVKJc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inspirasijiwa.com/?feed=rss2&amp;p=2607</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://inspirasijiwa.com/?p=2607</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Ini yang Dilakukan Bos-bos  Saat Jam Kantor</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Inspirasijiwacom/~3/qvaepVKfqTU/</link>
		<comments>http://inspirasijiwa.com/?p=2603#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 02:01:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>inspira6</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Style]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan bos]]></category>
		<category><![CDATA[perilaku bos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://inspirasijiwa.com/?p=2603</guid>
		<description><![CDATA[Bos adalah orang paling dicari di kantor, tapi entah mengapa, mereka justru paling sulit ditemukan. Berkas-berkas yang perlu ditandatangani si bos terpaksa teronggok di meja kerjanya sepanjang hari. Meeting mingguan juga kerap berlangsung tanpa kehadirannya, atau paling-paling ia muncul sebentar lalu bergegas pergi. Apa sih yang sebenarnya sedang dilakukannya? Sepertiga dari waktu kerja bos ternyata&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://inspirasijiwa.com/wp-content/uploads/2012/02/bill-gates.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-2604" title="bill-gates" src="http://inspirasijiwa.com/wp-content/uploads/2012/02/bill-gates-240x300.jpg" alt="" width="240" height="300" /></a>Bos adalah orang paling dicari di kantor, tapi entah mengapa, mereka justru paling sulit ditemukan. Berkas-berkas yang perlu ditandatangani si bos terpaksa teronggok di meja kerjanya sepanjang hari. <em>Meeting</em> mingguan juga kerap berlangsung tanpa kehadirannya, atau paling-paling ia muncul sebentar lalu bergegas pergi.</p>
<p>Apa sih yang sebenarnya sedang dilakukannya?</p>
<p>Sepertiga dari waktu kerja bos ternyata dihabiskan untuk menghadiri <em>meeting</em>, demikian salah satu penemuan utama tim peneliti dari London School of Economics dan Harvard Business School. Tim ini mengikuti jadwal harian lebih dari 500 CEO di seluruh dunia, dengan tujuan untuk mengetahui secara persis bagaimana mereka mengelola waktu, dan bagaimana hal tersebut memengaruhi performa dan manajemen perusahaan.</p>
<p>Tim menggunakan catatan waktu yang disimpan asisten pribadi para CEO tersebut, yang melacak aktivitas yang berlangsung lebih dari 15 menit selama satu minggu, yang dipilih oleh para peneliti. <em>Project</em>, yang diberi nama Executive Time Use Project ini, sudah mengumpulkan data dari tiga studi yang berbeda dari CEO di seluruh dunia.</p>
<p>Dalam salah satu sampel yang melibatkan 65 CEO, terlihat bahwa para bos itu menghabiskan sekitar 18 jam dari 55 jam kerja selama seminggu untuk meeting, lebih dari tiga jam untuk menelepon, dan lima jam menghadiri jamuan makan bisnis. Sisa waktu yang ada digunakan untuk traveling atau aktivitas pribadi lain, seperti olahraga, atau makan siang dengan istri. Aktivitas lain yang dilakukan dalam waktu singkat antara lain menelepon (tidak tercatat oleh asisten pribadi). Mereka juga bekerja sendiri rata-rata enam jam per minggu.</p>
<p>Semakin banyak laporan langsung yang diterima oleh sang CEO, semakin banyak dan panjang <em>meeting</em> internal yang dihadirinya. Dalam kondisi seperti ini, CEO ini memilih untuk menanganinya sendiri ketimbang mendelegasikannya pada manajer lain.</p>
<p>Jumlah waktu yang dihabiskan para CEO untuk <em>meeting</em> ini tidak mengejutkan para peneliti, mengingat peran CEO adalah mengelola karyawan dan menemui para klien dan konsultan. Jadwal <em>meeting</em> yang padat, yang di perusahaan-perusahaan global kerap diadakan secara virtual, menunjukkan bahwa para eksekutif ini berperan penuh dalam perusahaan, dan sangat dekat dengan para manajer dan kliennya.</p>
<p>Mengingat terbatasnya waktu, pertemuan secara tatap muka sudah tak lagi jadi satu-satunya pilihan. Rory Cowan, CEO Lionbridge Technologies Inc., perusahaan layanan teknologi dari Waltham, Massachusetts, mengatakan bahwa komunikasi secara konstan dengan staf dan kliennya banyak dilakukan melalui SMS, instant messaging, dan <em>video chatting</em>. Cara ini sangat efektif, terbukti <em>meeting</em> jarang sekali berakhir lebih dari 15 menit.</p>
<p>Meski begitu, mereka mengaku butuh waktu sendiri lebih banyak untuk berpikir dan mengatur strategi. Lars Dalgaard, CEO dari SuccessFactors Inc., sebuah perusahaan software untuk sumber daya manusia, mencoba mendedikasikan 25 persen waktunya selama seminggu untuk berpikir. Waktu itu diperoleh dengan mengosongkan waktu dalam jadwal kegiatannya, atau saat di atas pesawat, atau ketika berkendara. Sedangkan Cowan mengaku tak mau diganggu setiap pukul 07.00 pagi, agar dapat menjernihkan pikiran, juga membaca e-mail yang masuk dan mengikuti berita di suratkabar.</p>
<p>Hal yang berbeda dialami Jon Oringer, CEO Shutterstock Images LLC, perusahaan penyedia stok foto yang berbasis di New York. Ia jarang menelepon, dan dalam sehari rata-rata hanya menghadiri tiga <em>meeting</em> yang kebanyakan memakan waktu 30 menit saja (kadang-kadang bisa sampai 90 menit). Sisa waktunya digunakan untuk mengamati persaingannya dengan blog-blog seperti TechCrunch, memonitor traffic web, Twitter feeds, dan mengerjakan proyeknya sendiri. Ia biasa bekerja dari pukul 09.30 hingga 16.00, namun masih sering bekerja di rumah, termasuk saat akhir pekan.</p>
<p>&#8220;Saya tak merasa sedang bekerja ketika melakukan semua aktivitas itu,&#8221; kata pria bergelar Master dari ilmu komputer di Columbia University ini. &#8220;Itu hobi saya.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<div></div>
<p><strong>Sumber: Kompas.com/ The Wall Street Journal</strong></p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/s9siDGRlc_MxTIqzke3Ko9BL0SA/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/s9siDGRlc_MxTIqzke3Ko9BL0SA/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/s9siDGRlc_MxTIqzke3Ko9BL0SA/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/s9siDGRlc_MxTIqzke3Ko9BL0SA/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Inspirasijiwacom/~4/qvaepVKfqTU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://inspirasijiwa.com/?feed=rss2&amp;p=2603</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://inspirasijiwa.com/?p=2603</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>

