<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss version="2.0"><channel><title>My Lovely Blog</title><link>http://irene.malau.net</link><description>Me, MySelf and Irene</description><language>en</language><generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator><sy:updatePeriod xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/">hourly</sy:updatePeriod><sy:updateFrequency xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/">1</sy:updateFrequency><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/IreneSanti" type="application/rss+xml" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">IreneSanti</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><title>Kelas Peacebuilding</title><link>http://irene.malau.net/2009/06/10/kelas-peacebuilding/</link><category>Diari</category><category>Jepang</category><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Irene Santi</dc:creator><pubDate>Wed, 10 Jun 2009 06:18:03 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">http://irene.malau.net/?p=981</guid><content:encoded xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><![CDATA[<p>Hari Rabu dan Hari Kamis merupakan hari terberat sepanjang minggu buatku. Rabu kuliah dimulai jam 8.45 yang artinya aku harus berangkat dari rumah jam 7.45, kadang kalo terlambat, berangkat jam 8.00 tapi harus berlari mengejar jadwal subway <img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' />. Kebiasaanku tidur pagi dan bangun siang membuat keadaan semakin berat. Tapi sebenarnya bagian terberatnya adalah karena tugas setiap minggunya mencapai klimaks di dua hari itu. Tugas yang kumaksud bukan hanya tugas berupa PR (dalam bentuk essay atau problems), tapi juga reading assignments yang menumpuk. </p>
<p>Tadi itu bagian terparah sepanjang aku kuliah di sini, nggak tau besok-besok gimana. Anak ekonomi disuruh memahami percaturan politik dunia melalui satu istilah &#8220;peacebuilding&#8221;. Saking bingungnya mencari sumber tulisan yang lebih mudah dipahami, akhirnya aku mencoba youtube. Youtube memang luarbiasa, aku menemukan wawancara panjang mantan Sekjen PBB, Sir Brian Urquhart seputar peacemaking (teman seperjuanganya si peacebuilding tadi). Tapi, tetap saja, menulis sesuatu yang tidak kita pahami itu sangat menyiksa. </p>
<p>Essay yang harus ditulis berkisar 3 sampai 5 halaman dan single space. Sebelum menulis, kami diwajibkan membaca reading materials yang kebetulan tebal <img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' />. Kebayang betapa bingungnya aku, kamus Oxford harus kupakai berulang-ulang dan tetap sulit. Aku mulai berpikir &#8220;Sensei ini tega bener ya, bikin tugas ginian, gimana sih tampangnya?&#8221;. Mulai kesal dan tak sabaran.</p>
<p>Dua kelas pagi harus kulalui sebelum kelas &#8220;peacebuilding&#8221; ini. Punggungku mulai terasa sakit gara-gara kelamaan duduk dengan posisi yang sama semalaman di depan komputer. Semua kata-kata dosen lewat dah, terganggu oleh nyeri punggung. Untung dua kelas selesai tanpa masalah. Dengan rasa penasaran, aku memasuki ruang seminar &#8220;peacebuilding&#8221;. Kelas ini diikuti oleh banyak mahasiswa dari berbagai jurusan (Hukum, Politik, Pemerintahan dan Ekonomi), meskipun ga nyambung, tapi itulah tuntuan sekolah di jurusan internasional, harus paham keadaan dunia secara global. Okelah, mana tu Professor? Tunjukkan batang hidungmu <img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> </p>
<p>Dia seorang perempuan. Tadinya dalam bayanganku dia bapak-bapak, perut gendut dan suara bongor. Sosoknya mungil, ringkih, rambutnya kriting (keriting akar: sangat jarang terlihat di Jepang), suaranya berbeda dari yang biasa kudengar, dan Bahasa Inggrisnya sophisticated (level tinggi). &#8220;Jadi, sensei semungil ini telah membuatku berjibaku sepanjang tiga hari ini?&#8221;. Tak kuduga. Tak sanggup juga aku kesal berlama-lama. Ilmunya mengalir deras ketika dia menjelaskan tentang detail program-program United Nation (PBB) tentang perdamaian dunia. Yang ada aku terkagum-kagum, meskipun tak sepenuhnya memahami setiap perkataannya.<br />
Ganbatte Irene!!!</p>
<hr />
<p align="center">
<a href="http://www.malau.net/irene.php" target="_blank"><img src="http://www.malau.net/forbis-joko-face.gif" width="468" height="60" border="0" alt="Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!"></a>
</p>
	<h3>Related posts</h3>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/01/23/welcome-to-japan-yokoso-japan/" title="Welcome To Japan (Yokoso Japan) (23 January 2009)">Welcome To Japan (Yokoso Japan)</a> (10)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2007/12/04/two-important-things-in-my-life/" title="Two Important Things In My Life (4 December 2007)">Two Important Things In My Life</a> (2)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part3/" title="Tokyo (Part3) (8 April 2009)">Tokyo (Part3)</a> (4)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part2/" title="Tokyo (Part2) (8 April 2009)">Tokyo (Part2)</a> (5)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part1/" title="Tokyo (Part1) (8 April 2009)">Tokyo (Part1)</a> (3)</li>
</ul>

<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=UUiJ2XyHZgg:mNKrGPa9oIg:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=UUiJ2XyHZgg:mNKrGPa9oIg:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=UUiJ2XyHZgg:mNKrGPa9oIg:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?i=UUiJ2XyHZgg:mNKrGPa9oIg:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=UUiJ2XyHZgg:mNKrGPa9oIg:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?i=UUiJ2XyHZgg:mNKrGPa9oIg:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded><description>Hari Rabu dan Hari Kamis merupakan hari terberat sepanjang minggu buatku. Rabu kuliah dimulai jam 8.45 yang artinya aku harus berangkat dari rumah jam 7.45, kadang kalo terlambat, berangkat jam 8.00 tapi harus berlari mengejar jadwal subway . Kebiasaanku tidur pagi dan bangun siang membuat keadaan semakin berat. Tapi sebenarnya bagian terberatnya adalah karena tugas [...]</description><wfw:commentRss xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/">http://irene.malau.net/2009/06/10/kelas-peacebuilding/feed/</wfw:commentRss></item><item><title>MeiDaiSai (Tenda Kuning Kita)</title><link>http://irene.malau.net/2009/06/06/meidaisai/</link><category>Diari</category><category>Jepang</category><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Irene Santi</dc:creator><pubDate>Sat, 06 Jun 2009 04:39:33 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">http://irene.malau.net/?p=971</guid><content:encoded xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><![CDATA[<p>Nagoya University Festival (alias MeiDaiSai). Mei untuk membaca kanji awal Nagoya, Dai untuk Daigaku atau University, dan Sai untuk Festival. Festival ini dilakukan sekali setahun menyambut hari jadi Nagoya University. Tahun ini diadakan tanggal 6-7 Juni 2009. Festival kali ini merupakan festival ke-50, tahun ini dirayakan meriah, tapi tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, setiap stan dilarang berjualan makanan karena kejadian tahun lalu menjatuhkan satu orang korban keracunan makanan. Festival tanpa makanan sungguh kurang meriah, yang ada jadinya pasar murah. </p>
<div id="attachment_973" class="wp-caption alignleft" style="width: 460px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/06/imgp2352_resize_resize.jpg" alt="Gerbang Masuk" title="Gerbang Masuk" width="450" height="337" class="size-full wp-image-973" /><p class="wp-caption-text">Gerbang Masuk</p></div>
<p>Tapi bagaimanapun juga inilah festival pertamaku di kampus. Aku mengambil sedikit foto tadi sembari menjalankan tugas menjaga stan Indonesia yang berjualan souvenir-souvenir Indonesia, menyewakan baju daerah buat dipakai dan berfoto, dan penampilan angklung kecil-kecilan. Aku pun sempat membeli payung di tempat berjualan umum karena seminggu lalu aku kehilangan payungku di gedungku sendiri. Makanya, jangan percaya semua tempat itu aman di Jepang, apalagi tempat itu banyak orang internasionalnya. <img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
<p>Aku hanya sempat mengambil beberapa foto karena ditambah banyak kesibukan. Semoga fotonya bisa menggambarkan sedikit keadaan di sana tadi. </p>
<div id="attachment_979" class="wp-caption alignleft" style="width: 460px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/06/imgp2351_resize_resize.jpg" alt="Tenda Kuning Kita" title="Tenda Kuning Kita" width="450" height="337" class="size-full wp-image-979" /><p class="wp-caption-text">Tenda Kuning Kita</p></div>
<div id="attachment_972" class="wp-caption alignleft" style="width: 460px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/06/imgp2312_resize_resize.jpg" alt="Memasang Wayang" title="Memasang Wayang" width="450" height="337" class="size-full wp-image-972" /><p class="wp-caption-text">Memasang Wayang</p></div>
<div id="attachment_974" class="wp-caption alignleft" style="width: 460px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/06/imgp2330_resize_resize.jpg" alt="Melayani Pengunjung" title="Melayani Pengunjung" width="450" height="337" class="size-full wp-image-974" /><p class="wp-caption-text">Melayani Pengunjung</p></div>
<div id="attachment_975" class="wp-caption alignleft" style="width: 460px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/06/imgp2350_resize_resize.jpg" alt="Band Berdasi ;)" title="Band Professional" width="450" height="337" class="size-full wp-image-975" /><p class="wp-caption-text">Band Berdasi <img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p></div>
<div id="attachment_976" class="wp-caption alignleft" style="width: 460px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/06/imgp2345_resize_resize.jpg" alt="Penyewaan Baju dan Foto Bersama" title="Penyewaan Baju dan Foto Bersama" width="450" height="337" class="size-full wp-image-976" /><p class="wp-caption-text">Penyewaan Baju dan Foto Bersama</p></div>
<hr />
<p align="center">
<a href="http://www.malau.net/irene.php" target="_blank"><img src="http://www.malau.net/forbis-joko-face.gif" width="468" height="60" border="0" alt="Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!"></a>
</p>
	<h3>Related posts</h3>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/01/23/welcome-to-japan-yokoso-japan/" title="Welcome To Japan (Yokoso Japan) (23 January 2009)">Welcome To Japan (Yokoso Japan)</a> (10)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2007/12/04/two-important-things-in-my-life/" title="Two Important Things In My Life (4 December 2007)">Two Important Things In My Life</a> (2)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part3/" title="Tokyo (Part3) (8 April 2009)">Tokyo (Part3)</a> (4)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part2/" title="Tokyo (Part2) (8 April 2009)">Tokyo (Part2)</a> (5)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part1/" title="Tokyo (Part1) (8 April 2009)">Tokyo (Part1)</a> (3)</li>
</ul>

<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=kdF006jPTJc:1eRc7PnIYC4:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=kdF006jPTJc:1eRc7PnIYC4:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=kdF006jPTJc:1eRc7PnIYC4:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?i=kdF006jPTJc:1eRc7PnIYC4:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=kdF006jPTJc:1eRc7PnIYC4:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?i=kdF006jPTJc:1eRc7PnIYC4:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded><description>Nagoya University Festival (alias MeiDaiSai). Mei untuk membaca kanji awal Nagoya, Dai untuk Daigaku atau University, dan Sai untuk Festival. Festival ini dilakukan sekali setahun menyambut hari jadi Nagoya University. Tahun ini diadakan tanggal 6-7 Juni 2009. Festival kali ini merupakan festival ke-50, tahun ini dirayakan meriah, tapi tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, setiap [...]</description><wfw:commentRss xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/">http://irene.malau.net/2009/06/06/meidaisai/feed/</wfw:commentRss></item><item><title>Mulung</title><link>http://irene.malau.net/2009/05/26/mulung/</link><category>Diari</category><category>Jepang</category><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Irene Santi</dc:creator><pubDate>Mon, 25 May 2009 22:33:31 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">http://irene.malau.net/?p=966</guid><content:encoded xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><![CDATA[<p>Wah&#8230; Hisashiburi (lama tak bertemu)&#8230;</p>
<p>Kesibukan kuliah mulai merajalela sekarang, dan kadang kepala ini tidak bisa diajak menulis yang lain-lain selain setumpuk PR. </p>
<p>Ada kejadian menarik hari ini, jadi pengen cerita sedikit. Tadi sepulang kuliah siang, aku dan temanku memandang tempat sampah apartemen kami yang biasanya sudah kosong kalau siang. Kali ini ada beberapa sampah di sana, dengan bungkus merah. Plastik merah berarti sampah dapur dan sampah basah yang memang dijadwalkan untuk dibuang setiap Hari Selasa. Tapi kenapa tidak diangkat? Jelas saja, karena isinya bukan sampah basah, tapi timbangan, futon (selimut dan kasur Jepang), sendok, panci-panci dkk. Hm&#8230; sebenarnya sampah itu dari kemaren di situ, tapi keberanian untuk memulung baru datang sekarang. Kami langsung aja memulungnya, memilah dan memilih, <img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /> . Malu juga, jadi celingak celinguk dulu sebelum mengambil. Syukurlah tidak ada orang yang lewat depan apartemen. Siiiip&#8230;</p>
<p>Di Jepang itu, membuang sampah elektronik dan barang-barang besi lainnya yang melebihi ukuran tertentu dikenakan biaya lumayan mahal, jadi kami hanya tertarik dengan barang-barang kecil ato non besi karena membayangkan buangnya tar gimana. Kebiasaan konsumtif orang-orang Jepang juga menjadikan tempat sampah diisi dengan barang-barang bagus tapi ga up to date lagi. Memulung sampah bukanlah kriminal jadi oke-oke saja. Ga perlu beli panci baru dan timbangan badan. <img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /></p>
<p>Semoga saja, tak ada anak seapartemen yang bisa bahasa Indonesia yang membaca blog ini, <img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' />.</p>
<hr />
<p align="center">
<a href="http://www.malau.net/irene.php" target="_blank"><img src="http://www.malau.net/forbis-joko-face.gif" width="468" height="60" border="0" alt="Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!"></a>
</p>
	<h3>Related posts</h3>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/01/23/welcome-to-japan-yokoso-japan/" title="Welcome To Japan (Yokoso Japan) (23 January 2009)">Welcome To Japan (Yokoso Japan)</a> (10)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2007/12/04/two-important-things-in-my-life/" title="Two Important Things In My Life (4 December 2007)">Two Important Things In My Life</a> (2)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part3/" title="Tokyo (Part3) (8 April 2009)">Tokyo (Part3)</a> (4)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part2/" title="Tokyo (Part2) (8 April 2009)">Tokyo (Part2)</a> (5)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part1/" title="Tokyo (Part1) (8 April 2009)">Tokyo (Part1)</a> (3)</li>
</ul>

<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=DDBUAY96Db8:JCbqoBsxnkk:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=DDBUAY96Db8:JCbqoBsxnkk:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=DDBUAY96Db8:JCbqoBsxnkk:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?i=DDBUAY96Db8:JCbqoBsxnkk:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=DDBUAY96Db8:JCbqoBsxnkk:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?i=DDBUAY96Db8:JCbqoBsxnkk:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded><description>Wah&amp;#8230; Hisashiburi (lama tak bertemu)&amp;#8230;
Kesibukan kuliah mulai merajalela sekarang, dan kadang kepala ini tidak bisa diajak menulis yang lain-lain selain setumpuk PR. 
Ada kejadian menarik hari ini, jadi pengen cerita sedikit. Tadi sepulang kuliah siang, aku dan temanku memandang tempat sampah apartemen kami yang biasanya sudah kosong kalau siang. Kali ini ada beberapa sampah di [...]</description><wfw:commentRss xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/">http://irene.malau.net/2009/05/26/mulung/feed/</wfw:commentRss></item><item><title>Swine Flu</title><link>http://irene.malau.net/2009/05/01/swine-flu/</link><category>Diari</category><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Irene Santi</dc:creator><pubDate>Fri, 01 May 2009 01:33:50 PDT</pubDate><guid isPermaLink="true">http://irene.malau.net/2009/05/01/swine-flu/</guid><content:encoded xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><![CDATA[<p>Keadaan Nagoya saat berita Swine Flu menyebar.</p>
<p>Pihak Universitas mengeluarkan &#8220;Urgent Notice regarding New Type of Influenza&#8221; untuk mewanti-wanti mahasiswa berhati-hati dan mengurangi perjalanan atau membatalkan semua perjalanan ke luar negeri. Jika terlanjur, sebaiknya tetap di rumah dan tidak ke kampus selama 10 hari. Hm&#8230;</p>
<p>Masker yang diklaim bisa memblokir penyebaran flu habis terjual di apotik-apotik. </p>
<p>Disarankan untuk mengumpulkan bahan makanan untuk seminggu ini (golden week), kalau-kalau penyebarannya sampai di Jepang, kampus akan ditutup sementara dan setiap mahasiswa diharap tetap tinggal di rumah.</p>
<p>Sesampai di depan laptop aku penasaran langsung browsing, sampai dimana penyebaran swine flu ini, bagaimana caranya karena aku jadi ikutan kwatir. Dulu sepertinya orang-orang santai aja di Indonesia pas Avian Flu menyebar, tapi kok waktu Swine Flu reaksinya lebih parah. Ternyata yang berbeda adalah &#8220;Cara menanggapi antara orang di Jepang dan di Indonesia&#8221;. Kata salah seorang temanku, di sini orang-orang rentan terkena flu, jadi lebih berhati-hati. Wah, aku juga akan berhati-hati. Sepertinya hari ini perlu berbelanja untuk seminggu nih. <img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /> Ide bagus.</p>
<hr />
<p align="center">
<a href="http://www.malau.net/irene.php" target="_blank"><img src="http://www.malau.net/forbis-joko-face.gif" width="468" height="60" border="0" alt="Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!"></a>
</p>
	<h3>Related posts</h3>
	<ul class="st-related-posts">
	<li>No related posts.</li>
	</ul>

<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=UlUt3ZfnBtI:GYRV53vXkBo:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=UlUt3ZfnBtI:GYRV53vXkBo:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=UlUt3ZfnBtI:GYRV53vXkBo:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?i=UlUt3ZfnBtI:GYRV53vXkBo:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=UlUt3ZfnBtI:GYRV53vXkBo:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?i=UlUt3ZfnBtI:GYRV53vXkBo:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded><description>Keadaan Nagoya saat berita Swine Flu menyebar.
Pihak Universitas mengeluarkan &amp;#8220;Urgent Notice regarding New Type of Influenza&amp;#8221; untuk mewanti-wanti mahasiswa berhati-hati dan mengurangi perjalanan atau membatalkan semua perjalanan ke luar negeri. Jika terlanjur, sebaiknya tetap di rumah dan tidak ke kampus selama 10 hari. Hm&amp;#8230;
Masker yang diklaim bisa memblokir penyebaran flu habis terjual di apotik-apotik. 
Disarankan [...]</description><wfw:commentRss xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/">http://irene.malau.net/2009/05/01/swine-flu/feed/</wfw:commentRss></item><item><title>Opening Ceremony</title><link>http://irene.malau.net/2009/04/09/opening-ceremony/</link><category>Diari</category><category>Jepang</category><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Irene Santi</dc:creator><pubDate>Thu, 09 Apr 2009 00:23:51 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">http://irene.malau.net/?p=954</guid><content:encoded xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><![CDATA[<p>Aku baru belajar, kalau kata Sensei dalam bahasa Jepang itu terdiri dari dua kanji. Kanji pertama berarti PRIORITY dan kedua berarti HIDUP. Jadi wajar Sensei di Jepang menjadi orang yang sangat diprioritaskan dalam dunia kehidupan pengajaran dan pendidikan. Filosofi tulisannya aja udah gitu. (CMIIW)</p>
<div id="attachment_955" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/opening-ceremony1.jpg" alt="Opening Ceremony Stage" title="opening-ceremony1" width="480" height="317" class="size-full wp-image-955" /><p class="wp-caption-text">Opening Ceremony Stage</p></div>
<p>Opening Ceremony 5 April 2009 Nagoya University diadakan di Toyoda Auditorium yang letaknya persis di kampus Nagoya. Karena masih lelah pulang dari Tokyo, temanku mengaku mengantuk sepanjang prosesi, bahkan ada yang tertidur. <img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' /> Tiga kali disuruh berdiri, terus tunduk kepada Sensei yang sedang berbaris di depan, temanku ini bangun karena kaget, berdiri dan tunduk dengan ritme yang tidak teratur. Aku ketawa setengah mati melihat gayanya. Dan ketawa terlalu keras sampai mengganggu orang di sekitar kami. Kalau sempat tertangkap kamera, pastilah bagian tidur dan kaget itu dicut dari rekaman. <img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>Kenapa ya, semuanya terasa sangat kaku, hitam (bajunya hitam semua), dingin dan diam. Sedikit gerak saja tidak terlihat, sementara aku mulai mengetuk-ngetukkan kuku di atas lutut, gelisah karena sedari awal aku tidak mengerti bahasa Jepang mereka yang cepat dan ilmiah. Satu hal yang kutangkap adalah bapak yang sedang pidato di depan sudah menyebut kata Sensei lebih dari 20 kali. </p>
<p>Aku berharap di suatu kesempatan ada bahasa Inggrisnya, tapi tetep aja sampai di akhir pidato bahasa Jepang. Harap maklum universitas negeri, yang artinya sebagian besar mahasiswanya anak negeri sini. </p>
<p>Untung, di menit-menit terakhir, sepasukan mahasiswa memasuki ruangan. Dari langkah kaki dan pembawaan, bisa kutebak mereka siapa, Paduan Suara. Ah, pasti nyanyi Gaude Amus Igitur. Eh, ternyata nyanyi lagu Bahasa Jepang lagi. Tapi musik adalah bahasa universal dan aku menikmatinya.</p>
<p>Meskipun aku sudah tiga bulan di Nagoya University, tapi Opening Ceremony ini adalah penyambutan sahku sebagai Mahasiswa. Selamat tinggal Research Student. Mohon petunjuk dari Sensei untuk ke depannya, dozo yoroshiku onegai shimasu.</p>
<hr />
<p align="center">
<a href="http://www.malau.net/irene.php" target="_blank"><img src="http://www.malau.net/forbis-joko-face.gif" width="468" height="60" border="0" alt="Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!"></a>
</p>
	<h3>Related posts</h3>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/01/23/welcome-to-japan-yokoso-japan/" title="Welcome To Japan (Yokoso Japan) (23 January 2009)">Welcome To Japan (Yokoso Japan)</a> (10)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2007/12/04/two-important-things-in-my-life/" title="Two Important Things In My Life (4 December 2007)">Two Important Things In My Life</a> (2)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part3/" title="Tokyo (Part3) (8 April 2009)">Tokyo (Part3)</a> (4)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part2/" title="Tokyo (Part2) (8 April 2009)">Tokyo (Part2)</a> (5)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part1/" title="Tokyo (Part1) (8 April 2009)">Tokyo (Part1)</a> (3)</li>
</ul>

<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=doXvMDCHaYU:COCs1S4mGiY:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=doXvMDCHaYU:COCs1S4mGiY:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=doXvMDCHaYU:COCs1S4mGiY:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?i=doXvMDCHaYU:COCs1S4mGiY:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=doXvMDCHaYU:COCs1S4mGiY:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?i=doXvMDCHaYU:COCs1S4mGiY:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded><description>Aku baru belajar, kalau kata Sensei dalam bahasa Jepang itu terdiri dari dua kanji. Kanji pertama berarti PRIORITY dan kedua berarti HIDUP. Jadi wajar Sensei di Jepang menjadi orang yang sangat diprioritaskan dalam dunia kehidupan pengajaran dan pendidikan. Filosofi tulisannya aja udah gitu. (CMIIW)
Opening Ceremony Stage
Opening Ceremony 5 April 2009 Nagoya University diadakan di Toyoda [...]</description><wfw:commentRss xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/">http://irene.malau.net/2009/04/09/opening-ceremony/feed/</wfw:commentRss></item><item><title>Tokyo (Part3)</title><link>http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part3/</link><category>Diari</category><category>Jepang</category><category>Tokyo</category><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Irene Santi</dc:creator><pubDate>Wed, 08 Apr 2009 09:37:56 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">http://irene.malau.net/?p=909</guid><content:encoded xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><![CDATA[<p>3 April 2009<br />
Kembali ke Akihabara, membeli harddisk, kabel LAN dan batere kamera.<br />
Berhubung hari Jumat, teman-teman cowok mau jumatan. Aku dan Mbak Icha disuruh nunggu sambil jalan-jalan. Yang mengherankan, di perjalanan menuju tempat itu, aku sempat disapa oleh seorang polisi berpakaian preman (Feri bilang sih intel sana) dalam bahasa Jepang. Kata Feri, mereka sering menyapa orang asing yang terlihat baru dan kebingungan. Ha? Padahal aku tidak bingung <img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' />. Ketika aku memanggil Feri, dia langsung bilang &#8220;O, daijoubu&#8221; yang artinya &#8220;O, gpp&#8230;&#8221;. </p>
<p>Siang itu, kami kesulitan mencari toilet sementara menunggu teman-teman selesai jumatan. Katanya sih di stasiun, tapi harus masuk dulu. Masa berkorban 230 yen untuk toilet, hehehe&#8230; Cara kami memperoleh toilet adalah, makan di resto Thai di samping tempat jumatan mereka dan meminjam toilet. Smart! Tapi tebak berapa sekali makan di sana? Tomyam 900 yen (sekitar 100ribu rupiah). Oops, jangan salah sangka dulu, makanannya sangat lumayan untuk harga itu.</p>
<div id="attachment_942" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/tomyam.jpg" alt="Seset Tomyam Lezat" title="tomyam" width="480" height="360" class="size-full wp-image-942" /><p class="wp-caption-text">Seset Tomyam Lezat</p></div>
<p>Di tempat ini, kami bertemu kakak kelas dalam program yang sama dan teman-teman Tokyo lainnya. Semuanya makan setelah jumatan. Aku suka pertemuan itu.</p>
<p>ODAIBA<br />
Oleh Bang Benny, salah seorang teman sejawat, senior sedepartemen, senior STAN dulu, dst dst, kami diboyong menuju ODAIBA. Pengalaman pertama naik monorail, di Jepang pula. Tiket menuju Odaiba sekitar 320 yen, kurskan sendiri ya. Semua hal yang pertama, kalau tidak menakutkan, biasa aja atau menarik (itu ketentuan yang berlaku bagiku). Kalau ini ga menakutkan, tapi menarik. Dari atas monorail, kita bisa melihat jembatan yang mirip jembatan San Fransisco beserta lautnya, Patung Liberty yang mirip dengan yang di Amerika, dst.</p>
<div id="attachment_943" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/odaiba.jpg" alt="Liberty dan Jembatan" title="odaiba" width="480" height="360" class="size-full wp-image-943" /><p class="wp-caption-text">Liberty dan Jembatan</p></div>
<p>Kereta monorail ini tidak dipegang oleh seorang masinis, semua dijalankan dengan otomatis. Jadi, kita bisa duduk di bangku (bukan di samping pak kusir) terdepan, tanpa terhalang ruang masinis. Yah, sepertinya memang ditujukan buat wisata.</p>
<div id="attachment_944" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/rel-monorel.jpg" alt="Rel Tunggal" title="rel-monorel" width="480" height="360" class="size-full wp-image-944" /><p class="wp-caption-text">Rel Tunggal</p></div>
<p>Odaiba adalah tempat terindah yang kami kunjungi selama di Tokyo. Dan asiknya lagi, teman-teman kami banyak yang tinggal di sana dengan biaya sewa rendah tapi rumahnya aduhai. Ngiri mode on lagi nih. Wow&#8230; asik juga ya, tinggal di apartemen mewah dengan biaya murah di dekat lokasi wisata, Tokyo pula. Bisa nangis-nangis kalo harus kembali ke Indonesia <img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' />. </p>
<p>Kami juga mengunjungi show room Toyota, dan mencoba menaiki setiap mobil yang dipamerkan karena dibebaskan untuk melakukan itu. Banyak hal yang bisa dilakukan di sana, menonton simulasi mobil balap Toyota (serasa dufan di perang bintang), mencoba games mobil-mobilan, atau mencoba mobil yang berkeliling di atap show room. Yang ada, aku akhirnya kelelahan dan terkapar di salah satu mobil di show room itu.</p>
<p>Malam itu terasa panjang. Pertama, kami mengunjungi rumah Bang Benny yang kuceritakan sangat menarik di Odaiba tadi, makan bareng, foto-foto bareng. Kami juga mengunjungi beberapa kamar di sekitar situ sebagai masukan untuk anak-anak Waseda yang baru tiba di Tokyo.</p>
<p>Saking panjangnya, kami ketinggalan kereta terakhir tengah malam itu. Di luar prediksi, terlebih malam itu adalah pergantian weekdays ke weekend, jadi jadwalnya berganti. Kami berhenti di stasiun antah berantah menunggu kereta ekspres. Di sinilah pengalaman yang paling berkesan selama di Tokyo. Ternyata banyak orang mengalami hal yang sama, maka penuh sesaklah kereta ekspres yang kami tumpangi, sama sesaknya dengan kereta KRD yang pernah kutumpangi di Jakarta ketika KRL ngadat. Gileeee, sesak bener, tanpa pegangan kita tidak akan terjatuh atau terjungkal. Bau minuman sangat kentara di antara penumpangnya. Mata-mata merah terlihat di hampir semua penumpangnya. Seorang cowok yang berdiri di belakangku bahkan bisa menyebarkan bau minuman yang sangat memuakan ke sekitarnya.</p>
<p>Feri kemudian bilang, &#8220;kalian dapat esensi dan kebiasaan di Jepang, dapat banget&#8221;. Ketika penumpang mulai berkurang, barulah kami sadar ada cairan muntahan di lantai yang ternyata sumber bau minuman terbesar sedari tadi. Semua orang di sekitar muntahan itu menghindar dan menjauh, bahkan orang yang mau masuk pintu pergi memilih pintu lain. </p>
<p>Untuk tiba di asrama Feri, tempat kami tidur, kami harus memilih taksi sebagai alternatif. Hilanglah semua kesan backpacker itu. Taksi di Jepang mahal, dan hanya bisa ditumpangi maksimal 4 orang, tidak lebih. Kalau di Jakarta masih bisa nego, hehehe. Pergerakan argo juga cepat dalam satuan yen. Meringis juga kami melihatnya. Tapi daripada tidur di emperan, mending ini deh.</p>
<p>4 April 2009<br />
Hari Terakhir, Hanami di Yoyogi Park<br />
Tujuan terakhir hari itu adalah menemui teman-teman lain yang baru tiba juga sehari sebelumnya. Aku ada titipan jaket dari mangga dua. <img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' /> Acara pertemuan ini sekalian dibuat dengan Hanami anak-anak Tokyo dan Yokohama. Maka, hari itu kami dan tas-tas besar kami kembali menuju Yoyogi park. Kali ini tidak sesepi pertama kali kami berkunjung karena hari libur. Yoyogi park lebih terlihat seperti dufan pas libur anak sekolah, bahkan lebih.</p>
<div id="attachment_947" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/hanami.jpg" alt="Hanami" title="hanami" width="480" height="360" class="size-full wp-image-947" /><p class="wp-caption-text">Hanami</p></div>
<p>Pertemuan kali ini membuatku mengenal banyak orang Indonesia. Hari itu juga aku bertemu seorang Karo dan untuk pertama kali di Jepang aku berbahasa Karo, hurrraaaayyy. </p>
<p>Hanami yang artinya melihat-lihat Hana atau bunga berubah jadi Pahami, atau melihat-lihat paha. Orang Jepang, kalau suhu sudah hangat, mereka mulai memakai baju-baju pendek dan kadang duduk kurang pas, jadilah para cowok-cowok jelalatan. Tapi yah, have fun go mad lah.</p>
<p>Hanami harus dipersingkat dengan kepulangan kami ke Nagoya. Hari itu diakhiri dengan duduk di JR Line sampai di Nagoya.</p>
<p>Setibanya di Nagoya, kami menyadari betapa tempat sendiri itu sangat jauh lebih menyenangkan dibanding tempat manapun di dunia. Di mana langit dijunjung di situ langit dipijak. Ntah, kalau pribahasa itu nyambung atau tidak <img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
<hr />
<p align="center">
<a href="http://www.malau.net/irene.php" target="_blank"><img src="http://www.malau.net/forbis-joko-face.gif" width="468" height="60" border="0" alt="Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!"></a>
</p>
	<h3>Related posts</h3>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part2/" title="Tokyo (Part2) (8 April 2009)">Tokyo (Part2)</a> (5)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part1/" title="Tokyo (Part1) (8 April 2009)">Tokyo (Part1)</a> (3)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/01/23/welcome-to-japan-yokoso-japan/" title="Welcome To Japan (Yokoso Japan) (23 January 2009)">Welcome To Japan (Yokoso Japan)</a> (10)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2007/12/04/two-important-things-in-my-life/" title="Two Important Things In My Life (4 December 2007)">Two Important Things In My Life</a> (2)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/01/25/salju-di-nagoya/" title="Salju di Nagoya (25 January 2009)">Salju di Nagoya</a> (10)</li>
</ul>

<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=GMVqrlQZ88M:5djIouWLErw:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=GMVqrlQZ88M:5djIouWLErw:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=GMVqrlQZ88M:5djIouWLErw:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?i=GMVqrlQZ88M:5djIouWLErw:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=GMVqrlQZ88M:5djIouWLErw:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?i=GMVqrlQZ88M:5djIouWLErw:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded><description>3 April 2009
Kembali ke Akihabara, membeli harddisk, kabel LAN dan batere kamera.
Berhubung hari Jumat, teman-teman cowok mau jumatan. Aku dan Mbak Icha disuruh nunggu sambil jalan-jalan. Yang mengherankan, di perjalanan menuju tempat itu, aku sempat disapa oleh seorang polisi berpakaian preman (Feri bilang sih intel sana) dalam bahasa Jepang. Kata Feri, mereka sering menyapa orang [...]</description><wfw:commentRss xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/">http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part3/feed/</wfw:commentRss></item><item><title>Tokyo (Part2)</title><link>http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part2/</link><category>Diari</category><category>Jepang</category><category>Tokyo</category><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Irene Santi</dc:creator><pubDate>Wed, 08 Apr 2009 09:29:05 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">http://irene.malau.net/?p=908</guid><content:encoded xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><![CDATA[<p>2 April 2009</p>
<p>TSUKIJI FISH MARKET<br />
Feri punya rencana yang lumayan asik pagi itu, mengunjungi pasar ikan yang sering tertera di buku-buku wisata Tokyo. Feri sendiri belum pernah ke sana, jadi ini pengalaman baru buat kami semua. Pasar ini mengadakan pelelangan ikan pagi-pagi buta, tapi sayang, kereta pertama tidak sanggup mengejar pelelangan itu, jadi kami hanya menyaksikan sisa-sisa dan pasarnya. </p>
<div id="attachment_917" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/pasar-ikan.jpg" alt="Pasar Ikan" title="pasar-ikan" width="480" height="360" class="size-full wp-image-917" /><p class="wp-caption-text">Pasar Ikan</p></div>
<p>Kendaraan yang dipergunakan di dalam pasar ini unik. Lihat saja. Kendaraan ini lincah dan kadang mengagetkan kalau muncul mendadak dari depan atau belakang kita. </p>
<div id="attachment_918" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/kendaraan-pasar-ikan.jpg" alt="Kendaraan di Pasar Ikan" title="kendaraan-pasar-ikan" width="480" height="360" class="size-full wp-image-918" /><p class="wp-caption-text">Kendaraan di Pasar Ikan</p></div>
<p>Yang unik dari pasar ini lagi adalah bau amis yang biasa kita temukan di pasar Indonesia absen di Tsukiji Fish Market. Bersih dan berhasil membuatku ngiler melihat ikan yang segar, merah, besar-besar dan beragam. Harganya sangat murah dibanding yang ada di mall di Jepang, bahkan di toko-toko emperannya.</p>
<p>Karena lapar dan belum sarapan, kami pun memutuskan mencoba resto sushi di dekat pasar ikan itu. Pastilah lebih fresh, wong dekat sumbernya. Tak perlu kaget, ternyata untuk makan di dalam resto perlu antri berjam-jam dalam antrian panjang. Kami pun antri, awalnya sabar, sabar, sabar. Tapi ketika kami tahu harganya mahal, kami pun ngacir meninggalkan antrian. Pasti yang di antrian belakang bersyukur setengah mati, lima orang meninggalkan antrian menghemat beberapa puluh menit. <img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /></p>
<div id="attachment_919" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/antrian-sushi.jpg" alt="Antrian Panjang Sushi" title="antrian-sushi" width="480" height="360" class="size-full wp-image-919" /><p class="wp-caption-text">Antrian Panjang Sushi</p></div>
<p>Demi berhemat, kami akhirnya makan di kedai udon (baca: udong) saja. 400 yen satu porsi sudah lengkap semua, lumayan enaklah. Pesanan kami berbeda-beda. Memesan di kedai udon sih mudah, tidak perlu berbasa basi dengan penjual. Tinggal masukan uang di mesin otomatis, tekan tombol makanan yang mo dibeli, serahkan bukti pembelian ke petugas, dan waaalllaaa&#8230; pesanan datang. Praktis. </p>
<div id="attachment_920" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/udon.jpg" alt="Udong" title="udon" width="480" height="360" class="size-full wp-image-920" /><p class="wp-caption-text">Udong</p></div>
<p>GINZA<br />
Fashion and beauty center</p>
<div id="attachment_921" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/ginza.jpg" alt="Pemandangan dari Jembatan Penyeberangan" title="ginza" width="480" height="360" class="size-full wp-image-921" /><p class="wp-caption-text">Pemandangan dari Jembatan Penyeberangan</p></div>
<p>Beugh, semua merk terkenal ada di sini. Sebutkan saja apa yang kalian tahu. Bvlgari, Louis Vuitton, Channel, Cartier, dst. Semua deh ada di sini. Tapi sepertinya, hanya kalangan tertentu saja yang sanggup berbelanja di sini, sisanya seperti kami, window-shopping doang. Namanya juga wisata hemat, <img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /></p>
<div id="attachment_922" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/ginza1.jpg" alt="Gedung Legendaris di Ginza" title="ginza1" width="480" height="360" class="size-full wp-image-922" /><p class="wp-caption-text">Gedung Legendaris di Ginza</p></div>
<div id="attachment_923" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/bulgari.jpg" alt="Bvlgari" title="bvlgari" width="480" height="361" class="size-full wp-image-923" /><p class="wp-caption-text">Bvlgari</p></div>
<p>MENUJU YOYOGI PARK<br />
Kami berjalan kaki dari stasiun Shibuya menuju Yoyogi Park. Akhirnya, wisata kami ini resmi disebut wisata dan olah raga. Olah raga yang mengasikkan, melelahkan dan penuh kenangan. Berikut tempat yang kami lewati sepanjang perjalanan menuju Yoyogi Park.</p>
<div id="attachment_925" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/lampu-merah-shibuya.jpg" alt="Lampu Merah Shibuya" title="lampu-merah-shibuya" width="480" height="360" class="size-full wp-image-925" /><p class="wp-caption-text">Lampu Merah Shibuya</p></div>
<div id="attachment_924" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/nhk.jpg" alt="NHK Jepang" title="NHK" width="480" height="357" class="size-full wp-image-924" /><p class="wp-caption-text">NHK Jepang</p></div>
<div id="attachment_926" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/menuju-yoyogi.jpg" alt="Penunjuk Jalan" title="menuju-yoyogi" width="480" height="360" class="size-full wp-image-926" /><p class="wp-caption-text">Penunjuk Jalan</p></div>
<p>YOYOGI PARK<br />
Senang banget tiba di Yoyogi Park. Sakuranya sudah full blossom juga dan taman ini masih sepi pengunjung karena bukan hari libur. Kami berkeliling, foto-foto (seperti biasa) dan akhirnya makan siang. Feri memasak mie goreng, Hani menggoreng telur yang semi gosong tapi enak. Siang itu menyenangkan luar biasa. Kurasa, aku tidak akan lupa saat-saat itu.</p>
<div id="attachment_927" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/yoyogi-park.jpg" alt="Yoyogi Park" title="yoyogi-park" width="480" height="360" class="size-full wp-image-927" /><p class="wp-caption-text">Yoyogi Park</p></div><br />
<div id="attachment_928" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/yoyogi-park1.jpg" alt="Kursi Taman" title="yoyogi-park1" width="480" height="360" class="size-full wp-image-928" /><p class="wp-caption-text">Kursi Taman</p></div><br />
<div id="attachment_929" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/yoyogi-park2.jpg" alt="Air Mancur Taman" title="yoyogi-park2" width="480" height="360" class="size-full wp-image-929" /><p class="wp-caption-text">Air Mancur Taman</p></div>
<p>SHINJUKU TEMPLE<br />
Lokasi kuil ini dekat sekali dengan Yoyogi Park, hanya lima menit perjalanan dari pintu keluar Yoyogi Park. Ada banyak temple yang sudah kukunjungi selama di Nara beberapa waktu lampau. Ketika melihat temple itu, dipengaruhi Wisata Nara, aku tidak terlalu excited lagi <img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_tongue.gif' alt='&#58;&#112;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#112;' />. Yang membuat perjalanan kali ini menarik adalah istirahat kami di sebuah kedai kecil yang terletak di dekat temple. Kami makan cokelat bersama sambil minum kopi dan jus. Setelah lelah berjalan kaki, foto sana sini, pegal sana sini, makan dan minum ini membawa angin segar dan kekuatan baru.</p>
<div id="attachment_930" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/temple.jpg" alt="Di Pintu Masuk Temple" title="temple" width="480" height="360" class="size-full wp-image-930" /><p class="wp-caption-text">Di Pintu Masuk Temple</p></div><br />
<div id="attachment_931" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/temple1.jpg" alt="Temple" title="temple1" width="480" height="334" class="size-full wp-image-931" /><p class="wp-caption-text">Temple</p></div><br />
<div id="attachment_932" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/temple2.jpg" alt="Minum Kopi" title="temple2" width="480" height="360" class="size-full wp-image-932" /><p class="wp-caption-text">Minum Kopi</p></div>
<p>HARAJUKU<br />
Pusat mode di Jepang<br />
Yang teringat ketika mengunjungi Harajuku adalah Pasar Blok M di Jakarta Selatan. Bedanya, di sini barang-barang yang dijual aneh-aneh (menurutku). Gaya orang yang di sana pun disebut Harajuku, yang menurut pandangan orang Indonesia pada umumnya eksentrik, nyentrik atau apalah yang lainnya. Mencari stoking hitam aja susahnya minta ampun, karena yang dijual stoking yang merah, hijau, kuning dengan bentuk jaring-jaring, garis-garis bahkan bolong. Tapi mbak Icha berhasil membeli sebuah payung cantik yang mutunya dijamin lebih bagus dari payung Indonesia <img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' />. Pasar di sini pengunjungnya ruammmmaaiii dan sesak. Barang yang dijual beragam dari peniti sampai televisi <img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' />.</p>
<div id="attachment_933" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/harajuku.jpg" alt="Pintu Masuk Harajuku" title="harajuku" width="480" height="640" class="size-full wp-image-933" /><p class="wp-caption-text">Pintu Masuk Harajuku</p></div><br />
<div id="attachment_934" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/harajuku-2.jpg" alt="Lampu Merah Harajuku" title="Lampu Merah Harajuku" width="480" height="360" class="size-full wp-image-934" /><p class="wp-caption-text">Lampu Merah Harajuku</p></div>
<p>INDONESIA EMBASSY OF TOKYO<br />
Nah, ini tujuan utama lain ke Tokyo yaitu sekalian mau lapor kedatangan di Jepang sebagai tugas belajar dari kantor. Ternyata perlakuannya berbeda antara tugas yang diberikan dinas dengan umum. Yang lebih aneh lagi, resepsionis penerima tamu terdepan tidak bisa berbahasa Indonesia. Petugasnya orang Jepang. Kami sempat bingung harus bagaimana. Awalnya sih kita senang melihat bendera merah putih dan Garuda Pancasila, tapi lemes ketika tahu si petugas ini ga bisa bahasa Indonesia. <img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;' /> </p>
<div id="attachment_935" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/garuda.jpg" alt="Bendera dan Garuda" title="Bendera dan Garuda" width="480" height="360" class="size-full wp-image-935" /><p class="wp-caption-text">Bendera dan Garuda</p></div><br />
<div id="attachment_936" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/pin.jpg" alt="Pin Tamu Kedubes" title="pin" width="480" height="432" class="size-full wp-image-936" /><p class="wp-caption-text">Pin Tamu Kedubes</p></div>
<p>Seperti lima anak yang sangat kangen pulang kampung, kami memasuki ruang tunggu dengan berseri-seri. Betapa kontrasnya, ketika masuk kami menyadari pengatur suhu ruangan dibuat terlalu panas dan terkesan boros terutama penerangan di sana. Tiga lampu kristal menerangi ruang tunggu yang lumayan luas, meskipun yang ada di ruang tunggu itu hanya delapan orang. Apa aku terlalu lama terpengaruh dengan orang Jepang yang super duper hemat?</p>
<p>Melapor di sini tidaklah sulit, semuanya lancar dan lekas beres. Teman-teman kemudian mengajak sholat dulu dan istirahat. Wow, betapa enaknya ketika aku mulai rebahan di mushola kedutaan ini, kaki bisa lemas sesaat setelah berjalan jauh. Aku juga tahu teman-teman berasa di kampung sendiri karena sulit sekali menemukan tempat sholat yang pas di Jepang. Kadang mereka harus sholat di stasiun kereta, di sekitar toilet, numpang di tangga darurat dan dimana saja yang memungkinkan. Nggak perlu lama, aku langsung tidur meskipun tidur ayam doang.</p>
<p>TOKYO TOWER<br />
Kunjungan terakhir malam itu adalah Tokyo Tower. Gagah dan rupawan bentuknya, terutama di malam hari ketika lampu-lampunya mulai dihidupkan. Perlu berkorban uang 820 yen untuk sampai ke tengah Tower, dan menambah sekitar 600 yen untuk sampai puncaknya. Rugi nggak nyoba, bertiga kami naik ke atas. Pemandangannya bagus banget, lebih bagus dari Monas, <img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_laughloud.gif' alt='&#58;&#41;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#41;&#41;' />. Malam itu di lantai satunya ada pertunjukan jazz yang menambah suasana cozy di dalam tower.</p>
<div id="attachment_937" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/tiket-tower.jpg" alt="Tiket Tokyo Tower" title="tiket-tower" width="480" height="360" class="size-full wp-image-937" /><p class="wp-caption-text">Tiket Tokyo Tower</p></div><br />
<div id="attachment_938" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/tokyo-tower-dan-bulan.jpg" alt="Tokyo Tower dan Bulan" title="tokyo-tower-dan-bulan" width="480" height="360" class="size-full wp-image-938" /><p class="wp-caption-text">Tokyo Tower dan Bulan</p></div><br />
<div id="attachment_951" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/from-above1.jpg" alt="The View" title="from-above1" width="480" height="360" class="size-full wp-image-951" /><p class="wp-caption-text">The View</p></div>
<p>Saking laparnya, kami memutuskan turun dan pulang. Malam itu makan soba dan udon lagi di stasiun Waseda.</p>
<hr />
<p align="center">
<a href="http://www.malau.net/irene.php" target="_blank"><img src="http://www.malau.net/forbis-joko-face.gif" width="468" height="60" border="0" alt="Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!"></a>
</p>
	<h3>Related posts</h3>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part3/" title="Tokyo (Part3) (8 April 2009)">Tokyo (Part3)</a> (4)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part1/" title="Tokyo (Part1) (8 April 2009)">Tokyo (Part1)</a> (3)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/01/23/welcome-to-japan-yokoso-japan/" title="Welcome To Japan (Yokoso Japan) (23 January 2009)">Welcome To Japan (Yokoso Japan)</a> (10)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2007/12/04/two-important-things-in-my-life/" title="Two Important Things In My Life (4 December 2007)">Two Important Things In My Life</a> (2)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/01/25/salju-di-nagoya/" title="Salju di Nagoya (25 January 2009)">Salju di Nagoya</a> (10)</li>
</ul>

<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=0iSGJWNNu9k:_snv36phCao:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=0iSGJWNNu9k:_snv36phCao:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=0iSGJWNNu9k:_snv36phCao:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?i=0iSGJWNNu9k:_snv36phCao:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=0iSGJWNNu9k:_snv36phCao:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?i=0iSGJWNNu9k:_snv36phCao:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded><description>2 April 2009
TSUKIJI FISH MARKET
Feri punya rencana yang lumayan asik pagi itu, mengunjungi pasar ikan yang sering tertera di buku-buku wisata Tokyo. Feri sendiri belum pernah ke sana, jadi ini pengalaman baru buat kami semua. Pasar ini mengadakan pelelangan ikan pagi-pagi buta, tapi sayang, kereta pertama tidak sanggup mengejar pelelangan itu, jadi kami hanya menyaksikan [...]</description><wfw:commentRss xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/">http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part2/feed/</wfw:commentRss></item><item><title>Tokyo (Part1)</title><link>http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part1/</link><category>Diari</category><category>Jepang</category><category>Tokyo</category><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Irene Santi</dc:creator><pubDate>Wed, 08 Apr 2009 08:35:34 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">http://irene.malau.net/?p=907</guid><content:encoded xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><![CDATA[<p>Tokyo sebenarnya adalah kota incaranku ketika pertama kali melamar universitas. Tapi ketika &#8220;kata Nagoya&#8221; singgah di telingaku, aku berpaling dan berkhianat. Padahal aku sempat dijuluki Irene &#8220;Waseda&#8221; Santi <img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' /> saking cintanya dengan Waseda University. </p>
<p>Suasana liburan musim semi membawa kami ke Tokyo, apalagi mengingat liburan dan mimpi indah kami sebagai research student segera berakhir. Jadi, jangan sia-siakan waktu, mari berkunjung ke Tokyo.</p>
<p>TOKYO, 1-4 April 2009<br />
Cerita ini akan sangat panjang jika satu per satu dipaparkan, tapi akan kucoba mempersingkatnya dengan beberapa foto.</p>
<p>1 April 2009, 1.30 PM<br />
Tiba di Tokyo dengan badan letih. Kami menggunakan JUHACHI KIPPU, tiket murah yang disediakan untuk liburan anak sekolah di Jepang. Murah yang dimaksud adalah murah di Jepang, jangan bayangkan murah gaya Indonesia. Tapi lumayanlah, dibandingkan harus membayar sejutaan rupiah sekali perjalanan jika menggunakan SHINKANSEN. Kelemahan tiket ini adalah kami harus transfer kereta di lima stasiun yang juga berarti perjalanan akan lebih panjang, memakan waktu sekitar 6-7 jam. Bandingkan naik Shinkansen hanya memakan waktu dua jam untuk Nagoya-Tokyo. Diajabanin deh, demi mengunjungi kota yang katanya pusat teknologi itu.</p>
<div id="attachment_911" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/juhachi.jpg" alt="Juhachi Kippu" title="Juhachi Kippu" width="480" height="360" class="size-full wp-image-911" /><p class="wp-caption-text">Juhachi Kippu</p></div>
<p>Setibanya di Tokyo, kami berempat (Hani, Huda, Icha dan aku) bertemu dengan teman-teman yang baru saja tiba di Jepang, mahasiswa Waseda. Grup ini dikomandoi oleh Feri, Hitotsubashi University, teman kami yang lebih dulu berada di Jepang satu semester. Dia juga yang menemani kami sepanjang perjalanan di Tokyo sekalian menyediakan kamar buat ditumpangi. Ceritanya kami ke sana sebagai &#8220;backpacker&#8221;, murah meriah muntah.</p>
<p>Tas punggung yang kubawa lumayan membuatku pegal karena aku membawa laptop juga demi online. Dengan tas punggung itu kami memulai perjalanan mengelilingi Tokyo.</p>
<p>IMPERIAL PALACE<br />
Tempat yang kami kunjungi pertama ini sudah mulai dihiasi Sakura yang mekar sempurna (full blossom). Di sini kami makan siang sambil hanami kecil-kecilan (Hana=bunga, mi=melihat) dan berfoto-foto tentu saja. Sudah berbulan-bulan kami tidak bertemu satu sama lain dan kami bertemu di sebuah tempat baru, sebuah pengalaman yang mengasikan.</p>
<div id="attachment_912" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/bareng-imperial.jpg" alt="Pintu Masuk Imperial" title="Pintu Masuk Imperial" width="480" height="360" class="size-full wp-image-912" /><p class="wp-caption-text">Pintu Masuk Imperial</p></div>
<div id="attachment_913" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/sakura-imperial.jpg" alt="Sakura di Imperial" title="sakura di imperial" width="480" height="360" class="size-full wp-image-913" /><p class="wp-caption-text">Sakura di Imperial</p></div>
<div id="attachment_914" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/imperial.jpg" alt="Lapangan Luas Imperial" title="Lapangan Luas Imperial" width="480" height="360" class="size-full wp-image-914" /><p class="wp-caption-text">Lapangan Luas Imperial</p></div>
<p>Akses ke Imperial palace buat kaum awam hanya sampai taman di sekitarnya saja. Padahal aku penasaran banget tuh isinya gimana.</p>
<p>AKIHABARA<br />
<div id="attachment_915" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/04/akihabara.jpg" alt="Akihabara" title="Akihabara" width="480" height="360" class="size-full wp-image-915" /><p class="wp-caption-text">Akihabara</p></div><br />
Tujuan ke Tokyo salah satunya adalah berbelanja barang elektronik murah, dimana lagi kalo bukan Akihabara. Pusat penjualan barang elektronik atau mangga dua-nya Jepang. Hari itu kami belum berhasil membeli tujuan utama kami harddisk. Kami baru membeli harddisk sehari menjelang pulang. Satu TB (tera byte) seharga sembilan ribu yen, dirupiahkan sekitar sejuta rupiah lah. Benar-benar surga elektronik tu Akihabara.</p>
<p>Continued to Tokyo (Part2)</p>
<hr />
<p align="center">
<a href="http://www.malau.net/irene.php" target="_blank"><img src="http://www.malau.net/forbis-joko-face.gif" width="468" height="60" border="0" alt="Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!"></a>
</p>
	<h3>Related posts</h3>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part3/" title="Tokyo (Part3) (8 April 2009)">Tokyo (Part3)</a> (4)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part2/" title="Tokyo (Part2) (8 April 2009)">Tokyo (Part2)</a> (5)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/01/23/welcome-to-japan-yokoso-japan/" title="Welcome To Japan (Yokoso Japan) (23 January 2009)">Welcome To Japan (Yokoso Japan)</a> (10)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2007/12/04/two-important-things-in-my-life/" title="Two Important Things In My Life (4 December 2007)">Two Important Things In My Life</a> (2)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/01/25/salju-di-nagoya/" title="Salju di Nagoya (25 January 2009)">Salju di Nagoya</a> (10)</li>
</ul>

<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=s8Yv1ombZOA:580V6Rfys2A:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=s8Yv1ombZOA:580V6Rfys2A:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=s8Yv1ombZOA:580V6Rfys2A:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?i=s8Yv1ombZOA:580V6Rfys2A:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=s8Yv1ombZOA:580V6Rfys2A:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?i=s8Yv1ombZOA:580V6Rfys2A:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded><description>Tokyo sebenarnya adalah kota incaranku ketika pertama kali melamar universitas. Tapi ketika &amp;#8220;kata Nagoya&amp;#8221; singgah di telingaku, aku berpaling dan berkhianat. Padahal aku sempat dijuluki Irene &amp;#8220;Waseda&amp;#8221; Santi  saking cintanya dengan Waseda University. 
Suasana liburan musim semi membawa kami ke Tokyo, apalagi mengingat liburan dan mimpi indah kami sebagai research student segera berakhir. Jadi, [...]</description><wfw:commentRss xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/">http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part1/feed/</wfw:commentRss></item><item><title>Aku dan Berita Kelahiran</title><link>http://irene.malau.net/2009/04/05/aku-dan-berita-kelahiran/</link><category>Diari</category><category>Friends of My Life</category><category>Renungan</category><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Irene Santi</dc:creator><pubDate>Sun, 05 Apr 2009 04:37:58 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">http://irene.malau.net/?p=904</guid><content:encoded xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><![CDATA[<p>Sebenarnya pengen cerita tentang perjalanan ke Tokyo, tapi ada sebuah perenungan yang muncul mendadak. Aku mengetahui berita kelahiran ini dari Facebook. Thanks to Facebook.</p>
<p>Sepulang dari opening ceremony pagi tadi, yang ternyata bahasa jepang sepanjang upacara, aku dan teman-teman yang masih lelah karena baru pulang dari Tokyo semalam, berencana tidur sesampai apartemen. Tapi karena kebisaan buruk aku pun membuka Facebook sebelum tidur. Berita ini terlihat di update terakhir: &#8220;We are proudly present you baby boy Tarigan Jr. weigth 3,5 kgs and 50 cm, born in RS Sri Ratu Mdn on 5.4.09,at 2.25 AM. Yippie&#8230; Thanx for the prayer,uncle and aunty!<img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#58;&#68;' /> &#8221;</p>
<p>Aku terharu, senang dan bersyukur atas lahirnya bayi Withri dan Daniel Tarigan dengan selamat. Wah, aku nggak tahan pengen melihat seperti apa bayinya, mirip bapak atau ibunya, pipinya tembem apa nggak, warna kulitnya merah, putih, itam atau kuning, matanya besar, cipit atau masih belum bisa diperbandingkan, ibunya udah gimana dst. karena kedua orangtua baru ini adalah teman dekatku dan ibunya adalah eks roommate ku.</p>
<p>Tapi ada perasaan lain yang menyembul: aku merasa &#8220;ingin memiliki&#8221; juga. Kata temanku &#8220;iri mode: on&#8221;. Aku sedikit terganggu dengan satu pertanyaan &#8220;kapankah aku?&#8221;. Aku benar-benar terganggu, tidak hanya sedikit ding, hehehe&#8230; Pilihan hidup benar-benar menuntut dan menggiringku ke sebuah pertigaan jalan dan meninggalkan satu jalan dengan memilih jalan lain. Semua yang mungkin bisa kuperoleh di jalan itu tidak bisa kuraih karena aku memilih jalan lain. Tapi aku bisa kembali ke jalan itu kelak dan meraih apa yang telah kutinggalkan. God knows what I am, what I chose for my future and why I did it.</p>
<p>Selamat ya buat bapak Daniel Tarigan dan ibu Withri. Kalian sangat beruntung, diberkati dan dititipkan seorang anak, yang aku yakin pasti lucu dan menggemaskan. I thank God for you&#8217;re very blessed. </p>
<p>Can&#8217;t wait to see you, guys&#8230; Do you want something that I can buy for the baby from Japan? I&#8217;ll buy. <img src='http://irene.malau.net/smilies/yahoo_wink.gif' alt='&#59;&#41;' class='wp-smiley' width='18' height='18' title='&#59;&#41;' />  Especially for the baby boy.</p>
<hr />
<p align="center">
<a href="http://www.malau.net/irene.php" target="_blank"><img src="http://www.malau.net/forbis-joko-face.gif" width="468" height="60" border="0" alt="Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!"></a>
</p>
	<h3>Related posts</h3>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://irene.malau.net/2007/10/08/menghadapi-kematian/" title="Menghadapi Kematian (8 October 2007)">Menghadapi Kematian</a> (5)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2007/09/14/two-tough-questions/" title="Two Tough Questions (14 September 2007)">Two Tough Questions</a> (0)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2007/09/09/the-grief/" title="The Grief (9 September 2007)">The Grief</a> (0)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2008/10/09/perenungan/" title="Perenungan (9 October 2008)">Perenungan</a> (6)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2008/07/22/pelajaran-dari-sensei-3/" title="Pelajaran dari Sensei (3) (22 July 2008)">Pelajaran dari Sensei (3)</a> (5)</li>
</ul>

<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=TeowQW6J_yE:EY6NBwOrgdc:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=TeowQW6J_yE:EY6NBwOrgdc:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=TeowQW6J_yE:EY6NBwOrgdc:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?i=TeowQW6J_yE:EY6NBwOrgdc:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=TeowQW6J_yE:EY6NBwOrgdc:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?i=TeowQW6J_yE:EY6NBwOrgdc:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded><description>Sebenarnya pengen cerita tentang perjalanan ke Tokyo, tapi ada sebuah perenungan yang muncul mendadak. Aku mengetahui berita kelahiran ini dari Facebook. Thanks to Facebook.
Sepulang dari opening ceremony pagi tadi, yang ternyata bahasa jepang sepanjang upacara, aku dan teman-teman yang masih lelah karena baru pulang dari Tokyo semalam, berencana tidur sesampai apartemen. Tapi karena kebisaan buruk [...]</description><wfw:commentRss xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/">http://irene.malau.net/2009/04/05/aku-dan-berita-kelahiran/feed/</wfw:commentRss></item><item><title>Ramen Pertamaku</title><link>http://irene.malau.net/2009/03/29/ramen-pertamaku/</link><category>Diari</category><category>Jepang</category><dc:creator xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">Irene Santi</dc:creator><pubDate>Sun, 29 Mar 2009 07:18:29 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">http://irene.malau.net/?p=895</guid><content:encoded xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"><![CDATA[<p>Nagoya,<br />
Minggu, 29 Maret 2009</p>
<p>Karena bawaan sakit bulanan yang sulit diatasi, aku merencanakan segera pulang dari gereja, mengejar bus dan langsung tidur di rumah. Tapi tah kenapa, pendeta kali ini lebih lama khotbahnya dibanding pendeta biasa. Khotbahnya menarik, jadi aku tidak sadar jarum jam sudah menunjukkan waktu keberangkatan bis. Ditambah &#8220;jam-jam keakraban&#8221; di belakang gereja, akhirnya aku sukses ketinggalan bis.</p>
<p>Seorang teman Filipina menawarkan mengantarku ke Aratama Bashi dengan mobilnya. Aseeek, hemat energi hemat biaya. Belum beberapa lama di atas mobil, Jenny, orang Filipina juga, mengajakku shopping-shopping ria di Nagoya Eki tapi dengan menggunakan subway (artinya: tambahan biaya, hehehe). Awalnya kutolak karena takut merepotkan, tapi karena dia bilang &#8220;jangan kuatir&#8221;, aku mau. Hitung-hitung melupakan tekanan periodik ini.</p>
<p>Tiba di Nagoya Eki, aku mulai kembali merasakan perasaan yang dulu sering kurasakan di Indonesia, yaitu &#8220;aku berbeda&#8221;. Aku tidak mengerti hal-hal berbau cewe, make-up, nail polished atau apalah itu. Mereka menertawaiku ketika aku memegang kuas kuteks dan mengoleskannya ke jari. You even don&#8217;t know how to polish your nail. Aku jadi ikutan menertawakan diriku. Iya-ya, kenapa aku tomboy banget? Hal simpel pun aku kurang paham.</p>
<p>Kami menunggu barang pesanan kami selama hampir satu jam di Amway Nagoya. Sementara menunggu, kedua temanku ini mulai memoles pipi dengan bermacam bedak dan pemerah pipi yang disediakan Amway untuk customer di meja rias. And you guess what, I am not interested on that. Aku bertanya-tanya dalam hati &#8220;apakah aku cewek normal?&#8221; dan geli sendiri memikirkan pertanyaan itu. Senangnya jadi cowok tidak perlu melakukan hal-hal sedemikian untuk tampil sempurna.</p>
<p>Sepanjang perjalanan, teman-temanku ini singgah sana sini: toko sepatu, aksesories, pakaian dan kawan-kawan. Aku akan lebih memilih masuk toko buku, elektronik, komputer dan tentu saja, toko makanan. Tapi aku sungguh ingin berubah, pengen mengerti sekali-sekali apakah artinya menjadi cewek yang memiliki penampilan prima, dan bagaimana caranya. Lelah belajar mengerti, aku berhenti dan sangat bersyukur ketika salah satu temanku &#8220;mendeklarasikan&#8221; kelelahan memakai sepatu hak tinggi. Akhirnya&#8230;</p>
<p>Inilah kira-kira pembicaraan kami tentang high heels&#8230; (kedua temanku adalah Filipina)<br />
Friend1:&#8221;Japanese likes wearing high heels wherever they go&#8221;<br />
A (Aku):&#8221;Ah, I think they don&#8217;t like it, but because it&#8217;s fashionable, they sacrifice the comfort&#8221;<br />
Friends: wuakakakakaka&#8230; do you think so?<br />
Friend2 (yang pake high heels): But I agree&#8230; (Nah loo)</p>
<blockquote><p>CONCLUSION: It indicates that I&#8217;m NORMAL.</p></blockquote>
<p>Berikutnya makan. Mencari restoran yang enak tapi murah sulit di tengah mall begini. Jangankan di Jepang, di Indonesia mana ada makanan murah, enak, tapi di mall. Akhirnya, kami makan RAMEN. Berbekal 420 yen, bisa makan Ramen yang banyak. <div id="attachment_896" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/03/imgp1343_resize.jpg" alt="Ramen" title="Ramen" width="480" class="size-full wp-image-896" /><p class="wp-caption-text">Ramen</p></div></p>
<p>Temanku mengajarkan kalau makannya harus dihisap dan bunyi, meskipun panas. Dan bener saja, rasanya lebih enak ketika dimakan dengan cara itu. <div id="attachment_897" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/03/imgp1344_resize.jpg" alt="Slurp-Slurp" title="Slurp-Slurp" width="480" class="size-full wp-image-897" /><p class="wp-caption-text">Slurp-Slurp</p></div></p>
<p>Satu lagi cara menambah cita rasa ramen itu adalah memakannya sambil memakan es krim. Awalnya ga percaya, tapi ketika kucoba, hm&#8230; yummy di samping ngilu yang memenuhi mulut pertama kali es menyentuh lidah dan gigi.<div id="attachment_898" class="wp-caption alignleft" style="width: 490px"><img src="http://irene.malau.net/wp-content/uploads/2009/03/imgp1347_resize.jpg" alt="Es Krim" title="Es Krim" width="480" class="size-full wp-image-898" /><p class="wp-caption-text">Es Krim</p></div></p>
<p>Empat kata buat hari ini: lelah, bingung, belajar dan senang. What a wonderful day. Thanks for today Jenny and Pretty. Perasaan sakit ini jauh berkurang dibanding harus tidur di rumah.</p>
<hr />
<p align="center">
<a href="http://www.malau.net/irene.php" target="_blank"><img src="http://www.malau.net/forbis-joko-face.gif" width="468" height="60" border="0" alt="Rp 70 juta/bulan dari bisnis di internet? Klik di sini dan temukan caranya!"></a>
</p>
	<h3>Related posts</h3>
	<ul class="st-related-posts">
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/01/23/welcome-to-japan-yokoso-japan/" title="Welcome To Japan (Yokoso Japan) (23 January 2009)">Welcome To Japan (Yokoso Japan)</a> (10)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2007/12/04/two-important-things-in-my-life/" title="Two Important Things In My Life (4 December 2007)">Two Important Things In My Life</a> (2)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part3/" title="Tokyo (Part3) (8 April 2009)">Tokyo (Part3)</a> (4)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part2/" title="Tokyo (Part2) (8 April 2009)">Tokyo (Part2)</a> (5)</li>
	<li><a href="http://irene.malau.net/2009/04/08/tokyo-part1/" title="Tokyo (Part1) (8 April 2009)">Tokyo (Part1)</a> (3)</li>
</ul>

<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=JgrbQslun-s:wwW0ZvhI-7U:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=JgrbQslun-s:wwW0ZvhI-7U:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=JgrbQslun-s:wwW0ZvhI-7U:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?i=JgrbQslun-s:wwW0ZvhI-7U:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?a=JgrbQslun-s:wwW0ZvhI-7U:D7DqB2pKExk"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/IreneSanti?i=JgrbQslun-s:wwW0ZvhI-7U:D7DqB2pKExk" border="0"></img></a>
</div>]]></content:encoded><description>Nagoya,
Minggu, 29 Maret 2009
Karena bawaan sakit bulanan yang sulit diatasi, aku merencanakan segera pulang dari gereja, mengejar bus dan langsung tidur di rumah. Tapi tah kenapa, pendeta kali ini lebih lama khotbahnya dibanding pendeta biasa. Khotbahnya menarik, jadi aku tidak sadar jarum jam sudah menunjukkan waktu keberangkatan bis. Ditambah &amp;#8220;jam-jam keakraban&amp;#8221; di belakang gereja, akhirnya [...]</description><wfw:commentRss xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/">http://irene.malau.net/2009/03/29/ramen-pertamaku/feed/</wfw:commentRss></item></channel></rss>
