<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184</id><updated>2024-12-19T10:26:27.261+07:00</updated><category term="Video"/><category term="Fikih"/><category term="Syariah"/><category term="Kristologi"/><category term="Tauhid"/><category term="Mualaf"/><category term="Software"/><title type='text'>Islam My Live</title><subtitle type='html'>Mencoba Menjadi Islam Yang Kaffah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>38</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-5860616991191558834</id><published>2016-02-24T09:38:00.000+07:00</published><updated>2016-02-24T09:38:02.542+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fikih"/><title type='text'>Sejarah ditentukannya hukum syariah islam (Wajib, Sunah, Haram, Halal dll )</title><content type='html'>Dalam kehidupan kita sehari hari sering kita mendengar kata kata jangan kerjakan ini karena hukumnya haram atau makanan ini hukumnya haram maka jangan di makan atau kerjakan ini hukumnya wajib, sunah, makruh, mubah dan lain lain.&lt;br /&gt;
tapi, tahukah anda dari mana asal hukum hukum tersebut,?&lt;br /&gt;
Bagi kita umat islam bahwa segala sumber hukum dalam syariat Islam adalah bersumber dari &amp;nbsp;Al-Qur&#39;an dan AS-sunnah/ Hadits dari Rasullullah SAW yg keduanya bersifat kudus, suci, dan transenden...&lt;br /&gt;
keduanya merupakan dasar hukum yg akan selalu sesuai di sepanjang zaman, karena Al-Qur&#39;an adalah wahyu Allah yang dibukukan sedangkan hadits adalah penjelasan atau ucapan Rasululllah dan sunnah adalah segala perbuatan atau yang dikerjakan oleh Rasulullah yang dibukukan oleh para ulama yang walaupun dalam perjalanan waktu akan bermunculan Hadist dan AS sunnah palsu.&lt;br /&gt;
Untuk rincian penjelasan mengenai hadis / assunah akan kita bahas pada artikel lainnya.&lt;br /&gt;
namun kedua sumber hukum tersebut merupakan sebuah general concept, rule, and masterpiece yg harus selalu kita kaji lagi dan terus kaji seiring berubahnya zaman..&lt;br /&gt;
karena seringkali seiring berubahnya zaman, hal-hal baru yang timbul membuat kita tak sadar bahwa banyak hal di sekitar kita yg bertentangan dengan Ajaran Ilahi ini... namun dalam bentuk fisik yg berbeda..(pasti selalu lebih banyak yg bertentangan daripada yang sesuai. Karena itulah al-Qur&#39;an berfungsi sebagai peringatan bagi umat manusia)&lt;br /&gt;
Kembali ke pokok bahasan kita bagaimana dengan 5 hukum dalam Islam??&lt;br /&gt;
Islam adalah agama akhlak, moral, spiritual, etika, politik, sains, dan ekonomi..yang kesemuanya pada dasarnya merupakan tradisi dari pada apa yg dilakukan oleh baginda Rasulullah Muhammad SAW sepanjang hidupnya berdasarkan tuntunan petunjuk wahyu ilahiyah yang diwahyukan dari Allah kepada Nabi lalu diajarkan kepada para sahabat yang selanjutnya diwariskan kepada tabi&#39;in hingga sampai kepada kita saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ada tiga fase lahirnya 5 hukum dalam islam yg kita kenal dengani wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. fase Perilaku Nabi,,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Fase ini terjadi pada masa hidup Nabi Muhammad dalam menyampaikan risalah keselamatan kepada seluruh umat di dunia yg bermula dari tanah Arab. pada fase ini orang tidak mengenal kata wajib, haram, dan sebagainya...akan tetapi para sahabat hanya mengerjakan sesuatu berdasarkan apa yang dilihat atau didengar dari Nabi...&lt;br /&gt;
dengan kata lain mereka akan melakukan sesuatu yang dilakukan, dicontohkan, diajarkan, dipesankan, dan diperintahkan oleh Nabi Muhammad...dan mereka akan menjauhi dan meninggalkan semua hal yg dijauhi nabi, dilarang, dan yang diperingatkan Nabi..&lt;br /&gt;
karena itu para sahabat akan menjadi sangat ragu untuk melakukan sesuatu yang mereka tidak punya ilmu tentangnya dan bertanya kepada Nabi.&lt;br /&gt;
semua aspek kehidupan yang merupakan inti dari pada &quot;ajaran Akhlak dari langit&quot; dicontohkan oleh Nabi dalam kehidupan sehari-harinya dari masalah akhlak kepada sesama (sosial), keluarga, politik, akhlak dalam militer, ekonomi, kemasyarakatan, spiritual (hal utama), dan segudang aspek lainnya..&lt;br /&gt;
bukan berarti Nabi Muhammad menguasai segala hal teknis, melainkan yg Nabi ajarkan adalah inti dari pada &quot;ajaran keselamatan&quot; yang ia bawa....&lt;br /&gt;
sebagai contoh, dalam suatu riwayat Nabi pernah ditanya berkenaan dengan pembibitan korma, akan tetapi Nabi mengatakan bahwa beliau tidak atau kurang menguasai hal tersebut...&lt;br /&gt;
Namun Nabi akan menjelaskan dengan detail bila ditanya tentang aqidah, akhlak, sedekah, konsep perdagangan, akhlak dalam perang (diperangi), ekonomi, masalah keluarga, moral, etika, dan lain sebagainya..&lt;br /&gt;
begitulah, betapa kita akan merasa takjub luar biasa bila kita berada langsung di sisi beliau melihat kehidupannya yang mampu membuat diri kita menangis dan tergetarkan hati kita oleh perilaku beliau...&lt;br /&gt;
karena itu Allah berfirman dalam Al-Qur&#39;an bahwa sungguh Nabi Muhammad adalah suri tauladan bagi seluruh umat manusia... Q.S. Al-Ahzab (33): 21&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Fase Nash Al-Qur&#39;an,,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Di fase inilah umat islam mendapatkan ketegasan tentang mana yg harus mereka lakukan dan mana yang harus mereka tinggalkan demi menjadi peribadi yang sempurna, orang yang mampu mencapai pencapaian spiritual tertinggi...&lt;br /&gt;
dalam agama buddhisme orang yang mampu mencapai pencapaian tertinggi ini dikatakan sebagai &quot;Sang Buddha&quot;,,&lt;br /&gt;
sedangkan dalam Islam dikatakan sebagai &quot;Jiwa-jiwa yang tenang lagi Allah ridhoi&quot;, disebut juga &quot;&#39;Ibadurrahman&quot;, disebut juga &quot;Al-muslimun (orang-orang yang berserah diri)&quot;, atau &quot;Al-Muhsinuun&quot;, juga &quot;Al-Muttaquun&quot;,, dan banyak lagi sebutan lainnya di dalam Al-Qur&#39;an..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Fase ijtihad Ulama Fiqh,,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
fase ini terjadi saat Islam terus menyebar ke seluruh belahan bumi sedangkan rasulullah sendiri telah wafat. yang beliau tinggalkan adalah Al-Qur&#39;an dan Sunnahnya..&lt;br /&gt;
karena sudah tidak ada lagi RULE MODEL/USWATUN HASANAH (baca: Nabi Muhammad), maka umat islam pun tidak dapat lagi melihat perilaku dan akhlak daripada &quot;Al-Qur&#39;an berjalan&quot; (baca: Nabi Muhammad)..oleh karena itu, lahirlah ilmu-ilmu yang kita kenal sebagai ILMU FIQH di tempat-tempat seperti Hijjaz, Bashrah, Kuffah, dsb...ilmu fiqh inilah yg membuat ketetapan-ketetapan atau kesimpulan yang kita kenal sebagai &quot;5 hukum dalam Islam&quot;..yang mana klasifikasi dari tiap-tiap hukum ini tak bisa pula lepas daripada wahyu Al-Qur&#39;an dan tradisi yang dicontohkan Nabi seperti yang disebutkan pada fase pertama di atas (tertulis menjadi naskah As-Sunnah/ Hadits)....ketetapan-ketetapan inilah yg memudahkan dan juga kadang menyulitkan kita dalam mengetahui baik-buruk benar-salah suatu amal karena kita tak lagi dapat melihat Rasulullah secara fisik.&lt;br /&gt;
Kenapa memudahkan? Memudahkan karena kita menjadi &amp;nbsp;tahu kukum suatu amalan, sedangkan yang kadang menyulitkan, kadang kadang dalam satu amalan, muncul dua atau tiga hukum yang berpeda berdasarkan dari perbedaan persepsi yang dikeluarkan oleh yang sekarang disebut mazhab, tapi disinilah indahnya islam, dan betapa demokrasinya islam bagi pemeluknya untuk memilih mana yang paling di yakininya.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/5860616991191558834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/02/sejarah-ditentukannya-hukum-syariah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/5860616991191558834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/5860616991191558834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/02/sejarah-ditentukannya-hukum-syariah.html' title='Sejarah ditentukannya hukum syariah islam (Wajib, Sunah, Haram, Halal dll )'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-3563196713564301702</id><published>2016-02-20T21:06:00.000+07:00</published><updated>2016-02-20T21:06:00.729+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>Pengajian KH a&#39;ad ainurussalam lucu tapi mantap wajib disimak</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Pengajian KH a&#39;ad ainurussalam lucu tapi mantap wajib disimak&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;344&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/ItKdOytJOmI&quot; width=&quot;459&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/3563196713564301702/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/02/pengajian-kh-aad-ainurussalam-lucu-tapi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/3563196713564301702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/3563196713564301702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/02/pengajian-kh-aad-ainurussalam-lucu-tapi.html' title='Pengajian KH a&#39;ad ainurussalam lucu tapi mantap wajib disimak'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/ItKdOytJOmI/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-8561483539361930102</id><published>2016-02-19T21:05:00.000+07:00</published><updated>2016-02-19T21:05:02.744+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>Ceramah seru Gus A.Muwafik di wonosobo mantab rugi kalau tidak menyimak</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ceramah seru Gus A.Muwafik di wonosobo mantab rugi kalau tidak menyimak&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;344&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/rWh1BLex-_g&quot; width=&quot;459&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/8561483539361930102/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/02/ceramah-seru-gus-amuwafik-di-wonosobo.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/8561483539361930102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/8561483539361930102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/02/ceramah-seru-gus-amuwafik-di-wonosobo.html' title='Ceramah seru Gus A.Muwafik di wonosobo mantab rugi kalau tidak menyimak'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/rWh1BLex-_g/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-8713957084579694682</id><published>2016-02-18T21:06:00.000+07:00</published><updated>2016-02-18T21:06:07.781+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>pengajian gus miftah lucu menghibur tapi mantapp berisi wajib di tonton</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
pengajian gus miftah lucu menghibur tapi mantapp berisi wajib di tonton&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;344&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/vw9wT5mSx6w&quot; width=&quot;459&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/8713957084579694682/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/02/pengajian-gus-miftah-lucu-menghibur.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/8713957084579694682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/8713957084579694682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/02/pengajian-gus-miftah-lucu-menghibur.html' title='pengajian gus miftah lucu menghibur tapi mantapp berisi wajib di tonton'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/vw9wT5mSx6w/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-6298691971389127021</id><published>2016-02-13T23:24:00.001+07:00</published><updated>2016-02-13T23:24:15.392+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fikih"/><title type='text'>Sejarah Timbulnya Madzhab Dalam Islam</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;A.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Sejarah Timbulnya Madzhab Dalam Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika masa Rosululluh masih hidup, tidak dikenal adanya aturan wajib, sunat, mubah, makruh dan haram. Umat Islam waktu itu hanya mengenal isitilah &quot;ittiba&#39;&quot; artinya mengikuti petunjuk dan perilaku Rasulullah. Aturan hukum yang 5 tersebut, muncul setelah Rasul wafat, digolong-golongkan oleh ahli hukum. Setiap dari kaum muslimin yang bertanya akan suatu aturan pada waktu itu, langsung dikerjakan tanpa bertanya lagi akan hukum dan alasannya. Mereka tidak tertarik dengan hal-hal yang bersifat filosofis atau perincian yang njlimet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam menentukan sebuah aturan atau menjawab sebuah pertanyaan, Rasul tidak memberikan jawaban yang sangat detail dan kaku, namun lebih bersifat umum. Hal ini baru diketahui hikmahnya, seperti halnya Al Quran yang memberikan aturan secara garis besar, maka Rasul pun (hadits) memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada generasi selanjutnya dalam menentukan sebuah aturan secara khusus dengan metode nalar dan logika (ijtihad). Namun demikian, walaupun beliau memberikan kebebasan seluas-luasnya, ada aturan yang mesti dipegang yakni :&lt;br /&gt;
&quot;Hendaknya kamu mengikuti sunahku dan sunnah khulafaurasyidin yang mendapat petunjuk dimasa kemudian dariku&quot; (HR Ahmad, Abu Daud, AtTurmuzi, Ibn Majah).&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJV54F1NyqeBHymvxXRHgA9xWBzMyZsR09DfSPBgoGNG1wp7M-icajiRYKMFr5ZdySGVepA8X_mvxFZeOz2CtspQ6twzo3Hi7nEUKF7AcJY_p0gjlCAGfn-mCxrrCEBPq-YJlh8ktvWSI/s1600/4mazhab.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;mazhab&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;144&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJV54F1NyqeBHymvxXRHgA9xWBzMyZsR09DfSPBgoGNG1wp7M-icajiRYKMFr5ZdySGVepA8X_mvxFZeOz2CtspQ6twzo3Hi7nEUKF7AcJY_p0gjlCAGfn-mCxrrCEBPq-YJlh8ktvWSI/s320/4mazhab.jpg&quot; title=&quot;&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Karena apa yang disampaikan Rasul masih ada yang bersifat umum ditambah pengetahuan akan nalar/qiyas orang berbeda-beda maka timbullah pemahaman yang berbeda pula. Penyebabnya adalah alasan geografis atau tempat tinggal, dimana orang-orang yang jauh dari wilayah Rasul secara logika akan lebih sedikit mendapatkan informasi akan sebuah aturan permasalahan (hadits) dibanding dengan orang yang dekat dengan Rasul. Karena perbedaan inilah, timbul golongan-golongan dengan pemahaman berbeda yang kemudian disebut mazhab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya ikhtilaf telah ada di masa sahabat, hal ini terjadi antara lain karena perbedaan pemahaman di antara mereka dan perbedaan nash (sunnah) yang sampai kepada mereka, selain itu juga karena pengetahuan mereka dalam masalah hadis tidak sama dan juga karena perbedaan pandangan tentang dasar penetapan hukum dan berlainan tempat Dari fragmentasi sejarah, bahwa munculnya madzhab-madzhab fiqih pada periode ini merupakan puncak Dari perjalanan kesejarahan tasyri’. Bahwa munculnya madzhab-madzhab fiqih itu lahir dari perkembangan sejarah sendiri, bukan karena pengaruh hukum romawi sebagaimana yang dituduhkan oleh para orientalis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fenomena perkembangan tasyrik pada periode ini, seperti tumbuh suburnya kajian-kajian ilmiah, kebebasan berpendapat, banyaknya fatwa-fatwa dan kodifikasi ilmu, bahwa tasyri’ memiliki keterkaitan sejarah yang panjang dan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Munculnya madzhab dalam sejarah terlihat adanya pemikirah fiqih dari zaman sahabat, tabi’in hingga muncul madzhab-madzhabfiqih pada periode ini. Seperti contoh hokum yang dipertentangkan oleh Umar bin Khattab dengan Ali bin Abi Thalib ialah masa ‘iddah wanita hamil yang ditinggalk mati oleh suaminya. Golongan sahabat berbeda pendapat dan mengikuti salah satu pendapat tersebut, sehingga munculnya madzhab-madzhab yang dianut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, adanya pengaruh turun temurun dari ulama-ulama yang hidup sebelumnya tentang timbulnya madzhab tasyri’, ada beberapa faktor yang mendorong, diantaranya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena semakin meluasnya wilayah kekuasaan Islam sehingga hukum islampun menghadapi berbagai macam masyarakat yang berbeda-beda tradisinya.&lt;br /&gt;
Muncunya ulama-ulama besar pendiri madzhab-madzhab fiqih berusaha menyebarluaskan pemahamannya dengan mendirikan pusat-pusat studi tentang fiqih, yang diberi nama Al-Madzhab atau Al-Madrasah yang diterjemahkan oleh bangsa barat menjadi school, kemudian usaha tersebut dijadikan oleh murid-muridnya.&lt;br /&gt;
Adanya kecenderungan masyarakat Islam ketika memilih salah satu pendapat dari ulama-ulama madzhab ketika menghadapi masalah hukum. Sehingga pemerintah (kholifah) merasa perlu menegakkan hukum islam dalam pemerintahannya.&lt;br /&gt;
Permasalahan politik, perbedaan pendapat di kalangan muslim awal trntang masalah politik seperti pengangkatan kholifah-kholifah dari suku apa, ikut memberikan saham bagi munculnya berbagai madzhab hukum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;B.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt; Pengertian Madzhab&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Bahasa “mazhab” berasal dari shighah mashdar mimy (kata sifat) dan isim makan (kata yang menunjukkan tempat) yang diambil dari fi’il madhi “dzahaba” yang berarti “pergi”. Sementara menurut Huzaemah Tahido Yanggo bisa juga berarti al-ra’yu yang artinya “pendapat”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan secara terminologis pengertian mazhab menurut Huzaemah Tahido Yanggo, &amp;nbsp;adalah &amp;nbsp;pokok pikiran atau dasar yang digunakan oleh imam Mujtahid dalam memecahkan masalah, atau mengistinbatkan hukum Islam. Selanjutnya Imam Mazhab dan mazhab itu berkembang pengertiannya menjadi kelompok umat Islam yang mengikuti cara istinbath Imam Mujtahid tertentu atau mengikuti pendapat Imam Mujtahid tentang masalah hukum Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi bisa disimpulkan bahwa yang dimaksud mazhab meliputi dua pengertian&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- &lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Mazhab adalah jalan pikiran atau metode yang ditempuh seorang Imam Mujtahid dalam menetapkan hukum suatu peristiwa berdasarkan kepada al-Qur’an dan hadis.&lt;br /&gt;
-&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Mazhab adalah fatwa atau pendapat seorang Imam Mujtahid tentang hukum suatu peristiwa yang diambil dari al-Qur’an dan hadis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam perkembangan mazhab-mazhab fiqih telah muncul banyak mazhab fiqih. Menurut Ahmad Satori Ismail, para ahli sejarah fiqh telah berbeda pendapat sekitar bilangan mazhab-mazhab. Tidak ada kesepakatan para ahli sejarah fiqh mengenai berapa jumlah sesungguhnya mazhab-mazhab yang pernah ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun dari begitu banyak mazhab yang pernah ada, &amp;nbsp;maka hanya beberapa mazhab saja yang bisa bertahan sampai sekarang. Menurut M. Mustofa Imbabi, mazhab-mazhab yang masih bertahan sampai sekarang &amp;nbsp;hanya tujuh mazhab saja yaitu :&lt;br /&gt;
mazhab hanafi,&lt;br /&gt;
mazhab Maliki,&lt;br /&gt;
mazhab Syafii,&lt;br /&gt;
mazhab Hambali,&lt;br /&gt;
mazhab syiah Zaidiyah,&lt;br /&gt;
mazhab syiah Imamiyah dan Ibadiyah.&lt;br /&gt;
Adapun mazhab-mazhab lainnya telah tiada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara Huzaemah Tahido Yanggo mengelompokkan mazhab-mazhab fiqih sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah&lt;br /&gt;
Ahl al-Ra’yi&lt;br /&gt;
Kelompok ini dikenal pula dengan Mazhab Hanafi&lt;br /&gt;
Ahl al-Hadis terdiri atas :&lt;br /&gt;
2. Mazhab Maliki&lt;br /&gt;
3. Mazhab Syafi’I&lt;br /&gt;
4. Mazhab Hambali&lt;br /&gt;
5. Syi’ah&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Syi’ah Zaidiyah&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Syi’ah Imamiyah&lt;br /&gt;
6. Khawarij&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mazhab-mazhab yang telah musnah&lt;br /&gt;
Mazhab al-Auza’i&lt;br /&gt;
Mazhab al-Zhahiry&lt;br /&gt;
Mazhab al-Thabary&lt;br /&gt;
Mazhab al-Laitsi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendapat lainnya juga diungkapkan oleh Thaha Jabir Fayald al-‘Ulwani, beliau menjelaskan bahwa mazhab fiqh yang muncul setelah sahabat dan kibar al-Tabi’in berjumlah 13 aliran. Ketiga belas aliran ini berafiliasi dengan aliran ahlu Sunnah. Namun, tidak semua aliran itu dapat diketahui dasar-dasar dan metode istinbat hukumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun di antara pendiri tiga belas aliran itu adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Sa’id al-Hasan ibn Yasar al-Bashri (w. 110 H.)&lt;br /&gt;
Abu Hanifah al-Nu’man ibn Tsabit ibn Zuthi (w. 150 H.)&lt;br /&gt;
Al-Auza’i Abu ‘Amr ‘Abd Rahman ibn ‘Amr ibn Muhammad ( w. 157 H.)&lt;br /&gt;
Sufyan ibn Sa’id ibn Masruq al-Tsauri (w. 160 H.)&lt;br /&gt;
Al-Laits ibn Sa’ad (w. 175 H.)&lt;br /&gt;
Malik ibn Anas al-Bahi (w. 179 H.)&lt;br /&gt;
Sufyan ibn Uyainah (w. 198 H.)&lt;br /&gt;
Muhammad ibn Idris al-Syafi’i (w. 204 H.)&lt;br /&gt;
Ahmad ibn Muhammad ibn Hanbal (w. 241 H.)&lt;br /&gt;
Daud ibn ‘Ali al-Ashbahani al-Baghdadi (w. 270 H.)&lt;br /&gt;
Ishaq bin Rahawaih (w. 238 H.)&lt;br /&gt;
Abu Tsaur Ibrahim ibn Khalid al-Kalabi (w. 240 H.)&lt;br /&gt;
Ibnu Jarir at-Thabari&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa mazhab-mazhab yang pernah ada dalam sejarah umat Islam sangat sulit untuk dipastikan berapa bilangannya, untuk itu guna mengetahui berbagai pandangan mazhab tentang berbagai masalah hukum Islam secara keseluruhan bukanlah persoalan mudah sebab harus mengkaji dan mencari setiap literatur berbagai pandangan mazhab-mazhab tersebut&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;C. &lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Dasar Pemikiran dan perkembangan Madzhab hukum Islam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkembangnya dua aliran ijtihad rasionalisme dan tradisionalisme telah melahirkan madzhab-madzhab fiqih islam yang mempunyai metodologi kajian hukum serta fatwa-fatwa fiqih tersendiri, dan mempunyai pengikut dari berbagai laposan masyarakat. Dalam sejarah pengkajian hukum islam dikenal beberapa madzhab fiqih yang secara umum terbagi dua, yaitu&lt;br /&gt;
1. madzhab sunni&lt;br /&gt;
2. madzhab syi’i.&lt;br /&gt;
Di kalangan Sunni terdapat beberapa madzhab, yaitu hanafi, maliki, syafi’i dan hambali. Sedangkan di kalangan syiah terdapat dua madzhab fiqih, yaitu Zaidiyah dan Ja’fariah. Namun yang masih berkembang kini hanyalah madzhab Ja’fariah dan Syi’ah Imamiyah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Madzhab-madzhab fiqih dari golongan Sunni&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Madzhab Hanafi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Madzhab ini didirikan oleh Abu Hanifah yang nama lengkapnya al-Nu’man ibn Tsabit ibn Zuthi (80-150 H). Ia dilahirkan di kufah, ia lahir pada zaman dinasti Umayyah tepatnya pada zamankekuasaan Abdul malik ibn Marwan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awalnya Abu hanifah adalah seorang pedagang, atas anjuran al-Syabi ia kemudian menjadi pengembang ilmu. Abu Hanifah belajar fiqih kepada ulama aliran irak (ra’yu). Imam Abu Hanifah mengajak kepada kebebasan berfikir dalam memecahkan masalah-masalah baru yang belum terdapat dalam al-Qur’an dan al-Sunnah. Ia banyak mengandalkan qiyas (analogi) dalam menentukan hukum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bawah ini akan dipaparkan beberapa contoh ijtihad Abu Hanifah, diantaranya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Bahwa perempuan boleh jadi hakim di pengadilan yang tugas khususnya menangani perkara perdata, bukan perkara pidana. Alasannya karena perempuan tidak boleh menjadi saksi pidana. Dengan demikian, metode ijtihad yang digunakan adalah qiyas dengan menjadikan kesaksian sebagai al-ashl dan menjadikan hukum perempuan sebagai far’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Abu hanifah dan ulama kufah berpendapat bahwa sholat gerhana dilakukan dua rakaat sebagai mana sholat ’id tidak dilakukan dua kali ruku’ dalam satu rakaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Abu Hanifah dikenal sebagai ulama yang luas ilmunya dan sempat pula menambah pengalaman dalam masalah politik, karena di masa hidupnya ia mengalami situasi perpindahan kekuasaan dari khalifah Bani Umayyah kepada khalifah Bani Abbasiyah, yang tentunya mengalami perubahan situasi yang sangat berbeda antara kedua masa tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Madzhab Hanafi berkembang karena kegigihan murid-muridnya menyebarkan ke masyarakat luas, namun kadang-kadang ada pendapat murid yang bertentangan dengan pendapat gurunya, maka itulah salah satu ciri khas fiqih Hanafiyah yang terkadang memuat bantahan gurunya terhadap ulama fiqih yang hidup di masanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ulama Hanafiyah menyusun kitab-kitab fiqih, diantaranya Jami’ al-Fushulai, Dlarar al-Hukkam, kitab al-Fiqh dan qawaid al-Fiqh, dan lain-lain.&lt;br /&gt;
Dasar-dasar Madzhab Hanafi adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Al-Qur’anul Karim&lt;br /&gt;
- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sunnah Rosul dan atsar yang shahih lagi masyhur&lt;br /&gt;
- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Fatwa sahabat&lt;br /&gt;
- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Qiyas&lt;br /&gt;
- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Istihsan&lt;br /&gt;
- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Adat dan uruf masyarakat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Murid imam Abu Hanifah yang terkenal dan yang meneruskan pemikiran-pemikirannya adalah : Imam Abu Yusuf al-An sharg, Imam Muhammad bin al-Hasan al-Syaibani, dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Madzhab Maliki&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Madzhab ini dibangun oleh Maliki bin Annas. Ia dilahirkan di madinah pada tahun 93 H. Imam Malik belajar qira’ah kepada Nafi’ bin Abi Ha’im. Ia belajar hadits kepada ulama madinah seperti Ibn Syihab al-Zuhri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karyanya yang terkenal adalah kitab al-Muwatta’, sebuah kitab hadits bergaya fiqh. Inilah kitab tertua hadits dan fiqh tertua yang masih kita jumpai. Dia seorang Imam dalam ilmu hadits dan fiqih sekaligus. Orang sudah setuju atas keutamaan dan kepemimpinannya dalam dua ilmu ini. Dalam fatwqa hukumnya ia bersandar pada kitab Allah kemudian pada as-Sunnah. Tetapi beliau mendahulukan amalan penduduk madinah dari pada hadits ahad, dalam ini disebabkan karena beliau berpendirian pada penduduk madinah itu mewarisi dari sahabat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah as-Sunnah, Malik kembali ke qiyas. Satu hal yang tidak diragukan lagi bahwa persoalan-persoalan dibina atas dasar mashutih mursalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
As-Ayafi’i menerima hadits darinya dan mahir ilmu fiqih kepadanya. Penduduk mesir, maghribi dan andalas banyak mendatangi kuliah-kuliahnya dan memperoleh manfaat besar darinya, serta menyebar luaskan di negeri mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kitab al-Mudawwanah sebagai dasar fiqih madzhab Maliki dan sudah dicetak dua kali di mesir dan tersebar luas disana, demikian pula kitab al-Muwatta’. Pembuatan undang-undang di mesir sudah memetik sebagian hukum dari madzhab Maliki untuk menjadi standar mahkamah sejarah mesir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dasar madzhab Maliki dalam menentukan hukum adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Al-qur’an&lt;br /&gt;
- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sunnah&lt;br /&gt;
- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Ijma’ ahli madinah&lt;br /&gt;
- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Qiyas&lt;br /&gt;
- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Istishab / al-Mashalih al-Mursalah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Madzhab Syafi’i&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Madzhab ini didirikan oleh Imam Muhammad bin Idris al-Abbas. Madzhab fiqih as-Syafi’i merupakan perpaduan antara madzhab Hanafi dan madzhab Maliki. Ia terdiri dari dua pendapat, yaitu qaul qadim (pendapat lama) di irak dan qaul jadid di mesir. Madzhab Syafi’i terkenal sebagai madzhab yang paling hati-hati dalam menentukan hukum, karena kehati-hatian tersebut pendapatnya kurang terasa tegas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syafi’i pernah belajar Ilmu Fiqh beserta kaidah-kaidah hukumnya di mesjid al-Haram dari dua orang mufti besar, yaitu Muslim bin Khalid dan Sufyan bin Umayyah sampai matang dalam ilmu fiqih. Al-Syafi’i mulai melakukan kajian hukum dan mengeluarkan fatwa-fatwa fiqih bahkan menyusun metodelogi kajian hukum yang cenderung memperkuat posisi tradisional serta mengkritik rasional, baik aliran Madinah maupun Kuffah. Dalam kontek fiqihnya syafi’i mengemukakan pemikiran bahwa hukum Islam bersumber pada al-Qur’an dan al-Sunnah serta Ijma’ dan apabila ketiganya belum memaparkan ketentuan hukum yang jelas, beliau mempelajari perkataan-perkataan sahabat dan baru yang terakhir melakukan qiyas dan istishab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara buah pena/karya-karya Imam Syafi’i, yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Ar-Risalah : merupakan kitab ushul fiqih yang pertama kali disusun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Al-Umm : isinya tentang berbagai macam masalah fiqih berdasarkan pokok-pokok pikiran yang terdapat dalam kitab ushul fiqih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Mazhab Hambali&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Didirikan oleh Imam Ahmad bin Hanbal Asy Syaibani . Dilahirkan di Baghdad dan tumbuh besar di sana hingga meninggal pada bulan Rabiul Awal. Beliau memiliki pengalaman perjalanan mencari ilmu di pusat-pusat ilmu, seperti Kufah, Bashrah, Mekah, Madinah, Yaman, Syam.&lt;br /&gt;
Beliau berguru kepada Imam Syafi’i ketika datang ke Baghdad sehingga menjadi mujtahid mutlak mustaqil. Gurunya sangat banyak hingga mencapai ratusan. Ia menguasai sebuah hadis dan menghafalnya sehingga menjadi ahli hadis di zamannya dengan berguru kepada Hasyim bin Basyir bin Abi Hazim Al-Bukhari .&lt;br /&gt;
Imam Ahmad adalah seorang pakar hadis dan fiqh. Imam Syafi’i berkata ketika melakukan perjalanan ke Mesir,”Saya keluar dari Baghdad dan tidaklah saya tinggalkan di sana orang yang paling bertakwa dan paling faqih melebihi Ibnu Hanbal ,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dasar madzhab Ahmad adalah&lt;br /&gt;
-&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Al-Quran,&lt;br /&gt;
-&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Sunnah,&lt;br /&gt;
-&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;fatwah sahahabat,&lt;br /&gt;
-&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt; Ijam’, Qiyas, Istishab, Maslahah mursalah, saddudzarai’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Ahmad tidak mengarang satu kitab pun tentang fiqhnya. Namun pengikutnya yang membukukannya madzhabnya dari perkataan, perbuatan, jawaban atas pertanyaan dan lain-lain. Namun beliau mengarang sebuah kitab hadis “Al-Musnad” yang memuat 40.000 lebih hadis. Beliau memiliki kekuatan hafalan yang kuat.&lt;br /&gt;
Imam Ahmad mengunakan hadis mursal dan hadis dlaif yang derajatnya meningkat kepada hasan bukan hadis batil atau munkar.&lt;br /&gt;
Di antara murid Imam Ahmad adalah Salh bin Ahmad bin Hanbal anak terbesar Imam Ahmad, Abdullah bin Ahmad bin Hanbal . Shalih bin Ahmad lebih menguasai fiqh dan Abdullah bin Ahmad lebih menguasai hadis. Murid yang adalah Al-Atsram dipanggil Abu Bakr dan nama aslinya; Ahmad bin Muhammad , Abdul Malik bin Abdul Hamid bin Mihran , Abu Bakr Al-Khallal , Abul Qasim yang terakhir ini memiliki banyak karangan tentang fiqh madzhab Ahmad. Salah satu kitab fiqh madzhab Hanbali adalah “Al-Mughni” karangan Ibnu Qudamah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;D&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt; Kesimpulan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan berbagai penjelasan di atas dapat kita pahami bahwa perbedaan pendapat di kalangan umat Islam bukanlah suatu fenomena baru, tetapi semenjak masa Islam yang paling dini perbedaan pendapat itu sudah terjadi. Perbedaan terjadi adanya ciri dan pandangan yang berbeda dari setiap mazhab dalam memahami Islam sebagai kebenaran yang satu. Untuk itu kita umat Islam harus selalu bersikap terbuka dan arif dalam memandang serta memahami arti perbedaan, hingga sampai satu titik kesimpulan bahwa berbeda itu tidak identik dengan bertentangan – selama perbedaan itu bergerak menuju kebenaran – dan Islam adalah satu dalam keragaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan pendapat di kalangan umat ini, sampai kapan pun dan di tempat mana pun akan terus berlangsung dan hal ini menunjukkan kedinamisan umat Islam, karena pola pikir manusia terus berkembang. Perbedaan pendapat inilah &amp;nbsp;yang kemudian melahirkan mazhab-mazhab Islam &amp;nbsp;yang masih menjadi pegangan orang sampai sekarang. Masing-masing mazhab tersebut memiliki pokok-pokok pegangan yang berbeda yang akhirnya melahirkan pandangan dan pendapat yang berbeda pula, termasuk di antaranya adalah pandangan mereka terhadap kedudukan al-Qur’an dan al-Sunnah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah menelaah dan mengkaji tentang timbulnya berbagai madzhab dalam Islam ini penulis berharap kita semua bisa jauh lebih baik dan perbedaan dalam madzhab yang kita pegang jangan sampai menjadi terpecah belah ukhuwah Islamiyah di antara kaum muslimin.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/6298691971389127021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/02/sejarah-timbulnya-madzhab-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/6298691971389127021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/6298691971389127021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/02/sejarah-timbulnya-madzhab-dalam-islam.html' title='Sejarah Timbulnya Madzhab Dalam Islam'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJV54F1NyqeBHymvxXRHgA9xWBzMyZsR09DfSPBgoGNG1wp7M-icajiRYKMFr5ZdySGVepA8X_mvxFZeOz2CtspQ6twzo3Hi7nEUKF7AcJY_p0gjlCAGfn-mCxrrCEBPq-YJlh8ktvWSI/s72-c/4mazhab.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-9192954195488647080</id><published>2016-02-12T19:25:00.001+07:00</published><updated>2016-02-12T19:25:26.764+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Fikih"/><title type='text'>Dalil Sholat sunnah sebelum magrib</title><content type='html'>Mari kita memperhatikan hadis-hadis berikut:&lt;br /&gt;
- قَالَ عَبْدُ اللَّهِ الْمُزَنِىُّ عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « صَلُّوا قَبْلَ صَلاَةِ الْمَغْرِبِ » . - قَالَ فِى الثَّالِثَةِ - لِمَنْ شَاءَ كَرَاهِيَةَ أَنْ يَتَّخِذَهَا النَّاسُ سُنَّةً (رواه البخارى رقم&lt;br /&gt;
Abdullah Al-Muzani berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Salatlah kalian sebelum salat Maghrib”. Rasulullah bersabda dalam bilangan ketiga: “Bagi orang yang mau”, Khawatir orang-orang menjadikannya sebagai sebuah sunah” (HR al-Bukhari No 1184)&lt;br /&gt;
- قَالَ مَرْثَدَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ الْيَزَنِىَّ قَالَ أَتَيْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ الْجُهَنِىَّ فَقُلْتُ أَلاَ أُعْجِبُكَ مِنْ أَبِى تَمِيمٍ يَرْكَعُ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الْمَغْرِبِ . فَقَالَ عُقْبَةُ إِنَّا كُنَّا نَفْعَلُهُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - . قُلْتُ فَمَا يَمْنَعُكَ الآنَ قَالَ الشُّغْلُ (رواه البخارى رقم 1184)&lt;br /&gt;
“Martsad bin Abdullah al-Yazani berkata: Saya mendatangi Uqbah bin Amir al-Juhani, sayaberkata: “Saya kagum kepada anda dari Abu Tamim yang salat 2 rakaat sebelum Maghrib.” Uqbah berkata: “Sungguh kami melakukannya di masa Nabi Saw”. Saya bertanya: “Apa yang menghalangi anda sekarang?”. Uqbah menjawab: “Sibuk” (HR al-Bukhari No 1184)&lt;br /&gt;
al-Hafidz Ibnu Hajar mengutip penegasan al-Muhib ath-Thabari:&lt;br /&gt;
هَذََا اَلْحَدِيْثُ مِنْ أَقْوَى اَلْأَدِلَّةِ عَلَى اِسْتِحْبَابِهَا (فتح الباري لابن حجر – ج 4 / ص 183)&lt;br /&gt;
“Hadis ini (riwayat Uqbah) adalah dalil yang paling kuat akan kesunahan salat sebelum Maghrib” (Fath al-Bari 4/183)&lt;br /&gt;
Dibagian lain al-Hafidz Ibnu Hajar juga mengutip penegasan al-Qurthubi:&lt;br /&gt;
وَقَالَ الْقُرْطُبِيّ وَغَيْرُهُ : ظَاهِرُ حَدِيْثِ أَنَسٍ أَنَّ الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَقَبْلَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ كَانَ أَمْرًا أَقَرَّ النَّبِيّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَصْحَابَهُ عَلَيْهِ وَعَمِلُوا بِهِ حَتَّى كَانُوا يَسْتَبِقُونَ إِلَيْهِ ، وَهَذَا يَدُلُّ عَلَى الِاسْتِحْبَابِ ، وَكَأَنَّ أَصْلَهُ قَوْلهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : &quot; بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلَاةٌ &quot; . وَأَمَّا كَوْنُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يُصَلِّهِمَا فَلَا يَنْفِي الِاسْتِحْبَابَ ، بَلْ يَدُلُّ عَلَى أَنَّهُمَا لَيْسَتَا مِنْ الرَّوَاتِبِ . وَإِلَى اِسْتِحْبَابِهِمَا ذَهَبَ أَحْمَدُ وَإِسْحَاقُ وَأَصْحَابُ الْحَدِيثِ (فتح الباري لابن حجر - ج 2 / ص 432)&lt;br /&gt;
“al-Qurthubi dan lainnya berkata: Dzahirnya hadis Anas bahwa 2 rakaat sesudah dan sebelum Maghrib merupakan perintah yang diakui oleh Rasulullah Saw kepada para sahabatnya, mereka melakukannya, hingga mereka berlomba-lomba melakukannya. Ini menunjukkan kesunahan tersebut. Seolah dasarnya adalah sabda Nabi Saw: “Diantara adzan dan iqamah ada salat”. Sedangkan Rasulullah yang tidak pernah melakukannya tidak berarti menafikan kesunahannya. Namun menunjukkan bahwa Qabliyah Maghrib tersebut bukan salat Rawatib (sunah muakkadah). Atas pendapat kesunahan tersebut dikemukakan oleh Ahmad, Ishaq bin Rahwaih dan para ahli hadis” (Fath al-Bari 4/183)&lt;br /&gt;
Untuk memperkuat dalil diatas, al-Hafidz Ibnu Hajar berkata:&lt;br /&gt;
وَقَدْ رَوَيْنَا عَنْ جَمَاعَةٍ مِنْ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ أَنَّهُمْ كَانُوْا يُصَلُّوْنَ الرَّكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْمَغْرِبِ ، ثُمَّ أَخْرَجَ ذَلِكَ بِأَسَانِيْدَ مُتَعَدِّدَةٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ اِبْنِ أَبِي لَيْلَى وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ وَيَحْيَى بْن عَقِيْلٍ وَالْأَعْرَجِ وَعَامِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ وَعِرَاكِ بْنِ مَالِكٍ (فتح الباري لابن حجر - ج 2 / ص 432)&lt;br /&gt;
“Sungguh kami telah meriwayatkan dari sekelompok para sahabat dan tabi’in bahwa mereka melakukan salat sunah sebelum Maghrib. Kemudian Muhammad bin Nashr meriwayatkan hal tersebut dengan sanad yang banyak dari Abdurrahman ibni Abi Laila, Abdullah bin Buraidah, Yahya bin Aqil, al-A’raj, Amir bin Abdullah bin Zubair, dan Irak bin Malik” (Fath al-Bari 4/183)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Berdasarkan hadis-hadis dan pendapat ahli hadis, hukumnya adalah sunah namun bukan termasuk sunah muakkadah (yang dikuatkan) seperti dalam Madzhab Syafiiyah.&lt;br /&gt;
Ahli fikih dalam madzhab Syafiiyah, Syaikh Ibnu Hajar al-Haitami berkata:&lt;br /&gt;
وَقِيلَ مِنْ السُّنَنِ رَكْعَتَانِ خَفِيفَتَانِ قَبْلَ الْمَغْرِبِ لِمَا يَأْتِي قُلْت هُمَا سُنَّةٌ غَيْرُ مُؤَكَّدَةٍ عَلَى الصَّحِيحِ (تحفة المحتاج في شرح المنهاج - ج 7 / ص 248)&lt;br /&gt;
“Diakatakan, diantara sunah adalah 2 rakaat yang ringan sebelum Maghrib. Saya berkata: 2 Rakaat tersebut sunah yang tidak muakkadah, menurut pendapat yang sahih” (Tuhfat al-Muhtaj 7/248)&lt;br /&gt;
Perlu diketahui, dalam Madzhab Syafiiyah ada 2 istilah untuk salat sunah Rawatib, baik sebelum atau seduah salat wajib, yaitu sunah muakkadah (dikuatkan/dianjurkan):&lt;br /&gt;
وَالْمُؤَكَّدُ مِنَ الرَّوَاتِبِ عَشْرٌ، وَهُوَ رَكْعَتَانِ قَبْلَ صُبْحٍ وَظُهْرٍ وَبَعْدَهُ وَبَعْدَ مَغْرِبٍ وَعِشَاءٍ. (فتح المعين – ج 1 / ص 287)&lt;br /&gt;
“Salat Rawatib yang dikuatkan ada 10, yaitu 2 rakaat sebelum Subuh, Sebelum Dzuhur, Sesudah Dzuhur, Sesudah Maghrib dan Sesudah Isya” (Fathul Muin 1/287)&lt;br /&gt;
Dan sunah ghairu muakkadah (tidak dikuatkan):&lt;br /&gt;
وَخَرَجَ بِالْمُؤَكَّدِ مِنْهَا غَيْرُهُ، هُوَ اثْنَا عَشْرَةَ رَكْعَةً: رَكْعَتَانِ قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَانِ بَعْدَهُ، وَأَرْبَعٌ قَبْلَ الْعَصْرِ، وَرَكْعَتَانِ قَبْلَ الْمَغْرِبِ، وَرَكْعَتَانِ قَبْلَ الْعِشَاءِ. (إعانة الطالبين – ج 1 / ص 288)&lt;br /&gt;
“Sunah ghairu muakkadah ada 12, yaitu 2 rakaat sebelum dan sesudah Dzuhur, 4 rakaat sebelum Ashar, 2 rakaat sebelum Maghrib dan sebelum Isya” (Ianat ath-Thalibin 1/288)</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/9192954195488647080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/02/dalil-sholat-sunnah-sebelum-magrib.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/9192954195488647080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/9192954195488647080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/02/dalil-sholat-sunnah-sebelum-magrib.html' title='Dalil Sholat sunnah sebelum magrib'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-6724638208489470848</id><published>2016-02-11T10:18:00.002+07:00</published><updated>2016-02-11T10:18:07.645+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>Ngaji bareng Kyai Tanjung Menyingkap kemurnian Illahi yg tersembunyi</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ngaji bareng Kyai Tanjung Menyingkap kemurnian Illahi yg tersembunyi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;344&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/v_b30CEduaQ&quot; width=&quot;459&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/6724638208489470848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/02/ngaji-bareng-kyai-tanjung-menyingkap.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/6724638208489470848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/6724638208489470848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/02/ngaji-bareng-kyai-tanjung-menyingkap.html' title='Ngaji bareng Kyai Tanjung Menyingkap kemurnian Illahi yg tersembunyi'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/v_b30CEduaQ/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-8540297900999587551</id><published>2016-02-11T10:17:00.003+07:00</published><updated>2016-02-11T10:17:43.225+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>Ngaji bareng Bpk Kyai Tanjung, didunianya radikal di akhirat diradikali</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ngaji bareng Bpk Kyai Tanjung, didunianya radikal di akhirat diradikali&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;344&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/tFXLnb57-R4&quot; width=&quot;459&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/8540297900999587551/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/02/ngaji-bareng-bpk-kyai-tanjung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/8540297900999587551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/8540297900999587551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/02/ngaji-bareng-bpk-kyai-tanjung.html' title='Ngaji bareng Bpk Kyai Tanjung, didunianya radikal di akhirat diradikali'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/tFXLnb57-R4/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-8435930948008218694</id><published>2016-02-11T10:17:00.000+07:00</published><updated>2016-02-11T10:17:18.543+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>Kata Kata motivasi kyai tanjung</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Kata Kata motivasi kyai tanjung&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;270&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/2IIh3Q86XEs&quot; width=&quot;480&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;    &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/8435930948008218694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/02/kata-kata-motivasi-kyai-tanjung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/8435930948008218694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/8435930948008218694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/02/kata-kata-motivasi-kyai-tanjung.html' title='Kata Kata motivasi kyai tanjung'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/2IIh3Q86XEs/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-1182878513595424951</id><published>2016-02-11T10:16:00.002+07:00</published><updated>2016-02-11T10:16:25.066+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mualaf"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>Kisah mualaf prof bangsa yahudi yg masuk islam</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Kisah prof bangsa yahudi yg masuk islam&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;344&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/ggVJO1CTSWA&quot; width=&quot;459&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/1182878513595424951/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/02/kisah-mualaf-prof-bangsa-yahudi-yg.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/1182878513595424951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/1182878513595424951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/02/kisah-mualaf-prof-bangsa-yahudi-yg.html' title='Kisah mualaf prof bangsa yahudi yg masuk islam'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/ggVJO1CTSWA/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-5002279040985878868</id><published>2016-02-11T10:15:00.002+07:00</published><updated>2016-02-11T10:15:37.660+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>Ust.Wijayanto feat Emha Ainun Najib - Kenduri Cinta, Ceramah Islami</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ust.Wijayanto feat Emha Ainun Najib - Kenduri Cinta, Ceramah Islami&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;270&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/dHH6o5nEqtQ&quot; width=&quot;480&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/5002279040985878868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/02/ustwijayanto-feat-emha-ainun-najib.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/5002279040985878868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/5002279040985878868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/02/ustwijayanto-feat-emha-ainun-najib.html' title='Ust.Wijayanto feat Emha Ainun Najib - Kenduri Cinta, Ceramah Islami'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/dHH6o5nEqtQ/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-7757398012859478634</id><published>2016-02-11T10:14:00.003+07:00</published><updated>2016-02-11T10:14:56.407+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>Ust.Wijayanto - Kenduri Cinta, Ceramah Islami Kolaborasi Bareng Emha Ain...</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kenduri cinta bersama ustad Wijayanto&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;270&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/NNy6IBWs9qc&quot; width=&quot;480&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/7757398012859478634/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/02/ustwijayanto-kenduri-cinta-ceramah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/7757398012859478634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/7757398012859478634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/02/ustwijayanto-kenduri-cinta-ceramah.html' title='Ust.Wijayanto - Kenduri Cinta, Ceramah Islami Kolaborasi Bareng Emha Ain...'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/NNy6IBWs9qc/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-5498455593566730991</id><published>2016-01-28T23:34:00.000+07:00</published><updated>2016-01-28T23:34:13.335+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>Sarasehan Kyai Tanjung pemurnian garuda part2</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ngaji bareng Kyai Tanjung&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;344&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/Iqq5HGbkglE&quot; width=&quot;459&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/5498455593566730991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/sarasehan-kyai-tanjung-pemurnian-garuda_28.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/5498455593566730991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/5498455593566730991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/sarasehan-kyai-tanjung-pemurnian-garuda_28.html' title='Sarasehan Kyai Tanjung pemurnian garuda part2'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/Iqq5HGbkglE/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-3909741216536027894</id><published>2016-01-27T19:29:00.000+07:00</published><updated>2016-01-27T19:33:20.331+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tauhid"/><title type='text'>Kitab Al Hikam karya Ibnu Athoillah Al Iskandari</title><content type='html'>Kitab Al Hikam karya Ibnu Athoillah Al Iskandari&lt;br /&gt;
Kitab Al Hikam merupakan salah satu kitab klasik paling legendaris karya Syekh Ibnu Athaillah al Iskandari, yang berisikan kata-kata hikmah yang sangat tinggi nilainya, berisikan pemahaman tauhid, akhlak, dan ma&#39;rifatullah&lt;br /&gt;
Dibagian akhir artikel ini anda bisa download mp3 lengkap pengajian kitab ini bersama KH imron jamil dan KH Yazid Bustomi&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Sejarah Singkat Syekh Ibnu Athoillah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Syekh Ibn ‘Atha’illah as-Sakandari (w. 1309 M) hidup di Mesir di masa kekuasaan Dinasti Mameluk. Ia lahir di kota Alexandria (Iskandariyah), lalu pindah ke Kairo. Di kota inilah ia menghabiskan hidupnya dengan mengajar fikih mazhab Imam Maliki di berbagai lembaga intelektual, antara lain Masjid Al-Azhar. Di waktu yang sama dia juga dikenal luas dibidang tasawuf sebagai seorang “master” (syeikh) besar ketiga di lingkungan tarekat sufi Syadziliyah ini.&lt;br /&gt;
Ibn ‘Athaillah tergolong ulama yang produktif. Tak kurang dari 20 karya yang pernah dihasilkannya. Meliputi bidang tasawuf, tafsir, aqidah, hadits, nahwu, dan ushul fiqh. Dari beberapa karyanya itu yang paling terkenal adalah kitab al-Hikam. Buku ini disebut-sebut sebagai magnum opusnya. Kitab itu sudah beberapa kali disyarah. Antara lain oleh Muhammad bin Ibrahim ibn Ibad ar Rundi, Syaikh Ahmad Zarruq, dan Ahmad ibn Ajiba.&lt;br /&gt;
Beberapa kitab lainnya yang ditulis adalah Al-Tanwir fi Isqath al-Tadbir, ‘Unwan at-Taufiq fi’dab al-Thariq, miftah al-Falah dan al-Qaul al-Mujarrad fil al-Ism al-Mufrad. Yang terakhir ini merupakan tanggapan terhadap Syaikhul Islam ibn Taimiyyah mengenai persoalan tauhid. Kedua ulama besar itu memang hidup dalam satu zaman, dan kabarnya beberapa kali terlibat dalam dialog yang berkualitas tinggi dan sangat santun. Ibn Taimiyyah adalah sosok ulama yang tidak menyukai praktek sufisme. Sementara ibn ‘Athaillah dan para pengikutnya melihat tidak semua jalan sufisme itu salah. Karena mereka juga ketat dalam urusan syari’at.&lt;br /&gt;
Ibn ‘Athaillah dikenal sebagai sosok yang dikagumi dan bersih. Ia menjadi panutan bagi banyak orang yang meniti jalan menuju Tuhan. Menjadi teladan bagi orang-orang yang ikhlas, dan imam bagi para juru nasihat.&lt;br /&gt;
Ia dikenal sebagai master atau syaikh ketiga dalam lingkungan tarikat Syadzili setelah yang pendirinya Abu al Hasan Asy Syadzili dan penerusnya, Abu Al Abbas Al Mursi.&lt;br /&gt;
Meski ia tokoh kunci di sebuah tarikat, bukan berarti aktifitas dan pengaruh intelektualismenya hanya terbatas di tarekat saja. Buku-buku ibn Athaillah dibaca luas oleh kaum muslimin dari berbagai kelompok, bersifat lintas mazhab dan tarikat, terutama kitab Al Hikam yang melegenda ini.&lt;br /&gt;
Bagi anda yang mau mendengarkan pengajian kitab Alhikam bersama KH Yazid Bustomi ini silahkan &lt;a href=&quot;http://adf.ly/1Vwjvp&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;download disin&lt;/a&gt;i kalau dg KH Imron jamil &amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://adf.ly/1VxGTJ&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;download disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/3909741216536027894/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/kitab-al-hikam-karya-ibnu-athoillah-al.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/3909741216536027894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/3909741216536027894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/kitab-al-hikam-karya-ibnu-athoillah-al.html' title='Kitab Al Hikam karya Ibnu Athoillah Al Iskandari'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-7947408587748158176</id><published>2016-01-27T08:58:00.002+07:00</published><updated>2016-01-27T08:58:50.042+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tauhid"/><title type='text'>Ngaji Kitab Al-Hikam bersa KH Yazid bustomi</title><content type='html'>Anda yang kepingin belajar ilmu tasawuf minimal belajar kitab Alhikam karangan Ibnu attoillah alsakandari, disini saya bagikan link download mp3 lengkap ngaji kitab alhikam bersama KH Yazid bustomi&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPRJ2yRvDy6CBKAWAcspL07drp4N9VyiF79BnBwRLm8n2R2qAb8O3xEfxu16DnT08PJQgGd6rR61nxqSIZCYpcC3hdJMRI_AKunFWPCAmFo5BKIjVFzY_BCc-DJeEAXSqcL4maqrdrdbM/s1600/yazid+bustomi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kh yazid bustomi&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPRJ2yRvDy6CBKAWAcspL07drp4N9VyiF79BnBwRLm8n2R2qAb8O3xEfxu16DnT08PJQgGd6rR61nxqSIZCYpcC3hdJMRI_AKunFWPCAmFo5BKIjVFzY_BCc-DJeEAXSqcL4maqrdrdbM/s200/yazid+bustomi.jpg&quot; title=&quot;&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Silahkan &lt;a href=&quot;http://adf.ly/1Vwjvp&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;download disini&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/7947408587748158176/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/ngaji-kitab-al-hikam-bersa-kh-yazid.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/7947408587748158176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/7947408587748158176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/ngaji-kitab-al-hikam-bersa-kh-yazid.html' title='Ngaji Kitab Al-Hikam bersa KH Yazid bustomi'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPRJ2yRvDy6CBKAWAcspL07drp4N9VyiF79BnBwRLm8n2R2qAb8O3xEfxu16DnT08PJQgGd6rR61nxqSIZCYpcC3hdJMRI_AKunFWPCAmFo5BKIjVFzY_BCc-DJeEAXSqcL4maqrdrdbM/s72-c/yazid+bustomi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-4344335447982867588</id><published>2016-01-26T23:33:00.000+07:00</published><updated>2016-01-26T23:33:08.836+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>Sarasehan Kyai Tanjung pemurnian garuda part3</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1DVjZUxMR-uctjzd4xfR6CU6j9wQDVrGrkn7r80hJCIu-OgiJiLyLZOp84lohyphenhyphen9ihVcAMTLfAlxRpZQ1OieO-D3uLK4va39xrUtwsbHI5RCmFrMlSErB465pYIvz4WQkEk8pTyOwPf1E/s1600/bismillahkcilll.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;bismillah&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1DVjZUxMR-uctjzd4xfR6CU6j9wQDVrGrkn7r80hJCIu-OgiJiLyLZOp84lohyphenhyphen9ihVcAMTLfAlxRpZQ1OieO-D3uLK4va39xrUtwsbHI5RCmFrMlSErB465pYIvz4WQkEk8pTyOwPf1E/s1600/bismillahkcilll.jpg&quot; title=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ngaji Tasawuf bareng Kyai Tanjung&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;344&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/EmaURpfTVG0&quot; width=&quot;459&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/4344335447982867588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/sarasehan-kyai-tanjung-pemurnian-garuda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/4344335447982867588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/4344335447982867588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/sarasehan-kyai-tanjung-pemurnian-garuda.html' title='Sarasehan Kyai Tanjung pemurnian garuda part3'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1DVjZUxMR-uctjzd4xfR6CU6j9wQDVrGrkn7r80hJCIu-OgiJiLyLZOp84lohyphenhyphen9ihVcAMTLfAlxRpZQ1OieO-D3uLK4va39xrUtwsbHI5RCmFrMlSErB465pYIvz4WQkEk8pTyOwPf1E/s72-c/bismillahkcilll.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-7073160635191758930</id><published>2016-01-25T23:32:00.000+07:00</published><updated>2016-01-26T08:08:33.406+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>Sarasehan Kyai Tanjung islam tidak sekedar setebal buku part 1</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA8TERH89eqGRpCx_lTtP7Ecay28xkuXC0ShukZdH8Wn9UluCB3uB4jpqAX8MPq80u5R3TdcRdWKK4WmrNZ5vyWPNO60IFOfnVJ9AL8sO2Jeydj2ZS7Snr8Egbdsw_rhOjllZhXJpdBpo/s1600/bismillahkcilll.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA8TERH89eqGRpCx_lTtP7Ecay28xkuXC0ShukZdH8Wn9UluCB3uB4jpqAX8MPq80u5R3TdcRdWKK4WmrNZ5vyWPNO60IFOfnVJ9AL8sO2Jeydj2ZS7Snr8Egbdsw_rhOjllZhXJpdBpo/s1600/bismillahkcilll.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ngaji Tasawuf Bareng Kyai Tanjung&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;344&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/M_U2FewlFEY&quot; width=&quot;459&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/7073160635191758930/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/sarasehan-kyai-tanjung-islam-tidak_25.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/7073160635191758930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/7073160635191758930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/sarasehan-kyai-tanjung-islam-tidak_25.html' title='Sarasehan Kyai Tanjung islam tidak sekedar setebal buku part 1'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgA8TERH89eqGRpCx_lTtP7Ecay28xkuXC0ShukZdH8Wn9UluCB3uB4jpqAX8MPq80u5R3TdcRdWKK4WmrNZ5vyWPNO60IFOfnVJ9AL8sO2Jeydj2ZS7Snr8Egbdsw_rhOjllZhXJpdBpo/s72-c/bismillahkcilll.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-6287258872561297486</id><published>2016-01-23T23:31:00.000+07:00</published><updated>2016-01-26T08:10:39.466+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>Sarasehan Kyai Tanjung Islam tidak sekedar setebal buku part 3</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1DVjZUxMR-uctjzd4xfR6CU6j9wQDVrGrkn7r80hJCIu-OgiJiLyLZOp84lohyphenhyphen9ihVcAMTLfAlxRpZQ1OieO-D3uLK4va39xrUtwsbHI5RCmFrMlSErB465pYIvz4WQkEk8pTyOwPf1E/s1600/bismillahkcilll.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;bismillah&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1DVjZUxMR-uctjzd4xfR6CU6j9wQDVrGrkn7r80hJCIu-OgiJiLyLZOp84lohyphenhyphen9ihVcAMTLfAlxRpZQ1OieO-D3uLK4va39xrUtwsbHI5RCmFrMlSErB465pYIvz4WQkEk8pTyOwPf1E/s1600/bismillahkcilll.jpg&quot; title=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ngaji Bareng Kyai Tanjung&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;344&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/8xxJCIbneR4&quot; width=&quot;459&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/6287258872561297486/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/sarasehan-kyai-tanjung-islam-tidak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/6287258872561297486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/6287258872561297486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/sarasehan-kyai-tanjung-islam-tidak.html' title='Sarasehan Kyai Tanjung Islam tidak sekedar setebal buku part 3'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1DVjZUxMR-uctjzd4xfR6CU6j9wQDVrGrkn7r80hJCIu-OgiJiLyLZOp84lohyphenhyphen9ihVcAMTLfAlxRpZQ1OieO-D3uLK4va39xrUtwsbHI5RCmFrMlSErB465pYIvz4WQkEk8pTyOwPf1E/s72-c/bismillahkcilll.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-6799191719874911549</id><published>2016-01-22T23:30:00.000+07:00</published><updated>2016-01-26T08:11:36.798+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>Bpk Kyai Tanjung menjalankan keberagaman dalam addin part 2</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1DVjZUxMR-uctjzd4xfR6CU6j9wQDVrGrkn7r80hJCIu-OgiJiLyLZOp84lohyphenhyphen9ihVcAMTLfAlxRpZQ1OieO-D3uLK4va39xrUtwsbHI5RCmFrMlSErB465pYIvz4WQkEk8pTyOwPf1E/s1600/bismillahkcilll.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;bismillah&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1DVjZUxMR-uctjzd4xfR6CU6j9wQDVrGrkn7r80hJCIu-OgiJiLyLZOp84lohyphenhyphen9ihVcAMTLfAlxRpZQ1OieO-D3uLK4va39xrUtwsbHI5RCmFrMlSErB465pYIvz4WQkEk8pTyOwPf1E/s1600/bismillahkcilll.jpg&quot; title=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ngaji Tasawuf Bareng Kyai Tanjung&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;344&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/e8PcjEFlnaA&quot; width=&quot;459&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/6799191719874911549/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/bpk-kyai-tanjung-menjalankan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/6799191719874911549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/6799191719874911549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/bpk-kyai-tanjung-menjalankan.html' title='Bpk Kyai Tanjung menjalankan keberagaman dalam addin part 2'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1DVjZUxMR-uctjzd4xfR6CU6j9wQDVrGrkn7r80hJCIu-OgiJiLyLZOp84lohyphenhyphen9ihVcAMTLfAlxRpZQ1OieO-D3uLK4va39xrUtwsbHI5RCmFrMlSErB465pYIvz4WQkEk8pTyOwPf1E/s72-c/bismillahkcilll.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-5724775802805918134</id><published>2016-01-20T23:30:00.000+07:00</published><updated>2016-01-26T08:12:27.592+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>Ngaji Tasawuf bersama Kyai Tanjung,  Syukur bukanlah perkara weteng</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1DVjZUxMR-uctjzd4xfR6CU6j9wQDVrGrkn7r80hJCIu-OgiJiLyLZOp84lohyphenhyphen9ihVcAMTLfAlxRpZQ1OieO-D3uLK4va39xrUtwsbHI5RCmFrMlSErB465pYIvz4WQkEk8pTyOwPf1E/s1600/bismillahkcilll.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;bismillah&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1DVjZUxMR-uctjzd4xfR6CU6j9wQDVrGrkn7r80hJCIu-OgiJiLyLZOp84lohyphenhyphen9ihVcAMTLfAlxRpZQ1OieO-D3uLK4va39xrUtwsbHI5RCmFrMlSErB465pYIvz4WQkEk8pTyOwPf1E/s1600/bismillahkcilll.jpg&quot; title=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ngaji Bareng Kyai Tanjung&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;344&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/nAwtz5thP54&quot; width=&quot;459&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/5724775802805918134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/ngaji-tasawuf-bersama-kyai-tanjung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/5724775802805918134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/5724775802805918134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/ngaji-tasawuf-bersama-kyai-tanjung.html' title='Ngaji Tasawuf bersama Kyai Tanjung,  Syukur bukanlah perkara weteng'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1DVjZUxMR-uctjzd4xfR6CU6j9wQDVrGrkn7r80hJCIu-OgiJiLyLZOp84lohyphenhyphen9ihVcAMTLfAlxRpZQ1OieO-D3uLK4va39xrUtwsbHI5RCmFrMlSErB465pYIvz4WQkEk8pTyOwPf1E/s72-c/bismillahkcilll.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-8634850884520965813</id><published>2016-01-19T23:29:00.000+07:00</published><updated>2016-01-26T08:13:15.507+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>ngaji Tasawuf bareng Kyai Tanjung ,Menyingkap kemurnian Illahi yg tersem...</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1DVjZUxMR-uctjzd4xfR6CU6j9wQDVrGrkn7r80hJCIu-OgiJiLyLZOp84lohyphenhyphen9ihVcAMTLfAlxRpZQ1OieO-D3uLK4va39xrUtwsbHI5RCmFrMlSErB465pYIvz4WQkEk8pTyOwPf1E/s1600/bismillahkcilll.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;bismillah&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1DVjZUxMR-uctjzd4xfR6CU6j9wQDVrGrkn7r80hJCIu-OgiJiLyLZOp84lohyphenhyphen9ihVcAMTLfAlxRpZQ1OieO-D3uLK4va39xrUtwsbHI5RCmFrMlSErB465pYIvz4WQkEk8pTyOwPf1E/s1600/bismillahkcilll.jpg&quot; title=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ngaji Bareng Kyai Tanjung&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;344&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/3-QMuZpUzRs&quot; width=&quot;459&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/8634850884520965813/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/ngaji-tasawuf-bareng-kyai-tanjung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/8634850884520965813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/8634850884520965813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/ngaji-tasawuf-bareng-kyai-tanjung.html' title='ngaji Tasawuf bareng Kyai Tanjung ,Menyingkap kemurnian Illahi yg tersem...'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1DVjZUxMR-uctjzd4xfR6CU6j9wQDVrGrkn7r80hJCIu-OgiJiLyLZOp84lohyphenhyphen9ihVcAMTLfAlxRpZQ1OieO-D3uLK4va39xrUtwsbHI5RCmFrMlSErB465pYIvz4WQkEk8pTyOwPf1E/s72-c/bismillahkcilll.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-299595971186775576</id><published>2016-01-17T23:28:00.001+07:00</published><updated>2016-01-17T23:28:24.725+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>Bpk Kyai Tanjung sarasehan Pemurnian Garuda part1</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Ngaji Tasawuf Bareng Bpk Kyai Tanjung&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;344&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/QmsGz9tkUMA&quot; width=&quot;459&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/299595971186775576/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/bpk-kyai-tanjung-sarasehan-pemurnian.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/299595971186775576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/299595971186775576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/bpk-kyai-tanjung-sarasehan-pemurnian.html' title='Bpk Kyai Tanjung sarasehan Pemurnian Garuda part1'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/QmsGz9tkUMA/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-8631968543197517762</id><published>2016-01-11T22:04:00.000+07:00</published><updated>2016-01-11T22:04:07.199+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kristologi"/><title type='text'>ISA SABDA BERWUJUD MANUSIA</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;rvps3&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;ISA SABDA BERWUJUD MANUSIA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps4&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Assalamu&#39;alaykum Wr. Wb.&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts9&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Bagaimana pernyataan bahwa al-Masih adalah 
sabda yang berwujud manusia ? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Islam menolak tegas pernyataan bahwa Isa 
al-Masih merupakan perwujudan dari ilahiah baik dalam pengertian lahiriah 
ataupun dalam bentuk titisan dan inkarnasi laksana cerita pewayangan dimana 
Batara Guru menjelma kedunia menjadi Semar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Sungguh, al-Masih &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Isa anak Maryam adalah utusan Allah dan 
kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam serta Roh dari-Nya, Karena itu, 
berimanlah kamu kepada Allah dan para Rasul-Nya - Qs. 4 An-nisaa&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt; : 171 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Isa itu sesungguhnya 
Roh Allah dan Kalimat-Nya - Hadis riwayat Anas bin Malik &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Istilah &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Roh dariNya&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt; pada 
ayat al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;an maupun Hadis 
diatas memiliki persamaan dengan firman Allah berikut ini : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Yang memulai penciptaan manusia dari tanah, 
Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (sperma) Lalu 
Dia menyempurnakan kedalamnya Roh-Nya, dan Dia menjadikan untukmu pendengaran, 
penglihatan dan hati Tapi, sedikit sekali jumlah kamu yang bersyukur ! - Qs. 32 
As-Sajdah: 7-9 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Artinya pemakaian kalimat Roh-Nya yang dimaksud 
oleh ayat An-Nisaa&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt; 171 
mengenai &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Isa al-Masih tidak 
berbeda dengan pemakaian istilah Roh-Nya pada ayat As-Sajdah 9 yang menceritakan 
proses awal penciptaan seluruh manusia. Tidak mungkin menyangkal bahwa Roh yang 
menghidupkan diri kita &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;manusia- adalah Roh-nya Allah atau Roh yang berasal dari Allah. 
Karena itu pemakaian istilah Roh-Nya pada ayat An-Nisaa&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt; 171 akan bisa dimengerti dengan baik, 
ini juga maksud Allah dalam ayat yang lain: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Sesungguhnya perbandingan Isa disisi Allah, 
adalah seperti Adam - Qs. 3 Ali Imron : 59 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Jadi Nabi &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Isa tidak ada beda dengan Adam, keduanya 
adalah manusia biasa yang sama sekali tidak ada unsur keilahiannya.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Benar-benar telah kafirlah orang-orang yang berkata : 
&quot;Allah itu adalah almasih putera Maryam&quot;. Renungkanlah: &quot;Siapakah yang dapat 
menghalang-halangi kehendak Allah, seandainya Dia hendak membinasakan al-Masih 
putera Maryam itu beserta ibunya dan siapa saja diatas bumi ?&quot;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi dan 
apa yang ada diantara keduanya; Ia menciptakan apa yang Ia kendaki. Dan Allah 
Maha Kuasa atas segala sesuatu. - Qs. 5 al-maidah 17 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Isa al-Masih sebagai &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Firman Tuhan&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt; merupakan terjemahan dari kata 
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Kalimatuhu&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt; ataupun &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Kalimatu Robbi&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt; yang secara terjemahan harfiahnya adalah 
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Kalimat-Nya&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt; atau &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Kalimat Tuhan&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;, sebagaimana surah 4 
an-nisaa&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt; ayat 171 berikut : 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Innamal masihu &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;isa ibnu maryama rosulullahi 
kalimatuhu&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Sungguh, almasih &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Isa putera Maryam adalah Rasul Allah dan 
Kalimat-Nya - Qs. 4 An-nisaa&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt; 
: 171&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Beberapa pengertian dari istilah &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Kalimat Tuhan&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt; sendiri bisa kita lihat pada ayat 
al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;an berikut : 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Kalimatutul &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;azabi &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;alal kafirin&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Telah berlakulah Kalimat azab bagi orang-orang yang kafir - Qs. 39 
Az-Zumar : 71&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Wa izibtala Ibrohima Robbuhu bi kalimati fa 
atammahunna&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dan ketika Ibrahim diuji Tuhannya 
dengan beberapa Kalimat dan tetap dilaksanakannya - Qs. 2 Al-Baqarah : 124&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Dari contoh persamaan ayat tersebut, bisa 
diperoleh kesimpulan bahwa istilah Kalimat atau firman Tuhan disini berarti 
Ketetapan Tuhan kepada makhluk-Nya. Sehingga dengan demikian maksud dari ayat 
171 An-Nisaa&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt; yang menyatakan 
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Isa al-Masih merupakan 
kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam adalah Ketetapan atau keputusan Allah 
atas kelahiran &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Isa al-Masih 
dari diri Maryam yang masih perawan, seperti maksud dari ayat berikut ini 
:&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Al-masih putera 
Maryam itu hanyalah salah seorang Rasul seperti para Rasul sebelumnya - yang 
pernah ada - dan ibunya adalah orang yang sangat benar - Qs. 5 al-maidah : 75&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Para Rasul itu Kami lebihkan setengah mereka 
dari setengah lainnya Diantaranya ada yang Allah berkenan berbicara langsung 
dengannya &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;–&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;seperti Musa- 
Adapula yang Allah tinggikan derajatnya beberapa tingkat. Juga Kami telah 
memberi kepada &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Isa putera 
Maryam beberapa mukjizat (kelebihan) Serta Kami kuatkan dia dengan Ruh yang Suci 
- Qs. 2 al-Baqarah : 253 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Wassalam,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;rvps4&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Armansyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/8631968543197517762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/isa-sabda-berwujud-manusia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/8631968543197517762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/8631968543197517762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/isa-sabda-berwujud-manusia.html' title='ISA SABDA BERWUJUD MANUSIA'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-6346743611186290439</id><published>2016-01-07T22:03:00.000+07:00</published><updated>2016-01-07T22:03:03.016+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kristologi"/><title type='text'>SEBUTAN BAPA OLEH ISA</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;rvps3&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;SEBUTAN BAPA OLEH ISA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps4&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Assalamu&#39;alaykum Wr. Wb.&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts9&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Kenapa Nabi &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Isa menyebut Allah sebagai Bapa ? 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Isitilah Bapa yang ditujukan bagi Tuhan secara 
kontekstual tidak akan dijumpai dalam kitab suci al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;an maupun al-Hadis, istilah ini hanya 
bisa dijumpai dalam Alkitab yang menjadi kitab suci umat Kristen dewasa ini. 
Namun demikian, seperti yang pernah kita bicarakan sebelumnya, kita juga harus 
tahu bahwa al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;an 
merupakan wahyu terakhir yang diturunkan bagi semua manusia untuk semua etnis 
bangsa dan bahasa, dan al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;an secara umum menstandarisasikan semua bahasa yang digunakan oleh 
Rasul-rasul sebelumnya kedalam bahasa Arab, yaitu bahasa yang dipergunakan oleh 
Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Contoh Nabi Shaleh, semua percakapannya dengan 
umat beliau diceritakan didalam al-Qur&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;an dengan menggunakan bahasa Arab, padahal kaum Tsamud yaitu kaumnya 
Nabi Shaleh, pada jaman itu tidak berbahasa Arab, begitu juga dengan Nabi Hud 
terhadap kaumnya, &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Aad, lalu 
Nabi Nuh, mereka semua bukan keturunan Nabi Ibrahim yang menurunkan bangsa Arab. 
Untuk itu kita perlu menelusuri sejarah pertumbuhan bahasa bangsa Israel dimana 
Nabi &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Isa diutus oleh Tuhan. 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Menurut Bambang Budijanto (Lihat : Bambang 
Budijanto, Torah dalam hidup Bangsa Israel, Penerbit Yayasan Andi, Yogyakarta, 
hal. 85) penggunaan istilah &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Anak Tuhan&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt; 
sendiri terhadap bangsa Israel secara umum telah lama dikenal dan contohnya bisa 
dijumpai dalam Kitab Perjanjian Lama, misalnya : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Maka engkau harus berkata kepada Firaun : 
Beginilah firman TUHAN : Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung; sebab itu 
Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah 
kepada-Ku&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Perjanjian Lama : Kitab Keluaran 4 : 
22-23&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di 
jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi 
bapa Israel - Perjanjian Lama : Kitab Yeremia 31 : 9 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Bila kita pelajari lebih jauh dari alKitab, 
maka kita akan memperoleh data bahwa Bangsa Israel sama sekali tidak pernah 
menganggap Tuhan itu merupakan bapak mereka dalam pengertian yang sebenarnya : 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku 
akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi 
umat-Ku&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Perjanjian Lama : Kitab Yeremia 31:1&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan 
TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. Karena TUHAN memberi 
ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang 
disayangi. - Perjanjian Lama : Kitab Amsal 3:11-12 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Oleh karena itu apabila umpamanya memang benar 
Yesus (Nabi &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Isa al-Masih) 
menyebut Tuhan dengan istilah Bapa, maka kita juga harus mengembalikan maksud 
ucapannya itu sebagaimana yang umum dikenal oleh masyarakat Israel pada 
jamannya, sebab Nabi &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Isa 
sendiri merupakan orang Israel dan agar dakwahnya diterima oleh bangsanya, 
diapun harus mengikuti kaidah bahasa yang ada dimasyarakat setempat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Dalam ilmu Psikolinguistik, ada yang disebut 
dengan istilah Prinsipel Kooperatif, yaitu suatu cara manusia untuk bisa 
berkomunikasi terhadap manusia lainnya dengan memahami maksud suatu kalimat yang 
bisa saja artinya tidak sama persis dengan kalimat yang diucapkan oleh 
sipembicara, dan ini yang ada pada bangsa Israel saat itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Meski demikian, Nabi &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Isa tampaknya sudah mengkhawatirkan 
kemungkinan terjadinya perubahan makna pada bahasa yang beliau pakai, karenanya 
seperti yang bisa kita baca dalam Alkitab, pada kesempatan yang berbeda Nabi 
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Isa menerapkan model 
Psikolinguistik maksim cara (manner) yaitu mengungkapkan pemikirannya secara 
jelas dengan jalan memberikan penegasan maksud dari pemakaian istilah 
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;anak ALLAH&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt; dalam ayat-ayat berikut : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar 
mereka, katanya :&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;…&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt; 
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak 
Allah. - Perjanjian Baru : Kitab Injil Matius 5: ayat 2 dan 9 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Tetapi semua orang yang menerimanya diberinya 
kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namanya - 
Perjanjian Baru : Kitab Injil Yohanes 1:12 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Dengan demikian istilah &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Anak ALLAH&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt; ditujukan bagi orang yang senantiasa 
membawa perdamaian ditengah masyarakat dan orang yang beriman kepada Tuhan dan 
Rasul-Nya, lebih jauh dia juga memaknainya bukan dalam arti hubungan darah atau 
jasmani biologis, akan tetapi hanya sebagai simbol kedekatan Tuhan dengan para 
hamba-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Perhatikan kutipan ayat Injil berikut : 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti 
Engkau, ya Bapa, di dalam aku dan aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam 
kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus aku Dan aku 
telah memberikan kepada mereka kemuliaan yang Engkau berikan kepadaku, supaya 
mereka menjadi satu, sama seperti kita adalah satu Aku di dalam mereka dan 
Engkau di dalam aku supaya mereka sempurna menjadi satu agar dunia tahu, bahwa 
Engkau yang telah mengutus aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti 
Engkau mengasihi aku. - Perjanjian Baru : Kitab Injil Yohanes 17 : 21-23 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Ayat-ayat Injil diatas jelas sekali 
menceritakan kepada kita bahwa Nabi &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Isa berkeinginan agar para sahabatnya memiliki hubungan yang dekat 
kepada sang Maha Pencipta sebagaimana kedekatan dirinya terhadap Tuhan dan pada 
kesempatan lain, beliau juga memberi penegasan bahwa dirinya hanyalah seorang 
Rasul Tuhan dan bukan Tuhan itu sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke 
langit dan berkata : ... Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka 
mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang 
telah Engkau utus. - Perjanjian Baru : Kitab Injil Yohanes 17:3 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Jawab Yesus: Hukum yang terutama ialah : 
Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa. - Perjanjian Baru 
: Kitab Injil Markus 12:29 &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Oleh karena itu, kita semua tidak perlu 
terburu-buru menghakimi pola bahasa yang digunakan oleh &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Isa al-Masih didalam kitab Perjanjian 
Baru mengenai pemakaian istilah Bapa untuk Tuhan. Sebab memang telah terbukti 
kalau &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;‘&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Isa al-Masih tidak 
pernah mengajar diluar konsep Monotheisme (Tauhid). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Sementara penggunaan istilah Bapa kepada Tuhan 
bila kita kaji dari kacamata sufi sendiri pada hakekatnya tidaklah dimaksudkan 
untuk menunjukkan pada status biologis sebagaimana terjadi pada bapak dan anak 
dalam kehidupan manusia. Zat Tuhan tidak dapat diketahui oleh siapapun, tidak 
terjangkau pengetahuan manusia karena zat itu bebas dari hubungan dengan 
nama-namaNya, satu-satunya yang mengetahui zat Tuhan adalah Tuhan sendiri. Dari 
segi dirinya, zat Tuhan tidak mempunyai nama, sebab nama-nama itu berfungsi 
untuk pemberitahuan dan pembedaan kepada makhluk-makhlukNya agar mereka kenal 
dan bisa memanggil-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Wassalam,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;rvps4&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Armansyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/6346743611186290439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/sebutan-bapa-oleh-isa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/6346743611186290439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/6346743611186290439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/sebutan-bapa-oleh-isa.html' title='SEBUTAN BAPA OLEH ISA'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4159217165919750184.post-8306985168261917464</id><published>2016-01-04T22:01:00.000+07:00</published><updated>2016-01-04T22:01:06.847+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kristologi"/><title type='text'>KONTROVERSI TRINITAS</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;rvps3&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts8&quot;&gt;KONTROVERSI TRINITAS&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps4&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Assalamu&#39;alaykum Wr. Wb.&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts9&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Banyak hal sudah terjadi pada masa lalu 
sehubungan dengan perbedaan sudut pandang terhadap konsep Trinitas yang berakhir 
dengan pembantaian terhadap mereka yang menolak doktrin tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Berikut beberapa tokoh anti-Trinitas yang 
hidupnya harus berakhir secara mengenaskan itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;1. Iranaeus (130-200 M), dia lahir disaat 
ajaran Kristen Antiokia sudah menyebar ke Afrika Utara, Spanyol hingga ke 
Prancis Selatan. Tidak banyak catatan sejarah mengenai asal-usul dan 
kedewasaannya, sejarah mulai mencatat masa dimana Iranaeus membawa surat petisi 
dari Uskup Lyons Pothinus kepada Paus Elutherus di Roma. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Petisi itu berupa permohonan Pothinus kepada 
Paus untuk menghentikan pengejaran, penyiksaan dan pembunuhan terhadap 
orang-orang Kristen yang tidak menyetujui doktrin gereja Pauline. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Ketika masih berada di Roma, Iranaeus mendapat 
berita bahwa semua orang Kristen yang tidak sepaham dengan Paulus yang ada di 
Lyons Antiochia termasuk uskup Pothinus sendiri telah tewas dibunuh. Dan pada 
waktu kembali ke Lyons, Iranaeus menggantikan Ponthinus untuk menjabat sebagai 
uskup dinegrinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Ditahun 190 M, Iranaeus sendiri menulis surat 
kepada Paus Victor agar menghentikan pembantaian terhadap orang-orang Kristen 
yang dibunuh karena keyakinan mereka yang berbeda dengan keyakinan gereja 
Paulus. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Cerita lama kembali terulang, Iranaeus sendiri 
terbunuh pada tahun 200 M karena tidak bersedia mengikuti keyakinan Paus, 
Iranaeus hanya beriman dan mengakui kepada satu Tuhan, yaitu Allah, dan dia 
mendukung pengajaran kemanusiaan Jesus yang diangkat oleh Allah menjadi 
utusan-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Iranaeus banyak melakukan kritikan terhadap 
Paulus karena dianggapnya sebagai orang yang paling bertanggung jawab didalam 
memasukkan doktrin-doktrin dari agama berhala dan filsafat Plato kedalam ajaran 
sejati Jesus. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Didalam bukunya, &quot;Universalism The Prevailing 
Doctrine Of The Christian Church During Its First Five Hundred Years&quot; ditulis 
oleh J.W. HANSON, D. D menyatakan mengenai Iranaeus ini sebagai berikut : 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;In a germinal form of the Apostle&#39;s Creed, 
Iren&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;æ&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;us, A.D. 180, says that 
the judge, at the final assize, will cast the wicked into aionian fire. It is 
supposed that he used the word aionian, for the Greek in which he wrote has 
perished, and the Latin translation reads, &quot;ignem aeternum.&quot; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;2. &quot;Tertullian&quot; (160-220 M), dia adalah seorang 
penduduk asli Carthage (Kartago).&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tertullian 
sebagaimana juga dengan Iranaeus, meyakini ke-Esaan Allah dan 
mengidentifikasikan Jesus sebagai juru selamat (Messiah) bangsa Yahudi. Dia 
menentang Paus Callistus karena mengajarkan &quot;dosa asal&quot; telah diampuni setelah 
melaksanakan penebusan dosa resmi dibawah gereja.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Tertullian menekankan tentang kesatuan jiwa dan 
eksistensi dan mengatakan bahwa orang-orang yang sehat akalnya pasti meyakini 
bahwa Jesus hanyalah manusia belaka. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Paus Callistuslah yang memperkenalkan istilah 
&quot;Trinitas&quot; kedalam tulisan-tulisan &quot;ecclesiastical&quot; (gerejawi) Latin ketika ia 
membahas doktrin baru yang aneh tersebut. Istilah Trinitas sendiri sama sekali 
tidak pernah digunakan dalam kitab-kitab suci. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;3. &quot;Origen&quot; (185-254 M). Ayahnya bernama 
&quot;Leonidas&quot; dan mendirikan pusat pendidikan teologi dengan mengangkat seorang 
guru Teologi terkemuka bernama Clement sebagai kepala lembaga tersebut. Origen 
sendiri mendapatkan pendidikan ditempat itu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Leonidas adalah seorang pengikut Kristen 
Apostolik, yaitu ajaran monotheisme (ke-Esaan Tuhan) dan mengakui kehambaan dari 
Jesus. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Sebagaimana kita tahu, gereja Paulus tidak mau 
menerima kepercayaan seperti yang dipegang oleh Leonidas ini, dan sebagai 
konsekwensinya pada tahun 208 Leonidas tewas dibunuh oleh orang-orang Paus. 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Karena merasa dirinya juga terancam, Clement 
segera meninggalkan Alexandria. Dan sebagai gantinya, Origen meneruskan 
kepemimpinan Clement sebagai kepala sekolah Teologi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Pada tahun 230 M, Origen dinobatkan sebagai 
seorang Pendeta di Palestina, namun karena Origen telah mengajarkan konsep 
Monotheisme didalam gereja, Uskup Demerius akhirnya memecat Origen dan 
mengusirnya dari gereja (persis seperti yang dinubuatkan Jesus dalam Yoh 16:1-3 
-pen). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Origen mengungsi ke Caesarea dan mendirikan 
pusat pendidikan Teologi ditempat itu pada tahun 231 M yang akhirnya membawa 
nama harum kepadanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Jerome, seorang penulis Injil pertama dalam 
bahasa Latin, pada mulanya merupakan orang yang sangat mendukung Origen, namun 
akhirnya Jerome berbalik kepada gereja Paulus dan menarik garis permusuhan 
terhadap Origen. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Jerome berusaha agar Origen mendapatkan kecaman 
dan pengadilan dari gereja setempat, namun popularitas Origen terlampau besar 
dan tidak memungkinkan bagi Uskup John untuk melakukannya, sehingga atas 
rencananya ini mengakibatkan Jerome sendiri tersingkir dari kalangan gereja. 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Namun pada tahun 250 M, Origen dikecam oleh 
Konsili Alexandria dan dijebloskan kedalam penjara serta mendapatkan penyiksaan 
yang terus menerus oleh pihak gereja Paulus sehingga mengakibatkan kematiannya 
pada tahun 254 M. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Origen telah menulis sekitar 600 buah karangan 
dan risalah. Dia adalah salah seorang yang paling berperan dalam sejarah gereja 
dan telah gugur sebagai seorang syuhada yang membela ajaran Allah sejati. 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Dimasa mudanya sampai menjelang akhir hayatnya, 
Origen tetap mempertahankan pengajaran ke-Esaan Tuhan (The Unity of God), 
meyakini bahwa hanya Allah saja yang berkuasa dan Jesus adalah manusia biasa dan 
hamba Allah, bukan Allah itu sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
4. &quot;Diodorus&quot;, seorang Uskup yang berasal dari 
negri Tarsus, tanah kelahiran Paulus.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Diodorus 
merupakan tokoh Kristen terkemuka di Antiochia, dia berpendapat bahwa dunia ini 
selalu berubah-ubah, perubahan itu sudah ada sejak dahulu. Dan itu menunjukkan 
ada sesuatu yang tetap dibalik perubahan itu.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Lebih jauh lagi, keberagaman eksistensi dan 
kebijaksanaan yang diperlihatkan dalam setiap proses perubahan itu sendiri, 
menunjukkan terhadap kesatuan asal yang mendasarinya dan memperlihatkan 
kehadiran Sang Pencipta dan Pemelihara. Inilah menunjukkannya adanya satu 
Pencipta Yang Maha Esa. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Diodorus menekankan sifat kemanusiaan secara 
menyeluruh dalam diri Jesus yang memiliki jiwa manusia dan daging manusia, tidak 
ada unsur ketuhanan sama sekali. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;5. &quot;Lucian&quot;, seorang yang dikenal keluasan 
ilmunya terhadap bahasa Ibrani dan Yunani. Lucian tidak menginduk terhadap salah 
satu gereja dari tahun 220 sampai 290 M. Pengajaran Lucian adalah Monotheisme, 
yaitu pengesaan Allah dalam segala bentuk-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Lucian percaya kepada penafsiran gramatikal dan 
literal (sesuai dengan bunyi lahir suatu kata) dari kitab-kitab suci (Bible). 
Dia menentang kecenderungan untuk mencari-cari makna symbolis dan kiasan dari 
teks-teks Injil, dan percaya kepada suatu pendekatan empiris dan kritis terhadap 
kitab-kitab tersebut. Dia mengatakan bahwa dengan mencari-cari makna symbolis 
tersebut, dapat berakibatkan dengan penambahan dan pengurangan pada Injil yang 
berarti hilangnya kemurnian ajaran Jesus. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Lucian menghilangkan perubahan-perubahan yang 
terjadi pada kitab Injil yang diterjemahkan kedalam bahasa Yunani (Septuaginta), 
beliau telah mengadakan revisi terhadap empat Injil yang menjadikannya berbeda 
dengan Injil-Injil yang dipergunakan oleh gereja Paulus. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Lucian menolak paham trinitas dan sebaliknya 
begitu menekankan ajaran Tauhid, bahwa hanya Allah saja Tuhan alam semesta yang 
patut disembah, sedangkan Jesus hanyalah manusia biasa yang diangkat menjadi 
Utusan-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Atas sikapnya ini, Lucian menjalani penyiksaan 
dari pihak gereja Paulus dan dihukum mati pada tahun 312 M. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Perselisihan pendapat terbesar di kalangan 
pemikir Trinitas yang akhirnya menjadi satu legenda menyangkut dunia ketuhanan 
Kristen adalah kontroversi &#39;Aryan Heresy&#39; atau pernyataan anti-trinitas yang 
dikemukakan oleh Arius (256-336 M). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Arius adalah salah seorang murid utama Lucian 
berkebangsaan Lybia yang juga pernah bersama-sama dengan gurunya menegakkan 
Monotheisme, Arius sendiri merupakan seorang presbyter (ketua majelis gereja) 
digereja Baucalis Alexandria, salah satu gereja tertua dan terpenting dikota itu 
pada tahun 318 M. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Sejak wafatnya Lucian pada tahun 312 M ditangan 
orang-orang gereja Paulus, perlawanan Arius terhadap doktrin Trinitas semakin 
mengkristal, dan dalam perjuangannya ini, Arius justru mendapatkan dukungan dari 
dua orang saudari Kaisar Constantin yang bernama Constantina dan Licunes. 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Arius dianggap sebagai seorang pemberontak 
Trinitas dengan mempergunakan argumen logika : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&quot;Jika Jesus itu benar-benar anak Tuhan, maka 
Bapa harus ada lebih dahulu. Oleh karena itu harus ada &quot;masa&quot; sebelum adanya 
anak. Berarti anak adalah makhluk. Maka dari itu anak tidak selamanya ada atau 
tidak abadi. Sedangkan Tuhan yang sebenarnya adalah abadi, berarti Jesus 
tidaklah sama dengan Tuhan.&quot; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Atas argumentasi Arius tersebut, sekitar 
seratus orang Pastur Mesir dan Lybia berkumpul untuk mendengarkan pertanggung 
jawaban Arius. Dan diwaktu itu juga Arius mengemukakan kembali pemandangannya : 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&quot;Ada masa sebelum adanya Jesus, sedangkan Tuhan 
sudah ada sebelumnya. Jesus ada kemudian, dan Jesus hanyalah makhluk biasa yang 
bisa binasa seperti makhluk-makhluk lainnya. Tetapi Tuhan tidak akan binasa.&quot; 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Arius juga memperkuat argumentasinya dengan 
sejumlah ayat-ayat Bible seperti Yohanes 14:8: &quot;Bapa lebih besar daripada 
Jesus&quot;; Seandainya kita mengakui bahwa Jesus adalah sama dengan Tuhan, maka kita 
harus menolak kebenaran ayat Yohanes tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Argumen Arius ini secara sederhana dapat 
dijelaskan sebagai berikut : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Jika Jesus memang &quot;anak Tuhan&quot;, maka akan 
segera disertai pengertian bahwa &quot;Bapak Tuhan&quot; haruslah ada terlebih dahulu 
sebelum adanya sang &quot;Anak&quot;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Oleh sebab itu tentulah akan terdapat rentang 
waktu ketika &quot;Anak&quot; belum ada.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Oleh karenanya, 
&quot;Anak&quot; adalah makhluk yang tersusun dari sebuah &quot;esensi&quot; atau makhluk yang tidak 
selalu ada.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Karena Tuhan merupakan suatu zat yang bersifat 
mutlak (abadi, alpha dan omega), maka Jesus tidak mungkin bisa menjadi &quot;esensi&quot; 
yang sama sebagaimana &quot;esensi&quot; Tuhan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Kesimpulan pendapat Arius, bahwa hanya ada satu 
Tuhan, yaitu Tuhan yang selalu Ada dan tidak mempunyai asal usul, Dia Ada tanpa 
keberadaan sebelumnya. Dalam hal ini Arius membedakan antara unsur keistimewaan 
yang tetap ada di dalam Tuhan, yang merupakan kekuatan yang kekal dengan unsur 
keistimewaan Jesus sebagai suatu kelebihan yang diberikan oleh Tuhan selayaknya 
seorang Nabi dan itu tidak bersifat kekal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Arius menjabarkan bahwa Jesus yang disebut 
Tuhan anak ini merupakan makhluk, sebab ia telah diciptakan oleh Tuhan Bapa 
sekalipun umpamanya benar diri Jesus sendiri diciptakan sebelum proses 
penciptaan Abraham (Nabi Ibrahim) sebagaimana yang diriwayatkan dalam kitab 
Perjanjian Baru -Injil Johanes pasal 8 ayat 58, namun dalam hal ini, status 
Jesus tetaplah merupakan makhluk ciptaan dan dia bukan Tuhan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Argumen Arius ini tidak bisa terbantahkan, dan 
mulai tahun 321 M, Arius dikenal sebagai seorang presbyter pembangkang dan 
mendapatkan banyak dukungan dari Uskup-uskup daerah Timur. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Untuk mendukung pandangan-pandangannya, Arius 
mengemukakan sejumlah ayat didalam kitab Perjanjian Baru yang memperlihatkan 
Jesus selaku anak dari Tuhan Bapa berkedudukan di bawah Tuhan Bapa seperti kitab 
Matius 28:18, kitab Markus 13:32, kitab Lukas 18:19, kitab Johannes 5:19; pasal 
14:28, serta surat kiriman 1 Korintus pasal 15 ayat 28.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Konflik ini semakin menjadi memanas 
setelah Athanasius (293-373 M), salah seorang tokoh agama dan cendikiawan besar 
yang mendukung doktrin Trinitas turut dalam perselisihan tajam dengan Arius.&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Untuk menengahi pertentangan ini lebih jauh, 
maka oleh Kaisar Konstantin (280-337 M) dibentuklah suatu konsili (musyawarah 
besar) di Nicea (Asia Kecil - dekat kota Konstantinopel) pada tahun 325 M (abad 
ke-IV) dengan diikuti oleh para Uskup, tokoh-tokoh Theologi kenamaan dan banyak 
Sarjana Gereja, Konsili tersebut dikenal juga dengan nama Konsili Oikumonis I 
(Oikumene berarti seluruh dunia yang didiami bangsa manusia). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Dalam musyawarah itu, pengikut Arius menolak 
pandangan tentang penciptaan eternal (penciptaan yang bebas dari dimensi waktu), 
sementara Athanasius mempertahankannya. Pengikut Arius mengatakan bahwa anak 
diciptakan dari tidak ada, sementara Athanasius mengatakan bahwa anak diciptakan 
dari esensi Tuhan Bapak. Pengikut Arius berpendapat bahwa Tuhan anak tidak sama 
substansinya dengan Tuhan Bapa sementara Athanasius berpendapat sebaliknya. 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Setelah titik penyatuan pandangan tidak juga 
berhasil dicapai dari kedua belah pihak yang berdebat, akhirnya kaisar 
Konstantin memberikan pernyataan bersayap (keputusan yang sifatnya bebas untuk 
ditafsirkan oleh pihak manapun) demi untuk menjaga kestabilitasan keadaan 
negrinya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Adapun keputusan kaisar Konstantin ini 
menyebutkan bahwa Jesus memiliki sifat yang &quot;Homousius&quot; dengan Tuhan Bapa, 
istilah &quot;Homousius&quot; sendiri bisa berartikan satu hakekat, satu keadaan atau juga 
memiliki hubungan yang rapat satu sama lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Keputusan Konsili itu juga berhasil merumuskan 
&quot;SYMBOLUM APOSTOLICUM&quot; (Syahadat para Rasul) kata &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;syahadat&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt; sendiri berasal dari kata bahasa Latin 
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;credo&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt; yang artinya &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;aku percaya&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;, dimana inti dari rumusan ini menggaris 
bawahi tentang ketiga pribadi dalam Tuhan yang satu itu adalah sejajar, walaupun 
digunakan istilah Bapa dan Anak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Credoin Deo Patri 
omnipotentem&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;(aku percaya akan Allah Bapa Yang Maha 
Kuasa)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Creatorem coeli et terrae&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;(pencipta Langit dan Bumi)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Et in Iesum 
Christum, Fillium eius unicum, Dominium nostrum&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;(dan akan Jesus Kristus, PutraNya yang Tunggal Tuhan kita)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Qui conceptus est de Spiritu Sancto, natus ex Maria 
Virgine&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
(yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan 
oleh Perawan Maria)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Passus sub Pontio Pilato, 
crucifixus, mortuus et sepultus&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;(yang menderita 
sengsara dalam Pemerintahan Ponsius Pilatus; disalibkan wafat dan 
dimakamkan)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Descendit ad inferna (inferos)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;(yang turun ketempat penantian)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Tertia die resurrexit a mortuis&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;(pada 
hari ketiga bangkit dari antara orang mati)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Acendit 
ad coelos, sedet ad dexteram Dei Patris omnipotentis&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;(yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha 
Kuasa)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Inde venturus est iudicare vivos et 
mortuos&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;(dari situ Dia akan datang mengadili orang 
yang hidup dan mati)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Credo in Spiritum 
Sanctum&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;(aku percaya akan Roh Kudus)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Sanctam Ecclesiam catholicam, sanctorum communionem&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;(Gereja Katolik yang Kudus, persekutuan para kudus)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Remisionem peccatorum&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;(pengampunan dosa)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Carnis 
resurrectionem&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;(kebangkitan badan)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Vitam eternam&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;(kehidupan kekal)&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Amen&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;(Amin)&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;”&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;(Sumber Credo dari &lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;http://www.katolik.net/&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Pasca Konsili Nicea I, Athanasius berhasil 
membujuk kaisar untuk membuang Arius kesatu tempat yang jauh serta membakar 
semua tulisan-tulisan pemikiran Monotheismenya dengan alasan bahwa Arius masih 
tidak puas terhadap keputusan Kaisar. Hal ini tidak berlangsung lama sebab 
Kaisar Konstantin dengan dukungan Uskup Eusebius yang menentang paham Trinitas 
memanggil pulang Arius dari pengasingannya dan mengakui bahwa konsepnya mengenai 
Monotheisme lebih bisa diterima ketimbang paham Trinitas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Pada tahun 336 Arius diangkat menjadi Pastur di 
Constantinopel dan dalam satu muslihat yang licik, dia berhasil dibunuh. 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Semenjak tahun 340 M (tiga tahun setelah 
kematian Kaisar Konstantin pada tahun 337 M dan digantikan oleh Kaisar 
Theodosius), perselisihan antara Monotheisme dengan Trinitas kembali mencuat 
kepermukaan dan penyelesaian yang diberlakukan Gereja dengan dukungan 
pihak-pihak kerajaan tidaklah memuaskan semua pihak serta hanya bersifat 
sementara, sebab keyakinan pihak Istana sendiri tidak mempercayai pengajaran 
Injil sehingga setiap kali ada pergantian kaisar maka selalu ada perubahan 
suasana, dan ini bisa mengubah setiap titik dari keputusan Dewan Nicea 
sebelumnya. Pihak yang menang saat itu bisa berbalik menjadi pihak yang 
dikalahkan atau dipersalahkan di kemudian hari oleh kerajaan. Dan sejarah inilah 
yang akhirnya paling sering terjadi dalam kontroversi doktrin Trinitas dimasa 
lalu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Empat puluh lima tahun setelah kematian Arius, 
Konsili Nicea (Nicene Creed) yang pernah digelar pada tahun 325 M kemudian 
diadakan lagi pada tahun 381 M, yang menghasilkan pernyataan &quot;Syahadat Konsili 
Nicea Konstantinopel&quot;, yang mana isinya adalah : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Aku percaya akan 
satu Allah&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Bapa yang Maha Kuasa&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Pencipta langit dan bumi&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Dan segala 
sesuatu yang kelihatan&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Dan tidak kelihatan.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Dan akan satu Tuhan, Yesus Kristus,&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Putra Allah yang tunggal.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Ia lahir 
sebelum segala abad.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Allah dari Allah,&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Terang dari Terang.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Allah 
benar dari Allah benar.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Ia dilahirkan, bukan 
dijadikan&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Sehakikat dengan Bapa.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Segala sesuatu dijadikan olehNya.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Ia 
turun dari surga untuk kita manusia&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Dan untuk 
keselamatan kita.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Ia dikandung dari roh 
Kudus,&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Dilahirkan oleh perawan Maria,&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Dan menjadi manusia&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Iapun 
disalibkan untuk kita, waktu Pontius Pilatus.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Ia 
wafat kesengsaraan dan dimakamkan.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Pada hari ketiga 
Ia bangkit, menurut Kitab Suci.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Ia naik ke surga, 
duduk di sisi Bapa.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Ia akan kembali dengan 
mulia,&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Mengadili orang yang hidup dan yang 
mati.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;KerajaanNya takkan berakhir.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Aku percaya akan Roh Kudus,&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Ia Tuhan 
yang menghidupkan,&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Ia berasal dari Bapa dan 
Putra&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Yang serta Bapa dan Putra disembah dan 
dimuliakan.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Ia bersabda dengan perantaraan para 
nabi.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, 
katolik dan apostolik,&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Aku mengakui satu 
pembaptisan, akan pengampunan dosa.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Aku menantikan 
kebangkitan orang mati&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Dan hidup di akhirat.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Amin.&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Dalam sejarah internal gereja Trinitas sendiri, 
semenjak kerajaan Romawi Barat dan Romawi Timur berpisah, gereja-gereja penganut 
paham ketuhanan Trinitas pun terpisah menjadi gereja barat dan gereja timur. 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Kata &quot;gereja&quot; sebenarnya berasal dari kata 
&quot;igraja&quot; yang diperkenalkan di Indonesia oleh para misionaris Portugis. Kata 
&quot;igraja&quot; tersebut berasal dari kata Latin &quot;ecclesia&quot; yang pada awalnya berasal 
dari bahasa Yunani kuno yaitu &quot;ekklesia&quot; yang artinya &quot;kumpulan&quot; atau 
&quot;pertemuan&quot;, sehingga makna umum dari gereja itu adalah tempat berkumpul 
orang-orang tertentu dan dalam hal ini adalah orang-orang yang meyakini asas 
ketuhanan Trinitas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Adanya gereja Barat dan gereja Timur ini 
akhirnya membawa perpecahan-perpecahan sendiri yang mengakibatkan ajaran 
Trinitas terbagi dalam banyak sekte atau aliran, perpecahan awalnya adalah 
larangan yang dibuat oleh Kaisar Romawi Leo III pada tahun 726 M kepada umat 
Trinitas agar jangan mengkuduskan dan membuat patung-patung atau gambar-gambar 
(Icono Clasts) berkenaan dengan keyakinan dunia Kristen Trinitas seperti 
gambaran Jesus, Mariah atau orang-orang yang dianggap suci lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Perintah Kaisar Leo III ini dikukuhkannya lagi 
pada tahun 730 M dengan pemikiran bahwa hal ini merupakan perbuatan keberhalaan 
dan bertentangan dengan Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru sendiri. 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Larangan ini diberlakukan sampai pemerintahan 
Kaisar Konstantin IV dan Kaisar Leo IV, sementara pemimpin gereja Timur yang 
disebut Paus Gregori II dan Paus Gregori III serta Germanius dengan dukungan 
gereja Konstantinopel dan Kaisar Irene justru memberikan persetujuan pemujaan 
gambar-gambar keagamaan, perselisihan yang panjang dan lama ini akhirnya 
diselesaikan dengan dicabutnya larangan ini pada Sidang Umum ketujuh yang 
berlangsung di Nicaea tahun 787 M. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Namun perpecahan di antara keduanya tidak akan 
diatasi oleh sidang tersebut dan masalah ini mengemuka pada abad ke 11 M pada 
waktu Roma menerima pemberian suatu tambahan ke dalam Nicene Creed, suatu hal 
yang tidak disetujui Gereja Timur. Tambahan itu adalah &quot;dan anak&quot; setelah frasa 
&quot;kami percaya dalam Roh Kudus, Tuhan pemberi kehidupan, yang diturunkan dari 
Tuhan Bapa...&quot; Jadi, Gereja-gereja Timur tidak menerima bahwa Roh Kudus 
diturunkan dari Tuhan Bapak dan Anak, melainkan hanya dari Tuhan Bapa saja. 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Tentang masalah ini Timur dan Barat sama sekali 
tidak mempunyai titik temu dan menimbulkan pemisahan tahun 1054, karena wakil 
Paus menempatkan surat-surat ekskomunikasi pada altar St. Sophia di 
Konstantinopel. Sejak itulah muncul Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks 
Yunani. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Kata &quot;Katolik&quot; berarti &quot;univeral&quot;, &quot;memiliki 
sifat-sifat totalitas&quot; atau &quot;utuh&quot;. Dengan demikian Gereja Katolik adalah tempat 
berkumpul universal, dimana setiap orang telah dipanggil untuk membawa kabar 
sukacita Injil kepada setiap orang, kepada setiap bangsa, kepada setiap penjuru 
dunia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Pusat gereja Katolik di dunia, gereja Santo 
Petrus Basilica (St. Peter&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts10&quot;&gt;’&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;s 
Basilica) yang dibangun di Vatikan, adalah tempat dimana Petrus (Symeon -salah 
seorang murid Jesus) dimakamkan. Saat ini, kuburan dari Petrus berada di dalam 
tanah, persis dibawah altar utama di antara tiang-tiang penopang kubah Bernini. 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Unsur-unsur doktrinal membuat mereka tetap 
terpisah: Gereja Katolik dipimpin oleh satu tampuk pimpinan yang disebut Paus, 
sementara Gereja Ortodoks menyerahkan kepemimpinan di tangan para bishop atau 
patriark (berarti Uskup); pandangan tentang Roh Kudus juga berbeda, Gereja 
Ortodoks tetap memberikan kedudukan penting bagi ikon-ikon dalam pemujaan, para 
pelayan gerejanya dibolehkan menikah, dan lain-lain. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Kata &quot;Paus&quot; (&quot;Pope&quot;) artinya &quot;Bapa&quot; yang 
diambil dari bahasa Yunani. Didalam penggunaan bahasa Latin, kata ini lebih 
menunjukkan rasa hormat. Pada jaman Reformasi, kaum Protestan tidak setuju 
dengan istilah yang terkesan eksklusif tersebut, maka istilah &quot;Paus&quot; lebih 
sering disebut sebagai &quot;Uskup Roma&quot; (Bishop of Rome) seperti istilah pertamanya 
di jaman awal; Paus adalah pemimpin tertinggi Gereja Katolik dan sekaligus 
merupakan Ketua dari Dewan Para Uskup. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Walaupun pada mulanya kota Yerusalem dianggap 
sebagai pusat kesucian (karena disana terletak Bait al-Maqdis), namun sikap 
permusuhan yang diperlihatkan orang-orang Yahudi sendiri yang menguasai 
Yerusalem terhadap hal-hal yang berbau Jesus, mendorong pemindahan pusat 
Kristen; mula-mula ke Antiokia, lalu bergeser kekota Roma. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Paus memegang kekuasaan tertinggi, yang 
melampaui kekuasaan raja dan ratu. Namun sejak akhir abad keempat belas mulailah 
timbul tantangan terhadap kekuasaan Paus yang begitu besar. Timbullah gerakan 
reformasi yang dimulai Lollards dan Hussites; gerakan ini berubah menjadi 
ancaman serius terhadap supremasi Gereja Katolik ketika tahun 1617, seorang imam 
bernama Martin Luther menentang keras penjualan surat aflat (pengampunan dosa) 
oleh gereja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Dia lalu menolak supremasi Paus, serta 
menghasut para bangsawan Jerman untuk memberontak dan memisahkan kekuasaan 
mereka. Para bangsawan, yang sebelumnya terdisilusi dengan kontrol oleh Gereja 
dan Paus, membutuhkan sedikit dorongan dan banyak diantara mereka segera 
bergabung dengan Martin Luther serta mendirikan gereja tersendiri, mereka 
dikenal sebagai Kristen Protestan (yaitu orang-orang Kristen yang memprotes). 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Seiring dengan perjalanan sang waktu, hingga 
kini ada banyak sekali aliran dalam ajaran Trinitas, terlepas dari semua itu, 
kontroversi mengenai doktrin Trinitas sendiri sampai sekarang tidak pernah 
berhenti dan selesai dari dunia Kristen. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Sehubungan dengan doktrin Trinitas sendiri, 
&quot;The Catholic Encyclopedia&quot; mengomentari: &quot;Dalam naskah alkitab belum terdapat 
satu istilah pun untuk menyatakan ke-Tiga Pribadi Tuhan tersebut secara bersama. 
Kata trias [tri&#39;as]yaitu asal kata dari trinitas dalam bahasa Latin mula-mula 
ditemukan dalam karya Teofilus dari Antiokhia kira-kira tahun 180 M.... Tidak 
lama kemudian kata itu muncul dalam bentuk Latinnya dalam tulisan Tertullian.&quot; 
(&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts11&quot;&gt;http://www.newadvent.org/cathen/15047a.htm&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Dan sebagaimana akhir dari tulisan Bab 
sebelumnya, maka pada akhir dari Bab inipun akan diberikan pengantar pemikiran 
kritis bagi orang-orang yang meyakini ide Trinitas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Pertama, orang-orang penganut paham ketuhanan 
ini berkata: &quot;Tritunggal adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan doktrin 
utama agama Kristen...&quot; tetapi sayangnya kitab Perjanjian Lama serta kitab 
Perjanjian Baru sendiri sebagai kitab sucinya justru sama sekali tidak pernah 
menyinggung ide ketuhanan Trinitas ini, kemunculannya hanyalah disebabkan 
penafsiran orang atas kata Bapa, Anak, Roh Kudus serta penafsiran atas beberapa 
kisah yang pernah terjadi pada masa kehidupan Jesus. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Bersikukuh bahwa Tritunggal adalah misteri yang 
begitu membingungkan karena berasal dari wahyu Tuhan hanyalah menciptakan 
problem besar. Sebab dalam kitab Bible yang disebut sebagai wahyu Tuhan itu 
sendiri tidak ada pandangan demikian mengenai Tuhan: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;&quot;Allah adalah Allah yang suka akan ketertiban; 
Ia bukan Allah yang suka pada kekacauan. Seperti yang berlaku di dalam semua 
jemaat Allah.&quot; (1 Korintus 14:33 Bahasa Indonesia sehari-hari) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps5&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Berangkat dari pernyataan itu, mungkinkah Allah 
akan mencetuskan doktrin mengenai diri-Nya sendiri yang begitu membingungkan 
sehingga bahkan para cendikiawan dan Teolog dari Ibrani, Yunani, dan Latin serta 
Barat yang sarat dengan pemikiran dan ilmu pengetahuannya tidak dapat 
menjelaskannya? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;rvps4&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Wassalam,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;rvps4&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;rvts7&quot;&gt;Armansyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/feeds/8306985168261917464/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/kontroversi-trinitas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/8306985168261917464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4159217165919750184/posts/default/8306985168261917464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidupkudalamislam.blogspot.com/2016/01/kontroversi-trinitas.html' title='KONTROVERSI TRINITAS'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13988903283433835528</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>