<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>It&#8217;s the Vinyl Countdown!</title>
	<atom:link href="https://berburuvinyl.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://berburuvinyl.wordpress.com</link>
	<description>cerita seputar perburuan piringan hitam</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Jan 2009 19:51:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">4272726</site><cloud domain='berburuvinyl.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>https://s2.wp.com/i/webclip.png</url>
		<title>It&#8217;s the Vinyl Countdown!</title>
		<link>https://berburuvinyl.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="https://berburuvinyl.wordpress.com/osd.xml" title="It&#039;s the Vinyl Countdown!" />
	<atom:link rel='hub' href='https://berburuvinyl.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>Undercurrent: Sebuah Percakapan yang Hangat</title>
		<link>https://berburuvinyl.wordpress.com/2009/01/25/undercurrent-sebuah-percakapan-yang-hangat/</link>
					<comments>https://berburuvinyl.wordpress.com/2009/01/25/undercurrent-sebuah-percakapan-yang-hangat/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[philipsvermonte]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 19:48:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[jazz]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://berburuvinyl.wordpress.com/?p=1000</guid>

					<description><![CDATA[Oleh Rizal Shidiq Dua hari lalu, saya mampir ke toko vinyl sialan langganan saya. Waktu saya sempit, lima belas menit, karena sebelumnya Sisil telpon mengingatkan untuk membeli telur, sereal, tempe, dan sebangsanya di toko sebelahnya. Saya pikir, ah, mampir ke toko semprul dulu, lihat-lihat sebentar, nanti setengah jam sebelum tutup, baru belanja keperluan sehari-hari. Hanya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Rizal Shidiq</p>
<p class="Body" style="text-align:justify;">
<p class="Body" style="text-align:justify;"><img data-attachment-id="1002" data-permalink="https://berburuvinyl.wordpress.com/2009/01/25/undercurrent-sebuah-percakapan-yang-hangat/evanshallucurrent/" data-orig-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/01/evanshallucurrent.jpg" data-orig-size="115,116" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="evanshallucurrent" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/01/evanshallucurrent.jpg?w=115" class="alignleft size-full wp-image-1002" title="evanshallucurrent" src="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/01/evanshallucurrent.jpg?w=450" alt="evanshallucurrent"   /> Dua hari lalu, saya mampir ke toko <em>vinyl</em> sialan langganan saya. Waktu saya sempit, lima belas menit, karena sebelumnya Sisil telpon mengingatkan untuk membeli telur, sereal, tempe, dan sebangsanya di toko sebelahnya. Saya pikir, ah, mampir ke toko semprul dulu, lihat-lihat sebentar, nanti setengah jam sebelum tutup, baru belanja keperluan sehari-hari.</p>
<p class="Body">
<p class="Body" style="text-align:justify;">Hanya dalam lima belas menit itu, saya dengan sukses membawa pulang empat album jazz: Album debut Herbie Hancock, <a href="http://www.amazon.com/Takin-Off-Herbie-Hancock/dp/B000005H3A"><em><span style="color:#000099;">Takin’ Off</span></em></a>, Miles Davis <a href="http://www.amazon.com/Miles-Ahead-Davis/dp/B000002AGM"><em><span style="color:#000099;">Miles Ahead</span></em></a>, Thelonius Monk <a href="http://www.amazon.com/Thelonious-Monk-Orchestra-Town-Hall/dp/B001J5ZGYA/ref=sr_1_5?ie=UTF8&amp;s=music&amp;qid=1232785178&amp;sr=1-5"><em><span style="color:#000099;">The Thelonius Monk Orchestra at Town Hall</span></em></a>, dan Bill Evans dan Jim Hall <a href="http://www.amazon.com/Undercurrent-Bill-Evans-Jim-Hall/dp/B000005HER/ref=sr_1_2?ie=UTF8&amp;s=music&amp;qid=1232785282&amp;sr=1-2"><em><span style="color:#000099;">Undercurrent</span></em></a>. Semula saya hanya akan membeli tiga yang pertama, sebab saya sudah punya versi CD album yang keempat yang dibeli Sisil di NSJF. Tapi si penjaga toko, waktu saya bilang akan beli Undercurrent belakangan, mengangkat alis dan berkata, “<em>Man, to me that record is better than any of these three.”</em></p>
<p class="Body">
<p class="Body" style="text-align:justify;">Walhasil, album itu sukses masuk bungkus. Barangkali saya dikibuli, tapi saya rasa ia benar: Mendengarkannya kembali salah satu album favorit saya ini dalam versi <em>vinyl</em>, sembari minum teh panas, memang terasa lain. Walaupun ketiga album lainnya sebenarnya termasuk kategori masterpiece dan &#8211;kalau saya punya waktu&#8211; layak untuk diulas di sini, <em>Undercurrent</em>,<span> </span>bahasa Inggrisnya, <em>stands out</em> dan termasuk sangat <em>underrated</em>.</p>
<p class="Body" style="text-align:justify;"><span id="more-1000"></span></p>
<p class="Body" style="text-align:justify;">
<p class="Body" style="text-align:justify;">Di mana sebenarnya kehebatan album ini? Satu kata: kesederhanannya. Album hanya berisi<span> </span>permainan piano Bill Evans dan gitar Jim Hall yan<!--[if gte vml 1]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]-->g memainkan lagu-lagu standar jazz. Tentu sederhana bukan berarti tanpa teknik yang luar biasa atau menjadi kedengaran seperti musik lembut yang diputar di kakus mall.</p>
<p class="Body" style="text-align:justify;">
<p class="Body" style="text-align:justify;">Jim Hall sendiri adalah gitaris terpandang di dunia jazz, sementara Bill Evans adalah maestro yang berhasil merumuskan gaya bermain tersendiri yang sedikit banyak mempengaruhi pianis-pianis jazz kontemporer &#8211;Brad Mehldau misalnya, walaupun ia sebal betul disamakan dengan Evans. Saya tak fasih, dan dengan demikian tak tahu istilah teknis, tentang gaya bermain piano, tetapi dari sekian lama mendengarkan Evans, saya (rasa-rasanya) lumayan bisa mengenali elemen Evanesque.</p>
<p class="Body" style="text-align:justify;">
<p class="Body" style="text-align:justify;">Tentu saja jazz adalah soal improvisasi. Soalnya adalah begitu banyak pemain jazz, atas nama improvisasi, kemudian bermain terlalu bersemangat dan berlama-lama memainkan nada-nada miring yang (seakan-akan) rumit. Evans bukan tipe demikian. Ia bermain sangat terukur, dalam, dan hebatnya ia tetap bisa menjaga ruh jazz, tanpa menjadi jatuh dalam disiplin ketat ala musik klasik.</p>
<p class="Body" style="text-align:justify;">
<p>Dalam <em>Undercurrent</em>, elemen kesederhanaan yang terukur ini mencuat. Memutar album ini rasanya seperti mendengar dua orang yang sedang mengobrol soal filsafat sambil minum kopi di kafe yang terang (cafe salemba misalnya :-)) dengan akrab tanpa pretensi di antara keduanya. Atau analogi lainnya, mendengarkan salah satu lagu favorit saya, <a href="http://www.youtube.com/watch?v=Eo_F-xrsOqo"><em><span style="color:#000099;">Skating in Central Park</span></em></a>, ibaratnya seperti<span> </span>membicarakan filsafat permainan meluncur di permukaan es &#8211;soal yang bisa dibilang antara penting tidak penting, tapi menarik dibicarakan&#8212; sambil minum kopi di kedai pagi hari.<span> </span>(Kalau situasinya Indonesia, bisa diganti dengan balap karung dan kopi tubruk di warung indomie).</p>
<p class="Body" style="text-align:justify;">
<p>Soal beginian hanya bisa dibicarakan antara dua orang yang punya minat dan rasa ingin tahu yang sama dan bersedia bertukar pikiran satu sama lain dengan santai. Dan hasilnya tentu bukan sebuah pasal yang kaku atau posisi yang kukuh, tetapi spekulasi yang mencerahkan, keyakinan yang senantiasa bisa goyah, dan rasa hangat.</p>
<p class="Body" style="text-align:justify;">
<p>Ngomong-ngomong, di Indonesia, ada satu album yang sepintas agak mengingatkan pada <em>Undercurrent.</em> Judulnya <a href="http://www.wartajazz.com/news/news211101.html"><em><span style="color:#000099;">Talk</span></em></a>, dari Riza Arshad (piano/akordeon) and Oele Patiselanno (gitar). Album ini semangatnya sama dengan <em>Undercurrent</em>, dan barangkali merupakan salah satu album jazz Indonesia terbaik yang pernah saya dengar yang sayangnya (atau untungnya) tak pernah meledak di pasaran atau bahkan sekedar memperoleh ulasan yang memadai dari media Indonesia. Barangkali album ini masih ada di toko-toko musik khusus jazz di Jakarta, dan jika kebetulan ketemu, sangat direkomendasikan untuk dibeli.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://berburuvinyl.wordpress.com/2009/01/25/undercurrent-sebuah-percakapan-yang-hangat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1000</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/54e784722ded139c5e9266a59aaf9b7caae1a366f5a702cec4cf486334d1ea0c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">philipsvermonte</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/01/evanshallucurrent.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">evanshallucurrent</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memilih Lima Lagu</title>
		<link>https://berburuvinyl.wordpress.com/2009/01/25/memilih-lima-lagu/</link>
					<comments>https://berburuvinyl.wordpress.com/2009/01/25/memilih-lima-lagu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[philipsvermonte]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 19:32:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[misc]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://berburuvinyl.wordpress.com/?p=996</guid>

					<description><![CDATA[Oleh M. Taufiqurrahman Di masa larut studi di Amerika Serikat ini, saya dan Philips bukannya memiliki beban yang semakin ringan namun sebaliknya malah tambah sibuk karena selain harus tetap datang ke kelas dan menulis tugas akhir atau disertasi, dan oleh karena mendengarkan LP agak berkurang kini saya hanya akan membuat daftar lima lagu yang paling [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh M. Taufiqurrahman</p>
<p>Di masa larut studi di Amerika Serikat ini, saya dan Philips bukannya memiliki beban yang semakin ringan namun sebaliknya malah tambah sibuk karena selain harus tetap datang ke kelas dan menulis tugas akhir atau disertasi, dan oleh karena mendengarkan LP agak berkurang kini saya hanya akan membuat daftar lima lagu yang paling sering saya dengarkan baik dari iPod maupun dari turntable.</p>
<p>1. Je n&#8217;En Connais Pas La Fin, Jeff Buckley (Live at Sin-é, Sony Legacy, 1993) Live at Sin-E. Direkam beberapa tahun sebelum Jeff Buckley menjadi terkenal dengan album Grace di hadapan kurang dari mungkin sepuluh orang, lagu ini adalah dokumen betapa Buckley adalah salah satu musisi rock yang amat langka. Dia bisa membuat sebuah lagu dari era Perang Dunia II yang aslinya dinyanyikan oleh Edith Piaf menjadi sebuah karya mandiri yang luar biasa indah, namun terasa kontemporer. Diiringi denting gitar yang mengalun seperti angin malam, Buckley hanya menyisakan dua bait berbahasa Prancis dari Edith Piaf, selebihnya adalah sebuah cerita masa kecil tentang pergi ke pasar malam. Apapun arti dari kata kata berbahasa Prancis tersebut, pastilah sangat indah. Klik di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=6EECFyOdRYU">sini</a> untuk melihat klip nya.</p>
<p><span id="more-996"></span></p>
<p>2. Incinerate: Sonic Youth (Rather Ripped, DGC, 2004). Sonic Youth adalah kelompok musik yang tidak bisa dikatakan muda lagi, namun sama seperti Bob Dylan, Sonic Youth adalah salah satu dari sedikit kelompok musik atau musisi yang menjadi tua namun tetap bermartabat. Rather Ripped adalah sebuah album yang luar biasa bagus untuk kelompok yang sudah hidup lebih dari 25 tahun. Dibanding album album Sonic Youth sebelumnya yang masih senang bermain main dengan distorsi gitar album ini sangat bersih, yang ada cuma denting gitar yang melodis dan dentuman drum yang menggema. Semuanya terangkum sempurna di lagu Incinerate (klik di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=_lUTGxETldM">sini</a>), dengar ketukan tiga kali tom tom di awal lagu dan anda akan tahu maksud saya.</p>
<p>3. Metal Machine Music, Part. IV: Lou Reed (Metal Machine Music, RCA, 1975). Sebenarnya ini bukanlah lagu dalam standar konvensional, karena seperti tiga komposisi lain di album Metal Machine Music, Part IV hanyalah suara derau distorsi gitar sepanjang hampir 15 menit yang menyayat telinga kanan dan kiri (klik di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=Zr0KkzbbqPI">sini</a>). Komposisi ini berbeda hanya karena ada beberapa kali dentuman distorsi yang anehnya malah menciptakan ketukan ritmik yang aneh. Boleh jadi Lou Reed memang sangat jenius atau kita saja yang terlalu bodoh untuk mau mendengarkan sampah ini, namun sepuluh tahun kemudian band band seperti Jesus and Mary Chain, My Bloody Valentine atau Sonic Youth membuat mahakarya mereka didasarkan kepada Metal Machine Music.</p>
<p>4. Psycho Killer, Talking Heads (Talking Heads: 77, Sire, 1977) Ada sesuatu yang lain kalau lagi rock dinyanyikan sebagian dalam bahasa Prancis, mungkin lebih seksi atau elegan. Di lagu ini David Bryne cuma punya 6 bait kata kata berbahasa Prancis, namun yang lebih bersinar adalah bagaimana Byrne menyanyikan bait bait tersebut, terbata bata dengan falsetto nada rendah yang unik. Video klip lagu ini bisa diklik di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=l5zFsy9VIdM">sini</a>.</p>
<p>5.	In the Aeroplane Over the Sea, Neutral Milk Hotel (In the Aeroplane Over the Sea, Merge, 1997). Diiringi kocokan gitar akustik yang membahana, penyanyi Jeff Mangum bercerita tentang kematian, ketika nyawa kita bertemu Tuhan di balik matahari dan ketika abu kita ditaburkan dari pesawat yang terbang di atas laut. Dan ketika imaji sureal ini belum selesai dikisahkan, sebuah orkestra musik dari New Orleans yang biasa dibunyikan di upacara pemakaman mulai bermain dan menutup kisah yang pedih namun menghanyutkan ini. Silahkan klik di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=lcgyKo7vbm4">sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://berburuvinyl.wordpress.com/2009/01/25/memilih-lima-lagu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">996</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/54e784722ded139c5e9266a59aaf9b7caae1a366f5a702cec4cf486334d1ea0c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">philipsvermonte</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Media Online Baru untuk Musik dan Humaniora</title>
		<link>https://berburuvinyl.wordpress.com/2009/01/20/media-online-musik-dan-humaniora/</link>
					<comments>https://berburuvinyl.wordpress.com/2009/01/20/media-online-musik-dan-humaniora/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[philipsvermonte]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 05:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[misc]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://berburuvinyl.wordpress.com/?p=993</guid>

					<description><![CDATA[Usia blog perburuan vinyl ini sudah enam bulan, dan kami memutuskan untuk melakukan &#8216;ekspansi&#8217; dengan meluaskan wahana. Bagi kami, musik tidak pernah bisa dilepaskan dari konteks sosial dan humaniora. Justru komunitas musik, sebagaimana seniman pada umumnya, adalah kelompok yang lebih sensitif terhadap persoalan sosial dan akrab dengan beragam pemikiran. Karena itu, kami baru saja meluncurkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Usia blog perburuan vinyl ini sudah enam bulan, dan kami memutuskan untuk melakukan &#8216;ekspansi&#8217; dengan meluaskan wahana. Bagi kami, musik tidak pernah bisa dilepaskan dari konteks sosial dan humaniora. Justru komunitas musik, sebagaimana seniman pada umumnya, adalah kelompok yang lebih sensitif terhadap persoalan sosial dan akrab dengan beragam pemikiran.</p>
<p>Karena itu, kami baru saja meluncurkan sebuah portal dengan gaya blog yang dihidupi oleh tulisan-tulisan dari para kontributor. Portal bergaya blog ini berisi tulisan-tulisan mengenai musik (tidak hanya vinyl tentunya), buku, film, politik dan isu humaniora lainnya.</p>
<p>Versi beta portal ini sudah bisa diakses di <a href="http://www.jakartabeat.net">http://www.jakartabeat.net</a>. Karena masih versi beta, tentu masih banyak kekurangan di sana sini. Komentar Anda kami nantikan.</p>
<p>Kami tetap akan menulis di blog berburu vinyl, karena hobi utama kami ya mengumpulkan vinyl. Mungkin tulisan di sini akan di-mirror di website Jakartabeat, atau sebaliknya.</p>
<p>enjoy!</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://berburuvinyl.wordpress.com/2009/01/20/media-online-musik-dan-humaniora/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">993</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/54e784722ded139c5e9266a59aaf9b7caae1a366f5a702cec4cf486334d1ea0c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">philipsvermonte</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berburu Vinyl di Minneapolis, Kota Musik Indie</title>
		<link>https://berburuvinyl.wordpress.com/2009/01/06/berburu-vinyl-di-minneapolis-kota-indie-musik/</link>
					<comments>https://berburuvinyl.wordpress.com/2009/01/06/berburu-vinyl-di-minneapolis-kota-indie-musik/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[philipsvermonte]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 16:14:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[misc]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://berburuvinyl.wordpress.com/?p=982</guid>

					<description><![CDATA[Oleh M. Taufiqurrahman Beberapa orang mungkin menilai kualitas dan kelas sebuah kota dari museum seni yang dimilikinya. Sebagian yang lain mungkin menilainya berdasarkan gedung opera beserta kualitas akustiknya. Sebagian yang lain mungkin menilai dari besarnya stadion sepak bola atau gelanggang olah raga atau megahnya mall dan tempat belanja pakaian. Namun bagi saya kehebatan sebuah kota, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 10]&gt;--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Oleh M. Taufiqurrahman</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Beberapa orang mungkin menilai kualitas dan kelas sebuah kota dari museum seni yang dimilikinya. Sebagian yang lain mungkin menilainya berdasarkan gedung opera beserta kualitas akustiknya. Sebagian yang lain mungkin menilai dari besarnya stadion sepak bola atau gelanggang olah raga atau megahnya mall dan tempat belanja pakaian. Namun bagi saya kehebatan sebuah kota, terutama namun tidak khusus hanya untuk Amerika Serikat, ditentukan oleh kualitas toko musik independen yang dimilikinya. Dan oleh karena itu setiap kali berkunjung ke sebuah kota yang pertama kali saya cari dan kunjungi adalah toko musiknya, apakah toko toko musik tersebut memiliki koleksi piringan hitam langka dari kelompok kelompok musik independen dan <em>avant garde</em> dengan harga murah atau tidak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dan bagi saya ibukota negara bagian Minnesota, Minneapolis termasuk kota yang berkualitas, termasuk dalam hal hal di luar apa yang saya ukur. Minneapolis adalah salah satu kota dengan tingkat intelektual yang paling tinggi di Amerika Serikat. Kota ini juga<span> </span>salah satu kota yang memiliki <em>scene</em> seni yang paling bergairah dan ramai yang bisa dibandingkan dengan New York atau Chicago. Kota ini memiliki persentase per kapita pertunjukan teater hidup nomer dua setelah New York, selain puluhan museum seni yang tidak akan habis dikunjungi dalam waktu seminggu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-982"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Namun sesuai dengan minat terbesar saya, saya hanya akan bercerita tentang seni populer dalam bentuk musik rock and roll. Ketika semester musim gugur kemarin baru saja selesai saya segera berkemas-kemas menghadapi perjalanan ke Minneapolis. Selain mengunjungi anak dan istri yang tinggal di kota dengan matahari rendah di musim dingin, dalam rencana saya, saya hendak sekaligus mengunjungi Duluth, kota pelabuhan di bagian utara Negara bagian ini. Kota ini adalah tempat kelahiran Bob Dylan, dan saya bermaksud melakukan ziarah mengunjungi tempat tempat yang di abadikan oleh Robert Allen Zimmerman (nama asli Dylan selain nama Yahudinya <span>Shabtai Zisel ben Avraham</span><span style="font-size:13pt;font-family:&quot;">)</span> di album <em>Highway 61 Revisited</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Namun, nampaknya alam berkehendak lain. Berkunjung ke Duluth di puncak musim dingin seperti sekarang sama halnya dengan misi bunuh diri. Karena suhu udara bisa turun sampai ke minus 16 derajat celcius di waktu malam, itu belum termasuk badai salju, dan keluarga Amerika yang saya tumpangi menyarankan untuk kembali lagi di musim semi ketika cuaca lebih bersahabat. Apa boleh buat, nampaknya Duluth dan Highway 61 masih harus menunggu. Tidak apa apa, toh pada akhirnya saya bisa setiap hari berjalan melewati Sungai Mississipi yang sangat lebar yang membelah kota Minneapolis, yang terlalu sering menjadi inspirasi bagi lagu lagu Dylan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tidak apa-apa, saya pikir, karena hikmah dari kegagalan mengunjungi Duluth adalah saya bisa berkelana menyambangi toko toko musik independen yang memenuhi kota Minneapolis, sambil berharap bisa menemukan bar-bar kecil tempat band indie semacam The Replacements dulu biasa main. The Replacements adalah band legendaris dari kota Minneapolis yang sempat merilis album album penting semacam <em>Let It Be</em> (bukan album the Beatles), <em>Tim</em> dan <em>Please to Meet Me</em> (dua yang saya sebut pertama masuk ke daftar Rolling Stone <em>500 Greatest Albums of All Time</em>). The Replacements menjadi besar ketika mereka berada di bawah label legendaries Twin Tone Records yang juga menjadi rumah bagi band band besar lain seperti Pere Ubu, the Mekons dan Jonathan Richman.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Band berpengaruh yang datang dari kota ini adalah grup proto-grunge yang di pimpin oleh Bob Mould, Husker Du. Beberapa tahun sebelum the Pixies membuka kemungkinan bahwa sebuah komposisi lagu bisa diisi oleh raungan gitar monoton dan vokalis berteriak sekuat tenaga, Husker Du sudah melakukannya dengan sangat mengesankan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kembali ke soal toko musik independen, yang saya pertama kunjungi adalah Eclipse records, sebuah toko musik independen di dekat kampus University of Minnesota. Saya menemukan toko ini ketika saya bermaksud mengunjungi Urban Lights Records, toko musik yang saya lihat pertama kali dari bis kota ketika pulang dari ibukota negara bagian Minneapolis, St. Paul.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dengan bersemangat saya datang ke Urban Lights records, hanya untuk menemukan bahwa toko musik ini dikhususkan untuk komunitas kulit hitam, jadi yang dijual di dalamnya ya hanya LP untuk hip hop, rap, jazz dan R&amp;B. Saya tidak punya masalah dengan genre musik ini, cuma kalau disuruh memilih saya tentu lebih memilih rock and roll. Jadi setelah menyapa “<em>how’s everything goin</em>’ kepada kasir toko ini (yang kelihatan lebih terkejut dibandingkan saya) saya basa basi sebentar melihat koleksi mereka (yang juga tidak terlalu mengesankan karena saya tidak bisa menemukan LP Miles Davis atau Ornette Coleman), saya segera bergegas meninggalkan toko ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sesampai di Eclipse Records saya agak ragu karena tepat ketika saya berkunjung tidak banyak orang yang ada di dalam toko dan dengan lampu yang menyala temaram saya tidak bisa segera menemukan harta karun yang terpendam di dalam toko ini. Namun begitu saya masuk lebih dalam ke rak LP, saya sangat terkejut dengan kelengkapan koleksi yang ditawarkan—dan tentu dengan begitu murahnya harga yang dipasang. Saya mungkin tidak bisa ke Duluth namun di Eclipse Records, saya bisa menemukan <em>Highway 61 Revisited</em> cuma dengan harga 6 dollar saja. Lebih kaget lagi saya ketika menemukan album Dylan terbaik yang lain <em>Bringing It All Back Home</em> di rak LP 1 dollar-an. Setelah agak panik beberapa saat saya membawa pulang dua album Dylan tersebut, dua album terbaik Lou Reed <em>Transformer</em> dan <em>Berlin</em> (masing masing seharga 2 dan 5 dollar). Dengan uang kurang dari 12 dollar saya bisa membawa beberapa album klasik dari era paling produktif dalam sejarah rock and roll.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img data-attachment-id="986" data-permalink="https://berburuvinyl.wordpress.com/2009/01/06/berburu-vinyl-di-minneapolis-kota-indie-musik/feeliescover1/" data-orig-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/01/feeliescover1.jpeg" data-orig-size="117,118" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="feeliescover1" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/01/feeliescover1.jpeg?w=117" class="alignleft size-full wp-image-986" title="feeliescover1" src="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/01/feeliescover1.jpeg?w=450" alt="feeliescover1"   />Beberapa hari kemudian ketika cuaca memungkinkan untuk keluar rumah, saya berkunjung ke Electric Fetus, toko musik independen terbesar di Minneapolis, tempat dimana istri saya biasa membelikan LP buat saya. Di toko yang selalu ramai ini, saya menemukan album album yang dalam perkiraan yang paling masuk akal, akan sulit saya temui. Di antara kemenyan dan lampu lava saya menemukan album <em>The</em> <em>Good Earth, </em>rekaman tidak terlalu terkenal dari band kecil asal New Jersey The Feelies.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Band ini memang tidak terkenal namun kombinasi gitar yang sangat melodis dan perkusi serta drum yang sangat ritmis menjadi pengaruh besar bagi R.E.M. Gaya bernyanyi vokalis Glen Mercer yang seperti orang bergumam (<em>murmur</em>) menjadi inspirasi bagi penyanyi utama R.E.M. di album perdana mereka <em>Murmur</em>. Saya memang hanya mendapat album kedua mereka, namun ini sudah cukup menjadi alasan untuk bersyukur karena album legendaris mereka yang pertama <em>Crazy Rhythms</em>, sudah lama tidak dicetak dan di eBay, baik CD maupun LP album ini dijual dengan kisaran harga ratusan dollar (band ini sangat tidak dikenal sampai bahkan iTunes tidak menjual katalog lama mereka). Lebih untung lagi saya mendapat <em>The Good Earth</em> hanya dijual seharga 4.99 dollar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya menduga album ini banyak beredar di Minneapolis—dan oleh karenanya menjadi murah—karena album ini dicetak dan dipasarkan oleh Twin Tone Records. Setelah saya dengar baik baik, <em>The Good Earth</em> merupakan kelanjutan eksplorasi The Feelies dengan ritme gitar akustik, distorsi gitar minimal, gitar solo mendayu dayu dan perkusi ritmis yang bergairah yang menjadi cetak biru the Feelies di <em>Crazy Rhythms</em>. Kalau <em>Crazy Rhythms</em> mendapat lima bintang, <em>The Good Earth</em> layak mendapat empat setengah bintang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img data-attachment-id="985" data-permalink="https://berburuvinyl.wordpress.com/2009/01/06/berburu-vinyl-di-minneapolis-kota-indie-musik/murmurrem/" data-orig-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/01/murmurrem.jpg" data-orig-size="116,116" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="murmurrem" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/01/murmurrem.jpg?w=116" class="alignleft size-full wp-image-985" title="murmurrem" src="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/01/murmurrem.jpg?w=450" alt="murmurrem"   />Peruntungan saya belum berakhir ketika saya menemukan juga album perdana band asal Skotlandia Franz Ferdinand. Bagi saya Franz Ferdinand sudah tamat ketika mereka merilis album kedua <em>You Could Have It So Much Better</em> (dan album ketiga mereka <em>Tonight</em> yang hendak dirilis segera juga tidak lebih baik), namun album perdana ini memberi janji betapa sebenarnya Franz Ferdinand punya masa depan yang cerah yang entah kenapa tidak terealisasi. Dan entah karena kebetulan yang langka di Electric Fetus saya juga mendapat album perdana R.E.M. <em>Murmur</em>. Album ini memang tidak terlalu sulit ditemukan di toko musik independen musik manapun, namun nampaknya masih cukup layak untuk di bawa pulang (terbukti dengan beberapa orang mahasiswa University of Minnesota yang tidak bisa melepaskan pandangan dari LP <em>Murmur</em> yang saya pegang sambil berdiri di <em>subway</em>).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://berburuvinyl.wordpress.com/2009/01/06/berburu-vinyl-di-minneapolis-kota-indie-musik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">982</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/54e784722ded139c5e9266a59aaf9b7caae1a366f5a702cec4cf486334d1ea0c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">philipsvermonte</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/01/feeliescover1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">feeliescover1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2009/01/murmurrem.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">murmurrem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harmoni dan Inspirasi dalam Album Fleet Foxes</title>
		<link>https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/12/31/harmoni-dan-inspirasi-dalam-album-fleet-foxes/</link>
					<comments>https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/12/31/harmoni-dan-inspirasi-dalam-album-fleet-foxes/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[philipsvermonte]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 04:45:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[folk]]></category>
		<category><![CDATA[indie]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://berburuvinyl.wordpress.com/?p=958</guid>

					<description><![CDATA[Dalam tradisi akademik di Barat, ada ungkapan terkenal ‘standing on the shoulder of giants&#8217;. Metafora ini berasal dari bahasa Latin nanos gigantum humeris insidentes yang bermakna “one who develops future intellectual pursuits by understanding the research and works created by notable thinkers of the past”. Bahwa karya akademik selalu terinspirasi dan dibangun diatas karya-karya akademik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" data-attachment-id="943" data-permalink="https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/12/19/tahun-2008-tahun-musik-rock-and-roll/fleetfoxescover/" data-orig-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/fleetfoxescover.jpg" data-orig-size="129,129" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="fleetfoxescover" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/fleetfoxescover.jpg?w=129" class="alignleft size-full wp-image-943" title="fleetfoxescover" src="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/fleetfoxescover.jpg?w=450" alt="fleetfoxescover"   /></p>
<p>Dalam tradisi akademik di Barat, ada ungkapan terkenal ‘standing on the shoulder of giants&#8217;. Metafora ini berasal dari bahasa  Latin <em>nanos gigantum humeris insidentes</em> yang bermakna  “one who develops future intellectual pursuits by understanding the research and works created by notable thinkers of the past”. Bahwa karya akademik selalu terinspirasi dan dibangun diatas karya-karya akademik sebelumnya. Dalam ilmu politik, salah satu <em>giant</em> itu adalah Professor Samuel Huntington, yang meninggal dunia pada tanggal 27 Desember lalu dalam usia 81 tahun.</p>
<p>Karya-karya Huntington, menurut saya, ditulis dengan amat baik dan argumen yang terang. Dalam studi perbandingan politik (<em>comparative politics</em>), sebuah sub-disiplin dari ilmu politik, karya-karya Huntington adalah dasar bagi studi-studi lanjutan, dimana ilmuwan politik yang belakangan membangun karya-karyanya diatas buah pemikiran Huntington.</p>
<p><span id="more-958"></span></p>
<p>Buku pertama yang ditulis oleh Huntington sangat berpengaruh, khususnya bagi para pengkaji hubungan sipil militer. Buku itu berjudul <em>The Soldier and The State: The Theory and Politics of Civil Military Relations </em>(1957). Buku ini menimbulkan kontroversi, karena di dalamnya Huntington berargumen bahwa militer yang konservatif diperlukan untuk melindungi kebebasan sipil masyarakat Amerika yang liberal. Padahal yang dimaksud Huntington adalah militer yang menyadari bahwa ada kelemahan natural berupa irasionalitas dan <em>evil </em>dalam diri setiap individu yang bebas. Demikian kontroversialnya buku ini hingga Huntington, bersama sejawatnya Zbigniew Brzezinski (belakangan menjadi penasihat Presiden Jimmy Carter) ditolak menjadi pengajar tetap di Harvard, mereka berdua “mengungsi’ ke Columbia University. Toh, empat tahun kemudian keduanya diundang untuk kembali mengajar di Harvard. Huntington memutuskan untuk kembali, sementara Brzezinski memilih tetap di Columbia.</p>
<p><img loading="lazy" data-attachment-id="976" data-permalink="https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/12/31/harmoni-dan-inspirasi-dalam-album-fleet-foxes/huntingtonclash/" data-orig-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/huntingtonclash.jpg" data-orig-size="84,129" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="huntingtonclash" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/huntingtonclash.jpg?w=84" class="alignleft size-full wp-image-976" title="huntingtonclash" src="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/huntingtonclash.jpg?w=450" alt="huntingtonclash"   />Buku lain yang sangat kontroversial tentu saja adalah <em>The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order</em> (1996). Thesis Huntington mengenai perbenturan peradaban seolah menjadi self-fulfilling prophecy, apalagi setelah peristiwa 11 September 2001. Padahal, Huntington justru mengingatkan bahwa dunia tempat kita tinggal ini sangat majemuk dengan beragam peradaban. Seperti pernah saya tulis (klik di <a href="http://pjvermonte.wordpress.com/2006/05/29/hegemoni-amerika/">sini</a>), Huntington menyodorkan skenario konflik antar peradaban untuk mengingatkan Amerika Serikat untuk tidak berilusi menjadi penguasa dunia dan mengabaikan suara-suara yang lain. Mungkin tidak banyak orang yang tahu bahwa Samuel Huntington adalah salah seorang ilmuwan yang menentang dengan keras agresi Amerika Serikat ke Irak sejak awal.</p>
<p><img loading="lazy" data-attachment-id="978" data-permalink="https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/12/31/harmoni-dan-inspirasi-dalam-album-fleet-foxes/huntingtonchanging/" data-orig-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/huntingtonchanging.jpg" data-orig-size="65,102" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="huntingtonchanging" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/huntingtonchanging.jpg?w=65" class="alignleft size-full wp-image-978" title="huntingtonchanging" src="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/huntingtonchanging.jpg?w=450" alt="huntingtonchanging"   />Dua karyanya yang lain yang dibaca luas penstudi ilmu politik adalah sebuah buku berjudul <em>Political Order in Changing Societies</em> (1968) dan sebuah artikel sangat berpengaruh yang dimuat di jurnal <em>Comparative Politics </em>(April 1971) berjudul “The Change to Change: Modernization, Development, and Politics”. Dalam dua karya ini Huntington mendedahkan kritiknya pada paradigma modernisasi. Paradigma ini meyakini bahwa modernisasi melalui pertumbuhan ekonomi di negara berkembang akan menghasilkan demokrasi yang stabil dan menciptakan harmoni dalam masyarakat. Huntington dengan tajam menunjukan bahwa modernisasi di negara-negara berkembang membawa konsekuensi lain yaitu meningkatnya partisipasi politik dan tuntutan warga negara. Menurutnya, ledakan partisipasi politik yang dibawa oleh proses modernisasi akan menjadi sumber masalah akut karena umumnya negara-negara berkembang (ketika dua karya ini ditulis) mengabaikan pelembagaan proses-proses politik. Alih-alih melahirkan stabilitas dan harmoni, yang mungkin akan muncul adalah instabilitas politik ataupun kediktatoran untuk meredam instabilitas politik itu karena institusi negara di negara-negara berkembang tidak mampu mengelola tuntutan partisipasi yang meluas.</p>
<p>Bersama keluarga saya nongkrong di toko buku Borders dua hari lalu. Sambil ngopi,seperti biasa saya menyempatkan membaca beberapa majalah (ya terutama majalah musik..hehe). Hampir semua majalah edisi bulan Desember menulis tentang sebuah band baru, Fleet Foxes, yang dipuji karena album pertama mereka yang indah yang dirilis bulan Juni 2008. Beberapa otoritas musik, misalnya Pitchfork dan juga majalah musik Mojo, menempatkan album self-titled <em>Fleet Foxes </em>dalam posisi pertama untuk album terbaik 2008.</p>
<p>Lagu-lagu Fleet Foxes menampilkan olah vokal yang harmonis dan bergaya pastoral. Mereka seolah menghidupkan kembali band legendaris The Beach Boys yang terkenal karena harmoni vokal yang serupa.</p>
<p>Persoalan harmoni dan kediktatoran yang dipikirkan Huntington ya bisa ditemukan juga dalam dunia musik. Tentu harmoni seperti dalam album Fleet Foxes ini hanya bisa dicapai bila tidak ada anggota band yang ingin menonjol sendirian. Sejarah musik rock and roll menunjukan banyak band hebat bubar atau berganti-ganti personil karena banyak dari mereka menghadapi konflik internal untuk memperebutkan kontrol, atau bila seorang anggota band, biasanya frontman, berlaku bak diktator. Sebut saja The Beatles, Guns N&#8217; Roses dengan figure Axl Rose di dalamnya, juga grup Eagles yang selalu berganti-ganti personil, dan masih banyak lagi. Dan saya menduga, harmoni vokal Fleet Foxes hanya bisa ditampilkan karena anggota band ini tidak (atau belum?)  mengidap persoalan perebutan pengaruh.</p>
<p>Setelah hari itu membaca artikel majalah <em>Under the Radar</em>, sepertinya itulah yang terjadi. Orang dibelakang musik Fleet Foxes tentu saja adalah Robin Pecknold sang gitaris, sekaligus vokalis. Namun, seperti disebut dalam artikel majalah itu, anggota Fleet Foxes yang lain merasa bahwa Robin Pecknold adalah figur yang rendah hati dan demokratis. Memang ia yang menciptakan hampir semua lagu Fleet Foxes. Tetapi ia tidak pernah keberatan anggota band yang lain mengubah arah lagu yang  ia ciptakan, sehingga akhirnya lagunya tidak lagi serupa dengan yang ia tulis semula.</p>
<p>Robin Pecknold adalah seorang yang suka menyendiri. Sejak SMA di Seattle ia hanya memiliki seorang sahabat yang juga sangat pemalu, Skyler Skjelset. Mereka berdua inilah yang membentuk Fleet Foxes. Walaupun mereka penyendiri, keduanya memiliki passion yang sama untuk musik. Mereka berdua sangat mengagumi Bob Dylan, Neil Young, dan, dengan mudah diduga, Brian Wilson, sang pentolan grup The Beach Boys.</p>
<p>Mereka berdua secara terbuka mengakui bahwa ambisi bermusik dan inspirasi mereka muncul dari karya-karya besar pemusik-pemusik hebat itu. Dalam wawancara dengan majalah Rolling Stone (November 2008), mereka menyatakan bahwa inspirasi dan tekad mereka menguat ketika rajin menyimak Bob Dylan dan the Beach Boys terutama ketika mereka menemukan bahwa dua pemusik legendaris itu menghasilkan karya-karya dahsyat ketika masing-masing berusia masih sangat muda. Seperti bisa kita lihat dari dialog dengan Robin Pecknold dalam majalah Rolling Stone itu:</p>
<p><em>&#8220;Dylan,&#8221; he says, &#8220;was the gateway to everything. He was so young when he made Freewheelin&#8217;, and Brian Wilson was 23 when he did Pet Sounds, which is just insane. I figured I should start young.&#8221;</em></p>
<p>Dan Robin Pecknold dan Skyler Skjelset telah melakukannya juga. Ketika album self-titled <em>Fleet Foxes</em> dirilis bulan Juni 2008, mereka berdua baru berumur 22 tahun. Dan album ini sudah pasti akan menjadi klasik, yang akan terus diputar dan dikenang sebagai mana orang menikmati album <em>Freewheelin’</em> karya Bob Dylan dan album <em>Pet Sounds</em> karya the Beach Boys itu (blog ini pernah menulis soal Pet Sounds, silahkan klik di <a href="https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/09/04/mendengarkan-pet-sounds-dengan-cara-lain/">sini</a> bila ingin membaca).</p>
<p>Mendengarkan Fleet Foxes membawa hati seolah melayang, melintas lembah, pantai, dan alam pegunungan. Harmoni vokal bergaya pastoral dan musik Fleet Foxes yang menghanyutkan seperti membawa snapshot dalam film-film yang menayangkan gambar-gambar alam terhampar. Mungkin seperti film <em>Denias, Senandung di Atas Awan</em> (2006) yang memperlihatkan alam indah Papua itu.</p>
<p>Mungkin juga sumber pengaruh lain bagi Fleet Foxes adalah film. Semasa SMA, Robin Pecknold dikenal sebagai <em>geek</em>, yang tergila-gila pada film <em>Lord of the Rings</em>. Film ini, kita tahu, adalah film epic dengan scene-scene alam lembah dan pegunungan yang indah. Tidak mengherankan bila lagu-lagu Fleet Foxes menimbulkan perasaan ringan dan tentram. Struktur lagunya pun longgar. Coba saja simak lagu “White Winter Hymnal” (klik di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=DrQRS40OKNE">sini</a>) dan “Ragged Wood” (klik di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=0-CEfY9CDLw">sini</a>). Atau kesukaan saya, “He Doesn’t Know Why” (klik di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=9FQ8xk6XlMo">sini</a>).</p>
<p>Munculnya Fleet Foxes ke panggung musik Amerika dan dunia sangat meteorik. Mereka baru mendapat kontrak dari Subpop, salah satu label rekamanan indie paling berpengaruh (yang dulu ‘menemukan’ Nirvana), pada bulan Januari 2008  Pada bulan Maret 2008 mereka merilis mini album (EP) berjudul <em>Sun Giant</em> itu, dimana salah satu lagunya berjudul “Mykonos” langsung menarik perhatian banyak orang (klik di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=k3r197bkkNo">sini</a>).</p>
<p>Album penuh self-titled <em>Fleet Foxes</em> dirilis bulan Juni 2008. Album ini berisi dua piringan. Piringan pertama berisi lagu-lagu album self-titled itu. Piringan kedua adalah EP nya yang berjudul <em>Sun Giant </em>tadi.</p>
<p>Hal lain yang menyenangkan adalah cover album ini yang diambil dari replika lukisan karya Pieter Bruegel the Elder yang berjudul “The Blue Cloak”. Lukisan ini dibuat tahun 1559.</p>
<p>Inilah salah satu alasan senangnya mengumpulkan piringan hitam. Karena sampulnya berukuran jauh lebih besar daripada CD atau kaset (atau ukuran cover flow di iPod yang super mini), art work sampul album-album piringan hitam lebih bisa dinikmati. Lengkaplah keindahan album ini, baik lagu maupun art work-nya. Walaupun majalah Rolling Stone &#8216;hanya&#8217; menempatkan album Fleet Foxes pada urutan ke 11 dari 50 album terbaik tahun 2008, RS memberi catatan bahwa album Fleet Foxes ini adalah ‘<em>the most beautiful album of the year</em>”.</p>
<p><em>Here I am</em> menulis dua hal yang paling saya minati: ilmu politik dan musik. Saya sedang studi ilmu politik, pada saat yang sama saya juga penikmat musik. Dalam dunia akademik dan musik saya menemukan bahwa sebuah karya besar selalu dibangun diatas karya besar orang terdahulu. Selamat jalan Samuel Huntington dan selamat datang Fleet Foxes. Semoga karya mereka selanjutnya sama indahnya dengan yang pertama ini. Terakhir, selamat datang tahun baru 2009!</p>
<p>philips vermonte</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/12/31/harmoni-dan-inspirasi-dalam-album-fleet-foxes/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>5</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">958</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/54e784722ded139c5e9266a59aaf9b7caae1a366f5a702cec4cf486334d1ea0c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">philipsvermonte</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/fleetfoxescover.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fleetfoxescover</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/huntingtonclash.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">huntingtonclash</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/huntingtonchanging.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">huntingtonchanging</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Vampire Weekend: Simbol Musik Generasi Internet</title>
		<link>https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/12/25/vampire-weekend-simbol-musik-generasi-internet/</link>
					<comments>https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/12/25/vampire-weekend-simbol-musik-generasi-internet/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[philipsvermonte]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 21:12:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[folk]]></category>
		<category><![CDATA[indie]]></category>
		<category><![CDATA[punk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://berburuvinyl.wordpress.com/?p=947</guid>

					<description><![CDATA[Adalah suatu kebetulan ketika untuk pertama kalinya saya mendengar lagu-lagu karya Vampire Weekend lebih dari enam bulan lalu, saya juga baru saja mendapatkan album piringan hitam Graceland karya Paul Simon yang terkenal itu. Musik folk Afrika yang bertaburan dalam album Graceland itu juga mempengaruhi musik Vampire Weekend. Tidak mengherankan apabila banyak orang yang seketika membandingkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img loading="lazy" data-attachment-id="942" data-permalink="https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/12/19/tahun-2008-tahun-musik-rock-and-roll/vweekend/" data-orig-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/vweekend.jpg" data-orig-size="118,118" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="vweekend" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/vweekend.jpg?w=118" class="alignleft size-full wp-image-942" title="vweekend" src="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/vweekend.jpg?w=450" alt="vweekend"   /> Adalah suatu kebetulan ketika untuk pertama kalinya saya mendengar lagu-lagu karya Vampire Weekend lebih dari enam bulan lalu, saya juga baru saja mendapatkan album piringan hitam Graceland karya Paul Simon yang terkenal itu. Musik folk Afrika yang bertaburan dalam album Graceland itu juga mempengaruhi musik Vampire Weekend. Tidak mengherankan apabila banyak orang yang seketika membandingkan album perdana self-titled Vampire Weekend dengan album Graceland yang berjarak lebih dari 20 tahun.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tentu banyak yang kecewa ketika menemukan bahwa dua album dari pemusik dari generasi berbeda ini tidak bisa dibandingkan begitu saja. Agak mengherankan bagi saya ketika banyak yang menyatakan bahwa album Vampire Weekend tidak sepadan untuk dibandingkan dengan Graceland, karena Graceland dianggap jauh lebih ‘bermutu’.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-947"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya mengagumi album Graceland (album Graceland pernah saya tulis di blog ini), namun saya juga sangat menikmati album Vampire Weekend. Mereka yang menganggap Vampire Weekend tidak sepadan dengan Graceland umumnya menunjuk pada kenyataan bahwa Paul Simon dalam Graceland menampilkan kemampuan teknik bermusik yang lebih tinggi, komposisi jauh lebih rumit dan kaya daripada lagu-lagu dalam album Vampire Weekend. Dengan kata lain, teknik bermusik yang sophisticated adalah bagian integral dari album Graceland. Karena kehebatan Paul Simon lah maka album Graceland tetap bisa dinikmati banyak orang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Justru kekuatan album Vampire Weekend ada pada kesederhanaan musiknya. Para personil Vampire Weekend; Ezra Koenig, Rostam Batmanglij, Chris Tomson dan Chris Baio; adalah penikmat musik-musik rakyat Afrika, namun mereka sejatinya tidak sedang menyuguhkan musik Afrika. Mereka sedang menyajikan sebuah musik anak-anak muda yang simple dan for fun. Sebaliknya, Paul Simon dan Graceland sedang berusaha menyuguhkan elemen musik Afrika untuk, dengan penuh kesadaran, melawan politik apartheid di Afrika Selatan. Selain nuansa musik Afrika, dalam Vampire Weekend kita sangat bisa merasakan pengaruh musik punk dan juga ska yang cukup kental.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kita tentu ingat bahwa musik punk disukai banyak orang terutama karena kesederhanaannya. Maka beredar pameo, yang mungkin tidak sepenuhnya benar, bahwa musik punk adalah musik tiga jurus alias berbasis pada tiga chord gitar. Pada bulan Oktober tahun 2007, majalah musik SPIN menerbitkan edisi khusus berjudul “1977: the Year Punk Exploded”. SPIN mewawancarai para pemusik besar punk, seperti Johnny Rotten (Sex Pistols), Alan Vega (Suicide), Debbie Harry (Blondie), dan Dick Manitoba (Dictators). Mereka ditanya apa yang sebenarnya menjadi spirit musik punk. Tentu jawaban seragamnya adalah semangat pemberontakan. Namun ada satu hal penting lainnya dari musik punk adalah spirit bermusik yang sederhana. Dick Manitoba menceritakan sepenggal pertemuannya dengan personil The Ramones, band yang melegenda di kalangan komunitas musik punk. Manitoba mengajak Ramone membuat lagu bersama, dan inilah dialog yang dikisahkannya:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>“Well, why don’t you bring out your guitar?” And he (Joey Ramone) says, “I don’t want to bring it out”. I said, “C’mon, man!” So he brought it out, and it had two strings on it. I said, “Where are the rest of the strings?” And he says, “Well, I worked really hard learning how to play those two.” He wrote his songs on two strings! It shows you the simplicity and the melody and the drive. Guitarists now play like they’re playing video games. It’s all virtuosity. But we (in 1977) had melodies and ideas. </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tidak mengherankan kalau gitaris kelompok the Ramones dikenal sebagai gitaris yang tidak menyukai solo gitar, karena sepertinya baginya musik bukanlah untuk unjuk kemampuan teknik yang tinggi, tapi lebih untuk ekspresi kesenian.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Begitulah. Musik bergaya punk yang dibawakan Vampire Weekend memang terdengar simple, namun melodius. Sepertinya pilihan untuk bermusik secara simple diambil bukan karena kemampuan bermusik mereka dibawah rata-rata. Ezra Koenig, vokalis sekaligus gitaris Vampire Weekend, adalah juga pemain saxophone. Sebelumnya ia bergabung dengan sebuah jazz band di kota New York. Ezra Koenig aktif bermain band sejak masa SMA, terutama bersama band-band yang membawakan musik-musik beraliran ska dan punk.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya rasa, Vampire Weekend memberi definisi baru bagi musik indie dan musik anak-anak muda kontemporer. Atau lebih tepatnya mereka justru lebih menyederhanakan makna “indie”, yang mungkin sebelumnya dibebani konsep-konsep ideal dan ideologis seperti anti kemapanan, anti korporasi, dan anti mainstream. Indie dalam pengertian sebelumnya seperti musik yang harus di-launch dari pinggir panggung besar musik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Para personil Vampire Weekend bertolak belakang dari image komunitas indie. Mereka adalah bagian dari kalangan yang memiliki privilege, bisa kuliah di Columbia University yang merupakan salah satu universitas paling dihormati di Amerika Serikat. Bila harus membayar kuliah sendiri, tentu mahasiswa Columbia University harus berasal dari keluarga kaya. Bila mendapat beasiswa, mereka pastinya memiliki prestasi sekolah yang lebih baik dari batch-nya. Ditambah lagi bahwa mereka memulai musiknya di New York, salah satu pusat kebudayaan dunia, bukan pinggiran.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mungkin yang mendefinisikan Vampire Weekend sebagai band indie adalah bahwa band ini tidak memilih jalur mainstream dalam mengabarkan musiknya. Mereka, seperti umumnya anak muda sekarang, akrab dengan internet dan seluruh fitur-fiturnya. Lagu-lagu dalam album debut Vampire Weekend yang dirilis tahun 2008 ini sudah tersebar luas melalui internet dan berbagai blog, bahkan sebelum album itu dirils.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Situs Myspace adalah situs utama bagi ribuan band diseluruh dunia untuk mengenalkan karya musik mereka masing-masing. <span> </span>Dalam situs Myspace kita juga bisa menemukan banyak band-band Indonesia, seperti Cozy Street Corner atau Sore, yang keduanya sangat asyik dan menghanyutkan itu. Ribuan band dari seluruh dunia meng-upload lagu-lagu karya mereka di sana untuk didengarkan banyak orang (dua orang yang saya kenal juga memiliki space di situs Myspace untuk band mereka. Seorang teman saya masa SMA di Jakarta, Farid Ariadno dengan band metalnya Kaporit bisa diakses di <span class="vanity"><a href="http://www.myspace.com/kaporitband">www.myspace.com/kaporitband</a> dan <span> </span>seorang lagi adalah mantan mahasiswa saya di Jakarta, Fathun Karib dengan band-nya yang juga metal, Cryptical Death, bisa diakses di </span><a href="http://www.myspace.com/crypticaldeath">www.myspace.com/crypticaldeath</a> <span> </span>&#8212; Farid dan Karib, kapan-kapan gw tulis deh di sini…hehe).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sejak tahun 2006 lagu-lagu Vampire Weekend telah beredar dan dengan cepat fans base mereka terbentuk. Myspace adalah medium utama yang digunakan Vampire Weekend. Yang juga menarik, Vampire Weekend mengirimkan sampel-sampel lagunya ke blog-blog musik. Tentunya dengan keinginan blog-blog itu menulis feature mereka. Dan memang itulah yang terjadi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebuah blog terkenal, Stereogum, menerima kiriman CD berisi beberapa lagu Vampire Weekend di tahun 2006. Tidak lama kemudian, langsung muncul artikel di blog itu berjudul “Band to Watch: Vampire Weekend”. Memang di Amerika blog semakin lama menjadi medium berita yang semakin berpengaruh. Pada beberapa kasus mungkin mengalahkan media mainstream baik cetak atau elektronik. Seperti pernah saya tulis dalam posting terdahulu, Pitchfork adalah sebuah media musik online bergaya blog yang disegani. Di<span> </span>bidang berita politik, media online bergaya blog juga semakin populer menjadi alternatif sumber berita. Sebut saja The Huffingtonpost, Salon, dan juga Slate.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Karena itulah, apa yang dilakukan Vampire Weekend saya rasa adalah representasi generasi musik kontemporer yang sangat mengakrabi internet. Bahkan beberapa media musik, seperti majalah SPIN tadi, menjadikan Vampire Weekend sebagai cover story ketika band ini belum merilis albumnya di tahun 2008. Selain itu The Shins, band indie terkenal lainnya, mengajak Vampire Weekend tur dalam konser mereka ke Inggris diakhir tahun 2007. Dengan kata lain, Vampire Weekend telah populer sebelum albumnya secara fisik dirilis. Thanks to the internet!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Untuk melengkapi posting ini, Ezra Koenig pernah mengomentari kritik terhadap musik mereka yang dianggap simple dan hanya menampilkan teknik bermusik yang biasa-biasa saja. Ezra Koenig bilang: “Ya, saya banyak mendengarkan dan mempelajari para pemusik hebat, semisal Eric Clapton. Saya mengagumi mereka dan teknik bermusiknya. Tetapi ditelinga saya musik mereka terdengar membosankan”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Walau saya tidak sependapat dengan Ezra Koenig bahwa Eric Clapton membosankan, tetapi saya sependapat dengannya bahwa musik harus membuat orang yang mendengarkannya menjadi gembira dan merasa hidup lebih cerah. Seperti bisa kita nikmati dalam lagu-lagu Vampire Weekend yang berjudul A-Punk (klik di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=_XC2mqcMMGQ&amp;feature=channel">sini</a> atau bila ingin melihat penampilan live di David Letterman, klik di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=VJ5TEg6vfLE">sini</a>), Mansard Roof (klik di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=JlgNFwoApec&amp;feature=channel">sini</a>), Cape Kod Kwassa-Kwassa (klik di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=9wHl9qRsMzw&amp;feature=channel">sini</a>), Oxford Comma (klik di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=P_i1xk07o4g&amp;feature=channel">sini</a>), atau Campus (klik di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=H47KFAaw1dU">sini</a>). Lagu-lagu ini lagu dengan beat riang, dan Ezra Koening bernyanyi dengan ringan dengan beragam snapshot tema: dari kalah perangnya tentara Argentina (dalam Mansard Roof &#8211; <em>the argentines collapse in defeat, the admiralty surveys the remnants of the fleet, the ground beneath their feet, is nautically-mapped sheet, as thin as paper while it slips away from view</em>), hingga tentang romantika kampus (dalam Campus &#8211; <em>then i see you, you&#8217;re walking cross the campus, cruel professor studying romances, how am i supposed to pretend, i never want to see you again?</em>). Musik Vampire Weekend begitu menyenangkan. Yang sedang muram mungkin akan riang kembali, yang marah akan calm down, yang sedang low menjadi spirited kembali. Sepertinya itulah esensi musik, membuat orang gembira, seperti musik Vampire Weekend ini.</p>
<p>Tidak mengherankan kalau majalah Rolling Stone dan juga portal Pitchfork menjadikan album ini sebagai salah satu album terbaik tahun 2008.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">philips vermonte</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">ps: untuk yang berada di jakarta, kabarnya piringan hitam album perdana Vampire Weekend ini tersedia di toko buku Aksara di Kemang Jakarta Selatan</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/12/25/vampire-weekend-simbol-musik-generasi-internet/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">947</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/54e784722ded139c5e9266a59aaf9b7caae1a366f5a702cec4cf486334d1ea0c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">philipsvermonte</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/vweekend.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">vweekend</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tahun 2008: Tahun Musik Rock and Roll</title>
		<link>https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/12/19/tahun-2008-tahun-musik-rock-and-roll/</link>
					<comments>https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/12/19/tahun-2008-tahun-musik-rock-and-roll/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[philipsvermonte]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2008 05:08:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[alternative]]></category>
		<category><![CDATA[folk]]></category>
		<category><![CDATA[heavy metal]]></category>
		<category><![CDATA[indie]]></category>
		<category><![CDATA[RS500]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://berburuvinyl.wordpress.com/?p=941</guid>

					<description><![CDATA[Saya baru selesai membaca majalah Rolling Stone edisi terbaru (issue 1068/1069, December 2008/January 2009). Saya sudah sering tulis bahwa saya mengagumi majalah yang satu ini, terutama karena kemampuannya yang hebat dalam menggabungkan entertainment (khususnya musik dan film) dan social/political awareness. Saya juga baru membeli commemorative edition majalah RS ini yang berisi khusus tulisan-tulisan panjang wartawan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saya baru selesai membaca majalah Rolling Stone edisi terbaru (issue 1068/1069, December 2008/January 2009). Saya sudah sering tulis bahwa saya mengagumi majalah yang satu ini, terutama karena kemampuannya yang hebat dalam menggabungkan entertainment (khususnya musik dan film) dan social/political awareness. Saya juga baru membeli commemorative edition majalah RS ini yang berisi khusus tulisan-tulisan panjang wartawan RS tentang Barack Obama (tentang kampanyenya, pidato-pidatonya yang menggetarkan, dan kisah-kisah lain seputar Barack Obama). Dua majalah lain yang menerbitkan commemorative edition tentang Barack Obama adalah Time dan Newsweek.</p>
<p>Saya membeli edisi terbaru RS ini karena saya ingin tahu pendapat RS tentang album-album rock terbaik yang di rilis tahun 2008.Ternyata, setelah saya baca, yang pertama menarik perhatian saya adalah sebuah statement sangat pendek yang saya temukan dalam sebuah artikel di edisi ini: &#8220;Can&#8217;t Stop the Rock!&#8221;.</p>
<p><span id="more-941"></span></p>
<p>Ya, saya setuju dengan RS bahwa tahun 2008 adalah tahun yang menggairahkan untuk musik rock. Beberapa band dedengkot genre musik rock merilis album baru sepanjang tahun 2008. Juga ada band-band baru yang menurut banyak majalah dan kritikus musik akan menjadi besar dan mewarnai musik rock untuk beberapa waktu ke depan, yang saya tulis dibagian akhir notes ini.</p>
<p>Metallica, grup metal terbesar, merilis album baru di tahun 2008 ini, Death Magnetic, yang langsung melesat menjadi album nomor satu. Waktu itu saya ikut menanti dirilisnya album ini dan memburu piringan hitamnya di hari album itu dirilis.</p>
<p>Kemudian ada Coldplay dengan albumnya Viva la Vida or Death and All His Friends yang megah. Album yang diproduseri musisi terkenal Brian Eno ini juga laku keras. Dan lagu Viva la Vida bertahan beberapa lamanya di puncak tangga lagu-lagu.</p>
<p>Lalu AC/DC, grup lawas, meluncurkan album baru Black Ice yang juga menjadi best seller. AC/DC mungkin merepresentasikan statement &#8220;Can&#8217;t Stop the Rock!&#8221; tadi. Masih konsisten dengan musik khas dan riff-riff nya, AC/DC seolah tidak perduli dengan kehadiran grup-grup baru, dan tetap bertahan dengan style musiknya yang lama. Bahkan Angus Young sang gitaris tetap memakai kostum panggungnya berupa seragam anak sekolah, walaupun umurnya sudah hampir kepala 6&#8230;:-). Saya belum punya piringan hitam Black Ice, kecuali beberapa track mp3 dari album ini.</p>
<p>Terakhir Guns&#8217; N Roses (baca: Axl Rose) merilis album Chinese Democracy yang tertunda bertahun-tahun lamanya. Saya belum membeli album ini, dan saya tidak tahu apakah diluncurkan juga dalam format piringan hitam atau tidak. GNR tanpa Slash sudah bukan GNR lagi, menurut saya.</p>
<p>Tahun 2008 juga diramaikan tur reuni dari grup-grup rock besar. The Police menyelesaikan rangkaian reunion tour nya tahun 2008 ini. Juga ada Genesis.</p>
<p>All in all, tahun 2008 adalah tahun mengasyikan buat orang &#8216;tua&#8217; seperti saya. Bisa mendengar lagi grup-grup lama yang saya akrabi waktu &#8216;muda&#8217; dulu.</p>
<p>Hal paling mengesankan buat saya dalam tahun 2008 ini adalah saya merasa beruntung sedang berada di Amerika Serikat di tahun yang buat negeri ini mungkin akan diingat sebagai sebuah tonggak sejarah. Barack Obama yang berkulit hitam terpilih menjadi presiden. Sepanjang tahun 2006, 2007, 2008, saya menyaksikan dari dekat pergumulan politik, yang inspiratif, dari para politisi Amerika yang membuat saya menyimpulkan bahwa Amerika tetap menjadi tempat menoleh ketika kita mengalami kekeringan inspirasi bagi demokrasi.</p>
<p>Saya menyaksikan politik yang cerdas, bernas, penuh dignitas, dengan sisi kemanusiaan mencerahkan sepanjang tahun ini di Amerika. Barack Obama menjadi inspirasi tidak hanya bagi orang Amerika, tapi juga bagi banyak orang lain di dunia. Tahun 2006 ia berkunjung ke Kenya, disambut antusias ribuan orang disana. Tahun 2008 ia berpidato di Berlin, dimana 200 ribu orang memadati lapangan tempatnya berpidato dan mendengarkan pesan-pesannya, seolah Barack Obama adalah pemimpin mereka juga.</p>
<p>Matt Taibi, kolumnis favorit saya yang menulis untuk majalah Rolling Stone, setahun yang lalu pernah menulis artikel berjudul Obama&#8217;s Hour dalam RS edisi 1042/1043 27 December 2007. Ia menulis: &#8220;all love stories are beautiful at the beginning, and what we&#8217;re witnessing now is the beginning of a new one: America and Barack Obama&#8221;. Ya, Amerika dan juga dunia sedang jatuh cinta pada Barack Obama. Matt Taibi benar.</p>
<p>Yang juga jatuh cinta pada Barack Obama adalah musisi-musisi Amerika. Sepanjang 2008, banyak musisi Amerika ikut berkampanye untuk Obama. Mereka melibatkan diri dengan kampanye &#8220;Rock the Vote&#8221;, untuk membantu terpilihnya Obama. Motornya antara lain adalah Bruce Springsteen, yang begitu dipuja di Amerika. Juga ada Arcade Fire, band baru yang digemari banyak anak muda Amerika. Bob Dylan, musisi sangat berpengaruh yang sama sekali belum pernah meng-endorse seorang calon presiden pun sejak awal karirnya, tahun ini secara terbuka menyatakan endorsement nya untuk Barack Obama.</p>
<p>Dalam salah satu edisinya di tahun 2008, RS juga menampilkan wawancara panjang dengan Barack Obama, yang mendapat surprise question: &#8220;what&#8217;s in your iPod?&#8221;. Saya suka bagian itu dari wawancara tersebut, karena ia menampilkan sisi human dari Obama, yang waktu itu masih kandidat presiden namun sudah menjadi seperti selebriti.</p>
<p>Isi iPod-nya memperlihatkan bahwa ia penyuka musik serius. Jawabannya fasih, ia menyebut album-album penting dari Stevie Wonder seperti Songs in the Key of Life, juga album kelompok Grateful Dead, Bruce Springsteen, dan beberapa album musik rock penting dan berpengaruh lainnya yang di rilis di masa ia remaja menjelang dewasa. Semua album yang disebut Obama dalam wawancara itu, masuk dalam list 500 Greatest Albums of All Time (yang dibuat majalah RS di tahun 2003 itu).</p>
<p>Tidak lengkap menyebut tahun 2008 sebagai tahun rock and roll bila tidak menyebut band-band baru yang menjanjikan dan disambut dengan penuh gairah oleh para kritikus, wartawan, dan penyuka musik genre ini.</p>
<p>Seperti biasa banyak media musik membuat list album yang dianggap terbaik sepanjang tahun 2008. Selain Rolling Stone, saya biasa menengok sebuah media musik online yang berpengaruh di Amerika yakni Pitchfork.</p>
<p><img loading="lazy" data-attachment-id="942" data-permalink="https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/12/19/tahun-2008-tahun-musik-rock-and-roll/vweekend/" data-orig-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/vweekend.jpg" data-orig-size="118,118" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="vweekend" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/vweekend.jpg?w=118" class="alignleft size-full wp-image-942" title="vweekend" src="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/vweekend.jpg?w=450" alt="vweekend"   />Ada dua band baru yang secara konsisten dianggap sebagai band baru menjanjikan, dan albumnya yang dimasukan dalam list album terbaik 2008, baik oleh RS maupun Pitchfork. Kebetulan saya juga mempunyai piringan hitam album dari kedua band ini. Pertama adalah grup Vampire Weekend yang diawaki oleh musisi muda, yang juga mahasiswa di kampus terkenal Columbia University. Album debutnya berjudul sama, Vampire Weekend. Satu lagi adalah grup Fleet Foxes, dengan album bertitle sama dengan nama grupnya. Keduanya adalah band indie yang sukses menggapai audiens lebih luas.</p>
<p><img loading="lazy" data-attachment-id="943" data-permalink="https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/12/19/tahun-2008-tahun-musik-rock-and-roll/fleetfoxescover/" data-orig-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/fleetfoxescover.jpg" data-orig-size="129,129" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="fleetfoxescover" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/fleetfoxescover.jpg?w=129" class="alignleft size-full wp-image-943" title="fleetfoxescover" src="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/fleetfoxescover.jpg?w=450" alt="fleetfoxescover"   />Fleet Foxes menampilkan musik tenang, folksy, dan menghanyutkan. Dalam musik Fleet Foxes kita bisa &#8216;mendengar&#8217; the Beach Boys dengan harmoninya yang legendaris, juga musik alternatif ala grup the Shins yang mengasyikkan itu. Tidak mengherankan, karena album Fleet Foxes diproduseri oleh Phil Alk yang juga memproduseri the Shins. Ketika album Fleet Foxes keluar beberapa bulan lalu, Pitchfork bahkan memberi rating 9.0 (dari skala 10), lebih tinggi dari rating yang mereka berikan untuk Vampire Weekend yang keluar awal tahun 2008 (rating 8.8). Pitchfork yang berbasis di Chicago adalah media indie online yang besar dan berpengaruh, dan pelit memberi nilai bagus dalam review-review nya. Album Viva la Vida milik Coldplay misalnya, hanya diberi rating sekitar 6.</p>
<p><img loading="lazy" data-attachment-id="944" data-permalink="https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/12/19/tahun-2008-tahun-musik-rock-and-roll/sternmarnie/" data-orig-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/sternmarnie.jpg" data-orig-size="127,127" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="sternmarnie" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/sternmarnie.jpg?w=127" class="alignleft size-full wp-image-944" title="sternmarnie" src="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/sternmarnie.jpg?w=450" alt="sternmarnie"   />Ada satu lagi album band baru, yang dianggap sebagai salah satu album terbaik tahun 2008 oleh Pitchfork (tetapi tidak ada dalam list album terbaik 2008 majalah Rolling Stone). Yaitu album karya seorang gitaris wanita yang sedang digemari di pentas musik rock. Albumnya berjudul panjang, namun diringkas sebagai &#8220;This is It&#8221;, karya gitaris Marnie Stern.</p>
<p>Kalau Anda menyukai Van Halen seperti saya, mungkin akan menyukai Marnie Stern. Lagu-lagu karya Marnie Stern dipenuhi dengan teknik two-handed tapping yang dulu dipelopori antara lain oleh Eddie Van Halen. Yang lebih menyegarkan adalah Marnie Stern dibantu oleh dewa drum musik indie Amerika yang permainannya sangat dahsyat, yaitu Zach Hill. Jadilah ia sebuah album berisi interaksi indah antara gitar dan drum yang cepat dan &#8216;berisik&#8217;. Saya sangat menyukai grup My Bloody Valentine dengan albumnya Loveless yang loud dan noisy, karena layer-layer gitarnya. Musik Marnie Stern juga loud dan noisy, namun ia menggabungkan gitar dengan drum. Selain itu, Marnie Stern secara sadar memasukan hook-hook yang poppish. Marnie Stern juga mengadopsi gaya menyanyi Yoko Ono yang khas. Jadilah album ini sebuah album rock yang keras, namun memiliki sentuhan feminin yang unik.</p>
<p>Sama seperti anggota-anggota Vampire Weekend yang mahasiswa Ivy-league, Marnie Stern juga mahasiswa &#8211; jurusan jurnalistik, di kampus terkenal New York University. Setelah membaca Vampire Weekend dan Marnie Stern, saya sepertinya menemukan justifikasi bahwa menghabiskan waktu untuk menikmati musik ditengah-tengah kuliah sepertinya bukan &#8216;dosa&#8217;&#8230;hehehe. Kuliah di Amerika cukup memusingkan, tidak heran banyak mahasiswa mencari outlet-outlet pelepas kepenatan dengan caranya masing-masing. Kalau saya, ya di tengah disertasi boleh lah sibuk berburu piringan hitam&#8230;:-)</p>
<p>Kapan-kapan saya akan tulis mengenai album Vampire Weekend, Fleet Foxes dan Marnie Stern di blog ini.</p>
<p>philips vermonte</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/12/19/tahun-2008-tahun-musik-rock-and-roll/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>7</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">941</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/54e784722ded139c5e9266a59aaf9b7caae1a366f5a702cec4cf486334d1ea0c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">philipsvermonte</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/vweekend.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">vweekend</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/fleetfoxescover.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">fleetfoxescover</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/12/sternmarnie.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sternmarnie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>John Lennon 28 Tahun Yang Lalu ( 8 Desember 1980)</title>
		<link>https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/12/09/john-lennon-28-tahun-yang-lalu-8-desember-1980/</link>
					<comments>https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/12/09/john-lennon-28-tahun-yang-lalu-8-desember-1980/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[philipsvermonte]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 04:11:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[john lennon]]></category>
		<category><![CDATA[the beatles]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://berburuvinyl.wordpress.com/?p=937</guid>

					<description><![CDATA[http://www.youtube.com/watch?v=pYhhLr4AQZo Across The Universe John Lennon/Paul McCartney Words are flowing out like endless rain into a paper cup, They slither while they pass, they slip away across the universe Pools of sorrow, waves of joy are drifting through my open mind, Possessing and caressing me. Jai guru de va om Nothing&#8217;s gonna change my world, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=pYhhLr4AQZo">http://www.youtube.com/watch?v=pYhhLr4AQZo</a></p>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=pYhhLr4AQZo">Across The Universe</a><br />
John Lennon/Paul McCartney</p>
<p>Words are flowing out like endless rain into a paper cup,<br />
They slither while they pass, they slip away across the universe<br />
Pools of sorrow, waves of joy are drifting through my open mind,<br />
Possessing and caressing me.</p>
<p>Jai guru de va om</p>
<p>Nothing&#8217;s gonna change my world,<br />
Nothing&#8217;s gonna change my world.</p>
<p>Images of broken light which dance before me like a million eyes,<br />
That call me on and on across the universe,<br />
Thoughts meander like a restless wind inside a letter box they<br />
Tumble blindly as they make their way<br />
Across the universe</p>
<p>Jai guru de va om</p>
<p>Nothing&#8217;s gonna change my world,<br />
Nothing&#8217;s gonna change my world.</p>
<p>Sounds of laughter shades of earth are ringing<br />
Through my open views inviting and inciting me<br />
Limitless undying love which shines around me like a<br />
Million suns, it calls me on and on<br />
Across the universe</p>
<p>Jai guru de va om</p>
<p>Nothing&#8217;s gonna change my world,<br />
Nothing&#8217;s gonna change my world.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/12/09/john-lennon-28-tahun-yang-lalu-8-desember-1980/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">937</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/54e784722ded139c5e9266a59aaf9b7caae1a366f5a702cec4cf486334d1ea0c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">philipsvermonte</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gemuruh Rock and Roll dari London: Up the Bracket</title>
		<link>https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/12/03/gemuruh-rock-and-roll-dari-london-up-the-bracket/</link>
					<comments>https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/12/03/gemuruh-rock-and-roll-dari-london-up-the-bracket/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[philipsvermonte]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 14:28:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[garage rock]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://berburuvinyl.wordpress.com/?p=933</guid>

					<description><![CDATA[Oleh M. Taufiqurrahman Saya selalu skeptis dengan penerbitan musik Inggris. Mereka terlalu bombastis dan dangkal. Mungkin setiap bulan sekali menisbatkan bahwa band A adalah band terbesar sepanjang masa, atau album B adalah album terbaik sepanjang masa, atau penyanyi C adalah penyanyi baru terbaik yang hendak menggantikan posisi Robert Plant atau Dusty Springfield. Coba perhatikan ketika [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Oleh M. Taufiqurrahman</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/11/libertinecover.jpg"><img loading="lazy" data-attachment-id="881" data-permalink="https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/11/22/5-album-piringan-hitam-yang-paling-sering-diputar/libertinecover/" data-orig-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/11/libertinecover.jpg" data-orig-size="166,166" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="libertinecover" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/11/libertinecover.jpg?w=166" class="alignleft size-full wp-image-881" title="libertinecover" src="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/11/libertinecover.jpg?w=450" alt="libertinecover"   srcset="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/11/libertinecover.jpg 166w, https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/11/libertinecover.jpg?w=150&amp;h=150 150w" sizes="(max-width: 166px) 100vw, 166px" /></a> Saya selalu skeptis dengan penerbitan musik Inggris. Mereka terlalu bombastis dan dangkal. Mungkin setiap bulan sekali menisbatkan bahwa band A adalah band terbesar sepanjang masa, atau album B adalah album terbaik sepanjang masa, atau penyanyi C adalah penyanyi baru terbaik yang hendak menggantikan posisi Robert Plant atau Dusty Springfield. Coba perhatikan ketika mereka menobatkan the Arctic Monkeys sebagai band yang hendak mengambil alih tahta kekuasaan the Beatles hanya karena mereka menjual album debut paling banyak di minggu pertama setelah the Beatles. Kemana mereka sekarang?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Atau ketika mereka mengatakan bahwa Oasis akan lebih besar dari the Beatles (lagi!) dan Liam Gallagher adalah inkarnasi John Lennon. Terakhir saya periksa, Oasis hanya bisa manggung di venue-venue kecil bersama Ryan Adams. Atau ketika majalah Q menempatkan dua album Oasis<em> What’s the Story (Morning Glory</em>) dan <em>Definitely Maybe</em> sebagai album terbaik nomer dua dan nomer satu sepanjang masa dari artis Inggris dan menempatkan album Joy Division <em>Unknown Pleasure</em> di nomer 49 untuk daftar yang sama. Ini sih sudah keterlaluan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-933"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bagi saya penerbitan musik Inggris hanya pernah benar dalam dua hal. Yaitu ketika Alan Licht dari the New Musical Express (NME) memberi lima bintang untuk <em>Marquee Moon</em> (yang ini sudah pernah saya bahas), dan ketika di awal millennium ini mereka meributkan band anak muda baru bernama the Libertines. Ya meski pada waktu itu ribut-ributnya juga karena ada pembaharuan gaya bermusik yang ditiupkan oleh rekan-rekan mereka dari seberang Atlantik dari band bernama the Strokes (ini juga sudah terlalu sering saya bahas)—namun tidak apa-apa toh pada akhirnya penilaian mereka terhadap the Libertines benar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pada awal millennium ini terjadilah sebuah pembaharuan bermusik yang banyak disebut sebagai <em>garage-rock revival</em>. Pada waktu itu bermunculan band-band anak muda yang memainkan musik-musik retro dari era-era pertengahan kejayaan rock and roll akhir 1960-an dan 1970-an. Anak-anak muda ini begitu fasih memainkan musik r<em>etrograde</em> ini sampai sedemikian rupa sehingga generasi sekarang menganggap ini sebagai sesuatu yang otentik. Di Amerika Serikat waktu itu ada the White Stripes, Yeah Yeah Yeahs, the Raptures dan untuk yang tidak terlalu bagus ada band semacam the Bravery yang pernah main di Jakarta. Dari daratan Eropa ada the Hives atau the Raveonettes. Di Jakarta sendiri waktu itu yang banyak dibicarakan adalah the Brandals, serta the S.I.G.I.T.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Nah di Inggris sendiri waktu itu anehnya cuma the Libertines ini yang bisa dikatakan bisa menjadi perwakilan garage rock revival, dan oleh karena itu media musik Inggris segera menobatkan mereka sebagai raja baru rock and roll. Lepas dari layak tidaknya mereka mendapat gelar itu, bagi saya tidak penting karena bagi saya yang cuma berarti dari the Libertines adalah musik mereka yang punya jati diri. Masa keemasan garage rock revival memang sudah lewat. Namun kalau ada penanda terbaik dari masa itu album pertama the Libertines layak untuk menjadi kandidat utama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sama seperti ketika anda menyebut nama Jeff Buckley dan orang yang cukup mengenal Jeff akan menanggapi dengan mata berbinar namun penuh kesedihan dan kemudian berbicara dengan suara yang pelan. Ketika anda mengucapkan kata the Libertines, teman yang anda ajak bicara dan cukup mengenal band ini akan segera menjabat tangan anda sebelum berdiskusi tentang gitar solo di <em>Time for Heroes</em> yang biasa-biasa saja itu. Atau mungkin ketika menyebut kata the Libertines anda akan segera mengingat Marquis de Sade atau John Wilmot, para pemuja kenikmatan ragawi tanpa peduli dengan moral agama atau hukum hukum sosial. Atau malah ingat dengan Johnny Deep yang memainkan karakter Wilmot, bangsawan dari Rochester yang menjadi penyebar paham tersebut. Dengan nama yang berani dan sarat nilai tersebut, dahulu sebelum saya mendengar musiknya saya sudah bisa menduga kalau kelompok musik ini bukan band main-main.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ada empat orang di dalam kelompok musik the Libertines, namun tentu saja tulang punggung mereka adalah penyanyi Pete Doherty dan gitaris yang kadang kadang menyanyi Carl Barat. Hubungan kedua anak muda ini sangat dekat dan bahkan sampai kepada taraf homoerotis, seperti Batman dan Robin. Banyak yang mengatakan mereka adalah jelmaan Joe Strummer dan Mick Jones dari the Clash, atau Mick Jagger dan Keith Richard (the Rolling Stones), atau Morrissey dan Johhny Marr dari the Smiths, karena kedekatan batin dan musikalitas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Musik ciptaan Barat hanya bisa hidup dengan vokal Pete Doherty. Coba perhatikan lagu pertama di side A <em>Vertigo</em>. Di situ ada tiga elemen penting: gitar Carl Barat yang sangat liar, vokal Pete Doherty, dan harmoni vokal Carl Barat yang sangat cair menyatu (klik di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=JJGkpCwPomo&amp;feature=related">sini</a>) Saya perhatikan Julian Cassablanca dan Albert Hammond Jr. dari the Strokes saja jarang bisa mencapai taraf itu. Nah yang paling penting tentu di lagu &#8220;Time for Heroes&#8221;, gitar solo di tengah lagu itu seperti bisa menangkap kegelisahan Pete Doherty, apapun arti kegelisahan itu (klik di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=VwhHdeHJ1Yk">sini</a>). Gitar ritme di lagu itu juga seperti dialog antara Barat dan Doherty. Pemain bass Johnny Hassal dan Gary Powell tidak bisa disepelekan karena mereka seperti menjadi jangkar yang siap menarik kembali kedua kapal besar yang setiap saat bisa karam. Begitu organiknya musik the Libertines meskipun di permukaan yang kita dengar seperti karya berantakan yang diciptakan tergesa gesa. Seperti band-band lain yang lahir setelah pergantian abad, dari segi lirik lagu sih tidak banyak yang bisa dipetik dari the Libetines, namun dengan musik seperti mereka nampaknya lirik tidak penting lagi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jadi tepat kalau kemudian album the Libertines pertama <em>Up the Bracket</em> di rilis oleh perusahaan musik independen Rough Trade, yang dulu memayungi the Smiths dan pada saat yang sama dengan Rough Trade menjadi label untuk the Strokes untuk pasar Inggris. Dan memang lebih baik Rough Trade yang menangani mereka karena saya yakin tidak banyak label besar yang mau menanamkan modal untuk orang seperti Pete Doherty yang destruktif dan siap mengancam kelangsungan hidup the Libertines kapan saja. Setelah <em>Up the Bracket</em>, Pete dan Carl lebih sering bertengkar sampai akhirnya Pete masuk penjara, salah satunya karena mencuri barang di rumah Carl Barat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya sudah lupa bagaimana mendengar <em>Up the Bracket</em> untuk pertama kali namun saya masih ingat di Jakarta ketika CD bajakan itu tidak bisa saya temukan saya sangat sedih dan baru dua bulan lalu ketika istri saya membawakan piringan hitam <em>Up the Bracket</em> dari Minneapolis. Ini juga resiko tinggal di kota kecil, untuk mendapatkan LP begitu penting saja harus di impor dari negara bagian lain. (Nietzsche boleh mengatakan bahwa dia dilahirkan terlalu cepat sebelum masanya siap. &#8220;<em>I wasn’t made for this time&#8221;,</em> kata dia, kalau saya boleh bilang <em>I wasn’t made for this place, </em>selalu berada di tempat yang salah, ah tapi sudahlah).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Meskipun the Libertines cuma punya dua album utuh, beberapa bulan yang lalu Rough Trade merilis album kumpulan lagu terbesar mereka, mungkin untuk menutup kerugian dagang. Memang banyak lagu dari Up the Bracket yang dimuat kembali di album itu, namun sebaiknya kalau ingin mengenal the Libertines lebih baik (dan mengingat saat saat ketika hidup jauh lebih mudah) coba cari album pertama tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ralat: Di tulisan terdahulu saya menulis kalau <em>Up the Bracket </em>di rilis tahun 2005, yang benar adalah tahun 2002.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/12/03/gemuruh-rock-and-roll-dari-london-up-the-bracket/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">933</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/54e784722ded139c5e9266a59aaf9b7caae1a366f5a702cec4cf486334d1ea0c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">philipsvermonte</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/11/libertinecover.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">libertinecover</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>B.B King: Raja Musik Blues Yang Rendah Hati</title>
		<link>https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/11/28/bb-king-raja-musik-blues-yang-rendah-hati/</link>
					<comments>https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/11/28/bb-king-raja-musik-blues-yang-rendah-hati/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[philipsvermonte]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 02:39:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[blues]]></category>
		<category><![CDATA[rock & roll hall of fame]]></category>
		<category><![CDATA[RS500]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://berburuvinyl.wordpress.com/?p=915</guid>

					<description><![CDATA[Beberapa hari setelah Barack Obama terpilih menjadi presiden Amerika 4 November yang lalu, saya terlibat pembicaraan ringan dengan Taufiq, sesama pemelihara blog sontoloyo ini. Pemilihan itu sangat monumental, terutama bagi warga kulit hitam Amerika. Kebetulan saya berada di Grant Park Chicago pada malam 4 November itu, malam perayaan terpilihnya Barack Obama. Di Grant Park Chicago [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/11/kingfrontcover.jpg"><img loading="lazy" data-attachment-id="916" data-permalink="https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/11/28/bb-king-raja-musik-blues-yang-rendah-hati/kingfrontcover/" data-orig-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/11/kingfrontcover.jpg" data-orig-size="124,124" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="kingfrontcover" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/11/kingfrontcover.jpg?w=124" class="alignleft size-full wp-image-916" title="kingfrontcover" src="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/11/kingfrontcover.jpg?w=450" alt="kingfrontcover"   /></a> Beberapa hari setelah Barack Obama terpilih menjadi presiden Amerika 4 November yang lalu, saya terlibat pembicaraan ringan dengan Taufiq, sesama pemelihara blog sontoloyo ini. Pemilihan itu sangat monumental, terutama bagi warga kulit hitam Amerika. Kebetulan saya berada di Grant Park Chicago pada malam 4 November itu, malam perayaan terpilihnya Barack Obama. Di Grant Park Chicago malam itu saya menyaksikan banyak orang kulit hitam meneteskan airmata menyaksikan Barack Obama menyampaikan pidato kemenangannya. “<em>I cannot believe it</em>”, demikian kata dua orang wanita kulit hitam yang sudah berumur, yang berdiri di belakang saya di taman itu sambil menyeka air mata mereka. Malam itu juga saya melihat beberapa anak muda berkulit hitam memanjat sebuah tembok pendek dekat taman, melampiaskan kegembiraannya dengan berteriak-teriak lantang: “Our president is black!, Our president is black!&#8221;.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya dan Taufiq kemudian tersadar bahwa blog ini, hingga tanggal 4 November itu, belum pernah menampilkan pemusik berkulit hitam dengan agak panjang, kecuali cuplikan pendek di beberapa posting. Padahal saya, Taufiq, dan Rizal memiliki koleksi piringan hitam dari para pemusik hebat kulit hitam. Dalam koleksi piringan hitam saya misalnya, ada dua album penting Stevie Wonder yang berjudul S<em>ongs in the Key of Life </em>(1976, ada dalam urutan 57 dari <em>500 Greatest Albums of All Time</em> versi majalah Rolling Stone atau RS 500) dan <em>Talking Book</em> (1972, nomor 90 dalam RS 500), <em>That’s the Way of the World</em> dari kelompok Earth, Wind and Fire (1975, nomor 485 dalam list RS 500). Juga ada album salah satu penyanyi favorit saya Marvin Gaye, <em>Let’s Get It On</em> (1973, urutan 164 dalam RS 500).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-915"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tidak perlu saya tulis panjang lebar bagaimana para penyanyi kulit hitam ini digemari tidak hanya oleh mereka yang berkulit hitam, tetapi oleh semua kelompok manusia. Penyanyi-penyanyi kulit hitam ini seolah membuktikan bahwa musik adalah universal, menerobos sekat-sekat yang dibuat oleh manusia. Mereka bermusik dengan <em>passion</em>, <em>soulful</em>, <em>emotional</em>. Mereka bermusik dengan konteks sosial yang mendalam, terkadang getir namun musik mereka mengangkat harapan dan banyak bertema <em>the joy of life.</em>. Kalau diingat-ingat, inilah yang menjadi dasar dari musik jazz dan blues.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Terkadang para pemusik kulit hitam legendaris ini terdengar sensual, namun jauh dari kejorokan. Yang terakhir ini contohnya adalah lagu “Let’s Get It On” dari Marvin Gaye yang sangat romantis. Saya pertama kali mendengar lagu ini dari sebuah adegan dalam film <em>High Fidelity</em> (film drama komedi tentang seorang pemilik <span> </span>toko piringan hitam, kalau Anda belum menonton maka film ini highly recommended). Di ujung film itu, Jack Black menyanyikan lagu ini dengan baik sekali (klik di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=1V_-iZYIofU">sini</a> untuk melihat lagu itu dinyanyikan oleh Jack Black, dan klik di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=18TLHhhHZCA">sini</a> untuk mendengar Marvin Gaye).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Singkatnya, kita mengenal pemusik-pemusik kulit hitam yang hebat. Maka kali ini saya ingin menulis tentang B.B King., yang disebut-sebut sebagai Raja Musik Blues. Membaca B.B. King dan mendengarkan musiknya seperti membuktikan paragraf saya diatas. Hampir semua orang yang mendengarkan B.B. King akan berkesimpulan sama, bahwa ia bermusik dengan <em>passion</em>, <em>soul</em>, <em>joy</em> dan yang terpenting membawa harapan. Sekali waktu Derek Truck, personil kelompok legendaries Allman Brothers Band berkomentar tentang B.B. King: “<em>he’s the embodiment of breaking through and keeping your spirit. There’s no bitterness. When he sings, it lifts the spirit of the place</em>” (komentar ini dikutip majalah Rolling Stone dalam edisi khususnya tentang <em>100 Greatest Singers of All Time</em> – yang keluar 13 November 2008).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kesan seperti itu juga yang saya tangkap dari album B.B. King, <em>Live in Cook County Jail</em> (1971) yang oleh majalah Rolling Stone ditempatkan dalam urutan 499 di RS 500 itu (seperti pernah saya tulis sebelumnya, ada perbedaan versi antara RS 500 versi majalah yang terbit 2003 dan RS 500 edisi buku yang terbit tahun 2005; di edisi majalah album ini belum masuk list). Saya merasa beruntung mendapat album yang sudah lama saya cari-cari ini, dengan harga 5 dolar saja. Minggu lalu saya bersama istri saya jalan-jalan di downtown Geneva (kota sebelah tempat saya sedang belajar ini, bukan Geneva yang di Eropa sana&#8230;hehe) dan kami menyempatkan diri mampir di sebuah toko piringan hitam di sana. Dan album ini akhirnya menjadi milik saya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">B.B. King semula adalah pemusik blues yang hingga awal tahun 1960-an hanya dikenal terbatas dikalangan warga kulit hitam. Yang berjasa memperkenalkan B.B King pada audiens anak-anak muda kulit putih dan audiens di dunia luar yang lebih luas, menariknya, adalah grup legendaris rock and roll asal Inggris, The Rolling Stones. Memang para personel The Rolling Stones, terutama Mick Jagger dan Keith Richard, adalah pencinta musik blues Amerika. Pada tahun 1969, The Rolling Stones meminta idolanya B.B. King  untuk membuka 18 konser mereka di berbagai tempat di Amerika Serikat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Album yang saya dapat minggu lalu ini adalah rekaman dari sebuah penampilan live B.B King di depan 2117 orang kriminal yang ditahan di penjara Cook County, di Chicago pada tahun 1970. Ya, B.B. King memang beberapa kali tampil untuk menghibur para kriminal di penjara. Seperti tertera di sampul album ini, Cook County Jail adalah salah satu penjara paling brutal dan muram di negara bagian Illinois pada waktu itu (akhir tahun 1960-an). Tidak mengherankan apabila cerita yang ditulis Geoffrey Harding di sampul belakang album ini dimulai dengan kalimat: “<em>jail, very simple, is one helluva place to be</em>”. Cook County Jail ketika itu adalah tempat yang kelam. Obat bius, pembunuhan, perkelahian dan hukum rimba adalah hal rutin di sana tanpa ada seorang pun yang bisa mencegahnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pada tahun 1968, seorang psikolog berkulit hitam bernama Winston E. Moore ditunjuk menjadi kepala penjara Cook County yang baru. Dengan susah payah ia mereformasi Cook County Jail dan akhirnya bisa menaklukan para kriminal yang sebelumnya seperti menjadi raja di dalam penjara. Musik adalah salah satu metode Winston <span> </span>Moore untuk meluluhkan para kriminal berhati keras dan brutal itu. Selama tahun 1970, Cook County Jail mendatangkan berbagai pemusik untuk tampil di sana. Kita amat beruntung karena Winston Moore ‘bertemu’ B.B. King dan selanjutnya kita bisa menikmati musik yang sungguh indah lewat album <em>Live in Cook County Jail</em> ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ketika diminta tampil di penjara Cook County, B.B. King langsung mengiyakan dan hanya mengajukan satu pertanyaan: “<em>when do you want me</em>”? Padahal, di masa itu, B.B King sudah menjadi pemusik sangat terkenal, dikenal sebagai raja musik blues yang dikenal dengan panggilannya “<em>chairman of the board of blues singers</em>”. Penghuni Cook County Jail sudah pasti bergembira dan sangat tersentuh bahwa seorang pemusik legendaris mau hadir ditengah mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/11/kingbackcover.jpg"><img loading="lazy" data-attachment-id="917" data-permalink="https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/11/28/bb-king-raja-musik-blues-yang-rendah-hati/kingbackcover/" data-orig-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/11/kingbackcover.jpg" data-orig-size="124,124" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="kingbackcover" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/11/kingbackcover.jpg?w=124" class="alignleft size-full wp-image-917" title="kingbackcover" src="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/11/kingbackcover.jpg?w=450" alt="kingbackcover"   /></a>Begitulah, B.B King tampil dengan set panggung sederhana, dihadapan para kriminal yang dua tahun sebelumnya masih sangat ganas dan beringas. Bisa dilihat dari sampul belakang album ini bagaimana 2117 narapidana itu duduk manis di lapangan rumput. Konser itupun diadakan dengan pengamanan sangat minimal, Cook County Jail yakin bahwa B.B. King akan memenangkan hati para narapidana itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dalam konser di Cook County Jail ini B.B. King menghibur para narapidana dengan lagu-lagu legendaris-nya, seperti “How Blue Can You Get?”, “The Thrill Is Gone”, “Please Accept My Love” dan juga sebuah lagu Medley dari “3 O’Clock Blues/Darlin’ You Know I Love You”. Lagu-lagu “How Blue Can You Get” dan “The Thrill Is Gone” dimasukan ke dalam list <em>100 Greatest Guitar Songs of All Time</em> oleh majalah Rolling Stone (masing-masing di nomor 26 dan 68, lihat RS edisi June 12, 2008). Sayang sekali tidak ada rekaman video penampilan B.B. King di Cook County Jail ini, namun video B.B. King menyanyikan &#8220;The Thrill is Gone&#8221; dan &#8220;How Blue Can You Get&#8221; bisa dlihat di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=Qtm66Z3lebc&amp;feature=related">sini</a> dan di <a href="http://www.youtube.com/watch?v=6jCNXASjzMY">sini</a>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Memang B.B. King menerima penghormatan darimana-mana. Musiknya dianggap mempengaruhi dan memberi inspirasi banyak orang. Ia diabadikan dalam <em>the Blues Foundation Hall of Fame</em> pada tahun 1984. Selanjutnya ia juga diabadikan kedalam <em>Rock and Roll Hall of Fame </em>di tahun 1987. Pada tahun 1990, B.B. King mendapat anugerah <em>Songwriters Hall of Fame Lifetime Achievement Award</em>. Ia juga mendapat gelar doktor kehormatan dari Yale University (1977), Berklee College of Music (1982), dan Brown University (2007). Memang, menurut saya, musik dan ilmu pengetahuan pada dasarnya adalah dua sisi dari sebuah koin yang sama yang bernama ‘soul searching’.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dengan seluruh pencapaiannya ini, B.B. King sebetulnya berhak untuk menjadi sombong, namun itu tidak dilakukannya. Ia dikenal sebagai orang rendah hati. Seperti ditulis oleh Geoffrey Harding dalam sampul album <em>Live in Cook County Jail</em> ini: “<em>B.B. King – Cook County Jail, is a manifestation of human generosity and beauty on B.B. part, and the raw appreciation of 2117 of his most ardent fans</em>”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sekali waktu saya membaca wawancara B.B. King di majalah Rolling Stone edisi khusus 1<em>00 Greatest Guitar Songs of All Time</em> yang saya sebut sebelumnya. Dari wawancara itu saya bisa meraba bahwa B.B King adalah figur yang rendah hati.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ini kutipan dialog RS dengan B.B. King:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">RS: “<em>When did you realize that your style was having a wide influence</em>?”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">B.B: “<em>Well, I was watching TV one night, and the lead singer of the Beatles – John Lennon – said he wished he could play like B.B. King. I almost fell out of my chair. And that started me to thinking, “God, what am I doing?” The greatest group on Earth, and the guy is saying that to me</em>?”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tidak mengherankan apabila B.B. King telah menyentuh hati banyak orang yang menikmati musiknya, termasuk mereka yang berada di pojok-pojok kelam kehidupan, seperti Cook County Jail itu.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Maka saya menganggukan kepala saat<span> </span>membaca paragraf terakhir tulisan Geoffrey Harding di sampul belakang album <em>Live in Cook County</em> <em>Jail</em> ini:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“<em>B.B.’s performance will forever be a memory to all of us, especially to Winston Moore who rung B.B.’s hand dry with appreciative thanks. From  2117 of your fans, thank you B.B. King, for your generosity and kindness; and most of all for not forgetting us</em>”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">philips vermonte</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://berburuvinyl.wordpress.com/2008/11/28/bb-king-raja-musik-blues-yang-rendah-hati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">915</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/54e784722ded139c5e9266a59aaf9b7caae1a366f5a702cec4cf486334d1ea0c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">philipsvermonte</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/11/kingfrontcover.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kingfrontcover</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://berburuvinyl.wordpress.com/wp-content/uploads/2008/11/kingbackcover.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kingbackcover</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
