<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" version="2.0">

<channel>
	<title>Iwan Lovers</title>
	<atom:link href="https://iwanlovers.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml"/>
	<link>https://iwanlovers.wordpress.com</link>
	<description>Kumpulan Cerpen, Kisah Misteri, dan Wallpaper</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Sep 2014 15:55:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">10403433</site><cloud domain="iwanlovers.wordpress.com" path="/?rsscloud=notify" port="80" protocol="http-post" registerProcedure=""/>
<image>
		<url>https://secure.gravatar.com/blavatar/0c76aeddebf40f8c6d63260912f7c2d83f85003fd974f121ed2d8623cfb9300a?s=96&amp;d=https%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fwebclip.png</url>
		<title>Iwan Lovers</title>
		<link>https://iwanlovers.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link href="https://iwanlovers.wordpress.com/osd.xml" rel="search" title="Iwan Lovers" type="application/opensearchdescription+xml"/>
	<atom:link href="https://iwanlovers.wordpress.com/?pushpress=hub" rel="hub"/>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Kumpulan Cerpen, Kisah Misteri, dan Wallpaper</itunes:subtitle><item>
		<title>Pangeran Biawak</title>
		<link>https://iwanlovers.wordpress.com/2014/09/21/pangeran-biawak/</link>
					<comments>https://iwanlovers.wordpress.com/2014/09/21/pangeran-biawak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Iwan Lemabang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2014 15:55:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Pangeran Biawak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://iwanlovers.wordpress.com/?p=1026</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Surya Puja Nagara Sang raja mengadakan sayembara, barang siapa mampu membangun jembatan yang menghubungkan sang raja dengan istana baru di seberang sungai dalam waktu satu malam, maka, ia berhak menjadi suami dari putri bungsunya&#8230;. ______________________________ Warta berkisah, dahulu di tengah-tengah pedalaman Kalimantan Selatan, terdapat sebuah kerajaan kuat yang diperintah oleh raja yang adildan bijaksana, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="https://iwanlovers.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/09/sam_3855.jpg?w=200&#038;h=320" title="Pangeran Biawak | Iwan Collection's" alt="Pangeran Biawak" width="200" height="320" /> <a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;">Oleh: Surya Puja Nagara</a></p>
<p><a style="color:#000ff0;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;">Sang raja mengadakan sayembara, barang siapa mampu membangun jembatan yang menghubungkan sang raja dengan istana baru di seberang sungai dalam waktu satu malam, maka, ia berhak menjadi suami dari putri bungsunya&#8230;.</a></p>
<p align="center"><font color="red">______________________________</font></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Warta berkisah, dahulu di tengah-tengah pedalaman Kalimantan Selatan, terdapat sebuah kerajaan kuat  yang diperintah oleh raja yang adildan bijaksana, sehingga, tak ada satu pun rakyatnya kekurangan. Boleh dikata, di zaman itu, seluruh rakyat hidup dengan tentram, damai dan dilimpahi kekayaan.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Raja nan bijak bestari itu memiliki tujuh orang putri yang memiliki kecantikan tiada tara, dan belum ad satu pun yang bersuami. Agar mendapatkan suami yang tepat dan dapat meneruskan jalannya pemerintahan, maka, raja pun mengadakan sayembara yang terbuka bagi siapa saja.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">&#8220;Barang siapa yang dapat menbangun istana megah di seberang sungai, maka, dialah yang bakal menjadi menantunya.&#8221;</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Seperti biasa, dalam waktu yang teramat singkat, pengumuman sayembara tersebut tersebar ke seluruh pelosok negeri. Dan tak berapa lama kemudian, muncul enam pemuda tampan yang bersedia mengikuti sayembara dimaksud. Setelah menghadap sang raja, dengan cepat dan tanpa mengenal lelah, siang-malam, keenam pemuda itu lalu bekerja sesuai dengan keahliannya masing-masing, hasilnya pun benar-benar menakjubkan &#8212; kini di seberang sungai, berdiri sebuah istana yang megah lengkap dengan segala isi serta tanah lapang luas yang mengelilinginya.</a> <span id="more-1026"></span></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Sang raja merasa puas akan hasilnya, tetapi, karena istana baru itu letaknya di seberang sungai, maka, kembali ia mengumumkan satu sayembara untuk membuatkan jembatan dalam waktu satu malam &#8212; dengan harapan, agar orang yang hendak ke sana cukup berjalan kaki saja. Tidak harus menaiki perahu.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Tetapi sungguh aneh, sekali ini, sayembara sang raja tidak mendapatkan sambutan yang menggembirakan. Sudah berbilang hari bahkan sampai dengan beberapa minggu, tak ada seorang pun yang datang untuk menyatakan kesanggupannya.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Hingga pada suatu hari, ketika raja sedang bersidang dengan patih dan beberapa menterinya, tiba-tiba, tanpa ada seorang pun yang tahu dari mana datangnya, muncul seorang nenek dan seekor biawak.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">&#8220;Hamba datang meminang putri Paduka untuk anak hamba,&#8221; ucapnya dengan santun.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Sontak, sang raja pun berkata dengan keterkejutan yang tada tara. &#8220;Apa?&#8221;</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">&#8220;Benar Paduka,&#8221; ungkap sang nenek. &#8220;Biar dari keluarga miskin, tapi, kami sanggup memenuhi segala keinginan Paduka,&#8221; imbuhnya mantap.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Kebijaksanaan sang raja seolah sedang diuji. Akhirnya, dengan suara yang berwibawa, sang raja pun berkata; &#8220;Silakan &#8230; sayembara ini terbuka untuk siapa pun. Aku tak pernah membedakan antara kaya dan miskin, pandai dan bodoh, bahkan tampan atau buruk!&#8221;</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Benarkah Paduka tiidak membedakan antar rupa yang tampan dan buruk?&#8221; tanya sang nenek seolah meminta penegasan.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">&#8220;Ucapanku adalah jaminan, tapi ingat, bila gagal, maka, anakmu akan kuganjar dengan hukuman pancung,&#8221; tegas sang raja.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">&#8220;Nah anakku &#8230; engkau sudah mendengar sendiri sabda sang raja,&#8221; demikian ujar sang nenek kepada biawak yang di sampingnya. Semua yang ada di ruang persidangan terkejut bukan buatan, mereka tak menyangka, jika anak yang dimaksud oleh sang nenek adalah biawak yang sejak tadi berada di sampingnya. Mulanya mereka menyangka, sang nenek dan biawak itu merupakan utusan, sementara, sang anak menanti di rumah.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">&#8220;Baik Paduka, sekarang, perkenankan hamba dan anak hamba undur diri,&#8221; ujar sang nenek dengan takzim dan keluar dari persidangan.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Sepeninggalan sang nenek, dengan serta merta sang raja lalu memanggil ketujuh orang putrinya. &#8220;Siapa di antara kalian yang mau menerima pinangan biawak itu?&#8221; demikian tanya sang raja kepada masing-masing putrinya.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">&#8220;Mana mungkin hamba menikah dengan binatang,&#8221; demikian rata-rata jawaban keenam putrinya.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Ketika sang raja menanyakan hal yang sama kepad si bungsu, dengan santuun dan penuh keyakinan, ia pun menjawab; &#8220;Ucapan raja adalah hukum dan pantang untuk ditarik kembali. Demi kehormatan dan kewibawaan negeri ini, hamba sanggup menerima pinangan biawak itu.&#8221;</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Sang raja hanya bisa menarik napas dalam-dalam, ia kagum dengan kedewasaan pemikiran putri bungsunya. Sementara sang permaisuri langsung jatuh tak sadarkan diri &#8212; sebagai seorang ibu, ia tak sanggup melihat ketika putri bungsunya harus bersanding dengan seekor biawak. Ketika siuman, dengan hati-hati, sang permaisuri pun menayakan hal yang sama.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Dari jawaban yang diterimanya juga tetap sama; &#8220;Ucapan raja adalah hukum dan pantang untuk ditarik kembali. Demi kehormatan dan kewibawaan negeri ini, hamba sanggup menerima pinangan biawak itu.&#8221;</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Kembali, sang permaisuri pun tak sadarkan diri untuk kesekian kalinya&#8230;.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Seiring dengan kokok ayam jantan yang bersahut-sahutan menandakan pagi tiba, ternyata, semua orang yang melihat menjadi terkejut. Betapa tidak, jembatan yang panjang, indah dan kokohtelah berdiri melintang menghubungkan istana lama dengan istana yang baru. Dengan kata lain, sang biawak mampu membangun jembatan tersebut kurang dari semalam.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Dengan jiwa besar, raja pun memenuhi janjinya. Ia langsung menggelar pesta pernikahan ketujuh putrinya dengan amat meriah &#8212; keenam pasangan tampak serasi dengan masing-masing pasangannya, kecuali, si bungsu yang tetap tersenyum ramah walau ditemani biawak di sampingnya.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Waktu terus merangkak, pada malam harinya, semua pasangan beranjak ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Dan tak lama terdengar canda dan tawa riang dari masing-masing kamar &#8212; ya, masing-masing tengah menikmati manisnya madu cinta. Nun di kamar si bungsu, tak seperti biasanya, malam itu ia dilanda oleh kantuk yang teramat sangat. Sementara suaminya, sang biawak, dibiarkan sendiri di sudut kamar.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Di tengah-tengah kenyenyakan tidurnya, si bungsu terjaga dan terkejut bukan alang kepalang. Betapa tidak, di sampingnya terbaring sesosok tubuh pemuda tampan. &#8220;Tolong &#8230; tolong ada penyusup&#8230;.!&#8221; demikian teriak sang putri.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Para pengawal istana berhamburan mendatangi dan langsung memerika kamar. Tetapi, mereka tidak menjumapi siapa pun kecuali biawak di sudut kamar. Karena merasa sudah aman, akhirnya, mereka pun meminta diri untuk kembali ke tempat masing-masing. Sepeninggal mereka, sang putri kembali termenung, ia yakin, yang terjadi bukanlah mimpi&#8230;!</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Pada malam yang ketig, siangnya, sang putri sengaja tidur dengan harapan agar malamnya ia bisa menjalankan segala rencananya dengan sempurna. Seiring dengan malam yang terus merangkak, sang putri pun langsung naik ke pembaringan dan pua-pura tidur dengan nyenyaknya. Dan benar, tak lama kemudian, terasa ada benda berat yang membujur di sampingnya. Perlahan ia membuka matanya, ternyata, yang berbaring adalah pemuda yang dua malam ini selalu ada di sampingnya.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Dengan penuh kemarahan, si bungsu pun menghardik sambil menhujamkan pisau yang sengaja telah disiapkan sebelumnya; &#8220;Hai lelaki yang tak tahu malu, berani benar engkau memasuki kamar orang. Walau suamiku seekor biawak, tetapi dia lebih baik jika dibandingkan dengan engkau yang tak tahu tatakrama!&#8221;</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Dengan tangkas si lelaki asing itu menangkis, dan kini, si putri berada dalam dekapannya. Sambil membekap mulut sang putri, lelaki tampan itu berkata dengan lembut; &#8220;Sabar istrku, aku adalah suamimu yang dikutuk oleh dewata sehingga menjadi seekor biawak.&#8221;</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Sang putri mengangguk tanda mengerti dan meminta kepada pemuda itu untuk melepaskan bekapannya. Bersamaan dengan itu, ia langsung menghambur ke sudut kamar dan mengambil kulit biawak yang teronggok di situ kemudian membawanya ke halaman istana. Di sana, kulit biawak tadi langsung dibakarnya sampai menjadi  abu.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Ketika kembali ke kamar, sang putri melihat ada pemuda tampan yang sedang menggeliat-geliat kepanasan. Dan tak sampai sepeminuman teh, pemuda itu kembali tenang seperti sedia kala.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Berita berubahnya wujud sang biawak menjadi pemuda tampan, dalam waktu beberapa saat langsung menyebar ke seluruh istana dan esoknya bahkan menyebar ke seluruh negeri. Melihat kenyataan itu, sontak, keenam saudaranya pun menjadi iri. Dalam waktu yang hampir bersamaan, keenam saudaranya itu langsung memerintahkan suaminya masing-msing untuk berniaga ke negeri yang jauh &#8212; sementara itu, masing-masing memelihara seekor biawak di dalam kamarnya. Harapannya tak lain, mereka akan mengalami kejadian sebagaimana sang adik.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Tetapi apa yang terjadi, semuanya mengaami nasib yang sama karena badannya digigit biawak peliharaannya. Esoknya, mereka pun membuang biawak-biawak itu ke sungai &#8212; kini mereka sadar, karena menjaga kehormatan sang ayah dan kewibawaan negeri dengan tulus, maka, si bungsu dikaruniai hidup dengan kebahagiaan.</a> <a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;">Dari berbagai sumber terpilih (*)</p>
<p align="center"><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;">Sumber: Misteri Edisi 578 (20 Maret &#8212; 04 April) Tahun 2014</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iwanlovers.wordpress.com/2014/09/21/pangeran-biawak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1026</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/d68be404a17186561384b29e50c49adc83146c29e5e337095058b13d9fce08e3?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">iwanlmb</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://iwanlovers.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/09/sam_3855.jpg">
			<media:title type="html">Pangeran Biawak | Iwan Collection's</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Legenda Lubang Buaya</title>
		<link>https://iwanlovers.wordpress.com/2014/09/21/legenda-lubang-buaya/</link>
					<comments>https://iwanlovers.wordpress.com/2014/09/21/legenda-lubang-buaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Iwan Lemabang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2014 13:58:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda Lubang Buaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://iwanlovers.wordpress.com/?p=1023</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Bek Kuru Ia yakin Pangeran Sarif menyelinap ke semak-semak di tikungan Sungai Ciliwung yang akhirnya dikenal dengan sebutan Lubang Buaya&#8230;. _______________________________ 1619, jatuhnya Jayakarta membuat para ulama marah dan gelisahh. Untuk menghindari tekanan dari penjajah, dengan berbondong-bondong mereka mengungsi ke pinggiran kota untuk persiapan melakukan pembalasan terhadap Kompeni Belanda. Mulanya, kebanyakan yang mengungsi hanyalah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="https://iwanlovers.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/09/sam_3854.jpg?w=237&#038;h=320" title="Legenda Lubang Buaya | Iwan Collection's" alt="Legenda Lubang Buaya" width="237" height="320" /> <a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:15px;text-decoration:none;font-weight:bold;">Oleh: Bek Kuru</a></p>
<p><a style="color:#00ff00;font-family:Georgia;font-size:14px;text-decoration:none;font-weight:bold;">Ia yakin Pangeran Sarif menyelinap ke semak-semak di tikungan Sungai Ciliwung yang akhirnya dikenal dengan sebutan Lubang Buaya&#8230;.</a></p>
<p align="center"><font color="red">_______________________________</font></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">1619, jatuhnya Jayakarta membuat para ulama marah dan gelisahh. Untuk menghindari tekanan dari penjajah, dengan berbondong-bondong mereka mengungsi ke pinggiran kota untuk persiapan melakukan pembalasan terhadap Kompeni Belanda.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Mulanya, kebanyakan yang mengungsi hanyalah para lelaki, keluarga sengaja mereka tinggalkan dan hanya dijenguk pada waktu yang benar-benar aman. Namun, karena keluarga yang ditinggalkan juga turut diawasi, maka, tak ada jalan lain kecuali mengajaknya serta. Hal ini pula yang dilakukan Pangeran Sarif.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Perlahan tapi pasti, kekuatan Kompen Belanda semakin kuat. Untuk mempertahankan kekuasaannya mereka pun mendirikan benteng yang kuat. Sayangnya, tak sekali pun mereka memperhatikan keamanan penduduk yang mukim di sekitarnya. Buktinya, hampir setiap hari terjadi tindak kekerasan disertai dengan perampasan harta benda. Akibatnya, rakyat dicekam oleh rasa ketakutan yang amat sangat&#8230;.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Ulah para perampok kian hari kian menjadi-jadi. Tak hanya merampas atau mendonkel pintu rumah dengan golok, sesekali, saat malam tiba, mereka menggali tanah sampai tembus ke dalam rumah orang kaya yang bakal jadi sasarannya. Ketika pagi, si empunya rumah terkejut karena melihat berbagai harta bendanya hilang disertai dengan galian yang memanjang sampai eluar rumahnya. Tak cukup sampai di situ, bahkan, hampir tiap malam, terdengar teriakan-teriakan keras yang mengancam tuan rumah untuk segera memberikan seluruh hartanya &#8212; jika tidak nyawa seisi rumah menjadi taruhannya.</a> <span id="more-1023"></span></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Jika sudah begini, tak ada seorang pun yang bakal membantu. Saat itu, tak ada yang bia mereka lakukan kecuali mengabulkan permintaan para perampok sambil mengelus dada dan manrik napas dalam-dalam&#8230;..</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Biasanya, dengan sisa harta yang masih dimilikinya, mereka pindah ke tempat yang lebih aman. Di tempat yang baru, mereka membangun rumah sederhana dan hidup dari hasil pertanian, peternakan, atau nelayan.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Pangeran Sarif bukan tak menyadari berbagai hal yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Kadang terpikir olehnya untuk memberikan pelajaran atau bertindak tegas pada para perampok. Akan tetapi, setelah ditimbang masak-masak, ia pun mengurungkan niatnya. Hanya kepada istri dan pembantunya, ia selalu menekankan untuk bersikap lebih tenang dan sabar dalam menghadapi keadaan yang serba karut marut itu.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">&#8220;Kita harus selalu sabar dan tawakkal,&#8221; katanya pada suatu hari. &#8220;Tetapi, jika sudah melanggar batas, maka, kita harus melawannya sampai tnuntas. Apa lagi, harta dan nyawa adalah titipan Allah, jadi, tak ada yang perlu dirisaukan.&#8221;</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Sebagai penyebar agama Islam, apa lagi dalam membareikan arti dan tafsir Al-Qur&#8217;an dalam bahasa yang mudah dimengerti, maka, dalam waktu singkat, pengikutnya jadi semakin banyak. Tak hanya orang tua dan dewasa, anak-anak pun banyak yang ikut dalam pengajian yang diselenggarakan oleh Pangeran Sarif. Tak pelak, hampir setiap hari, Pangeran Sarif harus berjalan dari satu kampung ke kampung yang lain untuk berdakwah. Sang istri dengan setia menunggu dan berdoa dengan khusyuk jika suaminya sedang berdakwah di tempat-tempat yang jauh.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Hari terus berganti, entah kenapa, hari itu, istri Pangeran Sarif yang tengah hamil muda merasa amat ketakutan. Ia tidak tahu apa yang menjadi penyebabnya. Dan seiring dengan datangnya malam, tak seperti biasanya, kali ini, sang pembantu telah tertidur pulas di balai-balai yang ada di depan rumahnya. Sementara, di luar rumah, segerombolan perampok sudah sejak sore mengawasi rumah Pangeran Sarif.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Mereka sadar, Pangeran Sarif sedang tidak ada di rumah. Yang mereka tahu, di samping rumah terdapat dua ekor sapi yang gemuk, sedang di leher istri Pangeran Sarif, melingkar seuntai kalung yang mahal harganya. Setelah saling berunding dan berbagi tugas, dengan isyarat-isyarat khusus, kawanan perampok itu pun menyebar.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Dengan berindap-indap, kawanan perampok itu kian dekat dengan sasarannya. Namun apa yang terjadi? Sapi-sapi yang demikian gemuk itu, kini, berada di seberang lautan. Akibat nafsu setan yang telah mempengaruhi, membuat para perampok itu nekat berenang untuk menggapainya. Kaki dan tangan mereka bergerak secara beraturan, tetapi, mereka tidak pernah sampai ke seberang. Mereka pun mulai kelelahan&#8230;.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Tanpa terasa, siang pun menjelangdan Pangeran Sarif pun sampai di rumahnya. Melihat ada beberapa orang sedang merangkak di sekeliling rumahnya, dengan halus, Pangeran Sarif menegur mereka; &#8220;Mengapa kalian merangkak di rumput?&#8221;</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Pertanyaan itu bak petir yang menyambar di siang bolong. Mereka langsung tersadar. Dengan perasaan ketakutan dan malu yang teramat sangat, salah seorang perampok itupun berkata dengan nada minta dikasihani; &#8220;Ampuni kami Wan Haji, kami berjanji tidak akan mengulanginya.&#8221;</p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">&#8220;Janganlah memohon ampunan kepadaku,&#8221; sahut Pangeran Sarif. &#8220;Mintalah ampunan kepada Allah. Hanya kepada-Nya kalian memohon segala-galanya. Itu jika kalian ingin sungguh-sunguh meminta ampunan.&#8221;</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">&#8220;Kami bersungguh-sungguh Wan Haji. Kami ingin bertobat,&#8221; ujar mereka serempak.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">&#8220;Kalau begitu, ikuti ucapanku,&#8221; ujar Pangeran Sarif sambil membacakan dua kalimat syahadat, sementara, semuanya mengikuti dengan takzim. Dan sejak itu mereka benar-benar bertobat dan menjadi pengikut Pangeran Sarif yang setia&#8230;.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Hinga pada suatu hari, ketika hujan turun rintik-rintik, Pangeran Sarif menjelajah Desa Bendungan, dekat Pasar Minggu. Sambil berkerudung kain, ia meneruskan pperjalanan sampai ke tepi Sungai Ciliwung. Tak disangka-sangka dari arah berlawanan ia melihat rakit. Ketika Pangeran Sarif menanyakan tujuannya, si pengayuh rakit menjawab akan menuju Betawi.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Mendengar jawaban itu, Pangeran Sarif tercekat. Dengan cepat, ia menyelinap ke jalan setapak di sebelah semak-semak dan membiarkan rakit itu berlalu. Tujuannya tak lain, agar tidak dikenali orang. Sebab, bukan tak mungkin, setibanya di Betawi, si pengayuh rakit akan bercerita bahwa dirinya telah bertemu dengan Pangeran Sarif di sekitar Pasar Minggu &#8212; sebab biasanya, dalam waktu singkat, para serdadu Belanda akan menangkap para ulama yang dianggap sebagai pengikut setia Pangeran Jayakarta.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Apalagi, saat itu, sapa pun yang mengenakan jubah putih pasti akan ditangkap karena dianggap sebagai pengikut setia atau prajurit Pangeran Jayakarta.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Si pengayuh rakit meyakini betapa Pangeran Sarif menyelinap ke semak-semak di tikungan sungai. Bahkan, ia melihat, Pangeran Sarif membelok melewati terowongan di pinggir Sungai Ciliwung. Dengan sigap, rakit langsung dikayuh untuk mengikuti Pangeran Sarif memasuki terowongan sempit dan gelap &#8212; dan tidak berapa lama kemudian, yang diikuti sudah muncul di pinggir Sungai Sunter dekat Pondok Gede. Ketika tersadar, si pengayuh rakit terheran-heran. Betapa tidak, ketika ia bermaksud balik memasuki terowongan sempit yang tadi dilaluinya, terowongan itu sudah tidak ada lagi.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Sontak, si pengayuh rakit itupun meratap; &#8220;Ampuni saya Wan Haji. Saya tidak bermaksud buruk apalagi melaporkan keberadaan Wan Haji pada Kompeni Belanda&#8230;.&#8221;</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">&#8220;Percayalah Wan Haji &#8230; ampunilah saya,&#8221; ratanya tanpa henti.</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Seperti ketika menghadapi para perampok yang menyatakan akkan bertobat, dengan penuh wibawa, Pangeran Sarif pun mengingatkan; &#8220;Janganlah meminta ampun kepadaku. Mintalah kepada Allah. Karena, hanya kepada-Nya tempat kita meminta, memohon dan kembali kelak.&#8221;</a></p>
<p><a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Akhirnya, dengan takzim dan penuh kesungguhan, si pengayuh rakit menirukan apa yang diucapkan oleh Pangeran Sarif. Dan sejak itu, ia menjadi salah satu pengikut setianya. Seiring dengan perjalanan sang waktu, akhirnya, terowongan yang bisa tembus ke Sungai Ciliwung itu dikenal dengan nama Lubang Buaya &#8212; dan di daerah ini, Pangeran Sarif yang pengikutnya menyebar di seluruh Betawi terus berdakwah danmelakukan perlawanan kepada Kompeni Belanda.</a> <a style="color:#000000;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;">Dari berbagai sumber terpilih (*)</a></p>
<p align="center"><a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;">Sumber: Misteri Edisi 578 (20 Maret &#8212; 04 April) tahun 2014</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iwanlovers.wordpress.com/2014/09/21/legenda-lubang-buaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1023</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/d68be404a17186561384b29e50c49adc83146c29e5e337095058b13d9fce08e3?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">iwanlmb</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://iwanlovers.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/09/sam_3854.jpg">
			<media:title type="html">Legenda Lubang Buaya | Iwan Collection's</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bayiku Ditunggui  Jin Tanpa Wadag</title>
		<link>https://iwanlovers.wordpress.com/2014/06/20/bayiku-ditunggui-jin-tanpa-wadag/</link>
					<comments>https://iwanlovers.wordpress.com/2014/06/20/bayiku-ditunggui-jin-tanpa-wadag/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Iwan Lemabang]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2014 13:30:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Misteri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://iwanlovers.wordpress.com/?p=1016</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Djoko Judiantoro Raut wajah jin tanpa badan wadag ini terlihat terasa sangat bahagia sekali dengan kelahiran bayi mungil yang dilahirkannya. ______________________________ Rumah tidak hanya menjadi tempat tinggal sebuah keluarga, namun rumah seringkali juga menjadi tempat tinggal para makhluk halus. Apalagi rumah tersebut dalam kadaan kosong, akan lebih banyak dipakai sebagai tempat bersemayamnya makhluk gaib. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="https://iwanlovers.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/06/sam_1417.jpg?w=320&#038;h=240" title="Bayiku Ditunggui  Jin Tanpa Wadag" alt="Bayiku Ditunggui  Jin Tanpa Wadag" width="320" height="240" /> <a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;">Oleh: Djoko Judiantoro</a></p>
<p> <a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;">Raut wajah jin tanpa badan wadag ini terlihat terasa sangat bahagia sekali dengan kelahiran bayi mungil yang dilahirkannya.</a></p>
<p align="center">______________________________</p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;">Rumah</a> <a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">tidak hanya menjadi tempat tinggal sebuah keluarga, namun rumah seringkali juga menjadi tempat tinggal para makhluk halus. Apalagi rumah tersebut dalam kadaan kosong, akan lebih banyak dipakai sebagai tempat bersemayamnya makhluk gaib. Tidak hanya dihuni oleh makhluk gaib kelas rndahan saja, namn jin yang memiliki baju (kesaktian) sekalipun seringkali memanfaatan rumah kosong sebagai tempat tinggalnya. Keangkeran rumah akan semakin terasa, apalagi rumah kosong tersebut memiliki arsitektur kuno, dan memiliki sejarah keterkaitan dengan kraton tertentu. Aura keangkeran yang dipancarkan akan semakin terasa sangat nyata.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Keangkeran rumah kuno pernah dibuktikan dan dialami sendiri oleh Nono (45) sekeluarga. Pasangan suami-istri yang telah dikaruniai seorang anak laki-laki ini menceritakan kisahnya kepada Misteri. Mendiami sebuah rumah kuno di lingkup Dalem Suryomijayan memang dibutuhkan nyali keberanian. Tak dipungkiri, keberadaan Dalem Suryomijayan merupakan satu dari tiga bangunan kuno yang dibangun secara bersamaan dengan dua bangunan kraton lainnya, yaitu Dalem Purwohamijayan dan Dalem Sasonomulyo yang berada di dalam lingkungan tembok Keraton Solo.</a> <span id="more-1016"></span></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Ketiga bangunan yang dibangun pasca perpindahan Keraton Kartasura ke Surakarta ini memang dikenal sangat angker. Selain mangkrak tak terawat, sejak dialih-pindahkan oleh pemiliknya, bangunan yang tak terawat ini beberapa di antaranya ditempati oleh warga sekitar yang bertugas sebagai penjaga Dalem Suryomijayan, termasuk Nono sekeluarga. Sebelumnya Nono memang telah menempati rumah rumah di Suryomijayan sejak kecil. Bahkan secara turun temurun keluarganya bertempat tinggal di Suryomijayan dengan status magersari. Pasca beralihnya Dalem Suryomijayan ke pemilik yang baru. Nono jugaturut hijrah ke tempat yang baru. Namun karena masih dibutuhkan tenaganya untuk menjaga bangunan dilingkup Dalem Suryomijayan, Nono akhirnya masih menetap di lingkungan Suryomijayan, namun di sebuah rumah yang lain.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Selama bertempat tinggal di tempat yang baru, tidak hanya pernah digoda oleh makhluk halus, namun sering didatangi sosok gaib. Ada satu peristwa yang hingga kini masih lekat dalam ingatan Nono dan istrinya, yaitu saat dirinya diikuti sosok laki-laki berwajah tampan, berambut gondrong mengenakan ikat kepala kain lurik namun tanpa badan (wadag). Hanya terlihat kepalanya saja. &#8220;Tidak hanya saya, tapi istri saya juga seringkali melihat sosok jin tanpa wadag saat tengah malam,&#8221; tutur Nono.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Jin ini bersemayam di sebuah kayu penuwun &#8212; balok kayu jati yang dipergunakan sebagai penyangga utama atap rumah. Kayu yang dipakai saat pembangunan Dalem Suryomijayan memang juga bukan sembarangan kayu biasa. Seluruh kayu soko guru pada waktu itu sengaja diambil dari Hutan Donoloyo. Oleh karena itu tidak mustahil apabila di setiap kayu terdapat penunggunya. Nono menceritakan, sosok makhluk jin tanpa wadag terlihat sering menampakkan wujud pada saat dirinya tidur. Letak posisi dipan kayu yang dipakai sebagai tempat tidur, memang berada persis di bawah tiang penuwun. Oleh sebab itu hampir setiap malam Nono selalu dihantui sosok jin tanpa wadag. Kebiasaan yang dilihatnya, kepala tersebut berada persis di atas perut di saat dirinya rebahan di atas dipan tempat tidur.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Sosok jin ini tiidak pernah mengeluarkan sepatah kata pun. Hanya pandangan matanya tajam menatap. Setiap malam Nono dan istrinya sering diikuti sosok gaib tersebut. Meski dilanda perasaan takut, namun apa boleh buat, rumah ini yang masih layak dipakai untuk berteduh. Tidak hanya sosok jin tanpa badan wadag, seorang anak kecil seringkali memperlihatkan wujudnya. Makhluk gaib yang berwujud seorang anak ini berbeda dengan jin tanpa badan wadag yang bersemayam di kayu penuwun. Setan kecil ini biasanya menampakkan wujud di teras rumah. Bangunan teras yang semula berupa pendopo, oleh Nono disekat, disulap menjadi sebuah ruang tamu. Di tempat ini sebuah kayu penyangga yang hampir roboh juga dianggap angker dan keramat. Sosok anak kecil seringkali terlihat meloncat turun dari atas kayu tresebut.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Diceritakan Nono, sosok makhluk halus yang berwujud seorang anak kecil tersebut, pernah sekali waktu mencekik lehernya. Saat itu dirinya tengah tertidur di ruang tamu, namun pada saat tenga malam, tiba-tiba Nono dikagetkan dengan kemunculan sosok anak kecil turun dari kayu penyangga teras yang dijadikan pendopo. Anak kecil itu turun dan langsung menindih di atas dada, sembari tangannya mencekik leher. Dengan napas terengah-engah, Nono berusaha melepaskan cekikan tangan makhluk gaib tersebut. Tetapi cekikan tangan makhluk gaib tersebut semakin bertambah kuat menjerat lehernya, karena sosok yang semula bertubuh kecil semakin lama berubah semakin bertambah besar dan kuat. Hingga sampai pada puncak kesulitan bernapas, Nono berusaha menyebut Asma Allah dan menendang sosok tersebut.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Rupanya upaya yang dilakukan Nono berhasil, makhluk tersebut tiba-tiba menghilang dari hadapannya, hingga terbebaslah dirinya dari jeratan makhluk jahat. Makhluk kecil ini berbeda dengan jin tanpa wadag yang mengikuti dirinya terus, sosok berwajah tampan yang hanya menatapa tajam ini tak pernah mengganggu pada saat menampakkan sosok gaibnya. Hingga suatu ketika, saat istrinya mengandung dan melahirkan seorang bayi laki-laki, sosok jin tanpa wadag ini setiap saat terus mendampingi istrinya. Tidak hanya saat istrinya berada di rumah, bahkan saat pulang kampung di daerah Klaten sekalipun, jin itu terus mengikutinya. Saat berada di Klaten, istrinya merasa ketakutan juga, karena saat itu dia ditinggal sendirian di kampung halaman, hanya ditemani kedua orang tuanya.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Sosok jin itu tiba-tiba muncul di dalam kamar, saat istrinya tengah menjaga anaknya yang mash bayi. Meski di rumah Dalem Suryomijayan istrinya sering melihat sosoknya, tak urung istrinya juga masih dihinggapi rasa ketakutan. Saat sosok jin tanpa badan wadag keluar, istri Nono langsung lari keluar kamar. &#8220;Meski yang tampak hanya sosok kepalanya saja, tetapi jin itu juga mampu menyingkirkan tangan istri saya yang tengah menutupi bayi,&#8221; kisah Nono.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Ditambahkan dalam kisahnya, saat pperistiwa tersebut berlangsung, istrinya baru beberapa hari melahirkan seorang bayi lai-laki yang sehat. Hingga pada suatu malam istrinya dikagetkan dengan kehadiran sosok kepala memandang bayi kecil yang masih memerah. Sebagai seorang ibu, rasa kasih sayang terhadap bayi kecil yang beberapa hari baru saja dilahirkan membuat ibu ini tak merasa takut. Bahkan dengan tangan dan tubuhnya, ibu bayi ini berusaha menutupi pandangan jin itu dangan tangan dan punggungnya. &#8220;Tetapi anehnya, istrinya merasa ada kekuatan lain yang berusaha memindahkan tangan dan punggung yang menutupi bayinya hingga tangan dan punggung yang menutupi bayi menyingkir,&#8221; beber Nono.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Sosok jin ini seakan-akan berusaha melihat dan turut bergembira atas kehadiran bayi tersebut. Menurut pengakuan Nono, makhluk gaib itu sejak dari dulu selalu mengikuti dalam keluarganya. Tak hanya pada saat istrinya melahirkan anak saja bahkan pada saat ibunya melahirkan Nono dan saudara-saudaranya, makhluk gaib ini seringkali menampakkan sosoknya melihat si jabang bayi. Menurut cerita, sosok makhluk gaib tanpa wadag ini konon telah mengikuti keluarganya sejak dari jaman nenek moyangnya. Tak dipungkiri lagi, keluarganya memang sangat lekat sekali dengan berbagai adat istiadat Jawa. Namun Nono tak menyangka makhluk yang sering menampakkan wujud hanya kepalanya saja ini, ternyata selalu mengikuti dalam keluarganya. &#8220;Dalem Suryomijayan memang menjadi tempat bersemayamnya banyak makhluk halus,&#8221; terangnya.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Sosok lain yang sering terlihat di rumahnya, kata Nono menambahkan, seorang kakek berjanggut putih mengenakan ikat sorban dikepalanya. Meski jarang sekali menampakkan wujudnya. Namun setiap datang, kakek tua itu selalu memberi petuah dan menganjurkan agar Nono menjalankan sembahyang. Namun seiring dengan berjalannya waktu, sosok-sosok gaib yang seringkali menampakkan wujudnya, kini semakin hari semakin jarang keluar. Hanya beberapa makhluk halus usil yang kini seringkali menggoda Nono dan beberapa tetangganya. Makhluk ini apabila menggoda, biasanya selalu mecolek orang yang lewat. Salah seorang tetangganya yang pernah mengalami kejadian dicolek oleh makhluk halus ini sempat kaget dan lari tunggang langgang. Meski tak terlihat wujud aslinya, namun kehadirannya bisa dirasakan.</a> <a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;">(*)</a></p>
<p align="center"><a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;">Misteri Edisi, 582, Tahun 2014</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iwanlovers.wordpress.com/2014/06/20/bayiku-ditunggui-jin-tanpa-wadag/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1016</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/d68be404a17186561384b29e50c49adc83146c29e5e337095058b13d9fce08e3?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">iwanlmb</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://iwanlovers.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/06/sam_1417.jpg">
			<media:title type="html">Bayiku Ditunggui  Jin Tanpa Wadag</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ISTIDRAJ: Kesenangan Sesaat yang Akan Digantikan dengan Adzab</title>
		<link>https://iwanlovers.wordpress.com/2014/04/27/istidraj-kesenangan-sesaat-yang-akan-digantikan-dengan-adzab/</link>
					<comments>https://iwanlovers.wordpress.com/2014/04/27/istidraj-kesenangan-sesaat-yang-akan-digantikan-dengan-adzab/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Iwan Lemabang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2014 15:26:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita Misteri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://iwanlovers.wordpress.com/?p=1009</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Ismatullah Kita mungkin pernah melihat orang-orang yang gemar berbuat dosa tetapi hidup mereka justru terlihat bahagia dan menyenangkan. Seolah-olah Allah SWT melimpahkan nikmat-Nya untuk mereka. Kenapa hal ini bisa terjadi? Silahkan simak uraian berikut ini. ___________________________________ Allah SWT berfirman dalam Al-Qur&#8217;an: &#8220;(Lukman berkata): Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignright" src="https://iwanlovers.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/04/sam_1346-c4a.jpg?w=240&#038;h=320" title="ISTIDRAJ: Kesenangan Sesaat yang Akan Digantikan dengan Adzab" alt="ISTIDRAJ: Kesenangan Sesaat yang Akan Digantikan dengan Adzab" width="240" height="320" /> </p>
<p align="center"><a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;">Oleh: Ismatullah</a></p>
<p><a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;">Kita mungkin pernah melihat orang-orang yang gemar berbuat dosa tetapi hidup mereka justru terlihat bahagia dan menyenangkan. Seolah-olah Allah SWT melimpahkan nikmat-Nya untuk mereka. Kenapa hal ini bisa terjadi? Silahkan simak uraian berikut ini.</a></p>
<p align="center">___________________________________</p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Allah SWT berfirman dalam Al-Qur&#8217;an: &#8220;(Lukman berkata): Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada di dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.&#8221; (QS. Lukman: 16)</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Begitu pula dalam ayat lain, &#8220;Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.&#8221; (QS. Az-Zalzalah: 7-8).</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Dzarrah adalah biji/benda dengan ukuran terkecil, Jadi, tidak mungkin keburukan akan Allah SWT balas kebaikan atau sebaliknya. Yang pasti, kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, keburukan akan dibalas dengan keburukan.</a> <span id="more-1009"></span></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Dari Ubah bin Amir radhiallahu&#8217;anhu, Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa salam bersabda; &#8220;Apabila Anda melihat Allah memberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, sementara dia masih bergelimang dengan maksiat, maka itu hakikatnya adalah istidraj dari Allah.&#8221; Kemudian Nabi SAW membaca firman Allah; &#8220;Tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.&#8221; (QS. Al-An&#8217;am: 44), (HR. Ahmad dan Thabrani).</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Jika ada orang yang berbuat dosa tetapi mendapat kesenangan dan tidak mendapat adzab dari Allah SWT, maka bisa jadi itu adalah istidraj. Kesenangan tersebut hanyalah kesenangan sesaat di dunia dan akan dibalas/digantikan dengan adzab atau siksaan oleh Allah SWT, baik segera dibalas di dunia ataupun di akhirat.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Istidraj secara bahasa diambil dari kata da-ra-ja yang artinya nak dari satu tingkat ke tingkat selanjutnya. Sementara istidraj dari Allah SWT kepada hamba dipahami sebagai &#8220;hukuman&#8221; yang diberikan sedikit demi sedikit dan tidak dberikan langsung, Allah SWT biarkan orang ini dan tidak disegerakan adzabnya. Allah berfirman; &#8220;Nanti Kami akan menghukum mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui.&#8221; (QS. Al-Qalam: 44).</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Semua tindakan maksiat yang Allah SWT balas dengan nikmat, dan Allah SWT membuat dia lupa untuk beristighfar, sehingga dia semakin dekat dengan adzab sedikit demi sedikit, selanjutnya Allah SWT berikan semua hukuman-Nya, itulag istidraj.</a></p>
<p>Kenapa Allah SWT berbuat demikian? Kenapa Allah tidak memberikan hidayah saja dan menyadarkan mereka?</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Itu karena hidayah tidak akan diberikan kepada mereka yang menutup hatinya dan tidak bersedia menerima petunjuk dari Allah SWT, bahkan mereka menjadikan kebaikan yang dianjurkan Allah SWT sebagai bahan untuk mengolok-olok. Hidayah bisa saja datang kepada orang yang dzalim dan gemar berbuat dosa jika kemudian orang tersebut membuka hatinya untuk menerima petunjuk-petunjuk Allah SWT yang terdapat dalam ajaran agama.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Isridraj bisa terjadi pada hal apa saja. Semua kenikmatan dan apa-apa yang disenangi oleh manusia bisa menjadi istidraj. Jadi kapankah sesuatu itu bisa menjadi istidraj? Bagaimana kita membedakan bahwa kesenangan dan kenikmatan yang kita dapat itu adalah karunia Allah SWT, ujian ataukah istidraj?</a></p>
<p><b><font color="red">1.</font></b> <a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Jika ia adalah orang kafir, maka semua kelimpahan harta, kesenangan, kenikmatan duniawi adalah semata kemurahan Allah SWT karena dunia ini remeh di sisi Allah SWT. Jika a terus dalam kekafirannya maka itu adalah istidraj.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">&#8220;Dan janganlah sekali-kali orang kafir mengira bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka  adalah lebih baik bagi mereka melainkan supaya bertambah dosa mereka.&#8221; (QS. Ali Imran: 178).</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Sayid Qutb menjelaskan ayat di atas berkata; &#8220;Itu hanyalahh fitnah dan itu hanyalah tipu daya yang kuat dan istidraj yang jauh.&#8221; Maka harta, kekuasaan, kemikmatan duniawi itu bagi orang kafir sudah pasti adalah istidraj.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Namun jika ia merenungkan Kebesaran Allah SWT dan mendapat hidayah masuk Islam maka hal itu bukanlah istidraj. Hal ini tidak bisa terjadi kecuali memang ada kejernihan hati, kebersihan jiwa dan keunggulan akal dari orang itu, minimal orang itu peduli dengan benar atau tidaknya keyakinannya selama ini. Contohnya adalah Raja Negus (Najsyi) dari Ethiopia (Habasyah) yang waktu itu beragama Nasrani dan dia masuk Islam ketika dibacakan Al-Qur&#8217;an surat Maryam oleh Dja&#8217;far bin Abi Thalib RA. Atau Sir Lauder Brunton dan Archibakd hamilton, yang walaupun mereka seorang bangsawan terkemuka Inggris namun nuraninya terusik dengan kejanggalan keyakinan yang dianutnya selama ini dan berusaha mencari kebenaran.</a></p>
<p><b><font color="red">2.</font></b> <a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Jika ia adlah orang muslim, maka kesenangan, keinginan, kenikmatan duniawi adalah karunia sekaligus ujian.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">&#8220;Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.&#8221; (QS. A-Anbiya: 35).</a></p>
<p> <a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">&#8220;Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.&#8221; (QS. Al-Anfaal: 28).</a></p>
<p>Jika ia lolos dari ujian ini, yaitu ia manfaatkan harta sebaik-baiknya, dan menjadikan dunia sebagai sarana untuk mencapai akhirat, maka harta itu menjadi keberkahan dan karunia baginya.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">&#8220;Janganlah kalian mencaci-maki dunia. Dia adalah sebaik-baik kendaraan. Dengannya orang dapat meraih kebaikan dan dapat selamat dari kejahatan.&#8221; (HR. Ad-Dailami)</a></p>
<p><b><font color="red">3.</font></b> <a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Namun jika seorang muslim itu tidak kuat jiwanya dan kemudian menjadi lupa diri, tidak bersyukur, dan gara-gara kesenangan dan kenikmatan itu kemudian menjauhkan dirinya dari Allah SWT, maka ada dua kemungkinan. Harta itu menjadi musibah bag dirinya dan kemudian Allah SWT menarik kenikmatan itu agar ia kembali ke jalan yang benar, itu berarti Allah SWT masih sayang pada dirinya dan berarti Allah SWT mash menghendaki kebaikan bagi dirinya.</a></p>
<p><b><font color="red">4.</font></b> <a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Kemungkinan kedua, jika harta itu menjadi musibah bagi dirinya namun Allah SWT justru semakin melimpahinya dengan berbagai kesenangan, kemudahan, segala keinginannya terkabul dan segala kenikmatan mampu diraihnya maka itu adalah istidraj.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Rasulullah SAW bersabda; &#8220;Apabila kamu melihat Allah memberikan kepada seorang hamba-Nya di dunia ini apa yang hamba itu suka atau inginkan, sedangkan hamba-Nya itu selalu berbuat kemaksiatan, maka itu adalah istidraj.&#8221; Kemudian Rasulullah SAW pun membaca surat Al-An&#8217;am: 44-45.</a></p>
<p><b><font color="red">5.</font></b> <a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Sedangkan jika ia lupa diri, tidak bersyukur, dan menyalahgunakan hartanya itu di jalan yang tidak diridhai Allah SWT, bahkan menjadi berkubang kemaksiatan dengan hartanya itu, sementara Allah SWT tak juga menarik kenikmatan itu bahkan sebaliknya bertambah-tambah dibukakan dunia oleh Allah SWT maka sudah bisa dipastikan itu adalah situasi istidraj.</a></p>
<p>Ali bin Abi Thalib RA berkata; &#8220;Jagalah agar engkau tidak tertipu oleh kaum pemuja dunia yaitu mereka yang merasa aman dan tentram dengan kehidupannya. Kemudian mereka terlunta-lunta tersesat dalam hutan rimbanya dan terbenam dalam kenikmatannya.&#8221;</a></p>
<p><b><font color="red">6.</font></b> <a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Namun terkadang Allah SWT memberikan peringatan bukan dengan ditariknya kenikmatan itu melainkan didatangkanlah peringatan berupa orang shaleh yang menasehati, atau peristiwa di sekeliling  yang bila direnungkan bisa diambil hikmahnya. Namun jika ia tak kunjung mengert dengan peringatan Allah SWT itu dan tak kunjung bertaubat, maka harta dan kenikkmatan yang tetap tak berkurang bahkan semakin bertambah itu jelas merupakan istidraj.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Maka dapat kita simpulkan bahwa situasi istidraj itu memiliki ciri-ciri sebagai berikut:</a></p>
<p><b><font color="red">1.</font></b> <a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Keimanan dan ibadah semakin menurun namun kesenangan makin melimpah.</a></p>
<p> <a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Apabila kamu menyaksikan pemberian Allah dari materi dunia atas perbuatan dosa menurut kehendak-Nya, maka sesungguhnya itu adalah uluran waktu dan penangguhan tempo belaka. Kemudian Rasulullah SAW membaca firman Allah SWT dalam surat Al-An&#8217;am ayat 44; &#8220;Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga mereka apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu, mereka terdiam berputus asa.&#8221; (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani).</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Ibnu Athaillah berkata: &#8220;Hendaklah engkau takut jika selalu mendapat karunia Allah, sementara engkau tetap dalam perbuatan maksiat kepada-Nya, jangan sampai karunia itu semata-mata istidraj oleh Allah.&#8221;</a></p>
<p><b><font color="red">2.</b></font> <a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Terus melakukan kemaksiatan namun kesuksesan justru semakin melimpah.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Ali bin Abi Thalib berkata: &#8220;Hai anak Adam ingat dan waspadalah bila kau lihat Tuhanmu terus menerus melimpahkan nikmat atas dirimu sementara engkau terus-menerus melakukan maksiat kepada-Nya.&#8221;</a></p>
<p><b><font color="red">3.</font></b> <a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Semakin Kikir Justru Harta Semakin Melimpah</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">&#8220;Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung (harta) lalu dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya.&#8221; (QS. Al-Humazah: 1-3).</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Ayat di atas bercerita orang yang kikir dan menghitung-hitung hartanya. Ia mengira harta yang ditumpukkannya itu akan mengokohkan posisi dan kekuasaannya di muka bumi. Maka Allah SWT akan menjadikan hal itu istidraj dengan sengaja makin kikir makin bertambah harta kekayaannya. Sehingga orang itu semakin yakin bahwa sifat kikirnya itulah yang menyebabkan dirinya kaya.</a></p>
<p><b><font color="red">4.</font></b> <a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Jarang Pernah Sakit</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Imam Syafi&#8217;i pernah mengatakan; setiap orang pasti pernah mengalami sakit suatu ketika dalam hidupnya, jika engkau tdak pernah sakit maka tengoklah ke belakang mungkin ada yang salah dalam dirimu.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Artinya bisa jadi orang yang tak pernah sakit itu memuja jin atau menganut suatu ilmu kesaktian tertentu yang itu adalah syirik dan persekutuan dengan setan. Kalaupun bukan karena itu, jelas ada sesuatu yang salah atau sesuatu yang menyimpang dalam diri kita</a></p>
<p><b><font color="red">5.</font></b> <a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Semakin Sombong Namun Hartanya Semakin Melimpah.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Orang yang mengalami istidraj cirinya semakin ia sombong maka semain kaya dan terbuka dunia bagi dirinya. Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Di antara tanda-tanda kesengsaraan adalah mata yang beku, hati yang kejam, dan terlalu memburu kesenangan dunia serta orang yang terus-menerus melakukan perbuatan dosa.&#8221; (HR. Al Hakim).</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Wallahu a&#8217;lam bissawab (dari berbagai sumber).</a></p>
<p align="center"><a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;">Misteri Edisi 580, Tahun 2014</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iwanlovers.wordpress.com/2014/04/27/istidraj-kesenangan-sesaat-yang-akan-digantikan-dengan-adzab/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1009</post-id>	<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/d68be404a17186561384b29e50c49adc83146c29e5e337095058b13d9fce08e3?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">iwanlmb</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://iwanlovers.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/04/sam_1346-c4a.jpg">
			<media:title type="html">ISTIDRAJ: Kesenangan Sesaat yang Akan Digantikan dengan Adzab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diteror Arwah Mantan Pacar</title>
		<link>https://iwanlovers.wordpress.com/2014/04/16/diteror-arwah-mantan-pacar/</link>
					<comments>https://iwanlovers.wordpress.com/2014/04/16/diteror-arwah-mantan-pacar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Iwan Lemabang]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2014 18:57:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita Misteri]]></category>
		<category><![CDATA[Mantan Pacar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://iwanlovers.wordpress.com/?p=1004</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Syafiputri Arwah mantan pacarku terus menghantui. Semua wanita yang menjalin hubungan serius denganku, meninggal secara tragis. Mereka ketakutan karena mendapat teror dari sosok wanita dengan wajah mengerikan. Haruskah aku terus membujang hanya karena terikat janji dengan wanita yang kini sudah meninggal dunia? ______________________________ Terkadang memang hidup yang kita miliki tak sesuai dengan apa yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="alignright" src="https://iwanlovers.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/04/sam_0713-a023.jpg?w=240&#038;h=320" title="Diteror Arwah Mantan Pacar" alt="Diteror Arwah Mantan Pacar" width="240" height="320" /> </p>
<p align="center"><a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;">Oleh: Syafiputri</a></p>
<p><a style="color:#0000ff;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;">Arwah mantan pacarku terus menghantui. Semua wanita yang menjalin hubungan serius denganku, meninggal secara tragis. Mereka ketakutan karena mendapat teror dari sosok wanita dengan wajah mengerikan. Haruskah aku terus membujang hanya karena terikat janji dengan wanita yang kini sudah meninggal dunia?</a></p>
<p align="center">______________________________</p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Terkadang memang hidup yang kita miliki tak sesuai dengan apa yang kita harapkan, jodoh, maut, dan rezeki telah ada yang mengatur. Namun sebagai laki-laki normal terkadang terselip juga rasa iri ketika melihat teman-teman sebayaku yang berusia menjelang 40 tahunan rata-rata telah menikah dan memiliki momongan.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Sedangkan aku? Jangankan menikah, memiliki pasangan sebagai pacar saja tidak. Sering aku berpikir, apa yang salah dengan diriku. Aku tidak terlalu jelek. Pekerjaanku juga mapan. Aku memiliki usaha setting video pernikahan. Usaha yang aku jalani sudah terkenal karena sudah 8 tahun berdiri. Aku juga memperkerjakan 4 karyawan tetap. Sebagai pengusaha yang cukup sukses tentu bukan hal yang sulit untuk mencari pendamping hidup atau hanya sekedar untuk menjalin hubungan. Meski aku tahu tidak pantas rasanya lelaki seumurku menjalin hubungan hanya pacaran. Sudah bukan waktunya lagi.</a> <span id="more-1004"></span></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Namun tetap saja untuk urusan asmara tidak semudah yang aku bayangkan. Wanita-wanita yang pernah berkencan atau hanya sekedar menjalin hubungan denganku tak pernah lebih dari satu tahun. Sehingga aku harus menilik kilas balik kisah asmaraku beberapa tahun lalu. Saat itu aku menjalin hubungan yang serius dengan Astuti. Setelah sekitar satu tahun berjalan, aku dan Astuti pun berniat melanjutkan hubungan kami ke arah lebih serius. Kami yang sedang dimabuk cinta berjanji akan setia hingga maut memisahkan kami.</a></p>
<p> <a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">&#8220;Aku tidak akan pernah menikah dengan perempuan manapun selain denganmu,&#8221; janjiku pada Astuti.</a></p>
<p>Mendengar itu, Astuti lantas menimpali dengan nada yang tak mau kalah. Dia berjanji akan selalu bersamaku hingga maut memisahkan dan tidak akan ikhlas bila aku menikah dengan wanita lain. &#8220;Mas Kus, aku sungguh-sungguh dengan kata-kataku,&#8221; tegas Astuti.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Kata-kata itusebenarnya biasa saja dan aku pun tak terlalu memikirkannya. Sebab aku hanya menganggap sebagai kata-kata romantis di saat bahagia sehingga tidak menyangka akan membawa dampak serius yang di kemudian hari terus meneror hidupku.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Sebab setelah janji yang kami ucapkan itu, Astuti meninggal akibat kecelakaan. Kereta api yang ditumpanginya terbalik di jurang. Pertemuanku dengan Astuti yang kala itu pamit kepadaku untuk pulang ke kampung halaman untuk menengok neneknya yang sedang sakit, menjadi pertemuan yang terakhir kali bagi kami. Rupanya kereta api jurusan Kota Rambutan&#8211;Merangin yang ia tumpangi terbalik dijurang dan memakan korban sebanyak 123 orang termasuk Astuti.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Aku begitu terpukul akibat peristiwa itu. Aku masih belum bisa merelakan kepergian Astuti. Aku merasa Astuti masih bersamaku. Bahkan di saat-saat tertentu aku sering merasa Astuti masih ada disampingku.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Selama 2 tahun aku benar-benar tidak pernah memikirkan wanita lain. Namun selepas itu aku mulai mencoba membuka diri. Setelah berkenalan dengan beberapa perempuan, aku mulai tertarik pada salah satu di antara mereka. Namanya Anita. Perempuan berusia 28 tahun yang menjadi pelanggan usahaku tersebut sangat menarik perhatianku. Sikapnya sangat dewasa. Dari beberapa kali obrolan, akhirnya aku memberanikan diri untuk mengutarakan maksudku. Alamak&#8230;.! Wanita yang aku kenal sejak lama itu ternyata juga suka padaku sehingga kemudian kami sepakat untuk menjalin hubungan yang lbih serius.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Namun setelah berhubungan denganku selama 6 bulan, Anita mulai bertingkah aneh. Menurut keluarganya, hampir setiap malam Anita menjerit histeris layaknya orang ketakutan. &#8220;Di kamarku tiba-tiba ada wanita yang sangat menyeramkan. Wajahnya penuh darah,&#8221; ujar Anita kepada keluarganya.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Sejak serangkaian kejadian itu, Anita menjadi tidak terkontrol. Semakin hari, kondisinya semakin parah. Jika awalnya hanya malam hari, kini hampir setiap waktu Anita merasa dibayang-bayangi perempuan menyeramkan tersebut. Berbagai usaha telah dilakukan oleh keluarganya untuk mengobatinya, tapi hasilnya nihil. Menurut beberapa orang pintar yang didatangi, wanita yang meneror Anita adalah perempuan yang merasa sakit hati karena cintanya dikhianati.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Aku tak mau berspekulasi macam-macam. Mungkin itu hanya halusinasi Anita, saa tak ada hubungan denganku. Hingga pada suatu sore aku mendapat kabar Anita meninggal dunia karena kecelakaan di kamar mandi. Kabarnya Anita terjatuh dan bagian kepalanya terbentur westapel. Dari keluarganya aku tahu, sebelum kejadian itu, Anita sempat menjerit seperti orang ketakutan.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Berselang 1 tahun setelah peninggalan Anita aku kembali dekat dengan dengan seorang wanita lainnya. Susan, demikian nama wanita yang berhasil membuat aku jatuh hati untuk kesekian kali. Namun berbeda kali ini aku dan Susan tidak menjalin hubungan yang serius. Kami hanya berteman. Aku memang memiliki rasa utnuk Susan, tapi karena masih trauma kehilangan Anita, aku mencoba untuk menekan getaran perasaan yang kumiliki. Tapi hati memang tak bisa berbohong. Kami memang saling jatuh hati sehingga kemudian kami menjadi sepasang kekasih.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Anehnya, begitu kami mengikat diri menjadi kekasih, Susan mulai mengalami hal-hal yang pernah Anita alami dulu. Susan sering menjerit ketakutan. Katanya dia melihat wanita dengan wajah sangat menyeramkan, wajah yang penuh darah. Aku kembali teringat dengan kejadian-kejadian yang menimpa Anita.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Oh Tuhan&#8230;. Jangan sampai hal yang lalu sampai terjadi pada Susan. Namun benar saja. Tidak sampai dua minggu, Susan juga meninggal dunia setelah ditabrak mobil saat dia tiba-tiba menyeberang jalan. Menurut penuturan keluarganya, Susan berlari keluar rumah sambil berteriak-teriak karena melihat wanita yang sangat menyeramkan.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Aku pun sangat terpukul dengan semua kejadian ini. Semua wanita yang menjalin hubungan denganku tidak memiliki umur yang panjang. Mereka semua meninggal mengenaskan. Aku pun mencoba merenungi apa yang selama ini aku alami. Teman-temanku juga banyak berkata bahwa beberapa kali mereka melihat ada bayangan perempuan di belakangku.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Perempuan? Selama ini aku selalu sendiri, tidak pernah ada perempuan sekali pun yang menemani. Satu setengah tahun setelah kepergian Susan, aku berniat pulang kampung sekaligus melepas rindu kepada Abah dan Amak. Setelah beberapa hari di rumah Abah dan Amak mulai menyinggung soal statusku yang masih melajang.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">&#8220;Kapan kami bisa menimang anakmu?&#8221; tanya Abah.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Pertanyaan itu sangat menusuk perasaanku. Sebab semua saudarau &#8212; aku anak kedua dari lima bersaudara, sudah berumah tangga dan memiliki anak. Tentu saja aku pun sudah ingin menimang anak sendiri. Namun apa dayaku? Aku lantas menceritakan rentetan kejadian yang dialami oleh pacar-pacarku sepeninggal Astuti.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Mendengar penuturanku, Abah kemudian menyuruhku untuk menghadap Uwak &#8212; abang kandung Abah, yang memang terkenal memiliki ilmu yang linuwih. Uwak yang semenjak masih muda telah memperlajari berbagai ilmu kebatinan demi menolong sesama umat. Keberadaan Uwak cukup terpandang di daerahku. Setelah berpamintan dengan Abah dan Amak, aku segera menemui Uwak.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Sesampainya di rumah Uwak, aku disambut dengan tatapan heran. Rupanya Uwak bisa melihat ada wanita yang mengikutiku. Dia langsung melakukan komunikasi dengan wanita itu.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">&#8220;Janji kamu pernah janji pada Astuti?&#8221; tanya Uwak padaku. Karuan saja aku terkejut karena sebelumnya belum perna aku menceritakan kejadian itu pada Uwak.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Uwak lantas menceritakan soal komunikasinya dengan arwah Astuti. Ternyata Astuti penasaran karena merasa memiliki janji terhadapku sehingga arwahnya selalu mengikuti. Pantas saja aku merasa memang Astuti masih begitu dekat denganku.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">&#8220;Astuti tidak rela jika kamu menikah dengan wanita lain karena di antara kalian sudah ada janji untuk setia untuk tidak menikah dengan orang lain. Astuti memegang janji itu,&#8221; kata Uwak.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Sekarang aku baru tahu siapa wanita yang menyeramkan yang dilihat Anita dan Susan. Arwah Astuti lah yang menakut-nakuti mereka. Dia tidak mau aku menjalin hubungan serius dengan wanita lain.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">&#8220;Astuti berjanji akan segera pergi dari kehidupanmu jika kamu sudah benar-benar menemukan jodoh yang pas dan membawa berziarah ke makamnya,&#8221; ujar Uwak.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Aku pun mengangguk. Setelah cukup melepas kangen di kampung, aku segera balik ke kota. Aku ke makam Astuti untuk meminta maaf karena selama ini belum pernah datang berziarah. Aku juga mendatangi makam Anita dan Susan. Setelah itu aku merasa sedikit lega. Bayang-bayang Astuti mulai hilang dari kehidupanku. Ketika akhirnya aku bertemu Anisa dan menjalin hubungan serius, aku mengajaknya untuk berziarah ke makam Astuti. Setelah itu aku langsung melamarnya dan menikahinya.</a></p>
<p><a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;">Kini aku sudah hidup bahagia bersama Anisa. Terlebih setelah dikaruniai anak. Lengkaplah sudah kebahagiaanku sebagai laki-laki. Namun aku tidak ingin menghapus nama Astuti dari seluruh hidupku. Bagaimana pun aku pernah mengenalnya, dan menjalin hubungan yang serius. Hanya saja Tuhan berkehendak lain dan aku yakin, kehendak Tuhan ang paling baik untuk hidupku. Hingga saat ini, aku selalu menyelipkan doa semoga arwah Astuti, juga Anita dan Susan, mendapat tempat yang layak di sisi-Nya.</a> <a style="color:#666666;font-family:Georgia;font-size:13px;text-decoration:none;font-weight:bold;">(*)</a></p>
<p align="center"><a style="color:#ff1493;font-family:Georgia;font-size:16px;text-decoration:none;font-weight:bold;">Misteri Edisi 578 (20 Maret &#8212; 04 April) Tahun 2014</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iwanlovers.wordpress.com/2014/04/16/diteror-arwah-mantan-pacar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1004</post-id>	<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content medium="image" url="https://1.gravatar.com/avatar/d68be404a17186561384b29e50c49adc83146c29e5e337095058b13d9fce08e3?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">iwanlmb</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://iwanlovers.wordpress.com/wp-content/uploads/2014/04/sam_0713-a023.jpg">
			<media:title type="html">Diteror Arwah Mantan Pacar</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>