<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243</atom:id><lastBuildDate>Sun, 08 Sep 2024 09:12:02 +0000</lastBuildDate><category>misteri</category><category>primbon</category><category>tasawuf</category><category>Ratu Kidul</category><category>berita</category><category>pesugihan</category><category>Al Mahdi</category><category>Islam</category><category>Ratu Adil</category><category>Satrio Piningit</category><category>agus siswanto</category><category>aura</category><category>bunuh diri</category><category>cerita msiteri</category><category>figur populer</category><category>hakekat</category><category>harta karun</category><category>jatidiri</category><category>paradigma</category><category>paranormal</category><category>pesona aura</category><category>rezeki</category><category>ritual sex</category><category>sains</category><category>santet</category><category>santet HP</category><category>serat wirid  hidayat jati</category><category>sex</category><category>sufi</category><category>supranaturalis</category><category>surmino</category><category>susuk</category><category>tarekat</category><category>zikir</category><category>zikrullah</category><title>KISAH MISTERI TAK MASUK AKAL</title><description>Kisah kisah misteri tak masuk akal yang ada di negeri ini..</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>45</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-7862078928092989747</guid><pubDate>Sat, 04 Jun 2022 23:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2022-06-04T16:45:47.029-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">misteri</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">primbon</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sex</category><title>MENGAPA TERJADI PERILAKU HOMOSEKSUAL</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;AGUS SISWANTO&lt;/span&gt;
Ilmu pengetahuan di abad 21 ini sudah maju pesat. Tetapi pengetahuan manusia tentang perilaku homoseksual masih belum mampu menjawab pertanyaan mendasar seputar asal usul penyebabnya.
&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Beberapa pertanyaan seperti: apa yang menyebabkan seseorang memilih seks sesama jenis? Apakah karena faktor alami (natural), faktor lingkungan/pengasuhan (nurtural) atau faktor adialami(supranatural)? Pertanyaan mendasar tersebut hingga kini belum terjawab tuntas.&lt;/span&gt;
Perilaku homoseksual sendiri sudah dikenal manusia sejak zaman Nabi Luth as, yaitu kaum Sodom dan Gomorah. Hingga kini keberadaannya tetap ada, bahkan Amerika Serikat dan beberapa Negara Eropa (seperti: Belanda dan Denmark) justru telah mensahkan perkawinan sejenis.
Homoseksual terdiri dari: pertama, gay yaitu laki-laki yang menyukai laki-laki. Kedua, lesbian, yaitu wanita yang menyukai wanita. Ketiga,  waria, yaitu laki-laki yang merasa dirinya wanita dan tertarik hanya kepada laki-laki. Adapun pola hubungan seksnya antara lain: &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;fellatio, cunillingus&lt;/span&gt; dan &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;anal&lt;/span&gt;.
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Upaya ilmuwan menguak tabir homoseksual pernah dilakukan. Pada tahun 1991, ilmuwan dari California melaporkan hasil &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;CT scaning&lt;/span&gt; (penyinaran) terhadap otak pria gay dan pria normal. Yang ternyata berbeda. Kemudian tahun 1993, ilmuwan dari National Institut of Health (N,I,H) di Marylnd Amerika menemukan adanya unsur &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;DNA&lt;/span&gt; pada kromosom &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;X&lt;/span&gt; yang menentukan orientasi seksual seseorang.
Sejauh ini pengetahuan manusia seputar gen masih sedikit. Di sisi lain, andaikata faktor genetik yang mempengaruhi orientasi seksual, maka tentunya diperlukan tes genetik pada janin manusia untuk menentukan orientasi seksualnya. Dilemanya, jika hasil tes genetik terhadap janin menunjukan bahwa kelak anak yang bakal lahir akan menjadi homoseks, apakah kemudian janin tersebut perlu diaborsi atau tetap dibiarkan tumbuh hingga lahir? Ini tentunya merupakan persoalan yang sangat pelik.
Sementara itu, temuan menggemparkan terjadi dalam riset yang dikemukakan Ward dari N.I.H. dalam eksperimennya, mereka menggunakan sejumlah lalat yang telah ditransplantasi gen tunggal. 
Kemudian kumpulan lalat tersebut dimasukan ke dalam botol. Hasilnya menunjukkan, lalat betina cenderung berada pada bagian atas dan bawah botol. Sedangkan lalat jantan hanya berada pada bagian tengah dan membentuk ikatan rantai (bergerombol). Yang menakjubkan, lalat jantan ternyata berperilaku gay, sedangkan lalat betina tetap normal.
Laporan yang ditulis dalam U.S National Academy Of Science tahun 1995 ini lantas menjadi rujukan sejumlah ilmuwan bahwa perilaku homoseksual memiliki asal usul genetik atau sifat alami (natural), sama seperti warna kulit, rambut, mata, dll. 
Namun demikian, hasil riset itu masih menyisakan pertanyaan, mengapa lalat jantan itu berperilaku gay, sedangkan lalat betina tetap normal? Dalam eksperimen berikutnya malah menunjukan bahwa lalat jantan mampu membuahi lalat betina.
Hal itu berarti lalat jantan bukan gay tapi biseksual. Di samping itu, keraguan terhadap hasil riset tersebut juga muncul karena objek telitian hanya pada hewan dan bukan manusia.  Dalam pada itu, asumsi bahwa perilaku homoseksual dianggap terkait dengan faktor lingkungan/pengasuhan (nurtural) didasarkan dari tinjauan agama, sebagaimana tertuang dalam kitab Suci Al Qur’an, surat Al A’raaf (Q.S;7, 80-81).
&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;“Dan ( kami juga telah menutus ) Luth kepada kaumnya? (ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah (homo) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seseorang pun ( didunia ini) sebelummu? Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepda wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.”&lt;/span&gt;
Perbuatan kaum Nabi Luth AS ini mendapat balasan setimpal, seperti ditegaskan dalam ayat 84: &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;“dan kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.”&lt;/span&gt;
Selain itu, Abu Muslim Al-Laitsy berkata di dalam Musnadnya, “kami diberitahu Sulaiman bin Daud, kami diberitahu Abdul Warits, kami di beri tahu Al Qasim bin Abdurrahman, kami di beritahu Abdullah bin Muhammad bin Uqail, dia berkata, “ saya mendengar Jabir bin Abdullah radhiyallahuanhu berkata, Rasullullah SAW bersabda, &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;“sesungguhnya ketakutan yang paling kutakutkan atas umatku adalah perbuatan kaum Luth.” &lt;/span&gt;(diriwayatkan Ahmad, At Tirmidzy, Ibnu Majah dan Al Hakim).
Sedangkan Hisya bin Ammar berkata, “Kami diberitahu Abdul Aziz Ad Darawardy, dari Amru bin Abu Amaru, dari Ikrimah, dari Rasullullah SAW bersabda, &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;“Allah melaknat orang yang menyetubuhi binatang, dan Allah melaknat orang yang berbuat seperti yang di perbuat kaum Luth. “&lt;/span&gt;(diriwayatkan Imam Ahmad).
Ayat-ayat Al Qur’an dan hadist Nabi SAW tersebut sebenarnya merupakan bukti bahwa perilaku homoseks (liwath) ditentang agama karena menyimpang dari fitrah manusia. Itulah sebabnya Tuhan menghukum kaum Sodom dan Gomorah. &lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Dengan kata lain, faktor lingkungan seperti pengasuhan dan pengawasan orangtua, pendidikan terhadap anak dan pergaulan sesama teman sangat mempengaruhi orientasi seksual seseorang.&lt;/span&gt;
Adapun kaitan bahwa orientasi seksual yang menyimpang terkait dengan faktor adialami(supranatural), dapat disimak dari dialog jin muslim yang bernama Musthafa dengan Muhammad Isa Dawud. Musthafa (jin muslim) mengatakan bahwa diantara setan-setan ada yang tinggal di rahim dan kemaluan untuk membuat kemaksiatan.
Kemudian dia juga mengungkapkan bahwa ada pula jin yang bertempat di anus laki-laki dan perempuan, sehingga mengundang manusia untuk melakukan persetubuhan lewat anus. Ada pula diantaranya yang tinggal di kemaluan-kemaluan abnormal, sehingga mengundang orang untuk melakukan hubungan seksual yang menyimpang.
Menurut Musthafa pula, setan atau jin perusak dapat hadir saat terjadi persetubuhan yang normal dan kemudian ikut melakukan persetubuhan. Bahkan bisa pula dia mengeluarkan spermanya bersama sperma laki-laki. Malahan tidak jarang pula terdapat wanita-wanita yang lalai berzikir, lalu setan atau jin jahat menampakan diri dalam wujud suaminya, kemudian menggaulinya dan meninggalkan spermanya dalam bagian vital wanita.
Itulah sebabnya bagi setiap Muslim agar melindungi diri dari keterlibatan setan atau jin dengan cara berdoa ketika melakukan persetubuhan. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadist bahwa Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma berkata bahwa Rasullullah SAW bersabda,” sekiranya salah seorang diantara kamu bermaksud mendatangi (mencampuri) istrinya, maka hendaknya dia mengatakan: &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;Bismillah, Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan-setan, dan jauhkanlah setan-setan dari apa yang Engkau anugerahkan kepada kami,” &lt;/span&gt;(Diriwayatkan Bukhari dan Muslim).
Dari uraian diatas, maka menjadi jelaslah bahwa terjadinya perilaku homoseksual bisa saja terjadi karena faktor adialami yakni keterlibatan jin jahat dalam persetubuhan manusia. Hal ini di dukung pula dari penuturan orang-orang yang memiliki kemampuan supranatural bahwa dalam dunia jin pula dikenal adanya jin yang berperilaku seks menyimpang sebagaimana juga dialami manusia. 
Meskipun demikian, hal itu tidak berarti kita menyisihkan mereka yang berperilaku homoseksual, melainkan mesti bersama-sama berupaya mencari solusi yang terbaik. Misalnya, melakukan riset ilmu pengetahuan, mencari cara pengobatan yang efektif, terapi kejiwaan ataupun dengan pendalaman ajaran agama. 
&lt;/span&gt;</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2008/03/mengapa-terjadi-perilaku-homoseksual.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-3345030126444269794</guid><pubDate>Sat, 04 Jun 2022 23:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2022-06-04T16:45:11.737-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bunuh diri</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">figur populer</category><title>JK ROWLING: MEMBUNUH KEINGINAN BUNUH DIRI</title><description>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNaI7FHGO6yxUReKEXm1HxWq44B4UROTiYWBjdLgsvd1W0R09f8zl2BTByELCBHLrlPpEPgoVZLDPCjMIw7HMs67jgdDjZsZDxUKRfMjy2R9JZ-f-F49e1lR1unbct-06gZFwKXkcI1N1f/s1600-h/rowling200efe6_228x377.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNaI7FHGO6yxUReKEXm1HxWq44B4UROTiYWBjdLgsvd1W0R09f8zl2BTByELCBHLrlPpEPgoVZLDPCjMIw7HMs67jgdDjZsZDxUKRfMjy2R9JZ-f-F49e1lR1unbct-06gZFwKXkcI1N1f/s320/rowling200efe6_228x377.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5181328906660562530&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;AGUS SISWANTO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pengakuan tulus dan mengejutkan diungkapkan JK.Rowling, penulis Best Seller, The Harry Potter. “Saya pernah punya fikiran bunuh diri,” demikian katanya sebagaimana dilansir situs http://www.telegraph.co.uk,  24/4/2008.&lt;br /&gt;Rowling mengaku frustasi dengan kegagalan perkawinannya di tahun 1993. Meski perkawinan yang hanya berusia setahun itu dia sempat dikarunia putri, Jessica.&lt;br /&gt;Menjadi single parents dan tinggal di apartemen murahan, ditambah lagi himpitan ekonomi, membuat dirinya menderita. JK Rowling ingin mengakhiri hidupnya. &lt;br /&gt;Namun, kehadiran Jessica membuat semangat hidupnya tidak pernah pudar. Pada awalnya, keinginan bunuh dirinya berjalan seiring dengan tekadnya membesarkan putri semata wayangnya itu.&lt;br /&gt;Tetapi Tuhan Yang Maha Besar berkehendak lain. Tekad membesarkan anak menjadi motivasi yang membunuh keinginannya membunuh dirinya. &lt;br /&gt;Kini sejarah mencatat, JK Rowling tergolong manusia terkaya di jagat ini, bahkan melebihi kekayaan Ratu Elizabeth II. Karyanya telah diterjemahkan ke dalam 64 bahasa dan telah terjual lebih dari 325 juta eksemplar.&lt;br /&gt;Perempuan kelahiran Chipping Sodbury, Gloucestershire, Inggris, pada 31 Juli 1965 ini layak menjadi cermin untuk kita yang mungkin saat ini sedang bergelut dengan deraan hidup. Bunuh diri bukanlah solusi. &lt;br /&gt;Tetapi realitanya, ada manusia yang memilih mengakhiri hidup daripada menjalani hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;MENGAPA MANUSIA MEMBUNUH DIRINYA?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejarah mencatat kasus bunuh diri figur terkenal. Ambil contoh: Cleopatra, Adolf Hitler, Frederick Nietzhe, Maryln Monroe, Kurt Cobain, dll. Bahkan Shakespeare mengabadikan bunuh diri sepasang kekasih terkenal, Romeo dan Yuliet dalam karya sastranya. &lt;br /&gt;Bunuh diri massal tercatat di Guyana Perancis (1980) ketika pendeta Jim Jones memaksa ratusan jemaatnya minum racun sianida. &lt;br /&gt;Dalam Perang Dunia ke 2, pilot pesawat tempur Jepang melakukan kamikaze dengan menabrakkan pesawatnya ke kapal musuh.&lt;br /&gt;Bunuh diri dilakukan dengan berbagai alasan. Dalam kasus di Guyana, Jim Jones menjanjikan reinkarnasi, suatu bentuk kehidupan yang lebih baik di kehidupan baru nantinya. Pilot tempur Jepang melakukannya dengan kebanggaan tinggi mengabdi Dewa Matahari dan Kaisar Hirohito.&lt;br /&gt; Di negeri origami ini, bunuh diri malah menjadi tradisi atau dikenal dengan semangat bushido. Mereka yang gagal dalam menjalankan tugas (terutama Pejabat Negara), maka demi harga diri dan kehormatannya mereka melakukan bunuh diri (harakiri).&lt;br /&gt;Begitu pula pialang saham di Wall Street, New York. Di pertengahan tahun 1980-an. Mereka beramai-ramai loncat dari gedung WTC, saat nilai saham yang dimilikinya ambruk. Mereka memilih mati ketimbang jatuh miskin. &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Bunuh Diri Figur Populer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ratu Mesir yang cantik, Cleopatra, membiarkan ular berbisa menggigit tubuhnya, karena patah hati dengan kematian kekasihnya Mark Anthony.&lt;br /&gt;Bintang Hollywood era 60-an, Maryln Monroe, mati overdosis karena kecewa dirinya tidak lebih dari boneka yang diperebutkan, sedangkan nuraninya sebagai manusia tidak pernah didengar.&lt;br /&gt;Jimmy Hendrix, gitaris andal mati overdosis menelan drugs LSD dan John Bonham, drummer Led Zeppelin, jantungnya berhenti lantaran minuman keras. Keduanya sedang berada di puncak popularitas dan prestasi tertinggi. Tapi tidak bahagia karena tidak ada lagi tantangan dalam karirnya.&lt;br /&gt;Pemimpin NAZI, Adolf Hitler, menelan sianida bersama istrinya Eva Braun dan kroninya Heinrich Himmler, karena menanggung malu kalah dalam perang. Filsuf Frederick Nietze menganggap manusia munafik, tekun beribadah tetapi gemar menindas sesamanya, hingga ia mengatakan Tuhan Telah Mati. Ia bunuh diri sebagai wujud protesnya.&lt;br /&gt;Penyanyi Rock and Roll Elvis Presley, membunuh dirinya menelan narkoba di luar batas-atau dikenal dengan istilah second breakfast-sarapan kedua (dia memang biasa mengkonsumsi narkoba di pagi hari). Elvis frustasi karena dikhianati istrinya Priscilla. Padahal dalam hidupnya, wanita tidak lebih dari dasi yang bisa diganti sekehendak hatinya. Egonya hancur saat Priscilla selingkuh dengan Mark, pelatih karate. &lt;br /&gt;Pentolan Nirvana, Kurt Cobain, menembak kepalanya sendiri. Ia tidak pernah merasa bahagia meskipun jutaan orang memuja dirinya. Tepuk tangan penonton yang mendengar lantunan suaranya hanya ditanggapi dingin. “Saya tidak bisa seperti Freddy Mercury (Queen) yang begitu bangga dan bahagia setiap kali mendapat applaus penonton,” katanya suatu hari. Kalimatnya yang terkenal: I hate myself and I want to die.&lt;br /&gt;Dalam usia 80 tahun, sastrawan peraih Nobel Ernest Hemingway menenggak racun di tempat tidur. Ia merasa tidak berguna hidup lebih lama karena tidak ada lagi karya sastra yang dihasilkan. Puluhan tahun kemudian perbuatannya itu ditiru cucunya Margaux Hemingway yang gagal menjadi aktris papan atas Hollywood.&lt;br /&gt;Di Belanda, pada awal 80-an, seorang mahasiswa asal Indonesia diketahui bunuh diri dengan menyorongkan tubuhnya ke sebuah kereta api yang melaju kencang. Ia kecewa dengan salah satu mata kuliahnya yang berulang kali gagal dalam ujian. Kebetulan saat itu beredar sebuah lagu yang berbicara reinkarnasi. Lagu ini memotivasinya untuk mengakhiri hidup dan berharap hidup kembali menjadi mahasiswa cerdas. Ini kasus unik dimana bunuh diri dipengaruhi hanya sebuah lagu.&lt;br /&gt;Bobby sandy, tokoh perlawanana Irlandia Utara (IRA), mogok makan hingga mati demi kehormatan dan kemerdekaan negerinya. David Kelly, mantan anggota tim inspeksi senjata PBB di Irak, memotong urat nadi demi nama baik keluarga dan kehormatannya. Pria kelahiran Inggris ini, merasa dikhianati pemerintahnya sendiri.&lt;br /&gt;Bunuh diri juga terjadi karena dirinya merasa terancam kehormatannya. Beberapa Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang mencoba meraup rezeki di negeri orang, meloncat dari apartemen majikannya demi menjaga kehormatannya. Ada juga yang nekad membunuh, meski berakhir dengan hukum pancung.&lt;br /&gt;Dipaksa bunuh diri juga terjadi di bumi ini. Tawanan perang Amerika (Prisoner of War) di Vietnam dipaksa menembak kepalanya sendiri dalam judi maut Rollet Rusia. &lt;br /&gt;Siti Aisyah, juru rias keluarga Fir’aun, bersama anak dan suaminya dipaksa loncat ke dalam kuali panas karena menolak menyembah Fir’aun dan mencabut keimanannya kepada Tuhan dan Nabi Ibrahim alaihissalam. Dan Socrates pun dipaksa menenggak racun.&lt;br /&gt;Bunuh diri bermotif relijius mungkin paling sering dibicarakan. Bunuh diri jenis ini tidak hanya menimpa yang bersangkutan, tetapi mengikutsertakan orang-orang yang tidak tahu menahu dengan tindakan pelakunya. Banyak catatan yang bisa diungkap, seperti kasus WTC 9/11, bom Bali, Intifadha, gerilyawan Elang Macan Tamil, kelompok Sikh di India (aksi bunuh diri yang menewaskan Rajiv Gandhi).&lt;br /&gt;Bahkan bom jihad Hanadi Jaradat di Israel, mencatatkan namanya sebagai martir. Hanadi adalah perempuan lawyer yang sukses dalam karirnya. Tapi dia memilih syuhada demi kemerdekaan negara Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Menolak Bunuh Diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, ada banyak manusia yang menolak bunuh diri. Di belahan bumi ini, banyak orang hidup dalam kemiskinan, kelaparan, penyakit tak kunjung sembuh, hutang bertumpuk, peperangan, dll. Tetapi mereka teguh untuk tetap bertahan hidup. Ambil contoh, kamp konsentrasi NAZI di Auswitzh, Austria, tidak membuat tahanannya bunuh diri. &lt;br /&gt;Pejuang Bosnia Herzegovina yang disekap tentara Serbia dan dibiarkan kelaparan hingga tubuhnya kurus, tetap tidak membuatnya bunuh diri. Kelaparan besar yang melanda Ethiophia tahun 1985, tidak membuat warganya bunuh diri,&lt;br /&gt;Penderita penyakit HIV/AIDS yang hingga kini belum ada obatnya tetap bertahan dan optimis, meski kematian tinggal menunggu waktu.&lt;br /&gt;Bahkan konghlomerat yang hutangnya trilyunan pun tetap hidup tenang tanpa berupaya mau membayar hutangnya, apalagi berpikir untuk mengakhiri hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;JANGAN PUTUS ASA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kita merasa aneh dan sedih mendengar gadis yang kecewa ditinggal pacar dalam keadaan hamil, kemudian mengambil jalan pintas membunuh dirinya. Seolah tidak ada lagi pria yang mau mencintainya dan menerima keadaannya.&lt;br /&gt;Frustasi penyakit tak kunjung sembuh malah mengambil tali menggantung diri. Tidak kuat hidup dalam kemiskinan memilih menenggak racun. Terlalu lama menganggur dan merasa hidup tidak berguna lantas nekad menyuntik putaw, menelan ekstasi atau menghirup shabu untuk mengakhiri hidup. &lt;br /&gt;Padahal, dapat merasakan kehidupan di dunia ini merupakan anugerah terbesar yang diberikan Tuhan. Meski untuk mengarunginya tidak mudah. Ada cobaan dan badai yang datang silih berganti. &lt;br /&gt;Tetapi kalau kita mau mengkaji kembali, sebenarnya Alah swt telah menjanjikan dalam firmanNya: “Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Fa inna ma’al usri yusran, inna ma’al usri yusran”(Q. S.94 : 5-6).&lt;br /&gt;Hal itu berarti, manusia tidak perlu terlalu khawatir dengan kondisi apapun yang menimpa dirinya. Setiap kesulitan pasti diiringi dengan dua kemudahan. Tetaplah yakin bahwa dalam genggaman tanganNya terdapat segala kebajikan.&lt;br /&gt; Di sisi lain, Allah swt tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya: “La yukallifullahu nafsan illa wus’aha” (Q.S: 2 : 286). Karena itu, cobaan dalam bentuk apapun, seperti kemiskinan, penderitaan, kekecewaan, atau apapun, adalah ujian yang harus dihadapi dengan sabar, ikhlas dan tawakkal.&lt;br /&gt;Dengan demikian, jangan mengambil jalan pintas dengan mengakhiri hidup. Semua persoalan pasti ada jalan keluarnya. &lt;br /&gt;Kisah hidup JK Rowling seperti ditulis di atas adalah contoh baik buat kita semua. Bukankah hidup itu indah? Life is beautiful.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat Profil: JK Rowling&lt;br /&gt;http://www.dailymail.co.uk&lt;br /&gt;http://www.telegraph.co.uk/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2008/03/jk-rowling-membunuh-keinginan-bunuh.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNaI7FHGO6yxUReKEXm1HxWq44B4UROTiYWBjdLgsvd1W0R09f8zl2BTByELCBHLrlPpEPgoVZLDPCjMIw7HMs67jgdDjZsZDxUKRfMjy2R9JZ-f-F49e1lR1unbct-06gZFwKXkcI1N1f/s72-c/rowling200efe6_228x377.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-6556806580707962380</guid><pubDate>Sat, 04 Jun 2022 23:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2022-06-04T16:44:46.675-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">primbon</category><title>OTAK DAN VAGINA: KOMBINASI (MISTIS) PEREMPUAN MENGGAPAI SUKSES</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;AGUS SISWANTO&lt;/span&gt;
Kesuksesan tidak dapat dicapai kecuali menggunakan otak secara maksimal. Otak di sini dalam makna metafisis, yaitu akal yang menggerakkan manusia untuk berpikir tentang Tuhan dan tujuan penciptaan. Berpikir rasional melalui otak dan penggunaan hati (qalbu), untuk menjustifikasi hasil atau nilainya (aksiologi).
Dalam kajian sufisme, pernah di sebutkan seputar  perbedaan prinsip antara laki-laki dan perempuan dalam penggunaan otak dan hati. Dikatakan, apabila ada suatu persoalan atau masalah yang perlu diambil keputusan. Maka laki-laki akan menggunakan otaknya 90 persen dan sisanya memakai hati. Sebaliknya, perempuan menggunakan hati 90 persen dan hanya memanfaatkan 10 persen kapasitas otaknya.
Itulah sebabnya, kaum pria tergolong cepat dalam mengambil keputusan, tetapi seringkali menafikan faktor nilai dari keputusannya. Akibatnya, lebih banyak kesalahan yang dibuatnya. Sedangkan perempuan terhitung lambat menetapkan keputusan, meski nilai kebenaran yang dihasilkannya lebh banyak.

Pemanfaatan otak hanya 10 persen oleh perempuan, ikut mempengaruhi pandangan dan penilaian dirinya seputar organ vitalnya, yaitu vagina. Meski tidak ada data kongkrit seputar bagaimana seorang perempuan memandang vaginanya, tetapi cukup banyak bukti yang menunjukan kesuksesan perempuan sangat dipengaruhi pada cara dia menempatkan atau menilai kehormatannya (vagina) sendiri. Bahkan dapat dikatakan, kombinasi menggapai sukses bagi seorang perempuan terletak pada otak dan vaginanya.
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;
Perempuan tergolong makhluk yang sangat memperhatikan penampilan fisiknya. Fetisisme sering menggelayuti pikiran perempuan. Kecantikan menjadi fokus utama. Lalu bagaimana dengan vagina?
Banyak perempuan yang secara apik dan teratur merawat vaginanya. Contohnya, melalui gurah. Agar pesona hubungan intim tetap baik atau rajin minum jamu sekadar menjaga kebersihan vagina.
Namun demikian, sesuatu yang sangat prinsipil seringkali dilupakan, yaitu kepada siapa vagina miliknya itu dipersembahkan. Apabila kehormatannya itu mutlak  hanya dipersembahkan kepada suaminya, tentu bukan persoalan.
Masalahnya justru kaum perempuan seringkali mudah memberikan vaginanya kepada siapapun yang disukainya. Tidak peduli suaminya atau bukan. Rasa cinta yang mendalam terhadap lawan jenisnya, sering membuat perempuan terlena. Kalau sudah begitu tanpa rayuan berarti, kaum pria mudah menggiringnya ke tempat tidur. Seringkali tanpa komitmen apapun.
Di sisi lain, ada pula kaum perempuan yang tidak ragu membuka peluang kepada lelaki untuk menikmati vaginanya dengan imbalan uang. Atas dasar alasan terjerat ekonomi, vagina menjadi komoditas bisnis. Untuk mendapatkan nafkah dari peluang ekonomi yang tersedia, banyak perempuan menjual jasa seksual. Hal ini kemudian melahirkan konsep pariwisata 4S : &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;sun, sea, sand, sex &lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;(matahari, laut, pasir dan seks). 
Pertumbuhan pariwisata seks ini ternyata mendapat dukungan luas, sebagaimana tampak di beberapa Negara Asia Tenggara seperti Thailand (pantai Pattaya dan Pattpong), dan Filipina (subic, clark dan manila-ketika masih menjadi pangkalan militer Amerika). Bahkan dinegeri ini, meski agak tersembunyi, seks nyaris menjadi komoditas pariwisata.
Keunikannya, vagina dihargai lebih mahal daripada kecantikan. Meskipun paras wajah seperti Miss Universe, tetapi kalau vaginanya tidak menimbulkan super sensasi, akan ditinggalkan para penikmatnya. 
Pria datang ke lokalisasi atau diskotek mencari vagina untuk memuaskan hasrat birahi dan bukan membayar untuk memandang wajah secantik apapun. Usai itu,  biasanya si hidung belang akan bercerita kepada sesama hidung belang tentang vagina dahsyat dan bukan berkisah tentang kemolekan paras.
Itulah sebabnya, para germo selalu mencari wajah baru agar pelanggan tidak lari. Pilihan utamanya bukan wajah cantik tetapi pada vagina cantik. Vagina yang belum banyak disentuh, tetapi sudah pandai bermain. 
Untuk mendapatkannya, para penjahat kelamin itu tidak segan-segan memburu ke desa-desa terpencil di seluruh pelosok negeri agar mendapatkan gadis-gadis belia. Beragam tipu daya dilancarkan, seperti menjanjikan pekerjaan di restoran atau di berangkatkan menjadi TKW. Padahal tujuan utamanya menjebloskannya ke lokalisasi. Menjadi makanan siap saji para hidung belang. Di liang vagina, seolah tercatat nama-nama pria yang akan memasukinya.
Mengapa perempuan tidak pandai menjaga vaginanya? Bahkan begitu mudah menelantarkan vaginanya? Seolah tidak ada kebanggaan apapun memiliki vagina. Di sini vagina menjadi  sekadar gumpalan daging yang dapat diperlakukan sekehendak hatinya, tanpa merasa perlu menempatkannya dalam posisi terhormat, kecuali sekadar menutupinya dengan celana dalam, menaruh pembalut atau membersihkan agar tidak berbau. Lebih dari itu, perempuan seringkali tidak memahami kewanitaannya.
Padahal, hakikatnya vagina bukan sekadar alat reproduksi dan pemuas birahi. Melainkan merupakan simbol kekuatan dan harga diri seorang perempuan. Namun, perempuan sering tidak menyadarinya. 
Dalam kaitan inilah, faktor otak sebagai titik sentral kehidupan, memainkan peran besar dalam mengubah pola pikir kaum perempuan seputar vagina. Pola pikir yang bertujuan mengubah itu pernah dikemukakan Syekh Nafzawi, filsuf Muslim di abad ke. 16 M.
Secara sederhana, Nafzawi mengungkapkan beberapa pola pikir yang harus dilakukan perempuan untuk mengubah pandangannya tentang vagina.
&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Sikap terhadap fisik.&lt;/span&gt;
Perempuan harus mengutamakan penampilan fisiknya, yaitu
1.Rambut tersisir rapi dan tidak acak-acakan
2.Nafas harus harum dan memakai wewangian
3.Payudara padat. Paha, pinggul dan pantat berisi. Begitupula lengan dan bahunya.
4.Vagina menonjol dan berisi. Liang vagina rapat, tidak basah dan tidak berbau. Lembut dan hangat jika disentuh. Memancarkan aura birahi
5.Selalu berpakaian anggun, yang menampilkan kepribadian seseorang.
6.Menyembunyikan organ rahasianya dan tidak akan membiarkannya terbuka.

&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Sikap yang harus dilakukan&lt;/span&gt;
1.Tidak berbicara dan tertawa tanpa alasan jelas
2.Tidak mempunyai teman yang bisa dipercaya. Hanya suaminya orang yang dipercaya.
3.Tidak meminta apapun dari orang lain, kecuali dari suaminya atau orang tuanya.
4.Jika bertemu saudaranya, tidak akan mencampuri urusan mereka.
5.Tidak suka berbohong
6.Tidak berusaha memikat pria. Tidak berusaha menyerahkan dirinya ke pria lain kecuali suaminya
7.Jika suaminya tampak ingin melakukan hubungan suami istri, ia akan memenuhi keinginan tersebut dan bahkan sering memulainya
8.Selalu membantu pekerjaan suaminya dan berbagi suka dan duka
9.Tidak akan tertawa atau gembira melihat suaminya bingung atau sedih. Tetapi berbagi kesusahan dan menghiburnya dengan canda supaya suaminya gembira.
10.Tidak akan membiarkan suaminya melihat hal-hal yang membuatnya malu

&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Sikap yang harus dihindari&lt;/span&gt;
1.Sering mengomel atau cerewet
2.Sering bermain dan bercanda, selalu pergi ke tetangga dan mencampuri urusan orang lain
3.Sering menghujani suaminya dengan keluh kesah dan air mata tiada henti
4.Sering marah dan cemberut, serta banyak bicara
5.Berteman dengan perempuan lain yang membenci suaminya
6.Menerima hadiah dari orang lain, tanpa menelusuri maksud pemberian itu
7.Tidak bisa menjaga rahasia suaminya dan pendendam
8.Jika membuat janji, mudah mengingkarinya
9.Tidak bisa memberi nasehat yang baik
10.Sibuk dengan urusan orang lain dan membuatnya jadi culas
11.Memperhatikan berita-berita yang tidak benar
12.Senang tidur dan tidak suka bekerja
13.Memakai kata-kata yang tidak pantas saat berbicara apalagi kepada suaminya
14.Sering mencerca orang lain
15.Tidak membantu urusan suami
16.Berdandan bukan untuk kepentingan suaminya dan bukan untuk suaminya pula ia berpenampilan menarik. Tujuannya hanya untuk di nilai orang lain
17.Saat bersama suaminya sering berpenampilan berantakan dan bersikap masa bodoh.

Apabila ketiga sikap tersebut dilakukan dengan sepenuh hati, maka akan mengubah pola pikirnya. Selanjutnya, perempuan akan lebih menghargai vaginanya dan menempatkannya pada posisi terhormat.
Demikianlah sepenggal kombinasi mistis otak dan vagina untuk menggapai kesuksesan hidup bagi kaum perempuan. Inilah kesuksesan hakiki. 
&lt;/span&gt;</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2008/03/otak-dan-vagina-kombinasi-mistis_14.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-4369741103802914838</guid><pubDate>Fri, 03 May 2013 18:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-03T11:02:44.867-07:00</atom:updated><title>Nabi Dawud AS Bocah Miskin Yang Menjadi Raja  </title><description>&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Mawan Suganda&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;



&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class=&quot;content-wrap&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;content&quot;&gt;
&lt;article class=&quot;post-listing post-418 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-kisah-nabawiyah tag-kisah-nabawiyah tag-nabi-dawud-as tag-news&quot;&gt;&lt;div class=&quot;post-inner&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;entry&quot;&gt;
&lt;h2&gt;
Nabi Dawud AS Bocah Miskin Yang Menjadi Raja&lt;/h2&gt;
&lt;blockquote&gt;
Sejarah yang pernah sahabat Histeri baca barangkali tak 
pernah menjelaskan bahwa Nabi Dawud nyaris disingkirkan dan dibunuh oleh
 mertuanya sendiri. Ada juga sebagian dari kaumnya yang berubah wujud 
menjadi kera….&lt;/blockquote&gt;
Dikisahkan, suatu waktu negara Israil berada dalam cengkeraman kaum 
penjajah, yang dipimpin oleh seorang lelaki kekar bernama Jalut 
(Goliath). Bangsa Israil pun lalu bangkit melawan mereka di bawah 
pimpinan Thalut. Thalut ini adalah seorang raja yang ditunjuk langsung 
oleh Allah SWT, dengan perantaraan wahyu yang disampaikan melalui Nabi 
Samuel AS. Sejarah kemudian membuktikan bahwa kaum penjajah akhirnya 
dapat diusir setelah pemimpin mereka, Jalut, berhasil dibunuh oleh 
seorang remaja berumur 9 tahun bernama Dawud.&lt;br /&gt;

Karena Dawud-lah maka tercapai kemenangan gilang-gemilang, yang 
mempunyai arti dalam sejarah besar bagi Bani Israil. Dengan kemenangan 
ini pun, nama Dawud menjadi harum di seluruh lapisan masyarakat, menjadi
 sebutan dan buah bibir, ditambah pula dengan sifat dan budi pekertinya 
yang suci.&lt;br /&gt;

Di antara orang yang sangat menyukai Dawud, adalah Raja Thalut 
sendiri. Ia belum merasa puas jika sekadar menghormat dan memuliakan 
Dawud. Lebih dari itu semua, ia ingin menjadikan Dawud sebagai 
menantunya. Kebetulan sekali, Thalut memang mempunyai beberapa anak 
perempuan yang masih gadis, dan yang tercantik bernama Mikyal. Maka 
setelah Dawud mencapai usia pernikahan, segera dikawinkanlah dengan anak
 gadisnya yang tercantik ini. Dengan demikian, Dawud mendapatkan dua 
kemenangan, yaitu kemenangan di medan perang dan kemenangan dalam hal 
asmara.&lt;br /&gt;

Dengan terjadinya pernikahan ini, terikat eratlah dua kekuatan yang 
susah dihancurkan oleh musuh. Negara yang dipimpin oleh Thalut semakin 
maju dan makmur, sedang tentara yang dipimpin oleh Dawud semakin maju 
dan kuat pula.&lt;br /&gt;

Waktu terus berjalan. Pada suatu hari, Dawud melihat keadaan yang 
sangat berubah pada diri Thalut terhadap dirinya. Setiap berhadapan, 
dilihatnya muka Thalut kusut dan masam. Kalau Thalut berkata, maka 
kata-katanya mulai memperlihatkan rasa tidak senang terhadap dirinya, 
begitu juga jika dia tersenyum, terasa ada kepahitan di baliknya.&lt;br /&gt;

Dawud merasa sangat heran melihat perubahan yang tiba-tiba itu pada 
diri mertua sekaligus junjungannya ini. Bukankah dia telah menyerahkan 
dirinya untuk mengabdi kepada raja? Bukankah dia juga sebagai 
menantunya? Apakah gerangan yang telah menyebabkan demikian berubahnya 
hati Thalut terhadap dirinya? Demikian, beberapa pertanyaan yang sulit 
dijawab berputar-putar dalam benak Dawud.&lt;br /&gt;

Keadaan semakin ruwet dalam pandangan Dawud. Dia tidak tahan lagi 
untuk menyimpan teka-teki ini dalam hatinya, dan ingin menanyakan hal 
itu kepada istrinya. Dia berharap sang istri mengetahui akan duduk 
perkaranya.&lt;br /&gt;

Pada suatu hari, ketika hanya berdua saja dengan istrinya di sebuah 
kamar, Dawud berkata, “Ya, Mikyal, saya tidak tahu apakah saya telah 
salah duga ataukah memang benar demikian adanya. Saya sepertinya melihat
 perubahan besar dalam sikap Ayahanda. Seakan-akan beliau menaruh 
perasaan tidak senang terhadap diriku. Bukan saja gerak-gerik dan 
kata-katanya, tetapi juga pandangan matanya seperti mengandung rasa 
benci dan curiga. Bagaimana pandanganmu tentang semua ini, Dinda?”&lt;br /&gt;

Mikyal seorang wanita yang masih muda, tinggi pengetahuannya, serta 
berakhlak sangat mulia, tentu tahu akan kewajibannya. Dia cinta kepada 
suaminya, tetapi perlu pula cinta dan hormat kepada orang tuanya 
sendiri. Berat pikirannya untuk menjawab pertanyaan suaminya itu. Tetapi
 ketulusan jiwa dan keikhlasan batinnya, memaksa dia untuk berterus 
terang tentang apa yang yang dirasakan dan dilihatnya.&lt;br /&gt;

Mikyal lalu menjawab, “Saya tidak akan menyembunyikan apa yang 
kuketahui ya Dawud, suamiku. Saya tidak akan menutupi kepadamu hal-hal 
yang tidak engkau ketahui, sejak Bani Israil mencintai dan menghormatimu
 dengan kecintaan yang begitu hebat. Rupanya, setelah melihat bahwa 
setiap perintah darimu selalu ditaati oleh bangsa kita dan kedudukanmu 
makin tinggi, diam-diam ayah merasa iri hati dan dengki. Takut 
kalau-kalau kekuasaan yang ada padanya sekarang ini, berpindah ke 
tanganmu.&lt;br /&gt;

Sekalipun ayahku itu termasuk orang yang beriman kepada Allah dengan 
segala keikhlasan dan termasuk salah seorang yang berpengetahuan tinggi 
serta bijaksana, raja besar yang disegani oleh setiap raja, tetapi 
akhir-akhir ini saya juga melihat perubahan sikap tersebut. Ayahku ingin
 menyingkirkan engkau, menghapus pengaruhmu, bahkan kalau dapat akan 
membuangmu dari pergaulan hidup.&lt;br /&gt;

Oleh sebab itu, saya ingin menasehatimu agar mulai sekarang 
berjaga-jaga untuk keselamatanmu sendiri. Menurut pikiranku, untuk 
menghindarkan bahaya yang mungkin tiba itu, maka sebaiknya engkau 
menjauhkan diri dari sini.”&lt;br /&gt;

Mendengar semua yang dikatakan isterinya, Dawud kemudian perkata, 
“Aku ini hanya serdadu biasa, tidak ingin merebut kedudukan raja yang 
kutaati dan kupertahankan. Apalagi aku ini seorang Mukmin. Sungguh 
Thalut menurutkan pengaruh setan saja, menuruti hawa nafsu kekuasaan dunia.”&lt;br /&gt;

&lt;h3&gt;
Rencana Membunuh Nabi Dawud AS&lt;/h3&gt;
Putusan untuk pergi seperti yang dinasehatkan istrinya itu, belum 
diambil oleh Dawud. Dia masih tetap diam di lingkungan kerajaan, 
sekalipun dengan keadaan seperti berdiri di atas bara yang 
menyala-nyala.&lt;br /&gt;

Pada suatu hari, tiba-tiba Thalut memanggil Dawud datang menghadap 
kepadanya, seraya berkata, “Hari ini aku mendapat kabar yang sangat 
gawat. Bangsa Kan’aan dengan tentaranya yang besar dan kuat, telah mulai
 menyerang negeri kita.&lt;br /&gt;

Tidak ada yang dapat mempertahankan keselamatan negeri kita sekarang 
ini, selain engkau sendiri, wahai Dawud. Ambillah pedang dan perisaimu, 
kumpulkan tentara-tentara yang kamu pilih, pergilah berangkat sekarang 
juga untuk menghalaukan musuh tersebut. Dan engkau tidak boleh kembali 
pulang tanpa membawa kemenangan.”&lt;br /&gt;

Dawud merasa bahwa perintah itu sangat berbeda dari biasanya. Mungkin
 ini suatu cara untuk melenyapkan dirinya dari muka bumi ini, pikirnya. 
Tetapi sungguhpun begitu, kewajibannya sebagai tentara hanya mentaati 
dan menjalankan perintah yang sudah dikeluarkan oleh komandan dan 
rajanya sendiri.&lt;br /&gt;

Dengan tentara yang terbatas, Dawud berangkat ke medan perang 
menghadapi musuh yang besar itu. Dengan pertolongan Allah, dia menang 
dalam peperangan melawan bangsa Kan’aan yang terkenal ganas di medan 
pertempuran.&lt;br /&gt;

Tetapi kemenangan yang sangat besar artinya itu, ternyata tidak 
membuat Thalut menjadi sadar, melainkan bahkan semakin menambah perasaan
 dengki dan bencinya terhadap Dawud.&lt;br /&gt;

Karena nafsu
 yang dikobar-kobarkan oleh hasutan setan ini, Thalut kemudian 
menetapkan cara dalam hatinya untuk meyingkirkan Dawud. Ya, cara yang 
sejahat-jahatnya. Dia sudah menetapkan akan membunuh Dawud dengan 
pedangnya sendiri.&lt;br /&gt;

Meskipun kehendaknya ini disembunyikan, tetapi dapat tercium juga 
oleh anaknya, Mikyal, yang berpandangan jauh itu. Maka dengan 
berlinangan air mata ia berkata kepada Dawud, “Saya lebih sengsara 
rasanya kalau engkau terbunuh di hadapanku sendiri. Sebab itu, sekalipun
 agak berat, saya minta agar engkau segera melarikan diri meninggalkan 
rumah dan aku, untuk menjaga keselamatan dirimu dan pula diriku 
sendiri.”&lt;br /&gt;

Setelah berpikir sejenak, akhirnya Dawud tidak mempunyai jalan lain yang lebih baik dan aman selain melarikan diri.&lt;br /&gt;

Dia pergi dengan perasaan yang tak dapat dibayangkan dengan pena dan 
kata-kata. Kepergiannya ini menggemparkan bangsa Israil seluruhnya. 
Banyak di antara keluarga dan orang-orang yang cinta kepada Dawud, 
mengikutinya dari belakang.&lt;br /&gt;

Mulanya sedikit saja orang yang ikut kepadanya, tetapi akhirnya 
semakin banyak juga. Seiring dengan itu, kebencian terhadap Thalut 
semakin meluap di hati rakyat banyak, yang insyaf dan sadar akan semua 
jasa-jasa Dawud.&lt;br /&gt;

Thalut pun semakin geram, apalagi setelah diketahui bahwa hampir 
seluruh anggota tentaranya, sekarang berpihak kepada Dawud yang berada 
dalam pelarian itu.&lt;br /&gt;

Kedudukan Thalut semakin lemah dan goyah. Tidak ada jalan lain bagi 
Thalut, selain dengan cara menyerang Dawud yang semakin kuat itu. Sebab 
kalau terlambat, maka kejatuhannya tak dapat dielakkan lagi.&lt;br /&gt;

Semua kekuatan yang ada padanya, dikerahkan untuk menyerang dan 
membunuh Dawud. Namun Dawud ternyata mengetahui segala rencananya ini, 
dan segera bersiap untuk menghadapinya, sambil tetap menjaga kesabaran 
dan keimanan dalam dadanya. Dengan berbagai cara, dia berikhtiar untuk 
menghindarkan pertempuran sesama bangsa. Tak lupa Dawud pun mengirimkan 
pesan agar Thalut kembali kepada kebenaran, menjauhkan segala prasangka 
yang tak beralasan itu.&lt;br /&gt;

Tetapi semua ini sia-sia belaka. Kalau tidak bertahan dan melawan, mungkin kebenaran akan hancur, sedang nafsu
 serakah akan merajalela. Demikian pikir Dawud. Akhirnya dia terpaksa 
menggerakkan pertempuran, menghadapi lawannya yang tak kenal damai itu.&lt;br /&gt;

Tentara Thalut sekarang berhadap-hadapan dengan tentara Dawud. Dari 
seorang kurir, Dawud mengetahui di mana sekarang ini Thalut sedang 
berada.&lt;br /&gt;

Ketika Thalut dan tentaranya dalam kelelahan, berhenti dan tidur di 
sebuah tempat pertahanannya, dengan diam-diam Dawud mendekatinya. Ia 
berhasil mengambil lembing perang dari tangan Thalut. Namun Thalut tidak
 dibunuhnya, hanya lembing itu saja yang diambil dan dibawanya.&lt;br /&gt;

Alangkah terperanjatnya Thalut setelah dia terbangun dan mengetahui 
bahwa lembingnya sudah tidak ada. Dia marah sekali terhadap kaum dan 
tentaranya, serta bertanya di mana lembingnya itu sekarang berada.&lt;br /&gt;

Dalam keadaan panik dan kacau itu, tiba-tiba di hadapan Thalut muncul
 seorang laki-laki membawa lembing yang hilang. Dia berkata kepada 
Thalut di hadapan semua kaum dan tentaranya, “Inilah lembingmu yang 
hilang itu. Saya adalah utusan Dawud, datang kemari untuk mengembalikan 
benda ini kepadamu. Lembing ini diambil oleh Daud tadi, ketika kamu 
tidur, dan tidak bermaksud membunuhmu. Dia berharap, dengan kembalinya 
lembing ini kepadamu, kembali pula keinsyafan dan kesadaran atas 
kesalahan tindakan yang kamu ambil.”&lt;br /&gt;

Kata-kata utusan Dawud ini berpengaruh besar dalam jiwa Thalut, air 
matanya keluar setetes demi setetes. Tampak benar sesalnya atas 
tindakannya selama ini. Thalut menangis tersedu-sedu, dia teringat telah
 banyak membunuh orang-orang yang melarikan diri kepada Dawud, membunuh 
ulama-ulama dan pembesar-pembesar bawahannya sendiri.&lt;br /&gt;

Thalut sadar akan besarnya dosa yang telah diperbuatnya. Terbayang di
 matanya siksa apa pula yang akan diterimanya dari Allah di alam akhirat
 nanti. Pertempuran pun tidak terjadi. Thalut dan tentaranya kembali 
pulang membawa kemenangan yang berupa sesal dan kesadaran.&lt;br /&gt;

Setibanya di rumah, dia tanggalkan semua pakaian kerajaan dan 
kebesarannya. Dia tekun menghadapkan muka dan jiwa kepada Allah semata, 
minta ampun dan taubat dengan hati yang setulus-tulusnya. Begitulah 
kerjanya sehari-hari, sampai badannya menjadi lemah juga. Dengan mulut 
yang tidak kering-keringnya, ia terus-menerus memohon ampun dan 
mensucikan nama Tuhan. Suatu hari, dia akhirnya meninggal dunia, pulang 
ke Rahmatullah.&lt;br /&gt;

Mendengar sang raja telah wafat, seluruh rakyat dengan spontan 
berkerumun di sekitar Dawud dan mengangkatnya menjadi raja mereka. Di 
bawah pemerintahannya, kerajaan Bani Israil maju pesat, aman dan makmur 
dengan rakyat yang bertakwa kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;

Selain menjadi raja besar Bani Israil, Dawud pun diangkat oleh Allah 
sebagai salah seorang rasul-Nya, dengan dikaruniai berbagai macam 
mukjizat sebagai tanda kerasulannya. Sejarah mengisahkan, dia memiliki 
seratus orang isteri yang setia, dan dari salah satu di antara mereka 
lahirlah Sulaiman yang kelak juga menjadi raja besar Bani Israil, 
menggantikan kedudukan ayahnya. Dan seperti Dawud AS, sang anak ini pun 
diangkat oleh Allah SWT sebagai salah satu utusan/rasulnya.&lt;br /&gt;

&lt;h3&gt;
Peristiwa Hari Sabtu&lt;/h3&gt;
Sejak dahulu sudah ditetapkan Allah SWT, satu hari dalam seminggu, 
semua orang diwajibkan berkumpul untuk menjalankan ibadat bersama-sama 
dan menerima tuntunan-tuntunan-Nya, dengan perantaraan para rasul 
masing-masing. Tetapi entah karena apa, pada zaman Nabi Musa AS kaum 
Bani Israil sama-sama bermohon, agar yang diistimewakan itu hari Sabtu 
saja.&lt;br /&gt;

Keinginan mereka tersebut dikabulkan Allah SWT, dan sudah tetaplah 
menurut syari’at Nabi Musa, bahwa hari Sabtu itu adalah hari istimewa, 
hari dimana setiap orang tidak boleh mengerjakan hal yang lain, tetapi 
hanya semata-mata untuk menyembah Allah SWT, untuk bersyukur kepada 
Tuhan dan hari menerima pelajaran-pelajaran Tuhan atau agama.&lt;br /&gt;

Begitulah hal tersebut sudah menjadi adat, syari’at dan tradisi bagi Bani Israil, sejak zaman Nabi Musa AS sampai pada zaman Nabi Dawud AS.&lt;br /&gt;

Dikisahkan, di sebuah kampung yang terletak di pinggir Laut Merah, 
bernama Kampung Ailah, tinggal suatu bangsa keturunan Bani Israil juga. 
Mereka pun menjalankan syari’at yang menjadikan hari Sabtu semata-mata 
untuk beribadat saja.&lt;br /&gt;

Karena adat dan syari’at yang sudah turun-temurun begitu lama, dimana
 setiap hari Sabtu tidak seorang juga di antara manusia yang pergi ke 
ladang untuk membajak, tidak seorang juga pergi ke pasar untuk 
berjual-beli, serta tak seorang pun pergi ke laut menangkap ikan, maka 
hal itu telah menyebabkan pula timbulnya sebuah tradisi pada kehidupan 
ikan yang hidup di dalam laut sekitar desa tersebut.&lt;br /&gt;

Tidak begitu jauh dari pantai desa ini, ada dua buah batu besar yang 
putih warnanya di dalam laut. Saban hari Sabtu, bukan main banyaknya 
ikan besar yang datang dan bermain-main di antara dua buah batu besar 
itu. Rupanya ikan-ikan pun sudah mengetahui, bahwa kalau bermain-main di
 situ pada hari Sabtu, tak akan ada manusia yang menangkap mereka.&lt;br /&gt;

Berbeda sekali dengan hari-hari lainnya, tidak ada seekor pun yang 
berani bermain di tempat itu. Pasalnya, sudah pasti manusia akan 
menangkapnya untuk dijadikan lauk pauk yang paling lezat. Selain hari 
Sabtu, setiap hari penduduk desa ini memang selalu pergi ke laut untuk 
mencari ikan.&lt;br /&gt;

Dari hari ke hari, tahun ke tahun, makin banyak saja ikan besar 
penghuni Laut Merah yang datang pada hari Sabtu ke tempat tersebut. Hal 
ini akhirnya menerbitkan nafsu
 jahat bangsa Israil yang tinggal di desa itu. Sifat tamak dan keinginan
 untuk memakan daging ikan yang besar-besar, menyebabkan mereka lupa 
kepada ajaran agama yang sekian lama diikutinya.&lt;br /&gt;

Ketika nafsu serakah ini tak dapat dibendung lagi, pada suatu hari mereka berkumpul dan bermusyawarah, bertukar pikiran.&lt;br /&gt;

“Kenapa setiap hari Sabtu kita biarkan saja ikan-ikan besar sebanyak 
itu berkeliaran di hadapan kita? Padahal di hari lain, kita mati-matian 
ke tengah laut yang luas mencari ikan. Bahkan kadang-kadang dengan 
mengurbankan jiwa kita sendiri. Alangkah baiknya kalau pada hari Sabtu 
ini, kita tangkap semua ikan yang lalu-lalang di antara dua buah batu 
itu. Kita pasti akan mendapatkan ikan sebanyak-banyaknya dengan jalan 
yang segampang-gampangnya,” kata salah seorang di antara mereka.&lt;br /&gt;

Pikiran ini lekas diterima oleh yang lainnya, kecuali beberapa orang 
saja yang tetap beriman dan tidak sudi melanggar aturan agama.&lt;br /&gt;

Demikianlah, akhirnya pada hari Sabtu yang telah ditentukan, penduduk
 kampung ini bersama-sama menangkap ikan di situ, di antara dua bongkah 
batu besar berwarna putih, dengan mudah sekali. Dalam waktu sebentar 
saja hasilnya sudah melimpah-ruah, jauh lebih banyak dibanding hari 
lainnya yang enam itu. Sudah barang tentu, alangkah senangnya hati 
mereka.&lt;br /&gt;

Sayangnya, karena ketagihan, maka hari Sabtu yang biasanya dijadikan 
hari khusus untuk beribadah kepada Allah SWT, mereka ubah menjadi hari 
untuk melupakan Allah, hari beriang gembira, makan-makan besar dengan 
ikan-ikan yang mereka dapatkan secara sangat mudah. Walhasil, setiap 
hari Sabtu mereka makan seenak-enaknya dan sebanyak-banyaknya, dengan 
daging ikan besar yang bermacam-macam pula jenisnya.&lt;br /&gt;

Orang-orang beriman yang mengetahui perbuatan ini, mencoba memberikan
 nasehat, agar jangan melanggar aturan agama. Tetapi jiwa mereka yang 
telah dikuasai nafsu setan itu tak mempedulikan lagi ajakan ke jalan yang benar. Nasehat apa pun tak masuk lagi ke dalam hati mereka.&lt;br /&gt;

Kelompok orang beriman akhirnya mengadakan tindakan kekerasan untuk 
menginsafkan mereka yang sudah sesat. Dengan kekuatan senjata, mereka 
berjaga-jaga agar jangan sampai ada seorang juga di antara penduduk yang
 menangkap ikan pada hari Sabtu.&lt;br /&gt;

Tetapi mereka yang ingkar dan sesat secara bersama-sama melakukan 
protes keras. “Kampung ini bukan kepunyaanmu saja, kami juga turut 
berhak. Sekarang, kenapa kalian melarang berbuat apa yang kami inginkan 
di kampung sendiri? Kami merdeka berbuat itu semua, apalagi mencari 
rezeki yang berupa makanan. Atau kalau kalian tidak suka melihat kami 
mengerjakan sesuatu untuk keperluan kami, lebih baik kampung ini kita 
bagi dua saja. Seperduanya untuk kami, dan kami bebas untuk berbuat apa 
saja yang dikehendaki. Seperdua lagi untuk kalian, dan bebas pula 
berbuat apa saja yang kamu kehendaki,” ujar salah seorang tokoh dari 
golongan orang-orang ingkar.&lt;br /&gt;

Untuk menghindarkan perselisihan dan pertumpahan darah, orang-orang 
beriman akhirnya menyetujui usulan itu. Ya, kampung tersebut dibagi dua!&lt;br /&gt;

Kedua golongan di masing-masing kampung, kini bebas untuk berbuat 
sekehendak hati mereka. Golongan yang sudah sesat, semakin tenggelam 
dalam keingkarannya. Mereka melupakan Tuhan. Setiap hari bukannya tekun 
beribadah, melainkan malah berpesta ikan.&lt;br /&gt;

Adapun golongan yang beriman saling menasehati di antara sesama 
mereka, agar jangan meniru-niru perbu¬atan salah dari orang-orang yang 
sesat, karena hal itu akan berakhir dengan dosa dan siksaan Allah yang 
sebesar-besarnya. Sementara terhadap kaumnya yang telah sesat dan tak 
mau mendengar nasehat baik, mereka tak menghiraukannya lagi serta 
menyerahkan persoalannya kepada Allah Yang Maha Adil.&lt;br /&gt;

Tetapi Nabi Dawud AS,
 sudah tentu tidak membiarkan begitu saja orang yang melanggar perintah 
Allah. Dia terus-menerus menasehati mereka, agar kembali kepada ajaran 
nabi dan agamanya. Namun ajakan baik itu malah ditentang, bahkan diejek.
 Nampaknya mereka sudah semakin sulit untuk diluruskan kembali.&lt;br /&gt;

Akhirnya, Nabi Dawud AS
 pun menyerahkan persoalan mereka kepada Allah SWT. Tidak lupa pula dia 
senantiasa berdoa, agar Allah SWT memberi pelajaran bagi mereka. 
Pelajaran yang dapat membuat mereka sadar dan bersedia kembali ke jalan 
yang benar.&lt;br /&gt;

Dari hari ke hari, orang-orang yang ingkar itu rupanya semakin lupa 
diri dan serakah dalam hidupnya. Mereka melakukan bermacam-macam 
perbuatan penuh noda dan dosa. Tabiatnya berubah menjadi seperti kera 
atau beruk, tidak peduli lagi mana halal dan mana haram.&lt;br /&gt;

Akhirnya bukan hanya perbuatannya saja yang jelek begitu rupa, tetapi
 wujud mereka pun ikut berubah bentuk menjadi buruk. Dosa yang terlalu 
banyak telah merubah fisik mereka menjadi seperti bentuk kera atau 
beruk.&lt;br /&gt;

Pada suatu hari terjadilah gempa besar di desa itu. De¬ngan adanya 
bencana ini, semua orang beriman ke luar memohon perlindungan Allah SWT.
 Adapun orang-orang yang sudah sesat itu, masih tetap makan-ma¬kan besar
 dengan hasil penangkapan ikan mereka di hari Sabtu.&lt;br /&gt;

Kemudian datang lagi gempa yang kedua, ketiga dan keempat 
berturut-turut tidak putus-putusnya, yang sema¬kin hebat dan dahsyat. 
Bencana alam yang dahsyat ini telah membuat semua orang yang berlumur 
dosa terpelanting ke dalam laut, tertimpa oleh batu-batu dan rumah yang 
runtuh. Sedangkan orang-orang yang beriman tetap selamat, berkat 
perlindungan Allah SWT.&lt;br /&gt;

Demikianlah, semoga kisah ringkas yang benar-benar terjadi ini dapat kita jadikan sebagai pelajaran yang berharga. Amiiin…!&lt;br /&gt;

Disarikan dari berbagai Kitab Tarih&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/article&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2013/05/nabi-dawud-as-bocah-miskin-yang-menjadi.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-8644360028509639783</guid><pubDate>Mon, 08 Apr 2013 18:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-03T11:41:41.218-07:00</atom:updated><title> Mayat Kembali Pulang</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt;MAWAN SUGANDA&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Karena kekuatan Ilmu Karang masih bersarang 
di dalam tubuhnya, maka bumi menolaknya. Jenazahnya selalu pulang sejak 
hari pertama dikuburkan. Selanjutnya, apa yang terjadi…?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;h3&gt;
GARA-GARA ILMU SESAT,&lt;br /&gt;
SANG MAYAT KEMBALI PULANG&lt;/h3&gt;
Kisah ini dituturkan langsung oleh seorang dokter kepada Histeri. 
Sebut saja nama sang dokter adalah dr. Joko. Ia berkisah, beberapa puluh
 tahun silam, ketika ia baru beberapa lama menyelesaikan sekolahnya di 
SMA, tiba-tiba cobaan yang tak pernah ada dalam bayangannya datang 
mengempas. Ayahnya, sebut saja namanya Pak Wongso, mendadak jatuh sakit,
 hingga akhirnya berakhir dengan kematiannya. Dari kematian sang ayah 
inilah kemudian menimbulkan berbagai keanehan yang sudah barang tentu 
sulit diterima akal sehat.&lt;br /&gt;

Diceritakan, pada saat jenazah sang ayah siap dimakamkan, sebuah 
peristiwa musykil tiba-tiba saja terjadi. Hari itu, pemakaman Wongso 
sempat tertunda hampir dua jam lamanya. Pasalnya, lubang kubur yang 
telah disediakan terus-menerus mengeluarkan air dan selalu berlumpur. 
Padahal, saat itu sedang musim kemarau. Sudah lama tidak turun hujan. 
Lalu kenapa lubang kubur Wongso selalu tergenang air? Pertanyaan inilah 
yang sulit dijawab.&lt;br /&gt;

Dengan bantuan mesin pemompa air, liang lahat itu memang bisa 
dikeringkan, meskipun masih cukup berlumpur. Namun celakanya, saat jasad
 Wongso akan dimasukkan ke liang lahat, kembali suatu keanehan terjadi. 
Lubang kubur itu berubah mengecil dibandingkan ukuran tubuh Wongso. 
Padahal, sebelumnya sudah diukur oleh para penggali kubur dengan 
seksama, bahkan dilonggarkan beberapa puluh centimeter.&lt;br /&gt;

Karena kenyataanya memang demikian, terpaksa para penggali kubur 
memperpanjang liang lahat tersebut. Anehnya, meskipun sudah dipanjangkan
 dan dilebarkan hampir setengah meter, tetap saja tubuh Wongso tidak 
bisa dimasukkan. Entah liang lahatnya yang mengecil, enah juga karena 
jenazah yang memanjang.&lt;br /&gt;

Joko yang menyaksikan peristiwa itu hanya terpaku dan diam. Ia 
benar-benar disuguhi kenyataan yang tak masuk akal. Sungguh ia tidak 
mengerti, kenapa semua itu bisa sampai terjadi terhadap jenazah ayahnya.&lt;br /&gt;

Sementara itu, warga kampung yang ikut mengiringi jenazah Wongso, 
mulai berbisik-bisikan. Joko tidak tahu apa yang mereka bisikkan. Namun 
ia merasa kalau keanehan ini terjadi, karena ada sesuatu yang sama 
sekali tidak diketahui tentang ayahnya. Sesuatu yang membuat seolah-olah
 bumi tidak mau menerima jasadnya.&lt;br /&gt;

Tanpa berpikir panjang lagi Joko meminta agar jasad ayahnya tetap 
harus dikuburkan, meskipun harus menekuk bagian kaki. Memang pada 
akhirnya ayahnya bisa dikuburkan juga, meski tentu saja tidak layak.&lt;br /&gt;

Sampai semua orang yang mengantar kepergian jenazah Wongso ke tempat 
peristirahatannya yang terakhir sudah pulang, Joko masih mematung 
memandangi makam yang masih merah tanahnya itu. Ia baru beranjak pergi, 
setelah Kyai Mansyur menepuk pundaknya dan mengajaknya pulang. Sungguh 
Joko tidak tahu kalau orang tua itu ternyata terus mengawasi dan 
menungguinya dengan sabar. Padahal, orang-orang lainnya tampak ketakutan
 dengan beberapa keganjilan yang berlangsung saat prosesi pemakaman.&lt;br /&gt;

&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
“Pak Kyai, apa sebenarnya yang terjadi? 
Kenapa pemakaman ayahku tidak sempurna seperti ini?” tanya Joko setelah 
cukup jauh berjalan meninggalkan areal pemakaman itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
“Bukan pemakamannya yang tidak sempurna. 
Tapi ada sesuatu rahasia yang disimpan ayahmu sampai akhir hayatnya,” 
jelas Kyai Mansyur.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
“Rahasia apa, Pak Kyai?” desak Joko, penasaran.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
“Aku sudah kenal ayahmu sejak kami 
sama-sama muda. Bahkan aku dan ayahmu satu laskar ketika berjuang 
mengusir penjajah. Bukan hanya aku saja yang mengenal betul tentang 
ayahmu. Tapi banyak orang tua di kampung ini yang mengenalnya juga,” 
papar Pak Kyai.&lt;/div&gt;
Saat itu, Kyai Manyur tidak langsung memberikan jawaban. Sepertinya 
memang ada suatu rahasia yang teramat penting, yang disimpan ayah Joko 
hingga ajal datang menjemputnya.&lt;br /&gt;
Sampai di rumah, Joko langsung menemui ibunya yang masih dirundung duka.
 Sedikit pun Joko tidak menceritakan apa yang terjadi di pemakaman tadi.&lt;br /&gt;

Malamnya, sesuai dengan adat di perkampungan itu, di rumah almarhum 
Wongso ramai dipenuhi orang-orang yang bertahlil dan mengaji untuk 
kesempurnaan pemakamannya. Sebagian besar yang datang adalah para 
pekerja peternakan dan perkebunan milik almarhum Pak Wongso.&lt;br /&gt;

Satu persatu Joko memperhatikan wajah-wajah mereka. Sesekali dia 
menatap wajah Kyai Mansyur, yang memimpin acara pengajian dan pembacaan 
tahlil itu. Meskipun mereka melakukannya dengan khusyuk, tapi Joko 
menangkap ada guratan kecemasan dan ketakutan yang terpendam. Hal itu 
semakin jelas terlihat ketika acara pengajian selesai dilaksanakan, 
mereka semua langsung bergegas pulang. Hanya Kyai Mansyur yang kelihatan
 tetap tenang dan tidak beranjak dari tempat duduknya. Joko mendekati 
orang tua itu dan duduk di sampingnya.&lt;br /&gt;

&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
“Sesuatu akan terjadi malam ini. Dan 
kuharap kau bisa menerimanya dengan tabah,” kata Kyai Mansyur tiba-tiba 
dengan suara pelan dan seperti menyimpan keterpaksaan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
“Maksud Pak Kyai…?” tanya Joko bergetar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
“Ayahmu…dia akan kembali lagi ke rumah ini.”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
“Kembali lagi…?” Joko benar-benar tak percaya.&lt;/div&gt;
Kyai Mansyur diam membisu dan menepuk-nepuk pundak Joko. Beberapa 
saat kemudian sekitar sepuluh orang murid Kyai Mansyur yang berusia 
sebaya dengan Joko, berdatangan. Tanpa diperintah lagi mereka langsung 
duduk bersila dan mulai melantunkan ayat-ayat suci. Sementara, malam 
terus merayap semakin larut. Suasana terasa begitu mencekam.&lt;br /&gt;

Detik-detik berlalu terasa lambat. Tanpa dapat dicegah, Joko terlilit
 gelisah yang luar biasa. Tiba-tiba saja mereka semua dikejutkan oleh 
terdengarnya suara gedebug yang begitu keras, seperti benda besar yang 
jatuh dari ketinggian. Secara refleks, berbarengan mereka bangkit dari 
tempat duduk masing-masing. Tapi, tidak ada seorang pun yang bergerak ke
 luar. Baru setelah Kyai Mansyur melangkah ke luar, bergegas Joko dan 
murid-murinya mengikuti dari belakang.&lt;br /&gt;

&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
“Oh, tidak…”&lt;/div&gt;
Seketika itu juga Joko mendesis tidak percaya. Kedua bola matanya 
membeliak lebar, melihat sosok yang tebungkus kain kafan menggeletak di 
tengah-tengah halaman rumah. Sekujur tubuh Joko bergetar, dan kakinya 
terpaku di ambang pintu menyaksikan keganjilan tersebut. Saat itu 
pandangan matanya menjadi berkunang-kunang, dan kepalanya terasa 
berdenyut-denyut.&lt;br /&gt;

Sekujur tubuhnya pun mendadak lemas, seperti kehilangan seluruh 
tenaga. Namun dia mencoba untuk tetap kuat dan menyaksikan bagaimana 
Kyai memerintahkan murid-muridnya untuk membawa masuk jenazah ayahnya 
yang kembali pulang dalam keadaan utuh, dan masih terbungkus kafan.&lt;br /&gt;

Joko sendiri tidak bisa berbuat apa-apa, terus berdiri terpaku diam 
di ambang pintu, meskipun jasad ayahnya sudah terbaring di tengah-tengah
 ruangan depan yang besar. Murid-murid Kyai Mansyur mengelilingi dan 
kembali melantunkan ayat-ayat suci dengan suara pelan dan merdu. Kyai 
Mansyur sendiri berdiri di samping Joko, sambil memegangi pundaknya 
dengan tangannya yang terasa sejuk.&lt;br /&gt;

Keesokan harinya jasad Wongso kembali dimakamkan oleh murid Kyai 
Mansyur. Kali ini tidak ada seorang pun penduduk dan tetangganya yang 
ikut mengantar. Mereka semua tahu, tapi hanya memandang saja dari depan 
rumahnya masing-masing.&lt;br /&gt;

Joko sendiri jadi tidak tidak sanggup untuk menatap wajah orang-orang
 itu. Peristiwa ini benar-benar membuat dia malu dan jiwanya teguncang 
hebat. Bahkan ibunya sampai tidak mau ke luar dari kamarnya.&lt;br /&gt;

Pemakaman Wongso kedua kalinya belangsung cepat. Mereka kembali 
pulang dan melakukan pengajian. Saat itu, beberapa orang tetangga mulai 
berdatangan dan ikut dalam pengajian. Semakin siang, semakin banyak saja
 yang datang. Bahkan ibu-ibunya mulai sibuk di dapur untuk memasak. 
Karena ibunya tidak mau ke luar dari kamar, terpaksa segala sesuatunya 
Joko yang menangani.&lt;br /&gt;

&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
“Pak Kyai, apakah mereka semua sudah tahu penyebab ayahku jadi seperti ini…?” bisik Joko pada Kyai Mansyur.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
“Mari ikut aku…” ajak Kyai Mansyur sambil bangkit berdiri.&lt;/div&gt;
Kyai Mansyur membawa Joko ke luar dari rumah dan terus berjalan 
menjauhi keramaian itu. Sampai di sebuah bangku bambu yang ada di bawah 
pohon mangga yang terletak di halaman rumahnya yang luas, mereka duduk 
di sana.&lt;br /&gt;

“Dulu aku dan ayahmu sama-sama belajar dan menuntut ilmu di sebuah 
pesantren di daerah Banten. Pada waktu itu negeri ini masih dikuasai 
penjajah. Banyak yang gugur ketika itu. Bahkan guru kami ikut tewas. 
Beruntung sekali aku dan ayahmu bisa meloloskan diri, masuk ke dalam 
hutan dan menunggu keadaan mereda. Setelah ke luar dari dalam hutan, 
kami langsung bergabung dengan tentara rakyat. Kami berjuang dengan cara
 bergerilya dan tidak pernah menetap lama pada suatu tempat.&lt;br /&gt;

Setiap kami masuk ke suatu daerah, ayahmu tidak pernah mebuang-buang 
kesempatan untuk mencari guru dan belajar ilmu sambil terus berjuang. 
Begitu rajinnya dia menuntut berbagai ilmu, membuatnya menjadi tangguh 
di medan perang dan sangat ditakuti, baik oleh lawan maupun oleh kawan 
sendiri.&lt;br /&gt;

Bahkan komandan kami begitu segan padanya, sehingga tidak pernah 
memberi perintah seperti yang biasa dilakukan pada bawahan lainnya. 
Kalau pun ingin memberi perintah, pasti dilakukannya dengan sopan dan 
diawali dengan kata minta tolong. Setelah negeri ini merdeka kami 
kembali ke kampung halaman.&lt;br /&gt;

Sungguh tidak disangka sama sekali kalau nama ayahmu begitu tersohor.
 Sehingga begitu kami pulang, semua penduduk langsung menyambutnya 
seperti menyambut seorang raja. Bahkan kepala kampung langsung memberi 
ayahmu tanah kebun yang begitu luas serta sawah dan rumah yang besar, 
bekas tuan tanah yang lari karena takut oleh kekejamannya sendiri.&lt;br /&gt;

Ayahmu langsung hidup dalam kemewahan, sedangkan aku mendirikan 
sebuah pesantren. Meskipun begitu, persahabatanku dengan ayahmu tetap 
berjalan baik. Bahkan tidak jarang ayahmu membantu pesantrenku dan 
menurunkan ilmu-ilmunya pada murid-murid yang mondok di pesantrenku itu.
 Tapi, ada satu ilmu yang memang kularang untuk diturunkan. Dan ayahmu 
juga mengerti, hingga tidak mau menurunkan ilmunya yang satu itu kepada 
murid-muridku. Ilmu itu adalah Ilmu Karang,” papar Kyai Mansyur panjang 
lebar.&lt;br /&gt;

&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
“Ilmu karang…?” Joko mendesis dengan kening berkerut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
“Sebuah ilmu yang bisa membuat tubuh 
seseorang yang menguasainya jadi kebal terhadap segala macam jenis 
senjata yang ada di dunia. Tidak ada satu pun senjata yang mampu melukai
 kulit tubuhnya. Karena ayahmu telah menguasai betul ilmu itu, membuat 
peluru Belanda tidak pernah ada yang bisa menyentuh badannya. Bahkan 
waktu itu di laskar rakyat, dia selalu bertempur paling depan. Tidak 
pernah bersembunyi meskipun tubuhnya dihujani peluru. Bahkan mortir 
sekalipun tidak mampu menghancurkan tubuhnya,” jelas Kyai Mansyur.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
“Lantas kenapa Pak Kyai melarang ayah mengajarkan ilmu itu?”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
“Karena, meskipun ilmu itu bisa digunakan
 untuk jalan kebaikan, tetapi sesungguhnya bertentangan dengan ajaran 
dan keyakinan kita sebagai umat beragama. Maka, tetap saja orang yang 
menguasai ilmu itu akan menderita, terutama sekali setelah ajal 
menjemputnya. Baik langit maupun bumi tidak mau menerima jasad dan 
rohnya. Itu sebabnya, kenapa ayahmu semalam kembali pulang, karena alam 
kubur tidak mau menerimanya, sebelum ilmu karang itu dibuang dari 
jasadnya.”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
“Kalau begitu, tolong sempurnakanlah almarhum ayah saya, Pak Kyai.”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
“Tidak semudah itu, Nak. Aku sendiri 
tidak tahu bagaimana caranya mencabut Ilmu Karang itu dari tubuhnya. 
Sayang..ayahmu tidak sempat memberi tahu rahasia menghilangkan Ilmu 
Karang-nya itu…”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
“Pak Kyai, apakah ayahku akan tetap begitu selamanya?”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
“Aku tidak tahu. Tapi sebaiknya kamu terus berdoa dan memohon pada Yang Maha Kuasa, agar kematian ayahmu bisa sempurna.”&lt;/div&gt;
Joko tidak bisa berkata apa-apa lagi. Kini dia mengerti sudah 
persoalannya. Hanya karena sebuah ilmu, jasad dan roh ayahnya tidak bisa
 diterima oleh bumi dan langit. Ilmu Karang yang dimiliki ayahnya 
tampaknya sudah bukan rahasia lagi bagi seluruh penduduk di kampung ini.
 Ironisnya, sebagai darah dagingnya, Joko justru tidak tahu sama sekali.&lt;br /&gt;

Pada malam kedua setelah kematiannya, kembali jasad Wongso pulang 
dengan cara yang sama. Keanehan ini terus terjadi pada malam-malam 
selanjutnya. Walaupun sudah dimakamkan lagi, tapi mayat Wongso kembali pulang secara gaib. Sungguh menyeramkan.&lt;br /&gt;

Pada malam ketujuh semenjak kematian Wongso, tiba-tiba saja hujan 
turun lebat disertai dengan ledakan guntur dan petir yang 
menyambar-nyambar di angkasa. Tidak ada seorang pun yang berani 
mengambil jasad Wongso yang menggeletak di tengah-tengah halaman. Begitu
 derasnya hujan turun membuat tanah di halaman tergenang air.&lt;br /&gt;

Saat itu Joko hanya bisa memandanginya dengan hati perih dan berbagai
 macam perasaan berkecamuk menjadi satu. Ia ingin mengambil jasad 
ayahnya, tapi sebelum niat itu terlaksana, Kyai Mansyur mencegahnya. 
Bahkan dia memeluknya begitu kuat sekali.&lt;br /&gt;

Sedikit demi sedikit air yang menggenang itu semakin tinggi. Jasad 
Wongso mulai bergerak-gerak terbawa air. Dan, terus terbawa hanyut 
seperti sebatang pohon pisang yang tidak berguna. Tanpa terasa air mata 
Joko menitik perih.&lt;br /&gt;

Didampingi Kyai Mansyur dan murud-muridnya serta puluhan penduduk, 
Joko mengikuti kemana jasad ayahnya hanyut terbawa air. Mereka terus 
mengikuti sampai ke sungai yang airnya sudah meluap tinggi. Akhirnya 
jasad Wongso terus hanyut sampai ke laut hingga tertelan ombak yang 
ganas. Joko terus memandangi dengan air mata bercucuran.&lt;br /&gt;

&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
“Semoga laut dapat menerima jasad ayahmu,” desah Kyai Mansyur lirih.&lt;/div&gt;
Memang, sejak malam itu mayat
 Wongso tidak pernah kembali lagi. Dan pengajian di rumahnya terus 
berlangsung sampai empat puluh hari lamanya. Meskipun jelas jasad 
ayahnya terbawa ke tengah laut, tapi Joko tetap merawat makamnya.&lt;br /&gt;

Untuk menghilangkan kepedihan hatinya, terpaksa Joko meyerahkan 
pengelolaan ternak ayam serta perkebunan pada pamannya, adik kandung 
ibunya, yang semula bekerja sebagai mandor perkebunan. Sedangkan Joko 
sendiri pergi ke kota untuk melanjutkan cita-citanya yang sempat 
tertunda.&lt;br /&gt;

Joko memang berhasil menyelesaikan kuliahnya sampai mendapat gelar 
dokter. Dan, ia baru kembali ke kampung halamannya setelah mempersunting
 seorang gadis yang kini menyandang status sebagai isterinya.&lt;br /&gt;

Joko memang tidak mau membuka praktek di kota. Ia sengaja kembali ke 
kampung halaman untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di daerahnya. 
Juga, sambil merawat ibunya yang semakin renta di makan usia.&lt;br /&gt;

Sampai Joko menuturkan kisah ini, baik isteri dan anak-anaknya tidak 
ada yang tahu rahasia pedih yang dialami oleh almarhum ayahnya. Semua 
penduduk di kampung ini juga tidak pernah ada yang membicarakan 
peristiwa itu lagi, seolah mereka sudah melupakannya.&lt;br /&gt;

Di akhir penuturannya, Joko berharap semoga peristiwa yang pernah 
dialami ayahnya tidak pernah lagi dialami oleh anak manusia lainnya. Ya,
 semoga saja demikian adanya….&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;



&lt;/span&gt;</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2013/04/mayat-kembali-pulang.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-3516354446752401840</guid><pubDate>Mon, 08 Apr 2013 18:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-03T11:38:53.006-07:00</atom:updated><title>Hikayat Tabut Nabi Adam</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt;MAWAN SUGANDA&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
Ketika Nabi Adam AS dikeluarkan dari surga, ia membawa wewangian surga, batu hitam
 (Al-Aswad) yang aslinya berwarna lebih putih dari salju, tongkat 
setinggi Nabi Musa, dan sejumlah benda lainnya. Adam pun dari surga 
membawa “Tabut”, yang berarti Peti Perjanjian….&lt;/blockquote&gt;
Sebelum menciptakan Adam, Allah SWT menciptakan langit, bumi dan 
seisinya, seperti gunung, laut, tumbuhan, hewan, binatang, matahari 
sebagai sumber panas, bulan sebagai penerang malam, serta 
bintang-bintang sebagai penghias alam. Kesemuanya itu diciptakan oleh 
Allah dalam waktu enam masa, yang satu masa itu di sisi Allah sama 
dengan satu millenium atau seribu tahun menurut perhitungan manusia.&lt;br /&gt;

Sebagai makhluk manusia pertama, Adam telah menikmati semua fasilitas
 yang disediakan oleh Allah. Ia diperbolehkan menikmati semuanya, 
kecuali hanya satu yakni pohon Khuldi. Ia harus menjauhinya.&lt;br /&gt;

Di surga, Adam merasa kesepian, karena hidup sendiri tanpa kawan 
bermain dan teman bergaul. Maka Allah pun menciptakan makhluk lain yang 
terbuat dari tulang rusuk Adam sendiri, yang kemudian diberi nama Hawa 
yang berkelamin perempuan.&lt;br /&gt;

Lengkaplah sepasang manusia penghuni surga. Keduanya lantas 
dinikahkan oleh Allah. “Hai Adam, tinggallah engkau dan istrimu di dalam
 surga, dan nikmati segala yang ada, kecuali pohon ini. (Jika melanggar 
larangan itu) Nanti kamu akan jadi orang durjana,” firman Allah.&lt;br /&gt;

Maka Adam dan Hawa pun hidup, berpasangan, bercengkrama dan 
berbahagia di surga yang sangat indah. Hingga suatu ketika mereka 
terhasut bujuk rayu setan dan melanggar larangan Allah: Memakan buah 
Khuldi!&lt;br /&gt;

Allah SWT berfirman dalam QS. Thaha: 115-122, yang artinya: “Dan 
sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa 
(akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat. 
Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat, ‘Sujudlah kamu 
kepada Adam,’ maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang. Maka kami berkata, ‘Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis)
 adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali janganlah sampai
 ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi 
celaka. Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak 
akan telanjang, dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak
 (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya. Kemudian setan 
membisikkan pikiran jahat kepadanya (Adam) dengan berkata, “Hai Adam, 
maukah saya tunjukkan kepadamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan
 binasa?” Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu tampaklah bagi
 keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan 
daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan 
susahlah ia. Kemudian Tuhannya memilihnya. Maka dia menerima tobatnya 
dan memberinya petunjuk.”&lt;br /&gt;

Ketika Nabi Adam AS dikeluarkan dari surga, ia membawa wewangian surga, batu hitam
 (Al-Aswad) yang aslinya berwarna lebih putih dari salju, tongkat 
setinggi Nabi Musa (sekitar lima meter) yang terbuat dari tumbuhan surga
 yang harum, dan sejumlah benda lainnya. Adam pun dari surga membawa 
“Tabut”, yang berarti Peti Perjanjian.&lt;br /&gt;

Dalam Bahasa Arab, At-Tabut berarti sejenis peti atau kotak. Istilah 
ini juga dimaksudkan dengan kotak yang terbuat dari kayu di mana bayi 
Musa disimpan karena takut pada keganasan Fir’aun.&lt;br /&gt;

&lt;div class=&quot;box shadow&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;box-inner-block&quot;&gt;
&lt;i class=&quot;tieicon-boxicon&quot;&gt;&lt;/i&gt;
   Istilah At-Tabut berasal dari kata “Taba” yang berarti “kedatangan 
kembali”, maksudnya menggambarkan datangnya kembali rahmat Allah SWT.
   &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
Tabut Nabi Adam
 ini adalah sebuah kotak terbuat dari kayu akasia yang dilapisi emas 
murni, dan diikat dengan tali yang juga terbuat dari emas murni. 
Ukurannya, 5 meter x 3 kaki x 3 kaki. Tutupnya yang berlapis emas 
dijadikan “tempat duduk” yang nyaman, oleh dua boneka
 anak kecil bersayap mengembang yang terbuat dari emas, zamrud atau 
merah delima. Hal ini seperti dikemukakan ahli tafsir Al-Baidhawi. 
Dikatakan pula, tadinya ini berisi patung semua nabi, mulai dari Nabi Adam sampai Nabi terakhir, Muhammad SAW, pembawa perdamaian bagi kita semua.&lt;br /&gt;

Setelah Nabi Adam
 AS meninggal dunia, Tabut dimiliki Nabi Syis AS, sesudah itu berpindah 
kepada nabi lain berdasarkan garis keturunannya. Setelah cukup lama, Nabi Ibrahim AS mewarisi peti itu, kemudian nabi Samuel AS, dan seterusnya nabi-nabi lainnya dari kalangan Bani Israil.&lt;br /&gt;

Para Nabi dari Bani Israil sering sekali menempatkan peti perjanjian 
itu di depan, saat mereka bertempur melawan musuh-musuhnya. Dikisahkan, 
bahwa Nabi Musa AS selalu membawa Tabut saat maju berjihad, bertempur 
membela agama Allah. Peti itu menjadi pelipur lara, tempat istirahat, 
dan memberikan ketenangan jiwa bagi Bani Israil.&lt;br /&gt;

Para ahli tafsir lain mengatakan, bahwa Peti Perjanjian itu 
mengeluarkan teriakan seperti seekor kucing ketika dibawa ke medan 
pertempuran, sehingga musuh menjadi panik dan merasa ngeri, serta 
ujung-ujungnya mereka pun melarikan diri dari arena pertempuran. Jadi, 
kemenangan berada pada pihak yang membawa Peti Perjanjian itu, tanpa 
mngalami kesulitan.&lt;br /&gt;

Ketika Nabi Musa AS tergopoh-gopoh berlari sambil membawa kepingan 
Kitab Firman Allah SWT, ia sempat terjatuh. Kepingan kitabnya pecah, 
sebagiannya diambil oleh malaikat dan dibawa ke surga, sementara Musa 
mengumpulkan sisanya dan kemudian menyimpannya di dalam Tabut. Hanya 
seperenam bagian saja dari kitab itu yang tinggal di dalam Tabut.&lt;br /&gt;

Tabut atau Peti Perjanjian itu juga berisi barang-barang keramat, 
seperti: jubah dan sepatu Nabi Musa, sorban Nabi Harun AS, serta 
jambangan “Manna”, sehingga generasi berikutnya dapat bersyukur kepada 
Allah atas karunia yang Dia limpahkan kepada nenek-moyang mereka di 
padang pasir.&lt;br /&gt;

Sementara itu, Bangsa Israil menganggap Tabut itu sangat suci. Mereka
 percaya bahwa dengan menggunakannya, Allah SWT akan mendatangi mereka 
dan menolongnya dari serangan musuh. Peti itu merupakan simbol 
keagungan, kedamaian, dan kemenangan bagi mereka.&lt;br /&gt;

Dikisahkan, setelah Nabi Musa AS meninggal dunia, Tabut tersebut 
menjadi milik Bangsa Israil yang dikeramatkan. Namun, Bangsa Israil 
cepat sekali membuat dosa-dosa besar. Mereka mulai melakukan segala 
perbuatan yang memalukan seperti membunuh, zina, mencuri, dan berbagai 
pelanggaran lainnya. Mereka meninggalkan undang-undang dari Nabi Musa 
AS.&lt;br /&gt;

Maka akhirnya Allah SWT pun menyerahkan mereka kepada tangan-tangan 
penindas yang sangat kuat. Saat itu Bangsa Israil telah kehilangan 
banyak kota, direbut oleh kaum Amalekite. Keadaan Israil, negeri para 
nabi, menjadi porak-poranda!&lt;br /&gt;

Dikisahkan, pada saat itu Bangsa Israil memiliki seorang raja bernama
 Ilaq. Dia mempersiapkan pasukannya untuk maju perang melawan kaum 
Amalekite yang merupakan sempalan dari kaum ‘Ad. Di antaranya, mereka 
membawa Tabut yang sangat dikeramatkan. Tetapi mereka mengalami 
malapetaka yang sangat hebat.&lt;br /&gt;

Peristiwanya sebagai berikut….&lt;br /&gt;

Kaum Amalekite (sekitar abad ke-11 SM) melakukan serangan yang hebat 
terhadap Bani Israil. Serangan ini berhasil. Karenanya, setelah perang 
yang banyak menumpahkan darah itu, kaum Amalekite merebut pusaka mereka 
yang paling berharga yakni Tabut atau Peti Perjanjian.&lt;br /&gt;

Tidak ada apa-apa lagi selain duka nestapa yang memenuhi rongga hati 
Bangsa Israil. Sebagai pengganti, janji, doa dan permohonan mereka 
panjatkan kepada Allah SWT. Mereka memohon anugerah Tuhan berupa pusaka 
nabi.&lt;br /&gt;

&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;box shadow&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;box-inner-block&quot;&gt;
&lt;i class=&quot;tieicon-boxicon&quot;&gt;&lt;/i&gt;
   “Keagungan Israil telah tiada karena direbutnya Peti Tuhan (Tabut),” demikian ratap Bangsa Israil.
   &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
Ternyata, keberadaan Tabut menjadi beban yang sangat berat bagi kaum 
Amalekite. Kepanikan dan wabah penyakit menimpa negerinya. Terjadi 
kebingungan total di antara kaum Amalekite. Oleh karena itu mereka 
akhirnya menyadari, bahwa Allah Yang Maha Penciptalah yang telah membuat
 peristiwa pahit itu, karena menempatkan Peti Perjanjian di antara 
berhala-berhala.&lt;br /&gt;

Atas hukuman yang mereka alami dan saksikan, terpaksa mereka 
berkesimpulan, “Peti Tuhan Bangsa Israil tidak boleh tinggal di antara 
kita lebih lama lagi, karena tanganNya lebih hebat ketimbang kita.”&lt;br /&gt;

Saat Bangsa Israil tidak mempunyai nabi lagi di wilayahnya, Allah 
mengangkat Samuel sebagai nabi mereka. Nabi Samuel AS tinggal di wilyah 
pegunungan Palestina yang disebut Ephraim (tahun 1.100 SM). Bani Israil 
ingin menembus semua kerugian dengan merebut kembali negeri dan Tabut 
yang hilang. Kerena itu mereka mendesak Nabi Samuel AS agar ia menunjuk 
seorang raja, yang mampu memimpin perang.&lt;br /&gt;

Nabi Samuel AS menanyakan kepada Bangsa Israil, apakah mereka akan 
ikut berperang jika hal tersebut diwajibkan? Mereka memberikan jawaban 
positif, menyatakan siap berperang di jalan Allah, karena telah terusir 
dari negeri sendiri dan tak sedikit dari kaum mereka yng mati terbunuh. 
Para pengikut Jalut, pemimpin kaum Amalekite, bahkan telah berulang kali
 melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan terhadap Bani Israil.&lt;br /&gt;

Nabi Samuel AS memohon agar Allah SWT mengirimkan seorang raja. Maka 
Allah pun kemudian mengirimkan Thalut (Saul). Setelah itu sang nabi 
mengumumkan kepada bangsa Israil, bahwa Allah telah mengangkat Thalut 
sebagai raja bagi mereka.&lt;br /&gt;

Pada mulanya mereka menolak Thalut sebagai raja, dengan berbagai 
alasan yang mengada-ada serta sangat ngawur. Di antaranya, mereka 
mengatakan bahwa Thalut hanyalah seorang penyamak kulit dan terlalu 
lemah untuk dinobatkan menjadi raja. Padahal sebenarnya, Thalut adalah 
dari suku Beniamine (Benyamin/adik kandung Nabi Yusuf AS), keturunan 
Nabi Ya’qub AS. Allah SWT telah memilih Thalut dan telah 
menganugerahinya ilmu pengetahuan yang sangat luas, serta berbadan 
perkasa atau tegap. Tetapi bangsa Israil ternyata tidak mau menerima 
Thalut begitu saja.&lt;br /&gt;

Menghadapi Bagsa Israil yang keras kepala itu, Nabi Samuel AS lalu 
memberikan suatu jaminan bahwa tanda kekuasaan Thalut adalah kembalinya 
Tabut kepada mereka, dan di dalamnya terdapat sisa peninggalan keluarga 
Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS. Dan para malaikat akan membawa peti 
tersebut bagi Bangsa Israil.&lt;br /&gt;

Sementara itu, kaum Amalekite yang kini menguasai Tabut, semakin 
menderita oleh wabah penyakit. Mereka percaya bahwa baru akan selamat 
dari beragam bencana, dengan cara mengembalikan Tabut kepada pemiliknya.
 Maka pada suatu hari, mereka menempatkan Tabut tersebut di atas sebuah 
gerobak. Apa yang kemudian terjadi?&lt;br /&gt;

Sungguh sangat ajaib! Tiba-tiba gerobak itu bergerak tanpa seorang 
pun yang mengemudikannya. Para malaikat mengarahkan gerobak ini, dan 
kerja mereka dilakukan di lapangan terbuka. Namun wujud dari para 
malaikat tersebut tentu saja tidak terlihat.&lt;br /&gt;

Saat itu Bangsa Israil menyaksikan sebuah keajaiban yang sangat 
nyata. Tak hanya itu, para malaikat kemudian mengangkat gerobak ini ke 
angkasa sehingga seluruh Bangsa Israil melihatnya dengan jelas. 
Selanjutnya, para malaikat meletakkannya di dekat Thalut.&lt;br /&gt;

Akhirnya, dengan suara bulat Thalut diterima oleh seluruh penduduk 
Bangsa Israil sebagai raja mereka. Kembalinya Tabut itu, memberi mereka 
kenyamanan dan keamanan.&lt;br /&gt;

&lt;h4&gt;
Dimanakah Tabut itu sekarang?&lt;/h4&gt;
Ada sebagian pihak mengatakan bahwa Tabut tersebut pernah diangkut ke
 Yerusalem, dan ternyata Tabut suci tersebut ada di Axum, sebuah kota di
 bagian utara dari Ethiopia. Tabut tersebut sudah disimpan disana sejak 
sekitar 3.000 tahun yang lampau, sejak kerajaan Salomo (Nabi Allah 
Sulaiman). Tempat penyimpanan Tabut itu dalam satu tempat rahasia, di 
dalam gua di bawah tanah dari gereja “Zion of Mary”. Gua tersebut dijaga
 dengan ketat oleh para imam dari keturunan raja Israel.&lt;br /&gt;

Tabut tersebut disimpan di dalam ruangan yang dikelilingi oleh tujuh 
tembok. Hanya ruangan dari tembok pertama sampai dengan ke empat bisa 
digunakan untuk berdoa oleh para imam di sana. Dan untuk ruangan ke lima
 maupun ke enam hanya boleh dimasuki oleh para tetua imam saja. 
Sedangkan yang boleh masuk ke ruangan paling dalam atau ruangan ketujuh 
dimana Tabut tersebut disimpan, hanya seorang imam pilihan saja, yakni 
yang menjadi penjaga dari Tabut suci tersebut.&lt;br /&gt;

Konon, imam penjaga Tabut, tidak diperkenankan keluar dari gua 
tersebut, bahkan ia hanya diperbolehkan keluar sampai dengan ke ruangan 
ke enam saja, untuk mengambil makanan dan minuman yang dibawakan oleh 
imam tetua lainnya. Ia harus tinggal di ruangan tersebut selama 
hidupnya, bahkan ia harus puasa dan berdoa selama 225 hari dalam 
setahun. Apabila ia mati maka ia akan digantikan oleh imam pilihan 
lainnya.&lt;br /&gt;

Kebanyakan penjaga di situ dipercayai akan mengalami buta dan 
menemuai ajal dalam keadaan tubuh mereka terbakar atau keracunan kesan 
dari radiasi dari tabut tersebut yang dikatakan mengandungi kesan 
radioaktif yang luar biasa, sehingg siapa saja yang menyentuhnya juga 
akan menemui ajal.&lt;br /&gt;

Waallahu A’lam…!&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; border: medium none; overflow: hidden;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;



&lt;/span&gt;</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2013/04/hikayat-tabut-nabi-adam.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-4380443398273373474</guid><pubDate>Sat, 06 Apr 2013 18:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-03T11:40:13.272-07:00</atom:updated><title>Tanah Yang Digunakan Untuk Membuat Nabi Adam AS</title><description>&lt;div class=&quot;entry&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt;MAWAN SUGANDA&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
Berikut ini tafsir Ibnu Abbas yang menjelaskan beberapa spesifikasi tanah yang dijadikan bahan oleh Allah SWT untuk menciptakan Nabi Adam AS:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Kepala Adam&lt;/strong&gt; dari tanah Baitul Muqadis : tempat otak dan akal manusia&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Telinga Adam&lt;/strong&gt; dari tanah bukit Tursina: karenanya menjadi alat pendengar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Dahi Adam&lt;/strong&gt; dari tanah Iraq: karenanya tempat bersujud pada Allah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Muka Adam&lt;/strong&gt; dari tanah Aden: karenanya menjadi tempat berhias dan kecantikkan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Gigi Adam&lt;/strong&gt; dari tanah telaga Al Kautsar: tempat untuk manis-manis.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Tangan kanan Adam&lt;/strong&gt; dari tanah Ka’bah: untuk mencari nafkah dan bekerja.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Tangan kiri Adam&lt;/strong&gt; dari tanah Paris: untuk bersuci cebok (istinjak).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Kemaluan Adam&lt;/strong&gt; dari tanah Babylonia: tempat birahi dan tipu daya setan untuk membimbing manusia menuju dosa.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Hati Adam&lt;/strong&gt; dari tanah surga Firdaus: sebagai tempat iman, keyakinan, dan ilmu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Lidah Adam&lt;/strong&gt; dari tanah Tha’if: tempat untuk mengucap kalimat syahadat dan berdoa.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Adapun proses penciptaannyab dijelaskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Ketika Allah akan menjadikan Adam, tanah itu dicampuri air tawar, 
air asin, air anyir, angina dan api. Kemudian Allah resapkan Nur 
kebenaran dalam diri Adam dengan berbagai macam “sifat”.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lalu tubuh Adam itu digenggam dengan genggaman “Jabarut” kemudian diletakkan didalam “Alam Malakut”.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sesungguhnya tanah yang akan dijadikan “tubuh Adam” adalah tanah 
pilihan. Maka sebelum dijadikan patung, tanah itu dicampurkan dengan 
rempah-rempah, wangi-wangian dari sifat Nur Sifat Allah, dan disirami 
dengan air hujan “Barul Uluhiyah”.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemudian tubuh itu dibenamkan di dalam air “Kudral-Izzah-Nya”, yaitu
 sifat “Jalan dan Jammal”. Lalu diciptakan menjadi tubuh Adam yang 
sempurna.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Demikian pula roh, ketika itu diperintah masuk ke dalam tubuh Adam, 
ia pula merasa malas dan enggan, malah ia berputar-putar, mengelilingi 
patung Izrail.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Dijadikan pula lima buah pancaindera :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Mata alat penglihatan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hidung alat penciuman&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Telinga alat pendengaran&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mulut alat perasa manis, asin dan sebagainya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anggota tubuh lainya seperti kulit, telapak tangan, untuk perasa halus, kasar dan sebagainya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Waallahu A’lam…!&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;



&lt;/span&gt;</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2015/04/tanah-yang-digunakan-untuk-membuat-nabi.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-8427943435398677751</guid><pubDate>Mon, 01 Apr 2013 18:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-03T11:07:01.684-07:00</atom:updated><title>Ibnu Khafif Sufi Besar Yang Pernah Menikah 400 Kali  </title><description>&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Badruzzaman Al-Jawiy (Mawan Suganda)&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;



&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class=&quot;content-wrap&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;content&quot;&gt;
&lt;article class=&quot;post-listing post-426 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-kisah-sufi tag-ibnu-khafif tag-news tag-sufi&quot;&gt;&lt;div class=&quot;post-inner&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;entry&quot;&gt;
&lt;blockquote&gt;
Dalam
 waktu yang bersamaan terkadang ia beristeri dua atau tiga orang wanita.
 Salah seorang di antara isterinya adalah putri wazir yang sangat 
cantik, yang mendampinginya selama empat puluh tahun….&lt;/blockquote&gt;
Abu Abdullah Muhammad
 bin Khafif lahir di Syiraz tahun 270 H/882 M. Dia adalah seorang tokoh 
suci di Persia, dan berasal dari keluarga bangsawan. Setelah mendapat 
pengetahuan yang luas, Ibnu Khafif berangkat ke Baghdad dan di kota ini ia bertemu dengan Al-Hallaj serta tokoh-tokoh sufi lainnya.&lt;br /&gt;

Menurut riwayat, ia pernah mengunjungi Mesir dan Asia Kecil. Ibnu Khafif yang juga pernah menulis beberapa buah buku, meninggal dunia dalam usia lanjut di kota kelahirannya pada tahun 371 H/982 M.&lt;br /&gt;

Dikisahkan, ketika masih muda, ia ingin sekali pergi ke Tanah Suci 
untuk melakukan ibadah haji. Waktu tiba di kota Baghdad, kepalanya masih
 penuh dengan kecongkakan sehingga ia tidak mau menemui Junayd 
Al-Baghdadi (seorang Wali Qutub/pemimpin para wali yang sangat 
terkenal). Ia terus saja berjalan sambil membawa seutas tali dan sebuah 
ember.&lt;br /&gt;

Saat telah berada jauh di tengah padang pasir, Ibnu Khafif
 merasa sangat dahaga. Untunglah di kejauhan tampak sebuah telaga dan 
seekor rusa yang sedang minum. Begita tiba di tempat tersebut, tiba-tiba
 telaga menjadi kering, semua airnya terserap habis ke dalam bumi.&lt;br /&gt;

Menyaksikan kejadian ini Ibnu Khafif berseru, “Ya Allah, apakah Abdullah lebih hina dari seekor rusa?”&lt;br /&gt;

“Rusa itu tidak membawa tali dan timba, ia berpasrah diri sepenuhnya kepada Kami,” terdengar jawaban tanpa wujud.&lt;br /&gt;

Dengan hati gembira, tali dan ember langsung dibuang, kemudian ia melanjutkan perjalanan.&lt;br /&gt;

“Abdullah, Kami hanya mengujimu, ternyata engkau tabah. Oleh karena 
itu, kembalilah dan minumlah air telaga tadi,” lagi-lagi terdengar suara
 tanpa wujud.&lt;br /&gt;

Ibnu Khafif
 pun kembali ke tempat semula dan didapatkannya air telaga itu telah 
penuh seperti semula. Ia segera bersuci dan minum, setelah itu berangkat
 lagi. Di sepanjang perjalanan ke Madinah, ia tak pernah batal dari 
wudhu yang dilakukan di telaga tadi.&lt;br /&gt;

Pada suatu hari, tepatnya hari Jum’at, Ibnu Khafif
 berada kembali di Baghdad. Ketika ia berada di masjid, Junayd 
Al-Baghdadi melihatnya dan berkata, “Seandainya dulu engkau benar-benar 
bersabar, niscaya air akan menyembur sendiri dari bawah kakimu.”&lt;br /&gt;

&lt;h3&gt;
Pribadi Yang Zuhud dan Disiplin&lt;/h3&gt;
Ibnu Khafif, salah seorang tokoh sufi
 dan wali Allah yang dikenal sangat ketat dalam melakukan disiplin diri.
 Dikisahkan, setiap malam ia hanya memakan tujuh buah kismis kecil untuk
 berbuka puasa, tak lebih dari itu.&lt;br /&gt;

Pada suatu hari pelayannya menyajikan delapan buah kismis kepadanya. Ibnu Khafif tidak menyadari hal ini dan menghabiskannya.&lt;br /&gt;

Tetapi akibatnya, ia tidak mendapatkan kepuasan di dalam ibadahnya 
kepada Allah SWT, tidak seperti yang dialaminya setiap malam. Maka 
kemudian dipanggilnyalah si pelayan untuk dimintai keterangan, tentang 
makanan yang telah disajikannya.&lt;br /&gt;

“Aku telah memberikan delapan buah kismis kepadamu,” si pelayan mengaku.&lt;br /&gt;

“Mengapa engkau melakukan itu?” tanya Ibnu Khafif.&lt;br /&gt;

“Karena kulihat engkau sangat lemah dan aku merasa kasihan. Aku ingin, engkau memperoleh kekuatan.”&lt;br /&gt;

“Dengan berbuat demikian, engkau bukanlah sahabatku melainkan 
musuhku. Jika engkau memang sahabatku, niscaya akan memberikan enam buah
 kismis kepadaku, bukan delapan.”&lt;br /&gt;

Si pelayan itu lalu dipecatnya dan digantikan dengan yang baru.&lt;br /&gt;

Dalam hal meminta nasehat dari orang-orang suci, Ibnu Khafif
 pun dikenal sangat gigih. Dikisahkan, pada suatu hari ia mendengar 
bahwa di negeri Mesir ada seorang tua dan seorang pemuda yang secara 
terus menerus melakukan meditasi. Karena sangat tertarik maka 
berangkatlah ia ke sana, dan berhasil bertemu dengan orang yang 
dicarinya.&lt;br /&gt;

Kedua orang itu tampak tengah menunduk dengan posisi tubuh menghadap ke arah kota Makkah. Ibnu Khafif pun mengucapkan salam, namun hingga berkali-kali mereka tetap membungkam.&lt;br /&gt;

“Demi Allah, jawablah salamku!” Ibnu Khafif berseru kepada mereka.&lt;br /&gt;

“Ibnu Khafif,
 dunia ini adalah kecil, dan dari dunia yang kecil ini hanya sedikit 
yang masih tersisa. Dari sisa yang sedikit ini, ambillah bagianmu yang 
sebesar-besarnya. Engkau telah membuang banyak waktu dengan mengucapkan 
salam kepada kami,” jawab si pemuda sambil mengangkat kepalanya.&lt;br /&gt;

Setelah berkata demikian, si pemuda kembali menundukkan kepalanya 
tanpa menghiraukan tamunya. Mendapati kenyataan yang mengagumkan ini, 
rasa lapar dan dahaga Ibnu Khafif seketika menjadi hilang. Ia tidak beranjak dari tempat itu.&lt;br /&gt;

“Berilah aku nasehat,” pinta Ibnu Khafif setelah cukup lama berada di tempat ini.&lt;br /&gt;

“Ibnu Khafif,
 kami berdua adalah manusia-manusia yang berduka. Kami tidak mempunyai 
lidah untuk memberikan nasehat. Orang lainlah yang harus memberikan 
nasehat kepada orang-orang yang berduka,” lagi-lagi si pemuda yang 
menjawab.&lt;br /&gt;

Ibnu Khafif belum berputus asa. Ia terus bertahan di tempat itu selama tiga hari, dan selama itu pula tidak makan, minum maupun tidur.&lt;br /&gt;

“Apakah yang harus kulakukan agar mereka mau memberikan petuah kepadaku?” tanya Ibnu Khafif di dalam hati.&lt;br /&gt;

Tiba-tiba si pemuda mengangkat kepalanya dan berkata, “Temuilah 
seseorang yang apabila memandangnya engkau akan teringat kepada Allah 
SWT, dan karena terpesona kepadanya hatimu akan terjaga, yaitu seorang 
yang akan memberi nasehat melalui perbuatan, bukan melalui kata-kata.”&lt;br /&gt;

&lt;h3&gt;
Ibnu Khafif dan Para Istrinya&lt;/h3&gt;
Diceritakan, pada suatu malam Ibnu Khafif memanggil pelayannya lalu berkata, “Carikan seorang wanita untuk kunikahi.”&lt;br /&gt;

“Kemanakah hendak kucari seorang wanita tengah malam seperti ini? 
Tetapi aku mempunyai seorang puteri. Jika Anda mengizinkan, aku akan 
pergi menjemputnya,” kata si pelayan.&lt;br /&gt;

“Pergilah dan bawa puterimu itu kemari”&lt;br /&gt;

Si pelayan membawa puterinya dan pada saat itu juga Ibnu Khafif langsung menikahinya. Tujuh bulan kemudian, lahirlah seorang bayi, tetapi tidak berapa lama meninggal dunia.&lt;br /&gt;

“Suruhlah puterimu itu meminta cerai dariku. Atau kalau dia suka, 
boleh tetap menjadi isteriku!” kata Ibnu Khafif kepada si pelayan atau 
mertuanya pada suatu hari.&lt;br /&gt;

“Tuan, apakah rahasia di balik semua ini?” si pelayan bertanya keheranan.&lt;br /&gt;

“Pada malam pernikahan itu, aku bermimpi bahwa hari berbangkit 
(kiamat) telah tiba. Banyak orang yang berdiri kebingungan, sementara 
keringat melimpah sampai ke leher mereka.&lt;br /&gt;

Tiba-tiba muncul seorang anak meraih tangan ayah bundanya, dan dengan
 kecepatan bagaikan angin dibimbingnya mereka melewati jembatan yang 
terbentang di antara surga dan neraka. Oleh karena itulah aku ingin 
mempunyai seorang anak. Ketika anakku lahir dan kemudian meninggal 
dunia, maka tercapailah sudah keinginanku itu,” jelas Ibnu Khafif.&lt;br /&gt;

Orang-orang mengatakan bahwa sejak itu Ibnu Khafif sering menikah. 
Menurut keterangan, ia telah menikah sebanyak empat ratus kali. Karena 
ia keturunan bangsawan, maka ketika ia bertaubat dan mencapai kesalehan 
yang sempurna, banyaklah wanita yang mengajukan diri untuk dilamarnya.&lt;br /&gt;

Diriwayatkan, dalam waktu yang bersamaan terkadang ia beristeri dua 
atau tiga orang. Salah seorang di antara isterinya adalah puteri wazir 
yang sangat cantik, yang mendampinginya selama kurun waktu empat puluh 
tahun.&lt;br /&gt;

Kepada isteri-isterinya ini, beberapa orang pernah bertanya tentang bagaimana sikap Ibnu Khafif terhadap mereka secara pribadi.&lt;br /&gt;

“Tidak sesuatu pun yang kami ketahui mengenai dirinya. Kalau di 
antara kami ada juga yang mengetahui, tentulah ia itu puteri wazir,” 
jawab mereka.&lt;br /&gt;

Maka bertanyalah mereka kepada puteri wazir, dan mendapat jawaban 
sebagai berikut, “Apabila kuketahui bahwa Syech hendak berkunjung ke 
kamarku di malam hari, maka kupersiapkan makanan yang lezat-lezat. 
Kemudian aku berdandan. Ketika ia datang dan melihat apa yang aku 
lakukan, aku pun dipanggil dan dipandanginya beberapa saat lamanya. 
Kemudian untuk beberapa saat pula dipandangnya makanan yang telah 
kusiapkan itu.”&lt;br /&gt;

Pada suatu malam, lanjut puteri wazir, Ibnu Khafif menarik dan 
melapis tangannya dengan lengan bajunya, kemudian diusapkannya ke 
perutnya. Terabalah oleh puteri wazir lima buah simpul di antara dada 
dan pusarnya. Ketika ditanyakan simpul-simpul apakah itu, Syech menjawab
 bahwa simpul-simpul tersebut adalah gejolak-gejolak ketabahan yang 
telah disimpulkan satu persatu agar dapat bertahan terhadap kejelitaan 
dan makanan lezat yang telah dihidangkan kepadanya. Setelah itu beliau 
pergi meninggalkan puteri wazir.&lt;br /&gt;

“Itulah satu-satunya hubungan intim di antara kami. Alangkah kokoh disiplin diri Ibnu Khafif suamiku,” jelas sang puteri wazir.&lt;br /&gt;

Nah, sahabat Histeri yang budiman, dari kisah ini kita bisa 
mendapatkan kesimpulan bahwa Ibnu khafif melakukan banyak pernikahan, 
bukan karena hendak memanjakan hawa nafsunya terhadap kaum wanita. 
Tetapi, beliau ingin mengambil sebanyak-banyaknya berbagai keutamaan 
yang terdapat di dalam pernikahan.&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Disarikan dari sumber terpilih&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/article&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2013/04/ibnu-khafif-sufi-besar-yang-pernah.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-6835351277977537210</guid><pubDate>Thu, 28 Mar 2013 18:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-03T11:32:31.608-07:00</atom:updated><title>Sang Pelita Masjidil Haram</title><description>&lt;div class=&quot;entry&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;YANTI&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;
Dia melakukan shalat di sepanjang malam dan membaca 
Al-Quran hingga khatam. Selama tiga puluh tahun, selalu duduk di bawah 
air mancur di Masjidil Haram, dan selama itu pula cukup bersuci sekali 
dalam dua puluh empat jam….&lt;/blockquote&gt;
Abu Bakar Al-Kattani adalah salah satu sufi pengikut Sultan Auliya Junaid Al-Baghdadi yang wafat pada tahun 298 H/910 M. Nama lengkapnya Abu Bakar Muhammad bin Ali bin Ja’far Al-Kattani. Dia lahir di Baghdad, tetapi tidak jelas tahun kelahirannya. Para penulis riwayat hidup sufi hanya menulis tahun kematiannya, yaitu di Makkah pada tahun 322 H/934 M.&lt;br /&gt;
Setelah puas berguru kepada Al-Junaid Abu Bakar Al-Kattani meminta 
izin kepada ibunya untuk menunaikan ibadah haji, meski pada waktu itu 
dia masih remaja. Ketika sampai di padang pasir, dia mengisahkan, ”Aku 
bermimpi sehingga aku harus bersuci. Di dalam hati aku berkata, mungkin 
aku tidak mempunyai persiapan yang selayaknya.&lt;br /&gt;
Maka aku pun kembali pulang. Sesampainya di rumah, kudapati ibu 
sedang menantiku di balik pintu. Aku bertanya kepadanya, ’Ibu, bukankah 
Ibu telah mengizinkan aku pergi haji?’ ’Ya,’ jawab ibuku. ’Tetapi tanpa 
engkau, aku tidak sanggup melihat rumah ini lagi. Sejak engkau pergi, 
aku duduk di tempat ini. Aku telah bertekad tidak akan beranjak dari 
tempat ini sebelum engkau pulang kembali.’ Itulah sebabnya, sebelum 
ibuku meninggal dunia, aku tidak mau mencoba mengarungi padang pasir 
lagi.”&lt;br /&gt;
Setelah ibunya meninggal, Abu Bakar pergi ke Makkah untuk menunaikan 
ibadah haji dan menetap di sana hingga wafatnya. Di sana, dia selalu 
melakukan shalat di sepanjang malam dan membaca Al-Quran hingga khatam. 
Selama tiga puluh tahun, dia selalu duduk di bawah air mancur di dalam 
Masjidil Haram, dan selama itu pula dia cukup bersuci sekali dalam dua 
puluh empat jam. Di samping itu, dia pun jarang tidur, dan lebih 
mementingkan ibadah kepada Allah SWT. Karena itulah, dia mendapat gelar 
Pelita Masjidil Haram.&lt;br /&gt;
Berikut ini adalah kisah-kisah karomah tentang Abu Bakar al-Kattani yang sangat menarik untuk disimak:&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Mimpi Bertemu Nabi SAW&lt;/h3&gt;
”Ada sedikit kebencian di dalam hatiku kepada Ali, amirul mu’minin. Karena Nabi SAW pernah bersabda, ’Tidak ada ksatria sejati
 selain daripada Ali. ’Dan karena keksatriaannya itulah, walaupun 
golongan Mu’awiyah berada di pihak yang salah dan dia di pihak yang 
benar, Ali menyerah kepada mereka agar pertumpahan darah tidak terjadi.”&lt;br /&gt;
”Aku mempunyai sebuah rumah kecil antara Bukit Shafa dan Marwah, 
Makkah. Di rumah itu aku bermimpi melihat Nabi SAW beserta 
sahabat-sahabat yang dikasihinya. Nabi menghampiri dan merangkulku. 
Kemudian, sambil menunjuk ke arah Abu Bakar Ash-Shiddiq, dia bertanya, 
’Siapakah dia?’&lt;br /&gt;
Aku menjawab, ’Abu bakar.’&lt;br /&gt;
Kemudian Nabi menunjuk ke arah Umar Al-Faruq, dan aku menjawab, ’Umar’.&lt;br /&gt;
Setelah itu Nabi menunjuk ke arah Ali, aku merasa sangat malu untuk menjawab, karena selama ini aku menaruh benci kepadanya.&lt;br /&gt;
Kemudian Nabi mendamaikan aku dengan Ali, dan kami saling 
berangkulan. Setelah itu semuanya meninggalkan tempat itu, kecuali Nabi 
SAW yang mengajakku. Maka naiklah kami ke puncak gunung itu, dan dari 
tempat itu kami memandang Ka’bah.&lt;br /&gt;
Ketika aku terjaga, ternyata diriku telah berada di puncak Gunung Abu
 Qubais. Sejak kejadian ini, sedikit pun tidak tersisa lagi kebencianku 
kepada Ali.”&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Bertemu Nabi Khidir AS&lt;/h3&gt;
Ada seorang tua berwajah cerah berseri-seri, mengenakan jubah yang 
anggun. Pada suatu hari orang tua ini melewati gerbang Bani Syaibah dan 
menghampiri Al-Kattani, yang sedang berdiri dengan kepala tertunduk. 
Setelah saling mengucapkan salam, orang tua itu berkata,&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
”Mengapa engkau tidak pergi ke Maqam 
Ibrahim? Seorang guru besar telah datang, dan dia sedang menyampaikan 
hadits-hadits yang mulia. Marilah kita ke sana untuk mendengarkan 
kata-katanya.”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
”Siapakah perawi hadits-haditsnya yang dikhutbahkannya itu?” Al-Kattani bertanya.&lt;br /&gt;
”Dari Abdullah bin Ma’mar, dari Zuhri, dari Abu Hurairah, dan dari Muhammad,” jawab orang tua itu.&lt;br /&gt;
”Sebuah rantai perawi yang panjang. Segala sesuatu yang mereka sampaikan
 melalui rantai panjang perawi dapat kita dengarkan secara langsung di 
tempat itu,” ujar Al-Kattani.&lt;br /&gt;
”Melalui siapakah engkau mendengar?”&lt;br /&gt;
”Hatiku menyampaikan padaku langsung dari Allah,” jawab Al-Kattani.&lt;br /&gt;
”Apa kata-katamu itu dapat dibuktikan?”&lt;br /&gt;
”Inilah buktinya. Hatiku mengatakan bahwa engkau adalah Nabi Khidir,” kata Al-Kattani.&lt;br /&gt;
”Selama ini aku mengira tidak ada sahabat Allah yang tidak kukenal,” 
Khidir berkata. ”Demikianlah halnya sebelum aku bersua dengan Abu Bakar.
 Maka sadarlah aku bahwa masih ada sahabat-sahabat Allah yang tidak 
kukenal tapi kenal kepadaku.”&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
Tertawa dan Dosa Sang Murid&lt;/h3&gt;
Di lain riwayat, Abu Bakar Al-Kattani mengisahkan, ”Di dalam sebuah 
mimpi aku bertemu seorang remaja yang sangat tampan. Aku bertanya 
kepadanya, ’Siapakah Anda?’&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
“Keshalihan!” jawabnya.&lt;br /&gt;
“Di manakah tempatmu?”&lt;br /&gt;
“Di dalam hati orang-orang yang berbuat sesuka hati mereka dan orang-orang yang bersenang-senang.”&lt;/div&gt;
Ketika aku terbangun, aku bertekad, bahwa seumur hidupku aku tidak 
akan tertawa kecuali apabila aku sudah tidak kuasa menahannya.&lt;br /&gt;
Ketika Abu Bakar Al-Kattani sudah menjadi guru, ada seorang muridnya 
yang sedang sekarat menantikan ajal. Si murid membuka matanya dan 
memandang ke arah Ka’bah. Tepat pada saat itu seekor unta yang lewat di 
tempat itu menyepak mukanya sehingga biji matanya tercungkil keluar.&lt;br /&gt;
Sesaat kemudian, terdengarlah oleh Abu Bakar sebuah suara yang 
berkata di dalam dirinya. ”Di dalam keadaan seperti ini, ketika 
rahasia-rahasia dari Yang Maha Ghaib hendak dibukakan kepadanya, dia 
malah berpaling ke arah Ka’bah. Oleh karena itulah dia dihukum. Apabila 
berhadapan dengan Sang Pemilik Rumah, janganlah engkau berpaling 
memandangi rumah-Nya.”&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Mayat Yang Tersenyum&lt;/h3&gt;
Abu Bakar Al-Kattani meriwayatkan sebagai berikut ini:&lt;br /&gt;
Ketika aku berada jauh di tengah padang pasir terlihatlah olehku mayat seseorang. Mayat itu tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
“He! Mengapakah engkau dapat tersenyum sedangkan engkau sudah mati?” aku berseru.&lt;br /&gt;
“Karena kasih Allah”, jawab mayat itu.&lt;/div&gt;
Abu Bakar mengisahkan pula: “Aku pernah bersahabat dengan seseorang, 
dan dalam persahabatan itu aku merasa sangat canggung. Aku beri dia 
suatu hadiah, tetapi kecanggungan itu tidak hilang. Aku bawa ia ke 
rumahku dan kukatakan kepadanya: ‘Taruhlah kakimu di mukaku!’&lt;br /&gt;
Mula-mula dia menolak, tetapi aku terus mendesak. Akhirnya ia menaruh
 kakinya ke mukaku sedemikian lamanya sehingga kecanggunganku itu sirna 
dan berubah menjadi cinta.&lt;br /&gt;
Pada suatu ketika, dari sebuah sumber yang halal, aku menerima uang 
dua ratus dirham. Uang itu kubawa untuk sahabatku itu dan kutaruh di 
atas sajadahnya.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;padding-left: 30px;&quot;&gt;
“Pergunakanlah uang itu untuk keperluanmu,” aku berkata kepadanya.&lt;/div&gt;
Dengan lirikan matanya ia memandang dan menjawab, “Hidupku yang 
seperti sekarang ini telah kubeli dengan harga tujuh puluh ribu dinar. 
Apakah engkau hendak menghanyutkanku dengan uangmu itu?”&lt;br /&gt;
Kemudian sahabatku itu bangkit menepiskan sajadahnya dan meninggalkan
 tempat itu. Seumur hidup belum pernah aku menemukan manusia yang 
bermartabat seperti dia, dan belum pernah aku malu seperti ketika aku 
memunguti kepingan-kepingan dirham itu”.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; border: medium none; overflow: hidden;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;



&lt;/span&gt;</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2015/03/sang-pelita-masjidil-haram.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-2593725467896838974</guid><pubDate>Wed, 27 Mar 2013 18:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-03T11:25:56.023-07:00</atom:updated><title> Ilmu Penakluk Dengan Suara</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Bambang Wiguna&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
Karena menguasai Ajian Gunthur Lathi atau mulut petir 
ini, maka orang yang menguasai ilmu ini bila sedang marah atau 
menghadapi musuhnya secara otomatis nada suaranya akan berubah sangat 
keras laksana petir mengelegar….&lt;/blockquote&gt;
Mantera
 atau ajimah memang sudah ada sejak dulu kala. Maka jangan heran jika 
nenek moyang dulu mampu merobohkan musuhnya cukup dengan sekali bentakan
 saja, tanpa perlu beradu fisik. Gajah Mada, misalnya.&lt;br /&gt;

Konon, salah satu ilmu kesaktian yang dimiliki oleh Gajah Mada salah 
satunya adalah Ajian Guntur Lathi. Karena menguasai Ajian Gunthur Lathi 
atau mulut petir ini, maka bila ia sedang marah atau menghadapi musuhnya
 secara otomatis suaranya akan berubah sangat keras laksana petir 
mengelegar. Manusia atau hewan seganas apapun akan roboh terpaku di bumi
 bila terkena bentakannya.&lt;br /&gt;

Menurut cerita versi lain, Ilmu Gunthur Lathi merupakan warisan dari 
raja besar Majapahit yakni Prabu Hayam Wuruk, sang raja arif dan 
bijaksana. Di bawah kekuasaannya Majapahit dapat menguasai atau 
menyatukan persada Nusantara di dibawah panji Majapahit.&lt;br /&gt;

Cerita tersebut menyebutkan bahwa memang sejak kecil Prabu Hayam 
Wuruk telah digembleng dengan ilmu kedigdayaan, hal disebabkan memang 
dirinya telah dipersiapkan untuk menjadi raja yang sakti mandraguna. 
Telah banyak ilmu yang dikuasainya dan satu diantaranya adalah Ilmu 
Guntur Lathi.&lt;br /&gt;

Berkat dukungan dan bimbingan Mahapatih Gajah Mada, ilmu langka dan 
unik ini dapat dikuasai dengan sempurna. Dikisahkan, saat melakukan 
perburuan binatang di sebuah hutan, rombongan pasukan raja disergap oleh
 sepuluh ekor singa yang keberadaannya muncul secara tiba-tiba dari 
balik bukit.&lt;br /&gt;

Dapat diduga dengan pasti para pengawal itu langsung membuat formasi 
pagar betis untuk melindungi raja muda, Hayam Wuruk. Tetapi 
pengawal-pengawal itu terkejut, karena mereka diperintahkan untuk 
menyingkir. Sementara itu, Prabu Hayam Wuruk keluar dari pagar betis 
yang dibuat oleh para pengawal sejatinya.&lt;br /&gt;

Tak dapat disangka, segerombolan singa yang jaraknya masih jauh 
kira-kira dua ratus meter itu kemudian meraung-raung roboh dan tidak 
dapat berdiri lagi. Mereka ingin berlari namun susah. Namun dengan 
bijaksana akhirnya singa-singa dilepas bebas ke habitatnya oleh Prabu 
Hayam Wuruk.&lt;br /&gt;

Konon pula kabarnya, ilmu ini diwariskan kepada putera-puteranya, 
namun tak banyak yang menguasai ilmu hebat ini dengan sempurna. Hingga 
kemudian kerajaan Majapahit runtuh dan para pangeran banyak yang 
melarikan diri ke pegunungan untuk mencari tempat yang aman.&lt;br /&gt;

Untuk menguasai Ilmu Guntur Lathi sangatlah berat, terutama bila tak ada niat yang besar dan kuat. Adapun manteranya, adalah:&lt;br /&gt;

&lt;blockquote&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sun amatake ajiku si guntur lathi,&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt; Guntur lathi kuwang-kuwang,&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt; Midhaku raku,&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt; Guntur lathi pangucapku,&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt; Nyaut ora nyiduk, gajah meta kala manembah,&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt; Rep sirep sangking kersanung gusti .&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;h3&gt;
Syarat dan tatalakunya, adalah:&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Melakukan puasa ngelowong selama tiga hari, yakni dimulai hari Rabu Pon sampai Jum’at Kliwon.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tiap sore sampai tengah malam pukul 00.00 tidak boleh tidur.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tiap petang atau menjelang Maghrib membaca mantera di atas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila merasa ragu jangan melakukan segala syarat dari ilmu ini dan 
lupakan untuk menguasainya, karena selama menjalankan atau melakukan 
syarat ini Anda mungkin akan mengalami banyak keganjilan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Demikianlah sekilas tentang sebuah teknologi di masa silam yang 
sangat dahsyat, bernama Ajian Gunthur Lathi. Semoga menambah wawasan 
para pembaca seputar ilmu-ilmu warisan nenek moyang kita.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; border: medium none; overflow: hidden;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;



&lt;/span&gt;</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2013/03/ilmu-penakluk-dengan-suara.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-1464133077479263078</guid><pubDate>Mon, 25 Mar 2013 18:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-03T11:23:32.915-07:00</atom:updated><title>Pelet Lewat Tatapan Mata</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Bagus Bagaskara&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
Dengan membaca manteranya sambil menatap orang yang dituju, maka orang tersebut akan jatuh hati pada anda.…&lt;/blockquote&gt;
Para pakar pisikologi mengatkan, mata adalah jendela jiwa. Artinya, 
dengan melihat sinar matanya, orang bisa menebak isi hati seseorang, 
bahkan karateristiknya. Tentu dibutuhkan kepandaian khusus.&lt;br /&gt;

Masih berhubungan dengan mata, agaknya para nenek moyang kita pun 
telah menciptakan suatu rahasia yang erat hubungannya dengan kemauan 
hati, lebih sepesifik dengan rasa asmara.&lt;br /&gt;

Konon, dengan keyakinan penuh yang disertai mantra-mantra bertuah, 
kita bisa menjerat rasa asmara seseorang, pria atau pun wanita ilmu 
bernama Aji Griya Agung atau Ilmu Pelet Lewat Tatapan Mata.&lt;br /&gt;

Menurut sumbernya, aji pelet ini sangat ampuh, asal diperaktekkan 
dengan sungguh-sungguh. Untuk menjalankan tidak terlalu susah dan 
njlimet. Kalau memang Anda malas puasa pun tidak apa-apa. Tapi tentu 
akan lebih tajam bila Anda puasa karena ini semacam tebusan atau mahar. 
Dengan menggunakan ilmu pelet lewat tatapan mata ini,&lt;br /&gt;

Anda harus sepenuhnya berhasil memiliki sang idaman hati, dengan 
catatan tidak untuk dipermainkan. Kendatipun rupa atau wajah anda tidak 
ganteng atau cantik, apabila anda ingin mempraktekannya dengan 
sungguh-sungguh, Insayallah akan berhasil.&lt;br /&gt;

Agar lebih jelas dan Anda tidak penasaran, berikut ini kami paparkan 
dengan jelas bebrapa langkah yang perlu Anda tempuh untuk mendapatkan 
kekuatan pelet lewat atatapan mata ini.&lt;br /&gt;

&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Senantiasa menjaga dengan baik kebersihan wajah dan keceriaannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setiapkali Anda bertemu dengan orang yang dicintai, misalnya bertemu
 dengan gadis yang dicintai untuk dipersunting, maka ucapkanlah 
perlahan-lahn mantra dibawah ini dengan bersungguh-sungguh dan ikhlas 
karena allah.&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt;“BISMILLAHHIROHMANNIROHIIM KULLA AMARIN DZII BAALIN MIN SHAHBIHII WA AHBAABIHII MINAL KHAIRI DZIKRULLAHHI.”&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt; NIAT INGSUNG AMETIK AJI, AJIKU GRIYA AGUNG SUN SEBULAKE ING
 PUCUK RAMBUTE SI..(SEBUT NAMA SI DIA) LUWIH BRANTANE SI …(SEBUT NAMA SI
 DIA)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt; MUGA-MUGA ASIH MARING AWAK SLIRAKU&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
(baca mantera tersebut dari awal hingga akhir sebanyak 3 x)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seusai membaca 3x kemudian usaplah muka Anda dengan tangan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dan setelah mengusapnya, tataplah gadis yang anda incar itu sampai 
dia membalas tatapan anda. Tapi ingat jangan ada seorangpun yang tahu 
bahwa Anda tengah menjalankan ilmu ini. Dengan cara ini insyaallah si 
gadis menjadi idaman hati Anda dan akan mencintai anda sepenuh hatinya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mantera tersebut akan lebih ampuh lagi kalu sebelum menggunakannya Anda melakukan puasa 7 hari atau jika mampu 41 hari puasa.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Ilmu pelet lewat tatapan mata ini termasuk sangat unik , karena di 
dalamnya tidak mendatangkan resiko apa pun. Artinya ilmu ini tidak 
berakibat secara magis kepada pengamalnya, karena hanya digunakan untuk 
saat-saat tertentu.&lt;br /&gt;

Deimikianlah salah satu ilmu pelet sangat unik ini kami persembhakan 
kepada pembaca, dengan maksud agar pembaca dapat mengambil hikmahnya, 
dan menjadi catatan khusus untuk melestarikan pengetahuan peninggalan 
leluhur. Semoga hal ini digunakan pada koridor yang diridhoi Allah SWT. 
Amin ya robbal alamin…&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; border: medium none; overflow: hidden;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;



&lt;/span&gt;</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2013/03/pelet-lewat-tatapan-mata.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-776071368353190471</guid><pubDate>Mon, 25 Mar 2013 18:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-03T11:19:31.365-07:00</atom:updated><title>Derita Akibat Kiriman Santet Isteri Kekasih</title><description>&lt;em&gt;&lt;strong&gt;YANTI YULIANTI&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;



&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
DERITA AKIBAT KIRIMAN&lt;br /&gt;
SANTET ISTERI KEKASIH&lt;/h3&gt;
&lt;blockquote&gt;
Pria itu tak hanya merenggut kegadisanku. Ia juga telah 
merusak masa depanku. Bahkan, aku nyaris mati akibat kiriman santet yang
 dilancarkan isterinya….&lt;/blockquote&gt;
Sebut saja namaku Meryana. Aku terlahir di sebuah desa yang kata 
orang merupakan surganya gadis-gadis cantik. Bahkan, kebanyakan penyanyi
 dangdut top di televisi adalah gadis-gadis yang berasal dari desaku 
ini.&lt;br /&gt;

Sebagai dara yang terlahir di desa lereng gunung itu, aku sendiri 
tergolong gadis yang lumayan cantik, dengan postur tubuh tinggi 
semampai. Sayangnya, aku kurang bernasib baik sebab terlahir dari 
keluarga yang hidup sangat sederhana, bahkan bisa dikatakan di bawah 
garis kemiskinan.&lt;br /&gt;

Dengan niat membantu meringankan ekonomi keluarga, selepas lulus SMK 
kuputuskan untuk mengadu nasib di Jakarta. Tempat yang kutuju untuk 
sekedar numpang berteduh adalah rumah tanteku, Bi Irna. Setahuku, ia 
seorang perempuan yang tegar, yang sanggup menghidupi kedua anaknya 
dengan jerih payahnya sendiri, sebab ia memang sudah lama hidup 
menjanda.&lt;br /&gt;

Sebelum mendapatkan pekerjaan, aku juga sibuk membantu Bi Irna 
berjualan buah-buahan dan menyelesaikan pekerjaan dapur. Atas saran dan 
bantuan biaya dari Bi Irna juga akhirnya aku bisa kursus Komputer dan 
bahasa Inggris.&lt;br /&gt;

“Kalau mau dapat pekerjaan enak, kamu nggak bisa cuma mengandalkan ijazah saya,” kata Bi Irna, memotivasiku.&lt;br /&gt;

Apa yang dikatakannya memang benar. Selepas lulus kursus komputer dan
 bahasa Inggris dengan nilai terbaik, aku langsung direkomendasikan 
untuk bekerja disebuah perusahaan yang cukup bonafid. Hal ini sungguh 
merupakan kebahagiaan tersendiri bagiku, sebab dengan demikian aku tak 
perlu sepenuhnya bergantung pada Bi Irna. Lebih dari itu, aku juga 
berharap cita-citaku untuk membantu keluarga di desa bisa segera 
terwujud.&lt;br /&gt;

Di perusahaan itu mulanya aku hanya diberi tugas mengurusi 
administrasi ringan. Namun karena penilaian kinerjaku yang dianggap 
sangat baik, maka jabatanku cepat sekali naik. Bahkan ketika Bu Dhea, 
sekertaris direksi memilih pensiun dini, aku langsung diserahi tugas 
untuk menggantikan posisinya.&lt;br /&gt;

Ya, setelah kurang lebih bekerja satu setengah tahun di perusahaan 
itu aku bisa menduduki jabatan sebagai sekertaris direktur. Akan tetapi 
siapa sangka kalau ini justru menjadi titik awal penderitaanku. Hal ini 
berawal karena hubunganku dengan Pak Irfan, direktur perusahaan itu yang
 diam-diam ternyata jatuh cinta padaku.&lt;br /&gt;

Masih kuingat awal kejadiannya. Hari itu tanggal 15 September 2006. 
Di sebuah restoran terkenal di Bandung, Pak Ifan menyatakan cintanya 
padaku. Namun, waktu itu aku tak memberi jawaban apa-apa, sebab sulit 
bagiku untuk menerima cintanya. Pak Ifan tak hanya atasanku, tapi aku 
juga tahu persis pria berusia menjelang kepala lima ini sudah beranak 
dan beristeri. Apa kata orang nanti jika aku menerima cintanya. Mereka 
pasti akan menudingku sebagai gadis matrialistis, atau lebih parah lagi 
sebagai perempuan perusak rumah tangga orang lain.&lt;br /&gt;

Harus kuakui, meski sudah tak muda lagi namun Pak Ifan masih terlihat
 gagah dan tampan. Lebih dari itu, ia juga punya sifat mengemong, sabar,
 dan penuh perhatian padaku. Agaknya, berbagai kelibihan inilah yang 
pada akhirnya membuat kebekuan hatiku mencair. Hingga peristiwa yang 
tidak senonoh itu pun terjadilah pada diriku.&lt;br /&gt;

Tak mungkin aku bisa melupakannya seumur hidupku. Hari itu aku harus 
mendampingi Pak Ifan rapat dengan klien di Bogor. Karena rapat baru 
selesai hingga larut, maka Pak Ifan memutuskan agar malam itu kami 
menginap di villa milik kantor, sebab keesokan harinya rapat harus 
kembali dilanjutkan untuk mencapai kata sepakat.&lt;br /&gt;

Di villa jahanam itulah Pak Ifan merenggut kegadisanku, dan aku 
terpaksa harus menuyerahkannya setelah terbujuk oleh rayuan manisnya. 
Celakanya, setelah kejadian itu aku tak pernah bisa menolak setiap kali 
ia mengajakku untuk berhubungan intim.&lt;br /&gt;

Sampai akhirnya kejadian yang sama sekali tak pernah kuduga harus 
kuhadapi. Siang itu sekitar jam makan siang, aku dan Pak Ifan tengah 
memadu kasih di dalam ruang kantornya. Ketika itulah dating seseorang 
mengetuk pintu. Dengan tanpa basa-basi seorang perempuan berusia 40-an 
tahun muncul dan langsung melabrak Pak Ifan.&lt;br /&gt;

Rupanya, perempuan itu adalah isteri Pak Ifan. Ia langsung menuding 
dan mencercaku sebagai gadis murahan. Aku sama sekali tak bisa 
membantahnya, sebab dalam hati aku memang merasa bersalah. Lebih parah 
lagi, isteri Pak Ifan sepertinya sudah lama mencium hubungan gelap kami.&lt;br /&gt;

Ternyata kejadian siang itu tidak hanya berhenti sampai disitu. Entah
 dari mana mendapatkan alamatku, suatu sore di hari Minggu, isteri Pak 
Irfan mendatangiku dengan sebuah map di tangannya.&lt;br /&gt;

“Besok kamu tidak perlu repot-repot lagi datang ke kantor. Di dalam 
map itu ada surat pemecatan dan dan pesangon buatmu,” katanya seraya 
pergi tampat pamit dari hadapanku.&lt;br /&gt;

Setelah kajidian ini, aku pun kehilangan kontak dengan Pak Irfan. 
Setiap aku hubungi ke HP-nya selalu tidak aktif, dan bila kucoba 
menghubungi kantor recepsionis selalu bilang kalau Pak Irfan sedang 
cuti.&lt;br /&gt;

Baru sekitar seminggu kemudian setelah kejadian itu, Pak Irfan 
menelponku dan minta ketemuan di sebuah kafe di bilangan Senayan. Saat 
kami bertemu, kulihat Pak Irfan semakin kurus dan nampak sekali memikul 
beban yang berat. Biarpun di hatiku tersimpan sakit hati yang teramat 
dalam, namun aku tak kuasa untuk membencinya karena memang aku sangat 
mencintainya.&lt;br /&gt;

“Mer, gimana keadaanmu? WSaktuku di sini tidak banyak. Kita harus 
segera pergi dari Jakarta, kalau perlu kita harus secepatnya 
meninggalkan negera ini,“ katanya dengan terburu-buru&lt;br /&gt;

“Kenapa harus sejauh itu, Pak?” tanyaku.&lt;br /&gt;

“Mungkin sekarang kau sudah tau keadaanku yang sebenarnya. Perusahaan
 itu adalah perusahaan milik ayah mertuaku yang diwariskan kepada 
isteriku. Dan mulai hari ini aku tdak mau hidup di bawah kungkungannya. 
Aku ingin kebebasan. Aku ingin hidup denganmu, Mer!” jawabnya seraya 
menatapku.&lt;br /&gt;

Keharuan di antara kami hanya berlangsung beberapa saat saja. Di saat
 kami bersepakat untuk pergi, tiba-tiba kami dikagetkan dengan 
kemunculan isteri Pak Irfan dengan beberapa bodyguardnya.&lt;br /&gt;

“Sudah cukup ya aku memperingatkanmu!” wanita itu memelototiku. 
“Irfan adalah milikku dan sampai kapanpun dia akan tetap menjadi 
milikku. Karena kamu sudah tidak mengidnahkan peringatanku, lihat saja 
kau nanti kau akan menuai akibatnya,” ancamnya padaku.&lt;br /&gt;

Tapi aku tidak begitu menggrubrisnya karena pada saat itu yang aku 
perhatikan hanya Pak Irfan. Lelaki yang sebelumnya bertekad mengajakku 
pergi itu kembali terlihat sangat menurut pada isterinya. Ibarat kata 
seperti kerbau dicocok hidungnya.&lt;br /&gt;

Sebagai wanita, hari itu aku benar-benar telah kehilangan harga diri.
 Isteri lelaki pengkhianat bernama Irfan itu mencaci makiku dengan 
seenak udelnya di depan pengunjung kafe yang sedang padat. Aku pergi 
dengan wajah tertunduk dan mata sembab karena tangis.&lt;br /&gt;

Setelah kejadian di kafe itu, berbagai kejadian aneh mulai kualami. 
Setelah suatu malam akub bermimpi didatangi makhluk menyeramkan yang 
menindih tubuhku, esok harinya ketika bangun badanku sulit untuk 
digerakkan. Bahkan, dua hari kemudian aku dinyatakan lumpuh.&lt;br /&gt;

Tidak itu saja keanehan yang kualami. Wajahku yang semula cantik, putih mulus, perlahan berubah menjadi hitam
 dan berkeriput. Lebih menyakitkan lagi, keringat yang keluar dari 
pori-pori tubuhku juga berbau tak sedap sehingga banyak orang yang 
enggan mendekatiku.&lt;br /&gt;

Karena melihat keganjilan penyakitku Bi Irna, tane yang selama ini 
selalu memperhatikanku berinisiatif membawaku ke orang pintar, yakni 
seorang Ustadzah yang akrab disapa Azahra.&lt;br /&gt;

“Sebenarnya ini bukan penyakit biasa. Ada orang yang sakit hati atas 
tindakanmu selama ini. Pasti Mbak juga paham dengan apa yang saya 
katakana ini,” kata Ustadzah Azahra.&lt;br /&gt;

Mendengar ini aku langsung teringat pada acaman isteri Pak Irfan tempo hari.&lt;br /&gt;

“Benar, perempuan itulah yang melakukannya?” senyum Ustadzah seolah bisa membaca perasaanku.&lt;br /&gt;

Menurut penjelasan Ustadzah Azahra, penyakit aneh yang kuderita 
berasal dari santet yang dikirim oleh isteri Pak Irfan. Santetnya juga 
bukan sembarang santet, namun bila dalam sembilan bulan tidak sembuh 
maka besar kemungkinan akan meninggal dengan sangat mengerikan.&lt;br /&gt;

“Untung Mbak cepat datang, kalau tidak semua akan terlambat. Insya 
Allah saya akan mencoba membantu dengan media Mandi Nurhikmah. Dengan 
wasilah ini semoga saja semua penyakit dari medis maupun maupun non 
medis dapat hilang atas izin Allah,” katanya pula.&lt;br /&gt;

Dalam ritual Mandi Nurhikmah itu, Ustadzah Azahra lebih dulu membaca 
ayat-ayat suci Al-Qur’an, sebelum akhirnya mengajakku ke tempat 
pemandian yang telah disiapkan. Aku mandi dengan air yang sangat jernih,
 yang diatasnya di beri kupuasan jeruk purut dan lembar-lembar daun 
sirih.&lt;br /&gt;

Setelah berdoa bersama-sama aku pun mulai dimandikan. Anehnya, pada 
saat mandi inilah aku serasa tenggelam dalam air yang dalam, dan aku 
seperti melihat makhluk-makhluk yang sangat menyeramkan. Selain itu aku 
juga seperti melihat bayangan seolrang wanita yang wajahnya mirip sekali
 dengan istrinya Pak Irfan….&lt;br /&gt;

Begitulah sekilas kisah nyata berbumbu aneh yang pernah menimpa 
diriku. Syukur Alhamdulillah setelah ditangani oleh Ustadzah Azahra 
keadaan terus membaik. Bahkan, ketika kutuliskan kisah ini untuk 
Histeri, aku sudah benar-benar sembuh. Berkat bantaun Ustadzah Azahra 
pula aku kini sudah kembali bekerja di sebuah perusahaan ekspedisi.&lt;br /&gt;

Terima kasih Tuhan. Terimakasih Ustadzah…!</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2013/03/derita-akibat-kiriman-santet-isteri.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-3673192236348238551</guid><pubDate>Mon, 18 Mar 2013 18:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-03T11:17:40.274-07:00</atom:updated><title>NYARIS MATI DI TANGAN NYI GEDE GOA SANGIANG (Berburu Harta Karun Jepang)</title><description>&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Mawan Suganda&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;



&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;blockquote&gt;
Di pulau ini terdapat benteng pertahanan tentara Jepang 
ketika Perang Dunia II. Mungkin karena itulah rumors keberadaan harta 
karun Jepang kemudian santer berembus dari pulau yang terletak di Selat 
Sunda ini….&lt;/blockquote&gt;
Pulau yang satu ini berada di Selat Sunda, lebih tepatnya di Desa 
Cikoneng, Kecamatan Anyer, Serang, Banten. Kalau dari Kota Serang, bisa 
menggunakan bus atau kendaraan pribadi menuju Cilegon, kemudian 
dilanjutkan ke Anyer dan berhenti di kawasan Pantai Manuk di Desa 
Cikenong. Dari Pantai Manuk, perjalanan dilanjutkan langsung ke Pulau 
Sangiang dengan menggunakan kapal atau perahu motor. Waktu yang 
dibutuhkan untuk sampai ke pulau ini sekitar 1 jam perjalanan. Sangat 
tergantung besar kecilnya ombak laut.&lt;br /&gt;

Kini, Pulau Sangiang menjadi salah satu obyek wisata menarik di 
Banten. Lepas dari pesona alamnya yang sangat indah, sesungguhnya sudah 
sejak lama pulau ini diburu orang. Mereka beranggapan bahwa di pulau 
kecil ini tersimpan harta karun peninggalan Jepang dalam jumlah yang 
sangat besar. Tetapi nyatanya hal ini hanya merupakan isapan jempol 
belaka. Buktinya, tak pernah ada yang kaya mendadak sepulang dari pulau 
tersebut.&lt;br /&gt;

Salah satu pelaku perburuan harta karun tersebut adalah Dirun, warga 
Karawang, Jawa Barat. Ia menyimpan pengalaman yang sungguh mengenaskan. 
Pada saat melakukan ritual di pulau ini. Ia nyaris mati karena 
kehadirannya tak disukai oleh penunggu pulau Sangiang yang disebutnya 
dengan nama Nyi Gede Goa Sanghyang.&lt;br /&gt;

Kisah nyata ini terjadi beberapa waktu yang lalu. Ketika itu Dirun 
ingin sekali dapat mengubah nasibnya secara sim salabim. Untuk mencapai 
cita-citanya ia telah mencoba bardoa selama dua bulan terus-menerus. 
Tetapi doa yang ia panjatkan tidak dikabulkan, karena rizki memang harus
 dicari melalui lahir dan batin. Walhasil hidupnya tetap begitu-begitu 
saja alias tetap melarat. Dan karena wawasan keagamaan Dirun sangatlah 
minim, maka ia pun lantas menganggap bahwa doanya tergantung di 
awang-awang.&lt;br /&gt;

Ia pun tidak mau lagi berdoa. Menurut hematnya, nasihat-nasihat dari 
para ajengan (ustadz/kyhai) yang selalu saja mengatakan agar dirinya 
bersabar dalam menghadapi hidup yang penuh cobaan, tak lebih hanyalah 
sekedar pelipur duka. Karenanya, untuk mengubah nasibnya secepat 
mungkin, Dirun bertekad hendak mencari jalan dengan caranya sendiri.&lt;br /&gt;

Untuk tujuan tersebut, kemudian Dirun pergi mengembara sampai ke 
Serang dan Cilegon. Dari tempat-tempat inilah ia mendengar bahwa banyak 
orang yang mencoba mencari harta karun Jepang di pulau Sangiang. Rumor 
itu menyebutkan bahwa di dalam sebuah goa yang penuh dengan misteri,
 terpendam lantakan harta. Namun ia juga mendengar, ada beberapa orang 
di antara para pemburu harta itu yang hilang di daerah tersebut.&lt;br /&gt;

Ketika itu, Dirun memasang dua kemungkinan yang menurut pemikirannya 
bisa ia peroleh. Disamping ingin membuktikan kebenaran cerita tentang 
harta karun Jepang yang menghebohkan dan syukur-syukur bisa 
mengambilnya, ia juga ingin mencari jalan agar bisa memperoleh nomor 
toto gelap (Togel) yang ketika itu memang sedang mewabah.&lt;br /&gt;

Demam harta karun Jepang, memang telah melanda nafsu
 manusia-manusia yang ingin mengejar harta, tahta dan wanita. Padahal 
Jepang sendiri yang telah menjajah Indonesia tenang-tenang saja dengan 
berbagai industri besarnya. Mereka merasa tidak pernah menyimpan apa pun
 di goa-goa yang dihebohkan banyak orang itu.&lt;br /&gt;

Akhirnya Dirun memutuskan ikut menumpang perahu layar pengangkut 
pisang ke pulau Sangiang. Dari jauh, pulau yang dalam pandangannya 
seperti gudang harta yang tak terhitung nilainya itu diperhatikannya. 
Sekonyong-konyong ia teringat pada kisah Alibaba yang pernah didengarnya
 di masa kecil, yang mendapat harta di dalam goa. Ia pun berharap bisa 
seperti tokoh yang ada dalam kisah 1001 malam itu.&lt;br /&gt;

“Apa tujuan sebenarnya datang kemari?” tanya Karim kepada Dirun 
sesampainya di Pulau Sangiang. Karim adalah sebagai ketua dari orang 
yang menetap di pulau itu. Ia sering didatangi orang-orang bermaksud 
aneh seperti Dirun. Ada yang berlagak seperti turis, ada yang berlagak 
seperti pemancing ikan dengan peralatan modern, dan masih banyak lagi 
bentuk lagak lainya. Tetapi, ujung-ujungnya mereka semua minta 
diantarkan ke tempat yang disebut sebagai Goa Sangiang.&lt;br /&gt;

“Saya mau beruzlah (mengasingkan diri) saja ke tempat yang sunyi, 
untuk mencari ketenangan hati,” jawab Dirun sambil tersenyum kecil penuh
 muslihat. Seolah-olah ia telah melihat tumpukan emas serta permata di 
hadapannya. Ia kemudian minta diantarkan ke tepi goa yang puncaknya 
paling tinggi. Dinding batunya yang kemerah-merahan menambah 
keyakinannya, bahwa di dalamnya tersimpan logam yang bersemu merah juga 
alias emas.&lt;br /&gt;

Ombak menghantam tebing, bunyinya terdengar nyaring berdentum-dentum 
disertai angin barat yang dingin. Matahari mulai terbenam diiringi warna
 merah kekuningan, laksana lelehan tembaga di langit sana. Laut dan 
langit tampak semakin samar dalam pandangan. Akhirnya hutan pun menyatu 
dengan gelapnya sang malam.&lt;br /&gt;

Sementara itu, Dirun seorang diri menghadap ke arah goa dengan 
ketenangan bak arca pada stupa candi. Belum pernah ia bisa setenang 
seperti sekarang ini. Meskipun begitu, sesungguhnya hati kecil Dirun 
bergelora bagaikan ombak di hadapannya.&lt;br /&gt;

Mulut Dirun komat-kamit seolah-olah memanggil sesuatu. Di dekatnya, 
sebuah dupa kecil berisi asap kemenyan putih dan setanggi, meliuk-liuk 
di putar angin dan buyar di atas kepalanya. Tiba-tiba ia mendengar bunyi
 asing yang mirip suara ombak namun sangat beraturan menerpa dinding 
goa. Bersamaan dengan itu tempat duduknya terasa bergoyang. Beberapa 
saat berselang bunyi aneh itu berhenti tak jauh dari hadapannya diiringi
 suara seperti pohon besar tumbang.&lt;br /&gt;

Perlahan-lahan Dirun membuka matanya. Tampak di hadapannya sesuatu 
seperti bentuk dua pohon besar. Padahal ia merasa yakin bahwa tadi tidak
 melihatnya. Pohon ini hitam
 berbulu, seperti dililit pohon gadung berduri. Tetapi yang sangat aneh,
 batang pohon itu berbentuk seperti telapak kaki yang amat besar. Kedua 
ibu jarinya sebesar drum minyak tanah, lengkap dengan kukunya yanmg 
terjorok ke hidung Dirun.&lt;br /&gt;

Dengan sangat penasaran, Dirun menengadah ke atas. Mata makhluk itu 
sebesar buah kelapa dan mencorong memandanginya. Napasnya hampir 
menyamai desau ombak yang menjalar di atas pasir pantai. Dirun 
tergagap-gagap, dan beberapa kali ia melenguh pilu.&lt;br /&gt;

“Ampun…aku…aku…hanya ingin harta dan nomor togel…!” geragap Dirun, sambil tertelentang ke belakang.&lt;br /&gt;

Kini, semakin jelas di matanya bahwa makhluk sedemikian besar itu 
berjenis kelamin perempuan. Kedua buah dadanya yang luar biasa besarnya,
 ikut bergetar dengan gerakan napasnya yang turun naik. Dalam 
kepanikannya yang luar biasa, Dirun tiba-tiba ingin menjadi seperti 
seorang bayi. Ia ingin bersembunyi di antara kedua buah dada yang amat 
besar itu. Di sana mungkin bisa menjadi tempat yang paling aman dari 
mimpi buruk dan ganguan nyamuk.&lt;br /&gt;

Keinginan Dirun menjadi kenyataan. Kini dada berbuah besar itu turun 
menghimpit tubuhnya. Napasnya terasa pengap oleh dua benda empuk 
berbentuk seperti dua tangki minyak yang ditimpakan kepadanya. Panas 
tetapi pengap, membuat ia susah bernapas. Dan akhirnya, kedua buah dada 
raksaksa yang berbau daun pandan dan daun serai itu mengakibatkan 
sekujur tubuh Dirun menggelinjang kelemasan.&lt;br /&gt;

Diiringi dengan tawa yang panjang, barulah kepengapan itu terangkat 
dari tubuh Dirun. Sejurus kemudian terdengar derap langkah setapak demi 
setapak semakin jauh. Sulit dibedakan lagi, mana bunyi ombak dan mana 
pula bunyi langkah makhluk tinggi besar berjenis kelamin perempuan itu.&lt;br /&gt;

Dirun buru-buru bangkit, dan dengan sebuah obor ia segera berlari menuju gubuk warga pulau itu.&lt;br /&gt;

Semula orang-orang merasa enggan membukakan pintu untuk Dirun. Bukan 
saja takut akan suara Dirun yang memecah kesunyian, tetapi juga 
menghindari nyamuk ganas yang menanti mereka bila berani keluar kelambu.&lt;br /&gt;

“Tolong…tolong, aku hampir lemas ditindihnya,” lenguh Dirun ketika ia
 tiba di depan beranda pondok bambu. Tiga orang dalam gelap dengan 
pakaian kumal mengelilingi Dirun.&lt;br /&gt;

“Ada apa?” tanya Karim.&lt;br /&gt;

“Besar…besar sekali,” sahut Dirun sambil mengacungkan telapak 
tangannya ke atas kepala, untuk menunjukkan betapa besarnya sosok 
misterius yang baru saja dilihatnya. Orang-orang pun saling 
berpandangan.&lt;br /&gt;

“Mungkin dia lagi yang marah….” ujar Karim dengan suara seperti menggumam.&lt;br /&gt;

“Siapa…siapa dia?” tanya Dirun dengan napas tersengal-sengal.&lt;br /&gt;

“Nyi Gede Goa Sanghyang…” jawab Karim perlahan sekali, seperti takut 
didengar orang lain selain mereka yang ada di dalam pondok. “Dia selalu 
begitu, kalau orang datang dengan maksud yang tidak disukainya. Kami 
sendiri belum pernah berjumpa dengannya. Hanya terkadang saja bunyi 
langkah kakinya terdengar tak begitu jauh dari pondok.”&lt;br /&gt;

Dirun melongo dengan wajah kosong. Sungguh ia tidak menyangka bahwa ada makhluk gaib
 berjenis kelamin perempuan sedemikian besarnya. Penuh dengan kegairahan
 yang merangsang, tetapi amat menakutkan dan penuh ancaman. Kini ia 
ingin segera bisa keluar secepatnya dari pulau Sangiang yang menakutkan 
ini.&lt;br /&gt;

Esok harinya Dirun dijangkiti penyakit demam. Menurut Karim, ketua 
kelompok orang yang tinggal menetap, setiap orang yang mendatangi pulau 
Sangiang, jika tidak sakit di pulau itu tentu akan sakit setelah keluar 
pulau.&lt;br /&gt;

“Aku berharap jangan ada lagi sesuatu yang keji menimpa pulau ini. 
Aku masih sabar dan tidak membunuhnya. Kalau aku mau, bisa saja kutindih
 mereka sampai lemas, kemudian mati kehabisan napas!” demikian ceracau 
Dirun, ketika sedang demam tinggi.&lt;br /&gt;

“Maafkan kami, Nyai Gede. Kami tidak tahu apa yang hendak dimintanya 
kepada Nyai Gede,” jawab Karim yang telah terbiasa berdialog dengan 
orang kesurupan.&lt;br /&gt;

Mata Dirun mendelik-delik, seperti melihat makhluk yang sangat mengerikan.&lt;br /&gt;

“Siapa yang sanggup kawin denganku, baru ia dapat menguasai dan 
memperoleh harta di pulau ini,” ucap Nyai Gede melelui mulut Dirun, 
diiringi tawanya yang berkumandang sampai di luar gubuk mereka. Anehnya,
 tawa itu bagai bersahut-sahutan sampai ke pedalaman yang ada rawa 
lebarnya. Suara itu seperti mempunyai kekuatan gaib pengiring di luar sana.&lt;br /&gt;

Dalam keadaan masih sakit, Dirun dibawa Karim dan dua kawannya menuju
 Merak. Dan karena waktu datang sudah tidak mempunyai uang sesenpun, 
maka ia dibaringkan saja di atas tumpukan tandan pisang di atas perahu 
layar mereka.&lt;br /&gt;

Dalam perjalanan pulang, mulut Dirun masih terus mengoceh. Dan dalam 
suatu kesempatan, ia pernah hendak bunuh diri dengan cara mencebur ke 
laut. Untung Karim dan teman-temannya segera mengetahui, sehingga 
niatnya untuk bunuh diri bisa dicegah.&lt;br /&gt;

Mengapa Dirun ingin bunuh diri? Karena ia merasa sangat malu! Ia 
ingat janjinya kepada Suti, isterinya, bahwa akan membuat kejutan kepada
 tetangga dan orang sekampungnya dengan tiba-tiba menjadi orang yang 
kaya. Tetapi nyatanya, kini ia akan pulang dengan tangan hampa, bahkan 
dalam keadaan lebih parah. Karena itu menurut hematnya, lebih baik mati 
saja ketimbang mendapat malu dan cemoohan.&lt;br /&gt;

Dua hari kemudian, sampai juga Dirun di rumahnya, di daerah Karawang.
 Dan orang-orang sekampungnya menjadi ramai karena ia belum sembuh juga 
dari mengocehnya. Terkadang ia mengoceh tentang emas bertumpuk-tumpuk di
 dalam goa, terkadang tentang perempuan cantik dengan dada montok yang 
menggairahkan, tetapi berbahaya untuk ditiduri.&lt;br /&gt;

Demikianlah pengalaman nyata Dirun beberapa waktu yang lau, semoga dapat diambil hikmahnya.&lt;/div&gt;
</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2013/03/nyaris-mati-di-tangan-nyi-gede-goa.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-530806825283078159</guid><pubDate>Tue, 12 Mar 2013 18:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-03T11:12:56.292-07:00</atom:updated><title>Perjanjian Gaib dengan Nyai Plencing</title><description>&lt;div class=&quot;content-wrap&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;content&quot;&gt;
&lt;article class=&quot;post-listing post-369 post type-post status-publish format-standard has-post-thumbnail hentry category-cerita-pesugihan category-kumpulan-misteri-file tag-cerita-pesugihan tag-demi-kekayaan tag-news&quot;&gt;&lt;div class=&quot;post-inner&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;entry&quot;&gt;
     

     &lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;em&gt;&lt;strong&gt;SUBUR SUSENO&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
Karena terbelit kesulitan hidup, orang bisa saja melakukan perjanjian gaib dengan Nyai Plencing, dhanyang Bukit Pangrantunan, Gunung Sindoro. Lantas, apa konsekwensinya…?&lt;/blockquote&gt;
Soma duduk melamun di balai-balai bambu reot miliknya yang telah 
lapuk termakan waktu. Matanya menerawang jauh, menembus segerumbulan 
pohon bambu yang membentengi rumah biliknya yang sebagian sudah 
bolong-bolong akibat lapuk dimakan waktu. Angin sore yang dingin menerpa
 badannya yang kurus telanjang dada.&lt;br /&gt;

Pikiran Soma terus memutar, mencari peruntungan yang sekiranya bisa 
dimanfaatkan untuk mengisi perut istri dan kedua anaknya yang masih 
kecil-kecil. Ia tak pernah menyangka kalau hidupnya akan mengalami 
keterpurukan seperti ini. Harapannya untuk hidup serba kecukupan, 
rasanya kini tak mungkin bisa diraihnya.&lt;br /&gt;

“Kau tak usah berkecil hati, Soma! Semua serba mungkin. Jangan putus 
asa dalam menjalani kehidupan ini. Akulah yang akan membantumu.”&lt;br /&gt;

Suara itu menyentakkan Soma dari lamunan. Ia terkejut ketika 
dilihatnya seorang nenek tiba-tiba sudah berada di depannya. Nenek itu 
terkekeh sembari menatap wajah Soma yang masih bengong dan heran.&lt;br /&gt;

“Dari mana asal nenek ini? Mengapa tiba-tiba ia sudah berada di hadapanku?” batin Soma.&lt;br /&gt;

“Aku sudah tahu apa yang sedang kau pikirkan. Jadi, tak perlu kamu 
menjelaskannya lagi padaku,” kata si nenek lagi. “Namaku Nyai Plencing, 
penunggu dan penguasa istana bukit keramat yang sering disebut dengan 
nama Dalem Pangrantunan yang berada di atas bukit Gunung Sindoro.”&lt;br /&gt;

Mendengar nama Dalem Pangrantunan, Soma kembali tersentak. Pasalnya, 
ia sudah sering mendengar cerita tentang tempat ini, baik dari 
teman-teman dan tetangga, maupun sumber media yang banyak mengungkap 
mistis serta keangkeran istana bukit keramat tersebut. Tapi ia sendiri 
belum tau dimana letak persisnya Dalem Pangrantunan itu.&lt;br /&gt;

“Maaf, ada maksud apakah gerangan yang menuntun langkau Nyai datang ke gubuk saya ini?” tanya Soma, berusaha memberanikan diri.&lt;br /&gt;

“Tujuan kedatanganku hanya untuk membantumu, Soma. Bangsaku di atas 
bukit Sindoro merasa gerah melihat penderitaan serta kesengsaraan yang 
kamu alami selama ini. Kau tak perlu mendatangi tempatku, karena akulah 
yang berkunjung ke sini. tak semua orang mendapat kesempatan seperti 
ini, Soma. Bahkan yang sengaja datang ke tempatku saja, belum tentu bisa
 terkabul keinginannya, apalagi untuk bisa bertemu denganku,” papar si 
nenek yang menyebut dirinya dengan nama Nyai Plencing. Dialah penguasa 
bukit keramat Gunung Sindoro, sebuah tempat perburuan pesugihan.&lt;br /&gt;

Soma kembali diam. Tak banyak yang bisa diucapkannya. Dengan sudut 
matanya ia melihat orang tua yang ada didepannya itu membawa sebuah 
bungkusan kain hitam di tangannya. Ia sendiri belum tahu apa isinya.&lt;br /&gt;

“Perlu aku ingatkan, Soma! Kau ini tinggal dan bernaung di bawah kaki
 Gunung Sindoro, dimana terdapat Istana Keramat Dalem Pangrantunan 
tempatku berkuasa. Dengan penderitaan yang kamu alami, membuat semua 
wargaku akhir-akhir ini merasa gerah dan panas, sehingga aku 
berkewajiban untuk meredam keadaan ini,” tutur si nenek lagi.&lt;br /&gt;

Rupanya, penderitaan dan kemiskinan Soma telah mengusik ketenangan 
masyarakat krajiman (para jin_Red) yang tinggal di Gunung Sindoro, atau 
persisnya di Istana Keramat Dalem Pangrantunan. Dengan kesengsaraan Soma
 yang kerap menahan perutnya yang kosong karena tak ada sesuatu yang 
bisa dimakan, membuat para dhanyang di wilayah tersebut merasa gerah dan
 panas, sehingga Nyai Plencing berusaha untuk meredam suasana itu.&lt;br /&gt;

“Soma, suasana di Dalem Pangrantunan selalu bergolak karena suhu di 
sana begitu panas. Para pengikutku tak bisa hidup dengan nyaman seperti 
dulu, akibat penderitaan yang kamu alami. Oleh karena itu, aku lebih 
baik memberimu harta-benda demi kekayaan
 keluargamu. Dengan harta ini aku harapkan kau bisa hidup bahagia, 
sehingga tidak membuat masyarakatku menjadi gerah akibat keprihatinan 
dirimu. Ini, terimalah kantong yang aku bawa. Isinya bisa untuk 
memperbaiki kehidupanmu. Tapi ingat, suatu saat nanti jika sudah 
waktunya, aku akan menjemputmu untuk hidup dan tinggal di tempatku,” 
ucap Nyai Plencing sembari menyodorkan kantong kain hitam yang berada ditangannya.&lt;br /&gt;

Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Soma. Sedikit ragu, ia menerima bungkusan kain hitam tersebut.&lt;br /&gt;

&lt;div class=&quot;box info&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;box-inner-block&quot;&gt;
&lt;i class=&quot;tieicon-boxicon&quot;&gt;&lt;/i&gt;
   akhirnya sebuah pukulan sorban dengan kekuatan ilahi yang begitu 
keras tepat mengenai kepala Nyai Plencing. Dan seketika itu pula jeritan
 panjang keluar dari mulut iblis tua yang menyerupai nenek-nenek itu. Dia terpuruk, tapi masih sempat mengeluarkan kata-kata ancaman.
   &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
“Terima kasih, Nyai!” cetusnya sambil tertunduk.&lt;br /&gt;

Dalam waktu sekejap, nenek telah lenyap dari hadapan Soma. Seketika 
itu pula, ayah dua orang anak ini pergi dengan tergopoh-gopoh, masuk ke 
dalam rumahnya. Ia langsung menemui Lasmi, istrinya, yang sedang merebus
 singkong untuk mengganjal perut mereka yang seharian kosong.&lt;br /&gt;

“Ada apa, Kang? Kok seperti orang yang ketakutan?” tanya sang isteri.&lt;br /&gt;

“I…i…ini, Jeng! Kantong ini. Tadi ada nenek-nenek yang datang menemuiku dan memberikan kantong kain hitam ini,” jawab Soma agak terbata-bata.&lt;br /&gt;

Sambil menatap suaminya, Lasmi kembali bertanya, “Kira-kira apa yang isinya, Kang!”&lt;br /&gt;

“Sama-sama kita buka saja ya, Jeng!” ujar Soma.&lt;br /&gt;

Dengan tangan gemetar, Soma membuka kantong kain hitam
 itu. Astaga, ternyata isinya adalah ikatan-ikatan uang yang tak 
terhitung jumlahnya. Pasangan suami isteri ini benar-benar terkejut, 
seolah tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Maklum saja, sepanjang 
hidupnya mereka berlum pernah melihat gepokan uang satu kantong penuh 
dalam jumlah yang sangat banyak, tentunya.&lt;br /&gt;

“Mas, apakah kita tidak sedang bermimpi?” bibir Lasmi bergetar.&lt;br /&gt;

“Kau tidak sedang bermimpi, Lasmi! Ini nyata. Kita akan segera kaya. 
Kau lihat, dengan uang ini kita bisa membeli apa saja,” Soma merengkuh 
tubuh isterinya. Merekapun saling berpelukan erat.&lt;br /&gt;

Syhahdan, sejak saat itu kehidupan Soma berubah drastis. Lambat laun 
ia menjadi orang kaya dan terpandang di desanya. Bahkan tak ada satu 
orangpun yang melebihi kekayaannya. Dengan uang pemberian Nyai Plencing 
itu ia sudah membuka berbagai macam usaha. Ia telah memiliki beberapa 
penggilingan padi, losmen serta perkebunan teh di daerahnya. Hampir 
semua masyarakat memanggilnya dengan sebutan Juragan atau Bos Besar.&lt;br /&gt;

Seiring dengan perjalanan sang waktu, keseharian Soma yang semula 
hidup dengan penuh kesengsaraan itu sudah berubah. Ia mulai hidup dengan
 gelimang kemewahan.&lt;br /&gt;

Tak terasa, sepuluh tahun sudah Soma terbuai oleh kemewahannya. 
Seiring dengan itu, ia pun mulai dihantui kecemasan dengan ucapan Nyai 
Plencing beberapa tahun yang lalu saat menemuinya. Sering dirinya 
merenung akan nasibnya bila nanti Nyai Plencing sungguh-sungguh akan 
menjemputnya dan membawanya ke alam gaib.&lt;br /&gt;

Soma memutar otak bagaimana agar bisa lolos dari bayangan Nyai 
Plencing yang seolah selalu mengikuti kehidupannya itu. Apa lagi dengan 
janjinya, bahwa suatu saat nanti akan membawa dirinya untuk menjadi 
penghuni alamnya.&lt;br /&gt;

Setelah berpikir sekian waktu lamanya, Soma akhirnya teringat pada 
Kyai Abdul Yaskur, guru mengajinya dulu saat masih tinggal di sebuah 
pesantren di wilayah Wonosobo. Ia merasa yakin bahwa sang Kyai akan bisa
 membantu memecahkan persoalan dihadapinya.&lt;br /&gt;

Suatu sore, Soma berangkat menuju pondok pesantren Kyai Abdul Yaskur.
 Setelah tiga Jam menempuh perjalanan, ia sampai ke tempat yang dituju. 
Di hadapan Kyai Abdul Yaskur ia menceritakan semua kisah kehidupannya 
hingga akhirnya bisa bertemu dengan sosok Nyai Plencing, yang telah 
meminjamkan sejumlah kekayaan kepadanya.&lt;br /&gt;

“Subhanallah, jadi kau telah tergoda oleh harta pemberian iblis penghuni Bukit Pangrantunan itu?” tanya Kyai Abdul Yaskur.&lt;br /&gt;

Soma mengangguk pelan. Ludah yang ditelannya terasa amat getir.&lt;br /&gt;

“Naudzubillahi mindzalik! Itu dosa besar, Soma. Apalagi nyawa yang 
dia minta sebagai tebusan atas harta yang telah diberikannya kepadamu,” 
tandas Kyai Yaskur.&lt;br /&gt;

“Saya ingin bertobat, Pak Kyai! Tapi apa yang harus saya lakukan 
untuk mengatasi masalah ini? Semua sudah terlanjur. Saya takut sekali. 
Apalagi akhir-akhir ini sosok wanita iblis itu seolah terus membayangiku” Soma tak tahan menahan linangan air matanya.&lt;br /&gt;

“Mungkin waktumu dengan Iblis itu memang sudah semakin mendekat, Soma!” ujar Kyai Abdul Yaskur dengan nada dingin.&lt;br /&gt;

Tangis Soma semakin terdengar pedih dan panic. Ingatannya dibayangi 
oleh kenyataan yang sangat mengerikan. Terlebih lagi, beberapa waktu 
yang lalu sosok tua Nyai Plencing muncul di hadapannya. Kali ini Nyai 
Plencing menanyakan kesediaannya untuk ikut ke alamnya, yaitu Alam 
Siluman Pangrantunan, tempat manusia menerima segala konsekwensi atas 
kerjasama gaibnya, sebelum mereka mengalami kematian yang sesungguhnya. 
Dengan kata lain, Pangrantunan adalah alam para dhanyang dan lelembut 
serta roh jahat yang berkolaborasi dengan manusia. Di alam inilah para 
manusia sesat akan menerima siksaan.&lt;br /&gt;

Soma juga tak bisa membohongi dirinya, bahwa sewaktu ia hendak 
berangkat menemui Kyai Abdul Yaskur, Nyai Plencing telah mendatanginya, 
meski itu hanya lewat mimpi. Tapi Soma yakin bahwa mimpi itu adalah 
perttanda sangat buruk bagi dirinya.&lt;br /&gt;

“Soma, sudah saatnya kamu ikut denganku. Ini bulan Suro, waktu yang 
tepat untuk dirimu memasuki alamku, Alam Pangrantunan yang pernah kita 
sepakati waktu itu.” ucap sosok tersebut.&lt;br /&gt;

Soma lalu terjaga dari tidurnya dengan keringat bercucuran. Terbayang
 dalam benaknya suatu kehidupan alam dimensi lain dengan suasana yang 
sangat mencekam.&lt;br /&gt;

“Apakah tidak ada lagi pintu tobat untuk orang-orang seperti saya, Pak Kyai?” tanya Soma sambil menyusut air matanya.&lt;br /&gt;

“Sekarang kau bertaubatlah dengan sungguh-sungguh. Tinggalah untuk 
beberapa hari di sini. Selanjutnya kau jalani puasa sunah dan syarat 
lain selama satu minggu. Apa kau sanggup, Soma?” kata Kyai Abdul Yaskur.&lt;br /&gt;

Soma mengangguk dan bersedia menerima segala perintah sang Kyai. 
Sejak hari itu Soma tinggal di pesantren Kyai Abdul Yaskur. Pada siang 
hari ia menjalani puasa sunah, sedang malamnya harus melakukan tapa 
kungkum (merendam badan) di sebuah sendang yang berada di belakang 
pondok tersebut.&lt;br /&gt;

Singkat cerita, tepat pada malam ketujuh, peristiwa yang tak terduga 
terjadi. Saat Soma sedang menjalani tapa kungkum menjelang tengah malam,
 tiba-tiba datang embusan angin yang begitu keras. Selang beberapa detik
 kemudian, disusul dengan suara tawa dari seorang wanita tua yang sudah 
begitu dikenal oleh Soma. Dialah Nyai Plencing. Kemunculan sosok inilah 
yang seketika membuat soma takut dan sangat terkejut.&lt;br /&gt;

“Kenapa kau ingin menghindar dariku, Soma?” suara Nyai Plencing 
terdengar menakutkan. “Ingat, kemanapun kau lari tetap akan aku cari. 
Kau telah mengingkari janjimu, Soma!”&lt;br /&gt;

“Soma tidak mengingkarinya, dia adalah anak muridku. Jadi aku berhak 
untuk mendidik serta melindunginya,” ucap Kyai Abdul Yaskur yang 
tiba-tiba telah berada di samping Soma.&lt;br /&gt;

“Kau tak usah ikut campur orang tua, ini adalah urusanku soal hutang budinya padaku!”&lt;br /&gt;

“Dia tidak memiliki hutang budi padamu, karena Soma tak pernah 
memintanya. Harta itu kau berikan hanya untuk menyelamatkan bangsamu 
dari hawa panas akibat keprihatinan seseorang. Oleh karena itu, kau tak 
layak untuk meminta tebusan atau tumbal atas semua yang terjadi. Toh 
bangsamu kini telah terbebas dari penderitaan rasa panas itu. Sekarang 
pulang dan jangan ganggu anak ini lagi! Kalau tidak, akan aku musnahkan 
dirimu,” tukas Kyai Yaskur gurunya.&lt;br /&gt;

Tapi, rupa-rupanya Nyai Plencing tak mau meninggalkan tempat 
tersebut. Ia justru menyerang Kyai Abdul Yaskur. Dengan beringas, 
tongkat yang berada di tangan kanannya memburu Kyai Yaskur, hingga 
laki-laki tua itu sedikit terdesak. Lalu sang Kyai menepisnya dengan 
sorban yang sedari tadi membelit di lehernya.&lt;br /&gt;

Pertempuran itu terjadi hingga hampir setengah jam lamanya. Situasi 
ditempat tersebut berantakan. Namun akhirnya sebuah pukulan sorban 
dengan kekuatan ilahi yang begitu keras tepat mengenai kepala Nyai 
Plencing. Dan seketika itu pula jeritan panjang keluar dari mulut iblis tua yang menyerupai nenek-nenek itu. Dia terpuruk, tapi masih sempat mengeluarkan kata-kata ancaman.&lt;br /&gt;

“Ingat Soma dan kau kyai tua! Kali ini kalian bisa lolos dariku. Tapi
 dendamku tak hanya sampai di sini. Aku akan terus mencari dan 
menjerumuskan anak keturunanmu di Bukit Pangrantunan, tempatnya para iblis mempermainkan manusia.” ucapnya dengan suara sember yang terdengar lantang.&lt;br /&gt;

Kyai Abdul Yaskur menatap tajam kepergian sosok Nyai Plencing dengan mata tuanya. Ia pun tersenyum tipis.&lt;br /&gt;

Mungkin, sejak saat itulah iblis
 di Bukit Pangrantunan semakin beringas dalam mencari tumbal, dan tak 
pernah lagi memberi toleransi kepada manusia yang mencoba untuk laku 
ngalap berkah di tempatnya. Alasannya adalah karena ia tak mau lagi 
tertipu serta dipermainkan oleh manusia seperti halnya Soma.&lt;br /&gt;

“Nah, sekarang kau bebas dari cengkraman iblis
 wanita tua yang bernama Nyai Plencing itu. Besok kamu boleh pulang dan 
jangan lupa, bawalah perbekalan yang bisa membentengi dirimu serta 
keluargamu agar iblis seperti Nyai Plencing itu tak berani lagi datang mengganggu kehidupanmu. Besok aku siapkan semua saranya,” tutur Kyai Yaskur….&lt;br /&gt;

Demikialah kisah nyata yang dialami oleh Soma (nama samaran). Dari 
kisah ini kita setidaknya dapat memetik hikmah, bahwa jangan sekali-kali
 kita tergiur oleh harta-benda bangsa iblis.
 Tentu saja resiko serta tebusannya begitu mahal. Lebih baik jalani 
kehidupan seadanya saja, dan hendaknya kita selalu berusaha dengan 
maksimal sesuai kemampuan. Dengan doa dan kerja keras kita, insya Allah 
suatu saat nanti Tuhan akan membukakan pintu rezeki dan rahmatnya kepada
 kita selaku hambanya yang sabar dan bertawakal. Amin ya robbal 
alamiiin…!&lt;br /&gt;

&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/article&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;



&lt;/span&gt;</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2013/03/perjanjian-gaib-dengan-nyai-plencing.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-2233684126263218899</guid><pubDate>Sat, 02 Mar 2013 22:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-04-30T14:15:07.959-07:00</atom:updated><title>Dijadikan Calon Tumbal Pesugihan</title><description>&lt;div style=&quot;background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;GOENAWAN WE;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ini adalah kisah nyata yang kualami 9 tahun lalu. 
Ceritanya berawal ketika aku diterima bekerja sebagai sopir pribadi di 
rumah Pak Simon. Pria keturunan Tionghoa ini tinggal di sebuah perumahan
 elite di Jakarta. Meskipun rumahnya besar, namun Pak Simon hanya 
tinggal di rumah ini seorang diri. Entah dimana keluarganya tinggal. 
Sepertinya, ini memang misteri tersendiri.Pekerjaan sebagai sopir pribadi sebenarnya tidak tepat dengan status 
dan pendidikanku di bidang Teknik Industri. Namun aku terima saja 
daripada terus-terusan menganggur. Maklumlah, untuk mencari pekerjaan 
yang sesuai dengan pendidikan di zaman sekarang ini bukanlah hal yang 
mudah. Karena itulah, meski pun menjadi seorang sopir kujalani saja 
dengan penuh keikhlasan, yang penting pekerjaan itu halal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Selama bekerja pada Pak Simon, aku sama sekali belum pernah mengenal 
keluarganya. Sudah kukatan, pria paruh baya ini hidup seorang diri. Aku 
hanya berpikir, siapa tahu keluarganya tinggal di kota lain. Aku tidak 
berani menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi, yang mungkin akan 
menyinggung perasaannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Umur Pak Simon kuperkirakan lima puluh tahun lebih. Meskipun sekilas 
terkesan dingin, namun ia sangat baik sekali padaku. Selain gaji, ia 
juga memberikan uang makan serta transport.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pekerjaan yang kujalani tidaklah begitu berat. Aku hanya ditugaskan 
menyetir mobil apabila ia akan berpergian jauh ke luar kota. Sudah 
barang tentu itu pun tidak setiap hari. Sepertinya ia telah mempunyai 
jadwal tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Semula aku tak ambil pusing dengan semua yang dikerjakannya. 
Terkadang aku sering heran dan merasa aneh. Selama bekerja, 
tempat-tempat yang menjadi tujuannya selalu menyeramkan dan terbilang 
angker. Jauh dari keramaian, seperti berada di pinggiran gunung atau di 
tengah hutan belantara. Tuan rumah yang dikunjungi adalah orang-orang 
yang serba misterius, seperti dukun atau paranormal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Hingga sampai suatu hari, ia menugaskanku untuk mengantarnya ke suatu
 tempat di Jawa Timur. Kami memasuki areal pemakaman yang amat sunyi dan
 menyeramkan. Kucoba memberanikan diri bertanya pada majikanku mengenai 
tujuannya datang ke tempat itu. Jawabannya enteng saja, bahwa ia akan 
mencari orang pintar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Setelah mendapat jawaban singkat itu, aku hanya diam saja, dan tidak 
berani untuk melanjutkan pertanyaan. Malah ia sendiri yang berbicara dan
 balik bertanya padaku, mungkin aku mempunyai informasi yang dapat 
membantunya mencarikan orang pintar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Hatiku terkesiap, dan secepatnya mengucap istighfar menyebut nama 
Allah, agar aku dijauhkan dari perbuatan yang dibenci olehNya. Lagi pula
 aku berpikir, kalau menghadapi orang yang sedang dalam kegelapan 
sebaiknya berusaha untuk menyadarkannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kembali ia bertanya ketika melihat aku terdiam dan belum menjawab 
pertanyaannya tadi. Aku tersentak kaget dan berusaha menguasai perasaan.
 Aku dengan gugup menjawab, bahwa aku sama sekali tidak mengetahui 
pengetahuan tentang hal itu. Kemudian kembali aku bertanya padanya, 
sebenarnya untuk apa dia sampai repot-repot mencari dukun? Katanya, 
tujuan dirinya mencari dukun karena ingin membalas rasa sakit hatinya 
pada seseorang. Entah siapa yang dimaksud ’seseorang’ itu. Aku tak ingin
 mengetahuinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dalam hatiku berkecamuk seribu perasaan. Aku terheran-heran, orang 
yang berpenampilan intelek seperti Pak Simon masih percaya pada hal-hal 
klenik dan berbau gaib.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Tanpa kusadari, tiba-tiba aku melontarkan suatu pertanyaan pada 
majikanku, kalau ia masih mempercayai adanya kekuatan atau kepercayaan 
’mistik’.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pak Simon sepertinya merasa tersindir dengan pertanyaanku. Terlihat ia cuma tersenyum kecut, entah malu atau marah padaku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Namun, tiba-tiba saja aku merasakan ada sesuatu hal mistis yang 
terjadi padaku. Seluruh bagian tubuhku terasa lemas tak berdaya. 
Kendaran yang kukemudikan semakin jauh memasuki areal pemakaman. Hujan 
mulai turun dengan derasnya, sehingga mengaburkan pandanganku, karena 
kaca mobil tertutup kabut tebal. Lolongan anjing hutan menambah 
keseraman suasana malam itu. Kulihat arloji di pergelangan tanganku. 
Waktu menunjukkan pukul 21.00.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sekitar satu jam kemudian, kami sampai ke tempat tujuan. Majikanku 
seolah hafal betul tempat itu dan mungkin bukan pertama kalinya ia 
datang. Suatu tempat yang menyerupai gubuk kecil dengan dinding yang 
terbuat dari anyaman bambu. Pak Simon meminta agar aku menunggu saja di 
dalam mobil. Perkataannya kusambut dengan lega, karena memang aku sudah 
merasa letih. Aku hanya sanggup menganggukkan kepala. Padahal kalau 
boleh jujur, sebenarnya aku merasa takut ditinggal sendirian di mobil 
menunggu di tengah hutan yang gelap.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Hampir dua jam lamanya aku menunggu Pak Simon. Untuk menghilangkan 
kejenuhan, aku mencoba memejamkan mata, tetapi amat sulit. Terkadang aku
 malah tersiksa dengan bayangan menakutkan yang seolah-olah siap 
menyergapku. Beberapa kali kucoba untuk menguasai diri dengan membaca 
ayat-ayat suci Al-Quran. Alhamdulillah, akhirnya perasaanku menjadi 
tenang dan menyerahkan segalanya pada Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Selesai dari kunjungannya, Pak Simon langsung mengajakku pulang ke 
Jakarta. Walaupun tubuh terasa remuk redam, kupaksakan juga menuruti 
keinginannya. Sampai di Jakarta kira-kira menjelang sore, aku minta izin
 pada majikanku untuk menumpang tiduran sebentar di rumahnya karena aku 
terlalu letih dan mengantuk. Pak Simon tidak menolaknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Aneh, saat aku merebahkan tubuhku di atas sofa ruang tamu, majikanku 
malah menyuruhku tidur di dalam kamar. Tentu saja tawarannya kutolak, 
karena aku merasa kurang pantas. Masa seorang sopir harus tidur di 
kamar. Apalagi itu kamar tidur majikannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pak Simon terus memaksaku. Entah apa alasannya, aku disuruh tidur di 
kamar pribadinya. Beberapa kali ia memaksaku. Mau tidak mau, walau pun 
terasa agak canggung, aku menurut saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Tak terasa aku tertidur lelap. Entah berapa lama aku tertidur pulas 
di kamar majikanku. Saat terjaga, betapa kagetnya aku. Saat kuraba 
tubuhku terasa panas sekali, lalu berubah dingin. Lama kelamaan tubuhku 
semakin menggigil. Aku pikir, mungkin aku kelelahan atau juga masuk 
angin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kucoba bangkit dari tidurku, karena rasanya ingin ke kamar kecil. Aku
 kencing di situ. Aduh, sakit sekali. Lalu kulihat darah. Ya, darah yang
 keluar dari alat vitalku. Aku kaget setengah mati. Masya Allah! Apakah 
aku sudah menderita suatu penyakit? Ah, kupikir tidak. Aku sama sekali 
belum pernah menderita sakit seperti ini. Maka aku pun memaksakan diri 
untuk segera pulang ke rumah, karena takut merepotkan Pak Simon.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Keluargaku amat kaget melihat kedatanganku dalam keadaan sedemikian 
rupa. Terutama istriku yang tak kuasa menahan tangis melihat kondisiku 
seperti itu. Ia menangis sambil berteriak-teriak, menanyakan sebab 
musabab hingga membuatku demikian mengenaskan. Sementara perasaanku saat
 itu terasa lemah sekali. Pandanganku mulai kabur dan di ujung senja 
terasa gelap. Aku tak ingat apa-apa lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Perlahan-lahan aku membuka mata. Aku mulai sadar kembali. Aku 
dikerumuni semua keluargaku. Keningku terasa dingin terkena kompresan 
air. Seorang lelaki setengah tua mengusap-usap kepalaku sambil 
membacakan sesuatu. Sayup-sayup kudengar seorang wanita memanggil 
namaku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;”Mas Herdin, istighfar, Mas! Sebut nama-Nya, Mas!” katanya seraya mengguncang-guncang tubuhku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ternyata suara itu suara istriku, Fitri. Saat kesadaranku benar-benar 
pulih aku mencoba bertanya padanya, ”Ada apa? Kenapa orang-orang pada 
kumpul di sini?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Rupanya dalam keadaan tak sadar, aku didatangi seorang perempuan tua 
berambut panjang memutih dan mencoba menarik-narik lenganku, agar mau 
diajaknya pergi ke alam mahkluk halus. Ajakan nenek berwajah mengerikan 
itu langsung kutolak mentah-mentah. Aku berusaha memberontak melepaskan 
diri dari cengkeraman perempuan tua itu. Aku terlepas ketika tiba-tiba 
saja datang seberkas sinar putih menyambar tubuh nenek tua itu hingga 
tubuh ringkihnya terkapar, kemudian lenyap.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Fitri menceritakan, saat aku baru datang di rumah, keadaanku seperti 
orang gila. Mulutku terus meracau tak menentu serta bergulingan di tanah
 tanpa mengenakan pakaian, sehingga keringat dingin bercucuran di 
sekujur tubuhku. Katanya aku seperti orang yang sedang sekarat, hingga 
akhirnya pingsan tak sadarkan diri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Untunglah istriku dengan cepat memanggil salah seorang kiai. Kiai 
Ahmad Basir memberikan aku segelas air putih yang telah dibacakan 
doa-doa mustajab untuk diminum. Alhamdulillah, aku merasakan tubuhku 
pulih kembali seperti semula.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Hampir seminggu aku terbaring di rumah karena masih merasakan sakit dan 
lemah di seluruh tubuhku. Setelah benar-benar kondisi kesehatanku telah 
pulih, Aku bermaksud masuk kerja kembali. Sebenarnya aku kecewa sekali 
pada Pak Simon yang sama sekali tak mau tahu keadaanku. Tapi apa boleh 
buat. Lantaran kewajiban, maka aku berangkat menuju rumahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Betapa kagetnya ketika aku sampai di rumah Pak Simon. Di sana sudah 
banyak orang berkumpul. Dengan penuh tanda tanya, aku mencoba bertanya 
pada salah seorang di antara mereka. Saat mendengar jawaban orang itu, 
bumi yang kupijak terasa berputar, kepalaku mendadak pusing dan hampir 
tidak percaya dengan apa yang dikatakannya. Ternyata majikanku sudah 
meninggal dunia. Innalillahi wa inna illaihi rajiun…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kuceritakan kejadian itu pada keluargaku. Kebetulan Kiai Ahmad Basir 
yang menyembuhkan diriku masih berada di rumahku. Ia hanya tersenyum 
arif, sambil berucap, ”Innalillahi wa innaillaihi rajiun… Aku juga 
pernah mengalami peristiwa sepertimu, Nak. Seluruh bagian tubuhku terasa
 lemas tak berdaya. Kamu beruntung, Nak Herdin, bukan kamu yang 
meninggal. Sebenarnya kamulah yang dituju, untuk dijadikan tumbal. 
Peristiwa seperti ini biasa disebut dengan senjata makan tuan namanya,” 
kata Kiai Ahmad Basir, dengan suara lembut penuh wibawa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Aku juga mendengar kabar bahwa almarhum Pak Simon meninggal dunia 
akibat menjadi tumbal mahkluk halus yang bersekutu dengannya. Pak Simon 
seorang manusia yang selalu mencari kekayaan dengan jalan sesat. Wallahua’lam. Pantas saja satu persatu keluarganya mati akibat menjadi tumbal kekayaannya, pikirku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot; style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;



&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2013/03/dijadikan-calon-tumbal-pesugihan.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-176284054953585592</guid><pubDate>Fri, 01 Mar 2013 21:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-04-30T14:01:13.924-07:00</atom:updated><title>SEKILAS PENGGAMBARAN FISIK RASULULLAH SAW</title><description>&lt;b&gt;MAWAN SUGANDA,
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi Muhammad SAW telah memberikan gambaran tentang rupa saudara-saudaranya, yakni para Nabi dan Rasul terdahulu, yang dilihatnya pada malam Isra Mi’raj. Beliau telah menjelaskan tentang mereka kepada para sahabat yang bertanya kepadanya.

“Engkau telah melihat para Nabi. Ceritakanlah kepada kami wahai Rasulullah!” pinta para sahabat.
Nabi pun lalu bercerita kepada mereka, “Musa adalah seorang yang tinggi, seolah-olah seperti singa Syanu’ah. Yaitu, ia berkulit coklat dan tinggi.”

Rasulullah SAW menyerupakan Nabi Musa AS dengan kaum laki-laki suatu kabilah di Arab yang terkenal posturnya yang tinggi, yaitu kabilah Syanu’ah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimanakah rupa Nabi Muhammad SAW itu? Bagaimana roman mukanya? Bagaimana warna kulitnya? Kedua matanya, juga rambutnya? Untuk menjawab rangkaian pertanyaan tersebut, kami nukilkan kisah berikut ini dari kitab Asy-Sya’rawi, Ana min Sulalah Ahl Al-Bait karya Sa’id Abul ‘Ainain….

Nabi berkata lagi, “Sedangkan Isa, wajahnya meneteskan peluh, seperti orang yang baru keluar dari kamar mandi. Ia mirip dengan sahabat kalian, Urwah bin Mas’ud Ats Tsaqafi.”

Nabi SAW kemudian melanjutkan ceritanya di hadapan para sahabat, “Sedangkan Ibrahim mirip dengan sahabatmu ini.” Beliau menunjuk kepada dirinya sendiri. Jadi dengan demikian, Nabi Ibrahim mirip dengan Nabi Muhammad SAW.
Demikianlah Nabi Muhammad SAW menjelaskan kepada para sahabatnya, gambaran tentang Musa, Isa, dan Ibrahim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Rupa Nabi, Roman Muka Dan Ciri-Cirinya&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lantas, bagaimanakah rupa Nabi Muhammad SAW itu? Sebagai jawabannya, kita bisa menyimak apa yang digambarkan oleh para sahabatnya, yang semasa dengannya dan hidup bersamanya dalam keadaan damai dan perang, suka maupun duka. Mereka menyaksikan sendiri Rasulullah SAW, berjabatan tangan dengannya, yang berdekatan dengannya dipasar, di masjid, dan dirumah, atau di berbagai tempat lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gambaran yang paling disepakati tentang rupa Rasulullah SAW adalah seperti yang diriwayatkan oleh Ya’qub bin Sufyan Al-Hafizh dari Hasan bin Ali RA. Gambaran tersebut adalah sebagai berikut :
Rasulullah SAW adalah orang yang mulia dan dimuliakan. Wajanya bersinar bagaikan bulan purnama. Ia lebih tinggi dari orang yang berperawakan sedang, namun lebih pendek dari orang yang sangat tinggi.

Kepalanya besar, rambutnya berombak (Seperti kita ketahui, rambut seseorang terkadang digambarkan keriting dan terkadang digambarkan lurus. Rambut Rasulullah SAW berada diantara keduanya).

Keningnya lebar. Alisnya halus. Ketika beliau marah, di antara kedua alisnya muncul peluh. Janggutnya lebat. Bola matanya sangat hitam, pipinya halus, mulutnya lebar, gigi depannya renggang, lehernya tinggi, dadanya lebar, tulangnya kuat, lengan, bahu, dan dada bagian atasnya banyak berbulu. Lengannya panjang, telapak tangannya lebar, telapak tangan dan kakinya agak tebal.

Jika menoleh, Beliau menoleh dengan seluruh tubuhnya. Beliau sering menunduk. Pandangannya ke tanah lebih lama dibandingkan pandangannya ke langit. Dalam memandang, biasanya dengan memberikan perhatian.

Beliau SAW lebih dahulu mengucapkan salam kepada orang yang berjumpa dengannya. Bila sahabatnya menjabata tangannya, maka tangan Beliau tetap memegang tangan sahabatnya itu sampai sahabat itu sendiri yang melepaskannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Rincian Roman Mukanya Dan Ciri-Ciri Tubuh&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gambaran tentang Nabi Muhammad SAW tampaknya akan lebih jelas bila kita menelaah rincian mengenai roman muka dan ciri-ciri tubuhnya yang disampaikan oleh Imam Baihaqi di dalam kitabnya Dala’il an Nubuwwah wa Ma’rifah Ahwal Shahib Asy-Syari’ah. Berikut kutipannya:

Seorang laki-laki bertanya kepad Al-Barra’, “Apakah wajah Rasulullah SAW tajam seperti pedang?”
Al-Barra’ menjawab, “Tidak! Beliau bagaikan bulan.”

Telah disepakati bahwa Nabi SAW sangat tampan. Warna kulitnya, seperti dikatakan Anas bin Malik, “Beliau tidak terkena angin dan matahari berwarna putih.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mata Rasulullah SAW:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disepakati bahwa kedua matanya lebar. Bola matanya sangat hitam. Pada putih matanya terdapat sedikit kemerah-merahan. Bulu matanya lebar, saling berjalin karena lebarnya.

Jabir bin Samurah mengatakan, “Dahulu bila aku memandang Rasulullah SAW, aku mengira matanya bercelak, padahal Beliau tidak memakai celak.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kening dan alisnya:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keningnya lebar. Kedua alisnya halus dan tidak bersambung. Di antara keduanya terdapat pemisah, dimana peluh tampak di situ saat Beliau marah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hidung dan pipinya:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pipi Rasulullah SAW halus, hidungnya mancung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kepalanya:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Imam Ali bin Abi Thalib mengatakan, “Rasulullah memiliki kepala yang besar dan berjanggut.” Para sahabat juga mengatakan, “Janggutnya lebat dan bagus.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mulut dan giginya:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasan bin Ali mengatakan, “Mulut Nabi lebar. Giginya bagus dan agak renggang.” Para sahabat menggambarkan, “Mulut Beliau bagus.”

Ibnu Abbas mengatakan, “Gigi depan Rasulullah SAW agak renggang. Jika beliau berbicara, terlihat seperti ada cahaya pada gigi-giginya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Rambutnya:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rambut Rasulullah mencapai bahunya. Rambutnya hitam dan berombak. Setelah diangkat menjadi Rasul, Beliau biasa menyisir rambutnya hingga terurai. Setelah itu Beliau memisahkannya. Beliau juga memiliki jambul-jambul yang terkadang diikatnya menjadi empat ikatan sebagaimana yang dikatakan oleh Ummu Hani.

Anas bin Malik mengingkari bahwa Nabi SAW memakai pacar. Ketika Nabi wafat, pada rambut dan janggutnya tidak ada dua puluh rambut yang putih. Namun, merahnya rambut beliau itu adalah karena pengaruh minyak wangi.

Uban yang sedikit ini ada pada rambut di bawah bibir, pada kedua pelipis, dan pada rambut kepala bagian pinggir.

Perawakannya:

Beliau tidak terlalu tinggi, tetapi lebih tinggi dari orang yang sedang tingginya. Ini yang digambarkan oleh Ali bin Abi Thalib.

Abu Hurairah RA mengatakan, “Beliau seorang laki-laki yang tingginya sedang, namun lebih mendekati tinggi.”
Dada dan anggota badannya:

Bahu Rasulullah SAW lebar, telapak kaki dan telapak tangannya lebar, lengannya panjang, sendi-sendi dan tulang-tulangnya besar, jari-jarinya tebal. Maimunah binti Karum mengatakan, “Aku tidak lupa panjangnya jari telunjuk kaki Beliau dibandingkan jari-jarinya yang lain.” Maimunah melihat beliau ketika berada diatas unta di Mekkah.
Lengan, bahu, dan dada bagian atas Rasulullah SAW banyak berbulu.
Tahi lalat dan cap Kenabian:

Diantara kedua bahu Nabi SAW terdapat tahi lalat seperti telur burung merpati. Tahi lalat itu lebih dekat ke bahu sebelah kiri. Seorang laki-laki pernah menawarkan diri kepada Rasulullah untuk mengobatinya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku ini dokter yang paling hebat. Bagaimana jika aku mengobati tahi lalat itu?”
Beliau menjawab; “Tidak, dokternya adalah yang menciptakanNya!”

Abu Sa’id mengatakan, “Cap Kenabian yang berada di antara kedua bahu nabi adalah sepotong daging yang menonjol. “
Pencurian Jasad Rasulullah SAW

Demikianlah pamaparan tentang beberapa ciri fisik Nabi Muhammad SAW yang kami kutip dari sejumlah kitab pilihan. Orang-orang di luar Islam, banyak yang berusaha menduplikasi rupa dan wujud Rasulullah SAW ke dalam lukisan atau pun patung. Tujuannya, tentu tak lain dan tak bukan adalah untuk menistakan Beliau. Mereka begitu gigih ingin mendapatkan bukti jelas seperti apa sebenarnya rupa Nabi Muhammad SAW itu. Untuk tujuan ini, aksi pencurian pun pernah dilakukan, bahkan nyaris saja jenazah Rasulullah SAW hilang dari kuburnya.

Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh kondisi umat islam pada masa Dinasti Abbasiyah di Baghdad. Kala itu, kondisi umat Islam semakin melemah, sebab telah berdiri beberapa kerajaan Islam di sejumlah daerah. Tentunya hal ini tak disia-siakan begitu saja oleh orang-orang Nasrani yang merasa kesempatan emas mencoreng wajah umat Islam dan membuat umat Islam jatuh di depan mata mereka.

Karena itulah, diam-diam mereka telah menyusun rencana untuk mencuri jasad Nabi Muhammad SAW. Setelah terjadi kesepakatan oleh para penguasa Eropa, mereka pun mengutus dua orang Nasrani untuk menjalankan misi keji itu. Misi itu mereka laksanakan bertepatan dengan musim haji. Dimana pada musim itu banyak jamaah haji yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk melaksanakan ibadah haji. Kedua orang Nasrani ini menyamar sebagai jamaah haji dari Andalusia yang memakai pakaian khas Maroko. Kedua spionase itu ditugaskan melakukan pengintaian awal kemungkinan untuk mencari kesempatan mencuri jasad Nabi Muhammad SAW.

Setelah melakukan kajian lapangan, keduanya memberanikan diri untuk menyewa sebuah penginapan yang lokasinya dekat dengan makam Rasulullah SAW. Mereka membuat lubang dari dalam kamarnya menuju makam Rasulullah.

Belum sampai pada akhir penggalian, rencara tersebut telah digagalkan oleh Allah SWT melalui seorang hamba yang akhirnya mengetahui rencana busuk itu

Adalah Sultan Nuruddin Mahmud bin Zanki, seorang hamba sekaligus penguasa Islam kala itu yang mendapatkan petunjuk melalui mimpi akan ancaman terhadap makam Rasulullah SAW tersebut.

Suatu malam, Sultan mengaku bermimpi bertemu dengan Rasulullah sambil menunjuk dua orang lelaki berambut pirang dan berujar, “ Wahai Mahmud, selamatkan jasadku dari maksud jahat kedua orang ini.”

Sultan terbangun dalam keadaan gelisah. Dia lalu melaksanakan sholat malam dan kembali tidur. Namun, Sultan Mahmud kembali bermimpi berjumpa Rasulullah hingga tiga kali dalam semalam dengan kejadian mimpi yang sama.

Malam itu juga Sultan segera mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan dari Damaskus ke madinah yang memakan waktu 16 hari, dengan mengendarai kuda bersama 20 pengawal serta banyak sekali harta yang diangkut oleh puluhan kuda. Sesampainya di Madinah, Sultan langsung menuju Masjid Nabawi untuk melakukan sholat di Raudhah dan berziarah ke makam Nabi SAW. Sultan bertafakur dan termenung dalam waktu yang cukup lama di depan makam Nabi SAW.

Setelah Sultan bertapakur, salah seorang menterinya yang bernama Jamaluddin betanya, “Apakah Baginda Sultan mengenal wajah kedua lelaki itu? “Iya!” Jawab Sultan Mahmud.

Maka tidak lama kemudian Menteri Jamaludin mengumpulkan seluruh penduduk Madinah. Sultan Mahmud membagikan hadiah berupa bahan makanan sambil mencermati wajah orang yang ada dalam mimpinya. Namun sultan tidak mendapati orang yang ada di dalam mimpi itu di antara penduduk Madinah yang datang mengambil jatah makanan.

Lalu, menteri Jamaluddin menanyakan kepada penduduk yang masih ada di sekitar Masjid Nabawi. “Apakah diantara kalian masih ada yang belum mendapat hadiah dari Sultan?”

Ternyata tidak ada. Seluruh penduduk Madinah telah mendapat hadiah dari Sultan, kecuali dua orang dari Maroko yang belum mengambil jatah sedikitpun.

“Keduanya dikatakan sebagai orang saleh yang selalu berjamaah di Masjid Nabawi!” ujar seorang salah seorang penduduk.
Kemudian Sultan Mahmud memerintahkan agar kedua orang itu segera dipanggil. Dan alangkah terkejutnya Sultan demi melihat kalau kedua orang itu adalah yang dia lihat dalam mimpinya. Setelah ditanya, mereka mengaku sebagai jamaah dari Andalusia, Spanyol.

Meski sultan sudah mendesak bertanya tentang kegiatan mereka di Madinah, mereka tetap tidak mau mengaku. Akhirnya, sultan meninggalkan kedua lelaki itu dengan penjagaan yang sangat ketat.

Kemudian, Sultan bersama menteri dan pengawalnya pergi menuju ke penginapan kedua orang tersebut. Sesampainya di rumah itu yang di temuinya adalah tumpukan harta, sejumlah buku dalam rak dan dua buah mushaf Al-Qur’an. Lalu sultan berkeliling ke kamar sebelah. Saat itu Allah memberikan ilham. Sultan Mahmud tiba-tiba berinisiatif membuka tikar yang menghampar di lantai kamar tersebut. Masya Allah, Subhanallah, ditemukan sebuah papan yang di dalamnya menganga sebuah lorong panjang, dan setelah diikuti ternyata lorong itu menuju ke makam Nabi Muhammad SAW.

Seketika itu juga, Sultan segera menghampiri kedua lelaki berambut pirang tersebut dan memukulnya dengan keras.
Setelah bukti ditemukan, mereka diintrogasi dan mengaku diutus oleh raja Nasrani di Eropa untuk mencuri jasad Nabi SAW. Pada pagi harinya, keduanya dijatuhi hukum penggal di dekat pintu timur makam Nabi SAW.

Setelah peristiwa usaha pencurian jasad Rasulullah SAW ini, Sultan Mahmud memerintahkan penggalian parit di sekitar makam Rasulullah dan mengisinya dengan timah. Setelah pembangunan selesai, sultan Mahmud dan rombongan pulang ke negeri Syam untuk kembali memimpin kerajaannya….

Nah, itulah sepenggal usaha penistiaan terhadap junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. Usaha-usaha penistaan tersebut terus saja terjadi hingga di abad modern seperti sekarang ini. Misalnya saja dengan muncul karikatur Nabi Muhammad SAW dan film Fitna, serta yang terbaru, film Inosence of Muslim. Namun, haqqul yakin, Allah SWT pasti akan menggagalkab usaha apapun yang bermaksud menistakan hambaNya yang paling mulia di jagat raya ini.

    




</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2012/03/sekilas-penggambaran-fisik-rasulullah.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-403781279406096943</guid><pubDate>Fri, 24 Jun 2011 18:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2022-06-04T16:44:13.554-07:00</atom:updated><title>Kaya</title><description>&lt;iframe allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;295&quot; src=&quot;http://www.youtube.com/embed/3QKMd_0XI7s?fs=1&quot; width=&quot;480&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;
&lt;p align=&quot;center&quot; style=&quot;line-height: 100%; margin-bottom: 0px; margin-top: 0px;&quot;&gt;
            &lt;a href=&quot;http://www.soalcpns.com/?id=agussiswanto&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;
            &lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;125&quot; src=&quot;http://www.soalcpns.com/images/soal-soal-cpns.gif&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
              &lt;p&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2011/06/situs-pesugihan-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/3QKMd_0XI7s/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-3341060969840309499</guid><pubDate>Thu, 10 Sep 2009 15:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-10T08:14:26.793-07:00</atom:updated><title>Watch The Third Jihad for Free on 9/11</title><description>&lt;script type=&quot;text/javascript&quot; src=&quot;http://widgets.clearspring.com/o/4aa51fdf90e8bc0a/4aa917d1f4e7ad08/4aa51fdf90e8bc0a/a1c7d41a/widget.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2009/09/watch-third-jihad-for-free-on-911.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-3647674503450268116</guid><pubDate>Sat, 12 Jul 2008 05:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-11T22:30:15.958-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">misteri</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ratu Kidul</category><title>GUSTI KANJENG RATU KIDUL BERASAL DARI TANAH BATAK (2)</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;RITUAL PEMANGGILAN KANJENG RATU KIDUL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;AGUS SISWANTO DAN EKA SUPRIATNA&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membuktikan keberadaan sosok legenda Biding Laut yang dipercaya sebagai Kanjeng Ratu Kidul, Misteri bersama 8 orang rekan yang semuanya bersuku Batak sengaja datang ke Pelabuhan Ratu untuk melakukan ritual pemanggilan roh Kanjeng Ratu Kidul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi pertama adalah makam Guru Kunci Batu Kendit Abah Empar. Lokasi ini cukup dikenal masyarakat, terutama yang hendak melakukan ritual pemanggilan Kanjeng Ratu Kidul. Konon, di tempat ini Kanjeng Ratu Kidul memang biasa muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melakukan ritual, sebagaimana biasanya beberapa ubo rampe telah disiapkan, diantaranya: jeruk, jeruk purut, apel, daun sirih, pisang raja, anggur, minyak jin, kembang sepatu, tepung beras, kelapa dan gula (itaguruguru-bahasa Batak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 22.30 malam, dimulailah acara ritual pemanggilan roh Kanjeng Ratu Kidul. Ketika itu, Silalahi dan Boru Tumorang tampak membaca mantera-mantera. Beberapa saat kemudian, Silalahi mulai menampakkan perubahan ekspresi wajah. Sosok gaib yang dipanggil tampaknya telah merasuk ke dalam raganya. Belakangan Misteri mengetahui, sosok gaib itu adalah roh Raja Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dalam waktu hampir bersamaan, Boru Tumorang pun memperlihatkan ekspresi kesurupan. Tiba-tiba tubuhnya tersungkur lalu merangkak bergeser posisi. Setelah itu, dia kembali duduk dengan wajah tertunduk dan mata terpejam. Roh Kanjeng Ratu Kidul telah merasuk ke dalam raga wanita asal Samosir ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadilah dialog dalam bahasa Batak antara Silalahi (yang sudah kemasukan roh Raja Batak) dengan Boru Tumorang dan beberapa orang yang hadir. Sepanjang dialog itu, ekspresi wajah Boru Tumorang berubah-ubah. Terkadang tersenyum, tertawa, menangis dan melantunkan lagu berisi sejumlah nasehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat pertama yang diucapkan Kanjeng Ratu Kidul adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kenapa baru sekarang kalian datang untuk menemui saya? Padahal saya sudah lama berada di sini,”ujar Kanjeng Ratu Kidul melalui bibir Boru Tumorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Ketika salah seorang yang hadir bertanya tentang Biding Laut, seketika Kanjeng Ratu Kidul menukas,” Ya, sayalah Biding Laut. Terserah apakah kalian akan percaya atau tidak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dialog meluncur begitu saja. Beberapa dialog yang Misteri catat diantaranya saat Boru Tumorang menangis sambil berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Boasa gudang hamo nalupa tuauito (kenapa kalian sudah lupa sama saya)?” ujar Kanjeng Ratu Kidul melalui bibir Boru Tumorang. “Ahado sisukunonmuna (Apa yang kalian mau pertanyakan)?” lanjut Kanjeng Ratu Kidul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hamirotuson nanboru namagido tangiansiangho (Kami datang kesini untuk minta doa dari Nyai),” jawab salah seorang yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Asadikontuhata pasupasu dohut rajohi (Biar diberikan Tuhan berkat kepada kami),” kata yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak Boru Tumorang menggoyang-goyangkan tubuhnya. Kepalanya seperti digelengkan, terkadang mengangguk-angguk. Sesaat kemudian dia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Posmaruham, paubahamuma pangalaho rohamuna (Percayalah. Asalkan kalian berubah sikap dan tingkah laku menjadi lebih baik, itu pasti akan terjadi).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Molonang muba rohamu nalaroma balainna he he mamuse kuti tuinjang (Kalau tidak berubah sikap dengan baik akan muncul bencana lagi-tsunami)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dangdiadia dope namasae naosolpu nalaroma muse naung gogosiani (Belum seberapa bencana yang sudah lalu. Lebih dahsyat bencana yang akan datang lagi. Kalau kalian tidak percaya kepada Tuhan).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasehat Kanjeng Ratu Kidul itu tampaknya ditujukan ke semua orang. Sedangkan kepada anak keturunannya dari suku Batak, Kanjeng Ratu Kidul berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Posmarohamu amang paboanhudoi tuhamu pomparanhu dibagasan parnipion (Percayalah. Semua keturunanku akan saya beritahukan lewat mimpi masing-masing).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Posmaroham amang patureon hudo sube popparamme (Percayalah, akan saya bantu dan saya tolong semua keturunannmu ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kanjeng Ratu Kidul juga berpesan kepada semua manusia agar tidak membeda-bedakan suku, ”Pabohamu tumanisiae asa unang mambedahon popparanhisude (Beritahu kepada semua manusia supaya tidak membedakan suku).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dia berkata lagi,”Asarat martonggo mahita tuoputa (Marilah kita bersama-sama berdoa kepada Tuhan).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog dengan roh Kanjeng Ratu Kidul itu berlangsung sekitar setengah jam. Isi dialog sarat dengan nasehat kepada manusia agar selalu berbuat kebajikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang pasti, dalam dialog itu juga Kanjeng Ratu Kidul menceritakan sosok asal usul dirinya dan nama aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya penelusuran ini membuka wacana baru seputar asal usul Kanjeng Ratu Kidul. Acara ritual ini pun tidak dimaksudkan untuk membenarkan satu fihak. Sebagaimana dikatakan Silalahi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami tidak bermaksud mengklaim kebenaran pendapat kami,”ujar Silalahi sambil tersenyum. “Tetapi kami hanya mencoba mengangkat kembali sebuah isu yang sudah lama berkembang di daerah kami. Kebenarannya boleh saja diperdebatkan,” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar apa yang dikatakannya. Sosok gaib Kanjeng Ratu Kidul memang layak diperdebatkan. Keberadaan maupun asal usulnya bisa darimanapun juga. Tetapi yang pasti, nasehat-nasehat Kanjeng Ratu Kidul yang diucapkan melalui medium yang keserupan, seringkali mengingatkan kita untuk selalu percaya kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2008/07/gusti-kanjeng-ratu-kidul-berasal-dari_11.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-9062337338477541484</guid><pubDate>Sat, 12 Jul 2008 05:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-11T22:26:08.566-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">misteri</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ratu Kidul</category><title>GUSTI KANJENG RATU KIDUL BERASAL DARI TANAH BATAK (1)</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;MENGUAK ASAL USUL KANJENG RATU KIDUL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;AGUS SISWANTO DAN EKA SUPRIATNA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tgl. 6 Februari 2008 lalu, Misteri mendapat undangan seorang rekan bernama Malau. Beliau mengajak Misteri untuk mengikuti ritual di Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Sebuah ritual untuk mengungkap asal usul Kanjeng Ratu Kidul. Tentu saja tawaran itu Misteri sambut hangat. Terlebih ketika dia mengatakan bahwa Kanjeng Ratu Kidul berasal dari Tanah Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini terdapat berbagai pendapat seputar asal usul sosok Kanjeng Ratu Kidul. Ada yang mengatakan, Kanjeng Ratu Kidul sesungguhnya adalah Ratu Bilqis, isteri Nabi Sulaiman Alaihissalam. Dikisahkan, setelah wafatnya Nabi Sulaiman as., Ratu Bilqis mengasingkan dirinya ke suatu negeri. Di sana beliau bertapa hingga moksa atau ngahyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda lain seputar Kanjeng Ratu Kidul adalah Dewi Nawang Wulan, sosok bidadari yang pernah diperisteri Jaka Tarub. Sedangkan kisah lain tidak secara spesifik menyebutkan asal Kanjeng Ratu Kidul, kecuali dia puteri seorang raja di Tanah Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinyalemen Kanjeng Ratu Kidul berasal dari Tanah Batak bukannya tanpa alasan. Isu ini pertama kali dibicarakan tahun 1985, ketika dalam suatu acara adat Batak di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), beberapa orang mengangkat masalah ini. Tetapi rupanya tidak terlalu mendapat respon yang hadir. Isu pun tenggelam dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Misteri membuka internet, hanya terdapat satu situs yang menyinggung masalah ini. Itupun hanya dalam beberapa baris kalimat saja. Demikian kutipannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini dia cerita tentang Ratu Laut Selatan yang dipercaya sebagian orang sebagai Biding Laut, saudara dari Saribu Raja yang notabene adalah keturunan Raja Batak.…tapi baca dulu kisahnya ya… siapa tau Nyi Roro Kidul emang keturunan Raja Batak”. (23 desember 2004)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://mappa.blogspot.com/2004/12/nyi-roro-kidul-dari-batak.html&lt;br /&gt;Hanya sekilas saja kalimat yang menyinggung Kanjeng Ratu Kidul sebagai orang Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, sebagaimana diungkapkan Silalahi, di daerah Samosir ada seorang wanita yang kerap kali kemasukan roh Kanjeng Ratu Kidul. Wanita bernama Boru Tumorang ini sering mengaku sebagai Kanjeng Ratu Kidul ketika sedang trance. Itulah sebabnya, Boru Tumorang sengaja didatangkan ke Jawa untuk mengikuti ritual menguak asal usul Kanjeng Ratu Kidul.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;LEGENDA BIDING LAUT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melakukan perjalanan ke Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Misteri menyempatkan diri berbincang-bincang dengan Silalahi (40 thn), spiritualis yang akan memimpin ritual tersebut.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;“Legenda asal usul Kanjeng Ratu Kidul berasal dari Tanah Batak ini tidak lepas dari kisah Raja-raja Batak,” demikian Silalahi memulai ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan, perjalanan etnis Batak dimulai dari seorang raja yang mempunyai dua orang putra. Putra sulung diberi nama Guru Tatea Bulan dan kedua diberi nama Raja Isumbaon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra sulungnya, yakni Guru Tatea Bulan memiliki 11 anak (5 putera dan 6 puteri). Kelima putera bernama: Raja Uti, Saribu Raja, Limbong Mulana, Sagala Raja dan Lau Raja. Sedangkan keenam puteri bernama: Biding Laut, Siboru Pareme, Paronnas, Nan Tinjo, Bulan dan Si Bunga Pandan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri tertua yakni Biding Laut memiliki kecantikan melebihi adik perempuan lainnya. Dia juga memiliki watak yang ramah dan santun kepada orangtuanya. Karena itu, Biding Laut tergolong anak yang paling disayangi kedua orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kedekatan orangtua terhadap Biding Laut ini menimbulkan kecemburuan saudara-saudaranya yang lain. Mereka lalu bersepakat untuk menyingkirkan Biding Laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, saudara-saudaranya menghadap ayahnya untuk mengajak Biding Laut jalan-jalan ke tepi pantai Sibolga. Permintaan itu sebenarnya ditolak Guru Tatea Bulan, mengingat Biding Laut adalah puteri kesayangannya. Tapi saudara-saudaranya itu mendesak terus keinginannya, sehingga sang ayah pun akhirnya tidak dapat menolaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Biding Laut diajak saudara-saudaranya berjalan-jalan ke daerah Sibolga. Dari tepi pantai Sibolga, mereka lalu menggunakan 2 buah perahu menuju ke sebuah pulau kecil bernama Pulau Marsala, dekat Pulau Nias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di Pulau Marsala, mereka berjalan-jalan sambil menikmati keindahan pulau yang tidak berpenghuni tersebut. Sampai saat itu, Biding Laut tidak mengetahui niat tersembunyi saudara-saudaranya yang hendak mencelakakannya. Biding Laut hanya mengikuti saja kemauan saudara-saudaranya berjalan semakin menjauh dari pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang tengah hari, Biding Laut merasa lelah hingga dia pun beristirahat dan tertidur. Dia sama sekali tidak menduga ketika dirinya sedang lengah, kesempatan itu lalu dimanfaatkan saudara-saudaranya meninggalkan Biding laut sendirian di pulau itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pantai, saudara-saudara Biding Laut sudah siap menggunakan 2 buah perahu untuk kembali ke Sibolga. Tetapi salah seorang saudaranya mengusulkan agar sebuah perahu ditinggalkan saja. Dia khawatir kalau kedua perahu itu tiba di Sibolga akan menimbulkan kecurigaan. Lebih baik satu saja yang dibawa, sehingga apabila ada yang menanyakan dikatakan sebuah perahunya tenggelam dengan memakan korban Biding Laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa yang direncanakan saudara-saudaranya itu bukanlah menjadi kenyataan, karena takdir menentukan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIDING LAUT DI TANAH JAWA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terbangun dari tidurnya, Biding Laut terkejut mendapati dirinya sendirian di Pulau Marsala. Dia pun berlari menuju pantai mencoba menemui saudara-saudaranya. Tetapi tidak ada yang dilihatnya, kecuali sebuah perahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biding laut tidak mengerti mengapa dirinya ditinggalkan seorang diri. Tetapi dia pun tidak berpikiran saudara-saudaranya berusaha mencelakakannya. Tanpa pikir panjang, dia langsung menaiki perahu itu dan mengayuhnya menuju pantai Sibolga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ombak besar tidak pernah membawa Biding Laut ke tanah kelahirannya. Selama beberapa hari perahunya terombang-ombang di pantai barat Sumatera. Entah sudah berapa kali dia pingsan karena kelaparan dan udara terik. Penderitaannya berakhir ketika perahunya terdampar di Tanah Jawa, sekitar daerah Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang nelayan yang kebetulan melihatnya kemudian menolong Biding Laut. Di rumah barunya itu, Biding Laut mendapat perawatan yang baik. Biding Laut merasa bahagia berada bersama keluarga barunya itu. Dia mendapat perlakuan yang sewajarnya. Dalam sekejap, keberadaannya di desa itu menjadi buah bibir masyarakat, terutama karena pesona kecantikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan, pada suatu ketika daerah itu kedatangan seorang raja dari wilayah Jawa Timur. Ketika sedang beristirahat dalam perjalanannya, lewatlah seorang gadis cantik yang sangat jelita bak bidadari dari kayangan dan menarik perhatian Sang Raja. Karena tertariknya, Sang Raja mencari tahu sosok jelita itu yang ternyata Biding Laut. Terpesona kecantikan Biding Laut, sang raja pun meminangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biding Laut tidak menolak menolak pinangan itu, hingga keduanya pun menikah. Selanjutnya Biding Laut dibawanya serta ke sebuah kerajaan di Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TENGGELAM DI LAUT SELATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biding Laut hidup berbahagia bersama suaminya yang menjadi raja. Tetapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Terjadi intrik di dalam istana yang menuduh Biding Laut berselingkuh dengan pegawai kerajaan. Hukum kerajaan pun ditetapkan, Biding Laut harus dihukum mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan ini menimbulkan kegalauan Sang Raja. Dia tidak ingin isteri yang sangat dicintainya itu di hukum mati, sementara hukum harus ditegakkan. Dalam situasi ini, dia lalu mengatur siasat untuk mengirim kembali Biding Laut ke Banten melalui lautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan perahu, Biding Laut dan beberapa pengawal raja berangkat menuju Banten. Mereka menyusuri Samudera Hindia atau yang dikenal dengan Laut Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun malang nasib mereka. Dalam perjalanan itu, perahu mereka tenggelam diterjang badai. Biding Laut dan beberapa pengawalnya tenggelam di Laut Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sekelumit legenda Biding Laut yang dipercaya sebagai sosok asli Kanjeng Ratu Kidul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam legenda raja-raja Batak, sosok Biding Laut memang masih misterius keberadaannya, Sedangkan anak-anak Guru Tatea Bulan yang lain tercantum dalam legenda,” kata Silalahi dengan mimik serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Boru Tumorang (45 thn) mengaku sudah lama dirinya sering kemasukan roh Kanjeng Ratu Kidul. Terutama terjadi saat kedatangan tamu yang minta tolong dirinya untuk melakukan pengobatan. Tetapi Boru Tumorang tidak mengerti mengapa raganya yang dipilih Kanjeng Ratu Kidul. Semuanya terjadi diluar keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2008/07/gusti-kanjeng-ratu-kidul-berasal-dari.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-134990746722234577</guid><pubDate>Mon, 26 May 2008 04:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2022-06-04T16:46:06.997-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">agus siswanto</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">hakekat</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">harta karun</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">misteri</category><title>HAKEKAT HARTA KARUN</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;AGUS SISWANTO&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di era modern ini, ada sejumlah manusia yang gemar memburu harta karun. Meski dalam kenyataannya sejumlah temuan hanya isu atau harta tidak bernilai apapun, namun tetap saja perburuan berlangsung. Ini ironi besar.&lt;br /&gt;Pengetahuan manusia seputar harta karun diilhami kisah Qarun, hartawan yang hidup di masa Nabi Musa alaihissalam dan Fir’aun laknatullah. Kekayaan berupa emas dan perak Qarun disimpannya dalam beberapa gudang perbendaharaan. Digambarkan betapa kunci-kunci gudang sangat banyak hingga harus diangkut dengan kereta kuda.&lt;br /&gt;Namun sayangnya perilaku Qarun kikir dan enggan beramal. Dan Tuhan pun menghukumnya. Sebuah gempa bumi menghancurkan gudang-gudang miliknya dan membenamkan seluruh kekayaannya. Sejak itu, “Harta Qarun” (karun) menjadi idiom untuk semua harta berharga yang terpendam di dalam tanah. Manusia pun berlomba-lomba melakukan perburuan.&lt;br /&gt;Sedangkan idiom  kata ‘karun’ dalam masyarakat Jawa, bermakna ‘karuhun’ atau leluhur. Jadi harta karun merupakan harta peninggalan para karuhun atau leluhur. Harta semacam ini disimpan atau disembunyikan di dalam tanah, gunung, goa, hutan, dll.  Sang pemiliknya (para leluhur itu) sengaja menyimpannya karena berbagai alasan, seperti: ketamakan, menghindari perampokan atau dirampas para penjajah. Lantaran sang pemiliknya meninggal, maka harta tetap tersimpan hingga ratusan atau ribuan tahun.&lt;br /&gt;Harta karun tersebut kemudian menjadi target para pemburu harta karun Ada diantara mereka berhasil, tetapi lebih banyak yang gigit jari. &lt;br /&gt;Adapun perburuannya melalui berbagai cara: penggunaan teknologi seperti dalam proses pencarian Kapal Titanic di Samudera Atlantik, atau cara gaib yang banyak dilakukan paranormal di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Umumnya paranormal mengaku mampu mengangkat harta karun. Tetapi sejauh ini harta yang berhasil ditemukan tidak terlalu bernilai, seperti: keris, tombak, mata uang kuno, dll. Biasanya terbuat dari bahan kuningan, tembaga dan besi. Sangat jarang ditemukan logam mulia: emas atau perak. &lt;br /&gt;Seorang paranormal mengungkapkan, logam mulia dalam bumi dijaga sekelompok gaib yang kuat dan perkasa.&lt;br /&gt;“Perhiasaan para raja tempo dulu yang umumnya terbuat dari emas atau perak sulit ditemukan, karena dikawal ketat para jin berilmu tinggi,” ujar Paranormal Surmino di Jakarta Utara. Itulah sebabnya jarang ditemukan.  Kalaupun ditemukan, itu hanya keberuntungan saja.&lt;br /&gt;Paranormal Surmino mengatakan, bisa saja perhiasan emas kuno ditemukan, tetapi biasanya akan berubah menjadi kuningan atau tembaga dalam waktu singkat. Sebab para jin gemar mengelabui manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;HAKEKAT SEBENARNYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya pemahaman manusia terhadap harta karun beraneka ragam, diantaranya adalah: &lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Pertama, harta karun alam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mencakup harta karun dalam bentuk kekayaan alam: hutan, minyak bumi, bahan tambang dan peradaban purba: fosil hewan, fosil manusia purba, mumi, candi, keramik, persenjataan, manuskrip kuno, kapal karam, dll.&lt;br /&gt;Ahli geologi menganggap kekayaan alam seperti bahan tambang dan minyak bumi sebagai harta karun. Harta karun para pakar arkeologi berupa peninggalan kerajaan, atau peradaban masa lalu. Sedangkan fosil manusia purba (phitecantropus erectus) sebagai harta karun para ahli paleontologi. Dalam fosil purba, kasus yang terkenal saat ditemukannya fosil phitecantropus erectus di situs Sangiran, Sragen, Jawa Tengah oleh Donald Tyler, ahli paleontolog Amerika Serikat, pada bulan November 1993. dihadapan pers di Yogyakarta, Tyler mengklaim penemuannya sebagai fosil terlengkap dan tertua yang pernah di temukan.&lt;br /&gt;Fosil tersebut merupakan bagian dari teka-teki Charles Darwin yang terkenal yaitu rantai yang hilang (missing link). Tentu saja temuan Tyler menggemparkan dunia ilmu pengetahuan. Meski kemudian terbukti, ia melakukan manipulasi jahat dalam keterangannya. Diantaranya tidak ada izin penelitian dan ternyata fosil tersebut dibeli dari warga di kawasan situs. Penipuan ini nyaris menyeret Tyler ke dalam penjara, klaim temuannya praktis  gugur.&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan Tyler pada hakikatnya merupakan realitas yang menyertai sebuah penemuan harta karun, yaitu popularitas. Kalau sudah begini, maka limpahan materi akan dengan mudah diperoleh.&lt;br /&gt;Kasus berbeda terjadi di era tahun 30-an, ketika Howard Carter, ahli arkeolog Inggris yang menjadi terkenal dan kaya raya karena berhasil menemukan salah satu pintu masuk ke dalam Piramida. Berkat penemuannya itu, manusia dapat melihat dan mempelajari mummi Fir’aun dan kebesaran peradaban Mesir.&lt;br /&gt;Manusia juga melakukan perburuan harta karun berdasarkan catatan kuno (manuskrip) yang tersimpan di perpustakaan. Contohnya, perpustakaan di Universitas Leiden, Belanda, yang mencatat secara rinci seluruh pelayaran kapal-kapal VOC berikut isinya. Catatan mencakup sejumlah kapal yang tenggelam dalam pelayarannya. Berdasarkan catatan itulah, para pemburu harta karun berhasil menemukan sisa-sisa kapal yang karam di Samudera. Merekapun berlomba mengangkat dan melelang hasil temuannya di seluruh dunia. &lt;br /&gt;Kalau Anda mendapat kesempatan menuntut ilmu di Belanda, luangkan waktu untuk membuka-buka manuskrip semacam itu. Siapa tahu, saat pulang ke negeri ini, data yang diperoleh bisa bermanfaat buat memburu harta karun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Kedua, harta karun gaib&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Harta karun ini diperoleh berdasarkan tradisi lisan, bisikan gaib dan mimpi. Misalnya saja, ada seorang yang mengaku mendapat bisikan gaib di suatu tempat ada tumpukan batangan emas atau mahkota bertahtakan berlian.&lt;br /&gt;Kemudian, penerima bisikan tergiur untuk mendapatkannya, apapun caranya, meski terkadang tidak rasional bahkan menyingkirkan akal sehat. Contohnya, penggalian harta karun di Prasasti Batu Tulis atau kasus harta karun palsu di kecamatan Rawa Bungur, Bogor. &lt;br /&gt;Perburuan harta karun berdasarkan bisikan gaib ini sering kali melanggar hukum. Termasuk dalam perburuan gaib ini adalah mencari benda-benda pusaka seperti merah delima, rantai babi, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Ketiga, harta karun hakiki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya ada makna lain harta karun yang tidak populer, tetapi sebenarnya sangat penting dipahami. Harta karun tersebut terpendam dan tersembunyi di dalam diri manusia.&lt;br /&gt;Manusia memiliki harta kekayaan yang besar dalam dirinya. Harta yang masih bersifat potensial ini sering kali tidak disadari atau bahkan enggan menggali harta yang sangat berharga ini. &lt;br /&gt;Dalam sebuah hadist disebutkan, Rasulullah SAW bersabda: “carilah hikmah, karena ia milik kaum muslim yang hilang”. Pada hakekatnya, hikmah atau ilmu pengetahuan merupakan harta karun yang tidak ternilai harganya. Harta tersebut ada dalam diri manusia. Makna hadist Nabi SAW itu tidak berarti bahwa ilmu pengetahuan berada di luar diri kaum muslimin atau hikmah dimiliki kaum non muslim. Begitupula, hikmah tidak berada di suatu tempat tertentu. Yang benar,  hikmah yang masih tersembunyi atau terpendam.&lt;br /&gt;Hikmah atau ilmu pengetahuan tersebut dapat berada di manapun: dalam diri manusia, di alam semesta, dll. Untuk mendapatkan ilmu pengetahuan tersebut, tentunya melalui proses intensif yang dimulai dari diri sendiri. Pola perburuannya melalui proses berpikir secara deduktif (perenungan, spekulatif) dan induktif (pengalaman, penelitian) atau dikenal dengan epistemology. &lt;br /&gt;Membiasakan diri untuk terus berpikir ini tidak pada satu fokus tertentu, tetapi terhadap apapun yang dianggap menarik. Namun demikian, proses berpikir tersebut hendaknya dapat membawa manfaat. Misalkan saja, Anda berpikir tentang peradaban makhluk asing di luar angkasa. Proses berpikir itu sendiri tergolong baik tetapi secara praktis tidak membawa manfaat apapun.&lt;br /&gt;Apabila hasil renungan Anda tentang makhluk luar angkasa tersebut dituangkan dalam bentuk pekerjaan, yaitu menulis dan lalu dikirimkan ke suatu media tertentu atau dibikin sebuah buku, maka pikiran Anda bermanfaat untuk orang lain. &lt;br /&gt;Dengan kata lain, Anda berhasil menggali harta karun yang berguna bagi diri sendiri, masyarakat dan ilmu pengetahuan. Di samping mendapatkan uang atas jerih payah Anda.&lt;br /&gt;Sebaliknya, pemikiran yang tidak direalisasikan dalam bentuk apapun hanya omong kosong belaka. Itulah sebabnya, produk nyata dari sebuah pemikiran mutlak diperlukan. Contoh lain, Anda belum memiliki pekerjaan tetap atau tidak ada penghasilan yang dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari.&lt;br /&gt;Di sini, upaya mencari harta karun yang bijak dan bermanfaat harus dipusatkan pada bagaimana memperoleh penghasilan yang dapat menopang kebutuhan.&lt;br /&gt;Semangat tinggi menggali harta karun dengan cara berpikir, yang kemudian dilanjutkan dalam bentuk pekerjaan untuk mewujudkannya, merupakan upaya mencari harta karun yang ada dalam diri sendiri.&lt;br /&gt;Sebagaimana Firman Allah SWT: “barang siapa berjuang sekuat tenaga, sesungguhnya ia telah berusaha untuk dirinya sendiri” (Q.S;29:6). Hal ini mengandaikan penggalian harta karun melalui jihad atau sikap sungguh-sungguh untuk mengerahkan seluruh potensi diri guna mencapai suatu cita-cita atau tujuan. Di Jepang, semangat tinggi ini dilandasi tradisi bushido dan ajaran Shinto-Zen Buddha. Sedangkan menurut Max Weber, etika protestan menjadi pijakan kuat kemujuan Bangsa Eropa.&lt;br /&gt;Meski begitu, idealisme dalam berpikir tetap diperlukan, bahkan mutlak diharuskan. Sebagaimana diketahui, ada kalanya manusia kehilangan kepercayaan dirinya untuk menggali potensi harta karun dirinya. &lt;br /&gt;Langkah yang di tempuh biasanya berupa jalan pintas untuk mewujudkan semua keinginannya. Pelajaran menarik terjadi sekitar tahun 1995, dalam kasus Robert Gallo ( USA ) dan Luc Montaigner (Perancis). Keduanya merupakan peneliti ulung dalam test riset virus HIV/AIDS.&lt;br /&gt;Suatu ketika, Montaigner berhasil menemukan cara virus tersebut dalam tubuh manusia, yang dapat dikatakan sebagai harta karun berharga bagi ilmu pengetahuan. Sementara Gallo belum berhasil dalam risetnya. Selanjutnya secara pribadi Montaigner mengundang Gallo untuk melihat hasil temuannya di laboratoriumnya di Paris.&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, terjadi suatu peristiwa yang mengguncang dunia. Secara sepihak, Gallo mengumumkan berhasil menemukan virus HIV. Warga dunia menyambutnya dengan suka cita, karena memberi harapan bagi penderita penyakit mematikan itu. Atas jasanya, Gallo mendapat anugerah hadiah Nobel dibidang kedokteran berikut uang senilai satu juta dollar. Penghargaan paling prestisius bagi ilmuwan.&lt;br /&gt;Inilah skandal terbesar dalam dunia ilmu pengetahuan di abad 20. Gallo membuang idealismenya sebagai ilmuwan yang jujur dan bermartabat. Ia justru melakukan kecurangan dengan mengakui sebuah penemuan yang bukan hasil jerih payahnya. Gallo tidak pernah menemukan harta karun bagi kedokteran.&lt;br /&gt;Setelah melalui proses persidangan yang rumit, duniapun mengakui harta karun itu di temukan oleh Montaigner. Akhirnya Nobel diberikan kepadanya. Tetapi nilai uangnya hanya setangah juta dollar. Itupun diambil dari rekening Gallo.&lt;br /&gt;Kasus tersebut merupakan gambaran bagaimana upaya manusia mencari harta karun dalam dirinya tidak mudah. Gallo kehilangan akal sehatnya dalam menemukan harta karunnya. Rasa putus asanya diwujudkan dalam bentuk mencuri harta karun orang lain. Tujuannya materi dan popularitas.&lt;br /&gt;Hal ini tidak berbeda dengan manusia yang merasa tidak memiliki potensi dalam dirinya. Kemudian mengambil jalan pintas melakukan pelanggaran hukum dengan cara mengambil harta yang bukan haknya. Seperti: merampok, korupsi, mencuri skenario sinetron orang lain atau mengutip lagu yang pernah beredar.&lt;br /&gt;Dalam kaitan inilah, makna harta karun perlu ditempatkan pada posisi yang semestinya, yakni potensi dalam diri manusia yang sangat bernilai tinggi. Penyempitan makna hanya pada benda-benda usang yang terkubur, membuat manusia mudah dikelabui berita seputar penemuan harta karun palsu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><enclosure type='' url='http://gus7.wordpress.com' length='0'/><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2008/05/hakekat-harta-karun.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-1036844335132920620</guid><pubDate>Mon, 26 May 2008 04:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-09-04T05:58:43.747-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">aura</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">jatidiri</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">misteri</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">paranormal</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pesona aura</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">rezeki</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">supranaturalis</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">surmino</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">susuk</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tarekat</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">zikir</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">zikrullah</category><title>PESONA AURA DENGAN MENGHIDUPKAN 6 TITIK ZIKIR DALAM TUBUH</title><description>
&lt;p style=&quot;line-height: 100%; margin-top: 0; margin-bottom: 0&quot; align=&quot;center&quot;&gt;
            &lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://www.soalcpns.com/?id=agussiswanto&quot;&gt;
            &lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://www.soalcpns.com/images/soal-soal-cpns.gif&quot; width=&quot;400&quot; height=&quot;125&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
              



&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9LqE03C6YKI8AqxuAs4MCNlv-dxU5Lpp3qQLA1kwLl6iXk1utQSbjrlclpO-1BXHp1j7RTCjOzeoSI0vVuwbzcnyg1l0ZI6rNjMh_AlU-XSvBsqeZR9Uvw8Zxyf_-9M03UcqFshTKwAlL/s1600-h/surmino.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9LqE03C6YKI8AqxuAs4MCNlv-dxU5Lpp3qQLA1kwLl6iXk1utQSbjrlclpO-1BXHp1j7RTCjOzeoSI0vVuwbzcnyg1l0ZI6rNjMh_AlU-XSvBsqeZR9Uvw8Zxyf_-9M03UcqFshTKwAlL/s320/surmino.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5204536675859683842&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;AGUS SISWANTO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aura dipandang sebagai sebuah pancaran energi di wajah seseorang. Meski sebenarnya aura melingkupi seluruh tubuh. Aura cenderung berubah-ubah mengikuti kondisi mental seseorang. Secara umum warna aura bisa merah, hitam, kuning, biru, dll. Terkadang aura seseorang terbentuk dari kombinasi warna-warna tersebut.&lt;br /&gt;Contoh, seseorang yang sedang kesulitan ekonomi, maka cenderung auranya hitam. Tapi apabila terdapat sedikit aura biru, menunjukkan orang tersebut masih berpeluang bangkit kembali usahanya. &lt;br /&gt;Di samping itu, seseorang berkulit putih bisa saja memiliki aura gelap dan kusam. Sebaliknya, berkulit hitam seringkali memancarkan aura cerah, terang dan sedap dipandang.&lt;br /&gt;“Tetapi tidak mudah melihat atau mendeteksi aura, bahkan kita dapat tertipu dengan penampilan seseorang,” kata Surmino, 36 tahun, spiritualis asal Pandeglang, Jawa Barat. &lt;br /&gt;Dia mencontohkan, seorang pria macho, berpenampilan menarik dan pandai bicara, seringkali berhasil memperdaya kaum wanita. Padahal, jika dideteksi aura pria tersebut bisa saja memancarkan warna buruk. &lt;br /&gt;“Seseorang yang berniat jelek dan sudah dalam tahap hendak melakukan perbuatan jeleknya itu, juga bisa terlihat dari pancaran auranya,” ujarnya. Sejauh ini, deteksi aura melalui fotografi dapat dilakukan atau yang dikenal dengan istilah fotografi Kyrlian, lanjutnya.&lt;br /&gt;Lebih jauh dikatakan, keadaan mental atau psikis yang memperburuk pancaran aura seseorang bermacam-macam, seperti: kesulitan ekonomi, frustasi, patah hati, tidak percaya diri, dll.  Apabila tidak segera diperbaiki, akan mempengaruhi dinamika hidup orang tersebut. &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Upaya untuk menimbulkan pesona aura agar tampak lebih cerah, terang, tajam dan bercahaya ini sesungguhnya tidak terlalu sulit bagi yang mau berusaha. Surmino mengungkap rahasia dibalik pesona aura ini.&lt;br /&gt;“Alam semesta ini mengandung energi kosmis yang dapat mempengaruhi aura seseorang. Bisa terjadi gesekan yang dapat menurunkan pancaran aura. Namun juga mengandung energi yang dapat memperbagus pesona aura,”ujar Surmino.&lt;br /&gt;“Langkah apa yang pertama harus dilakukan,” tanya Misteri.&lt;br /&gt;“Positive thingking atau berpikiran positif dalam menghadapi semua persoalan hidup. Juga selalu berprasangka baik kepada Tuhan, karena Tuhan mengikuti persangkaan hambaNya,” jawab Surmino. &lt;br /&gt;Selanjutnya dikatakan, berpikir positif merupakan dasar utama seseorang yang ingin memperbaiki pesona auranya. Misalkan, ketika sedang dilanda frustasi karena belum mendapatkan pekerjaan, maka upayakan terus berpikir positif bahwa suatu saat akan mendapatkan pekerjaan.&lt;br /&gt;“Berpikir positif ini berlaku untuk semua kondisi apapun yang dihadapi, Ini akan mempengaruhi energi kosmis,” tegas Paranormal Surmino. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;ZIKRULLAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, apabila sudah terbiasa dengan berpikir positif, langkah berikutnya adalah mengumpulkan energi kosmis yang bersifat positif ke dalam tubuh. Upaya ini dapat dilakukan melalui zikir. &lt;br /&gt;“Zikrullah dapat mengubah aura buruk menjadi bagus, “kilah Surmino.   &lt;br /&gt;Pakar pembacaan aura ini menjelaskan bahwa di dalam tubuh seseorang terdapat 6 titik zikir yaitu lathifatul qolb, lathifatul sirr, lathifatul khofi, lathifatul agfha, latifatul nafs dan lathifatul ruh. Keenam titik yang bersifat ghoib ini harus dihidupkan melalui zikir yang dibimbing oleh seorang Mursyid. &lt;br /&gt;Melalui proses latihan yang rutin dan bertahap, maka keenam titik ini akan hidup. Ciri utama titik ini telah hidup yaitu adanya semacam getaran atau kedutan yang agak lama di bagian titik-titik zikir tersebut. Apabila sudah sampai dalam taraf ini, maka secara otomatis pesona auranya akan menjadi lebih bagus. &lt;br /&gt; “Cukup satu saja titik zikir dalam tubuh hidup, maka aura seseorang dengan sendirinya terpancar lebih tajam dan  bagus. Apalagi jika semua titik zikir tersebut telah hidup,” kata Surmino. &lt;br /&gt;Dia menambahkan, zikir semacam ini biasa dilakukan dalam kelompok sufi atau tarekat-tarekat, seperti Tarekat Naqsyabandiyah-Qodiriah.  Itulah sebabnya, dibutuhkan seorang pembimbing agar lebih cepat mendapatkan hasil.&lt;br /&gt;Meski begitu, Surmino mengingatkan, makhluk gaib atau khodam juga bisa berperan dalam mengubah aura seseorang, tetapi bersifat manipulatif dan sementara. Contohnya, dengan memasang susuk (baik susuk emas, berlian, dll)&lt;br /&gt;“Aura bisa terlihat bagus karena adanya pengaruh khodam tertentu dari susuk yang dipasang dalam tubuh. Tetapi cenderung tidak bertahan lama dan mudah diketahui orang. Sebaiknya dengan zikrullah saja. Sebab mendapatkan pahala dari Allah SWT dan bertahan lebih lama,” sarannya.&lt;br /&gt;“Manfaat memiliki pesona aura yang bagus sangat besar. Selain dapat mengenal jatidiri, mudah diterima dalam pergaulan, juga lebih mendekatkan rezeki,” katanya menutup pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spiritualis Surmino. Berpikir positif dan berzikir akan mengubah pesona aura menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2008/05/pesona-aura-dengan-menghidupkan-6-titik.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9LqE03C6YKI8AqxuAs4MCNlv-dxU5Lpp3qQLA1kwLl6iXk1utQSbjrlclpO-1BXHp1j7RTCjOzeoSI0vVuwbzcnyg1l0ZI6rNjMh_AlU-XSvBsqeZR9Uvw8Zxyf_-9M03UcqFshTKwAlL/s72-c/surmino.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-6854964657701710533</guid><pubDate>Mon, 12 May 2008 12:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-12T05:48:04.295-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">misteri</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">santet</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">santet HP</category><title>SANTET MENGGUNAKAN HP? MUNGKIN SAJA, TETAPI SULIT</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;AGUS SISWANTO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu santet merebak lagi. Berita seputar ini sedang ramai dibicarakan internet dan media massa. Uniknya, santet yang satu ini dilakukan melalui HP dengan nomor dan warna  tertentu. Beredar pula sms berantai agar masyarakat berhati-hati.&lt;br /&gt;Entah mengapa, isu cepat menyebar di berbagai kota. Nyaris meresahkan pengguna HP.  Berita yang beredar bahkan mengalahkan isu naiknya BBM dalam waktu dekat.Itulah sebabnya, ada yang menilai ini bagian dari pengalihan isu krusial negeri ini. &lt;br /&gt;Isu santet bukan yang pertama di negeri ini. Beberapa tahun lalu, masyarakat dikejutkan peristiwa pembunuhan dukun santet. Meski tidak pasti apakah sang korban tersebut memang benar-benar dukun santet. Yang pasti, telah jatuh korban sia-sia.&lt;br /&gt;Ketika peristiwa itu terjadi, seorang teman bercerita, tetangganya yang tinggal di sebuah desa di Jawa Timur dibunuh. Seorang bapak dengan putrinya yang masih kecil dibantai orang tak dikenal. Padahal sang bapak tersebut hanya petani biasa. Sang bapak tersebut memang memiliki ibu yang biasa membantu kelahiran atau dikenal dengan istilah dukun beranak. &lt;br /&gt;Ketika para pembunuh menyerbu rumahnya, kebetulan sang ibu tidak ada. Lalu sasaran pembunuhan dialihkan. Sang ibu yang sudah berusia 80-tahun itu selamat dari kekejian, tetapi anak dan cucunya meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;SANTET HP DAN GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana, santet adalah upaya mencelakakan orang lain, dengan tujuan membunuh atau sekadar menderita sakit. Biasanya sulit didiagnosa secara medis. Korban tiba-tiba saja meninggal atau jatuh sakit tanpa sebab yang jelas. &lt;br /&gt;Media santet beragam, seperti jarum, paku, boneka voodo, dll. Teknik pengiriman santet pun bermacam, seperti melalui media angin, air, makanan, hewan dan udara. &lt;br /&gt;Kajian ilmiah santet biasanya masuk kategori proses materialisasi dan dematerialisasi. Contoh, sebuah paku (material) setelah dilakukan ritual tertentu menjadi lenyap (dematerialisasi), kemudian dikirim melalui media angin atau udara ke tubuh sang korban. Setelah paku gaib tadi masuk ke dalam tubuh, lalu mewujud lagi menjadi paku nyata. Sang korban tentu saja kesakitan, lalu sakit atau meninggal. &lt;br /&gt;Pernah ramai pula dibahas santet masuk KUHP. Tetapi saya tidak tahu persis perkembangannya.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Lantas bagaimana dengan santet melalui HP? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan santet lewat HP bisa saja terjadi. Dalam hal ini, media pengirimannya melalui gelombang elektromagnetik (udara) dengan frekwensi tertentu (baca: nomor atau warna tertentu).&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Menurut Paranormal Surmino, seseorang dengan tujuan jahat bisa mengirimkan santet dengan cara ini. Frekwensi tertentu itu menjadi bagian dalam proses pendahuluan ritual santet. &lt;br /&gt;“Cara seperti itu bisa dilakukan. Tetapi tingkat keberhasilannya sangat kecil. Peluang sukses hanya nol koma sepersekian persen,” ujar Paranormal Surmino sambil tersenyum. &lt;br /&gt;Artinya, berita seputar santet lewat HP bersumber dari keisengan belaka. Tetapi mengapa kemudian diberitakan beberapa orang menjadi korban?&lt;br /&gt;Ketika dikonfirmasi hal ini, Paranormal Surmino balik bertanya, “Apakah ada investigasi mengenai hal ini?” Tentu saja tidak ada. Namanya juga isu atau rumor. Ya, tidak jelas asal usul berita itu muncul.&lt;br /&gt;Tetapi dia menambahkan, santet melalui HP bisa saja terjadi dengan calon korban yang sudah dituju oleh penyantetnya. Tetapi malah lebih sulit. Dalam proses ritualnya, nama calon korban disebutkan secara jelas dan spesifik. Bahkan lebih detail lagi, seperti waktu: hari, jam, dll. Itu berarti sama saja dengan menyantet menggunakan media lain, seperti yang telah disebutkan di atas. Jadi mustahil terjadi dengan beberapa calon korban sekaligus atau bersifat massal.  &lt;br /&gt;Namun, gelombang elektromagnetik yang memancar melalui HP bisa saja mempengaruhi syaraf-syaraf di otak. Gelombang ini kemudian mempengaruhi urat syaraf yang menghambat peredaran darah di kepala. Akibatnya, terjadilah stroke yang berujung pada koma atau  mati mendadak. &lt;br /&gt;Itulah sebabnya, pada saat tensi/tekanan darah sedang meningkat (apalagi bagi penderita tekanan darah tinggi), hindari menelpon terlalu lama alias berjam-jam. Lebih baik istirahat atau menggunakan waktunya untuk hal yang bermanfaat &lt;br /&gt;Tetapi tampaknya pula, belum terdengar berita seputar pengaruh gelombang elektromagnetik HP yang mematikan. Dengan kata lain, pengaruh gelombang kecil saja. Apalagi tingkat keamanannya telah disertifikasi yang berwenang. Dus, tidak berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2008/05/santet-menggunakan-hp-mungkin-saja.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-4857473794988530934</guid><pubDate>Tue, 29 Apr 2008 03:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-28T22:55:21.155-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">serat wirid  hidayat jati</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sufi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tasawuf</category><title>MARTABAT TUJUH  DALAM SULUK SUJINAH DAN SERAT WIRID HIDAYAT JATI</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;L.S. AHMAD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mencari ridhoNya, para sufi menggunakan jalan yang bermacam-macam. Baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama, dengan melalui kearifan, kecintaan dan tapa brata. &lt;br /&gt;Sejarah mencatat, pada akhir abad ke-8, muncul aliran Wahdatul Wujud, suatu faham tentang segala wujud yang pada dasarnya bersumber satu. Allah Ta’ala. Allah yang menjadikan sesuatu dan Dialah a’in dari segala sesuatu. Wujud alam adalah a’in wujud Allah, Allah adalah hakikat alam. Pada hakikatnya, tidak ada perbedaan antara wujud qadim dengan wujud baru yang disebut dengan makhluk. Dengan kata lain, perbedaan yang kita lihat hanya pada rupa atau ragam dari hakikat yang Esa. Sebab alam beserta manusia merupakan aspek lahir dari suatu hakikat batin yang tunggal. Tuhan Seru Sekalian Alam.&lt;br /&gt;Faham wahdatul wujud mencapai puncaknya pada akhir abad ke-12. Muhyidin Ibn Arabi,seorang sufi kelahiran Murcia, kota kecil di Spanyol pada 17 Ramadhan 560 H atau 28 Juli 1165 M adalah salah seorang tokoh utamanya pada zamannya. Dalam bukunya yang berjudul Fusus al-Hikam yang ditulis  pada 627 H atau 1229 M tersurat dengan jelas uraian tentang faham Pantheisme (seluruh kosmos adalah Tuhan), terjadinya alam semesta, dan keinsankamilan. Di mana faham ini muncul dan berkembang berdasarkan perenungan fakir filsafat dan zaud (perasaan) tasauf.&lt;br /&gt;Faham ini kemudian berkembang ke luar jazirah Arab, terutama berkembang ke Tanah India yang dipelopori oleh Muhammad Ibn Fadillah, salah seorang tokoh sufi kelahitan Gujarat (…-1629M). Di dalam karangannya, kitab Tuhfah, beliau mengajukan konsep Martabat Tujuh sebagai sarana penelaahan tentang hubungan manusia dengan Tuhannya. Menurut Muhammad Ibn Fadillah, Allah yang bersifat gaib bisa dikenal sesudah bertajjali melalui tujuh martabat atau sebanyak tujuh tingkatan, sehingga tercipta alam semesta dengan segala isinya. Pengertian tajjali berarti kebenaran yang diperlihatkan Allah melalui penyinaran atau penurunan --- di mana konsep ini lahir dari suatu ajaran dalam filsafat yang disebut monisme. Yaitu suatu faham yang memandang bahwa alam semesta beserta manusia adalah aspek lahir dari satu hakikat tunggal. Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;Dr. Simuh dalam Mistik Islam Kejawen Raden Ngabehi Ranggawarsita, Suatu Studi Terhadap Serat Wirid Hidayat Jati menyatakan; “Konsep ajaran martabat tujuh mengenai penciptaan alam manusia melalui tajjalinya Tuhan sebanyak tujuh tingkatan jelas tidak bersumber dari Al Qur’an. Sebab dalam Islam tak dikenal konsep bertajjali. Islam mengajarkan tentang proses Tuhan dalam penciptaan makhluknya dengan Alijad Minal Adam, berasal dari tidak ada menjadi ada.” &lt;br /&gt;Selanjutnya, konsep martabat tujuh di Jawa dimulai sesudah keruntuhan Majapahit dan digantikan dengan kerajaan Demak Bintara yang menguasai Pulau Jawa. Sedangkan awal perkembangannya, ajaran martabat tujuh di Jawa berasal dari konsep martabat tujuh yang berkembang di Tanah Aceh --- terutama yang dikembangkan oleh Hamzah Fansuri, Syamsudin Pasai (…-1630) dan Abdul Rauf (1617-1690). &lt;br /&gt;Lebih lanjut ditambahkan; “Ajaran Syamsudin Pasai dan Abdul Rauf kelihatan besar pengaruhnya dalam perkembangan kepustakaan Islam Kejawen. Pengaruh Abdul Rauf berkembang melalui penyebaran ajaran tarekat Syatariyah yang disebarkan oleh Abdul Muhyi (murid Abdul Rauf) di tanah Priangan. Ajaran tarekat Syatariyah segera menyebar ke Cirebon dan Tegal. Dari Tegal muncul gubahan Serat Tuhfah dalam bahasa Jawa dengan sekar macapat yang ditulis sekitar tahun 1680.” &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Buya Hamka mengemukakan bahwa faham Wahddatul Al-Wujud yang melahirkan ajaran Martabat Tujuh muncul karena tak dibedakan atau dipisahkan antara asyik  dengan masyuknya. Dan apabila ke-Ilahi-an telah menjelma di badan dirinya, maka tidaklah kehendak dirinya yang berlaku, melainkan kehendak Allah.  &lt;br /&gt;Dr. Simuh pun kembali menambahkan, dalam ajaran martabat tujuh, Tuhan menampakkan DiriNya setelah bertajjali dalam tujuh di mana ketujuh tingkatan tersebut dibagi dalam dua wujud. Yakni tiga aspek batin dan empat aspek lahir. “Tiga aspek batin terdiri dari Martabat Ahadiyah (kesatuan mutlak), Martabat Wahdah (kesatuan yang mengandung kejamakan secara ijmal keseluruhan), dan Martabat Wahadiyah (kesatuan dalam kejamakan secara terperinci dan batas-batas setiap sesuatu). Sedangkan aspek lahir terdiri Alam Arwah (alam nyawa dalam wujud jamak), Alam Mitsal (kesatuan dalam kejamakan secara ijmal), Alam Ajsam (alam segala tubuh, kesatuan dalam kejamakan secara terperinci dan batas-batasnya) dan Insan Kamil (bentuk kesempurnaan manusia). &lt;br /&gt;Menanggapi hal ini, Buya Hamka mengutip dari karya Ibnu Arabi yang berjudul Al-Futuhat al-Makkiya fi Marifa Asrar al-Malakiya (589 H atau 1201 M), bahwa tajjalinya Allah Ta&#39;ala yang pertama adalah dalam alam Uluhiyah. kemudian dari alam Uluhiyah mengalir alam Jabarut, Malakut, Mitsal, Ajsam, Arwah dan Insan Kamil --- di mana yang dimaksud dengan alam Uluhiyah adalah alam yang terjadi dengan perintah Allah tanpa perantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Martabat Pertama, Ahadiyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Martabat pertama adalah Martabat Ahadiyah yang diungkapkan sebagai Martabat Lata&#39;ayyun, atau al-Ama (tingkatan yang tidak diketahui). Disebut juga Al-Tanazzulat li &#39;l-Dhat (dari alam kegelapan menuju alam terang), al-Bath (alam murni), al-Dhat (alam zat), al-Lahut (alam ketuhanan), al-Sirf (alam keutamaan), al-Dhat al-Mutlaq (zat kemutlakan), al-Bayad al-Mutlaq (kesucian yang mutlak), Kunh al-Dhat (asal terbuntuknya zat), Makiyyah al-Makiyyah (inti dari segala zat), Majhul al N&#39;at (zat yang tak dapat disifati), Ghayb al Ghuyub (gaib dari segala yang gaib), Wujud al-Mahad (wujud yang mutlak).&lt;br /&gt;Dan berikut adalah nukilan dari terjemahan tingkat pertama yang disebut Martabat Ahadiyah dalam Suluk Sujinah dan Serat Wirid Hidayat Jati.&lt;br /&gt;Suluk Sujinah&lt;br /&gt;Ada pengetahuan perihal tingkatan dalam kehidupan manusia, yang diceritakan dengan ajalollah dan dikenal dengan sebutan martabat tujuh, diawali dengan kegaiban. Zat yang membawa pengetahuan tentang Diri-Nya, dan tanpa membeberkan tentang kenyataan (fisik), Keadaannya kosong namun dasarnya ada. Tapi  dalam martabat ini belum berkehendak. Martabat Akadiyah disebut juga dengan Sarikul Adham. Awal dari segala awal.&lt;br /&gt;Dalam alam ahadiyah dimulai dengan aksara La dan bersemayam ila. Itulah kekosongan pertama dari empat bentuk kekosongan. Kedua bernama Maslub. Ketiga adalah Tahlil, dan keempat Tasbeh. Maslub bermakna belum adanya bentuk atau wujud roh atau jiwa. Tak berbentuk badan atau wujud lainnya.&lt;br /&gt;Tahlil berarti tak bermula dan tak berakhir. Sedangkan Tasbeh bermakna Tuhan Maha Suci dan Tunggal. Tuhan tak mendua atau bertiga. Tak ada Pangeran lain kecuali Allah yang disembah dan dipuja, yang asih pada makhluknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Serat Wiirid Hidayat Jati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sajaratul Yakin tumbuh dalam alam adam makdum yang sunyi senyap azali abadi, artinya pohon kehidupan yang berada dalam ruang hampa yang sunyi senyap selamanya, belum ada sesuatu pun, adalah hakikat Zat Mutlak yang qadim. Zat yang pasti terdahulu, yaitu zat atma, yang menjadi wahana alam Ahadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Suluk Sujinah, tingkat pertama disebut dengan alam Ahadiyah, yaitu alam tentang tingkat keesaan-Nya. Keesaan-Nya agung, dan bukan obyek dari pengetahuan khusus mana pun dan karena itu tidak dapat dicapai oleh makhluk apa pun. Hanya Allah yang mengetahui diri-Nya dan keesaan-Nya.&lt;br /&gt;Dalam keesaan-Nya tak ada sesuatu pun yang menguasai dan mengetahui kecuali diri-Nya. Firmannya adalah diri-Nya sendiri, begitu pun malaikat-Nya dan nabi-Nya. Allah dalam tingkatan ini berada pada kondisi al-Kamal, yaitu, dalam kesempurnaan-Nya.&lt;br /&gt;Hakikat-Nya, keesaan-Nya adalah tempat berkumpulnya seluruh keragaman dan tenggelam atau lenyap dalam kesatuan-Nya. Dalam alam Ahadiyah keragaman dan kejamakan tersebut tidak dapat dipertentangkan dengan gagasan metafisis tentang tahapan atau tingkatan eksistensi.&lt;br /&gt;Dalam tingkatan ini, Allah berada dalam kondisi Ghayb al-Ghuyub, yaitu, keberadaan-Nya yang gaib. Tuhan tak dapat diindrawi. Sebab Allah tidak membeberkan tentang kenyataan yang fisik. Allah dalam keadaan yang tak berujud, yang tak dapat dideteksi oleh manusia atau para wali, nabi, bahkan para malaikat terdekat-Nya. Sebab Ia masih dalam kesendirian-Nya. Allah belum menguraikan atau menciptakan sesuatu. Di dalam derajat ini, semua sifat umum kumpul melebur di dalam diri-Nya. Perbedaan sifat pun ada dalam kesatuan-Nya.&lt;br /&gt;Tuhan dalam alam pertama disebut juga al-Unsur Adam, Allah adalah unsur yang pertama, dan tak ada makhluk-makhluk lainnya yang mendahului. Diri-Nya adalah unsur yang terdahulu yang bersifat agung. Zat-Nya adalah substansi universal dan hakikat-Nya yang tak dapat dipahami. Dalam sifat adam-Nya, hakikat-Nya tak dapat dipahami. Sebab awalnya adalah Ada dalam ketiadaan. Dan ketiadaan-Nya adalah hakikat yang tak terlukiskan dan tak dapat dimengerti oleh siapa pun. Hakikatnya di luar segala perumpamaan dan citraan yang memungkinkan. &lt;br /&gt;Selanjutnya, alam Ahadiyah terbagi dalam empat tingkatan. Tahap pertama dikenal dengan kata La yang bersemayam di dalam kata illa. La dan illa adalah dua kata yang manunggal, karena setiap realitas-realitas hanya merupakan refleksi dari realitas-realitas Allah. La dan illa menunjukan pada asal segala sesuatu yaitu dalam ketiadaan-Nya, diri-Nya Ada. Sedangkan pengertian illa juga menunjukan pada kembali sesuatu dalam kesatuan-Nya yang bersifat keabadian.&lt;br /&gt;Jika memperhatikan tatanan ontologis, bila diterapkan La dan illa akan mengisyaratkan pemisahan antara ada Ilahi dan para makhluknya. Dengan demikian, Ad-Nya pertama menjadi tabu bagi adanya yang kedua. Pengetian La dan illa dalam masyarakat sufi memiliki tiga makna. Pertama, adalah tiada Tuhan melainkan Allah. Kedua adalah tiada Ma&#39;bud melainkan Allah dan ketiga tiada maujud melainkan Allah. Pengertian pertama mengacu pada keberadaan pada kekuasaan-Nya. Yaitu penegasan tiada Tuhan yang pantas menjadi penguasa selain Allah yang Esa. Pengertian kedua, Allah adalah Zat yang wajib disembah sebab Allah bersifat disembah. Tiada penguasa yang wajib disembah selain Allah, Zat yang Maha Suci. Sedangkan pengertian ketiga, Allah adalah awal segala yang berwujud. Sebab Zat-Nya adalah wujud yang pertama dan tak berakhir.&lt;br /&gt;Ketiga pengertian tersebut di atas adalah suatu kesatuan yang tak dapat dikaji secara terpisah. Sebab, segala bentuk yang maujud ini pada hakikatnya sama sekali tidak ada. Yang ada hanyalah Allah. Jadi, kalau yang ada ini semuanya dikatakan ada, artinya ada dalam Allah. Inilah konsep dasar dari Widhatul al-Wujud. Sementara, tingkatan kedua dari alam Ahadiyah adalah Nafi Uslub, yaitu, tingkat ketiadaan-Nya yang ada. Dalam ketiadaan-Nya, Allah tak dapat digambarkan atau dilukiskan oleh siapa pun. Allah dalam keadaan Al-Ama, yaitu, tingkatan yang tak dapat diketahui. Allah dalam tingkatan ini hanya mempunyai hubungan murni dalam hakikat dan tanpa bentuk. Sedang tingkatan yang ketiga dalam alam Ahadiyah adalah Tahlil. Pengertian Tahlil berarti kondisi Tuhan yang bermakna La illa illaha. Tahlil pun bermakna suatu kondisi pemujaan Allah dengan pengucapan syahadat tentang persaksian akan keberadaan-Nya. &lt;br /&gt;Dalam kalimah Syahadah yang diucapkan dengan niat bulat dan mengakui bahwa Allah berkuasa sendirian, tidak menghendaki pertolongan dari siapa pun, ia suci dan kaya. Kalimah Syahadah adalah kalimat yang wajib bagi pemeluk Islam, di mana intinya adalah pengakuan akan adanya Allah yang menjadi pemimpin kehidupan, di samping itu, adanya pengakuan rasul Allah. Yaitu Nabi Muhammad sebagai utusan-Nya.&lt;br /&gt;Selanjutnya, tingkat empat adalah Ahadiyah Tasbih, yang bermakna kemahaluasan Allah. Tingkatan ini berintikan kalimat Subhhanallah, artinya, maha suci Allah dan mengingatkan serta menunjukan seluruh keyakinan untuk selalu mempersucikan-Nya. &lt;br /&gt;Sedang pada Serat Wirid Hidayat Jati, ajaran pertamanya dikenal dengan sebutan Sajaratul Yakin. Yaitu sebagai lambang pohon kehidupan yang dalam bahasa Jawa disebut dengan Kajeng Sejati dan memiki makna pengertian tentang kehidupan atau hayyu.&lt;br /&gt;Hayyu berarti atma, jiwa atau ruh. Dalam Sajaratul Yakin Allah adalah Wujud al-Sirf, kondisi wujud yang utama. Atma-Nya belum tersifati, namun ruh-Nya adalah al-Lahut (bersifat ke-ilahi-an). Ia merupakan hakikat zat mutlak dan qadim, yaitu, asal zat dari segala zat yang bersifat abadi. Zat-Nya tak ada dalam penguraian. Segala penguraian-Nya adalah bersifat negatif. Sebab Allah bersifat Makiyyah al Makiyyah, yaitu, inti dari segala zat yang ada di kemudian hari. Atmanya adalah esa dari yang tak teruraikan dan diuraikan.&lt;br /&gt;Zat ruh-Nya sesungguhnya adalah zat yang bersifat esa. Ruh itulah sejatinya Tuhan Yang Mahasuci. Ruh-Nya adalah subyek absolut, di mana benda yang termasuk subyek individu hanyalah obyektivisasi-obyektivisasi ilusi. Sebab Allah adalah Kunh al-Dhat, asalnya zat terbentuk.&lt;br /&gt;Di dalam kitabnya Daqiqul Akbar, Imam Abdurahman menuliskan, pada awal permulaan Allah menciptakan sebatang pohon kayu bercabang empat. Pohon kayu tersebut dikenal dengan Syajaratul Yakin. Dan Syajaratul Yakin tercipta dalam alam kesunyian yang bersifat qadim dan azali. Pengertian sunyi di sini bukan bermakna tak adanya sesuatu. Namun bermakna belum terciptanya alam, kecuali tajjali-Nya yang pertama dalam bentuk Syajaratul Yakin. Sedangkan pengertian qadim dan azali adalah wujud dari sifat-Nya yang terawal dan tak berakhir. Zat-Nya adalah terdahulu, tak ada sesuatu pun yang mendahului dan tak ada akhir karena masa.&lt;br /&gt;Syajaratul yakin afdalah awal sifat-Nya. Dalam pohon kehidupan sifat-Nya yang menonjol adalah tentang hidup --- hidup (al-Hayat) adalah sifat wajib yang ada pada Diri-Nya. Sebab sifat al-Hayat adalah qadim dan azali. Al-Hayat dalam segala martabat-Nya menjadi pangkal bagi segala macam kenyataan yang lahir dan kekal.  karena hidup atau hayyu atau atma adalah subyek yang absolut, maka, hakikat atma atau hidup adalah mutlak yang qadim. Dan Allah adalah zat pertama dan sumber dari hidup itu sendiri. Diri-Nya adalah kekal bersamaan dengan kekalnya zat kehidupan. &lt;br /&gt;Keduanya adalah ada dalam kemanunggalan. Zat-Nya yang al-Hayat adalah sumber munculnya perkara-perkara sifat wajib-Nya. Yaitu, ilmu, iradat, kalam dan baqa. Artinya, karena adanya ruh atau hayyu (al-Hayat), maka, muncul ilmu (pengetahuan). Timbulnya pengetahuan (al-ilm) menciptakan atau mengalirnya kehendak (iradat), dan firman-Nya. Dan ketiga sifat-Nya adalah kekal, baqa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2008/04/martabat-tujuh-dalam-suluk-sujinah-dan_28.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4682944288718871243.post-7224878530697300728</guid><pubDate>Tue, 29 Apr 2008 03:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-28T22:56:04.583-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tasawuf</category><title>MARTABAT TUJUH  DALAM SULUK SUJINAH DAN SERAT WIRID HIDAYAT JATI  (2)</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;L.S. AHMAD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Martabat Ke dua, Martabat Wahdah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Martabat kedua, dari martabat tujuh adalah al-Wahdah, yaitu al-Ta&#39;ayyun Awal. Tingkat perbedaan pertama, atau awal ada dalam tingkatan ini. Tegasnya mulai adanya batas perbedaan. Tetapi, walau ada tingkat perbedaan awal, namun Zat-Nya masih dalam keadaan universal yang masih menyatu dalam alam ketuhanan-Nya, yang disebut al-Martabah Ilahiyyah.&lt;br /&gt;Hal tersebut di atas diiraikan dalam nukilan terjemahan Suluk Sujinah;&lt;br /&gt;Dan martabat kedua adalah Wahdah. Nama-nama sifat yang awal diuraikan. Awalnya ruh yang akan menguraikan nama-nama roh yang wujudnya masih dalam bentuk hak. Dan Cahaya-Nya dinamakan Nur Muhammadiyah. Wujud ilmu dari nur adalah ibadah pengetahuan yang sejati. Pada tingkatan ini belum dapat diuraikan. Pengetahuan sejatinya adalah dalam tingkatan Wahdat. Namun, Pangeran, Allah dalam wujud yang jamak, namun diri-Nya adalah kehampaan. Tak ada Pangeran selain Allah, ia hanya Allah yang tunggal. Tunggal wujud-Nya. Dia yang memberikan penghidupan. Dia yang menjadikan sesuatu.&lt;br /&gt;Sementara, menurut nukilan terjemahan Serat Wiirid Hidayat Jati;  &lt;br /&gt;Nur Muhammad yaitu cahaya yang terpuji. Diceritakan di dalam Hadist; rupanya seperti burung merak yang berada di dalam permata putih, dan berada dalam arah Syajaratul Yakin. Itulah hakikat cahaya yang diakui sebagai tajjalinya zat, berada dalam nukat gaib, merupakan sifat atma yang menjadi tempatnya alam Wahdah.&lt;br /&gt;Sejatinya, ruh adalah pralambang pertama yang mendahului segala penciptaan-Nya. Ruh dalam tingkatan ini bersifat al-Ruh, yaitu ruh yang universal, atau ruh dalam kejamakan-Nya. Tuhan menciptakan hakikat Muhammadiyah ibarat penciptaan-Nya terhadap pena yang Agung, yaitu, al Qalam al-Ala. Dan menurut hadist, pertama kali wujud yang diciptakan Allah adalah ruh.&lt;br /&gt;Di dalam tingkatan ini belum ada penguraian atau pembedaan zat. Zat-Nya adalah sifat kejamakan-Nya. Bahkan dalam ta-Ayyun awal-Nya, dikenal dengan empat hal yang tak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya, yaitu, ilmu, wujud, syuhud dan nur. Keempat hal tersebut merupakan satu kesatuan atau manunggal --- karena dari ilmu-Nya, maka, alim dan mak&#39;lum menjadi nyata. Karena wujud, maka, yang mengadakan dan yang diadakan menjadi nyata, dan syuhud, menjadikan yang melihat dan yang dilihat menjadi nyata. Sementara, karena cahaya-Nya, maka, yang menerangkan dan yang diterangkan menjadi nyata.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Dan keempat hal tersebut di atas adalah suatu perkembangan Allah dari hakikat yang tidak terinci lewat hakikat yang mempunyai sifat-sifat, dan pengetahuan-Nya disebut menuju perkembangan pengetahuan tentang berbagai rincian dari Ada-Nya Allah dalam karya-Nya yang disebut kenyataan ada-Nya Nur Muhammad.&lt;br /&gt;Konsep adanya Nur Muhammad sebagai kenyataan karya Allah dalam tajjali-Nya yang pertama kali diperkenalkan dan dikembangkan oleh Husin bin Mansur Al-Hallaj, kelahiran Parsi, yang kemudian menjadi tokoh sentral dalam pengembangan Wadhatul al-Wujud. Menurut Al-Hallaj, adanya alam pada mulanya ialah dari adanya hakikat Muhammadiyah atau Nur Muhammad. Nur Muhammad adalah asalnya zat yang Hadrah al-&#39;Ama&#39;iyyah yaitu hadrah yang tidak diketahui. Allah ada dalam kenisbian-Nya, atau, ada-Nya dalam ketiadaan.&lt;br /&gt;Pada perkembangan selanjutnya, para sufi pun percaya bila nabi Muhammad memiliki dua rupa. Rupa pertama disebut dengan qadim dan yang kedua adalah ajali. Rupa qadim adalah ujud yang terawal dari adanya segala zat, ia tak terikat atau terpengaruh oleh masa. Dia telah terjadi sebelum terjadinya semua yang ada. Rupanya yang qadim itulah sumber terciptanya segala nabi-nabi, rasul-rasul dan aulia. Cahayanya menyinari segala kehidupan dan tak ada cahaya yang lebih terang dari pada Nur Muhammad.  &lt;br /&gt;Rupa kedua adalah bersifat Azali. Adalah rupa dari Muhammad yang berujud sebagai manusia yang terikat oleh masa dan mengalami pemunahan. Ia juga mengalami suka duka, kecewa dan bercita-cita serta bergaul dengan manusia lainnya.&lt;br /&gt;Sementara, di dalam Serat Wirid Hidayat Jati, Nur Muhammad adalah tajjali Allah yang kedua. Setelah Allah bertajjali dalam alam Ahadiyah, kemudian dijadikan Nur Muhammad. Nur tersebut terbuat dari permata putih yang bening dan berasal dari alam Jabarut. Adapun wujud dari nur tersebut bagaikan burung Merak. Setelah Tuhan menciptakan Nur Muhammad yang wujudnya bagaikan burung Merak, maka, diletakkan Merak tersebut di dahan pohon kehidupan yang disebut Syajaratul Yakin.&lt;br /&gt;Nur Muhammad itu adalah bakal wajib dari segala kehidupan yang sifatnya masih gaib, pengertian gaib di sini adalah, belum dapat dilihat dengan indra sebab sifatnya dalam keadaan batin. Di samping itu, zat Nur Muhammad, masih dalam kesatuan yang manunggal dengan zat-Nya.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, Nur Muhammad atau Hakikat Muhammad merupakan tajjali dari Hayyu --- sebab sifat-sifat kehidupannya disinari dan berasal dari Hayyu (Syajaratul Yakin). Syajaratul atau pohon kehidupan (Hayyu), adalah sumber mengalirnya sifat-sifat hidup.  Hayyu disebut juga dengan kuasa atma. Maka, Hayyu dijadikan sandaran hidup Nur Muhammad. Namun, keduanya saling mempengaruhi pada kehidupan, hal itu ditamsilkan dengan pohon tunjung dan air. Artinya, di mana ada tunjung tumbuh dan berkembang, maka, di situ pasti ada sumber air. &lt;br /&gt;Dalam alam ini, sifat atmanya dalam bentuk kejamakan. Karena jamak, maka, di sini belum ada batas-batas pemisahan meski sudah adanya kenyataan-kenyataan yang awal yang disebut dengan ta&#39;yun awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Martabat Ke tiga, Martabat Wahadiyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Martabat ketiga di dalam Martabat tujuh adalah Wahadiyah yang biasa diungkapkan dengan kata-kata A&#39;yan Thabitah (realitas-realitas terpendam). Dan alam ini juga disebut sebagai Hakikat Adam. Ma&#39;lumat Ilahiyah (ketentuan yang bersifat ketuhanan), al-Ta&#39;ayyun al-Thani (tingkatan perbedaan kedua), al-Ta&#39;ayyunat al-Kuliyyah (realitas-realitas yang universal), al-Barzakh al-Sughra (batas antara kecil dan besar), al-Falakiyyah al-Uluwiyyah (kehidupan yang tertinggi), Zakir al-Wujud (zakir segala yang wujud), Hadrah al-Wujud (hadrah yang wujud), dan Zakir Ilm (ilmu zakir).&lt;br /&gt;Pada martabat ini, Zat-Nya bertajjali lewat nama-nama-Nya yang dikenal dengan Asma ul&#39;Husna di mana Tuhan mulai muncul dalam al-A&#39;yan Thabitah atau realitas-realitas yang terpendam yang sudah tidak mengandung kejamakan. Dalam tahap ini, segala sesuatu yang terpendam sudah dibedakan dengan tegas dan terperinci, meskipun Zat-Nya belum muncul dalam wujud kenyataan.&lt;br /&gt;Di dalam terjemahan Suluk Sujinah tersurat;&lt;br /&gt;Tiada Tuhan selain Allah yang dikatakan sejati, tingkatannya berada dalam Wahadiyah, wujudnya mutlak, meski dalam kondisi kekosongan akan Diri-Nya. Allah dalam alam Wahadiyah mulai memperkenalkan nama-namanya. Kalimat yang luhur ditandai dengan kalimat sahadat, yaitu kalimah pengetahuan tentang Diri-Nya, di mana pengertian kalimatnya dibagi dua. Kalimat pertama adalah pengetahuan tentang hakikat Allah yang mencipta jagat raya. Sedangkan pengetahuan yang kedua adalah tentang Muhammad. Muhammad adalah panutan manusia. Muhammad sangat dicintai Allah. Dan keduanya telah menyatu dalam rasa yang tunggal.&lt;br /&gt;Sementara Serat Wirid Hidayat Jati menyuratkan; &lt;br /&gt;Miratul Haya&#39;i, artinya kaca wara&#39;i. Diceritakan di dalam Hadist, bila alam tersebut terdapat di depan Nur Muhammad. Itulah hakikat pramana, yang disebut rahsa zat, sebagai asmanya atma dan menjadi tempatnya alam wahadiyah.&lt;br /&gt;Di dalam alam Wahadiyah, Allah dalam kesejatiannya yang dikenal dengan ucapan &quot;tiada Tuhan selain Allah&quot;. Persaksian keeksistensian-Nya adalah hal yang berada dalam kedudukan yang tertinggi. Wujud Tuhan masih dalam kekosongan yang mutlak, meski Allah sudah mulai memberikan pengetahuan lewat nama-namanya satu persatu.&lt;br /&gt;Dalam kalimat persaksian tersebut, keluhuran-Nya terbagi dalam dua pengetahuan. Persaksian yang pertama mengandung Syahadah Tauhid, sedang yang kedua adalah syahadat Rasul. Pengertian syahadat Tauhid berbunyi; &quot;Ashadu an la illaha illallah&quot;, yang bermakna saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah. Dan kalimat ini biasa juga disebut dengan kalimat Taqwa. Allah adalah al-Falakiyyah al-Huliyyah, yaitu, keeksistensiannya berada dalam tahap tertinggi. Ia adalah kehidupan yang tertinggi.&lt;br /&gt;Sementara, menurut Serat Wirid Hidayat Jati, tajjali Allah yang ketiga adalah Mir&#39;atul Haya&#39;i yang tercipta dari alam Nur Muhammad. Maka, dalam alam Mir&#39;atul Haya&#39;i yang dipersamakan dengan pramana atau sir atau rahsa disebut juga sebagai tajjalinya dari alam Nur Muhammad.&lt;br /&gt;Pengertian pramana atau sir adalah suatu zat yang berada dalam tubuh manusia. Zat tersebut tiada turut rasa sedih, susah, dan juga tidak turut makan dan minum atau segala kegiatan yang berwujud fisik. Makanan dan minuman utama pramana adalah dzikir, atau menciptakan rasa ingat kepada Allah dengan melakukan do&#39;a-do&#39;a atau hal-hal yang bersifat religius.&lt;br /&gt;Sejatinya, fungsi utama pramana di dalam tunbuh adalah untuk menegakkan jasmani. Jadi, apabila pramana berpisah dengan tubuh, maka, tubuh akan menjadi lemah dan lemas, tiada berdaya apa-apa. Hal itu disebabkan karena pramana adalah rahsa zat, dan pramana mendapat hidup dari Nur Muhammad yang dijadikan sebagai perantaranya Hayyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Martabat Ke empat, Alam Arwah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Martabat yang ke empat dari Martabat tujuh adalah alam al-Arwah (alam ruh) yang hampa bagi manusia yang juga dinamakan sebagai alam al-Malakut al-adna (alam yang terdiri dari akal dan jiwa yang rendah), Awwal al-tanazzulat li&#39;l-Dhat al-Mujarrad al-Basit (alam peninggalan terhadap kehampaan yang menengah), al-Martabat al-Imkaniyyah (martabat kekuatan). Dan alam ini juga biasa disebut sebagai alam al-Af&#39;al (alam perbuatan Allah), al-Ta-thirat (alam kenyataan), alam Ghayb (alam gaib), alam al-Amr (alam yang diciptakan Allah tanpa perantara), al-Ashya al-Kawiyyah (segala sesuatu di alam semesta).&lt;br /&gt;Hal tersebut di atas, tersurat dengan apik di dalam Suluk Sujinah;&lt;br /&gt;Hakiki alam arwah dimulai dengan wujud nurani yang disebut af&#39;al, yang sifatnya kudrat kuasa. Zat Nur Muhammad yang agung mendahului nama dan penciptaan arwah. Nur Muhammad juga dinamakan rasa. Hakikatnya adalah Rasul Allah, yang sudah menyatu, tunggal.&lt;br /&gt;Yang mana hakiki Muhammad. Ketahuilah oleh kamu dengan jelas, bahwa nama Muhammad adalah ada dalam kesatuan atau ketunggulan dengan Allah.&lt;br /&gt;Itulah hakikat yang sesungguhnya, dan kemudian bernama Nabi Muhammad. Mengenai kejadian terbentuknya Nur Muhammad hendaknya dimengerti yang ujud, khayal dan hak. Jangan sembrono.&lt;br /&gt;Sedang Serat Wirid Hidayat Jati menyuratkan;&lt;br /&gt;Ruh Idlafi; artinya nyawa yang jernih. Diceritakan dalam Hadist berasal dari Nur Muhammad. Itulah hakikat suksma yang dakui keadaan Zat, yang merupakan af&#39;al atma, menjadi tempatnya alam Arwah.&lt;br /&gt;Dalam martabat ini ditandai dengan keberadaan al-Arwah dalam bentuk jamak. Sejatinya, semua ruh dibentuk dan berasal dari alam al-Arwah. Alam al-Arwah yang berujud nurani adalah alam yang diciptakan oleh Allah tanpa perantara. Allah menciptakan melalui perbuatan-Nya sendiri yang disebut dengan Af&#39;al --- Allah menciptakan al-Arwah dari uap pilihan yang bersumber dari Jauhar. Di samping itu al-Arwah dibentuk oleh nur, sifat kebakaan, hayat, ilmu, dan dari alam Uluwwi.&lt;br /&gt;Tentang alam al-Arwah, tak ada sesuatu yang mengetahui keberadaannya. Kerahasiaan dan keberadaan alam al-Arwah hanya Tuhan yang bisa menyingkap tabirnya. Sebab jika tidak dirahasiakan, maka, sujudlah semua kafir kepada-Nya, karena semua makhluk hidup yang ada berasal dari alam Uluwwi yang hakikatnya adalah murni. Dengan kata lain, al-Arwah berasal dari Zat Hakk Ta&#39;ala.&lt;br /&gt;Tegasnya, pengertian alam ruh al-Arwah karena semua arwah terjadi dari padanya di mana wujudnya masih dalam bentuk kejamakan. Dalam alam ini belum ada individuasi kehidupan bagi makhluk. Oleh karena itu, segala bentuk kehidupan, baik malaikat, manusia, hewan dan tumbuhan berasal dari alam al-Arwah. &lt;br /&gt;Di dalam sifat al-Arwah yang digolongkan dalam empat kelompok, yakni, Namiya, Mutaharrika, Natika dan Ruh Kudus. Ruh Namiya adalah membentuk kehidupan manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Pekerjaannya memelihara dan menumbuhkan, sedang Ruh Mutaharrika yang kelak bersemayam dalam diri manusia dan hewan. Sedang Ruh Mutaharikka juga disebut sebagai ruh hewani, sebab semua hewan bergerak karenanya. Sementara, Ruh Natika yang disebut juga sebagai ruh insani adalah pencipta dan penggerak kehidupan manusia --- Ruh Natika berasal dari alam Amr, tempat asalnya ruh dan nafsu yang merupakan pralambang dari Adam dan Hawa.&lt;br /&gt;Sedang yang disebut  dengan Ruh Kudus yaitu Faid nur zat Allah. Ruh di mana merupakan penggerakl bagi semua nabi dan rasul yang bersifat mu&#39;jizat dan keramat; mereka faham akan semua ma&#39;ani dan batin. Dan kesemuanya ini dari la&#39;thir ruh Kudus. Disebut fa&#39;id nur zat Allah karena ruh tersebut terbuat dari cahaya pilihan, maka manusia-manusia tersebut faham dan mengetahui berbagai hal yang tersembunyi, yang bersifat batin sebab jiwanya tak terpengaruh atau terbebas dari hal-hal yang bersifat batil.&lt;br /&gt;Alam al-Arwah terbentuk dari Tajjali dan penyinaran dari Nur Muhammad dari zat ilahi. Dalam alam kabir tersebut, alam besar, Nur Muhammad menenrangi segala alam dan nur tersebut semua makhluk Allah hidup dan bergerak. Nur tersebut meliputi alam, tiada satu daerah pun yang tidak dilingkarinya. Ia yang memelihara alam dan melingkarinya. Nur Muhammad yang juga hakikat rasa, adalah wali Allah, dan keduanya tak dapat dipisahkan. Keduanya dalam bentuk nama yang berbeda, namun, hakikatnya adalah kesatuan-Nya. Keduanya ada dalam kesatuan.&lt;br /&gt;Alam al-Arwah adalah Haakk Taala dengan sifat-sifatnya. Sekalian alam itu A&#39;rad (kejadian-kejadian atau penciptaan-penciptaan), yang terhimpun pada Zatnya yang Esa. Oleh sebab itu, al-Arwah mempunyai sifat-sifat Allah, seperti mendengar, melihat, mengerti, berkehendak dan baka.&lt;br /&gt;Alam al-Arwah disebut juga alam kejiwaan, yaitu, tempatnya jiwa dan nyawa berkumpul dalam wujud kesatuan sebelum manusia menjelma ke dunia. Dalam alam al-Arwah itulah kita mengikat janji dengan Allah dan mengakui bahwa Dia-lah Allah yang disembah. Tiada yang lainnya! Sedang pengertian majaji, adalah pralambang dari sifat yang metaforis. Dengan kata lain, majaji dipakai untuk menunjukkan ada-Nya yang Ada yaitu ada-Nya yang ilahi. Atau, sebagai simbol adanya makhluk sudah menunjukkan adanya Khalik sebagai pencipta --- sebab, makhluk muncul dari adanya yang mengalir, yaitu Zat-Nya yang Ada sebelum zat yang lain ada.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, pengertian umum dari konsep majaji bermakna dua. Pertama, adalah penunjukkan pada sang pencipta, sebagai bukti Allah menciptakan alam Arwah sebagai petunjuk akan keberadaan-Nya. Sedangkan pengertian kedua adalah hal-hal yang diciptakan-Nya, yaitu, makhluk-makhluk-Nya yang merupakan lambang atau simbol dari kekuasaan-Nya.&lt;br /&gt;Di dalam Serat Wirid Hidayat Jati, Ruh Idlafi adalah tajjali Allah yang keempat. Setelah bertajjali dalam alam Mir&#39;atul Haya&#39;i, kemudian bertajjali dalam bentuk Ruh Idlafi. Ruh Idlafi disebut juga tajjali dari pramana atau sir. Hal itu disebabkan Ruh Idlafi mendapatkan sinar dari kuasa rahsa atau pramana --- sedang letaknya di luar lingkaran pramana. Dalam martabat tujuh, Ruh Idlafi dipersamakan dengan alam al-Arwah, wujud kejamakan ruh. Di mana hakikat Ruh Idlafi atau al-Arwah tiada satu pun makhluk yang mentetahui, kecuali Allah yang Khalik. Oleh karena itu, Ruh Idlafi juga disebut sebagai nyawa atau suksma --- dan disebut Ruh Idlafi karena ia berhadapan dengan Hak Taa&#39;ala. Ruh Idlafi juga sama dengan ruh utusan, ruh yang pancarannya bagaikan mutiara dan menyinari segala hidup dan kehidupan di dunia. Ruh Idlafi merajai segala sesuatu yang nampak dan sinar-sinarnya menerangi semesta alam, dan bidang-bidang kenisbian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Martabat Ke lima, Alam Mitsal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Martabat ke lima dari martabat tujuh adalah alam al-Mithal (alam bentuk), yang diungkapkan sebagai awal Misal begi bentuk zat yang disucikan dengan makna al-Surah al-Thaniyyah (gambaran kedua) dari al-Tanazzulat li&#39;l Dhat (peninggalan bagi zat), Surah Jami al-ashya al-Kawaniyyah (gambaran segala sesuatu di alam semesta), Surah al-Rahman (bentuk Rahman), Surah al-Haq (bentuk hak), Surah al-Illah (bentuk Ilahi), Surah al-Wujud al Ilahi (bentuk wujud Ilahi), Surah al-Shu&#39;un (bentuk keadaan), Surah al Ula al Zahirah al-Asma (bentuk utama zahir nama-nama).&lt;br /&gt;Di dalam terjemahan Suluk Sujinah, ajaran martabat tujuh tersebut dapat dilihat pada berikut ini: &lt;br /&gt;Tersebutlah alam bertingkat Mitsal, wujud adam terjadinya alam jagad raya yang bersifat kalam, meski pengucap dan pencium, pendengaran dan penglihatan belum terbentuk semuanya. Calon terbentuknya, cerminan mulut, wujud mata, rasa kuping, dan penciuman yang berada dalam hidung.&lt;br /&gt;Sementara, dalam Serat Wirid Hidayat Jati disuratkan: &lt;br /&gt;Kandil: artinya lampu tanpa api, diceritakan dalam Hadist berupa permata yang cahayanya berkilauan, tergantung tanpa kaitan, itulah keadaan Nur Muhammad, dan tempatnya semua ruh. Adalah hakikat angan-angan yang diakui sebagai bayangan Zat, yang menjadi bingkai atma dan menkjadi tempatnya alam Mitsal.&lt;br /&gt;Alam Mitsal adalah alam perencanaan tentang perkembangan manusia, di mana tiap diri insan ada di dalam ilmu Allah. Alam ini adalah alam ide dan merupakan perbatasan antara alam Arwah dan alam jisim. Dan alam Mitsal adalah sebagai awal wujud fisik manusia dan makhluk lainnya. Walau keadaannya sudah mempunyai sifat, bentuk dan warna, tetapi belum bisa dikenali baik secara batin maupun lahir.&lt;br /&gt;Pada Serat Wirid Hidayat Jati, Kandil, adalah tajjali Allah yang ke lima. Setelah Allah bertajjali dalam alam Ruh Idlafi, kemudian bertajjali dalam alam Kandil yang dalam kata bahasa mempunyai arti lampu. Uraian di atas, angan-angan diibaratkan sebagai Kandil atau lampu yang tergantung tanpa kaitan. Yang bila dipersamakan dengan aajaran martabat tujuh, Kandil digambarkan sebagai alam Mitsal --- nafsu atau kandil merupakan tajjalinya ruh karena menerima sinar dari suksma atau Ruh Idlafi. &lt;br /&gt;Kandil juga digambarkan sebagai api yang berkobar di tengah lautan, artinya, suatu keajaiban bila api dapat menyala di tengah-tengah lautan. Oleh karena itu, dalam martabat ini disebut Ayan Mukawiyah, karena telah benar hidup keadaannya. Dan Nafsu atau Kandil bermakna angkara yang terletak di luar suksma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Martabat Ke enam, Alam Ajsam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Martabat ke enam adalah Alam Ajsam, atau alam jasmani. Alam ini juga disebut sebagai bagian dari al-Tanazzulat li&#39;l-Dhat (peninggalan bagi zat), Alam al-Mahsus (alam rasa), Akhir al-Tanazzulat li&#39;l Dhat (akhir peninggalan bagi zat), yaitu, Alam al-Sufliyyah (alam dunia), al-Anam (manusia), al-Ajsam (jasmani), al-Shahadah (nyata), al-khalq (manusia), al-Zahir (lahir), al-Kashit (alam terbuka), al-Ajram (tubuh), al-Majsum (terkungkung), al-Mahsusat (alam rasa).&lt;br /&gt;Di dalam terjemahan Suluk Sujinah ajaran martabat tujuh yang ke enam dapat dilihat pada nukilan di bawah ini:&lt;br /&gt;Alam Acesan wujudnya itu dipenuhi badan halus semuanya. Tidak ada batasnya. Itu dasar sifatnya. Memang begitu kenyataannya yang disebut jisim nama wujud. Alam ini masih dalam keadaan gaib. Belum lahir wujudnya. Dan setelah lahir disebut dengan Insan Kamil. Itulah namanya Rasul Allah.&lt;br /&gt;Sementara, terjemahan Serat Wirid Hidayat Jati menyuratkan;&lt;br /&gt;Dharah artinya permata. Tersebut dalam Hadist punya sinar beraneka warna, kesemuanya ditempati malaikat. Itulah hakikat budi, yang diakui sebagai perhiasan Zat. Dan merupakan pintu atma. Dharah menjadi tempatnya alam Ajsam.&lt;br /&gt;Pada Suluk Sujinah, alam Acesan adalah tajjali Allah yang ke enam, yang di dalam martabat tujuh alam Acesan dipersamakan dengan ajaran alam Ajsam. Alam ini adalah tajjalinya dari alam Mitsal. Wujud alam Acesan berbentuk segi empat yang dihuni oleh jasmani dalam bentuk halus --- alam tersebut teramat luas, sehingga tak diketahui di mana batas-batasnya. Dan yang mengetahui luas serta batas-batasnya hanyalah Allah Yang Maha Mengetahui.&lt;br /&gt;Meski wujudnya dalam keadaan gaib, tetapi, alam ini sudah menampakkan bentuk lahir yang ke tiga, yaitu, wujud yang sudah dapat diindra. Sebab, dasar sifatnya adalah jisim, atau, tubuh dalam bentuk wadag.&lt;br /&gt;Sedang Serat Suluk Hidayat Jati menyebutkan bahwa tajjali Allah yang ke enam disebut dengan Dharah yang memiliki pengertian atau arti permata. Diceritakan, bahwa permata tersebut mengeluarkan cahaya atau sinar yang beraneka warna, di mana, setiap warnanya ditempati oleh malaikat yang menjaga pancaran dari sinar tersebut. Dan disebutkan juga bahwasanya bila hakikat dari Dharah adalah budi, di mana budi dijadikan sebagai perhiasan zat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Martabat Ke tujuh, Alam Insan Kamil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Martabat ke tujuh adalah Alam Insan Kamil, alam manusia dalam kesempurnaannya. Alam ini disebut juga sebagai Akhir al-Tanazzulat (akhir peninggalan), Khatim al-Mawjudat (puncak dari segala yang ada) atau gabungan lahir dan batin, al-Khamsah al-Muhit, yaitu, terbentuknya alam, segala yang bersifat rohani, jasmani dan benda tak bernyawa. Di dalam alam ini, Insan Kamil adalah wakil Allah di bumi guna mengelola alam beserta dengan segala isinya. Ia juga bergelar sebagai khalifah di bumi.&lt;br /&gt;Ajaran Insan Kami di dalam martabat tujuh ini bisa disimak di dalam terjemahan Suluk Sujinah di bawah ini:&lt;br /&gt;Sifat yang terlihat berujud manusia. Wujudnya juga yang bernama mukinat (makanah), yaitu dalam wujud yang berada di martabat ini. Selesailah penjelasan tentang martabat, dan jumlahnya adalah itu (tujuh). Semua orang wajib mengerti dan mengetahui. Jika tak mengerti, maka orang itu tergolong kafir, dan belum mengerti sahadat. &lt;br /&gt;Sedang terjemahan Serat Wirid Hidayat Jati menyuratkan:&lt;br /&gt;Hijab: disebut dinding jalal, artinya, tabir yang agung, Diceritakan dalam Hadist timbul dari permata yang beraneka warna, pada waktu gerak menimbulkan buih asap, dan air. Itulah hakikat jasad, merupakan tempat atma, menjadi tempatnya alam Insan Kamil.&lt;br /&gt;Dalam Insan kamil, Allah menemukan manifestasi-Nya yang definitif dan sempurna, sebaliknya, dalam Insan Kamil itu dunia yang ke luar dari Allah menurut garis emanasi yang menurun, dan naik kembali ke Allah. Insan Kamil (manusia sempurna) adalah merupakan pusat semesta alam serta titik pertemuan antara Allah dan dunia sebagaimana contoh yang diperagakan dalam garis lurus berikut ini;&lt;br /&gt;Allah&lt;br /&gt;!&lt;br /&gt;!&lt;br /&gt;Ahadiyah&lt;br /&gt;!&lt;br /&gt;!&lt;br /&gt;Wahdah&lt;br /&gt;!&lt;br /&gt;!&lt;br /&gt;Wahadiyah&lt;br /&gt;!&lt;br /&gt;!&lt;br /&gt;Alam Arwah&lt;br /&gt;!&lt;br /&gt;!&lt;br /&gt;Alam Mitsal&lt;br /&gt;!&lt;br /&gt;!&lt;br /&gt;Alam Ajsam&lt;br /&gt;!&lt;br /&gt;!&lt;br /&gt;Alam Insan Kamil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian di atas, maka, manusia yang sempurna merupakan ulangan atau perkalian numerik mengenai Akal Awal --- karena akal itupun merupakan akibat dari materi Awal yang diterangi oleh cahaya Allah. Tak pelak, oleh Ibn Arabi, Akal Awal itu dinamakan sebagai manusia Universal Agung. Yaitu, wujud yang telah mencapai kesempurnaan dengan melalui tujuh tingkatan. &lt;br /&gt;Demikian sekelumit sajian Martabat Tujuh yang diangkat dari Suluk Sujinah dan Serat Wirid Hidayat Jati. Sudah barang tentu, semuanya tak luput dari kekurangan, maka, akan terasa lebih sempurna bila ada tulisan-tulisan lain yang akan mampu menambah khasanah perbendaharaan ilmu kita dengan tujuan mencari ridho Allah semata. Semoga.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://fengshuimobil.blogspot.com/2008/04/martabat-tujuh-dalam-suluk-sujinah-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Logika Pikiran Paranormal- Em Agus Siswanto)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>