<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" version="2.0">

<channel>
	<title>J.a.i.m's Diary</title>
	
	<link>http://jaim.log.web.id</link>
	<description>J.a.i.m bukan berarti Jaga-Image, isi weblog ini cerita pengalaman yang bahkan jauh deh dari arti itu</description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Mar 2010 01:48:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/JaimsDiary" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="jaimsdiary" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item>
		<title>Trik menyiasati kodifikasi nomor dokumen yang dinamis</title>
		<link>http://jaim.log.web.id/2010/03/trik-menyiasati-kodifikasi-nomor-dokumen-yang-dinamis/</link>
		<comments>http://jaim.log.web.id/2010/03/trik-menyiasati-kodifikasi-nomor-dokumen-yang-dinamis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2010 17:22:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Python]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaim.log.web.id/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Ada kasus yang cukup menggelitik yang pernah saya temui dalam proses pengembangan aplikasi Invoicing: perusahaan memiliki cukup banyak pelanggan/customer dan dalam menerbitkan dokumen invoice, perusahaan menerapkan bentuk format penomoran dokumen invoice yang berbeda-beda untuk tiap-tiap pelanggan yang ada. Kasus ini aslinya sebenarnya terselesaikan dengan trik yang saya buat dengan menggunakan bahasa pemrograman delphi, namun kali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada kasus yang cukup menggelitik yang pernah saya temui dalam proses pengembangan aplikasi Invoicing: perusahaan memiliki cukup banyak pelanggan/customer dan dalam menerbitkan dokumen invoice, perusahaan menerapkan bentuk format penomoran dokumen invoice yang berbeda-beda untuk tiap-tiap pelanggan yang ada. Kasus ini aslinya sebenarnya terselesaikan dengan trik yang saya buat dengan menggunakan bahasa pemrograman delphi, namun kali ini saya akan mencoba mengupasnya dengan memanfaatkan <a href="http://www.python.org/">python</a>. :)</p>
<h2>Studi Kasus</h2>
<p>Adalah satu hal yang lumrah dalam penerbitan dokumen invoice perusahaan menerapkan kodifikasi penomoran untuk setiap dokumen invoice yang diterbitkan, sebagai contoh: <strong>30912/INV/EXP/III/2010</strong>. Hal ini dilakukan untuk mempermudah manajemen dan pengaturan atas dokumen yang dibuat. Permasalahannya adalah bagaimana jika kodifikasi tersebut bersifat dinamis, dalam artian bergantung pada pelanggan-nya, dalam arti misalnya: untuk pelangan PT. DAUN BUAH menggunakan format dokumen 30912/EXP/MAR/2010, sementara untuk PT. SEGARA PERKASA berformat 30912/EXP/03/2010, dan untuk PT. ABADI NUSA menggunakan format 30912/EXP/INV/2010. Hal ini tentunya akan menjadi kasus yang cukup menggelitik untuk dipecahkan.<br />
<span id="more-178"></span><br />
Pada kasus tersebut, saya memecahkannya dengan membuat rutin khusus untuk menangani kodifikasi yang dinamis tersebut dengan cara melakukan parsing atas format dokumen yang digunakan. Sebagai contoh, dokumen bernomor 30912/EXP/MAR/2010 terdiri atas elemen-elemen berikut: nomor dokumen (<strong>30912</strong>), bulan (<strong>MAR</strong>) dan tahun (<strong>2010</strong>) adapun karakter lainnya dapat dianggap sebagai karakter penyerta (<strong>/EXP/</strong>). </p>
<p>Secara keseluruhan, format kodifikasi penomoran dokumen pada umumnya melibatkan dua variabel utama, yaitu tanggal, dan nomor dokumen itu sendiri. Atas dua jenis variabel tersebut kemudian kita bisa menyusun elemen-elemen pembentuk atas format nomor dokumen yang akan dibuat, dalam hal ini misalnya: <strong>X</strong> untuk sebagai nomor dokumen, <strong>D</strong> untuk tanggal, <strong>M</strong> untuk bulam, dan <strong>Y</strong> untuk tahun. Untuk lebih mempermudah pengimplementasian, saya menggunakan aturan yang diterapkan pada bahasa C/C++ untuk memformat tanggal dengan beberapa penambahan fleksibilitas.  Sebagai contoh, berikut ini adalah contoh nomor dokumen dan format yang saya implementasikan:</p>
<p><strong><em>30912/EXP/MAR/2010 = [XXXXX]/EXP/[MMM]/[YYYY]</em></strong><br />
Elemen bulan dalam hal ini menggunakan metode penamaan pendek (Jan, Feb, Mar, dst), untuk hal tersebut kita menggunakan M sebanyak 3 kali, kemudian karena format yang diinginkan adalah menggunakan kapitalisasi maka, ketiga elemen tersebut ditulis sebagai huruf kapital. Artinya, kalau menginginkan format 30912/EXP/mar/2010, maka tinggal menyesuaikannya sebagai [XXXXX]/EXP/[mmm]/[YYYY], atau kalau menginginkan model <em>proper-case</em> seperti ini: 30912/EXP/Mar/2010, maka tinggal menyesuaikannya sebagai: [XXXXX]/EXP/[Mmm]/[YYYY].</p>
<p><strong><em>00912/INV/III/10 = [XXXXX]/EXP/[M]/[YY]</em></strong><br />
Elemen bulan dalam hal ini menggunakan metode bilangan romawi, untuk kasus ini saya memanfaatkan elemen M (dikapitalisasi) satu perulangan. begitu pula dengan elemen tahun (Y), dalam hal ini penomoran yang diinginkan adalah menggunakan model dua digit tahun, karenanya kodifikasi disesuaikan dengan menggunakan dua elemen Y. </p>
<p><strong><em>30912/INV/30/March/2010 = [XXXXX]/INV/[DD]/[Mmmm]/[YYYY]</em></strong><br />
Dalam kasus ini, penomoran dokumen yang diinginkan adalah menggunakan elemen dua digit tanggal karenanya format atas dokumen ini menggunakan dua elemen D. Di sisi lain penomoran tersebut menggunakan nama bulan secara penuh dan menggunakan <em>proper-case</em>, karenanya format elemen bulan tersebut disesuaikan dengan menggunakan 4 elemen M secara proper-case [Mmmm]. Sebagai perbandingan lain, jika menginginkan penggunaan nama bulan dalam huruf kapital seperti ini: 30912/INV/EXP/MARCH/2010, maka tentunya tinggal menyesuaikan elemen bulan (M) dalam 4 elemen huruf kapital [MMMM].</p>
<h2>Implementasi</h2>
<p>Pemecahan yang paling fleksibel atas kasus di atas adalah dengan memanfaatkan metode parsing atas format dokumen yang ada, parameter input dalam hal ini adalah format dokumen, nomor dokumen, serta tanggal. Proses parsing dilakukan dengan cara memisahkan antara elemen penenomoran serta karakter pembentuk, dalam hal ini untuk membedakan antara elemen dan karakter pembentuk dilakukan dengan mengapit elemen dengan dengan menggunakan karakter yang dianggap paling jarang digunakan, dalam hal ini adalah karakter &#8220;[" sebagai pembuka elemen dan karakter "]&#8221; sebagai penutup. Atas karakter-karakter yang tidak dianggap sebagai elemen langsung kita salin sebagai output, kemudian saat menemukan elemen yang dikenal maka program akan menghitung berapa jumlah karakter elemen yang digunakan serta jumlah kapitalisasinya kemudian menyisipkan dengan nilai yang sesuai atas elemen tersebut. Berikut adalah implementasi kode serta cara penggunaannya:</p>
<pre><code class="python">
import datetime as dt

def formatNumber(strfmt, aval, dt):
  '''Format the document number'''
  prd_list = ('I','II','III','IV','V','VI',
      'VII','VIII','IX','X','XI','XII')
  shmonths = ('Jan', 'Feb', 'Mar', 'Apr', 'May', 'Jun',
              'Jul', 'Aug', 'Sep', 'Oct', 'Nov', 'Dec')
  lnmonths = ('January', 'February', 'March', 'April', 'May', 'June',
              'July', 'August', 'September', 'October', 'November', 'December')

  ncount = ntotal = ncapital = 0
  calc_total = False
  ret_str = ""
  last_token = None

  for ch in strfmt:
    token = ch.upper()
    if calc_total:
      if last_token == token:
        ntotal = ntotal+1
        if last_token == ch:
          ncapital = ncapital + 1
      else:
        if last_token == 'X':
          astr = "%.*d" % (ntotal, int(aval))
          ret_str = ret_str + astr[:ntotal]
        elif last_token == 'D':
          astr = "%.*d" % (2, int(dt.day))
          ret_str = ret_str + astr[:2]
        elif last_token == 'M':
          if ntotal in (1, 2, 3):
            if (ntotal == 1) and (ncapital == 1):
              ret_str = ret_str + prd_list[dt.month]
            elif ntotal in (1, 2):
              astr = "%.*d" % (ntotal, int(dt.month))
              ret_str = ret_str + astr[:ntotal]
            else:
              shmon = shmonths[dt.month]
              if ncapital == ntotal:
                smon = shmon.upper()
              elif ncapital == 0:
                smon = shmon.lower()
              ret_str = ret_str + smon
          else:
            shmon = lnmonths[dt.month]
            if ncapital == ntotal:
              smon = shmon.upper()
            elif ncapital == 0:
              smon = shmon.lower()
            ret_str = ret_str + smon
        elif last_token == 'Y':
          if ntotal <= 2:
            astr = "%.*d" % (2, int(dt.year % 100))
            ret_str = ret_str + astr[:2]
          else:
            astr = "%.*d" % (4, int(dt.year))
            ret_str = ret_str + astr[:4]
        ntotal = ncapital = 0
        calc_total = False
    if not calc_total:
      if token == '[':
          ncount = ncount+1
      elif token == ']':
          ncount = ncount-1
      elif token in ('X', 'D', 'M', 'Y'):
        if ncount > 0:
          calc_total = True
          last_token = token
          ntotal = 1
          if last_token == ch:
            ncapital = ncapital + 1
        else:
          ret_str = ret_str+ch
      else:
        ret_str = ret_str+ch
  return ret_str

def_format = "[xxxx]/INV/EXP/[MM]/[YYYY]"
print(formatNumber(def_format, 8540, dt.date.today()))

</code></pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaim.log.web.id/2010/03/trik-menyiasati-kodifikasi-nomor-dokumen-yang-dinamis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beberapa alasan mengapa memilih IBM DB2 Express-C</title>
		<link>http://jaim.log.web.id/2010/03/beberapa-alasan-mengapa-memilih-ibm-db2-express-c/</link>
		<comments>http://jaim.log.web.id/2010/03/beberapa-alasan-mengapa-memilih-ibm-db2-express-c/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2010 02:26:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT Related]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaim.log.web.id/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[IBM DB2 Express-C sebenarnya sudah cukup lama ditawarkan oleh IBM untuk digunakan secara gratis sebagaimana laiknya yang dilakukan oleh kompetitor lain demi menghadapi gempuran atas pemanfaatan RDBMS kode sumber terbuka (opensource) seperti MySQL dan PostgreSQL. Meskipun demikian, barulah tahun ini saya bisa benar-benar memanfaatkannya secara serius untuk mendukung aplikasi yang terkait secara langsung dengan proses [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www-01.ibm.com/software/data/db2/express/">IBM DB2 Express-C</a> sebenarnya sudah cukup lama ditawarkan oleh IBM untuk digunakan secara gratis sebagaimana laiknya yang dilakukan oleh kompetitor lain demi menghadapi gempuran atas pemanfaatan RDBMS kode sumber terbuka (opensource) seperti <a href="http://www.mysql.com">MySQL</a> dan <a href="http://www.postgresql.org">PostgreSQL</a>. Meskipun demikian, barulah tahun ini saya bisa benar-benar memanfaatkannya secara serius untuk mendukung aplikasi yang terkait secara langsung dengan proses bisnis perusahaan menggantikan <a href="http://www.firebirdsql.org">FirebirdSQL</a> yang sudah bertahun-tahun menjadi tulang punggung atas berbagai aplikasi yang telah saya buat sebelumnya. Ada lima alasan mengapa memilih IBM DB2 Express-C:<br />
<span id="more-173"></span></p>
<h3>IBM DB2 adalah RDBMS yang mapan</h3>
<p>IBM DB2 merupakan salah satu produk <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/RDBMS">RDBMS</a> yang telah memiliki sejarah yang cukup panjang dalam dunia komputasi. Produk tersebut merupakan salah satu produk RDBMS pertama yang mengimplementasikan fitur <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/SQL">SQL</a>, tersedia, dan senantiasa terintegrasi sebagai paket yang terdapat pada mesin-mesin peladen skala menengah ke atas buatan IBM, dan digunakan pula oleh perangkat lunak bisnis ERP mapan seperti SAP, Oracle JDEdward, Lawson, dll.</p>
<h3>Unjuk kerja/performansi yang cukup baik</h3>
<p>Untuk aplikasi sistem integrator yang saya kembangkan, sebelumnya saya berusaha untuk tetap memanfaatkan infrastruktur yang telah ada. Terkait dengan pemanfaatan RDBMS dalam hal ini tentunya adalah Firebird, namun saya mendapati unjuk kerja sistem tersebut terbilang rendah hingga di bawah batas ambang yang dapat ditolelir. Pada percobaan dengan memanfaatkan DB2, saya mendapati tingkat unjuk kerja yang lebih baik dibandingkan firebird.</p>
<h3>Keberadaan fitur yang kaya</h3>
<p>Sudah lama sebenarnya saya mendambakan implementasi dengan RDBMS yang memiliki fitur yang cukup kaya, operasi basis data yang ada saat ini melibatkan ukuran data yang terbilang besar, meskipun hingga saat ini masih dapat tertangani dengan baik oleh Firebird, namun tentunya akan lebih efektif lagi bila saja RDBMS tersebut memiliki fitur-fitur seperti <em>database atau data/table partitioning</em>. Benar, fitur tersebut sebenarnya ada saja kalau saya menggunakan PostgreSQL, namun banyak review mengatakan bahwa postgre itu lambat mengurungkan niat saya untuk mencobanya. Pilihan yang ada hanyalah pada RDBMS komersil sekelas Oracle atau DB2, tapi kedua-duanya (saat itu) tidak ada yang feasible karena lisensi yang dibutuhkan untuk implementasi yang terbilang cukup mahal. Saat Oracle, dan Microsoft mengeluarkan versi edisi express, saya sangat senang sebenarnya, namun rasa itu menjadi hilang begitu saja saat mendapati adanya pembatasan maksimum data yang tersimpan sebesar 2GB (atau 4GB?? saya lupa). Saat IBM mengeluarkan versi Express-C, pada awalnya saya pesimis, edisi ini akan kurang lebih sama saja dengan edisi express seperti yang ditawarkan oleh kompetitor lain sebelumnya. Namun ternyata saya salah, DB2 Express-C tidak membatasi jumlah data yang tersimpan, dan lisensi yang ada memungkinkan untuk digunakan untuk kebutuhan komersial sekalipun. </p>
<h3>Pilihan platform yang cukup luas</h3>
<p>IBM DB2 menawarkan pilihan platform yang cukup luas untuk implementasi yang memungkinkan saya untuk memilih apakah Windows, Linux, ataupun Solaris. Proses instalasi-nya pun, dibandingkan proses instalasi oracle,  masih jauh lebih mudah (seperti yang sudah saya jabarkan pada postingan sebelumnya tentang <a href="http://jaim.log.web.id/2010/03/panduan-instalasi-db2-express-c-di-slackware-linux/">panduan instalasi DB2 Express-C di slackware linux</a>).</p>
<h3>Keberadaan dokumentasi dan referensi yang cukup lengkap</h3>
<p>Implementasi RDBMS secara mandiri untuk aplikasi bisnis tanpa dibekali dengan referensi yang memadai dapat dikatakan hal yang konyol, untungnya ada cukup banyak informasi tentang IBM DB2 yang bisa didapat secara online ataupun dokumentasi-dokumentasi elektronik dalam bentuk .pdf yang bisa diunduh untuk dipelajari secara mudah.</p>
<h3>Pilihan backup yang lebih beragam</h3>
<p>Salah satu fitur yang saya sukai dari DB2 adalah keberadaan fitur backup serta restore data yang lebih beragam, kita bisa menggunakan offline/online backup, full backup, ataupun incremental backup yang dapat diatur waktunya secara fleksibel.</p>
<p>Tentunya ada banyak aspek yang bisa diperdebatkan dari alasan-alasan kenapa memilih DB2 dan bukan RDBMS X, namun itulah beberapa alasan yang bisa saya kemukakan terkait dengan pilihan saya untuk menggunakan DB2 Express-C untuk keperluan komersil. Singkat kata, &#8220;<strong><em>kapan lagi bisa mendapat RDBMS berunjuk kerja baik dan memiliki fitur-fitur setara oracle secara gratis?</em></strong>&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaim.log.web.id/2010/03/beberapa-alasan-mengapa-memilih-ibm-db2-express-c/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panduan Instalasi DB2 Express-C di Slackware Linux</title>
		<link>http://jaim.log.web.id/2010/03/panduan-instalasi-db2-express-c-di-slackware-linux/</link>
		<comments>http://jaim.log.web.id/2010/03/panduan-instalasi-db2-express-c-di-slackware-linux/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 18:54:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT Related]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaim.log.web.id/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[IBM DB2 Express-C merupakan salah satu RDBMS IBM yang tersedia secara gratis serta dapat digunakan baik untuk keperluan personal ataupun komersial. Berbeda halnya dengan edisi express pada RDBMS lain seperti SQLServer ataupun Oracle, edisi Express DB2 tidak membatasi maksimum ukuran data yang dapat disimpan. Hal ini membuat DB2 Express-C menjadi pilihan yang sangat menarik jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/IBM_DB2_Express-C">IBM DB2 Express-C</a> merupakan salah satu RDBMS IBM yang tersedia secara gratis serta dapat digunakan baik untuk keperluan personal ataupun komersial. Berbeda halnya dengan edisi express pada RDBMS lain seperti <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Microsoft_SQL_Server">SQLServer</a> ataupun <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Basis_data_Oracle">Oracle</a>, edisi Express DB2 tidak membatasi maksimum ukuran data yang dapat disimpan. Hal ini membuat DB2 Express-C menjadi pilihan yang sangat menarik jika dilihat dari kapabilitas dan fitur yang dimilikinya. Pembatasan-pembatasan yang terdapat pada edisi Express DB2 hanyalah pada maksimum jumlah memory yang dapat dimanfaatkan sebesar 2GB, dan maksimum 2 core processor. Meskipun memang pembatasan tersebut membuat edisi ini tidak cocok untuk implementasi skala enterprise, namun untuk skala usaha bisnis kecil menengah sudah sangat mencukupi, dalam artian ketersediaan memory dan prosesor yang terdapat pada server bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, misalnya sebagai sumber daya untuk <em>application server</em>.<br />
<span id="more-154"></span><br />
Baru-baru ini saya memanfaatkannya untuk kebutuhan implementasi atas sistem yang saya bangun. Saya menggunakan <strong>DB2 Express-C V9.7</strong> di atas sistem operasi Linux (<strong><a href="http://www.slackware.com/announce/13.0.php">Slackware V13</a></strong>). Alasan kenapa saya memilih distro <a href="http://www.slackware.com">slackware</a>, dan bukan distro lain seperti Centos, ataupun Debian hanyalah karena distro tersebut merupakan satu-satunya distro linux yang saya kuasai dengan baik, segala sesuatunya transparan tanpa trik-trik sim-salabim yang sulit ditelusuri, sederhana, dan mudah. Mengingat standar implementasi linux di sisi server umumnya berbasis antar-muka teks (<em>console text</em>), maka panduan ini merupakan panduan instalasi DB2 secara manual dengan menggunakan antar-muka teks.</p>
<h2>Langkah Persiapan</h2>
<p>Sebelum memulai proses instalasi, ada hal yang harus dipersiapkan terlebih dulu agar proses instalasi dapat berjalan dengan lancar.</p>
<p>DB2 Express-C membutuhkan keberadaan modul <a href="http://www.kernel.org/pub/linux/libs/pam/">Linux-PAM</a> (<em>Pluggable Authentication Module</em>) yang secara default tidak terinstall pada instalasi awal Slackware. Anda bisa memilih untuk mengunduh kode sumbernya dari situs asli, atau langsung menginstall package. Untuk mempersingkat waktu, saya memilih untuk mengunduh file <strong>linux-pam-1.1.1-i486-1gds.txz</strong> dari <a href="http://sotirov-bg.net/slackpack/pack.cgi?id=696">sotirov-bg.net</a>, setelah diunduh kita bisa langsung instal package tersebut dengan cara sebagai berikut:</p>
<p><code>#installpkg linux-pam-1.1.1-i486-1gds.txz</code></p>
<p>DB2 membutuhkan tiga jenis user yang berbeda, <em>instance manager</em>, <em>database fence manager</em>, serta <em>das admin</em>, untuk itu kita bisa persiapkan ketiga user yang dibutuhkan dengan cara sebagai berikut:</p>
<p><code>#groupadd db2grp<br />
#groupadd db2fgrp<br />
#groupadd db2adm<br />
#useradd -g db2grp -m -d /home/db2inst db2inst<br />
#useradd -g db2fgrp -m -d /home/db2fnc db2fnc<br />
#useradd -g db2adm -m -d /home/dasadm dasadm<br />
#passwd db2inst<br />
#passwd db2fnc<br />
#passwd dasadm<br />
#touch /home/db2inst/.profile<br />
#touch /home/db2fnc/.profile<br />
#touch /home/dasadm/.profile</code></p>
<p>Standar penempatan database DB2 secara fisik adalah pada home directory instance manager (db2inst), secara pribadi saya merasa peletakan ini kurang tepat mengingat user area merupakan area yang memiliki probabilitas fragmentasi tertinggi, atas dasar itu saya lebih memilih untuk meletakkan database pada partisi terpisah, dalam hal ini partisi tersebut saya mount sebagai /data, agar dapat digunakan sebagai media penyimpanan, instance manager harus memiliki akses atas folder tersebut, hal ini dapat dilakukan dengan cara:</p>
<p><code>#mkdir -p /data/db2<br />
#chown db2grp.db2inst -R /data</code></p>
<h2>Proses Instalasi</h2>
<p>Unduh file db2exc_971_LNX_x86.tar.gz dari situs IBM kemudian ekstrak di folder tertentu misalnya /project</p>
<p><code>#cd /project<br />
#tar xzpf db2exc_971_LNX_x86.tar.gz<br />
</code></p>
<p>setelah di berkas-berkas tersebut terekstraksi di /project/expc, jalankan aplikasi instalasi db2_install dengan cara:</p>
<p><code>#cd expc<br />
#./db2_install<br />
</code></p>
<p>Proses instalasi akan mengkonfirmasikan direktori tujuan aplikasi DB2 akan diinstal, dalam hal ini /opt/ibm/db2/V9.7, sudah cukup sesuai standar dan tidak perlu diubah lagi, anda bisa menjawabnya dengan &#8220;<strong>no</strong>&#8220;.</p>
<p>Setelah proses instalasi selesai, langkah berikutnya adalah membuat administration server instance, hal ini dapat dilakukan dengan cara:</p>
<p><code>#/opt/ibm/db2/V9.7/instance/dascrt -u dasadm</code></p>
<p>Setelah instance administration server berhasil dibuat, langkah berikutnya adalah membuat database instance dengan menggunakan mode otentikasi server. Hal ini dapat dilakukan dengan cara:</p>
<p><code>#/opt/ibm/db2/V9.7/instance/db2icrt -a server -u db2fnc db2inst</code></p>
<p>Jika instance tersebut telah berhasil dibuat, langkah selanjutnya adalah mengaktifkan koneksi remote. Pada langkah ini, kita harus masuk dalam modus user instance manager (db2inst).</p>
<p><code>#su - db2inst<br />
#db2 update dbm cfg using svcename 50000<br />
#/opt/ibm/db2/V9.7/adm/db2set DB2COMM=tcpip</code></p>
<p>Selanjutnya kita bisa mencoba menjalankan DB2 dengan cara</p>
<p><code>#su - db2inst<br />
#db2start</code></p>
<p>Terakhir kita tinggal membuat database TOOLSDB serta meregisterkannya.</p>
<p><code>#db2 create database TOOLSDB on '/data/db2' alias TOOLSDB<br />
#db2 create tools catalog TOOLSDB use existing database TOOLSDB</code></p>
<p>Sampai di sini DB2 sudah siap digunakan, kita bisa membuat database yang kita butuhkan. :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaim.log.web.id/2010/03/panduan-instalasi-db2-express-c-di-slackware-linux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obrolan sesaat…</title>
		<link>http://jaim.log.web.id/2009/08/obrolan-sesaat/</link>
		<comments>http://jaim.log.web.id/2009/08/obrolan-sesaat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 03:53:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Amusement]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaim.log.web.id/2009/08/obrolan-sesaat/</guid>
		<description><![CDATA[
A: &#8220;Puasa mas?&#8221;
B: &#8220;Oohh&#8230; puasa dong&#8230;. ^_^&#8221;
A: &#8220;Ih&#8230;koq bau rokok???&#8221;
A: &#8220;&#8230;. :-&#124; &#8221;

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>
<strong>A:</strong> &#8220;<em>Puasa mas?</em>&#8221;<br />
<strong>B:</strong> &#8220;<em>Oohh&#8230; puasa dong&#8230;. ^_^</em>&#8221;<br />
<strong>A:</strong> &#8220;<em>Ih&#8230;koq bau rokok???</em>&#8221;<br />
<strong>A:</strong> &#8220;<em>&#8230;. :-| </em>&#8221;
</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaim.log.web.id/2009/08/obrolan-sesaat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sudah waktunya blog ini berganti kulit</title>
		<link>http://jaim.log.web.id/2009/08/sudah-waktunya-blog-ini-berganti-kulit/</link>
		<comments>http://jaim.log.web.id/2009/08/sudah-waktunya-blog-ini-berganti-kulit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 04:05:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaim.log.web.id/2009/08/sudah-waktunya-blog-ini-berganti-kulit/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah cukup lama sepertinya blog ini bertahan dengan kulit seperti yang terlihat saat ini, dari sejak awal ia mulai dikenalkan, kemudian hiatus, dan kemudian bangkit lagi, semua masih tetap muncul dengan bentuk dan rupa yang sama. Dan tak terasa itu sudah berlangsung hampir lima tahun dihitung dari postingan pertama.
Awalnya rupa yang digunakan memang sengaja tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah cukup lama sepertinya blog ini bertahan dengan kulit seperti yang terlihat saat ini, dari sejak awal ia mulai dikenalkan, kemudian hiatus, dan kemudian bangkit lagi, semua masih tetap muncul dengan bentuk dan rupa yang sama. Dan tak terasa itu sudah berlangsung hampir <strong>lima tahun</strong> dihitung dari <a href="http://jaim.log.web.id/blogs/2004/04/000020.html">postingan pertama</a>.</p>
<p>Awalnya rupa yang digunakan memang sengaja tidak saya ganti-ganti, semata-mata untuk memberikan suatu jati diri atas blog ini, namun setelah sedemikian lama, akhirnya rasa bosan itu muncul juga. :)</p>
<p>Saat ini saya merencanakan untuk mengganti rupa dan penampilan blog yang sudah cukup lama menemani saya, mungkin tujuannya supaya terlihat lebih segar, dan menarik hati saya agar lebih rajin menuliskan apa-apa ke dalam blog ini. Ada cukup banyak ragam kulit yang bisa digunakan untuk berbenah diri, nah&#8230; sepertinya ini saat yang tepat untuk mulai menggunakan waktu luang yang (jika) ada untuk mengevaluasi ragam kulit yang mungkin bisa saya gunakan. Barangkali ada usulan? :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaim.log.web.id/2009/08/sudah-waktunya-blog-ini-berganti-kulit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat bekerja kembali Prita</title>
		<link>http://jaim.log.web.id/2009/06/selamat-bekerja-kembali-prita/</link>
		<comments>http://jaim.log.web.id/2009/06/selamat-bekerja-kembali-prita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 01:23:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaim.log.web.id/2009/06/selamat-bekerja-kembali-prita/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah status tahanan kota dicabut oleh Pengadilan Negeri Tangerang tanggal 11 Juni 2009, hari ini Prita Mulyasari bisa kembali bekerja dan beraktifitas (hampir) seperti biasanya. Selamat bekerja kembali Bu, semoga kasus yang menimpa anda dapat segera terselesaikan sesuai dengan keadilan yang anda harapkan. :)
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah status tahanan kota dicabut oleh Pengadilan Negeri Tangerang tanggal 11 Juni 2009, hari ini Prita Mulyasari bisa kembali bekerja dan beraktifitas (hampir) seperti biasanya. Selamat bekerja kembali Bu, semoga kasus yang menimpa anda dapat segera terselesaikan sesuai dengan keadilan yang anda harapkan. :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaim.log.web.id/2009/06/selamat-bekerja-kembali-prita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dukung Pembebasan Prita Mulyasari</title>
		<link>http://jaim.log.web.id/2009/06/dukung-pembebasan-prita-mulyasari/</link>
		<comments>http://jaim.log.web.id/2009/06/dukung-pembebasan-prita-mulyasari/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 03:22:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaim.log.web.id/2009/06/dukung-pembebasan-prita-mulyasari/</guid>
		<description><![CDATA[
Yang benar saja, undang-undang ITE milik kita semakin lucu implementasinya. Hanya karena menyampaikan keluhan yang sebelumnya tidak ditanggapi oleh pihak Rumah Sakit Omni International Tangerang di milis, dan blog. Ibu Prita Mulyasari, ibu dari dua orang anak yang masih kecil-kecil itu harus mendekam di tahanan sejak 13 Mei 2009 lalu atas tuduhan pencemaran nama baik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="center"><a href="http://ibuprita.suatuhari.com/" target="_blank" ><img src="http://ibuprita.suatuhari.com/wp-content/uploads/2009/06/banner-prita-468x601.gif" alt="banner-prita-468x601" border="0" /></a></div>
<p>Yang benar saja, undang-undang ITE milik kita semakin lucu implementasinya. Hanya karena menyampaikan keluhan yang sebelumnya tidak ditanggapi oleh pihak <strong>Rumah Sakit Omni International Tangerang</strong> di milis, dan blog. <a href="http://ibuprita.suatuhari.com/">Ibu Prita Mulyasari</a>, ibu dari dua orang anak yang masih kecil-kecil itu harus mendekam di tahanan sejak 13 Mei 2009 lalu atas tuduhan <strong>pencemaran nama baik</strong> dengan dasar <a href="http://anggara.org/2009/05/25/mencermati-putusan-mk-tentang-pasal-27-ayat-3-uu-ite/">UU ITE pasal 27</a>. Mari <a href="http://ibuprita.suatuhari.com/2009/06/01/banner-untuk-mendukung-ibu-prita-mulyasari/">dukung Prita Mulyasari</a> untuk mendapatkan kebebasan dan keadilan sebagai konsumen yang telah dirugikan oleh pihak rumah sakit.</p>
<p>Berikut adalah kopi-paste keluhan yang sebelumnya disampaikan oleh <a href="http://ibuprita.suatuhari.com">ibu Prita</a> (alamat email dan nomor telepon dianonimkan) seperti yang terpublikasi di <a href="http://suarapembaca.detik.com/read/2008/08/30/111736/997265/283/rs-omni-dapatkan-pasien-dari-hasil-lab-fiktif">surat pembaca</a>:</p>
<blockquote><p><strong>Jakarta</strong> &#8211; Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.</p>
<p>Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.</p>
<p>Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.</p>
<p>dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.</p>
<p>Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.</p>
<p>Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.</p>
<p>Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.</p>
<p>Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.</p>
<p>Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.</p>
<p>Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.</p>
<p>Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.</p>
<p>Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi.  Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.</p>
<p>dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.</p>
<p>Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.</p>
<p>Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.</p>
<p>Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.</p>
<p>Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.</p>
<p>Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.</p>
<p>Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.</p>
<p>Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.</p>
<p>Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.</p>
<p>Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas.  Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.</p>
<p>Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.</p>
<p>Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.</p>
<p>Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.</p>
<p>Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.</p>
<p>Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.</p>
<p>Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.</p>
<p>Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.</p>
<p>Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.</p>
<p>Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.</p>
<p>Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.</p>
<p>Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.</p>
<p>Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.</p>
<p>Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.</p>
<p>Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.</p>
<p>Salam,<br />
<strong>Prita Mulyasari<br />
Alam Sutera<br />
prita.xxxxx@yahoo.com<br />
081513xxxxxx</strong></p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaim.log.web.id/2009/06/dukung-pembebasan-prita-mulyasari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel MB-UGM di wikipedia akhirnya dihapus</title>
		<link>http://jaim.log.web.id/2009/04/artikel-mb-ugm-di-wikipedia-akhirnya-dihapus/</link>
		<comments>http://jaim.log.web.id/2009/04/artikel-mb-ugm-di-wikipedia-akhirnya-dihapus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 07:20:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaim.log.web.id/2009/04/artikel-mb-ugm-di-wikipedia-akhirnya-dihapus/</guid>
		<description><![CDATA[Menyambung dari postingan sebelumnya, hari ini adalah hari pertama setelah liburan cukup panjang, namun alih-alih fresh, hari ini dikagetkan dengan kenyataan bahwa artikel yang sebelumnya telah saya buat tentang Marching Band UGM ternyata telah dihapus dari wikipedia dengan alasan tidak memenuhi kelayakan atas materi yang dibahas. :(
Saya pribadi jujur bingung dengan tindakan penghapusan yang dilakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menyambung dari postingan <a href="http://jaim.log.web.id/2009/04/artikel-gita-teladan-di-wikipedia/">sebelumnya</a>, hari ini adalah hari pertama setelah liburan cukup panjang, namun alih-alih fresh, hari ini dikagetkan dengan kenyataan bahwa artikel yang sebelumnya telah saya buat tentang <a href="http://marchingband.ukm.ugm.ac.id/site/">Marching Band UGM</a> ternyata telah <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Istimewa:Log&#038;type=delete&#038;user=Borgx&#038;page=Marching+Band+Universitas+Gadjah+Mada&#038;year=2009&#038;month=4">dihapus dari wikipedia</a> dengan alasan tidak memenuhi kelayakan atas materi yang dibahas. :(</p>
<p>Saya pribadi jujur bingung dengan tindakan penghapusan yang dilakukan pengurus wikipedia indonesia atas artikel tersebut karena terkait dengan sumber informasi yang disyaratkan sebagai laik muat, artikel tersebut telah menyertakan beberapa sumber online yang dapat digunakan sebagai referensi. Dalam hal ini:</p>
<p>1. Situs resmi MB-UGM<br />
2. Artikel MB-UGM dari surat kabar lokal Kedaulatan Rakyat<br />
3. Artikel tentang MB UGM dari media Kompas</p>
<p>Yang mengherankan artikel wikipedia tentang <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yamaha_Scorpio_Z">Yamaha Scorpio Z</a>, tidak tersentuh meski tanpa menyertakan sumber pranala atas informasi yang dibahas, terlebih artikel tersebut menyertakan detil spesifikasi teknis atas produk Yamaha tersebut.</p>
<p>Beberapa diskusi saya coba lakukan dengan pengurus wikipedia atas kelayakan, dan konsistensi terhadap aturan-aturan yang diterapkan atas setiap artikel yang dimuat di wikipedia, satu dua berhasil menggerakkan pengurusnya untuk melakukan voting, seperti kasus artikel tentang Marching Band Gita Teladan yang saya postingkan sebelumnya, namun yang lainnya malah justru semakin membuat diskusi terasa jadi semakin berbelit, seperti antara diskusi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pembicaraan_Pengguna:Jazle#Re:_Konsistensi_penerapan_kriteria_artikel_di_wikipedia">saya</a> dengan <strike><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pembicaraan_Pengguna:Mikhailov_Kusserow#Konsistensi_penerapan_kriteria_artikel_di_wikipedia">salah satu pengurusnya</a></strike>.</p>
<p>Saat ini artikel-artikel tentang marching band yang masih tersisa di wikipedia tinggal dua:</p>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Marching_Band_Bontang_PKT">Marching Band Bontang PKT</a></li>
<li><strike><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Marching_Band_Gita_Teladan">Marching Band Universitas Gadjah Mada</a></strike></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Marching_Band_Gita_Teladan">Gita Teladan Drum&#038; Brass Corps</a></li>
</ul>
<p>Saya masih mengharapkan partisipasi rekan-rekan lain pecinta marchin band di Indonesia untuk bisa ikut serta berpartisipasi menyebarluaskan informasi tentang marching band melalui internet, khususnya dalam hal ini wikipedia Indonesia. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaim.log.web.id/2009/04/artikel-mb-ugm-di-wikipedia-akhirnya-dihapus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Artikel Gita Teladan di Wikipedia</title>
		<link>http://jaim.log.web.id/2009/04/artikel-gita-teladan-di-wikipedia/</link>
		<comments>http://jaim.log.web.id/2009/04/artikel-gita-teladan-di-wikipedia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 00:58:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaim.log.web.id/2009/04/artikel-gita-teladan-di-wikipedia/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu ini saya mencoba merintis membuat artikel-artikel wikipedia tentang marching band yang ada Indonesia, hal ini saya lakukan karena saya merasa informasi-informasi tentang marching band di Indonesia masih terbilang miskin, padahal di satu sisi perkembangannya sangat jauh bila dibandingkan 10 tahun lalu. Beberapa situs dibuat sebagai sarana komunikasi antar pencinta marching band, sebut saja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu ini saya mencoba merintis membuat artikel-artikel <a href="id.wikipedia.org">wikipedia</a> tentang marching band yang ada Indonesia, hal ini saya lakukan karena saya merasa informasi-informasi tentang marching band di Indonesia masih terbilang miskin, padahal di satu sisi perkembangannya sangat jauh bila dibandingkan 10 tahun lalu. Beberapa situs dibuat sebagai sarana komunikasi antar pencinta marching band, sebut saja <a href="www.trendmarching.or.id">trendmarching</a> yang saat ini menjadi salah satu sumber informasi penting. Namun bila kita bisa lebih menyebarluaskan informasi tersebut akan lebih baik. Sayang sebenarnya bila perkembangan marching band yang ada saat ini tidak bisa disertai dengan perkembangan jumlah referensi yang bisa di dapat secara online. </p>
<p>Di sisi lain tidak dapat dipungkiri wikipedia semakin lama semakin menjadi salah satu sumber referensi yang sering digunakan oleh masyarakat internet, hal ini membuat saya berpikir untuk memanfaatkannya sebagai salah satu ensiklopedi marching band di Indonesia. Beberapa artikel yang telah berhasil saya buat diantara waktu senggang saya:</p>
<ul>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Marching_Band_Bontang_PKT">Marching Band Bontang PKT</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Marching_Band_Gita_Teladan">Marching Band Universitas Gadjah Mada</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Marching_Band_Gita_Teladan">Gita Teladan Drum &#038; Brass Corps</a></li>
</ul>
<p>Kesulitan untuk mendapatkan sumber informasi menjadi salah satu kendalanya, khususnya untuk artikel tentang <strong>Gita Teladan Drum &#038; Brass Corps</strong> yang tiba-tiba dihapus oleh pengurus wikipedia karena dianggap tak layak. Saya melakukan protes atas penghapusan tiba-tiba tersebut, dan akhirnya artikel tersebut dikembalikan, namun diberi tempo dua minggu untuk melengkapi dan diadakan voting untuk dihapus. </p>
<p>Atas itu, saya mengharapkan rekan-rekan pecinta marching band khususnya alumni <strong>Gita Teladan</strong> bisa turut membantu melengkapi artikel yang ada di wikipedia tersebut, sayang jika dihapus karena di masa depan, artikel-artikel tersebut bisa menjadi sumber informasi yang penting untuk masyarakat internet di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaim.log.web.id/2009/04/artikel-gita-teladan-di-wikipedia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dealing with Windows Vista weird behaviour</title>
		<link>http://jaim.log.web.id/2009/03/dealing-with-windows-vista-weird-behaviour/</link>
		<comments>http://jaim.log.web.id/2009/03/dealing-with-windows-vista-weird-behaviour/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2009 08:03:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Delphi]]></category>
		<category><![CDATA[Bug]]></category>
		<category><![CDATA[MMF]]></category>
		<category><![CDATA[Vista]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jaim.log.web.id/2009/03/dealing-with-windows-vista-weird-behaviour/</guid>
		<description><![CDATA[Yesterday, I was shocked receiving a phone call from my boss reporting the application I wrote were unable to run on Windows Vista. Actually I know there were sort of problems reported on existing applications failed to run on from online developers network, but none that I aware of since we do not have any [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yesterday, I was shocked receiving a phone call from my boss reporting the application I wrote were unable to run on <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Windows_Vista">Windows Vista</a>. Actually I know there were sort of problems reported on existing applications failed to run on from online developers network, but none that I aware of since we do not have any windows vista ever deployed on our company&#8217;s infrastructure, and it continues for years until yesterday. Now, my boss&#8217;s notebook were installed with Vista and suppose the application could runs on it also.</p>
<p>It is quite hard to start of, mainly because I do not have any windows vista installed on my desktop, nor on my notebook. The only way is trying to analyze the problem from the exception log file he sent to me, then I can find of and start with the main source line where the problem occured:</p>
<pre class="sourcecode"><code class="Delphi">
  InitializeSecurityDescriptor(@Sd,SECURITY_DESCRIPTOR_REVISION);
  SetSecurityDescriptorDacl(@Sd,true,nil,false);
  Sa.nLength := SizeOf(Sa);
  Sa.lpSecurityDescriptor := @Sd;
  Sa.bInheritHandle := true;
  m_Handle := CreateFileMapping(INVALID_HANDLE_VALUE,
                @Sa, PAGE_READWRITE OR SEC_COMMIT,
                0, m_Size, PChar(FileName));

  if m_Handle = 0 then
    raise EMemoryMappedFileException.Create(SCreateError);
</code></pre>
<p>Not knowing what I should do with this line since I can not debug it to know it&#8217;s behaviour on Vista, I try to search on google and did find some workaround to deal with, but none of them proved to works. Does diabling the UAC (<em>User Access Control</em>) or run the application on Administration mode is the last solution? i hope not, I still believe there were another better way to deal with. </p>
<p>Any suggestion are welcome.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jaim.log.web.id/2009/03/dealing-with-windows-vista-weird-behaviour/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
