<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5591958527526863781</id><updated>2025-06-04T16:17:19.506-07:00</updated><category term="Indonesia"/><category term="Jawa Barat"/><category term="Kuliner"/><category term="Tips Perjalanan"/><category term="Bogor"/><category term="Jakarta"/><category term="Pantai"/><category term="Pegunungan"/><category term="Pesisir-Laut"/><category term="Thailand"/><category term="Vietnam"/><category term="Bangkok"/><category term="Bromo"/><category term="Budaya"/><category term="Danau Toba"/><category term="Gudeg"/><category term="Jawa Timur"/><category term="Jogja"/><category term="Lampung"/><category term="Lingkungan Hidup"/><category term="Lombok"/><category term="Medan"/><category term="Mie"/><category term="Museum"/><category term="Pameungpeuk"/><category term="Perayaan"/><category term="Phuket"/><category term="Pulau pari"/><category term="Puncak"/><title type='text'>JALAN DONG</title><subtitle type='html'>Low budget, fun, en jalan sambil merefleksi kehidupan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jalan-dong.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Hatasura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17934288215668112792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDhv7Y7uIOmLfrUYnT7ghOrP-m4gTm4gRTAr0zXnIQTXgYcC0ck9G7N74duhprEaqDPOo0PGq4cJ9SAlulbyraMPxTMP1pAZaADMI02s1X2MLLqELtRh9lrnIOxkCkhmg/s1600/*'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5591958527526863781.post-9127579432957512072</id><published>2014-06-22T00:11:00.001-07:00</published><updated>2014-06-22T00:11:20.055-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Perjalanan"/><title type='text'>Tips BookingHostel pas Backpackeran di Luar Negeri</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Ini saran saya buat kamoe-kamoe yang senang jalan-jalan
murah ala backpacker, untuk membooking hostel dan kawan2nya:&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Untuk masa liburan, Sabtu Minggu pesanlah
jauh-jauh. Bukan masalah engga ada hostel lain (penginapan itu pasti ada kalau
rajin nyari dan jalan, tapi sudikah kamu jalan-jalan bawa tas berat apalagi
kalau dapet penerbangan malem kalau ternyata hostel kamu sudah penuh?
Seringkali untuk hostel dengan review baik, mereka penuh terisi saat liburan
(misal kalau Song Kran Festival di Bangkok bulan April, atau Tet di Vietnam,
atau Lebaran di Malaysia).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Punya cadangan penginapan (minimal tahu alamat
penginapan sekitar yang dekat dengan penginapan utama). Sebab pernah kejadian,
di penginapan kami menemui wisatawan yang sudah booking namun kamar yang mereka
pesan masih ditempati orang lain (pemilik hostel ya pasti setuju-setuju aja toh
kalau wisatawan sebelumnya bermaksud memperpanjang sewa kamar? Dan tidak semua
penginapan punya cadangan kamar lho). Walhasil jam 11 malam wisatawan Malaysia
tersebut (5 orang) yang sudah naik ke lantai 3 bawa carrier berat turun lagi ke
lobi sambil marah-marah sebab kamarnya masih ada yang mengisi. Hostel-hostel
murah biasanya dikelola dengan manajemen sederhana sehingga seringkali lupa
dengan catatan kedatangan wisatawan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Minta no HP si pengurus hostel, minimal 2 orang.
Pernah kami pulang jam 12 malam sehabis jalan-jalan di Chiang Mai dan kartu
magnetic kami (untuk membuka pintu) menemui masalah. Terpaksa kami menunggu di
depan pintu hampir 30 menit. No telepon yang diberikan tidak dapat dihubungi,
mem-bel hostel tidak ada yang jawab, untung kami mendapatkan nomor satunya lagi
dari kertas yang tertempel di pintu bawah (dioper-oper juga karena si
penanggung jawab rumahnya agak jauh dari hostel kami tapi lumayanlah ditanggapi
dengan baik kekesalan kami).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Beli nomor HP lokal kalau tinggal lebih dari
beberapa hari. Kembali lagi ke point nomor 3... bayangkan biaya yang dihabiskan
pulsa internasional kalau kita sampai menelepon lokal di luar negeri. Stressss.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Cari hostel yang dekat dengan jalur transportasi
masal. Lebih baik mahal sedikt dan mudah mengakses transportasi dibanding murah
tapi jauh, sehingga menghabiskan biaya transportasi nantinya atau energi (cape)
jalan kaki. Sori ya bro n sis, kalau waktu kita terbatas dan misal jam 11 malam
kita masih harus jalan kaki 20 menit (sementara siang-malamnya juga sudah kita
habiskan berjalan kaki) kayanya gempor juga lho... (pengalaman pribadi neh di
Bangkok, yang lokasinya tertulis 10 menit walk from Lumphini Station &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;padahal diitung2 hampir 20 menit deh berjalan
dan nembus gang sini situ). Tips ini tidak berlaku untuk yang perjalanannya
memang mencari lokasi yang tenang dan damai.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Cari hostel dengan review yang baik dan dengan
jumlah review yang juga banyak (kalau sedikit, curiga kalau memang diisi oleh
temannya si pemilik hostel). Review adalah hasil subyektif para penginap, dan
boleh menjadi acuan terpercaya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Boleh juga cek dapat fasilitas apa: wifi? Makan
pagi? Sewa sepeda gratis? Safety box?&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pada hostel terutama dengan tipe dormitory awasi
barang bawaan. Jangan pernah meninggalkan barang berharga. Bule sekamar juga
bisa klepto bro. Kalau bukan tipe dormitory (misal single room), tukang
bersih-bersih juga bisa klepto bro sis (kasus di Pham Ngu Lao street, Saigon duit
saya pernah ilang sebab istri yang baru pernah bacpackeran ninggalin duit di
wastafel kamar mandi – walhasil ilang saat dibersihkan). Mau urus duit ilang
bisa berabe kalo diluar negeri walau cuma ilang seratus ribuan sebab kendala
bahasa bro, masa mau maki-maki pake bahasa kita sedang dia juga ga ngerti kan?&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Di hostel, baik-baik dengan sesama bacpacker.
Kami sering menemui bahwa rasa kesetiakawanan para backpacker sangat besar.
Kami berbagi cerita, berbagi barang bawaan kecil-kecil (misal kopi, teh sachet,
pernak-pernik kecil dan sebagai pertukaran kami juga mendapatkan hal yang sama
dari mereka, selain cerita tentunya).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Ga yakin hostel atau punya planning lain,
bookinglah untuk 1 malam saja (kedatangan). Gunakan hari kedua untuk mencek
keadaan sekitar syukur-syukur dapet hostel yang lebih enak. Jangan membooking
keseluruhan liburan di 1 hostel yang sama sebab kalau hostelnya tidak enak agak
sulit membatalkan pemesanan (ada penalti biasanya, kecuali si pemilik memaklumi
– tapi keadaan kita lebih lemah biasanya).

&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Saya suka bawa benda-benda remeh tapi penting
ini di hostel: 1 universal charger sambunhin dengan 1 kaki tiga supaya bisa
charge 3 alat sekaligus, tali rafia sepanjang 5 meter (beli aja 1000 di warung
bro) buat jemur, kantong plastik yang rada tebel (1 atau 2) buat nyuci, pemanas
air teko plastik (beli 15 ribu bro di Giant) buat nyeduh kopi, klip kertas
(buat jepit baju). Buku Lonely Planet kecuali ngerasa penting banget ga usahlah
dibawa sebab berat. Print aja dari internet, kecilin hurufnya – sekalian buat
dicoret-coret belakangnya kalau kosong.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 18.0pt;&quot;&gt;
Wokeh segitu dulu tipsnya. Selain
hostel bisa juga teman-teman menginap gratisan apabila menjadi anggota misal &lt;a href=&quot;http://www.couchsurfing.com/&quot;&gt;www.couchsurfing.com&lt;/a&gt; (saya sampai
sekarang belum pernah inap walau sudah beberapa kali teman dari luar negeri
menginap di rumah saya – beberapa kali saya coba cuma belum beruntung sebab
yang punya rumah ingkar janji (membatalkan janji, sibuk bekerja misalnya).
Biasanya saya suka memakai fasilitas seperti &lt;a href=&quot;http://www.booking.com/&quot;&gt;www.booking.com&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(gada booking fee, kita bayar saat tiba di
hostel, tapi apabila dibatalkan terlalu dekat ke hari H maka kartu kredit kita
akan kena charge). Selain itu ada juga &lt;a href=&quot;http://www.agoda.com/&quot;&gt;www.agoda.com&lt;/a&gt;
atau &lt;a href=&quot;http://www.hostelworld.com/&quot;&gt;www.hostelworld.com&lt;/a&gt; (dua-duanya
juga saya pernah coba). Seringkali harga yang ditawarkan situs ini lebih murah
dibanding booking langsung hostel. So, it’s worth a try.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jalan-dong.blogspot.com/feeds/9127579432957512072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2014/06/tips-bookinghostel-pas-backpackeran-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/9127579432957512072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/9127579432957512072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2014/06/tips-bookinghostel-pas-backpackeran-di.html' title='Tips BookingHostel pas Backpackeran di Luar Negeri'/><author><name>Hatasura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17934288215668112792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDhv7Y7uIOmLfrUYnT7ghOrP-m4gTm4gRTAr0zXnIQTXgYcC0ck9G7N74duhprEaqDPOo0PGq4cJ9SAlulbyraMPxTMP1pAZaADMI02s1X2MLLqELtRh9lrnIOxkCkhmg/s1600/*'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5591958527526863781.post-2336337695012454302</id><published>2014-05-16T03:48:00.002-07:00</published><updated>2014-05-16T03:48:13.186-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Vietnam"/><title type='text'>Kagok-Kagokan Naik Motor di Vietnam</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Kagok, begitulah
yang dirasakan oleh saya saat berjalan kaki meyeberangi jalan di sekitar Ho
Chi Minh City (dulu: Saigon). Bagaimana tidak, sepeda motor berlalu lalang selang-seling,
terlebih di jam-jam sibuk dan jumlahnya yang sangat banyak bagaikan
kumbang-kumbang yang berseliweran. Jadi heran, karena dengan lalu lintasnya yang
jarang berpolisi dan dengan arah yang suka-suka saya belum menemukan para
pengendara saling bertabrakan. Muka mereka pun lurus-lurus saja, tidak terlihat
marah saat disalib atau misal karena dipapas motor lain dari arah yang
berlawanan. Sudah biasa kali ya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdzx0Ae06iFKS_oHbqRLOcNVmZ_Ar5LjqXqYuNngg2pR5wjwNR9aUxHxPGir1fsX-3Ys4rScZkn2yZ9MbKyhfqTXFZDkEGDXDS88pPT65weWyLlzUaxJ7GhUJhtkIR_bJyc10e9Pw5nOY/s1600/P1040647.JPG&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdzx0Ae06iFKS_oHbqRLOcNVmZ_Ar5LjqXqYuNngg2pR5wjwNR9aUxHxPGir1fsX-3Ys4rScZkn2yZ9MbKyhfqTXFZDkEGDXDS88pPT65weWyLlzUaxJ7GhUJhtkIR_bJyc10e9Pw5nOY/s1600/P1040647.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Lalu lintas di Kota Ho Chi Minh (Saigon), didominasi oleh sepeda motor&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Biasanya jalan kaki
menjadi kebiasaan saya kalau melakukan backpacking. Umumnya saya jalan dari
pagi dan baru berhenti malam hari karena biaya menggerakkan kaki yang murah, cukup
disogok dengan sedikit makanan, dan bisa dipakai satu hari penuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Cuma di Vietnam
ini, kebiasaan jalan kaki cukup terganggu terutama saat bertemu persimpangan
dimana saya harus menyeberang. Nyebrang jalan, tengok kiri kanan menjadi menu
rutin sepanjang penyebrangan. Hati ini tidak tenang kalau belum menginjak
trotoar lagi. Tidak seperti di Indonesia, disini tidak ada standar kalau arah
motor atau mobil haruslah selalu dari arah yang disepakati undang-undang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Kekagokan saya
bertambah double ataupun triple saat mengendarai sepeda motor, kali ini di Da
Lat, sebuah kota di ketinggian 1.500 meter yang indah, dimana bebungaan liar
tumbuh sepanjang jalan, dan mawar merah kuning dan orange menghias garis batas
di jalan. Kalau di Saigon saya nyerah deh ga ada nyali buat pakai motor (takut
emosi dan nabrak), tapi saya pikir Da Lat ini kan kota yang kecil, so mungkin
saya bisa adaptasi lebih baik di tempat yang lebih sepi ini. Jadi saya sewa
motor bebek buat jalan-jalan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjx2BaLqKdiZdU7USoobVG-liLulYsfXA1GSS-LiXVa3Vhr790DjchzUXJhgxsRPBDOuqLfKhcf5m2HP4rXY7GtoJwC5NY77NYmWekZDfC8WLp5jWLrzKyOYjLZgOZDDlEGJSg9IwVCbWk/s1600/P1040173.JPG&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjx2BaLqKdiZdU7USoobVG-liLulYsfXA1GSS-LiXVa3Vhr790DjchzUXJhgxsRPBDOuqLfKhcf5m2HP4rXY7GtoJwC5NY77NYmWekZDfC8WLp5jWLrzKyOYjLZgOZDDlEGJSg9IwVCbWk/s1600/P1040173.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Jalan utama di Da Lat: ingat berkendaraan di sebelah kanan yaaa...&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Sehubung bekas
jajahan Perancis, mengemudi di Vietnam adalah di sebelah kanan, dan untuk
menyusul dari sebelah kiri. Sebagai orang Indonesia keadaan ini menyulitkan
karena berkebalikan dengan keadaan di sini (Polisi sini berpendapat baiknya
adalah naik motor di kiri, kalo mau nyusul dari kanan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Beberapa kali
(biasanya sehabis keluar dari suatu tempat) saya langsung ambil ruas kiri
ngikutin kebiasaan di Indonesia. Walhasil, baru sadar waktu akan marah liat
orang Vietnam nyetir motornya di kanan. Padahal yang salah adalah saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Lah kok kita yang
salah lalu mau marah sih ? Itulah kelemahan saya: memang saya gampang marah
kalau naik motor sebab beradaptasi dengan kerasnya lalu lintas kalau di Bogor
tempat saya dilahirkan (walau ternyata keadaannya tak sekeras disini). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Di negeri yang
ramah ini, akibat perbuatan saya, saya cuma dilihat oleh Vietnamese ini – dia tidak
marah, dan melihatnya pun cuma sekilas. Perkiraan saya dua: mereka bangsa ramah
yang toleran kepada saya, atau karena nyetir salah arah adalah biasa, karena
juga dilakukan oleh mereka sendiri dengan caranya masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Emosi marah ini
sempat juga muncul (sebenarnya bukan marah tapi kesal sedikit) karena masalah
bensin. Lah iya, saya menyewa motor satu hari seharga 5 USD dari jam 7 pagi
sampai 9 malam, lalu pas ngisi bensin (di Da Lat) oleh si ibu ditagih 60.000
VND (dong) alias 3 USD. Padahal ngisinya bentar banget, kurang dari 2 liter rasanya;
satu setengah liter paling banyak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Mahal banget sih
bensinnya, Man? Secara disini itu cuma Rp 4.500 / lt. Dengan Rp 30.000 / 3 USD
/ 60.000 VND saya bisa isi bensin sekitar 7 liter disini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifNEcN4oXS613U-BhyCSUBWsKVOuun9yoI2bABpoHkWDGGWU20eZ95aS45LMwxzQbfKU-i9bR_h4iH2DthP7Mj_3FQ8L2MkFY4ySytZv8g9TMVeAixX9icq6i0vzsFXroH5sSqB2J-N4Y/s1600/P1040548.JPG&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifNEcN4oXS613U-BhyCSUBWsKVOuun9yoI2bABpoHkWDGGWU20eZ95aS45LMwxzQbfKU-i9bR_h4iH2DthP7Mj_3FQ8L2MkFY4ySytZv8g9TMVeAixX9icq6i0vzsFXroH5sSqB2J-N4Y/s1600/P1040548.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Danau Xuan Huong, di tengah kota Da Lat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Merasa ditipu,
selama nginep di motel (harga 14 USD / malam, dengan 2 tempat tidur: saya dan
istri tercinta) saya selalu browsing internet via BB istri. Cuma dapat kabar di
halaman pertama google: Masyarakat Vietnam Shock atas Kenaikan Harga BBM – tidak
dapat diteruskan browsingnya karena cuma dapat percikan Wifi dari motel, dan
menyebabkan loading BB nya lama banget dan bikin putus asa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Saya teruskan
pencarian itu saat mencapai Indonesia kembali. Penasaran karena cuilan berita
yang kurang lengkap tersebut. Dengan bantuan Profesor Google, saya dapati bahwa
harga bensin di Vietnam adalah berkisar antara Rp 11.000 sampai Rp 12.000. Amin
ucap saya, agak puas. &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Jadi kalau saya
mengorbankan Rp 30.000 untuk bensin saya pikir semoga waktu itu diisi 2 liter
lebihlah ma si ibu bensin. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Pikiran ini
ditentang lagi oleh logika saya. Hati mau memaafkan, tapi kepala menentang,
sebab kalau dilihat tangki bensin motor yang saya tumpangi kecil. Masa iya
tangki motor sekecil itu memuat bensin kira-kira 2,3 liter?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Pikiran saya lalu
berusaha agak baik lagi sama sang hati yang berusaha memahami. Pikiran lalu
berkata pelan-pelan, katanya: mungkin jenis BBM di Vietnam agak banyak, motor
kamu diisi ma bensin kualitas pertamax jadi harganya agak mahal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Iya ajalah, demi
keindahan dataran tinggi Da Lat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Saya sudah
diberikan jasa oleh motor yang saya tumpangi ini selama ngalor ngidul cari-cari
titik wisata di Da Lat, sudah sepantasnya ia diberi minuman yang setimpal (sekualitas
minuman yoghurt dari Da Lat). Kalau ada lebih, anggaplah sumbangsih saya untuk
rakyat Vietnam, setelah peperangan bertahun-tahun yang menyengsarakan serta
atas kerajinan dan keuletan mereka (Vietnamese ini rajin-rajin banget dan akan
saya ceritakan di story yang lain ya). &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Salam dari atas
motor gaul peminum yoghurt.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&amp;nbsp;http://indras-important.blogspot.com/2013/04/kagok-kagokan-jalan-di-vietnam.html&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jalan-dong.blogspot.com/feeds/2336337695012454302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2014/05/kagok-kagokan-naik-motor-di-vietnam.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/2336337695012454302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/2336337695012454302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2014/05/kagok-kagokan-naik-motor-di-vietnam.html' title='Kagok-Kagokan Naik Motor di Vietnam'/><author><name>Hatasura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17934288215668112792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDhv7Y7uIOmLfrUYnT7ghOrP-m4gTm4gRTAr0zXnIQTXgYcC0ck9G7N74duhprEaqDPOo0PGq4cJ9SAlulbyraMPxTMP1pAZaADMI02s1X2MLLqELtRh9lrnIOxkCkhmg/s1600/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdzx0Ae06iFKS_oHbqRLOcNVmZ_Ar5LjqXqYuNngg2pR5wjwNR9aUxHxPGir1fsX-3Ys4rScZkn2yZ9MbKyhfqTXFZDkEGDXDS88pPT65weWyLlzUaxJ7GhUJhtkIR_bJyc10e9Pw5nOY/s72-c/P1040647.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5591958527526863781.post-548403951745940413</id><published>2014-05-16T03:42:00.000-07:00</published><updated>2014-05-16T03:42:03.599-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Vietnam"/><title type='text'>Penduduk Vietnam yang Rajin</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Boleh miskin, tapi
tetap rajin. Begitulah pandangan saya terhadap penduduk Vietnam. Apabila kata
miskin kurang cocok dipakai serta perlu diperhalus, bolehlah saya menambahkan
kata “agak miskin” disini sebab apabila saya perbandingkan dengan pembangunan
di negeri saya, Indonesia maka sarana dan prasarana di negeri saya nampaknya
lebih lengkap dan maju.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Saya sudah 2x
berkunjung ke Vietnam, pada tahun 2010 dan belum lama ini – April 2013 –
semuanya melalui perjalanan ala backpacker. Kalau yang pertama saya hanya
travel di kota Saigon (Ho Chi Minh City) saja dan melanjutkan ke Thailand. Yang
kedua adalah berkeliling di kota Saigon dengan tambahan pelesir ke kota dataran
tinggi Da Lat. Saigon dan Da Lat, dua-duanya mewakili wilayah perkotaan besar
dan kecil. Untuk wilayah lain, walau keinginan saya sangat besar untuk bisa
stay di wilayah model perkampungan atau pantai namun sampai saat ini belum bisa
terwujud karena keterbatasan waktu dan biaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Penduduk Vietnam
adalah penduduk yang cenderung slim bentuk tubuhnya (jarang yang subur dan berisi,
terutama perempuannya). Di mana banyak kaum perempuan berjalan-jalan berpakaian
Ao Dai (pakaian perempuan Vietnam) baik di sekolah atau jalan-jalan biasa. Mengenakan
caping serta penutup hidung dari kain, serta bersepeda motor atau bersepeda
goel. Lainnya yang saya ingat adalah tulisan-tulisan dua sampai tiga kata
berisikan kata-kata nguyen, puc, loc, duc, vang, cong thi dan lain-lain yang
tidak bisa saya mengerti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjl2w3XQGi_DNcKMnr-rwYpnIRZzJdIvADUU8iSIYPzdjhM0P0HvKQOfRE5_HwXcYTSGttaKvEjF1Uymxd-Y_Oa0crdwkhJqAiDLn40UbV_vtlTIH4kipuUmLjyo5tSAYyK9JieW8C6vfk/s1600/P1040062.JPG&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjl2w3XQGi_DNcKMnr-rwYpnIRZzJdIvADUU8iSIYPzdjhM0P0HvKQOfRE5_HwXcYTSGttaKvEjF1Uymxd-Y_Oa0crdwkhJqAiDLn40UbV_vtlTIH4kipuUmLjyo5tSAYyK9JieW8C6vfk/s320/P1040062.JPG&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Membuat semacam martabak, di pinggir jalan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Suatu hal yang
menonjol, dan apabila saya diminta menggambarkan satu kata tentang masyarakat
Vietnam adalah kata rajin. Kalau boleh memilih kata lainnya adalah ulet. Ya,
saya harus menggaris bawahi kata rajin dan ulet sebab terpatri dengan kuat di
kepala saya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Mungkin karena
bangsa ini baru saja mengalami penderitaan berperang (tahun 1970an), serta
kemudian terjadi perpecahan antar bangsa (Vietnam Selatan dan Vietnam Utara),
maka bangsa ini sedang dalam keadaan tersadarkan diri untuk membangun negerinya
kembali. Saya menegasikannya dengan keadaan penduduk di negeri saya Indonesia
yang sudah merdeka sejak tahun 1945 yang sekarang sedang carut marut dan sibuk
saling memakan antar sesama. Mungkin kelamaan merdeka membuat sesorang tidak
lagi mampu bersyukur dan bekerja keras ya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Masalah kerajinan
ini dicontohkan oleh berbagai hal, yang dapat kita lihat dengan mata dan kepala
sendiri. Sepanjang jalan di Vietnam kita&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;bisa melihat rumah-rumah memasang etalase untuk&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;jualan di depan rumahnya, baik apakah itu untuk
berjualan minuman, roti banh mi, kedai makan kecil-kecilan, sampai menggelar
buah-buahan di trotoar. Bangku-bangku dan meja kecil seadanya digelar di depan
rumah, dan nampaknya kebiasaan ini merata minimal di Vietnam Selatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCs8j-1GZ1vbcVFpkxIAMUq6G2M-3fjVGlP3NDI10ZZqPXidGCW1i0tSoDJXcGhE4XalC3ymkN4C3vthE664eyzyH6wgpj8lNJo7eNyzXZFlLboQYWEpXwNmbm0FfmXZUvBmtQgMTVfPQ/s1600/P1040405.JPG&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCs8j-1GZ1vbcVFpkxIAMUq6G2M-3fjVGlP3NDI10ZZqPXidGCW1i0tSoDJXcGhE4XalC3ymkN4C3vthE664eyzyH6wgpj8lNJo7eNyzXZFlLboQYWEpXwNmbm0FfmXZUvBmtQgMTVfPQ/s400/P1040405.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Si ibu, sambil nunggu jualan dia kadang merajut juga&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Lainnya adalah
kemampuan Vietnamese untuk memanfaatkan waktu luang: seperti di Da Lat, mereka
merajut dan menyulam sambil berjualan. Dari tukang kue, karyawan cable car,
penjual baju... semua memegang jarum dan benang wol, tangannya naik turun
merajut sambil menunggu pelanggan.&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Di malam hari,
saat berjalan-jalan saya melihat juga porsi penjual perempuan berimbang dengan
kaum laki-laki. Nampaknya secara tidak sengaja kesetaraan gender tumbuh dengan baik
di bangsa ini. Mungkin karena faktor keamanan yang lebih terjamin, budaya
penghargaan yang tumbuh pada kaum laki-lakinya, serta pengaruh ajaran
spiritual, ditambah dengan desakan ekonomi – semuanya menghasilkan kepercayaan
diri bagi kaum perempuan untuk memajukan keluarga serta bangsanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZ8qyvc_Zbl6aCy-LfDGvFV0j50kdHvNI0X4usnTKv3nDS0vIVxx5o8cdT4mvgGOqppyKeADfe7tT978s0fXYxBaFX2KTSpLXrVwRsQWTuxgL01gYGol_i_oHtb-Dxl43FHNeRrgnXfCg/s1600/P1030735.JPG&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZ8qyvc_Zbl6aCy-LfDGvFV0j50kdHvNI0X4usnTKv3nDS0vIVxx5o8cdT4mvgGOqppyKeADfe7tT978s0fXYxBaFX2KTSpLXrVwRsQWTuxgL01gYGol_i_oHtb-Dxl43FHNeRrgnXfCg/s320/P1030735.JPG&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kerajinan lukisan kulit telur, dikerjakan oleh kaujm difable&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Bukan saya tidak
ingin menceritakan kaum laki-laki, namun dengan melihat sepak terjang kaum
perempuan maka rasanya pandangan saya terhadap kaum laki-laki juga sudah
ter-cover. Kaum laki-laki memang nampak mengerjakan pekerjaan-pekerjaan tani,
buruh dan lain-lain. Tapi begitu juga kaum perempuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Di Vietnam yang
menarik juga adalah bahwa negara memfasilitasi hak-hak kaum cacat (disable / difable).
Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pusat pelatihan bagi mereka untuk
misalnya, menghasilkan barang-barang kerajinan: lukisan, ukiran, makanan sampai
produk-produk berteknologi . Saya sempat mengunjungi satu pusat pelatihan di
pinggiran kota Saigon untuk melihat pembuatan kerajinan lukisan dari kulit
telur, painting kayu, kerajinan gantungan kunci, dan lain-lain untuk diekspor
keluar negeri (mungkin untuk menambah nilai jual, dan nilai tambahnya dapat
dipakai untuk membiayai program-program seperti ini).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Mereka ini, kaum
difable diberikan kesempatan untuk berkembang – difasilitasi oleh 
negaranya
yang komunis yang membuat kita bertanya-tanya, bukankah seharusnya 
negara kita
yang kapitalis “demokratis” ini lebih baik (lah pejabat kan suka 
gembar-gembor kalo negara demokratis Pancasilais ini bermartabat, 
makmur, kesejahteraannya cukup baik ) ? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ah jadi males deh kalo ngomongin Pancasilais dan&amp;nbsp; demokrasi dan 
sebagainya. Jadi inget neh di Indonesia gerombolan FPI merajalela. Ustad
 pada ngomong sembarangan di mimbar-mimbar, Rhoma Irama mau jadi 
presiden, korupsi Hambalang, koruptor pada pasang TV kabel di penjara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hadeuuuuhh....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;http://indras-important.blogspot.com/search?updated-max=2013-06-17T21:44:00-07:00&amp;amp;max-results=7&lt;br /&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jalan-dong.blogspot.com/feeds/548403951745940413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2014/05/penduduk-vietnam-yang-rajin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/548403951745940413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/548403951745940413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2014/05/penduduk-vietnam-yang-rajin.html' title='Penduduk Vietnam yang Rajin'/><author><name>Hatasura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17934288215668112792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDhv7Y7uIOmLfrUYnT7ghOrP-m4gTm4gRTAr0zXnIQTXgYcC0ck9G7N74duhprEaqDPOo0PGq4cJ9SAlulbyraMPxTMP1pAZaADMI02s1X2MLLqELtRh9lrnIOxkCkhmg/s1600/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjl2w3XQGi_DNcKMnr-rwYpnIRZzJdIvADUU8iSIYPzdjhM0P0HvKQOfRE5_HwXcYTSGttaKvEjF1Uymxd-Y_Oa0crdwkhJqAiDLn40UbV_vtlTIH4kipuUmLjyo5tSAYyK9JieW8C6vfk/s72-c/P1040062.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5591958527526863781.post-2110273952364377483</id><published>2014-05-16T03:39:00.000-07:00</published><updated>2014-05-16T03:39:32.791-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pantai"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Perjalanan"/><title type='text'>Tips Lihat si Kecil-Kecil di Pantai</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Jalan-jalan ke
pulau selalu menarik bagi saya sebab saya menyukai kehidupan laut dan pantai.
Saya agak mampu mengidentifikasi sebagian flora dan fauna laut tersebut
sehubungan mempelajarinya di kuliahan tahunan yang lalu. Bahkan pernah juga
karena saya waktu SMA keranjingan baca buku pengetahuan, saat ujian ikhtiologi
di kuliahan, dimana ada pertanyaan mengenai jenis-jenis ikan beserta nama
Inggris, lokal dan Indonesianya, nilai saya berubah jadi A dari seharusnya C,
karena bagian bonus yang bobotnya amat tinggi tentang pertanyaan jenis-jenis
ikan tersebut dapat saya jawab dengan mudahnya (bangga, sebab hobi saya jalan
ke pasar dan bergaul dengan tukang ikan hias berbuah manis jadinya).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnI1DL_ecfhgQg1NZ5FSWp6dzLf4X7ACZnVFToRpMq9YkBP16bu7D9HitMI4d7Q128fsT_6ZTx2paBv0VpNZkYPpEUjjkWeMR_LUBw8gZBMbK9BnGUxgaINQD4k_hbWycXikIpWe38BLo/s1600/Pameungpeuk+28-30+Mei+10+168.jpg&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnI1DL_ecfhgQg1NZ5FSWp6dzLf4X7ACZnVFToRpMq9YkBP16bu7D9HitMI4d7Q128fsT_6ZTx2paBv0VpNZkYPpEUjjkWeMR_LUBw8gZBMbK9BnGUxgaINQD4k_hbWycXikIpWe38BLo/s320/Pameungpeuk+28-30+Mei+10+168.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Namun di pulau
seringkali hal-hal menarik terlewatkan karena ketidaktahuan kita. Pantai yang
luas sering dipandang hanya sebagai pantai yang kering dan berpasir. Warna
pasirnya hitam, coklat atau putih. Itu saja. Padahal tidak begitu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Paling mudah
untuk melihat makhluk laut adalah dengan mengambil sebongkah karang mati, ataupun
tanaman laut (rumput laut atau algae) , membiarkannya pada stoples bening
berisi air laut dan menunggu beberapa menit sampai para penghuninya menampakkan
diri. Percaya atau tidak, tak lama kemudian para penghuninya akan keluar: dari
cacing-cacingan, udang, siput, sampai mungkin ikan kecil yang tadinya nyumput
di rongga karang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Kalau lupa bawa
stoples bening, kita bisa pakai botol bekas aqua ataupun pinjam gelas belimbing
dari warung kopi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Kehidupan laut
juga menarik di waktu yang berbeda: pagi siang sore malam. Contohnya ubur-ubur,
akan bertambah banyak di waktu lebih gelap dan mereka akan lebih mendekat ke
arah permukaan air untuk mengejar plankton makanannya. Pagi dan malam adalah
waktu yang tepat untuk melihatnya berkelap-kelip indah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Di siang hari,
mereka masih dapat dilihat apabila kita jeli, menyelam sambil menggunakan
masker dengan memfokuskan pandangan jarak dekat (misal membayangkan ada jari
sejauh 50 cm dari mata kita).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Teman-teman saya
biasanya suka heran karena saya dapat menjumpai banyak binatang ini, sedangkan
mereka mengaku tidak menjumpainya dimana-mana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Pasir juga dapat
kita gali. Di pantai berterumbu karang, pada jarak 1 meter dari batas air pasang
bila kita gali pasirnya, kita mungkin menjumpai kerang-kerangan yang mengubur
diri di bawah pasir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Jadi pantai bukan
hanya sunset dan sunrise. Mari belajar pantai dari yang aslinya... Kita bisa
kok melihat makhluk-makhluk yang ada di National Geographic channel dari mata
kita sendiri.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;http://indras-important.blogspot.com/2013/06/tips-lihat-si-kecil-kecil-di-pantai.html&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jalan-dong.blogspot.com/feeds/2110273952364377483/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2014/05/tips-lihat-si-kecil-kecil-di-pantai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/2110273952364377483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/2110273952364377483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2014/05/tips-lihat-si-kecil-kecil-di-pantai.html' title='Tips Lihat si Kecil-Kecil di Pantai'/><author><name>Hatasura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17934288215668112792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDhv7Y7uIOmLfrUYnT7ghOrP-m4gTm4gRTAr0zXnIQTXgYcC0ck9G7N74duhprEaqDPOo0PGq4cJ9SAlulbyraMPxTMP1pAZaADMI02s1X2MLLqELtRh9lrnIOxkCkhmg/s1600/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnI1DL_ecfhgQg1NZ5FSWp6dzLf4X7ACZnVFToRpMq9YkBP16bu7D9HitMI4d7Q128fsT_6ZTx2paBv0VpNZkYPpEUjjkWeMR_LUBw8gZBMbK9BnGUxgaINQD4k_hbWycXikIpWe38BLo/s72-c/Pameungpeuk+28-30+Mei+10+168.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5591958527526863781.post-3193030739262105650</id><published>2014-05-16T03:36:00.000-07:00</published><updated>2014-05-16T03:41:01.025-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pantai"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Phuket"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Thailand"/><title type='text'>Angkutan di Pa Tong Beach, Phuket</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Saat saya berada
di Phuket, kami pergi mengunjungi pantai-pantainya. Salah satunya adalah Pa
Tong Beach.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Sebelum pergi
kami sudah mendapatkan informasi bahwa setelah pukul 17.00 maka tidak ada lagi
angkutan umum dari pantai menuju kota.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Jam 16.00 kami bersiap-siap
pulang, dan 16.15 kami sudah siap di pinggir jalan. Angkutan umum masih ada
jadi kami menunggu sampai ada yang siap-siap berangkat untuk segera ditumpangi.
Herannya setelah sekitar 10 menit menunggu, tidak ada yang bergerak, dan baru
kami tahu setelah bertanya bahwa sejak pukul 16.00 angkutan sudah off.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Lah... kok jadi
maju 1 jam ya dari jadwal?&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Jadi kami
tertipu saat melihat angkutan yang sedang ngetem, yang awalnya kami kira kalau
mereka akan segera berangkat; namun ternyata mereka sedang siap-siap mematikan
mesin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Strategi ini
cukup aneh, karena sebenarnya mereka masih mau pergi ke kota kalau disewa
seluruh mobilnya yang tentunya jauh lebih mahal daripada bayar biasa. Jebakan
batman kata orang kampung saya sih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Setelah 30 menit
menunggu, berharap kalau saja ada angkutan yang masih narik penumpang secara
normal kami menyerah. Rupanya kesepakatan ini berlaku secara masal untuk
seluruh sopir angkutan, dan sepertinya banyak turis yang terjebak seperti kami.
Lalu lalang bingung di pinggir jalan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRgNbRlE7sXwC4c0fQhCLj_LHzNfYDGkgnmnA7ZykaYq_Ja6Nt0dZU1iZFjshEBNRP6ZOHiR4yzdsNPj1Ov5dAvfRIlhN6cblmelqlMEqxggA5e2YaxF4LopSorE0jPjYMmXazYnZCPAM/s1600/DSCF3638.JPG&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRgNbRlE7sXwC4c0fQhCLj_LHzNfYDGkgnmnA7ZykaYq_Ja6Nt0dZU1iZFjshEBNRP6ZOHiR4yzdsNPj1Ov5dAvfRIlhN6cblmelqlMEqxggA5e2YaxF4LopSorE0jPjYMmXazYnZCPAM/s320/DSCF3638.JPG&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Yang sama-sama ditinggal ma angkot di Pa Tong&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Hasil akhir
adalah kami patungan untuk naik angkutan: 2 turis bule, 3 turis sewarna, 1
orang turis Jepang hasil lobi sana-sini. Tentunya dengan ongkos berlipat dari
biasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Moral dari cerita
ini adalah hati-hati terhadap informasi internet yang sering tidak up to date
walau baru diposting 2 bulan lalu, dan jadilah orang yang agak kaya agar
kejadian seperti ini tidak terlalu menjadi beban bagi Anda. Kasihan kami
contohnya yang lalu hanya bisa beli nasi putih saja dan ayam goreng jalanan, di
dua tempat terpisah dengan tujuan penghematan dana kolektif sehubungan kejadian
ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&amp;nbsp;http://indras-important.blogspot.com/2013/06/angkutan-di-pa-tong-beach.html&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jalan-dong.blogspot.com/feeds/3193030739262105650/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2014/05/angkutan-di-pa-tong-beach-phuket.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/3193030739262105650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/3193030739262105650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2014/05/angkutan-di-pa-tong-beach-phuket.html' title='Angkutan di Pa Tong Beach, Phuket'/><author><name>Hatasura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17934288215668112792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDhv7Y7uIOmLfrUYnT7ghOrP-m4gTm4gRTAr0zXnIQTXgYcC0ck9G7N74duhprEaqDPOo0PGq4cJ9SAlulbyraMPxTMP1pAZaADMI02s1X2MLLqELtRh9lrnIOxkCkhmg/s1600/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRgNbRlE7sXwC4c0fQhCLj_LHzNfYDGkgnmnA7ZykaYq_Ja6Nt0dZU1iZFjshEBNRP6ZOHiR4yzdsNPj1Ov5dAvfRIlhN6cblmelqlMEqxggA5e2YaxF4LopSorE0jPjYMmXazYnZCPAM/s72-c/DSCF3638.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5591958527526863781.post-5958630143383513477</id><published>2014-05-16T03:31:00.003-07:00</published><updated>2014-05-16T03:31:52.412-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Perjalanan"/><title type='text'>Jam Tangan yamg Berharga</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Mengapa saya jadi
pakai jam tangan kalau sedang bepergian sekarang? Itu ada alasannya. Beginilah
kira-kira.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Dulu saya
menganggap bawa HP saja cukup saat jalan-jalan, karena ada jamnya toh? Nah
pernah suatu saat saya sedang jalan-jalan di Ca Dai Temple di sekitar Saigon (Ho
Chi Minh) anggapan saya terbukti salah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuOHb__8t795vPvxOzMUPmV-MiBq3aJrNqijm_FJJ9iUPaI_qlZ-FQzB9DTV18EFTyaU4YfYdq3hQM6cj5-g78mKgQO1oQZa7-w1UU5NpvghbpsjHX9u8WKOHkztXVn12eH3yhRckx9aM/s1600/Viet+Thai+Apr+2010+136.jpg&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuOHb__8t795vPvxOzMUPmV-MiBq3aJrNqijm_FJJ9iUPaI_qlZ-FQzB9DTV18EFTyaU4YfYdq3hQM6cj5-g78mKgQO1oQZa7-w1UU5NpvghbpsjHX9u8WKOHkztXVn12eH3yhRckx9aM/s320/Viet+Thai+Apr+2010+136.jpg&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Di dalam kuil Cao Dai&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Jalan-jalan ke
Cao Dai Temple (unik, sebab ada beberapa agama besar di situ yang dibungkus
jadi satu kepercayaan baru) saya mengikuti tur seharga 7 USD (plus tur ke Cu
Chi tunnel markas gerilyawan Viet Cong dulu – exclude tiket masuk). Mudah,
murah juga (apalagi kalau setelah sampai Cu Chi tunnel tidak jadi masuk dan
cuma nongkrong di dekat loket karcis).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Anyway, pemandu
wisata yang bekas guru bahasa Inggris menerangkan tentang keunikan agama Cao Dai
tersebut, termasuk berapa lama waktu berkunjungnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Setelah sampai
dan lama berputar-putar, serta melihat upacara dan permainan musik di dalam
kuil, saya cek waktu melalui HP saya. Eh ternyata HP itu tertinggal di hostel (terbawa
kebiasaan meninggalkan barang tersebut di ransel pakaian sebab sering tidak
diaktifkan kalau pergi keluar negeri, takut kena rooming).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Saya lalu
berpanduan kepada jam tangan yang dipakai oleh turis bule sekitar.
Sebentar-sebentar saya lihat dan karena upacara keagamaannya belum selesai dan
masih banyak kelompok turis berkeliaran saya tenang-tenang saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Beberapa selang
kemudian sekitar 15 menit dari akhir bertemu, dengan muka masam dan marah
munculah teman saya. Ternyata saya sudah mau ditinggal bis tur dan ia menyusul
saya balik di kuil dengan tergesa-gesa. Untunglah ia tak lama marah kepada saya
karena memang orangnya baik kok.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Saya balik ke bis
dan dipelototin si pemandu dan para turis lain yang kesal menunggu saya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Jadi selanjutnya,
dalam perjalanan saya selalu pakai jam tangan. Dari jam tangan karet anak-anak,
digital, sampai yang termutakhir Swiss Watch – semua jadi kewajiban kalau
sedang berjalan sebab saya tetap memilih mematikan HP saat berjalan (kecuali di
tahun-tahun akhir setelah lebih sering membeli kartu SIM lokal untuk melakukan
SMS ke rumah, dan dimana provider mobile phone lebih ramah karena meniadakan
rooming).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Dan jangan lupa,
jam tangan yang dipakai tetangga belum tentu benar penunjukkan waktunya.
Mungkin saja dimajukan 15 menit supaya bisa bangun lebih pagi. Time is
important in a scheduled tour.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
http://indras-important.blogspot.com/2013/06/jam-tangan-yang-berharga.html&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jalan-dong.blogspot.com/feeds/5958630143383513477/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2014/05/jam-tangan-yamg-berharga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/5958630143383513477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/5958630143383513477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2014/05/jam-tangan-yamg-berharga.html' title='Jam Tangan yamg Berharga'/><author><name>Hatasura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17934288215668112792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDhv7Y7uIOmLfrUYnT7ghOrP-m4gTm4gRTAr0zXnIQTXgYcC0ck9G7N74duhprEaqDPOo0PGq4cJ9SAlulbyraMPxTMP1pAZaADMI02s1X2MLLqELtRh9lrnIOxkCkhmg/s1600/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuOHb__8t795vPvxOzMUPmV-MiBq3aJrNqijm_FJJ9iUPaI_qlZ-FQzB9DTV18EFTyaU4YfYdq3hQM6cj5-g78mKgQO1oQZa7-w1UU5NpvghbpsjHX9u8WKOHkztXVn12eH3yhRckx9aM/s72-c/Viet+Thai+Apr+2010+136.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5591958527526863781.post-42138373445437508</id><published>2014-05-16T03:29:00.001-07:00</published><updated>2014-05-16T03:29:17.661-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tips Perjalanan"/><title type='text'>Tentang Booking Hostel Kalau Bacpackeran</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Hostel yang
mendapatkan peringkat yang baik belum tentu aman dan memuaskan pelayanannya.
Pengalaman ini adalah berdasarkan pengalaman saya mengunjungi hostel di Ho Chi
Minh City (HCMC). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSVBDEbC9qb4U5GC-Na9oEYs4B9P-OJvBco9Px3T-3mMDkqQsX2C9ZiokGAywKdymZAQGu71sAv4qVQMRDHmPCzNFZd68kUP1wzANyujETgLku4ry5JOlPIPFFUa7mmBpgqVX4nA9WYCc/s1600/P1040569.JPG&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSVBDEbC9qb4U5GC-Na9oEYs4B9P-OJvBco9Px3T-3mMDkqQsX2C9ZiokGAywKdymZAQGu71sAv4qVQMRDHmPCzNFZd68kUP1wzANyujETgLku4ry5JOlPIPFFUa7mmBpgqVX4nA9WYCc/s320/P1040569.JPG&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Hostel, Bar dan Makanan di sekitar Jalan Pham Ngu Lao, Ho Chi Minh&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Hotel bernama My
My Arthouse ini terletak di Pham Ngu Lao street, jalan no 219 (di dalam jalan
no 219 ini banyak terkumpul hostel-hostel lainnya). Saya melakukan booking di
hostelworld seminggu sebelumnya dan semuanya berjalan dengan baik-baik saja.
Malah balasan email yang saya terima sangat infomatif walau bukan jawaban secara
pribadi karena nampaknya hasil copy paste untuk turis lain. Tapi untuk upaya
ini, saya menganggap rating pelayanan yang diberikan via hostelworld tidak
salah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Saya datang malam
hari sekitar jam 10 dengan memberikan kabar sebelumnya dan pemilik hostel
menjawab kesediaannya untuk tetap membuka pintu hostelnya (ternyata hostel di
daerah ini buka 24 jam walau memberikan info hanya buka sampai jam tertentu –
nampaknya berkaitan dengan persaingan bisnis yang ketat dengan hostel lain). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Yang saya
prihatinkan adalah apa yang terjadi kepada turis lain dari Malaysia. Mereka
datang lebih malam daripada saya, dan malangnya kamar mereka masih terisi oleh
orang lain. Pemilik hotel mencarikan kamar lain, dan rupanya karena sudah lelah
si turis Malaysia angkat barang saja dan setelah naik 3 lantai membawa carrier
berat, keempat-empatnya turun lagi. Sambil marah-marah mereka protes karena
kamar yang diberikan dibawah standard. Mungkin terlalu kecil dan tidak ber AC.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicoEKSn3TEaV5cNqQ2gXRUYL7HfyhxUiHPbQFeg1SNWn2VOY1NSE1_ijp9SIk6sQQKYX1hxS0zR1oU9p5Pmoj-cEUBZEkWarUONioVFOVB5ArUuXcQqO5WEiLmw1I4_4uRLKjIVvz7ujI/s1600/P1040601.JPG&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicoEKSn3TEaV5cNqQ2gXRUYL7HfyhxUiHPbQFeg1SNWn2VOY1NSE1_ijp9SIk6sQQKYX1hxS0zR1oU9p5Pmoj-cEUBZEkWarUONioVFOVB5ArUuXcQqO5WEiLmw1I4_4uRLKjIVvz7ujI/s320/P1040601.JPG&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Salah satu hotel yang saya tempati, nyaman dan bersih&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Si ibu yang tidak
bahasa Inggris disemprot. Memang benar, yang selama ini berkomunikasi dengan
email berbahasa Inggris dengan si turis adalah anaknya, si Hanh. Kasihan juga
melihat ibu tua ini disemprot, dan kasihan juga melihat para turis Malaysia ini
terlantar malam-malam. Si anak pemilik hostel (Hanh) ditelpon, dan sialnya
tidak ada jawaban karena setelah dicari, HPnya ditemukan tertinggal di dekat
meja resepsionis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Yes... shit happened sometimes (buat si Hanh, ibunya dan para turis yang sudah kecapean itu). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Saya ingin
menerangkan, kalau sistem pemesanan hostel kebanyakan adalah sistem
tradisional. Jadi jika kita sudah melakukan booking, apabila tamu sebelumnya di
kamar kita belum keluar maka booking kita pasti dipindahkan ke kamar lain, atau
makin malang nasib kita kalau tidak ada kamar kosong sama sekali, bisa
terlantar kalau sedang ada di wilayah sepi hostel. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8SrkKrWyS_klXsJtjcIMbs__oq1-mTV0VfwhoX7UVbS74Wwwwly04o1zuzeu7PRRAb5IK6YE6P4A3OhG6yC6IUgQKTM9frithggeVttUh6KBUqWTio9cPcjNCIJ30vN7tFxGb7V1o2QI/s1600/P1040603.JPG&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8SrkKrWyS_klXsJtjcIMbs__oq1-mTV0VfwhoX7UVbS74Wwwwly04o1zuzeu7PRRAb5IK6YE6P4A3OhG6yC6IUgQKTM9frithggeVttUh6KBUqWTio9cPcjNCIJ30vN7tFxGb7V1o2QI/s320/P1040603.JPG&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Murah... hostel seharga 6 USD semalam (model dormitory)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Pada hostel
tertentu mereka menyediakan kamar khusus untuk kejadian-kejadian seperti ini.
Tapi tidak semua hostel punya sistem buffer yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Jadi saran saya
adalah, datanglah (kalau bisa) pada hari yang tidak terlalu malam agar tidak
terlalu letih. Kedua, apabila pihak hostel tidak bisa segera memberikan jaminan
kamar segeralah cari hostel lain – jangan buang waktu misalnya dengan menunggu,
menaruh barang dan jalan-jalan dulu sebab bisa saja saat kita kembali dan lelah
ternyata kamar hostel belum juga tersedia. Ketiga, kalau mau menengok kamar
lain, letakkan carrier berat di lantai bawah. Kalau sudah yakin, baru bawa
carriernya ke atas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Lain-lainnya,
 adalah (ini saran umum saja): bawa bukti booking, tanyakan alamat 
dengan jelas via email. Pilih taksi (kalau tidak ada bis) yang 
terpercaya saja (cek lewat cerita para turis). Sediakan uang kecil 
(kebanyakan supir taksi tidak akan mengembalikan uang kembalian yang 
agak kecil). Cari alamat hostel cadangan yang dekat dengan hostel 
pilihan pertama (kalau-kalau hostel pertama jorok dan bau). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
http://indras-important.blogspot.com/2013/06/saran-booking-hostel-kalau-bacpackeran.html&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jalan-dong.blogspot.com/feeds/42138373445437508/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2014/05/tentang-booking-hostel-kalau-bacpackeran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/42138373445437508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/42138373445437508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2014/05/tentang-booking-hostel-kalau-bacpackeran.html' title='Tentang Booking Hostel Kalau Bacpackeran'/><author><name>Hatasura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17934288215668112792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDhv7Y7uIOmLfrUYnT7ghOrP-m4gTm4gRTAr0zXnIQTXgYcC0ck9G7N74duhprEaqDPOo0PGq4cJ9SAlulbyraMPxTMP1pAZaADMI02s1X2MLLqELtRh9lrnIOxkCkhmg/s1600/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSVBDEbC9qb4U5GC-Na9oEYs4B9P-OJvBco9Px3T-3mMDkqQsX2C9ZiokGAywKdymZAQGu71sAv4qVQMRDHmPCzNFZd68kUP1wzANyujETgLku4ry5JOlPIPFFUa7mmBpgqVX4nA9WYCc/s72-c/P1040569.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5591958527526863781.post-6329411823255985143</id><published>2012-12-18T01:23:00.000-08:00</published><updated>2012-12-18T01:29:47.059-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bromo"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jawa Timur"/><title type='text'>Bromo Tengger - Lukisan Sang Pencipta</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Lautan pasir terhampar sejauh mata memandang, gunung menjulang menggapai batas langit, hawa sejuk menelusup hingga tulang, eloknya lukisan Sang Pencipta...&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Salah satu kawasan wisata yang wajib dikunjungi bagi para pelancong adalah Bromo. Kawasan ini termasuk ke dalam taman nasional Bromo Tengger Semeru. Bromo adalah sebuah gunung vulkanik yang masih aktif dan sudah mengalami beberapa kali letusan. Kawahnya yang menganga lebar menjadi bukti fenomena alam tersebut, mengerikan sekaligus mengagumkan. Sedangkan Tengger adalah nama masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan ini, sebagian besar orang Tengger menganut agama Hindu. Semeru merupakan salah satu rangkaian pegunungan yang berada di Jawa Timur dan merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa yang sering dijadikan sebagai tempat pendakian.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Banyak tujuan yang bisa dikunjungi di kawasan ini. Mulai dari berburu &lt;i&gt;sunset&lt;/i&gt; di Pananjakan, mendaki kawah Bromo, menikmati hamparan lautan pasir, memanjakan mata dengan indahnya padang rumput, bermain air di Ranu Kumbolo atau air terjun Madakaripura, dan tentunya menghirup udara segar dan merasakan jernihnya air pegunungan yang super dingin.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtVZIU7ingll9ZbpTNUHmsHB_Vt7yCIb9xfH9a8REUJrVVh95CoCatuiUgCThWS72MMnNxa-AwHLxgBiFTTslIFt3pDWOvlqeJZFQE3RUubFmxq68ks732vp-jCD4OdTrFNmyBb5ZtpNo/s1600/IMG_1241.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtVZIU7ingll9ZbpTNUHmsHB_Vt7yCIb9xfH9a8REUJrVVh95CoCatuiUgCThWS72MMnNxa-AwHLxgBiFTTslIFt3pDWOvlqeJZFQE3RUubFmxq68ks732vp-jCD4OdTrFNmyBb5ZtpNo/s320/IMG_1241.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Sunrise di Pananjakan&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;
&lt;/i&gt;Untuk menggejar &lt;i&gt;sunset&lt;/i&gt; tentunya butuh sedikit pengorbanan untuk bangun lebih pagi (sekitar jam 4), kalau terlambat sedikit saja maka perjalanan menuju Pananjakan akan macet oleh &lt;i&gt;jeep-jeep&lt;/i&gt; pengunjung lain ataupun orang yang juga memburu sang mentari, keramaian akan bertambah kalau sedang musim libur. Sekitar jam 6 pagi matahari mulai muncul perlahan di balik pegunungan (jangan lupa berdoa agar cuaca tidak mendung).&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kendaraan andalan untuk menaklukan medan lautan pasir Bromo adalah &lt;i&gt;jeep&lt;/i&gt;. Harganya cukup mahal, butuh keahlian menawar jika ingin&amp;nbsp; mendapatkan diskon (walaupun sebenarnya sudah ada harga yang ditentukan oleh paguyuban pengelola wisata disana). Alternatif lain kendaraan yang bisa digunakan adalah naik motor/ojek, pilihan ini lebih dianjurkan jika kita &lt;i&gt;solo backpacker&lt;/i&gt; atau dalam rombongan kecil. Lebih murah dan fleksibel, bisa minta diantar ke berbagai spot-spot menarik lainnya. Jangan lupa menggunakan masker jika akan menggunakan motor karena debunya cukup mengganggu. Pada saat di lokasi, banyak juga pengunjung dari dalam kota dan sekitarnya seperti Surabaya, Malang, atau lainnya yang menggunakan motor untuk menjelajahi lautan pasir di sekitar kawasan.&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpQClaSiRKwLqsHw3-6Q6ylqzZKG9XaPqDs0m3XtK_bF07amOJRgAto6usAGY_2fHMj1fV0U0AqIgCwXqa9_qyGxOXEQwYPDwAvTdQtp_r1Gu3kFnZfjWe2ndQW0SYZtXD3IVlQdpRj7U/s1600/IMG_1250.jpg&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpQClaSiRKwLqsHw3-6Q6ylqzZKG9XaPqDs0m3XtK_bF07amOJRgAto6usAGY_2fHMj1fV0U0AqIgCwXqa9_qyGxOXEQwYPDwAvTdQtp_r1Gu3kFnZfjWe2ndQW0SYZtXD3IVlQdpRj7U/s320/IMG_1250.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Ratusan anak tangga &lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah menikmati &lt;i&gt;sunrise, jeep&lt;/i&gt; sudah menunggu untuk melakukan perjalan selanjutnya menuju kawah Bromo. Perjalanan menuju kawah start dari parkiran &lt;i&gt;jeep&lt;/i&gt;, jika tidak ingin cape bisa juga naik kuda masyarakat yang disewakan hingga titik sebelum naik tangga menuju kawah. Kabar baik bagi para non-pendaki gunung, di Bromo Anda bisa mencapai kawah gunung dengan melewati anak tangga yang miring dan curam serta penuh dengan pengunjung sehingga terjadilah antrian panjang. Bagi Anda yang tidak &#39;sabaran&#39; (seperti saya), ilmu salip menyalip juga bisa digunakan. Jalur di setiap sisi di luar tangga bisa digunakan untuk mendaki namun tanpa anak tangga, hanya pasir yang cukup dalam jika diinjak, seperti main ski di pasir :D&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEindMWZ7Rwsm0no3_CP6P1L9R0hwx2Nc-z2mbq8k2CoxCeUJPkcam22HaGuqIDv_NvUtJaRORRbsCDVg0ZhG1PqDBzwVRshM5OyCfiBs4uo9hhv4ddg92h_vYBoF-X-ql2ROCFG6v1FbIo/s1600/IMG_1258.jpg&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEindMWZ7Rwsm0no3_CP6P1L9R0hwx2Nc-z2mbq8k2CoxCeUJPkcam22HaGuqIDv_NvUtJaRORRbsCDVg0ZhG1PqDBzwVRshM5OyCfiBs4uo9hhv4ddg92h_vYBoF-X-ql2ROCFG6v1FbIo/s320/IMG_1258.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Gunung Batok&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sepanjang perjalanan menuju kawah Bromo, mata akan dimanjakan oleh panorama alam yang begitu indah dan menakjubkan. Gunung Batok berada tepat di sisi Bromo, berdampingan. Bentuknya mengerucut sempurna tapi tumpul di bagian ujungnya. Di belakangnya terlihat puncak gunung Semeru yang menjulang tinggi meski jaraknya cukup jauh dari kawasan Bromo.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuMElWw_-yybb2_pl8Vbim6aDEaVXIAYno61DjmRIpb5yIot42xuWRLyR-FVaBEXLLj8-MMNJnx1Yp38CBf-Ar1-4HbGgxZ9g3oWPnQ6VpdOi63xgOK7JSmwto3FHu1JPH10-2af-y4wM/s1600/IMG_1287.jpg&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuMElWw_-yybb2_pl8Vbim6aDEaVXIAYno61DjmRIpb5yIot42xuWRLyR-FVaBEXLLj8-MMNJnx1Yp38CBf-Ar1-4HbGgxZ9g3oWPnQ6VpdOi63xgOK7JSmwto3FHu1JPH10-2af-y4wM/s320/IMG_1287.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Beautiful Pura&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dataran lautan pasir yang mengelilingi kawasan Bromo terlihat kontras dengan adanya Pura yang berbentuk kotak persegi tidak jauh dari kawasan parkir &lt;i&gt;jeep&lt;/i&gt;. tempat ini hanya dibuka jika ada acara keagamaan dan penziarah yang berasal dari Bali. Penziarah menyakini bahwa nenek moyang mereka merupakan keturunan suku Tengger sehingga mereka berkewajiban untuk melakukan sembahyang di Pura tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXhuB6uFvhJ2G2uaWXGtgTx4n8wL5HimZT81EGh1LEEUTzg9zLWZSV3TernVlpsIR23rEyj3TBg3iktOYRIkv75Q2eRntnONFevJtgXyl1_OELvjMAr5sTK_hxeNXCavbglLH9tt1nIH0/s1600/IMG_1265.jpg&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;How to get there:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Jalur Surabaya &lt;/b&gt;&amp;gt;&amp;gt; Jakarta - Surabaya&amp;nbsp; (kereta ekonomi 16 jam)- Bungur Asih (bus kota 1 jam)- Probolinggo (bus kota 2 jam)- Cemoro Lawang (Bison/Elf 1 jam) -- jalaur yang saya gunakan&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jalur Malang &lt;/b&gt;&amp;gt;&amp;gt; Jakarta - Malang (kereta)- Arjosari (?)- Bromo (dengan jeep dengan harga yang cukup mahal)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Transportation and Akomodasi:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kereta ekonomi JKT-SBY &amp;gt;&amp;gt; 40 k&lt;br /&gt;
SBY-Bungur Asih &amp;gt;&amp;gt; 4 k &lt;br /&gt;
Bungur asih-Probolinggo &amp;gt;&amp;gt; 23 k&lt;br /&gt;
Probolinggo-Cemoro Lawang &amp;gt;&amp;gt; 25 k (nunggu rombongan penuh)&lt;br /&gt;
Guest house (7 org) + makan 2 kali &amp;gt;&amp;gt; 85 k/org&lt;br /&gt;
Sewa jeep (7 org) &amp;gt;&amp;gt; 145 k (Pananjakan dan kawah Bromo)&lt;br /&gt;
Sewa ojek &amp;gt;&amp;gt; 100 k ( savana dan pasir berbisik)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Note: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
*belum termasuk pengeluaran pribadi dan makan/ngemil selama perjalanan&lt;br /&gt;
*jangan lupa makan bakso Bromo yang cukup menghangatkan badan dengan harga cukup murah (7k)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jalan-dong.blogspot.com/feeds/6329411823255985143/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2012/12/bromo-tengger-lukisan-sang-pencipta.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/6329411823255985143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/6329411823255985143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2012/12/bromo-tengger-lukisan-sang-pencipta.html' title='Bromo Tengger - Lukisan Sang Pencipta'/><author><name>Inee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13537864281237787749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='15' src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTNltkRdlXjAceSchyphenhyphenqj-3xkiCN4eXBB_mi3Q1f9FI8tfLCQOQYcYJUowgu2aIecRuMtiIx3Jxvez8edKCSYR6xBLVDFWzwDSmS8nvo8Sh2ui6Hjjhtu2ZhS85I0Gsk1_aoP3U9h0zSPK7T3OGO12f-cl7J77JK6NlzBGPtUeq2Sq0yA/s1600/IMG-20240703-WA0006.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtVZIU7ingll9ZbpTNUHmsHB_Vt7yCIb9xfH9a8REUJrVVh95CoCatuiUgCThWS72MMnNxa-AwHLxgBiFTTslIFt3pDWOvlqeJZFQE3RUubFmxq68ks732vp-jCD4OdTrFNmyBb5ZtpNo/s72-c/IMG_1241.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5591958527526863781.post-6377642526452122923</id><published>2012-12-04T01:11:00.000-08:00</published><updated>2012-12-18T01:26:21.396-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pesisir-Laut"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pulau pari"/><title type='text'>Pulau Pari ala Ransel</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Time to camping ceriaaa....&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHldkC6dTkGeETtowjhFVDg6ME81WV-HQLqMAiagwYw1rceh_dfR2EwinB-utHLA1hsTkY6k6PGkAK8mF_99ndnwsLkq2w9AQuIoug8hHYQ9Dz2yv5B9muK_fS2846ramTql5JkjtyW24D/s1600/IMG_1108.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHldkC6dTkGeETtowjhFVDg6ME81WV-HQLqMAiagwYw1rceh_dfR2EwinB-utHLA1hsTkY6k6PGkAK8mF_99ndnwsLkq2w9AQuIoug8hHYQ9Dz2yv5B9muK_fS2846ramTql5JkjtyW24D/s320/IMG_1108.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;the blue swing&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah
 sekian lama ingin menghirup udara segar karena sumpek aktivitas rutin, 
finally saya berhasil mengajak &quot;partner in crime&quot; untuk camping di alam 
terbuka. Dari sekian banyak tempat, gunung atau pantai akhirnya kami 
memutuskan jalan ke Pulau Tidung karena saya amat suka pantai dan 
tempatnya cukup terjangkau dengan budget yang minim. Setelah gugling 
kesana-kemari akhirnya beberapa info mengenai transport dan akomodasi 
bisa menjadi acuan. Berhubung travelingnya ala backpacker, jadi tenda 
dan teman-temanya harus dipersiapkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Hari pertama #1&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saya berangkat kereta paling pagi dari Bogor jam 5.30 dan sekitar dua 
jam kemudian sampai di stasiun Kota. Keluar dari stasiun trus berjalan 
ke arah shelter busway dan menyebrang jalan. Metromini 02 arah Muara 
Karang (warna&amp;nbsp; biru) yang akan menuju pelabuhan sudah menunggu di depan 
bank mandiri (dekat shelter busway). Perjalanan sekitar 10 menit 
kemudian dilanjutkan naik angkot merah 01&amp;nbsp; jurusan grogol-muara angke 
sampai terminal ujung. Untuk menuju pelabuhan bisa berjalan sekitar 5-10
 menit atau naik odong-odong (sejenis becak motor), kami memilih 
berjalan karena jalan macet tapi konsekuensinya jalanan becek dan bau 
amis ikan yang sangat menyengat sepanjang jalan. Ketika tiba di 
pelabuhan sudah banyak penumpang lain yang akan menyebrang juga, crowded
 dan bingung karena tidak ada penunjuk arah atau informasi untuk setiap 
tujuan kapal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Semua orang sibuk dengan rombongannya masing-masing, saya akhirnya 
bertanya ke abang-abang yang lagi nangkring di kapal. Kapal yang paling 
dekat dengan gerbang pelabuhan tujuannya ke Pulau Pramuka kemudian 
jajaran kapal di sebelahnya tujuannya ke Pulau Kelapa. Sedangkan kapal 
untuk ke Pulau Tidung terhalang oleh kapal yang bersandar&amp;nbsp; sehingga 
harus desak-desakan berjalan diantara kapal-kapal yang lainnya. 
Tiba-tiba ada yang berteriak &quot;kapal ke Tidung habis...sudah full 
semua...&quot; Jiahhh...sudah bela-belain berangkat subuh-subuh tetep aja ga 
kebagian kapal :( Daripada nunggu lama-lama kapal selanjutnya akhirnya 
kami naik kapal yang paling dekat dari posisi kami menunggu, kapal itu 
menuju Pulau Pari. Penasaran dan deg-deg&#39;an pas kapal akhirnya melaju 
menjauhi pelabuhan muara angke. Kami sama sekali tidak tau informasi 
tentang pulau itu, tapi enjoy aja lah ya...Sekitar dua jam kapal 
berlabuh di Pulau Pari, dermaganya kecil airnya biru hijau dan bersih 
tanpa sampah :)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjj58E_iF3tADvdiE6REmJx6QfYKuG1ysokPLfKvBZThfnaVfOn9W6FeBiRliNlC2V9NOCFZqL9QoDy7DdSsYzNE-2rt72uat6Qk8eXLfnSUXXd6KdRyu0Q33GHmrDX10oU5vyCZNAwilw/s1600/IMG_1092.JPG&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjj58E_iF3tADvdiE6REmJx6QfYKuG1ysokPLfKvBZThfnaVfOn9W6FeBiRliNlC2V9NOCFZqL9QoDy7DdSsYzNE-2rt72uat6Qk8eXLfnSUXXd6KdRyu0Q33GHmrDX10oU5vyCZNAwilw/s320/IMG_1092.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;overload passanger&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Karena kami sama sekali buta informasi akhirnya sambil istirahat 
ngeliatin rombongan lain yang sibuk bergerombol menuju homestay 
masing-masing. Setelah nanya-nanya akhirnya kami mendapatkan informasi 
kalau area camping ada di area Pantai Perawan yang menjadi spot andalan 
pulau ini. Kemudian kami berjalan membelah pulau, melewati sekolah, 
pemukimam penduduk yang berjejer rapi dan bersih. Sekitar 10 menit kami 
sampai di pantai perawan dan membayar tiket untuk camping. Setelah 
menemukan tempat yang enak buat leyeh-leyeh akhirnya kami membentangkan 
hemock dan istirahat sambil ngobrol-ngobrol dengan orang pulau, salah 
satunya Bp. Buyat. Banyak cerita dan gambaran mengenai pulau yang indah 
ini dari mereka. Pulau Pari mulai terbuka untuk wisata sekitar 2 tahun 
yang lalu, sebelumnya masyarakat adalah nelayan dan pembudidaya rumput 
laut. Namun, karena laut yang semakin tercemar sehingga ikan berkurang 
dan rumput laut tidak bisa tumbuh lagi, maka masyarakat berinisiatif 
untuk melakukan promosi wisata pulau. Kebanyakan pengunjung yang datang 
adalah rombongan paket tour, jarang pengunjung yang datang secara 
individual atau backpacker seperti yang kami lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMLatRwZloS-4yUd9O_borCHdv0jDfMT3zBUG1Nom5VLrSrsr7Jx4rsE43tVp3QMPOlz4mjDt5S1zp_ORrD9SVb0C0BpzWlbrcEU3ySisX5ifq2LndR8pZZ4j0UP_UbLohf1bfH5OxUcs/s1600/IMG_1148.JPG&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMLatRwZloS-4yUd9O_borCHdv0jDfMT3zBUG1Nom5VLrSrsr7Jx4rsE43tVp3QMPOlz4mjDt5S1zp_ORrD9SVb0C0BpzWlbrcEU3ySisX5ifq2LndR8pZZ4j0UP_UbLohf1bfH5OxUcs/s320/IMG_1148.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;snorkling in the evening&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Pa Buyat, kegiatan snorkeling 
biasanya dilakukan di pulau tetangga yaitu pulau tikus atau bisa juga di
 area sekitar pulau tanpa harus menyebrang. Akhirnya pada sore hari kami
 menyewa sampan untuk ber&#39;snorking di sekitar pulau saja. Sebenarnya, 
ikan-ikan yang ada di sekitar area pulau cukup banyak tapi kondisi 
terumbu karangnya biasa saja, kebanyakan berwarna pucat dengan 
keanekaragaman yang rendah tapi lumayan lah...Ketika hari mulai gelap 
kami segera berkemas untuk mencari tempat yang nyaman untuk mendirikan 
tenda. Malam itu ada rombongan yang akan mengadakan acara di pantai 
perawan, sehingga pasti akan bising sekali dengan adanya speaker di 
dekat warung sekitar pantai. Sungguh sangat disayangkan moment untuk 
menikmati indahnya pulau sedikit terganggu oleh suara musik dari speaker
 tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hari kedua #2&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pagi-pagi di luar tenda sudah ramai pengunjung yang mengabadikan &#39;sun 
rise&#39;. Menikmati pagi dengan secangkir kopi dengan pemandangan hamparan 
laut biru dan pasir putih itu sangat menyenangkan dan menyegarkan. 
Sekitar jam 9 pagi kami sudah packing dan siap-siap kembali ke dermaga 
pelabuhan menunggu kapal yang akan membawa kami kembali. Sekitar jam 11 
siang kapal jemputan sudah datang dan langsung diserbu pengunjung yang 
akan kembali ke daratan. Kapal berangkat satu jam sesudahnya dan sampai 
di pelabuhan muara angke sekitar jam 2 siang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Note:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
#Berhubung kami jalan ala bacpaker maka semua bekal/logistik kami bawa 
dan dimasak sendiri sedangkan berdasarkan informasi penduduk menyediakan
 paket prasmanan jika pesan terlebih dahulu. Harga makanan di warung 
cukup &#39;normal&#39; untuk area wisata.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
#Kapal penyebrangan reguler kebanyakan masuk ke paket wisata jadi 
penumpang yang ga ikut paket bayar langsung ke awak kapalnya atau beli 
tiket di pelabuhan (dengan asuransi).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLL4geUxcbtu5H_hlUKWKU4IEjdnfJd6DJpluAE9INJpNZr1XcaxbzSvkDhPjzybOPEaC1OrqxBd3eAediPeX9FA7_Y_03vp4WvMOZA5MyZ9XSjczuYK8B7ukxwm5hsVuzPay_loj0Stk/s1600/IMG_1098.JPG&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLL4geUxcbtu5H_hlUKWKU4IEjdnfJd6DJpluAE9INJpNZr1XcaxbzSvkDhPjzybOPEaC1OrqxBd3eAediPeX9FA7_Y_03vp4WvMOZA5MyZ9XSjczuYK8B7ukxwm5hsVuzPay_loj0Stk/s320/IMG_1098.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;it&#39;s tedong-tedong&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;How to get there and the cost (PP):&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
* Bogor-Kota &amp;gt;&amp;gt; 4000 (kereta ekonomi)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
* Kota-Muara Karang &amp;gt;&amp;gt; 4000 (metromini)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
* M. Karang-Muara Angke &amp;gt;&amp;gt; 4000 (angkot merah 01)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
* M. Angke-Pelabuhan &amp;gt;&amp;gt; 4000 (odong-odong) kalau jalan juga deket&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
* Pelabuhan-Pulau Pari &amp;gt;&amp;gt; 60000 (kapal kayu), 64000 (pakai 
asuransi), 52000 (kapal kerapu) penumpang terbatas dan pelabuhan 
terpisah&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
* Tiket pantai perawan &amp;gt;&amp;gt; 10000&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
* Sewa alat snorkeling &amp;gt;&amp;gt; 30000&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
*Sewa satu sampan &amp;gt;&amp;gt; 50000 (sekitar 2 jam, bisa lebih tergantung nego)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jalan-dong.blogspot.com/feeds/6377642526452122923/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2012/12/pulau-pari-ala-ransel.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/6377642526452122923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/6377642526452122923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2012/12/pulau-pari-ala-ransel.html' title='Pulau Pari ala Ransel'/><author><name>Inee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13537864281237787749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='15' src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTNltkRdlXjAceSchyphenhyphenqj-3xkiCN4eXBB_mi3Q1f9FI8tfLCQOQYcYJUowgu2aIecRuMtiIx3Jxvez8edKCSYR6xBLVDFWzwDSmS8nvo8Sh2ui6Hjjhtu2ZhS85I0Gsk1_aoP3U9h0zSPK7T3OGO12f-cl7J77JK6NlzBGPtUeq2Sq0yA/s1600/IMG-20240703-WA0006.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHldkC6dTkGeETtowjhFVDg6ME81WV-HQLqMAiagwYw1rceh_dfR2EwinB-utHLA1hsTkY6k6PGkAK8mF_99ndnwsLkq2w9AQuIoug8hHYQ9Dz2yv5B9muK_fS2846ramTql5JkjtyW24D/s72-c/IMG_1108.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5591958527526863781.post-53643152154335367</id><published>2012-05-16T01:39:00.002-07:00</published><updated>2012-12-18T01:27:16.153-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jogja"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kuliner"/><title type='text'>Sego Empal &quot;Makyusss&quot;</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika berkesempatan mengunjungi kota Yogyakarta dan ingin menikmati 
kuliner ala backpacker&#39;an (murah meriah) maka sego empal ini tidak boleh
 dilewatkan. Harganya yang terjangkau sekitar 12ribu/porsi dengan 
kulitas rasa yang tidak kalah dengan resto membuat sego empal ini 
isttimewa. Satu porsi sego empal ini terdiri dari nasi, empal atau lauk lainnya, 
lalapan mentah dan tentunya sambel korek yang super pedas memanjakan&amp;nbsp; 
lidah, apalagi jika ditambah sayur asem-asem tambah maknyuss.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBwILGtvZq_PmzLRMeiLD-92S1nuQZzXcewlNCKGRxpS2nzOxax9qo0WwZPsyHB8IU3fMChxCP9J3WoJalg3vN2hzF3Z2-2RcPcP8woMK09YoYNAkn6a13_RmzpJumFTi_AsDGwIMgseM/s1600/paket-empal.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBwILGtvZq_PmzLRMeiLD-92S1nuQZzXcewlNCKGRxpS2nzOxax9qo0WwZPsyHB8IU3fMChxCP9J3WoJalg3vN2hzF3Z2-2RcPcP8woMK09YoYNAkn6a13_RmzpJumFTi_AsDGwIMgseM/s320/paket-empal.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Daging empal yang empuk dengan cita rasa khas ditambah dengan sambel 
yang pedas, nasi putih yang masih mengepul dan sayur asem-asem yang 
tentu saja asam membuat kombinasi yang cukup ajaib untuk membuat mulut 
ini terus mengunyah hingga suapan terakhir tanpa terasa. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lokasi
 sego empal ini berada di pasar Bringharjo lantai 2. Karena belum 
mengenal medan Bringharjo yang cukup luas maka cukup sulit juga 
menemukan tempat makan ini, cara ampuh untuk cepat mengetahui tempatnya 
ya bertanya :D&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ketika menemukan lokasi sego empal &#39;Bu Warno&#39; tidak seperti yang saya 
bayangkan (ngebayangin tempat makan dengan interior kafe atau resto). 
Tempat makan ini sangat sederhana, sebuah kios dengan luas sekitar 2x3 
meter, terdapat 2 bangku panjang dan meja untuk sajian. So, jika berburu
 batik di Bringharjo jangan lupa singgah untuk menikmati kuliner ini.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jalan-dong.blogspot.com/feeds/53643152154335367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2012/05/sego-empal-makyusss.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/53643152154335367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/53643152154335367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2012/05/sego-empal-makyusss.html' title='Sego Empal &quot;Makyusss&quot;'/><author><name>Inee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13537864281237787749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='15' src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTNltkRdlXjAceSchyphenhyphenqj-3xkiCN4eXBB_mi3Q1f9FI8tfLCQOQYcYJUowgu2aIecRuMtiIx3Jxvez8edKCSYR6xBLVDFWzwDSmS8nvo8Sh2ui6Hjjhtu2ZhS85I0Gsk1_aoP3U9h0zSPK7T3OGO12f-cl7J77JK6NlzBGPtUeq2Sq0yA/s1600/IMG-20240703-WA0006.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBwILGtvZq_PmzLRMeiLD-92S1nuQZzXcewlNCKGRxpS2nzOxax9qo0WwZPsyHB8IU3fMChxCP9J3WoJalg3vN2hzF3Z2-2RcPcP8woMK09YoYNAkn6a13_RmzpJumFTi_AsDGwIMgseM/s72-c/paket-empal.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5591958527526863781.post-5752198344592561883</id><published>2011-11-12T05:01:00.000-08:00</published><updated>2012-12-18T01:27:36.859-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Danau Toba"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Medan"/><title type='text'>JELAJAH SUMATERA : The Amazing Toba</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;“Semilir angin di atas ketinggian lebih dari 2000 meter di atas permukaan laut disertai gerimis dengan panorama pegunungan yang memanjakan mata, mengawali perjalanan di tanah batak…”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Danau Toba terletak di Prapat, Sumatera Utara. Perjalanan bisa ditempuh selama kurang lebih 5 jam dari kota Medan. Cukup melelahkan memang, tapi semuanya terganti dengan seketika di saat mata dimanjakan oleh panorama pegunungan yang menakjubkan. Udara segar khas pegunungan yang lumayan dingin menjadi salah satu nilai plus bagi saya yang selama ini berkecimpung di tempat yang cukup panas (dataran rendah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpwJf9wEFQPiD7XY3NTSDFYjf_5jPB6tUs3EuFk2lsRQj-eEj-AfmUwOUPjjUsJ7t3_wY3Tj3DG5crjqhEGnfBd2-pkON5Jd21Q1iAykFuxVGgB2D6Q3BMaOmqXmFndUarYvPqAjpBxESo/s1600/IMG_1948.JPG&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5674094385316035490&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpwJf9wEFQPiD7XY3NTSDFYjf_5jPB6tUs3EuFk2lsRQj-eEj-AfmUwOUPjjUsJ7t3_wY3Tj3DG5crjqhEGnfBd2-pkON5Jd21Q1iAykFuxVGgB2D6Q3BMaOmqXmFndUarYvPqAjpBxESo/s320/IMG_1948.JPG&quot; style=&quot;cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Tempat yang wajib dikunjungi adalah Pulau Samosir yang berada di tengah-tengah danau Toba. Banyak tempat yang bisa dikunjungi di Pulau Samosir salah satunya adalah Desa Tomok. Terdapat beberapa point cukup menarik dan saying jika dilewatkan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Si Gale-Gale Show&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Pertunjukan boneka kayu yang memperagakan tarian khas batak berdurasi sekitar 10 menit. Patung kayu tersebut bernama Si Gale-gale. Pertunjukan ini disaksikan oleh pengunjung yang dibatasi jumlahnya dengan syarat setiap pertunjukan dihargai sebesar 80 ribu rupiah (patungan pengunjung). Setelah pertunjukan pengunjung boleh berfoto dengan Si Gale-gale dengan imbalan sumbangan seikhlasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixGD8xCit6_Tnfx2nQFKlmMhPzWeqOz5Fzs1U3yP3T0dGvtvB8C28HDUYMxPSvik14e9x4HGrvEfQ-3OaVJG1UJkchi3Ys0-NM1cHsZ3pEsSAxxy4x10NoNdCKPGNfm5_YVmmJXY7SgISl/s1600/IMG_1861.JPG&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5674095930454316658&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixGD8xCit6_Tnfx2nQFKlmMhPzWeqOz5Fzs1U3yP3T0dGvtvB8C28HDUYMxPSvik14e9x4HGrvEfQ-3OaVJG1UJkchi3Ys0-NM1cHsZ3pEsSAxxy4x10NoNdCKPGNfm5_YVmmJXY7SgISl/s320/IMG_1861.JPG&quot; style=&quot;cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Makam Leluhur Desa Tomok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Makam ini terletak dikawasan wisata budaya Desa Tomok. Makam tersebut merupakan nenek moyang salah satu marga batak yang merupaka penghuni asli Pulau Samosir. Terdapat beberapa generasi yang dimakamkan di tempat tersebut. Makam yang paling tua merupakan leluhur masyarakat Samosir yang masih menganut animism dan dinamisme. Generasi selanjutnya yang dikuburkan disana adalah keturunan raja dan tokoh agama yang menyebarkan agama kristiani di daerah tersebut. Hal yang wajib dilakukan sebelum masuk areal makam adalah menggunakan kain ulos yang dipinjamkan oleh petugas penjaga makam tersebut. Masuk ke areal makam ini free alias gratis hanya dipungut sumbangan tanpa tarif tertentu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9FO6yVNqNcoySk1W06SdI8jCigOv_ovPffMMxB_r9OGOA88ZMQuYjagcvq5IVrMILy2B9wvmN3zq4u386cfK7vZIzH2_bzt4Wo0i9FJ18medvrwx6WMaojpZqXDXzYPVhwJ-0eaqsLYcz/s1600/IMG_1831.JPG&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5674103539476784898&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9FO6yVNqNcoySk1W06SdI8jCigOv_ovPffMMxB_r9OGOA88ZMQuYjagcvq5IVrMILy2B9wvmN3zq4u386cfK7vZIzH2_bzt4Wo0i9FJ18medvrwx6WMaojpZqXDXzYPVhwJ-0eaqsLYcz/s320/IMG_1831.JPG&quot; style=&quot;cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Monumen Sejarah Suku Batak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Monumen ini terdapat di pelabuhan yang mudah dijangkau oleh setiap pengunjung. Terdapat gambar pahatan leluhur 5 marga batak yaitu: Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Toba, Batak Pahpak, dan Batak Mandailing. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Museum Batak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Museum ini merupakan salah satu museum yang cukup unik karena berada persis di loteng rumah adat kepala desa. Pengunjung dengan bebas keluar masuk museum tanpa pengawasan ataupun guide yang biasanya mendampingi. Terdapat bagian kerajian patung kayu yang dijual tapi lagi-lagi tanpa penjual hanya ada tulisan “for sale”. Hebat sekali masyarakat Tomok ini, mereka benar-benar tidak merasa khawatir jika ada pengunjung yang misalnya mencuri atau membawa salah satu pajangan di museum tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6QLlifDGxg2-Ijkbu6Q0FnvmMDWAQMcj_Rw5UA1bP2aVo_RuyniPrT9jGFy7Wme4B7go6SpQpb7I5riyv4f0aDWNq5urhlVvoiqDXsIrqTtZlwjlcGqVcCGw-LFyPK1_yV_daqiDI0eVL/s1600/IMG_1858.JPG&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5674102026808866434&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6QLlifDGxg2-Ijkbu6Q0FnvmMDWAQMcj_Rw5UA1bP2aVo_RuyniPrT9jGFy7Wme4B7go6SpQpb7I5riyv4f0aDWNq5urhlVvoiqDXsIrqTtZlwjlcGqVcCGw-LFyPK1_yV_daqiDI0eVL/s320/IMG_1858.JPG&quot; style=&quot;cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;How To Get There&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Cukup banyak alat transportasi yang bisa digunakan untuk mencapai Danau Toba. Dari berbagai tujuan menuju kota Medan, bisa melalui pesawat atau darat dengan bus-bus jurusan Sumatera.&lt;br /&gt;
• Medan-Prapat bisa naik travel (60-80rb) atau naik bus umum “Sejahtera” AC maupun non AC dari terminal Amplas, Medan ke terminal Ajibata (25-30rb). Perjalanan naik travel 4-5 jam sedangkan naik bus 6-7 jam&lt;br /&gt;
• Dari Prapat (pinggir danau Toba) menuju ke desa Tomok naik kapal penyebrangan (7-12rb) yang jadwalnya setiap 1 jam sekali mulai dari jam 9 pagi sampai jam 7 malam&lt;br /&gt;
• Alat transportasi di sekitar Prapat ada angkot atau oplet (2rb)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidOKJuOct_Z2xYg4enIh5wLvKZfJpomcaDDrddep3b9hb6NzK5dSIvisxYL1YRwDruqfOwMroHaoZdiVNkhTBOGCKrccSY4Rn2MFyDPa41h0gSiGtVdmlq-EavIkfhV7SOArNLZXDYSHGF/s1600/IMG_1894.JPG&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5674104961161785138&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidOKJuOct_Z2xYg4enIh5wLvKZfJpomcaDDrddep3b9hb6NzK5dSIvisxYL1YRwDruqfOwMroHaoZdiVNkhTBOGCKrccSY4Rn2MFyDPa41h0gSiGtVdmlq-EavIkfhV7SOArNLZXDYSHGF/s320/IMG_1894.JPG&quot; style=&quot;cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 240px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Akomodasi&lt;/span&gt; penginapan bisa dengan mudah ditemukan dengan berbagai variasi harga, mulai dari 100rb hingga jutaan (sekelas hotel berbintang). Makanan bisa diperoleh di warung makan atau restoran terdekat. &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Tempat makan&lt;/span&gt; di daerah ini secara garis besar terbagi menjadi rumah makan muslim dan rumak makan khas batak. Makanan khasnya berupa ikan asli dari danau yang dimasak atau dibakar. Sebagai &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;info tambahan&lt;/span&gt;, berhubung di daerah ini mayoritas masyarakatnya kristiani sehingga sangat sulit mencari mushola (bagi muslim) terutama di Pulau Samosir, jadi sebaiknya dipersiapkan di penginapan atau bisa juga menumpang di tempat makan muslim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjy1A6VTH3uITM1DT8H5tvih8BtoY8AOC9QTPZk2THm3BS4tCtvDHqeqXAkI2VurjtmKJ8BpkLk9KSiJ6blJssJzEa5MsMYldU2l6TDRyZAAtREiI7GObDAPLV3Wi7GqjyP9ZRVBN4X1Dx/s1600/IMG_1802.JPG&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5674108318125124018&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjy1A6VTH3uITM1DT8H5tvih8BtoY8AOC9QTPZk2THm3BS4tCtvDHqeqXAkI2VurjtmKJ8BpkLk9KSiJ6blJssJzEa5MsMYldU2l6TDRyZAAtREiI7GObDAPLV3Wi7GqjyP9ZRVBN4X1Dx/s400/IMG_1802.JPG&quot; style=&quot;cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 300px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 400px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Horas! Horas! Horas!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jalan-dong.blogspot.com/feeds/5752198344592561883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2011/11/jelajah-sumatera-amazing-toba.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/5752198344592561883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/5752198344592561883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2011/11/jelajah-sumatera-amazing-toba.html' title='JELAJAH SUMATERA : The Amazing Toba'/><author><name>Inee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13537864281237787749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='15' src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTNltkRdlXjAceSchyphenhyphenqj-3xkiCN4eXBB_mi3Q1f9FI8tfLCQOQYcYJUowgu2aIecRuMtiIx3Jxvez8edKCSYR6xBLVDFWzwDSmS8nvo8Sh2ui6Hjjhtu2ZhS85I0Gsk1_aoP3U9h0zSPK7T3OGO12f-cl7J77JK6NlzBGPtUeq2Sq0yA/s1600/IMG-20240703-WA0006.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpwJf9wEFQPiD7XY3NTSDFYjf_5jPB6tUs3EuFk2lsRQj-eEj-AfmUwOUPjjUsJ7t3_wY3Tj3DG5crjqhEGnfBd2-pkON5Jd21Q1iAykFuxVGgB2D6Q3BMaOmqXmFndUarYvPqAjpBxESo/s72-c/IMG_1948.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5591958527526863781.post-790920830562165100</id><published>2010-08-16T02:36:00.000-07:00</published><updated>2010-08-23T00:52:02.880-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gudeg"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jakarta"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kuliner"/><title type='text'>Cicip Gudeg di Stasiun Gondangdia</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Di hari kerja para pekerja kantoran, kerah abu-abu sampai yang berdasi dalam keterburuannya menyempatkan diri mampir di kotak Gudeg Bu Tina, di Stasiun Gondangdia. Semoga setelah Puasa ini , gurih dan manisnya gudeg Bu Tina bisa mampir kembali ke lidah kita.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgRsiUScgtMN23nsz7fFt9ebjI7RzRU1pChMt-jRZM02whmyEFsomEOUmobMjiiamvPdS34yAGfitB-t2XsrarFFG5OkZGEgHrM9HH3itjH8xLNB7LyRqe_L2pfNkaHfNUCl1TF9Dv_Pca/s1600/DSC00469a.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgRsiUScgtMN23nsz7fFt9ebjI7RzRU1pChMt-jRZM02whmyEFsomEOUmobMjiiamvPdS34yAGfitB-t2XsrarFFG5OkZGEgHrM9HH3itjH8xLNB7LyRqe_L2pfNkaHfNUCl1TF9Dv_Pca/s320/DSC00469a.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dari kecuekan saya, dan kadang malu-malu kalau makan di Stasiun (lah kadang-kadang kita suka malu-malu ga jelas gitu kan?), akhirnya rasa penasaranlah yang menang. Saya menyukai gudeg, dan di Stasiun Gondangdia terletaklah sebuah kotak sederhana yang menjual gudeg, tempe tahu bacem, ayam goreng, opor, krecek etc etc. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kenapa saya sebut kotak? Lah disebut warung sepertinya ga mirip warung. Kios juga tidak cocok, apalagi restoran. Hanya gabungan etalase, meja dan bangku sederhana yang membentuk huruf U dengan si mbok dan si mas yang sibuk mencampur gudeg sesuai selera pembeli, dan lalu lalang mengantar piring, gelas teh serta membereskan sisa piring.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Mbok dan Mas inilah para pahlawan bangsa bagi saya kalau sedang menuju kantor di MH Thamrin, di kala pagi hari saat perut minta jatah, gurihnya gudeg mampu memberikan arti kata rasa enak kepada otak yang kadang bebal tidak mau menerima makanan lain, padahal jelas-jelas kata artikel ilmiah kalau tidak makan pagi IQ bisa merosot sampai belasan point (telmi, dan peringatan keras bagi yang mau tes psikologi di perusahaan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-6MgoU6U1JIEXUjL9IkxCPSB39-gKgHMJY9RHaVdqRQf9VpYjLjIiKjFlRNTBktDYpA9f3tq3YdAHTD3ruLYHL9nLhz9xZT-jQ5ZGkTF5zx1sV7CKjUBnRWx-mWFm31kfyVPFzZlvVTZ-/s1600/DSC00464b.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;210&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-6MgoU6U1JIEXUjL9IkxCPSB39-gKgHMJY9RHaVdqRQf9VpYjLjIiKjFlRNTBktDYpA9f3tq3YdAHTD3ruLYHL9nLhz9xZT-jQ5ZGkTF5zx1sV7CKjUBnRWx-mWFm31kfyVPFzZlvVTZ-/s320/DSC00464b.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sepiring gudeg, krecek, tahu, telur, berwarna coklat, sedikit kacang dan nasi hangat plus teh dihargai Rp 8000,-. Worthedlah daripada saya beli makanan Amerika McD yang selain rasanya menurut saya kaya makan lemak goreng juga tidak bersahabat dengan para petani dan lingkungan (baca dong tentang McD di internet ya bagi yang belum tahu).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah harga, disini tinggal hitung sendiri saja kalau mau ditambah tempe, tahu bacem (Rp 1500), plus ayam goreng / opor (paha, dada- Rp 5000 - 8000?) atau es teh manis (Rp 2500)... Puas memang dengan para asesoris gudeg disini. Apapun ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya biasanya memilih paket Rp 8000 saja (nasi gudeg, telur, krecek, tahu) karena kalau ditambah ayam, membersihkan tangan akan kurang bersih (Bu Tina tidak menyediakan air kobokan karena sepertinya doi sibuk banget, dan mungkin karena sumber airnya jauh juga ya..?). Makan gudeg plus-plus hanya saya lakukan siang hari biasanya jikalau sedang santai dan sehabis menyelesaikan pekerjaan, jadi bisa sambil cuci tangan dengan nyaman (beruntunglah yang bisa memakai sendok dan garpu saat memakan opor ayam). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQviPOu4uHVaGQxc2SJ_jcR93ofUewyyi7cgsVguBnH5AzIleuXF6UlZAOGX7k6C-YCsG2dNiC9HsDoM2M-fh8ZjClWoS681a2UAHx7QQuX2cShs21Sf65i7H4HPOu-lKfFI9O8cvP35TN/s1600/DSC00467a.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;185&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQviPOu4uHVaGQxc2SJ_jcR93ofUewyyi7cgsVguBnH5AzIleuXF6UlZAOGX7k6C-YCsG2dNiC9HsDoM2M-fh8ZjClWoS681a2UAHx7QQuX2cShs21Sf65i7H4HPOu-lKfFI9O8cvP35TN/s200/DSC00467a.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Yang istimewa pada Gudeg Bu Tina selain kelengkapannya (well, top lah lengkap banget), semua masakannya juga disiapkan sungguh-sungguh. Maksudnya adalah bumbu meresap di gudeg, telur, krecek, ayam dan lain-lain tidak seperti gudeg asal-asalan yang rasanya encer dan asal cemplung di panci. Untuk rasa, berdasarkan pengalaman pergudegan, rasa manisnya sedang, sedang gurihnya pas. Tidak salah kalau para pekerja di pagi hari berbondong-bondong berkumpul atau membungkus gudeg untuk disantap di siang hari. Satu orang membeli 8 bungkus ya masih dalam tahapan wajar kayanya kalau disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan lupa kalau mau kesini, datanglah sebelum pukul 2 siang. Sebab dikala mendekati senja sudah dapat dipastikan gudeg Bu Tina habis. Hiburan bagi lidah diluar kota Yogyakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Get There&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ke Stasiun Gondangdia? Paling gampang ya pakai kereta api, ekonomi cuma Rp 2.500,- dari Bogor (siapa tahu Om dan Tante dititip ma anak, cucu atau istri). Kalau pakai jalur bussway dari Kota atau Blok-M tinggal turun di Sarinah, lalu ngojek ke Stasiun Gondangdia (Rp 5000,-), atau jalan kaki 10 menit [Indra NH].&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jalan-dong.blogspot.com/feeds/790920830562165100/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2010/08/cicip-gudeg-di-stasiun-gondangdia.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/790920830562165100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/790920830562165100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2010/08/cicip-gudeg-di-stasiun-gondangdia.html' title='Cicip Gudeg di Stasiun Gondangdia'/><author><name>Hatasura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17934288215668112792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDhv7Y7uIOmLfrUYnT7ghOrP-m4gTm4gRTAr0zXnIQTXgYcC0ck9G7N74duhprEaqDPOo0PGq4cJ9SAlulbyraMPxTMP1pAZaADMI02s1X2MLLqELtRh9lrnIOxkCkhmg/s1600/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgRsiUScgtMN23nsz7fFt9ebjI7RzRU1pChMt-jRZM02whmyEFsomEOUmobMjiiamvPdS34yAGfitB-t2XsrarFFG5OkZGEgHrM9HH3itjH8xLNB7LyRqe_L2pfNkaHfNUCl1TF9Dv_Pca/s72-c/DSC00469a.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5591958527526863781.post-2974437335375377005</id><published>2010-07-30T03:07:00.000-07:00</published><updated>2010-08-04T04:26:46.947-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bogor"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jawa Barat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pegunungan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puncak"/><title type='text'>Melarikan Diri di Hari Kerja : Kebun Teh Gunung Mas!</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;Apakah pernah terpikir oleh Anda mengerjakan pekerjaan kantor Anda di tengah hamparan kebun teh, di tengah restoran sambil dihembus kabut dingin? Mengapa tidak, kebun teh Gunung Mas hanya berjarak 1 jam 15 menit perjalanan dari Bogor..!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-Ie3gfo5E124E4-M3BT8HeeqmL8fXjEHsftLeVE5EeifFoRnIescVrgz6XC_VXH0zGC5nEffPeCqCcbDjNpxFAARFKr_7Gpt4TtG1og9bphpVnefYqVcQJBt8djkR_Toqkr7UZ-J25XgJ/s1600/DSCI0120.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-Ie3gfo5E124E4-M3BT8HeeqmL8fXjEHsftLeVE5EeifFoRnIescVrgz6XC_VXH0zGC5nEffPeCqCcbDjNpxFAARFKr_7Gpt4TtG1og9bphpVnefYqVcQJBt8djkR_Toqkr7UZ-J25XgJ/s400/DSCI0120.JPG&quot; width=&quot;361&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bermula dari perasaan bosan saya mengerjakan pekerjaan di kantor, saya berinisiatif untuk meminta ijin kepada atasan untuk membawa pekerjaan saya keluar kantor, dengan tujuan untuk menyelesaikannya diluar. Beruntung, kantor saya tidak menerapkan sistem ketat mengenai waktu dan lokasi kerja. Selama pekerjaan dapat diselesaikan, staf dapat memilih waktu kerjanya tersendiri. Untuk hal-hal penting, keberadaan di kantor memang wajib, namun lainnya tidak.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pagi-pagi, saya menyiapkan termos berisi air panas, gelas, instan jahe, kopi dan lain-lain. Tujuan saya adalah perkebunan teh Gunung Mas, yang terletak di Kawasan Tugu, Puncak, yang berketinggian 1200-1500 meter dpl.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Walau bulan Juli ini aneh, hujan selalu dimana-mana (wah, perubahan iklim memang sangat terasa saat ini) namun saya memutuskan tetap pergi, hujan ataupun tidak. Sekali niat jalan-jalan, niat harus selalu dipegang – begitu pikir saya, sama seperti petani yang tetap menggarap lahan walau hujan turun (lah petani kan kerjanya lebih berat daripada kita yang cuma jalan-jalan?)&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi dengan naik angkot berangkatlah saya. Hujan turun berkali-kali saat perjalanan yang namun selalu berhenti saat saya berpindah transportasi, sehingga sampailah akhirnya di Desa Tugu, Puncak. Desa  Tugu berbatasan langsung dengan areal kebun teh. Di sebelah kiri adalah perkebunan Ciliwung (karena dilewati Sungai Ciliwung yang masih kecil dan jernih) sedangkan perkebunan Gunung Mas terletak di sebelah kanan jalan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pintu masuk resmi Gunung Mas terletak menjorok ke dalam dan ditandai dengan ucapan selamat datang besar, sedangkan jalur masuk pemetik teh terletak dimana-mana di pinggir kebun berupa jalan setapak. Jalur pemetik teh terdekat dari perhentian angkot di Tugu terletak sepelemparan batu di pinggir jalan, dibatasi dengan portal penghalang mobil.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2cjkdfcjgiHOpStZVOrk6j_XYj9o6vCOnnnZDJ5vz1CboBqj3GQCtDC8QF54ntaHHAIlWekNhMPqqf-zISSfZ7CRSsMbi1XgMznziWvV_20wrokl37Nh-JL-nYmx6AnaeXc-343d3mAQN/s1600/DSCF2082.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2cjkdfcjgiHOpStZVOrk6j_XYj9o6vCOnnnZDJ5vz1CboBqj3GQCtDC8QF54ntaHHAIlWekNhMPqqf-zISSfZ7CRSsMbi1XgMznziWvV_20wrokl37Nh-JL-nYmx6AnaeXc-343d3mAQN/s200/DSCF2082.JPG&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Warung penjaja makanan dan souvenir&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Jadi akhirnya sampailah saya, setelah melewati jalur pemetik teh ke istal kuda. Sepanjang perjalanan “teawalk” saya berhati-hati: kotoran kuda ada dimana-mana. Memang bagian depan Gunung Mas adalah rute berkuda wisatawan. Pada hari biasa seperti ini (diluar Sabtu dan Minggu) tampak beberapa wisatawan dari Timur Tengah mencoba tunggangan kuda, sambil ngobrol-ngobrol di tea corner.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya juga beristirahat di tea corner. Disini kita bisa memesan poci teh hijau atau hitam, khas tempat ini atau kopi, bandrek sambil ditemani pisang goreng telanjang ; atau makan siang dengan nasi goreng, mie ayam atau soto mie. Harga makanan di tea corner lebih mahal sedikit dibanding di luaran, namun masih terjangkau. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sehubung akan mengerjakan pekerjaan saya di tea corner, maka tak lupa saya membeli kotak berisi teh hitam, untuk dibawa pulang. Pilihan meja dan bangku dengan sudut memandang ke hamparan teh saya pilih sebagai tempat kerja saya. Bila ingin memakai laptop, Anda dapat memilih bangku di sudut, dengan colokan listrik di dekatnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgl7Vh84yze6bPX-QzHWwLK8q41JgtL9cTTEIzAkP6GcYU4Sii12dBN9wA_833id8XNOA22KU3ev_5pQ088u0xX1mhC0MrwI-uNjERGUGbmC0BqxLW3xE3TiFvAldeMJ4O7r9q5N_foNe9S/s1600/DSCI0115.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgl7Vh84yze6bPX-QzHWwLK8q41JgtL9cTTEIzAkP6GcYU4Sii12dBN9wA_833id8XNOA22KU3ev_5pQ088u0xX1mhC0MrwI-uNjERGUGbmC0BqxLW3xE3TiFvAldeMJ4O7r9q5N_foNe9S/s200/DSCI0115.jpg&quot; width=&quot;181&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Bunga teh, sebelum menjadi biji&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Mengerjakan tugas dengan memandang kebun teh sungguh menyenangkan. Tak lupa saya siapkan minuman jahe yang saya seduh dengan air panas dari termos yang saya bawa. Angin dingin sehabis hujan kadang bertiup sehingga saya memutuskan memakai jaket lagi. Kabut seringkali muncul tiba-tiba, untuk kemudian terangkat lagi. Begitu berulang-ulang, dan kadang kabut masuk ke dalam restoran, sehingga rasanya seperti sedang bekerja di dunia lain.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kertas-kertas saya susun rapi di meja. Gelas dan termos di bangku. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sebenarnya kalau Anda senang berjalan-jalan, Anda bisa melanjutkannya ke arah atas sedikit dari Tea Corner. Ada pabrik teh yang bisa kita masuki dengan guide, areal bermain anak dengan bebek-bebekan di kolam, lapangan tenis dan penginapan. Pada hari Sabtu dan Minggu tempat ini cukup ramai, bahkan areal flying fox dan trampoline rope adalah salah satu lokasi favorit bermain pengunjung.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saya sengaja berkunjung di hari kerja, kan tujuannya memang untuk bekerja juga &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kira-kira 3 jam, pekerjaan saya selesai. Tidak terlalu banyak memang, namun energi saya kembali terisi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah ransel kembali disandang, saya berjalan-jalan sebentar di areal kebun. Saya sempat bertemu para perempuan pemetik teh, dengan plastik di dada sampai kaki – sebagai penangkis embun saat memetik teh. Gerombolan berjalan searah, seperti para semut berwarna-warni di antara hijaunya daun teh.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kalau saja memang kantor kita semua berada di tengah-tengan kebun teh…&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYCWhw1PsInxnlfSr1EBsfJm17dYJBLnauJVX4ehK44E12a_tL1SXTdbSvZXrnPBIQSq7N961J_e8-vC2BIlNIFgfaLEr-ucYj9sdfLnZA4QjDUz9wWP1KjtrXVlRjPrXf5P7T4tSQv3xD/s1600/DSCI0124.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYCWhw1PsInxnlfSr1EBsfJm17dYJBLnauJVX4ehK44E12a_tL1SXTdbSvZXrnPBIQSq7N961J_e8-vC2BIlNIFgfaLEr-ucYj9sdfLnZA4QjDUz9wWP1KjtrXVlRjPrXf5P7T4tSQv3xD/s320/DSCI0124.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Get There and How to Survive&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari Terminal Bis Bogor (Baranang Siang) Anda dapat naik angkot jurusan Baranang Siang Ciawi sampai Ciawi (Rp 2.000, 30 menit) dan meneruskan dengan angkot jurusan Ciawi – Cisarua (Rp 5000, 45 menit). Jangan lupa untuk memberitahu supir bahwa Anda akan turun di Tugu, sebab tidak semua angkutan sampai kesana. Apabila menginginkan lebih murah Anda dapat menggunakan minibus / bus dari Terminal Baranang Siang sampai Tugu dengan ongkos Rp 5.000. Apabila ingin menghemat, Anda yang dari Jakarta dapat menggunakan kereta ekonomi (Rp 2.500) atau naik bis dari Kampung Rambutan – Garut / Tasikmalaya dan turun di Tugu. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Apabila ingin menghemat biaya, silahkan ikuti jalur masuk para pemetik teh (tanpa tiket&amp;nbsp; ^^V )makan siang dapat dilakukan di luar tea cornering (atau sebelumnya, di warung-warung di Tugu). Bawa termos air panas, gelas, sendok, kopi dan jahe instan.  Hitung-hitung, sebenarnya dengan Rp 15.000 - 20.000 semua sudah bisa di cover, dari perjalanan, makan siang en oleh-oleh teh tubruk... Memang hemat dan bahagia bisa jalan seiring kok...&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jalan-dong.blogspot.com/feeds/2974437335375377005/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2010/07/melarikan-diri-di-hari-kerja-kebun-teh.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/2974437335375377005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/2974437335375377005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2010/07/melarikan-diri-di-hari-kerja-kebun-teh.html' title='Melarikan Diri di Hari Kerja : Kebun Teh Gunung Mas!'/><author><name>Hatasura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17934288215668112792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDhv7Y7uIOmLfrUYnT7ghOrP-m4gTm4gRTAr0zXnIQTXgYcC0ck9G7N74duhprEaqDPOo0PGq4cJ9SAlulbyraMPxTMP1pAZaADMI02s1X2MLLqELtRh9lrnIOxkCkhmg/s1600/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-Ie3gfo5E124E4-M3BT8HeeqmL8fXjEHsftLeVE5EeifFoRnIescVrgz6XC_VXH0zGC5nEffPeCqCcbDjNpxFAARFKr_7Gpt4TtG1og9bphpVnefYqVcQJBt8djkR_Toqkr7UZ-J25XgJ/s72-c/DSCI0120.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5591958527526863781.post-4706690919570582992</id><published>2010-07-22T21:00:00.000-07:00</published><updated>2010-07-29T05:26:17.504-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bogor"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jawa Barat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kuliner"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mie"/><title type='text'>Mie Ayam Jamur &quot;Gaya Tunggal&quot;</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ingin menikmati mie ayam gaya lama di Bogor? Mampirlah sebentar ke Gaya Tunggal, restaurant mie ayam jamur terkenal di Bogor sebelum pulang ke kota Anda masing-masing.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV3aEodckd2SO2PikoSTqcLML3gwRQ8Ny8eWsobA2Xn-ejwSmvTBcFgk7VOVYiBU9rmN57U3yaZdejRktOprfkgDtF52S5owYBXxnsfyqzM80Bm64vWgbRRLUS55qin1jT2MKZg5jfOE9w/s1600/DSCF2063.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV3aEodckd2SO2PikoSTqcLML3gwRQ8Ny8eWsobA2Xn-ejwSmvTBcFgk7VOVYiBU9rmN57U3yaZdejRktOprfkgDtF52S5owYBXxnsfyqzM80Bm64vWgbRRLUS55qin1jT2MKZg5jfOE9w/s400/DSCF2063.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bagi sebagian warga tua Bogor, Gaya Tunggal lebih daripada rumah makan yang menyediakan menu-menu chinese food lezat, melainkan tempat untuk bertemu, kongkow-kongkow dan bernostalgia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut orang tua saya, dahulu Gaya Tunggal dikenal sebagai rumah makan Washington, letaknya sudah sama seperti sekarang yaitu di depan Gedung Zoologi Bogor, atau sering dipanggil Gedung Blao oleh warga asli Bogor dahulu.Lagi, menurut orang tua saya, rumah makan Washington ini sudah ada sejak tahun 1950an, saat Pasar Ramayana dan Pasar Bogor masih becek-beceknya (sekarang Mall BTM dan Plaza Bogor) dan Bio (Klenteng) dalam bentuk aslinya. &lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOQmOWzHA5nucCCiACcwigs7p5xQDXxhKEv9wXlHRqqY1PwL02EBAO5hyphenhyphenkswwpH56y6AGu06svGRzgGJe9QN5VdGGw2Liq3YA7wB-7ianmnaN165rZIWDV2a1ZYVaUIHgA-rRo-MEA66n7/s1600/DSCF2064.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOQmOWzHA5nucCCiACcwigs7p5xQDXxhKEv9wXlHRqqY1PwL02EBAO5hyphenhyphenkswwpH56y6AGu06svGRzgGJe9QN5VdGGw2Liq3YA7wB-7ianmnaN165rZIWDV2a1ZYVaUIHgA-rRo-MEA66n7/s200/DSCF2064.JPG&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pergunakan sedikit kuah saja...&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sempat pindah ke Pasar Anyar tahun 80an dan 90an: di dalam Pasar Anyar sebelum terbakar di tahun 80an akhir dan pindah ke sebuah gang kecil di sudut Pasar Anyar di sudut jalan Sawojajar, saat ini Gaya Tunggal sudah punya 2 cabang di Bogor yaitu di pertokoan Jalan Bangbarung (restaurant) dan Food Court Mall Botani Square. Bangunan lama di depan Gedung Zoologi sudah ditempati lagi, sekaligus menjadi tempat berkumpul dan bernostalgia &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menu yang sangat terkenal di sini adalah mie ayam jamur, yang bisa ditambah dengan bakso dan pangsit basah / kering. Sebagai teman minum, selain teh hangat kita juga dapat memesan es kelapa kopyor, shanghai, atau menu standar saya: es sirup yang baiknya tidak diaduk merata karena biasanya sangat manis (atau mintalah tambahan air putih sebagai pengencer).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mie ayam di Gaya Tunggal dibuat sendiri. Rasanya percampuran sedikit asin dan manis, tidak menggigit namun pas saat disantap. Rasa jamurnya manis dan merupakan teman sejati dari mie ayam, sama seperti potongan ayamnya yang putih bersih, sedikit asin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita tentu saja bisa memesan yamien, atau biasa namun saran saya nikmatilah mie ayam bakso jamur pangsit ini seadanya. Tambahkan hanya sedikit kecap manis apabila menginginkan tambahan rasa manis, atau sedikit saus bila menginginkan pedas, jangan terlalu banyak karena akan menghilangkan rasa asli dari mie ayam jamur itu sendiri. Pergunakan sedikit kuah, hanya untuk mengaduk mie ayam agar jamur dan potongan ayam tercampur rata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhX1R4yeKAR9v3rF52Sk9BMqZgTkU6bTb0MkuP0JIoTg38YzLwJ9xdtYRZ_ymXzABGp7ec8YdcKV9yzg9-k2D94Begd4SN5dHF66_MLVc7iM2yxCcmechlogdyZB9tElNAOakz-QjVYodbr/s1600/DSCF2065.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;158&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhX1R4yeKAR9v3rF52Sk9BMqZgTkU6bTb0MkuP0JIoTg38YzLwJ9xdtYRZ_ymXzABGp7ec8YdcKV9yzg9-k2D94Begd4SN5dHF66_MLVc7iM2yxCcmechlogdyZB9tElNAOakz-QjVYodbr/s200/DSCF2065.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Untuk mengulang rasa aslinya, minumlah teh hangat di tengah perjalanan makan, lalu lanjutkan makan. Rasa teh yang pahit akan menimbulkan kembali rasa gurih mie ayam jamur saat disantap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apabila Anda bukan penggemar mie ayam, silahkan coba nasi tim ayam (menurut sepupu saya &quot;terbaik di dunia&quot;) atau masakan chinese food lain seperti nasi goreng, mun tahu, capcay, puyunghay dan bistik. Semua masakan halal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;How Much and How We Can&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mie ayam dengan tambahannya, jamur bakso dan pangsit berkisar antara Rp 8000 sampai 15000. Es sirup Rp 3000. Masakan dan minuman lain tidak mahal. Menu lain yang istimewa menurut saya adalah nasi tim ayam. Kunjungi rumah makan Gaya Tunggal yang berada di depan Gedung Zoologi Bogor, dekat pintu masuk Kebun Raya Bogor untuk rasa yang tetap asli. Untuk mie ayam, jangan gunakan delivery atau bawa pulang, rasa akan berbeda.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jalan-dong.blogspot.com/feeds/4706690919570582992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2010/07/mie-ayam-jamur-gaya-tunggal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/4706690919570582992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/4706690919570582992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2010/07/mie-ayam-jamur-gaya-tunggal.html' title='Mie Ayam Jamur &quot;Gaya Tunggal&quot;'/><author><name>Hatasura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17934288215668112792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDhv7Y7uIOmLfrUYnT7ghOrP-m4gTm4gRTAr0zXnIQTXgYcC0ck9G7N74duhprEaqDPOo0PGq4cJ9SAlulbyraMPxTMP1pAZaADMI02s1X2MLLqELtRh9lrnIOxkCkhmg/s1600/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV3aEodckd2SO2PikoSTqcLML3gwRQ8Ny8eWsobA2Xn-ejwSmvTBcFgk7VOVYiBU9rmN57U3yaZdejRktOprfkgDtF52S5owYBXxnsfyqzM80Bm64vWgbRRLUS55qin1jT2MKZg5jfOE9w/s72-c/DSCF2063.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5591958527526863781.post-8525917802841802413</id><published>2010-07-21T03:39:00.000-07:00</published><updated>2010-07-29T06:27:07.072-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lombok"/><title type='text'>(Uniqly) Sasak Culture</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Bali sama dengan Lombok tapi Lombok tidak sama dengan Bali....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic; font-weight: bold;&quot;&gt;Kenapa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVglj7D-Uuf-dyCyIqiMnCfhkywFCWB-ja7jVjWpTffHIHGuaewfCLMDNfXtMCoUvyc2h-5omHFYtlkbjBQQTgKq3FuLztmoZh4YsoecpbbzChJPjDthTzytZZ3eOemXhx125ft4FKDLb-/s1600/SDC17030.JPG&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5496308626560595474&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVglj7D-Uuf-dyCyIqiMnCfhkywFCWB-ja7jVjWpTffHIHGuaewfCLMDNfXtMCoUvyc2h-5omHFYtlkbjBQQTgKq3FuLztmoZh4YsoecpbbzChJPjDthTzytZZ3eOemXhx125ft4FKDLb-/s400/SDC17030.JPG&quot; style=&quot;display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 240px;&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Usut punya usut ternyata apa awalnya ketika masih jaman kerajaan, Lombok adalah sebuah kerajan yang terkenal, namanya &quot;Kerajaan Mataram&quot;. Kerajaan ini adalah salah satu jajahan dari Kerajaan Karang Asem di Bali. Dalam perkembangannya sedikit banyak kebudayaan Lombok atau suku sasak yang dominan beragama Islam dipengaruhi oleh kebudayaan Bali yang dominan beragama Hindu. Masyarakat kedua suku tersebut sampai saat ini hidup berdampingan dengan tenang saling berhubungan baik tanpa adanya rasa saling merendahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir sebagian kebudayaan Bali bisa ditemukan di Lombok. Mulai dari &quot;Ngaben&quot;, bangunan Pura, upacara atau sembahyang arang Hindu, dll. Tapi Lombok mempunyai keistimewaan yang tidak dimiliki Bali. Misalnya, kebudayaan asli suku sasak dan berbagai ritual yang dilakukan untuk menghormati leluhur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaZR4wJhBn7K0BYLKDNiCdotcD15z7MZaj0LOvDDFPBwt79ZE1k2nlRuoDntjyROKjcForVqjO8BcDPHVft-CXPXeWK16Nh81AUUvWJpSywCPFRQn0y73oSUc_uIuneV_jqwq46yx8c-I/s1600/IMG_2105.JPG&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;299&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5496269011764777746&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaZR4wJhBn7K0BYLKDNiCdotcD15z7MZaj0LOvDDFPBwt79ZE1k2nlRuoDntjyROKjcForVqjO8BcDPHVft-CXPXeWK16Nh81AUUvWJpSywCPFRQn0y73oSUc_uIuneV_jqwq46yx8c-I/s400/IMG_2105.JPG&quot; style=&quot;float: left; height: 158px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 211px;&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Kebudayaan asli Lombok masih tetap dipertahankan. Masih terdapat beberapa desa adat yang dipertahankan sebagai icon suku sasak. Salah satunya adalah Kampung Sade. Kampung ini terdiri dari sekitar 200 kk yang masih memegang teguh adat istiadatnya. Rumah khas suku ini semi permanen, atapnya jerami, dan lantainya terbuat dari tanah campuran semen serta kotoran sapi. Kotoran sapi digunakan secara rutin untuk melapisi lantai rumah mereka agar terlihat licin dan mengkilap. Selain itu, dibuat lumbung padi bersama untuk menyimpan hasil panennya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masyarakat di Kampung Sade, pada umumnya petani dan pengrajin kain tenun Lombok (perempuan). Hampir setiap rumah di Sade menjual hasil tenunannya kepada pengunjung baik domestik maupun mancanegara. Barang-barang yang dijual antara lain: kain tenun, syal, mainan, assesoris, dll. kegiatan para remajanya adalah menjadi guide dan menemani pengunjung yang datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkfrMwM_xrrYjpGleuejB3vvEQPGxAKJHIRw0cLA9EKbCX6ULUqZ56Ze-WwbHY7uDrvIPmvXDgMPPj_EKeY7SGOwQhas7jxjibovSk_wpIOxTPTSL1qp0Ot_vbE7e7a1K6LlTyR30BZthH/s1600/SDC16952.JPG&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5496309130518239282&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkfrMwM_xrrYjpGleuejB3vvEQPGxAKJHIRw0cLA9EKbCX6ULUqZ56Ze-WwbHY7uDrvIPmvXDgMPPj_EKeY7SGOwQhas7jxjibovSk_wpIOxTPTSL1qp0Ot_vbE7e7a1K6LlTyR30BZthH/s200/SDC16952.JPG&quot; style=&quot;float: right; height: 153px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 204px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Di samping kain tenunan khas, disini juga adalah surga bagi pecinta perhiasan terutama mutiara. Berbagai mutiara dalam bentuk, ukuran, dan warna serta kualitas yang beragam. Ada mutiara air laut yang harganya mahal dan ada mutiara budidaya air tawar yang relatif lebih murah. Mutiara yang ditawarkan berkisar antara 10 ribu hingga jutaan rupiah tergantung kualitas yang diinginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain dimanjakan dengan keunikan budaya dan beragam souvenir yang ditawarkan Lombok adalah sebuah pulau yang memiliki pemandangan yang luar biasa indah. Keindahan daarah pegunungan hingga pantai bisa dilihat disini. Gunung Rinjani menjadi salah satu wisata pendakian yang menjadi sasaran wisatawan yang datang dan daerah pegunungan Hutan Lindung Sesaot sebagai &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;catchment area&lt;/span&gt; untuk air masyarakat Lombok. Daerah pantai yang masih bersih dan alami menjadi daya tarik lainnya yang tidak kalah dengan pantai-pantai yang ad di Pulau Bali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3OYSuWNAYlDZcISD4PdRH13HHWi9ET4YZDi4tyORncbWDd9Be2QVxIew6S8A_lj3keyQouPy8Y4E_cHNa-OSnJAFkE7kjBfRol4656nMw5D0xJZN85Lk4EzVfeapRy1dU69c4bm5oHWU/s1600/IMG_2057.JPG&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5496273570190054258&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3OYSuWNAYlDZcISD4PdRH13HHWi9ET4YZDi4tyORncbWDd9Be2QVxIew6S8A_lj3keyQouPy8Y4E_cHNa-OSnJAFkE7kjBfRol4656nMw5D0xJZN85Lk4EzVfeapRy1dU69c4bm5oHWU/s200/IMG_2057.JPG&quot; style=&quot;float: left; height: 173px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 232px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNWVdOnzfnyP2c_s12qaUEXNzIszBEbfRD8JiDSpSiH_FyX_64ajwrrElFlo1FmzfEowG-Zae4J2iiMp-J9SlpqjCngd0UGbdCti0B7r6kdGG3czfehsz48SPBsIKZxsdZ274jKZQmq9c/s1600/IMG_2277.jpg&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5496274125223570402&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNWVdOnzfnyP2c_s12qaUEXNzIszBEbfRD8JiDSpSiH_FyX_64ajwrrElFlo1FmzfEowG-Zae4J2iiMp-J9SlpqjCngd0UGbdCti0B7r6kdGG3czfehsz48SPBsIKZxsdZ274jKZQmq9c/s200/IMG_2277.jpg&quot; style=&quot;float: right; height: 174px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 245px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: 78%; font-style: italic;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jalan-dong.blogspot.com/feeds/8525917802841802413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2010/07/lombok-island-culture.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/8525917802841802413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/8525917802841802413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2010/07/lombok-island-culture.html' title='(Uniqly) Sasak Culture'/><author><name>Inee</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13537864281237787749</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='15' src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTNltkRdlXjAceSchyphenhyphenqj-3xkiCN4eXBB_mi3Q1f9FI8tfLCQOQYcYJUowgu2aIecRuMtiIx3Jxvez8edKCSYR6xBLVDFWzwDSmS8nvo8Sh2ui6Hjjhtu2ZhS85I0Gsk1_aoP3U9h0zSPK7T3OGO12f-cl7J77JK6NlzBGPtUeq2Sq0yA/s1600/IMG-20240703-WA0006.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVglj7D-Uuf-dyCyIqiMnCfhkywFCWB-ja7jVjWpTffHIHGuaewfCLMDNfXtMCoUvyc2h-5omHFYtlkbjBQQTgKq3FuLztmoZh4YsoecpbbzChJPjDthTzytZZ3eOemXhx125ft4FKDLb-/s72-c/SDC17030.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5591958527526863781.post-4051578650479733075</id><published>2010-07-20T23:35:00.000-07:00</published><updated>2010-08-04T04:10:23.262-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lampung"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lingkungan Hidup"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pegunungan"/><title type='text'>Di Balik Uap Segelas Kopi Lampung</title><content type='html'>&lt;i&gt;Dari sederet jenis kopi di Indonesia, kopi lampung mempunyai penggemar yang sangat besar. Kopi lampung adalah kopi jenis robusta, yang ditanam di dataran rendah sampai tinggi. Ini adalah cerita megenai apa yang terjadi di balik segelas kopi panas yang mengepulkan uapnya, di sebuah Dusun kecil bernama Buluh Kapur.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQPEM6IyFBgGRZV9yLvwbdfJLj7ER_YUhksCjPD9gDvCAY3Jv01jNmblfZj637C4xVyUP0AiAa3amCPnWg2DouDXu7dBLUAtI6W_dCIPLv8ph3OWzoLtAAOOwDC5oYahqbAergcO7bGYKM/s1600/DSCF1772.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;255&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQPEM6IyFBgGRZV9yLvwbdfJLj7ER_YUhksCjPD9gDvCAY3Jv01jNmblfZj637C4xVyUP0AiAa3amCPnWg2DouDXu7dBLUAtI6W_dCIPLv8ph3OWzoLtAAOOwDC5oYahqbAergcO7bGYKM/s400/DSCF1772.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Buluh Kapur adalah sebuah Dusun kecil di Way Tenong, Lampung Barat, yang terletak bersebelahan dengan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Dengan ketinggian sekitar 900 meter dan tanah yang berpasir, Dusun ini sudah mengembangkan tanaman kopi yang tumbuh subur sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dusun yang berbatasan dengan hutan lindung ini memiliki sejarah konflik berkaitan dengan perkebunan dan penebangan liar. Oknum pemerintah dan tentara terlibat dalam pencurian kayu selama bertahun-tahun, membuat kerusakan lingkungan yang sulit diproses di ranah hukum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menanggulangi pengrusakan lingkungan, akhirnya konsep HKM (Hutan Kemasyarakatan) dibentuk. Masyarakat diberi hak untuk menggarap lahan yang sudah ditempati di wilayah hutan, menanam tanaman keras sebagai tanaman konservasi dan bertugas sebagai penjaga lingkungan di wilayahnya sendiri. Kopi ditanam berdampingan dengan pohon meranti, melinjo, nangka, jinjing, cempaka dan lain-lain,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVFbjnmxgY_Hk1Ju01C5eBJO8OHzmEVmti6ekyuPhHrMhYpBW3uKndELO8dq0x4kaPg9uyCHusD_xBC8tNtlatpIdrvH8KVUVwyyfWoRFJAvsjwYQeeNG2wBjIQB2EHzNyfSVXIOcB-pY5/s1600/DSCF1718.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;188&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVFbjnmxgY_Hk1Ju01C5eBJO8OHzmEVmti6ekyuPhHrMhYpBW3uKndELO8dq0x4kaPg9uyCHusD_xBC8tNtlatpIdrvH8KVUVwyyfWoRFJAvsjwYQeeNG2wBjIQB2EHzNyfSVXIOcB-pY5/s320/DSCF1718.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Saat ini, antara bulan April sampai Agustus apabila kita berjalan di sekitar Lampung maka warna hitam, merah, hijau dan kuning dari buah akan menghiasi pekarangan rumah. Penjemuran dilakukan 2-4 minggu bergantung cuaca, sampai kering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harga jual kopi sangat bergantung pada kualitas dan kandungan air biji kopi. Kopi kualitas terbaik, dengan kadar air 13% dapat berharga sejumlah Rp 14.500 / kg di pengepul, sedangkan kopi basah dengan kadar air lebih dari 30% hanya berharga sejumlah Rp 7.800 / kg saja. Dengan menghitung lahan penduduk yang bekisar antara 0,5-1,5 hektar, dan produksi antara 0,5-3 ton per tahunnya (bergantung musim), umumnya pendapatan dari kopi sekedar mencukupi saja untuk sekolah dan kehidupan sehari-hari mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;---&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Suasana yang paling menyenangkan bagi saya, selain keramahan penduduknya - yang kebanyakan berasal dari Pulau Jawa adalah suasana menjelang pagi hari di Dusun. Dari rumah panggung saya dapat melihat sungai mengalir di kejauhan, berwarna perak. Terkadang kabut masih turun sampai jam 8 pagi dan hamparan tanaman kopi sampai sungai masih ditutupi oleh kabut, nampak berjalan perlahan sampai kemudian terangkat oleh sinar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya menginap di rumah Bapak Darsono.&amp;nbsp; Bapak Darsono memiliki satu orang istri dan tiga orang anak yang masing-masing bersekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZYBXFM4n5CDDZGiqSBtNVyk0Pf_bIjb7SPibrjRWKYyqbxf-nf4bnmtmZUQhlB0see1udgwhJ1Km0a17CxRwApU4r6uTKF5ODYL423dbe360Dz_VfnehA84NUNwCo4ckAaQbSDRco6lis/s1600/DSCF1613.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZYBXFM4n5CDDZGiqSBtNVyk0Pf_bIjb7SPibrjRWKYyqbxf-nf4bnmtmZUQhlB0see1udgwhJ1Km0a17CxRwApU4r6uTKF5ODYL423dbe360Dz_VfnehA84NUNwCo4ckAaQbSDRco6lis/s320/DSCF1613.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Penjemuran kopi umumnya dilakukan di pekarangan rumah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;“Uang kopi ini terutama untuk sekolah anak-anak. Terkadang cukup, terkadang tidak cukup, bergantung pada musim panen setahun sekali,” Ucapnya sambil mengepulkan sejenis rokok lokal “RAWIT”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disini, panen kopi memang tidak menentu. Pada musim yang buruk, seperti tahun 2008, petani menderita kerugian yang amat besar dan hutang kepada “bos kopi”menumpuk. Pada musim panen 2009, panen kopi mereka cukup baik, namun menutup lubang hutang yang besar juga membuat keadaan ekonomi mereka tidak kunjung membaik. Ironis menurut saya sebab kopi adalah komoditas unggulan Lampung, namun tidak berarti menanam kopi adalah sejahtera. Libatan hutang adalah permasalahan yang sangat pelik yang harus diselesaikan di Dusun ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kopi Lampung sangat terkenal di Indonesia, bahkan dunia. Harga mahal diluar tidak berarti kesejahteraan penanam kopi juga meningkat. Ada yang perlu dibereskan terlebih dahulu.&amp;nbsp; Salah satunya adalah masalah lahan HKM, Hutan Kemasyarakatan, yang seperti pisau bermata dua, berpotensi merugikan masyarakat apabila pengelolaannya tidak tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini lahan-lahan HKM, yang dimiliki masyarakat menyusut akibat pembelian hak garap oleh penduduk di luar Dusun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5tCtZTdII269GnIXQhFm2485BFRzzBc-XGVkm-oMjSv_bGH3YLe-vlWnOkWoyDoy-oT7qm2jKrYHLDEz3FEZOlVf4vIvpqV6eeppqnaz2nIT9QAMtn6T6M5_kiMLzBlQRHrgLOtna29JJ/s1600/DSCF1684.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5tCtZTdII269GnIXQhFm2485BFRzzBc-XGVkm-oMjSv_bGH3YLe-vlWnOkWoyDoy-oT7qm2jKrYHLDEz3FEZOlVf4vIvpqV6eeppqnaz2nIT9QAMtn6T6M5_kiMLzBlQRHrgLOtna29JJ/s320/DSCF1684.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Royongan, kegiatan kerja bakti di Dusun&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Saya sangat khawatir akan hal ini. Bahkan di Buluh Kapur, yang masyarakatnya terkenal akan kekuatan, keswadayaan dan pemikirannya yang kritis hal ini terjadi. Lahan HKM beberapa mulai terlepas ke tangan orang diluar Dusun, pemilik modal.&amp;nbsp; Lalu apa yang terjadi dengan Dusun lainnya, apakah hal lain yang lebih parah terjadi? Bukankah seharusnya pengelola HKM adalah masyarakat sekitar yang mengenal daerahnya sendiri dan bergantung pada keberadaan lahan HKM?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di malam hari gelap tanpa cahaya, selain dari terobosan kecil lampu teplok yang menembus dinding papan rumah-rumah di sekitar Masjid, suara tetabuhan dari jauh terdengar. Terbangan adalah seni tetabuhan dan vokal yang dilakukan oleh para ibu-ibu sebagai syukuran akan kelahiran seorang anak di Dusun ini. Suara mereka kompak menembus malam di Dusun yang belum terjamah listrik ini *.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semangat kekeluargaan kental sekali disini. Seorang anak yang baru lahir akan dijaga bergantian oleh para bapak selama beberapa hari.&amp;nbsp; “Para suami siaga begitu” begitu ucap salah seorang teman saya yang senang mengamati perilaku sosial masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJ79h6hUzpk1jf9LZ2CnNG5JRhyzz2084Jc651X47J0vn7pnOps8vOfRS6YuzSZEVzbugH0RLfZQDvpZyqc02kSQwLzlUh_K1LbKgOMPA5qG76_7-6ToYV0cByW0D2oxd3eEPPOPAb3LcB/s1600/DSCF1567.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;228&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJ79h6hUzpk1jf9LZ2CnNG5JRhyzz2084Jc651X47J0vn7pnOps8vOfRS6YuzSZEVzbugH0RLfZQDvpZyqc02kSQwLzlUh_K1LbKgOMPA5qG76_7-6ToYV0cByW0D2oxd3eEPPOPAb3LcB/s320/DSCF1567.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pagi hari, saat kabut terangkat - di Dusun Buluh Kapur&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Biji kopi akan terasa istimewa apabila rasa dan aromanya berasal dari pilihan buah kopi dengan kualitas terbaik. Cara menyeduhnya pun menentukan rasanya. Tapi menurut saya, cerita dibaliknya lah yang&lt;br /&gt;
mengingatkan akan rasa kopi yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Catatan : saat kami meninggalkan Dusun, listrik di Masjid mulai menyala, berasal dari program mikro hidro yang dikerjakan masyarakat, didukung program Imbal Jasa Lingkungan dari ICRAF dan PLTA Way Besai. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Get There&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Bandar Lampung, Anda bisa menghubungi travel, Liwa Wisata (0721 7196353). Apabila Anda menyewa mobil (Rp 400.000), ingatkan sebelumnya agar sopir tidak memasang musik terlalu keras.Travel juga bisa menghitung perorangan (Rp 60.000 – 4 jam).&amp;nbsp; Bis tersedia dari Bandar Lampung, menuju jurusan Liwa. Apabila naik bis Anda dapat turun di Desa Sumber Jaya (Rp 35.000).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3NI3Ig0oLJmkjgFZEBpq8dmoQaYDgBXqWdCrdZoulUTEdEOhKkypZk0QUAo-DK-aYg1IZxuxNfQTOFQm3aOm7PBwwzxGPXy7tN9E5gH-cwDOuMjYiJ-deCEeR4m1NhjNLETGsRO7Dp0dM/s1600/DSCF1871.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;193&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3NI3Ig0oLJmkjgFZEBpq8dmoQaYDgBXqWdCrdZoulUTEdEOhKkypZk0QUAo-DK-aYg1IZxuxNfQTOFQm3aOm7PBwwzxGPXy7tN9E5gH-cwDOuMjYiJ-deCEeR4m1NhjNLETGsRO7Dp0dM/s200/DSCF1871.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Buluh Kapur bukanlah desa tujuan wisata sehingga Anda harus naik ojek untuk menuju Pekon Gunung Terang (Rp 50.000 – 1 jam) dan meneruskan lagi dengan ojek setempat dari Pekon Gunung Terang menuju Dusun Buluh Kapur (Rp 20.000 – 20 menit). Gunakan hanya ojek yang biasa mengantar ke Dusun Buluh Kapur karena jalan yang ditempuh rusak dan sulit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contact Person yang bisa dihubungi di Dusun Buluh Kapur adalah Darsono (Ketua Forum, 085840084139) dan Tarsudin (Kepala Dusun, 08287280877) – keduanya sebaiknya dihubungi di malam hari saat tidak bekerja. Akomodasi adalah seadanya menggunakan rumah masyarakat. Apabila Anda ingin menyumbang, sebaiknya ditujukan kepada Forum HKM dan Kelompok Ibu-Ibu PKK di Dusun tersebut. [Indra NH].</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jalan-dong.blogspot.com/feeds/4051578650479733075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2010/07/di-balik-uap-segelas-kopi-lampung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/4051578650479733075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/4051578650479733075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2010/07/di-balik-uap-segelas-kopi-lampung.html' title='Di Balik Uap Segelas Kopi Lampung'/><author><name>Hatasura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17934288215668112792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDhv7Y7uIOmLfrUYnT7ghOrP-m4gTm4gRTAr0zXnIQTXgYcC0ck9G7N74duhprEaqDPOo0PGq4cJ9SAlulbyraMPxTMP1pAZaADMI02s1X2MLLqELtRh9lrnIOxkCkhmg/s1600/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQPEM6IyFBgGRZV9yLvwbdfJLj7ER_YUhksCjPD9gDvCAY3Jv01jNmblfZj637C4xVyUP0AiAa3amCPnWg2DouDXu7dBLUAtI6W_dCIPLv8ph3OWzoLtAAOOwDC5oYahqbAergcO7bGYKM/s72-c/DSCF1772.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5591958527526863781.post-4847235597924900535</id><published>2010-07-15T03:05:00.000-07:00</published><updated>2010-09-28T09:02:11.939-07:00</updated><title type='text'>One Thousand Island - Scout Island</title><content type='html'>Pelabuhan Muara Angke, Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penumpang kapal yang aku tumpangi cukup banyak, termasuk juga sebuah motor besar yang di  ikat di bagian depan kapal. Kapal bergerak, mencari  celah untuk keluar dari persandaran, dan melaju membelah laut.  Perjalanan akan kami tempuh selama kurang lebih 3  jam, dengan cukup membayar biaya Rp. 30.000 di atas kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa  ombak besar sempat kami rasakan, namun untungnya tidak sampai membuat  kami terusir dari dek atas. Jumlah asupan makanan yang masuk ke perut  rupanya cukup berpengaruh terhadap reaksi dari ombak yang meliuk2. Aku  sedikit merasa mual karena memang nasi goreng yang aku makan saat  sarapan sangat sedikit. Namun semua berlalu begitu saja karena aku  berusaha sekuat tenaga untuk mengabaikan rasa mual itu. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 jam  kemudian, kapal kami merapat di sebuah pulau, yang pada awalnya disangka  Pulau Untung Jawa oleh temanku (Ijah). Namun yang benar adalah Pulau Pramuka.  Pulau inilah yang menjadi tempat tujuan kami, oleh karenanya, kami  bergabung dengan para penumpang yang turun. Setelah turun dari kapal,  kami berjalan ke arah kiri menuju sebuah darmaga kecil yang ada di ujung  pulau. Rupanya, saat itu sedang ada rombongan yang melakukan persiapan  selam di sana, sehingga kami mengurungkan diri untuk menuju kesana.  Kamipun beristirahat di halaman sebuah villa. Teduh dan nyaman untuk  berkemping nampaknya. hehehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcOxfLvaUMUQWq7G4kBSbJKx6xIcVuxmIojDwYg0SJtJge_raDpEQVbv5jkVTcniynPRMq32zNaUUxpDQdoRFgdF-Bx9B2xQ5NMQMRW2qYdTeZ-DVknZqCjwa01CGFfSo3KjXBSF2qVF8/s1600/Me+n+Salmul.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcOxfLvaUMUQWq7G4kBSbJKx6xIcVuxmIojDwYg0SJtJge_raDpEQVbv5jkVTcniynPRMq32zNaUUxpDQdoRFgdF-Bx9B2xQ5NMQMRW2qYdTeZ-DVknZqCjwa01CGFfSo3KjXBSF2qVF8/s320/Me+n+Salmul.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5473958067304582754&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Kemudian,  datanglah seorang bapak2 yang mendekat dan menebarkan senyuman yang  (kelewat) ramah. Awalnya, si bapak sepertinya mengira bahwa kami adalah  anak2 muda yang sudah membuat janji dengannya (sepertinya lho).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya Pak Jamal. Beliau adalah salah satu  orang yang menjaga villa di Pulau Pramuka itu. Pak Jamal ini  adalah orang yang &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;suenaang&lt;/span&gt;  sekali bercerita. Saking banyaknya, kami hanya menangkapnya separo2.  Cukup untuk menggali informasi seputar kegiatan wisata di Pulau Pramuka  itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Bapak Jamal, kami mendapatkan beberapa informasi penting. Di antaranya adalah, bahwa harga sewa villa di Pulau Pramuka itu beraneka rupa. Mulai dari Rp. 800.000 sampai Rp. 2.500.000, tergantung pada kapasitas orangnya. Kondisi villa nya pun bermacam2. Ada yang berupa ruangan plus kamar mandi saja, ada juga yang terdiri dari beberapa kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengenai villa, Bapak Jamal juga memberi tahu kami bahwa untuk standar pesan makanan kisaran harganya mulai dari Rp. 15.000 sampai Rp. 30.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sekaligus  meminta ijin untuk mendirikan dome di tempat kami mengobrol itu kepada  Pak Jamal. Beliau merekomendasikan kepada bapak2 yang bersih2 tempat  itu, dan ipada akhirnya kami boleh mendirikan tenda di situ. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;good.&lt;/span&gt;... :0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore itu, kami  berencana akan melakukan kegiatan snorkling di sekitar darmaga saja,  sekedar menyenangkan hati Salmul. Salmul tidak akan tinggal dan menginap  bersama kami di Pulau Pramuka malam itu, karena dia sudah berjanji pada  temannya yang lain untuk bertemu di rumahnya. Sayang sekali bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  kamipun segera menitipkan barang ke villa yang di gunakan oleh Pak  Jamal dan teman2nya beristirahat dan berkumpul. Sekaligus kami juga  menyewa 2 buah &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;life jacket&lt;/span&gt;  untuk berjaga2 karena kami belum mahir berenang dan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;snorkling&lt;/span&gt;-an. Kamipun segera berjalan  meniti jembatan kayu yang menghubungkan daratan dan darmaga. Rupanya  saat itu rombongan Ringgo sedang bersiap untuk keberangkatan menyelam  yang kedua. Memang Ringgo itu artis yang kocak..cak...cak... :p&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9t7ZZi9XyaidXqv9UL1t4RfzZCQLsYXEcx_k23Tm0C6bbkoXDyabkZifUgjK0EXEqrxSjB6l2FK_GmEuukWRNtC5Lwwu1c5JHGEFxwPsZWtHM7P8rYFk3kiN6q69_LhnMmknzDuzj47g/s1600/Salmul+n+Ijah.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9t7ZZi9XyaidXqv9UL1t4RfzZCQLsYXEcx_k23Tm0C6bbkoXDyabkZifUgjK0EXEqrxSjB6l2FK_GmEuukWRNtC5Lwwu1c5JHGEFxwPsZWtHM7P8rYFk3kiN6q69_LhnMmknzDuzj47g/s320/Salmul+n+Ijah.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5473957816646234850&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  perahu yang membawa Ringgo dkk menjauh, kamipun segera melepas dan  memakai &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;dresscode&lt;/span&gt; yang di  perlukan untuk kegiatan kami. Tentunya, tujuan utama Salmul adalah untuk  berfoto ria. Jauh2 datang dari Bogor, menghabiskan beberapa lembar  rupiah, melewati waktu di pulau dengan sangat sebentar, hanyalah untuk  mendapatkan beberapa &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;jepret&lt;/span&gt;  foto dengan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;phose snorkling&lt;/span&gt;.  hahahhaa.... Biar semakin eksis &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;ceunah&lt;/span&gt;...  :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua kostum selesai di pasang, kamipun segera  menceburkan diri di seputar darmaga kecil itu. Tempat yang dangkal dan  sering di gunakan pengunjung untuk meng-kamuflasekan diri saat pipis.  hahahhaa.... Tidak heran kalau pada akhirnya wilayah itu kehilangan  terumbu karang, dan penghuninya berganti dengan bulu babi semata.  hiiiiiii...... Musti banyak2 sedia air kencing nih, siapa tahu ada yang  menyentuh dan menginjak bulu babi yang jumlahnya &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;bejibun&lt;/span&gt; itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami hanya  membawa 2 set alat &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;snorkling&lt;/span&gt;.  Karenanya, kami menggunakannya secara bergantian. Meskipun tidak ada  terumbu karang yang indah2 di sekitar darmaga itu, kami cukup senang  berenang2, berputar2, dan berfoto2 pastinya. Sebenarnya, tidak tega juga  membiarkan Salmul kembali pulang ke darat hari itu juga. Karenanya, Aku  dan Ijah berusaha untuk membujuk dan merayu (lebih tepatnya sih  meracuni) Salmul untuk tetap tinggal di pulau bersama kami. Untuk acara  trainingnya, kami membujuk dia untuk segera mengajukan ijin karena sakit  kepada supervisornya (kebiasaan mahasiswa untuk melarikan diri).  hahhahaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang, kali ini Salmul tidak tergoda ataupun  tergiur dengan rayuan maut kami. Dia tetap &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;keukeuh&lt;/span&gt; dengan niatnya untuk pulang. Dia mengaku sudah  cukup puas dengan waktu yang singkat dan foto yang sedikit itu. Dia  memutuskan akan tetap pulang dengan kapal yang datang siang itu juga.  Hiks...hiks.... Salmul.... &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;We will  miss you honey&lt;/span&gt;... ihikihikihik :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar  jam 1 siang, kapal yang akan membawa para penumpang dari Pulau Pramuka  menuju Muara Angke tiba di pelabuhan Pulau Pramuka. Kamipun bergegas  menuju pelabuhan untuk mengantarkan Salmul. Salmul yang masih  menggunakan kostum snorkling, lengkap dengan google dan snorkle di  kepalanya, melenggang kangkung mencari kamar mandi untuk berganti  kostum. Aku, Ijah, dan Pet yang merasa lapar, menunggu Salmul sambil  makan bakso di dekat pelabuhan. Di situ kami sempat bertemu dan ngobrol  sebentar dengan Pak Jamal &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;(again).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Does she will go to Bogor with that  clothes?&quot;&lt;/span&gt; tanya Pet&lt;br /&gt;&quot;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Hahahha....  I dunno... maybe..&lt;/span&gt;&quot; kataku sambil tertawa melihat Salmul yang  kesana kemari mencari toilet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salmul kurang beruntung dan tidak  menemukan kamar mandi untuk berganti baju. Akhirnya benar sudah tebakan  Pet, bahwa Salmul akan pulang ke darat dengan kostum s&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;norkling&lt;/span&gt;-an itu. Meskipun dikurangi &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;google &lt;/span&gt;dan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;snorkle&lt;/span&gt; dari kepalanya, namun tetap saja kombinasi  antara  celana &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;legging&lt;/span&gt; dan kaus  hitam di tambah celana pendek bunga2 dan kerudung itu akan menjadi  kostum yang sangat2 istimewa. Si Ratu Pede pun beraksi. hahahaha  :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  Salmul berangkat dengan kapalnya, kamipun melanjutkan perjalanan  mengelilingi Pulau Pramuka itu. Menurut kabar dari orang, di pulau ini &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;kan&lt;/span&gt; ada tempat penangkaran mangrove  dan penangkaran penyu, jadi kami akan membuktikan kebenaran kabar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwscqS4aA8XcGpVcGdrZvxZQq9aLeQkUSQsk7zK7_ISP2eKE1eRLxDC6CMq917yXntpikMGO2D3v0Xg5WcZETyV-c-Wb2CBkp4jOaJ0I9QKPDWNjYRa2UdsykSm7WkmsmLwGkYWNx_XQg/s1600/Rumah+Daur+Ulang.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 227px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwscqS4aA8XcGpVcGdrZvxZQq9aLeQkUSQsk7zK7_ISP2eKE1eRLxDC6CMq917yXntpikMGO2D3v0Xg5WcZETyV-c-Wb2CBkp4jOaJ0I9QKPDWNjYRa2UdsykSm7WkmsmLwGkYWNx_XQg/s320/Rumah+Daur+Ulang.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5473957384957110290&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Dalam  perjalanan, kami menemukan sebuah rumah kecil di pinggir jalan yang  cukup menarik perhatian. Di bagian depannya, ada tulisan &quot;Rumah Daur  Ulang&quot;. Sepertinya ini adalah rumah yang di buat oleh kelompok  masyarakat sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat pesisir di pulau ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  mengamati tulisan dan bangunan itu beberapa saat, kami baru menyadari  bahwa ada seseorang yang kami kenali di dalam rumah itu. Orang itu  memanggil2 kami untuk mendekat. Rupanya tak lain dan tak bukan beliau  adalah Pak Jamal. hahahha.... Dimana2 sepertinya kami akan tetap dan  terus bertemu dengan Pak Jamal.  Betapa sempitnya Pulau Pramuka ini,  meskipun hanya sekedar untuk bersembunyi dari Bapak Jamal.  :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamipun tertawa dan bergabung dengan Pak  Jamal yang sudah duduk manis di salah satu kursi di dalam rumah itu.  Selain Pak Jamal, aku melihat di dalam rumah itu ada 2 orang ibu2 yang  sedang sibuk bekerja. Ibu yang satu sedang sibuk di sudut merapikan dan  memotong2 plastik, Sedangkan si ibu yang satunya sedang sibuk menjahit  dan menyatukan plastik2 itu menjadi tas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya, rumah daur  ulang itu adalah rumah yang di gunakan untuk mendaur ulang sampah  plastik dari limbah rumah tangga, menjadi barang2 yang bisa di pakai  kembali seperti tas, dompet, tempat hp, dll. Aku melihat banyak sekali  barang2 yang di tampilkan di sana. Di gantung rapi dengan banyak sekali  model. Bahan2nyapun beraneka ragam, mulai dari bungkus kopi, bungkus  detergen, bungkus pewangi pakaian, bungkus panganan kecil, dll. Harganya  juga tidak terlalu mahal, mulai dari Rp. 20.000-an. Woowww...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan  keterangan si ibu yang menjahit, &lt;a onblur=&quot;try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbPGIXFZRVxUA39D4alnC5tpgQFb6TOUo-MWjluPHMcf9SzctG8WoWvTeeKS-ktdXGmK08R8Sh4VDtxX9QQgq5a7fOhUu5zZXD2KHtzwhwj5JHHQAzLAlnxK6VEn8rSHWnEj9vvdwGODA/s1600/Ibu+penjahit.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbPGIXFZRVxUA39D4alnC5tpgQFb6TOUo-MWjluPHMcf9SzctG8WoWvTeeKS-ktdXGmK08R8Sh4VDtxX9QQgq5a7fOhUu5zZXD2KHtzwhwj5JHHQAzLAlnxK6VEn8rSHWnEj9vvdwGODA/s320/Ibu+penjahit.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5473957109629203314&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;bahan  dasar yang digunakan untuk daur ulang awalnya berasal dari Jakarta.  Namun belakangan ini, bahan2 itu sudah bisa di peroleh dari Pulau  Pramuka sendiri. Setiap Hari Minggu, anak2 SD di pulau itu juga  melakukan kerja bakti di sepanjang pantai dan mengumpulkan sampah2  plastik untuk kemudian di berikan pada kelompok daur ulang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain  itu, ibu2 rumah tangga di Pulau Pramuka juga sudah mau memisahkan  sampah2 rumah tangga mereka, sehingga lebih mudah lagi mendapatkan  plastik bahan daur ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dari tempat daur ulang sampah  plastik, kamipun bergerak menuju ujung lain dari pulau itu. Ternyata,  Pulau Pramuka memang tidak terlalu luas yaaa.... Baru sebentar berjalan,  kami sudah sampai di pinggir pantai lagi. hahaha... Jadi pengen muterin  pantainya. Oh iya, menurut si ibu yang menjahit di tempat daur ulang  tadi, katanya akan segera di bangun jalan lingkar luar di sepanjang  pantai Pulau Pramuka itu. Waduh.... alamat pantainya bakalan banyak  berubah donk. Selalu saja ada konsekuensi yang harus di terima untuk  membuat sebuah kemajuan... ck..ck..ck...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian,  kami melihat ada Kapal yang sudah lapuk dan dimakan makhluk2 kecil2.  Aku menunggu Ijah dan Pet yang pergi ke Balai Taman Nasional Kepulauan  Seribu untuk menyelesaikan beberapa urusan. Aku menikmati pemandangan  pantai yang banyak di tanami mangrove. Di depanku, sepertinya merupakan  lahan penanaman mangrove untuk mencegah abrasi pantai. Ya, Kepulauan  Seribu memang banyak mendapat ancaman dari abrasi pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping  karena permukaan tanahnya semakin menurun, permukaan laut juga semakin  lama semakin naik. Keberadaan mangrove di sepanjang pantai sangat di  perlukan untuk menahan gerusan ombak. Meskipun itu artinya kita harus  merelakan pantai yang bisa kita gunakan untuk bermain ombak, berubah  menjadi tanaman mangrove. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8fwAjaQYhBoKVoQaz3dBu8higEC3jSX8qg4rGQvH5h4Ib8LOtVCXw-zLk2xY_yU_NidwJc-Yyi-9Ta5v5GudwFfyxUhY6Get7QfKoL6UIdRzHsVIWIDC190uO8IWYBLuST9z7DsCQ-G4/s1600/Penangkaran+mangrove.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8fwAjaQYhBoKVoQaz3dBu8higEC3jSX8qg4rGQvH5h4Ib8LOtVCXw-zLk2xY_yU_NidwJc-Yyi-9Ta5v5GudwFfyxUhY6Get7QfKoL6UIdRzHsVIWIDC190uO8IWYBLuST9z7DsCQ-G4/s320/Penangkaran+mangrove.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5473956884812034994&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Puas  melihat2 kondisi pantai dengan mangrovenya, kamipun berjalan menuju  menara yang ada di pantai itu. Menara yang terbuat dari semen itu,  digunakan wisatawan untuk menikmati pemandangan laut hingga sejauh mata  memandang. Lumayan juga. Kami sempat berfikir untuk mendirikan tenda di  atas menara itu saja malam harinya. Sepertinya akan lebih nyaman  daripada di pantai yang banyak nyamuknya. :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera turun dan  menyusuri jalanan kembali. Dari keterangan seorang bapak yang sedang  mendorong gerobak yang berisi tanaman mangrove, beberapa meter kedepan  adalah tempat penangkaran penyu. Akupun berjalan menuju kesana. Namun  sayang sekali, penjaga yang membawa kunci untuk memasuki ruangan  penangkaran sedang tidak ada. Karenanya, kami hanya bisa melihat dari  luar ruangan. Di dalam ruangan itu, banyak sekali bak2 yang berisi penyu  sisik dengan berbagai ukuran. Ada yang masih berupa tukik, hingga yang  sudah berukuran besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5sqaRyPF6I2qRnbEfyZdVkDSngdjx7B6PLXNoBXWwS8AO4datWGlNrRJOMl4635ynkgI1fiaHQ5WoE7SvxClTDVxJ8eZZq9puw1FETWSHdaO8kFLkxPdNrNCtCfH6okN9LRl8o1h5Pk8/s1600/Penangkaran+penyu.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 221px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5sqaRyPF6I2qRnbEfyZdVkDSngdjx7B6PLXNoBXWwS8AO4datWGlNrRJOMl4635ynkgI1fiaHQ5WoE7SvxClTDVxJ8eZZq9puw1FETWSHdaO8kFLkxPdNrNCtCfH6okN9LRl8o1h5Pk8/s320/Penangkaran+penyu.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5473956562171006722&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Di  bagian depan, terdapat meja yang memuat botol dan tabung2 berisi  alkohol. Rupanya itu adalah media yang digunakan untuk mengawetkan tukik  dan telur yang gagal menetas. Hiks.... baunya lumayan mengena, tapi  lebih kena perasaan kasihannya. :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekeliling tempat  penangkaran penyu itu, ada bedeng2 yang digunakan untuk persemaian  mangrove. Mulai dari Mangrove yang baru saja di stek, hingga mangrove  yang sudah tumbuh subur. Mungkin setelah cukup umur dari lokasi  persemaian itu, baru kemudian mangrove2 tersebut di tanam di pantai.  Masih menurut keterangan si ibu penjahit, katanya penangkaran mangrove  di Pulau Pramuka ini adalah termasuk salah satu penangkaran yang paling  besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain persemaian yang ada di areal penangkaran penyu,  rupanya masih ada lagi satu bedeng persemaian mangrove yang terletak di  seberang jalan. Di sana tertera keterangan yang menyebutkan bahwa  persemaian itu dilakukan oleh sekelompok pengunjung yang sedang  mengadakan aksi peduli lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena aku sudah cukup puas  melihat2 penangkaran penyu sedangkan Ijah dan Pet belum, maka akupun  berdiri di pinggir jalan, melihat kesibukan masyarakat Pulau Pramuka di  sepanjang jalan itu. Tiba2 ada bapak2 yang sedang bersepeda, yang jika  di tilik dari raut mukanya adalah orang yang ramah dan mudah di ajak  bicara. Prosedur standarpun di lancarkan. Senyum, sedikit menyapa, dan  kemudian beliau berhenti. Obrolanpun di mulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Zakariya alias  Pak Zak. Itulah nama beliau. Bukan kepala balai, namun merupakan salah  satu orang yang berpengaruh di Balai Taman Nasional Pulau Seribu (begitu  menurutnya). Kami berempat ngobrol sambil berdiri, masih di depan  penangkaran penyu. Banyak hal yang di bicarakan, namun bagian yang  terpenting dari obrolan panjang itu adalah bahwa si Pak Zak menawarkan  kepada kami untuk &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;snorkling&lt;/span&gt;  bersamanya. Terlihat sekali bahwa beliau senang mengobrol dan berbagi  ilmu, terlebih lagi dengan Pet. Ow..ow...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Memang kalian beneran  mau&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; snorkling&lt;/span&gt;?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Mau &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;donk&lt;/span&gt; pak...&quot;&lt;br /&gt;&quot;Kalau begitu, saya  bisa mengantarkan kalian &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;snorkling&lt;/span&gt;  dengan kapal balai&quot;&lt;br /&gt;&quot;Eh, serius pak? gratis nih?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Iya,  gratis.....&quot;&lt;br /&gt;&quot;Asyiiikk.... mau &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;donk&lt;/span&gt;  pak... terima kasih ya pak...&quot;&lt;br /&gt;&quot;Kalau gitu nanti kalo sudah siap,  telpon saya saja&quot;&lt;br /&gt;&quot;Siap pak... kita mau makan dulu sebentar&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transaksi  selesai dengan hasil memuaskan. Kamipun makan siang dengan tenang dan  gembira. Bayangan untuk bisa &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;snorkling&lt;/span&gt;-an  di tempat yang benar2 layak untuk snorkling sudah membayang di pelupuk  mata. Yang lebih menyenangkan lagi adalah aroma gratis yang sudah  sedemikian kuatnya melekat di otak. Dewi fortuna sudah rela loncat dari  puri kahyangan untuk membantu kami yang lemah ini. hahahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai  makan, kamipun menghubungi Pak Zak untuk memastikan waktu dan tempat  bertemu. Kami akan bertemu di dermaga kecil tempat kami berenang siang  harinya. Tak lupa, terlebih dahulu kami menitipan barang2 kepada Pak  Rahmat di villa tempat mereka beristirahat. Beliau sempat heran dan  bertanya2 ketika kami mengatakan bahwa kami akan di ajak ber-&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;snorkling&lt;/span&gt; ria dengan Pak Zak. Mungkin  dalam hatinya beliau bertanya2, ini anak2 muda &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;nemplak-nemplok sama orang2 seenaknya&lt;/span&gt; sendiri....  hehehehhe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berapa lama kemudian, Pak Zak sudah &lt;a onblur=&quot;try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLuRZfXR6Ij-8OfrCWsykrvvWcyavVgwccMlHLg2dA40J-CbLjTVVOsjctzh2i6nAyEH7HBYGKslRfKMHDb_vhes-i0l7jCKXRlk33k7cTsoqDULIBWkx_evizG7CadAWCqS_PKX5u5VY/s1600/Perahu+ini+yang+akan+membawa+kita+snorkling+dg+pak+Zak.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 215px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLuRZfXR6Ij-8OfrCWsykrvvWcyavVgwccMlHLg2dA40J-CbLjTVVOsjctzh2i6nAyEH7HBYGKslRfKMHDb_vhes-i0l7jCKXRlk33k7cTsoqDULIBWkx_evizG7CadAWCqS_PKX5u5VY/s320/Perahu+ini+yang+akan+membawa+kita+snorkling+dg+pak+Zak.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5473948943805348978&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;datang  dengan perahunya yang lucu. Perahu balai taman nasional yang mungil. Di  bagian pinggirnya terdapat tulisan &quot;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Acropora  echinata&lt;/span&gt;&quot;. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Acropora echinata&lt;/span&gt;  adalah nama ilmiah dari salah satu coral yang ada di Kepulauan Seribu.  Kamipun dengan bersemangat 45 menaiki kapal tersebut. Pak Zak  mengendarai kapal tersebut dengan lihai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan menuju  tempat snorkling, kami melewati sebuah kolam renang. Kolam renang  lengkap dengan anjungan untuk lompat indah. Setelah kolam renang, kami  melewati sebuah penangkaran ikan. Aku lupa tepatnya ikan apa, kalau  tidak salah itu adakah penangkara ikan bandeng. Entahlah... ingatanku  mulai memburuk lagi. Di tempat penangkaran ikan itu, banyak sekali  bertengger burung2 laut. Diantaranya burung Pecuk. Tentu saja mereka  betah berada di situ, karena persediaan makanan untuk mereka pasti lebih  &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;sustainable&lt;/span&gt;. :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain  penangkaran ikan, ada juga pabrik pengalengan di tengah laut. Wow...  pasti ikan2 yang di kalengkan disana sangatlah segar. Lokasinya saja  langsung di tengah lautan. Kemudian kami melihat ada beberapa perahu  mewah beserta dengan beberapa orang yang (nampaknya) merupakan orang2  Cina/Jepang. Menurut keterangan Pak Zak, kapal2 yang mewah itu adalah  kepunyaan mereka sendiri, yang diberangkatkan dari Pelabuhan Marina.  ooohh.... orang2 kaya... Kata kami (dengan sedikit nyinyir) hahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiA5w8rKZq4xlVfNMMTZmACmyIXxQNq_rQOB_C3T7UwH-_pLv1UmB7Jmp5bAxvrDez2SeBxXPyf_2S72AWcGevZbJqxQvisScc_muD9R32pTR7Zj5YXs-jbHl03vwWItqxj6nnYzE-ih0/s1600/Point+of+view+in+pulau+seribu.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 357px; height: 364px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiA5w8rKZq4xlVfNMMTZmACmyIXxQNq_rQOB_C3T7UwH-_pLv1UmB7Jmp5bAxvrDez2SeBxXPyf_2S72AWcGevZbJqxQvisScc_muD9R32pTR7Zj5YXs-jbHl03vwWItqxj6nnYzE-ih0/s320/Point+of+view+in+pulau+seribu.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5474831056555715970&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa  saat kemudian, kami melihat sebuah bangunan(masih di tengah laut) yang  nampaknya adalah restoran. Hmmm.... restoran di atas laut rupanya.  (Masih menurut Pak Zak), restoran itu merupakan tempat makan yang banyak  di kunjungi oleh wisatawan2 berduit. Intinya, harganya jauh lebih mahal  daripada makanan di darat &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;lah yaw&lt;/span&gt;....  Setelah restoran, kami juga melihat sebuah bangunan mungil yang  terpisah dari restoran tadi. Nampaknya itu adalah sebuah villa mungil.  Waaahhh.... Keren ya villa di atas laut itu. Romantis sekali kalau bulan  madu di tempat itu. :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sempat melihat satu ekor penyu sisik  yang sedang berenang di lautan. Pet berniat untuk mengabadikannya  melalui kameranya, namun tidak terburu waktu. Penyu itu segera kabur dan  tidak menampakkan diri lagi. Kami berharap semoga nantinya kami masih  bisa melihat penyu2 yang lainnya. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, kami  sampai di tempat yang kami tuju sebagai lahan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;snorkling&lt;/span&gt;-an. Perahupun di tambatkan. Tak jauh dari  kami, ada satu gubuk apung yang memang terapung2. Rupanya itu adalah  gubuk untuk para penggemar &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;fishing&lt;/span&gt;  atau memancing. Suatu saat aku pengen juga merasakan memancing sambil  di goyang2 ombak begitu. Kalaupun tidak memancing, mungkin bisa juga  membaca buku di tempat itu. Pasti waktu akan berlalu dengan cepatnya. :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamipun  bersiap2 untuk turun ke air dan menikmati keindahan bawah laut  kepulauan ini. Pet sudah dengan lihainya berenang kesana-kesini. Pak Zak  sudah menyiapkan satu buah &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;lifevest&lt;/span&gt;  untuk antisipasi bagi kami yang kurang bisa beranang ini. Aku dan Ijah  mencoba alat &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;snorkling&lt;/span&gt; yang  kami bawa. Aku segera turun dan melihat bahwa di bawah sana pemandangan  sangat indah. Banyak terumbu karang warna-warni yang masih tampak baru,  hasil transplantasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percobaan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;snorkling&lt;/span&gt;  pertama menjadi sesuatu yang lucu karena aku dan Ijah sama2 belum  menyadari bahwa kami dengan mudahnya terbawa arus. Akupun berpegangan  pada &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;lifevest&lt;/span&gt; yang telah di  pegang Ijah terlebih dahulu. Karena perbedaan berat badan dan juga  posisi, kami menjadi bergulat bersama naik turun bergantian. Aku tertawa  terbahak2, masih dengan peralatan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;snorkling&lt;/span&gt;  di mulutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku meminta Ijah untuk mengantarkanku kembali ke  kapal untuk sekedar membenahi posisi alat &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;snorkle&lt;/span&gt;-ku. Ijah dengan sekuat tenaga mendorong lifevest  itu menuju kapal. Namun lama sekali rasanya, kami tidak bertambah maju.  Rupanya, arus melawan usaha kami lebih kuat. hahahhaa..... Aku dan Ijah  pun bergelut bersama sambil terus tertawa mentertawakan diri kami  sendiri. Pada akhirnya, setelah sekian lama berusaha, akupun bisa di  selamatkan ke kapal. Wuidih.... Banyak energi terkuras untuk &quot;me-&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;rescue&lt;/span&gt;&quot; perjalananku yang pertama.  hahahahha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Zak menunjukkan bahwa tidak jauh dari kami, ada  sebuah coral masif yang sangat besar dan bisa kami gunakan untuk  berdiri. Ijah dan Pet terlebih dulu sampai di coral itu, baru kemudian  aku menyusul. Aku sudah bisa &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;snorkling&lt;/span&gt;-an  sendiri tanpa bantuan lifevest pada akhirnya. Menyenangkan sekali. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Thanks for the opportunity&lt;/span&gt; ya Pak  Zak.... ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku  melihat di bawah sana banyak sekali terumbu karang hasil transplantasi  yang sedang tumbuh. Hal itu dapat dilihat dari batu2 yang berasal dari  semen, yang di gunakan sebagai media tumbuhnya. Pak Zak menceritakan  bahwa coral2 itu usianya sekitar 2 tahun-an. Beliau juga menceritakan  banyak hal mengenai pulau2 di Kepulauan Seribu beserta dengan potensi2  yang di miliki. Ini baru merupakan salah satu dari sekian banyaknya  kekayaan Bangsa Indonesia. ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Zak sempat bercerita mengenai  privatisasi pulau yang di lakukan oleh beberapa orang kaya dari dalam  dan luar negri Indonesia. Selain itu, pak Zak juga menceritakan mengenai  suka duka bekerja di pulau seperti itu. Tak terasa, haripun beranjak  malam. Gelap datang dengan cepat, dan kami di anjurkan untuk segera naik  ke kapal untuk kembali ke Darmaga. Permintaan Pet untuk berenang  menyusul kapal di tolak oleh Pak Zak. &quot;Sudah malam&quot; katanya. Sekali  lagi, terima kasih banyak Pak Zak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamipun di turunkan di  darmaga tempat kami naik sebelumnya. Pak Zak langsung pulang, Pet dan  Ijah melanjutkan berenang, dan aku memilih pergi ke warung untuk membeli  air minum dan sedikit makanan. Logistik kami rupanya teramat sangat  kurang, di ikuti dengan semakin berkurangnya persediaan uang cash kami.  Pelajaran untuk yang akan berwisata ke pulau, untuk membawa uang cash  sebanyak2nya. :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun berjalan menyusuri darmaga sambil  menikmati angin pantai yang lembab. Aku sempat berhenti sebentar dan  mengamati aktivitas beberapa orang yang sedang sibuk mengangkut tanaman  mangrove. Sepertinya mereka akan membawa bibit2 mangrove itu ke pulau  lain. Aku lupa menanyakan pulau mana yang akan di tuju kapal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya  aku menemukan warung kecil yang menjual beberapa kebutuhan pokok rumah  tangga. Bahan2 utama yang aku butuhkan sudah kudapatkan, lalu aku  memilih beberapa snack untuk cemilah di darmaga. Sayang sekali,  persediaan snack di warung itu sangat minim sekali. Selain jumlah  pilihannya sedikit sekali, snack yang adapun sepertinya sudah hampir  kadaluarsa. Pelajaran lagi untukk yang akan berwisata ke pulau adalah  membawa sebanyak2nya snack atau penganan dari darat agar tidak  kelaparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekal untuk melewatkan malam yang teramat sangat  minimalis, sudah di pelukan. Akupun kembali menyusuri gelapnya pantai  yang benar2 sepi. Mengingatkanku pada pengalaman ketika aku berjalan di  pulau Karimun Jawa untuk tujuan yang sama. Hanya saja Karimun Jawa  memiliki lebih banyak pilihan cemilan di bandingkan di pulau ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya  di darmaga, aktivitas berenang sudah selesai. Kamipun mendirikan tenda  yang akan kami gunakan untuk bermalam. Entah kenapa dalam perjalanan ini  aku merasa sangat bodoh dan kurang persiapan sekali. Banyak hal2 yang  aku lupakan dan tidak aku bawa sehingga menjadi masalah kemudian.  Contohnya, pisau multiguna C*****n ku. Sangat sulit mengatasi  keteledoran ini. :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu langit terang bersama bintang2 nya,  meskipun nampaknya bulan sedang absen. Jutaan bintang bersinar terang  di atas sana, menemani kami yang bergelimpangan di dermaga. Kami  bercerita ngalor-ngidul mengenai banyak hal. Tidak perduli apakah materi  yang kami bicarakan saling bisa dipahami atau tidak. Scara pembicaraan 3  bahasa gitu lho. Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, plus Bahasa Tubuh.  hahahahhaa.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi pembicaraanpun beraneka ragam. Mulai dari  bintang, pekerjaan, hingga masalah cinta. Prikitiew.... prikitiew....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya,  pesona bintang yang cukup melenakan itu tidak bertahan lama. Bersamaan  dengan malam yang semakin kelam, mendungpun datang tanpa perlu di  undang. Perlahan namun pasti langitpun menggelap. Dan tak berapa lama  kemudian, mulai turun rintik hujan yang semakin menderas. Kamipun  bergegas memasuki tenda, dan bersiap tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya aku sudah  terlelap ketika sayup2 kudengar Ijah atau Pet berkata,&lt;br /&gt;&quot;Someones  coming&quot;&lt;br /&gt;&quot;Wah.... so scary....&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tidak mau, kesadarankupun  menjadi terpanggil dan aku mulai terbangun.  Akupun ikut melongokkan  kepalaku ke luar tenda. Rupanya ada seorang bapak2 tua yang memakai  sarung dan baju koko, berdiri di ujung dermaga. Dia berdiri dengan  tenang sambil menghadap ke laut, membelakangi kami. Sekilas, aku  melihatnya menggerak2an tangannya yang memegang benda seperti bakul  kecil. Benda itu dia putar2kan secara perlahan dan kontinyu.&lt;br /&gt;&quot;What is  he doing?&quot;&lt;br /&gt;&quot;I don&#39;t know... Maybe he just make some ceremony or  ritual&quot;&lt;br /&gt;&quot;What kind of ceremony?&quot;&lt;br /&gt;&quot;I dunno....&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akupun  kembali menempati tempat tidurku dengan perasaan sedikit was-was.  Khawatir juga kalau misalkan ternyata si bapak itu memang sedang ritual.  Jangan2 nanti dia kesurupan terus membabi buta ke tenda kami, atau  mungkin saja dia adalah orang jahat. Hhiiiiyyyy..... Parno....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama  kelamaan, aku mendengar suara dari luar tenda. Nampaknya dari tempat si  bapak itu berdiri. &quot;Seerrrrr..... seerrrr..... &quot; Pikiranku langsung  berkelana dengan liarnya. Aku pikir si bapak itu pasti sedang melakukan  ritual mengumpulkan tenaga atau energi dari laut. Itulah mengapa dia  menggerakkan tangannya secara memutar seperti tadi. Pasti suara itu  adalah suara energi yang datang dari laut dan mulai terkumpul sedikit  demi sedikit di tangannya. Waduh, kalau energinya semakin besar,  bagaimana nasib kami? tanyaku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamunan liarku berhenti  mendadak ketika si Pet tiba2 bilang,&lt;br /&gt;&quot;I know what he did..... He  just fishing....&quot; Katanya&lt;br /&gt;&quot;What... ?&quot; tanyaku langsung duduk lagi&lt;br /&gt;&quot;Ya....  he just fishing. And the voices come from his equipment.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  kamipun mengamati si bapak. Setelah beberapa saat, si bapak tampak  melempar tali ke tengah laut, dan kemudian muncul kembali bunyi2an itu.  Maka yakinlah aku kalau si bapak hanya sedang memancing. hahahahhaa.....  Maklum, otak sudah terlanjur berkhayal. :p&lt;br /&gt;&quot;Pak, sedang mancing apa  pak?&quot; tanyaku, dan si bapak tidak mendengarnya.&lt;br /&gt;&quot;Maaf pak, bapak  sedang mancing apa ya?&quot; tanyaku sedikit lebih keras.&lt;br /&gt;&quot;Oh, saya sedang  mencari cumi. maaf kalau mengganggu ya&quot; kata si bapak sambil menengok  ke arah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku dan Pet tertarik untuk mendekati,  melihat dan menemani si bapak memancing cumi. Nama beliau adalah Pak  Umar. Beliau tinggal di Pulau Pramuka, dekat dengan tower (nggak tau  tower mana). Beliau memang sering memancing cumi di darmaga ini. Menurut  beliau, setelah hari hujan, ketika bintang mulai bermunculan, maka  cumi2 akan datang ke darmaga ini karena tertarik dengan cahaya lampunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak  Umar yang bekerja di perhotelan sewaktu masih muda, bisa berbicara  bahasa inggris dengan cukup baik. Beliau senang sekali bisa bertukar  cerita dengan Pet tentang cumi (sepia), alat pancing cumi, laut,  perikanan, pemerintah, dan lain sebagainya. Beberapa percobaan yang di  lakukan Pak Umar gagal dan tidak membuahkan cumi. Salah satu lemparan  kail Pak Umar  sempat nyangkut di dekapan cumi, namun terlepas kembali  ketika di tarik. Pak Umarpun menyerah dan tidak ingin melanjutkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si  Pet akhirnya tertarik untuk mencoba &lt;a onblur=&quot;try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtxlhQhvNRZpJ6rKtOHk1pxQnfHyIZw2LduAjjqWzfqgngXUa-BY7IfLm2KJvmA-NAdOU-XrMlITJKXUeH3xHKde3Jq3MoseCk1ATmH6fokGVRphINMbIw3WJfr-CdoyoMS5elW440YEQ/s1600/mr+Umar,+Squid,+and+Pat.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 320px; height: 226px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtxlhQhvNRZpJ6rKtOHk1pxQnfHyIZw2LduAjjqWzfqgngXUa-BY7IfLm2KJvmA-NAdOU-XrMlITJKXUeH3xHKde3Jq3MoseCk1ATmH6fokGVRphINMbIw3WJfr-CdoyoMS5elW440YEQ/s320/mr+Umar,+Squid,+and+Pat.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5479205416155584818&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;memancing  cumi. Dan rupanya, rejeki Pak Umar ada di tangan Pet malam itu. Setelah  beberapa kali mencoba, akhirnya Pet berhasil menangkap 1 cumi. Dengan  sangat bernafsu dia segera mengeluarkan kamera dan menjeprat-jepret  sana-sini. Dia terlihat terlalu antusias untuk ukuran bule bertemu  dengan cumi. Akhirnya diapun berphoto bertiga dengan sahabat barunya,  Pak Umar dan si cumi. Sayangnya si cumi yang rentan terhadap kekeringan  itu cepat sekali meninggal dunia. Usaha Pet menyelamatkan dengan cara  memberikan air laut pada plastiknya gagal. Karenanya, cumi itu langsung  di berikan saja pada Pak Umar untuk di bawa pulang. Pak Umarpun pulang,  kami berpisah dengan Pak Umar, dan kami kembali tidur, menyusul Ijah  yang sudah bablas sampai papua. :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paginya, kami bangun cukup  siang. Aku terbangun karena aku merasa lapar. Beruntung masih ada  indomie yang bisa aku masak dan aku makan meskipun tanpa sendok. Pak Zak  sempat mendatangi kami, namun karena baru aku seorang yang bangun dan  tidak tau mau ngobrol apa, akhirnya beliau pergi lagi. So sorry pak...  nyawa saya belum ngumpul benar. hehehehhe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendekati waktu kapal  datang, barulah kami semua benar2 bangun. Dengan segera kami membenahi  tenda dan semua peralatan agar bisa mengejar kapal. Si Pet sempat  berkata, kenapa kita tidak menunggu kapal yang siang hari saja sehingga  kita tidak perlu stress dengan persiapan yang mendadak ketika nyawa  belum sepenuhnya terkumpul? Namun akhirnya dia menyerah juga, karena  menghadapi kenyataan bahwa kami sudah hampir kehabisan uang cash.  Semakin lama kami tinggal di pulau, maka keuangan kami yang telah di  landa krisis moneter itu akan semakin parah. Dan kamipun pulang bersama  dengan penumpang kapal pagi yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat tinggal Pulau  Pramuka, sampai bertemu lagi secepatnya.... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Get There&lt;br /&gt;Dari manapun kita berasal, pastikan bahwa kita sudah menuju Pelabuhan Muara Angke. Dari Muara Angke, kapal menuju pulau2 di kepulauan seribu selalu siap sedia membawa kita. Rp.30.000 :)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jalan-dong.blogspot.com/feeds/4847235597924900535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2010/07/one-thousand-island-scout-island.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/4847235597924900535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/4847235597924900535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2010/07/one-thousand-island-scout-island.html' title='One Thousand Island - Scout Island'/><author><name>Ini Wilis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17869922467447251685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXOx-T7A4OafGmSjLWBUc-7no7TvANSeTIJOWcAJK1SRCFd1q66SnbGo7OcZEqrZEA64RCeu1IVc8vK50x5yWwNC8gKD-_F0apO0ndwg0zqj411dIa1rLCiJ0nNuNS7Q/s113/Aku+dan+Padang+Rumput.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcOxfLvaUMUQWq7G4kBSbJKx6xIcVuxmIojDwYg0SJtJge_raDpEQVbv5jkVTcniynPRMq32zNaUUxpDQdoRFgdF-Bx9B2xQ5NMQMRW2qYdTeZ-DVknZqCjwa01CGFfSo3KjXBSF2qVF8/s72-c/Me+n+Salmul.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5591958527526863781.post-351699334628654031</id><published>2010-07-01T06:03:00.000-07:00</published><updated>2010-07-01T07:20:52.784-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jakarta"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Museum"/><title type='text'>Wisata Budaya di &quot;Brussel-nya Indonesia&quot;</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Tengterereng..&lt;/span&gt;.... Museum??? &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Oh no&lt;/span&gt;....  :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan kalian katakan kalau ada orang yang mengajak  kalian pergi ke museum? Hhhahaa.... Mungkin tidak jauh2 dari apa yang  aku katakan.&lt;br /&gt;&quot;Ya ampuuunnn... nggak ada tempat lain apa ya?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Adduuh....  males deh. Membosankan&quot;&lt;br /&gt;&quot;Iiihhh...&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; Ade ape&lt;/span&gt; di sana &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;cing&lt;/span&gt;?&quot;&lt;br /&gt;&quot;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Oh my  gosh... ityu khan engghak bangghet deeecchhh&lt;/span&gt;...&quot;&lt;br /&gt;&quot; Museum? Makanan  jenis apa itu?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hahahhaa.... Buruk semua bukan, gambaran tentang  museum kita? Mungkin di antara kita bahkan ada yang hanya menginjakkan  kaki di museum ketika masih SD, itupun karena wajib &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;plus&lt;/span&gt; ancaman &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; nggak&lt;/span&gt; naik kelas... :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan salah kita juga &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;sih&lt;/span&gt; ya, secara  penampakan museum2 di Indonesia&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;h &lt;/span&gt;tercinta ini memang &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;rada&lt;/span&gt; ajaib.  Cenderung ke kusam, kuno, kayu, mistik, dan suram. Mungkin karena sifat dasar  masyarakat Indonesia yang memang teramat sangat menyukai romantisme,  sehingga enggan/merasa sayang untuk mengganti penampilan menjadi lebih  keren dan mengikuti zaman, atau persyaratan sebuah museum memang seperti itu. Seandainya semua museum di Indonesia sekeren  Grand Place atau New England Museum &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;gitu&lt;/span&gt;, sepertinya bayangan2 buruk  tentang museum ini tidak perlu ada. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; jin iprit&lt;/span&gt; dari mana,  yang akhirnya membuatku dan salah seorang teman tiba2 sepakat untuk  mencoba wisata budaya ke museum2 di Jakarta awal bulan kemarin. Jakarta Kota yang terkenal  memiliki banyak sekali museum, mungkin saja merupakan &quot;Brussel-nya  Indonesia&quot;. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;hahahahaha&lt;/span&gt;.... Kota museum. Dan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;eng-ing-eng&lt;/span&gt;.... yang  terjadi, ya terjadilah.... Akhirnya kami (aku dan teman) pergi ke  beberapa museum di Jakarta Kota, dan aku akan berbagi sedikit pengalaman  disini.... ^_^&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPtmVo2UbaS-kbYAd74lierjhcUiZZ6G3PuWEt6a2HPAk64SuqAeMM1Wq6hfA5886AyXnIpPcWIx-IMdV1LR07lY1CSTWTKmIJ-wK0grjNyyrRMCGRtXgUXcIsmczctNOE_9SQsCy52j8/s1600/1.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 206px; height: 275px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPtmVo2UbaS-kbYAd74lierjhcUiZZ6G3PuWEt6a2HPAk64SuqAeMM1Wq6hfA5886AyXnIpPcWIx-IMdV1LR07lY1CSTWTKmIJ-wK0grjNyyrRMCGRtXgUXcIsmczctNOE_9SQsCy52j8/s320/1.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5488064533257154802&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Kami  mengawali perjalanan dengan bertemu di Stasiun Bogor. Dengan tiket  kereta AC-Ekonomi seharga Rp.5.500 kami berdua melaju menuju Stasiun  Kota Jakarta. Sambil menikmati perjalanan, kami mulai memilah, memilih,  dan menentukan museum2 mana saja yang akan kami kunjungi hari itu. Untuk  yang pertama, kami sepakat mendatangi Museum Bahari dan Menara  Syahbandar yang terletak didekat Pasar Ikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sesampainya di Stasiun Kota, kami sempat  ragu dengan moda transportasi yang akan kami pilih. Demi mendukung  niatan &quot;wisata budaya&quot; kami, maka kamipun memilih &quot;Ojek Sepeda &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Onthel&lt;/span&gt;&quot;.  Sempat terpikir untuk menyewa sepeda saja berdua, tapi karena malas berdebat  siapa yang membonceng dan siapa yang di bonceng, jadi lebih adil kalau  semua membonceng pada tukang ojek saja. Hanya dengan Rp. 5.000 kita sudah bisa  &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;nangkring&lt;/span&gt; di atas sepeda &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;onthel&lt;/span&gt; sampai Menara Syahbandar, meski harus  sedikit was2 karena tidak ada helm-nya :p&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Menara Syahbandar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memasuki pelataran menara tua ini, aku  melihat ada beberapa bangunan yang berada dalam satu kompleks menara  itu. Tetapi, hanya satu bangunan yang bisa kita masuki, yaitu Menara  Syahbandar-nya. Bangunan lainnya adalah bangunan yang dulunya di gunakan  sebagai tempat administrasi dan juga kantor pabean. Hari itu, menurut  &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;si&lt;/span&gt; bapak yang menjaga menara, cukup banyak pengunjung yang datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami  membeli karcis seharga Rp. 2.000 untuk memasuki Menara Syahbandar,  sekaligus masuk ke Museum Bahari. Mungkin karena rombongan di depan kami  adalah para mahasiswa, maka kamipun di beri tiket mahasiswa (&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Positif  thinkin&#39;&lt;/span&gt; nya &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;ya&lt;/span&gt; kami terlihat masih imut2 laksana mahasiswa. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;hehehe&lt;/span&gt;). Si  bapak mengatakan pada kami bahwa ketika kami ke Museum Bahari nanti,  kami tidak perlu lagi membeli tiket karena sudah merupakan tiket  terusan. :)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFzX0g_jLnE0Jf16y8OL44GJ6yJG9CFqG1dhbArbzG4d1POevv7r7Q9jZOD5O5ayGpqUj25slf9_sNV08qjmV3S4RX0D8r1w2X4M8fmWZkWG5tn7LJqcib36XSzLwATxw4IKvNk81A1uc/s1600/2.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 367px; height: 262px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFzX0g_jLnE0Jf16y8OL44GJ6yJG9CFqG1dhbArbzG4d1POevv7r7Q9jZOD5O5ayGpqUj25slf9_sNV08qjmV3S4RX0D8r1w2X4M8fmWZkWG5tn7LJqcib36XSzLwATxw4IKvNk81A1uc/s320/2.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5488064186323850450&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Bangunan yang berdiri sejak tahun 1839 itu  dulunya berfungsi sebagai menara pengintai/pengamatan untuk kapal2 yang  datang ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Konon katanya, dulu titik nol kota  Jakarta adalah di tempat itu. Menara ini terdiri dari 4 lantai. Kami  langsung naik sampai &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;mentog&lt;/span&gt; ke atas atap menara. Disana kami bisa  melihat pemandangan sekitar pasar ikan yang ramai, padat, dan bangunan2-nya &quot;Belanda  Banget&quot;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Aku sedikit berkhayal, rasanya enak juga &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;lho&lt;/span&gt; berada di  tempat yang (dulunya) adalah tempat yang di gunakan untuk mengawasi  kapal2 di pelabuhan. Membayangkan sambil melihat ke arah laut, bagaimana suasana ketika  kapal2 dagang berdatangan. Sedikit aneh saja karena tidak ada peralatan2  navigasi misalkan teropong atau sejenisnya :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari menara, kita  juga bisa melihat (boleh juga &lt;a onblur=&quot;try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwYYwYfjkY4mxMXG1C2i7_BtMDJ1Ua-VEbaen1BhjrVZKXUrJP3Atzyl3hnDnfe_Bj9-E8sNmDnJJ0TujxBAx6z2TEYI79x75oaH5zUEIwlmpPqNVkkeoomEaPGB8QcU2oa__-7RnP9OY/s1600/3.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 330px; height: 227px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwYYwYfjkY4mxMXG1C2i7_BtMDJ1Ua-VEbaen1BhjrVZKXUrJP3Atzyl3hnDnfe_Bj9-E8sNmDnJJ0TujxBAx6z2TEYI79x75oaH5zUEIwlmpPqNVkkeoomEaPGB8QcU2oa__-7RnP9OY/s320/3.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5488063955028273378&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;membayangkan)  posisi2 sarana dan prasarana pelabuhan sunda kelapa jaman dulu. Di depan menara  syahbandar, adalah Museum Bahari yang dulu merupakan bangunan untuk  gudang. Di seberang jalan ada Galangan VOC yang merupakan galangan kapal  untuk kapal2 yang rusak, namun sekarang galangan itu berubah menjadi  &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;cafe&lt;/span&gt; dan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;restourant.&lt;/span&gt; Sayangnya, aliran sungai yang mengalir di samping  cafe itu sangat2 hitam, kemungkinan hitamnya lebih hitam daripada coffee  yang di sediakan di cafe itu.  :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian dalam menara itu  sendiri tidaklah terlalu menarik, dalam artian tidak banyak barang yang  ada di sana. Di lantai 4 kosong melompong, lantai 3 berisi poster2  sejarah perjalanan menara ini dari waktu ke waktu. Kalau di lihat dari  cerita di poster itu, perubahan di menara tidaklah banyak. Hanya  beberapa peralatan yang tidak lagi ada, seperti antena dan penangkap  radar di atas bangunan pabean. Lantai 2 adalah pintu masuk yang rupanya  juga merupakan tempat sebuah prasasti yang entah menggunakan bahasa apa.  Lantai 1 rupanya merupakan penjara yang digunakan untuk menahan para  penjahat, perompak, ataupun tahanan kapal. :p&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Puas bernostalgia dengan Menara Syahbandar,  aku dan teman akhirnya memutuskan untuk berpindah ke Museum Bahari.  Jaraknya dekat sekali dengan menara, sehingga hanya perlu berjalan kaki.  Karena kami telah membeli tiket terusan, maka kami tidak perlu membeli  tiket lagi. Kamipun mulai menyusuri lorong demi lorong dari Museum  Bahari yang memang berlorong2 itu. Terlalu kosong dan sepi untuk dibilang sebagai ruangan. :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Museum Bahari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu yang memisahkan ruangan/bangunan satu  dengan yang lainnya bentuknya seragam, yaitu pintu beton yang melengkung  di bagian atasnya. Model penataan pintu itu lurus, sehingga ketika daun  pintu di buka, kita langsung bisa melihat bagian ujung lain bangunan.  Aku menyukai susunan ini, terkesan sangat &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;gamblang&lt;/span&gt; dan senyap. Disalah satu dinding yang sangat  dekat dengan pintu masuk, aku membaca sebuah prasasti yang di tempel di  tembok. Rupanya itu adalah lirik Lagu Nelayan Selat Madura. Jadi  kepengen nyari lagunya di &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;YouTube (dan  nggak nemu)&lt;/span&gt;.... :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBhbpLZuDdjgjQP_6E2OurMT5O8y0ZfxEYHa7apTOR_7SZ3tc52wFn4pGsJ-Ca0fvhxzCAoA0ukWu0iw887_GoI300pCFsWUL6AeKr79krctLyHwy1dc-0D5te_5HTMRi7lq1Af1iP3kE/s1600/4.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 373px; height: 242px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBhbpLZuDdjgjQP_6E2OurMT5O8y0ZfxEYHa7apTOR_7SZ3tc52wFn4pGsJ-Ca0fvhxzCAoA0ukWu0iw887_GoI300pCFsWUL6AeKr79krctLyHwy1dc-0D5te_5HTMRi7lq1Af1iP3kE/s320/4.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5488063105369815410&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Ruangan  yang pertama adalah ruangan yang berisi poster2 lawas mengenai sejarah  Sunda Kelapa, Batavia, Jayakarta, dan Jakarta, beserta dengan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;tetek  bengeknya&lt;/span&gt;. Ada juga cerita mengenai Sungai Ciliwung, dan beberapa cerita  lainya. Beberapa lorong setelahnya adalah aneka rupa kapal yang pernah  ada/masuk ke Indonesia. Bagus2 sekali miniatur kapalnya. Sulit di  bayangkan pada masa itu sudah ada orang yang ahli membuat kapal yang  begitu megah dan kuat untuk menjelajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamipun naik ke lantai 2.  Di lantai 2, kami melihat ada contoh rempah2 yang dulu di perdagangkan  yaitu cengkeh, pala, dan beberapa rempah yang lainnya. Ada juga beberapa  macam fosil2 kerang dan binatang2 laut yang di awetkan. Selain itu, di  ruangan itu juga terdapat sebuah miniatur Pulau Onrust yang terletak di  Kepulauan Seribu. Rupanya jaman dulu pulau itu merupakan salah satu  pulau terpenting untuk VOC. Dimana di sana banyak sekali bangunan2 yang  di gunakan untuk berbagai kepentingan, salah satunya adalah karantina  para calon Jema&#39;ah Haji. Sayangnya, saat ini Pulau Onrust sudah banyak  terkikis abrasi dan hanya meninggalkan beberapa puing2 bangunan saja  (belum&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; kesampean&lt;/span&gt; cita2 kesana).  :(&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUmEXEK85PiY4w7Ci0LqwlEu1KVTGutaTXNO_X1eMzN8QhuahvIBmJxCVLjV5SbxkJ0y52fg7HXKPFKacSnV3hEJOxckbP6bMon6ux0oX_rm1JKw0WEnDiNNJG0F1d6FTTijRGiy-MAx8/s1600/5.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 342px; height: 254px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUmEXEK85PiY4w7Ci0LqwlEu1KVTGutaTXNO_X1eMzN8QhuahvIBmJxCVLjV5SbxkJ0y52fg7HXKPFKacSnV3hEJOxckbP6bMon6ux0oX_rm1JKw0WEnDiNNJG0F1d6FTTijRGiy-MAx8/s320/5.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5488062523014834962&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Ruangan  berikutnya banyak berisi komponen2 kapal mulai dari jaman &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;jadul&lt;/span&gt;  juga. Ada bagian lampu badainya saja, jangkarnya saja, pelampungnya  saja, kemudinya saja, loncengnya saja, dan masih banyak lagi bagian2  yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bagian2 kapal, ada juga beberapa macam alat  penangkap ikan yang digunakan dari jaman dulu. Kebanyakan masih sama  atau mirip, contohnya saja Bubu. Beberapa benda di pajang di atas meja,  dan beberapa yang lainnya di pajang di dalam lemari kaca, mungkin agar tidak cepat rusak karena bahan pembuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut  ke ruangan lain, dimana terdapat photo2 berbingkai yang di tempel di  dinding. Banyak sekali photo2 yang ada di ruangan itu. Kebanyakan photo itu  adalah photo2 saudagar/pedagang yang dulu datang ke Indonesia pada masa  perdagangan. Karena aku dan teman sedikit mati gaya di ruangan itu, maka  kamipun memilih untuk menggunakan lantainya sebagai tempat &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;ndelosor2&quot;&lt;/span&gt; sambil photo2. :p&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kamipun melanjutkan perjalanan ke bangunan  museum yang terletak di belakang. Namun sayang, tidak banyak lagi  barang2 yang bisa kami lihat. Entah mengapa museum bahari ini menurutku  sedikit kurang efisien. Mungkin karena memang dulunya museum ini adalah  gudang untuk pelabuhan, maka bangunannya  sangat luas dan tua sehingga banyak sekali ruangan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;nganggur&lt;/span&gt;. Karena terlalu luas itu, maka museum ini sangat  terasa kosong. Satu ruangan besar hanya di isi beberapa benda, dan  banyak juga ruangan yang kosong &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;melompong&lt;/span&gt;.  Mungkin sebaiknya segera di lakukan tata  ulang untuk isi museum ini. (Pastinya &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;minta &lt;/span&gt;dana pemerintah karena tidak  akan cukup dari uang tiket) :p&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketika kami berada di pelataran tengah museum, aku merasa sangat menyukai area itu. Entah kenapa sepertinya ada kenyamanan tersendiri  berada di tengah2 bangunan tua itu. Berdiri di atas lantai &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;paving block&lt;/span&gt;,  di kelilingi tembok dengan jendela kayu tua dengan cat-nya yang telah  mengelupas, dan paduan warna sejuk antara &quot;cat dinding putih luntur,  hijau jendela, coklat jendela, langit biru&quot;. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;wuidiiiihhhh&lt;/span&gt;.... :)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSoisssUUxJ1GjHKFO9h2o1revhErcx048AQKtPN2wLvOn4vfOmXv7X6EldH71CVOJ1x3I1cG0_eeBSD7a4pnYHZ_NqfWjbxqwcsPiurSAUVLwDSjxgAitOq-NqlzFmqjRsSqX0G5sGco/s1600/6.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 209px; height: 279px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSoisssUUxJ1GjHKFO9h2o1revhErcx048AQKtPN2wLvOn4vfOmXv7X6EldH71CVOJ1x3I1cG0_eeBSD7a4pnYHZ_NqfWjbxqwcsPiurSAUVLwDSjxgAitOq-NqlzFmqjRsSqX0G5sGco/s320/6.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5488062204064215954&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Toko Merah&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kamipun  beranjak meninggalkan Museum Bahari dengan mengojek sepeda lagi. Kali  ini kami akan melihat koleksi yang ada di museum2 di sekitar Stasiun  Kota. Namun oleh tukang ojek sepeda (berdasarkan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;requets&lt;/span&gt; temanku itu),  kami di antarkan terlebih dulu ke Toko Merah. Untuk sekedar berfoto saja  tentunya, karena sekarang ini aku tidak tahu persis penggunaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon  katanya ketika VOC masih berkuasa, Toko Merah yang di bangun pada abad  ke-17 (see... hampir 3 abad) ini pernah dijadikan sebagai kediaman  Gubernur Gustaf Baron van Imhof, tempat AAL, dan juga pernah digunakan untuk &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;guest house&lt;/span&gt; para pejabat. Toko  ini dinilai sebagai salah satu saksi mata dari banyak sekali kejadian  yang terjadi di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keren juga ini bangunan, &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;semua-mua&lt;/span&gt; berwarna merah. Entah  mengapa atau dengan alasan apa arsiteknya dulu mempertimbangkan sebelum  membangun. Mungkin beliau sudah bisa menerawang bahwa ratusan tahun yang  akan datang, akan ada orang2 narsis (seperti aku) yang akan sangat  senang berfoto2 ria di depan bangunan2 antik &amp;amp; nyentrik. Karenanya  beliau membuat bangunan unik dengan memilih warna merah untuk semua komponennya.... :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dengan ojek  sepeda yang sama, aku dan teman melaju menuju tempat yang baru.   Harganya sama juga ternyata dengan keberangkatan dari stasiun, cukup dengan Rp. 5.000 . Kami turun di  depan Museum Wayang. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Wuidiihh&lt;/span&gt;.... ramai benar siang itu. Banyak  rombongan2 anak sekolah yang datang. Nampaknya aku lupa kalau menjelang  hari jadi Kota Jakarta, museum2 membuka program untuk anak sekolahan.  &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;hahhahaha..&lt;/span&gt;... Mari bergabung bersama mereka.... :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Museum Wayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7edicnbZ9g8DzReuH50RyGm_ahZ-f4bZnaLZpZJxoyTMZLbCK3hmEAKlhv9AQLLuDRptBCWj5QuDx_kerfd1Waaf8TTY7VSvRqOliBfgswYhcvKSmwYC9jreYdtSkueX1t1eek-tdjxA/s1600/7.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 377px; height: 135px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7edicnbZ9g8DzReuH50RyGm_ahZ-f4bZnaLZpZJxoyTMZLbCK3hmEAKlhv9AQLLuDRptBCWj5QuDx_kerfd1Waaf8TTY7VSvRqOliBfgswYhcvKSmwYC9jreYdtSkueX1t1eek-tdjxA/s320/7.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5488061528477122306&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Kami  tidak langsung masuk ke Museum Wayang, melainkan terlebih dulu bersantai  dan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;mengaso &lt;/span&gt;di depan museum sambil menikmati lalu lalang orang. Ada  sekumpulan anak2 remaja yang (sepertinya jaman sekarang sering di  panggil &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Alay&lt;/span&gt;) duduk di depan pelataran dengan dandanan seragam, celana  pensil yang melorot di pantat, tas gendong yang talinya panjang &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;banget&lt;/span&gt;,  gaya rambut yang khas &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;banget,&lt;/span&gt; dan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;nggak&lt;/span&gt; ketinggalan &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;handphone&lt;/span&gt; di tangan  dengan jari yang aktif &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;klik-klak-klik-kluk&lt;/span&gt;... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga  beberapa orang yang berputar2 dengan sepeda &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;onthel&lt;/span&gt; sewaan warna-warni,  lengkap dengan topi &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;meneer&lt;/span&gt;-nya. Ukuran sepedanya ternyata ada yang kecil  juga&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; lho&lt;/span&gt;..... Kapan2 aku dan teman memutuskan untuk mencoba, namun  tidak hari itu. Pasti lebih keren karena kita akan bisa merasa menjadi  &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;meneer&lt;/span&gt; pada jaman belanda dulu, yang berkeliling kota sambil bersepeda :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak lagi aktivitas di tempat  itu sehingga menambah hiruk pikuknya pelataran museum. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Kebanyakan&lt;/span&gt;  adalah&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; bule&lt;/span&gt; bersama dengan pemandunya. Memang, nampaknya wisata museum  ini lebih di gemari oleh &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;bule2&lt;/span&gt; ketimbang masyarakat Indonesia sendiri.  Satu pemandangan yang cukup menarik perhatianku adalah sekelompok anak  yang (sepertinya) sedang membuat film/video klip. Aku dan temanku  memperhatikan gerak-gerik mereka, sampai dengan main tebak adegan.  &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Kocak2&lt;/span&gt; sekali tingkah anak2 itu. :p&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();}  catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRBmF2R5g55Qs9KlqU9LhTTlWyNlFbEOXZDU_QNJjNEjM9XP_UFal3yVttUo92222LQdWsHCiL5JswIkWS-b328FfaQ8I1uIEn-ZoFiNV7V2c5b1wdp9GyPH2xXvPu1j-GkIF8OASl2A0/s1600/8.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 341px; height: 248px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRBmF2R5g55Qs9KlqU9LhTTlWyNlFbEOXZDU_QNJjNEjM9XP_UFal3yVttUo92222LQdWsHCiL5JswIkWS-b328FfaQ8I1uIEn-ZoFiNV7V2c5b1wdp9GyPH2xXvPu1j-GkIF8OASl2A0/s320/8.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5488060347794528930&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Akhirnya  kamipun masuk ke Museum Wayang, bergabung dengan pengunjung yang lain.  Museum ini sudah tidak banyak &quot;kesan belandanya&quot;. Hanya di bagian luar  dan beberapa bagian di dalam yang masih terlihat &quot;Belanda &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;banget&lt;/span&gt;&quot;.  Tetapi secara keseluruhan, sudah lebih modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali  etalase2 kaca yang di gunakan untuk menampilkan berbagai jenis wayang.  Wayang golek, wayang kulit, wayang orang, sampai dengan ondel2 juga ada  di sana. Wayang2 dari berbagai daerah di Indonesia, di simpan di sana  lengkap dengan keterangan2nya. Selain itu, banyak juga patung2 yang  menggambarkan tokoh2 pewayangan seperti Hanoman, Gatot Kaca, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  setiap etalase, ada keterangan2 yang menyebutkan informasi mengenai  nama, asal, peran, dan informasi2 yang lainnya. Aku sempat melihat di  museum itu ada pemain &quot;si unyil&quot; lengkap. Masih ingat kan siapa Unyil?  Sewaktu aku masih kecil, di TVRI si Unyil sering diputar dan menjadi  tontonan wajib anak2. Unyil,  Usrok, Pak Ogah, Mbok Bariah, dll. Jadi  &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;berasa &lt;/span&gt;bernostalgia senja gitu deh.... :P&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selain wayang dalam negri, banyak juga  wayang2 yang berasal dari luar negri. Menurut temanku, wayang2 dari luar  negri itu ada yang di bawa oleh tamu negara sebagai oleh2 untuk Presiden  Indonesia ketika datang ke Indonesia, dan ada juga yang merupakan  cideramata ketika Presiden bertandang ke negara lain. Ada wayang dari  berbagai benua mulai dari Asia, Amerika, Australia, Eropa, dan Afrika.  Semua dengan ciri dan keunikan masing2.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdfgnRo2HWVFJBFWtVg9QhJ99Xy1J5POVy8Gl7IRHbQEkRJb9c8DtBSu4z-f9sZslZqgErNlrvSaabmesT_iM-7qcho3GhUQ9wvJTISLqdg9F-bMz-_x3C0PWgsW4pLIzIz3Lohyphenhyphendqle0/s1600/9.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 292px; height: 303px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdfgnRo2HWVFJBFWtVg9QhJ99Xy1J5POVy8Gl7IRHbQEkRJb9c8DtBSu4z-f9sZslZqgErNlrvSaabmesT_iM-7qcho3GhUQ9wvJTISLqdg9F-bMz-_x3C0PWgsW4pLIzIz3Lohyphenhyphendqle0/s320/9.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5488059786910661330&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Museum  Wayang rupanya juga menampilkan aneka topeng, gamelan, ondel2, dan  beberapa benda yang mendukung pewayangan. Menyenangkan sekali rasanya  melihat benda2 unik seperti itu dilestarikan dan diperhatikan  keberadaannya. Jadi, nanti anak cucuku akan tetap bisa melihat wayang  dari jaman ke jaman. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalananku bersama teman waktu  itu, kami menemukan beberapa lokasi di dalam museum yang sedikit aneh  (menurut kami). Menurutku dan temanku, tempat2 itu sedikit &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;nyeleneh&lt;/span&gt; dan  tidak lazim penempatannya. Contohnya adalah sebuah pilar yang dipasang di tengah2 ruangan, yang akhirnya justru menyebabkan beberapa miniatur wayang tersembunyi. Ada juga tembok pembatas yang tiba2 muncul membelah pilar dengan potongan gambar yang tidak wajar. Akhirnya kami menggunakannya sebagai studio  photo saja.&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; hahahhaha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk masuk ke museum wayang ini, harganya  sama murahnya dengan museum2 yang lain. Cukup dengan Rp. 2.000. Karena  kunjungan pertamaku bersama teman waktu itu sangat singkat, sepertinya  aku harus ke museum itu lagi kapan2. :p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dari museum  wayang, perjalananku bersama temanku berlanjut ke Museum Keramik dan  Museum Bank Indonesia. Tapi aku mau istirahat dan bernafas dulu  &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;yaaaa.&lt;/span&gt;... Udah panjang &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;banget kayaknya&lt;/span&gt; tulisan ini. &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;hahahahhaa...&lt;/span&gt;. Akan  di lanjutkan pada kisah selanjutnya. :))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa museum tidak  dapat kami kunjungi hari itu, karena waktu berlalu begitu cepat. Kamipun  sepakat untuk melanjutkan wisata budaya itu di lain waktu.... ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Thanks&lt;/span&gt;  ya mbak Ana &quot;Meleng&quot; untuk wisata budaya sehari-&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;nyaaaaa&lt;/span&gt; :&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Get There&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Pengen&lt;/span&gt; ikut merasakan seni-nya berwisata budaya ke museum2 di Jakarta Kota?? Gampang dan murah &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;koq&lt;/span&gt; caranya..... Tinggal disesuaikan&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; starting point-&lt;/span&gt;nya saja. Bisa naik kereta, busway, metromini, bajaj, atau ojek, yang penting berhenti di Stasiun Kota. Kalau sudah sampai di Stasiun Kota Jakarta, baru deh semua  menjadi &quot;sama&quot;. hehehehe&lt;br /&gt;* Untuk yang dari Bogor : Bisa memilih kereta AC Ekonomi jika ingin mendapatkan kenyamanan dengan harga relatif murah, Rp. 5500. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Stasiun Kota menuju Menara Syahbandar, di sarankan naik ojek sepeda &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;onthel&lt;/span&gt;, agar kesan wisata &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;ala&lt;/span&gt; jaman dulunya lebih terasa. Kita hanya perlu menyebutkan nama &quot;Menara Syahbandar&quot; atau &quot;Museum Bahari&quot;, maka tukang ojegnya akan langsung membawa kita kesana. Harga ojek sepeda sampai dengan menara sama rata koq, yaitu seharga Rp. 5000. Begitu juga ojeg dari menara sampai Museum Wayang, Rp. 5000 juga. Dari Museum Wayang dsk menuju Stasiun Kota sih kita jalan kaki saja karena jaraknya tidak begitu jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiket masuk museumnya, murah meriah &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;sodara2&lt;/span&gt;. Menara Syahbandar+Museum Bahari (Rp. 2000-3000) tergantung apakah masih (terlihat)mahasiswa atau umum, sedangkan Museum wayang cukup dengan Rp. 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murah meriah kan?? Jadikan museum2 ini sebagai alternatif tujuan wisata kalian selanjutnya yaaaaa .... [Wilis J]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jalan-dong.blogspot.com/feeds/351699334628654031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2010/07/wisata-budaya-di-brussel-nya-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/351699334628654031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/351699334628654031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2010/07/wisata-budaya-di-brussel-nya-indonesia.html' title='Wisata Budaya di &quot;Brussel-nya Indonesia&quot;'/><author><name>Ini Wilis</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17869922467447251685</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXOx-T7A4OafGmSjLWBUc-7no7TvANSeTIJOWcAJK1SRCFd1q66SnbGo7OcZEqrZEA64RCeu1IVc8vK50x5yWwNC8gKD-_F0apO0ndwg0zqj411dIa1rLCiJ0nNuNS7Q/s113/Aku+dan+Padang+Rumput.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPtmVo2UbaS-kbYAd74lierjhcUiZZ6G3PuWEt6a2HPAk64SuqAeMM1Wq6hfA5886AyXnIpPcWIx-IMdV1LR07lY1CSTWTKmIJ-wK0grjNyyrRMCGRtXgUXcIsmczctNOE_9SQsCy52j8/s72-c/1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5591958527526863781.post-4322009494690570140</id><published>2010-06-28T20:53:00.000-07:00</published><updated>2010-07-30T04:20:03.335-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bangkok"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perayaan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Thailand"/><title type='text'>Festival  Air Songkran, Thailand</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiiIq1fOb1-nI6P49on8y1vscF9VddhPsDAz2rMb-0Qp2gK4hC_oEDHJ_vUwiSkgFYxW7M5Y-m4YPEDEKuKXgeZW2FjoDQPSaF96T4xUHtLKuKOpIUgpiN-9U1VYFe2qZzwkFpCaDKvVgP/s1600/Viet+Thai+Apr+2010+521.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;358&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiiIq1fOb1-nI6P49on8y1vscF9VddhPsDAz2rMb-0Qp2gK4hC_oEDHJ_vUwiSkgFYxW7M5Y-m4YPEDEKuKXgeZW2FjoDQPSaF96T4xUHtLKuKOpIUgpiN-9U1VYFe2qZzwkFpCaDKvVgP/s400/Viet+Thai+Apr+2010+521.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;Mencocokkan budget terbatas dengan jadwal perjalanan memang sulit namun dengan seember besar keberuntungan, kami bisa hadir di waktu yang telah ditentukan di bulan April lalu. Saat menjejakkan kaki di Bangkok hari sungguh panas. Menurut informasi ini adalah bulan-bulan terpanas dalam satu tahun, satu hari menjelang perayaan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh rakyat Thai: Festival Air Songkran! &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bila buat orang Indonesia hari yang paling ditunggu adalah hari Lebaran dan Natal maka disini sebagian besar juga menunggu-nunggu hari perayaan Songkran sepanjang tahun. Bagaimana tidak selain mereka meliburkan diri selama tiga hari, disini mereka bermain air, berpesta, mengunjungi kuil, dan berkumpul bersama seluruh keluarga.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Songkran adalah hari perayaan tahun baru di Thailand. Arti dari Songkran adalah “melewati”, berasal dari bahasa Sansekerta yang menjelaskan pergerakan matahari terhadap rasi-rasi bintang. Saat matahari bergerak menuju rasi Aries maka tibalah saatnya Songkran dimulai, yaitu pada tanggal 13 sampai 15 April setiap tahunnya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFoHs0cccS1LR2njkyfH-3_pyDWrlS7T2D8U84U-jQJjxQ6IqYD7CA2s-FE0LIs8BttcbGSrX_QEC7oXJifApFVAhWNZCMfmDFqX6C_0_5LWZD57Ql3PqPTWZ4XHg4hG2v7IxaxxUOXW8e/s1600/Viet+Thai+Apr+2010+682.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFoHs0cccS1LR2njkyfH-3_pyDWrlS7T2D8U84U-jQJjxQ6IqYD7CA2s-FE0LIs8BttcbGSrX_QEC7oXJifApFVAhWNZCMfmDFqX6C_0_5LWZD57Ql3PqPTWZ4XHg4hG2v7IxaxxUOXW8e/s200/Viet+Thai+Apr+2010+682.jpg&quot; width=&quot;179&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Membasuh Patung Budha&amp;nbsp; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Selama hari ini, orang Thai percaya mengucapkan hal-hal yang buruk juga akan membawa dampak yang buruk.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“Mulutmu akan membusuk bila mengucapkan hal-hal yang buruk,” kata seorang tua untuk meyakinkan anak-anaknya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Patung-patung Budha di kuil pada perayaan ini dibasuh dengan air bunga, sebagai tanda penghormatan. Mereka berdoa di&amp;nbsp; depan Patung Budha meminta berkah sepanjang tahun. Kuil-kuil mengadakan perayaan dengan menghadirkan penari-penari tradisional dan bazaar-bazar lokal, menjual masakan-masakan dan kue khas Thai.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2l1bav9dqBcyjMwOmMlM9I9-lrd4BUvPkhIdF0OQTvXJ3peSn9_YjoNZDvaHfDRo9dmvIs5RQVeoRgxVXgWyVJsSbi8GtFf1NG7hQyYlNyLqMxxvIgAzsrf8bMxWYwcoDbRcoov0CyMfO/s1600/Viet+Thai+Apr+2010+721.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2l1bav9dqBcyjMwOmMlM9I9-lrd4BUvPkhIdF0OQTvXJ3peSn9_YjoNZDvaHfDRo9dmvIs5RQVeoRgxVXgWyVJsSbi8GtFf1NG7hQyYlNyLqMxxvIgAzsrf8bMxWYwcoDbRcoov0CyMfO/s320/Viet+Thai+Apr+2010+721.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Festival tari di Wat Arum&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Orang Thai juga menunjukkan penghormatan terhadap para biksu dan orang yang lebih tua dengan memercikkan atau membasuhkan air ke tangan sebagai tanda pembaharuan. Permainan air dengan segala pernak-perniknya berasal dari kebiasaan ini. Yah, memang tidak dapat disangkal kalau membasahi orang dari kepala sampai kaki bagi anak muda lebih menyenangkan daripada sekedar membasuh tangan, apalagi dilakukan sambil bermain di jalan, di tengah bulan-bulan terpanas di Thailand ini. Dan sebagai penahan panas matahari, orang-orang ini sering menggunakan semacam bedak dingin, terbuat dari semacam tepung. Ada keterangan dari mereka bahwa sebenarnya tepung yang digunakan awalnya adalah dari beras, namun saat ini sudah ada bedak khusus yang memang banyak dijual saat festival dimulai. &lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYakSw7E8FVDs88-6a1_x2pXlwnNIQM1LMwx3cfcBl269YtPcILZ8hSkq6Hc1f3UxHxk3igd-4ATF3abRelF8DwQwTDez5sjftSwMnig7iMND6mk0v6gHoyit1blp056A-uXNwe1aQX6Mg/s1600/Viet+Thai+Apr+2010+732.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;140&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYakSw7E8FVDs88-6a1_x2pXlwnNIQM1LMwx3cfcBl269YtPcILZ8hSkq6Hc1f3UxHxk3igd-4ATF3abRelF8DwQwTDez5sjftSwMnig7iMND6mk0v6gHoyit1blp056A-uXNwe1aQX6Mg/s200/Viet+Thai+Apr+2010+732.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Mencari sasaran di jalanan :)&amp;nbsp; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Yang saya ingat adalah bahwa baju saya basah selalu selama tiga hari, dan berjenis-jenis orang dijalan mengusapkan bedak dingin ke muka saya saat berjalan. Semua orang tertawa dan tersenyum – lah iya lah kan ini perayaan bergembira buat semua orang, pikir saya? Saya rasa walau sedang suntuk banyak orang akan tersenyum saat disapa ramah : &lt;span style=&quot;color: #bf9000;&quot;&gt;&lt;b&gt;HAPPY&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #b45f06;&quot;&gt;NEW&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;b style=&quot;color: #38761d;&quot;&gt;YEAR&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;color: #38761d;&quot;&gt;..!&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;sambil dicolek pipinya dengan lembut memakai bedak dingin. Bahkan ibu-ibu penjual tiket di penyebrangan kapal di Sungai Chao Phraya tak kalah ramah, memberi salam sambil menyemprotkan pistol air kecilnya kepada kami. Hanya kasihan sang anjing penjaga dok, dia sempat mondar-mandir kebingungan mencari tempat kering karena sebagian dok jadi basah karena siram-siraman air di situ.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilyYO3XTxLeDv4GLeqTcekBfkYDTSbqSGZoGhmAzyXLYqaGDKx1nhQQqrpHWvhTYOhwiBZldbzXBd3nVSOGjU0sTP6LMyVPulhkSeyZXw3KZS7wt3OaPxr52hm64qTz87ebTBHF43yF2-S/s1600/Viet+Thai+Apr+2010+727.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;128&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilyYO3XTxLeDv4GLeqTcekBfkYDTSbqSGZoGhmAzyXLYqaGDKx1nhQQqrpHWvhTYOhwiBZldbzXBd3nVSOGjU0sTP6LMyVPulhkSeyZXw3KZS7wt3OaPxr52hm64qTz87ebTBHF43yF2-S/s200/Viet+Thai+Apr+2010+727.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Bagaimana rasanya disemprot gajah?&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Berjalan-jalan, bagaimanapun caranya di tengah festival Songkran memang dijamin basah. Baju kami dari pagi sampai malam selalu basah, bahkan sampai menggigil kedinginan waktu mencari makan malam hari melewati kawasan Khaosan, tempat para backpacker berkumpul di Bangkok. Turis asing kadang lebih menggila daripada orang Thai sendiri. Pistol air, bahkan yang besar dengan tabung besar pengisi air di punggung&amp;nbsp;&amp;nbsp; dipergunakan untuk menyemprot semua orang di jalan. Yah bukan salah mereka juga sih, lah wong yang menyediakan air di emperan di depan rumah kan orang Thai juga… pantas saja kalo mereka sampai menyeborkan seember air dingin plus es ke para pejalan kaki di jalan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPfT7n2jN_OyXS6Gfo7Yd2H-1NKGooRLDn24KzZtQ_cTAVxx5blbvwG7w08i6qtdncawJH5CJ7rdmO-uSQD83HIbnQ39xtMExLQwIcxz9Gw63Jh6WFyb8uaBwFtG1Wow88tLhmEwrhD4Jd/s1600/Viet+Thai+Apr+2010+762.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;222&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPfT7n2jN_OyXS6Gfo7Yd2H-1NKGooRLDn24KzZtQ_cTAVxx5blbvwG7w08i6qtdncawJH5CJ7rdmO-uSQD83HIbnQ39xtMExLQwIcxz9Gw63Jh6WFyb8uaBwFtG1Wow88tLhmEwrhD4Jd/s320/Viet+Thai+Apr+2010+762.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Bedak dingin sebagai salah satu atribut wajib Festival&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jadi maksud saya, dibanding terus menerus disiram air lebih baik kalau ikut saja: beli pistol air besar dan botol aqua buat mengisi amunisi di jalan. Lagipula saatnya kita bisa berkenalan dengan turis dan rakyat Thai kan? Festival ini memang ajang buat perkenalan buat setiap orang. Semua orang terlihat bahagia, dan sapaan bagi para pejalan kaki, kenal maupun tidak sungguh mengakrabkan semua orang. Sedangkan buat yang sedang mencari jodoh, bersiap-siaplah dicolek-mencolek dengan bedak, atau menyemprotkan air ke target bila sudah me-lock target … tapi saran saya lakukan dengan sopan ya..? ^_^ V&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Get There &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ke Bangkok dan sekitarnya? Yang paling murah tentu saja memakai pesawat Air Asia. Tunggu promosi murah, biasanya tiket berkisar antara Rp 0 - Rp 250.000 an (kalau lebih tahan dulu aja deh pe promosi berikut). Sayangnya pemesanan tiket murah seperti ini biasanya untuk jangka waktu panjang, kadang malah untuk tahun depan. &lt;i&gt;So&lt;/i&gt; atur jadwal sebaik mungkin adalah kunci perjalanan murah ke Bangkok...&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jalan-dong.blogspot.com/feeds/4322009494690570140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2010/06/festival-air-songkran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/4322009494690570140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/4322009494690570140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2010/06/festival-air-songkran.html' title='Festival  Air Songkran, Thailand'/><author><name>Hatasura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17934288215668112792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDhv7Y7uIOmLfrUYnT7ghOrP-m4gTm4gRTAr0zXnIQTXgYcC0ck9G7N74duhprEaqDPOo0PGq4cJ9SAlulbyraMPxTMP1pAZaADMI02s1X2MLLqELtRh9lrnIOxkCkhmg/s1600/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiiIq1fOb1-nI6P49on8y1vscF9VddhPsDAz2rMb-0Qp2gK4hC_oEDHJ_vUwiSkgFYxW7M5Y-m4YPEDEKuKXgeZW2FjoDQPSaF96T4xUHtLKuKOpIUgpiN-9U1VYFe2qZzwkFpCaDKvVgP/s72-c/Viet+Thai+Apr+2010+521.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5591958527526863781.post-1864840060343766598</id><published>2010-06-27T22:35:00.000-07:00</published><updated>2010-07-29T05:23:27.430-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bogor"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jawa Barat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kuliner"/><title type='text'>Ayo Sama-Sama Antri Laksa Bogor</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3SOI5OSFz65G_cIpLDJF6BrawINpvP7c_fwVUviVt4BxX7wzWKhu0DWkmyMjdPxGn-1hC5RFz6FOz8a_RBA61bAKuUoFtQ7PVunfdz_n710eOx10_HRAesKcFN_4wA8WJMoJ8NfVAC6YB/s1600/Laksa+043.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;390&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3SOI5OSFz65G_cIpLDJF6BrawINpvP7c_fwVUviVt4BxX7wzWKhu0DWkmyMjdPxGn-1hC5RFz6FOz8a_RBA61bAKuUoFtQ7PVunfdz_n710eOx10_HRAesKcFN_4wA8WJMoJ8NfVAC6YB/s400/Laksa+043.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;Jam 8 pagi saya sudah datang untuk menikmati kuliner khas Bogor ini , satu jam sebelum dibuka. Selang berapa lama dua tiga orang muncul dan terus. Hitung-hitung kira-kira ada 20 orang yang sudah antri saat Pak Didin, penjual laksa di Pamoyanan – Bogor muncul membawa pikulannya – jam 9 pagi saat kuah bumbu sudah mengepul dan mangkok siap ditangan. Istri Pak Didin memotong dan mengupas telur rebus. Semua sudah siap!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;Berawal dari iseng main sepeda di Bogor, saya yang sering kali melewati jalan Batutulis – Cihideung tersadarkan bahwa ada satu tempat berhenti favorit bagi banyak orang – dan termasuk lokasi kuliner favorit di Bogor, yang letakya ada di kaki Gunung Salak. Bagaimana tidak, laksa Bogor yang letaknya di luar kota Bogor ini sampai dikunjungi mobil ibu-ibu dari jauh, dari Jakarta dan sekitarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya datang kemarin dari Jakarta, sambil menengok saudara di Bogor.” Kata seorang bapak-bapak yang datang naik mobil berlima bersama keluarganya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Laksa Bogor sudah jarang yang jual sekarang, dan laksa disini rasanya pas - belum berubah”. Lanjutnya lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpqPKpiQIpAlmW7SQPmHMO3m6I7KzP2ZvpE2NiDs85HlN7z28uH5Svuvyi8U1J1rTj5IN1LzpZWOhSWQ8pwp9AokfvVjLqw7ZB4wOROPKmjOmo1-1pmMnQPtnI6ndaOUq_48HXDwx0A61l/s1600/Laksa+010.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpqPKpiQIpAlmW7SQPmHMO3m6I7KzP2ZvpE2NiDs85HlN7z28uH5Svuvyi8U1J1rTj5IN1LzpZWOhSWQ8pwp9AokfvVjLqw7ZB4wOROPKmjOmo1-1pmMnQPtnI6ndaOUq_48HXDwx0A61l/s200/Laksa+010.jpg&quot; width=&quot;176&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Daun kemangi dan oncom merah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sebenarnya apa sih istimewanya laksa Bogor yang satu ini? Ternyata selain memang campuran bumbunya lezat, dan gurih – harganya juga murah, Rp 4000,- / porsi dengan bonus dua&amp;nbsp; belahan penuh telur rebus dan tahu. Bumbunya, berwarna kuning berasa sedikit manis, dan daun kemanginya pas benar memberikan rasa segar saat digigit. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak heran kalau semua penggemar kuliner sampai mencarinya ke daerah Palasari, Cijeruk ini, padahal dari pusat Kota Bogor butuh waktu kurang lebih 20-30 menit untuk sampai ke lokasi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mohon maaf kalau parkir tidak tersedia saking penuhnya kalau Sabtu, Minggu atau hari libur…”, kata tukang parkir di situ sambil tersenyum, yang turut bahagia kecipratan rejeki dari pengunjung. Lapangan kerja baru tercipta secara tidak sengaja dari para penggemar makanan tradisional ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhL0ROf1P48uIABPKFtZ9M0PGyLfyZ79eChYhzKX_un1VGcESHXF7J3TqvnKPFHdqO9Cr5oFjAn_8OcfpOIBPVZJKSa8mDu4yILVnXXfnq0AeGz0GKc0Oo4EwkrDlnjT3m1bw3j4weSfw4Q/s1600/Laksa+014.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhL0ROf1P48uIABPKFtZ9M0PGyLfyZ79eChYhzKX_un1VGcESHXF7J3TqvnKPFHdqO9Cr5oFjAn_8OcfpOIBPVZJKSa8mDu4yILVnXXfnq0AeGz0GKc0Oo4EwkrDlnjT3m1bw3j4weSfw4Q/s320/Laksa+014.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ditiriskan dengan kuah kuning laksa&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Saran pertama saya : sabar-sabarlah mengantri untuk mencicipi laksa ini. Mengetes campuran bumbu oncom merah, bihun, toge, daun kemangi yang terkenal di Bogor ini perlu waktu, karena antrian kadang bisa mencapai dua digit. Uniknya di sini yang naik mobil tidak berbeda dengan yang naik motor dan jalan kaki. Semuanya harus sabar antri di dekat bilik Pak Didin, sambil kadang terkena perih dimata terkena asap dari kayu bakar yang digunakan untuk memanaskan panci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saran kedua saya : buat&amp;nbsp; amannya bila ingin menyantap laksa Bogor nan lezat ini ambilah waktu hari biasa saja. Walau tetap penuh namun waktu antri akan lebih cepat, begitu nasehat teman saya. Memang benar, apalagi jika Pak Didin menerima order bungkusan, misal satu orang membawa tiga bungkus yang mana hal ini juga lazim terjadi, maka tentulah datang di hari biasa menjadi pilihan yang lebih tepat dari segi waktu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg058erxJ9lmJZ9jV0y4o1feDlff5Y5NFOP-lk7N8VfwVn84_nH5C5Xx6FLXfuOj2CKefPGKB3ogtylO9nI51MPF5ELvL4QG9boGuEWkxMXpb6_wKkW0W6ehqBy0NwNoEd9ku_MptWSxxFO/s1600/Laksa+005.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;160&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg058erxJ9lmJZ9jV0y4o1feDlff5Y5NFOP-lk7N8VfwVn84_nH5C5Xx6FLXfuOj2CKefPGKB3ogtylO9nI51MPF5ELvL4QG9boGuEWkxMXpb6_wKkW0W6ehqBy0NwNoEd9ku_MptWSxxFO/s200/Laksa+005.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Antri, harap sabar ya semua :)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Apabila merasa kesulitan mencari lokasi Laksa Pak Didin ini, Anda dapat mengikuti jalur angkot Ramayana – Cijeruk atau Ramayana – Cihideung di Bogor, yang juga merupakan jalur alternatif menuju Sukabumi (Cigombong) dari Bogor.&amp;nbsp; Biliknya terletak di sebelah kanan jalan apabila kita berkendara dari Bogor. Sebelum pertigaan Palasari - Cijeruk, Anda dapat bertanya ke orang-orang di jalan. Pak Didin sudah sangat lama berjualan disini jadi semua orang hampir mengenalnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai patokan, sebuah warung penjual bensin eceran ada di dekatnya dan bilik Pak Didin walau sederhana cukup ramai dengan parkiran motor-motor berjajar di samping jalan. Hanya saja letaknya terdapat di belokan menurun sehingga kadang terlewat oleh pengendara yang terlalu cepat mengemudikan kendaraannya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saran ketiga saya : apabila sudah sampai di bilik laksa Pak Didin jangan lupa sekalian pesan es kelapa atau campur. Cukup menambah Rp 3.000,- es segar ini bisa dinikmati. Kuah hangat laksa plus es kelapa dingin, dinikmati sambil duduk bersama di bilik sederhana, plus suasana pedesaan dan bau asap kayu bakar. Hmm… memang tidak semua bisa ditemui di mall ya ^_^?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpd_wHpRdg-0nt9EaOErLh9zbXM3N2N8pdsXGJL_6WP2IJd-t7LYboC6KaTJKSqD-I_35xA7sOx5pMERvuMujxmZcBO_MJw1Pqo3s7yb86-5oPbjxDpoPiWmbMuzoWTaGpdEP_wFJATR93/s1600/Laksa+040.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpd_wHpRdg-0nt9EaOErLh9zbXM3N2N8pdsXGJL_6WP2IJd-t7LYboC6KaTJKSqD-I_35xA7sOx5pMERvuMujxmZcBO_MJw1Pqo3s7yb86-5oPbjxDpoPiWmbMuzoWTaGpdEP_wFJATR93/s320/Laksa+040.jpg&quot; width=&quot;227&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCjbndOXrB4XWVBXVPyDB9lcXypPDUDmit1VzUOZvIxwgsnRm8RgUTcSQqgSprB40OkrlxccUzG1wbCkdC4E_CrbCtOzBSoIZnFkMx8oB8Xt4PHRlxLEwXzbHPPH59IR4eP7_mRPzsFaZJ/s1600/Laksa+034.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCjbndOXrB4XWVBXVPyDB9lcXypPDUDmit1VzUOZvIxwgsnRm8RgUTcSQqgSprB40OkrlxccUzG1wbCkdC4E_CrbCtOzBSoIZnFkMx8oB8Xt4PHRlxLEwXzbHPPH59IR4eP7_mRPzsFaZJ/s320/Laksa+034.jpg&quot; width=&quot;272&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Get There&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gunakan angkutan umum dari Bogor Trade Mall (Ramayana), Kota Bogor jurusan Ramayana-Cijeruk atau Ramayana- Cihideung, turun sebelum pertigaan Palasari-Cijeruk (bilang tukang laksa ke sopir). Ongkos Rp 2.000,-.[Indra NH]</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jalan-dong.blogspot.com/feeds/1864840060343766598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2010/06/ayo-sama-sama-antri-laksa-bogor.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/1864840060343766598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/1864840060343766598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2010/06/ayo-sama-sama-antri-laksa-bogor.html' title='Ayo Sama-Sama Antri Laksa Bogor'/><author><name>Hatasura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17934288215668112792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDhv7Y7uIOmLfrUYnT7ghOrP-m4gTm4gRTAr0zXnIQTXgYcC0ck9G7N74duhprEaqDPOo0PGq4cJ9SAlulbyraMPxTMP1pAZaADMI02s1X2MLLqELtRh9lrnIOxkCkhmg/s1600/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3SOI5OSFz65G_cIpLDJF6BrawINpvP7c_fwVUviVt4BxX7wzWKhu0DWkmyMjdPxGn-1hC5RFz6FOz8a_RBA61bAKuUoFtQ7PVunfdz_n710eOx10_HRAesKcFN_4wA8WJMoJ8NfVAC6YB/s72-c/Laksa+043.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5591958527526863781.post-5499309805589069483</id><published>2010-06-24T00:31:00.000-07:00</published><updated>2010-07-29T05:21:37.242-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jawa Barat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pameungpeuk"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pesisir-Laut"/><title type='text'>Pameungpeuk, Pantai Sepi di Garut Selatan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Betapa rindunya saya, sebagai warga yang tinggal di Jakarta-Bogor untuk menemukan pantai yang indah, unik dan bebas pencemaran wisata. Liburan 3 hari 2 malam kadang menjadi dilema karena untuk berkunjung ke pantai-pantai sekitar sudah bosan dan terasa biasa-biasa saja. Untuk berkunjung ke pantai lain yang eksotis kadang terasa jauh,&amp;nbsp; tidak cukup waktu dan berat di kocek. Jadi rasanya perlu untuk menemukan tempat yang tidak terlalu jauh dari Jakarta, namun memiliki keistimewaan sendiri sebagai sebuah pantai.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbbvg589aM09zrPTBUiciE5YuWPFCGLrXSwrRXTI8gNUYvbq0KUlZwdQcX4WrsdZzYWKOaY6bDOFFwuCtQ45ZiyhU4B6IiXfIZHwRWuKV4IQ7Vk5dKeRWNJDcvYGNja_Red6E-wEKyYVyF/s1600/Pantai+Sayang+Heulang,+Pameungpeuk.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbbvg589aM09zrPTBUiciE5YuWPFCGLrXSwrRXTI8gNUYvbq0KUlZwdQcX4WrsdZzYWKOaY6bDOFFwuCtQ45ZiyhU4B6IiXfIZHwRWuKV4IQ7Vk5dKeRWNJDcvYGNja_Red6E-wEKyYVyF/s640/Pantai+Sayang+Heulang,+Pameungpeuk.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dengan membuka peta, saya menemukan sebuah dot kecil yang menunjukkan kota kecil Pameungpeuk, di ujung selatan Kota Garut. Yang penting masih ada jalan menuju kota itu pikir saya, dan sering terdengar pula bahwa Pameungpeuk mempunyai bentangan pantai yang indah dan masih asri.&amp;nbsp; Info sekitar 9-10 jam perjalanan dari Jakarta kalau saya hitung-hitung worthed lah ditempuh untuk menjumpai keindahan alam yang katanya belum tercemari ini. Berempat, berangkatlah kami dengan berbekal sedikit informasi mengenai arah lokasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdD6u2ECTjoa2Uy0dFik3XpxjhLprOVdVLp6NNE68RHP_1iHTH88bNN64oqmpKvL7AQR2er8-eNy-UYG40Tob327XNqyqA9mcDnYj7EuiVA98sTl1_4-ouQvlPWR6_0uruLHxtmqVeJsxi/s1600/Pagi+yang+Sibuk.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;243&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdD6u2ECTjoa2Uy0dFik3XpxjhLprOVdVLp6NNE68RHP_1iHTH88bNN64oqmpKvL7AQR2er8-eNy-UYG40Tob327XNqyqA9mcDnYj7EuiVA98sTl1_4-ouQvlPWR6_0uruLHxtmqVeJsxi/s320/Pagi+yang+Sibuk.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pak Nelayan dan jaring ikannya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Tatkala sampai di tepi laut, Pantai Pameungpeuk saya langsung berpikir:&amp;nbsp; betapa beruntungnya pantai ini,&amp;nbsp; belum dibombardir oleh pembangunan wisata yang berlebihan. Ciri khas pantai Jawa Barat masih melekat, diantaranya warung-warung sederhana dengan atap daun kelapa, wisma dan penginapan kelas menengah – persis seperti kembali ke pantai tahun 80’an. Masyarakatnya menggantungkan diri sebagai nelayan, petani dan dari wisata dadakan saat liburan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6kSgubtuDHBVbsAhUbqUXBI-eIT9uVUbdVfTarm8om6-NPDSQSYpvJP3_cj8z9LE5zni432aO5_MvfZzX7K0SvZg21XKNkeabblso8l5rmDPd8YkfKKiCoElwW9DrI7iUa7kpcffxlpYr/s1600/Biota+Laut+di+Padang+Lamun+2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;281&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6kSgubtuDHBVbsAhUbqUXBI-eIT9uVUbdVfTarm8om6-NPDSQSYpvJP3_cj8z9LE5zni432aO5_MvfZzX7K0SvZg21XKNkeabblso8l5rmDPd8YkfKKiCoElwW9DrI7iUa7kpcffxlpYr/s320/Biota+Laut+di+Padang+Lamun+2.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Keanekaragaan avertebrata di genangan kolam air asin&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Pasir Pantai Pameungpeuk memiliki hamparan pasir berwarna coklat muda, berasal dari pecahan koral, dihiasi dengan serpihan-serpihan rumah kerang di pantainya. Air di sekitar perairan tampak berwarna biru muda sampai kehijauan, sebagian terhalang&amp;nbsp; oleh gugusan karang, membentuk kolam-kolam air asin yang saat laut surut menyisakan kehidupan laut&amp;nbsp; berwarna-warni di dalamnya.&amp;nbsp; Gugusan karang ini juga membendung ombak besar&amp;nbsp; setinggi 3 meter yang datang dari arah Samudera Hindia. Arus yang kuat ditambah palung laut di hadapan pantai, menurun sampai 2000 meter setelah beberapa kilometer menyebabkan lokasi perairan ini kurang cocok untuk daerah renang atau penyelaman. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tiga obyek pantai yang terkenal di Pameungpeuk adalah Pantai Santolo, Pulau Santolo dan Pantai Sayang Heulang. Berjalan-jalan antar lokasi di Pantai dapat dilakukan dengan berjalan kaki dan menumpang perahu. Dari Pantai Santolo menuju Pantai Sayang Heulang hanya berjarak sekitar 2 km. Pulau Santolo dapat dikunjungi dengan berperahu sebentar dari Pantai Santolo dengan menyeberangi sungai, atau dengan menyeberang jembatan dari Pantai Sayang Heulang. Saya pikir berjalan kaki adalah alternatif terbaik untuk menikmat pemandangan Pantai Pameungpeuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIpvN3sDIxSCGf0EilL1qy7SUBqRytxr0ek5SvZPS5Hg0TzA3N9TAMQvij4KXNtrklM6z25g8moB7ycTmp8mToDxzdQ_sK2CmC3CL5RRgJksNlfK7Nrj-8EwAjU4te_wE6CkuIeJ0l2Wqd/s1600/Biota+Laut+di+Padang+Lamun.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIpvN3sDIxSCGf0EilL1qy7SUBqRytxr0ek5SvZPS5Hg0TzA3N9TAMQvij4KXNtrklM6z25g8moB7ycTmp8mToDxzdQ_sK2CmC3CL5RRgJksNlfK7Nrj-8EwAjU4te_wE6CkuIeJ0l2Wqd/s200/Biota+Laut+di+Padang+Lamun.jpg&quot; width=&quot;186&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kepiting lamun&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Siang hari di Pulau Santolo, di antara bentangan taman lautnya, saya menjumpai ikan berwarna-warni, siput laut, kepiting lamun, bintang ular, kelomang di antara karang-karangan.&amp;nbsp; Cukup memakai sandal jepit dan membawa gelas bening, kita dapat melakukan penelitian sederhana mengenai kehidupan mikro di laut. Untuk melihat mereka, kita dapat mencelupkan gumpalan ganggang atau rumput laut selama semenit di gelas yang berisi air laut. Tak lama saat air di gelas tenang, udang, kepiting kecil, larva siput, dan sebagainya akan keluar dari persembunyiannya, menyingkap kekayaan biota laut yang tidak terperhatikan sebelumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengunjung dapat berjalan-jalan di sekitar bentangan taman laut sejauh beberapa puluh meter dari pantai. Menuju ke arah barat, undak-undakan dari karang membentuk areal seperti terasering sawah, dimana air laut mengucur membentuk kanal-kanal dan jeram-jeram kecil ke bagian yang lebih rendah di tengah laut. Sulit dipercaya bahwa kita berada di areal pantai karena jeram-jeram ini lebih menampakkan bahwa kita seperti berada di sebuah anak sungai dan persawahan, hanya saja di tengah laut.&amp;nbsp; Untuk menemui lebih banyak ragam makhluk hidup di laut, pengunjung dapat mengunjungi taman laut di depan bendungan / dermaga buatan Pulau Santolo. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVlYlMIsIxj3a3Kj8CNbRbabM3Tcc09nn_gqpCDcqGp9ICXQcG9vJSZ1gCqUzqjgwbMkEyUWYAHjectRP8AioFta10LJDIdSoZqJ2bUpX9UvAz_jr2dxyja4TGBHL_db9bSziB1qpHxW3p/s1600/Pameungpeuk+28-30+Mei+10+059.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;293&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVlYlMIsIxj3a3Kj8CNbRbabM3Tcc09nn_gqpCDcqGp9ICXQcG9vJSZ1gCqUzqjgwbMkEyUWYAHjectRP8AioFta10LJDIdSoZqJ2bUpX9UvAz_jr2dxyja4TGBHL_db9bSziB1qpHxW3p/s320/Pameungpeuk+28-30+Mei+10+059.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Liburan bersama keluarga di Pantai Pameungpeuk patut dipertimbangkan  sehubungan dengan fasilitas yang sudah memadai untuk keluarga. Sayang,  khusus untuk menginap di Pulau Santolo, air bersih dan listrik masih  menjadi kendala. Saran saya, menginap dapat dilakukan di Kedua Pantai  sebelumnya. Pondokan, wisma, sampai kamar tersedia di sepanjang lokasi  utama dari kelas low budget sampai menengah (Rp 30.000 – Rp 400.000)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai tambahan, Pantai Pameungpeuk ternyata cukup populer juga di kalangan wisawatan luar negeri, terutama di kalangan peselancar.  Kedatangan mereka di bulan April sampai Juni membuktikan bahwa walau  minim informasi di internet, nampaknya info mulut ke mulut cukup ampuh  juga. Namun bagi yang menginginkan aktifitas snorkeling dan surfing disini, sebaiknya  membawa sendiri peralatan-peralatannya sebab saya tidak menjumpai adanya lokasi  penyewaan alat di sini, selain penyewaan alat pancing. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh37h1PDIyn6yC4zAGEHumBfxqmsNao3wXaxPWfFdKJUwGkvFbRulCG0GIpKUlTe8FlbCMdfjGzJl4I25kovgLT2h4Z8mwV3AQFR6tGO9gkR1YNxZrELhhtM7q5H3xEn87gtkcvmMa7UFRm/s1600/Pameungpeuk+28-30+Mei+10+128.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh37h1PDIyn6yC4zAGEHumBfxqmsNao3wXaxPWfFdKJUwGkvFbRulCG0GIpKUlTe8FlbCMdfjGzJl4I25kovgLT2h4Z8mwV3AQFR6tGO9gkR1YNxZrELhhtM7q5H3xEn87gtkcvmMa7UFRm/s200/Pameungpeuk+28-30+Mei+10+128.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ikan segar di pelelangan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sore hari di Pantai, Anda dapat melewatkannya dengan membakar cumi dan ikan segar yang bisa dibeli di Pelelangan Ikan Santolo (buka di pagi hari).Untuk membakar atau menggoreng, warung-warung sepanjang pantai menawarkan pengolahannya sampai siap saji. Kecap, sambal, bawang sudah&lt;i&gt; all in&lt;/i&gt;, dengan menambah sekitar 15 ribu rupiah saja. Masakan khas daerah Pantai Pameungpeuk adalah masakan mata lembu, yaitu sejenis siput laut yang biasanya mendiami daerah karang. Mengolah masakan ini memerlukan keahlian karena ada bagian yang dihilangkan terlebih dahulu sebelum dimasak. Rasanya kenyal-kenyal gurih. 1 kg mata lembu plus masak dibandrol sekitar 20 ribu rupiah oleh warung-warung setempat. “Sedang susah pak, tidak musim” kata pemilik warung, menerangkan kelangkaan siput mata lembu saat ini.&amp;nbsp; Bisa jadi juga kelangkaan ini menunjukkan sudah mulai terlewatinya daya dukung lingkungan di&amp;nbsp; sekitar pantai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk pengunjung yang membawa kendaraan, apabila belum puas menikmati panorama pantai, Anda dapat melanjutkan berjalan kira-kira 9 km arah barat Pameungpeuk dimana kita dapat melihat kehidupan sehari-hari nelayan di Cikelet. Pantai Cijayana yang disukai sebagai lokasi berenang serta Pantai Rancabuaya terletak lebih jauh ke barat, sedangkan hutan Leuweung Sancang yang dahulu dipercaya sebagai pusat dari Kerajaan Sunda Kuno terletak 35 km kearah timur dari Pameungpeuk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;GET THERE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNF_HBCPX3e7J4CONXF64SGVkCGoBZ8py8uOxGMNQOT1skEb2F5_JmLljJJScZKtBK4sY_t-q2-BXeBxfPJsYI_PGH3pEVM5-BwBUikBRG2fq6mxhHs_OG7csh4JI-YVQHXL9ybFy4kZND/s1600/Pameungpeuk+28-30+Mei+10+023.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNF_HBCPX3e7J4CONXF64SGVkCGoBZ8py8uOxGMNQOT1skEb2F5_JmLljJJScZKtBK4sY_t-q2-BXeBxfPJsYI_PGH3pEVM5-BwBUikBRG2fq6mxhHs_OG7csh4JI-YVQHXL9ybFy4kZND/s200/Pameungpeuk+28-30+Mei+10+023.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Selain dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi, pengunjung dapat menggunakan kendaraan umum. Dari Jakarta (Kp Rambutan, Lebak Bulus) terdapat bis menuju Garut melalui Cipularang (5-6 jam, Rp 35.000). Untuk bis AC biasanya diberangkatkan dari Terminal Bis Bogor (6 jam, Rp 35.000) atau dengan mencegatnya di perempatan Ciawi-Bogor. Jarak sepanjang 87 km (3-4 jam, Rp 20.000 – 25.000) antara Garut – Pameungpeuk dapat ditempuh dengan minibus “elp” dari Terminal Bis Garut melewati daerah berudara sejuk : perkebunan karet, teh, dan hamparan padi yang dikelilingi Gunung Guntur, Galunggung, Papandayan dan Cikuray, Anda dapat meminta langsung kepada pengemudi untuk diturunkan di Pantai Santolo atau Pantai Sayang Heulang. Menuju Pulau Santolo, pengunjung dapat menggunakan perahu dayung (Rp 2.000/orang sekali menyeberang).[Indra NH]</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jalan-dong.blogspot.com/feeds/5499309805589069483/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2010/06/pameungpeuk-pantai-sepi-di-garut.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/5499309805589069483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5591958527526863781/posts/default/5499309805589069483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jalan-dong.blogspot.com/2010/06/pameungpeuk-pantai-sepi-di-garut.html' title='Pameungpeuk, Pantai Sepi di Garut Selatan'/><author><name>Hatasura</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17934288215668112792</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDhv7Y7uIOmLfrUYnT7ghOrP-m4gTm4gRTAr0zXnIQTXgYcC0ck9G7N74duhprEaqDPOo0PGq4cJ9SAlulbyraMPxTMP1pAZaADMI02s1X2MLLqELtRh9lrnIOxkCkhmg/s1600/*'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbbvg589aM09zrPTBUiciE5YuWPFCGLrXSwrRXTI8gNUYvbq0KUlZwdQcX4WrsdZzYWKOaY6bDOFFwuCtQ45ZiyhU4B6IiXfIZHwRWuKV4IQ7Vk5dKeRWNJDcvYGNja_Red6E-wEKyYVyF/s72-c/Pantai+Sayang+Heulang,+Pameungpeuk.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>4</thr:total></entry></feed>