<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;DEYBR346fyp7ImA9WhRRFE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530</id><updated>2011-11-28T06:22:36.017+07:00</updated><category term="ganjuran" /><category term="wst wdk" /><category term="masjid" /><category term="panti" /><category term="cibodas" /><category term="event" /><category term="bogor" /><category term="solo" /><category term="kotatua" /><category term="senja" /><category term="blok m" /><category term="paseban" /><category term="depok" /><category term="kep. seribu" /><category term="outbond" /><category term="LFPT" /><category term="pwkt" /><category term="jogja" /><category term="mei08" /><category term="bukber" /><category term="jkt" /><category term="tivi" /><category term="magelang" /><category term="curug" /><category term="monas" /><category term="ziarek" /><category term="pulkam" /><category term="lawu" /><category term="p. tidung" /><category term="skbm" /><category term="mekarsari" /><category term="kjb" /><category term="mendaki" /><category term="setu" /><title>Jalan Kemana Aja Sihh??</title><subtitle type="html">Merupakan sebuah dokumentasi atau catatan perjalanan saya bersama teman, sendiri atau dalam satu komunitas.</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>75</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/JalanKemanaAjaSihh" /><feedburner:info uri="jalankemanaajasihh" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><entry gd:etag="W/&quot;AkEAQ3Y5cCp7ImA9WhRTEEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-6805880983582936059</id><published>2011-10-31T20:07:00.003+07:00</published><updated>2011-10-31T20:44:02.828+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-10-31T20:44:02.828+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="magelang" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="LFPT" /><title>Cerita Dari Magelang – Part 1</title><content type="html">Tiba di bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta, hari masihlah pagi sekitar pukul 7 dan langit kota budaya ini masih diliputi awan kelabu. Seorang lelaki lengkap dengan baju tradisional Jawa sudah menunggu dengan senyum yang mengembang dan menjadikan bandara menjadi cerah. Ia menanti kedatangan rombongan dari Lumix Fun Photo Trip &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Pk9qQ8B2k3g/Tq6grYyL7kI/AAAAAAAABqY/JqGzXgk9Vlw/s1600/IMG_0472.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Pk9qQ8B2k3g/Tq6grYyL7kI/AAAAAAAABqY/JqGzXgk9Vlw/s400/IMG_0472.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669645648153800258" /&gt;&lt;/a&gt;dengan sebuah kertas ditangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki itu yang ternyata adalah Tour Guide kami. Di dalam bus ia memperkenalkan diri akan menemani sepanjang perjalanan kami hingga hari terakhir kami di Magelang dan Yogyakarta. Ia banyak cerita mengenai kota Yogya dan baju tradisional yang ia kenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bandara , tujuan pertama kali adalah singgah di sebuah rumah makan yang dekat sekali dengan kompleks Universitas Gajah Mada. Dari tepi jalan kami masuk ke salah satu gang dan menemukan sebuah rumah yang sederhana tetapi sangat ramai disinggahi. Rumah makan yang menyediakan makanan khas Yogyakarta, yakni Gudeg Yu Djum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari informasi bapak tour guide-nya, rumah yang kami datangi adalah rumah asli dari si pemilik nama rumah makan ini. Di depan pintu masuk, beberapa bapak-bapak tua memainkan alat musik keroncong dan mereka bernyanyi bersama. Saya seperti menjadi tamu kehormatan mendapat sambutan musik yang mungkin sudah tidak dapat di dengar di televisi ataupun radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gudeg disajikan di atas piring yang terbuat dari anyaman bambu dan dialasi daun pisang segar dan kertas nasi berwarna coklat. Diatasnya terdapat nasi, telor dan irisan daging serta beberapa cabai hijau. Rasa gudeg itu begitu manis dilidah dan bumbu-bumbunya menambah rasa sesuai selera. Suasana di dalam rumahnya begitu akrab dan nyaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian belakang rumah adalah dapurnya. Bahan masakan untuk gudeg ini dimasak di atas tungku yang menggunakan kayu bakar. Beberapa potongan kayu bakar sudah siap sedia di dekat tungku. Pemandangan yang tak pernah dilihat di kota besar seperti Jakarta. &lt;br /&gt;Perjalanan dilanjutkan setelah sarapan dan menuju Magelang dan menghabiskan waktu kurang lebih satu jam setengah. Dari Yogya perjalanan melewati Jalan Raya menuju Magelang, lalu Muntilan hingga menuju kota Magelang, menuju tempat penginapan kami yakni di Hotel Puri Asri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat melewati Jalan raya tersebut beberapa kendaraan alat berat sedang memperbaiki tempat dimana saksi bisu dari letusan Merapi tanggal 26 Oktober 2010, menghancurkan tempat ini. Puing-puing sedang dibersihkan dan ruas jalan dialihkan. Kemudian, ketika melewati daerah Muntilan, kami diajak melihat bangunan yang kedua atap rumahnya berbentuk seperti pelana kuda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan bahwa kawasan Muntilan ini adalah kawasan Pecinan atau kaum Tionghoa di Jawa Tengah. Masih banyak terdapat bangunan bersejarah tetapi kurang diperhatikan dan sekarang menjadi tempat yang ramai. Di tepi jalan kawasan ini , terdapat sebuah wihara yang bersejarah bernama Hok An Kiong yang ternyata setelah santap siang kami berkunjung ke tempat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kota Magelang sendiri, terasa kota ini sangat nyaman dan tenang. Seperti semua pergerakan roda ekonomi begitu pelan tetapi enak untuk dinikmati. Tidak ada tergesa-gesaan dan terlihat mereka yang tinggal begitu menikmati hidup. “Rasanya di tempat senyaman ini, nilai uang masih memiliki arti”, demikian yang dikatakan teman saya, saat bus melintasi kota Magelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami tiba di Hotel Puri Asri dibagikan ruang kamar dan kelompok Photo. Satu kelompok terdiri dari tiga orang dipinjamkan satu kamera pocket merk Lumix , lengkap dengan memorycard dan charger. Jadi, selama dua hari , kami masing-masing dalam satu kelompok memotret apapun dari tempat-tempat yang nanti dikunjungi dengan kamera yang dipinjamkan untuk dilombakan. Walaupun kami masing-masing juga membawa kamera pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-YuSozZ_5BlM/Tq6h4OoIP8I/AAAAAAAABqk/924C033GRbs/s1600/IMG_0473.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-YuSozZ_5BlM/Tq6h4OoIP8I/AAAAAAAABqk/924C033GRbs/s320/IMG_0473.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669646968277188546" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah makan siang di sebuah tempat makan “Sego n’Deso” di kawasan Jl. Pemuda, Magelang kami melanjutkan perjalanan. Tempat pertama dari Lumix Fun Photo Trip adalah Wihara Hok An Kiong yang tadi sudah dilewati. Cuaca cukup terik dan matahari menyinari bumi dengan sengatnya yang menusuk kulit. Gapura wihara yang menawan dengan ornament berwarna merah menyambut kedatangan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lekukan dari tiap-tiap atap gapura yang terdiri atas tiga susun ini mengingatkan saya dengan sebuah Wihara yang terdapat di sebuah kawasan perumahan elite di Ancol yakni Wihara Da Bo Gong. Saya hanya menduga mungkin ada kaitannya karena kemiripan dari gapuranya terlihat jelas. Dan ternyata benar , wihara tersebut ada kaitannya dengan Laksamana Cheng Ho seperti yang ada di Ancol. Dan tertulis di dinding pagar Anno, 11-05-1929.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas mengambil beberapa photo di wihara Hok An Kiong, tempat kedua adalah Candi Borobudur. Tempat bersejarah yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 09 Juli 1989 dan menjadi salah satu keajaiban dunia ini sudah mulai dibuka kembali untuk umum sejak pembersihan dari abu vulkanik Merapi yang katanya beberapa bagian sudah mengalami perubahan dari bentuk aslinya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan para pengunjung sudah diperbolehkan untuk naik ke stupa atau tingkatan yang 9 – 10 dari candi yang megah ini. Tetapi itupun tidak boleh terlalu lama juga pengunjung tidak boleh duduk di stupa candi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah turun dari bus kami diserbu para pedagang, mereka memaksa dengan caranya membeli souvernir, kaos atau apapun. Harus pinter-pinter menolak deh karena kalau diladeni mereka akan terus mengejar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga tiket masuk Candi Borobudur sebesar Rp 20.000,- per orang dan ada guide-nya. Sebelum masuk ke dalam pelataran candi, pengunjung diperiksa oleh keamanan dan melewati pintu detector. Segala macam bawaan diperiksa, sekarang pengamananya super ketat atau mungkin baru sadar kalau tempat ini adalah salah satu peninggalan sejarah yang harus dijaga kelestariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah di dalam pelataran para pengunjung diberikan kain penutup satu orang satu kain yang dililitkan dipinggang. Saya teringat seperti mau masuk ke Pura Jagatkarta yang ada di Bogor, pengunjung wajib memakai kain. Dan setelah selesai dari Candi Borobudur, kain tersebut dikembalikan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berjalan kaki, kami menuju lokasi candi hingga menuju anak tangganya. Tetapi dari kejauhan pesona Candi Borobudur yang pertama kali saya kunjungi saat masih SMA, sudah terlihat jelas puncak stupa dan beberapa bagian badan candi. Apalagi matahari sore muali menyembul dari bagian badan candinya membuatnya bercahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada beberapa tempat di lantai ke dua atau ketiga yang di tutup dan para pengunjung tidak diperkenankan untuk melintas. Katanya sih selain pemugaran juga ada beberapa relief orang dewasa yang tidak pantas dilihat oleh anak-anak. Kami di ajak oleh guide candi melewati sisi kiri candi serta melintasi sebuah pohon yang disebut Pohon Bodhi, tempat Sang Buddha bertapa dan mendapat pencerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-rAXDhSWj1IA/Tq6lS-WqcBI/AAAAAAAABqw/rrZMuCCS2DM/s1600/IMG_0565.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-rAXDhSWj1IA/Tq6lS-WqcBI/AAAAAAAABqw/rrZMuCCS2DM/s320/IMG_0565.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669650726300315666" /&gt;&lt;/a&gt;Saya kagum dengan bangunan candi yang megah ini dan hebatnya kisah perjalanan seorang Buddha digambarkan di relief dinding candi. Batu-batuan saling menempel tanpa semen ataupun perekat hingga dapat kokoh berdiri seperti ini. Sebuah maha karya yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pertengahan candi, kami melihat bukit yang menjulang. Bukit tersebut dikenal dengan Bukit Menoreh. Jika diperhatikan bukit tersebut seperti orang yang sedang tidur dengan posisi telentang. Dan keindahan pemandangan yang ditampilkan begitu memukau saat matahari hendak menuju tempat peristirahatannya. Sungguh luar biasa tempat seindah ini hadir dan nyata di depan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir dari perjalanan hari pertama di Magelang, adalah kembali ke kamar hotel yang sejuk. Lalu melanjutkan ke ruang makan dimana hidangan makan malam sudah menanti serta di mulai workshop tentang Fotografi oleh Mas Kelik Broto dari Majalah Tamasya, majalah yang menyelenggarakan acara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Magelang hari pertama di tutup sampai disini :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis&lt;br /&gt;Veronica Setiawati&lt;br /&gt;Peserta LUMIX Fun Photo Trip&lt;br /&gt;www.veronicasetiawati.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-6805880983582936059?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/O2-jEYgaGYT6D0h5jBmhHFVe48k/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/O2-jEYgaGYT6D0h5jBmhHFVe48k/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/O2-jEYgaGYT6D0h5jBmhHFVe48k/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/O2-jEYgaGYT6D0h5jBmhHFVe48k/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/yQrbjm9p8Xk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/6805880983582936059/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2011/10/cerita-dari-magelang-part-1.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/6805880983582936059?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/6805880983582936059?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/yQrbjm9p8Xk/cerita-dari-magelang-part-1.html" title="Cerita Dari Magelang – Part 1" /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-Pk9qQ8B2k3g/Tq6grYyL7kI/AAAAAAAABqY/JqGzXgk9Vlw/s72-c/IMG_0472.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2011/10/cerita-dari-magelang-part-1.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE8EQXczcCp7ImA9WhdWEk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-9103753411414584108</id><published>2011-03-10T20:41:00.004+07:00</published><updated>2011-09-05T21:26:40.988+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-09-05T21:26:40.988+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kotatua" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kjb" /><title>Benteng Pendem dan Nusakambangan</title><content type="html">Benteng peninggalan pada masa penjajahan Belanda menjadi sebuah saksi sejarah di bumi nusantara. Bukti sejarah kokohnya benteng-benteng tersebut masih bisa dilihat dan dikunjungi. Kali ini saya menceritakan ketika jejajahi benteng yang berada di kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Benteng Karang Bolong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat sampai ke Benteng Karang Bolong digunakan perahu motor nelayan dari pantai Teluk Penyu menuju kawasan Pulau Nusakambangan. Tidak sampai 15 menit sudah tiba di dermaga Nusakambangan bagian timur melewati Selat Segara Anakan. Sepanjang perjalanan menuju dermaga tersebut saya melihat dua buah kapal minyak yang sedang merapat serta hijaunya Nusakambangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketinggian pulau adalah antara 0 - 50 meter diatas permukaan laut. Di sebelah selatan,barat dan timur berbatasan dengan Samudra Hindia dan sebelah utara berbatasan dengan Selat Segara Anakan, Bengawan Donan, muara sungai Citanduy, dan kota Cilacap. Selain sebagai kawasan cagar alam, Pulau Nusakambangan juga terdapat perkebunan milik warga seperti kelapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nusakambangan tidak berpenduduk kecuali disekitar dermaganya itupun hanya warung-warung makanan dibuka untuk kunjungan wisata atau sebagai tempat singgah penduduk yang akan mengambil panennya. Letak Benteng Karang Bolong berada di bagian timur Nusakambangan.Sedangkan penjara yang ada di Nusakambangan letaknya berada dibagian barat pulau. Dahulu, para napi yang ada diNusakambangan dipekerjakan untuk berkebun disini juga membangun rel kereta api dari Cilacap menuju Jogja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan menuju Benteng Pendem dari dermaga cukup melelahkan karena medannya yang berbukit serta melewati kawasan hutan belukar selain itu ditempuh dengan berjalan kaki. Di dalam kawasan hutan ini, ada sebuah pohon bernama Pohon Gondong. Pohon tersebut memiliki bebijian berwarna hijau, serta berfungsi sebagai penyimpanan air minum dan juga obat-obatan. Karena air disekitar pulau ini rasanya payau sehingga penduduk menggunakan pohon ini sebagai air minum mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerbang Benteng Karang Bolong hampir tidak terlihat karena tertutup akar pohon. Sehingga dari jauh mirip sebuah kastil yang angker dan menyeramkan untuk didekati. Bangunanya berbentuk huruf U terbalik , seperti arsitektur pintu yang ada di Museum Bahari. Diantara bata-bata yang tersusun dan sangat tebal ini ada sebuah celah yang sengaja dibuat sebagai ventilasi udara. Luas benteng ini sekitar 6.000M2 dan digunakan oleh tentara Belanda sebagai benteng pertahanan. Menurut pemandunya sih dibangun sekitar tahun 1855.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dibawah kaki kita ini adalah benteng juga, tetapi belum digali (dibaca : ekskavasi).” Demikian yang dikatakan oleh pemandunya. Saya pun sungguh heran karena tingginya benteng bahkan sampai menembus ruang bawah tanah. Hanya sayangnya tertutup lumut dan akar pohon. Diperkirakan benteng ini terdiri 4 lantai dengan dua lantai berada di atas permukaan tanah dan dua lantai lagi berada di bawah permukaan tanah . Saya dan teman-teman dituntun oleh pemandunya menuruni anak tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruangan yang ada dibawah tanah sangat gelap begitupun ketika menuruni anak tangga yang ada di dalam benteng. Lebih baik membawa senter atau headlamp. Selesai menuruni anak tangga akan menemukan sebuah lorong yang panjang. Lorong itu merupakan jalan dimana terdapat ruangan besar yang ada dikiri dan kanannya. Ada ruang aula, barak prajurit, ruang penjara dan ruang penyiksaan serta terdapat ruang pos jaga. Di luar lorong tersebut terdapat ruang pengintaian. Lubang yang mengarah ke laut digunakan sebagai tempat penembakan jika ada musuh yang datang. Ada juga sebuah meriam yang sangat panjang di dekat pantai. Oleh sebab itu Benteng Karang Bolong juga disebut sebagai benteng alteri sebab segala perlengkapan perang dan ruang-ruang penyimpanan amunisi tersedia di dalam benteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandangan lain yang dapat dilihat tidak jauh dari Benteng Karang Bolong adalah pantainya. Pesona pantai laut selatan dengan pasir putih dan karang-karang yang ada ditepi pantai. Menurut pemandunya, konon terdapat lorong bawah tanah yang menghubungkan benteng ini dengan Benteng Pendem dengan melewati dasar laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Benteng Pendem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jauh dari pantai Teluk Penyu terdapat sebuah benteng yang juga merupakan benteng pertahanan tentara Belanda yang menjorok ke laut. Setelah medarat dari Pulau Nusakambangan, perjalanan selanjutnya adalah menjelajahi benteng Pendem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benteng Pedem dinamakan demikian karena terpendam dibawah tanah. Dalam bahasa Belanda dinamakan “Usbatterij Op De Lantong Te Tjilatjap”. Benteng Pendem dibangun secara bertahap pada tahun 1861 - 1879. Benteng ini dibangun karena letaknya yang strategis untuk pendaratan dan pantainya terlindung oleh Pulau Nusakambangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Benteng Pendem ini menurut synopsis yang dibagikan. pada waktu tentara Jepang datang ke Indonesia, benteng Pendem dijadikan markas tentara. Selama dua tahun kosong sejak Jepang kalah oleh sekutu dan Benteng Pendem kembali ke tangan tentara Hindia Belanda ( KNIL ) sampai tahun 1950. Baru ditempati kembali pada tahun 1952 sampai akhir 1965 sebagai markas TNI pasukan Banteng Loreng. Pernah juga didipakai sebagai tempat latihan pasukan RPKAD ( Kopassus ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar duapuluh satu tahun , benteng ini terbengkalai dan tidak terurus. Sampai suatu saat seorang warga Cilacap bernama Adi Wardoyo memberanikan diri menata dan menggali lingkungan benteng sejak tanggal 26 November 1986. Sebab, disekitar lokasi benteng, telah dibangun dermaga,kantor dan tangki kilang minyak untuk Pertamina dengan sebutan Area 70 dengan memanfaatkan sebagian areal Benteng Pendem seluas 4 ha. Kemudian sejak tanggal 28 April 1987 Benteng Pendem resmi dibuka untuk umum hingga saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini benteng pendem sudah banyak dikunjungi dengan beberapa fasilitas tempat rekreasi untuk anak-anak dan keluarga. Seorang bapak yang memandu saya dan teman-teman dari Komunitas Jelajah Budaya, mengatakan bahwa sungai besar yang pernah mengaliri tempat ini yang berasal dari laut telah dibuat menjadi kolam buatan. Lokasi Benteng ada dibagian belakang tempat rekreasi ini. Bagian awal dari lokasi Benteng Pendem adalah bangungan yang memiliki barak yang menjadi tempat tinggal para prajurit Belanda. Satu kamar terdiri dari 40 - 50 orang dan tepat di depan bangunan barak ada tempat mandi para tentara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian tengah dari lokasi benteng, ada sebuah taman yang cukup luas. Ada beberapa ekor rusa hidup disana. Selain itu terdapat ruang-ruang yang besar. Seperti ruang klinik, sebuah bangunan yang terbagi dua ruang. Ruang yang kecil pernah digunakan sebagai tempat operasi dan ruang yang besar untuk perawatan dari tentara Belanda yang terluka. Selain itu ada ruang amunisi, ruang akomodasi, gudang peluru, ruang penjara yang terdapat sebuah ruang baca untuk para narapidana yang menerima surat dengan penerangannya memakai obor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibagian lain dari lokasi benteng ada sebuah terowongan yang panjangnya sekitar 100 meter. Terowongan ini sangat gelap dan berisi air setinggi mata kaki. Tinggi terowongan sekitar 160 meter. Tempat yang lembab membuat terowongan ini penuh dengan lumut. Keluar dari terowongan ada sebuah goa jepang yang letaknya dibawah permukaan tanah. Selain goa, ada sebuah tempat penyiksaan para tawanan dengan dicelupkan ke dalam sebuah kubangan air sedalam 1 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dekat kolam buatan, ada juga sebuah benteng yang memanjang dipakai sebagai pertahanan karena letaknya menghadap laut. Cinderamata terbuat dari kerang banyak dijual ketika menuju pintu keluar benteng. Tepat di muka benteng, terdapat sebuah menara pantai yang digunakan untuk memantau kondisi pantai Cilacap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kuliner dan oleh-olehdari Cilacap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuliner yang ditawarkan di dekat Benteng pendem adalah makanan laut tentunya. Jika ingin mencicipi aneka seafood seperti udang goreng tepung, ikan bakar, cumi asem manis dan lainnya atau sekedar menikmati segarnya air kelapa semua dapat dinikmati di tempat makan yang ada disepanjang pantai. Bahkan sambil menyantap makanan pun masih dapat menkmati indahnya pantai. Selain makanan, tidak lengkap tanpa membawa oleh-oleh ikan asin, terasi atau ikan-ikan basah dapat diperoleh dengan harga yang cukup terjangkau di kios-kios kecil depan restoran/rumah makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau malam hari, disekitar alun-alun terdapat sebuah lokasi makanan yang sangat ramai dikunjungi. Tinggal pilih mau pesan makanan sesuai selera. Alun-alun sangat ramai dan jika ada yang ingin menikmati jajanan kecil dapat juga membeli disini. “Setiap hari selalu ramai, tidak tergantung malam minggu atau tidak. Tapi kalau hujan ya bubar ,Mba.” ucap seorang pedagang ronde yang menjelaskan mengenai keramaian di alun-alun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cilacap, 05 Maret 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Veronica Setiawati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-9103753411414584108?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CanrhPfYXRCTSdf-MtgUWKJ2GgI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CanrhPfYXRCTSdf-MtgUWKJ2GgI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CanrhPfYXRCTSdf-MtgUWKJ2GgI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CanrhPfYXRCTSdf-MtgUWKJ2GgI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/RMhLLTa4Bog" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/9103753411414584108/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2011/03/benteng-pendem-dan-nusakambangan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/9103753411414584108?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/9103753411414584108?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/RMhLLTa4Bog/benteng-pendem-dan-nusakambangan.html" title="Benteng Pendem dan Nusakambangan" /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2011/03/benteng-pendem-dan-nusakambangan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE4CQns-fCp7ImA9WhdWEk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-5207086111441262883</id><published>2011-03-10T20:13:00.003+07:00</published><updated>2011-09-05T21:29:23.554+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-09-05T21:29:23.554+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kotatua" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kjb" /><title>Menjelajahi Kegelapan Goa Di Pangandaran.</title><content type="html">Pangandaran! Siapa yang tidak kenal dengan tempat yang sangat terkenal dengan keindahan pantainya ini dan tempat dimana pernah hancur akibat terjadinya Tsunami. Saya pun teringat untuk pertama kalinya datang ke Pangandaran sekitar tahun 2010 yang lalu. Saya berada di tepi pantai timur melihat munculnya kemegahan matahari pagi yang sungguh eksotis dan menawan dari balik bukit. Tak bisa pernah lupa keindahannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kali ini bukan hanya melihat keindahan pantai Pangandaran saja, melainkan berkunjung ke sebuah cagar alam. Mungkin bagi sebagian orang yang pernah berlibur ke Pangandaran, pernah mendengar ataupun mengetahui ada sebuah cagar alam disini. Nah, saya bersama teman-teman yang tergabung dalam Komunitas Jelajah Budaya ingin melihat , merasakan dan menjelajahi suasana seperti apa sih ketika berada di cagar alam yang memang masih hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dipintu masuk gerbang utama cagar alam, seorang pemandu menceritakan sedikit mengenai adanya beberapa ekor kera yang akan kami temui di dalam hutan. Beberapa saran yang diberitahukan kepada kami ketika berhadapan dengan kera-kera tersebut. Seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Mengangkat kedua tangan ketika ada kera yang datang menghampiri. Mereka akan mengerti kalau pengunjung tidak membawa makanan.”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Tidak menenteng plastik berisi makanan yang dapat terlihat oleh kera , lebih baik disembunyikan di dalam kantong/saku. Karena kera-kera tersebut akan mengambilnya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Jika kera tersebut menggigit , maka digigit balik?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran yang terakhir aneh ya? Tapi itulah cara mereka mendekatkan diri dengan kami. Saran lelucon yang diberikan oleh pemandunya supaya kami bisa lebih santai hehe.. Tahu tidak, ternyata kera-kera tersebut tidak suka air aqua l1299993512262036419oh. Mereka lebih memilih minuman yang berwarna dan bersoda. Luar biasa deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya disebuah tempat yang terdapat papan informasi tentang cagar alam ini, mulai deh si pemandu memberitahukan isi cagar alam. Ternyata di dalam cagar alam terdapat beberapa goa yang masih alami ,lalu ada air terjun dan bunga Rafflesia juga ada di sini Bahkan petualangan yang lebih ekstrim juga ada! Karena waktu yang terbatas karena harus melewati trekking yang panjang dan melelahkan , maka cukuplah kami menjelajahi goa-goa yang terdapat di cagar alam ini. Oh ya, karena ketika menjelajahi goa , tempatnya pasti gelap dan membutuhkan cahaya sebagai penerang jalan.Bagi yang tidak membawa senter, bisa menyewa dengan harga RP 5.000 per senter. Kalau mau gratis lebih baik bawa sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berjalan menuju lokasi goa, sepanjang kiri dan kanan jalan masih banyak pepohonan yang tinggi dan besar. Jalan yang dilaluipun sudah bagus dan tertata seperti trotoar. Goa-goa yang dijelajahi adalah, Goa Jepang, Goa Panggung dan Goa Pahat. Masing-masing goa tentunya memiliki keunikannya sendiri-sendiri. Setiap goa juga memiliki informasinya sendiri yang dipasang di depan pintu masuk goa sehingga pengunjung dapat membaca apa yang ingin disampaikan mengenai goa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjalan cukup lama akhirnya sampai juga dilokasi sebuah goa. Goa Jepang adalah goa pertama yang kami datangi. Pintu masuknya sangat tersembunyi dibalik akar pohon dan tertutup. Tingginya tidak lebih dari 1,5 meter, bagi yang mempunyai tinggi badan lebih dari itu akan menunduk untuk menyusuri sepanjang lorong goa. Satu persatu antri masuk ke dalamnya sehingga membentuk bak rangakain kereta. Karena tempatnya yang gelap, kami berjalan sambil meraba pada dinding goa. Goa Jepang ini adalah goa buatan. Bahkan dindingnya tidak terbuat dari tanah melainkan dari batu karang yang dipahat. Jika diraba akan terasa licin seperti menyentuh marmer, diatas Goa Jepang terdapat pohon-pohon yang besar dengan akar-akarnya yang merambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang unik lainnya, yakni ketika sampai sampai dimulut goa yang terakhir yang merupakan pintu keluarnya. Ada sebuah tangga yang terbuat dari akar-akar pohon yang merambat. Satu persatu kami menaiki tangga tersebut lalu keluar melalui sebuah celah yang kecil diantara akar pohon. Lebar celah itu cukup dilalui satu orang saja. Waah, baru goa pertama saja sudah seperti ini apalagi selanjutnya, serasa caving kembali!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Goa Jepang, kami diajak ke sebuah tempat yang berada didalam hutan. Pemandunya memperkenalkan kami terdapat sebuah pohon yang besar dengan akar pohon berbentuk seperti roket. Sampai-sampai di papan keterangan dekat pohon tersebut tertulis “Menurut Anda , apakah struktur roket terinspirasi oleh akar pohon Manir?” Karena kalau dilihat lebih teliti memang strukturnya akarnya sangat mirip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jauh dari pohon tersebut, dikenalkan juga sebuah situs peninggalan Kerajaan Pangandaran. Ada sebuah batu yang berbentuk seperti anak sapi yang sedang duduk. Batu itu dinamakan Batu Kalde. Dihadapannya ada juga sepasang batu yang lain yang dinamakan Linggayoni. Lingga untuk sebutan laki-laki dan Yoni untuk sebutan wanita. Disebelah batu kalde yang dipagari oleh kayu ini , terdapat sebuah makam bernisan batu. Dugaan pemandunya makam tersebut hanya makam simbol dari penguasa Kerajaan Pangandaran yang beragama Hindu yang telah masuk Islam. Diketahuinya dari cara orang tersebut dikubur di dalam tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri hutan mahoni , disambut dengan bunyi yang bersahutan seperti bunyi jangkrik. Agak menyeramkan sih. Uuh seandainya berjalan sendirian tanpa ada yang memandu bisa tersesat atau mungkin diam ditempat saja. Makanya, ketika beberapa orang dibelakang jauh tertinggal, mereka yang sudah didepan harus menunggu. Memang sengaja pemandunya melewati hutan ini sebagai jalan pintas karena untuk mempersingkat waktu saja Seru banget, bener-bener jadi “bolang”!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya dan teman-teman tiba juga disebuah bibir pantai setelah keluar dari hutan. Untunglah, cuaca sangat cerah dan langit berwarna biru sehingga pemandangan pantai terlihat sangat cantik dengan perahu-perahu nelayan yang sedang menepi. Di depan pantai tersebut juga ada sebuah goa yang masih alami yang bernama Goa Panggung. Ketika tiba di depan mulut goa, sekilas saya teringat ada kemiripan dengan Gua Maria Tritis yang ada di Jogja. Bentuk goa sangat terbuka dengan batuan stalagtitnya yang tajam sehingga cahaya matahari dapat masuk kedalamnya. Dari Gua Panggung bisa melihat langsung ke laut Selatan. Sebuah legenda mengatakan bahwa goa ini dulunya adalah tempatnya Mbah Jaga Lautan, anak angkat dari Nyi Roro Kidul yang ditugaskan untuk menjaga lautan di bagian Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam gua ada sebuah tempat yang agak tinggi seperti panggung, sehingga tempat ini diberi nama Gua Panggung. Tangganya pun terbuat dari batuan karang dan ada pengangan ketika menaiki/menuruni anak tangga tersebut. Cukup licin karena pasir yang sudah mengendap sebagai dasarnya. Di sana juga ada sebuah makam yang disimbolkan sebagai makam dari Mbah Jaga Lautan. Agak pengap kalau saya rasakan karena bagian panggung dekat makam tidak terkena cahaya matahari secara langsung. Deburan ombak terdengar jelas dari atas panggung ini. Keindahan karang-karang yang menjaga goa ini dari ombak laut serta batu-batuan stalagtit akan menakjubkan bagi siapapun yang melihat. Pemandu kami juga memberitahukan ada sebuah batu yang jika terkena cahaya berkilauan seperti berlian menempel pada langit-langit goa. Sungguh Menarik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gua yang terakhir dijelajahi adalah Gua Parat / Keramat. Waah apa yang menyebabkan gua ini menjadi keramat ya? Ternyata ada sebuah legenda setelah melalui pertapaan di dalam goa inilah akhirnya dapat menemukan anaknya hilang. Ada yang unik dan sangat berbeda dengan goa-goa yang sebelumnya. Selain tempatnya yang lebih gelap , pintu masuk goanya sangat pendek. Untuk dapat masuk ke dalamnya , kami harus membungkukan badan dan kepala agar tidak terkena batuan goa diatas punggung. Setelah sampai di dalam goa, ternyata tempatnya sangat luas dan langit-langit goanya pun sangat tinggi sehingga tidak perlu lagi menunduk dan membungkukan badan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunikan yang pertama yang dilihat dari Gua Parat ketika sudah berada di dalam adalah sebuah batu yang berbentuk unta yang sedang duduk dan dibelakangnya terdapat batuan seperti yang ada di gua panggung akan berkilauan ketika diberi cahaya. Namun sayang , hanya sebagia saja yang mengkilap karena sudah tersentuh telapak tangan para pengunjung, sehingga memudarkan kilauan cahayanya. Keunikan kedua adalah sebuah batu yang membentuk lubang yang besar. Lubang yang sebesar pot bunga tersebut terbentuk karena terlalu sering ditetesi air dari masuk kedalam goa. Sekian lama akhirnya membentuk cekungan yang lebar seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandunya mengatakan itu adalah Kaca Benggalanya Mak Lampir sewaktu sembunyi di dalam goa. Ia adalah sebuah tokoh legenda yang menakutkan seperti nenek sihir menurut sebuah cerita persilatan di radio. Keunikan yang ketiga yang dikatakanan oleh pemandunya adalah sebuah batuan yang menggantung menyerupai alat kelamin laki-laki dan perempuan sehingga disebut Batu Kelamin. Ada mitos yang dikatakan oleh pemandunya pada batu kelamin ini yakni bagi siapapun yang belum mempunyai jodoh silakan memegang batu kelamin lawan jenisnya tersebut supaya nanti segera dapat jodoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunikan yang keempat masih di dalam Gua Pahat ini yakni sebuah batuan yang menggantung menyerupai sebuah pangkal paha ayam dan keunikan yang kelima adalah sebuah batu yang dapat mengeluarkan bunyi gong ketika dipukul sehingga disebut Batu Gamelan. Selain bebatuan yang unik di dalam goa, juga masih terdapat keluarga hewan landak yang tinggal dibawah celah batuan goa dan puluhan ekor kelelawar yang bergantungan di langit-langit goa. Ketika cahaya senter saya arahkan keatas, banyak sekali kelelawar hitam bergantungan memenuhi langit goa. Saya sungguh terpana dengan keunikan dari isi Goa Parat ini. Siapa saja yang melihat pasti sungguh tertarik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelajahan Goa Parat ini berakhir di tepi pantai. Tiba-tiba kami didatangi beberapa ekor kera. Spontan saja kami segera mengangkat tangan layaknya seorang tawanan yang menyerah. Sebab kami teringat akan perkataan pemandunya, angkat tangan sebagai tanda kepada kera tersebut bahwa kami tidak memiliki makanan. Padahal pemandunya sendiripun berusaha juga mengusir kera-kera tersebut agar tidak mendekati kami tetapi masih saja mereka menghadang jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayup terdengar pemandunya mengatakan “Kera yang betina itu yang memiliki brewok dimukanya sedangkan yang jantan tidak ada.” Namun karena sudah takut didekati oleh kera-kera tersebut, penjelasannya tidak jadi dilanjutkan. Menyenangkan dan ada lucunya ketika sampai dibus hal ini malah jadi bahan tertawaan karena tingkah kami saat mengangkat tangan mengikuti apa yang dikatakan oleh pemandu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya masih banyak yang ingin dijelajahi dari semua yang ditawarkan oleh cagar alam Pangandaran , namun belum dapat kami lakukan. Setidaknya ada kenangan yang dapat dibawa setelah menyusuri , melihat dan mengenal setiap kegelapan dan isi goa dan situs peninggalan Kerajaan Pangadaran. Mungkin di lain hari ada cerita lain dari tanah Pangandaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pangandaran, 06 Maret 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Veronica Setiawati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-5207086111441262883?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TUtbXgAlDlSoJ7dwIRUtVk6mZpU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TUtbXgAlDlSoJ7dwIRUtVk6mZpU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TUtbXgAlDlSoJ7dwIRUtVk6mZpU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TUtbXgAlDlSoJ7dwIRUtVk6mZpU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/maHV-WbHozw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/5207086111441262883/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2011/03/menjelajahi-kegelapan-goa-di.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/5207086111441262883?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/5207086111441262883?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/maHV-WbHozw/menjelajahi-kegelapan-goa-di.html" title="Menjelajahi Kegelapan Goa Di Pangandaran." /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2011/03/menjelajahi-kegelapan-goa-di.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEUGQns8fip7ImA9Wx9bF0U.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-8105407334330430013</id><published>2011-02-27T12:48:00.001+07:00</published><updated>2011-02-27T12:57:03.576+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-02-27T12:57:03.576+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tivi" /><title>Jelajah Alam dan Budaya Bojonegoro</title><content type="html">Rasanya senang bisa ikut berpetualang bersama crew televisi! Kali ini petualangan yang saya ikuti adalah menjelajahi  alam dan budaya yang ada di Bojonegoro. Pasti masih bertanya koq bisa sih? Ya bisa lah kan saya menontonnya di televisi di acara JELAJAH Trans Tv , Minggu pkl 08.00 pagi lalu saya mencatatnya sebagai review dari tayangan tersebut.  Ya mudahan-mudahan saja  saya beneran bisa jalan-jalan bersama mereka berpetualangan menjelajahi alam dan budaya Indonesia. Namanya juga berharap selalu saja ada kemungkinan , ya kan?? ^.^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tayangan perjalanan JELAJAH, diawali dengan meliput sebuah sungai yang terpanjang di Pulau Jawa yang juga membelah Kota Solo.  Dengan sebuah gethek yang tebuat dari rakitan bambu, diceritakan sedikit  sebuah sejarah tentang kisah seorang yang bernama Jaka Tingkir. Ia pernah melewati sungai Bengawan Solo ini menuju Demak. Namun, ditengah perjalanan ia dihadang oleh beberapa ekor buaya. Jaka Tingkir berhasil mengalah buaya – buaya tersebut dan dengan lancar berhasil memasuki Demak sehingga dapat menduduki tahta Demak. Sungai Bengawan Solo mempunyai dua hulu yakni di Wonogiri dan Ponorogo. Aliran sungainya  menghidupi warga yang berada disekitarnya. Saat ini sudah mulai dirintis transportasi sungai dengan menggunakan gethek untuk menyusuri sungan sepanjang 548 KM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang khas dari sebuah desa Sukoharjo yang dilewati sungai Bengawan Solo,  yakni sebuah makanan khasnya. Namanya Jenanggununggudel, unik ya namanya.Pembuatannya pun masih tradisional dan menggunakan tenaga manusia. Jenanggununggudel itu seperti dodol. Bedanya dengan jenang atau dodol umumnya karena bahan dasarnya yang terbuat dari ketan. Selain itu kalau dimakan terasa kasar dan rasanya manis , oleh sebab itu orang sana menyebutnya Krasian. Cara pembuatannya adalah kelapa , beras dan gula merah ketiganya dimasak selama tiga jam lamanya. Sedangkan ketan , bahan dasar jenang ini disangrai atau digoreng tanpa minyak, selama 10 menit lalu digiling kasar. Setelah itu dimasak selama 30 menit kemudian dicampurkan dengan adonan kelapa, beras dan gula merah yang sudah dimasak sebelumnya diaduk hingga mengental. Kemudian jenang ini dibungkus plastik untuk dijual sebagai oleh-oleh. Harganya berkisar Rp 10.000 – Rp 20.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya ketika berada disebuah desa Margomulyo , Bojonegoro yang merupakan perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Disana terdapat sebuah desa yang bernama Desa Samin. Karena letaknya yang masih dikelilingi hutan seluas 740H dahulu digunakan sebagai tempat persembuyian tentara Jepang. Ada yang menyebut Desa Samin adalah sebuah kelompok suku. Menurut sejarahnya desa ini adalah tempat seorang yang dihormati bersama pengikutnya bernama Raden Kohar.  Kemudian ia mengganti namanya menjadi Samin Suro Santiko, agar bisa lebih dekat dengan wong cilik. Ia memegang teguh prinsip hidupnya yang jujur, polos tetapi juga kritis ketika menghadapi penjajahan. Bentuk perlawanannya adalah dengan tidak membayar pajak! Adalah Mbah Harjo yang hanya dapat berbicara dalam bahasa Jawa , merupakan generasi keempatnya. Pakaian yang dikenakan Mbah Harjo pun sangat unik yakni dengan memakai ikat kepala warna hitam, baju hitam dan celana sebatas lutut berwarna hitam juga. Uniknya , jika ada tamu yang datang, tidak diperkenankan minum memakai gelas melainkan menegak langsung dari kendi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di Sukoharjo ada pembuatan jenang, nah di desa Margomulyo ini ada juga sebuah tradisi turun temurun yakni pandai besi atau yang disebut Mandey. Alat-alat pertanian seperti cangkul dan arit dibuat sendiri. Bahannya terbuat dari baja. Untuk proses tempa dan pembakarannya membutuhkan waktu 45 menit. Sebelumnya baja tersebut di sepuh dahulu kemudian dikikir diasah sampai tajam. Lambat laun kerajinan ini mendatangkan penghasilan sendiri bagi warga sebab dapat dijual juga dengan kisaran harga Rp 25.000 –  Rp 50.000 sesuai ukuran. Kekayaan alam yang lain dan masih tersimpan di Bojonegoro adalah sebuah sumber gas buminya. Wah, ternyata disebuah tempat yang jauhnya 21 km dari kota terdapat sumber api abadi yang menurut seorang peneliti dari Inggris , karangan api ini terbesar se Asia Tenggara! Bahkan sudah ada jauh sebelum berdirinya kerajaan Majapahit. Di tempat tersebut juga pernah  digunakan seorang Mpu sebagai tempat pertapaan. Keren banget kan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sumber alam gas bumi terdapat juga sumber minyak buminya! Disebuah desa Wonocolo masih di Bojonegoro, terdapat lokasi penambangan minyak bumi. Sumur-sumur minyak  itu adalah peninggalan Belanda. Karena butuh modal yang sangat besar maka warga setempat menjalankan bisnis tambang minyak ini secara berkelompok dan tentu saja dengan alat-alat yang masih tradisional. Setiap orang masuk ke dalam sumur untuk menggali kedalaman sumur hingga 25 meter. Masing-masing orang diberi jatah masuk ke sumur adalah ½ - 1 jam. Wooww… luar biasa! Setelah dirasa cukup kedalamannya, ditanam sebuah pipa untuk memompa minyak keluar. Bisa saja minyak bercampur lumpur dan untuk membersihkannya membutuhkan waktu 2 – 1 tahun. Kalau minyaknya sudah bersih, dibawa ke sebuah tempat godokan tidak jauh dari pertambangan untuk dimasak menjadi minyak tanah atau solar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pembeli juga datang dengan membawa jeringen besar , penjualan minyak ini sampai keluar Kabupaten. Tercatat di desa ini, terdapat 74 unit sumur tambang minyak yang masih aktif dengan kapasitas minyak yang dihasilkan adalah 42.000 ltr per harinya. Luar biasa…luar biasa…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, tanpa harus pergi dengan hanya menonton dari televisi, saya dapat melihat tempat-tempat yang unik di setiap daerah. Saya semakin ingin menjelajahi Indonesia dan bisa mendapatkan juga pengalaman yang unik dan mengherankan seperti ini di bumi pertiwi, Indonesia. Selamat Jalan-jalan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 27 Februari 2011&lt;br /&gt;Veronica Setiawati&lt;br /&gt;http ://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;br /&gt;tulisan ini dibuat pada saat menonton acara JELAJAH di Trans TV pkl 08.00 pagi &lt;br /&gt;Dengan catatan seperti ceker ayam ternyata bisa dirangkai menjadi satu cerita yang unik. Thanks Trans TV, bersamamu saya bisa ikut JELAJAH!^^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-8105407334330430013?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4YgIjqGM01nlXeqHf12PDjN08x8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4YgIjqGM01nlXeqHf12PDjN08x8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4YgIjqGM01nlXeqHf12PDjN08x8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4YgIjqGM01nlXeqHf12PDjN08x8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/YlYc3B8gjmU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/8105407334330430013/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2011/02/jelajah-alam-dan-budaya-bojonegoro.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/8105407334330430013?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/8105407334330430013?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/YlYc3B8gjmU/jelajah-alam-dan-budaya-bojonegoro.html" title="Jelajah Alam dan Budaya Bojonegoro" /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2011/02/jelajah-alam-dan-budaya-bojonegoro.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEEMQ308eSp7ImA9Wx9UFkQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-6561542565206029837</id><published>2011-02-14T08:48:00.022+07:00</published><updated>2011-02-14T21:11:22.371+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-02-14T21:11:22.371+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kjb" /><title>JELAJAH KOTA TOEA: PECINAN-GLODOK</title><content type="html">Dalam rangka menyambut Cap Go Meh, kembali saya menyusuri  kota toea Pecinan bersama &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-NakXECkBNKA/TVks2pN77OI/AAAAAAAABSw/wRmfIXtOx_k/s1600/P2130046.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-NakXECkBNKA/TVks2pN77OI/AAAAAAAABSw/wRmfIXtOx_k/s200/P2130046.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573535331136564450" /&gt;&lt;/a&gt;teman-teman dari Komunitas Jelajah Budaya. Cap Go Meh jatuhnya 15 hari setelah perayaan IMLEK pada tradisi Tionghoa. Beberapa tradisi kuliner dan mitos yang ada dari perayaan IMLEK hingga Cap Go Meh , banyak saya dengarkan ketika mengikuti perjalanan menyusuri kawasan pecinan dengan berjalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IMLEK adalah perayaan menyambut datangnya musim semi dengan tumbuhnya pohon MenHwa yang ditandai berkembangnya bunga-bunga dari pohon tersebut yang berwarna merah muda. Kemudian adanya jeruk yang dipercaya mendatangkan rejeki dan kemakmuran, ikan bandeng yang besar serta kue keranjang.  Sebuah kepercayaan dikalangan warga Tionghoa yang merayakan IMLEK , jika dimalam tahun baru tersebut datang hujan maka akan mendatangkan rejeki serta kemakmuran yang berlimpah.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-QigZVp3wsZI/TVktR-eUESI/AAAAAAAABS4/TQ4JFKE0d-8/s1600/P2130048.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-QigZVp3wsZI/TVktR-eUESI/AAAAAAAABS4/TQ4JFKE0d-8/s200/P2130048.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573535800698868002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk rumah-rumah warga Tionghoa yang masih ada serta bisa dilihat di kawasan Pecinan pun tergolong unik. Mereka menutup rapat-rapat dan membuat teralis besi pada rumahnya dimaksudkan agar rejeki itu tidak kemana-mana atau tidak sampai keluar rumah. Selain itu jika diperhatikan, disetiap rumah warga , terdapat satu tempat doa lengkap dengan dupa dan sesajinya yang dibuat  menempel pada dinding di dalam rumah ataupun dihalaman rumah. Tujuannya dibangun, sebagai tempat penghormatan kepada para leluhur ataupun para dewa sesuai keyakinan pemilik rumah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi yang menarik jika diperhatikan, yakni disetiap pintu masuk rumah terdapat &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-t7256F4WB58/TVkteSWZayI/AAAAAAAABTA/wKejmWnsosY/s1600/P2130054.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-t7256F4WB58/TVkteSWZayI/AAAAAAAABTA/wKejmWnsosY/s200/P2130054.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573536012192803618" /&gt;&lt;/a&gt;benda-benda untuk menolak bala atau sesuatu yang mendatangkan sial masuk ke dalam rumah. Bentuknya macam-macam , ada yang bergambar sebuah mahluk yang seram bertaring ataupun sebuah kaca segilima dan bertulisan huruf china. Nah, bila ada sebuah rumah terletak posisi tusuk sate , seperti yang ada pada salah satu rumah warga Tionghoa ketika saya melihatnya , diatap rumah tersebut dipasangkan sebuah kendi . Dimana mulut kendi tersebut menghadap jalan didepan rumah. Tujuannya seperti halnya benda-benda yang dipasangkan pada pintu rumah , yakni untuk menghindari hal-hal yang tidak baik dan mungkin juga akan berpengaruh kepada rejeki dari sang penghuni rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pecinan juga indentik dengan rumah ibadahnya dimana mereka mengucapkan syukur kepada Tuhan. Di sebuah Klenteng atau Wihara dari Yayasan Bhudi Dharma , saya melihat beberapa lampion yang tergantung tetapi berjuntai kertas yang sebuah nama dari &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-cUT0ELbOOBs/TVktqZLy8oI/AAAAAAAABTI/43umtJklr3U/s1600/P2130076.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-cUT0ELbOOBs/TVktqZLy8oI/AAAAAAAABTI/43umtJklr3U/s200/P2130076.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573536220185817730" /&gt;&lt;/a&gt;masing-masing lampion. “ Kertas itu bukan berisi nama-nama orang yang sudah tiada. Melainkan nama-nama dari mereka yang memberikan lampion ke tempat ini.” Jawab seorang bapak yang saya mintai keterangannya. “ Lampion ini sebagai tanda penerangan. Biasanya dipasang untuk dua hal, pertama untuk ulang tahun dan perayaan IMLEK.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain wihara Budhi Dharma ada juga terdapat wihara Ariya Marga atau Lamceng Tee Bio . Letaknya disebuah gang kecil dan banyak terdapat tempat makan warteg di pintu masuk gang. Ada dua buah relief yang terdapat di pintu masuk wihara Tee Bio. Pertama sebuah relief seorang raja yang mengendarai kuda. Dimana replika dari kuda tersebut ada di dalam wihara. Dan relief yang kedua adalah gambara dari cerita tiga orang raja yang merupakan kakak beradik yang sedang bersengketa tetapi akhirnya dapat didamaikan oleh sang kakak. Mereka memperebutkan kedudukan dari sebuah pohon , &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-TuDbzf4TarE/TVkt21XpYAI/AAAAAAAABTQ/DvbTL8ekbcM/s1600/P2130082.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-TuDbzf4TarE/TVkt21XpYAI/AAAAAAAABTQ/DvbTL8ekbcM/s200/P2130082.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573536433910145026" /&gt;&lt;/a&gt;dimana yang menjadi tempat terhormat bukanlah pada pucuk pohon tersebut melain pada akar dari pohonnya. Kurang lebih begitulah ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan selanjutnya adalah mengunjungi sebuah klenteng yang cukup tua yakni Klenteng Tang Seng Ong. Sewaktu saya mengikuti kegiatan yang sama sekitar tahun 2009, tempat ini masih dalam renovasi tetapi saat dikunjungi kembali menjadi sebuah klenteng yang sangat bagus. Bagian depan terdapat ruangan untuk berdoa di bagian belakang  terdapat sebuah kolam ikan dan replika bunga teratai. Patung yang dipajang diatas sebuah altar doa, dekat kolam ini adalah tiga tokoh penting yakni Sang Budha yang diapit oleh Dewi Kuam In dan Biksu Tong dalam cerita Kera sakti.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-3PG2mGDn68I/TVkuAjrGViI/AAAAAAAABTY/ByOuEG8QHgU/s1600/P2130090.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-3PG2mGDn68I/TVkuAjrGViI/AAAAAAAABTY/ByOuEG8QHgU/s200/P2130090.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573536600958588450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relief tiga lelaki yang ada di depan kolam pun mempunyai arti umur panjang symbol dari lelaki tua berjanggut putih, lelaki yang ditengah menjadi symbol sandang pangan dan lelaki yang menggendong bayi adalah mempunyai anak dan cucu. Tak kalah menariknya sebuah relief dari atap klenteng yang berupa sepasang naga. Naga menurut kepercayaan mereka adalah seekor hewan yang sangat sakti dan pelindung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menuju Klenteng Tang Seng Ong, terdapat sebuah  sekolah, di lihat dari depan pintu gerbangnya masih merupakan bangunan lama. Di sekolah ini dahulu digunakan sebagai sebuah organisasi modern di Batavia bernama Tiong Hoa Hwee Koan ( Perkumpulan Tiongoa ) yang merupakan reaksi masyarakat Tionghoa terhadap kebijakan pemerintah Belanda yang tidak memberikan pendidikan bagi anak-anak keturunan Tionghoa. Akibat pesatnya perkembangan dari sekolah ini maka pemerintah kolonial Belanda menjadikan bangunan sekolah ini sebagai sekolah berbahasa Belanda ( HCS ). Namun setelah pemerintahan Orde Baru bangunan diambil alih dan dirubah namanya menjadi SMU 19.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-3PrteTy4fI4/TVkuL_PkB9I/AAAAAAAABTg/1Y2KEzsIFOo/s1600/P2130088.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-3PrteTy4fI4/TVkuL_PkB9I/AAAAAAAABTg/1Y2KEzsIFOo/s200/P2130088.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573536797337847762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sekolah juga ada sebuah rumah yang sudah menjadi cagar budaya karena fisik bangunannya yang sudah lama. Atap bangunannya menyerupai ekor walet yang menandakan status sosial yang cukup berada di Batavia bagi kaum Tionghoa sedangkan bagi kebanyakan atap rumah warga Tionghoa berbentuk pelana kuda. Walaupun mungkin di negeri asalnya tidak ada perbedaan bentuk bangunan untuk mereka yang berbeda status sosialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan pecinan Glodok yang terkenal adalah Petak Sembilan. Dari sebuah kawasan yang dahulu merupakan kawasan perdagangan dengan sembilan petak dikenalah dengan nama &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-1TrxEDzcEJU/TVkuaSbbwuI/AAAAAAAABTo/cEB7UGAHf48/s1600/P2130094.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-1TrxEDzcEJU/TVkuaSbbwuI/AAAAAAAABTo/cEB7UGAHf48/s200/P2130094.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573537043006079714" /&gt;&lt;/a&gt;Petak sembilan. Klenteng yang terkenal dan cukup tua adalah Jin De Yuan dan Toasebio bahkan sampai sekarang banyak dikunjungi untuk berdoa ataupun sebagai tempat wisata. Ada juga sebuah gereja bergaya Tionghoa bernama “Gereja St. Maria de Fatima”. Pada tahun 1949 China jatuh ke tangan komunis sehingga ditinggalkannya tempat dataran China, banyak dari orang-orang China sendiri yang pergi dari negaranya termasuk juga para Jesuit yang ada disana kemudian masuk ke Batavia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sebuah buku mengenai sejarah 50 tahun Gereja St. Maria De Fatima , di sebut pada tahun 1953 dibelilah sebidang tanah di daerah pecinan dengan seluas satu hektar &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Krye8O-AG4Q/TVkvXz0S47I/AAAAAAAABTw/UMkqhBxS7nc/s1600/P2030023.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Krye8O-AG4Q/TVkvXz0S47I/AAAAAAAABTw/UMkqhBxS7nc/s200/P2030023.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573538099940746162" /&gt;&lt;/a&gt;yang meliputi kompleks Gereja hingga pagar tinggi di sisi belakang dan kompleks sekolah Ricci I sekarang ini, tanah tersebut dibeli dengan harga Rp. 3.000.000,00 dari seorang kapitan (sebutan untuk seorang Lurah keturunan Tionghoa di Zaman penjajahan Belanda) bermarga Tjioe. Ia adalah seorang bangsawan Cina yang kaya raya. Pembayaran tanah tersebut dibayar dengan cara mengangsur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barulah pada tahun 1954 ketika Pater Matthias Leitenbauer SJ tiba di Jakarta, tanah dan bangunan di atasnya resmi menjadi milik gereja. Nama St de Fatima diambil dari sebuah cerita tentang penampakan Bunda Maria kepada tiga anak gembala seperti yang tergambar dalam relief gua maria di samping gereja. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ji_K7u1zouQ/TVkw49dkIjI/AAAAAAAABT4/IPLYxUG_vC4/s1600/P2130097.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ji_K7u1zouQ/TVkw49dkIjI/AAAAAAAABT4/IPLYxUG_vC4/s200/P2130097.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573539768977072690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di depan bangungan utama tersebut terdapat dua buah patung singa, yang mana patung singa itu merupakan lambang kemegahan bangsawan Cina. Konon di halamannya yang luas terdapat pula pohon sawo kecik dan pendopo joglo berlantai tinggi dan tanah tersebut di kelilingi pagar bertembok tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan diakhiri di Museum Mandiri dimana awal perjalanan dimulai dan juga sebagai tempat berkumpulnya para peserta Jelajah Kota Toea. Museum Mandiri sendiri &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-kKTSvkwQK5w/TVkxaPJpM_I/AAAAAAAABUI/EyABz7vGk_8/s1600/P2130025.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-kKTSvkwQK5w/TVkxaPJpM_I/AAAAAAAABUI/EyABz7vGk_8/s200/P2130025.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573540340661040114" /&gt;&lt;/a&gt;merupakan bangunan tua dan bersejarah. Dahulu bernama NHM ( kantor dagang maskapai ) milik Pemerintahan kolonial Belanda. NHM ini didirikan pada tahun 1929 dan diresmikan pada tanggal 14 Januari 1933 oleh Presiden NHM. Cirinya ada terdapat lukisan kaca patri. Saya dan peserta diajak berkeliling mengenal Museum Mandiri  yang banyak terdapat koleksi dan diorama dari kejayaan tempo dulu dimana tempat ini digunakan sebagai tempat penyimpanan asset berharga para warga Belanda di Batavia seperti yang terdapat di sebuah ruangan safe deposit. Loker, pintu baja yang sangat tebal , emas , juga sel-sel jeruji seperti dalam penjara menggambarkan suasana saat para nasabah dan petugas di bagian ini menyimpan dengan baik asset yang dipercayakan.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-SVxvXN0gUO8/TVkxsnNYBFI/AAAAAAAABUQ/eHTVrvg6BMw/s1600/P2130008.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-SVxvXN0gUO8/TVkxsnNYBFI/AAAAAAAABUQ/eHTVrvg6BMw/s200/P2130008.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573540656356787282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiburan diawal perjalanan yang menyenangkan ketika pertunjukan barongsai , sebuah tradisi kesenian Tionghoa di mulai. Musik khas yang dipukul dan dentuman lempengan piringan menambah suasana semakin meriah. Beberapa orang memasukan angpao ke dalam mulut barongsai tersebut. Sedangkan penutup acara , dijelaskan situasi dan tempat-tempat dari berbagai kota tempo dulu dari sebuah film dokumenter.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-1W8DFvebRXI/TVkx5kc96GI/AAAAAAAABUY/tXgQdyFfD6Q/s1600/P2130032.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-1W8DFvebRXI/TVkx5kc96GI/AAAAAAAABUY/tXgQdyFfD6Q/s200/P2130032.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573540878955178082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menyenangkan bisa ikut kembali di kegiatan keliling menyusuri sejarah Kota Toea di Jakarta. Walaupun acara ini merupakan kedua kalinya pada event yang sama tetapi ada saja hal yang menarik yang baru dan mungkin belum ada pada perjalanan saya sebelumnya. Sehingga hal tersebut dapat menjadi suatu informasi yang menarik dan menambah wawasan yang baru bagi saya pribadi. Terima kasih Komunitas Jelajah Budaya .. semoga setiap orang yang ikut dalam event yang diadakannya membuat mereka termasuk saya pribadi semakin peduli  akan budaya serta sejarah bangsa Indonesia, bangsanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 13 Februari 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Veronica Setiawati&lt;br /&gt;http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-iwyEGGOuWR8/TVkyD7pvBDI/AAAAAAAABUg/8cITym2iBr4/s1600/P2130037.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-iwyEGGOuWR8/TVkyD7pvBDI/AAAAAAAABUg/8cITym2iBr4/s200/P2130037.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573541056981435442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-6561542565206029837?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rUL9pngy_VWB3BopMTCQZJFlcF4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rUL9pngy_VWB3BopMTCQZJFlcF4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rUL9pngy_VWB3BopMTCQZJFlcF4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rUL9pngy_VWB3BopMTCQZJFlcF4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/JQePTZnHJu4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/6561542565206029837/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2011/02/jelajah-kota-toea-pecinan-glodok.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/6561542565206029837?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/6561542565206029837?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/JQePTZnHJu4/jelajah-kota-toea-pecinan-glodok.html" title="JELAJAH KOTA TOEA: PECINAN-GLODOK" /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/-NakXECkBNKA/TVks2pN77OI/AAAAAAAABSw/wRmfIXtOx_k/s72-c/P2130046.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2011/02/jelajah-kota-toea-pecinan-glodok.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkMNRHc7eyp7ImA9Wx9UGEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-6575541183615895673</id><published>2011-02-08T20:43:00.010+07:00</published><updated>2011-02-16T22:01:35.903+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-02-16T22:01:35.903+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kjb" /><title>Bedah Buku dan Review Museum di Indonesia</title><content type="html">&lt;blockquote&gt;“Museum merupakan sebuah nama yang singkat. Akan tetapi, ditinjau dari pengelolaannya, nama ini tidak sederhana. Jika dikaitkan dengan konteks masyarakat dan Negara , nama museum justru semakin kompleks. Museum di beberapa Negara telah berkembang menjadi sebuah lembaga yang tidak dapat diabaikan keberadaannya karena telah menjadi tempat yang berperan penting bagi masyarakat Negara tersebut.”&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-wqTalrsuY5U/TVvcXR0oWZI/AAAAAAAABUo/LUQHldihQX4/s1600/P2060093.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-wqTalrsuY5U/TVvcXR0oWZI/AAAAAAAABUo/LUQHldihQX4/s200/P2060093.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574291256280373650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt; Demikianlah yang tertulis pada awal paragraph Bab I dari sebuah buku yang berjudul Museum di Indonesia  , Kendala dan Harapan karya Dr. Ali Akbar  seorang dosen Arkeolog yang awal mulanya turut membantu mengatur tata letak dari Museum Bahari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala yang dialami oleh museum menurutnya pada sebuah acara bedah buku di Museum Mandiri, ditinjau dari definisinya adalah Museum di Indonesia dianggap sebagai tempat menyimpan barang saja. Sedangkan di beberapa Negara , museum adalah tempat yang berguna bagi masyarakatnya karena  memiliki peranan yang sangat penting sebagai pelajar , tempat interaksi, sebuah komunitas dan sebagi media komunikasi. Buku ini juga mengulas beberapa museum di luar negeri seperti Jerman, Belanda , Pracis , Belgia , India , Malaysia , SIngapura dan Vietnam dari hasil observasinya untuk mengkaji dan dicarikan jalan keluar dari kendala-kendala yang dihadapi oleh museum-museum di Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-UEhymIPWvkE/TVvcoedgllI/AAAAAAAABUw/aXTSYAyiqbU/s1600/P2060100.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-UEhymIPWvkE/TVvcoedgllI/AAAAAAAABUw/aXTSYAyiqbU/s200/P2060100.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574291551730832978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pandangan negatif masyarakat umum di Indonesia mengenai museum adalah kuno , kusam , ketinggalan jaman, seram, tempat yang terlalu serius , sia-sia karena tidak akan mendapatkan apa yang diharapkan, sepi sehingga dapat dijadikan untuk lokasi pacaran dan lain sebagainya. Termasuk dengan perkataan bagi pegawai yang dimutasikan ke bagian lain atau dianggap dibuang menyebutnya “dimuseumkan” Oleh sebab itu , sangat diharapkan dengan sarana dan prasarana yang dimiliki museum dapat merubah cara pandang masyarakat mengenai museum itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja yang menjadi kendala dari museum –museum yang diIndonesia juga dipertanyakan juga oleh beberapa orang yang hadir adalah sumber daya yang dimiliki oleh museum tersebut. Jawaban penulis buku ini membuat saya terus mengiangnya ketika membahas mengenai pengawai yang pensiun dari museum. Ia menjawab bahwa disebuah museum di luar negeri tanpa menyebut nama museumnya, pegawai yang akan pensiun tidak akan duduk-duduk saja tanpa melakukan apapun, melainkan berfikir karya apa yang akan diberikan olehnya sebelum pensiun untuk museumnya. Oleh sebab itu pegawai itu akan melakukan sesuatunya tidak diam saja sampai waktu pensiunnya tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, belum diketahui apa sebenarnya yang diingini masyarakat tentang museum juga rasa bangganya mereka yang telah bekerja di museum. Mungkin hal-hal seperti ini dapat dimulai dari museum itu untuk bercerita atau membagi pengalamannya kepada umum sehingga sedikit membuka pikiran masyarakat umum mengenai kondisi atau harapan terhadap museum selanjutnya. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-_vKdQYjO3CQ/TVvdBfLuPRI/AAAAAAAABU4/6qv6j_WKxhU/s1600/P2060103.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-_vKdQYjO3CQ/TVvdBfLuPRI/AAAAAAAABU4/6qv6j_WKxhU/s200/P2060103.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574291981421395218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah mulai banyak orang-orang yang tertarik untuk berkunjung ke sebuah museum. Namun kadang dimuseum tersebut tidak ada seseorang yang memandu para pengunjung untuk memperkenalkan  isi dari museum tersebut. Sehingga pengunjung hanya mendapat sedikit informasi dari barang-barang yang dikoleksi museum atau hanya sekedar mampir saja. Ada juga di bahas  dibuku ini, jam-jam yang diberlakukan sebuah museum hanya terbatas sampai  jam 5 sore.Mungkin dapat diberlakukan suatu saat nanti ada waktu kunjungan sampai malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedah Buku mengenai Museum di Indonesia tentang Kendala dan Harapannya adalah sedikit cara yang digunakan untuk membuat saya dan teman-teman yang belum mengenal museum untuk lebih mencintai museum. Sehingga Museum bukan lagi sebuah tempat tanpa makna tanpa pengujung semakin jauh dan dilupakan orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir , saya kutip tulisan dari buku ini sebagai penutup tulisan saya  : &lt;blockquote&gt;“Museum masa kini adalah sebuah system yang kompleks yang sulit dikerjakan oleh satu atau dua orang saja. Belum tentu museum yang pengelolanya lebih &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-G6o62cLH0_Y/TVvdYUPJvTI/AAAAAAAABVA/spZEcWIXYEE/s1600/P2060105.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-G6o62cLH0_Y/TVvdYUPJvTI/AAAAAAAABVA/spZEcWIXYEE/s200/P2060105.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574292373619981618" /&gt;&lt;/a&gt;banyak akan lebih baik dibandingkan museum yang pengelolanya lebih sedikit. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai pengelolaan museum yang hakiki adalah motivasi dan empati pada koleksi ditambah tanggung jawab pada organisasi, teamwork yang kuat serta integritas yang tinggi untuk memberik manfaat bagi masyarakat.”&lt;/blockquote&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta , 06 Februari 2011&lt;br /&gt;Veronica Setiawati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note : &lt;br /&gt;* Judul buku Museum di Indonesia - Kendala dan harapan&lt;br /&gt;• Penulis : Dr. Ali Akbar&lt;br /&gt;• Penerbit Papas Sinar Sinanti – Anggota IKAPI Jakarta 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-6575541183615895673?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/MmTDP8lHDR-m6ldggsJrYBPiSLE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/MmTDP8lHDR-m6ldggsJrYBPiSLE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/MmTDP8lHDR-m6ldggsJrYBPiSLE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/MmTDP8lHDR-m6ldggsJrYBPiSLE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/nP9HegyB2Ck" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/6575541183615895673/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2011/02/bedah-buku-dan-review-museum-di.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/6575541183615895673?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/6575541183615895673?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/nP9HegyB2Ck/bedah-buku-dan-review-museum-di.html" title="Bedah Buku dan Review Museum di Indonesia" /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-wqTalrsuY5U/TVvcXR0oWZI/AAAAAAAABUo/LUQHldihQX4/s72-c/P2060093.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2011/02/bedah-buku-dan-review-museum-di.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk8EQ3w9eCp7ImA9Wx9VGE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-5108304397964659084</id><published>2011-02-04T19:40:00.012+07:00</published><updated>2011-02-04T20:06:42.260+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-02-04T20:06:42.260+07:00</app:edited><title>Suasana Imlek Dari Pecinan Kota Tua Hingga Bogor.</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUv1vk1CkTI/AAAAAAAABR4/p-ijVLMsWQo/s1600/P2030022.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUv1vk1CkTI/AAAAAAAABR4/p-ijVLMsWQo/s200/P2030022.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569815561862549810" /&gt;&lt;/a&gt;Perayaan Imlek yang memasuki tahun Kelinci , sangat meriah ya mungkin menurut beberapa orang sih tidak seramai tahun-tahun yang lalu. Nuansa warna merah memenuhi kawasan pecinan Petak Sembilan. Sekumpulan para pencari berita sudah berada disana entah sejak kapan. Hilir mudik orang-orang yang akan sembahyang dan mereka yang meliput serta hanya ingin mengabadikan beberapa photo suasana Imlek memadati  sebuah klenteng yang cukup terbilang tua usianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedih mata saya karena asap dari kertas-kertas doa yang sudah dibakar membuat saya menyingkir dari klenteng tua tersebut. Tidak jauh , ada sebuah klenteng yang lain, tidak terlalu besar dan tidak padat yang mengunjungi. Namun di halamannya berjejer para pengemis yang menanti angpau. Di tempat ini teman saya lebih leluasa untuk mengambil beberapa photo. Cukup banyak turis asing yang datang mengunjungi klenteng tua ini.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUv18J3jnII/AAAAAAAABSA/KaM06-JaPeI/s1600/P2030012.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUv18J3jnII/AAAAAAAABSA/KaM06-JaPeI/s200/P2030012.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569815777963646082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas dari klenteng tua , menyusuri sepanjang jalan Petak Sembilan lalu singgah pada sebuah Gereja tua bergaya Tionghoa. Tidak seramai di klenteng tua itu, tetapi ada beberapa turis asing yang juga singgah disini. Gereja ini tertutup dan tidak ada seorangpun yang dapat masuk ke dalamnya. Begitu juga dengan sebuah vihara yang lain tidak jauh dari Gereja. Hanya beberapa orang yang hendak bersembahyang yang ada terlihat di sana. Sepanjang jalan yang kami lalui pun tidak macet oleh kendaraan &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUv35AaqHVI/AAAAAAAABSQ/zOnRI5-PM3g/s1600/P2030030.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUv35AaqHVI/AAAAAAAABSQ/zOnRI5-PM3g/s200/P2030030.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569817922910166354" /&gt;&lt;/a&gt;seperti hari-hari biasa. Lewat sebuah gang , perjalanan kami lanjutkan menyusuri sepanjang jalan pasar pagi lama.Toko-toko banyak yang tutup dan sedikit lengang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak demikian ketika berada di lorong yang menghubungkan antara stasiun dan halte bustransjakarta. Ramai sekali dilorong , hujan gerimis yang sempat datang juga semakin menambah jumlah orang.  Kemudian kami memutuskan untuk ke Bogor  dengan kereta. Sesampainya di kota Bogor, kedatangan kami disambut hujan. Biarpun begitu, stasiun Bogor sangat penuh sesak dengan para penumpang yang akan meninggalkan atau baru saja sampai di Kota Bogor.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUv4ER7JTAI/AAAAAAAABSY/NWrXIVKCDVs/s1600/P2030039.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUv4ER7JTAI/AAAAAAAABSY/NWrXIVKCDVs/s200/P2030039.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569818116588391426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebuah mall yang tidak jauh dari Tugu Kujang Kota Bogor. Ketika berada di sebuah store yang menjual aneka bahan hasil karya mahasiswa IPB, ada sebuah pertunjukan barongsai. Musik keras dari sebuah alat yang dipukul menggemakan isi ruangan. Seekor ular naga yang dibawa oleh beberapa orang menghampiri store dimana kami berada untuk mengambil Angpao ( amplop merah ) yang tergantung di di rolling door store. Tidak lama muncul dua buah barongsai warna merah dan kuning. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUv4WrEbqTI/AAAAAAAABSo/5t9UgLlKkAI/s1600/P2030047.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUv4WrEbqTI/AAAAAAAABSo/5t9UgLlKkAI/s200/P2030047.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569818432575875378" /&gt;&lt;/a&gt;Seketika itu juga penuh orang mengelilingi store yang tidak jauh dari pintu masuk ini. Mereka mengabadikan moment menghibur dengan dengan kamera handphone dan saya pun tidak ketinggalan.  Beberapa adegan lucu dari tarian barongai seperti ketika akan mengambil amplop merah namun tidak kesampaian. Beberapa kali mencoba akhirnya angpao tersebut dapat diraih oleh mulut sang barongsai merah. Kalau yang warna kuning hanya meliuk liuk diantara pengunjung dan dipakai untuk berfoto oleh sebagian pengunjung. Namun, setelah angpao sudah diterima mereka berjalan lagi menuju store yang lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Selamat Tahun Baru Imlek “ &lt;br /&gt;Jakarta –Bogor, 03 Februari 2011&lt;br /&gt;Veronica Setiawati&lt;br /&gt;http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-5108304397964659084?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gUqljoQfc91hGc3cu8rFQ5Agauo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gUqljoQfc91hGc3cu8rFQ5Agauo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gUqljoQfc91hGc3cu8rFQ5Agauo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gUqljoQfc91hGc3cu8rFQ5Agauo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/KWtgcY47UTk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/5108304397964659084/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2011/02/suasana-imlek-dari-pecinan-kota-tua.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/5108304397964659084?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/5108304397964659084?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/KWtgcY47UTk/suasana-imlek-dari-pecinan-kota-tua.html" title="Suasana Imlek Dari Pecinan Kota Tua Hingga Bogor." /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUv1vk1CkTI/AAAAAAAABR4/p-ijVLMsWQo/s72-c/P2030022.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2011/02/suasana-imlek-dari-pecinan-kota-tua.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUEHRHg6eSp7ImA9Wx9VEk8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-1204771616131846171</id><published>2011-01-28T20:39:00.011+07:00</published><updated>2011-01-28T21:07:15.611+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-01-28T21:07:15.611+07:00</app:edited><title>Bermain Tutup Mata DI Jogya</title><content type="html">Menjelang tengah malam, ketika setiap orang terlelap dan rumah terkunci oleh penghuninya, kami melangkahkan kaki menuju alun-alun kota Jogya. Masih ramai dengan orang-orang yang bermain tutup mata ketika kami sampai di alun-alun. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TULJ_c4ySYI/AAAAAAAABQM/U4lJ8LFWlkk/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TULJ_c4ySYI/AAAAAAAABQM/U4lJ8LFWlkk/s200/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567234181306665346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dua buah pohon beringin yang berada di tengah alun-alun selatan kota Jogja inilah yang membuat tempat ini menjadi menarik untuk dikunjungi. Sebabnya , ada sebuah mitos yang beredar bahwa jika setiap orang yang dapat melewati jalan yang diapit oleh kedua pohon beringin tersebut maka keinginannya dapat terwujud. Terserah bagi setiap orang yang ingin mempercayainya atau tidak, tetapi bagi saya dan teman-teman, menjadi sebuah permainan tantangan yang menarik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah keramaian , saya mengamati setiap orang yang ditutup matanya, mereka &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TULKOxyLvmI/AAAAAAAABQU/HHtDK9WL7rM/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TULKOxyLvmI/AAAAAAAABQU/HHtDK9WL7rM/s200/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567234444614155874" /&gt;&lt;/a&gt;mencoba berjalan menuju jalan yang ada di tengah kedua pohon beringin tersebut, namun sedikit orang yang berhasil melewatinya. Akhirnya saya dan teman-teman mulai mencobanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama yang mencoba adalah dua orang teman saya, mata mereka ditutup dengan kain dan benar-benar dipastikan tidak melihat  sekelilingnya. Lalu, mereka saya tempatkan agak jauh dari pohon beringin tetapi berhadapan lurus dengan jalan ditengah pohon beringin tersebut. Ketika aba-aba mulai dari saya , mereka berdua berjalan menuju pohon beringin tersebut dengan feeling mereka. Saya dan seorang kawan , mengatur jalan di depan mereka agar tidak menabrak orang-orang yang juga bermain tutup mata seperti kami. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TULKhguZu2I/AAAAAAAABQc/iRIyHQ4MdF8/s1600/3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TULKhguZu2I/AAAAAAAABQc/iRIyHQ4MdF8/s200/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567234766452407138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendekati tembok yang memagari kedua pohon beringin tersebut. Kedua teman saya ini berpisah. Teman yang satu berbelok ke kanan , menuju lapangan sepak bola dan teman yang satunya ke kiri. Tetapi dua-duanya berhenti dimana mereka merasa yakin telah sampai ditengah jalan diantara kedua pohon beringin. Begitu kain dibuka dan mata mereka melihat sekelilingnya ternyata jauh dari pohon beringin tersebut. Kejadian tersebut malah membuat mereka semakin penasaran untuk mencoba lagi. Menurut berita yang simpang siur sih, katanya kalau berjalan kea rah kanan berarti hidupnya masih memikirkan lawan jenisnya dan kalau berjalan kea rah kiri adalah harta atau &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TULK2WT-qXI/AAAAAAAABQk/8aTLGY-OcqA/s1600/4.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TULK2WT-qXI/AAAAAAAABQk/8aTLGY-OcqA/s200/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567235124434479474" /&gt;&lt;/a&gt;uang. Entahlah saya sendiripun belum mendapat jawaban yang pasti mengenai kedua arti tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran juga, akhirnya saya mencobanya. Deg degan rasanya begitu mata ditutup kain dan kaki mulai berjalan. Saya meraba-raba jalan didepan saya. Rasanya begitu sunyi , padahal sekeliling saya itu sangat ramai. Denger sih teman-teman saya bicara didepan jalan saya tetapi kemudian sunyi. Aduuh, saya sempat ragu untuk melanjutkan kaki saya melangkah. TIba-tiba saya tidak konsentrasi , saya merasa takut salah dengan &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TULLYt4S1eI/AAAAAAAABQs/MAyKEmDjw9M/s1600/6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TULLYt4S1eI/AAAAAAAABQs/MAyKEmDjw9M/s200/6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567235714876364258" /&gt;&lt;/a&gt;jalan yang akan saya lalui. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu saya lanjutkan kembali melangkah, ternyata saya menabrak tembok dan entah berjalan kemana lagi. Saya merasa sudah selesai kaki melangkah ternyata malah berada di tengah lapangan tidak jauh dari tempat awal saya mulai berjalan.Menurut teman-teman, saya sebenarnya sudah sampai ditengah tetapi berhenti lalu berjalan kea rah kiri hingga akhirnya hanya muter-muter di tengah lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah , kalau menurut saya sih begitu kaki mendekati kedua beringin tersebut langkah tiba-tiba berhenti. Hal yang sama , juga terjadi kepada beberapa orang selain teman-teman saya. Tetapi ada juga yang melonjak kegirangan begitu dia berhasil melewati jalan di tengah beringin. Teman saya pun setelah beberapa kali mencoba akhirnya bisa melewatinya. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TULLjkLAGoI/AAAAAAAABQ0/8w3tmXtpv5Q/s1600/5.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TULLjkLAGoI/AAAAAAAABQ0/8w3tmXtpv5Q/s200/5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567235901249034882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman yang unik dan mendebarkan, sebuah permainan yang mengesankan buat kami selama berada di Jogja. Memang kota Jogya selalu menawarkan pesona yang membawa setiap orang yang datang untuk selalu datang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogja , the most lovely city, 19 Juli 2009&lt;br /&gt;Veronica Setiawati&lt;br /&gt;http://g1g1kel1nc1.blogpsot.com&lt;br /&gt;Facebook Page : Catatan Perjalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thanks to: mas Gatot Photo-photonya juga kiwir,pinok,resti,lilis dan rakha untuk liburan yang gila dan heboh selama ke jogja:) &lt;br /&gt;Link Foto cek di http://g1g1kel1nc1.multiply.com/photos/album/91&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-1204771616131846171?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/p3rgleVrEM4MW_6RrrdK8LKavhI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/p3rgleVrEM4MW_6RrrdK8LKavhI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/p3rgleVrEM4MW_6RrrdK8LKavhI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/p3rgleVrEM4MW_6RrrdK8LKavhI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/7V6koeBOe0w" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/1204771616131846171/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2011/01/bermain-tutup-mata-di-jogya.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/1204771616131846171?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/1204771616131846171?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/7V6koeBOe0w/bermain-tutup-mata-di-jogya.html" title="Bermain Tutup Mata DI Jogya" /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TULJ_c4ySYI/AAAAAAAABQM/U4lJ8LFWlkk/s72-c/1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2011/01/bermain-tutup-mata-di-jogya.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkMESHc8cSp7ImA9Wx9VFUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-4770292035406196118</id><published>2011-01-21T08:19:00.016+07:00</published><updated>2011-02-01T20:53:29.979+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-02-01T20:53:29.979+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bogor" /><title>Perternakan Kordero - Bogor</title><content type="html">Hari masih siang setelah selesai dari Pura Jagatkarta dan saya masih enggan untuk kembali ke Jakarta. Setelah makan, kami menuju sebuah perternakan kambing etawa. Letaknya sih tidak jauh dari Jalan Raya Ciapus, Tamansari.Kami diberitahukan oleh ibu penjual warung makan sebuah jalan pintas menuju peternakan kambing tersebut.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUgFDPhgvNI/AAAAAAAABQ8/jll3oLq2VA8/s1600/foto2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 118px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUgFDPhgvNI/AAAAAAAABQ8/jll3oLq2VA8/s200/foto2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568706492508454098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peternakannya sederhana dengan bangunan yang sebagian besar menggunakan kayu, baik itu untuk kandang kambing maupun untuk sebuah rumah tinggal tepat di depan kadang kambing. Selain peternakan kambing, ada juga terdapat peternakan sapi. Seorang pemuda menerima kedatangan kami bertiga dengan baik. Dari seorang bapak yang bertugas di peternakan , pemuda itu adalah manajer peternakan,lulusan D3 jurusan Peternakan IPB, namanya Mas Eko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah kandang yang besar tertutup kawat dan berisi anak-anak kambing. Kandang tersebut ternyata diberikan pembatas atau sekat kayu tetapi ada pintu kecil sebagai penghubung sekat yang satu dan lainnya. Sekat pertama adalah untuk kumpulan anak kambing yang baru lahir. Saat mereka lahir, anak kambing tersebut sudah dipisahkan dari induknya lalu digabung dengan anak kambing lainnya dalam satu kandang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kandang , dibuatkan juga satu kandang kecil bertumpuk jerami sebagai tempat dikumpulkannya anak-anak kambing ketika mereka akan diberi susu.Tinggi pintu kandang kecil itu setinggi pinggang orang dewasa. Nanti ketika jadwalnya menyusui, anak-anak kambing tersebut diangkat oleh petugasnya lalu diberi susu satu persatu. Untuk &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUgF5jpXolI/AAAAAAAABRE/TjbVMkiCESk/s1600/foto6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 148px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUgF5jpXolI/AAAAAAAABRE/TjbVMkiCESk/s200/foto6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568707425623056978" /&gt;&lt;/a&gt;jadwal pemberian susu adalah pkl 06.00 dan pkl 15.00. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada beberapa orang yang membantu saya menyusui anak-anak kambing tersebut.  Tetapi jika mereka sibuk mencari rumput untuk pangan kambing atau sedang melakukan tugas yang lain, ya saya mba yang memberikan mereka susu.” Kata Mas Eko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekitar 15 liter susu sapi yang diperlukan untuk menyusui anak-anak kambing itu mba setiap jadwalnya menyusui” Begitulah yang dijelaskan Mas Eko kepada saya, Mutia dan Ida. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama, Mas Eko meninggalkan kami untuk memeras susu sapi yang letaknya tidak jauh dari kandang anak kambing. Sebab sudah waktunya memberikan susu kepada anak-anak kambing yang memiliki daun telinga yang panjang ini. Sebanyak tiga liter susu sapi yang dihasilkan dari setiap perasan yang tanpa menggunakan alat bantu. Hasil perasan susu sapi tersebut dikumpulkan dalam sebuah ember kecil. Kemudian ember yang berisi susu sapi tersebut, diberikan putih dan kuning telur ayam sebanyak dua butir lalu diaduk rata. Setelah itu susu sapi dituangkan ke dalam botol susu , hanya sayangnya jumlah botol susu tersebut hanya 3 buah yang digunakan untuk &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUgGFHxM1DI/AAAAAAAABRM/4XHEK8_1H7o/s1600/foto7.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 170px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUgGFHxM1DI/AAAAAAAABRM/4XHEK8_1H7o/s200/foto7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568707624298140722" /&gt;&lt;/a&gt;menyusui sekitar 54 ekor anak kambing dengan berbagai usia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan Mutia membantu menyusui anak-anak kambing dari botol susu yang sudah diisi susu sapi. Menyenangkan sekali dan baru kali ini saya merasakan menyusui anak-anak kambing yang tidak pernah menyentuh ataupun meminum susu dari  puting susu induknya sendiri. Saya sendiri sangat kewalahan karena agresifnya anak-anak kambing ini menghabiskan susu. Mereka sangat kuat menyedot karet yang ada dibotol susu seperti sedang kehausan mereka menghabiskan isi botol dalam waktu singkat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemberian susu ada takarannya sendiri. Untuk anak kambing yang ada di sekat pertama karena usinya masih bayi, maka tiap anak kambing diberikan hanya satu botol susu sapi. Untuk yang ada di sekat kedua, usianya sekitar dua bulanan maka diberikan 1 ½  botol susu. Di sekat  yang ketiga , karena usianya sudah lebih dari tiga bulanan diberikan dua botol susu. Nah, untuk anak kambing yang sudah menyusui, mereka dipisahkan dan dikumpulkan di sekat sebelah kadangnya yang sudah kosong, &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUgHN60_FtI/AAAAAAAABRU/z2MKtTBHXRg/s1600/foto4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 78px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUgHN60_FtI/AAAAAAAABRU/z2MKtTBHXRg/s200/foto4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568708874954806994" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah semua sudah minum susu, anak-anak kambing tersebut digiring masuk kembali ke dalam kandang kecilnya, begitupun dengan anak kambing di kandang berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat ada seekor anak kambing yang tidak lincah dan hanya terdiam dipojok kandang kecil ketika diangkat dan diberikan susu juga tidak menghabiskannya seperti yang lainnya , sepertinya sedang sakit. Kasihan kalau ada anak kambing yang sakit , akan diberikan obat-obat seperti yang biasa dikonsumsi manusia. Karena dokter hewan juga tidak ada dan Mas Eko juga merangkap sebagai dokter untuk mengobati mereka. &lt;br /&gt;Selain kandang anak-anak kambing yang lucu-lucu nan menggemaskan itu, ada juga kandang khusus para pejantan dan betinanya. Kandangnya sangat bersih karena memang selalu dibersihkan setiap hari jadi tidak akan mencium bau yang menyengat. Selain &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUgHvMEWbBI/AAAAAAAABRc/1h9RVO-PEjg/s1600/foto5.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 153px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUgHvMEWbBI/AAAAAAAABRc/1h9RVO-PEjg/s200/foto5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568709446518336530" /&gt;&lt;/a&gt;itu, selalu tersedia pangan buat kambing-kambing etawa ini.  Ada lima pejantan yang tersedia dan siap membuahi para betinanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Banyak suka dukanya mba ketika merawat kambing-kambing ini. Pernah saya ditendang ketika memandikan mereka.” Cerita Mas Eko kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiap hari saya memandikan, selain itu juga merawat yang sakit, memberikan makan, membersihkan kandang, membantu melahirkan kambing betina. Jika ada pejantan yang sedang masa pembuahan saya juga harus tahu termasuk memilih betinanya untuk dikawinkan.”  Kami jelas terheran-heran dengan apa yang diljelaskan oleh Mas Eko keseluruhan tugasnya di peternakan Kordero ini. Luar biasa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mas Eko, untuk kambing betina yang baru melahirkan, sekitar sepuluh hari kemudian baru dimandikan dan itupun tergantung cuaca. Sebabnya mencegah timbulnya sakit /demam pada kambing betina itu sendiri. Setiap hari juga , kambing betina &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUgIsx8eG_I/AAAAAAAABRk/kkL8EjzWhKo/s1600/foto3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 144px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUgIsx8eG_I/AAAAAAAABRk/kkL8EjzWhKo/s200/foto3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568710504657853426" /&gt;&lt;/a&gt;menghasilkan susu perasan sebanyak tiga liter. Hasil susunya banyak untuk dijual tetapi untuk fragmentasi belum dilakukan karena keterbatasan alat. Kambing etawa ini tidak dijual melainkan khususkan untuk dikembangbiakan populasinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pernah dibawakan bibit pejantan dari luar negeri mba, tetapi adaptasinya kurang bagus , tidak bertahan lama di tempat ini dan akhirnya mati.” Demikian penjelasan Mas Eko ketika ia menunjukkan tempat kandang pejantan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu pejantan yang sudah menghasilkan pejantan yang lain, nama kambing itu adalah Rocky. Tubuhnya sangat besar , sayapun kaget melihat postur tubuhnya yang besar dan tinggi. Anaknya pun tidak jauh berbeda dan diberi nama Danny. Rocky dan Danny serta tiga penjantan lainnya dipersiapkan untuk menghasilkan bibit – bibit yang bagus untuk perkembangan kambing etawa selanjutnya , yang menurutnya sih sudah &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUgI1rw3U-I/AAAAAAAABRs/Ajc7whdE308/s1600/foto8.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 156px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUgI1rw3U-I/AAAAAAAABRs/Ajc7whdE308/s200/foto8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568710657617384418" /&gt;&lt;/a&gt;tidak ada lagi dinegeri asalnya , India. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pulang, Ida dan Mutia membeli susu kambing yang sudah dibungkus dan didinginkan berlabel Kordero, nama dari peternakan kambing ini. Perjalanan yang tidak disangka. Bermula hanya iseng ingin membeli susu kambing ternyata dari tempat sederhana ini , kami mendapat pengetahuan yang sangat penting dan berharga. Tidak akan pernah lupa pengalaman yang luar biasa dari peternakan kordero , Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, 01 Januari 2011&lt;br /&gt;Veronica Setiawati&lt;br /&gt;http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;br /&gt;mail to : g1g1kel1nc1@yahoo.com.au&lt;br /&gt;Foto-foto perjalanan kami di bogor : http://www.facebook.com/profile.php?id=1529778501#!/album.php?id=1529778501&amp;aid=2098804&lt;br /&gt;Note : all pictures are belong to Tarmidah Sumargo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-4770292035406196118?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-oC-06IOo4G068tl9qYCh9DECAY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-oC-06IOo4G068tl9qYCh9DECAY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-oC-06IOo4G068tl9qYCh9DECAY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-oC-06IOo4G068tl9qYCh9DECAY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/_85HkpHCCe8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/4770292035406196118/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2011/01/perternakan-kordero-bogor.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/4770292035406196118?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/4770292035406196118?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/_85HkpHCCe8/perternakan-kordero-bogor.html" title="Perternakan Kordero - Bogor" /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TUgFDPhgvNI/AAAAAAAABQ8/jll3oLq2VA8/s72-c/foto2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2011/01/perternakan-kordero-bogor.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DE8HSH87cCp7ImA9Wx9WGEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-4737911649629118980</id><published>2011-01-21T08:18:00.020+07:00</published><updated>2011-01-24T20:47:19.108+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-01-24T20:47:19.108+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kjb" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="jkt" /><title>Gereja Sion Dan Kawasan Kota Tua Disekitarnya</title><content type="html">Selain mengenal Kampung Pecah Kulit, saya diperkenalkan juga oleh Komunitas Jelajah Budaya tempat-tempat yang bersejarah lainnya. Awal perkenalan saya adalah dengan sebuah gedung Bank Mandiri yang kantornya masih aktif sampai sekarang. Tidak masuk ke dalam gedung, tetapi diluar gedungnya saja tepatnya persis disebelah halte bus transjakarta Kota.&lt;br /&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT1_loKC7CI/AAAAAAAABO0/A17px7m6Zr0/s1600/p1160001.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT1_loKC7CI/AAAAAAAABO0/A17px7m6Zr0/s200/p1160001.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565744998911241250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di jelaskan disana, pada masa pemerintahan Belanda , banyak dibangun gedung  yang menjadi tempat penyimpanan uang/bank untuk para warganya yang ada di Batavia. Termasuk salah satunya adalah Kantor Nederlandsche Handel Mastchappij ( NHM ) yang dibangun pada tahun 1929 dan diresmikan tanggal 14 Januari 1933 oleh Dr. C.J.K van Aaalst , presiden NHM ke-10. Mereka yang hendak menyimpan uangnya , dahulu melakukannya dengan melewati kalibesar sebagai  jalur transportasi  yang murah , cepat dan vital. Karena daerah diseberang kalibesar hanya dipergunakan sebagai &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT1_2OF20TI/AAAAAAAABO8/lCHxOx49Pes/s1600/p1160005.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT1_2OF20TI/AAAAAAAABO8/lCHxOx49Pes/s200/p1160005.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565745283972124978" /&gt;&lt;/a&gt;kawasan pergudangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya perjalanan jelajah kota tua ini, saya lanjutkan melewati Stasiun Jakarta Kota atau lebih dikenal dengan sebutan Stasiun Beos  yang memiliki arsitetur bangunan yang menarik dan merupakan salah satu cagarbudaya. Nama Beos sendiri terdapat beberapa versi. Pertama, berasal dari kependekan kata Batavia Ooster Spoorweg Maatschapij ( BOSM = Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur ). Versi lain kata Beos berasal dari kata Batavia En Omstreken yang artinya Batavia dan sekitarnya, dimana stasiun yang menghubungkan stasiun lain seperti Bekassie ( Bekasi ) , Buitenzorg ( Bogor ) , Parijs van Java ( Bandung ), Karavam ( Karawang ) dll. Perancang Stasiun ini adalah seorang arsitek Indo-Belanda  kelahiran Tulungagung,8 September 1882 , bernama Frans Johan Louwrens Ghijsels. Secara resmi digunakan pada&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT1__mLEnII/AAAAAAAABPE/dg0eX3OZqlA/s1600/p1160002.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT1__mLEnII/AAAAAAAABPE/dg0eX3OZqlA/s200/p1160002.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565745445055274114" /&gt;&lt;/a&gt; tanggal 8 Oktober 1929. Acara peresmiannya dilakukan dengan penanaman kepala kerbau di dalam ruangan gedung dan satunya lagi di tengah jalan antara stasiun dan tugu jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jauh dari stasiun kota , ada sebuah gereja tua yang berada diujung jalan Jayakarta yakni Gereja Sion. Gereja sion adalah salah satu gereja tua yang ada di kota Jakarta dan salah satu cagarbudaya yang dilindungi. Padahal sering sekali dilewati karena terletak di tepi jalan raya namun hanya bersama Komunitas Jelajah Budaya inilah saya pertama kalinya memasuki gereja tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT2AS03k08I/AAAAAAAABPM/tjqkgVBqkgE/s1600/p1160008.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT2AS03k08I/AAAAAAAABPM/tjqkgVBqkgE/s200/p1160008.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565745775417545666" /&gt;&lt;/a&gt;Halamannya luas dan terdapat beberapa makam seperti makam yang ada di Museum Taman Prasasti. Bentuknya memanjang , tiap sudutnya ada handle yang berbentuk lingkarang terbuat  dari besi yang kuat dan kalau diperhatikan ada nomornya juga diatas makam tersebut. Menurut, salah seorang jemaat gereja  yang menjadi narasumbernya, mengatakan halaman ini dahulunya merupakan tempat makam dan luas sampai ke sebrang jalan. Tetapi sejak tahun 1960, makam-makam tersebut dipindahkan ke pemakaman yang ada di Tanah Abang ( Museum Prasasti ) karena makam-makam tersebut diperluas  menjadi halaman untuk parkir gereja.  Sekarang hanya terdapat 13 makam. Dahulu, makam-makam yang ada di halaman gereja tersebut menjadi  symbol dari tingkatan sosial. Karena yang dimakamkan &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT2AgVvL0UI/AAAAAAAABPU/z86ymZx2ze4/s1600/p1160019.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT2AgVvL0UI/AAAAAAAABPU/z86ymZx2ze4/s200/p1160019.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565746007579021634" /&gt;&lt;/a&gt;dihalaman gereja tersebut dari berbagai tingkatan sosial. Ada seorang Gubernur Jendral tetapi  ada juga rakyat biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gereja Sion ini dibangun dengan 10.000 tiang kayu pilihan dan setelah selesai pembangunannya digunakan oleh Mardjiker atau orang Portugis yang dimerdekakan. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT2AtMpeLGI/AAAAAAAABPc/1TNAZR5CXiA/s1600/p1160010.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT2AtMpeLGI/AAAAAAAABPc/1TNAZR5CXiA/s200/p1160010.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565746228477439074" /&gt;&lt;/a&gt;Gereja Sion merupakan Gereja Portugis yang dibangun oleh Belanda untuk orang-orang Portugis yang menjadi tawanan VOC,  setelah Portugis tidak berkuasa lagi diwilayah jajahannya. Awalnya gereja ini bernama Portugese Buitenkerk yang artinya Gereja Portugis diluar tembok pemerintahan kota Batavia. Lambat laun, gereja ini digunakan oleh Belanda sedangkan warga Mardjiker tersebut dipindahkan ke Kampung Tugu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Gereja Sion  dikelola oleh GPI ( Gereja Prostestan di Indonesia ). Karena wilayah pelayanan GPI pada bagian barat di Indonesia, maka pada tahun 1957 pada persidangan sinode, Gereja Portugis ini berubah menjadi nama GPIB Jemaat Sion.  Nama Sion sendiri berasal dari bahasa Ibrani yang berarti sebuah bukit yang menjadi lambang keselamatan. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT2BWx2RHSI/AAAAAAAABPk/aBxVxKc3lRY/s1600/p1160012.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT2BWx2RHSI/AAAAAAAABPk/aBxVxKc3lRY/s200/p1160012.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565746942837857570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu dijelaskan juga oleh narasumber gereja ini ,bahwa perkembangan awal gereja portugis ini berasal dari Indonesia bagian timur terutama di Maluku, Sulawesi ke bagian utara dan Nusa Tenggara Timur .  Ada sebuah kisah dimana,pada masa penjajahan Jepang, Gereja Sion ingin dijadikan tempat penyimpanan abu tentara Jepang yang gugur. Tetapi keinginan tersebut tidak terjadi dan Gereja Immanuel yang dipakai &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT2Bge0I1II/AAAAAAAABPs/WKA--5R8Etg/s1600/p1160014.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT2Bge0I1II/AAAAAAAABPs/WKA--5R8Etg/s200/p1160014.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565747109527344258" /&gt;&lt;/a&gt;untuk menyimpan abu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan Gereja Sion ini sangat unik. Bentuknya seperti kotak jika diperhatikan dan sederhana. Menurut salah seorang jemaat Gereja ini tidak mengalami perubahan apapun termasuk interiornya. Pintu masuk hanya satu dengan dua buah daun pintu yang lebar &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT2B_bFrDNI/AAAAAAAABP8/7f95n3lxV_U/s1600/p1160021.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT2B_bFrDNI/AAAAAAAABP8/7f95n3lxV_U/s200/p1160021.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565747641103092946" /&gt;&lt;/a&gt;dan diapit dua buah tiang yang kokoh.Diatasnya tertulis usia dari Gereja Sion dan diatas tulisan terdapat salib yang besar. Kiri dan kanan pintu masuk, terdapat dua buah jendela ,simetris serta di ujung atas jendela terdapat symbol hati / love.&lt;br /&gt;Bagian dalam gereja , terdapat beberapa kursi berukiran sangat bagus berwarna hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih kokoh dan awet padahal usianya sudah ratusan tahun. Bagian belakang , masih di dalam gereja, terdapat sebuah prasasti peringatan mengenai cerita lengkap pemberkatan gereja ini yang tertulis dalam Bahasa Belanda dan masih bisa dilihat didinding gereja. Gereja Sion dibangun hampir dua tahun dan peletakan batu pertamanya dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 1693 oleh Pieter van Hoorn atas perintah Ketua Dewan Gereja Joan van Hoorn, yang kemudian hari menjabat sebagai Gubernur Jendral VOC ( 1704 – 1709 ). Gereja tersebut kemudian diresmikan oleh Pendeta Theodorus Zas pada tanggal 23 Oktober 1695 pada hari Minggu.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT2BrM9VwfI/AAAAAAAABP0/5J5xhIFQoRk/s1600/p1160016.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT2BrM9VwfI/AAAAAAAABP0/5J5xhIFQoRk/s200/p1160016.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565747293712663026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Persis di sebelah prasasti gereja, terdapat sebuah tangga menuju sebuah balkon yang disangga empat tiang. Ternyata diatas sana itu ada sebuah alat musik orgen atau orgen seruling . Ketika saya bertanya dengan salah seorang jemaat disana, ternyata alat musik itu masih digunakan. Orgen tersebut merupakan pemberian seorang puteri pendeta bernama John Maurits Moor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu , mimbar yang terdapat di Gereja SIon unik sekali seperti mahkota raja. Mimbar yang bergaya Barok, bertudung kanopi dan dua tiang penyangga dan empat tonggak perunggu. Kalau diperhatikan, terdapat jejeran bangku-bangku yang menghadap &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT2CV4vCe0I/AAAAAAAABQE/tt0IWfgInLk/s1600/p1160024.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT2CV4vCe0I/AAAAAAAABQE/tt0IWfgInLk/s200/p1160024.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565748027018345282" /&gt;&lt;/a&gt;bangku jemaat yang di bagian tengah. Dahulunya , ditempat itu adalah tempat duduknya para bangsawan Belanda ketika mengikuti ibadat di dalam gereja ini. Tiang-tiang penyangga gedung gereja ini sangat kokoh termasuk juga kayu-kayu yang ada di atap gereja. Warna – warna seperti coklat, hitam dan krem membuat tempat ini terlihat sederhana tetapi menarik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian belakang gedung, terdapat sebuah lonceng. Entah masih berfungsi atau tidak, penyangganya terbuat dari kayu dan ditarik dengan seutas tali. Kalau menurut saya, fungsinya sebagai tanda untuk memulai ibadat ataupun sebagai tanda kedatangan jenasah, sebab  halaman gereja dulunya merupakan sebuah makam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 16 januari 2011&lt;br /&gt;Veronica Setiawati&lt;br /&gt;http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;br /&gt;mail to : g1g1kel1nc1@yahoo.com.au&lt;br /&gt;Fage Facebook : Catatan Perjalanan&lt;br /&gt;*thanks to : Komunitas Jelajah Budaya*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-4737911649629118980?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8GWUtgAxvLLp8h_tbWg_7A8u4Tg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8GWUtgAxvLLp8h_tbWg_7A8u4Tg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8GWUtgAxvLLp8h_tbWg_7A8u4Tg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8GWUtgAxvLLp8h_tbWg_7A8u4Tg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/EFzvqLGO3ys" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/4737911649629118980/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2011/01/gereja-sion-dan-kawasan-kota-tua.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/4737911649629118980?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/4737911649629118980?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/EFzvqLGO3ys/gereja-sion-dan-kawasan-kota-tua.html" title="Gereja Sion Dan Kawasan Kota Tua Disekitarnya" /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT1_loKC7CI/AAAAAAAABO0/A17px7m6Zr0/s72-c/p1160001.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2011/01/gereja-sion-dan-kawasan-kota-tua.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEAAR3c8cCp7ImA9Wx9WE0g.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-4761422199526691095</id><published>2011-01-18T08:27:00.023+07:00</published><updated>2011-01-18T20:19:06.978+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-01-18T20:19:06.978+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kotatua" /><title>Kota Toea : Mengenal Kampoeng Pecah Kulit</title><content type="html">Kampung Pecah Kulit? Nama itu terkesan aneh bagi saya. Rasa penasaran karena nama tersebut , membuat saya ikut serta dalam Jelajah Kota Tua bersama Komunitas Jelajah Budaya supaya dapat mengenal lebih dekat tentang Kampung Pecah Kulit ini sekaligus juga menjawab rasa penasaran saya.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTWDT2RpBII/AAAAAAAABL8/fDKsG8-NMIw/s1600/p1160007.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTWDT2RpBII/AAAAAAAABL8/fDKsG8-NMIw/s200/p1160007.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563497291696374914" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Perjalanan mengenal sejarah ini, saya lakukan dengan berjalan kaki menyusuri sepanjang Jalan Pangeran Jayakarta – Mangga Dua. Menurut historisnya Jalan Jayakarta ini bernama Jacatraweg . Letaknya sudah diluar kota Batavia atau diluar benteng kota Batavia, dengan perbatasannya adalah Jembatan Jassen yang sampai sekarang ini masih terlihat ditepi jalan menuju stasiun Jakartakota dari arah manggadua. Selain itu, Jacatraweg dahulunya merupakan sebuah tempat perkebunan dan hutan belantara, dimana masih terdapat banyak binatang buas di dalamnya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Di luar kota Batavia ini, terdapat sebuah perkampungan yang diberi nama Kampung Pecah Kulit. Nama “Pecah Kulit” menurut versi yang pertama konon berasal dari sebuah profesi ayah dari Peter Erbervelt yang seorang Penyamak Kulit .Ia diangkat sebagai anggota Heemraad untuk mengurusi kepemilikan tanah di daerah Ancol, ia menjadi tuan tanah. Kekayaan ini diwariskan kepada anaknya. 
&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTWMK-ZpO5I/AAAAAAAABMc/hwUu0LB92_A/s1600/p1160035.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTWMK-ZpO5I/AAAAAAAABMc/hwUu0LB92_A/s200/p1160035.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563507034863254418" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;Lalu siapa itu Peter Erbervelt sehingga ia dan keluarganya begitu terkenal? Dari sebuah catatan sejarah, Peter ini adalah seorang Indo keturunan Jerman - Siam yang bekerja di Batavia menjadi seorang pedagang dan tuan tanah yang cukup terkenal warisan dari ayahnya. Nama keluarganya menunjukkan bahwa keluarganya berasal dari Elberfeld, yang sekarang menjadi bagian dari kota Wuppertal,NRW, Jerman.  Kematiannya sangat mengenaskan. Peter , dihukum mati pada tanggal 22 April 1722 dengan masing-masing kaki dan tangannya ditarik oleh empat ekor kuda, hingga tubuhnya terpotong dan kulitnya terpecah. Inilah versi kedua , mengapa kampung tersebut dinamakan “Kampung Pecah Kulit.”
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Peter dieksekusi diluar benteng Batavia bukan di halaman balai kota , yang sekarang ini menjadi Museum Fatahillah ( Museum Sejarah ). Alasannya pemerintah VOC takut jika ada pengikutnya yang melakukan perlawanan dan demi alasan keamanan. Tubuh Peter yang hancur dimakamkan dan kepalanya di penggal dan ditancapkan pada sebuah tombak. Hal itu menjadi peringatan buat semua orang agar tidak lagi melakukan perlawanan terhadap pemerintah VOC. 
&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTWPTFpIBOI/AAAAAAAABM0/kGukaKmzDVQ/s1600/p1160028.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTWPTFpIBOI/AAAAAAAABM0/kGukaKmzDVQ/s200/p1160028.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563510472781071586" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;Lokasi dari monumen  tengkorak Peter  , sekarang ini sudah menjadi sebuah gedung showroom mobil yang besar, letaknya tidak jauh dari Gereja Sion- Jakarta. Dahulunya tempat itu adalah rumah peninggalan Peter Everbelt dan juga merupakan tempat dibangunnya sebuah tugu peringatan dengan tengkorak kepala Peter yang telah ditancapkan sebuah tombak dan ada sebuah prasasti dibawahnya.  Namun, ketika Jepang datang ke Indonesia, Tugu  tersebut dihancurkan namun prasastinya masih dapat diselamatkan.  Tubuhnya dimakamkan di Museum Fatahillah dan replika dari tugu peringatannya tempatnya di pindahkan ke Museum Prasasti , Tanah Abang Jakarta.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Ada yang jadi pertanyaan saya , kenapa sampai Peter Ebervelt ini dihukum mati dengan cara yang sadis seperti itu? Beberapa catatan VOC menyebutkan Peter dianggap memimpin konspirasi dan sejumlah kekacauan yang bertujuan menentang kekuasaaan. Terlebih lagi, Peter merasa sakit hati terhadap Kolonial Belanda , terutama Gubernur Jendral waktu itu Johan Van Hoorn dimana telah menghancurkan hidupnya dengan menyita tanah dan rumahnya , dengan alasan supaya Peter mau menjual tanahnya kepada Gubernur &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTWQcNHhtYI/AAAAAAAABM8/QdW7kB922eQ/s1600/p1160032.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTWQcNHhtYI/AAAAAAAABM8/QdW7kB922eQ/s200/p1160032.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563511728918082946" /&gt;&lt;/a&gt;Jendral tersebut. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Bersama sahabatnya  yang orang pribumi yakni Raden Ateng, membuat rencana pembuhunan  terhadap orang-orang Belanda. Namun sayang, rencana mereka gagal , akhirnya mereka dihukum mati bersama beberapa orang yang menjadi pengikut mereka. Ada juga yang mengatakan kematian Peter Ebervelt merupakan masalah politis karena terdapat banyak kejanggalan akan tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Raden Ateng Kartadriya pun dimakamkan tidak jauh dari Kampung Pecah Kulit. Di sebuah tempat pemakaman yang padat penduduk dan gang yang kecil di tepi jalan Jayakarta. Ia diyakini oleh warga sekitar sebagai Pangeran Jayakarta, walaupun catatan sejarah mengenainya tidak secara pasti  dijelaskan. Namun, makamnya sangat ramai dikunjungi orang yang berziarah dan berdoa.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTWOFRvMf5I/AAAAAAAABMs/eUig3uBYZI8/s1600/p1160033.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTWOFRvMf5I/AAAAAAAABMs/eUig3uBYZI8/s200/p1160033.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5563509135997960082" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Selain makam Raden Ateng, ada juga seorang kapitan yang sangat terkenal dan yang pertama di Batavia bagi warga Cina yakni Kapitan Souw Bing Kong. Kematiannya pun sama karena dihukum mati oleh pemerintahan VOC dengan kata lain ia adalah salah satu korban eksekusi seperti Peter Ebervelt.  Ia diberi gelar Kapitan , yakni sebuah jabatan yang diberikan oleh VOC untuk membantu pemerintah dalam menangani segala perkara sipil seperti memungut pajak dan menyediakan tenaga kerja untuk pembangunan Batavia. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Karena Souw Bing Kong atau Bencon , berasal dari etnis Tionghoa , maka dia dipercaya untuk menjadi Kapitan Cina untuk etnisnya. Begitupun untuk golongan etnis lain di Batavia , dipercayakan satu orang untuk menjadi pemimpin atau seorang Kapitan untuk membantu VOC. Ia pun merupakan sahabat dekat dari Gubernur Jendral VOC J.P Coen yang pernah membumihanguskan Jayakarta pada tahun 1619. Makamnya terdapat ditengah pemukiman penduduk yang sangat padat dan berada dalam Yayasan Souw Bing Kong jadi situsnya masih dapat diselamatkan dan dipelihara  sehingga setiap peziarah dapat melihat makamnya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTWJAhKW-jI/AAAAAAAABMU/N7UHa9ntCUI/s1600/p1160038.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="150" width="200" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTWJAhKW-jI/AAAAAAAABMU/N7UHa9ntCUI/s200/p1160038.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Perjalanan terakhir bersama Komunitas Jelajah Budaya untuk mengenal Kampung Pecah Kulit, berakhir di sebuah mesjid Keramat Mangga Dua. Bangunan masjid ini sudah terlihat modern walaupun termasuk dalam masjid tua. Namun karena yang masih terlihat sebagai masjid tua adalah atapnya dan bentuk jendela, sudah tidak bisa dikategorikan cagar budaya karena sudah banyak bangunan aslinya yang sudah diganti marmer. Di dalam pun masih terdapat makam seorang ningrat yakni Raden Tumenggung Anggakoesoemah Dalem Gadjah.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Jakarta, 16 Januari 2011
&lt;br /&gt;Veronica Setiawati
&lt;br /&gt;http ://g1g1kel1nc1.blogspot.com
&lt;br /&gt;*thanks to : Komunitas Jelajah Budaya*
&lt;br /&gt;Foto-foto kegiatan Jelajah Kota Tua : &lt;a href="http://www.facebook.com/g1g1kel1nc1#!/album.php?fbid=500280438469&amp;id=643658469&amp;aid=282622"&gt;Kampung Pecah Kulit&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-4761422199526691095?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ftjrskUmamRpto9qBk8Kldtd_TM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ftjrskUmamRpto9qBk8Kldtd_TM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ftjrskUmamRpto9qBk8Kldtd_TM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ftjrskUmamRpto9qBk8Kldtd_TM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/dk4A4QxYwEE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/4761422199526691095/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2011/01/kota-toea-mengenal-kampoeng-pecah-kulit.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/4761422199526691095?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/4761422199526691095?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/dk4A4QxYwEE/kota-toea-mengenal-kampoeng-pecah-kulit.html" title="Kota Toea : Mengenal Kampoeng Pecah Kulit" /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTWDT2RpBII/AAAAAAAABL8/fDKsG8-NMIw/s72-c/p1160007.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2011/01/kota-toea-mengenal-kampoeng-pecah-kulit.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU8HSX4zfSp7ImA9Wx9WGEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-572945663454480642</id><published>2011-01-04T19:22:00.017+07:00</published><updated>2011-01-24T19:57:18.085+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-01-24T19:57:18.085+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bogor" /><title>Bogor : Parahyangan Agung Jagatkarrta</title><content type="html">Kembali, kota Bogor menjadi pilihan saya berlibur di hari pertama bulan Januari di &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT1zcM1XXeI/AAAAAAAABN8/9ZDd-MMOUH4/s1600/sam_1052.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT1zcM1XXeI/AAAAAAAABN8/9ZDd-MMOUH4/s200/sam_1052.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565731642818387426" /&gt;&lt;/a&gt;tahun yang baru. Dengan menggunakan kereta express Pakuan Jakarta – Bogor, saya menuju kota yang selalu ada saja tempat yang ingin dikunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di stasiun Bogor sudah menunggu Ida dan Mutia. Ternyata saya yang paling akhir sampai. Untunglah , hari pertama tahun baru ini tidak begitu ramai dan padat serta macet. Perjalanan lancar sampai ke tempat tujuan yakni sebuah Pura Jagatkartta nan agung dan megah di kaki gunung Salak. Kami diantar angkot sampai di tempat parkir pura. Lumayan tidak mengenakan jalan masuk menuju Pura dari Jalan Raya Ciapus. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT1zmMOW7OI/AAAAAAAABOE/NmvyzIUIWj0/s1600/sam_1019.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT1zmMOW7OI/AAAAAAAABOE/NmvyzIUIWj0/s200/sam_1019.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565731814453472482" /&gt;&lt;/a&gt;Sekitar satu kilometer perjalanan kami bertiga duduk kurang nyaman di dalam angkot karena jalan yang kami lalui rusak parah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi semua ketidaknyamanan tersebut segera hilang ketika kami sampai di pintu masuk Pura. Udaranya sejuk, pemandangannya bagus dan banyak orang-orang yang akan bersembahyang di dalam. Kami diizinkan ke dalam dengan catatan kami sebagai perempuan tidak dalam kondisi datang bulan atau haid. Sesampainya kami di sebuah halaman yang besar, saya tidak boleh masuk ke atas menuju pelataran pura karena memakai celana pendek, tetapi Ida dan Mutia dapat masuk.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT10lZ_4EyI/AAAAAAAABOc/Q-kwpgvOEfM/s1600/sam_1023.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT10lZ_4EyI/AAAAAAAABOc/Q-kwpgvOEfM/s200/sam_1023.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565732900482585378" /&gt;&lt;/a&gt; Mereka berdua diikatkan tali berwarna kuning pada pinggangnya, sedangkan saya memakai kain panjang untuk menutupi bagian pinggang sampai kaki lalu pinggang saya diikatkan tali berwarna kuning. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, kami menaiki anak tangga menuju pelataran Pura , dimana terdapat sebuah patung Ganesha yang besar. Patung yang berwajah gajah tetapi berbadan manusia. Di tempat ini, kami diminta untuk melepaskan alas kaki. Lagipula disitu disediakan rak – rak kecil untuk menyimpan sepatu atau sandal selama kami berada di dalam. Tepat di depan anak tangga, ada sebuah bangunan kecil yang dibungkus kain berwarna kuning dan putih. Ternyata itu adalah sebuah tempat air yang digunakan mereka yang hendak berdoa di dalam pura dengan cara dipercikan ke atas kepala mereka. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT10Lfw9e7I/AAAAAAAABOU/vYlQ4Fxu0pU/s1600/sam_1040.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT10Lfw9e7I/AAAAAAAABOU/vYlQ4Fxu0pU/s200/sam_1040.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565732455354039218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pura Agung sudah terlihat jelas dan sangat cantik di ujung sana. Kabut yang turun menutupi sebagian permukaan gunung salak semakin menambah menariknya tempat ini. Tepat di hadapan Pura terdapat sebuah pendopo yang besar. Dari sini bisa melihat pemandangan yang sangat bagus dibawah sana. Sewaktu kami tiba dipendopo ini beberapa pengunjung sedang berdoa. Seorang pemangku atau pemimpin ibadat duduk pada sebuah tempat tersendiri  sambil membunyikan lonceng , memimpin sebuah ibadat bagi setiap orang yang duduk bersimpuh ditempat tersebut. Kemudian memercikinya dengan air lalu menempelkan sesuatu di dahi mereka. Ternyata sesuatu itu adalah tiga butir nasi yang menempel di dahi mereka dan juga mengandung pengharapan semoga pikiran kita selalu bersih.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT11XrfD8JI/AAAAAAAABOk/AeO8DQ2uwsM/s1600/sam_1024.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT11XrfD8JI/AAAAAAAABOk/AeO8DQ2uwsM/s200/sam_1024.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565733764170248338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pura Jagattkarta ini bentuknya seperti tiga buah candi dan masing-masing memiliki satu pintu yang hanya bisa dimuat oleh satu orang. Masing-masing pintu memiliki anak tangga yang menuntun setiap orang yang hendak berdoa di dalam, namun hanya pintu yang di bagian tengah yang ditutup. Menurut seorang pengunjung yang saya tanyai , pintu yang ditengah itu dikhususkan untuk Tuhan atau Sang Hyang Widi. Jalan masuk menuju pintu tersebut dijaga oleh patung dua ekor ular yang sangat besar. Pintu masuk yang digunakan adalah disebelah kiri dan kanan untuk mereka yang ingin masuk dan berdoa didalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian dalam atau dibalik pura tersebut adalah sebuah tempat doa/tempat yang suci dan tidak diperkenankan untuk mengambil gambarnya. Kalau hendak masuk kedalam khusus untuk mereka yang hendak bersembahyang. Anak tangga yang menuju pintu menggambarkan bahwa untuk berjumpa dengan Tuhan, dibutuhkan ketekunan dan kesabaran untuk &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT1102YCDjI/AAAAAAAABOs/W4IpksSw49M/s1600/sam_1046.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT1102YCDjI/AAAAAAAABOs/W4IpksSw49M/s200/sam_1046.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565734265309761074" /&gt;&lt;/a&gt;mencapainya. Tidak demikian ketika mendekati pintu yang mahasuci. Mereka yang dapat melewati anak tangga tersebut yang dapat menjumpai Tuhan. Pintu yang sempit ketika sampai di puncak anak tangga, menggambarkan pribadi yang berjumpa dengan Tuhan karena sempitnya pintu hanya satu atau dua orang yang dapat melewatinya.  Sebab  ketika berada dibawah , pintu terbuka lebar , siapa saja bisa masuk kedalam.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak dapat masuk ke dalam pura tetapi pemandangan dari pintu , sangat cantik. Melelahkan memang ketika menaiki anak tangga menuju pintu masuk pura. Tetapi begitu pandangan dilepaskan ke bawah, melihat pendopo dan kota Bogor rasanya semua lelah itu hilang. Lalu ketika kami akan meninggalkan tempat ini, kain dan ikat pinggang yang melekat kami kembalikan. Luar biasa tempat ini, sebagai tempat wisata religi umat Hindu memang begitu menarik untuk dikunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, 1 Januari 2011&lt;br /&gt;Parahyangan Agung Jagatkarta&lt;br /&gt;Jl. Nanas, Warung Loa, Desa Taman Sari, Kec. Taman Sari - Bogor&lt;br /&gt;Telp (0251) 485092&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Veronica Setiawati&lt;br /&gt;http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;br /&gt;mailto  : g1g1kel1nc1@yahoo.com.au&lt;br /&gt;Facebook Page : Catatan Perjalanan&lt;br /&gt;Thanks to Tarmidah Sumargo dan Mutia untuk perjalanan yang berkesan di kota Bogor&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-572945663454480642?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-R1KhXTq-0q0nuwLnS04nAEB7YM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-R1KhXTq-0q0nuwLnS04nAEB7YM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-R1KhXTq-0q0nuwLnS04nAEB7YM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-R1KhXTq-0q0nuwLnS04nAEB7YM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/lsXwD5ceiL0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/572945663454480642/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2011/01/bogor-parahyangan-agung-jagatkarrta.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/572945663454480642?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/572945663454480642?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/lsXwD5ceiL0/bogor-parahyangan-agung-jagatkarrta.html" title="Bogor : Parahyangan Agung Jagatkarrta" /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TT1zcM1XXeI/AAAAAAAABN8/9ZDd-MMOUH4/s72-c/sam_1052.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2011/01/bogor-parahyangan-agung-jagatkarrta.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkACRnw8cSp7ImA9Wx9XEUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-6180764132236122822</id><published>2010-12-28T08:19:00.014+07:00</published><updated>2011-01-05T08:26:07.279+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-01-05T08:26:07.279+07:00</app:edited><title>Museum Taman Prasasti - Jakarta</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TSPGaqFVvJI/AAAAAAAABLM/ifqaCWJnWU0/s1600/SAM_0962.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TSPGaqFVvJI/AAAAAAAABLM/ifqaCWJnWU0/s200/SAM_0962.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558504526380907666" /&gt;&lt;/a&gt; Museum Prasasti , tidak nampak seperti pemakaman jika dilihat dari luar. Bagunan tua dengan pilar - pilar di pintu gerbangnya sperti memasuki gedung museum pada umumnya. Namun, di halaman luar , terdapat tiga monumen yang memberitahukan tempat tersebut adalah sebuah museum tetapi menampikan koleksi dari batu nisan lengkap dengan arsitektur yang menarik.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TSPGl4qk11I/AAAAAAAABLU/JV0ArmIOJqg/s1600/SAM_0963.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TSPGl4qk11I/AAAAAAAABLU/JV0ArmIOJqg/s200/SAM_0963.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558504719273744210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu masuk terbuat dari kayu dan ketika berada disekitarnya dapat dilihat nama-nama mereka yang sudah meninggal, tercantum dalam prasasti yang berada di sisi kanan dan kiri dinding. Bahkan tugu – tugu monument berbaris rapi ketika kaki memasuki pemakaman. Tugu-tugu tersebut berbentuk empat persegi panjang seperti benteng-benteng yang berdiri tegak. Di setiap sisi, terdapat nama-nama dari mereka yang dimakamkan ditempat ini. Uniknya setiap tugu monument ini ditandai dengan sebuah angka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TSPG0HtJ_6I/AAAAAAAABLc/56nXvwiCtLs/s1600/SAM_0972.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TSPG0HtJ_6I/AAAAAAAABLc/56nXvwiCtLs/s200/SAM_0972.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558504963829268386" /&gt;&lt;/a&gt;Selain yang berbentuk tugu monument , terdapat juga makam yang memakai batu nisan, bahkan ada juga yang di buatkan sebuah bangunan atau dipagari dengan besi. Lalu ditambahi dengan patung-patung malaikat , cawan, sebuah alat musik harpa bahkan replika orang yang meninggal, ada di tempat ini kemudian ada sebuah bangunan yang menyerupai atap dari gereja Kathedral. Sangat menarik buat saya, walaupun beberapa makam , tataletaknya tak beraturan. Hanya sayang, pemakaman ini kurang terawat dan banyak dari patung malaikat ataupun prasasti  yang rusak ataupun dicorat coret.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TSPHKGa6mUI/AAAAAAAABLk/RGEy2TCYPAU/s1600/SAM_0982.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TSPHKGa6mUI/AAAAAAAABLk/RGEy2TCYPAU/s200/SAM_0982.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558505341441448258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Usia dari mereka yang meninggal, dapat dilihat dengan jelas di makam-makam tersebut. Nama-nama yang tercantum di batu nisannya bisa ditebak , dari mana mereka berasal. Di lokasi pemakaman ini juga terdapat sebuah kereta jenasah yang sudah dipakai lagi. Dahulu , kereta ini digunakan membawa jenasah untuk dimakamkan disini , dan ditarik dengan beberapa ekor kuda. Kereta jenasahnya masih sangat bagus dan utuh, lengkap dengan empat rodanya. Kereta tersebut terbuat dari kayu yang tidak dimakan usia, &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TSPHXi5Vy8I/AAAAAAAABLs/7kdgFMMZ7SQ/s1600/SAM_1005.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TSPHXi5Vy8I/AAAAAAAABLs/7kdgFMMZ7SQ/s200/SAM_1005.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558505572423551938" /&gt;&lt;/a&gt;dicat warna hitam dan dilengkapi dengan kaca yang tembus pandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patung-patung malaikatnya pun dibuat seakan turut berduka. Wajah-wajah perempuan yang tertunduk dan berduka dapat dirasakan dari patung-patung yang dibuat dan diletakan tidak jauh dari makam atau batu nisan. Seakan mereka sangat bersedih atas kepergian orang-orang yang dikasihinya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TSPHpzCXVUI/AAAAAAAABL0/m8lZtwfdnsk/s1600/SAM_1006.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TSPHpzCXVUI/AAAAAAAABL0/m8lZtwfdnsk/s200/SAM_1006.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558505885994014018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di Museum Makam Prasasti terdapat makam dari Soe Hok Gie, Kapitas Jas, Marius Hulswit – seorang arsitek asal Belanda, seorang monsinyur ( uskup ) , Pasukan tentara Jepang yang Gugur ketika melawan sekutu di Sungai Ciantung Bogor . &lt;br /&gt;Jika diperhatikan, ada sebuah tiang yang sangat tinggi menjulang. Pada tiang tersebut terdapat sebuah bel. Bel tersebut digunakan untuk memberitahukan kedatangan kereta jenasah memasuki makam prasasti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 26 Desember 2010&lt;br /&gt;veronica setiawati&lt;br /&gt;http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-6180764132236122822?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/md84aRFnVcBtqWq5orgYAk27CQ0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/md84aRFnVcBtqWq5orgYAk27CQ0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/md84aRFnVcBtqWq5orgYAk27CQ0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/md84aRFnVcBtqWq5orgYAk27CQ0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/VTOPftzanDQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/6180764132236122822/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/12/museum-taman-prasasti-jakarta.html#comment-form" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/6180764132236122822?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/6180764132236122822?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/VTOPftzanDQ/museum-taman-prasasti-jakarta.html" title="Museum Taman Prasasti - Jakarta" /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TSPGaqFVvJI/AAAAAAAABLM/ifqaCWJnWU0/s72-c/SAM_0962.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/12/museum-taman-prasasti-jakarta.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0UDSHk_cCp7ImA9Wx9WFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-3955420694158176392</id><published>2010-12-08T22:07:00.014+07:00</published><updated>2011-01-20T20:14:39.748+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-01-20T20:14:39.748+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="blok m" /><title>Kawasan Belanja Blok M</title><content type="html">Sudah lama saya tidak menginjakan kaki di kawasan yang sangat terkenal dikawasan Jakarta Selatan ini. Padahal dulu saya selalu menyempatkan diri untuk datang. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTgvUuuAmbI/AAAAAAAABNE/hW614iE_NqU/s1600/p1160043.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTgvUuuAmbI/AAAAAAAABNE/hW614iE_NqU/s200/p1160043.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564249372801145266" /&gt;&lt;/a&gt;Menurut teman-teman saya , belanja sepatu atau tas murah-murah. Belum lagi tempatnya yang sangat ramai sehingga tidak terasa berlama-lama di sini hanya untuk sekedar jalan-jalan ataupun cuci mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya terminal yang menjadi tujuan akhir beberapa bus umum membuat kawasan Blok M selalu ramai bahkan saat malam menjelang. Denger-denger dari berita sih, terminal ini dulunya yang pertama di Indonesia. Terbagi atas beberapa jalur untuk bus atau minibus angkutan umum. Dari pintu masuk terminal untuk kendaraan umum ini , ada &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTgwPDoc0tI/AAAAAAAABNM/pLpI9jIDI8s/s1600/sam_0829.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTgwPDoc0tI/AAAAAAAABNM/pLpI9jIDI8s/s200/sam_0829.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564250374847386322" /&gt;&lt;/a&gt;lajur khusus untuk penumpang turun dan naik. Seharusnya sih melewati sebuah tangga yang menghubungkan para penumpang ini dengan sebuah tempat dibawah tanah tepat dibawah terminal. Tetapi karena kebanyakan para penumpang termasuk saya yang kurang disiplin dan tertib jadinya banyak yang menunggu, naik bus atau turunnya di luar terminal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTgw4nWbQXI/AAAAAAAABNU/7TGRHqagKVc/s1600/p1160049.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTgw4nWbQXI/AAAAAAAABNU/7TGRHqagKVc/s200/p1160049.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564251088810099058" /&gt;&lt;/a&gt;Di bawah terminal ini sangat luas dan ramai oleh banyak pedagang / kios kecil , sebuah tempat  perbelanjaan juga restoran cepat saji.  Ada tangga – tangga yang digunakan untuk menuju ke terminal diatas ataupun untuk keluar dari terminal. Untuk nomor-nomor kendaraan umum yang melintasi tiap jalur pun dapat dilihat pada tangga-tangga yang menuju terminal. Namun keliatannya sekarang kurang terawat, jadi calon penumpang kurang mendapat informasi yang jelas. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTgyPqal4OI/AAAAAAAABNc/LNjBruX2biY/s1600/sam_0831.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTgyPqal4OI/AAAAAAAABNc/LNjBruX2biY/s200/sam_0831.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564252584281497826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di sebelah kiri terminal terlihat sebuah gedung Blom M Square yang besar . Dahulu tempat tersebut adalah sebuah gedung Aldiron sebuah gedung yang menampung kios-kios kecil fungsinya seperti pasar – pasar kelontong. Sejak terjadinya kebakaran besar, tempat ini berubah menjadi sebuah mal yang besar.  Terdapat jalan bawah tanahnya menuju Terminal Blok M. Sekarang sih para pedagang yang diluar gedung tidak sepadat dahulu sampai memenuhi jalan. Di sekitar halaman Square yang besar ini ada beberapa pelukis jalanan seperti yang ada disepanjang Jalan Melawai.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTgzPJfmREI/AAAAAAAABNk/U7q_YwMRP_A/s1600/p1160048.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTgzPJfmREI/AAAAAAAABNk/U7q_YwMRP_A/s200/p1160048.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564253674955752514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain yang saya sebut diatas, juga terdapat Blok M Plaza , diseberang kawasan Blok M Mal letaknya. Disekitarnya terdapat sekolah SMU, dan Gelanggang Olahraga Bulungan. Tidak mengenal siang atau malam , kawasan ini sangat ramai terlebih ada beberapa tempat yang menyediakan tempat makan/kuliner. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTg03aYQ9-I/AAAAAAAABNs/Uoqmr5AF-xA/s1600/p1160047.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTg03aYQ9-I/AAAAAAAABNs/Uoqmr5AF-xA/s200/p1160047.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564255466194794466" /&gt;&lt;/a&gt;Oh ya , tidak jauh dari terminal terdapat sebuah taman dan memang dikhususkan untuk taman kota. Namanya Taman Martha Tiahahu. Jika hendak melepas lelah atau sekedar duduk dan berbincang bisa mampir ditempat ini. Ramai juga yang mengunjungi, namun perlu pengawasan juga sih dari petugas jika tempat ini disalahgunakan pengunjung yang ingin mencemari taman ini dengan perbuatan yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya sedikit cerita jalan-jalan saya ketika kembali menengok kawasan Blok M yang dahulu sangat terkenal dan sebagai icon pusat perbelanjaan modern. Sudah banyak yang berubah tetapi juga kurang terawat dengan baik. Sekarang sudah tersedia jalur khusus untuk bustransjakarta, sehingga penumpang jauh lebih mudah mencari transportasi menuju harmoni. Biar bagaimanapun, kawasan Blok M ini tetap menjadi &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTg1CJnfvNI/AAAAAAAABN0/EYBUhzS0Hvs/s1600/p1160045.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTg1CJnfvNI/AAAAAAAABN0/EYBUhzS0Hvs/s200/p1160045.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564255650673835218" /&gt;&lt;/a&gt;tempat yang favorit bagi warga Jakarta dan bagi para pendatang. Menara yang berada di tengah terminal sebaiknya difungsikan kembali jadi tidak hanya sebagai bangunan tanpa tuan yang mengawasi keadaan yang terjadi disekitar terminal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 07 Desember 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Veronica Setiawati&lt;br /&gt;Http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;br /&gt;Facebook Page : Catatan Perjalanan&lt;br /&gt;Mail to : g1g1kel1nc1@yahoo.com.au&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-3955420694158176392?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ggkUtT45D0h1MfucbdSSV7I_zy4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ggkUtT45D0h1MfucbdSSV7I_zy4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ggkUtT45D0h1MfucbdSSV7I_zy4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ggkUtT45D0h1MfucbdSSV7I_zy4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/0yGb17MGQl4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/3955420694158176392/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/12/kawasan-belanja-blok-m.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/3955420694158176392?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/3955420694158176392?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/0yGb17MGQl4/kawasan-belanja-blok-m.html" title="Kawasan Belanja Blok M" /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TTgvUuuAmbI/AAAAAAAABNE/hW614iE_NqU/s72-c/p1160043.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/12/kawasan-belanja-blok-m.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0QMQ3o8eyp7ImA9Wx9TFE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-6202842253448115252</id><published>2010-11-18T20:20:00.011+07:00</published><updated>2010-11-22T19:36:22.473+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-22T19:36:22.473+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="panti" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bogor" /><title>Berbagi Kasih Di Panti Asuhan</title><content type="html">Minggu pagi , gereja St, Theresia Menteng begitu ramai. Misa pagi telah usai dan  beberapa umat berdatangan untuk mengikuti misa pada jam berikutnya. Pagi itu juga, sekitar jalan Thamrin ditutup. Tidak satupun kendaraan umum maupun pribadi melintas disana, kecuali bus Transjakarta. Sebabnya, sepanjang jalan Thamrin , digunakan acara sepedaan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai pendafataran ulang di gereja Theresia ini, saya dan teman-teman berangkat menuju panti asuhan.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpdRsIonEI/AAAAAAAABJI/phTe3g1CNvk/s1600/sam_0625.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpdRsIonEI/AAAAAAAABJI/phTe3g1CNvk/s200/sam_0625.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542344849919351874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya disebuah rumah , kami sudah disambut oleh seorang ibu dari Yayasan Panti Asuhan. Di dalam rumah tersebut, anak-anak dan beberapa orang tua lansia sudah siap menyambut kedatangan kami. Bangku-bangku sudah dipersiapkan karena acara pertama adalah ibadat misa ,yang dipimpin oleh Romo Yustinus Rumanto SJ. Bagian depan dekat meja altar, anak-anak sudah duduk dengan rapi. Mereka memakai kaos bertuliskan nama mereka masing-masing.  Para pengasuh anak-anak ini pun sudah siap mengikuti misa pagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpe71eQFTI/AAAAAAAABJQ/jonK4McreD0/s1600/sam_0630.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpe71eQFTI/AAAAAAAABJQ/jonK4McreD0/s200/sam_0630.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542346673492071730" /&gt;&lt;/a&gt;Panti Asuhan ini sudah lama didirikan, sekitar tahun 1997 yang lalu. Letaknya memang jauh dari jalan raya dan dekat dengan lokasi pemakaman. Bangunan rumah yang ada tepat di depan rumah yang sedang di pakai untuk kami berkumpul ini, merupakan kantor dari yayasan dan tempat tinggal anak-anak panti yang berusia SD – SMP. Sedangkan , tempat dimana kami berkumpul merupakan tempat untuk balita , usia pra sekolah atau TK serta para lansia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompleks bangunannya cukup luas , ada halaman dan tempat parkir untuk kendaraan kecil. Dari pintu masuk,sebelum memasuki ruang tengah dimana tempat tersebut dipakai untuk ibadat misa dan permainan bersama anak-anak, akan melihat tempat belajar yang berjejer rapi. DI sini , para anak panti asuhan belajar dengan menggunakan meja belajar mereka masing-masing. Ada beberapa lukisan di tembok dan beberapa photo wisuda. Ketika saya melewati sebuah lorong antara ruang belajar dan ruang tengah, ada ruang tidur anak-anak. Dengan tempat tidur yang bertingkat, seperti sewaktu saya kecil tidur di tempat tidur yang seperti itu, tapi terbuat dari besi bukan kayu seperti yang mereka punya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpfHPIbk7I/AAAAAAAABJY/nWWFUIqL104/s1600/sam_0627.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpfHPIbk7I/AAAAAAAABJY/nWWFUIqL104/s200/sam_0627.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542346869358433202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ruang tengah ini juga luas sekali. Mungkin tempat berkumpulnya atau tempat makan mereka di ruang tengah, sebab ada dapur disana. Dekat dapur terdapat anak tangga dan  ada beberapa kamar di atas ruang tengah. Disebelah kanan ruang tengah inipun juga terdapat beberapa kamar yang dikhusukan untuk bayi. Sewaktu pemberkatan anak-anak, setelah kami semua menyambut komuni, ada seorang bayi berumur satu bulan dibawa keluar oleh seorang pengasuh. Lucu, masih merah dan sayangnya anak seusia tersebut sudah terpisah dari ibu kandungnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpfTsXBY2I/AAAAAAAABJg/GUQ7VmoPLlc/s1600/sam_0653.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpfTsXBY2I/AAAAAAAABJg/GUQ7VmoPLlc/s200/sam_0653.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542347083362689890" /&gt;&lt;/a&gt;Di ruangan tengah ini terdapat pula piala penghargaan yang dipajang dalam sebuah lemari kaca. Kemudian , ada gambar dan lukisan yang menjadi pajangan menarik hati hati saya. Seperti contohnya , sebuah lukisan tiga orang anak berbeda warna kulitnya , seakan memberitahukan kepada semua orang yang melihat, itulah dunia anak-anak. Selain itu, terdapat pula gua maria yang kecil di sudut ruang tengah ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum permainan dimulai, semua anak yang telah selesai santap siang, satu persatu mulai mengelilingi pemain keyboardnya. Mereka bernyanyi bersama. Lagu yang berjudul “bunda” menggetarkan seisi ruangan karena suara mereka yang keras dan sangat bagus terdengar sampai keluar. Kemudian , mereka berganti menyanyikan lagu – lagu bina iman atau sekolah minggu. Mereka semangat sekali menyanyikannya sampai-sampai kami semua ikut bernyanyi. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpfdkWAYKI/AAAAAAAABJo/SECUTyqRwEs/s1600/sam_0640.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpfdkWAYKI/AAAAAAAABJo/SECUTyqRwEs/s200/sam_0640.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542347253009637538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka selesai bernyanyi, permainan dimulai. Permainan yang diadakan tidak hanya untuk  para anak panti asuhan, tetapi kamipun ikut bermain bersama mereka. Tetapi hadiah dari permainan tersebut diberikan kepada setiap anak yang ikut dalam permainannya.  Mereka sangat bersemangat mengikuti setiap permainan yang diadakan bersama kami. Tak jarang, diantara anak-anak ini ada yang sangat ingin bermanja-manja dengan kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, salah seorang teman ada yang berulang tahun dan ingin merayakan ulang tahunnya bersama anak-anak panti asuhan. Karena ada juga diantara penghuni panti ada yang berulang tahun, maka digabungkanlah mereka. Bersama-sama kami menyanyikan lagu “selamat ulang tahun” dan setelah selesai , mereka yang berulang tahun bersama-sama meniup lilin yang ada di atas kue ulang tahunnya. Menyenangkan sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang sekali , kami harus berpisah dengan mereka. Ada keharuan ketika berpisah dengan mereka. Anak-anak itu ingin ikut pulang bersama kami.Sedih.Sebelum pulang &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpfq2oMFPI/AAAAAAAABJw/8PUom7ibudM/s1600/sam_0675.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpfq2oMFPI/AAAAAAAABJw/8PUom7ibudM/s200/sam_0675.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542347481256039666" /&gt;&lt;/a&gt;,atau sesaat setelah membagikan bingkisan dan bersalaman dengan anak-anak,  kami berfoto bersama dengan mereka. Rasanya tidak ingin berpisah dan ingin tetap bermain bersama mereka. Namun , mereka harus istirahat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih atas perjumpaan yang indah , bermain , berbagi ceria dengan kepolosan mereka. Mungkin , itulah mengapa Tuhan sayang anak-anak. “Biarkan anak-anak datang kepadaKu, jangan menghalangi mereka, sebab merekalah yang mempunyai kerajaan surga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Note :&lt;/span&gt;Yayasan Awam Bina Amal Sejati ( ABAS), Jl. Melati no.15 Desa Tonjong, Bogor (Tel...p : 0251 8552473) , di mana saat ini, di panti asuhan dan panti lansia tsb tinggal 13 anak berusia 0-5 tahun, 11 anak berusia 5-10 tahun, 13 anak berusia &gt; 10 tahun, dan juga terdapat 15 orang lansia serta tuna wisma. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks to KKMK KAJ , KSK Widiakarya , Yayasan Awam Bina Amal Sejati ( ABAS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, 14 November 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Veronica Setiawati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-6202842253448115252?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0gv3bsxsWRZK03PTnDa5oAtARs0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0gv3bsxsWRZK03PTnDa5oAtARs0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0gv3bsxsWRZK03PTnDa5oAtARs0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0gv3bsxsWRZK03PTnDa5oAtARs0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/TQ_FHYUUs4M" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/6202842253448115252/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/11/berbagi-kasih-di-panti-asuhan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/6202842253448115252?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/6202842253448115252?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/TQ_FHYUUs4M/berbagi-kasih-di-panti-asuhan.html" title="Berbagi Kasih Di Panti Asuhan" /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpdRsIonEI/AAAAAAAABJI/phTe3g1CNvk/s72-c/sam_0625.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/11/berbagi-kasih-di-panti-asuhan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck4FSHw8eCp7ImA9Wx9TFE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-8472439567328751593</id><published>2010-11-18T19:35:00.014+07:00</published><updated>2010-11-22T20:01:59.270+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-22T20:01:59.270+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="depok" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="masjid" /><title>Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri</title><content type="html">Saya belum pernah ke Masjid Kubah Emas, hanya mendengar dari berita. Ketika seorang &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpmmcVXl6I/AAAAAAAABJ4/DQ6mHKQ_7po/s1600/sam_0684.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpmmcVXl6I/AAAAAAAABJ4/DQ6mHKQ_7po/s200/sam_0684.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542355102059698082" /&gt;&lt;/a&gt;teman kantor mengajak saya ke sana, saya pun menyetujuinya. Saya menyusul  teman-teman esok pagi, dimana mereka sudah berada di rumah salah seorang teman kantor yang bertempat tinggal di sekitar lokasi Masjid dari semalam. Setelah makan siang, kami berangkat menuju tempat tersebut dengan motor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pinggir jalan Meruyung Limo Depok , pasti tidak akan mengira kalau ada sebuah masjid yang megah. Karena letaknya agak jauh dari pintu masuk gerbang. Setelah parkir motor, kami &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpnJMGr2xI/AAAAAAAABKA/iQD8kmbNifk/s1600/sam_0687.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpnJMGr2xI/AAAAAAAABKA/iQD8kmbNifk/s200/sam_0687.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542355698998565650" /&gt;&lt;/a&gt;berjalan kaki untuk sampai ke lokasi masjid. Jika cuacanya sangat terik lebih baik memakai payung atau topi, karena walaupun terdapat taman yang luas namun sepanjang jalan menuju lokasi masjid tidak terdapat pohon yang rindang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejauhan pun , sudah terlihat bentuk bangunan masjid yang berkubahkan emas. Lima tiang menara yang menjulang dengan tiga sekatnya  dan  disetiap puncak menara berwarna emas. Kubah utama yang besar ditengah berwarna emas dan terdapat empat &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpnwVVN9tI/AAAAAAAABKI/NbhJM8IeiKo/s1600/sam_0694.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpnwVVN9tI/AAAAAAAABKI/NbhJM8IeiKo/s200/sam_0694.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542356371490338514" /&gt;&lt;/a&gt;kubah kecil mengelilinginya. Memukau bagi siapa saja yang memandangnya. Ketika saya dekat dengan lokasi masjid, saya perhatikan banyak pohon sejenis palma atau mungkin itu adalah pohon kurma, saya juga kurang tahu, mengelilingi masjid kubah. Jadi kesannya seperti yang ada di Negara Timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan masjid ini sungguh mewah dan megah. Lantainya dilapisi keramik. Ukiran yang tampak di setiap dinding luar sangat menarik dari unsur warna yang dipilih. Di pintu masuk untuk pria, atap pintunya berbentuk setengah lingkaran dan bercorak emas.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpoGd_o_vI/AAAAAAAABKQ/KTRMhu6CQdc/s1600/sam_0792.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpoGd_o_vI/AAAAAAAABKQ/KTRMhu6CQdc/s200/sam_0792.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542356751772876530" /&gt;&lt;/a&gt; Ketika akan menaiki anak tangga itu sudah menjadi batas suci dan harus melepaskan sandal/sepatu. Kalau di pintu masuk wanita, sama juga batas sucinya ketika akan menaiki anak tangga. Di basement ada penitipan sandal dan dipinjamkan kerudung bagi para wanita yang hendak masuk ke dalam masjid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpoUIGl-kI/AAAAAAAABKY/9cRO2nb3ZYM/s1600/sam_0717.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpoUIGl-kI/AAAAAAAABKY/9cRO2nb3ZYM/s200/sam_0717.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542356986414627394" /&gt;&lt;/a&gt;Pintu masuk masjid khusus wanita, sama bentuknya dengan yang di bagian pria. Delapan pilar berdiri tegak sebagai tiang menyangga atap yang berlapis warna emas dan atapnya berwarna hijau. Pintu besar berwarna coklat dengan ukiran yang bagus. Tepat di depan pintu ada kotak amal bagi para pengunjung. Tidak diperkenankan untuk berfoto. Di dalam, ruangannya sungguh luas. Beratap warna putih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengahnya atau tepat dikubahnya, terdapat gambar langit yang biru dan gumpalan awan yang putih. Jika sholat , serasa doa-doa yang dipanjatkan akan naik ke awan. Selain itu ada lampu Kristal yang besar dan  terdapat juga enam tiang &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpo2qsOZSI/AAAAAAAABKo/ixNdgkGDv-0/s1600/sam_0738.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpo2qsOZSI/AAAAAAAABKo/ixNdgkGDv-0/s200/sam_0738.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542357579814823202" /&gt;&lt;/a&gt;penyangga yang besar mengelilingi bagian kubah. Ada juga tulisan-tulisan dalam bahasa Arab, menghiasi dinding masjid . Juga pilar-pilar besar berjejer disisi  ruangan kiri dan kanan dalam masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian luar, masih sekitar pelataran masjid, domina warna hitam, coklat ,putih, abu-abu yang sangat sederhana berpadu dengan warna kubah yang emas sungguh menganggumkan mata. Belum lagi pelataran yang luas ditengah – tengahnya. Aneka ukiran marmer yang ada di tengah-tengah pelataran. Saya jadi teringat kisah tentang megahnya Bait Allah. Saya membayangkan Bait Allah itu megah dan luasnya seperti ini. Belum lagi lorong-lorong jalan yang unik , karena tiang-tiang berwarna hitam dan putih serta atap plafon yang elips bentuknya , kemudian lantai keramik yang berwarna krem, membuat suasana yang berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bagian sebelah kanan masjid, ada sebuah rumah yang sangat besar dengan halaman &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOppICjPK5I/AAAAAAAABKw/pB_yCjlaLiI/s1600/sam_0821.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOppICjPK5I/AAAAAAAABKw/pB_yCjlaLiI/s200/sam_0821.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5542357878277352338" /&gt;&lt;/a&gt;yang luas serta bangunan lain yang beratap hijau. Lampu-lampu jalan yang ada di sekitar masjid, bentuknya seperti yang ada di sepanjang jalan Malioboro Jogya. Banyanya  tanaman hias,menambah sejuk tempat ini  seperti berada di daerah puncak. Tidak heran, banyak dari pengunjung masjid ini yang ingin berlama-lama disini. Jika ingin mengabadikan diri dengan berfoto dengan latar belakangnya Masjid Kubah ini , bisa membayar ongkos cetak para juru photonya yang ada disekitar masjid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depok, 17 November 2010&lt;br /&gt;Veronica Setiawati&lt;br /&gt;http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tuk umat muslim : Selamat Hari Raya Idul Adha.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-8472439567328751593?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vFVpFDecvp_japN1dAtNiLacR_g/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vFVpFDecvp_japN1dAtNiLacR_g/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vFVpFDecvp_japN1dAtNiLacR_g/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/vFVpFDecvp_japN1dAtNiLacR_g/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/hmbqpSE_KYg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/8472439567328751593/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/11/masjid-kubah-emas-dian-al-mahri.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/8472439567328751593?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/8472439567328751593?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/hmbqpSE_KYg/masjid-kubah-emas-dian-al-mahri.html" title="Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri" /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TOpmmcVXl6I/AAAAAAAABJ4/DQ6mHKQ_7po/s72-c/sam_0684.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/11/masjid-kubah-emas-dian-al-mahri.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0YDRng8cCp7ImA9Wx5bF0w.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-6026397858011343263</id><published>2010-10-31T16:46:00.027+07:00</published><updated>2010-11-02T22:19:37.678+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-11-02T22:19:37.678+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="monas" /><title>Di Puncak Jakarta</title><content type="html">Puncak Jakarta akhirnya dapat ku taklukan! :D&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TNAoWcpEScI/AAAAAAAABH0/fs1-yOhFFq8/s1600/02.dr+pntu+gambir.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TNAoWcpEScI/AAAAAAAABH0/fs1-yOhFFq8/s200/02.dr+pntu+gambir.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534968308149012930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Akhir Oktober 2010, sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya yang lahir di Jakarta, untuk sampai di Puncak Jakarta, mana lagi kalau bukan di Monas. Perjuangannya pun cukup melelahkan, karena harus rela mengantri berjam-jam untuk bisa masuk ke pelataran tugu monas bahkan sampai ke puncaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama saya ingin sekali mengunjungi bahkan bisa memasuki Monas. Bukan hanya di pelataran tamannya saja loh.&lt;br /&gt;Rasa ingin tahu yang besar itulah yang  membuat saya melangkah ke sana. Luar biasa buat saya, begitu berada di Monas ,karena pagi hari begitu saya sampai di depan loket, sudah penuh orang yang mengantri. Padahal masih pagi sekitar pukul 08.30 wib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin juga karena hari minggu, pikir saya, jadi mereka yang datang ingin menghabiskan liburannya bersama keluarga ke tempat ini. Atau juga, mereka yang baru saja selesai berolah raga pagi, kemudian &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TNAormsVdfI/AAAAAAAABH8/kw4rjQ2hZhc/s1600/30.antree+menuju+puncak.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TNAormsVdfI/AAAAAAAABH8/kw4rjQ2hZhc/s200/30.antree+menuju+puncak.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534968671624328690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;menyempatkan diri untuk berkunjung. Entahlah , mungkin juga selain hal-hal tersebut, tiket masuk yang ditawarkan sangat terjangkau, yakni Rp 2.500 ( dewasa) . Dengan tiket seharga tersebut, maka semua pengunjung termasuk saya dapat masuk ke pelataran tugu monas dan sampai cawannya atau mengunjungi museumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di halaman cawan tugu monas , banyak sekali yang bisa  saya lihat dan amati. Ternyata dibalik dinding taman monas yang mengelilingi tugu tersebut, terdapat relief-relief yang menarik, dan menyerupai aslinya. Setiap dinding relief, menceritakan sejarah dari perjuangan Indonesia. Seperti, ada kisah Majapahit, Olahraga khususnya bulutangkis , jaman penjajahan VOC dan sebagainya. Selain relief , terdapat &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TNAo3-QPj7I/AAAAAAAABIE/KAQ1S5cFOCM/s1600/21.gambar+pembuatan.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TNAo3-QPj7I/AAAAAAAABIE/KAQ1S5cFOCM/s200/21.gambar+pembuatan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534968884107382706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;taman-taman yang menghiasi halaman dari pelataran tugu monas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian bawah cawan ada sebuah ruangan yang sangat luas dan besar, yang berisi diorama atau gambar-gambar dalam kaca  tentang cerita dari perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah. Bukan hanya gambar tetapi di setiap diorama ada keterangannya dalam bahasa Indonesia ataupun Inggris, jadi para pengunjung termasuk saya yang masih awan soal sejarah , bisa membacanya. Ruangan ini sangat dingin , karena memang ber AC ini. Oh ya, selain terdapat lima ruangan diorama yang berjejer rapi disetiap dinding, juga terdapat sebuah box informasi. Isinya adalah mengenai informasi transportasi kota Jakarta termasuk transportasi monorel dari berbagai negara lengkap dengan gambar dan ada maketnya juga loh. Keren deh.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TM7tWyBbDgI/AAAAAAAABHU/GXTDGu2BU5o/s1600/17.ad+info+box.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TM7tWyBbDgI/AAAAAAAABHU/GXTDGu2BU5o/s200/17.ad+info+box.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534621967725563394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, jika ingin mengetahui serba serbi dari monas atau tahun pembangunan monas bisa melihat foto-fotonya yang terpajang rapi di beberapa tiang disudut ruangan. Saya sampai termangu melihat foto-foto tersebut. Penuh pengunjung di ruangan ini dan sangat ramai, mungkin karena dingin, banyak diantara pengunjung memanfaatkannya untuk istirahat sambil tiduran. Saya tidak menyangka ternyata di dalam monas yang menjulang tinggi seperti terlihat diluar, terdapat sebuah Ruangan yang luas ini yang di sebut :&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; "Museum Sejarah Nasional"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat di atas museum ini ,  terdapat sebuah ruangan lagi, namanya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Ruang Kemederkaan" &lt;/span&gt;Jika dari tangga terowongan setelah membeli tiket masuk , menaikin tangga akan menemukan sebuah pintu masuk dengan ukiran yang sangat bagus. Di dalamnya terdapat gambar replika dari tugu &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TNAqhXQML5I/AAAAAAAABIc/46mwW3bQ8n4/s1600/33.taman+monas.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TNAqhXQML5I/AAAAAAAABIc/46mwW3bQ8n4/s200/33.taman+monas.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534970694704312210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Monas, kemudian saya menaiki tangga lagi dan berada pada sebuah ruangan yang agak redup. Tempat duduk bertingkat beralaskan keramik tanpa sandaran, memenuhi ruangan diatas, mengikuti bentuk dari cawan yang menjadi dasar dari tugu. Banyak juga sih para pasangan disini, hmm :D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tertarik dengan satu tiang yang besar ditengah-tengan ruangan ini. Kenapa? karena di setiap sisinya terdapat hal yang berhubungan dengan kemerdekaan negara. Ketika saya mengitarinya , di sisi pertama saya melihat proklamasi, lalu sisi berikutnya sebuah peta nusantara dari Sabang sampai Marauke berjajar pulau-pulaunya, kemudian ada lambang Garuda Pancasila. Setiap gambar atau tulisan tersebut berwarna &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TNAqI3CruMI/AAAAAAAABIU/L6598Ik0KN0/s1600/SAM_0611.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TNAqI3CruMI/AAAAAAAABIU/L6598Ik0KN0/s200/SAM_0611.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534970273740863682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;kekuningan seperti memakai lapisan emas dan sisi terakhir adalah sebuah pintu yang dasarnya hijau tapi motif yang ada pada pintu berwarna emas juga..Hmm.. seperti lambang kejayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas memandangi itu semua, waktunya buat saya mengunjungi puncaknya. Yahh dengan tekad sebulat tenaga dan semangat membara, saya membeli tiket lagi untuk sampai ke puncak dengan harga Rp 7.500 ( dewasa )  yang loketnya di samping pintu masuk ruang kemerdekaan. Untunglah di sekitar pelataran cawan ini masih ada yang jualan air minum , jadi masih bisa melegakan tenggorokan ,  namun tetap saja penjualnya kucing-kucingan dengan petugas. Butuh kesabaran untuk sampai ke pintu &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TNAq5VD7vNI/AAAAAAAABIk/OEl5MC0H7yg/s1600/49.apartemen+taman+anggrek.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TNAq5VD7vNI/AAAAAAAABIk/OEl5MC0H7yg/s200/49.apartemen+taman+anggrek.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534971106432892114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;masuk lift , karena anteriannya cukup memakan waktu hingga 1.5 jam lamanya. "Seperti mau nonton konser di senayan saja" celoteh saya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang pintu masuk lift seorang petugas memeriksa tiket yang sudah dibeli, ada yang salah tiket dan belum membeli padahal sudah di hampir dekat pintu lift. "Silakah beli lagi tiket untuk kepuncak diloket sebelah sana pak, karena tiket ini hanya sampai dipelataran saja." begitu ujar petugasnya. Untunglah dia bersama keluarga, jadi bisa tetap antri sementara yang lainkeluarga yang lain membeli tiket. Lift yang akan membawa pengujung ke puncak lama sekali. Selain itu  liftnya pun hanya dibatasi 11 orang di dalamnya. Ketika Lift menunjukkan angka dua dan tiga bisa menghabiskan waktu 3 menit , waktu perjalanan lift sepanjang tiang menuju dan dari puncak... Harus ekstra sabar untuk menunggu pintu lift terbuka sampai ke lantai satu lagi. Karena ketika lift yang dinaiki ini , begitu sampai di angka tiga berarti dipakai untuk menurunkan/menaikan pengunjung dari atau ke &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TNArITpMA9I/AAAAAAAABIs/r9z4nz_D0k4/s1600/87.antri+di+lift.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TNArITpMA9I/AAAAAAAABIs/r9z4nz_D0k4/s200/87.antri+di+lift.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534971363750314962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;puncak monas . . Pengunjung yang dari puncak, diturunkan di lantai dua / pelataran atas cawan , jadi begitu liftnya  sampai di lantai satu , dikhususkan untuk pengunjung yang akan naik ke puncak dan sudah berlelah mengantri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dipuncak, waahh suenengnya saya merasakan angin yang cukup kencang.. jadi inget kalau mendaki gunung, sudah kelelahan dalam perjalanan begitu tiba di puncak lelah tersebut akan terasa hilang begitu saja. Karena sejauh mata memandang, pesona keindahan terbentang. Sperti halnya ketika di puncak monas, disana gedung-gedung bertingkat seakan tidak ada yang tersembunyi lagi. Setiap sudut barat , timur , selatan dan utara terlihat jelas tanpa halangan. Namun sayang, hampir tidak ada ruang hijaunya untuk kota Jakarta . Sejauh mata memandang hanya gedung dan rumah penduduk yang sangat padat. Namun dua &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TNArZPnutMI/AAAAAAAABI0/4ylYIMWsWvI/s1600/66.gedung+bertingkat.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TNArZPnutMI/AAAAAAAABI0/4ylYIMWsWvI/s200/66.gedung+bertingkat.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534971654728234178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;buah gunung yakni GedePangrango dan Salak terlihat jelas di sebelah selatan, menambah keindahan kota. Dan saya tidak henti-hentinya memandang semua yang terpajang jelas didepan mata. Indah dan amazing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak monas, berbentuk empat persegi panjang dan dipagari teralis besi sekelilingnya. Disediakan juga alat untuk meneropong tentunya mengganti coin yang digunakan untuk teropong tersebut dengan  Rp 2.000, dan bisa menikmati keindahan gedung-gedung jakarta yang menjulang. Di setiap bagian arah mata angin, terdapat informasi berupa gambar &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TNArli8-s5I/AAAAAAAABI8/4Qu0VhCVeOE/s1600/72.menerepong.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TNArli8-s5I/AAAAAAAABI8/4Qu0VhCVeOE/s200/72.menerepong.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5534971866076066706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;dan tulisa , dari setiap bangunan atau gedung yang ada dihadapannya. Misalnya, stasiun gambir, Masjid Istiqal, Kathedral, Gereja Immanuel, Istana Negara, Gedung Pertamina dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyenangkan sekali, semua terlihat kecil ketika saya melihat dari atas puncak monas. Bahkan jarak antara tempat satu ke tempat lainnya seakan dekat tidak ada batas, padahal kalau saya tempuh dengan kendaraan bisa berjam-jam terkena macet. Itulah perjalanan saya ketika dipuncak Jakarta dan saya tidak penasaran lagi :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monas, Jakarta, 31 Oktober 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Veronica Setiawati&lt;br /&gt;http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-6026397858011343263?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/n_Px9zLeY2caaBIajE7QFuAgGh4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/n_Px9zLeY2caaBIajE7QFuAgGh4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/n_Px9zLeY2caaBIajE7QFuAgGh4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/n_Px9zLeY2caaBIajE7QFuAgGh4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/vYYv2bvp-N4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/6026397858011343263/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/10/di-puncak-jakarta.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/6026397858011343263?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/6026397858011343263?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/vYYv2bvp-N4/di-puncak-jakarta.html" title="Di Puncak Jakarta" /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TNAoWcpEScI/AAAAAAAABH0/fs1-yOhFFq8/s72-c/02.dr+pntu+gambir.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/10/di-puncak-jakarta.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUUER3kzfip7ImA9Wx5UGU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-6930490091884406424</id><published>2010-10-12T23:12:00.019+07:00</published><updated>2010-10-24T19:26:46.786+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-24T19:26:46.786+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="solo" /><title>Berwisata Air Di Tawangmangu Dan Wonogiri</title><content type="html">&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMQjMoEo18I/AAAAAAAABGE/BwPilFWS488/s1600/SAM_1270.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMQjMoEo18I/AAAAAAAABGE/BwPilFWS488/s200/SAM_1270.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531584942140086210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sewaktu  solo ada dua tempat yang saya dan teman-teman datang mengunjungi yakni  Air Terjun Sewu ( grojogan sewu ) dan Waduk Gajah Mungkur. Masing - masing tempat memiliki keunikannya tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri, merupakan waduk terbesar di Asia Tenggara dan juga menenggelamkan beberapa desa. Menurut sejarahnya waduk ini dibuat sekitar tahun 1970-an , berfungsi utama sebagai pengendali banjir sungai Bengawan Solo. Dari sepanjang jalan memasuki kabupaten &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMQi2ewbgHI/AAAAAAAABF8/LEtziQTvWUo/s1600/SAM_1264.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMQi2ewbgHI/AAAAAAAABF8/LEtziQTvWUo/s200/SAM_1264.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531584561682284658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Wonogiri sudah terlihat waduknya yang besar. Waduk Gajah Mungkur memiliki luas 9.700 hektar dengan panjang waduk mencapai 1.452 meter, tinggi waduk 42 meter dan volume 730 juta meter .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin waduk pun menyapa saya dan teman-teman ketika berada di dalam kawasan wisata ini. Banyak para pedagang yang menjual ikan-ikan basah tangkapan dari waduk ini.  Disediakan juga jasa sewa perahu untuk mengelilingi waduk selama satu jam. Ada juga dua pendopo dekat dermaga yang digunakan untuk tempat makan. Letaknya persis di belakang ruang informasi. Pengunjung sangat ramai , karena mungkin masih suasan libur lebaran. Sore hari dan sedikit mendung tidak mengurangi jumlah pengunjung tempat ini yang tutup pkl. 17.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disekitar waduk , ditepi jalan, banyak warung yang menjual hasil &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMQjejXKItI/AAAAAAAABGM/GhulVjP3oVY/s1600/SAM_1285.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMQjejXKItI/AAAAAAAABGM/GhulVjP3oVY/s200/SAM_1285.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531585250113233618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;tangkapan dari waduk Gajah Mungkur. Siapun yang lewat pasti akan mencium aromanya. Sebentar lagi waduk ini akan akan menambahkan keramaiannya dengan dihadirkannya sebuah wisata air waterboom. Dari waduk ini juga dapat melihat mereka yang sedang terbang dengan menggunakan paralayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Grojogan sewu, berada di Tawangmangu. Perjalanan dari terminal bus solo bisa menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam dengan biaya sejumlah Rp 9.000 per orang. Namun ketika memasuki &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMQkHSG6WjI/AAAAAAAABGc/TdkjUC2IsHA/s1600/SAM_1324.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMQkHSG6WjI/AAAAAAAABGc/TdkjUC2IsHA/s200/SAM_1324.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531585949856324146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tawangmangu , selain jalan yang dilalui berkelok-kelok seperti menuju puncak Bogor, juga disuguhi pemandangan yang sangat menarik. Begitu sampai diterminal Tawangmangu dapat berjalan kaki atau menyewa kendaraan untuk sampai di pintu gerbang air terjun ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara yang dingin menyambut kedatangan kami. Banyak kera di sekitar pintu masuk. Unuk pintu masuk dan keluar dibedakan. Oh ya htmnya Rp 6.000/orang tp kalau turis bisa Rp 19.000 wow bedanya jauh ya :D . Lumayan jauh sih untuk sampai ke air terjunnya. Jalannya sudah bagus dengan tangga menurun. Pohon-pohonnya yang masih rimbun dan alami. Beberapa kera juga bebas berkeliaran di tangga nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jarak beberapa meter sebelum akhir dari jalan masuk ke kawasan, air terjun sudah terlihat. Banyak pedagang yang menawarkan sate kelinci yang merupakan makanan khasnya. Air terjun &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMQkYj5bZuI/AAAAAAAABGk/U8z0katQbdc/s1600/SAM_1342.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMQkYj5bZuI/AAAAAAAABGk/U8z0katQbdc/s200/SAM_1342.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531586246689384162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;cukup tinggi dan dikelilingi bukit-bukit. Untuk mendekati ceruk air terjunnya harus melewati batu-batuan yang curam dan licin. Dan hembusan angin yang cukup kencang ketika mendekatinya. Namun , ceruk ini begitu dangkal dan bisa digunakan untuk menikmati air yang jatuh dari atas. Dari tempat jatuhnya air terjun , bisa melihat pemandangan yang luas dari arah pintu masuk dan kolam renang anak-anak jauh diujung sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dekat jembatan tedapat patung ular cobra. Menarik sekali dibuat di sini dapat digunakan untuk membasuh muka atau mencuci kaki. Selain itu , terdapat juga beberapa arena permainan outbond seperti flying fox dan rafting mini dengan harga yang terjangkau. Di luar kawasan ini terdapat juga beberapa rumah yang disewakan jika ada &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMQlL6p0frI/AAAAAAAABG8/bO9LKCIqjGg/s1600/SAM_1366.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMQlL6p0frI/AAAAAAAABG8/bO9LKCIqjGg/s200/SAM_1366.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531587128971263666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;pengunjung yang berencana menginap. Kuliner yang dapat di nikmati di sekitar Tawangwangu adalah sate kelinci. Jika ingin membeli cinderamatapun dapat membelinya diluar pintu gerbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohya, kalau akan keluar menuju pintu gerbang akan menaiki tangga. Lumayan jalananya menanjak dan berkeringat kembali. Anak tangga yang dinaiki berjumlah 1.250 anak tangga dan dari sini merupakan akhir dari wisata air terjun / Grogojan Sewu Tawangmangu. Melelahkan tapi juga menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wonogiri dan Tawangmangu, 15 - 16 September 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Veronica Setiawati&lt;br /&gt;http://g1g1kel1nc1/blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:arial;font-size:10pt;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-6930490091884406424?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AWnTmx0_2TR45dR9LGzIyhyKW_s/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AWnTmx0_2TR45dR9LGzIyhyKW_s/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AWnTmx0_2TR45dR9LGzIyhyKW_s/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AWnTmx0_2TR45dR9LGzIyhyKW_s/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/znTAX_veAGM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/6930490091884406424/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/10/berwisata-air-di-tawangmangu-dan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/6930490091884406424?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/6930490091884406424?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/znTAX_veAGM/berwisata-air-di-tawangmangu-dan.html" title="Berwisata Air Di Tawangmangu Dan Wonogiri" /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMQjMoEo18I/AAAAAAAABGE/BwPilFWS488/s72-c/SAM_1270.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/10/berwisata-air-di-tawangmangu-dan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DE8BQnw7eyp7ImA9Wx5UEkw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-2929155986240693168</id><published>2010-10-12T23:07:00.034+07:00</published><updated>2010-10-16T15:14:13.203+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-16T15:14:13.203+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kjb" /><title>Kota Toea : Jelajah Antjol</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlWk3Rg_3I/AAAAAAAABEU/fFBnIS-wkIo/s1600/SAM_0499.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlWk3Rg_3I/AAAAAAAABEU/fFBnIS-wkIo/s200/SAM_0499.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528545208886689650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mungkin sebagian besar orang hanya mengetahui Ancol terkenal dengan pantainya atau Dufan &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlLW19EDOI/AAAAAAAABC0/2aLWgUm6s7s/s1600/SAM_0391.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlLW19EDOI/AAAAAAAABC0/2aLWgUm6s7s/s200/SAM_0391.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528532873386396898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;serta Gelanggang Samudranya. Namun dibalik tempat wisata ini , Ancol memiliki keunikan dan rahasia tersendiri, yang mungkin belum banyak dari kita yang mengetahuinya.  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlIOmWivGI/AAAAAAAABCk/t0kKz3p3-A0/s1600/SAM_0396.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlIOmWivGI/AAAAAAAABCk/t0kKz3p3-A0/s200/SAM_0396.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528529433224461410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Stasiun Barang Kampung Bandan, dahulu digunakan utnuk mengantarkan rempah-rempah menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Selain itu , bangunan ini dijadikan tempat penyimpanan atau gudang. Stasiun ini masih digunakan sampai sekarang sebagai stasiun barang dengan rute Jakarta – Surabaya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tidak jauh dari stasiun , ada sebuah masjid tua yang bersejarah dan merupakan salah satu cagar budaya. Mesjid tersebut bernama Masjid Al Mukaromah atau Masjid Kramat Kampung Bandan. Di sana terdapat tiga buah makam para penyebar Islam di Jakarta yakni makam &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Habib Mohammad bin Umar Al-Qudsi&lt;/span&gt; ( wafat pada 23 Muharram 1118H ) , &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Habib Ali bin &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Abdurrahman Ba’Alwi&lt;/span&gt; ( wafat 15 Ramadhan 1122 H ) dan pendiri masjid &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Habib Abdurahman bin Alwi ASy-Syathri&lt;/span&gt; ( wafat 18 Muharram 1326 H ) &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Nama Kampung Bandan awal mulanya dinamakan demikian karena ada tiga versi yang umum di masyarakat sekitarnya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Pertama , merupakan sebuah ikatan orang-orang Bandan atau paguyuban yang berasal dari Maluku – Ambon. Kedua, karena disekitar sana terdapat pohon pandan, jadi orang-orang mendengar kata pandan menjadi Bandan. Dan yang ketiga , karena &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlMANEDn_I/AAAAAAAABC8/cO01v4GXZss/s1600/SAM_0397.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlMANEDn_I/AAAAAAAABC8/cO01v4GXZss/s200/SAM_0397.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528533583964381170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;beberapa orang melihat secara jelas disekitar tempat tersebut &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlN8DYCecI/AAAAAAAABDE/xeyr5KJ4vPg/s1600/SAM_0406.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlN8DYCecI/AAAAAAAABDE/xeyr5KJ4vPg/s200/SAM_0406.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528535711667616194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;para tentara Jepang yang membawa beberapa tawanan. Entahlah dimana diantara ketiga ini yang dipakai untuk menamai tempat tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bentuk bangunan masjid ini sayangnya sudah mengalami perubahan dan penambahan ruang, mungkin hanya sebagian saja yang masih telihat bentuk aslinya. Seperti atap masjid yang atapnya masih berbentuk seperti jajaran genjang namun bertingkat tanpa kubah. Hal tersebut sebenarnya mengandung makna yang dalam bahwa menandakan tingkatan langit, kemudian tiang-tiang yang terpasang pada jendela yang berbentuk empat persegi panjang serta pilar-pilar yang ada di dalam masjid, lalu pintu masuk ke dalamnya yang masih lebar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jika melihat ke halaman masjid juga terdapat makam-makam tua yang tanpa nama dan tidak diketahui. Batu nisannya pun bentuknya bermacam-macam, ada yang berupa gada, atau batu tugu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlOs7auidI/AAAAAAAABDM/Q9_1kK0wzz4/s1600/SAM_0409.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlOs7auidI/AAAAAAAABDM/Q9_1kK0wzz4/s200/SAM_0409.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528536551344998866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebuah bangunan sejarah dapat termasuk dalam cagar budaya jika usianya lebih dari 50 tahun. Ada empat hal yang sangat diperhatikan agar sebuah bangunan masih termasuk dalam Cagar budaya antara lain &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pertama&lt;/span&gt; adalahkeaslian bahan misalnya dibuat dari jati , maka pergantiannya juga memakai kayu jati, kemudian yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kedua&lt;/span&gt; adalah bentuk bangunan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ketiga&lt;/span&gt; keaslian tata letak dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;keempat&lt;/span&gt; adalah pengerjaannya. Jika &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;nilai empat hal tersebut dari sebuah&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;bagunan bersejarah maka nilai cagar budaya bangunan tersebut sudah tidak ada lagi. Jadi , jika sebuah &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlQuIzh3OI/AAAAAAAABDc/lvBLeBO3cGU/s1600/SAM_0429.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlQuIzh3OI/AAAAAAAABDc/lvBLeBO3cGU/s200/SAM_0429.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528538771141811426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;bangunan bersejarah sudah hilang nilai sejarahnya , plang nama yang menyatakan bahwa bangunan tersebut masuk ke dalam cagar budaya harap ditinjau kembali atau sebaiknya dicabut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Begitu pun dengan bangunan Klenteng Antjol atau Vihara Bhakti sudah banyak mengalami perubahan dari bentuk aslinya. Namun , jika ingin mengetahui sejarahnya masih dapat diceritakan. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Klenteng Antjol atau Da Bo Gong Ancol&lt;/span&gt;, merupakan salah satu tempat peribadatan yang tertua dan bersejarah. Letaknya dekat pinggir laut dan berada dikawasan perumahan elite Pasir Putih. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Begitu memasuki gerbang klenteng seperti menyusuri &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlPtpyjKqI/AAAAAAAABDU/aPj0LaPIPqM/s1600/SAM_0424.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlPtpyjKqI/AAAAAAAABDU/aPj0LaPIPqM/s200/SAM_0424.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528537663304575650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;sebuah lorong rumah sakit. Kemudian sampailah di sebuah ruang utama dimana terdapat makam dari suami istri yang bernama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Iboe Siti Wati&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sampo Soei Soe&lt;/span&gt;.Di atas makam mereka di dirikan sebuah tempat peribadatan untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Dikisahkan bahwa Sampo Soei &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Soe jatuh cinta dengan seorang gadis pribumi yang juga penari ronggeng Sunda bernama Siti Wati. Kemudian mereka menikah dan nama mereka diabadikan dalam Klenteng yang dibangun pada tahun 1650 ini. Di sebelah makam mereka terdapat satu buah makam lagi yang bernama Sam Po Tay Djin. Bangunan ini masih terlihat bentuk aslinya seperti bentuk atapnya tidak berubah. Namun bagian lain diruang &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlRtqU8dJI/AAAAAAAABDk/eK4wxSc1yKQ/s1600/SAM_0434.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlRtqU8dJI/AAAAAAAABDk/eK4wxSc1yKQ/s200/SAM_0434.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528539862472094866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;bangunan utama ini sudah mengalami penambahan bangunan baru.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Uniknya, di klenteng ini tidak diperbolehkan memakan daging babi atau petai. Klenteng ini satu-satunya klenteng kombinasi, coraknya Taois dengan gaya khusus karena klenteng ini dikaitkan dengan makam seorang Islam yang dianggap keramat dan sekaligus menjadi tempat pemujaan baik bagi orang Tionghoa maupun penduduk pribumi. Selain Klenteng utama , terdapat juga klenteng khusus Dewi Kuan im dan Sang Buddha , kemudian bagian belakang terdapat makam &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlSKq3bRZI/AAAAAAAABDs/mSmCDDQcZ5c/s1600/SAM_0441.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlSKq3bRZI/AAAAAAAABDs/mSmCDDQcZ5c/s200/SAM_0441.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528540360832927122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Embah Said Areli Dato Kembang&lt;/span&gt; bersama istrinya Ibu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Enneng (Pha Poo)&lt;/span&gt; yang merupakan Orangtua Iboe Siti Wati , yang mana ayahnya adalah seorang Pejabat kraton sebagai juru catat / sekretaris pada masa Kerajaan Padjajaran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tidak jauh dari klenteng , terdapat sisa – sisa peninggalan sebuah benteng yang waktu penjajahan Belanda digunakan untuk menahan serangan musuh. Benteng Ancol yang masih &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ada , tidak terlihat sebagai benteng karena sudah ada peninggian tanah di sekitar benteng, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sehingga sekarang yang terlihat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hanya tembok yang memanjang saja. Ketebalan&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlSkELHk0I/AAAAAAAABD0/_wfwWGZCiIc/s1600/SAM_0461.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlSkELHk0I/AAAAAAAABD0/_wfwWGZCiIc/s200/SAM_0461.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528540797123138370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; benteng tersebut bisa mencapai 100cm lebih, dipinggirnya masih terdapat lubang-lubang jendela yang dahulu digunakan untuk meletakan senjata atau meriam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Satu lagi tempat bersejarah yang mungkin belum diketahui orang banyak adalah sebuah taman makam di Ancol.  Ereveld merupakan sebuah Taman Makam Kehormatan , dibangun pada tanggal 14 September 1946, oleh yayasan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oorlogsgravenstichting&lt;/span&gt; yang &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlVGCv6TlI/AAAAAAAABD8/YG-3LR2kHh4/s1600/SAM_0463.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlVGCv6TlI/AAAAAAAABD8/YG-3LR2kHh4/s200/SAM_0463.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528543579879394898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;berpusat di Belanda. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Di tempat ini terdapat sekitar 2.000 jasad dari beberapa makam dan berbeda-beda bentuk nisannya. Sebab, setelah tahun 1960, makam-makam yang tersebar di seluruh Indonesia &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sebanyak 22 makam itu kemudian dipindahkan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan dipusatkan di pulau Jawa. Ada tujuh taman makam Everld ini yang masih ada di Pulau Jawa yakni di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt; (Menteng Pulo dan Ancol), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bandung&lt;/span&gt; (Pandu dan Leuwigajah), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semarang&lt;/span&gt; (Kalibanteng dan Candi), dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Surabaya&lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlVffCJ5JI/AAAAAAAABEE/snMg6Ign9Ho/s1600/SAM_0485.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlVffCJ5JI/AAAAAAAABEE/snMg6Ign9Ho/s200/SAM_0485.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528544016968836242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; (Kembang Kuning).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mereka yang dimakamkan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;di taman makam ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah para korban kekejaman tentara Jepang. Para korban itu yang bukan hanya tentara Belanda saja tetapi ada juga rakyat pribumi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan mereka meninggal dengan cara di eksekusi mati atau dibantai dengan senapan / samurai . Lokasi pembantaian tersebut &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;pada &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sebuah pohon , letaknya tidak jauh dari monument yang berada ujung makam. Sedangkan tempat yang menjadi monument saat ini , dahulunya merupakan tempat dikuburnya para korban pembantaian. Jadi setelah mereka di &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlV7JoLKtI/AAAAAAAABEM/3YrAqdWqo-o/s1600/SAM_0490.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlV7JoLKtI/AAAAAAAABEM/3YrAqdWqo-o/s200/SAM_0490.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528544492259060434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;eksekusi mayat-mayat mereka dikubur dalam satu tempat hingga membentuk gundukan. Diantaranya yang dimakamkan di sini adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Prof Dr Achmad Mochtar&lt;/span&gt;, seorang Indonesia pertama yang menjadi &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Direktur Lembaga Eijkman&lt;/span&gt;. Monumen ini dibangun untuk mengenang mereka yang telah mengorbankan diri mereka dan juga mereka yang tidak disebut namanya di makam di tempat ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Oh ya , jika ada yang ingin tahu tentang ramal meramal? Nah, disalah tempat yang dikunjungi ada sebuah ramalan dari sebuah tongkat yakni di Klenteng Ancol. Caranya, kedua tangan direntangkan sejajar tongkat tersebut. Kemudian oleh seorang penjaganya ditandai batas rentangan tangan dan dibawa doa dihadapan makam Embah Said. Setelah itu kembali tangan direntangkan sejajar dengan tongkat , jika batas pertama dilewati oleh jari maka pertanda bagus tetapi jika tidak maka sebaliknya. &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlW3QPe5LI/AAAAAAAABEc/kOiOoMrE-P0/s1600/SAM_0442.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlW3QPe5LI/AAAAAAAABEc/kOiOoMrE-P0/s200/SAM_0442.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528545524826694834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Selain itu ada juga ramalan Ciam si, mungkin ini ada disetiap klenteng. Cara mengetahuinya adalah pertama, kocok sampai keluar satu batang bambu yang terdapat nomor ramalannya, setelah itu batang bambu yang keluar tersebut diletakan pada &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlXEzVFG_I/AAAAAAAABEk/77bUvb3TgZA/s1600/SAM_0445.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlXEzVFG_I/AAAAAAAABEk/77bUvb3TgZA/s200/SAM_0445.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528545757583711218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;sebuah tempat dupa di depan altar sembahyang. Kemudian ada buah batu berbentuk Ying dan Yang di putar-putar di atas tempat dupa setelah itu dilemparkan. Jika hasil lemparannya adalah Kedua benda tersebut terbuka berarti permintaan ditertawakan, jika keduanya tertutup berarti tidak ditolak permintaannya tetapi jika salah satunya terbuka berarti dikabulkan dan melanjutkan untuk mengambil kertas sesuai dengan nomor yang ada pada batang bambu tersebut. Yah hasil dari kertas tersebut boleh dipercaya boleh tidak namanya juga ramalan..  :)&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jakarta - Antjol , 10 Oktober 2010&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 153, 0);font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Thanks to : Komunitas Jelajah Budaya Kota Toea&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;Veronica Setiawati&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;http ://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;mail to : g1g1kel1nc1@yahoo.com.au&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-2929155986240693168?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lEvL_H0iY5ePS0st0kb8rOYXzRk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lEvL_H0iY5ePS0st0kb8rOYXzRk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lEvL_H0iY5ePS0st0kb8rOYXzRk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lEvL_H0iY5ePS0st0kb8rOYXzRk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/XZBPU4f7tXE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/2929155986240693168/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/10/kota-toea-jelajah-antjol.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/2929155986240693168?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/2929155986240693168?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/XZBPU4f7tXE/kota-toea-jelajah-antjol.html" title="Kota Toea : Jelajah Antjol" /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLlWk3Rg_3I/AAAAAAAABEU/fFBnIS-wkIo/s72-c/SAM_0499.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/10/kota-toea-jelajah-antjol.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEYHQX07eyp7ImA9Wx5UGUw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-1630782311587152478</id><published>2010-10-10T17:00:00.021+07:00</published><updated>2010-10-24T16:22:10.303+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-24T16:22:10.303+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kep. seribu" /><title>Pulau Onrust, Cipir dan Kelor Dalam Sejarah</title><content type="html">Akhirnya saya bisa dapat mengunjungi satu kompleks gugusan kepulauan seribu yang masih menilai sejarah seperti &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pulau Kelor, Pulau Onrust&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pulau Cipir&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMP1UxaPhcI/AAAAAAAABEs/t_8b4pUTUUs/s1600/SAM_0186.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMP1UxaPhcI/AAAAAAAABEs/t_8b4pUTUUs/s200/SAM_0186.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531534504550696386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pulau Kelor adalah sebuah pulau yang kecil tidak berpenghuni kecuali beberapa ekor kucing , yang menurut mitosnya kucing tersebut dibawa oleh para tentara VOC dari Belanda. Tetapi di tengah -  pulau terpencil ini terdapat sebuah benteng pertahanan yang difungsikan sebagai pengawas serangan musuh yang berasal dari laut Jawa, seperti serangan dari Kerajaan Mataram. Benteng yang sebagian besar bahannya adalah batu bata merah bernama&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; "Benteng/Menara Mortelo"&lt;/span&gt;. Dari menara Mortelo ini , kemudian tentara VOC mengirimkan sinyal oeringatan ke Pulau Onrust dan pulau terdekatnya jika kedatangan musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisa - sisa bangunan menara masih dapat dilihat jelas di pulau Kelor ini, walaupun pernah mengalami keruntuhan sewaktu Gunung Krakatau meletus hebat pada tahun 1883. Bentuk bangunan yang bulat melingkar dengan tinggi sekitar 5 meter lebih. Banyak lubang atau celah yang lebar sebesar jendela didalam bangunan yang digunakan untuk menahan musuh dengan senapan atau meriam yang dipasang disana dari segala arah. Namun &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMP1slpTISI/AAAAAAAABE0/xCU_BWqMZmc/s1600/SAM_0201.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMP1slpTISI/AAAAAAAABE0/xCU_BWqMZmc/s200/SAM_0201.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531534913709482274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;senjata ataupun meriam sudah tidak ada lagi di menara tersebut, yang terlihat sekarang adalah puing-puing batu batanya di tepi pantai dan Menara Mortelo yang masih terlihat keasliannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Onrust adalah bahasa Belanda , jika dalam bahasa Inggris yakni &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"un rest"&lt;/span&gt;. Jadi Pulau Onrust mempunyai arti &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Pulau yang tidak pernah istirahat."&lt;/span&gt; Pulau Onrust ini memang menjadi tempat transit kapal-kapal yang akan menuju Batavia. Jauh sebelum Pelabuhan Tanjung Priuk dibangun Belanda. Pulau Onrust merupakan tempat galangan kapal yang datang dari atau yang menuju  Eropa untuk membawa rempah-rempah ke negaranya , juga sebagai tempat penyediaan akomodasi kapal-kapal yang mendarat termasuk tempat perbaikan jika terdapat kapal yang rusak. Selain itu, Pulau Onrust merupakan front line atau garis pertahanan terdepan dari Pulau Kelor jika ada serangan musuh. Karena sebagai frontline pertahanan, dibangun juga sebuah benteng pertahanan , bentuknya seperti benteng yang dipakai pada permainan papan catur. Namun, sejak Inggris menguasai Pulau Kelor thn 1801 -1811, bangunan tersebut dihancurkan dan hanya bisa dilihat dasarnya saja yang berada tidak jauh dari laut dan menghadap ke arah Pulau Kelor.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMP2my2LbmI/AAAAAAAABE8/Hky2iV8hBus/s1600/SAM_0214.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMP2my2LbmI/AAAAAAAABE8/Hky2iV8hBus/s200/SAM_0214.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531535913685577314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sempat dibangun kembali Pulau Onrust ini oleh Baron Van De Capellen sejak dihancurkan oleh Inggris namun kembali hancur karena letusan besar Gunung Krakatau dan menjadikan pulau ini tidak bernyawa sampai awal abad ke 20. Tepatnya tahun 1905 Pulau Onrust kembali dibangun dan dijadikan tempat karantina para haji yang akan berangkat ataupun kembali dari Mekkah. karena sebelumnya di pulau ini telah dibangun sebuah sanotarium TBC juga kolera oleh pemerintahan Belanda. Masih terlihat sebuah bangunan rumah yang pada waktu itu digunakan sebagai rumah dokter dan sekarang dialihfungsikan sebagai museum.&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMP3xuHGo3I/AAAAAAAABFE/PGVQejWreF4/s1600/SAM_0239.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMP3xuHGo3I/AAAAAAAABFE/PGVQejWreF4/s200/SAM_0239.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531537200904577906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 35 barak penampungan karantina haji dibangun. Jalan-jalan seperti gang yang merupakan batas tiap bangunan sangat bagus dan rapi sampai saat ini. Sisa - sisa barak tersebut hanya ada dasarnya saja dan bisa dapat dilihat reruntuhannya termasuk bangunan rumah sakit tepat di depan rumah dokter. Dahulu , rumah sakit ini digunakan untuk merawat para calon haji yang sakit ataupun memeriksa kesehatan mereka setelah pulang dari Mekkah. Selain itu , ada sebuah misteri bagi mereka yang tinggal di pulau onrust ini rata-rata memiki umur yang pendek, karena masalah air bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tempat karantina para jemaah haji ataupun mereka yang terkena kolera ataupun TBC, Pulau Onrunt terkenal juga sebagai pulau tahanan. Sejak tahun 1931 - 1940, pulau Onrust beralihfungsi sebagai tempat pembuangan para tahanan pemberontakan kapal. Peristiwa tersebut dikenal dengan Perististiwa Kapal Tujuh yakni pemberontakan para budak yang membawa kapal para tentara belanda ini. Mayat mereka dikuburkan di pulau Onrust yang sekarang letaknya bersebelahan dengan makam yang diduga&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMP4Gvxa_qI/AAAAAAAABFM/qgvMSO9iGGo/s1600/SAM_0233.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMP4Gvxa_qI/AAAAAAAABFM/qgvMSO9iGGo/s200/SAM_0233.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531537562127761058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; adalah makam Pimpinan gerakan DI/TII yang dieksekusi di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penjajahan Jepang , pulau Onrust dijadikan penjara. Ada rumah yang masih terlihat bentuk bangunannya yang digunakan sebagai penjara. Ada ruangan yang terbuka ditengah -tengahnya. Dahulu ditempat tersebut digunakan para tentara Jepang untuk mengadu para tahanan seperti adu sumo dinegaranya bahkan sampai salah satu dari mereka mati diarena tersebut. Kemudian pada waktu Indonesia Merdeka , pulau ini beralih fungsi menjadi tempat karantina penyakit menular. Tahun 1960 - 1965 , dijadikan pengasingan para gelandangan dan para pengemis. Pernah juga digunakan sebagai tempat pelatihan militer. Namun sejak tahun 1971 pulai ini terbengkalai dan terjadi pembongkaran material bangunan secara besar-besaran. Dan sampai sekarang pulau onrust ini hanya sebagian besar sisa-sisa bangunannya yang terlihat. Oleh &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMP6D7TGwyI/AAAAAAAABF0/LygtBHMJAq4/s1600/SAM_0246.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMP6D7TGwyI/AAAAAAAABF0/LygtBHMJAq4/s200/SAM_0246.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531539712705479458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gubernur DKI pada waktu itu , guna menyelamatkannya maka  pulau onrust ini dijadikan kawasan cagar budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau cipir pun tidak jauh dari pulau onrust. Terlihat dari jauh masih ada sisa dari jembatan penyebrangan yang dahulu digunakan mereka yang hendak menyebrang dari pulau Cipir ke pulau Onrust. Namun karena abrasi air laut maka sekarang tidak dapat digunakan lagi. Di pulau cipir juga terdapat reruntuhan bangunan seperti rumah sakit dan barak-barak yang digunakan untuk mereka yang akan naik haji atau yang sakit / karantina disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Seribu, 02 Oktober 2010&lt;br /&gt;Veronica Setiawati&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMP4zI65alI/AAAAAAAABFk/GpNhksVGYv8/s1600/SAM_0188.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMP4zI65alI/AAAAAAAABFk/GpNhksVGYv8/s200/SAM_0188.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531538324792633938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Thanks to : &lt;a href="http://www.klubtempodoeloe.blogspot.com"&gt;Klub Tempo Doeloe&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-1630782311587152478?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/p0VuycPo7FsrLHkJsoX6-cvWvpU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/p0VuycPo7FsrLHkJsoX6-cvWvpU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/p0VuycPo7FsrLHkJsoX6-cvWvpU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/p0VuycPo7FsrLHkJsoX6-cvWvpU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/_jlF8toJaNg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/1630782311587152478/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/10/pulau-onrust-cipir-dan-kelor-dalam.html#comment-form" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/1630782311587152478?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/1630782311587152478?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/_jlF8toJaNg/pulau-onrust-cipir-dan-kelor-dalam.html" title="Pulau Onrust, Cipir dan Kelor Dalam Sejarah" /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TMP1UxaPhcI/AAAAAAAABEs/t_8b4pUTUUs/s72-c/SAM_0186.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/10/pulau-onrust-cipir-dan-kelor-dalam.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkYDR3szeSp7ImA9Wx5WGEs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-179001120523888910</id><published>2010-09-23T20:25:00.035+07:00</published><updated>2010-09-30T22:22:56.581+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-09-30T22:22:56.581+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="solo" /><title>Kraton Solo Dan Keunikannya Di Mataku</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSoQkDBSrI/AAAAAAAABAk/rRZFM7YiJoU/s1600/sam_1453.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSoQkDBSrI/AAAAAAAABAk/rRZFM7YiJoU/s200/sam_1453.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522724045570788018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tidak menyangka kalau perjalanan saya ke Solo Kota menuntun saya ke sebuah museum dan kraton &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Surakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Awalnya niat saya dan kawan-kawan mencari tahu letak Pasar Klewer.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSP-9BX38I/AAAAAAAAA-0/gnhXAUCoXFg/s1600/sam_1375.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSP-9BX38I/AAAAAAAAA-0/gnhXAUCoXFg/s200/sam_1375.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522697354758053826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Berkat petunjuk beberapa orang yang saya temui di jalan menunjuk sebuah arah melewati Jalan Kesultanan. Ternyata saya menemui sebuah lapangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang tak lain adalah Alun Alun Selatan.&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSQfOucZzI/AAAAAAAAA-8/ygqkMVmyAdA/s1600/sam_1376.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSQfOucZzI/AAAAAAAAA-8/ygqkMVmyAdA/s200/sam_1376.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522697909266310962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebelah kanan sebelum memasuki alun-alun ada sebuah kandang kerbau yang kulitnya berwarna putih seperti warna kulit albino. Menurut seorang ibu, penjual es kelapa yang berjualan di sekitar alun-alun , kerbau tersebut hanya dikeluarkan pada saat perayaan tertentu seperti Satu Suroan dan merupakan titisan dari Raden Patah. Entahlah tapi kerbau tersebut , ibu tersebut menyebutkan sangat dihormati dan dianggap keramat.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSQ9poo0RI/AAAAAAAAA_E/VZiq3DOAMgU/s1600/sam_1377.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSQ9poo0RI/AAAAAAAAA_E/VZiq3DOAMgU/s200/sam_1377.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522698431885791506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Alun alun Selatan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Solo tidak jauh berbeda dengan yang ada di Jogja, terdapat pohon beringin kembar juga ditengahnya. Tetapi tidak dipakai untuk arena permainan tutup mata seperti yang dilakukan di Jogja. Alun-alun selatan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; solo lebih sepi. Ibu penjual es kelapa juga menuturkan bahwa alun alun selatan ini dahulu digunakan pihak Kraton Solo sebagai gerbang untuk menerima para tamu. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSSIKdTIyI/AAAAAAAAA_M/N7SODOKsbV8/s1600/sam_1378.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSSIKdTIyI/AAAAAAAAA_M/N7SODOKsbV8/s200/sam_1378.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522699712006923042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sebuah bangunan pendopo yang luas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan gerbang di ujung lokasi alun-alun selatan ini, nah di tempat tersebut para tamu yang akan masuk ke Kraton menunggu ditempat tersebut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pendopo ini mempunyai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dua meriam seperti yang ada di halaman Museum Fatahillah, dan pada zaman dahulu setiap sisi pendopo dijaga oleh para prajurit kraton tetapi sekarang sudah tidak ada. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSSaQnarlI/AAAAAAAAA_U/Rk4jY8GvfDs/s1600/sam_1386.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSSaQnarlI/AAAAAAAAA_U/Rk4jY8GvfDs/s200/sam_1386.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522700022897618514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Alun-alun selatan sudah dibuka untuk umum oleh Kraton tetapi bangunan pendopo tersebut masih berdiri dan terdapat beberapa kerbau bule berliaran di halamannya. Beberapa orang member mereka makan. Di bagian sayap kiri dan kanan pendopo , terdapat dua buah kereta. Salah satunya adalah kereta Jenasah sengaja dipajang di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Hmm.. Menarik sekali.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSXDLU12uI/AAAAAAAAA_c/IT6a9t2cyQU/s1600/sam_1393.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSXDLU12uI/AAAAAAAAA_c/IT6a9t2cyQU/s200/sam_1393.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522705123898677986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari pintu gerbang yang sangat besar dekat pendopo nanti akan menemukan jalan yang kecil seperti jalan – jalan di komplek perumahan. Kalau menurut saya, seperti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menuju Taman Sari di Jogja. Tembok besar di sebelah kiri jalan membuat saya menebak-nebak apa yang ada didalamnya. Sampai akhirnya jawaban itu muncul ,oohh… ternyata ini &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;sebuah&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Museum&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; dan Kraton Surakarta. Dari pintu gerbangnya berdiri gagah patung &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSXcD15JEI/AAAAAAAAA_k/UrJoPoRfQLo/s1600/sam_1396.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSXcD15JEI/AAAAAAAAA_k/UrJoPoRfQLo/s200/sam_1396.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522705551386551362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Paku Buwono X , seakan mengucapkan selamat datang bagi para tamu yang hendak masuk ke dalam. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Harga tiket masuknya sebesar Rp 10.000 / orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Bangunan dengan warna sebagian besar adalah biru ini sangat menarik. Para tour guide yang merupakan merupakan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Abdi&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placename st="on"&gt;Dalem&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;Museum&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; dan &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSaIWsGrKI/AAAAAAAAA_s/t7FBBvZQwRg/s1600/sam_1401.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSaIWsGrKI/AAAAAAAAA_s/t7FBBvZQwRg/s200/sam_1401.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522708511383268514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kraton mulai menjelaskan mengenai sejarah dan seluruh isi bangunan serta Kraton Surakarta kepada para pengunjung. Lorong - lorong yang ada di sepanjang museum begitu luas dan sejuk, karena ditumbuhi beberapa pepohonan yang rindang. Dua buah patung prajurit kraton terdapat dibeberapa pintu masuk dengan model pakaian yang berbeda-beda menambah menarik museum kraton solo ini.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Di dalam museum , terdapat beberapa peninggalan benda-benda seperti : ada dandang ya&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSdQOzLnpI/AAAAAAAAA_0/-p2HSHOBroI/s1600/sam_1402.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSdQOzLnpI/AAAAAAAAA_0/-p2HSHOBroI/s200/sam_1402.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522711945239305874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ng besar yang digunakan untuk menanak nasi. Ukurannya yang besar membuat saya berfikir ini bisa memberi makan ribuan orang dan bukan hanya para Abdi Dalam Kraton. Kemudian Foto-foto raja dan lambang kesulatanan Surakarta atau sekarang lebih dikenal dengan kota Solo. Ada juga framen bebatuan dari Candi Mendut dan beberapa yang dipajang pada lemari kaca.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Ada berbagai macam bentuk topeng dan kegunaannya pada sebuah acara tarian. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSm1Xzl1-I/AAAAAAAAA_8/8eIyt0cOcmA/s1600/sam_1405.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSm1Xzl1-I/AAAAAAAAA_8/8eIyt0cOcmA/s200/sam_1405.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522722478916753378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kemudian ada keris, wayang, dan berbagai kesenian lainnya. Ada juga alat tandu yang dipakai raja-raja pada masa kejayaannya. Namun sudah rapuh sehingga tidak dapat dinaikin dan tidak boleh dipegang. Terdapat juga kereta jenasah.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Bagian yang menarik adalah ketika memasuki sebuah ruangan yang terdapat dua buah kereta kencana. Saya terdiam di depan benda tersebut sementara pengunjung lainnya banyak berfoto-foto di luar batas pagar&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSnDaw_BpI/AAAAAAAABAE/mtsNRQTbos0/s1600/sam_1434.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSnDaw_BpI/AAAAAAAABAE/mtsNRQTbos0/s200/sam_1434.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522722720229295762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; yang ditandai tali warna merah. Menarik pikir saya melihat keindahan dari kereta kencana ini. Apalagi dua buah roda besar yang dipunyainya. Berfikir, ini kereta siapa dan pasti orang yang benar-benar terhormat yang menaiki ini. Dan saya mempunyai keinginan untuk foto di depannya. Dan ternyata , didengarkan oleh seorang Abdi Dalam yang menjaga kedua kereta ini.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSniv2C-WI/AAAAAAAABAM/fAMQu8YpvWo/s1600/sam_1441.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSniv2C-WI/AAAAAAAABAM/fAMQu8YpvWo/s200/sam_1441.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522723258463615330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Begitu tali merah sebagai pembatas pengunjung dibuka, beliau segera menyembah ke arah kereta kencana tersebut kemudian menuntun saya duduk di dekat roda kereta kemudian disusul empat orang teman saya. Diujung kiri kanan kanan dipasang tali syaler berwarna keemasan dan dipasangkan blankon atau tutup kepala orang jawa. Kemudian setelah menyembah&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSnz-Krd-I/AAAAAAAABAU/q5N0tBY8t90/s1600/sam_1410.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSnz-Krd-I/AAAAAAAABAU/q5N0tBY8t90/s200/sam_1410.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522723554366027746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; dipotonya kami berempat, begitupun ketika posisi berdiri dekat pintu masuk kencana hal yang sama dilakukan sebelum posisi kami dirubah ataupun sebelum dipoto.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Hmm..&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSoAaVULmI/AAAAAAAABAc/3dPPw6zl_SY/s1600/sam_1418.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSoAaVULmI/AAAAAAAABAc/3dPPw6zl_SY/s200/sam_1418.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522723768085261922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; hal ini cukup menakutkan untuk kami berempat sehingga membuat kami mendadak menjadi sangat sopan atau mungkin didalam pikiran kami timbul hal-hal yang menyeramkan sehingga Abdi Dalam tersebut mengatakan untuk tidak takut hehe...&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSoc_gXjgI/AAAAAAAABAs/T2zxEhM2KNE/s1600/sam_1427.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSoc_gXjgI/AAAAAAAABAs/T2zxEhM2KNE/s200/sam_1427.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522724259100069378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Tempat yang tak kalah menariknya adalah Kratonnya. Bagi yang memakai sendal diharapkan untuk melepaskannya sebelum memasuki kawasan Kraton. Karena ada beberapa hal yang sangat dijaga kesopanan berpakaian untuk memasuki kawasan Kraton. Tetapi bagi yang memakai sepatu tidak usah dilepas. Kraton mempunyai halaman yang luas dan alasnya adalah pasir yang sangat lembut dan tidak kasar ditelapak kaki. Namun ada beberapa batasan bagi para pengunjung untuk memasuki Kraton.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSo1ldfwpI/AAAAAAAABA0/5tIyZgXRAUU/s1600/sam_1419.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSo1ldfwpI/AAAAAAAABA0/5tIyZgXRAUU/s200/sam_1419.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522724681605431954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di dalam kawasan kraton ada tiga buah bangunan pendopo yang luas dan sebuah menara yang tinggi berwarna biru dan putih. Jendelanya panjang ada dua buah. Dahulu digunakan untuk mengintai musuh namun ketika saya bertanya kepada salah satu Abdi Dalam Museum menara tersebut juga digunakan untuk bertapa raja. Jika diperhatikan , di ujung menara tersebut lambang yang pakai adalah seekor ular.&lt;/p&gt;Menurut beliau, lambang ular dipakai melambangkan &lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSpuoRoAWI/AAAAAAAABBM/kM3He0dw548/s1600/sam_1466.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSpuoRoAWI/AAAAAAAABBM/kM3He0dw548/s200/sam_1466.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522725661613490530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;keseimbangan antara kraton dan laut kidul serta puncak lawu entahlah apa maksudnya saya kurang paham. Buat saya mengujungi museum dan kraton Surakarta sangat menarik buat saya. Belum lagi di depan bangunan banyak berjejer patung-patung pada zaman romawi kuno seperti yang ada di kuburan be&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSpcU66dXI/AAAAAAAABBE/foUZilQw8xU/s1600/sam_1455.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSpcU66dXI/AAAAAAAABBE/foUZilQw8xU/s200/sam_1455.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522725347180311922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;landa atau gereja kuno, ada alat-alat musik dan sebuah ruangan yang luas  tapi pengunjung tidak diperkenankan untuk naik ke atasnya.&lt;p class="MsoNormal"&gt;Tidak jauh dari Museum dan Kraton , terdapat sebuah pasar batik namanya adalah Pasar Klewer. Tepatnya di depan alun-alun utara. Sperti pasar pada umumnya di Jakarta ramai dan padat. Namun disini terdapat berbagai jenis batik Solo yang ditawarkan. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSqXjHuefI/AAAAAAAABBc/_WzwlDCagpY/s1600/sam_1480.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSqXjHuefI/AAAAAAAABBc/_WzwlDCagpY/s200/sam_1480.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522726364604430834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di depan pasar , terdapat sebuah Masjid besar yang dahulu digunakan Kerajaan Surakarta yakni Masjid Agung Surakarta. Bangunannya unik dari pintu masuknya. Sperti memasuki kota yang ada di Timur Tengah. Tapi begitu sampai di halaman masjid terlihat ornamen khas jawa dan melayunya. Bentuk memanjang dan ruangannya terbuka. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSqI2DgoQI/AAAAAAAABBU/iEyubCGh-bQ/s1600/sam_1473.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSqI2DgoQI/AAAAAAAABBU/iEyubCGh-bQ/s200/sam_1473.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522726111988982018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tiang-tiang berwarna coklat berdiri kokoh pada sudut lantai. Atap-atapnya terbuat dari kayu berwarna hijau dan terdapat baling-baling kipas angin. Lantainya dari marmer sehingga membuat suasana di dalamnya terasa sejuk.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Kota Solo mungkin belum banyak yang saya ketahui , tetapi perjalanan ini telah membawa saya melihat keunikan lain dari kota Solo yang belum pernah saya lihat. Ini adalah pertama dan menyenangkan bagi saya. Mungkin suatu saat saya akan kembali lagi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;SOlO Kota , 17 September 2010&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;veronica setiawati&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-179001120523888910?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wtjfo_x7BI_OsymvGSdr632Gs88/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wtjfo_x7BI_OsymvGSdr632Gs88/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wtjfo_x7BI_OsymvGSdr632Gs88/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wtjfo_x7BI_OsymvGSdr632Gs88/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/MddN5hqUCNk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/179001120523888910/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/09/kraton-solo-dan-keunikannya-di-mataku.html#comment-form" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/179001120523888910?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/179001120523888910?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/MddN5hqUCNk/kraton-solo-dan-keunikannya-di-mataku.html" title="Kraton Solo Dan Keunikannya Di Mataku" /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TKSoQkDBSrI/AAAAAAAABAk/rRZFM7YiJoU/s72-c/sam_1453.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>2</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/09/kraton-solo-dan-keunikannya-di-mataku.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0YHQnw8eCp7ImA9Wx5VGEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-7824311376127499807</id><published>2010-09-22T18:53:00.018+07:00</published><updated>2010-10-12T22:58:53.270+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-12T22:58:53.270+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="solo" /><title>Mudik,Liburan dan Silaturahim</title><content type="html">Merasakan kembali pulang kampung merupakan hal yang menyenangkan. Karena sudah cukup lama saya tidak &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLR8dhYflTI/AAAAAAAABBk/Pmtks5jTk0Y/s1600/SAM_1183.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLR8dhYflTI/AAAAAAAABBk/Pmtks5jTk0Y/s200/SAM_1183.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527179489309594930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;melakukannya. Dan beruntunglah sewaktu liburan Lebaran tahun 2010 , saya menyempatkan diri untuk Mudik &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;atau pulang kampung. Tujuan mudik atau pulang kampung kali ini adalah Solo. Tempat yang asing dan membayangkan seperti apa juga tidak ada di dalam benak saya. Namun , karena sudah mempersiapkan perjalanan ini jauh-jauh hari tetaplah saya berangkat.    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wonogiri&lt;/span&gt; , ternyata itulah nama tempat yang akan didatangi. Perjalanannya cukup jauh sekitar hampir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jam lebih, itupun menggunakan bus umum.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Namun semua kepenatan dan bosan selama perjalanan dapat di bayar dengan keindahan pemandangan sepanjang jalan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Seperti ada sebuah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;laut yang pada awalnya saya kira, ternyata itu adalah sebuah Waduk, tepatnya Waduk Gajah Mungkur .&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Banyak sekali warung-warung makanan yang menjual hasil tangkapannya dari &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLR84SWVR6I/AAAAAAAABBs/gI7kicT5pBQ/s1600/SAM_1189.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLR84SWVR6I/AAAAAAAABBs/gI7kicT5pBQ/s200/SAM_1189.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527179949130467234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;waduk tersebut. Ada yang berupa ikan, udang, kerang dan lainnya. Apalagi aroma ikan yang dibakarpun menusuk hidung saya ketika melewati beberapa rumah makan dan itu sungguh mengguggah selera makan saya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tidak jauh dari waduk , terdapat sebuah jalan yang menuju tempat untuk bermain gantole atau terbang layang. Selain itu, Wonogiri mempunyai sebuah tugu atau monumen ADIPURA, sebuah penghargaan dari pemerintah. Letaknya persis di depan gerbang waduk.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sepanjang perjalanan setelah memasuki gerbang selamat datang di &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLR94x1aB2I/AAAAAAAABB0/aMRdS8CVwlE/s1600/SAM_1190.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLR94x1aB2I/AAAAAAAABB0/aMRdS8CVwlE/s200/SAM_1190.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527181057093928802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Wonogiri , jalan yang dilalui berkelok-kelok , kalau tidak biasa bisa membuat perut mual. Selain waduk , terdapat juga beberapa tebing batu kapur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang sudah dijadikan tempat penambangan. Beberapa bagian tebing sudah terkikis oleh para pekerja yang mengambil batu-batu kapur. Terlihat juga aliran air dalam sebuah pipa-pipa yang panjang ke rumah-rumah. Masih terdapat ladang, pohon-pohon besar dipinggir jalan , bukit-bukit dan aliran sungai. Namun penerangan jalan raya belum ada , jika malam hari melewati sepanjang jalan tersebut agar berhati-hati.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rumah-rumah yang ada di sekitar Wonogiri , beratap dari genting merah dan atapnya berbentuk garis lurus. &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLR_z40z6PI/AAAAAAAABB8/C8XSDwW0s-I/s1600/SAM_1205.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLR_z40z6PI/AAAAAAAABB8/C8XSDwW0s-I/s200/SAM_1205.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527183172094388466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di tengah-tengah atap ada bentuk dua buah menyerupai sirip ikan berujung lancip. Bahkan ada diantaranya dipasang lambang Negara yakni burung Garuda. Tiang-tiang penyangganya pun masih terbuat dari kayu termasuk pada pintu dan jendela. Jika berada di dalam rumah tidak terasa pengap atau gerah. Cahaya Matahari pun sedikit menembus dari atap genting yang belum terpasang plafon. Namun tidak mengalami kebocoran jika hujan. Tetapi untuk kamar mandi berada di luar rumah.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Untuk dapurnya, benar-benar masih tradisional dan sederhana. Tidak memakai gas ataupun &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLSBMb3GhoI/AAAAAAAABCE/GAgjhUuHLzk/s1600/SAM_1201.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLSBMb3GhoI/AAAAAAAABCE/GAgjhUuHLzk/s200/SAM_1201.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527184693327726210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;minyak tanah untuk memasak, melainkan memakai kayu bakar atau serbuk kayu hasil gergaji untuk menyalakan api ditungku. Memang sih asap mengepul di dalam namun cepat hilang diantara celah-celah genting. Tiang-tiang penyangga dari kayu pasang dan sebagian tiangnya digunakan untuk membuat rak tempat penyimpanan alat-alat masak. Tempat rak piring pun masih terbuat dari kayu. Tidak jauh dari rak piring, ada sebuah tempat untuk cuci piring. Terdapat beberapa gentong berisi air untuk membilas piring,gelas atau alat-alat masak lainnya. Dari memasak di tungku dan membilas cucian piring dilakukan secara jongkok atau menggunakan bangku kecil. Pegel deh.. &lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;:D&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Halaman rumah sangat luas terdiri halaman belakang dan depan. Ada kandang sapi. Pohon-pohon bunga ditanam sebagai pagar halaman. Pembatas tanah &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLSBypm54AI/AAAAAAAABCM/AglCB4M4GTo/s1600/SAM_1303.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLSBypm54AI/AAAAAAAABCM/AglCB4M4GTo/s200/SAM_1303.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527185349852913666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;menggunakan batu. Namun tetangga satu dengan yang lainnya saling mengenal dan akrab seperti saudara, bahkan yang tinggalnya sangat berjauhan dari rumahpun saling kenal. Saya senang suasana seperti itu dan juga suasana ketika malam yang sangat sepi. Hiburannya mungkin hanya televisi, jika yang mempunyai motor bisa keluar untuk keperluan.Karena kendaraan yang umum dirumah adalah motor supaya praktis ke mana-mana dan cepat. Untuk listrik sudah ada hanya saja kalau di jalan depan rumah atau menuju jalan raya masih kurang lampu penerangan jalan , satu hal lagi nyamuknya masih banyak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;:D&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalau udaranya tidak dingin seperti kalau naik gunung, kecuali hujan waktu malamnya. &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLSC5bu10OI/AAAAAAAABCU/QCyMb-2zulQ/s1600/SAM_1292.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLSC5bu10OI/AAAAAAAABCU/QCyMb-2zulQ/s200/SAM_1292.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5527186565898817762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tidak jauh, dibelakang rumah ada sebuah aliran sungai yang berasal dari Waduk Gajah Mungkur. Disekitar aliran sungai, ditumbuhi tanaman kacang-kacangan ataupun daun bawang. Sungainya pun dimanfaatkan penduduk sekitar untuk mencari ikan.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Masih banyak hal yang belum diceritakan dari tempat ini. Namun , dari pengalaman pertama menginjakan kaki dan mempunyai keluarga baru semuanya membuat hati ingin kembali lagi dan menceritakannya kembali. semoga&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Wonogiri, 15 September 2010&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Veronica Setiawati&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-7824311376127499807?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CTN866ISHh4gPzPQiDaRH2FelzA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CTN866ISHh4gPzPQiDaRH2FelzA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CTN866ISHh4gPzPQiDaRH2FelzA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/CTN866ISHh4gPzPQiDaRH2FelzA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/aAEOSCBbqkw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/7824311376127499807/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/09/mudikliburan-dan-silaturahim.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/7824311376127499807?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/7824311376127499807?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/aAEOSCBbqkw/mudikliburan-dan-silaturahim.html" title="Mudik,Liburan dan Silaturahim" /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TLR8dhYflTI/AAAAAAAABBk/Pmtks5jTk0Y/s72-c/SAM_1183.JPG" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/09/mudikliburan-dan-silaturahim.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkADQnk8eSp7ImA9Wx5REEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-245391110774943168</id><published>2010-08-17T19:34:00.011+07:00</published><updated>2010-08-17T20:12:53.771+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-17T20:12:53.771+07:00</app:edited><title>Sanghyang Resort Dalam Keakraban Kami</title><content type="html">Sudah lama lingkungan kami tidak mengadakan acara keakraban. Setelah sekian lama &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TGqGWGtu0aI/AAAAAAAAA8g/9D-cIdCyPzE/s1600/sam_1159.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TGqGWGtu0aI/AAAAAAAAA8g/9D-cIdCyPzE/s200/sam_1159.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506361208731521442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;dirapatkan akhirnya diadakanlah acara rekreasi dan keakraban khusus keluarga yang ada dilingkungan kami. Acara tersebut diadakan di Sanghyang Resort di pantai Anyer Serang Banten.&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TGqGrly4BvI/AAAAAAAAA8o/viuZtnvg2Q8/s1600/sam_1160.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TGqGrly4BvI/AAAAAAAAA8o/viuZtnvg2Q8/s200/sam_1160.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506361577851848434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sekitar pukul 12.30wib kami tiba di lokasi. Pintu gerbang resort dibentuk dengan ukiran pintu gerbang sebuah pura umat Hindu di Bali. Beberapa meter dari pintu gerbang, ada lapangan tennis , kolam renang , front office dan juga sejuknya tempat ini karena rimbunnya pohon-pohon yang tinggi menutupi teriknya matahari. Di kejauhan sudah dapat dilihat hamparan laut yang disiap dijenguk.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TGqHRu8ITOI/AAAAAAAAA8w/Lo2mrDBDJbQ/s1600/sam_1030.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TGqHRu8ITOI/AAAAAAAAA8w/Lo2mrDBDJbQ/s200/sam_1030.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506362233141611746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Selain itu di kiri dan kanannya berjejer cottage yang siap dihuni oleh mereka yang menginap di Sahnyang Resort. Tiap kawasan cottage ada penamaannya sendiri , seperti Anyer, Baduy atau Villa Banten. Tentunya harganya berbeda-beda. Soal harga dapat ditanyakan kepada staf yang ada di Front Office. Kami di di kawasan Baduy dan menghadap ke pantai.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TGqH35xdA8I/AAAAAAAAA84/PzjUR_Y95MY/s1600/sam_1006.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TGqH35xdA8I/AAAAAAAAA84/PzjUR_Y95MY/s200/sam_1006.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506362888884650946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Cottagenya terdiri dari dua rumah dalam satu atap. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dua kamar dengan tiga tempat tidur. Masing-masing kamar ber AC. Ada lemari pakaian dan gantungan baju, serta meja hias. Kamar mandi satu lengkap dengan air panas dan dingin, sabun, dan perlengkapan mandi. Selain itu ruang tamu dan ruang makan hanya terpisahkan lemari ruang tamu yang kecil dan televisi. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dapur, kulkas, dan kompor gas.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Namun kalau malam hari lebih baik membawa lotion anti nyamuk.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TGqIjc2aZII/AAAAAAAAA9I/mq8aojcC5UU/s1600/sam_1017.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TGqIjc2aZII/AAAAAAAAA9I/mq8aojcC5UU/s200/sam_1017.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506363637035066498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sanghyang resort juga menyediakan sewa sepeda, ATM BCA dan toko souvernir. Kami pun memanfaatkan fasilitas yang diberikan yakni kolam renang. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dua buah kolam renang, yang pertama untuk anak-anak dengan dua ekor patung lumba-lumba yang mengeluarkan air dari mulut mereka dan yang kedua untuk umum. Kedalamannya ada yang mencapai tiga meter. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TGqIv9IwofI/AAAAAAAAA9Q/2KgmB0NayHk/s1600/sam_1063.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TGqIv9IwofI/AAAAAAAAA9Q/2KgmB0NayHk/s200/sam_1063.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506363851860386290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebaiknya menanyakan terlebih dahulu kedalaman kolam renang kepada petugasnya untuk menghindari hal-hal yang membahayakan diri sendiri. Warna kolam renangnya sendiri adalah biru. Sangat sejuk dan terlihat bagus jika dilihat dari atas kolam. Tidak jauh dari kolam renang ada tempat bermain anak-anak playgroup.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika berjalan kearah sebelah barat , maka akan menemukan sebuah tempat istirahat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menghadap ke laut. Tidak jauh di depannya adalah sebuah dermaga. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; beberapa kapal yang diparkir di dermaga ini. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; jet ski dan banana boat. Semua fasilitas ini dapat digunakan pengujung dan dapat memberitahukannya kepada pihak manajemen resort selain itu juga harus memperhatikan keadaan cuaca serta safetynya jika hendak memakai fasilitas tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TGqIK_NNkVI/AAAAAAAAA9A/W_I6FS23hKc/s1600/sam_1043.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TGqIK_NNkVI/AAAAAAAAA9A/W_I6FS23hKc/s200/sam_1043.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506363216760770898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TGqIK_NNkVI/AAAAAAAAA9A/W_I6FS23hKc/s1600/sam_1043.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Moment yang paling mengesankan ketika dipantai adalah menikmati senja. Menyaksikan matahari yang pulang keperaduannya seakan menghipnotis suasana sebelum akhirnya malam datang. Suara deburan ombak yang memecah pinggir pantai juga irama yang tidak kalah menariknya. Luasnya laut di depan mata serta menatap beberapa perahu yang akan merapat. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TGqJdQUEieI/AAAAAAAAA9Y/2liAmyc-PrE/s1600/sam_1111.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TGqJdQUEieI/AAAAAAAAA9Y/2liAmyc-PrE/s200/sam_1111.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506364630102215138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Dipinggir pantai , diantara batu-batuan terdapat beberapa ranjungan yang memunculkan diri ketika ombak yang semakin tinggi menerpa batuan tempat mereka bersembunyi.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ketika malam, acara keakraban itu dimulai. Dimulai dengan sambutan, doa bersama, games dan quiz , kemudian nyanyi bersama dalam heningnya malam. Diantara orangtua yang masih bersemangat dengan ulah mereka rasanya malam keakraban itu tidak menjadi hening melainkan ramai. Ketika mereka berebutan menyanyi &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TGqJtBP1cQI/AAAAAAAAA9g/MH3Bj-AzfiU/s1600/sam_1118.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TGqJtBP1cQI/AAAAAAAAA9g/MH3Bj-AzfiU/s200/sam_1118.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506364900935823618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;kemudian membawakan lagu dengan suara yang all out membuat saya tersenyum. Benar kata seorang teman yang pernah membawa rombongan opa oma dalam sebuah ziarah. Kalau trip bersama mereka penuh semangat dan mereka , para opa oma selalu penuh inisiatif untuk memulai sesuatu dan bersemangat melebihi orang muda. Dan sayapun merasakan itu.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TGqKQc-326I/AAAAAAAAA9o/A2AMQrAFrho/s1600/sam_1149.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TGqKQc-326I/AAAAAAAAA9o/A2AMQrAFrho/s200/sam_1149.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506365509676293026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Banyak kesan dan pesan yang mereka berikan ketika akan pulang kembali ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Selain para orangtua ini butuh liburan mereka juga senang bisa dilibatkan dalam acara keakraban ini. Semoga tahun depan dapat diadakan kembali dengan perencanaan yang lebih matang tentunya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Pantai Anyer , 14 – 15 Agustus 2010&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Veronica Setiawati&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;mail to : g1g1kel1nc1@yahoo.com.au&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Thanks to : para keluarga lingk. St, Anna Maria&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;place : Sanghyang Indah Spa Resort&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jl. Raya Sirih KM 128 Anyer Serang Propinsi Banten&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Phone : 0254 600 888 website : wwwsanghyang.com&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Email : &lt;a href="mailto:marketing@sanghyang.com"&gt;marketing@sanghyang.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Sales Office&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jl. Majapahit No. 26 MN Komplek Golden Centrum ph. 021 385 7888&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-245391110774943168?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BEgCp3eOhrBUNMNzqsLzlH1Nc0U/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BEgCp3eOhrBUNMNzqsLzlH1Nc0U/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BEgCp3eOhrBUNMNzqsLzlH1Nc0U/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BEgCp3eOhrBUNMNzqsLzlH1Nc0U/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/_zioJbMzd4s" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/245391110774943168/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/08/sanghyang-resort-dalam-keakraban-kami.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/245391110774943168?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/245391110774943168?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/_zioJbMzd4s/sanghyang-resort-dalam-keakraban-kami.html" title="Sanghyang Resort Dalam Keakraban Kami" /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TGqGWGtu0aI/AAAAAAAAA8g/9D-cIdCyPzE/s72-c/sam_1159.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/08/sanghyang-resort-dalam-keakraban-kami.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0UCQHY-cCp7ImA9Wx5SEko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-1696048268494576087</id><published>2010-08-08T20:13:00.019+07:00</published><updated>2010-08-08T20:47:41.858+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-08-08T20:47:41.858+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="skbm" /><title>Fun Caving di Buniayu  - sukabumi</title><content type="html">Jika Anda sedang berlibur ke Sukabumi dan senang berpetualangan cobalah susur goa buniayu yang eksotis dan menakjubkan berada di dalam perut &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6u2udDNqI/AAAAAAAAA6w/Pi_8xKuwvco/s1600/sam_0906.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6u2udDNqI/AAAAAAAAA6w/Pi_8xKuwvco/s200/sam_0906.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503028049899370146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;bumi. Berikut petualangan seru saya  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Caving atau susur goa ini untuk keduakalinya saya lakukan dan menyenangkan buat saya karena dapat merasakan sensasi yang berbeda ketika berada di dalam perut bumi yang gelap dan pengap. Lokasi awal dimulainya petualangan susur goa ini , saya berjalan kaki menyusuri hutan. Tentunya saya tidak sendiri selain bersama teman-teman juga ditemani guide lokal yang paham benar tentang susur goa yang akan lalui. Menurut guidenya wisata goa buniayu sudah dibuka sejak tahun 1993 dengan menggunakan orang lokal &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6vXBHfy2I/AAAAAAAAA7A/8KnCIMWEGac/s1600/sam_0932.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6vXBHfy2I/AAAAAAAAA7A/8KnCIMWEGac/s200/sam_0932.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503028604665056098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;yang paham akan jalur-jalur yang dilalui sebagai guidenya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Perlengkapan yang dipakai saya untuk susur goa antara lain adalah pakaian terusan atau wearpak , bentukny seperti baju bengkel dengan kantong kecilnya didepan.Fungsinya menlindungi badan dari lumpur dan air ketika berada didalam. Hanya saja bagian celana belakangnya agak robek dan ukurannya rata-rata adalah M. Jadi agak susah bagi yang mempunyai badan ukuran besar seperti saya. Menurut seorang guide ada peserta yang tidak dapat memakai seragam tersebut ketika susur goa. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Perlengkapan lainnya adalah Helmet yang fungsinya melindungi kepala dari stalagtit yang tajam ketika melangkah di dalam goa. Sebenarnya di helmet ini ada alat penerangnya atau disebut &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6v0YhpjEI/AAAAAAAAA7I/-UD0qO2y5z4/s1600/sam_0919.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6v0YhpjEI/AAAAAAAAA7I/-UD0qO2y5z4/s200/sam_0919.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503029109164969026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;headlamp. Tetapi kebanyakan helmet yang ada headlampnya tidak berfungsi sehingga diganti dengan senter atau headlamp peserta sendiri. Karena di dalam goa sangat gelap sehingga senter mempermudah langkah-langkah yang akan dilalui. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; juga sih penerang dari bahan bakar karbit yang dibawa oleh guidenya tetapi mungkin tidak akan cukup bagi peserta yang ikut apalagi dalam jumlah yang besar. Terakhir perlengkapannya adalah sepatu boot. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Sa&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6wPUoeNmI/AAAAAAAAA7Q/d5NBkatbg8Y/s1600/sam_0943.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6wPUoeNmI/AAAAAAAAA7Q/d5NBkatbg8Y/s200/sam_0943.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503029571976312418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;mpai di pintu masuk goa buniayu, ternyata harus turun lagi ke bawah karena memang letaknya sangat terpencil. Mulut goanya tidak besar, untuk masuk ke dalamnya badan saya diikatkan tali dan diturunkan ke dalam dengan tali tambang. Sampai di dasar goa jaraknya sekitar 25 – 30 meter dalamnya. Rasanya menegangkan takut jatuh apalagi harus berpegangan pada tali yang dikendalikan oleh seorang guide. Disarankan ketika diturunkan tidak melihat ke bawah karena takut pusing kepalanya. Namun begitu tali &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6wsKMcRbI/AAAAAAAAA7Y/2L7D9A7Hgpo/s1600/sam_0946.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6wsKMcRbI/AAAAAAAAA7Y/2L7D9A7Hgpo/s200/sam_0946.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503030067390596530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;telah melewati mulut goa akan terlihat dinding goa yang luas yang sangat indah sehingga walaupun bergelantungan tidak akan merasa takut oleh sebab pemandangan goa yang menakjubkan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Dibawah sudah ada guide yang lain melepaskan ikatan tali serta memandu menyusuri goa buniayu selama kurang lebih 3 – 4 jam. Melewati beberapa ruas jalan penuh lumpur yang tebal-tebal dan aliran air. Batu-batuan besar yang harus dilewati bahkan sangat sempit untuk dilalui. Tak jarang saya harus duduk untuk membantu langkah saya sendiri. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6xLU0khGI/AAAAAAAAA7g/3QJCx5WG3d8/s1600/sam_0957.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6xLU0khGI/AAAAAAAAA7g/3QJCx5WG3d8/s200/sam_0957.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503030602819208290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mau tak mau seragam yang saya pakai kotor dengan lumpur bahkan tangan saya. Ketika akan melewati aliran sungai , kaki saya meraba ketinggian dan dengan senter yang saya bawa untuk melihat disekelilingnya. Karena bisa saja terantuk batu. Lumayan melelahkan dan pengap sampai bercucuran keringet. Apalagi bau karbit sangat menyengat, tetapi kalau tidak ada karbit guide nya tidak dapat melihat jalan yang akan dilalui.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Semakin dalam perjalanan semakin menyenangkan seperti masuk ke dalam perut ular. Warna-warna batuan stalagtit sangat menarik walaupun dipenuhi lumpur. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; juga beberapa tempat yang mendebarkan hati saya karena harus melompat dan dibawahnya adalah celah yang dalam. Kemudian melewati jalan yang sempit, berlumpur dan bersandaran pada batuan tebingnya. Saya mulai timbul rasa takut tapi untunglah Pak Kamal , nama guidenya mengarahkan kaki saya yang spertinya sudah hampir kaku karena ketakutan.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6xxneG2XI/AAAAAAAAA7o/N_SvLCPIb08/s1600/sam_0964.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6xxneG2XI/AAAAAAAAA7o/N_SvLCPIb08/s200/sam_0964.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503031260660291954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Langkah saya selanjutnya mulai gontai dan lapar. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sebuah rest area , begitu kalau saya mengistilahkan sebuah tempat yang cukup luas dan datar untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan yang lebih menegangkan lagi. Di rest area ini dapat berfoto tetapi disarankan untuk membawa plastick atau drybag yang anti air untuk setiap perlengkapan yang mudah rusak jika terkena air. Jika tidak terlalu penting untuk dokumentasi lebih baik ditinggal dibasecamp karena takutnya akan jatuh ke air atau lumpur ketika menyusuri goa. Maksud hati ingin mengabadikan sebauh moment gara-gara cameranya jatuh jadi menggangu suasana hati. Karena menurut saya ketika berada di dalam goa jika tidak tenang dan menjaga kondisi p&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6x_955D_I/AAAAAAAAA7w/YCSaHeU2MxM/s1600/sam_0966.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6x_955D_I/AAAAAAAAA7w/YCSaHeU2MxM/s200/sam_0966.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503031507200577522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;erasaan akan melelahkan diri sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Setelah rest area perjalanan susur goa buniayu bukannya semakin santai tetapi semakin berat saja. Rasanya ingin segera menuntaskan perjalanan ini dan kembali ke atas. Keringat mulai membanjiri tubuh saya karena ternyata harus menyebrang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan kali ini kedua tangan harus berpegangan dengan seutas tali yang sudah direkatkan pada dinding goa. Cara menyebaranginya pun punggung badan harus bersenderan pada batu dibelakangnya dan kaki kiri dan kanan mencari pijakan yang kuat untuk melangkah. Kedua tangan tidak boleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melepaskan tali karena kedalaman tempat yang akan disebrangi sekitar 5 meter. Salut saya dengan pak Kamal yang merentangkan kakinya untuk membantu saya menyebrang padahal saya sudah sangat ketakutan. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6yVsg84CI/AAAAAAAAA74/m46c5-b-Fvc/s1600/sam_0968.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6yVsg84CI/AAAAAAAAA74/m46c5-b-Fvc/s200/sam_0968.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503031880489689122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Setelah bagian yang menegangkan , selanjutnya melewati sungai kecil yang cukup deras tingginya sepaha saya. Pelan-pelan saya melangkah. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; rasa menyesal dan kapok ikut caving ini tetapi apa ada saya sudah jauh melangkah dan tidak mungkin kembali. Kesabaranlah yang menuntun saya melalui sungai kecil dan masuk ke lokasi selanjutnya yang penuh dengan lumpur. Dan pantas saja kalau pak Kamal menyarankan setelah dari rest area agar camera diselamatkan atau disimpan karena jalur yang dilalui tidak ada celah untuk memotret. Bener banget ..&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selama susur goa ikuti deh saran dari guidenya kalau mau aman dan selamat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Benar-benar melelahkan ketika kaki melewati lumpur-lumpur yang mungkin tidak pernah mengering itu. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6yrgrlwxI/AAAAAAAAA8A/a42XTH-WnV8/s1600/sam_0959.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6yrgrlwxI/AAAAAAAAA8A/a42XTH-WnV8/s200/sam_0959.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503032255270208274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tebal seperti semen dan bisa membuat sepatu boot terlepas ketika kaki akan melangkah. Belum lagi di atas kepala kami stalagtitnya sangat rendah, setengah menunduk jalannya. Sepatu boot yang sudah licin dan penuh air ketika di tempat tersebut menjadi penuh lumpur. Bunyi – bunyian seperti ngulek cabai terdengar jelas begitu kaki bersentuhan dengan lumpur. Benar-benar sensasi yang luar biasa menguras tenaga. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Masih belum selesai perjuangannya lepas dari lumpur, selanjutnya adalah naik tebing untuk sampai ke atas. Untunglah ada tangga besi kecil yang digunakan untuk sampai ke atas. Pelan-pelan dengan berpijak pada anak tangga yang terbuat dari besi tersebut dan bersender&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6zAFA0GcI/AAAAAAAAA8I/_YHsXKV_48E/s1600/sam_0976.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6zAFA0GcI/AAAAAAAAA8I/_YHsXKV_48E/s200/sam_0976.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503032608620288450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; pada dinding tebing akhirnya sampai juga di atas. Lemes , ngantuk , lelah dan lapar mulai menyerang saya. Tetapi perjalanan belum selesai masih harus melewati lumpur dengan batuan stalagtit yang rendah. Sehingga jika ingin menyebranginya harus menunduk atau sambil duduk. Sangat licin karena lumpur yang sudah melekat di baju dan tangan, tetapi untunglah akhirnya bisa juga dilalui dengan mendorong badan dengan bertumpu pada kaki kanan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Setelah perjuangan melewati semua itu terakhir adalah melewati tangga untuk sampai akhir susur goa. Menyenangkan sekali begitu melihat cahaya matahari akhirnya perjalanan susur goa sudah selesai. Saya langsung tergeletak di ladang milik penduduk setempat. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6zqORD8gI/AAAAAAAAA8Q/MXYeudYZPBA/s1600/sam_0978.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6zqORD8gI/AAAAAAAAA8Q/MXYeudYZPBA/s200/sam_0978.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503033332658860546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tidak menyangka akhirnya selesai juga perjalanannya. Setelah minum sedikit , perjalanan dilanjutkan ke kawasan air terjun. Disana membereskan diri karena baju wearpak yang dipakai sudah penuh dengan lumpur. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;Agak jauh untuk sampai ke air terjun tetapi semua letih akan terbayar begitu badan terkena derasnya air yang mengalir.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kemudian mencuci baju juga sepatu boot yang sudah penuh dengan lumpur setelah itu kembali ke basecamp untuk mengembalikan semua perlengkapannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; rasa puas dan bersyukur setelah selesai caving / susur goa buniayu.Apalagi ke goa buniayu pertama kalinya saya ke tempat ini. Memang terasa berat perjuangannya ketika berada di dalam goa. Buat saya setelah ikuti caving ini adalah sebuah petualangan yang agak menyerempet nyawa , mungkin lebih baik &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6z_GCXDRI/AAAAAAAAA8Y/B9kfc4k98Hw/s1600/sam_0984.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6z_GCXDRI/AAAAAAAAA8Y/B9kfc4k98Hw/s200/sam_0984.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5503033691226967314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;memperhatikan keamanan perlengkapan dan bukan tempatnya untuk ajang main-main. Terpenting juga ikuti petunjuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;guidenya karena mereka yang lebih kenal medannya seperti apa. Memang menyenangkan karena mencoba hal yang baru dan menantang tetapi keselamatan diri sendiri lebih penting.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-weight: bold;"&gt;note :&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-weight: bold;"&gt;*ongkos kl.deres - sukabumi : Rp 20.000&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-weight: bold;"&gt;*patungan sewa mobil ke buniayu @Rp 17.000 x 9&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-weight: bold;"&gt;*Htm goa : Rp 80.000/orang termasuk perlengkapan + guide&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-weight: bold;"&gt;*alternatif mobil ke bogor @Rp 13.000&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-weight: bold;"&gt;*bogor - kl deres : Rp 10.000,-&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;buniayu, sukabumi, 01 Agustus 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;rek BCA 647 0100 085&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;veronica setiawati&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-1696048268494576087?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/UXDtQ2SAwHRi9kMLZg7hTN0SHl0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/UXDtQ2SAwHRi9kMLZg7hTN0SHl0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/UXDtQ2SAwHRi9kMLZg7hTN0SHl0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/UXDtQ2SAwHRi9kMLZg7hTN0SHl0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/kzjTRCitlpo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/1696048268494576087/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/08/fun-caving-di-buniayu-sukabumi.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/1696048268494576087?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/1696048268494576087?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/kzjTRCitlpo/fun-caving-di-buniayu-sukabumi.html" title="Fun Caving di Buniayu  - sukabumi" /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TF6u2udDNqI/AAAAAAAAA6w/Pi_8xKuwvco/s72-c/sam_0906.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/08/fun-caving-di-buniayu-sukabumi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEQHR34_fip7ImA9WxFbFkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4148634655755103530.post-9118071901760383273</id><published>2010-07-09T19:59:00.011+07:00</published><updated>2010-07-09T20:32:16.046+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-07-09T20:32:16.046+07:00</app:edited><title>Indahnya matahari pagi di Pangandaran</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TDchwTYwhrI/AAAAAAAAA5w/bpF-JCRyTo0/s1600/sam_0612.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TDchwTYwhrI/AAAAAAAAA5w/bpF-JCRyTo0/s200/sam_0612.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491895384323163826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya belum pernah menyaksikan keindahan matahari pagi dari pantai. Tetapi di pantai timur Pangandaran saya dapat melihat keajaiban matahari pagi muncul dari balik air laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pukul 6 pagi saat mata masih ngantuk dan badan masih ingin menyatu dengan selimut yang tebal, tetapi karena keinginan yang besar melihat sunrise membuat saya&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TDciVOyU8LI/AAAAAAAAA54/LO-y9-X183k/s1600/sam_0617.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TDciVOyU8LI/AAAAAAAAA54/LO-y9-X183k/s200/sam_0617.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491896018743390386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; segera bangun. Padahal semalam hujan , saya agak tidak yakin kalau akan mendapat matahari pagi. Tetapi begitu melihat cahaya terang dari balik jendela kamar hotel terlihat tanda pagi yang cerah, segera saya melarikan diri dari kamar.&lt;/p&gt;Letak pantai timurnya tidak begitu jauh. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; akses sebuah jalan di sebelah hotel Pantai Jaya, tempat saya dan teman-teman ziarek menginap. Saya mengetahuinya juga ketika tiba malam hari di Pangandaran, saya dan teman-teman beramai-ramai  &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TDckS0_Ru7I/AAAAAAAAA6o/UDJyhEb5pr4/s1600/sam_0663.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TDckS0_Ru7I/AAAAAAAAA6o/UDJyhEb5pr4/s200/sam_0663.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491898176481901490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;melewati jalan ini menuju tempat makan seafood berjejer di pinggir pantai untuk makan malam.   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Saat pagi itu , saya berjalan kaki sampai dipinggiran batu-batuan pantai Pangandaran. Ternyata tepi pantai sudah ramai, namun terlihat genangan air bekas hujan semalam. Langit memang terlihat mendung. Angin terasa sangat sejuk dan deburan ombak terdengar sangat kencang. Saya memandang laut didepan saya tanpa batas dan halangan. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TDcixPztCXI/AAAAAAAAA6I/oOmMtbMw96k/s1600/sam_0655.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TDcixPztCXI/AAAAAAAAA6I/oOmMtbMw96k/s200/sam_0655.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491896500053936498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di kejauhan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sebuah perahu nelayan bergerak perlahan menuju tengah lautan . Dibelakangnya tampak juga sebuah gunung berasap nun jauh disana.&lt;/p&gt;Saya masih berharap melihat matahari terbit. Langit disebelah timur juga belum masih belum menampakan sinar matahari karena tertutup awan kelabu dan sebagian warnanya kebiruan. Sedangkan sudah banyak orang berjejer dipinggiran pantai menunggu matahari pagi atau sekedar menikmati pagi hari di pantai yang pernah terjadi tsunami ini. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TDcjDMOyvoI/AAAAAAAAA6Q/ugQJ8QOyUQs/s1600/sam_0647.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TDcjDMOyvoI/AAAAAAAAA6Q/ugQJ8QOyUQs/s200/sam_0647.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491896808331460226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tetapi penantian saya dan mereka semua tidak sia-sia, sedikit demi sedikit cahaya emas itu mulai menampakan diri dari balik bukit didekat laut itu. Cantik sekali..  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mendung yang menyelimuti pagi perlahan sirna seiring cahaya matahati pagi meninggi. Entahlah saat melihat matahari terbit hati saya melonjak kegirangan. Mungkin karena indahnya atau karena memang sedang terpesona. Terselip ucapan syukur dihati saya karena masih dapat melihat &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TDcjvEX-OlI/AAAAAAAAA6g/eKKLqzITRGA/s1600/sam_0664.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TDcjvEX-OlI/AAAAAAAAA6g/eKKLqzITRGA/s200/sam_0664.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491897562136722002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;matahari terbit dengan sempurna seperti ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah selesai menyaksikan pesona matahari terbit di pantai Pangandaran saya kembali ke penginapan. Di warung-warung , tempat semalam kami makam malam, sudah mulai bebenah. Pantai timur Pangandaran memang untuk nelayan yang mencari hasil laut. Bau – bauan dari hasil laut pun terasa kuat. Saya bergegas untuk kembali untuk mempersiapkan perlengkapan menuju tujuan berikutnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pantai Pangandaran, 30 May 2010&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Veronica Setiawati&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Ini adalah dokumentasi pribadi. 
Tolong cantumkan sumbernya http://g1g1kel1nc1.blogspot.com&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4148634655755103530-9118071901760383273?l=g1g1kel1nc1.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/g54GWA4rNmCeBgQUUbE-aUjRUlE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/g54GWA4rNmCeBgQUUbE-aUjRUlE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/g54GWA4rNmCeBgQUUbE-aUjRUlE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/g54GWA4rNmCeBgQUUbE-aUjRUlE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~4/StKzzf6yKx8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/feeds/9118071901760383273/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/07/saya-belum-pernah-menyaksikan-keindahan.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/9118071901760383273?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4148634655755103530/posts/default/9118071901760383273?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/JalanKemanaAjaSihh/~3/StKzzf6yKx8/saya-belum-pernah-menyaksikan-keindahan.html" title="Indahnya matahari pagi di Pangandaran" /><author><name>veronica s</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="24" height="32" src="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TAnOBvaFOoI/AAAAAAAAAwg/NhMSw2u-AEw/S220/29234_1316110140621_1166750697_30755065_860663_n.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_UCsh6HUMILI/TDchwTYwhrI/AAAAAAAAA5w/bpF-JCRyTo0/s72-c/sam_0612.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://g1g1kel1nc1.blogspot.com/2010/07/saya-belum-pernah-menyaksikan-keindahan.html</feedburner:origLink></entry></feed>

