<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Jamboe</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/</link><description></description><language>en</language><managingEditor>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</managingEditor><lastBuildDate>Tue, 10 Nov 2009 06:55:10 PST</lastBuildDate><generator>Blogger</generator><atom:id xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475</atom:id><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">101</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><itunes:owner><itunes:email>aliamsy@gmail.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle></itunes:subtitle><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/JamboeMunawardiIsmail" type="application/rss+xml" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item><title>Rendra, Guru Kami...</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2009/09/rendra-guru-kami.html</link><category>sastra</category><category>feature</category><category>Sosok</category><category>budaya</category><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Thu, 17 Sep 2009 22:42:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-5828046911665310957</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-09-19T13:43:11.254+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">PERINGATAN 40 hari mangkat sastrawan besar Indonesia WS Rendra diperingati kalangan seniman Aceh. Kendati sederhana, tahlil dan samadiyah mengalun syahdu yang dibalut dalam suasana bulan puasa. "Aceh daerah yang ketiga memperingati 40 hari wafat Rendra," kata Mustika Permana. Dia adalah jebolan Bengkel Theater yang dipimpin 'Si Burung Merak', begitulah julukan penyair lintas generasi, WS Rendra. </atom:summary><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hikayat Meugang</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2009/09/hikayat-meugang.html</link><category>feature</category><category>budaya</category><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Tue, 08 Sep 2009 22:41:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-1035988996002200365</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-09-19T13:48:08.031+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">Dalam setahun ada tiga kali uroe meugang dalam masyarakat Aceh. Tradisi ini menghapus rentang sosial antara si kaya dan si miskin. Semuanya berkumpul dalam bejana kekeluargaan.                                    *  *  * PAGI itu matahari belum terik. Embun pun masih menggantung di ujung daun. Tapi Bahar, sejak fajar merekah sudah keluar rumah. Pada pagi Kamis 19 Agustus 2009 itu, warga Desa Gla </atom:summary><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Geunta Raya Untuk Warga Dunia</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2009/08/geunta-raya-untuk-warga-dunia.html</link><category>sastra</category><category>feature</category><category>budaya</category><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Tue, 04 Aug 2009 22:27:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-7828646522028315935</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-09-19T13:45:34.711+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">RASANYA tak salah jika Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menyebutkan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) V ini berbeda. Kecuali dari unsur teknis dan nuansa yang membalutnya, tetapi ada aura lain yang mengamini komentar orang nomor satu di tanah rencong. Mau tahu?Kemeriahan PKA V akan terasa ketika pertunjukan tarian massal tampil hari ini, 5 Agustus. Saat itulah di hadapan Kepala Negara tarian massal yang </atom:summary><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>‘Mugee’ Proyek</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2009/05/mugee-proyek.html</link><category>opini</category><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Mon, 25 May 2009 22:37:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-9179890782116370252</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-09-19T13:38:31.785+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">ADA kabar bagus yang berhembus dari Komite Pariwisata Kadin Aceh (baca: Serambi Indonesia, Senin (4/5). Semoga saja kabar itu, bukan semacam ’bayang’ yang berkelebat. Tapi hendaknya benar-benar menjadi ’rahmat’ bagi kemajuan pariwisata kita. Jujur saja, membaca berita itu, saya seperti terbangun dari mimpi yang berbuah kabar manis, meski belum tentu semanis manggis. Tapi paling tidak, itu menjadi</atom:summary><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Gampong Global</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2009/04/gampong-global.html</link><category>opini</category><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Wed, 22 Apr 2009 22:33:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-8583738616936557396</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-09-19T13:36:15.986+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">MENYUSURI Kota Banda Aceh akhir-akhir ini, kita bagai sedang menikmati secangkir sanger di pojok Ulee Kareng. Lamban tapi pasti, pembenahan kota mulai terasa. ‘Kota Tsunami’ yang dulu meuleuhob (berlumpur), kini sedikit teratur. Terutama di beberapa ruas. Makanya, tak mengherankan jika usai dihayak gelombang maut empat tahun silam, kini sudah terlihat ‘jernih’, meski ada kekumuhan yang tak </atom:summary><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Aceh Memilih Siapa..?</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2009/04/aceh-memilih-siapa.html</link><category>Politik</category><category>feature</category><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Wed, 08 Apr 2009 05:26:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-8601239615598662681</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-04-12T20:28:21.745+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">KETIKA tahapan kampanye kelar, tinggal rakyat yang menyisakan bimbang. Bagaimana tidak, mereka harus bisa menentukan pilihan di antara kepungan partai. Khusus bagi Aceh, persoalan pilihan ini makin sulit, pilih partai nasional atau mencontreng partai lokal? Ternyata ragu itu ikut menyatu dengan Rahmad. Dia bersandar dengan gundah di dalam bus yang membawa tubuhnya. Pagi itu, pria hitam manis ini </atom:summary><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Yang Bertanding Membela Perempuan</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2009/04/yang-bertanding-membela-perempuan.html</link><category>feature</category><category>perempuan</category><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Sun, 05 Apr 2009 05:17:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-4656797609549513938</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-04-12T20:26:30.707+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">RAIHAN DIANI terkenal jago orasi. Saat demontrasi semangatnya berapi-api. Suaranya lantang. Diani mantan aktivis mahasiswa. Setelah lama turun ke jalan, ia kini berangan-angan bisa berorasi di parlemen. Jalur yang ditempuh: bertanding dalam pemilu 9 April ini. Namanya sudah terdaftar sebagai calon legislator perempuan di DPR Aceh yang dimajukan oleh Partai Rakyat Aceh (PRA). Partai lokal itu </atom:summary><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Damai Tak Singgah di Partai</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2009/03/damai-tak-singgah-di-partai.html</link><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Wed, 18 Mar 2009 10:20:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-9135102255940530399</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-03-20T01:21:01.780+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">MASJID Raya Baiturrahman, kembali menjadi saksi bisu cerita duniawi, terutama politik. Bukan kali ini saja, masjid kebanggaan rakyat Aceh ini menjadi lokasi banyak acara serimoni. Khusus dalam ranah politik, yang menarik adalah saat Pilkada 'berjamaah' 2006 lalu. Kemudian Pemilu 2009 kali ini juga terulang lagi.Pada Pilkada lalu, delapan pasangan kandidat gubernur/wakil juga menandatangani </atom:summary><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Resah Jatuh di Syiah Kuala</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2009/03/resah-jatuh-di-syiah-kuala.html</link><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Sun, 08 Mar 2009 10:17:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-1956762634619625911</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-03-20T01:18:40.833+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">MEMALUKAN. Begitu ungkapan yang cocok untuk melihat kondisi kuburan Syech Abdurrauf as-Singkily di bibir pantai Desa Deyah Raya, Kec Syiah Kuala, Banda Aceh. Malam ulama kaliber internasional itu, tak ubahnya kuburan rakyat jelata yang tak punya kharisma. Kita sudah kadung dianggap, orang tak menghargai ulama dan sejarahnya. Kita hanya bangga, menambalkan nama besarnya di universitas saja. Tentu </atom:summary><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Bekerja di Jalan Sunyi...</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2009/02/pekerjaan-di-jalan-sunyi.html</link><category>hiburan</category><category>feature</category><category>Sosok</category><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Mon, 09 Feb 2009 21:39:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-7298894397253539908</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2009-02-14T16:51:41.825+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">"Menulis adalah bahasa kedua setelah berbicara. Orang tak bisa menulis jika tangannya puntung/lumpuh; tak bisa bicara bila lidahnya bisu. Itulah yang membuat saya terus menulis juga bicara, meskipun sekarang kaki kanan saya kaku setelah setahun lebih harus duduk di kursi roda. Panteue, adalah demontrasi tanpa massa dari kegelisahan saya ketika mencermati keadaan yang berlaku."Sosiolog Aceh, Dr </atom:summary><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_JmQGJai1ARM/SZUKMDMD_JI/AAAAAAAAAm8/nNq_jqH2V7w/s72-c/Ampuh.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sengkarut Panwaslu Aceh</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2008/12/sengkarut-panwaslu-aceh.html</link><category>feature</category><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Sun, 21 Dec 2008 18:24:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-6577679846269879418</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2008-12-25T21:33:53.967+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">PEMILU di Aceh kali ini punya corak yang berbeda. Partai-partai politik yang akan bertarung di tanah rencong diramaikan dengan kehadiran partai lokal. Partai 'made in' Serambi Makkah itu akan berupaya mendongkel dominasi partai nasional dalam meraih kursi di legislatif. Tapi, sampai hari ini posisi 'wasit' mulai mengerucut.Yusra Jamali mungkin sudah lelah berpolemik, sehingga dia mengundurkan </atom:summary><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>Panglima Ahtisaari</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2008/12/panglima-ahtisaari.html</link><category>opini</category><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Tue, 16 Dec 2008 07:08:00 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-977309517176289176</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2008-12-25T21:34:13.500+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">(Surat Terbuka Untuk Peraih Nobel Perdamaian 2008)  YANG Mulia Tuan Martti Ahtisaari. Mitä kuuluu Mister Ahtisaari. Toivon, että sinusta tuntuu hyvältä. Kehu teidän palkinnon. (terjemahan bebasnya; apakabar Mister Ahtisaari, saya harap Anda baik-baik saja. Selamat atas penghargaan yang Anda terima...). Tuan, kami rakyat Aceh, pantas memberi apresiasi atas Nobel Perdamaian yang Anda terima.Ini </atom:summary><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Dari Doitung Turun Ke Maheng</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2008/10/dari-doitung-turun-ke-maheng.html</link><category>feature</category><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Mon, 20 Oct 2008 22:57:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-2070843899389975965</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2008-12-25T21:34:48.369+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">PERANGKAT Desa Maheng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, diboyong ke Doitung, Chiang Rai, Thailand untuk melihat bekas kawasan opium di sana. Maksudnya, agar desa pedalaman di kaki Seulawah itu bisa meniru, Doitung yang kini berkembang pesat. Yayasan Sambinoe Aceh bersama Mae Fah Lung Foundation, Thailand selama ini menjadi pelopor dalam memaju Maheng untuk menjadi pusat agrowisata </atom:summary><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Romantisme Sang Wali</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2008/10/romantisme-sang-wali.html</link><category>Politik</category><category>feature</category><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Wed, 15 Oct 2008 06:33:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-598054324999548158</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2008-12-25T21:35:06.290+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">RUMAH pertama yang dicari Hasan Tiro saat pulang ke Pidie adalah milik Teuku Muhammad Usman Lampoh Awe. Itu dilakukan Proklamator Aceh Merdeka itu kemarin, Selasa (14/10). Hari keempat berada di tanoh endatu, cicit pahlawan nasional Tgk Chik Ditiro kembali ke Pidie. Mengulang romantisme masa lalu. Bagi Tiro, Muhammad bukan cuma sebatas Menteri Keuangan dalam kabinetnya dulu. Tapi, dia masih </atom:summary><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_JmQGJai1ARM/SPXx1zk1d-I/AAAAAAAAAVQ/vKj1AaTkWuI/s72-c/Paduka+Wali.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sibak Rukok Treuk...</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2008/10/sibak-rukok-treuk.html</link><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Sat, 11 Oct 2008 04:48:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-8053740265274999422</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2008-12-25T21:37:42.479+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">PEREMPUAN mungil itu berdiri depan pintu. Dia menyambut kami. Dengan balutan baju biru, kerudung putih dan kain sarung warna merah bata dia membuka suara menyapa. Batang usia sudah tinggi; 80 tahun. Orangnya terlihat ramah. Dialah Teungku Aisyah binti Teungku Muhammad Hasan. Wanita inilah yang paling menantikan kepulangan Dr Tgk Hasan Muhammad Ditiro. Dia adik kandung Hasan Tiro, deklarator </atom:summary><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kabar Duka Meuntroe Peng</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2008/10/kabar-duka-meuntroe-peng.html</link><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Mon, 06 Oct 2008 06:38:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-5894297697877365425</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2008-12-23T21:52:01.406+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">KABAR meninggalnya Teuku Muhammad Usman Lampoh Awe (73) pada Jumat, (3/10) lalu bukan saja duka bagi keluarga. Jajaran Gerakan Aceh Merdeka (GAM) juga merasa ikut kehilangan tokoh panutan. Apalagi kepergian mantan Menteri Keuangan GAM itu sepekan sebelum Hasan Tiro menginjak Aceh. Kedukaan itu amat terasa juga bagi Zakaria Saman, 63, rekannya di organisasi itu. "Dia senior saya," kata mantan </atom:summary><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Masjid Kita</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2008/09/masjid-kita.html</link><category>opini</category><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Wed, 17 Sep 2008 02:19:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-6506572805548128711</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2008-12-25T21:38:09.902+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">MUMPUNG ini bulan suci Ramadan, tak ada salahnya saya sedikit mengelitik optik saraf pikir kita. Bukan bermaksud berkhutbah, apalah mengajari. Tapi, saya pikir ini benar-benar harus kita cermati, syukur kalau kemudian menjadi ikhtibar bagi kita semua. Saat membaca koran ini, mungkin saja Anda baru selesai Salat Subuh, atau sudah kelar Salat Dzuha. Alhamdulillah sekali, jika itu yang kita lakukan </atom:summary><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Seuke Aceh</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2008/08/seuke-aceh.html</link><category>feature</category><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Sun, 24 Aug 2008 09:19:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-1691336907953206675</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2008-12-23T21:56:50.340+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">DEWI Novita dan Farida Ariani amat bersemangat bercerita tentang anyaman pandan. Pasalnya, kerajinan pandan yang dalam bahasa Aceh disebut seuke itu, bukan cuma bisa diolah menjadi tikar saja. Kini, anyaman tikar itu bisa dirajut dalam berbagai motif yang membuat dia bisa menembus pasar luar negeri. Itulah yang dilakoni Koperasi Wanita dan Kerajinan Seuke Aceh di Trienggadeng, Pidie Jaya. Dewi </atom:summary><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>Aceh I am in Love</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2008/08/aceh-i-am-in-love.html</link><category>Sosok</category><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Wed, 20 Aug 2008 06:52:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-9092635982176522981</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2008-12-25T21:38:33.363+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">Gadis Amerika Serikat, Maggie Hamilton, 13, menyambangi sahabat penanya Nada Lutfia,12, di Aceh, Rabu (20/8). Anak Michigan itu dan orang tuanya disambut tarian Ranup Lampuan ketika berkunjung ke sekolah temannya di SMP Negeri 7 Banda Aceh.Sebelumnya Nada dan Maggie sudah bertemu di Jakarta. Keduanya menjadi tamu istimewa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono di Wisma </atom:summary><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sya'ban Baiturrahman</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2008/08/syaban-baiturrahman.html</link><category>humaninterest</category><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Sun, 17 Aug 2008 06:50:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-2767147807101919671</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2008-12-23T22:00:12.497+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">INI kejadian yang memalukan. Masjid Baiturrahman, Banda Aceh, secara halus 'mengusir' jamaah yang ingin beribadah pada malam Nisfu Sya'ban, Sabtu (16/8) malam. Kebetulan, malam Nisfu Sya'ban bertepatan  dengan malam 17 Agustus. Tradisinya, kaum muslim menggelar berbagai ibadah pada malam pergantian buku amal manusia, itu, tapi Baiturrahman tidak. Novia Liza, Rika Fitri adalah dua warga yang harus</atom:summary><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hong Ngopi Di Jalan</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2008/08/hong-ngopi-di-jalan.html</link><category>Sosok</category><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Fri, 08 Aug 2008 06:46:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-318652155977062456</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2008-12-23T22:00:50.688+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">MENYERUPUT kopi di tengah jalan menjadi pengalaman pertama bagi Nguyen Quang Hong. Dia jurnalis asal Republik Sosialis Vietnam. Ini jejak pertamanya di tanoh Aceh. "Selama ini saya tahu Aceh cuma dari membaca koran dan melihat televisi," ujarnya kepada saya Rabu lalu. Hong sudah dua tahun menetap di Jakarta, Ibukota Indonesia. Dia bekerja sebagai koresponden di kantor berita Vietnam News Agency. </atom:summary><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Malaikat Senja</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2008/08/malaikat-senja.html</link><category>Sosok</category><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Mon, 04 Aug 2008 06:57:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-4302419255957935056</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2008-12-23T22:01:33.086+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">SENJA yang baru saja menyapa Banda Aceh pada Senin 4 Agustus silam, ternyata membawa kabar duka. Kabar yang membuat para aktivis dan politisi menunduk kepala. Berkabung, karena kehilangan seorang adik, abang, paman, teman seperjuangan, serta sahabat. Sayangnya, saya tak sempat lagi, bertemu dengan seorang politisi muda yang sejurus kemudian menutup mata. Padalah hari itu, saya ingin </atom:summary><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mancing Turis</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2008/08/mancing-turis.html</link><category>feature</category><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Sat, 02 Aug 2008 09:17:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-3839563960531133725</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2008-10-23T00:18:53.828+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">UNTUK memancing wisatawan ke Sabang, bisa banyak jalan. Bukan cuma laut dan Pantai Iboh yang bisa dijual. Kalau mau jujur, setiap jengkal tanah Sabang itu sebenarnya objek wisata. Jadi, bukan hanya rupiah yang bergemericik, tapi dolar pun akan berdenting. Caranya? Tidak bisa, kalau cuma diam saja. Lalu?Perlu sebuah terobosan baru yang tidak kaku. Berani, sudah pasti. Kalau tidak, Sabang, laksana </atom:summary><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>'Jurnalisme Mesum'</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2008/07/jurnalisme-mesum.html</link><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Tue, 22 Jul 2008 07:00:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-5906570620233045004</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2008-10-15T22:03:51.102+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">LIDYA dan Raihal mengkritik habis gaya pemberitaan media Aceh. Selain tidak ramah dan bias gender, berita-berita koran pun dinilainya acap 'menghina' perempuan. Keduanya mengaku secara tersirat merasa terhina dengan tulisan dan opini yang bertebar di media massa. Apalagi banyak media yang mempraktikkan jurnalisme mesum? Kedua aktivis perempuan itu mengeluhkan ini dalam acara Pelatihan Sosialisasi</atom:summary><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Reza Luar Biasa...</title><link>http://pedagangkata.blogspot.com/2008/07/reza-luar-biasa.html</link><category>Sosok</category><author>aliamsy@gmail.com (Sjech Mount)</author><pubDate>Sat, 12 Jul 2008 10:25:00 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2037413422019756475.post-1139061403657970235</guid><atom:updated xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">2008-10-15T21:42:42.244+08:00</atom:updated><atom:summary xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">SIRKUIT Kalan, Samarinda, Kalimantan Timur seakan rata di mata Reza Fahlevi, pembalap Aceh. Padahal, sirkuit untuk balap motor itu berada diperbukitan penuh tanjakan. Untuk tampil di sana, bukan cuma butuh stamina, tapi skill dan kebiasaan juga. "Aspalnya kurang bagus, banyak keritingnya," komentar Reza kepada Waspada, Minggu (13/7).  Pembalap Aceh ini, kemarin tampil ranggi di hadapan ribuan </atom:summary><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>
