<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Jati Jumbo Eka Panca</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Wed, 4 Sep 2024 15:40:47 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">43</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Lima Kekuatan untuk Optimalisasi Pengembangan Potensi Diri</title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2017/03/lima-kekuatan-untuk-optimalisasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 21 Mar 2017 16:45:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-5611315865375005048</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/yudkm816/lima-kekuatan-untuk-optimalisasi-pengembangan-potensi-diri.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/28.jpg' alt='Lima Kekuatan untuk Optimalisasi Pengembangan Potensi Diri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;
Merdeka!! Tepat di hari Minggu, 17 Agustus 2008, hari kemerdekaan RI ke 63, saya diundang talkshow di Malang bersama Y.M. Uttamo Mahathera. Topik talkshow kali ini mengenai pengembangan potensi diri. Nah, ide menulis artikel ini muncul di tengah serunya acara tanya jawab yang dihadiri lebih dari 600 peserta.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Judul artikel ini mengatakan bahwa ada lima kekuatan yang bisa digunakan untuk mengembangkan potensi diri. Apakah lima kekuatan itu? Ini yang akan saya jelaskan secara urut di artikel ini.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pertama, yaitu Kekuatan Keyakinan atau The Power of Belief. Mengapa harus dimulai dengan Kekuatan Keyakinan? Keyakinan adalah fondasi untuk melakukan apa saja. Kita baru akan bertindak bila kita merasa yakin mampu melakukan sesuatu. Jika tidak yakin maka upaya yang kita lakukan akan dikerjakan dengan setengah hati. Dan kita tahu, apapun yang dilakukan dengan setengah hati, tanpa kesungguhan, maka hasilnya pasti tidak akan pernah maksimal. Seringkali upaya kita, jika diawali dengan perasaan tidak yakin, akan berakhir dengan kegagalan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Yakin pun ada syaratnya, tidak asal yakin. Yakin yang saya mak &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/yudkm816/lima-kekuatan-untuk-optimalisasi-pengembangan-potensi-diri.htm'&gt;Lima Kekuatan untuk Optimalisasi Pengembangan Potensi Diri Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Dari Pengkotbah Cilik Jadi Pengidap HIV/AIDS</title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2017/03/dari-pengkotbah-cilik-jadi-pengidap.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 17 Mar 2017 21:09:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-5723368769417841485</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/yudkm816/dari-pengkotbah-cilik-jadi-pengidap-hiv-aids.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/14.jpg' alt='Dari Pengkotbah Cilik Jadi Pengidap HIV/AIDS Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Pada tahun 1983, kota Tarutung, Sumatera Utara dibuat heboh oleh seorang anak balita bernama Kaleb Otniel Hutahaean yang dapat menyembuhkan orang sakit hanya dengan berdoa. Dalam waktu singkat namanya menyebar ke berbagai pelosok Indonesia, dan undangan berkotbah untuk Kaleb pun mulai membanjir.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Orang otomatis mulai mengenal nama saya, dalam satu bulan bisa kurang lebih dua puluh harian di luar rumah,” jelas Kaleb.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Diusianya yang baru tiga tahun, Kaleb sudah harus melayani panggilan berkotbah ke berbagai penjuru kota di Indonesia. Karena hal ini, orangtua Kaleb menitipkannya ke salah satu kerabat di Jakarta.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sekalipun Kaleb menjadi anak ajaib yang dipakai Tuhan untuk menyembuhkan banyak orang, Kaleb tetap berprilaku seperti anak pada umumnya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Kalau dia habis kotbah, dia turun, dia langsung main-main seperti biasa,” jelas Ibu Hutapea, ibu angkat Kaleb yang mengurusnya saat itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Selama sepuluh tahun lamanya, Kaleb memberitakan firman Tuhan dengan tekun dan dipakai Tuhan untuk menyembuhkan banyak orang. Namun tidak ada orang yang tahu bahwa ada sebuah pergolakan terjadi di lubuk hatinya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Banyak hal yang saya tidak mengerti, mengapa saya harus menjalani kehidupan yang berbeda dari anak-anak pada umumnya. Ketika saya be &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/yudkm816/dari-pengkotbah-cilik-jadi-pengidap-hiv-aids.htm'&gt;Dari Pengkotbah Cilik Jadi Pengidap HIV/AIDS Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kebaikan Seseorang Kadang Terlihat Setelah Ia Wafat</title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2017/03/kebaikan-seseorang-kadang-terlihat.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 1 Mar 2017 15:36:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-4891948132918321170</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/yudkm816/kebaikan-seseorang-kadang-terlihat-setelah-ia-wafat.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/21.jpg' alt='Kebaikan Seseorang Kadang Terlihat Setelah Ia Wafat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Oleh: Titi Setianingsih&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tadi pagi aku melayat teman kantorku, almarhum Mas Darmanto di daerah Kayu Manis. Setiap ada teman/kerabat yang meninggal yang terbayang mesti kebaikannya. Aku tidak terlalu dekat dengan almarhum, tapi sebagai teman satu kantor aku berusaha berbuat baik padanya, menghormati dia karena usianya lebih tua dariku. Tapi kadang akupun bercanda padanya. Karena almarhum namanya Sudarmanto, aku suka ngeledek. Awas &amp;#8230; awas &amp;#8230; minggir &amp;#8230; ada Mas Manto. Entar dimakan lho&amp;#8230;!! Ingat kan tokoh orang makan orang? Sumanto yang dari Purbalingga itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Maafkan ya Mas Manto. Semoga Mas Manto berpulang dengan tenang dan damai di sisiNYA. Amin.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sepulang &lt;em&gt;ngelayat, &lt;/em&gt;aku jadi ingat juga almarhum pak Mus, PUKET I di kampusku. Beliau orangnya baik, bijak, sabar, sangat menghargai orang lain, dan kebapakkan. Kayaknya semua ucapannya tidak pernah menyakitkan. Beliaupun meninggal beberapa bulan yang lalu. Bagi orang Yayasan tentu merupakan derita yang amat mendalam ditinggalkan orang yang membesarkan Yayasan, yang berjuang hingga di penghujung usianya.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ketika itu aku lagi ambil S2 di kampus tempat aku mengajar sekarang. Memasuki semester ke 2 aku hamil anakku yang ke 2, Farah. Dari mulai hamil muda sampai hamil tua ku &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/yudkm816/kebaikan-seseorang-kadang-terlihat-setelah-ia-wafat.htm'&gt;Kebaikan Seseorang Kadang Terlihat Setelah Ia Wafat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pembuktian</title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2017/02/pembuktian.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 1 Feb 2017 08:55:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-7655185165600976848</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/yudkm816/pembuktian.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/11.jpg' alt='Pembuktian Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Pendiam tapi menyenangkan, itulah aku, versi diriku sebulan yang lalu. Ya, andai saja mahasiswa jurusan sastra Indonesia itu tidak PKL (Praktek Kerja Lapangan) di sekolahku, tepatnya di kelasku. Hari ini harusnya ulangan bahasa Indonesia dari Ibu Dewi, guru favoritku. Namun nasibku sungguh malang, Ibu Dewi tidak bisa mengajar karena harus menghadiri rapat tiba-tiba yang diadakan di luar kota. Itu kata Pak Udi, pesuruh sekolah. Sebagai penggantinya, seorang mahasiswa yang harusnya praktek di kelas sebelah, dipindahkan praktek ke kelasku. Sebelum aku bernafas untuk ketidakhadiran Ibu Dewi, mahasiswa itu nyelonong ke kelas kami tampa menyapa atau sekedar basa-basi. Semua teman cewekku nampak terpukau karena mahasiswa itu adalah seorang cowok. Tidak ganteng menurutku, ia hanya menang memakai pakaian bermerk, yang meski tertutup jas prakteknya masih saja kelihatan. Dinda yang duduk di depanku tak henti-hentinya memuji.&lt;br /&gt;
“Selamat pagi, adik-adik SMA!” ia baru menyapa, mungkin baru ingat.&lt;br /&gt;
“Pagi Pak!!” balas mereka tapi tak termasuk aku. Aku diam saja di pojokan. Masa bodoh. Aku tetap asyik dengan novel hadiah dari Ibu Dewi. Aku berhenti di halaman 57.&lt;br /&gt;
“Hey! Kamu yang duduk paling pojok!” makhluk itu bersua lagi. &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/yudkm816/pembuktian.htm'&gt;Pembuktian Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Hutang Tingkat Dewa</title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2017/01/hutang-tingkat-dewa.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 12 Jan 2017 04:46:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-3662585715884829237</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/yudkm816/hutang-tingkat-dewa.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/20.jpg' alt='Hutang Tingkat Dewa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Aku terus berlari menerobos hutan cemara, entah berapa lama aku berlari aku tak tahu pasti. Yang kurasa nafasku sudah hampir habis. GEDEBUGG&amp;#8230; aku terjatuh. Kuarahkan pandangan kesekelilingku, rupanya aku sudah keluar dari hutan cemara tadi. Kini yang tampak oleh mataku adalah lapangan yang maha luas, lebih tepatnya adalah gurun pasir. Tidak ada sebatang pohonpun  tumbuh  disitu. Perlahan kucoba berdiri, badan ini terasa remuk dan ototku kaku. Dengan sisa tenaga yang ada aku berjalan pelan, setapak demi setapak menyusuri lautan pasir.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Tuhan dimanakah aku? dimana istri dan anaku.” Batinku merintih. Sebelum berjalan di hutan cemara tadi, aku sedang  bersama  Santi istriku dan Asa anak lelakiku yang baru 8 tahun. Kami bertiga sedang menikmati liburan.&lt;br /&gt;
“Hai!” Aku menoleh kearah suara itu. Kulihat seorang perempuan 25 tahunan, rambutnya panjang hampir menyentuh tanah. Senyum  manisnya menggembang saat aku menoleh kearahku.&lt;br /&gt;
“Ayo ikut aku.” Perempuan itu berkata, lalu meraih tanganku. Aku tak sanggup menjawab dan pasrah saat dia meraih tanganku. Kami melayang, melesat cepat di atas padang pasir yang tandus.&lt;br /&gt;
Perlahan kami mendarat. Aku melihat sebuah bangunan kecil beratap alang-alang dan berdinding bambu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Di dalam ada kolam, mandi dan ganti pakaianmu.” Perempuan itu berka &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/yudkm816/hutang-tingkat-dewa.htm'&gt;Hutang Tingkat Dewa Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sebutir Pasir</title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2017/01/sebutir-pasir.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 9 Jan 2017 14:27:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-6922468476327031666</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/yudkm816/sebutir-pasir.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/14.jpg' alt='Sebutir Pasir Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Aku adalah sebutir pasir yang menetap di sebuah pantai yang sepi tak berpenghuni, tiada satu pun orang yang datang untuk bermain, memancing di tepian laut atau bersenda gurau dengan ombak yang bergulungâ€“gulung tanpa henti dan belas kasih menerpa, menyeret teman teman serta sanak familiku yang sedang bermain di tepiannya, yang kemudian dihempaskannya mereka ke dasar biru.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tenggelam. Tak mudah kembali ketepian untuk melaksanakan kewajiban, tugas tugas apalagi untuk mengambil hak hak mereka yang telah hilang bersama mereka. Terseret. Masuk kedalam dunia penuh keindahan dalam kerajaan laut yang abadi sampai lautan itu berubah menjadi api.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Kalian semua dapat mencari aku dengan mudah karena aku adalah sebutir pasir yang berwarna abu abu yang ada diantara pasir putih yang menghampar luas di pinggiran laut yang biru. Tetapi kadang kau bisa jumpai aku di antara pasir hitam.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Sibakkanlah pasir itu maka kau akan menemukanku sedang bercumbu mesra diantara kerang kerang yang terbenam dalam gundukan pasir hitam. Kelam. Seakan &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/yudkm816/sebutir-pasir.htm'&gt;Sebutir Pasir Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Wiro Sableng #165 : Bayi Titisan</title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2016/12/wiro-sableng-165-bayi-titisan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 29 Dec 2016 11:28:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-6203814381092748552</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/yudkm816/wiro-sableng-episode-165-bayi-titisan.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/7.jpg' alt='Wiro Sableng #165 : Bayi Titisan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;WIRO SABLENG&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Karya: Bastian Tito&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Episode : SI CANTIK GILA DARI GUNUNG GEDE&lt;br&gt;&lt;br&gt;

SEJAK Ken Permata ketitisan roh Nyi Harum Sarti, Datuk Rao Basaluang Ameh melihat banyak perubahan terjadi atas diri bayi yang berusia hampir dua tahun itu. Dari hari ke sehari tubuh anak perempuan Nyi Retno Mantili dari suaminya yang mendiang Patih Kerajaan bernama Wira Bumi itu mengalami pertumbuhan pesat. Tubuh bertambah besar dan bertambah tinggi. Dalam waktu beberapa bulan saja keadaan Ken Permata tidak beda dengan seorang anak yang telah berusia lima tahun. Bicaranya lancar. Ucapan-ucapan cerdik seperti seorang dewasa. Apa yang terjadi dengan anak itu tidak lepas dari perhatian Mande Saleha, perempuan yang menjaga Ken Permata sejak masih orok.&lt;br&gt;&lt;br&gt;

Suatu hari ketika anak perempuan itu bermain-main di luar ditemani harimau putih sakti Datuk Rao Bamato Hijau, Mande Saleha menemui Datuk Rao Basaluang Ameh di dalam goa batu pualam. (Mande = ibu) Sebenarnya dia ingin membawa serta Baiduri, Ibu Susu Ken Permata. Tapi perempuan separuh baya ini akhirnya memutuskan untuk datang seorang diri saja. Ketika dia masuk ke dalam goa batu pualam, sang Datuk tengah membaca khidmat sebuah kitab bertuliskan huruf Arab yang beberap &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/yudkm816/wiro-sableng-episode-165-bayi-titisan.htm'&gt;Wiro Sableng #165 : Bayi Titisan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pandangan Maya</title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2016/12/pandangan-maya.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Thu, 29 Dec 2016 09:55:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-3508776905936670019</guid><description>&lt;a href='http://www.nomor1.com/yudkm816/pandangan-maya.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/15.jpg' alt='Pandangan Maya Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;“Aku siap jadi landasanmu bila kelak kamu terjatuh…aku akan selalu siap menangkapmu.”&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“ Masa sie??sekalipun aku terjatuh di lautan???”&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“ Ya….aku langsung nyebur buat nyelametin kamu..kecuali kalau kamu jatuh dari terjun payungnya nyangkut di pohon…”  guraunya kala itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“ Canda atau seriusan ya..” gumam kayla.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; Ya kala itu Kayla hanya memandang remeh pada pemuda tersebut, pasalnya usia antara mereka hampir sama, hanya beda beberapa bulan saja.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; Sesaat mengenang..&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; Suaranya memang memiliki karakter tersendiri, meski usianya bisa di kategorikan dewasa  tahap awal, namun suaranya terdengar begitu dewasa dan bila berkata tercermin sebuah kedewasaan yang muncul sebelum waktunya. Bila percakapan di mulai pasti berujung perdebatan..&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“ Hemph…mungkin karena dia mengecap bangku pendidikan dengan ranah hukum. Jadi terbawa dalam kehidupan sehari-hari…kokoh dalam memegang pendapat. Apa ini termasuk egoiskah? Entah..”  ujar  Kayla di hadapan cermin yang mematulkan sosok dirinya yang tak secantik dahulu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://www.nomor1.com/yudkm816/pandangan-maya.htm'&gt;Pandangan Maya Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>KEGIGIHAN</title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2016/10/kegigihan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Tue, 25 Oct 2016 07:49:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-2834772103439560863</guid><description>&lt;a href='http://biogreen.biz/yudkm816/kegigihan.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://biogreen.biz/img/wallpaper/biogreen_010.jpg' alt='KEGIGIHAN Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;02 Oktober 2006 &amp;#8211; 10:26   (Diposting oleh: Editor)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Satu Hal yang Paling Membedakan antara Kegagalan dan Kesuksesan&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Achievement seems to be connected with action. Successful men and women keep moving. They make mistakes, but they don&amp;#8217;t quit. – Prestasi terkait erat dengan tindakan. Orang-orang yang sukses akan terus berupaya. Mereka melakukan kesalahan, tetapi mereka tidak menyerah.”
Conrad Hilton&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Orang sukses bukan tidak pernah gagal, melainkan mereka tidak pernah menyerah. Sikap tersebut memerlukan mentalitas yang gigih. Kegigihan adalah salah satu unsur kehidupan yang sangat penting bagi kita. Sebagian besar orang-orang yang sukses memiliki mental seperti itu.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Contoh, Laksamana Peary baru berhasil mencapai Kutub Utara setelah berupaya 8 kali. Sementara Thomas Alfa Edison melakukan eksperimen 1.000 kali sebelum berhasil menemukan bola lampu dan 1.000 paten terbanyak sepanjang masa. John Creasey ditolak 743 kali oleh penerbitnya, sebelum berhasil menerbitkan 560 judul buku, yang telah terjual lebih 60 juta kopi. Begitupun yang terjadi pada Albert Einstein, Abraham Lincoln, dan lain sebagainya. Mereka tidak memiliki kelebihan khusus kecuali k &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://biogreen.biz/yudkm816/kegigihan.htm'&gt;KEGIGIHAN Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Terimakasih Motivatorku</title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2016/10/terimakasih-motivatorku.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Mon, 17 Oct 2016 10:37:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-2780906853145258286</guid><description>&lt;a href='http://biogreen.biz/yudkm816/terimakasih-motivatorku.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://biogreen.biz/img/wallpaper/biogreen_024.jpg' alt='Terimakasih Motivatorku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;“Besok aku berangkat” ucapku seraya menundukkan kepala, “Kapan kamu kembali?” ucap Irma sahabatku sambil menepuk bahuku yang lesu, “Mungkin 6 tahun lagi” jawabku pelan “Lama ya, bukannya saat itu kita udah lulus SMA?” ucapnya dengan senyum maksa, kubalas ia dengan anggukan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Malam ini adalah malam terakhir buatku dan sahabatku untuk tidur sekamar, ini adalah ritual kita setiap satu minggu sekali, Kadang di rumahku, kadang juga di rumahnya. Tapi malam ini aku sengaja tidur di rumahnya. Hampir semalam penuh aku nggak bisa tidur, kutatap jam dinding yang menghitung detik demi detik, kuambil nafas panjag setiap satu menit berlalu, kupeluk tubuh temanku yang tertidur pulas di sampingku. Hingga pukul 03.00 aku mulai tertidur.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Pukul 06.00 orangtuaku menjemputku, tampaknya mereka sudah siap berangkat, Sebelum aku masuk ke mobil kuberi sahabatku sebuah kalung yang couple denganku, “Kuharap, kamu bisa menjaga kalung ini&amp;#8230; setidaknya sampai aku kembali” ucapku menahan  &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://biogreen.biz/yudkm816/terimakasih-motivatorku.htm'&gt;Terimakasih Motivatorku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Panggil Aku Pahlawan Penghianat</title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2016/10/panggil-aku-pahlawan-penghianat.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 7 Oct 2016 09:10:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-7816859376935235746</guid><description>&lt;a href='http://nomor1.com/yudkm816/panggil-aku-pahlawan-penghianat.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/32.jpg' alt='Panggil Aku Pahlawan Penghianat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Ribuan, bahkan jutaan manusia memenuhi Taman Pemakaman Umum (TPU) di Desa Sukamenang. Sebuah Desa yang berada di ujung Negeri Indonesia. Puluhan orang yang menggotong keranda kematian, saling silang untuk mengganti sudut pemikul keranda. Mereka berharap dapat mencatat jasa terakhir untuk kematianku, walau hanya sebatas mengangkat jenazahnya. Maklum, aku adalah aktifis yang selalu membela hak orang lain. Dari abang becak, tukang ojek, mahasiswa, buruh, TKW, pedagang kakilima hingga pekerja seks komersial alias lonthe. Kini mereka datang untuk kali terakhir; mengantarkan jasadku untuk kemudian dikubur bersama cerita semasa di dunia.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Aku terbunuh dalam sebuah becak, saat aku hendak pulang. Bukan karena becak yang kutumpangi tertabrak mobil. Tetapi karena aku minum air mineral yang belakangan diketahui sudah dimasuki racun air seni seorang pengidap HIV/AIDS. Virusnya secara cepat kemudian menjalar ke sekujur tubuhku, hingga aku terkulai lemas diatas becak tak berdaya. Persis seoran &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://nomor1.com/yudkm816/panggil-aku-pahlawan-penghianat.htm'&gt;Panggil Aku Pahlawan Penghianat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Disiplin Itu Penting Untuk Kehidupan</title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2016/10/disiplin-itu-penting-untuk-kehidupan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 5 Oct 2016 15:05:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-665460930529397370</guid><description>&lt;a href='http://ayoberbisnis.co.id/yudkm816/disiplin-itu-penting-untuk-kehidupan.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/37.jpg' alt='Disiplin Itu Penting Untuk Kehidupan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Hai teman-teman, namaku Siska Wati aku anak kedua dari tiga bersaudara, umurku sekarang 21 tahun, kebiasaan burukku terjadi ketika aku masih duduk di kelas 3 SMA, umurku waktu itu 18 tahun, kebiasaan burukku ialah sering datang terlambat ke sekolah, aku malas merapikan kamarku, dan aku selalu menunda-nunda mengerjakan PR dari sekolah. Oh.. iya teman-teman jangan tiru kebiasaanku yang buruk itu ya! Pasti teman-teman ingin mendengarkan lagi ceritaku yang lebih lanjut, begini ceritanya:&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Waktu itu, aku duduk di kelas 3 SMAN Karya Bangsa, hidupku tak begitu indah setiap hari, aku terus dimarahi oleh ibu karena hidupku yang tidak disiplin. Mulai dari kamarku yang berantakan, buku-buku di kamarku yang berserakan, dan baju-baju yang bertebaran, sampai bau kamarku tidak sedap. Aku malas untuk merapikan dan membersihkannya. Bukan hanya itu, ibuku juga sering marah karena aku selalu menunda-nunda mengerjakaan PR dari sekolah, aku paling benci dimarahi oleh bu guru karena aku sering datang terlambat. Aku tidak bisa mengubah kebiasaanku ini, walaupun ibu telah menasehatiku setiap hari dan mengajarkanku tentang kedisiplinan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Suatu malam mataku tidak bisa dipejamkan.Aku pun tertidur pada pukul 01.00 WIB.Paginya, pada pukul 05.30 WIB jam wekerku berdering, yang bunyinya seperti ini “Kring&amp;#8230; kring&amp;#8230; kring” jam weker itu aku abaikan, karena aku sangat men &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://ayoberbisnis.co.id/yudkm816/disiplin-itu-penting-untuk-kehidupan.htm'&gt;Disiplin Itu Penting Untuk Kehidupan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)</title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2016/09/sikapku-untuk-bangsaku-part-1.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 16 Sep 2016 07:12:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-5882437476686890846</guid><description>&lt;a href='http://biogreen.biz/yudkm816/sikapku-untuk-bangsaku-part-1.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://biogreen.biz/img/wallpaper/biogreen_030.jpg' alt='Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Malam begitu gelap. Tak ada pancaran sinar matahari yang menyinari bumi lagi, tapi jangan khawatir itu hanya terjadi malam hari saja. Bintang-bintang di langit sudah cukup membantu menerangi bumi di tambah cahaya lampu di tiap perempatan jalan ibukota.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Jalanan cukup sepi, mungkin karena sudah larut malam. Tak terlalu banyak hiruk pikuk suara kendaraan yang mengganggu. Hanya ada beberapa pejalan kaki saja. Langkah Ryan begitu pelan, entah apa yang ada di benaknya sekarang. Terus berjalan kaki tanpa ada arah tujuan sedari tadi. Hanya di temani alunan musik favoritnya saja.&lt;br /&gt;
“Ryan, Ryan, tunggu!” suara dari belakang tampak memanggil.&lt;br /&gt;
Ryan tak menoleh sedikitpun. Mungkin pengaruh terlalu asyik mendengar alunan musik itu.&lt;br /&gt;
“Ryan, Ryan, tunggu!” suara itu kembali terulang namun lebih keras lagi.&lt;br /&gt;
Kali ini Ryan akhirnya menoleh. Melihat dari kejauhan sosok yang memanggilnya. Kulit sawo matang, tinggi dan terlihat manis mengenakan kaos oblong itu ternyata teman sewaktu di SMA, namanya Arif.&lt;br /&gt;
“Hey rif, kenapa?”&lt;br /&gt;
“Mau kemana? Dari tadi siang ibumu menelfon, dikiranya kamu main ke rumah” kata Arif dengan gaya cemas.&lt;br /&gt;
“Oh, itu. Iya aku yang bilang tadi mau ke rumah kamu, tapi itu cuman akal-akalan saja biar ibu tidak cemas” Ryan menjawab dengan santai.&lt;br /&gt;
“Kenapa? Ada masalah apalagi?” tanya A &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://biogreen.biz/yudkm816/sikapku-untuk-bangsaku-part-1.htm'&gt;Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Abdiku Untukmu Keluarga Kecilku</title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2016/09/abdiku-untukmu-keluarga-kecilku.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Sat, 3 Sep 2016 21:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-2657950251284040719</guid><description>&lt;a href='http://biogreen.biz/yudkm816/abdiku-untukmu-keluarga-kecilku.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://biogreen.biz/img/wallpaper/biogreen_032.jpg' alt='Abdiku Untukmu Keluarga Kecilku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Seraya bulan mengitari bumi, malam itu aku dan adikku aliyah sedang menonton televisi. Oh ya, perkenalkan, namaku ika, aku anak sma kartika rinaf bangsa, aku kelas x. A, kelasku sih terkenal paling nakal, apalagi dengan aku yang selalu ribut dalam kelas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;#8220;teeeeeeetttttttt&amp;#8221; suara handphone ika &amp;#8220;ternyata hanya sms&amp;#8221; gumam ika. Ia tak tau siapa yg meng sms nya itu, pada saat di bukanya ia berkata &amp;#8220;mama? Kenapa ya mama sms? Gak tumben-tumbennya maama sms deh. -_-&amp;#8221; gumam ika lagi, betapa terkejutnya ternyata sms itu mengabarkan kalau mamanya ika kecelakaan mobil pada pukul 10.30 di depan jalan karya 3, air mataku pun menetes setes demi setetes, hal yang tak pernah kuduga.. Dalam hatipun aku berdoa &amp;#8220;ya tuhan.. Kau tau kami masih membutuhkan mama, tolong selamatkan dia. Aku pun mengecek sms dari mama kembali, ternyata itu om fahri adik kandung mama ku&amp;#8230; Aku pun bergegas belari ke arah meja piket guru, &amp;#8220;ibu guru, ika izin ingin menjenguk mama&amp;#8221; kata ika dengan nafas tersengah-sengah.&lt;br /&gt;
&amp;#8220;mama mu emang kenapa ika?&amp;#8221; tanya buk ratna&lt;br /&gt;
&amp;#8220;mama kecelakaan bu, om fathni tadi mengabari ika.&amp;#8221; jawab ika.&lt;br /&gt;
&amp;#8220;ya sudah silakan kamu izin ika, ibu mengizinkanmu&amp;#8221; jawab ibu ratna&lt;br /&gt;
&amp;#8220;terima kasih bu&amp;#8221; ika pun menarik tangan bu ratna untuk meminta izin..&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Ika pun bergegas mengambil kunci moto &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://biogreen.biz/yudkm816/abdiku-untukmu-keluarga-kecilku.htm'&gt;Abdiku Untukmu Keluarga Kecilku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kembalinya Seorang Aktivis</title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2016/08/kembalinya-seorang-aktivis.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 17 Aug 2016 12:12:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-8021042502829990696</guid><description>&lt;a href='http://nomor1.org/yudkm816/kembalinya-seorang-aktivis.htm'&gt;&lt;img style='max-width:100%; height:auto' src='http://www.nomor1.com/img/cover/27.jpg' alt='Kembalinya Seorang Aktivis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1' align='left' hspace='10'&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Catatan dari 30 Maret 2012&lt;br /&gt;
Siang hari disaat matahari terik membakar Kota Makassar. Tampak air turun dengan derasnya dari gas air mata petugas keamanan dan asap tebal yang membubung tinggi di angkasa dari ban bekas yang dibakar para demonstran. Seperti airmata rakyat yang menangis karena penderitaan dan kabut akan masa depan mereka yang semakin tidak jelas.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Mahasiswa lalu datang atas nama pahlawan untuk menolong, tapi pada kenyataannya jutru menorehkan luka pada sebagian masyarakat. Tak tahu lagi siapa yang akan disalahkan, mahasiswa ataukah pemerintah sepertinya sama saja. Rakyat sama-sama tidak merasa damai, tidak percaya, dan tidak nyaman lagi atas kehadirannya.&lt;br /&gt;
&amp;#8220;Gulingkan Pemerintah!&amp;#8221;&lt;br /&gt;
&amp;#8220;Gulingkan Pemerintah!&amp;#8221;&lt;br /&gt;
&amp;#8220;Pemerintah anj*ng!&amp;#8221;&lt;br /&gt;
“Turun&amp;#8230; Anj*ng&amp;#8230;!”&lt;br /&gt;
“Turunkan BBM&amp;#8230; Turunkan BBM&amp;#8230;!”&lt;br /&gt;
Sumpah serapah sambung menyambung dari berbagai arah, kata yang sebenarnya tak pantas diucapkan mahasiswa sebagai mahkluk bermartabat dan berilmu tinggi. Barangkali teman-teman mahasiswa lupa kalau mereka selain sebagai agent of change dan social control, mereka juga mempunyai label sebagai moral force. Tapi pada kenyataannya, tidak ada lagi bedanya antara mahasiswa, tukang becak, dan buruh dalam menyampaikan pandapat.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;“Betul-betul ini mahasiswa, apa  &lt;br&gt;&lt;i&gt;... baca selengkapnya di &lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href='http://nomor1.org/yudkm816/kembalinya-seorang-aktivis.htm'&gt;Kembalinya Seorang Aktivis Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>EU-Indonesia timber pact aims to fight illegal logging </title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2013/10/eu-indonesia-timber-pact-aims-to-fight.html</link><category>artikel</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Wed, 9 Oct 2013 03:34:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-5857765861734388962</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0Y8CBVx84bnGUQaGCY4_RPqG3pOgxBL1NURCk9B-ShWSceAgAOWqo_K9cc5qfxlVpAQVCPlDYHdZiKieRwEdcAv3g54RRFrGlwRyl2PA-hQOFbD3j-Q7o159mgf_jVXj2dapEJADhoKZq/s1600/_70193541_indologsafp.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0Y8CBVx84bnGUQaGCY4_RPqG3pOgxBL1NURCk9B-ShWSceAgAOWqo_K9cc5qfxlVpAQVCPlDYHdZiKieRwEdcAv3g54RRFrGlwRyl2PA-hQOFbD3j-Q7o159mgf_jVXj2dapEJADhoKZq/s320/_70193541_indologsafp.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="introduction" id="story_continues_1"&gt;
&lt;b&gt;The EU is introducing new checks on imports of Indonesian timber products to curb illegal logging.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="introduction" id="story_continues_1"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Indonesia, rich in tropical forests, is by far Asia's biggest
 exporter of timber to the EU. The trade is worth about 15% of 
Indonesia's total exports.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The EU will provide technical support to help Indonesia ensure that only legally harvested timber is exported.&lt;br /&gt;

        Environmentalists welcomed the new agreement, but said Jakarta must do much more to fight illegal loggers.&lt;br /&gt;

        The scale of deforestation in Indonesia has triggered global 
concern, as it reduces biodiversity, threatens rare species and creates 
harmful smog through the burning of vegetation.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The EU is Indonesia's biggest export market for timber, with Germany, the UK, France and Italy among the major importers.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

  &lt;b&gt;&lt;span class="cross-head"&gt;Verification system&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="cross-head"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
       &lt;br /&gt;
The European Commission says the &lt;a href="http://europa.eu/rapid/press-release_MEMO-13-828_en.htm" title="EU Commission explainer on VPA - timber agreement"&gt;Voluntary Partnership Agreement (VPA) with Indonesia &lt;/a&gt;commits both sides to trade only in verified legal timber products.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

        Indonesia exports processed timber, in the form of paper, 
wooden furniture and plywood. Indonesia's rainforest is reckoned to be 
the third-biggest in the world, after those in the Amazon and Congo 
basins.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

        From now on, only Indonesian timber compliant with the EU's 
verification system, called Forest Law Enforcement Governance and Trade 
(FLEGT), will be imported into the EU, the Commission says.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

        The regulations require Indonesia to trace the timber's 
source back through the whole supply chain. Independent auditors will be
 brought into the timber industry.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

        The Indonesian government has set up a verification system, known by the initials SVLK. &lt;br /&gt;

        European timber merchants are also obliged by law to sell 
only legally harvested timber, under the EU Timber Regulation which took
 effect in March.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

        The EU already has VPAs with Ghana, Cameroon, Congo-Brazzaville, Liberia and Central African Republic.&lt;br /&gt;

        VPAs are being negotiated with several more African and Asian countries.&lt;br /&gt;

        A London-based environmental group, the &lt;a href="http://www.eia-international.org/indo-timber-law-a-test-of-resolve-to-root-out-corruption" title="Statement from Environmental Investigation Agency (EIA) on Indonesia VPA"&gt;Environmental Investigation Agency (EIA), praised &lt;/a&gt;the
 VPA with Indonesia, noting "the formal role for Indonesia's civil 
society in monitoring the compliance of the country's timber industry".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

        But the EIA's Faith Doherty also said the agreement would 
test the Jakarta authorities' resolve to tackle corruption in the 
industry.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

        "It does not mean that there is not a substantial amount of work still to be done," she said.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &lt;br /&gt;

        Bustar Maitar, a Greenpeace campaign director in Indonesia, &lt;a href="http://www.greenpeace.org/eu-unit/en/News/2013/Greenpeace-statement-on-Indonesia-EU-timber-agreement/" title="Greenpeace statement on VPA with Indonesia"&gt;welcomed Monday's agreement,&lt;/a&gt; but said "there is still much work to be done if Indonesia's timber legality standard (SVLK) and system are to be credible".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

        "Indonesia must take steps to improve enforcement such as 
prohibiting forest conversion for industrial timber plantations and 
ensuring transparency and access to relevant data and maps," he said.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Source:&lt;a href="http://www.bbc.co.uk/news/world-europe-24333826" target="_blank"&gt; http://www.bbc.co.uk/news/world-europe-24333826&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0Y8CBVx84bnGUQaGCY4_RPqG3pOgxBL1NURCk9B-ShWSceAgAOWqo_K9cc5qfxlVpAQVCPlDYHdZiKieRwEdcAv3g54RRFrGlwRyl2PA-hQOFbD3j-Q7o159mgf_jVXj2dapEJADhoKZq/s72-c/_70193541_indologsafp.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tips Membantu Bumi Menjadi Lebih Bersahabat</title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2013/10/tips-membantu-bumi-menjadi-lebih.html</link><category>artikel</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 4 Oct 2013 11:25:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-6211572251363772987</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVYw-k2GAytHbx7jS0sg0q7_4omwD_ARvHrQLsb-Xhn3iIqoNmogvRnfmnjqubA9h1tmIVHppdtghb5JpE4e-9pCbBeAvTW7yRXvk1TDzO8ftWrzhmI-rn6tWo3x8lnqjBI3o5GonivwLI/s1600/global3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVYw-k2GAytHbx7jS0sg0q7_4omwD_ARvHrQLsb-Xhn3iIqoNmogvRnfmnjqubA9h1tmIVHppdtghb5JpE4e-9pCbBeAvTW7yRXvk1TDzO8ftWrzhmI-rn6tWo3x8lnqjBI3o5GonivwLI/s1600/global3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5O TIPS UNTUK MENYELAMATKAN BUMI DARI KERUSAKAN LINGKUNGAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya kita tidak memerlukan perubahan yang radikal untuk membantu Bumi ini menjadi lebih bersahabat. Ubahlah beberapa rutinitas yang dapat menurunkan “Jejak karbon Anda”. Yang pada akhirnya akan menghemat uang Anda juga. Tetapi yang terpenting adalah kita memberi­kan anak cucu kita tempat yang lebih baik untuk ditinggali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Makanan dan Minuman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Kurangi konsumsi daging - bervegetarian adalah yang terbaik! Berdasarkan penelitian, un­tuk menghasilkan 1 kg daging, sumber daya yang dihabiskan setara dengan 15 kg gandum. Bayangkan bagaimana kita bisa menyelamatkan bumi dari kekuran­gan pangan jika kita bervegetarian. Pe­ternakan juga penyumbang 18% “jejak karbon” dunia, yang mana lebih besar dari sektor transportasi (mobil, mo­tor, pesawat,dll). Belum ditambah lagi dengan bahaya gas-gas rumah kaca tambahan yang dihasilkan oleh aktifi­tas peternakan lainnya seperti metana yang notabene 23 kali lebih berbahaya dari CO2 dan gas NO yang 300 kali leb­ih berbahaya dari CO2. Dan yang pasti banyak manfaat kesehatandan spiritual dari bervegetarian. Anda akan menjadi lebih sehat dan pengasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Makan dan masaklah dari bahan yang masih segar. Menghindari makanan yang sudah diolah atau dikemas akan menurunkan energi yang terbuang akibat proses dan transportasi yang berulang-ulang. Makanan segar juga lebih sehat bagi tubuh kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Beli produk lokal, hasil pertanian lokal sangat murah dan juga sangat menghemat energi, terutama jika kita menghitung energi dan bi­aya transportasinya. Makanan organik lebih ramah lingkungan, tetapi periksa juga asalnya. Jika diimpor dari daerah lain, kemungkinan emisi karbon yang dihasilkan akan lebih besar dari pada manfaatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Daur ulang aluminium, plastik, dan kertas. Akan lebih baik lagi jika Anda bisa menggunakannya berulang-ulang. Energi untuk membuat satu kaleng alumunium setara dengan energi untuk menyalakan TV selama 3 jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Beli dalam kemasan besar. Akan jauh lebih murah, juga menghe­mat sumber daya untuk kemasan. Jika terlalu banyak, ajaklah teman atau saudara Anda untuk berbagi saat mem­belinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Matikan oven Anda beberapa menit sebelum waktunya. Jika tetap dibiarkan tertutup, maka panas tersebut tidak akan hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Hindari fast food. Fast food meru­pakan penghasil sampah terbesar di dunia. Selain itu konsumsi fast food juga buruk untuk kesehatan Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Bawa tas yang bisa dipakai ulang. Bawalah sendiri tas belanja Anda, dengan demikian Anda mengu­rangi jumlah tas plastik/kresek yang diperlukan. Belakangan ini beberapa pusat perbelanjaan besar di Indonesia sudah mulai mengedukasi pelanggan­nya untuk menggunakan sistem seperti ini. Jadi sambutlah itikad baik mereka untuk menyelamatkan lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Gunakan gelas yang bisa dicuci. Jika Anda terbiasa dengan cara modern yang selalu menyajikan minum bagi tamu dengan air atau kopi dalam kemasan. Beralihlah ke cara lama kita. Dengan menggunakan gelas kaca, keramik, atau plastik food grade yang bisa kita cuci dan dipakai ulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Berbelanjalah di lingkungan di sekitar Anda. Akan sangat menghemat biaya tansportasi dan BBM Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11. Tanam pohon setiap ada kesempatan. Baik di lingkungan atau pundengan berpartisipasi dalam program penanaman pohon. Bisa dengan menyumbang bibit, dana, dll. Tergantung kesempatan dan kemam­puan Anda masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Di Rumah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12. Turunkan suhu AC Anda. Hindari penggunaan suhu maksimal. Gunakan AC pada tingkatan sampai kita merasa cukup nyaman saja. Dan cegah kebocoran dari ruangan ber-AC Anda. Jangan biarkan ada celah yang terbuka jika Anda sedang menggunakan AC Anda karena hal tersebut akan membuat AC bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan Anda. Pada akhirnya hal ini akan menghemat tagihan listrik Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13. Gunakan timer untuk menghindari lupa mematikan AC. Gunakanlah timer sesuai dengan kebiasaan Anda. Misalnya jam Kantor Anda adalah pukul 8.00 sampai 17.00. Set timer AC Anda sesuai dengan jam Kantor tersebut. Dengan begitu tidak ada lagi insiden lupa mematikan AC hingga keesokan harinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14. Gunakan pemanas air tenaga surya. Meskipun lebih mahal, dalam jangka panjang hal ini akan menghemat tagihan listrik Anda. (Bahkan saat ini sudah ada penerang jalan dengant enaga surya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
15. Matikan lampu tidak terpakai dan jangan tinggalkan air menetes. Selain menghemat energi dan air bersih, ini akan menghemat ba­nyak tagihan Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
16. Gunakan lampu hemat energi. Meskipun lebih mahal, rata-rata mereka lebih kuat 8 kali dan lebih hemat hingga 90% dari lampu pijar biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
17. Maksimalkan pencahayaan dari alam. Gunakan warna terang di tembok, gunakan genteng kaca diplafon, maksimalkan pencahayaan melalui jendela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
18. Hindari posisi stand by pada elektronik Anda! Jika semua peralatan rumah tangga kita matikan (Bukan dalam posisi stanby) maka kita akan mengurangi emisi CO2 yang luar biasa dari penghematan ener­gi listrik. Gunakan colokan lampu yang ada tombol on-off-nya. Atau cabut kabel dari sumber listriknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
19. Jika pengisian ulang baterai anda sudah penuh, Segera cabut!. Telepon genggam, pencukur elektrik, sikat gigi eleltrik, kamera, dll. Jika sudah penuh segera cabut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
20. Kurangi waktu dalam membuka lemari es Anda. Untuk setiap menit Anda membuka pintu lemari es. Akan diperlukan3 menit fuII energi untuk mengembalikan suhu kulkas ke suhu yang diinginkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
21. Jangan membeli bunga potong. Jika daerah Anda bukan penghasil bunga hias, maka bisa dipastikan bunga itu dikirim dari tempat lain. Hal ini akan menghasilkan ‘Jejak karbon” yang besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
22. Potong makanan dalam ukuran yang lebih kecil. Ukuran potongan yang lebih kecil akan menggunakan energi lebih sedikit untuk memasaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
23. Gunakan air dingin untuk mencuci dan cucilah dalam jumlah banyak. Jika Anda memiliki keluarga kecii, tidaklah perlu setiap hari mencuci. Kumpulkanlah sampai kapa­sitas mesin cuci Anda terpenuhi, hal ini akan menghemat air, mengurangi pemakaian listrik dan juga mengurangi pencemaran akibat deterjen Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
24. Gunakan deterjen dan pembersih ramah lingkungan. Saat ini mungkin harganya memang lebih mahal. Tetapi bila Anda mampu, lakukanlah demi masa depan anakcucu kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
25. Gunakan ulang perabotan rumah Anda. Jika Anda sudah bosan dengan perabotan Anda, Anda bisa melakukan obral di ga­rasi rumah, berikan kepada orang lain. Atau bawa ke pengerajin untuk dimodi­fikasi sesuai keinginan Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
26. Donasikan mainan yang sudah tidak pantas untuk umur anak Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
27. Jika menggunakan deodorant atau produk-produk semprot lainnya, jangan menggunakan aerosol. Pilihan spray dengan kemasan botol kaca akan lebih baik. Aerosol juga penyumbang besar dalam pencemaran udara kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Dalam Pekerjaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
28. Makan siang dikantor. Jika kita sering makan diluar kan­tor dengan bungkusan dan rutin, lebih baik jika Anda membeli kotak makan atau tempat minum yang kuat dan bisa dipakai berulang kali. Hindari media bungkus plastik atau stereofoam (berasal dari minyak bumi dan susah untuk diuraikan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
29. Gunakan kertas lebih sedikit. Gunakan email internal Anda dan sofiware perkantoran un­tuk membuat laporan internal. Cetaklah laporan/presentasi hanya jika diperlu­kan untuk melakukan kesepakatanden­gan pihak luar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
30. Matikan peralatan Kantor Anda. Matikan dari sumbernya­, Jangan dibuat stand by, matikan UPS dan trafo. Jika perlu cabut dari sumber listriknva.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
31. Gunakan e-banking. Alihkan tagihan kartu kredit Anda melalui penagihan lewat email, beberapa bank di Indonesia sudah dapat melakukannya. Bank-bank di Indonesia saat ini umumnya telah menyediakan fasilitas e-banking yang sangat leng­kap. Kita bisa melakukan hampir semua transaksi pembayaran,transfer, pembe­lian voucher, dll melalui internet bank­ing, bahkan mobile banking.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
32. Memaksimalkan penggunaan e-banking akan menghemat banyak waktu dan biaya Anda. Anda telah menghemat dan meyelamatkan banyak pohon dan konsumsi CO2 untuk proses pembuatan kertas. Anda juga menghemat sangat banyak konsumsi BBM yang dibutuh­kan untuk pergi ke bank atau ke ATM.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mulailah belajar untuk meng­gunakan e-banking bila Anda belum biasa untuk menggunakannya. Jangan mengkhawatirkan masalah keamanan karena teknologi pengamananjaringan perbankan saat ini sudah sangat cang­gih. Tidak akan ada masalah dalam hal keamanan apabila Anda mengikuti den­gan baik cara-cara dan panduan yang disarankan untuk melakukan transaksi online dengan aman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi industri, mulailah untuk menggunakan sumber energi yang dapat diperbarui (tenaga angin, air, surya, dll). Gunakan peralatan yang hemat listrik dan hemat energi, serta buatlah kebijakan/per­aturan penghematan energi dan sum­ber daya di perusahaan Anda. Pilihlah teknologi yang ramah lingkungan, dan lakukanlah manajemen yang baik untuk menangani limbah industri Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Edukasi karyawan Anda untuk terbiasa bertanggung jawab dalam penggunaan energi dan sumber daya perusahaan. Tingkatkanlah kesadaran mereka mengenai kecintaan terhadap lingkungan, tidak dengan hanya membuat peraturan dan hukuman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkontribusilah bagi perlin­dungan dan keselamatan lingkungan sebagai bagian dari Corporate Social Responsibilty (CSR) perusahaan Anda. Lakukanlah program penanaman po­hon, pembersihan lingkungan, dll. Pada akhirnya hal tersebut juga akan mem­berikan keuntungan bagi perusahaan Anda karena citra perusahaan Anda akan terangkat sebagai perusahaan yang beradab dan berbudaya.&lt;br /&gt;
Dalam Perjalanan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
33. Berlibur akan sangat menin­gkatkan jejak karbon Anda. Terutama jika dilakukan den­gan menggunakan pesawat. Berliburlah di dalam negeri dan gunakanlah trans­portasi darat! Hal ini dapat mengurangi banyak sekali emisi karbon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pesawat terbang merupakan pe­nyumbang gas rumah kaca yang lebih signifikan daripada mobil atau kenda­raan darat lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pesawat terbang memberikan kontribusi yang cukup besar pada pemanasan global karena efek pelepasan CO2 di ketinggian dan asap dari mesin jet yang tertinggal hingga berjam-jam merupakan penangkap yang signifikan panas di atmosfer&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
34. Kurangi perjalanan bisnis. Teknologi sekarang sangat memungkinkan untuk melakukan teleconference, juga menyediakan begitu banyak metode berkomu­nikasi via internet. Ditambah lagi de­ngan makin murahnya biaya internet, Anda akan menghemat banyak pengeIuaran perjalanan Anda, dan tentunya mengurangi jejak karbon Anda secara signifikan. Pengecualian dapat dilakukan untuk transaksi yang membutuh­kan tandatangan Anda atau yang benar-­benar membutuhkan kehadiran Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
35. Gunakan handuk hotel Anda lebih dari satu hari. Anda akan menghemat salah satu sum­ber daya terpenting, yaitu air, dan juga mengurangi pencemaran akibat deter­jen yang dipakai. Lebih jauh lagi, Anda menghemat energi dari mesin pencuci dan pengering yang digunakan.&lt;br /&gt;
Mengemudi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
36. Gunakan mobil antar jemput untuk sekolah anak Anda, hal ini akan sangat mengurangi beban BBM Anda, sopir, dan cicilan kendaraan. Jika belum ada, mungkin Anda bisa memulainva, dan menjadi­kan sebagai Bisnis Anda&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
37. Kecil itu indah dan hemat. Jika Anda tidak bisa lepas dari penggunaan mobil, gunakanlah city car atay mobil dengan bahan bakar bio fuel, elektrik, hibrida, bah­kan hidrogen, tergantung dari kemam­puan Anda masing-masing. Tidak perlu membeli SUV besar 4 x 4 jika Anda tidak bekerja dipertambangan atau perkebu­nan. Gunakan kendaraan hibrida bila Anda mampu membelinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
38. Ganti bahan bakar Anda. Gu­nakan bahan bakar alami atau yang dapat diperbarui (di Indonesia tersedia bio solar dan bio pertamax). Luar biasa jika bisa Anda bisa menggunakan bahan bakar hidrogen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
39. Cek tekanan angin ban dan jadwal service Anda. Dari be­berapa survei dipercaya menjaga kondisi mobil Anda pada kondisi optimal akan menghemat 5% penggu­naan bahan bakar Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
40. Sewa mobil saat diperlukan. Jika mobil bukan sarana utama maka menyewa adalah pilihan yang baik. Termasuk jika Anda hanya memerlukan kendaraan besar (Family Car atau SUV) untuk be­berapa kesempatan saja. Penghematan dari cicilan atau pun bahan bakar harian Anda akan sangat terasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
41. Matikan mesin saat menunggu di sekolah anak Anda atau saat terjadi kemacetan total. Ini sangat sering terjadi. Panas saat menunggu bisa dikurangi dengan menggunakan kaca film yang baik atau penqhalang matahari yang banyak dijual ditoko aksesoris mobil. Atau parkirkan mobil Anda ditempat yang rindang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
42. Berbagilah! Carilah rekan kerJa. teman yang area kerjanya sejalan dengan tujuan kerja Anda. Anda bisa berbagi biaya perjala­nan dengan mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
43. Belajarlah mengemudi yang baik. Ganti perseneling lebih awal bisa mengu­rangi konsumsi BBM hingga 15%. Jika mendekati kemacetan atau lampu lalu lintas berhentilah perlahan bukan den­gan rem mendadak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hindarkan menge­mudi dengan kasar. Pindahkan gigi saat mencapai 2500-3000 rpm. Dan menge­mudilah di batasan 1500-3000 rpm, be­berapa survei mendapatkan hasil yang memuaskan dalam kehematan BBM dalam range tersebut.&lt;br /&gt;
Elektronik&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
44. Go rechargeable, gunakan peralatan dengan baterai yang bisa diisi ulang. Jika harus menggunakan yang satu kali buang gu­nakan lithium-ion (Li-Ion) and nickel metal hydride (NiMH) sangat hemat bi­aya, effective.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
45. Utamakan hemat energi saat membeli peralatan elektronik. Misalnya pilihlah TV LCD daripada TV CRT (TV tabung konven­sional). Carilah AC atau kulkas dengan konsumsi listrik terendah, dll. Saat ini tidak terlalu sulit untuk menemu­kan produk elektronik hemat energi karena produsen beramai-ramai mulai memfokuskan strategi pemasarannya ke produk-produk seperti itu. Lihat saja dari seberapa sering Anda melihat iklan-iklan AC hemat energi di media cetakmaupun elektronik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
46. Gunakan lebih lama, jangan mudah berganti alat elektronik yang memiliki fungsi sama. Jika dilakukan, donasikan barang Anda yang lama.&lt;br /&gt;
Alat Kebersihan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
47. Cleaner, greener, meaner meskipun masih lebih mahal, produk kebersihan yang ra­mah lingkungan sudah mulai hadir di supermarket. Belilah bila Anda mampu. Sebenarnya cuka dan baking soda bisa digunakan untuk pembersihan hampir barang apapun. Campurlah cuka den­gan air hangat (50:50), larutan cuka-air tersebut dapat digunakan sebagai pem­bersih serbaguna. Baking sodabisa di­gunakan untuk membersihkan bau pada karpet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
48. Pastikan rumah Anda memiliki sirkulasi udara yang baik. Ini sangat penting agar energi dan racun sekitar kita cepat bersih. Ter­utama saat membersihkannva.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
49. Untuk kesegaran ruangan, tempatkan tumbuhan yang bisa hidup di dalam ruangan, akan sangat membantu kesegaran ling­kungan Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
50. Untuk penanganan barang beracun, segera hubung dinas kebersihan atau lingkungan di lingkungan Anda&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;s&lt;span style="color: #3d85c6;"&gt;umber:&amp;nbsp; http://www.alpensteel.com/article/108-230-pemanasan-global/1593--tips-membantu-bumi-mejadi-lebih-bersahabat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVYw-k2GAytHbx7jS0sg0q7_4omwD_ARvHrQLsb-Xhn3iIqoNmogvRnfmnjqubA9h1tmIVHppdtghb5JpE4e-9pCbBeAvTW7yRXvk1TDzO8ftWrzhmI-rn6tWo3x8lnqjBI3o5GonivwLI/s72-c/global3.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Efek Global Warming Terhadap Perubahan Iklim</title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2013/10/efek-global-warming-terhadap-perubahan.html</link><category>artikel</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 4 Oct 2013 11:09:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-3954376566570721989</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNQGIHFlCVNauSs5tM7ODkH9zrcjhkHXBmujFLRtwpoKfEPDbMwSfhOa4GOYAkvuQ9nUIPcn4HKZ8XYVWmtBSDNM5jpW5yDaTKIrKy40iJiQC3gqJi2ngh8OLDZClP7yMjwLHdd9zqFv92/s1600/global2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNQGIHFlCVNauSs5tM7ODkH9zrcjhkHXBmujFLRtwpoKfEPDbMwSfhOa4GOYAkvuQ9nUIPcn4HKZ8XYVWmtBSDNM5jpW5yDaTKIrKy40iJiQC3gqJi2ngh8OLDZClP7yMjwLHdd9zqFv92/s1600/global2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Pemanasan Global, Tragedi Peradaban Modern&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 5 Juni 2007, negara-negara seluruh dunia umumnya memperingatnya sebagai Hari Lingkungan Hidup. Pemanasan global yang berakibat pada perubahan iklim (climate change) belum menjadi mengedepan dalam kesadaran multipihak. Pemanasan global (global warming) telah menjadi sorotan utama berbagai masyarakat dunia, terutama negara yang mengalami industrialisasi dan pola konsumsi tinggi (gaya hidup konsumtif). Tidak banyak memang yang memahami dan peduli pada isu perubahan iklim. Sebab banyak yang mengatakan, memang dampak lingkungan itu biasanya terjadi secara akumulatif. Pada titik inilah masalah lingkungan sering dianggap tidak penting oleh banyak kalangan, utamanya penerima mandat kekuasaan dalam membuat kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan iklim akibat pemanasan global (global warming), pemicu utamanya adalah meningkatnya emisi karbon, akibat penggunaan energi fosil (bahan bakar minyak, batubara dan sejenisnya, yang tidak dapat diperbarui). Penghasil terbesarnya adalah negeri-negeri industri seperti Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Kanada, Jepang, China, dll. Ini diakibatkan oleh pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat negera-negara utara yang 10 kali lipat lebih tinggi dari penduduk negara selatan. Untuk negara-negara berkembang meski tidak besar, ikut juga berkontribusi dengan skenario pembangunan yang mengacu pada pertumbuhan. Memacu industrilisme dan meningkatnya pola konsumsi tentunya, meski tak setinggi negara utara. Industri penghasil karbon terbesar di negeri berkembang seperti Indonesia adalah perusahaan tambang (migas, batubara dan yang terutama berbahan baku fosil). Selain kerusakan hutan Indonesia yang tahun ini tercatat pada rekor dunia ”Guinnes Record Of Book” sebagai negara tercepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang rusak hutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut temuan Intergovermental Panel and Climate Change (IPCC). Sebuah lembaga panel internasional yang beranggotakan lebih dari 100 negara di seluruh dunia. Sebuah lembaga dibawah PBB, tetapi kuasanya melebihi PBB. Menyatakan pada tahun 2005 terjadi peningkatan suhu di dunia 0,6-0,70 sedangkan di Asia lebih tinggi, yaitu 10. selanjutnya adalah ketersediaan air di negeri-negeri tropis berkurang 10-30 persen dan melelehnya Gleser (gunung es) di Himalaya dan Kutub Selatan. Secara general yang juga dirasakan oleh seluruh dunia saat ini adalah makin panjangnya musim panas dan makin pendeknya musim hujan, selain itu makin maraknya badai dan banjir di kota-kota besar (el Nino) di seluruh dunia. Serta meningkatnya cuaca secara ekstrem, yang tentunya sangat dirasakan di negara-negara tropis. Jika ini kita kaitkan dengan wilayah Indonesia tentu sangat terasa, begitu juga dengan kota-kota yang dulunya dikenal sejuk dan dingin makin hari makin panas saja. Contohnya di Jawa Timur bisa kita rasakan adalah Kota Malang, Kota Batu, Kawasan Prigen Pasuruan di Lereng Gunung Welirang dan sekitarnya, juga kawasan kaki Gunung Semeru. Atau kota-kota lain seperti Bogor Jawa Barat, Ruteng Nusa Tenggara, adalah daerah yang dulunya dikenal dingin tetapi sekarang tidak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatnya suhu ini, ternyata telah menimbulkan makin banyaknya wabah penyakit endemik “lama dan baru” yang merata dan terus bermunculan; seperti leptospirosis, demam berdarah, diare, malaria. Padahal penyakit-penyakit seperti malaria, demam berdarah dan diare adalah penyakit lama yang seharusnya sudah lewat dan mampu ditangani dan kini telah mengakibatkan ribuan orang terinfeksi dan meninggal. Selain itu, ratusan desa di pesisir Jatim terancam tenggelam akibat naiknya permukaan air laut, indikatornya serasa makin dekat saja jika kita tengok naiknya gelombang pasang di minggu ketiga bulan Mei 2007 kemarin. Mulai dari Pantai Kenjeran, Pantai Popoh Tulungagung, Ngeliyep Malang dan pantai lain di pulau-pulau di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk negara-negara lain meningkatnya permukaan air laut bisa dilihat dengan makin tingginya ombak di pantai-pantai Asia dan Afrika. Apalagi hal itu di tambah dengan melelehnya gleser di gunung Himalaya Tibet dan di kutub utara. Di sinyalir oleh IPCC hal ini berkontribusi langsung meningkatkan permukaan air laut setinggi 4-6 meter. Dan jika benar-benar meleleh semuanya maka akan meningkatkan permukaan air laut setinggi 7 meter pada tahun 2012. Dan pada 30 tahun kedepan tentu ini bisa mengancam kehidupan pesisir dan kelangkaan pangan yang luar biasa, akibat berubahnya iklim yang sudah bisa kita rasakan sekarang dengan musim hujan yang makin pendek sementara kemarau semakin panjang. Hingga gagal panen selain soal hama, tetapi akibat kekuarangan air di tanaman para ibu-bapak petani banyak yang gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas dengan situasi sedemikian rupa apa yang dibutuhkan oleh dunia kecil “lokal” dan kita sebagai individu penghuni planet bumi? Yang dibutuhkan adalah REVOLUSI GAYA HIDUP, sebab dengan demikian akan mengurangi penggunaan energi baik listrik, bahan bakar, air yang memang menjadi sumber utama makin berkurangnya sumber kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu perlunya melahirkan konsesus yang membawa komitmen dari semua negara untuk menegakkan keadilan iklim. Seperti yang sudah dilakukan oleh Australia yang mempunyai instrumen keadilan iklim, melalui penegakan keadilan iklim dengan membentuk pengadilan iklim. Dimana sebuah instrumen yang mengacu pada isi Protokol Kyoto yang menekankan kewajiban pada negara-negara Utara untuk membayar dari hasil pembuangan emisi karbon mereka untuk perbaikan mutu lingkungan hidup bagi negara-negara Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam praktek yang lain saatnya kita mulai menggunakan energi bahan bakar alternatif yang tidak hanya dari bahan energi fosil, misalnya untuk kebutuhan memasak. Menggunakan energi biogas (gas dari kotoran ternak) seperti yang dilakukan komunitas merah putih di Kota Batu. Desentraliasasi energi memang harus dilakukan agar menghantarkan kita pada kedaulatan energi dan melepas ketergantungan pada sentralisasi energi yang pada akhirnya harganya pun makin mahal saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk para pengambil kebijakan harusnya mengeluarkan policy yang jelas orientasinya untuk mengurangi pemanasan global. Misalnya menetapkan jeda tebang hutan di seluruh Indonesia agar tidak mengalami kepunahan dan wilayah kita makin panas. Menghentikan pertambangan mineral dan batubara seperti di Papua, Kalimantan, Sulawesi, hal ini bisa dilakukan dengan bertahap mulai dari meninjau ulang kontrak karyanya terlebih dahulu. Selanjutnya kebijakan progressive dengan mempraktekkan secara nyata jeda tebang dan kedaulatan energi harus dilakukan jika kita tidak mau menjadi kontributor utama pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklim memang mengisi ruang hidup kita baik secara individu maupun sosial, maka tidak mungkin menegakkan keadilan iklim tanpa melibatkan kesadaran dan komitmen semua pihak. Bahwa tidak bisa dibantah, kita hidup dalam ekosistem dunia “perahu” yang sama, sehingga jika ada bagian yang bocor dan tidak seimbang, sebenarya ini merupakan ancaman bagi seluruh isi perahu dan penumpangnya. Maka merevolusi gaya hidup kita untuk tidak makin konsumtif sangat mendasar dilakukan sekarang juga oleh seluruh umat manusia. Sebab dengan begitu kita bisa menempatkan apa yang kita butuhkan bisa ditunda tidak, yang harus kita beli membawa manfaat atau tidak dan apakah yang kita beli bisa digantikan oleh barang yang lain yang ramah lingkungan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua adalah cerminan bagi mereka yang berusaha dan sadar sepenuh hati demi keberlanjutan kehidupan sosial (sustainable society) yang berkeadilan secara sosial, budaya, ekologis dan ekonomi. Inilah tindakan nyata untuk meraih kedaulatan energi dan melepaskan ketergantungan terhadap energi fosil yang sekarang telah dikuasai oleh korporasi modal. Sekarang siapapun bisa memilih, mau jadi kontributor pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim dan suhu yang makin panas? Atau mau menjadi bagian dari pelaku ”penyejukan global” dengan mengubah pola konsumsi dan gaya hidup dari sekarang juga? Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Mari bertindak nyata untuk masa depan bersama.&lt;br /&gt;&lt;hr color="maroon" width="85%" /&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNQGIHFlCVNauSs5tM7ODkH9zrcjhkHXBmujFLRtwpoKfEPDbMwSfhOa4GOYAkvuQ9nUIPcn4HKZ8XYVWmtBSDNM5jpW5yDaTKIrKy40iJiQC3gqJi2ngh8OLDZClP7yMjwLHdd9zqFv92/s72-c/global2.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pro Kontra Terhadap Global Warming</title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2013/10/pro-kontra-terhadap-global-warming.html</link><category>artikel</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 4 Oct 2013 11:00:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-3946215211621098746</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div align="justify" class="textartikel"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJ1uC4HaHR92T4er9dOtMry1fMOyLWxci7hBsvN-mOq9ohxbAuDajgfHVj1UhoN7mBnKBLWZ4w622k4WrH7ZGRDmZvFeSAyuz6YVWgD1ju_uwHY8sUDPYAitI27xdB_2QuJOoOBpYxCj2R/s1600/global1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJ1uC4HaHR92T4er9dOtMry1fMOyLWxci7hBsvN-mOq9ohxbAuDajgfHVj1UhoN7mBnKBLWZ4w622k4WrH7ZGRDmZvFeSAyuz6YVWgD1ju_uwHY8sUDPYAitI27xdB_2QuJOoOBpYxCj2R/s1600/global1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
Meskipun (menurut perasaan) temperatur di sekitar kita terlihat berfluktuasi secara tetap, namun pada kenyataannya (berdasarkan data yang ada) ternyata selama 50 tahun terakhir ini temperatur rata-rata di Bumi telah naik secara cepat. Penyebab utama naiknya temperatur Bumi adalah akibat efek rumah kaca yang menurut sebagian ahli disebabkan oleh meningkatnya kandungan gas Karbon Dioksida (CO2) dan partikel polutan lainnya di atmosfer Bumi. Diibaratkan selimut, gas-gas tersebut akan menghalangi energi panas yang dipantulkan kembali oleh Bumi ke ruang angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membayangkan efek rumah kaca ini sangat mudah. Mungkin ada di antara anda yang sudah pernah merasakan bagaimana ketika pertama kali memasuki sebuah mobil yang diparkir di tempat yang panas. Temperatur di dalam mobil akan terasa lebih panas daripada temperatur di luar, karena energi panas yang masuk ke dalam mobil terperangkap di dalamnya dan tidak bisa keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kondisi yang normal, efek rumah kaca adalah "baik" karena dengan demikian Bumi akan menjadi hangat dan dapat menjadi tempat hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Tanpa efek rumah kaca, bagian Bumi yang tidak terkena sinar matahari akan menjadi sangat dingin seperti di dalam freezer lemari es anda (-18C). Sejarah terbentuknya Bumi hingga bisa ditempati oleh manusia seperti saat ini sebenarnya tak lepas dari 'jasa' efek rumah kaca. Jadi sebenarnya yang namanya efek rumah kaca itu sudah ada sejak jaman dahulu kala seiring dengan proses terbentuknya Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi akan menjadi tidak baik jika kandungan gas-gas rumah kaca di atmosfer Bumi semakin hari semakin meningkat. Kenapa demikian? karena dengan semakin meningkatnya gas-gas rumah kaca, semakin memanas pula Bumi, akibatnya akan terjadi pencairan es di daerah kutub yang dapat menenggelamkan sebagian daratan tempat manusia dan makhluk-makhluk hidup darat lainnya tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gas rumah kaca yang saat ini banyak disalahkan oleh sebagian ahli pengusung isu pemanasan global adalah gas CO2 di atmosfer. Sementara sebagian ahli lain berpendapat bahwa sebenarnya jumlah CO2 di atmosfer tidak cukup signifikan untuk dijadikan "kambing hitam" pemanasan global karena jumlahnya yang hanya 0.04%. Selain itu, para ahli ini juga menyatakan bahwa seluruh gas yang ada di atmosfer adalah gas rumah kaca, tanpa terkecuali dimana komposisi terbesar adalah nitrogen (78%), oksigen (21%) dan uap air (hingga 3%). Nah lo, pusing kan jadinya? Santai, tidak perlu pusing...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apakah yang menyebabkan meningkatnya kandungan karbon dioksida dan partikel polutan di atmosfer? Ternyata kontribusi terbesar adalah akibat pemakaian bahan bakar fosil seperti batubara, gas dan minyak Bumi. Ketiga jenis bahan bakar tersebut adalah yang paling murah saat ini jika dibandingkan dengan sumber energi lainnya. Pemakaiannya pun dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang sangat berarti setelah tercetusnya revolusi industri. Apalagi kalau sekarang kita sering merasakan kemacetan di mana-mana akibat jumlah kendaraan bermotor dan "bermobil" yang meningkat. Pabrik/industri yang tumbuh di mana-mana untuk memenuhi pola konsumsi masyarakat modern yang semakin hari semakin meningkat. Namun hal ini juga disangkal oleh sebagian ahli. Menurut mereka, kontribusi dari penggunaan bahan bakar fosil di seluruh dunia dalam menambah jumlah CO2 hanyalah 0,013% (sedikit sekali bukan?). Wah jadi makin seru deh sampai di sini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pro dan kontra terus terjadi, namun demikian seiring dengan adanya Protokol Kyoto (1997), Beberapa negara maju sepakat untuk mengurangi jumlah emisi gas CO2 dengan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil sebanyak 30% dalam 10 tahun ke depan. Untuk itu saat ini beberapa negara maju/industri telah mencoba mengembangkan metode dan teknologi dalam rangka memanfaatkan sumber-sumber energi alternatif yang (lebih) ramah lingkungan, terutama sumber energi yang terbarukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu energi terbarukan? Energi terbarukan adalah lawan kata dari energi tak terbarukan (anak kecil juga tahu kalau gitu sih). Jadi begini, energi terbarukan adalah energi yang dapat dipakai secara terus- menerus tanpa perlu kuatir sumber dari energi tersebut akan habis. Lawan katanya adalah energi tak terbarukan yaitu energi yang jika dipakai secara terus-menerus akan habis pada suatu waktu tertentu. Jadi jelas kan sekarang? Apa saja contoh dari energi terbarukan? banyak sekali, seperti energi angin, matahari, panas bumi, air, dan biomassa (berasal dari tanaman perkebunan, pertanian, hutan, sampah, dan peternakan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, secara alamiah di alam, akibat adanya interaksi antara laut dan udara (seperti TNI aja ya?), jumlah energi panas yang ada di atmosfer dan di permukaan laut akan dapat dikontrol oleh mekanisme global conveyor belt. Apa itu global conveyor belt? Global conveyor belt adalah sirkulasi global yang berperan dalam mentransfer (memindahkan) energi panas dari suatu tempat ke tempat lainnya melalui aliran udara dan air laut. Pola iklim di bumi diatur oleh mekanisme ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa 'ketakutan' dan analisis sebagian ahli akan pemanasan global selama ini masih baru didasarkan melulu pada hasil model numerik yang belum secara 'sungguh-sungguh' dibandingkan dengan data pengamatan. Selain itu, kebanyakan model yang digunakan saat ini masih jauh dari sempurna dalam merumuskan mekanisme rumit sesungguhnya yang terjadi di Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang pemanasan global sedang dan terus akan terjadi, demikian juga dengan efek rumah kaca. Mencairnya es yang terbentuk sejak jaman es pun terus berlangsung karena memang temperatur bumi mengalami perubahan dari semenjak es itu dahulu terbentuk, permukaan laut pun terus mengalami kenaikan (yang dikenal dengan istilah sea level rise). Siklus seperti itu terus terjadi dan takkan terhindarkan. Sebagian pakar menyatakan bahwa fenomena itu masih merupakan suatu kewajaran yang memang harus terjadi dan tak perlu ditakutkan, sementara itu pakar yang lain -seperti yang telah saya tuliskan di atas- menyatakan bahwa dalam kurun waktu 50 tahun terakhir ini "kecepatan" dari fenomena ini meningkat dan berada pada level yang "sangat mengkhawatirkan", artinya jika "masa mengkhawatirkan" ini tidak segera diredam, maka ke depannya peradaban manusia akan mengalami masalah yang serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi memang tak ada salahnya untuk membuat suatu aksi yang positif. Setidaknya, dengan mengurangi emisi CO2 dan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil serta mencoba alternatif energi ramah lingkungan dan terbarukan, akan menjadikan Bumi sedikit bersih dari polutan yang telah membuat manusia sesak nafas dan teracuni paru-parunya. Apalagi untuk Indonesia yang saat ini berada pada tingkat polusi yang katanya sudah agak membahayakan bagi kesehatan penduduknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanasan Global dan Membekunya Eropa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah artikel menarik dari Science Daily yang pernah saya baca yang membahas tentang dampak dari pemanasan global di Eropa. Artikel ini ditulis berdasarkan pada hasil simulasi numerik jangka panjang tentang apa yang akan terjadi jika laju penambahan gas rumah kaca terus bertambah di atmosfer Bumi. Dalam jangka panjang, ternyata Eropa akan semakin dingin jika pemanasan global terus berlangsung. Pertanyaannya adalah: â€œApa yang menyebabkan Eropa akan semakin dingin?â€&#157;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membahas masalah ini, sebelumnya anda perlu tahu tentang apa yang disebut dengan Great Ocean Conveyor Belt, yaitu sebuah sirkulasi laut global yang di dalam sirkulasi tersebut terjadi pemindahan energi panas yang diserap oleh laut dari daerah tropis -yang mengalami radiasi matahari yang relatif tetap sepanjang tahun- ke daerah lintang menengah dan tinggi yang menerima energi radiasi matahari yang berbeda pada saat musim dingin dan panas (akibat sumbu rotasi bumi yang membentuk sudut 23.5 derajat terhadap garis edarnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat suhu yang dingin di sekitar kutub utara (Greenland), maka akan terjadi pembekuan air laut. Pembekuan air laut ini akan melepaskan garam yang terkandung di dalam air laut tersebut (oleh sebab itu, kenapa es di kutub tidak berasa asin karena garamnya tidak ikut membeku). Pelepasan garam ini akan menjadikan salinitas air laut menjadi lebih tinggi sehingga densitas air laut di sana pun menjadi lebih tinggi pula, akibatnya massa air laut akan turun (dikenal sebaga fenome sinking atau downwelling atau bisa juga disebut sebagai arus laut yang bergerak ke kedalaman). Kekosongan akibat turunnya massa air laut yang memiliki densitas yang besar tersebut akan diisi oleh massa air laut di sekitarnya, yaitu dari daerah lintang yang lebih rendah atau daerah tropis. Air laut di tropis yang hangat inilah yang menjadikan iklim di lintang menengah dan tinggi tetap cukup hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanasan global akan menyebabkan terjadinya pencairan es di kutub. Hal ini menyebabkan bertambahnya jumlah air, sehingga terjadi pengenceran air laut. Akibatnya, densitas air laut menjadi berkurang sehingga proses sinking atau downwelling pun akan melemah. Melemahnya proses ini akan mengurangi jumlah air hangat yang masuk dari daerah tropis. Akibat selanjutnya, iklim di lintang menengah dan tinggi tidak lagi sehangat sebelumnya, dan ini yang akan memicu terjadinya Eropa yang membeku dalam jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau Eropa akan membeku dalam jangka panjang akibat pemanasan global, lalu apa yang akan terjadi dengan daerah tropis? Mungkin lain kali saya akan bahas hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify" class="textartikel"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify" class="textartikel"&gt;
&lt;span style="color: #3d85c6;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;sumber: http://www.alpensteel.com/article/108-230-pemanasan-global/1585--pro-kontra-terhadap-global-warming&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJ1uC4HaHR92T4er9dOtMry1fMOyLWxci7hBsvN-mOq9ohxbAuDajgfHVj1UhoN7mBnKBLWZ4w622k4WrH7ZGRDmZvFeSAyuz6YVWgD1ju_uwHY8sUDPYAitI27xdB_2QuJOoOBpYxCj2R/s72-c/global1.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Apa itu Pemanasan Global</title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2013/10/apa-itu-pemanasan-global.html</link><category>artikel</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 4 Oct 2013 10:53:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-3839373940437475207</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
"Panas banget ya hari ini!” Seringkah Anda mendengar pernyataan tersebut terlontar dari orang-orang di sekitar Anda ataupun dari diri Anda sendiri? Anda tidak salah, data-data yang ada memang menunjukkan planet bumi terus mengalami peningkatan suhu yang mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Selain makin panasnya cuaca di sekitar kita, Anda tentu juga menyadari makin banyaknya bencana alam dan fenomena-fenomena alam yang cenderung semakin tidak terkendali belakangan ini. Mulai dari banjir, puting beliung, semburan gas, hingga curah hujan yang tidak menentu dari tahun ke tahun. Sadarilah bahwa semua ini adalah tanda-tanda alam yang menunjukkan bahwa planet kita tercinta ini sedang mengalami proses kerusakan yang menuju pada kehancuran! Hal ini terkait langsung dengan isu global yang belakangan ini makin marak dibicarakan oleh masyarakat dunia yaitu Global Warming (Pemanasan Global). Apakah pemanasan global itu? Secara singkat pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi. Pertanyaannya adalah: mengapa suhu permukaan bumi bisa meningkat?&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Penyebab Pemanasan Global&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia. Khusus untuk mengawasi sebab dan dampak yang dihasilkan oleh pemanasan global, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) membentuk sebuah kelompok peneliti yang disebut dengan International Panel on Climate Change (IPCC). Setiap beberapa tahun sekali, ribuan ahli dan peneliti-peneliti terbaik dunia yang tergabung dalam IPCC mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan penemuan-penemuan terbaru yang berhubungan dengan pemanasan global, dan membuat kesimpulan dari laporan dan penemuan- penemuan baru yang berhasil dikumpulkan, kemudian membuat persetujuan untuk solusi dari masalah tersebut . Salah satu hal pertama yang mereka temukan adalah bahwa beberapa jenis gas rumah kaca bertanggung jawab langsung terhadap pemanasan yang kita alami, dan manusialah kontributor terbesar dari terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Kebanyakan dari gas rumah kaca ini dihasilkan oleh peternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan, serta pembangkit tenaga listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa itu Gas Rumah Kaca?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup. Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32o Celcius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.&lt;br /&gt;&lt;div class="ep" style="text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNKiaxRaZWzxQF0_Fbtrnn4DtQc20iT2I412aoLfZBDJeNTvADx5c_wAmzg6YdEaxIyMjh_GWl5iAi2-SFs8P6ngb5gm0Ubs8kEeV2AbN_-piFMp4XZjLTh8D-5-X3se3Vx-s3t7eeG5nT/s1600/efek-rumah-kaca.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNKiaxRaZWzxQF0_Fbtrnn4DtQc20iT2I412aoLfZBDJeNTvADx5c_wAmzg6YdEaxIyMjh_GWl5iAi2-SFs8P6ngb5gm0Ubs8kEeV2AbN_-piFMp4XZjLTh8D-5-X3se3Vx-s3t7eeG5nT/s1600/efek-rumah-kaca.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="ep" style="text-align: left;"&gt;
&lt;b&gt;Apa Penyebab Utama Pemanasan Global?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporan PBB (FAO) yang berjudul Livestock's Long Shadow: Enviromental Issues and Options (Dirilis bulan November 2006), PBB mencatat bahwa industri peternakan adalah penghasil emisi gas rumah kaca yang terbesar (18%), jumlah ini lebih banyak dari gabungan emisi gas rumah kaca seluruh transportasi di seluruh dunia (13%). Emisi gas rumah kaca industri peternakan meliputi 9 % karbon dioksida, 37% gas metana (efek pemanasannya 72 kali lebih kuat dari CO2), 65 % nitro oksida (efek pemanasan 296 kali lebih kuat dari CO2), serta 64% amonia penyebab hujan asam. Peternakan menyita 30% dari seluruh permukaan tanah kering di Bumi dan 33% dari area tanah yang subur dijadikan ladang untuk menanam pakan ternak. Peternakan juga penyebab dari 80% penggundulan Hutan Amazon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan laporan yang baru saja dirilis World Watch Institut menyatakan bahwa peternakan bertanggung jawab atas sedikitnya 51 persen dari pemanasan global. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulisnya, Dr. Robert Goodland, mantan penasihat utama bidang lingkungan untuk Bank Dunia, dan staf riset Bank Dunia Jeff Anhang, membuatnya berdasarkan “Bayangan Panjang Peternakan”, laporan yang diterbitkan pada tahun 2006 oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO). Mereka menghitung bidang yang sebelumnya&amp;nbsp; dan memperbarui hal lainnya, termasuk siklus hidup emisi produksi ikan yang diternakkan, CO2 dari pernapasan hewan, dan koreksi perhitungan sebenarnya yang menghasilkan lebih dari dua kali lipat jumlah hewan ternak yang dilaporkan di planet ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emisi metana dari hewan ternak juga berperan sebesar 72 kali lebih dalam menyerap panas di atmosfer daripada CO2. Hal ini mewakili kenaikan yang lebih akurat dari perhitungan asli FAO dengan potensi pemanasan sebesar 23 kali. Meskipun demikian, para peneliti itu memberitahu bahwa perkiraan mereka adalah minimal, dan karena itu total emisi 51 persen masih konservatif. &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="ep"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="ep"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="reference"&gt;
&lt;a href="http://vegclimatealliance.org/livestock-and-climate-change-qa" target="_blank"&gt;
 http://vegclimatealliance.org/livestock-and-climate-change-qa&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.worldwatch.org/node/6294" target="_blank"&gt;
 http://www.worldwatch.org/node/6294&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNKiaxRaZWzxQF0_Fbtrnn4DtQc20iT2I412aoLfZBDJeNTvADx5c_wAmzg6YdEaxIyMjh_GWl5iAi2-SFs8P6ngb5gm0Ubs8kEeV2AbN_-piFMp4XZjLTh8D-5-X3se3Vx-s3t7eeG5nT/s72-c/efek-rumah-kaca.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title> Penghargaan Predikat Emas dari PMMI</title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2013/10/penghargaan-predikat-emas-dari-pmmi.html</link><category>penghargaan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 4 Oct 2013 10:40:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-2623448718310234632</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaGjgr9sTxd-2MgG0hFZYYQG5Z9VXeiltaG6aHaNy-19C-m5itM8lXTTreFgGXcGCX9GaUJ_OgERZbe_S38jmNhQIvneQpoSU_RH3GbWsjYc5uxGn74Hizgm71w5Yz9k555zx0fQjXjBjl/s1600/tropi+konvensi+mutu.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaGjgr9sTxd-2MgG0hFZYYQG5Z9VXeiltaG6aHaNy-19C-m5itM8lXTTreFgGXcGCX9GaUJ_OgERZbe_S38jmNhQIvneQpoSU_RH3GbWsjYc5uxGn74Hizgm71w5Yz9k555zx0fQjXjBjl/s320/tropi+konvensi+mutu.jpg" width="288" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt;Penghargaan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt;Predikat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt;Emas&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt;dari&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt; PMMI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt;untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt; CV. AHM&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt;pada&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt;Konvensi&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt;Mutu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt;Nasional&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt;Bulan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt;Desember&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt; 2012,&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #c00000; font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; language: en-US; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;; mso-bidi-font-family: +mn-cs; mso-fareast-font-family: +mn-ea; mso-font-kerning: 12.0pt;"&gt; Manado&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaGjgr9sTxd-2MgG0hFZYYQG5Z9VXeiltaG6aHaNy-19C-m5itM8lXTTreFgGXcGCX9GaUJ_OgERZbe_S38jmNhQIvneQpoSU_RH3GbWsjYc5uxGn74Hizgm71w5Yz9k555zx0fQjXjBjl/s72-c/tropi+konvensi+mutu.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Predikat Emas dari Malaysia Production Conference </title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2013/10/predikat-emas-dari-malaysia-production.html</link><category>penghargaan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 4 Oct 2013 10:39:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-8176739126037274624</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqSkvq5QajDD___5bInWwTN1ss01eO19w-frivIwPatxeLGmnIckDXRGzecWFWBjqQ2BrmIKGW1s86-boM0op1wvFIvh3D0UnK9uJwZglMoJiGc9hmDIawdXsKpB4a03tYTXomSOcRnLfm/s1600/tropi+malaysia.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="265" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqSkvq5QajDD___5bInWwTN1ss01eO19w-frivIwPatxeLGmnIckDXRGzecWFWBjqQ2BrmIKGW1s86-boM0op1wvFIvh3D0UnK9uJwZglMoJiGc9hmDIawdXsKpB4a03tYTXomSOcRnLfm/s320/tropi+malaysia.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-top: 0pt; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: baseline;"&gt;
&lt;span style="color: #073763;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt;Penghargaan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt;Predikat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt;Emas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt;dari&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt; Malaysia Production
Conference&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt;untuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;CV. AHM &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt;pada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt;Konvensi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt;Mutu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt;Internasional&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt;Bulan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;September 2012,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: #073763;"&gt;

&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt;Kualalumpur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;;"&gt; Malaysia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqSkvq5QajDD___5bInWwTN1ss01eO19w-frivIwPatxeLGmnIckDXRGzecWFWBjqQ2BrmIKGW1s86-boM0op1wvFIvh3D0UnK9uJwZglMoJiGc9hmDIawdXsKpB4a03tYTXomSOcRnLfm/s72-c/tropi+malaysia.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Certificate of Appreciation</title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2013/10/certificate-of-appreciation.html</link><category>penghargaan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 4 Oct 2013 10:37:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-8756678344723608623</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibU4BQb1g7KzF7oxC4EBTMywMZk6Ek1YxgQuVT-AVQeHUfOEbV4dzoZ5BDXHmBjx8LUMKCRoilNPvXBL8f7hUXU6nvi34Ro3sUsufHAp09m3YK6SgMs8kFhhjbdwWafPmPXmWtatn4zqr1/s1600/GOLD2011-208x300.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibU4BQb1g7KzF7oxC4EBTMywMZk6Ek1YxgQuVT-AVQeHUfOEbV4dzoZ5BDXHmBjx8LUMKCRoilNPvXBL8f7hUXU6nvi34Ro3sUsufHAp09m3YK6SgMs8kFhhjbdwWafPmPXmWtatn4zqr1/s1600/GOLD2011-208x300.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibU4BQb1g7KzF7oxC4EBTMywMZk6Ek1YxgQuVT-AVQeHUfOEbV4dzoZ5BDXHmBjx8LUMKCRoilNPvXBL8f7hUXU6nvi34Ro3sUsufHAp09m3YK6SgMs8kFhhjbdwWafPmPXmWtatn4zqr1/s72-c/GOLD2011-208x300.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Troffi Mutu PMMI dan Piagam</title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2013/10/troffi-mutu-pmmi.html</link><category>penghargaan</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 4 Oct 2013 10:34:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-5056299218166939514</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Beberapa Penghargaan yang telah kami dapatkan&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzlhWQGE7-6EEe6Bsw46Qb4rApVqAqO1J7Vfl6QSPqLxLcXrO4CBpLlmfuqJQDs8WQKwwzfvahtLLY2u833TJ7hV2n9mcfNn_HwyFsoGUzMgtv_oRDrgPz5rg2fueKqPl3JGvt8fbwjLrW/s1600/QC2011-220x300.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzlhWQGE7-6EEe6Bsw46Qb4rApVqAqO1J7Vfl6QSPqLxLcXrO4CBpLlmfuqJQDs8WQKwwzfvahtLLY2u833TJ7hV2n9mcfNn_HwyFsoGUzMgtv_oRDrgPz5rg2fueKqPl3JGvt8fbwjLrW/s1600/QC2011-220x300.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvHSmUKI9jtydfVGhQ7F01IpKOBekAR-GNoHx7QzhSwNtHykRCGjaiKXlDrnIarslGUxzGraoSmOzPUyh9zSpkHQeJKEDCbwilL21xgRoZHM7k2EKwNzaTjFSwQcfk_uUwRH1W3BTKyB9y/s1600/PC2012-213x300.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvHSmUKI9jtydfVGhQ7F01IpKOBekAR-GNoHx7QzhSwNtHykRCGjaiKXlDrnIarslGUxzGraoSmOzPUyh9zSpkHQeJKEDCbwilL21xgRoZHM7k2EKwNzaTjFSwQcfk_uUwRH1W3BTKyB9y/s1600/PC2012-213x300.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhv7eQYFr3R3dRgafUkHQvXG_46px6C61jFcYB5sE0PkXygIclC1o_JV8V4vnZQ7t9bpgmaFUZNH7AlnryqKD1tnzZFZIuMyYjlf5PyBINce31pLHEb1dEA2joIfqYgJcKkJkVH1_OHAnva/s1600/ICQCC2012-220x300.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhv7eQYFr3R3dRgafUkHQvXG_46px6C61jFcYB5sE0PkXygIclC1o_JV8V4vnZQ7t9bpgmaFUZNH7AlnryqKD1tnzZFZIuMyYjlf5PyBINce31pLHEb1dEA2joIfqYgJcKkJkVH1_OHAnva/s1600/ICQCC2012-220x300.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJV30forVxr05USyFhg2-plY7sZ_tdF0wSuJGs_aQ9pqeFwjX_kNbNX3FQ_WVnbz3U_ioDSbJ36jFYbk4RdYnXU49_Ao7hP-fzkKM0rWMHeWW5rjhB3C1UBKs3ovqURWn3FUx49QgZm8bI/s1600/GOLD2011-208x300.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJV30forVxr05USyFhg2-plY7sZ_tdF0wSuJGs_aQ9pqeFwjX_kNbNX3FQ_WVnbz3U_ioDSbJ36jFYbk4RdYnXU49_Ao7hP-fzkKM0rWMHeWW5rjhB3C1UBKs3ovqURWn3FUx49QgZm8bI/s1600/GOLD2011-208x300.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzlhWQGE7-6EEe6Bsw46Qb4rApVqAqO1J7Vfl6QSPqLxLcXrO4CBpLlmfuqJQDs8WQKwwzfvahtLLY2u833TJ7hV2n9mcfNn_HwyFsoGUzMgtv_oRDrgPz5rg2fueKqPl3JGvt8fbwjLrW/s72-c/QC2011-220x300.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ulat Batang</title><link>http://jatijumboekapanca.blogspot.com/2013/10/ulat-batang.html</link><category>hama</category><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><pubDate>Fri, 4 Oct 2013 08:41:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6776959513753190931.post-8597914124275190245</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIBVZ9UvkvZsowZSXqASYB9B3p64qxONKkcqFr0BPzh7Tj3MAHybaAYQ_TEJ7bglmnkAdi778Shg3bRbhUEAlzhyyD4DaLXu8cL3d-W4KxOfzESfOPXaZ1TMl4PEWwo1oLxiltn7n27L1i/s1600/ulat+batang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIBVZ9UvkvZsowZSXqASYB9B3p64qxONKkcqFr0BPzh7Tj3MAHybaAYQ_TEJ7bglmnkAdi778Shg3bRbhUEAlzhyyD4DaLXu8cL3d-W4KxOfzESfOPXaZ1TMl4PEWwo1oLxiltn7n27L1i/s320/ulat+batang.jpg" width="239" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Salah satu Hama Pohon Jati adalah Ulat Batang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIBVZ9UvkvZsowZSXqASYB9B3p64qxONKkcqFr0BPzh7Tj3MAHybaAYQ_TEJ7bglmnkAdi778Shg3bRbhUEAlzhyyD4DaLXu8cL3d-W4KxOfzESfOPXaZ1TMl4PEWwo1oLxiltn7n27L1i/s72-c/ulat+batang.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>