<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042</id><updated>2025-09-28T22:08:25.848+07:00</updated><category term="Palsafah Jawa"/><category term="ke-SH-an"/><category term="Olah Raga"/><category term="Tokoh Sejarah"/><category term="Makna Lambang"/><category term="Arti Pembukaan"/><category term="AD/ART PSHT"/><category term="Panca Dasar"/><category term="Pemimpin"/><category term="Persaudaraan"/><category term="Konsolidasi"/><category term="Pendidikan"/><category term="Sejarah"/><category term="Mukadimah"/><category term="Pencak Silat"/><category term="Pra-Kata"/><category term="Beladiri"/><category term="Kesenian"/><title type='text'>Jiwa Setia Hati</title><subtitle type='html'>Berjiwa Setia Hati dan Berbudi Pekerti Luhur</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>151</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-5089157798508843140</id><published>2020-08-17T07:38:00.009+07:00</published><updated>2020-10-14T23:11:37.347+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ke-SH-an"/><title type='text'>Filosofi Ketan Arang Arang Kambang Dalam Ajaran SH Terate</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdLk9-qDO4kF9T1Q_GmJLXe14_dFfrOWXF8iFUUnBLF8y2DYo6JVugZFBGdhPVl9Fo5YzT8hTHIHCl7r72WcTBWISvqmsulvcbrMQyRth1yoFhZK3HH03euPjqw0aFbKHt67euU4YVsZ3R/s563/Arang+Arang+Kambang+PSHT.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;545&quot; data-original-width=&quot;563&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdLk9-qDO4kF9T1Q_GmJLXe14_dFfrOWXF8iFUUnBLF8y2DYo6JVugZFBGdhPVl9Fo5YzT8hTHIHCl7r72WcTBWISvqmsulvcbrMQyRth1yoFhZK3HH03euPjqw0aFbKHt67euU4YVsZ3R/s320/Arang+Arang+Kambang+PSHT.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;FILOSOFI KETAN ARANG ARANG KAMBANG&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;DALAM AJARAN SETIA HATI TERATE&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Oleh : Dr. KH. Djoko Hartono, S.Ag, M.Ag, M.M&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;( Wakil Ketua Bidang Kerohanian PSHT )&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Dalam bahasa Jawa, makna &quot;KETAN&quot; dapat di artikan &quot;Caketno Ati Marang Allah Kang Maha Rahman&quot;, (Mendekatkan Hati Kepada Allah Yang Maha Pengasih). Adapun makna dari &quot;ARANG ARANG KAMBANG&quot; adalah diambil dari 2 kata, yakni &quot;ARANG ARANG&quot; yang artinya &quot;Jarang&quot; dan &quot;KAMBANG&quot; yang artinya &quot;Menampakkan Diri&quot;, yang senantiasa menenggelamkan diri dalam dekapan Allah SWT, Yang Maha Rahman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Ketika seorang Warga Setia Hati Terate sudah &quot;Kambang&quot; (Muncul) di permukaan dalam kehidupan bermasyarakat, maka ia harus mampu membawa dan menebarkan energi positif dengan memancarkan kasih sayang disekelilingnya, sebagaimana sifat Allah Yang Maha Rahman. Setelah itu seorang Warga Setia Hati Terate bisa menenggelamkan diri kembali kepada Allah Yang Maha Rahman. Ini artinya, ketika seorang Warga Setia Hati Terate hidup berada di tengah-tengah masyarakat dan menjalankan bhaktinya beramal shalih serta menebar kasih sayang, hendaknya dilakukan penuh ke ikhlasan dan semata-mata hanya karena Allah SWT, bukan karena ingin mendapat pujian, sanjungan dan penghargaan serta pamrih lain-lainnya. Untuk dapat menjaga hati agar senantiasa tetap ikhlas hanya karena Allah SWT, maka ia harus segera menenggelamkan diri kembali dalam dekapan Allah Yang Maha Rahman, setelah menjalankan bhaktinya tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Ketan Arang Arang Kambang termasuk merupakan makanan yang ber-energi bagi pendekar SH Terate, khususnya bagi calon pendekar/Warga SH Terate ketika di acara malam tasyakuran/pengesahan. Ini dikandung maksud agar Warga SH Terate penuh dengan energi yang positif. Agar energi positif&amp;nbsp; dapat menyelimuti pada diri seorang Warga SH Terate, maka ia harus melakukan Mujahadah dengan istiqomah, agar menjadi seorang Warga SH Terate yang bersih hatinya seperti ketan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Dengan cara terus menerus dan istiqomah melakukan Mujahadah ini, maka Warga Setia Hati Terate akan menjadi dekat dan Makrifatullah/mengenal Allah SWT, yang maha lembut (latif). Ini merupakan makna dari parutan kelapa yang lembut. Ketika Warga Setia Hati Terate dekat dan Makrifatullah ini, maka Allah yang Maha Bercahaya (ber-energi), akan senantiasa melimpahkan energi positifnya. Dengan energi positif ini, maka Warga Setia Hati Terate akan menjadi mampu beramal shalih dan berbudi pekerti luhur, tahu benar dan salah serta Memayu Hayuning bawono. Hal ini karena dirinya senantiasa mendapatkan limpahan cahaya-Nya yang senantiasa menggerakan dan membimbing ke jalan yang di ridhoi Allah SWT, yakni &quot;Shirothol Mustaqim&quot;. Ini merupakan jalan yang penuh kenikmatan dari Allah SWT, jalannya para Nabi dan Rasul serta Wali Allah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pengertian Mujahadah menurut arti bahasa, Syar&#39;i dan istilah ahli hakikat, arti Mujahadah menurut bahasa adalah &quot;Perang&quot;, menurut aturan Syara&#39; adalah perang melawan musuh-musuh Allah, dan menurut istilah ahli hakikat adalah memerangi nafsu amarah bis,suu&#39; dan memberi beban kepadanya untuk melakukan sesuatu yang berat baginya yang sesuai dengan aturan Syara&#39; (Agama). Sebagian ulama mengatakan : &quot;Mujahadah adalah tidak menuruti kehendak nafsu&quot;, dan ada lagi yang mengatakan : &quot;Mujahadah adalah menahan nafsu dari kesenangannya&quot;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Adapun dalil yang melandasi agar seseorang melakukan Mujahadah adalah sebagai berikut :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Allah SWT berfirman : Artinya ; &quot; Dan orang-orang yang berjihad untuk ( mencari keridhoan ) kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik&quot;. ( QS.29, Al-Ankabut : 69 )&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Nabi SAW bersabda : Arinya ; &quot; Kalian telah pulang dari sebuah pertempuran kecil menuju pertempuran besar. Lantas sahabat bertanya ; &quot; Apakah pertempuran akbar ( yang lebih besar ) itu wahai Rasulullah ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasulullah menjawab ; &quot; Jihad ( memerangi ) hawa nafsu &quot;. ( HR. Imam Baihaqi dan Nasa&#39;i dengan makna shahih )&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Hadist dari Fadlolah bin Ubaid ; Bahwa Nabi SAW bersabda : &quot; Artinya ; &quot; Orang yang berjihad ( bermujahadah ) adalah orang yang memerangi nafsunya dalam ( pendekatan dirinya kepada ) Allah &quot;. ( HR. Imam Tirmidzi, Thabrani dan Ibnu Hiban dan Hakim )&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Dengan melakukan Mujahadah seperti pejelasan di atas, yang dikandung maksud agar Warga Setia Hati Terate dapat menang dalam perang dan mampu menundukkan hawa nafsunya yang senantiasa mengganggu dan mempengaruhi anggota badannya untuk melakukan perbuatan yang dilarang syariat agama. Dengan Mujahadah ini pula hati seorang Warga Setia Hati Terate dapat terjaga dari sifat-sifat tercela dan menjadi terhiasi dengan sifat-sifat mulia Allah SWT. Sifat mulia itu akan memancar dan memberi pengaruh kepada hati ( qolbu ), jasad dan seluruh anggota badan sehingga Warga Setia Hati Terate dalam hidupnya semakin menjadi manusia Setia Hati, yakni sosok yang shalih secara vertikal ( pribadi dengan Allah SWT ), dan horisontal ( sosial ) serta mampu &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2018/05/memayu-hayuning-bawono.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Memayu Hayuning Bawono&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wallahu &#39;alam bis showab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mudah-mudahan ilmu yg sedikit ini, yang mengupas makna dari &quot; Filosofi Ketan Arang-Arang Kambang Dalam Ajaran Setia Hati Terate &quot; ini dapat bermanfaat bagi umat manusia dan Warga Setia Hati Terate khususnya. Aamiin.....&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam Persaudaraan ......&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/5089157798508843140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2020/08/filosofi-ketan-arang-arang-kambang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/5089157798508843140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/5089157798508843140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2020/08/filosofi-ketan-arang-arang-kambang.html' title='Filosofi Ketan Arang Arang Kambang Dalam Ajaran SH Terate'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdLk9-qDO4kF9T1Q_GmJLXe14_dFfrOWXF8iFUUnBLF8y2DYo6JVugZFBGdhPVl9Fo5YzT8hTHIHCl7r72WcTBWISvqmsulvcbrMQyRth1yoFhZK3HH03euPjqw0aFbKHt67euU4YVsZ3R/s72-c/Arang+Arang+Kambang+PSHT.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-8977880288848862608</id><published>2020-05-10T03:16:00.011+07:00</published><updated>2020-10-14T23:15:49.138+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ke-SH-an"/><title type='text'>PSHT Sebagai Media Hati</title><content type='html'>&lt;script async=&quot;&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Persaudaraan Setia Hati Terate&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sebagai Media Hati&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;( Rahasia yang pendekar dan sesepuh tidak ketahui tentang mengapa kejayaan Setia Hati Terate abadi )&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pencak Silat PSHT sudah menjadi satu-satuanya komunitas terdepan yang subur dibanding dengan yang lainnya. Yang dijelaskan oleh Pendekar dari Jawa, berikut penjelasannya :&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;1. PSHT tidak menyebut dirinya sebagai Perguruan, akan tetapi&amp;nbsp; yaitu Organisasi. Hal ini merupakan kecerdasan tersendiri yang di dalamnya membuktikan memang PSHT merupakan suatu wadah yang perfesional untuk terus bisa beradaptasi dengan perkembangan jaman. Karena unsur didalamnya mampu membentuk karakter setiap Anggota/Warganya, jiwa insan di dalamnya tidak sempit terkurung dengan konsep ilmu khusus, tetapi ilmu yang dijadikan sumber setiap orang mencari ilmu, yaitu ilmu alam dan kemanusiawian.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Setiap pelaku penuntut ilmu tidak akan bertemu puncaknya kesempurnaan ilmunya sebelum terbuka kemanusiawiannya, karena banyak orang tertutupi sifat kemanusiawiannya oleh kepandaian ilmunya sendiri. Seperti :&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Orang belajar politik tapi untuk memolitiki orangnya sendiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang belajar kecerdasan ilmu akal tapi untuk mengakali orang dengan keuntungan dirinya sendiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang belajar sakti tapi hanya untuk mencuri, dan lain sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Tapi PSHT punya alur seperti wejangan Kiblat Hati :&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&quot; Segala pengetahuan tanpa pengalaman adalah kosong, dan setiap pengalaman adalah kesadaran tertinggi yang didalamnya adalah sumber makna sebelum tercipta menjadi setiap ilmu, karena kesadaran tertinggimu ada dalam sifat kemanusiawianmu sendiri &quot;.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;2. PSHT memiliki kelebihan membentuk suatu manusia yang tidak hanya mengenal cara menjaga diri, tapi olah batin yang sangat canggih. Di dalam sistem hubungan antara pendidik dan yang di didik tidak ada konsep Guru dan Murid, tapi Saudara.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kenapa dikatakan canggih, ini alasannya......&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Setiap belajar tentang Kerohanian, selalu berhubungan dengan Tuhan. Berhubungan dengan Tuhan, bukanlah pekerjaan ragawi, tapi pekerjaan ruhani.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Guru adalah posisi yang mampu menghalangi kesadaran ruhani seorang murid untuk mengadakan penjelasan ruhani untuk menemukan eksistensi Tuhan, karena jika didalam kesadaran batin manusia masih ada yang lebih tinggi menandingi Tuhan,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Bersambung .....&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!--modulfekon_main_Blog1_1x1_as--&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;8738317738&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/8977880288848862608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2020/05/psht-sebagai-media-hati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/8977880288848862608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/8977880288848862608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2020/05/psht-sebagai-media-hati.html' title='PSHT Sebagai Media Hati'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-3435894070469743810</id><published>2020-04-28T23:08:00.031+07:00</published><updated>2020-06-14T02:54:44.035+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Palsafah Jawa"/><title type='text'>ORA SELAK KARO BATINE</title><content type='html'>&lt;script async=&quot;&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;b&gt;ORA SELAK KARO BATINE&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;b&gt;&quot;Ora Selak Karo Batine&quot;&lt;/b&gt; yang artinya &lt;b&gt;&quot;Tidak Bertentangan Dengan Hatinya&quot;&lt;/b&gt;. Merupakan ungkapan Bahasa Jawa yang mengandung pitutur atau nasehat para sesepuh atau orang tua yang mengingatkan kita yang intinya agar diri kita tidak mengingkari apa yg sudah diucapkan dan diperbuat yang sudah menjadi keyakinan dalam hati kita.&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Kalimat &lt;b&gt;&quot;Ora Selak Karo Batine&quot;&lt;/b&gt; sering sekali digunakan atau diungkapkan oleh para senior atau sesepuh SH Terate khususnya dalam menyampaikan pitutur atau nasehat pada yunior ataupun siswa dalam acara sarasehan temu kadhang ataupun &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/04/materi-ke-sh-an.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;Ke-SH-an siswa&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; disela-sela latihan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sungguh merupakan suatu kekuatan terbesar dalam diri pribadi seorang insan SH Terate bukanlah terletak pada fisik atau kemampuannya mengolah otak atau fikirannya, namun sesungguhnya kekuatan tersebut adalah terletak di dalam hati sanubarinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Setiap insan pada hakikatnya dilahirkan dengan hati yang putih, bersih dan dan suci. Maka dengan hatilah yang dapat membuat setiap insan menjadi tau mana yang benar dan mana yang salah, mana yang harus diperbuat dan mana yang harus dihindari, dan seterusnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 
  &lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!--jiwasetiahati_sidebar-right-1_AdSense1_1x1_as--&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;8559103738&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
  Seburuk apapun prilaku seseorang walaupun itu hanya sedikit, hatinya akan selalu menolak dan berkata tidak ketika orang tersebut melakukan suatu keburukan. Akan tetapi, jika keburukan tersebut tetap dilakukannya, maka bukan berarti hatinya yang kotor, melainkan diri pribadi orangnya itu sendiri yang tidak dapat menjaga hatinya dan yang pada akhirnya orang tersebut hanya diperbudak dan mengikuti hawa nafsunya tanpa mendengarkan apa kata hatinya, dan inilah sesungguhnya yang dikatakan seseorang yang &lt;b&gt;&quot;Selak Karo Batine&quot; &lt;/b&gt;yakni apa yang diperbuatya adalah bertolak belakang dengan hatinya atau tidak sesuai dengan kata hatinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Salah satu contoh ajaran yang kita pelajari di SH Terate adalah tentang &quot;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/07/makna-tulisan-persaudaraan-pada-lambang.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;Persaudaraan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&quot;, dan ini adalah merupakan ajaran yang paling utama yang di ajarkan di SH Terate. Jika insan SH Terate masih menjelekan nama sudaranya, bahkan sampai menyakiti perasaannya dan lebih dari itu, sampai menganiyaya saudaranya sendiri. Lantas dimana letak ajaran &quot;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/09/persaudaraan-ukhuwah.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;Persaudaraan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&quot; yang selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun yang saudara pelajari di SH Terate ?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Ini adalah contoh bahwa insan/pendekar SH Terate tersebut belum bisa memahami makna dari Persaudaraan tersebut, apalagi untuk menerapkannya. Bukankah dikatakan bahwa &quot;sesama muslim itu adalah bersaudara, bahkan yang bukan sesama muslim pun bisa menjadi sudara&quot;. Contohnya (kita tidak mengenal siapa orang itu, siapa nama orang itu, dan berasal dari mana orang itu), namun akan tetapi apabila orang itu muslim, berati dia adalah saudaramu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Di SH Terate diajarkan tentang Persaudaraan sejak dini, kemudian masih satu muslim dan lebih dari itu, sesama insan/saudara SH Terate adalah &quot;sedulur tunggal ketcer&quot;. Namun jika di antara sesama insan/Pendekar SH Terate masih saling mencaci, melakukan intimidasi, menjelekkan , mengejek dan bahkan menyakiti. Lantas dimana nilai-nilai Persaudaraan itu ?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lantas dimana &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/09/ajaran-budi-luhur-dalam-persaudaraan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;ajaran budi pekerti luhur&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; itu?, Dimana ajaran tahu benar dan salah itu ?, Dimana &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2018/10/janji-setia-anggota-psht.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;janji/sumpah&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; yang pernah diucapkan waktu Pengesahan dulu. Mari kita kembali sejenak untuk bermuhasabah/instrokpesi diri untuk hal itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Oleh karena itu, kita sebagai insan SH Terate yang sudah dibekali ajaran agar menjadi insan yang berbudi pekerti luhur, tahu benar dan salah, harus terus menggali/menuntut ilmu kepada yang lebih tau (senior/sesepuh) tentang ilmu yang ada di SH Terate. Agar apa yang telah kita pelajari tidaklah setengah-setengah dan salah kaprah. Hal itulah agar diri kita sebagai insan SH Terate mampu menjaga dan mengikuti apa kata hati kita, sehingga dengan begitu insan SH Terate akan dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 
 &lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;fluid&quot; data-ad-layout=&quot;in-article&quot; data-ad-slot=&quot;8801424413&quot; style=&quot;display: block; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt; 
  SH (Setia Hati) adalah satu. Satu antara hati, fikiran, ucapan dan perbuatan yang setidaknya dapat dijalankan dengan selaras. Apabila Hati, fikiran, ucapan dan perbuatan belum dapat dijalankan dengan selaras dan seirama (bertolak belakang), maka apakah kita patut untuk disebut sebagai insan Setia Hati yang setia pada Hatinya ?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Kita mengakui bahwa diri kita adalah insan/pendekar Setia Hati, namun diri kita masih belum bisa memahami makna Setia Hati yang sebenarnya, tentunya akan sulit untuk dapat menerapkan makna dari Setia Hati tersebut. Jika diri kita bercermin pada hati atau introspeksi, lantas timbulah pertanyaan dalam hati pribadi &quot;Apakah pantas diri ini untuk menyandang sebagai insan/pendekar Setia Hati ???. Tentunya hal ini masih sangat jauh ibarat &quot;api jauh dari panggangnya&quot; (masih jauh dari harapan yang sebenarnya) apa yang di cita-citakan atau yang diharapkan dari yang telah diajarkan di Persaudaraan Setia Hati Terate, yakni menjadi &quot;manusia yang berbudi pekerti luhur, tau benar dan salah&quot;.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Inilah sedikit coretan yang dapat saya tuangkan, semoga dapat menjadi catatan sebagai pengingat diri pribadi saya khususnya dan dulur Warga Setia Hati Terate umumnya. Teruslah berupaya semaksimal mungkin walaupun masih jauh dari harapan yang sebenarnya agar diri kita bisa menjadi insan/pendekar Setia Hati Terate yang seutuhnya yakni menjadi insan Setia Hati Terate yang sebenar-sebenarnya&amp;nbsp; Setia Pada Hatinya. Sekian, mohon ma&#39;af atas segala kekurangan dan semoga dapat bermanfaat.....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Salam Persaudaraan....&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!--jiwasetiahati_page_body_Blog1_1x1_as--&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;7881126116&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/3435894070469743810/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2020/04/ora-selak-karo-batine.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/3435894070469743810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/3435894070469743810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2020/04/ora-selak-karo-batine.html' title='ORA SELAK KARO BATINE'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-4220214255524162686</id><published>2019-10-12T08:08:00.004+07:00</published><updated>2020-05-19T02:08:12.030+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Palsafah Jawa"/><title type='text'>Insan SH Terate Mampu Manjing Ajur Ajer</title><content type='html'>&lt;script async=&quot;&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7ThE5k1fvFF5PVSsEVOp1R3au7Ztl61Ts2iSaNh7J01HL9FkvdIrINOm1mibs1AUHt5yPUm8NurQ2kPlMa_ShCP7AGtH_CcctCghUHFE2NraMt-huV5LPcf9j64O6Fs_jl1BIgH0sGT6b/s1600/Blog+Jiwa+Setia+Hati.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Insan Setia Hati Terate Mampu Manjing Ajur Ajer&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;250&quot; data-original-width=&quot;250&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7ThE5k1fvFF5PVSsEVOp1R3au7Ztl61Ts2iSaNh7J01HL9FkvdIrINOm1mibs1AUHt5yPUm8NurQ2kPlMa_ShCP7AGtH_CcctCghUHFE2NraMt-huV5LPcf9j64O6Fs_jl1BIgH0sGT6b/s200/Blog+Jiwa+Setia+Hati.jpg&quot; title=&quot;Manjing Ajur Ajer&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;INSAN SH TERATE MAMPU&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;MANJING AJUR AJER&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Apa makna yang terkandung dalam kalimat &quot;Manjing Ajur Ajer&quot;. Kalimat Manjing Ajur Ajer adalah suatu ungkapan bahasa Jawa, yang artinya :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
- Manjing : Masuk&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
- Ajur : Hancur/Melebur&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
- Ajer : Mencair/Menyesuaikan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sehingga apabila tersusun menjadi kalimat &quot;Manjing Ajur Ajer&quot; dapat di artikan &quot;Masuk kemudian melebur dan mencair di dalamnya&quot;. Maknanya adalah, Insan Setia Hati Terate itu selalu berupaya bagaimana caranya agar sebisa mungkin dapat masuk dan menyatu serta berbaur dengan lingkungan masyarakat luas disekitarnya dan mampu beradaptasi (menyesuaikan diri) dengan masyarakat luas disekitarnya serta mampu mengendalikan diri dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang kurang baik.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Seperti yang telah di simbolkan dalam &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/07/makna-bunga-terate-pada-lambang-psht.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Makna Bunga Terate&lt;/a&gt;, bahwa Bunga Terate dapat bertahan dan hidup di berbagai keadaan sekalipun di air yang keruh, namun bunga Terate tidak mudah kotor oleh keadaan tempatnya serta tidak mempengaruhi sedikitpun harumnya aroma yang dikeluarkan oleh&amp;nbsp; bunga Terate.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot;
     data-ad-slot=&quot;5605637336&quot;
     data-ad-format=&quot;auto&quot;
     data-full-width-responsive=&quot;true&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Ketika insan Setia Hati Terate berada dilingkungan yang baru, insan Setia Hati Terate harus bisa Manjing (masuk) di dalam lingkungan tersebut menjadi bagian daripada komunitas yang ada di dalamnya. Bahkan tidak hanya cukup masuk di dalamnya, insan Setia Hati Terate juga harus bisa Ajur (melebur) menjadi satu dengan masyarakat orang banyak di dalamnya. Walaupun watak, tabiat, kebiasaan, prilaku orang berbeda-beda, insan Setia Hati Terate harus bisa mengakomodir mereka semua. Jangan di niati dengan embel-embel alasan ingin tampil beda, justru akan menjadi orang yang dikucilkan dilingkungan yang kita diami. Selain itu insan Setia Hati Terate pun harus mampu bersikap Ajer (mencair/menyesuaikan) dalam suatu lingkungan agar insan Setia Hati Terate bisa mengikuti atau paling tidak bertoleransi terhadap kebiasaan-kebiasaan atau adat yang ada dalam lingkungan masyarakat yang kita tinggali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Dengan seperti itu, harapannya Insan Setia Hati Terate benar-benar mampu untuk melaksanakan sikap Manjing-Ajur-Ajer dimanapun Insan Setia Hati Terate berada. Seiring dengan itu pula, harapannya Insan Setia Hati Terate mampu menjunjung nama baik dan mengharumkan Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate dimanapun Insan Setia Hati Terate berada, &quot;Dimana Bumi Dipijak, Disitu Pula Langit Dijunjung&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Itulah sedikit wawasan yang dapat saya bagikan untuk Saudaraku dimanapun Saudara berada. Mudah-mudahan kita sebagai Insan Setia Hati Terate menerapkannya dan semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melindungi disetiap langkah kita untuk menuju kebaikan dan kebenaran. Sekian dan Semoga dapat bermanfa&#39;at .....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam Persaudaraan .....&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!--modulfekon_sidebar-right-1_AdSense1_336x280_as--&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-slot=&quot;6207203339&quot; style=&quot;display: inline-block; height: 280px; width: 336px;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/4220214255524162686/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/10/insan-sh-terate-mampu-manjing-ajur-ajer.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/4220214255524162686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/4220214255524162686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/10/insan-sh-terate-mampu-manjing-ajur-ajer.html' title='Insan SH Terate Mampu Manjing Ajur Ajer'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7ThE5k1fvFF5PVSsEVOp1R3au7Ztl61Ts2iSaNh7J01HL9FkvdIrINOm1mibs1AUHt5yPUm8NurQ2kPlMa_ShCP7AGtH_CcctCghUHFE2NraMt-huV5LPcf9j64O6Fs_jl1BIgH0sGT6b/s72-c/Blog+Jiwa+Setia+Hati.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-6235998521856640337</id><published>2019-09-30T11:55:00.002+07:00</published><updated>2020-05-19T23:11:23.876+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ke-SH-an"/><title type='text'>Ajaran Budi Luhur dalam Persaudaraan Setia Hati Terate</title><content type='html'>&lt;script data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5P_yujuE6-wPk5hvH_5jq3eiqqA6iojQ9BmXWAkqrM-4sK1fKFjHM1pI4yxzIt89jUJh1o_cSlnmO4jIXm5Io17C5k0fkvRAuPoK1MzeRvgw-g3Qi7smkpvD8jLSP2foyGnMuEASyE50/s1600/Jiwa+Setia+Hati.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;239&quot; data-original-width=&quot;200&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5P_yujuE6-wPk5hvH_5jq3eiqqA6iojQ9BmXWAkqrM-4sK1fKFjHM1pI4yxzIt89jUJh1o_cSlnmO4jIXm5Io17C5k0fkvRAuPoK1MzeRvgw-g3Qi7smkpvD8jLSP2foyGnMuEASyE50/s320/Jiwa+Setia+Hati.jpg&quot; width=&quot;267&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;AJARAN BUDI LUHUR&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Manusia adalah sebagai makhluk sosial yang dalam kehidupannya selalu ada ketergantungan terhadap orang lain, sebab manusia secara pribadi juga memiliki kekurangan dan kelebihan sehingga timbul kondisi yang disebut saling membutuhkan. Kita sebagai insan Setia Hati Terate yang hidup di tengah-tengah masyarakat yang majemuk harus dapat bersosialisasi, membawa diri dan dapat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan disekitarnya. Sebab hal ini sangatlah penting, karena selain keinginan untuk mendapatkan hak azasi masing-masing (di dalam beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara) juga perlu pemahaman tentang hak-hak orang lain, kelompok, institusi dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A. Definisi Insan Berbudi Luhur dan Moral Berbudi Luhur&lt;br /&gt;
a. Insan Berbudi Luhur&lt;br /&gt;
Insan berbudi luhur adalah insan yang memiliki ciri-ciri budi luhur dalam kehidupannya, sehingga dapat diteladani oleh orang lain. Ciri-ciri yang dimaksud adalah perilaku yang terpuji, sesuai dengan pengertian Budi Luhur.&lt;br /&gt;
Budi = suatu sikap dan prilaku&lt;br /&gt;
Luhur = tinggi atau mulia&lt;br /&gt;
Sehingga makna Budi Luhur adalah suatu sikap dan prilaku seseorang yang mulia.&lt;br /&gt;
Insan yang berbudi luhur adalah insan yang memiliki kecerdasan akal, mampu mengendalikan emosi/perasaannya, berbicara dengan bahasa yang baik dan santun, memiliki kecerdasan spiritual dan bertindak secara cerdas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
  &lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot;
     data-ad-slot=&quot;5605637336&quot;
     data-ad-format=&quot;auto&quot;
     data-full-width-responsive=&quot;true&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
b. Moral Berbudi Luhur&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Moral berbudi luhur diwujudkan dalam sikap, prilaku dan tindakan yang baik dan mulia, tidak melanggar norma-norma yang ada dimasyarakat serta bertanggung jawab secara penuh kesadaran atas semua keputusan yang telah dibuatnya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sehingga dapat disimpulkan bahwa budi luhur pada dasarnya adalah budi pekerti/akhlak yang baik, yang secara nilai dasar umum dapat diterima oleh masyarakat sebagai ucapan dan perilaku serta sikap yang baik.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sedangkan pengertian dari budi luhur adalah segala prilaku/perbuatan yang sesuai dengan peraturan agama dan menetapi peraturan pemerintah yang sah, serta menetapi norma-norma yang berlaku dalam masyarakat setempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Baca&lt;/b&gt; : &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/08/sifat-mangro-tingal-dalam-pandangan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sifat Mangro Tingal Dalam Pandangan Setia Hati Terate&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pada saat ini dimana sendi-sendi kehidupan banyak yang goyah karena terjadinya erosi moral, budi luhur menjadi sangat relevan dan perlu di revitalisasi.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Budi luhur dapat di artikan juga secara sederhana, yaitu : perbuatan luhur yang dilahirkan oleh pikiran yang jernih dan hati yang bersih (budi luhur). Jika insan Setia Hati Terate benar-benar memiliki jiwa berbudi luhur, maka jalan kehidupannya pun paling tidak akan selamat, sehingga bisa berkiprah menuju kesuksesan hidup, kerukunan antar sesama anggota Setia Hati Terate dan berada dalam koridor perilaku yang baik. Sebaliknya, jikan insan Setia Hati Terate melanggar prinsip-prinsip budi luhur (budi asor), maka akan mengalami hal-hal yang tidak nyaman, dari yang sifatnya ringan (tidak disenangi, tidak dihormati) sampai yang berat (melakukan pelanggaran hukum) sehingga dapat di pidana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersambung .....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!--jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as--&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/6235998521856640337/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/09/ajaran-budi-luhur-dalam-persaudaraan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/6235998521856640337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/6235998521856640337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/09/ajaran-budi-luhur-dalam-persaudaraan.html' title='Ajaran Budi Luhur dalam Persaudaraan Setia Hati Terate'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5P_yujuE6-wPk5hvH_5jq3eiqqA6iojQ9BmXWAkqrM-4sK1fKFjHM1pI4yxzIt89jUJh1o_cSlnmO4jIXm5Io17C5k0fkvRAuPoK1MzeRvgw-g3Qi7smkpvD8jLSP2foyGnMuEASyE50/s72-c/Jiwa+Setia+Hati.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-221380575734388126</id><published>2019-09-21T03:00:00.002+07:00</published><updated>2019-10-02T21:38:39.999+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ke-SH-an"/><title type='text'>Mengingat Kembali Pesan Kangmas Tarmadji Boediharsono</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh85mi_rKtWbuBxXH6CK1Ow5OOneHhAhNpvMURco1_eP5N2CWsBlCkXDpqYZY4QD3Z0pKMZWdfyz-UXiGisum4aFmMCTpkOTCWzbYc-yWLZ13r9pZ27kgQAB-whsYfsg3vLh7sZaQ133NqP/s1600/IMG-20190322-WA0001-1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pesan Kangmas Tarmadji Boedi Harsono&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;658&quot; data-original-width=&quot;628&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh85mi_rKtWbuBxXH6CK1Ow5OOneHhAhNpvMURco1_eP5N2CWsBlCkXDpqYZY4QD3Z0pKMZWdfyz-UXiGisum4aFmMCTpkOTCWzbYc-yWLZ13r9pZ27kgQAB-whsYfsg3vLh7sZaQ133NqP/s320/IMG-20190322-WA0001-1.jpg&quot; title=&quot;Kangmas Tarmadji Boedi Harsono&quot; width=&quot;305&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;MENGINGAT KEMBALI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PESAN KANGMAS TARMADJI BOEDI HARSONO&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Assalamu&#39;alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Hakikat Persaudaraan sejati adalah suatu jalinan Persaudaraan yang dipenuhi dengan rasa asah, asih, dan asuh, yakni Persaudaraan yang tulus dengan didasari rasa saling sayang menyayangi, hormat menghormati dan saling bertanggungjawab. Persaudaraan di Setia Hati Terate adalah Persaudaraan yang tidak memandang siapa aku dan siapa kamu, dan tidak pula dilandasi dengan hal yang bersifat keduniawian seperti drajat, pangkat, dan kedudukan, juga bukan pula Persaudaraan yang dibatasi dengan suku, ras, agama dan antar golongan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Maka, selayaknya kita Warga Setia Hati Terate sebagai generasi penerus menghaturkan banyak terimakasih kepada perintis, pendiri dan Tokoh Setia Hati Terate yang telah bersusah payah membimbing dan mengenalkan kita pada ajaran budi pekerti luhur tahu benar dan salah, ber-iman dan ber-taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagaimana tujuan dari ajaran Setia Hati Terate.&lt;br /&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sebagaimana yang selalu disampaikan Kangmas Tarmadji Boedi Harsono , bahwa salah satu tujuan Setia Hati Terate adalah &lt;i&gt;&quot;membentuk manusia berbudi luhur tahu benar dan salah. Ber-iman dan ber-taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dalam jalinan persaudaraan yang kekal abadi melalui pelajaran Pencak Silat&quot;&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Persaudaraan yang diyakini dan dianut oleh Setia Hati Terate adalah Persaudaraan yang tulus dengan didasari rasa saling sayang-menyayangi, hormat-menghormati dan bertanggungjawab. Persaudaraan yang tidak memandang siapa aku dan siapa kamu, tidak dilandasi dengan sesuatu yang bersifat keduniawian (derajat, pangkat dan martabat), juga bukan persaudaraan yang dibatasi dengan suku, ras, agama dan antar golongan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Maknanya, persaudaraan yang dianut Setia Hati Terate adalah sebuah jalinan persaudaraan yang seutuhnya. Sebab Setia Hati Terate meyakini, bahwa semua manusia yang ada dimuka bumi ini pada dasarnya sama. Titah sakwantah, makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Dihadapan Allah Swt, yang dinilai adalah kadar iman dan ketaqwaannya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Menyadari hakikat persaudaraan sedemikian itu, maka tugas dan kewajiban kita yang utama adalah menjaga persaudaraan yang telah kita yakini ini demi terwujudnya kedamaian dan kelestarian dunia yakni &lt;i&gt;Memayu Hayuning Bawono&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tugas kita sebagai Warga Setia Hati Terate yang berikutnya adalah mengemban dharma dan amanat budi luhur, sekalipun kita sadari bahwa masih jauh dari kesempurnaan. Sebab, nilai-nilai kesempurnaan itu mutlak milik Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa. Maknanya, masih banyak kekurangan yang harus dijadikan bahan evaluasi. Sementara kelebihan yang&amp;nbsp; terjadi selama kita berdharma sepanjang tahun sebelumnya, wajib pula kita yakini sebagai karunia Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Selanjutnya, tugas kita sebagai Warga Setia Hati Terate adalah mengemban amanat budi luhur yang terbentang di depan mata, di ibaratkan sebagai pelagan dharma atau perjuangan memperkokoh eksistensi kemanusiaan, yakinlah tentang itu terbentang di depan mata. Baik tantangan yang berwujud pergeseran nilai sebagai dampak era transformasi, maupun tantangan yang lahir dari diri kita sendiri sebagai titah sakwantah (makhluk universal).&lt;br /&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Namun demikian, perlu untuk di ingatkan kembali kepada saudara-saudaraku keluarga besar Setia Hati Terate, bahwa segala bentuk tantangan dan rintangan itu pada hakikatnya bukan berada diluar diri kita, akan tetapi ada di dalam diri kita sendiri. Sebab, musuh terbesar umat manusia adalah dirinya sendiri, yakni hawa nafsunya sendiri. Dalam Preambole/Mukadimah Setia Hati Terate dikatakan &quot;....dalam pada itu Setia Hati sadar dan yakin bahwa sebab utama dari segala rintangan dan malapetaka serta lawan kebenaran hidup yang sesungguhnya bukanlah insan, makhluk atau kekuatan yang di luar dirinya&quot;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Menyadari hal itu, kangmas Tarmadji pun selalu menghimbau, agar Warga Setia Hati Terate selalu mengevaluasi diri (mesu budi), perbanyak tirakat dan berlomba untuk membersihkan hati. Kemudian dengan penuh kesadaran bersama-sama kembali pada nilai-nilai ajaran Setia Hati Terate.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sebagai laku ikhtiar dalam proses menyelamatkan ajaran Setia Hati Terate ini pula, alhamdulillah, Persaudaraan Setia Hati Terate sudah memiliki hak paten. Sejumlah aset Setia Hati Terate yang telah mendapatkan hak paten, antara lain Lambang/badge, baju seragam, gambar senam-jurus dan pasangan, baju batik, Logo serta Mars Setia Hati Terate. Sementara kekayaan intelektual dan produk budaya warisan leluhur Setia Hati Terate saat ini masih dalam proses pengurusan hak paten. Konsekuensi logis dari hak paten itu, tugas kita adalah bersama-sama menjaga aset intelektual yang sudah kita patenkan itu dengan tetap mengedepankan Persaudaraan dan nilai-nilai kearifan serta kesatriaan. Sehingga, Persaudaraan ini akan tetap utuh kalau kita ini tidak merasa, aku sing paling kuat, aku sing paling pinter, aku sing paling ngerti (Adigang, Adigung, Adiguna). Kita di didik penuh kesederhanaan. Status yang kita sandang saat ini hanya titipan sementara, dan itu tidak akan berpengaruh di dalam Paseduluran (Persaudaraan).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Maka, ditujukan kepada seluruh Warga Setia Hati Terate Kangmas Tarmadji Boedi Harsono menegaskan, mari kita bersama-sama berjuang untuk memegang teguh ajaran Setia Hati Terate dan mari kita kembali ke jatidiri. Setia Hati Terate ini jangan dibawa ke mana-mana, akan tetapi perjuangkan terus agar Setia Hati Terate ada di mana-mana.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pesan Kangmas Tarmadji tentang ngelmu, kepada saudara Warga Setia Hati Terate yang secara kebetulan atau sengaja mempelajari ilmu (ngelmu) maupun laku, yang bersumber dari luar ajaran Setia Hati Terate, saya minta jadikan itu hanya sebagai bekal pengayaan keilmuan pribadi masing-masing. Jangan sekali-kali mencoba mencampur adukkan atau mengajarkan laku dan ilmu yang diperoleh dari luar kepada Saudara Setia Hati Terate, ini terkandung maksud agar kemurnian ajaran Setia Hati Terate tetap terjaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &quot;Selama Matahari Masih Bersinar, Selama Bumi Masih Dihuni Manusia. Selama itu pula Setia Hati Terate Tetap Jaya, Kekal Abadi Selama-lamanya&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wassalamu&#39;alaikum Wr.Wb ......&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam Persaudaraan .....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/221380575734388126/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/09/mengingat-kembali-pesan-kangmas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/221380575734388126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/221380575734388126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/09/mengingat-kembali-pesan-kangmas.html' title='Mengingat Kembali Pesan Kangmas Tarmadji Boediharsono'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh85mi_rKtWbuBxXH6CK1Ow5OOneHhAhNpvMURco1_eP5N2CWsBlCkXDpqYZY4QD3Z0pKMZWdfyz-UXiGisum4aFmMCTpkOTCWzbYc-yWLZ13r9pZ27kgQAB-whsYfsg3vLh7sZaQ133NqP/s72-c/IMG-20190322-WA0001-1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-7195910940752338314</id><published>2019-09-17T10:58:00.001+07:00</published><updated>2019-09-20T06:36:47.766+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ke-SH-an"/><title type='text'>Warga Baru PSHT</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikVXK0HwU4toTolbIsZv4bFuF8FdlODgTH1qB9pymnOsY96V9m_A4RNmHDVF7l9S5Wre0mbX736Z1DHgRNYhlptfWFne_YtogmWdhChufC3Sg0xFrh1yxWRApKWJMXm4RaGptLcjxfTYCK/s1600/Screenshot_2019-09-17-10-39-13-1.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Warga Baru persaudaraan Setia Hati Terate&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;307&quot; data-original-width=&quot;600&quot; height=&quot;163&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikVXK0HwU4toTolbIsZv4bFuF8FdlODgTH1qB9pymnOsY96V9m_A4RNmHDVF7l9S5Wre0mbX736Z1DHgRNYhlptfWFne_YtogmWdhChufC3Sg0xFrh1yxWRApKWJMXm4RaGptLcjxfTYCK/s320/Screenshot_2019-09-17-10-39-13-1.png&quot; title=&quot;Warga Baru PSHT&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;WARGA BARU&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Assalamu&#39;alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Puji syukur Alhamdulillah atas Rahmat, Taufiq, Hidayah dan Inayahnya, serta shalawat serta salam kepada Nabiyullah Saw. Semoga kita tetap dalam lindungan Allah Swt, dan mendapat safaat di yaumil kiyamah. Amin.....&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pertama saya ingin menyampaikan selamat kepada adik-adik Warga Baru PSHT yang telah di sahkan/di wisuda menjadi Warga/Pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate. Saya ikut terharu dan bangga pada adik-adik Warga baru, sebab mulai saat inilah saudara bukanlah siswa lagi, akan tetapi adik-adik Warga baru adalah bagian dari kami, yakni sudah bagian dari Keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tentunya tak lupa pula buat Saudara-saudaraku para &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/01/pelatih-pencak-silat-psht.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Pelatih PSHT&lt;/a&gt; yang telah ikut berjuang dan berkorban untuk mendidik adik-adik yang masih berlatih maupun yang sudah berhasil sampai menjadi Warga. Berkat upaya dan do&#39;a Saudaralah sehingga Allah Swt, mengijabah suatu keberhasilan mencetak calon-calon pendekar dan pendekar baru secara kuantitas maupun kwalitas. Bukan hanya itu, ada yang lebih terpenting lagi di dalam proses ini, yakni mencetak karakter menjadi insan yang berbudi pekerti luhur tau benar dan salah, menjadi insan yang bertanggungjawab dan ber-taqwa pada Allah Swt.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Bagi Warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate nampaknya sudah sedikit merasa lega, karena sudah di sahkan menjadi Warga dan tidak beraktivitas sebagaimana waktu masih siswa. Kelegaan dalam fikiran, kegembiraan pun menemani, saudara semakin bertambah banyak, bisa melatih adik-adik siswa disana sini dan lebih percaya diri serta keyakinan yang mantap.&lt;br /&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_page_body_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;7881126116&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Namun hanya untuk sebuah catatan saya yang perlu di ingat oleh Warga baru, setelah saudara menjadi Warga Persaudaraan Setia Hati Terate bukan berarti sudah selesai semua apa yang saudara pelajari yang ada di Persaudaraan Setia Hati Terate. Baik materi senam, jurus, &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/04/materi-ke-sh-an.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;ke-SH-an&lt;/a&gt;, dan lain sebagainya, yang telah saudara tempuh kemarin sewaktu masih siswa dan sekarang sudah menjadi Warga, berarti sudah tuntas semua. Bukan, bukan seperti maksudnya saudaraku dimanapun berada.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Justru itulah, setelah di sahkannya saudara menjadi Warga/pendekar Persaudaraan Setia Hati Terate, disitulah saudara baru memasuki pintu garba tentang &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/07/ilmu-setia-hati.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ilmu Setia Hati&lt;/a&gt; Terate, baru akan memulai, memahami, menelaah dan membedah tentang ilmu yang ada di Setia Hati Terate.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Saudara sudah menjadi Warga Persaudaraan Setia Hati Terate, Saudara sudah mendapatkan Senam 90, Saudara sudah mendapatkan Jurus 36, dan lain-lain. Semua prosesi Pengesahan Saudara sudah mengikuti sampai selesai, dan Saudara sudah dijuluki Warga Persaudaraan Setia Hati Terate 100 persen.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Namun disitulah banyak yang perlu Saudara pahami dan Saudara tuntut untuk dipelajari lebih dalam lagi. Salah satu contoh yang sudah Saudara dapati yang paling sederhana, yakni tentang Jurus 36 :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Kenapa Jurus 36 diberikan ditempat Pengesahan dan harus sudah di Kecer ?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kenapa Jurus 36 dinamakan Jurus Pamungkas ?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kenapa Jurus 36 disebut Jurus Kunci ? dan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kenapa Jurus 36 hitungannya cuma 2 ?&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Disinilah pintu garba Warga baru untuk mulai mencari tau, memahami, menghayati, mempelajari dan mengembangkan Ilmu Setia Hati Terate yang telah di dapatkan kemarin sewaktu masih Siswa.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Perjalanan baru dimulai yang tidak ada batas ujungnya dan tidak pernah akan ada habisnya untuk menyelami ilmu yang ada di Setia Hati Terate. Perlu untuk di catat, bahwa ilmu di Setia Hati Terate bukanlah sekedar hanya teori saja, bukan hanya catatan yang ada di buku yang tebal, yang harganya mahal, dan kalau tidur cukup untuk dijadikan bantal. Akan tetapi ilmu di Setia Hati Terate adalah ilmu yang harus dipraktikkan, dilakoni, diterapkan. Ada falsafah Jawa yang sering digunakan di Setia Hati Terate, mengatakan bahwa&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&quot;Ilmu Tinemu Kanthi Laku&quot;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (ilmu akan tercapai dengan dijalani). Jadi bukan hanya sebuah teori yang di baca kemudian sudah, ini tidak ada kamusnya dan tidak ada sejarahnya untuk dapat ketemu ilmunya.&lt;br /&gt;
Satu sempalan lagi pepatah mengatakan &lt;b&gt;&lt;i&gt;&quot;Sak Najan Ilmune Gudangan, Yen Tonpo Laku Isih Gadungan&quot;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (sebanyak apapun wawasan/catatan, namun jika tidak diterapkan/belum dipraktikan itu bohong).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Maka, marilah Saudaraku dimanapun Saudara berada, khususnya Warga baru. Mulailah kembali untuk memotivasi diri lebih bersemangat untuk menuntut ilmu Setia Hati Terate pada yang lebih tau (junior belajar lagi pada yang senior, yang senior belajar lagi pada yang lebih sepuh, dan seterusnya). Janganlah berhenti untuk menggali ilmu yang ada di Setia Hati Terate apalagi sampai tidak aktif samasekali. Aktif disini bukan berarti harus aktif turun ke lapangan melatih senam, jurus, dan sebagainya, namun dapat menghidupkan Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (bersilaturahmi, sesekali tilik tempat latihan, menghadiri acara, dan lain-lain) itu pun sudah termasuk aktif dalam ber-organisasi di Persaudaraan Setia Hati Terate.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sehingga, mudah-mudahan apa yang sudah Saudara dapati, Saudara pelajari yang ada di Setia Hati Terate dapat bermanfaat bagi Saudara sendiri, keluarga saudara, masyarakat disekeliling saudara, bagi nusa bangsa dan agama. Amin....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekian dan terimakasih,....Wassalamu&#39;alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam Persaudaraan .....&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- modulfekon_sidebar-right-1_AdSense1_336x280_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-slot=&quot;6207203339&quot; style=&quot;display: inline-block; height: 280px; width: 336px;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/7195910940752338314/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/09/warga-baru-psht.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/7195910940752338314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/7195910940752338314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/09/warga-baru-psht.html' title='Warga Baru PSHT'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikVXK0HwU4toTolbIsZv4bFuF8FdlODgTH1qB9pymnOsY96V9m_A4RNmHDVF7l9S5Wre0mbX736Z1DHgRNYhlptfWFne_YtogmWdhChufC3Sg0xFrh1yxWRApKWJMXm4RaGptLcjxfTYCK/s72-c/Screenshot_2019-09-17-10-39-13-1.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-5294383434513573024</id><published>2019-08-31T10:12:00.001+07:00</published><updated>2019-09-18T09:02:41.321+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ke-SH-an"/><title type='text'>Sifat Mangro Tingal Dalam Pandangan Setia Hati Terate</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5P_yujuE6-wPk5hvH_5jq3eiqqA6iojQ9BmXWAkqrM-4sK1fKFjHM1pI4yxzIt89jUJh1o_cSlnmO4jIXm5Io17C5k0fkvRAuPoK1MzeRvgw-g3Qi7smkpvD8jLSP2foyGnMuEASyE50/s1600/Jiwa+Setia+Hati.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;239&quot; data-original-width=&quot;200&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5P_yujuE6-wPk5hvH_5jq3eiqqA6iojQ9BmXWAkqrM-4sK1fKFjHM1pI4yxzIt89jUJh1o_cSlnmO4jIXm5Io17C5k0fkvRAuPoK1MzeRvgw-g3Qi7smkpvD8jLSP2foyGnMuEASyE50/s320/Jiwa+Setia+Hati.jpg&quot; width=&quot;267&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;SIFAT MANGRO TINGAL&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;DALAM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;SETIA HATI TERATE&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Pengertian&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Mangro Tingal memiliki arti yaitu, bersikap mendua, berkeyakinan ganda, berkepala/bermuka dua. Istilah dalam bahasa Jawa mengatakan &lt;i&gt;&quot;Mbang Cinde, Mbang Ciladan&quot;&lt;/i&gt;. Lain pagi-lain siang, lain sore-lain malam, pagi mengatakan tahu-sore jadi tempe. Kalimat yang lebih keras dan tajam untuk menyebut pengertian ini lebih tepatnya adalah &quot;&lt;b&gt;Munafiq&lt;/b&gt;&quot;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Mangro Tingal adalah merupakan sikap yang amat sangat tidak terpuji. Sebab sikap ini akan membuat seseorang menjadi tidak memiliki prinsip yang tetap dan kuat dalam pendirian serta selalu berubah-ubah. Biasanya orang yang memiliki sifat Mangro Tingal, cenderung mencari yang enaknya saja dan menguntungkan bagi dirinya, itulah prinsip yang dipegangnya. Disisi lain yang dirasa tidak enak dan tidak menguntungkan bagi dirinya, maka akan disingkirkan dan dibuang.&lt;br /&gt;
&lt;script async src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_page_body_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot;
     style=&quot;display:block&quot;
     data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot;
     data-ad-slot=&quot;7881126116&quot;
     data-ad-format=&quot;auto&quot;
     data-full-width-responsive=&quot;true&quot;&gt;&lt;/ins&gt;
&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Ibarat contoh terjadi pada seorang Warga Setia Hati Terate yang memiliki sifat Mangro Tingal, seperti hal-nya yang sedang terjadi dualisme kepemimpinan pada saat ini, dia tidak melihat tentang kebenaran, dia akan masa bodoh dengan nilai-nilai Kebenaran. Apakah pantas.. !! sifat seperti ini untuk menyandang Pendekar Setia Hati Terate...?. Dalam kondisi tertentu, seorang Warga yang bermuka/berkepala dua, dia pasti akan ngrasani sana sini. Jika berada di depan Si &quot;A&quot;, ia akan ngrasani kejelekan Si &quot;B&quot;. Sebaliknya, ia akan membicarakan kejelekan/ngrasani Si &quot;B&quot;, jika berada di depan Si &quot;A&quot;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Dampak dari sifat Mangro Tingal bagi seorang Warga Setia Hati Terate, yakni akan menjauhkan seorang Warga Setia Hati Terate tersebut pada nilai-nilai keluhuran budi dan tidak memiliki jiwa ksatria dan jauh dari &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/07/kesetiaan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Kesetiaan&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sikap Mangro Tingal ini jelas akan membahayakan diri sendiri, orang lain dan kelompoknya. Sebab, seseorang yang ber-sifat Mangro Tingal, dia tidak akan dapat dipercaya dan tidak dapat menjaga/menyimpan rahasia. Selain itu juga, seorang yang bersifat Mangro Tingal, dia akan dengan mudah Cidra Janji (mengingkari janji), karena dalam jiwanya telah tumbuh bibit-bibit kemunafikan, dan salah satu sifat dari seorang yang munafiq, jika dipercaya dia pasti akan berkhianat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sadar akan kelemahan dan bahaya yang tersembunyi dari sikap Mangro Tingal ini, Setia Hati Terate menempatkan Mangro Tingal sebagai salah satu klausul pelanggaran &quot;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2018/10/pepacuh-anggota-psht.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Pepacuh&lt;/a&gt;&quot;. Tidak hanya itu, Setia Hati Terate juga menempatkan Warga yang Mangro Tingal pada posisi Cidra Janji (ingkar janji). Sebab, Setia Hati Terate mengajarkan nilai-nilai Ke-Setia Hatia-an dan keluhuran budi, sedangkan sifat Mangro Tingal sangat bertentangan dengan nilai-nilai Kesetiaan dan Keluhuran Budi.&lt;br /&gt;
Lantas apa sanksi pelanggaran Pepacuh ?&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Jika Warga Setia Hati Terate sudah cidra janji (melanggar pepacuh), sekalipun secara Organisatoris Setia Hati Terate diam, mungkin karena tidak kemanungsan (tidak ada orang yang tau), yakinlah, dampaknya akan menimpa diri sendiri. Ingat, pepatah mengatakan : &quot;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2018/07/sapa-nandur-bakal-ngunduh.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;sapa nandur bakal ngunduh&lt;/a&gt;, sapa gawe bakal nganggo&quot; (siapa menanam akan memetik buahnya, siapa membuatnya ia akan memakainya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Jadi, sanksi terhadap pelanggaran &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2018/10/pepacuh-anggota-psht.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Pepacuh&lt;/a&gt; atau pelanggaran sumpah di Setia Hati Terate terkait dalam konteks ini, sebenarnya adalah sanksi moral, karena konteksnya memang berada di ranah normatif. Oleh sebab itu, ditegaskan kepada setiap Warga Setia Hati Terate harus benar-benar memahami betul apa makna &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/09/persaudaraan-ukhuwah.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Persaudaraan&lt;/a&gt; di Setia Hati Terate ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lantas bagaimana jika ada saudara Warga Setia Hati&lt;br /&gt;
Terate yang sudah terlanjur Cidra Janji ?&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tugas kita adalah mengingatkan, konteksnya saling hamat-menghamati, mong-tinemong. Jika di ingatkan masih belum sadar, mungkin karena masih lupa, kemudian kita ingatkan lagi satu kali, dua kali, tiga kali kita ingatkan belum juga mau sadar, terpaksa kita tinggalkan dulu. Jika saudara kita yang cidra janji itu kebetulan memegang jabatan dalam kepengurusan, untuk sementara bisa di istirahatkan dulu namun tetap kita rangkul dan kita ingatkan, jangan di musuhi. sebab, Sejelek apa pun dia itu adalah saudara kita yang masih punya hati nurani. Kemudian kita do&#39;a-kan dengan sebuah keyakinan, bahwa pada saatnya insya allah dia pasti akan sadar dan kembali ke jalan yang baik dan benar, yakni jalan yang di ridhoi Tuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Itulah sedikit wawasan mengenai Mangro Tingal Dalam Setia Hati Terate. Semoga dapat bermanfaat..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam Persaudaraan...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- modulfekon_sidebar-right-1_AdSense1_300x250_as --&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-slot=&quot;9300270533&quot; style=&quot;display: inline-block; height: 250px; width: 300px;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/5294383434513573024/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/08/sifat-mangro-tingal-dalam-pandangan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/5294383434513573024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/5294383434513573024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/08/sifat-mangro-tingal-dalam-pandangan.html' title='Sifat Mangro Tingal Dalam Pandangan Setia Hati Terate'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5P_yujuE6-wPk5hvH_5jq3eiqqA6iojQ9BmXWAkqrM-4sK1fKFjHM1pI4yxzIt89jUJh1o_cSlnmO4jIXm5Io17C5k0fkvRAuPoK1MzeRvgw-g3Qi7smkpvD8jLSP2foyGnMuEASyE50/s72-c/Jiwa+Setia+Hati.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-5855634028718088002</id><published>2019-07-24T11:42:00.000+07:00</published><updated>2019-09-20T07:01:25.220+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ke-SH-an"/><title type='text'>Tirakat Insan Setia Hati Terate</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5P_yujuE6-wPk5hvH_5jq3eiqqA6iojQ9BmXWAkqrM-4sK1fKFjHM1pI4yxzIt89jUJh1o_cSlnmO4jIXm5Io17C5k0fkvRAuPoK1MzeRvgw-g3Qi7smkpvD8jLSP2foyGnMuEASyE50/s1600/Jiwa+Setia+Hati.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;239&quot; data-original-width=&quot;200&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5P_yujuE6-wPk5hvH_5jq3eiqqA6iojQ9BmXWAkqrM-4sK1fKFjHM1pI4yxzIt89jUJh1o_cSlnmO4jIXm5Io17C5k0fkvRAuPoK1MzeRvgw-g3Qi7smkpvD8jLSP2foyGnMuEASyE50/s320/Jiwa+Setia+Hati.jpg&quot; width=&quot;267&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;TIRAKAT INSAN SETIA HATI TERATE&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Kunci suatu keberhasilan atau kesuksesan hidup insan adalah jika kita sudah dikasihi Allah Swt, insya Allah hidup kita akan bahagia. Hanya terkadang insanya itu yang kurang mensyukuri apa yang sudah diberikan Allah Swt. Insannya terkadang masih selalu ngresulo (mengeluh) dan larut dalam kekecewaan, tidak mau berterima kasih, tidak pernah puas serta selalu merasa kurang dengan apa yang sudah didapatkan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Dalam ajaran Setia Hati Terate tidak ada istilah ngresulo (mengeluh). &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2018/06/sepira-gedhene-sengsara-yen-tinampa.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&quot;Sepiro gedhene sengsoro, yen tinompo amung dadi cobo&quot;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; inilah semboyan insan Setia Hati Terate. Insan Setia Hati Terate dididik untuk menjadi insan yang pantang menyerah dan putus asa. Sehingga setidaknya insan Setia Hati Terate harus bisa sing akeh tirakate (harus banyak tirakat) dalam hal apa saja. Sehingga insan Setia Hati Terate disetiap waktunya dipenuhi dengan laku Tirakat, Rialat dan selalu bersyukur menerima dengan ikhlas suratan dari Allah Swt.
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tirakat insan Setia Hati Terate itu dapat dikatakan sepanjang masa dan dalam kondisi serta situasi apapun.&lt;br /&gt;
Contohnya :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Biasa makan 3X dalam sehari semalam, lalu mengurangi makan menjadi 2X atau sewaktu-waktu makan hanya 1X dalam sehari, ini bisa dikatakan Tirakat ngurangi makan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biasa tidur pkl.22.00 malam setiap harinya, lalu mengurangi dengan tidur pkl.00.00 tengah malam tanpa melebihi jam waktu bangun tidurnya, ini juga termasuk Tirakat ngurangi tidur.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biasa setiap hari makan, lalu menguranginya tanpa makan apapun disetiap hari senin dan kamis seumpamanya, ini juga termasuk Tirakat ngurangi makan (Puasa).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dan masih banyak lagi contoh-contoh laku tentang Tirakat yang tidak dapat saya sampaikan satu persatu disini. Jadi inti daripada Tirakat yaitu ngurang-ngurangi.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Niat untuk melakukan Tirakat ini tidak perlu macam-macam, yang intinya niat Tirakat untuk meraih ridho Allah Swt, agar dikasihi dan disayangi Allah Swt. Dengan begitu kita akan terasa semakin dekat dengan Allah Swt, sehingga hati merasa menjadi tentram, damai dan bawaan kita pun menjadi tenang, sehingga dalam menghadapi gelombang apapun dalam hidup ini akan dijalaninya dengan senang hati dan tidak akan gentar serta keikhlasan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Namun kebanyakan insan Setia Hati Terate jaman sekarang ini sukanya yang instant dan tidak mau repot-repot, contohnya :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tidak mau nanam tapi ingin langsung panen&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mau nanam hanya sedikit tapi ingin panen yang banyak&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak mau bekerja keras tapi ingin kaya&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Ini merupakan suatu yang cukup unik, kamus dari mana kita bisa panen?, tidak ada dalam kamus insan Setia Hati tidak mau nanam tapi kepengin panen.&lt;br /&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Kehidupan ini sudah tersusun dan harus melalui jalannya proses demi proses yang saling terkait, contonya :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Sebelum hujan diawali dengan mendung&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebelum malam diawali dengan pagi, siang, sore lalu malam&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebelum panen diawali dengan mengolah lahan, menuai benih dan memupuk&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Ini yang disebut proses dan ini harus dilalui, begitulah ajaran yang diajarkan di Setia Hati Terate. Artinya, jikalau insan Setia Hati Terate menginginkan sesuatu harus berani Tirakat, berusaha keras, mau menjalani proses tahapan demi tahapan. Tidak hanya diam, duduk ongkang-ongkang dan berpangku tangan dan hanya cukup ber-do&#39;a saja, laku Tirakat seperti ini kurang atau tidak pas untuk insan Setia Hati Terate dan di Setia Hati Terate tidak diajarkan hal seperti ini.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Yang tidak boleh dilupakan oleh insan Setia Hati Terate adalah, bahwa setiap proses pasti membutuhkan keseimbangan dan keselarasan. Sesuatu yang tidak seimbang dan tidak selaras, pasti akan menimbulkan dampak yang kurang baik. Oleh sebab itu insan Setia Hati Terate dalam ber-Tirakat harus ada keseimbangan dan keselarasan proses, yakni ikhtiar lahiriyah dan batiniah harus dijaga dan tidak boleh berat sebelah.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Ajaran di Setia Hati Terate adalah mendidik jiwa, tentunya di dalam membangun jiwa itu butuh waktu, butuh kesabaran dan kesempatan serta tidak semudah seperti halnya membalikan kedua telapak tangan. Membangun fisik dan membentuk otot yang kuat, mungkin bisa dengan cara diformat dalam waktu yang singkat. Contohnya :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Melatih seseorang untuk menjadi atlet bisa diformat dalam waktu tertentu dengan standarisasi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membentuk otot binaragawan mungkin juga dapat diformat dalam waktu beberapa bulan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melatih teknik atau Pencak Silat seni pun bisa diformat dalam waktu yang singkat.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Akan tetapi dalam membangun jiwa, memasukkan ajaran budi pekerti luhur, butuh proses yang cukup panjang dan terus menerus serta istiqomah. Di Setia Hati Terate, yang dibangun itu kedua-duanya yakni jiwa dan raga (lahiriah dan batiniah). Insan Setia Hati Terate diarahkan untuk menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur yang tahu benar dan salah, ber-iman serta ber-taqwa pada Tuhan Yang Maha Esa dalam jalinan &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/09/persaudaraan-ukhuwah.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Persaudaraan&lt;/a&gt; yang kekal dan abadi.&lt;br /&gt;
Diantara sifat insan Setia Hati Terate yang berbudi pekerti luhur adalah :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tidak dakwen salah open&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak ikut campur urusan orang lain&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak urakan dalam berbicara maupun bersikap&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ngerti etika umpan papan (situasi dan kondisi)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak usil dan tidak suka ngrasani orang lain&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menghargai dan menghormati orang lain&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak sombong ketika memiliki sesuatu yang lebih&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak merasa dirinya paling super&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selalu berprasangka baik dan berfikir positif&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak suka mengumpat dan menggunjing orang lain&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak iri dan dengki atas keberhasilan orang lain&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ikut senang ketika melihat dulur Setia Hati Terate berhasil&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Hal tersebut di atas itu pun sudah termasuk laku Tirakat yang paling sederhana, yakni Tirakat batin.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Jika insan Setia Hati Terate mampu melaksanakan sifat-sifat tersebut, maka hati akan menjadi bersih, tenang, damai dan memancarkan sinar kasih terhadap dulur Setia Hati Terate serta sesama. Dengan seperti itu maka kasih sayang Allah Swt, akan turun dan menyertai dalam kehidupan kita. Amin...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Itulah sedikit wawasan mengenai Laku Tirakat Insan Setia Hati Terate yang dapat saya bagikan untuk saudaraku dulur PSHT dimanapun berada. Sekian dan terimakasih... Semoga dapat bermanfaat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam Persaudaraan.....&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/5855634028718088002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/07/tirakat-insan-setia-hati-terate.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/5855634028718088002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/5855634028718088002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/07/tirakat-insan-setia-hati-terate.html' title='Tirakat Insan Setia Hati Terate'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5P_yujuE6-wPk5hvH_5jq3eiqqA6iojQ9BmXWAkqrM-4sK1fKFjHM1pI4yxzIt89jUJh1o_cSlnmO4jIXm5Io17C5k0fkvRAuPoK1MzeRvgw-g3Qi7smkpvD8jLSP2foyGnMuEASyE50/s72-c/Jiwa+Setia+Hati.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-8690120140071190124</id><published>2019-07-21T19:08:00.001+07:00</published><updated>2019-09-20T07:13:20.607+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ke-SH-an"/><title type='text'>Sifat Insan Setia Hati Terate</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5P_yujuE6-wPk5hvH_5jq3eiqqA6iojQ9BmXWAkqrM-4sK1fKFjHM1pI4yxzIt89jUJh1o_cSlnmO4jIXm5Io17C5k0fkvRAuPoK1MzeRvgw-g3Qi7smkpvD8jLSP2foyGnMuEASyE50/s1600/Jiwa+Setia+Hati.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;239&quot; data-original-width=&quot;200&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5P_yujuE6-wPk5hvH_5jq3eiqqA6iojQ9BmXWAkqrM-4sK1fKFjHM1pI4yxzIt89jUJh1o_cSlnmO4jIXm5Io17C5k0fkvRAuPoK1MzeRvgw-g3Qi7smkpvD8jLSP2foyGnMuEASyE50/s320/Jiwa+Setia+Hati.jpg&quot; width=&quot;267&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;SIFAT-SIFAT INSAN SETIA HATI TERATE&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Taqwa kepada Tuhan yang maha Esa dan berjiwa berbudi luhur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Insan Setia Hati Terate adalah insan yang ngerti agama, sehingga tidak terlepas dalam menjalankan apa yang sudah menjadi kewajibannya, yakni menjalankan perintah dan menjauhi apa yang dilarang oleh Tuhan-nya dan Insan Setia Hati Terate tidak memikirkan/mementingkan dirinya sendiri, akan tetapi juga memikirkan atau membantu orang lain terutama dalam hal kemasyarakatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Pemberani dan tidak takut mati&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Manusia yang takut mati&amp;nbsp; berarti nilai Taqwa dan iman-nya terhadap Tuhan Yang Maha Esa, belum mendalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Mengalah dalam menghadapi masalah kecil/sepele&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Insan Setia Hati Terate suka memberi maaf kepada orang lain yang kesalahannya tidak begitu prinsip, jika persoalannya besar/prinsip barulah bertindak. Berarti Insan Setia Hati Terate tidak meninggalkan tanggung jawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&lt;b&gt;4. Sederhana&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Baik wujud dan tingkah laku kita sesuaikan dengan suasana dimana kita berada. Wujud disini yang dimaksud adalah cara berpakaian/penampilan.&lt;br /&gt;
Misalnya: Ketika kita berkunjung atau bersilaturahmi ke saudara kita atau orang lain yang kebetulan kehidupannya tidak mampu/miskin, seyogyanya kita tidak memakai sesuatu (pakaian, perhiasan,dll) yang berlebihan, sehingga tidak menyinggung perasaan orang yang kita kunjungi sekalipun secara tidak langsung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Suka &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2018/05/memayu-hayuning-bawono.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Memayu Hayuning Bawono&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Insan Setia Hati Terate senang melihat kebahagiaan bersama, guyub dan rukun. Di dalam hidup kebersamaan ini, Insan Setia Hati Terate tidak bersikap egois/individualistis.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sifat-sifat tersebut di atas dapat dipersingkat menjadi 3 hal, yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Mampu menghilangkan ke-akuannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mampu menghilangkan rasa iri dan dengki.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siap menjalankan kewajibannya/tugas dalam kehidupan ini.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Ilmu Setia Hati Terate merupakan sumber pondasi daripada cara berfikir, tindak tanduk, tingkah laku dan pengambilan keputusan dari suatu permasalahan, termasuk penilaian baik dan buruk. Insan Setia Hati Terate mempunyai ketentuan sendiri.&lt;br /&gt;
Contoh : Apabila pendapat umum, orang yang bersifat &lt;b&gt;baik-baik-baik&lt;/b&gt; terus &lt;b&gt;jelek&lt;/b&gt;, ini disebut &lt;b&gt;jelek&lt;/b&gt;. Apabila orang tersebut berbuat &lt;b&gt;jelek-jelek-jelek&lt;/b&gt; terus &lt;b&gt;baik&lt;/b&gt;, ini disebut &lt;b&gt;baik&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Namun tidak demikian hal-nya dengan pandangan / ketentuan Setia Hati Terate. Kita menilai secara keseluruhan, yakni yang dikatakan baik adalah orang yang banyak berbuat baik daripada jeleknya dan sebaliknya. Orang dikatakan jelek adalah orang yang berbuat jelek lebih banyak daripada baiknya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Untuk umum, penilaian tingkah laku dilakukan akhirnya saja, tetapi bagi Insan Setia Hati Terate adalah sebagaimana disebutkan di atas, yaitu secara keseluruhan. Dengan demikian Setia Hati Terate mampu dan bisa guyub rukun yang kekal abadi berdasarkan cara-cara penilaian tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
Semua ini ada kaitannya dengan langgengnya Persaudaraan, karena Persaudaraan mengandung 3 hal, antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Saling pengertian&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Saling sayang menyayangi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Saling bertanggung jawab&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
Artinya Persaudaraan di dasari 3 hal yang meliputi :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Saling menghargai&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Saling membutuhkan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Saling mempercayai&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Uraian di atas adalah syarat-syarat &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/09/persaudaraan-ukhuwah.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Persaudaraan&lt;/a&gt; bagi Warga Setia Hati Terate, sedangkan ilmunya dinamakan &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/07/ilmu-setia-hati.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ilmu Setia Hati&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
Ilmu Setia Hati Terate adalah ilmu untuk mengenal diri sendiri dengan sebaik-baiknya. Siapa yang bisa mengenal diri sendiri dengan sebaik-baiknya, tidak sulit untuk mengenal diri orang lain. Siapa bisa menasehati diri sendiri tidak sulit menasehati orang lain, sebab semua ini saling kait mengait. Manusia adalah alam itu sendiri, jika manusia sudah meninggal jasad akan dikembalikan ke tanah, maka manusia tersebut melebur menjadi alam kembali.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Mengenal diri sendiri berarti mengenal alam semesta, alam semesta sebagai makrokosmos dan manusia sebagai mikrokosmos, dengan kata lain &lt;i&gt;&lt;b&gt;Jagat Gede lan Jagat Cilik&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Itulah sedikit wawasan mengenai Sifat-Sifat Insan Setia Hati Terate yang dapat saya bagikan untuk Saudara. Sekia dan terimakasih... Semoga dapat bermanfaat...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam Persaudaraan...&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/8690120140071190124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/07/sifat-insan-setia-hati-terate.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/8690120140071190124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/8690120140071190124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/07/sifat-insan-setia-hati-terate.html' title='Sifat Insan Setia Hati Terate'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5P_yujuE6-wPk5hvH_5jq3eiqqA6iojQ9BmXWAkqrM-4sK1fKFjHM1pI4yxzIt89jUJh1o_cSlnmO4jIXm5Io17C5k0fkvRAuPoK1MzeRvgw-g3Qi7smkpvD8jLSP2foyGnMuEASyE50/s72-c/Jiwa+Setia+Hati.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-4738669127012470021</id><published>2019-07-08T12:53:00.001+07:00</published><updated>2019-08-10T18:01:55.871+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ke-SH-an"/><title type='text'>Perumpamaan Hawa Nafsu dan Hati</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5P_yujuE6-wPk5hvH_5jq3eiqqA6iojQ9BmXWAkqrM-4sK1fKFjHM1pI4yxzIt89jUJh1o_cSlnmO4jIXm5Io17C5k0fkvRAuPoK1MzeRvgw-g3Qi7smkpvD8jLSP2foyGnMuEASyE50/s1600/Jiwa+Setia+Hati.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;239&quot; data-original-width=&quot;200&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5P_yujuE6-wPk5hvH_5jq3eiqqA6iojQ9BmXWAkqrM-4sK1fKFjHM1pI4yxzIt89jUJh1o_cSlnmO4jIXm5Io17C5k0fkvRAuPoK1MzeRvgw-g3Qi7smkpvD8jLSP2foyGnMuEASyE50/s320/Jiwa+Setia+Hati.jpg&quot; width=&quot;267&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PERUMPAMAAN HAWA NAFSU DAN HATI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Ini sebuah contoh gambaran hubungan antara Hawa Nafsu dan &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/09/hati-qolbu.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Hati&lt;/a&gt; yang ada pada diri setiap manusia. Seperti yang telah kita ketahui, bahwa Hawa Nafsu yang ada pada diri manusia adalah nafsu Amarah, Lawwamah, Supiah dan Muthmainah. Dimana semua nafsu tersebut hanya dapat dikendalikan oleh individu masing-masing, yang pada hakikatnya Hati-lah yang dapat mengendalikan.&lt;br /&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_page_body_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;7881126116&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sedangkan kondisi Hati seseorang terkadang tidaklah dapat dipastikan, terkadang baik dan dapat juga berubah menjadi tidak baik. Tentunya kita pernah mendengar kalimat &quot;Apabila segumpal daging dalam tubuh seseorang baik, maka baik pulalah prilaku orang tersebut. Dan apabila segumpal daging dalam tubuh seseorang buruk, maka buruk pulalah prilaku orang tersebut. Tidak lain yang dimaksud dengan segumpal daging tersebut adalah Hati&quot;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sedangkan Hati sendiri dapat dimaknai yaitu, naik-turun, maju-mundur, dan labil (tidak pasti). Sehingga tentunya perlulah bagi seseorang untuk memperbaiki kondisi Hati-nya agar menjadi baik dan stabil (selaras dan seimbang).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebuah contoh gambaran tentang Hawa Nafsu dan Hati :&lt;br /&gt;
Sebuah kereta kencana yang ditunggangi oleh seorang kusir, dan kereta kencana tersebut dijalankan (ditarik) oleh 4 ekor kuda yang masing-masing memiliki warna (merah, hitam, coklat dan putih), sedangkan ke 4 ekor kuda tersebut dikendalikan oleh seorang kusir, dan Perumpamaannya kira-kira seperti ini.&lt;br /&gt;
- Kereta Kencana : adalah Tubuh Manusia&lt;br /&gt;
- Kusir Kereta : adalah Hati&lt;br /&gt;
- Kuda : adalah Hawa Nafsu&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Amarah adalah Kuda berwarna Merah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lawwamah adalah Kuda berwarna Hitam&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Supiah adalah Kuda berwarna Coklat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Muthmainah adalah Kuda berwarna Putih&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Apabila seorang kusir tidak dapat mengendalikan ke-4 kuda tersebut, tentunya ke-4 kuda tersebut pun tidak dapat berlari dengan selaras. Sehingga akan berpengaruh pada laju kereta kencana berjalan menjadi tidak seimbang, bahkan mungkin kereta kencana tersebut dapat tergelincir dan terguling.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tentunya, agar ke-4 kuda tersebut dapat berlari dengan selaras, maka seorang kusir harus mampu mengendalikan ke-4 ekor kuda tersebut. Dengan terkendalinya 4 ekor kuda tersebut, maka kereta kencana pun pastinya akan dapat berjalan dengan selaras dan seimbang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_page_body_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;7881126116&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/4738669127012470021/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/07/perumpamaan-hawa-nafsu-dan-hati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/4738669127012470021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/4738669127012470021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/07/perumpamaan-hawa-nafsu-dan-hati.html' title='Perumpamaan Hawa Nafsu dan Hati'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5P_yujuE6-wPk5hvH_5jq3eiqqA6iojQ9BmXWAkqrM-4sK1fKFjHM1pI4yxzIt89jUJh1o_cSlnmO4jIXm5Io17C5k0fkvRAuPoK1MzeRvgw-g3Qi7smkpvD8jLSP2foyGnMuEASyE50/s72-c/Jiwa+Setia+Hati.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-1290680616021486854</id><published>2019-06-30T09:40:00.001+07:00</published><updated>2019-09-20T07:23:49.144+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pemimpin"/><title type='text'>Halal Bi Halal dan Pelantikan Pengurus Cabang Kabupaten Brebes</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgx_7tHqHH8mdjCGoCzfd4naCg5ELWR1_kZWT7H-ERZp6CRPhlFni56XJd3S2iLBgK-AcMdiLiYj7JNjWprM7oOO6Cz8vEObhZkb30Z8s04B2xl8bOut47MzDVgcOXQt0ze8QF3mF2vio2h/s1600/Screenshot_2019-07-01-18-42-58-1.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pelantikan Dewan pertimbangan Cabang dan Ketua Cabang Kabupaten Brebes&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;335&quot; data-original-width=&quot;600&quot; height=&quot;178&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgx_7tHqHH8mdjCGoCzfd4naCg5ELWR1_kZWT7H-ERZp6CRPhlFni56XJd3S2iLBgK-AcMdiLiYj7JNjWprM7oOO6Cz8vEObhZkb30Z8s04B2xl8bOut47MzDVgcOXQt0ze8QF3mF2vio2h/s320/Screenshot_2019-07-01-18-42-58-1.png&quot; title=&quot;Pelantikan Pengurus Cabang Kabupaten Brebes&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;HALAL BI HALAL DAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PELANTIKAN PENGURUS&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;CABANG KABUPATEN BREBES&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Syawal 1341 H/30 Juni 2019 M, Cabang Kabupaten Brebes duwe gawe, dengan melaksanakan rangkaian acara yakni acara Halal Bi Halal sekaligus Pelantikan Pengurus Cabang Kabupaten Brebes Periode 2018-2023 hasil PARLUH (Perapatan Luhur) 2016 dengan Ketua Umum Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate, &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2018/06/riwayat-hidup-bapak-muhammad-taufiq.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ir.Dr.H.Muhammad Taufiq, SH.MSc&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhb1qmAlsurcvWB6gZWk6EbbPmDZ3QRXNGgP83GdN8LbJAAngNgWXUTyJTWr69FI_JwtOzEJkuTN4BgECJEAEtTHRJ_fiVUFZrlDMgfBHWS8bGCFBgkezabHoTvwc7OLY1pdfwT5DwJ7OhT/s1600/Screenshot_2019-07-01-12-36-36.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;PSHT Cabang Kabupaten Brebes&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1024&quot; data-original-width=&quot;600&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhb1qmAlsurcvWB6gZWk6EbbPmDZ3QRXNGgP83GdN8LbJAAngNgWXUTyJTWr69FI_JwtOzEJkuTN4BgECJEAEtTHRJ_fiVUFZrlDMgfBHWS8bGCFBgkezabHoTvwc7OLY1pdfwT5DwJ7OhT/s320/Screenshot_2019-07-01-12-36-36.png&quot; title=&quot;SK Cabang Kab.Brebes&quot; width=&quot;184&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPQRIMutLmXdI3AMQF4DPjpujTe1pKEnRrOoMtZqgBzOh9YHj4ZfqUqx3Ld7RXQjduu7ec1wt98JIEEF5nvh7enUI2icgSsP9oi8vtx8jFWTz19Ti2s1nt4Pek6R4-i7oAZPza5l9EvJ7V/s1600/Screenshot_2019-07-01-12-35-44-1.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;946&quot; data-original-width=&quot;600&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPQRIMutLmXdI3AMQF4DPjpujTe1pKEnRrOoMtZqgBzOh9YHj4ZfqUqx3Ld7RXQjduu7ec1wt98JIEEF5nvh7enUI2icgSsP9oi8vtx8jFWTz19Ti2s1nt4Pek6R4-i7oAZPza5l9EvJ7V/s320/Screenshot_2019-07-01-12-35-44-1.png&quot; title=&quot;SK Cabang Kabupaten Brebes&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Dalam acara tersebut dihadiri oleh :&lt;br /&gt;
1. Wakil Camat Jatibarang-Kabupaten Brebes :&lt;br /&gt;
2. Pengurus PSHT Pusat :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kangmas &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2018/06/riwayat-hidup-bapak-muhammad-taufiq.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ir.Dr.H.Muhammad Taufiq,SH.MSc&lt;/a&gt; (Ketu Umum Pusat)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kangmas Agus Susilo (Bidang Organisasi Pusat)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kangmas Subagio (Humas Pusat)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
3. Pengurus Korwil PSHT Jawa Tengah :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kangmas dr.Kun Sriwibowo (Ketua Korwil)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
4. Pengurus Cabang Kabupaten Pekalongan :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kangmas Subagio Mulyanto (Ketua Dewan Pertimbangan Cabang)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kangmas Ghozali Arba (Ketua Cabang)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kangmas Prio Wahyu (Sekretaris Cabang)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
5. Pengurus Cabang Pemalang :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kangmas Mujiono (Ketua Cabang)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
6. Pengurus Cabang Kabupaten Tegal :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kangmas Muhaemin (Wakil Ketua Cabang)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_page_body_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;7881126116&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Dengan susunan acara sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
1. Pembukaan&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
2. Pembacaan Kalam Illahi&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
3. Menyanyikan lagu Indonesia Raya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
4. Menyanyikan Lagu/Mars Persaudaraan Setia Hati Terate&lt;br /&gt;
5. Mengheningkan Cipta/Pembacaan Mukadimah PSHT (Taufiq, Spd)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
6. Pentas Seni Silat Tunggal&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
7. Sambutan Ketua Panitia (Samsul Arifin,ST)&lt;br /&gt;
Assalamu&#39;alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Alhamdulillah pagi ini kita masih diberikan panjang umur dan kesehatan. Sholawat selalu tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad Saw.&lt;br /&gt;
Saya atas nama ketua panitia mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus, tim pelatih putih, warga PSHT Cabang Kabupaten Breses dan Cabang Kabupaten Tegal yang telah berpartisipasi dalam rangka mensukseskan Acara Halal Bi Halal dan Pelantikan Dewan Pertimbangan Cabang dan Pengurus PSHT Cabang Kabupaten Brebes.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Harapan kita bersama momen ini menjadi tonggak sejarah berdiri dan berkembangnya PSHT Cabang Kabupaten Brebes untuk menuju PSHT Cabang Kabupaten Brebes yang kuat, maju dan jaya.&lt;br /&gt;
Wassalamu&#39;alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
8. Sambutan Ketua Umum PSHT (Ir.Dr.H.Muhammad Taufiq, SH.MSc)&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEid2VquVpffQRcufOQs8Zp7CTbqs0oFmJXj7T2kZ8xZKMJSu3l-fmLYqGZHTgL6pG_Ge79SlsrrMBGD55DUK4R6a8Pcc2fcjI-3DvDsmDxOkJ3Nf1SyW58U9Xxx9rjScPOd_NTrsj0KcW1o/s1600/Screenshot_2019-06-30-20-33-01-1.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Ir.Dr.H.Muhammad Taufiq, SH.MSc&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;446&quot; data-original-width=&quot;600&quot; height=&quot;237&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEid2VquVpffQRcufOQs8Zp7CTbqs0oFmJXj7T2kZ8xZKMJSu3l-fmLYqGZHTgL6pG_Ge79SlsrrMBGD55DUK4R6a8Pcc2fcjI-3DvDsmDxOkJ3Nf1SyW58U9Xxx9rjScPOd_NTrsj0KcW1o/s320/Screenshot_2019-06-30-20-33-01-1.png&quot; title=&quot;Ketua Umum PSHT Pusat Madiun&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
9. Penampilan Seni Pencak Silat Ganda (Tafani dan Haikal)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
10. Pelantikan Pengurus Cabang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
11. Pentas Seni Pencak Silat Tunggal Baku Golok (Taufiq)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
12. Simbolis pemotongan tumpeng (oleh Ketum kepada Ketua Dewan dan Ketua Cabang)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
13. Sambutan Ketua Cabang Kabupaten Brebes (Toto Raharjo, SH)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
14. Sambutan Wakil Camat Jatibarang-Kabupaten Brebes&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
15. Pentas Seni Pencak Silat Krambit (Sugiharto)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
16. Do&#39;a Penutup (H.Mustofa)&lt;br /&gt;
17. Wejangan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Cabang Kabupaten Pekalongan (Kangmas Subagio Mulyanto)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
18. Bersalam salaman&lt;/div&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Itulah sederetan rangkaian acara demi acara yang dilaksanakan dalam acara Halal Bi Halal dan Pelantikan Pengurus Cabang Kabupaten Brebes Periode 2018-2023 di Tahun 2019.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Alhamdulillah, serangkaian acara dapat dilaksanakan dengan kondusif, aman, tertib dan lancar sampai di penghujung acara.&lt;br /&gt;
Semoga dengan dilantiknya Pengurus Cabang Kabupaten Brebes yang baru akan dapat membawa perubahan yang lebih baik, yakni dengan harapan :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Dapat mengemban amanah dengan baik dan benar sesuai dengan ajaran budi pekerti luhur.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat mempererat tali Persaudaraan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menjadikan Anggota/Warganya menjadi lebih guyub dan rukun.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menjadikan PSHT semakin maju dan berkembang di Wilayah Kabupaten Brebes khususnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membawa keberkahan bagi Anggota/Warganya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Itulah yang dapat saya sampaikan mengenai acara Halal Bi Halal dan Pelantikan Pengurus Cabang Kabupaten Brebes. Kurang lebihnya saya mohon maaf, sekian dan terimakasih ....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam Persaudaraan ....&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_page_body_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;7881126116&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/1290680616021486854/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/06/halal-bi-halal-dan-pelantikan-pengurus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/1290680616021486854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/1290680616021486854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/06/halal-bi-halal-dan-pelantikan-pengurus.html' title='Halal Bi Halal dan Pelantikan Pengurus Cabang Kabupaten Brebes'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgx_7tHqHH8mdjCGoCzfd4naCg5ELWR1_kZWT7H-ERZp6CRPhlFni56XJd3S2iLBgK-AcMdiLiYj7JNjWprM7oOO6Cz8vEObhZkb30Z8s04B2xl8bOut47MzDVgcOXQt0ze8QF3mF2vio2h/s72-c/Screenshot_2019-07-01-18-42-58-1.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-6447896407157265444</id><published>2019-05-06T12:30:00.000+07:00</published><updated>2019-09-20T07:28:53.707+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ke-SH-an"/><title type='text'>Makna Pakaian PSHT</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhl1oyiG7lPVCJBrUkZr8YFCSbda7lH3CEsCaDH5RGmwy5WcMp9QXUpTMlULc-U6JhGfs4H21h7f_skczOfdMwucrLdidO7BeCL__F7Ov8EjKK8NL8wc6QR0Zl105IVgrtgTNsOQVTlk2Q_/s1600/IMG_20190621_214313_059.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Makna Pakaian PSHT&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;542&quot; data-original-width=&quot;600&quot; height=&quot;289&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhl1oyiG7lPVCJBrUkZr8YFCSbda7lH3CEsCaDH5RGmwy5WcMp9QXUpTMlULc-U6JhGfs4H21h7f_skczOfdMwucrLdidO7BeCL__F7Ov8EjKK8NL8wc6QR0Zl105IVgrtgTNsOQVTlk2Q_/s320/IMG_20190621_214313_059.jpg&quot; title=&quot;Pakaian PSHT&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;MAKNA PAKAIAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Bagian-bagian dari pakaian atau baju seragam Persaudaraan Setia Hati Terate, adalah sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Warna hitam&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Krah/Gulon&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lima lubang kancing&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tali kur warna putih&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ujung lengan baju longgar&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lipatan dibelakang baju&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Celana gojak gajek&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Makna dari pakaian atau baju seragam Persaudaraan Setia Hati Terate, yaitu :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. Warna hitam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Makna warna hitam pada pakaian sama hal-nya dengan makna warna dasar pada Lambang PSHT, yakni kekal dan abadi.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Yang dimaksud dengan kekal dan abadi disini adalah, bahwa warna hitam adalah warna yang tidak mudah kotor. Kalimat tidak mudah kotor bukan berarti tidak bisa kotor. Sekalipun kotor namun tidak begitu nampak noda kotornya. Ini menunjukkan bahwa warna hitam adalah warna yang tidak mudah terpengaruh oleh warna apapun. Jika di artikan sedikit lebih jauh ke makna secara filosofinya, tentunya akan lebih dalam untuk mengenal lebih jauh kepada individu insan Setia Hati Terate tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_page_body_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;7881126116&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;

&lt;b&gt;2. Krah/Gulon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;3. Lima lubang kancing&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Jika dilihat sepintas memang jumlah lubang kancingnya berjumlah bukan 5, tapi 10 lubang kancing (kanan 5 dan kiri 5). Namun mengapa dikatakan 5 lubang kancing ?.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Dari masing-masing jumlah 5 lubang kancing sebelah kiri dan 5 lubang kancing sebelah kanan, itu hakikatnya adalah 1 atau 1 garis ketika sudah terhubung dengan tali kur yang berwarna putih, sehingga hakikatnya adalah 5 lubang kancing.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sehingga makna dari 5 lubang kancing yang terdapat dibaju dibagian dada adalah menyimbolkan bahwa ajaran yang diajarkan di Persaudaraan Setia Hati Terate ada 5 ajaran, yakni :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/07/makna-persaudaraan-dalam-materi-panca.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Persaudaraan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/07/makna-olah-raga-dalam-materi-panca.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Olahraga&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/07/makna-beladiri-dalam-materi-panca-dasar.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Beladiri&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/07/makna-kesenian-dalam-materi-panca-dasar.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Kesenian&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/07/makna-kerohanian-dalam-materi-panca.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ke-SH-an&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;4. Tali kur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;a. Mengikat 5 lubang kancing&lt;/b&gt; : Dari materi lima dasar yang diajarkan di Persaudaraan Setia Hati Terate, yakni (persaudaraan,olah raga, beladiri, kesenian, dan ke-sh-an) terdapat dua ajaran (persaudaraan dan ke-sh-an) dan 3 pelajaran (olah raga, beladiri dan kesenian), merupak satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Artinya setiap siswa Persaudaraan Setia Hati Terate dalam menjalani latihan, berhak untuk mendapatkan &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/02/materi-panca-dasar-psht.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Materi Panca Dasar&lt;/a&gt; tersebut, dan kewajiban seorang Warga adalah untuk menyampaikan materi Panca Dasar tersebut kepada siswanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;b. Warna putih :&lt;/b&gt; Bagi seorang Warga Setia Hati Terate dalam menyampaikan dan melaksanakan materi Panca Dasar, tentunya harus di iringi dengan niat yang tulus, hati yang bersih dan sabar serta keikhlasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Simpul balik (Tali wangsul) :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Ujung lengan baju longgar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Lipatan dibelakang baju&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; Seperti yang sudah dijelaskan dalam ART PSHT (&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/01/anggaran-rumah-tangga-psht-parluh-2016.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Anggaran Rumah Tangga PSHT 2016&lt;/a&gt;) Pasal 13 ayat 2 huruf (a) tentang pakaian, bahwa makna lipatan pada pakaian Warga adalah mengandung makna, yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Lipatan satu, untuk Warga Tingkat I (Warga tersebut adalah Warga PSHT Tingkat I).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lipatan dua untuk Warga Tingkat II (Warga tersebut adalah Warga PSHT Tingkat II).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lipatan tiga, untuk Warga Tingkat III (Warga tersebut adalah Warga PSHT Tingkat III).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;7. Celana gojak gajek&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Itulah sedikit penjelasan mengenai Makna Pakaian Persaudaraan Setia Hati Terate yang dapat saya bagikan sekedar untuk menambah wawasan. Sekian ... dan Terima Kasih .....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam Persaudaraan .....&lt;br /&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_page_body_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;7881126116&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/6447896407157265444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/05/makna-pakaian-psht.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/6447896407157265444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/6447896407157265444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/05/makna-pakaian-psht.html' title='Makna Pakaian PSHT'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhl1oyiG7lPVCJBrUkZr8YFCSbda7lH3CEsCaDH5RGmwy5WcMp9QXUpTMlULc-U6JhGfs4H21h7f_skczOfdMwucrLdidO7BeCL__F7Ov8EjKK8NL8wc6QR0Zl105IVgrtgTNsOQVTlk2Q_/s72-c/IMG_20190621_214313_059.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-6174325446360791757</id><published>2019-05-02T07:53:00.000+07:00</published><updated>2019-09-18T09:34:56.819+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pra-Kata"/><title type='text'>Kata Pengantar</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; separator=&quot;&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbKJPxy9JTkgZE_TFqhrNDO1GQJa9wWyt01rB6lKODquFUxyr01nZyUG0Sgujb96h0w7q5SLzBivi4XTiM70zIkcTrtUS8jWVaAvSxPKWCZpIWPPeei9nnRfwVH86o87cLT3Ijc_UZ_T2a/s1600/Hemin.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kata Pengantar&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;784&quot; data-original-width=&quot;628&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbKJPxy9JTkgZE_TFqhrNDO1GQJa9wWyt01rB6lKODquFUxyr01nZyUG0Sgujb96h0w7q5SLzBivi4XTiM70zIkcTrtUS8jWVaAvSxPKWCZpIWPPeei9nnRfwVH86o87cLT3Ijc_UZ_T2a/s320/Hemin.jpg&quot; title=&quot;Muhaemin Pengesahan 2018&quot; width=&quot;256&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;KATA PENGANTAR&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Assalamu&#39;alaikum, Wr.Wb.
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu Wata&#39;ala, yang masih memberikan nikmat hidup, Iman, Islam dan sehat wal&#39;afiat, serta berkat Rakhmat, Taufiq, Hidayah serta Inayahnya kepada diri saya, sehingga masih diberi kempuan untuk menyusun dan mengembangkan isi artikel yang sudah ada atau terbit sebelumnya, yakni menyusun beberapa artikel sebagai pengantar telaah tentang &quot;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/09/persaudaraan-ukhuwah.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Persaudaraan&lt;/a&gt;&quot; menurut segi pandangan &quot;Persaudaraan Setia Hati Terate&quot;. Sudah merupakan suatu keharusan atau kewajiban hal yang sepatutnya, jika saya mengucapkan rasa syukur atas limpahan Rakhmat dan Karunia-Nya.
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi kita, Nabi agung sekaligus sebagai Nabi akhir zaman, Nabi sebagai penerang umat manusia, yakni Rasullillah Muhammad Shallallahu &#39;Alaihi Wassalam. Semoga kita sebagai ummatnya akan mendapat pertolongan dan safaatnya kelak di yaumil akhir. Allahuma Amiin yaa robbal &#39;alamin...
&lt;br /&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- modulfekon_sidebar-right-1_AdSense1_336x280_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-slot=&quot;6207203339&quot; style=&quot;display: inline-block; height: 280px; width: 336px;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Artikel pengantar ini baru dapat terwujud dan diterbitkan di bulan Desember, tahun 2017. Dengan maksud dan tujuan saya menyusun sebuah artikel ini, minimal atau setidaknya dapat menjadi acuan bagi Siswa maupun Anggota/Warga Setia Hati Terate yang hendak mendalami kandungan ajaran Ilmu Setia Hati Terate, yang saya kemas secara simpel dan praktis ini.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span arial=&quot;&quot; helvetica=&quot;&quot; sans-serif=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Setelah artikel pengantar ini sampai ke pembaca (Dulur PSHT), saya tidak lupa minta dukungan, saran dan kritiknya (dapat ditulis dikolom komentar) untuk membangun sebagai pelengkap upaya penyempurnaan. Saya sadar, baik isi maupun cara penyajian artikel ini masih diwarnai kelemahan dan kekurangan, tidak lain&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;hanya karena keterbatasan kuasa dan daya serta kelemahan diri saya sebagai manusia lumrah (&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;font-family: sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i&gt;titah sakwantah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;),&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;dan atas kelemahan dan kekurangan itu, sudah barang tentu butuh koreksi dari para Saudara-Saudaraku pembaca yang budiman.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Satu hal yang tersirat, setelah mempelajari tentang isi artikel ini semoga bisa mengawali terbitnya artikel sejenis yang tentunya baik isi sajian maupun kualitasnya lebih baik. Upaya dalam menyusun sebuah artikel yang masih sangat minimal ini, baik penyampaian maupun penyajiannya. Semoga artikel pengantar ini dapat menjadi pelecut dan motifasi untuk membangkitkan semangat bagi para Siswa maupun para Anggota/Warga Setia Hati Terate khususnya, dalam melaksanakan ajaran budi pekerti luhur sehingga tahu benar dan salah guna &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2018/05/memayu-hayuning-bawono.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Memayu Hayuning Bawono&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Dengan segala kerendahan hati dengan tulus dan ikhlas, niat hati tidak lain hanyalah ingin berbagi wawasan atau pengetahuan tentang Ilmu Setia Hati Terate, kepada Saudara-saudaraku khususnya Saudara Warga maupun Siswa Setia Hati Terate (Dulur PSHT) dimanapun Saudara-Saudaraku berada.&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Dukungan serta restu dari Saudaraku sangat saya harapkan sebagai pembaca yang budiman. Sebab setelah artikel ini terbit, saya tengah mempersiapkan penerbitan artikel kupasan lanjutan yang lainnya, yakni &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;sebagai pendalaman telaah dari artikel pengantar ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Perlu dimaklumi, jika ternyata di dalam kandungan artikel ini terdapat kekeliruan bahkan kesalahan, semata-mata itu muncul dari kelemahan diri pribadi saya, dan sebaliknya segala kebenaran dan petunjuk kebaikan yang terkandung di dalam artikel ini, jelas itu datangnya dari Allah Subhanahuwata’ala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif;&quot;&gt;Selamat membaca dan menghayati, mudah-mudahan dapat bermanfaat .....&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i style=&quot;font-family: arial, helvetica, sans-serif; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Wassalamu&#39;alaikum, Wr. Wb
&lt;br /&gt;
Salam Persaudaraan .....
&lt;br /&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- modulfekon_sidebar-right-1_AdSense1_336x280_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-slot=&quot;6207203339&quot; style=&quot;display: inline-block; height: 280px; width: 336px;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/6174325446360791757/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/05/kata-pengantar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/6174325446360791757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/6174325446360791757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/05/kata-pengantar.html' title='Kata Pengantar'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbKJPxy9JTkgZE_TFqhrNDO1GQJa9wWyt01rB6lKODquFUxyr01nZyUG0Sgujb96h0w7q5SLzBivi4XTiM70zIkcTrtUS8jWVaAvSxPKWCZpIWPPeei9nnRfwVH86o87cLT3Ijc_UZ_T2a/s72-c/Hemin.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-230749920483671404</id><published>2019-04-27T09:04:00.000+07:00</published><updated>2019-10-05T20:49:47.833+07:00</updated><title type='text'>Materi Ke-SH-an</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5P_yujuE6-wPk5hvH_5jq3eiqqA6iojQ9BmXWAkqrM-4sK1fKFjHM1pI4yxzIt89jUJh1o_cSlnmO4jIXm5Io17C5k0fkvRAuPoK1MzeRvgw-g3Qi7smkpvD8jLSP2foyGnMuEASyE50/s1600/Jiwa+Setia+Hati.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Materi Ke-SH-an Siswa PSHT&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;239&quot; data-original-width=&quot;200&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5P_yujuE6-wPk5hvH_5jq3eiqqA6iojQ9BmXWAkqrM-4sK1fKFjHM1pI4yxzIt89jUJh1o_cSlnmO4jIXm5Io17C5k0fkvRAuPoK1MzeRvgw-g3Qi7smkpvD8jLSP2foyGnMuEASyE50/s320/Jiwa+Setia+Hati.jpg&quot; title=&quot;Materi Ke-SH-an Siswa&quot; width=&quot;267&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;MATERI KE-SH-AN SISWA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_page_body_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;7881126116&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&lt;b&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;Daftar Isi Ke-SH-an :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span arial=&quot;&quot; helvetica=&quot;&quot; sans-serif=&quot;&quot;&gt;I. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;span arial=&quot;&quot; helvetica=&quot;&quot; sans-serif=&quot;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/05/kata-pengantar.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Kata Pengantar&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;span arial=&quot;&quot; helvetica=&quot;&quot; sans-serif=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;b style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif;&quot;&gt;&lt;span arial=&quot;&quot; helvetica=&quot;&quot; sans-serif=&quot;&quot;&gt;II&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;. &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/02/kata-pendahuluan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Kata&amp;nbsp;Pendahuluan&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;span arial=&quot;&quot; helvetica=&quot;&quot; sans-serif=&quot;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;span arial=&quot;&quot; helvetica=&quot;&quot; sans-serif=&quot;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;III. &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/02/mukadimah-persaudaraan-setia-hati-terate_14.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Mukadimah PSHT&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;span arial=&quot;&quot; helvetica=&quot;&quot; sans-serif=&quot;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;span arial=&quot;&quot; helvetica=&quot;&quot; sans-serif=&quot;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;IV&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span arial=&quot;&quot; helvetica=&quot;&quot; sans-serif=&quot;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;. &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/01/anggaran-dasar-psht-parluh-2016.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Anggaran Dasar PSHT - PARLUH 2016&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;span arial=&quot;&quot; helvetica=&quot;&quot; sans-serif=&quot;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;span arial=&quot;&quot; helvetica=&quot;&quot; sans-serif=&quot;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;V. &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/01/anggaran-rumah-tangga-psht-parluh-2016.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Anggaran Rumah Tangga PSHT - PARLUH 2016&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;VI. Materi Ke-SH-an :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;A. Materi Ke-SH-an Siswa Tingkat Polos :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;1. &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2018/10/tata-tertib-siswa-psht.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tata Tertib Siswa PSHT&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/09/persaudaraan-ukhuwah.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Persaudaraan (Ukhuwah)&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;2.1. Perbedaan persaudaraan dengan persahabatan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;3. Pencak Silat :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;3.1. &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/07/asal-usul-dan-hakikat-pencak-silat.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Asal Usul dan Hakikat Pencak Silat&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;3.2. Asal Mula Kata Pencak Silat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;3.3. &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/07/istilah-dalam-pencak-silat.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Istilah Teknik dalam Pencak Silat&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;4. Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;4.1. Sejarah berdirinya Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;4.2. Makna Lambang Ikatan Pencak Silat Indoneaia (IPSI)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;5. &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/05/makna-pakaian-psht.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Makna Pakaian Persaudaraan Setia Hati Terate&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;6. Istilah makna lima sidik jari&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;7. Falsafah Jawa :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;7.1. &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2018/06/cilik-ora-kurang-bakal-gede-ora-turah.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cilik ora kurang bakal, Gede ora turah&amp;nbsp;bakal&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;7.2. &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2018/07/rukun-gawe-santoso-krah-gawe-bubrah.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Rukun gawe santoso, Krah gawe bubrah&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;7.3. &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2018/07/rame-ing-gawe-sepi-ing-pamrih.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Rame ing gawe, Sepi ing pamrih&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;7.4. &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2018/07/sapa-nandur-bakal-ngunduh.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sapa&amp;nbsp;nandur, bakal ngunduh&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;b&gt;B. Materi Ke-SH-an Siswa Tingkat Jambon :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;1. Makna Pembukaan Persaudaraan Setia Hati Terate :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;1.1.&amp;nbsp;Berdiri tegak&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;1.2.&amp;nbsp;Penghormatan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;1.3.&amp;nbsp;Mengacungkan dua jari&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;1.4.&amp;nbsp;Dua jari menunjuk ke tanah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;1.5.&amp;nbsp;Dua jari menunjuk ke&amp;nbsp;udara&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;1.6.&amp;nbsp;Dua jari di pelipis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;1.7.&amp;nbsp;Tangan mengepal&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;1.8.&amp;nbsp;Tangan menangkis&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;2. Sejarah Ki Ngabei Ageng Soerodiwirjo&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;3. Sejarah Ki Hadjar Hardjo Oetomo&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;4. Sejarah Bapak Hardjo Mardjoet&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;5. Sejarah Bapak Djendro Darsono&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;6. Sejarah Bapak Harsono&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;7. Sejarah Bapak Raden Mas Soetomo Mangkoedjojo&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;8. Sejarah Bapak Santoso&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;9. Sejarah Bapak Badini&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;10. Makna Lambang Persaudaraan Setia Hati Terate :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;10.1. Bentuk segi empat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;10.2. Warna dasar hitam&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;10.3. Tulisan Persaudaraan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;10.4. Tulisan Setia Hati&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;10.5. Tulisan Terate&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;10.6. Hati putih bertepi warna merah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;10.7. Hati putih yang memancarkan sinar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;10.8. Garis pita tegak lurus berwarna putih merah putih&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;10.9. Bunga Terate&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;10.10. Senjata Persilatan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;11. Sarana Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;12. Panca Dasar Persaudaraan Setia Hati Terate :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;12.1. Persaudaraan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;12.2. Olah&amp;nbsp;raga&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;12.3. Beladiri&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;12.4. Kesenian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;12.5. Kerohanian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;b&gt;13. Falsafah Jawa :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;13.1. Ajining diri dumunung ono ing&amp;nbsp;lathi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;13.2. Cik tak ocak acik, Mrico polo agawe dakon&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;13.3. Adigang, Adigung,&amp;nbsp;Adiguna&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;C. Materi Ke-SH-an Siswa Tingkat Hijau :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Sejarah Bapak Tunggul Wulung Judhyasmara&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;2. Sejarah Bapak Irsyad Hadi Widagdo&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;3. Sejarah Bapak R. Yohanes Saljo Harsoutomo&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;4. Sejarah Bapak Sastro Hardjono&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;5. Sejarah Bapak Raden Mas Imam Koesoepangat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;6. Sejarah Bapak Adi Yasco&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;7. Sejarah Bapak H. Tarmadji Boedi Harsono&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;8. Periode Sejarah Setia Hati Terate&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;9. Tahun penting dalam sejarah Setia Hati Terate&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;10. Falsafah Setia Hati Terate&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;11. Fisi pengembangan Setia Hati Terate&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;12. Hak benar dan salah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;13. Kebaikan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;14. Makna ajaran dan simbol Persaudaraan Setia Hati Terate&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;15. Persaudaraan dalam Setia Hati Terate&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;15.1. Memahami Persaudaraan Setia Hati Terate&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;15.2. Tujuan Setia Hati Terate&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;16. Pandangan hidup Setia Hati Terate&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;17. Pribadi Insan Setia Hati Terate&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;17.1. Sifat insan Setia Hati Terate&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;17.2. Gaya hidup insan Setia Hati Terate&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;b&gt;18. Falsafah Jawa :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;18.1. Sepiro gedhene sengsara, Yen tinampa amung dadi&amp;nbsp;coba&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;18.2. Bener ketenger, Becik ketitik, Ala ketara&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;18.3. Aja rumangsa bisa, nanging bisa rumangsa&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;18.4. Ngalah, Ngalih, Ngamuk&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;b&gt;D. Materi Ke-SH-an Siswa Tingkat Putih :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;1. Makna Sabuk Tingkatan PSHT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;2. Maksud dan tujuan Pendadaran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;3. Etiket dan Kepemimpinan&amp;nbsp;:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;3.1. Pribadi pemimpin&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;3.2. &lt;/span&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;Prinsip kepemimpinan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;3.3. Martabat pemimpin&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;4. Mendidik manusia berbudi luhur lewat pelajaran Pencak Silat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;5. Cara mengembangkan Setia Hati Terate&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;6. Pengembangan ilmu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;7. Hati (qolbu)&amp;nbsp;:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;7.1. Sifat penyakit hati&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;8. Setia Hati :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;8.1. Memahami Ilmu Setia Hati&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;8.2. Ngerti dalam tataran ilmu Setia Hati&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;9. Kesetiaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;10. Insan Setia Hati Sejati :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;10.1. Ora kagetan, Ora gumunan, Yakin dan wani nglakoni&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;10.2. Pemberani dan tidak takut mati&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;font-family: sans-serif; font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;11. Jiwa/watak Insan Setia Hati Yer/Wan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;12. Hakikat Persaudaraan Sejati&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;13. Syarat hidup dalam Setia Hati Terate&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;14. Kehidupan kekal dalam ajaran Setia Hati Terate&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;15. Makna falsafah kehidupan Setia Hati Terate&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;16. Pengertian Sesepuh dan Orang Tua dikalangan PSHT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;17. Tingkatan dan pelajaran Persaudaraan Setia Hati Terate&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;18. Sumber ilmu kebatinan dan ilmu Pencak Silat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;19. Hukum kebatinan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;20. Hukum Timbal Balik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;21. Ilmu keseimbangan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;22. Hukum keseimbangan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;23. Kembali ke jati diri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;24. Langkah menuju kesempurnaan iman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;25. Kodrat dan Wiradat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;26. Proses pembersihan diri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;27. Cahaya Hati&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;28. Tirakat :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;28.1. Tujuan laku Tirakat&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;28.2. Tirakat insan Setia Hati Terate&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;29. Kunci hidup itu hati yang bersih&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;30. Menakar ketajaman Intuisi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;31. Nafsu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;32. &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/07/perumpamaan-hawa-nafsu-dan-hati.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Perumpamaan Hawa Nafsu dan Hati&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;33. Peristiwa dan Mukjizat bulan Suro&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;34. Kerohanian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;35. Menelaah makna Mukadimah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;36. Puasa Batin&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;b&gt;37. Do&#39;a :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;b&gt;37.1. &lt;/b&gt;Do&#39;a bulan Sura Setia Hati Terate&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;b&gt;37.2. &lt;/b&gt;Do&#39;a Pengesahan PSHT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;38. Pepacuh anggota PSHT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;39. Janji setia anggota PSHT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;40. Falsafah Jawa :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;40.1. Aja waton omong, Nanging omonga nganggo&amp;nbsp;waton&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;40.2. Sugih tanpa bandha, Digdaya tanpa aji, Ngluruk tanpa&amp;nbsp;bala, Menang tanpa ngasorake&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;40.3. Urip Kudu Urup&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;40.4. Suro diro joyoningrat lebur dening pangastuti&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;40.5. Tega larane nanging ora tega&amp;nbsp;patine&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;40.6. Ing ngarsa sung tulada, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;40.7. Berbudi Bawa Laksana&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;40.8. Memayu hayuning bawono&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span font-size:=&quot;&quot; large=&quot;&quot; new=&quot;&quot; roman=&quot;&quot; serif=&quot;&quot; times=&quot;&quot;&gt;40.9. Ngudi kasampurnaning urip&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_page_body_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;7881126116&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/230749920483671404/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/04/materi-ke-sh-an.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/230749920483671404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/230749920483671404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/04/materi-ke-sh-an.html' title='Materi Ke-SH-an'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5P_yujuE6-wPk5hvH_5jq3eiqqA6iojQ9BmXWAkqrM-4sK1fKFjHM1pI4yxzIt89jUJh1o_cSlnmO4jIXm5Io17C5k0fkvRAuPoK1MzeRvgw-g3Qi7smkpvD8jLSP2foyGnMuEASyE50/s72-c/Jiwa+Setia+Hati.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-1076951741730274439</id><published>2019-04-04T12:41:00.001+07:00</published><updated>2019-09-20T07:49:19.401+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type='text'>Sekilas Tentang SH Panti</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAfuGB95Rn3UT8I2ZjftCWJ7TZVXPUwfVdnp9JIxd4qffiGvihkE5I4W1bajH-PTV3hKgIghw3qGKQx3LM2nWyECjS7xUBNI4_KBHkJMuZK08QYAe9AC2gNv436kJCpAxry3ZsQQModsk3/s1600/IMG_20190404_123807_965.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Sekilas Tentang Setia Hati Panti - Jiwa Setia Hati&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;306&quot; data-original-width=&quot;401&quot; height=&quot;243&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAfuGB95Rn3UT8I2ZjftCWJ7TZVXPUwfVdnp9JIxd4qffiGvihkE5I4W1bajH-PTV3hKgIghw3qGKQx3LM2nWyECjS7xUBNI4_KBHkJMuZK08QYAe9AC2gNv436kJCpAxry3ZsQQModsk3/s320/IMG_20190404_123807_965.jpg&quot; title=&quot;Sekilas Tentang SH Panti&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;SEKILAS TENTANG SETIA HATI PANTI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Kota Madiun dikenal dengan istilah Kampung Pesilat. Sebutan ini tidaklah berlebihan, mengingat semakin banyaknya aliran Perguruan Pencak Silat baru yang tumbuh dan berkembang di Kota Madiun. Beberapa di antaranya berkembang dengan keanggotaan hingga ke beberapa negara. Yakni, perguruan yang berawal dari &quot;Setia Hati&quot; ini. Setidaknya terdapat dua perguruan yang cukup besar, yakni Persaudaraan Setia Hati Terate dan Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_page_body_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;7881126116&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Kedua perguruan ini berasal dari satu guru, paguyubannya pun masih berjalan hingga saat ini. Namanya Persaudaraan Setia Hati, tanpa embel - embel nama lain di belakangnya, dan sebagian orang mengenalnya dengan sebutan Setia Hati Panti. SH ini disebut sebagai induk dari semua Persaudaraan Pencak Silat yang memiliki dasar &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/07/ilmu-setia-hati.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ilmu Setia Hati&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tidaklah heran jika sejarah Persaudaraan ini juga tidak jauh berbeda dengan Persaudaraan Setia Hati lainnya yang ada di Kota Madiun. Persaudaraan ini di dirikan oleh Ki Ngabei Ageng Soerodiwirjo pada tahun 1903, di Tambak Gringsing-Surabaya. Nama sebelumnya adalah &quot;Sedulur Tunggal Ketjer&quot;, dengan permainan silatnya pada saat itu bernama &quot;Djojo Gendilo Cipto Muljo&quot;, nama ini memiliki makna berjaya atau menang dengan menari. Nama &quot;Djojo&quot; ini dinilai memiliki unsur kesombongan, sehingga pada tahun 1917, nama ini lalu diganti menjadi &quot;Persaudaraan Setia Hati&quot;. Sedangkan istilah &quot;Sedulur Tunggal Ketjer&quot; dan &quot;Djojo Gendilo&quot; tidak boleh digunakan lagi sesudahnya, dan pada saat itu pula &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/07/riwayat-ki-ngabehi-ageng-soerodiwirjo.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ki Ngabei Ageng Soerodiwirjo&lt;/a&gt; pindah ke Madiun dan menetap tinggal di Jl. Gajah Mada no.14 Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &quot;Setia Hati&quot; dapat diartikan &quot;Tekad Hati&quot; yang bersih dan suci dalam menuju keselamatan ke jalan Tuhan. Ilmu Setia Hati mengajarkan bagaimana cara keluar dari permasalahan hidup dengan menyatukan kebutuhan jasmani dan rohani. Dua kebutuhan hidup itu selalu dilebur dalam gerak yang indah untuk mempertahankan diri yang kemudian di beri nama Pencak Silat. Makna Pencak Silat sendiri adalah untuk mempertahankan diri baik lahir maupun batin, dan bukan semata untuk adu fisik. Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati merupakan ilmu untuk mengenal diri pribadinya dan mengenal Tuhannya, jadi bukan untuk di pamerkan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pencak Silat Setia Hati benar - benar dijaga kerahasiaannya dan tertutup. Pencak Silat Setia Hati hanya boleh di pelajari, di ajarkan atau di tularkan kepada sesama anggotanya. Sebaliknya, suatu pantangan untuk mengajarkan kedada orang lain yang bukan anggota, bahkan menunjukkan saja tidak boleh. Maka dari itulah, Pencak Silat Setia Hati tidak suka menggelar unjuk kekuatan massa, sebab memang bukanlah itu tujuan Setia Hati. Akan tetapi justru lebih censerung pada pengajaran pada masing-masing individu Setia Hati menjadi pribadi yang matang lahir batin dan selamat dunia akhirat.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Persaudaraan Setia Hati lebih senang memilih &quot;Paguyuban&quot;, karena Persaudaraan Setia Hati memilih untuk tidak terikat dengan IPSI, dengan alasan demi menjaga kerahasiaan ilmunya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Nama &quot;Panti&quot; ditambahkan untuk mempermudah dalam penyebutan. Panti adalah sebutan rumah atau tempat tinggal sebenarnya yang di huni oleh Ki Ngabei Ageng Soerodiwirjo. Panti saat ini digunakan untuk sekretariat Persaudaraan Setia Hati. Rumah tersebut di wariskan untuk saudara seperguruan yang ingin belajar. Nama ini mulai di pakai setelah banyaknya perguruan lain dengan nama Setia Hati bermunculan.&lt;br /&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_page_body_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;7881126116&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Menurut catatan sejarah Setia Hati, Setia Hati Terate di dirikan oleh &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/02/riwayat-ki-hadjar-hardjo-oetomo.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ki Hadjar Hardjo Oetomo&lt;/a&gt; di desa Pilangbango-Kecamatan Kartoharjo-Kota Madiun pada tahun 1922. Pusat kegiatan Setia Hati Terate di Jl.Merak-Kelurahan Nambangan Kidul-Kecamatan Taman-Kota Madiun. Kemudian pada tahun 1932, bapak Munandar Hadiwijoto memilih untuk mendeklarasikan Setia Hati Organisasi di Semarang. Selang tiga dekade setelah Setia Hati Organisasi lahir pada tahun 1966. Raden Djimat Soewarno juga memisahkan diri dari Setia Hati Panti, untuk kemudian mendirikan Setia Hati Tunas Muda Winongo yang berpusat di Jl.Doho-Kelurahan Winongo - Kecamatan Manguharjo-Kota Madiun. Bahkan ada lagi yang mendirikan dengan nama yang sama, yakni Setia Hati Panti Cabang Surabaya pada tahun 2005.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pada tahun 1935, Ki Ngabei Ageng Soerodiwirjo menghimbau untuk tidak lagi bergandengan dengan saudara yang sudah memisahkan diri.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Basuki menyebut kendati belajar dari ilmu yang sama, Pencak Silat yang di ajarkan pada masing - masing persaudaraan yang memisahkan diri ini tidaklah sama. Sebab, Ilmu Setia Hati tidak boleh sembarangan ditularkan, maka tidak heran jika keaslian Ilmu Setia Hati tetap terjaga, yang ada pada umumnya hanya gerakan Pencak Silatnya saja yang mirip. Setiap anggota pastinya paham benar pantangan dan anjuran yang harus dijalankan saat menjadi Warga Setia Hati. Termasuk mengajarkan ilmu kepada orang lain yang bukan anggota, maka tidak heran jika ilmu yang diberikan tidaklah sama.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Dalam Setia Hati Panti, sekali proses Kecer atau Pengesahan sebagai anggota maksimal hanya 2 (dua) orang, maka tidak heran jika keanggotaannya tidak cukup banyak.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Basuki menyebut kuantitas bukanlah tujuan utama Setia Hati. Kegiatan Keceran juga tidak harus di bulan Sura seperti yang lain, namun bisa di bulan apa saja selain itu. Proses masuk menjadi anggota juga cukup panjang. Mulai dari calon kandidat hingga akhirnya di sahkan menjadi anggota jika memenuhi syarat. Setelah masuk anggota memiliki hak yang sama. Di Setia Hati Panti terdapat 3 (tiga) tingkatan. Untuk naik tingkatan biasanya butuh waktu minimal 2 (dua) tahun dan memenuhi sejumlah persyaratan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tujuan Setia Hati Panti, mencari jalan keselamatan, bukan pamer atau yang lainnya. Maka Setia Hati Panti tidak hingar bingar dengan dunia Pencak Silat. (Sumber : Madiun Today )&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Itulah sedikit wawasan mengenai sekilas tentang Setia Hati Panti yang dapat saya bagikan. Kurang lebihnya saya mohon maaf, sekian dan terima kasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam Persaudaraan .....&lt;br /&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_page_body_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;7881126116&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/1076951741730274439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/04/sekilas-tentang-sh-panti.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/1076951741730274439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/1076951741730274439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/04/sekilas-tentang-sh-panti.html' title='Sekilas Tentang SH Panti'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAfuGB95Rn3UT8I2ZjftCWJ7TZVXPUwfVdnp9JIxd4qffiGvihkE5I4W1bajH-PTV3hKgIghw3qGKQx3LM2nWyECjS7xUBNI4_KBHkJMuZK08QYAe9AC2gNv436kJCpAxry3ZsQQModsk3/s72-c/IMG_20190404_123807_965.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-3077262517408186253</id><published>2019-04-02T07:33:00.000+07:00</published><updated>2019-09-20T08:26:53.453+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Sejarah"/><title type='text'>Sejarah Bapak Bambang Tunggul Wulung Judhyasmara</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwvD2gGLa6p18Kn6xHfuivD0jcVMRBAu5bodaPcCCUSk-l9AAmEa9lGG0M4uLKERzfceCLWR7rEHPJQwRQBNm8ZFRW8AuttNSJPJuCvakQLpp-kczE7bLXEiB8c8N1DPeUOP1iuSfXT2cd/s1600/IMG_Bambang+Tunggul+Wulung+Judhyasmara.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Sejarah Bapak Tunggul Wulung Judhyasmara&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;618&quot; data-original-width=&quot;476&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwvD2gGLa6p18Kn6xHfuivD0jcVMRBAu5bodaPcCCUSk-l9AAmEa9lGG0M4uLKERzfceCLWR7rEHPJQwRQBNm8ZFRW8AuttNSJPJuCvakQLpp-kczE7bLXEiB8c8N1DPeUOP1iuSfXT2cd/s320/IMG_Bambang+Tunggul+Wulung+Judhyasmara.jpg&quot; title=&quot;Bambang Tunggul Wulung Judhyasmara&quot; width=&quot;246&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;SEJARAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAPAK BAMBANG TUNGGUL WULUNG JUDHYASMARA&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Bambang Tunggul Wulung Judhyasmara di kalangan para kadhang SH Terate lebih akrap di panggil Mas Tunggul Wulung, beliau lahir pada tanggal 9 September, tahun 1944 di Kec.Ngoro-Jombang-Jawa Timur. Tunggul Wulung adalah salah satu putra dari Ketua Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate (semenjak masih berbentuk Perguruan hingga menjadi berbentuk Organisasi), yakni bapak &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/02/riwayat-raden-mas-soetomo-mangkoedjojo.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Raden Mas Soetomo Mangkoedjojo&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; (Tingkat III), dan merupakan kakak kandung dari Saudara Gunung (Tingkat II).&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;

&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tunggul Wulung mulai belajar Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate pada tahun 1954 di Surabaya. Tunggul Wulung di didik oleh bapak Miyono dan bapak Miyadi. Tahun 1958, Tunggul Wulung di didik langsung oleh bapak Harsono, yakni putra &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/02/riwayat-ki-hadjar-hardjo-oetomo.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ki Hadjar Hardjo&amp;nbsp;Oetomo&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; dan&amp;nbsp;bapak Badini (putra angkat dari Ki Hadjar Hardjo Oetomo), serta di didik oleh orang tuanya sendiri, yakni bapa Raden Mas Soetomo Mangkoedjojo.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tahun 1962, Tunggul Wulung di sahkan menjadi Saudara Persaudaraan Setia Hati Terate Warga Tingkat I, beliau satu letting (seangkatan) dengan &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/02/riwayat-mas-tarmadji-boedi-harsono.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tarmadji Boedi Harsono&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; saat itu. Beliau di sahkan di Pavilium Kabupaten Madiun oleh Raden Mas Soetomo Mangkoedjojo dan bapak Santoso. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Riwayat hidup Tunggul Wulung sebelum di sahkan Warga Tinghkat II :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pelatih di Komisariat SMA 1 Madiun.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelatih di Balai Winongo dan Pavilium Kabupaten Madiun.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pendiri dan Ketua Cabang Blora tahun 1966.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pendiri dan Ketua Cabang Cepu tahun 1970.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pendiri dan Ketua Cabang Purworejo di Kotoharjo tahun 1982.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tunggul Wulung di sahkan Warga Tingkat II tahun 1984, oleh &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/02/riwayat-raden-mas-imam-koesoepangat.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Raden&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Mas Imam Koesoepangat&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan bapak Badini. Yakni bapak Badini yang mendidik langsung, selaku guru dan pelatih Tingkat II Tunggul Wulung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jabatan yang pernah di jalani oleh Tunggul Wulung di Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate, adalah :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Anggota Tim Kerohanian (ke-SH-an) Pusat, tahun 1995-2007.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketua Perwakilan Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate, untuk wilayah Jawa Tengah yang berkedudukan di Semarang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anggota Dewan Pertimbangan Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate, tahun 1998-2007.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketua Dewan Pertimbangan Cabang Semarang, tahun 2001 - 2006.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pendiri dan Pembina Padepokan &quot;Wesi Aji&quot; (Wedar Sila Among Jiwo) Persaudaraan Setia Hati Terate Semarang.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tunggul Wulung memiliki seorang putra sulung yang bernama Andreas Eka Sakti Judhyawan, lahir di Cepu, tanggal 23 September 1969. Lebih akrap dipanggil Mas Andreas. Andreas mulai mengenal Persaudaraan Setia Hati Terate sejak tahun 1982, yang saat itu bertepatan dengan berdirinya Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Purworejo.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgclcjkemW1HWssQzsj-F1RzRFHPA28JJDBTKqJyyO54nEwmxqEb77d5jXEm1f2bMB2YwPUfkMHmhjBVHZXNQPfbfBRDm9yMqwal7hJLUfTLB36YxiClJkzG0ewi7zrDhZKaKHWh9lsWdcz/s1600/IMG_Andreas+Eka+Sakti+Judhyawan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Sejarah Bapak Andreas Eka Sakti Judhyawan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;471&quot; data-original-width=&quot;428&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgclcjkemW1HWssQzsj-F1RzRFHPA28JJDBTKqJyyO54nEwmxqEb77d5jXEm1f2bMB2YwPUfkMHmhjBVHZXNQPfbfBRDm9yMqwal7hJLUfTLB36YxiClJkzG0ewi7zrDhZKaKHWh9lsWdcz/s320/IMG_Andreas+Eka+Sakti+Judhyawan.jpg&quot; title=&quot;Andreas Eka Sakti Judhyawan&quot; width=&quot;290&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Andreas di sahkan menjadi Warga Persaudaraan Setia Hati Terate Tingkat I, di Pusat Madiun tahun 1984, Andreas merupakan pendiri sekaligus Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate, di Komisariat UNTAG Semarang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Jabatan yang pernah di emban di Organisasi Persausaraan Setia Hati Terate, adalah :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Menjadi Tim Teknik/Laga Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat, sekitar tahun 1992-1993.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wakil Ketua Cabang Semarang, tahun 2001-2006.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Andreas mulai mengenyam latihan Trap II di Pusat Madiun, tahun 1999 dan di sahkan Tingkat II, tahun 2002.&lt;br /&gt;
Prestasi yang pernah di raih oleh Andreas dalam kejuaraan laga/event-event di tingkat lokal dan nasional, bahkan sampai di tingkat internasional, adalah :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Juara 1, di kejuaraan Jurus Emas (piala Ismail), di Palembang tahun 1990.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Juara 1, di kejuaraan Pencak Silat Open Champion 1, di Thailand tahun 1992.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Juara 1, di kejuaraan BAPOMI, di Medan tahun 1994.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Juara 1, di kejuaraan Dunia, di Thailand tahun 1994.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;SH Terate Cup, di Jakarta tahun 1994.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;PON XIV, di Jakarta tahun 1996.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Bapak Bambang Tunggul Wulung Judhyasmara wafat pada tanggal 9 Oktober tahun 2007. Itulah sedikit wawasan sejarah Bambang Tunggul Wulung Judhyasmara, kurang lebihnya saya mohon maaf. Sekian dan terima kasih ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam Persaudaraan .....&lt;br /&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/3077262517408186253/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/04/sejarah-bapak-bambang-tunggul-wulung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/3077262517408186253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/3077262517408186253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/04/sejarah-bapak-bambang-tunggul-wulung.html' title='Sejarah Bapak Bambang Tunggul Wulung Judhyasmara'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwvD2gGLa6p18Kn6xHfuivD0jcVMRBAu5bodaPcCCUSk-l9AAmEa9lGG0M4uLKERzfceCLWR7rEHPJQwRQBNm8ZFRW8AuttNSJPJuCvakQLpp-kczE7bLXEiB8c8N1DPeUOP1iuSfXT2cd/s72-c/IMG_Bambang+Tunggul+Wulung+Judhyasmara.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-6996456765411070185</id><published>2019-03-30T18:45:00.000+07:00</published><updated>2019-09-20T08:31:18.400+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Sejarah"/><title type='text'>Sejarah Bapak Jendro Darsono</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPK8gZz-R6TtljDfjHyqWRBuMWlkFcgDKaBnL0HUznd2Y149rq0Xlny8TU2lwURYZS_vdcUIwI8tcpbTqZyM73ou7WCNr1tAOlJLde6_geT3f-WqJVxdAmQasrH9Bs1ghKWlss9-bd1Xoo/s1600/IMG_Jendro+Darsono.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;275&quot; data-original-width=&quot;433&quot; height=&quot;203&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPK8gZz-R6TtljDfjHyqWRBuMWlkFcgDKaBnL0HUznd2Y149rq0Xlny8TU2lwURYZS_vdcUIwI8tcpbTqZyM73ou7WCNr1tAOlJLde6_geT3f-WqJVxdAmQasrH9Bs1ghKWlss9-bd1Xoo/s320/IMG_Jendro+Darsono.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;SEJARAH BAPAK JENDRO DARSONO&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Bapak Jendro Darsono lahir tanggal 1 Suro tahun 1917 Masehi, di Nglames Madiun. Bapak Jendro Darsono merupakan putra dari seorang Warga Setia Hati, yakni Bapak Darissalam. Oleh ayahnya di titipkan kepada Bapak Hadjar Hardjo Oetomo untuk di didik Pencak Silat Setia Hati di Pilangbango Madiun pada tahun 1933. Setelah menempuh pelajaran Pencak Silat, Bapak Jendro Darsono kemudian di Sahkan sebagai saudara Setia Hati pada tahun 1934.&lt;br /&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;

&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Di bawah binaan Bapak &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/02/riwayat-ki-hadjar-hardjo-oetomo.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Hadjar Hardjo Oetomo&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, beliau berhasil menjadi juara dalam kejuaraan Pencak Silat Pasar Malam yang diselenggarakan oleh Pemerintah Belanda di Madiun dan juga menjadi juara ketika membuka Cabang latihan di Solo pada tahun 1935.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tahun 1938, Bapak Jendro Darsono pindah ke Surabaya dan Cabang latihan di Solo diteruskan oleh Bapak Murtadji Wijaya dan Bapak Padmo Siswoyo. Keberhasilan menjadi juara tersebut dapat di ulanginya pada masa Pemerintahan Militer Jepang di Semarang dan di Surabaya dengan mengalahkan seorang jago dari Perwira Tentara Jepang.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tahun 1948, pada musyawarah di kediaman Bapak Hadjar Hardjo Oetomo di Pilangbango Madiun, beliau di tunjuk sebagai Wakil Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate. Pada tahun 1950 beliau masuk Militer di TNI-AD pada Kodam Brawijaya di Kediri dan kemudian di pindah tugaskan ke Surabaya sejak Tahun 1954 hingga pensiun pada tahun 1982 dengan pangkat Kapten. Selanjutnya di Surabaya, beliau dikenal dengan nama &quot;Kapten Darsono&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pada waktu mudanya, beliau suka memelihara rambut sampai panjang dan suka bertukar kepandaian dengan aliran Pencak Silat lain. Beliau terkenal agresif, keras dan berdisiplin tinggi baik di dalam latihan maupun diluar latihan Pencak. Dalam melatih Pencak Silat Setia Hati, beliau juga terkenal perfeksionis (ingin selalu sempurna benar).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Semenjak menetap di Surabaya, beliau mengembangkan Persaudaraan Setia Hati Terate antara lain bersama Bapak Tomo dan Bapak Kuncoro Sastrodarmodjo hingga berkembang pesat dan cukup di segani. Kader-kader beliau antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Bapak Karyono&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Karmudji&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Richard Wahyudi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Mulyanto&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Saleh Sumanto&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Hersubeno&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Margono&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Iswoyo&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Di Surabaya, bersama dengan Bapak Kuncoro Sastrodarmodjo aktif mengundang saudara tua Setia Hati, yakni Bapak Munandar Hardjowiyoto (pendiri Setia Hati Organisasi/SHO) ke Surabaya untuk memberikan ceramah ke-SH-an dan sering pula berkunjung ke rumah Bapak Munandar Hardjowiyoto di Ngrambe Ngawi guna menambah pengetahuannya di bidang kerohanian (Ke-SH-an).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Dalam kunjungannya ke Ngrambe Ngawi tersebut, beliau selalu mengajak putri sulungnya yang bernama Yatna Reni. Di samping itu, Bapak Munandar Hardjowiyoto merupakan mantan komandannya sewaktu beliau ditempatkan bertugas di Surabaya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pada tahun 1960, beliau di tetapkan sebagai sesepuh Persaudaraan Setia Hati Terate Surabaya. Bapak Jendro Darsono wafat pada bulan Suro tahun 1984 di Surabaya. Dari pernikahannya dengan ibu Sugiarti, di karuniai 7 orang anak, yakni :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Yatna Reni&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Yatna Gata&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jendra Gangga&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hangga Satya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bratawati&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fidya Rastri, dan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Juala Ratri&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sebagai seorang tokoh panutan Setia Hati di Surabaya, beliau mempunyai andil yang cukup besar dalam menorehkan citra, baik Pencak Silat Setia Hati pada khususnya dan Pencak Silat secara keseluruhan. Beliau juga merintis mengadakan tulisan-tulisan sebagai salah satu &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/04/materi-ke-sh-an.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;materi Ke-SH-an&lt;/a&gt;. Karyanya antara lain berjudul &lt;b&gt;&quot;Wasiat Setia Hati&quot;&lt;/b&gt; yang di susun pada tahun 1963.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Beliau juga sering memberikan wejangan-wejangan yang hingga kini masih melekat dalam ingatan para kader-kader binaannya. Semboyan yang terkenal hingga saat ini dan masih digunakan di Setia Hati Terate, antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Ojo gumunan (jangan heranan).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2018/05/aja-rumangsa-bisa-nanging-bisa-rumangsa.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ojo rumongso biso, nanging biso-o rumongso&lt;/a&gt; (jangan merasa bisa, melainkan bisalah untuk merasa).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berani karena benar, takut karena salah dan janganlah gampang berbicara, kalau sudah berbicara harus ada dasarnya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Itulah sedikit wawasan mengenai Sejarah Bapak Jendro Darsono yang dapat saya bagikan. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Sekian dan terima kasih ...&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Salam Persaudaraan .....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/6996456765411070185/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/03/sejarah-bapak-jendro-darsono.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/6996456765411070185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/6996456765411070185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/03/sejarah-bapak-jendro-darsono.html' title='Sejarah Bapak Jendro Darsono'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPK8gZz-R6TtljDfjHyqWRBuMWlkFcgDKaBnL0HUznd2Y149rq0Xlny8TU2lwURYZS_vdcUIwI8tcpbTqZyM73ou7WCNr1tAOlJLde6_geT3f-WqJVxdAmQasrH9Bs1ghKWlss9-bd1Xoo/s72-c/IMG_Jendro+Darsono.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-8454141193092349952</id><published>2019-03-30T07:41:00.000+07:00</published><updated>2019-09-20T08:35:36.868+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Sejarah"/><title type='text'>Sejarah Bapak Santoso</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3CiQC-aMtiEzfbtB_0eHysxMMBAcskdW_3xV7cTxwuY-CCKIIrErRtERhdC4dY2un-XZJVnvPUwuL_8bzjZyaPCTMLINaiq728EpuFOGuMEaYo7r3hgiYOb_ZIejUmOF_pVqIUPjlGSUV/s1600/IMG_Satoso.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Sejarah Bapak Santoso&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;338&quot; data-original-width=&quot;286&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3CiQC-aMtiEzfbtB_0eHysxMMBAcskdW_3xV7cTxwuY-CCKIIrErRtERhdC4dY2un-XZJVnvPUwuL_8bzjZyaPCTMLINaiq728EpuFOGuMEaYo7r3hgiYOb_ZIejUmOF_pVqIUPjlGSUV/s320/IMG_Satoso.jpg&quot; title=&quot;Bapak Santoso&quot; width=&quot;270&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;SEJARAH BAPAK SANTOSO&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Bapak Santoso lahir pada tanggal 10 Oktober, tahun 1901. Ayahnya bernama Bapak Kartodimedjo alias Kerto Lampu, dan ibunya bernama Suminah. Kedua orang tua Bapak Santoso tinggal di oro-oro ombo Madiun, Bapak Kartodimedjo adalah merupakan saudara Setia Hati &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/02/riwayat-ki-hadjar-hardjo-oetomo.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ki Hadjar Hardjo Oetomo&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, dan menitipkannya untuk dilatih Pencak Silat kepada Bapak Hardjo Oetomo.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Setelah menamatkan di HIS Madiun, Bapak Santoso melanjutkan ke MTS (Midlebare Teknik School) di Surabaya, yang pada saat itu satu kelas dengan Bapak Moch. Irsyad. Setelah lulus dari MTS, Bapak Santoso bekerja di perusahaan Marine Surabaya (sekarang PT. PAL), kemudian pindah kerja di Pabrik Gula Rejo Agung Madiun. Tidak lama kemudian lalu pindah kerja lagi hingga menjadi Kepala Jawatan Listrtik dan Gas di Madiun hingga tahun 1947.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pada Clash Belanda I, Bapak Santoso ditangkap karena dituduh telah melakukan sabotase pem-boman PLTA Gondosuli Madiun dan di masukkan ke dalam sel penjara Madiun. Sekitar 6 bulan lamanya Bapak Santoso dalam penjara dan lalu di bebaskan. Setelah itu, Bapak Santoso menjadi guru dengan mendirikan Sekolah Teknik 1 Madiun, yakni STP (Sekolah Teknik Pertama) setingkat pendidikan SMP untuk masa sekarang. Kemudian mendirikan STM Madiun dan STM Kediri, hingga pensiun sebagai Guru Tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sebelum Ki Hadjar Hardjo Oetomo wafat, sempat mewasiatkan kepada Bapak Santoso, yang isi wasiatnya adalah :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Kumpulkan Saudara Sedulur Tunggal Ketcer.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buat wadah yang kuat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lestarikan ajaran saya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Kemudian di tunjuklah &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/02/riwayat-raden-mas-soetomo-mangkoedjojo.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Raden Mas Soetomo Mangkoedjojo&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; dengan pertimbangan saudara yang termuda untuk bertugas mengumpulkan saudara-saudara Setia Hati. Tempat pertemuan ditetapkan di kediaman Bapak Santoso, yaitu di Jl.Dr.Soetomo No.76 Madiun, dan berhasil dikumpulkan sebanyak 30 Saudara, antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Raden Mas Soetomo Mangkoedjojo&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/02/sejarah-bapak-irsyad-hadi-widagdo.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Bapak Moch. Irsyad&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/02/sejarah-bapak-hardjo-mardjoet.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Bapak Hardjo Mardjoet&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Raden Sumadji&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Raden Bambang Soedarsono&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/03/sejarah-bapak-jendro-darsono.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Bapak Djendro Darsono&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Soegiarto&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Soemo Soedardjo&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Arsidin&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Hardjo Giring&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Asmadi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Darmadi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Soejono&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Asmoengi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Hardjo Wagiran&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Harsono&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Badini&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Soeharjo&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Oetomo Moeljoprodjo&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Hadiwidjojo&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Oemar Karsono&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Saljo Harsoutomo&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Moetoro&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Soelaiman&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Soemodiran&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Soeniman&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Makoen&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Sajogjo&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Satro Basoeki&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Santoso Kartoatmodjo&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pada tanggal 25 Maret, tahun 1951 inilah nama Setia Hati Terate dicetuskan. Hasil musyawarah tersebut menghasilkan :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Membuat &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/01/anggaran-dasar-psht-parluh-2016.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Anggaran Dasar&lt;/a&gt; (AD) dan &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/01/anggaran-rumah-tangga-psht-parluh-2016.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Anggaran Rumah Tangga&lt;/a&gt; (ART), serta Lambang Setia Hati Terate.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Terbentuk susunan pengurus, yakni : Ketua oleh Bapak Santoso, Sekretatis oleh Bapak Seomadji, Bendahara oleh Bapak Bambang Soedarsono, dan Pelatih oleh Bapak Hardjo Mardjoet serta Bapak Badini.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Selama memimpin Persaudaraan Setia Hati Terate, kebijakannya adalah menyetujui usulan memberlakukan hasil karya Bapak Moch.Irsyad berupa Materi Senam 1 s/d 90, Senam Toya, Senam Belati dan Kerambit yang di ajarkan sebelum Jurus pokok.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tahun 1966 kepemimpinan Setia Hati Terate diserahkan kepada &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/02/riwayat-raden-mas-soetomo-mangkoedjojo.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Raden Mas Soetomo Mangkoedjojo&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Istri Bapak Santoso bernama Ibu Sumini, yang dikaruniai sebanyak 11 anak, yakni 9 putra dan 2 putri, yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Soesanto Pudyodarmo&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Soeseno Darmosasono&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Soewignyo Dibyomartono&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Soeyadi Purboyono (disahkan bersama &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/02/riwayat-raden-mas-imam-koesoepangat.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Raden Mas Imam Koesoepangat&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sundari Miliarti&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sulistyo Budihardjo&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Soetopo Risharyono (Jl.Semampir tengah Gg.II, No.31 Surabaya)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Suci Lestari Rahayu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Subandrio Herrin Ismono&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nanang Soediro Edisartono&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meninggal pada saat lahir&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Bapak Santoso wafat pada bulan Oktober, tahun 1990 dan dimakamkan di Surabaya. Itulah sedikit wawasan mengenai Sejarah Bapak Santoso yang dapat saya bagikan. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Sekian dan terima kasih ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam Persaudaraan .....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/8454141193092349952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/03/sejarah-bapak-santoso.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/8454141193092349952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/8454141193092349952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/03/sejarah-bapak-santoso.html' title='Sejarah Bapak Santoso'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3CiQC-aMtiEzfbtB_0eHysxMMBAcskdW_3xV7cTxwuY-CCKIIrErRtERhdC4dY2un-XZJVnvPUwuL_8bzjZyaPCTMLINaiq728EpuFOGuMEaYo7r3hgiYOb_ZIejUmOF_pVqIUPjlGSUV/s72-c/IMG_Satoso.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-840875350809144196</id><published>2019-03-03T19:10:00.000+07:00</published><updated>2019-09-20T08:40:16.832+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ke-SH-an"/><title type='text'>Jati Diri dan Cahaya Hati</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5P_yujuE6-wPk5hvH_5jq3eiqqA6iojQ9BmXWAkqrM-4sK1fKFjHM1pI4yxzIt89jUJh1o_cSlnmO4jIXm5Io17C5k0fkvRAuPoK1MzeRvgw-g3Qi7smkpvD8jLSP2foyGnMuEASyE50/s1600/Jiwa+Setia+Hati.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;239&quot; data-original-width=&quot;200&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5P_yujuE6-wPk5hvH_5jq3eiqqA6iojQ9BmXWAkqrM-4sK1fKFjHM1pI4yxzIt89jUJh1o_cSlnmO4jIXm5Io17C5k0fkvRAuPoK1MzeRvgw-g3Qi7smkpvD8jLSP2foyGnMuEASyE50/s320/Jiwa+Setia+Hati.jpg&quot; width=&quot;267&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;JATIDIRI DAN CAHAYA HATI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Perjalanan kehidupan yang di jalani oleh manusia dalam kehidupannya adalah semu belaka. Gagasan tentang perjalanan kehidupan yang masih menempel di dalam hati seseorang dapat menyebabkan kegelapan dalam hati. Jika hati menjadi gelap, jelas tidak akan mungkin dapat memancarkan sinar cahaya. Tentunya sinar keimanan tidak akan dapat menembus hati, dan hati pun menjadi gelap dan suram.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Agar hati dapat memantulkan cahaya dan dapat mengenal kebesaran Allah, maka yang harus di perhatikan adalah goresan tentang duniawi yang di pandang oleh mata, lalu menempel dan melekat di dalam hati kita haruslah di bersihkan. Hal itu merupakan belenggu nafsu, dan selama nafsu masih membelenggu hati, maka jangan harap kita akan sampai kepada Allah, serta jangan berharap dapat melihat kebesaran yang menjadi milik Allah.&lt;br /&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;

&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Hendaknya kita membersihkan jiwa kita dari kesalahan - kesalahan, baik kesalahan terhadap Allah, maupun terhadap sesama manusia. Seseorang yang mempunyai kesalahan dapat di ibaratkan orang tersebut sedang menanggung junub, yakni hadas besar yang dapat di sucikan apabila yang bersangkutan mandi terlebih dahulu. Adapun ibarat mandi dari kesalahan itu adalah dengan cara bertaubat.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Seseorang yang mengharapkan ilmu Allah, yang mana dengan ilmu itu dapat menyingkap segala hal yang ghaib, maka haruslah bertaubat dan ber-taqwa. Orang yang sebenar - benarnya ber-taqwa, tidak mungkin melakukan perbuatan buruk dan hina. Karena taqwa dan perbuatan maksiat, merupakan dua hal yang bertolak belakang. Maka, mustahillah dua hal tersebut dapat bertemu.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Janganlah kita terlalu menuruti keinginan - keinginan hawa nafsu yang melambung tinggi. Rencana dan keinginan yang bermuara pada penguasaan harta benda, kenikmatan dan jabatan duniawi. Jika kita mengumbar keinginan - keinginan hawa nafsu yang sejatinya memiliki nilai rendah, maka tidak mungkin dapat menajamkan mata batin kita, dan jangan harap akan dapat menggunakan mata batin kita untuk menyingkap perkara ghaib. Oleh sebab itu dunia tidak dapat di dekati dari luar, sebab pendekatan dari luar hanya memberi pengetahuan yang tampak saja, namun tidak memberi pengetahuan tentang hakekat dunia tersebut. Jika kita ingin tahu tentang hakekat yang sebenarnya dari dunia ini, kita harus memasuki diri kita yakni dengan cara mengenal diri pribadi dengan sebenar - benarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Dengan mengenal diri pribadi yang sebenar - benarnya, maka kita akan sadar dan mengerti tentang kemampuan, karakter, potensi, dan kekurangan yang di milikinya, di bumi mana kita bertempat dan berdiam diri. Dengan pencapaian kesadaran itu pula, maka setiap individu yakin akan adanya kekuatan, kekuasaan Yang Maha Besar yang berada jauh di bandingkan dengan dirinya dan dirinya bukanlah apa - apa.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Dialah Allah Yang Maha Pencipta alam seisinya, sumber dari segala yang tiada kemuduan menjadi ada. Tidak dapat di lihat, sebab tidak berwujud seperti halnya alam dam manusia. Namun dapat di rasakan melalui hati, akal dan fikiran bahwa segala sesuatunya tercipta tidaklah terjadi secara kebetulan. Semuanya melalui proses dari tidak ada lalu menjadi ada. Keberadaan alam dan manusia adalah merupakan suatu bukti adanya Allah. Ada atau tidak adanya alam dan manusia, Allah tetap ada. Hanya saja kita mengetahui adanya Allah karena setelah kita ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Ingatlah, keabadian dan kesempurnaan hanyalah milik Allah. Karena Allah bukan seperti alam dan manusia yang di proses dan di ciptakan. Maka untuk dapat mempelajari dan mengetahui Jati Diri dan Cahaya Hati diri pribadi kita, tentu perlu adanya ilmu atau sang guru untuk dapat &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://ilmukedungjero.blogspot.com/2018/12/wedar-rasa.html&quot;&gt;NGEWEDAR RASA&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; agar kita tahu hakikat diri pribadi atau jati diri kita yang sebenarnya. Wallahu&#39;alam .....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam Persaudaraan .....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/840875350809144196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/03/jati-diri-dan-cahaya-hati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/840875350809144196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/840875350809144196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/03/jati-diri-dan-cahaya-hati.html' title='Jati Diri dan Cahaya Hati'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5P_yujuE6-wPk5hvH_5jq3eiqqA6iojQ9BmXWAkqrM-4sK1fKFjHM1pI4yxzIt89jUJh1o_cSlnmO4jIXm5Io17C5k0fkvRAuPoK1MzeRvgw-g3Qi7smkpvD8jLSP2foyGnMuEASyE50/s72-c/Jiwa+Setia+Hati.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-6152051160464587221</id><published>2019-02-28T10:29:00.000+07:00</published><updated>2019-09-20T08:46:18.303+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Sejarah"/><title type='text'>Sejarah Bapak Irsyad Hadi Widagdo</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYaI9CPGgd4Ca7taVlqyBPxIbgXW6MeMCRjSFYzvfVP2lVy5C_PZjD1fE5RuyKj28MzoVS7WqM3039f5V3hGef9H3TJg9quLqPM_AsYypYbcKn8bRUVh_tCnPuP1yQI8q38O7FfJn1jRLb/s1600/IMG_20190615_134155_284.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Sejarah Bapak Irsyad Hadi Widagdo&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;606&quot; data-original-width=&quot;551&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYaI9CPGgd4Ca7taVlqyBPxIbgXW6MeMCRjSFYzvfVP2lVy5C_PZjD1fE5RuyKj28MzoVS7WqM3039f5V3hGef9H3TJg9quLqPM_AsYypYbcKn8bRUVh_tCnPuP1yQI8q38O7FfJn1jRLb/s320/IMG_20190615_134155_284.jpg&quot; title=&quot;Irsyad Hadi Widagdo&quot; width=&quot;290&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: sans-serif;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;SEJARAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: sans-serif;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAPAK IRSYAD HADI WIDAGDO&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: sans-serif;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
[Penyempurna Jurus dan Kripen serta Pencipta 90 Senam]&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: sans-serif;&quot;&gt;Persaudaraan Setia Hati Terate&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Bapak Irsyad Hadi Widagdo adalah salah satu murid didikan langsung &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/02/riwayat-ki-hadjar-hardjo-oetomo.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ki Hadjar Hardjo Oetomo&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;, beliau adalah Tingkat III (Derde Trap), dan menjabat sebagai&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Dewan Pelatih 2 Persaudaraan Setia Hati Terate pada tahun 1951-1961.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Bapak Irsyad Hadi Widagdo dikenal sebagai pendekar yang menguasai teknik beladiri yang cukup matang. Pada era beliau ini dilakukan penggalian teknik dan akurasi gerakan Pencak Silat. Beberapa gerakan Jurus Setia Hati dicermati dan dikaji ulang, terutama gerak serangan yang menurut keyakinannya lemah, lalu dicoba untuk lebih di akurasikan. Pendalaman, penelitian dan kajian yang dilakukan oleh Bapak Irsyad Hadi Widagdo ini melahirkan sejumlah gerakan teknik yang kemudian dipakai untuk mengakurasikan beberapa gerakan Jurus di Setia Hati Terate.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Setelah Bapak Irsyad Hadi Widagdo melakukan uji materi dan pendalaman akurasi Jurus saat menjadi Ketua Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate, lahir sejumlah penemuan : beberapa gerakan Jurus, contoh salah satunya adalah Jurus 1 &amp;nbsp;sampai dengan Jurus 4, di akurasikan. Sementara untuk mendasari gerakan Siswa Setia Hati Terate, Bapak Irsyad Hadi Widagdo menciptakan gerakan Senam, dari Senam 1 hingga Senam 90.&lt;br /&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;

&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pada era kepemimpinan Bapak Irsyad Hadi Widagdo ini, juga lahir keputusan penting lainnya. Yakni penciptaan Kode Pendekar Setia Hati Terate dan beliau sendirilah yang menciptakan. Salah satu alasan penciptaan Kode Pendekar adalah, karena jumlah Warga Setia Hati Terate saat itu sudah mulai banyak, sehingga diantara Warga mulai tidak saling mengenal karena beda tempat latihan dan beda tahun pengesahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Melalui Kode Pendekar Setia Hati Terate ini, seorang Warga bisa melakukan deteksi secara akurat, apakah orang yang baru dikenal itu Warga Setia Hati Terate atau bukan. Sambil berbasa basi, contoh misalnya, dia secara diam-diam memberikan Kode Pendekar Setia Hati Terate kepada orang yang baru dikenalnya. Jika Kode Warga itu dapat dijawab dengan tepat, berarti orang yang baru dikenalinya itu adalah Warga Setia Hati Terate. Sudah barang tentu, karena bertemu saudara seperguruan, kedua orang yang baru saling mengenal itupun spontan akan berjabat tangan erat dan berangkulan. Menyatu dalam rasa seakan tidak ada lagi sekat diantara mereka berdua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Kode Pendekar Setia Hati Terate juga bisa digunakan untuk mendeteksi apakah seseorang yang mengaku dirinya sebagai Warga Setia Hati Terate, benar-benar Warga atau bukan (Warga awu-awu alias palsu). Kode pendekar Setia Hati Terate yang diciptakan oleh Bapak Irsyad Hadi Widagdo tersebut sampai sekarang masih digunakan dan diberikan kepada Warga/Anggota Setia Hati Terate yang sudah disahkan menjadi Warga Tingkat I.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Salah satu murid Bapak Irsyad Hadi Widagdo yang langsung menerima pelajaran Senam 1 sampai dengan Senam 90 dan pendalaman akurasi Jurus, adalah Raden Mas Imam Koesoepangat. Raden Mas Imam Koesoepangat lebih akrap dengan panggilan Mas Imam. Raden Mas Imam Koesoepangat mulai latihan Setia Hati Terate tahun 1953. Selama 3 tahun beliau berlatih dibawah asuhan langsung Bapak Irsyad Hadi Widagdo. Boleh dibilang pendalaman teknik dan akurasi Senam serta Jurus yang dilakukan pada era kepemimpinan beliau diajarkan kepada Raden Mas Imam Koesoepangat. &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/02/riwayat-raden-mas-imam-koesoepangat.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Raden Mas Imam Koesoepangat&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; disahkan menjadi pendekar Setia Hati Terate pada tahun 1958. Dalam perkembangannya, anak didik langsung Bapak Irsyad Hadi Widagdo yang satu ini muncul sebagai tokoh yang cukup diperhitungkan.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sebagai pejabat di Jawatan Kereta Api (PJKA), Bapak Irsyad Hadi Widagdo beberapa kali dipindah-pindahkan keluar Kota Madiun, antara lain : Tahun 1946 di Sigli, Tahun 1951 di Banda Aceh, Tahun 1952 di Semarang. Tahun 1957 di Madiun dan di Jepang, Tahun 1959 kembali ke Aceh, serta yang terakhir Tahun 1963 beliau di tempatkan di Bandung sampai pensiun. Di jalan Elang 1, no.10 Bandung inilah beliau bertempat tinggal.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnIP-OMYlLjyKPfvprwqwAplF-qSq26JFAV1iFfMH63RElSBbm2DbBao2XLKQyDJc2kE_Ljn68LAJnGaZBYOLkWPIB4AJ_cyfsz764PQ4noBKresOQiyZfSq0pbBou0DeLxbB-WNu_E__6/s1600/IMG_20190617_200420_651.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Makam Bapak Irsyad Hadi Widagdo&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;320&quot; data-original-width=&quot;598&quot; height=&quot;171&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnIP-OMYlLjyKPfvprwqwAplF-qSq26JFAV1iFfMH63RElSBbm2DbBao2XLKQyDJc2kE_Ljn68LAJnGaZBYOLkWPIB4AJ_cyfsz764PQ4noBKresOQiyZfSq0pbBou0DeLxbB-WNu_E__6/s320/IMG_20190617_200420_651.jpg&quot; title=&quot;Irsyad Hadi Widagdo&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Bapak Irsyad Hadi Widagdo wafat tanggal 7 Juni 1974, dan dimakamkan di tempat pemakaman umum Sirnaraga di Bandung. Semoga segala amal kebaikan beliau semasa hidupnya mendapat balasan dan ditempatkan di Surganya Allah Swt. Amiin.....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Itulah sedikit wawasan mengenai Sejarah Bapak Irsyad Hadi Widagdo yang dapat saya bagikan untuk Saudara. Sekian dan Terima kasih .....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam Persaudaraan .....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/6152051160464587221/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/02/sejarah-bapak-irsyad-hadi-widagdo.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/6152051160464587221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/6152051160464587221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/02/sejarah-bapak-irsyad-hadi-widagdo.html' title='Sejarah Bapak Irsyad Hadi Widagdo'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYaI9CPGgd4Ca7taVlqyBPxIbgXW6MeMCRjSFYzvfVP2lVy5C_PZjD1fE5RuyKj28MzoVS7WqM3039f5V3hGef9H3TJg9quLqPM_AsYypYbcKn8bRUVh_tCnPuP1yQI8q38O7FfJn1jRLb/s72-c/IMG_20190615_134155_284.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-7085930680433132264</id><published>2019-02-27T00:11:00.001+07:00</published><updated>2019-09-20T09:10:06.332+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Sejarah"/><title type='text'>Sejarah Bapak R.Yohanes Saljo Harsoutomo</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEin1IrmbJD0jQZEiPnqbhT3Ke3c3P7hN3Vhem48-Qws022fNKs-bsZ_pfFQ4KCqRY7cwUWDhUGV7AbN9IF-SWja6KI_-CHgbeB_q4nYHUhK3O8oQWMlibIq0wyxFVgfJwyeP3k_z14Ysc74/s1600/IMG_20190614_162411_163.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Sejarah R.Yohanes Saljo Harsoutomo&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;698&quot; data-original-width=&quot;567&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEin1IrmbJD0jQZEiPnqbhT3Ke3c3P7hN3Vhem48-Qws022fNKs-bsZ_pfFQ4KCqRY7cwUWDhUGV7AbN9IF-SWja6KI_-CHgbeB_q4nYHUhK3O8oQWMlibIq0wyxFVgfJwyeP3k_z14Ysc74/s320/IMG_20190614_162411_163.jpg&quot; title=&quot;Bapak R.Yohanes Saljo Harsoutomo&quot; width=&quot;259&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: sans-serif;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;SEJARAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;font-family: sans-serif;&quot;&gt;BAPAK R.YOHANES SALJO HARSOUTOMO&lt;/b&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Bapak Yohanes Saljo Harsoutomo adalah salah satu murid dari &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/02/riwayat-ki-hadjar-hardjo-oetomo.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ki&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Hadjar Hardjo Oetomo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Menurut sumber informasi dari Bapak Joko Kuncoro (salah satu murid Bapak R.Yohanes Saljo Harsoutomo), beliau belajar Ilmu Setia Hati dari Bapak Badini di Madiun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Bapak R.Yohanes Saljo Harsoutomo lahir pada tanggal 17 Juli, tahun 1917 di Madiun. Setelah menamatkan latihan di Madiun, Baoak Yohanes Saljo Harsoutomo pindah ke Solo, dan bekerja sebagai guru di sekolah SPK. Di Solo beliau mengembangkan &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/07/ilmu-setia-hati.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ilmu Setia Hati&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;be&lt;/span&gt;rsama murid-muridnya, diantaranya murid Bapak R.Yohanes Saljo Harsoutomo adalah :&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Bapak Made&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Margono&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Heru, dan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Joko Kuncoro&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Menurut Mbak Retno (putri Bapak R.Yohanes Saljo Harsoutomo), waktu pagi hari beliau bekerja di Instansi Transmigrasi, dan waktu sore harinya beliau mengajar di Sekolah. Dari Solo kemudian pindah ke Pati, dan kembali mengembangkan Ilmu Setia Hati, sebelum akhirnya menetap di Yogyakarta sekitar tahun 1960an.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Bapak R.Yohanes Saljo Harsoutomo tinggal di Yogyakarta, di Jl.Ireda MG 1/27, Gg.Kemundung Keparakan Lor-Yogyakarta. Beliau di kenal sebagai sesepuh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di daerah Istimewa Yogyakarta. Diantara murid beliau adalah, Bapak Joko Kuncoro, Bapak Muhammad Ngemron, dan Bapak Ir.Soekamto. Setelah muridnya disahkan, latihan dilaksanakan oleh Bapak Muhammad Ngemron dalam pengawasan Bapak Yohanes Saljo Harsoutomo.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Bapak R.Yohanes Saljo Harsoutomo bersama istri Ibu Siti Sukarsilah (kerabat Pakualaman) dikaruniai 13 keturunan, mereka adalah :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Soebagjono&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Soediono&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Sudarmi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Murwati&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bambang&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bambang Laksono Wibowo&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bambang Widodo&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sri Winarni Pujiastuti&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bambang Windarto&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Endang Widowati&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Endang Widayati Kusumaningrum&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agus Sudjojono, dan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Retno Nugrohowati&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwGFAt0eANFL4opiq2S9DXaZXT8ct-gcWKh0dgfBi-AxoLEwdpt36HJp_lRSYaZkoU-3o7242V9wRR7JSHbVBYKsseAgLfO8A4tjtaV4p2O8ugifUUxafEVlukoIXzCwpCET3GItRIK7nt/s1600/IMG_Makam+R.+Yohanes+Saljo+Harsoutomo.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;R.Yohanes Saljo Harsoutomo&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;416&quot; data-original-width=&quot;548&quot; height=&quot;242&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwGFAt0eANFL4opiq2S9DXaZXT8ct-gcWKh0dgfBi-AxoLEwdpt36HJp_lRSYaZkoU-3o7242V9wRR7JSHbVBYKsseAgLfO8A4tjtaV4p2O8ugifUUxafEVlukoIXzCwpCET3GItRIK7nt/s320/IMG_Makam+R.+Yohanes+Saljo+Harsoutomo.jpg&quot; title=&quot;Makam Bapak R.Yohanes Saljo Harsoutomo&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Bapak R.Yohanes Saljo Harsoutomo wafat pada tanggal 22 April 1985, dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Sasanalaya Yogyakarta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Itulah sedikit wawasan mengenai Sejarah Bapak R.Yohanes Saljo Harsoutomo yang dapat saya bagikan. Sekian dan terima kasih .....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam Persaudaraan .....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/7085930680433132264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/02/sejarah-bapak-ryohanes-saljo-harsoutomo.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/7085930680433132264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/7085930680433132264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/02/sejarah-bapak-ryohanes-saljo-harsoutomo.html' title='Sejarah Bapak R.Yohanes Saljo Harsoutomo'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEin1IrmbJD0jQZEiPnqbhT3Ke3c3P7hN3Vhem48-Qws022fNKs-bsZ_pfFQ4KCqRY7cwUWDhUGV7AbN9IF-SWja6KI_-CHgbeB_q4nYHUhK3O8oQWMlibIq0wyxFVgfJwyeP3k_z14Ysc74/s72-c/IMG_20190614_162411_163.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-8026106314443019733</id><published>2019-02-25T09:58:00.001+07:00</published><updated>2019-09-20T09:06:54.235+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Sejarah"/><title type='text'>Sejarah Bapak Sastro Hardjono</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiupCTDNR6q-3-uoc35ZfgizppbT9408bUD6yls_U3jIEQjkerjGbgHgsY6ZuyuMP9J1kKoaeryRJeUjE_P7p7VaMUmvyEXJg2dUjhimp9E8Uo2N-X1zIBpiHdEDAT2q7mXRaOZM9b0Fue/s1600/IMG_20190614_160709_711.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Sejarah Bapak Sastro Hardjo&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;588&quot; data-original-width=&quot;565&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiupCTDNR6q-3-uoc35ZfgizppbT9408bUD6yls_U3jIEQjkerjGbgHgsY6ZuyuMP9J1kKoaeryRJeUjE_P7p7VaMUmvyEXJg2dUjhimp9E8Uo2N-X1zIBpiHdEDAT2q7mXRaOZM9b0Fue/s320/IMG_20190614_160709_711.jpg&quot; title=&quot;Bapak Sastro Hardjono&quot; width=&quot;307&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: sans-serif;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;SEJARAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: sans-serif;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAPAK SASTRO HARDJONO&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;font-family: sans-serif;&quot;&gt;(MBAH MANTRI BOTOK)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Bapak Sastro Hardjono (Mbah Mantri Botok), lahir di Botok pada tanggal 8 Maret 1910. beliau di karuniai keturunan sebanyak 7 anak, yakni 5 Putra dan 2 Putri, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Warsoedi, BA (Alm)&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Soedomo (Purn TNI/Alm)&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Soedarso (Alm)&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Harmi&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Pudji Saswati&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Ir. Hadi Hardoyo&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Ir. Soeharto, MMT&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Beliau mengikuti latihan Setia Hati di Pilangbango dengan guru &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/02/riwayat-ki-hadjar-hardjo-oetomo.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ki&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Hadjar Hardjo Oetomo&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, dengan pelatih langsung Bapak &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/02/sejarah-bapak-irsyad-hadi-widagdo.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Moch. Irsyad&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; dan disahkan Tingkat I pada tahun 1932, bersama teman seangkatannya, yaitu :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Bapak Santoso&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Bapak Niti&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Bapak Ratno&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Bapak Darsono&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Bapak Hasan Soewarno&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Bapak Tomo&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Bapak Dardjo&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Bapak Harsono&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Bapak Badini&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Bapak Sastro Hardjono (Mbah Mantri) disahkan Trap II pada tahun 1934. Selama berlatih beliau dengan giat dan semangat, dari Desa Botok-Magetan, naik sepeda sampai Desa Pilangbango-Madiun, untuk keinginan menjadi seorang Warga Setia Hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pada tahun 1936, Bapak Sastro Hardjono disahkan tingkat III di Desa Pilangbango. Karena beliau dipercaya dapat cepat menangkap pelajaran selama berlatih, maka beliau bisa naik Trap setiap 2 tahun. Murid-murid Bapak Sastro Hardjono (Mbah Mantri) yang sudah Tingkat III sejumlah 11 orang, yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Bapak Mas Roemadi (Alm)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Martono (Depok)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Marsono&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Hadi Hardoyo&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Ir. Soeharto, MMT&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Sodikun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Soegito (Botok)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Soejatno&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Soeradi (Alm)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Widoto&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Lelantya Prasti S, St (lto&#39;)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Putra Bapak Sastro Hardjono (Mbah Mantri) yang sudah menyandang Trap III adalah Bapak Ir.Hadi Hardoyo dan Bapak Ir.Soeharto, MMT. Putra lainnya sudah menyandang Trap II dan putra ke 3 Bapak Soedarso (Alm) adalah 1 letting dengan Bapak &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/02/riwayat-mas-tarmadji-boedi-harsono.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Tarmadji Boedi Harsono&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; (Alm),&amp;nbsp;angkatan pertama latihan di Raden Mas Imam Koesoepangat. Beliau yang mendampingi saat Bapak &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/02/riwayat-raden-mas-imam-koesoepangat.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Raden Mas Imam Koesoepangat&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; bertanding Pencak Silat, saat ini menjadi Ketua IPSI Cabang Tulung Agung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sebelum akhir hayatnya, Bapak Sastro Hardjono (Mbah Mantri), pada tahun 1993 melatih dan mengesahkan Trap III terakhir, antara lain : Bapak Soeradi, Bapak Widodo (keponakan), dan Ibu Lelantya Prasti Swastana (cucu), putra dari Bapak Warsoedi (Alm).&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhojRiajEG44dq20z4bNXxyA2cYGJMIcQOAU9Jm4jQ0KpPi7hegd7ylbJa-LBdBN5A2W2lbnkJmj-KvZRVeT_XsCC6_0L7dMK-ls435IgBZoKtx5yqiGVx-va3mpw7bKtyi5KLhG60pVh3G/s1600/IMG_20190401_085513_954.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Makam Bapak Sastro Hardjono&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;637&quot; data-original-width=&quot;482&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhojRiajEG44dq20z4bNXxyA2cYGJMIcQOAU9Jm4jQ0KpPi7hegd7ylbJa-LBdBN5A2W2lbnkJmj-KvZRVeT_XsCC6_0L7dMK-ls435IgBZoKtx5yqiGVx-va3mpw7bKtyi5KLhG60pVh3G/s320/IMG_20190401_085513_954.jpg&quot; title=&quot;Sejarah Bapak Sastro Hardjono&quot; width=&quot;242&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Bapak Sastro Hardjono (Mbah Mantri), wafat pada tanggal 5 Maret 1994, di usia 84 tahun. Semoga jasa-jasa beliau semasa hidupnya dalam mengembangkan Ilmu Setia Hati, mendapatkan pahala dan ditempatkan di sisinya Allah Swt. Amiin .....&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Itulah sedikit wawasan mengenai Sejarah Bapak Sastro Hardjono yang dapat saya bagikan. Sekian dan terima kasih .....&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Salam Persaudaraan .....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- modulfekon_sidebar-right-1_AdSense1_336x280_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-slot=&quot;6207203339&quot; style=&quot;display: inline-block; height: 280px; width: 336px;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/8026106314443019733/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/02/sejarah-bapak-sastro-hardjono.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/8026106314443019733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/8026106314443019733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/02/sejarah-bapak-sastro-hardjono.html' title='Sejarah Bapak Sastro Hardjono'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiupCTDNR6q-3-uoc35ZfgizppbT9408bUD6yls_U3jIEQjkerjGbgHgsY6ZuyuMP9J1kKoaeryRJeUjE_P7p7VaMUmvyEXJg2dUjhimp9E8Uo2N-X1zIBpiHdEDAT2q7mXRaOZM9b0Fue/s72-c/IMG_20190614_160709_711.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-3431269360781151819</id><published>2019-02-24T18:27:00.001+07:00</published><updated>2019-09-20T09:24:34.538+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh Sejarah"/><title type='text'>Sejarah Bapak Hardjo Mardjoet</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: sans-serif;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjb4lVaTp-j9qpa5us96Nq42uktRQTJXO-OFR8A9Zpi9uyAT60o_92onEl-UHTONBUYGIFAabY_VMXQjMpoY5royzGqT7AVARTxDCjDVylDtWSGWwATqUqUN4InWoHkiM5i5BQwdvk8EWNC/s1600/IMG_Sejarah+Hardjo+Marjoet.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Sejarah Bapak Hardjo Mardjoet&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;637&quot; data-original-width=&quot;503&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjb4lVaTp-j9qpa5us96Nq42uktRQTJXO-OFR8A9Zpi9uyAT60o_92onEl-UHTONBUYGIFAabY_VMXQjMpoY5royzGqT7AVARTxDCjDVylDtWSGWwATqUqUN4InWoHkiM5i5BQwdvk8EWNC/s320/IMG_Sejarah+Hardjo+Marjoet.jpg&quot; title=&quot;Bapak Hardjo Mardjoet&quot; width=&quot;252&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;SEJARAH&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: sans-serif;&quot;&gt;
&lt;b&gt;BAPAK HARDJO MARDJOET&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Bapak Mardjoet alias Hardjo Pramojo atau yang lebih dikenal dengan nama panggilan akrapnya &quot;Hardjo Mardjoet&quot;, lahir pada tahun 1908, di Desa Sendung Lor, Watu Gede, Wlingi, Blitar. Beliau merupakan anak ke 2 dari 13 &amp;nbsp;bersaudara, ibunya bernama Sariyem.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Di Blitar, beliau menempuh pendidikan di SR (Sekolah Rakjat), dan setelah lulus, beliau meneruskan pendidikannya melalui kursus-kursus yang antara lain di bidang grafika (percetakan).&lt;br /&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_page_body_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;7881126116&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sebagai seorang yang dikenal pemberani, beliau mulai mengadakan pergerakan dengan para pemuda Blitar dalam melawan Belanda di tahun 1925. Kemudian, beliau ditangkap oleh Pemerintah Kolonial Belanda di tahun 1926, dan dimasukkan ke dalam penjara Blitar, lalu dipindahkan ke penjara di Nganjuk, dan selanjutnya dikirim ke penjara Cipinang, Jatinegara, Jakarta. Dipenjara Cipinang tersebut beliau pernah berusaha untuk melarikan diri dan telah berhasil melompat keluar dari tembok penjara. Namun usaha beliau gagal, dan akhirnya beliau dapat tertangkap lagi. Sehingga, akibat dari perbuatannya itu, hukumannya menjadi ditambah.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Ditahun 1926 itu, beliau bertemu dengan &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/02/riwayat-ki-hadjar-hardjo-oetomo.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ki Hadjar Hardjo Oetomo&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;y&lt;/span&gt;ang kebetulan 1 sel tahanan penjara di Cipinang. Di dalam sel penjara, beliau diceritakan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo kalau dirinya dituduh Belanda sebagai Komunis, dan kebetulan Sarekat Islam yang di ikutinya juga berusaha mengadakan perlawanan terhadap Pemerintah Kolonial Belanda, yang bersamaan pula dengan organisasi lain serta Partai Komunis Indonesia (PKI), dan di Desa Pilangbango, Madiun, beliau telah mendirikan kelompok latihan Pencak Silat di tahun 1922, yang mana dalam sistem perekrutannya berbeda dengan cara yang dilakukan di Persaudaraan Setia Hati di Winongo, tempatnya belajar Pencak Silat kepada &lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/07/riwayat-ki-ngabehi-ageng-soerodiwirjo.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ki Ngabehi Soerodiwirjo&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, dan telah memiliki beberapa anggota yang antara lain adalah Bapak Hardjo Sajono (Bapak Hardjo Giring, Bapak Jendro Darsono, dan lain-lain).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Di sel penjara Cipinang inilah, kemudian Bapak Hardjo Mardjoet belajar Pencak Silat kepada Ki Hadjar Hardjo Oetomo, bersama juga dengan yang lain, diantaranya Bapak Siswo Soedarmo (Wongso Soedarmo). Namun di tahun 1929, Ki Hadjar Hardjo Oetomo terlebih dahulu dikeluarkan dan dipindahkan ke sel penjara di Pamekasan-Madura selama 3 bulan, lalu dikirim ke penjara Madiun dan kemudian dibebaskan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pada tahun 1930, Bapak Hardjo Mardjoet dibebaskan dari penjara Cipinang, di kirim ke penjara Kalisosok-Surabaya selama 3 bulan menjalani sebelum proses pembebasan. Keluar dari penjara Kalisosok, beliau di jemput oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo dan kemudian dibawa untuk menetap di Desa Pilangbango-Madiun, tinggal di rumahnya karena sudah diakui sebagai anak angkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Di Desa Pilangbango-Madiun, Bapak Hardjo Mardjoet bertemu dengan Bapak Soedarso yang juga menjadi anak angkat Ki Hadjar Hardjo Oetomo, yang menetap dan bertempat tinggal di kediaman Ki Hadjar Hardjo Oetomo. Dengan demikian, Bapak Hardjo Mardjoet menjadi putra angkat Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang ke 2. Demikian juga dengan Bapak Soemo Soedardjo, diambil oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo sebagai putra angkat yang ke 3 pada tahun 1933.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Dari ke 3 anak angkat Ki Hadjar Hardjo Oetomo tersebut, yang mendalami Pencak Silat hingga tingkat III adalah Bapak Hardjo Mardjoet dan Bapak Soemo Soedardjo, sedangkan Bapak Soedarso hanya mendalami pelajaran Kerohaniannya saja (yang dikemudian hari menjadi Tim Penasehat Kerohanian Bapak Presiden Soekarno di Jakarta).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Kegiatan sehari-hari Bapak Hardjo Mardjoet, disamping belajar Pencak Silat beliau juga bertugas mengantarkan putra Ki Hardjo Oetomo yang masih kecil yang bernama Bapak Harsono ke sekolah dan juga keliling berjualan lukisan hasil karya Ki Hadjar Hardjo Oetomo ke desa-desa, hingga pernah ke Pacitan berjalan kaki sampai 3 hari sekali pulang ke Pilangbango. Penghasilan dari penjualan lukisan dibagi 3, yakni untuk yang menjual (Bapak Hardjo Mardjoet), untuk yang membuat lukisan (Ki Hadjar Hardjo Oetomo), dan untuk kas ditempat latihan di Pilangbango. Kemudian Bapak Hardjo Mardjoet mendapatkan pekerjaan di bengkel Kereta Api Madiun sebagai tukang bubut. Di PJKA Madiun ini, anggota Setia Hati Pilangbango yang bekerja antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Bapak&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/02/sejarah-bapak-irsyad-hadi-widagdo.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Mochamad Irsyad&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak R.Soewarno (Hasan Joyoadi Soewarno)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ki Ngabei Soerodiwirjo (Pendiri Persaudaraan Setia Hati) juga bekerja di bengkel PJKA Madiun tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tahun 1935, bertemu dengan Bapak Badini yang tinggal di oro-oro ombo Madiun yang ikut latihan Pencak Silat di Pilangbango dan juga ikut melatih Bapak Badini. Dikemudian hari Bapak Badini menjadi pasangan demonstrasi seni Pencak Silat baik di Madiun maupun di Istana Kepresidenan di Jakarta di tahun 1954, yang mana pasangan Bapak Hardjo Mardjoet sebelumnya adalah Bapak&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/02/riwayat-raden-mas-soetomo-mangkoedjojo.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Soetomo Mangkoedjojo&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; dan Bapak R.Soewarno. Bapak Badini ini juga ikut (Jawa : Ngeger) kepada Ki Hadjar Hardjo Oetomo dan menjualkan lukisan berkeliling ke desa-desa dengan berjalan kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tahun 1943, Pemerintah Militer Jepang menyelenggarakan pertandingan adu bebas melawan jago-jago Jepang yang menjadi Perwira Tentara Jepang dalam memperingati dan merayakan Hari Kemerdekaan Jepang. Dalam pertandingan itu, Bapak Hardjo Mardjoet berhasil mengalahkan jago sumo, dan atas kemenangannya itu beliau mendapatkan hadiah uang. Anggota Setia Hati Pilangbango lainnya yang juga berhasil memenangkan pertandingan tersebut adalah Bapak R. Soewarno.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sementara itu, Bapak Raden Mas Soetomo Mangkoedjojo dari Persaudaraan Setia Hati Winongo juga berhasil menang atas jagoan sumo dari Perwira Tentara Jepang, yang kemudian dikirim ke Singapura untuk melawan jagoan sumo dari seorang Perwira Tentara Jepang dan berhasil mengalahkannya sehingga meraih medali emas dan uang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tahun 1948, Ki Hadjar Hardjo Oetomo mengalami sakit parah sehingga tidak dapat aktif menjalankan roda organisasi, yang kemudian untuk sementara diserahkan secara aklamasi kepada Bapak Hardjo Mardjoet untuk mengaktifkan kembali.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Selain sebagai pelatih tetap, Bapak Hardjo Marjoet juga pernah duduk menjabat sebagai Ketua bagian Teknik Pencak Silat di IPSI Madiun pada tahun 1954, yang saat ini Ketua IPSI Cabang Madiun di jabat oleh Bapak Ruslan Wiryosumitro dari Persaudaraan Setia Hati di Winongo Madiun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tahun 1965, Bapak &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/02/sejarah-bapak-hardjo-mardjoet.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Hardjo Mardjoet&lt;/a&gt; ditetapkan sebagai Pahlawan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PPKRI), dan memperoleh pensiunan dari Departemen Sosial. Pada November 1967, Bapak Hardjo Mardjoet meninggal dunia dan dimakamkan di kampung halamannya di Wlingi Blitar, dengan meninggalkan seorang istri bernama Ibu Sriyati yang berasal dari Yogyakarta (menikah tahun 1937) dan dikaruniai 4 putra, yakni :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Bapak Haryono&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Harsoyo&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Harmini, dan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bapak Mardiono&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Itulah sejarah singkat perjalanan Bapak Hardjo Mardjoet di masa hidupnya dalam peranan mengembangkan ajaran Setia Hati. Sekian dan terima kasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam Persaudaraan .....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_page_body_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;7881126116&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/3431269360781151819/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/02/sejarah-bapak-hardjo-mardjoet.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/3431269360781151819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/3431269360781151819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/02/sejarah-bapak-hardjo-mardjoet.html' title='Sejarah Bapak Hardjo Mardjoet'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjb4lVaTp-j9qpa5us96Nq42uktRQTJXO-OFR8A9Zpi9uyAT60o_92onEl-UHTONBUYGIFAabY_VMXQjMpoY5royzGqT7AVARTxDCjDVylDtWSGWwATqUqUN4InWoHkiM5i5BQwdvk8EWNC/s72-c/IMG_Sejarah+Hardjo+Marjoet.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3562588809207460042.post-1568117439385250403</id><published>2019-02-19T16:29:00.000+07:00</published><updated>2019-09-20T13:09:49.972+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type='text'>Sejarah Setia Hati Terate</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5P_yujuE6-wPk5hvH_5jq3eiqqA6iojQ9BmXWAkqrM-4sK1fKFjHM1pI4yxzIt89jUJh1o_cSlnmO4jIXm5Io17C5k0fkvRAuPoK1MzeRvgw-g3Qi7smkpvD8jLSP2foyGnMuEASyE50/s1600/Jiwa+Setia+Hati.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;239&quot; data-original-width=&quot;200&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5P_yujuE6-wPk5hvH_5jq3eiqqA6iojQ9BmXWAkqrM-4sK1fKFjHM1pI4yxzIt89jUJh1o_cSlnmO4jIXm5Io17C5k0fkvRAuPoK1MzeRvgw-g3Qi7smkpvD8jLSP2foyGnMuEASyE50/s320/Jiwa+Setia+Hati.jpg&quot; width=&quot;267&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;SEJARAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;SETIA HATI TERATE&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;b&gt;A. Masa Perintisan ( Tahun 1922 - Tahun 1952 )&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Cikal bakal Setia Hati Terate adalah Setia Hati Pemuda Sport Club ( SH PSC ), perguruan Pencak Silat yang didirikan oleh Bapak Hardjo Oetomo, warga Desa Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, pada tahun 1922.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Beliau merupakan murid dari &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/07/riwayat-ki-ngabehi-ageng-soerodiwirjo.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ki Ngabei Soerodiwirjo&lt;/a&gt;, pendiri aliran Pencak Silat Setia Hati ( SH - lebih dikenal dengan nama SH Winongo ) yang berpusat di Desa Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Desa Pilangbango pada era pemerintahan Kolonial Belanda, merupakan sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Wungu, Madiun ( sekarang desa Pilangbango berubah status menjadi Kelurahan, masuk wilayah Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pada awal perintisan, SH PSC hanya berupa tempat latihan Pencak Silat yang di ikuti oleh sejumlah pemuda dan teman seperjuangan Bapak &lt;a href=&quot;https://jiwasetiahati.blogspot.com/2017/02/riwayat-ki-hadjar-hardjo-oetomo.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Hardjo Oetomo&lt;/a&gt;. Berbekal ilmu Pencak Silat Djojo Gendilo Ciptomuljo, ciptaan Ki Ngabehi Soerodiwirjo saat beliau berguru di SH Winongo, beliau mengumpulkan pemuda setempat untuk di gembleng ilmu kanuragan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Dokumen yang di miliki Bapak Tarmadji Boedi Harsono menyebutkan, latihan Pencak Silat yang di gelar Bapak Hardjo Oetomo saat itu, secara implisit di format sebagai ajang pembekalan ( basis ) pemuda untuk melawan penjajahan Belanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Jiwa patriotisme yang berada di dalam dada beliau, tidak rela tanah air tercinta di jajah bangsa lain. Demi memenuhi dharma bhakti kepada bumi pertiwi, setelah membuka tempat latihan di Pilangbango, beliau juga membuka tempat latihan Pencak Silat di daerah lain, seperti Loceret, Nganjuk, Pare, Kediri, dan beberapa kota lain di Jawa Timur.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Kajian data hasil penelusuran yang bersumber dari catatan pribadi ( buku harian ) yang di tulis sendiri oleh Bapak Hardjo Oetomo, juga menyebutkan, beliau membuka latihan Pencak Silat dengan niat mulia. Yakni, mengembangkan ilmu Pencak Setia Hati ke masyarakat kecil ( rakyat jelata ) dan para pejuang perintis kemerdekaan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sebelumnya, ada kecenderungan ilmu Pencak Setia Hati di ajarkan kepada kaum bangsawan. Sebut misalnya, kerabat Bupati, Wedana, Mantri Polisi dan masyarakat berdarah biru atau kaum bangsawan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Dalam stratafikasi sosial masyarakat Jawa, komunitas kaum bangsawan ini biasanya memakai gelar Raden (R), di depan namanya. Misalnya, Raden Mas (RM), Raden Ajeng ( RA ), Raden Bagus (RB), atau juga Kanjeng Raden Arya Tumenggung ( KRAT ).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sejumlah dokumen menyebutkan, terdapat beberapa alasan mendasar yang memantik niat Ki Hadjar Hardjo Oetomo membuka tempat latihan dan mendirikan perguruan Pencak Silat Baru. Yakni, terjadi silang pendapat cukup prinsip antara beliau dengan Ki Ngabehi Soerodiwirjo.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Selain alasan tersebut di atas, Bapak Hardjo Oetomo tidak sependapat jika ilmu SH di ajarkan kepada anak - anak Belanda. Sebab hal itu bertentangan dengan prinsip beliau, yang ingin menjadikan Pencak Silat sebagai basis pelatihan pemuda dalam rangka menyusun kekuatan melawan penjajah.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Ditengarai, lantaran keberanian Bapak Hardjo Oetomo membuka tempat latihan baru ini, beliau dan siswanya sempat di olok - olok sebagai kelompok &quot;SH Murtad&quot;, artinya tidak setia atau ingkar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&lt;b&gt;Tahun 1924&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Bapak Hardjo Oetomo baru memberi nama latihan Pencak Silat yang di dirikan itu pada tahun 1924, dengan nama Setia Hati Pemuda Sport Club. Nama itu di singkat oleh beliau sendiri dengan singkatan SH PSC. Itu setelah beliau bertemu dan berdiskusi dengan Amin Kuseri, seorang guru SR ( Sekolah Rakjat ) di Pare, Kediri. Di tempat ini, beliau juga sempat membuka tempat latihan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Dalam buku hariannya itu, beliau menandaskan, sekalipun pemberian nama perguruan Pencak Silat SH PSC terjadi di Pare, Kediri, pusatnya tetap berada di Pilangbango, Madiun, kediaman beliau.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Tradisi komunikasi sosial yang di kembangkan di awal berdirinya SH PSC adalah &quot;Paguron&quot; ( perguruan &amp;nbsp;Pencak Silat ), dengan sistem kepemimpinan paternalisme ( pola kepemimpinan yang menempatkan sosok patron/tokoh/guru berada pada posisi puncak atau pucuk pimpinan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Selain di jadikan ajang olah kanuragan, SH PSC secara implisit di format menjadi basis pelatihan dan pendadaran pemuda dalam pergerakan menentang penjajahan Belanda. Karenanya, meski baru seusia jagung, SH PSC di awasi ketat oleh Pemerintah Kolonial Belanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Catatan singkat sejarah perjuangan Bapak Hardjo Oetomo, yang di tulis oleh istri beliau, Ibu Inem Hardjo Oetomo, di sebutkan pada tahun 1924, beliau di tangkap Belanda karena melakukan gerakan menentang Pemerintah Kolonial Belanda di Madiun dan di hukum selama 3 ( tiga ) bulan. Hukuman itu di jalankan di Talang, Djember ( Jember ).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Bersasarkan catatan tersebut, berarti beliau di tangkap dan di penjara kolonialis beberapa bulan setelah mendirikan SH PSC di Pare, Kediri. Keluar dari penjara Talang, Jember, ternyata semangat Bapak Hardjo Oetomo dalam gerakan perintisan kemerdekaan semakin berkobar. Aksinya ini menjadikan pemerintah kolonial Belanda semakin berang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Tahun 1925, Bapak Hardjo Oetomo di tangkap lagi dan di penjara selama 6 ( enam ) bulan. Istri beliau, saat itu juga ikut di tangkap dan di bawa ke Bereau Velpolitie. Tapi di pulangkan lagi setelah menjalani interogasi dan menanda tangani berkas perkara pemeriksaan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Selang tiga bulan berada di penjara Pemerintah Kolonial Belanda, beliau di panggil dan di bawa ke pengadilan ( landraad ) Belanda dengan tuduhan merencanakan aksi pemogokan dan menentang kebijakan pemerintah kolonial di dalam penjara. Sidang majelis hakim Pemerintah Kolonial Belanda memutuskan, Bapak Hardjo Oetomo di vonis hukuman penjara selama 5 tahun.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Vonis penjara 5 ( lima ) tahun itu di jalankan setelah Bapak Hardjo Oetomo menyelesaikan masa hukuman 6 ( enam ) bulan di Talang, Jember. Berdasarkan putusan itu pula beliau di pindahkan dari penjara Talang, Jember ke penjara Tjipinang ( Cipinang ).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Dua tahun berada di dalam penjara Cipinang, Bapak Hardjo Oetomo, kembali melakukan gerakan melawan kebijakan penjajah. Karenanya, Pemerintah Kolonial Belanda mengambil langkah mengasingkan beliau ke penjara Padang Panjang ( Sumatera ).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Catatan itu juga menyebutkan, beliau sebenarnya sudah masuk dalam deretan nama - nama pejuang Perintis Kemerdekaan RI yang akan di buang ke Boven Digul. Tapi hukuman itu urung di jalankan karena dia sudah menjalani hukuman selama 3 ( tiga ) tahun di penjara Padang Pandjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Catatan ringkas perjalanan SH Terate yang di buat oleh Bapak Darsono Hardjendro ( wakil ketua SH Terate di tahun 1948 ), menyebutkan, sekembali &amp;nbsp;dari penjara Padang Panjang, kehidupan Bapak Hardjo Oetomo cukup menderita. Untuk menopang kehidupan rumah tangga, beliau sempat berganti - ganti berprofesi. Antara lain, menjadi mandor pabrik tenun, pembela. Bahkan pernah menjadi wartawan dan menerbitkan media masa ( surat kabar atau koran ).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Surat kabar yang di dirikan Bapak Hardjo Oetomo berbentuk mingguan ( tabloid ) yang di beri nama &quot; Keinsyafan Rakjat&quot;. Di media ini beliau menjabat sebagai Pemimpin Redaksi. Tapi tidak lama kemudian, &quot;Keinsyafan Rakjat&quot; di bredel ( di larang terbit ) oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Alasannya, media itu di jadikan alat propaganda pergerakan menentang penjajahan di tanah air tercinta.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Setelah upaya pemberedelan tabloid tersebut, gerak gerik Bapak Hardjo terus di awasi. Bahkan, untuk memperketat pengawasan, Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan pos penjagaan di depan rumah beliau di Pilangbango.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Memasuki tahun 1938, kondisi fisik Bapak Hardjo Oetomo mulai menurun. Beliau menderita sakit stroke dan separo badannya tidak dapat di gerakkan. Karena keterbatasan itu, kegiatan SH PSC di amanatkan kepada sejumlah siswanya. Konsep kepemimpinan kolektif kolegial atau team work mulai di kembangkan, guna mengisi kevacuman posisi tampuk pimpinan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;
&lt;b&gt;Tahun 1942&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pada masa pendudukan Jepang tahun 1942, SH PSC berganti nama menjadi Setia Hati Terate ( SH Terate ). Nama ini merupakan usulan Soeratno Sorengpati, tokoh perintis kemerdekaan dari Indonesia Muda, salah satu siswa SH Terate saat itu. Salah satu alasan yang mendasari pergantian nama itu, antara lain agar SH PSC tidak lagi di cap sebagai pemberontak seperti pada zaman penjajahan Belanda.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sekalipun sudah berubah nama menjadi SH Terate, konsep komunikasi yang di kembangkan di kalangan warga SH Terate, pada era ini masih tetap memakai konsep &quot;paguron&quot; ( perguruan ) Pencak Silat. Hirarki kepemimpinan masih di pegang guru, dalam hal ini Bapak Hardjo Oetomo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tahun 1948&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Atas izin Bapak Hardjo Oetomo, pada bulan Juli tahun 1948, di gelar konferenai ( musyawarah antar warga SH Terate ) di kediaman beliau di Pilangbango, Madiun. Sejumlah murid beliau mulai tampil ke depan. Sebut misalnya, Bapak Soetomo Mangkoedjojo, Bapak Darsono, Bapak Soemadji, Bapak Badini, dan Bapak Irsad. Saat ini beliau dalam kondisi sakit. Separo badannya tidak dapat di gerakkan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Temu kadang tersebut melahirkan mufakat, bahwa kegiatan SH Terate harus tetap berjalan dan berkembang. Karena beliau sudah tidak bisa melakukan aktivitas, kegiatan latihan Pencak Silat mulai di amanatkan kepada murid - muridnya. Kemudian, di gagas perubahan sistem komunikasi di tubuh SH Terate. Yakni, dari sistem perguruan Pencak Silat ke sistem Organisasi Persaudaraan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pada tahun 1950 Ki Hadjar Hardjo Oetomo, mendapat pengakuan dan penghargaan dari pemerintah Republik Indonesia sebagai Pahlawan Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia. Penghargaan ini di berikan atas jasa beliau berjuang melawan Belanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tahun 1952&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pada tanggal 12 April tahun 1952 Ki Hadjar Hardjo Oetomo wafat dan jenazahnya di makamkan di tempat pemakaman umum ( TPU ) Kelurahan Pilangbango, Madiun.&lt;/div&gt;
&lt;script async=&quot;&quot; src=&quot;https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js&quot;&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- jiwasetiahati_main_Blog1_1x1_as --&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ins class=&quot;adsbygoogle&quot; data-ad-client=&quot;ca-pub-3937232318098761&quot; data-ad-format=&quot;auto&quot; data-ad-slot=&quot;5605637336&quot; data-full-width-responsive=&quot;true&quot; style=&quot;display: block;&quot;&gt;&lt;/ins&gt;&lt;script&gt;
     (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
&lt;/script&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/feeds/1568117439385250403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/02/sejarah-setia-hati-terate.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/1568117439385250403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3562588809207460042/posts/default/1568117439385250403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://jiwasetiahati.blogspot.com/2019/02/sejarah-setia-hati-terate.html' title='Sejarah Setia Hati Terate'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg5P_yujuE6-wPk5hvH_5jq3eiqqA6iojQ9BmXWAkqrM-4sK1fKFjHM1pI4yxzIt89jUJh1o_cSlnmO4jIXm5Io17C5k0fkvRAuPoK1MzeRvgw-g3Qi7smkpvD8jLSP2foyGnMuEASyE50/s72-c/Jiwa+Setia+Hati.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>