<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791</atom:id><lastBuildDate>Mon, 23 Mar 2026 07:21:46 +0000</lastBuildDate><category>Materi Desain Grafis</category><category>Motivasi</category><category>Kata Bergambar</category><category>Gallery Artwork</category><category>Template</category><category>Managemen Bisnis</category><category>Software</category><title>Jogja Vectoris Desain</title><description>Sumber inspirasi desain dan kehidupan</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:image href="http://4.bp.blogspot.com/-0sTCRMXVN3I/UYMOgFKAU0I/AAAAAAAAIFo/Hw6tHED7e2g/s000/rss.png"/><itunes:subtitle>Sumber inspirasi desain dan kehidupan</itunes:subtitle><itunes:category text="Arts"><itunes:category text="Design"/></itunes:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-3446333231706092431</guid><pubDate>Wed, 18 Nov 2015 09:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-11-18T16:46:10.803+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Managemen Bisnis</category><title>Mengatasi Stress Saat Meeting Perusahaan</title><description>ANDA STRESS saat MEETING?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak karyawan pada saat meeting menjadi kambing congek yang kehilangan fokus dan serba salting dengan keadaan, bahkan banyak juga yang berusaha melawan kantuk,atau justru berusaha ngumpet sebisa mungkin ta terlihat, syukur2 &amp;nbsp;bisa menghilangkan jenuh dengan mainan HP. Sebetulnya ini kesalahan Fatal seorang karyawan dalam merintis karier.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya anda tidak perlu menjadi orang terpintar dalam ruangan meeting tersebut, dan tidak butuh usaha extra lebay untuk bisa bersinar disaat meeting. Cukup dengan terlihat lebih aktif, walau hanya sebagai partisipan, Anda akan meninggalkan kesan positif bagi kolega maupun atasan Anda yang nantinya dapat membantu perjalanan karir Anda di jangka panjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk terlihat lebih aktif caranya mudahnya sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Pahami Inti Rapat&lt;br /&gt;
Sebelum Anda masuk ke ruangan, setidaknya Anda perlu tahu mengapa Anda semua dikumpulkan untuk menghadiri rapat ini. Cukup persiapkan beberapa data mendasar dan statistik yang relevan, jadi Anda dapat siap sedia dengan pertanyaan dan pendapat yang membuat Anda tampak lebih partisipatif. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Siapkan Notes&lt;br /&gt;
Ingatkah Anda dengan teman Anda dulu di sekolah yang sesekali menunduk dan mencatat semua perkataan guru?&lt;br /&gt;
Ya, dia yang selalu menjadi salah satu kesayangan guru itu. Coba curi triknya dengan menyiapkan catatan agar Anda tampak cermat memperhatikan jalannya rapat. Eits, tapi bukan berarti Anda hanya menggunakan notes untuk menggambar dan mencoret. Catat poin-poin penting, ide, dan komentar yang dilontarkan sepanjang rapat untuk dijadikan referensi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Anda menggunakan laptop atau tablet untuk membuat catatan, jangan malah memanfaatkannya untuk mengecek email pribadi atau, lebih parah lagi, jejaring sosial, agar Anda terhindar dari cap pegawai tidak profesional. Hindari mengikuti meeting sembari bekerja di laptop, karena meskipun Anda sebetulnya berniat untuk multitasking, Anda malah akan tampak tidak peduli dengan isi rapat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Buka Suara&lt;br /&gt;
Manfaatkan catatan yang Anda buat tadi dan tanyakan dengan sopan jika ada bagian yang kurang Anda pahami atau sampaikan pendapat Anda sendiri jika Anda merasa ada porsi presentasi yang tadi tidak disampaikan dengan jelas. Ini akan menunjukkan bahwa Anda menuangkan perhatian selama rapat berlangsung. Pastikan agar kontributor utama telah selesai menyampaikan isi presentasi agar Anda tidak memotong pembicaraan. Jangan takut bertanya karena khawatir melontarkan 'pertanyaan bodoh', karena percayalah, jika pertanyaan tersebut terlintas di pikiran Anda, pasti ada minimal satu orang lainnya yang mempertanyakan hal yang sama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Awasi Bahasa Tubuh Anda&lt;br /&gt;
Mengetuk-ngetukkan jemari ke meja, memainkan pulpen, atau menyenderkan kepala ke tangan mengirimkan kesan bahwa Anda sedang bosan dan tidak berniat aktif berpartisipasi dalam meeting. Selain itu, jangan membungkuk atau duduk bersandar terlalu santai karena ini adalah tanda-tanda kalau Anda tidak tertarik mendengarkan topik yang dibicarakan kontributor. Berbisik-bisik dengan kolega di samping Anda, selain tidak sopan juga mengganggu suasana rapat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Anda sering menerapkan tips-tips ini, lama-kelamaan, Anda akan terbiasa untuk aktif menyumbangkan pendapat dan ide dalam meeting. Semakin aktif partisipasi Anda, semakin cepat Anda akan memperoleh respek dari kolega dan perhatian atasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
THINK SMART,Guys...</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2015/11/mengatasi-stress-saat-meeting-perusahaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-4966033102419757341</guid><pubDate>Fri, 06 Nov 2015 02:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-11-06T09:14:56.379+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Managemen Bisnis</category><title>Pentingnya Membentuk Aliansi Bisnis</title><description>Pernah mendengar istilah “bersekutu tambah mutu” ? itu adalah semboyan Negara tetangga.&lt;br /&gt;
kalimat tersebut seperti mewakili Aliansi Bisnis dalam usaha sebuah brand membangun community.&lt;br /&gt;
Sekiranya apa saja manfaat membangun sebuah Aliansi bisnis.&lt;br /&gt;
Dalam bahasa sederhana Aliansi bisnis dapat diartikan sebagai sebuah “perkongsian” yang melibatkan beberapa bidang bisnis dalam satu “business line” yang masih sama, namun spesifikasi produk atau jasa nya berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil kajian terhadap beberapa Aliansi bisnis yang ternyata dapat bertahan hingga sekarang dan ini sangat menguntungkan konsumen sebab “nilai” produk yang mereka terima bisa lebih besar daripada jumlah yang mereka bayarkan. Setidaknya ada beberapa point manfaat yang bisa diperoleh para Pebisnis jika mereka melakukan Aliansi Bisnis dengan beberapa rekan yang punya integritas yang tinggi dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Meningkatkan Kualitas Tenaga Pemasaran&lt;br /&gt;
Disadari atau tidak,sebenarnya ketika Aliansi bisnis itu sendiri telah memungkinkan bertambahnya tenaga pemasaran. Bisa saja bukan penambahan personil,tetapi penambahan secara &amp;nbsp;kualitatif dari pemasar itu sendiri. Ini terkait erat dengan “besaran nilai” produk yang ditawarkan kepada konsumen.Sehingga Investasi yang tertanam bisa lebih efisien dikelola dan tidak dihamburkan di kegiatan promosi dan hard selling saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Membuka Pasar lebih Luas&lt;br /&gt;
Perhatikan, ketika sebuah bisnis Travel &amp;nbsp;ber-aliansi dengan sebuah maskapai penerbangan, yang memungkinkan konsumennya membeli tiket pesawat sekaligus membeli paket tour dalam satu atap, bukankah ini sekaligus membuka pasar yang lebih luas ? bisa jadi calon konsumen awalnya hanya bermaksud membeli tiket pesawat saja, namun karena penawaran paket tour nya juga menarik maka ia akan membeli keduanya. Ini hanya contoh kecil saja dari kekuatan Aliansi bisnis yang saya maksudkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Lebih Produktif&lt;br /&gt;
Produktifitas sebuah bisnis merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan . Jika dikatakan bahwa konsumen adalah “ next action” maka produktifitas adalah berbanding lurus dengan next action tersebut. Aliansi bisnis memungkinkan beberapa unit bisnis tersebut tumbuh terus dalam kurva produktifitas yang baik sebab hamier selalu saja ada “next action” yang harus dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Lebih Mudah Menemukan Solusi&lt;br /&gt;
“Dua kepala lebih baik dari pada satu “ kalimat tersebut juga sangat relevan bila kita kaitkan dalam penjelasan ini. Strategi yang sudah dirancang sebelumnya dalam perjalanan waktu pasti akan menemukan masalah masalah yang menuntut solusi cepat dan tepat.&lt;br /&gt;
Bayangkan jika Anda berbisnis sendiri dan menghadapi persoalan sendirian pula, maka bisa jadi penilaian Anda sudah tidak lagi objektif sebab hanya dari satu sudut pandang Anda saja. Tapi Aliansi bisnis memungkinkan partner bisnis Anda untuk turut serata memberi penilaiannya. Sehingga solusi yang dihasilkan bisa jadi lebih baik dan komprehensif memecahkan masalah – masalah bisnis tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Pertukaran Informasi dan Testimoni&lt;br /&gt;
Dewasa ini, testimonial dari pembeli sebuah produk bisa menjadi sebuah “Promosi gratis” yang sangat baik efeknya terhadap psikologi calon pembeli lainnya. Aliansi dalam sebuah bisnis juga memungkinkan Pertukaran Informasi pasar, Perilaku konsumen dan mungkin juga informasi penting mengenai “gerak gerik” pesaing yang bisa kita antisipasi secepatnya. Selalu kesimpulan muncul bahwa di akhir semua “strategi bisnis “ yang ada adalah diharapkan adanya “long term profitable growth “ yang baik dan berkesinambungan. Bukan hanya kemarin dan hari ini,tapi juga pertumbuhan keuntungan di masa depan. Dan Konsumen pun mendapatkan nilai atau manfaat yang setimpal atas cost yang mereka “tukarkan” dengan nilai produk itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah membaca beberapa manfaat di atas, silakan jika ada yang mau ber-aliansi bisnis dengan LAYANAN NETSOLMIND. maka dengan sangat senang hati KAMI akan menyambut kesempatan itu.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2015/11/pentingnya-membentuk-aliansi-bisnis.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-6724940343315937852</guid><pubDate>Wed, 15 Apr 2015 01:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-11-06T09:13:46.729+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><title>SIKAPI EMOSI NEGATIFMU SECARA POSITIF!</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i style="color: #eeeeee;"&gt;Editor : Kamiko&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjzokekjLtTRby6ELA50vQQLk8w7QGxlVrM9YL5bGlntnGPo2Uv_XEzGQJSj3XcCHjOTNl0v1Y3bUBw2xOejOTc1l6qHkKhhNC3b6Npu-ACxtKCGOnRg0_kAhhHgYK_2xwyjRietqePG8/s1600/mikok.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjzokekjLtTRby6ELA50vQQLk8w7QGxlVrM9YL5bGlntnGPo2Uv_XEzGQJSj3XcCHjOTNl0v1Y3bUBw2xOejOTc1l6qHkKhhNC3b6Npu-ACxtKCGOnRg0_kAhhHgYK_2xwyjRietqePG8/s1600/mikok.jpg" height="320" width="280" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam berbagai kesempatan kita seringkali mendengar orang bilang, "Seandainya aku bisa membunuh semua rasa marahku, rasa dendamku, rasa iriku, pastilah hidup saya akan lebih baik". Akibatnya, banyak orang berpikir bahwa memang ada emosi yang betul-betul perlu dienyahkan ataupun dilenyapkan dari muka bumi ini. Padahal Tuhan memberikan segala emosi pastilah dengan tujuan. Dan ingatlah, "All emotion is information". Semua emosi kita adalah bentuk informasi berharga kalau kita menyadarinya. Sayangnya kita lebih melihatnya sebagai hal yang buruk daripada belajar dari emosi ini. Kita perlu mencoba belajar bahwa yang kita sebut emosi negative itu, ternyata tidalah senegatif yang kita pikirkan!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Kisah Inspirasi…&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada seorang petani buah yang merasa terganggu sekali dengan rumput-rumput maupun lumut yang tumbuh di sekitar pohon buahnya. Menurutnya itu merusak pemandangan dan ia tidak suka dengan rumput liar dan tanaman kecil yang tumbuh di bawah tanaman buahnya. Maka, suatu hari ia bertekad membasmi semua tanaman kecil itu. Ia betul-betul bersihkan. Dan setelah bersih, untuk sesaat ia merasa amat senang. Tapi, beberapa bulan kemudian dia melihat kalau tanaman buahnya tidak lagi berbuah lebat seperti yang sebelumnya. Dikasih pupuk apapun, tidak berpengaruh. Maka, ia pun bertanya kesana-kemari, hingga akhirnya ia diajari oleh seorang ahli pertanian. Kuncinya ternyata terletak di tanaman-taman kecil yang telah ia bunuh. Tanpa sadar, tubuh tamanan kecil itu ternyata seringkali membusuk dan bisa menjadi sumber sari makanan bagi pohon besar disamping ternyata mengikat gas udara tertentu. Itulah yang bisa membuat tanaman buahnya lebat. Sejak itulah ia berdamai dan hanya menjaga agar tidak terlalu lebat tanaman kecilnya. Sesekali ia hanya memotong, rumput2 yang tumbuh terlalu lebat dan ternyata beberapa bulan setelahnya, tanaman buahnya berbuah subur kembali!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;b&gt;Moral of the story:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; Tanaman buah adalah kehidupan yang kita inginkan; rumput liar dan lumut adalah emosi negative kita, merawat agar jangan tumbuh terlalu lebat, itulah yang harus kita lakukan dengan emosi negative kita!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Yang Disebut Emosi Negative Itu Apa Saja?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Test Dulu! Punya perasaan negative yang normal nggak?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
o Kalau tiba-tiba aja kamu kehilangan orang yang kamu sayangi kamu merasa…….&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
o Kalau kamu berpikir ada orang yang merebut atau melanggar sesuatu yang sebenarnya adalah hakmu, kamu merasa………&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
o Kalau kamu merasa melakukan sesuatu yang benar, tapi belakangan ternyata kamu baru sadar kamu ternyata salah, kamu akan merasa…….&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
o Kalau kamu seharusnya semua orang melakukan ataupun bertindak satu hal, tetapi karena sesuatu dan lain hal kamu tidak tahu, tapi tiba-tiba kamu muncul dengan kondisi beda, kamu akan merasa…..&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
o Kalau kamu melihat kotoran, atau pemandangan yang tidak sedap, maka di dekat hal itu, kamu akan merasa…..&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Test ini sebenarnya sederhana, tapi mempunyai arti yang pernting, karena para psikopat yang pernah ditest hal-2 diatas, “Mereka tidak bisa merasakan emosi-emosi dasar ini!” Tapi bukan berarti kalau nggak merasakan ini, lantas udah pasti psikopat lho!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Bersyukurlah karena kita masih memiliki emosi. Emosi-emosi sebenarnya sehat, membuat kita membatasi dan bertindak sesuai norma. Yang menjadi permasalahannya adalah ketika Emosi itu di luapkan dengan Ekspresi yang salah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Mari perbaiki persepsi yang salah…&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
o Tidak ada emosi yang NEGATIF dan POSITIF, yang ada adalah EMOSI YANG MENYENANGKAN dan TIDAK MENYENANGKAN&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
o Emosi is INFORMATION : emosi bercerita dan berkisah tentang siapa, dan mengapa kita muncul perasaan itu!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Misal: Saya sedih sekali melihat pengemis, karena masa kecil saya yang sangat pahit dan susah!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;Perasaan emosi "melankolis" diatas tidak salah, namun reaksi atas emosi masa lalu yang dirasa penuh kepahitan inilah yang musti dikikis atau disembuhkan agar tidak menjadi bayang2 sepanjang badan yang menghambat kita untuk melangkah maju dengan optimisme meraih kesuksesan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: orange; font-size: large;"&gt;Resiko apakah Kalau Kita Salah Persepsi Terhadap Emosi Negative Kita?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;• Salah persepsi, salah treatment.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Misal: putra kita nangis kita bilang, “Jadi cowok jangan cengeng!”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
ini akan mengakibatkan anak trauma &amp;amp; pendendam, karena selanjutnya akansering memendam perasaannya dan cenderung introvert, sampai akhirnya meledak emosinya. Komunikasi adalah kunci, cobalah untuk menggali kegelisahan hatinya dan memberikan pemahaman secara psikis untuk menjaga pertumbuhan karakternya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;• Salah treatment, salah belajar!&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Akhirnya, anggapan soal emosi negative itu bikin kita sibuk, bukannya mencoba menggali ada apa dibalik emosi itu?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Misal: Anak kecil es krimnya jatuh dan dia nangis, papanya bilang, “Udah gitu aja nangis!”, mamanya datang dan memeluknya dan bilang, “Eih kenapa nangis…oh es krimnya jatuh. Nah, lain kali apa yang mesti dilakukan supaya nggak nangis kehilangan es krim”. (Si ibu itu ngajarin, embrace the emotion and learn from that emotion), lain kali anak itu akan belajar bahwa emosi nangis itu membuatnya untuk menjaga baik-baik barang kesayangannya!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mari kita selalu menjaga &amp;amp; memperbaharui pola pikir kita yang lebih baik.. amin&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Renungan dilanjut ke "Study Case" :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kebanyakan anak berusia dibawah 2 tahun, kalau mengekspresikan marah itu selalu memukul dan melempar barang. Bagaimanakah cara mengatasinya?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di Psikologi usia 1-4 tahun adalah usia emas, anak diumur itu belum mengenal yang namanya aturan/batasan. Untuk itu sebagai orang tua kita bisa membuat aturan/batasan. Caranya, ketika anak itu marah dan memukul, pegang tangannya dan tatap matanya, lalu bilang bahwa ini tidak boleh dilakukan. Jadi, lama kelamaan anak itu akan terlatih perilakunya untuk tahu batasan-batasan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: orange; font-size: large;"&gt;Nah, Apa Dong Sisi POSITIF dari Emosi yang Selama ini Kita Anggap NEGATIF&amp;nbsp;?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&amp;nbsp;(1) MARAH:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
o Ada 2 Alasan Utama penyebab MARAH:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Kesenjangan antara harapan dan kenyataan tidak sesuai!&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(Jangan2 ekspektasi kita ketinggian atau kita menerapkan standar kita ketinggian dibawah sadar, turunkan yuuk..)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Hak kita terlanggar!&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(Rasa Kepemilikan kita terlalu tinggi &amp;amp; takut kehilangan atau egoisme kita berlebihan, Ingat semua dilangit &amp;amp; dibumi seisinya adalah Kepunyaan Tuhan, jangan terlalu berlebihan)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Manfaat MARAH:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
 Membuat kita bisa menegaskan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
 Mempertahankan apa yang kita anggap milik kita! (primitive banget! hahahaha... lebih tepatnya berhati2, menjaga, &amp;amp; merawat)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
o Tapi kenapa ada yang marah lantas membunuh misalnya ayah kadung yang baru-baru ini membunuh anaknya yang malas saking marahnya?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
 Marah tidaklah salah, ekspresinya yang salah!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Boleh Marah tapi wajib Senyum dan tetap produktif, jika terlalu susah ambil waktu rehat sementara untuk penyegaran diri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;(2) SEDIH:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
o Alasan Utama SEDIH:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
 Rasa kehilangan atas sesuatu yang kemungkinan ataupun yang memang kita alami saat ini!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
 Contoh kisah th 1995 Jane dan Flicka Rodman terbunuh oleh truk yang ugal-ugalan, dan menabrak mereka sampai mati waktu mereka sedang mendaki trail dari Kanada ke Meksiko (Paicifc Creast Trail).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ibunya Flicka, Barbara Perry bersedih dan bikin 2 proyek: Jane and Flicka Fund for Pacific Trail Crest, dan mengorganisir pertemuan 2 mingguan diantara sesama pendaki sambil membaca jurnalnya Flicka yang ditulis semasa masih hidup!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Manfaat SEDIH:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
 Lebih sayang, lebih menghargai apa yang kita miliki&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;(3) JIJIK:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
o Alasan Utama JIJIK:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
 Ada sesuatu yang tidak menyenangkan, yang rasanya tidak bisa diterima oleh panca indera kita khususnya mata, ataupun mulut!&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: orange; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b style="color: orange;"&gt;Manfaat JIJIK:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
 Lebih beretika, lebih bersih!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;(4) MALU:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
o Alasan Utama MALU:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Merasa telah melakukan sesuatu hal yang tidak baik, tidak menyenangkan ataupun nggak semestinya dilakukan!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Manfaat MALU:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
 Lebih beretika, menjaga harga diri, menjaga image tentang diri kita!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
 Makanya di Jepang, budaya malu termasuk tinggi dan hal ini ikut menjaga integritas orang-orangnya!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;(5) IRI:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
o Alasan Utama IRI:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
 Merasa kalah ataupun merasa lebih kurang dibandingkan dengan orang lain, yang kita lebih hebat ataupn lebih beruntung dan tidak tidak memilikinya!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;o Manfaat IRI:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
 Melihat sisi kurang pada diri kita dan lebih aware soal kelemahan kita!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
 Bisa jadi motivasi untuk meraih sesuatu yang lebih baik&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;b&gt;(6) TAKUT:&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
o Alasan Utama TAKUT:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
 Merasa was-was kalau sesuatu yang buruk akan menimpa dan terjadi pada diri kita&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Manfaat TAKUT:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
 Membuat kita lebih waspada dan tidak melakukan hal-hal yang konyol&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
 Membuat kita berjaga-jaga, mebuat planning dan persiapan missal: anak takut gagal ujian, maka dia belajar! Orang takut masa depannya suram, maka dia mempersiapkan tabungan ataupun asuransi!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;So, Apa Kesimpulan Kita Soal Emosi Nagative?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Ubah persepsi: no such negative emotion! It’s all information.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Jangan lawan emosi itu, tapi justru bertanyalah “why” kita merasakan itu?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Embrace and learn, bisa jadi emosi itu sedang memberitahukan kamu tentang sesuatu! Kadang, emosi bisa jadi intuisi!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Ubahlah emosi itu jadi energy misalkan; rasa sedih ataupun rasa marah, untuk sesuatu yang positif! Contoh kisah Barbara Perry di atas!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
#CJR&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2015/04/sikapi-emosi-negatifmu-secara-positif.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjzokekjLtTRby6ELA50vQQLk8w7QGxlVrM9YL5bGlntnGPo2Uv_XEzGQJSj3XcCHjOTNl0v1Y3bUBw2xOejOTc1l6qHkKhhNC3b6Npu-ACxtKCGOnRg0_kAhhHgYK_2xwyjRietqePG8/s72-c/mikok.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-6748944528290728435</guid><pubDate>Wed, 15 Apr 2015 01:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-04-15T08:35:26.605+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><title>Berfikir tentang Our Thinking (METAKOGNITIF)</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;Editor : Kamiko&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Jika sebelumnya sempat dibahas kecerdasan emosional membentuk karakter dan kedewasaan seseorang, didalamnya sekilas juga diulas tentang peranan IQ, EQ, Serta SQ, dalam uraian kali ini kita bahas tentang dasar Pola Berfikir yang membentuk suatu pemahaman yang mendalam, Tentunya para pembaca sudah tidak asing dengan istilah METAKOGNITIF, mari kita ulas dalam artikel ini&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Metakognitif adalah kemampuan untuk mengontrol ranah pengetahuan atau aspek kognitif.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Meta kognitif mengendalikan enam tingkatan aspek kognitif yang didefinisikan oleh Benjamin Bloom dalam taksonomi Bloom yang terdiri dari tahap ingatan, pemahaman, terapan, analisis dan sintetis dan evaluasi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada tahun 1991 taksonomi ini direvisi oleh David Krathwohl menjadi mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta (creating).&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgectL0xCQLyJeSgTb6s9rcz31vfZ5kmXSdinmYWQlvUQ9sS2NGx19h07i4TLNvvYKTciVThybGVO_KND2p8jO1mWFkr2taU87bU9yoVtcZfGtb1Q8csV_oOyEhY93qsd6EHzjkrdpNQxM/s1600/Screen+Shot+2013-09-14+at+9.33.33+PM.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgectL0xCQLyJeSgTb6s9rcz31vfZ5kmXSdinmYWQlvUQ9sS2NGx19h07i4TLNvvYKTciVThybGVO_KND2p8jO1mWFkr2taU87bU9yoVtcZfGtb1Q8csV_oOyEhY93qsd6EHzjkrdpNQxM/s1600/Screen+Shot+2013-09-14+at+9.33.33+PM.png" height="240" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mengembangkan Metakognitif dalam pola berpikir sehari hari&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Metacognition is thinking about thinking, knowing "what we know" and "what we don't know." Just as an executive's job is management of an organization, a thinker's job is management of thinking."&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam memahami ssuatu hal perlu berfikir lebih panjang atau lama sebelum dapat memahami idea yang dikemukakan. Berfikir mengenai berfikir, mengetahui apa yang kita tahu dan apa yang kita tidak tahu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saya sedang berfikir mengenai apa yang sedang saya fikirkan. Saya sedang menganalisa, saya sedang memantau, saya sedang meneliti, saya sedang mengintip, saya sedang memeriksa dan saya coba mengawal apa yang sedang saya fikirkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Metakognitif bermain lebih dalam berdasarkan aspek Kognitif, Sedangkan Apakah Kognisi itu ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kognisi adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu. Proses yang dilakukan tersebut memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau inteligensi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bidang ilmu yang mempelajari kognisi beragam, di antaranya adalah psikologi, filsafat, komunikasi, neurosains, serta kecerdasan buatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kepercayaan/ pengetahuan seseorang tentang sesuatu dipercaya dapat memengaruhi sikap mereka dan pada akhirnya memengaruhi perilaku/ tindakan mereka terhadap sesuatu. mengubah pengetahuan seseorang akan sesuatu dipercaya dapat mengubah perilaku mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjelZRfSH3lcU9K2LktbMMmzQfUSA9vB61G9NWqLBSWZD_xZ3M6zV3eOI50wXkNWjWKKzHuq7hb49-O4Ne-EYF0qhclSTZ-tfACFwOCfr0f_JdRommHzhJMSOD0AhbknoeRgTpEjVln8Xk/s1600/4_keys_Revised+shadow+20130325.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjelZRfSH3lcU9K2LktbMMmzQfUSA9vB61G9NWqLBSWZD_xZ3M6zV3eOI50wXkNWjWKKzHuq7hb49-O4Ne-EYF0qhclSTZ-tfACFwOCfr0f_JdRommHzhJMSOD0AhbknoeRgTpEjVln8Xk/s1600/4_keys_Revised+shadow+20130325.png" height="267" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Sejarah munculnya Istilah Kognisi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Istilah kognisi berasal dari bahasa Latin cognoscere yang artinya mengetahui. Kognisi dapat pula diartikan sebagai pemahaman terhadap pengetahuan atau kemampuan untuk memperoleh pengetahuan.Istilah ini digunakan oleh filsuf untuk mencari pemahaman terhadap cara manusia berpikir. Karya Plato dan Aristotle telah memuat topik tentang kognisi karena salah satu tujuan tujuan filsafat adalah memahami segala gejala alam melalui pemahaman dari manusia itu sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kognisi dipahami sebagai proses mental karena kognisi mencermikan pemikiran dan tidak dapat diamati secara langsung. Oleh karena itu kognisi tidak dapat diukur secara langsung, namun melalui perilaku yang ditampilkan dan dapat diamati. Misalnya kemampuan anak untuk mengingat angka dari 1-20, atau kemampuan untuk menyelesaikan teka-teki, kemampuan menilai perilaku yang patut dan tidak untuk diimitasi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kognisi maka berkembanglah psikologi kognitif yang menyelidiki tentang proses berpikir manusia. Proses berpikir tentunya melibatkan otak dan saraf-sarafnya sebagai alat berpikir manusia oleh karena itu untuk menyelidiki fungsi otak dalam berpikir maka berkembanglah neurosains kognitif. Hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh kedua bidang ilmu tersebut banyak dimanfaatkan oleh ilmu robot dalam mengembangkan kecerdasan buatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Proses kognitif menggabungkan antara informasi yang diterima melalui indera tubuh manusia dengan informasi yang telah disimpan di ingatan jangka panjang. Kedua informasi tersebut diolah di ingatan kerja yang berfungsi sebagai tempat pemrosesan informasi. Kapabilitas pengolahan ini dibatasi oleh kapasitas ingatan kerja dan faktor waktu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Proses selanjutnya adalah pelaksanaan tindakan yang telah dipilih. Tindakan dilakukan mencakup proses kognitif dan proses fisik dengan anggota tubuh manusia (jari, tangan, kaki, dan suara). Tindakan dapat juga berupa tindakan pasif, yaitu melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-ME1eBg5nGGgMMqj6LTHhSmDiTh4UJ-AfODGRhVpfbvxOG5KbUZ2MSSyMpCZ8vmgy9-kgjU6BzVOEO3kOD0LsbMZ9TJXHOdGG25FnuAVuWu7BjjAGtt-fxxjaaDSR7mZh-t7qnrua2hc/s1600/gb1.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-ME1eBg5nGGgMMqj6LTHhSmDiTh4UJ-AfODGRhVpfbvxOG5KbUZ2MSSyMpCZ8vmgy9-kgjU6BzVOEO3kOD0LsbMZ9TJXHOdGG25FnuAVuWu7BjjAGtt-fxxjaaDSR7mZh-t7qnrua2hc/s1600/gb1.png" height="320" width="287" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Faktor yang memengaruhi kesulitan dan kecepatan pemilihan dan pelaksanaan respon adalah kompleksitas keputusan, perkiraan terhadap respon, trade-off kecepatan dan akurasi, dan feedback yang diperoleh (Groover, 2007). Kompleksitas keputusan dipengaruhi oleh jumlah tindakan yang mungkin dipilih, yang juga berpengaruh terhadap lamanya waktu pengambilan keputusan. Perkiraan terhadap respon dipengaruhi oleh informasi yang diterima. Jika informasi yang diterima telah diperkirakan sebelumnya, pemrosesan informasi akan lebih cepat dibandingkan dengan yang tidak diperkirakan. Trade-off antara kecepatan dan akurasi merupakan korelasi negative antara keduanya pada pemilihan dan pelaksanaan respon. Dalam beberapa situasi, semakin cepat seseorang memilih respon, kemungkinan kesalahan terjadi meningkat. Feedback merupakan efek yang diketahui oleh seseorang sebagai verifikasi atas tindakan yang dilakukannya. Rentang waktu antara tindakan dengan feedback harus diminimasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Fungsi-fungsi kognisi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;1. Atensi dan kesadaran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Atensi adalah pemrosesan secara sadar sejumlah kecil informasi dari sejumlah besar informasi yang tersedia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Informasi didapatkan dari penginderaan, ingatan dan proses kognitif lainnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Atensi terbagi menjadi atensi terpilih (selective attention)dan atensi terbagi (divided attention).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kesadaran meliputi perasaan sadar maupun hal yang disadari yang mungkin merupakan fokus dari atensi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;2. Persepsi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Persepsi adalah rangkaian proses pada saat mengenali, mengatur dan memahami sensasi dari panca indera yang diterima dari rangsang lingkungan. Dalam kognisi rangsang visual memegang peranan penting dalam membentuk persepsi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Proses kognif biasanya dimulai dari persepsi yang menyediakan data untuk diolah oleh kognisi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;b&gt;3. Ingatan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ingatan adalah saat manusia mempertahankan dan menggambarkan pengalaman masa lalunya dan menggunakan hal tersebut sebagai sumber informasi saat ini. Proses dari mengingat adalah menyimpan suatu informasi, mempertahankan dan memanggil kembali informasi tersebut. Ingatan terbagi dua menjadi ingatan implisit dan eksplisit. Proses tradisional dari mengingat melalui pendataan penginderaan, ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;b&gt;4. Bahasa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bahasa adalah menggunakan pemahaman terhadap kombinasi kata dengan tujuan untuk berkomunikasi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adanya bahasa membantu manusia untuk berkomunikasi dan menggunakan simbol untuk berpikir hal-hal yang abstrak dan tidak diperoleh melalui penginderaan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam mempelajari interaksi pemikiran manusia dan bahasa dikembangkanlah cabang ilmu psikolinguistik&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;b&gt;5. Pemecahan masalah dan kreativitas&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pemecahan masalah adalah upaya untuk mengatasi hambatan yang menghalangi terselesaikannya suatu masalah atau tugas. Upaya ini melibatkan proses kreativitas yang menghasilkan suatu jalan penyelesaian masalah yang orisinil dan berguna.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;b&gt;6. Pengambilan keputusan dan penalaran&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam melakukan pengambilan keputusan manusia selalu mempertimbangkan penilaian yang dimilikinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Misalnya seseorang membeli motor berwarna merah karena kepentingan mobilitasnya, dan kesenangannya terhadap warna merah. Proses dari pengambilan keputusan ini melibatkan banyak pilihan. Untuk itu manusia menggunakan penalaran untuk mengambil keputusan. penalaran adalah proses evaluasi dengan menggunakan pembayangan dari prinsip-prinsip yang ada dan fakta-fakta yang tersedia. Penalaran dibagi menjadi dua jenis yaitu penalaran deduktif dan penalaran induktif&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
#CJR&lt;/div&gt;
</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2015/04/berfikir-tentang-our-thinking.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgectL0xCQLyJeSgTb6s9rcz31vfZ5kmXSdinmYWQlvUQ9sS2NGx19h07i4TLNvvYKTciVThybGVO_KND2p8jO1mWFkr2taU87bU9yoVtcZfGtb1Q8csV_oOyEhY93qsd6EHzjkrdpNQxM/s72-c/Screen+Shot+2013-09-14+at+9.33.33+PM.png" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-7955193532629673493</guid><pubDate>Mon, 13 Apr 2015 02:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-04-15T08:45:35.527+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><title>7 Ciri Seseorang memiliki kecerdasan emosional yang Tinggi</title><description>&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;i&gt;Editor : Kamiko&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEge37GihOPDvbTjFn1_j6RMgjy80V63G_KUOmn4HV53AhhXV2Qqg9u-bdNMnRSCr_OpBI7jtm2Pw3wcdpZVig0-wwtF783EXK8jfw9rcxxhJOZgoGT4gUkZmMy54LuO4x2CiRuYT8h3AhM/s1600/stress.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEge37GihOPDvbTjFn1_j6RMgjy80V63G_KUOmn4HV53AhhXV2Qqg9u-bdNMnRSCr_OpBI7jtm2Pw3wcdpZVig0-wwtF783EXK8jfw9rcxxhJOZgoGT4gUkZmMy54LuO4x2CiRuYT8h3AhM/s1600/stress.jpg" height="320" width="312" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;
Dalam era saat ini, masyarakat semakin sadar bahwa kecerdasan emosional ini sangat penting bagi tiap individu dalam menunjang kesuksesan dan kebahagiaan hidup mereka, baik di tempat kerja, pergaulan hingga kehidupan keluarga. Memiliki kecerdasan emosional yang tinggi akan membantu kita dalam bersikap praktis ketika di hadapkan pada suatu permasalahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuaizh4bbNVusa0-jb6EuzWI5Vx5SpYyzaTdqbaYtjxyROUTTqFiPXhDTubD-kA-DyK8759goh6ZtlIOA0ygmNC_7g5dwifN3rrXQXWaOah7cuQHB8NRXtc9T2yKs3bOpBwI8a5fp1Ymc/s1600/inteligencia-emocional1-1024x835.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuaizh4bbNVusa0-jb6EuzWI5Vx5SpYyzaTdqbaYtjxyROUTTqFiPXhDTubD-kA-DyK8759goh6ZtlIOA0ygmNC_7g5dwifN3rrXQXWaOah7cuQHB8NRXtc9T2yKs3bOpBwI8a5fp1Ymc/s1600/inteligencia-emocional1-1024x835.jpg" height="260" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sekiranya apa saja ciri-ciri mereka yang mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi. Harapannya, sedikit ulasan ini akan menjadi referensi untuk menjalani kehidupan yang lebih positif, bermanfaat, dan bahagia kedepannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;1. Fokus pada Hal-hal yang Positif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiB6uZkEJlEHD_YvVDD2mzJZkgHFYfQ1SwjnssxP_Jf9h3ehqY7OzykKssKmpSjvvKJfKWMiaG1v49rlYAMzofAK5cfPyUie1Ufn-0GwrGPJPkZ-WaLIcsmcS4JZn8q6I89QEWs99udPEA/s1600/27154305-positive-psychology_img_15.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiB6uZkEJlEHD_YvVDD2mzJZkgHFYfQ1SwjnssxP_Jf9h3ehqY7OzykKssKmpSjvvKJfKWMiaG1v49rlYAMzofAK5cfPyUie1Ufn-0GwrGPJPkZ-WaLIcsmcS4JZn8q6I89QEWs99udPEA/s1600/27154305-positive-psychology_img_15.jpg" height="320" width="311" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
Mereka yang memiliki kecerdasan emosional tinggi sadar bahwa percuma saja berlarut-larut dengan masalah. Fokus pada masalah tidak akan pernah membawa solusi, sebaliknya bersikap positif dalam menyikapi masalah akan membawa anda pada solusiyang tepat untuk menyelesaikan permasalahan anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;2. Mereka yang Berpikiran Positif akan Berkumpul dengan Mereka yang Berpikir Positif Pula&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang dengan kecerdasan emosional tinggi tidak akan menghabiskan banyak waktu dengan berkumpul bersama mereka yang suka mengeluh dan mengumpat. Mendengarkan keluh kesah dari mereka yang suka berpikir negatif hanya akan membawa menghabiskan energi kita pada hal yang percuma. Sebaliknya, berkumpul dengan orang yang memiliki pikiran positif dan penuh semangat akan membuat kita tertular juga. Dan inilah yang pada akhirnya akan meningkatkan kecerdasan emosional anda juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;3. Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi selalu Assertive&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Assertive adalah sebuah sikap tegas dalam mengemukakan suatu pendapat, tanpa harus melukai perasaan lawan bicaranya. Orang yang assertive sangat tahu betul kapan mereka harus bicara, kapan mereka harus mengemukakan suatu pendapat dan bagaimana cara yang tepat untuk memberikan sebuah solusi tanpa harus menggurui. Dan yang pasti mereka yang memiliki sikap assertive selalu berpikir terlebih dahulu sebelum bicara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;b&gt;4. Mereka adalah Visioner yang siap Melupakan Kegagalan di Masa Lalu&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang-orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi akan sibuk memikirkan apa yang akan dilakukannya di masa depan dan segera melupakan kegagalan di masa lalu. Baginya kegagalan di masa lalu adalah sebuah pelajaran yang penting diambil untuk mengambil langkah yang lebih mantab di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: orange;"&gt;&lt;b&gt;5. Mereka Tahu Cara Membuat Hidup Lebih Bahagia dan Bermakna&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKxx9Wxc-7_xoOC0DjfAlUCSEfbt7DMhHnXSswnJ9alVae7ZHVqRfagLuIIn54Yj8o8JcCzCzPra_riukOAH41x51H5eBl9BA-ge1Ipz_CdtNUWRB_J-v-VQIiClyXndbjo-iY5gLlT2g/s1600/tips+emosi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKxx9Wxc-7_xoOC0DjfAlUCSEfbt7DMhHnXSswnJ9alVae7ZHVqRfagLuIIn54Yj8o8JcCzCzPra_riukOAH41x51H5eBl9BA-ge1Ipz_CdtNUWRB_J-v-VQIiClyXndbjo-iY5gLlT2g/s1600/tips+emosi.jpg" height="236" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Dimanapun mereka berada, apakah itu di tempat kerja, di rumah ataupun berkumpul dengan teman-teman, orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi akan membawa kebahagiaan bagi sesamanya. Terkadang arti bahagia bagi mereka tidak harus sebuah kekayaan. Bersyukur akan nikmat yang didapat hari ini dan membantu orang lain yang membutuhkan pertolongannya akan membuat mereka merasa bahagia dan bermakna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;6. Mereka Tahu Bagaimana Mengeluarkan Energi Mereka secara Bijak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang dikaruniai kecerdasan emosional tinggi, tahu bagaimana memanfaatkan energi mereka dengan bijak. Mereka tidak akan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang percuma saja. Mereka akan fokus pada tindakan-tindakan yang akan membawa manfaat bagi sesamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;7. Terus Belajar dan Berkembang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang memiliki kecerdasan emosional tinggi sadar, bahwa apa yang ia ketahui saat ini masih belumlah apa-apa. Baginya, belajar bukanlah 12 tahun wajib belajar dan 4 tahun kuliah. Wajib belajar adalah seumur hidup. Mereka selalu terbuka akan hal-hal baru dan berani mencoba berbagai macam tantangan yang akan membuat mereka berkembang. Kritik dan saran dari orang lain akan dijadikan sebagai referensi baru dalam mengambil langkah dan keputusan di masa yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFCokNYp6dRim4ZGUGbx6qwzdn3lO48uqszteWbPvPvLSmWPrxbXNwktKUzmDOKGr9NMJ0MYKlCn4Ix6lr46lXJ5I4dt6fK3_Ps56jh-RrLemIaC-GnucXDRUeEm9YxlIe5dx5TAjqe_M/s1600/kecerdasan-emosi-1-728.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFCokNYp6dRim4ZGUGbx6qwzdn3lO48uqszteWbPvPvLSmWPrxbXNwktKUzmDOKGr9NMJ0MYKlCn4Ix6lr46lXJ5I4dt6fK3_Ps56jh-RrLemIaC-GnucXDRUeEm9YxlIe5dx5TAjqe_M/s1600/kecerdasan-emosi-1-728.jpg" height="240" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
“It isn’t stress that makes us fall – it;s how we respond to stressful events.” – Wayde Goodall&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
#Bijaker&lt;/div&gt;
</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2015/04/7-ciri-seseorang-memiliki-kecerdasan.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEge37GihOPDvbTjFn1_j6RMgjy80V63G_KUOmn4HV53AhhXV2Qqg9u-bdNMnRSCr_OpBI7jtm2Pw3wcdpZVig0-wwtF783EXK8jfw9rcxxhJOZgoGT4gUkZmMy54LuO4x2CiRuYT8h3AhM/s72-c/stress.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-4607596328759402551</guid><pubDate>Thu, 09 Apr 2015 04:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-04-17T13:56:32.417+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><title>SUCCESS &amp; SACRIFICE: Tiada Sukses, Tanpa Pengorbanan</title><description>&lt;span style="color: #cccccc;"&gt;&lt;i&gt;Editor : Kamiko&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;i style="color: #eeeeee; text-align: start;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif; margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYQb0BAimL1dW93J_r06UKA8qnIWF7frWLA1HBd5WHNoTjymhS6HsSUiLduEghgmpSgWkphjYTtKRQ0jIWkgE7p30m2RdEGXrUUUg44OaAIIRsilbfObEZoVvm3KRS2AsTy4KIDcEZg4I/s1600/kerja+keras.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYQb0BAimL1dW93J_r06UKA8qnIWF7frWLA1HBd5WHNoTjymhS6HsSUiLduEghgmpSgWkphjYTtKRQ0jIWkgE7p30m2RdEGXrUUUg44OaAIIRsilbfObEZoVvm3KRS2AsTy4KIDcEZg4I/s1600/kerja+keras.jpg" height="360" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: 'Helvetica Neue', Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: 'Helvetica Neue', Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sebuah teks yang dikutip sebagai motivasi &amp;nbsp;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: 'Helvetica Neue', Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;“Keinginan itu sumber penderitaan, jadi apapun keinginan kita sekecil apapun, itu butuh penderitaan”. (&amp;nbsp;Iwan Fals)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;"Terkadang kau harus terluka untuk mengetahui, jatuh untuk bangkit, kalah untuk menang. Karena pelajaran terbesar dalam hidup dipelajari melalui rasa sakit". (Film Naruto)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sebelumnya mari kita ambil beberapa statement peserta dari forum kelas diskusi Marketing for Succes di sebelah, sbb :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: orange; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Miko - Pemilik Kandank Desain - Yogyakarta&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Saya sudah menjalani bisnis ini bertahun - tahun dan tanpa ada suntikan modal dari pihak manapun, sehingga hari - hari yang saya lalui itu penuh dengan penderitaan dan rasa putus asa selalu menghampiri. Tapi saya yakin bahwa itu semua adalah ujian bagi saya untuk menjadi gigih, kokoh dan semangat dalam mencapai keberhasilan. Entah hari ini atau besok saya percaya kesuksesan itu di dapat melalui kerja keras dan penderitaan yang saya alami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Felix – Pemilik bisnis beberapa waralaba - Surabaya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Saya dari Nol dan sekarang sudah bisa sedikit ada perbaikan, ketika saya lagi down, saya selalu mengingat kejadian dulu, ketika saya lagi down juga, saya bisa melewatinya, untuk itu saya yakin ketika saya lagi down saat ini separah apapun saya pasti bisa lalui.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Iwan – GM Marketing Group Persh Property - Tangerang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ada 2 hal yang selalu menginspirasi saya ketika jatuh, saya pernah berada di 1 perusahaan dengan pencapaian di Puncak paling tinggi, tapi diperusahaan yang sama saya pernah jg dijatuhkan di tempat paling bawah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;1. Saya selalu ingat dengan efek Trampolin, ketika kita menekan semakin dalam, maka semakin tinggi pula loncatan kita, jadi ketika kita berada di titik bawah, percayalah dengan hukum alam yang akan membawa kita ke puncak paling atas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;2. Positif thinking dengan apa yang terjadi, ngotot dan focus dengan tujuan kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;MARI KITA ULAS ...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: orange; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Mengapa Tidak Semua Orang Mau BAYAR ONGKOS Suksesnya?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;(1) Pain!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sakit tau! Kebanyakan orang nggak bisa bertahan dalam penderitaan yang begitu lama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;(2) Uncertain&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Ketidakyakinan, Belum tentu, kalau habis menderita itu pasti akan sukses. Kalau gagal gimana?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;(3) Short term way of Think&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Orang lebih fokus dengan Short term result, lebih menyari yang instant tanpa mau melewati PROSES, dan merasa itu lebih penting (dibaca saja lebih nyaman) daripada long term!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;(4) Spoiled&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kecenderungan bermanja dan Keengganan untuk lebih memaksimalkan diri (dibaca takut bersusah dulu) Dari kecil Tidak terlatih ototnya untuk menderita!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFleYjvSa3onMugIiYJbTUWODJNWOOzuBr_tJpP4HYRpPIQ2qbUDJuq4dNCVtn4__Yuw636PG9zE_fDTei3dO7nAf3VrGgP0d7s2fLhcyIp3VWVHFwMyKL8qJmf_hIV4JV637pUDrQ73c/s1600/photo_2015-04-15_11-44-23.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFleYjvSa3onMugIiYJbTUWODJNWOOzuBr_tJpP4HYRpPIQ2qbUDJuq4dNCVtn4__Yuw636PG9zE_fDTei3dO7nAf3VrGgP0d7s2fLhcyIp3VWVHFwMyKL8qJmf_hIV4JV637pUDrQ73c/s1600/photo_2015-04-15_11-44-23.jpg" height="256" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: orange; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Bagaimana kita tahu penderitaan atau pengorbanan kita bukan PENDERITAAN YANG SIA-SIA?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;1. GOAL FOCUS&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jika kita masih fokus pada tujuan kita, kita akan mengerti kalau kerja keras kita ada tujuannya dan itu tidaklah ada yang sia-sia. (*noted dalam agama ini disebut Ikhtiar dengan Tumaninah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;“Sebenarnya tidak ada penderitaan yang sia-sia dalam hidup ini selama kita mengerti akan tujuannya”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Misal: Michaelanglo, sampai buta, ia ditertawakan karena melukis sudut2, buat apa? Tapi dia menjawab: “Orang tidak melihat, tapi Tuhan melihatnya”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;2. PROCESS&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Paham PROSES &amp;amp; Selalu Belajar dari Pengalaman, Kita tidak akan merasa sia-sia, kalau bukan melulu melihat dari hasilnya, tapi juga pembelajaran dari PROSESNYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;“When you lose the game, don’t lose the lesson”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;3. Build Confidence&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Keyakinan DIRI amat penting, Sia-sia atau tidak itu, sebenarnya tergantung pada dirimu!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sia-sia atau tidak bukan dari kacamata orang lain, ini berhubungan dengan SELF TALK kita sendiri, apa yg kita ucapkan untuk diri sendiri sebenarmya sangat membantu kita melewati masa-masa sulit kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: yellow; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;* INGAT CERITA KATAK TULI yang ikut Lomba Memanjat TOWER&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Dari segala uraian diatas, tetap ada batasan2 yang kita harus ketahui bahwa ada juga di sebuah titik harus selalu evaluasi langkah2 kita. Evaluasi berhubungan dengan mengkoreksi cara yang dilakukan, merubah jadwal lebih rasional, ataupun merubah Goal yang lebih realistis agar tidak terjadi penurunan moral &amp;amp; etika pada diri kita, Agar kita jangan sampai sudah terlalu banyak BERKORBAN atau Too Much Effort, jika diteruskan bisa terganggu Kejiwaan, ibarat Benang yang semakin ditarikkencang akan ada momentum yang tidak bisa dipaksakan atau akan putus benang tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: orange; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Kapankah kita dapat mengetahui kalau kita mengorbankan terlalu banyak (TOO MUCH) untuk sukses kita?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kalau pengorbanan itu mulai membuat kita harus menjual harkat dan martabat diri kita terlalu jauh. 
Contoh: di ebay ada yang menjual keperawanannya, karena ingin sekolah!&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kalau pengorbananmu justru merugikan buat pihak lain.
Contoh: mengorbankan waktu untuk kerja, tetapi anak tidak terurus dan jadi berandalan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kalau pengorbanan itu berarti kamu harus terus-menerus melawan hati nurani kamu.
Contoh: seorang janda memutuskan jadi istri kedua, dengan risiko dimaki-maki oleh istri pertama karena ingin membiayai kehidupan anaknya (*mohon maaf cerita2 Nabi banyak ini dg alasan takut si janda jadi kafir lagi atau jd istri orang kafir, Baru2 ini dengan semakin terdesaknya ISIS di Suriah, semua istri mereka dibunuh karena alasan tersebut *Jerusalem Post)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kalau pengorbanan itu berarti kamu harus melakukan hal-hal yang tercela.
Contoh: seorang mahasiswa miskin yang bercita-cita mau keluar dari kesusahan hidupnya dengan ambil risiko ditangkap polisi karena menjual narkoba&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: yellow; font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;MINDSET BUILD for SUCCESS&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Bagaimana mindset kita yang baik kalau saat ini kita tengah mengalami kesulitan dan penderitaan?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tidak apa-apa jika orang lain mengatakan kamu bodoh, idiot dll selama kamu tahu pengorbanan kamu itu ada tujuannya!&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Penderitaan itu tidak selamanya! Belajarlah untuk bertahan dalam pengorbanan itu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;“Belajar itu akarnya pahit, tapi buahnya manis”&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Saat menderita, jangan fokus pada hasil yang spektakuler, tapi belajar bersyukur pada &lt;i&gt;“small winning”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Helvetica Neue, Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Cerdas emosilah meskipun kamu menderita!&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2015/04/success-sacrifice-tiada-sukses-tanpa.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYQb0BAimL1dW93J_r06UKA8qnIWF7frWLA1HBd5WHNoTjymhS6HsSUiLduEghgmpSgWkphjYTtKRQ0jIWkgE7p30m2RdEGXrUUUg44OaAIIRsilbfObEZoVvm3KRS2AsTy4KIDcEZg4I/s72-c/kerja+keras.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-1367216219691956152</guid><pubDate>Tue, 07 Apr 2015 01:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-04-15T08:46:34.343+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><title>Pengertian Etos Kerja</title><description>&lt;i style="color: #eeeeee;"&gt;Editor : Kamiko&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUp0_59bqT8xs8iEKmMfOzLTHpKxkELZkoH6icBtNVM2gQssIwVAalU9Dkho42xPCr6x1cC0whY20L01mnlpx1rxda4WAt1mTqNDzbspyXx8Hns5d_CKtDdqBN9yzx9vEu3w6yJMl4KPo/s1600/wap+tart.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUp0_59bqT8xs8iEKmMfOzLTHpKxkELZkoH6icBtNVM2gQssIwVAalU9Dkho42xPCr6x1cC0whY20L01mnlpx1rxda4WAt1mTqNDzbspyXx8Hns5d_CKtDdqBN9yzx9vEu3w6yJMl4KPo/s1600/wap+tart.jpg" height="270" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;i style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Etos pertama: kerja adalah rahmat.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Apa pun pekerjaan kita, entah pengusaha, pegawai kantor, sampai buruh kasar sekalipun, adalah rahmat dari Tuhan. Anugerah itu kita terima tanpa syarat, seperti halnya menghirup oksigen dan udara tanpa biaya sepeser pun.&lt;br /&gt;
Bakat dan kecerdasan yang memungkinkan kita bekerja adalah anugerah. Dengan bekerja, setiap tanggal muda kita menerima gaji untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan bekerja kita punya banyak teman dan kenalan, punya kesempatan untuk menambah ilmu dan wawasan, dan masih banyak lagi. Semua itu anugerah yang patut disyukuri. Sungguh kelewatan jika kita merespons semua nikmat itu dengan bekerja ogah- ogahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Etos ke-dua: kerja adalah amanah.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Apa pun pekerjaan kita, pramuniaga, pegawai negeri, atau anggota DPR, semua adalah amanah. Pramuniaga mendapatkan amanah dari pemilik toko. Pegawai negeri menerima amanah dari negara. Anggota DPR menerima amanah dari rakyat. Etos ini membuat kita bisa bekerja sepenuh hati dan menjauhi tindakan tercela, misalnya korupsi dalam berbagai bentuknya.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Etos ke-tiga: kerja adalah panggilan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Apa pun profesi kita, perawat, guru, penulis, semua adalah darma. Seperti darma Yudistira untuk membela kaum Pandawa. Seorang perawat memanggul darma untuk membantu orang sakit. Seorang guru memikul darma untuk menyebarkan ilmu kepada para muridnya. Seorang penulis menyandang darma untuk menyebarkan informasi tentang kebenaran kepada masyarakat. Jika pekerjaan atau profesi disadari sebagai panggilan, kita bisa berucap pada diri sendiri, “I’m doing my best!” Dengan begitu kita tidak akan merasa puas jika hasil karya kita kurang baik mutunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Etos ke-empat: kerja adalah aktualisasi.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Apa pun pekerjaan kita, entah dokter, akuntan, ahli hukum, semuanya bentuk aktualisasi diri. Meski kadang membuat kita lelah, bekerja tetap merupakan cara terbaik untuk mengembangkan potensi diri dan membuat kita merasa “ada”. Bagaimanapun sibuk bekerja jauh lebih menyenangkan daripada duduk bengong tanpa pekerjaan. Secara alami, aktualisasi diri itu bagian dari kebutuhan psikososial manusia. Dengan bekerja, misalnya, seseorang bisa berjabat tangan dengan rasa pede ketika berjumpa koleganya. “Perkenalkan, nama saya Miftah, dari Bank Kemilau.” Keren `kan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Etos kelima: kerja itu ibadah.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tak peduli apa pun agama atau kepercayaan kita, semua pekerjaan yang halal merupakan ibadah. Kesadaran ini pada gilirannya akan membuat kita bisa bekerja secara ikhlas, bukan demi mencari uang atau jabatan semata.&lt;br /&gt;
mengutip sebuah kisah zaman Yunani kuno:&lt;br /&gt;
Seorang pemahat tiang menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mengukir sebuah puncak tiang yang tinggi. Saking tingginya, ukiran itu tak dapat dilihat langsung oleh orang yang berdiri di samping tiang. Orang-orang pun bertanya, buat apa bersusah payah membuat ukiran indah di tempat yang tak terlihat? Ia menjawab, “Manusia memang tak bisa menikmatinya. Tapi Tuhan bisa melihatnya.” Motivasi kerjanya telah berubah menjadi motivasi transendental.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Etos keenam: kerja adalah seni.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Apa pun pekerjaan kita, bahkan seorang peneliti pun, semua adalah seni. Kesadaran ini akan membuat kita bekerja dengan enjoy seperti halnya melakukan hobi.&lt;br /&gt;
mencontohkan kisah Edward V Appleton, seorang fisikawan peraih nobel. Dia mengaku, rahasia keberhasilannya meraih penghargaan sains paling bergengsi itu adalah karena dia bisa menikmati pekerjaannya. “Antusiasmelah yang membuat saya mampu bekerja berbulan-bulan di laboratorium yang sepi,” katanya. Jadi, sekali lagi, semua kerja adalah seni. Bahkan ilmuwan seserius Einstein pun menyebut rumus- rumus fisika yang njelimet itu dengan kata sifat beautiful.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Etos ketujuh: kerja adalah kehormatan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Seremeh apa pun pekerjaan kita, itu adalah sebuah kehormatan. Jika bisa menjaga kehormatan dengan baik, maka kehormatan lain yang lebih besar akan datang kepada kita.&lt;br /&gt;
contoh etos kerja Pramoedya Ananta Toer. Sastrawan Indonesia kawakan ini tetap bekerja (menulis), meskipun ia dikucilkan di Pulau Buru yang serba terbatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
#CJR</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2015/04/pengertian-etos-kerja.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUp0_59bqT8xs8iEKmMfOzLTHpKxkELZkoH6icBtNVM2gQssIwVAalU9Dkho42xPCr6x1cC0whY20L01mnlpx1rxda4WAt1mTqNDzbspyXx8Hns5d_CKtDdqBN9yzx9vEu3w6yJMl4KPo/s72-c/wap+tart.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-7907260088293289561</guid><pubDate>Mon, 30 Mar 2015 04:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-03-31T17:02:26.023+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gallery Artwork</category><title>Gallery Poster Iklan komersil dan sosial Kreatif Inspirasi</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Salam Kreatif, &lt;/b&gt;Semua pasti tahu tentang istilah Poster dan bisa kita jumpai di sepanjang jalan entah itu poster sosial atau komersil&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
Dalam kesempatan kami akan menampilkan beberapa karya kami yang Profesional dengan harga yang profesional juga&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Poster Iklan Komersil&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzraBHArHlXwlhGiKOTnO038wQREXRB-hxTY4eIk0PuAqtmg-VF9j2U1eqabey_jEaN2CvXDQfxmmgoSVT1MWf1MrAikEXomSw20fnlyI3dG_eBaDMKgL1tYLJkJJJyCMhBd0LC76agX8/s1600/Ised.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzraBHArHlXwlhGiKOTnO038wQREXRB-hxTY4eIk0PuAqtmg-VF9j2U1eqabey_jEaN2CvXDQfxmmgoSVT1MWf1MrAikEXomSw20fnlyI3dG_eBaDMKgL1tYLJkJJJyCMhBd0LC76agX8/s1600/Ised.jpg" height="400" width="282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Poster Iklan Sosial&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKmpLSrg3eG4u0esteAHQfe2XRebsPPr1HdHO5aIWA-RfOJ8kc96z3zHIOqg2lEsoqReYUTncOinWwq7HiW8L2CvAXAP5-lR1i0wm_eEtOErrK1vV8xDdcgCDke9k3ZTvFTs0nlGzhOyg/s1600/Ici+miko+wibowo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKmpLSrg3eG4u0esteAHQfe2XRebsPPr1HdHO5aIWA-RfOJ8kc96z3zHIOqg2lEsoqReYUTncOinWwq7HiW8L2CvAXAP5-lR1i0wm_eEtOErrK1vV8xDdcgCDke9k3ZTvFTs0nlGzhOyg/s1600/Ici+miko+wibowo.jpg" height="400" width="282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjro9YELvdCb81hnPtJJR-OKmyQ6cM5jnab0h15TfG0dHUicDp12sSpVXKS2TwURXIYxarJCafcQQjJXVCBXTWWzfMEklzb_8meQ69IkQdyW2YFHzhSwBkQsTArYI8xBbiD5YWsPM50Dp0/s1600/Prestasiku+untuk+masa+depan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjro9YELvdCb81hnPtJJR-OKmyQ6cM5jnab0h15TfG0dHUicDp12sSpVXKS2TwURXIYxarJCafcQQjJXVCBXTWWzfMEklzb_8meQ69IkQdyW2YFHzhSwBkQsTArYI8xBbiD5YWsPM50Dp0/s1600/Prestasiku+untuk+masa+depan.jpg" height="400" width="282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHwpTFo6ywr9gGgWBLtGSBtp0rm9jSn1IsVmi1bET8LJ1Uo2Jel3YXWMcS36E1ol3jOgFidwnUUT2s35dZWqeDg1lHlAqhEVm_p1DPxZ-qQhoxCvvscHKWO4nPAwFWckKTM5IBrVkl-yI/s1600/Aku+untuk+IndonesiAku_dream.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHwpTFo6ywr9gGgWBLtGSBtp0rm9jSn1IsVmi1bET8LJ1Uo2Jel3YXWMcS36E1ol3jOgFidwnUUT2s35dZWqeDg1lHlAqhEVm_p1DPxZ-qQhoxCvvscHKWO4nPAwFWckKTM5IBrVkl-yI/s1600/Aku+untuk+IndonesiAku_dream.jpg" height="400" width="282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7qf3tlCRevzgxIcgQeGPZWGCoxj_JCclNOCjVUpsU6KHWjnQC6A2GUGwqAvprXgQwRObiqe4ahFCK8lKGrlbwaTQvIwQoddB2IDPNn9PDvIn10vhpZu7FA78qrOfsjOfoAdg_an0Y2jU/s1600/poster+miko.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7qf3tlCRevzgxIcgQeGPZWGCoxj_JCclNOCjVUpsU6KHWjnQC6A2GUGwqAvprXgQwRObiqe4ahFCK8lKGrlbwaTQvIwQoddB2IDPNn9PDvIn10vhpZu7FA78qrOfsjOfoAdg_an0Y2jU/s1600/poster+miko.jpg" height="400" width="295" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqO0yROCi-y_17VI8nEMZTmeJUVRemQBLELwwJjti-FtJ7BfUXeCrvQcRNldZGEK-5gKSUI4VqnZtPTNL8xlzlepLL4QqskzxVTtGL6BMJY9is6Y7MYeiSMUua3C-Fxu-d1uB_2IQhH5I/s1600/poster+lia.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqO0yROCi-y_17VI8nEMZTmeJUVRemQBLELwwJjti-FtJ7BfUXeCrvQcRNldZGEK-5gKSUI4VqnZtPTNL8xlzlepLL4QqskzxVTtGL6BMJY9is6Y7MYeiSMUua3C-Fxu-d1uB_2IQhH5I/s1600/poster+lia.jpg" height="400" width="282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRUfskfpxxK-aSjkvBk7weKs90m_ik_5VAg6Y62Cgrq1pTEgnojTffmbuhP5s-jS7RyGIjmFaFEKJ0dqAKtXruTX9XyDm1hkYWUKEmsW-BielFuUfLieI9FgGCawEe8A_9pz3dalB2yyA/s1600/poster+erik.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRUfskfpxxK-aSjkvBk7weKs90m_ik_5VAg6Y62Cgrq1pTEgnojTffmbuhP5s-jS7RyGIjmFaFEKJ0dqAKtXruTX9XyDm1hkYWUKEmsW-BielFuUfLieI9FgGCawEe8A_9pz3dalB2yyA/s1600/poster+erik.jpg" height="400" width="282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2015/03/gallery-poster-iklan-komersil-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzraBHArHlXwlhGiKOTnO038wQREXRB-hxTY4eIk0PuAqtmg-VF9j2U1eqabey_jEaN2CvXDQfxmmgoSVT1MWf1MrAikEXomSw20fnlyI3dG_eBaDMKgL1tYLJkJJJyCMhBd0LC76agX8/s72-c/Ised.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-1289755051494480513</guid><pubDate>Tue, 18 Nov 2014 07:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-11-22T12:15:23.771+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Motivasi</category><title>Kisah motivasi seorang anak melamar kerja</title><description>Seorang anak muda mendaftar untuk posisi manajer di sebuah perusahaan besar. Dia lulus interview awal, dan sekarang akan bertemu dengan direktur untuk interview terakhir.&lt;br /&gt;Direktur mengetahui bahwa dari cvnya, si pemuda memiliki akademik yg baik. Kemudian dia bertanya" apakah kamu mendapatkan beasiswa dari sekolah ?" Kemudian si pemuda menjawab tidak.&lt;br /&gt;"Apakah ayahmu yg membayar uang sekolah ?"&lt;br /&gt;"Ayah saya meninggal ketika saya berumur 1 tahun, ibu saya yang membayarkannya"&lt;br /&gt;"Dimana ibumu bekerja ?"&lt;br /&gt;"Ibuku bekerja sebagai tukang cuci."&lt;br /&gt;Si direktur meminta si pemuda untuk menunjukkan tangannya. Si pemuda menunjukkan tangannya yg lembut dan halus.&lt;br /&gt;"Apakah kamu pernah membantu ibumu mencuci baju ?"&lt;br /&gt;"Tidak pernah, ibuku selalu ingin aku untuk belajar dan membaca banyak buku. Selain itu, ibuku dapat mencuci baju lebih cepat dariku."&lt;br /&gt;Si direktur mengatakan "aku memiliki permintaan. Ketika kamu pulang ke rumah hari ini, pergi dan cuci tangan ibumu. Kemudian temui aku esok hari."&lt;br /&gt;Si pemuda merasa kemungkinannya mendapatkan pekerjaan ini sangat tinggi. Ketika pulang, dia meminta ibunya untuk membiarkan dirinya membersihkan tangan ibunya. Ibunya merasa heran, senang tetapi dengan perasaan campur aduk, dia menunjukkan tangannya ke anaknya.&lt;br /&gt;Si pemuda membersihkan tangan ibunya perlahan. Airmatanya tumpah. Ini pertama kalinya dia menyadari tangan ibunya sangat berkerut dan banyak luka.Beberapa luka cukup menyakitkan ketika ibunya merintih ketika dia menyentuhnya.&lt;br /&gt;Ini pertama kalinya si pemuda menyadari bahwa sepasang tangan inilah yg setiap hari mencuci baju agar dirinya b8sa sekolah. Luka di tangan ibunya merupakan harga yg harus dibayar ibunya untuk pendidikannya, sekolahnya, dan masa depannya.&lt;br /&gt;Setelah membersihkan tangan ibunya, si pemuda diam2 mencuci semua pakain tersisa untuk ibunya, Malam itu, ibu dan anak itu berbicara panjang lebar.&lt;br /&gt;Pagi berikutnya, si pemuda pergi ke kantor direktur.&lt;br /&gt;Si direktur menyadari ada air mata di mata sang pemuda. Kemudian dia bertanya, " dapatkah kamu ceritakan apa yg kamu lakukan dan kamu pelajari tadi malam di rumahmu ?"&lt;br /&gt;Si pemuda menjawab," saya membersihkan tangan ibu saya dan juga menyelesaikan cuciannya"&lt;br /&gt;"Saya sekarang mengetahui apa itu apresiasi. Tanpa ibu saya, saya tidak akan menjadi diri saya seperti sekarang. Dengan membantu ibu saya, baru sekarang saya mengetahui betapa sukar dan sulitnya melakukan sesuatu dengan sendirinya. Dan saya mulai mengapresiasi betapa pentingnya dan berharganya&amp;nbsp; bantuan dari keluarga"&lt;br /&gt;Si direktur menjawab,"inilah yg saya cari di dalam diri seorang manajer. Saya ingin merekrut seseorng yg dapat mengapresiasi bantuan dari orng lain, seseorang yg mengetahui penderitaan orang lain ketika mengerjakan sesuatu, dan seseorang yg tidak menempatkan uang sebagai tujuan utama dari hidupnya"&lt;br /&gt;"Kamu diterima"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak yang selalu dilindungi dan dibiasakan diberikan apapun yg mereka inginkan akan mengembangkan " mental ke'aku'an" dan selalu menempatkan dirinya sebagai prioritas. Dia akan tidak peduli dengan jerih payah orangtuanya. Apabila kita tipe orang tua seperti ini, apakah kita menunjukkan rasa cinta kita atau menghancurkan anak2 kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu dapat membiarkan anak2mu tinggal di rumah besar, makan makanan enak, les piano, menonton dari TV layar besar. Tetapi ketika kamu memotong rumput, biarkan mereka mengalaminya juga. Setelah makan, biarkan mereka mencuci piring mereka dengan saudara2 mereka. Ini bukan masalah apakah kamu dapat memperkerjakan pembantj, tetapi ini karena kamu ingin mencintai mereka dengan benar. Kamu ingin mereka mengerti, tidak peduli seberapa kayanya orangtua mereka, suatu hari nanti mereka akan menua, seperti ibu si pemuda. Yang terpenting, anak2mu mempelajari bagaimana mengapresiasi usaha dan pengalaman mengalami kesulita&amp;nbsp; dan belajar kemampuan untuk bekerja dengan orang lain agar segala sesuatu terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba untuk melanjutkan cerita ini ke orang2 yg anda kenal. Ini mungkin dapat mengubah kehidupan seseorang&lt;br /&gt;</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2014/11/kisah-motivasi-seorang-anak-melamar.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-1734023205065295306</guid><pubDate>Sun, 16 Nov 2014 08:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-04-28T09:47:43.101+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata Bergambar</category><title>Kata Bergambar Edisi Myself</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
Salam Kreatif untuk kita semua! Ini adalah suatu motivasi atau ungkapan 
perasaan yang terlampirkan menjadi sebuah visual bermakna ungkapan emosi
 manusia bisa di bilang adalah Kata Bergambar atau sebaliknya. Trend 
masyarakat sekarang sangat familiar dengan gaya hidup socialist dan 
tidak jarang dalam hitungan menit aktifitas update selalu lengket dalam 
gengaman di dalam hape. Disini kami telah membuat beberapa gambar yang 
sudah kami release original by Vectoris untuk keperluan kalian semua&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Silahkan &lt;b&gt;&lt;a href="http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/" target="_blank"&gt;Download GRATIS&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; semua wallpapernya dan jangan lupa pasang di hape kamu buat update&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUyrJM6Eb3p7igM4PRVOqsaMWLy_haLEnYTJ71_kyR3xaJSxGK16kK7oYOm3FA6NmOQHW5cUdEJ9-4I1E9DQtKMIgUaEqcyPw6QWjFKOA9NkIJZ0bzq9EbhWX6aNYTiZtzChLgl_BNIcI/s1600/jomblo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUyrJM6Eb3p7igM4PRVOqsaMWLy_haLEnYTJ71_kyR3xaJSxGK16kK7oYOm3FA6NmOQHW5cUdEJ9-4I1E9DQtKMIgUaEqcyPw6QWjFKOA9NkIJZ0bzq9EbhWX6aNYTiZtzChLgl_BNIcI/s1600/jomblo.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRPqhqEbmE1ECM4qm04PAIgSE0Mi6jVdb2av3qLG8VY2CqjN1EiYFI00KZjTCDdV2a9vTukw6VGudhh0M4mRxMDrY8TGHzIRPlRgBWLqq2k7Sufgx8yp_KVRQg6IXxQD46rOp_f_VhadY/s1600/lonely.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRPqhqEbmE1ECM4qm04PAIgSE0Mi6jVdb2av3qLG8VY2CqjN1EiYFI00KZjTCDdV2a9vTukw6VGudhh0M4mRxMDrY8TGHzIRPlRgBWLqq2k7Sufgx8yp_KVRQg6IXxQD46rOp_f_VhadY/s1600/lonely.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBCE8VvVpP9GpDTWvH7KSAI5bzw1fCsfzeBsGoI0RPov8jm73iKhuIWxTC_zYz_hmeZjBom0LbBRbjrKpClCkQPfBirCdyiR0rkjOwkLttoOajyMZj6HrcqHox04uVfDqIOrJOFw8KGR0/s1600/sederhana.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBCE8VvVpP9GpDTWvH7KSAI5bzw1fCsfzeBsGoI0RPov8jm73iKhuIWxTC_zYz_hmeZjBom0LbBRbjrKpClCkQPfBirCdyiR0rkjOwkLttoOajyMZj6HrcqHox04uVfDqIOrJOFw8KGR0/s1600/sederhana.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2yVRL8iRYpsMNdMkOk2CSylp9iHjWVakWw6Ktj6EI2TaFOQYJXb8PR9hida0enmCF4WW_N8IUoUFFOMYmTgD92Q6r7E8ZD8M0xCh6L4QbAn32H2OkepfjuFAKrReU8F9mZOslq1MIxNs/s1600/whatever.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2yVRL8iRYpsMNdMkOk2CSylp9iHjWVakWw6Ktj6EI2TaFOQYJXb8PR9hida0enmCF4WW_N8IUoUFFOMYmTgD92Q6r7E8ZD8M0xCh6L4QbAn32H2OkepfjuFAKrReU8F9mZOslq1MIxNs/s1600/whatever.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekian dulu update Kata Bergambar dari kami nantikan update terbaru dari kami selanjutnya Selamat &lt;a href="http://adfoc.us/2502761" target="_blank"&gt;mendownload&lt;/a&gt; &lt;b&gt;Salam Vectoris!!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2014/11/kata-bergambar-edisi-myself.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUyrJM6Eb3p7igM4PRVOqsaMWLy_haLEnYTJ71_kyR3xaJSxGK16kK7oYOm3FA6NmOQHW5cUdEJ9-4I1E9DQtKMIgUaEqcyPw6QWjFKOA9NkIJZ0bzq9EbhWX6aNYTiZtzChLgl_BNIcI/s72-c/jomblo.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-3640209957851048057</guid><pubDate>Sun, 16 Nov 2014 08:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-11-16T15:23:45.547+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Template</category><title>Download Desain Template Kartu Nama ke 2</title><description>Salam Kreatif untuk kita semua! Bagi anda yang berprofesi sales, marketting, karyawan maupun pengusaha yang ingin mempromosikan usaha dan keahlian anda kami memiliki. Kartu nama adalah salah satu bentuk promosi yang di salam berisikan informasi dan identitas anda&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disini kami telah meng update desain kartu nama original by Vectoris untuk keperluan kalian semua&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://adf.ly/tYzJo" target="_blank"&gt;Download 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://adf.ly/tYzLU" target="_blank"&gt;Download 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://adf.ly/tYzNC" target="_blank"&gt;Download 3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan lupa masukkan password : jogjavectorisdesain&lt;br /&gt;
Sekian dulu desain template album kenangan dari kami nantikan update terbaru dari kami selanjutnya jangan lupa untuk meninggalkan jejak disini&lt;br /&gt;
Selamat &lt;a href="http://adfoc.us/2502761" target="_blank"&gt;mendownload&lt;/a&gt; Salam Vectoris!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2014/11/download-desain-template-kartu-nama-ke-2_16.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-88324332963062465</guid><pubDate>Fri, 24 Oct 2014 04:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-10-24T11:09:35.842+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Desain Grafis</category><title>Surat Kabar sebagai Media Komunikasi Massa</title><description>Pengertian&lt;br /&gt;
Surat kabar merupakan salah satu media massa yang berperan penting dalam pendistribusian informasi kepada masyarakat. Surat kabar tersebut juga diterbitkan secara berkala sehingga masyarakat lebih mudah mengaksesnya. Seiring berkembangnya teknologi surat kabar pun mulai diedarkan secara konten maupun teknologi. Menurut Onong Uchjana Effendy, “Surat kabar adalah lembaran tercetak yang memuat laporan yang terjadi di masyarakat dengan ciri-ciri terbit secara periodik, bersifat umum, dan aktual mengenai apa saja dan dimana saja di seluruh dunia untuk diketahui pembaca”. Surat kabar ini juga menggunakan kertas bermutu rendah yang kemudian dapat didaur ulang atau digunakan untuk berbagai macam keperluan.&lt;br /&gt;
Sejarah Surat Kabar di Indonesia&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Era Penjajahan Belanda (1700-1900)&lt;br /&gt;
Pada era 1700-1900, surat kabar pertama kali diedarkan oleh penjajah Belanda yang bernama Kort Beiricht Eropa, Bataviase Nouvelles, Vendu Nieuws, dan Bataviasche Koloniale Courant. Bataviasche Nouvelles merupakan surat kabar yang pertama kali diterbitkan pada masa pemerintahan gubernur Jenderal Van Imhoff. Surat kabar ini ditulis dengan bahasa Belanda yang memiliki mutu, kualitas, bentuk dan tampilan yang sangat sederhana. Fungsinya adalah mendokumentasikan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa itu. Belanda merupakan negara yang sangat memerhatikan dokumentasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Era Pra kemerdekaan (1900-1945)&lt;br /&gt;
Pada era 1900an, kualitas dan fungsi surat kabar mengalami peningkatan. Surat kabar pada era ini bukan hanya sebagai saran dokumentasi saja, akan tetapi sudah berkembang menjadi sarana menyampaikan saran, kritik dan aspirasi-aspirasi para pejuang kemerdekaan Indonesia pada saat itu. Medan Prijaji merupakan surat kabar pertama yang terbit dan dikelola oleh orang Indonesia. Surat kabar ini menggunakan bahasa Indonesia yang membahas tentang politik yang terbit pada bulan January 1907. Surat kabar ini dipelopori oleh Raden Mas Tirtoehadisoerjo. Kehadiran surat kabar Medan Prijaji menjadi penggerak untuk terbitnya surat kabar-surat kabar yang lain. Surat kabar yang terbit tersebut tidak bertahan lama. Kebanyakan bangkrut karena kurang modal dan pengawasan yang ketat bahkan operasional surat kabar tersebut berada di tangan negara penjajah seperti Belanda dan Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Era Pasca kemerdekaan (1945-1950)&lt;br /&gt;
Ketika Jepang kalah pada perang dunia II dan terusir dari Indonesia, pada saat itu Belanda bersama dengan Inggris ingin kembali mencoba mengendalikan percetakan dan penerbitan surat kabar di Indonesia. Namun surat kabar milik Belanda ditutup dan perusahaannya dinasionalisasikan menjadi milik Indonesia. Namun pada tahun 1946, surat kabar sudah menemukan jati dirinya dimana terbentuknya organisasi Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) pada Juny 1946, kemudian terbentuk lagi organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada Februari 1946. Hadirnya kedua organisasi memberikan tujuan, visi, dan misi yang jelas bagi keberlanjutan surat kabar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Era Orde Lama (1950-1965)&lt;br /&gt;
Pada era 1950-an, partai-partai politik dan organisasi-organisasi massa serta surat kabar mulai tumbuh dan mulai marak di kalangan masyarakat. Data pada tahun 1954, beredar 105 surat kabar harian dengan jumlah 697.000 eksemplar di seluruh Indonesia. Pada 1959, jumlah surat kabar menurun menjadi hanya 94, tetapi oplahnya meningkat menjadi 1.036.500 eksemplar. Surat kabar yang besar pada masa itu adalah &amp;nbsp;surat kabar Harian Rakjat (Partai Komunis Indonesia), Pedoman (Partai Sjarikat Islam), Suluh Indonesia (Partai Nasional Indonesia), dan Abadi (Masjumi). &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Presiden Soekarno menerapkan pers terpimpin melalui demokrasinya. Surat kabar yang isinya tidak sejalan dengan tujuan demokrasi terpimpin dicabut izin terbitnya. Surat kabar &amp;nbsp;Indonesia Radja milik Moechtar Loebis dan Pedoman milik Rosihan Anwar adalah sebagian surat kabar yang dicabut pada saat pemerintahan orde lama, Soekarno.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Era Orde Baru (1966-1998)&lt;br /&gt;
Pada masa orde baru ini salah satu surat kabar pro-PKI ditutup dan hanya surat kabar milik tentara, nasionalis, agama, dan kelompok independen yang diizinkan terbit. Di antaranya adalah surat kabar tentara: (1) Angkatan Bersenjata, Berita Yudha, Ampera, Api Pancasila, dan Pelopor Baru; (2) surat kabar nasionalis: Suluh Marhaen, El Bahar, dan Warta Harian; (3) surat kabar Islam: Duta Masyarakat, Angkatan Baru, Suara Islam, dan Mercusuar; (4) surat kabar Kristen: Kompas dan Sinar Harapan. Surat kabar yang dianggap berbahaya dan tidak sejalan dengan tujuan pemerintah akan dicabut atau ditutup, terlebih surat kabar yang menyinggung Cendana dan kroni-kroninya. Pembredelan terbesar terjadi pada saat peristiwa Malapetaka 15 Januari 1974 (Malari).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Era Reformasi (1998-2000)&lt;br /&gt;
Pada era ini, surat kabar diijinkan tumbuh dan berkembang dan media-media lainnya seperti televisi dan radio. Presiden Gus Dur mengatakan bahwa “informasi adalah urusan masyarakat”. Kebijakan - kebijakan tersebut melahirkan media-media yang bersifat tangguh seperti KOMPAS (Jacoeb Oetama), Jawa Pos (Dahlan Iskan), Media Indonesia (Surya Paloh), Media Nusantara Citra (Hary Tanusoedibjo), dan Tempo (Goenawan Mohamad). Surat kabar sampai ke daerah-daerah di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Era Digitalisasi (2000-sekarang)&lt;br /&gt;
Pada era tersebut disebut sebagai era digitalisasi karena semakin berkembang pesatnya internet. Salah satu pelopor berkembangnya adalah detik.com. Bahkan tidak lama kemudian, lahirlah surat kabar digital lainnya: beritanet.com, kompas.com, tempo.co.id, antara.com, dan lainnya. Bahkan, masyarakat biasa pun bisa membuat surat kabar digital sendiri melalui media blogger.com atau wordpress.com. Ketika media digital sudah berkembang maka ada isu yang mengatakan bahwa surat kabar digital akan mengalahkan surat kabar fisik. Ternyata isu tersebut benar, bahkan sudah terjadi di Amerika Serikat dimana perusahaaan media Settle Post menutup operasional surat kabar fisiknya dan lebih mengacu pada surat kabar digital. &amp;nbsp;Pimpinan media Jawa Pos Grup, Dahlan Iskan mengatakan bahwa secara bisnis, surat kabar digital sangat tidak menguntungkan dibandingkan surat kabar fisik. Beliau mencontohkan mencontohkan detik.com yang laba bersihnya sebulan hanya mencapai ratusan juta rupiah, sangat jauh dibandingkan surat kabar fisik yang mencapai miliaran rupiah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syarat – Syarat Surat Kabar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Menurut Onong Uchjana Effendy ada empat ciri atau syarat yang harus dipenuhi oleh surat kabar, antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Publisitas (publicity)&lt;br /&gt;
Publisitas artinya penyebaran kepada khalayak atau publik. Karena surat kabar ini diperuntukkan untuk masyarakat umum, maka isi atau informasi dalam surat kabar ini terdiri dari berbagai kepentingan yang berkaitan dengan umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Periodesitas (periodecity)&lt;br /&gt;
Periodesitas berarti keteraturan dalam penerbitannya. Keteraturan penerbitannya bisa satu kali sehari atau satu sampai dua kali dalam seminggu. Karena keteraturan penerbitan surat kabar maka penerbit buku tidak dapat dikatakan surat kabar meskipun isinya menyangkut kepentingan umum karena tidak disebarkan secara periodik dan berkala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Universalitas (universality)&lt;br /&gt;
Universalitas berarti keragaman. Isinya datang dari informasi berbagai penjuru dunia. Jika penerbitan berkala isinya hanya mengharuskan diri pada suatu profesi, seperti majalah kedokteran, pendidikan, politik atau pertanian tidak termasuk surat kabar. Jika isinya hanya mengenai salah satu aspek kehidupan maka tidak dapat dikatakan sebagai surat kabar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Aktualitas (actualy)&lt;br /&gt;
Aktualitas artinya kini dan keadaan sebenarnya. Kedua-duanya sangat erat kaitannya dengan berita yang disiarkan surat kabar. Yang dimaksudkan aktualitas sebagai ciri surat kabar adalah kecepatan laporan, tanpa menyampingkan pentingnya kebenaran berita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fungsi Surat Kabar&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Menurut Onong Uchjana Effendy ada beberapa fungsi surat kabar secara umum terdiri dari :&lt;br /&gt;
1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Fungsi menyiarkan informasi&lt;br /&gt;
Masyarakat membeli atau berlangganan surat kabar karena membutuhkan informasi mengenai berbagai hal di dunia, mengenai gagasan atau pikiran orang lain, mengenai peristiwa yang terjadi, apa yang dilakukan orang lain dan apa yang dikatakan orang lain dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Fungsi mendidik&lt;br /&gt;
Sebagai sarana pendidikan massa. Surat kabar juga memuat tulisan-tulisan yang mengandung pengetahuan sehingga pembaca menjadi bertambah pengetahuannya. Fungsi mendidik ini bisa dalam bentuk berita atau artikel dan tajuk rencana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Fungsi menghibur&lt;br /&gt;
Hal-hal yang bersifat hiburan sering dimuat surat kabar untuk mengimbangi berita-berita berat dan artikel-artikel berbobot. Isi surat kabar yang menghibur itu bisa berbentuk cerita pendek, cerita bergambar, teka-teki silang dan karikatur. Tujuannya semata-mata untuk melemaskan ketegangan pikiran setelah pembaca diberikan berita dan artikel-artikel yang berat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Fungsi mempengaruhi&lt;br /&gt;
Fungsi mempengaruhi ini menyebabkan surat kabar memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Fungsi memperngaruhi secara implisit terdapat pada berita sedangkan eksplisit terdapat pada tajuk rencana dan artikel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian-Bagian Surat Kabar&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Albert F. Heaning membagi surat kabar berdasarkan waktu terbitnya menjadi beberapa bagian :&lt;br /&gt;
a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Surat kabar harian : surat kabar yang mempunyai waktu terbit setiap hari sekali (surat kabar umum), mis : yang terbit pagi hari dan sore hari.&lt;br /&gt;
b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Surat kabar mingguan : surat kabar yang terbit satu minggu sekali.&lt;br /&gt;
c.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Surat kabar dua mingguan atau bulanan : surat kabar yang terbit dua minggu sekali atau setiap bulan sekali.&lt;br /&gt;
d.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tabloit : surat kabar yang berukuran format lebih kecil dari ukuran yang biasa atau standar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelebihan dan Kekurangan Surat Kabar&lt;br /&gt;
Kelebihan :&lt;br /&gt;
a. Biasanya relatif tidak mahal.&lt;br /&gt;
b. Fleksibel&lt;br /&gt;
c. Dapat dinikmati lebih lama.&lt;br /&gt;
d. Market coverage : surat kabar mampu menjangkau daerah-daerah perkotaan sesuai dengan cakupan wilayahnya.&lt;br /&gt;
e. Comparison shooping : surat kabar sering digunakan sebagai bahan acuan atau referensi konsumen dalam membeli barang atau jasa.&lt;br /&gt;
f. Positive consumer attitude : aktualitas informasi yang disampaikan digunakan juga sebagai acuan pembaca.&lt;br /&gt;
Kekurangan :&lt;br /&gt;
a. Mudah diabaikan.&lt;br /&gt;
b. Cepat basi.&lt;br /&gt;
c. Short life span : meski jangkauannya luas, pembaca surat kabar hanya butuh waktu kurang lebih 15 menit hingga 30 menit untuk membacanya serta umumnya hanya sekali saja membacanya. Selain itu usia informasinya hanya 24 jam setelah itu sudah dianggap basi.&lt;br /&gt;
d. Clutter : jika isi dan tata letaknya kacau akan mempengaruhi pemaknaan dan pemahaman isi pesan iklan oleh pembacanya.&lt;br /&gt;
e. Limited coverage of certains group : beberapa kelompok tertentu tidak bisa dijangkau oleh surat kabar, misal ; kelompok masyarakat menengah ke bawah atau masyarakat usia di bawah 15 tahun.&lt;br /&gt;
f. Products that don’t fit : beberapa produk tidak dapat diiklankan dengan menggunakan surat kabar karena memerlukan demonstrasi atau memerlukan pertimbangan tertentu. Contoh iklan peralatan olah raga.&lt;br /&gt;
g. Jenis bahan yang digunakan biasanya mudah sobek, artinya gangguan mekanis tinggi, sehingga informasi yang diterima tidak lengkap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daftar Pustaka&lt;br /&gt;
http://sejarah.kompasiana.com/2011/01/04/surat-kabar-di-indonesia/&lt;br /&gt;
http://www.studentmagz.com/2011/07/sejarah-koran-dan-surat-kabar.html&lt;br /&gt;
http://smanbaturraden.sch.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=143:sejarahkoran&lt;br /&gt;
http://edizmykirakawan.wordpress.com/2011/11/20/surat-kabar/&lt;br /&gt;
http://faizal.student.umm.ac.id/2010/05/04/kelebihan-dan-kekurangan-media-iklan/&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2014/10/surat-kabar-sebagai-media-komunikasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-3332639232926756735</guid><pubDate>Fri, 24 Oct 2014 03:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-10-24T11:30:13.116+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Software</category><title>Software Movie Maker</title><description>Siapa yang tidak kenal software yang satu ini Windows Movie Maker adalah software editing video bawaan windows. Bagi para pemula software ini sangat cocok sekali karena fitur yang di dalamnya cukup simple dan friendly user biasanya di gunakan untuk pembuatan beberapa slide foto - foto ataupun gabungan dari beberapa video tentunya harus menggunakan format avi atau wmv yang mendukung software ini&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihwnjxO4jPcdbDoq7k0jRH3Fnr7AIwgaU0R66wHE4-4NpFSOtVEsFgiLVwjaF0eocp5fnmvtVG4NjrltZJmxQx0xFNlwYT0wa1s9TalsQnEOqeHsl0EGTVR0G-g-_GpUgw-5mVN29sMwc/s1600/contoh.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihwnjxO4jPcdbDoq7k0jRH3Fnr7AIwgaU0R66wHE4-4NpFSOtVEsFgiLVwjaF0eocp5fnmvtVG4NjrltZJmxQx0xFNlwYT0wa1s9TalsQnEOqeHsl0EGTVR0G-g-_GpUgw-5mVN29sMwc/s1600/contoh.jpg" height="346" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;tampilan menu utama&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVUoKwz3Xgo4_NH37O0qJiWSsZ39n84bucyvI3uqYvhGA5a_U2pXMTgfXY4GryvKzmOpQFkdbZuo6mrw8ojo3UzC4BVMM4kiqfHjWCffgOu8aB22nteEWr8irIpTxKtsgR7CsB8gmjQ6A/s1600/contoh+2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVUoKwz3Xgo4_NH37O0qJiWSsZ39n84bucyvI3uqYvhGA5a_U2pXMTgfXY4GryvKzmOpQFkdbZuo6mrw8ojo3UzC4BVMM4kiqfHjWCffgOu8aB22nteEWr8irIpTxKtsgR7CsB8gmjQ6A/s1600/contoh+2.jpg" height="396" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;save menjadi video&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
silahkan klik link di bawah ini untuk mengunduh&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href="http://adfoc.us/25027648700882" target="_blank"&gt;Download 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href="http://adf.ly/tEkdO" target="_blank"&gt;Download 2&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan lupa masukkan password : jogjavectorisdesain&lt;br /&gt;
Sekian dulu download software dari kami nantikan update terbaru dari kami selanjutnya Selamat &lt;a href="http://adfoc.us/2502761" target="_blank"&gt;mendownload&lt;/a&gt; Salam Vectoris!!!</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2014/10/software-movie-maker.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihwnjxO4jPcdbDoq7k0jRH3Fnr7AIwgaU0R66wHE4-4NpFSOtVEsFgiLVwjaF0eocp5fnmvtVG4NjrltZJmxQx0xFNlwYT0wa1s9TalsQnEOqeHsl0EGTVR0G-g-_GpUgw-5mVN29sMwc/s72-c/contoh.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-2067086393588002301</guid><pubDate>Thu, 23 Oct 2014 07:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-10-24T11:28:22.273+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Template</category><title>Download Desain Template Kartu Nama</title><description>Salam Kreatif untuk kita semua! Bagi anda yang berprofesi sales, marketting, karyawan maupun pengusaha yang ingin mempromosikan usaha dan keahlian anda kami memiliki. Kartu nama adalah salah satu bentuk promosi yang di salam berisikan informasi dan identitas anda&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disini kami telah membuat desain kartu nama original by Vectoris untuk keperluan kalian semua&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikoTg61sV8TW_zsjwMFmhuqDbDfe9De5t06cs0JQg-Bp6fTAzjYXLrK6psKp7atooWjef5C0N36vGnbaUk0GcHjFL4DAzJMO1UY_gZdRBlxxYX6VixFKtvYLDO8Nb_9_MZVn8ZovvEN28/s1600/Servis+AC+name+card.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikoTg61sV8TW_zsjwMFmhuqDbDfe9De5t06cs0JQg-Bp6fTAzjYXLrK6psKp7atooWjef5C0N36vGnbaUk0GcHjFL4DAzJMO1UY_gZdRBlxxYX6VixFKtvYLDO8Nb_9_MZVn8ZovvEN28/s1600/Servis+AC+name+card.jpg" height="177" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b style="text-align: start;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://adfoc.us/25027648696801" target="_blank"&gt;Download 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style="text-align: start;"&gt;&lt;a href="http://adf.ly/tEjTK" target="_blank"&gt;Download 2&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href="http://adfoc.us/25027648696801" target="_blank"&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6qB9P-7ZPV2sVo7A5oOP0WqQFsZIBgDbmNNNafscgUIT5fhvwoUB7z1OtWyeNc7o4LlStfYVIg80mD0FU9FvFB-iVwQqvhDmI2-TaScyJFfjTpM0Q2Xm3I1vtaBj6OvM_K_Pr1t9j6Qs/s1600/name+card_100%25madu+asli.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6qB9P-7ZPV2sVo7A5oOP0WqQFsZIBgDbmNNNafscgUIT5fhvwoUB7z1OtWyeNc7o4LlStfYVIg80mD0FU9FvFB-iVwQqvhDmI2-TaScyJFfjTpM0Q2Xm3I1vtaBj6OvM_K_Pr1t9j6Qs/s1600/name+card_100%25madu+asli.jpg" height="195" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href="http://adfoc.us/25027648699148" target="_blank"&gt;Download 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;b style="text-align: start;"&gt;&lt;a href="http://adf.ly/tEjup" target="_blank"&gt;Download 2&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0UBgod4weCK0_xiXXzRNyYtvLnyFXVmenwzDKZ7B07NSQa2OVyvWPhBklqpNr2nNb64tj1Ef8vDWjyWAtbQzj_ZPhqt9UnPMs0ZmyHZpvctTOMSZDW4d7vVb-tLsjqC23evkbtzlU44Y/s1600/name+card_100%25madu+asli_v2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0UBgod4weCK0_xiXXzRNyYtvLnyFXVmenwzDKZ7B07NSQa2OVyvWPhBklqpNr2nNb64tj1Ef8vDWjyWAtbQzj_ZPhqt9UnPMs0ZmyHZpvctTOMSZDW4d7vVb-tLsjqC23evkbtzlU44Y/s1600/name+card_100%25madu+asli_v2.jpg" height="195" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href="http://adfoc.us/25027648700871" target="_blank"&gt;Download 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;b style="text-align: start;"&gt;&lt;a href="http://adf.ly/tEk7i" target="_blank"&gt;Download 2&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNK_eTXJr2BzDSFa4jtKPViBX7LleCCN465aq1M8rW-a5QHWd7eodNKazgija2YolBQQ59QzHBXzKDVM8GDOAZAx0nfrz7ZyYKPCcTAI9p-sFawckUQ9gfWq9jOHYKZ5L2DHuHXKVKTrQ/s1600/name+card_oriflame.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNK_eTXJr2BzDSFa4jtKPViBX7LleCCN465aq1M8rW-a5QHWd7eodNKazgija2YolBQQ59QzHBXzKDVM8GDOAZAx0nfrz7ZyYKPCcTAI9p-sFawckUQ9gfWq9jOHYKZ5L2DHuHXKVKTrQ/s1600/name+card_oriflame.jpg" height="195" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href="http://adfoc.us/25027648700875" target="_blank"&gt;Download 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;b style="text-align: start;"&gt;&lt;a href="http://adf.ly/tEkEb" target="_blank"&gt;Download 2&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Jangan lupa masukkan password : &lt;i&gt;jogjavectorisdesain&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Sekian dulu desain template album kenangan dari kami nantikan update terbaru dari kami selanjutnya Selamat &lt;a href="http://adfoc.us/2502761" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;mendownload&lt;/b&gt; &lt;/a&gt;Salam Vectoris!!!&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href="http://adfoc.us/25027648696801" target="_blank"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href="http://adfoc.us/25027648696801" target="_blank"&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2014/10/download-desain-template-kartu-nama.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikoTg61sV8TW_zsjwMFmhuqDbDfe9De5t06cs0JQg-Bp6fTAzjYXLrK6psKp7atooWjef5C0N36vGnbaUk0GcHjFL4DAzJMO1UY_gZdRBlxxYX6VixFKtvYLDO8Nb_9_MZVn8ZovvEN28/s72-c/Servis+AC+name+card.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-4325120440234102225</guid><pubDate>Thu, 23 Oct 2014 04:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-10-24T11:22:20.058+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Template</category><title>Download Desain Template Album Kenangan</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;b&gt;Salam Kreatif untuk kita semua!&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
Mungkin bagi anda yang pernah magang atau kerja profesi di suatu perusahaan maupun institusi sebelum selesai masa magang biasanya kita selalu memberikan sebuah cindera mata bisa berupa barang atau sesuatu yang bisa dibuat untuk kenang - kenangan kalau kita pernah magang di tempat ini&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
Disini kami telah membuat desain bertemakan album kenangan original by Vectoris untuk keperluan kalian semua&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJDnuSTfoW4qdL0gVPGHCJyFLjy3UPq5ocEkpgu8ViDIaEbtKGSZ1ieKmH5swOhIe8eXmwYLbUXk1V_1AkOdFlcQ_H4lBlmAth461BIDgqonirfcsQDuC9AJwjo7f9iAd1sRT3PkXgeCQ/s1600/album+kenangan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJDnuSTfoW4qdL0gVPGHCJyFLjy3UPq5ocEkpgu8ViDIaEbtKGSZ1ieKmH5swOhIe8eXmwYLbUXk1V_1AkOdFlcQ_H4lBlmAth461BIDgqonirfcsQDuC9AJwjo7f9iAd1sRT3PkXgeCQ/s1600/album+kenangan.jpg" height="282" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Klik link di bawah ini&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href="http://adfoc.us/25027648696153" target="_blank"&gt;Download Alternatif 1&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href="http://adf.ly/tEhjL" target="_blank"&gt;Download Alternatif 2&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
 Sekian dulu desain template album kenangan dari kami nantikan update terbaru dari kami selanjutnya Selamat &lt;a href="http://adfoc.us/2502761" target="_blank"&gt;mendownload&lt;/a&gt; Salam Vectoris!!! - &lt;br /&gt;
</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2014/10/download-desain-template-album-kenangan.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJDnuSTfoW4qdL0gVPGHCJyFLjy3UPq5ocEkpgu8ViDIaEbtKGSZ1ieKmH5swOhIe8eXmwYLbUXk1V_1AkOdFlcQ_H4lBlmAth461BIDgqonirfcsQDuC9AJwjo7f9iAd1sRT3PkXgeCQ/s72-c/album+kenangan.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-7691412913198453714</guid><pubDate>Wed, 22 Oct 2014 16:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-10-22T23:43:03.346+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Desain Grafis</category><title>MEDIA, INDUSTRI MEDIA, dan KHALAYAK</title><description>Komunikasi dapat dipahami sebagai proses penyampaian pesan, ide, atau informasi kepada orang lain dengan menggunakan sarana tertentu guna mempengaruhi atau mengubah perilaku penerima pesan. Komunikasi Massa salah satu jenis komunikasi, selain Komunikasi Intrapersonal, Komunikasi Interpersonal, Komunikasi Kelompok, dan Komunikasi Organisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Media dan Media Massa&lt;br /&gt;
Media (Medius, dalam bahasa Latin), secara harafiah berarti “tengah”, perantara atau pengantar. Media diartikan perantara bagi pengirim (sender) dan penerima (receiver) dalam melakukan pertukaran informasi. Dalam kehidupan sehari-hari dikenal juga yang disebut media massa.&lt;br /&gt;
Media Massa (Mass Media) adalah chanel, media/medium, saluran, sarana, atau alat yang dipergunakan dalam proses komunikasi massa, yakni komunikasi yang diarahkan kepada orang banyak (channel of mass communication). Komunikasi massa sendiri merupakan kependekan dari komunikasi melalui media massa (communicate with media). Yang termasuk media massa terutama adalah suratkabar, majalah, radio, televisi, dan film sebagai The Big Five of Mass Media (Lima Besar Media Massa), juga internet (cybermedia, media online).&lt;br /&gt;
Jenis Media Massa:&lt;br /&gt;
1. Media Massa Cetak (Printed Media). Media massa yang dicetak dalam lembaran kertas. Dari segi formatnya dan ukuran kertas, media massa cetak secara rinci meliputi:&lt;br /&gt;
(a) koran atau suratkabar (ukuran kertas broadsheet atau 1/2 plano),&lt;br /&gt;
(b) tabloid (1/2 broadsheet),&lt;br /&gt;
(c) majalah (1/2 tabloid atau kertas ukuran folio/kwarto),&lt;br /&gt;
(d) buku (1/2 majalah),&lt;br /&gt;
(e) newsletter (folio/kwarto, jumlah halaman lazimnya 4-8), dan&lt;br /&gt;
(f) buletin (1/2 majalah, jumlah halaman lazimnya 4-8). Isi media massa umumnya terbagi tiga bagian atau tiga jenis tulisan: berita, opini, dan feature.&lt;br /&gt;
2. Media Massa Elektronik (Electronic Media). Jenis media massa yang isinya disebarluaskan melalui suara atau gambar dan suara dengan menggunakan teknologi elektro, seperti radio, televisi, dan film.&lt;br /&gt;
3. Media Online (Online Media, Cybermedia), yakni media massa yang dapat kita temukan di internet (situs web).&lt;br /&gt;
Peran Media Massa&lt;br /&gt;
Denis McQuail (1987) mengemukakan sejumlah peran yang dimainkan media massa selama ini, yakni:&lt;br /&gt;
1. Industri pencipta lapangan kerja, barang, dan jasa serta menghidupkan industri lain utamanya dalam periklanan/promosi.&lt;br /&gt;
2. Sumber kekuatan –alat kontrol, manajemen, dan inovasi masyarakat.&lt;br /&gt;
3. Lokasi (forum) untuk menampilkan peristiwa masyarakat.&lt;br /&gt;
4. Wahana pengembangan kebudayaan –tatacara, mode, gaya hidup, dan norma.&lt;br /&gt;
5. Sumber dominan pencipta citra individu, kelompok, dan masyarakat.&lt;br /&gt;
Karakteristik Media Massa&lt;br /&gt;
1. Publisitas, yakni disebarluaskan kepada publik, khalayak, atau orang banyak.&lt;br /&gt;
2. Universalitas, pesannya bersifat umum, tentang segala aspek kehidupan dan semua peristiwa di berbagai tempat, juga menyangkut kepentingan umum karena sasaran dan pendengarnya orang banyak (masyarakat umum).&lt;br /&gt;
3. Periodisitas, tetap atau berkala, misalnya harian atau mingguan, atau siaran sekian jam per hari.&lt;br /&gt;
4. Kontinuitas, berkesinambungan atau terus-menerus sesuai dengan priode mengudara atau jadwal terbit.&lt;br /&gt;
5. Aktualitas, berisi hal-hal baru, seperti informasi atau laporan peristiwa terbaru, tips baru, dan sebagainya. Aktualitas juga berarti kecepatan penyampaian informasi kepada publik.&lt;br /&gt;
Fungsi Media Massa&lt;br /&gt;
Fungsi media massa sejalan dengan fungsi komunikasi massa sebagaimana dikemukakan para ahli sebagai berikut.&lt;br /&gt;
Harold D. Laswell:&lt;br /&gt;
1. Informasi (to inform)&lt;br /&gt;
2. Mendidik (to educate)&lt;br /&gt;
3. Menghibur (to entertain)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wright:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Pengawasan (Surveillance) – terhadap ragam peristiwa yang dijalankan melalui proses peliputan dan pemberitaan dengan berbagai dampaknya –tahu, panik, terancam, gelisah, apatis, dsb.&lt;br /&gt;
2. Menghubungkan (Correlation) – mobilisasi massa untuk berpikir dan bersikap atas suatu peristiwa atau masalah.&lt;br /&gt;
3. Transmisi Kultural (Cultural Transmission) – pewarisan budaya, sosialisasi.&lt;br /&gt;
4. Hiburan (Entertainment).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
De Vito:&lt;br /&gt;
1. Menghibur&lt;br /&gt;
2. Meyakinkan – e.g. iklan, mengubah sikap, call for action.&lt;br /&gt;
3. Menginformasikan&lt;br /&gt;
4. Menganugerahkan status – menunjukkan kepentingan orang-orang tertentu; name makes news. “Perhatian massa = penting”.&lt;br /&gt;
5. Membius – massa terima apa saja yang disajikan media.&lt;br /&gt;
6. Menciptakan rasa kebersatuan –proses identifikasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
UU No. 40/1999 tentang Pers:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Menginformasikan (to inform)&lt;br /&gt;
2. Mendidik (to educate)&lt;br /&gt;
3. Menghibur (to entertain)&lt;br /&gt;
4. Pengawasan Sosial (social control) –pengawas perilaku publik dan penguasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Industri Media&lt;br /&gt;
Seiring perkembangan jaman, media massa pun ikut berkembang menjadi industri. Industri media massa ini dikenal juga dengan pers. Pers berperan penting dalam penyebaran informasi. Sebelum mengetahui lebih lanjut tentang pers, perlu diketahui dulu apa itu pers.&lt;br /&gt;
Pengertian Pers menurut para ahli&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Menurut UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers&lt;br /&gt;
Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik yang meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Menurut Oemar Seno Adji&lt;br /&gt;
1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pers dalam arti sempit, yaitu penyiaran-penyiaran pikiran, gagasan, atau berita-berita dengan kata tertulis&lt;br /&gt;
2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pers dalam arti luas, yaitu memasukkan di dalamnya semua media mass communications yang memancarkan pikiran dan perasaan seseorang baik dengan kata-kata tertulis maupun dengan lisan.&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;
Pers berarti:&lt;br /&gt;
1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;alat cetak untuk mencetak buku atau surat kabar&lt;br /&gt;
2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;alat untuk menjepit atau memadatkan&lt;br /&gt;
3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;surat kabar dan majalah yang berisi berita&lt;br /&gt;
4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;orang yang bekerja di bidang persurat kabaran.&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Menurut Kustadi Suhandang&lt;br /&gt;
Pers adalah seni atau ketrampilan mencari, mengumpulkan, mengolah, menyusun, dan menyajikan berita tentang peristiwa yang terjadi sehari-hari secara indah, dalam rangka memenuhi segala kebutuhan hati nurani khalayaknya.&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Menurut Wilbur Schramm&lt;br /&gt;
Dalam bukunya Four Theories of the Press yang ditulis oleh Wilbur Schramm dkk mengemukakan 4 teori terbesar pers, yaitu the authotarian, the libertarian, the social responsibility dan the soviet communist theory. Keempat teori tersebut mengacu pada satu pengertian pers sebagai pengamat, guru, dan forum yang menyampaikan pandangannya tentang banyak hal yang mengemuka ditengah tengah mesyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Menurut McLuhan&lt;br /&gt;
Dalam bukunya Understanding Media terbitan tahun 1996 mengenai pers sebagai the extended man, yaitu yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lain dan peristiwa satu dengan peristiwa lain pada moment yang bersamaan.&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Menurut Raden Mas Djokomono&lt;br /&gt;
Menurut Bapak Pers Nasional, pers adalah yang membentuk pendapat umum melalui tulisan dalam surat kabar. Pendapatnya ini yang mampu membakar semangat para pejuang dalam memperjuangkan hak hak Bangsa Indonesia masa penjajahan Belanda.&lt;br /&gt;
Sejarah Pers Di Indonesia&lt;br /&gt;
Masa Penjajahan Belanda&lt;br /&gt;
Pada tahun 1615 atas perintah Jan Pieterzoon Coen, yang kemudian pada tahun 1619 menjadi Gubernur Jenderal VOC, diterbitkan “Memories der Nouvelles”, yang ditulis dengan tangan. Dengan demikian, dapatlah dikatakan bahwa “surat kabar” pertama di Indonesia ialah suatu penerbitan pemerintah VOC. Pada Maret 1688, tiba mesin cetak pertama di Indonesia dari negeri Belanda. Atas intruksi pemerintah, diterbitkan surat kabar tercetak pertama dan dalam nomor perkenalannya dimuat ketentuan-ketentuan perjanjian antara Belanda dengan Sultan Makassar. Setelah surat kabar pertama kemudian terbitlah surat kabar yang diusahakan oleh pemilik percetakan-percetakan di beberapa tempat di Jawa. Surat kabar tersebut lebih berbentuk koran iklan.&lt;br /&gt;
Masa Pendudukan Jepang&lt;br /&gt;
Pada masa ini, surat kabar-surat kabar Indonesia yang semula berusaha dan berdiri sendiri dipaksa bergabung menjadi satu, dan segala bidang usahanya disesuaikan dengan rencana-rencana serta tujuan-tujuan tentara Jepang untuk memenangkan apa yang mereka namakan “Dai Toa Senso” atau Perang Asia Timur Raya. Dengan demikian, di zaman pendudukan Jepang pers merupakan alat Jepang. Kabar-kabar dan karangan-karangan yang dimuat hanyalah pro-Jepang semata.&lt;br /&gt;
Masa Revolusi Fisik&lt;br /&gt;
Peranan yang telah dilakukan oleh pers kita di saat-saat proklamasi kemerdekaan dicetuskan, dengan sendirinya sejalan dengan perjuangan rakyat Indonesia. Bahkan tidak sedikit dari para wartawan yang langsung turut serta dalam usaha-usaha proklamasi. Semboyan “Sekali Merdeka Tetap Merdeka” menjadi pegangan teguh bagi para wartawan. Periode tahun 1945 sampai 1949 yang biasa dinamakan periode “revolusi fisik”, membawa coraknya tersendiri dalam sifat dan fungsi pers kita. Dalam periode ini pers kita dapat digolongkan ke dalam dua kategori, yaitu pertama, pers yang terbit dan diusahakan di daerah yang dikuasai oleh pendudukan sekutu, kemudian Belanda, dan kedua pers yang terbit diusahakan di daerah yang dikuasai oleh RI yang kemudian turut bergerilya.&lt;br /&gt;
Masa Demokrasi Liberal&lt;br /&gt;
Dalam aksi-aksi ini peranan yang telah dilakukan oleh pers republik sangat besar. Republik Indonesia Serikat yang tidak sesuai dengan keinginan rakyat akhirnya bubar dengan terbentuknya kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1950. Pada masa ini untuk memperoleh pengaruh dan dukungan pendapat umum, pers kita yang pada umumnya mewakili aliran-aliran politik yang saling bertentangan, menyalahgunakan kebebasan pers (freedom of the press), yang kadang-kadang melampaui batas-batas kesopanan. mungkin kontol&lt;br /&gt;
Masa Demokrasi Terpimpin&lt;br /&gt;
Periode yang terjadi pada masa demokrasi terpimpin sering disebut sebagai zaman Orde Lama. Periode ini terjadi saat terbentuknya Kabinet Kerja yang dipimpin oleh Presiden Soekarno, sebagai tindak lanjut dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 hingga meletusnya Gerakan 30 September 1965.&lt;br /&gt;
Masa Orde Baru&lt;br /&gt;
Ketika alam Orde Baru ditandai dengan kegiatan pembangunan di segala bidang, kehidupan pers kita pun mengalami perubahan dengan sendirinya karena pers mencerminkan situasi dan kondisi dari kehidupan masyarakat di mana pers itu bergerak. Pers sebagai sarana penerangan/komunikasi merupakan salah satu alat yang vital dalam proses pembangunan. Pada masa Orde Baru, ternyata tidak berarti kehidupan pers mengalami kebebasan yang sesuai dengan tuntutan dan aspirasi masyarakat. Terjadinya pembredelan pers pada masa-masa ini menjadi penghalang bagi rakyat untuk menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan hak-hak asasinya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.&lt;br /&gt;
Masa Reformasi&lt;br /&gt;
Salah satu jasa pemerintahan B.J. Habibie pasca Orde Baru yang harus disyukuri ialah pers yang bebas. Pemerintahan Presiden Habibie mempunyai andil besar dalam melepaskan kebebasan pers, sekalipun barangkali kebebasan pers ikut merugikan posisinya sebagai presiden.&lt;br /&gt;
Perkembangan Pers Di Indonesia&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Perkembangan pers di Indonesia berawal pada penerbitan surat kabar pertama, yaitu Bataviasche Novelles en Politique Raisonemnetan yang terbit 7 Agustus 1774.&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kemudian muncul beberapa surat kabar berbahasa Melayu, antara lain Slompet Melajoe, Bintang Soerabaja (1861), dan Medan Prijaji (1907).&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Majalah tertua ialah Panji Islam (1912-an)&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Surat kabar terbitan peranakan Tionghoa pertama kali muncul adalah Li Po (1901), kemudian Sin Po (1910).&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Surat kabar pertama di Indonesia yang menyiarkan teks Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, pada tanggal 18 Agustus 1945 adalah surat kabar Soeara Asia.&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sesudah itu, surat kabar nasional yang memuat teks proklamasi adalah surat kabar Tjahaja (Bandung), Asia Raja (Jakarta), dan Asia Baroe (Semarang).&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Corak kehidupan politik, ideologi, kebudayaan, tingkat kemajuan suatu bangsa sangat mempengaruhi sistem pers di suatu negara.&lt;br /&gt;
Secara umum, di seluruh dunia terdapat pola kebijakan pemerintah terhadap pers yang otoriter dan demokratis. Diantara keduanya terdapat variasi dan kombinasi, bergantung tingkat perkembangan masing-masing negara. Ada yang quasi otoriter, ada yang quasi demokratis, dan sebagainya.&lt;br /&gt;
Fungsi Pers&lt;br /&gt;
Berdasarkan ketentuan pasal 33 UU No. 4 tahun 1999 tentang pers, fungsi pers adalah sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. Sementara itu Pasal 6 UU Pers nasional melaksanakan peranan sebagai berikut ;&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui menegakkan nilai nilai dasar demokrasi dan mendorong terwujudnya supremasi hukum dan hak asasi manusia. Selain itu pers juga harus menghormati kebinekaan mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benr melakukan pengawasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sebagai pelaku Media Informasi&lt;br /&gt;
Pers itu memberi dan menyediakan informasi tentang peristiwa yang terjadi kepada masyarakat, dan masyarakat membeli surat kabar karena memerlukan informasi.&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Fungsi Pendidikan&lt;br /&gt;
Pers itu sebagi sarana pendidikan massa (mass Education), pers memuat tulisan-tulisan yang mengandung pengetahuan sehingga masyarakat bertambah pengetahuan dan wawasannya.&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Fungsi Hiburan&lt;br /&gt;
Pers juga memuat hal-hal yang bersifat hiburan untuk mengimbangi berita-berita berat (hard news) dan artikel-artikel yang berbobot. Berbentuk cerita pendek, cerita bersambung, cerita bergambar, teka-teki silang, pojok, dan karikatur.&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Fungsi Kontrol Sosial&lt;br /&gt;
Fungsi ini terkandung makna demokratis yang didalamnya terdapat unsur-unsur sebagai berikut:&lt;br /&gt;
1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Social participation (keikutsertaan rakyat dalam pemerintahan)&lt;br /&gt;
2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Social responsibility (pertanggungjawaban pemerintah terhadap rakyat)&lt;br /&gt;
3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Social support (dukungan rakyat terhadap pemerintah)&lt;br /&gt;
4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Social control (kontrol masyarakat terhadap tindakan-tindakan pemerintah)&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sebagai Lembaga Ekonomi&lt;br /&gt;
Pers adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang pers dapat memamfaatkan keadaan di sekiktarnya sebagai nilai jual sehingga pers sebagai lembaga sosial dapat memperoleh keuntungan maksimal dari hasil prodduksinya untuk kelangsungan hidup lembaga pers itu sendiri.&lt;br /&gt;
Pengaruh media massa pada budaya&lt;br /&gt;
Menurut Karl Erik Rosengren pengaruh media cukup kompleks, dampak bisa dilihat dari:&lt;br /&gt;
1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;skala kecil (individu) dan luas (masyarakat)&lt;br /&gt;
2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;kecepatannya, yaitu cepat (dalam hitungan jam dan hari) dan lambat (puluhan tahun/ abad) dampak itu terjadi.&lt;br /&gt;
Pengaruh media bisa ditelusuri dari fungsi komunikasi massa, Harold Laswell pada artikel klasiknya tahun 1948 mengemukakan model sederhana yang sering dikutip untuk model komunikasi hingga sekarang, yaitu :&lt;br /&gt;
1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Siapa (who)&lt;br /&gt;
2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pesannya apa (says what)&lt;br /&gt;
3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Saluran yang digunakan (in what channel)&lt;br /&gt;
4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kepada siapa (to whom)&lt;br /&gt;
5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Apa dampaknya (with what effect)&lt;br /&gt;
Model ini adalah garis besar dari elemen-elemen dasar komunikasi. Dari model tersebut, Laswell mengidentifikasi tiga dari keempat fungsi media.&lt;br /&gt;
Fungsi-fungsi media massa pada budaya&lt;br /&gt;
1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Fungsi pengawasan (surveillance), penyediaan informasi tentang lingkungan.&lt;br /&gt;
2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Fungsi penghubungan (correlation), dimana terjadi penyajian pilihan solusi untuk suatu masalah.&lt;br /&gt;
3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Fungsi pentransferan budaya (transmission), adanya sosialisasi dan pendidikan.&lt;br /&gt;
4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Fungsi hiburan (entertainment) yang diperkenalkan oleh Charles Wright yang mengembangkan model Laswell dengan memperkenalkan model dua belas kategori dan daftar fungsi. Pada model ini Charles Wright menambahkan fungsi hiburan. Wright juga membedakan antara fungsi positif (fungsi) dan fungsi negatif (disfungsi).&lt;br /&gt;
Pengaruh media massa pada pribadi&lt;br /&gt;
Secara perlahan-lahan namun efektif, media membentuk pandangan pemirsanya terhadap bagaimana seseorang melihat pribadinya dan bagaimana seseorang seharusnya berhubungan dengan dunia sehari-hari&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pertama, media memperlihatkan pada pemirsanya bagaimana standar hidup layak bagi seorang manusia, dari sini pemirsa menilai apakah lingkungan mereka sudah layak, atau apakah ia telah memenuhi standar itu - dan gambaran ini banyak dipengaruhi dari apa yang pemirsa lihat dari media.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kedua, penawaran-penawaran yang dilakukan oleh media bisa jadi memengaruhi apa yang pemirsanya inginkan, sebagai contoh media mengilustrasikan kehidupan keluarga ideal, dan pemirsanya mulai membandingkan dan membicarakan kehidupan keluarga tersebut, dimana kehidupan keluarga ilustrasi itu terlihat begitu sempurna sehingga kesalahan mereka menjadi menu pembicaraan sehari-hari pemirsanya, atau mereka mulai menertawakan prilaku tokoh yang aneh dan hal-hal kecil yang terjadi pada tokoh tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ketiga, media visual dapat memenuhi kebutuhan pemirsanya akan kepribadian yang lebih baik, pintar, cantik/ tampan, dan kuat. Contohnya anak-anak kecil dengan cepat mengidentifikasikan mereka sebagai penyihir seperti Harry Potter, atau putri raja seperti tokoh Disney. Bagi pemirsa dewasa, proses pengidolaaan ini terjadi dengan lebih halus, mungkin remaja ABG akan meniru gaya bicara idola mereka, meniru cara mereka berpakaian. Sementara untuk orang dewasa mereka mengkomunikasikan gambar yang mereka lihat dengan gambaran yang mereka inginkan untuk mereka secara lebih halus. Mungkin saat kita menyisir rambut kita dengan cara tertentu kita melihat diri kita mirip "gaya rambut lupus", atau menggunakan kacamata a'la "Catatan si Boy".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
·&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Keempat, bagi remaja dan kaum muda, mereka tidak hanya berhenti sebagai penonton atau pendengar, mereka juga menjadi "penentu", dimana mereka menentukan arah media populer saat mereka berekspresi dan mengemukakan pendapatnya.&lt;br /&gt;
Penawaran yang dilakukan oleh media bisa jadi mendukung pemirsanya menjadi lebih baik atau mengempiskan kepercayaan dirinya. Media bisa membuat pemirsanya merasa senang akan diri mereka, merasa cukup, atau merasa rendah dari yang lain .&lt;br /&gt;
Hubungan antara Pers dan Jurnalistik&lt;br /&gt;
Pers dan jurnalistik merupakan suatu kesatuan yang bergerak dalam bidang penyiaran informasi, hiburan, keterangan, dan penerangan. Artinya adalah bahwa antara pers dan jurnalistik mempunyai hubungan yang erat. Pers sebagai media komunikasi massa tidak akan berguna apabila sajiannya jauh dari prinsip-prinsip jurnalistik. Sebaliknya karya jurnalistik tidak akan bermanfaat tanpa disampaikan oleh pers sebagai medianya, bahkan boleh dikatakan bahwa pers adalah media khusus untuk digunakan dalam mewujudkan dan menyampaikan karya jurnalistik kepada khalayak (Kustadi Suhandang, 2004:40).&lt;br /&gt;
Khalayak&lt;br /&gt;
Pada kesempatan ini akan dibahas lebih lanjut mengenai konsep dari audiences/khalayak, yang memiliki banyak makna dan manifestasinya. Terdapat beberapa konsep tentang audiences/khalayak, Isu utama yang dapat dipakai dalam menunjukkan tentang teori audience/khalayak dapat dijelaskan dari tujuan dan kerangka analisisnya, apakah ada hubungan antara media komunikasi dengan khalayaknya, baik visualisasinya secara aktual maupun secara maya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Konsep Khalayak&lt;br /&gt;
Kata khalayak/audiences menjadi mengemuka ketika diidentikan dengan “receivers” dalam model proses komunikasi massa (source, channel, message, receiver, effect) yang dikemukakan oleh Wilbur Schramm (1955). Audiences/khalayak merupakan istilah yang dipakai oleh para praktisi media dan para ahli komunikasi untuk mengenali para pengguna media agar dapat mengidentifikasi mereka. Audience/Khalayak bisa dikatakan pengguna media dengan pola pikir, penggunaan, ketersediaan, gaya hidup, dan rutinitas yang sama. Dengan demikian Audience/Khalayak dapat didefinisikan dengan beberapa aspek: aspek lokasi (seperti dalam kasus media lokal); aspek personal (seperti ketika media dicirikan dengan mengacu pada kelompok usia tertentu, jenis kelamin, keyakinan politik atau pendapatan); aspek jenis media yang dipakai (teknologi dan organisasi gabungan); aspek isi pesan (genre, materi pelajaran, gaya); aspek waktu ('primetime' dan ‘primetime’, penonton dan juga lama menonton)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 2. Asal Usul Audience/Khalayak&lt;br /&gt;
Asal usul Audience/Khalayak media pada mulanya adalah penonton teater dan pertunjukan musik, atau ketika para individu bertemu untuk menonton pertunjukan/acara baik yang formal maupun informal. Selain itu sebutan Audience/Khalayak adalah bagi individu yang ada dan datang untuk tujuan yang sama di tempat yang sama, sebab pada jaman Romawi/Yunani, tiap kota memiliki teater/arena yang digunakan untuk menampung Audience/Khalaya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Dari Massa Ke Pasar&lt;br /&gt;
Seiring dengan kemajuan jaman yang membuat berbagai perubahan baru dalam pandangan di masyarakat yang diakibatkan oleh pers, film dan radio. Teori komunikasi pertama tentang Khalayak media timbul dari kesadaran akan pesatnya kemajuan kehidupan sosial masyarakat di era modern. Fenomena ini di kenal dengan sebutan “Massa” dan dibedakan dari struktur sosial, terutama kelompok sosial masyarakatnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Khalayak Massa sangatlah banyak, heterogen dan tersebar luas, dan satu sama lain tidak saling mengenal. Ini merupakan deskripsi dari realitas bahwa mereka terkondisikan atas pandangan dan pemikiran yang sama akan suatu isu dalam berita atau hiburan yang dikemukakan di media.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Khalayak Sebagai Suatu Kelompok&lt;br /&gt;
Ketika setiap orang bebas untuk memilih media mana yang akan dikonsumsi, mereka tidak merasa dikontrol oleh sebuah sistem bernama kekuasaan. Interaksi sosial yang berkembang dengan bantuan media membantu masyarakat untuk semakin banyak berinteraksi. Dalam sejarah awal penelitian media, Audience terdiri dari banyak jaringan hubungan sosial berdasarkan lokalitas dan kepentingan bersama, dan media massa dimasukkan ke dalam jaringan ini dengan cara yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Khalayak Sebagai Pasar&lt;br /&gt;
Pers dan film menjadi bisnis yang menguntungkan dalam dunia penyiaran pada tahun 1920. Pemirsa televisi dan pendengar radio telah menjadi konsumen yang menguntungkan bagi pelaku bisnis media tersebut. Semakin besar media tersebut, semakin banyak khalayaknya, dan semakin besar pula keuntungannya. Hal ini dapat dikategorikan dari sosial demografi, atau konsumen aktual dan potensial. Adapun karakteristik Khalayak sebagai pasar lebih lanjut adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•Anggotanya merupakan agregat dari individu yang bersifat sebagai konsumen&lt;br /&gt;
•Klasifikasinya lebih didasarkan pada kriteria penghasilan ekonomi&lt;br /&gt;
•Anggotanya tidak berhubungan satu sama lain&lt;br /&gt;
•Anggotanya tidak saling berbagi satu sama lain&lt;br /&gt;
•Bersifat sementara&lt;br /&gt;
•Tidak mengenali signifikansi public&lt;br /&gt;
Yohanes M. 4523&lt;br /&gt;
Allan J 4361&lt;br /&gt;
Efreem S 4363&lt;br /&gt;
Ganesha 4357&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daftar Pustaka&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baran.Stanley.2008.Introduction to Mass Comunication: Media Literacy and Culture.New York&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Junaedi.Fajar.2007.Komunikasi Massa: Pengantar Teoritis.Yogyakarta.Santusta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nurudin.2007.Pengantar Komunikasi Massa.Jakarta.PT Raja Grafindo Persada&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
http://id.shvoong.com/social-sciences/1877099-definisi-komunikasi-massa/#ixzz1oaJXMdFX&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
http://www.winkplace.com/2010/10/fungsi-media-massa.html&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
http://romeltea.com/media-massa-makna-karakter-jenis-dan-fungsi/comment-page-1&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2014/10/media-industri-media-dan-khalayak.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-391669110331129997</guid><pubDate>Fri, 17 Oct 2014 03:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-10-17T11:04:45.993+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Desain Grafis</category><title>Alasan Menjadi Desainer dan Prospek Kerja Di Industri Kreatif</title><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtI6__NvorMsiKB845z_jIKDEJ0E6AAb16SjaMnjQW3MIKbW-O0MG5iYy3pbnqMzj12ggLTB_qXAZ0zGx9xLUksGTp4gO92mSX59kqP7YSixAwTrsy04pm-vGfMcLDzz5XQ_0frzTGCRQ/s1600/Picture4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtI6__NvorMsiKB845z_jIKDEJ0E6AAb16SjaMnjQW3MIKbW-O0MG5iYy3pbnqMzj12ggLTB_qXAZ0zGx9xLUksGTp4gO92mSX59kqP7YSixAwTrsy04pm-vGfMcLDzz5XQ_0frzTGCRQ/s1600/Picture4.jpg" height="240" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Kreatif adalah prose mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Fakta &amp;amp; Kendala Berfikir Kreatif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berfikir kreatif dianggap '&lt;b&gt;ANEH'&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stigma berpikir kreatif itu&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;'GAK TERLALU PENTING'&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Minimnya informasi peluang yang ada&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi19Oam38cjRKoE_TYpXDuB7ENjzphEKNegXUGe2xBCak71GaWRuui8SDRNz8lq4ew2UgBZDhUz1nmA2dxwiaZFiV5RPely2OUgRYa-zpBYsSasfHKTJxwnpBmuITvxlYQzQt5Omef1sAE/s1600/Picture1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi19Oam38cjRKoE_TYpXDuB7ENjzphEKNegXUGe2xBCak71GaWRuui8SDRNz8lq4ew2UgBZDhUz1nmA2dxwiaZFiV5RPely2OUgRYa-zpBYsSasfHKTJxwnpBmuITvxlYQzQt5Omef1sAE/s1600/Picture1.jpg" height="239" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLErESRUqwB2nmgaImZem64Lx6S6dqrta01E5uBXGntZFt2ukss4sTV34nGoBHC3Jms29Kqp1MMvplk5nYceoJ1AL5NQEqYzwlI-iBkr1ewA8USNIUgqOv2A-z3e8WCj2-h2TJpbn4Is0/s1600/Picture2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLErESRUqwB2nmgaImZem64Lx6S6dqrta01E5uBXGntZFt2ukss4sTV34nGoBHC3Jms29Kqp1MMvplk5nYceoJ1AL5NQEqYzwlI-iBkr1ewA8USNIUgqOv2A-z3e8WCj2-h2TJpbn4Is0/s1600/Picture2.jpg" height="239" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJJbVX3hSw4rPJl6EerzJ0jP9QGETSg1-zcivuNqLFdujHzHG0f8TVuQ_dM6upeFLJH1DSyaJ_jQedSoeiypzNAfYQitGtg78DOThyphenhyphena02swmP1zxED1gCZdMj1Mq_C757wBkEjNcWcbAg/s1600/Picture3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJJbVX3hSw4rPJl6EerzJ0jP9QGETSg1-zcivuNqLFdujHzHG0f8TVuQ_dM6upeFLJH1DSyaJ_jQedSoeiypzNAfYQitGtg78DOThyphenhyphena02swmP1zxED1gCZdMj1Mq_C757wBkEjNcWcbAg/s1600/Picture3.jpg" height="239" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;Berpikir kreatif itu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;PENTING!!&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Inilah Faktanya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Munculnya lembaga pendidikan yang mengacu pada sector industri kreatif&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keseriusan pemerintah di sektor industri kreatif&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;penyelenggaraan even nasional maupun internasional&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Semakin banyaknya pelaku bisnis di sektor industri kreatif&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Lalu, kalo serius di desain mau jadi apa ?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Dosen &amp;amp; Peneliti&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fotografer&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Desainer Grafis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Art Director&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Creative Director&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Animator&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ilustrator&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Komikus&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;CREATIVEPRENEUR&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Mengapa memilih kerja di bidang kreatif desain ?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Modalnya cuma ide gratisss!!!&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mo dandan apa saja bebas!!&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bisa narsis dan terkenal!&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kemana saja kapan saja, bisa!!&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mo minta gaji berapa aja 'gak ada ukurannya&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Bagaimana bisa di lakukan ?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses belajar yang konsisten dan fokus!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Mang' Kreatif &amp;amp; Desain ada ilmunya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Desain Komunikasi Visual&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2014/10/alasan-menjadi-desainer-dan-prospek.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtI6__NvorMsiKB845z_jIKDEJ0E6AAb16SjaMnjQW3MIKbW-O0MG5iYy3pbnqMzj12ggLTB_qXAZ0zGx9xLUksGTp4gO92mSX59kqP7YSixAwTrsy04pm-vGfMcLDzz5XQ_0frzTGCRQ/s72-c/Picture4.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-1292998529941222346</guid><pubDate>Wed, 15 Oct 2014 09:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-10-16T15:08:17.988+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Desain Grafis</category><title>Pengertian Semiotika</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small; text-align: justify;"&gt;Author : Miko&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Salam Kreatif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; untuk kita semua!. Pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang dan bagaimana apa itu SEMIOTIKA. Dalam penerapan ilmu semiotika bisa kita temukan di berbagai lingkungan sekitar kita misalnya lampu traffic light, rambu lalu lintas, petunjuk jalan, toilet umum, ruangan di kampus, sekolah dan masih banyak lagi. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Kenapa Bisa Begitu??&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; ilmu semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda. nah kita simak baik - baik pelajaran yang penting ini bagi para desainer muda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="text-align: justify;"&gt;Sebagai makhluk yang hidup di dalam masyarakat dan selalu melakukan interaksi dengan masyarakat lainnya tentu membutuhkan suatu alat komunikasi agar bisa saling memahami tentang suatu hal. Apa yang perlu dipahami? Banyak hal salah satunya adalah tanda. Supaya tanda itu bisa dipahami secara benar dan sama mem-butuhkan konsep yang sama supaya tidak terjadi misunderstanding atau salah pengertian. Namun pada kenyataannya tanda itu tidak selamanya bisa dipahami secara benar dan sama di antara masyara -kat. Setiap orang memiliki interpretasi makna tersendiri dan tentu saja dengan berbagai alasan yang melatar -belakangi-nya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ilmu yang membahas tentang tanda disebut semiotik ( the study of signs). Masyarakat selalu bertanya apa yang dimaksud dengan tanda? Banyak tanda dalam kehidupan sehari -hari kita seperti tanda-tanda lalu lintas, tanda-tanda adanya suatu peristiwa atau tanda -tanda lainnya. Semiotik meliputi studi seluruh tanda -tanda tersebut sehingga masyarakat berasumsi bahwa semiotik hanya meliputi tanda-tanda visual (visual sign). Di samping itu sebenarnya masih banyak hal lain yang dapat kita jelaskan seperti tanda yang dapat berupa gambaran, lukisan dan foto sehingga tanda juga termasuk dalam seni dan fotografi. Atau tanda juga bisa mengacu pada kata-kata, bunyi-bunyi dan bahasa tubuh (body language). Untuk memahami semiotik lebih jauh ada baiknya kita membahas beberapa tokoh semiotik dan pemikiran -pemikirannya dalam semiotik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: large;"&gt;Tokoh Semiotik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kita telusuri dalam buku-buku semiotik yang ada,hampir sebagian besar menyebutkan bahwa ilmu semiotik bermula dari ilmu linguistik dengan tokohnya Ferdinand de Saussure (1857 - 1913). de Saussure tidak hanya dikenal sebagai Bapak Linguistik tetapi juga banyak dirujuk sebagai tokoh semiotik dalam bukunya Course in General Linguistics (1916). Selain itu ada tokoh yang penting dalam semiotik adalah Charles Sanders Peirce (1839 - 1914) seorang filsuf Amerika, Charles Williams Morris (1901 - 1979) yang mengembangkan behaviourist semiotics. Kemudian yang mengembang-kan teori-teori semiotik modern adalah Roland Barthes (1915 - 1980), Algirdas Greimas (1917 - 1992), Yuri Lotman (1922 - 1993), Christian Metz (193 - 1993), Umberco Eco (1932),dan Julia Kristeva (1941). Linguis selain de Saussure yang bekerja dengan semiotics framework adalah Louis Hjlemslev (1899 - 1966) dan Roman Jakobson (1896 - 1982). Dalam ilmu antropologi ada Claude Levi Strauss (1980) dan Jacues Lacan (1901 - 1981) dalam psikoanalisis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQee5ExMOqh_cVY5Envtv6XxHkYjKZdtrmjFD7_4RYIwFzYhoTrAuMDOH7fzWXinwakcRWh4OrhSrryK1sgRqzNjvjr2JVpyVihBAjJkZ5lDN9AVtEOCoMBCnZE4BLO7QhYXw7VsOlxAc/s1600/448032.501.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQee5ExMOqh_cVY5Envtv6XxHkYjKZdtrmjFD7_4RYIwFzYhoTrAuMDOH7fzWXinwakcRWh4OrhSrryK1sgRqzNjvjr2JVpyVihBAjJkZ5lDN9AVtEOCoMBCnZE4BLO7QhYXw7VsOlxAc/s1600/448032.501.jpg" height="320" width="218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Ferdinand de Saussure (1857 - 1913)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Strukturalisme adalah sebuah metode yang telah diacu oleh banyak ahli semiotik, hal itu didasarkan pada model linguistik struktural de Saussure. Strukturalis mencoba mendeskripsikan sistem tanda sebagai bahasa-bahasa, Strauss dengan mith, kinship dan totemisme, Lacan dengan unconcious, Barthes dan Greimas dengan grammar of narrative. Mereka bekerja mencari struktur dalam (deep structure) dari bentuk struktur luar (surface structure) sebuah fenomena. Semiotik sosial kontemporer telah bergerak di luar perhatian struktural yaitu menganalisis hubungan - hubungan internal bagian-bagian dengan a self contained system, dan mencoba mengembangkan penggunaan tanda dalam situasi sosial yang spesifik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Melihat kenyataan di atas dapat dikatakan bahwa pembicaraan tentang strukturalisme dalam konteks perkem-bangan kajian budaya harus dilakukan dalam kontek s perkembangannya ke semiotik yang seolah-olah lahir sesu-dahnya. Sebenarnya bibitnya telah lahir bersama dalam kuliah-kuliah Ferdinad de Saussure yang sekaligus melahirkan strukturalisme dan semiotik (oleh de Saussure disebut semiologi yaitu ilmu tentang kehidupan tanda-tanda dalam masyarakat) (Hoed, 2002:1). Jadi tidak dapat disangkal lagi bahwa lahirnya semiotik khususnya di Eropa tidak dapat dilepaskan dari bayangan strukturalisme yang mendahuluinya dalam perkembangan ilmu pengetahuan budaya. Perkembangan dari strukturalis ke semiotik dapat dibagi dua yakni yang sifatnya melanjutkan sehingga ciri -ciri strukturalismenya masih sangat kelihatan (kontinuitas) dan yang sifatnya mulai meninggalkan sifat strukturalisme untuk lebih menonjolkan ke -budayaan sebagai sistem tanda (evolusi).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Makna Kata ‘Tanda’&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bagi de Saussure, bahasa terdiri atas sejumlah tanda yang terdapat dalam suatu jaringan sistem dan dapat disusun dalam sejumlah struktur. Setiap tanda dalam jaringan itu memiliki dua sisi yang tak terpisahkan seperti dua halaman pada selembar kertas. de Saussure memberikan contoh kata arbor dalam bahasa Latin yang maknanya ‘pohon’. Kata ini adalah tanda yang terdiri atas dua segi yakni /arbor/ dan konsep pohon. Signifiant /arbor/ disebutnya sebagai citra akustik yang mempunyai relasi dengan konsep pohon (bukan pohon tertentu) yakni signifie. Tidak ada hubungan langsung dan alamiah antara penanda ( signifier) dan petanda (signified). Hubungan ini disebut hubungan yang arbitrer. Hal yang mengabsahkan hubung -an itu adalah mufakat (konvensi) …’a body of necessary conventions adopted by society to enable members of society to use their language faculty (de Saussure, 1986:10).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Oleh sebab itu bahasa sebagai sebuah sistem dapat dikatakan lahir dari kemufakatan (konvensi) di atas dasar yang tak beralasan ( unreasonable) atau sewenang-wenang. Sebagai contoh, kata bunga yang keluar dari mulut seorang penutur bahasa Indonesia berkorespondensi dengan konsep tentang bunga dalam benak orang tersebut tidak menunjukkan adany a batas-batas (boundaries) yang jelas atau nyata antara penanda dan petanda, melainkan secara gamblang mendemonstrasikan kesewenang-wenangan itu karena bagi seorang penutur bahasa Inggris bunyi bunga itu tidak berarti apa-apa. Petanda selalu akan lepas dar i jang-kauan dan konsekuensinya, makna pun tidak pernah dapat sepenuhnya ditangkap, karena ia berserakan seperti jigsaw puzzles disepanjang rantai penanda lain yang pernah hadir sebelumnya dan akan hadir sesudahnya, baik dalam tataran para -digmatik maupun sintagmatik. Ini dimung-kinkan karena operasi sebuah sistem bahasa menurut de Saussure dilandasi oleh prinsip negative difference, yakni bahwa makna sebuah tanda tidak diperoleh melalui jawaban atas pertanyaan what is it, melainkan melalui penemuan akan what is not (Budiman, 2002:30). Kucing adalah kucing karena ia bukan anjing atau bajing.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan demikian ilmu yang mempe -lajari tentang tanda-tanda adalah semiotik. Semiotics is&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
concerned with everything that can be taken as a sign. Semiotics adalah studi yang tidak hanya merujuk pada tanda (signs) dalam percakapan sehari -hari, tetapi juga segala sesuatu yang merujuk pada bentuk-bentuk lain seperti words, images, sounds, gesture , dan objects. Sementara de Saussure me-nyebut ilmu ini dengan semiologi yakni sebuah studi tentang aturan tanda -tanda sebagai bagian dari kehidupan sosial ( a science which studies the role of signs as a part of social life). Bagi Peirce (1931), semiotics was formal doctrine of signs which was closely related to logic. Tanda menurut Peirce adalah something which stands to somebody for something in some respect or capacity. Kemudian ia juga mengatakan bahwa every thought is a sign. van Zoest (1993) memberikan lima ciri dari tanda.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pertama, tanda harus dapat diamati agar dapat berfungsi sebagai tanda. Sebagai contoh van Zoest menggambarkan bahwa di pantai ada orang-orang duduk dalam kubangan pasir, di sekitar kubangan di buat semacam dinding pengaman (lekuk) dari pasir dan pada dinding itu diletakkan kerang -kerang yang sedemikian rupa sehingga membentuk kata ‘Duisburg’ maka kita mengambil kesimpulan bahwa di sana duduk orang-orang Jerman dari Duisburg. Kita bisa sampai pada kesimpulan itu, karena kita tahu bahwa kata tersebut menandakan sebuah kota di Republik Bond. Kita mengangg ap dan menginterpretasikannya sebagai tanda.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kedua, tanda harus ‘bisa ditangkap’ merupakan syarat mutlak. Kata Duisburg dapat ditangkap, tidak penting apakah tanda itu diwujudkan dengan pasir, kerang atau ditulis di bendera kecil atau kita dengar dari orang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketiga, merujuk pada sesuatu yang lain, sesuatu yang tidak hadir. Dalam hal ini Duisburg merujuk kesatu kota di Jerman. Kata Duisburg merupakan tanda karena ia ‘merujuk pada’, ‘menggantikan’, ‘mewakili‘ dan ‘menyajikan’.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Keempat, tanda memiliki sifat representatif dan sifat ini mempunyai hubungan langsung dengan sifat inter-pretatif, karena pada kata Duisburg di kubangan itu bukannya hanya terlihat adanya pengacauan pada suatu kota di Jerman, tetapi juga penafsiran ‘di sana duduk -duduk orang Jerman’.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kelima, sesuatu hanya dapat merupa -kan tanda atas dasar satu dan lain. Peirce menyebutnya dengan ground (dasar, latar) dari tanda. Kita menganggap Duisburg sebagai sebuah tanda karena kita dapat membaca huruf-huruf itu, mengetahui bahwa sebagai suatu kesatuan huruf-huruf itu membentuk sebuah kata, bahwa kata itu merupakan sebuah nama yakni sebuah nama kota di Jerman. Dengan perkataan lain, tanda Duisburg merupakan bagian dari suatu keseluruhan peraturan, perjanjian dan kebiasaan yang dilembagakan yang disebut kode. Kode yang dimaksud dalam hal ini adalah kode bahasa. Walaupun demikian ada juga tanda yang bukan hanya atas dasar kode. Ada tanda jenis lain yang berdasarkan interpretasi individual dan insidental atau berdasarkan pengalaman pribadi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Semiotik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semiotik atau ada yang menyebut dengan semiotika berasal dari kata Yunani semeion yang berarti “tanda”. Istilah semeion tampaknya diturunkan dari kedokteran hipokratik atau asklepiadik dengan perhatiannya pada simtomatologi dan diagnostik inferensial (Sobur, 2004:95). Tanda pada masa itu masih bermakna sesuatu hal yang menunjuk pada adanya hal lain. Secara terminologis, semiotik adalah cabang ilmu yang berurusan dengan dengan pengkajian tanda dan segala sesuatu yang berhubungan dengan tanda, seperti sistem tanda dan proses yang berlaku bagi tanda (van Zoest, 1993:1). Semiotik merupakan ilmu yang mempelajari sederetan luas obyek - obyek, peristiwa-peristiwa, seluruh kebudayaan sebagai tanda. Ahli sastra Teew (1984:6) mendefinisikan semiotik adalah tanda sebagai tindak komunikasi dan kemudian disempurnakannya menjadi model sastra yang mempertanggungjawabkan semua faktor dan aspek hakiki untuk pemahaman gejala susastra sebagai alat komunikasi yang khas di dalam masyarakat mana pun. Semiotik merupakan cab ang ilmu yang relatif masih baru. Penggunaan tanda dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya dipelajari secara lebih sistematis pada abad kedua puluh.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Para ahli semiotik modern mengatakan bahwa analisis semiotik modern telah di -warnai dengan dua nama yaitu seorang linguis yang berasal dari Swiss bernama Ferdinand de Saussure (1857 - 1913) dan seorang filsuf Amerika yang bernama Charles Sanders Peirce (1839 - 1914). Peirce menyebut model sistem analisisnya dengan semiotik dan istilah tersebut telah menjadi istilah yang dominan digunakan untuk ilmu tentang tanda. Semiologi de Saussure berbeda dengan semiotik Peirce dalam beberapa hal, tetapi keduanya berfokus pada tanda. Seperti telah disebut-kan di depan bahwa de Saussure menerbit -kan bukunya yang berjudul A Course in General Linguistics (1913).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam buku itu de Saussure memba -yangkan suatu ilmu yang mempelajari tanda -tanda dalam masyarakat. Ia juga menjelas -kan konsep-konsep yang dikenal dengan dikotomi linguistik. Salah satu dikotomi itu adalah signifier dan signified (penanda dan petanda). Ia menulis… the linguistics sign unites not a thing and a name,but a concept and a sound image a sign . Kombinasi antara konsep dan citra bunyi adalah tanda ( sign). Jadi de Saussure mem-bagi tanda menjadi dua yaitu komponen, signifier (atau citra bunyi) dan signified (atau konsep) dan dikatakannya bahwa hubungan antara keduanya adalah arbitrer. Semiologi didasarkan pada anggapan bahwa selama perbuatan dan tingkah laku manusia membawa makna atau selama berfung si sebagai tanda, harus ada di belakang sistem pembedaan dan konvensi yang memungkinkan makna itu. Di mana ada tanda, di sana ada sistem (de Saussure, 1988:26). Sekalipun hanyalah merupakan salah satu cabangnya, namun linguistik dapat berperan sebagai model untuk se-miologi. Penyebabnya terletak pada ciri arbiter dan konvensional yang dimiliki tanda bahasa. Tanda -tanda bukan bahasa pun dapat dipandang sebagai fenomena arbiter dan konvensional seperti mode, upacara, kepercayaan dan lain -lainya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam perkembangan terakhir kajian mengenai tanda dalam masyarakat didominasi karya filsuf Amerika. Charles Sanders Peirce (1839 - 1914). Kajian Peirce jauh lebih terperinci daripada tulisan de Saussure yang lebih programatis. Oleh karena itu istilah semiotika lebih l azim dalam dunia Anglo-Sakson, dan istilah semiologi lebih dikenal di Eropa Kontinental. Siapakah Peirce? Charles Sanders Peirce adalah seorang filsuf Amerika yang paling orisinal dan multidimensioanl. Bagi teman -teman sejamannya ia terlalu orisional. Dalam kehidupan bermasyarakat, teman-temannya membiarkannya dalam kesusahan dan meninggal dalam kemiskin-an Perhatian untuk karya-karyanya tidak banyak diberikan oleh teman -temannya. Peirce banyak menulis, tetapi kebanyakan tulisannya bersifat pendahuluan, sketsa dan sebagian besar tidak diterbitkan sampai ajalnya. Baru pada tahun 1931 - 1935 Charles Hartshorne dan Paul Weiss menerbitkan enam jilid pertama karyanya yang berjudul Collected Papers of Charles Sanders Pierce. Pada tahun 1957, terbit jilid 7 dan 8 yang dikerjakan oleh Arthur W Burks. Jilid yang terakhir berisi bibliografi tulisan Pierce. Peirce selain seorang filsuf juga seorang ahli logika dan Peirce memahami bagaimana manusia itu bernalar. Peirce akhirnya sampai pada keyakinan bahwa manusia ber pikir dalam tanda. Maka diciptakannyalah ilmu tanda yang ia sebut semiotik. Semiotika baginya sinonim dengan logika. Secara harafiah ia mengatakan “Kita hanya berpikir dalam tanda”. Di samping itu ia juga melihat tanda sebagai unsur dalam komunikasi. Semakin lama ia semakin yakin bahwa segala sesuatu adalah tanda artinya setidaknya sesuai cara eksistensi dari apa yang mungkin (van Zoest, 1993:10).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam analisis semiotiknya Peirce membagi tanda berdasarkan sifat ground menjadi tiga kelompok yakni qualisigns, sinsigns dan legisigns. Qualisigns adalah tanda-tanda yang merupakan tanda berdasarkan suatu sifat. Contoh, sifat merah merupakan qualisgins karena merupakan tanda pada bidang yang mungkin. Sinsigns adalah tanda yang merupakan tanda atas dasar tampiln ya dalam kenyataan. Semua pernyataan individual yang tidak dilembagakan merupakan sinsigns. Sebuah jeritan bisa berarti kesakitan, keheranan atau kegembiraan. Legisigns adalah tanda-tanda yang merupakan tanda atas dasar suatu peraturan yang berlaku umum, sebuah konvensi, sebuah kode. Tanda lalu lintas adalah sebuah legisigns. Begitu juga dengan mengangguk, mengerutkan alis, berjabat tangan dan sebagainya. Untuk tanda dan denotatumnya Peirce memfokuskan diri pada tiga aspek tanda yaitu ikonik, indeksikal dan simbol. Ikonik adalah sesuatu yang melaksanakan fungsi sebagai penanda yang serupa dengan bentuk obyeknya (terlihat pada gambar atau lukisan). Indeks adalah sesuatu yang melaksanakan fungsi sebagai penanda yang mengisyaratkan petandanya, sedangkan simbol adalah penanda yang melaksanakan fungsi sebagai penanda yang oleh kaidah secara kovensi telah lazim digunakan dalam masyarakat. Tabel berikut menunjukkan hubungan ketiganya. Model tanda yang dikemukakan Peirce adalah trikotomis atau triadik, d an tidak memiliki ciri - ciri struktural sama sekali (Hoed, 2002:21). Prinsip dasarnya adalah bahwa tanda bersifat reprsentatif yaitu tanda adalah sesuatu yang mewakili sesuatu yang lain ( something that represent something else). Proses pemakna-an tanda pada Peirce mengikuti hubungan antara tiga titik yaitu representamen (R) - Object (O) - Interpretant (I). R adalah bagian tanda yang dapat dipersepsi secara fisik atau mental, yang merujuk pada sesuatu yang diwakili olehnya (O). Kemudian I adalah bagian dari proses yang menafsirkan hubungan antara R dan O. Oleh karena itu bagi Pierce, tanda tidak hanya representatif, tetapi juga inter -pretattif. Teori Peirce tentang tanda mem-perlihatkan pemaknaan tanda seagai suatu proses kognitif dan bukan sebuah struktur. Proses seperti itu disebut semiosis. Seperti terlihat pada tabel di atas bahwa Peirce membedakan tanda menjadi tiga yaitu indeks, ikon dan simbol. Bagaimanakah hubungan ikon, indeks dan simbol? Seperti yang dicontohkan Hoed (2002:25), apabila dalam perjalanan pulang dari luar kota seseorang melihat asap mengepul di kejauhan, maka ia melihat R. Apa yang dilihatnya itu membuatnya merujuk pada sumber asap itu yaitu cerobong pabrik (O). Setelah itu ia menafsirkan bahwa ia sudah mendekati sebua h pabrik ban mobil. Tanda seperti itu disebut indeks, yakni hubungan antara R dan O bersifat langsung dan terkadang kausal. Dalam pada itu apabila seseorang melihat potret sebuah mobil, maka ia melihat sebuah R yang membuatnya merujuk pada suatu O yakni mobil yang bersangkutan. Proses selanjut -nya adalah menafsirkan, misalnya sebagai mobil sedan berwarna hijau miliknya (I). Tanda seperti itu disebut ikon yakni hubungan antara R dan O menunjukkan identitas. Akhirnya apabila di tepi pantai se -seorang melihat bendera merah (R), maka dalam kognisinya ia merujuk pada ‘larangan untuk berenang’ (O). Selanjutnya ia menafsirkan bahwa ‘adalah berbahaya untuk berenang disitu’ (I). Tanda seperti itu disebut lambang yakni hubungan antara R dan O bersifat konvensional.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Peirce juga mengemukakan bahwa pemaknaan suatu tanda bertahap -tahap. Ada tahap kepertamaan (firstness) yakni saat tanda dikenali pada tahap awal secara prinsip saja. Firstness adalah keberadaan seperti apa adanya tanpa menunjuk ke sesuatu yang lain , keberadaan dari kemungkinan yang potensial. Kemudian tahap ‘kekeduaan’ ( secondness) saat tanda dimaknai secara individual, dan kemudian ‘keketigaan’ ( thirdness) saat tanda dimaknai secara tetap sebagai kovensi. Konsep tiga tahap ini penting untuk memahami bahwa dalam suatu kebudaya -an kadar pemahaman tanda tidak sama pada semua anggota kebudayaan tersebut. Salah seorang sarjana yang secara konservatif menjabarkan teori De de Saussure ialah Roland Barthes (1915 - 1980). Ia menerapkan model De de Saussure dalam penelitiannya tentang karya - karya sastra dan gejala-gejala kebudayaan, seperti mode pakaian. Bagi Barthes komponen - komponen tanda penanda - petanda terdapat juga pada tanda -tanda bukan bahasa antara lain terdapat pada bentuk mite yakni keseluruhan si stem citra dan kepercayaan yang dibentuk masyarakat untuk memp-ertahankan dan menonjolkan identitasnya (de Saussure,1988). Selanjutnya Barthes (1957 dalam de Saussure) menggunakan teori signifiant - signifie yang dikembangkan menjadi teori tentang metabaha sa dan konotasi. Istilah signifiant menjadi ekspresi (E) dan signifie menjadi isi (C). Namun Barthes mengatakan bahwa antara E dan C harus ada relasi (R) ter-tentu, sehingga membentuk tanda ( sign, Sn). Konsep relasi ini membuat teori tentang tanda lebih mungkin berkembang karena relasi ditetapkan oleh pemakai tanda. Menurut Barthes, ekspresi dapat berkembang dan membentuk tanda baru, sehingga ada lebih dari satu dengan isi yang sama. Pengem-bangan ini disebut sebagai gejala meta -bahasa dan membentuk apa yang disebut kesinoniman (synonymy). Setiap tanda selalu memperoleh pe -maknaan awal yang dikenal dengan dengan istilah denotasi dan oleh Barthes disebut sistem primer. Kemudian pengembangan -nya disebut sistem sekunder. Sistem sekunder ke arah ekspresi dise but metabahasa. Sistem sekunder ke arah isi disebut konotasi yaitu pengembangan isi sebuah ekspresi. Konsep konotasi ini tentunya didasari tidak hanya oleh paham kognisi, melainkan juga oleh paham pragmatik yakni pemakai tanda dan situasi pemahamannya. Dalam kaitan dengan pemakai tanda, kita juga dapat memasukkan perasaan sebagai (aspek emotif) sebagai salah satu faktor yang membentuk konotasi. Model Barthes demikian juga model De de Saussure tidak hanya diterapkan pada analisis bahasa sebagai salah satu aspek kebudayaan, tetapi juga dapat digunakan untuk menganalisis unsur -unsur kebu-dayaan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semiotik yang dikembangkan Barthes juga disebut dengan semiotika konotatif. Terapannya juga pada karya sastra tidak sekadar membatasi diri pada analisis secara semios is, tetapi juga menerapkan pendekatan konotatif pada berbagai gejala kemasyarakatan. Di dalam karya sastra ia mencari arti ’kedua’ yang tersembunyi dari gejala struktur tertentu (van Zoest, 1993:4). Aliran semiotik yang dipelopori oleh Julia Kristeva dise but semiotika eksplanatif. Ciri aliran ini adalah adanya sasaran akhir untuk mengambil alih kedudukan filsafat. Karena begitu terarahnya pada sasaran, semiotik ini terkadang disebut ilmu total baru ( de nieuwe totaalwetwnschap). Dalam semiotik ini pengertian tanda kehilangan tempat sentralnya. Tempat itu diduduki oleh pengertian produksi arti. Penelitian yang menilai tanda terlalu statis, terlalu nonhistoris, dan terlalu reduksionalis, diganti oleh penelitian yang disebut praktek arti ( betekenis praktijk). Para ahli semiotika jenis ini tanpa merasa keliru dalam bidang metodologi, mencampurkan analisis mereka dengan pengertian-pengertian dari dua aliran hermeutika yang sukses zaman itu, yakni psikoanalisis dan marxisme (van Zoest, 1993:5).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tokoh semiotik Rusia J.U.M. Lotman mengungkapkan bahwa … culture is constructed as a hierarchy of semantic systems (Lotman, 1971:61). Pernyataan itu tidaklah berlebihan karena hirarki sistem semiotik atau sistem tanda meliputi unsur :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(1) sosial budaya, baik dalam konteks sosial maupun situasional,&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(2) manusia sebagai subyek yang berkreasi,&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(3) lambang sebagai dunia simbolik yang menyertai proses dan mewujudkan kebudayaan,&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(4) dunia pragmatik atau pemakaian,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(5) wilayah makna. Orientasi kebudayaan manusia sebagai anggota suatu masyarakat bahasa salah satunya tercermin dalam sistem kebahasaan maupun sistem kode yang digunakannya. Adanya kesadaran bersama terhadap sistem kebahasaan, sistem kode dan pemakaiannya, lebih lanjut juga menjadi dasar dalam komunikasi antar -anggota masyarakat bahasa itu sendiri. Dalam kegiatan komunikasinya, misalnya antara penutur dan pendengar, sadar atau tidak, pastilah dilakukan identifikasi. Identifikasi tersebut dalam hal ini tidak terbatas pada tanda kebahasaan, tetapi juga terhadap tanda berupa b unyi prosodi, kinesik, maupun konteks komunikasi itu sendiri. Dengan adanya identifikasi tersebut komunikasi itu pun menjadi sesuatu yang bermakna baik bagi penutur maupun bagi penanggapnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Macam-macam Semiotik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sampai saat ini, sekurang-kurangnya terdapat sembilan macam semiotik yang kita kenal sekarang (Pateda, dalam Sobur, 2004). Jenis -jenis semiotik ini antara lain semiotik analitik, diskriptif, faunal zoosemiotic, kultural, naratif, natural, normatif, sosial, struktural. Semiotik analitik merupakan semiotik yang menganalisis sistem tanda. Peirce mengatakan bahwa semiotik berobjekkan tanda dan menganalisisnya menjadi ide, obyek dan makna. Ide dapat dikatakan sebagai lambang, sedangkan makna adalah beban yang terdapat dalam lambang yang mengacu pada obyek tertentu. Semiotik deskriptif adalah semiotik yang memperhatikan sistem tanda yang dapat kita alami sekarang meskipun ada tanda yang sejak dahulu tetap seperti yang disaksikan sekarang. Semiotik faunal zoosemiotic merupakan semiotik yang khusus memper hatikan sistem tanda yang dihasilkan oleh hewan. Semiotik kultural merupakan semiotik yang khusus menelaah sistem tanda yang ada dalam kebudayaan masyarakat. Semiotik naratif adalah semiotik yang membahas sistem tanda dalam narasi yang berwujud mitos dan c erita lisan (folklore). Semiotik natural atau semiotik yang khusus menelaah sistem tanda yang dihasilkan oleh alam. Semiotik normatif merupakan semiotik yang khusus membahas sistem tanda yang dibuat oleh manusia yang berwujud norma-norma. Semiotik sosial merupakan semiotik yang khusus menelaah sistem tanda yang dihasilkan oleh manusia yang berwujud lambang, baik lambang kata maupun lambang rangkaian kata berupa kalimat. Semiotik struktural adalah semiotik yang khusus menelaah sistem tanda yang dimanifestasikan melalui struktur bahasa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: orange;"&gt;Bahasa Sebagai Sistem Semiotik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bahasa dalam pemakaiannya bersifat bidimensional. Disebut dengan demikian, karena keberadaan makna selain ditentu-kan oleh kehadiran dan hubungan antar -lambang kebahasaan itu sendiri, juga ditentukan oleh pemeran serta konteks sosial dan situasional yang melatarinya. Dihubungkan dengan fungsi yang dimiliki, bahasa memiliki fungsi eksternal juga fungsi internal.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Oleh sebab itu selain dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dan menciptakan komunikasi, juga untuk mengolah informasi dan dialog antar -diri sendiri. Kajian bahasa sebagai suatu kode dalam pemakaian berfokus pada :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(1) karakteristik hubungan antara bentuk, lambang atau kata satu dengan yang lainnya&lt;br /&gt;
(2) hubungan antar -bentuk kebahasaan dengan dunia luar yang di -acunya&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(3) hubungan antara kode dengan pemakainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Studi tentang sistem tanda sehubungan dengan ketiga butir tersebut baik berupa tanda kebahasaanmaupun bentuk tanda lain yang digunakan manusia dalam komunikasi masuk dalam ruang lingkup semiotik (Aminuddin, 1988:37).Sejalan dengan adanya tiga pusat kajian kebahasaan dalam pemakaian, maka bahasa dalam sistem semiotik dibedakan dalam tiga komponen sistem. Tiga komponen tersebut adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(1) sintaktik, yakni komponen yang be rkaitan dengan lambang atau sign serta bentuk hubungan-nya,&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(2) semantik, yakni unsur yang ber -kaitan dengan masalah hubungan antara lambang dengan dunia luar yang diacunya,&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(3) pragmatik, yakni unsur ataupun bidang kajian yang berkaitan dengan hubungan antara pemakai dengan lambang dalam pemakaian.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ditinjau dari sudut pemakaian, telah diketahui bahwa alat komunikasi manusia dapat dibedakan antara media berupa bahasa atau media verbal dengan media non -bahasa atau nonverbal. Sementara media kebahasaan itu, ditinjau dari alat pemunculannya atau chanel dibedakan pula antara media lisan dengan media tulis. Dalam media lisan misalnya, wujud kalimat perintah dan kalimat tanya dengan mudah dapat dibedakan lewat pemakaian bunyi suprasegmental atau pemunculan kinesik, yakni gerak bagian tubuh yang menuansakan makna tertentu. Kaidah penataan kalimat selalu dilatari tendesi semantis tertentu. Dengan kata lain sistem kaidah penataan lambang secara gramatis selalu berkaitan dengan dengan strata makna dalam suatu bahasa. Pada sisi lain makna sebagai label yang mengacu realitas tertentu juga memiliki sistem hubungannya sendiri (Aminuddin, 1988:38).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Unsur pragmatik yakni hubungan antara tanda dengan pemakai ( user atau interpreter), menjadi bagian dari sistem semiotik sehi ngga juga menjadi salah satu cabang kajiannya karena keberadaan tanda tidak dapat dilepaskan dari pemakainya. Bahkan lebih luas lagi keberadaan suatu tanda dapat dipahami hanya dengan mengembalikan tanda itu ke dalam masyarakat pemakainya, ke dalam konteks sosial budaya yang dimiliki. Hal itu sesuai dengan pernyataan bahwa bahasa adalah cermin kepribadian dan budaya bangsa. Sehubungan dengan itu Abram’s (1981: 171) mengungkapkan bahwa the focus of semiotic interest is on the underlying system of language, not on the parole.&lt;/div&gt;
</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2014/10/pengertian-semiotika.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQee5ExMOqh_cVY5Envtv6XxHkYjKZdtrmjFD7_4RYIwFzYhoTrAuMDOH7fzWXinwakcRWh4OrhSrryK1sgRqzNjvjr2JVpyVihBAjJkZ5lDN9AVtEOCoMBCnZE4BLO7QhYXw7VsOlxAc/s72-c/448032.501.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-5740907232958718680</guid><pubDate>Mon, 13 Oct 2014 05:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-10-14T09:28:47.135+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata Bergambar</category><title>Kata Bergambar Edisi Designer</title><description>Salam Kreatif untuk kita semua! Ini adalah suatu motivasi atau ungkapan perasaan yang terlampirkan menjadi sebuah visual bermakna ungkapan emosi manusia bisa di bilang adalah Kata Bergambar atau sebaliknya. Trend masyarakat sekarang sangat familiar dengan gaya hidup socialist dan tidak jarang dalam hitungan menit aktifitas update selalu lengket dalam gengaman di dalam hape. Disini kami telah membuat beberapa gambar yang sudah kami release &lt;i&gt;original by Vectoris&lt;/i&gt; untuk keperluan kalian semua&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silahkan &lt;b&gt;Download GRATIS&lt;/b&gt; semua wallpapernya dan jangan lupa pasang di hape kamu buat update&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-AHJR6Ln0h897EXm81OQlACnv_eHyPzs0H9pHXl3i116h-aeXcriR4OO-mkrCZh9sok1aZxGqtE2TEqPqj74scQMYStv3pMOGPsr-IZeq3-Qg-zbOZVnhAxm7L5nPHpzK_XYSza24c6w/s1600/deadline.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-AHJR6Ln0h897EXm81OQlACnv_eHyPzs0H9pHXl3i116h-aeXcriR4OO-mkrCZh9sok1aZxGqtE2TEqPqj74scQMYStv3pMOGPsr-IZeq3-Qg-zbOZVnhAxm7L5nPHpzK_XYSza24c6w/s1600/deadline.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix8l8t-KuVq2tobd3AGxeBFFfYpIE_enimkfeEHFCybTrLKrqe8v7LGNZRfkxvoke6B_G-QwiC2HP2FNDNVqY0fk_M02zdnb3PlSs95rrrhBiqj7xtfqzQ70seZirM4axQVUF9rEMfKg4/s1600/lover.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix8l8t-KuVq2tobd3AGxeBFFfYpIE_enimkfeEHFCybTrLKrqe8v7LGNZRfkxvoke6B_G-QwiC2HP2FNDNVqY0fk_M02zdnb3PlSs95rrrhBiqj7xtfqzQ70seZirM4axQVUF9rEMfKg4/s1600/lover.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sekian dulu update Kata Bergambar dari kami nantikan update terbaru dari kami selanjutnya Selamat mendownload &lt;b&gt;Salam Vectoris!!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2014/10/kata-bergambar-edisi-designer.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-AHJR6Ln0h897EXm81OQlACnv_eHyPzs0H9pHXl3i116h-aeXcriR4OO-mkrCZh9sok1aZxGqtE2TEqPqj74scQMYStv3pMOGPsr-IZeq3-Qg-zbOZVnhAxm7L5nPHpzK_XYSza24c6w/s72-c/deadline.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-3174391970263398303</guid><pubDate>Mon, 13 Oct 2014 04:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-10-14T09:28:57.795+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Desain Grafis</category><title>Kreatif</title><description>&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Author : Miko W&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Apa Itu Kreatif ?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Menurut pendapat James C. Coleman dan Coustance L. Hammen :&lt;br /&gt;
“thinking which produces new methods, new concepts,&lt;br /&gt;
new understanding, new work of art.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Kreativitas melibatkan respons atau gagasan yang&lt;br /&gt;
baru&lt;br /&gt;
2. Kreativitas ialah dapat memecahkan persoalan secara&lt;br /&gt;
realistis.&lt;br /&gt;
3. Kreativitas merupakan usaha untuk memertahankan&lt;br /&gt;
insight yang orisinal, menilai dan mengembangkannya&lt;br /&gt;
sebaik mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut pendapat Guilford :&lt;br /&gt;
orang kreatif ditandai dengan cara berpikir divergen (mencoba&lt;br /&gt;
menghasilkan sejumlah kemungkinan jawaban). Berpikir divergen&lt;br /&gt;
dapat diukur dengan fluency, flexibility, dan originality.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Proses Berpikir Kreatif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
1. &lt;b&gt;Orientasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Masalah dirumuskan, dan aspek-aspek masalah diidentifikasi&lt;br /&gt;
2. &lt;b&gt;Preparasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pikiran berusaha mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang&lt;br /&gt;
relevan dengan masalah.&lt;br /&gt;
3. &lt;b&gt;Inkubasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pikiran beristirahat sebentar, ketika berbagai pemecahan&lt;br /&gt;
berhadapan dengan jalan buntu. Pada tahap ini, proses pemecahan&lt;br /&gt;
masalah berlangsung terus dalam jiwa bawah sadar kita.&lt;br /&gt;
4. &lt;b&gt;Iluminasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Masa Inkubasi berakhir ketika pemikir memperoleh semacam ilham,&lt;br /&gt;
serangkaian insight yang memecahkan masalah. Ini menimbulkan&lt;br /&gt;
5.&lt;b&gt; Verifikasi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tahap terakhir untuk menguji dan secara kritis menilai pemecahan&lt;br /&gt;
masalah yang diajukan pada tahap sebelumnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Tanda Orang Kreatif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
1. &lt;b&gt;Kemampuan Kognitif :&lt;/b&gt; Termasuk di sini kecerdasan di atas rata-rata, kemampuan&lt;br /&gt;
melahirkan gagasan-gagasan baru, gagasan-gagasan yang berlainan, dan&lt;br /&gt;
fleksibilitas kognitif&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpl8ZcQmWtPI_6gtlaP-Oj6D7fRgabZwhAxqeLh8ieOKmHmLpFdN3QXYC5gNR2NSzqSCe1htmSgKwvYyKuN1BiAkGr-Z-mraUMLpKPPnhyphenhyphenqVKdiPMaSPSok_EMV5KvtKHMbEF1rCpSeQQ/s1600/poster+kreatif.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpl8ZcQmWtPI_6gtlaP-Oj6D7fRgabZwhAxqeLh8ieOKmHmLpFdN3QXYC5gNR2NSzqSCe1htmSgKwvYyKuN1BiAkGr-Z-mraUMLpKPPnhyphenhyphenqVKdiPMaSPSok_EMV5KvtKHMbEF1rCpSeQQ/s1600/poster+kreatif.jpg" height="200" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
2. &lt;b&gt;Sikap yang terbuka :&lt;/b&gt; orang kreatif mempersiapkan dirinya menerima stimuli internal&lt;br /&gt;
maupun eksternal.&lt;br /&gt;
3. &lt;b&gt;Sikap yang bebas, otonom, dan percaya pada diri sendiri :&lt;/b&gt; orang kreatif ingin menampilkan dirinya semampu dan semaunya, ia tidak terikat oleh konvensikovensi. Hal ini menyebabkan orang kreatif sering dianggap “nyentrik” atau gila. kovensi. Hal ini menyebabkan orang kreatif sering dianggap “nyentrik” atau gila.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Faktor Pemecahan Masalah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
1.&lt;b&gt; Motivasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Motivasi yang rendah lebih mengalihkan perhatian.&lt;br /&gt;
Motivasi yang tinggi membatasi fleksibilitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. &lt;b&gt;Kepercayaan dan sikap yang salah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Asumsi yang salah dapat menyesatkan kita.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgk1IjY_IY9GCY45qnWwyyCYIy1JC-ZlqWVbXTtShubQoNwmKVndxTIRulTB8EICEkIkvlrQeB_ySZdbmM36SgECBqY618LCu_IYGv6rvyvhoXWlke__JCsbbwANY2kQv4p5rI4sedZA64/s1600/deadline.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgk1IjY_IY9GCY45qnWwyyCYIy1JC-ZlqWVbXTtShubQoNwmKVndxTIRulTB8EICEkIkvlrQeB_ySZdbmM36SgECBqY618LCu_IYGv6rvyvhoXWlke__JCsbbwANY2kQv4p5rI4sedZA64/s1600/deadline.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. &lt;b&gt;Kebiasaan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kecenderungan untuk memertahankan pola berpikir tertentu, atau misalnya melihat masalah dari satu sisi berpikir tertentu, atau misalnya melihat masalah dari satu sisi saja, atau kepercayaan yang &amp;nbsp;berlebihan dan tanpa kritis pada pendapat otoritas, menghambat pemecahan masalah yang efisien.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. &lt;b&gt;Emosi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dalam menghadapi berbagai situasi, kita tanpa sadar sering terlibat secara emosional. Emosi mewarnai cara berpikir kita. Kita tidak pernah berpikir betul-betul secara objektif.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2014/10/kreatif.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpl8ZcQmWtPI_6gtlaP-Oj6D7fRgabZwhAxqeLh8ieOKmHmLpFdN3QXYC5gNR2NSzqSCe1htmSgKwvYyKuN1BiAkGr-Z-mraUMLpKPPnhyphenhyphenqVKdiPMaSPSok_EMV5KvtKHMbEF1rCpSeQQ/s72-c/poster+kreatif.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-2980300573014095312</guid><pubDate>Wed, 08 Oct 2014 07:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-10-14T11:53:22.100+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata Bergambar</category><title>Kata Bergambar Edisi Sebal Kekasih</title><description>&lt;b&gt;Salam Kreatif&lt;/b&gt; untuk kita semua! Ini adalah suatu motivasi atau ungkapan perasaan yang terlampirkan menjadi sebuah visual bermakna ungkapan emosi manusia bisa di bilang adalah Kata Bergambar atau sebaliknya. Trend masyarakat sekarang sangat familiar dengan gaya hidup socialist dan tidak jarang dalam hitungan menit aktifitas update selalu lengket dalam gengaman di dalam hape. Disini kami telah membuat beberapa gambar yang sudah kami release original by Vectoris untuk keperluan kalian semua&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silahkan &lt;b&gt;Download GRATIS&lt;/b&gt; semua wallpapernya dan jangan lupa pasang di hape kamu buat update&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqzDUGt5zhc-fRhM3aBSLz9al-yWFQYVuahamx7O_mSV5tcXSNO5jSF47NK4xcMQuXHlmc3xttxFMXJMYglB4eykBPH19fPj2mtb1CW0ZFpYFwcnFsXcf3X2KXNDXrq8PyKQJCIGPyVpE/s1600/nersulo.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqzDUGt5zhc-fRhM3aBSLz9al-yWFQYVuahamx7O_mSV5tcXSNO5jSF47NK4xcMQuXHlmc3xttxFMXJMYglB4eykBPH19fPj2mtb1CW0ZFpYFwcnFsXcf3X2KXNDXrq8PyKQJCIGPyVpE/s1600/nersulo.jpg" height="200" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5IHbuPuYILp7l3YCCeSJarEZIuslQIMbdo4Tvx_i2cPhwBNGdvsNkDr4Yf_lGCKOvUseKMxO0oGrP2rYr_JhyphenhyphenzIgLznI_siMarTfvKsLjjMnSOYK0upYf9jsVm6oaxxLFN-6aWW6ZOyI/s1600/matek.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5IHbuPuYILp7l3YCCeSJarEZIuslQIMbdo4Tvx_i2cPhwBNGdvsNkDr4Yf_lGCKOvUseKMxO0oGrP2rYr_JhyphenhyphenzIgLznI_siMarTfvKsLjjMnSOYK0upYf9jsVm6oaxxLFN-6aWW6ZOyI/s1600/matek.jpg" height="200" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhenb5923pDE_J08FH5a4axpySVWqg_VZ10n_YY7p9Zs-UTxtBhuO5q_RscuXxrGUrQulcD3-3VLBV9LZUkB2hjpwlGXTBlNbwnFQE_iXThgH5nFqRAVVl3T8SfQ8o0dvse8t6Hlzwp66s/s1600/tulisanmu.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhenb5923pDE_J08FH5a4axpySVWqg_VZ10n_YY7p9Zs-UTxtBhuO5q_RscuXxrGUrQulcD3-3VLBV9LZUkB2hjpwlGXTBlNbwnFQE_iXThgH5nFqRAVVl3T8SfQ8o0dvse8t6Hlzwp66s/s1600/tulisanmu.jpg" height="200" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhblPJTltu6doDWi7dbjAPtsewjxtx7xURcm7LWrOLnj34RzN1_m0xFquh0SW8K5w-g452SZjnkdpue7HcdNoXy-LE3n2pWk3fbgs9rrJrKn3hX4pzxGGmOedMox0dHkKsUSs8jdcLQWbc/s1600/peduli.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhblPJTltu6doDWi7dbjAPtsewjxtx7xURcm7LWrOLnj34RzN1_m0xFquh0SW8K5w-g452SZjnkdpue7HcdNoXy-LE3n2pWk3fbgs9rrJrKn3hX4pzxGGmOedMox0dHkKsUSs8jdcLQWbc/s1600/peduli.jpg" height="200" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlcmIWfweaAYBe-C8s7ppbVqxqBigjhZw8h_oimRi51q2cjaWHyC_bbd2JLaKHldIlw21TA4D-uyRrxAjkLZmuE2kmJybaUi4bbTb-nLFqFPcYK43dJSGWl2Wm7JMEc1x9s-r7V3GGDJ4/s1600/luluh.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlcmIWfweaAYBe-C8s7ppbVqxqBigjhZw8h_oimRi51q2cjaWHyC_bbd2JLaKHldIlw21TA4D-uyRrxAjkLZmuE2kmJybaUi4bbTb-nLFqFPcYK43dJSGWl2Wm7JMEc1x9s-r7V3GGDJ4/s1600/luluh.jpg" height="200" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQ0pxlJQOSRV6TzvT6XWt6jwaxfS83qFQe4a4lWSlzcpLDhhYXzaM-bE_sHRAjExbds2BBO-FQGijBu8OWFBRfmdHMMXE6z34hyphenhyphenn3atPvy5HukVGqV5ELXUpwgvTbtKQqOVE_HmBXaZBM/s1600/percoyo.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQ0pxlJQOSRV6TzvT6XWt6jwaxfS83qFQe4a4lWSlzcpLDhhYXzaM-bE_sHRAjExbds2BBO-FQGijBu8OWFBRfmdHMMXE6z34hyphenhyphenn3atPvy5HukVGqV5ELXUpwgvTbtKQqOVE_HmBXaZBM/s1600/percoyo.jpg" height="200" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLErIoNBp_4GKROq1Xp_MAQf5j40PBZxE7SM5dRG6XAjx05M05YqxLOGY4aCYDXH1m86JRyLwHayKfPmWyGcEs5ynryAuJ0JdqIna63t8-kykDFp1pfaz62GCl20U3Iz61vJ1fieRlwxI/s1600/awakku.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLErIoNBp_4GKROq1Xp_MAQf5j40PBZxE7SM5dRG6XAjx05M05YqxLOGY4aCYDXH1m86JRyLwHayKfPmWyGcEs5ynryAuJ0JdqIna63t8-kykDFp1pfaz62GCl20U3Iz61vJ1fieRlwxI/s1600/awakku.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
Sekian dulu update Kata Bergambar dari kami nantikan update terbaru dari kami selanjutnya Selamat mendownload Salam Vectoris!!!&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2014/10/kata-bergambar-edisi-sebal-kekasih.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqzDUGt5zhc-fRhM3aBSLz9al-yWFQYVuahamx7O_mSV5tcXSNO5jSF47NK4xcMQuXHlmc3xttxFMXJMYglB4eykBPH19fPj2mtb1CW0ZFpYFwcnFsXcf3X2KXNDXrq8PyKQJCIGPyVpE/s72-c/nersulo.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-7863153548806497902</guid><pubDate>Wed, 08 Oct 2014 04:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-10-14T11:53:22.107+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kata Bergambar</category><title>Kata Bergambar Edisi Cinta Kekasih</title><description>Salam Kreatif untuk kita semua!
Ini adalah suatu motivasi atau ungkapan perasaan yang terlampirkan menjadi sebuah visual bermakna ungkapan emosi manusia bisa di bilang adalah Kata Bergambar atau sebaliknya. Trend masyarakat sekarang sangat familiar dengan gaya hidup &lt;i&gt;socialist&lt;/i&gt; dan tidak jarang dalam hitungan menit aktifitas update selalu lengket dalam gengaman di dalam hape. Disini kami telah membuat beberapa gambar yang sudah kami release original by Vectoris untuk keperluan kalian semua &lt;br /&gt;
Silahkan &lt;b&gt;Download GRATIS&lt;/b&gt; semua wallpapernya dan jangan lupa pasang di hape kamu buat update&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsv46PdHESTFUTeg4YvkcJopoOkt1Y-YVliMuI611m2F499UNQXO2iOKrA6xz8aRuuUDu6ZLxFzOg8_-J-l9hkydEJToHnQK-QBv4rIAI7T57tlQMgyvliq48_1dXUR9CqzV_sbL2Dcjs/s1600/sebel.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsv46PdHESTFUTeg4YvkcJopoOkt1Y-YVliMuI611m2F499UNQXO2iOKrA6xz8aRuuUDu6ZLxFzOg8_-J-l9hkydEJToHnQK-QBv4rIAI7T57tlQMgyvliq48_1dXUR9CqzV_sbL2Dcjs/s1600/sebel.jpg" height="200" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFBwCgCzskAD6V5NOw6BROzSBcpg6t-Ezt8Vxi3Xhh0mr-XIN-E7WoAGag8Ff7iuEYxcGJresdX_u7Fk6QwKpNJogjQOBtuxqKXNY64bbMe4_SM9JduM3iVUOi2ZmPYXcgH_e55s9C9eI/s1600/ikatan.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFBwCgCzskAD6V5NOw6BROzSBcpg6t-Ezt8Vxi3Xhh0mr-XIN-E7WoAGag8Ff7iuEYxcGJresdX_u7Fk6QwKpNJogjQOBtuxqKXNY64bbMe4_SM9JduM3iVUOi2ZmPYXcgH_e55s9C9eI/s1600/ikatan.jpg" height="200" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgw571Ugf1GfcfGPJ-zcNCy35hCOv64IyJI8Xx8MsXtEdGIuN_FSbo8kncqCDQ16I_pTgEY6k_mQfq4ua0CHL-IdpEPjuGHOC9xXnWMmJlRXLqB-pfI9Fw98qjfxlR5TSYyUGg-3Atzt5Q/s1600/terang.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgw571Ugf1GfcfGPJ-zcNCy35hCOv64IyJI8Xx8MsXtEdGIuN_FSbo8kncqCDQ16I_pTgEY6k_mQfq4ua0CHL-IdpEPjuGHOC9xXnWMmJlRXLqB-pfI9Fw98qjfxlR5TSYyUGg-3Atzt5Q/s320/terang.jpg" height="200" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDccjU3vo8jBn65y1wNqfAujU4Myq9vezRUXjFke3gST2VDjPdRlunFKhyWmwEUVD3MMezXl8WRVb2ZKKc92yV03ALVbuV3l_5PWbxTK8z7h0YsteoUtKoZySMtG48SM5IwUE7yRLed4g/s1600/seriusin.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDccjU3vo8jBn65y1wNqfAujU4Myq9vezRUXjFke3gST2VDjPdRlunFKhyWmwEUVD3MMezXl8WRVb2ZKKc92yV03ALVbuV3l_5PWbxTK8z7h0YsteoUtKoZySMtG48SM5IwUE7yRLed4g/s320/seriusin.jpg" height="200" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivfwnM7qxelQJ4LsqwOdI-MO8kkMdYYsDH63StWUch-fO33n148CmrCKeMP5u2DVeluOxeElml6FzWquH-zyPKWyGRN0Ju-N1U0lR1ORJhCP7AEeX6G8DWS21RqzQWoM6wgPXd1wnrbKs/s1600/bosen.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivfwnM7qxelQJ4LsqwOdI-MO8kkMdYYsDH63StWUch-fO33n148CmrCKeMP5u2DVeluOxeElml6FzWquH-zyPKWyGRN0Ju-N1U0lR1ORJhCP7AEeX6G8DWS21RqzQWoM6wgPXd1wnrbKs/s1600/bosen.jpg" height="200" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirWdTO3oFmWDYKSOjabnH1FlL1F8fZ6dfEwoN1cItb9dyck2L8PzL6GCsKFaEMeNNvu6zELPzWQYEap-DFHLypnkSMjyL4yWGUS8eZI2PuxBFHT1HDopRLS5518JW3ARF-gFygXLR1oeU/s1600/sempurna.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirWdTO3oFmWDYKSOjabnH1FlL1F8fZ6dfEwoN1cItb9dyck2L8PzL6GCsKFaEMeNNvu6zELPzWQYEap-DFHLypnkSMjyL4yWGUS8eZI2PuxBFHT1HDopRLS5518JW3ARF-gFygXLR1oeU/s1600/sempurna.jpg" height="200" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Sekian dulu update Kata Bergambar dari kami nantikan update terbaru dari kami selanjutnya
Selamat mendownload Salam Vectoris!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2014/10/kata-bergambar-edisi-cinta-kekasih.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsv46PdHESTFUTeg4YvkcJopoOkt1Y-YVliMuI611m2F499UNQXO2iOKrA6xz8aRuuUDu6ZLxFzOg8_-J-l9hkydEJToHnQK-QBv4rIAI7T57tlQMgyvliq48_1dXUR9CqzV_sbL2Dcjs/s72-c/sebel.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-2979903339175065543</guid><pubDate>Fri, 03 Oct 2014 16:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-10-17T11:09:01.446+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Materi Desain Grafis</category><title>Become a Graphic Designer</title><description>&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 10pt; text-align: left;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;b&gt;author by : miko&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQh2eAHjbOjvbsYCo-_F6eGoNf50J5G_yxpR0mVU4dzg1oTPejQwe4Deb0XVp5FExkXkRgTXMAa_49JnILj6GnPV3vyqedzPDl4im2_BRzEBjv_u8LOVOJfKyOlyQ3fl9G2HV3rgQ7FT4/s1600/sekolah+desainer.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQh2eAHjbOjvbsYCo-_F6eGoNf50J5G_yxpR0mVU4dzg1oTPejQwe4Deb0XVp5FExkXkRgTXMAa_49JnILj6GnPV3vyqedzPDl4im2_BRzEBjv_u8LOVOJfKyOlyQ3fl9G2HV3rgQ7FT4/s1600/sekolah+desainer.jpg" height="370" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span 18.3999996185303px="" line-height:=""&gt;Desain grafis adalah seni dalam berkomunikasi menggunakan tulisan, ruang, dan gambar. Bidang ini merupakan bagian dari komunikasi visual. Desain grafis umumnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain. Untuk menjadi seorang desainer grafis kita harus tahu dasar-dasar Ilmu desain grafis dalam mengolah seni visual, tipografi, tata letak, dan desain interaksi. &amp;nbsp;Nilai lebih dari seorang desainer adalah memiliki kebebasan dalam berkarya dan menuangkan ide - ide briliannya ke dalam sebuah karya desain. untuk menjadi sebuah desainer yang terkenal kita tidak perlu takut untuk melanggar karna akan membatasi ide kreative, untuk menjadikan karya yang unik kita perlu agak sedikit nakal dalam melanggar sebuah aturan agar karya yang kita buat menjadi unik dan berbeda dengan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: large; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;b&gt;Bagaimana memulainya ?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;Ibarat sedang liburan kita perlu persiapan seperti tujuan liburan, peta, konsumsi, membawa barang dan peralatan selama berlibur, bisa di katakan untuk memulai mendesain kita perlu beberapa tool yang wajib di miliki dan ilmu - ilmu dasar seni rupa bisa kita kategorikan seperti di bawah ini :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: orange; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;b&gt;Spirit&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;Hal yang paling utama dalam mengawali menjadi seorang desainer grafis adalah niat dan motivasi tinggi untuk menekuni bidang tersebut. Tanpa adanya niat dan motivasi tinggi mungkin hasil yang akan kita capai hanya setengah - setengah. Tidak harus berbakat atau memang sudah terlahir memiliki jiwa seniman namun semua orang bisa menjadi seorang desainer handal dengan adanya niat dan motivasi. So.. yakinlah pada kemampuan diri dan semangat kalian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: orange; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;b&gt;Unsur Seni Rupa&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #eeeeee;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;Dalam memahami atau mempelajari ilmu design pasti nya di perlukan juga dengan teori yang berupa unsur-unsur atau dasar dalam seni rupa atau bisa kita kaitkan saja dengan desain grafis.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;Karya seni sesuatu yang berupa dua dimensi atau tiga dimensi akan menjadi lebih baik jika memenuhi unsur-unsur seperti Titik, Garis, Bidang, Ruang, Warna, Tekstur, Bentuk, Gelap dan Terang. Bisa di katakan ini adalah pelajaran mata kuliah Nirmana yang mana kita menciptakan sebuah bentuk tetapi tidak berbentuk dan merupakan dasar sebuah ilmu dari seni rupa. Dalam segi estetika dalam sebuah karya juga perlu di perhatikan agar karya yang kita buat memiliki nilai seni yang tinggi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: orange; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;b&gt;Story of Graphic Design&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;Pertumbuhan desain grafis tidak luput dari sejarah - sejarah peradaban manusia. Seiring perkembangan jaman dan masuknya era modernisme mempengaruhi perkembangan gaya desain grafis di setiap jamannya. Misalkan Gaya Futurism muncul di Italia pada tahun 1909, dimotori oleh Tomasso Marineti. Gerakan &amp;nbsp;Art Deco sebuah gaya desain yang populer pada tahun 1920 kemudian pada tahun 1950an di temukan gaya Swiss Style. Gaya Contemporary, gaya ini adalah kumpulan gaya desain dari berbagai macam aliran-aliran desain yang berkembang pada sekitar tahun 1965 hingga sekarang. Bisa di simpulkan bahwa tren gaya desain saat ini juga di pengaruhi oleh aliran gaya desain pada masa lalu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: orange; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;b&gt;Peralatan Tempur&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;Untuk bisa berjualan kita harus punya produk, sama halnya seperti mendesain kita perlu beberapa alat yang mendukung seperti halnya Komputer atau laptop, alat menggambar seperti kertas, pensil, penghapus, penggaris, sedangkan untuk aplikasinya cukup dengan software seperti Adobe Photoshop, CorelDraw, dll.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;Tutorial&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;Agar memudahkan dalam belajar aplikasi desain grafis yang perlu kita butuhkan adalah buku tutorial. kita bisa mendapatkannya dalam 2 cara yaitu membeli di tempat Book Store jika ingin membeli atau bisa juga download artikel dan video tutorial di media internet yang sekarang ini banyak sekali menyediakan tutorial gratis seperti www.ilmugrafis.com yang banyak sekali tutorial gratis didalamnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;&lt;span style="color: orange; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Perjalanan Seorang Desainer&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;Hal yang membuat desainer melakukan perjalanannya membuat karya yang sempurna adalah menggali sebuah gagasan atau bisa disebut ide. Untuk mencari sebuah ide terkadang desainer melakukan hal yang tidak biasa orang normal lakukan demi mencari suasana nyaman atau sebuah inpirasi, berikut kebiasaaan yang pernah dilakukan desainer untuk mencari ide&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;Melihat Pemandangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;Toilet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;Internet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #eeeeee; line-height: 18.3999996185303px;"&gt;Duduk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 18.3999996185303px; text-align: justify;"&gt;Merokok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 18.3999996185303px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="color: #eeeeee; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; line-height: 18.3999996185303px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2014/10/become-graphic-designer.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQh2eAHjbOjvbsYCo-_F6eGoNf50J5G_yxpR0mVU4dzg1oTPejQwe4Deb0XVp5FExkXkRgTXMAa_49JnILj6GnPV3vyqedzPDl4im2_BRzEBjv_u8LOVOJfKyOlyQ3fl9G2HV3rgQ7FT4/s72-c/sekolah+desainer.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-8609996673030418248</guid><pubDate>Tue, 30 Sep 2014 03:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-10-15T08:56:12.969+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gallery Artwork</category><title>Gallery 2 Mentary Class</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
Ini adalah karya desain kami yang sudah terjual dan di pesan banyak masyarakat dunia internet&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKqSQeTI3gc7gS0nPnskiA3XGwLKc17ghyphenhyphenE0S7tL5tmI_AFaE_JwbCkvxDdT-SfTYiZ6S8E3MixX_RM_lte1rPgEBv22Gs8FoNEDDLw14dr23pwdHKyyFP19Sy4hE2Ts5FqrZ4ZB3PgAg/s1600/11.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="vectorisdesain.blogspot.com" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKqSQeTI3gc7gS0nPnskiA3XGwLKc17ghyphenhyphenE0S7tL5tmI_AFaE_JwbCkvxDdT-SfTYiZ6S8E3MixX_RM_lte1rPgEBv22Gs8FoNEDDLw14dr23pwdHKyyFP19Sy4hE2Ts5FqrZ4ZB3PgAg/s1600/11.jpg" height="320" title="" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Rp 40.000&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0X2g67Vzb7hQjcGqRLl8OyJj5Ql2jkIPdY0m9xz0_Bkz3ABFdxRLE4ShPlmoFgTavm0VLw9V16lSSMxQm6VfzYYvYMwq2JcOgGtie4JqxlW0SYOuE_UmbaVd1m-Wr6bKXnTqySo-MTOE/s1600/12.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="vectorisdesain.blogspot.com" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0X2g67Vzb7hQjcGqRLl8OyJj5Ql2jkIPdY0m9xz0_Bkz3ABFdxRLE4ShPlmoFgTavm0VLw9V16lSSMxQm6VfzYYvYMwq2JcOgGtie4JqxlW0SYOuE_UmbaVd1m-Wr6bKXnTqySo-MTOE/s1600/12.jpg" height="320" title="" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Rp 25.000&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2Xhg134C6MH5AF-uPINy3tYbEIQkaFJrPojArwHzh4yD8M8-ykZ-NBVxi8y2rtGYI7Hd384MgzjBBRYHe7eqmSQldrEsyQmYLwv0cBknoqi9uobm9_WVRq0WZm4AAXaoGcDG_PElMle0/s1600/13.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="vectorisdesain.blogspot.com" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2Xhg134C6MH5AF-uPINy3tYbEIQkaFJrPojArwHzh4yD8M8-ykZ-NBVxi8y2rtGYI7Hd384MgzjBBRYHe7eqmSQldrEsyQmYLwv0cBknoqi9uobm9_WVRq0WZm4AAXaoGcDG_PElMle0/s1600/13.jpg" height="320" title="" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Rp 30.000&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDR5vYGUnU6E9CXazurFHf_KzuLW1IhGSsBbC8-qh06AkGPpNEQxtWWfk4sSw9YcAva9sciGyeF4F0A87PMhA0cmj5nFMLHm3vtYZXJ9IpsueBALXJ3gjP0iAoNpSu-_cOCTG7Vv4CQ1s/s1600/14.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="vectorisdesain.blogspot.com" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDR5vYGUnU6E9CXazurFHf_KzuLW1IhGSsBbC8-qh06AkGPpNEQxtWWfk4sSw9YcAva9sciGyeF4F0A87PMhA0cmj5nFMLHm3vtYZXJ9IpsueBALXJ3gjP0iAoNpSu-_cOCTG7Vv4CQ1s/s1600/14.jpg" height="320" title="" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Rp 20.000&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRfVLZcy1n8G6lbzodDpxRP4EFPHTVNSHqUQez4YxEnk7_HDGg4SoziPgHNXCB-9D-4YhaJVksRo5xKID71jCCBsrVOYOc_wfROiGvKDUwzhfAgujF6nlxmLp_N0ROn74vRpyGOm-5bbE/s1600/15.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRfVLZcy1n8G6lbzodDpxRP4EFPHTVNSHqUQez4YxEnk7_HDGg4SoziPgHNXCB-9D-4YhaJVksRo5xKID71jCCBsrVOYOc_wfROiGvKDUwzhfAgujF6nlxmLp_N0ROn74vRpyGOm-5bbE/s1600/15.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAZBqLa0C-FLI3zo8gWTFjUHzWcHA-UiHFbu_xE9_sD98KsfHNCU3IUA-K021pSTDMBVRkLt_fk5p3MCfxQ2t3Qnp8wtJ9ZHJ9T2lmJBXg5aIwge_LjKGHwoAE2L1JJcAlAbngqFzY_bc/s1600/16.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAZBqLa0C-FLI3zo8gWTFjUHzWcHA-UiHFbu_xE9_sD98KsfHNCU3IUA-K021pSTDMBVRkLt_fk5p3MCfxQ2t3Qnp8wtJ9ZHJ9T2lmJBXg5aIwge_LjKGHwoAE2L1JJcAlAbngqFzY_bc/s1600/16.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh39tzZcZOtcxBhdwhIXvubyhsuMsxCE676uGdHZHqcy4WeBlf2jQW9PjauKi8-fZOcfQw5-3VGP5nsqqQTk_8U1mfExQE4R5M8UduKnm6jBX11bPAkrk_g2_1jtcx3vz6A7WwbHSpK_5Q/s1600/17.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh39tzZcZOtcxBhdwhIXvubyhsuMsxCE676uGdHZHqcy4WeBlf2jQW9PjauKi8-fZOcfQw5-3VGP5nsqqQTk_8U1mfExQE4R5M8UduKnm6jBX11bPAkrk_g2_1jtcx3vz6A7WwbHSpK_5Q/s1600/17.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLK_uUMURp0kDKL49SXC6nfbMzR0A8U6ZITZtIL0YX2giBRovzapcfgBLJb2gZtoHPR61cyDfccaJ82wSU8OBjbeqk4Vej9tlqeXx_MyoaJPM59roUtfEjmJF-H7m56G-H-irty2bU4mA/s1600/18.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLK_uUMURp0kDKL49SXC6nfbMzR0A8U6ZITZtIL0YX2giBRovzapcfgBLJb2gZtoHPR61cyDfccaJ82wSU8OBjbeqk4Vej9tlqeXx_MyoaJPM59roUtfEjmJF-H7m56G-H-irty2bU4mA/s1600/18.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxxOXt9oVPn15JZKaOvgAUM-kUv6NQnWcPmGdOtOyxR3nGWqPmFSrkVV8ffeoggVB8MtgPFsmJcn94BudrTuA0vO-9Ih1IZ_odefpRA8LJ8ytkb_AKBRElvO8OqNu-Q1ocNsucnTxSdys/s1600/19.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxxOXt9oVPn15JZKaOvgAUM-kUv6NQnWcPmGdOtOyxR3nGWqPmFSrkVV8ffeoggVB8MtgPFsmJcn94BudrTuA0vO-9Ih1IZ_odefpRA8LJ8ytkb_AKBRElvO8OqNu-Q1ocNsucnTxSdys/s1600/19.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijEKy1Kfade4ArktekSHJgLSIFmiWqLta4PexztcD6u0ZBtcbTs0sh6fdCJnwq6e0nZ72zSRIADAgJtnSZI7SU3COgwXuslB_DP5kFU7cHmx5IqpA1LiLrTKQb9VznhZ7FYUwQ11Ne7Ss/s1600/20.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijEKy1Kfade4ArktekSHJgLSIFmiWqLta4PexztcD6u0ZBtcbTs0sh6fdCJnwq6e0nZ72zSRIADAgJtnSZI7SU3COgwXuslB_DP5kFU7cHmx5IqpA1LiLrTKQb9VznhZ7FYUwQ11Ne7Ss/s1600/20.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2014/09/gallery-2-mentary-class.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKqSQeTI3gc7gS0nPnskiA3XGwLKc17ghyphenhyphenE0S7tL5tmI_AFaE_JwbCkvxDdT-SfTYiZ6S8E3MixX_RM_lte1rPgEBv22Gs8FoNEDDLw14dr23pwdHKyyFP19Sy4hE2Ts5FqrZ4ZB3PgAg/s72-c/11.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1021081964449322791.post-5171552141617576597</guid><pubDate>Mon, 29 Sep 2014 04:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-10-15T08:55:13.140+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gallery Artwork</category><title>Gallery 1 Mentary Class</title><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsfPM9SvZZ6aN6k0kWzTFw0S1bV_KRPr0_qompEEJNZxw7KXKMY8VkE_nBrul8K8oa5KFt60UUVHa5qbevEYy0R2j5qXuMYGI9qzGCaUM4iDYQirtoFF8IvF0b73tZxSDRzOxT7Swj-NA/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsfPM9SvZZ6aN6k0kWzTFw0S1bV_KRPr0_qompEEJNZxw7KXKMY8VkE_nBrul8K8oa5KFt60UUVHa5qbevEYy0R2j5qXuMYGI9qzGCaUM4iDYQirtoFF8IvF0b73tZxSDRzOxT7Swj-NA/s1600/1.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Add caption&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXU-2rJ6lvK_5TwLxVqMGoNZbhh3YiWvuZDMuYIC3QLzwJh-NM70S2z3pIQJCzODTVVW9aXfYeCno3n11pzBEHByJ11BUGx0qo_vWDB_Q5D3epexfoSkAWRbqnHZB9HYejPIqTvxTNO5E/s1600/2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXU-2rJ6lvK_5TwLxVqMGoNZbhh3YiWvuZDMuYIC3QLzwJh-NM70S2z3pIQJCzODTVVW9aXfYeCno3n11pzBEHByJ11BUGx0qo_vWDB_Q5D3epexfoSkAWRbqnHZB9HYejPIqTvxTNO5E/s1600/2.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Add caption&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3qplvQ-_xOJ0XxiQcxKQx_ySp_AjLdk0qGlt1bbTLTRSkorfCwyqSQNhhilICNhzY29ET_3r0a5-3SZK9u3FPZE-VxLBw6IMuUHmysghyphenhyphenxj8RPO8aDeNZ_ziaqnYI74Uv1TuHu-Mm5IU/s1600/3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3qplvQ-_xOJ0XxiQcxKQx_ySp_AjLdk0qGlt1bbTLTRSkorfCwyqSQNhhilICNhzY29ET_3r0a5-3SZK9u3FPZE-VxLBw6IMuUHmysghyphenhyphenxj8RPO8aDeNZ_ziaqnYI74Uv1TuHu-Mm5IU/s1600/3.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0qj241eBWLvXfuBA_AsTxRO2M1bGmAyYRJyYmVf5CMRRd8B5JT2zD_kKM1DAaD6oOlXjYtcP3sv0avkDiWahV_Swch-q52YxkfJiP65D1XP4GLoaP31zeNlLY4Pt29wdkL98iNYURkfU/s1600/4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0qj241eBWLvXfuBA_AsTxRO2M1bGmAyYRJyYmVf5CMRRd8B5JT2zD_kKM1DAaD6oOlXjYtcP3sv0avkDiWahV_Swch-q52YxkfJiP65D1XP4GLoaP31zeNlLY4Pt29wdkL98iNYURkfU/s1600/4.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijf6rkOLp0ud4aAlJiejyfnlxZW_LMfBB4bTbHYG53YCU8VSXxTIJQm31MhQ1jtgo_pgsYHZbmiMFaAa_6f0BBxks3CSJiXqTe6PjIagVDePVLTKEJ-FfIcI4sgVMSbBaEyw8YYZCxhiM/s1600/5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijf6rkOLp0ud4aAlJiejyfnlxZW_LMfBB4bTbHYG53YCU8VSXxTIJQm31MhQ1jtgo_pgsYHZbmiMFaAa_6f0BBxks3CSJiXqTe6PjIagVDePVLTKEJ-FfIcI4sgVMSbBaEyw8YYZCxhiM/s1600/5.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPhuYbMEnzhTbRIcYHpGgcKrdcYad2Vhlyu0JNy5Kvo5dXi4K8stc9oXaXz4NGaHbcDMDH50G7OMkA936jABqGCWCxIpRAq4dOq3bmwXPtswFEtluem-KFP5xzesuUuCPXEtYPoYK0dnc/s1600/6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPhuYbMEnzhTbRIcYHpGgcKrdcYad2Vhlyu0JNy5Kvo5dXi4K8stc9oXaXz4NGaHbcDMDH50G7OMkA936jABqGCWCxIpRAq4dOq3bmwXPtswFEtluem-KFP5xzesuUuCPXEtYPoYK0dnc/s1600/6.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgimIek-wk_vOkw9eRwTTUx_f6ESxYwZ6Hlgn34mwYBeAkk1Swcp-nf2aadZUpClJRuyllIpopzJGJtBWFiNv83B6GOrr2CysoqoLdnwT1radX_QqK4Uy3t9fmlK6S2l2EBwT3Fow6k25A/s1600/7.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgimIek-wk_vOkw9eRwTTUx_f6ESxYwZ6Hlgn34mwYBeAkk1Swcp-nf2aadZUpClJRuyllIpopzJGJtBWFiNv83B6GOrr2CysoqoLdnwT1radX_QqK4Uy3t9fmlK6S2l2EBwT3Fow6k25A/s1600/7.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGPRpMXeCg3ElNj0zP8FhhArinUCYpKSTM2_pZXXFEvioEjpuriw_6ii9FzIsmd8U3b0QqPqKU-Y_nafd0Jk4KiaSNVbWqtHB3x2thjujTmK86RwzxK2cQdaLKyyzlyG35EiHbV6VVs3k/s1600/8.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGPRpMXeCg3ElNj0zP8FhhArinUCYpKSTM2_pZXXFEvioEjpuriw_6ii9FzIsmd8U3b0QqPqKU-Y_nafd0Jk4KiaSNVbWqtHB3x2thjujTmK86RwzxK2cQdaLKyyzlyG35EiHbV6VVs3k/s1600/8.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZ64M7xPn5SPTG4qrvT4Gq31vcw8NeLl_6lbgycbgLOUtif_Xu-_4aA3uVgGdk_QDUS_WcqB-0uBHSSCyjliY00OF8O4_m0XHyT7jHL5vDQutYOlrGxEVu28ew-b_P8d-J4v-47VQnzQ0/s1600/9.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZ64M7xPn5SPTG4qrvT4Gq31vcw8NeLl_6lbgycbgLOUtif_Xu-_4aA3uVgGdk_QDUS_WcqB-0uBHSSCyjliY00OF8O4_m0XHyT7jHL5vDQutYOlrGxEVu28ew-b_P8d-J4v-47VQnzQ0/s1600/9.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6S-nbwp-3dsXUW0WFf3QP9ElUevy0oIIW7UTAZPLRrMShdRCy8RUWoXJL0r0QSgYL9C5CoLHDYnqlS-edZrfcfm6W1U8tJbF1ITJGL5OBkVCDSW9cbPATF_s2wMPA8StE-INtyOWFAIA/s1600/10.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6S-nbwp-3dsXUW0WFf3QP9ElUevy0oIIW7UTAZPLRrMShdRCy8RUWoXJL0r0QSgYL9C5CoLHDYnqlS-edZrfcfm6W1U8tJbF1ITJGL5OBkVCDSW9cbPATF_s2wMPA8StE-INtyOWFAIA/s1600/10.jpg" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://jogjavectorisdesain.blogspot.com/2014/09/gallery-klien.html</link><author>noreply@blogger.com (Berbagi bersama)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsfPM9SvZZ6aN6k0kWzTFw0S1bV_KRPr0_qompEEJNZxw7KXKMY8VkE_nBrul8K8oa5KFt60UUVHa5qbevEYy0R2j5qXuMYGI9qzGCaUM4iDYQirtoFF8IvF0b73tZxSDRzOxT7Swj-NA/s72-c/1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>