<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TeknoJurnal</title>
	<atom:link href="https://teknojurnal.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://teknojurnal.com/</link>
	<description>Media Perkembangan Teknologi dan Pengembangan Aplikasi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Mar 2020 02:49:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2016/09/cropped-Logo-TeknoJurnal-site-icon-1-60x60.png</url>
	<title>TeknoJurnal</title>
	<link>https://teknojurnal.com/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">11455288</site>	<item>
		<title>Cisco Peringkatkan Kerentanan Kritis Dalam Cisco Data Center Network Manager</title>
		<link>https://teknojurnal.com/cisco-peringkatkan-kerentanan-kritis-dalam-cisco-data-center-network-manager/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sukindar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jan 2020 15:15:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[CISCO]]></category>
		<category><![CDATA[Cisco Data Center Network Manager]]></category>
		<category><![CDATA[Kerentanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://teknojurnal.com/?p=56658</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cisco mengungkapkan tiga kerentanan dalam layanannya. Ini dia penanganannya!</p>
<p>The post <a href="https://teknojurnal.com/cisco-peringkatkan-kerentanan-kritis-dalam-cisco-data-center-network-manager/" data-wpel-link="internal">Cisco Peringkatkan Kerentanan Kritis Dalam Cisco Data Center Network Manager</a> appeared first on <a href="https://teknojurnal.com" data-wpel-link="internal">TeknoJurnal</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-55594 size-full" src="https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/07/Programming-Bug-Issue-Header.jpg" alt="Kerentanan Cisco Header" width="800" height="350" data-wp-pid="55594" srcset="https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/07/Programming-Bug-Issue-Header.jpg 800w, https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/07/Programming-Bug-Issue-Header-300x131.jpg 300w, https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/07/Programming-Bug-Issue-Header-768x336.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><span style="font-size: 8pt;">[Ilustrasi Oleh Pixabay]</span></p>
<p>Perusahaan teknologi telekomunikasi, Cisco, baru saja memperingatkan bahwa ada kerentanan mekanisme otentikasi di dalam Cisco Data Center Network Manager (DCNM). Kerentanan ini bersifat kritis sehingga siapapun yang terdampak harus segera mengunduh pembaruan dari Cisco.</p>
<p>Mengutip keterangan ProgrammableWeb, perusahaan global tersebut mengungkapkan bahwa kerentanan keamanan tersebut dapat memberikan keleluasaan bagi penyerang dari jarak jauh untuk melewati otentikasi.</p>
<p>Hal tersebut tentu saja cukup mengkhawatirkan, karena mereka bisa saja memanfaatkan hak administratif untuk melakukan tindakan yang tak bertanggung jawab kepada pengguna yang terpengaruh.</p>
<p>Secara umum, kerentanan ini bisa dimanfaatkan oleh para penyerang melalui produk-produk Cisco DCNM, yang mana masih menggunakan piranti lunak yang diluncurkan sebelum versi 11.3(1).</p>
<p>Adapun di dalamnya termasuk berbagai macam produk Cisco DCNM yang digunakan pada ekosistem terkenal, seperti di Microsoft Windows, Linux, maupun platform perlengkapan virtual. Produk-produk yang sudah dipastikan terkena dampak dari kerentanan ini pun sudah dibuatkan <a href="https://tools.cisco.com/security/center/content/CiscoSecurityAdvisory/cisco-sa-20200102-dcnm-auth-bypass" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow external" data-wpel-link="external">daftarnya oleh Cisco</a>.</p>
<p>Secara lebih lanjut, Cisco mengungkapkan bahwa terdapat tiga kerentanan yang bisa dimanfaatkan oleh penyerang ke dalam Cisco DCNM. Ketiganya tidak berkaitan dan bisa dimanfaatkan salah satunya tanpa kerentanan yang lainnya.</p>
<p>Namun dari ketiga kerentanan tersebut, terdapat dua antarmuka pemrograman aplikasi yang berkaitan. Kedua antarmuka pemrograman aplikasi tersebut adalah DCNM REST API dan DCNM SOAP API.</p>
<p>Titik akhir pada DCNM REST API dan DCNM SOAP API sama-sama rentan, karena kunci enkripsi statisnya dibagikan di antara instalasi. Sehingga, para penyerang bisa dengan mudah menggunakannya untuk membuat token sesi yang valid.</p>
<p>Sementara kerentanan lainnya terdapat pada antarmuka manajemen berbasis web milik Cisco DCNM. Kerentanan ini memungkinkan penyerang jarak jauh yang tidak terotentikasi untuk melewati proses otentikasi pada perangkat yang terpengaruh.</p>
<p>Tidak ada solusi yang tersedia untuk menangani beberapa kerentanan tersebut. Meskipun demikian, perusahaan Cisco telah merilis pembaruan perangkat lunak yang ditujukan untuk mengatasinya.</p>
<p>Pembaruan perangkat lunak ini bisa digunakan secara gratis untuk semua produk yang masuk ke dalam daftar produk Cisco yang kami sampaikan sebelumnya. Termasuk dalam hal ini, langkah-langkah untuk mendapatkan dan memasangnya juga terdapat di halaman tersebut.</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 8pt;">[Sumber: <a href="https://www.programmableweb.com/news/cisco-announces-critical-api-authentication-vulnerabilities/brief/2020/01/06" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow external" data-wpel-link="external">ProgrammableWeb</a>]</span></p>
<p>The post <a href="https://teknojurnal.com/cisco-peringkatkan-kerentanan-kritis-dalam-cisco-data-center-network-manager/" data-wpel-link="internal">Cisco Peringkatkan Kerentanan Kritis Dalam Cisco Data Center Network Manager</a> appeared first on <a href="https://teknojurnal.com" data-wpel-link="internal">TeknoJurnal</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">56658</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Optimal idM Meluncurkan OptimalCloud Partner Platform</title>
		<link>https://teknojurnal.com/optimal-idm-meluncurkan-optimalcloud-partner-platform/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sukindar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jan 2020 16:15:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Optimal idM]]></category>
		<category><![CDATA[OptimalCloud Partner Platform]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://teknojurnal.com/?p=56652</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ini ulasan mengenai keuntungan OptimalCloud Partner Platform, platform baru milik Optimal idM!</p>
<p>The post <a href="https://teknojurnal.com/optimal-idm-meluncurkan-optimalcloud-partner-platform/" data-wpel-link="internal">Optimal idM Meluncurkan OptimalCloud Partner Platform</a> appeared first on <a href="https://teknojurnal.com" data-wpel-link="internal">TeknoJurnal</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;"><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-54944 size-full" src="https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/03/Open-Data-Initiative-Header.jpg" alt="OptimalCloud Partner Platform Header" width="800" height="350" data-wp-pid="54944" srcset="https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/03/Open-Data-Initiative-Header.jpg 800w, https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/03/Open-Data-Initiative-Header-300x131.jpg 300w, https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/03/Open-Data-Initiative-Header-768x336.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><span style="font-size: 8pt;">[Ilustrasi Oleh Pixabay]</span></p>
<p>Optimal idM mengumumkan peluncuran platform baru mereka yang diberi nama dengan OptimalCloud Partner Platform. Platform baru ini menawarkan set lengkap antarmuka pemrograman aplikasi yang dirancang khusus bagi mitra maupun integrator sistem.</p>
<p>OptimalCloud Partner Platform berisi berbagai macam fitur dan keuntungan yang ditawarkan oleh OptimalCloud, serta mencakup dukungan untuk multi-penyewa dan kemampuan agar bisa dilabeli ulang.</p>
<p>Dengan menggunakan platform baru dari Optimal idM ini, para mitra dapat membuat penyewa baru untuk pelanggan mereka. Ini dapat mereka lakukan melalui portal web, yang mana akan memungkinkan mereka untuk menyambungkan pelanggan baru secara mandiri.</p>
<p>Secara lebih detail, OptimalCloud Partner Platform terdiri dari tiga buah antarmuka pemrograman aplikasi. Ketiga antarmuka pemrograman tersebut adalah <em>Administration and Management API</em>, <em>Authorization API</em>, dan <em>Session Management API</em>.</p>
<p><em>Administration and Management API</em> merupakan antarmuka pemrograman aplikasi yang dirancang secara khusus sebagai media agar multi-penyewa dapat mengakses administrasi sistem.</p>
<p>Dengan antarmuka pemrograman aplikasi ini, mitra atau integrator sistem dapat melabeli antarmuka pengguna (UI) mereka. Mereka juga bisa mengelola proses orientasi secara mandiri dengan memberi izin pengguna untuk menambah pihak dan membuat perubahan tanpa melalui sistem tiket.</p>
<p><em>Authorization API</em> merupakan antarmuka pemrograman aplikasi yang akan mengizinkan  pengguna untuk menanamkan panggilan otorisasi dalam aplikasi mereka dan mendelegasikan keputusan otorisasi ke mesin aturan dalam OptimalCloud.</p>
<p>Dengan antarmuka pemrograman aplikasi ini, mitra dapat membuat dan mengelola aturan melalui OptimalCloud Partner Platform UI, sehingga logika bisnis dapat dikembalikan ke tangan pemilik bisnis.</p>
<p>Sementara <em>Session Management API</em> merupakan antarmuka pemrograman aplikasi yang akan memungkinkan pengguna untuk mematikan sesi pengguna dari sistem lain, mengurangi <em>login</em> berulang dan meningkatkan metrik pelaporan.</p>
<p>Mengutip keterangan ProgrammableWeb, Jeff Bohren selaku <em>Chief Software Engineer</em> di Optimal IdM menyebutkan bahwa mitra dapat memanfaatkan platform  ini untuk memenuhi identitas dan mengakses kebutuhan manajemen pelanggan mereka.</p>
<p>Optimal idM sendiri merupakan perusahaan penyedia <em>System-as-a-Service</em> (SaaS) terkemuka, yang menawarkan solusi untuk manajemen identitas dan akses, atau dalam Bahasa Inggris disebut<em> Identity and Access Management</em> (IAM).</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 8pt;">[Sumber: <a href="https://www.programmableweb.com/news/optimal-idms-new-partner-platform-includes-multi-tenant-support/announcement/2020/01/05" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow external" data-wpel-link="external">ProgrammableWeb</a>]</span></p>
<p>The post <a href="https://teknojurnal.com/optimal-idm-meluncurkan-optimalcloud-partner-platform/" data-wpel-link="internal">Optimal idM Meluncurkan OptimalCloud Partner Platform</a> appeared first on <a href="https://teknojurnal.com" data-wpel-link="internal">TeknoJurnal</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">56652</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Google Siapkan Coral Accelerator Module dan Coral Dev Board Mini untuk Tahun 2020</title>
		<link>https://teknojurnal.com/google-siapkan-coral-accelerator-module-dan-coral-dev-board-mini-untuk-tahun-2020/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sukindar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jan 2020 15:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Coral Accelerator Module]]></category>
		<category><![CDATA[Coral Dev Board Mini]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://teknojurnal.com/?p=56639</guid>

					<description><![CDATA[<p>Google kenalkan dua koleksi baru dari Coral.  Dua koleksi baru ini bakal menambah kemampuan pengembangan sistem kecerdasan buatan lokal. </p>
<p>The post <a href="https://teknojurnal.com/google-siapkan-coral-accelerator-module-dan-coral-dev-board-mini-untuk-tahun-2020/" data-wpel-link="internal">Google Siapkan Coral Accelerator Module dan Coral Dev Board Mini untuk Tahun 2020</a> appeared first on <a href="https://teknojurnal.com" data-wpel-link="internal">TeknoJurnal</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;"><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-42555 size-full" src="https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2018/01/Kerentanan-Beberapa-Prosesor-Banner.jpg" alt="Coral Accelerator Module dan Dev Board Mini Header" width="800" height="350" data-wp-pid="42555" srcset="https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2018/01/Kerentanan-Beberapa-Prosesor-Banner.jpg 800w, https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2018/01/Kerentanan-Beberapa-Prosesor-Banner-300x131.jpg 300w, https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2018/01/Kerentanan-Beberapa-Prosesor-Banner-768x336.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><span style="font-size: 8pt;">[Ilustrasi Oleh Pxabay]</span></p>
<p style="text-align: left;">Google memperkenalkan dua koleksi baru dari keluarga Coral. Koleksi yang rencananya akan beredar Tahun 2020 ini mengusung nama Coral Accelerator Module dan Coral Dev Board Mini.</p>
<p style="text-align: left;">Coral merupakan koleksi perangkat keras dan aksesori buatan Google yang dimaksudkan untuk mendukung pengembangan sistem kecerdasan buatan lokal, yang mana prosesnya terjadi di perangkat.</p>
<p style="text-align: left;">Hadirnya pengisi Coral Accelerator Module bakal jadi koleksi baru Coral Dev, yang mana dapat digunakan untuk mempercepat pemrosesan sistem kecerdasan buatan di perangkat yang notabene memiliki kemampuan terbatas.</p>
<p style="text-align: left;">Coral Accelerator Module menggabungkan beberapa <em>chip Tensor Processing Unit</em> (TPU) khusus buatan Google bernama Edge TPU, yang bisa menjalankan beberapa model visi komputer pada 30 frame per detik atau satu model (seperti MobileNet V2) pada 100fps atau lebih tinggi.</p>
<p style="text-align: left;">Dalam Coral Accelerator Module, <em>chip</em> tersebut dikemas sedemikian rupa sehingga mendukung antarmuka USB atau PCIe, serta bisa diaplikasikan untuk rancangan PCB (<em>Printed Circuit Board</em>) khusus.</p>
<p style="text-align: left;">Bekerja sama dengan Murata, Google menyebutkan bahwa mereka berharap modul tersebut sudah siap untuk dikapalkan pada kuartal pertama (Q1) atau kuartal kedua (Q2) tahun 2020 ini.</p>
<p style="text-align: left;">Sementara Coral Dev Board Mini merupakan papan pengembangan yang menjadi alternatif dari Coral Dev Board namun memiliki ukuran yang lebih kecil, lebih hemat daya, dan lebih murah.</p>
<p style="text-align: left;">Papan pengembangan ini menggabungkan Coral Accelerator Module dengan <em>System on Chip</em> (SoC) MediaTek 8167s, sehingga dapat digunakan memproses <em>encoding</em> dan <em>decoding</em> video 720p dan penggunaan visi komputer.</p>
<p style="text-align: left;">Papan pengembangan ini rencananya akan dikapalkan mulai pada pertengahan pertama tahun 2020 ini, menyusul Coral Accelerator Module yang bakal dikapalkan lebih cepat.</p>
<p style="text-align: left;">Selain memperkenalkan kedua koleksi barunya ini, Google juga mengungkapkan bahwa mereka segera memperkenalkan versi baru dari Coral <em>System on Module</em> (SoM), yang rencananya bakal membawa RAM 2 GB dan 4 GB, sebagai tambahan untuk konfigurasi aslinya yang hanya 1 GB.</p>
<p style="text-align: left;">Yang terakhir, Google mengungkapkan bahwa ASUS bakal meluncurkan komputer dengan papan tunggal bernama Thinker Edge T. Keistimewaannya, perangkat tersebut bakal menggabungkan Coral SoM dengan menampilkan berbagai antarmuka I/O, beberapa konektor kamera, LED yang dapat diprogram, dan GPIO kode warna.</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 8pt;">[Sumber: <a href="https://venturebeat.com/2020/01/02/google-releases-new-coral-edge-ai-hardware-ahead-of-ces-2020" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow external" data-wpel-link="external">Venturebeat</a>]</span></p>
<p>The post <a href="https://teknojurnal.com/google-siapkan-coral-accelerator-module-dan-coral-dev-board-mini-untuk-tahun-2020/" data-wpel-link="internal">Google Siapkan Coral Accelerator Module dan Coral Dev Board Mini untuk Tahun 2020</a> appeared first on <a href="https://teknojurnal.com" data-wpel-link="internal">TeknoJurnal</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">56639</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Google Kembangkan Model Kecerdasan Buatan Untuk Deteksi Kanker Payudara</title>
		<link>https://teknojurnal.com/google-kembangkan-model-kecerdasan-buatan-untuk-deteksi-kanker-payudara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sukindar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jan 2020 21:15:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://teknojurnal.com/?p=56632</guid>

					<description><![CDATA[<p>Raksasa Google baru saja mengembangkan sistem pemindaian kanker payudara berbasis kecerdasan buatan. Bagaimana hasilnya, berikut ini ulasannya!</p>
<p>The post <a href="https://teknojurnal.com/google-kembangkan-model-kecerdasan-buatan-untuk-deteksi-kanker-payudara/" data-wpel-link="internal">Google Kembangkan Model Kecerdasan Buatan Untuk Deteksi Kanker Payudara</a> appeared first on <a href="https://teknojurnal.com" data-wpel-link="internal">TeknoJurnal</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-55359 size-full" src="https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/06/Google-Sanofi-Header.jpg" alt="Kecerdasan Buatan Google Untuk Kanker Payudara Header" width="800" height="350" data-wp-pid="55359" srcset="https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/06/Google-Sanofi-Header.jpg 800w, https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/06/Google-Sanofi-Header-300x131.jpg 300w, https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/06/Google-Sanofi-Header-768x336.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><span style="font-size: 8pt;">[Ilustrasi Oleh Pixabay]</p>
<p>Tim kecerdasan buatan Google belum lama ini telah mengembangkan sebuah sistem baru yang bisa digunakan untuk membantu ahli radiologi mendeteksi kanker payudara melalui pemindaian sinar x.</p>
<p>Sistem kecerdasan buatan untuk kesehatan ini dikembangkan dengan berkolaborasi bersama DeepMind, Cancer Research UK Imperial Centre, Universitas Northwestern, dan Rumah Sakit Royal Surrey County.</p>
<p>Model kecerdasan buatan ini dilatih dengan memanfaatkan data <em>mammogram</em> (pemindaian kanker payudara dengan sinar x berenergi rendah) tanpa nama, baik di Amerika Serikat maupun Britania Raya.</p>
<p>Dalam catatannya, tim telah melatih model tersebut menggunakan lebih dari 76.000 <em>mammogram</em> tanpa nama wanita di Britania Raya dan 15.000 <em>mammogram</em> wanita di Amerika Serikat.</p>
<p>Untuk memastikan kemampuan dari sistem tersebut, tim selanjutnya juga melakukan pengujian terhadap model dengan menggunakan set data tak teridentifikasi. Setidaknya terdapat 25.000 data dari Britania Raya dan 3.000 data dari Amerika Serikat yang digunakan dalam hal ini.</p>
<p>Sebagai hasilnya, kemampuan sistem kecerdasan buatan model baru ini bisa mengurangi <em>false negative</em> atau palsu negatif hingga 5,7 persen untuk data dari Amerika Serikat dan 1,2 persen untuk data dari Britania Raya.</p>
<p>Kemampuan sistem kecerdasan buatan baru ini juga bisa mengurangi jumlah <em>false positive</em> atau palsu positif hingga sebesar 9,4 persen untuk data dari Amerika Serikat dan 2,7 persen untuk data dari Britania Raya.</p>
<p>Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam laporan TheNextWeb, Google mencatat dalam <a href="https://blog.google/technology/health/improving-breast-cancer-screening/" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow external" data-wpel-link="external">halaman pengumumannya</a> bahwa sistem kecerdasan buatan tersebut bahkan bisa mengalahkan dokter dalam mendeteksi kanker payudara meski hanya memiliki akses ke jumlah data yang lebih sedikit.</p>
<p>Google berharap akurasi sistem kecerdasan buatan tersebut dapat meningkatkan di tahun-tahun mendatang, sehingga kemampuannya benar-benar bisa diaplikasikan di rumah sakit untuk mendeteksi kanker di kehidupan nyata.</p>
<p>Model kecerdasan buatan ini menggenapi portofolio Google di bidang kecerdasan buatan untuk kesehatan. Tahun 2019 lalu, perusahaan ini juga sudah meluncurkan algoritma pembelajaran mendalam pendeteksi kanker payudara berbasis analisis kelenjar getah bening.</p>
<p>Tahun sebelumnya lagi, Google juga sudah meluncurkan model yang bisa mengklasifikasikan penyakit jantung potensial dengan memindai mata. Yang kemudian diikuti dengan peluncuran model yang bisa secara akurat mendeteksi kanker paru-paru.</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 8pt;">[Sumber: <a href="https://thenextweb.com/artificial-intelligence/2020/01/02/googles-new-ai-detects-breast-cancer-just-by-scanning-x-ray/" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow external" data-wpel-link="external">TheNextWeb</a>]</p>
<p>The post <a href="https://teknojurnal.com/google-kembangkan-model-kecerdasan-buatan-untuk-deteksi-kanker-payudara/" data-wpel-link="internal">Google Kembangkan Model Kecerdasan Buatan Untuk Deteksi Kanker Payudara</a> appeared first on <a href="https://teknojurnal.com" data-wpel-link="internal">TeknoJurnal</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">56632</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Google Dorong Fitur Bubbles Notifications Ke Versi Stabil</title>
		<link>https://teknojurnal.com/google-dorong-fitur-bubbles-notifications-ke-versi-stabil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sukindar]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Dec 2019 15:45:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[Fitur Android]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://teknojurnal.com/?p=56624</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meski dikenalkan bersamaan dengan Android 10 Beta, sampai kini Bubbles Notifications masih dalam tahap pengembangan. Namun tampaknya, Google sedang mendorongnya ke versi stabil.</p>
<p>The post <a href="https://teknojurnal.com/google-dorong-fitur-bubbles-notifications-ke-versi-stabil/" data-wpel-link="internal">Google Dorong Fitur Bubbles Notifications Ke Versi Stabil</a> appeared first on <a href="https://teknojurnal.com" data-wpel-link="internal">TeknoJurnal</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-53630 size-full" src="https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2018/09/Android-Studio-Develoment-Header.jpg" alt="Bubbles Notifications Header" width="800" height="350" data-wp-pid="53630" srcset="https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2018/09/Android-Studio-Develoment-Header.jpg 800w, https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2018/09/Android-Studio-Develoment-Header-300x131.jpg 300w, https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2018/09/Android-Studio-Develoment-Header-768x336.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><span style="font-size: 8pt;">[Ilustrasi Oleh Pxabay]</span></p>
<p>Bersamaan dengan peluncuran Android 10 beta awal tahun 2019 lalu, Google turut mengenalkan sebuah fitur unggulan baru yang bernama <em>bubbles notifications</em>. Fitur baru ini sekarang sedang didorong oleh Google ke versi stabil.</p>
<p><em>Bubbles</em> <em>notifications</em> merupakan salah satu alternatif pemberitahuan aplikasi yang bisa digunakan oleh para pengembang. Dengan mengaktifkan fitur ini, nantinya pemberitahuan aplikasi akan ditampilkan di atas layar meskipun pengguna sedang menjalankan aplikasi lain.</p>
<p><em>Bubbles notifications</em> nantinya pun dapat diperluas, sehingga pengguna bisa mendapatkan informasi secara lebih detail dan menggunakan fungsionalitas dari aplikasi itu sendiri. Lalu kemudian, notifikasi akan mengecil sendiri jika tidak digunakan.</p>
<p>Seperti halnya dengan fitur-fitur ponsel pintar baru yang bisa digunakan untuk membuka aplikasi pesan atau <em>chat</em> saat membuka aplikasi lain, nantinya pengguna pun bisa melakukan berbagai macam hal seperti membalas pesan dengan adanya fitur ini.</p>
<p>Lalu apa bedanya dengan fitur yang sudah ada sebelumnya? Perbedaan paling mendasar terdapat pada pengembangan dari fitur ini. <em>Bubbles notifications</em> dibangun secara langsung sebagai bagian sistem notifikasi Android.</p>
<p>Selain bisa digunakan sebagai pemberitahuan aplikasi, para pengembang juga bisa memanfaatkan fitur notifikasi baru ini sebagai alternatif untuk menggunakan <em>SYSTEM_ALERT_WINDOW</em>.</p>
<p><em>Bubbles notifications </em>pun akan bekerja sebagai fitur yang bisa dikelola oleh pengguna. Saat aplikasi menyajikan notifikasinya pertama kali, pengguna bisa memblokir atau mengizinkan fitur tersebut untuk selanjutnya.</p>
<p>Sayangnya, fitur ini tidak langsung mengikuti jejak peluncuran Android 10 stabil beberapa waktu yang lalu. Meskipun diumumkan secara bersamaan pada waktu beta, fitur ini sampai sekarang masih dalam tahap pengembangan.</p>
<p>Kabar baiknya, para pengembang sudah diberi kesempatan untuk memanfaatkan fitur ini secara manual. Pengembang bisa menggunakannya dengan mengaktifkan sendiri antarmuka pemrograman aplikasi <em>bubbles notifications</em>.</p>
<p>Mengutip keterangan yang disampaikan oleh ProgrammableWeb, <a href="https://www.xda-developers.com/googles-messages-tests-floating-conversation-bubbles-android-10/?utm_content=buffer917f3&amp;utm_medium=social&amp;utm_source=twitter.com&amp;utm_campaign=buffer" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow external" data-wpel-link="external">Pranob Mehrotra dari XDADevelopers</a> menyebutkan bahwa Google sedang mendorong pengembang untuk menguji antarmuka pemrograman aplikasi tersebut sehingga dapat menggantikan penggunaan antarmuka pemrograman <em>overlay</em>.</p>
<p>Pranob Mehrotra lebih lanjut bahkan berspekulasi bahwa Google berusaha mendorong berbagai macam aplikasi siap untuk menggunakannya saat fitur diluncurkan, yang mungkin bersamaan dengan peluncuran Android 11 mendatang.</p>
<p>Anda bisa membuka <a href="https://developer.android.com/guide/topics/ui/bubbles" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow external" data-wpel-link="external">halaman dokumentasinya</a> jika Anda tertarik untuk ikut mencoba fitur baru dari Android ini.</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 8pt;">[Sumber: <a href="https://www.programmableweb.com/news/google-moving-bubbles-notifications-towards-stable-feature/brief/2019/12/30" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow external" data-wpel-link="external">ProgrammableWeb</a>]</span></p>
<p>The post <a href="https://teknojurnal.com/google-dorong-fitur-bubbles-notifications-ke-versi-stabil/" data-wpel-link="internal">Google Dorong Fitur Bubbles Notifications Ke Versi Stabil</a> appeared first on <a href="https://teknojurnal.com" data-wpel-link="internal">TeknoJurnal</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">56624</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Samsung Siapkan Lima Proyek dan Empat Startup C-Lab Untuk CES 2020</title>
		<link>https://teknojurnal.com/samsung-siapkan-lima-proyek-dan-empat-startup-c-lab-untuk-ces-2020/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sukindar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Dec 2019 16:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[C-Lab]]></category>
		<category><![CDATA[samsung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://teknojurnal.com/?p=56614</guid>

					<description><![CDATA[<p>Samsung akan kembali memamerkan hasil program C-Lab ke ajang CES 2020. Ini dia proyek dan startup yang akan dipamerkan tersebut!</p>
<p>The post <a href="https://teknojurnal.com/samsung-siapkan-lima-proyek-dan-empat-startup-c-lab-untuk-ces-2020/" data-wpel-link="internal">Samsung Siapkan Lima Proyek dan Empat Startup C-Lab Untuk CES 2020</a> appeared first on <a href="https://teknojurnal.com" data-wpel-link="internal">TeknoJurnal</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-55781 size-full" src="https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/08/IT-Support-Header.jpg" alt="Samsung C-Lab CES 2020 Header" width="800" height="350" data-wp-pid="55781" srcset="https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/08/IT-Support-Header.jpg 800w, https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/08/IT-Support-Header-300x131.jpg 300w, https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/08/IT-Support-Header-768x336.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><span style="font-size: 8pt;">[Ilustrasi Oleh Pixabay]</span></p>
<p>Seperti tahun-tahun sebelumnya, Samsung Electronics kembali akan membawa beberapa proyek dari Samsung C-Lab ke ajang CES (<em>Consumer Electronic Show</em>) 2020. Namun selain membawa proyek dari dalam, mereka kali ini juga akan membawa beberapa proyek dari luar.</p>
<p>Melalui halaman pengumumannya, perusahaan raksasa teknologi tersebut menyebutkan bahwa mereka akan menghadirkan lima proyek inovatif dari program C-Lab Inside dan empat startup dari program C-Lab Outside.</p>
<p>Adapun kelima proyek C-Lab yang akan ikut adalah SelfieType, Hyler, Becon, SunnySide dan Ultra V. Kelima proyek ini mengembangkan berbagai macam produk inovatif yang mana kali ini difokuskan pada tema “Gaya hidup yang nyaman dan sehat”.</p>
<p>Secara lebih detail, SelfieType akan membawa solusi <em>keyboard</em> virtual dengan memanfaatkan kamera depan. Hyler akan hadir sebagai solusi stabilo cerdas yang dapat digunakan untuk menandai tulisan di buku, sekaligus mengubahnya ke dalam bentuk digital.</p>
<p>Becon akan menawarkan solusi perawatan kulit kepala dan pencegahan kerontokan ke rumah dengan memanfaatkan pembelajaran mesin. SunnySide membawa solusi lampu cerdas berbentuk jendela yang bisa memproduksi spektrum cahaya yang disalin dari sinar matahari. Dan Ultra V akan membawa solusi berbentuk sebuah sensor ultra-violet (UV) baru.</p>
<p>Sementara keempat startup C-Lab Outside yang bakal ikut adalah Circulus, FITT, Vtouch dan Smoothy. Keempat startup juga akan memamerkan berbagai macam teknologi yang telah berhasil dikembangkannya.</p>
<p>Circulus akan membawa robot <em>humanoid</em> bernama piBo. FITT akan menghadirkan layanan data kesehatan berbasis teknologi informasi. Vtouch akan mengusung teknologi kontrol ponsel pintar berbasis kamera. Dan Smoothy akan memamerkan layanan panggilan video dengan mode diam sebagai mode dasarnya.</p>
<p>&#8220;Kami akan secara aktif mendukung C-Lab untuk menciptakan produk yang mencerminkan tren pasar terbaru dan permintaan pelanggan, serta akan menampilkan proyek dan <em>startup</em> C-Lab yang luar biasa di berbagai pameran global,&#8221; sambut Inkuk Hahn, Wakil Presiden dan Kepala Pusat Kreativitas &amp; Inovasi di Samsung Electronics.</p>
<p>C-Lab Inside sendiri merupakan program inkubasi untuk mendorong dan memelihara ide-ide inovatif pekerja Samsung. Sementara C-Lab Outside adalah program akselerasi khusus untuk <em>startup</em> di Korea Selatan.</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 8pt;">[Sumber: <a href="https://news.samsung.com/global/samsung-electronics-to-showcase-successful-c-lab-inside-projects-and-c-lab-outside-start-ups-at-ces-2020" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow external" data-wpel-link="external">Samsung</a>]</span></p>
<p>The post <a href="https://teknojurnal.com/samsung-siapkan-lima-proyek-dan-empat-startup-c-lab-untuk-ces-2020/" data-wpel-link="internal">Samsung Siapkan Lima Proyek dan Empat Startup C-Lab Untuk CES 2020</a> appeared first on <a href="https://teknojurnal.com" data-wpel-link="internal">TeknoJurnal</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">56614</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Samsung Bakal Meluncurkan Sistem Kecerdasan Buatan Baru Bernama NEON</title>
		<link>https://teknojurnal.com/samsung-bakal-meluncurkan-sistem-kecerdasan-buatan-baru-bernama-neon/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sukindar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Dec 2019 15:30:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[samsung]]></category>
		<category><![CDATA[Samsung NEON]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://teknojurnal.com/?p=56601</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berbeda dari apa yang belum ada sebelumnya, Samsung bakal meluncurkan produk bernama NEON. Ini dia beberapa kemungkinannya!</p>
<p>The post <a href="https://teknojurnal.com/samsung-bakal-meluncurkan-sistem-kecerdasan-buatan-baru-bernama-neon/" data-wpel-link="internal">Samsung Bakal Meluncurkan Sistem Kecerdasan Buatan Baru Bernama NEON</a> appeared first on <a href="https://teknojurnal.com" data-wpel-link="internal">TeknoJurnal</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-56603 size-full" src="https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/12/Kecerdasan-Buatan-NEON-Header.jpg" alt="Samsung NEON Header" width="800" height="350" data-wp-pid="56603" srcset="https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/12/Kecerdasan-Buatan-NEON-Header.jpg 800w, https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/12/Kecerdasan-Buatan-NEON-Header-300x131.jpg 300w, https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/12/Kecerdasan-Buatan-NEON-Header-768x336.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><span style="font-size: 8pt;">[Ilustrasi Oleh Pixabay]</span></p>
<p>Samsung bakal meluncurkan sebuah produk kecerdasan buatan barunya di ajang pameran elektronik konsumen (<em>Consumer Electronics Show</em>) 2020. Meskipun sudah disebut-sebut bakal mengusung nama NEON, produk ini masih menjadi produk yang penuh misteri.</p>
<p>Berdasarkan keterangan yang kami dapatkan dari SamMobile, produk misterius ini merupakan hasil karya dari sebuah unit independen milik Samsung Electronics yang bernama STAR Labs (<em>Samsung Technology &amp; Advanced Research Labs</em>).</p>
<p>Unit independen Samsung ini disebut-sebut memiliki tujuan utama untuk mengembangkan kecerdasan buatan yang setingkat dengan manusia, yang mana memiliki berbagai macam kemampuan seperti berbicara, mengenali, dan berpikir.</p>
<p>Dalam rangka menyiapkan produk baru kecerdasan buatannya ini, Samsung pun sudah menyiapkan halaman media sosial (Twitter, Facebook dan Instagram) dan situs web khusus. Anda yang penasaran bisa mengeceknya pada akun media sosial @neondotlife atau web <a href="https://www.neon.life/" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow external" data-wpel-link="external">https://www.neon.life/</a>.</p>
<p>Melalui akun media sosial tersebut, raksasa teknologi asal Negeri Ginseng ini bahkan sudah menampilkan beberapa <em>teaser</em>. Yang mana sejauh ini, berbagai <em>teaser</em> tersebutlah yang menjadi satu-satunya wawasan yang bisa diketahui oleh publik terkait NEON.</p>
<p>Memang tidak banyak informasi yang diungkapkan oleh Samsung terkait dengan NEON melalui berbagai <em>teaser</em> tersebut. Namun munculnya pertanyaan “<em>Have you ever met an ‘ARTIFICIAL’?</em>” secara konstan di dalam <em>teaser</em> bisa menjadi sedikit petunjuk mengenai produk apa yang akan membawa nama NEON tersebut.</p>
<p>Dalam dugaan SamMobile yang saya amini, produk baru Samsung ini mungkin akan lebih dari sekedar fitur kecerdasan buatan yang mana sekarang sangat populer pada berbagai macam ponsel pintar.</p>
<p>Dugaan ini diperkuat dengan adanya <a href="https://twitter.com/shekharkapur/status/1208947723455451141" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow external" data-wpel-link="external">unggahan Twitter</a> dari pembuat film terkenal asal India, Shekhar Kapur. Shekhar mengungkapkan bahwa Pranav Mistry, seorang ilmuan dan penemu komputer, akan membawa teknologi dengan tingkat fiksi sains ke pasar melalui NEON.</p>
<p>Lalu apa bentuknya? Apakah sebuah robot yang bisa bicara? Atau, asisten kecerdasan buatan berbasis holografik? Kami pun belum tahu. Tebakan saya pun mungkin akan sama dengan tebakan Anda saat ini.</p>
<p>Samsung sendiri telah memiliki produk asisten suara berbasis kecerdasan buatan yang bernama Bixby. Namun tampaknya NEON tidak akan berkaitan dengan itu, bahkan <a href="https://twitter.com/neondotlife/status/1210062992735211520" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow external" data-wpel-link="external">klaimnya</a> akan membawa sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya.</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 8pt;">[Sumber: <a href="https://www.sammobile.com/news/samsung-to-unveil-a-new-ai-product-named-neon-at-ces-2020/" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow external" data-wpel-link="external">SamMobile</a>]</span></p>
<p>The post <a href="https://teknojurnal.com/samsung-bakal-meluncurkan-sistem-kecerdasan-buatan-baru-bernama-neon/" data-wpel-link="internal">Samsung Bakal Meluncurkan Sistem Kecerdasan Buatan Baru Bernama NEON</a> appeared first on <a href="https://teknojurnal.com" data-wpel-link="internal">TeknoJurnal</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">56601</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Apple Ajak Pengembang Menggunakan WKWebView</title>
		<link>https://teknojurnal.com/apple-ajak-pengembang-menggunakan-wkwebview/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sukindar]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Dec 2019 15:00:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[apple]]></category>
		<category><![CDATA[Apple Developer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://teknojurnal.com/?p=56593</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dengan adanya beberapa keuntungan ini, Apple menyarankan agar pengembang menggunakan WKWebView sebagai solusi yang lebih baru.</p>
<p>The post <a href="https://teknojurnal.com/apple-ajak-pengembang-menggunakan-wkwebview/" data-wpel-link="internal">Apple Ajak Pengembang Menggunakan WKWebView</a> appeared first on <a href="https://teknojurnal.com" data-wpel-link="internal">TeknoJurnal</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-55491 size-full" src="https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/07/Web-on-Any-Device-Header.jpg" alt="WKWebView Header" width="800" height="350" data-wp-pid="55491" srcset="https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/07/Web-on-Any-Device-Header.jpg 800w, https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/07/Web-on-Any-Device-Header-300x131.jpg 300w, https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/07/Web-on-Any-Device-Header-768x336.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><span style="font-size: 8pt;">[Ilustrasi Oleh Pixabay]</span></p>
<p>Apple mengajak para pengembang supaya beralih dari UIWebView atau WebView dalam menampilkan konten di dalam aplikasinya. Hal ini karena mereka mempunyai solusi lain yang lebih baik bernama WKWebView.</p>
<p>Dalam halaman khusus pengembangnya, mereka menegaskan bahwa pengembang yang masih menggunakan API UIWebView untuk menyematkan konten web, disarankan untuk beralih ke solusi baru tersebut sesegera mungkin.</p>
<p>Mulai tahun depan, tepatnya bulan Desember 2020, mereka tidak akan lagi menerima semua aplikasi yang menggunakan API UIWebView pada layanan App Store. Ini berlaku baik untuk aplikasi baru maupun aplikasi lama.</p>
<p>Ketentuan baru dari Apple ini tentu ada alasannya. Mereka mengklaim bahwa WKWebView dapat berjalan dengan lebih aman dan dapat diandalkan jika dibandingkan UIWebView yang sekarang sudah usang.</p>
<p>Solusi yang ditawarkan oleh Apple ini juga membawa keuntungan lain seperti tidak akan mengganggu aplikasi lain. WKWebView akan memastikan bahwa konten yang dikompromikan tidak akan mempengaruhi aplikasi dengan membatasi pemrosesan pada tampilan aplikasi web.</p>
<p>Untuk menggunakan WKWebView  ke dalam aplikasinya, para pengembang hanya perlu membuat obyek dengan WKWebView <em>class</em>, menetapkannya sebagai tampilan, lalu mengirimkan permintaan untuk memuat konten web.</p>
<p>Dalam hal ini, pengembang bisa menambahkan permintaan POST secara langsung dalam WKWebView. Pengembang hanya perlu menambahkan konten httpBody ke dalam WKWebView untuk melakukannya.</p>
<p>WKWebView saat ini sudah mendukung berbagai macam aplikasi di ekosistem Apple, baik itu iOS and macOS, maupun aplikasi yang diubah dengan Mac Catalyst (layanan Apple yang bisa digunakan untuk mengubah aplikasi khusus iPad ke versi Mac).</p>
<p>Apple bahkan membuat catatan penting di halaman dokumentasinya bahwa melarang pengembang menggunakan UIWebView atau WebView untuk aplikasi yang disasarkan untuk sistem operasi iOS 8.0 atau OS X 10.10 ke atas. Mereka meminta pengembang untuk menggunakan WKWebView.</p>
<p>Hal ini secara khusus ditujukan kepada para pengembang yang ingin membangun aplikasi baru. Ditambah lagi, Apple berencana untuk menolak semua aplikasi baru ke dalam App Store mulai April 2020, bagi aplikasi-aplikasi baru yang masih menggunakan UIWebView untuk menampilkan konten webnya.</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 8pt;">[Sumber: <a href="https://developer.apple.com/news/?id=12232019b" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow external" data-wpel-link="external">Apple</a>]</span></p>
<p>The post <a href="https://teknojurnal.com/apple-ajak-pengembang-menggunakan-wkwebview/" data-wpel-link="internal">Apple Ajak Pengembang Menggunakan WKWebView</a> appeared first on <a href="https://teknojurnal.com" data-wpel-link="internal">TeknoJurnal</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">56593</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Unity Memperkenalkan XR Interaction Toolkit</title>
		<link>https://teknojurnal.com/unity-memperkenalkan-xr-interaction-toolkit/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sukindar]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Dec 2019 15:00:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Unity]]></category>
		<category><![CDATA[XR Interaction Toolkit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://teknojurnal.com/?p=56584</guid>

					<description><![CDATA[<p>Untuk mempermudah proses pengembangan AR dan VR, Unity kenalkan XR Interaction Toolkit. Ini dia empat fitur unggulannya!</p>
<p>The post <a href="https://teknojurnal.com/unity-memperkenalkan-xr-interaction-toolkit/" data-wpel-link="internal">Unity Memperkenalkan XR Interaction Toolkit</a> appeared first on <a href="https://teknojurnal.com" data-wpel-link="internal">TeknoJurnal</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-42812 size-full" src="https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2018/02/Mode-AR-di-Motion-Still-Header.jpg" alt="XR Interaction Toolkit Header" width="800" height="350" data-wp-pid="42812" srcset="https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2018/02/Mode-AR-di-Motion-Still-Header.jpg 800w, https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2018/02/Mode-AR-di-Motion-Still-Header-300x131.jpg 300w, https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2018/02/Mode-AR-di-Motion-Still-Header-768x336.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p>
<p>Platform mesin permainan Unity memperkenalkan peralatan baru bernama XR Interaction Toolkit. Meskipun baru diperkenalkan secara pratinjau, peralatan baru ini membawa fitur seperti Pemilihan Objek &amp; Manipulasi, Interaksi UI, Teleportasi &amp; Putar Balik, dan Penempatan Objek.</p>
<p>XR Interaction Toolkit merupakan perlengkapan yang dirancang secara khusus supaya bisa menangani berbagai macam interaksi inti dari teknologi realitas campuran, baik itu <em>Augmented Reality</em> (AR) maupun<em> Virtual Reality</em> (VR).</p>
<p>Dalam masa pratinjaunya, XR Interaction Toolkit mengenalkan empat fitur unggulan yang bisa digunakan oleh para pengembang atau pengguna ponsel pintar untuk menikmati pengalaman AR dan VR secara lebih mudah.</p>
<p>Fitur pertamanya adalah fitur Pemilihan Objek &amp; Manipulasi. Fitur dari XR Interaction Toolkit ini bisa digunakan memilih dan mengambil obyek, baik untuk obyek yang dekat maupun jauh. Fitur yang bisa digunakan untuk menciptakan pengalaman AR dan VR ini bahkan dapat dikonfigurasikan untuk memutar atau melempar obyek tersebut.</p>
<p>XR Interaction Toolkit juga hadir dengan fitur yang disebut dengan Interaksi UI. Dengan menggunakan fitur ini, pengembang bisa menciptakan antarmuka pengguna untuk aplikasi VR. Ini berarti pengembang bisa menggunakan sistem antarmuka pengguna tertanam Unity untuk aplikasinya.</p>
<p>Fitur Teleportasi &amp; Putar Balik juga turut hadir dalam peluncuran XR Interaction Toolkit versi pratinjau. Ini memungkinkan pengembang lebih cepat dalam menambahkan sistem perpindahan ke dalam aplikasi VR mereka.</p>
<p>XR Interaction Toolkit juga memiliki fitur Penempatan Obyek yang secara khusus ditujukan untuk aplikasi AR. Untuk ARKit Apple dan ARCore Google misalnya, fitur ini akan memungkinkan pengguna ponsel pintar dapat mengusap layar untuk menambahkan objek virtual ke dalam dunia nyata.</p>
<p>XR Interaction Toolkit juga mengandalkan teknologi yang berbeda dari VRTK toolkit yang diluncurkan Unity sebelumnya. Perlengkapan ini lebih mengandalkan teknologi pemilihan <em>laser-pointer</em> daripada teknologi manipulasi secara langsung. Yang mana hal ini bisa jadi kelebihan sekaligus kekurangannya.</p>
<p>Dengan teknologi ini, XR Interaction Toolkit bisa mendukung lebih banyak platform. Namun dibalik kelebihan ini, XR Interaction Toolkit bakal menciptakan pengalaman yang kurang mendalam jika digunakan di perangkat dengan sistem yang lebih tinggi.</p>
<p>Bagi Anda yang tertarik untuk mencobanya, Anda bisa mengunduhnya seperti kebanyakan perlengkapan tambahan Unity yang lain. Ini mengartikan bahwa Anda dapat mengunduh dan mengaktifkan XR Interaction Toolkit secara langsung dari <strong>Package Manager</strong>.</p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-size: 8pt;">[Sumber: <a href="https://venturebeat.com/2019/12/22/unity-gets-toolkit-for-common-ar-vr-interactions/" target="_blank" rel="noopener noreferrer nofollow external" data-wpel-link="external">Venturebeat</a>]</span></p>
<p>The post <a href="https://teknojurnal.com/unity-memperkenalkan-xr-interaction-toolkit/" data-wpel-link="internal">Unity Memperkenalkan XR Interaction Toolkit</a> appeared first on <a href="https://teknojurnal.com" data-wpel-link="internal">TeknoJurnal</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">56584</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Adroady Ekspansi Teknologi Layanan Iklannya Ke Sepeda Motor</title>
		<link>https://teknojurnal.com/adroady-ekspansi-teknologi-layanan-iklannya-ke-sepeda-motor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sukindar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Dec 2019 15:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Adroady]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[Big Data]]></category>
		<category><![CDATA[IoT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://teknojurnal.com/?p=56573</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah sukses memasang layanan iklan pintarnya di mobil, Adroady akan memasangnya di sepeda motor. Ini pastinya akan membawa berbagai keuntungan berikut ini!</p>
<p>The post <a href="https://teknojurnal.com/adroady-ekspansi-teknologi-layanan-iklannya-ke-sepeda-motor/" data-wpel-link="internal">Adroady Ekspansi Teknologi Layanan Iklannya Ke Sepeda Motor</a> appeared first on <a href="https://teknojurnal.com" data-wpel-link="internal">TeknoJurnal</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-56574 size-full" src="https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/12/Adroady-Motor-Header.jpg" alt="Adroady Motor Header" width="800" height="350" data-wp-pid="56574" srcset="https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/12/Adroady-Motor-Header.jpg 800w, https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/12/Adroady-Motor-Header-300x131.jpg 300w, https://teknojurnal.com/wp-content/uploads/2019/12/Adroady-Motor-Header-768x336.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p>
<p>Adroady baru saja mengumumkan bahwa mereka akan memperluas bisnisnya. Hal ini akan dilakukan dengan menambah dukungan paltform-nya ke sepeda motor dan mengeksplorasi lebih jauh tentang teknologi <em>big data</em> dan kecerdasan buatan (AI) pada 2020.</p>
<p>Adroady merupakan platform pertama yang berkecimpung dalam layanan <em>Digital OOH (Out-of-Home) on the road</em>. Mereka menyediakan layanan iklan digital dengan memanfaatkan tampilan LED yang bisa diprogram, yang dipasang di kaca belakang mobil.</p>
<p>Mengikuti jejak kesuksesan layanan iklan tersebut, mereka pun berencana untuk memanfaatkan kelincahan sepeda motor guna memperluas jangkauan platform iklannya. Hal ini dilakukan terutama untuk menjangkau daerah macet perkotaan.</p>
<p>Sepeda motor memang lebih fleksibel dan memiliki mobilitas tinggi. Kendaraan dengan dua roda ini lebih mudah digunakan untuk menjangkau kawasan sub-urban yang padat, yang memiliki gang-gang sepit di mana-mana.</p>
<p>Dengan kelincahan, fleksibilitas, dan daya jangkau yang tinggi ini, pemasangan LED yang bisa diprogram untuk iklan dianggap akan semakin memberikan jaminan impresi dan jangkauan yang tinggi.</p>
<p>Meskipun menggunakan inovasi dan teknologi untuk membuat segalanya menjadi mungkin, tetapi Adroady masih memegang prinsip klasik dalam dunia iklan. Yang mana di antaranya adalah pesan yang tepat, tempat yang tepat, dan waktu yang tepat.</p>
<p>“Prinsip-prinsip itu membuat kami optimistis dalam menyajikan layanan Mobile Digital OOH dengan sepeda motor, yang akan memberikan jangkauan lebih luas, sebagai bagian dari rencana ekspansi kami pada 2020 di industri yang masih sangat menjanjikan ini,” kata Edward Halley, CEO dan <em>Founder</em> Adroady.</p>
<p>Tak hanya sekedar memasang LED yang bisa diprogram di atas kendaraan, Adroady juga memanfaatkan teknologi-teknologi terkini untuk memastikan laporan dan pemantauan yang akurat dan terpercaya.</p>
<p>Dalam hal ini, mereka pun memanfaatkan teknologi-teknologi seperti pembelajaran mesin, pengenalan wajah, GPS, dan Big Data. Teknologi-teknologi ini pastinya akan membuat layanan yang ditawarkan Adroady semakin pintar.</p>
<p>Berbagai macam teknologi ini akan membantu konsumen dari mulai untuk menampilkan iklan di lokasi tertentu pada waktu yang diinginkan, hingga mengoptimalkan A/B testing untuk menentukan versi iklan terbaik yang ditampilkan.</p>
<p>“Layanan <em>Mobile Digital OOH on the road</em> Adroady telah mendapat respon yang sangat positif dari berbagai perusahaan, dari perusahaan otomotif hingga <em>e-commerce</em> terkemuka,” ungkap Gregory Marchand, <em>Co-Founder</em> Adroady.</p>
<p>Adroady sendiri sudah memiliki beberapa mitra ternama, seperti Sinarmas Land, Agung Podomoro, HBO, National Geographic, Garuda Food, Ultra Jaya, Nissan, Auto2000, Yamaha, Axa Mandiri, Nokia, Sharp, Bosch, Lazada, Blibli, Djarum, dan lain sebagainya.</p>
<p>The post <a href="https://teknojurnal.com/adroady-ekspansi-teknologi-layanan-iklannya-ke-sepeda-motor/" data-wpel-link="internal">Adroady Ekspansi Teknologi Layanan Iklannya Ke Sepeda Motor</a> appeared first on <a href="https://teknojurnal.com" data-wpel-link="internal">TeknoJurnal</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">56573</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
