<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264</atom:id><lastBuildDate>Tue, 25 Feb 2025 06:49:50 +0000</lastBuildDate><title>K3 Training Centre</title><description>Tempat Pelatihan Unggulan Bagi Semua Bidang Pekerjaan</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Tempat Pelatihan Unggulan Bagi Semua Bidang Pekerjaan</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-6787204399092699821</guid><pubDate>Tue, 02 Aug 2016 06:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-08-01T23:24:36.195-07:00</atom:updated><title>Kerugian yang digambarkan Sebagai Gunung Es</title><description>Kerugian kecelakaan kerja diilustrasikan sebagaimana gunung es di 
permukaan laut, dimana es yang terlihat lebih kecil di permukaan dari 
pada ukuran es secara keseluruhan sesungguhnya. Begitu pula kerugian 
pada&amp;nbsp;kecelakaan kerjakerugian yang tampak lebih kecil daripada kerugian 
keseluruhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://rileksmedia.com/content/iceberg.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://rileksmedia.com/content/iceberg.jpg" height="320" width="260" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hal ini kerugian yang tampak terkait dengan biaya langsung untuk 
penanganan/perawatan/pengobatan korban kecelakaan kerja tanpa 
memperhatikan kerugian lainnya yang bisa jadi berlipat-lipat jumlahnya 
daripada biaya langsung untuk korban kecelakaan kerja. Kerugian 
kecelakaan kerja yang sesungguhnya ialah jumlah kerugian untuk korban 
kecelakaan kerja ditambahkan dengan kerugian-kerugian lainnya 
(material/non-material) yang diakibatkan oleh kecelakaan kerja tersebut.
 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerugian-kerugian (biaya-biaya) tersebut antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biaya Langsung Kerugian Kecelakaan Kerja:&lt;br /&gt;
1. Biaya Pengobatan &amp;amp; Perawatan Korban Kecelakaan Kerja.&lt;br /&gt;
2. Biaya Kompensasi (yang tidak diasuransikan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biaya Tidak Langsung&amp;nbsp;:&lt;br /&gt;
1. Kerusakan Bangunan&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;Kerusakan Alat dan Mesin&lt;br /&gt;
3. Kerusakan Produk dan Bahan/Material&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;Gangguan dan Terhentinya Produksi&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp;Biaya Administratif&lt;br /&gt;
6. Pengeluaran Sarana/Prasarana&amp;nbsp;Darurat&lt;br /&gt;
7. Sewa Mesin Sementara&lt;br /&gt;
8. Waktu untuk&amp;nbsp;Investigasi&lt;br /&gt;
9.&amp;nbsp;Pembayaran Gaji untuk Waktu Hilang&lt;br /&gt;
10. Biaya Perekrutan dan Pelatihan&lt;br /&gt;
11. Biaya Lembur (Investigasi)&lt;br /&gt;
12. Biaya Ekstra Pengawas(an)&lt;br /&gt;
13. Waktu untuk Administrasi&lt;br /&gt;
14. Penurunan Kemampuan Tenaga Kerja yang Kembali karena Cedera&lt;br /&gt;
15. Kerugian Bisnis dan Nama Baik&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbandingan jumlah biaya di atas diilustrasikan pada gambar di bawah berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="Teori gunung es dalam K3" border="0" class="rjn-img" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMUxIl1qO8Eu-uVCW6DPeATQ-0PGiKI-iMuWugy-qiCntlAQT2KTcuEhhSq6QLY67YiXxjBM34SgO_8tEaIVu4PAgBp0jKYWweCXoQqLhjJX2r_ZMSXYlOKw1hiBO8_ZT6Tl9xGe_X5TQ/s1600/Gunung+Es+Kecelakaan+Kerja.png" /&gt;</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/08/kerugian-yang-digambarkan-sebagai.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMUxIl1qO8Eu-uVCW6DPeATQ-0PGiKI-iMuWugy-qiCntlAQT2KTcuEhhSq6QLY67YiXxjBM34SgO_8tEaIVu4PAgBp0jKYWweCXoQqLhjJX2r_ZMSXYlOKw1hiBO8_ZT6Tl9xGe_X5TQ/s72-c/Gunung+Es+Kecelakaan+Kerja.png" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-247018003777254002</guid><pubDate>Mon, 09 May 2016 09:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-05-09T02:23:21.269-07:00</atom:updated><title>Rencana Tanggap Darurat</title><description>Rencana Tanggap Darurat merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh seluruh masyarakat lingkungan kerja yang bertujuan untuk mengantisipasi datangnya keadaan darurat sehingga semua orang pada saat itu mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan untuk selamat. Alasannya sederhana, karena kita tidak tahu kapan bencana itu datang, maka dari itu kita membutuhkan ketersediaan kita untuk menghadapinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bencana berdampak pada kerugian. Berikut ini kerugian yang mungkin dapat terjadi:&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kecelakaan yang menimpa &amp;nbsp;pada karyawan, tamu perusahan, atau lainnya dari yang teringan seperti luka sampai yang terberat atau korban jiwa.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gangguan kesehatan baik secara fisik maupun mental&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kerusakan aset, meskipun kerugian ini bersifat finansial, namun dapat mengakibatkan kerugian secara ganda karena hilangnya proses kegiatan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Terhentinya kegiatan operasi perusahaan, yang berakibat terhentinya proses bisnis yang menyangkut kredibilitas dan komitmen terhadap pelayanan pelanggan &amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Dalam penanganan kondisi darurat, diperlukan pemahaman secara perspektif dalam penanganan secara totalitas terhadap dampak adanya resiko bahaya yang meliputi:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Komitmen pemilik dan pengelola instalasi proses produksi serta penghuni bangunan &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perencanaan tentang antisipasi penanggulangan keadaan darurat &amp;nbsp;dengan menggunakan sumber daya yang tersedia dan telah disiapkan yang memuat antara lain organisasi dalam bentuk koordinasi, tugas dan tanggung jawab secara jelas dan &amp;nbsp;prosedur operasional penanggulangan keadaan darurat&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyediaan sarana dan prasana yang dibutuhkan dan handal ketika dibutuhkan &amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyediaan sumber daya manusia sesuai dengan kompetensinya&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembinaannya secara berkesinambungan dalam bentuk sosialisasi peningkatan kesadaran guna merubah perilaku selamat baik dalam keadaan normal maupun dalam keadaan darurat&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelatihan simulasi darurat secara berkala dan evaluasi pelaksanaannya agar semua insan pelaku dalam organisasi tanggap darurat menjadi familiar dengan tugas dan tanggung jawab, serta semua sistem/sarana/peralatan darurat &amp;nbsp;selalu siap pakai jika dibutuhkan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQSwJP6ApCEUBkQPU4T388GOhUol5PSH2wmQZnoYQX26xoWe0NBag" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="142" src="https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQSwJP6ApCEUBkQPU4T388GOhUol5PSH2wmQZnoYQX26xoWe0NBag" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
Kategori Keadaan Darurat&lt;/h3&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Keadaan Darurat Tingkat I (Tier I)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Merupakan keadaan darurat yang berpotensi mengancam nyawa manusia dan harta benda (asset), yan secara normal dapat diatasi oleh personil jaga dan suatu instalasi/pabrik dengan menggunakan prosedur yang telah dipersiapkan, tanpa perlu adanya regu bantuan yang dikonsinyir. Keadaan darurat kategori ini mempunyai satu atau lebih karakter sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kecelakaan skala kecil atas suatu daerah tunggal atau satu sumber saja&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kerusakan asset atau luka korbannya terbatas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Karyawan yang bertugas dengan alat yang tersedia dibantu regu tanggap darurat sudah cukup untuk menanggulanginya&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Keadaan Darurat Tingkat II (Tier II)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Merupakan suatu kecelakaan besar dimana semua karyawan yang bertugas dibantu dengan peralatan dan material yang tersedia di instalasi/pabrik tersebut, tidak lagi mampu mengendalikan keadaaan darurat tersebut, sehingga mengakibatkan terjadinya beberapa korban manusia. Karakteristiknya sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Meliputi beberapa unit atau beberapa peralatan besar yang dapat melumpuhkan kegiatan instalasi/pabrik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dapat merusak harta benda pihak lain didaerah setempat (diluar daerah instalasi).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak dapat dikendalikan oleh tim tanggap darurat dan dalam pabrik itu sendiri, bahkan harus minta bantuan pihak luar.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Keadaan Darurat Tingkat III (Tier III)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Merupakan keadaan darurat berupa malapetaka/bencana yang dahsyat dengan akibat lebih besar dibandingkan dengan Tier II, dan memerlukan bantuan, koordinasi pada tingkat nasional.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;b&gt;Manajemen Darurat&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Manajemen darurat merupakan proses dari penyiapan, penanggulangan dan pemulihan dari setiap kejadian yang tidak direncanakan yang memberikan dampak negatif terhadap kegiatan perusahaan. Tujuannya untuk mengatasi kerentanan dalam keadaan darurat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Tiga pokok penting yang diperlukan pada pelaksanaan Manajemen darurat yaitu:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Adanya tujuan yang ingin dicapai dalam keadaan darurat;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tujuan dicapai dengan mempergunakan kegiatan organisasi tanggap darurat dan sarana yang tersedia;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kegiatan-kegiatan organisasi harus dilakukan pembinaan dan dievaluasi secara berkelanjutan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Manajemen darurat merupakan kegiatan yang berkesinambungan meliputi 4 tahap kegiatan :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;1. Pencegahan/mitigasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
Tahapan mitigasi adalah tindakan yang dilakukan untuk mengurangi dampak yang disebabkan oleh terjadinya bencana. Tahap mitigasi memfokuskan pada tindakan jangka panjang untuk mengurangi risiko darurat. Tindakan mitigasi terdiri dari mitigasi struktural dan mitigasi non-struktural.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Mitigasi struktural adalah tindakan untuk mengurangi atau menghindari kemungkinan dampak darurat secara fisik seperti pembangunan gedung dengan srtuktur yang ketahanan terhadap penjalaran api sampai waktu tertentu, penyediaan sarana darurat untuk jalan keluar beserta pendukungnya, sarana proteksi kebakaran secara aktif, sarana komunikasi darurat dll.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Sementara Mitigasi non-struktural adalah tindakan terkait kebijakan dan komitmen pengelola bangunan, pembinaan dalam bentuk pelatihan peningkatan pengetahuan dan penyebarluasan informasi untuk mengurangi risiko terkait dampak darurat, pembangunan kepedulian dan peningkatan ketrampilan &amp;nbsp;dalam menghadapi darurat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;2. Kesiap-siagaan pada tahap sebelum darurat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Pada tindakan ini dilakukan dalam rangka mengantisipasi suatu bencana akibat, untuk memastikan bahwa tindakan yang dilakukan dapat dilaksanakan secara cepat, tepat dan efektif pada saat dan setelah terjadi kebakaran. Dalam tahap ini berikut hal-hal yang perlu dilakukan:&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Menyiapkan prosedur darurat kebakaran yang mencakup organisasi pelaksana darurat, tindakan yang harus dilakukan secara cepat dan tepat dalam keadaan darurat, serta sarana yang digunakan &amp;nbsp;(Siapa melakukan apa dalam keadaan darurat dan peralatan apa yang digunakan).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Koordinasi baik secara internal maupun eksternal.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bagaimana mengevakuasi penghuni bangunan secara cepat, tepat dan selamat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bagaimana memberikan pertolongan pertama pada orang yang terluka saat terjadi darurat.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Upaya-upaya yang dilakukan untuk pemulihan secara cepat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelatihan simulasi darurat yang bertujuan untuk menilai kesiapan personil, ketepatan prosedur dalam mengansipasi keadaan darurat dan keandalan sarana darurat.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;3. Tanggap darurat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Tahap ini memfokuskan pada serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera setelah terjadi kejadian darurat untuk mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan.Yang termasuk kegiatan tanggap darurat antara lain:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tindakan penyelamatan penghuni bangunan dan aset perusahaan&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Evakuasi penghuni bangunan dan penyelamatan korban&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemberian pertolongan pertama&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;4. Rehabilitasi dan rekonstruksi pada tahap setelah bencana&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Merupakan serangkaian program kegiatan yang terencana, terpadu, dan menyeluruh yang &lt;u&gt;dilakukan setelah kejadian darurat&lt;/u&gt;. &amp;nbsp;Kegiatan pemulihan meliputi tindakan pemulihan dalam jangka pendek dan panjang, rekonstruksi, dan rehabilitasi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
Tahapan Penyusunan Prosedur  Tanggap Darurat Kebakaran &amp;amp; Implementasinya&lt;/h3&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Rencana tanggap darurat dalam bentuk prosedur tanggap darurat merupakan acuan bagi pelaksanaan penanggulangan keadaan darurat. Perencanaan kesiapsiagaan tanggap darurat untuk industri maupun untuk bangunan sangat bervariasi. Faktor yang mempengaruhi adalah :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Karakteristik hunian, kegiatan dan mobilitas penghuni.&amp;nbsp;Semakin tinggi bangunan, semakin kompleks dalam perencanaan kesiapsiagaan tanggap darurat. Ketersediaan sarana darurat, perencanaan kesiapan darurat harus menyesuaikan dengan kondisi ketersediaan sumber daya yang ada.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lokasi geografi bangunan dan instalasi industri, &amp;nbsp;faktor letak geografi perlu dipertimbangkan dalam kesiapan tanggap berkaitan dengan bencana alam. Lingkungan bangunan gedung dan instalasi proses, tata letak bangunan dan gedung yang berkaitan dengan kepadatan lingkungan merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan. Dalam keadaan darurat, untuk area dengan tingkat mobilitas lalu lintas yang tinggi, akses bantuan luar seperti Dinas Pemadam atau Departemen Pemadam menuju ke bangunan akan mengalami hambatan, sehingga sumber daya yang tersedia harus mampu untuk menanggulangi keadaan secara mandiri.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Perhatikan Alur berikut ini&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJn3RW4vevpjJxBQX_klk_vc059DFKUcvcD12GxuqEzt3HHMQ1eQWLG4DbkKD7z13v0EOciO4KbauPorj5sPJ1p1pGL08DvCryMhQSQNaVj-jxLExPjqSAeSEOss7jqR71p-YJxwUvl1ln/s1600/Picture1.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="242" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJn3RW4vevpjJxBQX_klk_vc059DFKUcvcD12GxuqEzt3HHMQ1eQWLG4DbkKD7z13v0EOciO4KbauPorj5sPJ1p1pGL08DvCryMhQSQNaVj-jxLExPjqSAeSEOss7jqR71p-YJxwUvl1ln/s400/Picture1.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tahap 1: Bentuk Tim Penyusun Rencana Tanggap Darurat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Tim Penyusunan dengan kriteria antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Memahami filosofi K3&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengenal kegiatan unit kerja&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memahami peralatan/sarana darurat secara operasional&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memahami tata laksana kerja organisasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Semua anggota tim harus mampu berkomunikasi dan berinteraksi secara aktif&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tahap 2: Membuat/Menentukan Tujuan Dan Ruang Lingkup&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tentukan Tujuan dan Lingkup yang jelas dan tertulis yang disesuaikan dengan kebijakan dan komitmen perusahaan, sesuai dengan karakteristik hunian dan konstruksi bangunan serta sesuai dengan ketersedian sistem/sarana/peralatan darurat yang tersedia&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Tahap 3: Identifikasi &amp;amp; Penilaian Risiko Kebakaran&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Identifikasi Evaluasi potensi bahaya yang dapat mengakibatkan keadaan darurat dalam bentuk &amp;nbsp;penilaian resiko serta skenarionya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Identifikasi potensi bahaya meliputi kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi seperti ;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jenis keadaan darurat yang mungkin akan terjadi baik bahaya internal maupun external.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pertimbangan keadaan darurat seperti : Kebakaran. Ledakan, Ancaman Bom, Huru-hara Kegagalan Teknologi Bencana alam, seperti banjir, gempa dll&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dalam Penilaian Resiko atau Risk assessment akan dapat teranalisa besarnya &lt;b&gt;tingkat kejadian&lt;/b&gt;, seperti Luas/Volume bahan yang dapat terbakar potensi ledakan dan luas kebakaran, dan &lt;b&gt;dampak kejadian&lt;/b&gt; seperti tingkat kerusakan, potensi terjadinya korban, dampak terhadap sekitar dan lamanya kejadian.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Tahap 4 :  Menyusun Kesiapsiagaan Tanggap Darurat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Berdasarkan identifikasi &amp;amp; penilaian risiko &amp;nbsp;bahaya, akan dapat ditetapkan kemungkinan potensi bahaya kebakaran yang dapat terjadi dan mitigasi yang sudah dilaksanakan bagaimana metoda atau prosedur untuk respon yang cepat, tepat dan terarah, siapa yang harus melaksanakan dan sarana peralatan apa yang dibutuhkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Pekerjaan yang harus dilakukan pada tahap ini adalah &amp;nbsp;:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
1. Identifikasi Sumber Daya &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Identifikasi sumber daya bertujuan untuk menilai antara apa yang dibutuhkan dan apa yang tersedia untuk menanggulangi keadaan darurat sehingga memperkecil tingkat kerugian.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Contoh sumber daya yang perlu diidentifikasi antara lain seperti:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kapasitas sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam penanggulangan keadaan darurat, sistem, sarana, prasarana dan peralatan yang dibutuhkan dalam penanggulangan, sistem komunikasi, pos komando, aksesibilitas ketempat kejadian dll&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Merencanakan organisasi, &amp;nbsp;tugas &amp;amp; kewajiban petugas penanggulangan keadaan darurat serta metoda yang gunakan untuk mempersempit dampak kondisi darurat seperti &amp;nbsp;taktik &amp;amp; strategi yang digunakan melalui berbagai skenario.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
2. Menyusun organisasi tanggap darurat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Penyusunan organisasi didasarkan atas kondisi struktur organisasi yang sudah ada (kondisi normal) secara prinsip bahwa organisasi ini hanya berjalan pada kondisi darurat. Dalam struktur organisasi harus tertera secara jelas organigram dalam rantai komando dan secara tertulis tugas, &amp;nbsp;tanggung jawab dan wewenang &amp;nbsp; organisasi.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
3. &amp;nbsp;Menyusun prosedur tanggap darurat.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Susun &amp;nbsp;prosedur tetap tanggap darurat secara lengkap dan tertulis &amp;nbsp;yang nantinya menjadi dokumen resmi yang telah disetujui oleh pimpinan dan selalu di perbaiki secara berkala melalui berbagai &amp;nbsp;skenario.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Tahap 5: Susun rencana untuk pelatihan simulasi atau &amp;nbsp;emergency drill&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Prosedur keadaan darurat hanya dokumen tertulis, &amp;nbsp;jika tidak pernah dilaksanakan dalam bentuk pelatihan yang biasa disebut pelatihan simulasi darurat atau Emergency Drill . &amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tujuan pelatihan simulasi darurat adalah agar tim tanggap darurat dan semua karyawan memahami dan terlatih dalam menghadapi keadaan darurat serta untuk memastikan semua sarana/peralatan darurat selalu dalam keadaan siap pakai dan berfungsi dengan baik.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agar pelaksanaan pelatihan simulasi darurat berjalan dengan baik, perlu disiapkan skenario kejadian secara rinci yang memuat siapa berbuat apa dan sistem/peralatan/sarana yang digunakan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Tahap 6: Evaluasi &amp;amp; Pemuthakhiran Prosedur&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Evalusi dan pemuthakiran protap tanggap darurat sangat diperlukan, dengan tujuan agar protap sudah teruji dan dapat dilaksanakan ketika terjadi keadaan darurat.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Evaluasi pelaksanaan pelatihan simulasi diperlukan, untuk menilai &amp;nbsp;tingkat pemahaman dan ketrampilan dari setiap anggota Tim Tanggap Darurat terhadap prosedur, koordinasi dan komunikasi internal unit organsisasi dan external perusahaan tanggap darurat, Keandalan sarana/peralatan darurat, Kepatuhan penghuni bangunan gedung terhadap prosedur tanggap darurat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Evaluator bisa dari internal perusahaan atau dari external.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyempurnaan protap berdasarkan berbagai masukan diantaranya dari Rekomendasi dari Hasil laporan evaluasi pelaksanaan pelatihan simulasi darurat, Rekomendasi hasil evalusi pelaksanaan penanggulangan keadaan darurat, Adanya perubahan pada sarana/peralatan darurat, nama personal yang tercantum dalam organsiasi darurat, pergantian nomor telepon.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Tahap 7: Susun Organisasi Tanggap Darurat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Organisasi darurat adalah pegelompokan orang-orang serta penetapan tugas, fungsi, wewenang, serta tanggungjawab masing-masing dengan tujuan terciptanya aktifitas yang berdaya guna dan berhasil dalam mencapai tujuan yang berkaitan dengan kedaruratan. Sesuai dengan tujuan keadaan darurat, organisasi darurat hanya berfungsi dan melaksanakan kegiatan pada keadaan darurat saja.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4-naVFB-1T3FyCEMt_bPAb-_48l6JcaBUV1KIg458ZDSr_zeezThTngDZyzOUs15oW2clkRFysaQhmw55DxZr5SmfsOOl3lbhUmifAdHqaRQJKo5ID7Xng4U5Bpm85bR1SuZHWQfhMZxD/s1600/Picture1.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="403" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4-naVFB-1T3FyCEMt_bPAb-_48l6JcaBUV1KIg458ZDSr_zeezThTngDZyzOUs15oW2clkRFysaQhmw55DxZr5SmfsOOl3lbhUmifAdHqaRQJKo5ID7Xng4U5Bpm85bR1SuZHWQfhMZxD/s640/Picture1.png" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Contoh Organisasi Tanggap Darurat&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;
&lt;b&gt;Tahap 8: Susun Prosedur Tanggap Darurat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Dalam menyusun prosedur darurat &amp;nbsp;tentunya harus mampu menjawab pertanyaan yang terkait dengan kesiapsiagaan tanggap darurat yaitu :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tindakan apa yang harus dillakukan dalam keadaan darurat?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kapan tindakan itu harus dilaksanakan?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dimanakah tindakan itu harus dikerjakan?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siapakah yang akan melaksanakan tindakan?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu?&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;
Tahap 9: Simulasi Tanggap Darurat&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Keadaan darurat tidak bisa diketahui kapan dan dimana akan terjadinya, namun yang ada adalah bagaimana kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat. Untuk mengetahui sampai sejauh mana kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat yang meliputi perencanaan dan pengorganisasian, pemahaman personil terhadap pelaksanaan prosedur ketika terjadi keadaan darurat. Simulasi tanggap darurat sebisa mungkin simulasi yang persis dengan bahaya yang paling besar kemungkinannya terjadi di lingkungan kerja.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Tahap 10: Evaluasi dan Pemutakhiran&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Rencana tanggap darurat dapat dievaluasi dan diupdate &amp;nbsp;setelah dilakukannya simulasi keadaan darurat, terjadinya keadaan darurat, serta perubahan sistem dan struktur yang ada di lingkungan kerja.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Tujuan evaluasi adalah untuk mengidentifikasi kelemahan rencana tanggap darurat yang ada sehingga dilakukanlah perbaikan dalam kesiapsiagaan tanggap darurat. Berbagai parameter dapat digunakan untuk menilai tentang hasil pelaksanaan pelatihan simulasi tanggap darurat seperti prosedur tanggap darurat Kualitas Sumber Daya Petugas Pelaksana Simulasi Kebakaran &amp;amp; Evakuasi Terpadu Kesadaran Penghuni Gedung dalam menyikapi keadaan darurat Kehandalan Sistem Proteksi Bangunan, dan lain-lain.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
PT Prashetya Quality sebagai PJK3 mampu membantu para tenaga kerja dan pemimpin perusahaan dengan menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi Emergency Response Plan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-weight: bold;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/05/rencana-tanggap-darurat.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJn3RW4vevpjJxBQX_klk_vc059DFKUcvcD12GxuqEzt3HHMQ1eQWLG4DbkKD7z13v0EOciO4KbauPorj5sPJ1p1pGL08DvCryMhQSQNaVj-jxLExPjqSAeSEOss7jqR71p-YJxwUvl1ln/s72-c/Picture1.png" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-6038573683306518372</guid><pubDate>Tue, 03 May 2016 08:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-05-03T01:15:55.492-07:00</atom:updated><title>Radiasi Sinar UV pada lingkungan kerja</title><description>Radiasi UV adalah radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang 180 nanometer sampai &amp;nbsp;400 nanometer. Radiasi UV dapat dibagi menjadi "Mendekati UV" (panjang gelombang: 380–200 nm) dan "UV vakum (200–10 nm)". Dalam pembicaraan mengenai pengaruh radiasi UV terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, jarak panjang gelombang sering dibagi lagi kepada UVA (380–315 nm), yang juga disebut "Gelombang Panjang" atau "blacklight"; UVB (315–280 nm), yang juga disebut "Gelombang Medium" (Medium Wave); dan UVC (280-10 nm), juga disebut "Gelombang Pendek" (Short Wave). Istilah ultravioleht artinya adalah "Melebihi Ungu", sedangkan kata ungu merupakan warna panjang gelombang paling pendek dari cahaya sinar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tempat-tempat kerja yang menggunakan dapur pembakar, tanur peleburan logam atau terdapat pengelasan dengan busur listrik akan terjadi pemajanan radiasi UV terhadap para pekerja yang berada didekatnya.Radiasi UV yang memajan melebihi batas pada seorang pekerja akan dapat mengakibatkan radang selaput mata (conjunctivitis &amp;nbsp;photoelectric).&lt;br /&gt;
Untuk mengetahui secara pasti berapa mW/cm2, radiasi UV yang memajan pekerja, maka perlu dilakukan pengukuran dengan UV Radiometer sebagaimana ditunjukkan gambar di bawah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://i00.i.aliimg.com/wsphoto/v0/1616307580/-font-b-UV-b-font-2000-POCKET-font-b-UV-b-font-font-b-RADIOMETER.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://i00.i.aliimg.com/wsphoto/v0/1616307580/-font-b-UV-b-font-2000-POCKET-font-b-UV-b-font-font-b-RADIOMETER.jpg" height="205" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
Hasil pengukuran tersebut kemudian dibandingkan dengan &amp;nbsp;lampiran I Permenakertrans No. Per 13/MEN/2011. Jika hasil pengukuranlebih besar dari yang diperkenankan maka pengurus perlu melakukan pengendalian berupa metode rekayasa teknik (engineering control), sebagai contoh &amp;nbsp;pemasangan shielding atau pengaturan jarak, tetapi kalau belum berhasil maka disarankan untuk menerapkan metode pengendalian administratif berupa pengaturan waktu pemajanan jika memungkinkan, tetapi kalau belum berhasil juga maka pengurus wajib menyediakan alat pelindung diri bagi pekerja yang bersangkutan yaitu shield face atau kacamata gelap dan apron dari kulit.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSa0OZGFODH2JXd7lcd3My4N86DY1lEgXdQH2OW55Ds5GeOkd9x4J-B26DTrh3_4_EPewPeYPNRYRioFoXT5AfMO84v8FBmucY6gHf88-sHSqhP9YX3l0DvvZfoBCc5Z45dpfvdYTk4DeW/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="396" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSa0OZGFODH2JXd7lcd3My4N86DY1lEgXdQH2OW55Ds5GeOkd9x4J-B26DTrh3_4_EPewPeYPNRYRioFoXT5AfMO84v8FBmucY6gHf88-sHSqhP9YX3l0DvvZfoBCc5Z45dpfvdYTk4DeW/s640/1.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/05/radiasi-sinar-uv-pada-lingkungan-kerja.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSa0OZGFODH2JXd7lcd3My4N86DY1lEgXdQH2OW55Ds5GeOkd9x4J-B26DTrh3_4_EPewPeYPNRYRioFoXT5AfMO84v8FBmucY6gHf88-sHSqhP9YX3l0DvvZfoBCc5Z45dpfvdYTk4DeW/s72-c/1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-3430127767198722346</guid><pubDate>Tue, 03 May 2016 07:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-05-03T00:50:55.532-07:00</atom:updated><title>Getaran pada Lingkungan Kerja</title><description>Getaran adalah Gerakan yang teratur dari benda atau media dengan arah bolak-balik dari kedudukan keseimbangannya. Potensi getaran terdapat pada kendaraan, alat berat, alat pengebor, jack hammer, dll.&lt;br /&gt;
Getaran yang memajan tangan/lengan pekerja hingga melebihi batas setiap hari kerja dapat mengakibatkan gangguan terhadap tulang sendi serta gangguan syaraf dan pembuluh darah. Ini berdampak negatif bagi kesehatan pekerja. Oleh karena itu ditentukan waktu operasi dan batas ukuran getaran yang diperbolehkan bagi pekerja sebagaimana tertera pada lampiran I Permenakertrans No. Per. 13/MEN/X/2011.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglwE3lnDg9TjVQsoRRDXs8XZ02lUw3HVtsCo6nZJpW1NyNAtjvKhq2fRoaPD0TXqyM6ZGxvFhLrG59bNZOAIthneVL8gH8WcX-9dk086Kyq8YJorB4XRZWiGXQJAT9fapINtHeXgTGmyM6/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="248" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglwE3lnDg9TjVQsoRRDXs8XZ02lUw3HVtsCo6nZJpW1NyNAtjvKhq2fRoaPD0TXqyM6ZGxvFhLrG59bNZOAIthneVL8gH8WcX-9dk086Kyq8YJorB4XRZWiGXQJAT9fapINtHeXgTGmyM6/s640/1.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengukur getaran tersebut kita dapat menggunakan “Vibration Meter”. Hasil pengukuran yang lebih besar dari standar, maka perlu dilakukan pengendalian dengan metode rekayasa teknik (engineering control). Misalnya dengan penggantian bantalan mesin yang telah terlalu keras, &amp;nbsp;penggantian komponen-komponen yang sudah terlalu longgar dengan mengencangkan baut-baut yang telah longgar dan sebagainya. Namun seandainya ternyata hanya sedikit berhasil menurunkan getaran namun getaran yang memajan lengan/tangan pekerja masih melebihi batas maka metode yang disarankan dilakukan yaitu dengan mengurangi waktu jam pemajanan dengan cara rotasi.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/05/getaran-pada-lingkungan-kerja.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglwE3lnDg9TjVQsoRRDXs8XZ02lUw3HVtsCo6nZJpW1NyNAtjvKhq2fRoaPD0TXqyM6ZGxvFhLrG59bNZOAIthneVL8gH8WcX-9dk086Kyq8YJorB4XRZWiGXQJAT9fapINtHeXgTGmyM6/s72-c/1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-3400885568607860254</guid><pubDate>Thu, 28 Apr 2016 03:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-27T21:15:56.430-07:00</atom:updated><title>Pengertian Kontraktor</title><description>&lt;div style="background-color: white; color: red; font-family: Verdana, sans-serif; margin: 10px 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;b style="color: #555555; font-size: small; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Defenisi kontaktor&lt;/b&gt;&lt;span style="color: #555555; font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;secara umum yaitu seseorang atau sekelompok individu yang melakukan kerja sama atau menandatangani kontrak dengan sebuah organisasi atau seorang individu lainnya (pemilik/owner) untuk suatu pekerjaan seperti konstruksi,renovasi, atau pembongkaran suatu gedung,jalananan, atau struktur bangunan fisik lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 12px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;" /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #555555; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;Seorang&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Kontraktor&amp;nbsp;&lt;/i&gt;umum akan dianggap sebagai kontraktor jika ia menjadi penandatangan yang sekaligus menjadi penanggungjawab dilaksanakannya suatu proyek konstruksi utama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 12px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;" /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #555555; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;Seorang kontraktor bertanggungjawab terhadap sarana – sarana dan metode – metode yang akan digunakannya untuk menjalankan proyek konstruksi sesuai dengan pasal – pasal dan ayat – ayat yang ada dalam dokumen kontrak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 12px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;" /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #555555; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;Dokumen – dokumen kontrak tersebut biasanya meliputi perjanjian kontrak berisi anggaran belanja proyek, kondisi umum, dan kondisi – kondisi khusus proyek serta rencana dan spesifikasi proyek yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh desainer professional misalnya seorang arsitek atau Ahli Sipil lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 12px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;" /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #555555; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;Seorang&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Kontraktor&lt;/i&gt;&amp;nbsp;biasanya juga bertanggungjawab terhadap pengadaan seluruh material yang akan digunakan. Selain itu ia juga harus menyediakan tenaga – tenaga kerja untuk menjalankan proyek tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 12px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;" /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #555555; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;Seorang kontraktor dalam menjalankan tugasnya juga harus menyediakan peralatan – peralatannya sendiri yang ia perlukan untuk menangani proyek yang di bebankan padanya.. oleh karena itu, dalam menjalankan pekerjaan seorang kontraktor biasanya membagi pekerjaannya dengan kontraktor lain yang mempunyai keahlian yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak dikuasai oleh kontraktor utama. Orang yang mendapatkan pekerjaan kontraktor dari kontraktor lainnya biasa disebut sebagai Sub-Kontraktor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style="background-color: white; color: #555555; font-family: inherit; margin: 10px 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Jenis – Jenis Kontraktor&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h4 style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 19.2px; margin: 10px 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Ø&amp;nbsp; Subkontraktor&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #555555; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Subkontraktor adalah&lt;/b&gt;&amp;nbsp;seorang individu atau dalam beberapa hal seorang pengusaha yang menandatangani kontrak untuk melaksanakan sebagian atau seluruh kewajiban dari kontrak orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 12px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;" /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #555555; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;Subkontraktor biasanya disewa atau dipekerjakan oleh&amp;nbsp;&lt;i style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;kontraktor&amp;nbsp;&lt;/i&gt;umum untuk melaksanakan tugas tertentu sebagai bagian dari seluruh proyek. Meski konsep umumnya subkontraktok bergerak dibidang pekerjaan bangunan dan teknik sipil, jangkauan subkontraktor sekarang ini semakin luas. Bahkan mungkin sebagian besar subkontraktor sekarang ini bergerak di bidang teknologi informasi dan sector informasi bisnis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 12px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;" /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #555555; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;Intensif penggunaaan subkontraktor untuk mengurangi biaya atau resiko proyek. Dengan cara ini kontraktor umum menerima layanan yang sama atau lebih baik ketimbang yang disediakan oleh kontraktor umum sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 12px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;" /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #555555; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;Banyak subkontraktor melakukan pekerjaan untuk perusahan yang sama ketimbang perusahan – perusahan yang lain. Hal ini memungkinkan subkontraktor untuk lebih mengasah keterampilan mereka. Beberapa type subkontraktor teridentifikasi sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #555555; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; margin: 10px 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Sub-kontraktor Domestik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Subkontraktor ternominasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Sub-Kontraktor Bernama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Ø&amp;nbsp; Kontraktor Independen&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #555555; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Subkontraktor domestik adalah&amp;nbsp;&lt;/b&gt;subkontraktor yang menandatangani kontrak utama untuk menyuplai atau memberikan setiap material, barang, atau melaksanakan pekerjaan dari kontrak utama, secara esensial kontraktor ini di pekerjakan oleh kontraktor utama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #555555; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;Kontrak – kontrak tertentu mengizinkan petugas arsitek atau pengawas untuk menyediakan hak seleksi final dan persetujuan subkontraktor. Kontraktor utama diizinkan mencari keuntungan dari pemanfaatan subkontaktor ternominasi dalam hal ini, meski harus memberikan penyediaan (Biasanya persediaan air,listrik,dsb. Untuk kemampuan subkontraktor melakukan pekerjaannya). Sebagai akibatnya, penunjukan subkontraktor ternominasi menetapkan suatu hubungan kontraktual secara langsung antara klien dan subkontraktor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #555555; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;Secara efektif dan sama seperti subkontraktor domestic, subkontraktor ini adalah subkontraktor yang melakukan kontrak dengan kontraktor utama untuk memberikan material, barang, atau pelaksanaan pekerjaan yang membentuk bagian dari kontrak utama. Secara esensial kontraktor ini dipekerjakan oleh kontraktor utama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #555555; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;b style="margin: 0px; padding: 0px;"&gt;Kontraktor independen adalah&lt;/b&gt;&amp;nbsp;seorang individu, badan usaha, atau perusahan yang menyediakan barang atau jasa kepada individu, badan usaha, taua perusahan lain dibawah persyaratan – persyaratan tertentu yang dituangkan kedalam sebuah kontrak atau kesepakatan tertulis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 12px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;" /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #555555; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;Kontraktor independen tidak bekerja dalam waktu yang teratur untuk seorang klien. Kontraktor independen bekerja jika diperlukan. Disebabkan dengan sifatnya yang demikina itu maka kontraktor independen mendapatkan bayaran atas dasar paro waktu. Kontraktor independen ini biasa bekerja dalam sebuah perusahan yang terbatas yang mereka miliki sendiri atau bekerja dibawah perusahan lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br style="background-color: white; color: #555555; font-family: Verdana, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 12px; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;" /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #555555; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;Demikianlah Tulisan tentang Kontraktor ini. Jika anda ingin menjadi seorang kontraktor mungkin itulah sekilas tentang kontraktor yang bisa menjadi pengetahuan anda sehingga bisa memilih jenis jenis kontraktor seperti apa yang anda inginkan untuk sebuah proyek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #555555; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small; margin: 0px; padding: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #555555; font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="background-color: white;"&gt;source: kampus-sipil&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/04/pengertian-kontraktor.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-2761945048409279712</guid><pubDate>Fri, 22 Apr 2016 08:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-22T01:16:17.508-07:00</atom:updated><title>Ekstensi File dan Aplikasi Pendukungnya</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://img.brothersoft.com/screenshots/softimage/f/formatfactory-98431-2.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://img.brothersoft.com/screenshots/softimage/f/formatfactory-98431-2.jpeg" height="162" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
File adalah kumpulan instruksi atau data yang tersimpan di media penyimpanan untuk diakses dan dimanipulasi oleh pengguna. Setiap File secara manual dapat diberi nama supaya file tesebut mudah dikelola oleh sistem maupun pengguna. Sebuah file berisi aliran data (data stream) yang berisi sekumpulan data yang saling berkaitan, serta atribut file (yang bersifat wajib atau opsional), yang kadang-kadang disebut properties yang berisi informasi tentang file, seperti informasi mengenai kapan file tersebut dibuat dan apa ekstensinya.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
“namafile”&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Filedigolongkan berdasarkan ekstensinya, formatnya, dan file pendukungnya, disebut File Extension. Ini bertujuan untuk membedakan bentuk format file sehingga memudahkan pengguna dan sistem dalam memanajemen file. Informasi mengenai ekstensi file &amp;nbsp;terletak pada huruf terakhir setelah titik pada nama file.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
“namafile.ekstensi”&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Ekstensi file berfungsi untuk membantu sistem operasi dalam membedakan jenis file, kemudian sistem operasi akan menentukan program apa yang sekiranya dapat membuka ekstensi file tersebut. Ekstensi file juga sering menunjukkan jenis, atau format sebuah file.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika Anda tidak memiliki program untuk membuka file dengan ekstensi file tertentu, Anda harus menginstall program yang mendukung ekstensi file tersebut. Atau jika tidak, anda mungkin bisa mengonversinya ke format (ekstensi) yang lain. Anda dapat menkonversi file tersebut dengan beberapa software converter.&lt;br /&gt;
Anda bisa melihat jenis ekstensi yang terdapat pada file dengan cara :&lt;br /&gt;
1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Buka Windows Explorer anda&lt;br /&gt;
2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pilih Tools -&amp;gt; Folder Options&lt;br /&gt;
3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Klik Tab View&lt;br /&gt;
4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Hilangkan centang yang ada pada “Hide extensions for known file types”&lt;br /&gt;
5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Klik OK&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ekstensi Berdasarkan Tipenya&lt;/h3&gt;
Ekstensi file dari beberapa jenis mungkin kompatibel dengan lebih dari satu program. Sebagai contoh, program pengolah kata (Notepad, WordPad, Microsoft Office Word, Open Office, dan selainnya) dapat membaca semua file ‘teks’ atau berkas .txt, dan hampir semua pengolah kata dapat membaca file RTF (Rich Text Format). Meski begitu ada beberapa file ekstensi yang penyuguhannya jika dibuka di aplikasi lain tidak akan sesempurna program pengeksekusi originalnya.&lt;br /&gt;
Untuk itu perlu bagi kita untuk mengelompokkan ekstensi berdasarkan jenisnya. Berikut ini Jenis ekstensi yang paling popular bersama dengan program pendukungnya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Video&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ekstensi kategori jenis video berarti file jenis ini dapat dieksekusi oleh aplikasi video.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekstensi File Video:&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;MP4&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;AVI&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;MPG&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;MPEG&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;WMF&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;3GP&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;RMVB&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;MOV&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;FLV&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;SWF&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;VOB&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;GIF (Ekstensi ini dapat digolongkan ke dalam Video maupun Gambar)&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;dll&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aplikasi Pendukung&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Windows Media Player&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;VLC Media Player&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Media Player Classic&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Aurora Blu-Ray Media Player&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;KMP Player&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;SWF Player&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Adobe Media Player&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Movie Maker&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Adobe Premiere&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;dll&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa Aplikasi Video memiliki keistimewaan untuk dapat mengeksekusi file format audio dan file format image. Hal ini dikarenakan Video merupakan format gabungan dari Audio dan Visual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Audio&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ekstensi Audio dapat dijalankan dengan program audio, dan beberapa program video.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekstensi File Audio&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;MP3&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;WMA&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;APE&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;FLAC&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;AAC&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;MMF&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;AMR&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;M4A&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;M4R&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;OGG&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;WAV&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;WV&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;MP2&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aplikasi Pendukung&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Windows Media Player&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Winamp&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;AIMP3&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Audio Editor&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dll&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;c.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Picture&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekstensi File Picture&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;WebP&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;JPG&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;PNG&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;BMP&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;GIF&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;ICO&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;TIFF&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;PCX&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;TGA&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;dll&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aplikasi Pendukung&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Browser (seperti Mozilla Firefox)&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Windows Photo Viewer&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;FastStone&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Photoscape&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Fast Picture Viewer&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Paint&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Adobe Photo Shop&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;dll&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;d.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dokumen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
File dengan format dokumen merupakan file yang berisi teks. Tapi tak sedikit ekstensi dokumen yang mampu menyisipkan gambar maupun SWF.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekstensi File Dokumen&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;TXT&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;RTF&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;DOC&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;DOCX&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;XLS&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;PPT&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;PDF&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;HTML&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;ODF&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;XML&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;dll&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Program Pendukung&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Notepad&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Notepad++&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Wordpad&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Microsoft Office&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Open Office&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Mozilla&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Adobe Reader&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;dll&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Convert File&lt;/h3&gt;
Convert file merupakan suatu aktifitas untuk mengubah suatu file dengan format tertentu ke bentuk format yang berbeda supaya dapat dibaca oleh aplikasi yang diharapkan. Seandainya kita menerima file dari komputer lain dengan format “PNG”, namun format terebut tidak sesuai dengan yang kita butuhkan, oleh karena itu dilakukanlah convert file.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita bisa mengkonversi suatu File dengan syarat file tersebut masih sama jenis dalam penyuguhan datanya. Seperti ekstensi RTF ke bentuk TXT, kedua ekstensi tersebut merupakan jenis ekstensi dokumen. Kita tidak bisa mengconvert dokumen menjadi Audio.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun ada beberapa sample case yang bisa diakali oleh user untuk melakukan konversi file. Seperti:&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;File berisi text di-screenshot, difoto, atau di-scan untuk mendapatkan format gambar.&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pada file berformat video, hanya suaranya saja yang anda ambil, atau suaranya dihilangkan. Pada saat ini sudah banyak converter yang mampu mengkonversi video ke bentuk suaranya saja. Ataupun bisa dilakukan dengan aplikasi video editor-nya langsung&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kumpulan text yang sudah diubah menjadi bentuk gambar, bila terdapat banyak gambar, maka gambar-gambar tersebut dapat disatukan menjadi bentuk video&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;PDF diubah ke bentuk JPG&lt;br /&gt;
Aplikasi yang bagus untuk mengkonversi file yaitu sebagai berikut:&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Format Factory&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;PDF to Doc&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konversi tidak hanya dilakukan untuk file yang sudah jadi saja, melainkan input seperti sensor suara juga melakukan proses konversi. Dimana suara pengguna ditangkap oleh mesin, kemudian mesin mengkonversikan suara pengguna menjadi bentuk text. Teknologi semakin canggih. Tidak menutup kemungkinan jika hembusan nafas dari manusia bisa dikonversikan oleh mesin komputer menjadi suatu arti yang terpapar jelas dan sesuai dengan maksud pengguna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ekstensi File yang Berbahaya bagi Sistem&lt;/h3&gt;
Beberapa ekstensi file diklasifikasikan sebagai executable, yang berarti mereka tidak hanya terbuka untuk dilihat atau dimainkan, tetapi mereka benar-benar melakukan sesuatu, seperti memulai sebuah program, menjalankan script, dll. Contoh ekstensinya adalah “.exe”, “.reg”, “.bat”, “.inf”. Dan file ini sudah bisa diebut sebagai “Program”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun ekstensi executable yang berpotensi dapat merusak sistem. Ekstensi file berpotensi dapat dikatakan berbahaya karena dapat berisi kode yang menjalankan suatu perintah untuk merusak kesehatan sistem. Seperti halnya perintah untuk memanipulasi suatu nilai terhadap objek di registry, atau mengunduh dan menginstal program iklan dan membuat kinerja komputer anda semakin lambat. File ini biasa kita dengar sebagai virus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini ekstensi file yang perlu anda waspadai:&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.EXE – Sebuah file program executable. Sebagian besar aplikasi yang berjalan pada Windows adalah file .exe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.PIF – Program Information File, sebuah file informasi program-program MS-DOS. File .pif tidak seharusnya berisi kode executable, Windows akan memperlakukan .PIF sama dengan file EXE jika mereka berisi kode executable. Awalnya digunakan oleh program MS-DOS. Dapat berfungsi sebagai jalan pintas ke file executable, seperti file .LNK. Microsoft Windows menganalisa file PIF dengan fungsi ShellExecute dan dapat menjalankannya sebagai program executable. Jangan membuka file PIF yang dikirim sebagai lampiran e-mail, karena dapat digunakan untuk mengirimkan virus atau script berbahaya lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.APPLICATION – Sebuah installer aplikasi dengan teknologi ClickOnce Microsoft. ClickOnce adalah teknologi Microsoft yang memungkinkan pengguna untuk menginstal dan menjalankan aplikasi smart client berbasis Windows dengan mengklik link di halaman web. ClickOnce adalah komponen dari Microsoft .NET Framework 2.0 dan setelahnya, dan mendukung penggelaran aplikasi yang dibuat dengan Windows Forms atau Windows Presentation Foundation. Hal ini mirip dengan Java Web Start untuk Platform Java atau Zero Nol untuk Linux.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.GADGET – Sebuah file gadget untuk teknologi gadget desktop Windows yang diperkenalkan pada Windows Vista dan diteruskan pada Windows 7. Program kecil yang berjalan di sidebar Windows Vista atau Windows 7; digunakan untuk program-program kecil seperti feed berita, jam, kalender, sistem utilitas, game kecil, dll.Jenis lain dari gadget termasuk gadget Web dan gadget SideShow. Gadget web dapat ditempatkan pada halaman Web, sedangkan gadget SideShow dijalankan di ponsel, bingkai foto digital, dan perangkat lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.MSI – Windows Installer Package, sebuah paket file installer Windows. Berisi informasi instalasi untuk installer tertentu, seperti file yang akan diinstal dan lokasi instalasi; dapat digunakan untuk update Windows maupun installer perangkat lunak pihak ketiga.Isi paket MSI dapat diekstraksi menggunakan utilitas dekompresi file seperti 7-Zip atau WinRAR.CATATAN: Pada Windows Vista, file.msu digunakan untuk menginstal pembaruan sistem dan perbaikan terbaru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.MSP – Sebuah file Windows installer Patch. File yang digunakan untuk memperbarui sistem operasi Windows dan program Microsoft lainnya; biasanya disertakan dengan update keamanan atau perbaikan terbaru Microsoft; dijalankan oleh program Windows Installer Hotfix.exe dan Update.exe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.COM – Jenis asli dari program yang digunakan oleh MS-DOS. Program executable yang mampu dijalankan oleh MS-DOS dan Windows; disimpan dalam format biner dan mirip dengan file .EXE, tetapi berbeda dalam hal ukuran maksimum sekitar 64KB dan tidak memiliki header atau metadata; biasa digunakan untuk melaksanakan satu set instruksi sedangkan file EXE digunakan untuk program yang dikembangkan sepenuhnya.Keduanya, DOS dan Windows telah menggunakan ekstensi “.com” selama bertahun-tahun, dan ekstensi “.com” tidak sama dengan “.com” nama domain Internet. Catatan: Jika folder mengandung file EXE dan COM dengan nama file yang sama (misalnya, run.exe dan run.com), DOS atau Windows command prompt akan menjalankan file COM jika Anda mengetik nama file tanpa ekstensinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.SCR – Sebuah screen saver Windows. Screen saver Windows dapat mengandung kode executable. Biasanya disimpan di direktori utama Windows (C:/Windows); dapat dijalankan secara otomatis saat komputer tidak aktif selama beberapa menit (pengaturan kustom dapat dikonfigurasi dengan menggunakan panel kontrol Screen Saver). Screen saver adalah file executable yang berjalan ketika dibuka. Mereka bisa menampilkan grafik vektor atau animasi teks, memutar slide, animasi, atau video, dan mungkin termasuk efek suara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.HTA – Sebuah aplikasi HTML (HTML Aplication). Program yang dapat dijalankan dari sebuah dokumen HTML; file eksekusi yang berisi kode hypertext; dapat dibuat dengan hanya mengubah ekstensi file dari file .HTM menajdi ekstensi “HTA”; dijalankan oleh Microsoft HTML Application host (Mshta.exe). Tidak seperti aplikasi HTML yang berjalan di browser, file HTA dijalankan sebagai aplikasi terpercaya tanpa sandboxing. Ketika file HTA diakses di Web, biasanya menghasilkan kotak dialog yang mengatakan: “What would you like to do with this file?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.CPL– Sebuah file Control Panel (Windows Control Panel Item). Semua utilitas ditemukan di Control Panel Windows adalah file .cpl. Item panel kontrol, seperti Displays, Mouse, suara, atau Jaringan, yang digunakan oleh sistem operasi Windows; disimpan dalam folder “Windows\System” dan dimuat secara otomatis ketika Windows Control Panel dibuka. Karena file CPL yang direferensikan oleh sistem operasi Windows, mereka tidak harus dibuka secara manual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.MSC– Sebuah file Microsoft Management Console. Aplikasi seperti group policy editor dan disk management adalah file .msc. File ditambahkan ke Microsoft Management Console (MMC), sebuah program yang digunakan untuk mengatur dan memonitor sistem komputer Windows; berisi “snap-in” yang merupakan modul yang menyediakan kemampuan administrasi tambahan; disimpan dalam format XML yang dapat dilihat dan diedit dengan editor teks dasar. Snap-in umum digunakan oleh administrator sistem untuk manajemen perangkat, defragmentasi disk, dan pemantauan peristiwa sistem. Kustom snap-in dapat dikembangkan dengan MMC Application Programming Interface (API), yang diterbitkan oleh Microsoft Developer Network (MSDN).Contoh file msc yang umum: gpedit.msc (Group Policy), services.msc (Services), dfrg.msc (Disk Defragmenter), diskmgmt.msc (Disk Management), dll. Anda juga dapat menjalankan file msc melalui kotak dialog RUN.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.JAR – File .JAR berisi kode executable Java. Jika Anda sudah menginstal runtime Java, file .JAR akan dijalankan sebagai program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.BAT – Sebuah file batch. Berisi daftar perintah yang akan dijalankan pada komputer Anda jika Anda membukanya. Awalnya digunakan oleh MS-DOS. DOS file batch yang digunakan untuk menjalankan perintah dengan Windows Command Prompt (cmd.exe); berisi serangkaian perintah baris yang biasanya bisa masuk pada command prompt DOS; yang paling umum digunakan untuk memulai program dan menjalankan utilitas pemeliharaan dalam Windows. File BAT dapat dibuat secara manual dan diedit untuk mengotomatisasi tugas-tugas dan melakukan operasi berulang. Mereka dapat ditulis dengan editor teks dasar, seperti Notepad, dan disimpan dengan ekstensi “.bat”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.CMD– Sebuah file batch. Mirip dengan BAT, tapi ekstensi file ini diperkenalkan pada Windows NT. Karena file CMD disimpan dalam format teks biasa, mereka dapat dilihat dan diedit dengan editor teks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.Vb, .vbs – Sebuah file VBScript. Akan mengeksekusi kode VBScript yang termasuk jika Anda menjalankannya.&lt;br /&gt;
Script ditulis dalam bahasa scripting VBScript; dapat dijalankan pada Windows menggunakan dukungan scripting built-in; mungkin dijalankan langsung dari sistem operasi atau dalam Internet Explorer. Juga dapat menggunakan ekstensi file vbs.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.VBE – Sebuah file VBScript terenkripsi. Mirip dengan file VBScript, tapi tidak mudah untuk mengetahui apa benar-benar akan dilakukan file jika Anda menjalankannya. Script yang ditulis dalam VBScript, bahasa pemrograman yang merupakan versi penurunan Visual Basic; menyimpan kode sumber dalam format disandikan sehingga tidak dikenali; berjalan secara native di Windows dengan Windows Script Host (wscript.exe atau cscript.exe).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.JS – Sebuah file JavaScript. Script Executable yang ditulis dalam JScript, JavaScript versi Microsoft. File .JS biasanya digunakan oleh halaman Web dan aman jika berjalan di browser Web. Namun, Windows akan menjalankan file .JS di luar browser tanpa sandboxing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.JSE – Sebuah file JavaScript dienkripsi. Script yang ditulis dalam JScript, bahasa pemrograman yang digunakan untuk scripting Windows dan Microsoft Internet Explorer; berisi kode sumber dalam format yang sama dengan JavaScript, namun spesifikasi JScript dikelola oleh Microsoft.Script JSE dapat berjalan secara native di Windows dengan program Windows Script Host (WSH), yang memiliki nama file wscript.exe. Mereka juga dapat dijalankan oleh utilitas Microsoft command-line, Cscript.exe. JScript sering digunakan untuk memuat konten interaktif di halaman web dan aplikasi web.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.WS, .WSF – Sebuah file Windows Script. Script Executable untuk Windows yang dapat menggabungkan rutinitas JScript dan VBScript dan mungkin termasuk elemen XML; berjalan saat dibuka jika Windows Scripting Host (WSH) 2,0 atau di atasnya diinstal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.WSC, .WSH – Windows Script Component dan Windows Script Host Settings. Digunakan bersama dengan dengan Windows Script file. Objek scripting berformat XML yang mengandung properti dan atau metode; dapat direferensikan oleh satu atau lebih skrip; mendukung berbagai bahasa pengembangan perangkat lunak, termasuk VBScript (.vbs), Active Server Pages (ASP), dan berbagai bahasa lain.File .WSC memungkinkan pengembang untuk membuat komponen reusable Component Object Model (COM). Komponen-komponen ini memungkinkan komponen software untuk berkomunikasi satu sama lain dan dengan layanan yang diberikan oleh sistem operasi Windows. Adapun .WSH adalah dokumen teks yang berisi properti dan parameter untuk script tertentu, yaitu vb atau .vbs; digunakan untuk menyesuaikan pelaksanaan skrip tertentu; membutuhkan WScript atau CScript untuk menjalankan, yang keduanya disertakan dalam sistem operasi Windows.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.PS1, .PS1XML, .PS2, .PS2XML, .PSC1, .PSC2 – Sebuah script Windows PowerShell. Berjalan di PowerShell command dalam urutan yang ditentukan dalam file. Script, atau “cmdlet,” digunakan oleh Windows PowerShell, program Windows shell dibangun di atas .NET Framework Microsoft; berisi serangkaian baris yang ditulis dalam bahasa scripting PowerShell; mirip dengan BAT atau berkas cmd, tapi dijalankan oleh Windows PowerShell bukan Windows cmd.exe dan program COMMAND.COM. Cmdlets dapat digunakan untuk mengotomatisasi tugas-tugas Windows. Sebagai contoh, cmdlet mungkin mengubah nama grup file menggunakan ekstensi file baru. Cmdlet lain mungkin memeriksa registry Windows dan output hasil ke dalam sebuah file.Windows PowerShell terinstal secara default pada Windows 7.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.MSH – Orbiter 3D Mesh File. Kategori file gambar 3D. Format mesh model 3D yang digunakan oleh Orbiter, program simulasi penerbangan ruang angkasa; menyimpan struktur tiga dimensi dari pesawat ulang-alik, stasiun, atau benda antariksa lain; menggunakan format teks ASCII dan menentukan simpul dan kelompok mesh untuk bagian yang berbeda dari model, serta tekstur (file DDS) dan bahan untuk diterapkan pada model. File MSH disimpan dalam folder instalasi software \Meshes\.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.SCF – Windows Explorer Command (Sebuah file perintah Windows Explorer). Perintah yang digunakan oleh Windows Explorer; misalnya, untuk bergerak ke atas atau ke bawah direktori atau menunjukkan Desktop; dijalankan melalui Internet Explorer.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.LNK – Sebuah link ke sebuah program di komputer Anda. Sebuah link file berpotensi mengandung atribut baris perintah yang melakukan hal-hal yang berbahaya, seperti menghapus file tanpa bertanya. Shortcut atau “link” yang digunakan oleh Windows sebagai referensi ke file asli, mirip dengan alias pada platform Macintosh; berisi jenis sasaran pintas, lokasi, dan nama file serta program yang membuka file target dan shortcut key opsional; dapat dibuat di Windows dengan mengklik kanan file dan kemudian memilih “Create Shortcut.”File .LNK biasanya menggunakan icon yang sama dengan file target mereka, tetapi ditambahkan panah melengkung kecil untuk menunjukkan bahwa file mengarah ke lokasi lain. Ketika mengklik ganda, shortcut bertindak dengan cara yang sama seperti bila pengguna mengklik file asli.CATATAN: Perubahan asosiasi file .LNK dapat menyebabkan ikon desktop Windows Anda tiba-tiba berubah atau hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.INF – Setup Information File, sebuah file teks yang digunakan oleh autorun. File konfigurasi teks biasa yang mendefinisikan file apa yang diinstal dengan program perangkat lunak tertentu atau update; mungkin juga membuat daftar lokasi file dan direktori dimana file-file tersebut akan diinstal; digunakan oleh sistem operasi Windows, atau program atau installer yang mengandung file INF.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;.REG – Sebuah file registry Windows. File REG berisi daftar entri registry yang akan ditambahkan atau dihapus jika Anda menjalankannya. Biasanya digunakan untuk menginstal aplikasi bajakan atau RIP. Sebuah file REG bisa berbahaya bila menghilangkan informasi penting dari registri Anda, diganti dengan data sampah, atau menambahkan data penyerangan sistem.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Virus Komputer&lt;/h3&gt;
Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Virus komputer umumnya dapat merusak perangkat lunak komputer. Akan tetapi secara tidak langsung dapat merusak perangkat keras komputer dengan cara memaksa hardware untuk bekerja melebihi batas kemampuan. Sehingga perangkat keras menjadi sangat panas dan kelelahan. Efek negatif virus komputer adalah memperbanyak dirinya sendiri, yang membuat resource pada komputer (seperti RAM) menjadi berkurang secara signifikan. Hampir 95% virus komputer berbasis sistem operasi Windows. Sisanya menyerang Linux/GNU, Mac, FreeBSD, OS/2 IBM, dan Sun Operating System.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini pengelompokan virus menjadi beberapa jenis:&lt;br /&gt;
1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Worm: Menggandakan dirinya sendiri pada harddisk. Suatu file yang awalnya berkapasitas penyimpanan kecil lama kelamaan akan menjadi raksasa dan memenuhi ruang hardisk. Jika hardisk anda penuh tanpa sebab, coba periksa kesegala penjuru direktori anda. Karena kemungkinan virus worm ini yang menjadi penyebabnya. Virus ini bisa hinggap di mana saja. Anda bisa menggunakan software yang membantu anda untuk menemukan file apa yang kapasitas penyimpanannya paling besar.&lt;br /&gt;
2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Trojan: Mengambil data pada komputer yang telah terinfeksi dan mengirimkannya pada pembuat trojan itu sendiri. Ini cukup berbahaya karena dapat mencuri login password anda. Trojan dapat mencuri riwayat pengetikan keyboard anda sehingga informasi anda bocor keluar.&lt;br /&gt;
3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Backdoor: mekanisme yang dapat digunakan untuk mengakses sistem, aplikasi, atau jaringan, selain dari mekanisme yang umum digunakan (melalui proses logon atau proses autentikasi lainnya).&lt;br /&gt;
4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Spyware: Program pengintai pengguna komputer lain. Memata-matai setiap kegiatan korban. Program ini memasang dirinya sendiri ke dalam sebuah sistem untuk mencuri data pengguna atau menyerang sistem target.&lt;br /&gt;
5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Rogue: merupakan program antivirus palsu dan menampilkan aktivitas layaknya antivirus normal, dan memberikan peringatan-peringatan palsu tentang adanya virus. Tujuannya adalah agar pengguna membeli dan mengaktivasi program antivirus palsu itu dan mendatangkan uang bagi pembuat virus rogue tersebut. Juga rogue dapat membuka celah keamanan dalam komputer guna mendatangkan virus lain.&lt;br /&gt;
6.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Rootkit: menyembunyikan proses, berkas dan data sistem yang sedang berjalan dari sebuah sistem operasi tempat dia bernaung. Program banyak digunakan oleh perangkat perusak yang ditujukan untuk membantu penyusup menjaga tindakan mereka untuk tetap hening.&lt;br /&gt;
7.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Polymorphic: Virus yang sangat berbahaya karena kecerdasannya. Ia dapat mengubah pola sturkturnya setiap kali menyerang file atau program. Tujuannya untuk menghindari identitasnya dari antivirus. Analoginya seperti &amp;nbsp;seorang pencuri yang melakukan kejahatan, kemudian ia mengganti wajah dan penampilannya untuk menghindari pengejaran polisi.&lt;br /&gt;
8.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Oligomorphic: Virus ini dapat melakukan mutasi pada decryptor. Sehingga decryptor memiliki banyak variasi. &amp;nbsp;Dengan melakukan mutasi decryptor, malware dapat bergenerasi sampai ratusan varian decryptor.&lt;br /&gt;
9.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Metamorphic: Merupakan pengembangan dari teknik oligomorphic dan polimorphic. Teknik ini dibuat karena pengembang Antivirus menemukan teknik baru seperti emulator untuk menghadapi malware jenis polymorphic. Seperti oligomorpic dan polimorphic, malware metamorphic melakukan mutasi untuk mengelabui antivirus. Pada teknik oligomorphic dan polimorphic mutasi yang dilakukan adalah pada bagian decryptor. Tapi pada metamorphic mutasi dilakukan pada bagian body (payload). Setelah bermutasi code, malware akan terlihat berbeda, walaupun tetap mempunyai fungsi yang sama. Setiap kali malware menginfeksi file/data berikutnya, maka bagian body malware akan bermutasi. Cara ini menyulitkan antivirus karena malware tidak meninggalkan jejak di memory seperti polymorphic. Malware metamorphic ini tidak menggunakan encryption atau packing.&lt;br /&gt;
10.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Adware: Merupakan program untuk menyampaikan iklan kepada pengguna. Ini cukup mengganggu karena program-program itu biasanya terus menerus membawa pengguna komputer ke dalam iklannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tindakan Terhadap File Ekstensi yang Berbahaya&lt;/h3&gt;
Seorang teknisi komputer bisa dibilang belum kompeten jika tidak mampu merawat sistem komputer dengan benar dan selalu mengandalkan install ulang sebagai jalan keluarnya. Berikut ini hal-hal yang perlu kita pahami dalam mengamankan sistem komputer:&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sebelum anda menjalankan suatu file, pastikan bahwa file tersebut berasal dari sumber yang jelas anda ketahui akan keamanannya.&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Install dan selalu aktifkan program antivirus yang terbukti paling ampuh melawan serangan. Pastikan program engine dan virus definition terupdate secara berkala. Anda bisa merekomendasikan kepada atasan anda untuk membeli program antivirus yang bagus.&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Jika bidang pekerjaan perusahaan tempat anda bekerja membutuhkan keamanan yang sangat tinggi (seperti Bank), wajib bagi anda untuk melakukan backup dan system restore. Anda juga perlu menutup berbagai port yang tidak dibutuhkan dan port yang rentan terhadap serangan.&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pastikan kabel-kabel yang terhubung ke komputer anda dikenali dan tidak ada satupun kabel yang terhubung ke perangkat asing.&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Anda harus bisa memanajemen file-file dan folder dengan baik dimana file-file diletakan berdasarkan kategori.&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Periksa secara berkala direktori komputer anda.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/04/ekstensi-file-dan-aplikasi-pendukungnya.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-6551514923522109710</guid><pubDate>Mon, 18 Apr 2016 10:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-08-12T19:17:35.575-07:00</atom:updated><title>Bagaimana cara mendapatkan Sertifikasi dan Lisensi yang Sah?</title><description>Saat ini setiap pekerjaan yang memiliki potensi bahaya membutuhkan pekerja yang memiliki kompetensi K3. Sebagai bukti kompetensi tersebut, setiap pekerja harus memiliki sertifikat dan lisensi. &amp;nbsp;Lalu bagaimana caranya orang-orang sebagai pekerja mendapatkan sertifikat dan lisensi ini?&lt;br /&gt;
Sebelum itu, mari kita lihat Undang-Undang No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Pada pasal 9 ayat 3:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
Pengurus diwajibkan menyelenggarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja yang berada di&lt;br /&gt;
bawah pimpinannya, dalam pencegahan kecelakaan dan pemberantasan kebakaran serta&lt;br /&gt;
peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja, pula dalam pemberian pertolongan pertama&lt;br /&gt;
dalam kecelakaan.&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah tenaga kerja mengikuti pembinaan, tenaga kerja akan menjalani ujian untuk mendapatkan sertifikat dan lisensi.&lt;br /&gt;
Kemudian pada pasal 10 ayat 1 dan 2:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Menteri Tenaga Kerja berwenang membentuk Panitia Keselamatan dan Kesehatan Kerja guna memperkembangkan kerja sama, saling pengertian dan partisipasi efektif dari pengusaha atau pengurus dan tenaga kerja dalam tempat-tempat kerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban bersama di bidang keselamatan dan kesehatan kerja, dalam rangka melancarkan usaha berproduksi.&lt;br /&gt;
2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Susunan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja, tugas dan lain-lainnya ditetapkan oleh Menteri Tenaga Kerja.&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Pembentukan P2K3 terdapat pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja Per.04/Men/1987. Salah satunya menerangkan bagaimana tenaga kerja dapat menjadi seorang ahli k3 sebagaimana pada pasal 5 disebutkan:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Setiap pengusaha atau pengurus yang akan mengangkat Ahli Keselamatan Kerja harus mengajukan permohonan secara tertulis kepada Menteri.&lt;br /&gt;
2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Permohonan penunjukan Ahli Keselamatan Kerja sebagaimana dimaksud ayat (1) harus bermaterai cukup dan dilampirkan:&lt;br /&gt;
a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Daftar riwayat hidup calon Ahli Keselamatan Kerja;&lt;br /&gt;
b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Surat keterangan pengalaman kerja;&lt;br /&gt;
c.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Surat keterangan berbadan sehat dari dokter;&lt;br /&gt;
d.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Surat pernyataan bekerja penuh di perusahaan yang bersangkutan;&lt;br /&gt;
e.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Foto copy ijasah atau STTB terakhir;&lt;br /&gt;
f.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sertifikat pendidikan khusus yang diselenggarakan oleh Departemen Tenaga Kerja atau Badan atau Lembaga Pendidikan yang diakui Departemen Tenaga Kerja.&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mendapatkan Sertifikat, tenaga kerja perlu melakukan pelatihan yang diselenggarakan oleh departemen tenaga kerja (sekarang menjadi Kemnaker) &amp;nbsp;atau Badan atau Lembaga Pendidikan yang diakui Kemnaker. Salah satu Lembaga Pendidikan yang diakui Kemnaker adalah PT Prashetya Quality sebagai PJK3.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian untuk mendapatkan Lisensi / Surat Penunjukan, tenaga kerja perlu melakukan dan lulus ujian sebagaimana disebutkan pada pasal 7 dan 8.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
Pasal 7: Untuk menunjuk Ahli Keselamatan Kerja, Menteri membentuk Tim Penilai yang secara fungsional diketuai oleh Direktur Jenderal Bina Hubungan Ketenagakerjaan dan Pengawasan Norma Kerja dan anggotanya terdiri dari pejabat Departemen Tenaga Kerja dan Instansi atau Badan atau Lembaga di Luar Departemen Tenaga Kerja yang dipandang perlu.&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
Pasal 8: Tim Penilai sebagaimana dimaksud pasal 7 mempunyai fungsi:&lt;br /&gt;
a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Memeriksa kelengkapan persyaratan calon Ahli Keselamatan Kerja yang diajukan pengusaha atau pengurus;&lt;br /&gt;
b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Melakukan pengujian kemapuan teknis di bidang keselamatan kerja, higene perusahaan, kesehatan kerja dan ergonomi;&lt;br /&gt;
c.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Menyampaikan kepada Menteri:&lt;br /&gt;
1) Untuk dikeluarkan keputusan penunjukan sebagai Ahli Keselamatan Kerja apabila calon Ahli Keselamatan Kerja yang bersangkutan dinilai telah memenuhi persyaratan oleh Tim Penilai;&lt;br /&gt;
2) Untuk dikeluarkan keputusan penolakan permohonan pengusaha atau pengurus apabila calon Ahli Keselamatan Kerja yang bersangkutan dinilai tidak memenuhi persyaratan oleh Tim Penilai.&lt;br /&gt;
Satu lagi pada Undang-undang No 13 tahun 2003 pada pasal 18 berbunyi:&lt;br /&gt;
1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tenaga kerja berhak memperoleh pengakuan kompetensi kerja setelah mengikuti pelatihan kerja yang di selenggarakan lembaga pelatihan kerja pemerintah, lembaga pelatihan kerja swasta, atau pelatihan di tempat kerja.&lt;br /&gt;
2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pengakuan kompetensi kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan melalui sertifikasi kompe tensi kerja.&lt;br /&gt;
3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sertifikasi kompetensi kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dapat pula diikuti oleh tenaga kerja yang telah berpengalaman.&lt;br /&gt;
4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja dibentuk badan nasional sertifikasi profesi yang inde penden.&lt;br /&gt;
5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pembentukan badan nasional sertifikasi profesi yang independen sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) diatur dengan Peraturan Pemerintah.&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu sertifikat, SIO dan Surat Penunjukan siapa yang mengeluarkan? Jawabannya:&lt;br /&gt;
1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kemnaker RI&lt;br /&gt;
2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sertifikasi Kemnaker RI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mendapatkan sertifikasi, surat ijin operasional dan surat penunjukan dari Kemnaker RI, tenaga kerja perlu:&lt;br /&gt;
1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Memenuhi persyaratan sebagaimana diatur oleh Kemnaker RI. Lebih lengkapnya anda baca Permen 04 tahun 1987.&lt;br /&gt;
2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Mengikuti pembinaan &amp;amp; sertifikasi K3. Salah satu pembinaan yang sah melalui pelatihan dari PT Prashetya Quality sebagai PJK3. Masing-masing program pelatihan memiliki materi pembahasan yang berbeda. Sehingga jumlah hari pembinaannya juga berbeda. Sebagai contoh pelatihan Ahli K3 Umum yang berlangsung selama 12 hari.&lt;br /&gt;
3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Melakukan ujian untuk ditentukan apakah tenaga kerja layak atau tidak mendapatkan SIO dan SKP. Ujian ini biasanya langsung dilakukan setelah dilaksanakannya pelatihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sertifikasi BNSP&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum itu mari kita ketahui lebih banyak tentang BNSP. Badan Nasional Sertifikasi Profesi disingkat (BNSP) adalah sebuah lembaga independen yang di bentuk pemerintah berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Badan ini bekerja untuk menjamin mutu kompetensi dan pengakuan tenaga kerja pada seluruh sektor bidang profesi di Indonesia melalui proses sertifikasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tugas pokok dan fungsi BNSP sebagai otoritas sertifikasi personel sesuai PP No. 23 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi tahun 2004 utamanya pasal 4:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
Ayat 1): Guna terlaksananya tugas sertifikasi kompetensi kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, BNSP dapat memberikan lisensi kepada lembaga sertifikasi profesi yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja.&lt;br /&gt;
Ayat 2): Ketentuan mengenai persyaratan dan tata cara pemberian lisensi lembaga sertifikasi profesi sebagaimana dimaksud dalam ayat 1) ditetapkan lebih lanjut oleh BNSP.&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan mengamanatkan pembentukan Badan Nasional Sertifikasi Profesi yang independen untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja bagi tenaga kerja, baik yang berasal dari lulusan pelatihan kerja dan/atau tenaga kerja yang telah berpengalaman. Badan Nasional Sertifikasi Profesi tersebut sangat diperlukan sebagai lembaga yang mempunyai otoritas dan menjadi rujukan dalam penyelenggaraan sertifikasi kompetensi kerja secara nasional. Dengan demikian, maka akan dapat dibangun suatu sistem sertifikasi kompetensi kerja nasional yang diakui oleh semua pihak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberadaan Badan Nasional Sertifikasi Profesi sebagaimana dimaksud di atas juga sangat penting dalam kaitannya dengan penyiapan tenaga kerja Indonesia yang kompetitif menghadapi persaingan di pasar kerja global. Disamping itu, dengan adanya Badan Nasional Sertifikasi Profesi akan memudahkan kerja sama dengan institusi-institusi sejenis di negara-negara lain dalam rangka membangun saling pengakuan (mutual recognition) terhadap kompetensi tenaga kerja masing-masing negara.&lt;br /&gt;
Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka Peraturan Pemerintah ini mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas, organisasi, keanggotaan, tata kerja, dan pembiayaan Badan Nasional Sertifikasi Profesi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada Peraturan Pemerintah No 23 Tahun 2004 pasal 18 disebutkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
Pelaksanaan sertifikasi kompetensi kerja yang telah dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan/atau telah diakui oleh lembaga internasional tetap dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi yang bersangkutan.&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini cara mendapatkan Sertifikasi dan Lisensi dari BNSP:&lt;br /&gt;
1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tenaga Kerja mengikuti uji kompetensi, jika lulus mendapatkan Sertifikat dan SIO&lt;br /&gt;
2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Untuk mendapatkan SKP, tenaga kerja harus memiliki pengalaman bekerja selama 2 tahun, kemudian mengikuti ujian lagi.&lt;br /&gt;
3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ujian melalui PJK3 yang bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi yang bersangkutan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Perbandingan Sertifikasi Kemnaker RI dengan BNSP&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Sertifikasi Kemnaker RI, tenaga kerja harus melaksanakan kegiatan pelatihan terlebih dahulu. Ini akan berdampak baik bagi tenaga kerja yang belum mengerti tentang kompetensi K3 yang akan diujikan. Namun bagi tenaga kerja yang sudah benar-benar mengerti semua materi pelatihan, tentu saja ini akan membuang-buang waktu, mereka sebenarnya sudah siap untuk diuji dan yakin benar untuk menjadi Ahli K3.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sertifikasi BNSP, tenaga kerja tidak akan melaksanakan kegiatan pelatihan. Mereka langsung diuji akan kompetensinya. Proses ini jauh lebih cepat selesai dibandingkan sertifikasi dari Kemnaker RI. Akan tetapi tidak direkomendasikan bagi tenaga kerja yang masih ragu akan pemahaman tentang kompetensi yang diujikan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sertifikasi Kemnaker RI berlangsung lebih lama, tentu saja biaya yang dikeluarkan lebih mahal dibandingkan sertifikasi BNSP.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sertifikasi Kemnaker RI hanya ujian satu kali untuk mendapatkan Sertifikat, SIO dan SKP. Sementara BNSP perlu melakukan ujian lagi untuk mendapatkan SKP.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keduanya sama-sama SAH secara Nasional.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;BNSP sesuai dengan MRA (diakui Internasional)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
PT Prashetya Quality sebagai PJK3 yang bekerja sama dengan Kemnaker RI, BNSP, dan LSP Energi, mampu menyelenggarakan kedua sertifikasi tersebut guna membantu para tenaga kerja dan perusahaan sesuai mencapai kebutuhan kompetensinya. Informasi mengenai pelatihan &amp;amp; uji kompetensi K3, anda bisa menanyakannya langsung melalui nomor handphone 081807927910.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: right;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQSVQk15RGpgTDtV3h5c8JzWcu2L3st2z0eGtA9W_CAcnGxFjb3k46sG1CLQbFIUnVpjst7mYpLlmx_2gkjzDmky7YZK3VIWcAVs_otXen1OMBTpa-Q2X-Bx0U1RUdVdQAk2RCnFRt6DS5/s1600/logo+bnsp.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;img border="0" height="78" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQSVQk15RGpgTDtV3h5c8JzWcu2L3st2z0eGtA9W_CAcnGxFjb3k46sG1CLQbFIUnVpjst7mYpLlmx_2gkjzDmky7YZK3VIWcAVs_otXen1OMBTpa-Q2X-Bx0U1RUdVdQAk2RCnFRt6DS5/s200/logo+bnsp.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/04/bagaimana-cara-mendapatkan-sertifikasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQSVQk15RGpgTDtV3h5c8JzWcu2L3st2z0eGtA9W_CAcnGxFjb3k46sG1CLQbFIUnVpjst7mYpLlmx_2gkjzDmky7YZK3VIWcAVs_otXen1OMBTpa-Q2X-Bx0U1RUdVdQAk2RCnFRt6DS5/s72-c/logo+bnsp.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-1960660838160808444</guid><pubDate>Mon, 18 Apr 2016 02:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-17T19:19:17.039-07:00</atom:updated><title>Prosedur Instalasi Pesawat Uap Dan Bejana Tekanan </title><description>Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menginstalasi pesawat uap dan bejana tekan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Prosedur Penerbitan Pengesahan Gambar Rencana Pesawat Uap &amp;amp; Bejana Tekanan&lt;/h4&gt;
Perusahaan pembuat harus memberitahukan secara tertulis kepada Kepala Dinas Setempat. Surat pemberitahuan harus dilampiri dengan dokumen teknik yang disyaratkan untuk pembuatan, yang terdiri dari :&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Gambar rencana&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Perhitungan kekuatan konstruksi&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dokumen-dokumen terkait pembuatan/rencana pembuatan (Sertifikat material/verifikasi, WPS/PQR, Pemeriksaan ketebalan, Pemeriksaan ketidakbulatan, Pengukuran dimensi Pemeriksaan tidak merusak (NDT))&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sertifikat juru las&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Laporan data pembuatan/MDR (Apabila pesawat uap/bejana tekanan sudah dibuat)&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Laporan pengujian dari Lembaga Pengujian Independen yang sudah terakreditasi di luar negeri (apabila dibuat di luar negeri)&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Copy SKP PJK3 bidang Pembuatan/Pemasangan Pesawat Uap dan/atau Bejana Tekanan.&lt;br /&gt;
Catatan :&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pengesahan gambar rencana pembuatan pesawat uap &amp;nbsp;diterbitkan oleh pemerintah (Dit. Pengawasan Norma K3, Ditjen PPK &amp;amp; K3).&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;br /&gt;Desain / perencanaan&lt;/h4&gt;
Hal-hal yang berhubungan dengan perencanaan :&lt;br /&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tekanan desain adalah tekanan yang digunakan dalam pendesainan/perencanaan suatu pesawat uap / bejana tekanan untuk menghitung tebal pesawat uap / bejana tekanan yang diperlukan belum termasuk penambahan tebal karena korosi.&lt;br /&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tekanan kerja maksimum yang diperbolehkan adalah kerja paling tinggi pada setiap bagian pesawat uap / bejana tekanan berdasarkan tebal pelat sebenarnya / tebal pelat nominal untuk pembuatan pesawat uap / bejana tekanan.&lt;br /&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tekanan kerja normal adalah tekanan kerja yang dipakai untuk mengetahui kekuatan konstruksi suatu pesawat uap / bejana tekanan tekan.&lt;br /&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Suhu kerja atau suhu operasi adalah temperatur yang akan dipertahankan pada dinding pesawat uap / bejana tekanan selama pesawat uap / bejana tekanan dioperasikan dan suhu ini tidak boleh melebihi suhu desain.&lt;br /&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Suhu desain adalah temperatur yang dipakai patokan yang tidak boleh dilampaui yang diterima atau kontak dengan dinding pesawat uap / bejana tekanan akibat kontak panas dengan fluida didalam pesawat uap / bejana tekanan berdasarkan suhu test bahan dinding pesawat uap / bejana tekanan.&lt;br /&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Nilai tegangan tarik adalah nilai kuat tarik dari bahan yang didapat dari hasil pengujian tarik.&lt;br /&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Nilai tegangan maksimum yang diperbolehkan adalah tegangan maksimum yang diizinkan yang digunakan dalam rumus desain suatu pesawat uap / bejana tekanan.&lt;br /&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tebal pelat dinding pesawat uap / bejana tekanan adalah tebal yang dimiliki oleh suatu pesawat uap / bejana tekanan, berupa tebal pelat yang diperlukan, tebal desain dan tebal nominal.&lt;br /&gt;
(a)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tebal yang diperlukan adalah tebal yang diperoleh dari suatu rumus dalam Standart atau Formula.&lt;br /&gt;
(b)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tebal desain adalah tebal yang diperlukan (a) ditambah ketebalan karena korosi (allowance).&lt;br /&gt;
(c)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tebal nominal adalah tebal pelat yang sebenarnya (actual) yang digunakan untuk pembuatan suatu pesawat uap / bejana tekanan.&lt;br /&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Efisiensi sambungan las, adalah suatu angka atau koefisiensi yang dipakai sebagai angka pengali pada nilai tegangan maksimum yang dibolehkan.&lt;br /&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Nilai batas mulur bahan adalah nilai tertinggi tegangan yang diizinkan untuk menghitung kembali kekuatan kontruksi suatu pesawat uap / bejana tekanan.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIQ4fJ7NTSJqjDRMycSDrdFyoFdqPzvUqKit1NeYoD1QALirVAPxidr4DItddfuBAXZAXAP11FzzjEkl5Nn6Zu4V65NiSZEowdeNUJVqSjk5AJxRhdIEelte6xf83UGHwHLlaNBJ7tTvRD/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="281" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIQ4fJ7NTSJqjDRMycSDrdFyoFdqPzvUqKit1NeYoD1QALirVAPxidr4DItddfuBAXZAXAP11FzzjEkl5Nn6Zu4V65NiSZEowdeNUJVqSjk5AJxRhdIEelte6xf83UGHwHLlaNBJ7tTvRD/s400/1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-SG; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;Dokumen Gambar Rencana&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;h4&gt;
Pemilihan Material&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;Pemilihan utama dalam pemilihan suatu material adalah kemungkinan korosi yang timbul jika material/bahan tersebut tidak berada dalam kondisi yang sesuai dengan medium/gas yang dikemasnya, faktor-faktor lainnya yang dipertimbangkan adalah kegunaannya, sifat mekanik, sifat fisik kimia, daya tahan terhadap cuaca, lingkungan, panas, biaya pembuatan/pengadaan, perawatan serta pemeliharaan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;Pemilihan bahan konstruksi terutama ditujukan untuk keperluan keselamatan pemakaian/keselamatan kerja disamping untuk mendapatkan biaya yang murah, dengan tidak terlepas dari pertimbangan adanya pengaruh zat kimia/mediumnya terhadap bahan konstruksi dan sebaliknya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;Jika untuk menyimpan atau mengemas satu jenis gas/zat kimia kemungkinan besar dapat diperoleh suatu bahan konstruksi yang dapat tahan sepenuhnya, namun bahan tersebut dapat jadi terlalu mahal atau pun tidak tersedia sama sekali, sehingga dalam praktek biasanya dipilih dalam suatu bahan yang secara ekonomi lebih murah dan mempunyai laju korosi yang cukup lambat.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;Untuk bejana/tangki penampung guna gas-gas atau bahan kimia yang berbeda, bahannya pun juga harus berbeda-beda.Oleh karena itu pemilihan bahan harus benar-benar memenuhi atau tahan terhadap semua zat/gas/bahan kimia yang masuk.Dalam kenyataan hal ini mustahil, untuk hal tersebut sebagian besar bahan-bahan konstruksi pesawat uap / bejana tekanan digunakan bahan dengan daya tahan yang cukup tinggi dan dengan memberi tambahan ketebalan plat dinding sesuai laju timbulnya korosi.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Berikut ini diberikan keterangan mengenai beberapa bahan konstruksi yang banyak digunakan dalam konstruksi pesawat uap / bejana tekanan untuk keperluan penyimpanan / penampungan gas bertekanan atau tangki penampung bahan kimia lainnya:&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Logam :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(a)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Logam-logam besi seperti : &amp;nbsp;besi tuang, besi campuran, baja lunak (mild steel), baja campuran, baja tahan karat (stainless steel)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(b)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Logam-logam bukan besi seperti: aluminium, timah, nikel krom, tembaga, seng perunggu dan kuningan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Non Logam :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(a)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Logam-logam besi seperti besi tuang (cast iron) dan besi campuran (iron alloy), karena sifatnya kedua jenis ini tidak dapat digunakan untuk pembuatan bejana tekan (cocok untuk tangki bahan-bahan kimia).&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kadar karbon harus rendah (0,1 – 0,25 %)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dalam keadaan normal korosinya harus lambat&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tidak mudah patah/rapuh&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Untuk bahan pembuatan pesawat uap / bejana tekanan digunakan baja baik baja lunak (mild steel), baja tuang (cast steel) maupun baja tahan karat (stainless steel) atau baja campuran.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(b)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Logam-logam bukan besi seperti: aluminium, kromium, tembaga, timah, nikel, tin, seng, kuningan, kuningan dan perunggu pada dasar tidak dapat dipakai untuk tangki/bejana penampung bahan kimia.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(c)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bahan bukan logam lainnya seperti: grafit, kaca, plastic dipakai sebagai bahan tambahan pelengkap instalasi pesawat uap / bejana tekanan sesuai kebutuhan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwi8IZwCko8mBRYOzFHB9mlhclIXHbRj3UzhkSeST_nGfjjdfz5IP0PX7Rl4S6gJ5SOfj9Zecov2aNsnVgPym8-WfphwR7V2Uo0uswP0WkoRimJQZzwqrpHAvhfCqfVndB4HUIGcCcBx2D/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="321" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwi8IZwCko8mBRYOzFHB9mlhclIXHbRj3UzhkSeST_nGfjjdfz5IP0PX7Rl4S6gJ5SOfj9Zecov2aNsnVgPym8-WfphwR7V2Uo0uswP0WkoRimJQZzwqrpHAvhfCqfVndB4HUIGcCcBx2D/s400/1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sertifikat Bahan dan Hasil Pengujian Bahan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;h4&gt;
2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Prosedur Penerbitan Pengesahan Kelayakan Pembuatan Pesawat Uap dan Bejana Tekanan&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
(a)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Perusahaan pembuat harus memberitahukan secara tertulis kepada Kepala Dinas Setempat. Surat pemberitahuan harus dilampiri dengan dokumen teknik yang disyaratkan untuk pembuatan, yang sekurang-kurangnya terdiri dari :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Berkas pengesahan gambar rencana pembuatan pesawat uap / bejana tekanan&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Copy SKP perusahaan dan sertifikat juru las.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dokumen teknik yang terkaitnya dengan material dan proses pembuatan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Catatan :&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pengesahan gambar rencana pembuatan pesawat uap &amp;nbsp;/ bejana tekanan diterbitkan oleh pemerintah.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(b)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kepala Dinas setempat menyampaikan surat pemberitahuan tersebut pada (a) beserta lampirannya kepada Pegawai Pengawas Spesialis Pesawat Uap dan Bejana Tekan sesuai hierarki dilanjutkan menerbitkan Surat Perintah Tugas untuk melaksanakan pengawasan pembuatan pesawat uap / bejana tekanan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(c)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pegawai pengawas dari Dinas setempat atau Ahli K3 yang berwenang &amp;nbsp;melakukan verifikasi atau pemeriksaan terhadap dokumen teknis, obyek teknis, dan proses pekerjaan serta pengujiannya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(d)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Perusahaan pembuat harus membuat Data teknik pembuatan yang memuat data umum, data teknis dan data pemeriksaan dan pengujian yang dilakukan pada tahap pembuatan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(e)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pegawai Pengawas atau Ahli K3 wajib membuat laporan pengawasan pembuatan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(f)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Laporan dimaksud pada (e) dan Data teknik pembuatan dimaksud pada (d) disampaikan kepada Kepala Dinas setempat dan kepada Pemerintah.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h4&gt;
3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Prosedur Pemeriksaan dan Pengujian Pesawat Uap dan Bejana Tekanan&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;3.1. &amp;nbsp;Prosedur Pemeriksaan dan Pengujian Pada Tahap Pembuatan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;(a). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Perusahaan pembuat harus memberitahukan secara tertulis kepada Kepala Dinas setempat. Surat Pemberitahuan harus dilampiri dengan dokumen teknik yang disyaratkan untuk pembuatan, yang sekurang--kurangnya terdiri dari :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;   &lt;/span&gt;1). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Berkas pengesahan gambar rencana pembuatan pesawat uap dan bejana tekanan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;   &lt;/span&gt;2). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Copy SKP perusahaan dan sertifikat juru las.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;   &lt;/span&gt;3). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dokumen teknik yang terkaitnya dengan material dan proses pembuatan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;   &lt;/span&gt;Catatan : Pengesahan gambar rencana pembuatan pesawat uap / bejana tekanan diterbitkan oleh Pemerintah.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;(b). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kepala Dinas setempat menyampaikan surat pemberitahuan tersebut pada (a) beserta lampirannya kepada Pegawai Pengawas Spesialis Pesawat Uap dan Bejana Tekan sesuai hierarki dilanjutkan menerbitkan Surat Perintah Tugas untuk melaksanakan pengawasan pembuatan pesawat uap / bejana tekanan. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;(c). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pegawai Pengawas dari Dinas setempat atau Ahli K3 yang berwenang melakukan verifikasi atau pemeriksaan terhadap dokumen teknis, obyek teknis, dan proses pekerjaan serta pengujian.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;(d). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Perusahaan pembuat harus membuat Data Teknik Pembuatan yang memuat data umum, data teknis dan data pemeriksaan dan pengujian yang dilakukan pada tahap pembuatan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(e).&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pegawai Pengawas atau Ahli K3 wajib membuat Laporan pengawasan pembuatan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;(f).&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Laporan dimaksud pada (e) dan Data Teknik Pembuatan dimaksud pada (d) disampaikan kepada Kepala Dinas setempat dan kepada Pemerintah.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;3.2. &amp;nbsp;Prosedur Pemeriksaan dan Pengujian Pada Tahap Perakitan atau Pemasangan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;(a). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Perusahaan perakit/pemasang harus memberitahu secara tertulis tentang kegiatannya kepada Kepala Dinas setempat. Surat pemberitahuan harus dilampiri dengan dokumen teknik yang disyaratkan untuk perakitan atau pemasangan yang sekurang-kurangnya terdiri dari :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;1). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Berkas pengelasan perakitan dan atau data teknik dan dokumen teknik yang terkait dengan fondasi, pemipaan, dan Lain-lain.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;2). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Copy SKP perusahaan dan sertifikat juru las.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;3). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Surat Permohonan Pemakaian pesawat uap / bejana tekanan dari Calon Pemakai.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;(b).&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kepala Dinas setempat menyampaikan surat pemberitahuan tersebut pada (a) beserta lampirannya kepada Pegawai Pengawas Spesialis Pesawat Uap dan Bejana Tekan sesuai hierarki dilanjutkan menerbitkan Surat Perintah Tugas untuk melaksanakan pengawasan perakitan atau pemasangan pesawat uap / bejana tekanan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(c). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pegawai Pengawas dari Dinas setempat atau Ahli K3 yang berwenang melakukan kegiatan sebagaimana dimaksud.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(d). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pegawai Pengawas atau Ahli K3 yang telah melaksanakan pemeriksaan dan pengujian wajib membuat laporan pemeriksaan dan pengujian pesawat uap / bejana tekanan (pemeriksaan pertama).&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(e). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Laporan tersebut harus disampaikan kepada Kepala Dinas setempat.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;3.3. Prosedur Pemeriksaan dan Pengujian Pada Tahap Pemakaian (Pemeriksaan Berkala atau Khusus)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(a). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kepala Dinas setempat menerbitkan Surat Pemberitahuan Rencana Pemeriksaan yang ditujukan kepada pemakai pesawat uap / bejana tekanan dan Surat Perintah Tegas bagi Pegawai Pengawas Spesialis Pesawat Uap dan Bejana Tekan untuk melaksanakan pemeriksaan dan pengujian berkala atau khusus.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(b). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sebelum pemeriksaan dilakukan, pemakai wajib mengusahakan agar pesawat uap / bejana tekanan dan alat-alat perlengkapan/pengaman dalam keadaan siap untuk diperiksa secara sempurna dan menyiapkan buku ijin pemakaian pesawat uap / bejana tekanan yang bersangkutan dan sertifikat operator.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(c). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pegawai Pengawas dari Dinas setempat atau Ahli K3 berwenang melakukan kegiatan sebagaimana dimaksud.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(d). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pegawai Pengawas atau Ahli K3 yang telah melaksanakan pemeriksaan dan pengujian wajib membuat laporan pemeriksaan dan pengujian pesawat uap / bejana tekanan (pemeriksaan berkala atau khusus).&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(e)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Khusus bagi Pegawai Pengawas, wajib melakukan pencatatan pada Akte Ijin Pesawat Uap atau Pengesahan PemakaianBejana Tekanan yang bersangkutan perihal hasil pemeriksaan pengujian diperiksa secara sempurna dan menyiapkan buku ijin &amp;nbsp;berkala atau khusus serta persyaratan K3 yang dinilai perlu dilaksanakan guna menjamin keselamatan pemakaian pesawat uap / bejana tekanan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;3.4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Prosedur Pemeriksaan dan Pengujian berkaitan dengan Reparasi dan Modifikasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;(a). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sebelum dilakukan reparasi atau modifikasi pemakai wajib menyiapkan pesawat uap / bejana tekanan dalam kondisi siap untuk diadakan pemeriksaan pendahuluan oleh Pegawai Pengawas Spesialis Pesawat Uap dan Bejana Tekan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;(b).&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Perusahaan pelaksana reparasi atau modifikasi wajib menyiapkan dokumen teknis yang disyaratkan untuk pelaksanaan reparasi atau modifikasi dan menyampaikan kepada Kepala Dinas setempat. Dokumen teknis yang disyaratkan sekurang-kurangnya terdiri :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
1)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Berkas Pengesahan gambar rencana reparasi atau modifikasi&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
2)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Copy Akte Ijin Pemakaian dari pesawat uap / bejana tekanan yang bersangkutan&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
3)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Copy S.K.P Perusahaan dan Sertifikat Juru Las&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;Catatan :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;Pengesahan gambar rencana atau modifikasi suatu pesawat uap / bejana tekanan diterbitkan oleh Pejabat yang menerbitkan Ijin Pemakaian dari pesawat uap / bejana tekanan yang bersangkutan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;(c) &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kepala Dinas setempat menyampaikan surat pemberitahuan tersebut pada (a) beserta lampirannya kepada Pegawai Pengawas Spesialis Pesawat &amp;nbsp;Uap dan Bejana Tekan sesuai hierarki dilanjutkan menerbitkan Surat Perintah Tugas untuk melaksanakan pengawasan reparasi atau modifikasi atau modifikasi pesawat uap / bejana tekanan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;(d). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pegawai Pengawas dari Dinas setempat atau Ahli K3 berwenang melakukan kegiatan sebagaimana dimaksud&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;(e). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pegawai Pengawas dari Dinas setempat atau Ahli K3 yang telah melakukan pemeriksaan dan pengujian wajib membuat laporan pemeriksaan dan pengujian pelaksanaan reparasi atau modifikasi.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;(f). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Khusus bagi Pegawai Pengawas, wajib melakukan pencatatan pada Akte Ijin pesawat uap / Pengesahan Pemakaian bejana tekanan yang bersangkutan perihal hasil pemeriksaan/pengujian serta persyaratan K3 yang dinilai perlu dilaksanakan guna menjamin keselamatan pemakaian pesawat uap / bejana tekanan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;3.5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Prosedur Pemeriksaan dan Pengujian berkaitan dengan Perakitan Pemasangan karena Pemindahan Pesawat uap / bejana tekanan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(a). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Perusahaan atau pemasang harus memberitahu secara tertulis kepada Kepala Dinas setempat. Surat pemberitahuan harus dilampiri dengan dokumen teknis yang disyaratkan untuk perakitan/pemasangan yang sekurang-kurangnya terdiri dari :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
1)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Copy Akte Ijin Pemakaian dari pesawat uap / bejana tekanan yang ber¬sangkutan&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
2)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Copy S.K.P Perusahaan dan Seriifikat juru las.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
3)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sertifikat material (bila ada bagian yang diganti baru)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;(b). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Calon Pemakai wajib menyampaikan surat permohonan pemakaian &amp;nbsp;dan Akte Ijin/Pengesahan Pemakaian Asli kepada Dinas setempat.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;(c).&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kepala Dinas setempat menyampaikan surat &amp;nbsp;pemberitahuan tersebut pada (a) beserta lampirannya kepada Pegawai Pengawas Spesialis Pesawat Uap dan Bejana Tekan sesuai hierarki dilanjutkan menerbitkan Surat Perintah Tugas untuk melaksanakan pengawasan perakitan atau pemasangan pesawat uap / bejana tekanan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;(d). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pegawai Pengawas dari Dinas setempat atau Ahli K3 berwenang melakukan kegiatan sebagaimana dimaksud&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;(e). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pegawai Pengawas dari Dinas setempat atau ahli K3 yang telah melakukan pemeriksaan dan pengujian wajib membuat laporan pemeriksaan dan pengujian. Apabila pesawat uap / bejana tekanan yang diperiksa / diuji berasal dari kabupaten (atau kotalain.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;(f)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Khusus bagi Pegawai Pengawas, wajib melakukan pen¬catatan pada Akte Ijin Pemakaian dari pesawat uap / bejana tekanan yang bersangkutan perihal hasil pemeriksaan pengujian serta persyaratan K3 yang dinilai perlu guna menjamin keselamatan pemakaian pesawat uap / bejana tekanan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;3.6. &amp;nbsp;Ketentuan Khususpada Pemeriksaan dan Pengujian&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;(a). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pemeriksaan dan atau pengujian yang pelaksanaannya olehAhli K3 Spesialis Pesawat Uap dan Bejana Tekan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
1). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Apabila Kegiatan pemeriksaan dan atau pengujian pada III.1. sampai dengan III.1.5 dilaksanakan oleh Ahli K3 dari PJK3 maka Kepala Dinas setempat harus menyerahkan 1 (satu) set dokumen teknik yang dipersyaratkan bagi kegiatan dimaksud kepada Ahli K3 yang bersangkutan .&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;2).&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kepala Dinas setempat menerbitkan Surat Persetujuan Pemeriksaan dan Pengujian oleh Ahli K3, berdasarkan surat permohonan dari PJK3.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;3). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Laporan pemeriksaan dan pengujian yang dibuat oleh Ahli K3 harus dievaluasi oleh Pegawai Spesialis Pesawat Uap dan Bejana Tekan dan ditanda tangani oleh Pegawai Pengawas dimaksud.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;(b). &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Penyiapan Tenaga Kerja dan Peralatan pada saat pemeriksaan dan pengujian dilaksanakan sesuai dengan tahapan kegiatan sebagaimana dimaksud maka perusahaan pembuat atau pemasang atau perakit, atau pemakai, atau pelaksanaan reparasi atau modifikasi, diwajib menyiapkan dan menyerahkan tenaga kerja dan peralatan yang diperlukan untuk pelaksanaan pemeriksaan dan pengujian kepada Pegawai Pengawas atau Ahli K3 yang melaksanakan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h4&gt;
4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Prosedur Penerbitan Akte Ijin Pesawat Uap dan Pengesahan Pemakaian Bejana Tekanan&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;b&gt;4.1. Akte Ijin / Pengesahan Pemakaian&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
a)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Setiap laporan pemeriksaan dan pengujian pesawat uap / bejana tekanan sebagai dimaksud harus dicatat dalam buku Register dan diberi nomer sesuai ketentuan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
b)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pembuatan buku Akte Ijin / Pengesahan Pemakaianpesawat uap atau pengesahan pemakaian bejana tekanandengandata yang diambil dari laporan pemeriksaan dan pengujian: Akte Ijin / Pengesahan Pemakaian ditandatangani oleh Kepala Dinas setelah diparaf oleh Pegawai Pengawas dan atasan langsung Pegawai Pengawas.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
c)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Setiap buku Akte Ijin / Pengesahan Pemakaian harus dicatat dalam Buku Register Akte Ijin / Pengesahan Pemakaian dan diberi nomor sesuai ketentuan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
d)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Akte Ijin / Pengesahan Pemakaian asli disampaikan kepada Pemakai pesawat uap / bejana tekanan, tindasan pertama disimpan di Dinas setempat dan tindasan kedua disampaikan ke Pemerintah.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;4.2. Pembuatan Surat Keputusan Mutasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
a)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Setiap laporan pemeriksaan dan pengujian sehubungan dengan pemasangan kembali sebagaimana dimaksud harus dicatat dalam buku &amp;nbsp;Register dan diberi nomer baru sesuai ketentuan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
b)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pencatatan atas Akte Ijin / Pengesahan Pemakaian pesawat uap / bejana tekanan pada buku Register Akte Ijin / Pengesahan Pemakaian baik dengan atau tanpa perubahan nomor Akte Ijin / Pengesahan Pemakaian.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
c)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pembuatan SK. Mutasi berkaitan dengari pergantian pemakai dan atau perubahan tempat pemasangan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
d)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;S.K. Mutasi asli dengan dilampiri buku Akte Ijin / Pengesahan Pemakaian yang telah dicatat dalam buku Register, disampaikan kepada Pemakai yang baru, tindasan pertama disimpan di Dinas setempat dan tindasan kedua disampaikan kepada Pemerintah.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/04/prosedur-instalasi-pesawat-uap-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIQ4fJ7NTSJqjDRMycSDrdFyoFdqPzvUqKit1NeYoD1QALirVAPxidr4DItddfuBAXZAXAP11FzzjEkl5Nn6Zu4V65NiSZEowdeNUJVqSjk5AJxRhdIEelte6xf83UGHwHLlaNBJ7tTvRD/s72-c/1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-9031021737113001655</guid><pubDate>Mon, 18 Apr 2016 01:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-17T19:00:00.966-07:00</atom:updated><title>Potensi Bahaya Bejana Tekan</title><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 63.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; tab-stops: 36.0pt 45.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bejana tekanan merupakan salah satu sumber
bahaya yang dapat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%; text-indent: -18pt;"&gt;menimpa tenaga&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%; text-indent: -18pt;"&gt;kerja dan kerusakan yang fatal bagi
lingkungan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%; text-indent: -18pt;"&gt;Jenis bahaya tersebut adalah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%; text-indent: -18pt;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 81.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l1 level2 lfo1; tab-stops: 27.0pt 63.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;1.1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bahaya terhadap kebakaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 81.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l1 level2 lfo1; tab-stops: 27.0pt 63.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;1.2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bahaya terhadap keracunan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 81.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l1 level2 lfo1; tab-stops: 27.0pt 63.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;1.3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bahaya terhadap pernapasan
tercekik/aspisia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 81.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l1 level2 lfo1; tab-stops: 27.0pt 63.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;1.4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bahaya terhadap peledakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 81.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l1 level2 lfo1; tab-stops: 27.0pt 63.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;1.5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bahaya terhadap cairan
sangat dingin/cryogenic&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 63.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; tab-stops: 27.0pt 63.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 66.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l0 level2 lfo2; tab-stops: 27.0pt 45.0pt list 138.0pt; text-align: justify; text-indent: -21.0pt;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;1.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bahaya terhadap kebakaran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 45.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; tab-stops: 27.0pt 45.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gas
yang mudah terbakar yang dikemas dalam bejana tekan/tabung gas, bila tercampur
dengan oksigen atau udara normal serta sumber panas dapat menimbulkan kebakaran
atau ledakan misalnya: asetylene, hydrogen, elpiji, carbon monoxide, methane
dsb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 45.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; tab-stops: 27.0pt 45.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Disamping
itu juga terdapat gas-gas yang reaktif yang bila bertemu dengan zat tertentu
akan menimbulka reaksi dan panas yang menimbulkan kebakaran atau ledakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 45.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; tab-stops: 27.0pt 45.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Contoh
gas-gas yang reaktif adalah Chlorine yang dapat bereaksi dan terbakar dengan
zat-zat organic pada udara normal. Gas Oksigen dapat menimbulkan reaksi
isothermis dan menimbulkan api maupun ledakan bila tercampur dengan bahan
bakar, minyak atau pelumas maupun gemuk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 45.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; tab-stops: 27.0pt 45.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Beberapa
jenis gas yang apabila ditempatkan didalam botol atau tangki gas dapat bereaksi
sendiri apabila mendapat sumber panas dari luar maupun goncangan, sehingga
merangsang timbulnya reaksi pada gas didalamnya yang dapat mengakibatkan
ledakan. Contoh gas seperti ini adalah Acetylene, Methyl Propodine, Vinyl
Chloride dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 45.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; tab-stops: 27.0pt 45.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJTE7r9mPutRP-m6dbrIr889JHYZDwoZkSEi53eapO71L9rH_DZJe3jXzSYIl29449DU6_1Wya-HR58dIDAmplW-8Ew1tC1JvUNsezHEe2QR2jIDUSsWTK-GVCKYyONTjJVLpA2mRwtIb_/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJTE7r9mPutRP-m6dbrIr889JHYZDwoZkSEi53eapO71L9rH_DZJe3jXzSYIl29449DU6_1Wya-HR58dIDAmplW-8Ew1tC1JvUNsezHEe2QR2jIDUSsWTK-GVCKYyONTjJVLpA2mRwtIb_/s400/1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kebakaran Bejana Tekan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 66pt; text-align: justify; text-indent: -21pt;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-SG"&gt;&lt;span style="font-stretch: normal; line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;2.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bahaya terhadap keracunan
dan iritasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 45.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; tab-stops: 27.0pt 45.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Beberapa
jenis gas tertentu mempunyai sifat-sifat beracun yang sangat membahayakan bagi
makhluk hidup karena dapat meracuni darah dalam tubuh melalui system pernapasan
atau merusak paru-paru maupun jaringan tubuh lainnya seperti kulit, mata,
system syaraf dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 45.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; tab-stops: 27.0pt 45.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gas-gas
beracun bila terhirup melalui pernapasan dalam kadar tertentu yang relative
kecil dapat mengakibatkan kematian seperti Chlorine, Sulfur Dioxide, Hydrogen
Cydrogen Sulfide, Carbon Monoxide Ammoniak dan sebagainya. Orang-orang yang
karena pekerjaannya berhubungan dengan gas-gas beracun maupun yang dapat
menimbulkan iritasi harus cukup terlatih dan memahami bahaya yang
ditimbulkannya dan mengetahui serta melaksanakan cara-cara pelaksanaan
pekerjaan yang aman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 45.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; tab-stops: 27.0pt 45.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin: 0cm 0cm 0.0001pt 66pt; text-align: justify; text-indent: -21pt;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-SG"&gt;&lt;span style="font-stretch: normal; line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif;"&gt;3.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bahaya terhadap pernapasan
tercekik (Asphyxsia)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 45.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; tab-stops: 27.0pt 45.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sejumlah
jenis gas tertentu yang tampaknya tidak berbahaya karena tidak beracun dan
tidak dapat terbakar, seperti gas Argon, Nitrogen, Carbon Dioxide, Helium dan
gas inert lainnya. Sebenarnya dapat mengakibatkan kematian apabila gas tersebut
telah memenuhi ruangan tertutup sehingga Oxiygen dalam ruang tersebut tidak
cukup lagi memenuhi kebutuhan pernapasan. Gas-gas tersebut disebut juga gas
inert.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 45.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; tab-stops: 27.0pt 45.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gas-gas
inert ini bila terhirup dapat mengakibatkan orang menjadi lemas tanpa sadar dan
bila tidak ada pertolongan secepatnya dapat menimbulkan kematian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 45.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; tab-stops: 27.0pt 45.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Memasuki
ruangan-ruangan tertentu seperti ruang pengawasan, tangki penyimpanan, gudang,
lubang dalam tanah dan sebagainya harus mendapat perhatian yang sungguh-sungguh
demi menjaga keselamatan bagi pekerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 45.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; tab-stops: 27.0pt 45.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 66.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l0 level2 lfo1; tab-stops: 27.0pt 45.0pt list 93.0pt; text-align: justify; text-indent: -21.0pt;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bahaya terhadap peledakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 45.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; tab-stops: 27.0pt 45.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Semua
jenis gas bertekanan yang tersimpan didalam botol baja maupun tangki gas
mempunyai bahaya meledak karena ketidakmampuan kemasan dalam menahan tekanan
gas yang ada didalamnya. Tekanan gas yang ada didalam botol baja akan naik
karena gas berekspansi (mengembang) bila menerima sumber panas dari luar tabung
maupun dari dalam tabung itu sendiri ataupaun karena adanya cacat botol baja
yang pada akhirnya tidak mampu menahan tekanan karena pecah meledak atau karena
system pengaman botol seperti safety valve atau bursting disk dan lain-lain
tidak bekerja dengan baik atau spesifikasinya tidak sesuai dengan standar
sebagaimana mestinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 45.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; tab-stops: 27.0pt 45.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;





















&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 45.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; tab-stops: 27.0pt 45.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Disamping
itu gas bertekanan dapat meledak disebabkan karena menurunnya kekuatan tabung
akibat korosi maupun benturan-benturan pada bejana yang melampaui batas-batas
toleransi, sehingga tabung gas dalam tekanan penyimpanan yang normal dapat
meledak secara tiba-tiba.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 45.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; tab-stops: 27.0pt 45.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 66.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-list: l0 level2 lfo1; tab-stops: 27.0pt 45.0pt list 84.0pt; text-align: justify; text-indent: -21.0pt;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bahaya terkena cairan sangat
dingin (Cryogenic)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 45.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; tab-stops: 27.0pt 45.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;

&lt;span lang="EN-SG" style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk
kebutuhan industri dan penghematan ruang penyimpanan, maka gas disimpan dalam
bentuk cairan dengan suhu yang sangat dingin antara -103 &lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;C sampai
dengan -268&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;C pada tekanan sekitar 15 kg/cm&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;. Apabila
terkena dengan cairan yang sangat dingin, maka cairan tersebut seketika akan
menyerap panas tubuh yang terkena sehingga mengakibatkan luka seperti terkena
luka bakar dan merusak jaringan tubuh, luka yang parah dapat mengakibatkan
kematian bila tidak mendapatkan pertolongan segera.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/04/bahaya-bejana-tekan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJTE7r9mPutRP-m6dbrIr889JHYZDwoZkSEi53eapO71L9rH_DZJe3jXzSYIl29449DU6_1Wya-HR58dIDAmplW-8Ew1tC1JvUNsezHEe2QR2jIDUSsWTK-GVCKYyONTjJVLpA2mRwtIb_/s72-c/1.jpg" width="72"/><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-4468065741065968139</guid><pubDate>Fri, 15 Apr 2016 06:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-17T19:02:24.186-07:00</atom:updated><title>Potensi Bahaya Pesawat Uap</title><description>Ketel uap adalah suatu pesawat yang dibuat untuk mengubah air ada didalamnya, sebagian menjadi uap dengan jalan pemanasan.Untuk pemanasan diperoleh dari pembakaran bahan bakar, jadi setiap ketel uap harus mempunyai atau dilengkapi dengan sebuah tempat pembakaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;Konstruksi tempat pembakaran bahan bakar tergantung kepada jenis bahan bakar yang akan dipakai.Dalam keadaan bekerja ketel uap didalamnya terdapat tekanan dan setiap ketel uap harus menahan tekanan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;Ketel uap dalam keadaan bekerja, sebagai bejana yang tertutup atau tidak berhubungan dengan udara luar, karena selama berlangsung pemanasan melalui bidang yang dipanaskan atau pemanasan dari ketel uap, maka air akan mendidih selanjutnya berubah menjadi uap panas dan bertekanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;Setiap terjadi kenaikan tempertur uap dalam ketel, maka tekanan uap akan meningkat pula jadi kenaikan temperatur uap dan kenaikan tekanan berhubungan erat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;Seperti telah kita ketahui adalah suatu sumber energi atau dengan pertolongan panas, kita dapat melakukan suatu usaha, yang mana hal ini kita jumpai pada pengunaan ketel-ketel uap dan pesawat-¬pesawat uap dilapangan industri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;Panas dari api dan gas panas, yang dihasilkan dari suatu dapur ketel atau dari panas sisa (waste heat), melalui bidang pemanasan, dipindahkan ke air yang lebih dahulu mengembang, kemudian berubah menjadi uap, sehingga volumenya dengan cepat akan bertambah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;   &lt;/span&gt;Panas sebagai sumber dari suatu gerak, memberikan kecepatan kepade molekul-molekul air yang bergerak simpang siur, kohesinya atau daya tarik menarik diantara molekul-molekul air saling desak-mendesak dan pada keadaan demikian tetap tinggal dalam ketel uapnya, maka karena itu terjadilah peningkatan tekanan dalam ketel uap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;Untuk memahami ketel uap, haruslah kita mengetahui sifat-¬sifat yang terutama dari uap, dan peristiwa penting yang terjadi pada pembentukan uap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;   &lt;/span&gt;Secara sederhana bentuk ketel uap kita misalnya sebagai bejana logam, yang sebagian ruangnya berisi dengan air.Bejana berisi air tersebut dalam keadaan terbuka, dibiarkan tanpa dipanasi dan setelah beberapa lama, dengan jalan menimbang, bahwa air didalamnya telah berkurang.Rupanya dengan tidak dipanasi, air telah berubah menjadi uap dan keluar dari lubang yang terbuka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;   &lt;/span&gt;Peristiwa ini disebut menguap, dan dalam hal ini pembentukan uap hanya terjadi pada permukaan air saja. Bila air dalam bejana, sekarang kita panaskan dengan menempatkan sebuah sumber air dari pembaharuan gas dibawahnya, maka temperatur air naik bertambah tinggi, air mulai bergerak sedang gelembung-gelembung uap terlepas keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;Selanjutnya, ternyata diketahui bahwa penguapan dapat terjadi pada tiap-tiap temperatur.Kenaikan temperatur dapat dilihat dengan termometer, sedang pengerakkan bagian-bagian air dilihat dengan menghamburkan serbuk gergaji ke dalam air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;   &lt;/span&gt;Pergerakan air terjadi karena kenaikan temperatur tidak sama pada segala tempat. Air pada dasar bejana, yang lebih dekat dengan nyala api, akan lebih cepat naik temperaturnya dari pada ditempat-tempat yang lain.Karena dipanaskan maka berat jenis air berkurang dan air yang panas akan naik, akibatnya air yang masih dingin akan turun dan hal ini berlangsung terus selama pemanasan air dilahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;Pada pemanasan air dengan arus air yang teratur disebut peredaran air. Peredaran ini sangat penting dalam ketel uap karena dengan peredaran yang baik akan bermanfaat untuk mendapatkan air yang cepat dan pemanasan yang merata.Untuk mendapatkan suatu peredaran air yang baik sangat tergantung kepada penempatan sumber panas ke dalam ketel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air yang tidak turun beredar dalam ketel disebut air mati.Jadi temperatur air ini tidak secepat air yang beredar naiknya. Ini dapat membahayakan bagi ketel uap, karena dinding ketel uap akan mendapatkan pemanasan setempat, sehingga pemuatan ketel tidak sama dan karenanya terjadi tekanan-tekanan yang besar dari pelat ketel atau pada sambungan-sambungannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;Bila air dalam bejana dipanaskan terus, temperatur air akan bertambah tinggi, pada akhirnya pelepasan gelembung-gelembung uap akan terhenti dan penguapan bertambah cepat. Setelah temperatur air mencapai 100°C dan peristiwa ini disebut air mendidih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;Seperti telah kita ketahui tekanan normal adalah 1 atm. Pada tekanan ini, air akan mendidih pada temperatur 100 ˚C. Pada tekanan yang lebih besar dari 1 atm, ternyata air akan mendidih pada temperatur lebih tinggi, begitupun sebaliknya bila tekanan pada permukaan air lebih rendah dari 1 atm, maka air akan mendidih pada temperatur lebih rendah pula. Dengan dasar itulah, maka dalam pengoperasian ketel uap kemudian disesuaikan dengan tujuan pemakaiannya.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Namun, ketika ketel uap mulai menghasilkan uap, terdapat tekanan yang berbahaya apabila tidak ada suatu upaya pengamanan.Maka daripada itu, pada setiap ketel uap terdapat appendages yang berfungsi sebagai peralatan pengaman daripada pengoperasian ketel uap tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pesawat uap dan appendages nya serta pendukungnya seperti air pengisi ketel dan pemanas, perlu dilakukan perawatan dan pemeriksaan secara rutin dan pengoperasian yang sesuai tata cara kerja aman (safe operation).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Berikut ini, beberapa potensi bahaya dari pesawat uap :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Bila manometer tidak berfungsi dengan baik, atau bila tidak dikalibirasi dapat menimbulkan peledakan si Operator tidak mengetahui tekanan yang sebenarnya dalam boiler dan alat yang lain tidak berfungsi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila safety valve tidak berfungsi dengan baik, karena karat atau sifat kepegasannya tidak sesuai lagi maka untuk boiler bila tekanan lebih tidak dapat membuka secara otomatis.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila gelas duga tidak berfungsi dengan baik dimana nozel-nozelnya atau pipa-pipanya tersumbat karena karat, sehingga jumlah air tidak dapat terkontrol lagi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Blia air pengisi ketel tidak memenuhi syarat, sehingga pada pipa air, pipa-pipa dapat timbul secara didalam atau diluar pipa sehingga terjadi pemanasan setempat, hal ini bisa menirnbulkan bengkak atau pecah akibat tidak dapat mentransfer panas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila boiler tidak dilakukan blow down dapat menimbulkan scalling atau tidak sering dibersihkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Terjadi pemanasan lebih karena kebutuhan produksi uap.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak berfungsinya pompa air pengisi ketel, sumbat timah atau prof leleh.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Karena pembakaran yang tidak sempurna, nozel bahan bakar tidak berfungsi dengan baik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Karena boilernya sudah tua sehingga materialnya tidak memenuhi syarat lagi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Karena material boiler tersebut sudah mengalami perubahan tebal, atau terdapat karat pada fiting-fiting.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak teraturnya diadakan pemeriksaan dan pengujiansesuai dengan peraturan perundang-undangan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://news.xinhuanet.com/english/photo/2014-08/19/133568332_14084351314101n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://news.xinhuanet.com/english/photo/2014-08/19/133568332_14084351314101n.jpg" height="213" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
Peralatan Perlengkapan Pengaman Ketel Uap&lt;/h4&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Peralatan-peralatan bantu suatu ketel uap atau alat-alat pengaman pesawat uap ialah setiap alat yang dihubungkan atau dipasang pada pesawat uapnya sesuai dengan fungsi masing-masing alat, yang bertujuan agar pesawat uap dapat dipakai secara aman dalam operasinya. Sesuai dengan &amp;nbsp;undang-undang dan peraturan uap, terdiri dari alat-alat sebagai berikut :&lt;br /&gt;
1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dua buah tingkap pengaman,&lt;br /&gt;
Tingkap pengaman ialah suatu alat yang bekerja secara otomatis membuka dan menutup tingkap atau katupnya tergantung pada tekanan dan bagian yang dihubungkan dengan alat tersebut, sehingga ruangan yang berhubungan dengan alat itu terhindari dari kenaikan tekanan yang berlebihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Satu pedoman tekanan,&lt;br /&gt;
Pedoman tekanan (Manometer) ialah suatu alat pengukur tekanan dari suatu medium yang berbeda dalam suatu ruangan atau suatu aliran yang bertekanan dan sebagai medium dapat berupa uap.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dua buah gelas pedoman air&lt;br /&gt;
Gelas pedoman air ialah suatu alat untuk dapat melihat tinggi kolom air yang ada didalam ketel uap, yang mana gelas pedoman ini masing-masing ujungnya dihubungkan dengan ruangan uap dan ruangan air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;Dua buah alat (pompa) pengisi air&lt;br /&gt;
Alat (pompa) pengisi air ialah suatu alat yang digunakan untuk memasukan air pengisi ke dalam ketel uap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Satu alat tanda bahaya&lt;br /&gt;
Alat pengontrol otomatis ialah suatu alat yang dapat memberitahukan kekurangan air didalam ketel uap, dimana alat ini dapat berbunyi bila air dalam ketel turun melampuai batas air terendah yang diijinkan.Adapun alat yang digunakan dapat berupa seruling atau klakson otomatis yang bekerja secara elektronik yang dihubungkan dengan listrik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Satu tanda batas air terendah&lt;br /&gt;
Tanda batas air terendah yang diijinkan ialah suatu tanda yang dipasangkan pada ketel uapnya atau pada alat pedoman air yang mana penempatan tanda batas air terendah ini adalah 100 mm di atas garis api untuk ketel uap darat dan 150 mm diatas garis api untuk ketel uap kapal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Satu keran cabang tiga&lt;br /&gt;
Keran cabang tiga adalah suatu keran yang dipasang permanen pada ketel uap dan dipakai untuk memasang alat bantu uji ketika akan dilakukan pengujian terhadap ketel uap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;Kran penguras sebanyak yang diperlukan&lt;br /&gt;
Kerangan atau katup pembuangan ialah suatu alat untuk mengeluarkan air atau kotoran berupa endapan lumpur yang ada gas dan cairan di dasar ketel uapnya dan berguna pula untuk mengeluarkan atau mengosongkan seluruh air, bila ketel uap akan dibersihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Lobang lalu orang / Pemeriksaan&lt;br /&gt;
Lubang lalu orang adalah suatu lubang yang terdapat pada ketel uapnya dengan ukuran 300 x 400 mm, yang mana melalui lubang tersebut orang dapat masuk guna melakukan pemeriksaan bagian dalam ketel uap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;Satu pelat nama&lt;br /&gt;
Pelat nama adalah suatu pelat yang dipasangkan pada ketel uapnya berisikan identitas mengenai nama dan tempat pabrik pembuat, tekanan kerja yang diijinkan serta nomor seri pembuatan dari pabrik pembuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
Peralatan Perlengkapan Pengaman Pesawat Uap selain Ketel Uap&lt;/h4&gt;
a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pemanas-pemanas Air&lt;br /&gt;
−&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Satu tingkap pengaman&lt;br /&gt;
−&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Satu kerangan pembuang&lt;br /&gt;
−&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Satu katup/ Check Valve pada Inlet&lt;br /&gt;
−&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Lobang Periksa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pengering-pengering uap&lt;br /&gt;
−&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Satu tingkap pengaman bila unitnya dapat dipisahkan dari ketelnya&lt;br /&gt;
−&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kerangan-kerangan pembuang air seperlunya&lt;br /&gt;
−&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Lobang Periksa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Penguap-penguap&lt;br /&gt;
−&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Satu tingkap pengaman&lt;br /&gt;
−&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Satu pedoman tekanan&lt;br /&gt;
−&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Satu gelas pedoman air; dan&lt;br /&gt;
−&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Satu kerangan pembuang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bejana-bejana uap&lt;br /&gt;
−&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Satu buah tingkap pengaman bila tekanannya &amp;gt; ½ kali tekanan kerja ketelnya; bila dua buah tingkap pengaman bila tekanannya &amp;lt; ½ kali tekanan kerja ketelnya.&lt;br /&gt;
−&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Satu buah keran kontrol uap&lt;br /&gt;
−&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Satu Manometer&lt;br /&gt;
−&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Lobang periksa &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/04/potensi-bahaya-pesawat-uap.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-5959787374549628819</guid><pubDate>Fri, 15 Apr 2016 06:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-14T23:33:59.492-07:00</atom:updated><title>Bejana Tekanan</title><description>Bejana tekanan adalah suatu alat untuk menabung fluida yang bertekanan atau Bejana Tekan adalah bejana selain pesawat uap yang didalamnya terdapat tekanan yang melebihi tekanan udara luar, dipakai untuk menampung gas atau gas campuran termasuk udara baik terkempa menjadi cair atau dalam keadaan larut atau beku.&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
Jenis-Jenis Bejana Tekanan&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 1 Tahun 1982, pengelompokan bejana tekanan adalah :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bejana penampung atau storage tank&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bejana pengangkut atau bejana transport&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Botol baja atau tabung gas&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Instalasi atau pesawat pendingin&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Instalasi pipa gas atau udara&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Reaktor, yaitu suatu tangki tempat berlangsungnya suatu proses/reaksi kimia dengan jalan bahan-bahan yang diperlukan dimasukan kedalamnya kemudian dicampur, dipanaskan, didinginkan, ditekan atau disuling dan lain-lain agar menghasilkan reaksi yang diinginkan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;br /&gt;Gas Bertekanan&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
Gas bertekanan merupakan salah satu jenis bahan kimia berbahaya yang dalam pengemasannya disimpan atau ditampung didalam bejana tekan/botol baja bertekanan tinggi dalam wujud atau dalam keadaan terkempa, cair atau larutan maupun dalam keadaan beku.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;h4&gt;
Pengelompokan gas bertekanan&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
Seperti halnya bahan kimia, gas bertekanan dikelompokkan menurut sifat/resikonya sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(i).&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Gas yang dapat mengurangi kadar zat asam (Innert Gases = Asphisixian gases) adalah suatu gas yang dalam keadaan biasa mudah bereaksi kimia dengan bahan bakar dan gas lain. Contoh : Argon, Helium, Neon (gas mulia, N2 dan CO2).&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(ii).&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Gas mudah terbakar (Flammable Gases adalah gas yang mudah bereaksi dengan oksigen dan menimbulkan kebakaran (titik nyala 100oC atau kurang). Contoh C2H2, H2, Butane, Propane.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(iii).&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Gas menyengat (Corrosive Gases) adalah suatu gas yang karena reaksi kimia dapat mengakibatkan kerusakan apabila kontak dengan jaringan hidup atau bahan lainnya. Contoh : Chlor, Sulfur diokside, Anhydrous Amonia.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(iv).&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Gas pengoksid (Oxidizing Gases) adalah suatu gas yang menyebabkan kematian apabila terserap lewat pernapasan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(v).&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Gas pengoksid (Oxidizing Gases) adalah suatu gas yang mungkin tidak mudah terbakar, tetapi dapat menghasilkan oksigen yang dapat mempermudah pembakaran.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(vi).&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Gas campuran (Mixture Gases) adalah suatu campuran dua atau lebih gas yang dibuat untuk keperluan tertentu dengan ketentuan gas-gas tersebut tidak akan bereaksi atau sama lain menjadi senyawa yang lain. Contoh : Campuran CO (100%) dan (90%).&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(vii).&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Gas cair (Liquid Gases) adalah suatu gas yang karena tekanan tertentu dapat berubah menjadi cair mempunyai titik didih 90oC dan tekanan 14,2 psi.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(viii).&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Gas untuk keperluan kesehatan (Medical Gases) adalah suatu gas yang digunakan untuk keperluan kedokteran. Contoh : Oksigen, udara tekan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;h4&gt;
Gas bertekanan yang dipakai untuk kendaraan bermotor&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
Sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam penggunaan Bahan Bakar untuk kendaraan bermotor, dipergunakan Bahan Bakar Gas.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Bahan Bakar Gas (BBG) merupakan gas alam yang terdiri dari komposisi terbesar methane, dan komposisi kimia lainnya seperti ethane, propane, butane dan pentane.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Jenis BBG yang dapat digunakan untuk kendaraan bermotor :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;CNG (Compress Natural Gas)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Komposisi utama berupa gas metana (C1). Gas alam yang dikompres dengan tekanan tinggi agar dapat disimpan dalam tabung gas seefisien mungkin sehingga mudah dimanfaatkan sebagai energi bahan bakar -&amp;gt; SUDAH DIGUNAKAN DI INDONESIA &amp;nbsp;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;LPG (Liquid Petroleum Gas)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Terdiri dari campuran propan dan butan i -&amp;gt; SUDAH DIGUNAKAN DI INDONESIA&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;LNG (Liquid Natural Gas)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Gas alam yang diproses menjadi cair bertekanan 3 sampai 10 bar dengan suhu rendah dibawah 162 C (-162C) -&amp;gt; BELUM DIGUNAKAN DI INDONESIA&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Produk BBG untuk kendaraan harus memenuhi persyaratan standar sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Memberikan rasa aman dalam pengoperasian kendaraan bermotor dan peralatan terkait yang diperlukan untuk pengisian, pemanfaatan dan pemeliharaannya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Melindungi instalasi sistem pemakaian bahan bakar gas dari kerusakan yang diakibatkan oleh korosi dan pengendapan cairan dan atau material.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Memberikan unjuk kerja kendaraan yang optimal dalam semua kondisi iklim dan kebutuhan berkendara.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;h4&gt;
Kelebihan BBG&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Lebih bersih dan tidak bising&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Emisi gas buang lebih kecil dibanding BBM : PM : 100 %, Penurunan CO: 90,6 %, Penurunan NOx : 38 %, Penurunan HC : 64 %&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kebisingan kendaraan CNG 2~3dB lebih kecil dibanding diesel/premium&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lebih aman dibandingkan BBM&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mudah menguap saat ada kebocoran karena lebih ringan dari udara (SG 0,6)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Resiko kebakaran relatif rendah (Suhu bakar 537oC; Batas flamibilitas :5 - 15 % &amp;nbsp;udara)  untuk LPG 1,8 – 9,8 %, Premium: 1,4 – 7,6 %&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tidak beracun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lebih efisien dan ekonomis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lebih murah dibandingkan BBM = &amp;nbsp;Menguntungkan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mesin lebih bersih = Mengurangi frekuensi pemeliharaan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;h4&gt;
Kekurangan BBG&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pendistribusion dan penyimpanan relatif mahal = Investasi &amp;gt; dari BBM&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ada tambahan biaya converter kit kurang lebih11 juta rupiah&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Daya jelajah pendek = Sulit mendapatkan gas karena Infrastruktur SPBG masih sangat terbatas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tangki BBG relatif berat = Menambah beban kendaraan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tangki bertekanan tinggi = Perlu persyaratan khusus dan perawatan yang memadai&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ada potensi masalah pada unjuk kerja dan operasional kendaraan&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kehilangan daya &amp;nbsp;kurang-lebih 20 %&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Terkadang mesin susah hidup sehingga Perlu converter kit dan setting yang sesuai&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;h4&gt;
Jenis instalasi sistem BBG&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
Jenis instalasi sistem pemakaian bahan bakar gas terdiri dari :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;SISTEM BI-FUEL&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kendaraan yang dikonversikan untuk dapat beroperasi dengan dua bahan bakar premium dan gas (CNG atau LPG)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;SISTEM DUAL-FUEL&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kendaraan yang dikonversikan menggunakan dua jenis bahan bakar : diesel dan gas (CNG atau LPG) secara bersamaan&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;SISTEM FULL DEDICATED&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kendaraan yang dikonversikan menggunakan bahan bakar gas (CNG atau LPG) saja.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWyGs55rAzTpjX6qpqJ8X5R-1r7g1NXiDDV_1iZideQy0sUC-Iady0NHvvxJnyaQAzhb-L-3JPb0LRUPcyR1xgBYMRFxy6lsLN4TAKHRxq6VJL8rBTPqcLgGrwO-lqkDRaBQPp4m5P0Iar/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="232" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWyGs55rAzTpjX6qpqJ8X5R-1r7g1NXiDDV_1iZideQy0sUC-Iady0NHvvxJnyaQAzhb-L-3JPb0LRUPcyR1xgBYMRFxy6lsLN4TAKHRxq6VJL8rBTPqcLgGrwO-lqkDRaBQPp4m5P0Iar/s320/1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sistem Bahan Bakar CNG Bi-Fuel&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
A.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tabung CNG&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Berdasarkan ISO 11439 : 2000 tentang GAS CYLINDERS – HIGH PRESSURE CYLINDERS FOR THE ON-BOARD STORAGE OF NATURAL GAS AS A FUEL FOR AUTOMOTIVE VEHICLES, tabung CNG terbagi menjadi 4 jenis (type), yaitu :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
TYPE 1 (CNG 1)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Terbuat dari material berbasis metal atau baja&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Paling murah&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Paling berat  (Kapasitas 60 L &amp;nbsp; &amp;nbsp;75 Kg)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
TYPE 2 (CNG 2)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Liner/pelapis dalam dari &amp;nbsp;metal dan dibungkus resin/ serat fiberglas &amp;nbsp;pada bagian luar (Hoop wrap)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lebih mahal dari CNG 1&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lebih berat  (Kapasitas 60 L &amp;nbsp; &amp;nbsp;52 Kg)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
TYPE 3 (CNG 3)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Liner/pelapis dalam dari &amp;nbsp;metal dan dibungkus serat karbon pada bagian luar (full &amp;nbsp;wrap)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lebih mahal&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lebih ringan  (Kapasitas 60 L &amp;nbsp; &amp;nbsp;26 Kg)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
TYPE 4 (CNG 4)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Liner/pelapis dalam dari bahan non metal/ plastikdan dibungkus serat karbon pada bagian luar (full &amp;nbsp;wrap)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lebih mahal&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lebih ringan&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;h4&gt;
Tabung LPG/LGV&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
Tabung LPG (Liquified Petroleum Gas) yang dipergunakan untuk kendaraan bermotor di Indonesia lazim disebut dengan LGV (Liquified Gas for Vehicle). Di dunia untuk tabung LGV kebanyakan mengacu pada UN ECE R 67 :Motor Vehicles Using Liquefied Petroleum Gases In their Propulsion System. Sampai saat inibelum ada SNI untuk kendaraan berbahan bakar LPG.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Untuk spesifikasi teknis dari pada LGV ini adalah Bahan bakar LPG yang terdiri dari propana (C3) dan butan (C4).Disain temperatur operasi tabung harus dari -20 °C sampai 65 °C. Disain tekanan operasi tabung: 3,000 kPa (30 bar).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Tabung LGV dibagi berdasarkan klasifikasi tekanan sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Komponen Kelas 1&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;: &amp;nbsp;3,000 kPa.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Komponen Kelas 2&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;: &amp;nbsp;450 kPa.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
c.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Komponen Kelas 2A&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;: &amp;nbsp;120 kPa.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEwQ0qicqm5w7lBdq93cOCGU-boYRpJvgP_kBG4p4Vcg4QXJl74y3BMGoac6qzCrU4TeWGkhpgKELL2Fi0FP3TOm0k2YIdYqWqJeb5JI82S4N_qE4dda5T_XIsqOKes2bxUmhR7NFAkb9y/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="216" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEwQ0qicqm5w7lBdq93cOCGU-boYRpJvgP_kBG4p4Vcg4QXJl74y3BMGoac6qzCrU4TeWGkhpgKELL2Fi0FP3TOm0k2YIdYqWqJeb5JI82S4N_qE4dda5T_XIsqOKes2bxUmhR7NFAkb9y/s400/1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tabung LGV&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Bentuk bejana tekan dibedakan menurut bentuk badan (steel) maupun bentuk front (tutup) atau headnya. Sedangkan kedudukannya dibedakan menurut letak sumbu atau garis sentralnya yaitu :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bejana Silindrical&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bejana Spherical&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bejana dengan tutup elips&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bejana dengan tutup torispherical&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bejana dengan tutup hemispherical&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bejana dengan tutup semi elliptical&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bejana dengan tutup rata&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bejana dengan kedudukan horizontal&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bejana dengan kedudukan vertical&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bejana dengan bentuk khusus&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/04/bejana-tekanan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWyGs55rAzTpjX6qpqJ8X5R-1r7g1NXiDDV_1iZideQy0sUC-Iady0NHvvxJnyaQAzhb-L-3JPb0LRUPcyR1xgBYMRFxy6lsLN4TAKHRxq6VJL8rBTPqcLgGrwO-lqkDRaBQPp4m5P0Iar/s72-c/1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-2635365517539935930</guid><pubDate>Fri, 15 Apr 2016 06:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-14T23:18:48.577-07:00</atom:updated><title>Pesawat Uap</title><description>&lt;br /&gt;
Pesawat uap adalah ketel uap dan peralatan lainnya baik tersambung langsung maupun tidak langsung, berhubungan (atau tersambung) dengan suatu ketel uap dan diperuntukkan bekerja dengan tekanan yang lebih besar (tinggi) dari tekanan udara.&lt;br /&gt;
Ketel uap ialah satu pesawat, yang dibuat guna memanaskan air menjadi uap dan uapnya dipergunakan diluar pesawatnya.&lt;br /&gt;
Pesawat uap selain ketel uap adalah :&lt;br /&gt;
−&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pemanas air diperuntukkan guna mempertinggi temperatur dari air pengisi untuk ketel-ketel uap dengan jalan pemanasan dengan hawa pembakaran&lt;br /&gt;
−&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pengering uap diperuntukkan guna mempertinggi temperatur dari uapnya dengan jalan pemanasan dengan hawa pembakaran&lt;br /&gt;
−&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Penguap-penguap diperuntukkan guna membuat air sulingan dengan jalan pemanasan dengan uap; dan&lt;br /&gt;
−&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bejana uap kedalam mana langsung atau tidak langsung dimasukkan uapnya dari ketel uapnya, terkecuali pesawat-pesawat penguap. &lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h4&gt;
Sejarah Pesawat Uap&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
Sekitar 200 tahun SM, seorang bangsa Yunani bernama Hero, mendesain sebuah mesin sederhana yang menggunakan uap sebagai sumber tenaganya. Hero menyiapkan sebuah bejana yang berisi air yang kemudian ditempatkan diatas api. Setelah panas, air akan mendidih dan kemudian membentuk uap. Uap kemudian diteruskan melalui dua pipa kedalam bulatan berlubang yang mempunyai sumbu pada kedua sisinya.Ketika uap keluar melalui dua pipa kecil bengkok yang terpasang pada bulatan tersebut, bulatan tersebut bergerak berputar pada porosnya.Hero menamakan alat tersebut aeolipile yang berarti mesin uap berputar.&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcMAUN5u57POpU2gqnnOUV_WvezfMxtQiNSd_Ew9EpKxhjmwGbjKreU2HfIYrM9AwPWXuq_2l4UjhQkWEBcLOBuwLtkCIqEFC8DFKdmBawGGd-hD_cvyT2Xr06kh-yUQsMuT8tePUf5D9X/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcMAUN5u57POpU2gqnnOUV_WvezfMxtQiNSd_Ew9EpKxhjmwGbjKreU2HfIYrM9AwPWXuq_2l4UjhQkWEBcLOBuwLtkCIqEFC8DFKdmBawGGd-hD_cvyT2Xr06kh-yUQsMuT8tePUf5D9X/s200/1.jpg" width="192" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span lang="EN-SG" style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-SG; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;Aeolipile&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
Kemudian pada sekitar awal tahun 1600-an, seorang bangsa Italia bernama Giovanni Branca membuat suatu penemuan unik berdasarkan cara kerja aeolipile, dimana uap yang dihasilkan alat tersebut disalurkan ke roda yang akan berputar akibat tekanan uap tersebut. Dari sinilah dimulainya perkembangan Turbin uap.&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgsLwfN7CfmSvinOB_HJm62Hzrf7EHiKkOeVNvaNNJjxEeVOJ5rGX6LVsLVqyQUSmWh7ye4AbM6iuPtcYwq2va97AuL840ya6t90Boe8u0VNevxO-Z-WC_2uofFBjMNCiTikFLoUkT-YT6/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="176" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgsLwfN7CfmSvinOB_HJm62Hzrf7EHiKkOeVNvaNNJjxEeVOJ5rGX6LVsLVqyQUSmWh7ye4AbM6iuPtcYwq2va97AuL840ya6t90Boe8u0VNevxO-Z-WC_2uofFBjMNCiTikFLoUkT-YT6/s320/1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Turbin Uap Branca&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Pada tahun ± 1760, James Watt, seorang bangsa Inggris, telah berhasil memakai uap sebagai kekuatan pendorong.Dia adalah yang pertama membuat instalasi tenaga uap yang terdiri dari sebuah ketel uap dan mesin uap yang terpisah.Alat tersebut dinamakan Waggon Boiler, karena bentuknya seperti gerobak/wagon (lihat gambar 3).&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;Dibagian bawah ketel terdapat ruang pembakaran untuk membakar bahan bakar guna memanaskan ketel.Watt berkonsentrasi untuk mengembangkan kondenser pemisah uap untuk menciptakan ruangan vakum, dan menggantikan tekanan atmosferik dengan tekanan uap, yang meningkatkan efisiensi mesin.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Dia juga yang menetapkan perhitungan tenaga kuda (horse power), yang menetapkan 1 tenaga kuda dapat mengangkat beban sebesar 249 kilogram sejauh 0,3 meter per detik. Atau ekivalen dengan 14.969 kilogram sejauh 0,3 meter per menit.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgx1YY3zKH-CRcS4BH_46EFKQYhSd4zzn_FGZIWl9thFpYoCeEFcL-0B_DkAIclcSDENB5eTkw8jZ7CjFW48C6lOVu3VOaWFZbdCNNbOLAXT6If-WJxw70LpAn9KIS1KQ8QZ5MDKjuZEjVg/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="235" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgx1YY3zKH-CRcS4BH_46EFKQYhSd4zzn_FGZIWl9thFpYoCeEFcL-0B_DkAIclcSDENB5eTkw8jZ7CjFW48C6lOVu3VOaWFZbdCNNbOLAXT6If-WJxw70LpAn9KIS1KQ8QZ5MDKjuZEjVg/s320/1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Waggon Boiler&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
Dewasa ini, konstruksi ketel uap disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menjadi semakin efektif dan efisien untuk dalam proses menghasilkan uap dan dalam penggunaannya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h4&gt;
Jenis-Jenis Ketel Uap&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Jenis-jenis Ketel uap menurut Peraturan Uap 1930 dapat dikelompokkan sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(1)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt; Ditinjau dari sudut pandang tekanannya, &amp;nbsp;yaitu :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ketel uap tekanan rendah, memiliki tekanan maksimum&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: white; color: #545454; font-family: arial, sans-serif; font-size: x-small; line-height: 18.2px;"&gt;≤&lt;/span&gt;&amp;nbsp;0,5 Kg/cm2 melebihi tekanan udara atmosfer,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ketel uap tekanan tinggi, memiliki tekanan &amp;gt; 0,5 Kg/cm2 melebihi tekanan udara atmosfer.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(2)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Menurut tempat pengunaannya, yaitu :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ketel uap darat tetap, ialah semua pesawat uap yang ditembok atau berada dalam tembokan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ketel uap darat berpindah, ialah semua ketel uap atau pesawat uap yang tidak ditembok dan dapat dipindah-pindahkan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(3)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt; Menurut bangunan letak sumbu silinder ketel, yaitu :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ketel uap tegak, dimana letak sumbu silinder tegak lurus dengan tempat kedudukan ketel uap.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ketel uap darat, dimana letak sumbu silinder sejajar dengan permukaan tempat kedudukan ketel uap.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Adapun saat ini, ketel uap lebih condong untuk diklasifikasikan lebih detail lagi sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(1)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ditinjau dari sudut pandang tekanannya, &amp;nbsp;yaitu :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ketel uap tekanan rendah, memiliki tekanan &amp;lt;20 Kg/cm2 melebihi tekanan udara atmosfer,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ketel uap tekanan sedang, memiliki tekanan 20 - 75 Kg/cm2 melebihi tekanan udara atmosfer,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ketel uap tekanan tinggi, memiliki tekanan &amp;nbsp;&amp;gt;75 Kg/cm2 melebihi tekanan udara atmosfer.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(2)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ditinjau dari media yang melalui pipa (tube), &amp;nbsp;yaitu :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ketel uap pipa api, dimana api akan melewati pipa-pipa di dalam ketel uap.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIVrNvUAefMCgWCp3LUE9476jmdDAseky3_L_dJxuZL_Kh9BdJfV3l1NLP1V4tsLP3ooP70ygm9IvQBjoR9KrBYLfMf18OorOxRwejcKS32xxM7ExWoF1YpoUrPUSTk76YT9DEwd0IEE9k/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="194" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIVrNvUAefMCgWCp3LUE9476jmdDAseky3_L_dJxuZL_Kh9BdJfV3l1NLP1V4tsLP3ooP70ygm9IvQBjoR9KrBYLfMf18OorOxRwejcKS32xxM7ExWoF1YpoUrPUSTk76YT9DEwd0IEE9k/s320/1.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ketel Uap Pipa Api&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
- Ketel uap pipa air, dimana air akan melewati pipa-pipa di dalam ketel uap.&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLAmh5cZK7Ztiz6FzJoxbI2HdYGEA4w5laspy2TJUbRpsFNMB382iNa8fDrJ84I_yk95TRZVh9YjP3dHHhOYS97K-rY4MrATQa-cmJoeoUBLf1khtjLkAAY1NpL_6_AI7XDLduB3NhmDG9/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLAmh5cZK7Ztiz6FzJoxbI2HdYGEA4w5laspy2TJUbRpsFNMB382iNa8fDrJ84I_yk95TRZVh9YjP3dHHhOYS97K-rY4MrATQa-cmJoeoUBLf1khtjLkAAY1NpL_6_AI7XDLduB3NhmDG9/s320/1.jpg" width="316" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ketel Uap Pipa Air&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
(3)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ditinjau dari sudut pandang bahan bakarnya, &amp;nbsp;yaitu :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bahan Bakar Fosil (minyak, gas alam, batu bara)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Panas Sisa Pembakaran (Gas buang turbin, gas buang mesin)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bahan Bakar (Biomass, Bagasse, Rise Husk, Wood Pallets, Forestry Residues, Mill Residues, Agricultural Residues, Chemical Recovery Fuels, Animal Wastes, Dry Animal Manure, Wet Animal Manure (Dairy Manure Slurry)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Nuklir (Uranium, Fission)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(4)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ditinjau dari sudut pandang sirkulasi air, &amp;nbsp;yaitu :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Natural,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Forced&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(5)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ditinjau dari sudut pandang ruang bakar, &amp;nbsp;yaitu :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Natural,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pressurized,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Induced,&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Balance&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(6)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ditinjau dari sudut pandang metode pembakaran, &amp;nbsp;yaitu :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Eksternal,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Internal,&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;HRSG.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h4&gt;
Jenis-Jenis Pesawat Uap selain Ketel Uap&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Selain Ketel uap, terdapat pesawat uap selain Ketel Uap. Dimana menurut Peraturan Uap 1930 dapat dikelompokkan sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(1)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pemanas air (economiser) diperuntukkan guna mempertinggi temperatur dari air pengisi untuk ketel-ketel uap dengan jalan pemanasan dengan hawa pembakaran&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(2)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pengering uap (Superheater) yang berarti sendiri terlepas ketel uapnya. Alat ini di peruntukkan guna memanaskan uap basah atau uap jenuh menjadi uap kering (Superheated Steam) sebagai fluida pemanasnya adalah gas panas hasil pembakaran.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(3)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Penguap-penguap diperuntukkan guna membuat air sulingan dengan jalan pemanasan dengan uap; dan&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
(4)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bejana uap kedalam mana langsung atau tidak langsung dimasukkan uapnya dari ketel uapnya, terkecuali pesawat-pesawat penguap sebagai contoh :Steam Header, Back Pressure Vessel, Dearator, Sterillizer, Digister, Autoclave dan sebagainya .&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Menurut Undang-undang Uap 1930, adalah dilarang memakai sesuatu pesawat uap apabila tidak memiliki Akte Izin untuknya, tetapi ada pesawat uap yang tidak wajib Akte Izin namun harus tetap dilakukan pengawasan yaitu sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Ketel uap yang apabila tekanan maksimumnya dalam satuanKg/cm2 x luas pemanasan (heating surface) dalam satuan m2, tidak melebihi angka 0,2&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Superheater yang terdiri dari pipa –pipa yang inside diameternya  25 mm&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
c.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Economizer yang terdiri dari pipa-pipa yang inside diameternya  50 mm&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
d.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Penguap yang volumenya kurang dari 75 liter, atau apabila tekanan maximumnya dalam satuan Kg/cm2 x volumenya dalam satuan dm3 angka 300&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
e.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bejana uap yang volumenya &amp;lt; 100 liter, dan atau inside diameter &amp;lt; 450 mm, dan atau apabila tekanan maksimumnya dalam satuan Kg/cm2 x volumenya dalam satuan dm3.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/04/pesawat-uap.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcMAUN5u57POpU2gqnnOUV_WvezfMxtQiNSd_Ew9EpKxhjmwGbjKreU2HfIYrM9AwPWXuq_2l4UjhQkWEBcLOBuwLtkCIqEFC8DFKdmBawGGd-hD_cvyT2Xr06kh-yUQsMuT8tePUf5D9X/s72-c/1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-3176170966061055848</guid><pubDate>Fri, 15 Apr 2016 04:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-14T23:01:50.610-07:00</atom:updated><title>Ahli K3</title><description>Ahli K3 adalah orang yang berkompeten tentang ilmu Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Para ahli K3 sangat dibutuhkan di perusahaan manapun karena aspek K3 merupakan salah satu hal yang paling diutamakan dalam pekerjaan. Untuk menjadi Ahli K3, kita harus mempelajari secara menyeluruh mengenai K3, kemudian mengikuti dan lulus ujian sertifikasi Ahli K3.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini kewajiban dan wewenang Ahli K3 dalam pekerjaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kewajiban:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan K3 sesuai dengan bidang yang ditentukan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memberikan laporan kepada Menteri atau pejabat yang ditunjuk sesuai keputusan penunjukannya yaitu tiap 3 bulan atau ditentukan lain bagi Ahli K3 Umum serta setiap selesai memberikan jasa bagi Ahli K3 yang berada pada perusahaan jasa.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Merahasiakan segala keterangan tentang rahasia perusahaan/instansi yang di dapat berhubungan dengan jabatannya.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
Wewenang:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Memasuki tempat kerja sesuai dengan penunjukan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meminta keterangan dan atau informasi mengenai pelaksanaan syarat-syarat K3 di tempat kerja sesuai sengan penunjukan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memonitor, memeriksa, menguji, menganalisa, mengevaluasi dan memberikan persyaratan serta pembinaan K3 yang meliputi :&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Keadaan dan fasilitas tenaga kerja&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keadaan mesin, pesawat, alat-alat kerja, instalasi serta peralatan lainnya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penanganan bahan-bahan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Proses produksi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sifat pekerjaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Cara kerja&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Peraturan-peraturan yang mengatur standar kompetensi K3:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Undang-undang No. 1 tahun 1970&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Undang-undang Uap dan Peraturan Uap 1930&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Permen No. 01/Men/1976 tentang Wajib Latihan Hyperkes bagi Dokter Perusahaan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Permen No. 03/Men/1978 tentang Penunjukan dan Wewenang serta Kewajiban Pegawai Pengawas Keselamatan dan Kesehatan Kerja.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Permen No. 01/Men/1979 tentang Wajib Latihan Hyperkes bagi Para Medis Perusahaan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Permen No. 02/Men/1982 tentang Klasifikasi Juru Las.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Permen No. 03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Permen No. 04/Men/1987 tentang P2K3.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Permen No. 01/Men/1988 tentang Klasifikasi dan Syarat-Syarat Operator Pesawat Uap.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Permen No. 01/Men/1989 tentang Klasifikasi dan Syarat-syarat Operator Keran Angkat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Permen No. 02/Men/1992 tentang TataCaraPenunjukan Kewajiban&amp;amp;Wewenang Ahli K3.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Permen No. 04/Men/1995 tentang Perusahaan Jasa K3.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;PP 50 THN 2012 tentang Sistem Manajemen K3.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Permen No. 03/Men/1999 tentang Pengawasan Lift Listrik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Kep. 186/Men/1999 tentang Unit &amp;nbsp;Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Program Kerja Ahli K3:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;safety meeting&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Inventarisasi permasalahan K3&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Identifikasi dan inventarisasi sumber bahaya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penerapan norma K3&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Inspeksi secara rutin dan teratur&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyelidikan dan analisa kecelakaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Prosedur dan tata cara evakuasi&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Catatan dan data K3&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Laporan pertanggungjawaban&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penelitian&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://www.theexpertinstitute.com/wp-content/uploads/2014/06/workplace-safety-expert-witness.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="https://www.theexpertinstitute.com/wp-content/uploads/2014/06/workplace-safety-expert-witness.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Ahli K3 diharuskan terus menggali saran untuk mencapai cara kerja dan lingkungan kerja yang aman. Ahli K3 harus mampu mengkaji bahaya apa saja yang berpotensi di lingkungan kerja, kemudian kemungkinan kecelakaan yang akan terjadi akibat potensi itu, lalu memberikan saran kepada para pekerja yang bersangkutan akan bagaimana kondisi yang seharusnya mereka capai demi menjaga keselamatan kerja. Setiap kecelakaan yang terjadi, ataupun hanya sebatas near miss accident di tempat kerja, Ahli K3 harus mencatat dan membuat laporannya. Ini dilakukan supaya ditindak lanjuti dan dilakukan pencegahannya sehingga tidak terjadi lagi kasus yang serupa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;h4&gt;
Ketentuan Ahli K3&lt;/h4&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Pendidikan Sarjana dengan pengalaman kerja sesuai bidang keahliannya sekurang-kurangnya 2 tahun, atau&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pendidikan Sarjana Muda/sederajat dengan pengalaman kerja sesuai bidang keahliannya sekurang-kurangnya 4 tahun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berbadan sehat &amp;amp; berkelakuan baik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bekerja penuh di instansi/perusahaan yang bersangkutan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penunjukan Ahli K3 ditetapkan berdasarkan permohonan tertulis dari pengurus atau pimpinan instansi kepada Menteri Tenaga Kerja atau Pejabat yang ditunjuk&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Permohonan harus melampirkan :&lt;br /&gt;- Daftar riwayat hidup&lt;br /&gt;- Surat keterangan pengalaman kerja di bidang K3&lt;br /&gt;- Surat keterangan berbadan sehat dari dokter&lt;br /&gt;- Surat keterangan pemeriksaan psikologi&lt;br /&gt;- Surat keterangan berkelakuan baik dari Polisi&lt;br /&gt;- Surat keterangan pernyataan bekerja penuh dari perusahaan/instansi yang bersangkutan &lt;br /&gt;- Foto copy ijazah / STTB terakhir&lt;br /&gt;- Sertifikat pendidikan khusus K3, apabila ada&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masa berlaku penunjukan selama 3 (tiga) tahun&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perpanjangan penunjukan dapat diajukan kepada Menteri Tenaga Kerja atau Pejabat yang ditunjuk&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Permohonan perpanjangan dengan melampirkan :&lt;br /&gt;- semua lampiran sebagaimana permohonan awal&lt;br /&gt;- salinan keputusan penunjukan Ahli K3 yang lama&lt;br /&gt;- surat pernyataan dari pengurus/pimpinan instansi mengenai prestasi yang bersangkutan&lt;br /&gt;- rekapitulasi laporan kegiatan&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penunjukan dapat dicabut apabila :&lt;br /&gt;- Pindah tugas ke instansi/perusahaan lain&lt;br /&gt;- Mengundurkan diri&lt;br /&gt;- Meninggal dunia&lt;br /&gt;- Tidak memenuhi per-UU-an K3&lt;br /&gt;- Melakukan kesalahan &amp;amp; kecerobohan&lt;br /&gt;- Dengan sengaja atau kecerobohan terbuka rahasia perusahaan&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Klasifikasi jabatan personil K3 yang diharapkan di tempat kerja/perusahaan:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Auditor K3&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ahli Keselamatan Kerja &lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;(Occupational Safety Expert)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ahli Kesehatan Kerja&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;(Occupational Health Expert)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ahli Higiene Industri&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;(Industrial Hygienist)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ahli Toksikologi&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; (Occupational Toxicologist)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ahli Efidemoligi&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;(Occupational Epidemologist)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ahli Ergonomi&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; (Occupational Ergonomics)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ahli Kedokteran Kerja&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;  &lt;/span&gt;(Occupational Medicine)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ahli Kebakaran&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;   &lt;/span&gt;(Occupational Fire Safety Expert)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tenaga Perawat&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt;   &lt;/span&gt;(Occupational Nurse)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Operator&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/04/ahli-k3.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-181448580769193854</guid><pubDate>Fri, 15 Apr 2016 03:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-14T20:57:03.927-07:00</atom:updated><title>Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://maximaprotektama.files.wordpress.com/2015/11/84783247858-logo-k3.jpg?w=300&amp;amp;h=300" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://maximaprotektama.files.wordpress.com/2015/11/84783247858-logo-k3.jpg?w=300&amp;amp;h=300" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: rgba(0, 0, 0, 0.870588); font-family: Roboto, arial, sans-serif; font-size: 14px; letter-spacing: 0.14px; line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: rgba(0, 0, 0, 0.870588); font-family: Roboto, arial, sans-serif; font-size: 14px; letter-spacing: 0.14px; line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: rgba(0, 0, 0, 0.870588); font-family: Roboto, arial, sans-serif; font-size: 14px; letter-spacing: 0.14px; line-height: 21px;"&gt;Pengertian P2K3&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: rgba(0, 0, 0, 0.870588); font-family: Roboto, arial, sans-serif; font-size: 14px; letter-spacing: 0.14px; line-height: 21px;"&gt;&amp;nbsp;(Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja) menurut Permenaker RI Nomor PER.04/MEN/1987 ialah badan pembantu di tempat kerja yang merupakan wadah kerjasama antara pengusaha dan pekerja untuk mengembangkan kerjasama saling pengertian dan partisipasi efektif dalam penerapan K3.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: rgba(0, 0, 0, 0.870588); font-family: Roboto, arial, sans-serif; font-size: 14px; letter-spacing: 0.14px; line-height: 21px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: rgba(0, 0, 0, 0.870588); font-family: Roboto, arial, sans-serif; font-size: 14px; letter-spacing: 0.14px; line-height: 21px;"&gt;Manfaat P2K3 yaitu:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Roboto, arial, sans-serif; font-size: 14px; letter-spacing: 0.14px; line-height: 21px;"&gt;Mengembangkan kerjasama bidang K3.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Roboto, arial, sans-serif; font-size: 14px; letter-spacing: 0.14px; line-height: 21px;"&gt;Meningkatkan kesadaran tenaga kerja tentang K3.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Roboto, arial, sans-serif; font-size: 14px; letter-spacing: 0.14px; line-height: 21px;"&gt;Forum komunikasi dalam bidang K3.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: Roboto, arial, sans-serif; font-size: 14px; letter-spacing: 0.14px; line-height: 21px;"&gt;Menciptakan tempat kerja yang nihil kecelakaan dan penyakit akibat kerja.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketentuan Umum P2K3:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Setiap tempat kerja dengan kriteria tertentu pengusaha/pengurus wajib membentuk P2K3.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keanggotaan P2K3 bersifat Bipartit terdiri dari unsur pengusaha &amp;amp; pekerja yang susunannya terdiri dari Ketua, Sekretaris dan anggota.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketua P2K3 adalah Pemimpin Perusahaan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sekretaris P2K3 adalah Ahli K3 dari perusahaan yang bersangkutan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;P2K3 dibentuk oleh pengusaha atau pengurus dan disahkan oleh Menteri Tenaga Kerja.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyampaikan laporan kegiatan P2K3 sekurang-kurangnya 3 bulan sekali kepada Menteri.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
Syarat Keanggotaan Organisasi P2K3&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Jumlah tenaga kerja &amp;gt; 100 orang, maka jumlah anggota sekurang-kurangnya 12 orang, terdiri 6 orang mewakili pengusaha/pengurus dan 6 orang mewakili tenaga kerja.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jumlah tenaga kerja antara50 – 100 orang, maka jumlah anggota sekurang-kurangnya 6 orang, terdiri dari 3 orang mewakili pengusaha/pengurus dan 3 orang mewakili tenaga kerja.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jumlah tenaga kerja &amp;lt; 50 orang dengan takut bahaya, maka jumlah anggota sekurang-kurangnya 6 orang, terdiri 3 orang mewakili pengusaha/pengurus dan 3 orang mewakili tenaga kerja.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jumlah tenaga kerja &amp;lt; 50 orang dalam kelompok individu kecil, maka jumlah anggota sekurang-kurangnya 6 orang yaitu mewakili perusahaan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Tugas Utama P2K3 adalah memberikan saran dan pertimbangan di bidang K3 kepada &amp;nbsp;pengusaha/pengurus tempat kerja (diminta maupun tidak). Dengan fungsinya untuk &amp;nbsp;menghimpun dan mengolah data K3, mendorong peningkatan penyuluhan, inspeksi, latihan, dan penelitian K3, serta membantu pimpinan untuk menyusun kebijakan K3.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kegiatan organisasi P2K3 berupa:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Identifikasi masalah K3&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pendidikan &amp;amp; latihan K3&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sidang-sidang K3&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Rekomendasi K3&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Audit K3&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Analisa &amp;amp; mengolah data kecelakaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelaporan kegiatan K3&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Program Kerja P2K3 antara lain:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Mengevaluasi cara kerja, proses &amp;amp; lingkungan kerja.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menentukan tindakan koreksi dengan alternatif terbaik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengembangkan sistem pengendalian bahaya terhadap K3.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengevaluasi penyebab timbulnya kecelakaan, penyakit akibat kerja serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengembangkan penyuluhan &amp;nbsp;&amp;amp; penelitian di bidang keselamatan kerja, higiene perusahaan, kesehatan kerja &amp;amp; ergonomi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan pemantauan terhadap gizi kerja &amp;amp; menyelenggarakan makanan di perusahaan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memeriksa kelengkapan peralatan keselamatan kerja.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengembangkan pelayanan kesehatan tenaga kerja.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengembangkan lab K3, melakukan pemeriksaan lab &amp;amp; melaksanakan interpretasi hasil pemeriksaan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyelenggarakan administrasi keselamatan kerja, higiene perusahaan &amp;amp; kesehatan kerja.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/04/panitia-pembina-keselamatan-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-5328644718648374598</guid><pubDate>Fri, 15 Apr 2016 03:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-14T20:34:29.857-07:00</atom:updated><title>Gizi Kerja dan Penyelenggaraan Makan bagi Tenaga Kerja</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://dinafirst.files.wordpress.com/2014/02/p.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://dinafirst.files.wordpress.com/2014/02/p.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; mso-list: l14 level1 lfo2; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 37.5pt; mso-list: l7 level1 lfo3; tab-stops: list 37.5pt; text-align: justify; text-indent: -19.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;DASAR HUKUM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l7 level2 lfo3; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;a.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Undang-undang No. 1 tahun 1970
tentang Keselamatan kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l7 level2 lfo3; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;b.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;PMP No. 7 Tahun 1964 tentang
Syarat Kesehatan, kebersihan dan Penerangan Dalam Tempat Kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l7 level2 lfo3; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;c.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-language: JA;"&gt;Surat&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-GB; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt; Edaran Menteri Tenaga Kerja
dan Transmigrasi No. SE. 01/Men/1979 tentang Pengadaan Kantin dan Ruang Makan, &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-language: JA;"&gt;menyatakan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l7 level2 lfo3; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;d.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-language: JA;"&gt;SE Dirjen Binwasnaker No. 86
tahun 1989 tentang Perusahaan Ketering Pengelola Makanan Bagi Tenaga Kerja.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 37.5pt; mso-list: l7 level1 lfo3; tab-stops: list 37.5pt; text-align: justify; text-indent: -19.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;PENGERTIAN&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;/DEFINISI:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l4 level1 lfo4; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;a.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Gizi adalah kesehatan seseorang yang dihubungkan dengan
makanan yang dikonsumsinya sehari-hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l4 level1 lfo4; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;b.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Gizi kerja adalah penyediaan dan pemberian masukan zat
gizi kepada tenaga kerja sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakukan selama
berada di tempat kerja guna mendapatkan tingkat kebutuhan dan produktivitas
kerja setinggi-tingginya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l4 level1 lfo4; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;c.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Penyelenggaraan
makanan bagi tenaga kerja adalah rangkaian kegiatan yang meliputi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;penyusunan
anggaran belanja makanan, perencanaan menu, pengadaan atau pembuatan bahan
makanan, penerimaan dan penyimpanan bahan makanan, persiapan dan pemasakan makanan,
penilaian, pengemasan, distribusi dan penyajian makanan bagi tenaga kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 37.5pt; mso-list: l7 level1 lfo3; tab-stops: list 37.5pt; text-align: justify; text-indent: -19.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;GIZI KERJA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l5 level1 lfo5; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: DE; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;a.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Jenis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="DE" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: DE;"&gt;-Jenis Zat Gizi dan Fungsinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l13 level1 lfo6; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hidrat arang (Karbohidrat) adalah
zat gizi sebagai sumber tenaga utama. Hidrat arang banyak terdapat pada
tumbuh-tumbuhan seperti padi-padian, umbi-umbian seperti padi, gandum, jagung,
ubi, singkong, kentang, sagu dan lain-lain serta hasil olahannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l13 level1 lfo6; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Lemak adalah zat gizi yang selain
sebagai sumber tenaga juga sebagai pelarut vitamin yang diperlukan tubuh. Lemak
dapat berasal dari tumbuh-tumbuhan disebut lemak nabati dan dari hewan disebut
lemak hewani serta hasil olahannya seperti minyak goreng, margarin, keju dan
mentega.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l13 level1 lfo6; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Protein adalah zat gizi yang
berfungsi sebagai pembangun tubuh dan selain itu dapat&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; berfungsi sebagai sumber tanaga. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Protein dapat berasal dari tumbuh-tumbuhan disebut protein
nabati dan dari hewan disebut protein hewani. Protein tersusun dari 22 (duapuluh
dua) macam asam amino yang dapat digolongkan menjadi 2 golongan, yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 108.0pt; mso-list: l13 level2 lfo6; tab-stops: list 108.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Asam
amino esensiel yaitu asam amino yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, sehingga
harus diperoleh dari makanan sehari-hari;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 108.0pt; mso-list: l13 level2 lfo6; tab-stops: list 108.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Asam
amino non esensiel yaitu asam amino yang dapat dibentuk oleh tubuh sesuai
dengan kebutuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Mutu protein ditentukan oleh jumlah asam
amino esensial yang terkandung di&amp;nbsp;
dalamnya. Dikenal 3 macam protein :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 108.0pt; mso-list: l13 level2 lfo6; tab-stops: list 108.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Protein
sempurna yang mengandung semua asam amino esensial yang diperlukan oleh tubuh,
terdapat pada bahan makanan yang berasal dari hewan seperti; daging, susu,
ikan, telur dan hasil olahannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 108.0pt; mso-list: l13 level2 lfo6; tab-stops: list 108.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Protein
setengah sempurna mengandung sebagian saja asam amino esensial yang diperlukan
tubuh, terdapat pda bahan makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti;
kacang-kacangan, biji-bijian dan hasil olahannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 108.0pt; mso-list: l13 level2 lfo6; tab-stops: list 108.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Protein
tidak sempurna yang tidak mengandung asam amino esensial, terdapat pada bahan
makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l13 level1 lfo6; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;4)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Vitamin adalah suatu zat
yang senantiasa diperlukan setiap saat untuk metabolisme tubuh, oleh karena
harus selalu ada dalam makanan yang dimakan setiap hari. Vitamin berasal dari
tumbuh-tumbuhan dan hewan dan dapat dikelompokkan menjadi 2 golongan yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 108.0pt; mso-list: l13 level2 lfo6; tab-stops: list 108.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Vitamin
yang larut dalam air tetapi tidak larut dalam lemak seperti vitamin B komplek
dan vitamin c.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 108.0pt; mso-list: l13 level2 lfo6; tab-stops: list 108.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Vitamin
yang tidak&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt; larut dalam air tetapi
larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E dan K.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l13 level1 lfo6; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;5)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mineral adalah suatu zat yang dibutuhkan oleh tubuh sebagai
zat pengatur dalam tubuh. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Mineral berasal dari
tumbuh-tumbuhan, hewan maupun alam sekitar yang diperlukan tubuh dalam jumlah
banyak maupun sedikit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 108.0pt; mso-list: l13 level2 lfo6; tab-stops: list 108.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Diperlukan
dalam jumlah banyak seperti Ca, P, Mg, Na, K, Cl, S.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 108.0pt; mso-list: l13 level2 lfo6; tab-stops: list 108.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Diperlukan
dalam jumlah sedikit tetapi mutlak harus ada seperti Cu, Co, Mn, Zn dan Y.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 108.0pt; mso-list: l13 level2 lfo6; tab-stops: list 108.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings;"&gt;§&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Diperlukan&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt; dalam jumlah sedikit sekali, seperti Al, As dan Br.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l13 level1 lfo6; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;6)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Air adalah salah satu unsur yang
sangat diperlukan oleh tubuh dalam jumlah besar, lebih kurang 60% berat badan
manusia adalah air. Oleh karena itu masalah penyediaan air minum penting pula
diperhatikan disamping makanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l5 level1 lfo5; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;b.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan zat gizi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l9 level1 lfo7; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ukuran tubuh (tinggi badan dan berat
badan). Makin besar ukuran tubuh seseorang makin besar pula kebutuhan
kalorinya, sebaliknya makin kecil ukuran tubuhnya makin rendah pula kebutuhan
kalorinya. Kebutuhan kalori yang ditentukan oleh oleh ukuran tubuh ini disebut
kebutuhan dasar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l9 level1 lfo7; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Usia yang dinyatakan dengan tahun,
dimana makin tua usia makin berkurang kebutuhan kalori dan zat gizi lainnya.
Anak-anak memerlukan kalori yang relatif lebih besar karena selain untuk
memberikan tenaga juga diperlukan untuk pertumbuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l9 level1 lfo7; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Jenis kelamin yang dinyatakan dengan
laki-laki dan perempuan dimana laki-laki memerlukan kalori dan zat gizi lebih
banyak dibandingkan dengan perempuan karena laki-laki mempunyai otot lebih
besar dan lebih aktif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l9 level1 lfo7; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;4)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kondisi tubuh tertentu misalnya baru
sembuh dari sakit, baru operasi, sedang hamil dan menyusui&amp;nbsp; memerlukan gizi lebih besar dibanding dengan
kondisi biasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l9 level1 lfo7; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;5)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Iklim dan kondisi lingkungan kerja
berpengaruh terhadap kebutuhan gizi. Tempat kerja yang dingin memerlukan zat
gizi lebih besar dari tempat kerja yang panas. Di musim hujan diperlukan kalori
lebih besar dibanding di musim panas karena diperlukan tambahan kalori untuk
mempertahankan suhu tubuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l9 level1 lfo7; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;6)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tingkat aktivitas yang dilakukan
digolongkandalam tiga tingkatan yaitu : kerja berat, kerja sedang dan kerja
ringan. Makin berat tingkat aktivitas kerja makin besar kebutuhan kalorinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 37.5pt; mso-list: l7 level1 lfo3; tab-stops: list 37.5pt; text-align: justify; text-indent: -19.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;4.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;PENYELENGGARAAN MAKAN BAGI TENAGA KERJA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penyelenggaraan makan di tempat kerja
bertujuan untuk meningkatkan keadaan kesehatan dan gizi tenaga kerja, sehingga
dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Yang
dimaksud penyelenggaraan makanan adalah semua proses, dimulai dari merencanakan
anggaran belanja sampai ke makanan dikonsumsi oleh tenaga kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penyelenggaraan
makan bagi tenaga kerja dapat diselenggarakan sendiri oleh perusahaan atau dengan
cara kerjasama/kontrak dengan perusahaan catering pengelola makanan bagi tenaga
kerja. Untuk menyelenggarakan makan tenaga kerja secara umum diperlukan
persyaratan minimal yang meliputi :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l10 level1 lfo8; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;a.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Mempunyai dapur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l10 level1 lfo8; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;b.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Mempunyai tenaga gizi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l10 level1 lfo8; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;c.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Mempunyai tenaga pelaksana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l10 level1 lfo8; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;d.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Mematuhi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;peraturan
perundanganyang berlaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 18.0pt; tab-stops: 54.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemberian Makan Bagi Tenaga Kerjamemberikan keuntungan
baikbagi tenaga kerja maupun perusahaan, antara lain yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l3 level1 lfo9; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;a.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Meningkatkan dan mempertahankan kemampuan kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l3 level1 lfo9; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;b.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Meningkatkan produktivitas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l3 level1 lfo9; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;c.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Meningkatkan derajat kesehatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l3 level1 lfo9; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;d.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Menurunkan absensi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l3 level1 lfo9; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;e.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Terciptanya hubungan timbal balik pengusaha dan pekerja
maupun antar pekerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l3 level1 lfo9; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;f.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Suasana kerja menyenangkan dan meningkatkan motivasi dan
gairah kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l3 level1 lfo9; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;g.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Mengatasi kelelahan dan persiapan tenaga untuk kerja
kembali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l3 level1 lfo9; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;h.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Pengawasan&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;&amp;nbsp; relatif lebih mudah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l11 level1 lfo11; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;a.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;Syarat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;-Syarat Penyelenggaraan Makanan bagi Tenaga Kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Peraturan perundangan terkait gizi kerja dan penyelenggaraan makan bagi
tenaga kerja antara lain :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l12 level1 lfo10; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Peraturan Menteri Perburuhan No.7
tahun 1964 tentang Syarat Kesehatan, Kebersihan serta Penerangan Dalam Tempat
Kerja;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l12 level1 lfo10; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Permennaker No. Per. 03/Men/1982
tentang Pelayanan Kesehatan Kerja;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l12 level1 lfo10; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi No. SE. 01/Men/1979 tentang Pengadaan Kantin dan Ruang Makan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l12 level1 lfo10; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;4)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Surat Edaran&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; Direktur
Jenderal Binawas No. SE. 86/BW/1989 tentang Perusahaan Catering yang mengelola
Makanan bagi Tenaga Kerja&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Sesuai&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-language: JA;"&gt; dengan ketentuan &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Peraturan Menteri Perburuhan
No.7 tahun 1964, bahwa &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-language: JA;"&gt;kantin, ruang makan di tempat kerja dan perusahaan catering pengelola
makanan bagi tenaga kerja harus memenuhi syarat-syarat kesehatan, kebersihan
serta penerangan dalam tempat kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Sesuai Permennakertrans No. Per. 03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan
Kerja, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-language: JA;"&gt;diatur mengenai tugas pokok pelayanan kesehatan, yang
salah satunya adalah mengenai gizi dan penyelenggaraan makanan di tempat kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l2 level1 lfo12; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Syarat &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;penyelenggaraan&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; makanan di tempat kerja sesuai pasal 8 PMP No. 7 tahun 1964 :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-list: l6 level1 lfo1; tab-stops: list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-language: JA;"&gt;a)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-language: JA;"&gt;Dapur, kamar makan dan alat
keperluan makan harus selalu bersih dan rapih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-list: l6 level1 lfo1; tab-stops: list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-language: JA;"&gt;b)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-language: JA;"&gt;Dapur dan kamar makan tidak boleh
berhubungan langsung dengan tempat kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-list: l6 level1 lfo1; tab-stops: list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-language: JA;"&gt;c)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-language: JA;"&gt;Menu makanan yang disediakan
harus memenuhi syarat-syarat kesehatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-list: l6 level1 lfo1; tab-stops: list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-language: JA;"&gt;d)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-language: JA;"&gt;Pegawai penjamah makanan &amp;amp;
minuman harus bebas penyakit menular dan harus selalu menjaga kebersihan
badannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-list: l6 level1 lfo1; tab-stops: list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-language: JA;"&gt;e)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-language: JA;"&gt;Majikan harus menyediakan
pakaian/schort &amp;amp; tutup kepala yang bersih bagi pegawai penjamah makanan
untuk dipakai waktu melayani makanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-list: l6 level1 lfo1; tab-stops: list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-language: JA;"&gt;f)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-language: JA;"&gt;Pegawai penjamah makanan harus
mendapat didikan kebersihan &amp;amp; kesehatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-list: l6 level1 lfo1; tab-stops: list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-language: JA;"&gt;g)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-language: JA;"&gt;Pegawai penjamah makanan sebelum
bekerja harus diperiksa kesehatan badannya disertai pemeriksaan rontgen
paru-paru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-list: l6 level1 lfo1; tab-stops: list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-language: JA;"&gt;h)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-language: JA;"&gt;Pemeriksaan kesehatan berkala sekali/tahun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-list: l6 level1 lfo1; tab-stops: list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-language: JA;"&gt;i)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-language: JA;"&gt;Pegawai penjamah makanan tidak boleh melayani makanan
selama menderita suatu penyakit sampai dinyatakan sehat kembali oleh dokter.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l2 level1 lfo12; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Persyaratan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;tenaga kerja dalam penyelenggaraan makan bagi tenaga
kerja(food handler) :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Semua pegawai yang mengerjakan dan
melayani makanan dan minuman bagi tenaga kerja harus :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-list: l15 level1 lfo13; tab-stops: list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-language: JA;"&gt;a)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-language: JA;"&gt;bebas dari penyakit menular (seperti TBC, typhus, cacingan)
dan harus selalu menjaga kebersihan badannya;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-list: l15 level1 lfo13; tab-stops: list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-language: JA;"&gt;b)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-language: JA;"&gt;disediakan pakaian (schort) dan tutup kepala untuk
digunakan sewaktu melayani makanan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-list: l15 level1 lfo13; tab-stops: list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-language: JA;"&gt;c)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-language: JA;"&gt;telah mendapat pelatihan tentang kebersihan dan
kesehatan khususnya yang berkaitan dengan penyelengaraan makan bagi tenaga
kerja;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-list: l15 level1 lfo13; tab-stops: list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-language: JA;"&gt;d)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-language: JA;"&gt;Sebelum bekerja harus diperiksa kesehatan badannya
minimal satu tahun sekali disertai dengan pemeriksaan rontgent paru-paru
dan&amp;nbsp; dinyatakan dengan surat keterangan
dokter ;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-list: l15 level1 lfo13; tab-stops: list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;e)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-language: JA;"&gt;Tidak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;
boleh melayani makanan selama menderita suatu penyakit sampai dinyatakan oleh
dokter bahwa ia sudah sehat kembali (khususnya infeksi pada kulit, mata,
telinga, hidung dan tenggorokan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Selain
syarat-syarat tersebut, sebaiknya petugas pengelola makanan bagi tenaga kerja sebaiknya
:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-list: l0 level1 lfo14; tab-stops: list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-language: JA;"&gt;a)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-language: JA;"&gt;Mendapat pelatihan tentang cara penggunaan alat
pemadam api ringan (APAR);&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-list: l0 level1 lfo14; tab-stops: list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-language: JA;"&gt;b)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-language: JA;"&gt;Tidak mempunyai kebiasaan buruk yang tidak sehat dalam
bekerja, misalnya; bicara waktu menyediakan makanan, bersin/batuk di depan
makanan, menggaruk bagian tubuh tertentu, merokok, mabuk dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-list: l0 level1 lfo14; tab-stops: list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-language: JA;"&gt;c)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-language: JA;"&gt;Tidak mengunakan perhiasan selama mengolah makanan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-list: l0 level1 lfo14; tab-stops: list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;d)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-language: JA;"&gt;Disiplin memakai Alat pelindung (pakaian kerja,
celemek, sarung tangan, tutup kepala, masker&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;topi);&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-list: l0 level1 lfo14; tab-stops: list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;e)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Segera melapor kepada
supervisor apabila yang bersangkutan muntah dan diare di tempat kerja, di rumah
atau di tempat lain dan menderita infeksi.&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 342.0pt; text-align: justify; text-indent: -9.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l11 level1 lfo11; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-language: JA;"&gt;b.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;Ketentuan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-language: JA;"&gt; pengadaan kantin dan ruang
makan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-language: JA;"&gt;Surat&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-GB; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt; Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.
SE. 01/Men/1979 tentang Pengadaan Kantin dan Ruang Makan, &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-language: JA;"&gt;menyatakan : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l16 level1 lfo15; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Semua perusahaan yang mempekerjakan buruh antara 50 sampai 200 orang
supaya menyediakan ruang tempat makan di perusahaan yang bersangkutan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l16 level1 lfo15; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Semua&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; perusahaan
yang mempekerjakan buruh lebih dari 200 orang supaya menyediakan kantin di
perusahaan yang bersangkutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; tab-stops: 42.55pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l11 level1 lfo11; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;c.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;Ketentuan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt; dapur dan ruang makan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Untuk dapat berjalannya fungsi dapur dengan baik, maka
perlu diperhatikan beberapa hal antara lain :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l8 level1 lfo16; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Letak dapur tidak jauh dari ruang makan dan tidak berhubungan langsung
dengan tempat kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l8 level1 lfo16; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Fasilitas dapur dan ruang makan cukup memadai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l8 level1 lfo16; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Keadaan/kondisi
dapur dan ruang makan mudah dibersihkan, penerangan cukup,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ventilasi memadai, tidak menyebarkan panas/bau/uap, lantai
tidak licin, ruangan cukup dan bebas dari serangga dan binatang mengerat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l11 level1 lfo11; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-font-family: Arial; mso-fareast-language: JA;"&gt;d.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Syarat Perusahaan Catering yang mengelola Makanan
bagi Tenaga Kerja Sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Binawas No. SE.
86/BW/1989 tentang Perusahaan Catering yang mengelola Makanan bagi Tenaga
Kerja, &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-GB; mso-fareast-language: JA;"&gt;perusahaan catering pengelola makanan bagi tenaga kerja, harus memenuhi
ketentuan-ketentuan sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l1 level1 lfo17; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Setiap perusahaan catering yang mengelola makanan pada
perusahaan-perusahaan harus terlebih dahulu mendapatkan rekomendasi dari
Depnaker.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l1 level1 lfo17; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Rekomendasi diberikan berdasarkan persyaratan-persyaratan kesehatan,
hygiene dan sanitasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l1 level1 lfo17; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Setiap
Kantor Departemen Tenaga Kerja agar melaksanakan pembinaan&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;/penataran
kepada perusahaan-perusahaan catering yang beroperasi di daerahnya, khususnya
mengenai hygiene, sanitasi dan penanggulangan keracunan makanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/04/gizi-kerja-dan-penyelenggaraan-makan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-4101213545268284037</guid><pubDate>Fri, 15 Apr 2016 03:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-14T20:14:28.728-07:00</atom:updated><title>Penyakit Akibat Kerja</title><description>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 22.5pt; mso-hyphenate: none; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Kondisi lingkungan kerja, pemakaian
mesin-mesin dan bahan-bahan berbahaya, zat kimia beracun, tuntutan pekerjaan yang
menimbulkan tekanan fisik dan psikis, telah menjadikan seseorang yang bekerja
berhadapan dengan kemungkinan yang makin besar terkena resiko penyakit yang
disebabkan pekerjaan dan jabatannya. Faktor bahaya di tempat kerja dapat
menyebabkan penyakit pada tenaga kerja secara langsung maupun secara tidak
langsung. Selain itu sebagai masyarakat, tenaga kerja juga dapat menderita
penyakit yang didapat di luar tempat kerja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="letter-spacing: -0.2px; line-height: 24px;"&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 22.5pt; mso-hyphenate: none; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Terdapat 2 (dua) istilah terkait
dengan penyakit yang berhubungan dengan hubungan kerja yaitu : penyakit akibat
kerja (PAK) atau &lt;i&gt;occupational diseases&lt;/i&gt;
dan penyakit akibat hubungan kerja (PAHK) atau &lt;i&gt;Work related diseases.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 22.5pt; mso-hyphenate: none; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;b style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 22.5pt; mso-hyphenate: none; text-align: justify; text-indent: 36.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;b style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%;"&gt;A. Penyakit
     Akibat Kerja (&lt;i&gt;Occupational diseases&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-hyphenate: none; text-align: justify; text-indent: -2.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%;"&gt; Penyakit Akibat
Kerja (PAK) adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan
kerja. Definisi PAK menurut ILO tahun 1996 : ” Penyakit akibat kerja (&lt;i&gt;Occupational disease&lt;/i&gt;) yaitu penyakit
yang diderita sebagai akibat pemajanan terhadap faktor-faktor resiko yang
timbul dari kegiatan bekerja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-hyphenate: none; text-align: justify; text-indent: -2.45pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%;"&gt; Dalam peraturan
perundangan di Indonesia, terdapat 2 (dua) istilah dari penyakit akibat kerja,
yaitu :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 63.0pt; mso-list: l2 level1 lfo3; tab-stops: list 63.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;1)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Permennaker No. 01/Men/1981
tentang kewajiban melapor penyakit akibat kerja : ”Penyakit akibat kerja adalah
setiap penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 63.0pt; mso-list: l2 level1 lfo3; tab-stops: list 63.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;2)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Penyakit yang timbul karena
hubungan kerja (Undang-undang No. 3 tahun 1992 tentang&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt; Jaminan Sosial Tenaga Kerja dan
Keppres R.I No. 22 tahun 1993) : " Penyakit yang timbul karena hubungan
kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 63.0pt; mso-list: l2 level1 lfo3; tab-stops: list 63.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; letter-spacing: -0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 63.0pt; mso-list: l2 level1 lfo3; tab-stops: list 63.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; letter-spacing: -0.15pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;B. Penyakit&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;akibat hubungan kerja (PAHK) atau &lt;i&gt;Work related diseases&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 40.5pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt 0cm 36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Penyakit akibat hubungan kerja(&lt;i&gt;Work related diseases&lt;/i&gt;) atau penyakit
terkait kerja, yaitu penyakit yang dicetuskan, dipermudah atau diperberat oleh
pekerjaan. Dalam hal ini faktor pekerjaan bukan menjadi penyebab dasar,
penyebab dasarnya diperoleh di luar tempat kerja sedangkan faktor di tempat
kerja hanya memperberat, atau memicu timbul/kekambuhannya, sehingga penyebabnya
sering terdiri dari beberapa faktor (multi faktor). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 40.5pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt 0cm 36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Contoh : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 76.5pt; mso-hyphenate: none; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: -36.0pt 0cm 36.0pt list 76.5pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Seorang tenaga kerja yangmemiliki faktor keturunan
penyakit asma, setelah bekerja di tempat kerja yang berdebu mengalami penyakit
asmaatau mengalami kekambuhan penyakit asma yang pernah dialami sebelumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 76.5pt; mso-hyphenate: none; mso-list: l1 level1 lfo1; tab-stops: -36.0pt 0cm 36.0pt list 76.5pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Seorang tenaga kerja di tempat kerja yang kebisingannya
tinggi menderita tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah penyakit terkait
kerja, bukan PAK, karena faktor penyebab hipertensi bersifat multi faktor,
sedangkan kebisingan yang tinggi hanya salah satu faktor yang memperberat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 40.5pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt 0cm 36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="letter-spacing: -0.2px; line-height: 24px;"&gt;























&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 27.0pt; mso-hyphenate: none; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dengan
demikian terdapat 2 (dua) kelompok penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan
yang harus dibedakan, yaitu penyakit akibat kerja (PAK) dan penyakit terkait
kerja. PAK adalah penyakit yang secara jelas semata-mata disebabkan oleh
penyebab dari pekerjaan atau lingkungan kerja. Sedangkan penyakit yang
berhubungan dengan pekerjaan adalah penyakit yang penyebab utama atau penyebab
dasarnya bukan faktor pekerjaan atau lingkungan kerja, tetapi dapat diperberat
olehnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="letter-spacing: -0.2px; line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="letter-spacing: -0.2px; line-height: 24px;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Faktor Penyebab Penyakit Akibat Kerja&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;a.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%;"&gt;Faktor&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt; fisik.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: 21.3pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Faktor
fisik misalnya karena suara yang tinggi/bising bisa menyebabkan ketulian,
temperatur/suhu yang tinggi dapat menyebabkan berbagai keluhan dan penyakit
mulai dari yang ringan sampai berat misalnya; &lt;i&gt;hyperpireksi, heat cramp, heat exhaustion, heat stroke&lt;/i&gt;, yang hal
ini diakibatkan oleh keluarnya cairan tubuh dan elektrolit yang berlebihan dari
tubuh tenaga kerja. Faktor fisik lain adalah radiasi sinar elektromagnetik
misalnya; sinar infra merah menyebabkan katarak, ultra violet menyebabkan &lt;i&gt;conjungtivitis&lt;/i&gt;. Tekanan udara yang tinggi
menyebabkan &lt;i&gt;Caisson's Disease&lt;/i&gt;,
penerangan mempengaruhi daya penglihatan dan getaran menyebabkan &lt;i&gt;Reynaud's disease&lt;/i&gt; (penyempitan pembuluh
darah).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 39.3pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: 21.3pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;b.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Faktor &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%;"&gt;Kimia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: 21.3pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Di dalam berbagai jenis industri
misalnya industri pupuk, pestisida, kertas, pengolahan minyak, gas bumi,
obat-obatan dan lain sebagainya, banyak mempergunakan bahan kimia sebagai bahan
baku maupun bahan pembantu dan atau memproduksi bahan kimia yang langsung
dipakai oleh masyarakat. Penggunaan bahan kimia tersebut berpotensi menimbulkan
bahaya misalnya kebakaran, peledakan, iritasi dan keracunan. Dilaporkan
terdapat 70% penyakit akibat kerja disebabkan oleh bahan kimia yang yang masuk
melalui pernafasan, kulit maupun termakan. Bahan kimia tersebut dapat berupa
zat padat, cair, gas, uap maupun partikel. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;Masuknya bahan kimia ke dalam tubuh
dapat secara akut maupun kronis. Keracunan akut sebagi akibat absorbsi bahan
kimia yang dalam jumlah besar dan waktu yang pendek dapat berupa keracunan gas,
karbon monoksida (CO), asam cianida (HCN). Keracunan kronis adalah absorbsi zat
kimia dalam jumlah sedikit tetapi dalam waktu yang lama, dapat berupa keracunan
benzene, uap Pb yang dapat berakibat leukemia, keracunan zat karsinogenik dapat
menyebabkan kanker.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 39.3pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: 21.3pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;c.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Faktor Biologi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: 21.3pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;Berbagai&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt; Faktor biologi misalnya virus,
bakteri, parasit, cacing, jamur dan lain-lain, dapat menyebabkan penyakit
akibat kerja. Dilaporkan adanya pekerja yang menderita penyakit malaria,
filariasis pada pekerja di lapangan, penyakit hepatitis, tbc pada petugas
kesehatan dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 39.3pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: 21.3pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;d.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Faktor Fisiologi (Ergonomi).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Akibat
posisi kerja/cara kerja yang salah seperti bekerja dengan membungkuk akan
menyebabkan sakit otot, sakit pinggang dan cedera punggung, juga dapat
mengakibatkan perubahan bentuk tubuh. Pada kontruksi mesin yang kurang baik juga
akan menyebabkan berbagai penyakit akibat kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;e.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Faktor Psikososial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Berbagai
keadaan misalnya suasana kerja yang monoton, hubungan kerja yang kurang baik,
upah yang kurang, tempat kerja yang terpencil dapat berpengaruh terhadap
pekerja yaitu menimbulkan stress yang manifestasinya antara lain berupa
perubahan tingkah laku, tidak bisa membuat keputusan, tekanan darah meningkat,
yang selanjutanya dapat mengakibatkan timbulnya penyakit lain atau terjadinya
kecelakaan kerja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Selain
faktor penyebab sebagaimana tersebut di atas, terdapat faktor lain yang
mempengaruhi terjadinya PAK, yaitu : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;1)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Kerentanan Individu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;2)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Adanya kondisi kerja yang tidak
aman (unsafe condition)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;3)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Adanya tindakan tidak aman
(unsafe action)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;4)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-bidi-font-weight: bold;"&gt;Manajemen&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt; K3 yang kurang baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 37.5pt; mso-list: l2 level1 lfo5; tab-stops: list 37.5pt; text-align: justify; text-indent: -19.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;1.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;JENIS-JENIS PAK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sepertihalnya penyakit pada umumnya, penyakit akibat kerja
juga dapat menyebabkan gangguan pada seluruh organ atau bagian tubuh. Dengan
demikian jenis-jenis PAK dapat dibedakan berdasarkan organ yang terkena (target
organ).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l9 level1 lfo6; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;a.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Penyakit&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt; Kulit dan Penyakit paru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Kulit dan paru-paru dan organ
pernafasan lainnya sering menjadi organ sasaran (targen organ) PAK yang berupa penyakit alergi/hipersensitivitas, antara
lainpada hidung dan rongga tulang sekitar hidung/sinus berupa rinitis,
rinosinusitis; pada paru-paru dan batang tenggorok/bronkus berupa asma,
pneumonitis/alveolitis ekstrinsik alergi, aspergilosis; pada kulit berupa dermatitis
kontak alergi, dermatitis kontak iritan, hipersensitivitas lateks, penyakit
jamur dll. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;Dermatitis kontak merupakan
penyakit kulit akibat hubungan kerja yang paling sering ditemukan. Dermatitis
kontak ada 2 jenis yaitu dermatitis kontak iritan dan alergi. Kedua jenis
dermatitis ini dapat menjadi kronik bila penyebabnya tidak diketahui dan tidak
disingkirkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Contoh
beberapa penyakit paru akibat kerja adalah asma, bisinosis, alviolitis alergi,
bronchitis kronis, emfisema, karsinoma bronkus, fibrosis noduler atau difus,
sarkoidosis,&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;
tuberkulosis, pneumonitis, pneumonia, fibrosis pleura atau mesotelioma.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l9 level1 lfo6; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;b.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Penyakit hati dan gastro-intestinal
(lambung danusus)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Meskipun
jarang dilaporkan, berbagai penyakit hati dapat ditimbulkan akibat kerja
misalnya kanker hati akibat uap vinilklorid. Prevalensi kanker lambung dan
oesofagus meningkat pada karyawan vulkanisasi karet dan tambang batu bara. Hati
berfungsi dalam transformasi bahan kimia yang larut dalam lipid dan
menjadikannya bahan yang larut dalam air. Proses ini biasanya menghasilkan
bahan yang kurang toksik, tetapi dapat terjadi sebaliknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 39.3pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l9 level1 lfo6; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;c.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Penyakit saluran urogenital
(saluran kemih &amp;amp; organ reproduksi).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gagal
ginjal akut dapat terjadi akibat paparan dengan uap logam (cadmium, merkury,
timah hitam), pelarut organik dan pestisida. Carbon tetrachloride dan berbagai
bahan pelarut lainnya dapat menimbulkan kerusakan jaringan ginjal (nefron) dan
gagal ginjal kronik. Kanker vesika urinaria (kandung kemih) dapat ditemukan
pada pekerja industri karet dan pekerja manufaktur dan penggunaan bahan pewarna
organik misalnya benzidin. Benzidin dan 2-naphthylamin oleh hati dikonversi
menjadi bahan karsinogen yang dikeluarkan melalui urin dan dapat menimbulkan
keganasan pada kandung kemih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gangguan
kesuburan (infertilitas), keguguran dan kelainan janin/fetus kadang dapat
terjadi oleh bahan dalam lingkungan kerja. Kerja fisis selama hamil, paparan radiasi
mengion, timah hitam (pada pria dan wanita), merkuri organik (pada wanita)
dapat menimbulkan gangguan reproduksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 39.3pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l9 level1 lfo6; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;d.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Penyakit hematologik (darah).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Meskipun
jarang, bahan toksik di lingkungan kerja dapat menimbulkan berbagai gangguan
hematologik. Kolik abdominal (kejang perut), paralisis saraf motoris
(kelumpuhan) dan anemia dapat terjadi oleh paparan uap Pb diatas 40 ug/ 100 ml.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 39.3pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l9 level1 lfo6; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;e.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Penyakit kardiovaskuler (jantung
dan saluran darah).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pada
pekerja yang terpapar dengan karbon disulfida dan viscose rayon, ditemukan
peningkatan kematian oleh penyakit jantung koroner. Resiko tinggi nyeri dada
akibat jantung (angina) dan kematian jaringan jantung (infark myocard)
ditemukan pada pekerja yang terpapar dengan nitrat seperti gliceryl trinitrat
dan ethyline glycol dinitrate, misalnya pada manufaktur bahan peledak dan
obat-obatan. Paparan dengan bahan pelarut organik halogen seperti
trichloroethyline dapat menimbulkan kematian mendadak akibat fibrilasi
ventrikel.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l9 level1 lfo6; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;f.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Penyakit&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt; muskuloskeletal (otot dan kerangka
tubuh)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;i&gt;Sindroma Raynaud&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;vibration white finger&lt;/i&gt; disebabkan oleh penyempitan
pembuluh darah (&lt;i&gt;spasme vaskuler&lt;/i&gt;)
sebagai akibat dari gangguan alat kerja yang bergetar antara 20 - 400 Hz. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Carpal tunnel syndrome&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;
berupa parestesi pada nervus medianus dapat ditimbulkan oleh tekanan
yang berulang-ulang pada tangan&amp;nbsp; (palmar
dan pergelangan) sewaktu kerja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Gangguan padapunggung dan dan
tulang belakang misalnya nyeri pinggang atau &lt;i&gt;low back pain&lt;/i&gt; (LBP), &lt;i&gt;hernia
nucleus pulposus&lt;/i&gt; (HNP) dan kebanyakan gangguan ortopedis lain sering terjadi
akibat pekerjaan fisik yang berat (mengangkat beban, mendorong, menahan beban
dll.) yang kurang memperhatikan prinsip ergonomi kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l9 level1 lfo6; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;g.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Gangguan pada organ pendengaran (telinga)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 49.65pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gangguan
pendengaran sering terjadi akibat paparan kebisingan yang tinggi. Kebisingan
sangat tinggi dalam waktu singkat dapat memecahkan selaput pendengaran
(membrana tymphani), sedangkan paparan kebisingan dalam jangka lama sering
mengakibatkan kehilangan pendengaran (noise induced hearing loss). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 49.65pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-indent: -10.35pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kehilangan pendengaran akibat bising dapat
bersifat sementara (temporary) yang masih dapat disembuhkan, dan dapat bersifat
permanen yang tidak dapat disembuhkan. Gangguan pendengaran lain akibat bising
dapat berupa telinga terasa berdenging (tinitus). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 49.65pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Gangguan pendengaran yang belum
permanen dapat disembuhkandengan memindahkan pekerja ke tempat kerja yang
tidak/kurang bising. Tanda-tanda gangguan pendengaran akibat bising antara lain
dini ialah kesulitan untuk mengikuti percakapan di tempat yang ramai dan tidak
menyukai percakapan orang banyak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 39.3pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l9 level1 lfo6; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;h.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Gangguan pada organ penglihatan (mata)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gangguan
pada mata antara lain adalah katarak akibat sinar inframerah, radang selaput
mata (conjungtivitis) akibat sinar ultra violet dan penurunan tajam penglihatan
(visus) akibat tempat kerja kurang pencahayaan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rasa
sakit pada mata dapat disebabkan oleh karena penataan pencahayaan tempat kerja
yang buruk. Mata gatal sering ditemukan pada karyawan terpapar dengan bahan
organik asal hewan dan debu asal padi-padian. Reaksi iritasi non-alergi dapat
ditimbulkan oleh chlor dan formaldehid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l9 level1 lfo6; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;i.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Gangguan susunan syaraf&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Painting,
carpet-tile lining, laboratorium kimia, paparan petrolium dan oli merupakan
tempat kerja yang mengandung resiko terjadinya gangguan saraf. Gejalanya dapat
berupa pusing, tidak dapat konsentrasi, sering lupa, depresi, demensia,
neuropati perifer (kesemutan), ataksia serebelar dan penyakit motor neuron
(kelumpuhan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 39.3pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l9 level1 lfo6; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;j.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Stres&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Stres
di tempat kerja dapat menyebabkangangguan kejiwaan (psikis) misalnya kecemasan
(ansietas), depresi ringan sampai berat, psikosis dan psikosomatis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l9 level1 lfo6; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;k.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Infeksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Infeksi
akibat kerja dapat terjadi pada pekerja di laboratorium klinik (misalnya
hepatitis virus, TBC, HIV/AIDS). Pekerja di ruangan ber AC dilaporkan dapat menimbulkan
infeksi kuman Legionella yang dapat menimbulkan pneumonia (radang paru-paru). Infeksi
kuman leptospira dapat terjadi pada petani dan sering menimbulkan kematian
akibat gagal hepatorenal, kuman brucella pada peternak dan dokter hewan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 39.3pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l9 level1 lfo6; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;l.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Keracunan (intoksikasi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Keracunan
di tempat kerja sering terjadi bersifat kronik akibat paparan dengan bahan
kimia dalam jangka lama misalnya logam berat (timah hitam, kadmium, merkuri)
organik solven (benzen, toluen, xilene), pestisida dan larutannya. Keracunan
akut terjadi bila dalam waktu pendek terpapar bahankimia dalam jumlah atau
konsentrasi yang besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Petani
sering terkontaminasi dengan insektisida yang mengandung carbamat atu
organophosphate dan menunjukkan tanda keracunan antikolinesterase dengan gejala
antara lain gangguan visus, lemah, keringatan, tremor, sakit kepala dan rasa
mabuk danmuntah-muntah.&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 37.5pt; mso-list: l2 level1 lfo5; tab-stops: list 37.5pt; text-align: justify; text-indent: -19.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;2.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;DETEKSIPENYAKIT AKIBAT KERJA (PAK)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Penyakit akibat kerja (PAK) adalah
penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja. Oleh karena itu,
untuk mendeteksi atau mendiagnosa PAK perlu dilakukan 2 hal yaitu monitoring
kesehatan tenaga kerja melalui pemeriksaan kesehatan dan pemantauan/monitoring
lingkungan kerja terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan tenaga
kerja. Pemantauan lingkungankerja dapat dilengkapi dengan pemeriksaan kadar pajanan
di dalam tubuh tenaga kerja yang dapat diukur dari sampel darah,urine, rambut
dan kuku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemantauan
lingkungan kerja harus dilakukan melalui pengukuran kwantitatif dengan
peralatan lapangan atau analisa laboratorium agar diperoleh data yang obyektif.
Kadang kala pemantauan lingkungan kerja dapat dilakukan secara subyektif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 3.3pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 37.5pt; mso-list: l2 level1 lfo5; tab-stops: list 37.5pt; text-align: justify; text-indent: -19.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;3.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;DAMPAK PAK&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l7 level1 lfo7; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;a.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Bagi tenaga kerja :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 63.0pt; mso-list: l5 level2 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Akibat&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; langsung :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.0pt; mso-list: l3 level1 lfo2; tab-stops: list 81.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sementara&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; Tidak Mampu Bekerja (STMB)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.0pt; mso-list: l3 level1 lfo2; tab-stops: list 81.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Cacat sebagian atau cacat total untuk selama-lamanya
fisikatau mental.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.0pt; mso-list: l3 level1 lfo2; tab-stops: list 81.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Meninggal dunia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 63.0pt; mso-list: l5 level2 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Akibat tidak langsung :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.0pt; mso-list: l0 level1 lfo3; tab-stops: list 81.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kehilangan/menurunnya
kemampuan kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.0pt; mso-list: l0 level1 lfo3; tab-stops: list 81.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kehilangan pekerjaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l7 level1 lfo7; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;b.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Bagi &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;pengusaha&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt; :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l8 level1 lfo8; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;PAK yang tidak terdeteksi
sering dianggap penyakit umum sehingga :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.0pt; mso-list: l3 level1 lfo2; tab-stops: list 81.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;memerlukan biaya
pengobatan yang tinggi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.0pt; mso-list: l3 level1 lfo2; tab-stops: list 81.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;mengurangi banyak waktu
kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.0pt; mso-list: l3 level1 lfo2; tab-stops: list 81.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;kegiatan lebih banyak kuratif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l8 level1 lfo8; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kasus PAK terdeteksi
mengakibatkan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.0pt; mso-list: l3 level1 lfo2; tab-stops: list 81.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Terbuangnya waktu untuk
mengurus pengobatan dan pembayaran kompensasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.0pt; mso-list: l3 level1 lfo2; tab-stops: list 81.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Meningkatnya waktu kerja yang hilang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.0pt; mso-list: l3 level1 lfo2; tab-stops: list 81.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menurunkan image perusahaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 81.0pt; mso-list: l3 level1 lfo2; tab-stops: list 81.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Symbol; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;·&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menurunkan motivasi kerja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 82.4pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 37.5pt; mso-list: l2 level1 lfo5; tab-stops: list 37.5pt; text-align: justify; text-indent: -19.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;4.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;PENCEGAHAN PAK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pencegahan
PAK dilakukan melalui berbagai upaya mulai dari perencanaan pembuatan tempat
kerja,pengukuran faktor bahaya, pembuatan sistim pengendalian pengaman terhadap
faktor bahaya, penggunaan sistem pengaman dan alat perlindung diri (APD) dan
program program K3 lainnya. menurut organisasi perburuhan international (ILO) pencegahan
PAK dan kecelakaan kerja dapat dilakukan melalui :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l6 level1 lfo9; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;a.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Peraturan-perundangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l6 level1 lfo9; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;b.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Standarisasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l6 level1 lfo9; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;c.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pengawasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l6 level1 lfo9; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;d.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Penelitian teknis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l6 level1 lfo9; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;e.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Riset Medik &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l6 level1 lfo9; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;f.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Penilitian Psikologik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l6 level1 lfo9; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;g.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Penelitian secara statistik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l6 level1 lfo9; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;h.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pendidikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l6 level1 lfo9; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;i.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Pelatihan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l6 level1 lfo9; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;j.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Persuasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l6 level1 lfo9; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;k.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Asuransi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l6 level1 lfo9; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-GB; mso-bidi-font-style: italic; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;l.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;"&gt;Penerangan/sosialisasi1 s/d 11&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-GB" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: EN-GB;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 37.5pt; mso-list: l2 level1 lfo5; tab-stops: list 37.5pt; text-align: justify; text-indent: -19.5pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;5.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;TINDAK LANJUT KASUS PAK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l4 level1 lfo10; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;a.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Pelaporan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -36.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Penyakit
akibat kerja yang diderita oleh tenaga kerja merupakan suatu kecelakaan yang
harus dilaporkan. Jika terdapat penyakit akibat kerja yang diderita oleh tenaga
kerja dalam suatu perusahaan, maka pengusaha atau dokter perusahaan harus
melaporkan kepada dinas atau instansi ketenagakerjaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; mso-hyphenate: none; tab-stops: -36.0pt 0cm; text-align: justify; text-indent: -36.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Peraturan
perundang-undangan yang mengatur mengenai Pelaporan Penyakit Akibat Kerja
adalah :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l1 level1 lfo11; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; letter-spacing: -0.15pt; line-height: 150%;"&gt;1)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Peraturan&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; letter-spacing: -0.15pt; line-height: 150%;"&gt; Menteri Tenaga
Kerja dan Transmigrasi No. Per. 01/Men/1981 tentang kewajiban melapor Penyakit
Akibat Kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-hyphenate: none; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Pasal 2:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-hyphenate: none; mso-list: l10 level1 lfo4; tab-stops: -36.0pt 0cm 36.0pt list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Apabila dalam pemeriksaan kesehatan berkala dan
pemeriksaan kesehatan khusus sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri
Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per. 02/Men/1980 di temukan penyakit akibat
kerja yang diderita oleh tenaga kerja, pengurus dan badan yang ditunjuk wajib
melaporkan secara tertulis kepada Kantor Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan
Perburuhan dan Perlindungan Tenaga Kerja setempat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-hyphenate: none; mso-list: l10 level1 lfo4; tab-stops: -36.0pt 0cm 36.0pt list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Penyakit akibat kerja yang wajib dilaporkan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) pasal ini adalah sebagaimana ditetapkan dalam lampiran
peraturan ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-hyphenate: none; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Pasal 3 :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-hyphenate: none; mso-list: l10 level1 lfo4; tab-stops: -36.0pt 0cm 36.0pt list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Laporan sebagaimana dimaksud pasal 2 ayat (1) harus
dilakukan dalam waktu paling lama 2 x 24 jam setelah penyakit tersebut dibuat
diagnosanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-hyphenate: none; mso-list: l10 level1 lfo4; tab-stops: -36.0pt 0cm 36.0pt list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Bentuk dan tata cara pelaporan sebagaimana dimaksud ayat
(1) pasal ini ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Perburuhan
dan Perlindungan Tenaga Kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l1 level1 lfo11; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; letter-spacing: -0.15pt; line-height: 150%;"&gt;2)&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Keputusan&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; letter-spacing: -0.15pt; line-height: 150%;"&gt; Menteri Tenaga
Kerja No. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; letter-spacing: -0.15pt; line-height: 150%;"&gt;Kpts 333/Men/1989 tentang Diagnosis dan Pelaporan Penyakit
Akibat Kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-hyphenate: none; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;Pasal 3 ayat (3):&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-hyphenate: none; mso-list: l10 level1 lfo4; tab-stops: -36.0pt 0cm 36.0pt list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;Setelah ditegakkan diagnosis penyakit akibat kerja oleh
dokter pemeriksa maka dokter pemeriksa wajib membuat laporan medik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-hyphenate: none; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-hyphenate: none; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;Pasal 4:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-hyphenate: none; mso-list: l10 level1 lfo4; tab-stops: -36.0pt 0cm 36.0pt list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;Penyakit akibat kerja yang ditemukan sebagaimana
dimaksudkan pasal 2 harus dilaporkan oleh pengurus tempat kerja yang
bersangkutan bekerja, selambat-lambatnya 2 x 24 jam kepada kepala Kantor
Wilayah Departemen Tenaga Kerja melalui Kantor Departemen Tenaga Kerja
setempat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 90.0pt; mso-hyphenate: none; mso-list: l10 level1 lfo4; tab-stops: -36.0pt 0cm 36.0pt list 90.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-fareast-font-family: Symbol;"&gt;·&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="FI" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; letter-spacing: -.15pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: FI;"&gt;Laporan medik tentang penyakit akibat kerja sebagaimana
dimaksud ayat 1 disampaikan oleh pengurus kepada Kantor Departemen Tenaga Kerja
setempat dalam amplop tertutup dan bersifat rahasia untuk dievaluasi oleh
dokter penasehat sebagaimana dimaksud Undang-Undang No. 2 tahun 1951.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 75.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 54.0pt; mso-list: l4 level1 lfo10; tab-stops: list 54.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV; mso-fareast-font-family: Arial;"&gt;b.&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;Kompensasi akibat PAK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sebagai
salah salah satu bentuk perlindungan K3 yang wajib diberikan oleh pengusaha
terhadap tenaga kerjanya pengusaha diwajibkan untukmengikutkan tenaga kerjanya
dalam program BPJS Ketenagakerjaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-left: 72.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: list 72.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: SV;"&gt;



















































































































































































































&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoSubtitle" style="line-height: 150%; margin-left: 36.0pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setiap
tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja termasuk di dalamnya penyakit
akibat kerja,yang bersangkutan atau ahli warisnya harus mendapatkan jaminan
sosial tenaga kerja yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) berupa biaya
pengobatan, perawatan, rehabilitasi dan santunan cacat tetap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/04/penyakit-akibat-kerja.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-1590440171319294056</guid><pubDate>Fri, 15 Apr 2016 03:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-14T20:05:47.748-07:00</atom:updated><title>Konstruksi Bangunan</title><description>&lt;h4&gt;
Dasar Hukum&lt;/h4&gt;
Sebagai dasar hukum dari K3 Konstruksi bangunan adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peraturan Menteri Tenaga Kerja &amp;nbsp;No.Per.01/Men/1980 tentang K3 Kontruksi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Instruksi Menaker &amp;nbsp;No. Inst.01/1992 tentang pemeriksaan, keberadaan unit organisasi K3.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;SKB Menaker dan Men PU ke-174/1986 dan No. 104/KPTS/1986 tentang K3 pada tempat kegiatan konstruksi beserta pedoman pelaksanaan K3 pada tempat kegiatan konstruksi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Surat edaran Dirjen Binawas No. 13/BW/1998 tentang akte pengawasan proyek konstruksi bangunan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Surat Dirjen Binawas No. 147/BW/KK/IV/1997 tentang wajib lapor pekerjaan proyek konstruksi.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
Pengertian&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Konstruksi bangunan ialah kegiatan yang berhubungan dengan seluruh tahapan yang dilakukan di tempat kerja. Tempat kerja kegiatan konstruksi bangunan ialah tempat kerja sebagaimana dimaksud pasal (1) dan ayat (2) huruf c, k, l, Undang-undang No. 1 Tahun 1970.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Kegiatan proyek konstruksi pada umumnya memiliki waktu / masa kerja yang terbatas dalam hitungan bulan atau beberapa tahun saja, terkecuali proyek-proyek konstruksi besar yang kadang-kadang memakan waktu belasan tahun.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan jumlahnya sangat besar dan melibatkan banyak sekali tenaga kerja kasar yang memiliki pendidikan relatif rendah.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Proyek konstruksi bangunan memiliki intensitas kerja yang sangat tinggi karena sangat dibatasi oleh waktu penyelesaian kegiatan proyek konstruksi. Di dalam suatu kegiatan proyek konstruksi diperlukan berbagai disiplin ilmu dan multi crafts.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Peralatan kerja yang beragam dari alat / perkakas kerja tangan sampai berteknologi tinggi serta penggunaan alat-alat berat, peralatan, materiil dan tenaga kerja memiliki mobilitas yang tinggi.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Masyarakat yang terkait dengan kegiatan konstruksi bangunan antara lain:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Pemilik proyek, adalah penyandang dana sebagai pemilik yang memberikan kepercayaan kepada kontraktor untuk melaksanakan kegiatan suatu proyek konstruksi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kontraktor, adalah perusahaan jasa konstruksi yang diberi kepercayaan oleh pemilik proyek untuk mengerjakan suatu kegiatan proyek konstruksi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sub-kontraktor, adalah perusahaan jasa yang membantu berbagai macam tugas kontraktor dalam kegiatan proyek konstruksi bangunan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pekerja proyek, adalah para pekerja yang bekerja pada kegiatan proyek konstruksi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pekerja subkon, adalah para pekerja dari penambahan subkon tertentu yang berada di proyek konstruksi.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemasok, adalah perusahaan yang bekerja di bidang jasa yang mensuplai barang-barang / alat-alat kebutuhan proyek konstruksi bangunan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masyarakat, adalah masyarakat atau yang dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan proyek konstruksi dalam berbagai macam kegiatan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Instruksi teknis, adalah pemerintah yang terkait dengan kegiatan proyek konstruksi bangunan baik dalam bentuk administratif maupun terkait.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h4&gt;
Strategi Penerapan K3 pada Proyek Konstruksi&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Penerapan K3 pada kegiatan konstruksi dapat di lakukan dengan urutan sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Identification &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Setiap kegiatan proyek konstruksi memiliki karakteristik yang berbeda, misalnya proyek bangunan tinggi, pembangunan bendungan, bangunan pabrik dan sebagainya. Lakukan identifikasi polusi bahaya atau kegiatan konstruksi yang akan dilaksanakan. Buat mapping potensi bahaya menurut area atau bidang kegiatan masing-masing.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Evaluation&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Dari hasil identifikasi dilakukan evaluasi tentang potensi bahaya untuk menentukan skala prioritas berdasarkan hazards rating.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Develops the plan&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Berdasarkan hasil identifikasi dan evaluasi diatas susun rencana pengendalian dan pencegahan kecelakaan :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Terapkan konsep manajemen keselamatan kerja yang baku (SMK3)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Susunlah pekerjaan implementasi dan program-program K3 yang akan dilakukan (buat dalam bentuk elemen kegiatan).&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Implementasi&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Buat rencana kerja yang telah disusun untuk mengimplementasikan konsep pengendalian dengan baik.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Untuk mencapai kegiatan yang optimal sediakan sumber daya yang diperlukan untuk menjalankan program K3. Buatlah kebijakan K3 terpadu.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt; Monitoring&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Buatlah program untuk memonitor pelaksanaan K3, untuk mengetahui apakah program-program tersebut telah terlaksanan dengan baik atau tidak.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Susun lalu audit internal serta inspeksi yang baik sesuai dengan kondisi setempat.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 200%; margin-left: 18.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;
&lt;b&gt;Jenis-jenis bahaya pada kegiatan konstruksi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Physical Hazards&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;Atau faktor kimia yang berupa kekeringan, suhu, cahaya, getaran radiasi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Chemical Hazards&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;Atau faktor kimia yang dapat berupa bentuk padat, cair dan gas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Electrical Hazards&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;Atau bahaya sengatan listrik, kebakaran karena listrik karena banyaknya instalasi listrik yang bersifat sementara dan kadang-kadang tidak terkendali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Mechanical Hazards&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;Atau bahaya kecelakaan yang diakibatkan oleh peralatan kerja tangan, mesin / pesawat sampai kepada alat berat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Physiological Hazards&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;Atau organisasi yaitu cara kerja atau alat kerja yang tidak tepat, sehingga dapat menyebabkan kecelakaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;6.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Physiological Hazards&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;Atau yang berkaitan dengan aspek kerja, pekerjaan yang monoton yang membuat kejenuhan, lokasi tempat kerja yang sangat terpencil sehingga membuat kebosanan dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;7.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Biological Hazards&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;Yang disebabkan oleh serangga, bakteri, virus, parasit, dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h4 style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;Elemen K3 Program Konstruksi&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiY2GCxclPSUakxFPSXpuQ_jPvNjFtkW__cDghLjCXTrRft8zovk48YuZywE_Qx64J3V5RyqFJA6vyUCFnFLW4Vo2jI4-J3ivrKuamtVR1r2k4bMcn3CWhhyphenhyphencjHKT63E1qUYIOknZwOmx-V/s1600/1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiY2GCxclPSUakxFPSXpuQ_jPvNjFtkW__cDghLjCXTrRft8zovk48YuZywE_Qx64J3V5RyqFJA6vyUCFnFLW4Vo2jI4-J3ivrKuamtVR1r2k4bMcn3CWhhyphenhyphencjHKT63E1qUYIOknZwOmx-V/s400/1.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Pihak manajemen harus membuat kebijakan K3 yang akan menjadi landasan keberhasilan K3 dalam kegiatan proyek konstruksi. Isi kebijakan merupakan komitmen dan dukungan dari manajemen puncak terhadap pelaksanaan K3.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Kebijakan K3 tersebut harus direalisasikan kepada seluruh karyawan dan digunakan sebagai kesadaran kebijakan proyek yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Administratif dan prosedur&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Menetapkan sistem organisasi pengelolaan K3 dalam proyek serta menetapkan personil dan petugas yang menangani K3 dalam proyek.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Menetapkan prosedur dan sistem kerja K3 selama proyek berlangsung termasuk tugas dan wewenang semua yang terkait.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;Kontraktor harus memiliki :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Organisasi yang mempunyai K3 yang besarnya sesuai dengan kebutuhan dan lingkup kegiatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Akses kepada penanggung jawab proyek.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Personal yang cukup yang bertanggung jawab mengelola kegiatan K3 dalam perusahaan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Personil atau pekerja yang cakap dan kompeten dalam menangani setiap jenis pekerjaan serta mengetahui sistem cara kerja aman untuk masing-masing kegiatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kelengkapan dokumen kerja dalam perizinan yang berlaku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Manual K3 sebagai kebijakan K3 dalam &amp;nbsp;perusahaan / proyek.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Prosedur kerja akan sesuai dengan jenis pekerjaan dalam kontrak yang akan dikerjakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Identifikasi bahaya&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Sebelum memulai sesuatu pekerjaan, harus dilakukan identifikasi bahaya, guna mengetahui potensi bahaya dalam setiap pekerjaan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Identifikasi bahaya dilakukan bersama pengadaan pekerjaan dan safety departemen atau P2K3.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Identifikasi bahaya menggunakan teknik yang sudah baru seperti check list, what If, hazards dan sebagainya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Semua hasil identifikasi bahaya harus didokumentasikan dengan baik dan dijadikan sebagai pedoman dalam melakukan setiap kegiatan.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Identifikasi bahaya harus dilakukan pada setiap kegiatan pekerjaan konstruksi &amp;nbsp;yang meliputi :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tahap Perencanaan (Design phase)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pengadaan/ Pelelangan (Procurement)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Konstruksi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pengujian dalam rangka serah terima (Commissioning dan start up)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Penyerahan kepada pemilik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Masa pemeliharaan / perawatan bangunan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;4.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Project safety review&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Sesuai dengan perkembangan proyek, dilakukan kajian K3 yang mencakup kehandalan K3 dalam rancangan dan pelaksanaan pembangunannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Kajian K3 dilaksanakan untuk meyakinkan bahwa proyek dibangun dengan standar keselamatan yang baik sesuai dengan persyaratan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Bila diperlukan kontraktor harus melakukan project safety review untuk setiap tahapan kegiatan kerja, terutama bagi kontraktor EPC (Engineering, Procurement, Construction).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Project safety review bertujuan untuk mengevaluasi potensi bahaya dalam setiap tahapan project secara sistematis.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;5.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pembinaan dan pelatihan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Pembinaan dan pelatihan K3 untuk semua karyawan dari level terendah sampai level tertinggi dan dilakukan suatu proyek dimulai dan dilakukan secara berkala.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Materi pembinaan dan pelatihan antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kebijakan K3 proyek&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Cara bekerja dengan aman&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Cara penyelamatan dan penanggulangan dalam keadaan darurat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;6.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Safety Committee (Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja)&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;P2K3 merupakan salah satu penyangga keberhasilan K3 dalam proyek konstruksi serta merupakan saluran untuk membina keterlibatan dan kepedulian semua terhadap K3.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Kontraktor harus membentuk P2K3 yang beranggotakan wakil dari masing-masing fungsi yang ada dalam kegiatan kerja P2K3 membahas permasalahan K3 dalam kegiatan proyek konstruksi serta memberikan masukan dan pertimbangan kepada manajemen untuk meningkatkan K3.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;7.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Safety Promotion&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Selama kegiatan proyek berlangsung di selenggarakan program-program promosi K3, yang bertujuan untuk mengingatkan dan meningkatkan awareness para karyawan proyek.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Kegiatan promosi berupa poster, spanduk, bulletin, lomba K3 dan sebagainya yang sebanyak mungkin melibatkan tenaga kerja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;8.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Safe working practices&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Harus disusun pedoman K3 untuk setiap pekerjaan berbahaya di lingkungan proyek, misalnya :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pekerjaan pengelasan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pemasangan perancah / scaffolding&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bekerja di ketinggian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Penggunaan bahan kimia berbahaya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bekerja di ruang terbatas (confined spaces)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bekerja di peralatan mekanik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;-&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;9.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sistem izin kerja&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Untuk mencegah kecelakaan dan berbagai kegiatan berbahaya, perlu dikembangkan izin kerja.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Semua pekerjaan berbahaya hanya boleh dimulai jika telah memiliki izin kerja yang dikeluarkan oleh fungsi berwenang (pengawas proyek atau ahli K3)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Izin kerja memuat cara melakukan pekerjaan, safety precaution dan peralatan keselamatan yang diperlukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;10.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Safety inspection&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Safety inspection merupakan program penting dalam phase konstruksi untuk meyakinkan bahwa tidak ada “unsafe act maupun unsafe condition” di lingkungan kegiatan proyek.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Inspeksi harus dilakukan secara berkala dan dapat dilakukan oleh petugas K3 atau dibentuk joint inspection semua unsur dan sub kontraktor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;11.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Equipment inspection&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Semua peralatan (mekanis, proyek tools, alat berat, dsb) harus diperiksa oleh ahlinya sebelum diizinkan digunakan dalam proyek.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Semua peralatan yang sudah diperlukan diberi sertifikat penggunaan dilengkapi dengan label. Pemeriksaan harus dilakukan secara berkala.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;12.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Keselamatan Kontraktor (Contractor Safety)&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang meminta kontraktor maupun sub kontraktor harus memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan dan setiap sub kontraktor harus memiliki petugas K3. Pelatihan K3 harus diberikan secara berkala kepada karyawan sub kontraktor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;13.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Keselamatan Transportasi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Kegiatan proyek melibatkan aktivitas transportasi yang tinggi, sehingga diperlukan pembinaan dan pengawasan transportasi baik diluar maupun di dalam lokasi proyek. Semua kendaraan angkutan proyek harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;14.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pengelolaan Lingkungan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Selama proyek berlangsung harus dilakukan pengelolaan lingkungan dengan baik, mengacu kepada dokumen amdal / UKL dan UPL.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Selama proyek berlangsung dampak negatif yang diakibatkan oleh kegiatan proyek harus ditekan seminimal mungkin untuk menghindarkan kerusakan terhadap lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;15.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pengelolaan limbah dan K3.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Kegiatan proyek dapat menimbulkan limbah yang kemungkinan dalam jumlah yang cukup besar dalam berbagai bentuk.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Limbah yang dihasilkan harus dikelola dengan baik sesuai dengan jenisnya pada waktu-waktu tertentu . limbah harus dikeluarkan dari proyek dibuang ketempat yang sudah ditentukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;16.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Keadaan darurat&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Apapun dapat terjadi selama kegiatan proyek berlangsung, misalnya; kebakaran, kecelakaan, peledakan dan sebagainya. Oleh karena itu perlu diperoleh keadaan darurat dan direalisasikan serta dilakukan pelatihan / simulasi yang diikuti semua karyawan proyek.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;17.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Accident Investigation and Reporting System&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Semua kegiatan kecelakaan selama proyek berlangsung harus di selidiki oleh petugas yang telah terlatih dengan tujuan untuk mencari penyebab utama agar kejadian / kecelakaan serupa tidak terulang kembali.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Semua kejadian / kecelakaan harus dicatat serta dibuat sesuai statistik kecelakaan yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan rapat pada pertemuan rutin P2K3.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoListParagraph" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;
&lt;span style="line-height: 32px;"&gt;18.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Audit K3&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Proyek konstruksi secara berkala harus diaudit disesuaikan dengan jangka waktu kegiatan proyek. Audit K3 berfungsi untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan pelaksanaan K3 dalam proyek sebagai masukan pelaksanaan proyek berikutnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 32px; text-indent: -18pt;"&gt;Hasil audit juga dapat sebagai masukan dalam memberikan penghargaan K3.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify; text-indent: -24px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/04/konstruksi-bangunan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiY2GCxclPSUakxFPSXpuQ_jPvNjFtkW__cDghLjCXTrRft8zovk48YuZywE_Qx64J3V5RyqFJA6vyUCFnFLW4Vo2jI4-J3ivrKuamtVR1r2k4bMcn3CWhhyphenhyphencjHKT63E1qUYIOknZwOmx-V/s72-c/1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-796130046207915688</guid><pubDate>Wed, 13 Apr 2016 08:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-13T01:30:01.054-07:00</atom:updated><title>Pencahayaan pada Lingkungan Kerja</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://www.static-src.com/wcsstore/Indraprastha/images/catalog/full/do-it-best-pongs-home-center_pongs-led-torch-rechrge-pongs-1w-4v-400mah-kn-9113_full01.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://www.static-src.com/wcsstore/Indraprastha/images/catalog/full/do-it-best-pongs-home-center_pongs-led-torch-rechrge-pongs-1w-4v-400mah-kn-9113_full01.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Pencahayaan adalah Pencahayaan (penerangan) &amp;nbsp;yang dapat memudahkan tenaga kerja untuk melihat objek yang dikerjakan secara jelas, cepat dan tanpa upaya yang tidak perlu.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
Pencahayaan terdiri dari dua sumber, yakni Cahaya Alami seperti sinar matahari, dan Cahaya Buatan seperti lampu senter.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Intensitas Pencahayaan diukur dengan dua cara, yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
1. Penerangan Umum&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Di ukur setiap meter persegi luas lantai, dengan tinggi pengukuran kurang lebih 85 cm dari lantai.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
2. Penerangan Lokal&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Di ukur di tempat atau meja kerja pada objek yang dilihat oleh tenaga kerja&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Rumus perhitungan kebutuhan jumlah lampu&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="background-color: cyan; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="background-color: cyan; font-size: large;"&gt;E x A = N x F x Mf x Cu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
E = Intensitas Cahaya yg diperlukan (LUX)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
A = Luas Tempat Kerja ( M²)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
N = Jumlah Lampu&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
F = Lumens per &amp;nbsp;Lampu ( Lumens)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Mf = Maintenance factor&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Bersih &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;0.70&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Kotor &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 0.50&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Coefficient Utility&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Direct &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 0.75&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Indirect &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;0.65&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Diffuse &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 0.60&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Intesitas Cahaya yang diperlukan berdasarkan&amp;nbsp;PMP No. 7 Th. 1964 pasal. 14 sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Penerangan darurat sebesar 5 LUX&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Halaman dan jalan-jalan 20 LUX&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Membedakan barang kecil secara sepintas 100 LUX&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Membedakan barang kecil agak teliti dan halus 200 LUX&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/04/pencahayaan-pada-lingkungan-kerja.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-161991126076490125</guid><pubDate>Wed, 13 Apr 2016 08:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-13T01:30:18.916-07:00</atom:updated><title>Kebisingan pada Lingkungan Kerja</title><description>Kebisingan adalah Suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari mesin /alat-alat proses produksi yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan (Depnaker, 1999). Sementara Nilai Ambang Dengar adalah suara yg paling lemah yg masih dpt didengar telinga manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis-jenis Kebisingan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
1. Kebisingan continue (tunak)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;- &amp;nbsp;Contoh : kipas angin, dapur pijar&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;- Fluktuasi SPL &amp;lt; 3 dB&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
2. Kebisingan terputus-putus (intermitten, fluktuatif)&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;- Contoh : lalu lintas, suara pesawat&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;terbang di bandara&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;- Fluktuasi SPL 3 s/d 10 dB&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
3. Kebisingan Impulsive&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt; - pukulan tukul, tembakan bedil atau meriam&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt; - Fluktuasi SPL &amp;gt; 10 dB&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Nilai Ambang Batas Kebisingan angka dB yang dianggap aman untuk sebagian besar tenaga kerja bila bekerja 8 jam/hari atau 40 jam/minggu. Alat ukur yang digunakan adalah Sound Level Meter dan Noise dosimeter&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://testers.co.nz/images/SL355.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://testers.co.nz/images/SL355.jpg" height="200" width="134" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://promobiledj.com/wp-content/uploads/2012/11/Decibel-dB-Meter.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; display: inline !important; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://promobiledj.com/wp-content/uploads/2012/11/Decibel-dB-Meter.jpg" height="195" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
Norma Kebisingan ada pada&amp;nbsp;&lt;span style="text-align: center;"&gt;Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.PER.13/MEN/X/2011 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Faktor Kimia di Tempat Kerja pasal 5.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
&lt;span style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
Nilai Ambang Batas kebisingan sebesar 85 dB&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
Kebisingan yang melampaui Nilai Ambang Batas, waktu pemajanannya sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="border-collapse: collapse; mso-yfti-tbllook: 1536; width: 648px;"&gt;
 &lt;colgroup&gt;&lt;col style="mso-width-source: userset; width: 116pt;" width="154"&gt;&lt;/col&gt;
 &lt;col style="mso-width-source: userset; width: 136pt;" width="182"&gt;&lt;/col&gt;
 &lt;col style="mso-width-source: userset; width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;/col&gt;
 &lt;/colgroup&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr height="32" style="height: 24.0pt; mso-height-source: userset;"&gt;
  &lt;td class="oa1" colspan="2" height="32" style="height: 24.0pt; width: 252pt;" width="336"&gt;&lt;div style="direction: ltr; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; text-align: left; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;; vertical-align: baseline;"&gt;Waktu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;; vertical-align: baseline;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;; vertical-align: baseline;"&gt;pemajanan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;; vertical-align: baseline;"&gt;
  per &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;; vertical-align: baseline;"&gt;hari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;; vertical-align: baseline;"&gt;Intensitas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;; vertical-align: baseline;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;; vertical-align: baseline;"&gt;kebisingan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;; vertical-align: baseline;"&gt;
  (dB)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="18" style="height: 13.51pt; mso-height-source: userset;"&gt;
  &lt;td class="oa1" height="18" style="height: 13.51pt; width: 116pt;" width="154"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;8&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 136pt;" width="182"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;jam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;85&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="18" style="height: 13.51pt; mso-height-source: userset;"&gt;
  &lt;td class="oa1" height="18" style="height: 13.51pt; width: 116pt;" width="154"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 136pt;" width="182"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;88&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="18" style="height: 13.51pt; mso-height-source: userset;"&gt;
  &lt;td class="oa1" height="18" style="height: 13.51pt; width: 116pt;" width="154"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 136pt;" width="182"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;91&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="18" style="height: 13.51pt; mso-height-source: userset;"&gt;
  &lt;td class="oa1" height="18" style="height: 13.51pt; width: 116pt;" width="154"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 136pt;" width="182"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;94&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="22" style="height: 16.5pt; mso-height-source: userset;"&gt;
  &lt;td class="oa1" height="22" style="height: 16.5pt; width: 116pt;" width="154"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 136pt;" width="182"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="18" style="height: 13.51pt; mso-height-source: userset;"&gt;
  &lt;td class="oa1" height="18" style="height: 13.51pt; width: 116pt;" width="154"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;30&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 136pt;" width="182"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;menit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;97&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="18" style="height: 13.51pt; mso-height-source: userset;"&gt;
  &lt;td class="oa1" height="18" style="height: 13.51pt; width: 116pt;" width="154"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;15&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 136pt;" width="182"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;100&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="18" style="height: 13.51pt; mso-height-source: userset;"&gt;
  &lt;td class="oa1" height="18" style="height: 13.51pt; width: 116pt;" width="154"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;7,5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 136pt;" width="182"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;103&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="18" style="height: 13.51pt; mso-height-source: userset;"&gt;
  &lt;td class="oa1" height="18" style="height: 13.51pt; width: 116pt;" width="154"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3,75&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 136pt;" width="182"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;106&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="18" style="height: 13.51pt; mso-height-source: userset;"&gt;
  &lt;td class="oa1" height="18" style="height: 13.51pt; width: 116pt;" width="154"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1,88&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 136pt;" width="182"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;109&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="18" style="height: 13.51pt; mso-height-source: userset;"&gt;
  &lt;td class="oa1" height="18" style="height: 13.51pt; width: 116pt;" width="154"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;0,94&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 136pt;" width="182"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;112&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="12" style="height: 9.37pt; mso-height-source: userset;"&gt;
  &lt;td class="oa1" height="12" style="height: 9.37pt; width: 116pt;" width="154"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 136pt;" width="182"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="18" style="height: 13.51pt; mso-height-source: userset;"&gt;
  &lt;td class="oa1" height="18" style="height: 13.51pt; width: 116pt;" width="154"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;28,12&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 136pt;" width="182"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;detik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;115&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="18" style="height: 13.51pt; mso-height-source: userset;"&gt;
  &lt;td class="oa1" height="18" style="height: 13.51pt; width: 116pt;" width="154"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;14,06&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 136pt;" width="182"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;118&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="18" style="height: 13.51pt; mso-height-source: userset;"&gt;
  &lt;td class="oa1" height="18" style="height: 13.51pt; width: 116pt;" width="154"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;7,03&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 136pt;" width="182"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;121&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="18" style="height: 13.51pt; mso-height-source: userset;"&gt;
  &lt;td class="oa1" height="18" style="height: 13.51pt; width: 116pt;" width="154"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;3,52&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 136pt;" width="182"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;124&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="18" style="height: 13.51pt; mso-height-source: userset;"&gt;
  &lt;td class="oa1" height="18" style="height: 13.51pt; width: 116pt;" width="154"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;1,76&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 136pt;" width="182"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;127&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="18" style="height: 13.51pt; mso-height-source: userset;"&gt;
  &lt;td class="oa1" height="18" style="height: 13.51pt; width: 116pt;" width="154"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;0,88&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 136pt;" width="182"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;130&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="18" style="height: 13.51pt; mso-height-source: userset;"&gt;
  &lt;td class="oa1" height="18" style="height: 13.51pt; width: 116pt;" width="154"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;0,44&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 136pt;" width="182"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;133&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="18" style="height: 13.51pt; mso-height-source: userset;"&gt;
  &lt;td class="oa1" height="18" style="height: 13.51pt; width: 116pt;" width="154"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;0,22&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 136pt;" width="182"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;136&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr height="18" style="height: 13.51pt; mso-height-source: userset;"&gt;
  &lt;td class="oa1" height="18" style="height: 13.51pt; width: 116pt;" width="154"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;0,11&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 136pt;" width="182"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td class="oa1" style="width: 234pt;" width="312"&gt;&lt;div style="direction: ltr; language: en-US; margin-bottom: 0pt; margin-left: 0in; margin-top: 0pt; mso-line-break-override: none; punctuation-wrap: hanging; text-align: center; unicode-bidi: embed; vertical-align: bottom; word-break: normal;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;arial&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;139&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;
Potensi Bahaya Kebisingan&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFcs8VXW5EPlFx3qy7YUEjrwjx4xEp8ZGtI5hf32-FM5caBSnTA1Pg1vb3mAchKZ9g_LMDnUbSH98_3yrpDW8m6SHUT_YhwsrM6CV6tmseWq88-rI2PlRcvLnOvnggqO3rIfGKZfL_WUXu/s1600/Potensi+Kebisingan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="433" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFcs8VXW5EPlFx3qy7YUEjrwjx4xEp8ZGtI5hf32-FM5caBSnTA1Pg1vb3mAchKZ9g_LMDnUbSH98_3yrpDW8m6SHUT_YhwsrM6CV6tmseWq88-rI2PlRcvLnOvnggqO3rIfGKZfL_WUXu/s640/Potensi+Kebisingan.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Rumus Menghitung Waktu Pajan&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;calibri&amp;quot; , sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;span style="background-color: cyan; line-height: 16.8667px;"&gt;TE=8/2^((SPL-85)/3)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;calibri&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;calibri&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;calibri&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;calibri&amp;quot; , sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;Te= waktu pemajanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;calibri&amp;quot; , sans-serif;"&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;SPL = Sound Presure Limit (kebisingan)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;
Sample Case:&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;Kebisingan perusahaan A setelah dilakukan pemeriksaan oleh PJK3/Balai Hyperkes adalah 94dB dari suara genset yang dekat dengan ruang produksi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;&amp;nbsp;Apakah melebihi NAB?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt; NAB = 85 dB &amp;lt; 94 dB (melebihi NAB)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;Berapa maksimum pemajanannya? &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;94 dB = 1 jam (maks)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;Setelah dilakukan Engineering Control (hierarki ke I), berupa pemasangan muffler tambahan dan isolasi dinding ruang genset kebisingan jadi 90 dB.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;Dengan hierarki ke II (Administrasi Control) berupa rotasi kerja.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;Waktu pemajanan untuk 90 dB = 2,52 jam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;Perusahaan berkeberatan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;Hierarki ke III, memakai ear muff atau ear plug ?&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px; white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;Dengan menggunakan ear plug dapat mereduksi kebisingan antara 7,5 – 15 dB.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;90 dB – 7,5 dB = 82,5 dB (sudah dibawah NAB)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;Ear muff dapat meredam kebisingan hingga 30 dB&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;
Efek Pemaparan Kebisingan&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;
&lt;div style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;Gangguan Komunikasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;Gangguan Kenyamanan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;Pergeseran Ambang Dengar Sementara atau Temporary Thershold Shif (TTS), di tandai oleh bunyi ringing pada akhir paparan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;Noise Injured Hearing Loss (NIHL), terjadi pada frekuensi 4000 Hz, lemudian dapat menyebar pd frekuensi 1500 – 3500 Hz&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tuli&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqHJCbbnG2T1SnqBMc0nDpNR42hEAnildiIE3L50atKg-udKMDnvgLluMfXgTxaxKYaSTDMSiu71qPTz7GKq4v0TVawyLVNwMaLVq32NcM4lYbnimk2IIXwlO7xx1syLRTMFQ77cKLMGmC/s1600/audiogram+nihl.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="255" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqHJCbbnG2T1SnqBMc0nDpNR42hEAnildiIE3L50atKg-udKMDnvgLluMfXgTxaxKYaSTDMSiu71qPTz7GKq4v0TVawyLVNwMaLVq32NcM4lYbnimk2IIXwlO7xx1syLRTMFQ77cKLMGmC/s400/audiogram+nihl.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Audiogram NIHL&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Alat Pelindung diri dari kebisingan berupa:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;Earplug&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;Earmuff&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: 14.6667px; line-height: 16.8667px;"&gt;Safety Helmet integrated with Earmuff&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!--[if gte msEquation 12]&gt;&lt;m:oMathPara&gt;&lt;m:oMath&gt;&lt;i
  style='mso-bidi-font-style:normal'&gt;&lt;span style='font-size:22.0pt;line-height:
  115%;font-family:"Cambria Math","serif";mso-fareast-font-family:"MS Mincho";
  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;mso-ansi-language:EN-US;mso-fareast-language:
  JA;mso-bidi-language:AR-SA'&gt;&lt;m:r&gt;TE&lt;/m:r&gt;&lt;m:r&gt;=&lt;/m:r&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;m:f&gt;&lt;m:fPr&gt;&lt;span
    style='font-size:22.0pt;mso-ansi-font-size:22.0pt;mso-bidi-font-size:22.0pt;
    font-family:"Cambria Math","serif";mso-ascii-font-family:"Cambria Math";
    mso-hansi-font-family:"Cambria Math";font-style:italic;mso-bidi-font-style:
    normal'&gt;&lt;m:ctrlPr&gt;&lt;/m:ctrlPr&gt;&lt;/span&gt;&lt;/m:fPr&gt;&lt;m:num&gt;&lt;i style='mso-bidi-font-style:
    normal'&gt;&lt;span style='font-size:22.0pt;line-height:115%;font-family:"Cambria Math","serif";
    mso-fareast-font-family:"MS Mincho";mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
    mso-bidi-font-family:"Times New Roman";mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
    mso-ansi-language:EN-US;mso-fareast-language:JA;mso-bidi-language:AR-SA'&gt;&lt;m:r&gt;8&lt;/m:r&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/m:num&gt;&lt;m:den&gt;&lt;m:sSup&gt;&lt;m:sSupPr&gt;&lt;span
      style='font-size:22.0pt;mso-ansi-font-size:22.0pt;mso-bidi-font-size:
      22.0pt;font-family:"Cambria Math","serif";mso-ascii-font-family:"Cambria Math";
      mso-hansi-font-family:"Cambria Math";font-style:italic;mso-bidi-font-style:
      normal'&gt;&lt;m:ctrlPr&gt;&lt;/m:ctrlPr&gt;&lt;/span&gt;&lt;/m:sSupPr&gt;&lt;m:e&gt;&lt;i style='mso-bidi-font-style:
      normal'&gt;&lt;span style='font-size:22.0pt;line-height:115%;font-family:"Cambria Math","serif";
      mso-fareast-font-family:"MS Mincho";mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
      mso-bidi-font-family:"Times New Roman";mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
      mso-ansi-language:EN-US;mso-fareast-language:JA;mso-bidi-language:AR-SA'&gt;&lt;m:r&gt;2&lt;/m:r&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/m:e&gt;&lt;m:sup&gt;&lt;i
      style='mso-bidi-font-style:normal'&gt;&lt;span style='font-size:22.0pt;
      line-height:115%;font-family:"Cambria Math","serif";mso-fareast-font-family:
      "MS Mincho";mso-fareast-theme-font:minor-fareast;mso-bidi-font-family:
      "Times New Roman";mso-bidi-theme-font:minor-bidi;mso-ansi-language:EN-US;
      mso-fareast-language:JA;mso-bidi-language:AR-SA'&gt;&lt;m:r&gt;(&lt;/m:r&gt;&lt;m:r&gt;SPL&lt;/m:r&gt;&lt;m:r&gt;-&lt;/m:r&gt;&lt;m:r&gt;85)/3&lt;/m:r&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/m:sup&gt;&lt;/m:sSup&gt;&lt;/m:den&gt;&lt;/m:f&gt;&lt;/m:oMath&gt;&lt;/m:oMathPara&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !msEquation]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/04/kebisingan-pada-lingkungan-kerja.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFcs8VXW5EPlFx3qy7YUEjrwjx4xEp8ZGtI5hf32-FM5caBSnTA1Pg1vb3mAchKZ9g_LMDnUbSH98_3yrpDW8m6SHUT_YhwsrM6CV6tmseWq88-rI2PlRcvLnOvnggqO3rIfGKZfL_WUXu/s72-c/Potensi+Kebisingan.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-8838036686036627245</guid><pubDate>Wed, 13 Apr 2016 04:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-12T21:28:34.119-07:00</atom:updated><title>Syarat-syarat Menjadi Pekerja Akses Tali</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYSEgHpKbfFd2KGe6-KV1aCLaKT5IQzMVuw1VWW0jNZN9GIlBzPxsEYJDMZcihl2kDV0m2Wlq08zvaGZW2wN5U8P1LI85v6q9rotpwt_k0DyOI2MnvHV9-2UlAVdXWkW6wmkj6X0vJIVqt/s1600/work+at+high+2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYSEgHpKbfFd2KGe6-KV1aCLaKT5IQzMVuw1VWW0jNZN9GIlBzPxsEYJDMZcihl2kDV0m2Wlq08zvaGZW2wN5U8P1LI85v6q9rotpwt_k0DyOI2MnvHV9-2UlAVdXWkW6wmkj6X0vJIVqt/s1600/work+at+high+2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;h4&gt;
1.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;PENGERTIAN&lt;/h4&gt;
Akses tali (rope access) adalah suatu bentuk aktifitas pekerjaan atau posisi dalam bekerja yang awalnya dikembangkan dari teknik pemanjatan tebing atau penelusuran gua, digunakan untuk mencapai tempat-tempat yang sulit dijangkau, tanpa adanya bantuan perancah, platform atau &amp;nbsp;pun tangga.&lt;br /&gt;
Bekerja pada ketinggian (working at height) adalah &amp;nbsp;pekerjaan yang membutuhkan pergerakan tenaga kerja untuk bergerak secara vertikal naik, mau pun turun &amp;nbsp;dari suatu platform.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
2.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;KEWAJIBAN UMUM PENGURUS DAN PENGUSAHA&lt;/h4&gt;
1)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sesuai dengan undang-undang keselamatan kerja, pengurus &amp;nbsp;memiliki kewajiban untuk menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja tentang:&lt;br /&gt;
a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;kondisi dan bahaya yang dapat timbul di tempat kerja.&lt;br /&gt;
b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;alat pengaman dan alat pelindung yang diharuskan.&lt;br /&gt;
c.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;alat pelindung diri.&lt;br /&gt;
d.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;cara serta sikap yang aman dalam melakukan pekerjaan&lt;br /&gt;
e.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pengurus harus melakukan pengendalian bahaya dan penilaian risiko di tempat kerja.&lt;br /&gt;
f.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pengurus hanya dapat mempekerjakan tenaga kerja yang telah memahami syarat-syarat keselamatan dan kesehatan kerja pekerjaan akses tali dan &amp;nbsp;dibuktikan dengan sertifikat pelatihan serta &amp;nbsp;lisensi.&lt;br /&gt;
g.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pengurus harus menyediakan dan merawat peralatan kerja dan tempat kerja serta mengorganisir cara kerja, untuk melindungi para pekerja terhadap risiko &amp;nbsp;kecelakaan dan &amp;nbsp;kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pengurus harus selalu memberikan pengawasan agar &amp;nbsp;para pekerja dapat bekerja dalam kondisi aman dan sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pengusaha dan pengurus harus yakin bahwa :&lt;br /&gt;
a.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;perlengkapan dan peralatan yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan akses tali sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan standar yang berlaku;&lt;br /&gt;
b.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;perlengkapan dan peralatan yang digunakan harus dilengkapi dengan buku petunjuk yang memberikan penjelasan mengenai uji coba, penggunaan dan perawatannya, serta memberikan penjelasan tentang kemungkinan timbulnya bahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
3.&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;KEWAJIBAN UMUM PEKERJA&lt;/h4&gt;
Pekerja harus menggunakan alat pelindung diri dan memenuhi semua persyaratan atau standar keselamatan dan kesehatan kerja yang diwajibkan oleh pengurus dan peraturan perundang-undangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
4. &amp;nbsp; &amp;nbsp;KRITERIA PEMILIHAN SISTEM AKSES&lt;/h4&gt;
A. SISTEM PASIF&lt;br /&gt;
Sistem Pasif adalah sistem dimana pada saat bekerja melalui suatu struktur permanen mau pun struktur yang tidak permanen, tidak mensyaratkan perlunya penggunaaan peralatan pelindung jatuh (fall protection devices) karena telah terdapat sistem pengaman kolektif (collective protection system). Pada sistem ini &amp;nbsp;perlu ada &amp;nbsp;supervisi dan pelatihan dasar. &lt;br /&gt;
Metode pekerjaan:&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bekerja pada permukaan seperti lantai kamar, balkon dan jalan;&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Struktur/area kerja (platform) yang dipasang secara permanen dan &amp;nbsp;perlengkapannya;&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bekerja di dalam ruang yang terdapat jendela yang terbuka dengan ukuran dan konfigurasinya dapat &amp;nbsp;melindungi orang dari terjatuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
B. SISTEM AKTIF&lt;br /&gt;
Adalah suatu sistem dimana ada pekerja yang naik dan turun (lifting / lowering), maupun berpindah tempat (traverse) dengan menggunakan peralatan untuk mengakses atau mencapai suatu titik kerja karena tidak terdapat sistem pengaman kolektif (collective protection system). Sistem ini mensyaratkan adanya pengawasan, pelatihan dan pelayanan operasional yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Metode Pekerjaan:&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Unit perawatan gedung yang dipasang permanen, seperti gondola.&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Perancah (scaffolding).&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Struktur/area kerja (platfrom) untuk &amp;nbsp;pemanjatan seperti tangga pada menara.&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Struktur/area kerja mengangkat (elevating work platform) seperti hoist crane, lift crane, mobil perancah.&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Struktur sementara seperti panggung pertunjukan.&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tangga berpindah (portable ladder)&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Sistem akses tali ( rope access)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prasyarat penggunaan sistem akses tali yaitu:&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Terdapat tali kerja (working line) dan tali pengaman (safety line)&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Terdapat dua penambat (anchorage)&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Perlengkapan alat bantu (tools) dan alat pelindung diri&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Terdapat personil yang kompeten.&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pengawasan yang ketat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh-contoh aplikasi akses tali ( rope access) seperti :&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pekerjaan naik dan turun di sisi-sisi gedung (facade), atria gedung, &amp;nbsp;menara (tower), jembatan, dan banyak struktur lainnya;&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pekerjaan pada ketinggian secara horisontal seperti di jembatan, atap bangunan dll;&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pekerjaan di ruang terbatas (confined spaces) seperti bejana, silo &amp;nbsp;dan lain-lain.&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pekerjaan pemanjatan pohon, pemanjatan tebing, gua, out bound &amp;nbsp;dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
C. HIRARKI PEMILIHAN SISTEM&lt;br /&gt;
Setiap pengurus harus memperhatikan sistim akses yang tersedia untuk bekerja di suatu bangunan atau struktur. Pengambilan keputusan untuk menentukan atau memilih suatu sistem akses untuk pekerjaan pada ketinggian, harus &amp;nbsp;mengikuti hirarki pengendalian resiko bahaya sebagaimana berikut:&lt;br /&gt;
1)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Eliminasi risiko&lt;br /&gt;
2)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Minimalisasi risiko, antara lain dengan:&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Substitusi, yaitu dengan memilih &amp;nbsp;sistem akses yang memiliki resiko bahaya lebih rendah.&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Modifikasi disain bangunan, pabrik &amp;nbsp; atau struktur.&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Isolasi dari bahaya dan atau&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pengendalian teknis lainnya.&lt;br /&gt;
3)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Penggunaan alat pelindung diri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
5. PERSYARATAN INSTALASI&lt;/h4&gt;
1)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Titik angkor dan struktur bangunan harus mampu menahan beban maksimum dari beban working rope dan safety rope &amp;nbsp;setidak tidaknya 1200 kg dalam arah jatuhan beban.&lt;br /&gt;
2)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bangunan atau struktur dan patok tambat harus dinilai dan diuji oleh pengawas.&lt;br /&gt;
3)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Salinan dokumentasi yang berkaitan dengan pekerjaan yang akan dilakukan dengan sistem akses tali harus disimpan di tempat kerja saat sistem ini &amp;nbsp;digunakan. &amp;nbsp; Dokumen tersebut antara lain: standar prosedur kerja, penilaian resiko, rigging plan, site checklist, asuransi, lembar data keselamatan kimia (SDS), nomor telepon darurat, laporan hasil perawatan dan perbaikan instalasi patok tambat.&lt;br /&gt;
4)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Telah dilakukan pemeriksaan pertama dan berkala terhadap struktur dan titik patok tambat oleh Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan atau Ahli K3 yang memiliki spesialisasi di bidang akses tali dan dikeluarkan ijin pengesahan pemakaian. Pemeriksaan dilakukan khususnya terhadap kemungkinan faktor korosi terhadap struktur &amp;nbsp;maupun patok tambat dan faktor-faktor lain yang mungkin menyebabkan tidak aman saat pemakaian sistem dan peralatannya. &lt;br /&gt;
5)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bila patok tambat terletak di luar gedung dan terpapar oleh cuaca dalam waktu lama, maka harus dipastikan bahwa patok tambat tersebut aman dipasang untuk segala keadaan/cuaca. &amp;nbsp;Lubang patok tambat harus dilindungi dengan baik untuk menghindari kelembapan.&lt;br /&gt;
6)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bila patok tambat diletakkan permanen di luar gedung, maka penempatannya harus diletakkan setidak-tidaknya 2 meter dari tepi bangunan.&lt;br /&gt;
7)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Setiap sistem patok tambat permanen diikuti dengan instalasinya, harus dilengkapi dengan dokumentasi yang harus tersedia di tempat kerja (building management) dan harus selalu tersedia bila dibutuhkan oleh teknisi akses tali sebelum pelaksanaan pekerjaan.&lt;br /&gt;
8)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dokumen tersebut harus memuat setidak tidaknya informasi &amp;nbsp;mengenai :&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Perusahaan/ orang yang memasang, tanggal pemasangan dan petunjuk lengkap pemakaian sistem angkor.&lt;br /&gt;
•&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Penilaian resiko awal ( Initial risk assessment)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
6. PERSYARATAN PERALATAN DAN ALAT PELINDUNG DIRI&lt;/h4&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Peralatan yang akan digunakan harus dipilih yang telah memenuhi standar sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan yang sesuai dengan tujuan penggunaan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apabila meragukan standar yang dipakai dalam pembuatan peralatan dan penggunaannya, maka sangat disarankan untuk menghubungi pabrikan pembuat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemilihan peralatan harus mempertimbangkan kecocokan dengan peralatan lain dan fungsi keamanan peralatan tidak terganggu atau menggangu sistem lain.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pabrikan peralatan harus menyediakan informasi mengenai produk. Informasi ini harus dibaca dan dimengerti oleh pekerja sebelum menggunakan peralatan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peralatan harus diperiksa secara visual sebelum penggunaan untuk memastikan bahwa peralatan tersebut ada pada kondisi aman dan dapat bekerja dengan benar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Prosedur harus diterapkan pada pemeriksaan dan pemeliharaan peralatan. &amp;nbsp;Daftar pencatatan pemeliharaan keseluruhan peralatan harus disimpan dengan baik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dilarang melakukan modifikasi atau perubahan atas spesifikasi peralatan tanpa mendapat ijin dari pengawas atau pabrikan pembuat karena dapat mengakibatkan perubahan kinerja peralatan. Setiap perubahan atau modifikasi harus dicatat dan peralatan diberi label khusus.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;br /&gt;7. INSTALASI DAN PERALATAN SISTEM AKSES TALI&lt;/h4&gt;
Perlengkapan dan alat pelindung diri &amp;nbsp;yang harus dipakai dalam bekerja yang disesuaikan dengan lingkungan kerja :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pakaian kerja&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Full body harness&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sepatu (safety shoes / protective footwear)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sarung tangan (gloves),&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kacamata (eye protection),&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Alat pelindung pernafasan (respiratory protective equipment),&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Alat pelindung pendengaran (hearing protection),&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jaket penyelamat (life jacket) atau pengapung (buoyancy),&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tali&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tali Koneksi (cow’s Tail/lanyard)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pelindung Kepala&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sabuk pengaman tubuh &amp;nbsp;(full body harness )&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Alat Penjepit Tali (Rope Clamp)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Alat Penahan Jatuh Bergerak (mobile fall arrester)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Alat Penurun ( Descender)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Perlengkapan dan alat pelindung diri harus dipastikan telah sesuai dengan standar Nasional Indonesia (SNI), Standar Uji Laboratoriun dan Standar uji internasional yang independen, seperti British Standard, American National Standard Institute, atau badan standard uji internasional lainnya.&lt;br /&gt;
Usia masa pakai peralatan dan alat pelindung diri yang terbuat dari kain/textile sintetik adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;tidak pernah digunakan: 10 tahun.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;digunakan 2 kali setahun : 7 tahun.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;digunakan sekali dalam 1 bulan : 5 tahun.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;digunakan dua minggu sekali : 3 tahun.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;digunakan setiap minggu sekali : 1 tahun lebih.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;digunakan hampir setiap hari : kurang dari 1 tahun.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
8. PELAKSANAAN IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO&lt;/h4&gt;
1)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Tujuan dilaksanakannya identifikasi bahaya &amp;nbsp;dan penilaian risiko adalah untuk membantu praktisi akses tali dan pengurus menentukan tingkat risiko yang ada dalam suatu pekerjaan.&lt;br /&gt;
2)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Identifikasi bahaya &amp;nbsp;dan penilaian risiko harus dilaksanakan untuk setiap pekerjaan yang dilakukan.&lt;br /&gt;
3)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dokumen &amp;nbsp;tertulis identifikasi bahaya dan penilaian risiko harus tersedia di tempat kerja .&lt;br /&gt;
4)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dibuat oleh ahli K3 yang kompeten dalam metode akses tali atau Teknisi Akses Tali Tingkat 3 dengan berkonsultasi dengan pengurus atau pemilik gedung.&lt;br /&gt;
5)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Dokumen ini berguna dalam memberikan arahan (briefing), sebagai informasi bagi mitra kerja atau acuan bagi pengawas ketenagakerjaan dalam melakukan pengawasan. &lt;br /&gt;
6)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Setiap pekerja hanya dapat melakukan pekerjaan dengan akses tali jika memperoleh ijin kerja akses tali (rope access work permitt)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
9. KUALIFIKASI DAN PERSYARATAN TEKNISI AKSES TALI&lt;/h4&gt;
Kualifikasi Tenaga kerja &amp;nbsp;pekerjaan pada ketinggian ( working at &amp;nbsp;height) terdiri &amp;nbsp;dari :&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;a. Pekerja bangunan tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;b. Teknisi &amp;nbsp;Akses Tali&lt;br /&gt;
1) Untuk dapat menjadi pekerja bangunan tinggi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Sekurang-kurangnya berpendidikan SLTP /sederajat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berbadan sehat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Umur sekurang-kurangnya 18 tahun.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengikuti pembinaan dasar bekerja pada ketinggian.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
2) Sementara untuk menjadi Teknisi Akses tali, terdapat &amp;nbsp;3 jenis Kualifikasi Teknisi &amp;nbsp;Akses Tali, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Teknisi Akses Tali tingkat 1&lt;br /&gt;
Untuk menjadi teknisi akses tali tingkat 1, dibutuhkan: persyaratan pendidikan minimal SLTP; Berbadan Sehat; Usia minimal 18 tahun; Mengikuti pembinaan dan pengevaluasi lisensi K3 bagi Teknisi Akses Tali Tingkat 1 dan lulus evaluasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Teknisi Akses Tali tingkat 2&lt;br /&gt;
Untuk menjadi teknisi akses tali tingkat 2, dibutuhkan: persyaratan pendidikan minimal SLTA; Memiliki sekurang-kurangnya 300 jam kerja sebagai &amp;nbsp;Teknisi Akses Tali ; Berbadan Sehat dan tidak mempunyai hambatan fisik dalam bekerja pada ketinggian; Mengikuti pembinaan dan pengevaluasi lisensi K3 bagi Teknisi Akses Tali Tingkat 2 dan lulus evaluasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Teknisi Akses Tali tingkat 3&lt;br /&gt;
Untuk menjadi teknisi akses tali tingkat 2, dibutuhkan: persyaratan pendidikan minimal D3; Memiliki sekurang-kurangnya 500 jam kerja sebagai &amp;nbsp;Teknisi Akses Tali tingkat 2; Berbadan Sehat dan tidak mempunyai hambatan fisik dalam bekerja pada ketinggian; Usia Minimal 22 tahun; Memiliki sertifikat pelatihan P3K di Tempat Kerja; Mengikuti pembinaan dan pengevaluasi lisensi K3 bagi Teknisi Akses Tali Tingkat 3 dan lulus evaluasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
10. PELAKSANAAN PEMBINAAN AKSES TALI&lt;/h4&gt;
Pelaksanaan pembinaan K3 bagi Teknisi Akses Tali tingkat 1, tingkat 2 dan tingkat 3 &amp;nbsp;dilakukan oleh Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3), salah satu PJK3 adalah PT Prashetya Quality, khusus akses tali (rope acces) yang ditunjuk oleh Menteri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Materi pembinaan K3 bagi Teknisi Akses Tali &amp;nbsp;dapat dikembangkan dan diubah sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Direktur Jenderal atau pejabat yang ditunjuk sewaktu-waktu dapat mengganti menambah atau mengurangi materi pembinaan dan atau jam pelajaran sesuai dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;
Evaluasi, Sertifikasi dan Lisensi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Kelulusan ditentukan &amp;nbsp;berdasarkan pemenuhan syarat administratif, hasil evaluasi tulis dan evaluasi praktek.&lt;br /&gt;
2)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Evaluasi praktek dilakukan oleh penguji yang telah ditunjuk oleh direktur sebagai penguji.&lt;br /&gt;
3)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Peserta pembinaan yang dinyatakan lulus berhak mendapat sertifikat yang dikeluarkan oleh Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan dan diketahui oleh Direktur. &amp;nbsp; &lt;br /&gt;
4)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Bagi Teknisi Akses tali yang telah mendapatkan sertifikat diberikan lisensi dan buku kerja oleh Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja sesuai dengan tingkatannya;&lt;br /&gt;
5)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Lisensi dan buku kerja berlaku 5 (lima tahun) dan harus diperpanjang lagi, melalui atau tanpa penyegaran;&lt;br /&gt;
6)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Pembaharuan atau pengeluaran lisensi dan buku kerja diterbitkan oleh Pemerintah Cq. Direktorat Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja;&lt;br /&gt;
7)&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space: pre;"&gt; &lt;/span&gt;Lisensi dapat dicabut oleh Menteri atau Pejabat yang ditunjuk bila Teknisi Akses tali yang bersangkutan dinilai tidak berkemampuan lagi atau tidak memenuhi kewajibannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
11. KEWENANGAN DAN KEWAJIBAN TEKNISI AKSES TALI&lt;/h4&gt;
Kewenangan teknisi akses tali tingkat 1 :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pemasangan pengaman kerja.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memasang penambatan dibawah supervisi level di atasnya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Kewenangan teknisi akses tali tingkat 2 :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Merangkai pengaman penambatan.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengawasi dan membimbing kegiatan Teknisi akses tali tingkat 1.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Kewenangan teknisi akses tali tingkat 3 :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Melakukan berbagai teknik pemanjatan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memimpin pelaksanaan pekerjaan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melaksanakan usaha penyelamatan/rescue.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengawasi dan membimbing kegiatan Teknisi akses tali tingkat 2 dan atau Teknisi akses tali tingkat 1.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Kewajiban Teknisi Akses Tali&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tidak meninggalkan tempat pengoperasian akses tali, selama kegiatan berlangsung.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan pengecekan terhadap kondisi atau kemampuan kerja peralatan, alat-alat pengaman dan alat-alat perlengkapan lainnya sebelum pengoperasian akses tali.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengisi Buku Kerja dan membuat laporan harian selama mengoperasikan akses tali.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menghentikan pekerjaan dan segera melaporkan pada pengurus apabila alat pengaman atau perlengkapan pekerjaan tidak berfungsi dengan baik atau rusak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Teknisi akses tali tingkat 3 mengawasi dan mengkoordinasikan Teknisi akses tali tingkat 2 dan Teknisi akses tali tingkat 1.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mempertanggungjawabkan atas seluruh kegiatan pengoperasian akses tali dalam keadaan aman.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mematuhi peraturan dan tindakan pengamanan yang telah ditetapkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setiap teknisi akses tali wajib memiliki buku kerja (log book) yang dikeluarkan oleh direktur. Buku kerja wajib diisi setiap melakukan pekerjaan. Buku kerja diperiksa &amp;nbsp;oleh ahli K3 di perusahaan dan atau Pengawas Ketenagakerjaan. Jika dalam 6 (enam) bulan berturut-turut &amp;nbsp;buku kerja tidak terisi, maka teknisi akses tali diwajibkan mengikuti penyegaran atas kompetensi yang dimilikinya atau magang dibawah pengawasan Teknisi Akses Tali Tingkat 3.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pengawasan terhadap ditaatinya Keputusan Direktur Jenderal ini dilakukan oleh Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan. Teknisi yang melanggar ketentuan yang di atur dalam pedoman ini dikenakan sanksi berupa pencabutan lisensi.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/04/syarat-syarat-menjadi-pekerja-akses-tali.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYSEgHpKbfFd2KGe6-KV1aCLaKT5IQzMVuw1VWW0jNZN9GIlBzPxsEYJDMZcihl2kDV0m2Wlq08zvaGZW2wN5U8P1LI85v6q9rotpwt_k0DyOI2MnvHV9-2UlAVdXWkW6wmkj6X0vJIVqt/s72-c/work+at+high+2.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-6005953991915717530</guid><pubDate>Mon, 11 Apr 2016 02:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-10T19:28:05.134-07:00</atom:updated><title>Arti Warna Lingkaran pada Kemasan Obat</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfOouk9StkXo9P8X37CiqpfBV7V458y4fLz1_3LCS-InDJglI9HBur6dGI1fdQ3R96Eh1UvLm7-OdPO_o6VXw8wLk5YrjvOyXq_8ouzpX-HBSZ-5LsKyvlCAvVjQU21tODV6qi8NUC7cBO/s1600/download.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="130" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfOouk9StkXo9P8X37CiqpfBV7V458y4fLz1_3LCS-InDJglI9HBur6dGI1fdQ3R96Eh1UvLm7-OdPO_o6VXw8wLk5YrjvOyXq_8ouzpX-HBSZ-5LsKyvlCAvVjQU21tODV6qi8NUC7cBO/s320/download.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai pengetahuan dasar bagi kita yang seringkali memakan obat namun tidak mengerti arti tanda dalam kemasan, termasuk kandungan yang ada didalamnya. artikel ini menjelaskan &amp;nbsp;secara ringkas sekelumit tentang obat dan kemasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Obat-obat yang dijual di pasaran dilengkapi dengan kode berupa lingkaran berwarna pada kemasannya. Masing-masing warna mengindikasikan ketentuan yang berbeda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Lingkaran hijau&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Obat-obatan dengan tanda lingkaran hijau mengindikasikan bahwa obat ini dapat dibeli bebas di pasaran. Yang termasuk dalam golongan ini antara lain, vitamin, oralit, pedialit dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Lingkaran biru&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lingkaran biru yang terdapat dalam kemasan obat mengindikasikan bahwa obat ini dijual bebas terbatas. Maksudnya, meski bisa dibeli tanpa resep dokter, tapi aturan pakai dan efek sampingnya harus menjadi perhatian. Penggunaannya pun harus sesuai dengan indikasi yang tertulis pada kemasannya. Yang termasuk dalam golongan lingkaran biru antara lain obat batuk dan obat demam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Lingkaran merah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lingkaran merah menunjukkan bahwa obat tersebut termasuk golongan obat keras yang harus diresepkan dokter. Yang termasuk dalam golongan ini adalah antibiotik, obat-obat hormonal dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
KANDUNGAN OBAT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* BATUK&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Obat batuk yang dijual di pasaran umumnya termasuk golongan lingkaran biru atau dijual bebas terbatas. Biasanya obat batuk dikombinasikan dengan obat pilek, meski ada juga yang dijual khusus untuk mengatasi batuk saja. Kandungan yang terdapat di dalamnya, antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
– Bromhexsin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berfungsi sebagai pengencer dahak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
– Dextrometrofan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berfungsi sebagai antibatuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
– Ambroxsol&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berfungsi sebagai mukolitik dan sekretolitik atau pengencer dahak. Bila dahak bisa dikeluarkan dari saluran pernapasan, anak akan merasa lega karena napasnya tidak terhambat lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski obat batuk ini dengan mudah dibeli di pasaran, tapi mengingat obat ini digolongkan dalam lingkaran biru, sebaiknya orang tua tidak gegabah memberikannya. Saat anak batuk, sebagai langkah pertama sebaiknya mintalah ia untuk minum air hangat banyak-banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* PILEK&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sama halnya dengan batuk, obat-obatan untuk mengatasi pilek biasanya termasuk golongan lingkaran biru atau dijual bebas terbatas. Sebagai wujud kehati-hatian, sebaiknya orang tua memahami zat apa saja yang terkandung dalam obat pilek, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
– Decongestan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fungsinya mengatasi hidung tersumbat. Umumnya untuk obat pilek anak, decongestan yang dicampurkan adalah jenis pseudoefedrin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
– Antihistamin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fungsinya untuk mengatasi alergi termasuk bersin-bersin. Antihistamin yang biasa digunakan adalah CTM, defenhidramin, loratadin, citirizin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* DEMAM&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demam atau naiknya suhu tubuh anak harus diwaspadai. Apalagi kalau ada riwayat panas demam diikuti kejang. Lantaran itu banyak dokter yang menyarankan orang tua untuk menyediakan obat penurun panas di rumah. Kandungan obat penurun panas adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
– Analgetik&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fungsinya untuk menghilangkan rasa sakit pada sendi dan nyeri. Yang termasuk dalam golongan analgetik adalah aspirin, ibuprofen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
– Antipiretik&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fungsinya untuk menurunkan panas. Umumnya zat yang digunakan adalah paracetamol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Khusus bagi anak yang mempunyai riwayat kejang, biasanya dokter menyarankan untuk menyediakan stesolit yang di dalamnya terkandung diasepam sebagai zat antikejang. Obat ini harus dibeli dengan resep dokter karena dosisnya disesuaikan kondisi masing-masing anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* DIARE&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tren pengobatan terbaru yang direkomendasikan WHO untuk diare pada anak adalah memberikan oralit (larutan gula garam) atau pedialit (pengganti cairan tubuh untuk anak-anak dengan rasa stroberi atau vanila). Keduanya termasuk golongan lingkaran hijau yang berarti boleh dijual bebas. Oralit atau pedialit fungsinya mengganti cairan yang keluar dan menjaga supaya tidak sampai dehidrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dahulu tujuan pengobatan diare lebih mementingkan supaya kembali “mampet”. Kalau sekarang, meskipun si kecil buang air besar sampai 8 kali sehari masih dianggap wajar. Kenapa? Karena justru “racun-racun” yang menyebabkan diare dibiarkan keluar bersama kotoran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum memberikan obat diare, ada baiknya orang tua mengonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Sebab zat-zat yang terdapat dalam obat-obat ini umumnya berfungsi menyerap dan memampatkan. Zat-zat tersebut antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
– Becarbon&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fungsinya menyerap dan mengeluarkan kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
– Coulin dan Pektin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fungsinya menyerap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
– Aktifited Aktapolid&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk pengobatan simtomatik, seperti rasa mulas, perih, kembung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ZAT-ZAT TAMBAHAN LAINNYA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Obat identik dengan rasa pahit. Untuk anak, hal tersebut jelas menyulitkan, sebab kesembuhannya sedikit banyak ditentukan dengan masuk/tidaknya obat ke dalam tubuh. Untuk itulah obat-obatan anak biasanya diberi zat-zat tambahan sehingga terasa lebih “enak” di lidah. Ada pun zat-zat tersebut adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Pewarna&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya digunakan carmin atau indigo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Perasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ekstrak rasa buah, seperti stroberi, jeruk, vanila dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Pemanis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sakarin, equal, atau gula pasir biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Aroma&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menthol, mint, aroma buah dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Bentuk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kemajuan teknologi, obat berbentuk tablet kini dicetak dalam bentuk-bentuk yang menarik, seperti boneka, binatang dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zat-zat tambahan tersebut aman dikonsumsi, sebab dalam proses perizinannya, lembaga-lembaga yang berwenang akan mengawasinya dengan ketat sebelum meloloskannya. Apalagi zat-zat tersebut jumlahnya sangat sedikit alias tidak signifikan. Pasalnya, zat tambahan tersebut tidak boleh mengurangi “keampuhan” dan fungsi utama obat tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: tabloit nakita</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/04/arti-warna-lingkaran-pada-kemasan-obat.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfOouk9StkXo9P8X37CiqpfBV7V458y4fLz1_3LCS-InDJglI9HBur6dGI1fdQ3R96Eh1UvLm7-OdPO_o6VXw8wLk5YrjvOyXq_8ouzpX-HBSZ-5LsKyvlCAvVjQU21tODV6qi8NUC7cBO/s72-c/download.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-417788375600522985</guid><pubDate>Thu, 07 Apr 2016 09:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-07T02:03:49.197-07:00</atom:updated><title>Jenis-jenis Diabetes dan gejalanya</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.idf.org/sites/default/files/Blue-circle-200px.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.idf.org/sites/default/files/Blue-circle-200px.jpg" height="175" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 22px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 22px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 22px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 22px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Diabetes tipe 1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;. Pada diabetes jenis ini, pankreas tidak bisa memproduksi insulin sama sekali. Sehingga, untuk bertahan hidup, penderita bergantung pada pemberian insulin dari luar dengan cara disuntik. Karena itu, diabetes ini juga memiliki istilah Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Jumlah kejadiannya sangat langka, hanya sekitar 10% dari total diabetesi (penderita diabetes) di dunia dan kurang dari 1% di Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Diabetes tipe 1 biasanya mengenai anak-anak dan remaja. Faktor penyebabnya adalah infeksi virus atau reaksi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; font-style: italic; line-height: 22px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;auto-imun&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;(rusaknya sistem kekebalan tubuh), yang merusak sel-sel penghasil insulin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Gejala Penyakit Diabetes Mellitus Mengenali gejala diabetes tipe satu pada anak tak selalu mudah karena gejala-gejalanya sering disalah artikan sebagai penyakit flu. Selain itu gejala yang timbul terkadang baru muncul setelah penyakit berjalan cukup panjang. Anak dengan diabetes tipe 1 biasanya memiliki gejala awal sebagai berikut:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;1. Sering Buang Air Kecil Hal ini terjadi karena ginjal ingin membersihkan kelebihan glukosa dalam sirkulasi darah. Anak jadi lebih sering buang air kecil dan dalam jumlah yang besar. Mengompol juga bisa menjadi gejala adanya diabetes, terutama jika sebelumnya anak tak pernah mengompol.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;2. Sering Haus dan Banyak Minum Karena banyak cairan yang dikeluarkan, anak menjadi gampang haus.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;3. Berat Badan Menurun Tubuh tidak lagi bisa memproses glukosa untuk energi dan mulai memecah otot dan cadangan lemak untuk menghasilkan energi bagi sel-sel yang lapar. Karenanya meski nafsu makan anak normal tetapi berat badannya sulit naik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;4. Mudah lelah Anak tampak kelelahan karena tubuhnya tidak mampu memproses glukosa untuk energi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: bold; line-height: 22px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Diabetes tipe 2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;. Inilah jenis diabetes yang diderita 90% para penderita diabetes. Diabetes jenis ini disebut juga diabetes&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; font-style: italic; line-height: 22px; margin: 0px; padding: 0px;"&gt;&amp;nbsp;life style&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;karena selain faktor keturunan, penyebab utamanya adalah gaya hidup tidak sehat. "Sebanyak 90% diabetesi menderita DM karena pengaruh faktor keturunan. Tapi, faktor lingkungan dan gaya hidup adalah faktor pemicu terjadinya DM," jelas Prof. Sidartawan. Umumnya, diabetes tipe ini mengenai orang dewasa, tapi akhir-akhir ini juga banyak mengenai orang-orang yang lebih muda.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Berbeda dari diabetes tipe 1 yang muncul tiba-tiba, diabetes tipe 2 berkembang sangat lambat, bisa sampai bertahun-tahun. Karena itu, gejalanya sering kali tidak jelas terasa. Penderita diabetes tipe 2 tidak mutlak memerlukan suntikan insulin karena pankreasnya masih menghasilkan insulin, tapi kerja insulin menjadi tidak efektif karena di dalam tubuh tengah terjadi resistensi insulin atau penurunan kemampuan hormon insulin menurunkan kadar gula darah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; box-sizing: border-box; font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px; margin: 0px; padding: 0px;" /&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Saat terjadi resistensi insulin, pankreas harus bekerja keras memproduksi insulin sebanyak-banyaknya untuk dapat menggempur resistensi insulin tersebut dan memberi kesempatan gula untuk masuk ke dalam sel-sel tubuh. Jika kondisi ini tidak segera diperbaiki, pankreas akan kelelahan dan kemampuannya untuk menghasilkan insulin menurun sehingga gula akan menumpuk di dalam darah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Diabetes tipe 2 yang merupakan tipe yang paling umum dapat terjadi pada usia berapapun dan sering dapat dicegah. Berikut ini gejalanya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;1. Berat badan turun dengan cepat Buat penderita diabetes, jangan senang dulu jika berat badan Anda turun dengan cepat. Ini bukan diakibatkan karena diet yang sukses, namun lebih disebabkan karena pankreas mulai rusak. Pankreas memiliki tugas memproduksi insulin yang digunakan mengolah glukosa menjadi sumber energi. Karena pankreas pada penderita diabetes gagal mengolah gula menjadi energi, maka terjadilah resistensi insulin. Tubuh kemudian akan mencari sumber energi alternatif dengan membakar cadangan lemak dalam tubuh. Jika cadangan lemak habis, maka sasaran selanjutnya adalah otot. Akibatnya bobot tubuh akan terus menyusut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;2. Sering Kesemutan gejala ini terjadi karena pembuluh darah yang rusak, sehingga darah yang mengalir di ujung–ujung saraf pun berkurang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;3. Luka yang sulit sembuh Ini adalah efek lain dari kerusakan pembuluh darah dan saraf selain kesemutan. Kerusakan ini mengakibatkan penderita diabetes tidak merasakan sakit jika mengalami luka. Mereka bahkan kadang tidak sadar telah terluka. Gabungan kadar gula darah yang tinggi dan tidak adanya rasa nyeri, maka luka yang awalnya kecil dapat membesar menjadi borok dan bahkan membusuk. Jika sudah sampai tahap ini, amputasi merupakan satu-satunya jalan keluar atau solusi untuk menyembuhkannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Gejala Diabetes Pada Wanita&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Sementara itu, sayangnya dari beberapa gejala khusus yang sering dialami wanita namun tidak disadari mereka. Lantas, gejala-gejala apa saja itu biasanya hadir itu? Di bawah ini ada beberapa gejala yang dapat Anda harus waspadai dan segera konsultasi ke dokter, menurut Imam, di antaranya sebagai berikut:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Infeksi vagina yang ditandai dengan munculnya keputihan secara berulang, meskipun telah mendapatkan pengobatan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Wanita yang mempunyai penyakit diabetes lebih mudah terkena infeksi jamur di daerah organ intim karena daerah tersebut mengalami kelambaban cukup tinggi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Mengalami gangguan fungsi hormonal karena aliran darah tidak lancar. Cenderung mengalami polycystic ovarian syndrome.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Keseimbangan hormon terganggu yang akan menganggu sistem reproduksi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Wanita yang mengalami depresi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: GothamNarrowLight, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22px;"&gt;Memiliki kadar kolesterol yang tinggi dibanding pria&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengobatan Terhadap Diabetes&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diabetes tidak dapat disembuhkan, tetapi bisa dikendalikan melalui beberapa cara. Hal ini terutama mencakup insulin, obat-obatan, kontrol makanan, dan olahraga. Pilihan-pilihan pengendalian terhadap diabetes bergantung pada jenis diabetes dan tingkat keparahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan pengobatan diabetes, yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
– Mencapai kadar gula darah terbaik yang tepat bagi Anda&lt;br /&gt;
– Memberikan keinginan dari gejala-gejala diabetes&lt;br /&gt;
– Menyeimbangkan makan, olahraga, dan obat-obatan atau insulin&lt;br /&gt;
– Mengurangi faktor resiko yang terkait dengan komplikasi, seperti obesitas, merokok, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi&lt;br /&gt;
– Memastikan pertumbuhan yang normal pada anak-anak dan orang dewasa muda yang mengidap diabetes&lt;br /&gt;
– Mempertahankan berat badan yang normal&lt;br /&gt;
– Mencegah komplikasi akut seperti ketoasidosis dan infeksi&lt;br /&gt;
– Mencegah, jika mungkin atau mendeteksi sedini mungkin dan menangani komplikasi kronis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/04/jenis-jenis-diabetes-dan-gejalanya.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-816480069119685463</guid><pubDate>Thu, 07 Apr 2016 07:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-07T02:04:47.285-07:00</atom:updated><title>Hari Kesehatan Sedunia </title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.who.int/about/Logo-WHO.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.who.int/about/Logo-WHO.jpg" height="160" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Hari Kesehatan Dunia dirayakan setiap tahun pada tanggal 7 April dan didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1948, Organisasi Kesehatan Dunia mengadakan Majelis Kesehatan Dunia Pertama. Majelis ini memutuskan merayakan Hari Kesehatan Dunia pada tanggal 7 April setiap tahunnya mulai 1950. Hari Kesehatan Dunia diselenggarakan untuk memperingati pendirian WHO dan dipandang sebagai kesempatan menarik perhatian dunia untuk menyadari masalah-masalah besar kesehatan global setiap tahunnya.WHO menyelenggarakan acara di tingkat internasional, regional, dan lokal pada hari ini tergantung temanya. Sumber daya yang disediakan cukup hingga beberapa hari setelah 7 April, tanggal yang ditetapkan untuk merayakan Hari Kesehatan Dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepat pada hari ini, semua manusia di bumi ini tengah memperingati Hari Kesehatan Dunia / WHO yang ke 66. Fokus WHO pada Hari Kesehatan Dunia tahun ini adalah diabetes, yang sebagian besar dapat dicegah dan diobati. Penyakit diabetes tidak menular, namun meningkat pesat pada sekian banyak negara, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Langkah-langkah gaya hidup sederhana telah terbukti efektif dalam mencegah atau menunda timbulnya diabetes tipe 2, termasuk menjaga berat badan yang normal, melakukan aktivitas fisik secara teratur, dan memakan makanan yang sehat. Diabetes dapat dikendalikan dan dikelola untuk mencegah komplikasi melalui diagnosis, pendidikan manajemen diri, dan pengobatan yang terjangkau. WHO memperkirakan sekitar 350 juta orang di dunia menderita diabetes, penyakit yang penyebab langsung dari sekitar 1,5 juta kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan WHO 2016 adalah (1) meningkatkan pencegahan, (2) memperkuat pelayanan, dan (3) meningkatkan pengawasan. Tujuan ini cukup relevan dengan tujuan WHO pada tahun sebelumnya yang mengacu pada keamanan Pangan.&amp;nbsp;Diabetes tipe 2 banyak dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, dan pola makan. Jumlah penderita diabetes tipe 2 inilah yang paling banyak.&amp;nbsp;Sayangnya, dengan teknologi yang semakin&amp;nbsp;maju, gaya hidup manusia juga semakin jelek dan rawan dengan diabetes tipe 2. Makanan ternyata bukan hanya menjadi sumber nutrisi, melainkan juga sumber penyakit. Sementara untuk diabetes tipe 1, jumlah kejadiannya sangat langka, hanya sekitar 10% dari total diabetesi (penderita diabetes) di dunia dan kurang dari 1% di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengetahui tipe diabetes, &lt;a href="http://k3trainingcentre.blogspot.co.id/2016/04/jenis-jenis-diabetes-dan-gejalanya.html" target="_blank"&gt;silahkan klik disini.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/04/hari-kesehatan-sedunia.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-4033255601780225764</guid><pubDate>Wed, 06 Apr 2016 09:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-07T02:08:54.409-07:00</atom:updated><title>Sistem Manajement K3</title><description>&lt;br /&gt;
SMK3 adalah sistem yang dikonsep untuk merencanakan, melaksanakan dan mengukur penerapan K3 ditempat kerja perusahaan berdasarkan UU Keselamatan Kerja No.1 Tahun 1970 dan peraturan pelaksanaannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian Risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.&lt;br /&gt;
Adalah kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
Latar Belakang Kebijakan&lt;/h4&gt;
1. UU No.1 Th. 1970 memberikan jaminan tempat kerja yang aman dengan perubahan paradigma pengawasan K3&lt;br /&gt;
2. K3 masih belum mendapatkan perhatian yang memadai semua pihak&lt;br /&gt;
3. Kecelakaan kerja yang terjadi masih cukup tinggi&lt;br /&gt;
4. Pelaksanaan pengawasan masih bersifat parsial dan belum menyentuh aspek manajemen&lt;br /&gt;
5. Komitmen pimpinan perusahaan dalam hal K3 relatif rendah&lt;br /&gt;
6. Kualitas tenaga kerja berkorelasi dengan kesadaran atas K3&lt;br /&gt;
7. Tuntutan global dalam perlindungan tenaga kerja yang diterapkan oleh komunitas perlindungan hak buruh Internasional yang dikaitkan dengan politik perdagangan Internasional&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tujuan Penerapan SMK3&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
1. Meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, terstuktur dan terintegrasi.&lt;br /&gt;
2. Mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, pekerja/buruh, dan/atau serikat pekerja/serikat buruh; serta&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman dan efisien untuk mendorong produktifitas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
Pasal 87 UU No.13/2003&lt;/h4&gt;
(1) Setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan&lt;br /&gt;
(2) Ketentuan mengenai penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam menerapkan SMK3, setiap Perusahaan wajib melaksanakan:&lt;br /&gt;
A. Penetapan Kebijakan K3;&lt;br /&gt;
B. Perencanaan K3;&lt;br /&gt;
C. Pelaksanaan Rencana K3&lt;br /&gt;
D. Pemantauan dan Evaluasi Kinerja K3; dan&lt;br /&gt;
E. Peninjauan dan Peningkatan Kinerja SMK3&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
Penetapan Kebijakan K3&lt;/h4&gt;
1. Penyusunan Kebijakan K3 melalui :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Tinjauan awal kondisi K3&lt;br /&gt;
• Identifikasi potensi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko;&lt;br /&gt;
• Perbandingan penerapan K3 dengan perusahaan dan sektor yang lebih baik;&lt;br /&gt;
• Peninjauan sebab akibat kejadian yang membahayakan;&lt;br /&gt;
• Kompensasi dan gangguan serta hasil penilaian sebelumnya yang berkaitan dengan keselamatan; dan&lt;br /&gt;
• Penilaian efisiensi dan efektivitas sumberdaya yang disediakan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Memperhatikan peningkatan kinerja manajemen K3&lt;br /&gt;
secara terus menerus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Memperhatikan masukan dari pekerja/buruh dan/atau&lt;br /&gt;
serikat pekerja / serikat buruh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebijakan K3 paling sedikit memuat :&lt;br /&gt;
a. Visi;&lt;br /&gt;
b. Tujuan perusahaan;&lt;br /&gt;
c. Komitmen dan tekad melaksanakan kebijakan; dan&lt;br /&gt;
d. Kerangka dan program kerja yang mencakup kegiatan perusahaan secara menyeluruh yang bersifat umum dan/atau operasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengusaha harus menyebarluaskan kebijakan K3 yang telah ditetapkan kepada seluruh pekerja/buruh, orang lain selain pekerja yang berada di perusahaan, dan pihak lain yang terkait.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Penetapan Kebijakan K3 harus :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Disahkan oleh pucuk pimpinan perusahaan;&lt;br /&gt;
b. Tertulis, tertanggal dan ditandatangani;&lt;br /&gt;
c. Secara jelas menyatakan tujuan dan sasaran K3;&lt;br /&gt;
d. Dijelaskan dan disebarluaskan kepada seluruh pekerja/buruh, tamu, kontraktor, pemasok dan pelanggan;&lt;br /&gt;
e. Terdokumentasi dan terpelihara dengan baik;&lt;br /&gt;
f. Bersifat dinamik; dan&lt;br /&gt;
g. Ditinjau ulang secara berkala untuk menjamin bahwa kebijakan tersebut masih sesuai dengan perubahan yang terjadi dalam perusahaan dan peraturan perundangan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Untuk melaksanakan ketentuan 2 (c – g), pengusaha dan /atau pengurus harus :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Menempatkan organisasi K3 pada posisi yang dapat menentukan keputusan perusahaan;&lt;br /&gt;
b. Menyediakan anggaran, tenaga kerja yang berkualitas dan sarana-sarana lain yang ditentukan di bidang K3;&lt;br /&gt;
c. Menetapkan personil yang mempunyai tanggung jawab, wewenang dan kewajiban yang jelas dalam penanganan K3;&lt;br /&gt;
d. Membuat perencanaan K3 yang terkoordinasi;&lt;br /&gt;
e. Melakukan penilaian kinerja dan tindak lanjut pelaksanaan K3.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Diadakan peninjauan ulang secara Teratur&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Setiap tingkat pimpinan dalam perusahaan harus menunjukkan komitmen terhadap K3, sehingga SMK3 berhasil diterapkan dan dikembangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Setiap pekerja/ buruh dan orang lain yang berada di tempat kerja harus berperan serta dalam menjaga dan mengendalikan pelaksanaan K3.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
Perencanaan K3&lt;/h4&gt;
1. Pengusaha menyusun rencana K3 berdasarkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Hasil Penelaahan awal;&lt;br /&gt;
(merupakan tinjauan awal kondisi K3 perusahaan yang dilakukan pada penyusunan Kebijakan)&lt;br /&gt;
b. Identifikasi potensi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko;&lt;br /&gt;
(harus dipertimbangkan pada saat merumuskan rencana)&lt;br /&gt;
c. Peraturan perundangan dan persyaratan lainnya;&lt;br /&gt;
(harus ditetapkan, dipelihara, di-invertarisasidan diidentifikasi oleh perusahaan, dan di-sosialisasikan kepada seluruh pekerja/buruh)&lt;br /&gt;
d. Sumber daya yang dimiliki.&lt;br /&gt;
(tersedianya sumber daya manusia yang kompeten, sarana dan prasarana serta dana)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Rencana K3 yang disusun oleh perusahaan paling sedikit memuat:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Tujuan dan Sasaran;&lt;br /&gt;
• Dapat Diukur;&lt;br /&gt;
• Satuan / indikator pengukuran; dan&lt;br /&gt;
• Sasaran pencapaian&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengusaha Harus berkonsultasi dengan :&lt;br /&gt;
• Wakil Pekerja/buruh;&lt;br /&gt;
• Ahli K3;&lt;br /&gt;
• P2K3; dan&lt;br /&gt;
• Pihak pihak lain yang terkait&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Skala Prioritas;&lt;br /&gt;
(skala prioritas merupakan urutan pekerjaan berdasarkan tingkat risiko, dimana pekerjaan yang mempunyai tingkat risiko yang tinggi yang di prioritaskan dalam perencanaan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Upaya pengendalian bahaya&lt;br /&gt;
(Upaya pengendalian bahaya, dilakukan berdasarkan hasil penilaian risiko melalui pengendalian teknis administratif, dan penggunaan alat pelindung diri)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
d. Penetapan sumber daya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
e. Jangka Waktu Pelaksanaan&lt;br /&gt;
(dalam perencanaan setiap kegiatan harus mencakup jangka waktu pelaksanaan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
f. Indikator Pencapaian&lt;br /&gt;
(harus ditentukan parameter yang dapat diukur sebagai dasar penilaian kinerja K3 yang sekaligus merupakan informasi mengenai keberhasilan pencapaian tujuan penerapan SMK3)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
g. Sistem Pertanggung Jawaban&lt;br /&gt;
• Menentukan, menunjuk, mendokumentasikan dan mengkomunikasikan tanggung jawab dan tanggung gugat di bidang K3 dan wewenang untuk bertindak dan menjelaskan hubungan pelaporan untuk semua tingkatan manajemen, pekerja/buruh, kontraktor, subkontraktor, dan pengunjung;&lt;br /&gt;
• Mempunyai prosedur untuk memantau dan mengkomunikasikan setiap perubahan tanggung jawab dan tanggung gugat yang berpengaruh terhadap sistem dan program K3; dan&lt;br /&gt;
• Memberikan reaksi secara cepat dan tepat terhadap kondisi yang menyimpang atau kejadian kejadian lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
Pelaksanaan Rencana K3&lt;/h4&gt;
Pelaksanaan rencana K3 harus dilaksanakan oleh pengusaha dan/atau pengurus perusahaan atau tempat kerja dengan menyediakan sumberdaya manusia yang mempunyai kualifikasi dan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Penyediaan Sumber daya Manusia&lt;br /&gt;
a. Prosedur Pengadaan Sumber Daya Manusia&lt;br /&gt;
b. Konsultasi Motivasi dan Kesadaran&lt;br /&gt;
c. Tanggung Jawab dan Tanggung Gugat&lt;br /&gt;
d. Pelatihan dan kompetensi Kerja&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Menyediakan prasarana dan sarana yang memadai&lt;br /&gt;
a. Organisasi/Unit yang bertanggung jawab di bidang K3&lt;br /&gt;
b. Anggaran&lt;br /&gt;
c. Prosedur operasi/kerja, informasi dan pelaporan serta pencatatan&lt;br /&gt;
d. Instruksi Kerja&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh Struktur Organisasi P2K3&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbXrsdbCcxbgN5uvuZstJ6KwF3THyKzCNB7jlpLZWQezWEnEdnB5CmwBGsrSSim_Gd4h8HeFT1EpehdAkZK4HFWozmeSCTgqm_0Y8mH335aukgl3PbgHcjQtD8fwjwExmkj_nev_2nqPTZ/s1600/smk31.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="532" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbXrsdbCcxbgN5uvuZstJ6KwF3THyKzCNB7jlpLZWQezWEnEdnB5CmwBGsrSSim_Gd4h8HeFT1EpehdAkZK4HFWozmeSCTgqm_0Y8mH335aukgl3PbgHcjQtD8fwjwExmkj_nev_2nqPTZ/s640/smk31.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh Tanggung Jawab dan Wewenang&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFhSRkEkrEpRWFL9XA97zFhUTUpudBJMaK2zAoJqgHzDOstlXXGJRI2O4I56jCXkiQfy9nylsooA7x4n1-cQXTbWHqOpv7H25FSGx2FtQhzhue_PGuRHj4jolfFO3sPwqW2yx56HBhQEIq/s1600/smk32.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFhSRkEkrEpRWFL9XA97zFhUTUpudBJMaK2zAoJqgHzDOstlXXGJRI2O4I56jCXkiQfy9nylsooA7x4n1-cQXTbWHqOpv7H25FSGx2FtQhzhue_PGuRHj4jolfFO3sPwqW2yx56HBhQEIq/s640/smk32.jpg" width="636" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Tindakan pengendalian SMK3 sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.Tindakan pengendalian dilakukan dengan mendokumentasikan dan melaksanakan kebijakan:&lt;br /&gt;
a. Standar bagi tempat kerja&lt;br /&gt;
b. Perancangan pabrik dan bahan&lt;br /&gt;
c. Prosedur dan instruksi kerja untuk mengatur dan mengendalikan kegiatan produk barang dan jasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Pengendalian Risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja dilakukan melalui:&lt;br /&gt;
a. Identifikasi potensi bahaya dengan mempertimbangkan:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;- Kondisi dan kejadian yang dapat menimbulkan potensi bahaya&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;- Jenis kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang mungkin dapat terjadi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
b. Penilaian risiko untuk menetapkan besar kecilnya suatu risiko yang telah diidentifikasi sehingga digunakan untuk menentukan prioritas pengendalian terhadap tingkat risiko kecelakaan atau penyakit akibat kerja&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
c. Tindakan pengendalian dilakukan melalui:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;- Pengendalian teknis/rekayasa yang meliputi Eliminasi, Subtitusi, Isolasi, Ventilasi, Higienitas dan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Sanitasi;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;- Pendidikan dan Pelatihan;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;- Insentif, penghargaan dan motivasi diri;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;- Evaluasi melalui internal audit, penyelidikan insiden dan etiologi;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;- Penegakanhukum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perancangan dan Rekayasa SMK3 meliputi:&lt;br /&gt;
a. Pengembangan;&lt;br /&gt;
b. Verifikasi;&lt;br /&gt;
c. TinjauanUlang;&lt;br /&gt;
d. Validasi;&lt;br /&gt;
e. Penyesuaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memperhatikan unsur-unsur:&lt;br /&gt;
a. Identifikasi potensi bahaya;&lt;br /&gt;
b. Prosedur Penilaian dan Pengendalian Risiko kecelakaan dan Penyakit akibat kerja;&lt;br /&gt;
c. Personel yang memiliki kompetensi dan wewenang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prosedur dan Instruksi kerja harus dilaksanakan dan ditinjau ulang secara berkala terutama jika terjadi perubahan peralatan, proses atau bahan baku yang digunakan oleh personal dengan melibatkan para pelaksana yang memiliki kompetensi kerja dalam menggunakan prosedur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dokumen Informasi dan media pendukungnya (Kertas, Elektronik, Foto,dll)&lt;br /&gt;
Yang termasuk dalam dokumen:&lt;br /&gt;
1. Kebijakan K3 dan sasaran-sasaran&lt;br /&gt;
2. Penjelasan ruang lingkup Sistem Manajemen K3&lt;br /&gt;
3. Penjelasan elemen-elemen inti sistem manajemen&lt;br /&gt;
4. Dokumen dan catatan yang dipersyaratkan oleh K3&lt;br /&gt;
5. Dokumen dan catatan lainnya yang dianggap penting dalam mengimplementasikan K3&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh Pengendalian Dokumen&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmY796DL50KDK8nJGoSxZlig-srnfiLwSreUt-mGTF9G1DbX9ENdwuGuSW4EtRAFyrnNLT5J4ZdGrHj2rt9xSBr6LiV-D-Hk7ZQmq8N0-9AGw4EsBb8898KnBsoii4jlttw4a03bKgma-y/s1600/smk33.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmY796DL50KDK8nJGoSxZlig-srnfiLwSreUt-mGTF9G1DbX9ENdwuGuSW4EtRAFyrnNLT5J4ZdGrHj2rt9xSBr6LiV-D-Hk7ZQmq8N0-9AGw4EsBb8898KnBsoii4jlttw4a03bKgma-y/s640/smk33.jpg" width="536" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Perusahaan yang akan menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lain harus menjamin bahwa perusahaan lain tersebut memenuhi persyaratan K3. Verifikasi terhadap persyaratan K3 tersebut dilakukan oleh personal yang kompeten dan berwenang serta mempunyai tanggungjawab yang jelas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sistem pembelian/pengadaan barang dan jasa harus:&lt;br /&gt;
1. Terintegrasi dalam strategi penanganan pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja&lt;br /&gt;
2. Menjamin agar produk barang dan jasa serta mitra kerja perusahaan memenuhi persyaratan K3&lt;br /&gt;
3. Pada saat barang dan jasa diterima ditempat kerja, perusahaan harus menjelaskan kepada semua pihak yang akan menggunakan barang dan jasa tersebut mengenai identifikasi, penilaian dan pengendalian risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Produk akhir yang diproduksi berupa barang atau jasa dapat dijamin keselamatannya dalam pengemasan, penyimpanan, pendistribusian dan penggunaan serta pemusnahannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Pelaksanaan Rencana K3 Perusahaan &amp;nbsp;juga harus memiliki prosedur sebagai upaya menghadapi keadaan darurat kecelakaan dan bencana industri, yang meliputi:&lt;br /&gt;
a. Penyediaan personil dan fasilitas P3K dengan jumlah yang cukup dan sesuai, sampai mendapat pertolongan medis&lt;br /&gt;
b. Proses perawatan lanjutan.&lt;br /&gt;
Prosedur menghadapi keadaan darurat harus diuji secara berkala oleh personil yang memiliki kompetensi kerja, dan untuk instalasi yang mempunyai bahaya besar harus dikoordinasikan dengan instansi terkait yang berwenang untuk mengetahui kehandalan pada saat kejadian sebenarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam melaksanakan rencana dan pemulihan keadaan darurat, setiap perusahaan harus memiliki prosedur rencana pemulihan keadaan darurat secara cepat untuk mengembalikan pada kondisi yang normal dan membantu pemulihan tenaga kerja yang mengalami trauma.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
Pemantauan dan Evaluasi Kinerja&lt;/h4&gt;
Pemantauan dan Evaluasi Kinerja dapat dilakukan melalui Pemeriksaan, pengujian dan pengukuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemeriksaan, pengujian dan pengukuran harus ditetapkan dan dipelihara prosedurnya sesuai dengan tujuan dan sasaran K3, serta frekuensinya disesuaikan dengan obyek mengacu pada peraturan dan standar yang berlaku, secara umum meliputi :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
a. Personil yang terlibat harus mempunyai pengalaman dan keahlian yang cukup;&lt;br /&gt;
b. Catatan pemeriksaan, pengujian dan pengukuran yang sedang berlangsung harus dipelihara dan tersedia bagi manajemen, tenaga kerja dan kontraktor kerja yang terkait;&lt;br /&gt;
c. Peralatan dan metode pengujian yang memadai harus digunakan untuk menjamin telah terpenuhinya standar K3;&lt;br /&gt;
d. Tindakan Perbaikan harus segera pada saat ditemukan ketidaksesuaian terhadap persyaratan K3 dari hasil pemeriksaan, pengujian dan pengukuran;&lt;br /&gt;
e. Penyelidikan yang memadai harus dilaksanakan untuk menemukan penyebab permasalahan dari suatu&lt;br /&gt;
insiden;&lt;br /&gt;
f. Hasil temuan harus dianalisis dan ditinjau ulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh Pemantauan dan Pengukuran&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8VJA94fkcBotmlgACa61Rew79ucUnQ-pua-_2LaHQteugPAsp7EFxOBYDplnYNCCrbrhSQBM5YL6rthm93q_k0t2GyttlcveSTk9qNH78x75tIPCo_Sl-A_7XG8YEb849-c5EmnNxhK5j/s1600/smk34.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="287" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8VJA94fkcBotmlgACa61Rew79ucUnQ-pua-_2LaHQteugPAsp7EFxOBYDplnYNCCrbrhSQBM5YL6rthm93q_k0t2GyttlcveSTk9qNH78x75tIPCo_Sl-A_7XG8YEb849-c5EmnNxhK5j/s400/smk34.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj57OHb2VyvNekr8p_sOmD3M0tQKgR3Vh8Mwu5Z4zNB0Kgccq_J9xEAM39dm_UTzRYH9ElN6BWLfimC90E0SklWvMJX0ZyBjpe3HXlWzDhbKMppsrVrESwwjnL5IBFycqQxpHFbmXQwWqgX/s1600/smk35.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="142" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj57OHb2VyvNekr8p_sOmD3M0tQKgR3Vh8Mwu5Z4zNB0Kgccq_J9xEAM39dm_UTzRYH9ElN6BWLfimC90E0SklWvMJX0ZyBjpe3HXlWzDhbKMppsrVrESwwjnL5IBFycqQxpHFbmXQwWqgX/s400/smk35.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Audit Internal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Audit Internal SMK3 harus dilakukan secara untuk mengetahui keefektifan penerapan SMK3&lt;br /&gt;
• Audit Internal dilaksanakan secara sistematik dan independen oleh personil yang memiliki kompetensi kerja dengan menggunakan metodologi yang ditetapkan.&lt;br /&gt;
• Audit Internal harus ditentukan berdasarkan tinjauan ulang hasil audit sebelumnya dan bukti sumber bahaya yang didapatkan di tempat kerja. Hasil audit harus digunakan oleh pengurus dalam proses tinjauan ulang manajemen.&lt;br /&gt;
• Hasil temuan dari pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kinerja serta Audit SMK3 harus didokumentasikan dan digunakan untuk tindakan perbaikan dan pencegahan. Pemantauan dan evaluasi kinerja serta audit SMK3 dijamin pelaksanaannya secara sistematik dan efektif oleh pihak manajemen. audit sebelumnya dan bukti sumber bahaya yang didapatkan di tempat kerja. Hasil audit harus digunakan oleh pengurus dalam proses tinjauan ulang manajemen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
Peninjauan dan Peningkatan Kinerja K3&lt;/h4&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Untuk menjamin kesesuaian dan kefektifan yang berkesinambungan guna pencapaian tujuan SMK3, pengusaha dan/atau pengurus perusahaan atau tempat kerja harus:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
1. Melakukan tinjauan ulang terhadap penerapan SMK3 secara berkala&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
2. Tinjauan ulang SMK3 harus dapat mengatasi implikasi K3 terhadap seluruh kegiatan, produk barang dan jasa termasuk dampaknya terhadap kinerja perusahaan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Tinjauan ulang penerapan SMK3, paling sedikit meliputi :&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
1. Evaluasi terhadap kebijakan K3;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
2. Tujuan, sasaran dan kinerja K3;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
3. Hasil temuan audit SMK3;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
4. Evaluasi efektifitas penerapan SMK3, dan kebutuhan untuk pengembangan SMK3.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
Perbaikan dan peningkatan kinerja dilakukan berdasarkan pertimbangan:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
1. Perubahan peraturan perundangan-undangan;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
2. Tuntutan dari pihak yang terkait dan pasar;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
3. Perubahan produk dan kegiatan perusahaan;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
4. Perubahan struktur organisasi perusahaan;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
5. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk epidemologi;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
6. Hasil kajian kecelakaan dan penyakit akibat kerja;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
7. Adanya pelaporan dan/atau&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
8. Adanya saran dari pekerja/buruh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk memahami lebih lanjut dan mendapatkan sertifikasi tentang SMK3, anda bisa mengikuti pelatihan SMK3 dan Auditor SMK3 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan Unggulan, Prashetya Quality. info lebih lanjut kunjungi &lt;a href="http://prashetyaquality.com/?page_id=319" target="_blank"&gt;situs berikut ini.&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/04/sistem-manajement-k3.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbXrsdbCcxbgN5uvuZstJ6KwF3THyKzCNB7jlpLZWQezWEnEdnB5CmwBGsrSSim_Gd4h8HeFT1EpehdAkZK4HFWozmeSCTgqm_0Y8mH335aukgl3PbgHcjQtD8fwjwExmkj_nev_2nqPTZ/s72-c/smk31.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4025501062575980264.post-6462041061115217181</guid><pubDate>Wed, 06 Apr 2016 06:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-04-05T23:50:34.088-07:00</atom:updated><title>Alat Pemadam Kebakaran</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTpIYY3EhBfzGShD2LEjvYoYfepzklIbI40y268yiWjr_EaFExh" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTpIYY3EhBfzGShD2LEjvYoYfepzklIbI40y268yiWjr_EaFExh" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!--[if !mso]&gt;
&lt;style&gt;
v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;
  &lt;o:AllowPNG/&gt;
 &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;

&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Alat
pemadam api adalah alat perlindungan kebakaran aktif yang digunakan untuk
memadamkan api atau mengendalikan kebakaran kecil, umumnya dalam situasi
darurat. Pemadam api tidak dirancang untuk digunakan pada kebakaran yang sudah
tidak terkontrol, misalnya ketika api sudah membakar langit-langit. Umumnya
alat pemadam api terdiri dari sebuah tabung ber tekanan tinggi yang berisi
bahan pemadam api.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ada dua
jenis utama alat pemadam kebakaran : yaitu bertekanan di dalam dan dioperasikan
oleh cartridge. Dalam unit bertekanan di dalam, gas penyembur disimpan pada
ruang yang sama dengan bahan pemadam kebakaran tersebut. Tergantung pada bahan
yang digunakan, jika berbeda maka bahan pendorong yang digunakan juga berbeda.
Pada alat pemadam berisi bahan kimia kering, umumnya digunakan nitrogen; alat
pemadam air dan busa biasanya menggunakan udara. Alat pemadam api bertekanan di
dalam adalah jenis yang paling umum. Sedangkan jenis Alat pemadam yang
dioperasikan Cartridge gas penyembur berisi dalam cartridge yang terpisah yang
harus ditekan lebih dulu sebelum mengalir keluar, mendorong bahan pemadam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Jenis ini
tidak seperti biasa, digunakan terutama untuk fasilitas industri, di mana
memerlukan penggunaan dengan kemampuan yang lebih tinggi dari yang biasa. serta
memiliki keuntungan karena lebih sederhana sehingga memungkinkan pemakai untuk
cepat melaksanakan pemadaman, hingga mampu mengendalikan api dalam kurun waktu
yang cepat. Tidak seperti jenis bertekanan di dalam yang menggunakan nitrogen,
alat pemadam ini menggunakan pendorong karbon dioksida bukan nitrogen, meskipun
model cartridge nitrogen juga kadang digunakan pada temperatur rendah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:EnableOpenTypeKerning/&gt;
   &lt;w:DontFlipMirrorIndents/&gt;
   &lt;w:OverrideTableStyleHps/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;
   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0in;
 mso-para-margin-right:0in;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0in;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:"Calibri","sans-serif";
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;
  &lt;o:AllowPNG/&gt;
 &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves&gt;false&lt;/w:TrackMoves&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:EnableOpenTypeKerning/&gt;
   &lt;w:DontFlipMirrorIndents/&gt;
   &lt;w:OverrideTableStyleHps/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;
   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;
   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"
  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"
  LatentStyleCount="267"&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"
   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:"Table Normal";
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-parent:"";
 mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0in;
 mso-para-margin-right:0in;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0in;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:"Calibri","sans-serif";
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=4025501062575980264" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=4025501062575980264" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Kelas kebakaran: Ada tiga kelas dasar kebakaran. Semua alat
pemadam kebakaran diberi label dengan simbol standar untuk kelas kebakaran yang
dapat dipadamkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center"&gt;
&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="10" class="MsoNormalTable" style="mso-cellspacing: 7.5pt; mso-padding-alt: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;"&gt;
  &lt;td style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 3; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;Kelas A&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: right;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 1;"&gt;
  &lt;td colspan="2" style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Kebakaran pada medium padat yang
  mudah terbakar seperti kayu, kain, kertas, karet, dan banyak plastik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 2;"&gt;
  &lt;td style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 3; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;Kelas B&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: right;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 3;"&gt;
  &lt;td colspan="2" style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Cairan mudah terbakar seperti
  bensin, minyak, lemak, tar, cat berbahan dasar minyak, pernis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 4;"&gt;
  &lt;td style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 3; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;Kelas C&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: right;"&gt;
&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 5; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;
  &lt;td colspan="2" style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Peralatan listrik termasuk kabel,
  kotak sekering, pemutus sirkuit, komputer, dan gas yang mudah terbakar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 2;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt;"&gt;Mengetahui
tentang isi alat pemadam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center"&gt;
&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="10" class="MsoNormalTable" style="mso-cellspacing: 7.5pt; mso-padding-alt: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt; mso-yfti-tbllook: 1184;"&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;"&gt;
  &lt;td colspan="2" style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 3; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOxJlE0GU9xMa-LHttDztVPegIeiqeKi8fLcG1R9oK8lzhTuSwps41vbTqgzkjKFGuZNZwc7qNltCATZ2sK8uMWdtk_QLTm3YSbK7LL6mOnaQ5aWFEvrjDZf_HitmD998xKMaDFURLeR4r/s200/Tabung+Powder.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;Dry Chemicals Powder&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOxJlE0GU9xMa-LHttDztVPegIeiqeKi8fLcG1R9oK8lzhTuSwps41vbTqgzkjKFGuZNZwc7qNltCATZ2sK8uMWdtk_QLTm3YSbK7LL6mOnaQ5aWFEvrjDZf_HitmD998xKMaDFURLeR4r/s200/Tabung+Powder.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOxJlE0GU9xMa-LHttDztVPegIeiqeKi8fLcG1R9oK8lzhTuSwps41vbTqgzkjKFGuZNZwc7qNltCATZ2sK8uMWdtk_QLTm3YSbK7LL6mOnaQ5aWFEvrjDZf_HitmD998xKMaDFURLeR4r/s200/Tabung+Powder.JPG" width="127" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td rowspan="2" style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 1;"&gt;
  &lt;td style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Klasifikasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;: Multifungsi / segala jenis
  kategori (Benda zat Padat, zat Cair, dan zat Gas)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 2;"&gt;
  &lt;td colspan="2" style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 3; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;CO2&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZQCJHRW6gHIOP3ltQrvlw9i15zwPBQlSaSEoINYrgZeUvGXVXf03v-EFNskwcI7X5NHo9In42fk71q0BVH7IWqDNEVdUNflIYVxEJ5XtIEVrEGJi2PTuQNE2GdzH_eTwYAtMuwJ1t1qHS/s200/Tabung+CO2.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZQCJHRW6gHIOP3ltQrvlw9i15zwPBQlSaSEoINYrgZeUvGXVXf03v-EFNskwcI7X5NHo9In42fk71q0BVH7IWqDNEVdUNflIYVxEJ5XtIEVrEGJi2PTuQNE2GdzH_eTwYAtMuwJ1t1qHS/s200/Tabung+CO2.JPG" width="100" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td rowspan="2" style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 3;"&gt;
  &lt;td style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Klasifikasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;: Gas, Mesin, Minyak, dan
  Perlengkapan Kelistrikan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 4;"&gt;
  &lt;td colspan="2" style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 3; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;Foam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicPZ-0_ZNsUePff3NeR7VW2bk-EHBLntWPiu1gfEwQm3g4YLGqtVXvq8vwGSeISnrNgrovZoK_5Tt2v_IPvNgbQuWOOAuw8YS0vwpq9yTDKK8hvqGhvrRSVdq2zMbbB9FjROW8sfaW9PoY/s200/Tabung+Foam.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicPZ-0_ZNsUePff3NeR7VW2bk-EHBLntWPiu1gfEwQm3g4YLGqtVXvq8vwGSeISnrNgrovZoK_5Tt2v_IPvNgbQuWOOAuw8YS0vwpq9yTDKK8hvqGhvrRSVdq2zMbbB9FjROW8sfaW9PoY/s200/Tabung+Foam.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td rowspan="2" style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 5;"&gt;
  &lt;td style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Klasifikasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;: Kertas, Kayu, Kain,
  Bensin/Minyak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 6;"&gt;
  &lt;td colspan="2" style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 3; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;Halotron / NAF / AF 11&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;&lt;a href="http://www.approvedprotection.com/wpaps/wp-content/uploads/2013/03/halotron.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.approvedprotection.com/wpaps/wp-content/uploads/2013/03/halotron.jpg" height="200" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td rowspan="2" style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="mso-yfti-irow: 7; mso-yfti-lastrow: yes;"&gt;
  &lt;td style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Klasifikasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style="padding: 3.75pt 3.75pt 3.75pt 3.75pt;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;: Segala Jenis Kategori, dan Tidak
  Meninggalkan Sisa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 2;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt;"&gt;Menentukan
ukuran APAR yang sesuai untuk Anda&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5hn7boK-P1IB_q4pdkJx_L3XyB5DYSjP-Gj5Y9prWBbnZNbIF0l1ct1j9uOMMVVxVeaa7sv2GvmN38CkYpwhMiMGF334C12ZGdTblZMLM0B6lQZ7o3rE_TJanr6-Z2O09fGeA9DifdvV5/s800/Ukuran+Tabung+Alat+Pemadam.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="127" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5hn7boK-P1IB_q4pdkJx_L3XyB5DYSjP-Gj5Y9prWBbnZNbIF0l1ct1j9uOMMVVxVeaa7sv2GvmN38CkYpwhMiMGF334C12ZGdTblZMLM0B6lQZ7o3rE_TJanr6-Z2O09fGeA9DifdvV5/s800/Ukuran+Tabung+Alat+Pemadam.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 3;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;1-2
Kg&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12.0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Terbaik untuk: ditempatkan di dalam mobil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 3;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;3-5
Kg&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12.0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Terbaik untuk: rumah tinggal, kamar, dan ruangan kantor yang
bersekat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 3;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;6-15
Kg&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12.0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Terbaik untuk:&lt;br /&gt;
• Garasi atau workshop di rumah, di mana api mungkin bertambah besar sebelum
terlihat.&lt;br /&gt;
• Koridor dan Aula gedung.&lt;br /&gt;
• Ruang Elektrikal, Genset, dan Panel Listrik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 3;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.5pt;"&gt;20
Kg ++&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12.0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Terbaik untuk: Industri, Area Produksi, dan Gardu Listrik&lt;br style="mso-special-character: line-break;" /&gt;
&lt;br style="mso-special-character: line-break;" /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; mso-outline-level: 2;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 18.0pt;"&gt;Cara
Menghitung Kebutuhan dan Menempatan Pemadam Berdasarkan Luas Bangunan/Area&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Untuk menghitung jumlah kebutuhan
Tabung Alat Pemadam yang akan kita aplikasikan pada area dengan luas area
tertentu, kita bisa mengikuti acuan dari National Fire Protection Association
(NFPA), NFPA 10 : Tentang Standarisasi Alat Pemadam Portable.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Dalam hal tersebut, menjelaskan
bagaimana menghitung kebutuhan, dan peletakan/posisi tabung Portable APAR,
serta cara pemeliharaannya. selain itu, pemerintahan membuat aturan seperti hal
tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Suatu aturan yang banyak dalam hal
men-standarisasi-kan, guna mengantisipasi dan mencegah terjadinya kebakaran
lebih besar pada bangsa Indonesia, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi
yang memberi aturan, tentang adanya Syarat Pemasangan dan Perawatan Alat Pemadam
Api Ringan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Tabung Pemadam Api Ringan ( APAR ),
peletakkan terbaik di setiap tempat area yang disekitarnya terdekatnya terdapat
barang yang berharga dan yang bahwasanya pada tempat tersebut juga berpeluang
terjadinya kebakaran. Jadi baiknya, jika disetiap area pada lingkungan tempat
Anda disediakan Alat Tabung Pemadam, sebagai proteksi sejak dini dari bahaya
terjadinya kebakaran.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Tetapi walau seperti itu, sesuai
peraturan dari pihak Dinas Pemadam Kebakaran ( DAMKAR ), peletakan pada setiap
tabung, disesuaikan pada luasan area ataupun ruangan yang akan dicover.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12.0pt;"&gt;
&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Perkantoran, Koridor, Aula&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1D5zBF8NCdrcRIjLRNYj5FLzHegEmM-QL9s3ZbzzzsHE32uV5DcrCV5Jn_uVpYsYT7PaWVTTOqCCy-BgnwOVUqhn4JiNJoGOVYxVkcACHuVxhuTAt6rgd47oA5g7N5wr_VZ_pUB8sGCZh/s300/Penempatan+APAR+di+Koridor.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1D5zBF8NCdrcRIjLRNYj5FLzHegEmM-QL9s3ZbzzzsHE32uV5DcrCV5Jn_uVpYsYT7PaWVTTOqCCy-BgnwOVUqhn4JiNJoGOVYxVkcACHuVxhuTAt6rgd47oA5g7N5wr_VZ_pUB8sGCZh/s300/Penempatan+APAR+di+Koridor.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Contohnya untuk setiap luas ruang
200 M2, harus disediakannya 1 unit tabung Alat Pemadam Api Ringan type Dry
Chemical Powder / Serbuk ( ABC ) dengan kapasitas 6 Kilogram ( Kg ). Dengan
jarak per-tiap unit, interval 20 meter. Ini berlaku untuk ruangan
terbuka/ruangan terusan, misalnya seperti koridor atau aula. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12.0pt;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Ruangan Berpartisi, Ruang Kantor, Kamar Tidur&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijOLO_xBUHCT1hG2mbJL27EPK6VhBFY7W5wk1U-tm4KgxNg1MLE7oy9gVuZqmG_rwoYQQG-45jrXLmmm7bT4Xd_NvlEIKXarohd8cgH88bQsuZZ5WrCMwchlrxkcRblRLft_IbnKiPgkvN/s300/Penempatan+APAR+di+Kantor.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijOLO_xBUHCT1hG2mbJL27EPK6VhBFY7W5wk1U-tm4KgxNg1MLE7oy9gVuZqmG_rwoYQQG-45jrXLmmm7bT4Xd_NvlEIKXarohd8cgH88bQsuZZ5WrCMwchlrxkcRblRLft_IbnKiPgkvN/s300/Penempatan+APAR+di+Kantor.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Untuk ruangan bersekat, seperti
ruangan kerja pada kantor, ruangan kamar tidur ataupun ruangan yg mendekati,
disarankan untuk menyiapkan 1 unit Tabung Alat Pemadam Kebakaran Api Ringan (
APAR ) type ABC berkapasitas ukuran 3 Kg. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Ruang Elektrikal, Genset, Panel
Listrik&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Selanjutnya beralih ke ruangan/area
Mekanikal &amp;amp; Elektrical. Untuk area berskala kecil, cukup menyediakan 1 unit
tabung type ABC Dry Chemical Powder berkapasitas 4 Kg, dan 1 unit tabung Alat
Pemadam Api type Carbon Dioxide CO2 berkapasitas 6,8 Kg. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Industri, Area Produksi, Gardu
Listrik&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Ruangan seperti ini, sangat
berpotensi besar untuk terjadinya kebakaran. Apabila melihat dari sudut pandang
sisi pengoperasiannya, aktifitas / aliran arus listrik dan hawa panas yang
terja terus menerus, sangat berpeluang besar adanya kebakaran. Untuk
Mengantisipasi kejadian tersebut, memang sudah selayaknya untuk menyediakan sarana
pencegahan sejak dini dari hal bahaya kebakaran. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Kami menyarankan untuk menggunakan
paling tidak 1 unit APAR type Dry Chemical Powder/ serbuk ( ABC ) dengan
kapasitas 9 Kg, 1 pc Alat Pemadam Fire Extinguisher Trolley Wheeled ( Trolley
Beroda ) type Dry Chemical Powder ( ABC ) berkapasitas 50 Kilogram ( Kg ), dan
1 pc Alat Pemadam Fire Extinguisher Trolley Wheeled type Carbon Dioxide (CO2)
berkapasitas 9 Kg. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Selain itu perlu juga untuk
diperhatikan masalah peletakan setiap tabung Alat Pemadam tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol start="1" type="1"&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Disetiap unit, hendaklah diberi label berupa stiker
     yang mudah terlihat dan terbaca.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Diletakkan di setiap akses pintu keluar, akses turun
     pintu tangga darurat atau ditempat yang dianggap setrategis, mudah untuk
     dijangkau dalam waktu yang efisien.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , &amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;"&gt;Apabila tabung Pemadam digantung / diletakan di dinding
     menggunakan bracket gantung, jarak ideal adalah pada ketinggian 120 cm
     dari lantai.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=4025501062575980264" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=4025501062575980264" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Sumber: wikipedia, alat-pemadam org&lt;/div&gt;
</description><link>http://k3trainingcentre.blogspot.com/2016/04/alat-pemadam-kebakaran.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOxJlE0GU9xMa-LHttDztVPegIeiqeKi8fLcG1R9oK8lzhTuSwps41vbTqgzkjKFGuZNZwc7qNltCATZ2sK8uMWdtk_QLTm3YSbK7LL6mOnaQ5aWFEvrjDZf_HitmD998xKMaDFURLeR4r/s72-c/Tabung+Powder.JPG" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item></channel></rss>