<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7410705245713030698</id><updated>2024-11-01T03:42:43.204-07:00</updated><category term="motivasi"/><category term="kisah"/><category term="cerita"/><category term="dijaminmurah.com"/><category term="ilmiah"/><category term="inspirasi"/><category term="islami"/><category term="kisah dan hikmah"/><category term="tips"/><title type='text'>Kampung Pencerahan</title><subtitle type='html'>media pencerahan dan perubahan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7410705245713030698/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7410705245713030698.post-8069052455027099607</id><published>2009-10-12T04:39:00.000-07:00</published><updated>2009-10-12T04:44:10.711-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="inspirasi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="motivasi"/><title type='text'>Video Inspirasi dari Penyandang Cacat</title><content type='html'>&lt;object width=&quot;425&quot; height=&quot;344&quot;&gt;&lt;param name=&quot;movie&quot; value=&quot;http://www.youtube.com/v/ACVe7aegKpI&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;&quot;&gt;&lt;param name=&quot;allowFullScreen&quot; value=&quot;true&quot;&gt;&lt;param name=&quot;allowscriptaccess&quot; value=&quot;always&quot;&gt;&lt;embed src=&quot;http://www.youtube.com/v/ACVe7aegKpI&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;&quot; type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; allowscriptaccess=&quot;always&quot; allowfullscreen=&quot;true&quot; width=&quot;425&quot; height=&quot;344&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Subhanallah.. melihat video ini, saya jadi berfikir, apa artinya sebuah kesempurnaan tubuh tanpa sebuah prestasi. Prestasi kebaikan tentunya. Dapat kita lihat betapa keterbatasan tubuh yang mereka punya tidak menghalanginya untuk berprestasi. Ya..kuncinya adalah motivasi dalam diri kita… Sesempurna apapun tubuh kita tanpa motivasi yang kuat untuk berprestasi tentu tidak akan pernah kita dapatkan prestasi itu. Dan sebaliknya keterbatasan tubuh tidak akan pernah menjadi penghalang untuk berprestasi ketika motivasi selalu menghujam dengan kuat dalam tubuh kita. Sahabat… sudahkan kita punya presatasi kebaikan di dunia ini, yang akan menjadi bekal kita menghadap Ilaahi?... Selama berprestasi…
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Untuk cara donwload video lihat &lt;/span&gt;&lt;a style=&quot;font-style: italic;&quot; href=&quot;http://free-downloadgratis.blogspot.com/2009/08/download-gratis-youtube-video.html&quot;&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;

&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/feeds/8069052455027099607/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/2009/10/video-inspirasi-dari-penyandang-cacat.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7410705245713030698/posts/default/8069052455027099607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7410705245713030698/posts/default/8069052455027099607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/2009/10/video-inspirasi-dari-penyandang-cacat.html' title='Video Inspirasi dari Penyandang Cacat'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7410705245713030698.post-3330164811629591673</id><published>2009-10-01T15:33:00.000-07:00</published><updated>2009-10-01T15:41:07.964-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah dan hikmah"/><title type='text'>Api dan Asap (Memahami arti musibah)</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwQgPugVVFdqgK8YknsF4AMzxGmyfMCCKsVxJv1w3shP4OoWawnBJaRQA3Nf2kWfYwQjqgocrite-VXWtr-IKjCfKmsqoUkrTV7MzfT6Uvd-6dss8ZqXDD5Y6cQFnaf3xJdIRGBQU1WVwy/s1600-h/kapal.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 189px; height: 143px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwQgPugVVFdqgK8YknsF4AMzxGmyfMCCKsVxJv1w3shP4OoWawnBJaRQA3Nf2kWfYwQjqgocrite-VXWtr-IKjCfKmsqoUkrTV7MzfT6Uvd-6dss8ZqXDD5Y6cQFnaf3xJdIRGBQU1WVwy/s320/kapal.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5387764281946731346&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Suatu ketika ada kapal tenggelam akibat diterjang badai. Tak ada penumpangnya yang tersisa. Kecuali, satu orang yang berhasil mendapatkan pelampung. Namun, nasib baik belum seutuhnya berpihak kepada pria itu. Dia terdampar di sebuah pulau kecil tak berpenghuni. Sendiri. Tanpa bekal makanan.
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Orang itu berdoa kepada Tuhan minta diselamatkan. Usai berdoa, ia pandangi penjuru cakrawala. Berharap kapal dating. Tapi, tak ada tanda-tanda ada kapal yang diharapkan tiba. Ia berdoa lagi lebih khusyuk. Kemudian, menatap jauh ke laut lepas. Tidak ada kapal dating. Sekali lagi pria itu berdoa, tapi tak ada juga kapal yang diharapkan. Ya, pulau tempatna terdampar terlalu terpencil. Hampir tidak ada kapal lewat di dekatnya.
Akhirnya, pria itu tidak berdoa lagi. Ia telah lelah berharap. Lalu, ia menghangatkan badan. Dikumpulkannya pelepa nyiur untuk membuat perapian. Setelah tubuhnya terasa nyaman, pria membuat rumah-rumahan sekedar tempat melepas lelah. Disusunnya semua nyiur dengan cermat agar bangunan kokoh dan dapat bertahan lama.
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Keesokan harinya, pria malang ini mencari makanan. Dicarinya buah-buahan untuk mengganjal perutnya yang lapar. Semua pelosok dijelajahi hingga kemudian kembali ke gubuknya. Namun, ia terkejut. Semuanya telah hangus terbakar, rata dengan tanah. Hampir tak tersisa. Gubuk itu terbakar karena pria itu lupa memadamkan perapian. Asap membumbung tinggi ke angkasa. Hilanglah semua kerja keras semalaman.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Pria itu berteriak marah, “Tuhan, mengapa Kau lakukan ini padaku. Mengapa? Mengapa…? Teriaknya melengking menyesali nasib.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Tiba-tiba terdengar suara peluit. Tuittt…tuuitt.. Ternyata itu suara sebauah kapal yang sedang mendekat. Kapal itu merapat ke pantai. Beberapa orang turun menghampiri pria yang sendang menangisi gubuknya itu.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Tentu saja pria itu terkejut. “Bagaimana kalian bisa tahun kalau aku ada disini?’ tanyanya penuh keheranan.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;“Kami melihat symbol asapmu!’ jawab seorang awak kapal.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Teman, itulah kita. Kita adalah orang yang manja dan pemarah saat ditimpa musibah. Bahkan, selalu menilai bahwa nestapa yang kita terima adalah penderitaan yang begitu berat dan tak pernah dirasakan oleh siapapun. Itulah sebabnya kenapa kita begitu mudah mengeluh, marah, bahkan mengumpat.&lt;/span&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center; font-style: italic;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Teman, tentu sikap itu tidak tepat. Seharusnya musibah tidak boleh membuat kita kehilangan hati kita. Tuhan harus selalu ada di hati kita, walau dalam keadaan yang paling berat sekalipun. Sebab, Tuhan itu tidak tidur. Ia tahu beul kegelisahan dan jeritan hati kita. Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan kasih-Nya selalu datang kepada kita. Pada saat dan cara yang tidak disangka-sangka. Hanya saja kita terlalu kerdil untuk memahaminya.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;  style=&quot;font-size:78%;&quot;&gt;Sumber : Buku Kekuatan Cinta karya Irfan Toni Herlambang&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:78%;&quot;&gt;.  Gambar diambil dari Kompas.com&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot; id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Turut berduka cita atas musibah gempa di Sumatra, semoga Allah memberikan kekuatan untuk memahami makna musibah itu dan kita ikhlas menjalaninya sebagai salah satu takdir Yang Maha Kuasa.&lt;/span&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/feeds/3330164811629591673/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/2009/10/api-dan-asap-memahami-arti-musibah_01.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7410705245713030698/posts/default/3330164811629591673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7410705245713030698/posts/default/3330164811629591673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/2009/10/api-dan-asap-memahami-arti-musibah_01.html' title='Api dan Asap (Memahami arti musibah)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwQgPugVVFdqgK8YknsF4AMzxGmyfMCCKsVxJv1w3shP4OoWawnBJaRQA3Nf2kWfYwQjqgocrite-VXWtr-IKjCfKmsqoUkrTV7MzfT6Uvd-6dss8ZqXDD5Y6cQFnaf3xJdIRGBQU1WVwy/s72-c/kapal.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7410705245713030698.post-8544568426402900298</id><published>2009-09-16T06:54:00.000-07:00</published><updated>2009-09-16T07:04:17.097-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah"/><title type='text'>Paku dan Marah</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCAEV3AxzmVGLWMR6dTQC6fCSjO7lkpKj4msS-SjuwNwVRqSQ1C4_1CBHjEsQAwGB3JWDBcYPk-A8blYkoto_G_nj89NsIMNzxZhWvl2EmhXttIzXIPceCb3aP3wlC8M5ljPZx027h8Kw4/s1600-h/paku.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 232px; height: 162px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCAEV3AxzmVGLWMR6dTQC6fCSjO7lkpKj4msS-SjuwNwVRqSQ1C4_1CBHjEsQAwGB3JWDBcYPk-A8blYkoto_G_nj89NsIMNzxZhWvl2EmhXttIzXIPceCb3aP3wlC8M5ljPZx027h8Kw4/s320/paku.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5382065486334389842&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Ayahnya berusaha keras untuk membuang sifat buruk anaknya. Suatu hari ia memanggil anaknya dan memberinya sekantong paku. Paku? Ya, paku !
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sang anak heran. Tapi, bibir ayahnya justru membentuk senyum bijak. Dengan suaranya yang lembut ia berkata kepada anaknya agar memakukan sebuah paku dipagar belakang rumah setiap kali marah. Ajaib!
Di hari pertama, sang anak menancapkan 48 paku ! Begitu juga hari kedua, ketiga dan beberapa hari selanjutnya. Tapi, tak berlangsung lama. Setelah itu jumlah paku yang tertancap berkurang secara bertahap. Ia menemukan fakta bahwa lebih mudah menahan amarahnya dari pada memakukan begitu banyak paku ke pagar.
Akhirnya, kesadaran itu membuahkan hasil. Si anak telah bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabaran. Ia bergegas memberitahukan hal itu kepada ayahnya. Sang ayah tersenyum. Kemudian meminta si anak agar mencabut satu paku untuk setiap hari di mana dia tidak marah.
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya berhasil mencabut semua paku yang pernah ditancapkannya. Ia bergegas melaporkan kabar gembira kepada ayahnya. Sang Ayah bangkit dari duduknya dan menuntun si anak melihat pagar di belakang rumah itu.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;“Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku. Tapi, lihatlah lubang-lubang dipagar ini. PAgar ini tidak akan pernah sama seperti sebelumnya,” kata si ayah bijak.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Sang ayah sengaja memotong kalimatnya pendek-pendek agar si anak bisa mencerna maksudnya dengan baik. Si anak menatap ayahnya dengan sikap menunggu apa kelanjutan ujaran anaknya itu.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;“ Ketika kamu melontarkan sesuatu dalam kemarahan, kata-katamu itu meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain. Kamu dapat menusukkan pisau kepada seseorang, lalu mencabut pisau itu. Tetapi, tidak peduli brapa kali kamu akan meminta maaf, luka itu akan tetap ada. Dan, luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik, “ ucap sang ayah lembut namun sarat.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Sang anak membalas tatapan lembut ayahnya dengan mata berkaca-kaca. Pelajaran yang diberikan ayahnya begitu tajam menghujam relung hatinya.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Teman, saling memaafkan mungkin bisa mengobati banyak hal. Tapi, akan sirna maknanya saat kita mengulang kesalahan serupa. Padahal, lubang bekas cabutan paku yang sebelumnya masih menganga. Jadi berhati-hatilah teman. Semoga Allah melembutkan hati kita dan menghiasinya dengan sifat sabar tanpa tepi. Aamiin.&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot; id=&quot;fullpost&quot;&gt;Diambil dari Buku : Kekuatan Cinta karya Irfan Toni Herlambang&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/feeds/8544568426402900298/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/2009/09/paku-dan-marah.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7410705245713030698/posts/default/8544568426402900298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7410705245713030698/posts/default/8544568426402900298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/2009/09/paku-dan-marah.html' title='Paku dan Marah'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCAEV3AxzmVGLWMR6dTQC6fCSjO7lkpKj4msS-SjuwNwVRqSQ1C4_1CBHjEsQAwGB3JWDBcYPk-A8blYkoto_G_nj89NsIMNzxZhWvl2EmhXttIzXIPceCb3aP3wlC8M5ljPZx027h8Kw4/s72-c/paku.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7410705245713030698.post-5138730406757440016</id><published>2009-09-08T05:46:00.000-07:00</published><updated>2009-09-08T05:53:01.141-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ilmiah"/><title type='text'>Tahukah Anda</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaxEQZRjQupQoq66LEZ99jaeOucdRQ38DOVCMzk1jgQMME3OK81b8_c__GYuMhNy2iLm2-cWrcG9VV7W4zhfufWWLFcxCrVd4DRi0n7GyzpzM_vKaejB6zpCCowq6C2hyphenhyphen-kBxgAZnYCtnR/s1600-h/26-10-honeybee.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 209px; height: 259px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaxEQZRjQupQoq66LEZ99jaeOucdRQ38DOVCMzk1jgQMME3OK81b8_c__GYuMhNy2iLm2-cWrcG9VV7W4zhfufWWLFcxCrVd4DRi0n7GyzpzM_vKaejB6zpCCowq6C2hyphenhyphen-kBxgAZnYCtnR/s320/26-10-honeybee.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5379078650971369314&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Ada keajaiban yang sangat penting tersembunyi dalam benang laba-laba. Benang berdiameter kecil dari 1/1000 milimieter ini lima kali lebih kuat daripada kawat baja dengan ketebalan yang sama. Benang ini juga sangat ringan. Untuk melingkari bumi, hanya diperlukan benang laba-laba seberat 320 gram saja.
&lt;/div&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Elang memiliki mata begitu tajam sehingga ketika terbang ribuan meter di udara, ia dapat mengamati keadaan di permukaan tanah dengan sempurna. Seperti pesawat tempur yang mendeteksi sasaran dari jarak ribuan meter, begitulah elang melihat mangsa. Ia mampu menangkap perubahan warna dan pergerakan yang sangat kecil di bawahnya. Mata elang memiliki sudut penglihatan 300 derajat dan dapat memperbesar bayangan sekitar enam hingga delapan kali. Elang dapat melihat tanah seluas 30.000 hektar ketika terbang pada ketinggian 4.500 meter. Ia juga dapat dengan mudah melihat seekor kelinci yang bersembunyi di antara sela-sela rumput pada ketinggian 1.500 meter. &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Lebah menghasilkan madu lebih banyak daripada yang dibutuhkannya dan menyimpan di sarang. Semua orang sangat mengenal struktur heksagonal sarang lebah. Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa sarang lebah berbentuk heksagonal, bukan oktagonal atau pentagonal? &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Para ahli matematika yang mencari jawaban pertanyaan itu mencapai kesimpulan menarik: “Heksagon adalah bentuk geometri paling tepat untuk penggunaan maksimum suatu ruang.” Sel berbentuk heksagonal membutuhkan jumlah lilin minimum, tetapi mampu menyimpan madu dalam jumlah maksimum. Jadi, lebah menggunakan struktur sarang yang paling tepat. Metode yang digunakan untuk membangunnya pun sangat menakjubkan: lebah-lebah memulainya dari dua atau tiga tempat berbeda dan menjalin sarangnya secara serentak dengan dua atau tiga deretan. Meskipun memulai dari tempat yang berbeda-beda, lebah yang jumlahnya banyak ini membuat heksagon-heksagon identik, kemudian menjalinnya jadi satu dan bertemu di tengah-tengah. Titik-titik sambungnya dipasang dengan begitu terampil sehingga tidak ada tanda-tanda telah digabungkan.&lt;/span&gt; Allahu Akbar !!!
&lt;/div&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Sumber : The Evolution Deceit, Harun Yahya
Gambar dari &lt;a href=&quot;http://ceritakulucu.wordpress.com/2009/06/07/fakta-fakta-mengagumkan-tentang-lebah/&quot;&gt;ceritalucu.wordpres.com&lt;/a&gt;
&lt;/span&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/feeds/5138730406757440016/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/2009/09/tahukah-anda.html#comment-form' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7410705245713030698/posts/default/5138730406757440016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7410705245713030698/posts/default/5138730406757440016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/2009/09/tahukah-anda.html' title='Tahukah Anda'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaxEQZRjQupQoq66LEZ99jaeOucdRQ38DOVCMzk1jgQMME3OK81b8_c__GYuMhNy2iLm2-cWrcG9VV7W4zhfufWWLFcxCrVd4DRi0n7GyzpzM_vKaejB6zpCCowq6C2hyphenhyphen-kBxgAZnYCtnR/s72-c/26-10-honeybee.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7410705245713030698.post-378420286223938444</id><published>2009-09-05T09:18:00.000-07:00</published><updated>2009-09-05T09:23:08.984-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="motivasi"/><title type='text'>Kupu-kupu dan Kebahagian</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAxdw0SE9l7bw7KHuPL0i9ziPW8nW7VBZqy7kHmNIY20ynmeQeeCQ0-hWQn659VimqIWn3tVf9JU0CrsqScyO8i18w0OIoyTVGpbQP4MWPavXO_g1S92U4Sk7RMmxFZk7IQ70iGST9pCd2/s1600-h/kupu.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 199px; height: 200px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAxdw0SE9l7bw7KHuPL0i9ziPW8nW7VBZqy7kHmNIY20ynmeQeeCQ0-hWQn659VimqIWn3tVf9JU0CrsqScyO8i18w0OIoyTVGpbQP4MWPavXO_g1S92U4Sk7RMmxFZk7IQ70iGST9pCd2/s320/kupu.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5378019458559683538&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Ada seorang pemuda di pinggir telaga. Ia terlihat sedang melamun. Matanya melihat hamparan air dihadapannya. Semua tempat telah dilewatinya, namun tidak satupun tempat membuatnya puas. Ia semakin sedih hingga ada seorang yang menyapanya.
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sedang apa kau disini anak muda ?” Tanya orang itu. Rupanya suara seorang tua. “Apa yang kau risaukan?’
Anak muda itu menoleh. Aku lelah, pak tua. Telah berkilometer jarak yang kutempuh untuk mencari kebahagiaan, namun tak juga kutemukan rasa itu dalam diriku. Aku telah berlari melewati gunung dan lembah, tapi tak ada tanda kebahagiaan yang hadir dalam diriku. Kemanakah aku harus mencarinya? Kapan akan kutemukan kebahagiaan itu.
Seorang tua duduk di samping pemuda itu. Ia mendengarkan keluhan pemuda itu dengan penuh perhatian. Dipandanginya wajah pemuda itu. Lalu, ia berkata, “ Di sana ad ataman. Jika kau ingin jawabannya, tangkaplah seekor kupu-kupu untukku.
Pemuda itu melihat orang tua itu, seakan tidak percaya. Orang tua itu mengganggukkan kepalanya, “Ya tangkapkan kupu-kupu untukku dengan tanganmu,” kakek itu mengulang kalimatnya.
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Perlahan pemuda itu bangkit. Ia berjalan menuju taman yang ditunjukkan orang tua itu. Di taman ia menemukan pohon-pohon dan bunga-bunga yang sedang mekar. Dan di sana banyak kupu-kupu yang sedang terbang. &lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Anak muda itu mulai bergerak untuk menangkap kupu-kupu. Ditujunya sebuah sasaran. Pelan-pelan ia tangkap. Hap, ternyata kupu-kupu itu lepas dan terbang. Ia segera mengejarnya. Ia tidak mau kehilangan buruannya. Sekali lagi tangannya menyambar. Hap, gagal lagi.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Pemuda itu mulai berlari tidak beraturan. Menerjang ke sana dan ke sini. Gerakannya semakin liar. &lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Beberapa jam kemudian beluam ada tanda-tanda pemuda itu akan berhenti. Belum ada kupu-kupu yang tertangkap. Pemuda itu mulai lelah. Nafasnya memburu, dadanya bergerak naik turun dengan cepat. Tiba-tiba ada teriakan, “ Berhenti dulu anak muda. Istirahatlah. Ternyata orang tua yang berteriak. Ia berjalan pelan. Tapi lihatlah ! Ada sekumpulan kupu-kupu terbang di kedua sisinya. Beberapa hinggap di tubuh tua itu. &lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Begitukah caramu mengejar kebahagiaan ? Berlari dan menerjang? Menabrak tak tentu arah, menerobos tanpa peduli apa yang kau rusak?”. Orang tua menatap pemuda itu. “ Nak, mencari kebahagiaan itu seperti menangkap kupu-kupu. Semakin kau terjang, semakin ia akan menghindar. Semakin kau buru, semakin pula ia pergi dari dirimu.”&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Tangkaplah kupu-kupu itu di dalam hatimu. Karena kebahagiaan itu bukan benda yang apat kau genggam atau sesuatu yang dapat kau simpan. Carilah kebahagiaan itu dalam hatimu. Ia tidak akan lari kemana-mana. Bahkan tanpa kau sadari kebahagiaan itu sering datang sendiri..&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Teman…&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Benar mencari kebahagiaan layaknya menangkap kupu-kupu. Sulit bagi mereka yang terlalu bernafsu. Tapi mudah bagi yang tahu apa yang mereka cari. Kita dapat mengejarnya dengan berlari kencang ke seluruh penjuru arah. Kita juga dapat meraihnya dengan bernafsu seperti menangkap buruan yang dapat kita makan setelah mendapatkannya.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Namun, kita belajar. Kita belajar bahwa kebahagiaan itu tidak didapat dengan cara-cara seperti itu. Kita belajar bahwa bahagia bukanlah sesuatu yang dapat digenggam atau benda yang dapat disimpan. Bahagia adalah udara. Kebahagiaan adalah aroma dari udara itu. Kita belajar bahwa bahagia itu memang ada dalam hari. Semakin kita mengejarnya , semakin pula kebaghagiaan itu akan pergi dari kita. Semakin kita berusaha meraihnya, kebahagiaan itu semakin menjauh.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Teman…&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Cobalah temukan kebahagiaan itu dalam hatimu. Biarkan rasa itu menetap abadi dalam hati kita. Temukan kebahagiaan itu dalam setiap langkah kita. Dalam bekerja, dalam belajar, dalam menjalani hidup kita, dalam sedih, dalam gembira, dalam sunyi dan dalam ramai..&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Bahagia ada dimana-mana. Rasa itu ada di sekitar kita. Bahkan, bahagia itu ada dalam hati kita, namun kita tak pernah memperdulikannya. Mungkin juga bahagia itu terbang di sekeliling kita, namun kita acuh untuk menikmatinya. &lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/feeds/378420286223938444/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/2009/09/kupu-kupu-dan-kebahagian.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7410705245713030698/posts/default/378420286223938444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7410705245713030698/posts/default/378420286223938444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/2009/09/kupu-kupu-dan-kebahagian.html' title='Kupu-kupu dan Kebahagian'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAxdw0SE9l7bw7KHuPL0i9ziPW8nW7VBZqy7kHmNIY20ynmeQeeCQ0-hWQn659VimqIWn3tVf9JU0CrsqScyO8i18w0OIoyTVGpbQP4MWPavXO_g1S92U4Sk7RMmxFZk7IQ70iGST9pCd2/s72-c/kupu.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7410705245713030698.post-7187711227698648479</id><published>2009-09-03T15:41:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T15:46:26.609-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tips"/><title type='text'>7 Kunci Mengendalikan Orang</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR-2MQqFgIfAZgvRWg-DGTZ5HVdgyxrOZVPPbI7iBHS5bYX9z7CaC9smmutH8N3ufog7-w94RVqyZvIN4_OPktTxNoKXO3Vo-6Y2M8RifoHQfztF3-G_FmC2V8ZrrEFx8DpESpal0HZWX7/s1600-h/belenggu.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 264px; height: 198px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR-2MQqFgIfAZgvRWg-DGTZ5HVdgyxrOZVPPbI7iBHS5bYX9z7CaC9smmutH8N3ufog7-w94RVqyZvIN4_OPktTxNoKXO3Vo-6Y2M8RifoHQfztF3-G_FmC2V8ZrrEFx8DpESpal0HZWX7/s320/belenggu.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5377376194535593890&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Dalam segala hal kemampuan mengendalikan orang kadang menjadi sebuah kebutuhan. Dalam pemasaran, mengendalikan orang bisa menjadi penentu sukses tidaknya penjualan. Orang bisa tertarik dengan suatu produk, ternyata bukan semata-mata karena mutu produk, melainkan karena ada taktik jitu para pemasarnya.
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Demikian pula dalam dunia blog. Seseorang akan mau mengunjungi blog kita, seandainya kita pandai-pandai dalam promosi blog dan kita mampu mempengaruhi orang agar mereka mau mengunjungi blog kita. Dan selanjutnya bagaimana kita bisa mengendalikan orang agar tetap setia mengunjungi blog kita. Dalam hal ini diperlukan tips dan trik agar orang lain dapat kita kendalikan.
Ada tujuh kunci yang bisa menjadikan orang berada dalam kendali kita. Tujuh kunci tersebut adalah :

&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot; id=&quot;fullpost&quot;&gt;1. Orang akan bisa dibujuk kalau mereka berpikir Anda bisa memberikan imbalan.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Kunci pengendalian ini begitu jelas. Orang bisa dibujuk untuk melakukan sesuatu kalau mereka merasa akan mendapatkan imbalan. Anda bahkan bisa membujuk anak-anak untuk minum jamu yang pahit sekalipun kalau anda menjajikan es cream. &lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Kunci ini mengajarkan kepada kita untuk memberikan kesan bahwa produk atau ide yang kita tawarkan memberikan keuntungan.  Sampaikan keuntungan-keuntungan yang akan mereka dapat kalau memilih produk kita/ mengunjungi blog kita. Tinggal masalahnya, jangan sekali-sekali memberikan kesan sombong. Misalnya, “ Blog saya yang paling bagus, kalau anda tidak mengunjunginya anda akan rugi.” Atau  “ Kalau kalian tidak memilih produk yang saya tawarkan, kalian akan rugi selamanya. Kesan sombong tersebut justru akan merugikan kita. Maka dalam mempengaruhi orang gunakan kata-kata yang sewajarnya saja, sehingga menimbulkan rasa simpati.&lt;/span&gt;

&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;2. Orang bisa dibujuk kalau mereka berpikir Anda bisa menghukum mereka&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Pengendalian hukuman memang punya pengaruh sangat kuat. Karena hal ini mecetuskan insting paling mendasar (basic insting), yaitu rasa takut. Dari rasa takut inilah, orang akhirnya banyak melakukan apa yang kita tawarkan. Ada beberapa peringkat dari rasa takut. Pakar dari Barat mengatakan bahwa kematian menjadi urutan teratas. Sehingga banyak orang untuk menggunakan isu kematian untuk memasarkan produknya. Misalnya dalam persaingan bisnis air mineral memainkan rasa takut menjadi sangat menentukan. Bagaimana orang digambarkan dengan pentingnya bebas bakteri yang bisa menjurus pada kematian.&lt;/span&gt;

&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot; id=&quot;fullpost&quot;&gt;3. Menerapkan tekanan ganda, imbalan dan bujukan&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Imbalan dan bujukan kadang sangat berpengaruh pada keberhasilan dalam mengendalikan orang lain. Orang tua yang bijak kerap menerapkan cara ini pada anak-anaknya.  “ Kalau kalian bisa bangun subuh, akan dapat sarapan istemewa. Kalau tidak kalian bisa dimarahi guru karena datang terlambat.” Para manajer menggunakan “wortel” dan “cambuk” untuk memotivasi karyawannya. Begitu pun para politikus Barat. “Peliharalah pemerintahan demokratis dan anda akan kami beri bantuan. Kalau tidak, kami punya sepuluh ribu hulu ledak nuklir yang siap diberangkatkan.”&lt;/span&gt;

&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot; id=&quot;fullpost&quot;&gt;4. Orang bisa dibujuk kalau Anda punya ikatan dengan mereka.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Para pembujuk sangat faham kalau orang akan termotivasi untuk mengikuti ajakan orang yang punya ikatan dengan mereka. Contoh ungkapan ikatan yang paling kuat adalah sentuhan seorang ibu dengan bayinya disaat lahir. Perhatian dan kasih sayang merupakan ungkapan yang bisa memperlihatkan adanya ikatan tersebut. &lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Orang akan mudah kita bujuk mengujungi blog kita, kalau kita sering berkunjung dan memperhatikan blog orang lain. Dalam sebuah perusahaan seorang direktur akan lebih mudah mengatur para karyawannya bila direktur tersebut mampu mencipta hubungan / ikatan yang kuat dengan karyawannya tersebut. Dalam hal ini ikatan yang bersifat manusiawi misal kasih sayang, rasa perhatian ternyata lebih manjur disamping ikatan formalitas. Seorang miliarder Texas, Ross Perot yang memiliki E.D.S pendah membuktikan. Dia pernah meperlihatkan perhatian dan kasih sayang yang  sangat besar kepada karyawannya yang terperangkap di Iran sewaktu revolosi Khameini. Dengan mempertaruhkan nyawa, Ross Perot berusahan memulangkan karyawan-karyawannya itu. Ternyata upayanya itu membuahkan hasil dan perusahaannya mengalami kenaikan kinerja yang sangat memuaskan disebabkan ikatan kasih sayang yang semakin kuat. &lt;/span&gt;

&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot; id=&quot;fullpost&quot;&gt;5. Orang bisa dibujuk kalau situasi membatasi pilihan mereka.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Faktor kekuasaan situasi juga berpengaruh dalam mengendalikan orang. Ketika seorang sudah merasa terpojok, saat itulah orang itu menjadai sasaran bujukan yang paling mudah.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Beberapa pedagang menerapkan hal ini ketika langganannya mengeluhkan kerusakan barang yang sebenarnya disebabkan oleh sang konsumen sendiri. Pedagang yang cerdas tidak akan mengganti begitu saja barang rusak itu dengan yang baru. Karena tidak tertutup kemungkinan hal itu akan terulang. Dan itu akan merugikan. Pedagang akan mempersempit pilihan situasi sang konsumen. Dia akan mengatakan, “ Saya tidak akan mengecewakan Anda. Tapi, ini yang terakhir Anda menukarkan barang yang sudah Anda pakai.”&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Namun, jangan sekali-kali mengambil kesempatan lebih ketika orang sudah tidak punya pilihan lain. Karena hal ini seakan-akan kita mencari kesempatan dalam kesempitan. Padahal sebenarnya dalam kondisi ini bisa saja dijadikan sebuah motivasi bagi orang lain. Seorang direktur, misalnya. Ketika bawahannya sadar kalau tugasnya tidak selesai dengan baik akan beresiko pemecatan, sang direktur yang baik tidak menggunakan kesempatan ini secara penuh. Ia cukup mengatakan, “Saya yakin, Anda teramat mampu menuntaskan tugas ini.” Dan ucapan itulah yang justru memotivasi sang bawahan untuk bekerja keras.&lt;/span&gt;

&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot; id=&quot;fullpost&quot;&gt;6. Orang bisa dibujuk kalau mereka berpikir Anda memiliki keahlian yang melebihi mereka.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Faktor yang berpengaruh berikutnya adalah keahlian. Kalau Anda bisa meyakinkan orang lain bahwa Anda lebih tahu tentang sesuatu dibandingkan deggan dia, Anda bisa menggunakan hal itu sebagai factor pengaruh yang sangat efektif.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Seorang atasan yang berada satu langkah di atas bawahannya, akan bisa menjaga wibawa. Dan jika ia mendapati bawahannya punya keahlian luar biasa, ia akan menjaga agar tugas itu terbagi-bagi.&lt;/span&gt;

&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot; id=&quot;fullpost&quot;&gt;7. Orang bisa dibujuk kalau anda bertindak secara konsisten.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Inilah kunci yang paling kuat disbanding kunci-kunci sebelumnya. Karena selain konsistensi, kunci sebelumnya punya kelemahan yang justru bisa menjadi senjata makan tuan. &lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Faktor ini akan memancarkan secara sukses bahwa Anda mempunyai rangkaian standar yang konsisten. Dan, Anda sama sekali tidak pernah menyimpang dari landasan tersebut. Kekuasaan konsitensi akan terus tumbuh. Tidak ada inflasinya. Makin kuat konsistensi yang  Anda perlihatkan, makin banyak orang belajar untuk mempercayai Anda. Dan hal itu merupakan modal utama menuju langkah beriktunya : mempengaruhi dan mengendalikan.&lt;/span&gt;

&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Diambil dari majalah Saksi&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/feeds/7187711227698648479/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/2009/09/7-kunci-mengendalikan-orang_2506.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7410705245713030698/posts/default/7187711227698648479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7410705245713030698/posts/default/7187711227698648479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/2009/09/7-kunci-mengendalikan-orang_2506.html' title='7 Kunci Mengendalikan Orang'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjR-2MQqFgIfAZgvRWg-DGTZ5HVdgyxrOZVPPbI7iBHS5bYX9z7CaC9smmutH8N3ufog7-w94RVqyZvIN4_OPktTxNoKXO3Vo-6Y2M8RifoHQfztF3-G_FmC2V8ZrrEFx8DpESpal0HZWX7/s72-c/belenggu.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7410705245713030698.post-7792736104508368808</id><published>2009-09-03T08:11:00.000-07:00</published><updated>2009-09-03T08:26:39.575-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="motivasi"/><title type='text'>Semut dan Kesuksesannya</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhegV6SWEZFWeC16Y9Yhs4UacWehTZaJZotG8YUqHg_ylmCV-IWgZ3kTvAlAf7DAaJgYkUX4L38Frw2UtvzMpE-NR7HjnHczEe8KoxqYQs9oCsPPwjqHKdT_mU-_TLIRDwFZzWY1hG8GZOA/s1600-h/071101_semut-rang2.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 183px; height: 165px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhegV6SWEZFWeC16Y9Yhs4UacWehTZaJZotG8YUqHg_ylmCV-IWgZ3kTvAlAf7DAaJgYkUX4L38Frw2UtvzMpE-NR7HjnHczEe8KoxqYQs9oCsPPwjqHKdT_mU-_TLIRDwFZzWY1hG8GZOA/s320/071101_semut-rang2.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5377261560161781554&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Dalam buku terbarunya yang berjudul &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Hakadza Haddatsanaz-Zamaan&lt;/span&gt;, seorang penulis  menceritakan sebuah kisah yang sangat menarik, yakni tentang Semut dan Kesuksesan. Begini nasihatnya ;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Di antara pelajaran terbesar yang bisa disaksikan di dalam dunia kesuksesan adalah kehidupan hewan yang bernama semut. Semut, akan selalu berusaha secara berulang-ulang dan terus menerus, sampai ia berhasil menggapai tujuan yang diinginkan. Ia merangkak di sebuah pohon, lalu jatuh kemudian bangun lagi dan berusaha untuk merangkak lagi ke atas pohon, lalu terjatuh lagi, begitu terjadi berulang-ulang, namun ia tetap terus berusaha sampai akhirnya ia berhasil naik ke atas pohon yang diinginkan dan mendapatkan apa yang dicari tanpa merasa lelah dan bosan.
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jika jalan yang akan dilalui terhalang, maka ia akan berusaha lewat dari arah kanan dan kiri, namun jika ia tetap kesulitan untuk berjalan maju, maka ia akan berhenti sebentar, kemudian kembali lagi dengan sebuah tenaga yang jauh lebih kuat dibanding yang pertama. Mungkin ia akan menjauhi jalan pertamanya yang sulit karena ada beberapa rintangan, namun ia akan tetap kembali berjalan menuju arah yang sama dengan mencari jalan lain, sehingga ia sampai di tujuan.
&lt;/div&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Hewan semut memiliki kekuatan yang luar biasa di dalam merealisasikan tekadnya untuk meraih apa yang diinginkan, ia tidak pernah memiliki rasa bosan dan putus asa. Sehingga semut adalah hewan yang dijadikan contoh panutan di dalam hal ambisi dan tekad kuat yang tidak mengenal kata putus asa. Ada sebuah cerita, suatu ketika ada seorang Arab badwi pergi untuk sebuah keperluan, ketika ia merasa sangat letih, capek dan merasa putus asa, maka ia lantas duduk dan berfikir untuk kembali lagi. Lalu ia melihat seekor semut yang merangkak naik ke atas batu besar, namun semut tersebut jatuh, kemudian merangkak lagi dan jatuh lagi. Hal ini terjadi sampai berulang kali, namun si semut tetap beruasaha dan berusaha, sehingga akhirnya ia berhasil sampai ke atas batu besar tersebut. Melihat pemandangan seperti itu, orang Arab badwi tersebut berkata dalam hati, &quot;Saya seharusnya lebih pantas untuk bersabar dan berusaha keras dari pada semut tersebut.&quot; Lalu ia pun melanjutkan perjalanannya kembali, sehingga akhirnya ia pun bisa sampai ke tempat tujuan yang diinginkan, lalu ia berkata,&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;font-style: italic; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&quot;Cari dan raih, jangan pernah berkeluh kesah dan bosan dari usaha meraih apa yang kamu inginkan. Karena penyakit orang yang ingin mencari dan meraih sesuatu adalah rasa bosan.&quot;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt; &lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Tidakkah kamu lihat tali dalam waktu lama, bisa memberi bekas pada kerasnya sebuah batu.&quot;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt; Sesungguhnya di dalam kehidupan semut terdapat pelajaran dan tauladan bagi orang-orang yang berakal, yaitu keuletan, kesabaran, tekad kuat, sikap pantang menyerah dan berusaha tanpa mengenal kata lelah dan bosan. Semut terkenal memiliki kecerdikan luar biasa di dalam usahanya mendapatkan apa yang diinginkan. Seseorang yang pernah menulis dan meneliti tentang kehidupan semut mengatakan bahwa semut mengumpulkan makanannya dari musim panas sampai musim dingin. Karena semut tidak banyak keluar pada musim dingin, maka ia menyimpan makanan musim dingin dan hanya dimakan ketika memang telah datang masanya. Dan agar biji-bijian yang ia simpan tidak tumbuh di dalam tempat penyimpanan, maka dengan izin dan kuasa Allah SWT –Zat Yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya kemudian membekalinya dengan sesuatu yang bisa dijadikan untuk mencari penghidupan- si semut membelah biji tersebut dari tengah agar tidak tumbuh. &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt; Jika jalannya terhalangi oleh genangan air yang tidak bisa ia lewati, maka ia bersama kawan-kawannya saling bergandengan membuat semacam jembatan. Jika semut-semut lainnya sudah menyeberang, maka semut-semut yang membentuk semacam jembatan tersebut merapat ke tepi. Maha suci Zat Yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian membekalinya dengan akal, insting (naluri) dan kodrat alamiyah untuk kelanjutan hidupnya masing-masing!!&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt; Jika seekor semut menemukan sepotong daging atau kaki belalang, namun ia tidak kuat membawanya sendiri, maka ia akan pulang ke rumah semut dan memanggil kawan-kawannya yang lain untuk bersama-sama membawa makanan yang ditemukan tersebut. Semut memiliki sifat ulet dan kesabaran luar biasa yang bisa menjadi pelajaran bagi orang yang ingin meraih kesuksesan. Bahkan seandainya Anda meletakkan sebuah batu di tengah-tengah jalan yang digunakan untuk lewat oleh kawanan semut, maka mereka akan berhenti, namun tidak akan berbalik arah ke belakang lagi. Akan tetapi ia akan tetap menunggu atau berusaha menaiki batu yang anda letakkan tersebut atau berusaha lewat melalui celah-celah yang ada di kanan kiri batu atau mencari jalan alternatif lain yang memiliki arah tujuan yang sama, mereka tidak mengenal kata mundur dan kembali.”&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt; Itulah kisah semut yang pantang menyerah yang dapat kita ambil pelajaran untuk kita terapkan dalam kehidupan kita. Tiada kata menyerah dan terus berusaha...........
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/feeds/7792736104508368808/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/2009/09/semut-dan-kesuksesannya.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7410705245713030698/posts/default/7792736104508368808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7410705245713030698/posts/default/7792736104508368808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/2009/09/semut-dan-kesuksesannya.html' title='Semut dan Kesuksesannya'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhegV6SWEZFWeC16Y9Yhs4UacWehTZaJZotG8YUqHg_ylmCV-IWgZ3kTvAlAf7DAaJgYkUX4L38Frw2UtvzMpE-NR7HjnHczEe8KoxqYQs9oCsPPwjqHKdT_mU-_TLIRDwFZzWY1hG8GZOA/s72-c/071101_semut-rang2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7410705245713030698.post-2952094432828442770</id><published>2009-09-02T08:44:00.000-07:00</published><updated>2009-09-02T08:50:28.095-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="motivasi"/><title type='text'>Kesedihan dan Kebahagian</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlHcKWDH3rQ6xIF9RH-SMZUry6_0JHnehHP9F2xMbGn6k07jxFTdSim6iwhsi59OLvHJDBRp3aL9Kq42RaceUGmJhfGvhIrplCpW7kMTnJElGEcQdSK35JO1JJyB6okW7NDdCSl2tAWq_u/s1600-h/padang+pasir.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 268px; height: 179px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlHcKWDH3rQ6xIF9RH-SMZUry6_0JHnehHP9F2xMbGn6k07jxFTdSim6iwhsi59OLvHJDBRp3aL9Kq42RaceUGmJhfGvhIrplCpW7kMTnJElGEcQdSK35JO1JJyB6okW7NDdCSl2tAWq_u/s320/padang+pasir.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5376897268002962786&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Dua orang pengembara sedang melakukan perjalanan. Mereka sedang melintasi padang pasir yang sangat luas. Sepanjang mata memandang hanya ada pasir yang membentang.Jejak-jejak kaki mereka membentuk kurva yang berujung pada setiap langkah yang mereka buat. Debu-debu pasir yang terbang memaksa mereka berjalan merunduk.
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tiba-tiba badai datang. Angin besar menerjang mereka. Hembusannya membuat tubuh dua pengembara itu limbung. Pakaian mereka berkibar diterpa angin. Langkah mereka semakin berat. Mereka saling menjaga dengan berpegangan tangan. Mereka mencoba melawan ganasnya badai. Sesaat kemudian badai mulai lemah. Tetapi tiba-tiba musibah lain menimpa mereka. Tempat air minum mereka terbuka saat terjadi badai tadi. Isinya tercecer dan ditelan oleh panasnya padang pasir. Kedua penngembara itu termenung, menyesali kehinlangan itu. “Oh tamatlah riwayat kita, “ kata pengembara pertama. Lalu ia menulis di pasir dengan ujung jarinya. “Kami sedih. Kami kehilangan bekal minuman di tempat ini.&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Temannya, tampak bingung. Namun, mencoba untuk tabah. Membereskan perlengkapannya dan mengajak kawannya melanjutkan perjalanan. Setelah lama melewati padang pasir, mereka melihat ada oase dikejauhan. “Kita selama:, seru salah seorang di antara mereka. “Lihat ada air disana”&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Dengan sisa tenaga, mereka berlari ke oase itu. Untung, bukan fatamorgana. Benar-benar sebuah kolam. Meski kecil tapi airnya cukup banyak. Keduanya segera minum sepuas-puasnya dan mengisi wadah air.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Sambil beristirahat, pengembara pertama mengeluarkan pisau genggamnya dan memahat di atas batu. “ Kami mendapatkan kebahagiaan. Kami dapat melanjutkan perjalanan karena menemukan tempat ini”.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Pengembara kedua heran . “Mengapa sekarang engkau menulis di atas batu, sementara tadi kau menulis di pasir ?”.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Pengembara pertama tersenyum. “Saat kita mendapat kesusahan, tulislah semua itu di pasir. Biarkan angin membawanya jauh dari ingatan kita. Biarkan catatan itu hilang bersama menyebarnya pasir ketulusan. Biarkan semuanya lenyap dan musnah. Namun, ingatlah saat kita mendapatkan kebahagiaan. Pahatlah kemuliaan itu di batu agar tetap terkenang dan membuat kita lebih bahagia. Tulislah kenangan kesenangan itu di kerasnya batu agar tidak ada yang dapat menghapusnya. Biarkan catatan kebahagiaan itu tetap ada. Biarkan semuanya tersimpan.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Keduanya saling berpandangan dan tersenyum. Bekal minum telah didapat, istirahat sudah cukup, kini saatnya untuk melanjutkan perjalanan. Kedua pengembara itu melangkah dengan ringan.&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Teman…&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Kesedihan dan kebahagiaan selalu hadir. Bergantian mewarnai panjangnya hidup ini. Keduanya selalu ada dalam ingatan kita. Namun, adakah kita bersikap seperti pengembara tadi yang mampu menuliskan setiap kesediah di pasir agar angin ketulusan membawanya pergi? Adakah kita ini merupakah seorang yang tegar yang mampu melepaskan setiap kesusahan ?&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Teman…&lt;/span&gt;
&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Cobalah untuk selalu mengingat setiap kebaikan dan kebahagiaan yang kita miliki. Simpanlah semua itu di dalam kekokohan hati kita agar tak ada yang mampu menghapusnya. Tulislah kenangan bahagia itu agar tak ada angin kesedihan yang mampu melenyapkannya. Dengan begitu kita akan selalu optimis dalam menjalani panjangnya hidup ini.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/feeds/2952094432828442770/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/2009/09/kesedihan-dan-kebahagian.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7410705245713030698/posts/default/2952094432828442770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7410705245713030698/posts/default/2952094432828442770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/2009/09/kesedihan-dan-kebahagian.html' title='Kesedihan dan Kebahagian'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlHcKWDH3rQ6xIF9RH-SMZUry6_0JHnehHP9F2xMbGn6k07jxFTdSim6iwhsi59OLvHJDBRp3aL9Kq42RaceUGmJhfGvhIrplCpW7kMTnJElGEcQdSK35JO1JJyB6okW7NDdCSl2tAWq_u/s72-c/padang+pasir.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7410705245713030698.post-5966152437363117660</id><published>2009-09-02T08:30:00.000-07:00</published><updated>2009-09-05T05:50:41.825-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="dijaminmurah.com"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="islami"/><title type='text'>Ramadhan, Kemerdekaan dan Kebebasan Jiwa</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Senja sya’ban mulai tenggelam ditelan cakrawala. Pertanda bulan baru mulai tiba. Ya.. bulan Ramadhan, bulan penuh rahmat dan keberkahan bersua kembali dengan jiwa-jiwa yang dahaga akan kasih sayang sang Pencipta.
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;(ditulis untuk &lt;a href=&quot;http://dijaminmurah.com/&quot;&gt;dijaminmurah.com)&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ramadhan kembali tiba. Disetiap penjuru negeri masyarakat sibuk menyambutnya. Semua ini dikarenakan bulan yang diagungkan oleh umat Islam tersebut kembali menyapa dengan rahmat dan keberkahannya. Ramadhan kali ini terasa mempunyai nuansa lain. Spanduk seruan Ramadhan terpampang berdampingan dengan kibaran sang merah putih. Ya..Nuansa lain itu terjadi karena Ramadhan tahun 1430 H waktunya hampir bersamaan dengan hari kemerdekaan RI yang ke 64. Selain itu kemerdekaan dan Ramadhan tahun ini juga dimeriahkan dengan adanya lomba ngeblog yang diselenggarakan oleh &lt;a href=&quot;http://dijaminmurah.com/&quot;&gt;dijaminmurah.com&lt;/a&gt;, sehingga memacu  para &lt;a href=&quot;http://rehat-sejenak.blogspot.com/2009/09/ramadhan-kemerdekaan-dan-kebebasan-jiwa.html&quot;&gt;blogger&lt;/a&gt; untuk beradu prestasi.  Lain dari pada itu memang dalam sejarah bangsa Indonesia tercatat bahwa kemerdekaan bangsa ini dari cengkraman penjajah terjadi dibulan Ramadhan yaitu  pada hari Jum’at tanggal 17 Agustus 1945 sehingga tidak berlebihan apabila kita mencoba menarik benang merah antara makna kemerdekaan dalam konteks proklamasi dengan kemerdekaan dalam konteks Ramadhan.
&lt;/div&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Kemerdekaan dalam konteks proklamasi mempunyai makna, terbebasnya bangsa Indonesia dari kaum penjajah sehingga menjadi bangsa yang memiliki kedaulatan penuh untuk mengatur dirinya sendiri. Sedangkan kemerdekaan dalam konteks bulan Ramadhan adalah terbebasnya jiwa dari belenggu nafsu yang menjajah diri kita seperti arogansi, kebohongan, iri,  marah, dengki, penindasan, kesewenang-wenangan dan sejumlah penyakit hati lainnya yang melekat pada diri manusia.&lt;/span&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Selanjutnya kalau kita simak lebih dalam dengan hati yang jernih ternyata bahwa kemerdekaan dalam konteks proklamasi seakan masih menjadi angan-angan bangsa ini. Bangsa yang telah 64 tahun merdeka ini ternyata belum bisa membuktikan bahwa dirinya merdeka. Bangsa ini masih sangat mudah diatur oleh kekuatan asing dalam perekonomian, politik dan sendi kehidupan lainya. Di sudut penjuru negeripun masih dihiasi dengan kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. Bahkan yang lebih parah lagi bangsa Indonesia begitu mudah dipermainkan oleh negeri lain. Beberapa pulau telah dicaplok negeri jiran Malaysia tanpa perlawanan yang berarti, kebudayaan bangsa Indonesia dicuri dengan mudahnya. Ya..seakan telah hilang kehormatan bangsa Indonesi yang beberapa tahun yang lalu menjadi macan Asia. Pertanyaan terbersit dalam hati : Sudah merdekakah bangsa Indonesia ?&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Tidak dapat dipungkiri bahwa hilangnya makna kemerdekaan dalam konteks proklamasi tesebut disebabkan mulai lunturnya makna kemerdekaan dalam konteks Ramadhan. Pada dasarnya Ramadhan adalah sebuah arena pembebasan. Pembebasan setiap jiwa manusia dari sifat-sifat syaitoni maupun hewani. Makna inilah yang belum benar-benar diresapi dan dijalani oleh masyarakat Indonesia. Sehingga yang terjadi adalah Ramadhan hanya sekedar menjadi rutinitas tahunan belaka. THR, mudik, antrian tiket, harga bahan pokok naik, hiburan dan liburan justru menjadi bahasan utama dibandingkan dengan implementasi nilai-nilai Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Dengan masih terjajahnya hati manusia Indonesia oleh syifat-sifat syaitoni dan hewani, maka secara langsung akan mempengaruhi tatanan masyarakat dan pemerintahan yang penuh dengan ketidakpastian, dan kesemrawutan, yang pada akhirnya mempengaruhi bangsa ini. Korupsi merajalela tanpa terkendali, penggusuran, mafia peradilan dan sederet tindakan kesewenang-wenangan akan terus menghiasi negeri tercinta. Kemerdekaan sejati tinggal mimpi yang tidak pernah terwujud.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Sudah  saatnya kita berfikir akan makna kemerdekaan yang sejati. Kemerdekaan yang berarti pembebasan setiap jiwa dari nafsu angkara. Kemerdekaan yang bermakna pengendalian diri. Kemerdekaan jiwa yang berimplikasi terhadap kemerdekaan bangsa dalam arti yang sesungguhnya. Dan kemerdekan itu bisa kita dapatkan apabila setiap insan bangsa ini menjadi alumni Ramadhan yang sejati.  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span id=&quot;fullpost&quot;&gt;Marhaban ya ramadhan … Merdeka !!!
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/feeds/5966152437363117660/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/2009/09/ramadhan-kemerdekaan-dan-kebebasan-jiwa.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7410705245713030698/posts/default/5966152437363117660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7410705245713030698/posts/default/5966152437363117660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rehat-sejenak.blogspot.com/2009/09/ramadhan-kemerdekaan-dan-kebebasan-jiwa.html' title='Ramadhan, Kemerdekaan dan Kebebasan Jiwa'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>13</thr:total></entry></feed>