<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-5592467528844232670</atom:id><lastBuildDate>Thu, 21 Apr 2011 18:52:06 +0000</lastBuildDate><title>Kampus Teknik Sipil</title><description>Nafas Ilmu Adalah Berbagi, Nafas Berbagi Ada Di Hati, Dengan Ikhlas Berbagi Ilmu Menjadi Indah Tiada Tepi</description><link>http://www.kampustekniksipil.co.cc/</link><managingEditor>maestromusic.lutfi@gmail.com (lutfi@ndri@n)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/KampusTeknikSipil" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="kampustekniksipil" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">KampusTeknikSipil</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5592467528844232670.post-5857146699918100328</guid><pubDate>Sun, 13 Mar 2011 07:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-12T23:07:54.350-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Spreadsheet Excel</category><title>Spreadsheet Excel, Analisa crack pada beton bertulang</title><description>&lt;div class="wlWriterHeaderFooter" style="float:none; margin:0px; padding:4px 0px 4px 0px;"&gt;&lt;iframe src="http://www.facebook.com/widgets/like.php?href=http://www.kampustekniksipil.co.cc/2011/03/spreadsheet-excel-analisa-crack-pada.html" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; width:450px; height:80px"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;nbsp; &lt;p align="justify"&gt;Dewasa ini penggunaan material beton sebagai material bangunan sangat dominan dibanding material lain dalam industri konstruksi. Jika dibandingkan dengan material lain seperti baja ataupun kayu, material beton jelas memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh material lain selain daripadanya. Beberapa keunggulan material beton adalah  &lt;blockquote&gt; &lt;p align="justify"&gt;1. Mempunyai kekuatan dan kekakuan tinggi,  &lt;p align="justify"&gt;2. murah, mudah dibentuk dan tanpa memerlukan biaya perawatan &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tidak ada sesuatu yang sempurna. Adanya kelebihan pasti akan diiringi pula dengan adanya kekurangan. Demikian juga dengan material ini, Selain memiliki keunggulan-keunggulan seperti diatas, ternyata material ini mempunyai beberapa kekurangan antara lain adalah lemah dalam menahan beban tarik, oleh karena itu penggunaan material beton pada struktur sering disertai dengan penggunaan material lain yang mempunyai kuat tarik tinggi. Dalam praktek beton sering dikomposisikan dengan material baja tulangan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan struktur beton dalam menahan tarik.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;p align="justify"&gt;Lemahnya beton terhadap tarik menjadi menjadi penyebab utama terjadinya retak (crack) pada struktur beton bertulang dalam kondisi beban kerja. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Perubahan volume beton ke arah yang lebih kecil (shrinkage) akibat mengeringnya beton pada waktu mengeras. adalah salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya retak pada beton. Retak dapat berbentuk retak rambut atau retak antara 1-2 mm dan biasanya retak ini dikategorikan retak non-struktural.&lt;br&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Beberapa hal yang menyebabkan terjadinya shrinkage/susut&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Penyebabnya :&lt;br&gt;1. Faktor air semen (FAC) terlalu tinggi.&lt;br&gt;2. Pemakaian semen terlalu banyak.&lt;br&gt;3. Modulus kehalusan agregat tidak memenuhi syarat.&lt;br&gt;4. Intensitas pengadukan yang kurang baik.&lt;br&gt;5. Kelembaban udara.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Penanggulangannya :&lt;br&gt;Penggunaan curing compound untuk memperkecil resiko shrinkage cracking.&lt;br&gt;Type curing compound yang dapat digunakan :&lt;br&gt;1. Sodium silicate based material.&lt;br&gt;~ Meresap ke dalam beton.&lt;br&gt;~ Mempercepat proses hidrasi semen yang ada di permukaan struktur sehingga retak akibat susut beton dapat di hindari.&lt;br&gt;~ Agar lebih sempurna, penggunaan/penyemprotan harus diulang antara 1-3 hari.&lt;br&gt;2. Wax based material.&lt;br&gt;~ Membentuk lapisan membran di permukaan beton.&lt;br&gt;~ Lapisan membrane tersebut akan mengatur kecepatan evaporasi.&lt;br&gt;~ Untuk aplikasi beam, coloum, menggunakan clear curing compound.&lt;br&gt;~ Untuk aplikasi jalan beton semen sebaiknya menggunakan white pigmented&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Retak yang terjadi pada struktur beton bertulang tentu akan mempengaruhi perilaku struktur tersebut. Kondisi demikian mengakibatkan perilaku struktur beton bertulang lebih komplek dibanding struktur lain. Untuk mendapatkan data dan informasi yang benar tentang perilaku struktur beton bertulang perlu dilakukan suatu kajian secara mendalam.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Berikut adalah Spreadsheet Excel untuk menganalisa lebar retak yang terjadi pada balok beton,.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nb : Perlu diingat, program Excel ini dibuat untuk tujuan pendidikan &amp;amp; pelatihan, pembuat program tidak bertanggungjawab terhadap penggunaan hasil keluaran program, pengguna wajib memeriksa validitas dari hasil output program Excel ini.&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TXxtImh3seI/AAAAAAAABQs/UCP62OQLsbY/s1600-h/G8%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="G8" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="497" alt="G8" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TXxtL0sWlXI/AAAAAAAABQw/vflFNhQrblM/G8_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="520" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt; Input Data&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TXxtO9MmKFI/AAAAAAAABQ0/UjMIDVrs-bM/s1600-h/G9%20%28Output%29%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="G9 (Output)" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="337" alt="G9 (Output)" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TXxtRWIX9gI/AAAAAAAABQ4/C1bGvxwVcxY/G9%20%28Output%29_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="520" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;em&gt; Output Data&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;Sekian…&lt;/p&gt; &lt;p align="left"&gt;Semoga bermanfaat…&amp;nbsp; :)&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5592467528844232670-5857146699918100328?l=www.kampustekniksipil.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kampustekniksipil.co.cc/2011/03/spreadsheet-excel-analisa-crack-pada.html</link><author>maestromusic.lutfi@gmail.com (lutfi@ndri@n)</author><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5592467528844232670.post-1150920925038421231</guid><pubDate>Tue, 08 Mar 2011 16:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-12T21:27:23.479-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Spreadsheet Excel</category><title>Spreadsheet Excel, Perencanaan Pondasi Telapak Bujur Sangkar</title><description>&lt;div class="wlWriterHeaderFooter" style="float:none; margin:0px; padding:4px 0px 4px 0px;"&gt;&lt;iframe src="http://www.facebook.com/widgets/like.php?href=http://www.kampustekniksipil.co.cc/2011/03/spreadsheet-excel-perencanaan-pondasi.html" scrolling="no" frameborder="0" style="border:none; width:450px; height:80px"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Microsoft Excel adalah program spreadsheet atau pengolah angka yang paling populer dan banyak digunakan saat ini. Disukai banyak kalangan karena pengoperasiannya yang relatif mudah dengan hasil yang memuaskan. Dalam lingkup Teknik Sipil, Excel sudah mendapat tempat tersendiri bagi profesi mereka.  &lt;p align="justify"&gt;Salah satu kekuatan Excel adalah bahasa macro-nya. Hal ini tentu tidak lepas dari aplikasi Visual Basic (Visual Basic for Application) yang bekerja dengan Excel. Macro yang selama ini kita kenal, umumnya digunakan otomasi langkah-langkah pekerjaan dalam aplikasi perkantoran. Namun dalam hal lain, juga dapat digunakan untuk aplikasi perhitungan. Disini terdapat kombinasi yang unik antara spreadsheet dan Visual Basic yang ternyata banyak memberikan kemudahan bagi pemakai jika membuat program perhitungan Excel.  &lt;p align="justify"&gt;Nah…berikut adalah salah satu aplikasi excel yang diterapkan pada bidang teknik sipil, dimana kemampuan Excel dalam mengolah teks, angka, rumus, database dan grafik akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk membuat spreadsheet desain Pondasi telapak bujur sangkar  &lt;p align="justify"&gt;&amp;nbsp; &lt;p align="justify"&gt;Screenshoot Spreadsheet  &lt;p align="justify"&gt;&amp;nbsp; &lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TXZSPt_xT0I/AAAAAAAABPQ/SaBs23lE0MA/s1600-h/A1%5B10%5D.jpg"&gt;&lt;img title="A1" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="424" alt="A1" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TXZSSbu8VfI/AAAAAAAABPU/ubK3IkPFEUE/A1_thumb%5B5%5D.jpg?imgmax=800" width="520" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt; (Input Data)&lt;/em&gt;  &lt;p align="center"&gt;&amp;nbsp; &lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TXxVi3U8AKI/AAAAAAAABQQ/XxM2DJgx2X8/s1600-h/G66.png"&gt;&lt;img title="G6" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="270" alt="G6" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TXxVk8vSAFI/AAAAAAAABQU/75mX_4s2ceg/G6_thumb4.png?imgmax=800" width="520" border="0"&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;(Skema Hitung Fondasi)&lt;/em&gt;  &lt;p align="center"&gt;&amp;nbsp; &lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TXZSVPI5OwI/AAAAAAAABPY/Yh3w9OLjVSE/s1600-h/G5%5B4%5D.png"&gt;&lt;img title="G5" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="351" alt="G5" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TXZSXoK9b9I/AAAAAAAABPg/9wL_pXmAEow/G5_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="520" border="0"&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;(Analisa Perhitungan)&lt;/em&gt;  &lt;p align="center"&gt;&amp;nbsp; &lt;p align="center"&gt;&lt;img title="G2" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="508" alt="G2" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TXZSa083wEI/AAAAAAAABPk/_2Iq1PXqSQE/G2_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="520" border="0"&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;(Desain Tulangan)&lt;/em&gt;  &lt;p align="center"&gt;&amp;nbsp; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TXZSeEgDC4I/AAAAAAAABPo/BxnkhDJ8Nlo/s1600-h/G4%5B4%5D.png"&gt;&lt;img title="G4" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="364" alt="G4" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TXZSgz2qo2I/AAAAAAAABPs/-29x4HdhBpA/G4_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="520" border="0"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/em&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;(Lampiran Peraturan SNI 03-2847-2002Yang terkait)&lt;/em&gt;  &lt;p align="center"&gt;&amp;nbsp; &lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TXxVnia2M_I/AAAAAAAABQY/B-6z5JiDeQg/s1600-h/G74.png"&gt;&lt;img title="G7" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="439" alt="G7" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TXxVqWHj6fI/AAAAAAAABQc/ypwApocY1FE/G7_thumb2.png?imgmax=800" width="520" border="0"&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p align="center"&gt;&amp;nbsp; &lt;em&gt;(Laporan singkat perhitungan)&lt;/em&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;nbsp; &lt;p align="justify"&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TXxVsSzSk6I/AAAAAAAABQg/AxXXJ26w3hk/s1600-h/isolatedfooting6.jpg"&gt;&lt;img title="isolated-footing" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="217" alt="isolated-footing" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TXxVtpMvTII/AAAAAAAABQk/eW41Zfdg5e8/isolatedfooting_thumb4.jpg?imgmax=800" width="283" align="right" border="0"&gt;&lt;/a&gt; Landasan Teori (Dasar Perencanaan)&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam mendesain pondasi telapak, perencanaan pondasi harus mencakup segala aspek agar terjamin keamanan sesuai dengan persyaratan yang berlaku, misalnya, penentuan dimensi pondasi meliputi panjang, lebar dan tebal pondasi, kemudian jumlah dan jarak tulangan yang harus dipasang pada pondasi.  &lt;p align="justify"&gt;Adapun peraturan untuk perencanaan pondasi telapak tercantum pada SNI 03-2847-2002 merujuk pada pasal 13.12 dan pasal 17.  &lt;p align="justify"&gt;Jika sobat kampuz ada yang belum memiliki peraturan tersebut. Silahkan klik &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10989257/13000401-200212-SNI-0328472002-Beton.pdf.html" target="_blank"&gt;disini&lt;/a&gt; untuk download SNI 03-2847-2002  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Garis besar perencaan Fondasi Telapak&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Menentukan Dimensi Pondasi&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;hal yang paling penting dalam merencanakan pondasi adalah menentukan ukuran dimensi, dimana ukuran panjang, lebar dan ketebalan telapak pondasi harus ditetapkan sedemikian rupa sehingga tegangan yang terjadi pada dasar pondasi tidak melebihi daya dukung tanah dibawahnya&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;2. Mengontrol Kuat Geser 1 Arah&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;kerusakan akibat gaya geser 1 arah terjadi pada keadaan dimana mula-mula terjadi retak miring pada daerah beton tarik (seperti creep) lihat gambar dibawah. Akibat distribusi beban vertikal dari kolom (Pu kolom) yang diteruskan ke pondasi, maka pada bagian dasar pondasi mengalami tegangan. Akibat tegangan ini, tanah memberikan respon berupa gaya reaksi vertikal keatas (gaya geser) sebagai akibat dari adanya gaya aksi tersebut. Kombinasi beban vertikal Pu kolom (kebawah) dan gaya geser tekanan tanah keatas berlangsung sedemikian rupa sehingga sedikit demi sedikit membuat retak miring tadi semakin menjalar keatas sehingga membuat daerah beton tekan semakin mengecil. Nah…dengan semakin mengecilnya daerah beton tekan ini maka mengakibatkan beton tidak mampu menahan beban geser tanah yang menyodok/mendorong keatas, akibatnya beton tekan akan mengalami keruntuhan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TXZSiDjiaHI/AAAAAAAABPw/Uprtbqo3dQs/s1600-h/g26.jpg"&gt;&lt;img title="g2" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="300" alt="g2" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TXZSjw4WL4I/AAAAAAAABP0/EmD23WuN28s/g2_thumb4.jpg?imgmax=800" width="370" border="0"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kerusakan pondasi yang diakibatkan oleh gaya geser 1 arah ini biasanya terjadi jika nilai perbandingan antara nilai&lt;strong&gt; a&lt;/strong&gt; dan nilai &lt;strong&gt;d&lt;/strong&gt; cukup kecil, dan selain itu, mutu beton yang digunakan juga kurang baik sehingga mengurangi kemampuan beton dalam menahan beban tekan&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TXZSlGz_WoI/AAAAAAAABP4/r56KWiv8lAY/s1600-h/g113.jpg"&gt;&lt;img title="g1" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="459" alt="g1" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TXZSmf-tStI/AAAAAAAABP8/SrbA93EVkq8/g1_thumb11.jpg?imgmax=800" width="370" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Retak pondasi yang diakibatkan oleh gaya geser 1 arah, biasanya terjadi pada jarak +/- &lt;strong&gt;d &lt;/strong&gt;dari muka kolom, dimana &lt;strong&gt;d&lt;/strong&gt; adalah tebal efektif podasi &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;3. Mengontrol Kuat Geser 2 Arah (Geser Pons)&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bisa disebut juga dengan geser pons (punching shear), dimana akibat gaya ini, pondasi mengalami kerusakan disekeliling kolom dengan jarak kurang lebih d/2 &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TXZSoHMV0lI/AAAAAAAABQA/ZfUTIpCcHMs/s1600-h/g310.jpg"&gt;&lt;img title="g3" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="584" alt="g3" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TXZSp1TvVvI/AAAAAAAABQE/-chJmB1cnNc/g3_thumb8.jpg?imgmax=800" width="470" border="0"&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;4. Menghitung Tulangan Pondasi&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Beban yang bekerja pada pondasi adalah beban dari reaksi tegangan tanah yang bergerak vertikal keatas akibat adanya gaya aksi vertikal kebawah (Pu) yang disalurkan oleh kolom. Tulangan pondasi dihitung berdasarkan momen maksimal yang terjadi pada pondasi dengan asumsi bahwa pondasi dianggap pelat yang terjepit dibagian tepi-tepi kolom. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Menurut SNI 03-2847-2002, untuk tulangan pondasi telapak berbentuk bujursangkar harus disebar merata pada seluruh lebar pondasi (lihat pasal 17.4.3)&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;5. Mengontrol Daya Dukung Pondasi&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pondasi sebagai struktur bangunan bawah yang menyangga kolom yang memikul beban-beban diatasnya (bangunan atas) harus mampu menahan beban axial terfaktor (Pu) dari kolom tersebut. Maka dari itu beban dari Pu diisyaratkan tidak boleh melebihi daya dukung dari pondasi (&lt;strong&gt;Pup&lt;/strong&gt;) yang dirumuskan sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pu &amp;lt; Pup&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pup = Ø x 0,85 x fc’ x A&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;blockquote&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dimana :&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pu&amp;nbsp; = Gaya aksial terfaktor kolom……. (N)&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pup&amp;nbsp; = Daya dukung pondasi yang dibebani……. (N)&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;fc’ = Mutu beton yang diisyaratkan……. (Mpa)&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;A = Luas daerah yang dibebani…….(mm2)&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p align="justify"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div class="wlWriterSmartContent" id="scid:71DAE225-7A86-476b-AB02-93AD817CAA63:21264188-cbca-43b0-ae40-980c9e0ffe8d" style="padding-right: 0px; display: inline; padding-left: 0px; float: none; padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-top: 0px"&gt;&lt;a href="" target="_blank"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk contoh penggunaan spreadsheet ini, akan diulas pada posting&amp;nbsp; berikutnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dasar teori spreadsheet perhitungan pondasi telapak bujursangkar ini mengacu pada SNI 03-2487-2002, dan alur langkah perhitungan ada dalam bagan alir perencanaan pondasi yang ada dalam spreadsheet tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk download Spreadsheet Klik pada icon rumah dibawah ini…….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&amp;nbsp; &lt;style type="text/css"&gt;.csharpcode, .csharpcode pre&lt;br /&gt;{&lt;br /&gt;	font-size: small;&lt;br /&gt;	color: black;&lt;br /&gt;	font-family: consolas, "Courier New", courier, monospace;&lt;br /&gt;	background-color: #ffffff;&lt;br /&gt;	/*white-space: pre;*/&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;.csharpcode pre { margin: 0em; }&lt;br /&gt;.csharpcode .rem { color: #008000; }&lt;br /&gt;.csharpcode .kwrd { color: #0000ff; }&lt;br /&gt;.csharpcode .str { color: #006080; }&lt;br /&gt;.csharpcode .op { color: #0000c0; }&lt;br /&gt;.csharpcode .preproc { color: #cc6633; }&lt;br /&gt;.csharpcode .asp { background-color: #ffff00; }&lt;br /&gt;.csharpcode .html { color: #800000; }&lt;br /&gt;.csharpcode .attr { color: #ff0000; }&lt;br /&gt;.csharpcode .alt &lt;br /&gt;{&lt;br /&gt;	background-color: #f4f4f4;&lt;br /&gt;	width: 100%;&lt;br /&gt;	margin: 0em;&lt;br /&gt;}&lt;br /&gt;.csharpcode .lnum { color: #606060; }&lt;br /&gt;&lt;/style&gt; &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/14165591/HitiungFondasiTapakbujursangkar2.xlsx.html" target="_blank"&gt;&lt;img title="Download spreadsheet" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="65" alt="Download spreadsheet" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TXZSsAYJekI/AAAAAAAABQo/mNhDxbNMw3s/313%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="65" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekian…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan semoga bermanfaat…&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5592467528844232670-1150920925038421231?l=www.kampustekniksipil.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kampustekniksipil.co.cc/2011/03/spreadsheet-excel-perencanaan-pondasi.html</link><author>maestromusic.lutfi@gmail.com (lutfi@ndri@n)</author><thr:total>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5592467528844232670.post-3500782946992165351</guid><pubDate>Sun, 24 Oct 2010 07:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-24T00:49:10.931-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tutorial STAAD Pro</category><title>View Management Tool, Untuk Efektifitas Kerja Yang lebih Baik Pada STAAD</title><description>&lt;p align="justify"&gt;Kalau berbicara tentang desain mendesain struktur, penyajian hasil analisa, desain penulangan, GUI (Graphical User Interface) yang user friendly maka jelas tak diragukan lagi STAAD lah jagonya. Namun dari sekian banyak kelebihan yang dimiliki oleh STAAD ternyata ada satu kelemahan yang dimiliki oleh STAAD, yaitu modus tampilan yang cuma satu layar (alias hanya satu tampilan saja). Coba saja kalau dibandingkan sama software saingannya, semisal SAP yang mampu menampilkan modus tampilan hingga “empat layar tampilan“, yang masih ditambah lagi dengan “tool move up/down in list” nya yang berguna untuk menampilkan bidang frame (portal) per “as sumbu” baik arah&amp;#160; X, Y dan Z.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPfjBGrf7I/AAAAAAAABME/Zx6k4Uhld4Q/s1600-h/117.png"&gt;&lt;img title="1" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="345" alt="1" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPfl8OLNyI/AAAAAAAABMI/tutbU91rlik/1_thumb15.png?imgmax=800" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt; (modus view SAP&lt;/em&gt;)&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPfp5kA9RI/AAAAAAAABMM/MddJN8Wsu9g/s1600-h/211.png"&gt;&lt;img title="2" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="338" alt="2" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPftHL4T_I/AAAAAAAABMQ/3_G_i_EZlA0/2_thumb7.png?imgmax=800" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt; (modus view STAAD&lt;/em&gt;) &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;img alt="Thinking" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/39.gif" /&gt;wah gimana nich STAAD?&amp;#160; bisa berabe kehilangan banyak fans setia tuch…..&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;eitz…tenang aja… kata siapa STAAD tidak punya modus tampilan seperti punyanya SAP… ya punya lah…lha wong STAAD gitu lho…&lt;img alt="Big Grin" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gif" /&gt;hihihihihi…&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;mungkin sekarang ada sobat kampuz yang bertanya : halah…cuman masalah view gitu doank aja kok dipermasalahkan..gak penting banget sih?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;img alt="Happy" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/1.gif" /&gt;lho...lho…lho kata siapa…! ya penting banget to…ya memang sih kalau gambarnya tidak seberapa kompleks mungkin tidak ada pengaruhnya, lha kalau gambar pemodelan strukturnya kompleks seperti gambar diatas, gimana hayo? jelas kita akan butuh view per portal baik dalam arah memanjang ataupun melintang untuk memudahkan kita dalam memasukan dimensi penampang strukturnya, beban-beban struktur dan lain sebagainya selama proses perencanaan struktur tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nah… tata cara pengerjaan perencanaan struktur yang melibatkan penggunaan tampilan (view) portal per portal inilah yang saya maksud dengan “&lt;strong&gt;view management&lt;/strong&gt;”, seperti yang saya sebutkan dijudul posting ini. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Gunanya apa sih? gunanya adalah biar proses perencanaan struktur yang anda lakukan dari mulai penggambaran geometri struktur sampai desain struktur menjadi lebih mudah. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;img alt="Confused" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/7.gif" /&gt;Terus gimana cara penggunaannya ?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Begini caranya…Perhatikan baik-baik ..karena saya sendiri juga belum terlalu “ahli” maka secara otomatis pembahasannya pun dalam bahasa yang bukan ahlinya juga…jadi harap sobat kampuz memaklumi adanya ya…hehehe…. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Sekarang perhatikan gambar struktur gedung 7 (tujuh) lantai dibawah ini. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPfwDFembI/AAAAAAAABMU/pd2AJD6EYEY/s1600-h/45.png"&gt;&lt;img title="4" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="368" alt="4" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPfyrnzMEI/AAAAAAAABMY/nNDY4aV3cYI/4_thumb3.png?imgmax=800" width="400" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Data Gedung :&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;1. Jumlah lantai = 7&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;2. Tinggi tiap lantai = 4 m&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;3. Tinggi total gedung = 28 m&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;4. Panjang gedung = 25 m&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;5. Lebar gedung = 25 m&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Rencananya kolom lantai 1 s/d 5 menggunakan dimensi 60/60, kemudian lantai 6 &amp;amp; 7 menggunakan dimensi 40/40. Dimensi balok 30/50.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nah…sebagai catatan, saya tidak akan membahas bagaimana cara mendefinisikan dimensi penampang, beban, support dan lain sebagainya, tapi disini yang saya tekankan adalah bagaimana cara yang termudah mengatur modus tampilan (view) agar kita bisa dengan lebih mudah untuk mendefinisikan profil penampang terdefinisi ke geometri struktur, dan melihat hasil desain pembesian per portalnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Klik tool &lt;strong&gt;view from + Y&lt;/strong&gt; (yang saya lingkari pakai warna merah)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPjSadouBI/AAAAAAAABN8/-FMdPm_Lxb4/s1600-h/5%5B4%5D.png"&gt;&lt;img title="5" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="21" alt="5" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPjUVjIYyI/AAAAAAAABOA/L1pQx5K2ug4/5_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="240" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Maka akan ditampilkan tampak atas gedung tersebut. Sekarang jaring As – A sehingga terblok dengan warna merah seperti gambar disamping ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPf2ZfFYfI/AAAAAAAABMk/BAolC6HZzr0/s1600-h/64.png"&gt;&lt;img title="6" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="350" alt="6" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPf4GYfv6I/AAAAAAAABMo/m_g65dTj9Sc/6_thumb2.png?imgmax=800" width="350" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4. Lanjutkan dengan klik kanan, Kemudian pilih “&lt;strong&gt;New View&lt;/strong&gt;”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPf5xIIk8I/AAAAAAAABMs/aawzwbHvlxc/s1600-h/75.png"&gt;&lt;img title="7" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="345" alt="7" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPf8Dv-okI/AAAAAAAABMw/53V5hqFEXY4/7_thumb3.png?imgmax=800" width="350" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;5. Akan muncul kotak dialog&lt;strong&gt; New View&lt;/strong&gt;, Pilih &lt;strong&gt;Create a new window for the view&lt;/strong&gt;. Kemudian klik &lt;strong&gt;OK&lt;/strong&gt; sehingga akan muncul&lt;strong&gt; window &lt;/strong&gt;(tampilan) baru dengan nama &lt;strong&gt;&amp;lt;Untitled 1&amp;gt;&lt;/strong&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPf9oXBX_I/AAAAAAAABM0/bJ9XOdqOZlA/s1600-h/85.png"&gt;&lt;img title="8" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="99" alt="8" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPgAL87UKI/AAAAAAAABM4/DIT90Hu9W4M/8_thumb3.png?imgmax=800" width="300" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPgDfpFLuI/AAAAAAAABM8/E6PMQ5gxLxs/s1600-h/96.png"&gt;&lt;img title="9" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="321" alt="9" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPgFjzomOI/AAAAAAAABNA/_2ZG5FfnM3M/9_thumb4.png?imgmax=800" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;6. Sekarang klik tombol &lt;strong&gt;isometric view&lt;/strong&gt;, sehingga tampilan portalnya berada dalam modus isometrik (3D)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPgHMhmqUI/AAAAAAAABNE/oz5xLYchlhA/s1600-h/10%5B3%5D.png"&gt;&lt;img title="10" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="21" alt="10" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPgIs6bkfI/AAAAAAAABNI/AcReEigAXuQ/10_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="240" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPgLq0t7cI/AAAAAAAABNM/wGPBPx3AamY/s1600-h/11%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="11" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="298" alt="11" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPgNu_qoyI/AAAAAAAABNQ/Rbd32WS6aHA/11_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;7. Sekarang kita akan save portal ini dengan nama Portal &lt;strong&gt;As-A&lt;/strong&gt;. Untuk itu pada menu puldown klik &lt;strong&gt;View&lt;/strong&gt; &amp;gt; &lt;strong&gt;View Management&lt;/strong&gt; &amp;gt; &lt;strong&gt;Save View&lt;/strong&gt;. Maka akan keluar kotak dialog &lt;strong&gt;Save View As&lt;/strong&gt;. Isi dengan nama &lt;strong&gt;As-A&lt;/strong&gt; kemudian klik &lt;strong&gt;OK&lt;/strong&gt;, maka otomatis portal kita akan disave oleh &lt;strong&gt;STAAD&lt;/strong&gt; dengan nama&lt;strong&gt; As-A&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPgPmVfTKI/AAAAAAAABNU/s1_ojTFF8hM/s1600-h/12%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="12" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="328" alt="12" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPgSHSTPBI/AAAAAAAABNY/fjrLtRW6GRU/12_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="270" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPk7A8P89I/AAAAAAAABOE/ekL62cCCtuU/s1600-h/13%5B10%5D.png"&gt;&lt;img title="13" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="187" alt="13" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPk8ip6NxI/AAAAAAAABOI/PwDiZoRTyg4/13_thumb%5B6%5D.png?imgmax=800" width="270" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPgWehX70I/AAAAAAAABNk/n42fsTmyZpc/s1600-h/14%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="14" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="340" alt="14" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPgYP0CWjI/AAAAAAAABNo/sjqs9DkI9vg/14_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="350" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;8. Sekarang coba anda cek di menu pulldown &lt;strong&gt;Window&lt;/strong&gt;, apakah window (tampilan) &lt;strong&gt;As-A&lt;/strong&gt; sudah masuk apa belum. nah…ternyata sudah masuk.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPgZLbn4YI/AAAAAAAABNs/C-96YC7T-kY/s1600-h/15%5B4%5D.png"&gt;&lt;img title="15" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="144" alt="15" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPgaiSENLI/AAAAAAAABNw/mOxunfdyfFE/15_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="200" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;9. Nah…dari sini kita bisa meneruskan dengan me &lt;strong&gt;save&lt;/strong&gt; portal &lt;strong&gt;as&lt;/strong&gt; yang lain sehingga dengan begini apabila kita ingin mendefinisikan penampang profil tertentu &lt;strong&gt;&lt;u&gt;kita tidak akan kesusahan karena setiap portalnya sudah kita definisikan&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;, sehingga disaat kapan kita ingin menampilkan portal tertentu maka dengan mudah kita bisa melakukannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;10. Untuk mengakses semua view yang sudah kita save, bisa diakses ke menu pulldown &lt;strong&gt;View&lt;/strong&gt; &amp;gt; &lt;strong&gt;Open View&lt;/strong&gt;. Kemudian tinggal klik pada portal &lt;strong&gt;as&lt;/strong&gt; mana yang ingin ditampilkan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPgblVYZoI/AAAAAAAABN0/JcfCSIHFqMY/s1600-h/16%5B4%5D.png"&gt;&lt;img title="16" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="208" alt="16" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TMPgdhJV9cI/AAAAAAAABN4/9ZAtMjDQsjY/16_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="240" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sekian…semoga bermanfaat !&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5592467528844232670-3500782946992165351?l=www.kampustekniksipil.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kampustekniksipil.co.cc/2010/10/view-management-tool-untuk-efektifitas.html</link><author>maestromusic.lutfi@gmail.com (lutfi@ndri@n)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5592467528844232670.post-521231404042989634</guid><pubDate>Sun, 03 Oct 2010 07:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-03T00:27:22.681-07:00</atom:updated><title>Interactive Design Component, Menu Utility Untuk Desain Cepat Pada STAAD</title><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Interactive Design Component&lt;/strong&gt; adalah sebuah menu pada STAAD yang berfungsi untuk memudahkan Engineer untuk menkolaborasikan &lt;strong&gt;STAAD pro&lt;/strong&gt; dengan &lt;strong&gt;STAAD etc&lt;/strong&gt;. dimana hasil analisa gaya dalam yang didapat dari &lt;strong&gt;STAAD pro&lt;/strong&gt; di informasikan ke &lt;strong&gt;STAAD etc&lt;/strong&gt; untuk didapat hasil desainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;STAAD.etc&lt;/strong&gt; sendiri adalah sebuah &amp;quot;&lt;strong&gt;Toolkit&lt;/strong&gt;&amp;quot; yang berisi berbagai analisis komponen dan kelompok modul desain seperti &lt;strong&gt;Pondasi, batu, kayu, baja, beton dan analisis umum lainnya&lt;/strong&gt;. Sebagai produk yang berdiri sendiri, &lt;strong&gt;STAAD.etc&lt;/strong&gt; dapat digunakan untuk merancang frame portal kecil (small portal frame), balok menerus (continous beam), pondasi (foundation), retaining walls one-way slabs, koneksi sambungan pada baja, dinding geser (shear wall) dan masih banyak lagi. &lt;strong&gt;STAAD.etc&lt;/strong&gt; memungkinkan para Engineer untuk melengkapi siklus desain pada struktur primer dengan menganalisis dan merancang beberapa komponen struktural atau aksesori dalam lingkungan &lt;strong&gt;STAAD.Pro&lt;/strong&gt; menggunakan result database (database hasil analisa perhitungan) dari &lt;strong&gt;STAAD.Pro&lt;/strong&gt; tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pehatikan contoh berikut ini,&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Katakanlah saya akan membangun Ruko dua lantai sebanyak tiga buah. Dan strukturnya saya rencanakan sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgpIxpCYVI/AAAAAAAABIM/YIL19kO3RQc/s1600-h/320.png"&gt;&lt;img title="3" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="438" alt="3" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgpLznM5kI/AAAAAAAABIQ/uClFgIPrUZs/3_thumb14.png?imgmax=800" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKguJvQc5YI/AAAAAAAABK4/n4m3vGURjc8/s1600-h/275.png"&gt;&lt;img title="27" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="435" alt="27" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKguNJeN_sI/AAAAAAAABLA/6QWT9VpzKAo/27_thumb3.png?imgmax=800" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKguQ8Un6PI/AAAAAAAABLI/lVK6-iNhzg8/s1600-h/295.png"&gt;&lt;img title="29" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="435" alt="29" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgubiKqO7I/AAAAAAAABLQ/zQcaTM-SQfA/29_thumb3.png?imgmax=800" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beban yang bekerja pada strukur adalah beban mati dan beban hidup pelat lantai dan atap, serta beban dinding setinggi 3 meter ( 3 x 250 kg/m2 = 750 kg/m2).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgugcrzmOI/AAAAAAAABLU/y9y3S3hn840/s1600-h/45.png"&gt;&lt;img title="4" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="416" alt="4" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgumGbOiDI/AAAAAAAABLY/HrizLkIWR3g/4_thumb3.png?imgmax=800" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgpPPKyCQI/AAAAAAAABIU/rEqcrFX9BvY/s1600-h/56.png"&gt;&lt;img title="5" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="435" alt="5" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgpWvZl7BI/AAAAAAAABIY/QlKLop5VIRY/5_thumb4.png?imgmax=800" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Catatan : &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Supaya lebih mudah dalam pembahasan (artinya yang sampaikan gathuk dengan yang anda terima), maka silahkan anda download dulu contoh file Ruko diatas, dengan cara mengklik disini &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/11924110/RDL-STD2004.rar.html" target="_blank"&gt;“Download Ruko Dua Lantai-Desain Dengan STAAD (zip file)”&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Cara membuat geometri struktur dan cara memasukan beban-beban seperti diatas (atau yang terlampir pada file yang saya sertakan) tidak akan saya bahas. Rekan-rekan bisa mempelajarinya di posting saya terdahulu yang membahas masalah “Perencanaan Ruko Dua Lantai Dengan Program Bantu STAAD Pro 2004” Part 1 s/d 4 (lihat di Daftar isi pada blog saya)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;img alt="Big Grin" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gif" /&gt;Baik, sekarang kita akan mulai pembahasan kita. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari file yang rekan2 download tadi. silahkan di running (analisa) dulu. Jika sudah maka desain tulangan baik kolom maupun balok sudah bisa untuk ditampilkan. Caranya tinggal klik element balok atau kolom yang mana yang ingin ditampilkan tulangannya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgpaTgArTI/AAAAAAAABIc/ofi5CmOCd9M/s1600-h/67.png"&gt;&lt;img title="6" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="301" alt="6" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgpgw1A7hI/AAAAAAAABIg/3OgQG5E-W-A/6_thumb5.png?imgmax=800" width="310" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160; &lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgpvy1N_FI/AAAAAAAABIk/2fZiZ9aD2ZA/s1600-h/75.png"&gt;&lt;img title="7" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="301" alt="7" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgp0O70zAI/AAAAAAAABIo/MqWSNMMQwyM/7_thumb3.png?imgmax=800" width="310" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sekarang kita akan desain untuk Pondasinya (kita akan gunakan fondasi tapak beton). Untuk itu kita akan manfaatkan menu &lt;strong&gt;Interactive Design Component&lt;/strong&gt; yang dimiliki oleh&lt;strong&gt; STAAD&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Kita cari dulu kolom mana yang mengalami beban aksial terbesar. untuk itu dari menu pulldown &lt;strong&gt;Mode&lt;/strong&gt;, Klik &lt;strong&gt;Post Processing&lt;/strong&gt;. Akan keluar pop up menu &lt;strong&gt;Result Setup&lt;/strong&gt;. Atur sedemikian rupa sehingga hanya parameter &lt;strong&gt;BEBAN KOMBINASI&lt;/strong&gt; saja yang berada pada kotak &lt;strong&gt;Selected Parameter.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgp2retPeI/AAAAAAAABIs/XlotI6-QG08/s1600-h/84.png"&gt;&lt;img title="8" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="197" alt="8" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgp5OzRnSI/AAAAAAAABIw/HVKYpp5icEk/8_thumb2.png?imgmax=800" width="270" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Jika sudah maka seleksi semua kolom sehingga terdeteksi dengan warna merah&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgp6UzCPBI/AAAAAAAABI0/G30JKBruqdE/s1600-h/95.png"&gt;&lt;img title="9" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="261" alt="9" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgp-MErkQI/AAAAAAAABI4/fpkmFnZ-0Zk/9_thumb3.png?imgmax=800" width="275" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Sekarang dari menu pulldown&lt;strong&gt; Report&lt;/strong&gt;. Klik &lt;strong&gt;Section Forces&lt;/strong&gt;, maka akan keluar kotak dialog &lt;strong&gt;Section Forces&lt;/strong&gt;. Klik radio button &lt;strong&gt;Axial forces&lt;/strong&gt;, ceklis &lt;strong&gt;Absolutes Values&lt;/strong&gt;, kemudian pada frame &lt;strong&gt;Set Sorting Order&lt;/strong&gt;, Klik List &lt;strong&gt;From High To Low&lt;/strong&gt;. ….(Jangan diklik OK dulu), sekarang klik tab &lt;strong&gt;Loading&lt;/strong&gt;, kemudian atur sedemikian rupa agar hanya &lt;strong&gt;BEBAN KOMBINASI&lt;/strong&gt; saja yang terseleksi di kotak &lt;strong&gt;Selected&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgqDeLp2lI/AAAAAAAABI8/2zLxv0RUX-Y/s1600-h/105.png"&gt;&lt;img title="10" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="202" alt="10" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgqHlPu8sI/AAAAAAAABJA/hN-aTw_vH8Y/10_thumb3.png?imgmax=800" width="270" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgqJjozq4I/AAAAAAAABJE/oeSMOAQUBA8/s1600-h/114.png"&gt;&lt;img title="11" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="202" alt="11" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgqMEWa8JI/AAAAAAAABJI/RssPvNTmwr0/11_thumb2.png?imgmax=800" width="270" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4. sekarang klik OK!. maka akan keluar kotak &lt;strong&gt;Section Forces&lt;/strong&gt; yang menampilkan gaya &lt;strong&gt;axial&lt;/strong&gt; pada kolom yang diurutkan dari yang terbesar hingga terkecil. Coba anda perhatikan pada kotak tersebut, ternyata kolom &lt;strong&gt;No. 23&lt;/strong&gt; menduduki peringkat satu yang artinya memiliki &lt;strong&gt;gaya axial terbesar&lt;/strong&gt; diantara kolom yang lainnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgqNWWwJwI/AAAAAAAABJM/ykhVV9DIl7I/s1600-h/126.png"&gt;&lt;img title="12" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="268" alt="12" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgqQzPW7YI/AAAAAAAABJQ/g8HxmbAH1EU/12_thumb4.png?imgmax=800" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Letak kolom &lt;strong&gt;No. 23&lt;/strong&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.kampustekniksipil.co.cc/2010/08/perencanaan-ruko-dua-lantai-dengan.html" target="_blank"&gt;&lt;img title="13A" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="287" alt="13A" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgqVPojHSI/AAAAAAAABJU/4NgEGazI6H4/13A6.png?imgmax=800" width="330" border="0" /&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p align="justify"&gt;5. Sekarang kita akan masuk ke menu&lt;strong&gt; Interactive Design Component&lt;/strong&gt;. Untuk itu pada menu pulldown klik&lt;strong&gt; Mode&lt;/strong&gt; &amp;gt; &lt;strong&gt;Interactive Design&lt;/strong&gt; &amp;gt; &lt;strong&gt;Component Design&lt;/strong&gt;. Sehingga tampilannya menjadi seperti ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgqhW58ulI/AAAAAAAABJY/ONbnrRjqoWo/s1600-h/146.png"&gt;&lt;img title="14" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="307" alt="14" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgqo8wnKfI/AAAAAAAABJc/TrGQ-CuJ0C0/14_thumb4.png?imgmax=800" width="455" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;6. Sekarang klik &lt;strong&gt;Nodes Cursors&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgqqvm3SiI/AAAAAAAABJg/e3nbx9rVA-o/s1600-h/168.png"&gt;&lt;img title="16" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="169" alt="16" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgqr4Z2pcI/AAAAAAAABJk/r4fmGbTqpKs/16_thumb6.png?imgmax=800" width="70" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;7. Sekarang klik joint kolom &lt;strong&gt;No. 23&lt;/strong&gt;, sehingga terseleksi dengan warna &lt;strong&gt;merah&lt;/strong&gt;. Lihat gambar dibawah ini &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgqtQWIA5I/AAAAAAAABJo/YiTinjH_WHI/s1600-h/174.png"&gt;&lt;img title="17" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="277" alt="17" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgqvLVwd0I/AAAAAAAABJs/VTeJILbji0U/17_thumb2.png?imgmax=800" width="350" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;8. Sekarang dari kotak dialog &lt;strong&gt;Interactive Design&lt;/strong&gt;.drag gambar &lt;strong&gt;Footing &lt;/strong&gt;ke joint &lt;strong&gt;No. 23&lt;/strong&gt; yang berwarna merah tadi, sehingga otomatis akan muncul kotak pop-up &lt;strong&gt;STAAD Etc. Interactive Design.&lt;/strong&gt; Isi parameter desain &lt;strong&gt;Services Load Factors, Material Data, Reinforcement Data, Geometri, Pedestal, Loading &amp;amp; Design Load Factors&lt;/strong&gt;&amp;#160; yang berada pada tiap tab sesuai dengan yang akan anda rencanakan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgwRSg-msI/AAAAAAAABLc/FLH0hZbfI-I/s1600-h/18%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="18" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="261" alt="18" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgwVHo8dMI/AAAAAAAABLg/zCvs0IDxd7w/18_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgqxPq7CmI/AAAAAAAABJw/JddMrm9uUuc/s1600-h/19%5B8%5D.png"&gt;&lt;img title="19" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="499" alt="19" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgq2NDUtvI/AAAAAAAABJ0/1IJgvlKpXJw/19_thumb%5B6%5D.png?imgmax=800" width="320" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160; &lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgq3zf82uI/AAAAAAAABJ4/1Y50cAXlfpI/s1600-h/21%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="21" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="519" alt="21" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgq6Xa_GLI/AAAAAAAABJ8/k1tBkrY5KBI/21_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="320" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;9. Jika semua parameter sudah diisi dengan benar, maka akhiri dengan mengklik &lt;strong&gt;OK&lt;/strong&gt;!. Maka hasil desain pondasi akan ditampilkan&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- &lt;strong&gt;&lt;u&gt;Design Result&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgq-UE5UzI/AAAAAAAABKA/Xmz-_dIbXsI/s1600-h/22%5B16%5D.png"&gt;&lt;img title="22" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="378" alt="22" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgrC4isLkI/AAAAAAAABKE/EFrlB7MXVxM/22_thumb%5B12%5D.png?imgmax=800" width="400" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- &lt;strong&gt;&lt;u&gt;Calculation Report&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgrGZJvpeI/AAAAAAAABKI/n5UaYsJtYQk/s1600-h/23%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="23" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="333" alt="23" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgrJ95_loI/AAAAAAAABKM/2mn_IfbXwDA/23_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="424" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160; - &lt;strong&gt;&lt;u&gt;Output Drawing&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgrMrNrYWI/AAAAAAAABKQ/HIvkMYD3XEY/s1600-h/24%5B7%5D.png"&gt;&lt;img title="24" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="373" alt="24" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgrPgR0tjI/AAAAAAAABKU/Dp62rpFfYdA/24_thumb%5B5%5D.png?imgmax=800" width="270" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nah…sekian dulu ya pembahasannya. Komponen yang lainnya pada menu &lt;strong&gt;Interactive Design&lt;/strong&gt; seperti&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgrTXX4fCI/AAAAAAAABKc/jn4Wd0r3kBc/s1600-h/25%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="25" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="240" alt="25" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgrWr39s_I/AAAAAAAABKg/_x5eaijRvWE/25_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="209" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgrYU3vz9I/AAAAAAAABKk/PqeohGNRAdo/s1600-h/26%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="26" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="240" alt="26" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TKgraUW_XTI/AAAAAAAABKo/_U6uOBBhwUI/26_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="209" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Slab&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Base Plate&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pile Cap&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Momen Bolt &amp;amp; Shear Bolt Grup (Untuk koneksi/sambungan pada baja)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Insya ALLAH kita akan bahas pada lain kesempatan…..&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5592467528844232670-521231404042989634?l=www.kampustekniksipil.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kampustekniksipil.co.cc/2010/10/interactive-design-component-menu.html</link><author>maestromusic.lutfi@gmail.com (lutfi@ndri@n)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5592467528844232670.post-6950002603959479285</guid><pubDate>Sun, 29 Aug 2010 04:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-28T21:11:19.578-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jembatan</category><title>Desain &amp; Metode Konstruksi Jembatan Suramadu</title><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Assalamulaikum Warrohmatullohi Wabarokattu……&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Gimana kabar sobat kampuz….??? masih puasa kan ? Alhamdullillah….. Lho kok loyooo…ayo semangat dunk puasanya….hihihihi…&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nah biar semangat puasa kali ini, sobat kampuz akan saya ajak “Ngabuburit Engineering” di Jembatan Suramadu.… Itu lho jembatan terpanjang di negeri kita saat ini. Disana kita bisa melihat pemandangan laut yang terhampar dengan begitu indah, elok dan mempesona….&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Yuk kita mulai “Ngabuburit Engineering”&amp;#160; kita…… &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Jembatan Nasional Suramadu&lt;/strong&gt; adalah jembatan yang melintasi &lt;strong&gt;Selat Madura&lt;/strong&gt;, menghubungkan &lt;strong&gt;Pulau Jawa (di Surabaya) dan Pulau Madura (di Bangkalan, tepatnya timur Kamal), Indonesia&lt;/strong&gt;. Dengan panjang &lt;strong&gt;5.438 m&lt;/strong&gt;, jembatan ini merupakan jembatan &lt;strong&gt;terpanjang di Indonesia&lt;/strong&gt; saat ini. Jembatan terpanjang di Asia Tenggara ialah Bang Na Expressway di Thailand (54 km). Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu &lt;strong&gt;jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge). &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jembatan ini diresmikan awal pembangunannya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura, yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Jawa Timur. Perkiraan biaya pembangunan jembatan ini adalah 4,5 triliun rupiah. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pembuatan jembatan ini dilakukan dari tiga sisi, baik sisi Bangkalan maupun sisi Surabaya. Sementara itu, secara bersamaan juga dilakukan pembangunan bentang tengah yang terdiri dari main bridge dan approach bridge.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berikut adalah Rangkuman dari &lt;strong&gt;DESAIN&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;METODE KONSTRUKSI&lt;/strong&gt; Jembatan Suramadu yang diunduh dari &lt;strong&gt;Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font face="Arial Black" color="#00ffff"&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;DESAIN &lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lokasi casting yard berada di &lt;strong&gt;Marina Shipyard&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Desa Sidorukun&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Gresik&lt;/strong&gt;, dengan luasan sekitar &lt;strong&gt;30.000m2&lt;/strong&gt; berada pada tepi laut dengan kedalaman yang mencukupi sehingga memudahkan loading/unloading material dari laut. Jarak dari casting yard ke lokasi proyek bentang tengah sekitar &lt;strong&gt;12 km&lt;/strong&gt;, yang dapat ditempuh sekitar 45-60 menit dengan speed boat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnY0Qxf2kI/AAAAAAAABAo/PkSxl-swX6o/s1600-h/1%5B11%5D.jpg"&gt;&lt;img title="1" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="247" alt="1" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnY1x_V7RI/AAAAAAAABAs/OaMEtWXKAZI/1_thumb%5B9%5D.jpg?imgmax=800" width="330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnY3DwwEKI/AAAAAAAABAw/X8sldfu9pfw/s1600-h/2%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img title="2" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="211" alt="2" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnY5U4d6RI/AAAAAAAABA0/JGojcJazOBo/2_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnY6g5fCHI/AAAAAAAABA4/DBsSu152PUg/s1600-h/3%5B10%5D.jpg"&gt;&lt;img title="3" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="76" alt="3" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnY8Lcn7GI/AAAAAAAABA8/IL8tqVsmTMM/3_thumb%5B8%5D.jpg?imgmax=800" width="330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;---Causeway---&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnY9ySmYRI/AAAAAAAABBA/5dtl0ZQu7BU/s1600-h/4%5B6%5D.jpg"&gt;&lt;img title="4" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="183" alt="4" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZAcZ-HRI/AAAAAAAABBE/iOB9XHVz8dQ/4_thumb%5B4%5D.jpg?imgmax=800" width="357" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Terdiri dari &lt;strong&gt;36 bentang&lt;/strong&gt; untuk sisi &lt;strong&gt;Surabaya&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;45 bentang&lt;/strong&gt; sisi &lt;strong&gt;Madura&lt;/strong&gt; dengan panjang masing-masing &lt;strong&gt;40 meter&lt;/strong&gt;. Konstruksi bangunan diatas menggunakan&lt;strong&gt; PCI Girder&lt;/strong&gt;. Sedangkan untuk bagian bawah menggunakan pondasi pipa baja berdiameter &lt;strong&gt;60 cm&lt;/strong&gt; dengan panjang rata-rata &lt;strong&gt;25 meter&lt;/strong&gt; untuk sisi &lt;strong&gt;surabaya &lt;/strong&gt;dan &lt;strong&gt;27 meter&lt;/strong&gt; untuk sisi &lt;strong&gt;Madura&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZCE5A8oI/AAAAAAAABBI/oYz7mRevpoE/s1600-h/5%5B9%5D.jpg"&gt;&lt;img title="5" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="211" alt="5" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZDrP_V2I/AAAAAAAABBM/z-0bi80-TnU/5_thumb%5B7%5D.jpg?imgmax=800" width="229" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZExA1bdI/AAAAAAAABBQ/NJP9G3xNiYw/s1600-h/6%5B14%5D.jpg"&gt;&lt;img title="6" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="210" alt="6" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZGAVyDlI/AAAAAAAABBU/8toA4Ar1PdU/6_thumb%5B12%5D.jpg?imgmax=800" width="225" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;---Main Bridge---&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZHZkVmAI/AAAAAAAABBY/yPUj4eYvMm8/s1600-h/7%5B10%5D.jpg"&gt;&lt;img title="7" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="162" alt="7" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZI9M5lTI/AAAAAAAABBc/tQTLHo7WuLg/7_thumb%5B8%5D.jpg?imgmax=800" width="225" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Konstruksinya terdiri dari pondasi bored pile 2,4 meter dengan panjang sekitar 80 meter, 2 Pylon kembar dengan ketinggian 140 meter dan lantai komposit double plane yang ditopang oleh cable stayed dengan bentang 192 m + 434 m + 192 m. Ketinggian vertical bebas untuk navigasi bentang utama adalah 35 meter.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZLbYyNJI/AAAAAAAABBg/wxKv2nfX4kg/s1600-h/deatil%20segmen%20main%20bridge%20%201%5B8%5D.jpg"&gt;&lt;img title="deatil segmen main bridge  1" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="225" alt="deatil segmen main bridge  1" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZNfwXMgI/AAAAAAAABBk/gM-9M2cSRlA/deatil%20segmen%20main%20bridge%20%201_thumb%5B6%5D.jpg?imgmax=800" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZPIZ5chI/AAAAAAAABBo/_KAhsWqOZKs/s1600-h/deatil%20segmen%20main%20bridge%20%202%5B10%5D.jpg"&gt;&lt;img title="deatil segmen main bridge  2" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="221" alt="deatil segmen main bridge  2" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZQ7Th1wI/AAAAAAAABBs/V8ZnzAq5og0/deatil%20segmen%20main%20bridge%20%202_thumb%5B8%5D.jpg?imgmax=800" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pembagian Lajur Jalan &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lebar Jembatan = 2 x 15.0 m    &lt;br /&gt;Lajur kendaraan = 2 x 2 x 3.50 m     &lt;br /&gt;Lajur lambat (darurat) = 2 x 2.75 m     &lt;br /&gt;Kelandaian maksimum = 3% &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lajur kendaraan &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; * Kendaraan roda 4 terdiri dari 4 lajur cepat dan 2 lajur darurat    &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; * Kendaraan roda 2 terdiri dari 2 lajur&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Detail Pylon&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Konstruksi Pylon bentang utama setinggi 146 meter, dengan menggunakan borepile berdiameter 2,4 meter dengan kedalaman 71 meter, Ketinggian vertikal bebas (untuk navigasi) bentang utama adalah 35 meter dari permukaan laut&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZR495PqI/AAAAAAAABBw/3IGEwHtXOtM/s1600-h/8%5B7%5D.jpg"&gt;&lt;img title="8" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="383" alt="8" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZTIT43qI/AAAAAAAABB0/lfs6t7joTyE/8_thumb%5B5%5D.jpg?imgmax=800" width="190" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZUVynJQI/AAAAAAAABB4/Zb0Gph6_uCI/s1600-h/9%5B9%5D.jpg"&gt;&lt;img title="9" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="385" alt="9" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZVlKii8I/AAAAAAAABB8/M0tx8BUxoDA/9_thumb%5B7%5D.jpg?imgmax=800" width="137" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZW-l6oDI/AAAAAAAABCA/OvSpyDIBVig/s1600-h/10%5B9%5D.jpg"&gt;&lt;img title="10" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="316" alt="10" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZYNiHMwI/AAAAAAAABCE/E05ZdKugHY4/10_thumb%5B7%5D.jpg?imgmax=800" width="140" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZgecd0UI/AAAAAAAABCI/Yu7kObl15TU/s1600-h/11%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img title="11" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="118" alt="11" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZhVAgszI/AAAAAAAABCM/y13zBkVAqZU/11_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="181" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;&lt;u&gt;---Approach Bridge---&lt;/u&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk bangunan atas menggunakan beton &lt;strong&gt;Presstressed Box Girder&lt;/strong&gt; dengan bentang &lt;strong&gt;80 meter&lt;/strong&gt; sebanyak &lt;strong&gt;7 bentang&lt;/strong&gt;, baik untuk sisi Surabaya maupun sisi Madura. Sedangkan struktur bawah terdiri dari pondasi bored pile berdiameter &lt;strong&gt;180 cm&lt;/strong&gt; dengan panjang &lt;strong&gt;60-90 meter&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZiYO4eOI/AAAAAAAABCQ/D0xVlJMwoMY/s1600-h/12%5B7%5D.jpg"&gt;&lt;img title="12" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="106" alt="12" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZka8ehxI/AAAAAAAABCU/3_Mx_dCsVPQ/12_thumb%5B5%5D.jpg?imgmax=800" width="400" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;img title="14" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="142" alt="14" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZluVU3jI/AAAAAAAABCY/j1ttbui3eAE/14_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="400" border="0" /&gt;&lt;img title="13" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="171" alt="13" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZmhxw4dI/AAAAAAAABCc/_H_370Xowbk/13_thumb%5B4%5D.jpg?imgmax=800" width="400" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font face="Arial Black" color="#00ffff"&gt;METODE KONSTRUKSI&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;     &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Membangun Aktivitas di Tengah Laut Metode Konstruksi Bentang Tengah, proses paling rumit dan kompleks. Sebuah aktivitas di tengah laut yang butuh kejelian dengan tetap memperhatikan keselamatan kerja. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Metode konstruksi merupakan suatu tahapan pelaksanaan pekerjaan pada proses konstruksi. Di Proyek Pembangunan Jembatan Suramadu terdapat dua metode konstruksi. Metode konstruksi &lt;strong&gt;&lt;u&gt;cable stayed&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; dan metode konstruksi &lt;strong&gt;&lt;u&gt;approach bridge&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;&lt;u&gt;---Concreate Box Girder---&lt;/u&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sesuai untuk kebutuhan bentang panjang, maka dipilihlah metode balance cantilever. Metode ini cocok dilakukan untuk pekerjaan di laut dengan bentang 120 meter. Metode pengecoran box girder adalah menggunakan &lt;strong&gt;form traveller&lt;/strong&gt;, yang terdiri dari &lt;strong&gt;sistem trust stimuler utama&lt;/strong&gt;,&lt;strong&gt; sistem bottom basket&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;sistem suspensi&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;sistem form work&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;sistem anchoring&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;dan sistem gerak&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZnoELkqI/AAAAAAAABCg/HtY5yVIXtMo/s1600-h/15%5B10%5D.jpg"&gt;&lt;img title="15" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="177" alt="15" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZokD1_6I/AAAAAAAABCk/tsqaliJHlFA/15_thumb%5B8%5D.jpg?imgmax=800" width="304" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZpsYGfEI/AAAAAAAABCo/QJZoBv04JTo/s1600-h/16%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img title="16" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="169" alt="16" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZqvqWG3I/AAAAAAAABCs/oOMWArutS9E/16_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" width="304" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZrx_lZZI/AAAAAAAABCw/PbV7Y_jk85c/s1600-h/17%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img title="17" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="174" alt="17" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZtPA06OI/AAAAAAAABC0/5GxcMwxS1dY/17_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" width="304" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZvLQjPxI/AAAAAAAABC4/Ft8pDndn368/s1600-h/18%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img title="18" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="174" alt="18" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZwhBx0-I/AAAAAAAABC8/Dru0Yh_w5os/18_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" width="304" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sistem &lt;strong&gt;form work&lt;/strong&gt; terdiri dari&lt;strong&gt; side formwork&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;inner form work&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;diafragma formwork&lt;/strong&gt;. &lt;strong&gt;Formwor&lt;/strong&gt;k siap digunakan setelah seluruh kegiatan perangkaian selesai. Proses semifinish rebar dilakukan di stockyard dan proses finalisasi rebar dilakukan di lokasi pekerjaan. Penempatan rebar dilakukan beriringan langkah demi langkah dengan proses formwork dan pengecoran. Proses penempatan rebar dilakukan setelah formwork terpasang. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pengecoran segmental box girder yang akan digunakan adalah pengecoran cast insitu. Pengecoran rebar dilakukan setelah rebar dan duct terpasang dengan baik. Pengecoran dilakukan dengan menggunakan concrete pump dengan bantuan pipa. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pekerjaan stressing adalah pekerjaan yang sangat penting untuk pekerjaan bentang panjang yang kontinyu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;&lt;u&gt;---V-Pier (Tumpuan Cantilever Approach Bridge &amp;amp; Cable Stay)---&lt;/u&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZxp0PZ7I/AAAAAAAABDA/Qh9akpnW4QM/s1600-h/A%5B6%5D.jpg"&gt;&lt;img title="A" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="342" alt="A" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZzWESapI/AAAAAAAABDE/KqECuvAUbfs/A_thumb%5B4%5D.jpg?imgmax=800" width="167" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZ0_ojiXI/AAAAAAAABDI/Av71YdLqrZY/s1600-h/B%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img title="B" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="342" alt="B" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZ2BiWKmI/AAAAAAAABDM/0ZhK9OqUy_U/B_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="156" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZ3EALPFI/AAAAAAAABDQ/smRjTaUOFrs/s1600-h/C%5B8%5D.jpg"&gt;&lt;img title="C" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="365" alt="C" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZ4bm653I/AAAAAAAABDU/BKKvUGpH-Qk/C_thumb%5B6%5D.jpg?imgmax=800" width="164" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZ5bxqPqI/AAAAAAAABDY/2hqn_Jn_rqQ/s1600-h/D%5B6%5D.jpg"&gt;&lt;img title="D" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="371" alt="D" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZ6qpDOjI/AAAAAAAABDc/sZfUpfG3vsQ/D_thumb%5B4%5D.jpg?imgmax=800" width="156" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pada review desain Pier 42 dan Pier 45 berbentuk V, V - Pier merupakan rigid frame dan mempunyai panjang deck longitudinal sepanjang 32 m. V - pier digunakan sebagai tumpuan balance cantilever approach bridge dan cable stay Main Span, karena itu pekerjaan V - Pier menjadi pekerjaan yang krusial..&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;---Pier Table---&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZ7XfOONI/AAAAAAAABDg/Zaiv0O153nc/s1600-h/PIER%20TABLE%5B7%5D.jpg"&gt;&lt;img title="PIER TABLE" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="163" alt="PIER TABLE" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZ8TvmnTI/AAAAAAAABDk/Jsu46AnDaWM/PIER%20TABLE_thumb%5B5%5D.jpg?imgmax=800" width="230" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Tahap - tahap pekerjaan pier table adalah pemasangan concrete box bagian bawah rencana Pier table pemasangan horisontal IWF suport dan vertikal IWF support pemasangan side formwork, inner formwork dan bottom formwork. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Side formwork akan didukung steel trust sedangkan inner formwork akan didukung oleh portal bracing. Formwork frame dibentuk dari berbagai kombinasi bentuk baja dan plat. Pekerjaan pemotongan dan pembengkokan rebar akan dilakukan di stock yard sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan. Proses finalisasi perakitan dilakukan dilokasi pekerjaan. Pengecoran pier table dilakukan dalam dua kali pengecoran, bottom slab dan sebagian web akan dicor terlebih dahulu sedangkan top slab dan sebagian web sisanya akan dicor pada pengecoran ke dua. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pekerjaan stressing vertikal akan dilakukan setelah pekerjaan pier table memenuhi kekuatan yang dipersyaratkan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZ-IPSpcI/AAAAAAAABDo/npZ4gstDZYM/s1600-h/PT%20123%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img title="PT 123" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="111" alt="PT 123" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnZ_wjU19I/AAAAAAAABDs/hYhEUtGx5K4/PT%20123_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnaBciLVdI/AAAAAAAABDw/DeKex3BKXio/s1600-h/PT%20456%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img title="PT 456" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="109" alt="PT 456" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnaEmVq0qI/AAAAAAAABD0/P1W_VO897Y8/PT%20456_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnaGTrk2WI/AAAAAAAABD4/Sv7drszQ5yc/s1600-h/PT%20789%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img title="PT 789" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="109" alt="PT 789" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnaIf2eseI/AAAAAAAABD8/lf_jerkTpqo/PT%20789_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;---Pier Cap &amp;amp; Pier Work---&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seluruh persiapan untuk pekerjaan form work dilakukan di stock yard, balok IWF steel plat dan balok kayu dipindahkan dari stock yard ke ponton material pembuatan form work untuk pile cap diangkut dari dermaga Gresik menuju lokasi pile cap dengan menggunakan ponton form work ponton. Seluruh bahan penyusun beton dibawa menuju ke ponton baching plan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;u&gt;Tahap - tahap pekerjaan pembuatan form work pile cap adalah :&lt;/u&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Pemasangan steel plat yg diklem yg digunakan sebagai dudukan steel support. Pemasangan balok penyangga searah longitudinal balok jembatan dan balok penyangga arah transversal jembatan sebagai penerus beban dari balok penyangga dengan baja IWF.        &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Pemasangan balok bottom formwork dan multiplek. skirting panel dipersiapkan selain sebagai bagian dari pile cap juga digunakan sebagai side form work.        &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Skirting panel merupakan segmental precast concrete. pemasangan rebar dilakukan setelah proses instalasi botom dan side form work selesai perangkaian rebar dari semi finis menjadi fix di lokasi pekerjaan pile cap.        &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Rebar pertama dipasang untuk pengecoran beton pertama setinggi 0.5 meter.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnaLrHDX3I/AAAAAAAABEA/CvUfqvEp0Pw/s1600-h/pier_cap_123%5B8%5D.jpg"&gt;&lt;img title="pier_cap_123" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="118" alt="pier_cap_123" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnaM0RJCRI/AAAAAAAABEE/cJRFdqDKB-I/pier_cap_123_thumb%5B6%5D.jpg?imgmax=800" width="449" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnaPOD0SOI/AAAAAAAABEI/fHuxftH1UTg/s1600-h/pier_cap_45%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img title="pier_cap_45" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="174" alt="pier_cap_45" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnaQ3DGGbI/AAAAAAAABEM/AQJa2uCW8B4/pier_cap_45_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnaSz3HBmI/AAAAAAAABEQ/Imlw2CgvQQ0/s1600-h/pier_cap_67%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img title="pier_cap_67" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="176" alt="pier_cap_67" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnaVFwfR4I/AAAAAAAABEU/aoabqFX_VwY/pier_cap_67_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah beton cukup kuat pemasangan rebar dilanjutkan ke tahap berikutnya. Penulangan beton pertama setinggi 0.5 meter, dilakukan setelah bottom form work, side form work dan rebar terpasang. Beton setinggi 0.5 meter selain digunakan sebagai penahan untuk tahap pengecoran selanjutnya juga, digunakan sebagai tumpuan pemasangan skirting panel. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Metode pengecoran beton yang digunakan adalah dengan menggunakan pipa. Saat pengecoran, beton tidak boleh dijatuhkan dari ketinggian lebih dari 150 cm. Pemasangan climbing form dimulai dari pemasangan bottom formwork dilanjutkan side formwork pada keempat sisi. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah beton mencapai kekuatan yang dipersyaratkan climbing form dapat dipindahkan ke segment selanjutnya. pekerjaan ter-sebut diulang sampai pada tinggi pier yg ditentukan. Penempatan rebar dilakukan beriringan langkah demi langkah dengan proses form work dan pengecoran setelah form work terpasang. Pekerjaan tahap pertama rebar dilanjutkan dengan pekerjaan pengecoran. Begitu seterusnya hingga ketinggian yang ditentukan. Pengecoran beton untuk pier dilakukan dalam beberapa tahap tergantung pada ketinggian pier. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tinggi pengecoran maksimum dengan menggunakan climbing form adalah 4 meter. Pengecoran pertama dilakukan setinggi 50 cm. pengecoran selanjutnya dilakukan dengan tinggi yang bervariasi begitu seterusnya sampai pada ketinggian yang ditentukan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;---Urutan Pekerjaan Bore Pile---&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnaXDyWQ3I/AAAAAAAABEY/Y6W_5BxEius/s1600-h/upd_bored_pile_89%5B7%5D.jpg"&gt;&lt;img title="upd_bored_pile_89" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="300" alt="upd_bored_pile_89" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnaY2bUMkI/AAAAAAAABEc/nallTIGkAGA/upd_bored_pile_89_thumb%5B5%5D.jpg?imgmax=800" width="150" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnab4S6BII/AAAAAAAABEg/MFBCpls0IxA/s1600-h/up_bored_pile_123%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img title="up_bored_pile_123" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="128" alt="up_bored_pile_123" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnadjf-OKI/AAAAAAAABEk/DkHmCH7PVVk/up_bored_pile_123_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnaeoK3otI/AAAAAAAABEo/zaTMffOVSno/s1600-h/up_bored_pile_345%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img title="up_bored_pile_345" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="129" alt="up_bored_pile_345" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnagHzI1ZI/AAAAAAAABEs/CRsS76M0h2M/up_bored_pile_345_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnahiCArtI/AAAAAAAABEw/NxOcESyMKP4/s1600-h/up_bored_pile_78910%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img title="up_bored_pile_78910" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="132" alt="up_bored_pile_78910" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnajK3FYDI/AAAAAAAABE0/lGR1dB0ZFF0/up_bored_pile_78910_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" width="454" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#00ffff"&gt;---------------METODE KONSTRUKSI APPROACH BRIDGE&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pondasi Bored Pile&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk mengurangi pekerjaan di laut beberapa persiapan seperti perakitan rebar, dilakukan di stock yard. Penyiapan bahan baku untuk beton dan casing pipa dilakukan di stock yard Gresik sedangkan untuk semen SBC dilakukan di dermaga Gresik. Peralatan bor dipersiapkan di atas ponton yang meliputi peralatan driving casing dan drilling. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tahap-tahap pekerjaan yang dilakukan pada saat driving casing adalah:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Pemasangan jacking ponton pada saat tiba dilokasi pengeboran agar tidak terjadi pergerakan pada saat dilakukan pengeboran dan pemancangan. &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Pengeboran casing pipa berdiameter 2250 mm dengan tebal minimum 20 mm, digunakan bore pile berdiameter 2200 mm dengan tujuan memberi ruang dan toleransi bagi mesin bor pada waktu pekerjaan pengeboran. &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Pemasangan vibratory hamer di atas pipa, dilakukan pada saat casing pipa sudah berada di posisinya. &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Pemasangan casing pipa sampai pada kedalaman kurang lebih 30 meter. &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pekerjaan pengeboran dengan methode RCD (Reserved Circular Drill), dilakukan setelah pemancangan casing pipa selesai. Mesin bor diletakkan di atas casing terpasang. Pekerjaan pengeboran dilakukan sampai pada kedalaman kurang lebih 45 meter dari permukaan pile. Persyaratan toleransi yang ditentukan yaitu 20 mm per meter panjang bangbor yang tidak tertutup casing Diameter Lubang dalam segala arah tidak boleh melebihi 5 persen dari diameter yang ditentukan. Lumpur hasil pengeboran diletakkan di disposal ponton dan dibuang di tempat yang sudah ditentukan sejauh 5 km dari lokasi pekerjaan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Persiapan untuk proses pengecoran dimulai dari pengangkutan raw material dari stock yard menuju ke dermaga dengan menggunakan dump truck. Raw material dan semen SBC akan diangkut dengan menggunakan feeder ponton menuju lokasi pengeboran. Pemasangan rebar dilakukan setelah lubang bor dibersihkan. Penyambungan antar segmen dilakukan dengan menggunakan mekanikal kopler. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk pembentukan suatu gaya tulangan yang utuh jumlah sambungan pada satu potongan yang sama tidak boleh lebih dari setengah jumlah rebar yang terpasang. Metode yang digunakan untuk pengecoran dibawah air adalah dengan menggunakan Tremix Pipe. Beton harus mempunyai kekuatan yang cukup dan nilai slump dijaga pada 18-22 cm. Beton yang digunakan pada pekerjaan bore pile ini adalah beton k-300.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnaj5c3IVI/AAAAAAAABE4/g6VxTCRvGls/s1600-h/AA%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img title="AA" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="100" alt="AA" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnalJpzbvI/AAAAAAAABE8/xhpzkUiI8Ic/AA_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" width="125" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnal6ZUjqI/AAAAAAAABFE/dgz0RjKV4_U/s1600-h/AB%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img title="AB" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="100" alt="AB" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnam71EwdI/AAAAAAAABFI/SbrLv1umxFE/AB_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" width="122" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnan1WvIXI/AAAAAAAABFM/lKzU1mU9koY/s1600-h/AC%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img title="AC" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="100" alt="AC" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnao79kK_I/AAAAAAAABFQ/sJSYwLAEdDQ/AC_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="117" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnapwEtKsI/AAAAAAAABFU/-jGU8H3mATg/s1600-h/AD%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img title="AD" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="104" alt="AD" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnarQpkq4I/AAAAAAAABFY/E8AmkLJekG0/AD_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="129" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnasdKtOTI/AAAAAAAABFc/Ewbu0wnwzCI/s1600-h/AE%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img title="AE" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="100" alt="AE" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnatv3He4I/AAAAAAAABFg/IildstUvXKg/AE_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" width="123" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnavg6ObBI/AAAAAAAABFk/hGdWLUktzys/s1600-h/AF%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img title="AF" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="100" alt="AF" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnawdJACAI/AAAAAAAABFo/wWzc_ePdtWI/AF_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="117" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnaxTWV59I/AAAAAAAABFs/m2VPCbATD0M/s1600-h/AG%5B6%5D.jpg"&gt;&lt;img title="AG" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="100" alt="AG" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnayRH0ZyI/AAAAAAAABFw/GJL25hfR7zo/AG_thumb%5B4%5D.jpg?imgmax=800" width="126" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#00ffff"&gt;---------------METODE KONSTRUKSI CABLE STAYED&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pelaksanaan Pekerjaan Platform&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Platform merupakan konstruksi pendukung sementara yang berfungsi sebagai tempat untuk menginstalasi batching plan, menyimpan material seperti tiang pancang serta sebagai tempat bagi berbagai aktivitas di tengah laut selama kegiatan konstruksi berlangsung.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pelaksanaan Pekerjaan Bore Pile&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;Pemasangan Casing Baja. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Pengeboran sampai kedelaman yang diinginkan. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Pemasangan tulangan Pengecoran lubang bored pile dengan beton. &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pelaksanaan Pekerjaan Pile Cap&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;Setelah pekerjaan bored pile selesai dikerjakan, semua komponen platform yang menumpu ke steel casing di bongkar. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Caisson baja yang berfungsi sebagai bekisting bawah pile cap kemudian dipasang. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Pengecoran lapisan sealing concrete untuk menahan masukkan air laut ke pile cap Pemasangan tulangan pile cap. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Pengecoran beton pile cap yang dilakukan tiga lapis. &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pelaksanaan Pekerjaan Pylon&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;Konstruksi dasar pylon dan lengan bawah dari pylon. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Instalasi elevator pada pylon. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Konstruksi balok pengikat pylon bagian bawah. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Konstruksi lengah pylon di tengah. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Konstruksi balok pengikat tengah. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Konstruksi lengan atas pylon. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Konstruksi balok pengikat atas. &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pelaksanaan Pekerjaan Struktur Atas&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;Pemasangan struktur bantu sementara di atas pile cap. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Pemasangan segmen girder baja pertama dengan crane barge, hubungan antara segmen dengan pylon dibuat tetap (fix) untuk sementara. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Pemasangan cantilever crane pada lantai jembatan untuk mengakat segmen berikutnya. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Pemasangan girder baja dengan menggunakan cantilever crane diikuti dengan penenganan kabel. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Pemasangan pelat lantai jembatan pada segmen pertama dan kedua dilanjutkan dengan pengecoran sambungan. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Pemasangan girder baja selanjutnya dengan menggunakan cantilever crane diikuti dengan peregangan kabel. Pada saat bersamaan dipasang pilar sementara di dekat pilar V. &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;PLAT LANTAI&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnazqY9o1I/AAAAAAAABF0/WfMZ5MNMTg0/s1600-h/a1%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img title="a1" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="240" alt="a1" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THna00Is4XI/AAAAAAAABF4/d4xw-XcdR70/a1_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" width="100" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Pekerjaan plat lantai jembatan terdiri dari beberapa tahapan, yaitu: tahap persiapan, pembesian lantai, dan pengecoran plat lantai. Pekerjaan persipan dimulai dari penyiapan material besi di stockyard untuk selanjutnya potongan besi dibawa ke lokasi pembesian dengan menggunakan truk.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Besi yang sudah difabrikasi di gudang diletakkan atau ditata berdasarkan tipe yang ada pada . Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses pemasangan tulangan. Untuk menghindari adanya karat akibat angin dan air laut, besi ditutup dengan menggunakan terpal. Selain itu disiapkan scupper juga dan pipa PVC. Untuk mengetahui posisi dan elevasi pembesian, dilakukan pengukuran, dengan menggunakan teodolit dan waterpass. Yang pertama dipasang adalah tulangan dalam arah lebar jembatan kemudian dalam arah memanjang.    &lt;br /&gt;Selanjutnya adalah pembesian pembatas jembatan pada bagian tepi. Sebagai proses terakhir pembesian dilakukan pemasangan dudukan untuk kanal dan baja WF yang berfungsi untuk memudahkan pelaksanaan pengecoran dan menghindarkan terinjaknya tulangan pada saat pengecoran.     &lt;br /&gt;Persiapan terakhir sebelum dilakukan pengecoran adalah pembersihan lokasi pembesian dari kotoran berupa sisa-sisa kawat bendrat maupun kotoran lain yang dapat mengganggu pada saat pengecoran. Pengecoran dilakukan dengan menggunakan beton &lt;strong&gt;K -350&lt;/strong&gt; yang dilaksanakan dalam satu tahap. Setelah pengecoran selesai dilakukan, beton tersebut kemudian dirawat curring dengan menggunakan curring compound yang bertujuan untuk menghindarkan terjadi keretakan (cracked) . Metode dengan karung basah juga dilaksanakan curing sampai dengan umur beton 28 hari.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THna2B-7s4I/AAAAAAAABF8/6bcRNkKj4-o/s1600-h/22_causeway%5B7%5D.jpg"&gt;&lt;img title="22_causeway" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="217" alt="22_causeway" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THna3GEl7HI/AAAAAAAABGA/UjOGtzSGaIA/22_causeway_thumb%5B5%5D.jpg?imgmax=800" width="152" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THna434lW_I/AAAAAAAABGE/N3Fi6kcCXxU/s1600-h/23_causeway%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img title="23_causeway" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="217" alt="23_causeway" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THna6V0X_ZI/AAAAAAAABGI/XSB0EoPGH3g/23_causeway_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="300" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;DIAFRAGMA &amp;amp; DECK SLAB&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Diafragma adalah elemen struktur yang berfungsi untuk memberikan ikatan antara &lt;strong&gt;PCI Girder &lt;/strong&gt;sehingga akan memberikan kestabilan pada masing PCI Girder dalam arah horisontal. Sistem difragma yang digunakan pada causeway Jembatan Suramadu adalah sistem pracetak. Pengikatan tersebut dilakukan dalam bentuk pemberian stressing pada diafragma dan PCI Girder sehingga dapat bekerja sebagai satu kesatuan. Deck slab merupakan elemen non-struktural yang berfungsi sebagai lantai kerja dan bekisting bagi plat lantai jembatan. Deck slab tersebut dibuat dari beton dengan mutu &lt;strong&gt;K-350&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THna7o-r5aI/AAAAAAAABGM/GWRM5nL5xVE/s1600-h/a2%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img title="a2" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="240" alt="a2" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THna80TXvPI/AAAAAAAABGQ/3f53F4DnCYA/a2_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" width="98" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THna-Jl09TI/AAAAAAAABGU/RTxz0F4Awgc/s1600-h/a3%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img title="a3" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="240" alt="a3" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THna_Q7u_4I/AAAAAAAABGY/inDMCL11fMY/a3_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="205" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THndwELi8FI/AAAAAAAABH4/zpwQCIduXdw/s1600-h/a43.jpg"&gt;&lt;img title="a4" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="180" alt="a4" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnbDSjlH1I/AAAAAAAABGg/vH8bzI-K7Ts/a4_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="240" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;PCI GIRDER&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penggunaan Balok PCI Girder&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Struktur atas causeway Proyek Jembatan Suramadu menggunakan balok PCI Girder berkekuatan beton K-500, dengan panjang 40 meter, yang terbagi menjadi 7 segmen. Pembagian ini mengingat kondisi lapangan yang tidak memungkinkan, untuk memindahkan balok PCI Girder tersebut secara utuh --sesuai panjang bentang--, dari lokasi pembuatan (pabrik) ke lokasi pemasangan. Selanjutnya dilakukan post tension dengan menggabungkan beberapa segmen balok untuk kemudian disatukan dengan    &lt;br /&gt;menggunakan perekat dan ditegangkan (stressing).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Stressing Girder&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hal penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan PCI Girder ini adalah elevasi stressing bed. Lokasi post tensioning harus diusahakan sedatar mungkin agar tidak menyebabkan girder mengalami perpindahan dalam arah lateral. Setelah itu ketujuh segmen balok girder yang telah menjadi satu kesatuan, dijajarkan sesuai bagiannya. Sebelumnya dipersiapkan terlebih dahulu perletakan sementara untuk masing-masing segmen. Di bagian ujung pertemuan harus diberi oli atau pelumas agar balok dapat bergerak mengimbangi gaya pratekan yang diberikan.    &lt;br /&gt;Kabel strand dipotong sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Pemotongan diusahakan seminimal mungkin agar tidak ada kabel yang terbuang. Berikutnya kabel strand dimasukkan ke dalam duct secara manual pada tiap-tiap tendon sesuai dengan perencanaan. Lalu di pasang pengunci kabel strand di ujung kabel. Penegangan (stressing) dilakukan sampai tegangan 8.000 Psi dengan dilakukan pengontrol tegangan dan perpanjangan kabel. Pencatatan dilakukan pada setiap kenaikan tegangan 1.000-2.000Psi. Dan hasilnya dibandingkan dengan perhitungan teoritis yang dilakukan sebelum penarikan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THndwELi8FI/AAAAAAAABH8/Zvi7hzoSBgg/s1600-h/a42.jpg"&gt;&lt;img title="aaa" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="223" alt="aaa" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnbGaJkSBI/AAAAAAAABGs/JEdynNpRDh0/aaa%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="244" align="left" border="0" /&gt; &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnbH9m0QBI/AAAAAAAABGw/CfMSSfh9biU/s1600-h/bbb%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img title="bbb" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="223" alt="bbb" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnbJa9dxyI/AAAAAAAABG0/GD8vmA9XUx0/bbb_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="225" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THndwELi8FI/AAAAAAAABH8/Zvi7hzoSBgg/s1600-h/a42.jpg"&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnbLvT3qiI/AAAAAAAABG4/DHuOe0nxysE/s1600-h/ccc%5B6%5D.jpg"&gt;&lt;img title="ccc" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="87" alt="ccc" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnbNb2qbjI/AAAAAAAABG8/MgDCi0iZqJk/ccc_thumb%5B4%5D.jpg?imgmax=800" width="480" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;ERECTION GIRDER&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Metode pelaksanaan pemasangan PCI Girder untuk sisi Surabaya dan Madura memiliki perbedaan. Hal ini disebabkan karena perbedaan kondisi setempat. Di sisi Madura, kedalaman laut relatif dalam dan tidak terpengaruh adanya pasang-surut air laut. Sedangkan di sisi Surabaya, kondisi laut cukup dangkal dan sangat terpengaruh pasang-surut. Hal ini menyebabkan sistem yang digunakan berbeda. Di sisi Surabaya digunakan metode 'kura-kura' atau roller , sedangkan di sisi Madura Menggunakan crane.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnbPySwo5I/AAAAAAAABHA/pDz-moToQKg/s1600-h/14_causeway%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img title="14_causeway" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="229" alt="14_causeway" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnbSQuWTyI/AAAAAAAABHE/atPlg0H1oUU/14_causeway_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" width="240" align="right" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Metode pelaksanaan pemasangan PCI Girder untuk sisi Surabaya dan Madura memiliki perbedaan. Hal ini disebabkan karena perbedaan kondisi setempat. Di sisi Madura, kedalaman laut relatif dalam dan tidak terpengaruh adanya pasang-surut air laut. Sedangkan di sisi Surabaya, kondisi laut cukup dangkal dan sangat terpengaruh pasang-surut. Hal ini menyebabkan sistem yang digunakan berbeda. Di sisi Surabaya digunakan metode 'kura-kura' atau roller , sedangkan di sisi Madura Menggunakan crane.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnbT1tgsiI/AAAAAAAABHI/li98NuIpmIs/s1600-h/15%20cause%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img title="15 cause" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="133" alt="15 cause" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnbWMgx4bI/AAAAAAAABHM/uWaE_nDGCXA/15%20cause_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" width="204" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Panjang PCI Girder setelah terangkai adalah 40 meter, dengan tinggi 2,1 meter, dan berat 80 ton. PCI Girder tersebut didesain untuk hanya menerima beban vertikal dan tidak untuk menerima beban horisontal. Hal ini menyebabkan proses pengangkutan PCI Girder tersebut dari lokasi penyimpanan (stockyard) sampai ke lokasi pemasangan harus dibuat sedatar dan selurus mungkin. Ini untuk menghindarkan terjadinya gaya horisontal akibat gerakan truk yang berlebihan yang dapat menyebabkan balok girder patah.     &lt;br /&gt;Tahapan pemindahan girder dimulai dengan pengangkatan menggunakan dua crane dan diletakkan pada boogy . Girder tersebut kemudian diangkut dengan boogy ke masingmasing pier. Proses selanjutnya adalah pemindahan dari boogy ke pile cap yang dilaksanakan dengan metode yang berbeda antara sisi Surabaya dan sisi Madura.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;u&gt;----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;ABUTMENT &amp;amp; PIER HEAD&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pelaksanaan Pembuatan Dilakukan Bertahap&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnbY2KHM5I/AAAAAAAABHQ/iLlrv99peVM/s1600-h/9_causeway%5B10%5D.jpg"&gt;&lt;img title="9_causeway" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="181" alt="9_causeway" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnbZ2wjk3I/AAAAAAAABHU/dW5a5cSVcyE/9_causeway_thumb%5B8%5D.jpg?imgmax=800" width="189" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Dimensi Pile Cap &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Dimensi Atas:&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Dimensi bawah &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Panjang&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; : 32&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Panjang&amp;#160; : 30 m &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Lebar&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; : 2 m&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Lebar&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; : 4 m &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Tinggi&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; : 1.05 m&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Tinggi&amp;#160; : 1.5 m &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Pelaksanaan pembuatan pier head/ pile cap dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pembuatan bekisting, pembesian, dan pengecoran.&amp;#160; Pengecoran dilakukan dalam dua tahap, yaitu bagian bawah pier dan bagian atas pier.    &lt;br /&gt;Setelah bekisting selesai dikerjakan, dilakukan pekerjaan pembesian yang meliputi pemasangan/ pengelasan besi WF pengikat tiang pancang, pembesian tulangan pilar bagian bawah, pilar samping, dan pilar bagian atas. Setelah semua tulangan terpasang, tahap berikutnya adalah pekerjaan pengecoran.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Beton dengan K-350 dibuat berdasarkan hasil test pencampuran/ trial mix. Untuk &lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnbbcYFzhI/AAAAAAAABHY/AyMK78UtwRw/s1600-h/10_causeway%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img title="10_causeway" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="213" alt="10_causeway" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnbctAtWaI/AAAAAAAABHc/Q8AyxI-snIA/10_causeway_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="244" align="right" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;setiap truk mixer beton yang berasal dari batching plant, dilakukan uji slump beton. Slump yang dipersyaratkan adalah t ± 8-12 cm.     &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Truk mixer kemudian membawa beton ke lokasi proyek untuk dituangkan ke concrete pump. Sebelum dituang, dilakukan pengambilan benda uji sebanyak 48 buah untuk tiap pile cap serta pengujian slump ulang. Dengan bantuan concrete pump, beton tersebut dituangkan ke dalam pile cap lapis demi lapis sambil dipadatkan. Tebal tiap lapisan&amp;#160; ± 30 cm. Setelah itu dilaksanakan pekerjaan finishing pada permukaan beton    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hal penting yang perlu diperhatikan selama pelaksanaan pengecoran beton dengan massa besar (mass concrete)adalah perbedaan suhu. Agar didapat suhu beton merata tanpa terjadi perbedaan yang besar dilakukan perawatan atau curing&amp;#160; beton dengan karung basah selama 14 hari.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;u&gt;---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;/u&gt;-&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;TIANG PANCANG&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tahap Awal Dan Pemancangan Selanjutnya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pondasi yang digunakan untuk causeway adalah tiang pancang baja dengan diameter 600 mm dengan spesifkasi sesuai dengan ASTM A252 Grade 2. Panjang masing-masing pipa 12 m, dengan kedalaman pemancangan rata-rata untuk Sisi Surabaya sekitar 25 m dan sisi Madura 33 m.    &lt;br /&gt;Pelaksanaan pekerjaan tiang pancang ini meliputi pekerjaan pemancangan, pengisian pasir, pengisian beton tanpa tulangan dan pengisian beton dengan tulangan. Kedalaman dari masing-masing pengisian ini didasarkan atas kondisi daya dukung tanah dan penggerusan tanah (scouring).     &lt;br /&gt;Saat pelaksanaan 2003-2004, pemancangan di tahap awal dilakukan dengan memanfaatkan jalan kerja yang dibuat dengan menimbun, yaitu di Abutment (A0), Pilar 1-5 untuk sisi Surabaya. Sementara di sisi Madura di Abutment (A102), dan Pilar 101 sampai dengan pilar 96. Untuk pilar selanjutnya pekerjaan pemancangan dilaksanakan dengan menggunakan ponton pancang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Persiapan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnbduuVcSI/AAAAAAAABHg/wtz2Gy7GkEM/s1600-h/A5%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img title="A5" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="287" alt="A5" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnbekkLW_I/AAAAAAAABHk/fR5Jok2-E2w/A5_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="160" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Hal penting yang harus diperhatikan adalah monitoring stok tiang pancang pipa baja yang sudah di-coating, sesuai kebutuhan untuk menjaga kontinuitas pekerjaan pemancangan. Selanjutnya adalah pemindahan stok pipa ke tepi pantai sesuai dengan kebutuhan. Peralatan yang digunakan untuk pemindahan ini adalah crane service 25 ton dan truk trailer.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;harus sudah dipersiapkan di posisi yang telah ditentukan. Kemudian crane ditempatkan di titik yang ditentukan dan dikontrol dengan teropong teodolit.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Metode Pelaksanaan Pemancangan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ponton service ditarik boat mendekati stok tiang pancang yang telah diposisikan di dekat pantai. Dengan bantuan crane, tiang pancang diletakkan di atas ponton service untuk dibawa menuju ponton pancang.    &lt;br /&gt;Tahapan selanjutnya adalah pengukuran posisi dengan mengunakan teodolit (lihat penjelasan metoda pengukuran). Lalu mengarahkan leader crane pancang yang memegang tiang pancang di atas kapal ponton ke sasaran bidik teropong yang telah disetting dengan komando     &lt;br /&gt;dari surveyor. Apabila sudah sesuai dengan posisi yang diinginkan, maka tiang pancang sudah siap untuk dipancang.     &lt;br /&gt;Untuk tiang pancang dengan kondisi miring (sudut 1:10) maka dibuat perbandingan dengan menggunakan mal yang dilengkapi dengan waterpass. Apabila sudah tepat maka tiang pancang di turunkan sesuai dengan kemiringannya dan siap untuk dipancang.     &lt;br /&gt;Pelaksanaan pemancangan disesuaikan dengan nomor urut dengan pengondisian ponton, alat ukur, dan crane pancang. Dan setelah dilakukan kalendering (10 pukulan terakhir maksimal sebesar 2,5 cm) maka pemancangan dihentikan.     &lt;br /&gt;Selanjutnya tiang pancang yang elevasinya tidak sama dipotong dengan menggunakan alat las, setelah terlebih dahulu diukur dengan menggunakan teodolit.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pengisian Pasir&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnbfihHupI/AAAAAAAABHo/N4HxIc1n8zM/s1600-h/A6%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img title="A6" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="149" alt="A6" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnbgwJWsEI/AAAAAAAABHs/8uvBG9NTzGc/A6_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" width="240" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Pengisian pasir dilakukan dengan menggunakan ponton 120 ft, yang mampu menampung pasir 200 m3 sesuai dengan kebutuhan satu pile cap serta excavator PC 200 dengan kapasitas ± 67 m3/ jam.     &lt;br /&gt;Dump truck mengambil pasir pada stok area dengan bantuan excavator. Selanjutnya dump truck yang telah berisi pasir menuju dermaga dan menuangkan pasir. Diatas pontoon diposisikan sebuah excavator untuk memindahkan pasir dari dermaga ke ponton.     &lt;br /&gt;Untuk pengisian pasir dipasang tremi di ujung tiang pancang, dan excavator mengisi pasir ke dalam tiang pancang dengan bantuan tremi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selanjutnya dilakukan pengukuran kedalaman tiang pancang dengan menggunakan tali yang ujungnya diberi pemberat dan diukur dengan meteran, agar bisa mencapai kedalaman rencana dari pasir pada tiang pancang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pengisian Beton&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Besi isian pancang dipersiapkan di stockyard. Stok besi diangkut dengan truk menggunakan bantuan crane menuju dermaga dan dinaikkan ke atas ponton. Besi isian dimasukan ke tiang pancang dengan bantuan crane. Untuk mengantisipasi agar tulangan besi tersebut tidak jatuh, maka pada ujung tulangan dimasuki besi melintang yang panjangnya lebih dari diameter pipa pancang.    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnbieGZIoI/AAAAAAAABHw/jxlSmvxqUR0/s1600-h/A7%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img title="A7" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="170" alt="A7" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THnbkQlbF0I/AAAAAAAABH0/Tu20d-FZO98/A7_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" width="240" align="right" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Selanjutnya truk mixer dari batching plan menuju ke pompa pengecoran (concrete pump). Pengecoran dilakukan dengan concrete pump yang dilengkapi dengan belalai untuk memasukkan beton ke tiang pancang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Metode penentuan posisii (stake out) Tiang Pancang di Laut&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Secara prinsip Metoda Perpotongan Kemuka yang digunakan untuk Sisi Surabaya dan Sisi Madura diuraikan sebagai berikut:    &lt;br /&gt;Titik-titik tempat alat ukur digeser ke kiri atau ke kanan dari as BM sejauh setengah diameter pipa pancang (300 mm), disesuaikan dengan posisi tepi tiang pancang yang akan dibidik. Untuk memudahkan pelaksanaan, bagian tiang pancang yang di-stake-out atau dibidik adalah tepi tiang pancang, bukan bagian tengahnya.     &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;     &lt;br /&gt;Tahapan pelaksanaan pengukuran di lapangan adalah sebagai berikut:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Alat ukur teodolit-1 dan teodolit-2 didirikan di titik-titik BM yang telah direncanakan (menggeser ke kiri ke kanan dari as BM), dengan posisi kedudukan teropong mendatar (90°). &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Bacaan sudut vertikal teodolit-1 dan teodolit-2 diset pada elevasi 2,50 meter dengan melalui perhitungan pengesetan sudut vertikal. &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Bacaan sudut horizontal teodolit-1 dengan acuan arah centerline jembatan diset sebesar b = 03º 59' 42&amp;quot; mengarah ke garis singgung tepi tiang pancang. &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Bacaan sudut horizontal teodolit-2 dengan acuan terhadap arah centerline jembatan diset sebesar b = 273º 59' 42&amp;quot;, mengarah ke garis singgung tepi tiang pancang. Settingsinggung tepi tiang pancang. Setting sudut a dan b untuk masing-masing titik pancang (1-36) dibuatkan dalam bentuk tabel sesuai koordinat titik-titik rencana. &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Mengarahkan ladder crane pancang yang memegang tiang pancang di atas kapal ponton ke sasaran bidik teropong teodolit-1 dan teodolit-2. Kemudian singgungkan tepi tiang pancang (seperti gambar ilustrasi) dengan komando dari surveyor. Apabila tepi kiri dan tepi kanan sudah tepat bersinggungan, maka tiang pancang tersebut sudah berada di posisi yang tepat dan siap pancang. Cara tersebut digunakan untuk tiang pancang tegak &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Untuk tiang pancang miring dengan perbandingan sudut 1:10, ladder crane pancang diset membentuk sudut 1:10 dengan menggunakan mal yang dilengkapi dengan waterpass. Tiang pancang kemudian diarahkan ke arah bidikkan teropong teodolit-1 dan teodolit-2 dan disinggungkan ke tepi kiri dan tepi kanannya hingga tepat. Apabila sudah tepat, maka tiang pancang tersebut diturunkan sesuai kemiringan dan siap untuk dipancang. Secara prinsip dari 2 (dua) setting sudut horizontal saja sudah cukup memadai untuk penentuan posisi secara tepat, sedang setting sudut horizontal yang ketiga, keempat dan seterusnya hanya berfungsi sebagai control/ checking, apakah 2 (dua) setting suduthorizontal yang kita lakukan sudah benar atau tidak. &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Dalam pelaksanaan penentuan titik-titik pancang tersebut, perlu adanya alat komunikasi, guna koordinasi antara tim pengukur (surveyor) dengan tim pancang, serta operator crane. Penentuan titik-titik BM yang dipakai untuk referensi posisi alat ukur berdiri disesuaikan dengan kondisi lapangan dengan maksud memudahkan pengukuran dan sasaran tidak terhalang. Metoda perpotongan kemuka yang dipilih untuk penentuan posisi titik-titik pancang Jembatan Suramadu, secara teknis memenuhi persyaratan dan tidak terlalu sulit dilaksanakan. &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Source :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- &lt;a href="http://www.suramadu.com" target="_blank"&gt;Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- &lt;a title="http://rachmiecaroline.blogspot.com" href="http://rachmiecaroline.blogspot.com"&gt;http://rachmiecaroline.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;u&gt;----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5592467528844232670-6950002603959479285?l=www.kampustekniksipil.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kampustekniksipil.co.cc/2010/08/desain-metode-konstruksi-jembatan.html</link><author>maestromusic.lutfi@gmail.com (lutfi@ndri@n)</author><thr:total>6</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5592467528844232670.post-56142208070191428</guid><pubDate>Sun, 22 Aug 2010 11:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-23T16:55:54.531-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tutorial STAAD Pro</category><title>Perencanaan Ruko Dua Lantai Dengan Program Bantu STAAD Pro 2004 (Part 4)-End</title><description>&lt;p align="justify"&gt;Assalamualaikum Warrohmatullohi Wabarokatu…..&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Wuih…setelah hampir satu bulan nggak bikin postingan karena sibuk mengurusi tugas kantor yang numpuk dan draft-draft gambar yang terbengkalai, alhamdullillah sekarang saya bisa kembali lagi untuk menyapa rekan-rekan semuanya dan tentu saja untuk menyelesaikan hutang saya yang sempat tertunda yaitu pembahasan tahap ke empat atau akhir dari pembahasan&amp;#160; “&lt;strong&gt;Perencanaan Ruko Dua Lantai Dengan Program Bantu STAAD Pro 2004&lt;/strong&gt;” ini&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Baik! langsung kita mulai saja ya….&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;Mendefinisikan Beban Kombinasi&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah kita selesai menempatkan semua beban-beban ke struktur yaitu beban pelat lantai, beban pelat atap, beban dinding &amp;amp; beban hidup, maka langkah selanjutnya adalah mendefinisikan beban kombinasi yang merupakan kolaborasi dari beban-beban tersebut diatas. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Dari menu page, klik tab &lt;strong&gt;General &lt;/strong&gt;kemudian klik tab &lt;strong&gt;Load&lt;/strong&gt;. Jika nanti keluar kotak dialog &lt;strong&gt;Set Active Primary Load Case&lt;/strong&gt;, klik &lt;strong&gt;cancel&lt;/strong&gt;. Setelah itu pergilah kekotak dialog &lt;strong&gt;Loads-Whole Structure&lt;/strong&gt; yang ada disamping kiri layar tampilan anda, kemudian klik &lt;strong&gt;New Load&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEARjO_p3I/AAAAAAAAA3U/p6aVzBMYWx4/s1600-h/118.png"&gt;&lt;img title="1" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="269" alt="1" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEASrS_zFI/AAAAAAAAA3Y/6WZj1JCr8mQ/1_thumb14.png?imgmax=800" width="37" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEATpLl0JI/AAAAAAAAA3c/ueE8a6N7uho/s1600-h/24.png"&gt;&lt;img title="2" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="268" alt="2" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEAWJTKygI/AAAAAAAAA3g/4Qmgxd4Jt2U/2_thumb2.png?imgmax=800" width="170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Setelah itu akan keluar kotak dialog &lt;strong&gt;Create New Load&lt;/strong&gt;. Anda klik radio button &lt;strong&gt;New Load Combination (Manual)&lt;/strong&gt;, kemudian isi pada kotak text box ‘&lt;strong&gt;Title&lt;/strong&gt;’ dengan nama &lt;strong&gt;BEBAN KOMBINASI&lt;/strong&gt;, jika sudah lanjutkan dengan mengklik &lt;strong&gt;OK&lt;/strong&gt;!.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEAW5XFUeI/AAAAAAAAA3k/cefj78Y8sdQ/s1600-h/310.png"&gt;&lt;img title="3" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="140" alt="3" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEAYctu_qI/AAAAAAAAA3o/HgvkwBsbcks/3_thumb6.png?imgmax=800" width="270" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Akan keluar kotak dialog &lt;strong&gt;Define Combination&lt;/strong&gt;. Isi &lt;strong&gt;factor beban&lt;/strong&gt; dengan nilai&lt;strong&gt; 1.2&lt;/strong&gt;, kemudian lanjutkan dengan menyeleksi beban berat sendiri, beban mati pelat &amp;amp; beban dinding dengan cara mengklik satu persatu beban tersebut sambil menahan tombol &lt;strong&gt;Ctrl&lt;/strong&gt; di keyboard anda. Lanjutkan dengan menekan tombol&lt;strong&gt; &amp;gt;&lt;/strong&gt; , agar beban yang terseleksi berpindah ke frame&lt;strong&gt; Load Combination&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEAZc_FpLI/AAAAAAAAA3s/o86Fuhw96pg/s1600-h/413.png"&gt;&lt;img title="4" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="297" alt="4" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEAbLCBczI/AAAAAAAAA3w/Iwc5iqYIcqQ/4_thumb9.png?imgmax=800" width="350" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEAcEqWpTI/AAAAAAAAA30/b4I4vLhUIaM/s1600-h/58.png"&gt;&lt;img title="5" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="301" alt="5" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEAdxTi-bI/AAAAAAAAA34/YwjChVSVaH0/5_thumb6.png?imgmax=800" width="350" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4. Jika sudah, maka dengan cara yang sama lakukan juga untuk beban hidup pelat, tapi dengan catatan ubah dulu nilai&lt;strong&gt; factor beban&lt;/strong&gt; dengan &lt;strong&gt;1.6&lt;/strong&gt;. Sehingga secara keseluruhan menjadi seperti dibawah ini. Lanjutkan dengan mengklik &lt;strong&gt;OK!&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEAe02SriI/AAAAAAAAA38/3a6uIHH8l2o/s1600-h/6.png"&gt;&lt;img title="6" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="300" alt="6" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEAgQQQUqI/AAAAAAAAA4A/9cKtAKRBd5s/6_thumb.png?imgmax=800" width="350" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ok!. sekarang semua beban berikut dengan kombinasinya telah kita definisikan semuanya. Langkah berikutnya adalah menyiapkan parameter desain sebelum melakukan analisa struktur.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;Menyiapkan Parameter Desain&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Dari menu page, klik tab &lt;strong&gt;Analysis/Print&lt;/strong&gt;, maka otomatis akan keluar kotak dialog &lt;strong&gt;Analysis/Print Commands&lt;/strong&gt;. Pastikan pilihan &lt;strong&gt;No Print&lt;/strong&gt; pada &lt;strong&gt;frame Print&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Option&lt;/strong&gt;. Tekan &lt;strong&gt;Add&lt;/strong&gt; kemudian lanjutkan dengan meng klik&lt;strong&gt; Close&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEAhaG3R7I/AAAAAAAAA4E/7J78SdlStik/s1600-h/1.17.png"&gt;&lt;img title="1.1" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="187" alt="1.1" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEAiULV5pI/AAAAAAAAA4I/E6EnB61ytgQ/1.1_thumb5.png?imgmax=800" width="40" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEAjaBl3kI/AAAAAAAAA4M/ICCiZFF7ods/s1600-h/1.27.png"&gt;&lt;img title="1.2" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="266" alt="1.2" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEAkmwuEzI/AAAAAAAAA4Q/KV4EITFCoFQ/1.2_thumb5.png?imgmax=800" width="300" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Kembali lagi ke menu page. Sekarang klik tab &lt;strong&gt;Design&lt;/strong&gt; kemudian klik tab &lt;strong&gt;Concrete&lt;/strong&gt;. Maka di menu pages disebelah kanan layar tampilan anda akan keluar kotak dialog &lt;strong&gt;Concrete Design-Whole Structure&lt;/strong&gt;. Pada kotak scrool box &lt;strong&gt;Current Code&lt;/strong&gt;, pilih code desain &lt;strong&gt;ACI&lt;/strong&gt; (catatan : kita pilih ACI karena code desain ini sudah sangat mirip dengan SKSNI). Jika sudah, maka lanjutkan dengan meng klik&lt;strong&gt; Select Parameter&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEAlitzMJI/AAAAAAAAA4U/DZNnlTcKLUk/s1600-h/1.35.png"&gt;&lt;img title="1.3" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="290" alt="1.3" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEAmlCKY0I/AAAAAAAAA4Y/JTpRChOY3Eg/1.3_thumb3.png?imgmax=800" width="35" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEAniB0HvI/AAAAAAAAA4c/fLGWuSTT9Wg/s1600-h/1.45.png"&gt;&lt;img title="1.4" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="346" alt="1.4" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEApZ9TYgI/AAAAAAAAA4g/UzimrzACEoY/1.4_thumb3.png?imgmax=800" width="214" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Akan keluar kotak dialog &lt;strong&gt;Parameter Selection&lt;/strong&gt;. Pindahkan semua parameter desain ke Av&lt;strong&gt;ailable Parameter&lt;/strong&gt; yang ada di lajur sebelah kiri&amp;#160; dengan cara meng klik tombol &lt;strong&gt;&amp;lt;&amp;lt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEAqYO4JLI/AAAAAAAAA4k/4ANBZ7nOBps/s1600-h/1.57.png"&gt;&lt;img title="1.5" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="188" alt="1.5" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEAr2_wUOI/AAAAAAAAA4o/gzMhR55hUEg/1.5_thumb5.png?imgmax=800" width="350" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEAs-MglCI/AAAAAAAAA4s/ZVgP8SrWYm4/s1600-h/1.66.png"&gt;&lt;img title="1.6" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="188" alt="1.6" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEAuhR5zlI/AAAAAAAAA4w/KbsJoi_YkUs/1.6_thumb4.png?imgmax=800" width="350" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4. Sekarang kita akan seleksi beberapa parameter desain yang kita perlukan saja. Caranya klik &lt;strong&gt;Clb&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Cls &lt;/strong&gt;&amp;amp; &lt;strong&gt;Clt&lt;/strong&gt;, kemudian pindahkan ke kanan (&lt;strong&gt;Selected Parameters&lt;/strong&gt;) dengan meng klik tombol&lt;strong&gt; &amp;gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEAvk18mDI/AAAAAAAAA40/OtR-ba1VnMI/s1600-h/1.75.png"&gt;&lt;img title="1.7" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="188" alt="1.7" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEAxHil4oI/AAAAAAAAA44/SNr31XQb8jg/1.7_thumb3.png?imgmax=800" width="350" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEAyDP5hqI/AAAAAAAAA48/W15KC6gzyds/s1600-h/1.85.png"&gt;&lt;img title="1.8" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="188" alt="1.8" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEAz5Cyq1I/AAAAAAAAA5A/2mlxyz2POJQ/1.8_thumb3.png?imgmax=800" width="350" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;5. Ulangi untuk &lt;strong&gt;Fc&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Fymain&lt;/strong&gt;,&lt;strong&gt; Fysec&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Maxmain&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Minmain&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Minsec&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Reinf&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Track&lt;/strong&gt;. Hasil akhirnya seperti gambar dibawah. Klik &lt;strong&gt;OK&lt;/strong&gt; untuk menutup kotak dialog&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;img title="1.9" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="188" alt="1.9" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEA1UNQfyI/AAAAAAAAA5E/27vpbKoJrzs/1.9_thumb3.png?imgmax=800" width="350" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;u&gt;Adapun penjelasan dari parameter yang kita pilih adalah sebagai berikut :&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- &lt;strong&gt;Clb, Cls, Clt&lt;/strong&gt;&amp;#160; = Jarak decking (selimut beton) pada bagian samping, atas dan bawah ( diambil = 4 cm).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- &lt;strong&gt;Fcmain&lt;/strong&gt; = Kuat tekan beton ( direncanakan K-250 = 250 Mpa = 254,929 Kg/cm2).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- &lt;strong&gt;Fymain&lt;/strong&gt; = Kuat tarik baja untuk tulangan utama ( direncanakan menggunakan mutu baja U-39 = 3900 kg/cm2).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- &lt;strong&gt;Fysec&lt;/strong&gt; = Kuat tarik baja untuk tulangan sengkang ( menggunakan mutu baja U-24 = 2400 kg/cm2).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- &lt;strong&gt;Maxmain&lt;/strong&gt; = ukuran maksimum besi tulangan utama yg digunakan (batasan dimensi tulangan utama maksimum yang didesain oleh STAAD). – untuk perencanaan ini kita gunakan besi tulangan maksimum yang diperbolehkan adalah &lt;strong&gt;D16&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- &lt;strong&gt;Minmain&lt;/strong&gt; = ukuran minimum besi tulangan utama yg digunakan (batasan dimensi tulangan utama minimum yang didesain oleh STAAD). untuk perencanaan ini kita gunakan besi tulangan minimum yang diperbolehkan adalah &lt;strong&gt;D12&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nb : sebenarnya saya inginya pakai besi D13, tapi karena di STAAD hanya menyediakan besi tulangan dengan ukuran 6, 8, 10, 12, 16, 20, 25, 32, 40, 50, &amp;amp; 60, maka saya ambil saja yang mendekati yaitu ukuran 12. Nanti akan ada verivikasi lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- &lt;strong&gt;Minsec&lt;/strong&gt; = ukuran minimum besi tulangan sengkang yg digunakan (batasan dimensi tulangan minimum sengkang yang didesain oleh STAAD). - untuk perencanaan ini kita gunakan besi tulangan minimum sengkang yang diperbolehkan adalah &lt;strong&gt;Ø8&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- &lt;strong&gt;Reinf&lt;/strong&gt; = Paramer tulangan spiral atau sengkang untuk kolom&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- &lt;strong&gt;Track&lt;/strong&gt; = Mode Output&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;Mendefinisikan Parameter Desain&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Sekarang klik &lt;strong&gt;Define Parameters&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEA2JOBSRI/AAAAAAAAA5I/v95fl8Kxz8g/s1600-h/2.04.png"&gt;&lt;img title="2.0" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="166" alt="2.0" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEA3ZtKq9I/AAAAAAAAA5M/DTizxc0osw8/2.0_thumb2.png?imgmax=800" width="174" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Kita ubah dulu satuan input yang digunakan ke &lt;strong&gt;Kg.cm&lt;/strong&gt; (caranya seperti yang sudah kita bahas di posting sebelumnya)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEA4PkSC_I/AAAAAAAAA5Q/tVqy3oNNm2c/s1600-h/3.16.png"&gt;&lt;img title="3.1" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="156" alt="3.1" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEA5SpprLI/AAAAAAAAA5U/5CSZo-xduh0/3.1_thumb4.png?imgmax=800" width="270" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Definisikan semua parameter dengan nilai-nilai yang sudah kita tentukan seperti diatas. Caranya klik tab &lt;strong&gt;Clb&lt;/strong&gt;. Isi nilai &lt;strong&gt;Clb&lt;/strong&gt;&amp;#160; yaitu&lt;strong&gt; 4&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;cm&lt;/strong&gt;. Klik &lt;strong&gt;Add&lt;/strong&gt; untuk melanjutkan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;img title="3.2" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="285" alt="3.2" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEA683ZN8I/AAAAAAAAA5Y/GZP915hJigI/3.2_thumb3.png?imgmax=800" width="300" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Ulangi langkah ke 2 diatas untuk &lt;strong&gt;Cls &amp;amp; Clt&lt;/strong&gt; (jangan lupa setelah anda menginputkan nilai, klik &lt;strong&gt;Add &lt;/strong&gt;lho ya….hehehe).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4.&amp;#160; Selanjutnya secara berurutan masukan nilai &lt;strong&gt;Fc&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Fymain&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Fysec&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Maxmain&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Minmain&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Minsec&lt;/strong&gt; sebagai berikut&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEA7kCKmYI/AAAAAAAAA5c/k8WbCzq1Gdg/s1600-h/3.35.png"&gt;&lt;img title="3.3" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="128" alt="3.3" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEA8z-JmII/AAAAAAAAA5g/qNXFm_FC03E/3.3_thumb3.png?imgmax=800" width="300" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; &lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEA-R-UtTI/AAAAAAAAA5k/D-Npy77Tff0/s1600-h/3.411.png"&gt;&lt;img title="3.4" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="131" alt="3.4" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEA_w--UuI/AAAAAAAAA5o/hucEUCHRZwQ/3.4_thumb7.png?imgmax=800" width="300" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160; &lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBAngqm3I/AAAAAAAAA5s/N0l3n6pfvEc/s1600-h/3.58.png"&gt;&lt;img title="3.5" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="139" alt="3.5" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBB9s0WqI/AAAAAAAAA5w/aKQPChYQCnI/3.5_thumb4.png?imgmax=800" width="300" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBCrVugKI/AAAAAAAAA50/qZXI35w9hDY/s1600-h/3.65.png"&gt;&lt;img title="3.6" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="130" alt="3.6" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBDns39VI/AAAAAAAAA54/awIS9kZsW1g/3.6_thumb3.png?imgmax=800" width="300" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBEolRnvI/AAAAAAAAA58/NwFIjSIIYY0/s1600-h/3.75.png"&gt;&lt;img title="3.7" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="130" alt="3.7" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBF4Esk1I/AAAAAAAAA6A/_T2mEiEMkdo/3.7_thumb3.png?imgmax=800" width="300" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBGsSb4uI/AAAAAAAAA6E/g1FfH5UYhNo/s1600-h/3.85.png"&gt;&lt;img title="3.8" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="122" alt="3.8" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBHnL1lWI/AAAAAAAAA6I/024jHPX_jSQ/3.8_thumb3.png?imgmax=800" width="300" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;5. Selanjutnya klik tab reinf. lalu klik &lt;strong&gt;0 (Tied Column),&lt;/strong&gt; lalu klik &lt;strong&gt;Add&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBKUeWuoI/AAAAAAAAA6M/A48Pfb7lOgs/s1600-h/3.95.png"&gt;&lt;img title="3.9" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="238" alt="3.9" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBLlIKOpI/AAAAAAAAA6Q/YUZvz1vvlwQ/3.9_thumb3.png?imgmax=800" width="250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;6. Terakhir klik tab &lt;strong&gt;Track&lt;/strong&gt;, lalu klik &lt;strong&gt;1&lt;/strong&gt;, lanjutkan dengan dengan menekan &lt;strong&gt;Add&lt;/strong&gt; kemudian klik &lt;strong&gt;Close&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBMjCgGmI/AAAAAAAAA6U/nEQ_iI35tgs/s1600-h/4.06.png"&gt;&lt;img title="4.0" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="238" alt="4.0" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBN6TP6II/AAAAAAAAA6Y/SKLOihNL-uY/4.0_thumb4.png?imgmax=800" width="250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;7. Nah sekarang apabila anda melihat pada kotak dialog &lt;strong&gt;Concrete Design-Whole Structure&lt;/strong&gt;, akan tampak list parameter yang telah ditentukan dengan diawali tanda tanya yang berarti parameter tersebut belum didefinisikan ke batang.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBPbmpQ3I/AAAAAAAAA6c/hflzxlMHjJ4/s1600-h/4.17.png"&gt;&lt;img title="4.1" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="367" alt="4.1" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBQyw-6PI/AAAAAAAAA6g/9I7kJexrXNA/4.1_thumb5.png?imgmax=800" width="200" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;8. Definisikan parameter concrete ke batang. Caranya dari kotak dialog &lt;strong&gt;Concrete Design&lt;/strong&gt; (lihat gambar diatas). Klik radio button &lt;strong&gt;Assign To View&lt;/strong&gt; pada frame Assignment Method kemudian parameter &lt;strong&gt;CLB 4&lt;/strong&gt;. Klik &lt;strong&gt;Assign&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBSkTXopI/AAAAAAAAA6k/vyCOSpdciVg/s1600-h/4.25.png"&gt;&lt;img title="4.2" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="403" alt="4.2" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBUcEEP7I/AAAAAAAAA6o/YCfQrAFIvpQ/4.2_thumb3.png?imgmax=800" width="200" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;9. Lakukan hal yang sama untuk parameter lainnya kecuali parameter &lt;strong&gt;Reinf&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;10 Untuk parameter &lt;strong&gt;REINF,&lt;/strong&gt; Pilih semua kolom. Caranya bebas…anda boleh menyeleksinya secara satu persatu atau bisa juga melalui fasilitas &lt;strong&gt;Select By Group Name&lt;/strong&gt;. Jika anda melalui fasilitas ini, maka caranya adalah sebagai berikut. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Dari menu pulldown, klik &lt;strong&gt;Select&lt;/strong&gt; &amp;gt; &lt;strong&gt;By Group Name&lt;/strong&gt;. Maka di kotak dialog Select Group akan keluar group-group batang yang sudah kita definisikan sebelumnya (kalau tidak salah ada di postingan Part-2…silahkan dilihat lagi).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBVCMzNPI/AAAAAAAAA6s/sh5zqJJg3Pc/s1600-h/4.35.png"&gt;&lt;img title="4.3" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="163" alt="4.3" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBWZUBh3I/AAAAAAAAA6w/7eLeyPmrj1k/4.3_thumb3.png?imgmax=800" width="250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Klik &lt;strong&gt;G5: KOLOM,&lt;/strong&gt; jika sudah maka secara otomatis elemen kolom akan terseleksi semua (lihat gambar dibawah). Jangan di close dulu kotak dialog Select Groups nya. Kemudian beralih dulu kekotak dialog &lt;strong&gt;Concrete Design&lt;/strong&gt;. Klik&lt;strong&gt; Assign to Selected Beams&lt;/strong&gt; &amp;gt; klik &lt;strong&gt;REINF 0&lt;/strong&gt; &amp;gt; Klik &lt;strong&gt;Assign&lt;/strong&gt;. Maka akan keluar kotak dialog informasi yang menanyakan apakah perintah akan diproses lebih lanjut. Klik &lt;strong&gt;Yes&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;img title="4.4" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="232" alt="4.4" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBXD2yboI/AAAAAAAAA60/6Levzmjfc48/4.4_thumb2.png?imgmax=800" width="240" border="0" /&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBX9cIJhI/AAAAAAAAA64/eMqQBZye7RQ/s1600-h/4.64.png"&gt;&lt;img title="4.6" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="262" alt="4.6" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBZaiUSOI/AAAAAAAAA68/n_cB3rLQNmA/4.6_thumb2.png?imgmax=800" width="214" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;11. Jika sudah, &lt;strong&gt;close &lt;/strong&gt;kotak dialog &lt;strong&gt;Select Groups&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;12. Sampai saat ini anda telah mempunyai parameter desain untuk semua elemen dengan material beton. selanjutnya berikan perintah desain struktur dengan cara klik design&lt;strong&gt; Commands&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;13 Akan keluar kotak dialog desain Commands. Klik tab Design Beams kemudian&amp;#160; klik Add&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBaWImOGI/AAAAAAAAA7A/L7I9rR1sXbo/s1600-h/4.74.png"&gt;&lt;img title="4.7" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="209" alt="4.7" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBbQ_F7nI/AAAAAAAAA7E/v-QH-6BF6GU/4.7_thumb2.png?imgmax=800" width="240" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;14. Lakukan hal yang sama untuk tab &lt;strong&gt;Design Column&lt;/strong&gt; dan tab &lt;strong&gt;Take Off&lt;/strong&gt;. Klik&lt;strong&gt; Close&lt;/strong&gt; untuk menutup dialog&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;15. Maka pada kotak dialog &lt;strong&gt;Concrete Design&lt;/strong&gt; perintah desain akan ditampilkan dengan diawali simbol &lt;strong&gt;tanda tanya&lt;/strong&gt;, yang artinya perintah tersebut belum didefinisikan ke batang.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;16. Beri perintah desain batang dengan cara &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pilih semua beam. Caranya bebas…anda boleh menyeleksinya secara satu persatu atau bisa juga melalui fasilitas &lt;strong&gt;Select By Group Name&lt;/strong&gt;. Jika anda melalui fasilitas ini, maka caranya adalah sebagai berikut. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Dari menu pulldown, klik &lt;strong&gt;Select&lt;/strong&gt; &amp;gt; &lt;strong&gt;By Group Name&lt;/strong&gt;. Maka di kotak dialog &lt;strong&gt;Select Group &lt;/strong&gt;akan keluar group-group batang yang sudah kita definisikan sebelumnya. Pilih semua elemen batang kecuali &lt;strong&gt;G5: KOLOM&lt;/strong&gt;. Maka otomatis semua elemen batang akan terseleksi kecuali elemen kolom&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBcQfQRTI/AAAAAAAAA7I/nh9y9-aO-rk/s1600-h/A141.png"&gt;&lt;img title="A1" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="151" alt="A1" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBda8iwfI/AAAAAAAAA7M/CdIsb4LCCaI/A1_thumb2.png?imgmax=800" width="240" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBegPfeeI/AAAAAAAAA7Q/7uMdaw3yVXg/s1600-h/a24.png"&gt;&lt;img title="a2" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="232" alt="a2" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBf3dpbuI/AAAAAAAAA7U/na07QexAiRo/a2_thumb2.png?imgmax=800" width="240" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;17. Klik&lt;strong&gt; Assign to Selected Beams&lt;/strong&gt; &amp;gt; klik &lt;strong&gt;DESIGN BEAM&lt;/strong&gt; &amp;gt; Klik &lt;strong&gt;Assign&lt;/strong&gt;. Maka akan keluar kotak dialog informasi yang menanyakan apakah perintah akan diproses lebih lanjut. Klik &lt;strong&gt;Yes&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBhWxW3yI/AAAAAAAAA7c/KL01Pukltfc/s1600-h/A35.png"&gt;&lt;img title="A3" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="407" alt="A3" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBjUBVChI/AAAAAAAAA7g/weU2quQ9-nk/A3_thumb3.png?imgmax=800" width="200" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;18. Sekarang kita akan melakukan juga langkah diatas untuk yang bagian kolomnya. Pilih &lt;strong&gt;G5: KOLOM &lt;/strong&gt;pada kotak dialog &lt;strong&gt;Select Groups&lt;/strong&gt;. sehingga semua kolom teseleksi semua&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBkCh-5bI/AAAAAAAAA7k/c3rmDNetUAI/s1600-h/A45.png"&gt;&lt;img title="A4" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="151" alt="A4" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBleLwZXI/AAAAAAAAA7o/BNlSX7MH4oU/A4_thumb3.png?imgmax=800" width="240" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBndW1tfI/AAAAAAAAA7s/uIZ_OYLmIrA/s1600-h/4.48.png"&gt;&lt;img title="4.4" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="232" alt="4.4" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBocjP87I/AAAAAAAAA7w/xSoAUOufpO4/4.4_thumb4.png?imgmax=800" width="240" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;19. Klik&lt;strong&gt; Assign to Selected Beams&lt;/strong&gt; &amp;gt; klik &lt;strong&gt;DESIGN COLUMN&lt;/strong&gt; &amp;gt; Klik &lt;strong&gt;Assign&lt;/strong&gt;. Maka akan keluar kotak dialog informasi yang menanyakan apakah perintah akan diproses lebih lanjut. Klik &lt;strong&gt;Yes&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBqOkG-kI/AAAAAAAAA70/DLFwkNY9gKY/s1600-h/A55.png"&gt;&lt;img title="A5" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="407" alt="A5" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBrojq-wI/AAAAAAAAA74/nSYThUPkEd8/A5_thumb3.png?imgmax=800" width="200" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;20. OK! Semua parameter sudah kita definisikan semua. sekarang kita tinggal melakukan analisa strukturnya….(untuk itu mari kita berdoa dulu agar pada waktu proses analisa struktur tidak ada yang error atau input kita tidak ada yang salah nantinya hehehe….)&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;21. Bismillahirrohmanirrohim!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;22. Sekarang pada menu pulldown klik&lt;strong&gt; Analyze&lt;/strong&gt;. atau boleh juga dengan menekan &lt;strong&gt;Ctrl + F5&lt;/strong&gt;. Jika sudah maka akan keluar kotak dialog &lt;strong&gt;Select Analyze Engine&lt;/strong&gt;. Anda klik &lt;strong&gt;STAAD Analyze&lt;/strong&gt; kemudian klik &lt;strong&gt;Run&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBuUQ9kwI/AAAAAAAAA78/lW_SHgb-ilI/s1600-h/A76.png"&gt;&lt;img title="A7" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="310" alt="A7" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBwJA2GuI/AAAAAAAAA8A/5PU2b3FRVpk/A7_thumb4.png?imgmax=800" width="350" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Alhamdullillah, ternyata doa kita terkabul. semua input tidak ada yang error, sehingga runningnya berjalan sukses.Klik &lt;strong&gt;done&lt;/strong&gt; untuk menutup kotak dialog&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;Pengkajian Hasil Analisa (Modeling)&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk melihat Diagram Momen Lentur, Gaya Lintang (Shear Force) &amp;amp; Gaya Axial, bisa anda akses pada menu toolbar Result&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBw9FjFnI/AAAAAAAAA8E/KPadgA-aRyY/s1600-h/A105.png"&gt;&lt;img title="A10" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="27" alt="A10" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBx_KiViI/AAAAAAAAA8I/7M2m4Yi1Ygk/A10_thumb3.png?imgmax=800" width="360" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari kiri kekanan adalah :&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Fx = Axial Force.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Fy = Shear Y Force.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Fz = Shear Z Force.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Mx = Torsion (Momen torsi).&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;My = Bending Y Moment.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Mz = Bending Z Moment.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Plate Stress, ( iconnya mati karena kita tidak mendefinisikan pelat pada geometri struktur kita).&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Solid Stress, ( iconnya mati karena kita tidak mendefinisikan solid pada geometri struktur kita).&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Deflection (Menampilkan defleksi struktur).&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Mode Shape.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Animate (Untuk menampilkan struktur dalam modus animasi)&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Result setup (Untuk mensetting dan menampilkan hasil analisa hitungan dari pembebanan tertentu).&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1.&lt;u&gt; Menampilkan Diagram Moment (Mz)&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEBzwDN0CI/AAAAAAAAA8M/NMlF0VPK8Jw/s1600-h/a1111.png"&gt;&lt;img title="a11" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="379" alt="a11" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEB1sV6_aI/AAAAAAAAA8Q/x4CO2xyOy_4/a11_thumb7.png?imgmax=800" width="390" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. &lt;u&gt;Menampilkan Diagram Lintang (Shear Y Force)&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEB3uX35hI/AAAAAAAAA8U/tvrWTLD0DOo/s1600-h/a125.png"&gt;&lt;img title="a12" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="377" alt="a12" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEB5Zm-IQI/AAAAAAAAA8Y/eHQ8qwv0PHo/a12_thumb3.png?imgmax=800" width="390" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. &lt;u&gt;Menampilkan Diagram Axial (Shear Y Force)&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Klik kanan pada area kosong di layar utama anda. Pilih &lt;strong&gt;Labels&lt;/strong&gt;. Kemudian klik tab &lt;strong&gt;Scales&lt;/strong&gt;. Atur skala diagram gaya axial dengan nilai&lt;strong&gt; 1000&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;kg per cm&lt;/strong&gt; (intinya adalah biar digram grafiknya tidak terlalu besar). Hilangkan centang pada kotak &lt;strong&gt;Apply Immediately&lt;/strong&gt;. Klik &lt;strong&gt;OK&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEB7pisIMI/AAAAAAAAA8c/AzHWKJTrK1s/s1600-h/a1313.png"&gt;&lt;img title="a13" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="340" alt="a13" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEB9L5l7fI/AAAAAAAAA8g/QFJsnIKWnpM/a13_thumb9.png?imgmax=800" width="270" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Jika sudah, klik tool &lt;strong&gt;Fx&lt;/strong&gt; (&lt;strong&gt;Axial Force&lt;/strong&gt;), maka hasilnya sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEB_RUXGHI/AAAAAAAAA8k/6PHs7n0toXY/s1600-h/a147.png"&gt;&lt;img title="a14" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="377" alt="a14" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECBQGrN5I/AAAAAAAAA8o/XQ0rYUeeHdw/a14_thumb5.png?imgmax=800" width="390" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4. &lt;u&gt;Menampilkan Desain Tulangan&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk menampilkan desain tulangan, cukup dengan mengklik ganda salah satu elemen/batang yang ingin ditampilkan hasil tulangannya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Misalkan saja saya ingin menampikan hasil tulangan dari balok dan kolom seperti gambar dibawah ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECDZ3ANhI/AAAAAAAAA8s/T1-rur1RWT4/s1600-h/a158.png"&gt;&lt;img title="a15" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="340" alt="a15" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECE5vIIHI/AAAAAAAAA8w/eNTAQMBy44s/a15_thumb6.png?imgmax=800" width="350" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4.1. Hasil tulangan dari balok yang kita klik diatas ( disini akan tampak bahwa balok di desain untuk tumpuan kiri (atas/bawah) 2D16, Lapangan 2D16 dan tumpuan kanan (atas/bawah) 2D16. Sedangkan sengkangnya 8 buah besi &lt;strong&gt;Ø8&lt;/strong&gt; dengan jarak &lt;strong&gt;226&lt;/strong&gt; mm&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;img title="a17" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="359" alt="a17" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECGYdIAgI/AAAAAAAAA80/sXXiPm37o0M/a17_thumb5.png?imgmax=800" width="370" border="0" /&gt;&lt;strong&gt;Verivikasi :&lt;/strong&gt; Kalau dengan keadaan seperti, biasanya saya desain dengan tulangan menerus (langsung), yaitu tumpuan dan lapangan saya samakan baik atas maupun bawahnya 2/2 D16. Sengkang pakai &lt;strong&gt;Ø8-150&lt;/strong&gt; (tump), &lt;strong&gt;Ø8-200&lt;/strong&gt; (Lap) hehehe….tapi eitz tunggu dulu anda jangan bilang kalau saya asal main tebak dan ndak ilmiah…justru kalau menurut saya ini adalah sebuah justifikasi, dan justifikasi itu tergantung sama engineernya masing-masing (biasanya tergantung sama pengalaman dan teori yang dimiliki). Alasan yang sedikit ilmiah tapi sedikit maksa ( jowo, baca : mekso) adalah karena faktor reduksi yang dimiliki oleh &lt;strong&gt;STAAD &lt;/strong&gt;adalah &lt;strong&gt;ACI&lt;/strong&gt;, jadi belum disesuaikan dengan &lt;strong&gt;SKSNI&lt;/strong&gt;, misalkan saja kita ambil contoh pada desain tulangan utamanya. &lt;strong&gt;ACI 318-99&lt;/strong&gt; memberikan reduction factor untuk tulangan lentur (&lt;strong&gt;phi bending tension&lt;/strong&gt;) adalah = &lt;strong&gt;0.9&lt;/strong&gt; sedangkan SKSNI dengan nilai faktor = &lt;strong&gt;0.8&lt;/strong&gt;. Jadi apabila desain dari STAAD dengan code desain ACI dikonversikan ke SKSNI maka akan diperoleh &lt;strong&gt;0.9/0.8 = 1.125.&lt;/strong&gt; Nah…dari faktor ini akan diperoleh faktor kombinasi beban &lt;strong&gt;1.125 x (1.2DL + 1.6LL)&lt;/strong&gt; sehingga menjadi = &lt;strong&gt;1.35DL + 1.8LL.&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nah brow…sekarang lihat dengan mengganti kombinasi beban &lt;strong&gt;1.2DL + 1.6LL&lt;/strong&gt; menjadi &lt;strong&gt;1.35DL + 1.8LL&lt;/strong&gt; (meningkatan faktor kombinasi beban) akan menjadikan desain &lt;strong&gt;STAAD&lt;/strong&gt; sesuai dengan &lt;strong&gt;SKSNI&lt;/strong&gt;. Tapi ingat ini hanya untuk penyesuaian salah satu parameter. yaitu faktor reduksi lentur balok, sedangkan parameter lain belum dipertimbangkan dalam konversi ini. hehehe….jadi wajar aja kan kalau saya mengasumsikan hasil yang sedikit berlebih dari hasil yang diberikan oleh &lt;strong&gt;STAAD Pro&lt;/strong&gt;. (Tapi ya itu…sekali lagi kita harus bisa membuktikan dengan hitungan biar lebih pasti hehehe…)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4.2. Hasil tulangan dari kolom yang kita klik diatas ( disini akan tampak bahwa kolom di desain dengan bar size (diameter tulangan) = 12 dan Bar No (jumlah tulangan) = 8, atau dengan kata lain 8D12. dengan As perlu = 900mm2&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECIaI4--I/AAAAAAAAA84/6PsRkWX91TY/s1600-h/a1812.png"&gt;&lt;img title="a18" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="359" alt="a18" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECKDerInI/AAAAAAAAA88/1VfN7idGpXQ/a18_thumb8.png?imgmax=800" width="370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Verifikasi : mari sekarang kita cek. As perlu = 900mm2. sedangkan desain tulangan = 8D12 = 8 ( 1/4 x 3.14 x 12&lt;sup&gt;2 &lt;/sup&gt;) = 904.32 m2 &amp;gt; 900 m2 …(OK!). Nah…untuk tulangan kolom biasanya saya pilihkan diameter yang lebih besar daripada tulangan balok. Untuk kasus ini saya ambil tulangan dengan diameter 16. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Luas penampang D16 = 1/4 x 3.14 x 16&lt;sup&gt;2 &lt;/sup&gt;= 200.96 m2. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;As required = 900 m2&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sehingga jumlah tulangan D16 yang harus dipasang = 900/200.96 = 4.47 ------dibulatkan menjadi 5 buah tulangan D16.-------tapi agar pembagiannya merata maka saya ambil 6D16 &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk keperluan desain tulangan sengkang, anda bisa mengakses data tegangan geser&amp;#160; melalui menu tab &lt;strong&gt;Shear&amp;#160; Bending&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECMghxLlI/AAAAAAAAA9A/xRDQAoJ9E9I/s1600-h/a192.png"&gt;&lt;img title="a19" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="237" alt="a19" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECOSqbwOI/AAAAAAAAA9E/mnXqHVqEtck/a19_thumb.png?imgmax=800" width="244" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4.3 Untuk mengetahui seberapa besar defleksi yang terjadi pada elemen struktur, bisa anda akses melalui menu&lt;strong&gt; tab Deflection&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THETbr-lxtI/AAAAAAAABAI/PDlY1SftxFI/s1600-h/a20%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="a20" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="291" alt="a20" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THETdGtIONI/AAAAAAAABAM/RiQJXK-7yRI/a20_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="300" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4.4 Untuk mengetahi hasil desain secara lengkap, dapat anda akses melalui menu &lt;strong&gt;STAAD Output&lt;/strong&gt;. Klik icon yang saya lingkari pakai warna merah seperti tergambar dibawah ini. Maka laporan hitungan secara lengkap akan keluar secara otomatis.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECTWs2mSI/AAAAAAAAA9Q/W-XOo_5ZZKU/s1600-h/a217.png"&gt;&lt;img title="a21" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="27" alt="a21" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECUWPaBEI/AAAAAAAAA9U/xZ8gvEXcbTw/a21_thumb5.png?imgmax=800" width="360" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECWB0cciI/AAAAAAAAA9Y/2kDTyc6Ko8U/s1600-h/a227.png"&gt;&lt;img title="a22" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="350" alt="a22" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECX71gvgI/AAAAAAAAA9c/LRpO8v1DU5M/a22_thumb5.png?imgmax=800" width="470" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECZWwS10I/AAAAAAAAA9g/oJAYSx4waPo/s1600-h/a234.png"&gt;&lt;img title="a23" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="347" alt="a23" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECavWarwI/AAAAAAAAA9k/nmRTq9PVhWI/a23_thumb2.png?imgmax=800" width="474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;Pengkajian Hasil Analisa (Post Processing)&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sekarang kita akan melihat hasil analisa dlam bentuk Grafis.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Dari menu pulldown klik&lt;strong&gt; Mode&lt;/strong&gt; &amp;gt; &lt;strong&gt;Post Processing&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECbrKZ4vI/AAAAAAAAA9o/uChIlfzRLic/s1600-h/a93.png"&gt;&lt;img title="a9" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="162" alt="a9" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECcsTxQZI/AAAAAAAAA9s/Dy4d-sX6spg/a9_thumb1.png?imgmax=800" width="210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Kotak dialog &lt;strong&gt;Result&lt;/strong&gt; akan muncul dengan tabs aktif&lt;strong&gt; Loads&lt;/strong&gt;. Dimana pada frame &lt;strong&gt;Selected&lt;/strong&gt; terdapat list dari kasus pembebanan yang telah didefinisikan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Untuk kajian analisa, anda dapat memilih sebagian kasus beban atau semuanya. Untuk kasus ini kita akan konsentrasi ke beban kombinasinya saja. Untuk itu pilih beban &lt;strong&gt;1 s/d 4&lt;/strong&gt;, kemudian klik tombol &lt;strong&gt;&amp;lt;&lt;/strong&gt; . Klik &lt;strong&gt;OK&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECduL0uiI/AAAAAAAAA9w/mHPJI8z_TAA/s1600-h/A247.png"&gt;&lt;img title="A24" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="219" alt="A24" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECewldPYI/AAAAAAAAA90/k9o7dTWZeyc/A24_thumb4.png?imgmax=800" width="300" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4. Maka tampilan &lt;strong&gt;STAAD&lt;/strong&gt; akan menjadi seperti gambar dibawah ini, dengan pagemenu &lt;strong&gt;Node&lt;/strong&gt; dan Tab &lt;strong&gt;Displacement&lt;/strong&gt; aktif. Dimana pada bagian data area ditampilkan tabel Node &lt;strong&gt;Displacement&lt;/strong&gt;. Dan pada Screen Area ditampilkan struktur terdeformasi dengan skala tertentu&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THMKUwJEOzI/AAAAAAAABAQ/w6RBSEEQw_w/s1600-h/d1%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="d1" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="353" alt="d1" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THMKYVyv1SI/AAAAAAAABAU/aS5dVY-dsSo/d1_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="460" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;5. Sekarang kita akan cari tahu dimana letak balok atau kolom yang mengalami kegagalan struktur (&lt;strong&gt;FAIL&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;u&gt;Untuk Balok&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Seleksi semua elemen struktur balok. Caranya terserah….bisa anda meng kliknya satu persatu, atau bisa juga melalui fasilitas &lt;strong&gt;Select By Group Name&lt;/strong&gt; yang semua langkah-langkahnya sudah kita bahas diatas&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECf00SVjI/AAAAAAAAA94/FsRUObH8XMA/s1600-h/b25.png"&gt;&lt;img title="b2" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="242" alt="b2" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEChm6dJdI/AAAAAAAAA98/TMGEfFJuN2c/b2_thumb3.png?imgmax=800" width="200" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Pada menu pulldown, klik &lt;strong&gt;Report&lt;/strong&gt; &amp;gt; &lt;strong&gt;Section Forces&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECicSYfdI/AAAAAAAAA-A/GhibNk-nP3Y/s1600-h/b19.png"&gt;&lt;img title="b1" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="235" alt="b1" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECjUJUqvI/AAAAAAAAA-E/V5EvmDtzitw/b1_thumb7.png?imgmax=800" width="194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Klik tab &lt;strong&gt;Sorting&lt;/strong&gt;, kemudian pilih &lt;strong&gt;Moment-Z&lt;/strong&gt;, ceklist &lt;strong&gt;Absolute Values&lt;/strong&gt;. Lanjutkan dengan memilih &lt;strong&gt;List from High To Low&lt;/strong&gt; dari kotak Frame Set Sorting Order. Kemudian klik&lt;strong&gt; tab Loading&lt;/strong&gt;, (jangan di klik ok dulu)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECkUWMrWI/AAAAAAAAA-I/LVEoxo1rJO0/s1600-h/b55.png"&gt;&lt;img title="b5" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="225" alt="b5" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECl0ogDFI/AAAAAAAAA-M/E-Cpy5trHTM/b5_thumb3.png?imgmax=800" width="300" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;-&amp;#160; Setelah itu akan muncul kotak dialog&lt;strong&gt; Section Forces&lt;/strong&gt;. Atur sedemikian rupa sehingga hanya &lt;strong&gt;BEBAN KOMBINASI&lt;/strong&gt; saja yang terseleksi di lajur sebelah kanan (&lt;strong&gt;selected&lt;/strong&gt;). Klik &lt;strong&gt;OK&lt;/strong&gt;!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECmlolKfI/AAAAAAAAA-Q/SSukZCWWVKI/s1600-h/b45.png"&gt;&lt;img title="b4" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="225" alt="b4" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECn8Wu8fI/AAAAAAAAA-U/gCgiYlNNKVU/b4_thumb3.png?imgmax=800" width="300" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Akan keluar kotak Section Forces, yang menampilkan elemen-elemen batang yang mengalami momen lentur yang diurutkan dari yang terbesar sampai yang terkecil. Sekarang anda lihat di kotak tersebut, ternyata element balok 56, 20, 14 &amp;amp; 57 menempati urutan teratas balok yang mengalami lentur terbesar. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THMKZg16SVI/AAAAAAAABAY/_2BpWbkDKVA/s1600-h/b6%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="b6" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="294" alt="b6" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THMKdV0GvuI/AAAAAAAABAc/GiOyBW_ZwMo/b6_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="470" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nah sekarang pertanyaannya….hayo dimana letak balok itu???…..Udah gak perlu pakai hitungan yang njelimet dan ruwet untuk mengetahui letak 4 balok tersebut. silahkan jawab di luar kepala…..&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nich jawabannya :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECpL6nJBI/AAAAAAAAA-Y/FonHKeTDdXA/s1600-h/b75.png"&gt;&lt;img title="b7" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="376" alt="b7" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECqr4cBgI/AAAAAAAAA-c/QTGGISsUGRQ/b7_thumb3.png?imgmax=800" width="404" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pasti posisinya pada balok yang saya kasih tanda &lt;strong&gt;X&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;warna merah&lt;/strong&gt; itu dech…. kalau ndak gitu paling-paling yang saya kasih tanda &lt;strong&gt;X warna biru&lt;/strong&gt;. Cuman kalau melihat geometri struktur dan pembebanan yang bekerja, saya condong ke balok yang saya kasih tanda &lt;strong&gt;X warna merah&lt;/strong&gt;. Lho….la kok bisa? apa alasannya?….&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Alasannya :&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Balok yang bertanda &lt;strong&gt;X merah&lt;/strong&gt;, memiliki bentang yang cukup besar ( L = 6m), tanpa ada kolom penyangga dibawahnya. Semakin panjang bentang, maka resiko defleksi akan semakin besar pula. Selain itu tepat ditengah bentang (titik ekstrim), balok tersebut mengalami beban terpusat dari beban balok anak(grid) yang menyangga beban dinding setinggi 3.6 m atau sekitar 900 kg/m’ dan beban mati pelat lantai.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Balok bertanda &lt;strong&gt;X biru&lt;/strong&gt; sebenarnya juga mengalami kondisi yang sama. tapi tetap saja naluri saya mengatakan kalau balok yang bertanda &lt;strong&gt;X merah&lt;/strong&gt; mengalami kegagalan lentur yang paling parah daripada balok bertanda &lt;strong&gt;X biru&lt;/strong&gt; (hehehe…kayak dosen aja wkwkwwkwk….). OK! sekarang mari kita buktikan apakah balok dengan nomor 56, 20, 14 &amp;amp; 57 berada pada posisi tersebut&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;6. Klik kanan pada layar tampilan anda. Pilih&lt;strong&gt; Labels&lt;/strong&gt;. Maka otomatis akan keluar kotak dialog &lt;strong&gt;Diagrams&lt;/strong&gt;. Anda centang &lt;strong&gt;Beam Numbers&lt;/strong&gt; pada frame Beams, klik &lt;strong&gt;OK&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECtQxsPBI/AAAAAAAAA-g/AzaZIzJWLLw/s1600-h/c25.png"&gt;&lt;img title="c2" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="321" alt="c2" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECvcNHUlI/AAAAAAAAA-k/sze1zvd_chk/c2_thumb3.png?imgmax=800" width="250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECxuPW-LI/AAAAAAAAA-o/uatsOPRsXmg/s1600-h/c311.png"&gt;&lt;img title="c3" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="388" alt="c3" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECzCZRS1I/AAAAAAAAA-s/dWjRL418XE8/c3_thumb7.png?imgmax=800" width="400" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Nah…ternyata benarkan prediksi saya kalau letak balok yang mengalami momen lentur terbesar terletak pada posisi tersebut hehehe…..&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;7. Sekarang klik ganda salah satu dari balok tersebut. Misalkan saja balok no 20. Klik tab Concrete. Sekarang anda lihat disitu tulangan bawah balok tidak keluar (berarti ada kemungkinan balok tersebut mengalami kegagalan struktur/FAIL)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEC1GKq6II/AAAAAAAAA-w/wgvcQoE5g-w/s1600-h/c45.png"&gt;&lt;img title="c4" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="291" alt="c4" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEC2jAEAYI/AAAAAAAAA-0/Z-0y32xeLmE/c4_thumb3.png?imgmax=800" width="300" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;8. Sekarang cari informasi lebih lanjut dari balok no 20 ini, melalui menu STAAD Output. Anda bisa mengaksesnya dengan menekan tombol mirip calculator (yang saya lingkari pakai warna merah)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEC3dpR_kI/AAAAAAAAA-4/sKP6008nNpU/s1600-h/a217%5B1%5D.png"&gt;&lt;img title="a21" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="25" alt="a21" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEC4U5pvJI/AAAAAAAAA-8/B9SCpvk7Sjo/a21_thumb4.png?imgmax=800" width="333" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nah….sekarang baru ketahuan kalau balok no.20 Gagal/FAIL&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEC57r1XqI/AAAAAAAAA_A/sHmeLfNcmOI/s1600-h/c6%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="c6" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="272" alt="c6" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEC7WdEFHI/AAAAAAAAA_E/2iHZVmVEKWU/c6_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="400" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Cek juga balok dengan no 56, 14, 57, 28, 47, 48, 2, 8&amp;#160; &amp;amp; 53. Balok-balok yang saya sebutkan ini adalah balok yang diawal tadi saya tandai dengan X merah dan X biru. Kemungkinan gagal lentur dari balok-balok ini sangat tinggi sekali. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nah…sekarang yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara mengatasi agar balok tersebut tidak FAIL.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ada dua cara yang bisa kita lakukan :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Yang paling ideal dan paling baik adalah menambahkan kolom penyangga tepat ditengah bentang dari balok tersebut (khususnya balok no 56, 20, 14 &amp;amp; 57 ), sehingga kemungkinan dimensi baloknya bisa diperkecil karena disesuaikan dengan lebar bentangnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Jika tidak memungkinkan dengan menggunakan cara diatas dikarenakan untuk alasan kebutuhan ruang, sehingga dikhawatirkan dengan adanya kolom tersebut malah akan mengganggu pemandangan dan ruang toko menjadi terkesan sempit. Maka mau tidak mau kita harus memperbesar dimensi balok. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;OK! sekarang anggap saja ownernya tidak mau ada kolom di ruang depan toko. maka solusi diambil adalah memperbesar dimensi balok. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sekarang kita ambil H balok adalah 1/10 dari lebar bentang, sehingga H = 1/10 x 600 = 60 cm, lebar balok diambil 1/2 H = 1/2 x 60 = 30 cm, jadi dimensi baloknya adalah 30/60.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;9. Sekarang kita akan definisikan dimensi balok 30/60 ke STAAD. Caranya dari page menu General, klik tab Property, kemudian pada menu page sebelah kanan, klik Define, Lanjutkan dengan memasukan dimensi balok melalui kotak YD dan ZD. Klik Add.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEC8YJCWJI/AAAAAAAAA_I/YMh_BjZ2i84/s1600-h/c7%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="c7" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="253" alt="c7" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEC9pribII/AAAAAAAAA_M/aYl4LNoSu5I/c7_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;10. Sekarang Assign balok yang sudah kita definisikan tadi ke elemen no 56, 14, 57, 28, 20, 47, 48, 2, 8&amp;#160; &amp;amp; 53. Untuk jelasnya lihat balok yang saya kasih tanda X (merah) dan X (biru) pada gambar dibawah (bisa toh caranya…..jadi saya gak perlu ngulang-ngulang lagi hehehe…..)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEC-8ok-qI/AAAAAAAAA_Q/kXTxKnrjfMc/s1600-h/b7%5B7%5D.png"&gt;&lt;img title="b7" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="326" alt="b7" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEDAG6UnRI/AAAAAAAAA_U/VHc4BbAwgds/b7_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="350" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;11. Lakukan analisa struktur ulang. Jika sudah cek kembali balok tersebut, apakah masih FAIL atau tidak?. Jika masih FAIL, maka balok perlu didimensi ulang. Silahkan Anda bereksplorasi sendiri….&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sekedar sebagai catatan :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ternyata setelah saya inputkan balok dengan ukuran 30/60 masih tidak memenuhi (FAIL). Dan baru ketika saya memasukan balok dengan dimensi 30/90 struktur baloknya stabil (alias tidak FAIL). Tapi lha masak baloknya sebesar itu toh…..lha kalau baloknya sebesar itu berarti spase vertikal ruang tinggal 3.80 – 0.90 = 3.1 m……hmmmm..jadi pendek ya kalau untuk ukuran ruko. tapi tidak apalah…cobalah tanya ke arsiteknya…kira-kira elevasi plafondnya berapa? masih memenuhi ndak kalau dengan balok setinggi itu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebenarnya ada cara lain lagi agar baloknya tidak sebesar itu, yaitu dengan mengubah ukuran kolom yang saya blok pakai warna hijau ini dengan ukuran 40/40, sehingga baloknya bisa diperkecil menjadi 30/60. Coba deh kalau gak percaya. nih hasilnya penulangan dari balok 30/60 tersebut (lihat gambar bawah).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEQOmgws4I/AAAAAAAABAA/yCbbVtOsiKU/s1600-h/cc1%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="cc1" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="338" alt="cc1" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEQQ1KNVEI/AAAAAAAABAE/CMK064frCpA/cc1_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THMKfA1aYSI/AAAAAAAABAg/_OHEDdrFIWQ/s1600-h/c10%5B9%5D.png"&gt;&lt;img title="c10" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="389" alt="c10" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THMKg3W6U0I/AAAAAAAABAk/RGdA75ef9Fw/c10_thumb%5B6%5D.png?imgmax=800" width="400" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lho kok bisa???…&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ok! disini saya tidak akan serta merta untuk menjawab..silahkan untuk dipecahkan sendiri. Jika belum ketemu jawabannya jangan segan-segan untuk bertanya kepada saya…hehehehehe…..Cuman pesan saya adalah :&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;“Pemilihan model struktur yang tepat dan sesuai, adalah lebih penting dari ketelitian perhitungan struktur itu sendiri”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Materi Tambahan&amp;#160; :&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Kalau anda ingin melihat struktur secara &lt;strong&gt;Full Section&lt;/strong&gt; yang artinya ketebalan strukturnya ditampilkan anda bisa klik kanan dilayar tampilan. Pilih &lt;strong&gt;Labels&lt;/strong&gt;, kemudian klik tab &lt;strong&gt;Structure&lt;/strong&gt;. Pilih &lt;strong&gt;Full section&lt;/strong&gt; &amp;gt; kemudian klik&lt;strong&gt; OK&lt;/strong&gt;. Maka hasilnya akan seperti dibawah ini :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEDGY2V7NI/AAAAAAAAA_g/yRE5JpuqQmE/s1600-h/c9%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="c9" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="417" alt="c9" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEDIVE9_KI/AAAAAAAAA_k/oKQAkCiFICw/c9_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="400" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;u&gt;Mencari Kolom Yang Mengalami Gaya Aksial Terbesar&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Seleksi semua elemen kolom. Caranya terserah….bisa anda meng kliknya satu persatu, atau bisa juga melalui fasilitas &lt;strong&gt;Select By Group Name&lt;/strong&gt; yang semua langkah-langkahnya sudah kita bahas diatas&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEDJz2Ax8I/AAAAAAAAA_o/Ucl5xtAo45E/s1600-h/4.4%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="4.4" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="232" alt="4.4" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEDLEuesSI/AAAAAAAAA_s/skka1784gIw/4.4_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="240" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Pada menu pulldown, klik &lt;strong&gt;Report&lt;/strong&gt; &amp;gt; &lt;strong&gt;Section Forces&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECicSYfdI/AAAAAAAAA-A/GhibNk-nP3Y/s1600-h/b19.png"&gt;&lt;img title="b1" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="235" alt="b1" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECjUJUqvI/AAAAAAAAA-E/V5EvmDtzitw/b1_thumb7.png?imgmax=800" width="194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Klik tab &lt;strong&gt;Sorting&lt;/strong&gt;, kemudian pilih &lt;strong&gt;Axial Force&lt;/strong&gt;, ceklist &lt;strong&gt;Absolute Values&lt;/strong&gt;. Lanjutkan dengan memilih &lt;strong&gt;List from High To Low&lt;/strong&gt; dari kotak Frame Set Sorting Order. Kemudian klik&lt;strong&gt; tab Loading&lt;/strong&gt;, (jangan di klik ok dulu)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEDMVHc0ZI/AAAAAAAAA_w/M28bW9h7lQc/s1600-h/c11%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="c11" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="247" alt="c11" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEDN5Ed8dI/AAAAAAAAA_0/mBPRfCQZS7Y/c11_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;-&amp;#160; Setelah itu akan muncul kotak dialog&lt;strong&gt; Section Forces&lt;/strong&gt;. Atur sedemikian rupa sehingga hanya &lt;strong&gt;BEBAN KOMBINASI&lt;/strong&gt; saja yang terseleksi di lajur sebelah kanan (&lt;strong&gt;selected&lt;/strong&gt;). Klik &lt;strong&gt;OK&lt;/strong&gt;!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECmlolKfI/AAAAAAAAA-Q/SSukZCWWVKI/s1600-h/b45.png"&gt;&lt;img title="b4" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="225" alt="b4" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THECn8Wu8fI/AAAAAAAAA-U/gCgiYlNNKVU/b4_thumb3.png?imgmax=800" width="300" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Akan keluar kotak Section Forces, yang menampilkan elemen-elemen batang yang mengalami gaya Axial yang diurutkan dari yang terbesar sampai yang terkecil.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEDRZ2HLcI/AAAAAAAAA_4/kef1P_ggcc8/s1600-h/c12%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="c12" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="219" alt="c12" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/THEDTvHKejI/AAAAAAAAA_8/6CGpbO565aw/c12_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Oke! sampai disini dulu ya pembahasan kita. Hal-hal lain yang belum dibahas akan dibahas pada posting berikutnya tapi dengan judul yang berbeda. Dikarenakan begitu banyaknya fungsi dan fitur STAAD Pro yang tidak mungkin di kupas satu-satu dalam satu postingan. Maka pembicaraan kita putus sampai disini dulu. Insya ALLOH saya akan kupas satu persatu fungsi dari tool-tool STAAD Pro ini satu persatu di lain kesempatan tentunya dengan nuansa dan judul yang berbeda pula.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Akhirul kalam,&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Assalamualaikum Warrohmatullohi Wabarrokattu&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5592467528844232670-56142208070191428?l=www.kampustekniksipil.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kampustekniksipil.co.cc/2010/08/perencanaan-ruko-dua-lantai-dengan.html</link><author>maestromusic.lutfi@gmail.com (lutfi@ndri@n)</author><thr:total>15</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5592467528844232670.post-6013984008550366617</guid><pubDate>Sun, 01 Aug 2010 06:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-31T23:22:37.049-07:00</atom:updated><title>Cara Memasukan Material Baja Ringan Pada STAAD</title><description>&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://satriaku-satria.blogspot.com/" target="_blank"&gt;&lt;img title="sample unit truss_non batten" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="256" alt="sample unit truss_non batten" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUNegwSRDI/AAAAAAAAAzs/EnEr4PeYGs8/sample%20unit%20truss_non%20batten%5B7%5D.png?imgmax=800" width="428" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Apakah anda akan menganalisa struktur rangka atap baja ringan?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika jawaban anda adalah “&lt;strong&gt;YA&lt;/strong&gt;” , maka ada beberapa parameter penting yang harus anda ketahui dan anda masukan ke program sebelum anda melakukan analisa struktur rangka atap baja ringan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Beberapa parameter tersebut adalah :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Tegangan maksimum&lt;strong&gt;&amp;#160; 550&lt;/strong&gt; MPa&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Kuat leleh &lt;strong&gt;550&lt;/strong&gt; MPa &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Modulus geser &lt;strong&gt;80.000&lt;/strong&gt; MPa &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Modulus Elastisitas &lt;strong&gt;200.000&lt;/strong&gt; MPa &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Berat Jenis &lt;strong&gt;7400&lt;/strong&gt; kg/m3 &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;font color="#00ff80"&gt;Source : Handbook Energy and Calculation with Directory of Products and Services, Pister D OSBORN. Butterworth &amp;amp; Co. (published), 1985, UK&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;font color="#00ff80"&gt;Peraturan Muatan Indonesia 1970, Depth. PUTL, DC DPMB 1980, Bandung&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Terus bagaimana caranya memasukan informasi material dari baja ringan tersebut ke program ?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Gampang kok! berikut adalah caranya. Tapi eitz…tunggu dulu…….&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nb : Program yang saya pakai adalah &lt;strong&gt;STAAD Pro versi 2004&lt;/strong&gt;. Sedangkan untuk anda-anda yang memiliki versi diatasnya tinggal menyesuaikan saja. Tidak banyak perbedaan kok dari segi inputing datanya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lho kok kenapa harus pakai program &lt;strong&gt;STAAD Pro&lt;/strong&gt;. Memang tidak ada yang lain???…&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ya harus pake STAAD pro to… lha wong judul postingnya aja&amp;#160; pakai &lt;strong&gt;STAAD pro&lt;/strong&gt;…..wakakakakak…..&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;(jangan khawatir untuk sobat kampuz yang pakai software selain &lt;strong&gt;STAAD Pro&lt;/strong&gt;, semisal &lt;strong&gt;ETABS&lt;/strong&gt; atau &lt;strong&gt;SAP &lt;/strong&gt;akan saya bahas diposting mendatang Oke!)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;OK! langsung saja ya…..&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. katakanlah saya punya bentuk geometri struktur dari rangka atap baja ringan dengan model seperti dibawah ini&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUNhyezc3I/AAAAAAAAAzw/cR0akFrNZv0/s1600-h/Baja%20ringan%20STAAD%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="Baja ringan STAAD" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="352" alt="Baja ringan STAAD" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUNlNfUjyI/AAAAAAAAAz0/coOk_aSegj8/Baja%20ringan%20STAAD_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="453" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Kita rubah dulu unit satuan ke &lt;strong&gt;Kg.m&lt;/strong&gt;. Untuk itu klik &lt;strong&gt;tool input units&lt;/strong&gt;, kemudian rubah satuan pada &lt;strong&gt;length Units&lt;/strong&gt; menjadi &lt;strong&gt;Meter&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Force Unit&lt;/strong&gt; menjadi&lt;strong&gt; Kilogram&lt;/strong&gt;. Klik &lt;strong&gt;OK!&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUNmr2107I/AAAAAAAAAz4/-3Q8ywlszxM/s1600-h/input%20units%5B3%5D.png"&gt;&lt;img title="input units" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="62" alt="input units" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUNn2peBYI/AAAAAAAAAz8/QoKnuV7G6og/input%20units_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="240" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUNpz09DeI/AAAAAAAAA0A/CuEQ0UyjBcI/s1600-h/S1%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="S1" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="189" alt="S1" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUNsYL8B0I/AAAAAAAAA0E/hbBeu_nyZ9E/S1_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="302" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Memasukan parameter berat jenis (Density) material baja ringan&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Seleksi seluruh &lt;strong&gt;Geometri struktur&lt;/strong&gt; sehingga terblok dengan warna &lt;strong&gt;merah&lt;/strong&gt;, kemudian pada menu &lt;strong&gt;pulldown&lt;/strong&gt;, klik &lt;strong&gt;Command&lt;/strong&gt; &amp;gt; klik &lt;strong&gt;Material constants&lt;/strong&gt; &amp;gt; klik &lt;strong&gt;Density&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUNxJCDr9I/AAAAAAAAA0I/kHGsLrqPylU/s1600-h/seleksi%20portal%5B13%5D.png"&gt;&lt;img title="seleksi portal" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="400" alt="seleksi portal" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUNzimlTLI/AAAAAAAAA0M/dSqvzR1cW-8/seleksi%20portal_thumb%5B9%5D.png?imgmax=800" width="425" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4. Akan keluar kotak dialog &lt;strong&gt;Material Constants - Density&lt;/strong&gt;. Anda pilih radio button &lt;strong&gt;Enter Value&lt;/strong&gt;. Isi dengan &lt;strong&gt;7400 &lt;/strong&gt;kg/m3. Kemudian pada &lt;strong&gt;frame assign&lt;/strong&gt; pastikan pada pilihan &lt;strong&gt;To Selections&lt;/strong&gt;. Klik&lt;strong&gt; OK!&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUN1lrVN9I/AAAAAAAAA0Q/5BpBhVqlBDs/s1600-h/s2%5B7%5D.png"&gt;&lt;img title="s2" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="230" alt="s2" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUN4PNYnjI/AAAAAAAAA0U/TfbmRJ1pjgY/s2_thumb%5B5%5D.png?imgmax=800" width="240" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Memasukan parameter Modulus Elastisitas (E) material baja ringan&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;5. Kita rubah dulu unit satuan ke &lt;strong&gt;N.mm&lt;/strong&gt;. Untuk itu klik &lt;strong&gt;tool input units&lt;/strong&gt;, kemudian rubah satuan pada &lt;strong&gt;length Units&lt;/strong&gt; menjadi &lt;strong&gt;Milimeter&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Force Unit&lt;/strong&gt; menjadi&lt;strong&gt; Newton&lt;/strong&gt;. Klik &lt;strong&gt;OK!&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUN6JfhbZI/AAAAAAAAA0Y/7W1OBb4sd6g/s1600-h/input%20units%5B7%5D.png"&gt;&lt;img title="input units" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="62" alt="input units" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUN8h3V2ZI/AAAAAAAAA0c/h_Iqacziv80/input%20units_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="240" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUN9sH0k8I/AAAAAAAAA0g/f1f8-P4QVn4/s1600-h/input%20units2%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="input units2" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="175" alt="input units2" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUN_T7TupI/AAAAAAAAA0k/coYbJaus-zs/input%20units2_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="302" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;6. Seleksi seluruh &lt;strong&gt;Geometri struktur&lt;/strong&gt; sehingga terblok dengan warna &lt;strong&gt;merah&lt;/strong&gt;, kemudian pada menu &lt;strong&gt;pulldown&lt;/strong&gt;, klik &lt;strong&gt;Command&lt;/strong&gt; &amp;gt; klik &lt;strong&gt;Material constants&lt;/strong&gt; &amp;gt; klik &lt;strong&gt;Elasticity&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUOCTN1BoI/AAAAAAAAA0o/kavNAeYmOMU/s1600-h/seleksi%20portal2%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="seleksi portal2" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="477" alt="seleksi portal2" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUOGIU1QKI/AAAAAAAAA0s/3LPlHLEhzL4/seleksi%20portal2_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="429" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;7. Akan keluar kotak dialog &lt;strong&gt;Material Constants - Elasticity&lt;/strong&gt;. Anda pilih radio button &lt;strong&gt;Enter Value&lt;/strong&gt;. Isi dengan &lt;strong&gt;200000 &lt;/strong&gt;N/mm2. Kemudian pada &lt;strong&gt;frame assign&lt;/strong&gt; pastikan pada pilihan &lt;strong&gt;To Selections&lt;/strong&gt;. Klik&lt;strong&gt; OK!&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUOH1lZnDI/AAAAAAAAA0w/zha9v2Xbpd4/s1600-h/s3%5B3%5D.png"&gt;&lt;img title="s3" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="230" alt="s3" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUOJxgbthI/AAAAAAAAA00/xzm_N_FICP8/s3_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="240" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Memasukan parameter Modulus Geser (G) material baja ringan&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;8. Pada menu &lt;strong&gt;pulldown&lt;/strong&gt;, klik &lt;strong&gt;Command&lt;/strong&gt; &amp;gt; klik &lt;strong&gt;Material constants&lt;/strong&gt; &amp;gt; klik &lt;strong&gt;G (Shear Modulus)…&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUOMUzsY5I/AAAAAAAAA04/a88YDRtuXCg/s1600-h/seleksi%20portal3%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="seleksi portal3" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="458" alt="seleksi portal3" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUOQiBGotI/AAAAAAAAA08/71SkwxIVEnI/seleksi%20portal3_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="429" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;9. Akan keluar kotak dialog &lt;strong&gt;Material Constants – Shear Modulus-G&lt;/strong&gt;. Anda pilih radio button &lt;strong&gt;Enter Value&lt;/strong&gt;. Isi dengan&lt;strong&gt; 80000 &lt;/strong&gt;N/mm2. Kemudian pada &lt;strong&gt;frame assign&lt;/strong&gt; pastikan pada pilihan &lt;strong&gt;To Selections&lt;/strong&gt;. Klik&lt;strong&gt; OK!&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUOR8fYYWI/AAAAAAAAA1A/od5lhFpJoRc/s1600-h/s4%5B2%5D.png"&gt;&lt;img title="s4" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="234" alt="s4" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUOTgPysMI/AAAAAAAAA1E/tmIIJZHPG7Q/s4_thumb.png?imgmax=800" width="244" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Memasukan parameter tegangan maksimum dan kuat leleh material baja ringan&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;10. Untuk memasukan data &lt;strong&gt;tegangan maksimum&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;kuat leleh&lt;/strong&gt;, bisa diakses ke &lt;strong&gt;menu page&lt;/strong&gt;. Klik &lt;strong&gt;tab Design&lt;/strong&gt; &amp;gt; Klik&lt;strong&gt; Tab Steel&lt;/strong&gt; &amp;gt; kemudian Klik &lt;strong&gt;Select Parameter&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUOVYhSjLI/AAAAAAAAA1I/o1Y0ex5D6jU/s1600-h/s7%5B4%5D.png"&gt;&lt;img title="s7" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="287" alt="s7" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUOW8xZ0qI/AAAAAAAAA1M/wY2TmzBVohU/s7_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="59" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUOaSFBFeI/AAAAAAAAA1Q/aqL6U9H_VnQ/s1600-h/s6%5B4%5D.png"&gt;&lt;img title="s6" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="398" alt="s6" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUSJk2cWFI/AAAAAAAAA1Y/vH4vFVgzFb4/s6_thumb2.png?imgmax=800" width="223" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;11. Dari data Parameter Selection yang ada. Pilih &lt;strong&gt;Fu – Ultimate tensile strength of steel&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Fyld – Yield strength of steel&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUSKzsyWPI/AAAAAAAAA1c/xqMRxv3kCEA/s1600-h/s55.png"&gt;&lt;img title="s5" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="240" alt="s5" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUSNPdM35I/AAAAAAAAA1g/htV8ziJPpT8/s5_thumb3.png?imgmax=800" width="424" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&amp;#160;&lt;/strong&gt;12. Untuk mengisikan datanya ikuti langkah-langkah berikut ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dari kotak dialog &lt;strong&gt;Parameter Selection&lt;/strong&gt;. Klik tombol&amp;#160; &lt;strong&gt;&amp;lt;&amp;lt;&lt;/strong&gt; . Sehingga semua data di &lt;strong&gt;Selected Parameter&lt;/strong&gt; (kanan) berpindah ke &lt;strong&gt;Available Parameter&lt;/strong&gt; (kiri)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUSOiL_nkI/AAAAAAAAA1k/czJEZdU2j5M/s1600-h/a36.png"&gt;&lt;img title="a3" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="202" alt="a3" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUSQHxP-VI/AAAAAAAAA1o/YtroJ0wF-lg/a3_thumb4.png?imgmax=800" width="332" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUSRktnstI/AAAAAAAAA1s/_fhBTjosdEY/s1600-h/a45.png"&gt;&lt;img title="a4" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="198" alt="a4" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUSTitczGI/AAAAAAAAA1w/WZOqWTTrcek/a4_thumb3.png?imgmax=800" width="350" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;13. Seleksi atau pilih &lt;strong&gt;Fu – Ultimate tensile strength of steel&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Fyld – Yield strength of steel&lt;/strong&gt;. kemudian klik tombol &lt;strong&gt;&amp;gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUSU06ZWnI/AAAAAAAAA10/e701_kPDo8E/s1600-h/a65.png"&gt;&lt;img title="a6" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="199" alt="a6" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUSWsSpr5I/AAAAAAAAA14/-5pKLx5Y-gY/a6_thumb3.png?imgmax=800" width="350" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Maka otomatis &lt;strong&gt;Fu – Ultimate tensile strength of steel&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Fyld – Yield strength of steel &lt;/strong&gt;berpindah ke kolom &lt;strong&gt;Selected Parameters&lt;/strong&gt; disebelah kanan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUSX-IHpSI/AAAAAAAAA18/kA2krGwxfOI/s1600-h/a85.png"&gt;&lt;img title="a8" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="203" alt="a8" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUSZopX9iI/AAAAAAAAA2A/EzjeWlMvQ9k/a8_thumb3.png?imgmax=800" width="346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;14. Sekarang Klik &lt;strong&gt;Define Parameters&lt;/strong&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUSagslWqI/AAAAAAAAA2E/SPZlNgyTvd8/s1600-h/a99.png"&gt;&lt;img title="a9" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="189" alt="a9" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUSbzL5DfI/AAAAAAAAA2I/1LaHuKMAcVk/a9_thumb5.png?imgmax=800" width="208" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;15. Isi &lt;strong&gt;Fyld &lt;/strong&gt;= &lt;strong&gt;550&lt;/strong&gt; N/mm2 dan &lt;strong&gt;Fu &lt;/strong&gt;= &lt;strong&gt;550&lt;/strong&gt; N/mm2 dengan nilai&amp;#160; seperti dibawah ini.(jangan lupa tekan &lt;strong&gt;Add&lt;/strong&gt; lho ya…)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUSdJjkq1I/AAAAAAAAA2M/wvH-UM2_bB0/s1600-h/Fu17.png"&gt;&lt;img title="Fu (1)" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="240" alt="Fu (1)" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUSe0YTJWI/AAAAAAAAA2Q/dCTP5CJR5qw/Fu1_thumb3.png?imgmax=800" width="235" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUSgPe3SsI/AAAAAAAAA2U/__esYcIRt3s/s1600-h/Fyld13.png"&gt;&lt;img title="Fyld (1)" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="240" alt="Fyld (1)" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUShOotwyI/AAAAAAAAA2Y/59L6VfUaf9c/Fyld1_thumb1.png?imgmax=800" width="235" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jika sudah anda tinggal melakukan Assign data &lt;strong&gt;Fu&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Fyld&lt;/strong&gt; yang sudah kita definisikan ini struktur rangka atap kita. Bisa toh caranya…..gampang kok (Nb : jika kesulitan jangan sungkan-sungkan hubungi saya hehehe…)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ok! Sudah selesai dech inputing datanya…..semoga bermanfaat ya…….&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Cuap-cuap Kampuz Teknik SipiL……&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Tips Memilih Rangka Atap Baja Ringan yang baik&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Unutk memilih rangka atap baja ringan yang baik harus berpatokan pada banyak hal dan ketelitian sebelum membeli sangat diperlukan. Carilah informasi sebanyak-banyaknya atau paling tidak mampu memberi pertimbangan kuat sebelum memutuskan pilhan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUSiTEhIFI/AAAAAAAAA2c/3KG7l9XdZBg/s1600-h/batten_reng8.jpg"&gt;&lt;img title="batten_reng" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="214" alt="batten_reng" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUSj9ZaCRI/AAAAAAAAA2g/FkDyvoPPhkA/batten_reng_thumb4.jpg?imgmax=800" width="309" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUSn9y_0MI/AAAAAAAAA2k/zv-EBN4Ol0M/s1600-h/sampleunittruss_nonbatten12.png"&gt;&lt;img title="sample unit truss_non batten" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="243" alt="sample unit truss_non batten" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TFUSqbyHLhI/AAAAAAAAA2o/_MKobYpgBF4/sampleunittruss_nonbatten_thumb7.png?imgmax=800" width="421" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;(Sorce Image : &lt;a title="http://satriaku-satria.blogspot.com/" href="http://satriaku-satria.blogspot.com/"&gt;http://satriaku-satria.blogspot.com/&lt;/a&gt; )&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160; 1. Perhatikan dengan seksama produsennya. Apakah kredibel dalam menyediakan jasa Pemasangan Rangka Atap Baja Ringan.    &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160; 2. Mintalah informasi ukuran/dimensi Rangka utama/&amp;quot;C channel&amp;quot; dan bahan reng yang akan dipasang. Semakin besar/tebal Reng dan C channel , semakin besar pula beban yang dapat ditanggung oleh rangka tersebut. Semakin kecil dan tipis ukuran/dimensi C channel, semakin kecil pula kesanggupan rangka untuk menanggung total beban penutup atap.     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160; 3. Mintalah Informasi ketebalan lapisan anti karat yang di gunakan. Harus sesuai dengan ketentuan yg berlaku:     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Galvanis: yaitu pelapisan dengan dengan Zinc (seng) saja dengan minimum pelapisan 180gr/m2.&amp;#160; &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Galvalum: yaitu pelapisan dengan dengan Zinc dan aluminium saja dengan minimum pelapisan 150gr/m2. komposisinya tergantung dari produsen yg memproduksinya.     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160; 4. Periksa apakah software desain memiliki sertifikasi / rekomendasi dari badan konsultan atau lembaga konstruksi terpercaya tertentu.     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; 5. Tanyakan dan periksa kualifikasi tukang pemasang.     &lt;br /&gt;&amp;#160;&amp;#160; 6. Minta rekomendasi dari pihak-pihak yang mengerti industri konstruksi, seperti konsultan atau arsitek bangunan.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5592467528844232670-6013984008550366617?l=www.kampustekniksipil.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kampustekniksipil.co.cc/2010/07/cara-memasukan-material-baja-ringan.html</link><author>maestromusic.lutfi@gmail.com (lutfi@ndri@n)</author><thr:total>13</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5592467528844232670.post-1464111884437154050</guid><pubDate>Sun, 18 Jul 2010 08:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-18T02:25:02.689-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tutorial SAP2000</category><title>Cara Import File AutoCAD DXF Ke SAP2000</title><description>&lt;p align="justify"&gt;Dalam membuat pemodelan geometri struktur, selain kita bisa membuatnya melalui program &lt;strong&gt;SAP2000&lt;/strong&gt; itu sendiri, juga bisa dibuat melalui program yang lain. Salah satunya adalah &lt;strong&gt;AutoCAD &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;AutoCAD &lt;/strong&gt;? Kenapa harus&lt;strong&gt; AutoCAD&lt;/strong&gt; ?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebagai program bantu penggambaran, &lt;strong&gt;AutoCAD&lt;/strong&gt; sudah tidak diragukan lagi kehandalannya. Kemudahan dalam penggambaran dan tingkat presisi yang dihasilkan telah terbukti dan teruji pada program ini. Sehingga dengan mengkolaborasikan dua program ini yaitu &lt;strong&gt;AutoCAD&lt;/strong&gt; untuk menggambar elemen struktur (structural modeling) dan &lt;strong&gt;SAP2000&lt;/strong&gt; untuk melakukan analisa struktur, merupakan sebuah langkah yang sangat tepat.&amp;#160;&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam beberapa kasus pemodelan struktur tertentu, membuat pemodelan melalui program &lt;strong&gt;AutoCAD&lt;/strong&gt; bisa lebih efektif jika dibandingkan dengan membuat pemodelan melalui &lt;strong&gt;SAP2000&lt;/strong&gt;. Semisal, menggambar elemen arc untuk membuat space frame. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELAkGCJcdI/AAAAAAAAAxM/QpfGmOc6cL8/s1600-h/Space-Frame%5B8%5D.jpg"&gt;&lt;img title="Space Frame (S1)" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="215" alt="Space Frame (S1)" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELAln1qwYI/AAAAAAAAAxQ/-VDWTpG49nQ/Space-Frame_thumb%5B6%5D.jpg?imgmax=800" width="230" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tentunya ini akan lebih cepat dibuat jika kita mengeksekusinya dengan program &lt;strong&gt;AutoCAD&lt;/strong&gt; daripada harus berlama-lama bersusah payah membuatnya di &lt;strong&gt;SAP &lt;/strong&gt;(bisa boring abiz…..brow!)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nah…untuk posting kali ini saya akan ajak anda untuk membahas cara mengimport gambar &lt;strong&gt;AutoCAD&lt;/strong&gt; ke program &lt;strong&gt;SAP2000&lt;/strong&gt;, yang dimulai dari awal penggambaran di AutoCAD sampai proses importing ke &lt;strong&gt;SAP&lt;/strong&gt;.&amp;#160; Siapa tahu mungkin sobat kampuz punya cara lain yang lebih cepat dari cara yang saya uraikan ini. Kita shearing aja… Oke!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebagai suatu contoh, kita akan menggambar portal seperti gambar dibawah ini &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELAm1mi4nI/AAAAAAAAAxU/mx9aCNsIqaE/s1600-h/4%5B7%5D.png"&gt;&lt;img title="4" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="306" alt="4" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELAn5AkOaI/AAAAAAAAAxY/ceVbKDBKZ8U/4_thumb%5B5%5D.png?imgmax=800" width="380" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELAoyNZ1lI/AAAAAAAAAxc/lUn6IA-xhYk/s1600-h/2%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="2" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="326" alt="2" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELAqQBpfhI/AAAAAAAAAxg/fD-3zZPdDZc/2_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="382" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; (Gb.1)…dari AutoCAD&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELArLxkpQI/AAAAAAAAAxk/NSWja9iGGcs/s1600-h/3%5B12%5D.png"&gt;&lt;img title="3" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="343" alt="3" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELAsosLvtI/AAAAAAAAAxo/x63x0mRKosE/3_thumb%5B10%5D.png?imgmax=800" width="383" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; (Gb.2)…Setelah diimport ke SAP&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Mempersiapkan modeling struktur di AutoCAD&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Sebelum menggambar di AutoCAD, tentukan dulu sistem unit penggambaran anda. Unit penggambaran (drawing units) bisa anda akses di menu pulldown Format &amp;gt; Units.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk contoh kasus ini, kita menggunakan satuan millimeter. Untuk itu pada kotak insertion scale, pilih millimeter&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELAt32b4qI/AAAAAAAAAxs/AORugax0F7w/s1600-h/5%5B4%5D.png"&gt;&lt;img title="5" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="295" alt="5" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELAvg4P5wI/AAAAAAAAAxw/acIp0-gQyXc/5_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Biar frame/elemen kita punya titik acuan nantinya ketika di import di &lt;strong&gt;SAP&lt;/strong&gt;, maka ketika kita membuat gambar di &lt;strong&gt;AutoCAD&lt;/strong&gt;, kita harus tentukan &lt;strong&gt;titik acuannya&lt;/strong&gt;. Dan titik acuan yang paling baik menurut saya adalah &lt;strong&gt;titik 0,0&lt;/strong&gt;. Untuk itu buat objek portal berikut dengan titik acuan seperti tergambar dibawah ini (Nb : cara penggambaran tidak dibahas, karena saya anggap sobat kampuz sudah bisa membuatnya)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELAwd1Z3xI/AAAAAAAAAx0/VFCpDaRf4DA/s1600-h/6%5B7%5D.png"&gt;&lt;img title="6" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="295" alt="6" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELAxnikgyI/AAAAAAAAAx4/golbuFEK_gc/6_thumb%5B5%5D.png?imgmax=800" width="330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Buat layer baru dari portal yang anda buat dengan nama layer “&lt;strong&gt;Frame&lt;/strong&gt;” . &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELAyp1AmbI/AAAAAAAAAx8/_pfj9UxOb4o/s1600-h/layer%5B9%5D.png"&gt;&lt;img title="layer" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="121" alt="layer" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELAzqEKhOI/AAAAAAAAAyA/aqtEGc2NrrY/layer_thumb%5B5%5D.png?imgmax=800" width="306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4. Sekarang buat elemen Pelat dan Shearwall dengan &lt;strong&gt;3D Face&lt;/strong&gt; (lihat Gb dibawah ini). Kemudian buat layernya dan beri nama dengan “&lt;strong&gt;Shell&lt;/strong&gt;”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELA1tAKKII/AAAAAAAAAyE/Q9Hydsy9-TI/s1600-h/3dface%5B20%5D.png"&gt;&lt;img title="3dface" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="253" alt="3dface" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELA3FYsIKI/AAAAAAAAAyM/pyACGFvK-Fo/3dface_thumb%5B16%5D.png?imgmax=800" width="214" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELA4dulf-I/AAAAAAAAAyQ/PJqXiW4mr80/s1600-h/layer2%5B24%5D.png"&gt;&lt;img title="layer2" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="123" alt="layer2" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELA5Vr0fdI/AAAAAAAAAyU/lieqYr9EBVw/layer2_thumb%5B16%5D.png?imgmax=800" width="260" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELA6TTBa0I/AAAAAAAAAyY/2mlD7P9geCA/s1600-h/layer2%5B7%5D.png"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELA7UwqGVI/AAAAAAAAAyc/ld0tIVdchPo/s1600-h/2%5B25%5D.png"&gt;&lt;img title="2" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="247" alt="2" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELA8rWY9AI/AAAAAAAAAyg/Uv6r68YBZIg/2_thumb%5B17%5D.png?imgmax=800" width="294" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;5. Jika sudah, maka gambar telah siap untuk diimport. Tekan &lt;strong&gt;Ctrl+S&lt;/strong&gt;, maka akan muncul kotak dialog &lt;strong&gt;Save Drawing As&lt;/strong&gt;, beri nama file dengan “&lt;strong&gt;Portal&lt;/strong&gt;” kemudian di kotak &lt;strong&gt;Files of Type&lt;/strong&gt;, pilih &lt;strong&gt;AutoCAD 2004/LT2004 DXF (*.dxf).&lt;/strong&gt; Ini artinya file akan disimpan dalam format &lt;strong&gt;DXF. &lt;/strong&gt;Klik&lt;strong&gt; Save&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELA9vwI_sI/AAAAAAAAAyk/n_xS7P0LTDg/s1600-h/portal%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="portal" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="202" alt="portal" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELA_bwfkXI/AAAAAAAAAyo/jTYqsGHjXTs/portal_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="342" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;6. Sekarang buka program SAP 2000. Klik&amp;#160; &lt;strong&gt;File &amp;gt; Import &amp;gt; AutoCAD.dxf_File…&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELBB0v9iCI/AAAAAAAAAys/deSd1EOfWJE/s1600-h/import%20SAP%5B7%5D.png"&gt;&lt;img title="import SAP" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="317" alt="import SAP" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELBDxRZybI/AAAAAAAAAyw/NYoZNJRIJ_0/import%20SAP_thumb%5B5%5D.png?imgmax=800" width="346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;7. Maka akan muncul kotak dialog&lt;strong&gt; Import DXF File&lt;/strong&gt;, Kemudian cari lokasi file &lt;strong&gt;Portal &lt;/strong&gt;DXF yang telah anda simpan tadi. Pilih file tersebut, kemudian klik &lt;strong&gt;Open&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELBFPhQBdI/AAAAAAAAAy0/RvBUm8fb60A/s1600-h/kotak%20import%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="kotak import" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="274" alt="kotak import" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELBG0ElbfI/AAAAAAAAAy4/tH22lpglYTg/kotak%20import_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="347" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;8. Di kotak Import Information, pilih direction&lt;strong&gt; Z&lt;/strong&gt; pada frame &lt;strong&gt;Global Up Direction&lt;/strong&gt;, dan &lt;strong&gt;Kgf.mm&lt;/strong&gt; pada frame &lt;strong&gt;Units&lt;/strong&gt; (Nb : tidak harus &lt;strong&gt;Kgf.mm&lt;/strong&gt;, anda boleh pilih &lt;strong&gt;Ton.mm&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;N.mm&lt;/strong&gt; atau yang lainya, asalkan yang penting satuan panjangnya adalah &lt;strong&gt;mm&lt;/strong&gt;). Klik &lt;strong&gt;OK&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELBIGuu3yI/AAAAAAAAAy8/FBMkGSOmDTk/s1600-h/import%20information%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="import information" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="192" alt="import information" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELBJomoblI/AAAAAAAAAzA/jalhBIwojKU/import%20information_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="176" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;9. Akan muncul kotak dialog DXF Information. Pilih &lt;strong&gt;Frame&lt;/strong&gt; pada kotak &lt;strong&gt;Frame,&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Shell&lt;/strong&gt; pada kotak &lt;strong&gt;Shell. &lt;/strong&gt;Klik &lt;strong&gt;OK&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELBKULoNfI/AAAAAAAAAzE/r2NyPgTrYpE/s1600-h/dxf%20information%5B9%5D.png"&gt;&lt;img title="dxf information" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="192" alt="dxf information" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELBLtmHV-I/AAAAAAAAAzI/W_8Fx4sr97A/dxf%20information_thumb%5B7%5D.png?imgmax=800" width="221" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;10.Jika sudah maka dilayar SAP anda sekarang telah terimport gambar portal yang sudah kita buat sebelumnya di AutoCAD. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Jika seandainya gambar belum keluar. Klik tombol 3-D (Set Default 3D View) pada menu toolbar SAP anda&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELBMbqugnI/AAAAAAAAAzM/VECL_eU0Bz0/s1600-h/3d%20view%5B2%5D.png"&gt;&lt;img title="3d view" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="103" alt="3d view" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELBNMbD3QI/AAAAAAAAAzQ/F96GpzoL1DE/3d%20view_thumb.png?imgmax=800" width="204" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELBOIxVOBI/AAAAAAAAAzU/-z0b1R-AqEs/s1600-h/3d%20portal%5B8%5D.png"&gt;&lt;img title="3d portal" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="229" alt="3d portal" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELBOwCLBCI/AAAAAAAAAzY/8ymLuq0OKS8/3d%20portal_thumb%5B6%5D.png?imgmax=800" width="255" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;11. Sekarang tekan &lt;strong&gt;Ctrl+E&lt;/strong&gt; pada keyboard. Kemudian pada Frame &lt;strong&gt;General,&lt;/strong&gt; ceklist/pilih &lt;strong&gt;Extrude view&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Fill Objects&lt;/strong&gt;. Sehingga gambar akan tampak dalam &lt;strong&gt;modus 3D&lt;/strong&gt; (warna dan ketebalannya ditampilkan)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELBP8smoOI/AAAAAAAAAzc/_vM6A0dUoQw/s1600-h/3%5B18%5D.png"&gt;&lt;img title="3" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="276" alt="3" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELBRPzvVFI/AAAAAAAAAzg/ElK3ZJebE3c/3_thumb%5B14%5D.png?imgmax=800" width="325" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Catatan :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Anda lihat sekarang. Titik acuan yang sudah kita tentukan posisinya di AutoCAD. Ditampilkan dengan posisi yang sama pada SAP&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Type element yang kita buat di AutoCAD dan disimpan dalam bentuk DXF. Akan dikenali dan didefinisikan oleh SAP sebagai berikut : &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELBR4S83EI/AAAAAAAAAzk/tMvzzVOPKAY/s1600-h/dxf%20element%5B2%5D.png"&gt;&lt;img title="dxf element" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="119" alt="dxf element" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELBS5shKaI/AAAAAAAAAzo/6N73iHmu9W8/dxf%20element_thumb.png?imgmax=800" width="244" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jadi ketika anda sebelumnya membuat sebuah element dengan menggunakan perintah &lt;strong&gt;lines&lt;/strong&gt; pada&lt;strong&gt; AutoCAD&lt;/strong&gt;, maka &lt;strong&gt;SAP &lt;/strong&gt;menerjemahkan menjadi &lt;strong&gt;Frame&lt;/strong&gt;, begitu juga dengan &lt;strong&gt;3D faces&lt;/strong&gt;, maka &lt;strong&gt;SAP&lt;/strong&gt; akan menerjemahkannya menjadi &lt;strong&gt;Shell &lt;/strong&gt;(element pelat)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sekian! dan semoga bermanfaat!…..&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TELA6TTBa0I/AAAAAAAAAyY/2mlD7P9geCA/s1600-h/layer2%5B7%5D.png"&gt;&amp;#160;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5592467528844232670-1464111884437154050?l=www.kampustekniksipil.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kampustekniksipil.co.cc/2010/07/cara-import-file-autocad-dxf-ke-sap2000.html</link><author>maestromusic.lutfi@gmail.com (lutfi@ndri@n)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5592467528844232670.post-4695013101542003967</guid><pubDate>Wed, 14 Jul 2010 14:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-14T07:24:53.554-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tutorial SAP2000</category><title>Cara Memutar Frame Pada SAP2000</title><description>&lt;p&gt;Katakanlah saya mempunyai model 3D frame, seperti dibawah ini. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TD3HmWzY64I/AAAAAAAAAvc/1PuufeLoLSY/s1600-h/A19.png"&gt;&lt;img title="A1" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="402" alt="A1" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TD3HpQ7-btI/AAAAAAAAAvg/z5UbxYIVV1k/A1_thumb7.png?imgmax=800" width="347" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&amp;#160; &lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TD3HrGO6XpI/AAAAAAAAAvk/4XBLsKzJJd4/s1600-h/A221.png"&gt;&lt;img title="A2" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="379" alt="A2" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TD3Hs2jTrmI/AAAAAAAAAvo/9bmOPPUaiuI/A2_thumb15.png?imgmax=800" width="348" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sekarang lihat &lt;strong&gt;kolom&lt;/strong&gt; yang saya lingkari pakai &lt;strong&gt;warna putih&lt;/strong&gt; pada gambar diatas.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ukuran Kolom diatas adalah &lt;strong&gt;15/40&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk menyesuaikan dengan &lt;font color="#0000ff"&gt;bentuk denah dan pertimbangan tertentu dari segi arsitektural&lt;/font&gt;, maka kolom as &lt;strong&gt;1-C&lt;/strong&gt; dan as&lt;strong&gt; 1-D&lt;/strong&gt; (yang saya lingkari pakai warna putih pada gambar diatas) harus diubah arah hadapnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TD3Htm2CKaI/AAAAAAAAAvs/ERO4rkqf-k4/s1600-h/A33.png"&gt;&lt;img title="A3" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="114" alt="A3" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TD3Hut3ifAI/AAAAAAAAAvw/tuo6OBCCFUM/A3_thumb1.png?imgmax=800" width="260" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nah…untuk kebutuhan analisa struktur (SAP), tentunya kolom tersebut harus diputar dong arah hadapnya, supaya dapat diketahui apakah dengan memutar arah hadap kolom tersebut nantinya malah membuat struktur kolom di lantai 1 tidak stabil dan membuat desain tulangan menjadi boros ataukah malah sebaliknya?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Caranya seperti ini&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Pilih frame yang dimaksud (dalam hal ini frame kolom LT 1 dan LT 2). Frame yang terpilih atau terseleksi ditandai dengan munculnya garis putus-putus di frame tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TD3HwDjVl0I/AAAAAAAAAv0/x6JAWHRC-cg/s1600-h/A46.png"&gt;&lt;img title="A4" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="321" alt="A4" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TD3Hx03_FEI/AAAAAAAAAv4/K9-TbLgNXCo/A4_thumb4.png?imgmax=800" width="205" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Dari menu pulldown, klik Assign &amp;gt; Frame &amp;gt; Local Axes&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TD3H0o5G8_I/AAAAAAAAAv8/8U5AFql2pmk/s1600-h/A54.png"&gt;&lt;img title="A5" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="351" alt="A5" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TD3H3EroSHI/AAAAAAAAAwA/eaAOWUupXjk/A5_thumb2.png?imgmax=800" width="339" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Maka akan keluar kotak dialog “&lt;strong&gt;Frame Local Axis&lt;/strong&gt;”. Pada kotak Angle in Degrees isi dengan nilai &lt;strong&gt;90&lt;/strong&gt;. Yang artinya frame akan diputar terhadap sumbu lokalnya sejauh &lt;strong&gt;90&lt;/strong&gt; derajat. Kemudian klik &lt;strong&gt;OK&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TD3H4DeT8TI/AAAAAAAAAwE/xModtIyRL4I/s1600-h/A66.png"&gt;&lt;img title="A6" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="166" alt="A6" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TD3H5-KxbbI/AAAAAAAAAwI/uONuiEkV8Uk/A6_thumb4.png?imgmax=800" width="219" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sekarang anda lihat. Kolom sudah berubah arah hadapnya (diputar 90&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TD3H7silbsI/AAAAAAAAAwM/9Q1sY2pKXvc/s1600-h/A77.png"&gt;&lt;img title="A7" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="246" alt="A7" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TD3H8tkWj1I/AAAAAAAAAwQ/8TuIXj8D1c0/A7_thumb5.png?imgmax=800" width="290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TD3H-JcwAzI/AAAAAAAAAwU/6naEuxr1eUw/s1600-h/A86.png"&gt;&lt;img title="A8" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="280" alt="A8" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TD3IBK1FD2I/AAAAAAAAAwY/orhkUZm0HCU/A8_thumb4.png?imgmax=800" width="290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;Lihat perubahannya :&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sebelum diputar&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Sesudah diputar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TD3ICCKrw-I/AAAAAAAAAwc/azck_LFFHiM/s1600-h/b34.png"&gt;&lt;img title="b3" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="298" alt="b3" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TD3IDwOiltI/AAAAAAAAAwg/L_uShlxTAWw/b3_thumb2.png?imgmax=800" width="111" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TD3IMRZyGHI/AAAAAAAAAwk/G_duEgqeq-4/s1600-h/b18.png"&gt;&lt;img title="b1" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="299" alt="b1" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TD3IVx4re0I/AAAAAAAAAwo/AoC70r7a6PQ/b1_thumb4.png?imgmax=800" width="154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Sebelum diputar&lt;/strong&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; &lt;strong&gt;Sesudah diputar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TD3IYZ4m0kI/AAAAAAAAAws/_7R-_4da4hM/s1600-h/b411.png"&gt;&lt;img title="b4" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="304" alt="b4" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TD3IdSWcefI/AAAAAAAAAww/DkuJmF6ZkxE/b4_thumb7.png?imgmax=800" width="164" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TD3IpKrFRhI/AAAAAAAAAw0/yB5LvI4xq34/s1600-h/b26.png"&gt;&lt;img title="b2" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="307" alt="b2" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TD3IsSA0xqI/AAAAAAAAAw4/kCnuk63w0Sk/b2_thumb4.png?imgmax=800" width="167" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semoga bermanfaat!…….&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5592467528844232670-4695013101542003967?l=www.kampustekniksipil.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kampustekniksipil.co.cc/2010/07/cara-memutar-frame-pada-sap2000.html</link><author>maestromusic.lutfi@gmail.com (lutfi@ndri@n)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5592467528844232670.post-8604776455142159228</guid><pubDate>Sun, 11 Jul 2010 06:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-10T23:36:31.112-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tutorial STAAD Pro</category><title>Perencanaan Ruko Dua Lantai Dengan Program Bantu STAAD Pro 2004 (Part 3 Lanjutan)</title><description>&lt;p align="justify"&gt;Ok! mari kita lanjutkan pembahasan kita. Langsung aja ya….&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah kita mendefinisikan beban mati pelat lantai dan pelat atap, maka dengan cara yang sama kita akan definisikan juga untuk beban hidup yang bekerja pada pelat lantai dan pelat atap.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3.1 &lt;u&gt;Menempatkan Baban Terdefinisi Ke Struktur&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3.1. Beban Hidup Pelat lantai &amp;amp; Pelat Atap&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beban hidup sebesar 250 kg/m2 akan kita tempatkan ke pelat lantai. Ada dua cara yang bisa kita lakukan. &lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Yang pertama adalah anda mengulangi kembali langkah no 5 s/d 9 pada posting saya di PART.3. Caranya sama seperti itu, cuma bedanya anda harus definisikan beban baru pada kotak dialog Create New Load dengan nama BEBAN HIDUP PELAT, kemudian di kotak Beam Loads&amp;gt;Floor With Y Range, anda isi bebannya menjadi –250 kg/m2 untuk beban hidup pelat lantai, dan –100 kg/m2 untuk beban hidup pelat atap. Sedangkan Range bebannya (Define X,Y &amp;amp; Z Range) tidak usah diganti. &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="center"&gt;Beban Baru (Hidup)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; &lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDldHzg_L2I/AAAAAAAAAso/KqEkFYEkDlI/s1600-h/u77.png"&gt;&lt;img title="u7" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="202" alt="u7" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDldJzgBkYI/AAAAAAAAAss/ces7u_jT1Tk/u7_thumb5.png?imgmax=800" width="306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDldL2SK8EI/AAAAAAAAAsw/31-daaxNPNU/s1600-h/u49.png"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Beban Hidup Pelat Lantai&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDldOjiTBNI/AAAAAAAAAs0/OxY9T_kwshc/s1600-h/u417.png"&gt;&lt;img title="u4" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="195" alt="u4" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDldQRvoFFI/AAAAAAAAAs4/IriAZskBW0k/u4_thumb13.png?imgmax=800" width="289" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDldRUtaaxI/AAAAAAAAAs8/Vyx27QKfkkE/s1600-h/u56.png"&gt;&lt;img title="u5" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="188" alt="u5" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDldTH8bMSI/AAAAAAAAAtA/FAjGpCkYWlg/u5_thumb4.png?imgmax=800" width="288" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDldURhRtTI/AAAAAAAAAtE/MWGCSZnvSw8/s1600-h/u612.png"&gt;&lt;img title="u6" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="200" alt="u6" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDldVlP3eUI/AAAAAAAAAtI/WjEpyowi1NY/u6_thumb8.png?imgmax=800" width="290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;Beban Hidup Pelat Atap&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDldXBSz2uI/AAAAAAAAAtM/ZoSNs6RgasY/s1600-h/u86.png"&gt;&lt;img title="u8" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="190" alt="u8" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDldYn1WUyI/AAAAAAAAAtQ/lsYSN_r2CPA/u8_thumb4.png?imgmax=800" width="283" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Yang kedua adalah mendefinisikannya melalui menu STAAD EDITOR, yang merupakan menu record yang berisi rekaman semua perintah yang telah kita berikan kepada STAAD dari pertama kali kita buka program hingga sampai detik ini. ( cara ini yang kita bahas )&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Sekarang ikuti saya,&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Klik icon &lt;strong&gt;STAAD EDITOR&lt;/strong&gt;, (yang saya lingkari pakai warna merah), maka akan muncul kotak &lt;strong&gt;Script Editor&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDldZnH-9XI/AAAAAAAAAtU/Sk99QKWFmqw/s1600-h/staad%20editor%5B4%5D.png"&gt;&lt;img title="staad editor" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="32" alt="staad editor" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDldbLn9FwI/AAAAAAAAAtY/IgJ8JEftBgE/staad%20editor_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="289" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDlddpEF3VI/AAAAAAAAAtc/wyYW838lclM/s1600-h/script%20editor%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="script editor" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="349" alt="script editor" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDldgJz5CjI/AAAAAAAAAtg/ioyD2LfgXgY/script%20editor_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="558" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Sekarang perhatikan Script diatas, pada bagian ini&lt;/p&gt;  &lt;table cellspacing="0" cellpadding="2" width="400" border="1"&gt;&lt;tbody&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="400"&gt;         &lt;p&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;LOAD&lt;font color="#0000ff"&gt; 2&lt;/font&gt; &lt;font color="#ffffff"&gt;BEBAN&lt;/font&gt; MATI &lt;/font&gt;&lt;font color="#ffffff"&gt;PELAT&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;FLOOR LOAD&lt;/font&gt;            &lt;br /&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;YRANGE&lt;font color="#0000ff"&gt; 0 3.8&lt;/font&gt; FLOAD &lt;font color="#0000ff"&gt;-351&lt;/font&gt; XRANGE &lt;font color="#0000ff"&gt;0 6&lt;/font&gt; ZRANGE &lt;font color="#0000ff"&gt;4 16&lt;/font&gt;              &lt;br /&gt;YRANGE &lt;font color="#0000ff"&gt;0 3.8&lt;/font&gt; FLOAD &lt;font color="#0000ff"&gt;-351&lt;/font&gt; XRANGE &lt;font color="#0000ff"&gt;0 2.9&lt;/font&gt; ZRANGE &lt;font color="#0000ff"&gt;0 4&lt;/font&gt;              &lt;br /&gt;YRANGE &lt;font color="#0000ff"&gt;0 3.8&lt;/font&gt; FLOAD &lt;font color="#0000ff"&gt;-351&lt;/font&gt; XRANGE &lt;font color="#0000ff"&gt;2.9 6&lt;/font&gt; ZRANGE &lt;font color="#0000ff"&gt;0 1.5&lt;/font&gt;              &lt;br /&gt;YRANGE&lt;font color="#0000ff"&gt; 7.4 7.4&lt;/font&gt; FLOAD&lt;font color="#0000ff"&gt; -279&lt;/font&gt; XRANGE &lt;font color="#0000ff"&gt;0 6&lt;/font&gt; ZRANGE &lt;font color="#0000ff"&gt;0 16               &lt;br /&gt;&lt;/font&gt;FINISH&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Arti dari scrip diatas adalah sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;YRANGE&lt;font color="#0000ff"&gt; 0 3.8&lt;/font&gt; FLOAD &lt;font color="#0000ff"&gt;-351&lt;/font&gt; XRANGE &lt;font color="#0000ff"&gt;0 6&lt;/font&gt; ZRANGE &lt;font color="#0000ff"&gt;4 16&lt;/font&gt;          &lt;br /&gt;&lt;/font&gt;artinya : beban sebesar &lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;351 kg/m2&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; bekerja pada pelat dengan range area sepanjang &lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;0 s/d 6&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; meter arah sumbu&lt;strong&gt; &lt;font color="#ff0000"&gt;X&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;, dan &lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;4 s/d 16&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; meter arah sumbu&lt;font color="#ff0000"&gt; &lt;strong&gt;Z&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;, dengan rentang ketinggian beban antara &lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;0 s/d 3.8&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; meter&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;YRANGE&lt;/font&gt; &lt;font color="#0000ff"&gt;0 3.8&lt;/font&gt; &lt;font color="#ff0000"&gt;FLOAD&lt;/font&gt; &lt;font color="#0000ff"&gt;-351&lt;/font&gt; &lt;font color="#ff0000"&gt;XRANGE&lt;/font&gt; &lt;font color="#0000ff"&gt;0 2.9&lt;/font&gt; &lt;font color="#ff0000"&gt;ZRANGE&lt;/font&gt; &lt;font color="#0000ff"&gt;0 4&lt;/font&gt;        &lt;br /&gt;artinya : beban sebesar &lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;351 kg/m2&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; bekerja pada pelat dengan range area sepanjang &lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;0 s/d 2.9&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; meter arah sumbu&lt;strong&gt; &lt;font color="#ff0000"&gt;X&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;, dan &lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;0 s/d 4&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; meter arah sumbu&lt;font color="#ff0000"&gt; &lt;strong&gt;Z&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;, dengan rentang ketinggian beban antara &lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;0 s/d 3.8&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; meter&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;YRANGE&lt;/font&gt; &lt;font color="#0000ff"&gt;0 3.8&lt;/font&gt; &lt;font color="#ff0000"&gt;FLOAD&lt;/font&gt; &lt;font color="#0000ff"&gt;-351&lt;/font&gt; &lt;font color="#ff0000"&gt;XRANGE&lt;/font&gt;&amp;#160;&lt;font color="#0000ff"&gt;2.9 6&lt;/font&gt; &lt;font color="#ff0000"&gt;ZRANGE&lt;/font&gt; &lt;font color="#0000ff"&gt;0 1.5&lt;/font&gt;        &lt;br /&gt;artinya : beban sebesar &lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;351 kg/m2&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; bekerja pada pelat dengan range area sepanjang &lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;2.9 s/d 6&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; meter arah sumbu&lt;strong&gt; &lt;font color="#ff0000"&gt;X&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;, dan &lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;0 s/d 1.5&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; meter arah sumbu&lt;font color="#ff0000"&gt; &lt;strong&gt;Z&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;, dengan rentang ketinggian beban antara &lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;0 s/d 3.8&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; meter&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;YRANGE&lt;/font&gt;&amp;#160;&lt;font color="#0000ff"&gt;7.4 7.4&lt;/font&gt; &lt;font color="#ff0000"&gt;FLOAD&lt;/font&gt; &lt;font color="#0000ff"&gt;-279&lt;/font&gt; &lt;font color="#ff0000"&gt;XRANGE&lt;/font&gt;&amp;#160;&lt;font color="#0000ff"&gt;0 6&lt;/font&gt;&amp;#160;&lt;font color="#ff0000"&gt;ZRANGE&lt;/font&gt; &lt;font color="#0000ff"&gt;0 16&lt;/font&gt;        &lt;br /&gt;artinya : beban sebesar &lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;279 kg/m2&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; bekerja pada pelat dengan range area sepanjang &lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;0 s/d 6&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; meter arah sumbu&lt;strong&gt; &lt;font color="#ff0000"&gt;X&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;, dan &lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;0 s/d 16&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; meter arah sumbu&lt;font color="#ff0000"&gt; &lt;strong&gt;Z&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;, dengan rentang ketinggian beban &lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;7.4&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; meter&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Catatan :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beban yang bekerja pada ketinggian 3.8 meter adalah beban pelat lantai, sedangkan beban yang bekerja pada ketinggian 7.40 m adalah beban pelat atap, Nah…untuk itu kita kasih catatan kecil, agar kita lebih mudah nantinya dalam membaca script. Untuk itu sisipkan kata-kata berikut dengan diawali tanda *.&lt;/p&gt;  &lt;table cellspacing="0" cellpadding="2" width="400" border="1"&gt;&lt;tbody&gt;     &lt;tr&gt;       &lt;td valign="top" width="400"&gt;         &lt;p&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;LOAD&lt;font color="#0000ff"&gt; 2&lt;/font&gt; &lt;font color="#ffffff"&gt;BEBAN&lt;/font&gt; MATI &lt;/font&gt;&lt;font color="#ffffff"&gt;PELAT&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;FLOOR LOAD&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p&gt;*PELAT LANTAI           &lt;br /&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;YRANGE&lt;font color="#0000ff"&gt; 0 3.8&lt;/font&gt; FLOAD &lt;font color="#0000ff"&gt;-351&lt;/font&gt; XRANGE &lt;font color="#0000ff"&gt;0 6&lt;/font&gt; ZRANGE &lt;font color="#0000ff"&gt;4 16&lt;/font&gt;              &lt;br /&gt;YRANGE &lt;font color="#0000ff"&gt;0 3.8&lt;/font&gt; FLOAD &lt;font color="#0000ff"&gt;-351&lt;/font&gt; XRANGE &lt;font color="#0000ff"&gt;0 2.9&lt;/font&gt; ZRANGE &lt;font color="#0000ff"&gt;0 4&lt;/font&gt;              &lt;br /&gt;YRANGE &lt;font color="#0000ff"&gt;0 3.8&lt;/font&gt; FLOAD &lt;font color="#0000ff"&gt;-351&lt;/font&gt; XRANGE &lt;font color="#0000ff"&gt;2.9 6&lt;/font&gt; ZRANGE &lt;font color="#0000ff"&gt;0 1.5&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p&gt;*PELAT ATAP&lt;/p&gt;          &lt;p&gt;&lt;font color="#ff0000"&gt;YRANGE&lt;font color="#0000ff"&gt; 7.4 7.4&lt;/font&gt; FLOAD&lt;font color="#0000ff"&gt; -279&lt;/font&gt; XRANGE &lt;font color="#0000ff"&gt;0 6&lt;/font&gt; ZRANGE &lt;font color="#0000ff"&gt;0 16               &lt;br /&gt;&lt;/font&gt;FINISH&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;       &lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kode script diatas adalah kode script dari beban mati pelat lantai dan pelat atap.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nah….sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana cara memasukan beban hidup pelat lantai dan pelat atap melalui STAAD EDITOR ini ?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Gampang….!. Kita tinggal &lt;strong&gt;Copy &lt;/strong&gt;kode script dari beban mati pelat lantai &amp;amp; atap diatas, kemudian kita &lt;strong&gt;Paste&lt;/strong&gt; dibawahnya. Tapi ingat…, Paste nya diatas kata&lt;strong&gt; FINISH&lt;/strong&gt; lho. Biar lebih jelas perhatikan langkah-langkahnya….&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDlmX2Uzh3I/AAAAAAAAAvU/6mk9Z-TX2Z8/s1600-h/z%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="z" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="535" alt="z" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDlmawvUVrI/AAAAAAAAAvY/6uFgVBNmat4/z_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="413" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Catatan:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ganti hasil paste tadi dengan angka-angka yang saya blok pake warna kuning. Ingat hanya pada bagian yang berwarna &lt;strong&gt;kuning&lt;/strong&gt; saja yang &lt;strong&gt;dirubah&lt;/strong&gt;, selain itu &lt;strong&gt;tidak&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sehingga secara keseluruhan hasilnya akan menjadi seperti ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDldha9wAoI/AAAAAAAAAtk/v2mTpT1TpF4/s1600-h/SCRIPT%5B7%5D.png"&gt;&lt;img title="SCRIPT" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="277" alt="SCRIPT" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDldjmERtLI/AAAAAAAAAto/ui2aX4voOrA/SCRIPT_thumb%5B5%5D.png?imgmax=800" width="318" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Jika sudah, maka klik &lt;strong&gt;Save&lt;/strong&gt; (atau juga bisa tekan &lt;strong&gt;Ctrl + S&lt;/strong&gt;). Klik &lt;strong&gt;Close&lt;/strong&gt; (pojok kanan atas). Klik &lt;strong&gt;OK&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sekarang kita telah memiliki 3 Pembebanan yaitu berat sendiri, beban mati pelat, dan beban hidup pelat&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDldkrpo_XI/AAAAAAAAAts/HbI0bLChTAo/s1600-h/b1%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="b1" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="163" alt="b1" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDldmeAArzI/AAAAAAAAAtw/qh3_M0d5VIs/b1_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="236" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Beban Hidup Pelat Lantai &amp;amp; Atap&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDldp0QN_LI/AAAAAAAAAt0/Y7o7xz7EUos/s1600-h/b2%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="b2" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="327" alt="b2" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDldsxGaZXI/AAAAAAAAAt4/S5kCBeYKDJM/b2_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="379" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4. Sekarang kita akan pasang beban dinding di Lantai 2 dan di Atap. Dimana tinggi dinding lantai 2 adalah 3.60 m, dan tinggi dinding bata di atap adalah 30 cm (biar air hujan tidak tampias kebawah), &lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Beban dinding Lt 2 = 3.60 m x 250 kg/m2 = 900 kg/m’……..(catatan: 250 kg/m2 = berat jenis dinding bata)&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Beban dinding Atap = 0.3 m x 250 kg.m2 = 75 kg/m’&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Beban dinding di balkon tidak ada, karena tidak dipasang pagar dari bata. Untuk pengaman di area balkon rencananya di pasang pagar railing dari besi hollow ukuran 40 x 40 mm (anggap bebanya kecil, jadi diabaikan saja)&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kita mulai dulu dari lantai 2.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Dari kotak dialog &lt;strong&gt;Loads-Whole Structure&lt;/strong&gt;, Klik &lt;strong&gt;New Load&lt;/strong&gt;, maka akan keluar kotak dialog &lt;strong&gt;Create New Loads&lt;/strong&gt;. Kemudian isi seperti gambar dibawah ini. Klik &lt;strong&gt;OK&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDlduYnV4XI/AAAAAAAAAt8/6QiBMZkhI4E/s1600-h/b4%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="b4" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="182" alt="b4" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDldv9QHuHI/AAAAAAAAAuA/Ow4twbVUpPc/b4_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="294" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Dari kotak dialog &lt;strong&gt;Loads-Whole Structure&lt;/strong&gt;, Klik &lt;strong&gt;Member&lt;/strong&gt;, maka akan keluar kotak dialog &lt;strong&gt;Beam Loads&lt;/strong&gt;. Klik Tab U&lt;strong&gt;niform Force&lt;/strong&gt;, kemudian isi seperti gambar dibawah ini. Klik &lt;strong&gt;OK&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDldxi7ameI/AAAAAAAAAuE/120brarrL94/s1600-h/b5%5B9%5D.png"&gt;&lt;img title="b5" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="372" alt="b5" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDld0J6PVoI/AAAAAAAAAuI/tCV4VPQyWi8/b5_thumb%5B7%5D.png?imgmax=800" width="376" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Catatan : &lt;strong&gt;W1&lt;/strong&gt; = –900 Kg/m&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pastikan directionnya pada pilihan &lt;strong&gt;GY&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Sekarang anda lihat. Di kotak dialog Loads-Whole Structure telah terdefinisi beban baru yaitu beban dinding seberat 900 kg/m’. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDld18izLeI/AAAAAAAAAuM/iA1yoNQaJBY/s1600-h/b6%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="b6" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="401" alt="b6" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDld4Jfp52I/AAAAAAAAAuQ/M2e-2YTHRkc/b6_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="284" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sekarang kita akan Assign beban tersebut ke struktur. Untuk itu sekarang pergilah ke portal anda&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Pilih elemen balok seperti gambar dibawah ini. Karena pada lokasi tersebut, akan dipasang dinding setinggi 3.6 m (Lihat denah)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDld6BvzioI/AAAAAAAAAuU/VmnIS9h4dLw/s1600-h/G1%5B7%5D.png"&gt;&lt;img title="G1" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="342" alt="G1" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDld7g5A5lI/AAAAAAAAAuY/Gt_7ln0u_V8/G1_thumb%5B5%5D.png?imgmax=800" width="385" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Klik &lt;strong&gt;Assign &lt;/strong&gt;pada kotak dialog &lt;strong&gt;Loads-Whole Structure&lt;/strong&gt;, (Pastikan &lt;strong&gt;Assigment method&lt;/strong&gt; pada pilihan &lt;strong&gt;Assign to selected beams&lt;/strong&gt;). tekan &lt;strong&gt;Yes&lt;/strong&gt;, jika nanti muncul kotak informasi yang menanyakan apakah perintah akan diproses lebih lanjut&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDld9Ol3ahI/AAAAAAAAAuc/Tc6FCnhOj-0/s1600-h/b7%5B4%5D.png"&gt;&lt;img title="b7" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="352" alt="b7" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDld_K3kioI/AAAAAAAAAug/UMJwKWqB0hY/b7_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="240" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Jika sudah maka hasilnya seperti ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDleBziBKII/AAAAAAAAAuk/D8oYCvHyQsM/s1600-h/b8%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="b8" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-left: 0px; margin-right: 0px; border-bottom: 0px" height="323" alt="b8" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDleDjRiqcI/AAAAAAAAAuo/82NOOZp30IM/b8_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. Sekarang kita akan pasang beban dinding di lantai atap&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Dari kotak dialog &lt;strong&gt;Loads-Whole Structure&lt;/strong&gt;, Klik &lt;strong&gt;Member&lt;/strong&gt;, maka akan keluar kotak dialog &lt;strong&gt;Beam Loads&lt;/strong&gt;. Klik Tab U&lt;strong&gt;niform Force&lt;/strong&gt;, kemudian isi seperti gambar dibawah ini. Klik &lt;strong&gt;OK&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDleFP2uNoI/AAAAAAAAAus/tdrdcX7D3vg/s1600-h/b9%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="b9" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="307" alt="b9" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDleHQPwCJI/AAAAAAAAAuw/QWUr9jslBPk/b9_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="310" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Catatan : &lt;strong&gt;W1&lt;/strong&gt; = –75 Kg/m&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pastikan directionnya pada pilihan &lt;strong&gt;GY&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Sekarang anda lihat. Di kotak dialog &lt;strong&gt;Loads-Whole Structure&lt;/strong&gt; telah terdefinisi beban atap yaitu beban dinding seberat 75 kg/m’ (UNI GY –75 kg/m). Klik mouse pada pilihan UNI GY –75 kg.m (lihat gambar dibawah ini)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDleIZljUEI/AAAAAAAAAu0/tLgLGFCLu0w/s1600-h/c1%5B4%5D.png"&gt;&lt;img title="c1" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="394" alt="c1" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDleKjWZr2I/AAAAAAAAAu4/SIm7o0aA0LA/c1_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="268" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Kita beralih dulu ke gambar portal. Sekarang pilih elemen balok seperti gambar dibawah ini (warna merah). Karena pada lokasi tersebut, akan dipasang dinding setinggi 30 cm &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDleNPFCqbI/AAAAAAAAAu8/SXVb2e-YrRQ/s1600-h/c3%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="c3" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="352" alt="c3" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDleP47R8AI/AAAAAAAAAvA/dJdXzyECClI/c3_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="390" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Klik &lt;strong&gt;Assign &lt;/strong&gt;pada kotak dialog &lt;strong&gt;Loads-Whole Structure&lt;/strong&gt;, (Pastikan &lt;strong&gt;Assigment method&lt;/strong&gt; pada pilihan &lt;strong&gt;Assign to selected beams&lt;/strong&gt;). tekan &lt;strong&gt;Yes&lt;/strong&gt;, jika nanti muncul kotak informasi yang menanyakan apakah perintah akan diproses lebih lanjut&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDleRL1r9tI/AAAAAAAAAvE/fRAELXyLguA/s1600-h/c4%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="c4" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="367" alt="c4" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDleTGOgE7I/AAAAAAAAAvI/ehdqSUsFN_M/c4_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="256" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Jika sudah maka hasilnya seperti ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDleV480ziI/AAAAAAAAAvM/6PQmJOcSQMc/s1600-h/c5%5B7%5D.png"&gt;&lt;img title="c5" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="337" alt="c5" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDleYGFsOWI/AAAAAAAAAvQ/1Mt-y84Ohsk/c5_thumb%5B5%5D.png?imgmax=800" width="370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ok!…..Untuk sementara pembebanan kita telah lengkap. Dan tinggal melakukan analisa struktur saja. Pembahasan mengenai analisa struktur dan Verifikasi perhitungan akan kita bahas di posting yang ke-empat (Part.4). Begitu juga dengan pemasangan Sloof dan Assignmet beban dinding lantai 1 akan kita akan ulas secara menarik dan interaktif di bagian akhir dari Perencanaan Ruko Dua Lantai ini…..Insya Allah!&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5592467528844232670-8604776455142159228?l=www.kampustekniksipil.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kampustekniksipil.co.cc/2010/07/perencanaan-ruko-dua-lantai-dengan_10.html</link><author>maestromusic.lutfi@gmail.com (lutfi@ndri@n)</author><thr:total>6</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5592467528844232670.post-2115570852388928299</guid><pubDate>Sun, 04 Jul 2010 14:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-10T18:45:55.251-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tutorial STAAD Pro</category><title>Perencanaan Ruko Dua Lantai Dengan Program Bantu STAAD Pro 2004 (Part 3)</title><description>&lt;p align="justify"&gt;Assalamualaikum…teman2, gimana nech kabarnya?,…semoga baik-baik saja ya….! dan semoga apa yang kita lakukan baik hari ini, esok dan yang akan datang senantiasa diiringi oleh ridho dan maghfiroh dari Allah SWT…amin!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Oke! Sesuai janji saya pada posting sebelumnya, maka untuk kali ini&amp;#160; saya akan melanjutkannya ke pembahasan berikutnya, yaitu Perencanaan Ruko Dua Lantai Dengan Program Bantu Staad Pro 2004 (Part 3) yang membahas mengenai cara mendefinisikan beban-beban (load), dan cara menempatkannya ke struktur (assign load)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;strong&gt;1&lt;/strong&gt;. &lt;strong&gt;&lt;u&gt;Mendefinisikan Perletakan (dukungan) Struktur&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Dari menu page, klik tab &lt;strong&gt;Geometri &lt;/strong&gt;&amp;gt; &lt;strong&gt;Support&lt;/strong&gt;. Kemudian pada menu page disebelah kanan bawah akan muncul kotak dialog &lt;strong&gt;Supports-Whole Structure.&lt;/strong&gt; Klik &lt;strong&gt;Create&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCXf2SYTjI/AAAAAAAAAns/4a9vUVM3xE8/s1600-h/a13.png"&gt;&lt;img title="a1" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="200" alt="a1" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCXh_OuHiI/AAAAAAAAAnw/q1HPwLTGCpc/a1_thumb1.png?imgmax=800" width="61" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCXixEM28I/AAAAAAAAAn0/LmSFOkQruPE/s1600-h/a27.png"&gt;&lt;img title="a2" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="203" alt="a2" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCXkkVQxVI/AAAAAAAAAn4/3A-Msm_fx0M/a2_thumb5.png?imgmax=800" width="175" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Ok! jika sudah, maka akan keluar kotak dialog &lt;strong&gt;Create Support.&lt;/strong&gt; Klik &lt;strong&gt;Fixed &lt;/strong&gt;&amp;gt; Klik &lt;strong&gt;Add&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCXmfjMlhI/AAAAAAAAAn8/jnPaSnB-IaU/s1600-h/a310.png"&gt;&lt;img title="a3" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="306" alt="a3" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCXoSytlhI/AAAAAAAAAoA/PZR_cuOkVCQ/a3_thumb8.png?imgmax=800" width="261" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Catatan : Fixed = Jepit &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Sekarang di kotak Dialog &lt;strong&gt;Supports-Whole Structure&lt;/strong&gt;, telah muncul Support (Perletakan) baru, dan STAAD menamainya dengan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;S2 Support 2&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (lihat gambar dibawah ini).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCXqa6DHKI/AAAAAAAAAoE/N-jbXmgrrsQ/s1600-h/a48.png"&gt;&lt;img title="a4" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="323" alt="a4" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCXsuyvPgI/AAAAAAAAAoI/-MiDB9NRZCY/a4_thumb6.png?imgmax=800" width="260" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4. Sekarang klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;S2 Support 2&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, (lihat gambar dibawah)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCXt2BJ_oI/AAAAAAAAAoM/ofCn3Z5_Vvg/s1600-h/support4.png"&gt;&lt;img title="support" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="326" alt="support" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCXvt9XhSI/AAAAAAAAAoQ/sVyySP9Or9Y/support_thumb2.png?imgmax=800" width="260" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ok!, kotak Dialog ini jangan diapa-apakan dulu. Sekarang klik tool Nodes Cursor &lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCXxtBsmkI/AAAAAAAAAoU/3vBMjroho1k/s1600-h/a53.png"&gt;&lt;img title="a5" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="31" alt="a5" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCXy5xk1AI/AAAAAAAAAoY/2fIlBaTdhno/a5_thumb1.png?imgmax=800" width="29" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;. (posisi tool ini tepat diatasnya tool beam cursor)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;5. Tekan &lt;strong&gt;Ctrl&lt;/strong&gt; di keyboard anda, kemudian klik/pilih node-node di posisi end column pada portal anda, (lakukan seperti gambar dibawah ini). &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika anda mengkliknya benar, maka node yang telah anda klik tadi akan berwarna merah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCX0lUrnDI/AAAAAAAAAoc/9iwqJVPvQ-4/s1600-h/nodeselection7.png"&gt;&lt;img title="node selection" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="408" alt="node selection" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCX3cbzQsI/AAAAAAAAAog/hLpkW50bHTc/nodeselection_thumb5.png?imgmax=800" width="370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;6. Jika semua node telah terpilih dengan benar, maka pada kotak dialog Supports-Whole Structure klik radio button&lt;strong&gt;&lt;em&gt; Assign To Selected Nodes&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, kemudian klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Assign&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, setelah itu akan muncul kotak konfirmasi yang menanyakan mengenai metode assign yang digunakan, apakah diproses lebih lanjut?. Klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Yes&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCX5VAEe3I/AAAAAAAAAok/mln8hQ1yLPU/s1600-h/support27.png"&gt;&lt;img title="support2" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="285" alt="support2" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCX81afR4I/AAAAAAAAAoo/3PUsDjEwmdc/support2_thumb5.png?imgmax=800" width="233" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCYAcuN5KI/AAAAAAAAAos/G8q22Am253Y/s1600-h/konfirmasi2.png"&gt;&lt;img title="konfirmasi" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="59" alt="konfirmasi" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCYDNa15PI/AAAAAAAAAow/Des7x48gMOo/konfirmasi_thumb.png?imgmax=800" width="184" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;7. Jika sudah, maka pada portal kita sekarang telah terpasang Support/Perletakan Jepit&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCYFCGOqYI/AAAAAAAAAo0/vLwvyBbGhQI/s1600-h/portal15.png"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;img title="portal1" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="350" alt="portal1" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCYHakMGfI/AAAAAAAAAo4/ZQ3tTCRoank/portal1_thumb3.png?imgmax=800" width="331" border="0" /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;strong&gt;2&lt;/strong&gt;. &lt;strong&gt;&lt;u&gt;Mendefinisikan Beban&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2.1 Beban Pelat Lantai&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Data-data :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Tebal Pelat&amp;#160;&amp;#160; =&amp;#160; 0.12 m&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Tebal Spesi&amp;#160;&amp;#160; =&amp;#160; 0.10 m&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Tebal Keramik&amp;#160;&amp;#160; =&amp;#160; 0.10 m&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Bj. Beton&amp;#160; =&amp;#160; 2400 kg/m2&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Bj. Spesi per 1 cm tebal&amp;#160; =&amp;#160; 21 kg/m2&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Bj. Keramik per 1 cm tebal&amp;#160; =&amp;#160; 24 kg/m2&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;Beban Mati Akibat Pelat Lantai : &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;- Beban Pelat = 0.12 m x 2400 kg/m2 = 288 kg/m2&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Beban Plafond + Penggantung = 18 kg/m2&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Beban Spesi = 21 kg/m2&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Beban Keramik = 24 kg/m2&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Total berat beban mati pelat lantai = 288 + 18 + 21 + 24 = &lt;strong&gt;351 kg/m2&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2.2&lt;/strong&gt;&amp;#160;&lt;strong&gt;Beban Pelat Atap&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Data-data :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Tebal Pelat&amp;#160;&amp;#160; =&amp;#160; 0.10 m&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Tebal Spesi&amp;#160;&amp;#160; =&amp;#160; 0.10 m&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Bj. Beton&amp;#160; =&amp;#160; 2400 kg/m2&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Bj. Spesi per 1 cm tebal&amp;#160; =&amp;#160; 21 kg/m2&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;Beban Mati Akibat Pelat Atap : &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;- Beban Pelat = 0.10 m x 2400 kg/m2 = 240 kg/m2&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Beban Plafond + Penggantung = 18 kg/m2&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Beban Spesi = 21 kg/m2&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Total berat beban mati pelat atap = 240 + 18 + 21 = &lt;strong&gt;279 kg/m2&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2.3. Beban Dinding Bata&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Data-data :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Tinggi dinding lantai 1&amp;#160;&amp;#160; =&amp;#160;&amp;#160; 3.80 m&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Tinggi dinding lantai 2&amp;#160;&amp;#160; =&amp;#160;&amp;#160; 3.60 m&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Bj. dinding bata&amp;#160;&amp;#160; =&amp;#160;&amp;#160; 250 kg/m2&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;Beban dinding lantai 1 per meter lari = 3.80 m x 250 kg/m2 = &lt;strong&gt;950 kg/m&lt;/strong&gt; &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Beban dinding lantai 2 per meter lari = 3.60 m x 250 kg/m2 = &lt;strong&gt;900 kg/m&lt;/strong&gt; &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2.4&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Beban Hidup&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;- &lt;/strong&gt;Untuk pelat lantai&amp;#160; =&amp;#160; &lt;strong&gt;250 kg/m2&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;- &lt;/strong&gt;Untuk pelat atap&amp;#160;&amp;#160; =&amp;#160; &lt;strong&gt;100 kg/m2&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2.3&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Beban Kombinasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Beban Mati ( DL )&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Berat sendiri struktur, Beban pelat lantai, pelat atap &amp;amp; dinding&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Beban Hidup ( LL )&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Beban Kombinasi (COMB)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kombinasi 1 = &lt;strong&gt;1.4 DL&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kombinasi 2 = &lt;strong&gt;1.2 DL + 1.6 LL&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;strong&gt;3&lt;/strong&gt;. &lt;strong&gt;&lt;u&gt;Mendefinisikan Beban Terdefinisi Ke Struktur&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCYI_TCahI/AAAAAAAAAo8/CKHxQqGeQmA/s1600-h/a6%5B3%5D.png"&gt;&lt;img title="a6" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="184" alt="a6" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCYKrQXMeI/AAAAAAAAApA/CBkbPqWG60c/a6_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="39" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;1. Yang pertama kita lakukan adalah menentukan beban akibat berat sendiri yang termasuk dalam kategori beban mati (DL). Caranya dari Page menu &lt;strong&gt;General&lt;/strong&gt;, klik &lt;strong&gt;Load.&lt;/strong&gt; Secara otomatis kotak dialog &lt;strong&gt;Set Active Primary Load&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Case&lt;/strong&gt; akan muncul. klik &lt;strong&gt;Create New Primary Load Case&lt;/strong&gt;. Pastikan nomor pembebanan yang terisi adalah &lt;strong&gt;1&lt;/strong&gt;. Pada Loading &lt;strong&gt;Type List&lt;/strong&gt; pilih &lt;strong&gt;Dead.&lt;/strong&gt; Terakhir isi &lt;strong&gt;Title&lt;/strong&gt; yang sifatnya optional dengan &lt;strong&gt;Berat Sendiri&lt;/strong&gt;, lalu klik &lt;strong&gt;OK&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCYMypKoyI/AAAAAAAAApE/nWJB1nyhVxI/s1600-h/a7%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="a7" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="181" alt="a7" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCYPxLz9WI/AAAAAAAAApI/OeYEQfiE_nU/a7_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="310" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Tampilan layar anda sekarang akan berubah pada mode loading dengan tab aktif yaitu &lt;strong&gt;Loads&lt;/strong&gt;, dimana data area tampil kotak dialog &lt;strong&gt;Load Values&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Loads&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCYTOjaD-I/AAAAAAAAApM/2n3Yrpeoqw0/s1600-h/a8%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="a8" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="285" alt="a8" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCYWDXHmuI/AAAAAAAAApQ/sVhTK-2nsa8/a8_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="420" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Satuan dari pembebanan yang akan kita berikan ke struktur adalah kilogram meter. Untuk itu pastikan input units nya adalah kilogram meter. Caranya klik icon&lt;strong&gt; input unit&lt;/strong&gt; (yang saya lingkari pakai warna merah), kemudian pilih &lt;strong&gt;meter&lt;/strong&gt; pada &lt;strong&gt;frame Length Units&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;kilogram&lt;/strong&gt; pada &lt;strong&gt;frame Force Units&lt;/strong&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCYXm4MEkI/AAAAAAAAApU/mtCo7FHAxWI/s1600-h/input%20units%5B28%5D.png"&gt;&lt;img title="input units" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="35" alt="input units" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCYZarBvxI/AAAAAAAAApY/BPNKl6loq2c/input%20units_thumb%5B26%5D.png?imgmax=800" width="208" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCYbHgKtfI/AAAAAAAAApc/S4FJvgwAdI8/s1600-h/satuan%20baru%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="satuan baru" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="169" alt="satuan baru" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCYc3jVWNI/AAAAAAAAApg/PXnmv-cyAuw/satuan%20baru_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;   &lt;p&gt;Jika sudah maka status unit yang terletak di sebelah kanan bawah dari menu data area akan berubah ke Kg-m&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCYef1y78I/AAAAAAAAApk/kcDHTN9kFV0/s1600-h/aa1%5B4%5D.png"&gt;&lt;img title="aa1" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="84" alt="aa1" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCYgCa2aJI/AAAAAAAAApo/Vmr3oes5tqk/aa1_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="232" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4. Sekarang dari kotak dialog &lt;strong&gt;Loads&lt;/strong&gt;, klik &lt;strong&gt;Selfweight&lt;/strong&gt;. Maka akan muncul kotak dialog Selfweight Load. Kemudian pada frame &lt;strong&gt;Direction&lt;/strong&gt; klik &lt;strong&gt;Y,&lt;/strong&gt; dan isi factor dengan nilai&lt;strong&gt; –1&lt;/strong&gt; yang berarti arahnya kebawah. Lalu klik &lt;strong&gt;Assign&lt;/strong&gt; untuk mengakhiri.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCYh8r0nmI/AAAAAAAAApw/EO88K0OEyHo/s1600-h/aa2%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="aa2" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="137" alt="aa2" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCYkG6a5lI/AAAAAAAAAp0/pCjU14bMcig/aa2_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="181" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anda lihat kotak dialog Loads di &lt;strong&gt;Loads Spesification list&lt;/strong&gt;&amp;#160; disebelah kanan layar anda, akan nampak spesifikasi beban yang telah anda definisikan sebelumnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCYlkMeTAI/AAAAAAAAAp4/-FbjZ3vD-QQ/s1600-h/aa3%5B2%5D.png"&gt;&lt;img title="aa3" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="116" alt="aa3" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCYnnZlyZI/AAAAAAAAAp8/Vt2UyT9CB1I/aa3_thumb.png?imgmax=800" width="184" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;5. Setelah berat sendiri sudah kita definisikan ke struktur, maka sekarang akan kita definisikan juga untuk beban pelatnya. Kita mulai dari pelat lantai terlebih dahulu. Sekarang lihat gambar ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCYqGSm_oI/AAAAAAAAAqA/b66GiPDpqAM/s1600-h/Beban%20Plat%5B4%5D.png"&gt;&lt;img title="Beban Plat" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="375" alt="Beban Plat" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCYtmjgKlI/AAAAAAAAAqE/Qp-TN87Vl2Q/Beban%20Plat_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="319" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di posisi lantai dua, ada bagian yang tidak boleh di Assign beban pelat yaitu bagian Void Tangga. Untuk itu kita mulai Assign beban pelat pada area A,B,C &amp;amp; D&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCYwMJdAAI/AAAAAAAAAqI/u7g55aanjB8/s1600-h/a12%5B4%5D.png"&gt;&lt;img title="a12" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="375" alt="a12" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCYyzGai2I/AAAAAAAAAqM/DGzmN-LHcAg/a12_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="317" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;6. Biar lebih mudah dalam menempatkan beban pelat ke struktur, maka tidak ada salahnya jika kita menampilkan dimensi (ukuran) dari elemen struktur portal kita. Yang mana tujuannya adalah sebagai rujukan untuk memudahkan dalam menentukan range dari tributary area pembebanan. Caranya Klik tool &lt;strong&gt;dimension&lt;/strong&gt; (yang saya lingkari pakai warna merah) kemudian klik &lt;strong&gt;display&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCY0Jo0zqI/AAAAAAAAAqQ/ABte5a9yS5c/s1600-h/ab2%5B3%5D.png"&gt;&lt;img title="ab2" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="38" alt="ab2" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCY2GT7hWI/AAAAAAAAAqU/u9-yNdFW1wg/ab2_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="200" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCY4imHotI/AAAAAAAAAqY/pi49GoWc6Zw/s1600-h/a14%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="a14" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="356" alt="a14" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCY6qZyXjI/AAAAAAAAAqc/2lVZnOzcQyo/a14_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="350" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Langkah selanjutnya, anda klik &lt;strong&gt;New Load&lt;/strong&gt; pada kotak dialog &lt;strong&gt;Loads&lt;/strong&gt;. Maka aka keluar kotak dialog &lt;strong&gt;New Create Load&lt;/strong&gt;. Pastikan di &lt;strong&gt;Listbox&lt;/strong&gt; nya pada pilihan&lt;strong&gt; Dead&lt;/strong&gt;, dan isi &lt;strong&gt;Title&lt;/strong&gt;nya dengan nama &lt;strong&gt;BERAT MATI PELAT&lt;/strong&gt;. Klik &lt;strong&gt;OK&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDkiJTokVbI/AAAAAAAAAsQ/Bed7vByJSHI/s1600-h/U1%5B7%5D.png"&gt;&lt;img title="U1" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="199" alt="U1" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDkiLaK5DwI/AAAAAAAAAsU/V9ntRUAEwKU/U1_thumb%5B5%5D.png?imgmax=800" width="310" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;7. Sekarang pada kotak dialog &lt;strong&gt;Loads&lt;/strong&gt; klik &lt;strong&gt;Member&lt;/strong&gt;. Setelah kotak dialog&lt;strong&gt; Beam Load&lt;/strong&gt; muncul klik tab &lt;strong&gt;Floor With Y Range&lt;/strong&gt;. Kemudian isi seperti dibawah ini. Lalu klik &lt;strong&gt;Add&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCY8btQEJI/AAAAAAAAAqg/FPZ5SrNEhaQ/s1600-h/a13%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="a13" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="158" alt="a13" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCY-QtAySI/AAAAAAAAAqk/nuXFC7yDDUY/a13_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="216" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCZAK2ifmI/AAAAAAAAAqo/rRVHdeuekb4/s1600-h/a15%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="a15" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="327" alt="a15" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCZDBxabrI/AAAAAAAAAqs/R0n7BGSmRRs/a15_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="332" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Penjelasannya adalah sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Force = –351 kg/m2, &lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div&gt;Artinya beban mati akibat pelat sebesar 351 kg/m2 dengan arah kerja beban kebawah &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Define Y Range : Min = 0, Max = 3.80,&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Define X Range : Min = 0, Max = 6.00,&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Define Z Range : Min = 4, Max = 16.00,&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div&gt;Artinya Tributary Area Pembebanan, akan ditempatkan pada rentang ketinggian antara 0 sampai 3.80 m, dengan range area sepanjang&amp;#160; 0 sampai 6 m arah sumbu X. Dan 4 sampai 16 m arah sumbu Z.&lt;/div&gt;     &lt;img title="detail coordinat" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="424" alt="detail coordinat" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCZFlZunJI/AAAAAAAAAqw/Fes0-8hLU24/detail%20coordinat_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="361" border="0" /&gt; &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sampai disini paham kan……!&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sekarang lihat layar anda. Portal kita sudah ter Assign beban pelat dengan range area yang sudah kita definisikan seperti diatas&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCZJV099WI/AAAAAAAAAq0/cuEHfEa_68o/s1600-h/tributari%20plat%5B3%5D.png"&gt;&lt;img title="tributari plat" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="291" alt="tributari plat" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCZMMEjFpI/AAAAAAAAAq4/8r7Y8su-ppY/tributari%20plat_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="294" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;8. Definisikan juga untuk pelat dengan area seperti tergambar dibawah ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCZOldm7OI/AAAAAAAAAq8/yE-xD9xfpWw/s1600-h/plat1%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="plat1" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="366" alt="plat1" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCZQ9HGmcI/AAAAAAAAArA/cj1tw8bSKqU/plat1_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="417" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Caranya dari kotak dialog &lt;strong&gt;Loads&lt;/strong&gt; klik &lt;strong&gt;Member&lt;/strong&gt;. Setelah kotak dialog &lt;strong&gt;Beam Load&lt;/strong&gt; muncul klik tab &lt;strong&gt;Floor With Y Range&lt;/strong&gt;. Kemudian isi seperti dibawah ini. Lalu klik &lt;strong&gt;Add&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCZSvcqmQI/AAAAAAAAArE/NDQ94z9qlxE/s1600-h/a16%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="a16" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="343" alt="a16" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCZWMh7LBI/AAAAAAAAArI/rN2vN5sxxds/a16_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="348" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika sudah maka hasilnya akan seperti ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCZXzVzdCI/AAAAAAAAArM/RR7iXkfptAw/s1600-h/load%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="load" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="328" alt="load" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCZa1Cn9qI/AAAAAAAAArQ/QjRlTNLdoII/load_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="257" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;8. Lanjutkan juga untuk pelat dengan area seperti tergambar dibawah ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCZdH2mjUI/AAAAAAAAArU/ihy1niM1AnI/s1600-h/aa4%5B4%5D.png"&gt;&lt;img title="aa4" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="349" alt="aa4" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCZenS9xmI/AAAAAAAAArY/d4VeaYwDwfI/aa4_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="347" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Caranya dari kotak dialog &lt;strong&gt;Loads&lt;/strong&gt; klik &lt;strong&gt;Member&lt;/strong&gt;. Setelah kotak dialog &lt;strong&gt;Beam Load&lt;/strong&gt; muncul klik tab &lt;strong&gt;Floor With Y Range&lt;/strong&gt;. Kemudian isi seperti dibawah ini. Lalu klik &lt;strong&gt;Add&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCZgdRAdbI/AAAAAAAAArc/_WS9Ef0u96U/s1600-h/aa5%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="aa5" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="343" alt="aa5" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCZjAOVOPI/AAAAAAAAArg/ug0YJYls3FQ/aa5_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="348" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jika sudah maka hasilnya akan seperti ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCZk2VThRI/AAAAAAAAArk/M9QyJWaC1qQ/s1600-h/load2%5B4%5D.png"&gt;&lt;img title="load2" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="345" alt="load2" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCZnfgc3YI/AAAAAAAAAro/zOBEf4weVrI/load2_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="249" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;9. Sekarang kita akan menempatkan beban mati akibat pelat atap. Caranya sama seperti sebelumnya, bedanya hanya pada masalah define range untuk tributary area bebannya saja. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCZpu49bJI/AAAAAAAAArs/Od0Z9iMn8p4/s1600-h/plat%20atap%5B8%5D.png"&gt;&lt;img title="plat atap" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="387" alt="plat atap" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCZtFecPgI/AAAAAAAAArw/GgQtAGLsvrs/plat%20atap_thumb%5B6%5D.png?imgmax=800" width="423" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk itu, dari kotak dialog &lt;strong&gt;Loads&lt;/strong&gt; klik &lt;strong&gt;Member&lt;/strong&gt;. Setelah kotak dialog &lt;strong&gt;Beam Load&lt;/strong&gt; muncul klik tab &lt;strong&gt;Floor With Y Range&lt;/strong&gt;. Kemudian isi seperti dibawah ini. Lalu klik &lt;strong&gt;Add&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCZvBNVPTI/AAAAAAAAAr0/5Ascq1t8ME4/s1600-h/ab5%5B4%5D.png"&gt;&lt;img title="ab5" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="335" alt="ab5" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCZx6iSmWI/AAAAAAAAAr4/N1R8G0s8Yp8/ab5_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="340" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Force = –279 kg/m2 (ingat karena ini beban pelat atap, jadi bukan –351 kg/m2 lagi lho….hehehe)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Perhatikan untuk yang bagian Y Range. Kenapa kok tidak diisi dengan min = 0 dan max = 7.4. ?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Karena apabila nilai minimumnya kita isi dengan 0 dan maximumnya kita isi dengan 7.40 m. Berarti definisi beban akan berada pada rentang ketinggian antara 0 sampai 7.40. Ini artinya beban plat dilantai dua akan menjadi dobel karena beban pelat atapnya ikut ter &lt;strong&gt;assign &lt;/strong&gt;dilantai 2&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jika sudah maka hasilnya akan seperti ini&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCZ2eKvudI/AAAAAAAAAr8/cuYe-RaOrG4/s1600-h/Beban%20Plat2%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="Beban Plat2" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="312" alt="Beban Plat2" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCZ58uCgzI/AAAAAAAAAsA/pYjL65t0Khw/Beban%20Plat2_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="340" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dan di menu data area, yaitu di kotak Loads - Whole Structure, sekarang telah terdefinisi data beban mati pelat lantai &amp;amp; pelat atap&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDkiMkrWhGI/AAAAAAAAAsY/HiY_mMV4KXU/s1600-h/U2%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="U2" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="221" alt="U2" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDkiOtt62xI/AAAAAAAAAsc/ejt_IIOFYoU/U2_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="254" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Untuk menampilkan tributari area. Caranya klik kanan pada area kosong di gambar tampilan, maka akan keluar floating menu. Pilih &lt;strong&gt;Labels&lt;/strong&gt;…, kemudian pada frame &lt;strong&gt;Loading Display Option&lt;/strong&gt;, Ceklist &lt;strong&gt;Load Values&lt;/strong&gt;. Klik &lt;strong&gt;OK&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDkiRbqagrI/AAAAAAAAAsg/6nvOaO9BrhA/s1600-h/U3%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="U3" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="316" alt="U3" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDkiTkDgp9I/AAAAAAAAAsk/OsrRtLXrlTk/U3_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="259" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;img title="tributari area" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="356" alt="tributari area" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TDCaGf3hQbI/AAAAAAAAAsI/i3gAvZFJuMo/tributari%20area_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="478" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Penjelasan tentang tributari area, dan megapa STAAD Pro kok menghitungnya seperti demikian? Insya ALLAH akan saya bahas ke posting berikutnya tapi masih tetap pada pembahasan bagian yang ketiga (Part 3). Cara definisi dan assign beban dinding dan beban hidup juga akan dibahas pada posting tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Maaf…Maaf…Maaf ya teman-teman, mengapa pembahasanya kok saya putus, alias belum tuntas…Sebab hari ini badan saya agak meriang (kena flu). Insya ALLAH pembahasan mengenai definisi dan assign pembebanan akan saya tuntaskan di posting selanjutnya. Yaitu di bagian yang ketiga (Part 3 Lanjutan) &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5592467528844232670-2115570852388928299?l=www.kampustekniksipil.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kampustekniksipil.co.cc/2010/07/perencanaan-ruko-dua-lantai-dengan.html</link><author>maestromusic.lutfi@gmail.com (lutfi@ndri@n)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5592467528844232670.post-1355858474778461081</guid><pubDate>Thu, 01 Jul 2010 23:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-01T16:58:49.710-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Spreadsheet Excel</category><title>Excel Untuk Teknik Sipil (Part 1)</title><description>&lt;p align="justify"&gt;Microsoft Excel adalah program spreadsheet atau pengolah angka yang paling populer dan banyak digunakan saat ini. Disukai banyak kalangan karena pengoperasiannya yang relatif mudah dengan hasil yang memuaskan. Dalam lingkup Teknik Sipil, Excel sudah mendapat tempat tersendiri bagi profesi mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Salah satu kekuatan Excel adalah bahasa macro-nya. Hal ini tentu tidak lepas dari aplikasi Visual Basic (Visual Basic for Application) yang bekerja dengan Excel. Macro yang selama ini kita kenal, umumnya digunakan otomasi langkah-langkah pekerjaan dalam aplikasi perkantoran. Namun dalam hal lain, juga dapat digunakan untuk aplikasi perhitungan. Disini terdapat kombinasi yang unik antara spreadsheet dan Visual Basic yang ternyata banyak memberikan kemudahan bagi pemakai jika membuat program perhitungan Excel.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bekerja dengan Excel berarti kita menginginkan suatu penyelesaian yang cepat dan praktis, namun diharapkan dengan fasilitas yang maksimal pula. Jadi, tinggal bagaimana memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada sebaik mungkin. Tidak ada aturan baku memang dari Microsoft tentang aplikasi Excel untuk rekayasa teknik. Sebab, apabila kombinasi antara fungsi-fungsi Excel dan aplikasi VB diterapkan, aplikasinya akan sangat luas. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nah…..! berikut ini adalah salah satu contoh dari aplikasi Excel dibidang Teknik Sipil….yang penulis ambil dari &lt;a href="http://www.migas.com"&gt;www.migas.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;1. Slab, Beam, Column &amp;amp; Foundation Design&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Download Spreadsheet : &lt;a href=" http://www.ziddu.com/download/10520117/PileFoundationConcreteColumnDesign.xls.html"&gt;Slab, Beam, Column &amp;amp; Foundation Design ( Klik disini)&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TC0qVTRrrDI/AAAAAAAAAmM/QPE6MTcaTCc/s1600-h/a1%5B15%5D.png"&gt;&lt;img title="a1" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="347" alt="a1" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TC0qX1whsHI/AAAAAAAAAmQ/oKFKYyUlp8w/a1_thumb%5B13%5D.png?imgmax=800" width="392" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TC0qbdwPKlI/AAAAAAAAAmU/byztLteyf00/s1600-h/a2%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="a2" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="292" alt="a2" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TC0qdmkTkII/AAAAAAAAAmY/7JXbe-_f3SE/a2_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="390" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160; &lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TC0qhp_DjtI/AAAAAAAAAmc/alB-aCbIwrE/s1600-h/a3%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="a3" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="335" alt="a3" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TC0qkYPVjfI/AAAAAAAAAmg/So198NomAZI/a3_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="390" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;2. Steel, Column Base Plate Analysis&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Download Spreadsheet : &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10519927/BASEPLT9-SteelColumnBasePlateAnalysis.xl" target="_blank"&gt;Steel, Column Base Plate Analysis (Klik disini)&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TC0qoGe3-gI/AAAAAAAAAmk/vmTThEp9Yrs/s1600-h/a4%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="a4" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="266" alt="a4" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TC0qrbuD3OI/AAAAAAAAAmo/7s4raKpqy_4/a4_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="406" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;3. Steel, Beam &amp;amp; Column Analysis&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Download Spreadsheet : &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10519956/BEAMCOL9-SteelBeamandColumnAnalysis.xls." target="_blank"&gt;Steel, Beam &amp;amp; Column Analysis (Klik disini)&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TC0qveTeQdI/AAAAAAAAAms/kbhHidEc5Ug/s1600-h/a5%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="a5" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="309" alt="a5" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TC0qyKV5jhI/AAAAAAAAAmw/SkoE1GQJzt8/a5_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="390" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TC0q2Y3iIxI/AAAAAAAAAm0/-RkDyAPkXZw/s1600-h/a6%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="a6" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="313" alt="a6" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TC0q5NY5J6I/AAAAAAAAAm4/EalgWopM8iM/a6_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="390" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;4. Beam End Connection Using Beam Tab&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Download Spreadsheet : &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10520115/BEAMTAB-BeamEndConnectionUsingBeamTab.xl" target="_blank"&gt;Beam End Connection Using Beam Tab (Klik disini)&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TC0q9wqGunI/AAAAAAAAAm8/CsNQzwg3_FU/s1600-h/a7%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="a7" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="322" alt="a7" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TC0rAw6G-wI/AAAAAAAAAnA/0rl_yJqpc3U/a7_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="390" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;5. Beam End Connection Using Clip Angels&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Download Spreadsheet : &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10520111/CLIPCONN-BeamEndConnectionUsingClipAngle" target="_blank"&gt;Beam End Connection Using Clip Angels (Klik disini)&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TC0rFl4a32I/AAAAAAAAAnE/5xahpxd8ZZc/s1600-h/a8%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="a8" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="320" alt="a8" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TC0rI1pFWfI/AAAAAAAAAnI/MaCM6Kh_09g/a8_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="390" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;6. Continuous Concrete Beams&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Download Spreadsheet : &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10520112/ContinuousConcreteBeams.xls.html " target="_blank"&gt;Continuous Concrete Beams (Klik disini)&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TC0rLvZPTMI/AAAAAAAAAnM/8Ov1RrMG7vU/s1600-h/a9%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="a9" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="442" alt="a9" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TC0rR7inn2I/AAAAAAAAAnQ/sAKjax4uTA0/a9_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="390" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;7. SmartBeam Composite Castellated Beam Design&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Download Spreadsheet : &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10520116/SmartBeamCompositeCastellatedBeamDesign." target="_blank"&gt;SmartBeam Composite Castellated Beam Design (Klik disini)&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TC0rYrb5LpI/AAAAAAAAAnU/EKZJnQclYFk/s1600-h/a10%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="a10" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="333" alt="a10" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TC0re0dQ3pI/AAAAAAAAAnY/2QtsIDvZHns/a10_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="390" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;8. SmartBeam Non-Composite Castellated Design&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Download Spreadsheet : &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10520113/SmartBeamNon-CompositeCastellatedDesign." target="_blank"&gt;SmartBeam Non-Composite Castellated Design (Klik disini)&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TC0rk91A8_I/AAAAAAAAAnc/Os32KxS9jjo/s1600-h/a11%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="a11" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="318" alt="a11" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TC0rnZt310I/AAAAAAAAAng/_34ysa0ZRaQ/a11_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="390" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;9. Wave And Wind Rose&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Download Spreadsheet : &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10520114/WaveandWindRose.xls.html " target="_blank"&gt;Wave And Wind Rose (Klik disini)&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TC0rq2auojI/AAAAAAAAAnk/BqhXh0tbE_k/s1600-h/a12%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="a12" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="333" alt="a12" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TC0rtmUOj2I/AAAAAAAAAno/nIUYFfwjNMY/a12_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="390" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semoga Bermanfaat….!&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5592467528844232670-1355858474778461081?l=www.kampustekniksipil.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kampustekniksipil.co.cc/2010/07/excel-untuk-teknik-sipil-part-1.html</link><author>maestromusic.lutfi@gmail.com (lutfi@ndri@n)</author><thr:total>9</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5592467528844232670.post-3314861354671025794</guid><pubDate>Sun, 27 Jun 2010 08:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-27T02:02:21.570-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tutorial STAAD Pro</category><title>Perencanaan Ruko Dua Lantai Dengan Program Bantu STAAD Pro 2004 (Part 2)</title><description>&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Posting ini adalah lanjutan dari posting saya sebelumnya yang membahas mengenai &lt;a href="http://www.kampustekniksipil.co.cc/2010/06/perencanaan-ruko-dua-lantai-dengan.html"&gt;“Perencanaan Ruko Dua Lantai Dengan Program Bantu STAAD Pro 2004 (Part1)”&lt;/a&gt;. Adapun materi pembahasan di postingan part. 2 ini adalah mengenai cara mendefinisikan material dan profil penampang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Baik langsung kita mulai aja ya &lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" alt="smile_wink" src="http://spaces.live.com/rte/emoticons/smile_wink.gif" border="0" /&gt;……&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;u&gt;1. Memberi Nomor Ulang (Renumber) Semua Element Struktur (beam)&lt;/u&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Agar sekuensi portal kita teratur nantinya dalam proses analisis, maka kita akan merenumber beam dan node terlebih dahulu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Klik icon beam cursor, lalu pilih semua batang&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcOxw-389I/AAAAAAAAAiY/MrPsvpwcLKo/s1600-h/beamcursor2.png"&gt;&lt;img title="beam cursor" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="180" alt="beam cursor" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcOzNZJg8I/AAAAAAAAAic/d6t6vdjg6Ms/beamcursor_thumb2.png?imgmax=800" width="50" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Klik menu pulldown Geometri &amp;gt; Renumber &amp;gt; Members …&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcO0-gvmtI/AAAAAAAAAig/H_x5i0JUhVw/s1600-h/renumbers3.png"&gt;&lt;img title="renumbers" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="326" alt="renumbers" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcO2s4oCoI/AAAAAAAAAik/G6e7jWpgzjU/renumbers_thumb1.png?imgmax=800" width="224" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Akan keluar kotak konfirmasi seperti dibawah ini. Klik Yes&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcO3oixyGI/AAAAAAAAAio/DMDymnnTluE/s1600-h/renumberbox36.png"&gt;&lt;img title="renumber box3" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="120" alt="renumber box3" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcO42xMaMI/AAAAAAAAAis/JmpwSsLTYxw/renumberbox3_thumb4.png?imgmax=800" width="201" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Setelah itu akan muncul kotak dialog renumbers. Isi nilai awal batang dengan 1 dengan konsekuensi ascending.Lalu klik Accept&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcO5n32z4I/AAAAAAAAAiw/aCxLRXT4Nuo/s1600-h/renumberbox4.png"&gt;&lt;img title="renumber box" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="155" alt="renumber box" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcO6_KpdFI/AAAAAAAAAi0/x6VoVIOubaY/renumberbox_thumb2.png?imgmax=800" width="209" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Akan muncul kotak informasi bahwasanya beam dan jointnya sudah di renumber&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcO7-3fugI/AAAAAAAAAi4/dd6yPa1s0Ug/s1600-h/renumberbox24.png"&gt;&lt;img title="renumber box2" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="111" alt="renumber box2" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcO8zFSdhI/AAAAAAAAAi8/6t2adjEIHyA/renumberbox2_thumb2.png?imgmax=800" width="153" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;2. Menentukan Jenis Material Dan Profil&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Material &lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Material struktur adalah beton (concrete) dengan berat jenis beton = 2400 kg/m3&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;fc (kuat tekan beton) = 25 MPa = 254.929 kg/cm2&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;fy (besi untuk tulangan utama), dipakai U-32 = 3200 kg/cm2&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;fys (besi untuk tulangan sengkang), dipakai U-24 = 2400 kg/cm2&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Dimensi Balok&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tinggi Balok (H) diambil antara 1/10L – 1/12L. ( dimana L = Lebar bentang = 6 m = 600 cm ). Sedangkan lebar balok diambil antara 2/3 H – 1/2 H&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Tinggi balok (H) ditentukan = 1/12L = 1/12 ( 600 ) = 50 cm&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Lebar balok ditentukan (B) = 1/2 H = 1/2 (50) = 25 cm&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Jadi Ukuran Balok Utama = H/B = 25/50&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Sedangkan untuk balok anak &amp;amp; konsol ditentukan:&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Untuk balok anak diambil = H/B = 20/40&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Untuk balok konsol atap diambil = H/B = 20/35&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Untuk balok konsol balkon = H/B = 20/30&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Dimensi Kolom&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kolom direncanakan dengan ukuran 30/30&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;3. Memasukan Data Material &amp;amp; Profil Penampang Terdefinisi Ke Program&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;3.1 Mendefinisikan Balok Utama&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Dari menu General klik tab property. Kemudian dari data area klik define pada kotak dialog properties&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcO9ysc41I/AAAAAAAAAjA/oeb92RADz-o/s1600-h/aa118.png"&gt;&lt;img title="aa1" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="217" alt="aa1" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcO--XipPI/AAAAAAAAAjE/1aQKqiU5LmU/aa1_thumb14.png?imgmax=800" width="50" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPAMGnfEI/AAAAAAAAAjI/cvAozcm6xj4/s1600-h/definebox12.png"&gt;&lt;img title="define box" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="282" alt="define box" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPB2nzoKI/AAAAAAAAAjM/Yyqhaq6jf9o/definebox_thumb8.png?imgmax=800" width="202" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kotak dialog property akan muncul.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPDrrisKI/AAAAAAAAAjU/p0XOUODIRGc/s1600-h/aa210.png"&gt;&lt;img title="aa2" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="270" alt="aa2" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPFXjZ-ZI/AAAAAAAAAjY/_ocHF6DpI64/aa2_thumb6.png?imgmax=800" width="338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Klik Tab &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Rectangle&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Isikan parameter balok ( dalam hal ini ZD/YD = B/H = 20/50 )&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- YD isi = 0.5…..(50 cm)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- ZD isi = 0.25…..(25 cm)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Ceklist &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;material&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4. Pilih Material&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt; CONCRETE&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;5. Klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Add&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;6. Klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Close&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;3.2 Mendefinisikan Balok Anak&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Mendefinisikan balok anak 20/40&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPGh0c_ZI/AAAAAAAAAjc/pk5vvxjfd7k/s1600-h/aa35.png"&gt;&lt;img title="aa3" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="286" alt="aa3" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPIlZMOPI/AAAAAAAAAjg/z83rheFZtSk/aa3_thumb3.png?imgmax=800" width="363" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Klik Tab &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Rectangle&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Isikan parameter balok ( dalam hal ini ZD/YD = B/H = 20/40 )&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- YD isi = 0.4…..(40 cm)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- ZD isi = 0.2…..(20 cm)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Ceklist &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;material&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4. Pilih Material&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt; CONCRETE&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;5. Klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Add&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;6. Klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Close&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan cara yang sama seperti diatas, definisikan juga untuk balok konsol (Atap) B = 20/35, Balok konsol (balkon) B = 20/30, dan Kolom 30/30&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika sudah maka dikotak Properties-whole Structure, telah tercantum data-data balok dan Kolom yang telah anda definisikan tadi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPJkizAOI/AAAAAAAAAjk/-dTUpjRLkjw/s1600-h/a75.png"&gt;&lt;img title="a7" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="355" alt="a7" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPLejFEEI/AAAAAAAAAjo/VMR0TPN643Y/a7_thumb3.png?imgmax=800" width="258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;4. Membuat Beam Group&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tujuan dari membuat Beam Group adalah untuk mempermudah dalam pemilihan batang. Jadi nantinya kita tidak akan bersusah payah untuk mengklik elementnya satu persatu&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk itu kita buat group batang dari portal kita sebanyak 5 group, yaitu :&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div&gt;Group &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Balok Induk&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Group &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Balok Anak&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Group &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Balok konsol (atap)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Group &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Balok konsol (balkon)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Group&lt;strong&gt;&lt;em&gt; Kolom&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;4.1 Membuat Group Untuk Balok Induk&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Tekan Ctrl+G pada keyboard anda. Akan keluar kotak dialog &lt;strong&gt;Give Group Name&lt;/strong&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPMb7to9I/AAAAAAAAAjs/JlGDV0ygDwU/s1600-h/aa54.png"&gt;&lt;img title="aa5" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="143" alt="aa5" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPNlzCUDI/AAAAAAAAAjw/YcHjpzDMHPY/aa5_thumb2.png?imgmax=800" width="226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Pada kotak Group Name ketik BALOK_INDUK. Adapun aturan pemberian nama group, penggunaan karakter spasi tidak diperbolehkan. Anda dapat menggunakan underscore untuk menggantikan karakter spasi tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Kemudian pada select type, pilih Beam&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Klik OK&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Akan muncul kotak dialog Create Group. (jangan di apa-apakan dulu kotak dialog Create Group ini).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Sekarang seleksi element balok induk dengan cara tekan Ctrl di keyboard anda (jangan dilepas) kemudian klik satu persatu balok sehingga terseleksi seperti gambar dibawah ini.&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPOwp-aRI/AAAAAAAAAj0/mSEz5MUbu8o/s1600-h/beamseleksi13.png"&gt;&lt;img title="beam seleksi1" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="269" alt="beam seleksi1" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPQSxH87I/AAAAAAAAAj4/UV37Nyyozr8/beamseleksi1_thumb1.png?imgmax=800" width="224" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika sudah, sekarang kembali lagi ke kotak dialog&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt; Create Group.&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPROw2u4I/AAAAAAAAAj8/wyloReGV2R0/s1600-h/aa73.png"&gt;&lt;img title="aa7" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="299" alt="aa7" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPSiKfEHI/AAAAAAAAAkA/rA8o1QMdH6w/aa7_thumb1.png?imgmax=800" width="243" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Klik/Pilih group BALOK_INDUK.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Pastikan Assign method di posisi &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Associate to selected Geometry&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Associate&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;4.2 Membuat Group Untuk Balok Anak&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Tekan Ctrl+G pada keyboard anda. Akan keluar kotak &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Create Group. &lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Klik &lt;em&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Create&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPTpGM2YI/AAAAAAAAAkE/hrAk-snChT0/s1600-h/aa83.png"&gt;&lt;img title="aa8" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="296" alt="aa8" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPVM6eeKI/AAAAAAAAAkI/mO6pv01JH7s/aa8_thumb1.png?imgmax=800" width="241" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Akan keluar kotak dialog &lt;strong&gt;Give Group Name&lt;/strong&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPV_LgxAI/AAAAAAAAAkM/s7_oPwx-cUg/s1600-h/aa97.png"&gt;&lt;img title="aa9" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="158" alt="aa9" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPXqyyTRI/AAAAAAAAAkQ/2Uu2adRQol0/aa9_thumb5.png?imgmax=800" width="225" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Pada kotak Group Name ketik BALOK_ANAK. Adapun aturan pemberian nama group, penggunaan karakter spasi tidak diperbolehkan. Anda dapat menggunakan underscore untuk menggantikan karakter spasi tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Kemudian pada select type, pilih Beam&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Klik OK&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Akan muncul kotak dialog Create Group. (jangan di apa-apakan dulu kotak dialog Create Group ini).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Sekarang seleksi element balok anak dengan cara tekan Ctrl di keyboard anda (jangan dilepas) kemudian klik satu persatu balok sehingga terseleksi seperti gambar dibawah ini.&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPY5KECkI/AAAAAAAAAkU/xTpQ3U7WuTg/s1600-h/beamseleksi24.png"&gt;&lt;img title="beam seleksi2" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="269" alt="beam seleksi2" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPaFG9KaI/AAAAAAAAAkY/Re_6kLXo6ZU/beamseleksi2_thumb2.png?imgmax=800" width="217" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika sudah, sekarang kembali lagi ke kotak dialog&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt; Create Group.&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPbAsvMCI/AAAAAAAAAkc/wlafQTqKh0w/s1600-h/aa103.png"&gt;&lt;img title="aa10" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="287" alt="aa10" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPdDKHwWI/AAAAAAAAAkg/GHDIf6X1yAw/aa10_thumb1.png?imgmax=800" width="234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Klik/Pilih group BALOK_ANAK.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Pastikan Assign method di posisi &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Associate to selected Geometry&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Associate&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;4.3 Membuat Group Untuk Balok Konsol (Atap) &lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Lakukan dengan cara yang sama seperti diatas, (beri nama group : BKONSOL_ATAP)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;4.4 Membuat Group Untuk Balok Konsol (Balkon)&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Lakukan dengan cara yang sama seperti diatas, (beri nama group : BKONSOL_BALKON)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;4.5 Membuat Group Untuk Kolom&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Lakukan dengan cara yang sama seperti diatas, (beri nama group : KOLOM)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;img style="display: inline; margin-left: 0px; margin-right: 0px" alt="smile_wink" src="http://spaces.live.com/rte/emoticons/smile_wink.gif" align="left" /&gt;Jika telah selesai semuanya, maka selanjutnya kita akan melakukan Assign profil terdefinisi ke group-group yang sudah kita definisikan tadi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;5. Assign Profil Terdefinisi Ke Model Struktur&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Karena kita sudah mengelompokan elemen secara group maka langkah assign dapat kita lakukan dengan sangat mudah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;5.1 Assign Balok Induk 25/50&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Dari Kotak Properties, pilih Rect 0.5x0.25&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPeL4QcHI/AAAAAAAAAkk/RewGGUYfrb0/s1600-h/a88.png"&gt;&lt;img title="a8" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="349" alt="a8" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPf3O_FnI/AAAAAAAAAko/8CJKqnmgIsk/a8_thumb4.png?imgmax=800" width="248" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. Sekarang pergilah ke menu Pulldown.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Klik Select &amp;gt; By Group Name&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPg4BB1sI/AAAAAAAAAks/klrfTl5uZFI/s1600-h/aa113.png"&gt;&lt;img title="aa11" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="300" alt="aa11" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPiLVKFKI/AAAAAAAAAkw/n9xCeJ_MzW8/aa11_thumb1.png?imgmax=800" width="169" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Akan keluar kotak dibawah ini. Pilih &lt;strong&gt;G1: BALOK_INDUK&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPjEcnlcI/AAAAAAAAAk0/Qt8Act4rLE0/s1600-h/a93.png"&gt;&lt;img title="a9" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="171" alt="a9" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPkj9Ze4I/AAAAAAAAAk4/QNqpkw70FXY/a9_thumb1.png?imgmax=800" width="257" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;4. Lihat portal anda. Balok induk yang tergroup tadi telah terselect secara otomatis&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPl5EKxTI/AAAAAAAAAk8/9tcadMPFkrw/s1600-h/balokinduk3.png"&gt;&lt;img title="balok induk" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="263" alt="balok induk" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPnJlOTxI/AAAAAAAAAlA/GiTRNYQ2ExI/balokinduk_thumb1.png?imgmax=800" width="237" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. Sekarang kembali lagi kekotak &lt;strong&gt;&lt;u&gt;whole structure&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPoa1upSI/AAAAAAAAAlE/VvDv6M6QF7I/s1600-h/a103.png"&gt;&lt;img title="a10" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="371" alt="a10" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPqOaRIcI/AAAAAAAAAlI/otZGIBwUJvU/a10_thumb1.png?imgmax=800" width="259" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Assign To Selected Beams&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Assign&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Akan keluar kotak konfirmasi, apakah profil akan didefinisi ke model struktur?,&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPrOJ4g4I/AAAAAAAAAlM/0AbiE7jlNdk/s1600-h/ab44.png"&gt;&lt;img title="ab4" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="86" alt="ab4" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPsqw8p0I/AAAAAAAAAlQ/SEvH67yiUYU/ab4_thumb2.png?imgmax=800" width="231" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPrOJ4g4I/AAAAAAAAAlM/0AbiE7jlNdk/s1600-h/ab44.png"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Klik &lt;strong&gt;Yes&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jika sudah maka hasilnya akan seperti ini, elemen yang terdefinisi diberi notasi oleh STAAD dengan notasi &lt;strong&gt;R1&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPuGcfLSI/AAAAAAAAAlU/mp_wF3vzZ18/s1600-h/ab53.png"&gt;&lt;img title="ab5" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="287" alt="ab5" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPvmz9KqI/AAAAAAAAAlY/h2VdzVPWeFo/ab5_thumb1.png?imgmax=800" width="271" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;5.2 Assign Balok Anak 20/40&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;1. Dari Kotak Properties, pilih Rect 0.4x0.2&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPwqHOMsI/AAAAAAAAAlc/vPBYLzTrkL8/s1600-h/a115.png"&gt;&lt;img title="a11" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="375" alt="a11" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPynhMk6I/AAAAAAAAAlg/07myIWD2MmQ/a11_thumb3.png?imgmax=800" width="270" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;2. kembali ke kotak &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Select Group&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, Pilih G2:BALOK_ANAK&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPzpxnZ2I/AAAAAAAAAlk/MONPwjJ8_ig/s1600-h/a123.png"&gt;&lt;img title="a12" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="177" alt="a12" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcP05lhK3I/AAAAAAAAAlo/SVHl4Yu_BvU/a12_thumb1.png?imgmax=800" width="267" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;3. Lihat portal anda. Balok anak yang tergroup tadi telah terselect secara otomatis&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcP2aY2S5I/AAAAAAAAAls/1tZswJpW5lI/s1600-h/bp44.png"&gt;&lt;img title="bp4" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="289" alt="bp4" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcP32Y1JYI/AAAAAAAAAlw/UC_dUPpC7XQ/bp4_thumb2.png?imgmax=800" width="267" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;5. Sekarang kembali lagi kekotak &lt;strong&gt;&lt;u&gt;whole structure&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcP5B5RnpI/AAAAAAAAAl0/8vP7jE39frQ/s1600-h/a13a3.png"&gt;&lt;img title="a13a" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="371" alt="a13a" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcP7Jx1jJI/AAAAAAAAAl4/pY5ygv_gtEI/a13a_thumb1.png?imgmax=800" width="259" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Assign To Selected Beams&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Assign&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Akan keluar kotak konfirmasi, apakah profil akan didefinisi ke model struktur?,&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPrOJ4g4I/AAAAAAAAAlM/0AbiE7jlNdk/s1600-h/ab44.png"&gt;&lt;img title="ab4" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="86" alt="ab4" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPsqw8p0I/AAAAAAAAAlQ/SEvH67yiUYU/ab4_thumb2.png?imgmax=800" width="231" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcPrOJ4g4I/AAAAAAAAAlM/0AbiE7jlNdk/s1600-h/ab44.png"&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Klik &lt;strong&gt;Yes&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jika sudah maka hasilnya akan seperti ini, elemen yang terdefinisi diberi notasi oleh STAAD dengan notasi &lt;strong&gt;R2&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcP8d_riBI/AAAAAAAAAl8/unEGthGlO30/s1600-h/a53.png"&gt;&lt;img title="a5" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="303" alt="a5" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcP9_S7_RI/AAAAAAAAAmA/yzlMaDPf1GM/a5_thumb1.png?imgmax=800" width="286" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;5.3 Assign Balok Konsol (Atap) 20/35&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Lakukan dengan cara yang sama seperti diatas&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;5.4 Assign Balok Konsol (Balkon) 20/30&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Lakukan dengan cara yang sama seperti diatas&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;5.5 Assign Kolom 30/30&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Lakukan dengan cara yang sama seperti diatas&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sehingga secara keseluruhan portal struktur kita telah terdefinisi seperti dibawah ini,&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcP_JQ4BXI/AAAAAAAAAmE/ArCtVcOFk8E/s1600-h/a63.png"&gt;&lt;img title="a6" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="307" alt="a6" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCcQAozspYI/AAAAAAAAAmI/MEmPOqPdcp8/a6_thumb1.png?imgmax=800" width="290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nah…Sekarang portal kita sudah terdefinisi baik profil ataupun materialnya. Tinggal memasukan beban-bebannya saja…tapi eitz tunggu dulu, cara memasukan bebannya kita bahas pada postingan berikutnya aja ya…coz lagi capek nich….hehehe.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semoga bermanfaat !&lt;img alt="smile_wink" src="http://spaces.live.com/rte/emoticons/smile_wink.gif" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5592467528844232670-3314861354671025794?l=www.kampustekniksipil.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kampustekniksipil.co.cc/2010/06/perencanaan-ruko-dua-lantai-dengan_27.html</link><author>maestromusic.lutfi@gmail.com (lutfi@ndri@n)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5592467528844232670.post-5183508683332824211</guid><pubDate>Wed, 23 Jun 2010 00:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-26T18:51:39.241-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tutorial STAAD Pro</category><title>Perencanaan Ruko Dua Lantai Dengan Program Bantu STAAD Pro 2004 (Part 1)</title><description>&lt;p align="justify"&gt;Assalamualaikum Wr Wb, gimana nich kabar rekan-rekan sobat kampuz, saya doakan baik baik aja ya dan sukses selalu, dan saya berharap semoga perjalanan kita dalam menuntut ilmu senantiasa diridhoi oleh ALLAH SWT, pemilik singgasana arsy yang maha agung, yang menggenggam seluruh ilmu diseluruh penjuru alam semesta….. amin!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;oh ya, untuk posting kali ini, saya akan membahas tentang perencanaan ruko dua lantai dengan program bantu STAAD Pro 2004. Kenapa kok saya sebut dengan program bantu?, yaitu karena STAAD hanya kita posisikan sebagai alat bantu hitung saja, sedangkan verifikasi hasil desain dan pengambil keputusan (judgement) tetap ditentukan oleh kita sebagai aktor utama (main aktor) dari perencanaan ruko ini,&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jadi STAAD ya STAAD, dia sebatas alat bantu program, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;bukan alat bantu yang memprogram kita&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. segala keputusan tetap kembali kepada kita&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nah...agar segala keputusan yang kita ambil tetap pada kendali kita, maka pengetahuan dasar yang cukup terhadap program dan mekanika teknik dirasa sangat penting sekali, karena pada dasarnya program aplikasi rekayasa teknik dituntut pengetahuan dasar yang mencukupi dari pengguna agar dapat memvalidasi dan memverifikasi hasil perhitungan berdasarkan ilmu mekanika teknik. Gunanya agar kita dapat mempertanggungjawabkan hasil analisa dalam aplikasi dibidang rekayasa teknik, baik dalam lingkup akademik ataupun profesional. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mengapa saya mengatakan ini?….&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setidaknya ini adalah salah satu hal yang menyebabkan saya mengatakan ini….&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;Cosiderable time, effort and expense have gone into the development and documentation of STAAD. The program has been thoroughly tested and used. In using the program, however, the user accepts, and understands &lt;strong&gt;&lt;u&gt;that no warranty is expressed or implied&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; by the developers or the distributors on the accuracy or the reliability of the program.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;The user &lt;strong&gt;&lt;u&gt;must explicitly understand the assumptions&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; of the program and &lt;strong&gt;&lt;u&gt;must independently verify the results&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Silahkan pernyataan dari vendor penyedia program STAAD diatas dipahami baik-baik…&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ok! sekarang kita akan masuk ke inti bahasan kita. Yaitu perencanaan ruko dua lantai&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFP6iQpn0I/AAAAAAAAAa4/mAWsc31sBQ0/s1600-h/Tampakdepan4.png"&gt;&lt;img title="Tampak depan" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="329" alt="Tampak depan" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFP9YK58AI/AAAAAAAAAa8/vY0iFlY7oqo/Tampakdepan_thumb4.png?imgmax=800" width="377" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tampak Depan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQALBE0lI/AAAAAAAAAbA/Z8KwtCQyN-0/s1600-h/denahlantai17.png"&gt;&lt;img title="denah lantai 1" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="663" alt="denah lantai 1" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQCHoMFVI/AAAAAAAAAbE/DU8a0pDLRY8/denahlantai1_thumb5.png?imgmax=800" width="372" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Denah LT 1&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQDo9zU9I/AAAAAAAAAbI/ruiYXF3dMjI/s1600-h/denahlantai28.png"&gt;&lt;img title="denah lantai 2" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="667" alt="denah lantai 2" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQF48uPrI/AAAAAAAAAbM/D1JrEhWS-HI/denahlantai2_thumb6.png?imgmax=800" width="379" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&amp;#160;&lt;em&gt;Denah LT 2&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQHMrtDBI/AAAAAAAAAbQ/Zd72zeeel-g/s1600-h/RencanaBalok16.png"&gt;&lt;img title="Rencana Balok" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="663" alt="Rencana Balok" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQIyc6WOI/AAAAAAAAAbU/jpQaw5VA1MI/RencanaBalok_thumb10.png?imgmax=800" width="366" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Rencana Balok LT 2&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQKISDTvI/AAAAAAAAAbY/vJdDx5us1tA/s1600-h/denahlantaiatap20.png"&gt;&lt;img title="denah lantai atap" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="689" alt="denah lantai atap" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQLl7LpkI/AAAAAAAAAbc/QMG8TFEbXMw/denahlantaiatap_thumb14.png?imgmax=800" width="365" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&amp;#160;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Rencana Balok Atap&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk menjaga agar postingan tidak terlalu memanjang kebawah. Pembahasan perencanaan ruko dua lantai dengan program bantu STAAD Pro 2004, saya bagi menjadi empat bagian, sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Perencanaan ruko dua lantai dengan program bantu STAAD Pro 2004 (Part 1) – membahas cara memodel struktur &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Perencanaan ruko dua lantai dengan program bantu STAAD Pro 2004 (Part 2) – membahas cara mendefiniskan material dan profil penampang &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Perencanaan ruko dua lantai dengan program bantu STAAD Pro 2004 (Part 3) – membahas cara mendefinisikan beban dan assign pembebanan &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Perencanaan ruko dua lantai dengan program bantu STAAD Pro 2004 (Part 4) – membahas analisa struktur, design struktur dan verifikasi desain &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Cara memodel Struktur :&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Menyiapkan Main Window&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Buka program STAAD, maka akan muncul kotak dialog &lt;strong&gt;&lt;u&gt;New&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;, atau jika kotak dialog New tidak keluar, Klik &lt;strong&gt;&lt;u&gt;File&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; &amp;gt; &lt;u&gt;New&lt;/u&gt;. Maka kotak dialog &lt;strong&gt;&lt;u&gt;New&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; akan muncul seperti gambar dibawah ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;img title="kotak dialog new" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="344" alt="kotak dialog new" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQN_u-h7I/AAAAAAAAAbg/gHGWZA-gqr0/kotakdialognew_thumb4.png?imgmax=800" width="360" border="0" /&gt;1. Tentukan tipe struktur yang akan dianalisa dengan mengklik &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;radio button spa&lt;/u&gt;ce&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Tentukan nama file di kotak &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;form file name&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Tentukan lokasi file dimana file tersebut akan disimpan dengan cara mengklik tombol kecil disamping kotak text box Location.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;4. Tentukan unit yang akan dipakai, yaitu dengan mengklik &lt;u&gt;meter &lt;/u&gt;pada frame &lt;u&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;length units&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;5. klik &lt;u&gt;kilogram&lt;/u&gt; pada frame &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;force uni&lt;/u&gt;ts&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;6. Klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Next&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; untuk melanjutkan&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160; &lt;img title="kotak dialog pemodelan" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="344" alt="kotak dialog pemodelan" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQP6yEMLI/AAAAAAAAAbk/bywybB-Pf3Q/kotakdialogpemodelan_thumb5.png?imgmax=800" width="361" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;7 Kotak dialog selanjutnya akan muncul, dimana STAAD akan menanyakan apa yang akan anda lakukan selanjutnya. Apakah akan membuat model struktur ataukah mengedit informasi dari pekerjaan anda. Disini anda akan menggambar portal 3D dengan cara memodifikasi portal 2D (di alih modif). Karena itu kliklah radio botton &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Add Beams&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. lalu klik Finish&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;8. Tampilan STAAD akan seperti gambar dibawah. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQUsQO2LI/AAAAAAAAAbo/CgA777rkRYY/s1600-h/kotakmenu3.png"&gt;&lt;img title="kotak menu" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="206" alt="kotak menu" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQWboiJaI/AAAAAAAAAbs/WnTuGlxT4fI/kotakmenu_thumb3.png?imgmax=800" width="360" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;9. Secara default tampilan / display dari page view ketika dibuka adalah bermodus isometri, oleh karena itu untuk lebih mudah dalam memodel / menggambar struktur, rubah dulu display ke modus view from Z+ . Untuk itu pada bagian menu toolbar rotate (disebelah kiri atas) klik ikon view from Z+ (lihat tool yang saya lingkari pakai warna merah pada gambar dibawah ini)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQXp8LTII/AAAAAAAAAbw/L_x6mB0oy_k/s1600-h/menurotate21.png"&gt;&lt;img title="menu rotate" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="32" alt="menu rotate" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQY6IhYpI/AAAAAAAAAb0/4fTdZsqRrbQ/menurotate_thumb21.png?imgmax=800" width="377" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; 10. Setelah anda mengklik tombol view from Z+, tampilan page view akan menjadi seperti dibawah ini&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQcMxUoQI/AAAAAAAAAb4/v4av58SiHw4/s1600-h/modustampilan3.png"&gt;&lt;img title="modus tampilan" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="252" alt="modus tampilan" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQdM2xq7I/AAAAAAAAAb8/UaPHghUHbfU/modustampilan_thumb3.png?imgmax=800" width="353" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;11. Sekarang perhatikan kotak dialog Snap node Beam yang terletak disebelah kanan dari kotak page view. Atur parameter grid dari kotak dialog Snap Node/Beam tersebut seperti gambar dibawah ini&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQfbLKyyI/AAAAAAAAAcA/47JZWC8V7wg/s1600-h/kotakparameter3.png"&gt;&lt;img title="kotak parameter" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="447" alt="kotak parameter" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQiEYnjQI/AAAAAAAAAcE/KQq9tc63ftM/kotakparameter_thumb3.png?imgmax=800" width="242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Perhatikan pada frame &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Construction Lines&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;em&gt;(Yang saya lingkari No. 3).&lt;/em&gt; Karena bangunan kita lebarnya adalah 6 meter dan tinggi bangunannya adalah 7.70 meter, maka gridnya bisa kita isi X = 6, dan Y = 8, kemudian spasinya kita isi 1. Ini artinya tiap garis grid arah X dan Y, antara grid satu dengan grid yang lainnya berjarak 1 meter. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;12. Setelah anda atur parameter diatas, maka modus view gridnya akan jadi seperti ini &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQj4N7NKI/AAAAAAAAAcI/YVAIvX-x5uA/s1600-h/grid3.png"&gt;&lt;img title="grid" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="429" alt="grid" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQlaUFOhI/AAAAAAAAAcM/SYSO4Tmq6YE/grid_thumb3.png?imgmax=800" width="326" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;13. Nah…setelah grid sudah tertata dengan benar seperti diatas, maka sekarang kita akan memulai penggambaran. Pastikan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;snap node beams&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; dalam kondisi terselect (lihat langkah no 11, perhatikan tool yang saya tandai dengan lingkaran warna merah dan angka 4).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" alt="smile_wink" src="http://spaces.live.com/rte/emoticons/smile_wink.gif" align="left" border="0" /&gt;Catatan : fungsi tombol snap node beams itu sama seperti fungsi end point pada AutoCAD, yaitu untuk membantu menangkap ujung batang atau titik (joint) secara akurat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sekarang buat portal seperti gambar dibawah ini. Caranya : klik dititik (0,0), klik dititik (0,4), klik dititik (6,4), kemudian klik dititik (6,0), tekan Esc di keyboard. Kemudian secara berlanjut klik dititik (0,4), (0,8), (6,8), dan (6,4), tekan Esc. Jika benar maka jadinya seperti dibawah ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQmrltHSI/AAAAAAAAAcQ/YIQk8XH-Kyo/s1600-h/gb13.png"&gt;&lt;img title="gb 1" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="425" alt="gb 1" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQoAiTYcI/AAAAAAAAAcU/vHJ9fQLKjsI/gb1_thumb3.png?imgmax=800" width="323" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;14. Tinggi lantai dua dari bangunan kita adalah + 3.80 m, dan top atapnya adalah + 7.40 (lihat gambar tampak depan). Disekeliling atap dipasang bata setinggi 30 cm (untuk menjaga tampias air), sehingga tinggi total bangunan = +7.70 m. Nah…oleh karena portal kita sekarang tingginya 8 m,&amp;#160; maka kita harus edit dulu ketinggian dari portal diatas dengan cara menurunkannya sejauh 0.6 m, supaya level top atapnya menjadi 7.40 m.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;15. Klik beams cursor &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQpIZoJCI/AAAAAAAAAcY/lpUk_buJTtk/s1600-h/beamcursor7.png"&gt;&lt;img title="beam cursor" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="260" alt="beam cursor" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQqwlOTrI/AAAAAAAAAcc/dpvVEzQWqxc/beamcursor_thumb7.png?imgmax=800" width="88" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;16. Seleksi frame batang sebelah atas (atap) dari portal yang sudah kita buat sebelumnya, lihat ilustrasi dibawah ini :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQsNwP8WI/AAAAAAAAAcg/FpcQqtMzMmQ/s1600-h/gb23.png"&gt;&lt;img title="gb2" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="385" alt="gb2" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQtqq1HiI/AAAAAAAAAck/Rj8DMOrrk_o/gb2_thumb3.png?imgmax=800" width="330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQuUiBvII/AAAAAAAAAco/e4qwUlrqtuc/s1600-h/gb34.png"&gt;&lt;img title="gb3" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="124" alt="gb3" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQvVA1g9I/AAAAAAAAAcs/2X3vj6t3Z8A/gb3_thumb4.png?imgmax=800" width="332" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Garis yang anda seleksi tadi akan menjadi berwarna merah, ini mengindikasikan bahwa joint dan framenya telah terselesi sempurna dan tinggal menunggu perintah selanjutnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;17. Tekan F2 di keyboard, maka akan muncul kotak dialog move seperti gambar dibawah ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQx4IJBcI/AAAAAAAAAcw/tiaF1udTsAI/s1600-h/move51.png"&gt;&lt;img title="move" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="152" alt="move" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQzPE9aXI/AAAAAAAAAc0/aHg4-fqgtPU/move_thumb3.png?imgmax=800" width="232" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Karena yang kita edit adalah ketinggiannya, maka hubungannya adalah dengan koordinat Y, oleh karena itu di kotak move beams selection (arah Y) isi dengan –0.6. Artinya batang dan nodes dipindah 0.6 meter kebawah. Lihat&amp;#160; gbr dibawah ini&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQ0XTLciI/AAAAAAAAAc4/qSHCKBKquSQ/s1600-h/gb46.png"&gt;&lt;img title="gb 4" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="407" alt="gb 4" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQ2DPVVCI/AAAAAAAAAc8/47JMCS9j5V0/gb4_thumb4.png?imgmax=800" width="319" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;18. Nah, dengan cara yang sama lakukan juga untuk yang lantai dua ( turunkan nodes dan batang nya sejauh 4m – 3.80 m = &lt;strong&gt;0.2&lt;/strong&gt; m), sehingga secara keseluruhan bentuk portalnya akan menjadi seperti ini, yaitu :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Elevasi Lantai 2 = + 3.80&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Elevasi Atap = + 7.40&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQ3fITbgI/AAAAAAAAAdA/GYyg_FixkpY/s1600-h/gb56.png"&gt;&lt;img title="gb 5" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="391" alt="gb 5" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQ52f10wI/AAAAAAAAAdE/z1pBqjsRdVk/gb5_thumb4.png?imgmax=800" width="309" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;19. Selanjutnya kita akan menduplikat portal diatas sebanyak 5 kali atau istilah teknik sipilnya adalah generasi batang. Caranya pilih semua batang dengan cara dari menu pulldown klik Select &amp;gt; By All &amp;gt; Beams&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQ8dfxxMI/AAAAAAAAAdI/JbmmHbp8mBA/s1600-h/gb65.png"&gt;&lt;img title="gb 6" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="465" alt="gb 6" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQ-kSKZfI/AAAAAAAAAdM/HM92IiNNyMk/gb6_thumb3.png?imgmax=800" width="267" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;20. Lihat hasilnya pada portal anda. Semua telah terseleksi sempurna (warnanya berubah jadi merah). &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Ubah display dalam modus isometri, klik tool&amp;#160; yang dilingkari pakai warna merah&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFQ_lUbfSI/AAAAAAAAAdQ/hQwVyde7Vgk/s1600-h/viewtool4.png"&gt;&lt;img title="view tool" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="35" alt="view tool" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRB7TpOgI/AAAAAAAAAdU/88cd2hVzFVM/viewtool_thumb2.png?imgmax=800" width="216" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;21. Kemudian dari menu toolbar generate klik icon translational repeat (lihat yang saya lingkari pakai warna merah)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRDZ80qnI/AAAAAAAAAdY/kR7jCVJE_B0/s1600-h/transrepeat6.png"&gt;&lt;img title="trans repeat" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="30" alt="trans repeat" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRFcFkAZI/AAAAAAAAAdc/IdRfhqFLsRE/transrepeat_thumb2.png?imgmax=800" width="111" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;akan keluar kotak dialog 3D repeat. isi sesuai gambar dibawah ini, lalu klik OK&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRGkUa5lI/AAAAAAAAAdg/cTF6U9xonUY/s1600-h/move5.png"&gt;&lt;img title="move" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="171" alt="move" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRIA34kgI/AAAAAAAAAdk/JJBhOI5tEjU/move_thumb2.png?imgmax=800" width="322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Catatan :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Global direction = Arah duplikasi &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- No of step = Jumlah bentang duplikasi &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Default Step Spacing = Jarak antar duplikasi&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk global direction klik Z, karena kita akan duplikasi portal ke arah Z, kemudian isi No of Step = 4, karena jumlah bentangnya = 4, Selanjutnya isi juga Default Step Spacing = 4, karena jarak duplikasi antar portalnya sejauh 4 m.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika benar maka hasilnya seperti ini&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRJu-RRyI/AAAAAAAAAdo/-0JLNN7vzqs/s1600-h/portal6.png"&gt;&lt;img title="portal" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="353" alt="portal" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRLFtvOTI/AAAAAAAAAds/ouy1gjafftY/portal_thumb4.png?imgmax=800" width="332" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Semua jarak antar portal yang ada di layar tampilan STAAD anda sekarang adalah 4 meter, padahal di gambar denah rencana kita,&amp;#160; jarak antara As C dan D adalah 3 meter. Supaya jarak antara portal As C dan D menjadi 3 meter, maka kita harus me-move (menggeser) portal As A, B dan C sejauh 1 meter mundur kebelakang &lt;em&gt;(perhatikan ilustrasinya pada gambar dibawah ini)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRNPu2ORI/AAAAAAAAAdw/nPMucu_YJ1I/s1600-h/portal213.png"&gt;&lt;img title="portal 2" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="351" alt="portal 2" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFROSLd8QI/AAAAAAAAAd0/u2DsJQfTCzM/portal2_thumb9.png?imgmax=800" width="330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;22.&amp;#160; Untuk me-move portal As A,B,dan C, seleksi portal A,B, dan C dengan cara klik titik 1 kemudian klik dititik 2 (lihat gbr dibawah ini)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRP54lvGI/AAAAAAAAAd4/n3y686r-hmI/s1600-h/seleksiportal19.png"&gt;&lt;img title="seleksi portal1" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="347" alt="seleksi portal1" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRRXXuMnI/AAAAAAAAAd8/cEoPN0ZoILg/seleksiportal1_thumb7.png?imgmax=800" width="337" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Sehingga hasilnya seperti ini :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRTPh41AI/AAAAAAAAAeA/VFuCU05jrVs/s1600-h/seleksiportal220.png"&gt;&lt;img title="seleksi portal2" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="365" alt="seleksi portal2" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRUk-VX-I/AAAAAAAAAeE/ZXYFzbhy8AY/seleksiportal2_thumb14.png?imgmax=800" width="333" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anda lihat dilayar anda, ada beberapa elemen dari portal lain yang ikut terseleksi (elemen 1,2,3,4), untuk itu kita harus membatalkan seleksinya dengan cara tekan ctrl di keyboard (jangan dilepas) kemudian klik elemen 1,2,3 dan 4 sehingga sekarang hasilnya betul-betul hanya portal A,B dan C saja yang terseleksi&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRWMh1O3I/AAAAAAAAAeI/HI-ni5IwgYQ/s1600-h/seleksiportal37.png"&gt;&lt;img title="seleksi portal3" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="375" alt="seleksi portal3" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRXfL4tRI/AAAAAAAAAeM/BHh09ACqeV0/seleksiportal3_thumb5.png?imgmax=800" width="349" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; 23. Klik F2 di keyboard anda, kemudian di Global Z, masukan nilai –1, artinya proses pemindahannya kearah sumbu Z sejauh 1 meter mundur kebelakang&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRYfWs8hI/AAAAAAAAAeQ/-HevOedUBZE/s1600-h/move16.png"&gt;&lt;img title="move1" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="176" alt="move1" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRZvMFjUI/AAAAAAAAAeU/KF9dQEtHcrY/move1_thumb3.png?imgmax=800" width="270" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jika benar maka hasilnya akan seperti ini,&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRbLHZP9I/AAAAAAAAAeY/f1HRpTWWBBk/s1600-h/portalfix5.png"&gt;&lt;img title="portal fix" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="389" alt="portal fix" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRctQaoaI/AAAAAAAAAec/gQNOefxp-Hc/portalfix_thumb3.png?imgmax=800" width="351" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Untuk membuktikan bahwa jarak portal As C dan D sekarang menjadi 3 meter, maka kita cek dengan meng klik icon &lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRdepaZII/AAAAAAAAAeg/pbTZuyJFiZQ/s1600-h/tooldimension3.png"&gt;&lt;img title="tool dimension" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="30" alt="tool dimension" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFReO0oCNI/AAAAAAAAAek/6n2woA5eoII/tooldimension_thumb1.png?imgmax=800" width="25" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; kemudian klik titik 1 dan 2, maka dimensi jaraknya akan muncul secara otomatis (lihat gambar dibawah)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRfbU_oJI/AAAAAAAAAeo/vZ9cAJcNGnA/s1600-h/cekportal6.png"&gt;&lt;img title="cek portal" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="374" alt="cek portal" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRgv96tyI/AAAAAAAAAes/XHF83lFIEWw/cekportal_thumb4.png?imgmax=800" width="356" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;24. Buat element balok yang menghubungkan setiap portal. Dengan cara dari menu toolbar Geometri klik icon &lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRhh5FIkI/AAAAAAAAAew/yFC-9vrQp80/s1600-h/addbeams3.png"&gt;&lt;img title="add beams" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="30" alt="add beams" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRiUc5oXI/AAAAAAAAAe0/xqGStgTNUQA/addbeams_thumb1.png?imgmax=800" width="28" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160; (beam cursor). &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;25. Sekarang ikuti saya, lihat gambar berikut sebagai ilustrasi visualnya&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRj0_vh-I/AAAAAAAAAe4/Q6A0CbN3-ms/s1600-h/portal412.png"&gt;&lt;img title="portal 4" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="362" alt="portal 4" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRlJoXedI/AAAAAAAAAe8/XOOzXFVgDro/portal4_thumb8.png?imgmax=800" width="355" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Element balok lantai 2&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;-Klik titik 1 dan titik 2, Kemudian klik titik 2 dan titik 3, Kemudian klik titik 3 dan titik 4, Selanjutnya klik titik 4 dan titik 5 &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;-Klik titik 6 dan titik 7, Kemudian klik titik 7 dan titik 8, Kemudian klik titik 8 dan titik 9, Selanjutnya klik titik 9 dan titik 10 &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Element balok atap&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;-Klik titik 11 dan titik 12, Kemudian klik titik 12 dan titik 13, Kemudian klik titik 13 dan titik 14, Selanjutnya klik titik 14 dan titik 15 &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;-Klik titik 16 dan titik 17, Kemudian klik titik 17 dan titik 18, Kemudian klik titik 18 dan titik 19, Selanjutnya klik titik 19 dan titik 10 &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika langkah-langkah yang anda lakukan benar maka hasilnya akan seperti ini :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRmZVy3yI/AAAAAAAAAfA/hsQqPLcXAxM/s1600-h/portal55.png"&gt;&lt;img title="portal 5" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="391" alt="portal 5" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRnVABffI/AAAAAAAAAfE/mhUkS6H7Y9E/portal5_thumb3.png?imgmax=800" width="357" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tekan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Esc&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; pada keyboard&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Langkah selanjutnya adalah memasang balok anak,&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;26. Klik balok lantai 2 As-E, kemudian klik kanan, pilih &lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;em&gt;insert node&lt;/em&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRo1HSH2I/AAAAAAAAAfI/u2XjuyNUb5E/s1600-h/portal66.png"&gt;&lt;img title="portal6" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="270" alt="portal6" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRp8K8OWI/AAAAAAAAAfM/tUrQtK4fuAw/portal6_thumb3%5B1%5D.png?imgmax=800" width="234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Akan keluar kotak &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Insert Node Into Beam&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;27. Isi distance = 4, kemudian klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Add New Point&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, Klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Ok&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sekarang anda lihat, element baloknya terpisah&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRqpn1g1I/AAAAAAAAAfQ/VquRjfCRDEY/s1600-h/balokterpisah6.png"&gt;&lt;img title="balok terpisah" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="219" alt="balok terpisah" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRrvD86JI/AAAAAAAAAfU/1Ku2ASQiVp8/balokterpisah_thumb4.png?imgmax=800" width="173" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;28. Sekarang klik elemen balok yang terpisah (lihat gambar dibawah ini), kemudian klik kanan pada mouse, pilih insert nodes&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRsRgqzhI/AAAAAAAAAfY/p_0CVQ8E4Ak/s1600-h/addpoint27.png"&gt;&lt;img title="add point2" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="260" alt="add point2" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRtQT4lhI/AAAAAAAAAfc/imzXdkQuhAQ/addpoint2_thumb5.png?imgmax=800" width="263" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Akan keluar kotak &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Insert Node Into Beam&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;27. Isi distance = 2.9, kemudian klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Add New Point&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, Klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Ok &lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;(catatan : 2.9&amp;#160; didapat dari&amp;#160; 4 –1.1). Jika langkah anda sudah benar, maka element balok lantai 2 as E sekarang telah terpisah menjadi 3 bagian.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;28. Dengan cara yang sama, kita akan melakukan hal yang serupa terhadap balok lantai 2 di posisi as D.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Klik balok tersebut, kemudian klik kanan pada mouse, pilih &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Insert Node &lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Akan keluar kotak &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Insert Node Into Beam&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Isi distance = 2.9, kemudian klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Add New Point&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, Klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Ok &lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;(catatan : 2.9&amp;#160; didapat dari&amp;#160; 6 –3.1). Jika langkah anda sudah benar, maka element balok lantai 2 as D sekarang telah terpisah menjadi 2 bagian.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;29. Sekarang kita akan pasang balok anak. Klik tool &lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRuQKWh4I/AAAAAAAAAfg/1_ItUKVHhw8/s1600-h/addbeams7.png"&gt;&lt;img title="add beams" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="30" alt="add beams" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRvHoPLgI/AAAAAAAAAfk/3_oXaXaMz0w/addbeams_thumb3.png?imgmax=800" width="28" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160; add beam, kemudian klik titik 1 dan titik 2 (lihat gambar)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRwaLy8YI/AAAAAAAAAfo/hmherDXgun8/s1600-h/portalbeams5.png"&gt;&lt;img title="portal beams" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="349" alt="portal beams" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRyACY7VI/AAAAAAAAAfs/5xuA4yYEGdg/portalbeams_thumb3.png?imgmax=800" width="319" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Jika benar maka hasilnya seperti ini&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRyxUsyWI/AAAAAAAAAfw/PlFm-YWrZDA/s1600-h/portal65.png"&gt;&lt;img title="portal 6" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="265" alt="portal 6" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFRz2HVmuI/AAAAAAAAAf0/ZC7winVajiw/portal6_thumb3.png?imgmax=800" width="201" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tekan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Esc &lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;pada keyboard&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;30. Klik balok yang baru saja kita buat tadi, kemudian klik kanan pada mouse, pilih &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;insert node &lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFR05ogXGI/AAAAAAAAAf4/fuKyVX3JtwQ/s1600-h/addpoint35.png"&gt;&lt;img title="add point 3" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="262" alt="add point 3" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFR2F7y71I/AAAAAAAAAf8/-zTPDd2Zybw/addpoint3_thumb3.png?imgmax=800" width="199" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Akan keluar kotak &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Insert Node Into Beam&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Isi distance = 1.5, kemudian klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Add New Point&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, Klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Ok&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Jika langkah anda sudah benar, maka&amp;#160; sekarang element balok telah terpisah menjadi 2 bagian.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Lakukan juga langkah diatas terhadap balok as 2,( D – E )&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFR3XcGf-I/AAAAAAAAAgA/xwQxDuPbx_c/s1600-h/addpoint46.png"&gt;&lt;img title="add point 4" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="223" alt="add point 4" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFR5cHyLaI/AAAAAAAAAgE/nOjMdFV34js/addpoint4_thumb4.png?imgmax=800" width="326" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Klik balok tersebut, kemudian klik kanan pada mouse, pilih &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;insert node &lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Akan keluar kotak &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Insert Node Into Beam&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Isi distance = 1.5, kemudian klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Add New Point&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, Klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Ok&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Jika langkah anda sudah benar, maka&amp;#160; sekarang element balok as&amp;#160; 2,(D - E)&amp;#160; telah terpisah menjadi 2 bagian.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;31. Jika anda sudah melakukannya dengan benar, maka sekarang balok anak yang menyangga kamar mandi sudah bisa kita pasang. Caranya klik&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFR6XkBAuI/AAAAAAAAAgI/B8ATVZwtn5c/s1600-h/addbeams11.png"&gt;&lt;img title="add beams" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="30" alt="add beams" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFR7gG4XHI/AAAAAAAAAgM/AVi_-d20g7A/addbeams_thumb5.png?imgmax=800" width="28" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; kemudian klik titik 1 kemudian klik titik 2 (lihat gambar dibawah ini)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFR8iJLn9I/AAAAAAAAAgQ/qRdrviUwnTM/s1600-h/addpoint55.png"&gt;&lt;img title="add point 5" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="254" alt="add point 5" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFR95Sr9rI/AAAAAAAAAgU/Akd_ikWcKRk/addpoint5_thumb3.png?imgmax=800" width="240" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tekan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Esc &lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;pada keyboard&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;32. Sekarang klik balok anak yang barusan saja kita buat tadi, kemudian klik kanan pada mouse, pilih &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;insert node &lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Akan keluar kotak &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Insert Node Into Beam&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Isi distance = 1.1, kemudian klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Add New Point&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, Klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Ok&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Jika langkah anda sudah benar, maka&amp;#160; sekarang element balok anak tersebut telah terpisah menjadi 2 bagian&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;33. Jika sudah, sekarang kita pasang balok anak berikutnya. Klik&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFR-s_y_LI/AAAAAAAAAgY/F02J07uWw10/s1600-h/addbeams15.png"&gt;&lt;img title="add beams" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="30" alt="add beams" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFR_7Rfi1I/AAAAAAAAAgc/g2EcNqwKD0Y/addbeams_thumb7.png?imgmax=800" width="28" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; , kemudian klik titik 1 dan titik 2 (lihat gambar dibawah ini)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFSA6Vjw9I/AAAAAAAAAgg/sJS_7CgzYNk/s1600-h/addpoint65.png"&gt;&lt;img title="add point 6" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="323" alt="add point 6" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFSCTCMxqI/AAAAAAAAAgk/1vYnFR87aCc/addpoint6_thumb3.png?imgmax=800" width="262" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tekan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Esc &lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;pada keyboard&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;34. Sekarang kita akan membuat balok anak lantai 2, pada posisi antara as B dan C.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Klik balok lantai 2 as B, kemudian klik kanan, pilih &lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;em&gt;insert node&lt;/em&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Akan keluar kotak &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Insert Node Into Beam&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Karena posisi balok anaknya tepat di tengah, maka cukup di klik tombol &lt;strong&gt;Add mid point&lt;/strong&gt; saja, kemudian klik &lt;strong&gt;OK&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFSDtJ6QYI/AAAAAAAAAgo/9ywFI8Ioc-s/s1600-h/addpoint64.png"&gt;&lt;img title="add point6" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="204" alt="add point6" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFSFcVN71I/AAAAAAAAAgs/irtAwVrIpPc/addpoint6_thumb2.png?imgmax=800" width="255" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Jika sudah, maka lakukan hal yang serupa terhadap balok lantai 2 as C, sehingga secara keseluruhan dua balok tersebut (yaitu balok as B dan C) telah terpisah tepat ditengah bentang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;35. Pasang balok anak yang menghubungkan antara balok induk as B dan as C, dengan cara seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, sehingga hasilnya akan seperti ini&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFSG2k5slI/AAAAAAAAAgw/sHLdSN_BhYg/s1600-h/addpoint75.png"&gt;&lt;img title="add point 7" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="302" alt="add point 7" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFSIJ_iS1I/AAAAAAAAAg0/YK754YEoOfk/addpoint7_thumb3.png?imgmax=800" width="285" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;36. Sekarang kita akan membuat balkon&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Tekan &lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;em&gt;Esc&lt;/em&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; pada keyboard&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Klik balok ini (lihat gambar dibawah ini)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFSJ6qyDzI/AAAAAAAAAg4/V17SewidQGY/s1600-h/bp16.png"&gt;&lt;img title="bp1" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="337" alt="bp1" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFSK6aR_iI/AAAAAAAAAg8/BlpQbSdIP0s/bp1_thumb4.png?imgmax=800" width="292" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; - Klik Tool &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Translational Repeat &lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFSLzjGYBI/AAAAAAAAAhA/78ZTAJOBhO0/s1600-h/transrepeat23.png"&gt;&lt;img title="trans repeat 2" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="29" alt="trans repeat 2" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFSMkS9ueI/AAAAAAAAAhE/jRCUJD7Gm90/transrepeat2_thumb1.png?imgmax=800" width="25" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Isi seperti dibawah ini&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFSOFW18oI/AAAAAAAAAhI/aNWN3z10xcM/s1600-h/aanew%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="aanew" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="194" alt="aanew" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFSQYecrMI/AAAAAAAAAhM/Bcj9iDxbFK0/aanew_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="369" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Hasilnya seperti ini&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFSSXG1L7I/AAAAAAAAAhQ/CkkoB5gvLBI/s1600-h/bp25.png"&gt;&lt;img title="bp 2" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="235" alt="bp 2" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFSTU9jFAI/AAAAAAAAAhU/sOs1vchjudg/bp2_thumb3.png?imgmax=800" width="219" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;37. Sekarang klik, balok yang baru kita buat tadi (lihat gambar bawah)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFSVR__0zI/AAAAAAAAAhY/6hA7uOgtV7w/s1600-h/add%20point7%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="add point7" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="325" alt="add point7" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFSW-3vu8I/AAAAAAAAAhc/z2e2ZUIMDGU/add%20point7_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="252" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Klik kanan pada mouse lalu pilih &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;insert node&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Akan keluar kotak &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Insert Node Into Beam&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Karena posisi panjang balkon kita adalah 2m x 0.8m, maka pada kotak &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Insert Node Into Beam&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, di bagian distance isi dengan nilai 2, kemudian klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Add New Point&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, setelah itu klik Ok.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;38. Sekarang lakukan hal yang sama seperti diatas terhadap balok ini (lihat gambar dibawah ini)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFSYB0rFSI/AAAAAAAAAhg/IXDfim8sPco/s1600-h/bp%203%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="bp 3" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="255" alt="bp 3" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFSZfjXuwI/AAAAAAAAAhk/re2DHvriTq4/bp%203_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="259" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Klik Balok tersebut&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Klik kanan pada mouse, lalu pilih &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;insert node&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Akan keluar kotak &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Insert Node Into Beam&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Karena posisi panjang balkon kita adalah 2m x 0.8m, maka pada kotak &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Insert Node Into Beam&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, di bagian distance isi dengan nilai 2, kemudian klik &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Add New Point&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, setelah itu klik Ok.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;39. Sekarang klik tombol&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFSatDrK2I/AAAAAAAAAho/weffAp81QKM/s1600-h/add%20beams%5B3%5D.png"&gt;&lt;img title="add beams" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="30" alt="add beams" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFScUQHQcI/AAAAAAAAAhs/kq4dcAGRuRc/add%20beams_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="28" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160; , kemudian hubungkan node nya, sehingga terbentuk balok seperti gambar dibawah ini&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCauoAyX3UI/AAAAAAAAAiQ/uFpvB1SVwv4/s1600-h/addpoint84.png"&gt;&lt;img title="add point 8" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="297" alt="add point 8" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCaupTCLwQI/AAAAAAAAAiU/3SlcFRJEnwQ/addpoint8_thumb2.png?imgmax=800" width="281" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Tekan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Esc&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, pada keyboard&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Hilangkan balok overstek (lihat gambar atas). Caranya klik balok tersebut, kemudian tekan delete pada keyboard anda ( jangan lupa jointnya juga harus dihapus )&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Tekan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;Esc&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, pada keyboard&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;40. Sekarang kita akan membuat balok atapnya. Caranya anda copy dulu baloknya dengan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;translational repeat&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFSfx5Mb_I/AAAAAAAAAh4/BBbXZx6E4KA/s1600-h/trans%20repeat%202%5B3%5D.png"&gt;&lt;img title="trans repeat 2" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="29" alt="trans repeat 2" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFShPSiZ1I/AAAAAAAAAh8/IV0mr7pFU_Q/trans%20repeat%202_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="25" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;kemudian seperti biasa anda buat balok atau element penghubungnya dengan tool &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;add beam&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFSh98e4YI/AAAAAAAAAiA/RYsiPngImXI/s1600-h/add%20beams%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="add beams" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="34" alt="add beams" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFSjV_F2vI/AAAAAAAAAiE/flwDCpRgIw8/add%20beams_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="32" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; . Semua langkah dan caranya sama seperti pada point sebelumnya. (Pasti bisa kan……), dan kalau benar, maka hasilnya akan seperti dibawah ini&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFSkyPTJQI/AAAAAAAAAiI/wc8mkjExTpM/s1600-h/fix%20portal%5B4%5D.png"&gt;&lt;img title="fix portal" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="327" alt="fix portal" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TCFSmZgYuQI/AAAAAAAAAiM/HUwvJHwtzQs/fix%20portal_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="327" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Nah…. sekarang portal kita sudah jadi, sekarang kita akan lanjut ke posting selanjutnya yaitu&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Perencanaan ruko dua lantai dengan program bantu STAAD Pro 2004 (Part 2) – membahas cara mendefiniskan material dan profil penampang &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Semoga bermanfaat…..&lt;img alt="smile_wink" src="http://spaces.live.com/rte/emoticons/smile_wink.gif" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5592467528844232670-5183508683332824211?l=www.kampustekniksipil.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kampustekniksipil.co.cc/2010/06/perencanaan-ruko-dua-lantai-dengan.html</link><author>maestromusic.lutfi@gmail.com (lutfi@ndri@n)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5592467528844232670.post-4132643948539042417</guid><pubDate>Sun, 13 Jun 2010 03:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-12T20:13:09.201-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Serba-Serbi Lapangan</category><title>Tabel Konversi Satuan Untuk Teknik Sipil</title><description>&lt;p align="justify"&gt;Satuan?…Pentingkah?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Penting!, &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Gampangnya gini, …cobalah anda pergi ke toko sembako, kemudian bilang ke penjualnya&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“Pak beli berasnya satu…..”&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;yakin dech pasti penjualnya pasti balik tanya karena bingung “satu apa mas?“&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nah penting kan satuan itu…, jadi perlu diperjelas, satunya satu apa?, satu biji apa satu kilo (kalau satu biji gak mungkin dech hehehe)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;ini baru satu contoh brow….hehehe, contoh berikutnya seperti ini&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;kalau anda sedang merenovasi rumah, dan berniat untuk beli bahan bangunan, kemudian tanyalah ke penjualnya seperti ini :&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Pak, beli besinya sepuluh, harganya berapa? &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Bu, beli pasirnya dua, kerikilnya satu, berapa harganya? &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p align="justify"&gt;kira-kira penjualnya bingung ndak?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jadi perlu diperjelas, sepuluh itu sepuluh apa? lonjor apa kilo?, terus pasir dan kerikilnya nya dua gledek atau dua kolt atau apa….&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jadi inilah pentingnya dari satuan itu, &lt;font color="#00ffff"&gt;&lt;em&gt;karena menjadi identitas dari bilangan atau angka yang kita sebutkan&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ok! sekarang kita masuk ke pembicaraan utama kita, yaitu konversi satuan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berbicara tentang konversi-mengkonversi, jujur saja dulu saya sempat bingung, semisal 1 Mpa itu berapa t/cm&lt;sup&gt;2 &lt;/sup&gt;? kg/cm&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; ?, atau 1 N.mm itu berapa kg.cm? kg.fit? kg.in?…,nah kadang-kadang hal-hal seperti itu bikin kepala saya dikit puyeng lho (maklum soalnya saya ini orangnya agak lemot hehe)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nah…untuk mengatasi kebingungan saya (biar kepala nggak puyeng hehe), maka saya buat tabel kecil konversi satuan, yang tentu saja saya ambil satuan-satuan yang penting saja khususnya untuk hitung menghitung di lingkup teknik sipil. tabelnya seperti dibawah ini :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TBRJdoDCdXI/AAAAAAAAAZY/Z5hdryc0L7A/s1600-h/tabel%20konversi%20panjang%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="tabel konversi panjang" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="159" alt="tabel konversi panjang" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TBRJiuvm-7I/AAAAAAAAAZc/6n6T0duIUa0/tabel%20konversi%20panjang_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TBRJkhp9VyI/AAAAAAAAAZg/ieVluj8IuyQ/s1600-h/tabel%20konversi%20area%5B8%5D.png"&gt;&lt;img title="tabel konversi area" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="147" alt="tabel konversi area" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TBRJnj7HmWI/AAAAAAAAAZk/aH5u1POW7r4/tabel%20konversi%20area_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="196" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TBRJqXkqpOI/AAAAAAAAAZo/sb0wWcPbwWQ/s1600-h/tabel%20konversi%20berat%5B3%5D.png"&gt;&lt;img title="tabel konversi berat" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="194" alt="tabel konversi berat" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TBRJsB8x-2I/AAAAAAAAAZs/Wikkl9VSst8/tabel%20konversi%20berat_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="195" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TBRJt_yfRBI/AAAAAAAAAZw/sFFyItfabSI/s1600-h/tabel%20konversi%20sudut%5B3%5D.png"&gt;&lt;img title="tabel konversi sudut" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="91" alt="tabel konversi sudut" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TBRJvml1d7I/AAAAAAAAAZ0/CQrBByBlGtA/tabel%20konversi%20sudut_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160; &lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TBRJyCS0thI/AAAAAAAAAZ4/JCJ1rBAEilE/s1600-h/tabel%20konversi%20volume%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="tabel konversi volume" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="198" alt="tabel konversi volume" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TBRJ0CYWGwI/AAAAAAAAAZ8/dhPvUv-8G7A/tabel%20konversi%20volume_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TBRJ1IQC_oI/AAAAAAAAAaA/O9V6LYaeZzo/s1600-h/tabel%20konversi%20tekanan%5B3%5D.png"&gt;&lt;img title="tabel konversi tekanan" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="207" alt="tabel konversi tekanan" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TBRJ2xqhQ5I/AAAAAAAAAaE/ZBwwPJQiKKs/tabel%20konversi%20tekanan_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="195" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TBRJ6nGrZJI/AAAAAAAAAaI/7jHwfscJ3Yw/s1600-h/tabel%20konversi%20momen%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="tabel konversi momen" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="474" alt="tabel konversi momen" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TBRJ9uSw6LI/AAAAAAAAAaM/tSAt-PLpy4E/tabel%20konversi%20momen_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="197" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Baris yang saya blok pakai warna hijau tua adalah angka dan satuan yang akan dikonversi, sedangkan baris, kolom yang saya blok pakai warna hijau muda adalah hasil konversinya. Perhatikan angka dan satuan yang saya blok pakai warna hijau tua, untuk angkanya saya ambil mudahnya yaitu angka 1 (untuk selanjutnya ini disebut sebagai &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;angka pengali&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;), sedangkan untuk satuannya saya ambil yang familiar bagi kita yaitu kilogram (kg), meter (m), degree (deg) (satuan MKS ‘meter, kilogram, second).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Terus bagaimana cara penggunaanya ?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tinggal dilakukan perbandingannya saja, dan saya rasa pasti rekan-rekan sudah tahu semuanya to hehehe….&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Konsep konversi-mengkonversinya saya rumuskan sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TBRJ-vxs0YI/AAAAAAAAAaQ/H6xJMnD5Nt4/s1600-h/rumus%20konversi%5B10%5D.png"&gt;&lt;img title="rumus konversi" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="75" alt="rumus konversi" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TBRJ_qMR2eI/AAAAAAAAAaU/01jrB9PY8n4/rumus%20konversi_thumb%5B8%5D.png?imgmax=800" width="330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;em&gt;Contoh 1&lt;/em&gt;&lt;/u&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;0.5 cm = …….fit&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Jawab :&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;angka pengalinya = &lt;strong&gt;0.5&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;satuan lama = &lt;strong&gt;cm&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;satuan baru yang diinginkan = &lt;strong&gt;fit&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div&gt;&lt;em&gt;Sesuaikan dengan tabel konversi diatas&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div&gt;&lt;em&gt;Ambil angka (nilai) yang ada di tabel untuk dijadikan perbandingan&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TBRKA60DCBI/AAAAAAAAAaY/1tfS5e53tNU/s1600-h/contoh%201%5B3%5D.png"&gt;&lt;img title="contoh 1" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="115" alt="contoh 1" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TBRKCm5Ws7I/AAAAAAAAAac/Pjx0dw3ubkY/contoh%201_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="296" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;0.5 cm&amp;#160; =&amp;#160; (3.2808/100) x 0.5 &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;0.5 cm&amp;#160; = &lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#00ff00"&gt;0.0164 fit&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;em&gt;Contoh 2&lt;/em&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;30 kip = …….N&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Jawab :&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;angka pengalinya = &lt;strong&gt;30&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;satuan lama = &lt;strong&gt;kip&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;satuan baru yang diinginkan = &lt;strong&gt;N&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Sesuaikan dengan tabel konversi diatas&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Ambil angka (nilai) yang ada di tabel untuk dijadikan perbandingan&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TBRKDzrK5DI/AAAAAAAAAag/BGGuKaSLJiY/s1600-h/contoh%202%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="contoh 2" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="159" alt="contoh 2" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TBRKFuMym7I/AAAAAAAAAak/vzu_feCC3mI/contoh%202_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="304" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;30 kip&amp;#160; =&amp;#160; (9.80665 / 2.20E-03) x 30 &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;30 kip&amp;#160; = &lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#00ff00"&gt;133500 N&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;em&gt;Contoh 3&lt;/em&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;25 Mpa = ……. kg/cm&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Jawab :&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;angka pengalinya = &lt;strong&gt;25&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;satuan lama = &lt;strong&gt;Mpa&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;satuan baru yang diinginkan = &lt;strong&gt;kg/cm&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Sesuaikan dengan tabel konversi diatas&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Ambil angka (nilai) yang ada di tabel untuk dijadikan perbandingan&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TBRKGg1STqI/AAAAAAAAAao/old_kN2EGqg/s1600-h/contoh%203%5B3%5D.png"&gt;&lt;img title="contoh 3" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="151" alt="contoh 3" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TBRKIYex8SI/AAAAAAAAAas/O3CQlMldeW4/contoh%203_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;25 Mpa&amp;#160; =&amp;#160; (1.00E-04 / 9.81E-06) x 25 &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;25 Mpa&amp;#160; = &lt;strong&gt;&lt;font color="#00ff00"&gt;&lt;u&gt;254.929 &lt;/u&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;kg/cm&lt;/u&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sampai disini, mudah kan…….&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Oh iya, Jika rekan rekan ingin &lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;download tabel&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; diatas dalam format excel, klik aja &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10266308/konversiunit.xls.html" target="_blank"&gt;&lt;font color="#00ffff"&gt;disini&lt;/font&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;download tabel&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; diatas dalam format PDF, klik aja &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10266283/konversiunitsatuan.pdf.html" target="_blank"&gt;&lt;font color="#00ffff"&gt;disini&lt;/font&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Semoga bermanfaat…….&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5592467528844232670-4132643948539042417?l=www.kampustekniksipil.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kampustekniksipil.co.cc/2010/06/tabel-konversi-satuan-untuk-teknik.html</link><author>maestromusic.lutfi@gmail.com (lutfi@ndri@n)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5592467528844232670.post-5654774603177062811</guid><pubDate>Wed, 02 Jun 2010 01:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-01T18:50:52.702-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hidrologi</category><title>Eko Hidraulik Vs Banjir !</title><description>&lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;b&gt;Eko-Hidraulik Ramah Lingkungan-Suatu Konsep Baru untuk Menanggulangi Banjir dan Kerusakan Lingkungan di Wilayah Keairan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pada kesempatan Seminar Nasional Eko-Hidraulik tanggal 28-29 Maret 2001, Universitas Gadjah Mada kembali melahirkan sebuah asosiasi profesi yang sangat penting kaitannya dengan penanggulangan banjir dan kerusakan lingkungan di wilayah keairan. Asosiasi tersebut diberi nama Asosiasi Eko-Hidraulik Indonesia dan disingkat ASEHI. Tujuan asosiasi ini adalah untuk mengembangkan dan memasyarakatkan konsep baru Eko-Hidraulik ke seluruh lapisan masyarakat dalam rangka menyelamatkan keragaman hayati wilayah keairan (sungai, danau, rawa, dan pantai) serta menanggulangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh rekayasa hidraulik murni di wilayah keairan misalnya banjir dan erosi dasar/tebing sungai. Berdirinya ASEHI ini sekaligus sebagai tanda berbaliknya para ahli Teknik Sipil Hidro dari pemahaman parsial (hidraulik murni) dalam mengelola wilayah keairan ke pemahaman integral yang memasukkan pertimbangan ekologi daham penanganan masalah di wilayah keairan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pembangunan wilayah keairan di seluruh dunia dewasa ini sebagian besar masih menggunakan pola pendekatan rekayasa Teknik Sipil Hidro secara parsial. Sehingga hasil rekayasa tersebut sangat terkesan jelas lepas, bahkan bertentangan dengan kepentingan kelestarian ekologi atau lingkungan. Pola rekayasa hidraulik murni diartikan bahwa dalam penyelesaian masalah di wilayah keairan hanya didasarkan pada fungsi hidraulik wilayah keairan itu saja, tanpa mempertimbangkan dampak negatif dan keterkaitanya terhadap komponen ekologi yang ada. Sebagai misal fungsi suatu sungai, menurut konsep hidraulik murni, sungai hanya dipandang sebagai suatu saluran hidraulik pembuangan air kelebihan menuju ke laut. Jadi dengan konsep ini, semua sungai sebaiknya diluruskan atau ditalud sehingga air dapat secara cepat mengalir ke hilir. Dengan konsep ini komponen ekologi sungai otomatis akan hancur total. Gambar berikut ini menyajikan suatu ilustrasi rekayasa hidraulik murni terhadap suatu sungai.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://bebasbanjir2025.wordpress.com/teknologi-pengendalian-banjir/revitalisasi-danau-telaga-atau-situ/" target="_blank"&gt;&lt;img title="tampang sungai" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="330" alt="tampang sungai" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TAW4cZag66I/AAAAAAAAAZE/YpIUQkIbni4/tampang%20sungai%5B12%5D.png?imgmax=800" width="410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; sumber :&lt;a title="http://bebasbanjir2025.wordpress.com" href="http://bebasbanjir2025.wordpress.com"&gt;http://bebasbanjir2025.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Gambar di sebelah atas adalah kondisi wilayah sungai yang masih alamiah. Pada gambar tersebut terlihat kesatuan antara faktor ekologi dan hidraulik. Pada sungai yang masih alami biasanya selalu memiliki tampang melintang yang heterogen/bervariasi dan ditumbuhi vegetasi yang cukup lebat. Kondisi habitat seperti ini menguntungkan berbagai jenis flora dan fauna sungai (reptil, mamalia sungai, amphibia sungai, ikan, zoobenthos, dan lain-lain). Di samping itu ternyata vegetasi ini mempunyai fungsi hidraulik yang sangat vital yaitu sebagai komponen resistensi banjir dan resiatensi erosi dasar dan tebing sungai. Di sini terlihat jelas bahwa antara faktor ekologi dan hidraulik sebenarnya saling mendukung. Pada saat banjir, vegetasi di sepanjang sungai akan berfungsi sebagai faktor retensi yang akan menghambat kecepatan aliran sungai ke daerah hilir. Karena kecepatan air diperlambat maka muka air akan naik dan menggenangi daerah bantaran sungai di mana vegetasi tumbuh. Penggenangan daerah bantaran secara dinamis dengan durasi alamiah ini justru sangat diperlukan oleh flora dan fauna sungai guna kelangsungan hidupnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Rekayasa hidraulik murni atau konvensional yang dilakukan akan merubah total kondisi alamiah sungai menjadi kondisi sungai buatan (saluran-selokan) seperti pada gambar diatas (bagian bawah). Ditinjau dari sisi ekologi maupun hidraulik, kondisi sungai yang telah tereksploitasi ini sangat tidak menguntungkan. Sungai dengan dinding pasangan batu, beton, atau urugan tanah semacam ini memiliki retensi banjir dan erosi yang sangat rendah dan juga memiliki keragaman hayati yang amat sangat rendah dibanding dengan sebelumnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebagai contoh konkrit kefatalan pendekatan hidraulik murni/ konvensional adalah kejadian di Sungai Kissimmee, Florida Amerika Serikat; kejadian di Sungai Rhine, Jerman, dan kejadian di Sungai Bengawan Solo, Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TAW4eaU-AaI/AAAAAAAAAZI/P4HMFv0gokk/s1600-h/pelurusan%20sungai%201%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img title="pelurusan sungai 1" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="362" alt="pelurusan sungai 1" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TAW4fy8NbLI/AAAAAAAAAZM/EUcajiD61Pg/pelurusan%20sungai%201_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="294" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pelurusan Sungai Kissimmee yang tadinya berbelok berliku secara alami, telah merusak ekosistem sungai dan danau di Florida Amerika Serikat. Semula Sungai Kissimmee yang mengalir berupa meander sepanjang 150 km, diluruskan menjadi 70 km, sehingga habitat bagi satwa yang tadinya seluas 16.000 ha rawa tinggal tersisa 400 ha, sebanyak 75% punah. Akibatnya elang dan rusa, buaya dan ikan menghilang, burung rawa terbunuh atau migrasi ke tempat lain. Sebelum Sungai Kissimmee diluruskan, Danau Okeechobee yang menampung/menerima air sungai itu, kaya akan berbagai jenis ikan dan sekelilingnya subur serta hijau. Sesudah pelurusan sungai, di danau tersebut sering dijumpai ikan yang mati dalam jumlah ratusan ton, tanaman di sekitar danau mengering. Air menjadi kotor, padahal danau tersebut merupakan sumber air minum untuk Kota Miami dan beberapa kota disekitarnya. Diketemukan oleh ahli biologi, ternyata ekosistem rawa berperan sebagai penyaring air agar menjadi jernih (Chiras, 1988; Tanjung &amp;amp; Maryono, 2001).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pelurusan dan pembangunan bendung di Sungai Rhine di Eropa yang merubah Sungai Rhine yang tadinya berkelok-kelok menjadi lurus-lurus dan terpotong-­potong oleh bangunan bendung dari daerah hulu sampai dengan hilir, ternyata telah menyebabkan kepunahan ikan salmon dan berbagai jenis ikan lainnya. Hasil tangkapan ikan salmon yang pada tahun 1901 masih mencapai sebanyak lebih dari 300.000 ekor maka pada tahun 1970-an tidak ada hasil tangkapan sama sekali. Di samping hal tersebut, segala macam jenis flora dan fauna pinggir sungai berkurang sangat drastis dan bahkan sebagian besar punah. Di daerah Rhine bagian atas saja telah terjadi pelurusan sungai dart 350 km panjang sungai alamiah menjadi 270 km sungai buatan dan mematikan habitat ekologi daerah pinggir sungai seluas 870.000 ha (Maryono, 2001).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di Indonesia, baru-baru ini dilaporkan bahwa pelurusan Sungai Bengawan Solo di daerah Sukoharjo, Surakarta, dan Karanganyar yang merubah alur sungai alamiah sepanjang 50 km menjadi kurang dari 35 km, telah mengakibatkan munculnya masalah-masalah baru, tidak hanya masalah ekologi namun juga masalah sosial dan higienis bahkan juga masalah peningkatan tendensi banjir di hilir. Akibat pelurusan tersebut adalah sepanjang 15 km habitat flora dan fauna pinggir sungai hancur, sungai-sungai yang terputus menjadi sungai mati dan merupakan sarang,&lt;sup&gt;,,&lt;/sup&gt; nyamuk dan penyakit lainnya; dengan pelurusan ini tercipta daerah-daerah yang terisolir dan terputus hubungannya dengan dunia luar seluas 525,85 ha dan ancaman banjir kiriman di daerah hilir seperti daerah Ngawi, Bojonegoro dst (Sudarta, 2001).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan laju perkembangan kesadaran lingkungan dan kesadaran berpikir holistik dunia internasional dewasa ini, serta ditemukannya berbagai dampak negatif yang sangat besar dari rekayasa hidraulik murni seperti disebutkan di atas, maka pola pikir rekayasa hidraulik secara parsial ini sejak tahun 80-an di dunia internasional mulai ditinggalkan. Kemudian dikembangkan pola rekayasa interdisipliner baru dengan memasukkan pertimbangan ekologi pada setiap penyelesaian masalah keairan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;img style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-left: 0px; margin-right: 0px; border-bottom: 0px" alt="Island with a palm tree" src="http://messenger.msn.com/MMM2006-04-19_17.00/Resource/emoticons/62_62.gif" align="left" border="0" /&gt;Pendekatan interdisipliner Eko-Hidraulik ini dipandang sebagai suatu pola pendekatan baru yang bisa diterima baik dari orang-orang ekologi maupun Teknik Sipil Hidro serta memiliki keberlanjutan yang tinggi. Karena pendekatan yang digunakan sudah memasukkan pertimbangan faktor fisik (hidraulik) maupun non fisik (ekologi) yang masing-masing memegang peranan penting pada wilayah keairan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di berbagai negara maju seperti Jerman, Amerika, Kanada, dan sebagian besar negara Eropa sudah pada sekitar tahun 80 dimulai pengembangan dalam pengaplikasian konsep Eko-Hidraulik. Perubahan ke arah konsep Eko-Hidraulik tersebut ditandai dengan dikembalikannya sungai-sungai yang telah diluruskan menjadi berkelok-kelok lagi seperti sungai alamiah (contoh Sungai Kissimmee dan anak-anak Sungai Rhine). Juga dihidupkannya kembali daerah-daerah terisolir secara ekologi akibat pelurusan sungai, dihidupkannya kembali daerah rawa-rawa sebagai retensi, konservasi, dan komponen perbaikan kualitas air. Sementara di daerah pantai diadakan penghentian terhadap usaha pemusnahan tanaman-tanaman pinggir pantai misalnya mangrove dan lain-lain.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TAW4hZjK-QI/AAAAAAAAAZQ/eabvj-Z_T4Q/s1600-h/Natchan3i%5B7%5D.jpg"&gt;&lt;img title="Natchan3i" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="166" alt="Natchan3i" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TAW4jTbUL8I/AAAAAAAAAZU/HT9QzgoYcww/Natchan3i_thumb%5B5%5D.jpg?imgmax=800" width="418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di Indonesia penyelesaian masalah keairan dengan pendekatan Eko-Hidraulik belum dimulai, kebanyakan masih menggunakan pola pendekatan lama yakni hidraulik murni. Bahkan masih banyak rencana-rencana pelurusan sungai di berbagai tempat misalnya di Bengawan Solo, Ciliwung, Mahakam, Kapuas, dan lain sebagainya. Pemasyarakatan konsep Eko-Hidraulik di Indonesia sudah sangat mendesak untuk dilakukan, mengingat semakin banyaknya kerusakan lingkungan di wilayah keairan dan banjir akibat rekayasa hidraulik murni beberapa dekade yang lalu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;font color="#80ff80"&gt;Sumber data :&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;font color="#80ff80"&gt;Kompas, 9 September 2001, oleh Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono        &lt;br /&gt;Eko-Hidraulik Ramah Lingkungan-Suatu Konsep Baru untuk Menanggulangi Banjir dan Kerusakan Lingkungan di Wilayah Keairan         &lt;br /&gt;dalam buku :         &lt;br /&gt;EKO-HIDRAULIK         &lt;br /&gt;Pengelolaan Sungai Ramah Lingkungan         &lt;br /&gt;Menanggulangi Banjir dan Kerusakan Lingkungan Wilayah Sungai         &lt;br /&gt;Dr.-Ing.Ir.Agus Maryono&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5592467528844232670-5654774603177062811?l=www.kampustekniksipil.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kampustekniksipil.co.cc/2010/06/eko-hidraulik-vs-banjir.html</link><author>maestromusic.lutfi@gmail.com (lutfi@ndri@n)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5592467528844232670.post-7722391281043583470</guid><pubDate>Tue, 01 Jun 2010 15:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-06-01T17:11:45.058-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hidrologi</category><title>Pelurusan, Sudetan &amp; Tanggul Sungai, Efektifkah Melawan Banjir?</title><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Pelurusan, Sudetan, dan Pembuatan Tanggul Sungai Justru Menyebabkan Banjir Besar&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mendesak sekali permasalahan banjir akhir-akhir ini untuk dikaji secara mendalam guna mencari solusi penanggulangannya. Banjir dengan diikuti tanah longsor yang belakangan ini menghantam di berbagai daerah di Indonesia seperti di Jakarta, Cilacap, Purwakarta, Semarang, Padang, Aceh, dan lain-lain; demikian juga banjir yang terjadi di belahan benua Eropa dan Amerika, seperti banjir di Belanda, di Jerman, di Perancis, di Kalifornia dan Florida beberapa tahun lalu telah menyentak pikiran para ahli sun&lt;u&gt;g&lt;/u&gt;ai dan ahli hidrologi di seluruh dunia guna mencari sebab dan pemecahannya. Bahkan kenapa di Jerman, Perancis, Belanda, dan Amerika yang terkenal dengan kemajuan teknologi persungaiannya tahun­-tahun belakangan ini sering terancam banjir-banjir besar tahunan terus-menerus.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sedikitnya ada tiga faktor yang berpengaruh terhadap kejadian banjir; yakni faktor hujan, faktor perubahan tata guna lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS), dan Faktor kesalahan perencanaan pembangunan alur sungai. Faktor hujan (tingkat kederasan, sebaran serta waktu turunnya) merupakan faktor yang sifatnya makro dan external yang sulit untuk diadakan perubahan oleh rekayasa manusia. Faktor perubahan tata guna lahan di DAS hubungannya dengan banjir nampaknya sudah dipahami oleh banyak khalayak, di mana semakin rusak suatu DAS (karena penebangan hutan, pembangunan pusat olah raga, pembangunan pemukiman besar­-besaran, pembukaan areal untuk perkebunan, dan lain-lain) maka semakin meningkat intensitas banjir di DAS tersebut. Sedang kesalahan perencanaan alur sungai merupakan faktor yang sangat dominan yang saat ini di tingkat internasional sangat intensif didiskusikan. Faktor ini diduga kuat merupakan penyebab banjir-banjir tahunan di berbagai negara. Oleh karena itu uraian dalam artikel ini akan difokuskan mengenai pengaruh faktor kesalahan perencanaan pembangunan alur sungai terhadap banjir.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sungai-sungai di Indonesia 30 tahun terakhir ini mengalami peningkatan pembangunan fisik yang relatif cepat. pembangunan fisik tersebut misalnya pembuatan sudetan-sudetan, pelurusan-pelurusan, pembuatan tanggul sisi, pembetonan/ pengerasan tebing baik pada sungai besar maupun kecil. Hal ini akan berakibat terjadinya percepatan aliran air menuju hilir. Sungai di bagian hilir akan menanggung volume aliran air yang lebih besar dalam waktu yang lebih singkat dibanding sebelumnya. Jika tampung sungai di hilir tidak mencukupi maka akan terjadi banjir. Pelurusan, sudetan, pembuatan tanggul-tanggul pembatas dan pembetonan/perkerasan tebing sungai pada hakekatnya merupakan penghilangan retensi atau pengurangan kemampuan retensi sungai terhadap aliran airnya yang berarti juga merupakan penciptaan masalah banjir baru di bagian hilir. Mungkin di daerah hulu, di bagian yang di luruskan, masalah banjir dapat diatasi, namun di bagian hilirnya akan menerima beban banjir yang lebih besar. Jika aktivitas ini dilanjutkan terus maka dapat dipastikan pada tahun 2050 nanti sungai-sungai di Indonesia seperti Bengawan Solo, Brantas, Citarum, Cisadane, Musi, dan lain-lain akan selalu mendatangkan banjir bandang setiap tahun. Akibat berikutnya adalah erosi dasar sungai yang tidak bisa diprediksi lokasinya dan tanah longsor di pinggir kanan-kiri sungai akibat peningkatan kecepatan air dan peningkatan volume air di sungai tersebut. Dampak negatif lainnya adalah terjadinya kerusakan lingkungan akibat makin berkurangnya keragaman hayati di areal wilayah sungai. Kelangkaan ini disebabkan oleh aktivitas pelurusan, sudetan, pembuatan tanggul, dan perkerasan sisi yang sekaligus berarti menghilangkan habitat flora-fauna dan ekosistem di sepanjang sungai.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pola pembangunan persungaian dengan model pelurusan, sudetan, dan pembuatan tanggul ini sama persis seperti yang telah dilakukan oleh negara-negara Eropa dan Amerika awal tahun 1800-an sampai tahun 1980-an yang lalu. Karena memang model pembangunan wilayah sungai di Indonesia meniru model yang dilakukan di Eropa. Kasus yang sangat terkenal di dunia persungaian internasional adalah pembangunan dan restorasi Sungai Rhine di Jerman dan juga Sungai Kissitnmee di Florida Amerika Serikat. Sungai Rhine dan anak-anak sungainya mulai tahun 1800-an sampai tahun 1980-an telah diadakan pelurusan, sudetan, pembuatan tanggul, serta penghilangan retensi aliran sepanjang sungai secara besar­besaran. Aktivitas ini dulu dilakukan salah satunya bertujuan untuk menanggulangi banjir-banjir kecil lokal di Sungai Rhine. Langkah ini terbukti sekarang justru sebaliknya mengakibatkan banjir-banjir besar yang hampir setiap tahunnya melanda kota-kota di sepanjang Sungai Rhine, seperti kota Bonn, Koln, Mainz, dan kota­-kota bagian hilir sungai lainnya. Juga di berbagai daerah di sepanjang Sungai Rhine terjadi erosi dasar sungai yang disebabkan oleh peningkatan kecepatan air akibat aktivitas tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TAUioc_JqDI/AAAAAAAAAYk/0FJynZVilZY/s1600-h/rhine-valley%5B8%5D.jpg"&gt;&lt;img title="rhine-valley" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="223" alt="rhine-valley" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TAUisoiIFgI/AAAAAAAAAYo/Rb6ky7TT4r0/rhine-valley_thumb%5B6%5D.jpg?imgmax=800" width="291" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; &lt;em&gt;Sungai Rhine Jerman&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TAUiw3xjCEI/AAAAAAAAAYs/QU14Tv6zl4k/s1600-h/flood%20rhine%20%28jerman%29%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img title="flood rhine (jerman)" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="207" alt="flood rhine (jerman)" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TAUi2g9M_eI/AAAAAAAAAYw/LlXyYDPVhvw/flood%20rhine%20%28jerman%29_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="295" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; &lt;em&gt;Banjir melanda kota disepanjang sungai rhine&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Erosi dasar sungai ini mengancam keselamatan jembatan-­jembatan yang ada di sepanjang Sungai Rhine dan juga menyebabkan longsornya/ tergerusnya tebing-tebing sungai di berbagai tempat. Dari kacamata lingkungan hidup, dampak negatifnya adalah terjadinya penurunan yang sangat drastis pada jumlah serta keragaman flora dan fauna sepanjang Sungai Rhine. Dengan diketahuinya berbagai dampak negatif tersebut, maka di Jerman sekarang ini diadakan proyek besar-besaran dengan dana yang sangat besar untuk mengembalikan sungai-sungai yang telah diluruskan sejauh mungkin ke kondisi semula. Hal yang sama juga dilakukan oleh Amerika Serikat. Pemerintah negara bagian Florida terpaksa harus rela mengeluarkan dana tidak kurang dari US$ 2.000.000.000, untuk mengembalikan Sungai Kissimmee ke kondisi naturnya (alamiahnya).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika Indonesia masih saja menerapkan pola pembangunan sungai berupa pelurusan, sudetan, pembetonan sisi sungai, dan pembatasan limpasan aliran sungai dengan tanggul-tanggul seperti pola yang dilakukan Jerman dan Amerika dekade yang lain, maka dapat dipastikan akan mengalami akibat yang sama. Bahkan akibat buruknya dapat lebih dahsyat lagi karena karakteristik hujan dan sungai di Indone­sia jauh lebih ekstrim.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Contoh konkrit untuk kasus serupa di Indonesia adalah pembangunan Sungai Bengawan Solo. Di bagian hulu, dari Wonogiri sampai Karanganyar, telah diadakan pembangunan tanggul, pelurusan, sudetan, dan pembersihan retensi dengan penghilangan tumbuh-tumbuhan di pinggir kanan-kiri sungai maupun dengan perkerasan dinding sungai. Usaha ini dimaksudkan untuk menyelamatkan kota Solo (Surakarta) dari banjir dengan cara mengalirkan secepat-cepatnya air yang melewati kota tersebut. Namun air yang mengalir cepat ini, tidak disadari, akan menerjang daerah-daerah bagian hilir setelah kota Solo seperti daerah Bojonegoro dst. Daerah tersebut akan menerima beban aliran yang lebih besar daripada sebelumnya. Maka dapat dipastikan bahwa daerah tersebut nantinya akan mengalami banjir kiriman dari Solo. Guna menanggulangi banjir kiriman ini, selanjutnya daerah bagian hilir diprediksi akan juga berusaha membuat tanggul-tanggul, sudetan-­sudetan dan pelurusan-pelurusan serupa. Demikian seterusnya hingga tanggul, sudetan, pelurusan, dan perkerasan tebing sungai ini akan berjalan dari hulu sampai ke daerah paling hilir di Tuban. Akhirnya. jika tidak ada rekayasa baru yang merevisi cara pembangunan sungai ini, Sungai Bengawan Solo lima puluh tahun lalu (tahun 2050) dapat dipastikan menjadi sungai buatan yang kelihatannya rapi, lurus-lurus, bertanggul di sisi kanan-kirinya tapi amat sangat labil dan berbahaya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Langkah penyelesaian dengan menghidupkan/ mengaktifkan kembali retensi di sepanjang alur aliran sungai, dengan meningkatkan kualitas ekosistem serta habi­tat flora dan fauna sepanjang sungai, tidak secara mudah membuat pelurusan pelurusan sungai, pembuatan tanggul-tanggul, dan sudetan-sudetan adalah langkah yang dirasa paling tepat. Langkah ini berarti meredam banjir di sepanjang sungai dengan menggunakan retensi sungainya sendiri. Tapi, sebagai konsekuensinya akan mungkin terjadi luapan/ banjir kecil-kecil di berbagai tempat di sepanjang alur sungai. Namun hal justru ini lebih baik, dibanding banjir sangat besar yang menerjang suatu daerah tertentu saja. Di samping itu perlu diketahui bahwa justru banjir-banjir kecil itu sangat diperlukan bagi perkembangan dan kelangsungan ekosistem, flora-fauna, dan habitatnya di sepanjang wilayah sungai. Dengan suburnya habitat ini maka semakin tinggi pula tingkat retensi/ daya redam sungai tersebut terhadap banjir. Banjir kecil-kecil ini juga berfungsi untuk menjaga stabilitas muka air tanah serta meningkatkan konservasi air permukaan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TAUi7Hi3QLI/AAAAAAAAAY0/Cb461gm6f5E/s1600-h/sungai%20code%20yogya%20%28ditanggul%29%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img title="sungai code yogya (ditanggul)" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="224" alt="sungai code yogya (ditanggul)" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TAUi9_YtfKI/AAAAAAAAAY4/aEnse58852k/sungai%20code%20yogya%20%28ditanggul%29_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="292" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; &lt;em&gt;Sungai code, Yogyakarta (diluruskan/ditanggul)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TAUjD35sQPI/AAAAAAAAAY8/NL4sRO1a3dQ/s1600-h/sungai%20code%20yogya%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img title="sungai code yogya" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="221" alt="sungai code yogya" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TAUjGRvniZI/AAAAAAAAAZA/LSAf47Y57is/sungai%20code%20yogya_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="289" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; &lt;em&gt;Sungai code, Yogyakarta (alami)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Demikianlah faktor kesalahan pembangunan alur sungai, yang dapat menyebabkan terjadinya banjir selama ini, di samping faktor hujan dan perubahan tata guna lahan DAS yang telah disebutkan di atas. Agar kita dapat lebih waspada terhadap kemungkinan banjir di saat sekarang ini dan banjir yang akan terjadi puluhan tahun yang akan datang serta kerusakan lingkungan yang menyertainya, maka perlu perencanaan pembangunan alur sun&lt;u&gt;g&lt;/u&gt;ai (beserta DAS-nya) secara inte­gral dengan mengambil pengalaman-pengalaman kesalahan perencanaan sungai di negeri-negeri maju, yang sekarang akibatnya telah dialami oleh mereka dan dapat dilihat dengan jelas. Jangan sampai pembangunan sungai yang sekarang ini justru memberikan pekerjaan yang lebih besar pada generasi yang akan datang untuk mengoreksinya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;font color="#80ff80"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;font color="#80ff80"&gt;Sumber data :&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;font color="#80ff80"&gt;Kompas, 28 Januari 2001, oleh Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono        &lt;br /&gt;Pelurusan, Sudetan, dan Pembuatan Tanggul Sungai Justru Menyebabkan Banjir Besar         &lt;br /&gt;dalam buku :         &lt;br /&gt;EKO-HIDRAULIK         &lt;br /&gt;Pengelolaan Sungai Ramah Lingkungan         &lt;br /&gt;Menanggulangi Banjir dan Kerusakan Lingkungan Wilayah Sungai         &lt;br /&gt;Dr.-Ing.Ir.Agus Maryono&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5592467528844232670-7722391281043583470?l=www.kampustekniksipil.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kampustekniksipil.co.cc/2010/06/pelurusan-sudetan-tanggul-sungai.html</link><author>maestromusic.lutfi@gmail.com (lutfi@ndri@n)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5592467528844232670.post-945821323083400268</guid><pubDate>Sun, 30 May 2010 01:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-29T18:31:28.656-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hidrologi</category><title>Yuk…Kita kaji Sungai Dengan Konsep Eko-Hidraulik</title><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TAG_oU4z62I/AAAAAAAAAX8/VVE0zGiiJ4E/s1600-h/sungai-ciujung%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img title="sungai-ciujung" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="180" alt="sungai-ciujung" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TAG_qTVaftI/AAAAAAAAAYA/A5J7VOLu32Q/sungai-ciujung_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" width="240" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Sungai merupakan refleksi dari daerah yang dilaluinya. Faktor-faktor seperti kualitas air (unsur kimia dan temperatur), habitat yang ada (flora dan fauna), kondisi hidraulik sungai (debit, muka air, frekuensi aliran, dan lain-lain), dan morfologi sungai dapat dipakai sebagai indikator untuk menganalisis kondisi daerah aliran sungai tersebut. Jika di daerah sekitar sungai banyak aktivitas industri dengan kualitas penjernihan air limbah yang tidak memadai, maka kualitas air sungai (terutama sungai kecil dan menengah) tersebut juga akan terlihat jelas menurun. Jika suatu daerah relatif tandus, maka kondisi tersebut akan direkam oleh sungai kecil yang direfleksikan ke dalam bentuk kurva hidrografnya dengan waktu mencapai puncak yang pendek dan debit puncak yang tinggi serta waktu kering yang lama.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam proses morfologi pembentukan sungai, sungai terbentuk sesuai dengan kondisi geografi, ekologi, dan hidrologi daerah setempat, serta dalam perkembangannya akan mencapai kondisi keseimbangan dinamiknya (Kern, 1994). Kondisi geografi banyak menentukan letak dan bentuk alur sungai memanjang dan melintang. Ekologi menentukan tampang melintang dan keragaman hayati serta faktor resistensi sungai. Sedangkan hidrologi menentukan besar kecil dan frekuensi aliran air di sungai. Namun ketiga faktor tersebut saling terkait dan berpengaruh secara integral membentuk morfologi, ekologi, dan hidraulika sungai alamiah. Morfologi, ekologi dan hidraulika sungai kecil dalam suatu sistem menentukan morfologi, ekologi, hidraulika sungai orde berikutnya. Dengan demikian kondisi morfologi, ekologi, dan hidraulika suatu sungai besar pada umumnya memiliki korelasi dengan kondisi sungai kecil di atasnya (Leopold &lt;i&gt;et.at.,&lt;/i&gt; 1964).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di samping itu, aktivitas manusia &lt;i&gt;(anthropogenic activities)&lt;/i&gt; di sungai merupakan faktor yang sangat penting pada perubahan morfologi, ekologi, maupun hidraulik sungai yang bersangkutan. Bahkan perubahan morfologi sungai besar-besaran, misalnya pelurusan normalisasi sungai Bengawan Solo (dari Sukoharjo sampai Karanganyar) tahun 1994 di Indonesia dan Sungai Rhine di Jerman atau Kissimmee di Amerika Serikat yang terjadi sepanjang dua abad terakhir ini, merupakan aktivitas manusia dalam merubah morfologi, ekologi, dan hidraulik sungai secara ekstrim. Perubahan-perubahan ini akan menyebabkan gangguan keseimbangan sungai yang bersangkutan dan dapat mengarah kepada destabilisasi sungai yang bersifat &lt;i&gt;unpredictable.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;FUNGSI SUNGAI &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="#80ff80"&gt;Sungai Sebagai Saluran Eko-Drainase (Drainase Ramah Lingkungan)&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sungai dalam suatu sistem sungai &lt;i&gt;(river basin)&lt;/i&gt; merupakan komponen eko-drainse utama pada &lt;i&gt;basin&lt;/i&gt; yang bersangkutan. Bentuk dan ukuran alur sungai alamiah, dalam kaitannya dengan eko-drainase, merupakan bentuk yang sesuai dengan kondisi geologi, geografi, ekologi, dan hidrologi daerah tersebut. Konsep alamiah eko-drainase adalah bagaimana membuang air kelebihan selambat-lambatnya ke sungai. Sehingga sungai-sungai alamiah mempunyai bentuk yang tidak teratur, bermeander dengan berbagai terjunan alamiah, belokan, dan lain-lain. Bentuk-bentuk ini pada hakekatnya berfungsi untuk menahan air supaya tidak dengan cepat mengalir ke hilir serta menahan sedimen. Di samping itu juga dalam rangka memecah/menurunkan energi air tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Konsep drainase konvensional yang selama ini dianut yaitu drainase didefinisikan sebagai usaha untuk membuang/mengalirkan air kelebihan di suatu tempat secepat-cepatnya menuju sungai dan secepat-cepatnya dibuang ke laut, menurut tinjauan eko-hidraulik tidak bisa lagi dibenarkan. Dengan konsep pembuangan secepat-cepatnya ini, akan terjadi akumulasi debit di bagian hilir dan rendahnya konservasi air untuk ekologi di hulu. Sungai di hilir akan menerima beban debit yang lebih tinggi dan waktu debit puncak lebih cepat dari pada keadaan sebelumnya dan akan terjadi penurunan kualitas ekologi daerah hulu. Jika sungai kecil, menengah, dan besar dijadikan sarana drainase dengan konsep konvensional seperti di atas, maka akan didapat suatu rezim saluran drainase sebagai ganti rezim sungai.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TAG_rkOSpnI/AAAAAAAAAYE/aEGp_G77LiE/s1600-h/pelurusan%20sungai%5B6%5D.jpg"&gt;&lt;img title="pelurusan sungai" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="200" alt="pelurusan sungai" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TAG_tCnwH-I/AAAAAAAAAYI/xOVdLBty3rk/pelurusan%20sungai_thumb%5B4%5D.jpg?imgmax=800" width="236" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seperti kita ketahui, bahwa pembangunan sungai sampai saat ini belum memperhatikan faktor-faktor lingkungan sebagai unsur penting yang diperlukan dalam rekayasa strukturnya. Rekayasa pembangunan persungaian dirancang &lt;u&gt;hanya berdasarkan kajian-kajian fisik hidraulik tanpa memperhatikan aspek-aspek ekosistem yang berlaku&lt;/u&gt; &lt;u&gt;pada sebuah sistem perairan sungai&lt;/u&gt;. Kondisi yang ada malah menunjukkan upaya pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya air sering memberikan dampak berubahnya kondisi fisik sungai dari kondisi alamiahnya. Sebagai suatu contoh, untuk tujuan pengendalian banjir, alur sungai mungkin harus dipindah/diluruskan/diubah slope dasarnya dan dibuaut dengan konstruksi beton/batu kali pada tebing/ dasar sungai.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Implikasi dari pengelolaan sumber daya air dengan cara tersebut diatas akan berakibat pada berubahnya kondisi ekosistem sungai sebagai habitat bagi perkembangbiakan ikan dan organisme aquatik lainnya. Kondisi ekosistem perairan dapat mengalami perubahan ke arah yang kurang menguntungkakn bagi ikan untuk tumbuh dan berkembang biak, yang selanjutnya akan menyebabkan hilangnya beberapa jenis ikan akibat terputusnya siklus kehidupannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Maryono (2001) mengusulkan Konsep Eko-Drainase, &lt;i&gt;Eco-Drainage Concept, &lt;/i&gt;yaitu &lt;i&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;“Relase of excess water to the rivers at an optimal time which doesn’t cause hygienic and flood problems”&lt;/font&gt;&lt;/i&gt;; eko-drainase diartikan suatu usaha membuang/mengalirkan air kelebihan ke sungai dengan waktu seoptimal mungkin sehingga tidak menyebabkan terjadinya masalah kesehatan dan banjir di sungai yang terkait (akibat kenaikan debit puncak dan pemendekan waktu mencapai debit puncak).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hubungannya dengan penggunaan sungai untuk drainase jaringan irigasi teknis (dalam hal ini, biasanya sungai kecil dan menengah), perlu diteliti lebih jauh kaitannya dengan masalah ekologi sungai. Air limbah pertanian biasanya mengandung pestisida atau pupuk yang kemungkinan besar dapat mengganggu flora, fauna, dan keragaman hayati sungai kecil yang bersangkutan.&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="#80ff80"&gt;Sungai Sebagai Saluran Irigasi&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam perencanaan bangunan irigasi teknis, sungai yang ada dapat dipakai sebagai saluran irigasi teknis, jika dari segi teknis memungkinan. Kehilangan air di saluran dengan menggunakan sungai kecil lebih kecil daripada menggunakan saluran tanah buatan, karena pada umumnya porositas sungai relatif rendah mengingat adanya kandungan lumpur dan sedimen gradasi kecil yang relatif tinggi. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TAG_vrm8XLI/AAAAAAAAAYM/M32i9C2Qgfc/s1600-h/sungai%20sebagai%20jaringan%20irigasi%5B7%5D.png"&gt;&lt;img title="sungai sebagai jaringan irigasi" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="325" alt="sungai sebagai jaringan irigasi" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TAG_x_qH5KI/AAAAAAAAAYQ/9qMbrzaveYQ/sungai%20sebagai%20jaringan%20irigasi_thumb%5B5%5D.png?imgmax=800" width="275" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kaitannya dengan ekologi, perlu dipertimbangkan besarnya debit suplai air di sungai. Sejauh mungkin tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan flora dan fauna sungai yang bersangkutan. Jika pada pengambilan air dengan menggunakan bendung harus diperhitungkan jumlah debit air minimum yang harus tersedia di sungai bagian hilir bendung agar kehidupan ekologi sungai masih dapat berlangsung, demikian pula pada penggunaan sungai untuk saluran irigasi harus dipertimbangkan besarnya debit tambahan maksimum yang masih dapat ditolelir, baik bagi hidraulik maupun bagi ekologi sungai tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Penelitian tentang debit air minimum dan debit air maksimum di suatu sungai kaitannya dengan ekologi sungai dewasa ini sedang berjalan relatif intensif. Hasil-hasil penelitian ini belum banyak dilaporkan dalam temu ilmiah. Penelitian yang dilakukan oleh Schera (1999) mengenai &lt;i&gt;“Minds Wassermenge”&lt;/i&gt; (“Debit Air Minimum”) dapat dijadikan sebagai langkah awal penelitian-penelitian selanjutnya.&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;font color="#80ff80"&gt;Sungai Sebagai Area Ekologi&lt;/font&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebagaimana telah disinggung di atas, sungai mempunyai fungsi vital kaitannya dengan ekologi. Sungai dan bantarannya biasanya merupakan habitat yang sangat kaya akan flora dan fauna sekaligus sebagai barometer kondisi ekologi daerah tersebut. Sungai yang masih alamiah dapat berfungsi sebagai aerasi alamiah yang akan meningkatkan atau menjaga kandungan oksigen air sungai. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TAG_1yYDqwI/AAAAAAAAAYU/Msdx7Z9NDgw/s1600-h/Flowingstream%5B8%5D.gif"&gt;&lt;img title="Flowingstream" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="180" alt="Flowingstream" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TAG_3oB5iaI/AAAAAAAAAYY/pT9L_VKhwYY/Flowingstream_thumb%5B4%5D.gif?imgmax=800" width="240" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Komponen ekologi sungai adalah vegetasi daerah badan, tebing dan bantaran sungai. Pada sungai sering juga ditemui sisa-sisa vegetasi misalnya kayu mati yang posisinya melintang atau miring di sungai. Kayu mati ini pada sungai kecil dan menengah menunjukkan fungsi hidraulik maupun ekologi yang berarti (Scherle, 1999, Kern, 1994). Fungsi hidrauliknya adalah bahwa kayu mati ini akan dapat menghambat aliran air ke hilir, aliran air terbendung sehingga air tertahan di daerah hulu. Keuntungan ekologi dengan kayu mati ini adalah dapat menciptakan keheterogenan kecepatan aliran air dan kedalaman muka air. Di samping itu juga terjadi terjunan-terjunan kecil yang dapat meningkatkan kandungan oksigen dalam air. Kondisi fisik yang demikian ini merupakan habitat yang cocok untuk flora dan fauna suatu sungai, sekaligus berfungsi sebagai retensi aliran air.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Secara umum ekosistem sungai juga mengikuti kaidah ekosistem lainnya. Komponen ekosistem sungai terdiri dari komponen biotik dan abiotik yang saling berpengaruh menjadi satu kesatuan dan memiliki kemampuan untuk membuat sistem aturannya sendiri. Pengaruh komponen fisik misalnya kecepatan aliran sungai, substrat, kualitas air, iklim mikro, karakteristik penyinaran matahari, dan perubahan temperatur sangat menentukan jenis-jenis biotope (fauna) yang ada pada wilayah sungai tersebut. (Diester, 1996).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TAG_55MhYFI/AAAAAAAAAYc/ZW9leK-S6IA/s1600-h/struktur%20dinamika%20sungai%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="struktur dinamika sungai" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="256" alt="struktur dinamika sungai" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/TAG_7TL-sqI/AAAAAAAAAYg/kRSkduyKMzI/struktur%20dinamika%20sungai_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="364" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Menurut Diester (1996), faktor yang sangat menentukan dalam ekosistem sungai adalah struktur dinamik dari debit yang mengalir di suatu sungai. Perkembangan faktor biotik dan abiotik lainnya diatur oleh besar kecilnya debit atau pergantian dari musim kering (debit rendah) dan musim basah (debit tinggi) di mana daerah bantaran/pinggir sungai secara periodik terkena banjir (genangan). Sistem kait-menkait komplek antara faktor biotik dan abiotik dalam suatu ekosistem sungai oleh Diester (1996).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jenis flora dan fauna pada wilayah sungai tergantung pada berbagai macam faktor abiotik (fisik). Faktor abiotik dominan adalah iklim dan formasi geologi permukaan. Kedua faktor ini memberikan kerangka geografis untuk kelangsungan hidup jenis-jenis flora dan fauna sungai. Kondisi tampang memanjang sungai dengan berbagai macam karakteristik substrat, kecepatan air, komposisi unsur kimia yang ada, penyinaran, temperatur, dan jenis kandungan sedimen merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi variditas serta jumlah flora dan fauna sungai.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font color="#00ffff"&gt;&lt;em&gt;Sumber data : &lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font color="#00ffff"&gt;&lt;em&gt;EKO-HIDRAULIK        &lt;br /&gt;Pengelolaan Sungai Ramah Lingkungan         &lt;br /&gt;Menanggulangi Banjir dan Kerusakan Lingkungan Wilayah Sungai         &lt;br /&gt;Dr.-Ing.Ir.Agus Maryono&lt;/em&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5592467528844232670-945821323083400268?l=www.kampustekniksipil.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kampustekniksipil.co.cc/2010/05/yukkita-kaji-sungai-dengan-konsep-eko.html</link><author>maestromusic.lutfi@gmail.com (lutfi@ndri@n)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5592467528844232670.post-2736219448346155741</guid><pubDate>Fri, 28 May 2010 09:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-28T02:29:40.135-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tutorial STAAD Pro</category><title>Yuk….Belajar STAAD Pro</title><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#00ffff"&gt;Kenapa harus STAAD ?&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;STAAD adalah salah satu program analisa program analisa struktur yang pada saat ini telah banyak dipakai diseluruh dunia. STAAD menggunakan teknologi yang paling modern dalam rekayasa elemen hingga, dengan metode input data berbasis object oriented. Program ini dikembangkan oleh tim dengan pengalaman lebih dari 20 tahun riset yang diadakan di USA, Kanada, dan eropa dalam merumuskan metode ini. Dengan ketepatan numerik dan efisiensi perhitungan, metode ini memberikan hasil yang lebih baik daripada metode lain yang diketahui pada semua aplikasi rekayasa strukutur.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kelebihan yang sangat dominan yang dimilki oleh STAAD adalah adalah kemudahan dalam penggunaannya. GUI (Graphical User Interface) dirancang sedemikian rupa agar user/pengguna lebih mudah menggunakan aplikasi dari program ini. Untuk lebih jelasnya, bila anda membuka program STAAD maka anda akan mendapat tampilan GUI seperti dibawah ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S_-IZUN5m-I/AAAAAAAAAWs/cKQN9MIJw9c/s1600-h/GUISTAADINTERFACE5.png"&gt;&lt;img title="GUI STAAD INTERFACE" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="293" alt="GUI STAAD INTERFACE" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S_-Ib1Ocu9I/AAAAAAAAAWw/SMGnJlO98A0/GUISTAADINTERFACE_thumb3.png?imgmax=800" width="435" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;gambar diatas adalah GUI (elemen interface) dari program STAAD, dimana fungsi dari elemen-elemen tersebut adalah sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;1. Menu Pulldown&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S_-Icxjz0GI/AAAAAAAAAW0/0D49ScGPcFQ/s1600-h/GUISTAAD515.png"&gt;&lt;img title="GUI STAAD5" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="27" alt="GUI STAAD5" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S_-IeqA5tlI/AAAAAAAAAW4/ns8yIReOgJs/GUISTAAD5_thumb13.png?imgmax=800" width="294" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bisa juga disebut sebagai menu bar, letaknya disebelah pojok kiri atas layar, tepatnya diatas menu toolbar, fungsi dari menu ini adalah untuk memberikan akses ke semua fasilitas dari STAAD&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;2. Menu Toolbar&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S_-IgA9IpUI/AAAAAAAAAW8/dvbB3js6vSM/s1600-h/GUISTAAD210.png"&gt;&lt;img title="GUI STAAD2" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="49" alt="GUI STAAD2" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S_-IhfmYm9I/AAAAAAAAAXA/zT08c9BdzPY/GUISTAAD2_thumb8.png?imgmax=800" width="424" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Terletak tepat dibawah menu pulldown. Menu ini berguna untuk mengakses perintah yang sering anda gunakan, jadi anda tidak perlu repot-repot lagi untuk mengakses perintah dari menu pulldown. Keberadaan dari menu toolbar akan sangat membantu sekali ketika anda bekerja dengan banyak pengeditan atau modifikasi rancang bangun struktur, sehingga pekerjaan anda akan semakin efektif dan tidak membuang-buang waktu karena harus mondar-mandir di menu pulldown. Selain itu anda juga bisa membuat customized toolbar sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;3. Menu Halaman&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S_-Iigvb__I/AAAAAAAAAXE/xjKwjgwEPgo/s1600-h/GUISTAAD329.png"&gt;&lt;img title="GUI STAAD3" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="230" alt="GUI STAAD3" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S_-IjjwgJHI/AAAAAAAAAXI/ITBMCNkWB2I/GUISTAAD3_thumb25.png?imgmax=800" width="51" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Terletak disamping kiri layar. Menu halaman adalah sekumpulan tab yang mana setiap tab dari kumpulan tab tersebut memiliki page control didalamnya, dimana didalam page control tersebut terdapat tool-tool yang berguna untuk memberikan perintah spesifik yang akan memudahkan dalam pemodelan dan verifikasi hasil analisa. Organisasi dari tab-tab tersebut menggambarkan operasi yang berurutan dari atas ke bawah, sehingga betul-betul akan mengarahkan anda pada pemodelan yang sistematis (berurutan mulai dari pemodelan – analisa – hingga verivikasi ), sehingga akan memudahkan pekerjaan anda. Tidak hanya itu saja, setiap tab dirancang dengan nama yang spesifik dan icon tool tersendiri, sehingga betul-betul memanjakan dan memudahkan anda ketika bekerja pada program ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;4. Menu Data Area&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S_-IlGAmoDI/AAAAAAAAAXM/CeGfODk6_-s/s1600-h/GUISTAAD44.png"&gt;&lt;img title="GUI STAAD4" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="223" alt="GUI STAAD4" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S_-ImS7GQRI/AAAAAAAAAXQ/qL42fSU22zM/GUISTAAD4_thumb2.png?imgmax=800" width="119" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Terletak disamping kanan layar. Menu ini adalah menu tampilan dari operasi yang anda lakukan pada menu halaman. Jika anda menjalankan program STAAD dan anda mengoperasikan fungsi menu halaman, maka penjelasan dan menu apa saja yang terkandung didalamnya akan ditampilkan pada menu data area. Sebagai contoh, jika anda memilih general &amp;gt; support page pada menu halaman, maka pada menu data area akan menampilkan informasi support-node dan description-support (jenis perletakan/restraint) yang akan digunakan, seperti jepit, sendi, roll, atau anda bisa mendefinisikannya sendiri. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;5. Menu Window&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S_-In_y676I/AAAAAAAAAXU/RBmfGNIM92A/s1600-h/GUISTAAD110.png"&gt;&lt;img title="GUI STAAD1" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="276" alt="GUI STAAD1" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S_-IpOtR-uI/AAAAAAAAAXY/xcklt5LHyTA/GUISTAAD1_thumb4.png?imgmax=800" width="285" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;menu window adalah layar tempat anda bekerja, dimana pemodelan yang anda lakukan dan hasil analisa dari pemodelan yang anda lakukan tersebut ditampilkan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tips :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" alt="Light bulb" src="http://messenger.msn.com/MMM2006-04-19_17.00/Resource/emoticons/lightbulb.gif" align="left" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;kemudahan yang diberikan program STAAD pro, akan sangat anda rasakan tidak hanya dalam segi inputing data saja, tetapi terutama dalam menampilkan hasil desain struktur, seperti :&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Hasil penulangan lentur bisa langsung didapat hanya dengan memasukan data kuat lentur dan diameter tulangan&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Gambar tulangan memanjang balok beserta sengkangnya bisa ditampilkan&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Gambar detail tulangan baik balok/kolom bisa juga ditampilkan&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Khusus pengguna STAAD Pro 2007, untuk perhitungan struktur baja, detail sambungan lengkap beserta jaraknya bisa ditampilkan, bahkan secara 3D (tiga dimensi) lho…&amp;#160;&amp;#160; &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#00ffff"&gt;&lt;u&gt;Bagaimana Ya…..Cara Menggunakan STAAD?&lt;/u&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" alt="Peace Sign" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/67.gif" border="0" /&gt;Mudah kok….!, karena prosedur (urutan tahap pengerjaannya) sudah disesuaikan dengan urutan input data berdasarkan format dari menu halaman yang sudah diuraikan diatas.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebelum kita akan membahas cara mengoperasikan STAAD lebih lanjut, maka ada baiknya kita perlu tahu dulu 7 (tujuh) tahapan dalam rancang bangun pemodelan&amp;#160; struktur pada STAAD.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;1. Menentukan geometri model struktur&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;2. mendefinisikan data2&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160; - Jenis &amp;amp; kekuatan bahan&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160; - Menentukan dimensi penampang elemen struktur&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160; - Macam beban (load) yang bekerja&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160; - Kombinasi pembebanan (load combination)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;3. Menempatkan (Assign) data yang sudah didefinisikan ke model struktur yang direncanakan, ini meliputi :&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160; - Data beban&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160; - Data penampang&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;4. Cek input data (memeriksa kembali input data)&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160; - Apakah jenis materialnya sudah didefinisikan dan sudah ditempatkan (assign) dengan benar ?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160; - Apakah dimensinya elemen penampang yang di input sudah sesuai dengan yang direncanakan?, apakah sudah di tempatkan (assign) dengan benar?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160; - Apakah beban-beban sudah ditempatkan dengan benar ?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160; - Apakah kombinasi pembebanan sudah didefinisikan dengan benar ?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;5. Analisa Struktur ( Mekanika Teknik)&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;6. Desain model struktur (baja, beton atau jenis bahan yang lain) dengan aturan-aturan ada (yang berlaku di negara kita seperti SKSNI, PBI)&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;7. Modifikasi struktur / re-design&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" alt="Open-mouthed" src="http://messenger.msn.com/MMM2006-04-19_17.00/Resource/emoticons/teeth_smile.gif" align="left" border="0" /&gt;Catatan : khusus untuk yang nomor 6, STAAD tidak menyediakan menu/tool untuk mengedit reduksi kekuatan bahan (untuk menyesuaikan dengan peraturan beton yang berlaku SKSNI/PBI ‘91) seperti yang kita dapat kalau kita memodel struktur dengan menggunakan SAP ( yah…ini adalah salah satu kelemahan STAAD), tapi jangan khawatir, kelemahan ini bisa disiasati kok yaitu dengan memanipulasi faktor kombinasi beban&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Perlu diketahui, khusus untuk desain struktur beton bertulang, dalam menetapkan kombinasi pembebanan sebaiknya berhati hati dan tidak hanya melihat dari segi faktor pembebanan saja, sebab untuk metode tertentu semisal SKSNI ‘91 tidak dikenal dalam STAAD, sehingga jika hanya melihat dari faktor pembebanan sesungguhnya yang sesuai dengan SKSNI ‘91 hanya beban rencananya, sedang desain strukturnya tidak sesuai dengan SKSNI ‘91.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebagai contoh pada SKSNI ‘91 ingin dilakukan kombinasi sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;U = 1.2 DL + 1.6 LL ……………….(1)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;U = 1.05 (DL + LLr&amp;#160; ± E )………….(2)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;U = 0.9 DL ± E……………………..(3)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nah…jika kita ingin mendesain beton bertulang dengan menggunakan program STAAD, maka mau ndak mau kita harus menggunakan metode (code) ACI, BS8007, BS8110, Canadian, Chinese, EC2, French, Jerman, Indian, atau Japanese, yang mana sudah kita ketahui bahwa metode (code)2 tersebut memiliki parameter yang berbeda denagn SKSNI ‘91 terutama faktor reduksinya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk menyiasatinya supaya desain beton sesuai dengan parameter yang ada pada SKSNI, maka dapat dilakukan dengan memanipulasi faktor kombinasi beban. Sebagai contoh jika analisa strukturnya menggunakan metode ACI, maka perbedaan faktor reduksinya dengan SKSNI ‘91 adalah sebagai berikut &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Lentur balok&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160; ACI = 0.9&amp;#160;&amp;#160; sedangkan&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; SKSNI = 0.8&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Aksial kolom&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160; ACI = 0.7&amp;#160;&amp;#160; sedangkan&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; SKSNI = 0.65&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- Geser balok &amp;amp; kolom&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160; ACI = 0.8&amp;#160;&amp;#160; sedangkan&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; SKSNI = 0.6&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;contoh :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jika faktor reduksi yang dipakai sebagai dasar perhitungan konversi dari ACI ke SKSNI ‘91 adalah faktor reduksi lentur balok, maka faktor konversi dari ACI ke SKSNI ‘91 = (0.9/0.8) = &lt;font color="#ff00ff"&gt;1.125&lt;/font&gt;. Nah..faktor konversi ini kita masukan ke faktor kombinasi pembebanan sehingga:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- U = 1.2 &lt;font color="#ff00ff"&gt;(1.125)&lt;/font&gt; DL + 1.6 &lt;font color="#ff00ff"&gt;(1.125)&lt;/font&gt; LL &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- U = 1.05 &lt;font color="#ff00ff"&gt;(1.125)&lt;/font&gt; (DL + LLr&amp;#160; ± E) &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- U = 0.9 &lt;font color="#ff00ff"&gt;(1.125)&lt;/font&gt; DL ± E&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;….sehinga kesemua faktor pembebanannya menjadi&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- U = 1.35 DL + 1.8 LL&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- U = 1.81 (DL + LLr ± E)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- U = 1.01 DL ± E&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebagai tambahan, contoh diatas hanyalah salah satu penyesuaian dari satu parameter yaitu parameter faktor reduksi lentur balok. Sedangkan parameter lain belum dipertimbangkan dalam konversi ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" alt="Smile" src="http://messenger.msn.com/MMM2006-04-19_17.00/Resource/emoticons/regular_smile.gif" align="left" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Baik sekarang kita akan lanjutkan ke contoh memodel dan medesain struktur dengan program STAAD ini, dan tentu saja di posting saya berikutnya&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;semoga bermanfaat …….&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;div&gt;&lt;/div&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5592467528844232670-2736219448346155741?l=www.kampustekniksipil.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kampustekniksipil.co.cc/2010/05/yukbelajar-staad-pro.html</link><author>maestromusic.lutfi@gmail.com (lutfi@ndri@n)</author><thr:total>10</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5592467528844232670.post-2329660395135654100</guid><pubDate>Thu, 13 May 2010 04:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-12T21:49:27.716-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Serba-Serbi Arsitektur</category><title>Sudah Idealkah Tangga Anda?</title><description>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-uCnYXtaKI/AAAAAAAAAUc/Szwc_UVpgR4/s1600-h/t9%5B7%5D.png"&gt;&lt;img title="t9" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; border-right-width: 0px" height="121" alt="t9" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-uCrP89S2I/AAAAAAAAAUg/Wnx7kRhHCb4/t9_thumb%5B5%5D.png?imgmax=800" width="95" align="left" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebagai jalur vertikal penghubung antar lantai, tangga menyimpan potensi bahaya bagi pemakainya, karena itu salah dalam membuatnya bisa mengakibatkan pengguna/pemakainya meresa lelah saat menapakainya, bahkan bisa saja terpeleset dan jatuh akibat salah menginjak anak tangga. Mungkin juga pengguna terjatuh akibat permukaan anak tangga licin, atau tangga tidak memiliki pagar pengaman. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk meminimalkan potensi bahaya tersebut, maka sebelum merancang dan membuat tangga, sebaiknya perlu diketahui dulu aspek-aspek dalam perencanaan tangga, untuk itulah kita perlu mengetahui dulu data mengenai, siapa saja pengguna tangga itu?, apa saja yang dibawa saat menaiki tangga?, seberapa sering tangga itu digunakan?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;adanya data tersebut akan mempengaruhi secara keseluruhan dari desain tangga tersebut, semisal, &lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div&gt;Jika penggunaan tangga tersebut untuk anak2 atau manula, maka otomatis desain pada tinggi pijakan harus dibuat senyaman mungkin, kemudian tangga harus diberi pengaman khusus, railing tangga harus kokoh dan rapat. &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Jika penggunaan tangga tersebut, untuk lalu lintas para pengunjung yang membawa barang bawaan berat semisal di mall-mall yang notabene intensitas penggunanya sangat padat sekali, maka otomatis struktur tangga harus didesain dengan kuat dan kokoh, dan jika tangga tersebut nantinya dibuat dengan material beton, maka pembesian tangga tersebut harus diperhatikan secara benar, faktor beban keamanan harus mengikuti standard aturan yang berlaku (PMI ‘83), tinggi dari pijakan harus didesain sedemikian rupa sehingga para pengguna merasa nyaman dan tidak khawatir terpeleset pada saat menapakinya.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-uCxUtCpFI/AAAAAAAAAUk/_Bws56UHaKc/s1600-h/t16%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="t16" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="262" alt="t16" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-uC5Q4Nl6I/AAAAAAAAAUo/GATinu9lwKY/t16_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="357" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setidaknya ada tiga aspek yang perlu diperhatikan dalam perencanaan sebuah tangga yang ideal, dan enam pendukung sistem struktur tangga yang ideal &lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#80ff80"&gt;Tiga aspek dalam perencanaan tangga yang harus diperhatikan :&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;&lt;u&gt;1. Aspek Keamanan.&lt;/u&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tangga yang ideal harus mempunyai syarat keamanan, memenuhi syarat keamanan berarti tangga memiliki konstruksi yang kokoh untuk menahan atau menampung beban-beban dari konstruksi itu sendiri dan menampung beban manusia yang menggunakannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;&lt;u&gt;2. Aspek Kenyamanan&lt;/u&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tangga yang ideal harus mempunyai syarat kenyamanan, memenuhi syarat kenyamanan berarti pemakai/pengguna tidak merasa sulit dan lelah saat menapakinya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk memberikan rasa nyaman ketika menaiki tangga, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat perencanaannya, seperti : &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;· Tinggi dan ukuran anak (pijakan) tangga&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;· Kemiringan (kecuraman)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;· Penggunaan pagar tangga (railing &amp;amp; bluster)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;· Penggunaan borders&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;· Material anti slip, dan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;· Pencahayaan pada ruang tangga &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;3. Aspek Estetika&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pilihan model dan desain tangga rumah anda, harus sesuai dengan arsitektural rumah anda secara keseluruhan. Sehingga tangga rumah anda tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung lantai bawah dan atas saja, tapi juga bisa memberikan nilai tambah bagi keindahan rumah anda.&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#80ff80"&gt;Enam Pendukung Sistem Struktur tangga yang harus diperhatikan :&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&amp;#160;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-uDEjxio4I/AAAAAAAAAUs/yen3X352jWE/s1600-h/t2%5B12%5D.png"&gt;&lt;img title="t2" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="493" alt="t2" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-uDSHq1Y9I/AAAAAAAAAUw/Ojur5Vd8y8s/t2_thumb%5B10%5D.png?imgmax=800" width="293" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-uDc-pab5I/AAAAAAAAAU0/2WZyfY-wagI/s1600-h/t3%5B3%5D.png"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;div align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;&amp;#160; &lt;/font&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#ffff00" size="4"&gt;1. Pondasi&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Dibuat agar tangga tidak mengalami penurunan atau pergeseran. Pondasi dapat berupa pemasangan batu kali, beton bertulang atau kombinasi keduanya.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#ffff00" size="4"&gt;2. Ibu Tangga&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Merupakan konstruksi pokok yang mendukung anak tangga, dapat merupakan konstruksi yang menjadi satu dengan rangka bangunan atau terpisah.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#ffff00" size="4"&gt;3. Anak Tangga&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Sebagai tempat bertumpunya telapak kaki, syaratnya harus dipasang dengan teratur (agar enak dan nyaman saat dilalui), bentuk dan ukurannya harus ideal untuk memberikan rasa aman dan nyaman.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#ffff00" size="4"&gt;4. Pagar Tangga&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Pelindung disamping sisi tangga agar orang tidak terperosok. Terdiri dari berbagai motif. Pembuatannya harus mempertimbangkan unsuk keamanan, kenyamanan dan keindahan.&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/div&gt;    &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#ffff00" size="4"&gt;5. Pegangan Tangga&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;Tempat berpegang bagi orang yang akan naik turun tangga agar aman, bentuknya bisa bulat atau persegi (tergantung selera), dibuat agar terasa enak dan pas oleh genggaman telapak tangan. Membutuhkan tumpuan berupa pagar tangga yang ditanam pada anak tangga dan ibu tangga&lt;/font&gt;&amp;#160;&lt;/div&gt;    &lt;div align="justify"&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;6. Bordes&lt;/font&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div align="justify"&gt;Adalah pelat datar diantara anak-anak tangga untuk tempat beristirahat. Lebar bordes ideal untuk bangunan rumah antara 80-100 cm, dan bangunan umum antara 120-200 cm&lt;/div&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-uD2JVCBXI/AAAAAAAAAU4/YEXe5yFt9xo/s1600-h/t5%5B20%5D.png"&gt;&lt;img title="t5" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="270" alt="t5" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-uEMZ9fppI/AAAAAAAAAU8/_PU68amUTs8/t5_thumb%5B18%5D.png?imgmax=800" width="302" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;font size="4"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-uDc-pab5I/AAAAAAAAAVA/qnbuBKLF9Uc/s1600-h/t3%5B18%5D.png"&gt;&lt;img title="t3" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: block; float: none; margin-left: auto; border-left: 0px; margin-right: auto; border-bottom: 0px" height="370" alt="t3" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-uEzSZn_kI/AAAAAAAAAVI/f8igfahp6nI/t3_thumb%5B14%5D.png?imgmax=800" width="300" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;font face="Monotype Corsiva" color="#00ffff" size="5"&gt;N a h !&amp;#160; S u d a h&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; i d e a l k a h&amp;#160;&amp;#160; t a n g g a&amp;#160;&amp;#160; a n d a ?……&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;font face="Monotype Corsiva" color="#00ffff" size="5"&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="CityBlueprint" size="5"&gt;Referensi :&lt;/font&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="CityBlueprint" size="5"&gt;-majalah serial rumah (tangga)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font face="CityBlueprint" size="5"&gt;-catatan kuliah struktur tangga&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5592467528844232670-2329660395135654100?l=www.kampustekniksipil.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kampustekniksipil.co.cc/2010/05/sudah-idealkah-tangga-anda.html</link><author>maestromusic.lutfi@gmail.com (lutfi@ndri@n)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5592467528844232670.post-6803240496497224673</guid><pubDate>Sun, 09 May 2010 00:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-05-15T21:29:00.396-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Serba-Serbi Lapangan</category><title>Rumus Praktis Menghitung Panjang Jurai Untuk Menghitung Luasan Atap</title><description>&lt;p align="justify"&gt;Posting kali ini adalah sambungan dari posting saya sebelumnya yang membahas mengenai “&lt;a href="http://www.kampustekniksipil.co.cc/2010/05/cara-menghitung-kebutuhan-atap-rumah.html"&gt;&lt;font color="#00ffff"&gt;Cara Menghitung Kebutuhan Atap Rumah&lt;/font&gt;&lt;/a&gt;”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seperti yang sudah diuraikan sebelumnya bahwasanya sebelum menghitung kebutuhan atap, maka harus dihitung dahulu luasan atapnya (dalam hal ini adalah : luasan bidang tembereng). Luasan tembereng bisa dihitung jika panjang jurai atapnya sudah diketahui.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-YC8imeDsI/AAAAAAAAAS8/j2mvOb7tIR8/s1600-h/ATAPGABLE%5B7%5D.png"&gt;&lt;img title="ATAPGABLE" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="258" alt="ATAPGABLE" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-YDCaWbzzI/AAAAAAAAATA/ElxIuMLnvZw/ATAPGABLE_thumb%5B5%5D.png?imgmax=800" width="404" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk menghitung panjang jurai bisa digunakan rumus berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-9zbaVb5jI/AAAAAAAAAV0/YIQ42BK9qGI/s1600-h/rumus%20menghitung%20panjang%20jurai%5B1%5D.png"&gt;&lt;img title="rumus menghitung panjang jurai" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="25" alt="rumus menghitung panjang jurai" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-9zcHSqrWI/AAAAAAAAAV4/fd_VLt2fF4M/rumus%20menghitung%20panjang%20jurai_thumb%5B1%5D.png?imgmax=800" width="172" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mungkin teman2 pasti bertanya-tanya, darimanakah asal dari rumus tersebut?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jawabannya :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;sederhana kok, hanya kolerasi hitungan matematika saja, yaitu penggabungan antara konsep phytagoras dan rumus sudut &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Perhatikan gambar dibawah ini :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-YDJZNMIbI/AAAAAAAAATM/uk-OGmXGfFg/s1600-h/Atap5.png"&gt;&lt;img title="Atap" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="272" alt="Atap" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-YDLclspNI/AAAAAAAAATQ/BhcHQDr4Ovo/Atap_thumb5.png?imgmax=800" width="410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;(Gb.1) &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Garis yang berwarna merah = Jurai Atap, Garis yang berwarna kuning = garis bantu horizontal, Garis yang berwarna hijau = garis bantu vertikal, Garis yang berwarna biru = tinggi kuda2 (tinggi dari alas ke nok)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-YDNYpwgmI/AAAAAAAAATU/ejX3SJgY5X8/s1600-h/NewPicture333.png"&gt;&lt;img title="rumus atap 2" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="298" alt="rumus atap 2" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-YDPYJUizI/AAAAAAAAATY/MiNqM2TJwkI/NewPicture33_thumb3.png?imgmax=800" width="317" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;(Gb.2) &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Konsepnya : &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika panjang dari garis biru di kuadratkan, panjang dari garis hijau di kuadratkan, dan panjang dari garis kuning di kuadratkan, kemudian hasilnya dijumlahkan, dan setelah itu hasil dari penjumlahan tersebut diakarkan, maka akan didapat panjang dari garis merah&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Atau secara redaksionalnya adalah :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Akar dari jumlah garis biru kudarat ditambah garis hijau kuadrat, ditambah garis kuning kuadrat itu sama dengan panjang dari garis merah (garis jurai)&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Jadi kalau konsep diatas dijadikan sebuah perumusan maka bisa ditulis :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Panjang dari jurai (garis warna merah)&lt;/strong&gt; :……….&lt;strong&gt;&lt;font color="#00ffff"&gt;(rumus.1)&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-YDQ_bULgI/AAAAAAAAATc/NpC9vWpIHlk/s1600-h/NewPicture3614.png"&gt;&lt;img title="rumus panjang jurai" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="65" alt="rumus panjang jurai" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-YDT7q39tI/AAAAAAAAATg/MZ94t7SKk-k/NewPicture36_thumb14.png?imgmax=800" width="184" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nb : Ndak percaya?!…Silahkan anda buktikan sendiri!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Baik!, sekarang kita kembali ke perumusan diatas, lihat Gb.2&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nah…katakanlah atapnya memiliki lebar sepanjang L (lihat gbr diatas), maka akan didapat panjang dari garis hijau dan kuning sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;font color="#00ff00"&gt;&lt;strong&gt;garis hijau&lt;/strong&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; = &lt;strong&gt;L/2&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;&lt;strong&gt;garis kuning&lt;/strong&gt;&amp;#160; = &lt;strong&gt;L/2&lt;/strong&gt; &lt;/font&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;font color="#ffffff"&gt;Trus, bagaimana untuk panjang dari garis biru ?&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk menghitung garis biru, bisa dijabarkan sebagai berikut (lihat yang saya lingkari pakai warna merah)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-YDWHazt1I/AAAAAAAAATk/ERTyPOd1JI4/s1600-h/ataphifroofsection126.png"&gt;&lt;img title="ataphifroofsection12" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="211" alt="ataphifroofsection12" src="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-YDYIFaV3I/AAAAAAAAATo/3o_QOLYbESU/ataphifroofsection12_thumb4.png?imgmax=800" width="311" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Panjang dari garis tersebut adalah :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;tan α = ( panjang dari garis tersebut / setengah panjang L )&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;panjang dari garis tersebut = tan α x setengah panjang L&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; = tan α&amp;#160; x&amp;#160; (0.5 x L)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;font color="#0080ff"&gt;Jadi panjang garis biru&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; = tan α&amp;#160; x 0.5 L&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-YDD-eM6nI/AAAAAAAAATE/wt_Zo2eik6c/s1600-h/RumusPanjangJurai1.png"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nah…jika nilai2 tersebut yaitu :&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;font color="#00ff00"&gt;&lt;strong&gt;Panjang garis hijau&lt;/strong&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; = &lt;strong&gt;L/2&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;&lt;strong&gt;Panjang garis kuning&lt;/strong&gt;&amp;#160; = &lt;strong&gt;L/2&lt;/strong&gt; &lt;/font&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;font color="#0000ff"&gt;&lt;strong&gt;Panjang garis biru&lt;/strong&gt;&amp;#160; = &lt;strong&gt;tan α&amp;#160; x 0.5 L&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p align="justify"&gt;disubstitusi pada&amp;#160; &lt;strong&gt;&lt;font color="#00ffff"&gt;rumus.1&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&amp;#160; diatas, maka akan didapatkan harga/rumus sbb :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-9zdFxJgXI/AAAAAAAAAV8/9EznIXlZCyM/s1600-h/rumus%20menghitung%20panjang%20jurai%5B3%5D.png"&gt;&lt;img title="rumus menghitung panjang jurai" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="25" alt="rumus menghitung panjang jurai" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-9zd5t9zjI/AAAAAAAAAWA/S9-I19y-V5I/rumus%20menghitung%20panjang%20jurai_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="172" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Cukup mudah kan…..Baik sekarang kita menginjak ke contoh kasus&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;u&gt;Contoh diambil pada posting sebelumnya&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebuah rumah dengan model atap &lt;strong&gt;Hip Roof&lt;/strong&gt; (atap perisai) dengan ukuran atap sedemikian rupa, dan rencananya akan memakai penutup atap genteng beton dengan ukuran panjang 40 cm&amp;#160; (dimana tiap 1m2 = 11 buah genteng beton). Sudut kemiringan atap sebesar 35&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-YDakzjD6I/AAAAAAAAATs/2VrzXjkFN2U/s1600-h/PLANATAP55.png"&gt;&lt;img title="PLANATAP5" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="270" alt="PLANATAP5" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-YDc_Ai3QI/AAAAAAAAATw/cVmn4om629o/PLANATAP5_thumb3.png?imgmax=800" width="371" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-YDmO1YW4I/AAAAAAAAAT0/h0JhBL8WCFw/s1600-h/ATAPGABLE94.png"&gt;&lt;img title="ATAPGABLE9" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="224" alt="ATAPGABLE9" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-YDrfzQPwI/AAAAAAAAAT4/h6zczXbmbpM/ATAPGABLE9_thumb2.png?imgmax=800" width="367" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hitunglah luas atap dan jumlah kebutuhan atap genteng betonnya ?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;1. Kita hitung dulu panjang jurai atap (warna merah), dengan rumus diatas&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-YDtjz30KI/AAAAAAAAAT8/7dIvmGeZIIQ/s1600-h/New%20Picture%20%2837%29%5B2%5D.png"&gt;&lt;img title="New Picture (37)" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="253" alt="New Picture (37)" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-YDwEZQO6I/AAAAAAAAAUA/5EpFg9wgb2M/New%20Picture%20%2837%29_thumb%5B2%5D.png?imgmax=800" width="291" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-9zeb2elgI/AAAAAAAAAWE/5AvU5iPIPnE/s1600-h/rumus%20menghitung%20panjang%20jurai%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="rumus menghitung panjang jurai" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="25" alt="rumus menghitung panjang jurai" src="http://lh6.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-9zfTYZJwI/AAAAAAAAAWI/cCKJxfT-6fQ/rumus%20menghitung%20panjang%20jurai_thumb%5B5%5D.png?imgmax=800" width="172" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Panjang jurai atap = √&amp;#160; ( ( 0.5 L tan α)&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; + 0.5 (L&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;)&amp;#160; )&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; = √&amp;#160; ( ( 0.5 x 6 x tan 35&lt;sup&gt;o &lt;/sup&gt;)&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; +&amp;#160; 0.5 (6&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;)&amp;#160; )&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; = &lt;strong&gt;&lt;font color="#00ffff"&gt;4.733 m&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;2. Menghitung Panjang sisi miring kuda2&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-YDyed9ztI/AAAAAAAAAUE/W-Re-J0Vi_c/s1600-h/ataphifroof85%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="ataphifroof85" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="219" alt="ataphifroof85" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-YDz9dKeTI/AAAAAAAAAUI/yrASlGEeVpE/ataphifroof85_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="324" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;panjang sisi miring =&amp;#160;&amp;#160; √ 2.101&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&amp;#160; +&amp;#160;&amp;#160; (1/2 L)&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; =&amp;#160;&amp;#160; √ 2.101&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&amp;#160; +&amp;#160; (1/2 x 6)&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; =&amp;#160;&amp;#160; &lt;font color="#00ffff"&gt;&amp;#160; &lt;strong&gt;3.662 m&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;(Catatan : angka 2.101 didapat dari 0.5 x L x tan α)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;3. Menghitung Luas Atap&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-YD2ZhgbqI/AAAAAAAAAUM/lDrgtDfecLM/s1600-h/atapgenteng3%5B5%5D.png"&gt;&lt;img title="atapgenteng3" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="209" alt="atapgenteng3" src="http://lh4.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-YD4hR3-AI/AAAAAAAAAUQ/ylw_v9_YOw0/atapgenteng3_thumb%5B3%5D.png?imgmax=800" width="382" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;dari gambar denah atap diatas, kita bagi menjadi enam segmen luasan atap ( A, B, C, D, E, F, dan G )&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;biar lebih mudah, hasil perhitungan diatas kita plotkan ke gambar seperti dibawah ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-YD6weVdoI/AAAAAAAAAUU/Zv-NaeoxEn0/s1600-h/SECTIONROOFF9%5B6%5D.png"&gt;&lt;img title="SECTIONROOFF9" style="border-top-width: 0px; display: block; border-left-width: 0px; float: none; border-bottom-width: 0px; margin-left: auto; margin-right: auto; border-right-width: 0px" height="273" alt="SECTIONROOFF9" src="http://lh3.ggpht.com/_vtLdSlNBOvQ/S-YD9qbCvhI/AAAAAAAAAUY/IYQ30ku_08Y/SECTIONROOFF9_thumb%5B4%5D.png?imgmax=800" width="382" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Luas segmen A&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Luas segmen A = ( jumlah sisi sejajar x tinggi) / 2 &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; = ( ( 9 + 15 ) x 3.662 ) / 2&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; = &lt;strong&gt;&lt;font color="#00ffff"&gt;43.944 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Luas segmen B&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Luas segmen B =&amp;#160; panjang tembereng&amp;#160; x&amp;#160; alas&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; =&amp;#160; 4.733&amp;#160; x&amp;#160; 9&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; =&amp;#160; &lt;strong&gt;&lt;font color="#00ffff"&gt;42.597 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Luas segmen C&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Luas segmen C = (alas x tinggi) / 2 = (6 x 3.662) / 2 = &lt;strong&gt;&lt;font color="#00ffff"&gt;10.986 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Luas segmen D&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Luas segmen D = ( jumlah sisi sejajar x tinggi) / 2 &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; = ( ( 4 + 10 ) x 3.662 ) / 2&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; = &lt;strong&gt;&lt;font color="#00ffff"&gt;25.634 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Luas segmen E&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Luas segmen E =&amp;#160; panjang tembereng&amp;#160; x&amp;#160; alas&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; =&amp;#160; 4.733&amp;#160; x&amp;#160; 4&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; =&amp;#160; &lt;strong&gt;&lt;font color="#00ffff"&gt;18.932 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Luas segmen F&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Luas segmen F = (alas x tinggi) / 2 = (6 x 3.662) / 2 = &lt;strong&gt;&lt;font color="#00ffff"&gt;10.986 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Total Seluruh Luasan&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Luas segmen&amp;#160; =&amp;#160; A + B + C + D + E + F &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; =&amp;#160; 43.944 + 42.597 + 10.986 + 25.634 + 18.932 + 10.986&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; =&amp;#160; &lt;strong&gt;&lt;font color="#ffff00"&gt;153.079 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Jumlah Atap Genteng Yang dibutuhkan&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Genteng Beton ( 1m2 = 11 buah )&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Luas Atap = 153.079 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Jumlah atap genteng yang dibutuhkan = 153.079 m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&amp;#160; x&amp;#160; 11 buah/m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; = 1683.689 buah&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- dibulatkan menjadi = &lt;font color="#ffff00"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;1684&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt; buah&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Gampang kan…. Sekian dulu ulasan saya ya&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;semoga bermanfaat…..&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;S
