<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kandar for The Good News</title>
	<atom:link href="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com</link>
	<description>Deo Gratias! We are the blessed ones!</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Mar 2016 10:12:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1664148</site><cloud domain='kandar4thegoodnews.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>https://s0.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kandar for The Good News</title>
		<link>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/osd.xml" title="Kandar for The Good News" />
	<atom:link rel='hub' href='https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>&#8220;Ma, aku ingin menemanimu menjadi tua sampai saatnya tiba.&#8221;</title>
		<link>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2016/03/07/ma-aku-ingin-menemanimu-menjadi-tua-sampai-saatnya-tiba/</link>
					<comments>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2016/03/07/ma-aku-ingin-menemanimu-menjadi-tua-sampai-saatnya-tiba/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kandar Ag.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Mar 2016 03:26:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blogroll]]></category>
		<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Insight]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Syukur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://kandar4thegoodnews.wordpress.com/?p=155</guid>

					<description><![CDATA[SEJAK HARI Kamis, 3 Maret 2016 lalu hingga hari Minggu kemarin, secara beruntun aku menerima kabar berpulangnya orang-orang yang berada dalam lingkaran persahabatan dan persaudaraanku. Hari Kamis berita lelayu datang dari Mas Dedy Kristanto adik kelasku yang jelas lebih muda dariku, istrinya meninggal karena sakit sudah cukup lama. Yang kedua adalah mertua Paula adik iparku, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/twist-euphorbia.jpg" rel="attachment wp-att-157"><img data-attachment-id="157" data-permalink="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2016/03/07/ma-aku-ingin-menemanimu-menjadi-tua-sampai-saatnya-tiba/twist-euphorbia/" data-orig-file="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/twist-euphorbia.jpg" data-orig-size="526,526" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Twist-Euphorbia" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/twist-euphorbia.jpg?w=300" data-large-file="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/twist-euphorbia.jpg?w=495" class=" wp-image-157 alignleft" src="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/twist-euphorbia.jpg?w=240&#038;h=240" alt="Twist-Euphorbia" width="240" height="240" srcset="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/twist-euphorbia.jpg?w=300 300w, https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/twist-euphorbia.jpg?w=240 240w, https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/twist-euphorbia.jpg?w=480 480w, https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/twist-euphorbia.jpg?w=150 150w" sizes="(max-width: 240px) 100vw, 240px" /></a>SEJAK HARI Kamis, 3 Maret 2016 lalu hingga hari Minggu kemarin, secara beruntun aku menerima kabar berpulangnya orang-orang yang berada dalam lingkaran persahabatan dan persaudaraanku. Hari Kamis berita lelayu datang dari Mas Dedy Kristanto adik kelasku yang jelas lebih muda dariku, istrinya meninggal karena sakit sudah cukup lama. Yang kedua adalah mertua Paula adik iparku, meninggal karena <em>gerah</em> jantung Sabtu siang kemarin. Yang ketiga adalah besan Kang Jiman kakak sepupuku, juga meninggal karena jantung, Sabtu sore. Dan yang terakhir kalau boleh disebut adalah Pak Ireng Maulana, sang maestro musik jazz Indonesia, karena sakit jantung juga. Mereka hampir serentak dipanggil menghadap Sang Khalik.</p>
<p>Sempat terpikirkan sebuah mitos, kalau ada saudara yang meninggal pada hari Sabtu, biasanya akan ada saudara lain dalam lingkaran kerabat yang mengikutinya. Meskipun itu hanya dalam tataran mitos, tetapi secara begitu saja hati bertanya-tanya, siapa yang akan &#8220;diajaknya&#8221;?</p>
<p>Lepas dari mitos atau bukan, peristiwa kematian yang beruntun aku terima kabarnya itu seakan menarikku untuk merenung. Yang paling menggetarkan adalah pengalaman Mas Dedy yang ditinggalkan oleh istrinya yang relatif lebih muda dari aku. Bagaimana kalau aku ditinggalkan oleh istriku, dengan dua anak yang masih kecil-kecil? Aku sampai tak berani melanjutkan pengandaian yang menyedihkan itu. Aku merasa lebih berarti untuk memaknainya dalam kerangka kehidupanku sekarang, bagaimana agar menjadi lebih bermakna. Bukankah kematian bermakna karena kehidupan yang telah dijalaninya? Bukankah kematian adalah mahkota kehidupan? Tinggal sekarang bagaimana mahkota itu mau dibuat indah bersinar atau hanya seadanya.</p>
<p>Hari Minggu kemarin aku melayat ke satu dari 2 pemakaman saudaraku di dua tempat yang berbeda (satu di Sleman Jogja, satu di Depok Jawa Barat), aku mencoba menangkap pancaran mahkota kedua saudaraku itu. Meskipun keduanya bukan saudaraku langsung dalam ikatan darah dan bahkan jarang bertemu, namun aku yakin riak-riak kebaikan mereka sampai kepadaku dalam berbagai rupa dan bentuk. Disadari atau tidak, hidupku adalah bentukan dari setiap kebaikan dari segala arah, karena aku tidak hidup sendirian di tengah pulau terpencil. Syukur kepada Tuhan Mahakasih dan Maharahim atas keberadaan mereka dalam lingkaran hidupku. Semoga mereka beristirahat dalam damai dan kebahagiaan abadi di surga.</p>
<p>Tadi malam, sepulang dari melayat, sebelum tidur aku memutar film secara acak dari koleksi temanku <a href="https://daluwarta.wordpress.com/" target="_blank">Catur Wibowo</a>. Judulnya <em><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/The_Age_of_Adaline">&#8220;The Age of Adaline&#8221;</a></em>. Dan ya ampun, film itu seolah melengkapi permenunganku tentang bagaimana kehidupan ini musti dijalani secara wajar.</p>
<div class="embed-youtube"><iframe title="The Age of Adaline (2015 Movie - Blake Lively) Official Trailer – “Someone To Love”" width="495" height="278" src="https://www.youtube.com/embed/-LG2Tv0-bmM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
<p>Bagaimana kalau umur kita bertambah tua tetapi penampilan kita <em>ageless</em> &#8211; tak menua &#8211; dan tetap segar seperti umur 29 tahun? Semula menggembirakan karena tetap cantik dan menarik&#8230;. Tetapi bagaimana kalau hal itu tetap berlanjut sampai berumur 107 tahun ketika wajah dan penampilan anak kita pun malah seperti wajah dan penampilan orang tua kita sendiri? Atau, bagaimana kalau kita sendiri tidak bisa menemani pasangan hidup kita tampil menua dari hari ke hari?! Ageless, selalu tampil segar dan cantik itu tentu menyenangkan. Tetapi apa arti hidup ini bila tidak bisa menemani pasangan hidup kita untuk bersama-sama menjadi menua dari hari ke hari? Dia semakin kelihatan tua, sementara aku masih segar bugar seolah umurku tak bertambah?!</p>
<p>Aku ingin sekali bilang kepada istriku, &#8220;Ma, aku ingin menemanimu menjadi tua merangkai mahkota kehidupan seindah mungkin sampai saatnya tiba. I love you!&#8221;</p>
<blockquote><p><strong><span style="color:#008000;"><em>&#8220;It&#8217;s not the same when there&#8217;s no growing old together. Without that, love is just heartbreak.&#8221;</em></span> &#8211; Adaline Bowman. []</strong></p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2016/03/07/ma-aku-ingin-menemanimu-menjadi-tua-sampai-saatnya-tiba/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/49862e8014ef888bbddd1d811ade9cb7126187b009ae702869eee6471efe267a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kandar Ag.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/twist-euphorbia.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Twist-Euphorbia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari ini 1 Maret 2016</title>
		<link>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2016/03/01/hari-ini-1-maret-2016/</link>
					<comments>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2016/03/01/hari-ini-1-maret-2016/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kandar Ag.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Mar 2016 10:27:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blogroll]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://kandar4thegoodnews.wordpress.com/?p=133</guid>

					<description><![CDATA[DHUUUH! Lama bener blog ini terlantar. Postingan terakhir bertanggal 31 Juli 2009. Enam tahun lebih! Ya ampun&#8230; Enam tahun tanpa kabar gembira yang dibagikan! Sementara perkembangan jaman sudah melesat sedemikian cepat. Saat itu dunia blogging masih dikuasai oleh blogspot dan wordpress. Sekarang sudah ada miniblog seperti twitter, facebook, path, photoblog seperti instagram, trus ada lagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div data-shortcode="caption" id="attachment_144" style="width: 310px" class="wp-caption alignright"><img aria-describedby="caption-attachment-144" data-attachment-id="144" data-permalink="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2016/03/01/hari-ini-1-maret-2016/this-way-tukang-sol-sepatu-keliling/" data-orig-file="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/this-way-tukang-sol-sepatu-keliling.jpg" data-orig-size="960,960" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="This Way &amp;#8211; Tukang Sol Sepatu Keliling" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/this-way-tukang-sol-sepatu-keliling.jpg?w=300" data-large-file="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/this-way-tukang-sol-sepatu-keliling.jpg?w=495" class="alignnone size-medium wp-image-144" src="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/this-way-tukang-sol-sepatu-keliling.jpg?w=300&#038;h=300" alt="This Way - Tukang Sol Sepatu Keliling" width="300" height="300" srcset="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/this-way-tukang-sol-sepatu-keliling.jpg?w=300 300w, https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/this-way-tukang-sol-sepatu-keliling.jpg?w=600 600w, https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/this-way-tukang-sol-sepatu-keliling.jpg?w=150 150w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><p id="caption-attachment-144" class="wp-caption-text"><em>&#8220;This Way&#8221; &#8211; Because I still do not understand the message yet for me. The insight is still out there&#8230;</em></p></div>
<p>DHUUUH! Lama bener blog ini terlantar. Postingan terakhir bertanggal 31 Juli 2009. Enam tahun lebih! Ya ampun&#8230; Enam tahun tanpa kabar gembira yang dibagikan! Sementara perkembangan jaman sudah melesat sedemikian cepat. Saat itu dunia blogging masih dikuasai oleh blogspot dan wordpress. Sekarang sudah ada miniblog seperti twitter, facebook, path, photoblog seperti instagram, trus ada lagi vlog untuk menyebut videoblog. Dunia sosial media sudah sederas itu perkembangannya. Setiap orang berbagi status, berbagi berita dan ilmu pengetahuan, berbagi pendapat dan inspirasi&#8230; Sementara halaman ini merana ketinggalan&#8230;. dari 31 Juli 2009 sampai 1 Maret 2016.</p>
<p>Dan selama itu pula kepala dan dada ini sebenarnya didera oleh lintasan-lintasan yang berseliweran di sepanjang jalan.</p>
<p>Seingatku, Juli 2009 adalah akhir karirku sebagai awak media sebuah harian cetak dan online di Jakarta. Sekarang media itu sudah offline karena ownernya tersangkut kasus besar yang melibatkan pimpinan KPK. Semenjak itu aku sempat beberapa bulan kembali ke dunia lama di perusahaan outsourcing dan nyambi mengembangkan talenta design grafis dengan ikut bergabung di 99designs.com. Bersyukur diriku, dari situs itu aku beberapa kali memenangkan kontes dan mendapat penghasilan tambahan yang sangat membantu menopang hidup bersama istri dan anak. Di perusahaan outsourcing aku hanya sampai Desember 2009. Meski masih bekerja di sana hingga akhir Januari 2010, aku tidak menerima gaji, dan betapa aku terepukul sekali waktu itu. Namun penyelenggaraan Tuhan tetap menyertai, pada saat terpukul itu aku tertolong oleh kemenangan salah satu kontes logo di 99designs.com. Sebulan berikutnya aku nganggur, sampai akhirnya aku dibantu untuk memasuki dunia kerja lagi, meski di bidang usaha yang baru dan asing sekali: agent property. Aku ingat, 8 Maret 2010 adalah hari pertama aku masuk di LJ Hooker Indonesia, nama perusahaan itu, hingga masih aktif sampai sekarang!</p>
<p>Sepertinya memang karena harus tertatih-tatih menyesuaikan diri di dunia baru itulah aku sampai tidak bisa menyempatkan diri merawat blog ini, dan blog-blogku yang lainnya. Meskipun sebenarnya pekerjaanku waktu itu dimulai dengan tulis-menulis artikel dan berita untuk terbitan cetak dan online, namun tugas-tugas berkembang menjadi macam-macam. Dari tukang nulis, fotografer, sekalian illustrator dan design grafis, trus berlanjut sekalian mengelola website, dan berujung di departemen Teknologi Informasi, sampai sekarang. Sungguh sebuah petualangan tiada tara dari seorang yang berlatar pendidikan Filsafat-Teologi!</p>
<p>Enam tahun berjalan dengan banyak pengalaman seiring tugas perusahaan. Aku jadi sering keluar kota, bahkan keluar pulau Jawa: Bali, Sumatera dan Sulawesi. Lumayan seneng dan sangat beruntung aku.</p>
<p>Namun mengerjakan tugas dengan fokus di bidang IT terpaksa sedikit demi sedikit mengurangi intensitasku terlibat di 99designs.com. Satu dua kali masih bisa menyempatkan diri karena tuntutan customer. Passion utamaku sebenarnya menjadi tidak jelas. Tahu banyak, bisa banyak, tetapi tak satupun aku kuasai secara mendalam! <em>&#8220;I am a jack-of-all-trades, but master of none!&#8221;</em> Sejurus aku sempat menjadi sedih, mengingat usiaku sudah hampir pertengahan kepala 4, dan anakku sudah dua, Gabriel kelas 1 SD dan Celine kelas TK kecil. Itu aku sadari akhir Januari 2016 lalu.</p>
<p><img data-attachment-id="148" data-permalink="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2016/03/01/hari-ini-1-maret-2016/the-broken-road-ranch/" data-orig-file="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/the-broken-road-ranch.jpg" data-orig-size="640,640" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="The Broken Road Ranch" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/the-broken-road-ranch.jpg?w=300" data-large-file="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/the-broken-road-ranch.jpg?w=495" class=" size-medium wp-image-148 alignleft" src="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/the-broken-road-ranch.jpg?w=300&#038;h=300" alt="The Broken Road Ranch" width="300" height="300" srcset="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/the-broken-road-ranch.jpg?w=300 300w, https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/the-broken-road-ranch.jpg?w=600 600w, https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/the-broken-road-ranch.jpg?w=150 150w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />Dan sejak menyadari itu sepertinya ada hembusan baru untuk merenda hari-hari dengan lebih serius demi perkembangan yang lebih baik.  Aku tak ingin malu pada Tuhan sewaktu doa sebelum tidur di malam hari&#8230; Hari-hari menjadi seperti retret untuk sebuah resolusi hidup yang lebih baik. Aku percaya dan yakin, penyelenggaraan kasih Tuhan selalu mengalir dalam hidupku.</p>
<p><em>&#8220;Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, pujilah nama-Nya!&#8221;</em> []</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2016/03/01/hari-ini-1-maret-2016/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">133</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/49862e8014ef888bbddd1d811ade9cb7126187b009ae702869eee6471efe267a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kandar Ag.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/this-way-tukang-sol-sepatu-keliling.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">This Way - Tukang Sol Sepatu Keliling</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/the-broken-road-ranch.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">The Broken Road Ranch</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setangkai Mawar Berduri untuk Perempuan Indonesia*)</title>
		<link>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2009/07/31/setangkai-mawar-berduri-untuk-perempuan-indonesia/</link>
					<comments>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2009/07/31/setangkai-mawar-berduri-untuk-perempuan-indonesia/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kandar Ag.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 09:34:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Insight]]></category>
		<category><![CDATA[Pijar Optimisme]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[gramedia]]></category>
		<category><![CDATA[mawar]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[risa amrikasari]]></category>
		<category><![CDATA[rose heart]]></category>
		<category><![CDATA[specially for you]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://kandar4thegoodnews.wordpress.com/?p=123</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Agustinus Sukandar “Remember the Dignity of your womanhood. Do not appeal. Do not beg. Do not grovel. Take courage. Join hands, stand beside me, fight with me!” (Ingatlah akan martabat Anda sebagai perempuan. Jangan cengeng. Jangan mengemis-ngemis. Jangan rendah diri. Berbesarhatilah. Mari bergandeng tangan, berdiri di samping saya, berjuang bersama saya!) PESAN Risa Amrikasari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <em>Agustinus Sukandar</em></p>
<blockquote><p><span style="color:#008000;"><strong><strong><em>“Remember the Dignity of your womanhood. Do not appeal. Do not beg. Do not grovel. Take courage. Join hands, stand beside me, fight with me!”</em><br />
(Ingatlah akan martabat Anda sebagai perempuan. Jangan cengeng. Jangan mengemis-ngemis. Jangan rendah diri. Berbesarhatilah. Mari bergandeng tangan, berdiri di samping saya, berjuang bersama saya!)</strong></strong></span></p></blockquote>
<p><strong></strong><br />
<img style="position:relative;float:left;margin-right:5px;" src="https://i0.wp.com/images.bornjavanese.multiply.com/image/7/photos/upload/300x300/SnG-wQoKCBoAAC4SZ0Q2/Cover-buku-Especially-for-You-Risa-Amrikasari.jpg" border="0" alt="" width="187" height="300" />PESAN Risa Amrikasari dalam buku terbarunya <em>‘Especially for You’</em> itu begitu kuat ditujukan kepada kaum perempuan. Misinya jelas: mengajak perempuan untuk bangkit dari ‘tidurnya’, dan bersikap tangguh dengan kesadaran yang cerdas tentang keluhuran martabatnya.</p>
<p>Risa bahkan memberi <em>warning</em> di sampul belakang buku setebal 372 halaman itu, “Anda termasuk orang yang senang membaca hal-hal yang membuai dan menghayutkan? Anda tidak akan menemukan itu di buku ini. Jika Anda berharap menemukan tulisan-tulisan yang romantis ataupun lemah lembut, Anda akan sedikit tertoreh dengan kalimat-kalimat saya.”</p>
<p>Dengan gaya bertutur yang tidak membosankan Risa menuliskan nukilan-nukilan pengalaman pribadi dari kehidupan sehari-hari ke dalam 65 judul artikel mandiri. Kenyataan yang sering diabaikan atau bahkan dihindari oleh orang-orang karena takut menyinggung perasaan, dia bongkar dengan teliti untuk kemudian mengemukakan sikap mana yang harus dikritisi dan diubah, serta mana yang patut dibela. Ia mengulas dari soal mengelola perasaan, kepercayaan terhadap pasangan, perselingkuhan, cinta dan pacaran, sopan santun, perkawinan, perselisihan pendapat, pelecehan seksual, seks di luar perkawinan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perceraian, urusan kantor dan pekerjaan, hingga soal tradisi, agama, bahkan birokrasi,  politik, hukum dan perundang-undangan.</p>
<p>Memang, buku ini ditujukan ‘teristimewa bagi perempuan’. Namun kaum laki-laki pun sebetulnya diam-diam menerima ‘kado’ yang sangat bernilai. Meski tema pokoknya adalah martabat perempuan <em>(womanhood dignity)</em>, namun siapapun – termasuk laki-laki – yang membaca artikel demi artikal dalam buku ini, seperti diajak me-<em>review</em> kembali pemahaman dan sikapnya berkaitan dengan keluhuran martabat sebagai manusia <em>(human dignity)</em>. Buku ini memberi model untuk sebuah upaya demi kemajuan dan kemerdekaan perbikir di Indonesia, terlebih untuk kaum perempuan yang enggan untuk bertatapan langsung dengan persoalan-persoalan esensial seperti itu.</p>
<p>Rupanya Risa sadar betul, bahwa untuk membongkar kesaradan akan martabat perempuan tak akan tercapai bila menggunakan cara penyampaian deduktif, biarpun terstruktur serapi mungkin. Pengalaman empiris dari hidup sehari-hari menjadi jalan yang jitu, karena perempuan sangat akrab dengan hal-hal yang detil dan teliti, apalagi menyangkut wilayah ‘domestik’ dunia perempuan. Proses pergulatan Risa melalui medium pengalaman sehari-hari itu dia bagikan dengan kapasitasnya sebagai seorang perempuan yang tidak rela bila sesamanya rapuh dan menyerah pada konsep-konsep yang membelenggu.</p>
<p>Dilahirkan 22 Oktober 1969, perempuan cantik ini dibesarkan dalam keluarga yang mendidiknya dengan penuh cinta dan rasa hormat. Bakatnya untuk cermat terhadap detil hidup sehari-hari dan tak bisa duduk berdiam diri berlama-lama dalam mengerjakan sesuatu, membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang cekatan, tangguh dan <em>resourceable</em> (bisa diandalkan). <em>“Always make a total effort, even when the odds are against you”</em> adalah kutipan favoritnya dari Arlnold Palmer.</p>
<p>Lulusas Fakultas Sastera Inggris Universitas Nasional tahun 1994 ini sekarang sedang mendalami Ilmu Hukum di Program Magister Hukum UGM, sambil bekerja di International Organization for Migration sebagai Government Liaison Officer dan sebagai Associate pada Prihartono &amp; Partners, sebuah kantor hukum di Jakarta. Buku pertamanya <em>‘You Need a GOOD LAWYER to Set You Free from the Jail of Your Heart’</em> sukses merebut hati pembaca. Tulisan-tulisan di blognya sangat diminati oleh penggemarnya.</p>
<p>Tak heran bila tema-tema dalam artikel di buku yang kedua ini sangat kental dengan kasus-kasus yang bersinggungan dengan hukum dan tak jauh dari perjuangan hak-hak asasi serta martabat manusia terutama perempuan. Di artikel terakhir, <em>‘Perempuan, lawan kekerasan itu!’</em> secara mendetil Risa mengajak kaumnya untuk mengenali pasal demi pasal UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Perempuan yang bermartabat jangan sampai terjebak menjadi korban apalagi sebagai pelaku kekerasan domestik!</p>
<p>Gaya bertutur Risa yang lugas enak dibaca, seperti mendengarkan seseorang yang curhat, ngerumpi, tetapi bermutu karena menggugah pembacanya untuk memakai cara pandang baru, bersikap positif dan cerdas, tidak hanya dikendalikan oleh emosi dan perasaan dalam hidupnya! <em>Remake yourself, refresh yourself!</em> (hlm. 40-47), sehingga ada ‘nyanyian baru’ dalam hidup pembaca.</p>
<p>Meski beranjak dari pengalaman personal domestik keperempuanan, Risa Amrikasari berhasil memasukkan isu politis. <em>The personal is political.</em></p>
<p>Isu ini populer dalam gerakan-gerakan feminis di Amerika pada paruh kedua tahun 70-an, dan mendapatkan ruangnya dalam proses kreatif para seniman perempuan Amerika <em>(feminist art)</em>.<br />
Generasi pertama dari gerakan-gerakan feminis ini cenderung mengeksplorasi isu-isu multikulturalisme dan feminisme dengan berangkat dari pernyataan identitas perempuan dan upaya perlawanan. Simbol-simbol visual yang mereka gunakan, menyampaikan pesan secara verbal dan kontroversial. Mereka mempertanyakan hal-hal yang berkaitan dengan tubuh dan isu komodifikasi. Pengalaman keperempuanan ditatapkan dengan wilayah sosial, bahkan politik. Karya-karya mereka merupakan bagian dari gerakan politik untuk mendukung kesetaraan dan persamaan hak bagi perempuan. Dalam proses berkarya mereka langsung bersentuhan dengan problem riil dalam masyarakat, menciptakan diskusi dan pemikiran, menginisiasi perdebatan dan bersifat partisipatif untuk proses sosial.</p>
<p>Alih-alih menggunakan bahasa yang verbal, generasi kedua cenderung menyampaikan kritisisme mereka dengan metafor. Pengalaman personal yang bersentuhan dengan isu-isu sosial-politik aktual menghadapkan mereka pada berbagai kontradiksi yang kemudian dituangkan dalam karya sebagai sebentuk kritisisme untuk membangun dialog yang berkaitan dengan isu tertentu. Relasi antara agama dan manusia, yang nyata dengan yang maya, harmoni dan ancaman, menjadi isu-isu yang mereka angkat. Dalam isu-isu itu ada semacam tuntutan tentang penghapusan diskriminasi terhadap perempuan.</p>
<p>Sementara generasi ketiga menampilkan pengalaman personal dengan keinginan untuk merayakan dan membagikan pengalaman itu, bukan dengan spirit untuk melawan atau berpartisipasi menciptakan diskursus tertentu. Mereka cenderung &#8216;menerima&#8217; situasi-situasi dimana perempuan mempunyai lebih banyak pilihan sebagai sesuatu yang <em>&#8216;given&#8217;</em>. Mereka ini umumnya tidak menjumpai kesulitan untuk berkontribusi dalam kehidupan publik. Karya-karya mereka dekat dengan budaya populer.</p>
<p>Risa Amrikasari pasti mengerti tentang pola-pola dalam gerakan para seniman perempuan, dan sadar betul tentang porsi mana yang pantas diberikan kepada kaum perempuan Indonesia. Di sinilah, kepiawaian Risa ditampilkan dalam membagikan gagasan-gagasan perubahannya. Mungkin ciri pertama terkesan begitu kuat. Namun barangkali perempuan Indonesia saat ini memang harus ‘digebrak’ dengan pendekatan seperti itu.</p>
<p>Untuk membaca tulisan-tulisan Risa Amrikasari dalam buku ini rasanya tak perlu memasang ‘kuda-kuda’ terlebih dahulu seperti mau bertempur menghadapi lawan yang asing. Namun yang dibutuhkan adalah hati yang terbuka, seperti kedua belah telapak tangan yang menyambut setangkai mawar merah dari pribadi yang benar-benar tulus mencinta. Mawar itu harum wangi, meski tangkainya bisa saja berduri… <span style="color:#3366ff;font-weight:bold;">[skd]</span></p>
<p><span style="color:#008000;"><span style="font-weight:bold;">Judul buku    : </span><span style="font-style:italic;font-weight:bold;">Especially for You, A collection of Self Motivation Articles for Tough Women Only.</span><span style="font-weight:bold;"><br />
Penulis    :     Risa Amrikasari</span><span style="font-weight:bold;"><br />
Penerbit    :     Rose Heart Publishing</span><span style="font-weight:bold;"><br />
Editor    :     Risa Amrikasari</span> <span style="font-weight:bold;">Edisi    :     Cetakan pertama, 2009</span><span style="font-weight:bold;"><br />
Percetakan    :     PT. Gramedia, Jakarta</span> <span style="font-weight:bold;">Halaman    :     xx +352</span></span><br />
<span style="font-style:italic;"><br />
*) Dimuat di halaman opini Harian Merdeka, Kamis, 30 Juli 2009.</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2009/07/31/setangkai-mawar-berduri-untuk-perempuan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/49862e8014ef888bbddd1d811ade9cb7126187b009ae702869eee6471efe267a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kandar Ag.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.bornjavanese.multiply.com/image/7/photos/upload/300x300/SnG-wQoKCBoAAC4SZ0Q2/Cover-buku-Especially-for-You-Risa-Amrikasari.jpg?et=NfIMKwTPfSkjtIP%2Cv%2B3F5w&#038;nmid=271351331" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bangsa Indonesia memang bukan Winnie the Pooh cs.</title>
		<link>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2009/03/03/bangsa-indonesia-memang-bukan-winnie-the-pooh-cs/</link>
					<comments>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2009/03/03/bangsa-indonesia-memang-bukan-winnie-the-pooh-cs/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kandar Ag.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 05:11:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Insight]]></category>
		<category><![CDATA[Intermeso]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Winnie The Pooh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://kandar4thegoodnews.wordpress.com/?p=118</guid>

					<description><![CDATA[Ya jelas bukan! Judul yang aneh dengan negasi yang sekenanya! Tapi memang itulah yang terlintas di benakku ketika tiba-tiba aku menyadari bahwa semakin banyak merchandise Pooh di rumahku semenjak si kecil Gabriel lahir. Ada sticker Pooh di lemari es. Ada poster Pooh di pintu lemari pakaian, belum lagi yang ditempel di dinding dekat cermin bersolek. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#008000;"><span style="font-weight:bold;">Ya jelas bukan!</span></span> Judul yang aneh dengan negasi yang sekenanya!</p>
<p><img style="border:0 none;float:left;width:225px;height:300px;margin:0 10px 10px 0;" title="Pooh, teman anakku" src="https://i0.wp.com/images.bornjavanese.multiply.com/image/3/photos/31/500x500/5/Teman-Gabriel.jpg" alt="" /><span style="color:#008000;"><span style="font-weight:bold;">Tapi memang itulah yang terlintas</span></span> di benakku ketika tiba-tiba aku menyadari bahwa semakin banyak <span style="font-style:italic;">merchandise</span> <a href="http://disney.go.com/characters/pooh/index.html" target="_blank">Pooh</a> di rumahku semenjak si kecil Gabriel lahir. Ada <span style="font-style:italic;">sticker</span> Pooh di lemari es. Ada poster Pooh di pintu lemari pakaian, belum lagi yang ditempel di dinding dekat cermin bersolek. Ada bantal Pooh. Ada boneka tangan Pooh. Ada lagi tas bagor bergambar <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Winnie_the_Pooh">tokoh kartun</a> <a href="http://disney.go.com/disneyvideos/animatedfilms/pooh/" target="_blank">Disney</a> itu. Dan yang terakhir, istriku baru pesen selimut Pooh untuk si i&#8217;el!</p>
<p><span style="font-weight:bold;color:#ff9900;"><span style="color:#008000;">Heran aku!</span> </span>Tapi lama-lama aku menikmatinya juga. Soalnya <a href="http://www.lavasurfer.com/pooh-guide.html">karakter</a> beruang madu berbulu kuning keemasan itu begitu imut dan menggemaskan, lucu! Memandangnya saja sudah terpancing untuk senyum. Tak terasa otot-otot di ujung garis mulut ini tertarik ke atas, dan membawa perbawa segar di hati: ada kegembiraan! Perbawanya mampu mengusir kesuntukan barang beberapa saat. Namun, saat seperti itu bisa sedemikian menentukan untuk kesegaran-kesegaran berikut. Sayang bila hal ini tak pernah disadari, pikirku. Seandainya aku bisa mengabadikannya &#8211; seperti mengabadikan senyum anakku dengan kamera saku yang baru &#8211; aku ingin melakukannya. Ya beginilah jadinya: tulisan ini.</p>
<p>Tapi apa hubungannya dengan bangsa Indonesia? Ntar dulu&#8230;</p>
<p><span style="color:#008000;"><span style="font-weight:bold;">Lihat dulu atau baca dulu</span></span> barang sedikit tentang Winnie The Pooh! Di Ashdown Forest &#8211; tempat dia dan teman-temannya tinggal &#8211; Pooh terkenal sebagai beruang pahlawan, pernah dijuluki <span style="font-style:italic;">Knighted &#8220;Sir Pooh de Bear&#8221;</span>. Seperti kebanyakan makhluk hidup &#8211; termasuk manusia, hehehe&#8230; &#8211; kalau pagi pasti bertanya, <span style="font-style:italic;">&#8220;Sarapan apa, ya?&#8221;</span> Meskipun cuma badannya yang gede dan katanya otaknya kecil, namun dia suka berpikir, <span style="font-style:italic;">&#8220;Think, think, think!&#8221;</span> Bahkan, dia suka mengarang puisi dan lagu! Teman bermain paling deket adalah Piglet, seekor babi kecil berwarna pink (Aaah.. dunia fabel memang penuh kedamaian kayaknya). Berpetualang dan mengunjungi sahabat sesama penggemar madu adalah kegiatan sehari-hari. Sifat beruangnya kadang juga muncul: suka bosan!</p>
<p><span style="color:#008000;"><span style="font-weight:bold;">Namun terlepas dari</span></span> lihat (filmnya) dan baca (cerita, ulasan dan komiknya) tentang si Pooh, kehadirannya dalam rupa-rupa merchandise itu telah mampu  mengajak siapapun yang memperhatikannya untuk memasuki dunia dongeng.</p>
<p><img style="border:0 none;float:right;width:225px;height:300px;margin:0 0 10px 10px;" src="https://i0.wp.com/images.bornjavanese.multiply.com/image/4/photos/34/500x500/4/Senyum-Tawa-Gabriel-3.jpg" alt="" /><span style="color:#008000;"><span style="font-weight:bold;">Tiket masuknya sederhana: senyuman!</span></span> Tanpa itu orang takkan mampu masuk ke dalam dunia indah warna-warni penuh keceriaan dan kegembiraan yang murni! Saking murninya, dalam dunia <span style="font-style:italic;">fabel</span> pun ada lukisan kegembiraan itu. Kehadiran Pooh dan teman-temannya itu seolah ingin menyampaikan pijaran kegembiraan murni makhluk Tuhan, yang <span style="font-style:italic;">nota bene</span> mestinya ada juga di dunia manusia! Adalah anak-anak &#8211; atau mereka yang <span style="font-style:italic;">appreciate</span> terhadap dunia anak (jadi bukan yang kekanak-kanakan) &#8211; yang pertama kali mampu menangkap getaran yang menumbuhkan senyum dan keceriaan itu. Pooh&#8230; sosok karakter yang mampu diterima, bahkan oleh anak-anak! Anakku Gabriel yang baru berumur dua bulan saja bisa tersenyum-tertawa ketika melihat boneka tangan Pooh kumain-mainkan di depannya.</p>
<p>Naaaah&#8230; sekarang baru ngomong tentang bangsa Indonesia.</p>
<p><a href="http://bornjavanese.multiply.com/photos/photo/14/11" target="_blank"><img style="border:0 none;float:left;width:200px;height:150px;margin:0 10px 10px 0;" title="Nonton Penggusuran" src="https://i0.wp.com/images.bornjavanese.multiply.com/image/18/photos/14/500x500/11/Sama-menariknya1.jpg" alt="" /></a><span style="color:#008000;"><span style="font-weight:bold;">Gak perlu panjang lebar kok duduk permasalahannya.</span></span> Aman jika aku hanya bertanya saja (hehehe&#8230;): Kalau melihat (foto, filem, tayangan berita tv) dan membaca (koran, buku, sejarah hingga kini) atau mendengar (cerita, berita, komentar, dll.) tentang Indonesia, adakah yang mampu membuat kita spontan tersenyum tulus untuk tertawa dalam kegembiraan? Gak ada? Mosok siiiih? Kalau tidak ada, terus karakter macam apa yang terpancar dari bangsa kita tercinta ini? Mosok tidak ada yang bisa masuk ke relung<span style="font-style:italic;"> fabilitas</span> (hahaha&#8230;ini istilahku sendiri untuk mengaitkan hal ini dengan dunia fabel) yang akrab dengan anak-anak bangsa ini?</p>
<p><span style="font-weight:bold;color:#ff9900;"><span style="color:#008000;">Ya, jelas&#8230;</span> </span>bangsa Indonesia memang bukan Winnie the Pooh cs.! Karakter Pooh (dan sebangsanya) rupa-rupanya lebih jelas dari pada karakter bangsa Indonesia! (Eh, yang ini sudah sebuah <span style="font-style:italic;">judgement</span>, ya?) Katanya <span style="font-style:italic;">sih,</span> kita sedang membangun karakter bangsa kita&#8230; bersama-sama. Dan yang jelas lagi, bangsa Indonesia mestinya bukanlah boneka mainan anak-anak balita, anak-anak TK maupun SD!</p>
<p><span style="color:#008000;"><span style="font-weight:bold;">Semoga</span></span> suatu saat anak-anak pun bisa tersenyum-tertawa tulus, gembira-ceria karena menjadi bagian dari bangsa Indonesia! Amin.</p>
<blockquote><p><em>(Posting ini aku tulis karena aku tersadar juga bahwa anakku adalah anak Indonesia! Sebuah anugerah yang menyertakan tanggung jawab kebangsaan juga dalam keluarga sebelum dia diajak menghafalkan butir-butir Pancasila di sekolahan nanti&#8230;)</em> <span style="font-weight:bold;color:#3366ff;">[skd]</span></p></blockquote>
<p><img src="https://i0.wp.com/images.bornjavanese.multiply.com/image/5/photos/34/500x500/1/Senyum-Tawa-Gabriel-b.jpg" alt="" /></p>
<p>Co-past dari: <a href="http://bornjavanese.blogspot.com/2009/02/bangsa-indonesia-memang-bukan-winnie.html" target="_blank">BornJavanese</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2009/03/03/bangsa-indonesia-memang-bukan-winnie-the-pooh-cs/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">118</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/49862e8014ef888bbddd1d811ade9cb7126187b009ae702869eee6471efe267a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kandar Ag.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.bornjavanese.multiply.com/image/3/photos/31/500x500/5/Teman-Gabriel.jpg?et=eFkshhCBXK52SrCeJHlV4A&#038;nmid=191455091" medium="image">
			<media:title type="html">Pooh, teman anakku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.bornjavanese.multiply.com/image/4/photos/34/500x500/4/Senyum-Tawa-Gabriel-3.jpg?et=NjX4H7TWe5y%2BGYU5jXGE7g&#038;nmid=198512201" medium="image" />

		<media:content url="http://images.bornjavanese.multiply.com/image/18/photos/14/500x500/11/Sama-menariknya1.jpg?et=J6LgsHAXmLYb00GxpQN6AA&#038;nmid=145193465" medium="image">
			<media:title type="html">Nonton Penggusuran</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.bornjavanese.multiply.com/image/5/photos/34/500x500/1/Senyum-Tawa-Gabriel-b.jpg?et=0hODZbRZuf%2Cm6dssey9pVw&#038;nmid=198512201" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bumi ini bundar!</title>
		<link>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2009/01/28/bumi-ini-bundar/</link>
					<comments>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2009/01/28/bumi-ini-bundar/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kandar Ag.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 02:26:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Insight]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritualitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://kandar4thegoodnews.wordpress.com/?p=116</guid>

					<description><![CDATA[Bumi ini memang bundar! Begitulah hatiku berujar. Meski belum pernah berada di ruang antariksa di antara bintang rembulan, namun aku yakin sekali tentang hal itu. Foto satelit bisa menjadi bukti. Lengkung cakrawala yang tampak ketika kita naik pesawat terbang (hehehe&#8230; aku dah pernah, cing!) juga bisa menjadi tanda yang jelas. Hilangnya perahu layar dari pandangan, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img style="float:left;width:250px;cursor:hand;height:250px;border:0;margin:0 10px 10px 0;" src="https://i0.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/97/The_Earth_seen_from_Apollo_17.jpg/250px-The_Earth_seen_from_Apollo_17.jpg" alt="" /></p>
<p><span style="color:#3333ff;"><strong><span style="color:#008000;">Bumi ini memang bundar!</span></strong> </span>Begitulah hatiku berujar. Meski belum pernah berada di ruang antariksa di antara bintang rembulan, namun aku yakin sekali tentang hal itu. Foto satelit bisa menjadi bukti. Lengkung cakrawala yang tampak ketika kita naik pesawat terbang (hehehe&#8230; aku dah pernah, cing!) juga bisa menjadi tanda yang jelas. Hilangnya perahu layar dari pandangan, seperti tenggelam ke dalam lautan, juga memberi pertanda hal yang sama. Singkatnya, secara fisik kenyataan akan bundarnya bumi ini tak terbantahkan lagi.</p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Namun anehnya,</span></strong> dalam pikiran dan pemahaman kita kadang masih ada pendapat yang primitif tentang bumi ini. Coba saja, ketika kita berbicara tentang kebudayaan. Dunia ini sepertinya berwujud selembar papan yang terbelah menjadi beberapa bagian: barat-timur, utara-selatan, tengah pinggir! Ada yang disebut &#8220;budaya Barat&#8221; dan &#8220;budaya Timur&#8221;, &#8220;negara-negara Utara&#8221; (untuk menyebut negara-negara kaya) dan &#8220;negara-negara Selatan&#8221; (miskin). Dua yang terakhir ini mungkin masih agak masuk akal, karena berdasar pada garis maya katulistiwa. Itu pun masih bisa membuat bingung kalau kita persis beridiri di kutub utara atau selatan! Kalau arah terbitnya matahari menjadi pijakan pendapat barat-timur, Semarang itu Timur bagi Jakarta, namun Barat bagi Surabaya! Jadi, Semarang itu timur atau barat?! Jawabannya tergantung pada dari mana orang memandang, relatif!</p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Lha, kalau diterapkan pada kebudayaan,</span></strong> olah pikir dan pendapat, ketrampilan dan adat-istiadat, apa yang bisa dipakai sebagai dasar untuk menengarai yang ini &#8220;Barat&#8221; dan yang itu &#8220;Ketimuran&#8221;? Mungkin berkaitan dengan bab ini ada sejarahnya sendiri, kapan persisnya istilah Barat dan Timur itu dipakai untuk menunjuk kebudayaan-kebudayaan di bumi ini. Namun, saya kira hal itu tak lagi relevan!</p>
<p><span style="color:#3333ff;"><strong><span style="color:#008000;">Kita masih sering menganggap,</span></strong> </span>kalau cara pikir orang Amerika, Australia dan Eropa sana adalah cara pikir budaya Barat. Sementara pola pikir orang China, Kamboja, Jepang, Melayu, Indonesia, India adalah pola pikir budaya Timur. Agama ini milik orang Barat, sementara agama itu milik orang Timur. Bahkan tidak jarang dalam menyebut perbedaan seperti itu disertai perasaan curiga, benci atau permusuhan; kalau perlu pasang kuda-kuda untuk saling menolak satu sama lain dengan menganggap yang lain adalah barang asing!</p>
<p><span style="color:#3333ff;"><strong><span style="color:#008000;">Byuuuuh&#8230;byuuuh&#8230;!</span></strong> </span>Sekarang ini sudah jamannya dunia ini bundar luar dalam! Globalisasi bukan barang aneh lagi. Pergaulan orang-orang sedunia sudah tidak bisa dihalangi lagi. Tempat dan daerah sudah tidak begitu menjadi halangan yang berarti. Buktinya, teknologi selluler dan jaringan internet sudah akrab dinikmati hampir setiap orang. <em>&#8220;Halloooo&#8230;Mister, ini Agus! Walaaah&#8230; Agus Aguuus!&#8221;</em> &#8211; bisa menjadi contoh tanda-tanda globalisasi itu. Tumpah ruahnya orang-orang sedunia memelototi televisi agar bisa melihat dan memperhatikan pelantikan Barack H. Obama di Washington DC juga bisa menjadi contoh hangat gejolak positif globalisasi. Figur Obama yang berdarah hitam-putih dan pernah mengalami hidup di jelajah keempat penjuru mataangin, telah membikin warga sedunia seakan-akan mengidamkan adanya tokoh yang bundarnya dunia ini tidak hanya terperagakan secara lahir namun juga batin!</p>
<blockquote><p><em><strong><span style="color:#008000;">Oleh Tuhan</span></strong> aku sudah diperkenankan lahir menjadi bocah Jawa. Pagi-siang-sore menikmati terbit hingga terbenamnya mentari. Waktu malam cahaya bintang rembulan menenteramkan kalbuku. Matahari, bintang dan bulan yang sama itu pula yang menyinari setiap insan di muka bumi ini.</em></p>
<p><em><strong><span style="color:#008000;">Kerinduanku:</span></strong> kapankah aku dapat menjadi manusia yang sungguh-sungguh utuh, bukan hanya sebagian, tanpa hilang ke-jawa-anku.</em> <span style="color:#3366ff;">[skd]</span></p></blockquote>
<p>Terjemahan Indonesia dari <a href="http://bornjavanese.blogspot.com/2009/01/bumi-iki-bunder.html">Bumi iki bunder!</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2009/01/28/bumi-ini-bundar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">116</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/49862e8014ef888bbddd1d811ade9cb7126187b009ae702869eee6471efe267a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kandar Ag.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/97/The_Earth_seen_from_Apollo_17.jpg/250px-The_Earth_seen_from_Apollo_17.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Tarian semut</title>
		<link>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2008/11/04/tarian-semut/</link>
					<comments>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2008/11/04/tarian-semut/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kandar Ag.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 08:22:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Insight]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritualitas]]></category>
		<category><![CDATA[artikulasi]]></category>
		<category><![CDATA[ekspresi jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[harmonis]]></category>
		<category><![CDATA[integritas]]></category>
		<category><![CDATA[kegembiraan]]></category>
		<category><![CDATA[Keindahan]]></category>
		<category><![CDATA[ngangrang]]></category>
		<category><![CDATA[semut]]></category>
		<category><![CDATA[tarian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2008/11/04/tarian-semut/</guid>

					<description><![CDATA[Tarian semut, originally uploaded by BornJavanese. Perhatikan semut ini! Dia sedang menari! Semut saja bisa menari seanggung yang bisa dia lakukan. Sebenernya sih aku tidak tahu bagaimana dia biasa mengekspresikan perasaannya. Aku juga tak tahu apakah semut mengerti tentang keindahan atau tidak. Apa yang aku tahu adalah bahwa dia menari dan sempat membuatku terpana dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:center;padding:3px;"><img style="border:solid 0 #000000;" src="https://i0.wp.com/farm4.static.flickr.com/3048/2986474564_4250d0fd49.jpg" alt="" /></p>
<p><span style="font-size:.8em;margin-top:0;"><a href="http://www.flickr.com/photos/bornjavanese/2986474564/">Tarian semut</a>, originally uploaded by <a href="http://www.flickr.com/people/bornjavanese/">BornJavanese</a>.</span></div>
<blockquote><p><strong><span style="color:#008000;">Perhatikan semut ini! Dia sedang menari!</span></strong><br />
Semut saja bisa menari seanggung yang bisa dia lakukan. Sebenernya sih aku tidak tahu bagaimana dia biasa mengekspresikan perasaannya. Aku juga tak tahu apakah semut mengerti tentang keindahan atau tidak. Apa yang aku tahu adalah bahwa dia menari dan sempat membuatku terpana dan terhibur saat aku jepret. Indah nian; sekurang-kurangnya dia mempertontonkan sesuatu yang indah di depan mataku.</p></blockquote>
<p><strong><span style="color:#008000;">Bagaimana denganmu, Kawan?</span></strong><br />
Semut saja bisa menari! Jangan katakan bahwa kamu tidak mampu melakukannya untuk mengeskpresikan jiwamu. Manusia lebih berarti dibanding semut. Kita ini makhluk intelektual dan religius yang dikaruniai talenta dan kemampuan untuk berkreasi. Tarian manusia tentulah lebih kreatif dan indah dibanding tarian semua semut di muka bumi ini. Tak hanya untuk ekspresi jiwa dalam keindahan, tarian merupakan cara yang mengagumkan untuk mengkomunikasikan integritas kita sebagai manusia yang indah, bahkan dengan tanpa kata-kata. Cinta, kegembiraa, kepedihan, semangat hidup….., iman, harapan dan impian..…, kegigihan dan perjuangan….., dan semua aspek hidup kita mempunyai pola gerak, yang bisa diartikulasikan dalam serangkaian gerakan yang indah dan harmonis: TARIAN!</p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Terberkatilah engkau, Kawan!</span></strong><br />
Semoga hari-harimu menyenangkan. Dan, hari ini jangan lupa kau menari, sebuah tarian tulus seorang manusia, supaya harimu benar-benar penuh kegembiraan! <strong><span style="color:#3366ff;">[skd]</span></strong></p>
<p>English version: <a href="http://natural-wisdom.blogspot.com/2008/10/dancing-ant.html">Dancing ant</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2008/11/04/tarian-semut/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">111</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/49862e8014ef888bbddd1d811ade9cb7126187b009ae702869eee6471efe267a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kandar Ag.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3048/2986474564_4250d0fd49.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Asyik dengan lalat!</title>
		<link>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2008/10/30/asyik-dengan-lalat/</link>
					<comments>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2008/10/30/asyik-dengan-lalat/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kandar Ag.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 04:37:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Insight]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[bau]]></category>
		<category><![CDATA[busuk]]></category>
		<category><![CDATA[chrysomya megalocephala]]></category>
		<category><![CDATA[Firaun]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[kotor]]></category>
		<category><![CDATA[lalat]]></category>
		<category><![CDATA[laler ijo]]></category>
		<category><![CDATA[makna rohani]]></category>
		<category><![CDATA[morning talk]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi Musa]]></category>
		<category><![CDATA[terusik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2008/10/30/asyik-dengan-lalat/</guid>

					<description><![CDATA[Flies &#8211; Morning Talk, originally uploaded by BornJavanese. Entah mengapa, sejak aku gandrung lagi pada fotografi setelah beberapa waktu kamera Nikon F10-ku hilang dicuri malind di Gua Kerep Ambarawa, binatang ini selalu menarik perhatianku: lalat hijau (laler-ijo). Sampai-sampai aku mencari tahu nama Latin dari serangga yang terkenal menjijikkan ini. Ternyata banyak variannya. Yang aku yakin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:center;padding:3px;"><img style="border:solid 0 #000000;" src="https://i0.wp.com/farm4.static.flickr.com/3058/2984070864_4c08dddd27.jpg" alt="" /></p>
<p><span style="font-size:.8em;margin-top:0;"><a href="http://www.flickr.com/photos/bornjavanese/2984070864/">Flies &#8211; Morning Talk</a>, originally uploaded by <a href="http://www.flickr.com/people/bornjavanese/">BornJavanese</a>.</span></div>
<p><strong><span style="color:#008000;">Entah mengapa,</span></strong> sejak aku gandrung lagi pada fotografi setelah beberapa waktu kamera Nikon F10-ku hilang dicuri malind di Gua Kerep Ambarawa, binatang ini selalu menarik perhatianku: lalat hijau (laler-ijo). Sampai-sampai aku mencari tahu nama Latin dari serangga yang terkenal menjijikkan ini. Ternyata banyak variannya. Yang aku yakin sering aku jepret adalah jenis <em>Chrysomya megalocephala</em>, sebuah nama yang cantik di balik reputasinya yang jelek! Coba bukan berarti laler ijo, pasti menjadi pertimbangan untuk nama calon anakku yang sekarang genap tujuh bulan dalam kandungan!</p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Begitu perhatian sama si laler,</span></strong> aku pernah menulis beberapa insight &#8211; makna rohani &#8211; tentangnya <a href="http://natural-wisdom.blogspot.com/search/label/flies">di blog-ku yang lain.</a> Di blog yang khusus aku buat untuk kreativitasku ber-fotografi juga sering aku upload gambar serangga ini sebagai <a href="http://wallpaper-4you.blogspot.com/search/label/Insects">wallpaper.</a> Dan kini aku merasa perlu untuk mencerna memperhatikan, apakah ada pesan tersendiri di balik semua itu.</p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Kira-kira sebulan lalu</span></strong> boss-ku di kantor bercerita tentang pengalaman unik berkaitan dengan lalat. Semenjak bapaknya meninggal, demikian beliau bertutur, setiap kali beliau &#8220;jagongan&#8221; minum teh atau kopi, tidak hanya di rumah namun di hotel berbintang sekalipun, selalu ada seekor lalat gedhe yang berseliweran di depannya. Kadang binatang itu hinggap di meja atau di gelasnya. &#8220;Entah mengapa bisa begitu,&#8221; ujar beliau bertanya-tanya.</p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Aku hanya berkomentar sedikit,</span></strong> &#8220;Lalat itu sukanya di tempat kotor dan berbau busuk, Pak! Hahaha&#8230;. Jadi&#8230;&#8221; Hehehe&#8230; aku ra wani melanjutkan! Agak bercanda tetapi mungkin sedikit menohok! Beliau pun mengerti akan hal itu, jelas.</p>
<p>&#8220;Tetapi aku pernah membuat tulisan makna rohani tentang lalat ijo, lho Pak! Dia itu kalau menyendiri, apalagi hinggap di tempat istimewa seperti bunga misalnya, kelihatan cantik. Barangkali saat itu dia sedang retret! Hahaha&#8230; Maksud saya, binatang itu tampak indah pada waktunya. Ah, mungkin Bapak harus mencerna pesan rohani yang ada di balik pengalaman bersama lalat itu, deh!&#8221;</p>
<p>Beliau tidak melanjutkan&#8230; kelihatannya hanya berhenti di situ saja, entahlah.</p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Sekarang malah ganti aku yang terusik,</span></strong> mengapa aku suka mengambil foto lalat. Mungkinkah aku sekarang ini sedang asyik dengan hal-hal yang sebetulnya kotor dan berbau busuk, hal-hal yang potensial membuat sakit? Mungkinkah aku sekarang ini sedang bergelut dengan perkara-perkara yang semestinya segera aku sudahi? Okelah&#8230; rasanya ini pesan penting bagiku dari alam.</p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Sementara itu,</span></strong> lalat memang selalu ada di mana-mana&#8230;. Dan jangan lupa, di jaman Nabi Musa dulu binatang ini pernah dipergunakan Allah untuk memperingatkan raja Firaun yang keras kepala! <strong><span style="color:#3366ff;">[skd]</span></strong></p>
<p>Seen also at: <a href="http://agkandar.blogspot.com/2008/10/asyik-dengan-lalat_29.html">Blogspot</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2008/10/30/asyik-dengan-lalat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">110</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/49862e8014ef888bbddd1d811ade9cb7126187b009ae702869eee6471efe267a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kandar Ag.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3058/2984070864_4c08dddd27.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Unified by the death</title>
		<link>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2008/09/22/unified-by-the-death/</link>
					<comments>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2008/09/22/unified-by-the-death/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kandar Ag.]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 04:51:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Insight]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Interfaith]]></category>
		<category><![CDATA[jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[kerukunan]]></category>
		<category><![CDATA[Melayat]]></category>
		<category><![CDATA[salib]]></category>
		<category><![CDATA[yang hidup]]></category>
		<category><![CDATA[yang mati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2008/09/22/unified-by-the-death/</guid>

					<description><![CDATA[Unified by the death, originally uploaded by BornJavanese. Download: 1024*731 Bisa dilihat juga di FotoKita.net &#8211; National Geographic Indonesia Sebetulnya foto ini lebih pas jika saya tampilkan pada bulan November nanti, saat umat Katolik mendevosikan bulan itu untuk para arwah saudara-saudari yang sudah meninggal dunia. Namun hati ini gak sabaran&#8230; hehehe&#8230; mumpung saudara-saudari umat Muslim [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:center;padding:3px;"><a title="photo sharing" href="http://www.flickr.com/photos/bornjavanese/2867642690/"><img style="border:solid 0 #000000;" src="https://i0.wp.com/farm4.static.flickr.com/3239/2867642690_75553a2371.jpg" alt="" /></a></div>
<p><span style="font-size:.8em;margin-top:0;"><a href="http://www.flickr.com/photos/bornjavanese/2867642690/">Unified by the death</a>, originally uploaded by <a href="http://www.flickr.com/people/bornjavanese/">BornJavanese</a>.</span></p>
<p>Download: <a href="http://farm4.static.flickr.com/3239/2867642690_75553a2371_b.jpg">1024*731</a><br />
Bisa dilihat juga di <a href="http://fotokita.net/browse/member/bornjavanese">FotoKita.net &#8211; National Geographic Indonesia</a></p>
<p><span style="color:#339966;"><strong><span style="color:#008000;">Sebetulnya</span> </strong></span>foto ini lebih pas jika saya tampilkan pada bulan November nanti, saat umat Katolik mendevosikan bulan itu untuk para arwah saudara-saudari yang sudah meninggal dunia. Namun hati ini gak sabaran&#8230; hehehe&#8230; mumpung saudara-saudari umat Muslim seluruh dunia sedang menunaikan ibadah Puasa 1429 H, sekalian bisa menjadi inspirasi bila memungkinkan.</p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Sengaja</span></strong> judul di Flickr.com itu tidak aku ubah, <em>&#8220;Unified by the death&#8221;</em>, pake bahasa Inggris supaya lebih powerful. Okelah&#8230;kalau mau yang bahasa Indonesia kira-kira menjadi <em>&#8220;Dipersatukan oleh yang sudah meninggal&#8221;.</em> Sementara yang ada di balik judul itu adalah sepenggal pesan yang bisa terdengar di seputar peristiwa kematian. Semasa hidupnya, seseorang mungkin luput dari perhatian istimewa dari siapapun, tak terkecuali keluarganya. Apalagi bila orang itu tak punya peran penting seperti layaknya seorang tokoh masyarakat, artis, politisi atau pejuang HAM. Semua orang yang mengenalnya pun tak begitu peduli akan kabarnya dari waktu ke waktu. Di antara orang-orang yang mengenalnya itu bahkan barangkali terlibat dalam perselisihan, pertengkaran, permusuhan atau perkara yang menghalangi mereka untuk bertemu muka.</p>
<p><strong><span style="color:#008000;">However&#8230;</span></strong> ketika dia meninggal, berita kematiannya merebak secepat intensitas orang-orang yang dicintai dan mencintainya. Dan orang-orang pun berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir. Perbedaan, perselisihan, pertengkaran, permusuhan dan perkara yang yang sedang berkecamuk di antara orang-orang yang menerima berita itu tidak lagi menjadi penghalang mereka untuk berkumpul. Pertimbangannya hanyalah satu: &#8220;Aku mencintai orang yang meninggal itu, dan kini aku ingin menghormatinya!&#8221;</p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Begitulah&#8230;</strong></span> rupa-rupanya peristiwa kematian memang <em>powerfull</em> menyentuh sanubari siapa pun. Sungguh, suatu moment yang sangat istimewa sebetulnya, bahwa seorang yang meninggal bisa mengumpulkan banyak orang, bisa lebih banyak dibanding peristiwa pesta apa pun yang dia selenggarakan semasa masih hidup.</p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Haruskah</span></strong> menunggu adanya kematian seseorang terlebih dahulu untuk bisa berkumpul dalam cinta-kasih? <span style="color:#3366ff;"><strong>[skd</strong></span>]</p>
<p>Baca juga: <a href="https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2008/01/29/kematian-mahkota-kehidupan/" target="_self">Kematian &#8211; Mahkota Kehidupan.</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2008/09/22/unified-by-the-death/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">105</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/49862e8014ef888bbddd1d811ade9cb7126187b009ae702869eee6471efe267a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kandar Ag.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3239/2867642690_75553a2371.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kepompong &#8211; Selamat Berpuasa</title>
		<link>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2008/09/03/kepompong-selamat-berpuasa/</link>
					<comments>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2008/09/03/kepompong-selamat-berpuasa/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kandar Ag.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 05:10:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Insight]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritualitas]]></category>
		<category><![CDATA[Enthung]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu ucapan]]></category>
		<category><![CDATA[Kepompong]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan 1429 H]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2008/09/03/kepompong-selamat-berpuasa/</guid>

					<description><![CDATA[Kepompong &#8211; Selamat Berpuasa, originally uploaded by BornJavanese. Download: 880*640 Tidak terasa setahun berlalu dan bulan Puasa telah tiba. Saudara-saudari umat muslim kembali menunaikan Ibadah Puasa sebagai persiapan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H nanti. Untuk postingan kali ini saya ingin menyampaikan ucapan selamat menjalankan Ibadah Puasa untuk Anda yang menunaikannya. Meskipun [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:center;padding:3px;"><a title="photo sharing" href="http://www.flickr.com/photos/bornjavanese/2821551404/"><img style="border:solid 0 #000000;" src="https://i0.wp.com/farm4.static.flickr.com/3257/2821551404_2944d3ec56.jpg" alt="" /></a></div>
<p><span style="font-size:.8em;margin-top:0;"><a href="http://www.flickr.com/photos/bornjavanese/2821551404/">Kepompong &#8211; Selamat Berpuasa</a>, originally uploaded by <a href="http://www.flickr.com/people/bornjavanese/">BornJavanese</a>.</span></p>
<p>Download: <a href="http://farm4.static.flickr.com/3257/2821551404_80e5c4cfcd_o.jpg">880*640</a></p>
<p>Tidak terasa setahun berlalu dan bulan Puasa telah tiba. Saudara-saudari umat muslim kembali menunaikan Ibadah Puasa sebagai persiapan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H nanti.</p>
<p>Untuk postingan kali ini saya ingin menyampaikan ucapan selamat menjalankan Ibadah Puasa untuk Anda yang menunaikannya. Meskipun saya bukan umat Muslim, tetapi dari lubuk hati terdalam saya menaruh hormat dan dukungan sejauh yang bisa saya haturkan. Itu pun bila berkenan. Jikalau tidak&#8230; ucapan saya ini biarlah terbang ke angkasa dan lebur dalam nafas setiap makhluk Sang Pencipta.</p>
<p>Baca juga insight-nya dalam bahasa Inggris: <a href="http://natural-wisdom.blogspot.com/2008/09/time-to-change.html">&#8220;Time to change&#8221;</a>, dan dalam bahasa Jawa: <a href="http://bornjavanese.blogspot.com/2008/09/enthung.html">&#8220;Enthung&#8221;</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2008/09/03/kepompong-selamat-berpuasa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">102</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/49862e8014ef888bbddd1d811ade9cb7126187b009ae702869eee6471efe267a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kandar Ag.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3257/2821551404_2944d3ec56.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Lambaikan benderamu, Nak!</title>
		<link>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2008/08/21/lambaikan-benderamu-nak/</link>
					<comments>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2008/08/21/lambaikan-benderamu-nak/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Kandar Ag.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 03:09:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Insight]]></category>
		<category><![CDATA[Pijar Optimisme]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Bendera]]></category>
		<category><![CDATA[HUT kemerdekaan RI]]></category>
		<category><![CDATA[Kebebasan]]></category>
		<category><![CDATA[Makna kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[Menghayati kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[Merdeka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2008/08/21/lambaikan-benderamu-nak/</guid>

					<description><![CDATA[Lambaikan benderamu, Nak! Originally uploaded by BornJavanese Suasananya masih seputar perayaan HUT kemerdekaan RI ke-63. Presenter di radio, televisi maupun kegiatan off-line menanyakan kepada responden tentang makna kemerdekaan, &#8220;Apa arti kemerdekaan buat Anda?&#8221; Sduuuuuuu&#8230;.t!!! Aku yakin dengan dugaanku, bahwa pertanyaan itu mengajak responden untuk mengambil jarak dari tataran realitas ke tataran ide. Dalam kehidupan sehari-hari, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div></div>
<div style="float:right;margin-left:10px;margin-bottom:10px;margin-top:10px;"><a title="photo sharing" href="http://www.flickr.com/photos/bornjavanese/2777205592/"><img style="border:solid 0 #000000;" src="https://i0.wp.com/farm4.static.flickr.com/3089/2777205592_bea8618e1e_m.jpg" alt="Lambaikan benderamu, Nak!" /></a><br />
<span style="font-size:0.9em;margin-top:0;"><a href="http://www.flickr.com/photos/bornjavanese/2777205592/">Lambaikan benderamu, Nak!</a></span><br />
<span style="font-size:0.9em;margin-top:0;">Originally uploaded by <a href="http://www.flickr.com/people/bornjavanese/">BornJavanese</a></span></div>
<p><strong><span style="color:#008000;">Suasananya masih seputar perayaan HUT kemerdekaan RI ke-63.</span></strong> Presenter di radio, televisi maupun kegiatan <em>off-line</em> menanyakan kepada responden tentang makna kemerdekaan, &#8220;Apa arti kemerdekaan buat Anda?&#8221;</p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Sduuuuuuu&#8230;.t!!!</span></strong> Aku yakin dengan dugaanku, bahwa pertanyaan itu mengajak responden untuk mengambil jarak dari tataran realitas ke tataran ide. Dalam kehidupan sehari-hari, insidensi demi insidensi, tak pernahlah orang serta-merta berpikir mengenai yang namanya arti atau makna sesuatu! Separasi dan distingsi logis terhadap realitas hidup memang memerlukan intensitas kegiatan kepala dan hati yang luar biasa. Tak semua orang sempat melakukannya. Alhasil, ketika pertanyaan itu ditujukan kepadanya, mau tak mau dia harus merenung sejenak kalau tak ingin jawaban yang ngawur! Sekurang-kurangnya supaya dia dapat memberikan jawaban yang sedikit intelek dan <em>prestigious</em>. Bahwa sesudah acara tanya-jawab itu selesai kemudian idenya hilang tertiup angin, <em>no problem, I don&#8217;t care!</em></p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Namun, menjawab pertanyaan itu jelas penting!</span></strong> &#8220;Kemerdekaan&#8221; atau &#8220;kebebasan&#8221; adalah salah satu nilai dasar untuk hidup bermoral dan beretika, baik untuk diri sendiri maupun untuk hidup bersama. Itulah kepentingannya! Dan jawaban personal atas pertanyaan itu lebih bernilai moral daripada latah ikut-ikutan.</p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Para politisi dan aktivis</span></strong> sering menggarisbawahi bahwa sebenarnya kita belum merdeka seratus persen dari penjajahan. Bagi saya sih, itu <em>brilliant</em> menggugah namun sekaligus menjebak! Menggugah karena membuat orang tersentak dan tersadar akan realitas negatif hidup ini. Menjebak, karena bisa meneguhkan agresi dan kecenderungan untuk lebih percaya pada realitas negatif daripada realitas positif yang senyatanya juga ada!</p>
<p><strong><span style="color:#008000;">Ditanya atau tidak,</span></strong> setiap manusia itu telah hidup dalam kemerdekaannya, tak peduli dia dipenjara atau tidak. Begitu dia itu manusia, begitupun terbentang jalan <em>untuk</em> mewujudkan kreativitasnya! Manusia memang tercipta <em>untuk</em> gigih mewujudkan hidupnya sebagai makhluk yang berbudi, bukan sebagai makhluk liar.</p>
<p><strong><span style="color:#008000;"><em>So</em>, yang kiranya lebih penting ditanyakan,</span></strong> seandainya saya seorang presenter, adalah <em>&#8220;Apa yang Anda perbuat bertolak dari kemerdekaan Anda?&#8221;</em></p>
<p>Begitulah Anda mengibarkan bendera! <strong><span style="color:#3366ff;">[skd]</span></strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://kandar4thegoodnews.wordpress.com/2008/08/21/lambaikan-benderamu-nak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">93</post-id>
		<media:content url="https://1.gravatar.com/avatar/49862e8014ef888bbddd1d811ade9cb7126187b009ae702869eee6471efe267a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Kandar Ag.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3089/2777205592_bea8618e1e_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lambaikan benderamu, Nak!</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
