<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" gd:etag="W/&quot;AkIDQHYyfSp7ImA9WxBUEUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-621243382310561524</id><updated>2010-02-26T08:42:51.895+07:00</updated><title>Karangan Online</title><subtitle type="html" /><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://yaya.karangan.org/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/" /><author><name>rizko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08659436625661270760</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/KaranganOnline" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="karanganonline" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><geo:lat>-7.7769</geo:lat><geo:long>110.373</geo:long><entry gd:etag="W/&quot;AkIDQHc7eyp7ImA9WxBUEUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-621243382310561524.post-5635574446339150018</id><published>2010-02-26T08:42:00.000+07:00</published><updated>2010-02-26T08:42:51.903+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-26T08:42:51.903+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Panutan" /><title>Muhammad, Pemimpin Moralis yang Tak Berwajah Pembohong</title><content type="html">Mantan Menteri  Agama KH Tolchah Hasan bertindak sebagai pengisi hikmah Maulid dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Istana Negara. Dalam acara yang dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono itu, KH Tolchah Hasan menceritakan sosok Nabi Muhammad sebagai figur pemimpin yang moralis, tidak memiliki wajah pembohong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Muhammad adalah manusia yang paling berpengaruh di dunia. Moralis, jujur, dan bertanggung jawab," demikian pujian KH Tolchah di hadapan ratusan hadirin peserta peringatan Maulid Nabi Muhammad di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (25/2/2010) malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Hadir dalam acara tersebut para duta besar negara sahabat, para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II beserta para istri dan suami, serta para pemimpin lembaga tinggi negara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muhammad, menurut Tolchah, mengalami masa keemasan dalam memimpin Islam saat hijrah ke Madinah selama 10 tahun. Dalam masa itu, Muhammad didukung penuh oleh kaum muslimin, dicintai serta didukung habis-habisan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Beda dengan masyarakat Makkah, reaksi penduduk Makkah saat itu tak seperti di Madinah. Karena Nabi Muhammad berusaha untuk merubah feodalisme dan otoriter menjadi demokratis," papar pengasuh pesantren mahasiswa Ainul Yaqin, Malang, Jawa Timur ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan Cuma orang muslim saja yang cinta kepada Muhammad. Bahkan komunitas&lt;br /&gt;
nonmuslim pun juga memberikan rasa hormat yang lebih kepada nabi akhir zaman&lt;br /&gt;
tersebut. Dikisahkan oleh Tolchah, seorang intelektual Yahudi pada masa itu, Abdullah Bin Salam, begitu ingin melihat langsung sosok Muhammad.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Saya ingin melihat sendiri wajah Muhammad. Setelah saya lihat sendiri wajahnya, saya jatuh cinta. Dan saya ikut mengagumi orang ini (Muhammad). Kenapa? Pertama kali saya melihat wajah Muhammad, saya yakin ini bukan wajah pembohong," kata Abdullah Bin Salam seperti ditirukan oleh Tolchah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan akhirnya, Abdullah Bin Salam pun masuk Islam setelah melihat wajah Muhammad yang tidak ada tampang pembohong itu. Muhammad, lanjut Tolchah, juga senantiasa membangun hubungan harmonis dengan umat, atau pun dengan sesama manusia. Muhammad juga mencetuskan masyarakat muslim yang berbudaya, religius, etis, demokratis dan damai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam suatu kisah, diceritakan ada seorang sahabat Nabi bernama Usamah Bin Zaid, meminta kepada Nabi Muhammad agar salah seorang warga Arab yang terpandang dan kaya yang melakukan perbuatan kriminal diminta untuk dibebaskan dari jeratan hukum. Muhammad pun dengan tegas menolaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Cara-cara seperti inilah yang salah. Orang miskin ditindak, tapi jika dia berasal dari golongan terhormat dibebaskan dari hukuman, saya tidak mau," demikian kata Muhammad seperti ditirukan Tolchah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muhammad dianggap mempersatukan penduduk Madinah dan sekitarnya yang berbeda suku dan agama. Muhammad juga membebaskan kaum nonmuslim untuk beribadah sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sebagaimana tercantum dalam Piagam Madinah, cikal bakal Negara Islam Madinah dengan penduduk yang pluralis," pungkas Tolchah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2010/02/26/074051/1307194/10/muhammad-pemimpin-moralis-yang-tak-berwajah-pembohong?991102605"&gt;Detik.Com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/621243382310561524-5635574446339150018?l=yaya.karangan.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://yaya.karangan.org/feeds/5635574446339150018/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/02/muhammad-pemimpin-moralis-yang-tak.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/5635574446339150018?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/5635574446339150018?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/02/muhammad-pemimpin-moralis-yang-tak.html" title="Muhammad, Pemimpin Moralis yang Tak Berwajah Pembohong" /><author><name>rizko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08659436625661270760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00889770664132642904" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkQGQHozfip7ImA9WxBVFko.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-621243382310561524.post-149395549183683083</id><published>2010-02-20T19:51:00.003+07:00</published><updated>2010-02-20T19:52:01.486+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-20T19:52:01.486+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hikmah" /><title>Umar dan Penggembala Ternak</title><content type="html">Pada satu hari ketika Umar mengadakan perjalanan dari Madinah menuju  Mekkah, di tengah perjalanan, ia bertemu dengan seorang pemuda yang  sedang menggembala kambing yang sangat banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat penggembala dengan ternak gembalaannya yang sangat banyak itu,  maka terbetiklah di hati Umar untuk menguji keimanan pemuda itu dalam  mengontrol seluruh amal perbuatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Umar pun bertanya kepada pemuda itu, "Anak muda, bolehkah aku membeli  seekor saja hewan gembalamu?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemuda itu menjawab acuh tak acuh, "Aku ini hanya seorang budak, tuan".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Memangnya kenapa? Aku tidak pedulu engkau seorang budah atau bukan. Aku  hanya ingin membeli seekor saja, dan aku melihat hewan gembalaanmu ini  banyak sekali, tentu majikanmu seorang yang sangat kaya. Kehilangan  seekor kambing apalah artinya. Engkau katakan saja bahwa seekor serigala  telah memangsanya, pasti majikanmu percaya," kata Umar membujuknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar bujukan ini, pemuda itu memandang Umar dengan tatapan aneh, ia  pun berkata, "Benar tuan, Kambing ini memang sangat banyak dan  majikanku seorang saudagar kaya. Jika aku berdusta pun, ia tidak akan  pernah tahu dan apalah arti seekor kambing baginya. Namun, tuan, &lt;i&gt;fa'ainallah&lt;/i&gt;  di manakah Allah?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Umar terdiam mendengar perkataan Si Pemuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Keimanan kepada Allah itulah keyakinanku tuan! Demi mendapatkan  keimanan ini aku telah melalui teriknya gurun sahara hingga terkelupas  telapak kakiku. Aku sudah menemani sunyi dan dinginya malam sampai  berurai air mata, dan telah aku selami dalamnya samudera pengetahuan  untuk memperoleh mutiara keimanan ini. Aku melakukan semua ini dengan  mengorbankan sesuatu yang agung demi mendapatkan sesuatu yang lebih  agung. Namun sekarang, tuan ingin membeli keimananku dengan segenggam  dirham? Tuan ingin menukar keyakinan ini dengan sekeping dinar? Tidak  tuan, tidak! Bagaimana mungkin, aku sudi menukar mutiara berharga dengan  sebongkah sebongkah batu biasa? Mungkinkah aku rela menjual intan  permata dengan perak tak berharga? Sungguh, seandainya aku harus memilih  antara kesenangan dunia dengan keimanan ini, maka aku tidak akan sudi  menjual keimananku ini."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar jawaban pemuda itu, berguncang tubuh Umar hingga jatuh pingsan  tidak sadarkan diri. Setelah siuman, Umar pun menangis, meneteskan air  matanya. Lalu, Umar bertanya kepada pemuda penggembala ternak itu,  "Wahai anak muda, di manakah rumah majikanmu?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Untuk apa tuan ingin tahu rumah majikanku?" jawab sang pemuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sudahlah, tunjuki saja aku di mana rumah majikanmu, aku sangat ingin  bertemu dengannya!" desak Umar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat cerita, diantarkannya Khalifah Umar ke rumah majikan Si  Penggembala itu. Sesampai di rumah majikannya, Umar membeli pemuda itu  dan segera memerdekakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat Umar membebaskannya, ia memegang kedua bahu Si Pemuda, sambil  berkata, "Kalimah ini telah memerdekakan engkau di dunia ini dan aku  berharap semoga kalimah ini pula yang akan membebaskan engkau dari azab  neraka di akhirat kelak?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;b&gt;Ustadz Yusuf Mansur&lt;/b&gt; - Dhuha Setiap Pagi - Salamadani  (Dikutip dari buku 100 kisah islami pilihan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/621243382310561524-149395549183683083?l=yaya.karangan.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://yaya.karangan.org/feeds/149395549183683083/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/02/umar-dan-penggembala-ternak.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/149395549183683083?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/149395549183683083?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/02/umar-dan-penggembala-ternak.html" title="Umar dan Penggembala Ternak" /><author><name>rizko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08659436625661270760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00889770664132642904" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D04GSXo7eyp7ImA9WxBVE08.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-621243382310561524.post-4951585191534233086</id><published>2010-02-16T20:03:00.001+07:00</published><updated>2010-02-16T20:12:08.403+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-16T20:12:08.403+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Islam" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hikmah" /><title>Memuja Allah Setiap Waktu</title><content type="html">Ketika kita menunaikan shalat, tentu diwajibkan untuk membaca surah Al-Fatihah. Kita akan senantiasa membaca berulang-ulang surah yang menjadi salah satu rukun dalam shalat itu. Dari tujuh ayat dalam surah Al-Fatihah terkandung nilai-nilai luhur sebagaimana pendapat Ary Ginanjar Agustian, seorang pakar pelatihan &lt;i&gt;Emotional Spiritual Quotien&lt;/i&gt; (ESQ).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Bismillahirahmanirrahim&lt;/i&gt; (Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Ayat ini mengajarkan kepada kita untuk memulai segala sesuatu atas nama Allah. Artinya, kita harus sadar bahwa landasan beraktivitas itu harus berpusat pada pengabdian kepada-Nya. Inilah yang disebut dengan kesadaran spiritual (&lt;i&gt;Spiritual Awareness&lt;/i&gt;) yang akan menumbuhkan rasa ikhlas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;Alhamdulillaahirrabil'alamiin &lt;/i&gt;(Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam). Kalau kita meresapi ayat ini akan membuat kita sadar akan kebesaran Allah sehingga mampu menciptakan manusia yang berjiwa besar (&lt;i&gt;Thinking Big&lt;/i&gt;). Melalui pujian inilah, kita tidak akan menjadi manusia yang gampangan. Gampang berkeluh kesah, gampang putus asa, dan gampang mengerdilkan diri sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Arrahmaanirrahiim &lt;/i&gt;(Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang). Makna dari kedalaman ayat ini mengajarkan kita untuk memberi berdasarkan sikap kasih dan sayang kepada orang lain (&lt;i&gt;Thinking Deep&lt;/i&gt;). Pokoknya, sama sekali tidak berdasarkan pada keuntungan-keuntungan yang bersifat kalkulatif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Maalikiyaumiddiin&lt;/i&gt; (Yang Menguasai Hari Pembalasan). Kalau kita meresapi makna dalam ayat ini, Allah SWT mengajarkan manusia agar memiliki visi jangka panjang (&lt;i&gt;Visioner&lt;/i&gt;) sehingga dengan memiliki visi jangka panjang, arah gerak hidup kita tetap fokus dan tidak akan oleng diterjang masalah yang menghadang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin &lt;/i&gt;(Hanya kepada Allah kami mengabdi dan hanya kepada-Nya kami memohon pertolongan). Intisari dari ayat ini mengajarkan agar kita memiliki integritas tinggi hanya kepada Allah (&lt;i&gt;Integrity&lt;/i&gt;). Dari sinilah, kita tidak akan diperbudak oleh sesuatu yang tidak abadi sehingga kita akan berubah menjadi manusia yang independen, tidak takut kepada apapun dan siapapun, kecuali hanya takut kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ihidinash shiraathal mustaqiim &lt;/i&gt;(Tunjukilah kami jalan yang lurus), yang bermakna semacam permohonan untuk menunjukkan langkah aplikasi semua visi yang kita miliki sehingga bisa berwujud nyata karena tanpa adanya keridhaan Allah SWT, kreativitas kita sebagai manusia dan sebagai hamba-Nya tidak akan mencapai &lt;i&gt;Ultimate goal&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itulah, pada akhir surah ini dikatakan, "&lt;i&gt;Shirathalladzina an'amta'alaihim&lt;/i&gt;". Yang artinya menunjukkan jalan bagi orang-orang yang Engkau beri nikmat, bukan "&lt;i&gt;almagdhubi 'alaihim&lt;/i&gt;" yaitu jalan bagi mereka yang dimurkai. Bahkan, bukan "&lt;i&gt;waladhdhalliin&lt;/i&gt;" yaitu jalan mereka yang sesat. Intisari dari ayat ini mengajarkan kepada manusia untuk terus mengevaluasi hati, pikiran, dan tindakan agar tetap berada pada tangga yang benar dan lurus (&lt;i&gt;evaluation&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau saja dengan surah yang dibaca secara berulang-ulang pada setiap rakaat shalat itu tidak mampu mengubah diri kita, berarti perlu dipertanyakan kembali nilai keabsahannya. Makanya, di dalam surah al-Maa'uun, orang yang tidak bisa bersikap mengasih-sayangi kepada sesama manusia dikategorikan shalatnya sia-sia. Namun, tidak berarti ketika kita belum merasakan adanya perubahan dalam diri sekalipun rutin menunaikan shalat, kita jangan pernah meninggalkan shalat. Pada posisi demikian, kita masih berada pada pusat orbit spiritual. Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"... dan matahari beredar di tempatnya yang ditetapkan baginya. Itulah ketetapan (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui"&lt;/i&gt; (QS Yaasin, 36: 38).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;b&gt;Ustadz Yusuf Mansur&lt;/b&gt; - Shalat Dhuha Setiap Pagi - Salamadani&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/621243382310561524-4951585191534233086?l=yaya.karangan.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://yaya.karangan.org/feeds/4951585191534233086/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/02/memuja-allah-setiap-waktu.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/4951585191534233086?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/4951585191534233086?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/02/memuja-allah-setiap-waktu.html" title="Memuja Allah Setiap Waktu" /><author><name>rizko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08659436625661270760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00889770664132642904" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0MMQX09fip7ImA9WxBVEk4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-621243382310561524.post-5771728247304426964</id><published>2010-02-15T20:11:00.000+07:00</published><updated>2010-02-15T20:11:20.366+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-15T20:11:20.366+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kuliah" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Touring" /><title>Nasi Gandul</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ey44XKn3AyQ/S3lGlizibII/AAAAAAAAAPg/DEnZKUPRY_w/s1600-h/nasi+gandul.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_ey44XKn3AyQ/S3lGlizibII/AAAAAAAAAPg/DEnZKUPRY_w/s320/nasi+gandul.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Udah sejak bulan Oktober 2009 sejak kegiatan &lt;b&gt;Studio I&lt;/b&gt;, pengen sekali nyobain jenis makanan yang satu ini. Saat itu cuma denger cerita dari temen kelompok aja cuma sampai akhir kegiatan belom sempet nyobain makanan yang satu ini, istilahnya kalau belom makan &lt;b&gt;Nasi Gandul&lt;/b&gt; sama aja belom ke &lt;b&gt;Pati&lt;/b&gt; hehehe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah ternyata "&lt;i&gt;pucuk dicinta ulam pun tiba&lt;/i&gt;", tulisan pantunnya bener gak ya?. Akhirnya datang juga kesempatan kedua saat harus mengikuti kegiatan &lt;b&gt;Studio II&lt;/b&gt; yang membuat kami &lt;b&gt;Kelompok Pati&lt;/b&gt; harus berangkat ke &lt;b&gt;Kabupaten Pati&lt;/b&gt; untuk cek n ricek data. Namun ada yang beda pada kegiatan yang kedua ini, kami menamakan kegiatan kami ini bukan "&lt;i&gt;Survey Data&lt;/i&gt;" tapi "&lt;i&gt;Survey Kuliner&lt;/i&gt;", karena ternyata yang ada dipikiran kami hanya makan dan makan hihihi top markotop deh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Hari pertama gak terlalu aneh, karena makanannya dah biasa. Hari kedua udah mulai aneh nih, mulai dari &lt;b&gt;Sate Kelinci&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Bakso Ceker&lt;/b&gt;. Hari ketiga kami nyobain &lt;b&gt;Bandeng Juwana Panggang&lt;/b&gt; dan semua makanan khas &lt;b&gt;Bandeng&lt;/b&gt; lainnya, hari ketiga ini juga kami ngajak pembimbing untuk makan &lt;b&gt;Bandeng2an&lt;/b&gt; juga hehehe. Nah karena penasaran ama &lt;b&gt;Nasi Gandul&lt;/b&gt;, akhirnya walaupun perut udah kenyang langsung tancap gas ke &lt;b&gt;Alun-Alun Pati&lt;/b&gt; yang ada malam itu perut kenyang banget dan satu yang bisa saya katakan "&lt;i&gt;Uenakkkk&lt;/i&gt;"...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya sempet ngomong sama temen yang nganterin, kok nasinya becek ya, bisa dibilang ini nasi banjir hehehe, karena penuh dengan kuah berdaging yang membuat piring berlapiskan daun pisang menjadi banjir, yang asyiknya seperti udah kebiasaan abis makan kok langsung keringetan yah ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari terakhir full &lt;i&gt;SeaFood&lt;/i&gt;, mulai dari &lt;b&gt;kerang&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;kepiting&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;pari&lt;/b&gt;, dkk, harganya juga gak terlalu mahal, makan 10 orang dengan porsi yang buanyakkk gak nyampe &lt;b&gt;150 rb&lt;/b&gt;, emang asyik ya kalo makan di daerah ini, kalau di Pontianak udah kena' berapa yah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ok deh kawan, besok2 kita Survey kemana lagi nih, mampung masih sekelas dan masih pada ngumpul dan masih ada di &lt;b&gt;Yogya&lt;/b&gt; nih jadi bisa deket kemana-mana, pengen nyobain yang laen-laen...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah untuk &lt;b&gt;Nasi Gandul&lt;/b&gt;, Alhamdulillah sekarang udah gak penasaran lagi, nanti kalo udah selesai kuliahnya pengen minta tolong emak atau istri tercinta masakkin ah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/621243382310561524-5771728247304426964?l=yaya.karangan.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://yaya.karangan.org/feeds/5771728247304426964/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/02/nasi-gandul.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/5771728247304426964?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/5771728247304426964?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/02/nasi-gandul.html" title="Nasi Gandul" /><author><name>rizko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08659436625661270760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00889770664132642904" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_ey44XKn3AyQ/S3lGlizibII/AAAAAAAAAPg/DEnZKUPRY_w/s72-c/nasi+gandul.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE8EQXg7eyp7ImA9WxBWFUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-621243382310561524.post-5504396464559026057</id><published>2010-02-08T03:00:00.000+07:00</published><updated>2010-02-08T03:00:00.603+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-08T03:00:00.603+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ESDM" /><title>Mikrohidro Atasi Kemiskinan Desa</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ey44XKn3AyQ/S215bD6PEQI/AAAAAAAAAPU/M-JuxtoiOGw/s1600-h/rv_life.1254886332.upper-class-poverty-in-global-village.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_ey44XKn3AyQ/S215bD6PEQI/AAAAAAAAAPU/M-JuxtoiOGw/s320/rv_life.1254886332.upper-class-poverty-in-global-village.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kebutuhan listrik dirasakan sangat vital bagi masyarakat. Setiap barang elektronik di abad 21 ini pasti menggunakan energi listrik, contohnya televisi, radio, komputer dan lain-lain. Energi listrik merupakan bentuk energi yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan kajian ada hubungan linear antara pemakaian energi listrik perkapita dengan &lt;i&gt;Gross Domestic Product&lt;/i&gt; (GDP) perkapita. Dengan kata lain pembangunan suatu negara tidak lepas dari konsumsi energi listriknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Saat ini globalisasi sudah menyebar ke seluruh dunia. Indonesia sudah 63 tahun merdeka, namun belum mampu mencukupi energi listrik seluruh rakyatnya. Sebanyak 35% dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 87,5 juta jiwa diketahui hidup tanpa pelayanan listrik, dan bisa dikatakan hampir semuanya tinggal di pedesaan. Jangankan untuk memenuhi listrik di perkotaan saja sudah susah, bahkan di ibukota negara sendiri sering terjadi pemadaman listrik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara kita sedang sibuk-sibuknya untuk berbenah di sana sini untuk mengejar ketertinggalan dengan negara tetangga tapi di sisi lain kita dihadapi masalah tentang ketersediaan listrik. Pengadaan pasokan energi juga mengalami banyak kendala. Sudah bukan rahasia lagi bahwa pembangkit listrik di negara ini berasal dari energi fosil. Cadangan sumber energi fosil seperti minyak dan batubara yang banyak digunakan untuk pembangkit tenaga listrik kelak akan habis. Kebutuhan bensin 20 tahun ke depan diperkirakan akan meningkat 5 kali lipat dari tahun 2002 menjadi 48 juta kililiter. Kebutuhan solar yang di gunakan untuk PLTD akan meningkat menjadi 4,3 kali lipat atau menjadi 56 juta kiloliter. Sementara itu, produksi minyak bumi Indonesia terus menurun dari tahun ke tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebutuhan energi listrik ini diperkirakan akan meningkat dengan laju pertumbuhan penduduk dan industri. Diperkirakan hingga tahun 2020 pemerintah baru bisa memenuhi pasokan listrik menjadi 90 persen jumlah penduduk. Di tengah kondisi finansial PLN yang kurang mendukung rasanya akan bertambah sulit bagi penduduk pedesaan, terutama di desa terpencil, untuk menikmati listrik PLN. Melihat kondisi seperti ini maka pengadaan energi alternatif untuk pedesaan sangat perlu untuk dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbagai alternatif telah dilakukan untuk pengadaan energi listrik. Alam Indonesia yang melimpah ditopang dengan posisinya di khatulistiwa, sudah cukup layak untuk mencari sumber energi alternatif yang baru. Namun dalam hal pengadaan energi listrik, efisiensi pengadaannya patut diperhitungkan mengingat ketersediaan sumber energi di tempat energi itu diperlukan. Misalnya energi geothermal, Indonesia merupakan negara "Arab Saudinya" geothermal karena hampir 40 persen sumber energi geothermal dunia ada di Indonesia. Walaupun sumber daya geothermal Indonesia besar namun tidak semua wilayah Indonesia mengandung geothermal. Di samping itu investasi pembangunan pembangkit listrik tenaga ini membutuhkan dana yang cukup besar. Mengingat wilayah Indonesia yang penyebaran penduduknya banyak di pedesaan maka diperlukan sumber energi yang murah dan mudah diperoleh. Oleh karena itu yang menjadi pilihan bagi kita salah satunya adalah energi mikrohidro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mikrohidro Si Pembawa Terang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mikrohidro adalah pembangkit listrik tenaga air skala kecil yang mempunyai prinsip kerja mirip dengan PLTA. Energi yang dihasilkan mikrohidro jika dibandingkan dengan PLTA skala besar cukup kecil sehingga berimplikasi pada sederhananya peralatan dan kecilnya areal tanah yang diperlukan untuk instalasi dan pengoperasian mikrohidro. Hal tersebut merupakan salah satu keunggulan mikrohidro, yakni tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. Mikrohidro cocok diterapkan di pedesaan yang belum terjangkau listrik dari PT PLN ataupun yang sudah ada jaringan PLN nya. Mikrohidro mendapatkan energi dari aliran air yang memiliki perbedaan ketinggian tertentu. Energi tersebut dimanfaatkan untuk memutar turbin yang dihubungkan dengan generator listrik. Mikrohidro bisa memanfaatkan ketinggian air yang tidak terlalu besar, misalnya dengan ketinggian air 2,5 m bisa dihasilkan listrik 400 W. Potensi pemanfaatan mikrohidro secara nasional diperkirakan mencapai 7.500 MW, sedangkan yang dimanfaatkan saat ini baru sekitar 600 MW. Meski potensi energinya tidak terlalu besar, namun mikrohidro patur dipertimbangkan untuk memperluas jangkauan listrik di seluruh pelosok nusantara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pesatnya pembangunan di berbagai provinsi tentunya akan meningkatkan kebutuhan energi listrik. Mengingat tidak meratanya penyebaran energi listrik di berbagai provinsi maka dibutuhkan pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang meningkat dengan cepat. Untuk itu mikrohidro sangat terbuka sebagai objek usaha swasta. Hal ini ditopang dengan banyaknya anak sungai yang mengalir di berbagai provinsi dan banyaknya irigasi di daerah pertanian. Selain itu, peluang ini dapat dikaitkan dengan target pemerintah untuk meningkatkan &lt;i&gt;electrification ratio&lt;/i&gt; kepala keluarga hingga 90 persen pada tahun 2020. Jika dibandingkan dengan pembangkit listrik tenaga diesel dan tenaga gas maka pembangkit listrik mikrohidro ini dapat bersaing dengan biaya pembangkit yang relatif murah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini sungguh merupakan sebuah peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi yang bisa meminimalisir angka kemiskinan desa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;b&gt;&lt;a href="http://imidap.org/"&gt;IMIDAP&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/621243382310561524-5504396464559026057?l=yaya.karangan.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://yaya.karangan.org/feeds/5504396464559026057/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/02/mikrohidro-atasi-kemiskinan-desa.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/5504396464559026057?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/5504396464559026057?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/02/mikrohidro-atasi-kemiskinan-desa.html" title="Mikrohidro Atasi Kemiskinan Desa" /><author><name>rizko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08659436625661270760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00889770664132642904" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_ey44XKn3AyQ/S215bD6PEQI/AAAAAAAAAPU/M-JuxtoiOGw/s72-c/rv_life.1254886332.upper-class-poverty-in-global-village.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUEEQH47fip7ImA9WxBWE0w.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-621243382310561524.post-121873666736670404</id><published>2010-02-05T03:00:00.041+07:00</published><updated>2010-02-05T03:00:01.006+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-05T03:00:01.006+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Real Money" /><title>Mengapa Uang Kertas Tidak Bisa Dipakai Untuk Perencanaan Finansial Jangka Panjang ?</title><content type="html">Bagi perencana finansial, inflasi adalah faktor ketidakpastian terbesar yang paling sulit diatasi. Betapa tidak, di negeri seperti Indonesia, inflasi terburuk (terbesar) dalam sepuluh tahun terakhir pernah mencapai 78% (1998).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih buruk lagi dalam lima puluh tahun terakhir, di Indonesia inflasi pernah benar-benar tidak terkendali dan mencapai angka 650% (1965).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inflasi yang berarti menurunnya daya beli uang, ternyata tidak hanya dialami oleh mata uang Rupiah. Bahkan mata uang dunia yang selama ini dianggap perkasa yaitu Dollar Amerika, daya beli mata uangnya terhadap emas telah turun tinggal 29% dalam 8 tahun terakhir. Dalam 40 tahun terakhir daya beli Dollar Amerika terhadap emas tinggal 4% saja!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Pada umumnya ketika kita merencanakan kebutuhan finansial ke depan, apakah untuk keperluan 'pensiun' yang mungkin masih 20 - 30 tahun lagi, biaya pendidikan anak di perguruan tinggi yang masih belasan tahun lagi, ataupun kebutuhan biaya lain yang sifatnya jangka panjang, kita memerlukan asumsi inflasi yang kita akan hadapi-misalnya 10% per tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asumsi kedua adalah hasil investasi dari dana kita, targetnya tentu selalu di atas angka inflasi tersebut agar pertumbuhan dana kita tidak kalah cepat dengan kenaikan inflasi. Di sinilah problem kita yaitu menghadapi dua ketidakpastian sekaligus, ketidakpastian inflasi dan ketidakpastian hasil investasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh kongkret masalah ini saya ambilkan pengalaman seorang kawan dengan asuransi pendidikannya. Kawan ini eksekutif di perusahaan telekomunikasi, beliau kecewa berat dengan asuransi pendidikan anaknya yang dibeli tahun 1988.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat itu ketika anaknya baru lahir, ia membeli produk asuransi pendidikan senilai Rp. 22,5 juta yang akan cair pada saat anaknya masuk perguruan tinggi. Saat itu nilai pertanggungan ini sangat besar dan pada tahun-tahun awalnya harus dibayar 20% dari gaji bulanan dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 2006 ketika anaknya masuk ITB dan perlu membayar Rp. 45 juta uang pangkal, dana asuransi yang cair ternyata hanya cukup membayar separuh dari uang pangkal tersebut. Siapa yang salah? Perusahaan asuransi sudah membayar kewajibannya dengan benar, kawan saya juga telah konsisten selalu membayar preminya bertahun-tahun dengan benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang salah tidak lain adalah nilai uang kita yang sangat tidak bisa diandalkan. Nilai pertanggungan Rp. 22,5 juta tahun 1988 adalah setara dengan 227 Dinar. Ketika cair tahun 2006, nilai asuransi Rp. 22,5 juta tersebut tingal 32 Dinar! (kalau uang asuransi tersebut cair pada saat tulisan ini saya buat 1 Muharram 1429 - Rp. 22,5 juta hanya setara dengan 19 Dinar!).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bayangkan kalau dari awal teman saya yang saleh tersebut membeli produk asuransi pendidikan dengan nilai sebesar 227 Dinar, maka saat cair tahun 2006 nilai 227 Dinar tersebut setara dengan Rp. 161 juta (Kalau jumlah Dinar yang sama ditukar ke Rupiahny&amp;nbsp; saat ini menjadi Rp. 261 juta). Uang ini bukan hanya cukup untuk membayar uang pangkal di ITB, tetapi juga masih cukup untuk membelikan anaknya mobil baru untuk kuliah dan membayar seluruh biaya pendidikan sampai anaknya tamat! Inilah indahnya kalau produk keuangan jangka panjang dikelola dengan Dinar, mata uang baku yang nilainya tidak pernah terdevaluasi sepanjang zaman!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;Sayangnya produk asuransi pendidikan belum ada yang dibuat dengan nilai Dinar. Mudah-mudahan ada perusahaan asuransi jiwa syariah yang mau mengeluarkan produk berbasis Dinar ini - soalnya di asuransi kesehatan sudah ada.&lt;/blockquote&gt;Sumber : &lt;a href="http://geraidinar.com/"&gt;Muhaimin Iqbal - GeraiDinar&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/621243382310561524-121873666736670404?l=yaya.karangan.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://yaya.karangan.org/feeds/121873666736670404/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/02/mengapa-uang-kertas-tidak-bisa-dipakai.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/121873666736670404?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/121873666736670404?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/02/mengapa-uang-kertas-tidak-bisa-dipakai.html" title="Mengapa Uang Kertas Tidak Bisa Dipakai Untuk Perencanaan Finansial Jangka Panjang ?" /><author><name>rizko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08659436625661270760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00889770664132642904" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0cCQX4zeip7ImA9WxBWEkQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-621243382310561524.post-4835171417305363940</id><published>2010-02-04T21:20:00.001+07:00</published><updated>2010-02-04T21:51:00.082+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-04T21:51:00.082+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Real Money" /><title>Nabung Emas di GeraiDinar</title><content type="html">Tidak ada yang lebih baik selain kembali kepada tuntunan Allah SWT. Emas adalah hakim yang adil dalam bermuamalah, dan emas mampu menjaga nilainya bahkan sampai kiamat. Tidak ada kezaliman dalam bertransaksi jika menggunakan emas karena unsur logamnya saja sudah sangat berharga. Hal ini sangat berbeda jika kita menggunakan uang kertas yang sesungguhnya tidak bernilai. Bagaimana mungkin sepetak tanah bisa dihargai hanya dengan beberapa gepok uang kertas. Uang kertas hanya bernilai berdasarkan atas asas kepercayaan. Kalau kepercayaan terhadap nilai uang tersebut luntur maka hancurlah nilai mata uang tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Saya tidak habis pikir bagaimana mungkin mata uang 1 dollar amerika bisa bernilai 9 ribu rupiah lebih, bukankah ini sesuatu yang tidak adil dan penuh kezaliman, inilah yang membuat perekonomian kita hancur, karena kita mengikuti sistem ekonomi kapitalis yang bersandar di awang-awang dimana sesuatu yang tidak berharga di paksa berharga karena ada unsur kepercayaan, bagaimana kalau kepercayaan itu hilang?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah jika teman-teman tertarik untuk tahu lebih banyak tentang mata uang yang sebenarnya, silahkan deh kunjungi situs &lt;a href="http://geraidinar.com/"&gt;GeraiDinar&lt;/a&gt;. Situs yang dibuat oleh seorang pakar ekonomi syariah (Bpk. Muhaimin Iqbal) yang telah banyak mengarang buku ini berisi berbagai macam artikel menarik dan sangat mendidik yang membuat saya setiap hari mengunjungi situs ini untuk membaca setiap tulisan yang ada. Bahkan saya mengoleksi 3 buah buku dengan topik "&lt;b&gt;Dinar&lt;/b&gt;" karangan beliau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk berinvestasi dan menjaga nilai dari asset kita, &lt;a href="http://geraidinar.com/"&gt;GeraiDinar&lt;/a&gt; pun mampu memberi solusi dengan menyediakan &lt;b&gt;Koin Emas Dinar&lt;/b&gt; bersertifikat sesuai dengan standar Islam yang dicetak oleh &lt;a href="http://antam.com/"&gt;PT. Antam&lt;/a&gt;. Bagi anda yang takut untuk menyimpan fisik dari Dinar Emas pun bisa menitipkannya di &lt;b&gt;Tabungan Emas Dinar &lt;/b&gt;yang difasilitasi oleh &lt;a href="http://geraidinar.com/"&gt;GeraiDinar&lt;/a&gt; lewat &lt;a href="http://m-dinar.com/"&gt;M-Dinarnya&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://geraidinar.com/"&gt;GeraiDinar&lt;/a&gt; pun menyediakan grafik pergerakan nilai Dinar Emas setiap hari, mingguan, bulanan bahkan tahunan secara realtime.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika anda ingin berinventasi untuk masa depan, sebaiknya hindari menabung di Bank, gunakan Bank hanya untuk mempermudah untuk bayar ini bayar itu, kalo untuk nabung jangan deh, mau tabungan biasa, deposito, semuanya tidak mampu menjaga nilainya. Apa bisa uang 10 rb yang cukup untuk makan kita sekarang cukup juga untuk makan kita nanti 20 tahun yang akan datang? Hal ini sungguh berbeda dengan Koin Emas Dinar, ada sebuah hadits nabi yang secara gak langsung bercerita tentang harga 1 ekor kambing di jamannya yang berada dikisaran 1 Dinar Emas. Ternyata sampai jaman sekarang harga kambing ya tetep aja sekitar 1 Dinar, gak percaya, silahkan buktikan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/621243382310561524-4835171417305363940?l=yaya.karangan.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://yaya.karangan.org/feeds/4835171417305363940/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/02/nabung-emas-di-geraidinar.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/4835171417305363940?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/4835171417305363940?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/02/nabung-emas-di-geraidinar.html" title="Nabung Emas di GeraiDinar" /><author><name>rizko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08659436625661270760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00889770664132642904" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0ABSHk4cSp7ImA9WxBWEkg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-621243382310561524.post-8864802407475410539</id><published>2010-02-04T10:55:00.000+07:00</published><updated>2010-02-04T10:55:59.739+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-04T10:55:59.739+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ikhtiar" /><title>Ikhtiar Perdana :)</title><content type="html">Alhamdulillah hari ini masih diberi kesehatan oleh Allah SWT, masih bisa bangun pagi dan mempunyai energi untuk berangkat ke kampus pagi-pagi. Terima kasih Allah atas segala karunia yang telah engkau berikan kepadaku dan keluargaku...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi tadi langsung menuju ke perpustakaan kampus, kemudian langsung mencari beberapa tesis yang memiliki tema kurang lebih sama untuk mencatat beberapa ide dan permasalahan yang pernah dibahas sebelumnya. Ada beberapa hal yang tadi sempat dicatat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Setelah membuka lembar demi lembar halaman dan dirasa cukup, walaupun sebenarnya belom cukup but nanti disambung lagi. Setelah perpustakaan, lanjut ikhtiar ke gedung KPTU UGM untuk mencari Dosen Pembimbing Utama yang merupakan Pembantu Dekan I, ternyata bapak sedang pergi tugas ke jakarta, Insya Allah besok ada "kata petugas di sekretariatnya", Ok terima kasih bu', pak. Harus tetap semangat nih dan harus tetap gembira dalam menjalaninya. Langkah berikutnya langsung menuju ke kampus karena ada kuliah Studio II yang sudah dimulai sejak jam 9.00 tadi. Di tangga Alhamdulillah ketemu Dosen Pembimbing Kedua, saya pun mengucapkan salam dan memperkenalkan diri dan bertanya kapan saya bisa buat janji untuk konsultasi awal, "minggu depan" kata bapak dosen pembimbing kedua saya, mmm "minggu depan saya ke lapangan pak" saya membalas percakapannya, kalo gitu "minggu depannya lagi ba'da Zuhur" kata dosen pembimbing saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alhamdulillah, paling tidak sudah ketemu salah satu dosen pembimbing saya, walaupun belum sempat untuk konsultasi awal dan memberikan proposal awal saya. Mudah-mudahan langkah selanjutnya selalu dimudahkan Allah SWT dalam segala urusannya. Amiiin&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
OK tetap semangat dan berdo'a...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/621243382310561524-8864802407475410539?l=yaya.karangan.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://yaya.karangan.org/feeds/8864802407475410539/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/02/ikhtiar-perdana.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/8864802407475410539?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/8864802407475410539?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/02/ikhtiar-perdana.html" title="Ikhtiar Perdana :)" /><author><name>rizko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08659436625661270760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00889770664132642904" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUUEQ38zcSp7ImA9WxBWEk8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-621243382310561524.post-5342661371964547208</id><published>2010-02-04T03:00:00.004+07:00</published><updated>2010-02-04T03:00:02.189+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-04T03:00:02.189+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ESDM" /><title>Pengembangan Mikrohidro</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ey44XKn3AyQ/S2U2N3zExjI/AAAAAAAAAMo/mxrBX5spDZI/s1600-h/SKEMA+PLTMH.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_ey44XKn3AyQ/S2U2N3zExjI/AAAAAAAAAMo/mxrBX5spDZI/s320/SKEMA+PLTMH.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dengan berkembangnya teknologi, pemanfaatan air dapat diterapkan pada bidang yang lebih luas dengan mengubah bentuk energi air menjadi energi listrik. Suatu bentuk energi yang paling fleksibel saat ini, akan lebih memudahkan pemanfaatan energi air di dalam kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Indonesia energi air telah lama berperan dalam pemenuhan kebutuhan akan energi dalam kehidupan masyarakatnya. Banyak pembangkit listrik tenaga air telah didirikan, dan pembangkit berkapasitas kecil, atau sering disebut pembangkit pikohidro, sampai pembangkit-pembangkit berkapasitas ratusan Mega Watt.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Potensi air tersebar hampir di seluruh Indonesia dan diperkirakan mencapai 75.000 MW, sementara pemanfaatannya baru sekitar 2,5 persen dari potensi yang ada. Dengan memanfaatkan sisa air yang tersebar di seluruh Indonesia kita bisa mendapatkan energi listrik melalui pemutaran turbin. Inilah yang biasa kita sebut mikrohidro. Mikrohidro merupakan salah satu energi alternatif yang dapat dibilang cukup menjanjikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Mengapa disebut Menjanjikan ??&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain sistem kerja mikrohidro yang tidak merusak lingkungan karena tidak membutuhkan bahan bakar, mikrohidro juga disinyalir mampu menurunkan efek gas rumah kaca. Tapi sayangnya, belum banyak pihak yang memanfaatkan potensi air yang tersebar itu untuk pengembangan mikrohidro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih banyak penduduk Indonesia yang belum menikmati listrik. Sebagian dari mereka adalah orang yang tinggal dipelosok desa. Kita tahu bahwa listrik merupakan sarana penting untuk menunjang pembangunan yang berkelanjutan. Di Indonesia, rasio elektrifikasi yang baru mencapai 63% menunjukkan tanda adanya ancaman krisis listrik di masa depan apabila sektor ketenagalistrikan di Indonesia tidak dikelola dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Listrik dari PLN memang belum dapat menerangi desa mereka, tetapi mereka tetap memiliki sumber daya alam yang melimpah, seperti air. Dari energi tersebut, masyarakat desa tetap dapat memenuhi kebutuhannya akan air bersih dengan membuat dan mengelola pembangkit mikrohidro. Hal ini membuktikan, bahwa PLTMH merupakan salah satu sumber potensial yang mampu mengatasi krisis listrik. Dan tidak dapat dipungkiri, PLTMH mampu mensejahterakan kehidupan rakyat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menilik kondisi tersebut, &lt;i&gt;Integrated Microhydro Development and Application Programme&lt;/i&gt; (IMIDAP) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi ikut berperan dalam meningkatkan mutu kehidupan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat perdesaan dengan memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai mikrohidro mulai dari pembangunannya hingga cara pengelolaan pembangkitnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Potensi listrik tenaga mikrohidro yang ada merupakan sumber daya yang dapat menunjang pembangunan pedesaan. Potensi sosial-ekonomi desa yang dapat dikembangkan dengan adanya PLTMH cukup besar. Apalagi jika daerah perdesaan itu memiliki jaringan irigasi yang baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tujuan dari penerapan pembangkit listrik tenaga mikrohidro di jaringan irigasi adalah untuk menunjang pembangunan pedesaan melalui peningkatan taraf sosial-ekonomi masyarakat desa. Jaringan irigasi yang banyak dibangun di daerah pedesaan untuk menunjang pembangunan pertanian menyimpan potensi tenaga air yang cukup besar untuk dimanfaatkan bagi PLTMH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penerapan pembangkit listrik tenaga mikrohidro di jaringan irigasi adalah untuk mengembangkan potensi tenaga air yang terdapat pada jaringan irigasi menjadi potensi tenaga listrik, dengan membuat pembangkit listrik tenaga mikrohidro pada bagian-bagian dari jaringan irigasi yang mempunyai potensi, dan menyalurkan tenaga listrik yang dihasilkan kepada masyarakat pemakai untuk dimanfaatkan bagi pengembangan potensi sosial-ekonomi desa (pendidikan, kesehatan, keluarga berencana, keagamaan, pertanian, peternakan, industri kecil/rumah, kerajinan, ketrampilan, perdagangan dan lain-lain). Asalkan sistem pengelolaan jaringan irigasi cukup baik, pendistribusian air akan berlangsung secara teratur sepanjang tahun. Dengan demikian pembangkit mikrohidro dapat beroperasi dengan baik dan bermanfaat sesuai yang kita harapkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;b&gt;&lt;a href="http://imidap.org/"&gt;IMIDAP&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/621243382310561524-5342661371964547208?l=yaya.karangan.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://yaya.karangan.org/feeds/5342661371964547208/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/02/pengembangan-mikrohidro.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/5342661371964547208?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/5342661371964547208?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/02/pengembangan-mikrohidro.html" title="Pengembangan Mikrohidro" /><author><name>rizko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08659436625661270760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00889770664132642904" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_ey44XKn3AyQ/S2U2N3zExjI/AAAAAAAAAMo/mxrBX5spDZI/s72-c/SKEMA+PLTMH.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkIDQnk7fip7ImA9WxBWEUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-621243382310561524.post-2421987371830193705</id><published>2010-02-03T09:33:00.001+07:00</published><updated>2010-02-03T09:36:13.706+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-03T09:36:13.706+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kuliah" /><title>Dosen Pembimbing Tesis</title><content type="html">Alhamdulillah, Dosen Pembimbing Tesis sudah diumumkan oleh bagian pengajaran. Semoga dalam setiap langkah dimudahkan oleh Allah SWT. Amiiin. Yang sulit jadi mudah, yang mudah jadi lebih mudah. Dosen-dosennya, adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Prof. Ir. Bambang H.W, MUP., M.Sc., Ph.D&lt;/b&gt; (Pembimbing Utama)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ir. Didik Kristiadi, MLA., M.Arch. UD&lt;/b&gt; (Pembimbing Pendamping)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Pak Didik pernah mengajar "Berpikir Kreatif" pas Matrikulasi waktu itu, sementara Pak Prof. Bambang belom pernah saya lihat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So, selanjutnya. Bismillahirrahmaanirrahiim, semoga semuanya lancar dan dimudahkan Allah SWT dalam setiap urusannya. Amiiin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ok lanjut n Fighting to Coding :)...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/621243382310561524-2421987371830193705?l=yaya.karangan.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://yaya.karangan.org/feeds/2421987371830193705/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/02/dosen-pembimbing-tesis.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/2421987371830193705?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/2421987371830193705?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/02/dosen-pembimbing-tesis.html" title="Dosen Pembimbing Tesis" /><author><name>rizko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08659436625661270760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00889770664132642904" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkECRnc5fip7ImA9WxBWEE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-621243382310561524.post-5239402998684710212</id><published>2010-02-01T20:11:00.003+07:00</published><updated>2010-02-01T20:24:27.926+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-01T20:24:27.926+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Money" /><title>Verified Paypal Menggunakan Rekening Bank di Indonesia</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ey44XKn3AyQ/S2bQgyy0xsI/AAAAAAAAANo/EbsEFT8a4Gw/s1600-h/screenshot2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_ey44XKn3AyQ/S2bQgyy0xsI/AAAAAAAAANo/EbsEFT8a4Gw/s320/screenshot2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sudah sejak lama saya berusaha untuk membuat &lt;a href="https://www.paypal.com/id/mrb/pal=NLL2THEQU3FMW"&gt;Account Paypal&lt;/a&gt; saya bisa di verified. Sampai ada niatan ingin membuat Kartu Kredit tapi hal itu saya urungkan karena buat apa membuat Kartu Kredit pikir saya toh saya memang sudah melakukan transaksi kredit di Bank hehehe. Langkah kedua saya tertarik untuk menggunakan VCC (&lt;i&gt;Virtual Credit Card&lt;/i&gt;), tapi itu pun saya batalkan toh saya belum menggunakan Paypal ini dalam waktu dekat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Alhamdulillah, setelah sekian lama, beberapa hari terakhir saya iseng buka &lt;a href="https://www.paypal.com/id/mrb/pal=NLL2THEQU3FMW"&gt;Account Paypal&lt;/a&gt; saya dengan niatan pengen coba alternatif pengiriman uang dari Istri saya yang sedang kuliah di Adelaide - South Australia ke Indonesia, siapa tahu ongkos kirimnya lebih murah, karena menurut Paypal jika kita mencairkan uang dari Paypal ke Bank di Indonesia tidak membutuhkan biaya jika lebih dari 1,5 Juta Rupiah. Nah pas lagi cek-cek tersebut saya melihat keterangan di Paypal bahwa saya bisa melakukan verifikasi hanya dengan menggunakan Rekening Bank saya di Indonesia. Langsung saja saya masukkan nomor rekening saya, kebetulan saya menggunakan Bank BNI. Paypal kemudian mengirimkan sejumlah uang untuk verifikasi ke rekening saya. Saya melakukan hal ini pada hari Kamis - 28 Jan 2010 - Malam hari, dan Sore ini - Senin - 1 Feb 2010 sudah ada transferan dari Paypal, masing-masing sebesar Rp. 7,- untuk verifikasi ke Paypal. Untuk lebih jelasnya Screenshoot saya sertakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alhamdulillah, &lt;a href="https://www.paypal.com/id/mrb/pal=NLL2THEQU3FMW"&gt;Account Paypal&lt;/a&gt; saya sudah terverifikasi, saya tidak tahu kapan saya mulai menggunakan Paypal ini, mmm mungkin dalam waktu dekat saya akan membeli software atau buku dengan menggunakan &lt;a href="https://www.paypal.com/id/mrb/pal=NLL2THEQU3FMW"&gt;Account Paypal&lt;/a&gt; saya, tinggal di isi aja nih sejumlah $ yang diinginkan lewat Changer2 yang banyak Online di Indonesia, mudah-mudahan Account Paypal saya bisa memberikan manfaat yang banyak untuk saya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/621243382310561524-5239402998684710212?l=yaya.karangan.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://yaya.karangan.org/feeds/5239402998684710212/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/02/verified-paypal-menggunakan-rekening.html#comment-form" title="2 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/5239402998684710212?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/5239402998684710212?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/02/verified-paypal-menggunakan-rekening.html" title="Verified Paypal Menggunakan Rekening Bank di Indonesia" /><author><name>rizko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08659436625661270760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00889770664132642904" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_ey44XKn3AyQ/S2bQgyy0xsI/AAAAAAAAANo/EbsEFT8a4Gw/s72-c/screenshot2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;C08BQ3w8cCp7ImA9WxBXGUo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-621243382310561524.post-1972356641559223272</id><published>2010-02-01T03:00:00.053+07:00</published><updated>2010-02-01T04:04:12.278+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-01T04:04:12.278+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ESDM" /><title>Air Sumber Kehidupan Manusia</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ey44XKn3AyQ/S2TaAa_2KEI/AAAAAAAAAMc/jc-Lt5heTYs/s1600-h/siklus.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_ey44XKn3AyQ/S2TaAa_2KEI/AAAAAAAAAMc/jc-Lt5heTYs/s320/siklus.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kebutuhan manusia akan energi semakin meningkat. Energi nampaknya sudah menjadi hal yang sangat vital bagi kehidupan kita semua. Hampir seluruh aktivitas hidup manusia bergantung pada energi. Meskipun kebutuhan manusia akan energi dapat terpenuhi di setiap waktu, namun bukan berarti kita tidak perlu memikirkan keberadaannya di masa mendatang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Pasokan energi semakin menipis seiring dengan ketergantungan kita akan bahan bakar fosil. Perlu banyak cara untuk mengantisipasi hal itu. Menilik kondisi energi nasional yang kian merosot, tugas kita sebagai manusia bukan hanya meratapi kondisi ini. "Jangan hanya meratapi, melainkan cari jalan keluar!".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Air Sumber Energi Raksasa&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Banyak yang belum menyadari bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan potensi alam. Hal ini perlu dimanfaatkan seefektif mungkin. Potensi tersebut mampu menopang hidup masyarakat banyak. Bukan tidak mungkin kita keluar dari kubangan krisis energi yang melanda kita saat ini, asalkan kita bisa dan mau memanfaatkan potensi tersebut. Lain halnya dengan air. Keberadaannya memang melimpah, bahkan dengan begitu banyak manfaatnya bagi kehidupan manusia, membuat kita seringkali menyepelekan kehadiran air di lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air adalah material yang paling berlimpah di dunia. Kita bisa hidup sebulan tanpa makan, tapi hanya bisa bertahan beberapa hari saja tanpa air. Air, seperti halnya energi, adalah hal yang esensial bagi pertanian, industri, dan hampir semua kehidupan. Dengan bertambahnya kebutuhan air untuk kegiatan manusia dan juga peningkatan jumlah penduduk 212.000 orang per hari (1985), kelangkaan air merupakan hal yang ada dihadapan kita. Air sangat bermanfaat bagi hajat hidup orang banyak Bisa dikatakan, air adalah salah satu penunjang kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan. Bisakah kita bayangkan jika kita hidup tanpa air? Musnah atau bertahan ???&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut laporan &lt;i&gt;World Commision on Water&lt;/i&gt;, pada tahun 1999 sekitar 1,2 Milyar penduduk bumi mengalami kesulitan akses air bersih, jumlah ini akan meningkat menjadi 2,7 Milyar atau sepertiga jumlah penduduk seluruh dunia pada tahun 2025 jika tidak dilakukan suatu tindakan nyata dalam mengatasi masalah kelangkaan air. Masyarakat di negara-negara berkembang mengalami penurunan kualitas kesehatan akibat kesulitan air bersih atau sumber air yang tercemar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin tidak banyak yang tahu kalau tanggal 22 Maret adalah Hari Air Dunia (HDU). Tepatnya pada tanggal 22 Maret 1992 di Rio Jeneiro telah ditetapkan dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang ke 47 sebagai Hari Air Dunia. Hal ini dilakukan untuk mengingatkan kita semua akan pentingnya air bagi keberlanjutan hidup umat manusia. Inilah bukti betapa pentingnya air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negara kita yang berada di wilayah tropika basa mempunyai curah hujan sebagai sumber air yang melimpah, akan tetapi sebaran ruang dan waktunya tidak merata sepanjang tahun. Oleh karena itu, diperlukan kearifan dalam tata kelola air (ketersediaan dan pemanfaatan) agar fungsi air bagi kehidupan dapat berkelanjutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Persoalan air, sumber air dan ketersediaan air merupakan persoalan bersama karena menyangkut masa depan seluruh kehidupan termasuk kehidupan umat manusia. Olah kerena itu, dalam melakukan pengelolaan air dan sumber air, harus dilakukan secara terpadu dengan mempertimbangkan berbagai kepentingan dan berwawasan lingkungan. Oleh karena itu, pemerintah dan seluruh komponen masyarakat diharapkan agar dapat lebih menghargai nilai air sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dan sumber kehidupan bagi kita semua. Jagalah kelestarian sumber air, melakukan penghematan pemakaian air dan tidak melakukan perusakan atau pencemaran air. Sebab tanpa air mustahil kehidupan ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;b&gt;&lt;a href="http://imidap.org/"&gt;IMIDAP&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/621243382310561524-1972356641559223272?l=yaya.karangan.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://yaya.karangan.org/feeds/1972356641559223272/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/02/air-sumber-kehidupan-manusia.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/1972356641559223272?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/1972356641559223272?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/02/air-sumber-kehidupan-manusia.html" title="Air Sumber Kehidupan Manusia" /><author><name>rizko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08659436625661270760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00889770664132642904" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_ey44XKn3AyQ/S2TaAa_2KEI/AAAAAAAAAMc/jc-Lt5heTYs/s72-c/siklus.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEIBR3g9eyp7ImA9WxBXGEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-621243382310561524.post-5810494043485018378</id><published>2010-01-31T05:15:00.002+07:00</published><updated>2010-01-31T07:09:16.663+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-31T07:09:16.663+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Hikmah" /><title>Bersyukur...</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ey44XKn3AyQ/S2SvdSB2IJI/AAAAAAAAAMQ/KXT1uGrrYlA/s1600-h/sujud-01.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_ey44XKn3AyQ/S2SvdSB2IJI/AAAAAAAAAMQ/KXT1uGrrYlA/s320/sujud-01.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Di ujung Handphone yang berjarak ribuan kilometer, ibu yang sangat saya sayangi selalu berpesan agar saya selalu bersyukur kepada Allah SWT. Nikmati hidup ini dan jalani dengan ikhlas. Masih banyak orang di luar sana yang tidak seberuntung kita. Setiap perjalanan hidup ini tentu ada perjuangannya, untuk itu jangan lupa sholat dan berdo'a supaya dimudahkan langkahnya oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Itulah sepenggal pesan yang saya dapatkan setiap mengakhiri percakapan dengan ibu tercinta. Senang sekali rasanya, menenangkan dan menggugah semangat. Allah sudah memberikan segalanya untuk saya, banyak sekali nikmat yang telah saya dapatkan, tapi memang saya akui sedikit sekali rasa syukur ini saya haturkan. Masih sering saya mengeluh padahal seharusnya tidak perlu ada yang dikeluhkan, saya sering lupa bahwa saya punya Allah SWT yang telah menciptakan saya yang juga sangat sayang kepada saya dan tentu saja tidak ingin membuat hambaNya susah, saya juga punya ibu, istri dan keluarga yang sangat menyayangi saya dan selalu mendoakan saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya harus belajar untuk banyak bersyukur akan segala karunia yang telah Allah SWT berikan untuk saya dan keluarga saya. Semoga Allah SWT menjadikan saya dan keluarga saya sebagai hambaNya yang selalu bersyukur...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/621243382310561524-5810494043485018378?l=yaya.karangan.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://yaya.karangan.org/feeds/5810494043485018378/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/01/bersyukur.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/5810494043485018378?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/5810494043485018378?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/01/bersyukur.html" title="Bersyukur..." /><author><name>rizko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08659436625661270760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00889770664132642904" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_ey44XKn3AyQ/S2SvdSB2IJI/AAAAAAAAAMQ/KXT1uGrrYlA/s72-c/sujud-01.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUQFRnc4cSp7ImA9WxBXGE4.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-621243382310561524.post-3591380119175681059</id><published>2010-01-30T14:41:00.000+07:00</published><updated>2010-01-30T14:41:57.939+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-30T14:41:57.939+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SIG" /><title>It's Time to Geocoding</title><content type="html">Ok, sekarang saatnya untuk melanjutkan proses Geocoding yang sebelumnya sudah lama tertunda, ada beberapa daerah Kabupaten, Kecamatan dan titik-titik potensi daerah yang masih belum saya proses. Mudah-mudahan hari ini bisa selesai semua, sehingga bisa terus berlanjut ke proses atau tahap berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Happy Geocoding and Tetap Semangat...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/621243382310561524-3591380119175681059?l=yaya.karangan.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://yaya.karangan.org/feeds/3591380119175681059/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/01/its-time-to-geocoding.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/3591380119175681059?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/3591380119175681059?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/01/its-time-to-geocoding.html" title="It's Time to Geocoding" /><author><name>rizko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08659436625661270760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00889770664132642904" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0UASXw-fyp7ImA9WxBXGEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-621243382310561524.post-153428161979146099</id><published>2010-01-30T08:31:00.001+07:00</published><updated>2010-01-30T08:34:08.257+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-30T08:34:08.257+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Keluarga" /><title>Pelepas Rindu</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ey44XKn3AyQ/S2OLFO3CAOI/AAAAAAAAAHk/MKU9vlMLUDo/s1600-h/din+7.jpg2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_ey44XKn3AyQ/S2OLFO3CAOI/AAAAAAAAAHk/MKU9vlMLUDo/s320/din+7.jpg2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Memang gak enak ya kalau hidup harus berpisah untuk sementara. Kami menikah tanggal 10 Oktober 2009, dan 1 minggu kemudian saya harus meninggalknya untuk melanjutkan pendidikan hanya berselang 1 minggu kemudian, padahal suasana sebagai pengantin baru benar-benar begitu indah. Kemudian istri tercinta datang menyusul pada tanggal 8 Desember 2009, senang sekali rasanya, suasana kembali menjadi begitu menyenangkan dan benar-benar menghangatkan jiwa ini, tapi itu juga tidak berlangsung lama, karena berselang 1 bulan kemudian tepatnya tanggal 11 Januari 2010 kamipun kembali harus berpisah untuk sementara. Sekarang giliran istri tercinta yang harus berangkat untuk melanjutkan pendidikan ke negeri tetangga di belahan selatan bumi Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya lewat telepon dengan durasi yang cukup singkat biar bisa menghemat, karena sebagai anak kos kami memang harus berhemat :) sekalian menabung buat ongkos saya pergi menyusul istri nanti setelah saya menyelesaikan studi saya (Semoga langkah saya dan istri di mudahkan Allah SWT. Amiiin). Facebook, Skype, Yahoo Messenger pun kami manfaatkan sebagai sarana yang dapat membantu kami melepas rindu. Di saat melihat wajahnya yang cantik terasa bahagia sekali apalagi ditambah oleh suaranya yang lembut. Ya Allah aku bersyukur kepadaMu, walaupun berjarak ribuan km kami masih bisa berbicara dan saling menatap, terasa istri tercinta berada di depan mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sayank..., yaya hanya bisa berdo'a dan berusaha semoga Allah SWT memudahkan langkah yaya agar bisa segera menyelesaikan tesis ini, sehingga yaya bisa segera menyusul mimi di sana, menemani mimi, dan kita bisa kembali hidup bersama, bercengkrama, meraih surga di bumi Allah yang juga begitu indah di belahan selatan dunia. Mimi juga jangan lupa berdo'a untuk yaya ya sayank...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/621243382310561524-153428161979146099?l=yaya.karangan.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://yaya.karangan.org/feeds/153428161979146099/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/01/pelepas-rindu.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/153428161979146099?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/153428161979146099?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/01/pelepas-rindu.html" title="Pelepas Rindu" /><author><name>rizko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08659436625661270760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00889770664132642904" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_ey44XKn3AyQ/S2OLFO3CAOI/AAAAAAAAAHk/MKU9vlMLUDo/s72-c/din+7.jpg2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0YMRn07fyp7ImA9WxBXGEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-621243382310561524.post-2930471073128810541</id><published>2009-10-25T19:43:00.003+07:00</published><updated>2010-01-30T08:33:07.307+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-30T08:33:07.307+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita" /><title>Dijodohin Monyet</title><content type="html">Ada satu hal yang merisaukan hati Bu Tati. Jaka, anak sulungnya, meskipun usianya sudah kepala “3″, belum kelihatan tanda-tanda mau berumah tangga. Kalau ditanya, dia selalu menjawab sambil bercanda. Tidak pernah serius. Padahal dia sudah mapan, sudah punya rumah sendiri, yang sekarang dikontrakkan. Jaka memang pekerja keras. Itu mungkin karena sejak SMP Jaka sudah ditinggal mati ayahnya. Jadi, dia mengambil alih tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Karena kegigihannya, dia berhasil menyelesaikan kuliah tepat waktu sambil bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Seperti biasa, sebelum berangkat kerja Jaka selalu sarapan bersama Ibu dan adiknya. Saat sedang asyik menikmati makan pagi, terdengar suara si Omen berteriak-teriak heboh. Si Omen adalah monyet peliharaan Jaka. Jaka dan Ibunya pun bergegas keluar. Oh, ternyata ada Mia, tetangganya, yang sedang mengajak main Faiz, kemenakannya yang masih berumur 3 tahun. Rupanya, si Omen marah lantaran Mia memberinya pisang sedikit demi sedikit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Hati-hati Mia, si Omen suka cemburuan. Takut yang punya diambil kali!” Dia mewanti-wanti Mia sambil bercanda. Mia memang sering mengajak Faiz main ke rumah Jaka, terutama kalau Faiz sedang rewel atau susah disuruh makan. Setelah melihat si Omen, biasanya Faiz langsung &lt;i&gt;anteng&lt;/i&gt; dan mau makan. Seperti pagi itu, Faiz menangis karena mau ikut mamanya berangkat kerja. Mia segera membawa Faiz melihat si Omen.&lt;br /&gt;
Sebelum berangkat kuliah, Heny, adik Jaka, sempat menggendong Faiz sambil bertanya pada ibunya, “Sudah pantes, kan, Bu?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sudah. Tapi, Masmu ini yang lebih pantes,” Jaka menyela.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Makanya, buru-buru cari calon istri!” ledek Heny.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Calon bini sih nggak usah dicari, kalau sudah waktunya ntar dia datang sendiri.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibu Tati dan Mia yang mendengar percakapan itu hanya tersenyum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di jalan, sambil dibonceng motor, Heny berkata kepada kakaknya, “Mas, kalo dipikir-pikir, Mbak Mia itu cantik juga ya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kenapa kalo dia cantik?” tanya Jaka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Apa Mas nggak tertarik? Pacarin aja!” Heny memberi saran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Gilole! Kakak dan iparnya itu teman kuliah gue!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Memangnya kenapa? Kakaknya juga tetangga emak gue!” balas Heny.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah keakraban Jaka dengan adiknya. Mereka memang biasa bercanda dan saling meledek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, rupanya kata-kata Heny menjadi bahan pikiran Jaka. Seharian itu dia ingat terus pada Mia. Terbayang wajahnya yang cantik, apalagi kalau sedang tersenyum. Manis sekali. Juga terngiang kembali kata-kata Heny.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlahan tapi pasti, benih-benih cinta tumbuh di hati Jaka. Dia jadi gelisah. Dia juga sering tersenyum-senyum sendiri. Di samping itu, dia jadi rada kikuk bila bertemu Mia. Akhirnya setelah kurang lebih dua bulan berlalu, Jaka menyerah juga. Dia harus mengakui jatuh cinta pada Mia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Singkat cerita, suatu hari Jaka membawa ibunya bertemu dengan kakak Mia, Rudy, teman kuliahnya dulu, untuk menyampaikan kabar baik bahwa dia akan melamar Mia. Tentu saja Rudy sangat senang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Harusnya yang berjasa mempertemukan gue sama Mia, gue bawa juga ke sini, Rud.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Siapa?” tanya Rudy.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Si Omen, monyet gue!” jawab Jaka asal, “Kalo nanti gue jadi nikah sama Mia, itu sebenarnya yang jadi mak comblang si Omen. Jadi gue dijodohin sama monyet!”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua tertawa mendengar kelakar Jaka. Dan memang, akhirnya Jaka menikah dengan Mia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;b&gt;Rahasia Rezeki, Jodoh, dan Mati – Dwi Bagus M.B – Mizania&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/621243382310561524-2930471073128810541?l=yaya.karangan.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://yaya.karangan.org/feeds/2930471073128810541/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2009/10/dijodohin-monyet.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/2930471073128810541?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/2930471073128810541?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2009/10/dijodohin-monyet.html" title="Dijodohin Monyet" /><author><name>rizko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08659436625661270760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00889770664132642904" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0UERn08fSp7ImA9WxBXGEw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-621243382310561524.post-8643775594839186914</id><published>2009-10-24T19:23:00.007+07:00</published><updated>2010-01-30T08:33:27.375+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-30T08:33:27.375+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerita" /><title>Nikah Membawa Berkah</title><content type="html">Imam tiga pekan lagi menikah. Tapi, dia sama sekali tidak punya uang untuk persiapan menyambut hari bahagia itu. Padahal, dia sudah berjanji kepada calon mertuanya akan membantu biaya resepsi sederhana sekadarnya. Objekannya gagal meskipun dia sudah menerima uang muka. Untung uang muka itu tidak diambil lagi oleh kliennya. Proyek dengan sebuah lembaga kursus untuk membuat kaus juga gagal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Ya, selama ini Imam memang kerja serabutan, dari nyablon, bangun rumah, servis elektronik, hingga mengurus KTP ke kelurahan. Meskipun demikian, dia tetap bertekad melangsungkan pernikahan pada hari yang telah ditentukan keluarga calon istrinya karena undangan memang sudah disebar sebagian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam terus berusaha, tapi hasilnya tetap saja nihil. Beberapa orang kerabat yang dimintai tolong mengaku tak punya uang. Bahkan, seorang saudaranya yang dia harap dapat “di tubruk” untuk meringankan bebannya mengatakan begini,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Sebenarnya saya ada uang, tapi si Edo minta dibeliin motor. Kuliahnya kan jauh, di Depok, jadi gak bisa gantian sama abangnya.”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Dia datangi pula beberapa orang kenalan dekatnya, hasilnya sama saja. Imam benar-benar syok. Tapi, tekadnya untuk menikah sudah bulat, apapun yang terjadi. Dia yakin, semua kesulitan pastilah ada jalan keluarnya. Ya, pasti. Makanya dia pantang surut. Tapi sejauh ini, dia tidak mengatakan pada calon istri dan keluarganya maupun orang tuanya. Dia tidak mau kesulitannya diketahui orang. Setiap malam dia bangun untuk tahajud. Dia merasa damai setelah mengadukan beban hatinya kepada Allah, dan paginya dia terus berusaha mencari uang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat detik-detik menjelang pernikahan, Allah Yang Maha Penyayang mengabulkan doanya. Tiba-tiba segala kemudahan dia dapatkan. Seorang temannya menyumbang air mineral dalam jumlah yang lumayan banyak ketika tahu dia akan menikah. Tenda dan kursi “disumbang” oleh seorang kenalan yang pernah dia tolong menguruskan KTP. Dan, separuh katering disumbang oleh bibi calon istrinya dengan pembayaran dicicil kapan saja!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak-anak nongkrong yang dulu pernah ditolong Imam meminjamkan sound system dan segala tetek bengeknya tanpa meminta upah. Terakhir, pencatat akad nikah dari Kantor Urusan Agama juga menolak dikasih “amplop” oleh ayahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walhasil, Imam bisa melangsungkan pernikahan dengan “damai” tanpa rasa waswas. Dia bersyukur kepada Allah tak habis-habis. Ya, ketika dalam kecemasan menjelang pernikahan, dalam sujud akhir pada setiap shalatnya, dia selalu berdoa sambil berurai air mata:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;“Ya Allah, jangan Engkau persulit hamba mengikuti Sunnah Baginda Rasulullah. Tolonglah hamba, beri hamba jalan keluar dari kesulitan keuangan. Kalau bukan kepada-Mu hamba mengadukan hajat hamba, lalu kepada siapa lagi hamba memohon pertolongan?”&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Imam memang berdoa kepada Tuhan yang tidak tuli dan tidak tidur, juga tidak pernah meninggalkan hamba-hambaNya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rahasia Rezeki, Jodoh, dan Mati – Dwi Bagus M.B – Mizania&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/621243382310561524-8643775594839186914?l=yaya.karangan.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://yaya.karangan.org/feeds/8643775594839186914/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2009/10/nikah-membawa-berkah.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/8643775594839186914?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/8643775594839186914?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2009/10/nikah-membawa-berkah.html" title="Nikah Membawa Berkah" /><author><name>rizko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08659436625661270760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00889770664132642904" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUcAQH87eSp7ImA9WxBXGEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-621243382310561524.post-5099342557496741444</id><published>2009-10-23T08:59:00.003+07:00</published><updated>2010-01-31T07:17:21.101+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-31T07:17:21.101+07:00</app:edited><title>Tentang Saya</title><content type="html">&lt;div class="entry"&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ey44XKn3AyQ/S2OTKO1KkOI/AAAAAAAAAHs/fQAsd7L-7Ck/s1600-h/din+7.jpg2.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_ey44XKn3AyQ/S2OTKO1KkOI/AAAAAAAAAHs/fQAsd7L-7Ck/s320/din+7.jpg2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bukanlah siapa-siapa, hanya berusaha untuk menjadi orang yang bermanfaat untuk orang banyak minimal untuk diri sendiri. Coba berbagi pengalaman, informasi dan mungkin fasilitas yang mungkin tidak berarti namun tetap berharap setitik manfaat ini dapat dirasakan oleh orang banyak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lahir di &lt;b&gt;Jakarta&lt;/b&gt; dengan nama &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/rizko"&gt;Kurnia Ramadhan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; dari rahim seorang ibu yang berdarah &lt;i&gt;Jawa, Sunda, Betawi&lt;/i&gt;. Ayahnya berdarah &lt;i&gt;Pakistan, Melayu dan Bugis&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;Bhinneka Tunggal Ika&lt;/b&gt; deh, ada banyak suku di darah merah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Tinggal di kota Pontianak yang merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Barat atau biasa dikenal dengan nama West Borneo, di kota inilah dia besar dan beranjak dewasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 2009 ini tepatnya pada tanggal 10 Oktober 2009 mendapatkan kepercayaan dari Allah SWT untuk mempersunting seorang gadis cantik bernama &lt;b&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/early.blessing"&gt;Andini Linarsih&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; yang dikenalnya satu tahun sebelumnya &lt;img alt=":)" class="wp-smiley" src="http://karangan.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" /&gt; , semoga kami berdua dapat menjadi keluarga Sakinah Mawaddah Warahmah. Pada tahun yang sama juga mendapatkan kepercayaan dari Allah SWT untuk melanjutkan sekolah di sebuah Universitas Negeri di kota Yogyakarta. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belajar untuk selalu bersyukur akan karunia yang telah Allah SWT berikan kepada kami. Semoga dimudahkan segala langkah dan urusan dalam menjalani hidup ini... Amiiin...&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/621243382310561524-5099342557496741444?l=yaya.karangan.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://yaya.karangan.org/feeds/5099342557496741444/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/01/tentang-saya.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/5099342557496741444?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/621243382310561524/posts/default/5099342557496741444?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://yaya.karangan.org/2010/01/tentang-saya.html" title="Tentang Saya" /><author><name>rizko</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08659436625661270760</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="00889770664132642904" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_ey44XKn3AyQ/S2OTKO1KkOI/AAAAAAAAAHs/fQAsd7L-7Ck/s72-c/din+7.jpg2.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></entry></feed>
