<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-50579724984285668</id><updated>2024-11-01T14:48:24.974+07:00</updated><category term="Motivation"/><category term="Selfpreneurship"/><category term="Corat Coret"/><category term="Calligraphy"/><category term="Refleksi"/><title type='text'>KataMata</title><subtitle type='html'>&lt;i&gt;KataMata bukanlah kaca mata.&lt;br/&gt; &#xa;Jika kaca mata sebagai alat untuk melihat,&lt;br/&gt;&#xa;KataMata adalah catatan Kata dari apa yang terlihat oleh Mata.&lt;/i&gt;</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://katamataku.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katamataku.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>21</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-50579724984285668.post-1924194276956903455</id><published>2007-06-04T13:29:00.000+07:00</published><updated>2007-06-04T15:16:46.395+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Refleksi"/><title type='text'>Sang Dadu</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family: arial;font-family:georgia;font-size:130%;&quot;  &gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;font-family:Arial;font-size:130%;&quot;  lang=&quot;IN&quot; &gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; font-family: georgia;&quot;&gt;Siang ini aku dapat forward sebuah email artikel yang isinya bagus banget ( menurutku ). &lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic; font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sang Kehidupan, yang masih saja meninggalkan tanda tanya di benakku, sedikit banyak terjawab ketika membacanya.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak mengenal pengarangnya, tapi siapapun dia, terima kasih sudah membagikan artikel yang mencerahkan ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Sang Dadu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:130%;&quot;&gt;&lt;a style=&quot;font-family: arial;&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-4Q5R7KGpw4VmPhgg_-xknX5P39RJVtVUY8-fTurq6Ts6REg4Ld7vfeKQeODco6nbPS_ky-R7-Gk2pm-NtNaDSzA0trT1zN4kuRuR7QXtfvCe2S7wJo2gSafaOw2vKCJCytkeWNqptwM/s1600-h/dadu.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 125px; height: 93px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-4Q5R7KGpw4VmPhgg_-xknX5P39RJVtVUY8-fTurq6Ts6REg4Ld7vfeKQeODco6nbPS_ky-R7-Gk2pm-NtNaDSzA0trT1zN4kuRuR7QXtfvCe2S7wJo2gSafaOw2vKCJCytkeWNqptwM/s200/dadu.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5072102073006333682&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;font-family:Arial;font-size:130%;&quot;  lang=&quot;IN&quot; &gt;Ketika sa&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;font-family:Arial;font-size:130%;&quot;  lang=&quot;IN&quot; &gt;y&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;font-family:Arial;font-size:130%;&quot;  lang=&quot;IN&quot; &gt;a pulang di sebuah senja, saya masih melihatnya duduk di sana. Seorang wanita empat pul&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;font-family:Arial;font-size:130%;&quot;  lang=&quot;IN&quot; &gt;uhan duduk dalam kiosnya di tepi seruas jalan &lt;span&gt; &lt;/span&gt;di kotaku yang telah ribuan kali kulewati. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;font-family:Arial;font-size:130%;&quot;  lang=&quot;IN&quot; &gt;Puluhan tahun yang lalu ketika usia saya masih belum genap sembilan tahun, kios itu sudah ada disana. Menjajakan majalah, koran, dan sejumlah barang kelontong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu mobil kami berhenti di depan kiosnya dan wanita itu datang menghampiri membawa apa yang biasanya kami inginkan, majalah Ananda dan Bobo buat saya serta majalah Tempo dan Intisari untuk ayah. Demikian terjadi sepekan sekali sepulang sekolah selama bertahun-tahun hingga tiba saatnya saya beranjak rem aja dan berganti selera baca, saya tak lagi menemui wanita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekonyong-konyong di senja itu, tatapan mata saya ke luar angkot yang tengah membawa saya pulang ke rumah, menyapu kios itu dan wanita yang sama di dalamnya. Bedanya, kali ini ia tak lagi menjajakan koran dan majalah. Hanya rokok, minuman cola, air mineral, dan sejumlah barang lain. Apakah itu semacam kemunduran perniagaan, saya tak tahu persis. Yang tampak jelas bagi sel-sel kelabu saya adalah kenyataan bahwa ia, untuk menafkahi hidupnya, masih saja duduk di tempat yang sama, setelah lewat bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu sore lain dalam sebuah gerbong kereta yang saya tumpangi, saya menatap puluhan gubuk dan rumah petak di sepanjang lintasan rel yang menuju stasiun Senen. Benak saya digelayuti iba dan juga pertanyaan. Sejumlah gerobak mie ayam melintas di jendela dengan cepat. Apa yang begitu menarik dari kota ini, beg itu pertanyaan saya, sehingga mereka sanggup bertahan dalam kepapaannya di tengah gemuruh Jakarta yang keras. Apakah itu nasib? Adakah nasib yang membuat Ibu penjaja koran yang &lt;span&gt; &lt;/span&gt;tinggal di Semarang dan mereka yang tinggal di kompleks kumuh Jakarta tetap bertahan di sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bisa kita memahami nasib? Saya tak bisa. Tetapi keponakan saya yang berumur lima tahun punya petunjuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu saya sedang bermain berdua dengannya: Ular-Tangga. Setelah beberapa lama bermain dan bosan mulai merambati benak, saya meraih &lt;span&gt; &lt;/span&gt;surat kabar dan mulai membaca-baca. Nanda, keponakan saya itu, kemudian berkata, &quot;Ayo jalan! Gililan Om. Kalo nggak jalan juga, Om bakal nggak naik-naik, di situ telus, dan mainnya nggak selesai-selesai.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tersadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ular-Tangga, permainan semasa kita kanak-kanak, adalah contoh yang bagus tentang permainan nasib manusia. Ada petak-petak yang harus dilewati. Ada Tangga yang akan membawa kita naik ke petak yang lebih tinggi. Ada Ular yang akan membuat kita turun ke petak di bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hidup. Dan sedang bermain dengan banyak papan Ular-Tangga. Ada papan yang bernama kuliah. Ada papan yang bernama karir. Suka atau tidak dengan permainan yang sedang dijalaninya, setiap orang harus melangkah. Atau ia terus saja ada di petak itu. Suka tak suka, setiap orang harus mengocok dan melempar dadunya. Dan sebatas itulah ikhtiar manusia: melempar dadu (dan memprediksi hasilnya dengan teori peluang). Hasil akhirnya, berapa jumlahan yang keluar, adalah mutlak kuasa Tuhan. Apakah Ular yang akan kita temui, ataukah Tangga, &lt;span class=&quot;734442008-19082004&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 255);&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;Tuhan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;lah yang mengatur. Dan disitulah Nasib. Kuasa kita hanyalah sebatas melempar dadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malangnya, ada juga manusia yang enggan melempar dadu dan menyangka bahwa itulah nasibnya. Bahwa di situlah nasibnya, di petak itu. Mereka yang malang itu, terus saja ada di sana. Menerima keadaan sebagai &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Nasib, tanpa pernah melempar dadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang takut melempar dadu, takkan pernah beranjak ke mana-mana. Mereka yang enggan melempar dadu, takkan pernah menyelesaikan permainannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali menemui Ular, lemparkan dadumu kembali. Optimislah bahwa di antara sekian lemparan, kau akan menemukan Tangga. Beda antara orang yg optimis dan pesimis bila keduanya sama-sama gagal, Si Pesimis menemukan kekecewaan dan Sang Optimis mendapatkan harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold; font-style: italic;&quot;&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt; Sang Dadu oleh Edy Pratolo  (milist resonansi)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!-- |**|end egp html banner|**| --&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; font-family: arial;font-family:georgia;font-size:130%;&quot;  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: arial;font-family:georgia;font-size:130%;&quot; class=&quot;fullpost&quot;  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katamataku.blogspot.com/feeds/1924194276956903455/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/50579724984285668/1924194276956903455?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/1924194276956903455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/1924194276956903455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katamataku.blogspot.com/2007/06/sang-dadu.html' title='Sang Dadu'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-4Q5R7KGpw4VmPhgg_-xknX5P39RJVtVUY8-fTurq6Ts6REg4Ld7vfeKQeODco6nbPS_ky-R7-Gk2pm-NtNaDSzA0trT1zN4kuRuR7QXtfvCe2S7wJo2gSafaOw2vKCJCytkeWNqptwM/s72-c/dadu.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-50579724984285668.post-477673538313385905</id><published>2007-04-15T22:43:00.000+07:00</published><updated>2007-06-14T20:53:09.940+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Corat Coret"/><title type='text'>Korban SMS : Salah Bahasa, Runyam jadinya</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigkR_7c1qkUdO1-LeXrDXyBlv5QrT5UXgN5bJ12VXaBcsCehbzFvM0dZ5dq0ZLRPQGVlIvy0Dz4HM6s6PkAxqkMJJVkMqcMTaLctpTGcHypDBsr-1vCO9pAx0rVgoTgWJrHmRnTyCkuQg/s1600-h/SMS.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigkR_7c1qkUdO1-LeXrDXyBlv5QrT5UXgN5bJ12VXaBcsCehbzFvM0dZ5dq0ZLRPQGVlIvy0Dz4HM6s6PkAxqkMJJVkMqcMTaLctpTGcHypDBsr-1vCO9pAx0rVgoTgWJrHmRnTyCkuQg/s200/SMS.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5053682463968603698&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Aku pernah ngomel ke temanku karena dia kalo SMS tuh panjang banget, kaya orang lagi ngomong. Aku bilang kenapa ga disingkat aja sih, point-pointnya aja gitu lho, jadi praktis.  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Dia senyum-senyum aja. Lalu dia bilang kalo dia tuh &lt;i style=&quot;&quot;&gt;concern&lt;/i&gt; banget sama bahasa karena menurut dia, bahasa lisan yang diucapkan dengan bahasa tertulis tuh beda banget. Bahasa lisan sangat dipengaruhi oleh nada pengucapannya. Kalimat yang sama kalo diucapkan dengan nada yang berbeda akan dipersepsikan secara berbeda pula. Nah apalagi SMS, kalo ga ati-ati, orang yang membacanya bisa-bisa salah tangkap.&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Sekarang aku baru nyadar kalo omongan dia itu ada benarnya. Kemarin temanku yang lain, Agus, curhat kalo dia baru aja berantem dengan adik perempuannya. Gara-garanya sang Mama salah menerjemahkan isi SMS. Temanku ini tinggal di daerah Kebun Jeruk bersama adik perempuannya yang bernama Yanti.&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Ceritanya dimulai waktu Agus tiba-tiba di-“semprot” lewat SMS oleh Mamanya yang ada di Magelang. Teman saya satu ini &lt;i style=&quot;&quot;&gt;wong jowo&lt;/i&gt;, jadi kalo SMS-an dengan keluarganya ya campur-campur bahasa jawa. Jadi tambah semrawut deh.&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Singkat cerita, tanpa &lt;i style=&quot;&quot;&gt;ba bi bu&lt;/i&gt;, Mamanya marah-marah :&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;“Gus, kamu mbok ya prihatin sedikit, wong lagi susah gini kok kamu mangane rewel, ngrepotin Yanti wae.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;( Gus, kamu prihatin sedikit gitu lho, sedang susah begini kok kamu makannya rewel, merepotkan Yanti saja )&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Agus yang lagi bengong menjawab :&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;“Maksudnya makannya rewel piye tho Ma?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;( Maksudnya makannya rewel gimanasih Ma? )&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;“Lha itu Yanti ngomong katanya kamu kalau makan cuma mau nasi gandul.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;( Lha itu Yanti bilang katanya kamu kalau makan cuma mau nasi gandul )&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Sekedar catatan, nasi gandul yang dimaksud adalah makanan khas &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; Pati-Jawa Tengah yang memang &lt;i style=&quot;&quot;&gt;yummy&lt;/i&gt;. Disuguhkan pake piring kecil dan dialasi daun pisang, nasi gandul ini isinya nasi dengan lauknya potongan-potongan kecil daging sapi yang empuk dan kuah cairnya berwarna kecoklatan. Porsinya cuma secuil ( buat aku sih ), jadi biasanya kalo makan ya bisa sampe 2-3 porsi. Hehe..wah, kok jadi ngelantur ngomongin makanan. Ok, kembali ke Laptop. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Si Agus begitu mendapat SMS seperti itu, sontak langsung berang dan mendatangi Yanti. Dia mulai berpikir kalo adiknya ingin mengadu domba dirinya dengan sang Mama. Jelas sang adik ikutan marah karena dituduh seperti itu. Jangankan menfitnah, lha wong di &lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang jual nasi gandul dimana aja dia ga tau kok.&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Usut punya usut, akhirnya Yanti sadar bahwa sang Mama salah mengartikan SMS&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;darinya. Setengah ga percaya, Agus masih berusaha menginterogasi adiknya,&lt;/p&gt;  &lt;p style=&quot;font-weight: bold;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;”Emangnya kamu cerita apa ke Mama?”&lt;/p&gt;  &lt;p style=&quot;font-weight: bold;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style=&quot;font-weight: bold;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;“Nih ya, Yanti ceritain. Kemarin Mama memang SMS nanya kenapa kok Yanti belum makan padahal sudah lewat jam makan.”&lt;/p&gt;  &lt;p style=&quot;font-weight: bold;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;“Trus kamu jawab apa?”&lt;/p&gt;  &lt;p style=&quot;font-weight: bold;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;“Yanti jawab, iyo Ma Yanti repot soale kak Agus &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:state st=&quot;on&quot;&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; kalo makan nasi gandul.”&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;u&gt;Catatan&lt;/u&gt;: Dalam bahasa jawa lisan, seharusnya “gandul” diucapkan “nggandul” yang artinya “bergantung”. Tapi Yanti menghilangkan “ng” didepannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Jadi sebenarnya si Yanti tuh mau bilang :&lt;/p&gt;  &lt;p style=&quot;font-weight: bold;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;“Iya Ma Yanti repot soalnya kak Agus &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:state st=&quot;on&quot;&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; kalo makan nasi, bergantung ( ke Yanti ).”&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Ga ada yang salah kalau nulisnya seperti itu, karena memang di rumah itu Yanti yang bertanggung jawab menyiapkan makanan. Jadi runyam ketika dibaca Mamanya, dikira si Agus rewel kalo makan maunya cuma nasi gandul. Hahahaha…. andai saja “ng” didepannya ga dihilangkan. Atau andai saja antara kata “nasi” dan “gandul” dikasih nada sela. Tapi ya ga mungkin, namanya juga tulisan gimana mau ngasih nada sela. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Itulah makanya ati-ati kalo nulis SMS tuh, musti dibedain dengan kalo kita lagi ngomong sama orang. Sekarang terbukti khan, gara-gara SMS sepele, seluruh “dunia persilatan” jadi geger.&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;( &lt;i style=&quot;&quot;&gt;Offline&lt;/i&gt; dulu aah.., jadi laper ngomongin nasi gandul )&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Written by : &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Handoko&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katamataku.blogspot.com/feeds/477673538313385905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/50579724984285668/477673538313385905?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/477673538313385905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/477673538313385905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katamataku.blogspot.com/2007/04/korban-sms-salah-bahasa-runyam-jadinya.html' title='Korban SMS : Salah Bahasa, Runyam jadinya'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigkR_7c1qkUdO1-LeXrDXyBlv5QrT5UXgN5bJ12VXaBcsCehbzFvM0dZ5dq0ZLRPQGVlIvy0Dz4HM6s6PkAxqkMJJVkMqcMTaLctpTGcHypDBsr-1vCO9pAx0rVgoTgWJrHmRnTyCkuQg/s72-c/SMS.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-50579724984285668.post-2729964492216524015</id><published>2007-04-10T15:47:00.001+07:00</published><updated>2007-06-14T20:53:59.269+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivation"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Selfpreneurship"/><title type='text'>16. Kekuatan Doa</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirMeFvgkUHhRy-yt_kPcUYA7OIdYo3CIMsDSWYwZM4cvqFC55gB8wwA_mvVHdikwSfrtOrw3FfuqMjFu8Gg6eysYtxMrA79nNKguTU2qAdSwyxw9I_Ggiz0723f0joPfJniIfe81aSl-Y/s1600-h/images.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirMeFvgkUHhRy-yt_kPcUYA7OIdYo3CIMsDSWYwZM4cvqFC55gB8wwA_mvVHdikwSfrtOrw3FfuqMjFu8Gg6eysYtxMrA79nNKguTU2qAdSwyxw9I_Ggiz0723f0joPfJniIfe81aSl-Y/s200/images.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5052218494300990690&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Serial Resurrection - Gagal dan Bangkit Kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Saya yakin bahwa kita semua percaya bahwa ada entitas yang lebih tinggi yang mengatur dan menguas&lt;/span&gt;ai hidup manusia yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Semua yang anda miliki saat ini bukan semata-mata hasil usaha anda sendiri, namun karunia Tuhan lah yang mengijinkan semua itu terjadi. Yakinlah bahwa Tuhan tidak menginginkan anda gagal dan menjadi makhluk yang tak berguna. Tugas kita di dunia adalah menjadi alat-Nya untuk membantu sesama kita, dan itu tidak bisa terjadi jika kita gagal.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Oleh karena itu, percayalah bahwa Tuhan menginginkan anda untuk menjadi orang yang sukses dan berhasil karena dengan demikian barulah anda bisa membantu orang lain. Ibarat diri anda adalah mobil, Tuhan lah pengemudinya. Jadi libatkanlah Tuhan dalam setiap perencanaan hidup yang anda buat, dan satu-satunya cara untuk berkomunikasi dengan-Nya adalah melalui doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan sebuah doa tergantung dari kekuatan iman kita. Iman diukur dari seberapa besar anda percaya kepada-Nya. Percaya bahwa Dia ada dan percaya bahwa Dia mampu melakukan segala sesuatu jika Dia berkehendak. Oleh karena itu doa orang yang percaya sangatlah dahsyat kuasanya. Ungkapkan semua rencana yang akan anda lakukan didalam doa dan mintalah agar Tuhan yang membangun itu semua, bukan anda sendiri. Dengan demikian anda boleh yakin ‘mobil’ anda telah berada di jalur yang benar, bahkan bukan hal yang mustahil jika anda malahan ditempatkan di jalan tol sehingga perjalanan anda lebih cepat sampai. Namun semuanya itu hanya dapat terjadi jika anda meletakkan semua pekerjaan anda di dalam doa. Jadi jangan pernah meremehkan kekuatan doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Written by : &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Handoko&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katamataku.blogspot.com/feeds/2729964492216524015/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/50579724984285668/2729964492216524015?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/2729964492216524015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/2729964492216524015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katamataku.blogspot.com/2007/04/16-kekuatan-doa.html' title='16. Kekuatan Doa'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirMeFvgkUHhRy-yt_kPcUYA7OIdYo3CIMsDSWYwZM4cvqFC55gB8wwA_mvVHdikwSfrtOrw3FfuqMjFu8Gg6eysYtxMrA79nNKguTU2qAdSwyxw9I_Ggiz0723f0joPfJniIfe81aSl-Y/s72-c/images.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-50579724984285668.post-7211397448799152560</id><published>2007-04-10T15:46:00.001+07:00</published><updated>2007-06-14T20:54:44.249+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivation"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Selfpreneurship"/><title type='text'>15. Memberi = Investasi Rejeki</title><content type='html'>&lt;a style=&quot;font-family: arial;&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxj6SAukboG9u7v4FFB4HzTIs8sq7MB8-bX2f_M7els1RDd1iQgobOg7vCWo8-CFuxFIQJLqik2Dw49to26dDhacncj8ojYXnGZ6OB8uIyMLO1MZrP3x_fYfTHTy5g1exFeHG8Oq_sApM/s1600-h/give.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxj6SAukboG9u7v4FFB4HzTIs8sq7MB8-bX2f_M7els1RDd1iQgobOg7vCWo8-CFuxFIQJLqik2Dw49to26dDhacncj8ojYXnGZ6OB8uIyMLO1MZrP3x_fYfTHTy5g1exFeHG8Oq_sApM/s200/give.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5052235927573245186&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;font-family:arial;&quot; &gt;Serial Resurrection - Gagal dan Bangkit Kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Dalil matematika manapun akan mengatakan bahwa untuk memperbanyak apa yang anda miliki adalah dengan cara menambahnya, bukan menguranginya, apalagi memberikannya kepada orang lain. Semakin banyak anda memberikan kepada orang lain, maka semakin habislah apa yang anda miliki. Benarkah demikian?&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;  style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam semesta memiliki rumus tersendiri yang tidak bisa dinalar oleh pikiran manusia. Lao Tze dengan ajaran Tao nya mengatakan bahwa anda tidak bisa mengisi sebuah mangkuk dengan air jika anda tidak mengosongkannya terlebih dahulu. Makna yang tersirat adalah bahwa apa yang anda dapatkan bukan semata-mata karena usaha anda sendiri, namun ada campur tangan Tuhan disitu. Oleh karenanya, apa yang telah anda peroleh dengan cuma-cuma, berikanlah juga untuk orang lain secara cuma-cuma. Dengan demikian ‘mangkuk’ anda akan selalu dipenuhi-Nya. Tetapi, perlu diingat bahwa rumus tersebut baru akan bekerja jika ada ketulusan didalamnya. Artinya, jika anda melakukannya dengan mengharapkan balasan, itu masuk dalam kategori investasi. Dengan demikian rumus rejeki diatas tidak akan berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud memberi tidaklah harus berupa uang, namun apapun yang dapat anda lakukan untuk membantu orang lain. Saya pernah bertemu dengan seorang pemilik salon kecantikan di daerah Jakarta Selatan. Dia termasuk pengusaha sukses di bidangnya. Salonnya begitu megah dan tak pernah sepi dikunjungi orang. Melihat penampilan dan mobil yang dikendarainya, setiap orang bisa langsung mengetahui bahwa dia orang yang berduit. Siapa yang menyangka dibalik kemewahan dan kesuksesannya, dia memiliki satu kegiatan sosial yang rutin dilakukannya. Sebulan sekali, dia akan mengunjungi panti asuhan untuk memotong rambut anak-anak yang ada disitu tanpa dipungut biaya dan dia melakukannya dengan senang hati dan benar-benar menikmatinya. Sangat mengagumkan mengetahui bahwa ketika anda mendayagunakan diri anda untuk orang lain dengan tulus, maka hidup anda tidak akan pernah terlantar dan kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumus rejeki diatas mengajarkan bahwa hidup haruslah berbagi. Hidup anda barulah bermakna jika bermanfaat untuk orang lain. Ketika anda menggunakan apa yang anda miliki untuk memperbaiki hidup orang lain, maka alam semesta lah yang akan memperbaiki hidup anda. Jadi janganlah khawatir akan kekurangan. Makin besar ketulusan yang anda berikan, makin banyak pula pintu rejeki yang akan terbuka untuk anda. Itulah hukum alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Written by : &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Handoko&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katamataku.blogspot.com/feeds/7211397448799152560/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/50579724984285668/7211397448799152560?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/7211397448799152560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/7211397448799152560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katamataku.blogspot.com/2007/04/15-memberi-investasi-rejeki.html' title='15. Memberi = Investasi Rejeki'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxj6SAukboG9u7v4FFB4HzTIs8sq7MB8-bX2f_M7els1RDd1iQgobOg7vCWo8-CFuxFIQJLqik2Dw49to26dDhacncj8ojYXnGZ6OB8uIyMLO1MZrP3x_fYfTHTy5g1exFeHG8Oq_sApM/s72-c/give.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-50579724984285668.post-3460445249211915190</id><published>2007-04-10T15:45:00.001+07:00</published><updated>2007-06-14T20:54:54.908+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivation"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Selfpreneurship"/><title type='text'>14. Perjalanan 100 Li Dimulai Dari 1 Li</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSEYWpSInK15nIqPtl40tOYIVHq8hhdWqb4u43H0eW-BrNrUqpytS-_l2Ka4frNtGpJS2n9ei8iYNnOVo6OlnsW-lcB2f3UpbeSD2hPUxDmSi-CGNpuEmW_gM3suowoMV1_IpZJzY-enI/s1600-h/journey.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSEYWpSInK15nIqPtl40tOYIVHq8hhdWqb4u43H0eW-BrNrUqpytS-_l2Ka4frNtGpJS2n9ei8iYNnOVo6OlnsW-lcB2f3UpbeSD2hPUxDmSi-CGNpuEmW_gM3suowoMV1_IpZJzY-enI/s200/journey.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5052463663919148306&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Serial Resurrection - Gagal dan Bangkit Kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepatah diatas sangat terkenal sekali di negeri Cina.. Perjalanan anda masih panjang, jadi jangan terlalu lama ‘terbuai’ dalam kondisi yang anda alami. Begitu pikiran anda sudah normal kembali, motivasi sudah mulai terbakar lagi, mulailah menentukan langkah anda berikutnya.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Menentukan Arah Baru Yang Jelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apapun impian anda, itu adalah berupa suatu tempat / tujuan yang ingin anda capai. Untuk itu anda memerlukan arah yang jelas untuk menuju kesana. Jika anda tidak tahu kemana akan menuju, berhati-hatilah, karena anda hanya akan berputar-putar ditempat. Dalam banyak kasus, kegagalan membuat mental seseorang menjadi jatuh. Anda mungkin merasa sudah sedemikian jauh kehilangan arah dan untuk menentukan arah baru serasa di awang-awang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba tanyakan pada diri anda sendiri, apa yang menghalangi anda untuk mencobanya kembali? Kecuali anda sudah tahu bahwa umur anda tinggal seminggu lagi, maka tidak ada alasan untuk mencoba dan mencoba lagi. Sudah seberapa jauh pun anda melenceng, selalu ada waktu untuk mengembalikan ke jalurnya yang benar. Anda hanya perlu untuk menentukan arah baru yang jelas dan mencobanya kembali. Tidak penting dari mana anda memulainya, yang penting adalah kemana anda akan menuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminimalkan Resiko&lt;br /&gt;Sekarang yang mungkin masih menjadi pertimbangan anda adalah resiko. Anda sudah cukup banyak kehilangan sehingga tidak ingin lagi mencoba sesuatu yang beresiko. Percayalah, saya tahu betul bagaimana resiko adalah momok terbesar untuk mencoba melangkah lagi. Tetapi saya ingin memberitahu anda bahwa tidak ada satu hal pun di dunia ini yang bebas resiko. Ketika anda mengemudi, selalu ada resiko mobil anda akan menabrak atau ditabrak. Ketika anda makan pun ada resiko akan keracunan entah itu karena alergi atau karena makanannya yang tidak higienis. Jika anda sering mendengarkan berita di TV, ada banyak kasus buruh pabrik yang keracunan oleh makanan &lt;i style=&quot;&quot;&gt;catering&lt;/i&gt; nya. Bahkan pemilik &lt;i style=&quot;&quot;&gt;catering&lt;/i&gt; pun tidak menyangka akan terjadi seperti itu karena dia sudah menyiapkannya dengan baik. Bahkan belakangan ini, bernafas pun beresiko tertular virus SAR atau flu burung. Jadi jika makan dan bernafas saja beresiko, apalagi untuk memulai sebuah usaha baru, sudah pasti resiko nya ada dan itu hal yang biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu dipikirkan sebenarnya adalah bagaimana meminimalkan resikonya. Apa yang membedakan antara pengemudi yang sering mengalami tabrakan dengan yang belum pernah / jarang mengalami tabrakan? Jawabannya adalah ketrampilannya dalam mengemudi. Jadi jika anda memiliki ketrampilan mengemudi yang baik, anda tidak akan takut bahwa anda akan menabrak atau ditabrak orang. Dengan kata lain, resiko menabrak atau ditabrak menjadi kecil bahkan terasa tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, untuk meminimalkan resiko dibutuhkan &lt;i style=&quot;&quot;&gt;skill &lt;/i&gt;dan &lt;i style=&quot;&quot;&gt;knowledge&lt;/i&gt; yang lebih baik. Oleh karena itu cari tahu, pelajari dan kuasailah hal-hal yang belum anda ketahui dalam bidang yang akan anda jalani. Makin tinggi &lt;i style=&quot;&quot;&gt;skill &lt;/i&gt;dan &lt;i style=&quot;&quot;&gt;knowledge&lt;/i&gt; anda, makin kecil pula lah resiko yang akan anda hadapi, bahkan bisa jadi anda tidak merasakan adanya resiko apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari segalanya, yang terpenting adalah mewujudkan dalam bentuk tindakan. Anda boleh sudah memotivasi diri, semangat berapi-api, &lt;i style=&quot;&quot;&gt;mindset&lt;/i&gt; sudah benar, mental juara, rencana brilian, &lt;i style=&quot;&quot;&gt;knowledge &lt;/i&gt;sempurna, resiko 0%, tapi jika tidak pernah anda wujudkan dalam tindakan sama saja dengan mimpi di siang bolong. Meminjam istilah dari Friedrich Engels : &lt;i style=&quot;&quot;&gt;“An ounce of action is worth a ton of theory”&lt;/i&gt;. Satu ons tindakan senilai dengan satu ton teori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya kendala yang dihadapi adalah kita sering merasa tidak sanggup untuk melakukannya. Rasanya rencananya terlalu besar dan anda tidak pernah melakukannya. Saya akan mengatakan bahwa gunung yang besar sekalipun dapat dipindahkan jika dikeruk sedikit demi sedikit dan selalu ada saat pertama kali dalam segala hal. Anda hanya perlu memulainya, setelah itu tidak akan ada lagi perasaan canggung. Pecahlah rencana besar anda menjadi langkah-langkah kecil kemudian anda bisa menyelesaikannya satu demi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan lain adalah bahwa waktunya belum tepat karena masih ada banyak hal yang harus dilengkapi. Anda memang harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, namun adakalanya tidak semuanya dapat terpenuhi. Jadi tidak perlu menunggu terlalu lama sampai betul-betul sempurna. Lakukanlah segera, sisanya adalah improvisasi di lapangan. &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;Para&lt;/st1:place&gt; karateka percaya bahwa pertahanan yang terbaik adalah menyerang. Dengan menyerang lawan, mereka menemukan celah yang lebih banyak daripada hanya bertahan dan menunggu kesempatan. Jika ada yang bertanya kapan waktu yang paling tepat? Kapanpun anda siap, itulah waktu yang paling tepat. Jadi jika persiapan anda sudah matang, jangan menunggu terlalu lama. &lt;i style=&quot;&quot;&gt;Just do it!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;  style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Written by : &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Handoko&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katamataku.blogspot.com/feeds/3460445249211915190/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/50579724984285668/3460445249211915190?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/3460445249211915190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/3460445249211915190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katamataku.blogspot.com/2007/04/14-perjalanan-100-li-dimulai-dari-1-li.html' title='14. Perjalanan 100 Li Dimulai Dari 1 Li'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSEYWpSInK15nIqPtl40tOYIVHq8hhdWqb4u43H0eW-BrNrUqpytS-_l2Ka4frNtGpJS2n9ei8iYNnOVo6OlnsW-lcB2f3UpbeSD2hPUxDmSi-CGNpuEmW_gM3suowoMV1_IpZJzY-enI/s72-c/journey.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-50579724984285668.post-5477818800222650880</id><published>2007-04-10T15:33:00.002+07:00</published><updated>2007-06-14T20:55:30.441+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivation"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Selfpreneurship"/><title type='text'>13. 9 Karakter Pemenang</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwiCaf0wDFvIRDJmAtwSRBeyul9wbIfG27y-7jBuLbTmqCwf-yKnI6cQrF9aKpiSa-HSfOCR_LHRP59e3ZpkWSFDWkkl2DchKzdy_WFNPKolaNl5USNX_s_yJk3a9Q5okMQq1gOQz4KI4/s1600-h/key.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwiCaf0wDFvIRDJmAtwSRBeyul9wbIfG27y-7jBuLbTmqCwf-yKnI6cQrF9aKpiSa-HSfOCR_LHRP59e3ZpkWSFDWkkl2DchKzdy_WFNPKolaNl5USNX_s_yJk3a9Q5okMQq1gOQz4KI4/s200/key.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5052464093415877922&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Serial Resurrection - Gagal dan Bangkit Kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya senang sekali mengetahui bahwa di beberapa perguruan tinggi sudah mulai diberikan mata kuliah Karena sepandai apapun otak anda tetapi jika tidak memiliki karakter yang diperlukan, anda akan sulit meraih keberhasilan.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 2 orang karyawan. Yang seorang, memiliki kemampuan diatas rata-rata, tetapi dia sering menyepelekan pekerjaanya dan tidak menanganinya dengan baik. Yang seorang lagi memiliki kemampuan biasa-biasa saja, tetapi dia memiliki semangat yang tinggi, disiplin dan serius dalam menangani pekerjaannya. Menurut anda, siapakah diantara kedua orang tersebut yang masa depan karirnya lebih baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi anda akan mengatakan tergantung dari keberuntungan kedua orang tersebut. Tetapi saya akan mengatakan pada anda bahwa keberuntungan adalah hasil dari kesempatan dan kesiapan. Kesempatan bisa datang kepada siapa saja, tetapi kesiapan hanya bisa dilakukan oleh orang yang memiliki kualifikasi karakter seorang pemenang. Sudah jelas, kualifikasi karakter tersebut tidak akan dimiliki oleh tipe orang yang terbiasa menyepelekan pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter anda lah yang akan membantu mewujudkan apa yang sudah anda programkan didalam pikiran anda. Jika anda mau mengamati, orang-orang sukses yang berhasil mewujudkan cita-citanya adalah mereka yang memiliki karakter seorang pemenang. Bill Gates, Mahatir Mohamad, Donald Trump adalah contoh figur dengan karakter seorang pemenang dan bermental baja. Hampir tidak ada, bahkan sepengetahuan saya tidak ada sama sekali figur sukses yang berkarakter pecundang dan bermental tempe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memiliki karakter seorang pemenang, anda harus merubah hal-hal mendasar yang ada didalam diri anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;1. Tekad Dan Keberanian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tekad dan nekad adalah 2 hal yang jelas berbeda. Benar bahwa orang-orang sukses biasanya adalah orang yang nekad, tapi tentunya mereka nekad dengan penuh perhitungan dan persiapan. Saya percaya, hampir setiap orang pasti bisa membuat perhitungan dan persiapan yang matang, tapi kenapa tetap saja hanya minoritas yang berhasil? Yang membedakan adalah bagaimana cara mereka melihat suatu masalah. Orang yang pesimis selalu melihat kesulitan di dalam setiap kesempatan, tapi orang yang optimis akan selalu melihat kesempatan di dalam setiap kesulitan. Sayangnya lebih banyak orang yang langsung mundur teratur hanya dengan membayangkan resiko yang akan dihadapinya. Segala sesuatu selalu dipandang sulit walaupun belum pernah mencobanya. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk mereka yang minoritas ini. Buat mereka, selalu ada peluang dan peluang sekecil apapun layak untuk dicoba dengan penuh rasa optimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan dan persiapan yang matang akan meminimalkan resiko, sedangkan tekad yang kuat akan menyingkirkan rasa takut dan keragu-raguan. Maka janganlah heran bila kebanyakan orang sukses memiliki pribadi yang teguh, tidak mudah terpengaruh oleh orang lain, tegas dalam bertindak dan mungkin bisa jadi agak keras kepala, bahkan cenderung ‘ndableg’. Karena mereka yang memiliki pribadi seperti itulah biasanya yang tahan uji dan tidak mudah menyerah. Tapi tentunya semuanya itu harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;2. Kreatif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aristotle Onassis, seorang tokoh yang saya kagumi pernah berkata : &lt;i style=&quot;&quot;&gt;&quot;The secret of success is to know something nobody else knows.&quot; &lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Rahasia untuk menjadi sukses adalah mengetahui sesuatu yang tidak diketahui oleh orang lain. Dengan kata lain anda harus berbeda dari orang lain, baik diri anda sendiri maupun sesuatu yang anda tawarkan. Jika anda tidak dapat memberikan sesuatu yang berbeda, maka anda akan sama dengan orang kebanyakan. Sesuatu yang sama akan menjadi umum dan tidak mencuri perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak masalah menjadi ‘nyleneh’ asalkan alasannya kuat. Carilah celah baru dan jadilah &lt;i style=&quot;&quot;&gt;trendsetter&lt;/i&gt;, jangan asal latah mengikuti arus kebanyakan. Tentunya anda juga harus memastikan bahwa ada kebutuhan yang cukup besar untuk celah baru tersebut. Apalagi di dalam dunia kompetisi yang makin ketat sekarang ini, hanya yang spesial dan berbeda lah yang akan menjadi bahan pembicaraan dan rebutan. Untuk itu anda haruslah kreatif dan bisa berpikir &lt;i style=&quot;&quot;&gt;out of the box&lt;/i&gt; untuk dapat menemukan peluang yang belum dipikirkan oleh orang lain. Namun lagi-lagi dibutuhkan keberanian untuk melakukan sesuatu yang berbeda dari orang kebanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;3. Persiapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang hendak anda kerjakan, biasakanlah mempersiapkannya dengan matang. Pahami betul segala hal yang akan anda hadapi dan apa saja yang dibutuhkan untuk membuatnya berhasil. Cobalah untuk melihat dari berbagai sisi supaya anda tahu keadaan sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan atasan saya pernah berkata jika ingin presentasi anda berhasil didepan klien, ada 3 hal pokok yang harus dilakukan, yaitu : persiapan, persiapan dan persiapan. Seorang pemain tinju profesional sekalipun memerlukan persiapan yang matang sebelum menghadapi pertandingan. Dia bahkan akan mempelajari calon lawannya dan berusaha mencari titik kelemahannya. Sebegitu pentingnya sebuah persiapan sehingga hasil akhir sebuah pertandingan sudah bisa dilihat dari persiapan yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;4. Jangan Menunda Pekerjaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah pribahasa yang sangat terkenal &lt;i style=&quot;&quot;&gt;“Don’t wait til tomorrow what you can do today.”&lt;/i&gt; &lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Namun entah kenapa oleh banyak orang pribahasa itu dipahami menjadi &lt;i style=&quot;&quot;&gt;“Don’t do today what you can wait til tomorrow.”&lt;/i&gt; Saya sering harus menahan rasa jengkel setiap kali berurusan dengan institusi yang bernama kelurahan / kecamatan. Proses administrasi yang seharusnya bisa selesai dalam waktu 1 atau paling lama 2 hari bisa molor sampai 1 hingga 2 minggu. Jadi seperti bunyi iklan sebuah merk rokok : “Kalau bisa susah kenapa dibikin gampang. Tanya kenapa” Suatu kali saya pernah mencoba menanyakannya langsung, tapi dijawab oleh staf kelurahan tersebut, “Ya memang begitu prosedurnya.” Saya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk anda yang memiliki ‘prosedur’ hidup yang sama dengan staf kelurahan tersebut, saya sarankan untuk segera berubah. Karena jika tidak, sampai kapanpun anda juga tidak akan dapat menikmati keberhasilan karena selalu masih ada hari esok. Biasakanlah membuat daftar pekerjaan yang harus anda lakukan hari ini. Jadikan daftar itu sebagai panduan kerja sehari penuh. Gunakan waktu seefektif dan seefisien mungkin untuk mengerjakannya dan tandailah setiap pekerjaan yang sudah anda selesaikan. Sadarilah bahwa setiap pekerjaan yang tidak terselesaikan hari ini akan menjadi beban untuk keesokan harinya. Sedangkan esok, ada banyak pekerjaan lain lagi yang harus diselesaikan. Jika anda bisa menerapkan prinsip ini dengan baik, anda akan merasakan beban hidup anda menjadi lebih ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;5. Manajemen Waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika di bangku kuliah, ada satu mata kuliah yang sangat saya sukai yaitu Manajemen Proyek. Mata kuliah ini mengajarkan bagaimana menyelesaikan sebuah proyek yang terdiri dari banyak sekali pekerjaan dengan waktu sesingkat mungkin. Caranya adalah dengan menata tahapan pekerjaan tersebut sedemikian rupa sehingga waktu yang digunakan benar-benar efektif dan efisien. Ada jenis pekerjaan yang hanya bisa dilakukan setelah pekerjaan yang lain diselesaikan. Namun ada banyak pekerjaan yang bisa dilakukan dalam waktu bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu ini sangat membantu saya ketika memasuki dunia kerja dan sampai saat ini terbukti membuat saya mampu menyelesaikan banyak pekerjaan dengan waktu yang sangat efektif. Saya menyarankan anda untuk mencoba melatihnya. Anda sudah membuat daftar pekerjaan seperti yang saya sarankan bukan? Langkah selanjutnya adalah menentukan mana pekerjaan yang bisa dilakukan dalam waktu yang bersamaan dan mana yang baru bisa dilakukan setelah pekerjaan yang lain diselesaikan. Jika anda melakukannya dengan benar dan membiasakannya, anda akan terkejut mengetahui bahwa anda telah menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dibandingkan orang lain dalam waktu yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;6. Disiplin Waktu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebuah maskapai penerbangan kita pernah sangat terkenal karena seringnya keterlambatan jadwal penerbangannya. Begitu melekatnya cap negatif tersebut sampai ketika maskapai tersebut melakukan restrukturisasi dan menyatakan bahwa mereka sudah berubah menjadi lebih baik, tidak banyak orang yang percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkah anda mengecewakan klien atau teman anda dengan datang terlambat dari waktu yang telah disepakati? Jika anda sekali-kali mencoba sebagai si korban, anda tentu akan memahami bahwa banyak sekali waktu dan pekerjaan lain yang menjadi terbengkalai dikarenakan keterlambatan tersebut, dan itu sangatlah menjengkelkan. Kebiasaan jam karet ini juga menandakan bahwa anda tidak menghargai orang lain. Dengan demikian jangan berharap orang lain akan menghargai anda dan jelas mereka akan berpikir dua kali jika ingin menjadikan anda sebagai mitra bisnisnya. Dan jika cap negatif itu sudah terlanjur melekat di diri anda, akan sangat sulit mengembalikan kepercayaan orang terhadap anda. Kebiasaan jam karet juga membuat waktu anda menjadi tidak efektif dan banyak pekerjaan yang tidak terselesaikan. Ini menandakan bahwa anda tidak merencanakannya dengan baik. Lagi-lagi, persiapan lah kuncinya. Jadi jika anda mau menjadi orang yang berhasil, &lt;i style=&quot;&quot;&gt;be on time in everything you do&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;7. Apa Yang Anda Tabur, Itulah Yang Anda Tuai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pernah ada seorang teman yang mengeluh kepada saya bahwa dia kecewa dengan perusahaan tempatnya bekerja karena sudah 7 tahun bekerja namun posisinya masih disitu-situ saja. Sedangkan beberapa teman sekantornya sudah ada yang menjadi manajer. Namun, di kesempatan lain dia sering menceritakan betapa dia sangat mengharamkan lembur. Alasannya karena dia digaji hanya untuk bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore, jadi kalau ada pekerjaan tambahan yang membutuhkan &lt;i style=&quot;&quot;&gt;extra time&lt;/i&gt; itu adalah urusan perusahaan. Tidak jarang juga dia mengatakan bahwa dia tidak mau &lt;i style=&quot;&quot;&gt;ngoyo&lt;/i&gt; dalam bekerja karena semua yang dilakukannya toh untuk perusahaan. Dia yang capai bekerja tapi perusahaan yang menikmati hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontras sekali bukan? Sungguh aneh jika ada seseorang yang tidak memiliki komitmen dalam bekerja tetapi menginginkan peningkatan karir yang cepat. Andai saya sebagai pemilik perusahaan, saya juga tidak akan mempromosikan karyawan seperti itu. Saya ingin mengatakan bahwa jika anda tidak setia dalam perkara kecil jangan berharap anda akan diberi perkara yang besar, karena perkara besar membutuhkan tanggung jawab yang lebih besar, tidak sekedar gajinya saja yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kasus teman saya diatas, bisa diketahui bahwa falsafah hidupnya sudah salah duluan. Apapun yang keluar dari diri anda, andalah si penaburnya. Dan apapun yang anda taburkan, anda pulalah yang akan menuainya. Terpikirkah oleh anda bahwa jika anda bekerja asal-asalan, apakah perusahaan merugi? Ya, mungkin merugi tapi sedikit saja, itu bukan hal yang besar. Perusahaan dengan mudah akan menempatkan orang lain yang lebih &lt;i style=&quot;&quot;&gt;capable &lt;/i&gt;dan masalah dengan cepat terselesaikan. Tapi untuk anda, itu suatu kerugian besar. Anda tidak bisa berharap &lt;i style=&quot;&quot;&gt;skill &lt;/i&gt;anda akan bertambah dengan bekerja asal-asalan. Jika anda tidak pernah mendapat tanggung jawab yang lebih besar, &lt;i style=&quot;&quot;&gt;knowledge&lt;/i&gt; anda juga akan disitu-situ saja. Dan kalau anda membiasakan bekerja dengan karakter seperti itu, percayalah seratus kali anda pindah bekerja seratus kali pula anda akan tetap menjadi staf. Kalau toh anda tetap ngeyel bertahan di satu perusahaan, paling-paling anda akan dibuang ke divisi yang tidak penting-penting amat sampai anda depresi sendiri dan akhirnya memutuskan untuk &lt;i style=&quot;&quot;&gt;resign&lt;/i&gt;. Tapi, dari pengalaman saya ternyata banyak pula yang justru senang ditempatkan di divisi seperti itu dengan posisi &lt;i style=&quot;&quot;&gt;‘idle’&lt;/i&gt; dan malah &lt;i style=&quot;&quot;&gt;ndableg&lt;/i&gt; kesenengan makan gaji buta. Untuk yang terakhir ini saya harus angkat tangan. Jadi, orientasi anda lah yang harus dirubah. Buang jauh-jauh pemikiran bahwa anda bekerja untuk dinikmati oleh orang lain. Apapun yang anda lakukan, anda sedang menabur untuk diri anda sendiri dan anda lah yang akan menuai hasilnya. Jadi, berikanlah yang terbaik dalam setiap pekerjaan yang anda lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;8. Bekerjalah Lebih Pintar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya juga tidak mengatakan bahwa anda harus mau bekerja lembur setiap hari dan mati-matian menguras tenaga anda. Jika itu yang anda lakukan anda akan berakhir seperti kebanyakan orang yang hidupnya 7P : Pergi Pagi Pulang Petang Penghasilan Pas-Pasan. Sudah bukan jamannya mengandalkan otot. Jangan cuma menjadi &lt;i style=&quot;&quot;&gt;executor&lt;/i&gt;, tapi jadilah &lt;i style=&quot;&quot;&gt;problem solver&lt;/i&gt;. &lt;i style=&quot;&quot;&gt;Work smarter, don’t work harder&lt;/i&gt;. Gunakan kepandaian anda untuk mencari solusi agar perkerjaan anda dapat diselesaikan dengan lebih cepat, lebih baik dan masalah yang sama tidak akan terjadi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;9. Terbuka Terhadap Perubahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di perusahaan tempat saya bekerja dulu ada satu ‘mantra’ yang selalu saya baca di pintu masuk ruangan atasan saya. Sebenarnya ‘mantra’ tersebut adalah sebuah kata-kata motivasi yang berbunyi : &lt;i style=&quot;&quot;&gt;“Things do not change, we change.”&lt;/i&gt; Saya menyebutnya ‘mantra’ karena selama hampir 5 tahun bekerja saya selalu membacanya setiap hari sampai kata-kata tersebut begitu melekat di otak saya seperti sebuah mantra. Selama kurun waktu tersebut saya tidak pernah menanyakan maknanya, tapi yang saya tangkap adalah bahwa segala sesuatu di dalam hidup kita tidak akan berubah jika bukan kita sendiri yang merubahnya. Di sisi lain, segala sesuatu di luar diri kita terus berubah dan cenderung makin cepat berubah dewasa ini. Sehingga jika saya boleh memperluas ‘mantra’ tersebut maka akan menjadi : &lt;i style=&quot;&quot;&gt;“Things change, so we have to change.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua-duanya memiliki makna yang sama yaitu bahwa manusia harus berubah mengikuti keadaan di sekelilingnya. Jadi pandai-pandai lah melihat hal-hal baru yang merubah jaman dan lingkungan di sekitar anda, entah itu tuntutan teknologi, budaya, &lt;i style=&quot;&quot;&gt;skill&lt;/i&gt;, pola perilaku, dan lain sebagainya. Sesuaikanlah segera sejauh dibutuhkan. Lebih bagus lagi jika anda lah yang menjadi ‘angin perubahan’ itu sendiri sehingga menjadi &lt;i style=&quot;&quot;&gt;trendsetter&lt;/i&gt; yang diikuti oleh banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya untuk dapat jeli melihat perubahan tidaklah mudah. Kebanyakan orang terjebak hanya menjadi penonton dan ketika tersadar, mereka sudah tertinggal jauh. Kuncinya adalah pikiran yang terbuka terhadap perubahan itu sendiri. Jangan menutup diri dengan dogma / prinsip yang kaku dan kadaluarsa. Tidak ada hal yang tetap, segala sesuatunya berubah dan akan terus berubah. Yang dulu benar bisa jadi sekarang tidak benar, begitu juga sebaliknya. Maka, terbukalah akan hal-hal baru dan pelajarilah terlebih dahulu sebelum menghakiminya. Karena jika tidak mau berubah, maka anda akan punah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;  style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Written by : &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Handoko&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katamataku.blogspot.com/feeds/5477818800222650880/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/50579724984285668/5477818800222650880?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/5477818800222650880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/5477818800222650880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katamataku.blogspot.com/2007/04/13-9-karakter-pemenang.html' title='13. 9 Karakter Pemenang'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwiCaf0wDFvIRDJmAtwSRBeyul9wbIfG27y-7jBuLbTmqCwf-yKnI6cQrF9aKpiSa-HSfOCR_LHRP59e3ZpkWSFDWkkl2DchKzdy_WFNPKolaNl5USNX_s_yJk3a9Q5okMQq1gOQz4KI4/s72-c/key.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-50579724984285668.post-7007643750240932171</id><published>2007-04-10T15:33:00.001+07:00</published><updated>2007-06-14T20:55:37.323+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivation"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Selfpreneurship"/><title type='text'>12. Senyum Mendatangkan Berkat</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimTZwlypPolkyTnny4zdvUsn_MmbmCg9UvdGt7GuqbcWkYZ0yWjRprzLouub54azn2CL4CPJ2mPcydDckccbtp5xWP0uv77tvSlF1_r_iPVwECf14JOZ_1IcS1vyt8qrHiN19NecY2Cws/s1600-h/smile.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimTZwlypPolkyTnny4zdvUsn_MmbmCg9UvdGt7GuqbcWkYZ0yWjRprzLouub54azn2CL4CPJ2mPcydDckccbtp5xWP0uv77tvSlF1_r_iPVwECf14JOZ_1IcS1vyt8qrHiN19NecY2Cws/s200/smile.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5052464411243457842&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Serial Resurrection - Gagal dan Bangkit Kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setujukah anda jika ada yang mengatakan bahwa hidup adalah panggung sandiwara? Saya pribadi setuju sekali dengan satu catatan yaitu saya lah sang sutradaranya. Jadi saya yang menentukan apakah sandiwaranya adalah kisah sedih, action, drama, atau komedi. Tidak bisa dipungkiri, kegagalan sudah menjadi satu kisah sedih sendiri. Tapi bagaimana melihat kegagalan tersebut, anda lah yang menentukan.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Cobalah untuk selalu melihat segala sesuatu dengan kacamata humor. Daripada terus menerus memperkuat perasaan sedih, cobalah untuk melihat dari sisi yang bisa anda tertawakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu, saya sempat kehilangan kontak dengan Cecilia, seorang teman yang saya kenal di dunia maya. Selang beberapa waktu kemudian dia baru menelpon dan dari situlah saya mengetahui bahwa telah terjadi sesuatu yang tragis pada dirinya selama dia menghilang. Dia menceritakan bahwa dirinya sempat ditipu oleh seseorang yang mengakibatkan apartemen yang barusan dibelinya terpaksa harus disita. Bahkan dia masih harus membayar sejumlah uang untuk menangani masalah penipuan tersebut. Kejadian itu sempat membuatnya shock dan menjadi linglung. Dia juga terpaksa harus kehilangan pekerjaannya. Singkatnya, semua yang dimiliknya termasuk tempat tinggal, lenyap dalam sekejap. Bahkan, dia sempat terlunta-lunta dipinggir jalan selama 2 hari sampai akhirnya ditolong oleh seorang teman yang mau menampungnya sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang membuat saya terkagum-kagum bukannya tentang kisahnya yang tragis, tetapi karena sikapnya dalam menghadapi apa yang terjadi pada dirinya. Dalam kondisi seperti teman saya tersebut, kebanyakan orang akan makin menenggelamkan dirinya kedalam kesedihan dan kehancurannya. Namun itu tidak berlaku untuk Cecilia. Entah dari mana dia mendapatkan kekuatannya, yang jelas dia menghadapi semuanya itu dengan keberanian yang luar biasa. Dia menceritakan kisahnya dengan sangat tenang, bahkan dia menertawakan banyak hal yang terjadi pada dirinya. Dia merelakan semua yang telah hilang dan percaya bahwa selalu ada hikmah yang bisa diambil dari setiap peristiwa. Tidak berapa lama setelah itu, saya mendengar kabar bahwa dia telah diterima bekerja kembali ditempatnya semula, bahkan dengan cepat meraih posisi yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedari kecil, orang tua saya selalu menasihati anak-anaknya agar tidak cemberut. “Muka cemberut bikin rejeki menjauh,” kata mereka. Penting sekali untuk memiliki sikap yang optimis dan itu akan terpancar melalui wajah anda yang cerah dan senyum yang lebar. Saya tahu memang tidak mudah menghadapi sebuah kegagalan dengan sikap yang positif apalagi malah harus menertawakannya. Tapi percayalah jika anda bisa melakukannya, tanpa anda sadari puing-puing kehancuran itu akan menyatu kembali dengan cepat dan banyak peluang tersaji di depan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara logika pun, jika wajah anda suram dan tidak ada semangat yang terpancar pada diri anda, maka orang lain pun enggan untuk mendekat apalagi menawarkan peluang kepada anda. Namun jika wajah anda cerah dan penuh semangat, banyak orang yang ingin bersahabat dengan anda. Dengan demikian peluang akan datang dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;  style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;Written by : &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Handoko&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katamataku.blogspot.com/feeds/7007643750240932171/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/50579724984285668/7007643750240932171?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/7007643750240932171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/7007643750240932171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katamataku.blogspot.com/2007/04/12-senyum-mendatangkan-berkat.html' title='12. Senyum Mendatangkan Berkat'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimTZwlypPolkyTnny4zdvUsn_MmbmCg9UvdGt7GuqbcWkYZ0yWjRprzLouub54azn2CL4CPJ2mPcydDckccbtp5xWP0uv77tvSlF1_r_iPVwECf14JOZ_1IcS1vyt8qrHiN19NecY2Cws/s72-c/smile.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-50579724984285668.post-6205602918061616691</id><published>2007-04-10T15:32:00.001+07:00</published><updated>2007-06-14T20:57:06.857+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivation"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Selfpreneurship"/><title type='text'>11. Bekerja sambil Bermain</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-W-g4djNGrS2oXhMQwY1lrKF4_6InzJQhkr4ZCq1_iC1_JJ2v35Mtf5dkwGzR4EmqinWQp8B1GtUJ2hYy4UGcqajhNVfsxbhuFYh0JPSvK1lCXgt3UoCdXgCe9SVxre2KlxBFcIChDsg/s1600-h/happy.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-W-g4djNGrS2oXhMQwY1lrKF4_6InzJQhkr4ZCq1_iC1_JJ2v35Mtf5dkwGzR4EmqinWQp8B1GtUJ2hYy4UGcqajhNVfsxbhuFYh0JPSvK1lCXgt3UoCdXgCe9SVxre2KlxBFcIChDsg/s200/happy.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5052464862215023938&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Serial Resurrection - Gagal dan Bangkit Kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 15 tahun yang lalu, tepatnya ketika saya masih duduk di bangku SMA, saya menyukai olah raga bulutangkis. Saya bahkan bergabung di salah satu klub bulutangkis dan sempat beberapa kali mengikuti kejuaraan daerah. Prestasi saya di klub bisa dibilang bagus walaupun bukan yang terbaik. Namun setiap pertandingan yang saya ikuti berakhir dengan kekalahan tragis di babak awal, padahal lawan mainnya tidak lebih baik dari partner latihan saya di klub.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Hal itu terus berulang dan membuat saya jengkel sekali. Bahkan pelatih pun sampai naik darah memarahi karena saya dianggap tidak serius bertanding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya bukannya saya tidak serius tapi nafsu saya mengalahkan akal sehat sehingga ketika bertanding yang ada hanyalah emosi tinggi untuk meraih kemenangan, popularitas, kebanggaan dan pamer kepada teman dan orang tua. Ketika lawan berhasil meraih angka, saya menjadi marah. Apalagi jika melihat muka lawan yang jelek tersenyum-senyum, akan makin menambah &lt;i style=&quot;&quot;&gt;gregetan&lt;/i&gt;. Nafsu dan amarah tersebut lah yang telah menguras energi dan mengganggu pikiran saya. Akibatnya, otak tidak dapat berpikir dengan tenang, strategi kacau, gerak dan langkah berantakan, pukulan pun melenceng. Singkat kata &lt;i style=&quot;&quot;&gt;performance &lt;/i&gt;saya jadi &lt;i style=&quot;&quot;&gt;memble&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda ketika sedang berlatih di klub. Saya tidak memiliki beban untuk meraih kemenangan karena tidak ada gelar dan piala yang diperebutkan. Lawan mainnya pun teman saya sendiri dan kami bermain sambil tertawa-tawa. Pertandingan menjadi suatu permainan yang mengasyikkan. Saya merasa sedang &lt;i style=&quot;&quot;&gt;having fun&lt;/i&gt;, bukan bertanding. Dengan perasaan ‘lepas’ seperti itu, kemampuan terbaik saya keluar dengan sendirinya. Strategi dapat saya pikirkan dengan tenang, langkah dan pukulan pun jadi mantap dan presisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat konsep tentang cara bekerjanya pikiran? Ketika anda menganggap hidup / pekerjaan sebagai beban, itulah yang akan terjadi. Jadi saran saya, ketika anda bangun di pagi hari, bangunlah dengan perasaan optimis dan antusias seakan anda hendak bermain hari itu. Hidup adalah sebuah lapangan bermain yang sangat luas, jadi bermainlah dengan pekerjaan anda dan bekerjalah dengan permainan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Written by : &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Handoko&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katamataku.blogspot.com/feeds/6205602918061616691/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/50579724984285668/6205602918061616691?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/6205602918061616691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/6205602918061616691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katamataku.blogspot.com/2007/04/11-bekerja-sambil-bermain.html' title='11. Bekerja sambil Bermain'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-W-g4djNGrS2oXhMQwY1lrKF4_6InzJQhkr4ZCq1_iC1_JJ2v35Mtf5dkwGzR4EmqinWQp8B1GtUJ2hYy4UGcqajhNVfsxbhuFYh0JPSvK1lCXgt3UoCdXgCe9SVxre2KlxBFcIChDsg/s72-c/happy.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-50579724984285668.post-5509358871672831857</id><published>2007-04-10T15:30:00.000+07:00</published><updated>2007-06-14T20:56:59.198+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivation"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Selfpreneurship"/><title type='text'>10. Be Your Self</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWHHiL9FqbgNvL7GSELDUzs4W4anZ8OVTxB428pSU9iFYhGlAsoUvwHy91Tyba0_eIno7hcwzT7T4yHm5SRx1D07ZFGkDKC3Du9jH_kxp-HlxQEpOMPtNKlBR8SNdysdZqCI_J0I8ym2Y/s1600-h/pd.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWHHiL9FqbgNvL7GSELDUzs4W4anZ8OVTxB428pSU9iFYhGlAsoUvwHy91Tyba0_eIno7hcwzT7T4yHm5SRx1D07ZFGkDKC3Du9jH_kxp-HlxQEpOMPtNKlBR8SNdysdZqCI_J0I8ym2Y/s200/pd.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5052465227287244114&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Serial Resurrection - Gagal dan Bangkit Kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jatuh dalam kegagalan, saya yakin kebanyakan dari anda akan mengkhawatirkan apa yang akan dikatakan oleh orang-orang di sekitar anda. Saudara, teman sekantor atau lingkungan pergaulan anda, bisa menjadi generator semangat ketika hendak memulai sesuatu. Namun, mereka juga bisa menjadi tambahan beban seberat 1 ton ketika anda gagal.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa anda tidak bisa menyenangkan setiap orang. Ketika anda selalu khawatir tentang apa yang orang-orang katakan, sebenarnya anda sedang hidup di dalam dunia mereka. Hidup anda tak ubahnya seperti seorang budak yang dirantai lehernya. Tugas anda hanya menyenangkan majikan dan setiap kali hendak melangkah ke arah yang diinginkan, leher anda ditarik dan kembali ketempat semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarlah bahwa hidup anda adalah milik anda sendiri. Nasib anda, anda sendiri lah yang menentukan. Jangan hidup dibawah bayang-bayang orang lain. Percayalah, anda hanya akan menuai kritik tapi tidak mendapatkan bantuan apa-apa. Jadi jangan terlalu khawatir orang lain akan menuding anda ini dan itu selama yang anda lakukan adalah hal yang benar. Fokuslah pada apa yang harus dilakukan untuk merubah keadaan dan lakukanlah. Jangan biarkan orang-orang disekeiling anda menjadi batu sandungan. Lepaskan rantai di leher dan larilah meraih apa yang anda inginkan. Tidak ada yang lebih baik selain menjadi diri anda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Written by : &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Handoko&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katamataku.blogspot.com/feeds/5509358871672831857/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/50579724984285668/5509358871672831857?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/5509358871672831857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/5509358871672831857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katamataku.blogspot.com/2007/04/10-be-your-self.html' title='10. Be Your Self'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWHHiL9FqbgNvL7GSELDUzs4W4anZ8OVTxB428pSU9iFYhGlAsoUvwHy91Tyba0_eIno7hcwzT7T4yHm5SRx1D07ZFGkDKC3Du9jH_kxp-HlxQEpOMPtNKlBR8SNdysdZqCI_J0I8ym2Y/s72-c/pd.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-50579724984285668.post-3490741468849857342</id><published>2007-04-10T15:29:00.002+07:00</published><updated>2007-06-14T21:48:31.989+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivation"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Selfpreneurship"/><title type='text'>9. Kekuatan Pikiran</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvPRK__uuBFFTApb-Fr86HdJ5tyTx7I_v9GeivZ5Tns1AMHrGsP3R649D7Uvl3afsCZwTOUmLwYQM-Vw8eSqGjydu38V8iq7eTvEddrnCqQOiAtXCLRxegE2BxRPf8LIvuEP3sL2iuiG4/s1600-h/mind02.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvPRK__uuBFFTApb-Fr86HdJ5tyTx7I_v9GeivZ5Tns1AMHrGsP3R649D7Uvl3afsCZwTOUmLwYQM-Vw8eSqGjydu38V8iq7eTvEddrnCqQOiAtXCLRxegE2BxRPf8LIvuEP3sL2iuiG4/s200/mind02.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5052465493575216482&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Serial Resurrection - Gagal dan Bangkit Kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia memiliki 2 unsur didalam diri yang berperan dalam kehidupannya yaitu&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;unsur fisik dan non fisik. Unsur fisik adalah tubuh anda beserta semua panca inderanya, sedangkan unsur non fisik adalah pikiran anda. Keduanya memiliki peran yang berbeda namun berada di dalam satu bentuk yaitu diri anda. Keduanya tidak dapat berdiri sendiri sehingga saling bergantung. Seperti halnya tubuh tidak akan dapat menjalankan fungsinya tanpa adanya pikiran, begitu juga pikiran tidak dapat terwujud tanpa dibantu oleh tubuh sebagai pelaksananya.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Cara Pikiran Bekerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin tidak menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi atas diri anda adalah hasil dari apa yang ada di pikiran anda. Tubuh anda hanyalah menjalankan perintah dari pikiran yang kemudian akan direspon oleh alam semesta dengan &lt;i style=&quot;&quot;&gt;feedback&lt;/i&gt; yang sama. Jika anda melakukan sesuatu yang positif, alam semesta akan memberikan &lt;i style=&quot;&quot;&gt;feedback&lt;/i&gt; yang positif pula. Jika anda melakukan sesuatu yang negatif, maka alam semesta juga akan memberikan &lt;i style=&quot;&quot;&gt;feedback&lt;/i&gt; yang negatif. Pertanyaannya adalah bagaimana anda bisa melakukan sesuatu yang positif jika perintah yang keluar dari pikiran anda adalah negatif. Tidak mungkin bukan? Dengan kata lain, pikiran lah yang menguasai tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya yakin anda pasti tahu permainan Tetris. Pikiran manusia sama seperti permainan tersebut. Setiap input yang dimasukkan kedalamnya akan membentuk sebuah lapisan yang akan menumpuk terus menerus. Lapisan yang sama akan saling tarik menarik dan akan berkumpul menjadi satu kelompok lapisan. Lapisan-lapisan yang berasal dari input yang negatif akan membentuk kelompok lapisan negatif. Sedangkan lapisan-lapisan yang berasal dari input yang positif akan membentuk kelompok lapisan positif. Setiap input baru yang masuk kedalam pikiran akan makin memperkuat masing-masing kelompok lapisan tersebut sesuai dengan jenisnya. Beberapa input yang membentuk lapisan positif adalah rasa simpati, kebahagiaan, belas kasih, keikhlasan, rasa percaya diri, optimis, keyakinan, konsentrasi. Beberapa input yang membentuk lapisan negatif adalah kemarahan, kebencian, ketakutan, kekhawatiran, kesombongan, iri hati, keegoisan, keputusasaan, mengasihani diri sendiri, rasa bersalah, pesimis, minder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang bisakah anda bayangkan bahwa jika anda terlalu banyak memasukkan input negatif ke dalam pikiran, maka kelompok lapisan negatif itulah yang akan mendominasi pikiran anda. Dan karena jenisnya sama, tanpa disadari anda juga sedang menarik semua energi negatif dari alam semesta kedalam diri anda. Oleh sebab itu, janganlah heran jika kemudian kehidupan anda hanya berisi masalah, rintangan, keributan dan kegagalan. Jadi tugas anda adalah memastikan bahwa yang masuk kedalam pikiran anda hanyalah hal-hal yang positif. Bahkan lebih jauh lagi anda perlu memasukkan hal-hal yang optimis ke dalam pikiran anda. Dengan pikiran dan cara pandang yang optimis, segala hal yang anda lakukan akan anda kerjakan dengan positif dan penuh percaya diri. Alhasil, seluruh alam semesta pun akan mendukung anda untuk mewujudkannya. Tanpa sadar, anda sedang menarik semua energi positif yang ada diluar kedalam diri anda. Kalau sudah demikian, keberhasilan dan kesuksesan bukanlah suatu hal yang mustahil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Menjadi Majikan Dari Pikiran Anda Sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pikiran manusia sangatlah rapuh dan mudah goyah. Kalau diibaratkan, pikiran kita seperti nyala api lilin ditengah-tengah hembusan angin yang datang dari berbagai arah. Tugas kita adalah menjaga agar nyala api lilin tersebut tidak goyah oleh hembusan angin. Oleh karena itu, pikiran haruslah diperkuat. Memperkuatnya yaitu dengan cara memasukkan hanya hal-hal yang positif secara terus menerus. Seperti halnya tubuh membutuhkan makanan yang bergizi agar bisa tumbuh sehat, begitu juga pikiran membutuhkan hal-hal yang positif sebagai makanannya supaya bisa berfungsi dengan baik dan bermanfaat bagi diri anda. Di sisi lain, seperti halnya racun akan membuat tubuh lemah dan tak bertenaga, begitu juga hal-hal negatif akan membuat pikiran anda menjadi lemah dan tidak dapat memberikan solusi yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran yang kuat akan mudah untuk dikendalikan. Seekor anjing yang belum dijinakkan akan menjadi buas, menggigit dan hanya memberikan masalah bagi tuannya. Namun jika sudah dijinakkan, dia tidak hanya akan menjadi anjing penurut tetapi juga berguna untuk membantu dan melindungi tuannya. Begitu juga dengan pikiran, jika anda tidak dapat menjinakkannya maka anda lah yang akan dikendalikannya dan dia hanya akan memberi anda masalah. Namun jika anda sudah dapat menjinakkan dan mengendalikannya, maka pikiran anda akan membantu menyelesaikan berbagai masalah yang anda hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Memprogram Ulang Pikiran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika anda sudah mengetahui bahwa apa yang anda masukkan di dalam pikiran anda dapat terjadi, bukankah anda ingin memasukkan sesuatu yang ingin anda capai kedalam pikiran anda supaya dapat benar-benar terwujud?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat saya, &lt;a target=&quot;new&quot; href=&quot;http://krisnawan.wordpress.com/2007/05/29/pikiran-anda-kekuatan-anda/&quot;&gt;Krisnawan Putra&lt;/a&gt;, sudah membuktikannya. Setelah beberapa saat refreshing dari kepenatan pekerjaannya, suatu hari saat bangun pagi dia meyakinkan dirinya bahwa hari itu dia akan memulai lagi aktivitasnya dan pasti akan menerima banyak tawaran kerjasama. Sungguh luar biasa hasilnya, sepanjang hari itu 5 proyek langsung mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah meremehkan kekuatan pikiran anda. Jika anda saat ini tengah depresi dan menganggap diri anda adalah orang yang gagal, hati-hatilah karena pikiran anda akan mewujudkannya menjadi kenyataan. Jika anda saat ini merasa bahwa nasib anda sudah berakhir dan anda tidak bisa keluar dari masalah yang dihadapi, hati-hatilah karena itulah yang akan terjadi pada diri anda. Rubahlah cara anda melihat sesuatu. Tanamkanlah bahwa selalu ada sisi positif dalam setiap kejadian, dan gunakanlah sisi itu. Thomas Alva Edison harus mencoba berkali-kali sampai akhirnya dia berhasil menciptakan lampu. Namun dia tidak pernah mengatakan bahwa dia gagal. Dia selalu mengatakan : &lt;i style=&quot;&quot;&gt;“I have not failed. I’ve just found 10.000 ways that won’t work.”&lt;/i&gt; Saya tidak gagal tetapi justru menemukan 10.000 cara yang tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyarankan anda untuk memprogram ulang pikiran anda mulai dari sekarang. Katakan dan tanamkan di pikiran anda hal-hal yang ingin anda raih. Bayangkan anda telah berhasil melalui masalah yang sedang anda hadapi dan betapa anda merasakan kegembiraannya. Pikirkan hal-hal yang akan anda lakukan ketika semuanya telah ada di genggaman anda. Tanamkan di pikiran bahwa anda saat ini sedang menuju kesana dan akan berhasil. Bila perlu, anda bisa juga menyuarakannya dengan mulut anda sambil membayangkannya. Yang perlu diingat, gunakanlah bentuk kalimat yang positif. Misalnya, katakanlah “Saya adalah orang yang berhasil”. Jangan gunakan kalimat “Saya bukan orang yang gagal.” Berkacalah di cermin setiap pagi sebelum memulai hari anda, dan katakanlah :&lt;br /&gt;- Tuhan sangat menyayangi saya.&lt;br /&gt;- Hari ini saya akan melakukan pekerjaan-pekerjaan besar.&lt;br /&gt;- Hari ini saya akan menghasilkan banyak hal baru.&lt;br /&gt;- Saya akan menjadi orang berhasil.&lt;br /&gt;- Saya akan meruntuhkan semua rintangan yang ada.&lt;br /&gt;- Saya akan berhasil melewati semua masalah ini.&lt;br /&gt;- Orang lain makan nasi, saya juga makan nasi. Jadi jika orang lain bisa, saya juga bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memprogram ulang pikiran anda dengan hal-hal yang positif dan optimis, anda telah menggeser dominasi lapisan-lapisan negatif yang ada didalam pikiran anda. Kemudian, anda akan melihat dan merasakan begitu besar energi positif yang anda tarik disekeliling anda yang akan benar-benar mewujudkan apa yang ingin anda raih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Written by : &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Handoko&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;  style=&quot;font-family:arial;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katamataku.blogspot.com/feeds/3490741468849857342/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/50579724984285668/3490741468849857342?isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/3490741468849857342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/3490741468849857342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katamataku.blogspot.com/2007/04/9-kekuatan-pikiran.html' title='9. Kekuatan Pikiran'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvPRK__uuBFFTApb-Fr86HdJ5tyTx7I_v9GeivZ5Tns1AMHrGsP3R649D7Uvl3afsCZwTOUmLwYQM-Vw8eSqGjydu38V8iq7eTvEddrnCqQOiAtXCLRxegE2BxRPf8LIvuEP3sL2iuiG4/s72-c/mind02.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-50579724984285668.post-7608117225404961843</id><published>2007-04-10T15:29:00.001+07:00</published><updated>2007-06-14T20:57:48.661+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivation"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Selfpreneurship"/><title type='text'>8. Switch And Upgrade. Be The New You</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhImFQnDfFdAWnhLC4kTmgKzw04iOzfclPwl5wPiYZX6JtvrftOK-t0SCMix00HXr5baCELPhVuxsqAbhrP6DJM4HxpThncEq4gtCgYhAPaGJTFAN5O6g993gQAqZuNtihjFNpDXY1ebcE/s1600-h/book.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhImFQnDfFdAWnhLC4kTmgKzw04iOzfclPwl5wPiYZX6JtvrftOK-t0SCMix00HXr5baCELPhVuxsqAbhrP6DJM4HxpThncEq4gtCgYhAPaGJTFAN5O6g993gQAqZuNtihjFNpDXY1ebcE/s200/book.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5052465884417240434&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Serial Resurrection - Gagal dan Bangkit Kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan produktifitas yang menurun dan cenderung stagnan, manfaatkan waktu luang anda seefektif mungkin. Anggap saat ini sebagai masa reses. Pergunakan waktu yang ada untuk memperkuat persenjataan anda. Ibarat mesin mobil, diri anda yang lama sudah tidak kompetitif lagi. Anda perlu melakukan &lt;i style=&quot;&quot;&gt;tune up&lt;/i&gt;, bahkan kalau perlu mengganti mesin anda dengan &lt;i style=&quot;&quot;&gt;horse power&lt;/i&gt; yang lebih besar.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Lengkapi dengan sistem pendingin yang lebih baik dan tambahkan &lt;i style=&quot;&quot;&gt;nitro&lt;/i&gt; untuk mendapatkan &lt;i style=&quot;&quot;&gt;top speed&lt;/i&gt; yang lebih dahsyat. Ketika nanti bel pertandingan dibunyikan, kembalilah ke arena dengan kejutan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada mempertahankan pengeluaran yang tidak perlu untuk membiayai &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; hidup dan gengsi, lebih baik investasikan uang anda untuk meng-&lt;i style=&quot;&quot;&gt;upgrade&lt;/i&gt; kemampuan. Anda tentu tidak akan masuk ke arena dengan cara, trik dan strategi yang sama bukan? &lt;i style=&quot;&quot;&gt;If you keep doing the same thing, you will get the same result&lt;/i&gt;. Jadi jika anda mengharapkan hasil akhir yang berbeda, anda harus melakukan perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, gali dan temukan terlebih dahulu apa &lt;i style=&quot;&quot;&gt;core competen&lt;/i&gt; anda sebenarnya. Apakah anda sudah berada di bidang yang tepat? Kalau belum, mungkin itu salah satu penyebab anda tersingkir di dalam persaingan. Seekor hiu yang ganas sekalipun dapat dikalahkan oleh seekor kelinci jika bertarung di daratan. Jadi, jika anda merasa &lt;i style=&quot;&quot;&gt;core competen&lt;/i&gt; anda belum pas, mungkin anda perlu mempertimbangkan untuk pindah ke jalur yang lebih sesuai dengan kemampuan anda. Namun jka anda sudah berada di &lt;i style=&quot;&quot;&gt;core competen&lt;/i&gt; yang benar, berarti anda perlu meng-&lt;i style=&quot;&quot;&gt;upgrade&lt;/i&gt; kemampuan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mencari alasan bahwa anda tidak akan bisa memiliki kemampuan yang disyaratkan. Kemampuan manusia jauh melampaui yang diperkirakan, jadi jangan pernah membatasi kemampuan anda. Seseorang yang sedang terdesak, dilluar perkiraannya akan mampu melompati tembok yang jauh lebih tinggi. Profesor Yohanes Surya menyebut fenomena ini dengan istilah Mestakung ( Alam Semesta Mendukung ). Saya pribadi percaya bahwa kita bisa karena biasa. Jadi kalau ada hal-hal yang tidak bisa anda lakukan, solusinya mudah. Mulailah melakukannya dan biasakanlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak cara untuk meningkatkan kemampuan. Anda bisa mendapatkannya dengan mengikuti kursus / &lt;i style=&quot;&quot;&gt;workshop&lt;/i&gt;, seminar, bahkan anda bisa mendapatkan banyak hal baru dengan membaca buku. Bicara mengenai buku, saya sangat prihatin melihat betapa minat baca masyarakat kita sangat rendah. Padahal banyak sekali informasi dan pengetahuan baru yang bisa kita dapatkan hanya dengan membaca buku. Jika ada yang beralasan bahwa seminar dan kursus membutuhkan biaya yang sangat mahal dan lokasi yang tidak menunjang, maka harga buku sangatlah murah dan mudah sekali untuk mendapatkannya. Bahkan sekarang ini banyak situs-situs di internet yang menyediakan artikel-artikel yang bagus untuk dipelajari dan anda bisa mendapatkannya secara gratis. Tapi tentu saja itu semua tidak ada gunanya jika anda tidak mau membacanya. Saya jadi teringat nasihat seorang guru waktu di Sekolah Dasar. Dia mengatakan bahwa seseorang yang tidak pernah membaca buku-buku yang bagus tidak lebih pintar dari mereka yang buta huruf. Jadi pertanyaannya bukanlah bisa atau tidak, tapi apakah anda mau atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang manapun yang anda lakukan, pastikan anda kembali bangkit dengan modal kemampuan, pribadi dan cara pandang yang lebih baik. Anda bukanlah anda yang dulu. &lt;i style=&quot;&quot;&gt;Be the new you!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Written by : &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Handoko&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katamataku.blogspot.com/feeds/7608117225404961843/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/50579724984285668/7608117225404961843?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/7608117225404961843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/7608117225404961843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katamataku.blogspot.com/2007/04/8-switch-and-upgrade-be-new-you.html' title='8. Switch And Upgrade. Be The New You'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhImFQnDfFdAWnhLC4kTmgKzw04iOzfclPwl5wPiYZX6JtvrftOK-t0SCMix00HXr5baCELPhVuxsqAbhrP6DJM4HxpThncEq4gtCgYhAPaGJTFAN5O6g993gQAqZuNtihjFNpDXY1ebcE/s72-c/book.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-50579724984285668.post-5969493538568985092</id><published>2007-04-10T15:28:00.001+07:00</published><updated>2007-06-14T20:57:41.119+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivation"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Selfpreneurship"/><title type='text'>7. Jangan Ragu Meminta Pertolongan</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRIihezBmn6Y8xJ5JwDphyphenhyphen82xpjiInMiA6JkS-S1RORH4VqsJ5SjCLVtUH0ogHw658TXsH5Fvx2jUaK-MvUXhFr4nbTSH7Nftzsr6Jav7AJXjkshupPe5cPHsAhNkwY2F0UcxgEyFzODA/s1600-h/help.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 122px; height: 115px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRIihezBmn6Y8xJ5JwDphyphenhyphen82xpjiInMiA6JkS-S1RORH4VqsJ5SjCLVtUH0ogHw658TXsH5Fvx2jUaK-MvUXhFr4nbTSH7Nftzsr6Jav7AJXjkshupPe5cPHsAhNkwY2F0UcxgEyFzODA/s200/help.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5052469406290423170&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%; font-weight: bold;font-family:Arial;font-size:100%;&quot;  &gt;Serial Resurretion - Gagal dan Bangkit Kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk sosial. Tidak ada yang dapat hidup sendiri tanpa orang lain. Satu sama lain saling membutuhkan, oleh karena itu satu sama lain juga harus saling membantu. Anda boleh percaya diri dan yakin akan kemampuan yang anda miliki, tapi toh anda tetap membutuhkan orang lain untuk mewujudkannya. Lebih celaka lagi kalau anda justru minder atau malahan ego anda terlalu tinggi untuk meminta tolong kepada orang lain.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis nuklir di Korea Utara belakangan ini adalah contoh yang memprihatinkan. Uji coba nuklir yang dilakukannya awal Oktober silam membuat khawatir negara-negara di kawasan &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;Asia&lt;/st1:place&gt; dan juga dunia. Padahal kondisi perekonomian negara tersebut termasuk ‘minus’ dan sangat membutuhkan uluran bantuan dari dunia internasional. Sebelumnya pada pertengahan Juli bencana banjir juga telah menewaskan ratusan orang dan menghancurkan panen serta kehidupan masyarakatnya. Di tengah kondisi yang sulit seperti itu bukannya berusaha menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan negara-negara di dunia agar bantuan dapat mengalir, namun negara tersebut malahan bersikeras melanjutkan program nuklirnya. Akibatnya, bantuan internasional dihentikan yang membuat negara tersebut makin terisolasi dan terpuruk dalam kesulitannya. Bencana kelaparan yang sempat dialami pada dekade 1990-an pun terancam terulang kembali dan diramalkan akan mengakibatkan gelombang pengungsi besar-besaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah, anda tidak dapat melakukan semuanya sendiri. Untuk itu anda harus memberitahu seseorang tentang masalah anda, karena kalau tidak jangan harap ada orang yang tahu bahwa anda membutuhkan pertolongan. Yakinlah ada banyak orang yang bersedia menolong anda dengan tulus, karena hanya orang ‘kerdil’ dan munafik yang tidak mau membantu orang lain. Namun, tentunya ada batasan-batasan dalam meminta tolong. Jangan mentang-mentang ada yang mau mengulurkan tangan lalu malah menjadi benalu dan memanfaatkannya habis-habisan. Anda sendirilah yang tahu mana yang mampu anda hadapi sendiri dan mana yang membutuhkan bantuan orang lain. Dalam hal ini, tanggung jawab anda dituntut. Artinya, peran yang lebih besar ada dipundak anda sendiri dan belajarlah untuk tidak menerima segala sesuatu dengan gratis. Dalam bentuk apapun pertolongan tersebut, anda harus memiliki komitmen untuk mengembalikannya, bahkan kalau bisa lebih dari yang telah anda terima. Itulah wujud dari rasa terima kasih dan tahu membalas budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pribadi percaya ada banyak orang di luar &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang dengan senang hati membantu sesamanya. Orang-orang seperti ini tahu betul pentingnya persahabatan dan menjalin relasi dengan semua orang tanpa membeda-bedakan. Mereka sadar bahwa hidup ini berputar seperti roda pedati dan suatu saat di suatu titik mereka juga akan membutuhkan bantuan orang lain entah dalam bentuk apapun. Oleh karena itu ketika roda kehidupan sedang berada diatas, janganlah takabur. Perhatikanlah mereka yang tidak seberuntung anda dan jangan pernah enggan untuk mengulurkan tangan karena bisa jadi anda lah yang ada di posisi mereka. Bersyukurlah akan kelimpahan yang anda dapatkan saat itu karena tidak ada satu pun di dunia ini yang abadi. Buanglah jauh-jauh kesombongan dan egoisme, karena kesombongan adalah awal kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Written by : &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Handoko&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katamataku.blogspot.com/feeds/5969493538568985092/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/50579724984285668/5969493538568985092?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/5969493538568985092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/5969493538568985092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katamataku.blogspot.com/2007/04/7-jangan-ragu-meminta-pertolongan.html' title='7. Jangan Ragu Meminta Pertolongan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRIihezBmn6Y8xJ5JwDphyphenhyphen82xpjiInMiA6JkS-S1RORH4VqsJ5SjCLVtUH0ogHw658TXsH5Fvx2jUaK-MvUXhFr4nbTSH7Nftzsr6Jav7AJXjkshupPe5cPHsAhNkwY2F0UcxgEyFzODA/s72-c/help.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-50579724984285668.post-5936925361384197906</id><published>2007-04-10T15:27:00.000+07:00</published><updated>2007-06-14T20:57:32.479+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivation"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Selfpreneurship"/><title type='text'>6. Cintailah Diri Anda</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZh8ZyPSyQxwjjrwRKzSh0fQOsBLASYxWvIV5OVGHWPFB1iKczPVfXhH_V5oNbJudqHHBHiNmPBJWFOGcIBIPR35ZBCxbM2DiPhMw-Ljh0FVt1tMl0KL4g8BSmWPpFnM6mgEjHFuk3oXc/s1600-h/love+yourself.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 71px; height: 128px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZh8ZyPSyQxwjjrwRKzSh0fQOsBLASYxWvIV5OVGHWPFB1iKczPVfXhH_V5oNbJudqHHBHiNmPBJWFOGcIBIPR35ZBCxbM2DiPhMw-Ljh0FVt1tMl0KL4g8BSmWPpFnM6mgEjHFuk3oXc/s200/love+yourself.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5052469938866367890&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%; font-weight: bold;font-family:Arial;font-size:100%;&quot;  &gt;Serial Resurrection - Gagal dan Bangkit Kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang nahkoda yang handal tidak hanya memperhatikan keadaan cuaca dan gelombang air yang terus menghantam kapal karena semua itu diluar kendalinya. Sebaliknya, dia akan berusaha mengkoordinasikan awak kapalnya, menjaga keseimbangan kapal, arah kemudi, layar, beban barang-barang dan hal-hal lain yang bisa dia kendalikan untuk dapat bertahan dalam badai tersebut. Begitu juga ketika badai kegagalan menerpa, jangan sampai rasa takut yang besar membuat perhatian anda tersita oleh hal-hal diluar diri yang sebenarnya tidak dapat anda kendalikan.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak hal yang berada di bawah kendali anda yaitu hal-hal yang ada didalam diri anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Fisik Dan Psikis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hal paling mendasar yang dapat dan perlu anda kendalikan adalah kondisi fisik dan psikis. Anda memang telah salah melangkah dan mengambil keputusan tetapi tidak berarti anda boleh merusak diri anda sendiri sebagai pelampiasan kekecewaan anda. &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; banyak kasus dimana orang sedemikian putus asa sampai berusaha menyakiti dirinya sendiri. &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang lari ke minuman keras, obat-obatan terlarang, bahkan mogok makan. Gagal tidak berarti anda bodoh, tapi merusak diri sendiri itu sudah pasti bodoh dan konyol, sedangkan para gelandangan dan pengemis saja tahu pentingnya menjaga diri mereka agar dapat bertahan hidup karena mereka masih berharap akan hari esok yang lebih baik. Masa anda tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kondisi fisik anda tidak menunjang, jangankan bangkit, bertahan saja akan sangat sulit. Apalagi jika secara psikis anda juga tidak sehat. Slogan &lt;i style=&quot;&quot;&gt;“Men &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;Sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; In Corpore Sano”&lt;/i&gt; mengajarkan bahwa di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Saat ini mustinya anda memiliki lebih banyak waktu luang. Lakukanlah aktifitas fisik beberapa jam setiap harinya. Anda bisa berolahraga ataupun sekedar membersihkan rumah, mobil atau apapun juga yang bisa membuat tubuh anda bergerak dan berkeringat. Aktifitas fisik akan membuat darah mengalir lebih lancar dan pasokan oksigen ke otak pun bertambah. Dengan demikian pikiran pun akan lebih segar dan teralihkan dari hal-hal yang negatif. Selain itu tetaplah menjaga ritme kehidupan yang baik. Makanlah secara teratur dan cukup tidur. Percayalah kesehatan fisik dan psikis anda jauh lebih penting diatas segalanya. Tanpa 2 hal tersebut, mimpi setinggi apapun hanya tinggal mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Keuangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang sahabat saya yang makin terpuruk dalam krisis yang dihadapinya hanya karena dia tidak ( mau ) merubah &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; hidupnya yang lama. Disaat krisis, anda perlu realistis untuk melihat apakah keuangan anda mampu untuk membiayai &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; hidup anda. Anda tidak perlu menjadi seorang ahli keuangan untuk melakukannya. Mulailah dengan menghitung kembali pengeluaran anda setiap bulannya, bahkan setiap harinya. Lakukanlah penyesuaian dengan kondisi yang ada saat ini. Kurangi atau bahkan hilangkanlah komponen biaya yang sebenarnya tidak perlu-perlu amat. Tapi tentunya menentukan perlu atau tidak perlu disini sangatlah relatif. Yang jelas, ngotot mempertahankan biaya-biaya yang tidak perlu hanya untuk &lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;gaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hidup dan gengsi, lagi-lagi adalah konyol. Gengsi anda hanya akan bertahan sampai lumbung anda benar-benar terkuras bersih. Saat itu, apakah orang-orang yang selama ini hanya menghargai kekayaan anda akan membantu? Jauh lebih baik jika saat ini anda mulai menyesuaikan gengsi anda untuk dapat &lt;i style=&quot;&quot;&gt;survive&lt;/i&gt; sehingga nanti anda dapat bangkit kembali meraih apa yang telah hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Written by : &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Handoko&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katamataku.blogspot.com/feeds/5936925361384197906/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/50579724984285668/5936925361384197906?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/5936925361384197906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/5936925361384197906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katamataku.blogspot.com/2007/04/6-cintailah-diri-anda.html' title='6. Cintailah Diri Anda'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZh8ZyPSyQxwjjrwRKzSh0fQOsBLASYxWvIV5OVGHWPFB1iKczPVfXhH_V5oNbJudqHHBHiNmPBJWFOGcIBIPR35ZBCxbM2DiPhMw-Ljh0FVt1tMl0KL4g8BSmWPpFnM6mgEjHFuk3oXc/s72-c/love+yourself.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-50579724984285668.post-3804744469248573538</id><published>2007-04-10T15:26:00.000+07:00</published><updated>2007-06-14T20:58:25.844+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivation"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Selfpreneurship"/><title type='text'>5. Peluang Ada Di Luar</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMmUlBGU7EMnwRxtUrNztgb7wYdUyDDwm8xqGDW5gZ3cNgM8YZ6PusKwz_WKclLYXDgIV_ZvmwsdN_Ha5wN91i2Ki6G3IvucuTEV1yyyyLC6aF7L-lzNQbcDahXum7AYmgQmdJ_C551To/s1600-h/jump.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMmUlBGU7EMnwRxtUrNztgb7wYdUyDDwm8xqGDW5gZ3cNgM8YZ6PusKwz_WKclLYXDgIV_ZvmwsdN_Ha5wN91i2Ki6G3IvucuTEV1yyyyLC6aF7L-lzNQbcDahXum7AYmgQmdJ_C551To/s200/jump.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5052470351183228322&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%; font-weight: bold;font-family:Arial;font-size:100%;&quot;  &gt;Serial Resurrection - Gagal dan Bangkit Kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebalikan dari si &lt;i style=&quot;&quot;&gt;extrovert&lt;/i&gt;, mungkin anda malah termasuk &lt;i style=&quot;&quot;&gt;introvert&lt;/i&gt;. &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; rasa malu untuk bertemu dengan orang-orang karena takut mereka akan bertanya macam-macam dan mengetahui kegagalan anda. Tapi dengan mengurung diri di rumah dan terus berpikir juga tidak akan membawa perubahan apapun. Secara psikologi, kondisi visual sangat mempengaruhi kondisi pikiran.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Oleh sebab itu kondisi visual yang hanya terkungkung didalam sebuah ruangan juga akan mempersempit kemampuan berpikir sehingga sulit menemukan ide-ide segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjaga jarak dan membatasi komunikasi dengan orang lain juga akan makin mempersempit peluang anda. Ketakutan kita seringkali hanyalah perasaan semu saja. Pada kenyataannya orang-orang yang anda temui sebenarnya juga tidak mengetahui apa yang terjadi pada diri anda, kecuali anda menemui sekelompok paranormal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu tetaplah bersosialisasi, bahkan saya menyarankan untuk menambah kegiatan anda. Tetaplah mengunjungi teman-teman anda. Justru mereka akan bertanya-tanya jika anda tiba-tiba menjauh. Ikutilah kegiatan sosial di lingkungan atau bergabunglah dengan organisasi yang anda rasa cocok. Semua ini perlu untuk membuka pikiran, menambah wawasan, memperluas &lt;i style=&quot;&quot;&gt;networking &lt;/i&gt;dan menemukan peluang baru. Harus diakui, di kondisi yang makin kompetitif saat ini, peluang makin sulit ditemukan. Namun, peluang selalu ada dan peluang itu ada di luar &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; di antara orang banyak. Anda tidak bisa bisa hanya duduk dan menunggu orang lain memberikan apa yang anda inginkan. Anda harus keluar dan menangkapnya sendiri. Ahli strategi perang Cina yang sangat terkenal, Sun Tzu mengatakan : &lt;i style=&quot;&quot;&gt;&quot;Opportunities multiply as they are seized.&quot; &lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;Terjemahan bebasnya adalah jika anda menangkap peluang dengan benar, maka dia akan menjadi seperti bola salju yang terus membesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggikan ‘antene’ anda untuk meraih informasi-informasi yang ada disekeliling anda. Cobalah untuk lebih peka melihat apa yang ada disekitar anda, bahkan apa yang tidak ada disekitar anda. Tetaplah &lt;i style=&quot;&quot;&gt;update&lt;/i&gt; dengan informasi / trend terbaru mengenai apa saja, dimana saja dan kapan saja, karena anda tidak akan pernah tau kapan peluang itu tiba-tiba muncul di depan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Written by : &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Handoko&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katamataku.blogspot.com/feeds/3804744469248573538/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/50579724984285668/3804744469248573538?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/3804744469248573538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/3804744469248573538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katamataku.blogspot.com/2007/04/5-peluang-ada-di-luar.html' title='5. Peluang Ada Di Luar'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMmUlBGU7EMnwRxtUrNztgb7wYdUyDDwm8xqGDW5gZ3cNgM8YZ6PusKwz_WKclLYXDgIV_ZvmwsdN_Ha5wN91i2Ki6G3IvucuTEV1yyyyLC6aF7L-lzNQbcDahXum7AYmgQmdJ_C551To/s72-c/jump.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-50579724984285668.post-4566858875989507410</id><published>2007-04-10T15:25:00.000+07:00</published><updated>2007-06-14T20:58:20.843+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivation"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Selfpreneurship"/><title type='text'>4. Berbagilah Dengan Orang Yang Tepat</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0bwhX-SSqxFwQtDXRKsEt3WzEqM5HEXq1_iTvIqULAPrlMtDgC2tbQmZ_HMXN5LscdIYYypiNMI0wXeT_TtqCjGXAqMxq5hcqmUtm3r7hq5Y374GKETwrzF3efdVBGiM-3M6aqeZWh9g/s1600-h/sstt.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0bwhX-SSqxFwQtDXRKsEt3WzEqM5HEXq1_iTvIqULAPrlMtDgC2tbQmZ_HMXN5LscdIYYypiNMI0wXeT_TtqCjGXAqMxq5hcqmUtm3r7hq5Y374GKETwrzF3efdVBGiM-3M6aqeZWh9g/s200/sstt.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5052470565931593138&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%; font-weight: bold;font-family:Arial;font-size:100%;&quot;  &gt;Serial Resurrection - Gagal dan Bangkit Kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda termasuk orang yang &lt;i style=&quot;&quot;&gt;extrovert&lt;/i&gt;, anda mungkin merasa perlu untuk menceritakan apa yang anda alami kepada orang lain. Masalahnya, seringkali kita tidak menyeleksi kepada siapa kita berbagi cerita. Apalagi jika orang tersebut kemudian membagikan lagi kisah anda ke orang-orang lain. Lalu dimana masalahnya?&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Manusia cenderung mengkritik daripada membangun. Saya tidak menghakimi bahwa semua orang seperti itu. Saya hanya ingin mengatakan bahwa mereka yang anda ajak berbagi seringkali tidak menyadari bahwa anda sebenarnya hanya ingin didengarkan, itu saja. Namun lebih dari itu, mereka berbaik hati memberikan masukan-masukan yang celakanya seringkali berupa kritik yang sebenarnya sudah anda ketahui sendiri. Tidak berarti anda harus menjadi orang yang anti terhadap kritik. Tapi untuk seseorang yang sedang berduka, kritik menjadi lebih seperti tikaman-tikaman kecil. Apa buruknya? Emosi yang sudah anda bersihkan diisi kembali dengan penghakiman yang akan memperkuat lagi perasaan bahwa anda telah membuat segala sesuatunya berantakan. Apa untungnya selain hanya menambah rasa bersalah dan semangat kembali redup? Makin banyak orang yang anda ajak berbagi, makin menumpuk pula rasa bersalah tersebut dan makin sulit mengobarkan kembali semangat anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Anda tidak akan mengiklankan kekurangan sebuah produk kepada &lt;i style=&quot;&quot;&gt;customer&lt;/i&gt; bukan? Semakin banyak orang yang mengetahui tentang kegagalan anda, apakah citra anda akan menjadi lebih baik? Apakah dengan makin banyaknya orang yang prihatin akan membuat persepsi orang terhadap anda menjadi lebih baik? Saya meragukan hal itu, karena ketika citra anda menjadi kurang baik, bukankah akan lebih sulit untuk kembali ke lingkungan sosial anda? Apakah itu tidak membuat semangat anda makin surut? Jika semangat sudah surut, bukankah peluang untuk &lt;i style=&quot;&quot;&gt;survive&lt;/i&gt; makin kecil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah berarti kita tidak boleh mengungkapkan uneg-uneg kita kepada seseorang? Boleh, tapi tidak berarti kemudian satu RT tahu semua mengenai kisah anda. Lagi-lagi, apa untungnya? Pilih seseorang yang secara pribadi dekat dengan anda dan bisa menjadi tempat untuk berbagi sekaligus mampu mendukung dan membangkitkan semangat. Bahkan lebih dari itu, orang ini diharapkan bisa menjadi ‘guru spiritual’, tempat untuk berkonsultasi, meminta &lt;i style=&quot;&quot;&gt;second opinion&lt;/i&gt; dalam menentukan langkah-langkah anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu penting sekali memilih dengan tepat kepada siapa anda harus berbagi. Mark Twain pun sepakat dengan mengatakan : &lt;i style=&quot;&quot;&gt;“Keep away from people who try to belittle your ambitions. Small people always do that, but the really great make you feel that you, too, can become great.” &lt;/i&gt;Jauhilah mereka yang mencoba untuk mengecilkan ambisi anda. Orang-orang yang ‘kerdil’ selalu melakukannya, tapi orang-orang hebat akan membuat anda merasa bahwa anda juga bisa menjadi hebat seperti mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Written by : &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Handoko&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katamataku.blogspot.com/feeds/4566858875989507410/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/50579724984285668/4566858875989507410?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/4566858875989507410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/4566858875989507410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katamataku.blogspot.com/2007/04/4-berbagilah-dengan-orang-yang-tepat.html' title='4. Berbagilah Dengan Orang Yang Tepat'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0bwhX-SSqxFwQtDXRKsEt3WzEqM5HEXq1_iTvIqULAPrlMtDgC2tbQmZ_HMXN5LscdIYYypiNMI0wXeT_TtqCjGXAqMxq5hcqmUtm3r7hq5Y374GKETwrzF3efdVBGiM-3M6aqeZWh9g/s72-c/sstt.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-50579724984285668.post-130946044740945112</id><published>2007-04-10T15:24:00.000+07:00</published><updated>2007-06-14T20:58:12.678+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivation"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Selfpreneurship"/><title type='text'>3. Bersyukur Dan Hiduplah Hari Ini</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEih5wp7RSa-AtqPERiGpDXbg-qAhPvPBaUdqB_Alce1g-PCqfQO2KH4supeOhOG_dWA6YtneHxUh-Usm76VmVjx3n0R-2TgvHu5tUuUwwQXIoPBViIsW1CsFboWvk5uD5-ap7xbtg6iWZE/s1600-h/bless.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEih5wp7RSa-AtqPERiGpDXbg-qAhPvPBaUdqB_Alce1g-PCqfQO2KH4supeOhOG_dWA6YtneHxUh-Usm76VmVjx3n0R-2TgvHu5tUuUwwQXIoPBViIsW1CsFboWvk5uD5-ap7xbtg6iWZE/s200/bless.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5052470767795056066&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%; font-weight: bold;font-family:Arial;font-size:100%;&quot;  &gt;Serial Resurrection - Gagal dan Bangkit Kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa lalu dan masa depan adalah bagian dari hidup manusia. Sebagian orang sibuk berangan-angan ingin menjadi ini dan itu, ingin meraih ini dan itu. Bahkan tidak sedikit yang berusaha mencari tahu melalui ‘orang pintar’ apa yang akan terjadi pada dirinya di kemudian hari. Di sisi lain ada lebih banyak orang yang tidak bisa melepaskan dirinya dari kenangan masa lalu. Hari-harinya dilalui hanya dengan menyesali semua kegagalan, kehancuran dan kepahitan hidup yang dialaminya.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Pikirannya terus berandai-andai seakan dengan melakukan demikian, segala sesuatunya akan berubah. Berfantasi tentang masa depan memang mengasyikkan. Begitu juga menyesali masa lalu bisa menjadi candu yang membuai. Lakukanlah itu terus menerus maka hidup anda akan berjalan ditempat, tidak akan kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersikaplah realistis bahwa masa lalu sudah lewat. Kecuali anda memiliki mesin waktu, tidak ada yang dapat dilakukan untuk merubahnya. Jadi anda tidak akan mendapatkan apa-apa dengan terus menerus menenggelamkan diri dalam penyesalan. Masa lalu hanya berguna untuk dijadikan pelajaran. Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa depan memang penting untuk diimpikan, tapi jauh lebih penting lagi untuk mengejarnya. Untuk melakukannya anda harus hidup di saat ini, bukan tenggelam di masa lalu ataupun bermimpi di masa depan. Karena hanya di saat ini lah anda bisa berbuat sesuatu yang nyata untuk memperbaiki diri dan melakukan langkah-langkah nyata untuk meraih apa yang anda inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarilah setiap detik yang anda lalui. Syukurilah segala hal yang masih anda miliki saat ini. Mulailah dari hal yang terkecil, syukurilah bahwa anda masih bernafas dan sehat walafiat. Syukurilah bahwa anda masih punya semangat untuk merubah hidup, karena jika tidak anda tidak mungkin membaca buku ini. Hiduplah hari ini dan lakukanlah yang terbaik dengan segala kemampuan dan keterbatasan yang anda miliki. Kerjakan segala sesuatunya dengan tulus dan jangan sekali-kali menempuh jalan pintas yang tidak halal. Dengan demikian anda telah mengijinkan berkat mengalir dengan deras kedalam diri anda. Bila semuanya sudah anda upayakan sedemikian rupa, yakinlah bahwa berikutnya adalah giliran Tuhan yang menyelesaikan-Nya. Anda hanya perlu bersabar dan percaya bahwa jika anda telah menabur benih yang baik, maka anda juga akan menuai sesuatu yang bahkan jauh lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Written by : &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Handoko&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katamataku.blogspot.com/feeds/130946044740945112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/50579724984285668/130946044740945112?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/130946044740945112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/130946044740945112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katamataku.blogspot.com/2007/04/3-bersyukur-dan-hiduplah-hari-ini.html' title='3. Bersyukur Dan Hiduplah Hari Ini'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEih5wp7RSa-AtqPERiGpDXbg-qAhPvPBaUdqB_Alce1g-PCqfQO2KH4supeOhOG_dWA6YtneHxUh-Usm76VmVjx3n0R-2TgvHu5tUuUwwQXIoPBViIsW1CsFboWvk5uD5-ap7xbtg6iWZE/s72-c/bless.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-50579724984285668.post-8057774965198446794</id><published>2007-04-10T15:23:00.000+07:00</published><updated>2007-06-14T20:59:43.341+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivation"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Selfpreneurship"/><title type='text'>2. Belajar Dari Kegagalan</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1mspm-KJI5MZ5RRK28uLxr9C-J2KFUhdJ_bqkspLhFKWjON7__y9_SZTsonMslf8rEXt_Q6MU52xeqgnPfSBfpC1iKGwTXkL3Mc70BmsHGpSufiaQ-IBEhPM2KNPDzyo5A2B3oeO5RsE/s1600-h/never+give+up.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1mspm-KJI5MZ5RRK28uLxr9C-J2KFUhdJ_bqkspLhFKWjON7__y9_SZTsonMslf8rEXt_Q6MU52xeqgnPfSBfpC1iKGwTXkL3Mc70BmsHGpSufiaQ-IBEhPM2KNPDzyo5A2B3oeO5RsE/s200/never+give+up.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5052471012608191954&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%; font-weight: bold;font-family:Arial;font-size:100%;&quot;  &gt;Serial Resurrection - Gagal dan Bangkit Kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan pasti ada penyebabnya. Cobalah untuk merenungkannya, faktor-faktor apa yang menyebabkan anda gagal, baik yang berasal dari dalam diri maupun yang di luar diri Anda. Jika itu disebabkan karena perilaku atau sifat yang anda miliki, renungkanlah dan cobalah untuk mulai merubahnya. Jika itu disebabkan karena langkah-langkah atau keputusan yang salah, pelajarilah dengan seksama agar tidak tersandung pada batu yang sama nantinya. Pelajaran apa yang anda dapatkan dari kegagalan tersebut?&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Petik itu untuk bekal anda ke depan. Tapi sekali lagi jangan pernah menyesalinya atau bahkan menyalahkan orang lain. Tidak ada gunanya, anda toh tidak punya mesin waktu untuk mengulang kejadiannya. Telan saja kepahitannya dan ambil hikmahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan adalah guru yang paling berharga. Dengan mengalami kegagalan, anda sebenarnya sudah satu langkah mendahului orang lain yang belum mencobanya sama sekali. Kalau anda mau tahu, jarang sekali atau bahkan tidak ada orang sukses yang tidak melalui kegagalan terlebih dahulu. Sebaliknya orang yang tidak sukses biasanya tidak pernah mengalami kegagalan, karena dia tidak pernah berani mencoba. &lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 0);&quot;&gt;Keberanian anda untuk bangkit kembali setiap kali gagal adalah yang menentukan kesuksesan anda&lt;/span&gt;. Sir Winston Churchill punya pendapat yang bagus mengenai hal ini : &lt;i style=&quot;&quot;&gt;“Success is the ability to go from failure to failure without losing your enthusiasm.”&lt;/i&gt; Sukses adalah kemampuan untuk melewati kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan semangat anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarilah bahwa banyak hal di dunia ini yang diluar kendali anda. Sesuatu terjadi begitu saja tanpa mampu dicegah. Bahwa ada peran anda disitu, benar. Tapi toh anda tidak secara sengaja merencanakan untuk gagal bukan? Sadari saja bahwa memang ada langkah-langkah atau keputusan yang salah, tapi tidak berarti anda menjadi orang paling bodoh sedunia. Siapa yang tidak pernah salah bertindak dalam hidupnya? Walaupun efeknya memang besar dan mungkin dahsyat, tetapi membesar-besarkannya hanya membuat energi anda terkuras sia-sia. &lt;i style=&quot;&quot;&gt;Life goes on&lt;/i&gt;. Anda sudah ketinggalan kereta pagi, tapi kereta berikutnya sebentar lagi akan tiba. Apakah anda akan bersiap-siap menyambutnya ataukah masih saja mau menyesali kereta pagi yang sudah berlalu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Written by : &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Handoko&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katamataku.blogspot.com/feeds/8057774965198446794/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/50579724984285668/8057774965198446794?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/8057774965198446794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/8057774965198446794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katamataku.blogspot.com/2007/04/2-belajar-dari-kegagalan.html' title='2. Belajar Dari Kegagalan'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1mspm-KJI5MZ5RRK28uLxr9C-J2KFUhdJ_bqkspLhFKWjON7__y9_SZTsonMslf8rEXt_Q6MU52xeqgnPfSBfpC1iKGwTXkL3Mc70BmsHGpSufiaQ-IBEhPM2KNPDzyo5A2B3oeO5RsE/s72-c/never+give+up.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-50579724984285668.post-1860296032120302874</id><published>2007-04-10T15:21:00.000+07:00</published><updated>2007-06-14T20:59:32.389+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivation"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Selfpreneurship"/><title type='text'>1. 24 Jam Detoksifikasi</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSf4A1WBEXdVjOCIdvmp-Rl7sY5MGvzPn-7OxS-FUwkIL5HwstB4DMUFA1w3NjFKQae8_6lw5NvKSTmo3IWQpxWygL5PF5synjD_0HUtbh9xQyO1lMw92d5l_XPoQrdJHlOrTIB0Pqkug/s1600-h/regret.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSf4A1WBEXdVjOCIdvmp-Rl7sY5MGvzPn-7OxS-FUwkIL5HwstB4DMUFA1w3NjFKQae8_6lw5NvKSTmo3IWQpxWygL5PF5synjD_0HUtbh9xQyO1lMw92d5l_XPoQrdJHlOrTIB0Pqkug/s200/regret.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5052471266011262434&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%; font-weight: bold;font-family:Arial;font-size:100%;&quot;  &gt;Serial Resurrection - Gagal dan Bangkit Kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai langkah awal, saya akan memberi anda waktu sejenak untuk meratapi kegagalan yang anda hadapi. Jika mau menangis, menangislah. Jika mau menyesali, sesalilah. Keluarkan semua uneg-uneg dan ganjalan yang ada di hati anda. Luapkan semuanya, buang semua kekesalan, sakit hati, kekecewaan, dan semua emosi negatif yang ada di dalam diri anda. Proses ini ibarat detoksifikasi yang akan membuat langkah anda menjadi lebih ringan nantinya.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Bayangkan anda saat ini sedang tenggelam makin dalam. Bagaimana anda bisa berenang mencapai ke permukaan jika anda tidak mau melepaskan tas ransel, jaket jeans, dan sepatu gunung anda? anda&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;akan keburu kehabisan nafas sebelum sampai diatas. Lepaskan semuanya karena nyawa anda lebih penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detoksifikasi ini penting untuk dilakukan namun saya hanya akan memberi anda waktu paling lama 24 jam. Setelah itu, stop. Kenapa? Karena jika terlalu lama dan berlarut-larut anda akan masuk ke dalam jebakan perasaan. Makin lama dirasakan, makin anda menikmatinya seakan anda lah aktor utama dari sebuah drama kehidupan seperti yang sering anda lihat di film-film. Anda mulai mereka-reka kisahnya ibarat sebuah skenario dan mulai berfantasi akan akhir ceritanya. Perasaan kecewa dan frustasi tetap ada, namun tanpa sadar anda mulai menikmati menjadi ‘aktor utama’ tadi. Anda sedang mimpi di siang bolong. Begitu terbangun, anda sudah berada di dasar laut dan peluang untuk selamat makin kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda yang sudah melewati tahap ini, bagus. anda sudah siap melangkah. Namun, bagi anda yang masih berlarut-larut disini, bangunlah sekarang juga. Simpan oksigen anda karena di depan, anda masih akan membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Written by : &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Handoko&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katamataku.blogspot.com/feeds/1860296032120302874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/50579724984285668/1860296032120302874?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/1860296032120302874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/1860296032120302874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katamataku.blogspot.com/2007/04/1-24-jam-detoksifikasi.html' title='1. 24 Jam Detoksifikasi'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSf4A1WBEXdVjOCIdvmp-Rl7sY5MGvzPn-7OxS-FUwkIL5HwstB4DMUFA1w3NjFKQae8_6lw5NvKSTmo3IWQpxWygL5PF5synjD_0HUtbh9xQyO1lMw92d5l_XPoQrdJHlOrTIB0Pqkug/s72-c/regret.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-50579724984285668.post-4525597785796040630</id><published>2007-04-10T14:08:00.000+07:00</published><updated>2007-06-14T20:59:20.634+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivation"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Selfpreneurship"/><title type='text'>Introduction</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLXTl_s3O34SF3G7sh6HEgxi5Cd2bvj_xNg5_kwKLFWQrJhHiWLHPF5Kc0t8ER6WM4hz65RVliVWOMgYjy6oTfa5ZWltgoqZJZ0_xp4pRdY-X28gjFTFIjbGsRvVdltddxp02_PgmmsQ/s1600-h/climbing.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 110px; height: 142px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLXTl_s3O34SF3G7sh6HEgxi5Cd2bvj_xNg5_kwKLFWQrJhHiWLHPF5Kc0t8ER6WM4hz65RVliVWOMgYjy6oTfa5ZWltgoqZJZ0_xp4pRdY-X28gjFTFIjbGsRvVdltddxp02_PgmmsQ/s200/climbing.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5049650874325918658&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;font-family:Arial;&quot; &gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Serial Resurrection - Gagal dan Bangkit Kembali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ingin memulai artikel ini dengan kebohongan bahwa menjadi seorang &lt;i&gt;entrepreneur&lt;/i&gt; itu mudah atau menjadi sukses itu gampang. Bukannya menakut-nakuti, tapi saya harus jujur mengatakan bahwa memutuskan menjadi seorang &lt;i&gt;entrepreneur&lt;/i&gt; bukanlah seperti membeli tiket masuk ke dunia fantasi. Di depan anda mengancam hidup yang berat, tubuh yang sakit, keputusan yang sulit, kesulitan finansial, dan impian yang hancur. Ketakutan, bingung dan frustasi akan menjadi makanan sehari-hari anda.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Singkat kata, kemungkinan kegagalan ada di depan mata. Bagi anda yang sudah melangkah ke dalamnya, pasti setuju dengan apa yang saya katakan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita baiknya, kegagalan sudah menjadi sesuatu yang jamak dalam berwirausaha. Ibarat seorang bayi yang hendak belajar berjalan, dia pasti akan mengalami banyak kejatuhan dan tangis kesakitan. Benar bahwa ada banyak tips kesuksesan yang bisa dipelajari, tetapi tidak banyak yang berhasil mewujudkannya. Kenapa? Karena dalam badai kegagalan, peta harta karun tidaklah banyak membantu jika anda tidak mampu &lt;i&gt;survive&lt;/i&gt; terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam artikel ini saya akan membagikan kepada anda 16 cara dan sikap yang dibutuhkan untuk menghadapi kegagalan dan bangkit kembali berapa kali pun anda gagal. Karena di depan sana ada secercah cahaya kesuksesan yang layak untuk anda kejar dan anda pasti mampu meraihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghargai setiap waktu yang berjalan adalah salah satu kunci dari kebangkitan tersebut, oleh karena itu saya akan mengakhiri pendahuluan ini sampai disini dan segera membantu anda sebelum anda terlanjur tenggelam bergabung dengan &lt;i&gt;Titanic&lt;/i&gt; didasar laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Written by : &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Handoko&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katamataku.blogspot.com/feeds/4525597785796040630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/50579724984285668/4525597785796040630?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/4525597785796040630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/4525597785796040630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katamataku.blogspot.com/2007/04/introduction.html' title='Introduction'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLXTl_s3O34SF3G7sh6HEgxi5Cd2bvj_xNg5_kwKLFWQrJhHiWLHPF5Kc0t8ER6WM4hz65RVliVWOMgYjy6oTfa5ZWltgoqZJZ0_xp4pRdY-X28gjFTFIjbGsRvVdltddxp02_PgmmsQ/s72-c/climbing.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-50579724984285668.post-8971890934988298720</id><published>2007-04-09T18:52:00.001+07:00</published><updated>2007-06-14T20:59:00.275+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Corat Coret"/><title type='text'>Kutu Kupret</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTlUte6LtdulilHAFs_VSaHVzdthPAPj78nA2ka4xlqaC2HoVvP-m06C7vhk_pJDnGjsQDcYH82XMpQxZR6k6XgVDQRWlbviQ1lpTERss8SW9VhiXBi3RjH3le2fHRq9NKP_pkcQ3ALEE/s1600-h/kutu.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTlUte6LtdulilHAFs_VSaHVzdthPAPj78nA2ka4xlqaC2HoVvP-m06C7vhk_pJDnGjsQDcYH82XMpQxZR6k6XgVDQRWlbviQ1lpTERss8SW9VhiXBi3RjH3le2fHRq9NKP_pkcQ3ALEE/s200/kutu.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5052471588133809650&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Siang tadi aku dibuat tertawa oleh temanku waktu dia menceritakan tentang &lt;i style=&quot;&quot;&gt;boss&lt;/i&gt;-nya yang bikin dia &lt;i style=&quot;&quot;&gt;kesel&lt;/i&gt; sampai-sampai menyebutnya dengan “Kutu Kupret”. Kata itu memang sering kudengar, tapi aku masih saja tertawa kalau ada yang menyebutkanya.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Pasalnya, aku tidak habis pikir istilah itu dipakai untuk mencela seseorang. Darimana sebenarnya asal kata itu?&lt;span style=&quot;&quot;&gt;  &lt;/span&gt;Kasihan sekali Bahasa Indonesia kita ini. Bahasa gaul yang campur dengan bahasa Inggris saja sudah makin rancu, ditambah lagi istilah-istilah cela-an semacam itu yang tidak jelas asal-usulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya dirumah aku iseng mencoba mencari di internet tentang si kutu ini. Tapi kebanyakan, &lt;i style=&quot;&quot;&gt;“primbon”&lt;/i&gt; &lt;i style=&quot;&quot;&gt;online&lt;/i&gt; tersebut cuma menyebutkan tentang kutu yang ada di kepala. Yang lainnya berkisar antara kutu busuk, kutu rambut dan kutu buku untuk menggambarkan orang yang suka sekali membaca. Sedangkan kutu kupret sendiri masuk dalam kategori &lt;i style=&quot;&quot;&gt;unidentified word&lt;/i&gt; alias tidak dikenal, sesuai dugaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi kutu-an memang tidak enak. Jelas bukan karena aku pernah kutu-an sehingga bisa menyatakan seperti itu. Tapi karena aku sering melihat kelinci peliharaanku rela menggigiti kaki dan badannya sendiri supaya kutunya mati. Sifat kutu yang sangat mengganggu dan membuat tidak nyaman itulah mungkin yang dipakai untuk menggambarkan seseorang yang kelewat menyebalkan sehingga disebut Kutu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu si Kutu ini kawin dengan siapa sampai menyandang marga Kupret? Ada yang berpendapat bahwa mungkin itu adalah bentuk halus dari kata “Kampret” yang memang sering digunakan untuk &lt;i style=&quot;&quot;&gt;ngatain&lt;/i&gt; orang. Maknanya sebenarnya sama saja yaitu menggambarkan seseorang yang menyebalkan. Dulu waktu sedang KKN di Gunung Kidul, aku pernah mencicipi hidangan khas daerah tersebut yang juga dinamakan Kampret. Hidangan ini berupa seekor kelelawar kecil yang dibakar di tusukan sate. Mungkin kata Kampret berasal dari &lt;st1:place st=&quot;on&quot;&gt;&lt;st1:city st=&quot;on&quot;&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; sesuai dengan sifat kelelawar yang memang sangat mengganggu buah pepohonan di malam hari. Namun, seorang ‘pakar nyela’ yang kutemui kurang setuju dengan asumsi tersebut. Menurutnya Kupret itu sebenarnya sudah bentuk padat dari Kutu Kampret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau semua maknanya sama, kenapa sudah dicela Kutu kok masih ditambah Kupret yang sebenarnya juga kependekan dari Kutu Kampret? Apakah &lt;i style=&quot;&quot;&gt;saking&lt;/i&gt; menyebalkannya sampai satu Kutu saja tidak cukup untuk menggambarkannya sehingga ngajak kembarannya yang sudah terlebih dahulu duet dengan si Kampret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya sana-sini, akhirnya tetap saja tidak terlacak siapa yang bertanggung jawab mempopulerkannya pertama kali. Namun kini aku sudah tahu maknanya, jadi paling tidak aku akan lebih berhati-hati menjaga sikap agar jangan sampai dianggap sebagai orang yang menyebalkan dan bergabung menjadi kuartet bersama 2 Kutu dan 1 Kampret tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Kutu-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Written by : &lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Handoko&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katamataku.blogspot.com/feeds/8971890934988298720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/50579724984285668/8971890934988298720?isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/8971890934988298720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/8971890934988298720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katamataku.blogspot.com/2007/04/teest.html' title='Kutu Kupret'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTlUte6LtdulilHAFs_VSaHVzdthPAPj78nA2ka4xlqaC2HoVvP-m06C7vhk_pJDnGjsQDcYH82XMpQxZR6k6XgVDQRWlbviQ1lpTERss8SW9VhiXBi3RjH3le2fHRq9NKP_pkcQ3ALEE/s72-c/kutu.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-50579724984285668.post-7919832060077711374</id><published>2007-04-08T00:30:00.000+07:00</published><updated>2007-06-14T20:11:31.802+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Calligraphy"/><title type='text'>Rumah Senindra, The Art of Calligraphy</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgG3vqAwXC2FCJQgjw8vw8vRoshK9-dLPcgv2gh5zqKxxmp_b3ByEiyfUDfwXUGB0tYM68uMGQFHZn-ShhRTfChx7RmDE6oPZKcqG7BYLGejs1nSTPsnuMAoCuI-byXx4syRuHwkbNKrzc/s1600-h/Calligraphy+around+the+base.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgG3vqAwXC2FCJQgjw8vw8vRoshK9-dLPcgv2gh5zqKxxmp_b3ByEiyfUDfwXUGB0tYM68uMGQFHZn-ShhRTfChx7RmDE6oPZKcqG7BYLGejs1nSTPsnuMAoCuI-byXx4syRuHwkbNKrzc/s400/Calligraphy+around+the+base.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5064480707910864082&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Siapa yang gak kenal Kaligrafi? Aku masih ingat, waktu kecil dulu suka sekali bermain dengan Rugos, huruf-huruf yang sudah tercetak rapi di bagian bawah sebuah plastik bening. Cukup dengan menggosoknya ke tempat yang kita inginkan, maka huruf-huruf tersebut sudah pindah tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk huruf yang paling kusuka adalah yang berbentuk Kaligrafi. Bentuknya sangat artistik dan elegan, seperti bentuk tulisan abad pertengahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seni Kaligrafi sudah ada sejak jaman dulu kala. Wikipedia mencatat bahwa kata Kaligrafi berasal dari 2 kata bahasa Yunani yang berarti Keindahan dan Menulis. Sehingga kalau diterjemahkan, Kaligrafi adalah Seni Menulis Indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya, berbagai budaya di belahan bumi ini megadopsi Seni Kaligrafi untuk berbagai aplikasi. Salah satunya yang terkenal adalah Kaligrafi Islam. Sungguh menarik melihat perkembangan budaya Kaligrafi di dunia Islam, seperti yang tercatat di Wikipedia berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Islamic calligraphy is an aspect of Islamic Art that has evolved alongside the religion of Islam and the Arabic language. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Arabic/Persian calligraphy is associated with geometric Islamic art (arabesque) on the walls and ceilings of mosques as well as on the page. Contemporary artists in the Islamic world draw on the heritage of calligraphy to use calligraphic inscriptions or abstractions in their work.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Instead of recalling something related to the reality of the spoken word, calligraphy for Muslims is a visible expression of the highest art of all, the art of the spiritual world. Calligraphy has arguably become the most venerated form of Islamic art because it provides a link between the languages of the Muslims with the religion of Islam. The holy book of Islam, al-Qur&#39;an, has played an important role in the development and evolution of the Arabic language, and by extension, calligraphy in the Arabic alphabet. Proverbs and complete passages from the Qur&#39;an are still active sources for Islamic calligraphy.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sendiri sudah sering melihat Kaligrafi Islam yang mengagumkan, tapi kali ini ada satu tempat yang menyajikan Kaligrafi Islam dalam versi yang berbeda. Achmad Syukur, melalui Rumah Senindra nya, menawarkan seni painting Acrylic pada media Canvas dan menghasilkan perpaduan Seni Kaligrafi dan Modern Art yang sempurna. Pameran demi pameran yang diikutinya membuat hasil karyanya makin matang. Simak saja beberapa contohnya disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-tcrtbSqr5R1uvR1pRTVtnCUCBqbIwkUAE7BZHsOQcgV7VGRRfd5ZYRbtXDXriwnNHMPyU_R9AY47HOFcECg5PqiABii0Z168AWt4Os95XiHdI35J9XLFQHm-zdy-Tz8_tSryZcoE4Ek/s1600-h/Al+Baqoroh+ayat+286+80x120.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-tcrtbSqr5R1uvR1pRTVtnCUCBqbIwkUAE7BZHsOQcgV7VGRRfd5ZYRbtXDXriwnNHMPyU_R9AY47HOFcECg5PqiABii0Z168AWt4Os95XiHdI35J9XLFQHm-zdy-Tz8_tSryZcoE4Ek/s200/Al+Baqoroh+ayat+286+80x120.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5064472040666860610&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKm6_elPpHonrDnkSTWFrs3hNoKYGGM8dRUDQRfZAEbqIyMAwZR5JYtZtFBMQlffERv0ltZg2l3Ly4TEDfaHE0q6PAw5zXH-2ZVVBgnksuf4n6QEGZ4ZfIm2ECH3eUhK33W7PYg-NVVdQ/s1600-h/Asmaul+Husna+160x90.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKm6_elPpHonrDnkSTWFrs3hNoKYGGM8dRUDQRfZAEbqIyMAwZR5JYtZtFBMQlffERv0ltZg2l3Ly4TEDfaHE0q6PAw5zXH-2ZVVBgnksuf4n6QEGZ4ZfIm2ECH3eUhK33W7PYg-NVVdQ/s200/Asmaul+Husna+160x90.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5064472624782412882&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvSCS0DuVjtD4zYxPWlvUIgeZriEptkLw4qvPtT_hyphenhyphen1qMafhL66BjCjjejwXu2ow-tErvp7PyAPSVuyKnkubco5N6VqcnP2hc7-_wgnADAQQhWonZ2mBW1_vgckfb48sV_w-2UJ0fRCo0/s1600-h/Ayat+Kursy2%23+90x140.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvSCS0DuVjtD4zYxPWlvUIgeZriEptkLw4qvPtT_hyphenhyphen1qMafhL66BjCjjejwXu2ow-tErvp7PyAPSVuyKnkubco5N6VqcnP2hc7-_wgnADAQQhWonZ2mBW1_vgckfb48sV_w-2UJ0fRCo0/s200/Ayat+Kursy2%23+90x140.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5064474076481358978&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_d9Hslo85xFrOZ5rWW_mJllPd6S3G9YCHQWChI5tIajKVvYY5GsSnxjmSlp0vGEguyUm8B8Y5IouYSl2X0KCT8_oORfJABWSqq77GkdK4DwhXuIZk00wO8p36q56OUvx3L2QmiXOn3uk/s1600-h/Ayat+Kursy4%23+80x120.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_d9Hslo85xFrOZ5rWW_mJllPd6S3G9YCHQWChI5tIajKVvYY5GsSnxjmSlp0vGEguyUm8B8Y5IouYSl2X0KCT8_oORfJABWSqq77GkdK4DwhXuIZk00wO8p36q56OUvx3L2QmiXOn3uk/s200/Ayat+Kursy4%23+80x120.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5064474510273055890&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0THWS4_Eez77Df8kVV5YPaqF0fgTNeapwboRlvxf2a_CN9Z8ao4Lx0k9EAp73UqzLKjLKytvVDqWLFgVianJCsnFJgEdbwiznbaVs8vGsIk_NhNM1XPFY1C548UFYUWJWKht46e9r_Bs/s1600-h/Al+Fatihah2%23+80x80cm.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 119px; height: 120px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0THWS4_Eez77Df8kVV5YPaqF0fgTNeapwboRlvxf2a_CN9Z8ao4Lx0k9EAp73UqzLKjLKytvVDqWLFgVianJCsnFJgEdbwiznbaVs8vGsIk_NhNM1XPFY1C548UFYUWJWKht46e9r_Bs/s200/Al+Fatihah2%23+80x80cm.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5064473290502343778&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFQaqD4PgcnfBv_pUvA_drLY5GNuhwqc5EX2VVJlt2mmSsZLVsBhbwxuHfHA7JxZxMumwSd6sd4AC8bqE8Z9o9AzPex_u1WQJdp2t00AkYdX0j57pjaxh6ghlo_R3SmQYi7MFJT7c6O1U/s1600-h/Ar+Rahman+120x200.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFQaqD4PgcnfBv_pUvA_drLY5GNuhwqc5EX2VVJlt2mmSsZLVsBhbwxuHfHA7JxZxMumwSd6sd4AC8bqE8Z9o9AzPex_u1WQJdp2t00AkYdX0j57pjaxh6ghlo_R3SmQYi7MFJT7c6O1U/s200/Ar+Rahman+120x200.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5064473642689662066&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiZq9HMugjgar0gaJ0KkE-o9nE9mpNbtWG7D_lv61v2f3dmuzqbtZAiJLeG8el01A46-opRItjipzt0VYH-DA23yeJ5Ju9bLbOND55W_w6mx6UXpK-d9uiGyhrwIrmvM0XbocrxJW9FcE/s1600-h/Yasin+120x200.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiZq9HMugjgar0gaJ0KkE-o9nE9mpNbtWG7D_lv61v2f3dmuzqbtZAiJLeG8el01A46-opRItjipzt0VYH-DA23yeJ5Ju9bLbOND55W_w6mx6UXpK-d9uiGyhrwIrmvM0XbocrxJW9FcE/s200/Yasin+120x200.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5064474883935210658&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pelukisnya, Achmad Syukur menyebut aliran lukisannya sebagai Modern Calligraphy.&lt;br /&gt;Ukuran yang tersedia pun bervariasi. Ada yang ukuran kecil : 80x80, 90x70. Ada pula yang ukuran sedang sampai besar : 110x290, 120x200, 160x90.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran? Hubungi aja sendiri di :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Rumah Senindra&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;BSD Junction Lt. 1 Blok D1 #8&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Serpong, Tangerang 1523&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Phone/Fax : 021-5316 2289&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;HP : 0816-701 496, 0888-862 6365, 021-927 7 27 64&lt;/span&gt; &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;email: rumahsenindra@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4gk0nZJ8QUcjBxueJ6xdqr-uZHlxUGzVfrnAuSEueyLITzFS4ex_dHY18_N10geyO0Fj6UDhFmePtgCqGNrCtdY7Zul3PsjmFyO4NDa5MZPvTBnxkp5vumre-5Pg3MHxXsAZGTs4L3cE/s1600-h/Rumah+Senindra.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4gk0nZJ8QUcjBxueJ6xdqr-uZHlxUGzVfrnAuSEueyLITzFS4ex_dHY18_N10geyO0Fj6UDhFmePtgCqGNrCtdY7Zul3PsjmFyO4NDa5MZPvTBnxkp5vumre-5Pg3MHxXsAZGTs4L3cE/s400/Rumah+Senindra.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5064479492435119298&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://katamataku.blogspot.com/feeds/7919832060077711374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/50579724984285668/7919832060077711374?isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/7919832060077711374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/50579724984285668/posts/default/7919832060077711374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://katamataku.blogspot.com/2007/05/rumah-senindra-art-of-calligraphy_15.html' title='Rumah Senindra, The Art of Calligraphy'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgG3vqAwXC2FCJQgjw8vw8vRoshK9-dLPcgv2gh5zqKxxmp_b3ByEiyfUDfwXUGB0tYM68uMGQFHZn-ShhRTfChx7RmDE6oPZKcqG7BYLGejs1nSTPsnuMAoCuI-byXx4syRuHwkbNKrzc/s72-c/Calligraphy+around+the+base.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>