<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:creativeCommons="http://backend.userland.com/creativeCommonsRssModule" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Kebidanan</title>
	
	<link>http://www.kebidanan.net</link>
	<description>Situs Kebidanan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2012 00:11:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/Kebidanannet" /><feedburner:info uri="kebidanannet" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Health</media:category><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Education/Language Courses</media:category><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:subtitle>Situs Kebidanan Indonesia</itunes:subtitle><itunes:category text="Health" /><itunes:category text="Education"><itunes:category text="Language Courses" /></itunes:category><creativeCommons:license>http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/</creativeCommons:license><feedburner:emailServiceId>Kebidanannet</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Gizi Buruk Akibat Kekurangan Energi Protein</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Kebidanannet/~3/6lxD0a_JN1g/</link>
		<comments>http://www.kebidanan.net/gizi/gizi-buruk-akibat-kekurangan-energi-protein/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 00:11:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gizi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lusa.web.id/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pengertian / Batasan KEP
Kurang energi protein (KEP) yaitu seseorang yang kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi protein dalam makan sehari-hari dan atau gangguan penyakit tertentu sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi (AKG). Anak disebut KEP apabila berat badannya kurang dari 80% indeks BB untuk baku standar WHO-NCHS (Depkes RI, 1998).</p>
<p>Cara Deteksi KEP
KEP dapat [...]

<strong>Related Posts</strong>
<ol>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/gizi/gizi-buruk/" rel="bookmark">Gizi Buruk</a><!-- (8.5786)--></li>
	</ol>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengertian / Batasan KEP</strong><br />
Kurang energi protein (KEP) yaitu seseorang yang kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi protein dalam makan sehari-hari dan atau gangguan penyakit tertentu sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi (AKG). Anak disebut KEP apabila berat badannya kurang dari 80% indeks BB untuk baku standar WHO-NCHS (Depkes RI, 1998).<span id="more-135"></span></p>
<p><strong>Cara Deteksi KEP</strong><br />
KEP dapat dideteksi dengan cara antropometri yaitu mengukur BB dan umur yang dibandingkan dengan indeks BB untuk standar WHO-NCHS sebagaimana tercantum dalam KMS (Depkes RI, 1998).</p>
<p><strong>Kriteria KEP Berdasarkan KMS</strong><br />
KEP berdasarkan kriteria KMS dibedakan menjadi tiga yaitu: (1) KEP ringan, bila berat badan menurut umut (BB/U) 70%-80% baku median WHO-NCHS dan atau berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) 70%-80% baku median WHO-NCHS. (2) KEP sedang, bila berat badan menurut umur (BB/U) 60%-70% baku median WHO-NCHS dan atau berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) 60%-70% baku median WHO-NCHS. (3) KEP berat, bila berat badan menurut umur (BB/U) &lt; 60% baku median WHO-NCHS dan atau berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) &lt; 60% baku standar WHO-NCHS.</p>
<p><strong>Penanggulangan KEP</strong><br />
<strong>Pelayanan gizi (Depkes RI, 1998)</strong><br />
Pelayanan gizi balita KEP pada dasarnya setiap balita yang berobat atau dirujuk ke rumah sakit dilakukan pengukuran berat badan, tinggi badan dan lila untuk menentukan status gizinya, selain melihat tanda-tanda klinis dan laboratorium. Penentuan status gizi maka perlu  direncanakan tindakan sebagai berikut : (1) Balita KEP ringan, memberikan penyuluhan gizi dan nasehat pemberian makanan di rumah (bilamana pasien rawat jalan, dianjurkan untuk memberi makanan di rumah (bayi umur &lt; 4 bulan) dan terus diberi ASI sampai 3 tahun. (2) Balita KEP sedang; (a) Penderita rawat jalan : diberikan nasehat pemberian makanan dan vitamin serta teruskan ASI dan pantau terus berat badannya. (b) Penderita rawat inap : diberikan makanan tinggi energi dan protein, dengan kebutuhan energi 20-50% diatas kebutuhan yang dianjurkan (angka kecukupan gizi/AKG) dan diet sesuai dengan penyakitnya. (c) Balita KEP berat : harus dirawat inap dan dilaksanakan sesuai pemenuhan kebutuhan nutrisinya.</p>
<p><strong>Kegiatan penanggulangan KEP balita</strong><br />
Kegiatan penanggulangan KEP balita meliputi : (1) Penjaringan balita KEP yaitu kegiatan penentuan ulang status gizi balita beradsarkan berat badan dan perhitungan umur balita yang sebenarnya dalam hitungan bulan pada saat itu.Cara penjaringan yaitu balita dihitung kembali umurnya dengan tepat dalam hitungan bulan, balita ditimbang berat badannya dengan menggunakan timbangan dacin, berdasarkan hasil perhitungan umur dan hasil pengukuran BB tersebut tentukan status gizi dengan KMS atau standar antropometri. (2) Kegiatan penanganan KEP balita meliputi program PMT balita adalah program intervensi bagi balita yang menderita KEP yang ditujukan untuk mencukupi kebutuhan zat gizi balita gar meningkat status gizinya sampai mencapai gizi baik (pita hijau dalam KMS), pemeriksaan dan pengobatan yaitu pemeriksaan dan pengobatan untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit penyerta guna diobati seperlunya sehingga balita KEP tidak semakin berat kondisinya, asuhan kebidanan/keperawatan yaitu untuk memberikan bimbingan kepada keluarga balita KEP agar mampu merawat balita KEP sehingga dapat mencapai status gizi yang baik melalui kunjungan rumah dengan kesepakatan keluarga agar bisa dilaksanakan secara berkala, suplementasi gizi/ paket pertolongan gizi hal ini diberikan untuk jangka pendek. Suplementasi gizi meliputi : pemberian sirup zat besi; vitamin A (berwarna biru untuk bayi usia 6-11 bulan dosis 100.000 IU dan berwarna merah untuk balita usia 12-59 bulan dosis 200.000 IU); kapsul minyak beryodium, adalah larutan yodium dalam minyak berkapsul lunak, mengandung 200 mg yodium diberikan 1x dalam setahun.</p>
<p><strong>Referensi</strong><br />
Almatsier,S.<em>Prinsip Dasar Ilmu Gizi</em>.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001.<br />
Departemen Kesehatan RI. <em>Pedoman Tatalaksana Kekurangan Energi Protein pada Anak di Rumah Sakit Kabupaten/Kota</em>. Jakarta, 1998.</p>
<p>Disajikan oleh Endang Ratnaningsih, Isti Khumaidah, Natalia Hartini, Pujiyati, Tri Redi Murniyati dan Y. Rini Setyawati. (Mahasiswi Akbid KH Angkatan 2008).</p>


<strong>Related Posts</strong>
<ol>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/gizi/gizi-buruk/" rel="bookmark">Gizi Buruk</a><!-- (8.5786)--></li>
	</ol>

<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Kebidanannet/~4/6lxD0a_JN1g" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kebidanan.net/gizi/gizi-buruk-akibat-kekurangan-energi-protein/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.kebidanan.net/gizi/gizi-buruk-akibat-kekurangan-energi-protein/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Gizi Buruk</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Kebidanannet/~3/zRKeAs395a8/</link>
		<comments>http://www.kebidanan.net/gizi/gizi-buruk/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 12:10:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gizi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lusa.web.id/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[<p>Tujuan utama pembangunan nasional adalah peningkatan kualitas sumber daya manuasia (SDM) yang dilakukan secara berkelanjutan. Upaya peningkatan kualitas SDM dimulai dengan perhatian utama pada proses tumbuh kembang anak sejak pembuahan sampai mencapai dewasa muda. Pada masa tumbuh kembang ini, pemenuhan kebutuhan dasar anak seperti perawatan dan makanan bergizi yang diberikan dengan penuh kasih sayang dapat [...]

<strong>Related Posts</strong>
<ol>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/gizi/gizi-buruk-akibat-kekurangan-energi-protein/" rel="bookmark">Gizi Buruk Akibat Kekurangan Energi Protein</a><!-- (7.47439)--></li>
	</ol>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tujuan utama pembangunan nasional adalah peningkatan kualitas sumber daya manuasia (SDM) yang dilakukan secara berkelanjutan. Upaya peningkatan kualitas SDM dimulai dengan perhatian utama pada proses tumbuh kembang anak sejak pembuahan sampai mencapai dewasa muda. Pada masa tumbuh kembang ini, pemenuhan kebutuhan dasar anak seperti perawatan dan makanan bergizi yang diberikan dengan <span id="more-128"></span>penuh kasih sayang dapat membentuk SDM yang sehat, cerdas dan produktif.</p>
<p>Masalah gizi adalah masalah kesehatan masyarakat yang penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja. Masalah gizi disamping merupakan sindrom kemiskinan yang erat kaitannya dengan masalah ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dan juga menyangkut aspek pengetahuan serta perilaku yang kurang mendukung pola hidup sehat. Keadaan gizi masyarakat akan mempengaruhi tingkat kesehatan dan umur harapan hidup yang merupakan salah satu unsur utama dalam penentuan keberhasilan pembangunan negara yang dikenal dengan istilah Human Development Index (HDI).<br />
Secara umum di Indonesia terdapat dua masalah gizi utama yaitu kurang gizi makro dan kurang gizi mikro Kurang gizi makro pada dasarnya merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan asupan energi dan protein. Masalah gizi makro adalah masalah gizi yang utamanya disebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan asupan energi dan protein. Kekurangan zat gizi makro umumnya disertai dengan kekurangan zat gizi mikro.<br />
Data Susenas menunjukkan bahwa prevalensi gizi kurang menurun dari 37,5 % (1989) menjadi 24,6 % (2000). Namun kondisi tersebut tidak diikuti dengan penurunan prevalensi gizi buruk bahkan prevalensi gizi buruk cenderung meningkat.</p>
<p>Gizi buruk adalah suatu kondisi di mana seseorang dinyatakan kekurangan nutrisi, atau dengan ungkapan lain status nutrisinya berada di bawah standar rata-rata. Nutrisi yang dimaksud bisa berupa protein, karbohidrat dan kalori. Di Indonesia, kasus KEP (Kurang Energi Protein) adalah salah satu masalah gizi utama yang banyak dijumpai pada balita.</p>
<p><strong>Penyebab gizi buruk</strong><br />
Banyak faktor yang mengakibatkan terjadinya kasus gizi buruk. Menurut UNICEF ada dua penyebab langsung terjadinya gizi buruk, yaitu : (1) Kurangnya asupan gizi dari makanan. Hal ini disebabkan terbatasnya jumlah makanan yang dikonsumsi atau makanannya tidak memenuhi unsur gizi yang dibutuhkan karena alasan sosial dan ekonomi yaitu kemiskinan. (2) Akibat terjadinya penyakit yang mengakibatkan infeksi. Hal ini disebabkan oleh rusaknya beberapa fungsi organ tubuh sehingga tidak bisa menyerap zat-zat makanan secara baik. Faktor lain yang mengakibatkan terjadinya kasus gizi buruk yaitu: (1) Faktor ketersediaan pangan yang bergizi dan terjangkau oleh masyarakat; (2) Perilaku dan budaya dalam pengolahan pangan dan pengasuhan asuh anak; (3) Pengelolaan yang buruk dan perawatan kesehatan yang tidak memadai. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada 3 faktor penyebab gizi buruk pada balita, yaitu: (1) Keluarga miskin; (2) Ketidaktahuan orang tua atas pemberian gizi yang baik bagi anak; (3) Faktor penyakit bawaan pada anak, seperti: jantung, TBC, HIV/AIDS, saluran pernapasan dan diare.</p>
<p><strong>Indikasi Gizi Buruk</strong><br />
Untuk KEP  ringan dan sedang, gejala klinis yang bisa dijumpai pada anak adalah berupa kondisi badan yang tampak kurus. Sedangkan gejala klinis KEP berat/gizi buruk secara garis besar bisa dibedakan menjadi tiga tipe: marasmus, kwashiorkor dan marasmic-kwashiorkor.</p>
<p><strong>Dua Tipe Gizi Buruk (Kwasiorkor dan Marasmus)</strong></p>
<p><strong>Kwasiorkor</strong><br />
Memiliki ciri: (1) edema (pembengkakan), umumnya seluruh tubuh (terutama punggung kaki dan wajah) membulat dan lembab; (2) pandangan mata sayu; (3) rambut tipis kemerahan seperti warna rambut jagung dan mudah dicabut tanpa rasa sakit dan mudah rontok; (4) terjadi perubahan status mental menjadi apatis dan rewel; (5) terjadi pembesaran hati; (6) otot mengecil (hipotrofi), lebih nyata bila diperiksa pada posisi berdiri atau duduk; (7) terdapat kelainan kulit berupa bercak merah muda yang meluas dan berubah warna menjadi coklat kehitaman lalu terkelupas (crazy pavement dermatosis); (8) sering disertai penyakit infeksi yang umumnya akut; (9) anemia dan diare.</p>
<p><strong>Marasmus</strong><br />
Memiliki ciri-ciri: (1) badan nampak sangat kurus seolah-olah tulang hanya terbungkus kulit; (2) wajah seperti orang tua; (3) mudah menangis/cengeng dan rewel; (4) kulit menjadi keriput; (5) jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada (baggy pant/pakai celana longgar); (6) perut cekung, dan iga gambang; (7) seringdisertai penyakit infeksi (umumnya kronis berulang); (8) diare kronik atau konstipasi (susah buang air).</p>
<p>Adapun marasmic-kwashiorkor memiliki ciri gabungan dari beberapa gejala klinis kwashiorkor dan marasmus disertai edema yang tidak mencolok.</p>
<p><strong>Pencegahan</strong><br />
Beberapa cara untuk mencegah terjadinya gizi buruk pada anak: (1) Memberikan ASI eksklusif (hanya ASI) sampai anak berumur 6 bulan. Setelah itu, anak mulai dikenalkan dengan makanan tambahan sebagai pendamping ASI yang sesuai dengan tingkatan umur, lalu disapih setelah berumur 2 tahun. (2) Anak diberikan makanan yang bervariasi, seimbang antara kandungan protein, lemak, vitamin dan mineralnya. Perbandingan komposisinya: untuk lemak minimal 10% dari total kalori yang dibutuhkan, sementara protein 12% dan sisanya karbohidrat.(3) Rajin menimbang dan mengukur tinggi anak dengan mengikuti program Posyandu. Cermati apakah pertumbuhan anak sesuai dengan standar di atas. Jika tidak sesuai, segera konsultasikan hal itu ke dokter. (4) Jika anak dirawat di rumah sakit karena gizinya buruk, bisa ditanyakan kepada petugas pola dan jenis makanan yang harus diberikan setelah pulang dari rumah sakit. (5) Jika anak telah menderita karena kekurangan gizi, maka segera berikan kalori yang tinggi dalam bentuk karbohidrat, lemak, dan gula. Sedangkan untuk proteinnya bisa diberikan setelah sumber-sumber kalori lainnya sudah terlihat mampu meningkatkan energi anak. Berikan pula suplemen mineral dan vitamin penting lainnya. Penanganan dini sering kali membuahkan hasil yang baik. Pada kondisi yang sudah berat, terapi bisa dilakukan dengan meningkatkan kondisi kesehatan secara umum. Namun, biasanya akan meninggalkan sisa gejala kelainan fisik yang permanen dan akan muncul masalah intelegensia di kemudian hari.</p>
<p><strong>Gagal Tumbuh</strong><br />
Gagal tumbuh adalah bayi atau anak dengan pertumbuhan fisik kurang secara bermakna dibanding anak sebayanya.<br />
<strong>Tanda-tandanya:</strong> (a) Kegagalan mencapai tinggi dan berat badan ideal; (b) Hilangnya lemak dibawah kulit secara signifikan; (c) Berkurangya massa otot; (d) Infeksi berulang.<br />
<strong>Faktor penyebab:</strong> (1) Faktor sosial, rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pentingya makanan bergizi bagi pertumbuhan anak. (2) Faktor kemiskinan, rendahnya pendapatan masyarakat menyebabkan kebutuhan paling mendasar sering kali tidak bisa dipenuhi. (3) Laju pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan bertambahnya ketersediaan bahan pangan. (4) Infeksi, disebabkan oleh rusaknya beberapa fungsi organ tubuh sehingga tidak bisa menyerap zat-zat makanan secara baik.</p>
<p><strong>Pengobatan</strong></p>
<ul>
<li> Pada stadium ringan dengan perbaikan gizi.</li>
<li>Pengobatan pada stadium berat cenderung lebih kompleks karena masing-masing penyakit harus diobati satu persatu. Penderitapun sebaiknya dirawat di Rumah Sakit untuk mendapat perhatian medis secara penuh.</li>
</ul>
<p><strong>Referensi :</strong><br />
Anonim. 2007. Ciri-Ciri Kurang Gizi. Diakses 15 Desember 2008: Portal Kesehatan Online.<br />
Anonim. 2008. Kalori Tinggi Untuk Gizi Buruk. Diakses 15 Desember 2008: Republika Online.<br />
Nency, Y. 2005. Gizi Buruk, Ancaman Generasi Yang Hilang. Inpvasi Edisi Vol. 5/XVII/ November 2005: Inovasi Online<br />
Notoatmojo, S. 2003. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Cetakan Ke-2. Jakarta: Rineka Cipta</p>
<p>Disajikan oleh Dwi Trisnawati, Novita Kusuma Astuti, Nuraini, Nurhuda, Rian Motik, Sri Winahyu &amp; Yulita Eka Fatmawati (Mahasiswi Akbid KH Angkatan 2008)</p>


<strong>Related Posts</strong>
<ol>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/gizi/gizi-buruk-akibat-kekurangan-energi-protein/" rel="bookmark">Gizi Buruk Akibat Kekurangan Energi Protein</a><!-- (7.47439)--></li>
	</ol>

<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Kebidanannet/~4/zRKeAs395a8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kebidanan.net/gizi/gizi-buruk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.kebidanan.net/gizi/gizi-buruk/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Proses Komunikasi</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Kebidanannet/~3/qM0fnkx6RNU/</link>
		<comments>http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/proses-komunikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 00:11:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi dan Konseling]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[proses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.lusa.web.id/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yag efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya).Proses komunikasi, banyak melalui perkembangan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusia dan [...]

<strong>Related Posts</strong>
<ol>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/pengertian-komunikasi/" rel="bookmark">Pengertian Komunikasi</a><!-- (9.53385)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/komponen-komunikasi/" rel="bookmark">Komponen Komunikasi</a><!-- (9.06701)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/unsur-unsur-komunikasi/" rel="bookmark">Unsur-Unsur Komunikasi</a><!-- (8.46397)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/komunikasi-terapeutik/" rel="bookmark">Komunikasi Terapeutik</a><!-- (5.94425)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/faktor-yang-mempengaruhi-komunikasi/" rel="bookmark">Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi</a><!-- (5.92903)--></li>
	</ol>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yag efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya).Proses komunikasi, banyak melalui perkembangan</span><span lang="SV">.<span id="more-63"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusia dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi. Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">(1) Penginterprestasian, yang diinterpretasikan adalah motif komunikasi, terjadi dalam diri komunikator. Artinya, proses komunikasi tahap 1 bermula sejak motif komunikasi muncul hingga akal budi komunikator berhasil menginterpretasikan apa yang ia pikir dan rasakan ke dalam pesan – masih abstrak. Proses penerjemahan motif komunikasi ke dalam pesan disebut <em>interpreting.</em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">(2) Penyandian, tahap ini masih ada dalam komunikator dari pesan yang bersifat abstrak berhasil diwujudkan akal budi manusia ke dalam lambang komunikasi. Tahap ini disebut <em>encoding,</em> akal budi manusia berfungsi sebagai <em>encorder</em>, alat penyandi : merubah pesan abstrak menjadi konkret.<em> </em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">(3) Pengiriman,<span> </span>proses ini terjadi ketika komunikator melakukan tindakan komunikasi, mengirim lambang komunikasi dengan peralatan jasmaniah yang disebut <em>transmitter</em>, alat pengirim pesan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">(4) Perjalanan, terjadi antara komunikator dan komunikan, sejak pesan dikirim hingga pesan diterima oleh komunikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">(5) Penerimaan, tahapan ini ditandai dengan diterimanya lambang komunikasi melalui peralatan jasmaniah komunikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">(6) Penyandian balik, tahap ini terjadi pada diri komunikan sejak lambang komunikasi diterima melalui peralatan yang berfungsi sebagai <em>receiver</em> hingga akal budinya berhasil menguraikannya (<em>decoding</em>). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">(7) Penginterpretasian, tahap ini terjadi pada komunikan, sejak lambang komuikasi berhasil diurai dalam bentuk pesan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Proses komunikasi dapat dilihat dari beberapa perspektif :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"><span>(1)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Perspektif psikologis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Perspektif ini merupakan tahapan komunikator pada proses <em>encoding</em>, kemudian hasil <em>encoding</em> ditransmisikan kepada komunikan sehingga terjadi komunikasi interpersonal.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"><span>(2)<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Perspektif mekanis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Perspektif ini merupakan tahapan disaat komunikator mentransfer pesan dengan bahasa verbal/non verbal. Komunikasi ini dibedakan :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"><span>a.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Proses komunikasi primer</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Adalah penyampaian pikiran oleh komunikator kepada komunikan menggunakan lambang sebagai media.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"><span>b.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Proses komunikasi sekunder</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Merupakan penyampaian pesan dengan menggunakan alat setelah memakai lambang sebagai media pertama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"><span>c.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Proses komunikasi linier</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan sebagai titik terminal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"><span>d.<span style="font-family: &quot;Times New Roman&quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-font: none;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Proses komunikasi sirkular</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Terjadinya<em> feedback</em> atau umpan balik dari komunikan ke komunikator.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Kesimpulan adanya proses komunikasi:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Komunikasi bersifat dinamis, tahapan proses komunikasi bermanfaat untuk analisis, proses komunikasi dapat terhenti setiap saat, pesan komunikasi tidak harus diterima, tindak komunikasi merupakan indikasi komunikasi.</span></p>


<strong>Related Posts</strong>
<ol>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/pengertian-komunikasi/" rel="bookmark">Pengertian Komunikasi</a><!-- (9.53385)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/komponen-komunikasi/" rel="bookmark">Komponen Komunikasi</a><!-- (9.06701)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/unsur-unsur-komunikasi/" rel="bookmark">Unsur-Unsur Komunikasi</a><!-- (8.46397)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/komunikasi-terapeutik/" rel="bookmark">Komunikasi Terapeutik</a><!-- (5.94425)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/faktor-yang-mempengaruhi-komunikasi/" rel="bookmark">Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi</a><!-- (5.92903)--></li>
	</ol>

<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Kebidanannet/~4/qM0fnkx6RNU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/proses-komunikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/proses-komunikasi/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kegiatan Kelompok Sebagai Salah Satu Kegiatan Bidan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Kebidanannet/~3/ChI9dtGhVQM/</link>
		<comments>http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/kegiatan-kelompok-sebagai-salah-satu-kegiatan-bidan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 12:11:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi dan Konseling]]></category>
		<category><![CDATA[bidan]]></category>
		<category><![CDATA[kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lusa.web.id/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pengertian
Kelompok adalah sekumpulan orang-orang yang terdiri dari tiga orang atau lebih. Kelompok memiliki hubungan yang intensif diantara satu sama lainnya, terutama kelompok primer.</p>
<p>Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang dilakukan oleh lebih dari dua orang, tetapi dalam jumlah terbatas dan materi komunikasi hanya diakes oleh kalangan kelompok tersebut.
Kelompok kecil adalah sekumpulan perorangan yang relatif kecil yang masing-masing [...]

<strong>Related Posts</strong>

No related posts were found, so here's a consolation prize: <a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/konseling/" rel="bookmark">Konseling</a>.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengertian</strong><br />
Kelompok adalah sekumpulan orang-orang yang terdiri dari tiga orang atau lebih. Kelompok memiliki hubungan yang intensif diantara satu sama lainnya, terutama kelompok primer.</p>
<p>Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang dilakukan oleh lebih dari dua orang, tetapi dalam jumlah terbatas dan materi komunikasi hanya<span id="more-153"></span> diakes oleh kalangan kelompok tersebut.<br />
Kelompok kecil adalah sekumpulan perorangan yang relatif kecil yang masing-masing dihubungkan oleh beberapa tujuan yang sama dan mempunyai derajat organisasi tertentu diantara mereka.</p>
<p><strong>Penggolongan Kelompok Sosial (Charles H. Cooley)</strong><br />
<strong>Primary group</strong><br />
Kelompok primer lebih intensif dan lebih erat antara anggotanya (face to face). Kelompok primer menjadi sangat penting karena merupakan kerangka untuk mengembangkan sifat-sifat sosial. Sifat komunikasi kelompok bercorak pada kekeluargaan dan simpati.</p>
<p><strong>Secondary group</strong><br />
Komunikasi kelompok sekunder merupakan komunikasi dalam hubungan yang tidak langsung, tidak akrab, kurang bersifat kekeluargaan dan bersifat formal, lebih objektif.<br />
Prinsip yang ada dalam kelompok sekunder agar efektif adalah : suasana; rasa aman dan kesadaran berkelompok.</p>
<p><strong>Karakteristik Komunikasi Kelompok</strong></p>
<p><strong>Kepribadian kelompok</strong><br />
Kelompok memiliki kepribadian kelompok sendiri, berbeda dengan kepribadian individu para anggotanya.</p>
<p><strong>Norma kelompok</strong><br />
Norma didalam kelompok mengidentifikasikan anggota kelompok berperilaku. Tiap kelompok menetapkan sistem nilai dan konsep perilaku normatif mereka sendiri. Norma kelompok ini akan menjadi norma individu.<br />
Napier dan Gershenfeld mengemukakan bahwa para anggota kelompok akan menerima norma kelompok apabila : (1) Anggota kelompok menginginkan keanggotaan yang kontinyu dalam kelompok; (2) Pentingnya keanggotaan kelompok; (3) Kelompok bersifat kohesif, yaitu anggotanya berhubungan erat satu sama lain dan dapat memenuhi kebutuhan anggotanya; (4) Pelanggaran kelompok dihukum dengan reaksi negatif dari kelompok.<br />
Efektivitas kelompok dilihat dari aspek produktivitas, moral, dan kepuasan para anggotanya. Produktivitas kelompok dapat dilihat dari keberhasilan mencapai tujuan kelompok. Moral diamati dari semangat dan sikap para anggotanya. Kepuasan dilihat dari keberhasilan anggota dalam mencapai tujuan pribadinya.</p>
<p><strong>Kohesivitas kelompok</strong><br />
Kohesivitas merupakan kekuatan yang saling tarik menarik diantara anggota-anggota kelompok. Faktor yang mempengaruhi kohesivitas kelompok antara lain: (1) Perilaku normatif yang kuat; (2) Lamanya menjadi anggota kelompok.</p>
<p><strong>Pemenuhan tujuan</strong><br />
Individu memiliki tujuan yang paralel dengan tuuan kelompok. Oleh karena itu, para anggota kelompok berusaha untuk mencapai keberhasilan tujuan kelompok dan menghindari kegagalan tujuan kelompok.</p>
<p><strong>Pergeseran risiko</strong><br />
Keputusan yang diambil kelompok akan lebih besar beresiko daripada keputusan itu diambil oleh satu kelompok. Hal ini disebabkan adanya penyebaran tanggung jawab yang terjadi di dalam proses pengambilan keputusan kelompok.</p>
<p><strong>Manfaat Komunikasi Kelompok</strong><br />
Komunikasi kelompok digunakan untuk saling bertukar informasi, menambah pengetahuan, memperteguh atau mengubah sikap dan perilaku. Kelompok menjadi kerangka rujukan (frame of reference) dalam berkomunikasi. Kelompok menentukan cara berkata, berpakaian, bekerja, dll. Oleh karena itu, komunikasi kelompok tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari.<br />
Menurut Handy (1985), kegunaan komunikasi kelompok adalah: (1) Memenuhi kebutuhan sosial; (2) Membentuk konsep diri; (3) Memberi/ menerima dukungan dan bantuan; (4) Berbagi dengan orang lain.</p>
<p><strong>Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keefektifan Komunikasi Kelompok</strong><br />
<strong>The input – process – out put model</strong><em><br />
</em>Input adalah sesuatu yang mempengaruhi kelompok. Proses adalah sesuatu yang terjadi dalam kelompok dan Out put adalah sesuatu yang dihasilkan kelompok.</p>
<p><em><strong>The structural perspective</strong></em><br />
Ada tiga teori komunikasi kelompok yang diperkenalkan dalam aliran input-proses-out put model : (a)  A general organizing model, menekankan pada bagaimana kelompok memiliki energi yang digunakan untuk aktivitas pengambilan keputusan. (b) The funcional tradition, menekankan pada kualitas kelompok, membahas kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh kelompok pada waktu pengambilan keputusan. (c) The interactional tradition, menekankan pada aspek komunikasi yang terjadi di dalam kelompok. Bahwa ouput kelompok sangat ditentukan oleh interaksi yang terjadi dalam kelompok.</p>
<p><strong>Kepimpinan Kelompok</strong><br />
Ciri-ciri kepimpinan kelompok harus mengacu pada kepentingan bersama. Syarat yang harus dipenuhi antara lain: (a) Berorientasi pada tugas; (b) Menggunakan waktu secara efektif; (c) Berorientasi pada orang; (d) Peduli pada perasaan dan masalah anggota kelompok.<br />
<strong><br />
Gaya kepimpinan dalam komunikasi kelompok yaitu:</strong><br />
1. Gaya tunggal yaitu berdasarkan pencapaian tugas yang telah ditentukan bagi kelompok<br />
2. Gaya eklektik yaitu berdasarkan gaya-gaya yang berpusat pada anggota kelompok atau berdasarkan pembagian pada tugas.</p>
<p><strong>Ciri-Ciri Kelompok yang Kompak</strong><br />
Ciri-ciri kelompok yang kompak adalah organisasi baik, hubungan yang baik dan riwayat keberhasilan yang baik.<br />
Dasar pelaksanaan sumbang saran yang harus ditaati antara lain:<br />
1. Tidak boleh melakukan penilaian ide-ide sebelum acara selesai<br />
2. Kelompok harus beranggapan sebagai penghasil ide dan tidak merasa khawatir dengan kualitas idenya.<br />
3. Anggota kelompok dibiarkan berpikir dengan bebas.<br />
4. Ide-ide yang ditawarkan anggota kelompok harus dihargai dan dikembangkan.</p>
<p>Tahapan penyelesaian masalah pada kelompok yang kompak adalah :<br />
1. Mengklarifikasi tugas yang harus diselesaikan<br />
2. Mengidentifikasi solusi yang akan dilaksanakan<br />
3. Membuat dan mengimplementasikan rencana tindakan</p>
<p><strong>Pengorganisasian Kegiatan Kelompok</strong><br />
Langkah-langkah dalam penyelenggaraan kegiatan kelompok adalah :<br />
Merencanakan pengorganisasian kegiatan kelompok<br />
Meliputi kegiatan : merencanakan masalah; siapa yang menjadi peserta; sasaran kegiatan; waktu pelaksanaan dan tempat kegiatan; metode yang digunakan; media yang digunakan; jenis pencairan kelompok yang digunakan; evaluasi kegiatan.</p>
<p>Mempersiapkan tempat<br />
Meliputi : mempersiapkan ruang dan perlengkapannya; persiapan alat tulis, alat bantu, materi; persiapan tempat duduk; pengeras suara; meletakkan alat bentu sesuai kebutuhan.</p>
<p>Melaksanakan kegiatan<br />
Bagian-bagian kegiatan kelompok adalah : (a) Pembukaan, menentukan jalannya presentasi/ diskusi kelompok; (b) Bagian utama kegiatan, mencakup materi yang akan disampaikan; (c) Bagian penutup, bagian terpenting dari seluruh kegiatan.<br />
Mengakhiri kegiatan dapat dilakukan dengan cara: mengatakan bahwa waktu telah habis, merangkum, menunjukkan pertemuan selanjutnya, berdiri, isyarat tangan, menyampaikan catatan singkat dan memberikan tugas.</p>
<p>Mengevaluasi Kegiatan<br />
Evaluasi kegiatan dapat mengetahui dan menganalisa kebutuhan peserta untuk mempersiapkan pembicaraan yang akan datang, memperbaiki pelaksanaan kegiatan yang akan datang, mengetahui dampak kegiatan kelompok dan menentukan keberhasilan kegiatan.</p>
<p><strong>Strategi Bidan untuk Membantu Kelompok yang Negatif Sesuai Tipe Kelompok</strong><br />
Menurut Smith dan Bass (1982)<br />
1. Menciptakan perasaan yang dimiliki<br />
2. Menciptakan lingkungan yang peka<br />
3. Mendorong partisipasi dan kontribusi<br />
4. Menghargai pendapat yang berbeda<br />
5. Menciptakan perasaan komitmen</p>
<p>Menurut Tarigan (2002)<br />
Tipe Pasif<br />
Strategi bidan adalah : mengajukan pertanyaan langsung pada peserta; meminta berbagi perasaan dengan pasangannya; meminta untuk menulis komentar; memberikan insentif; mengubah metode penyampaian.</p>
<p>Tipe Agresif<br />
Strategi bidan adalah : mengajukan pertanyaan tentang penyebab agresif; memberi kesempatan untuk mencurahkan perasaan dirinya; tidak menggangap orang tersebut sebagai wakil kelompok; mempresentasikan data; memprakarsai diskusi secara pribadi.</p>
<p>Tipe Banyak Bicara<br />
Strategi bidan adalah : memberi tanggung jawab tertentu dan memberikan kesempatan berperan sebagai pemimpin kelompok; menghindarkan pandangan atau menghadapkan tubuh pemandu ke arah peserta lain; beritahu dengan cara yang halus; memberi tugas secara tertulis.</p>
<p>Tipe Pesimis<br />
Strategi bidan adalah : menjadi pendengar yang aktif; memberi jawaban yang positif; menanyakan pendapat anggota lainnya tentang pendapat orang tersebut.</p>
<p>Tipe Pelawak<br />
Strategi bidan adalah : memberi tanggung jawab; mengajukan pertanyaan dan mempertimbangkan lawakannya dalam mencairkan suasana.</p>
<p><strong>Referensi</strong><br />
Suparyanti, R. 2008. Handout Komunikasi Kelompok.<br />
Tyastuti, dkk., 2008, Komunikasi &amp; Konseling Dalam Praktik Kebidanan, Yogyakarta: Fitramaya.<br />
Wiryanto, 2004. Ilmu Komunikasi. PT Gramedia, Jakarta.</p>


<strong>Related Posts</strong>
<p>No related posts were found, so here's a consolation prize: <a href="http://www.kebidanan.net/kb/program-kb-di-indonesia/" rel="bookmark">Program KB di Indonesia</a>.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Kebidanannet/~4/ChI9dtGhVQM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/kegiatan-kelompok-sebagai-salah-satu-kegiatan-bidan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/kegiatan-kelompok-sebagai-salah-satu-kegiatan-bidan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Asam Folat Bagi Ibu Hamil</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Kebidanannet/~3/qxIhD_WiEBY/</link>
		<comments>http://www.kebidanan.net/gizi/asam-folat-bagi-ibu-hamil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 00:10:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gizi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lusa.web.id/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[<p>Pengertian Asam Folat
Folasin dan folat adalah nama generik sekelompok ikatan yang secara kimiawi dan gizi sama dengan asam folat. Ikatan-ikatan ini berperan sebagai koenzim dalam transportasi pecahan-pecahan karbon-tunggal dalam metabolisme asam amino dan sintesis asam nukleat. Bentuk koenzim ini adalah tetra hidrofolat.</p>
<p>Fungsi Asam Folat
Fungsi utama koenzim folat (THFA) adalah memindahkan atom karbon tunggal dalam bentuk [...]

<strong>Related Posts</strong>

No related posts were found, so here's a consolation prize: <a href="http://www.kebidanan.net/gizi/gizi-seimbang-bagi-bayi/" rel="bookmark">Gizi Seimbang Bagi Bayi</a>.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengertian Asam Folat</strong><br />
Folasin dan folat adalah nama generik sekelompok ikatan yang secara kimiawi dan gizi sama dengan asam folat. Ikatan-ikatan ini berperan sebagai koenzim dalam transportasi pecahan-pecahan karbon-tunggal dalam metabolisme asam amino dan sintesis asam nukleat. Bentuk koenzim ini adalah tetra hidrofolat.<span id="more-141"></span></p>
<p><strong>Fungsi Asam Folat</strong><br />
Fungsi utama koenzim folat (THFA) adalah memindahkan atom karbon tunggal dalam bentuk gugus formil, hidroksi metil atau metal dalam reaksi penting metabolisme beberapa asam amino dan sintesis asam nukleat. THFA berperan dalam sintesis purin-purin guanin dan adenin serta pirimidin timin, yaitu senyawa-senyawa yang digunakan dalam pembentukan asam-asam deoksiribonukleat (DNA) dan asam ribonukleat acid (RNA). Folat juga dibutuhkan dalam pembentukan sel darah merah dan sel darah putih dalam sumsum tulang dan untuk pendewasaannya. Folat berperan sebagai pembawa karbon tunggal dalam pembentukan hem. Suplementasi folat dapat banyak menyembuhkan anemia pernisiosa.</p>
<p><strong>Sumber/ Penghasil Asam folat</strong><br />
Folat terutama terdapat dalam sayuran hijau (istilah folat berasal dari kata latin folium, yang berarti daun hijau), hati, daging tanpa lemak, serealia utuh, biji-bijian, kacang-kacangan, dan jeruk. Vitamin C yang ada dalam jeruk menghambat kerusakan folat. Bahan yang tidak banyak mengandung folat adalah susu, umbi-umbian, dan buah kecuali jeruk.Hanya saja, hati sapi mengandung vitamin A cukup tinggi yang tidak dianjurkan diberikan kepada ibu hamil karena dapat menyebabkan gangguan kahamilan. Oleh sebab itu digantikan oleh susu, karena susu dan tepung terigu telah difortifikasi mengandung asam folat tinggi.</p>
<p><strong>Defisiensi Asam Folat</strong><br />
Kekurangan asam folat menyebabkan gangguan metabolisme DNA. Akibatnya terjadi perubahan dalam morfologi intisel terutama sel-sel yang cepat membelah, seperti sel darah merah, sel darah putih serta sel-sel epitel lambung dan usus, vagina, dan servik rahim. Kekurangan folat menghambat penyembuhan, menyebabkan anemia megaloblastik dan gangguan darah lain, peradangan lidah (glositis) dan gangguan saluran cerna. Alkohol mengganggu absorbsi dan menungkatkan ekskresi folat. Kekurangan folat dapat terjadi karena kurangnya konsumsi, terganggunya absorbsi, kebutuhan metabolisme yang meningkat akan vitamin ini atau pada pembelahan sel yang berjalan sangat cepat. Pengaruh obat-obatan dan kecanduan alkohol. Kurangnya konsumsi folat terutama terjadi pada masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak dapat memperoleh makanan kaya folat secara teratur. Kurang konsumsi dapat juga terjadi pada manula yang susunan makanannya terbatas. Penggunaan folat dapat mengganggu pada kekurangan protein dan pada keadaan dimana kebutuhan meningkat, seperti pada kehamilan, anemia hemolitik, leukemia, dan penggunaan obat-obatan tertentu. Gangguan absorbsi terjadi pada kerusakan saluran cerna, pada penyakit coeliac atau pada sprue tropis. Kebutuhan folat meningkat pada kehamilan, menyusui, anemia hemolitik dan leukemia.</p>
<p><strong>Bagi ibu hamil</strong><br />
Pada ibu hamil, kekurangan asam folat menyebabkan meningkatnya resiko anemia, sehingga ibu mudah lelah, letih, lesu dan pucat serta bisa menyebabkan keguguran. Kebutuhan asam folat untuk ibu hamil dan usia subur sebanyak 400 mikrogram/ hari atau sama dengan 2 (dua) gelas susu. Mengkonsumsi asam folat tidak hanya ketika hamil, tetapi sebelum hamil juga sangat dianjurkan mengkonsumsi asam folat. Asam folat juga penting dalam membantu pembelahan sel. Asam folat bisa mencegah anemia dan menurunkan resiko terjadinya NTD (Neural Tube Deffects) dan sebagai antidepresan. Bagi janin, kekurangan asam folat pada ibu hamil, bisa menyebabkan terjadinya kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Bayi mengalami kecacatan pada otak dan sumsum tulang belakang, menyebabkan bayi lahir dengan bibir sumbing, bayi lahir dengan berat badan rendah, Down’s Syndrome, bayi mengalami kelainan pembuluh darah, rusaknya endotel pipa yang melapisi pembuluh darah, menyebabkan lepasnya plasenta sebelum waktunya. Kelainan lainnya adalah bayi mengalami gangguan buang air besar dan kecil, anak tidak bisa berjalan tegak dan emosi tinggi. Pada anak perempuan, saat dewasa tidak mengalami menstruasi.</p>
<p><strong>Referensi </strong><br />
Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia: Jakarta, 2004.<br />
http://bayidananak.com/2009/02/05/kekurangan-asam-folat-pada-ibu-hamil-dapat-menyebabkan-cacat-pada-bayi<br />
http://sekeluarga.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=141:kekurangan-asam-folat-pada-ibu-hamil&amp;catid=3:keluarga-bahagia&amp;Itemid=4</p>
<p>Disajikan oleh Laili Khoiriyah, Lilia Citra Mustafa, Ratih Kurnia Ardianti, Sinta Maharani, Siti Suprihati, Wakhida A.N, dan Yohanita Dewi Yuyun. (Mahasiswi Akbid KH Angkatan 2008).</p>


<strong>Related Posts</strong>
<p>No related posts were found, so here's a consolation prize: <a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/pengertian-komunikasi/" rel="bookmark">Pengertian Komunikasi</a>.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Kebidanannet/~4/qxIhD_WiEBY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kebidanan.net/gizi/asam-folat-bagi-ibu-hamil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.kebidanan.net/gizi/asam-folat-bagi-ibu-hamil/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Komunikasi Antar Pribadi (Interpersonal Communication)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Kebidanannet/~3/apAl4GUDJS0/</link>
		<comments>http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/komunikasi-antar-pribadi-interpersonal-communication/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 12:10:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi dan Konseling]]></category>
		<category><![CDATA[diadik]]></category>
		<category><![CDATA[interpersonal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.lusa.web.id/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">A. Definisi dan Pendekatan KAP</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"> KAP adalah komunikasi yang berlangsung dalam situasi tatap muka antara dua orang atau lebih, baik secara terorganisasi maupun pada kerumunan orang (Wiryanto, 2004).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Komunikasi Interpersonal (KIP) adalah interaksi orang ke orang, dua arah, verbal dan non verbal. Saling berbagi informasi dan perasaan [...]

<strong>Related Posts</strong>
<ol>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/hubungan-antar-manusia-human-relation/" rel="bookmark">Hubungan Antar Manusia  (Human Relation)</a><!-- (6.19312)--></li>
	</ol>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IT">A. Definisi dan Pendekatan KAP</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IT"><span> </span></span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IT">KAP<span> </span>adalah komunikasi yang berlangsung dalam situasi tatap muka antara dua orang atau lebih, baik secara terorganisasi maupun pada kerumunan orang (Wiryanto, 2004).<span id="more-103"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN">Komunikasi Interpersonal (KIP) adalah interaksi orang ke orang, dua arah, verbal dan non verbal. Saling berbagi informasi dan perasaan antara individu dengan individu atau antar individu di dalam kelompok kecil (Febrina, 2008). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><em><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN">KIP Antara Dua Orang </span></em></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN">adalah komunikasi dari seseorang ke orang lain, dua arah interaksi verbal dan nonverbal yang menyangkut saling berbagi informasi dan perasaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><em><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN">KIP Antara Tiga Orang/ lebih, </span></em></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="IN">menyangkut komunikasi dari orang ke beberapa oarng lain (kelompok kecil). Masing-masing anggota menyadari keberadaan anggota lain, memiliki minat yang sama dan/atau bekerja untuk suatu tujuan</span><span style="font-size: 11pt;" lang="IN">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Tiga pendekatan utama tentang pemikiran KAP berdasarkan:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">1.Komponen-komponen utama</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"><span> </span>Bittner (1985:10) menerangkan KAP berlangsung, bila pengirim menyampaikan informasi berupa kata-kata kepada penerima<span> </span>dengan menggunakan medium suara manusia <em>(human voice).</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Menurut Barnlund (dikutip dalam Alo Liliweri : 1991), ciri-ciri mengenali KAP sebagai berikut : (a) bersifat spontan; (b) tidak berstruktur; (c) kebetulan; (d) tidak mengejar tujuan yang direncanakan; (e) identitas kenggotaan tidak jelas; (f) terjadi sambil lalu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">2.Hubungan diadik</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"><span> </span>Hubungan diadik mengartikan KAP sebagi komunikasi yang berlangsung antara dua orang yang mempunyai hubungan mantap dan jelas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Untuk memahami perilaku seseorang, harus mengikutsertakan paling tidak dua orang peserta dalam situasi bersama (Laing, Phillipson, dan Lee (1991:117).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Trenholm dan Jensen (1995:26) mendefinisikan KAP sebagai komunikasi antara dua orang yang berlangsung secara tatap muka (komunikasi diadik). Sifat komunikasi ini adalah : (a) spontan dan informal; (b) saling menerima feedback secara maksimal; (c) partisipan berperan fleksibel.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Trenholm dan Jensen (1995:227-228) mengatakan tipikal pola interaksi dalam keluarga menunjukkan jaringan komunikasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;">3.Pengembangan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">KAP dapat dilihat dari dua sisi sebagai perkembangan dari komunikasi impersonal dan komunikasi pribadi atau intim. Oleh karena itu, derajat KAP berpengaruh terhadap keluasan dan kedalaman informasi sehingga merubah sikap.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Pendapat Berald Miller dan M. Steinberg (1998: 274), pandangan developmental tentang semakin banyak komunikator mengetahui satu sama lain, maka semakin banyak karakter antarpribadi yang terbawa dalam komunikasi tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Edna Rogers (2002: 1), mengemukakan pendekatan hubungan dalam menganalisis proses KAP mengasumsikan bahwa KAP membentuk struktur sosial yang diciptakan melalui proses komunikasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Ciri-ciri KAP menurut Rogers adalah : (a) arus pesan dua arah; (b) komteks komunikasi dua arah; (c) tingkat umpan balik tinggi; (d) kemampuan mengatasi selektivitas tinggi; (e) kecepatan jangkauan terhadap khalayak relatif lambat; (f) efek yang terjadi perubahan sikap.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"><span> </span><strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">B. Efektifitas KAP</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"><span> </span>KAP merupakan komunikasi paling efektif untuk mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">menurut Kumar (2000: 121-122), lima ciri efektifitas KAP sebagai berikut : (1) keterbukaan <em>(openess) </em>; (2) empati <em>(empathy) </em>; (3) dukungan <em>(supportiveness) </em>; (4) rasa positif <em>(positiveness) </em>; (5) kesetaraan<em> (equality).</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Feedback yang diperoleh dalam KAP berupa feedback positif, negatif dan netral. Prinsip mandasar dalam komunikasi manusia berupa penerusan gagasan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">David Berlo (1997:172) mengembangkan konsep empati menjadi teori komunikasi. Empat tingkat ketergantungan komunikasi adalah : (1) peserta komunikasi memilih pasangan sesuai dirinya; (2) tanggapan yang diharapkan berupa umpan balik; (3) individu mempunyai kemampuan untuk menanggapi, mengantisipasi bagaimana merespon informasi, serta mengembangkan harapan-harapan tingkah laku partisipan komunikasi; (4) terjadi pergantian peran untuk mencapai kesamaan pengalaman dalam perilaku empati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Berlo membagi teori empati menjadi dua : (1) Teori Penyimpulan <em>(inference theory)</em>, orang dapat mengamati atau mengidentifikasi perilakunya sendiri; (2) Teori Pengambilan Peran <em>(role taking theory), </em>seseorang harus lebih dulu mengenal dan mengerti perilaku orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Tahapan proses empati :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">1. Kelayakan <em>(decentering) </em></span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">; bagaimana individu memusatkan perhatian kepada orang lain dan mempertimbangkan apa yang dipikirkan &amp; dikatakan orla tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">2. Pengambilan peran <em>(role taking)</em></span></strong><em><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></em><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">; mengidentifikasikan orla ke dalam dirinya, menyentuh kesadaran diri melalui orla.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Tingkatan dalam pengambilan peran : (a) tingkatan budaya <em>(cultural level), </em>mendasarkan keseluruhan karakteristik dari norma dan nilai masyarakat. (b) tingkatan sosiologis <em>(sociological level), </em>mendasarkan pada asumsi sebagian kelompok budaya. (c) tingkatan psikologis <em>(psycological level), </em>mendasarkan pada apa yang dialami oleh individu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">3. Empati komunikasi <em>(empathic communication), </em></span></strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">meliputi penyampaian perasaan, kejadian, persepsi atau proses yang menyatakan tidak langsung perubahan sikap/ perilaku penerima.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Blumer mengembangkan pemikiran Mead melalui pokok pikiran interaksionisme simbolik yaitu &#8220;Manusia bertindak <em>(act) </em>terhadap sesuatu <em>(thing) </em>atas dasar makna <em>(meaning) </em>yang dipunyai objek tersebut bagi dirinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Kesimpulan :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Komunikasi memberikan bimbingan kepada peserta komunikasi untuk saling berbagi asumsi, perspektif dan pengertian mengenai informasi yang dibicarakan untuk memudahkan proses empati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Sumber : </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Febrina, 2008. <em>Pengertian KIP/K (Komunikasi Inter Personal/ Konseling),</em> dipos 8 Februari : 19.41 WIB.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Prakosa, Adi, 2007. <em>Pengertian Komunikasi Antar Pribadi</em>, dipos Jumat, 7 Desember : 20.06 WIB.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Wiryanto, 2004. <em>Pengantar Ilmu Komunikasi</em>, Jakarta : PT. Grasindo.</span></p>


<strong>Related Posts</strong>
<ol>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/hubungan-antar-manusia-human-relation/" rel="bookmark">Hubungan Antar Manusia  (Human Relation)</a><!-- (6.19312)--></li>
	</ol>

<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Kebidanannet/~4/apAl4GUDJS0" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/komunikasi-antar-pribadi-interpersonal-communication/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/komunikasi-antar-pribadi-interpersonal-communication/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Kebidanannet/~3/UDaOn5tlc68/</link>
		<comments>http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/faktor-yang-mempengaruhi-komunikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 00:10:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi dan Konseling]]></category>
		<category><![CDATA[faktor]]></category>
		<category><![CDATA[latar belakang budaya]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.lusa.web.id/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Komunikasi sering mengalami gangguan sehingga proses komunikasi tidak seperti yang diharapkan. Banyak hal yang dapat mempengaruhi komunikasi diantaranya :</p>

Latar belakang budaya

<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;">Interpretasi suatu pesan akan terbentuk dari pola pikir seseorang melalui kebiasaannya, sehingga semakin sama latar belakang budaya antara komunikator dengan komunikan maka komunikasi semakin efektif. </p>

Ikatan dengan [...]

<strong>Related Posts</strong>
<ol>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/komunikasi-antar-pribadi-interpersonal-communication/" rel="bookmark">Komunikasi Antar Pribadi (Interpersonal Communication)</a><!-- (6.56537)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/komponen-komunikasi/" rel="bookmark">Komponen Komunikasi</a><!-- (5.44576)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/unsur-unsur-komunikasi/" rel="bookmark">Unsur-Unsur Komunikasi</a><!-- (5.10505)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/pengertian-komunikasi/" rel="bookmark">Pengertian Komunikasi</a><!-- (5.02522)--></li>
	</ol>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Komunikasi sering mengalami gangguan sehingga proses komunikasi tidak seperti yang diharapkan. Banyak hal yang dapat mempengaruhi komunikasi diantaranya :<span id="more-70"></span></span></p>
<ul>
<li><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Latar belakang budaya</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Interpretasi suatu pesan akan terbentuk dari pola pikir seseorang melalui kebiasaannya, sehingga semakin sama latar belakang budaya antara komunikator dengan komunikan maka komunikasi semakin efektif.<span> </span></span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Ikatan dengan kelompok atau grup</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Nilai-nilai yang dianut oleh suatu kelompok sangat mempengaruhi cara mengamati pesan. </span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Harapan </span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Harapan mempengaruhi penerimaan pesan sehingga dapat menerima pesan sesuai dengan yang diharapkan. </span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Pendidikan</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Semakin tinggi pendidikan akan semakin kompleks sudut pandang dalam menyikapi isi pesan yang disampaikan.</span></p>
<ul>
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Situasi</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan/ situasi. Faktor situasi ini adalah : (1) faktor ekologis (iklim atau kondisi alam); (2) faktor rancangan dan arsitektural (penaataan ruang); (3) faktor temporal, misal keadaan emosi</span><strong><span lang="SV"> </span></strong><span lang="SV">; </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">(4) suasana perilaku, misal cara berpakaian dan cara berbicara; (5) teknologi; (6) faktor sosial, mencakup sistem peran, struktur sosial dan karakteristik sosial individu; (7) lingkungan psikososial yaitu persepsi seseorang terhadap lingkungannya;(8) stimuli yang mendorong dan memperteguh perilaku.</span></p>


<strong>Related Posts</strong>
<ol>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/komunikasi-antar-pribadi-interpersonal-communication/" rel="bookmark">Komunikasi Antar Pribadi (Interpersonal Communication)</a><!-- (6.56537)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/komponen-komunikasi/" rel="bookmark">Komponen Komunikasi</a><!-- (5.44576)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/unsur-unsur-komunikasi/" rel="bookmark">Unsur-Unsur Komunikasi</a><!-- (5.10505)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/pengertian-komunikasi/" rel="bookmark">Pengertian Komunikasi</a><!-- (5.02522)--></li>
	</ol>

<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Kebidanannet/~4/UDaOn5tlc68" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/faktor-yang-mempengaruhi-komunikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/faktor-yang-mempengaruhi-komunikasi/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Komponen Komunikasi</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Kebidanannet/~3/sRZr2prn2xM/</link>
		<comments>http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/komponen-komunikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 00:10:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi dan Konseling]]></category>
		<category><![CDATA[komponen]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.lusa.web.id/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Komponen komunikasi hampir sama dengan unsur-unsur komunikasi, yaitu : (1) komponen komunikan; (2) komponen komunikator; (3) komponen pesan; (4) komponen umpan balik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">(1) Komponen komunikan </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;">Seseorang dapat dan akan menerima pesan apabila dalam kondisi sebagai berikut: </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">- pesan [...]

<strong>Related Posts</strong>
<ol>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/unsur-unsur-komunikasi/" rel="bookmark">Unsur-Unsur Komunikasi</a><!-- (10.236)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/proses-komunikasi/" rel="bookmark">Proses Komunikasi</a><!-- (9.56452)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/pengertian-komunikasi/" rel="bookmark">Pengertian Komunikasi</a><!-- (8.37509)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/komunikasi-terapeutik/" rel="bookmark">Komunikasi Terapeutik</a><!-- (6.89489)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/faktor-yang-mempengaruhi-komunikasi/" rel="bookmark">Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi</a><!-- (5.92903)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/komunikasi-antar-pribadi-interpersonal-communication/" rel="bookmark">Komunikasi Antar Pribadi (Interpersonal Communication)</a><!-- (5.69359)--></li>
	</ol>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Komponen komunikasi hampir sama dengan unsur-unsur komunikasi, yaitu : (1) komponen komunikan; (2) komponen komunikator; (3) komponen pesan; (4) komponen umpan balik.<span id="more-56"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">(1) Komponen komunikan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Seseorang dapat dan akan menerima pesan apabila dalam kondisi sebagai berikut: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">- pesan komunikasi benar-benar dimengerti oleh penerima pesan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">- pengambilan keputusan dilakukan secara sadar untuk mencapai tujuan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">- pengambilan keputusan dilakukan secara sadar untuk kepentingan pribadinya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">- mampu menempatkan baik secara mental atau fisik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">(2) Komponen komunikator</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Komunikasi dapat berjalan efektif bila : adanya kepercayaaan dalam diri komunikator (<em>self credibility</em>) dan kepercayaan kepada komunikator mencerminkan pesan yang diterima komunikan dianggap benar serta sesuai kenyataan dan daya tarik komunikator (<em>source attractiviness</em>).<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">(3) Komponen pesan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"><span> </span>Pesan dapat berupa nasehat, bimbingan, dorongan, informasi dll. Pesan dapat disampaikan lisan maupun non verbal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">(4) Umpan balik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"><span> </span>Merupakan respon yang diberikan oleh komunikan terhadap pesan yang diterimanya. Umpan balik dapat digunakan untuk mengukur besarnya informasi yang diterima dibandingkan dengan yang diterima.</span></p>


<strong>Related Posts</strong>
<ol>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/unsur-unsur-komunikasi/" rel="bookmark">Unsur-Unsur Komunikasi</a><!-- (10.236)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/proses-komunikasi/" rel="bookmark">Proses Komunikasi</a><!-- (9.56452)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/pengertian-komunikasi/" rel="bookmark">Pengertian Komunikasi</a><!-- (8.37509)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/komunikasi-terapeutik/" rel="bookmark">Komunikasi Terapeutik</a><!-- (6.89489)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/faktor-yang-mempengaruhi-komunikasi/" rel="bookmark">Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi</a><!-- (5.92903)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/komunikasi-antar-pribadi-interpersonal-communication/" rel="bookmark">Komunikasi Antar Pribadi (Interpersonal Communication)</a><!-- (5.69359)--></li>
	</ol>

<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Kebidanannet/~4/sRZr2prn2xM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/komponen-komunikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/komponen-komunikasi/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Unsur-Unsur Komunikasi</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Kebidanannet/~3/YLpkZ43FpAU/</link>
		<comments>http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/unsur-unsur-komunikasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 12:15:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunikasi dan Konseling]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[unsur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.lusa.web.id/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Komunikasi telah didefinisikan sebagai usaha penyampaian pesan antar manusia, sehingga untuk terjadinya proses komunikasi minimal terdiri dari 3 unsur yaitu : pengirim pesan (komunikator), penerima pesan (komunikan) dan pesan itu sendiri. Awal tahun 1960-an, David K. Berlo membuat formula komunikasi yang lebih sederhana yang dikenal dengan ”SMCR”, yaitu : Source (pengirim), Message [...]

<strong>Related Posts</strong>
<ol>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/pengertian-komunikasi/" rel="bookmark">Pengertian Komunikasi</a><!-- (11.6265)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/komponen-komunikasi/" rel="bookmark">Komponen Komunikasi</a><!-- (10.4604)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/proses-komunikasi/" rel="bookmark">Proses Komunikasi</a><!-- (9.81466)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/komunikasi-antar-pribadi-interpersonal-communication/" rel="bookmark">Komunikasi Antar Pribadi (Interpersonal Communication)</a><!-- (6.64573)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/faktor-yang-mempengaruhi-komunikasi/" rel="bookmark">Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi</a><!-- (6.47974)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/komunikasi-terapeutik/" rel="bookmark">Komunikasi Terapeutik</a><!-- (5.85667)--></li>
	</ol>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Komunikasi telah didefinisikan sebagai usaha penyampaian pesan antar manusia, sehingga untuk terjadinya proses komunikasi minimal terdiri dari 3 unsur yaitu : pengirim pesan (komunikator), penerima pesan (komunikan) dan pesan itu sendiri. Awal tahun 1960-an, David K. Berlo membuat formula komunikasi yang lebih sederhana yang dikenal dengan ”SMCR”, yaitu : <em>Source</em> (pengirim), <em>Message</em> (pesan), Channel (saluran-media) dan<em> Receiver</em> (penerima). <span id="more-46"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">-<span> </span>Komunikator</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Pengirim pesan (komunikator) adalah manusia berakal budi yang berinisiatif menyampaikan pesan untuk mewujudkan motif komunikasinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Komunikator dapat dilihat dari jumlahnya terdiri dari (a) satu orang; (b) banyak orang dalam pengertian lebih dari satu orang; (c) massa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">-<span> </span>Komunikan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Komunikan (penerima pesan) adalah manusia yang berakal budi, kepada siapa pesan komunikator ditujukan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Peran antara komunikator dan komunikan bersifat dinamis, saling bergantian. Dilihat dari jumlah komunikator dan komunikan, maka proses komunikasi dapat terjadi 9 kemungkinan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">-<span> </span>Pesan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Pesan bersifat abstrak. Pesan dapat bersifat konkret maka dapat berupa suara, mimik, gerak-gerik, bahasa lisan, dan bahasa tulisan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Pesan bersifat verbal (<em>verbal communication</em>) : (1) oral (komunikasi yang dijalin secara lisan); (2) <em>written</em> (komunikasi yang dijalin secara tulisan).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Pesan bersifat non verbal (<em>non verbal communication</em>) : (1) <em>gestural communication</em> (menggunakan sandi-sandi </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Wingdings;" lang="FR">à</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> bidang kerahasiaan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">-<span> </span>Saluran komunikasi &amp; media komunikasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Saluran komunikasi merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber kepada penerima.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Terdapat dua cara : (1) <em>non mediated communication</em> (<em>face to face</em>), secara langsung; (2) dengan media.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">-<span> </span>Efek komunikasi </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Efek komunikasi diartikan sebagai pengaruh yang ditimbulkan pesan komunikator dalam diri komunikannya. Terdapat tiga tataran pengaruh dalam diri komunikan : (1) kognitif (seseorang menjadi tahu sesuatu); (2) afektif (sikap seseorang terbentuk) dan (3) konatif (tingkah laku, hal yang membuat seseorang bertindak melakukan sesuatu).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">-<span> </span>Umpan balik </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV">Umpan balik dapat dimaknai sebagai jawaban komunikan atas pesan komunikator yang disampaikan kepadanya. Pada komunikasi yang dinamis, komunikator dan komunikan terus-menerus saling bertukar peran.</span></p>


<strong>Related Posts</strong>
<ol>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/pengertian-komunikasi/" rel="bookmark">Pengertian Komunikasi</a><!-- (11.6265)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/komponen-komunikasi/" rel="bookmark">Komponen Komunikasi</a><!-- (10.4604)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/proses-komunikasi/" rel="bookmark">Proses Komunikasi</a><!-- (9.81466)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/komunikasi-antar-pribadi-interpersonal-communication/" rel="bookmark">Komunikasi Antar Pribadi (Interpersonal Communication)</a><!-- (6.64573)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/faktor-yang-mempengaruhi-komunikasi/" rel="bookmark">Faktor yang Mempengaruhi Komunikasi</a><!-- (6.47974)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/komunikasi-terapeutik/" rel="bookmark">Komunikasi Terapeutik</a><!-- (5.85667)--></li>
	</ol>

<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Kebidanannet/~4/YLpkZ43FpAU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/unsur-unsur-komunikasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.kebidanan.net/komunikasi-dan-konseling/unsur-unsur-komunikasi/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Gizi Seimbang pada Remaja dan Dewasa</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/Kebidanannet/~3/95bwQqD7WtI/</link>
		<comments>http://www.kebidanan.net/gizi/gizi-seimbang-pada-remaja-dan-dewasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 00:13:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lusa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gizi]]></category>
		<category><![CDATA[dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[seimbang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.lusa.web.id/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;">A. Prinsip Gizi Pada Wanita Remaja Dan Dewasa</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"> Masa remaja merupakan saat terjadinya perubahan-perubahan cepat dalam proses pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial. Pada masa ini terjadi kematangan seksual dan tercapainya bentuk dewasa karena pematangan fungsi endokrin. Pada saat [...]

<strong>Related Posts</strong>
<ol>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/gizi/gizi-seimbang-bagi-ibu-menyusui/" rel="bookmark">Gizi Seimbang Bagi Ibu Menyusui</a><!-- (7.8217)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/gizi/gizi-seimbang-bagi-bayi/" rel="bookmark">Gizi Seimbang Bagi Bayi</a><!-- (7.69905)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/gizi/konsep-gizi-seimbang/" rel="bookmark">Konsep Gizi Seimbang</a><!-- (7.65335)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/gizi/konsep-dasar-ilmu-gizi/" rel="bookmark">Konsep Dasar Ilmu Gizi</a><!-- (5.56886)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/gizi/gizi-buruk-akibat-kekurangan-energi-protein/" rel="bookmark">Gizi Buruk Akibat Kekurangan Energi Protein</a><!-- (5.04335)--></li>
	</ol>

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"><strong><span lang="SV">A.<span> </span>Prinsip Gizi Pada Wanita Remaja Dan Dewasa</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"><span lang="SV"> Masa remaja merupakan saat terjadinya perubahan-perubahan cepat dalam proses pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial. Pada masa ini terjadi kematangan seksual dan tercapainya bentuk dewasa karena pematangan fungsi endokrin. </span><span lang="FI">Pada saat proses pematangan fisik, juga terjadi perubahan komposisi tubuh.<span id="more-17"></span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"><span lang="FI"> Periode Adolesensia ditandai dengan pertumbuhan yang cepat (<em>Growth Spurt</em>) baik tinggi badannnya maupun berat badannya. </span><span lang="SV">Pada periode <em>growth spurt</em>, kebutuhan zat gizi tinggi karena berhubungan dengan besarnya tubuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"><em> Growth Spurt</em> :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span style="font-family: Symbol;">- </span>Anak perempuan : antara 10 dan 12 tahun</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span style="font-family: Symbol;" lang="FI">-<span> </span></span><span lang="FI">Anak laki-laki : umur 12 sampai 14 tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"><span lang="FI"> Permulaan <em>growth spurt</em> pada anak tidak selalu pada umur yang sama melainkan tergantung individualnya. Pertumbuhan yang cepat biasanya diiringi oleh pertumbuhan aktivitas fisik sehingga kebutuhan zat gizi akan naik pula. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"><span lang="FI"> Penyelidikan membuktikan bahwa apabila manusia sudah mencapai usia lebih dari 20 tahun, maka pertumbuhan tubuhnya sama sekali sudah terhenti. Ini berarti, makanan tidak lagi berfungsi untuk pertumbuhan tubuh, tetapi untuk mempertahankan keadaan gizi yang sudah didapat atau membuat gizinya menjadi lebih baik. Dengan demikian, kebutuhan akan unsure-unsur gizi dalam masa dewasa sudah agak konstan, kecuali jika terjadi kelainan-kelainan pada tubuhnya, seperti sakit dan sebagainya. Sehingga mengharuskandia mendapatkan kebutuhan zat gizi yang lebih dari biasanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"><strong><span lang="SV">B.<span> </span>Faktor Yang Mempengaruhi Gizi Remaja Dan Dewasa</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="SV">Faktor yang mempengaruhi gizi pada remaja dan dewasa :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span style="font-family: Symbol;" lang="FI">- </span><span lang="FI">Kemampuan keluarga untuk membeli makanan atau pengetahuan tentang zat gizi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span style="font-family: Symbol;">- </span><span style="font-family: Symbol;" lang="FI"><span> </span></span><span lang="FI">Pekerjaan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"><span lang="FI"> Data terbaru dari kesehatan nasional dan survey pengujian ilmu gizi (NHNES) menyatakan bahwa konsumsi energi wanita dari umur 11 sampai 51 tahun bervariasai, dari kalori yang rendah (sekitar 1329) sampai kalori yang tinggi (1958 kalori).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"><span lang="SV"> Konsumsi makanan wanita perlu mempertimbangkan kadar lemak kurang dari 30 % dan tinggi kalsium sekitar 800-1200 mg/ hari. Rata-rata RDA kebutuhan kalsium 1000 mg. selain itu, wanita juga harus memperhatikan unsur sodium, cara pengolahan makanan dan para wanita perlu membatasi makanan kaleng atau makanan dalam kotak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"><strong><span lang="SV">C.<span> </span>Kebutuhan Gizi Seimbang</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"><span lang="SV"> Pada anak remaja kudapan berkontribusi 30 % atau lebih dari total asupan kalori remaja setiap hari. Tetapi kudapan ini sering mengandung tinggi lemak, gula dan natrium dan dapat meningkatkan resiko kegemukan dan karies gigi. Oleh karena itu, remaja harus didorong untuk lebih memilih kudapan yang sehat. </span><span lang="FI">Bagi remaja, makanan merupakan suatu kebutuhan pokok untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya. Kekurangan konsumsi makanan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, akan menyebabkan metabolisme tubuh terganggu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"><span lang="FI"> Kecukupan gizi merupakan kesesuaian baik dalam hal kualitas maupun kuantitas zat-zat gizi sesuai dengan kebutuhan faali tubuh. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"><span lang="FI"> Kebutuhan <strong>energi</strong> diperlukan untuk kegiatan sehari-hari maupun untuk proses metabolisme tubuh. </span><span lang="SV">Cara sederhana untuk mengetahui kecukupan energi dapat dilihat dari berat badan seseorang. Pada remaja perempuan 10-12 tahun kebutuham energinya 50-60 kal/kg BB/ hari dan usia 13-18 tahun sebesar 40-50 kal/ kg BB/ hari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"><span lang="SV"> Kebutuhan <strong>protein </strong>meningkat karena proses tumbuh kembang berlangsung cepat. Apabila asupan energi terbatas/ kurang, protein akan dipergunakan sebagai energi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"><span lang="FI"> Kebutuhan protein usia 10-12 tahun adalah 50 g/ hari, 13-15 tahun sebesar 57 g/ hari dan usia 16-18 tahun adalah 55 g/ hari. Sumber protein terdapat dalam daging, jeroan, ikan, keju, kerang dan udang (hewani). Sedangkan protein nabati pada kacang-kacangan, tempe dan tahu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"><strong><span lang="SV"> Lemak</span></strong><span lang="SV"> dapat diperoleh dari daging berlemak, jerohan dan sebagainya. Kelebihan lemak akan disimpan oleh tubuh sebagai lemak tubuh yang sewaktu- waktu diperlukan. Departemen Kesehatan RI menganjurkan konsumsi lemak dibatasi tidak melebihi 25 % dari total energi per hari, atau paling banyak 3 sendok makan minyak goreng untuk memasak makanan sehari. Asupan lemak yang terlalu rendah juga mengakibatkan energi yang dikonsumsi tidak mencukupi, karena 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori. Pembatasan lemak hewani dapat mengakibatkan asupan Fe dan Zn juga rendah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"><span lang="FI"> Kebutuhan <strong>vitamin dan mineral</strong> pada saat ini juga meningkat. Golongan vitamin B yaitu vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin) maupun niasin diperlukan dalam metabolisme energi. </span><span lang="SV">Zat gizi yang berperan dalam metabolisme asam nukleat yaitu asam folat dan vitamin B12. Vitamin D diperlukan dalam pertumbuhan kerangka tubuh/ tulang. Selain itu, agar sel dan jaringan baru terpelihara dengan baik, maka kebutuhan vitamin A, C dan E juga diperlukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"><span lang="SV"> Kekurangan <strong>Fe/ zat besi</strong> dalam makanan sehari-hari dapat menimbulkan kekurangan darah yang dikenal dengan anemia gizi besi (AGB). Makanan sumber zat besi adalah sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan, hati, telur dan daging. Fe lebih baik dikonsumsi bersama dengan vitamin C, karena akan lebih mudah terabsorsi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"><strong><span lang="SV">D.<span> </span>Pengaruh Status Gizi Pada Sistem Reproduksi </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"><span lang="SV"> Kebutuhan energi dan nutrisi dipengaruhi oleh usia reproduksi, tingkat aktivitas dan status nutrisi. Nutrisi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan. Kekurangan nutrisi pada seorang yang mengalami anemia dan kurang berat badan lebih banyak akan melahirkan bayi BBLR (berat badan lahir rendah) dibandingkan dengan wanita dengan usia reproduksi yang aman untuk hamil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"><strong><span lang="SV">E.<span> </span>Pendidikan Gizi Pada Wanita Remaja Dan Dewasa</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"><span lang="SV"> Pendidikan gizi pada wanita remaja dan dewasa diperlukan untuk mencapai status gizi yang baik dan berperilaku gizi yang baik dan benar. Adapun pesan dasar gizi seimbang yang diuraikan oleh Depkes adalah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span lang="SV">1.<span> </span>Makanlah aneka ragam makanan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"><span lang="SV"> Tidak satupun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, yang mampu membuat seseorang hidup sehat, tumbuh kembang dan produktif. Makan makanan yang mengandung unsur-unsur gizi yang diperlukan oleh tubuh baik kualitas maupun kuantitas. Jadi, mengonsumsi makanan yang beraneka ragam menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span lang="SV">2.<span> </span>Ma</span><span lang="FI">kanlah makanan untuk mencukupi kecukupan energi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"><span lang="SV"> Setiap orang dianjurkan untuk memenuhi makanan yanng cukup kalori (energi) agar dapat hidup dan beraktivitas sehari-hari. Kelebihan konsumsi kalori akan ditimbun sebagai cadangan didalam tubuh yang berbentuk jaringan lemak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span lang="FI">3.<span> </span>Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"><span lang="SV"> Ada dua kelompok karbohidrat yaitu karbohidrat kompleks dan sederhana. Proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat kompleks berlangsung lebih lama daripada yang sederhana. Konsumsi karbohidrat kompleks sebaiknya dibatasi 50% saja dari kebutuhan energi sehingga tubuh dapat memenuhi sumber zat pembangun dan pengatur. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span lang="FI">4.<span> </span>Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai ¼ dari kecukupan energi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"><span lang="FI">Lemak dan minyak yang terdapat dalam makanan berguna untuk meningkatkan jumlah energi, membantu penyerapan vitamin (A, D, E dan K) serta menambah lezatnya hidangan. </span><span lang="SV">Mengonsumsi lemak dan minyak secara berlebihan akan mengurangi konsumsi makanan lain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span lang="FI">5.<span> </span>Gunakan garam beryodium.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"><span lang="SV"> Kekurangan garam beryodium mengakibatkan penyakit gondok.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span lang="FI">6.<span> </span>Makanlah makanan sumber zat besi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"><span lang="FI"> Zat besi adalah unsur penting untuk pembentukan sel darah merah. Kekurangan zat besi berakibat anamia gizi besi (AGB), terutama diderita oleh wanita hamil, wanita menyusui dan wanita usia subur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span lang="FI">7.<span> </span>Berikan ASI saja pada bayi sampai umur 6 bulan dan tambahkan MP-ASI sesudahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"><span lang="FI"> ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi, karena mempunyai kelebihan yang meliputi 3 aspek baik aspek gizi, aspek kekebalan dan kejiwaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span lang="FI">8.<span> </span>Biasakan makan pagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"><span lang="SV"> Bagi remaja dan dewasa makan pagi dapat memelihara ketahanan fisik, daya tahan tubuh, meningkatkan konsentrasi belajar dan meningkatkan produktivitas kerja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span lang="FI">9.<span> </span>Minumlah air bersih yang aman dan<span> </span>cukup jumlahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"><span lang="SV"> Aman berarti bersih dan bebas kuman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span lang="SV">10.<span> </span>Lakukan aktivitas fisik secara teratur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"><span lang="SV"> Dapat meningkatkan kebugaran, mencegah kelebihan berat badan, meningkatkan fungsi jantung, paru dan otot serta memperlambat proses penuaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span lang="SV">11.<span> </span>Hindari minum minuman beralkohol.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"><span lang="SV"> Sering minum minuman beralkohol akan sering BAK sehingga menimbukan rasa haus. Alkohol hanya mengandung energi, tetapi tidak mengandung zat lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span lang="SV">12.<span> </span>Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify;"><span lang="SV"> Selain harus bergizi lengkap dan seimbang, makanan harus layak dikonsumsi sehingga aman untuk kesehatan. Makanan yang aman yaitu bebas dari kuman dan bahan kimia dan halal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span lang="SV">13.<span> </span>Bacalah label pada makanan yang dikemas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify;"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="SV"> </span></p>
<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w :WordDocument> </w><w :View>Normal</w> <w :Zoom>0</w> <w :PunctuationKerning /> <w :ValidateAgainstSchemas /> <w :SaveIfXMLInvalid>false</w> <w :IgnoreMixedContent>false</w> <w :AlwaysShowPlaceholderText>false</w> <w :Compatibility> <w :BreakWrappedTables /> <w :SnapToGridInCell /> <w :WrapTextWithPunct /> <w :UseAsianBreakRules /> <w :DontGrowAutofit /> </w> <w :BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w> </xml>< ![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w :LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w> </xml>< ![endif]--> <!--[if gte mso 10]><br />
<mce :style>< !   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;"><!--[if !supportLists]--><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 45pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 150%;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p></mce></p>


<strong>Related Posts</strong>
<ol>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/gizi/gizi-seimbang-bagi-ibu-menyusui/" rel="bookmark">Gizi Seimbang Bagi Ibu Menyusui</a><!-- (7.8217)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/gizi/gizi-seimbang-bagi-bayi/" rel="bookmark">Gizi Seimbang Bagi Bayi</a><!-- (7.69905)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/gizi/konsep-gizi-seimbang/" rel="bookmark">Konsep Gizi Seimbang</a><!-- (7.65335)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/gizi/konsep-dasar-ilmu-gizi/" rel="bookmark">Konsep Dasar Ilmu Gizi</a><!-- (5.56886)--></li>
		<li><a href="http://www.kebidanan.net/gizi/gizi-buruk-akibat-kekurangan-energi-protein/" rel="bookmark">Gizi Buruk Akibat Kekurangan Energi Protein</a><!-- (5.04335)--></li>
	</ol>

<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/Kebidanannet/~4/95bwQqD7WtI" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kebidanan.net/gizi/gizi-seimbang-pada-remaja-dan-dewasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.kebidanan.net/gizi/gizi-seimbang-pada-remaja-dan-dewasa/</feedburner:origLink></item>
	<media:rating>nonadult</media:rating></channel>
</rss><!-- Dynamic page generated in 1.154 seconds. --><!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-02-02 00:24:47 -->

