<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487</id><updated>2025-03-24T19:45:33.223-07:00</updated><category term="Tehnik Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman"/><category term="Peluang Bisnis Modal Minim"/><category term="galery tanaman"/><category term="Tehnik Pengolahan Hasil Panen Kegiatan Budidaya Anda"/><category term="Pakan Ternak"/><category term="Peternakan"/><title type='text'>Kebun Mania Bertanam Tak Harus Di Tanah</title><subtitle type='html'>Catatan kegiatan kebun mania dari berbagai sumber sebagai referensi dan inspirasi bagi semua orang yang membutuhkan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>51</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-6965421685210262709</id><published>2018-10-25T07:09:00.000-07:00</published><updated>2018-10-25T07:24:03.072-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pakan Ternak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peluang Bisnis Modal Minim"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peternakan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tehnik Pengolahan Hasil Panen Kegiatan Budidaya Anda"/><title type='text'>Inilah Hasil Uji Coba Pemberian Pakan Padat, Lembek, Dan Serbuk Untuk Larva BSF</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pemberian pakan pada budidaya larva black soldier flies (BSF) ternyata tak semudah yang disampaikan para tentor budidaya BSF, banyak hal yang tidak bisa disamakan antara kondisi disatu tempat dan tempat lain walaupun secara teori sama akan tetapi pada prakteknya lain. Demikian juga yang kami alami ketika memberikan pakan tambahan untuk larva BSF dalam bentuk serbuk berupa bekatul, dalam bentuk padat berupa konsentrat ayam broiler dan pellet ikan, maupun daun segar, dan yang terakhir daging buah plus kulit dan bijinya, apa yang terjadi? Berikut ini hasil uji coba kami dalam penerapan pakan untuk larva BSF yang baik dan benar menurut pandangan kami.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
1. Pemberian pakan berupa bekatul untung ruginya dalam budidaya BSF.&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari hasil pengamatan kami ada beberapa hal yang bisa disimpulkan terkait untung ruginya pemberian bekatul pada budidaya larva black soldier flies.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apa fungsi sebenarnya bekatul dalam budidaya larva BSF, hanya sebagai media atau media plus pakan karena dari pengamatan kami hampir tidak ada bedanya yang membuat kami ragu benarkah bekatul menjadi makanannya karena terlihat banyak sisa bekatul tidak tuntas dimakan dengan ditandai butiran kasar tercampur dimedia karena ada perubahan warna, walaupun kondisi media tidak basah tapi juga tidak kering sekali, hal ini tampak berbeda ketika diberi pakan daging buah terlihat buah benar-benar hancur terurai.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Keuntungan&lt;/b&gt;: Membuat media dan tempat budidaya bebas bau dan kering.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Kerugian&lt;/b&gt;: Banyak material dari bekatul yang bisa dicerna dan meninggalkan sampah yang cukup lama terurai oleh alam bukan dimakan belatung BSF.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2. Pemberian konsentrat dan pellet ikan untuk larva BSF untung ruginya.&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penambahan pellet ikan kualitas sedang dengan harga eceran Rp. 7.000 dibanding kualitas di atasnya seharga Rp. 11.000 dan konsentrat untuk pakan ayam broiler memang terlihat sedikit beda dengan tidak nampaknya sisa pakan yang terlihat nyata, kecuali adanya butiran jagung giling dalam konsentrasi pakan ayam yang tidak terurai dan masih meninggalkan bau tepung ikan dari bahan pellet ikan yang cukup terasa.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Keuntungan&lt;/b&gt;: Menimbulkan aroma lebih kuat sehingga mengundang BSF liar untuk datang dan bertelur disekitar lingkungan budidaya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Kerugian&lt;/b&gt;: Biaya yang cukup mahal dan perlu diperhitungkan walaupun hasilnya berbanding lurus dengan angan-angan, yang mana jika pakan banyak mengandung protein akan meningkatkan kualitas larva dan indukan nantinya berdasarkan literatur, akan tetapi dari pengamatan kami sepertinya larva dengan pakan kotoran ternak memiliki ukuran lebih besar ketika menjadi puppa.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
3. Pemberikan pakan berupa daun segar untuk larva BSF&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada asalnya, makanan larva BSF adalah yang lembek walaupun bukan berarti mengandung air yang cukup, intinya adalah lunak karena ketika kami beri potongan rumput dan sayuran segar masih utuh dalam waktu 1 hari lebih. Barulah ketika direkayasa dengan sedikit dirusak supaya tidak utuh barulah ada reaksi larva-larva mengerumuni untuk menghancurkan sayuran. Demikian juga ketika diberi sayuran yang sudah dimasak larva mampu mengurai akan tetapi meninggalkan tulang daun pada sayuran baik pada sayuran daun ataupun buah akan meninggalkan bagian agak keras seperti biji dan serat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Keuntungan&lt;/b&gt;: Membantu mengurai sampah rumah tangga lebih cepat dan produktif.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Kerugian&lt;/b&gt;: Tidak menyelesaikan penumpukan sampah dalam waktu singkat karena akan menambah pekerjaan baru dengan memisahkan sampah padat, besar, menambah volume yang akan merepotkan ketika panen maggot BSF.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
4. Pemberian daging buah dan management cara pemberian pakan yang baik dan benar untuk larva BSF&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cara terakhir yang mungkin kurang disukai peternak atau pembudidaya lalat black soldier flies BSF dalam mengatur pemberian pakan yang agak sedikir ribet pada tahap awal, akan tetapi meringankan pekerjaan pada tahap selanjutnya di mana daging buah langsung terurai dengan cukup cepat yang kami tempatkan pada wadah khusus dibagian tengah dengan ukuran agak tinggi sehingga larva berkumpul pada wadah hingga atas, akibatnya bagian pinggir menjadi kering karena larva terkonsentrasi pada wadah pakan dibagian tengah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Keuntungan&lt;/b&gt;: Memudahkan pemberian pakan dan mengukur kapasitas pakan sebenarnya benar-benar dimakan atau tidak.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Memudahkan proses panen karena tinggal angkat wadah pakan yang akan terbawa pula larva yang berada di dalam wadah tanpa perlu diayak untuk memisahkan media dengan larva.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lingkungan budidaya lebih bersih dan bebas bau karena mudah ketika hendak mengambil bagian tertentu di sini, baik larvanya atau media yang sudah terurai.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lebih hemat tempat dan memudahkan pemantauan kondisi larva.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kerugian&lt;/b&gt;: Agak ribet untuk mendesain ulang bagi yang sudah terlanjur punya tempat budidaya atau perlu mengeluarkan dana untuk menambah peralatan berupa wadah pakan.&lt;br /&gt;
Kulit, biji dan serat tidak bisa terurai atau bahkan utuh walaupun sudah dirajang&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kesimpulan&lt;/b&gt;:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Cara terakhir inilah yang kami terapkan hingga saat ini karena memiliki berbagai kelebihan seperti, lebih mudah pengawasan, hemat tempat, hemat waktu jika pakan harus mencari/mengambil, hemat biaya jika pakan harus didatangkan dengan peralatan dan tenaga bayaran, bebas bau, pemberian porsi makan yang tepat, mempermudah proses panen tanpa perlu memilah dan mengayak untuk memisahkan larva dengan media karena dengan sendirinya akan terpisah antara larva dengan media.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Larva tidak bisa mengurai bahan-bahan yang agak keras seperti kulit luar, serat, dan biji, akan tetapi karena dalam wadah mudah disingkirkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Larva menyukai bahan organik yang lembek tanpa serat walaupun memiliki kemampuan menghacurkan bahan padat, akan tetapi cukup lama yang berakibat kurang nutrisi dan pertumbuhan lambat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Larva menyukai tempat yang gelap dengan berkumpul dibagian tengah berupa wadah pakan yang diberi tutup lembaran plastik hitam pada bagian atasnya, ketika tutup dibuka larva segera menyingkir menuju tempat yang lebih gelap.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/6965421685210262709/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2018/10/inilah-hasil-uji-coba-pemberian-pakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/6965421685210262709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/6965421685210262709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2018/10/inilah-hasil-uji-coba-pemberian-pakan.html' title='Inilah Hasil Uji Coba Pemberian Pakan Padat, Lembek, Dan Serbuk Untuk Larva BSF'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-7502958726914206039</id><published>2018-10-16T06:03:00.000-07:00</published><updated>2018-10-16T06:03:11.136-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pakan Ternak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peluang Bisnis Modal Minim"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peternakan"/><title type='text'>Jawaban Lengkap Mengapa Larva BSF Muda Keluar Dari Media Pemeliharaan</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
kebunia:: Satu masalah serius yang dialami para pemula ketika budidaya BSF karena larva muda banyak keluar dari media pemeliharaan, apakah penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya, berikut solusinya agar kejadian ini tidak terulang kembali. Di sini kami sampaikan pengalaman yang pernah&amp;nbsp; terjadi dipeternakan kami dari ketidaktahuan cara budidaya BSF yang baik dan benar sekaligus hasil pengamatan dalam sebuah percobaan sehingga larva BSF muda keluar dari media pemeliharaan.&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam kasus pertama yang kami alami mengapa larva BSF muda banyak keluar dari media pemeliharaan dikarenakan media pemeliharaan terlalu tebal, waktu ini masih awalan belajar budidaya serangga black soldier flies mulai dari larva yang sudah ada sebelumnya ditumpukan kotoran kelinci. Masalah utamanya bukan hanya karena tebal akan tetapi teralalu padat dan agak basah sehingga terjadi fermentasi media yang menyebabkan panas, bahkan penutupnya juga basah sehingga membuat larva banyak yang keluar dari media kemudian merayap ke atas mencapai penutup. Dalam kasus ini banyak larva BSF muda maupun yang dewasa banyak yang mati.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Upaya penyelamatan dilakukan dengan membagi media pemeliharaan menjadi 3 bagian dalam 3 wadah, dalam 2 sampai 3 hari berikutnya tidak menyelesaikan masalah walaupun larva yang hampir mati masih bisa melanjutkan fase kehidupannya hingga artikel ini dibuat. Permasalahan tidak selesai karena media tetap panas sekitar 5 hari diakibatkan campuran bahan media terkena bahan yang agak basah berupa ampas kelapa. Pada hari pertama penyelamatan banyak larva BSF keluar dan hilang dikarenakan media masih cukup tebal dan basah menjangkau wadah pemeliharaan karena menggunakan keranjang buah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tahap ke-dua dilakukan sortir ulang mengurangi media dan menambahkan serutan kayu untuk mengurangi panas, pengadukan sehari tiga kali dilakukan selama 3 hari, itupun belum menyelesaikan masalah dengan tuntas karena masalah barupun muncul dengan berkurangnya lalat BSF liar yang bertelur disekitar media pemeliharaan hingga hari ke-lima tidak ada lalat yang bertelur disekitar media walaupun ada yang datang, baru pada hari ke-enam didapatkan 1 cluster saja Alhamdulillah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tahap akhir dalam proses ini penyortiran ulang sehingga benar-benar tanpa media lalu mengganti semua media menggunakan bekatul dan BR pakan ayam. Pada tahap ini aman tanpa ada masalah karena media pemeliharaan berupa bekatul dan pakan ayam dalam keadaan kering dan larva mengumpul diarea yang tertutup karena gelap.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Percobaan untuk mengetahui mengapa larva muda BSF banyak keluar dari media dengan cara membasahi media pemeliharaan dan mulailah larva-larva BSF bergerak cepat menuju pinggiran dan naik ke atas memanjat dinding pemeliharaan dengan mudah karena badannya basah terkena air yang terus menempel dan meninggalkan bekas, kemudian kami taburkan bekatul/dedak halus disekeliling media sampai menimbun larva yang sudah menumpuk, hasilnya larva-larva ini kesulitan naik ke atas karena badannya kembali kering terkena bekatul.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kesimpulannya media basah akan membuat larva BSF muda keluar dari media pemeliharaan sehingga perlu diusahakan media cukup kering walaupun tidak kering sekali dan media pemeliharaan jangan sampai basah terutama bagian dinding, jika menggunakan pakan basah usahakan letakkan dibagian agak ke tengah supaya cairan tidak membasahi dinding.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/7502958726914206039/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2018/10/jawaban-lengkap-mengapa-larva-bsf-muda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/7502958726914206039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/7502958726914206039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2018/10/jawaban-lengkap-mengapa-larva-bsf-muda.html' title='Jawaban Lengkap Mengapa Larva BSF Muda Keluar Dari Media Pemeliharaan'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-7309443921917474268</id><published>2018-10-15T06:33:00.000-07:00</published><updated>2018-10-15T06:33:31.442-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pakan Ternak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peluang Bisnis Modal Minim"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peternakan"/><title type='text'>Berbagai Masalah Dan Penyelesaiannya Dalam Budidaya Lalat Tentara Hitam BSF</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kesuksesan tak akan lepas dari berbagai kendala dan beragam permasalahan yang membutuhkan solusi untuk menyempurnakan sebuah pekerjaa, demikian juga dalam budidaya BSF beragam masalah akan Anda temukan dan butuh penyelesaian segera. Dan dengan adanya masalah akan menambah pengetahuan baru dalam budidaya larva black soldier flies terlebih jika Anda mampu menyelesaikannya sendiri tanpa bantuan orang lain, berarti Anda seorang yang kreatif. Akan tetapi bagi seorang yang memiliki pengetahuan minim dan kemampuan berpikir yang lemah mencari jawaban dari orang lain cara yang paling tepat walaupun kadang tidak cepat. Kali ini kebunia akan mengurai beragam masalah dalam budidaya lalat dari problem dan solusinya berdasarkan pengalaman pribadi ketika mencoba mempelajari tehnik budidaya lalat BSF, dan tentunya materi yang kami paparkan tidak selengkap yang Anda kira, akan tetapi bisa jadi ada hal-hal yang bersifat prinsip atau cukup penting belum Anda ketahui, untuk itu baca sampai selesai barang kali ada manfaatnya karena ada beberapa hal yang sudah Anda ketahui tapi belum dikerjakan atau kadang diabaikan karena dianggap tidak perlu, padahal terkadang itu adalah prinsip dasar yang harus dilakukan.&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Munculnya masalah tentunya butuh waktu yang kadang tiba-tiba sehingga membuat panik dan butuh segera dicarikan solusi, atau sudah diperhitungkan sebelumnya sehingga cara penyelesaianya butuh trik khusus agar tidak menambah masalah baru. Dari pengalaman yang kami temukan akan dipaparkan satu persatu berikut solusinya barang kali Anda pernah mengalami atau saat ini sedang butuh solusi pemecahan masalah tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ketika pertama kali ingin memelihara larva BSF apa yang pernah atau akan Anda lakukan? Membeli bibit berupa telur, baby larva, puppa atau memancing sendiri dialam bebas dengan berbagai cara yang banyak dilakukan peternak lalat BSF pemula, kira-kira mana yang akan dipilih karena semuanya mengandung resiko dan konsekwensi. Jika semua harus membeli butuh biaya dan waktu karena produk butuh proses pengiriman dan pengemasan, resikonya bibit rusak selama perjalanan, tertipu penjual, dan lain-lain. Jika memancing di alam butuh kesabaran dan trik khusus supaya berhasil mendapatkan telur BSF liar, sebagaimana yang pernah kami alami pancingan diletakkan di lingkungan yang banyak BSF akan tetapi tak satupun telur didapatkan, sedangkan di samping rumah tanpa dipancing mereka datang dan bertelur sehingga lebih hemat waktu padahal di lingkungan perumahan yang jauh dari kebun, apalagi kandang ternak maupun tempat penampungan sampah. Kesimpulannya lingkungan yang banyak BSF liar bukan jaminan mereka tertarik untuk bertelur di tempat yang sudah disediakan. Hal ini saya anggap salah satu rejeki dari Yang Maha Kuasa dan tidak disangka-sangka datangnya dengan adanya sebab kecil yang tidak saya sadari bisa memancing datangnya lalat BSF berkembang biak di sekitar rumah. Itulah awal saya memiliki banyak larva BSF tanpa usaha yang berarti.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah memiliki larva BSF banyak kita temukan hal-hal baru yang tidak kita sangka sebelumnya karena setiap lingkungan berbeda kasusnya juga berbeda, jika kasusnya sama penyelesaianya juga berbeda tapi pada intinya bisa mengatasi masalah, yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Banyak larva BSF muda kabur dari tempat pemeliharaan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Banyak Larva BSF muda mati.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Larva BSF banyak berkumpul didasar media atau dipinggir dan tidak mau menyebar rata disemua media.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Banyak semut, lalat rumah, lalat hijau, lalat biru, dan serangga kecil di tempat pemeliharaan larva black soldier flies.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bau yang tidak sedap dari media pemeliharaan larva BSF, padahal seharusnya tidak bau. Ada beberapa kesalahan yang harus disempurnakan, karena jika sudah benar tidak akan bau.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Banyak larva lalat maupun jenis larva lain ada di media pemeliharaan larva BSF, kenali ciri-cirinya untuk membedakan larva tersebut berasal dari serangga jenis apa, dan mengapa bisa ada di media pemeliharaan BSF.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pertumbuhan BSF yang lambat atau kecil padahal pakan cukup banyak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pakan tidak cepat habis padahal berprotein tinggi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Puppa tidak segera menetas menjadi indukan padahal sudah lewat umur.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lalat BSF tidak menghasilkan telur padahal jumlahnya cukup banyak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lalat BSF banyak yang mati sebelum kawin dan bertelur.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/7309443921917474268/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2018/10/berbagai-masalah-dan-penyelesaiannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/7309443921917474268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/7309443921917474268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2018/10/berbagai-masalah-dan-penyelesaiannya.html' title='Berbagai Masalah Dan Penyelesaiannya Dalam Budidaya Lalat Tentara Hitam BSF'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-2642490155365265851</id><published>2018-10-13T06:31:00.000-07:00</published><updated>2018-10-13T06:31:31.202-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pakan Ternak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peluang Bisnis Modal Minim"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peternakan"/><title type='text'>Panduan Belajar Budidaya Maggot BSF Gratis Online Dijamin Sukses</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ternak belatung sampah itulah kata yang tepat dalam budidaya lalat bsf (black soldier flies) karena serangga yang satu ini membutuhkan media khusus berupa sampah sebagai tempat berkembang biak. Larva lalat bsf sebelum menjadi lalat dewasa yang dimulai dari telur ketika menetas menjadi baby larva, kemudian menjadi larva pree puppa, dan puppa untuk selanjutnya menjadi lalat bsf yang siap bereproduksi dan mengalami masa kehidupan yang cukup singkat sekitar 5 sampai 8 hari saja, karena setelah kawin lalat jantan akan mati dan lalat betina mati setelah bertelur. Uniknya selama hidup mereka tidak makan atau minum akan tetap kebutuhan energinya didapatkan selama menjadi larva bersumber dari jenis makanan yang didapatkan, semakin besar protein yang terkandung, semakin besar dan panjang umur lalat bsf.&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lalat bsf yang pertama kali diteliti untuk dibudidayakan sekitar tahun 80 an dan mengalami kegagalan sehingga penelitian terus berlanjut sampai berhasil dibudidayakan pada tahun 2000an baik dalam skala laborat atau lapangan. Hingga saat ini sudah banyak pembudidaya lalat bsf di seluruh dunia sebagai sumber bahan pakan ternak yang berprotein cukup tinggi. Cara budidayanya pun cukup mudah dan tidak ribet karena semua syarat budidaya bisa direkayasa baik dari segi tempat, lingkungan, media, maupun pakan yang didominasi oleh limbah rumah tangga, pasar, pertanian, perkebunan, maupun industry pengolahan makan dan bahan makanan asalkan semua berbahan organic baik dalam kondisi sudah rusak karena busuk ataupun segar sehingga budidaya larva bsf menjadi solusi dalam penanganan limbah yang hemat biaya dan memiliki timbal balik yang menguntungkan dengan rendahnya biaya pengolahan sampai pendapatan dari hasil budidaya lalat bsf berupa larva sebagai bahan makanan bagi ternak.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagi Anda yang tertarik budidaya maggot BSF, secara bertahap kami akan berikan materi gratis secara online hasil pengalaman kami dalam budidaya maggot bsf mulai dari pengenalan ciri maggot bsf, perbedaan maggot bsf dengan maggot lalat hijau, langkah budidaya maggot, habitat lalat bsf, manfaat maggot bsf, cara buat maggot bsf, budidaya maggot bsf, media budidaya maggot bsf, media maggot terbaik, budidaya maggot dengan limbah sayuran, budidaya maggot dengan media dedak, cara membuat maggot dari kotoran sapi, budidaya maggot bsf media kotoran ternak, budidaya maggot tanpa bau, cara budidaya maggot bsf pemula tanpa bau, cara ternak maggot skala besar, cara mendapatkan bibit maggot bsf, budidaya belatung bsf dengan em4, cara menetaskan pupa bsf, pemasaran maggot, info harga maggot bsf, cara jual bibit maggot bsf, jual telur bsf, pelatihan budidaya maggot bsf gratis online, biaya pelatihan maggot bsf offline.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/2642490155365265851/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2018/10/panduan-belajar-budidaya-maggot-bsf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/2642490155365265851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/2642490155365265851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2018/10/panduan-belajar-budidaya-maggot-bsf.html' title='Panduan Belajar Budidaya Maggot BSF Gratis Online Dijamin Sukses'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-7380742679002018343</id><published>2018-10-11T08:38:00.000-07:00</published><updated>2018-10-11T08:38:34.495-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pakan Ternak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peternakan"/><title type='text'>11 Kesalahan Dalam Budidaya Maggot Bsf Bagi Pemula</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kebunia:: Berbagi pengalaman dalam kesuksesan budidaya maggot BSF sebagai instropeksi diri dari kesalahan supaya tidak dialami oleh orang lain yang ingin sukses budidaya maggot. Dalam artikel ini kami sampaikan pengalaman pribadi ketika mendapati masalah dalam budidaya maggot bahkan jika terlambat ditangani banyak maggot mati atau pergi dari ruang pemeliharaan. Bagaimana kejadiannya? Silahkan baca artikel ini secara tuntas sampai selesai.&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kami memiliki kegiatan budidaya maggot yang tanpa kami sengaja, karena secara kebetulan saja maggot tersebut tumbuh dalam jumlah banyak di tempat menyimpan kotoran kelinci, entah dari mana datangnya maggot tersebut bagi kami merupakan berkah dan rejeki yang tidak disangka-sangka datangnya karena sebelumnya tidak ada tanda-tanda lalat BSF berkeliaran di sekitar kandang kelinci, atau mungkin karena kurang perhatian keberadaan lalat BSF berada di sekitar kandang. Melihat potensi ini memicu kami untuk lebih serius membudidayakan maggot dalam skala yang lebih besar, namun apa daya karena kurangnya pengetahuan tentang budidaya maggot sehingga hampir gagal karena banyak maggot yang mati. Apa saja penyebabnya, di sini kami urai penyebab kami hampir gagal dalam budidaya maggot.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kurangnya pengetahuan lengkap, mendasar, dan prinsip-prinsip dalam budidaya maggot BSF.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ini adalah edisi perdana atau pertama kalinya kami memelihara maggot yang tanpa sengaja tanpa dasar pengetahuan dan niatan untuk budidaya maggot BSF.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Komposisi yang tidak seimbang antara pakan dan jumlah maggot yang ada. Dalam hal ini jumlah maggot BSF yang sedikit dengan pakan yang banyak lebih dari 80%.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Komposisi bahan pakan yang tidak seimbang membuat tempat pemeliharaan menjadi cukup panas sehingga maggot BSF banyak yang mati semua ukuran.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketebalan tumpukan pakan membuat maggot sulit bergerak dan ruangan menjadi panas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tempat pemeliharaan yang terlalu padat menyulitkan maggot BSF sulit bergerak leluasa tanpa sirkulasi udara yang lancar.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam kasus ini sudah bisa diatasi dengan memindah ke ruang yang lebih luas dan Alhamdulillah maggot BSF yang hampir mati tak bergerak dalam beberapa menit mulai terlihat ada tanda-tanda kehidupan, bergerak-gerak kemudian sehat dan masuk ke dalam media pemeliharaan untuk melanjutkan kehidupannya. Tak cukup di sini, setelah dipindah pun ada lagi kesalahan yang tanpa kami sadari terjadi dengan banyaknya lalat rumah, hijau, dan biru datang bertelur kemudian terlihat banyak larva lalat selain BSF ada dimedia pemeliharaan karena ada beberapa sebab.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Komposisi pakan masih menjadi pemicu utama, walaupun tumpukan media dikurangi tetap berakibat panas berlebih bahkan panasnya merembet ke wadah pemeliharaan bagian luar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penggunaan bekatul dicampur ampas kelapa salah satu pemicu utama media pemeliharaan menjadi panas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penggunaan pellet memicu bau daging yang mengundang lalat selain BSF datang dan berkembang biak cukup cepat, dan pendapatan telur dari pancingan BSF liar menurun dari 15 lubang pada hari pertama, 12 lubang pada hari ke-dua, 2 lubang pada hari ke-tiga, dan 5 lubang pada hari ke-empat. Ketika artikel ini ditulis sedang dalam masa pemancingan telur dari BSF liar pada hari ke-empat dan tempat bertelur menggunakan potongan kardus setebal kurang lebih 1 cm diletakkan di atas media pembesaran larva BSF.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wadah pemeliharaan yang kurang rapat sehingga memudahkan lalat selain BSF hinggap dan berkembang biak di media pemeliharaan larva BSF.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wadah yang cukup terbuka membuat larva yang sudah masuk tahap pree puppa keluar dan kabur entah ke mana.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Itulah beberapa kesalahan ketika kami mencoba belajar budidaya maggot BSF, adapun kesalahan ini bukanlah sesuatu yang tercela dikarenakan dalam tahap belajar pasti ada kegagalan, dan sebaik-baik guru adalah kesalahan dan kegagalan kemudian diperbaiki agar tidak terulang kembali serta memberi peringatan kepada Anda supaya tidak mengalami hal serupa dalam mencoba belajar budidaya maggot BSF gratis dari kami.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/7380742679002018343/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2018/10/11-kesalahan-dalam-budidaya-maggot-bsf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/7380742679002018343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/7380742679002018343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2018/10/11-kesalahan-dalam-budidaya-maggot-bsf.html' title='11 Kesalahan Dalam Budidaya Maggot Bsf Bagi Pemula'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-8014836325258690535</id><published>2018-10-09T08:20:00.000-07:00</published><updated>2018-10-09T08:22:33.202-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tehnik Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman"/><title type='text'>Mengapa Sayuran Yang Ditumbuhkan Ulang Dalam Hidroponik Selalu Gagal dan Busuk Akar?</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kebunia:: Menjawab permasalahan para ibu rumah tangga dan hobies tanaman sayuran di rumah ketika merendam daun bawang untuk ditumbuhkan ulang selalu busuk, demikian juga jenis sayuran yang lain seperti kangkung, sawi, caisim, bahkan bawang merah, ternyata ada penyebab utama mengapa regrow sayuran selalu gagal. Kali ini kebunia memberi penjelasan secara logika berdasarkan pengamatan dan pengalaman baik diri sendiri ataupun orang lain yang telah berhasil menumbuhkan kembali limbah sayuran.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kegagalan dalam menumbuhkan ulang beberapa sayuran juga pernah kami alami, dengan adanya berbagai kasus dapat disimpulkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kurangnya pengetahuan tentang cara budidaya tanaman secara hidroponik yang baik dan benar dengan biaya murah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ikut-ikutan tanpa menguasai ilmu tanaman dan cara budidaya dengan tehnik hidroponik dan terlalu yakin ketika melihat pertumbuhan awal tetap segar selama kurang lebih 1 minggu dan mulai busuk akar pada hari berikutnya yang akhirnya menjalar hingga batang. Lebih parah lagi jika satu rumpun akan habis semua ketika ada satu batang yang mulai busuk tidak segera ditangani.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kurangnya kesabaran dan ketelitian dalam perawatan tanaman yang mana setiap hari tanaman harus diperhatikan pertumbuhannya supaya jika ada yang tidak beres segera ditangani.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kurangnya ketersediaan waktu dan perhatian untuk mengurus tanaman dikarenakan perubahan tanaman terjadi setiap saat akibat pengaruh dari dalam atau dari luar seperti gangguan serangga dan ternak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penggunaan air yang terkontaminasi dengan bahan yang tidak cocok untuk tanaman seperti air hujan dan air PAM.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penggunaan pupuk yang tidak sesuai petunjuk untuk memacu pertumbuhan tanaman.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari uraian di atas tentu sebagian kita pernah mengalami, demikian juga kami juga pernah mengalami hal serupa dengan kesimpulan yang paling mencolok adalah kesalahan penggunaan air dan takaran pupuk.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bagaimana cara sukses budidaya hidroponik dengan biaya murah dan mudah tanpa pupuk AB-MIX?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Percobaan pertama kami lakukan pada tanaman kangkung dan rumput odot untuk pakan ternak, hingga artikel ini ditulis pertumbuhan tanaman terlihat normal tanpa masalah walaupun tidak menggunakan pupuk hidroponik AB-MIX hanya saja ada 2 rumpun tanaman kangkung yang menjadi obyek percobaan salah satunya gagal dikarenakan terkena air PAM yang mengakibatkan busuk dan juga kurang steril pasca penyiapan, adapun rumpun kangkung yang gagal adalah percobaan kedua. Kesalahannya&amp;nbsp; selain penggunaan air PAM juga tidak dicuci sebelum ditumbuhkan ulang sehingga ada beberapa batang yang busuk menjadi menular.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Solusinya:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Segera buang batang yang mulai busuk agar tidak menular dan cuci tanaman yang sehat sampai bersih.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buang daun tua dan menguning ketika hendak ditumbuhkan ulang supaya tidak membusuk.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebaiknya sisakan batangnya saja tanpa daun untuk mempercepat pertumbuhan tunas, rumpun pertama yang berhasil sudah kami panen tahap awal dan sekarang sudah memasuki waktu panen tahap 2.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gunakan air tanah/sumur untuk merendam rumpun kangkung dan diganti setiap hari sekali, karena saya gunakan ember sebagai wadah sehingga mudah dalam perawatan yaitu setiap kali ganti air digoncang-goncangkan untuk melarutkan kotoran yang melekat diakar, entah mengapa terjadi demikian untuk rumpun kangkung selalau kotor dan bau agak busuk karena kasus ini tidak terjadi pada tanaman rumput odot. untuk pemupukan cukup disemprotkan saja keseluruh bagian tanaman.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Permasalah kedua kebanyakan terjadi busuk akar pada tanaman daun bawang, keluhan ini banyak ditemukan dikalangan ibu-ibu yang mencoba ikut-ikutan menumbuhkan batang tanaman bawang polong. Penyebab busuk akar pada tanaman daun bawang karena batang terendam air dan kurangnya kebersihan sebelum direndam.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Solusinya:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buang bagian tanaman yang rusak dan cuci hingga bersih sebelum ditanam ulang dengan cara hidroponik, jika perlu potong akarnya karena akar bawaaan ini mudah busuk.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gunakan air secukupnya untuk merendam akar jangan sampai kebatang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gunakan air sumur, kali, atau kolam yang bersih bukan dari PAM, ganti sehari sekali setiap pagi atau sore dan perhatikan kebersihanya. Pemupukan tetap dilakukan agar tanaman tumbuh dengan sempurna.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika tetap mengalami masalah, silahkan beri tanggapan atau bisa ditanyakan dimenu koment di bawah ini supaya mendapatkan jawaban baik dari kami atau pengunjung yang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Selamat mencoba!&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/8014836325258690535/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2018/10/mengapa-sayuran-yang-ditumbuhkan-ulang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/8014836325258690535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/8014836325258690535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2018/10/mengapa-sayuran-yang-ditumbuhkan-ulang.html' title='Mengapa Sayuran Yang Ditumbuhkan Ulang Dalam Hidroponik Selalu Gagal dan Busuk Akar?'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-1743849913563899434</id><published>2017-02-10T07:53:00.001-08:00</published><updated>2017-02-10T08:03:31.418-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tehnik Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman"/><title type='text'>Tehnik Pembibitan Jahe Merah Yang Benar Agar Hasilnya Optimal Besar Sehat dan Cepat</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDe7qbP888x6e4LVMBabuu07iTds9oap-b0_shuS0MhgiQZf1DlMMJh9uK0KtIZGLXS1hh4unNJlZqDlerszHvFeiuTr1w7bFv9EyzvysyBuPDu2ueTD2UMCvYkTGULlKR5yYCz5DXUf0/s1600/panduan+pembibitan+jahe+merah+kebunia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDe7qbP888x6e4LVMBabuu07iTds9oap-b0_shuS0MhgiQZf1DlMMJh9uK0KtIZGLXS1hh4unNJlZqDlerszHvFeiuTr1w7bFv9EyzvysyBuPDu2ueTD2UMCvYkTGULlKR5yYCz5DXUf0/s320/panduan+pembibitan+jahe+merah+kebunia.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
kebunia ::&amp;nbsp;Tehnik Pembibitan Jahe Merah Yang Benar Agar Hasilnya Optimal Besar Sehat dan Cepat.&lt;br /&gt;
Beberapa pembeli bibit rimpang jahe merah ada yang belum paham bagaimana cara mengolah jahe merah menjadi bibit yang baik dan berkualitas. Kali ini kebunia membahas cara menyemai jahe merah yang baik dan benar karena tidak semua rimpang jahe bisa menghasilkan bibit siap tanam sesuai harapan, berbagai kendala pasti dihadapi karena beberapa faktor terutama dari bibit yang digunakan. Perbedaan hasil panen, lokasi dan cara perawatan tanaman berpengaruh pada hasil yang dicapai, terutama jika digunakan sebagai bibit butuh kriteria khusus dari ukuran, bentuk, dan umur rimpang jahe merah. Untuk melengkapi pembahasan sebelumnya, kali ini kebunia memberikan tutorial gratis budidaya jahe merah mulai dari persemaian.&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berikut ini kami berikan panduan lengkap dengan fotonya agar Anda mudah memahami penjelasan tanpa banyak menyita waktu untuk membaca.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pilih rimpang jahe yang sehat dan tidak cacat, akan lebih baik lagi jika direndam semalam terlebih dahulu menggunakan fungisida untuk mencegah busuk dan jamur.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjh-DneNL3QXxU5dtjZSwTgsNNEhBO7bwqTw_DE4J4CialNTPQB0dK7DW39UuEoRBUr2CK4BUTxVent3aU9Qh7_bolsnDwU1rDHaBBtn98Md0PqP9XvctZ5Yjlh9d4g3X9lyEjsKT9tuAs/s1600/panduan+pembibitan+jahe+merah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;160&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjh-DneNL3QXxU5dtjZSwTgsNNEhBO7bwqTw_DE4J4CialNTPQB0dK7DW39UuEoRBUr2CK4BUTxVent3aU9Qh7_bolsnDwU1rDHaBBtn98Md0PqP9XvctZ5Yjlh9d4g3X9lyEjsKT9tuAs/s320/panduan+pembibitan+jahe+merah.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Potong menjadi beberapa bagian untuk menyeleksi bagian yang bisa disemai dan bagian yang tidak layak semai, pilih bagian yang memiliki mata tunas. Sebaiknya sebelum dipotong dibiarkan terlebih dahulu dengan dicampur media yang lembab untuk merangsang pertumbuhan calon tunas dan menyeleksi mana rimpang yang akan menghasilkan anakan. Rimpang yang sekiranya berpotensi tidak menghasilkan anakan bisa langsung digunakan sebagai bahan makanan. Akan tetapi jika merasa terlalu ribet bisa dipotong semua bagian kemudian disemai.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfFThuBM-OzfA-R3egtJzypBNs8yrOnvUA4QJOpQvQc4LUFPofLYZ6gj9dcCIbOSs6VJorTSqcdc6y_ywHjnAOLd1Z3SH1IA0sGxh12B79RQ8thaUCwWpvptmcuLZ-zSwelQQ_X-bKmR4/s1600/panduan+pembibitan+jahe+merah+yang+benar.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfFThuBM-OzfA-R3egtJzypBNs8yrOnvUA4QJOpQvQc4LUFPofLYZ6gj9dcCIbOSs6VJorTSqcdc6y_ywHjnAOLd1Z3SH1IA0sGxh12B79RQ8thaUCwWpvptmcuLZ-zSwelQQ_X-bKmR4/s320/panduan+pembibitan+jahe+merah+yang+benar.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Siapkan media tanam dan wadah persemaian, untuk masa pertumbuhan awal. Rimpang jahe tidak diberi pupuk karena dikhawatirkan menyebabkan rimpang menjadi busuk, pemberian pupuk ketika anakan sudah dipindah ke lahan pembesaran.&lt;br /&gt;
Pilih anakan jahe merah yang memiliki daun lebih dari 5 lembar dengan perakaran yang sempurna, akan tetapi jika buru-buru kondisi seperti gambar di bawah ini juga bisa.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZy37RhsqF-UDNs-RIj0jUHNN8Bfl8hCsYmcf4MXkdmT-yLYXfA-JDJebuiQByGMLl0NXkQ8jlNBfzAVgJ-LhRjJynAOqBmxTS7MKu85Vx1tOwMBhSsf9SAbTYGYEvjAThydI1VLnxES0/s1600/bibit+jahe+merah+pasarkomoditi+jogja.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZy37RhsqF-UDNs-RIj0jUHNN8Bfl8hCsYmcf4MXkdmT-yLYXfA-JDJebuiQByGMLl0NXkQ8jlNBfzAVgJ-LhRjJynAOqBmxTS7MKu85Vx1tOwMBhSsf9SAbTYGYEvjAThydI1VLnxES0/s320/bibit+jahe+merah+pasarkomoditi+jogja.jpg&quot; width=&quot;115&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Bersambung...(setelah dokumentasi lengkap)&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/1743849913563899434/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2017/02/tehnik-pembibitan-jahe-merah-yang-benar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/1743849913563899434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/1743849913563899434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2017/02/tehnik-pembibitan-jahe-merah-yang-benar.html' title='Tehnik Pembibitan Jahe Merah Yang Benar Agar Hasilnya Optimal Besar Sehat dan Cepat'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDe7qbP888x6e4LVMBabuu07iTds9oap-b0_shuS0MhgiQZf1DlMMJh9uK0KtIZGLXS1hh4unNJlZqDlerszHvFeiuTr1w7bFv9EyzvysyBuPDu2ueTD2UMCvYkTGULlKR5yYCz5DXUf0/s72-c/panduan+pembibitan+jahe+merah+kebunia.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-6370272958687358771</id><published>2017-01-25T07:16:00.002-08:00</published><updated>2017-01-27T06:19:55.194-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tehnik Pengolahan Hasil Panen Kegiatan Budidaya Anda"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tehnik Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman"/><title type='text'>Tips Mempercepat Pertumbuhan Tunas Pada Tanaman Rumput Odot</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY4fs5zmGaW2nrTKbQl0AhD9XguMori3Hmb_GT_B7vntg0YigJ18HNZ6jqLYwDePp2kfw6_24X8V4WdA96nosPoavdZEkz09F2ZtnUE5ezpD9uRLh3x2SXw1bkORySWiFAJNfQAQ9Rjds/s1600/tips+mempercepat+pertumbuhan+tunas+tanaman+rumput+odot.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY4fs5zmGaW2nrTKbQl0AhD9XguMori3Hmb_GT_B7vntg0YigJ18HNZ6jqLYwDePp2kfw6_24X8V4WdA96nosPoavdZEkz09F2ZtnUE5ezpD9uRLh3x2SXw1bkORySWiFAJNfQAQ9Rjds/s320/tips+mempercepat+pertumbuhan+tunas+tanaman+rumput+odot.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
kebunia :: Hasil panen berlimpah dalam budidaya rumput odot adalah harapan setiap peternak, akan tetapi keberhasilan tersebut tidak bisa dicapai dengan mudah tanpa adanya usaha, mengandalkan pertumbuhan secara alami akan sulit didapatkan, terlebih lagi struktur tanah disetiap tempat berbeda-beda. Walaupun syarat tumbuh tanaman sudah terpenuhi, pupuknya pun juga lebih dari cukup, akan tetapi sebagian peternak mengeluhkan hasil panen rumput odot tidak sesuai harapan dari sisi jumlah dan ukuran daun yang tidak maksimal. Di sini kami paparkan sedikit trik untuk mempercepat pertumbuhan tunas pada tanaman rumput odot, karena dengan pertumbuhan tunas yang maksimal akan membantu meningkatkan jumlah hasil panen tanaman rumput odot.&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebuah cara sederhana akan tetapi banyak diabaikan para peternak dengan berbagai alasan, terlalu ribet, tidak punya waktu, dan sebagainya. Bagi kami trik mempercepat pertumbuhan tunas ini sangat penting karena bisa meningkatkan jumlah produksi daun dan batang rumput odot dalam waktu relatif cepat. Perhatikan dokumentasi dalam bentuk foto di bawah ini kemudian klik untuk memperbesar gambar supaya jelas.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi93B_D_qJiA_5GyL570dN5xiWimPoPwgvpI2uRMrin2_zTGWVbbwTKDRkO8cYAXBfD2fKoYj1MXpt1Lz3V9SJ14PqrRxtJEpV1cvXUwAAH3vHIwPtf0x2TKmm4qaldWPm55rfb9bE0EeE/s1600/cara+mempercepat+pertumbuhan+tunas+rumput+odot.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi93B_D_qJiA_5GyL570dN5xiWimPoPwgvpI2uRMrin2_zTGWVbbwTKDRkO8cYAXBfD2fKoYj1MXpt1Lz3V9SJ14PqrRxtJEpV1cvXUwAAH3vHIwPtf0x2TKmm4qaldWPm55rfb9bE0EeE/s320/cara+mempercepat+pertumbuhan+tunas+rumput+odot.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&amp;nbsp;Tunas pada tanaman rumput odot tumbuh pada setiap ruas batang.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOf2KACBpOvwn2I-7XTxQcpHN9GHOwdOUhLTjjI1VInfbVeUutpB9QwUXFGb9FRH1v585Bi6-JwNflBvr94NZzLgMIa4QHWOGR0M5no4Xab8hXILp8V69wPha9u4d0LHGx-d0VokxfF6A/s1600/pangkal+daun+menghalangi+pertumbuhan+tunas+rumput+odot.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOf2KACBpOvwn2I-7XTxQcpHN9GHOwdOUhLTjjI1VInfbVeUutpB9QwUXFGb9FRH1v585Bi6-JwNflBvr94NZzLgMIa4QHWOGR0M5no4Xab8hXILp8V69wPha9u4d0LHGx-d0VokxfF6A/s320/pangkal+daun+menghalangi+pertumbuhan+tunas+rumput+odot.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;Pertumbuhan tunas baru ditandai dengan adanya tonjolan pada pangkal daun dan posisi daun terbuka menjauh dari batang utama, bahkan terkadang daun rebah karena dorongan tunas yang menyebabkan pangkal daun terlepas dari batang utama seolah tidak memiliki pegangan, setelah itu tunas baru akan menyembul dan mendorong pangkal daun. Dalam kondisi cuaca yang baik akan disertai tumbuhnya akar.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgt8w4YycQSykumbA8O32p6l5IEtKM0K2JRt3OPPtZoQj7r50Qx0RBBFD7x0EOFI19XCI5TEHVDyvjPxOJZK1IjqPzu-NJdrbOd_hE5QdrVP0avP4hOCQ8pRtNM4KUjX0t1Vx0s2w34eo/s1600/mempercepat+calon+tunas+pada+tanaman+rumput+odot.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgt8w4YycQSykumbA8O32p6l5IEtKM0K2JRt3OPPtZoQj7r50Qx0RBBFD7x0EOFI19XCI5TEHVDyvjPxOJZK1IjqPzu-NJdrbOd_hE5QdrVP0avP4hOCQ8pRtNM4KUjX0t1Vx0s2w34eo/s320/mempercepat+calon+tunas+pada+tanaman+rumput+odot.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;Tunas baru akan muncul dibalik pangkal daun dan terus memberikan tekanan sehingga pangkal daun rebah, dengan cara alami ini adalah kejadian yang cukup langka, untuk itu jika Anda menginginkan pertumbuhan anakan yang cepat sebaiknya amati jika ada daun mulai tua segera cabut hingga pangkal daun tidak tersisa dibatang, jika cuaca tidak terlalu panah akan segera muncul tunas dalam waktu 3 hari.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicOPCTSLkEK_tmDb3ZUrjSasiQU4w23Dax5dJTAnSNwaQvXMOa3tmy_mJ6N3jEN78rRC2IjhlsCQZSleqdwPqrntyvC1k6UGiDvCa5PjZtpIZi5t75P1ezoS1p1GF-Pc-jV6L70cIxhkw/s1600/cara+membersihkan+pangkal+daun+rumput+odot.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicOPCTSLkEK_tmDb3ZUrjSasiQU4w23Dax5dJTAnSNwaQvXMOa3tmy_mJ6N3jEN78rRC2IjhlsCQZSleqdwPqrntyvC1k6UGiDvCa5PjZtpIZi5t75P1ezoS1p1GF-Pc-jV6L70cIxhkw/s320/cara+membersihkan+pangkal+daun+rumput+odot.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&amp;nbsp;Jika menunggu munculnya calon anakan butuh waktu cukup lama, tapi dengan rekayasa seperti ini tingkat keberhasilan lebih dari 50%, dan yang menjadi catatan tidak semua batang tanaman rumput odot memiliki cara tumbuh seperti ini. Kuncinya adalah pada penggunaan pupuk.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaH46pNSH2ZLJDsVvAeUXsQsEhVox91GXRx1rK4kbdsqfmRYcgIrO_L2189kbIeoMRQ7G4CrUFIacdTQtOab8iv2ftQXBwuu91W1BGKfh0n9qjvqy_qRrXkmbYNBtsYgC2m55u07-mZlw/s1600/calon+tunas+pada+tanaman+rumput+odot.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaH46pNSH2ZLJDsVvAeUXsQsEhVox91GXRx1rK4kbdsqfmRYcgIrO_L2189kbIeoMRQ7G4CrUFIacdTQtOab8iv2ftQXBwuu91W1BGKfh0n9qjvqy_qRrXkmbYNBtsYgC2m55u07-mZlw/s320/calon+tunas+pada+tanaman+rumput+odot.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dengan sering membersihkan pangkal daun yang sudah tua akan merangsang pertumbuhan tunas baru, karen jika tidak dibersihkan akan lama tumbuhnya tunas baru karena seolah terjepit pangkal daun, jika sampai mengering akan semakin sulit tunas muncul dikarenakan tidak mampu menembus dengan semakin kering, keras dan kuatnya pangkal daun menempel pada batang utama.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwBTKMomiZB3SrjX1E6s5ANCKS8iYmZ5N3tMqNxPlxkg2YfbGGcwP3kIJfvmSr4bEZ4Kzn3g0fKkmVgGluuIt5mX9IRHfP-SxCHUGrUxOjab_r6AR-eRwyfTGVzLffZmHEhsqX4zgw0yc/s1600/pertumbuhan+tunas+pada+tanaman+rumput+odot.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwBTKMomiZB3SrjX1E6s5ANCKS8iYmZ5N3tMqNxPlxkg2YfbGGcwP3kIJfvmSr4bEZ4Kzn3g0fKkmVgGluuIt5mX9IRHfP-SxCHUGrUxOjab_r6AR-eRwyfTGVzLffZmHEhsqX4zgw0yc/s320/pertumbuhan+tunas+pada+tanaman+rumput+odot.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&amp;nbsp;Jika tanpa penghalang pertumbuhan tunas akan lebih cepat.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgtKC3xOV7i9bYyIOlJtzYS3vCzWtU_gydvM1MswhcBeEPvnXyiNuAhLPBHA8-Cp-LYYpPe7ntNbO7MZs4wY_ObPsvNzmbd_jRnlRtbfe1-goeGDjbD9WCeg6-RpjRy7GSsKvVLiuAL88/s1600/pertumbuhan+akar+pada+tanaman+rumput+odot.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgtKC3xOV7i9bYyIOlJtzYS3vCzWtU_gydvM1MswhcBeEPvnXyiNuAhLPBHA8-Cp-LYYpPe7ntNbO7MZs4wY_ObPsvNzmbd_jRnlRtbfe1-goeGDjbD9WCeg6-RpjRy7GSsKvVLiuAL88/s320/pertumbuhan+akar+pada+tanaman+rumput+odot.jpg&quot; width=&quot;214&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Demikian juga akarnya, juga akan lebih banyak jumlahnya yang muncul disetiap ruas tanaman.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/6370272958687358771/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2017/01/tips-mempercepat-pertumbuhan-tunas-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/6370272958687358771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/6370272958687358771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2017/01/tips-mempercepat-pertumbuhan-tunas-pada.html' title='Tips Mempercepat Pertumbuhan Tunas Pada Tanaman Rumput Odot'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhY4fs5zmGaW2nrTKbQl0AhD9XguMori3Hmb_GT_B7vntg0YigJ18HNZ6jqLYwDePp2kfw6_24X8V4WdA96nosPoavdZEkz09F2ZtnUE5ezpD9uRLh3x2SXw1bkORySWiFAJNfQAQ9Rjds/s72-c/tips+mempercepat+pertumbuhan+tunas+tanaman+rumput+odot.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-9077932352128855735</id><published>2017-01-25T04:27:00.001-08:00</published><updated>2017-01-25T07:24:21.423-08:00</updated><title type='text'>Cara Memilih Bibit Jahe Merah Untuk Dibudidayakan</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxLx2sPSLVLqnjUdy98dQgg9inAT_6loY8Ltvx0O6a1YH_8g8-QsJAipsyINB8ZxQv9fIc9aopEKSx0rdwSRv4dgCAfxjaG0EXtGrQ4nWmIvhhLB8bTW9EKq9anTqL1ATqCCET_-Y2JYE/s1600/tips+memilih+bibit+jahe+merah+siap+tanam.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxLx2sPSLVLqnjUdy98dQgg9inAT_6loY8Ltvx0O6a1YH_8g8-QsJAipsyINB8ZxQv9fIc9aopEKSx0rdwSRv4dgCAfxjaG0EXtGrQ4nWmIvhhLB8bTW9EKq9anTqL1ATqCCET_-Y2JYE/s320/tips+memilih+bibit+jahe+merah+siap+tanam.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
kebunia :: Hasil panen dalam kegiatan budidaya dipengaruhi oleh bibitnya, semakin baik bibit yang digunakan semakin baik pula hasilnya, dalam budidaya jahe merah, memilih bibit sangat penting karena menyangkut keberlangsungan pertumbuhan dan hasil panen jahe merah yang banyak, besar dan berkualitas. Berikut ini dokumentasi budidaya jahe merah sebelum ditanaman dan baru diseleksi dari persemaian untuk dijadikan bibit.&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4dgUTgesnCACN740F3-lqYNzWuim0yIfnJimvnDA5ZsUpEPIvineumjofZOjKg4hkS-qpkP8DtVH-rUabxJFMhV_wPZwkV3iJSUzaaslOPr-z8ZQxVNpG3AUVafyZI_5lu2inP92uAwM/s1600/pertumbuhan+bibit+jahe+merah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4dgUTgesnCACN740F3-lqYNzWuim0yIfnJimvnDA5ZsUpEPIvineumjofZOjKg4hkS-qpkP8DtVH-rUabxJFMhV_wPZwkV3iJSUzaaslOPr-z8ZQxVNpG3AUVafyZI_5lu2inP92uAwM/s320/pertumbuhan+bibit+jahe+merah.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Pada usia semai 3 sampai 4 minggu rimpang jahe merah mulai bertunas, besar kecil ukuran tunas dipengaruhi oleh ukuran rimpang dan kondisi media semai yang mengandung nutrisi untuk pertumbuhan tunas, sehingga ketika awal tunas muncul sudah mendapatkan asupan makanan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjX6tnvNljrqBW16gjHvUgdnY3Ap6aCZDImRgjLxLii5MXqtkkQz6NbvRNR2JxlJ0GWRRyolAgchqdf-FBwp03FKv_rqoEWxQtPhFxi1tjv4d8sjbrZaaUnL-gfihnogGU8b3Pvirio2w/s1600/bibit+jahemerah+siap+dipindahkan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjX6tnvNljrqBW16gjHvUgdnY3Ap6aCZDImRgjLxLii5MXqtkkQz6NbvRNR2JxlJ0GWRRyolAgchqdf-FBwp03FKv_rqoEWxQtPhFxi1tjv4d8sjbrZaaUnL-gfihnogGU8b3Pvirio2w/s320/bibit+jahemerah+siap+dipindahkan.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Tunas bibit jahe merah yang siap untuk dipindahkan dipilih dari bibit yang sudah memiliki daun sempurna dan perakaran yang banyak.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcxfYbUTlafZOpGgZZ8v8UiFWUNI2a-I1whfdQOb-Rmrc5l1-gKweBSDJFy_v9KraUaOdK4bV_jTD0P-lTaQX06g5cmgLNlUuGLsffdOEcMqJ6Evf5-ko-4ryL1qjIZ1PhRvIzmp1TPoA/s1600/jahe+merah+setelah+tumbuh+tunas.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcxfYbUTlafZOpGgZZ8v8UiFWUNI2a-I1whfdQOb-Rmrc5l1-gKweBSDJFy_v9KraUaOdK4bV_jTD0P-lTaQX06g5cmgLNlUuGLsffdOEcMqJ6Evf5-ko-4ryL1qjIZ1PhRvIzmp1TPoA/s320/jahe+merah+setelah+tumbuh+tunas.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Umumnya setelah tunas tumbuh, rimpang jahe tidak mengalami perubahan ukuran sehingga terkadang masih utuh yang bisa dikonsumsi setelahnya jika memang sudah tidak ada harapan tunas muncul.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilEe6mfJtFGakPSRrVk6SIUBbyaKongmVUCtnhqAJDFGx_8GZnUhSKuddYRiUf2GtITJKr7FIXmuD7nVYk4N5Xpuzr6hFsVL0fk_cvAllTNQ-SgwLtAg8A6VCxJN-dhNDG2yiiVYwU8KA/s1600/rimpang+jahe+merah+tumbuh+tunas.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilEe6mfJtFGakPSRrVk6SIUBbyaKongmVUCtnhqAJDFGx_8GZnUhSKuddYRiUf2GtITJKr7FIXmuD7nVYk4N5Xpuzr6hFsVL0fk_cvAllTNQ-SgwLtAg8A6VCxJN-dhNDG2yiiVYwU8KA/s320/rimpang+jahe+merah+tumbuh+tunas.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Anakan bibit jahe merah yang sudah dipisahkan dari rimpangnya bisa langsung di tanam dilahan pembesaran yang lebih luas dengan jarak tanam 25-30cm.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjo44r2Y4aeE0TWS-6eSg9ARiqKd526QzBGN48V-kLv0iJafwY2yZodmSa4dhcN-rEIGOdu3os9AZ0p84AfeK1rouhDZ3Iwh8P5tN6uBVwgAdldFJA0h0drqSe2qUFzAhGbPpWbepHWpFs/s1600/bibit+jahe+merah+siap+dipindah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjo44r2Y4aeE0TWS-6eSg9ARiqKd526QzBGN48V-kLv0iJafwY2yZodmSa4dhcN-rEIGOdu3os9AZ0p84AfeK1rouhDZ3Iwh8P5tN6uBVwgAdldFJA0h0drqSe2qUFzAhGbPpWbepHWpFs/s320/bibit+jahe+merah+siap+dipindah.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/9077932352128855735/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2017/01/cara-memilih-bibit-jahe-merah-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/9077932352128855735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/9077932352128855735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2017/01/cara-memilih-bibit-jahe-merah-untuk.html' title='Cara Memilih Bibit Jahe Merah Untuk Dibudidayakan'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxLx2sPSLVLqnjUdy98dQgg9inAT_6loY8Ltvx0O6a1YH_8g8-QsJAipsyINB8ZxQv9fIc9aopEKSx0rdwSRv4dgCAfxjaG0EXtGrQ4nWmIvhhLB8bTW9EKq9anTqL1ATqCCET_-Y2JYE/s72-c/tips+memilih+bibit+jahe+merah+siap+tanam.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-3230991490704415941</id><published>2017-01-20T01:22:00.001-08:00</published><updated>2017-01-27T06:22:40.842-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tehnik Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman"/><title type='text'>Budidaya Rumput Odot Hidroponik Untuk Mengoptimalkan Pengadaan Pakan Ternak di Lahan Sempit</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvB-nex0WT7xyj9f_V-ql-LrD9GPAq5yaQpU6qyYcXl71Sa9oeTipeAqfWaoswYlj9zF8khJYtBffcuN8DlyiEzKiS4WynxKoCymkrXvP5wK83NzazfRUucCtIQt7ifRYotEhaAno6Ocg/s1600/budidaya+rumput+odot+secara+hidroponik.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvB-nex0WT7xyj9f_V-ql-LrD9GPAq5yaQpU6qyYcXl71Sa9oeTipeAqfWaoswYlj9zF8khJYtBffcuN8DlyiEzKiS4WynxKoCymkrXvP5wK83NzazfRUucCtIQt7ifRYotEhaAno6Ocg/s320/budidaya+rumput+odot+secara+hidroponik.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;http://kebunia.blogspot.co.id/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kebunia&lt;/a&gt; :: Budidaya rumput odot di lahan sempit salah satu cara yang jarang dilakukan dikarenakan kurangnya mendukung syarat pertumbuhan tanaman yang membutuhkan tempat berkembangbiak lebih luas dengan intensitas sinar matahari yang cukup. Dari beberapa percobaan yang kami lakukan untuk memberikan solusi bagi para peternak yang kesulitan membudidayakan rumput odot karena keterbatasan lahan, pengalaman kami bisa dijadikan contoh keberhasilan budidaya rumput odot di lahan sempit. Sebelumnya saya pernah membudidayakan rumput odot dilahan sempit menggunakan polibag yang membutuhkan modal cukup besar dan ribet karena butuh penyiapan media tanam yang sesuai serta memenuhi syarat sebagai seorang peternak pemula, di mana butuh modal sedikit dan resiko rendah. Budidaya rumput odot secara hidroponik di lahan sempit salah satu keberhasilan kami untuk memberikan solusi bagi para peternak sebagai penyediaan pakan ternak alami dengan mengoptimalkan lahan pekarangan yang sangat terbatas. Perhatikan foto di bawah ini satu persatu, klik untuk memperbesar.&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4QKuhJ2hk6AzthXh5FMNeFLYdYqIGbG2NIVRBQxjacZgJkl8XUON6Kdr6NdR7yH2UOWDkFBy6Z9-9pdyqOrMo-AToFjdYoH6JCOZemjlGuucYXP9WQto4pQP3CluuBkts8RhIyY33tww/s1600/hidroponik+rumput+odot+dilahan+sempit.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4QKuhJ2hk6AzthXh5FMNeFLYdYqIGbG2NIVRBQxjacZgJkl8XUON6Kdr6NdR7yH2UOWDkFBy6Z9-9pdyqOrMo-AToFjdYoH6JCOZemjlGuucYXP9WQto4pQP3CluuBkts8RhIyY33tww/s320/hidroponik+rumput+odot+dilahan+sempit.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Hasil percobaan sederhana dengan memanfaatkan botol bekas air mineral 1500ml menggunakan 2 batang dari tunas berukuran kecil dengan masa pemeliharaan yang cukup lama karena tanaman kerdil dipengaruhi kebutuhan nutrisinya belum sempurna dan belum menemukan pupuk yang cocok untuk budidaya rumput odot secara hidroponik.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRHYy1cTJMwTCMARImT_67UZ39SoXve8dat29y3xgzzcECNyiseF-Gz0w1zdI2AGOirMzZRvhZaba5p-zJnJvQl0DlML8Favm_wwl-LjFuy9sF4d-eRzVn8J3YVGs1qatTzGLmmY0FdZ4/s1600/hasil+budidaya+rumput+odot+hidroponik.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRHYy1cTJMwTCMARImT_67UZ39SoXve8dat29y3xgzzcECNyiseF-Gz0w1zdI2AGOirMzZRvhZaba5p-zJnJvQl0DlML8Favm_wwl-LjFuy9sF4d-eRzVn8J3YVGs1qatTzGLmmY0FdZ4/s320/hasil+budidaya+rumput+odot+hidroponik.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Dari beberapa jenis pupuk padat dan cair kami coba tanpa ada hasil, dan baru menemukan sebuah produk pupuk organik cair barulah terlihat hasilnya dengan ditandai tumbuhnya tunas baru dan ukuran daun lebih lebar.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYdllaqxlkkfm11t5kpcNfFDEU2rVhIiC0thpvB0sFZGWHPRqtqXH-kp4a0g-lR_MbcbwEw3QgzCWz1dKsJplRpN5axKxUf329KFIPsxb-5uk_p3wi2huyeZWP6XMAK-_ZtHwCGntrlM8/s1600/pertumbuhan+tunas+rumput+odot+hidroponik.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYdllaqxlkkfm11t5kpcNfFDEU2rVhIiC0thpvB0sFZGWHPRqtqXH-kp4a0g-lR_MbcbwEw3QgzCWz1dKsJplRpN5axKxUf329KFIPsxb-5uk_p3wi2huyeZWP6XMAK-_ZtHwCGntrlM8/s320/pertumbuhan+tunas+rumput+odot+hidroponik.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Serat putih yang membungkus batang bukanlah media tanam, akan tetapi akar yang menggulung dan menggumpul menyesuaikan wadah, karena botolnya berbentuk bulat maka susunan akar menggulung dalam bentuk bulat.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-cBX0Fg4rbZqveGVMT5Cc2JcMVSw4gohiVL_yV7yUUaBOZ8OiWDd7W5VTMCLS2ORwRz-_1p-e8pAcyfbfcNanMbiL5bG5k8QvppxU4Tr6nUf6hEiNnYid-4MAZn9MS7Rl7p1ISKYhR2c/s1600/pengembangan+budidaya+rumput+odot+hidroponik.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-cBX0Fg4rbZqveGVMT5Cc2JcMVSw4gohiVL_yV7yUUaBOZ8OiWDd7W5VTMCLS2ORwRz-_1p-e8pAcyfbfcNanMbiL5bG5k8QvppxU4Tr6nUf6hEiNnYid-4MAZn9MS7Rl7p1ISKYhR2c/s320/pengembangan+budidaya+rumput+odot+hidroponik.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dilanjutkan uji coba kedua menggunakan batang lebih besar berumur 1 minggu setelah dipangkas dari batang utama, yang kami gunakan adalah batang muda bagian atas akan tetapi sudah cukup sempurna kondisi batangnya, jika terlalu muda beresiko gagal dan mati membusuk.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJcOJz81oNLqwTa935bvNyVXxdKDmrxsf2luLMCq4aK-FqC-_MuNt_gLTFjU-zkhbXGCRTFsTneHgn7fzNNsCrvHSC78GgCDTDC3Eua5n_MdulXmi_hIDOCyEoOZUn7ylhHxx_lIj3RzE/s1600/pertumbuhan+awal+akar+tanaman+rumput+odot.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJcOJz81oNLqwTa935bvNyVXxdKDmrxsf2luLMCq4aK-FqC-_MuNt_gLTFjU-zkhbXGCRTFsTneHgn7fzNNsCrvHSC78GgCDTDC3Eua5n_MdulXmi_hIDOCyEoOZUn7ylhHxx_lIj3RzE/s320/pertumbuhan+awal+akar+tanaman+rumput+odot.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perhatikan pertumbuhan awal perakaran pada batang rumput odot yang secara bertahap akan kami publikasikan perkembangannya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjk2Ue2afRzoZL1TZd-gG_ddN5LpkmFPOAfsPixPiIKt3Nq17MoVNFQTIgWiwSGkwXCc6-4btUmvKDn-29pASAsRwkr3TsXDQimKiF3Ayo1iGqvWfluIBHizr2XVrheUnclXp6xCCI-1Bk/s1600/pertumbuhan+awal+akar+rumput+odot+hidroponik.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjk2Ue2afRzoZL1TZd-gG_ddN5LpkmFPOAfsPixPiIKt3Nq17MoVNFQTIgWiwSGkwXCc6-4btUmvKDn-29pASAsRwkr3TsXDQimKiF3Ayo1iGqvWfluIBHizr2XVrheUnclXp6xCCI-1Bk/s320/pertumbuhan+awal+akar+rumput+odot+hidroponik.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perkembangan akar pada tanaman rumput odot hidroponik terlihat menjulur dan mudah patah, pada perkembangan selanjutnya akar ini akan mengecil disertai tumbuhnya akar yang lebih kecil disekitar akar utama yang tumbuh saat ini. Perhatikan foto di bawah ini.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdLxTTzWloOHRzCbR0GBu0gwMuXpVi2QaqyPmOP8aYnRY5lBn9l5d-jZEccX74CRva9L1xNtHbLILw07002Y-yg8bKbYbyl1xGPAEYANxLQIhUAIihCkFEQoZ-ytkKfihbBF3tWfQfeNs/s1600/pertumbuhan+akar+pada+batang+rumput+odot+hidroponik.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdLxTTzWloOHRzCbR0GBu0gwMuXpVi2QaqyPmOP8aYnRY5lBn9l5d-jZEccX74CRva9L1xNtHbLILw07002Y-yg8bKbYbyl1xGPAEYANxLQIhUAIihCkFEQoZ-ytkKfihbBF3tWfQfeNs/s320/pertumbuhan+akar+pada+batang+rumput+odot+hidroponik.jpg&quot; width=&quot;279&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Itulah salah satu contoh hasil pertumbuhan dan perkembangan akar pada batang rumput odot yang dibudidayakan secara hidroponik terlihat menggumpal dan menggulung menyesuaikan wadah. Klik untuk memperbesar gambar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Mengapa Membudidayakan Rumput Odot Secara Hidroponik?&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sudah dipahami penjelasan kami? Inti dari penjabaran materi ini adalah mengapa memilih cara budidaya hidroponik untuk pengembangan rumput odot? Lalu apa kekurangan dan kelebihannya dibanding membudidayakan rumput odot di pesawahan, kebun, tegalan, maupun menggunakan polibag atau karung.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jawabannya adalah, karena lebih &lt;b&gt;mudah, murah&lt;/b&gt;, dan &lt;b&gt;minin resiko&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Mudah&lt;/b&gt; karena bisa dilakukan siapa saja baik mereka yang memiliki lahan atau tidak, artinya bisa dibudidayakan dipekarangan dengan menjaga tanaman dari gangguan ternak, bisa diletakan di tanah atau digantung maupun buatkan rak susun.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Murah&lt;/b&gt; karena hanya menggunakan limbah di sekitar Anda yang kadang tidak terpakai atau malah mengganggu seperti botol dan wadah yang tidak bocor untuk diisi air sebagai media tumbuh rumput odot. Jika mau pakai terpal juga bisa, tapi belum kami coba karena belum menemukan jenis terpal yang tahan lama dan kuat untuk jangka panjang.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Minim resiko&lt;/b&gt; karena pada umumnya angka kematian bibit tahap awal cukup tinggi jika kondisi lahan budidaya kekurangan air, karena media tanamnya berupa air maka resiko kematian bisa diminimalisir.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/3230991490704415941/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2017/01/budidaya-rumput-odot-hidroponik-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/3230991490704415941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/3230991490704415941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2017/01/budidaya-rumput-odot-hidroponik-untuk.html' title='Budidaya Rumput Odot Hidroponik Untuk Mengoptimalkan Pengadaan Pakan Ternak di Lahan Sempit'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvB-nex0WT7xyj9f_V-ql-LrD9GPAq5yaQpU6qyYcXl71Sa9oeTipeAqfWaoswYlj9zF8khJYtBffcuN8DlyiEzKiS4WynxKoCymkrXvP5wK83NzazfRUucCtIQt7ifRYotEhaAno6Ocg/s72-c/budidaya+rumput+odot+secara+hidroponik.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-458011992884444370</id><published>2017-01-16T07:10:00.002-08:00</published><updated>2017-01-20T06:25:46.751-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="galery tanaman"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tehnik Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman"/><title type='text'>Cara Mempercepat Pertumbuhan tunas dan Perbanyakan Anakan Pada Tanaman Rumput Odot</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjs-tCQh9GeHcM3SMIZe5DcZEw31WX1xyf-DzhhPKtvhl_qkALy6mBx5oGSpe0vRrv1sNf6_iZWBcP6PsjAVkjVgwXl69jvY6Z7dSRzwNJCIwUMM_TQdbZasPAmaLa1K8D7DC_6Rh-sAjo/s1600/budidaya+rumput+odot+pekarangan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjs-tCQh9GeHcM3SMIZe5DcZEw31WX1xyf-DzhhPKtvhl_qkALy6mBx5oGSpe0vRrv1sNf6_iZWBcP6PsjAVkjVgwXl69jvY6Z7dSRzwNJCIwUMM_TQdbZasPAmaLa1K8D7DC_6Rh-sAjo/s320/budidaya+rumput+odot+pekarangan.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;http://kebunia.blogspot.co.id/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kebunia&lt;/a&gt; :: Bagi Anda yang sudah membudidayakan atau baru akan menaman rumput odot perlu Anda ketahui cara cepat memperbanyak tanaman rumput odot dari hasil pengalaman kami, karena dengan sedikit tehnik akan meningkatkan produksi pakan alami untuk ternak Anda. Ternyata kesuburan lahan dan hebatnya jenis pupuk yang digunakan tidak akan memberikan hasil yang maksimal, dengan kombinasi pupuk yang baik dan tehnik budidaya melimpahnya hasil panen rumput odot bisa didapatkan dalam waktu singkat dibanding dengan pola tanam tak beraturan atau tanpa perlakuan intensif. berikut ini kami sajikan hasil pengamatan dan percobaan cara cepat mempercepat pertumbuhan tanaman untuk menghasilkan batang dan anakan.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Cara Memilih Batang Rumput Odot Untuk Bibit&lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOAuabZ-ZK2ThSepRdBjlZBTol89h4ezW4FIRpzvB7vcdLaQeJTHA2oavbb9RnZQMnoqBd98u77PDR_MzZdjy-L3_BSR7b9C_lkM_qdxoIDz4bS35ydyREqi3xfiZC_LOLsnjRkZpME2k/s1600/cara+memilih+batang+rumput+odot+.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOAuabZ-ZK2ThSepRdBjlZBTol89h4ezW4FIRpzvB7vcdLaQeJTHA2oavbb9RnZQMnoqBd98u77PDR_MzZdjy-L3_BSR7b9C_lkM_qdxoIDz4bS35ydyREqi3xfiZC_LOLsnjRkZpME2k/s320/cara+memilih+batang+rumput+odot+.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cara memilih batang rumput odot untuk bibit adalah dengan cara memperhatikan ukuran dan umur tanamanan yang tidak terlalu tua sehingga sulit bertunas atau terlalu muda yang terkadang mudah mati. Pilihlah batang yang sudah memiliki ruas 3-5 ketika dikupas daunnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhQ4HRWY8a9c0dxYgh7O0jLVEn8GoBezMfQMTsyWfX8En6wrHzM7iGEbA19jNtWcHWw9Kmf24tvmT9XsBdfDXkRoXAN9iZbXugxV6VLEFa3zYjBwwL4yLPM9oZSE3ETAILIx2WonwMUdA/s1600/cara+pemangkasan+rumput+odot.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhQ4HRWY8a9c0dxYgh7O0jLVEn8GoBezMfQMTsyWfX8En6wrHzM7iGEbA19jNtWcHWw9Kmf24tvmT9XsBdfDXkRoXAN9iZbXugxV6VLEFa3zYjBwwL4yLPM9oZSE3ETAILIx2WonwMUdA/s320/cara+pemangkasan+rumput+odot.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&amp;nbsp;Pangkas dengan menyisakan 2-3 ruas.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxrstViLCicZfMPv_O8M6D-5gbyQja5o2JpABkO5vepyGREppEPW5JKXEikp2r5nYSlUW4m6Joxt3dKkCLIBI0eJkb7udTKiRQYrThR-a7fbYAuRjsvB7Zr9oIep8_33yi1wHFr-2H-60/s1600/cara+budidaya+rumput+odot+stek.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxrstViLCicZfMPv_O8M6D-5gbyQja5o2JpABkO5vepyGREppEPW5JKXEikp2r5nYSlUW4m6Joxt3dKkCLIBI0eJkb7udTKiRQYrThR-a7fbYAuRjsvB7Zr9oIep8_33yi1wHFr-2H-60/s320/cara+budidaya+rumput+odot+stek.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Dalam waktu 2-3 hari jika cuaca sering hujan tunas baru akan segera muncul.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnVeMr1EFaNdGe5r9RjrW5u8MAAGJm-DEmiNpcuxDqfnQ_lFRM3K-ZAg_xdiA8yDiAo5qbupBFWfLUO3I1RGpevHTJX78Frd0BZGApuvlet5-OTSh1cbQJeK_Jkg98xCLNm6dTbzRfi5E/s1600/hasil+pertumbuhan+tunas+setelah+pemangkasan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnVeMr1EFaNdGe5r9RjrW5u8MAAGJm-DEmiNpcuxDqfnQ_lFRM3K-ZAg_xdiA8yDiAo5qbupBFWfLUO3I1RGpevHTJX78Frd0BZGApuvlet5-OTSh1cbQJeK_Jkg98xCLNm6dTbzRfi5E/s320/hasil+pertumbuhan+tunas+setelah+pemangkasan.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Perhatikan hasil pertumbuhan tunas pada umur 3 hari ke atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Cara Cepat Memperbanyak Rumput Odot&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgb_Xy-3_A9CK8PI-hKULigNGaqYGlxagXIbpSKqSJlZnerTKS_nuuxNx4VbAI9Naw_dh0fAQiuJjZ-OBoKNpPPn9DtgrlnQvle0KjjIT2YUappRjD36Lg8PubVzy2WgwO5YxEAeNxsR-g/s1600/ciri+tanaman+siap+dikembangkan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgb_Xy-3_A9CK8PI-hKULigNGaqYGlxagXIbpSKqSJlZnerTKS_nuuxNx4VbAI9Naw_dh0fAQiuJjZ-OBoKNpPPn9DtgrlnQvle0KjjIT2YUappRjD36Lg8PubVzy2WgwO5YxEAeNxsR-g/s320/ciri+tanaman+siap+dikembangkan.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cara cepat untuk merangsang pertumbuhan tunas agar tanaman rumput odot cepat berkembangbiak adalah dengan pembersihan pangkal daun, kupas pangkal daun yang menempel pada batang hingga bersih atau bisa juga membelah pada area calon tunas, dalam waktu kurang dari 1 minggu biasanya akan segera tumbuh tunas-tunas baru.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEit1UJ8W1aPh0YXLtbRRzPiZc3bc-1S2yw9Duk2igQO5_SXSJD06chE5lyYPlCCdYrib4qgtaEjplLTYntkDtvk90WsLMJ37JccXj9COShGWp85WO6JajwXNKa8-bwtxzzXoCkfAozm6hc/s1600/DSCF7049.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEit1UJ8W1aPh0YXLtbRRzPiZc3bc-1S2yw9Duk2igQO5_SXSJD06chE5lyYPlCCdYrib4qgtaEjplLTYntkDtvk90WsLMJ37JccXj9COShGWp85WO6JajwXNKa8-bwtxzzXoCkfAozm6hc/s320/DSCF7049.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tunas-tunas baru akan segera muncul pada batang yang tidak tertutup pangkal daun, terkadang disertai tumbuhnya akar jika kondisi batang terlindung dari sinar matahari dan cuaca tidak panas, karena secara umum pertumbuhan akar akan terangsang jika tidak terkena paparan sinar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiODz4i0i7r8WM0oOPIfrQdus00kvi7nbJrVb12RkCYyOr4KPs3P40vyoHOQpfyp8H5sJi_DuR8i7KrrsJRljmUDUDOnJ6BNHAh5TBbPpNXNmeowgiCE72VPZ-kxkj0Cn3UPAblYYxMHYI/s1600/perkembangan+tunas+rumput+odot+setelah+2+minggu.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiODz4i0i7r8WM0oOPIfrQdus00kvi7nbJrVb12RkCYyOr4KPs3P40vyoHOQpfyp8H5sJi_DuR8i7KrrsJRljmUDUDOnJ6BNHAh5TBbPpNXNmeowgiCE72VPZ-kxkj0Cn3UPAblYYxMHYI/s320/perkembangan+tunas+rumput+odot+setelah+2+minggu.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Perkembangan tunas rumput odot setelah 2 minggu pemotretan foto yang atas, perhatikan tanda panah merah dalam 2 foto ini. Klik untuk memperbesar gambar.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDTansajmcbTf2YoTbGz7FHSPCUK9kLo8PJYjW70ksTd8nSVE6znEOXYDBsmyp5329egoFLzCxBbUzHvEOoxY8kszTZxjnI74QZHgbhDntI7FIffESNRh79-TyATWTkymla-u78CZtIwU/s1600/perkembangan+tunas+setelah+2+minggu.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDTansajmcbTf2YoTbGz7FHSPCUK9kLo8PJYjW70ksTd8nSVE6znEOXYDBsmyp5329egoFLzCxBbUzHvEOoxY8kszTZxjnI74QZHgbhDntI7FIffESNRh79-TyATWTkymla-u78CZtIwU/s320/perkembangan+tunas+setelah+2+minggu.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Foto closeup dari depan terlihat jelas jumlah dan ukuran tunas hampir sama besarnya dengan batang induk yang menunjukkan perkembangan selanjutnya lebih baik, hal ini dipengaruhi oleh kesuburan tanah. Tanda panah orange tua menunjukan calon tunas baru.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Perbanyakan Alami Pada Tanaman Rumput Odot&lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPDdN5B9KRvZrM4xdvcsmDn6x2ujvGezoSMe1OCoViLwsJ6HqEzvCKf8KGRurNMAmrUoGhDXXwFKe77-0KltaTNj6FM3hVEBtDx3ieD9eJLKdyZI9NjxlBk5yW0-1ltzyrfRHSsz8NHMo/s1600/DSCF7050.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPDdN5B9KRvZrM4xdvcsmDn6x2ujvGezoSMe1OCoViLwsJ6HqEzvCKf8KGRurNMAmrUoGhDXXwFKe77-0KltaTNj6FM3hVEBtDx3ieD9eJLKdyZI9NjxlBk5yW0-1ltzyrfRHSsz8NHMo/s320/DSCF7050.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Secara alami rumput odot akan berkembangbiak melalui anakan yang muncul disisi tanaman induk, rata-rata memiliki ukuran lebih besar dari batang induknya, besar kecil pertumbuhan batang selanjutnya dipengaruhi oleh perawatan dan kesuburan tanaman, karena kadang ketika awal muncul anakan terlihat subur segar dan akan tumbuh besar, pada akhirnya bisa menjadi kecil. Solusinya, dengan menjaga kebutuhan nutrisi tanaman rumput odot agar tetap stabil.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5RPA3b-cuKsLThSqkEiwyQ97mB_oZ7_8FC1YnauLc1GSK0Yklau2rN9yKS_EW9xO1hFkR2P2AjyD3UDrh3x5eX0HXRJH3qX041NiZNjEoRkax1_rAxMUCTltSwsz7uL8P8NtrJ3ci7hk/s1600/perkembangan+anakan+rumput+odot+setelah+2+minggu.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5RPA3b-cuKsLThSqkEiwyQ97mB_oZ7_8FC1YnauLc1GSK0Yklau2rN9yKS_EW9xO1hFkR2P2AjyD3UDrh3x5eX0HXRJH3qX041NiZNjEoRkax1_rAxMUCTltSwsz7uL8P8NtrJ3ci7hk/s320/perkembangan+anakan+rumput+odot+setelah+2+minggu.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Setelah 2 minggu pemotretan, perkembangan anakan terlihat cepat besar dan tinggi, terlihat rebung merah berukuran hampir sama besarnya dengan pangkal batang induk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ingin berbagi pengalaman atau bertanya, silahkan gunakan menu komentar yang akan kami jawab segera.&lt;br /&gt;
Terimakasih, semoga sukses.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/458011992884444370/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2017/01/cara-mempercepat-pertumbuhan-tunas-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/458011992884444370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/458011992884444370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2017/01/cara-mempercepat-pertumbuhan-tunas-dan.html' title='Cara Mempercepat Pertumbuhan tunas dan Perbanyakan Anakan Pada Tanaman Rumput Odot'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjs-tCQh9GeHcM3SMIZe5DcZEw31WX1xyf-DzhhPKtvhl_qkALy6mBx5oGSpe0vRrv1sNf6_iZWBcP6PsjAVkjVgwXl69jvY6Z7dSRzwNJCIwUMM_TQdbZasPAmaLa1K8D7DC_6Rh-sAjo/s72-c/budidaya+rumput+odot+pekarangan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-2725567259184690884</id><published>2017-01-06T07:35:00.000-08:00</published><updated>2017-01-20T06:25:16.268-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="galery tanaman"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tehnik Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman"/><title type='text'>Panduan Lengkap Budidaya Rumput Odot Dan Cara Perawatan Hingga Panen Untuk Pemula</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7sEL9oL1vQndV9qFrdgzEBfLJFwhd5_IN9eURgSM5OuxVW_oKZEIuRj9202P5hEGGmOqJyBEygG-S6fqxgSoPksQMm_GdPdO2UfltI7oHpDxMb0XGpNcWmPxk2wJo83S9Fifv8Xyu484/s1600/pertumbuhan+tunas+rumput+odot.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pertumbuhan tunas rumput odot umur 2 minggu&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7sEL9oL1vQndV9qFrdgzEBfLJFwhd5_IN9eURgSM5OuxVW_oKZEIuRj9202P5hEGGmOqJyBEygG-S6fqxgSoPksQMm_GdPdO2UfltI7oHpDxMb0XGpNcWmPxk2wJo83S9Fifv8Xyu484/s320/pertumbuhan+tunas+rumput+odot.jpg&quot; title=&quot;pertumbuhan tunas rumput odot umur 2 minggu&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kebunia.blogspot.co.id/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kebunia&lt;/a&gt; :: Panduan lengkap budidaya rumput odot dan cara perawatan hingga panen untuk pemula kami ulas kembali karena ada beberapa pembeli yang kurang paham atau salah penerapan sehingga keberhasilannya tidak sesuai harapan, sekaligus up date dari materi panduan budidaya dalam bonus pembelian. Hal ini dimaksudkan karena adanya hasil percobaan terbaru yang kami lakukan dalam budidaya rumput odot yang tidak tertulis dalam lembar panduan budidaya rumput odot versi cetak.&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam panduan lengkap budidaya rumput odot ini kami sertakan dokumentasi lebih lengkap dan jelas karena disertai foto. Walaupun sifatnya up date tetap kami sertakan materi lengkap dari awal hingga akhir agar penjelasannya mengalir lebih mudah dipahami jika ada kesalahan yang dilakukan ketika membudidayakan rumput odot. Untuk itu beberapa materi kami akan ulang dalam versi kami sesuai hasil percobaan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pertama:&lt;/b&gt; syarat tumbuh rumput odot.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kedua: &lt;/b&gt;cara penanganan ketika barang datang hingga siap ditanam.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Ketiga: &lt;/b&gt;cara budidaya dan perawatan serta cara cepat mengembangbiakan rumput odot.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Keempat: &lt;/b&gt;pra dan pasca panen.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Syarat Tumbuh Rumput Odot.&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebagaimana jenis rumput tanaman yang lain, rumput odot lebih cocok ditanam pada lahan basah atau tercukupi kebutuhan airnya, serta sinar matahari penuh baik di pekarangan, kebun atau pesawahan. Struktur tanah tidak begitu ideal untuk pertumbuhan tanaman, hanya saja jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan rumput odot adalah yang banyak mengandung hara dan tidak terlalu kering dikarenakan suplay air kurang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Waktu yang baik untuk memulai budidaya rumput odot adalah pada musim hujan di mana curah hujan cukup tinggi, untuk di daerah pegunungan berhawa dingin bisa ditanam setiap musim karena iklimnya mendukung untuk pertumbuhan tanaman. Rumput odot tidak cocok untuk daerah panas, walaupun demikian bukan berarti tidak bisa dibudidayakan di daerah beriklim panas, asalkan kebutuhan airnya tercukupi pertumbuhan rumput odot cukup baik, hanya saja untuk pertumbuhan awal butuh waktu dan tenaga extra karena mudah mati.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagi Anda yang memiliki lahan sempit banyak alternatif budidaya rumput odot, salah satunya dipekarangan asalkan jaga keamanan tanaman dari gangguan luar, bisa juga rumput odot dibudidayakan secara hidroponik.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpMyl-H8OrIp1Z4JIef_1I2e1SAf_8tzd5f_rhEH1eb-JE2QedzW081Ixa3300-1QyTXpSqzta8EebTY2J-idIrbw8fnKoQti3KpCMZ2781Lmm0CP7CwOWnfp-OlPYDKyob1rAhY4AtcM/s1600/budidaya+rumput+odot+dipekarangan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpMyl-H8OrIp1Z4JIef_1I2e1SAf_8tzd5f_rhEH1eb-JE2QedzW081Ixa3300-1QyTXpSqzta8EebTY2J-idIrbw8fnKoQti3KpCMZ2781Lmm0CP7CwOWnfp-OlPYDKyob1rAhY4AtcM/s320/budidaya+rumput+odot+dipekarangan.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3-ptSNBWcvAgBDE3faxUlkIBTAN6TQ0mDu7HWXwtFJYEoJ6kRcIvrCiky8HF2j2_oGzuFBGE8XPrODNmLTxXaFKDdOCRTl9kTTOtBBdLnheiDIS8lbgOtPYf_gBAjEbksvzmfocmjU4A/s1600/budidaya+rumput+odot+hidroponik.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3-ptSNBWcvAgBDE3faxUlkIBTAN6TQ0mDu7HWXwtFJYEoJ6kRcIvrCiky8HF2j2_oGzuFBGE8XPrODNmLTxXaFKDdOCRTl9kTTOtBBdLnheiDIS8lbgOtPYf_gBAjEbksvzmfocmjU4A/s320/budidaya+rumput+odot+hidroponik.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Beberapa pembeli memberikan informasi kepada kami kalau mereka pernah membeli bibit rumput odot kepedagang yang lain akan tetapi banyak yang mati sampai 100%, permasalah tersebut sudah kami jawab secara langsung kepada pembeli penyebabnya mengapa gagal membudidayakan rumput odot. Salah satunya adalah kualitas bibit yang sudah tidak layak tanam. Sementara kami selalu memberikan bibit yang siap untuk ditanam dan hingga hari ini belum ada keluhan bibit tidak tumbuh dikarenakan kami selalu memberikan panduan cara penanganan bibit sebelum di tanam, jika ada yang gagal, mereka mengakui ada kesalahan dalam penanganan karena tidak sesuai petunjuk kami. Budidaya rumput odot memang gampang-gampang sudah, gampang atau mudah budidaya rumput odot jika sesuai arahan dan susah atau gagal membudidayakan rumput odot jika tidak tahu cara penganganan bibit, terlebih lagi jika dikirim dalam jangka waktu lebih dari 4 hari.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cara Penanganan Ketika Barang Datang Hingga Siap Ditanam.&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebagai evaluasi, kami sampaikan kembali supaya &amp;nbsp;memperhatikan kondisi bibit ketika Anda terima, jika daerah Anda beriklim panas atau jarang hujan cara penanganan awal bibit ketika diterima jangan langsung ditanam, tapi rendam dahulu selama 1-2 minggu hingga tumbuh akar dan tunas serta bibit sudah terlihat kokoh untuk ditanam.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAP0tGideFSpMlhOQlr_EZHsIxAf3NQLJLO88Q6hnxbCRmjDjmxRo_x1UdksoJm7zdUL9etGWS5uLaIqpNsxtKPlOOvZEOAAdyTSHJ7UtIwlu0Ow9t_vBaE-VsMspDm4sB-w-SBP_psHw/s1600/cara+merawat+bibit+rumput+odot.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAP0tGideFSpMlhOQlr_EZHsIxAf3NQLJLO88Q6hnxbCRmjDjmxRo_x1UdksoJm7zdUL9etGWS5uLaIqpNsxtKPlOOvZEOAAdyTSHJ7UtIwlu0Ow9t_vBaE-VsMspDm4sB-w-SBP_psHw/s320/cara+merawat+bibit+rumput+odot.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyuBGlssChymqSMTVD2nV_pnXevfPY9h1p860Mor71-tfXt0A-HZDMnD58A8WUrqnG-Q4RoljEiJOLA9Sp9k0iVUCVP5PE2wG4NmLCb9u0ZDDJEml2sL0zcDZiHU-gWGeNLS8O4ocOIWs/s1600/perawatan+bibit+rumput+odot.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyuBGlssChymqSMTVD2nV_pnXevfPY9h1p860Mor71-tfXt0A-HZDMnD58A8WUrqnG-Q4RoljEiJOLA9Sp9k0iVUCVP5PE2wG4NmLCb9u0ZDDJEml2sL0zcDZiHU-gWGeNLS8O4ocOIWs/s320/perawatan+bibit+rumput+odot.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika diperlukan, tambahkan dalam air rendaman pupuk cair dan fungisida serta perhatikan suplay air jangan sampai kekeringan agar pertumbuhan tunas dan akar sempurna.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSzRLGjOLL5AR_K4QP9iNQNm9kvMunnZRUoVnoZ0ui8KFuP-m97OZUe25FZCLfim-3R1VNrRQ9N2vOL9lt4ANoXAn95WkGuLWgfdzifXQawlgzBTaisCwB96zbiVLE5bzMFT52CKLs-hY/s1600/pertumbuhan+akar+dan+tunas+rumput+odot.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSzRLGjOLL5AR_K4QP9iNQNm9kvMunnZRUoVnoZ0ui8KFuP-m97OZUe25FZCLfim-3R1VNrRQ9N2vOL9lt4ANoXAn95WkGuLWgfdzifXQawlgzBTaisCwB96zbiVLE5bzMFT52CKLs-hY/s320/pertumbuhan+akar+dan+tunas+rumput+odot.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiglDZgdH6isznNLkjqLNiCgBvAPmnIy21kuDKH7_bE1Ae3Eyi3XajMgjw5vae-jeMO_ylrP9-dOsAz9MGfxNstXGdnQ4YELleTDkt8ZGFDrHyKDeeHAnxioMVlSR2bwHd8BqeQXA5A4eM/s1600/pertumbuhan+akar+rumput+odot+setelah+direndam.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiglDZgdH6isznNLkjqLNiCgBvAPmnIy21kuDKH7_bE1Ae3Eyi3XajMgjw5vae-jeMO_ylrP9-dOsAz9MGfxNstXGdnQ4YELleTDkt8ZGFDrHyKDeeHAnxioMVlSR2bwHd8BqeQXA5A4eM/s320/pertumbuhan+akar+rumput+odot+setelah+direndam.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3LcYUNd-OWA1SJpBM8d-baawRXXpjqGLjHJdvXgcE3qyQb_Oc6xn2tZb_SfmCjaLdcNE87YzEO5C3T4ndhr-qP4j7CShjJ4dNj8Q6nOF7C6flWLGy12v7_zUOQpyp2S73_mxI6hnq07g/s1600/rendam+batang+rumput+odot+selama+minggu.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3LcYUNd-OWA1SJpBM8d-baawRXXpjqGLjHJdvXgcE3qyQb_Oc6xn2tZb_SfmCjaLdcNE87YzEO5C3T4ndhr-qP4j7CShjJ4dNj8Q6nOF7C6flWLGy12v7_zUOQpyp2S73_mxI6hnq07g/s320/rendam+batang+rumput+odot+selama+minggu.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cara Budidaya Dan Perawatan Serta Cara Cepat Mengembangbiakan Rumput Odot.&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cara budidaya rumput odot tahap awal, tunggulah sampai bibit bertunas dan berakar. Sediakan tempat penangkaran sebelum ditanam pada lahan yang lebih luas.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tanam bibit rumput odot dalam posisi miring agar akar segera menyentuh media tanam dan segera mandiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Alternatif lain, Anda bisa potong menjadi beberapa bagian minimalnya 2-3 ruas, semai dimedia yang cocok untuk pertumbuhan dan jaga kondisi media tidak terlalu basah ataupun terlalu kering.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgP-8HJV6IGMXJgCugpOz8YRUmxqfN551d2Z22SiOmlRtgBU_pPE0fDlmlynvdi_nc2-KxjirDYuFGTx3zRFvMgCjoFTFhhSBpLqvVQ3iXIxTmzS75gB-DmvD8L5xBIqMdQnsg5aYE31go/s1600/bibit+rumput+odot.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgP-8HJV6IGMXJgCugpOz8YRUmxqfN551d2Z22SiOmlRtgBU_pPE0fDlmlynvdi_nc2-KxjirDYuFGTx3zRFvMgCjoFTFhhSBpLqvVQ3iXIxTmzS75gB-DmvD8L5xBIqMdQnsg5aYE31go/s320/bibit+rumput+odot.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOF5ZCtrfXYmRnVuAfxGB_5kAQ5sw990oGvyYU6-uQy7-jyhbcb5L11k48S1Ee-tgBMh_fCZBxKO0w8ACusFhwFSZf-wDmRLUw1fRV6sci4v2hpFTZHOpg8eg8mh6jBRIDQ2VX5GPTp7s/s1600/pembibitan+rumput+odot.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOF5ZCtrfXYmRnVuAfxGB_5kAQ5sw990oGvyYU6-uQy7-jyhbcb5L11k48S1Ee-tgBMh_fCZBxKO0w8ACusFhwFSZf-wDmRLUw1fRV6sci4v2hpFTZHOpg8eg8mh6jBRIDQ2VX5GPTp7s/s320/pembibitan+rumput+odot.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jarak tanam awal adalah 25X25cm, kemudian dijarangkan jika kondisi tanaman terlihat rimbun, tujuannya untuk mencegah pertumbuhan gulma atau rumput liar yang berebut tempat tumbuh dengan bibit rumput odot.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9SdTsEHzJqPYW15WkOlKGdH3t0DTA0h5X2nFLjNK8hsEaJaVHQvV1wPOGbg6Ryq4Vj_MLTOXwNbEeCnwaYOa0XWFowQ7nTV0fnwIjOlIjENK-A2Kyjh2t2CLPT9cT-SJoLlqE09g1cA4/s1600/stek+batang+rumput+odot.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9SdTsEHzJqPYW15WkOlKGdH3t0DTA0h5X2nFLjNK8hsEaJaVHQvV1wPOGbg6Ryq4Vj_MLTOXwNbEeCnwaYOa0XWFowQ7nTV0fnwIjOlIjENK-A2Kyjh2t2CLPT9cT-SJoLlqE09g1cA4/s320/stek+batang+rumput+odot.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pra Dan Pasca Panen.&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada panen perdana umumnya &amp;nbsp;dimulai pada usia 3-4 bulan atau kadang 2 bulan sudah bisa dipanen tergantung kondisi tanaman yang dipengaruhi kesuburan tanah dan iklim, sehingga kadang di daerah dingin bisa dipanen lebih cepat serta lebar dan panjang daun lebih sempurna dibanding rumput odot yang ditanam di daerah beriklim panas dengan syarat struktur tanah, cara penanganan, dan pupuknya sama.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pertumbuhan rumput odot di daerah beriklim panas pada awalnya membuat hati kadang putus asa karena melihat ukuran batang yang kecil, akan tetapi jangan khawatir, biasanya anakannya akan tumbuh lebih besar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cara pemanenan rumput odot adalah dengan pemangkasan pangkal batang menyisakan 2-3 ruas supaya tumbuh tunas baru pada sisa pangkasan, tapi jika Anda menginginkan tanaman yang rimbun tapi agak lama panennya bisa dengan cara membersihkan daun-daun tua yang mulai rebah ditarik hingga batang tidak tertutup pangkal daun, biasanya dalam waktu 1 minggu mulai muncul tunas baru.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCevDdWeIfxGUDub-ihD_cLWbmNP8We3vbb3w0t4wZNy-fUMJCLw_JmF80OR7baUPBwYCnUtHKVgaF9Udpz92eoFlk7BaxkXtolHmaBNyDi1ZmI-bWaXp7V07s1KJpuqgRe7ffwm7aOCs/s1600/rumput+odot+siap+dipanen.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCevDdWeIfxGUDub-ihD_cLWbmNP8We3vbb3w0t4wZNy-fUMJCLw_JmF80OR7baUPBwYCnUtHKVgaF9Udpz92eoFlk7BaxkXtolHmaBNyDi1ZmI-bWaXp7V07s1KJpuqgRe7ffwm7aOCs/s320/rumput+odot+siap+dipanen.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgS31d5GXj0eaWKtfD3SAFES-VYHphnUQxo6wCeA6RG1AnYPvP09FCMvFIvWsLfiYbFvV-gXI_152ecvack-HhNaLGhv8hFIV8lIKaUpQQ54PcstorqKewCWyzX_RHEKDCt-wTJNbfe_14/s1600/rumput+odot+siap+panen.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgS31d5GXj0eaWKtfD3SAFES-VYHphnUQxo6wCeA6RG1AnYPvP09FCMvFIvWsLfiYbFvV-gXI_152ecvack-HhNaLGhv8hFIV8lIKaUpQQ54PcstorqKewCWyzX_RHEKDCt-wTJNbfe_14/s320/rumput+odot+siap+panen.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cara memilih batang yang siap dipanen mengacu pada kondisi batang yang kokoh berisi dan warna hijau tua, sedangkan untuk ukuran tergantung kesuburan tanaman. Jangan lupa setelah pemangkasan atau panen berikan pupuk untuk mensuplay kebutuhan nutrisi tunas yang baru, biasanya ukuran tunas baru setelah panen berukuran lebih besar dari induknya terutama yang tumbuh disekitar batang induk, sedangkan tunas yang muncul pada bekas pangkasan kadang besar atau kadang kecil, terlebih lagi jika kekurangan air ditandai ujung daun mengering atau muncul black spot yang merembet sampai pangkal sehingga menyebabkan kerdil atau mati.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzobVLyGXGFGkYZFh08UvsLl3AYNnHrE9au3OxyrN5jNSAXkA6TRc6m4xhKPrqRWX97zsQcJlrIDC0kfj5IJKMxyugXxpwN4-W5iD0Xi2PgQFStO6lUpB3_7eMGrfMBgfK80feMVRZvqA/s1600/tunas+rumput+odot+setelah+dipangkas.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzobVLyGXGFGkYZFh08UvsLl3AYNnHrE9au3OxyrN5jNSAXkA6TRc6m4xhKPrqRWX97zsQcJlrIDC0kfj5IJKMxyugXxpwN4-W5iD0Xi2PgQFStO6lUpB3_7eMGrfMBgfK80feMVRZvqA/s320/tunas+rumput+odot+setelah+dipangkas.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1X6lRA6ACrBqTVnDraKTmuftzl95As_9AAPB5VhVqLjiIaHnNrmr_RJhoAFiN4_1JmoxLcNaiwxA7vev9RcMwFV6IYntQhC3HANfgkPSxq0YOj-2v9ZXyFgb2yXpnoVtety0pKQ5u4uA/s1600/ukuran+bibit+anakan+rumput+odot.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1X6lRA6ACrBqTVnDraKTmuftzl95As_9AAPB5VhVqLjiIaHnNrmr_RJhoAFiN4_1JmoxLcNaiwxA7vev9RcMwFV6IYntQhC3HANfgkPSxq0YOj-2v9ZXyFgb2yXpnoVtety0pKQ5u4uA/s320/ukuran+bibit+anakan+rumput+odot.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagaimana hasil budidaya rumput odot milik Anda, sudah berhasil atau belum, jika berhasil berbagilah info kepada kami dan yang lain di menu komentar. Tapi bagi Anda yang belum jelas karena materi ada yang belum disampaikan dalam tulisan di atas silahkan tanyakan di menu komentar, kami akan segera balas jika tidak terlalu sibuk.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/2725567259184690884/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2017/01/panduan-lengkap-budidaya-rumput-odot.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/2725567259184690884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/2725567259184690884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2017/01/panduan-lengkap-budidaya-rumput-odot.html' title='Panduan Lengkap Budidaya Rumput Odot Dan Cara Perawatan Hingga Panen Untuk Pemula'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7sEL9oL1vQndV9qFrdgzEBfLJFwhd5_IN9eURgSM5OuxVW_oKZEIuRj9202P5hEGGmOqJyBEygG-S6fqxgSoPksQMm_GdPdO2UfltI7oHpDxMb0XGpNcWmPxk2wJo83S9Fifv8Xyu484/s72-c/pertumbuhan+tunas+rumput+odot.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-8718361596332345952</id><published>2016-11-08T17:49:00.003-08:00</published><updated>2017-01-20T06:26:42.850-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tehnik Pengolahan Hasil Panen Kegiatan Budidaya Anda"/><title type='text'>Panduan Lengkap Budidaya Jahe Merah Menggunakan Rimpang / Umbi </title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHtYjSSqvu4MHZRA21C_26TRegkNWmCLPCiVLzhpP_kZUH1bSMXX5wpykyIGkWT8a2Ph8WtmOTomUbrDXPQ8d01PSVdof9AjHx8JGGwzQLcMkk9DVio1BaP4pQV_wYWKPu0-9qOLL3VNY/s1600/Panduan+Lengkap+Budidaya+Jahe+Merah+Menggunakan+Rimpang+Umbi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Panduan Lengkap Budidaya Jahe Merah Menggunakan Rimpang / Umbi &quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;287&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHtYjSSqvu4MHZRA21C_26TRegkNWmCLPCiVLzhpP_kZUH1bSMXX5wpykyIGkWT8a2Ph8WtmOTomUbrDXPQ8d01PSVdof9AjHx8JGGwzQLcMkk9DVio1BaP4pQV_wYWKPu0-9qOLL3VNY/s320/Panduan+Lengkap+Budidaya+Jahe+Merah+Menggunakan+Rimpang+Umbi.jpg&quot; title=&quot;Panduan Lengkap Budidaya Jahe Merah Menggunakan Rimpang / Umbi &quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;http://kebunia.blogspot.co.id/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kebunia&lt;/a&gt; :: Panduan lengkap budidaya jahe merah menggunakan rimpang / umbi ini kami sampaikan untuk menjawab berbagai permasalah dalam budidaya jahe merah mulai dari persemaian hingga tanam, perawatan, hingga panen dari para pembeli produk kami agar hasil budidaya jahe merah lebih optimal dikarenakan berbagai perbedaan lingkungan dan struktur media tanam sehingga hasilnya pun berbeda, yang lebih parah lagi banyak pembeli termakan penawaran dari para pedagang yang berlebih-lebihan dalam menjanjikan hasil budidaya jahe merah, dan terkadang diluar nalar seperti menanam jahe merah 1 batang dalam 1 karung menghasilkan 25 kg dalam semusim.&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagaimana Cara Budidaya Jahe Merah Yang Baik Dan Benar?&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di sinilah kami mencoba memberi jawaban berdasarkan pengalaman sendiri selama membudidayakan jahe merah walaupun hasil panen jahe merah tidak begitu memberi harapan besar menjadi seorang jutawan dari budidaya jahe merah akan tetapi hasil yang dicapai sudah cukup memberikan hasil sesuai yang diinginkan, tentunya berbagai kondisi turut mendukung suksesnya budidaya jahe merah.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Panduan Lengkap Budidaya Jahe Merah Menggunakan Rimpang / Umbi Cara Menyemai Yang Baik Dan Budidaya Di Lahan Ataupun Menggunakan Media Tanam Pengganti Tanah.&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Panduan ini kami buat sebagai bonus pembelian produk bibit jahe merah yang kami jual dalam bentuk rimpang atau umbi. Bagi yang ingin mendapatkan bibit jahe merah silahkan hubungi kami di menu kontak. Walaupun demikian panduan ini tidak semata-mata untuk pembeli produk kami, siapapun yang ingin membudidayakan jahe merah yang baik dan benar dengan hasil berlimpah, panduan ini bisa dijadikan ragam acuan, bukan acuan utama karena setiap penjual memiliki pengalaman dan panduan sendiri. Dari hasil pengalaman kami seperti yang akan kami sampaikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah produk Anda terima jemur rimpang jahe hingga agak menyusut beratnya bertujuan untuk mengurangi kadar air dan menetralisir penyakit tanaman bawaan, &amp;nbsp;sekedar mencegah karena penyakit yang ada datang dari berbagai sebab walaupun sudah diupayakan pencegahan dari awal. Dalam paket pembelian sudah kami sertakan bonus hormone yang berfungsi untuk memacu pertumbuhan bibit dalam persemaian.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selanjutnya siapkan beberapa bahan yang dibutuhkan yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Media tumbuh yang memiliki sifat menyerap dan menyimpan air berupa tanah berpasir, kompos, atau arang sekam. Kami sarankan untuk menggunakan arang sekam karena sudah terbukti memberikan hasil yang baik karena sifatnya yang mudah menyerap dan menyimpan air, serta sirkulasi udara lancar sehingga pertumbuhan bibit jahe sempurna perakarannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Air sesuai takaran dalam paket pembelian dicampur cairan yang kami sertakan dalam paket. Masukan larutan dalam sprayer.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wadah untuk menampung media pembibitan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Plastik penutup untuk mencegah penguapan sebelum bibit tumbuh.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cara Merawat Bibit Jahe Merah Dalam Persemaian&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyaklEya2R6Ig1OLy7WPv4tpAnPdnK1VCH3KWwNRVTiAUKXsI9ZX6zMdfipN_0_ZOWQOT-dZvUQju4NNS_1JJ_yYEzSj4nPMpPV2WYDQ14fCwmBfnlg0EJytKRwwB4b2n7UsIOHc-42_Q/s1600/cara+menyemai+jahe.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyaklEya2R6Ig1OLy7WPv4tpAnPdnK1VCH3KWwNRVTiAUKXsI9ZX6zMdfipN_0_ZOWQOT-dZvUQju4NNS_1JJ_yYEzSj4nPMpPV2WYDQ14fCwmBfnlg0EJytKRwwB4b2n7UsIOHc-42_Q/s320/cara+menyemai+jahe.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah rimpang dijemur hingga menyusut, rendam dalam larutan semalam, paginya angkat dan tata dalam media persemaian, tapi terlebih dahulu buat lapisan media setebal 2-5 cm. Tata rimpang jahe di atasnya. Lalu tutup dengan media tanam berupa serbuk arang yang tersedia disekitar Anda karena arang mampu menyimpan air dan membuat media gembur, tidak basah dan tidak terlalu kering..&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlZrRpThwYeUfivQ-GKwy6iKOQIfRvBEBykJDQrEyb1YMBkwL9LGHLQ_nNWzGaGOy6a9luE7hdtUFNqymNvZwvgkQvh7SLP38hfEiK_eFX8HENnYwn29lVxVyqSBOvgJ8kf5Gfz8JWrHU/s1600/media+tanam+semai+jahe.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlZrRpThwYeUfivQ-GKwy6iKOQIfRvBEBykJDQrEyb1YMBkwL9LGHLQ_nNWzGaGOy6a9luE7hdtUFNqymNvZwvgkQvh7SLP38hfEiK_eFX8HENnYwn29lVxVyqSBOvgJ8kf5Gfz8JWrHU/s320/media+tanam+semai+jahe.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZw2jtHIj4XDxI9emy8qABIEJBTaFXO0IFeZnSf33lcXxntW3cdY5yHv7Fl1t8_RDWi5Utbg520S1eWNGUSLLV4PMOusDmIH1FlOqggVBfHDFX4DpubrGx2XFC7eW-g7e15AsjIM36JJM/s1600/media+yang+baik+untuk+menyemai+jahe.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZw2jtHIj4XDxI9emy8qABIEJBTaFXO0IFeZnSf33lcXxntW3cdY5yHv7Fl1t8_RDWi5Utbg520S1eWNGUSLLV4PMOusDmIH1FlOqggVBfHDFX4DpubrGx2XFC7eW-g7e15AsjIM36JJM/s320/media+yang+baik+untuk+menyemai+jahe.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saring air rendaman sampai tidak ada kotoran dan masukan dalam sprayer, semprotkan dalam ke media hingga rata dan basah. Tunggu sekitar 1 minggu hingga tunas bermunculan. Jaga kondisi persemaian tetap lembab tapi tidak basah berair atau kekeringan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRhSFe_Xi1y5njmWHY43BQaDppgkdv2Vx_pXgo_icWzOEoOvmADpfOrez5TNfVEJUmF4r1luTQAFUTmtyJC4E6x8LqTpLpI-vmrfRfJyP5ghvzzUhZCcDXc21CbMCsfVEt7MwseuZCaWE/s1600/pembibitan+jahe+merah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRhSFe_Xi1y5njmWHY43BQaDppgkdv2Vx_pXgo_icWzOEoOvmADpfOrez5TNfVEJUmF4r1luTQAFUTmtyJC4E6x8LqTpLpI-vmrfRfJyP5ghvzzUhZCcDXc21CbMCsfVEt7MwseuZCaWE/s320/pembibitan+jahe+merah.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tunggu sekitar 2-3 minggu agar tunas tumbuh dengan sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhb118UNg0W7OPlsIBsTYwfZYirfUt4ywuv7IPO_4BiV2c7OzKovtB8-absSan3X9qEEnQPWBW65QpdRh8esXbPtMyzdKgo_YNOAbQIvMT8GohTKRcLNEmUxCdqdjvWVgVC6Wmus9WlDAw/s1600/cara+semai+jahe+merah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhb118UNg0W7OPlsIBsTYwfZYirfUt4ywuv7IPO_4BiV2c7OzKovtB8-absSan3X9qEEnQPWBW65QpdRh8esXbPtMyzdKgo_YNOAbQIvMT8GohTKRcLNEmUxCdqdjvWVgVC6Wmus9WlDAw/s320/cara+semai+jahe+merah.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhynd2J_Xg5o-Hl6xeFQIGdAlHwv5QIr-nhrnnOemxWJcqEbNSdlgYHN0sCUJq-psTrJ-GhTlzVyL4iCBUtXDjEHNMOgx81uNjUiI8YJyrlMP4hfzLyiltA6fp54rM7AdJitmKCUUm8HaM/s1600/budidaya+jahe+merah+gajah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhynd2J_Xg5o-Hl6xeFQIGdAlHwv5QIr-nhrnnOemxWJcqEbNSdlgYHN0sCUJq-psTrJ-GhTlzVyL4iCBUtXDjEHNMOgx81uNjUiI8YJyrlMP4hfzLyiltA6fp54rM7AdJitmKCUUm8HaM/s320/budidaya+jahe+merah+gajah.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika bibit sudah muncul dan tinggi sudah mencapai 2-5 cm pindahkan bibit dengan cara dipotong agar terpisah dari rimpangnya dan usahakan akar tidak rusak.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXbIaiiboNBxmaPsbwXSm_oOH9yv1bf7w5IzZNQ4wN-wBSE5Hnx2E3USuPYJswFrvu29dZyDee68PzOgOHki7OgWq0DwD0z11p__jFBQLK78jrZpLDahP-19TGOPyeDdfvfNM5QJaN0cc/s1600/cara+memilih+bibit+jahe+merah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXbIaiiboNBxmaPsbwXSm_oOH9yv1bf7w5IzZNQ4wN-wBSE5Hnx2E3USuPYJswFrvu29dZyDee68PzOgOHki7OgWq0DwD0z11p__jFBQLK78jrZpLDahP-19TGOPyeDdfvfNM5QJaN0cc/s320/cara+memilih+bibit+jahe+merah.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Cabut dengan akarnya dan biarkan media ikut terbawa serta tidak perlu dibersihkan karena media bawaan akan membantu proses pertumbuhan selanjutnya tanpa butuh beradaptasi dengan media baru.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzVi0aCvnI6dkMSJt2qt28d2M7AeymnkIZO05NHEJjw8f4kntML6eR_CO9q_1bD3hT3bSZp-QMb-M2GxzHqu-EgObrjHHNsyMlqYp0Tf-tnkqDD1vLJyLWyVNcPNZNRb4Q4ij_SctHmBc/s1600/cara+seleksi+bibit+jahe+merah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzVi0aCvnI6dkMSJt2qt28d2M7AeymnkIZO05NHEJjw8f4kntML6eR_CO9q_1bD3hT3bSZp-QMb-M2GxzHqu-EgObrjHHNsyMlqYp0Tf-tnkqDD1vLJyLWyVNcPNZNRb4Q4ij_SctHmBc/s320/cara+seleksi+bibit+jahe+merah.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Pilih tunas jahe merah yang sudah tumbuh dengan sempurna untuk dijadikan bibit dengan ciri perakaran sempurna, dan anakan terlihat sehat.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgS1zdYbQC1FMrwPVSUlm8mPmtRGfpyp8lNDHYraw_cNBp6RsKVlQQkQxs_-9gFxapFMJ6FXa6fXYc22Ny4Q0MraPgrHutnaTKQVH31nL02j5Sw9uu9bQ2qrsXaB5bDWwgYhUrjkX9E9U0/s1600/bibit+jahe+merah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgS1zdYbQC1FMrwPVSUlm8mPmtRGfpyp8lNDHYraw_cNBp6RsKVlQQkQxs_-9gFxapFMJ6FXa6fXYc22Ny4Q0MraPgrHutnaTKQVH31nL02j5Sw9uu9bQ2qrsXaB5bDWwgYhUrjkX9E9U0/s320/bibit+jahe+merah.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Biarkan hingga mata tunas dalam rimpang habis tidak lagi tumbuh anakan atau calon anakan tumbuh semua. Rimpang induk masih bisa dimanfaatkan untuk dikonsumsi. Tanam bibit dalam media pembesaran dan terkena sinar matahari penuh minimal 4 jam perhari.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika menggunakan polibag dan pot atur jarak tanam dengan acuan 20-30 cm sehingga jumlah tanaman menyesuaikan besaran wadah, misalnya jika menggunakan polibag ukuran 60X60 bisa diisi 4 batang. Jika ukuran dibawahnya menyesuaikan. Akan tetapi jika ditanam dilahan terbuka seperti kebun dan pesawahan jarak tanam bisa 25-30 cm.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/8718361596332345952/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/11/panduan-lengkap-budidaya-jahe-merah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/8718361596332345952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/8718361596332345952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/11/panduan-lengkap-budidaya-jahe-merah.html' title='Panduan Lengkap Budidaya Jahe Merah Menggunakan Rimpang / Umbi '/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHtYjSSqvu4MHZRA21C_26TRegkNWmCLPCiVLzhpP_kZUH1bSMXX5wpykyIGkWT8a2Ph8WtmOTomUbrDXPQ8d01PSVdof9AjHx8JGGwzQLcMkk9DVio1BaP4pQV_wYWKPu0-9qOLL3VNY/s72-c/Panduan+Lengkap+Budidaya+Jahe+Merah+Menggunakan+Rimpang+Umbi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-3260608424284006445</id><published>2016-11-08T16:59:00.001-08:00</published><updated>2017-01-20T06:27:10.466-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tehnik Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman"/><title type='text'>Budidaya Tanpa Tanah Di Lahan Sempit Menggunakan Limbah Rumah Tangga </title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kebunia.blogspot.co.id/?m=0&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kebunia&lt;/a&gt; :: Banyak alternatif media pengganti tanah yang bisa digunakan, bahkan limbah disekitar kita belum dimanfaatkan secara optimal. Unsur kesinambungan dan keseimbangan alam dalam kegiatan budidaya nyata terbukti dengan penerapan tehnologi tepat guna dan pemanfaatan limbah sehingga tidak ada pencemaran dan limbah buangan hasil budidaya. Salah satunya adalah pemanfaatan limbah rumah tangga tak terpakai dan tidak mudah terurai oleh alam.&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Media tanam tanpa tanah salah satu cara pemanfaatan limbah rumah tangga yang cukup murah karena sebagian besar limbah tersebut mencemari lingkungan karena tidak bisa terurai seperti; plastik dan sejenisnya. Terlebih lagi bahan tersebut tidak bisa didaur ulang dan jumlahnya pun termasuk paling banyak di lingkungan kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Beberapa tehnik pemanfaatan limbah plastik ini sudah dilakukan seorang pembuat batako dengan mencampurkan limbah plastik sebanyak 10%nya dari bahan baku utama pasir dan semen. Hasilnya tercipta produk baru dengan biaya produksi lebih murah tanpa mengurangi kualitas hasil jadi, ditambah lagi membantu mengurangi limbah rumah tangga yang sulit terurai.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam kegiatan budidaya, pemanfaatan limbah rumah tangga masih jarang dilakukan karena risih dan terlalu ribet ditambah lagi kurang praktis. Hanya orang-orang kreatif dan produktif lah yang mampu melakukannya. Dengan satu tujuan mulia untuk membantu mengurangi cemaran limbah dan menghemat biaya, waktu dan tenaganya digunakan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dengan berbagai pertimbangan yang matang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Beberapa limbah rumah tangga yang bisa digunakan sebagai media tanam adalah:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Produk bekas pakai yang memiliki sifat menyerap dan menyimpan cairan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mudah ditakar dan dipindah serta bisa menyesuaikan tempat berupa butiran, serbuk, atau serat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila berbentuk padat mudah dihancurkan menjadi potongan dan butiran kecil.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Contoh nyata yang bisa kita gunakan seperti :&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;jenis serbuk berupa limbah kayu dan bahan bangunan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jenis serat berupa kapas, plastik atau nilon, &amp;nbsp;yang biasa digunakan untuk bahan pembuat sapu, &amp;nbsp;kemoceng, &amp;nbsp;kasur, kursi, keset, dan lain-lain.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagaimana cara pembuatan media tanam pengganti tanah menggunakan limbah rumah tangga? Sampaikan pengalaman Anda di menu komentar.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/3260608424284006445/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/11/budidaya-tanpa-tanah-di-lahan-sempit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/3260608424284006445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/3260608424284006445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/11/budidaya-tanpa-tanah-di-lahan-sempit.html' title='Budidaya Tanpa Tanah Di Lahan Sempit Menggunakan Limbah Rumah Tangga '/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-4554863570891492092</id><published>2016-10-09T06:08:00.000-07:00</published><updated>2017-01-20T06:27:37.957-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peluang Bisnis Modal Minim"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tehnik Pengolahan Hasil Panen Kegiatan Budidaya Anda"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tehnik Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman"/><title type='text'>Petunjuk Lengkap Budidaya Jahe Merah, Putih, Dan Gajah, Peluang Usaha Serta Hasil Olahan Makanan dari Bahan Jahe dan Cara Pemasarannya</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi91TYZUHATQKmC72RHKv_Z35Wn2iOcd7gttMkzXtrLQG1V-ID8jq2c3nQ4uTVNTX1hMqxaQTlQwGsicOyf3hPcdcYkxWZSkEINhFXSMWvVNWq5b6u8wdz881G1Vp3WN-hnMUCp7KM8qlE/s1600/panen+jahe+merah+25kg+dalam+polibag.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi91TYZUHATQKmC72RHKv_Z35Wn2iOcd7gttMkzXtrLQG1V-ID8jq2c3nQ4uTVNTX1hMqxaQTlQwGsicOyf3hPcdcYkxWZSkEINhFXSMWvVNWq5b6u8wdz881G1Vp3WN-hnMUCp7KM8qlE/s320/panen+jahe+merah+25kg+dalam+polibag.jpg&quot; width=&quot;215&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kebunia.blogspot.co.id/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;kebunia&lt;/a&gt; :: Petunjuk lengkap budidaya jahe merah, putih, dan gajah, serta peluang usaha hasil olahan makanan dari bahan jahe dan cara pemasarannya yang merupakan pengalaman pribadi penulis untuk Anda ketahui karena pedasnya rasa jahe berikut khasiatnya telah mengantarkan penulis untuk mendapatkan keuntungan secara finansial dari hasil budidaya dan olahan makanan berbahan baku jahe. Kebunia mencoba membedah satu persatu peluang bisnis budidaya jahe mulai dari penanaman, perawatan, pengolahan hasil dan pemasaran hasil produksi jahe.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mengingat begitu banyaknya sub-sub tema yang akan kami bahas dan tidak mungkin selesai dalam satu hari pembuatan dan pemuatan artikel dikarenakan kesibukan sehari-hari. Sebagai gambaran pembahasan yang akan disajikan kami sampaikan rangkaian daftar isi materi petunjuk lengkap usaha budidaya jahe merah, putih, dan gajah, peluang usaha serta hasil olahan makanan dari bahan jahe dan cara pemasarannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagi Anda yang ingin mendapatkan file secara lengkap dalam bentuk PDF dan Word akan kami upayakan supaya bisa didownload gratis untuk dipelajari secara offline. Berikut ini adalah daftar isi budidaya jahe dan pengolahan serta pemasarannya dengan cara penyampaian yang tidak mengikat dengan metode manapun atau sesuai karakter penulis, terlebih dengan berbagai istilah dan teori yang asing bagi kita. Intinya bagaimana supaya kita berhasil usaha budidaya jahe merah, jahe wulung, jahe putih, jahe emprit, dan jahe gajah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Daftar Isi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jenis-jenis jahe&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Perbedaan jahe merah, jahe putih, jahe emprit, dan jahe gajah.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Manfaat jahe&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Harga jahe&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Harga bibit jahe&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jenis jahe yang bagus untuk bibit dan bagaimana memilih jenis jahe yang bagus untuk bibit?&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di mana bibit jahe dijual?&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Umur tanaman jahe&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Waktu yang tepat untuk memulai budidaya jahe&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tanah dan lingkungan yang cocok untuk budidaya jahe&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pupuk yang bagus untuk tanaman jahe&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara memperbesar umbi atau rimpang jahe&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Trik menghasilkan panen jahe 25kg perkarung&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Trik panen jahe setiap bulan&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hama dan penyakit tanaman jahe&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tumpang sari tanaman jahe untuk meningkatkan produktifitas hasil perkebunan&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jenis tanaman yang baik untuk tumpang sari tanaman jahe&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara budidaya jahe&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Budidaya jahe dalam pot dan polibag&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Budidaya jahe secara hidroponik&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://kebunia.blogspot.co.id/2016/09/budidaya-jahe-secara-hidroponik-untuk.html&quot; style=&quot;color: #33aaff; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Budidaya Jahe Secara Hidroponik Untuk Memaksimalkan Pertumbuhan dan Kualitas Panen&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kebunia.blogspot.co.id/2016/09/pengembangan-inovasi-budidaya-jahe.html&quot; style=&quot;background-color: white; color: #33aaff; text-decoration: none;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;Pengembangan Inovasi Budidaya Jahe Secara Hidroponik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Waktu yang tepat untuk panen jahe&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara memasarkan produk jahe segar&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cara memasarkan produk jahe olahan&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jenis-jenis produk olahan jahe&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Minuman instant jahe serbuk siap saji&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bubuk halus murni jahe kering untuk bahan baku herbal dan racikan jamu&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Simplisia atau irisan kering jahe untuk bahan jamu&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Syrup jahe&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Manisan jahe&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Wajik jahe&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Enting-enting jahe&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Permen jahe&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gula jahe&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/4554863570891492092/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/10/petunjuk-lengkap-budidaya-jahe-merah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/4554863570891492092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/4554863570891492092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/10/petunjuk-lengkap-budidaya-jahe-merah.html' title='Petunjuk Lengkap Budidaya Jahe Merah, Putih, Dan Gajah, Peluang Usaha Serta Hasil Olahan Makanan dari Bahan Jahe dan Cara Pemasarannya'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi91TYZUHATQKmC72RHKv_Z35Wn2iOcd7gttMkzXtrLQG1V-ID8jq2c3nQ4uTVNTX1hMqxaQTlQwGsicOyf3hPcdcYkxWZSkEINhFXSMWvVNWq5b6u8wdz881G1Vp3WN-hnMUCp7KM8qlE/s72-c/panen+jahe+merah+25kg+dalam+polibag.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-5366850044840680381</id><published>2016-10-08T06:28:00.000-07:00</published><updated>2016-10-08T06:28:18.728-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="galery tanaman"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tehnik Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman"/><title type='text'>Cara Memperbanyak Tanaman Stroberi Dengan Stek Sulur Agar Cepat Berbuah</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlaQehSdijRuSoXiLFl_9SeK6rY2TZ0AD3B8eXEifFl8gWbrewjNQHExz2CmLbV_P986QKpmtjV5KZixEiJGbFpbZeTczlKv55pfzL4ztfqPYSOVCPAjh-t_0we7q6GAR2I62mtoBdwd8/s1600/budidaya+stroberi+cepat+berbuah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlaQehSdijRuSoXiLFl_9SeK6rY2TZ0AD3B8eXEifFl8gWbrewjNQHExz2CmLbV_P986QKpmtjV5KZixEiJGbFpbZeTczlKv55pfzL4ztfqPYSOVCPAjh-t_0we7q6GAR2I62mtoBdwd8/s320/budidaya+stroberi+cepat+berbuah.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
kebunia:: Pertanyaan yang sering disampaikan para pembudidaya tanama stroberi tentang cara memperbanyak tanaman stroberi agar cepat berbuah dan bagaimana cara memperbanyak tanaman stroberi dengan cepat, kali ini kebunia membahas cara mengembangkan tanaman stroberi menggunakan sulur yang banyak muncul pada tanaman stroberi sehingga dengan cara ini Anda akan banyak memiliki tanaman stroberi tanpa semai biji yang memakan waktu cukup lama hingga tanaman dewasa dan berbuah lebat.&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Permasalahan lain yang dihadapi para pembudidaya tanaman stroberi terutama di daerah dataran rendah karena tanaman stroberi yang banyak dan berdaun lebat akan tetapi malas &amp;nbsp;berbuah, kira-kira kurang apa sehingga tanaman stroberi tidak mau berbuah, sedangkan di daerah dingin tanaman stroberi rajin berbuah, apakah perbedaan iklim menjadi penentu keberhasilan budidaya stroberi?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari pengalaman para pemilik tanaman stroberi, kondisi iklim bukan penentu tanaman stroberi berbuah lebat, akan tetapi pada dasarnya tanaman stroberi yang dibudidayakan di dataran tinggi tanpa perlakuan khusus bisa berbuah lebat, bahkan penggunaan pupuk seadanya bisa menghasilkan buah berukuran besar dan banyak. Sementara di daerah panas jarang didapati tanaman stroberi bisa berbuah, bahkan berbunga saja sulit.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari beberapa referensi agar tanaman stroberi di daerah dataran rendah bisa berbuah lebat perlu adanya perlakuan khusus agar kebutuhan tanaman untuk berbunga dan berbuah tercukupi seperti pemberian pupuk dan perawatan tanaman. Jika syarat ini sudah terpenuhi akan tetapi belum bisa berbuah lakukan beberapa tips berikut ini agar tanaman stroberi dataran rendah bisa berbuah besar dan lebat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cara merangsang tanaman stroberi agar cepat berbuah.&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Pemberian pupuk secara berkala dengan dosis seimbang untuk merangsang pertumbuhan bunga dan buah, salah satunya adalah kalsium.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemberian pupuk bunga dan buah untuk merangsang pembungaan dan mencegah buah rontok atau kerdil.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyiangan dengan membuang daun tua dan sulur/bakal anakan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kecukupan sinar matahari untuk berfotosintesis.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengurangi pemberian pupuk daun dan akar ketika tanaman sudah menjelang dewasa.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mengapa sulur harus dibuang, bukankah ini calon anakan yang akan membantu perbanyakan tanaman?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sulur memang salah satu bagian tanaman untuk menyambung tanaman tua ketika nantinya sudah tidak produktif, sebagaimana tanaman keras, sulur termasuk cabang tanaman yang ketika jumlahnya banyak akan mengalahkan tanaman induk untuk berbunga karena suplay makanan harus dibagi dengan bakal anakan sehingga perlunya sulur harus dibuang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika dibuang sayang, sebaiknya dimanfaatkan sebagai tanaman baru untuk memperbanyak tanaman stroberi dengan cara stek, akan tetapi keberhasilan stek tanaman stroberi tidaklah cukup dengan cara pangkas dan pindah media karena beresiko mati.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagaimana cara memperbanyak tanaman stroberi dengan cara stek?&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berikut ini foto dan panduan cara budidaya tanaman stroberi dengan memanfaatkan sulur sebagai anakan baru yang siap dibudidayakan secara stek batang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Siapkan media apapun yang mudah Anda temukan di sekitar tempat tinggal.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Media bisa berupa campuran tanah, kompos, atau arang sekam maupun sekam kering.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-ITi-0WYBqbBWb1fRJr8vbZnMx4llZaY-TxLsOHGmECO2Td2YrdC7ECacCo7sKhv1AmSBjWZaUGOeVOA5N4QhpZO_NBVUAMsQ16K93OP5L9QZa6dN0mjZHIBNIXJo-Lyh2ZE_qzMpe30/s1600/cara+memperbanyak+anakan+stroberi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-ITi-0WYBqbBWb1fRJr8vbZnMx4llZaY-TxLsOHGmECO2Td2YrdC7ECacCo7sKhv1AmSBjWZaUGOeVOA5N4QhpZO_NBVUAMsQ16K93OP5L9QZa6dN0mjZHIBNIXJo-Lyh2ZE_qzMpe30/s320/cara+memperbanyak+anakan+stroberi.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pilih sulur yang sempurna dan tidak cacat dan sudah terlihat calon akar.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNwMQD_GShZX1yJLtq_yT1kWhO1q68uenn2RAl0fW-s2j_xOncaWRR2PFlikU05OrwcmPmBnAM1rjBzVBN3x1w3JXC9pZF9tRsTVjDT5OPjgMFKQx_c-UblnpndSNzhxYTKL4qZclCCd4/s1600/budidaya+stoberi+dataran+rendah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNwMQD_GShZX1yJLtq_yT1kWhO1q68uenn2RAl0fW-s2j_xOncaWRR2PFlikU05OrwcmPmBnAM1rjBzVBN3x1w3JXC9pZF9tRsTVjDT5OPjgMFKQx_c-UblnpndSNzhxYTKL4qZclCCd4/s320/budidaya+stoberi+dataran+rendah.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tempelkan dipermukaan media, jika sulur tersebut tersambung dengan sulur berikutnya bisa dijapit menggunakan belahan bambu agar sulur tidak bergeser.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeJiuoh4TpPJ4XpIKGdOwe5K5NI1sXwLl9bNkLBDw_Ceq3HOVYv__PYeZC6l12q_i8odJ5Bn4GGmXRZi6nH823OBeutCdd0rYUFhuhG-ELmbERXIoVWW-f4cBi9240BxU_vZ3zjllgfhI/s1600/cara+mempercepat+pembuahan+stroberi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeJiuoh4TpPJ4XpIKGdOwe5K5NI1sXwLl9bNkLBDw_Ceq3HOVYv__PYeZC6l12q_i8odJ5Bn4GGmXRZi6nH823OBeutCdd0rYUFhuhG-ELmbERXIoVWW-f4cBi9240BxU_vZ3zjllgfhI/s320/cara+mempercepat+pembuahan+stroberi.jpg&quot; width=&quot;319&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIb6pTp1HQwCRayeyG17_Uihs9Vidqy8DCSyPjLbsjqAKu3-pHKo18yQuRysD3VerlQRhRdb0Sx3BqD89lTJxk6gNku7jYOAZz2A484kkuWc5Ol7Hj2Ppto3YmNdy6dA9wc82WhkDFZ8E/s1600/perangsang+buah+stroberi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIb6pTp1HQwCRayeyG17_Uihs9Vidqy8DCSyPjLbsjqAKu3-pHKo18yQuRysD3VerlQRhRdb0Sx3BqD89lTJxk6gNku7jYOAZz2A484kkuWc5Ol7Hj2Ppto3YmNdy6dA9wc82WhkDFZ8E/s320/perangsang+buah+stroberi.jpg&quot; width=&quot;301&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoe4aha2hAGcMkDWP14HMY1ZL0ge0lMazWfe7paDNwQSz6QY-Aor08vNcpnVJdIyPPdocFtmTM9xFzmwJEgmQ-mE0z2sdUr-j_LPjOjcuO2li266tCPo1XPjg3W_MyDNdnSwwsPzMKvHk/s1600/stek+tanaman+stroberi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoe4aha2hAGcMkDWP14HMY1ZL0ge0lMazWfe7paDNwQSz6QY-Aor08vNcpnVJdIyPPdocFtmTM9xFzmwJEgmQ-mE0z2sdUr-j_LPjOjcuO2li266tCPo1XPjg3W_MyDNdnSwwsPzMKvHk/s320/stek+tanaman+stroberi.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Biarkan sulur tumbuh dan mandiri dalam media pembibitan hingga siap dipindah.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh77mdQbA3EKgOWeeQC1aPp0_kRWgLtwMHYgeai9w0K9jAeCly5yFQfK4uqOriut7MO7D1MZcwcMJ_3qZDSL8zVf-FoHgDi727gpnd-gic-UW0hu550wysI9-KLLqM28LUvJ1Jc0_vwz8U/s1600/perbanyakan+stroberi+stek.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh77mdQbA3EKgOWeeQC1aPp0_kRWgLtwMHYgeai9w0K9jAeCly5yFQfK4uqOriut7MO7D1MZcwcMJ_3qZDSL8zVf-FoHgDi727gpnd-gic-UW0hu550wysI9-KLLqM28LUvJ1Jc0_vwz8U/s320/perbanyakan+stroberi+stek.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Potong sulur yang sudah mandiri dan rawat hingga siap dipindah ke media pembesaran.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mudah bukan? Inilah cara memperbanyak tanaman stroberi dengan stek sulur agar cepat berbuah, jika ada pertanyaan atau Anda ingin berbagi informasi silahkan gunakan menu komentar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/5366850044840680381/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/10/cara-memperbanyak-tanaman-stroberi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/5366850044840680381'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/5366850044840680381'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/10/cara-memperbanyak-tanaman-stroberi.html' title='Cara Memperbanyak Tanaman Stroberi Dengan Stek Sulur Agar Cepat Berbuah'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlaQehSdijRuSoXiLFl_9SeK6rY2TZ0AD3B8eXEifFl8gWbrewjNQHExz2CmLbV_P986QKpmtjV5KZixEiJGbFpbZeTczlKv55pfzL4ztfqPYSOVCPAjh-t_0we7q6GAR2I62mtoBdwd8/s72-c/budidaya+stroberi+cepat+berbuah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-253546342591646161</id><published>2016-09-25T18:35:00.000-07:00</published><updated>2016-09-25T18:57:13.378-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="galery tanaman"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peluang Bisnis Modal Minim"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tehnik Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman"/><title type='text'>Pengembangan Inovasi Budidaya Jahe Secara Hidroponik</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
kebunia::&amp;nbsp;Pengembangan inovasi budidaya jahe secara hidroponik setelah pindah media dari persemaian ke lahan budidaya melanjutkan materi sebelumnya tentang persiapan budidaya jahe secara &lt;a href=&quot;http://kebunia.blogspot.co.id/2016/09/budidaya-jahe-secara-hidroponik-untuk.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;hidroponik di sini&lt;/a&gt;. Materi kali ini kebunia menunjukkan hasil perkembangan tanaman dari pertumbuhan anakan, tunas, dan akar. Sambil menunggu panen kita lihat dulu hasil sementara yang sudah dicapai dalam budidaya tanaman jahe secara hidroponik untuk menjawab tantangan kebutuhan suplay jahe dengan keterbatasan lahan budidaya sehingga dibutuhkan petani-petani kreatif untuk menemukan inovasi baru budidaya jahe dengan hasil yang optimal dan modal minim, sehingga kebutuhan jahe di pasaran tercukup dan tidak tergantung pada musim, dan tempat.&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Pada umumnya petani jahe membudidayakan tanaman di kebun pada awal musim penghujan dan akan mulai panen ketika menjelang akhir musim hujan dalam masa pemeliharaan kurang lebih 6-8 bulan, satu jangka waktu yang cukup panjang sedangkan pada musim-musim tersebut harga jahe sedang turun drastis karena sedang panen raya sehingga hasil panen jahe melimpah.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Dengan tehnik yang diuji coba kebunia untuk mengembangkan budidaya jahe secara hidroponik akan menghasilkan produksi jahe mentah diluar musim supaya bisa tersedia setiap saat sehingga harga jahe diharapkan tetap stabil.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsrfd_7NNybmI8c7vHEFMjfpcXZDm-upcH4vDlSLLBRzo2ESTQSh20HNrvmGzi45QkaQpx2wNz3wmiBQuYDnYzHT_w71dMeG8Lrjo-066S6xXbJXS-2VU1fEZtMqigLrcw6evUR51wHmA/s1600/a+pengembangan+budidaya+jahe+hidroponik.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsrfd_7NNybmI8c7vHEFMjfpcXZDm-upcH4vDlSLLBRzo2ESTQSh20HNrvmGzi45QkaQpx2wNz3wmiBQuYDnYzHT_w71dMeG8Lrjo-066S6xXbJXS-2VU1fEZtMqigLrcw6evUR51wHmA/s320/a+pengembangan+budidaya+jahe+hidroponik.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perkembangan pertumbuhan jahe putih secara hidroponik sudah terlihat ada satu teman dalam 1 rumpun, lihat di sini kondisi tanaman jahe hidroponik sebelumnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-SEnPqdqLlXWoKO9y4akPH3kF35OSATh6pIJU4A8ttrjosFztCH1pAb98Hjdzklq95Vn05h1WHNRWYuupwlhvXhsZdLuD3N-Un2kPJV0oANktU8o1_B8GDKthBO5mPqN91qsE_ct4Jck/s1600/b+pertumbuhan+akar+pada+tanaman+jahe.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-SEnPqdqLlXWoKO9y4akPH3kF35OSATh6pIJU4A8ttrjosFztCH1pAb98Hjdzklq95Vn05h1WHNRWYuupwlhvXhsZdLuD3N-Un2kPJV0oANktU8o1_B8GDKthBO5mPqN91qsE_ct4Jck/s320/b+pertumbuhan+akar+pada+tanaman+jahe.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pertumbuhan akar pada tanaman jahe hidroponik dengan jumlah perakaran lebih banyak dibanding jika di tanam di tanah karena perkembangan akar dalam air tidak ada hambatan sehingga memungkinkan akar tumbuh lebih sempurna.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1LhbvcfajwZ9_kgN8FJuZoF9_6M197HVPa9rLt6gQIOUIGFhHmdcAwp_VrNlhaq1QXb-GHZ5rcGNrhoBYBha7O5qbdxtGxnWvsQh8j-TwgukfT4MMnJ-9_m8QIsmDHTOVA1HOV7-bEgw/s1600/c+pemanfaatan+limbah+arang+untuk+budidaya+hidroponik.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1LhbvcfajwZ9_kgN8FJuZoF9_6M197HVPa9rLt6gQIOUIGFhHmdcAwp_VrNlhaq1QXb-GHZ5rcGNrhoBYBha7O5qbdxtGxnWvsQh8j-TwgukfT4MMnJ-9_m8QIsmDHTOVA1HOV7-bEgw/s320/c+pemanfaatan+limbah+arang+untuk+budidaya+hidroponik.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pemanfaatan limbah arang untuk percobaan budidaya jahe secara hidroponik, untuk pengembangan selanjutnya dibutuhkan jenis arang berkualitas agar tanaman tumbuh optimal.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8XzSjwWbb0I2mee0WJ28QJaYXvrHzremMYJrw4jSXNlmuYN5BqIZDgbBYBB4PFYTwzHyERPe0_8kzGWkWce9i-NMFoM-jK-IHFRMcgc5Ik_e-Rc0XqQvkgvJZYo_O2WJLlgz3lH_F3UM/s1600/d+pertumbuhan+tunas+pada+tanaman+jahe+hidroponik.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8XzSjwWbb0I2mee0WJ28QJaYXvrHzremMYJrw4jSXNlmuYN5BqIZDgbBYBB4PFYTwzHyERPe0_8kzGWkWce9i-NMFoM-jK-IHFRMcgc5Ik_e-Rc0XqQvkgvJZYo_O2WJLlgz3lH_F3UM/s320/d+pertumbuhan+tunas+pada+tanaman+jahe+hidroponik.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pertumbuhan lanjut dengan adanya teman satu lagi yang masih bayi menempel pada tanaman induk yang akan memenuhi rumpun nantinya. Tunas kecil ini terlihat ketika saya buka penutupnya sehingga berhasil difoto karena belum menembus permukaan media. Lihat perbedaan gambar di atasnya, di mana posisi tunas baru tersebut?&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/253546342591646161/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/09/pengembangan-inovasi-budidaya-jahe.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/253546342591646161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/253546342591646161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/09/pengembangan-inovasi-budidaya-jahe.html' title='Pengembangan Inovasi Budidaya Jahe Secara Hidroponik'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsrfd_7NNybmI8c7vHEFMjfpcXZDm-upcH4vDlSLLBRzo2ESTQSh20HNrvmGzi45QkaQpx2wNz3wmiBQuYDnYzHT_w71dMeG8Lrjo-066S6xXbJXS-2VU1fEZtMqigLrcw6evUR51wHmA/s72-c/a+pengembangan+budidaya+jahe+hidroponik.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-8769721611527109527</id><published>2016-09-23T07:10:00.001-07:00</published><updated>2016-09-23T07:10:43.429-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="galery tanaman"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peluang Bisnis Modal Minim"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tehnik Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman"/><title type='text'>Peluang Bisnis Budidaya Kemangi Tanpa Biji Secara Hidroponik</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9Ev3V-cQdcE3nSxYqui0qKc7coPKL0Kv1dQfafjEQURAzK3wCG8dCU-reI3R03zPcZL61Z2S-brjsZ2qJ093Hb2e39y_8WDiU6kxjpjs9l57BVUQ7w0RhIE5YkBZ4Ex7GY7iuIQR8z6g/s1600/peluang+bisnis+budidaya+kemangi+hidroponik.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9Ev3V-cQdcE3nSxYqui0qKc7coPKL0Kv1dQfafjEQURAzK3wCG8dCU-reI3R03zPcZL61Z2S-brjsZ2qJ093Hb2e39y_8WDiU6kxjpjs9l57BVUQ7w0RhIE5YkBZ4Ex7GY7iuIQR8z6g/s320/peluang+bisnis+budidaya+kemangi+hidroponik.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
kebunia ::&amp;nbsp;Peluang bisnis budidaya kemangi tanpa biji secara hidroponik dikarenakan sayuran kemangi banyak dibutuhkan sebagai bahan makanan, kosmetik, dan herbal terapi beberapa jenis penyakit. manfaat kemangi yang tak hanya daunnya saja sebagai bahan makanan, akan tetapi biji kemangi memiliki nilai jual cukup tinggi sebagai bahan baku pembuatan makanan. Biji kemangi yang memiliki cita rasa khas membuat beberapa industri makanan membutuhkan suplay berkala untuk mencukupi kebutuhan proses produksi makanan olahan berbahan biji kemangi.&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3&gt;
Peluang bisnis budidaya kemangi&lt;/h3&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Daun kemangi adalah salah satu hasil budidaya tanaman kemangi yang populer dimasyarakat, sayuran ini banyak kita jumpai di pasar-pasar bahkan hampir setiap warung penyetan selalu ada daun kemangi sebagai lalapan sehingga membuka peluang bisnis yang cukup menjanjikan untuk membudidayakan tanaman kemangi. Sayuran kemangi ini setiap hari habis terjual di pasaran karena kebutuhan yang cukup banyak sehingga kami mendapati harga satu ikat kemangi cukup mahal, padahal budidaya kemangi relatif mudah dari sisi perkembang biakan hingga perawatan. Salah satunya adalah uji coba budidaya kemangi secara hidroponik yang kami lakukan menggunakan stek batang.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kelebihan perbanyakan stek batang kemangi dengan semai biji&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kelebihan cara perbanyakan tanaman kemangi menggunakan stek batang dibanding biji adalah lebih cepat akan tetapi jumlahnya terbatas karena jika tanama sering dipangkas akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman, sedangkan jika menggunakan biji bisa dihasilkan jumlah tanaman sangat banyak dengan setangkai buah kemangi, tapi kekurangannya jangka waktu masa panen daun kemangi lebih lama dibanding menggunakan stek batang.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Budidaya kemangi secara hidroponik&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cara cepat budidaya kemangi menggunakan stek batang adalah dengan sistem hidroponik karena lebih hemat tempat dan mudah perawatannya, tinggal pangkas batang kemangi kemudian rendam batang kemangi hingga tumbuh akar dan daun yang siap dipanen. Kekurangannya jika Anda tidak bisa merawat tanaman kemangi mudah mati dan daun mengerut. Pada musim hujan tanaman kemangi tidak bisa terkena air hujan, dari pengamatan kami tanaman hidroponik yang terkena air hujan mudah mati.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Permasalahan lain penyebab tanaman hidroponik mudah mati dan akar membusuk dikarenakan jenis pupuk tidak sesuai baik dari sisi takaran dan komposisi jenis pupuk hidroponik. Dari pengalaman kami pemberian pupuk ABMIX menyebabkan tanaman mati padahal dalam dosis rendah yang tidak kami ketahui sebabnya, akan tetapi dengan pupuk NPK tidak masalah, bahkan tanaman menunjukkan pertumbuhannya hingga sampai saat ini pupuk yang baik untuk hidroponik adalah jenis pupuk NPK di pasaran yang kami gunakan. Contoh foto budidaya tanaman kemangi hidroponik bisa Anda lihat di bawah ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cara budidaya kemangi dengan cepat tanpa biji bisa Anda lakukan dengan membeli kemangi yang dijual dipasaran. Ambil daunnya untuk dikonsumsi atau biarkan daunnya kemudian rendam seluruh batang semalam, paginya cukup rendam bagian batang bawah hingga tumbuh akar dan tunas baru.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAEZBf3FnixNEUaWEjRKhObr7P28e4y06d330bt6HAJGW_lllJ5YmjyUp6GEmMM774rEz4p7WCQnnU7XkdWVM04PRLO98sYI8jsD_HUlw5LteAvdNnAcvcgF8sIBlNOu5YlEVGnp5IQas/s1600/cara+memperbanyak+budidaya+kemangi+tanpa+biji.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;305&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAEZBf3FnixNEUaWEjRKhObr7P28e4y06d330bt6HAJGW_lllJ5YmjyUp6GEmMM774rEz4p7WCQnnU7XkdWVM04PRLO98sYI8jsD_HUlw5LteAvdNnAcvcgF8sIBlNOu5YlEVGnp5IQas/s320/cara+memperbanyak+budidaya+kemangi+tanpa+biji.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Kurang lebih 1-2 minggu pertumbuhan akar baru muncul dibagian bawah, untuk mempercepat pertumbuhan akan, potong batang kemangi dibawah ketiak daun, jika agak jauh akar akan sulit tumbuh.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAIC11hEAdrWaup2781wEgfRyA476wrRw8VR8i6V1HMDJuDbJGKQkU1JLrQbTlZqcjPau57gTDyLLVv93u1KFAeIJ8wu8cHaYok3UpkIwB2_TPxRp0-O8vEzVfZtsEhTrbER7uE8i8JlI/s1600/cara+budidaya+kemangi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAIC11hEAdrWaup2781wEgfRyA476wrRw8VR8i6V1HMDJuDbJGKQkU1JLrQbTlZqcjPau57gTDyLLVv93u1KFAeIJ8wu8cHaYok3UpkIwB2_TPxRp0-O8vEzVfZtsEhTrbER7uE8i8JlI/s320/cara+budidaya+kemangi.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Letakkan tanaman ditempat teduh dan tutupi airnya agar tidak terkena sinar matahari, karena akan menyebabkan tumbuh lumut, amati pertumbuhan tanaman dan buang jika tanaman ada yang membusuk agar tidak menular, sebaiknya tambahkan fungisida untuk mencegah pertumbuhan jamur yang menyebabkan tanaman kemangi hidroponik busuk.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM4FEXj-9ZIloB95L63PexMXRXgzyZhwwT53EBE6Gtxj6yqZIGdaV8ON4jTVYHYXqoIVWko30b9IIROgnxbjoVKB_JWYPQg2EuaIBGpvQu5Rh15ji9GFUYCs9wiBtvZZyGc1yHTukxo6g/s1600/hidroponik+kemangi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM4FEXj-9ZIloB95L63PexMXRXgzyZhwwT53EBE6Gtxj6yqZIGdaV8ON4jTVYHYXqoIVWko30b9IIROgnxbjoVKB_JWYPQg2EuaIBGpvQu5Rh15ji9GFUYCs9wiBtvZZyGc1yHTukxo6g/s320/hidroponik+kemangi.jpg&quot; width=&quot;275&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Seperti inilah cara mempercepat pertumbuhan akar pada tanaman kemangi yang bisa diterapkan pada jenis tanaman yang lain tanpa menggunakan hormon penumbuh akar, cukup air bersih yang harus diganti setiap 2 hari sekali, akan tetapi jika setiap hari lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8Nhv6-sp4Fe5if9qPVy93cO63uP3HLvlI9OeuPv5y2OI3DDKP2NJerBay3wiUzijlbI3GW_kJufwOh5ECpxdOutXWmq2rBnQleltFYMQEbyFvKZAlySHc8asmzV70rypj_pNSjiU3NQw/s1600/pertumbuhan+akar+pada+stek+tanaman+kemangi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8Nhv6-sp4Fe5if9qPVy93cO63uP3HLvlI9OeuPv5y2OI3DDKP2NJerBay3wiUzijlbI3GW_kJufwOh5ECpxdOutXWmq2rBnQleltFYMQEbyFvKZAlySHc8asmzV70rypj_pNSjiU3NQw/s320/pertumbuhan+akar+pada+stek+tanaman+kemangi.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Hasil pertumbuhan akar pada tanaman kemangi hidroponik umur sekitar 4 minggu dengan jumlah akar lebih banyak dan pertumbuhan tunas baru.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGcPiV6sKdVqil2GHQp29W6zBJb8V8CEYjvE_QIbFEu6tP23_IbTilW0Wjcc6oPlu6nVswrLPvDnFW__ULgTej2lg-OpFmz1yL_2895CcYhp6QVFH0NtvRxTi1lAQjOS6Urt24HcmuVPU/s1600/tips+mempercepat+pertumbuhan+akar+pada+tanaman+tanpa+hormon.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGcPiV6sKdVqil2GHQp29W6zBJb8V8CEYjvE_QIbFEu6tP23_IbTilW0Wjcc6oPlu6nVswrLPvDnFW__ULgTej2lg-OpFmz1yL_2895CcYhp6QVFH0NtvRxTi1lAQjOS6Urt24HcmuVPU/s320/tips+mempercepat+pertumbuhan+akar+pada+tanaman+tanpa+hormon.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dengan tehnik ini terjawab satu peluang bisnis budidaya kemangi tanpa biji secara hidroponik, selanjutnya lakukan perawatan dengan memberikan pupuk daun dan hindarkan penggunaan pupuk buah jika target budidaya tanaman kemangi hanya untuk diambil daunnya saja, akan tetapi jika ingin memanen biji pemberian pupuk buah perlu diterapkan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/8769721611527109527/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/09/peluang-bisnis-budidaya-kemangi-tanpa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/8769721611527109527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/8769721611527109527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/09/peluang-bisnis-budidaya-kemangi-tanpa.html' title='Peluang Bisnis Budidaya Kemangi Tanpa Biji Secara Hidroponik'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi9Ev3V-cQdcE3nSxYqui0qKc7coPKL0Kv1dQfafjEQURAzK3wCG8dCU-reI3R03zPcZL61Z2S-brjsZ2qJ093Hb2e39y_8WDiU6kxjpjs9l57BVUQ7w0RhIE5YkBZ4Ex7GY7iuIQR8z6g/s72-c/peluang+bisnis+budidaya+kemangi+hidroponik.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-6051219749791024351</id><published>2016-09-23T03:33:00.000-07:00</published><updated>2017-01-25T06:15:50.338-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="galery tanaman"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peluang Bisnis Modal Minim"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tehnik Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman"/><title type='text'>Budidaya Jahe Secara Hidroponik Untuk Memaksimalkan Pertumbuhan dan Kualitas Panen</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1QuvjLtdCgGaT6qHKJBqKxm4Nn6fW1NL3dpc1pidPbgbaZZxvmJ5qgGvVGXUU2nUwfwWvfWmpxrVwd8RqUpumfTVZSDeWgKUFbt0Vx5SuuL1RQMGobkB3VBWftRsU-bSP6yAcdc97Viw/s1600/budidaya+jahe+hidroponik+25kg+karung+kebunia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1QuvjLtdCgGaT6qHKJBqKxm4Nn6fW1NL3dpc1pidPbgbaZZxvmJ5qgGvVGXUU2nUwfwWvfWmpxrVwd8RqUpumfTVZSDeWgKUFbt0Vx5SuuL1RQMGobkB3VBWftRsU-bSP6yAcdc97Viw/s320/budidaya+jahe+hidroponik+25kg+karung+kebunia.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
kebunia::&amp;nbsp;Budidaya jahe secara hidroponik untuk memaksimalkan pertumbuhan dan kualitas panen dalam sebuah percobaan inovasi budidaya jahe untuk menghasilkan hasil panen jahe yang berukuran besar serta bobot yang maksimal karena selama ini banyak pembudidaya jahe secara konvensional di tanah maupun polibag menggunakan media campuran tanah dan pupuk kandang, sedangkan kami sudah mencoba beberapa media dengan hasil lebih baik dibanding tanah. Dari perkembangan tanaman, pertumbuhan dan ukuran jahe lebih besar dibanding menggunakan tanah.&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Beberapa media sudah kami coba untuk mencari media terbaik pengganti tanah dalam budidaya jahe merah secara hidroponik.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Percobaan pertama yang kami lakukan menggunakan media arang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hasil yang di dapatkan perakaran lebih banyak dan jahe berukuran lebih besar 2 X lipat dari jahe yang ditanam menggunakan media tanah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Percobaan kedua menggunakan media campuran arang sekam, sekam kering dan pupuk kandang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hasilnya pertumbuhan cukup baik dan ukuran jahe lebih besar dari pada menggunakan tanah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Percobaan kedua menggunakan sekam kering dan pupuk kandang tanpa fermentasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hasil yang dicapai tanaman tidak memiliki warna hijau atau kehilangan pigmen dan lama-kelamaan membusuk, akan tetapi umbi jahe tetap utuh tidak rusak ataupun busuk.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Percobaan terakhir adalah budidaya jahe putih menggunakan media arang sekam dan air atau hidroponik, hasilnya lihat foto-foto di bawah ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Semai umbi jahe putih dalam media campuran sekam kering dan kompos.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjL9_SobIWXjvOdPohFw87mwGBKNVVdkpxdhcmllFHnnNhRuajhUXlgOHkaI18OJkZeIr2WR4BPvw4iNiI0zsVqW6fWzyglxbfhoQ_lIaQVYzOK7A14v8vL8a8guJe-uX3RXeRxHe_X4mY/s1600/+1jahe+hidroponik+cara+semai+kebunia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjL9_SobIWXjvOdPohFw87mwGBKNVVdkpxdhcmllFHnnNhRuajhUXlgOHkaI18OJkZeIr2WR4BPvw4iNiI0zsVqW6fWzyglxbfhoQ_lIaQVYzOK7A14v8vL8a8guJe-uX3RXeRxHe_X4mY/s320/+1jahe+hidroponik+cara+semai+kebunia.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&amp;nbsp;Tunas jahe yang sudah muncul siap dijadikan bibit untuk dipindah di lahan pembesaran.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvlSBZwBtNHYuoennciGq4_bfxVyvccCDbf0Y9nemjCCIpIK7xknVT0p7F_fFK8bYdvZsTwdxgVLbZ1yWUT5tafQlXLPKmQqqoeSVEHmahEtYryFpGW6VDvFrMkjuxNP9qfXsccF4R3zs/s1600/2+jahe+hidroponik+tunas+tumbuh+kebunia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvlSBZwBtNHYuoennciGq4_bfxVyvccCDbf0Y9nemjCCIpIK7xknVT0p7F_fFK8bYdvZsTwdxgVLbZ1yWUT5tafQlXLPKmQqqoeSVEHmahEtYryFpGW6VDvFrMkjuxNP9qfXsccF4R3zs/s320/2+jahe+hidroponik+tunas+tumbuh+kebunia.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&amp;nbsp;Cabut tunas yang muncul kemudian bersihkan akar dari sisa media yang menempel.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsTsStiW_XVaGIWW5E8EdYlEWjdDux4lOUzoSZ3X-Jm2JcyW2nt4jSuvL6dL4uHzGExkvazTNB5dK4FRBhFv2iTVD3_ShxlKo_63SB8uxomVtobwWPDFsmGtJHVCgUflDBe9O1FX476h4/s1600/3+jahe+hidroponik+poting+kebunia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsTsStiW_XVaGIWW5E8EdYlEWjdDux4lOUzoSZ3X-Jm2JcyW2nt4jSuvL6dL4uHzGExkvazTNB5dK4FRBhFv2iTVD3_ShxlKo_63SB8uxomVtobwWPDFsmGtJHVCgUflDBe9O1FX476h4/s320/3+jahe+hidroponik+poting+kebunia.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&amp;nbsp;Bibit jahe siap dipindah ke media pembesaran.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCTsWGSZBDT-hOaH6qL_DWOWkDc_8mo4JxyV5elarDD33efEUv0rSWKIeezYabKS306UeiGL_VMQi68Ql98nXiVpjcm8PIx59mBM7GAKO-HQF7Zc9n1xDYDa4v3mCrMhfVJXpcW0ZJh40/s1600/4+jahe+hidroponik+cara+semai+bibit+kebunia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCTsWGSZBDT-hOaH6qL_DWOWkDc_8mo4JxyV5elarDD33efEUv0rSWKIeezYabKS306UeiGL_VMQi68Ql98nXiVpjcm8PIx59mBM7GAKO-HQF7Zc9n1xDYDa4v3mCrMhfVJXpcW0ZJh40/s320/4+jahe+hidroponik+cara+semai+bibit+kebunia.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Media tanam jahe hidroponik menggunakan arang sekam, sedangkan wadah menggunakan gelas plastik untuk wadah air dan nutrisi hidroponik cair, wadah tanaman dan arang sekam menggunakan potongan botol air mineral.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjX48dHhyTLi1m8N8kBnshn4PwpkfDb_1vexTYdFzU4FwWz7N3isfVqJc9mA1ypqqS0w_Gyk9cA6o5aNrNE45OdbtXQEo9WvScG2MZb8PJNyY_AxCWvG05C6HgttzBfR5WV9KpPp6-smEw/s1600/5+jahe+hidroponik+cara+semai+budidaya+kebunia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjX48dHhyTLi1m8N8kBnshn4PwpkfDb_1vexTYdFzU4FwWz7N3isfVqJc9mA1ypqqS0w_Gyk9cA6o5aNrNE45OdbtXQEo9WvScG2MZb8PJNyY_AxCWvG05C6HgttzBfR5WV9KpPp6-smEw/s320/5+jahe+hidroponik+cara+semai+budidaya+kebunia.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/6051219749791024351/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/09/budidaya-jahe-secara-hidroponik-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/6051219749791024351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/6051219749791024351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/09/budidaya-jahe-secara-hidroponik-untuk.html' title='Budidaya Jahe Secara Hidroponik Untuk Memaksimalkan Pertumbuhan dan Kualitas Panen'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1QuvjLtdCgGaT6qHKJBqKxm4Nn6fW1NL3dpc1pidPbgbaZZxvmJ5qgGvVGXUU2nUwfwWvfWmpxrVwd8RqUpumfTVZSDeWgKUFbt0Vx5SuuL1RQMGobkB3VBWftRsU-bSP6yAcdc97Viw/s72-c/budidaya+jahe+hidroponik+25kg+karung+kebunia.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-3084842650334748219</id><published>2016-09-17T03:46:00.001-07:00</published><updated>2016-09-17T03:49:13.521-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tehnik Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman"/><title type='text'>Petunjuk Lengkap Budidaya Rumput Odot</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihrXyoScBfNFc9WN9iwEX7KmT9nc17rYTNYvHP16MeYbf6UoGQJfQEYMhrp9SdJee6hAXPrksWYbE2MrmIHAitIark3lLbx-UUwaRb8VN5mpYozonVzsPzucguLJ14adci7mP6e1y00Do/s1600/petunjuk+lengkap+budidaya+rumput+odot+kebunia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihrXyoScBfNFc9WN9iwEX7KmT9nc17rYTNYvHP16MeYbf6UoGQJfQEYMhrp9SdJee6hAXPrksWYbE2MrmIHAitIark3lLbx-UUwaRb8VN5mpYozonVzsPzucguLJ14adci7mP6e1y00Do/s320/petunjuk+lengkap+budidaya+rumput+odot+kebunia.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
kebunia:: Menjawab berbagai permasalahan para petani dan peternak yang membudidayakan rumput odot, kebunia memberi jawaban dan petunjuk lengkap budidaya rumput odot dari awal hingga akhir termasuk berbagai kendala dalam budidaya dan penanganan hama maupun penyakit berdasarkan pengalaman pribadi, karena selama menjadi suplayer bibit rumput odot kami menerima beberapa keluhan dari para petani yang pernah menanam rumput odot. Dan rata-rata bibit rumput odot yang gagal ditanam bukan dari kami karena setiap pemesanan bibit rumput odot milik kami selalu disertakan petunjuk budidaya baik dalam diskusi langsung atau menggunakan media lain chat to chat di whatsapp.&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk mempermudah penyampaian petunjuk lengkap budidaya rumput odot kami buatkan materinya yang akan terus diupdate setiap ada permasalahan baru yang belum tertangani dikarenakan beda tempat, iklim, dan cara penanganan terlebih beda pengelola sehingga hasilnya juga berbeda. Akan tetapi tentunya ada yang sama dalam proses perawatan rumput odot tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Beberapa pertanyaan dan keluhan dari beberapa petani dan calon peternak tentang kegagalan dalam budidaya rumput odot kami kumpulkan di bawah ini dan mungkin akan berkembang permasalahannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Mengapa rumput odot yang saya tanam kerdil dan pertumbuhan lambat?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berapa jarak ideal tanaman rumput odot?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bagaimana kondisi lahan yang cocok untuk budidaya rumput odot?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bisakah rumput odot ditanam dalam pot dan polibag?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bisakah rumput odot dibudidayakan di daerah panas, dataran rendah, dan pantai?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bagaimana cara budidaya rumput odot di lahan kering tapi hasilnya seperti di pegunungan daerah dingin?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bisakah rumput odot dibudidayakan secara hidroponik?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengapa rumput odot yang dibudidayakan secara hidroponik menyerap banyak air?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apa pupuk yang cocok untuk hidroponik rumput odot?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Umur berapa rumput odot mulai dipanen?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengapa rumput odot yang saya tanam banyak yang mati?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengapa rumput odot yang saya beri pupuk UREA mati? Apanya yang salah?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apa pupuk yang cocok untuk rumput odot?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bagaimana penanganan bibit ketika baru dikirim?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apakah bibit yang baru saya beli secara online bisa langsung ditanam?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengapa bibit rumput odot yang saya beli via online banyak yang mati?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengapa bibit odot tidak tumbuh dan busuk?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengapa bibit rumput odot banyak yang busuk dan bagaimana cara mengatasinya?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bagaimana agar rumput odot tidak busuk?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengapa tanaman muda rumput odot &lt;a href=&quot;http://kebunia.blogspot.com/2016/08/penyakit-balackspot-bercak-hitam-dan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;terdapat bercak-bercak&lt;/a&gt; dan kemudian kering?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apa saja hama dan penyakit pada tanaman rumput odot?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengapa batang rumput odot roboh dan setelah dibelah ternyata berlubang serta keluar keratan di luar?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bagaimana cara memilih bibit rumput odot yang baik?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Di mana saya bisa mendapatkan bibit rumput odot di daerah kami?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Di mana jual bibit rumput odot online?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berapa harga bibit rumput odot sekarang?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Petani dan peternak yang sudah membudidayakan rumput odot di daerah jawa timur, jawa tengah, jawa barat, sumatera, kalimantan, sulawesi alamatnya di mana?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bagaimana cara pengolahan dan pemasaran hasil panen rumput odot?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bisakah rumput odot diawetkan?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bisakah rumput odot difermentasi?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bagaimana cara fermentasi rumput odot?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apa bakteri yang cocok untuk proses fermentasi?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berapa lama daya tahan pakan fermentasi rumput odot?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mana yang lebih baik, fermentasi basah atau kering untuk rumput odot?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apakah beda bakteri yang digunakan untuk fermentasi basah dan kering?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Di mana jual bahan untuk fermentasi pakan ternak?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berapa harga bahan fermentasi untuk pakan ternak?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bagaimana petunjuk fermentasi pakan ternak?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apa bedanya rumput odot dengan rumput kolonjono?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apa bedanya rumput odot dengan rumput gajah?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apa bedanya rumput odot dengan king grass? dan lain-lain.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Inilah daftar pertanyaan dari beberapa orang yang ingin mengetahui tentang kelebihan dan kekurangan rumput odot dibanding jenis rumput lain dan berbagai permasalahan yang dialami para calon peternak, karena rata-rata pembeli bibit rumput odot di tempat kami bukan peternak murni yang kesehariannya memang bergelut di dunia peternakan, akan tetapi mereka membeli bibit rumput odot rata-rata sebagai sampingan kegiatan atau memberi pekerjaan orang lain karena pekerjaan pokok mereka rata-rata bukan peternak dan petani akan tetapi ada yang PNS, karyawan, dan lain-lain sehingga banyak masalah yang mereka kemukakan disebabkan tidak menangani langsung proses budidaya rumput odot hanya menerima laporan dari para pekerjanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Adapun alasan mereka membeli bibit rumput odot sebagai tabungan hari tua atau persiapan terjun di dunia peternakan dengan mempersiapkan bahan makanan bagi ternak yang mudah dan murah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagaimana menjawab semua pertanyaan di atas? Kami akan mencoba membahas satu persatu permalahan tersebut dalam beberapa materi, akan tetapi Anda bisa mengajukan pertanyaan di menu komentar supaya permasalah segera dijawab, karena jika menunggu kami membuat artikel petunjuk lengkap budidaya rumput odot butuh waktu cukup lama sedangkan Anda butuh jawaban dan solusi segera.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/3084842650334748219/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/09/petunjuk-lengkap-budidaya-rumput-odot.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/3084842650334748219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/3084842650334748219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/09/petunjuk-lengkap-budidaya-rumput-odot.html' title='Petunjuk Lengkap Budidaya Rumput Odot'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihrXyoScBfNFc9WN9iwEX7KmT9nc17rYTNYvHP16MeYbf6UoGQJfQEYMhrp9SdJee6hAXPrksWYbE2MrmIHAitIark3lLbx-UUwaRb8VN5mpYozonVzsPzucguLJ14adci7mP6e1y00Do/s72-c/petunjuk+lengkap+budidaya+rumput+odot+kebunia.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-9082317965611392927</id><published>2016-09-01T06:45:00.002-07:00</published><updated>2016-09-01T06:45:55.917-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="galery tanaman"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peluang Bisnis Modal Minim"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tehnik Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman"/><title type='text'>Cara Budidaya dan Memperbanyak Tanaman Pegagan Untuk Bahan Baku Herbal dan Kosmetik</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;kebunia ::&amp;nbsp;Cara Budidaya dan Memperbanyak Tanaman Pegagan Untuk Bahan Baku Herbal dan Kosmetik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjsmd1HfOuVtHu6yhOFt_rV5HPLuIj2o2N0iXZ-mmBn60CdHrCZ57XogLKierW8tTmrVry4h4y0NUTPX0BWM-5V-RTSNZ8FO89D9TcM2EX3HEhHi2q2UHFZCTN9-NdYC-8fInqdQJVONE/s1600/budidaya+tanaman+daun+pegagan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjsmd1HfOuVtHu6yhOFt_rV5HPLuIj2o2N0iXZ-mmBn60CdHrCZ57XogLKierW8tTmrVry4h4y0NUTPX0BWM-5V-RTSNZ8FO89D9TcM2EX3HEhHi2q2UHFZCTN9-NdYC-8fInqdQJVONE/s320/budidaya+tanaman+daun+pegagan.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Pegagan, herbal berkhasiat yang banyak memiliki manfaat sebagai bahan obat, kosmetik dan bahan makanan mudah tumbuh dan dibudidayakan baik dimedia tanah, kompos, maupun hidroponik. Tanaman yang sudah dikenal ratusan tahun sekarang mulai dikembangkan untuk mensuplay berbagai industri farmasi sebagai bahan baku obat dan kosmetik.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Berbagai produk berbahan baku pegagang sudah beberapa tahun yang lalu digunakan masyarakat karena pegagan memiliki khasiat untuk membantu proses penyembuhan berbagai penyakit seperti tbc tuberkulosis, diabetes, meningkatkan kerja otak atau kecerdasan, kesuburan, perawatan kulit dan wajah. Dengan efek samping pengunaan pegagan yang masih simpang siur, pegagang tetap memiliki peran penting dalam berbagai kebutuhan untuk obat dan kosmetik dengan takaran penggunaan yang tepat.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Berbagai jenis pegagang dapat kita temukan dengan berbagai manfaat dan fungsinya, ada jenis pegagan merah, pegagan air, dan beberapa jenis pegagan yang secara fisik dan rasa memang seperti pegagan hanya saja bentuk dan ukuran berbeda-beda.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Bagi Anda yang ingin membudidayakan pegagang, kebunia berbagi pengalaman cara budidaya pegagan di lahan kering. Uji coba yang kebunia lakukan menggunakan media arang sekam dan kompos serta pupuk susulan yang disiramkan setiap 2 minggu sekali.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Cara budidaya pegagan&lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTNUtrLNNK1tGxaleO2Jc5nsTFm_yMtsxmrVkUc3MPIKHk7PgAJIOm_73f5EcOGRCEZ48RFHuNhVxlKAKpJhKnQdAmywEfPiTFZobY1eK9P1Zpz0JlGOw4IaEYXZTmqGDC_cuyIsjmb5w/s1600/krim+salep+pegagan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTNUtrLNNK1tGxaleO2Jc5nsTFm_yMtsxmrVkUc3MPIKHk7PgAJIOm_73f5EcOGRCEZ48RFHuNhVxlKAKpJhKnQdAmywEfPiTFZobY1eK9P1Zpz0JlGOw4IaEYXZTmqGDC_cuyIsjmb5w/s320/krim+salep+pegagan.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Cara budidaya dan pengembangan pegagan mudah dilakukan hanya bermodalkan bibit yang diambil dari asalnya, tanpa perlakuan khusus tanaman ini mudah berkembang biak, cukup dengan memindahkan tanaman ke media lain dan penyiraman rutin serta mengkondisikan lingkungan akan mendukung proses pertumbuhan pegagan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Cara perkembang biakan bisa dengan sulur ataupun biji, hanya saja jika mengandalkan biji agak lama waktunya, uniknya tanaman pegagang bisa dibudidayakan secara hidroponik.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Bagi yang kesulitan mendapatkan bibit pegagan silahkan hubungi kami.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Cara perawatan tanaman pegagan&lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Tanaman pegagan tidak butuh perawatan khusus hanya sering diperhatikan pertumbuhan tanaman, jika wadah dan media tidak mencukupi segera lakukan pengurangan tanaman dengan cara dicabut dan dipindahkan ke media yang lain, atau dipanen seakar-akarnya karena pegagan memiliki khasiat dari akar hingga ujung daunnya.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Cara panen pegagan&lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Pegagan bisa dipanen daunnya saja atau dicabut seakar-akarnya, jika untuk dikonsumsi segera bersihkan daun dari kotoran dan siap diolah menjadi makanan berupa urapan, dan campuran pecel. Bisa juga dijadikan jus herbal pegagan dengan tambahan beberapa bahan lain karena pegagan memiliki rasa yang cukup pahit dan agak getir.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Jika digunakan untuk perawatan kulit, pegagan segar dihaluskan dengan cara diblender, kemudian gunakan sebagai masker atau lulur serta anti biotik dengan cara ditempelkan pada area penyakit seperti gatal-gatal, jerawat dan kulit tergores.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Artikel ini Anda temukan dengan bantuan penelusuran:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
khasiat pegagan, pegagan dan khasiatnya, klasifikasi pegagan, kandungan pegagan, khasiat pegagan centella asiatica, khasiat pegagan hs hpai, cara budidaya antanan, cara merawat tanaman pegagan, cara menanam antanan, media tanam pegagan, jual tanaman pegagan, ciri ciri tanaman pegagan, jual bibit pegagan, bunga pegagan, rumput pegagang, bentuk pohon pegagan, tumbuhan begagan, jenis tanaman pegagan, ciri ciri daun pegagan, efek samping daun pegagan, kandungan gizi tanaman pegagan, kandungan pada pegagan, komposisi pegagan, nama latin pegagan, tanaman pegagan, tumbuhan pegagan, rumput pegagan, pohon pegagan, batang pegagan, jual pegagan segar, buah pegagan, tumbuhan antanan, antanan gunung, klasifikasi mengkudu, klasifikasi pegagan plantamor, klasifikasi pegagan pdf, klasifikasi meniran, klasifikasi jarak, kapsul pegagan, deskripsi centella asiatica&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/9082317965611392927/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/09/cara-budidaya-dan-memperbanyak-tanaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/9082317965611392927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/9082317965611392927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/09/cara-budidaya-dan-memperbanyak-tanaman.html' title='Cara Budidaya dan Memperbanyak Tanaman Pegagan Untuk Bahan Baku Herbal dan Kosmetik'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjsmd1HfOuVtHu6yhOFt_rV5HPLuIj2o2N0iXZ-mmBn60CdHrCZ57XogLKierW8tTmrVry4h4y0NUTPX0BWM-5V-RTSNZ8FO89D9TcM2EX3HEhHi2q2UHFZCTN9-NdYC-8fInqdQJVONE/s72-c/budidaya+tanaman+daun+pegagan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-700810458420665349</id><published>2016-08-27T07:36:00.003-07:00</published><updated>2016-08-27T07:41:57.346-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="galery tanaman"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tehnik Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman"/><title type='text'>Penyakit Blackspot Bercak Hitam dan Kutu Thrips Pada Tanaman Rumput Odot</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEil6DvIZOe-xk1IxGqcnmGRlWKetM1_150UzuOBS1xgzKkvdmpK5Zq6qPcwhqTiKTnJbr_WdLS9d5pWvy7odEE2iboiUMy3vfEzb7ovqMth-qemY3JuM51sRWl3wwPOv0-qYD9w5EB_ark/s1600/penyakit+blackspot+bercak+hitam+patek+pada+tanaman.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEil6DvIZOe-xk1IxGqcnmGRlWKetM1_150UzuOBS1xgzKkvdmpK5Zq6qPcwhqTiKTnJbr_WdLS9d5pWvy7odEE2iboiUMy3vfEzb7ovqMth-qemY3JuM51sRWl3wwPOv0-qYD9w5EB_ark/s320/penyakit+blackspot+bercak+hitam+patek+pada+tanaman.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
kebunia ::&amp;nbsp;Penyakit Blackspot Bercak Hitam dan Kutu Thrips Pada Tanaman Rumput Odot&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penyakit bercak hitam yang kita temukan pada tanaman cabai atau yang disebut patek, jenis penyakit ini juga dapat dijumpai pada tanaman rumput odot walaupun mungkin jenis penyakitnya beda, tapi dari cara kerjanya hampir sama, hanya saja penyakit ini hanya kita jumpai pada tanaman muda.&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Inilah salah satu problem yang belum bisa diatasi oleh sebagian petani rumput odot untuk mencegah dan memberantas penyakit bercak hitam pada daun.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cara kerja bercak hitam pada daun&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada awal muncul penyakit ini terlihat titik kecil pada permukaan daun yang kemudian membesar dan bagian tengah mulai mengering. Pada kasus yang parah penyakit ini menyerang ujung daun dan membuat daun menjadi kering tanpa layu terlebih dahulu seolah permukaan tanaman ini digigit serangga, akan tetapi dari pengamatan kami tidak dijumpai sejenis serangga.&lt;/div&gt;
Perhatikan foto-foto koleksi kami di bawah ini dari contoh penyakit bercak daun atau black spot.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidm1hjKdFe6MIAJOTFX-I3erUrgIcoYxYawp7paYp07RszxFBjQnnBcRNqknXRSjhzUD_Ey1J39Gm6TKbuketB93hlQ-34WaxuSuyj0HbkLL-F8c2uTE2VW3jH9pb-FpzeMDi5gxbTc-U/s1600/penyakit+blackspot+pada+tanaman.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidm1hjKdFe6MIAJOTFX-I3erUrgIcoYxYawp7paYp07RszxFBjQnnBcRNqknXRSjhzUD_Ey1J39Gm6TKbuketB93hlQ-34WaxuSuyj0HbkLL-F8c2uTE2VW3jH9pb-FpzeMDi5gxbTc-U/s320/penyakit+blackspot+pada+tanaman.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Pada pemulaan keberadaan penyakit ini terlihat itik coklat kehitaman dan mulai menyebar.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCZua7Mj9ZBa0eLxCvKqpvTsYpzCZj3KmZP8bh7psvLZepI4mLJZ-AThTjpHCUDiini6cBx1QlWoA5v4-nkHNVD6KpbJf014hXzZoXLXHHPSw6PxA-mu6CGS6xOSMMLU0Gxw_jfWQSnZE/s1600/penyakit+blas+pada+tanaman.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCZua7Mj9ZBa0eLxCvKqpvTsYpzCZj3KmZP8bh7psvLZepI4mLJZ-AThTjpHCUDiini6cBx1QlWoA5v4-nkHNVD6KpbJf014hXzZoXLXHHPSw6PxA-mu6CGS6xOSMMLU0Gxw_jfWQSnZE/s320/penyakit+blas+pada+tanaman.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada kasus yang parah seperti yang Anda lihat di atas yang mana daun terlihat berlubang dan yang belum berlubang bagian tengah memutih karna permukaan dan hilang dan tinggal kulit saja.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penyakit yang lain dalam budidaya rumput odot adalah kutu daun atau sejenis thrips, cara mengatasinya sudah kami uraikan pada artikel yang lain di blog ini menggunakan racikan sendiri dan sudah terbukti ampuh walaupun harganya cukup murah, dan bahan mudah didapatkan di sekitar tempat tinggal Anda.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8hC-9XTmzq6QMYVpjKCqPXgKvTcncGczkZsKuk5jreorBDqVAW7jK_a4IhkpCATisI5lVzAH64vRuMZ1frzslIDV-nF5qC2Md2ENq8y8HI-Q18i-9xv98awAiyomxLkS8twlpUezT7AE/s1600/kutu+thrips+pada+tanaman.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8hC-9XTmzq6QMYVpjKCqPXgKvTcncGczkZsKuk5jreorBDqVAW7jK_a4IhkpCATisI5lVzAH64vRuMZ1frzslIDV-nF5qC2Md2ENq8y8HI-Q18i-9xv98awAiyomxLkS8twlpUezT7AE/s320/kutu+thrips+pada+tanaman.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/700810458420665349/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/08/penyakit-balackspot-bercak-hitam-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/700810458420665349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/700810458420665349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/08/penyakit-balackspot-bercak-hitam-dan.html' title='Penyakit Blackspot Bercak Hitam dan Kutu Thrips Pada Tanaman Rumput Odot'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEil6DvIZOe-xk1IxGqcnmGRlWKetM1_150UzuOBS1xgzKkvdmpK5Zq6qPcwhqTiKTnJbr_WdLS9d5pWvy7odEE2iboiUMy3vfEzb7ovqMth-qemY3JuM51sRWl3wwPOv0-qYD9w5EB_ark/s72-c/penyakit+blackspot+bercak+hitam+patek+pada+tanaman.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-444574129760135591</id><published>2016-08-23T03:10:00.002-07:00</published><updated>2016-08-23T03:23:29.063-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peluang Bisnis Modal Minim"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tehnik Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman"/><title type='text'>Budidaya Azola Untuk Pakan Ternak Ikan Sapi Kambing Unggas dan Kompos</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7k0pmlbkwv0Y_1eqlBukCyiGZpW5KRCGUSCxKw3N0XCK40RhF6Eg54cZWVYFixmBh-WQVpPiGjo-UhD-oAUQRb2J2kfM4rT-_ZO5zd0U2DKmuaKd3aRu5fkLNlIUB5r63mAmW6zYFeZ0/s1600/hasil+feremantasi+pakan+ikan+azola+kebunia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7k0pmlbkwv0Y_1eqlBukCyiGZpW5KRCGUSCxKw3N0XCK40RhF6Eg54cZWVYFixmBh-WQVpPiGjo-UhD-oAUQRb2J2kfM4rT-_ZO5zd0U2DKmuaKd3aRu5fkLNlIUB5r63mAmW6zYFeZ0/s320/hasil+feremantasi+pakan+ikan+azola+kebunia.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
kebunia :: Budidaya Azola Untuk Pakan Ternak Ikan Sapi Kambing Unggas dan Kompos&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagi Anda yang tinggal jauh dari lingkungan dengan sumber air melimpah seperti pesawahan, danau, empang, irigasi, mata air, dll bisa membudidayakan Azolla dengan mudah karena tanaman Azolla bisa dibudidayakan di lahan kering. Kebunia memberi panduan cara budidaya Azolla di lahan kering.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perhatikan foto dan petunjuk budidaya Azollah di lahan kering menggunakan bahan dan media yang murah berikut ini.&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;1. Siapkan wadah untuk menampung media berbentuk bak dengan material yang kuat dan tahan lama, dalam foto saya contohkan menggunakan kerajang bekas buah yang bisa dibeli di toko buah.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihGuhxA01tMIiJI8HEP8IvOHtBO1nm75ITNFz0Quy_hcK9vo2PaISFeyk7d-NqWQXVTJGR5qV9eGMC8V2TnfeWtyAf6RnROI8IOe_bPH2bqkH3rm0x9rLhXu9Syik8aiseK6Q9sgSMG5o/s1600/tempat+budidaya+azola+pakan+lele+kebunia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;478&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihGuhxA01tMIiJI8HEP8IvOHtBO1nm75ITNFz0Quy_hcK9vo2PaISFeyk7d-NqWQXVTJGR5qV9eGMC8V2TnfeWtyAf6RnROI8IOe_bPH2bqkH3rm0x9rLhXu9Syik8aiseK6Q9sgSMG5o/s640/tempat+budidaya+azola+pakan+lele+kebunia.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
2. Tempatkan lembaran plastik hitam untuk mencegah cahaya masuk dari samping agar tidak tumbuh lumut pengganggu.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW0ttcVOSRWOW4ujujGPVZlPOXtlESpQpoIQkTaNEQ32Ts-zyTmwd3nGEuIf_Dm17_2uEpKFge1PvgY8wNu0J_NLeQeMLB8jIUpOZOXphEhGD6Z5nlbxWBQGaYHeyMLzkpW5FxHjCdbTI/s1600/petunjuk+budidaya+fermentasi+azola+kebunia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;478&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW0ttcVOSRWOW4ujujGPVZlPOXtlESpQpoIQkTaNEQ32Ts-zyTmwd3nGEuIf_Dm17_2uEpKFge1PvgY8wNu0J_NLeQeMLB8jIUpOZOXphEhGD6Z5nlbxWBQGaYHeyMLzkpW5FxHjCdbTI/s640/petunjuk+budidaya+fermentasi+azola+kebunia.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
3. Isi bak dengan air bersih dan pupuk sesuai kebutuhan, paling baik adalah jenis pupuk yang berfungsi merangsang pertumbuhan akar dan daun. Merek dan takaran menyesuaikan. Kebunia tidak merekomendasikan merek pupuk tertentu supaya mudah bereksperimen dan mendapatka jenis pupuk yang tersedia di tempat Anda.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjogEHEsX-r-QJJc7vm2N4cGPz5SmiB9Ma0gXbFqiwE_tYu8Kwxuwlr8uhP_e7d2P7s3OAnMtWpEDNJc9vXWxCATQQnBHve7AHyHU-rW0L1wgPffL_ViVgD16gXjbP6fT6Q_b7V2AN5Ms/s1600/fermenatasi+azola+kebunia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;478&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjogEHEsX-r-QJJc7vm2N4cGPz5SmiB9Ma0gXbFqiwE_tYu8Kwxuwlr8uhP_e7d2P7s3OAnMtWpEDNJc9vXWxCATQQnBHve7AHyHU-rW0L1wgPffL_ViVgD16gXjbP6fT6Q_b7V2AN5Ms/s640/fermenatasi+azola+kebunia.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
4. Siapkan bibit yang bisa Anda ambil di sawah, kolam, dan lain-lain secukupnya.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4ZPWgg_ZoL1WkESF2Iz6GlKoSpF3BbqziY7G-z_FhjhUbHb6STmbnGxeKqFamCXtEHC33WMxbUWfatL3v4pRVyqTQyLoP65G2AbpkG46h1bkd96DuHTTvkX7ip_sOz3Mnfdo82UiPz44/s1600/budidaya+azola+kebunia+pakan+patin+lele+nila+gurame.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;478&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4ZPWgg_ZoL1WkESF2Iz6GlKoSpF3BbqziY7G-z_FhjhUbHb6STmbnGxeKqFamCXtEHC33WMxbUWfatL3v4pRVyqTQyLoP65G2AbpkG46h1bkd96DuHTTvkX7ip_sOz3Mnfdo82UiPz44/s640/budidaya+azola+kebunia+pakan+patin+lele+nila+gurame.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
5. Amati perkembangan pertumbuhan Azolla hingga panen.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5qx6D6A3wjMGxhvonEOaMgf4fKpna3fHkIYfqzBoHrA22mJ-ywkDmtjaHDHCFon2FIxPf83EEUmFwu-UBBVfJVBU8gKa_PmacnwKkAOQu7EmOLBSb9Q6318kk_QmkB2qZ1xv8vWR6Gqc/s1600/cara+pengembangan+azola+kebunia+untuk+pakan+ternak.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;478&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5qx6D6A3wjMGxhvonEOaMgf4fKpna3fHkIYfqzBoHrA22mJ-ywkDmtjaHDHCFon2FIxPf83EEUmFwu-UBBVfJVBU8gKa_PmacnwKkAOQu7EmOLBSb9Q6318kk_QmkB2qZ1xv8vWR6Gqc/s640/cara+pengembangan+azola+kebunia+untuk+pakan+ternak.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
6. Jika perkembangan tanaman semakin padat kurangi jumlahnya agar tidak berdesak-desakan karena Azolla memiliki daya tumbuh cukup baik dan cepat.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEzdCimpu5nqcQKWEcU94wGaMk94HcYu1FkXeXLsiyLIdSVHuO9y5J9jhdk4pwGPIZvcNFfVo7nkbuBaPkYRvycki5073FkWa_aTArRkJ5VuoXb69hUAM76kdoxw4z6x3nFmQwGVJMUH0/s1600/petunjuk+budidaya+azola+fermentasi+cara+membuat+pakan+ikan+kebunia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEzdCimpu5nqcQKWEcU94wGaMk94HcYu1FkXeXLsiyLIdSVHuO9y5J9jhdk4pwGPIZvcNFfVo7nkbuBaPkYRvycki5073FkWa_aTArRkJ5VuoXb69hUAM76kdoxw4z6x3nFmQwGVJMUH0/s320/petunjuk+budidaya+azola+fermentasi+cara+membuat+pakan+ikan+kebunia.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
7. Lakukan pemupukan berkala setiap setelah panen dan usahakan terkena sinar matahari langsung kurang lebih 6 jam perhari.&lt;br /&gt;
8. Jika ada yang belum jelas diskusikan dikolom komentar, kami akan jawab segera. Insyaa Allah.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/444574129760135591/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/08/budidaya-azola-untuk-pakan-ternak-ikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/444574129760135591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/444574129760135591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/08/budidaya-azola-untuk-pakan-ternak-ikan.html' title='Budidaya Azola Untuk Pakan Ternak Ikan Sapi Kambing Unggas dan Kompos'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7k0pmlbkwv0Y_1eqlBukCyiGZpW5KRCGUSCxKw3N0XCK40RhF6Eg54cZWVYFixmBh-WQVpPiGjo-UhD-oAUQRb2J2kfM4rT-_ZO5zd0U2DKmuaKd3aRu5fkLNlIUB5r63mAmW6zYFeZ0/s72-c/hasil+feremantasi+pakan+ikan+azola+kebunia.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-3822617477303829794</id><published>2016-08-22T06:54:00.003-07:00</published><updated>2018-10-09T08:40:36.947-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="galery tanaman"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peluang Bisnis Modal Minim"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tehnik Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman"/><title type='text'>Peluang Bisnis Budidaya Lada/Merica Perdu</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;kebunia :: Peluang Bisnis Budidaya Lada Perdu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjB3scQxTd63sek-GAJVeEwA9KR03sJRZLHf72k-fk0hWCH0W9KHMObnQPW5pXd7D1CKohAhfosjVVakqa-JMBTbboJWfh1kdb_GjWhgN_dsiU2FC5fNSeAxVb46DV3ZS6MMBAcC2cfxpY/s1600/1+buah+lada+perdu.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjB3scQxTd63sek-GAJVeEwA9KR03sJRZLHf72k-fk0hWCH0W9KHMObnQPW5pXd7D1CKohAhfosjVVakqa-JMBTbboJWfh1kdb_GjWhgN_dsiU2FC5fNSeAxVb46DV3ZS6MMBAcC2cfxpY/s320/1+buah+lada+perdu.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Lada/merica perdu memiliki peluang bisnis yang sangat menjanjikan karena nilai jual lada cukup tinggi pada musim-musim tertentu karena jenis lada rambat hanya bisa dipanen setidaknya setahun sekali sedangkan lada perdu bisa diupayakan panen lebih cepat. Cara budidaya lada perdu tak serumit lada panjat atau lada rambat, biaya perawatan dan pemeliharaan juga cukup murah, bahkan bisa dilakukan berbagi tehnik budidaya dengan hasil panen melimpah seperti yang dilakukan kebunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Cara yang kami lakukan adalah dengan menanam lada perdu dilahan kering dengan media sekam sambil memanfaatkan kemasan bekas sehingga tidak harus menanam lada perdu di dalam pot atau polibag, hanya saja untuk tahap awal kami masih menggunakan polibag untuk memperbanyak tanaman lada perdu menggunakan sulur dan stek agar cepat berkembang biak.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Tahap berikutnya perbanyakan lada perdu dihasilkan dari sulur yang terus berkembang seiring usia tanaman, selain ditanam secara konvensional lada perdu juga bisa ditanam secara hidroponik hanya saja hasilnya mungkin beda dengan budidaya lada pada umumnya.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Kelebihan lada perdu dibanding lada rambat atau panjat&lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Lada perdu memiliki batang yang pendek dan tetap memiliki akar angin untuk meletakkan batang menempel pada media rambat, akan tetapi kelebihan akar ini diabaikan karena tanpa merambat lada perdu bisa hidup dengan sempurna. Sedangkan lada rambat butuh media tambahan untuk meletakkan batang yang akan menambah biaya pengadaan rambatan, kebanyakan pekebun lada memanfaatkan tanaman keras untuk merambah, sehingga jika tanaman keras ditebang, tanaman lada perdu dikorbannya dan dibiarkan rusak.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Lada perdu memiliki masa panen lebih cepat karena bibit lada perdu kebanyakan dihasilkan dari stek, sedangkan jika menggunakan sulur akan lama berbuahnya. Lada rambat juga bisa dikembangkan menggukan stek dan sulur akan tetap masa panen lebih lama karena kondisi lingkungan tidak memungkinkan melakukan rekayasa untuk mempercepat pembuahan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
Lada rambat membutuhkan sinar matahari lebih sedikit dibanding lada perdu.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfb268WJbZpo3z4sxf8bf0C5WzPzVNh2IYN9jTd4Xcf-YS0UeiHZP2rbfkfY5cS6LG5rczGTsOBfjl5ZdRzLDtIwHYmeFEuDHrSajENg6Q7KVGBgbPZjDGm3ooVhNJpqRotOkwluJzNgk/s1600/2+prospek+budidaya+lada.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfb268WJbZpo3z4sxf8bf0C5WzPzVNh2IYN9jTd4Xcf-YS0UeiHZP2rbfkfY5cS6LG5rczGTsOBfjl5ZdRzLDtIwHYmeFEuDHrSajENg6Q7KVGBgbPZjDGm3ooVhNJpqRotOkwluJzNgk/s320/2+prospek+budidaya+lada.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5MRcwbOsFJpVLCOFpNm10CcXworGWKMNWbLbsV-4O0mI0RyCJxgTJF-ny-5LnayK_RhyphenhyphensjbCTT5_jG0J5A69wKmns6okfg918vL_mqAEQwMCjTls64EAmYk83zoojUqy7Ee1BOChqdmw/s1600/3+peluang+bisnis+lada+perdu.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5MRcwbOsFJpVLCOFpNm10CcXworGWKMNWbLbsV-4O0mI0RyCJxgTJF-ny-5LnayK_RhyphenhyphensjbCTT5_jG0J5A69wKmns6okfg918vL_mqAEQwMCjTls64EAmYk83zoojUqy7Ee1BOChqdmw/s320/3+peluang+bisnis+lada+perdu.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEk3d8Z70pGeW3Bp6sZ4DV1WRO9Qdq3fiydccq6WCAe3kvZ3cdloHKLOc71T7nn09_PbWIxYKUfCzcK0zTZj-2kT-j6ak9EY1FlYmoTb6547xlLJS6kZb0cC-D6yhbGQBLFS9V9_1Bd-c/s1600/4+petunjuk+budidaya+lada.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEk3d8Z70pGeW3Bp6sZ4DV1WRO9Qdq3fiydccq6WCAe3kvZ3cdloHKLOc71T7nn09_PbWIxYKUfCzcK0zTZj-2kT-j6ak9EY1FlYmoTb6547xlLJS6kZb0cC-D6yhbGQBLFS9V9_1Bd-c/s320/4+petunjuk+budidaya+lada.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Cara Stek Dan Memperbanyak Tanaman Lada/Merica Perdu Secara Hidroponik&lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Kebunia juga mengembangkan perbanyakan melalui stek lada/merica perdu metode hidroponik karena kedepannya budidaya lada perdu akan kami kembangkan secara hidroponik. Percobaan awal adalah perbanyakan batang menggunakan stek yang direndam air, berikut ini foto perkembangan batang lada perdu yang dibudidayakan secara hidroponik.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgl-KCHMLI9POtRAfpWilOCjLYerSs6515RoJ5_F6LGiYF3PIytLh1b6tEQkoaGQfPv7xk_PKm4qzI1c_5rGREo3giqPh1lLVbUwxfIvUUF08sUpZhdvUPvpHx3YQzDiGmkfEpbLgehaRQ/s1600/jual+bibit+lada+perdu+kebunia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgl-KCHMLI9POtRAfpWilOCjLYerSs6515RoJ5_F6LGiYF3PIytLh1b6tEQkoaGQfPv7xk_PKm4qzI1c_5rGREo3giqPh1lLVbUwxfIvUUF08sUpZhdvUPvpHx3YQzDiGmkfEpbLgehaRQ/s320/jual+bibit+lada+perdu+kebunia.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
Kebunia menggunakan stek batang lada perdu yang sudah memanjang, kemudian buang semua daunnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhszn_0IYdPWbC7bUDaH8TiaYuakaPwmSsikAceHY_dUPgPRUi-9qGxwJxJk0VT5YlrErjtqczAnbRg-CnxVYHQXPS6uynpcNGzlv9nONmzRBg8FlHrBqshM4qqpADpjPhZjTZbY3cs-Ew/s1600/bibit+lada+perdu+genjah+kebunia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhszn_0IYdPWbC7bUDaH8TiaYuakaPwmSsikAceHY_dUPgPRUi-9qGxwJxJk0VT5YlrErjtqczAnbRg-CnxVYHQXPS6uynpcNGzlv9nONmzRBg8FlHrBqshM4qqpADpjPhZjTZbY3cs-Ew/s320/bibit+lada+perdu+genjah+kebunia.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&amp;nbsp;Rendam batang lada perdu dalam air bersih dan tunggu hingga tanaman berkembang.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_e8icV4m0VgHG0ZbaCmKmVOrIgVKnSefo44LIw8rnvKEE51pNwjng52ghs3VPdQTHFR8AruguU8qSMaYofFft3UG9goMVCcdFI-uC4dvj_OvqB2hIDRgCydG0xZ5jSF6YUTbbyirf6-o/s1600/hidroponik+lada+perdu+kebunia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_e8icV4m0VgHG0ZbaCmKmVOrIgVKnSefo44LIw8rnvKEE51pNwjng52ghs3VPdQTHFR8AruguU8qSMaYofFft3UG9goMVCcdFI-uC4dvj_OvqB2hIDRgCydG0xZ5jSF6YUTbbyirf6-o/s320/hidroponik+lada+perdu+kebunia.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
Jika belum jelas dan ingin mengetahui lebih lanjut budidaya lada perdu silahkan hubungi kami, atau gunakan menu komentar yang akan kami jawab segera.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Materi ini ditemukan dengan bantuan penelusuran pencarian berikut ini:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
lada perdu super, lada perdu youtube, lada perdu banyumas, lada perdu siap panen, lada perdu panen, lada perdu hidroponik, lada perdu, lada perdu bangka, lada perdu berbuah, lada perdu untuk bisnis dan hobi, budidaya lada perdu, bibit lada perdu, budidaya lada perdu pdf, berkebun lada perdu, benih lada perdu, contoh lada perdu, lada perdu di polybag, lada perdu di malaysia, lada perdu dan lada panjat, lada perdu dalam polybag, bibit lada perdu di bangka, budidaya lada perdu dalam polybag, budidaya lada perdu hidroponik, budidaya lada perdu secara hidroponik, hidroponik lada perdu, bisakah lada perdu ditanam secara hidroponik, bisakah lada perdu dibudidayakan secara hidroponik, sukses budidaya lada perdu hidroponik, cara cepat memperbanyak stek lada perdu hidroponik, cara perkembang biak lada merica perdu, cara mengembang biakan lada merica perdu, cara memperbanyak bibit lada merica perdu dengan stek, agar lada cepat berbuah, agar lada berbuah lebat, bibit lada perdu di medan, foto lada perdu, harga lada perdu, hasil lada perdu, jual lada perdu, jenis lada perdu, kebun lada perdu,keunggulan lada perdu, klasifikasi lada perdu, kelemahan lada perdu, kelebihan lada perdu, keuntungan lada perdu, kekurangan lada perdu, lada perdu lampung, bibit lada perdu lampung, jual bibit lada perdu lampung, lada perdu malaysia, lada perdu purbalingga, menanam lada perdu, membuat lada perdu, manfaat lada perdu, pembibitan lada perdu, pembibitan lada PDF, petunjuk pembibitan merica PDF, petunjuk perkebunan lada perdu, pohon lada perdu, produksi lada perdu, stek lada perdu, lada perdu tanpa tiang, lada perdu thailand, tanaman lada perdu, lada perdu unggul, umur lada perdu, varietas lada perdu, cara membuat bibit lada perdu, harga bibit lada perdu, jual bibit lada perdu, usaha tani lada perdu, jual bibit lada unggul, jual beli bibit lada, jual bibit&amp;nbsp; merica perdu, usaha tani merica perdu, jual bibit merica unggul, jual beli bibit merica, harga bibit merica, merica perdu banyumas, bibit merica, perbedaan lada perdu dan lada rambat, kumpulan cara budidaya merica, sahang perdu, perbedaan lada perdu dan lada panjat, perbedaan merica dan lada, perbedaan lada dan merica, kelebihan lada dibanding merica, prospek lada perdu, petani lada perdu, kebun merica perdu&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/3822617477303829794/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/08/peluang-bisnis-budidaya-lada-perdu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/3822617477303829794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/3822617477303829794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/08/peluang-bisnis-budidaya-lada-perdu.html' title='Peluang Bisnis Budidaya Lada/Merica Perdu'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjB3scQxTd63sek-GAJVeEwA9KR03sJRZLHf72k-fk0hWCH0W9KHMObnQPW5pXd7D1CKohAhfosjVVakqa-JMBTbboJWfh1kdb_GjWhgN_dsiU2FC5fNSeAxVb46DV3ZS6MMBAcC2cfxpY/s72-c/1+buah+lada+perdu.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4621614245094869487.post-4721996523557478052</id><published>2016-08-21T16:11:00.002-07:00</published><updated>2016-09-17T18:41:35.769-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="galery tanaman"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Peluang Bisnis Modal Minim"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tehnik Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman"/><title type='text'>Petunjuk Budidaya Mentimun di Lahan Kering</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicDSuacQp61b0zTKfX1C19Ky6M58XgxY20MXQlKeRbQZ49DwzPs2c14PgzRaI_gGJ8oiiS4bliu-yXPNvfqtaET6TR_wfME4F59eREPzQlsVqgqC-KznefF3ZjmKA5dQmgehSj18bSWow/s1600/5+budidaya+buah+mentimun.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicDSuacQp61b0zTKfX1C19Ky6M58XgxY20MXQlKeRbQZ49DwzPs2c14PgzRaI_gGJ8oiiS4bliu-yXPNvfqtaET6TR_wfME4F59eREPzQlsVqgqC-KznefF3ZjmKA5dQmgehSj18bSWow/s320/5+budidaya+buah+mentimun.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
kebunia :: Petunjuk Budidaya Mentimun di Lahan Kering&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Budidaya timun dilahan kering sebuah alternatif bagi Anda yang ingin memiliki hasil panen timun yang terbebas dari bahan kimia berbahaya, karena timun bisa dibudidayakan di media selain tanah berupa sekam, arang, dan hidroponik timun.&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Permasalahannya bagaimana cara bertanam timun yang baik dan benar. Kebunia membuat percobaan budidaya timun menggunakan media sekam untuk mengetahui bagaimana timun berkembang biak, berapa lama timun berbuah sejak mulai tanam, berapa hari timun bisa panen sejak berbunga, dan berapa lama masa panen timun.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Walaupun secara umum budidaya timun bisa diketahui dengan kebiasaan kapan timun mulai berbunga, kapan timun mulai berbuah, dan kapan buah timun bisa dipanen akan tetapi kebunia melakukan beberapa rekayasa yang berbeda dengan budidaya timun kebanyakan untuk mendapatkan hasil panen timun yang baik karena pola tanamnya berbeda, yaitu di dalam polibag, di lahan pekarangan yang kering dan menggunakan media tanam berupa sekam kering dan pupuk kandang. Tentunya hasilnya akan berbeda jika ditanam di tanah lahan pesawahan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tujuannya supaya bisa dikembangkan untuk membuat lahan menjadi lebih produktif dan memanfaatkan beberapa bahan yang murah dan kadang terbuang seperti bungkus makanan sebagai pengganti polibag yang kadang kuat dan tahan lama, limbah pertanian berupa sekam yang menumpuk di penggilingan padi yang kadang sipemilik kesulitan untuk membuang karena tidak memiliki tempat pembuangan sekam, jika mengandalkan pembeli atau orang yang meminta tidak bisa menghabiskan sekam yang diproduksi setiap minggunya. Jika digunakan sebagai media tanam juga cukup awet 1 bulan belum hancur.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berikut ini foto-foto budidaya timun di lahan kering media sekam.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijfkahtG3tjVHOii5OIvu7lBLSJRvoWDraZe0weZFYrox1AJ0VPpUckhauy6kd9R6EQm-X8pBvb-GHrat9X_7AnAVW8VD7RoudJiC3zverS6KdBs9fWVPN357loy_v5hUWfqRR8jLFVA0/s1600/1+budidaya+mentimun+suri.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijfkahtG3tjVHOii5OIvu7lBLSJRvoWDraZe0weZFYrox1AJ0VPpUckhauy6kd9R6EQm-X8pBvb-GHrat9X_7AnAVW8VD7RoudJiC3zverS6KdBs9fWVPN357loy_v5hUWfqRR8jLFVA0/s1600/1+budidaya+mentimun+suri.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTccUjyT-CUWeRynZcJEMZ5i_1MwBBT8DVr9hDNMrMowpthvyNqqK_LNlgOOKupUE6_FWX0X9oSBQ0zrceinIUNWveVKYd0vSnvT1C8MFVIWUaPuIDghU7FEcGHpXv_LIbyNLTenvrzgQ/s1600/2+budidaya+mentimun+kyuri.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTccUjyT-CUWeRynZcJEMZ5i_1MwBBT8DVr9hDNMrMowpthvyNqqK_LNlgOOKupUE6_FWX0X9oSBQ0zrceinIUNWveVKYd0vSnvT1C8MFVIWUaPuIDghU7FEcGHpXv_LIbyNLTenvrzgQ/s1600/2+budidaya+mentimun+kyuri.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVqFuhWY7rElgE1OGe3UQf66uSkDzhANcuRrXAYvMsT5LpSVzJv-oUeFiG6Rr2WoP48pFwLj8cNnas1F6DsKQEqW_JDiCvA3NWpRoGYhvbb_MnEF4V0-qq-mZ2QdYSuyEfwdLf7dFsxkw/s1600/3+budidaya+mentimun.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVqFuhWY7rElgE1OGe3UQf66uSkDzhANcuRrXAYvMsT5LpSVzJv-oUeFiG6Rr2WoP48pFwLj8cNnas1F6DsKQEqW_JDiCvA3NWpRoGYhvbb_MnEF4V0-qq-mZ2QdYSuyEfwdLf7dFsxkw/s1600/3+budidaya+mentimun.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1ma5e4seIqsGcKrmCb8-vGgYZMkZePSKAIa4gkm2vKuGvTIKcQWR6JAXzoaZx9kkaRqrIIWQEviHDU225jlOQVMrM-31tXbf6eCPfDg2R2ImqkKXWHRmXNxybqrukY4ZpiffwY6BWiNs/s1600/4+budidaya+mentimun+buah+ketimun.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1ma5e4seIqsGcKrmCb8-vGgYZMkZePSKAIa4gkm2vKuGvTIKcQWR6JAXzoaZx9kkaRqrIIWQEviHDU225jlOQVMrM-31tXbf6eCPfDg2R2ImqkKXWHRmXNxybqrukY4ZpiffwY6BWiNs/s1600/4+budidaya+mentimun+buah+ketimun.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Petunjuk Budidaya Mentimun di Lahan Kering&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Bagaimana cara bertanam timun yang baik dan benar di lahan
kering menggunakan media sekam? &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
Sediakan beberapa sarana dan prasaran pendukung budidaya
timun di lahan kering berupa;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Wadah untuk menampung media tanam bisa berupa plastik
makanan berkas, pot atau polibag. Tapi bahan apapun bisa asalkan bisa menampung
media, saya sendiri menggunakan talang air dan media persemaian menggunakan
gelas bekas air mineral.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Media tanam berupa fermentasi antara sekam dan pupuk kandang
yang difermentasi selama 1 minggu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bibit didapatkan dari pedangan di pasar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Media pembibitan menggunakan campuran tanah, sekam dan pupuk kandang 1:1.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemupukan menggunakan urine kambing dan pupuk NPK ditambah
perangsang buah dan hormon giberelin.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk pengaman dari gangguan luar, areal budidaya diberi
pagar menggukan waring ayam.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8IPHJCJrgy_b1cqxLzYEGb3jMqard1ocBcMneixc_lHa8LAZIBiuUoC_CDqU9c6wboCzBrNH7NdG_Z0b7c4gnFr_vjFu7gPCGpzJ6MSZYiu8naXboD5KHtYg17KSqTiZ4TK6qcV_htWg/s1600/budidaya+timun+media+sekam.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8IPHJCJrgy_b1cqxLzYEGb3jMqard1ocBcMneixc_lHa8LAZIBiuUoC_CDqU9c6wboCzBrNH7NdG_Z0b7c4gnFr_vjFu7gPCGpzJ6MSZYiu8naXboD5KHtYg17KSqTiZ4TK6qcV_htWg/s1600/budidaya+timun+media+sekam.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi791V3n_uXcBfbA1LifCiGWDBaUa14-bairIuezeCneit063T1rmMyo9DwQlv9qa9SzedtYCYjw1sypdH8KVA6BunpS_WWqmVF2hehC1IjhaFSVIrwzBCYSneVETC7AgNO7X8ZPNrSLbA/s1600/pembibitan+timun+media+sekam.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi791V3n_uXcBfbA1LifCiGWDBaUa14-bairIuezeCneit063T1rmMyo9DwQlv9qa9SzedtYCYjw1sypdH8KVA6BunpS_WWqmVF2hehC1IjhaFSVIrwzBCYSneVETC7AgNO7X8ZPNrSLbA/s1600/pembibitan+timun+media+sekam.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Sukses Budidaya Timun Secara Hidroponik&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah percobaan pertama membudidayakan timun di lahan kering menggunakan media sekam, kebunia juga mencoba membudidayakan timun secara hidroponik dan terbilang sukses budidaya timun secara hidroponik dengan bermodalkan bahan yang ada disekitar tempat tinggal kita berupa botol air mineral. Tehnik budidaya timun yang kami lakukan menggunakan metode wick/sumbu berupa tissue dengan pertimbangan ramah lingkungan dan murah karena lama-kelamaan tissu akan rusak dan membusuk sehingga terurai secara perlahan dalam media hidroponik. Ketika saatnya panen timun tidak ada sampah dan residu dari sisa bahan yang digunakan dalam budidaya hidroponik.&lt;/div&gt;
Perhatikan foto berikut ini:&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEh2W6izS5DxSZOKPvzzSdrX5RYd82etvPePlWUY-ggSi76FWRcTqKfEcH5Pbk6f48WMxxzpqha9BnC2a-QfJh9XLr7nowfB1PAwk7g3S3CrAdvy4tmjRia3RNMB0qJJNPAVxVAP4fIiQ/s1600/budidaya+timun+hidroponik+kebunia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;476&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEh2W6izS5DxSZOKPvzzSdrX5RYd82etvPePlWUY-ggSi76FWRcTqKfEcH5Pbk6f48WMxxzpqha9BnC2a-QfJh9XLr7nowfB1PAwk7g3S3CrAdvy4tmjRia3RNMB0qJJNPAVxVAP4fIiQ/s640/budidaya+timun+hidroponik+kebunia.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCjoR6xhOd2rRocIs8EiWBawdPUR2a4KSNIUtr7QC9m0AOqgGa5TIYNRoaoUsm9G3Y77ehvXhnMhyphenhyphenZguQ-c9u3Pgebn_HF8iIjCmYrSvq2kFJ-OqUZtIsJzQd2-6_zsvuVGjQnqH-lKyY/s1600/hidroponik+buah+timun+kebunia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCjoR6xhOd2rRocIs8EiWBawdPUR2a4KSNIUtr7QC9m0AOqgGa5TIYNRoaoUsm9G3Y77ehvXhnMhyphenhyphenZguQ-c9u3Pgebn_HF8iIjCmYrSvq2kFJ-OqUZtIsJzQd2-6_zsvuVGjQnqH-lKyY/s640/hidroponik+buah+timun+kebunia.jpg&quot; width=&quot;326&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpNdVieQ70PZVnKD6eyC3hBz37cyPRPLOY7PnOse2yIwDvNVdR1FZ5-Vu60bURXPNVZQsM8aUdIb4sLmstQX_mcYcvlnjIb9it27P0YAw9pn8DInasFPFR0V-d4PC706smOWuCriRLc_I/s1600/timun+hidroponik+kebunia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;640&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpNdVieQ70PZVnKD6eyC3hBz37cyPRPLOY7PnOse2yIwDvNVdR1FZ5-Vu60bURXPNVZQsM8aUdIb4sLmstQX_mcYcvlnjIb9it27P0YAw9pn8DInasFPFR0V-d4PC706smOWuCriRLc_I/s640/timun+hidroponik+kebunia.jpg&quot; width=&quot;328&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anda mencari materi di bawah ini? Kami bahas di tempat lain karena judul di atas terfokus untuk budidaya hasil percobaan sendiri.&lt;br /&gt;
kenapa timun suri pahit&lt;br /&gt;
kenapa timun ada yang rasanya pahit&lt;br /&gt;
apa saja manfaat dan khasiat timun&lt;br /&gt;
apa timun bisa menghilangkan jerawat&lt;br /&gt;
apa ketimun bisa menghilangkan bekas jerawat&lt;br /&gt;
apa manfaat timun untuk kulit wajah&lt;br /&gt;
bagaimana membuat masker timun&lt;br /&gt;
bagaimana menggunakan masker timun&lt;br /&gt;
apa manfaat timun suri&lt;br /&gt;
apakah timun bisa menurunkan darah tinggi&lt;br /&gt;
apakah timun bisa menurunkan berat badan&lt;br /&gt;
apakah timun bisa menurunkan kolesterol&lt;br /&gt;
apa timun penyebab keputihan apa timun menyebabkan keputihan&lt;br /&gt;
apakah timun bisa menurunkan demam&lt;br /&gt;
benarkah timun bisa menurunkan darah tinggi&lt;br /&gt;
benarkah timun obat darah tinggi&lt;br /&gt;
benarkah timun bikin becek&lt;br /&gt;
benarkah timun dapat menghilangkan jerawat&lt;br /&gt;
benarkah timun membuat keputihan&lt;br /&gt;
benarkah timun bisa menghilangkan jerawat&lt;br /&gt;
benarkah timun bisa menyebabkan keputihan&lt;br /&gt;
benarkah makan timun saat haid berbahaya&lt;br /&gt;
kenapa timun bisa menurunkan darah tinggi&lt;br /&gt;
mengapa timun menyebabkan keputihan&lt;br /&gt;
mengapa timun dapat menurunkan tekanan darah&lt;br /&gt;
mengapa timun menyebabkan darah rendah&lt;br /&gt;
bisakah timun menghilangkan jerawat&lt;br /&gt;
bisakah timun menurunkan darah tinggi&lt;br /&gt;
kenapa timun bisa menurunkan tekanan darah&lt;br /&gt;
mengapa timun dapat menghilangkan jerawat&lt;br /&gt;
apakah timun bagus untuk ibu hamil&lt;br /&gt;
apakah timun suri baik untuk ibu hamil&lt;br /&gt;
apakah timun bagus buat kenari&lt;br /&gt;
kenapa timun suri hanya ada di saat bulan puasa ramadhan&lt;br /&gt;
mengapa kekerasan kentang timun dalam larutan air dan garam berbeda&lt;br /&gt;
budidaya timun hibrida&lt;br /&gt;
budidaya terong&lt;br /&gt;
budidaya kacang panjang&lt;br /&gt;
budidaya pare&lt;br /&gt;
budidaya timun pdf&lt;br /&gt;
budidaya timun emas&lt;br /&gt;
budidaya timun baby&lt;br /&gt;
budidaya timun download&lt;br /&gt;
macam-macam jenis mentimun&lt;br /&gt;
timun watang&lt;br /&gt;
cara budidaya timun yang benar&lt;br /&gt;
jenis buah timun&lt;br /&gt;
jenis timun di indonesia&lt;br /&gt;
bibit timun unggul&lt;br /&gt;
budidaya timun hibrida f1&lt;br /&gt;
budidaya mentimun pada lahan sawah&lt;br /&gt;
jenis timun yang banyak dijual di bulan ramadhan&lt;br /&gt;
jenis timun yang banyak dijual pada bulan ramadhan&lt;br /&gt;
nama latin timun jepang&lt;br /&gt;
macam jenis mentimun&lt;br /&gt;
macam mentimun&lt;br /&gt;
macam garnish timun&lt;br /&gt;
cara menanam timun dalam polybag&lt;br /&gt;
cara menanam semangka&lt;br /&gt;
cara menanam timun hercules&lt;br /&gt;
cara menanam timun baik&lt;br /&gt;
cara menanam kacang panjang&lt;br /&gt;
cara menanam melon&lt;br /&gt;
cara menanam timun suri&lt;br /&gt;
cara menanam timun jepang&lt;br /&gt;
tanaman timun dalam polybag&lt;br /&gt;
budidaya tanaman timun&lt;br /&gt;
artikel tanaman timun&lt;br /&gt;
tanaman timun suri&lt;br /&gt;
jenis tanaman timun&lt;br /&gt;
makalah tentang tanaman timun&lt;br /&gt;
manfaat tanaman timun&lt;br /&gt;
resep tanaman timun&lt;br /&gt;
pengendalian hama dan penyakit timun&lt;br /&gt;
penyakit ketimun&lt;br /&gt;
jenis penyakit tanaman timun&lt;br /&gt;
hama pada timun&lt;br /&gt;
hama tanaman mentimun&lt;br /&gt;
hama dan penyakit tanaman mentimun pdf&lt;br /&gt;
obat hama tanaman timun&lt;br /&gt;
hama oteng oteng&lt;br /&gt;
obat tanaman timun&lt;br /&gt;
penyakit pada timun&lt;br /&gt;
penyakit mentimun&lt;br /&gt;
obat hama timun&lt;br /&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
tanaman mentimun l&lt;br /&gt;
Mentimun L&lt;br /&gt;
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun&lt;br /&gt;
dalam Tanaman Mentimun&lt;br /&gt;
PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN&lt;br /&gt;
Deskripsi Tanaman Mentimun&lt;br /&gt;
Cucumis sativus L&lt;br /&gt;
Solusi Mengatasi Hama Kumbang Pada Tanaman Mentimun&lt;br /&gt;
timun mas&lt;br /&gt;
timun emas&lt;br /&gt;
timun kyuri&lt;br /&gt;
timun sayur&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;http://feeds.feedburner.com/KebunManiaBertanamTakHarusDiTanah&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kebunia.blogspot.com/feeds/4721996523557478052/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/08/petunjuk-budidaya-mentimun-di-lahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/4721996523557478052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4621614245094869487/posts/default/4721996523557478052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kebunia.blogspot.com/2016/08/petunjuk-budidaya-mentimun-di-lahan.html' title='Petunjuk Budidaya Mentimun di Lahan Kering'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07622988923188403086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicDSuacQp61b0zTKfX1C19Ky6M58XgxY20MXQlKeRbQZ49DwzPs2c14PgzRaI_gGJ8oiiS4bliu-yXPNvfqtaET6TR_wfME4F59eREPzQlsVqgqC-KznefF3ZjmKA5dQmgehSj18bSWow/s72-c/5+budidaya+buah+mentimun.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>