<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147</atom:id><lastBuildDate>Wed, 12 Oct 2011 18:09:02 +0000</lastBuildDate><category>test IQ</category><category>make faster</category><category>google webmaster</category><category>kode hap</category><category>opini</category><category>hacking</category><category>hiburan</category><category>gratis</category><category>rapidshare</category><category>penipuan</category><category>e-book</category><category>windows XP</category><category>Andy F Noya</category><category>Informasi</category><category>download</category><category>nonton tv</category><category>tips</category><category>google sitemap</category><category>internet</category><category>computer</category><category>nempelin user online</category><category>tv</category><category>yahoo messenger</category><category>agil putri hermawan</category><category>hack</category><category>sport</category><category>berita</category><category>rekaman percakapan pesawat adam air</category><category>islam</category><category>tutorial php</category><category>lowongan pekerjaan</category><category>Running</category><category>orang terkaya</category><category>Komputer</category><category>kesehatan</category><category>scamming</category><category>i</category><category>tutorial</category><category>chating</category><category>ASP</category><category>black box adam air</category><category>Faster</category><category>website</category><category>freeware</category><category>mengetik</category><category>Qoutes</category><category>member area</category><category>PHP</category><category>live streaming tv online</category><category>codec player</category><category>software</category><category>adsense</category><category>tokoh</category><category>cerita lucu/ humor</category><category>WEB PROGRAMMER</category><category>dengar radio</category><category>Paypal</category><category>mozilla firefox</category><title>Kegagalan Adalah Awal dari KEsuksesan</title><description>Berbagi Informasi, bertukar pendapat, Berita, programmer, informasi , teknologi</description><link>http://rajaindonesia.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>112</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan" /><feedburner:info uri="kegagalanadalahawaldarikesuksesan" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Technology/Gadgets</media:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Berbagi Informasi, bertukar pendapat, Berita, programmer, informasi , teknologi</itunes:subtitle><itunes:category text="Technology"><itunes:category text="Gadgets" /></itunes:category><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-3217227574224684385</guid><pubDate>Fri, 17 Dec 2010 08:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-17T00:34:24.973-08:00</atom:updated><title>sandiaga Uno : Indonesia di mata pengusaha part 1-5</title><description>http://www.youtube.com/watch?v=IZFl9qLcANU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.youtube.com/watch?v=IZFl9qLcANU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.youtube.com/watch?v=qFJsTT1uYH0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.youtube.com/watch?v=m2PxARI6oPk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.youtube.com/watch?v=gavmIVuuz1U&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-3217227574224684385?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/5oCZWxTvxpY" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/5oCZWxTvxpY/sandiaga-uno-indonesia-di-mata.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2010/12/sandiaga-uno-indonesia-di-mata.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-3292208268982976792</guid><pubDate>Tue, 09 Nov 2010 06:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-08T22:30:28.196-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">hiburan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita</category><title>Feny Rose Klarifikasi Soal Kontroversi Tayangan SILET</title><description>Feny Rose Klarifikasi Soal Kontroversi Tayangan SILET&lt;br /&gt;Banyaknya tudingan miring yang diarahkan pada tayangan SILET, yang menganggap bahwa tayangan itu 'menyesatkan' dan menimbulkan keresahan di kalangan penikmat hiburan, membuat presenter acara infotainment yang ditayangkan di RCTI itu, Feny Rose, merasa perlu angkat bicara untuk meluruskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Editor KapanLagi.com, Televisi - Sen Nov 08, 2010 20:35 WIT&lt;br /&gt;Feny Rose&lt;br /&gt;Feny Rose&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya tudingan miring yang diarahkan pada tayangan SILET, yang menganggap bahwa tayangan itu 'menyesatkan' dan menimbulkan keresahan di kalangan penikmat hiburan, membuat presenter acara infotainment yang ditayangkan di RCTI itu, Feny Rose, merasa perlu angkat bicara untuk meluruskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah press release yang diterima para wartawan, Feny menyampaikan klarifikasi pribadi sekaligus permohonan maaf pada semua pihak yang merasa 'tersakiti' oleh tayangan SILET pada tanggal 7 November kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut isi dari press release yang disampaikan oleh Feny Rose :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Saya Feny Rose, secara pribadi hari ini ingin meluruskan pesan-pesan berantai yang beredar luas dan menyebutkan Feny Rose memberikan statement bahwa 'Yogyakarta adalah kota malapetaka'. Dengan segala kerendahan dan ketulusan hati pertama-tama saya ingin mengucapkan rasa simpati dan duka cita yang mendalam kepada para korban bencana di Merapi, juga kepada masyarakat Yogyakarta, dan sekitarnya, serta Jawa Tengah yang tengah berduka dan diliputi perasaan cemas. Semoga selalu diberi kekuatan dan semoga keadaan kembali menjadi aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyesalkan beredarnya SMS, BBM (BlackBerry Messenger), Twitter berantai mengenai diri saya yang telah meresahkan dan mencederai hati khususnya warga Yogya dan sekitarnya. Namun dalam kesempatan ini saya ingin meluruskan beberapa hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya adalah presenter program infotainment SILET yang menjalankan peran murni sebagai presenter yang bekerja berdasarkan naskah yang sudah disiapkan. Dalam tayangan SILET 7 November 2010, saya tidak pernah membacakan naskah apalagi membuat pernyataan bahwa 'Yogyakarta adalah kota malapetaka'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tayangan SILET 7 November 2010, naskah presenter yang saya bacakan antara lain berbunyi: 'Puncak letusan Merapi kabarnya akan terjadi hari ini hingga esok hari pada bulan baru yang jatuh pada tanggal 8 November. Ahli LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) selalu mencatat hampir semua letusan dan guncangan gempa muncul pada bulan baru. Lantas apa yang akan terjadi dengan Yogyakarta? Mungkinkah Yogyakarta, kota budaya yang elok akan tergolek lemah tak berdaya? Benarkah Yogya yang dalam banyak lagu digambarkan begitu indah akan berubah menjadi penuh malapetaka?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjalankan pekerjaan saya, apabila ada naskah yang dirasa sensitif, saya memberikan saran dan masukan. Namun atas segala ekses yang terjadi akibat pesan berantai tentang diri saya dengan isi pesan yang kurang tepat, yang telah mencederai dan melukai perasaan warga Yogya dan sekitarnya, saya meminta maaf yang sedalam-dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada niat sedikitpun di hati saya untuk mencederai, melukai hati, menyinggung perasaan dan meresahkan warga Yogya dan sekitarnya. Atas segala kejadian yang tidak mengenakan semua pihak termasuk diri saya sendiri, saya memutuskan untuk beristirahat dari kegiatan presenter SILET untuk bisa mengintrospeksi diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah selalu melindungi kita semua, Amien.'&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-3292208268982976792?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/9Gps_MP53vE" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/9Gps_MP53vE/feny-rose-klarifikasi-soal-kontroversi.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2010/11/feny-rose-klarifikasi-soal-kontroversi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-3872151439156511342</guid><pubDate>Mon, 18 Jan 2010 06:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-17T22:59:55.765-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita</category><title>Jusuf Kalla : Saya Jual Departemen Pertanian  “SAYA JUAL DEPARTEMEN PERTANIAN”</title><description>baca berita ini coba!!!!!!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wah, dulu belum swaswmbada beras, begitu digertak, baru deh bisa swasembada lageee....kayaknya orang indonesia harus digertak dulu apa yah, biar tambah maju.....!!!!! &lt;br /&gt;:D..:D..:D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 November 2008&lt;br /&gt;Jusuf Kalla : Saya Jual Departemen Pertanian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“SAYA JUAL DEPARTEMEN PERTANIAN”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, jangan berpikir perluasan, tetapi meningkatkan produktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis keuangan yang melanda Amerika Serikat memicu krisis ekonomi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Lantas, bagaimana sebenarnya pandangan pemerintah, terutama untuk bidang agribisnis, dalam menghadapi krisis ini? Untuk itulah Tim Tabloid Agribisnis AGRINA mewawancarai Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia, di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, Rabu siang, 22 Oktober 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbincang-bincang dengan Ketua Umum Partai Golkar ini memang mengasyikkan. Sebenarnya, waktu yang dialokasikan untuk wawancara khusus ini sekitar setengah jam. Tetapi karena kelahiran Watampone, 15 Mei 1942, ini sangat menguasai dunia agribisnis, jangan heran, kalau akhirnya wawancara hampir mencapai satu jam. Berikut petikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kebijakan di bidang agribisnis untuk mengantisipasi krisis ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, dari segi agribisnis tidak banyak yang spesifik. Kebijakannya sama, bagaimana meningkatkan produktivitas, meningkatkan nilainya, memenuhi kebutuhan dalam negeri, dan meningkatkan ekspor. (Sekarang) ini, jangan berpikir perluasan, (tapi) meningkatkan produktivitas. Bibit diperbaiki, pupuk tersedia pada waktunya, dan latih petani. Tahap kedua, perbaiki pengairan. Mulai tahun ini anggaran pengairan lebih besar. Dan, tentunya pasar, karena petani kita sangat peka pasar. Kalau itu diperbaiki, pangan kita bisa ekspor tahun depan. Kebijakan umum itu sudah berjalan sehingga kita terhindar dari krisis pangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti tidak ada kebijakan khusus, padahal sekarang demand turun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, karena policy sudah berjalan baik. Yang terjadi sekarang, demand turun. Daya beli di Amerika, daya beli di Eropa, dan daya beli di dalam negeri menurun. Sekarang itu ada positif-negatifnya. Katakanlah minyak goreng. Akibat kebutuhan turun, (harga) sawit turun. Hal ini menyebabkan dua hal: ekspor turun dan harga minyak goreng di dalam negeri turun. Kalau itu faktornya, bagaimana meningkatkan kembali pasar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah penurunan kebutuhan sawit ini menyebabkan harga sawit petani turun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sawit, kita pengekspor terbesar. Demand turun, harga turun, petani kalah. Maka, bagaimana menaikkan demand itu. Saya yakin, harga (CPO atau crude palm oil) akan naik lagi. Kenapa? Karena kalau harga minyak mentah dunia turun, maka konversi biodiesel (dari CPO) atau bioetanol dari jagung dan gula pasti turun. Kalau itu menurun, harga minyak mentah akan naik lagi, negara-negara menggenjot produksi, harga CPO naik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana dengan mandatory 5% (kewajiban membeli CPO dan lain-lain untuk biodiesel dan bioetanol)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malah rencananya akan kita naikkan jadi 10%. Lagi kita persiapkan dia punya pabriknya, baru tiga. Itu tahap pertama. Tapi (tahap kedua) proses blending-nya di mana yang baik, apa di pengolahan Pertamina. Blending ini perlu dengan baik supaya tidak merusak kendaraan. Saya suruh tiga bulan untuk memperbaiki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kebijakan mandatory tersebut berarti menciptakan demand untuk CPO?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, otomatis harga (tandan buah segar atau TBS sawit) di tingkat petani akan naik. Maka saya katakan tadi, biodiesel ini akan naik, kita mengurangi impor (BBM). Yang sekarang kita hitung, berapa harga pokok mereka, dengan harga sekarang US$600–US$700 (per ton CPO), sehingga kita bisa bersaing dengan minyak mentah tanpa subsidi. Saya bilang, mandatory-nya naikkan aja sampai 10%. Tetapi, kemampuan teknisnya bisa nggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana dengan pasar ekspor produk-produk perikanan seperti udang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, otomatis harga udang akan turun. (Ekspor) perikanan kita lebih banyak ke Jepang. Walaupun dalam keadaan krisis apapun, makanan ini tidak banyak berubah, itu adalah penurunan terakhir. Kalau Anda penghasilan turun, maka Anda turunkan biaya holiday, biaya luxury, mengurangi mengecat rumah, mengurangi membeli elektronik, tapi Anda tidak akan mengurangi makanan duluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah dengan penurunan demand di Amerika Serikat dan Eropa, negara-negara yang tadinya mengekspor ke sana, akan mengalihkan pasarnya ke Indonesia dengan harga dumping atau masuk secara ilegal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu dumping bukan dari Amerika. Bisa dumping dari China. Tapi China tidak murah lagi. China itu bukan dari makanan, murahnya dari industri. Kalau dari segi makanan saya kira, memang seasonal. Mungkin pada saat sebelum krisis ini, stok banyak. Tiba-tiba terjadi penurunan, dia masih memakai stok yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan bidang hortikultura, banyak buah-buahan dari luar negeri yang menyerbu pasar Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu kalau 10 tahun lalu, ya. Sekarang sebenarnya jauh lebih banyak dalam negeri. Dulu kita impor lengkeng, sekarang dalam negeri semuanya. Paling yang kita impor yang nggak bisa tumbuh di dalam negeri, seperti anggur, pir, tapi berapa sih konsumsinya. Jadi,  dari statistik, impor buah-buahan itu tidak besar. Orang kembali ke (buah) lokal. Tetapi, supaya laku di pasar, tetap pakai Monthong, pepaya Bangkok, padahal nggak ada lagi dari Bangkoknya. Itu yang saya katakan, dibikinnya di Bogor, dikasih cap Bangkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah lebih baik dengan merek-merek lokal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelan-pelan aja. Kalau laku dengan kata-kata jambu Bangkok, apa urusannya nama, biarlah supaya harganya baik. Begitu Anda mengatakan jambu Cirebon, nggak laku? Artinya tergantung petani. Sekarang ini kita kekurangan selected quality, ya. Kalau di luar negeri, jeruknya kuning-kuning, kita bintik-bintik. Itu perlu diperbaiki. Untuk mangga, saya lihat, mulai bagus, mangga gincunya kelihatan, sudah mulai peningkatan mutulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan program peningkatan konsumsi protein hewani, seperti ayam, telur, dan daging, yang masih rendah dibanding negara-negara lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira, ayam ini cukup. Saya kunjungi daerah-daerah. Ini kemaren terpengaruh karena harga jagung (salah satu bahan baku pakan), naik Rp3.000 (per kg), otomatis harga tinggi. Tapi di Indonesia ini, kebiasaan makan ini susah dirubah tanpa perubahan pendapatan. Kalau pendapatan masyarakat, sebenarnya sudah berubah. Lihat saja impor daging, setara 400.000 ekor (sapi bakalan). Makanya saya bikin program satu juta ekor dengan cara membentuk 300 pembibitan. Setelah kita teliti ke Banten, nggak baik, karena nggak efisien. Bikin pembibitan harus di dekat perkebunan, katakanlah di dekat kebun sawit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan perubahan kebiasaan makan? Kalau benar pendapatannya sudah bagus, mestinya konsumsi protein hewani lebih tinggi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah kita perlukan kampanye bersama. Itu kembali ke empat sehat lima sempurna. Tapi dengan berbeda-beda cara. Kampanye yang dulu salah, itu dasarnya konsumsi di Jawa. Di Sulawesi lain lagi, empat sehat lima sempurna itu. Kalau di sini daging, di tempat lain ikan. Kampanyenya salah itu dulu. Harus sesuai kebiasaan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa perlu menteri peningkatan produksi dan konsumsi dalam negeri seperti dulu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, waktu itu, menteri itu tidak bikin apa-apa. Hanya membikin regulasi. Kalau regulasi cukup di Menteri Perdagangan. Kampanye, juga soal regulasi. Regulasi sudah terlalu banyak. Sekarang yang diperlukan adalah peningkatan produktivitas dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pupuk sangat penting dalam peningkatan produktivitas. Tapi kelangkaan pupuk itu sudah klasik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan klasik, memang itu masalahnya sejak dulu. Kenapa terjadi masalah pupuk? Pabrik kita tidak berkurang, tapi kebutuhannya yang naik. Katakanlah padi, dari 50 juta ton menjadi 60 juta ton. Naik 10 juta ton. Dari produktivitas 4,8 ton (per ha) sekarang di atas 5 (ton per ha). Berapa sawit dulu, sekarang nomor satu di dunia, berapa pupuk yang diperlukan. Produksi naik, secara simetris, pupuk naik, kita nggak nambah pabrik. Pabrik sudah tua. Jadi perlu revitalisasi pabrik pupuk. Yang tua-tua itu ganti dengan yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berarti perlu prediksi permintaan yang tepat supaya tidak stag seperti sekarang ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Sekian tahun yang lalu, nggak berpikir jangka panjang. Tidak ada yang berani bikin revitalisasi industri ini. Sekarang ini untuk menghasilkan satu ton pupuk urea masih memakai 35 MMBTU gas, karena pakai teknologi 1960-an, 1970-an. Tidak efisien, akhirnya subsidinya besar sekali. Pabrik yang efisien itu 25 MMBTU gas. Harus ganti semua itu (pabrik pupuk) supaya harga pupuknya lebih murah. Biayanya US$6 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana sumber pendanaan merevitalisasi pabrik pupuk ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak perlu keluar duit. Saya panggil perusahaan Jepang, kau mau gas nggak? Oke, tahun depan saya kasih gas. Dari mana, ya, penghematan dari pupuk ini. Kalau tadinya pakai 35 (MMBTU gas), sekarang, 25 (MMBTU gas)  berarti ada penghematan 10 (MMBTU gas). Kita (produksi pupuk) ada 6 juta ton, berarti ada (penghematan) 60 juta MMBTU. Itu saja kita biarin untuk cicil pabrik baru tadi. Simple. Tanpa itu, kita kedodoran terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan itu bisa terealisir sampai berjalan, butuh berapa tahun?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira tiga tahun, karena sudah ada infrastrukturnya. Seperti Pusri, pabrik baru dibangun, yang lama dimatikan saja, jadikan cadangan. Kalau ada yang rusak bisa jalan lagi. Saya ke Kaltim, saya ke Gresik. Baru tiga pabrik yang di 25 MMBTU, yaitu yang di Cikampek sini, satu di Gresik. Jadi berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, dalam kondisi sekarang ini pangan cukup penting, terutama beras. Pemerintah bisa jatuh gara-gara beras. Bagaimana ketersediaan beras (padi)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri ini besar, masih impor (beras). Tahun depan (maksudnya tahun 2008) nggak boleh (impor beras). Naikkan produksi padi dua juta ton. Saya kumpulkan semua eselon I dan II (Departemen Pertanian), pokoknya tahun depan (maksudnya tahun 2008) kalau tidak (berhasil swasembada), saya jual kantor Departemen Pertanian ini. Tidak ada kantor Departemen Pertanian di seluruh dunia sebesar ini, kata saya. Ha...ha..ha. Syok semua. Begitu gagal tidak swasembada tahun 2008, kantormu saya kontrakkan, saya jual setengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apa yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan produksi padi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini masalah bibit. Mana ahli bibit, saya minta kau bikin yang bagus. Kasih uang Rp 1 triliun, bibit gratis. (Mereka bilang), tapi susah Pak, nanti Polisi dan Kejaksaan Agung tangkapi kita karena nggak tender. Beri aja surat. Ini surat, kau nggak usah tender. Saya panggil Polisi dan Jaksa Agung, awas kalau kau tangkap ini orang, ini perintah saya. Jaksa mau tangkap (karena nggak tender) gak. Kalau kau tangkap, saya yang tangkap kau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah petugas-petugas pemerintah harus “ditekan” seperti itu supaya berhasil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ha..ha..ha. Ya, harus dibegitukan. Insya Allah kita swasembada tahun ini. Laporan terakhir, ARAM (Angka Ramalan) III sudah 60,5 juta ton (Gabah Kering Giling atau GKG). Cukuplah kita untuk swasembada. Kita surplus 3 juta-an. Kita tidak mengimpor (beras) satu ton pun tahun ini. Itulah ukuran swasembada. Tahun depan bisa ekspor. Coba, kita lihat tetangga, ribut krisis pangan, kita tenang-tenang. Sederhana. Negeri ini makmur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dengan Bapak, sepertinya gampang, mudah, dan bisa, itu yang orang suka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ha...ha...ha. Saya nggak punya ilmu tinggi-tinggi. Saya nggak tahu teknisnya, tapi saya tahu prinsipnya. Ini logik saja. Kasih bibit (atau benih), dikontrol. Bibit nggak bisa dicuri, kalaupun dicuri nggak apa-apa, karena ditanam sendiri, jadi bagus. Nggak ada yang makan bibit. Dulu saya ke China, kita impor dulu (benih padi hibrida). Tommy Winata ikut, jangan lihat dia masa lalu, lihat masa depan. Lama-lama bisa bikin bibit (benih) sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, bibit atau benih ini masih banyak yang berasal dari luar negeri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap awal, ya. Tapi itu tergantung, seperti beras. Setelah mengimpor beberapa puluh ton, (sekarang) hampir semua di dalam negeri. Kita lihat penelitian beras di Sukamandi (BB Padi), seperti Maro. Saya berkunjung ke Jawa Timur seperti BISI (International), Monsanto, di tempatnya Charoen Pokphand, semua di dalam negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghasilkan bibit atau benih unggul, perlu dukungan lembaga penelitian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat penelitian beras (padi) di Sukamandi, ada Maro. Tapi, selama ini kurang diperhatikan. Ada penelitian gula di Pasuruan, aduuuh, saya marah betul dengan cara orang mengelola penelitian. Alamaak, labnya. Debunya. Penelitiannya tiga tahun yang lalu. Saya diperlihatkan bagan pabrik gula tahun 1960-an, 1970-an. Ini museum, ya. Saya tidak datang untuk melihat museum. Di Makassar, ada kepala penelitian, nggak tahu letak labnya. Kalau saya kepala di sini, hari kedua saya sudah tahu di mana labnya. Mana log book? Kau nggak bikin apa-apa. Yang pertama kali saya lihat, log book-nya. Ha..ha..ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah itu problem semua lembaga penelitian milik pemerintah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, ya. Berapa banyak doktor di lembaga penelitian kita, ada sekian-sekian. Tapi di Kediri, yang Charoen Pokphand, hanya dua atau tiga, tapi (hasilnya) bermacam-macam, bagus sekali. Nggak apa-apa. Di pemerintah seperti BLU (Badan Layanan Umum), kalau untung dapatlah you insentif, seperti karet di Sumatera Selatan dan sawit di Sumatera Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa keberhasilan Bapak berkat pengalaman di swasta dan punya uang banyak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu juga banyak uang, tapi dipakai macam-macam. Tergantung kita targetnya apa dan bagaimana mencapainya. ‘Kan tidak susah. Cuma didorong aja. Ya, pengalaman saya waktu swasta, juga penting, tapi, cara mengetahui apa yang terjadi, tidak dengan laporan begitu aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau semua punya etos seperti Bapak, bisa tambah bagus lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, ya. Saya ke Sulawesi Selatan, cokelat turun. Saya lihat kebunnya, alaamaak, virusnya. Tebang-tebang! Ganti semua bibitnya dengan yang baru. Berapa ongkosnya, Rp1 triliun. Saya kasih kau Rp1 triliun. Bagaimana caranya? Kasih dia bibit jagung. Jagung diurus selama setahun atau dua tahun. Kasih dia raskin supaya dapat beras. Dia hidup dari raskin dan hidup dari bibit jagung. Dua tahun atau tiga tahun, kembali (bagus) cokelat. Jalan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak sungguh serius, sampai-sampai pernah mempertaruhkan Partai Golkar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah taruhan. Saya ke pabrik gula di Subang, ketemu asosiasi (Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia atau APTRI). Saya bilang, naikkan produktivitas, rendemen harus sekian. Bibit minta Menteri Pertanian. Pak Wapres, sudah lama seperti itu. Apa jaminannya berhasil. Nggak pernah jalan. Wah, saya tersinggung. Hei, jaminannya begini, kalau gagal, jangan pilih partai saya, kan tahu Golkar, jangan kau pilih. Tapi, jangan pula pilih PKS, ada menterinya. Tapi, kalau berhasil, kau pilih aku. Saya pertaruhkan Partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delapan bulan kemudian saya lihat dengan rute yang sama. Ketemu Wahid (Abdul Wahid, Ketua Umum APTRI). Gimana? Turun atau naik kau punya produksi? Naik. Pabrikmu sudah bagus? Sudah baik Pak. Baru kasih Rp 3 triliun sudah naik. Nah, bagaimana, dulu janji kau apa? Ha...ha. ‘Kan taruhan. Ya, Pak, Bapak yang menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, kalau begitu, semua petani tebu harus pilih Partai Golkar, dong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ha...ha...ha. Itu saya mau membuktikan, betapa seriusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, beberapa waktu lalu, petani tebu membakar tebu, gara-gara gula rafinasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, itu simbolis saja mereka. Mereka pingin Rp5.000 (per kg), susahnya harga gula di luar negeri turun. Kalau tidak ada (gula) rafinasi, Coca Cola atau apalah, nggak bagus juga kalau kemahalan. Ini ‘kan bagaimana mengharmonisasikan. Raw sugar, masuk ke rafinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Pewawancara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syatrya Utama, Peni S. Palupi, Adji Sudomo, Krus Haryanto, Fitri N. Poernomo, A. Dawami.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-3872151439156511342?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/fmMScbxNQRo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/fmMScbxNQRo/jusuf-kalla-saya-jual-departemen.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2010/01/jusuf-kalla-saya-jual-departemen.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-5850593916646866895</guid><pubDate>Sun, 14 Jun 2009 07:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-14T01:00:00.663-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><title>Kedaulatan atas Migas masih minim</title><description>Kedaulatan atas Migas masih minim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Writer :Business&lt;br /&gt;Publisher :bisnis Indonesia&lt;br /&gt;Updated :28.08.2008 00:00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisnis Indonesia&lt;br /&gt;Kedaulatan atas migas masih minim&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Meski sudah merdeka 63 tahun, kedaulatan negara dalam pengelolaan sumber daya alam, khususnya di sektor energi dan mineral, masih minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, sektor ini tidak dapat berperan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kondisi ini ditunjukkan oleh sedikitnya dua hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, bangsa ini tidak bisa menikmati harga minyak men tah dunia yang melambung tinggi. Padahal, kita merupakan salah satu produsen migas, bahkan sebelumnya sempat menjadi negara pengekspor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika harga minyak dunia mencapai level tertinggi, yaitu US$147,02 per barel, sekitar medio Juli 2008, negeri ini justru mengalami kesulitan. Ini karena pada harga US$126 per barel saja, subsidi BBM dalam APBN-P 2008 membengkak menjadi Rp190 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membengkaknya subsidi itu merupakan beban berat di tengah kesulitan keuangan negara. Untuk menguranginya, pemerintah menaikkan harga BBM (premium, solar, minyak tanah) rata-rata 28,7% yang berlaku pada 24 Mei 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya menjadi makin serius tidak hanya karena harga BBM yang tinggi, tetapi juga pasoknya yang sempat langka, bahkan di daerah penghasil migas sekalipun. Kondisi ini terjadi bersamaan dengan kelangkaan pasokan listrik dan gas elpiji di sejumlah daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dialami sektor energi ini sesungguhnya merupakan ironi yang sangat besar bagi Indonesia. Betapa tidak! Negeri ini memiliki berbagai sumber energi, selain migas, yang beragam, yaitu batu bara, tenaga air, panas bumi, dan biomassa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kendati memiliki berbagai sumber energi yang beragam dan banyak, Indonesia tetap saja tergolong negara berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah satu dari 10 produsen gas bumi terbesar dunia, Indonesia memiliki cadangan terbukti dan cadangan potensial 170 triliun kaki kubik-180 triliun kaki kubik (TCF).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan konsumsi sekitar 2,693 TCF per tahun pada 2007, deposit itu diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan energi nasional sedikitnya 60 tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi gas mencapai 2,783 TCF pada 2007. Dari jumlah ini, sebagian besar diolah menjadi LNG dan LPG/elpiji, selebihnya untuk pembangkit listrik dan industri petrokimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, konsumsi energi sudah saatnya dialihkan dari minyak ke gas bumi, batu bara, tenaga air, panas bumi, dan biomassa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cadangan batu bara yang ada, sekitar 50 miliar ton (3% dari potensi dunia), diperkirakan dapat digunakan hingga sedikitnya 150 tahun ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cadangan panas bumi 27.000 MW (40% potensi dunia) dan tenaga air 75.000 MW (0,02% potensi dunia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deposit keempat jenis sumber energi ini jauh lebih besar daripada minyak, yang diperkirakan habis sekitar 15 tahun lagi bila tidak ada eksplorasi baru. Negeri ini memiliki cadangan minyak sekitar 9,7 miliar barel, yang sekitar 4,7 miliar barel merupakan cadangan terbukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lifting energi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, lifting minyak mentah sekitar 927.000 barel per hari (bph), turun dari 950.000 bph pada 2005. Padahal, pada 2003 lifting minyak sekitar 1,3 juta bph, bahkan pada 1995 sempat mencapai 1,5 juta bph.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lifting minyak terus menurun, sebaliknya lifting energi terus meningkat, yang kini mencapai 4,427 juta bph setara minyak mentah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, cadangan sumber energi itu sebenarnya milik siapa? Berdasarkan Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945 (naskah asli), deposit itu milik negara dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena milik negara, pemerintah lalu mengundang perusahaan asing. Kebijakan ini dapat dipahami mengingat saat itu, terutama pada era Orde Lama dan Orde Baru, Indonesia memiliki keterbatasan dalam hal modal, teknologi, SDM yang bermutu, dan pengetahuan mengenai teknik penggunaan sarana pasar modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka masuklah perusahaan asing di bidang migas dan mineral, a.l. Caltex, Stanvac, BPM/Shell, Gas Unie, Biliton, Mobil Oil (sekarang ExxonMobil), Beyond Petroleum (sebelumnya British Petroleum), Freeport McMoRan, dan Newmont. Masuk pula perusahaan asing di sektor pertanian, pengolahan dan perdagangan hasil pertanian seperti Onderneming, Borseuhmij Wehri, Lindeteves, Hagemeijer, Unilever, dan Phillips.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya menarik investasi kemudian dilegitimasi oleh kehadiran UU No. 1/1967 tentang PMA dan UU No. 6/ 1968 tentang PMDN. Kedua UU ini kemudian direvisi menjadi UU No. 25/2007 tentang Penanaman Modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai perusahaan asing tersebut diwajibkan pemerintah saat itu untuk membangun industri pengolahan minyak di Plaju, Sungai Gerong, Balikpapan, Lirik, dan Pendopo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, perusahaan asing di sektor pertanian dan perdagangan dinasionalisasi menjadi BUMN, seperti Perusahaan Negara Perkebunan (lalu menjadi PT Perkebunan dan selanjutnya menjadi PTPN), PT Pantja Niaga, PT Dharma Niaga, dan PT Tjipta Niaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah perusahaan asing itu berkembang pesat, bahkan ada yang menjadi raksasa. Dengan laba yang begitu besar, kapitalisasi pasar ExxonMobil dan Freeport McMoRan, misalnya, menjadi berlipat ganda. Posisi ini membuat mereka makin mudah menerbitkan obligasi/menggelar initial public offering (IPO) atau memperoleh kredit dari perbankan dengan mengagunkan cadangan migas dan mineral negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan ini dibolehkan. Apalagi perusahaan asing itu telah memperoleh hak pengelolaan migas dan mineral dari pemerintah. Hak ini memiliki nilai strategis yang dapat memperbesar skala usaha mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memperoleh kredit, perusahaan asing seharusnya tidak diperbolehkan mengagunkan seluruh deposit migas dan mineral yang ada. Besarnya agunan itu seharusnya disesuaikan dengan bagi hasil yang merupakan bagian dari perusahaan asing atau mitra lokal tersebut, yaitu 15% untuk minyak dan 35% untuk gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedaulatan minim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tidak demikian halnya dengan negeri ini, yang tidak bisa langsung mengelola deposit itu kecuali menguasakannya kepada perusahaan negara atau swasta. Maka didirikan BUMN, seperti PT Pertamina untuk mengelola migas sebagai warisan dari Shell, PT Tambang Batubara Bukit Asam untuk batu bara, PT Tambang Timah untuk timah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukkan betapa minimnya kedaulatan negara atas pengelolaan migas dan mineral. Padahal, jika kedaulatan itu cukup besar, kita tidak perlu lagi mengandalkan kontrak production sharing guna memperoleh pendapatan dan keuntungan dalam jumlah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, dengan lifting migas 2,427 juta bph setara minyak mentah dan harga minyak US$125 per barel, diperoleh pendapatan sehari sekitar US$303,375 juta atau setahun US$109,215 miliar. Setelah dikurangi biaya eksplorasi (termasuk cost recovery) 25% dan pajak 35% diperoleh laba bersih US$53.242.312.500.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara bahkan bisa memperoleh dana untuk mengembangan sektor migas dan membiayai pembangunan dengan menggelar IPO. Bila sekitar 20% dilepas di bursa saham, dengan price earning sekitar 20 kali, nilainya mencapai US$212.296.925.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperlancar proses dan meminimalkan munculnya protes keras, dikeluarkan sekitar 4% dari total dana hasil IPO, senilai US$8.491.877.000. Dana ini termasuk untuk membayar fee underwriter, proses politik di DPR, sosialisasi, dan publikasi di media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan negara makin besar apabila harga migas dunia terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minimnya kedaulatan negara tersebut merupakan masalah penting yang harus segera dipecahkan. Oleh karena itu, Pasal 33 Ayat 3 UUD 1945, perlu diubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, ada preseden dari gerakan nasionalisasi perusahaan migas di Amerika Latin. Maka pengalaman Venezuela dan Bolivia, misalnya, mungkin perlu dipertimbangkan untuk dijadikan model di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dengan begitu kita menjual hak dan aset negara? Bukankah Pertamina milik negara dan otomatis milik rakyat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah dengan listing di pasar modal dan menjual saham kepada publik 15%-20%, efeknya akan sama seperti sistem kontrak 'bagi hasil' yang kita terapkan dalam pengelolaan migas bersama perusahaan asing atau mitra lokal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kita dapat melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Freeport dan PT Bumi Resources Tbk, di mana pemegang sahamnya menjadi orang terkaya di dunia karena mereka pandai dan mempergunakan sarana pasar modal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Peter F. Gontha &lt;br /&gt;Komisaris PT Satmarindo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-5850593916646866895?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/vGHBClsOQEw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/vGHBClsOQEw/kedaulatan-atas-migas-masih-minim.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2009/06/kedaulatan-atas-migas-masih-minim.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-7389828404831032274</guid><pubDate>Sun, 14 Jun 2009 07:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-14T00:55:07.349-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">opini</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita</category><title>Interview dengan Bisnis Indonesia perihal penjualan SCTV pada P.T.Bhakti Investama</title><description>Interview Peter F gontha , tentang Panejualan SCTV pada P.T. Bhati Investama, diambil dari gontha.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interview dengan Bisnis Indonesia perihal penjualan SCTV pada P.T.Bhakti Investama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Writer :questions : Bisnis Indonesia, Answer by Peter F. Gontha&lt;br /&gt;Publisher :Gontha.com&lt;br /&gt;Updated :4.12.2000 00:00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gontha.com&lt;br /&gt;Saudara Meta Yth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pikir sebaiknya saya jawab saja perytanyaan anda. Jawabannya telah saya sampaikan kepada Pak Hari juga. Saya telah meminta komentar Pak Hari dan dibawah adalah jawaban yang lengkap termasuk jawaban Pak Hari yang saya perbaiki menurut faktanya. Pak Hari bisa saja tidak menyetujui penjelasan kami namun kami persilahkan ditanya langsung saja.&lt;br /&gt;Yth.Bp. Peter Gontha,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui e-mail ini terdapat beberapa hal yang ingin saya konfirmasikan, sehubungan adanya beberapa keterangan yang diberikan Bp.Hary Tanosoedibjo atas rencana pembelian saham SCTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dari obligasi yang dikeluarkan Datakom senilai US$260 juta, Bp. Hary mengatakan Bhakti telah bersedia membeli obligasi tersebut sebesar US$20 sen sehingga totalnya mencapai US$56 juta. Hanya disebutkan, belum semua pemilik obligasi mau menjual obligasi itu kepada Bhakti dengan harga tersebut. Apakah hal ini benar dan bagaimana sesungguhnya proses yang telah disepakati sejauh ini? Datakom sendiri apakah telah menyepakati sebelumnya tentang hal ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jawaban kami:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertama kali saya mendengar bahwa Pak Hary, (Bhakti) yang akan membeli obligasi kita. Menurut saya tidak benar. Bahkti hanya membeli saham Datakom di SCTV, lainnya tidak ada. Ini justru yang saya tawarkan, bahwa Bhakti boleh membeli bond kita ditukar dengan saham SCTV. Tapi Bhakti tidak setuju, mereka tidak bersedia menjamin untuk membeli semua, sehingga kita menunjuk sebuah lembaga perantara untuk berhubungan dengan para Bondholder. Namun demikian Datakom yang akan membeli kembali sendiri, dan akan menanggung sendiri "HOLD-OUT" kalau ada. Tapi kalau Bhakti memang mau membeli semuanya dengan harga $20 cent...saya hanya dapat mengatakan Puji Tuhan, Alhammdullilah. Mohon konfirmasikan lagi saja dengan Pak Hari. Yang sebenarnya terjadi bahwa Bhakti menyediakan dana USD45 juta untuk pembelian saham SCTV milik Datakom dan CB SCTV (hutang SCTV kepada sebuah perusahaan afiliasi Datakom) yang menurut Bhakti dananya dapat dicairkan setiap saat. Dana ini ditambah dengan dana internal Datakom akan dipakai oleh Datakom untuk membeli kembali obligasi Datakom dan pembayaran sebagian hutang Datakom/afiliasi Datakom kepada BPPN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu saya tambahkan bukan $ 56 juta tapi hanya $ 45 juta. Sekarang keuntungan SCTV mencapai diatas $20.000.000 per tahun. Jadi dengan PE hanya 12 saja harga kapitalisasi SCTV mungking US$ 240.000.000 Bagian kita adalah effective 51%, jadi sebetulnya harganya harusnya US$120.000.000 tapi Bhakti hanya membayar US$ 45.000.000. Bagi kita tidak apa apa asalakan dapat membayar Hutang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian hal ini hanya dapat dilaksanakan setelah para pemegang obligasi tersebut, termasuk BPPN, memberikan persetujuan mengingat saham SCTV dan Tagihan Datakom pada SCTV sebesar US$ 20.000.000 (MCB) masih dalam status jaminan. Disamping itu Bhakti juga harusnya membayara pihak adviser (AFP) yang membantu pelaksanaan tersebut diatas sebesar USD450,000 plus semua biaya penasehat hukum. Ternyata samapai sekarang fee sebahagian fee tersebut kami bayar sendiri. Sebagai kompensasinya, Bhakti akan memperoleh saham SCTV yang dimiliki oleh Datakom dan CB SCTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kemarin, Bapak menyebutkan bahwa sebelum ini Bhakti telah menyatakan akan menebus obligasi itu dengan menyerahkan saham AGIS, namun tidak terealisasi hingga saat ini. Berapa total nilai saham AGIS yang dijanjikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban Kami:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total saham Agis yang dijanjikan adalah senilai US$ 60.000.000, namun alasan dari Bhakti adalah bahwa pelaksanaannya harus terlebih dahulu memperoleh persetujuan antara lain dari bondholder dan BBPN selaku kreditur Datakom dan afiliasi Datakom (MTI) yang sampai saat ini masih belum diperoleh. Namun sebenarnya waktu yang diajukan Bhakti terlalu seingkat dan menurut Bapapeam harus dilakukan sesuai tutup Buku satu tanggal tertentu, Bhakti sebelumnya menjanjikan bahwa mereka akan mengurus segala sesuatu dengan Para pemegang Obligasi Datakom dan BPPN , dengan persentasi dan road show tapi itu tidak terlaksana. Kami hanya berpatok pada tanggal yang diajukan Bhakti. Memang AGIS adalah perusahaan publik dan dalam melakukan akuisisi dan right issue, kesepakatan-kesepakatan dengan para pihak, termasuk dengan para kreditur harus terlebih dahulu diperoleh sebelum dapat menyampaikan pernyataan pendaftaran kepada BAPEPAM, tapi sesuai perjanjian ini adalah tanggung jawab Bhakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bapak juga menyebutkan pada prinsipnya akan menjual seluruh kepemilikan saham Datakom di SCTV. Apakah hal ini akan tetap dilakukan meski sengketa komposisi saham SCTV paska RUPSLB belum tuntas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jawaban kami:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kita lakukan untuk membayar Hutang, jadi kalau dealnya tepat dan pas, dan juga meringankan perusahaan dari Hutang, maka kenapa tidak? Tetapi Transasksi-nya harus jelas dan menguntungkun semua pihak. Kita kan berhutang kepada Kreditur dan Negara melalui BPPN, Kita lahir tanpa sesuatu, kalau pun kita harus menjual atau kehilangan sesuatu untuk meringakan beban Negara mengapa tidak meskipun perushaan atau Assets tersebut sangat berharga bagi kami? Kita selalu dapat membangun kembali sesuatu kalau kita mau berusaha dan mendapat berkatnya. Negara jangan dirugikan, dan kita harus bersedia menjual Asset perusahaan yang dapat menghasilkan uang agar kita sama-sama meringkan Negara dan Rakyat, mengapa tidak memang prinsip saya dari dulu. Semoga pengusaha yang lain juga melakukannya. Namun demikian timing juga sangat menentukan karena jika hal ini mundur terlalu lama, semua pihak juga akan dirugikan, mulai dari karyawan, majamenen, pemegang saham, para kreditur termasuk BPPN, dan para stakeholders lainnya. Namun tentunya saya sedih bahwa yang beruntung justru orang lain dan bukan Negara. Tapi ya sudahlah ini adalah keuntungan Bhakti, apa boleh buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Selain kepada Bhakti, apakah ada rencana untuk menjualnya ke investor lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jawaban kami:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami ada 2 kandidat lain, namun berhubung kami juga merasakan keinginan utnuk menyelesaikan hal ini secepat mungkin kita menunggu sampai Bhakti mengatakan bahwa mereka akan mundur atau tidak jadi melaksanakan transaksi tersebut. Saya sangat mengharapkan Bahwa Bhakti dapat memenuhi janjinya, termasuk melobi para pemegang Bond untuk mengizinkan Datakom membeli kembali seluruh obligasinya seperti yang dijanjikannya. Dalam hal ini, Bhakti tidak menempati janjinya. Kesepakatan yang dilakukan adalah Bhakti membeli saham SCTV milik Datakom dan CB SCTV milik afiliasi Datakom (MTI) sebesar USD45 juta, "subject to" persetujuan dari para kreditur, yaitu pemegang obligasi dan BPPN mengingat kedua obyek saham SCTV dan CB SCTV dalam status jaminan. Mengenai persetujuan dari para kreditur tersebut, Bhakti telah menunjukkan itikad baiknya dengan membantu Datakom dibanyak hal, antara lain :&lt;br /&gt;Telah menyelesaikan draft perjanjian-perjanjian melalui lawyer-nya sejak tanggal 12 Oktober 2000, namun sampai dengan hari ini belum kami komentari karena memang dealnya belum jelas dan Bhakti kelihatannya ingin menag sendiri karena memang berada di posisi yang kuat.&lt;br /&gt;Bhakti memang, secara lisan, sepakat untuk menempatkan dana USD45 juta kedalam escrow account setiap saat.&lt;br /&gt;Kami meminta kesepakatan Bhakti untuk membayar fee adviser sebesar USD450,000 dan sebagian dari lawyer's fee yang mewakili Datakom sebagai salah satu persyaratan kami.&lt;br /&gt;Bhakti berjanji "melobi" seluruh Bondholder dan BPPN agar dapat memberikan persetujuan. Tentunya keberhasilannya bukan berada ditangan Bhakti karena yang berhutang bukan Bhakti tapi Bhakti berjanji untuk melakukan tugas ini dan menyelesaikannya secara Tuntas.&lt;br /&gt;Bhakti mengatakan bahwa dalam hal ini banyak faktor "X" yang berperan termasuk kerja sama semua pihak "in good faith" untuk mewujudkan suatu tujuan yang sama sesuai yang dijanjikan. Kita tidak mengerti maksud dari faktor "X" tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ketidak setujuan Datakom atas injeksi dana Rp 100 miliar yang menyebabkan terdilusinya saham datakom di SCTV, dikarenakan hal itu dimasukkan dalam agenda lain-lain RUPSLB (bukan agenda tersendiri). Mohon penjelasan lebih terinci tentang hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jawaban kami:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul sekali. Ini lah yang menjadi masalah di Indonesia. Para pemegang saham minoritas selalu menjadi bulan - bulanan pemegang saham mayoritas. Ini menjadi masalah. Pertanyaan anda memang betul, inilah yang terjadi,. Direksi tidak mengacarakan agenda tersebut.tapi dimasukkan didalam acara lain lain sehingga ini menjadi masalah. datakam dihadapkan dengan "faith a compli" didalam rapat tersebut dan dikatakan bahwa Datakom tidak berhak apa - apa karena pemegang saham minoritas. Anda kan tahu siapa pemegang saham majoritasya yang didanai oleh Bhakti? Inilah yang kita lawan. Pada masa masa sulit SCTV, kami di Datakom yang melakukan dan mengarahkan Direksi untuk effisiensi sampai menjadi Satsiun TV yang effisien dan menguntungkan. Kita putuskan untuk mengkonsolidasi semua kegiatan dibawah satu atap. Kita berikan transponder murah melalaui Cakra Warta termasuk ruangan gedung dengan harga murah (sebanyak 5 lantai lebih). Namun begitu menguntungkan maka terjadilah hal hal yang sebetulnya harusnya sudah kita antisipasi. Untung Di Indonesia ada undang undang yang melindungi pemegang saham minoritas, hanya saja hal itu tidak pernah dilaksanakan. Semoga......achirnya keadilan dan pemerataan dapat terjadi dalam skala kecil maupun besar. Semoga dalam keadaan reformasi ini ada kebenaran dan keadilan.Bhakti mengaku dalam posisi tidak tahu menahu dalam hal ini karena hubungan Bhakti bukan pada tingkatan SCTV pada saat hal tersebut diatas terjadi namun menurut hemat kami ini dalah alasan saja, karena pada waktu Bhakti memasukkan dananyna di perushaan Holding pemegang saham SCTV lainnya kan diketahui pengunaan dananya. Ditambah lagi waktu ada dispute ternyata Bhakti yang memegang peranan. Sekarang juga yang membeli bukan siapa-siapa tapi Bhakti dan bukan kelompok pemegang saham SCTV lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jawbana kami:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan. Mohon bantuan Bapak untuk dapat menyampaikan jawaban tersebut secepatnya.Atas perhatian Bapak, saya ucapkan terimakasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih atas pertanyaan anda yang lurus lurus saja. Agar supaya jawaban kami menjadi lurus adanya akan kami sampaikan pertanyaan dan jawabannya pada media lain seperti ,Quick Channel, Radio Mandiri, Mandiri.com, Indo Observer, AStaga.com dan beberapa media lainnya, agar supaya dapat diketahui masyarakat luas dengan fakta yang seadanya. Pertanyaan dan jawaban ini akan kami sampaikan dulu pada Pihak Pak Harry agar tidak terjadi salah tafsir, dan akan kita Posting juga di Gontha.com. Semoga anda tidak keberatan. tentunya akan kami sampaikan bahwa ini adalah bersumber pada pertanyaan dari anda dan kredit kami berikan kepada anda sebagai Insan pers dari Bisnis Indonesia. Bhakti mengatakan tidak dalam posisi memberikan komentar atas hal ini, tetapi Bhakti yakin waktulah yang akan membuktikan pada akhirnya. Kamipun Yakin bahwa waktu akan menentukannya semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormat kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter Gontha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-7389828404831032274?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/7ch_SSjwGoo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/7ch_SSjwGoo/interview-dengan-bisnis-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2009/06/interview-dengan-bisnis-indonesia.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-3262681405896208875</guid><pubDate>Sun, 14 Jun 2009 05:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-13T22:37:03.474-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tutorial</category><title>cara Mengetahui SIapa Yang Punya Situs WEb, TCP /IP.</title><description>Pengen tau TCP/IP situs web punya siapa???&lt;br /&gt;kadang sebagian orang ingin tau alamat TCP/IP atau keberadaan situs alamat web tersebut adalah milik siapa...sampe saat ini atau bagi pengguna awam hal ini memang agak terasa susah..namu untuk pengguna linux, ini adalah hal yang cukup mudah.disini saya coba jabarkan cara mengecek status kepemilikan suatu web lewat google browser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;silahkan ikuti langkah2 dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 1 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulis alamat google indonesia dengan situs www.google.co.id setelah itu masukkan situs atau nama web yang ingin di telusuri contoh linkbiru.com. Kemudian klik ”Telusuri dengan Google”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 2 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tampak tulisan mengenai linkbiru.com maka pilih web dengan tulisan Free 3gp Movies Nude Photos &gt;&gt; 3gp Hot. Kemudian klik di tulisan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 3 :&lt;br /&gt;Setelah masuk ke situs www.linkbiru.com maka dapat kita lihat bahwa situs tersebut benar-benar situs yang menampilkan gambar-gambar vulgar yang dilarang di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 4 :&lt;br /&gt;Kemudian kita kembali lagi google untuk masuk ke whois, tulis whois kemudian klik telusuri dengan google.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 5 :&lt;br /&gt;Kemudian klik web Whois Lookup&lt;br /&gt;Untuk masuk ke situs www.who.is guna mencari tahu IP dari situs linkbiru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 6 :&lt;br /&gt;Setelah masuk ke situs who.is maka tulis situs www.linkbiru.com .Kemudian klik “Who.is Search”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 7:&lt;br /&gt;Setelah masuk maka cek nomor IP Address. Kemudian copy nomor IPnya untuk mengetahui pemilik situs linkbiru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 8:&lt;br /&gt;Kemudian kembali buka situs google dan ketik arin untuk mengetahui nomor IP dari linkbiru berada di area America atau bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 9 :&lt;br /&gt;Kemudian klik di tulisan American Registry for Internet Numbers…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 10 :&lt;br /&gt;Setelah masuk di situs arin maka tulis nomor IP Address dari situs linkbiru tadi. Setelah itu klik Search WHOIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 11 :&lt;br /&gt;Setelah masuk di situs ARIN maka kita dapat ketahui bahwa linkbiru bukan berada di wilayah America melainkan di wilayah Europe sehingga kita harus msuk ke situs RIPE. Dengan mengklik tulisan RIPE yang ada di bawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 12 :&lt;br /&gt;Setelah masuk di situs RIPE maka tulis nomor IP Address dari linkbiru untuk di cek siapa pemilik dari situs linkbiru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 13 :&lt;br /&gt;Setelah masuk maka kita dapat mengetahui pemilik dari situs linkbiru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga bermanfaat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-3262681405896208875?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/yeSzTEh2SbQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/yeSzTEh2SbQ/cara-mengetahui-siapa-yang-punya-situs.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2009/06/cara-mengetahui-siapa-yang-punya-situs.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-1813257931783934585</guid><pubDate>Sun, 14 Jun 2009 05:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-13T22:16:17.934-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cerita lucu/ humor</category><title>Tragedi Bukit Kodok....</title><description>Tragedi Bukit Kodok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari pergilah 3 orang pria ingin menikmati indah nya alam dan&lt;br /&gt;tujuan mereka adalah mendaki sebuah bukit. Tibalah mereka ke pos dimana&lt;br /&gt;ada seorang juru kunci yg menjaga bukit tersebut. Sebutlah nama 3 pemuda&lt;br /&gt;tadi BTM, DC dan JB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama BTM yg memutuskan untuk mendaki&lt;br /&gt;bukit tersebut, kemudian bergantian dengan DC dan JB. Pada saat mau&lt;br /&gt;mendaki, si juru kunci membisikkan pesan ke BTM," nak BTM, bapak pesan,&lt;br /&gt;jangan sekali2 menginjak kodok selama mendaki bukit itu". kata btm," loh&lt;br /&gt;knapa emang pak?", juru kunci, "nanti jodoh nak BTM tidak secantik yg nak&lt;br /&gt;BTM inginkan..., bener lo bapak sangat wanti2, pesen bapak ini mohon di&lt;br /&gt;perhatikan ya?". dalam hati BTM bilang, ah cuma tahayul, ngapain&lt;br /&gt;juga diperhatiin. kata BTM."iya pak, makasih". dan mendakilah BTM ke&lt;br /&gt;bukit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah btm turun, giliran DC yg mendaki bukit itu. DC&lt;br /&gt;memperoleh pesan yg sama dari juru kunci mengenai kodok itu, dan DC pun&lt;br /&gt;menganggap itu juga tahayul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian giliran JB yg mendaki bukit&lt;br /&gt;itu. "nak JB tolong benar2 perhatikan pesan bapak ya? bapak mohon&lt;br /&gt;nak....", kata juru kunci kepada JB."baik pak, saya akan perhatikan kata2&lt;br /&gt;bapak", kata JB. dan JB mendaki bukit itu dengan hati2 sehingga tidak&lt;br /&gt;ada kodok yg terinjak olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 years later......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BTM, DC dan JB menghadiri suatu reuni dimana mereka bertiga sudah sama2 punya pasangan&lt;br /&gt;dan turut hadir dalam acara itu. Seperti biasa di pertemuan2 yg menghadirkan pasangan, banyak tamu yg memperhatikan para tamu lain yg datang pada acara itu. Tak luput diperhatikan pula BTM, DC dan JB beserta pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasak kusuk para tamu memperhatikan para pasangan yg lainnya. Pasangan BTM ama DC sangat biasa2 saja jauh dari cantik bila dibanding dengan pasangan JB. pasangan JB sangat cantik sehingga mengundang keingintahuan kenapa kok bisa JB dapet orang yg se cakep itu. Salah satu tamu bertanya ke jeng JB,"jeng, jeng, kenapa sih kok bisa dapet om JB? apa ada rahasia2 tertentu?".&lt;br /&gt;jeng JB bilang," gini loh mas......dulu...saya pernah nginjek kodok......"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^%^$%#$@#@@#!~~!@!@@#@#$#$$%$^%^$%#$@#@@#!~~&lt;br /&gt;!@!@@#@#$#$$%$%&amp;^**)*((%^%#$#!@!@!%&amp;^**)*((%^%#$#!@!@!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itulah bukit tersebut dinamakan bukit kodok atau frog hill. Tragedi ini bisa menjadi peringatan untuk para cewek agar jangan sampai menginjak kodok.&lt;br /&gt;Begitu pula untuk para cowok untuk tidak menginjak kodok. Percaya nggak percaya tragedi ini bisa terulang lagi jika tidak mengindahkan nasehat ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-1813257931783934585?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/ZYlKCkS5iCQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/ZYlKCkS5iCQ/tragedi-bukit-kodok.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2009/06/tragedi-bukit-kodok.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-2591810455276368887</guid><pubDate>Thu, 11 Jun 2009 09:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-11T03:02:39.251-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita</category><title>SUMITRO DJOJOHADIKUSUMO: BEGAWAN YANG    GEMAR MENGKRITIK</title><description>dikutip dari http://permesta.8m.net/tokoh/interview_soemitro.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelumnya saya sudah pernah  post tentang TOkoh SUmitro djoyohadikusumo, di postingan buln lalu...  ini saya post lage dari website laen,. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMITRO DJOJOHADIKUSUMO: BEGAWAN YANG    GEMAR MENGKRITIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kariernya sangat panjang dalam dunia akademik dan pemerintahan. Pada usia muda ia meraih gelar doktor. Umur 33 dipercaya jadi menteri. Selain menjadi guru besar UI, ia pernah menduduki pelbagai jabatan kunci di bidang ekonomi dan pemerintahan. Tapi ia pun aktif di berbagai forum internasional memperjuangan nasib republik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gayanya yang ceplas-ceplos dan blak-blakan menjadi ciri khas. Sebagai "begawan" ekonomi, Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo memang selalu kritis. Setelah menjadi besan Presiden Soeharto pun ia tetap melancarkan kritik tajam terhadap jalannya roda pembangunan. Baginya, perkawinan anak laki-lakinya Letjen Prabowo Subianto dengan Siti Hediyati (putri Soeharto) pada Mei 1983 hanyalah historical accident.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kritiknya yang tajam ialah pernyataannya tentang kebocoran 30% dana pembangunan yang dilansir di Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) ke-12 di Surabaya, November 1993. ISEI sendiri didirikan Sumitro tahun 1955.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Sumitro - yang pada 1985 menjadi anggota seven eminent persons dengan tugas menyusun rekomendasi kepada GATT (General Agreement on Tariffs and Trade) - sudah kelewat keras mengkritik, biasanya menantunya datang kepadanya untuk menyampaikan pesan Presiden Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada apa, Tiek? Ada pesan dari Bapak?" sambut Sumitro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, Bapak bilang, 'Tiek, mertuamu sudah priyayi sepuh kok masih radikal saja'!" ujar Siti Hediyati alias Titiek Prabowo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, saya memang sudah terlalu tua untuk mengubah diri!" jawab Sumitro enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih soal sinyalemen kebocoran itu, ketika bertemu Sumitro, Soeharto langsung berkata, "Kok, Pak Mitro suaranya begitu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumitro menjelaskan, sejak mahasiswa ia biasa bicara apa adanya, melihat suatu masalah lalu mencari problemnya kemudian mencari pemecahannya. "Dalam hal ini problemnya apa? Banyak. Pemborosan. Orang bilang ekonomi biaya tinggi. Bagaimana ini, lalu saya cari fakta, dan faktanya memang begitu. Kalau Bapak ingin fakta, tanya pada Biro Pusat Statistik," ucap Sumitro, penerima Bintang Mahaputra Adipradana II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nada agak sinis Sumitro menambahkan, "Saya tidak punya antena ke angkasa luar, Pak. Ini hitung-hitungan berdasarkan analisis ilmiah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhasil, ini bukan pat gulipat, angka 30% bukan datang dari langit, atau dari paranormal Permadi!" tegas Sumitro, yang pada 1953 oleh Sekjen PBB diangkat sebagai anggota lima ahli dunia (group of five top experts).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden memahami penjelasan itu namun ia menekankan, "Tapi, mbok ya jangan disiarkan, Pak Mitro."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika krisis ekonomi semakin memukul Indonesia, akhir 1997, Sumitro kembali membuat pernyataan tajam. Dalam tubuh ekonomi nasional melekat berbagai macam penyakit, seperti distorsi dalam bentuk monopoli, oligopoli, kartel, proteksi yang berlebihan, dan subsidi untuk barang-barang tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumitro melukiskan, "Kalau kita hanya bicara ekonomi moneter, obatnya cukup Aspirin. Tapi kalau institutional disease, sudah perlu antibiotika. Dan saya yakin bisa diatasi dengan antibiotika, tidak perlu sampai diamputasi, karena masih ada kesempatan untuk segera bertindak. Namun, paket untuk mengatasi disease itu harus dilakukan tanpa pandang bulu dan tak boleh ada intervensi." (Kompas, 11/1/1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dicuekin Bu Tien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi soal adanya kolusi antara oknum pejabat dengan oknum konglomerat, Sumitro menegaskan, "Saya tidak setuju ada kolusi dengan alasan apa pun. Hal itu harus diberantas!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini ia punya pengalaman menarik. Ada pengusaha yang berusaha "menyogok" dengan mengirim bunga kepada istrinya. Di balik bunga itu terselip perhiasan emas dan berlian! Sumitro memanggil sekretarisnya, Babes Sumampouw, "Babes, apa-apaan ini. Kirim kembali, pulangkan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusaha itu datang mengeluh, "Pak Mitro, mengapa begitu?" Sumitro pun menjawab, "Hati-hati kamu, ya, lain kali. Kamu masih untung saya menteri. Sembrono kamu, kasih perhiasan kepada istri saya. Enggak ada orang lain yang berhak memberi perhiasan kepada istri saya. Itu 'kan menghina seorang suami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman lain, usai menyelesaikan tender impor cengkeh, Sumitro dikejutkan oleh laporan Ali Moertopo bahwa Ibu Tien Soeharto marah-marah kepadanya. Ibu Tien berharap Sukamdani yang mendapat tender, tapi kenyataannya yang menang Probosutedjo dan Liem Sioe Liong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak peristiwa itu, lebih dari setahun Ibu Tien tak mau menegur Sumitro. Kalau mereka berjumpa, Ibu Negara itu melengos, membuang muka. Biarpun begitu, terhadap Dora Sigar, istri Sumitro, sikap Ibu Tien tetap baik dan mau mengajak bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski lima kali menjabat menteri di masa Orde Lama dan Orde Baru, toh ia tetap rendah hati. Seperti yang terjadi ketika ia menghadiri suatu resepsi pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Monggo ... monggo, Pak, terus lajeng kemawon (Silakan, Pak, terus saja ke depan)," pinta anggota panitia, mempersilakan Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo yang berada dalam antrean para tamu untuk menyalami mempelai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampun ... matur nuwun (terima kasih)," tolak Pak Cum, panggilan akrabnya. Sementara itu para tetamu VIP dan mereka yang merasa VIP, saling menyalip maju dan sibuk berfoto ria bersama pengantin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap rendah hati barangkali bawaan sejak lahir. Tetapi sebagai orang tua ia dikenal keras dan disiplin dalam mendidik keempat anaknya. Buktinya, putri tertua, Ny. Biantiningsih yang istri mantan Gubernur BI J. Soedrajat Djiwandono, sampai memiliki dua gelar kesarjanaan. Begitu juga Ny. Marjani Ekowati, putri kedua yang menikah dengan orang Prancis. Letjen Prabowo Subianto berhasil meniti karier cemerlang sebagai Danjen Kopassus dan Pangkostrad. Lalu si bungsu Hashim Sujono menjadi pengusaha sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di usia senjanya, berbagai cobaan menerpa. Karier Prabowo di militer tamat, Soedradjat Djiwandono sang menantu lengser sebagai Gubernur BI. Tapi keluarga Sumitro tetap tegar. "I've been through worst. Ini bukan yang pertama kali!" katanya lantang. "Ujian buat saya dalam kehidupan jauh lebih dari itu, habis dari menteri lalu tiba-tiba jatuh jadi buronan, ha-ha-ha!" tutur penyandang gelar doctor honoris causa dari Erasmus University Rotterdam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doktor di usia muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak pertama keluarga R.M. Margono Djojohadikusumo dan Siti Katoemi Wirodihardjo ini mempunyai riwayat hidup yang cukup mengesankan, seperti tertuang dalam buku Jejak Perlawanan Begawan Pejuang, terbitan Pustaka Sinar Harapan, 1999.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setamat Hogere Burger School (HBS), pria kelahiran Kebumen, Jawa Tengah, 29 Mei 1917, ini berangkat ke Belanda akhir Mei 1935. Sempat dua bulan "mampir" di Barcelona, Sumitro akhirnya ke Rotterdam untuk belajar. Dalam tempo dua tahun tiga bulan, gelar Bachelor of Arts (BA) diraihnya. Ini rekor waktu tercepat di Netherlands School of Economics. Ia lalu melanjutkan studinya di Universitas Sorbonne, Paris (1937 - 1938).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara 1938 - 1939 di Prancis, Sumitro bergabung dengan kelompok sosialis dan berkenalan dengan tokoh dunia seperti Andre Malraux, Jawaharlal Nehru, Henri Bergson, dan Henri Cartier-Bresson. Sempat ikut latihan militer di Catalonia, tapi gagal masuk Brigade Internasional karena belum 21 tahun umurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Paris, Sumitro kembali ke Rotterdam, melanjutkan studi ekonomi. Ia memasuki periode penulisan disertasi saat Nazi Jerman menyerang Belanda, 5 Mei 1940. Pimpinan Nederlandse Economische Hogeschool menunjuk Prof. Dr. G.L. Gonggrijp sebagai promotornya. Disertasinya mengenai "Kredit Rakyat (Jawa) di Masa Depresi" diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Ekonomi Nederlands Economische Hogeschool.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelar Master of Arts (MA) diraih tahun 1940. Usianya baru menjelang 26 tahun saat ia menyandang gelar doktor ilmu ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar jadi "penyelundup"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa proklamasi kemerdekaan RI, Sumitro tergolek sakit di pembaringan hampir setahun lamanya. Ia menjalani operasi tumor usus besar tanpa antibiotika. Beruntung ia selamat dari ancaman maut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi, 18 Agustus 1945, Kota Rotterdam dikejutkan oleh berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, di Radio Hilversum. Berita itu memberikan kekuatan sugestif bagi kesembuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa bersidang di Church House, London, 17 Januari 1946, ia dan Mr. Zairin Zain ikut hadir. Seusai sidang, Sumitro dan Zairin terbang ke Jakarta. Tiba di rumah orang tuanya, Sumitro disambut suasana duka: dua adiknya, Subianto (21) dan Sujono (16) gugur dalam pertempuran melawan Jepang di Tangerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini memperkuat tekadnya untuk melawan Belanda dalam mempertahankan proklamasi kemerdekaan RI. Bersama Perdana Menteri Sutan Sjahrir, Sumitro dan Zairin pada 14 Maret 1946 menyusun argumentasi baru untuk menghadapi diplomasi Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia internasional menolak Agresi Militer Belanda, 21 Juli 1947. India dan Australia, 30 Juli 1947, membawa persoalan Indonesia ke Sidang Dewan Keamanan di Lake Success, AS. Sutan Sjahrir, H. Agus Salim, Charles Tambu, Sudjatmoko, dan Sumitro Djojohadikusumo ikut hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumitro terpaksa meninggalkan Dora, yang baru enam bulan dinikahinya, pada 7 Januari 1947. Ia berjumpa pertama dengan Dora Sigar di Rotterdam tahun 1945. Ketika itu Dora belajar di Ilmu Perawatan Pascabedah di Utrecht.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 19 Desember 1948, Belanda melakukan Agresi Militer Kedua. Satu hari kemudian Sumitro bergegas menemui Robert A. Lovett, pejabat sementara Menteri Luar Negeri AS di Washington D.C. sambil membawa sebuah memorandum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Sidang Dewan berlangsung, Sumitro meninggalkan New York untuk menghadiri Konferensi Asia yang membahas masalah Indonesia di New Delhi, 18 Januari 1949. Ia bergabung dengan delegasi Indonesia yang dipimpin Mr. A.A. Maramis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa transisi - mulai dari takluknya Jepang, proklamasi kemerdekaan, hingga usaha-usaha Belanda untuk menjajah kembali - berdampak bagi perekonomian Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu masih beredar mata uang Jepang, gulden Belanda, dan uang NICA. Berangsur-angsur dilakukan penggantian dengan Oeang Republik Indonesia (ORI). Oleh karena kekurangan bahan kimia untuk membuat ORI, Sumitro mencarinya ke Singapura dan "menyelundupkannya" ke Jawa. Ia belajar jadi "penyelundup" untuk kepentingan revolusi. Ini tugas dari Sjahrir dan Bung Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 12 April 1947, Presiden Soekarno membentuk Panitia Pemikir Siasat Ekonomi pimpinan Muhammad Hatta. Anggota panitia pemikir berjumlah 98 orang. Sumitro bertugas memikirkan hal-ihwal keuangan dipimpin Mr. Sjafruddin Prawiranegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usianya masih sangat muda (33) ketika Sumitro diangkat jadi Menteri Perdagangan dan Perindustrian, sekitar Mei atau Juni 1950. Pada 20 Maret 1951 Kabinet Natsir roboh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Senat FE-UI Suhadi Mangkusuwondo bersama mahasiswa FE-UI meminta Sumitro menjadi dekan. Waktu itu usianya 34 tahun. Belum lama menjabat dekan, Dr. Sumitro Djojohadikusumo diangkat menjadi guru besar ilmu ekonomi di FE-UI. Pada 3 April 1952, Sumitro kembali diangkat menjadi Menteri Keuangan Kabinet Wilopo. Sejak 3 Juli 1953, Kabinet Wilopo demisioner. Tanggal 30 Juli 1953 Sumitro kembali menjadi Dekan FE-UI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak menjadi Menteri Keuangan pada Kabinet Wilopo-Prawoto (3 April 1952 - 30 Juli 1953), Sumitro merasakan adanya ketimpangan daerah. Terjadi pergolakan dalam dirinya sebagai politikus dan akademisi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 30 Juli 1953 - 24 Juli 1955 adalah masa Kabinet Ali Sastroamidjojo I. Kemudian terbentuk Kabinet Burhanuddin Harahap (12 Agustus 1955 - 24 Maret 1956) dan Sumitro kembali dipercaya sebagai Menteri Keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergabung dengan "pemberontak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang tahun 1957, koran komunis dan pers nasional seperti Harian Rakyat dan Bintang Timur melansir pemberitaan buruk tentang Sumitro. Ia dituduh melakukan korupsi besar-besaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 23 Maret 1957 Sumitro dipanggil Corps Polisi Militer (CPM) Bandung. Tapi pemeriksa menyatakan, tidak ada alasan untuk menahan Sumitro. Panggilan kedua oleh CPM terjadi pada tanggal 6 - 7 Mei 1957. Kemudian 8 Mei 1957 ia dipanggil lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumitro semakin tertekan oleh serangan koran prokomunis dan merasa hendak ditangkap. Atas prinsip "pengabdian dan perlawanan" ia memilih melawan rezim Soekarno yang dianggap terlalu dekat dengan golongan komunis dan mengabaikan pembangunan daerah. Mei 1957 ia ke Sumatra, bertemu Letkol Barlian dan Mayor Nawawi di Palembang. Ia sempat menyamar sebagai Letnan Dua Rasyidin. Pada 13 Mei 1957 ia tiba di Padang, bertemu Panglima Divisi Banteng, Letkol Achmad Husein. Malamnya Sumitro menuju ke Pekanbaru, menemui Kapten Yusuf Baron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ultimatum kepada pemerintah pusat akhirnya dikeluarkan pada 10 Februari 1958. Tanggal 15 Februari 1958, Achmad Husein melalui Radio Bukittinggi mengumumkan proklamasi pemerintahan tandingan, Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jakarta, Sjahrir menugaskan Djoeir Moehamad dan Djohan Sjahruzah menghubungi dewan-dewan militer di daerah. Sekaligus menghubungi Sumitro Djojohadikusumo. Mereka "mengejar" Sumitro hingga ke Padang. Tapi Sumitro keburu ke Pekanbaru, kemudian ke Bengkalis, sempat menyamar jadi kelasi kapal menuju Singapura. Lalu ke Saigon juga dengan menyamar sebagai kelasi kapal sebelum ke Manila dan melakukan kontak dengan Perjuangan Semesta (Permesta). Menyamar menjadi cargo supervisor atas nama pemilik kopra, Sumitro masuk ke Bitung. Ia ke Sumatra menggelar pertemuan dan memperluas hubungan dengan pemimpin militer di Sumatra, juga Sumual di Sulawesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subadio, utusan Sjahrir, bertemu Sumitro di Singapura. Sumitro berperan menangani bidang logistik bersama Kolonel Simbolon dan Husein bagi PRRI. Ia sempat mengecek pengadaan senjata. Sebagian senjata dibeli di Phuket (Thailand) dan Taiwan. Dua kali ia masuk Taiwan, dan kembali ke Minahasa dengan pesawat bermuatan amunisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep semula, menurut Sumitro, hanya untuk memperbaiki Jakarta. Tidak ada bayangan membuat suatu pemerintahan tandingan. Tuntutan mereka hanyalah ingin otonomi dan pengembangan daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumitro mempercayai gagasan persatuan Indonesia. Namun, tatkala PRRI hendak mendirikan Republik Persatuan Indonesia (RPI), dan Pulau Jawa tidak termasuk di dalamnya, ia menolak tegas, "Kalau demikian, saya tidak bisa ikut, sebab negara kita satu." Ketidaksepakatan ini mendorong Sumitro mengungsi ke luar negeri, lantaran belum memungkinkan pulang ke Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 10 tahun di pelarian, Sumitro menggunakan banyak nama samaran. Para mahasiswa di Jepang mengenalnya sebagai Sungkono. Di Jerman dipanggil Sunarto. Di luar Frankfurt pakai nama Abdul Karim. Di Hongkong orang mengenalnya Sou Ming Tau (bahasa Kanton) dan Soo Ming Doo (bahasa Mandarin). Warga Malaysia mengenalnya Abu Bakar. Ia dipanggil Henry Kusumo atau Henry Tau di Bangkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi keamanan, Sumitro bersama keluarganya tak mau tinggal di suatu negara lebih dari dua tahun. Mulai dari Singapura, Hongkong, Kuala Lumpur, Zurich-Swiss, London, kemudian pindah ke Bangkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghidupi keluarganya di pelarian, ia terpaksa menjadi saudagar mebel dan real estate di Malaysia. Juga mendirikan Economic Consultans for Asia and the Far East (Ecosafe) di Hongkong, dan cabangnya di Kuala Lumpur. Ia memakai nama Kusumo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maret 1967, Soeharto menjabat presiden RI. Suatu kali Ali Moertopo menemui Sumitro di Bangkok, dan bertanya, "Apakah Pak Mitro bersedia kembali?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumitro bilang, "You just remain yourself, and I just remain myself." Menlu Adam Malik, yang berkunjung ke Bangkok, mempertebal keyakinan Sumitro untuk pulang ke Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah resmi menjadi presiden, Soeharto menerima Sumitro di Cendana, 29 Mei 1968. Ia meminta kesediaan Sumitro membenahi ekonomi yang ambruk. Inflasi 600% lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumitro akhirnya dilantik sebagai Menteri Perdagangan pada 27 Maret 1968. Tanggal 6 Juni 1968 susunan menteri Kabinet Pembangunan I diumumkan. Selanjutnya ia diangkat menjadi Menteri Negara Riset Nasional (Menristek) pada Kabinet Pembangunan II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekeluar dari kabinet tahun 1978, Sumitro menjadi konsultan. Juga menulis buku. Sejak 1982 ia mengurusi Induk Koperasi Pegawai Negeri (IKPN). Sempat menjadi komisaris Bank Niaga, Bank Universal, dan Bank Kesejahteraan, pada 18 September 1992 - Desember 1992 Sumitro ditunjuk sebagai preskom Astra. (A. Hery Suyono)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www.indomedia.com/intisari/2000/juli/sumitro7.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-2591810455276368887?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/rLmUuRlskZQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/rLmUuRlskZQ/sumitro-djojohadikusumo-begawan-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2009/06/sumitro-djojohadikusumo-begawan-yang.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-8039430542561088527</guid><pubDate>Sun, 31 May 2009 04:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-30T21:41:54.257-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">internet</category><title>Tips mempercepat Koneksi Telkom Speedy</title><description>Tips mempercepat Koneksi Telkom Speedy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin banyak kalian semua yang langganan telkom speedy merasa resah (ceileh) karena koneksi speedy yang lambat, well beberapa trik dibawah mungkin bisa mempercepat telkom speedy kita menjadi lumayan cepat, gak janji sih hehe, gak salah dicoba doloe&lt;br /&gt;Utk mempercepat browsing n donlot dg koneksi speedy bs dipake proxy server. Gw sdh coba terutama donlot dg IDM. Gw bandingin kalo pake/tdk pake proxy speed beda skt (90-100)%. Kalo g’ pake proxy donlot skt (40-50) KB/sec , tp kalo pake bisa (80-90) KB/sec bahkan kalo malam hari (bukan hr libur) rata2 (100-120) KB/sec. . Gw jamin deh. Caranya sbb:&lt;br /&gt;1, BUKA FIREFOX =&gt; TOOL =&gt; OPTION =&gt; ADVANCED =&gt; NETWORK =&gt;SETTING&lt;br /&gt;2. PILIH =&gt; MANUAL PROXY CONFIGURATION&lt;br /&gt;3. PILIH =&gt; HTTP, MASUKKAN : ” PROXIES.TELKOM.NET.ID ” PILIH =&gt; PORT, MASUKKAN :”8080″&lt;br /&gt;4. BERI TD CENTANG (KLIK KIRI) PADA : “USE THIS PROXY …..” AGAR SUBITEM TERCENTANG SEMUA&lt;br /&gt;5. TEKAN “OK”&lt;br /&gt;6. PADA IDM, MASUK KE TAB PROXY. BERI TANDA CENTANG (KLIK KIRI) PADA : ” HTTP PROXY; HTTPS PROXY ; FTP PROXY ” isikan PORT dg : 8080&lt;br /&gt;7. tEKAN OK&lt;br /&gt;atau&lt;br /&gt;Selain cara diatas (dikombinasikan) jika terjadi lelet terutama pd saat browsing, bisa dilakukan sbb :&lt;br /&gt;1. Setting Proxy pd FF dikembalikan ke NO PROXY ( setting MANUAL&lt;br /&gt;PROXY usah dihapus, centang aja di NO PROXY)&lt;br /&gt;2, Setting MODEM ADSL pd bag. DNS PROXY sbb :&lt;br /&gt;PRIMARY DNS : 208.67.222.222&lt;br /&gt;SECONDARY DNS : 208.67.220.220&lt;br /&gt;3. Setting utk DONLOT pd IDM tetap pake PROXY spt diatas.&lt;br /&gt;4. Udh gw coba browsing pd situs yg banyak open imagenya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-8039430542561088527?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/vB_3QzovhWs" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/vB_3QzovhWs/tips-mempercepat-koneksi-telkom-speedy.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2009/05/tips-mempercepat-koneksi-telkom-speedy.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-6029427600300514375</guid><pubDate>Sun, 31 May 2009 04:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-30T21:39:09.619-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">internet</category><title>Mempercepat KOneksi Internet</title><description>mempercepat koneksi internet ? tapi yg gratis dan kecepatannya naik dengan drastis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;Cara ke 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;klik start&lt;br /&gt;pilih run&lt;br /&gt;ketik ncpa.cpl&lt;br /&gt;Ok&lt;br /&gt;lalu klik kanan pada aplikasi aktif&lt;br /&gt;pilih propertis&lt;br /&gt;pada networking / general tab&lt;br /&gt;--&gt; pilih internet protocol (TCP/IP)&lt;br /&gt;--&gt; properties&lt;br /&gt;--&gt; pilih Use DNS (Domain Name Server) dan ketik&lt;br /&gt;208.67.222.222 pada box preferred dan&lt;br /&gt;208.67.220.220 pada box alternate&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Double OK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;materi referensi:&lt;br /&gt;PC Media&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ke 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tidak ya cara mempercepat proses dial up untuk nyambung ke internet ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cara untuk menaikkan bandwidth dan ini berlaku untuk semua ISP dial up atau DSL/cable.&lt;br /&gt;Saya jelaskan terlebih dulu ya...&lt;br /&gt;Memiliki koneksi internet yang cepat memang menjadi dambaan setiap orang, tapi bagaimana bila koneksi yang kita gunakan kecepatannya cuma paspasan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang enggan menggunakan software untuk mendongkrak kecepatan koneksi internet yang paspasan, bisa melakukannya sendiri dengan mudah dan peningkatan kecepatannya juga akan terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya komputer windows sudah membatasi bandwidth koneksi internet sebanyak 20% dari total bandwidth yang seharusnya secara otomatis, jadi kalau ingin menambah bandwidth internet supaya koneksinya terasa lebih cepat bisa dengan cara mengurangi atau mengosongkan batasan bandwidth tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya lakukan setting seperti cara dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Klik Start&lt;br /&gt;2. Klik Run&lt;br /&gt;3. Ketik gpedit.msc&lt;br /&gt;4. kemudian klik Ok&lt;br /&gt;5. Setelah masuk klik Administrative Templates&lt;br /&gt;6. kemudian Klik Network&lt;br /&gt;7. setelah terbuka klik QoS Packet scheduler&lt;br /&gt;8. kemudian klik Limit Reservable Bandwidth&lt;br /&gt;9. Dan setelah terbuka ubah setting menjadi Enable&lt;br /&gt;10. Kemudian ubah Bandwidth Limitnya menjadi 0&lt;br /&gt;11. Klik Apply,ok&lt;br /&gt;12. Kemudian keluar dan Restart komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cek dengan melakukan speedtest untuk mengetes bandwidth yang dimiliki. klik saja link di bawah untuk lakukan test&lt;br /&gt;http://speedtest.indosatm2.com/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trik ini berlaku untuk OS Windows, dan bisa diterapkan untuk semua macam browser, dan kini akses internet sudah didongkrak.&lt;br /&gt;Saya sarankan gunaan Mozilla Fireworks sebagai default browser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba &amp; semoga membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ke 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku biasa pakai speedy/telkomflash.. so klo mau nich cobain...ini pas aku masih dial up pake telkomnet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempercepat modem&lt;br /&gt;Tahukah kamu bahwa kecepatan koneksi internet dapat kamu tingkatkan dengan mengubah beberapa setting tertentu pada Windows. Walaupun sekarang sudah banyak software-software untuk mempercepat koneksi internet saya kira kamu tidak akan rugi untuk mengetahui cara mempercepat secara "manual" seperti yang tercantum di bawah ini:&lt;br /&gt;Cara Pertama&lt;br /&gt;1. Dari Control Panel, klik icon Modem.&lt;br /&gt;2. Pada kotak dialog Modem Properties, pilih modem yang akan diubah settingnya dan klik pada tombol Properties&lt;br /&gt;3. Pada tab General, ubah Maximum Speed menjadi 115200.&lt;br /&gt;4. Pindah ke tab Connection dan klik tombol Port Setting.&lt;br /&gt;5. Dari kotak dialog Advanced Port Setting, beri tanda check pada Use FIFO buffers. Kemudian ubah Receive Buffer menjadi 14 dan Transmit Buffer menjadi 16. Lalu klik OK.&lt;br /&gt;6. Klik button Advanced, beri tanda check pada Use Flow Control. Kemudian pilih radio button Hardware. Pada bagian Extra Setting, isi dengan &amp;C1&amp;D2E1Q0V1X4%C0 S7=55 S11=55 S0=0.&lt;br /&gt;Cara Kedua&lt;br /&gt;1. Dari Control Panel, klik icon System.&lt;br /&gt;2. Pindah ke tab Device Manager.&lt;br /&gt;3. Pada bagian Ports (COM &amp; LPT), pilih port yang digunakan oleh modem Anda dan klik tombol Properties.&lt;br /&gt;4. Pindah ke tab Port Settings.&lt;br /&gt;5. Pada bagian Bits per second, isi dengan 921600.&lt;br /&gt;Cara Ketiga&lt;br /&gt;1. Buka file system.ini yang terletak di C:\Windows.&lt;br /&gt;2. Pada bagian [386Enh], tambahkan dengan COM1Buffer=16384. Ubah COM1 dengan port yang digunakan oleh modem.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan berhasil OK!!! soalnya ini udah saya pake dan It Works!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ke 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pake freeware SG TCP Optimizer. muantab buat pengguna koneksi broadband..Tapi sayang saya ga punya software tsb. Klo temen2 da yg punya kasih tau saya....ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KLO TEMEN2 ADA CARA LAIN LAGI MOHON DISHARINGKAN AJA YA.....!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-6029427600300514375?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/fWi8nS0J8Fo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/fWi8nS0J8Fo/mempercepat-koneksi-internet.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2009/05/mempercepat-koneksi-internet.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-3034666949331958373</guid><pubDate>Sun, 31 May 2009 04:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-30T21:16:23.233-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">internet</category><title>Cara Dapetin Id dan Pass With Google</title><description>Caranya gampang banget kok, karena kita akan memanfaatkan jasa mbah google...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yg perlu diinget cara ini butuh kesabaran...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama buka dibrowser kamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Code:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.google.com/alerts&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian akan muncul "Create a Google Alert"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;isi "Search terms" dgn format sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Code:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@www.nama_situs.com/members/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@members.nama_situs.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@http://members.nama_situs.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ganti nama_situs dgn situs yg ingin kalian cari passwordnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian pada "Type" pilih "News" atau "web".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada "How Often" pilih "once a day"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian isi email kamu di "your email"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu tinggal tunggu deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;harap bersabar namanya juga mancing...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-3034666949331958373?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/lErn7H3GcBk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/lErn7H3GcBk/cara-dapetin-idand-pass-with-google.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2009/05/cara-dapetin-idand-pass-with-google.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-2034204067873690531</guid><pubDate>Fri, 01 May 2009 09:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-01T02:06:11.734-07:00</atom:updated><title>Sejarah Umum Kabupaten Cilacap</title><description>Sejarah Umum Kabupaten Cilacap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Zaman Kerajaan Jawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelusuran sejarah zaman kerajaan Jawa diawali sejak zaman Kerajaan Mataram Hindu sampai dengan Kerajaan Surakarta. Pada akhir zaman Kerajaan Majapahit (1294-1478) daerah cikal-bakal Kabupaten Cilacap terbagi dalam wilayah-wilayah Kerajaan Majapahit, Adipati Pasir Luhur dan Kerajaan Pakuan Pajajaran, yang wilayahnya membentang dari timur ke arah barat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Wilayah Ki Gede Ayah dan wilayah Ki Ageng Donan dibawah kekuasaan Kerajaan Majapahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Wilayah Kerajaan Nusakambangan dan wilayah Adipati Pasir Luhur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Wilayah Kerajaan Pakuan Pajajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Husein Djayadiningrat, Kerajaan Hindu Pakuan Pajajaran setelah diserang oleh kerjaan Islam banten dan Cirebon jatuh pada tahun 1579, sehingga bagian timur Kerajaan Pakuan Pajajaran diserahkan kepada Kerajaan Cirebon. Oleh karena itu seluruh wilayah cikal-bakal Kabupaten Cilacap disebelah timur dibawah kekuasaan Kerajaan Islam Pajang dan sebelah barat diserahkan kepada Kerajaan Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan Pajang diganti dengan Kerajaan Mataram Islam yang didirikan oleh Panembahan Senopatipada tahun 1587-1755, maka daerah cikal bakal Kabupaten Cilacap yang semula di bawah kekuasaan Kerajaan Islam Pajang diserahkan kepada Kerajaan Mataram .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1595 Kerajaan Mataram mengadakan ekspansi ke Kabupaten Galuh yang berada di wilayah Kerajaan Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut catatan harian Kompeni Belanda di Benteng Batavia, tanggal 21 Pebruari 1682 diterima surat yang berisi terjemahan perjalanan darat dari Citarum, sebelah utara Karawang ke Bagelen. Nama-nama yang dilalui dalam daerah cikal-bakal Kabupaten Cilacap adalah Dayeuhluhur dan Limbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Zaman Penjajahan Belanda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan Onder Afdeling Cilacap (dua bulan setelah Residen Launy bertugas) dengan besluit Gubernur Jenderal D.De Erens tanggal 17 Juli 1839 Nomor 1, memutuskan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi kepentingan pelaksanaan pemerintahan daerah yang lebih rapi di kawasan selatan Banyumas dan peningkatan pembangunan pe,abuhan Cilacap, maka sambil menunggu usul organisasi distrik-distrik bagian selatan yang akan menjadi bagiannya, satu dari tiga Asisten Resident di Karesidenan ini akan berkedudukan di Cilacap".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena daerah Banyumas Selatan dianggap terlalu luas untuk dipertahankan oleh Bupati Purwokerto dan Bupati Banyumas maka dengan Besluit tanggal 27 Juni 1841 Nomor 10 ditetapkan :"Patenschap" Dayeuhluhur dipisahkan dari Kabupaten Banyumas dan dijadikan satu afdeling tersendiri yaitu : afdeling Cilacap dengan ibu kota Cilacap, yang menjadi tempat kedudukan kepala Bestuur Eropa Asisten Residen dan Kepala Bestuur Pribumi Rangga atau Onder Regent. Dengan demikian Pemerintah Pribumi dinamakan Onder Regentschap setaraf dengan Patih Kepala Daerah Dayeuhluhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun pembentukan afdeling memenuhi keinginan Bupati Purwokerto dan Banyumas yang sudah lama ingin mengurangi daerah kekuasaan masing-masing dengan Patenschap Dayeuhluhur dan Distrik Adiraja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun batas Distrik Adiraja yang bersama pattenschap Dayeuhluhur membentuk Onder Regentschap Cilacap menurut rencana Residen Banyumas De Sturier tertanggal 31 Maret 1831 adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari muara Sungai Serayu ke hulu menuju titik tengah ketinggian Gunung Prenteng. Dari sana menuju puncak, turun ke arah tenggara pegunungan Kendeng, menuju puncak Gunung Gumelem (Igir Melayat). dari sana ke arah selatan mengikuti batas wilayah Karesidenan Banyumas menuju ke laut. Dari sana kearah barat sepanjang pantai menuju muara Sungai Serayu. dari batas-batas Distrik Adiraja dapat diketahui bahwa Distrik Adiraja sebagai cikal-bakal eks Kawedanan Kroya lebih besar dari pada eks. Kawedanan Kroya , karena waktu itu belum terdapat Distrik Kalireja, yang dibentuk dari sub bagian Distrik Adiraja dan sebagai Distrik Banyumas. Sehingga luas kawasan Onder Regentschap Cilacap masih lebih besar dari luas Kabupaten Cilacap sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa residen Banyumas ke-9 Van de Moore mengajukan usul Pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 3 Oktober 1855 yang ditandatangani Gubernur Jenderal Duijmaer Van Tuist, kepada Menteri Kolonial Kerajaan Belanda dalam Kabinet Sreserpt pada tanggal 29 Desember 1855 Nomor 86, dan surat rahasia Menteri Kolonial tanggal 5 Januari 1856 Nomor 7/A disampaikan kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Usul pembentukan Kabupaten Cilacap menurut Menteri Kolonial bermakna dua yaitu permohonan persetujuan pembentukan Kabupaten Cilacap dan organisasi bestir pribumi dan pengeluaran anggaran lebih dari F.5.220 per tahun yang keduanya memerlukan persetujuan Raja Belanda,setelah menerima surat rahasia Menteri Kolonial Pemerintah Hindia Belanda dengan besluit Gubernur Jenderal tanggal 21 Maret 1856 Nomor 21 antara lain menetapkan Onder Regentschap Cilacap ditingkatkan menjadi Regentschap (Kabupaten Cilacap).*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Nama Bupati Cilacap s/d Tahun 2006 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bupati I R. Tumenggung Tjakra werdana II (1858-1873)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bupati II R. Tumenggung Tjakra Werdana III (1873-1875)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bupati III R. Tumenggung Tjakra Werdana IV (1875-1881)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bupati IV R.M Adipati Tjakrawerdaya (1882-1927)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bupati V R.M Adipati Arya Tjakra Sewaya (1927-1950)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bupati VI Raden Mas Soetedjo (1950-1952)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bupati VII R. Witono (1952-1954)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Bupati VIII Raden Mas Kodri (1954-1958)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bupati IX D.A Santoso (1958-1965)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Bupati X Hadi Soetomo (1965-1968)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Bupati XI HS. Kartabrata (1968-1974)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Bupati XII H. RYK. Moekmin (1974-1979)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Bupati XIII Poedjono Pranyoto (1979-1987)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Bupati XIV H. Mohamad Supardi (1987-1997)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Bupati XV H. Herry Tabri Karta, SH (1997-2002)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Bupati XVI H. Probo Yulastoro, S.Sos, MM, M.Si (2002- sekarang)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-2034204067873690531?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/eu3LYH7yilo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/eu3LYH7yilo/sejarah-umum-kabupaten-cilacap.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2009/05/sejarah-umum-kabupaten-cilacap.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-3583405258295283756</guid><pubDate>Sat, 14 Mar 2009 07:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-14T00:53:47.943-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita</category><title>Megawati-Jusuf Kalla Sepakati Pemerintahan yang Kuat</title><description>Megawati-Jusuf Kalla&lt;br /&gt;Sepakati Pemerintahan yang Kuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERITA TOKOH 12/3/2009: Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Wakil Presiden M Jusuf Kalla menandatangani Kesepakatan Dua Tokoh di Jakarta, Kamis (12/3). Mereka sepakat untuk membangun pemerintahan yang kuat untuk mewujudkan kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan yang berlangsung di Jalan Imam Bonjol, Kamis (12/3/09), itu Megawati ditemani Ketua Dewan Pertimbangan Pusat DPP PDI-P Taufik Kiemas, putrinya Puan Maharani, Ketua DPP PDIP Cahyokumolo dan Sekjen PDIP Pramono Anung. Sedangkan Jusuf Kalla ditemani Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Surya Paloh, Wakil Ketua DPP Partai Golkar Agung Laksono, Ketua DPP Partai Golkar Burhanuddin Napitupulu dan Sekjen DPP Partai Golkar Soemarsono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jumpa pers seusai pertemuan dan penandatanganan lima butir kesepakatan tertulis yang berjudul ”Kesepakatan Dua Tokoh” itu, Sekjen DPP Partai Golkar Soemarsono dan Sekjen DPP PDI-P Pramono Anung membacakannya secara bergantian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima butir Isi ”Kesepakatan Dua Tokoh” tersebut adalah: Pertama: Membangun pemerintahan yang kuat untuk mewujudkan kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat. Kedua: Memperkuat sistem pemerintahan presidensial sesuai dengan amanat UUD 1945 yang memiliki basis dukungan yang kokoh di DPR. Ketiga: Memperkuat sistem ekonomi untuk melaksanakan program ekonomi yang berdaulat, mandiri, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Keempat: Mempererat komunikasi politik PDI Perjuangan dan Partai Golkar sebagai perwujudan tanggung jawab dua partai politik terbesar Pemilu 1999 dan Pemilu 2004. Kelima: Menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2009 secara jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia serta aman dan bermartabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jumpa pers, Kalla mengatakan, tujuan pertemuan itu adalah sesuai dengan tujuan kita semua dalam berbangsa dan berpolitik, yaitu bagaimana mencapai bangsa yang besar, maju, dan rakyatnya sejahtera. “Dalam kerangka itu tentu dibutuhkan pemerintahan yang kuat dan melalui pemilu jujur dan adil,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Megawati menimpali bahwa pertemuan itu merupakan kesepakatan dua tokoh yang diharapkan dapat terus berproses. ”Semoga, kalau kita bisa menyatukan persepsi, pertemuan ini bisa terus dilanjutkan,” papar Megawati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan ini tidak dibahas tentang koalisi dalam arti pembagian kekuasaan terutama tentang siapa capres atau cawapres. Ketika hal ini ditanya pers, Megawati menjawab, ”Tadi kami makan enak. Jadi, belum ada urusan capres-capresan. Saya tadi bilang kepada Pak Kalla, saya pilih nasi goreng kampung karena dari kampung itulah yang enak.” Kalla menimpalinya dengan tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kesekapatan kedua tokoh ini akan dilanjutkan pada tingkit DPP kedua partai (PDIP dan Golkar) sebelum 16 Maret 2009.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-3583405258295283756?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/EZeqfdg6gK4" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/EZeqfdg6gK4/megawati-jusuf-kalla-sepakati.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2009/03/megawati-jusuf-kalla-sepakati.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-7943131659035569670</guid><pubDate>Sat, 14 Mar 2009 07:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-14T00:31:10.304-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita</category><title>Sondakh, Tumewu dan Ciputra Masuk Daftar Orang Terkaya RI</title><description>dari http://www.hariankomentar.com/arsip/arsip_2007/des_15/hl002.html&lt;a href="http://www.hariankomentar.com/arsip/arsip_2007/des_15/hl002.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sondakh, Tumewu dan Ciputra Masuk Daftar Orang Terkaya RI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara 40 orang terkaya Indonesia yang dipublikasikan Majalah Forbes, dua konglo-merat bermarga Kawanua, masuk dalam daftar 20 besar. Mereka adalah Peter Sondakh (55) dan Paulus Tumewu. Son-dakh menempati urutan 9 se-dangkan Tumewu di posisi 19 besar. &lt;br /&gt;Forbes melaporkan, jumlah kekayaan Peter Sondakh men-capai 1,45 Miliar US$ atau se-kitar Rp 13 triliun. Sondakh adalah big bos Rajawali Group yang eksis sejak 1984. Saat ini ayah tiga orang anak tersebut bergerak dalam bisnis di bidang telekomunikasi, barang-barang konsumen, retail, dan sektor transportasi. &lt;br /&gt;Perusahaan Sondakh juga turut memproduksi semen (Semen Gresik), yang mem-berikan profit cukup besar se-lama 2 tahun. Dia juga ber-kiblat dalam perhotelan, dan ikut sebagai partner bisnis dengan Sheraton dan Novotel. Sedangkan Paulus Tumewu diprediksi memiliki kekayaan mencapai 440 juta US$ atau sekitar Rp 3,9 triliun. &lt;br /&gt;Pria tiga anak ini memulai usaha bisnis dengan men-dirikan Ramayana Store tahun 1978 silam. Saat ini terdapat 100 cabang Ramayana di Indo-nesia, yang awalnya terfokus di penjualan pakaian, namun telah memperluas dalam penjualan barang-barang, ter-masuk makanan dan mainan anak-anak dengan membidik pangsa pasar konsumen kelas bawah.&lt;br /&gt;Sementara itu, konglomerat yang tumbuh dan besar di Ma-nado, Ir Ciputra berada pada peringkat 32 orang terkaya di Indonesia. Jumlah kekayaan Pak Ci’ (sapaan akrabnya) menurut Forbes mencapai 205 juta US$ atau sekitar Rp 1,8 triliun. Forbes mengungkap-kan, Ciputra (75) awalnya mendirikan perusahaan tahun 1961. Dua dekade kemudian, pemilik perumahan elit Citra-land (Manado) itu mendirikan Ciputra Group, yang kini men-jadi salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. &lt;br /&gt;Sementara itu, Menkokesra Aburizal Bakrie, yang dino-batkan Forbes sebagai orang Indonesia terkaya saat ini de-ngan kekayaan Rp 48,6 triliun mengatakan, kekayaan yang membuat dirinya masuk daf-tar orang nomor satu terkaya, bukan miliknya sendiri. “Itu kan bukan uang dikantong saya,” ujar Ical (sapaan akrab Aburizal) sambil tertawa di Hotel Four Season, Jimbaran, Bali, Kamis (13/12) malam.&lt;br /&gt;Ical lalu menambahkan bah-wa Forbes Asia itu menilai ber-dasarkan kertas saham. “Kalau harganya naik ya harganya tam-bah, kalau harganya turun ya nilainya kurang,” ujar Ical sam-bil tersenyum. Jika Menkokes-ra Aburizal Bakrie duduk di pe-ringkat 1 sebagai orang terkaya di Indonesia, Wapres Jusuf Kalla duduk di urutan 30.&lt;br /&gt;Kekayaan Kalla disumbang dari bisnis Grup Kalla selama 32 tahun. Grup ini menggeluti bisnis penjualan mobil Toyota, perhotelan hingga ikan tuna. “Menjadi Wapres Indonesia pada 2004 dan mungkin men-jadi kadidat presiden pada 2009,” deskripsi Forbes Asia tentang Kalla.&lt;br /&gt;Masih ada keluarga Kalla lainnya yang menjadi orang ter-kaya di Indonesia versi majalah tersebut. Dia adalah Aksa Mahmud. Kekayaan saudara ipar Kalla yang juga menjadi pimpinan MPR ini ditaksir sebanyak US$ 340 juta, atau lebih banyak dibandingkan JK. Ayah 5 anak ini kaya berkat bisnisnya di kelompok Bosowa. Aksa duduk di nomor 24.&lt;br /&gt;Kalla sendiri hanya tertawa menanggapi berita Forbes itu. “Wah.... ha ha,” katanya di ha-dapan Forum Wartawan Istana Wapres (Forwapres) di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (14/12). Kalla pun mengaku belum mengetahui adanya berita ter-sebut. “Saya belum baca itu,” cetusnya.(frb/zal) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40 Daftar Orang Terkaya &lt;br /&gt;Indonesia Versi Forbes &lt;br /&gt;1. Aburizal Bakrie &amp; family (5,4 Miliar US$)&lt;br /&gt;2. Sukanto Tanoto (4,7 Miliar US$)&lt;br /&gt;3. Budi Hartono (3,14 Miliar US$)&lt;br /&gt;4. Michael Hartono (3,08 Miliar US$)&lt;br /&gt;5. Eka Tjipta Widjaja (2,8 Miliar US$)&lt;br /&gt;6. Putera Sampoerna (2,2 Miliar US$)&lt;br /&gt;7. Martua Sitorus (2,1 Miliar US$)&lt;br /&gt;8. Rachman Halim (1,6 Miliar US$)&lt;br /&gt;9. Peter Sondakh (1,45 Miliar US$)&lt;br /&gt;10. Eddy William Katuari (1,39 Miliar US$)&lt;br /&gt;11. Anthoni Salim (1,3 Miliar US$)&lt;br /&gt;12. Mochtar Riady (950 Juta US$)&lt;br /&gt;13. Murdaya Poo (900 Juta US$)&lt;br /&gt;14. Arifin Panigoro (880 Juta US$)&lt;br /&gt;15. Hary Tanoesoedibjo (815 Juta US$)&lt;br /&gt;16. Trihatma Haliman (790 Juta US$)&lt;br /&gt;17. Sjamsul Nursalim (550 Juta US$)&lt;br /&gt;18. Chairul Tanjung (450 Juta US$)&lt;br /&gt;19. Paulus Tumewu (440 Juta US$)&lt;br /&gt;20. Prajogo Pangestu (420 Juta US$)&lt;br /&gt;21. Soegiharto Sosrodjojo (355 Juta US$)&lt;br /&gt;22. Sutanto Djuhar (350 Juta US$)&lt;br /&gt;23. Hadi Surya (345 Juta US$)&lt;br /&gt;24. Aksa Mahmud (340 juta US$)&lt;br /&gt;25. Harjo Sutanto (315 Juta US$)&lt;br /&gt;26. Soegiarto Adikoesoemo (310 Juta US$)&lt;br /&gt;27. Husein Djojonegoro (305 Juta US$)&lt;br /&gt;28. Kartini Muljadi (260 Juta US$)&lt;br /&gt;29. Edwin Soeryadjaya (250 Juta US$)&lt;br /&gt;30. Jusuf Kalla (230 Juta US$)&lt;br /&gt;31. Tan Kian (225 Juta US$)&lt;br /&gt;32. Ciputra 205 Juta US$)&lt;br /&gt;33. Bambang Trihatmodjo (200 Juta US$)&lt;br /&gt;34. George &amp; Sjakon Tahija (195 Juta US$)&lt;br /&gt;35. Kris Wiluan (185 Juta US$))&lt;br /&gt;36. Eka Tjandranegara (170 Juta US$)&lt;br /&gt;37. Alim Markus &amp; family (140 Juta US$)&lt;br /&gt;38. Husein Sutjiadi (135 Juta US$)&lt;br /&gt;39. Jakob Oetama (130 Juta US$)&lt;br /&gt;40. Boenjamin Setiawan (120 Juta US$)&lt;br /&gt;sumber: www.forbes.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-7943131659035569670?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/EmxsGfkS-3A" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/EmxsGfkS-3A/sondakh-tumewu-dan-ciputra-masuk-daftar.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2009/03/sondakh-tumewu-dan-ciputra-masuk-daftar.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-5670475772049456697</guid><pubDate>Sat, 14 Mar 2009 07:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-14T00:16:28.773-07:00</atom:updated><title>5 Wakil Indonesia di Jajaran Orang Terkaya di Dunia</title><description>5 Wakil Indonesia di Jajaran Orang Terkaya di Dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari detikfinance.com&lt;br /&gt;Kamis, 12/03/2009 07:18 WIB&lt;br /&gt;5 Wakil Indonesia di Jajaran Orang Terkaya di Dunia&lt;br /&gt;Nurul Qomariyah, Shohib Masykur - detikFinance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_S0DEsJD3JRk/SbtZfsfuevI/AAAAAAAAAJA/DE7gkbmZ_pY/s1600-h/sukanto-tanoto-dalam.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 285px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_S0DEsJD3JRk/SbtZfsfuevI/AAAAAAAAAJA/DE7gkbmZ_pY/s320/sukanto-tanoto-dalam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312938586468678386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukanto Tanoto (foto: Reuters)&lt;br /&gt;New York - Indonesia kembali menempatkan wakilnya dalam jajaran orang-orang terkaya di dunia. Setidaknya ada 5 orang dari Indonesia yang berada dalam daftar 1.000 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam daftar orang terkaya yang dikutip detikFinance dari Forbes, Kamis (12/3/2009), Indonesia antara lain diwakili oleh 2 pemilik grup Djarum, Martua Sitorus sang pemilik Wilmar International, pemilik Raja Garuda Mas (RGM) Sukanto Tanoto dan pemilik grup Rajawali Peter Sondakh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut posisi perwakilan Indonesia di daftar tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Peringkat 430: Michael Hartono (69), kekayaan US$ 1,7 miliar&lt;br /&gt;   2. Peringkat 430: R Budi Hartono (68), kekayaan US$ 1,7 miliar.&lt;br /&gt;   3. Peringkat 450: Sukanto Tanoto (59), kekayaan US$ 1,6 miliar&lt;br /&gt;   4. Peringkat 522: Martua Sitorus( 49), kekayaan US$ 1,4 miliar&lt;br /&gt;   5. Peringkat 701: Peter Sondakh (57), kekayaan US$ 1 miliar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pendiri Microsoft Corp, Bill Gates kembali menduduki tahta orang terkaya di dunia yang tahun lalu diduduki oleh Warren Buffett. Secara kolektif, kekayaan para miliuner top dunia itu menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gates yang tahun lalau menduduki posisi ketiga dengan kekayaannya sebesar US$ 58 miliar ini kini berada di posisi puncak dengan kekayaan 'hanya' US$ 40 miliar. Sedangkan posisi kedua diraih Warren Buffett dengan kekayaan US$ 37 miliar. Padahal tahun sebelumnya ketika menduduki posisi puncak, kekayaan Buffett mencapai US$ 62 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taipan telekomunikasi asal Mexico, Carlos Slim, meraih posisi ketiga dengan kekayaan US$ 35 miliar, turun dari posisi kedua di tahun sebelumnya dengan kekayaan US$ 60 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kolektif, 3 miliuner terkaya dunia itu kehilangan US$ 68 miliar dari tahun lalu hingga 13 Februari 2009 ketika Forbes mengumpulkan data untuk menyusun daftar orang terkaya di dunia yang biasa dirilis tiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Direktur Eksekutif Majalah Forbes Steve Forbes, penurunan kekayaan para miliuner ini tidak bagus untuk perekonomian dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Para miliuner tidak perlu mengkhawatirkan makanan mereka selanjutnya. Namun jika kekayaan mereka berkurang dan Anda tidak menciptakan para miliuner baru, itu artinya seluruh dunia tidak bekerja dengan baik. Para miliuner kehilangan setidaknya sepertiga kekayaan bersih mereka," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan bersih para miliuner dunia turun dari US$4,4 triliun menjadi US$2,4. Sedangkan jumlah mereka turun dari 1.125 menjadi 793.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini pertama kali sejak 2003 kita kehilangan para miliuner. Tetapi kita belum pernah kehilangan mereka sebanyak ini," ujar editor senior Forbes, Luisa Kroll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota New York menggantikan Moskow sebagai rumah bagi para miliuner dengan jumlah 55 orang. Sedangkan jumlah miliuner yang tinggal di Rusia mengalami penurunan dari 87 menjadi 32 orang, sebuah penurunan yang sangat mengejutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut daftar 20 orang terkaya di dunia versi Forbes:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. William Gates III: US$ 40 miliar&lt;br /&gt;   2. Warren Buffett: US$ 37 miliar&lt;br /&gt;   3. Carlos Slim Helú: US$ 35 miliar&lt;br /&gt;   4. Lawrence Ellison: US$ 22,5 miliar&lt;br /&gt;   5. Ingvar Kamprad: US$ 22 miliar&lt;br /&gt;   6. Karl Albrecht: US$ 21,5 miliar&lt;br /&gt;   7. Mukesh Ambani: US$ 19,5 miliar&lt;br /&gt;   8. Lakshmi Mittal: US$ 19,3 miliar&lt;br /&gt;   9. Theo Albrecht: US$ 18,8 miliar&lt;br /&gt;  10. Amancio Ortega: US$ 18,3 miliar&lt;br /&gt;  11. Jim Walton: US$ 17,8 miliar&lt;br /&gt;  12. Alice Walton: US$ 17,6 miliar&lt;br /&gt;  13. Christy Walton: US$ 17,6 miliar&lt;br /&gt;  14. S Robson Walton: US$ 17,6 miliar&lt;br /&gt;  15. Bernard Arnault: US$ 16,5 miliar&lt;br /&gt;  16. Li Ka-shing: US$ 16,2 miliar&lt;br /&gt;  17. Michael Bloomberg: US$ 16 miliar&lt;br /&gt;  18. Stefan Persson: US$ 14,5 miliar&lt;br /&gt;  19. Charles Koch: US$ 14 miliar&lt;br /&gt;  20. David Koch: US$ 14 miliar .&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-5670475772049456697?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/zA9UTwYtH_A" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/zA9UTwYtH_A/5-wakil-indonesia-di-jajaran-orang.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_S0DEsJD3JRk/SbtZfsfuevI/AAAAAAAAAJA/DE7gkbmZ_pY/s72-c/sukanto-tanoto-dalam.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2009/03/5-wakil-indonesia-di-jajaran-orang.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-9011108842117194244</guid><pubDate>Thu, 05 Mar 2009 10:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-05T02:21:53.894-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">WEB PROGRAMMER</category><title>Tool Penting Buat Webmaster</title><description>Tool Penting Buat Webmaster&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; berbagi informasi tentang webmaster &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gak pake lama deh.....&lt;br /&gt;silahkan download yang di bawah ini.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;vBulletin_v3.7.1_with_KeyGen. rar&lt;br /&gt;Software paling yahut untuk buat forum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quote:&lt;br /&gt;http://rapidshare.com/files/125092606/v … KeyGen.rar&lt;br /&gt;vBulletin_v3..7.1.rar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quote:&lt;br /&gt;http://rapidshare.com/files/125093623/v … 3..7.1.rar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vivvo_CMS_v4.0.3.rarMost powerfull CMS today.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quote:&lt;br /&gt;http://rapidshare.com/files/125093623/v … 3..7.1.rar&lt;br /&gt;SEO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEO_Elite_4.0&lt;br /&gt;Software khusus buat SEO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quote:&lt;br /&gt;http://rapidshare.com/files/125093623/v … 3..7.1.rar&lt;br /&gt;18.seo.collection.rar&lt;br /&gt;scrip khusus untuk SEO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quote:&lt;br /&gt;http://rapidshare.com/files/125093623/v … 3..7.1.rar&lt;br /&gt;wp-adsense-theme-collection.rar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quote:&lt;br /&gt;http://rapidshare.com/files/125091173/w … ection.rar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-9011108842117194244?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/1Vg8HYk-qlM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/1Vg8HYk-qlM/tool-penting-buat-webmaster.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2009/03/tool-penting-buat-webmaster.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-3608223088144630087</guid><pubDate>Sun, 22 Feb 2009 07:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-21T23:44:16.416-08:00</atom:updated><title /><description>Sejarah Berdirinya Kabupaten Banyumas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari www.banyumaskiab.go.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Klik di sini untuk Versi lengkap hasil Pansus Hari Jadi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabupaten Banyumas berdiri pada tahun 1582, tepatnya pada hari Jum'at Kliwon tanggal 6 April 1582 Masehi, atau bertepatan tanggal 12 Robiul Awwal 990 Hijriyah. Kemudian ditetapkan dengan Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Daerah Tingkat II Banyumas Nomor 2 tahun 1990.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan sejarah Kabupaten Banyumas tidak terlepas dari pendirinya yaitu Raden Joko Kahiman yang kemudian menjadi Bupati yang pertama dikenal dengan julukan atau gelar ADIPATI MARAPAT (ADIPATI MRAPAT).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat singkatnya diawali dari jaman Pemerintahan Kesultanan PAJANG, di bawah Raja Sultan Hadiwijaya.&lt;br /&gt;Kisah pada saat itu telah terjadi suatu peristiwa yang menimpa diri (kematian) Adipati Wirasaba ke VI (Warga Utama ke I) dikarenakan kesalahan paham dari Kanjeng Sultan pada waktu itu, sehingga terjadi musibah pembunuhan di Desa Bener, Kecamatan Lowano, Kabupaten Purworejo (sekarang) sewaktu Adipati Wirasaba dalam perjalanan pulang dari pisowanan ke Paiang. Dari peristiwa tersebut untuk menebus kesalahannya maka Sultan Pajang, memanggil putra Adipati Wirasaba namun tiada yang berani menghadap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian salah satu diantaranya putra menantu yang memberanikan diri menghadap dengan catatan apabila nanti mendapatkan murka akan dihadapi sendiri, dan apabila mendapatkan anugerah/kemurahan putra-putra yang lain tidak boleh iri hati. Dan ternyata diberi anugerah diwisuda menjadi Adipati Wirasaba ke VII.&lt;br /&gt;Semenjak itulah putra menantu yaitu R. Joko Kahiman menjadi Adipati dengan gelar ADIPATI WARGA UTAMA II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sekembalinya dari Kasultanan Pajang atas kebesaran hatinya dengan seijin Kanjeng Sultan, bumi Kadipaten Wirasaba dibagi menjadi empat bagian diberikan kepada iparnya.&lt;br /&gt;1. Wilayah Banjar Pertambakan diberikan kepada Kyai Ngabei Wirayuda.&lt;br /&gt;2. Wilayah Merden diberikan kepada Kyai Ngabei Wirakusuma.&lt;br /&gt;3. Wilayah Wirasaba diberikan kepada Kyai Ngabei Wargawijaya.&lt;br /&gt;4. Wilayah Kejawar dikuasai sendiri dan kemudian dibangun dengan membuka hutan Mangli dibangun pusat pemerintahan dan diberi nama Kabupaten Banyumas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kebijaksanaannya membagi wilayah Kadipaten menjadi empat untuk para iparnya maka dijuluki Adipati Marapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Raden Joko Kahiman itu ?&lt;br /&gt;R. Joko Kahiman adalah putra R. Banyaksasro dengan ibu dari Pasir Luhur. R. Banyaksosro adalah putra R. Baribin seorang pangeran Majapahit yang karena suatu kesalahan maka menghindar ke Pajajaran yang akhirnya dijodohkan dengan Dyah Ayu Ratu Pamekas putri Raja Pajajaran. Sedangkan Nyi Banyaksosro ibu R. Joko Kahiman adalah putri Adipati Banyak Galeh (Mangkubumi II) dari Pasir Luhur semenjak kecil R. Joko Kahiman diasuh oleh Kyai Sambarta dengan Nyai Ngaisah yaitu putrid R. Baribin yang bungsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sejarah terungkap bahwa R. Joko Kahiman adalah merupakan SATRIA yang sangat luhur untuk bisa diteladani oleh segenap warga Kabupaten Banyumas khususnya karena mencerminkan :&lt;br /&gt;a. Sifat altruistis yaitu tidak mementingkan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;b. Merupakan pejuang pembangunan yang tangguh, tanggap dan tanggon.&lt;br /&gt;c. Pembangkit jiwa persatuan kesatuan (Majapahit, Galuh Pakuan, Pajajaran) menjadi satu darah dan memberikan kesejahteraan ke kepada semua saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian tidak salah apabila MOTO DAN ETOS KERJA UNTUK Kabupaten Banyumas SATRIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candra atau surya sengkala untuk hari jadi Kabupaten Banyumas adalah "BEKTINING MANGGALA TUMATANING PRAJA" artinya tahun 1582.&lt;br /&gt;Bila diartikan dengan kalimat adalah "KEBAKTIAN DALAM UJUD KERJA SESEORANG PIMPINAN / MANGGALA MENGHASILKAN AKAN TERTATANYA ATAU TERBANGUNNYA SUATU PEMERINTAHAN".&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PARA ADIPATI DAN BUPATI SEMENJAK BERDIRINYA&lt;br /&gt;KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 1582&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 1. R. Joko Kahiman, Adipati Warga Utama II (1582-1583)&lt;br /&gt;2. R. Ngabei Mertasura (1583-1600)&lt;br /&gt;3. R. Ngabei Mertasura II (Ngabei Kalidethuk) (1601 -1620)&lt;br /&gt;4. R. Ngabei Mertayuda I (Ngabei Bawang) (1620 - 1650)&lt;br /&gt;5. R. Tumenggung Mertayuda II (R.T. Seda Masjid, R.T. Yudanegara I) Tahun 1650 - 1705&lt;br /&gt;6. R. Tumenggung Suradipura (1705 -1707)&lt;br /&gt;7. R. Tumenggung Yudanegara II (R.T. Seda Pendapa) Tahun 1707 -1743.&lt;br /&gt;8. R. Tumenggung Reksapraja (1742 -1749)&lt;br /&gt;9. R. Tumenggung Yudanegara III (1755) kemudian diangkat menjadi Patih Sultan Yogyakarta bergelar Danureja I.&lt;br /&gt;10. R. Tumenggung Yudanegara IV (1745 - 1780)&lt;br /&gt;11. R.T. Tejakusuma, Tumenggung Kemong (1780 -1788)&lt;br /&gt;12. R. Tumenggung Yudanegara V (1788 - 1816)&lt;br /&gt;13. Kasepuhan : R. Adipati Cokronegara (1816 -1830)&lt;br /&gt;Kanoman : R. Adipati Brotodiningrat (R.T. Martadireja)&lt;br /&gt;14. R.T. Martadireja II (1830 -1832) kemudian pindah ke Purwokerto (Ajibarang).&lt;br /&gt;15. R. Adipati Cokronegara I (1832- 1864)&lt;br /&gt;16. R. Adipati Cokronegara II (1864 -1879)&lt;br /&gt;17. Kanjeng Pangeran Arya Martadireja II (1879 -1913)&lt;br /&gt;18. KPAA Gandasubrata (1913 - 1933)&lt;br /&gt;19. RAA. Sujiman Gandasubrata (1933 - 1950)&lt;br /&gt;20. R. Moh. Kabul Purwodireja (1950 - 1953)&lt;br /&gt;21. R. Budiman (1953 -1957)&lt;br /&gt;22. M. Mirun Prawiradireja (30 - 01 - 1957 / 15 - 12 - 1957)&lt;br /&gt;23. R. Bayi Nuntoro (15 - 12 - 1957 / 1960)&lt;br /&gt;24. R. Subagio (1960 -1966)&lt;br /&gt;25. Letkol Inf. Sukarno Agung (1966 -1971)&lt;br /&gt;26. Kol. Inf. Poedjadi Jaringbandayuda (1971 -1978)&lt;br /&gt;27. Kol. Inf. R.G. Rujito (1978 -1988)&lt;br /&gt;28. Kol. Inf. H. Djoko Sudantoko (1988 - 1998)&lt;br /&gt;29. Kol. Art. HM Aris Setiono, SH, S.IP (1998 - 2008)&lt;br /&gt;30. Drs. H. Mardjoko, M.M. (2008 - sekarang)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-3608223088144630087?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/mlejuKymg58" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/mlejuKymg58/sejarah-berdirinya-kabupaten-banyumas.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2009/02/sejarah-berdirinya-kabupaten-banyumas.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-154908451207281114</guid><pubDate>Sun, 22 Feb 2009 07:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-21T23:04:13.641-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita</category><title>Jadwal Pemilu 2009</title><description>Jadwal Pemilu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 TAHAP PENDAFTARAN PEMILIH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;− Penyerahan Data Kependudukan 5 April 2008&lt;br /&gt;− Pemuktahiran Data Pemilih 6 April – 6 Juli 2008&lt;br /&gt;− Penyusunan dan Pengesahan DPS 7 Juli 7 Agustus 2008&lt;br /&gt;− Pengumuman DPS 8 -14 Agustus 2008&lt;br /&gt;− Penyusunan dan Penetapan DPT 11 – 30 September 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 TAHAP PENCALONAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- PARTAI POLITIK&lt;br /&gt;− Pengumuman Pendaftaran Peserta Pemilu 5 – 6 April 2008&lt;br /&gt;− Pendaftran Parpol Peserta Pemilu 7 April – 12 Mei 2008&lt;br /&gt;− Penelitian Administrasi dan Pengumuman 10 April – 30 Mei 2008&lt;br /&gt;− Verifikasi Faktual 3 Juni – 2 Juli 2008&lt;br /&gt;− Penetapan Parpol Peserta Pemilu 2009 29 Juni – 3 Juli 2008&lt;br /&gt;− Pengumuman Parpol Peserta Pemilu 2009 5 Juli 2008&lt;br /&gt;- DPR/DPRD&lt;br /&gt;− Pengambilan Formulir Calon Anggota DPR, DPRD 5 – 9 Agustus 2008&lt;br /&gt;− Pengajuan Bakal Calon oleh Parpol 10 – 15 Agustus 2008&lt;br /&gt;− Verifikasi kelengkapan Administratif 11 Agustus -3 Sept 2008&lt;br /&gt;− Penyampaian hasil verifikasi kepada Parpol 12 Agustus – 5 Sept 2008&lt;br /&gt;− Penyusunan dan Penetapan Daftar Calon Tetap 9 -26 Oktober 2008&lt;br /&gt;− Pengumuman DCT anggota DPR/DPRD 27 Oktober 2008&lt;br /&gt;- DPD&lt;br /&gt;− Pendaftaran Calon Anggota DPD 27 Juni - 10 Juli 2008&lt;br /&gt;− Penelitian Administratif 2 – 15 Juli 2008&lt;br /&gt;− Verifikasi Faktual 18 Juli – 18 Agustus 2008&lt;br /&gt;− Penyusunan dan Penetapan Daftar Calon Tetap 9 -26 Oktober 2008&lt;br /&gt;− Pengumuman DCT anggota DPD 27 Oktober 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 TAHAP KAMPANYE&lt;br /&gt;− Persiapan Kampanye 2 Januari 2008 – 28 Feb 2009&lt;br /&gt;− Pelaksanaan Kampanye 12 Juli 2008 - 5 April 2009&lt;br /&gt;    1. Penyerahan Tim Pelaksana Kampanye (Pemilu anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota) serta anggota DPD kepada KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pelaksanaan kampanye melalui pertemuan terbatas, tatap muka, media massa cetak atau elektronik, penyebaran bahan kampanye kepada umum. 10-12 Juli 2008&lt;br /&gt;    * Pelaksanaan kampanye melalui rapat umum. 1-10 Maret 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     2. Pelaksanaan kampanye melalui pertemuan terbatas, tatap muka, media massa cetak atau elektronik, penyebaran bahan kampanye kepada umum. 13 Juli 2008-5 April 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     3. Pelaksanaan kampanye melalui rapat umum. 16 Maret-5 April 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;− Masa Tenang 6 – 8 April 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 TAHAP PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA&lt;br /&gt;− Persiapan menjelang Pemungutan Suara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Simulasi penyampaian hasil perhitungan suara dengan menggunakan sistem informasi/elekttronik. 15-21 Januari 2009&lt;br /&gt;   2. Pengadaan dan distribusi surat suara. 1 Nov 2008-29 Maret 2009&lt;br /&gt;   3. Proses pengadaan DCT Anggota DPR dan DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kab./Kota. 11 Okt-10 Des 2008&lt;br /&gt;   4. Pengadaan DCT Anggota DPR dan DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kab./Kota. 1 Jan-18 Maret 2009&lt;br /&gt;   5. Distribusi DPT dan Daftar Pemilih Tambahan. 19 Maret-8 April 2009&lt;br /&gt;   6. Distribusi DPT Luar Negeri dan Daftar Pemilih Tambahan Luar Negeri untuk TPSLN oleh PPLN. 19 Maret-8 April 2009&lt;br /&gt;   7. Distribusi DCT  Anggota DPR dan DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kab./Kota. 19 Maret-8 Maret 2009&lt;br /&gt;   8. Monitoring persiapan pemungutan suara di Daerah. 14 Maret-4 April 2009&lt;br /&gt;   9. Pengumuman dan pemberitahuan tempat &amp; waktu pemungutan suara kepada pemilih &amp; saksi oleh KPPS/KPPSLN. 31 Maret-7 April 2009&lt;br /&gt;  10. Penyiapan TPS/TPSLN. 8 April 2009&lt;br /&gt;  11. Pidato Ketua KPU menjelang pemungutan suara. 8 April 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;− Pemungutan Suara 9 April 2009&lt;br /&gt;− PPS mengumumkan salinan hasil dari TPS 10 – 11 April 2009&lt;br /&gt;− Rekapitulasi di PPK 11 – 15 April 2009&lt;br /&gt;− Rekapitulasi di KPU Kab./Kota 15 – 19 April 2009&lt;br /&gt;− Rekapitulasi di KPU Provinsi 11 – 15 April 2009&lt;br /&gt;− Rekapitulasi di KPU Pusat 26 April – 9 Mei 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 TAHAP PENETAPAN HASIL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;− Penetapan Hasil Pemilu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. KPU Kabupaten/Kota Menetapkan hasil pemilu anggota DPRD Kabupaten/Kota. 19 April 2009&lt;br /&gt;   2. KPU Provinsi Menetapkan hasil pemilu   anggota DPRD Provinsi. 24 April 2009&lt;br /&gt;   3. KPU Menetapkan hasil pemilu DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota secara nasional. 9 Mei 2009&lt;br /&gt;   4. Peserta Pemilu dapat mengajukan permohonan pembatalan penetapan hasil perhitungan perolehan suara oleh KPU kepada MK paling lama 3x24 jam sejak diumumkan penetapan perolehan suara hasil Pemilu secara nasional oleh KPU. 10-12 Mei 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;− Penetapan Perolehan kursi dan Calon terpilih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. DPRD Kabupaten/Kota. 15-17 Mei 2009&lt;br /&gt;   2. DPRD Provinsi. 17-18 Mei 2009&lt;br /&gt;   3. Anggota DPR dan DPD. 21-24 Mei 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;− Penetapan dan pengumuman calon terpilih&lt;br /&gt;      1. Anggota DPRD Kabupaten/Kota 17 – 18 Mei 2008&lt;br /&gt;      2. Anggota DPRD Provinsi 17-18 Mei 2008&lt;br /&gt;      3. Anggota DPR dan DPD 19-20 Mei&lt;br /&gt;− Peresmian keanggotaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. DPRD Kab./Kota. Juni 2009&lt;br /&gt;   2. DPRD Provinsi. Juli-Agustus 2009&lt;br /&gt;   3. DPR dan DPD.  September 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;− Pengucapan sumpah/janji Juli – 1 Oktober 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. DPRD Kab./Kota.  Juli 2009&lt;br /&gt;   2. DPRD Provinsi. Agustus 2009&lt;br /&gt;   3. DPR dan DPD. 1 Oktober 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-154908451207281114?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/RGEZ3xv5xOk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/RGEZ3xv5xOk/jadwal-pemilu-2009.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2009/02/jadwal-pemilu-2009.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-2395498351197072030</guid><pubDate>Sun, 22 Feb 2009 07:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-21T23:02:56.149-08:00</atom:updated><title>Produksi Beras Tak Merata</title><description>Produksi Beras Tak Merata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari alumni-ipb.or.id&lt;br /&gt;Thursday, 29 January 2009&lt;br /&gt;HA IPB - Produksi beras Indonesia tidak merata jika ditinjau secara wilayah dan dikaitkan dengan jumlah penduduk. Akibatnya pemerintah dituntut mengelola persediaan beras secara baik dan benar. Hal itu dikatakan ekonom senior dari Cetre for Strategic of International Studies (CSIS), Pande Radja Silalahi di Jakarta, Rabu (28/1). Menurut Pande, ketidak merataan produksi per wilayah yang dikaitkan dengan jumlah penduduk mengharuskan Indonesia mengelola persediaan berasnya secara baik dan benar. Pengelolaan harus mencapai sasaran ganda. "Yaitu, memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dengan harga yang relatif stabil, dan dapat memetik manfaat yang terjadi di pasar dunia," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, Bulog harus mampu memelihara persediaan yang sesuai dengan kebutuhan daerah di wilayah tertentu. Artinya, tidak hanya meliputi tersedianya dana untuk membeli beras untuk keperluan stok tetapi juga kemampuan penyediaan gudang penyimpanan yang dikaitkan dengan wilayah pelayanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pande mengingatkan bahwa sering dikemukakan persediaan beras mencukupi kebutuhan untuk beberapa bulan, tetapi bila ditelaah lebih jauh yang sering terjadi sebagian besar persediaan berada di lokasi wilayah yang justru surplus beras dan bukan sebaliknya. "Masalah ini perlu dipahami oleh semua pihak, utamanya pemgambil keputusan agar kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) bisa dilaksanakan di seluruh wilayah negeri ini, tanpa ada perbedaan yang berarti," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dirut Bulog Mustafa Abubakar, kapasitas gudang mencapai 4 juta ton baru, tetapi baru terpakai sekitar 2 juta ton. Karena itu, pemerintah dapat mengoptimalkan kekuatan jaringan tersebut untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada 2009 ini, Bulog fokus pada penguatan stok beras dalam negeri. Bulog harus konsentrasi penuh pada pencapaian target pengadaan beras dalam negeri sebesar 3,8 juta ton," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mustafa mengatakan, pihaknya selain berkonsentrasi penuh pada pencapaian pengadaan beras dalam negari dengan target tidak impor beras, juga akan melakukan pembenahan internal. Buktinya, pada tahun 2008 Bulog tidak impor beras, meski ditugaskan oleh pemerintah untuk impor beras jika cadangan menipis atau kurang," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-2395498351197072030?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/UujoKoYNN-E" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/UujoKoYNN-E/produksi-beras-tak-merata.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2009/02/produksi-beras-tak-merata.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-5475021277998187823</guid><pubDate>Sun, 22 Feb 2009 07:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-21T23:01:26.933-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita</category><title>Melihat Daerah Sentra Produksi Beras</title><description>Melihat Daerah Sentra Produksi Beras (1)&lt;br /&gt;Petani Justru Berharap Bisa Mendapatkan Raskin&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;      SM/Sigit Oediarto HASIL PANEN: Seorang petani di Banyumas mengolah gabah &lt;br /&gt;hasil panen. Sejumlah petani kini mengaku tidak punya persediaan gabah untuk &lt;br /&gt;dijual. (30m)   &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Untuk mengetahui apakah petani saat ini masih memiliki stok gabah atau beras, &lt;br /&gt;wartawan Suara Merdeka Eko Suksmantri, selama sepekan di akhir Desember 2005 &lt;br /&gt;memantau beberapa daerah sentra produksi padi atau daerah surplus. Daerah yang &lt;br /&gt;dipantau antara lain Kabupaten Cianjur, Karawang, Indramayu, dan Cirebon, (Jawa &lt;br /&gt;Barat) serta Kabupaten Tegal, Brebes, Pemalang, dan Demak, (Jawa Tengah). &lt;br /&gt;Berikut laporannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMPAKNYA polemik tentang impor beras belum akan berakhir. Sebab meski rapat &lt;br /&gt;koordinasi Dewan Ketahanan Pangan (DKP) telah menyepakati terjadi defisit &lt;br /&gt;25.000 ton dan ditugasinya Perum Bulog untuk menambah stok 132.000 ton, tapi &lt;br /&gt;Menteri Pertanian (Mentan) Anton Apriyantono tetap berpandangan impor beras &lt;br /&gt;belum diperlukan. Bahkan anggota Komisi IV DPR dari Fraksi Partai Keadilan &lt;br /&gt;Sejahtera (FPKS) DPR, Suswono, bersikukuh menolak impor dengan alasan &lt;br /&gt;melindungi petani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pertanyaan adalah ada kepentingan apa dibalik penolakan impor &lt;br /&gt;beras yang dilakukan Perum Bulog? Pertanyaan ini memang perlu dikemukakan, &lt;br /&gt;mengingat impor beras yang dilakukan oleh 23 perusahaan swasta dan jumlahnya &lt;br /&gt;jauh lebih besar tidak diributkan. Apalagi sudah ada jaminan dari pemerintah, &lt;br /&gt;dalam hal ini Wakil Presiden dan Menko Perekonomian bahwa impor beras yang &lt;br /&gt;dilakukan Perum Bulog hanya untuk menambah stok dan raskin (beras untuk &lt;br /&gt;keluarga miskin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil pengamatan di lapangan membuktikan, petani saat ini memang tidak memiliki &lt;br /&gt;beras lagi. Ini terbukti sebagian besar dari mereka adalah penerima raskin. Di &lt;br /&gt;Kabupaten Cianjur misalnya, 57% dari 52.692 kepala keluarga (KK) penerima &lt;br /&gt;raskin adalah petani. Menurut Wakil Kepala Sub Divisi Regional (Waka Subdivre) &lt;br /&gt;Bulog Wilayah II Cianjur, HA Apip Djajadisastra, di kabupaten yang terkenal &lt;br /&gt;beras pulennya itu, jumlah KK miskin sesuai data tahun 2004 mencapai 146.174 KK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, alokasi pagu raskin di kabupaten yang dikenal surplus pangan &lt;br /&gt;itu, tahun anggaran 2005 hanya 10.538,4 ton, sehingga hanya bisa meng-cover &lt;br /&gt;36,05% dari KK miskin. Karena itu, tidak keliru bila Bupati Cianjur, dengan &lt;br /&gt;suratnya No 551.1/3232/pe meminta penambahan alokasi raskin kepada Gubernur &lt;br /&gt;Jawa Barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa dilakukan Bupati Sukabumi, Karawang, Indramayu, dan Tasikmalaya. &lt;br /&gt;Bahkan Bupati Indramayu, langsung mengirim surat kepada Menko Kesra meminta &lt;br /&gt;penambahan alokasi raskin. Alasan yang dikemukakan adalah harga beras di daerah &lt;br /&gt;itu naik cukup tinggi, akibat kenaikan harga bahan bakar minyak pada awal &lt;br /&gt;Oktober lalu. Harga beras yang tinggi itu dirasakan sangat memberatkan &lt;br /&gt;masyarakat miskin baik petani maupun nelayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elan, misalnya, petani yang hanya memiliki lahan pertanian 0,5 hektare di desa &lt;br /&gt;Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Dia mengaku, bebannya &lt;br /&gt;bertambah berat dengan kenaikan harga beras. Karena itu, dia berharap program &lt;br /&gt;raskin dilanjutkan dan jumlahnya ditambah. Kalau sekarang dia hanya menerima &lt;br /&gt;5-10 kg per bulan, hendaknya bisa dinaikan menjadi 20-25 kg per bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beratnya beban hidup akibat tingginya harga beras itu juga dirasakan petani &lt;br /&gt;penggarap di daerah Cianjur. Sulaiman, petani desa Cibiuh, Ciranjang, Cianjur &lt;br /&gt;mengatakan, "Saya tak punya lagi simpanan beras. Padi habis saya jual saat &lt;br /&gt;panen. Kini saya tinggal berharap bisa membeli beras dengan harga murah seperti &lt;br /&gt;raskin." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikemukakan Sulaiman itu dibenarkan oleh H Sambas, tokoh masyarakat &lt;br /&gt;sekaligus pedagang beras di Kabupaten Cianjur. Petani di daerah ini sebagian &lt;br /&gt;besar memang tak punya gabah lagi. "Petani mah tak punya beras. Kalau toh ada &lt;br /&gt;yang punya jumlahnya tidak banyak. Sekarang ini, membeli gabah satu kuintal &lt;br /&gt;saja tidak ada yang jual." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehabisan stok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada dikatakan H Kartawi. Pemilik penggilingan beras (PB) Sri Lungguh &lt;br /&gt;Desa Widasari, Jatibarang, Indramayu ini mengaku kehabisan stok. Biasanya dia &lt;br /&gt;mendapat pasokan gabah dari petani antara 50 ton dan 100 ton per hari. "Januari &lt;br /&gt;ini, gudangnya tak mungkin terisi karena daerah Indramayu belum panen. Kalaupun &lt;br /&gt;toh ada gabah, harganya sangat mahal," tutur dia seraya mengatakan, harga gabah &lt;br /&gt;kering giling (GKG) saat ini mencapai Rp 2.550/kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya, ketiadaan beras ini tidak hanya dialami sebagian besar petani di &lt;br /&gt;Cianjur, Kawarang, Cirebon, dan Indramayu, Jawa Barat, tetapi juga diakui &lt;br /&gt;petani di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Dua petani di Desa Bolo, Kecamatan &lt;br /&gt;Demak, Kabupaten Demak, Saniman dan Suroto, misalnya, mengaku sudah tidak punya &lt;br /&gt;gabah lagi untuk dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para petani, kata Saniman, menjual gabah pada saat panen. Kalaupun sekarang &lt;br /&gt;mereka punya stok, itu hanya cukup untuk keperluan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Saniman itu dibenarkan Djoko Haryoto, Kepala Sub Divre I Bulog, &lt;br /&gt;Semarang. Dia mengatakan, sebagian petani di Jawa Tengah memang sudah tidak &lt;br /&gt;memiliki gabah. Karena itu, tidak heran bila beberapa daerah di provinsi itu, &lt;br /&gt;seperti Kabupaten Wonogiri, Rembang, Blora, Jepara, Demak, Purbalingga, dan &lt;br /&gt;Tegal, minta alokasi raskin ditambah. (46v) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+++++&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.suaramerdeka.com/harian/0601/05/nas07.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat Daerah Sentra Produksi Beras (2-Habis)&lt;br /&gt;Importir Swasta Merusak Harga&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;      PETANI PROTES: Sejumlah petani protes di depan Istana Negara, Jakarta, &lt;br /&gt;beberapa waktu lalu. Mereka menuntut pemerintah membatalkan impor beras, karena &lt;br /&gt;hasil produksi petani dalam negeri masih mampu menopang kebutuhan konsumsi &lt;br /&gt;dalam negeri.(30t) -  SM/Antara  &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;PENOLAKAN impor beras dengan alasan membantu dan membela petani, patut &lt;br /&gt;dipertanyakan. Sebab, mereka utamanya petani penggarap dan buruh tani tidak &lt;br /&gt;merasa dirugikan dengan kebijakan impor tersebut. Bahkan, sebagian besar petani &lt;br /&gt;ingin harga beras di pasaran murah, sehingga terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan petani tersebut memang masuk akal, karena sebagian besar dari mereka &lt;br /&gt;sekarang tidak memiliki gabah lagi. Kalaupun mereka memiliki gabah jumlahnya &lt;br /&gt;tidak banyak dan hanya cukup untuk kebutuhan sendiri. Seperti yang dituturkan &lt;br /&gt;Saniman, petani Desa Bolo, Demak dan Ichsan, petani Desa Kertasari, &lt;br /&gt;Rengasdengklok, Karawang bahwa mereka hanya punya gabah untuk mencukupi &lt;br /&gt;kebutuhan hidup sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, Saniman ataupun Ichsan sangat marah ketika mendengar pemerintah mau &lt;br /&gt;mengimpor beras. ''Terus terang, waktu itu kami-kami ini nggak habis pikir, kok &lt;br /&gt;pemerintah nggak membela petaninya. Tapi malah membela petani asing,'' kata &lt;br /&gt;Saniman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ketika dia tahu kalau impor beras yang dilakukan Bulog itu hanya untuk &lt;br /&gt;persediaan pangan nasional dan raskin, bukan untuk dijual dia merasa lega. &lt;br /&gt;''Kalau untuk persediaan pangan dan raskin, ya monggo (silakan-Red) saja. Kami &lt;br /&gt;dukung impor, wong itu untuk rakyat yang nggak mampu kok. Gimana jadinya kita &lt;br /&gt;kalau pemerintah nggak punya stok dan kita kekurangan beras, bisa nggak &lt;br /&gt;makan,'' tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun keduanya meminta agar pemerintah tidak memberi izin kepada perusahaan &lt;br /&gt;swasta untuk melakukan impor beras dalam bentuk apa pun, baik untuk penderita &lt;br /&gt;diabetes maupun menir. Sebab, yang mereka dengar, impor beras pecahan dan &lt;br /&gt;diabetes itu cuma akal-akalan importir agar bisa memasukkan beras. ''Mereka &lt;br /&gt;itulah yang merusak harga gabah petani. Merekalah yang harus diberantas,'' &lt;br /&gt;tegas Saniman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik Saniman maupun Ichsan yang punya lahan dua hektare itu mengaku hasil &lt;br /&gt;padinya hanya cukup untuk hidup pas-pasan. Artinya, hasil taninya hanya cukup &lt;br /&gt;untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menyekolahkan anaknya. ''Bara-bara dalam &lt;br /&gt;musim paceklik sekarang ini jual gabah, bisa bertahan hidup saja sudah &lt;br /&gt;untung,'' keluhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya, Ichsan yang hidup pas-pasan dari hasil bercocok tanam itu tidak &lt;br /&gt;sendirian. Sebab, petani di daerah-daerah lain seperti di Indramayu, Jawa &lt;br /&gt;Barat, lebih menderita darinya. Petani di daerah Indramayu, dalam musim &lt;br /&gt;paceklik kali ini ada yang makan nasi aking (nasi yang dikeringkan) atau karak &lt;br /&gt;di daerah Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, petani yang hidupnya serba kekurangan ini adalah petani yang punya &lt;br /&gt;lahan pertanian kurang dari 0,5 hektare, bahkan hanya 0,25 hektare. Selain itu &lt;br /&gt;juga buruh tani dan petani penggarap. Mereka ini populer disebut dengan petani &lt;br /&gt;gurem dan jumlahnya jauh lebih besar dari petani yang memiliki lahan di atas 1 &lt;br /&gt;hektare. (Eko Suksmantri-29v) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Non-text portions of this message have been removed]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--&gt; &lt;br /&gt;Clean water saves lives.  Help make water safe for our children.&lt;br /&gt;http://us.click.yahoo.com/CHhStB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------~-&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***************************************************************************&lt;br /&gt;Berdikusi dg Santun &amp; Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg &lt;br /&gt;Lebih Baik, in Commonality &amp; Shared Destiny. &lt;br /&gt;http://groups.yahoo.com/group/ppiindia&lt;br /&gt;***************************************************************************&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-5475021277998187823?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/_35b-XUJyO4" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/_35b-XUJyO4/melihat-daerah-sentra-produksi-beras.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2009/02/melihat-daerah-sentra-produksi-beras.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-6675657274202467339</guid><pubDate>Sun, 22 Feb 2009 06:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-21T22:59:25.498-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">internet</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Komputer</category><title>Cara masuk di komputer lain lewat DOS (Windows XP / 2000)</title><description>Cara masuk di komputer lain lewat DOS (Windows XP / 2000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda ingin&lt;br /&gt;masuk dikomputer teman anda dalam sebuah LAN ? bisa melihat seluruh isi&lt;br /&gt;harddisk teman anda, membuat directory, membuat file, mendelete file atau&lt;br /&gt;apa saja ? itu mudah, semua caranya ada disini.&lt;br /&gt;Pertama-tama anda harus tahu 2 program penting lalu downloadlah yaitu&lt;br /&gt;internet Maniac (Internet Maniac.exe) … Download Interenet&lt;br /&gt;Maniac&lt;http://sumitbirla.com/network-spy/maniac.zip&gt;&lt;br /&gt;Berfungsi untuk mengetahui ip addreas client melalui computer name /&lt;br /&gt;hostname&lt;br /&gt;KaHT (KaHt.exe) … Download program hacker&lt;br /&gt;KaHT&lt;http://www.geocities.com/yk_family_code/kaht.zip&gt;&lt;br /&gt;Berfungsi sebagai program untuk menerobos ke computer server atau client&lt;br /&gt;Ingat hanya dengan 2 program diatas maka anda bersiap-siaplah menguasai&lt;br /&gt;warnet / kampus / kantor dan sebagainya, lho bagaimana bisa ? hehe&lt;br /&gt;Pertama kali anda periksa dahulu jaringan anda dengan melihat para hostname&lt;br /&gt;dengan 2 cara.&lt;br /&gt;Ingat hanya dengan 2 program diatas maka anda bersiap-siaplah menguasai&lt;br /&gt;warnet / kampus / kantor dan sebagainya, lho bagaimana bisa ? hehe&lt;br /&gt;Setelah 2 program diatas di download maka ekstractlah dahulu program&lt;br /&gt;tersebut, entah pake WINZIP atau pake apa.&lt;br /&gt;Kalo udah di extract lalu pertama kali anda periksa dahulu jaringan anda&lt;br /&gt;dengan melihat para hostname dengan 2 cara.&lt;br /&gt;Untuk Windows XP&lt;br /&gt;Cara Pertama Masuk ke Start Lalu Search, lalu pilih computers or people lalu&lt;br /&gt;pilih A computer on the Network lalu langsung klik search maka akan segera&lt;br /&gt;muncul computer-komputer yang terkoneksi dalam jaringan.&lt;br /&gt;Untuk Windows 95/98/Me/2000 (kalau anda menemukan open port 135 di OS ini)&lt;br /&gt;:)&lt;br /&gt;Cara Pertama Masuk ke Start Lalu Search Lalu For Files or Folders lalu pada&lt;br /&gt;menu Search for other item pilihlah computers, lalu akan muncul Search for&lt;br /&gt;computer, maka langsung klik Search Now maka nama-nama computer akan muncul&lt;br /&gt;(Alternatif cara yang cepat dapat mengklik My Network Place / Network&lt;br /&gt;Neighboure saja)&lt;br /&gt;Setelah loe dapetin sasaran computer yang mau di masukin / diremote maka&lt;br /&gt;loe langsung aja jalankan program Internet Maniac&lt;br /&gt;Masuklah ke Host Lookup lalu ketikkan nama computer / hostname lalu klik&lt;br /&gt;resolve, disini anda akan mendapat alamat ip computer tersebut. Dengan nomor&lt;br /&gt;ip ini maka anda sudah mengetahui sasaran computer yang akan di masuki.&lt;br /&gt;Setelah itu selesai maka kita tinggalkan program Internet Maniac, kita akan&lt;br /&gt;berlanjut dengan program KaHT, program ini akan didetect sebagai Trojan oleh&lt;br /&gt;antivirus, tapi abaikan saja, jangan di hapus / di karantina kalau&lt;br /&gt;terdetect, kalau perlu del aja antivirusnya, satu lagi, program KaHT bekerja&lt;br /&gt;dalam MS-DOS Mode jadi disini kemampuan anda menggunakan DOS sangat penting,&lt;br /&gt;tanpa kemampuan DOS maka anda tidak akan bisa banyak berbuat.&lt;br /&gt;Cara masuk DOS Mode&lt;br /&gt;Untuk Windows XP :&lt;br /&gt;Masuklah ke Start, All programs, Accessories lalu Command Prompt&lt;br /&gt;Untuk Windows 95/98/Me/NT/2000&lt;br /&gt;Masuklah ke Start, Programs, Accessories lalu MS-DOS Prompt&lt;br /&gt;Setelah berhasil masuk DOS maka masuklah di directory program KaHT, masa seh&lt;br /&gt;bisa lupa tadi program diextract dimana, hehe, (Misal tadi di extract di&lt;br /&gt;C:\KaH) maka ketikkan "CD\KaHT" dan seterusnya.&lt;br /&gt;Jika sudah, ini saatnya?&lt;br /&gt;Ketikkan "KaHT sebelum_no_ip_komputer_sasaran no_ip_komputer_sasaran.&lt;br /&gt;kalau bingung bisa begini : "KaHT Ip1 ip2"&lt;br /&gt;ip1 : ip awal yang discan&lt;br /&gt;ip2 : ip terahkir yang discan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya tadi ip-nya 192.168.0.1 setelah di detect pakek Internet Maniac&lt;br /&gt;tadi itu lho.&lt;br /&gt;Maka ketikkan saja "KaHT 192.168.0.0 192.168.0.1" lalu enter aja&lt;br /&gt;Nah disini nanti program akan bekerja otomatis.&lt;br /&gt;Setelah selesai menscan jika nanti port 135 ternyata dalam keadaan open maka&lt;br /&gt;anda akan otomatis di computer tujuan / sasaran, untuk lebih persisnya anda&lt;br /&gt;akan berada di "c:\windows\system" milik komputer tujuan / sasaran setelah&lt;br /&gt;pen-scan-an selesai.&lt;br /&gt;Anda bisa bebas di computer sasaran, mau edit atau di delete pun bisa, hehe&lt;br /&gt;Nah kalo udah begini kita bisa berkreasi :&lt;br /&gt;Pingin biaya warnet kita lebih murah ? gampang masuk aja di billing server,&lt;br /&gt;ketik Time, ganti aja waktunya, tapi jangan banyak-banyak apalagi minus&lt;br /&gt;nanti ketahuan ama operator warnetnya, hehe.&lt;br /&gt;Memata-matai anak yang sedang chatting pakek MiRC di satu warnet / kampus /&lt;br /&gt;kantor / lainnya, cari program MiRC yang digunakan dalam computer tersebut,&lt;br /&gt;biasanya seh di C:\Program Files\MiRC, buka file MiRC.INI, lalu Log IRC di&lt;br /&gt;On kan saja dan kalo mau lihat isi chattingan teman kita itu cukup lewat&lt;br /&gt;"/logs" maksudnya kalau tadi di C:\program Files\MiRC program MiRCnya maka&lt;br /&gt;cukup masuk aja di C:\Program Files\MiRC\Logs nanti disitu ada file-file log&lt;br /&gt;hasil chattingan dia walaupun dia sedang online tetep aja terekam, hehe,&lt;br /&gt;kalo mau mastiin dia makek nick apa, gampang banget bisa jalanin aja MiRCnya&lt;br /&gt;atau periksa di MiRC.INI, gampangkan.&lt;br /&gt;Apalagi nih, Bikin computer itu rusak, lebih baik jangan, tapi sebenere bisa&lt;br /&gt;lho, delete aja file-file systemnya, hehe.&lt;br /&gt;Diatas cuman kreasi dikit aja, loe bisa aja memanfaatkannya jauh lebih&lt;br /&gt;bermanfaat dari pada diatas&lt;br /&gt;Tujuan dari tutorial ini untuk anda yang sering menggunakan komputer dengan&lt;br /&gt;Windows 2000 dan XP dijaringan agar lebih waspada terhadap berbagai tindakan&lt;br /&gt;usil dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab..&lt;br /&gt;5.Membuat akses administrator Windows untuk kita lewat komputer lain&lt;br /&gt;Kita ingin membuat administrator Windows XP/2000 di komputer lain melalui&lt;br /&gt;LAN ? sangat mudah, caranya masuklah ke komputer tujuan dengan program kaht&lt;br /&gt;yang sudah diajarkan diatas, lalu kita akan mencoba beberapa trik.&lt;br /&gt;Melihat akses guest dan administrator di Windows&lt;br /&gt;Ketik : net user&lt;br /&gt;Melihat aktif tidaknya guest di Windows&lt;br /&gt;Ketik : net user guest&lt;br /&gt;Membuat akses guest menjadi Administrator dengan perintah :&lt;br /&gt;Ketik : net localgroup Administrators Guest /add&lt;br /&gt;Membuat akses adminstrator sendiri :&lt;br /&gt;1. Ketik : net user /add&lt;br /&gt;2. Ketik : net localgroup Administrators /add&lt;br /&gt;Menghapus akses administrator&lt;br /&gt;Ketik : net localgroup Users /delete&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;*Segala kesalahan error / kerusakan pada komputer dan semacamnya adalah&lt;br /&gt;tanggung jawab anda !&lt;br /&gt;*Semua yang anda pelajari dan anda lakukan adalah sepenuhnya tanggung jawab&lt;br /&gt;anda tanpa kecuali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-6675657274202467339?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/hi_BPRM0D0Y" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/hi_BPRM0D0Y/cara-masuk-di-komputer-lain-lewat-dos.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2009/02/cara-masuk-di-komputer-lain-lewat-dos.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-3904886256830997424</guid><pubDate>Sun, 08 Feb 2009 14:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-08T06:24:12.943-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tokoh</category><title>Prabowo Subianto</title><description>berikut ada video wawancara Peter F gontha dengan Prabowo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prabowo part 1&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/EjYtk9U1hB4&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/EjYtk9U1hB4&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;part 2&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/rTsbBXkVF6I&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/rTsbBXkVF6I&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/NmXc_rXdjxI&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/NmXc_rXdjxI&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/dBesmdtneos&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/dBesmdtneos&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/sOXZz1jvFeE&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/sOXZz1jvFeE&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/CSxwHJDkZLo&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/CSxwHJDkZLo&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/hyN063W__CA&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/hyN063W__CA&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/Nao6QoxuU_Y&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Nao6QoxuU_Y&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ztgSsbK24t8&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/ztgSsbK24t8&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-3904886256830997424?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/2FYt3zkOqc8" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/2FYt3zkOqc8/prabowo-subianto.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><thr:total>0</thr:total><enclosure url="http://www.youtube.com/v/EjYtk9U1hB4&amp;hl=en&amp;fs=1" length="1039" type="application/x-shockwave-flash" /><media:content url="http://www.youtube.com/v/EjYtk9U1hB4&amp;hl=en&amp;fs=1" fileSize="1039" type="application/x-shockwave-flash" /><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>berikut ada video wawancara Peter F gontha dengan Prabowo Prabowo part 1 part 2 3 4 5 6 7 8 9 </itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</itunes:author><itunes:summary>berikut ada video wawancara Peter F gontha dengan Prabowo Prabowo part 1 part 2 3 4 5 6 7 8 9 </itunes:summary><itunes:keywords>tokoh</itunes:keywords><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2009/02/prabowo-subianto.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-2734214517899068385</guid><pubDate>Sun, 08 Feb 2009 13:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-08T05:37:13.738-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tokoh</category><title>Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo, begawan ekonomi Indonesia</title><description>C © updated 09052005    &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;   Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo - Bapak Sarjana Ekonomi Indonesia   &lt;br /&gt;   ► e-ti/tempo   &lt;br /&gt;   Nama:&lt;br /&gt;Prof.Dr. Sumitro Djojohadikusumo&lt;br /&gt;Lahir:&lt;br /&gt;Kebumen/Jawa Tengah, 29 Mei 1917&lt;br /&gt;Meninggal:&lt;br /&gt;Jakarta, 9 Maret 2001&lt;br /&gt;Menikah:&lt;br /&gt;7 Januari 1947&lt;br /&gt;Istri:&lt;br /&gt;Dora Sigar (asal Langowan/Minahasa)&lt;br /&gt;Anak:&lt;br /&gt;Biantiningsih Djiwandono (istri bekas Gubernur BI Sudradjat Djiwandono), Maryani Le Maistre, Prabowo Subianto, dan Hashim Suyono Djojohadikusumo&lt;br /&gt;Orangtua:&lt;br /&gt;R.M. Margono Djojohadikusumo/Siti Katoemi Wirodihardjo&lt;br /&gt;Pendidikan:&lt;br /&gt;- HIS (Holland Inlandsche School)&lt;br /&gt;- MULO (Meer Uitgrebreid Lager Onderwijs)&lt;br /&gt;- Universitas Sorbonne di Paris, Perancis (1934-1938)&lt;br /&gt;- Economische Hogeschool di Rotterdam/Belanda (Sarjana 1940, Doktor 1942)&lt;br /&gt;Riwayat Pekerjaan:&lt;br /&gt;- Pembantu Staf Perdana Menteri RI Sutan Syahrir (1946)&lt;br /&gt;- Presiden Direktur Indonesian Banking Corporation (1947)&lt;br /&gt;- Wakil Ketua Perutusan Indonesia pada Dewan Keamanan PBB membantu L.N.Palar (1948-1949)&lt;br /&gt;- Anggota Delegasi RI di Konperensi Meja Bundar, di Den Haag, Belanda (1949)&lt;br /&gt;- Kuasa Usaha KBRI di Washington, D.C (1950)&lt;br /&gt;- Menteri Perdagangan &amp; Perindustrian RI di Kabinet Natsir (6/9/1950 - 27/4/1951)&lt;br /&gt;- Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia (1952 - 2000)&lt;br /&gt;- Menteri Keuangan RI di Kabinet Wilopo (3/4/1952 - 30/7/1953)&lt;br /&gt;- Menteri Keuangan RI di Kabinet Burhanuddin Harahap (12/8/1955 - 24/3/1956)&lt;br /&gt;- Bergabung dengan PRRI/Permesta (1958 -1961)&lt;br /&gt;- Di pengasingan, sebagai Konsultan Ekonomi di Malaysia, Hong Kong, Thailand, Perancis dan Swiss (1958 - 1967)&lt;br /&gt;- Menteri Perdagangan RI di Kabinet Pembangunan I (6/6/1968 - 28/3/1973)&lt;br /&gt;- Menteri Riset di Kabinet Pembangunan II (28/3/1973 - 28/3/1978)&lt;br /&gt;Kegiatan Lain:&lt;br /&gt;- Guru Besar Universitas Indonesia (1951-2001)&lt;br /&gt;- Ketua Umum Induk Koperasi Pegawai Negeri (1982)&lt;br /&gt;- Konsultan Ekonomi pada Indoconsult (1978) dan PT Redecon&lt;br /&gt;- Komisaris Utama PT Bank Pembangunan Asia (1986)&lt;br /&gt;- Aktif di LP3ES&lt;br /&gt;- Ketua Dewan Penyantun Universitas Mertju Buana (1985 - 1990)&lt;br /&gt;Karya:&lt;br /&gt;- Soal Bank di Indonesia, 1946&lt;br /&gt;- Keuangan Negara dan Pembangunan, 1954&lt;br /&gt;- Ekonomi Pembangunan, 1955&lt;br /&gt;- Kebijaksanaan di Bidang Ekonomi Perdagangan, 1972&lt;br /&gt;- Indonesia dalam Perkembangan Dunia Kini dan Masa Datang, 1976&lt;br /&gt;- Trilogi Pembangunan dan Ekonomi Pancasila, 1985&lt;br /&gt;- Perdagangan dan Industri dalam Pembangunan, 1986&lt;br /&gt;Penghargaan:&lt;br /&gt;- Bintang Mahaputra Adipradana II&lt;br /&gt;- Panglima Mangku Negara, Kerajaan Malaysia&lt;br /&gt;- Grand Cross of Most Exalted Order of the White Elephant, First Class dari Kerajaan Thailand&lt;br /&gt;- Grand Cross of the Crown dari Kerajaan Belgia serta yang lainnya dari Republik Tunisia dan Perancis&lt;br /&gt;Buku Biografi:&lt;br /&gt;Jejak Perlawanan Begawan Pejuang, terbitan Pustaka Sinar Harapan, April 2000&lt;br /&gt;Alamat rumah:&lt;br /&gt;Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Dari berbagai sumber terutama Intisari, Tempo, dan Kompas    &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;SUMITRO HOME&lt;br /&gt;► GONG XI FA CAI ► Selamat datang di situs gudang pengalaman  ► Thank you for visiting the experience site  ► TOKOHINDONESIA DOTCOM  ► Biografi Jurnalistik   ► The Excellent Biography  ► Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online  ► Anda seorang tokoh? Sudahkah Anda punya "rumah pribadi" di Plasa Web Tokoh Indonesia?  ► Silakan kirimkan biografi Anda ke Redaksi Tokoh Indonesia ► Dapatkan Majalah Tokoh Indonesia di Toko Buku Gramedia, Gunung Agung, Gunung Mulia, Drug Store Hotel-Office &amp; Mall dan Agen-Agen atau Bagian Sirkulasi Rp.14.000 Luar Jabotabek Rp.15.000 atau Berlangganan Rp.160.0000 (12 Edisi) ► Segenap Crew Tokoh Indonesia Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Kepada Para Tokoh Indonesia yang berulang tahun hari ini. Semoga Selalu Sukses dan Panjang Umur ►&lt;br /&gt;► GONG XI FA CAI ► Selamat datang di situs gudang pengalaman  ► Thank you for visiting the experience site  ► TOKOHINDONESIA DOTCOM  ► Biografi Jurnalistik   ► The Excellent Biography  ► Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online  ► Anda seorang tokoh? Sudahkah Anda punya "rumah pribadi" di Plasa Web Tokoh Indonesia?  ► Silakan kirimkan biografi Anda ke Redaksi Tokoh Indonesia ► Dapatkan Majalah Tokoh Indonesia di Toko Buku Gramedia, Gunung Agung, Gunung Mulia, Drug Store Hotel-Office &amp; Mall dan Agen-Agen atau Bagian Sirkulasi Rp.14.000 Luar Jabotabek Rp.15.000 atau Berlangganan Rp.160.0000 (12 Edisi) ► Segenap Crew Tokoh Indonesia Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Kepada Para Tokoh Indonesia yang berulang tahun hari ini. Semoga Selalu Sukses dan Panjang Umur ►&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BIOGRAFI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo&lt;br /&gt;Begawan Ekonomi Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pernah lima kali menjabat sebagai menteri di masa Orde Lama dan Orde Baru. Begawan ekonomi yang ikut mendirikan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, ini juuga diangkat oleh PBB menjadi anggota “lima ahli dunia” (group of five top experts). Dalam rangkaian perjuangan dan pengabdian kepada bangsa dan negaranya, ia juga pernah menjadi ‘penyelundup’ dan sempat bergabung dalam PRRI/Permesta, bahkan menjadi ‘pelarian’ selama sepuluh tahun di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumbangan Sumitro Djojohadikusumo ''Bapak Sarjana Ekonomi Indonesia" terhadap perkembangan ilmu ekonomi yang berorientasi pada kebijaksanaan pembangunan di Indonesia, tidak diragukan lagi. Ia berhasil mengenyam pendidikan hingga meraih doktor bidang ekonomi yang menurut ukuran orang pada zamannya masih sangat sedikit jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setamat Hogere Burger School (HBS), pria kelahiran Kebumen, Jawa Tengah, 29 Mei 1917, ini berangkat ke Belanda akhir Mei 1935. Sempat dua bulan "mampir" di Barcelona, Sumitro akhirnya ke Rotterdam untuk belajar. Dalam tempo dua tahun tiga bulan, gelar Bachelor of Arts (BA) diraihnya. Ini rekor waktu tercepat di Netherlands School of Economics. Ia lalu melanjutkan studinya di Universitas Sorbonne, Paris (1937-1938).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara 1938-1939 di Prancis, Sumitro bergabung dengan kelompok sosialis dan berkenalan dengan tokoh dunia seperti Andre Malraux, Jawaharlal Nehru, Henri Bergson, dan Henri Cartier-Bresson. Dari mereka dia belajar banyak tentang pengabdian, perlawanan, keadilan sosial, dan kekonsistenan hidup. Ia kemudian sempat ikut latihan militer di Catalonia, tapi gagal masuk Brigade Internasional karena umurnya belum genap 21 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Paris, Sumitro kembali ke Rotterdam, melanjutkan studi ekonomi. Ia memasuki periode penulisan disertasi saat Nazi Jerman menyerang Belanda, 5 Mei 1940. Pimpinan Nederlandse Economische Hogeschool menunjuk Prof. Dr. G.L. Gonggrijp sebagai promotornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disertasinya berjudul Het Volkscredietwezen in de Depressie yang dalam bahasa Indonesia berarti "Kredit Rakyat (Jawa) di Masa Depresi" diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Ekonomi Nederlands Economische Hogeschool. Gelar Master of Arts (MA) diraih tahun 1940. Sementara, usianya baru menjelang 26 tahun saat ia menyandang gelar doktor ilmu ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menggondol gelar doktor, Sumitro ditampung oleh Sjahrir, dijadikan pembantu staf Perdana Menteri (1946), diterima sebagai anggota Partai Sosialis Indonesia (PSI) yang waktu itu dipimpin oleh Sjahrir-Amir Syarifuddin. Pada masa proklamasi kemerdekaan RI, Sumitro tergolek sakit di pembaringan hampir setahun lamanya. Ia menjalani operasi tumor usus besar tanpa antibiotika. Beruntung ia selamat dari ancaman maut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi, 18 Agustus 1945, Kota Rotterdam dikejutkan oleh berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, di Radio Hilversum. Berita itu memberikan kekuatan sugestif bagi kesembuhannya. Saat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa bersidang di Church House, London, 17 Januari 1946, ia dan Mr. Zairin Zain ikut hadir. Seusai sidang, Sumitro dan Zairin terbang ke Jakarta. Tiba di rumah orang tuanya, Sumitro disambut suasana duka: dua adiknya, Subianto (21) dan Sujono (16) gugur dalam pertempuran melawan Jepang di Tangerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini memperkuat tekadnya untuk melawan Belanda dalam mempertahankan proklamasi kemerdekaan RI. Bersama Perdana Menteri Sutan Sjahrir, Sumitro dan Zairin pada 14 Maret 1946 menyusun argumentasi baru untuk menghadapi diplomasi Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia internasional menolak Agresi Militer Belanda, 21 Juli 1947. India dan Australia, 30 Juli 1947, membawa persoalan Indonesia ke Sidang Dewan Keamanan di Lake Success, AS. Sutan Sjahrir, H. Agus Salim, Charles Tambu, Sudjatmoko, dan Sumitro Djojohadikusumo ikut hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumitro terpaksa meninggalkan Dora, yang baru enam bulan dinikahinya, tepatnya 7 Januari 1947. Ia berjumpa pertama dengan Dora Sigar di Rotterdam tahun 1945. Ketika itu Dora belajar di Ilmu Perawatan Pascabedah di Utrecht.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi “Penyelundup”&lt;br /&gt;Tanggal 19 Desember 1948, Belanda melakukan Agresi Militer Kedua. Satu hari kemudian Sumitro bergegas menemui Robert A. Lovett, pejabat sementara Menteri Luar Negeri AS di Washington DC sambil membawa sebuah memorandum. Ketika Sidang Dewan berlangsung, Sumitro meninggalkan New York untuk menghadiri Konferensi Asia yang membahas masalah Indonesia di New Delhi, 18 Januari 1949. Ia bergabung dengan delegasi Indonesia yang dipimpin Mr AA Maramis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa transisi - mulai dari takluknya Jepang, proklamasi kemerdekaan, hingga usaha-usaha Belanda untuk menjajah kembali - berdampak bagi perekonomian Indonesia.&lt;br /&gt;Saat itu masih beredar mata uang Jepang, gulden Belanda, dan uang NICA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangsur-angsur dilakukan penggantian dengan Oeang Republik Indonesia (ORI). Oleh karena kekurangan bahan kimia untuk membuat ORI, Sumitro mencarinya ke Singapura dan "menyelundupkannya" ke Jawa. Ia belajar jadi "penyelundup" untuk kepentingan revolusi. Ini tugas dari Sjahrir dan Bung Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 12 April 1947, Presiden Soekarno membentuk Panitia Pemikir Siasat Ekonomi pimpinan Muhammad Hatta. Anggota panitia pemikir berjumlah 98 orang. Sumitro bertugas memikirkan hal-ihwal keuangan dipimpin Mr Sjafruddin Prawiranegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usianya masih sangat muda (33) ketika Sumitro diangkat jadi Menteri Perdagangan dan Perindustrian, sekitar Mei 1950. Pada 20 Maret 1951 Kabinet Natsir roboh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Ketua Senat FE-UI Suhadi Mangkusuwondo bersama mahasiswa FE-UI meminta Sumitro menjadi dekan, dimana dia salah seorang pendiri fakultas tersebut. Waktu itu usianya 34 tahun. Belum lama menjabat dekan, Dr. Sumitro Djojohadikusumo diangkat menjadi guru besar ilmu ekonomi di FE-UI. Selama di FE-UI, Sumitro ingin menjadikannya Jakarta School of Economics yang punya integritas. Dari sana, lahirlah orang-orang seperti Widjojo Nitisastro, Barli Halim, JB Sumarlin, dan Ali Wardhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 3 April 1952, Sumitro kembali diangkat menjadi Menteri Keuangan Kabinet Wilopo. Sejak 3 Juli 1953, Kabinet Wilopo demisioner. Tanggal 30 Juli 1953 Sumitro kembali menjadi Dekan FE-UI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak menjadi Menteri Keuangan pada Kabinet Wilopo-Prawoto (3 April 1952 - 30 Juli 1953), Sumitro merasakan adanya ketimpangan daerah. Terjadi pergolakan dalam dirinya sebagai politikus dan akademisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 30 Juli 1953 - 24 Juli 1955 adalah masa Kabinet Ali Sastroamidjojo I. Kemudian terbentuk Kabinet Burhanuddin Harahap (12 Agustus 1955 - 24 Maret 1956) dan Sumitro kembali dipercaya sebagai Menteri Keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangkan Otonomi Daerah&lt;br /&gt;Sepanjang tahun 1957, koran komunis dan pers nasional seperti Harian Rakyat dan Bintang Timur melansir pemberitaan buruk tentang Sumitro. Ia dituduh melakukan korupsi besar-besaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 23 Maret 1957 Sumitro dipanggil Corps Polisi Militer (CPM) Bandung. Tapi pemeriksa menyatakan, tidak ada alasan untuk menahan Sumitro. Panggilan kedua oleh CPM terjadi pada tanggal 6 - 7 Mei 1957. Kemudian 8 Mei 1957, ia dipanggil lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumitro semakin tertekan oleh serangan koran prokomunis dan merasa hendak ditangkap. Atas prinsip "pengabdian dan perlawanan" ia memilih melawan rezim Soekarno yang dianggap terlalu dekat dengan golongan komunis dan mengabaikan pembangunan daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Mei 1957 ia ke Sumatra, bertemu Letkol Barlian dan Mayor Nawawi di Palembang. Ia sempat menyamar sebagai Letnan Dua Rasyidin. Pada 13 Mei 1957, ia tiba di Padang, bertemu Panglima Divisi Banteng, Letkol Achmad Husein. Malamnya Sumitro menuju Pekanbaru, menemui Kapten Yusuf Baron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ultimatum kepada pemerintah pusat akhirnya dikeluarkan pada 10 Februari 1958. Tanggal 15 Februari 1958, Achmad Husein melalui Radio Bukittinggi mengumumkan proklamasi pemerintahan tandingan, Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jakarta, Sjahrir menugaskan Djoeir Moehamad dan Djohan Sjahruzah menghubungi dewan-dewan militer di daerah. Sekaligus menghubungi Sumitro Djojohadikusumo. Mereka "mengejar" Sumitro hingga ke Padang. Tapi Sumitro keburu ke Pekanbaru, kemudian ke Bengkalis, sempat menyamar jadi kelasi kapal menuju Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Ia ternyata menempuh jalan sendiri dan diumumkan menjadi salah seorang menteri PRRI," tulis Djoeir dalam bukunya, Memoar Seorang Sosialis (1997, hlm 268). Belakangan, setelah Sumitro terlibat dalam PRRI, Presiden Soekarno mendapat dalih bagus untuk membubarkan PSI dan Masyumi bulan Agustus 1960.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumitro lalu ke Saigon juga dengan menyamar sebagai kelasi kapal sebelum ke Manila dan melakukan kontak dengan Perjuangan Semesta (Permesta). Menyamar menjadi cargo supervisor atas nama pemilik kopra, Sumitro masuk ke Bitung. Ia ke Sumatra menggelar pertemuan dan memperluas hubungan dengan pemimpin militer di Sumatra, juga Sumual di Sulawesi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subadio, utusan Sjahrir, bertemu Sumitro di Singapura. Sumitro berperan menangani bidang logistik bersama Kolonel Simbolon dan Husein bagi PRRI. Ia sempat mengecek pengadaan senjata. Sebagian senjata dibeli di Phuket (Thailand) dan Taiwan. Dua kali ia masuk Taiwan, dan kembali ke Minahasa dengan pesawat bermuatan amunisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep semula, menurut Sumitro, hanya untuk memperbaiki Jakarta. Tidak ada bayangan membuat suatu pemerintahan tandingan. Tuntutan mereka hanyalah ingin otonomi dan pengembangan daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumitro mempercayai gagasan persatuan Indonesia. Namun, tatkala PRRI hendak mendirikan Republik Persatuan Indonesia (RPI), dan Pulau Jawa tidak termasuk di dalamnya, ia menolak tegas, "Kalau demikian, saya tidak bisa ikut, sebab negara kita satu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelarian ke Luar Negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidaksepakatan ini mendorong Sumitro mengungsi ke luar negeri, lantaran belum memungkinkan pulang ke Jakarta. Pemerintahan Soekarno masih menganggapnya pemberontak yang harus disingkirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 10 tahun di pelarian, Sumitro menggunakan banyak nama samaran. Para mahasiswa di Jepang mengenalnya sebagai Sungkono. Di Jerman dipanggil Sunarto. Di luar Frankfurt pakai nama Abdul Karim. Di Hongkong orang mengenalnya Sou Ming Tau (bahasa Kanton) dan Soo Ming Doo (bahasa Mandarin). Warga Malaysia mengenalnya Abu Bakar. Ia dipanggil Henry Kusumo atau Henry Tau di Bangkok.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi keamanan, Sumitro bersama keluarganya tak mau tinggal di suatu negara lebih dari dua tahun. Mulai dari Singapura, Hongkong, Kuala Lumpur, Zurich-Swiss, London, kemudian pindah ke Bangkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghidupi keluarganya di pelarian, ia menjadi saudagar mebel dan real estate di Malaysia. Juga mendirikan Economic Consultans for Asia and the Far East (Ecosafe) di Hongkong, dan cabangnya di Kuala Lumpur. Ia memakai nama Kusumo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang tua, ia dikenal keras dan disiplin dalam mendidik keempat anaknya. Buktinya, putri tertua, Ny. Biantiningsih yang istri mantan Gubernur BI J Soedrajat Djiwandono, sampai memiliki dua gelar kesarjanaan. Begitu juga Ny Marjani Ekowati, putri kedua yang menikah dengan orang Prancis. Letjen Prabowo Subianto berhasil meniti karier sebagai Danjen Kopassus dan Pangkostrad. Lalu si bungsu Hashim Sujono menjadi pengusaha sukses.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Tanah Air&lt;br /&gt;Pada Maret 1967, Soeharto menjabat presiden RI. Suatu kali Ali Moertopo menemui Sumitro di Bangkok, dan bertanya, "Apakah Pak Mitro bersedia kembali?" Sumitro bilang, "You just remain yourself, and I just remain myself."  Kemudian, Menlu Adam Malik, yang berkunjung ke Bangkok, mempertebal keyakinan Sumitro untuk pulang ke Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah resmi menjadi presiden, Soeharto menerima Sumitro di Cendana, 29 Mei 1968. Ia meminta kesediaan Sumitro membenahi ekonomi yang ambruk. Inflasi 600% lebih, kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumitro akhirnya dilantik sebagai Menteri Perdagangan pada 27 Maret 1968. Tanggal 6 Juni 1968 susunan menteri Kabinet Pembangunan I diumumkan. Selanjutnya ia diangkat menjadi Menteri Negara Riset Nasional (Menristek) pada Kabinet Pembangunan II.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi Konsultan&lt;br /&gt;Sekeluar dari kabinet tahun 1978, Penggemar kopi dan perokok berat ini menjadi konsultan. Juga menulis buku. Dalam kurun waktu 1942-1994, ekonom yang fasih berbahasa asing antara lain bahasa Belanda, bahasa Inggris, dan bahasa Spanyol ini telah menulis 130 buku dan makalah dalam bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 1982 ia mengurusi Induk Koperasi Pegawai Negeri (IKPN). Ia sempat menjadi komisaris Bank Niaga, Bank Universal, dan Bank Kesejahteraan. Pada 18 September 1992 - Desember 1992 Sumitro ditunjuk sebagai preskom Astra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku terakhir yang ditulisnya adalah Jejak Perlawanan Begawan Pejuang yang diterbitkan Pustaka Sinar Harapan, April 2000. Berbagai tanda penghargaan yang diperolehnya baik dari dalam negeri maupun luar negeri antara lain Bintang Mahaputra Adipradana (II), Panglima Mangku Negara, Kerajaan Malaysia, Grand Cross of Most Exalted Order of the White Elephant, First Class dari Kerajaan Thailand, Grand Cross of the Crown dari Kerajaan Belgia serta yang lainnya dari Republik Tunisia dan Perancis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan&lt;br /&gt;Di usia senjanya, cobaan bagai badai datang bagi keluarga Sumitro. Karier putra ketiganya, Prabowo Subianto, di bidang militer, tamat. Menantunya, Sudradjat Djiwandono, suami Biantiningsih, putri sulung, dicopot dari jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) hanya 10 hari menjelang masa jabatannya habis. Putra bungsunya, Hashim, diterpa banyak kesulitan dalam usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, Sumitro yang sudah mengecap asam garam kehidupan tetap memegang pedoman hidupnya, “Smiling in the face of adversity/Contemptous of danger/Undaunted in defeat/ Magnanimous in victory (Tersenyum menghadapi kemalangan/ Berani menantang bahaya/Tegar dalam kekalahan/Rendah hati akan kemenangan). Pedoman dalam bentuk sajak itulah yang ditanamkannya pada putra-putrinya untuk tetap bertahan dalam menghadapi segala kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"I've been through worst. Ini bukan yang pertama kali!" katanya lantang. "Ujian buat saya dalam kehidupan jauh lebih dari itu, habis dari menteri lalu tiba-tiba jatuh jadi buronan, ha-ha-ha!" tutur pria yang suka bicara ceplas-ceplos ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ‘Suka Ceplas Ceplos’&lt;br /&gt;Gayanya yang ceplas-ceplos dan blak-blakan menjadi ciri khas. Sebagai "begawan" ekonomi, Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo memang selalu kritis. Setelah menjadi besan Presiden Soeharto pun ia tetap melancarkan kritik tajam terhadap jalannya roda pembangunan. Baginya, perkawinan anak laki-lakinya Letjen Prabowo Subianto dengan Siti Hediyati (putri Soeharto) pada Mei 1983 hanyalah historical accident.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kritiknya yang tajam ialah pernyataannya tentang kebocoran 30% dana pembangunan yang dilansir di Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) ke-12 di Surabaya, November 1993. ISEI sendiri didirikan Sumitro tahun 1955.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Sumitro - yang pada 1985 menjadi anggota seven eminent persons dengan tugas menyusun rekomendasi kepada GATT (General Agreement on Tariffs and Trade) - sudah kelewat keras mengkritik, biasanya menantunya datang kepadanya untuk menyampaikan pesan Presiden Soeharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada apa, Tiek? Ada pesan dari Bapak?" sambut Sumitro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, Bapak bilang, 'Tiek, mertuamu sudah priyayi sepuh kok masih radikal saja'!" ujar Siti Hediyati alias Titiek Prabowo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, saya memang sudah terlalu tua untuk mengubah diri!" jawab Sumitro enteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih soal sinyalemen kebocoran itu, ketika bertemu Sumitro, Soeharto langsung berkata, "Kok, Pak Mitro suaranya begitu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumitro menjelaskan, sejak mahasiswa ia biasa bicara apa adanya, melihat suatu masalah lalu mencari problemnya kemudian mencari pemecahannya. "Dalam hal ini problemnya apa? Banyak. Pemborosan. Orang bilang ekonomi biaya tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana ini, lalu saya cari fakta, dan faktanya memang begitu. Kalau Bapak ingin fakta, tanya pada Biro Pusat Statistik," ucap Sumitro, penerima Bintang Mahaputra Adipradana II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nada agak sinis Sumitro menambahkan, "Saya tidak punya antena ke angkasa luar, Pak. Ini hitung-hitungan berdasarkan analisis ilmiah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhasil, ini bukan pat gulipat, angka 30% bukan datang dari langit, atau dari paranormal Permadi!" tegas Sumitro, yang pada 1953 oleh Sekjen PBB diangkat sebagai anggota lima ahli dunia (group of five top experts).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden memahami penjelasan itu namun ia menekankan, "Tapi, mbok ya jangan disiarkan, Pak Mitro."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika krisis ekonomi semakin memukul Indonesia, akhir 1997, Sumitro kembali membuat pernyataan tajam. Dalam tubuh ekonomi nasional melekat berbagai macam penyakit, seperti distorsi dalam bentuk monopoli, oligopoli, kartel, proteksi yang berlebihan, dan subsidi untuk barang-barang tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumitro melukiskan, "Kalau kita hanya bicara ekonomi moneter, obatnya cukup Aspirin. Tapi kalau institutional disease, sudah perlu antibiotika. Dan saya yakin bisa diatasi dengan antibiotika, tidak perlu sampai diamputasi, karena masih ada kesempatan untuk segera bertindak. Namun, paket untuk mengatasi disease itu harus dilakukan tanpa pandang bulu dan tak boleh ada intervensi." (Kompas, 11/1/1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dicuekin Bu Tien&lt;br /&gt;Menanggapi soal adanya kolusi antara oknum pejabat dengan oknum konglomerat, Sumitro menegaskan, "Saya tidak setuju ada kolusi dengan alasan apa pun. Hal itu harus diberantas!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini ia punya pengalaman menarik. Ada pengusaha yang berusaha "menyogok" dengan mengirim bunga kepada istrinya. Di balik bunga itu terselip perhiasan emas dan berlian! Sumitro memanggil sekretarisnya, Babes Sumampouw, "Babes, apa-apaan ini. Kirim kembali, pulangkan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengusaha itu datang mengeluh, "Pak Mitro, mengapa begitu?" Sumitro pun menjawab, "Hati-hati kamu, ya, lain kali. Kamu masih untung saya menteri. Sembrono kamu, kasih perhiasan kepada istri saya. Enggak ada orang lain yang berhak memberi perhiasan kepada istri saya. Itu 'kan menghina seorang suami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman lain, usai menyelesaikan tender impor cengkeh, Sumitro dikejutkan oleh laporan Ali Moertopo bahwa Ibu Tien Soeharto marah-marah kepadanya. Ibu Tien berharap Sukamdani yang mendapat tender, tapi kenyataannya yang menang Probosutedjo dan Liem Sioe Liong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak peristiwa itu, lebih dari setahun, Ibu Tien tak mau menegur Sumitro. Kalau mereka berjumpa, Ibu Negara itu melengos, membuang muka. Biarpun begitu, terhadap Dora Sigar, istri Sumitro, sikap Ibu Tien tetap baik dan mau mengajak bicara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendah Hati&lt;br /&gt;Meski lima kali menjabat menteri di masa Orde Lama dan Orde Baru, toh ia tetap rendah hati. Seperti yang terjadi ketika ia menghadiri suatu resepsi pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Monggo ... monggo, Pak, terus lajeng kemawon (Silakan, Pak, terus saja ke depan)," pinta anggota panitia, mempersilakan Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo yang berada dalam antrean para tamu untuk menyalami mempelai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sampun ... matur nuwun (terima kasih)," tolak Pak Cum, panggilan akrabnya. Sementara itu para tetamu VIP dan mereka yang merasa VIP, saling menyalip maju dan sibuk berfoto ria bersama pengantin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada usia menjelang 84 tahun, Sumitro meninggal dunia Jumat (9/3/2001) pukul 00.00 di Rumah Sakit Dharma Nugraha, Rawamangun, Jakarta Timur, setelah beberapa lama dirawat karena sakit jantung. Di bawah iringan gerimis dan tahlil masyarakat, jenazahnya dikebumikan di Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat (9/3/2001) siang sekitar pukul 14.35. Sedikitnya 1.000 warga sekitar mengikuti prosesi pemakaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak hadir melayat antara lain Gus Dur (presiden saat itu), Ketua MPR Amien Rais, KSAD Jenderal TNI Endriartono Sutarto, Ketua DPR Akbar Tandjung, pengusaha Ciputra, bekas Mentrans AM Hendropriyono, Pangkostrad Letjen TNI Ryamizard Ryacudu, Soeripto, Letjen (Purn) Sayidiman, bekas Pangkostrad Jenderal (Purn) Kemal Idris, Wakasad Letjen Kiki Syahnakri, bekas Menkeu Radius Prawiro, Menkimpraswil Erna Witoelar, Menko Perekonomian Rizal Ramli, dan Gubernur BI Syahril Sabirin. ►atur&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-2734214517899068385?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/Pzb9urC00sI" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/Pzb9urC00sI/prof-dr-sumitro-djojohadikusumo-begawan.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2009/02/prof-dr-sumitro-djojohadikusumo-begawan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-7121036002583362575</guid><pubDate>Thu, 08 Jan 2009 04:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-07T20:23:53.342-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">berita</category><title>Penyeru Kaisar Romawi</title><description>Penyeru Kaisar Romawi&lt;br /&gt;Dari Majalah Sabili No.16 Th.IX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam, sejak dikumandangkan pertama kali oleh Rasulullah, pelan tapi pasti kian berkembang dan diakui. Untuk memperluas dakwah Islamiyah, Rasulullah SAW mengirim surat ke beberapa raja Arab dan non-Arab. Di antara raja yang mendapat seruan secara tulisan itu adalah Heraklius, kaisar Romawi. Untuk mengemban amanat ini, beliau mengutus Dhihya bin Khalifah Al-Kalabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan perjalanan cukup panjang akhirnya Dhihya tiba di istana raja Romawi. Surat Rasulullah langsung dibaca oleh salah seorang staf Heraklius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari Muhammad utusan Allah, kepada Heraklius, Pembesar Romawi..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar bunyi awal surat itu, keponakan pembesar Romawi langsung marah, lalu berseru, "Surat ini tidak boleh dibaca sekarang.!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa?" tanya Kaisar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia memulai dengan namanya dulu sebelum engkau. Kemudian dia memanggilmu dengan pembesar Romawi, bukan Maharaja Romawi." "Tidak!" sambut Kaisar, "Biar surat ini dibaca untuk diketahui isinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Nabi SAW itu terus dibacakan hingga selesai. Setelah semua pengiring Kaisar keluar dari majelisnya, Dhihya dipanggil untuk masuk. Bersamaan dengan itu dipanggillah seorang uskup yang mengetahui seluk beluk agama mereka. Kaisar lalu memberitahu uskup itu dan dibacakan sekali lagi surat itu kepadanya.&lt;br /&gt;"Inilah yang selalu kita tunggu-tunggu, dan Nabi kita, Isa sendiri telah memberitahukan kita sejak lama!" jawab sang uskup. "Apa pendapatmu yang harus aku perbuat?" tanya Kaisar kepada uskup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau engkau tanya pendapatku, aku tentu akan mempercayainya dan akan mengikuti ajarannya," jawab uskup dengan jujur. "Tetapi aku jadi serba salah," kata Kaisar, "Jika aku ikut nasihatmu, akan hilanglah kerajaanku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Dhihya diperbolehkan meninggalkan tempat itu, raja Romawi terus bertukar pendapat dengan sang uskup. Kebetulan, waktu itu, Abu Sufyan bin Harb sedang berada di Romawi. Kala itu ia belum masuk islam. Ia dipanggil oleh Kaisar untuk dimintai keterangan tentang Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Coba engkau beritahu kami tentang orang yang mengaku Nabi di negerimu itu!" tanya Kaisar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia seorang anak muda," jawab Abu Sufyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kedudukannya dalam pandangan masyarakatmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada yang melebihi kedudukan dan keturunannya," jawab Abu Sufyan jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini tentulah tanda-tanda kenabian," Kaisar berbisik-bisik kepada orang-orang di sampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana bicaranya, apakah dia selalu berkata benar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Betul," jawab Abu Sufyan, "Dia memang tidak pernah berkata dusta."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini lagi satu tanda-tanda kenabian!" Kaisar terus berbisik-bisik kepada orang-orang yang mengiringnya itu. "Baiklah," kata Kaisar lagi. "Adakah di antara pengikutnya yang meninggalkan agama nenek moyangmu, kembali ke agama mereka lagi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak," jawab Abu Sufyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini lagi satu tanda-tanda kenabian!" kata Kaisar pula. "Apakah terjadi peperangan di antara kamu dengannya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya," jawab Abu Sufyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa yang selalu menang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kadang-kadang dia menang, kadang-kadang kami mengalahkannya," jelas Abu Sufyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini lagi satu tanda-tanda kenabian," kata Kaisar Romawi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian Dhihya Al-Kalbi dipanggil oleh Kaisar Romawi, seraya berkata, "Sampaikanlah berita kepada pembesarmu itu, bahwa aku tahu dia memang benar Nabi, tetapi apa daya, aku tak dapat berbuat apa-apa. Aku tak mau ditumbangkan dari kerajaanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sang uskup itu yang biasanya selalu datang ke gerejanya setiap hari Ahad untuk menyampaikan ajaran Nasrani, sejak pertemuan itu, terus berdiam di rumahnya. Lantaran kecewa karena sang uskup tidak datang ke gereja, orang-orang pun berdatangan ke rumahnya. Kepada mereka, sang uskup mengatakan dirinya sedang sakit. Kejadian itu berlangsung berkali-kali, sehingga orang-orang mencurigainya. Mereka lalu mengirim utusan kepada sang uskup dan memberinya peringatan. Jika ia tak mau datang lagi ke gereja, mereka akan datang beramai-ramai ke rumahnya dan akan membunuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut orang-orang itu, sejak kedatangan Dhihya, sikap uskup banyak berubah. Sang uskup segera memanggil Dhihya, dan menyampaikan sepucuk surat. "Ini suratku, ambillah dan serahkan kepada pembesarmu itu," pesan uskup itu dengan hati yang tidak tenang. "Sampaikan salamku kepadanya, dan beritahukan bahwa aku bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah, dan bahwasanya Muhammad itu adalah utusan Allah. Katakan juga, bahwa aku beriman kepadanya, mempercayainya, dan menjadi pengikutnya. Dan kaumku telah mengingkari semua kata-kata dan nasihatku. Ceritakan juga apa yang engkau saksikan ini," pesan uskup. Sejak saat itu sang uskup tidak datang lagi ke gereja. Sampai akhirnya ia dibunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, sebenarnya Heraklius sudah meyakini kebenaran ajaran Islam. Namun, seperti yang ia katakan, ia malu untuk meninggalkan agama Nasrani. Apalagi kedudukannya sebagai raja. Tidak mungkin tunduk begitu saja kepada ajaran Dhihya yang menurut mereka orang Badui. Ia segera menyuruh salah seorang utusan membawa suratnya kepada Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bawalah suratku ini kepada orang yang mengaku Nabi itu," kata Heraklius. "Tetapi dengar baik-baik apa yang dikatakannya dan ingat tiga hal berikut ini. Pertama, apa komentarnya ketika membaca suratku. Kedua, apakah dia akan menyebut perkataan 'malam', atau tidak? Ketiga, usahakan sampai engkau dapat melihat di belakang tubuhnya. Adakah suatu tanda yang menarik perhatianmu? Ingat baik-baik tiga perkara ini. Beritahu aku paa yang engkau lihat!" pesan Heraklius dengan hati-hati. Utusan itu berangkat membawa surat Heraklius, hingga tiba di Tabuk. Di situ dia bertanya kepada para sahabat Rasulullah, "Di mana ketua kamu, yang dikatakan Nabi itu?" tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di sana. Yang sedang duduk dikelilingi orang," jawab salah seorang dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu Nabi SAW sedang duduk di tepian telaga kecil bersama beberapa sahabatnya. Utusan itu pun maju ke dapan, menyerahkan surat Heraklius kepada Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari mana engkau?" tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku orang Tarukh," jawab utusan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maukah engkau kembali kepada agama yang suci dari kepercayaan nenek moyang kamu Ibrahim?" tanya Nabi SAW. "Aku ini utusan sebuah negara dan menganut agama negara itu. Tidaklah wajar aku mengubah agamaku sehingga aku kembali kepada mereka lebih dulu," jawabnya jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai saudara dari Tarukh," tiba-tiba Nabi SAW berseru, "Aku telah menulis surat kepada Kisra (pembesar Persia), lalu suratku dikoyak-koyaknya, kelak Allah akan mengoyak-ngoyakkannya dan kerajaannya. Dan aku menulis surat kepada pembesarmu, dia masih ragu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan tersebut sang utusan berkata dalam hati, "Nah, salah satu dari tiga yang dipesan oleh Heraklius supaya aku ingat baik-baik." Dia pun mengeluarkan sarung isi panahnya dan mencatat apa yang disampaikan Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menyerahkan surat Heraklius itu kepada seorang yang duduk di kirinya, yaitu Muawiyah untuk membacanya. Dalam suratnya Heraklius menyebut-nyebut surga yang luasnya seluas langit dan bumi, disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. "Di manakah letaknya neraka, wahai Rasulullah?" salah seorang sahabat tiba-tiba bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Subhanallah! Ajaib sekali pertanyaan ini," ujar Nabi SAW, "Jadi di manakah malam jika datang siang?" tanya beliau. Utusan itu pun segera mencatat apa yang dikatakan Nabi. Beliau menyebutkan kata malam yang mesti disampaikan kepada Heraklius. Setelah membaca surat Heraklius Rasulullah bersabda, "Engkau patut diberi hadiah karena engkau utusan kepada kami. Seandainya kami mempunyai sesuatu yang berharga, tentu akan kami berikan kepadamu. Akan tetapi kami adalah musafir yang mempunyai perbekalan terbatas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba terdengar suara dari belakang Rasulullah, "Aku yang akan memberinya hadiah jika engkau perkenankan, ya Rasulullah!" Sahabat yang tak lain Utsman adanya segera mengeluarkan seperangkat pakaian kepada utusan itu. "Siapakah yang bersedia menerima orang ini sebagai tamunya?" tanya Rasulullah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya!" jawab seorang pemuda Anshar lalu bangkit mengajak utusan itu pergi. Ketika ia akan meninggalkan tempat itu, Rasulullah memanggilnya, "Hai Saudara dari Tarukh!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utusan itu segera mendekat, berdiri di sisi Rasulullah. Beliau lalu menarik pakaiannya sehingga terbuka bagian belakangnya, sambil berkata, "Tunaikanlah tugasmu dengan baik, sebagaimana yang disuruh oleh tuanmu!" Saat itulah utusan itu bisa melihat dengan jelas tanda di belakang badan Rasulullah, yaitu semacam cap (khatamun-nubuwah).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-7121036002583362575?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/16Vs_RTV7Pk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/16Vs_RTV7Pk/penyeru-kaisar-romawi.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2009/01/penyeru-kaisar-romawi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5407107411217368147.post-7924682215265613575</guid><pubDate>Thu, 08 Jan 2009 04:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-07T20:08:50.977-08:00</atom:updated><title>agar kulit tetap sehat</title><description>agar kulit tetap sehat&lt;br /&gt;Agar kulit tetap sehat, sangat perlu dilakukan perawatan dari dalam. Banyak minum air putih adalah salah satu langkah yang paling mudah untuk memulainya. Sekitar 70% kulit terdiri dari air. Oleh karena itu minumlah air putih sediitnya delapan gelas sehari. Jika Anda memiliki aktivitas harian yang vbertambah, maka Anda juga harus lebih banyak minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asupan gizi juga perlu diperhatikan. Kulit mengandung protein, lemak, karbohidrat, dan unsur-unsur mineral. Orang yang sedang menjalani diet salah satu unsur makanan tertentu akan mengganggu keseimbangan gizi yang nantinya kan berdampak pada kesehatan kulit. Kulit akan terlihat kusam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan perawatan kulit dengan benar. Anda dapat membersihkan wajah dengan benar. Kuantitas pembersihannya tergantung pada aktivitas yang dilakukan. Jika Anda tidak terlalu banyak berkeringat atau terkena cukup banyak debu, mencuci wajah sebanyak dua kali sehari sudah cukup dilakukan. Sekali pada pagi hari dan sebelum tidur. Jangan mencuci wajah secara berlebihan karena dapat merusak lapisan lemak pelindung yang terdapat pada permukaan kulit, sehingga membuat kulit wajah menjadi kering. Maksimum lima kali dalam sehari. Sabun yang digunakan untuk mencuci juga harus disesuaikan dengan jenis kulit Anda. Sabun yang mengandung basa akan menetralisir kulit pH kulit sehingga kulit menjadi kering dan rusak. Hal ini disebabkan karena kulit kita sebenarnya adalah asam, dan memiliki pH normal sebesar 5,5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaga kulit dari sengatan sinar matahari, terutama di antara jam 08.00 hingga 16.00 yang banyak mengandung UV. Namun sesungguhnya kita tidak benar-benar aman dari sinar UV, karena sinar UV dapat dipantulkan ke tanah atau jalanan. Di dalam rumahpun, sinar UV dapat masuk melalui jendela atau pintu. Oleh karena itu, gunakanlah sun cream setiap hari, bahken ketika Anda sedang di dalam rumah sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat asupan gizi kurang baik dan populasi sangat tinggi, kita memerlukan ekstra antioksidan untuk kulit. Antioksidan dapat diperoleh dengan cara diminum, atau dioleskan. Vitamin A, C, E, dan selenium merupakan antioksidan yang dapat enahan laju proses penuaan. Vitamin A dapat membantu pembentukkan kolagen dan memperbaiki tekstur kulit. Vitamin C berfungsi untuk membentuk kolagen, dan membantu pembentukkan elastin. Vitamin E bekerja sama dengan vitamin Auntuk memberikan perlindungan dan memperlambat penuaan sel kulit. Mineral seperti selenium dapat membantu menghanmbat oksidasi lemak, melindungi kulit dari kerusakkan akibat sinar UV, serta melindungi sistem kekebalan. Seng dan betakaroten merupakan antioksidan lain yang dapat membantu perawatan kulit. Betakaroten dapat meningkatkan asupan oksigen dalam kulit. Seng dapat merangsang pembentukkan sel kulit yang baru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5407107411217368147-7924682215265613575?l=rajaindonesia.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~4/yl9PEgdGC7c" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/KegagalanAdalahAwalDariKesuksesan/~3/yl9PEgdGC7c/agar-kulit-tetap-sehat.html</link><author>noreply@blogger.com (Amir Suratman Candrasuta)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://rajaindonesia.blogspot.com/2009/01/agar-kulit-tetap-sehat.html</feedburner:origLink></item><language>en-us</language><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

