<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-1637156582939395891</atom:id><lastBuildDate>Fri, 06 Sep 2024 19:11:49 +0000</lastBuildDate><title>Keindahan Puncak Gunung di Indonesia</title><description>“Mendaki itu bukan soal kecepatan sampai puncak, tapi kebersamaan untuk mencapai puncak“</description><link>http://climbingmount.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1637156582939395891.post-1453948831525974212</guid><pubDate>Wed, 17 Jun 2015 23:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-06-17T16:31:36.349-07:00</atom:updated><title>Pengalaman kami ke Gunung Papandayan, Jawa Barat</title><description>Pada saat kami sedang mengobrol-ngobrol di kampus kami memikirkan untuk mendaki gunung dan teman kami Afif mengatakan &quot;ayo kita ke gunung papandayan saja&quot;dan serentak saja kami yaitu Hendar, Sanry ,dan Akbar mengatakan ayo kita kesana, dan kami pun mulai merencanakan hari untuk pergi kesana dan beberapa minggu kemudian kami pergi kesana pada tanggal 3- Januari -2015 pada tepatnya hari sabtu.&lt;br /&gt;
Kita kesana hanya ber-4 orang yaitu Afif, Hendar, Sanry, dan Akbar, kami kesana dengan menaiki kereta dari stasiun senen hingga ke jawa barat, lalu sesampainya kami di stasiun jawa barat kami mengeteng kendaraan yg menuju ke gunung papandayan dengan menempuh waktu yg cukup lama karena macet maklum hari sabtu jalanan jadi macet, akhirnya kami tiba juga di pintu masuk gunung papandayan yg indah pada siang hari dan kami mulai mempersiapkan diri untuk menaiki gunung tersebut dengan semangat yg membara kami terus menaiki gunung papandayan tersebut, saat mulai 2 jam-an Akbar mulai lelah dan dia meminta untuk istirahat dan kami mulai istirahat sejenak kami pun masih jauh sekali untuk ke puncaknya selang beberapa menit akhirnya kami mulai menaikinya lagi hingga matahari terbenam hingga kami untuk memutuskan untuk istirahat lagi untuk makan malam dan tidur disaat mulai menjelang subuh tiba-tiba Hendar badannya menggigil akibat dia kedinginan oleh dinginnya gunung papandayan dan kami membantu Hendar untuk dia tidak kedingan dengan cara memberi dia selimut dan bawa dia ke tampat kami bakar ranting-ranting pohon yg kami bakar untuk menghangatkan tubuh kami akhirnya subuh pun tiba kami pun solat subuh berjamaah dengan di imamin oleh Sanry selekas abis solat subuh kami siap-siap untuk mendaki lagi dengan semangat yg membara kami mulai merasakan udara segar dari gunung papandayan yg sangat sejuk sekali hingga pikiran dan hati kami sangat senang, matahari-pun mulai terbit dan kami melihat matahari yg sangat indah sekali disaat terbit di gunung papandayan dan tidak terasa kami baru sampa di tengah badan gunung papandayan, beberapa jam kami lewati dengan mendaki terus gunung papandayan disaat teman kami menengok ke belakang yaitu Afif dia melihat Akbar terjatuh karena dia lelah hingga kami memutuskan untuk beristirahat lagi dan mengobati luka-lukanya si Akbar sampai 45 menit akhirnya kita jalan lagi dan Sanry bilang &quot;bar kalo cape bilang jangan kaya gitu lagi&quot; dengan serentak Apip dan Hendar bilang &quot;bener bar bilang kalo cape&quot;, sebelum mendaki lagi kami baca doa untuk tidak terjadi yg buruk kepada kami, dan kami mulai mendaki dibawah sinar matahari yg sangat menyinari jalan kami untuk mencapai ke puncak gunung papandayan selang beberapa jam pun akhirnya kami tiba di puncak gunung papandayan dengan keringat yg membasahi tubuh kami sesampainya kami di puncak gunung papandayan kami solat dzuhur berjamaah mengucapkan sukur kepada maha kuasa atas nikmatnya memberi keindahan alam gunung papandayan kepada kami.&lt;br /&gt;
So seru kan guys pengalaman kami ke gunung papandayannya? dan kami berencana untuk pergi ke gunung rinjani loh tapi itu cuman rencana haha, maaf atas segala kata yg salah salah yah.&lt;br /&gt;
-Salam Lestari</description><link>http://climbingmount.blogspot.com/2015/06/pengalaman-kami-ke-gunung-papandayan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1637156582939395891.post-4907653699696341374</guid><pubDate>Sun, 14 Jun 2015 14:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-06-14T07:26:18.922-07:00</atom:updated><title>10. Gunung Ijen, Jawa Timur</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghhUTlBVbNewrydyF23AExlJqbXd9dvwcX9IdCRM7ZcGEuRsbAko0JjdkxecPKwDmRlhIrcBNQR_sGyO8yEPX0ETxCfiVPJ6st-fRNlsj-HMfHqUf-FTziKEPhVxorxwf2D8qOrWlZQuQ/s1600/06e7b-72873_10151376850322057_1822310199_n.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;425&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghhUTlBVbNewrydyF23AExlJqbXd9dvwcX9IdCRM7ZcGEuRsbAko0JjdkxecPKwDmRlhIrcBNQR_sGyO8yEPX0ETxCfiVPJ6st-fRNlsj-HMfHqUf-FTziKEPhVxorxwf2D8qOrWlZQuQ/s640/06e7b-72873_10151376850322057_1822310199_n.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOjlz8hyphenhyphenBW_I3MeXhrnPQfDSCCML1-UluCDz-nuJ4j-LYRARxuRZP31LA_aUrNXxc9FxxSTUIqmfaRa6fb68EXwNVpdDhCvY7nL2rp9NrrMeBjkswRXBpIP7dzB-U89WuJj8-OmgdaEjE/s1600/img_2919.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;402&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOjlz8hyphenhyphenBW_I3MeXhrnPQfDSCCML1-UluCDz-nuJ4j-LYRARxuRZP31LA_aUrNXxc9FxxSTUIqmfaRa6fb68EXwNVpdDhCvY7nL2rp9NrrMeBjkswRXBpIP7dzB-U89WuJj8-OmgdaEjE/s640/img_2919.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Gunung Ijen adalah gunung api yang masih aktif yang terletak di 
kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Gunung ini tercatat pernah meletus 
sebanyak empat kali yakni pada 1796, 1817, 1913, dan 1936.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gunung Ijen paling terkenal dengan kawahnya. Kawah Ijen adalah danau 
kawah terbesar di dunia. Kawah tersebut memiliki kedalaman 200 meter dan
 5466 Hektar dan pengelolaan kawah 
Ijen tersebut masuk dalam Cagar Alam Taman Wisata Ijen, Bondowoso.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gunung Ijen sendiri berada di kawasan Wisata Kawah Ijen dan Cagar 
Alam Taman Wisata Ijen di Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi dan 
Kecamatan Klobang Kabupaten Bondowoso.&lt;br /&gt;
Gunung ini berada&amp;nbsp;2.368 meter di atas permukaan
 laut&amp;nbsp;dimana puncaknya merupakan rentetan gunung api di Jawa Timur 
seperti Bromo, Semeru dan Merapi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kawah Ijen merupakan tempat penambangan 
belerang terbesar di Jawa Timur yang masih menggunakan cara tradisional.
 Ijen memiliki sumber sublimat belerang yang seakan tidak pernah habis 
dimanfaatkan untuk berbagai keperluan industri kimia dan penjernih 
gula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kawah Ijen merupakan salah satu kawah paling asam terbesar di dunia dengan&amp;nbsp;dinding kaldera setinggi 300-500 meter dan&amp;nbsp;luas kawahnya mencapai 5.466 hektar.&amp;nbsp;Kawah
 di tengah kaldera tersebut merupakan yang terluas di Pulau Jawa dengan 
ukuran 20 km. Ukuran kawahnya sendiri sekitar 960 meter x 600 meter. 
Kawah tersebut terletak di kedalaman lebih dari 300 meter di bawah 
dinding kaldera. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kawah Ijen terkenal dengan api 
abadi-nya. Jika kita ingin melihat api abadi gunung Ijen kita harus 
siap-siap melakukan pendakian pada pagi hari sekali. Hal tersebut 
dikarenakan api biru hanya terlihat pada dini hari saja.&lt;br /&gt;
&lt;img alt=&quot;blue fire api abadi&quot; class=&quot;alignnone size-full wp-image-895&quot; src=&quot;http://infopendaki.com/wp-content/uploads/2015/02/blue-fire-api-abadi.jpg&quot; height=&quot;425&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;Blue Fire “Api Abadi”
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;INFO&lt;/b&gt;: Agar bisa melihat api abadi gunung Ijen pendakian dilakukan sekitar pukul 02.00-02.30 WIB.&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;&lt;b&gt;INFORMASI TENTANG GUNUNG IJEN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Nama: Gunung Ijen&lt;br /&gt;
Pengelola: Cagar Alam Taman Wisata Ijen&lt;br /&gt;
Ketinggian: 2.443 mdpl&lt;br /&gt;
Lokasi: Banyuwangi&lt;br /&gt;
Jalur pendakian: Banyuwangi, Bondowoso&lt;br /&gt;
Letusan terakhir: 1999&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;&lt;b&gt;TIPS PENDAKIAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Pilihlah hari yang bagus untuk mendaki, usahakan jangan waktu hujan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Latihan fisik sebelum hari H&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pakai pakaian pendaki gunung atau pakaian yang hangat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan sepelekan keselamatan. Bawa makanan dan air secukupnya jangan
 terlalu sedikit dan jangan terlalu banyak. Yang paling penting jangan 
melanggar peraturan dan jangan buang sampah di gunung&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk pendakian Ijen kita bisa naik pagi dini hari pukul 02.00 untuk bisa melihat api abadi dan sunrise&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
</description><link>http://climbingmount.blogspot.com/2015/06/10-gunung-ijen-jawa-timur.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghhUTlBVbNewrydyF23AExlJqbXd9dvwcX9IdCRM7ZcGEuRsbAko0JjdkxecPKwDmRlhIrcBNQR_sGyO8yEPX0ETxCfiVPJ6st-fRNlsj-HMfHqUf-FTziKEPhVxorxwf2D8qOrWlZQuQ/s72-c/06e7b-72873_10151376850322057_1822310199_n.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1637156582939395891.post-4570264171586917359</guid><pubDate>Sun, 14 Jun 2015 13:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-06-14T08:19:57.005-07:00</atom:updated><title>9. Gunung Prau, Jawa Tengah</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisHHNiRFHTmGMUjkGZCtfNW1RLNmPssW-UpvhUsrcDJE3QV6NanZ_dKwaz-GOjYBwPuI8mlC3Kryg6aMRlbBVqkNgBSTTSV-REtt3axnjt4F7oofpva1gvfxuR8cCaZ5Nwh7S5M0G8gWs/s1600/46287_598863790135025_1762455522_n.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisHHNiRFHTmGMUjkGZCtfNW1RLNmPssW-UpvhUsrcDJE3QV6NanZ_dKwaz-GOjYBwPuI8mlC3Kryg6aMRlbBVqkNgBSTTSV-REtt3axnjt4F7oofpva1gvfxuR8cCaZ5Nwh7S5M0G8gWs/s640/46287_598863790135025_1762455522_n.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Gunung Prau&lt;/b&gt; (2.565 mdpl) terletak di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, Indonesia. Gunung Prau terletak pada koordinat &lt;span class=&quot;plainlinks nourlexpansion&quot;&gt;&lt;span style=&quot;white-space: nowrap;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;geo-default&quot;&gt;&lt;span class=&quot;geo-dms&quot; title=&quot;Peta, foto udara, dan data lain untuk lokasi ini&quot;&gt;&lt;span class=&quot;latitude&quot;&gt;7°11′13″LU&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;longitude&quot;&gt;109°55′22″BT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Gunung Prau merupakan tapal batas antara tiga kabupaten yaitu Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Wonosobo.&lt;br /&gt;
Puncak Gunung Prau merupakan padang rumput luas yang memanjang dari 
barat ke timur. Bukit-bukit kecil dan sabana dengan sedikit pepohonan 
dapat kita jumpai di puncak. Gunung Prau merupakan puncak tertinggi di 
kawasan Dataran Tinggi Dieng, dengan beberapa puncak yang lebih rendah 
di sekitarnya, antara lain Gunung Sipandu, Gunung Pangamun-amun, dan Gunung Juranggrawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gunung ini memiliki kawasan hutan yang masih asri, indah dan terjaga. Di
 dalamnya terdapat berbagai tumbuhan seperti Kantong Semar, aneka 
tumbuhan paku dan satwa. Sedangkan di sisi Kabupaten Wonosobo, terdapat 
berbagai peninggalan masa lalu berupa candi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Akses menuju ke Gunung Prau&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;Pos pendakian gunung prau terletak di dekat gunung wisata dieng. Untuk 
mencapai daerah wisata dieng ini dapat digunakan bus berukuran sedang 
(biasa disebut engkel) dari daerah wonosobo. Biaya untuk satu orang naik
 bus dari wonosobo sampai daerah wisata dieng adalah 10.000 rupiah. 
Daerah wonosobo sendiri dapat di capai menggunakan bus antar kota. 
Sedangkan untuk akses menggunakan kereta api, stasiun terdekat sesuai 
jarak adalah stasiun kereta api Kutoarjo. Saya dan teman-teman saya dari
 jakarta memutuskan untuk menggunakan akses kereta.&lt;br /&gt;
Jika menggunakan akses kereta ke kutoarjo maka yang harus dilakukan adalah :&lt;br /&gt;
1. Turun di sta Kutoarjo&lt;br /&gt;
2. Naik angkot jurusan A (kuning merah) , turun di Plaza Purworejo @5.000 rupiah&lt;br /&gt;
3. Naik Engkel jurusan Purworejo – Wonosobo, turun di kauman, tempat oper bis ke dieng @25.000 rupiah, (tanpa nawar).&lt;br /&gt;
4. Dari Wonosobo naik Engkel ke dieng @10.000&lt;br /&gt;
Perjalanan traffic lancar menggunakan angkutan umum tsb dari sta Kutoarjo ke Dieng memakan waktu total 3,5 jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Daerah Wisata Dieng&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Umumnya pendaki turun gunung sebelum hari siang, antara pukul 8 sd 10
 pagi. Naik gunung setelah tengah hari/menjelang sore mungkin akan dapat
 memperlancar perjalanan karena tidak antri dengan pendaki yang turun 
untuk melewati jalur pendakian.&lt;br /&gt;
Sebelum naik gunung kita dapat terlebih dahulu menikmati daerah 
wisata dieng. Karena pukul 10.00 wib kami sampai di Dieng. Kami 
memutuskan untuk melihat candi Arjuna dan Kawah sikidang. Kompleks candi
 arjuna merupakan kompleks candi hindu yang terdiri dari beberapa 
bangunan candi kecil, sedangkan Kawah sikidang merupakan kawah vulkanik 
yang cukup besar, mengeluarkan asap menyengat dan kawahnya dapat dilihat
 bergolak samar-samar di balik asap putihnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Legenda Kawah Sikidang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Terjadinya kawah sikidang berlatar belakang kisah pra pernikahan antara pangeran Kidang Garungan dan Putri Shinta Dewi.&lt;br /&gt;
Pada jaman dahulu kala di dataran tinggi dieng ada seorang putri yang 
cantik jelita, bernama Shinta Dewi. Sang putri terkenal karena 
kecantikan parasnya. Banyak pangeran melamar sang putri, namun syarat 
dari sang putri berupa harta benda yang jumlahnya sangat banyak, tidak 
dapat disanggupi oleh para pangeran pelamarnya.&lt;br /&gt;
Pangeran Kidang Garungan adalah pangeran yang kaya raya, bertubuh 
tinggi besar, dan memiliki kesaktian yang hebat. Utusan sang pangeran 
datang melamar sang putri dan menyanggupi semua permintaan dari sang 
putri, maka sang putri yang belum bertemu pangeran tersebut mengiyakan 
lamarannya. Saat bertemu sang pangeran sang putripun terkejut, ternyata 
pangeran yang melamarnya, bertubuh manusia namun berkepala kijang.&lt;br /&gt;
Sang putri kecewa, hatinya tidak dapat menerima sang pangeran untuk 
menjadi suaminya. Maka sang putripun mengajukan syarat tambahan, apabila
 sang pangeran dapat membuat sumur yang besar dan dalam dalam sehari 
maka barulah sang putri berkenan menikahinya. Sang pangeran 
menyanggupinya, dengan kesaktiannya dia menggali sumur. Takut sang 
pangeran berhasil menyelesaikan syaratnya, Dewi Shinta Dewi memutuskan 
untuk mengubur pangeran Kidang Garungan ketika sedang menggali sumur 
tsb. Sang ratu bersama tentaranya langsung menimbun dengan cepat sumur 
tsb. Sang pangeran pun mengerahkan kesaktiannya, kesaktiannya membuat 
sumur yang tertimbun tanah tesebut meledak. Namun tetap saja sang 
pangeran tidak dapat keluar karena terus ditimbuni tanah. Sebelum tewas 
sang pangeran mengutuk keturunan sang putri berambut gembel. Dari cerita
 inilah terjadi kawah sikidang dan dapat ditemui anak anak berambut 
gembel di dieng.</description><link>http://climbingmount.blogspot.com/2015/06/9-gunung-prau-jawa-tengah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisHHNiRFHTmGMUjkGZCtfNW1RLNmPssW-UpvhUsrcDJE3QV6NanZ_dKwaz-GOjYBwPuI8mlC3Kryg6aMRlbBVqkNgBSTTSV-REtt3axnjt4F7oofpva1gvfxuR8cCaZ5Nwh7S5M0G8gWs/s72-c/46287_598863790135025_1762455522_n.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1637156582939395891.post-3528526741287053978</guid><pubDate>Sun, 14 Jun 2015 12:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-06-14T05:45:01.326-07:00</atom:updated><title>8. Gunung Papandayan, Jawa Barat</title><description>&lt;img height=&quot;359&quot; id=&quot;irc_mi&quot; src=&quot;http://bandung.panduanwisata.id/files/2015/04/Gunung-Papandayan-images.detik_.jpg&quot; style=&quot;margin-top: 0px;&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
Gunung Papandayan. Gunung di Garut, Jawa 
Barat (7° 19 ′ LS 107° 44′ BT) ini mempunyai ketinggian 2665 meter. 
Salah satu yang menarik dari gunung Papandayan keberadaan beberapa kawah
 yang diantaranya Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah 
Manuk. Masing-masing kawah mengeluarkan uap dari dalamnya. &lt;span id=&quot;6673433350406836576&quot;&gt;Saat mendaki, Anda 
bisa menikmati pemandangan &lt;b&gt;padang Edelweiss&lt;/b&gt; yang luar biasa cantik.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Obyek-obyek lain yang kerap menarik minat
 pengunjung adalah Blok Pondok Saladah (areal padang rumput seluas 8 ha)
 dan Sumber Air Panas.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Secara keseluruhan, luas kawasan objek wisata terkenal di Garut ini 
mencapai 7.132 hektar dimana terdiri dari cagar alam dan taman wisata 
alam, dan yang menjadi daya tarik utama gunung ini karena kawahnya yang indah, panorama alam 
sekitarnya yang aduhai, pegunungan, dan wilayah perkemahan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kesemua kawasan potensial itu berada di kawasan Taman Wisata Alam. Aktivitas utama yang biasanya dilakukan disini yakni &lt;em&gt;hiking&lt;/em&gt;,
 kegiatan fotografi, trekking, kegiatan rekreasi hutan. Disamping itu, 
ada juga aktifitas penunjang lainnya yakni penelitian flora dan fauna di
 cagar alam serta kegiatan untuk piknik dan berkemah anak-anak pramuka 
di kawasan Taman Wisata Alam.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Taman Wisata Alam memiliki flora yang dominan yaitu Hiur, Puspa, Pasang 
Hura, Saninten, Jamaju, Sega, Suwagi dan Kiteke. Sedangkan fauna yang 
dominan yaitu babi hutan, macan kumbang, macan tutul dan burung. Flora 
langka di Cagar Alam yaitu Saninten dan untuk faunanya rusa, elang Jawa,
 Lutung dan Surili. Kegiatan konservasi hewan dan tumbuhan dilakukan di 
Cagar Alam.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;left: -99999px; position: absolute;&quot;&gt;
JALUR TREKKING KE 
PUNCAK 

Parkiran – Alun-alun Pondok Salada

Dari parkiran jalur setapak dimulai mendekati kawah dan kemudian 
membelah kawah, hati-hati saat melangkah karena dibebeberapa tempat 
terdapat bagian yang gembur dengan suhu yang cukup panas dan kaki bisa 
terperosok. Kemudian jalur setapak membelok kekanan dan saat keluar dari
 komplek kawah ini jalan setapak terus mendatar hingga sampai di sebuah 
warung and disini terdapat sebuah lapangan yang cukup menampung lebih 
dari 30 tenda. Jalur setapak menuju Pondok Salada bisa ditemukan didepan
 warung ini dan sekitar lima menit berjalan dari warung ini kita akan 
sampai di Pondok Salada. Di Pondok Salada ini ada sungia kecil berair 
jernih hanya mengandung belerang.  - See more at: 
http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html#sthash.any93UN2.dpuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&quot;&gt;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Chamdun&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;left: -99999px; position: absolute;&quot;&gt;
mbelok kekanan dan saat
 keluar dari komplek kawah ini jalan setapak terus mendatar hingga 
sampai di sebuah warung and disini terdapat sebuah lapangan yang cukup 
menampung lebih dari 30 tenda. Jalur setapak menuju Pondok Salada bisa 
ditemukan didepan warung ini dan sekitar lima menit berjalan dari warung
 ini kita akan sampai di Pondok Salada. Di P - See more at: 
http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html#sthash.any93UN2.dpuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&quot;&gt;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Chamdun&lt;div style=&quot;left: -99999px; position: absolute;&quot;&gt;
mbelok kekanan dan saat
 keluar dari komplek kawah ini jalan setapak terus mendatar hingga 
sampai di sebuah warung and disini terdapat sebuah lapangan yang cukup 
menampung lebih dari 30 tenda. Jalur setapak menuju Pondok Salada bisa 
ditemukan didepan warung ini dan sekitar lima menit berjalan dari warung
 ini kita akan sampai di Pondok Salada. Di P - See more at: 
http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html#sthash.any93UN2.dpuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&quot;&gt;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Chamdun&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;left: -99999px; position: absolute;&quot;&gt;
JALUR TREKKING KE PUNCAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&quot;&gt;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Chamdun&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;left: -99999px; position: absolute;&quot;&gt;
JALUR TREKKING KE PUNCAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&quot;&gt;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Chamdun&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;left: -99999px; position: absolute;&quot;&gt;
JALUR TREKKING KE 
PUNCAK 

Parkiran – Alun-alun Pondok Salada

Dari parkiran jalur setapak dimulai mendekati kawah dan kemudian 
membelah kawah, hati-hati saat melangkah karena dibebeberapa tempat 
terdapat bagian yang gembur dengan suhu yang cukup panas dan kaki bisa 
terperosok. Kemudian jalur setapak membelok kekanan dan saat keluar dari
 komplek kawah ini jalan setapak terus mendatar hingga sampai di sebuah 
warung and disini terdapat sebuah lapangan yang cukup menampung lebih 
dari 30 tenda. Jalur setapak menuju Pondok Salada bisa ditemukan didepan
 warung ini dan sekitar lima menit berjalan dari warung ini kita akan 
sampai di Pondok Salada. Di Pondok Salada ini ada sungia kecil berair 
jernih hanya mengandung belerang.  - See more at: 
http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html#sthash.any93UN2.dpuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&quot;&gt;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Chamdun&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;left: -99999px; position: absolute;&quot;&gt;
JALUR TREKKING KE 
PUNCAK 

Parkiran – Alun-alun Pondok Salada

Dari parkiran jalur setapak dimulai mendekati kawah dan kemudian 
membelah kawah, hati-hati saat melangkah karena dibebeberapa tempat 
terdapat bagian yang gembur dengan suhu yang cukup panas dan kaki bisa 
terperosok. Kemudian jalur setapak membelok kekanan dan saat keluar dari
 komplek kawah ini jalan setapak terus mendatar hingga sampai di sebuah 
warung and disini terdapat sebuah lapangan yang cukup menampung lebih 
dari 30 tenda. Jalur setapak menuju Pondok Salada bisa ditemukan didepan
 warung ini dan sekitar lima menit berjalan dari warung ini kita akan 
sampai di Pondok Salada. Di Pondok Salada ini ada sungia kecil berair 
jernih hanya mengandung belerang. 

Pondok Salada – Alun-alun Tegal Alur 

Dari Pondok Salada jalur setapak mendaki sebuah punggungan yang ada 
didepan pondok salada, keadaan jalur setapaknya sedikit hancuran banyak 
batu-batu besar seperti aliran sungai kering. Setelah menyelesaikan 
etape tanjakan yang cukup curam ini jalan setapak menjadi datar dan 
kemudian berbelok ke kiri dan kemudian menyusuri punggungan. Hati-hati 
saat menyusuri pungungan ini karena di sebelah kiri jurang dalam yang 
berjarak hanya seengah meter dari jalan setapak. Tak lama setelah keluar
 dari kawasan hutan yang tidak begitu lebat, kita akan sampai disebuah 
alun-alun yang cukup besar. Yang dikenal dengan nama Alu-alun Tegal 
Alur, di bagian ujung dari alun-alun ini (di hitung dari tempat kita 
muncul) ada sebuah sungai kecil yang mengalir jernih. Sebelum mencapai 
alun-alun ini terlebih dahulu kita akan melewati sebuah lapangan mirip 
sebuh kawah mati.

Tegal Alur – Puncak 

Dari tegal Alur jalan setapak menuju arah puncak berada di seberang 
sungai kecil, jalan setapak yang tiak begitu jelas ini kemudian membelok
 kearah kanan memasukui hutan, Hati-hati saat berada di kawasan ini 
mungkin karena jalur ini jarang di tempuh sehingga terkadang jalur 
jalansetapaknya tiba-tiba menghilang tapi jika jeli kita akan banyak 
menemukan string line atau ikatan tali raffia berwarna merah dan bitu 
yang di ikatkan pada ranting pohon sebagai penanda jalan. Dikawasan 
puncak Gunung Papandayan tidak banyak yang bisa dinikmati selain 
pemandangan kawah. Dipuncak ini tidak ada tiang trianggulasi nya atau 
tiang penunjuk ketinggian. Tidak ada tanda selain saat sampai di puncak 
gunung ini jalan setapak seterusnya akan menurun. Jika anda membawa 
altimeter atau GPS makan akan mudah menentukan puncaknya. Puncak gunung 
ini hanya pelataran kecil saja dan tersamar dengan jalan setapak yang 
membelahnya. 

Puncak – Parkiran 

Dari puncak jalan setapak kemudian menurun, lama-kelamaan jalan 
setapaknya turun curam mengikuti gigiran punggungan puncak hati-hati 
dengan langkah anda karena disebelah kiri jurang menganga kea rah 
kawasan kawah. Jalan setapak di kawasan ini banyak ditumbuhi oleh 
rimbunnya tumbuhan dan pohon yang banyak ranting-ranting an dahan yang 
menjorok hinga ketanah sehingga saat melewati etape ini kita harus 
membungkuk dan terkadang merangkak. Dari puncak ke parkiran butuh waktu 
sekitar tiga jam dan kita akan muncul di bagian belakang parkiran ada 
sebuah sungai yang mengalir dan airnya jernih

Perijinan 

Tidak susah hanya saat memasuki kawasan anda dikenakan retribusi 
Rp.3.000,- per orangnya. Untuk kendaraan jika anda membawa kendaraan dan
 menginap anda bisa memberikan uang jasa menjaga kendaraan pada tukang 
pakirnya. 

TEMPAT-TEMPAT MENARIK 

Dikawasan gunung Papandayan ini ada beberapa tempat menarik yang bisa 
dikunjungi yaitu: 

Kawasan Kawah 
Kawasan kawah ini cukup menarik di telusuri namun anda harus hati-hati, 
dibeberapa temat ada Lumpur belerang yang sangat baik untuk penyakit 
kulit. 

Alun-alun Pondok Salada
Di alun-alun ini dulunya sebelum letusan tahun 2002 banyak terdapat 
bunga abadi edelweiss tapi setelah letusan bunga tersebut hingga saat 
ini belum tumbuh lagi, namun Susana dikawasan ini dan bentangan alamnya 
sangat menarik untuk dinikmati. 

Alun-alun Tegal Alur 
Tegal Alur sebuh alun-alun yang cukup besar dari sini kita bisa 
mengedarkan pandangan kearah kawah dan puncak terlihat jelas juga dari 
sini.

    Tambahan

        Jangan memulai pendakian pada sore hari, selain berkabut, asap 
dari kawah volumenya banyak, dan sangat membahayakan pernapasan.
        Kalau pendakian dilakukan tanpa membangun tenda, bawa saja 
minuman dan makanan secukupnya, selebihnya tinggalkan di Pos Informasi, 
sampai puncak langsung turun.
        Kalau mau bermalam, ada baiknya di Pondok Salada, jadi menuju 
puncak tidak perlu membawa banyak barang.
        Kendaraan dari Terminal Guntur menuju Desa Cisurupan ada setiap 
waktu, namun sangat direkomendasikan sampai Garut sebelum sore hari, 
kendaraan mudah harga murah.

- See more at: 
http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html#sthash.any93UN2.dpuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&quot;&gt;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Chamdun&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;left: -99999px; position: absolute;&quot;&gt;
JALUR TREKKING KE 
PUNCAK 

Parkiran – Alun-alun Pondok Salada

Dari parkiran jalur setapak dimulai mendekati kawah dan kemudian 
membelah kawah, hati-hati saat melangkah karena dibebeberapa tempat 
terdapat bagian yang gembur dengan suhu yang cukup panas dan kaki bisa 
terperosok. Kemudian jalur setapak membelok kekanan dan saat keluar dari
 komplek kawah ini jalan setapak terus mendatar hingga sampai di sebuah 
warung and disini terdapat sebuah lapangan yang cukup menampung lebih 
dari 30 tenda. Jalur setapak menuju Pondok Salada bisa ditemukan didepan
 warung ini dan sekitar lima menit berjalan dari warung ini kita akan 
sampai di Pondok Salada. Di Pondok Salada ini ada sungia kecil berair 
jernih hanya mengandung belerang. 

Pondok Salada – Alun-alun Tegal Alur 

Dari Pondok Salada jalur setapak mendaki sebuah punggungan yang ada 
didepan pondok salada, keadaan jalur setapaknya sedikit hancuran banyak 
batu-batu besar seperti aliran sungai kering. Setelah menyelesaikan 
etape tanjakan yang cukup curam ini jalan setapak menjadi datar dan 
kemudian berbelok ke kiri dan kemudian menyusuri punggungan. Hati-hati 
saat menyusuri pungungan ini karena di sebelah kiri jurang dalam yang 
berjarak hanya seengah meter dari jalan setapak. Tak lama setelah keluar
 dari kawasan hutan yang tidak begitu lebat, kita akan sampai disebuah 
alun-alun yang cukup besar. Yang dikenal dengan nama Alu-alun Tegal 
Alur, di bagian ujung dari alun-alun ini (di hitung dari tempat kita 
muncul) ada sebuah sungai kecil yang mengalir jernih. Sebelum mencapai 
alun-alun ini terlebih dahulu kita akan melewati sebuah lapangan mirip 
sebuh kawah mati.

Tegal Alur – Puncak 

Dari tegal Alur jalan setapak menuju arah puncak berada di seberang 
sungai kecil, jalan setapak yang tiak begitu jelas ini kemudian membelok
 kearah kanan memasukui hutan, Hati-hati saat berada di kawasan ini 
mungkin karena jalur ini jarang di tempuh sehingga terkadang jalur 
jalansetapaknya tiba-tiba menghilang tapi jika jeli kita akan banyak 
menemukan string line atau ikatan tali raffia berwarna merah dan bitu 
yang di ikatkan pada ranting pohon sebagai penanda jalan. Dikawasan 
puncak Gunung Papandayan tidak banyak yang bisa dinikmati selain 
pemandangan kawah. Dipuncak ini tidak ada tiang trianggulasi nya atau 
tiang penunjuk ketinggian. Tidak ada tanda selain saat sampai di puncak 
gunung ini jalan setapak seterusnya akan menurun. Jika anda membawa 
altimeter atau GPS makan akan mudah menentukan puncaknya. Puncak gunung 
ini hanya pelataran kecil saja dan tersamar dengan jalan setapak yang 
membelahnya. 

Puncak – Parkiran 

Dari puncak jalan setapak kemudian menurun, lama-kelamaan jalan 
setapaknya turun curam mengikuti gigiran punggungan puncak hati-hati 
dengan langkah anda karena disebelah kiri jurang menganga kea rah 
kawasan kawah. Jalan setapak di kawasan ini banyak ditumbuhi oleh 
rimbunnya tumbuhan dan pohon yang banyak ranting-ranting an dahan yang 
menjorok hinga ketanah sehingga saat melewati etape ini kita harus 
membungkuk dan terkadang merangkak. Dari puncak ke parkiran butuh waktu 
sekitar tiga jam dan kita akan muncul di bagian belakang parkiran ada 
sebuah sungai yang mengalir dan airnya jernih

Perijinan 

Tidak susah hanya saat memasuki kawasan anda dikenakan retribusi 
Rp.3.000,- per orangnya. Untuk kendaraan jika anda membawa kendaraan dan
 menginap anda bisa memberikan uang jasa menjaga kendaraan pada tukang 
pakirnya. 

TEMPAT-TEMPAT MENARIK 

Dikawasan gunung Papandayan ini ada beberapa tempat menarik yang bisa 
dikunjungi yaitu: 

Kawasan Kawah 
Kawasan kawah ini cukup menarik di telusuri namun anda harus hati-hati, 
dibeberapa temat ada Lumpur belerang yang sangat baik untuk penyakit 
kulit. 

Alun-alun Pondok Salada
Di alun-alun ini dulunya sebelum letusan tahun 2002 banyak terdapat 
bunga abadi edelweiss tapi setelah letusan bunga tersebut hingga saat 
ini belum tumbuh lagi, namun Susana dikawasan ini dan bentangan alamnya 
sangat menarik untuk dinikmati. 

Alun-alun Tegal Alur 
Tegal Alur sebuh alun-alun yang cukup besar dari sini kita bisa 
mengedarkan pandangan kearah kawah dan puncak terlihat jelas juga dari 
sini.

    Tambahan

        Jangan memulai pendakian pada sore hari, selain berkabut, asap 
dari kawah volumenya banyak, dan sangat membahayakan pernapasan.
        Kalau pendakian dilakukan tanpa membangun tenda, bawa saja 
minuman dan makanan secukupnya, selebihnya tinggalkan di Pos Informasi, 
sampai puncak langsung turun.
        Kalau mau bermalam, ada baiknya di Pondok Salada, jadi menuju 
puncak tidak perlu membawa banyak barang.
        Kendaraan dari Terminal Guntur menuju Desa Cisurupan ada setiap 
waktu, namun sangat direkomendasikan sampai Garut sebelum sore hari, 
kendaraan mudah harga murah.

- See more at: 
http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html#sthash.any93UN2.dpuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&quot;&gt;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Chamdun&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;left: -99999px; position: absolute;&quot;&gt;
JALUR TREKKING KE 
PUNCAK 

Parkiran – Alun-alun Pondok Salada

Dari parkiran jalur setapak dimulai mendekati kawah dan kemudian 
membelah kawah, hati-hati saat melangkah karena dibebeberapa tempat 
terdapat bagian yang gembur dengan suhu yang cukup panas dan kaki bisa 
terperosok. Kemudian jalur setapak membelok kekanan dan saat keluar dari
 komplek kawah ini jalan setapak terus mendatar hingga sampai di sebuah 
warung and disini terdapat sebuah lapangan yang cukup menampung lebih 
dari 30 tenda. Jalur setapak menuju Pondok Salada bisa ditemukan didepan
 warung ini dan sekitar lima menit berjalan dari warung ini kita akan 
sampai di Pondok Salada. Di Pondok Salada ini ada sungia kecil berair 
jernih hanya mengandung belerang.  - See more at: 
http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html#sthash.any93UN2.dpuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&quot;&gt;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Chamdun&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;left: -99999px; position: absolute;&quot;&gt;
JALUR TREKKING KE 
PUNCAK 

Parkiran – Alun-alun Pondok Salada

Dari parkiran jalur setapak dimulai mendekati kawah dan kemudian 
membelah kawah, hati-hati saat melangkah karena dibebeberapa tempat 
terdapat bagian yang gembur dengan suhu yang cukup panas dan kaki bisa 
terperosok. Kemudian jalur setapak membelok kekanan dan saat keluar dari
 komplek kawah ini jalan setapak terus mendatar hingga sampai di sebuah 
warung and disini terdapat sebuah lapangan yang cukup menampung lebih 
dari 30 tenda. Jalur setapak menuju Pondok Salada bisa ditemukan didepan
 warung ini dan sekitar lima menit berjalan dari warung ini kita akan 
sampai di Pondok Salada. Di Pondok Salada ini ada sungia kecil berair 
jernih hanya mengandung belerang.  - See more at: 
http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html#sthash.any93UN2.dpuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&quot;&gt;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Chamdun&lt;div style=&quot;left: -99999px; position: absolute;&quot;&gt;
JALUR TREKKING KE 
PUNCAK 

Parkiran – Alun-alun Pondok Salada

Dari parkiran jalur setapak dimulai mendekati kawah dan kemudian 
membelah kawah, hati-hati saat melangkah karena dibebeberapa tempat 
terdapat bagian yang gembur dengan suhu yang cukup panas dan kaki bisa 
terperosok. Kemudian jalur setapak membelok kekanan dan saat keluar dari
 komplek kawah ini jalan setapak terus mendatar hingga sampai di sebuah 
warung and disini terdapat sebuah lapangan yang cukup menampung lebih 
dari 30 tenda. Jalur setapak menuju Pondok Salada bisa ditemukan didepan
 warung ini dan sekitar lima menit berjalan dari warung ini kita akan 
sampai di Pondok Salada. Di Pondok Salada ini ada sungia kecil berair 
jernih hanya mengandung belerang.  - See more at: 
http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html#sthash.any93UN2.dpuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&quot;&gt;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Chamdun&lt;div style=&quot;left: -99999px; position: absolute;&quot;&gt;
JALUR TREKKING KE 
PUNCAK 

Parkiran – Alun-alun Pondok Salada

Dari parkiran jalur setapak dimulai mendekati kawah dan kemudian 
membelah kawah, hati-hati saat melangkah karena dibebeberapa tempat 
terdapat bagian yang gembur dengan suhu yang cukup panas dan kaki bisa 
terperosok. Kemudian jalur setapak membelok kekanan dan saat keluar dari
 komplek kawah ini jalan setapak terus mendatar hingga sampai di sebuah 
warung and disini terdapat sebuah lapangan yang cukup menampung lebih 
dari 30 tenda. Jalur setapak menuju Pondok Salada bisa ditemukan didepan
 warung ini dan sekitar lima menit berjalan dari warung ini kita akan 
sampai di Pondok Salada. Di Pondok Salada ini ada sungia kecil berair 
jernih hanya mengandung belerang.  - See more at: 
http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html#sthash.any93UN2.dpuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&quot;&gt;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Chamdun&lt;div style=&quot;left: -99999px; position: absolute;&quot;&gt;
JALUR TREKKING KE 
PUNCAK 

Parkiran – Alun-alun Pondok Salada

Dari parkiran jalur setapak dimulai mendekati kawah dan kemudian 
membelah kawah, hati-hati saat melangkah karena dibebeberapa tempat 
terdapat bagian yang gembur dengan suhu yang cukup panas dan kaki bisa 
terperosok. Kemudian jalur setapak membelok kekanan dan saat keluar dari
 komplek kawah ini jalan setapak terus mendatar hingga sampai di sebuah 
warung and disini terdapat sebuah lapangan yang cukup menampung lebih 
dari 30 tenda. Jalur setapak menuju Pondok Salada bisa ditemukan didepan
 warung ini dan sekitar lima menit berjalan dari warung ini kita akan 
sampai di Pondok Salada. Di Pondok Salada ini ada sungia kecil berair 
jernih hanya mengandung belerang.  - See more at: 
http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html#sthash.any93UN2.dpuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&quot;&gt;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Chamdun&lt;div style=&quot;left: -99999px; position: absolute;&quot;&gt;
JALUR TREKKING KE 
PUNCAK 

Parkiran – Alun-alun Pondok Salada

Dari parkiran jalur setapak dimulai mendekati kawah dan kemudian 
membelah kawah, hati-hati saat melangkah karena dibebeberapa tempat 
terdapat bagian yang gembur dengan suhu yang cukup panas dan kaki bisa 
terperosok. Kemudian jalur setapak membelok kekanan dan saat keluar dari
 komplek kawah ini jalan setapak terus mendatar hingga sampai di sebuah 
warung and disini terdapat sebuah lapangan yang cukup menampung lebih 
dari 30 tenda. Jalur setapak menuju Pondok Salada bisa ditemukan didepan
 warung ini dan sekitar lima menit berjalan dari warung ini kita akan 
sampai di Pondok Salada. Di Pondok Salada ini ada sungia kecil berair 
jernih hanya mengandung belerang.  - See more at: 
http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html#sthash.any93UN2.dpuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&quot;&gt;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Chamdu&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;left: -99999px; position: absolute;&quot;&gt;
JALUR TREKKING KE 
PUNCAK 

Parkiran – Alun-alun Pondok Salada

Dari parkiran jalur setapak dimulai mendekati kawah dan kemudian 
membelah kawah, hati-hati saat melangkah karena dibebeberapa tempat 
terdapat bagian yang gembur dengan suhu yang cukup panas dan kaki bisa 
terperosok. Kemudian jalur setapak membelok kekanan dan saat keluar dari
 komplek kawah ini jalan setapak terus mendatar hingga sampai di sebuah 
warung and disini terdapat sebuah lapangan yang cukup menampung lebih 
dari 30 tenda. Jalur setapak menuju Pondok Salada bisa ditemukan didepan
 warung ini dan sekitar lima menit berjalan dari warung ini kita akan 
sampai di Pondok Salada. Di Pondok Salada ini ada sungia kecil berair 
jernih hanya mengandung belerang.  - See more at: 
http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html#sthash.any93UN2.dpuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&quot;&gt;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Chamdun&lt;div style=&quot;left: -99999px; position: absolute;&quot;&gt;
JALUR TREKKING KE 
PUNCAK 

Parkiran – Alun-alun Pondok Salada

Dari parkiran jalur setapak dimulai mendekati kawah dan kemudian 
membelah kawah, hati-hati saat melangkah karena dibebeberapa tempat 
terdapat bagian yang gembur dengan suhu yang cukup panas dan kaki bisa 
terperosok. Kemudian jalur setapak membelok kekanan dan saat keluar dari
 komplek kawah ini jalan setapak terus mendatar hingga sampai di sebuah 
warung and disini terdapat sebuah lapangan yang cukup menampung lebih 
dari 30 tenda. Jalur setapak menuju Pondok Salada bisa ditemukan didepan
 warung ini dan sekitar lima menit berjalan dari warung ini kita akan 
sampai di Pondok Salada. Di Pondok Salada ini ada sungia kecil berair 
jernih hanya mengandung belerang.  - See more at: 
http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html#sthash.any93UN2.dpuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&quot;&gt;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Chamdun&lt;div style=&quot;left: -99999px; position: absolute;&quot;&gt;
JALUR TREKKING KE 
PUNCAK 

Parkiran – Alun-alun Pondok Salada

Dari parkiran jalur setapak dimulai mendekati kawah dan kemudian 
membelah kawah, hati-hati saat melangkah karena dibebeberapa tempat 
terdapat bagian yang gembur dengan suhu yang cukup panas dan kaki bisa 
terperosok. Kemudian jalur setapak membelok kekanan dan saat keluar dari
 komplek kawah ini jalan setapak terus mendatar hingga sampai di sebuah 
warung and disini terdapat sebuah lapangan yang cukup menampung lebih 
dari 30 tenda. Jalur setapak menuju Pondok Salada bisa ditemukan didepan
 warung ini dan sekitar lima menit berjalan dari warung ini kita akan 
sampai di Pondok Salada. Di Pondok Salada ini ada sungia kecil berair 
jernih hanya mengandung belerang.  - See more at: 
http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html#sthash.any93UN2.dpuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&quot;&gt;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Chamdun&lt;div style=&quot;left: -99999px; position: absolute;&quot;&gt;
JALUR TREKKING KE 
PUNCAK 

Parkiran – Alun-alun Pondok Salada

Dari parkiran jalur setapak dimulai mendekati kawah dan kemudian 
membelah kawah, hati-hati saat melangkah karena dibebeberapa tempat 
terdapat bagian yang gembur dengan suhu yang cukup panas dan kaki bisa 
terperosok. Kemudian jalur setapak membelok kekanan dan saat keluar dari
 komplek kawah ini jalan setapak terus mendatar hingga sampai di sebuah 
warung and disini terdapat sebuah lapangan yang cukup menampung lebih 
dari 30 tenda. Jalur setapak menuju Pondok Salada bisa ditemukan didepan
 warung ini dan sekitar lima menit berjalan dari warung ini kita akan 
sampai di Pondok Salada. Di Pondok Salada ini ada sungia kecil berair 
jernih hanya mengandung belerang.  - See more at: 
http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html#sthash.any93UN2.dpuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&quot;&gt;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Chamdun&lt;div style=&quot;left: -99999px; position: absolute;&quot;&gt;
JALUR TREKKING KE 
PUNCAK 

Parkiran – Alun-alun Pondok Salada

Dari parkiran jalur setapak dimulai mendekati kawah dan kemudian 
membelah kawah, hati-hati saat melangkah karena dibebeberapa tempat 
terdapat bagian yang gembur dengan suhu yang cukup panas dan kaki bisa 
terperosok. Kemudian jalur setapak membelok kekanan dan saat keluar dari
 komplek kawah ini jalan setapak terus mendatar hingga sampai di sebuah 
warung and disini terdapat sebuah lapangan yang cukup menampung lebih 
dari 30 tenda. Jalur setapak menuju Pondok Salada bisa ditemukan didepan
 warung ini dan sekitar lima menit berjalan dari warung ini kita akan 
sampai di Pondok Salada. Di Pondok Salada ini ada sungia kecil berair 
jernih hanya mengandung belerang.  - See more at: 
http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html#sthash.any93UN2.dpuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber: &lt;a href=&quot;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&quot;&gt;http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-papandayan.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Chamdun&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://climbingmount.blogspot.com/2015/06/8-gunung-papandayan-jawa-barat.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1637156582939395891.post-2684912729072737232</guid><pubDate>Sat, 13 Jun 2015 18:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-06-13T11:21:13.326-07:00</atom:updated><title>7. Gunung Kelimutu, Nusa Tenggara Timur</title><description>&lt;img alt=&quot;Danau Kelimutu&quot; class=&quot;attachment-post-thumbnail wp-post-image&quot; src=&quot;http://anekatempatwisata.com/wp-content/uploads/2014/11/Danau-Kelimutu.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Gunung Kelimutu merupakan gunung berapi 
di pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Gunung setinggi 1.639 meter dpl 
ini berada di koordinat 8° 77′ LS dan 121° 82′ BT.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Keunikan yang menjadi daya tarik di 
gunung ini adalah keberaan danau Kelimutu atau yang dikenal juga sebagai
 danau Tiga Warna. Danau seluas 1.051.000 meter persegi ini sebenarnya 
terdiri atas tiga danau yang masing-masing dipisah oleh dinding kawah 
yang terjal dan tipis. Uniknya masing-masing danau memiliki warna yang 
berbeda-beda.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Kata kelimutu sendiri merupakan kata yang berasal dari gabungan 
antara kata “Keli” yang memiliki arti gunung dan kata “Mutu” yang 
memiliki arti mendidih. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, 
warna-warna air danau yang berubah-ubah memiliki arti sendiri-sendiri. 
Gunung Kelimutu (Danau Tiga Warna Kelimutu) sendiri dibagi atas tiga 
bagian yang disesuaikan dengan warna-warna airnya yakni Tiwu Nuwa Muri 
Koo Fai, Tiwu Ata Polo, dan Tiwu Ata Mbupu.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Tiwu Nuwa Muri Koo Fai atau danau kelimutu yang memiliki warna biru 
merupakan tempat berkumpulnya Jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. 
Tiwu ata Polo atau danau yang berwarna merah merupakan tempat 
berkumpulnya jiwa orang-orang yang telah meninggal yang selama hidupnya 
selalu melakukan kejahatan. Dan yang terakhir adalah Tiwu ata Mbupu 
yakni danau berwarna putih merupakan tempat berkumpulnya jiwa 
orang-orang yang meninggal pada usia tua. Selain itu, masyarakat sekitar
 juga percaya jika danau tersebut merupakan danau keramat yang dapat 
memberikan kesuburan. Oleh karena itu sering diadakan upacara adat di 
tempat ini yang berupa pemberian hasil bumi kepada arwah-arwah penghuni 
danau ini.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Pada awalnya gunung ini ditemukan oleh Van Such telen yang merupakan 
orang Lio, warga negara Bapak Belanda Mama Lio. Danau ini ditemukan di 
tahun 1915. Keindahan danau kelimutu sendiri semakin dikenal oleh 
masyarakat luas setelah Y. Bouman menjelaskan secara gamblang dalam 
tulisannya di tahun 1929 silam. Dan sejak saat itulah banyak wisatawan 
asing yang berbondong-bondong mengunjungi tempat yang dikeramatkan oleh 
masyarakat setempat ini. tujuan mereka datang ke tempat ini adalah bukan
 hanya karena keindahan alamnya namun juga karena ingin melakukan 
penelitian terkait dengan kejadian alam yang langka tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gunung kelimutu ini terletak di Desa Pemo, kecamatan Kelimutu, Kabupaten
 Ende, Nusa Tenggara Timur. Luas ketiga danau ini diperkirakan mencapai 
1.051.000 m2 dengan volume air sebesar 1.292 juta m3. Batas antara danau
 ini hanya berupa dinding batu yang sangat sempit dan mudah sekali 
longsor. Ketinggian dindingnya diperkirakan mencapai 50 hingga 150 
meter. Untuk dapat sampai di tempat ini, para wisatawan dapat menempuh 
perjalanan kurang lebih selama 45 menit dari Kota Ende atau sekitar 13 
Km dari Kampung Moni. Tarif masuk ke tempat wisata menakjubkan ini masih
 sangat murah yakni hanya 2000 rupiah saja. Untuk dapat sampai ketempat 
tujuan anda harus menaiki beberapa anak tangga. Waktu paling baik untuk 
menikmati pemandangan alam yang amat memesona ini adalah ketika pagi 
hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain menawarkan keindahan danaunya, Gunung Kelimutu (Danau Tiga Warna 
Kelimutu) juga menawarkan keindahan alam lainnya yakni pesona flora dan 
fauna yang terdapat di sana. di sekitar gunung, para wisatawan dapat 
menikmati keindahan tumbuh- tumbuhan yang sangat indah seperti pinus, 
kayu merah, cemara, maupun edelweis. Selain berbagai jenis floranya, di 
tempat ini juga terdapat beberapa jenis fauna yang bisa dinikmati para 
pengunjung yakni rusa, ayam hutan, babi hutan, elang, dan masih banyak 
lagi yang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk saat ini banyak para wisatawan Gunung Kelimutu (Danau Tiga Warna 
Kelimutu) yang sengaja datang ke tempat ini untuk melakukan trekking. 
Jalur yang biasanya digunakan untuk memulai wisata trekking ini adalah 
dimulai dari Desa Moni dengan menggunakan kendaraan sejenis truk dengan 
jarak kira-kira 13 km agar bisa sampai di bibir danau. Disekitar danau 
juga terdapat beberapa pondok jaga, tolilet, dan juga tempat berteduh 
untuk para wisatawan, selain itu ada juga beberapa losmen kecil yang 
biasanya digunakan oleh para wisatawan yang ingin menginap di tempat ini
 serta beberapa restoran. Untuk dapat menikmati pemandangan danau yang 
amat menakjubkan sebaiknya anda datang di bulan Juli dan Agustus. &lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</description><link>http://climbingmount.blogspot.com/2015/06/7-gunung-kelimutu-nusa-tenggara-timur.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1637156582939395891.post-9122759836274418209</guid><pubDate>Sat, 13 Jun 2015 17:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-06-14T06:36:51.228-07:00</atom:updated><title>6. Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat</title><description>&lt;img alt=&quot;sunrise tambora&quot; class=&quot;alignnone  wp-image-675 aligncenter&quot; height=&quot;479&quot; src=&quot;https://alidesta.files.wordpress.com/2015/02/sunrise-tambora.jpg?w=963&amp;amp;h=722&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
Gunung Tambora
 dengan ketinggian hanya 2.851 mdpl (meter di atas permukaan laut) mampu
 memikat hati para pendaki dengan pesona alamnya yang sangat unik. Lebar
 kawah Gunung Tambora tujuh kilometer, keliling kawah 16 kilometer, dan 
kedalaman kawah dari puncak sampai dasar kawah kedalaman 800 meter, 
sehingga kawah Gunung Tambora terkenal dengan The Greatest Crater in 
Indonesia (Kawah Terbesar di Indonesia) akibat dari adanya letusan 
terdahsyat di dunia terkenal dengan The Largest Volcanic Eruption in 
History. Selain itu keindahan Gunung Tambora lainnya adalah padang pasir
 luas di sepanjang bibir kawah yang ditumbuhi bunga Edelweiss kerdil 
sekitar 0,5 meter sampai 1,5 meter dengan jarak masing-masing berjauhan 
sekitar dua meter sampai 100 meter. Juga adanya keindahan batuan-batuan 
berlapis dan pada bagian atasnya datar seperti meja menjadikan fenomena 
alam yang menakjubkan. Ada pula lapisan batuan sepanjang tebing kawah 
yang berlapis-lapis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang
 tak bisa dilewatkan adalah keindahan yang bisa dinikmati di puncak 
Gunung Tambora, dengan pemandangan kawah, lautan, Pulau Satonda, padang 
pasir luas yang indah. Gunung Tambora termasuk salah satu gunung yang 
indah di Indonesia, tentunya dengan fenomena alam yang menakjubkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gunung
 Tambora secara administratif terletak di Kabupaten Bima, Pulau Sumbawa,
 dan secara geografis terletak antara: 8o - 25&#39;LS dan 118o - 00&#39; BT 
dengan ketinggian antara 0-2.851 mdpl, gunung tersebut merupakan gunung 
tertinggi di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kawasan Gunung
 Tambora terbagi menjadi dua lokasi konservasi yaitu: Tambora Utara 
Wildlife Reserve dengan luas 80.000 hektar dan Tambora Selatan Hunting 
Park dengan luas 30.000 hektar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tambora 
Utara Wildlife Reserve dengan ketinggian antara 1.000 sampai 2.281 mdpl 
sebagai kawasan yang penting karena berfungsi sebagai daerah tangkapan 
air Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, dan sangat berpotensial untuk 
menjadi tempat wisata karena ciri-ciri geologi-nya sangat berbeda dengan
 kawasan lainnya. Juga sebagai tempat perlindungan satwa (wildlife 
sanctuary). Tambora Selatan Hunting Park dengan ketinggian antara 500 
sampai 2.820 mdpl sebagai kawasan yang dikelola secara khusus untuk 
daerah berburu. Kawasan Gunung Tambora sangat kaya dengan kekayaan flora
 maupun fauna. Jenis-jenis flora yang paling banyak dijumpai, antara 
lain: alang-alang (Imperata cylindricca), Dendrocnide stimulans, 
Duabanga molluccana, Eugenia sp, Ixora sp, edelweiss (Anaphalis 
viscida), perdu, anggrek, jelatan/daun duri. Jenis-jenis fauna yang 
banyak dijumpai, antara lain: menjangan/rusa timor (Cervus timorensis), 
babi hutan (Sus scrofa), kera berekor panjang (Macaca fascicularis), 
lintah (Hirudo medicinalis), agas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gunung
 Tambora termasuk tipe gunung strato vulkanik, gunung tersebut 
diperkirakan mencapai lebih dari 4.000 mdpl terkenal dengan peristiwa 
pada tanggal 5 April 1815 letusan gunung berapi terbesar dalam sejarah. 
Letusan dahsyat gunung tersebut telah menyemburkan materi paling banyak 
dalam sejarah manusia, diperkirakan menyemburkan sebanyak 36 mil kubik, 
menciptakan kawah dengan diameter tujuh kilometer dengan kedalaman kawah
 800 meter, dan keliling kawahnya 16 kilometer, mengalahkan letusan 
Gunung Krakatau yang menyemburkan lima kilometer kubik dan letusan 
tersebut menimbulkan lubang kawah selebar lima kilometer dengan 
kedalaman kawah 500 meter. Ledakan dahsyat tersebut menyebabkan Gunung 
Tambora dengan ketinggaian di atas 4.000 mdpl menjadi 2.851 mdpl.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Debu
 halus yang disemburkan dari letusan Gunung Tambora menutupi langit di 
atas wilayah yang luas sekali dengan radius 200 mil yang mengakibatkan 
daerah tersebut menjadi hujan abu di kawasan seluas 900 mil. Hal yang 
menarik dari peristiwa ini adalah lapisan debu yang menyembur ternyata 
telah menghambat sinar Matahari untuk mencapai Bumi yang mengakibatkan 
terjadinya perubahan musim secara tiba-tiba di beberapa bagian Bumi dan 
temperatur udara mengalami perubahan drastis di dunia. Pada musim panas 
tahun 1815 di belahan Bumi sebelah utara menjadi musim dingin karena 
kurangnya sinar matahari yang mampu menembus ke Bumi. Masyarakat di 
Pulau Sumbawa mengalami kelaparan. Tanah pertanian tertutup debu dan 
tidak bisa diolah sehingga dalam waktu singkat sekitar 700.000 sampai 
80.000 penduduk tewas karena kelaparan yang melanda Pulau Sumbawa dan 
juga Pulau Lombok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya pernah 
terjadi pula letusan Gunung Tambora pada tahun 1812 sehingga penduduk 
Sanggar menyaksikan kejadian tersebut, walaupun tidak sedahsyat tahun 
1815. pada tanggal 5 April 1815 dentuman letusan gunung ini terdengar 
sampai ke Jakarta (1.250 kilometer) dan Ternate (1.400 kilometer). Hujan
 abu pertama jatuh di Besuki, Jawa Timur. Pada tanggal 10 dan 11 April 
1815 dentuman letusan Gunung Tambora terdengar sampai ke Pulau Bangka 
(1.500 kilometer) dan Bengkulu (1.775 kilometer) dan gempa bumi yang 
terjadi bersamaan dengan letusan gunung ini terdengar sampai Surabaya 
(600 kilometer) dan mengakibatkan 92.000 orang meninggal dunia. Jumlah 
ini lebih banyak daripada jumlah korban letusan Gunung Krakatau yaitu 
sejumlah 36.000 orang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://climbingmount.blogspot.com/2015/06/6-gunung-tambora-nusa-tenggara-barat.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1637156582939395891.post-4649785391401928703</guid><pubDate>Sat, 13 Jun 2015 17:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-06-13T10:27:52.454-07:00</atom:updated><title>5. Gunung Merbabu, Jawa Tengah</title><description>&lt;img alt=&quot;2&quot; class=&quot;aligncenter size-large wp-image-2840&quot; height=&quot;426&quot; src=&quot;http://koranyogya.com/wp-content/uploads/2015/04/2-1024x683.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
Gunung Merbabu terletak di jawa tengah dengan ketinggian 3.142M dpl pada
 puncak Kenteng Songo. Gunung Merbabu berasal dari kata &quot;meru&quot; yang 
berarti gunung dan &quot;babu&quot; yang berarti wanita.&amp;nbsp;Gunung ini dikenal 
sebagai gunung tidur meskipun sebenarnya memiliki 5 buah kawah: kawah 
Condrodimuko, kawah Kombang, Kendang, Rebab, dan&amp;nbsp;kawah Sambernyowo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gunung Merbabu dikenal melalui naskah-naskah masa pra-Islam sebagai &lt;b&gt;Gunung Damalung&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;Gunung Pam(a)rihan&lt;/b&gt;. Di lerengnya pernah terdapat pertapaan terkenal dan pernah disinggahi oleh Bujangga Manik pada abad ke-15.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;
Gunung ini pernah meletus pada tahun 1560 dan 1797. Dilaporkan juga pada tahun 1570
 pernah meletus, akan tetapi belum dilakukan konfirmasi dan penelitian 
lebih lanjut. Puncak gunung Merbabu berada pada ketinggian 3.145 meter 
di atas permukaan air laut.&lt;br /&gt;

Gunung Merbabu mempunyai kawasan Hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane, dan hutan Ericaceous atau hutan gunung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat 2 buah puncak yakni puncak Syarif (3119m) dan puncak Kenteng 
Songo (3142m).&amp;nbsp;Puncak Gn.Merbabu dapat ditempuh dari Cunthel, Thekelan, 
(Kopeng / Salatiga) Wekas (Kaponan / Magelang) atau dari selo 
(Boyolali). Perjalanan akan sangat 
              menarik bila Anda berangkat dari jalur Utara (Wekas, 
Cunthel, Thekelan) turun kembali lewat jalur selatan (Selo).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan yang sangat indah dapat disaksikan disepanjang perjalanan 
tersebut. Banyak terdapat gunung disekitar gunung Merbabu, diantaranya 
Gn. Merapi, Gn.Telomoyo, Gn.Ungaran. Gunung Merbabu ini membentuk garis 
deretan gunung berapi ke arah utara Merapi - Merbabu - Telomoyo - 
Ungaran.</description><link>http://climbingmount.blogspot.com/2015/06/5-gunung-merbabu-jawa-tengah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1637156582939395891.post-8915194011472544953</guid><pubDate>Sat, 13 Jun 2015 16:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-06-13T10:05:44.354-07:00</atom:updated><title>4. Gunung Bromo, Jawa Timur</title><description>&lt;img id=&quot;irc_mi&quot; src=&quot;https://c2.staticflickr.com/8/7136/7609415938_4d43241425_z.jpg&quot; style=&quot;margin-top: 0px;&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Gunung Bromo adalah salah satu gunung berapi aktif. Gunung dengan ketinggian &lt;span id=&quot;6673433350406836576&quot;&gt;2.392 mdpl ini terletak di empat kabupaten sekaligus, &lt;span id=&quot;6673433350406836576&quot;&gt;yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Titik kordinatnya 7° 56′ 30″ LU dan 112° 57′ 0″ BT.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Gunung Bromo merupakan salah satu obyek 
pariwisata favorit di Jawa Timur bahkan Indonesia. Pesona tercantik dari
 gunung Bromo antara lain keindahan sunrise (pemandangan matahari 
terbit), padang pasir seluas, dan sepasang kawah aktifnya. Pun tradisi 
upacara suci Yadnya Kasada atau Kasodo yang diselenggarakan masyarakat 
Tengger.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Gunung Bromo berasal dari kata &lt;i&gt;Brahma&lt;/i&gt;
 (salah seorang Dewa agama Hindu). Bromo merupakan gunung api yang masih
 aktif dan terkenal sebagai icon wisata Jawa Timur. Gunung ini tidak 
sebesar gunung api lainnya di Indonesia tetapi memiliki pemandangannya 
yang spektakuler dan dramatis. Keindahannya yang luar biasa membuat 
wisatawan yang mengunjunginya akan berdecak kagum.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari puncak Gunung Penanjakan di ketinggian 2.770 m, wisatawan dari seluruh dunia datang untuk melihat &lt;i&gt;sunrise&lt;/i&gt; Gunung Bromo. Pemandangannya sungguh menakjubkan dan yang akan Anda dengar hanya suara &lt;i&gt;jepretan&lt;/i&gt; kamera wisatawan saat menangkap momen yang tidak bisa didapatkan di tempat lain. Saat &lt;i&gt;sunrise&lt;/i&gt;
 sangat luar biasa dimana Anda akan melihat latar depan Gunung Semeru 
yang mengeluarkan asap dari kejauhan dan matahari bersinar terang naik 
ke langit.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Gunung Bromo dihuni oleh masyarakat suku Tengger yang meyakini bahwa 
Gunung Bromo merupakan tempat dimana seorang pangeran mengorbankan hidup
 untuk keluarganya. Masyarakat di sini melakukan festival &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://indonesia.travel/id/destination/243/gunung-bromo/article/173/yadnya-kasada-bromo-upacara-adat-hindu-tengger&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Yadnya Kasada&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;Kasodo&lt;/i&gt;
 setahun sekali dengan mempersembahkan sayuran, ayam, dan uang yang 
dibuang ke dalam kawah gunung berapi untuk dipersembahkan kepada dewa. </description><link>http://climbingmount.blogspot.com/2015/06/3-gunung-bromo-jawa-timur.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1637156582939395891.post-420263316815487601</guid><pubDate>Sat, 13 Jun 2015 16:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-06-14T10:22:11.441-07:00</atom:updated><title>3. Gunung Kerinci, Sumatera</title><description>&lt;img height=&quot;425&quot; id=&quot;irc_mi&quot; src=&quot;https://frozzi.files.wordpress.com/2010/06/l.jpg&quot; style=&quot;margin-top: 0px;&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
Gunung Kerinci merupakan gunung api tertinggi di Indonesia yang dikelilingi hutan &lt;b&gt;Taman Nasional Kerinci Seblat &lt;/b&gt;dan juga merupakan bagian dari pegunungan Bukit Barisan di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi . Keindahan dan kemegahan alamnya dijuluki sebagai &quot;Sekepal Tanah Surga yang tercampakkan ke Bumi&quot;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gunung
 setinggi 3.805 meter diatas pemukaan laut tersebut memanjang dari utara
 ke selatan dengan lebar 13 km dan panjang 23 km. Kawahnya seluas 600 
meter berada di sisi timur laut puncak gunung dengan air berwarna 
kekuningan yang memukau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kawasan gunung ini tumbuh beragam flora seperti pohon mahoni, bunga raflesia, suweg raksasa (&lt;i&gt;Amorphophallus titanum&lt;/i&gt;). Untuk fauna yang ada di dalamnya adalah tapir (&lt;i&gt;Tapirus indicus&lt;/i&gt;), kus-kus (&lt;i&gt;Tarsius bancanus&lt;/i&gt;), gajah, siamang, gibbon, monyet ekor panjang, dan juga ada sekira 140 jenis burung. Gunung
 Kerinci termasuk salah satu gunung yang digemari pecinta alam dan 
pendaki dari Nusantara maupun mancanegara. Jalur pendakiannya terbilang 
lengkap mulai dari jalur beraspal, jalur aliran sungai kecil, jalur 
berbatu cadas, jalur pasir, jalur dengan rumput dan pepohonan tinggi, 
hingga jalur tanjakan dengan kemiringan 60 derajat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendakian menuju puncak Gunung Kerinci memakan waktu selama dua hari. 
Untuk itu Anda sangat perlu persiapan cermat dan membawa perlengkapan 
pendakian. Selama pendakian dipastikan akan Anda temui berbagai hal 
menantang, mulai dari bentuk jalur pendakian, satwa penghuni hutan 
Gunung Kerinci, serta berbagai jenis pepohonan dan semak liar hijau. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendakian
 ke puncak Gunung Kerinci akan memberi Anda sensasi dan pengalaman yang 
sulit diungkapkan kata-kata. Kicauan burung, suara binatang hutan, 
hingga merasakan segarnya air gunung membasahi dahaga saat pendakian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setibanya
 di puncak maka tidak ada yang bisa menandingi upah dari pendakian yang 
melelahkan yaitu sensasi kepuasan batin. Anda akan merasa sangat kecil 
di hadapan alam semesta ini dengan nuansa pepohonan lebat tinggi 
membenamkan rasa bahwa Bumi adalah rumah sejati Anda yang perlu dijaga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemandangan
 luar biasa indah diatapi cakrawala membentang biru. Anda akan 
menyaksikan kawah Gunung Kerinci, lanskap Kota Jambi, Padang, Bengkulu, 
Danau Kerinci, dan Danau Gunung Tujuh, bahkan juga Samudera Hindia yang 
membentang indah di kejauhan. Inilah sebuah pengalaman yang tidak bisa 
dibayar dengan sejumlah uang. </description><link>http://climbingmount.blogspot.com/2015/06/3-gunung-kerinci-sumatera.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1637156582939395891.post-7467901101376308850</guid><pubDate>Sat, 13 Jun 2015 15:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-06-13T09:43:17.149-07:00</atom:updated><title>2. Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;img src=&quot;http://www.indonesia.travel/public/media/images/upload/poi/DPP_0066%20-%20NTB%20-%20LOMBOK%20-%20RINJANI%20-%20SUNSET%20-%20KIAT%20-%2020102014Gunung%20Rinjani.jpg&quot; height=&quot;425&quot; id=&quot;irc_mi&quot; style=&quot;margin-top: 0px;&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
Gunung Rinjani yang megah merupakan gunung api besar yang menjulang 
tinggi di kawasan Pulau Lombok. Mendaki puncak gunung Rinjani dapat 
menjadi pengalaman menggembirakan yang dapat Anda rasakan. Dengan 
ketinggian 3.726 m, Gunung Rinjani merupakan gunung tertinggi kedua di 
Indonesia. Memang mendaki ke puncak Gunung Rinjani tidaklah mudah namun 
sepadan rasanya jika Anda telah sampai di puncak dan menikmati salah 
satu pemandangan yang terindah yang mengagumkan.&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Di sekitar lereng Gunung Rinjani 
terdapat hutan lebat yang terperciki air terjun yang dikelilingi 
pemandangan yang luar biasa indahnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di dalam kawasan gunung terdapat danau 
berbentuk sabit yaitu danau Segara Anak yang luar biasa berjarak sekitar
 6 km bersebrangan dengan titik terlebarnya. Danau sulfur ini berada 600
 m di bawah lereng kawah. Air yang naik dari danau ini ialah gunung api 
yang baru yaitu Gunung Baru yang merupakan akibat dari erupsi 
bertubi-tubi tahun 1990an. Segara Anak merupakan tempat spiritual. Orang
 Bali datang kesini setiap tahun dan mengadakan upacara yang disebut &lt;i&gt;pekelan&lt;/i&gt;
 dimana perhiasan ditempatkan di danau sebagai persembahan kepada roh 
gunung. Masyarakat Wetu Telu juga menganggap danau tersebut sebagai 
tempat suci dan mereka datang ke sini untuk berdoa pada malam bulan 
purnama.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Gunung Rinjani terbentang di Taman Nasional Gunung Rinjani. Taman dengan luas 41.330 ha dan di dalamnya terdapat zona transisi &lt;i&gt;Garis Wallacea&lt;/i&gt;.
 Di tempat inilah flora dan fauna tropis Asia Tenggara bertemu dengan 
flora dan fauna Australia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taman Nasional ini didirikan tahun 1997 dan 
merupakan salah satu dari 40 taman nasioanl yang ada di Indonesia. bagi para wisatawan, rute trek Rinjani yang berlangsung selama 3 hari meliputi &lt;i&gt;trekking&lt;/i&gt;
 dari Senaru ke lereng kawah, menuruni kawah danau lalu berlanjut ke 
Sembalun Lawang yang dianggap sebagai salah satu tempat penjelajahan 
terbaik di Asia Tenggara. Para &lt;i&gt;trekker&lt;/i&gt; yang sejati biasanya 
meneruskan perjalanan ke puncak gunung berapi. Gunung berapi ini dapat 
ditempuh dari Sembalun Lawang dan menghabiskan waktu 4 hari yang 
berakhir di Senaru.&lt;/div&gt;
</description><link>http://climbingmount.blogspot.com/2015/06/2-gunung-rinjani.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1637156582939395891.post-2087262275994951935</guid><pubDate>Sat, 13 Jun 2015 15:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-06-13T10:02:44.162-07:00</atom:updated><title>1. Gunung Semeru, Jawa Timur</title><description>&lt;img height=&quot;426&quot; id=&quot;irc_mi&quot; src=&quot;http://i1.wp.com/incity.co/wp-content/uploads/2015/05/puncak-mahameru.jpg&quot; style=&quot;margin-top: 53px;&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi 
di pulau Jawa. Gunung dengan puncaknya yang bernama Mahameru, setinggi 
3.676 m dpl. Gunung yang berlokasi di Jawa Timur (Kabupaten Malang dan 
Lumajang) terletak di antara 8° 6′ 28″ LS, 112° 55′ 12″ BT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gunung Semeru adalah gunung jenis stratovolcano aktiv yang berada 
didalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Kawasan ini 
berada dilahan seluas 50.273,3 Hektar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Pendaki Gunung akan disuguhi pemandangan tercantik mulai dengan keberadaan Oro – oro 
Ombo, sebuah padang bunga yang sangat cantik. Juga danau Ranu Kumboro 
dengan pesona sunrise-nya dan Kalimati, sebuah spot unik dengan hamparan
 pasir hitamnya. Tidak kalah menarik adalah pemandangan dari puncak 
tertingginya, Puncak Mahameru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanah tertinggi di pulau Jawa, Ranu Kumbolo, Soe Hok 
Gie, dan Film 5 cm. mungkin inilah beberapa kata yang terlintas dalam 
pikiran saat ini ketika kamu mendengar kata “Semeru”. Kata-kata itu 
seolah memiliki daya magnet tersendiri bagi pendengarnya yang tidak 
hanya terbatas pada kelompok pencinta alam maupun traveller.
&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot;&gt;
Gunung Semeru memiliki tempat yang khusus bagi umat 
Hindu dan Budha di Indonesia pada umumnya. karena gunung ini 
dipersonifikasikan sebagai gunung suci yang berada di India. dalam 
kosmologi Hindu dan Budha Semeru berasal dari bahasa sangsekerta yang 
berarti Sumeru “Meru Agung” adalah pusat alam semesta baik secara fisik 
maupun metafisik (spiritual). Gunung ini dipercaya sebagai tempat 
bersemayamnya para Dewa (Siwa). Gunung ini juga dianggap sebagai “Lingga
 Acala” lingga yang tidak bergerak sekaligus juga berarti lingga yang 
bukan diciptakan oleh manusia. Dalam bahasa Jawa Kuno, Acala memang juga
 diartikan gunung atau karang&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;. Dalam Teks-teks “Purana” India 
yang tergolong kitab Upaweda (penjelasan lebih lanjut atas Weda) memang 
menyebutkan Tuhan Yang Mahatunggal bersemayam di puncak Mahameru, yang 
dikenal juga dengan nama Gunung Kailasa atau Gunung Himawan.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot;&gt;
Legenda Gunung Semeru, dalam kitab Tantu Panggelaran 
berbahasa Jawa Tengah, dalam bentuk prosa menceritakan, ketika tanah 
Jawa masih tidak seimbang, belum stabil, Batara Guru menitahkan para 
Dewa memenggal puncak Gunung Mahameru dari tanah Bharatawarsa (India) 
untuk dibawa ke Jawa. Titah itu laksanakan para Dewa. Puncak Gunung 
Mahameru akhirnya dipenggal, kemudian diterbangkan ke tanah Jawa dan 
Jatuh disisi barat pulau Jawa, tanah Jawa berguncang. Bagian timur Jawa 
terangkat, sedangkan bagian barat Jawa justru malah tenggelam.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot;&gt;
Potongan puncak Gunung Mahameru itu pun dibawa 
kembali ke arah timur. Sepanjang perjalanan dari barat ke bagian timur 
tanah Jawa, bagian-bagian puncak Gunung Mahameru itu ada yang 
berjatuhan. bagian-bagian yang jatuh itu akhirnya tumbuh menjadi enam 
gunung kecil. masing-masing Gunung Katong (Gunung Lawu, 3.265 mdpl), 
Gunung Wilis (2.169 mdpl), Gunung Kampud (Gunung Kelud, 1.713 mdpl), 
Gunung Kawi (2.631 mdpl), Gunung Arjuna (3.339 mdpl), dan Gunung Kemukus
 (3.156 mdpl)&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot;&gt;
Begitu sampai dibagian timur ternyata pulau Jawa 
masih tetap tidak seimbang. Akhirnya para Dewa pun memutuskan untuk 
memotong bagian puncak gunung Semeru kemudian menjatuhkanya disebelah 
barat laut, dan potongan ini membentuk gunung baru, yakni Gunung 
Pawitra, atau yang sekarang akrab kita kenal dengan nama Gunung 
Pananggungan. Legenda gunung Semeru ini memberikan gambaran terkait 
penyebaran Hindu paham Siwaistis dari tanah India ke negeri Nusantara 
yang berpusat di tanah Jawa, dan meninggalkan pengaruh besar terhadap 
kepercayaan dan kebudayaan suku Tengger hingga saat ini.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot;&gt;
Selain keindahan panorama alam dan legenda 
keberadaannya ternyata gunung Semeru memiliki Peninggalan Arkeologi 
berupa Arca (Arcopodo) dan prasasti kumbolo. Menurut Dwi Cahyono, Dosen,
 Arkeolog Universitas Negeri Malang dalam tulisan wawancaranya disalah 
satu website mengatakan, prasasti kumbolo adalah prasasti yang 
diperkirakan peninggalan dari kerajaan Kediri. sedangkan Arcopodo 
diperkirakan peningalan jaman kerajaan Majapahit.&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;JUSTIFY&quot;&gt;
Kerajaan masa Hindu – Budha di daerah Jawa Timur 
dibagi ke dalam tiga periode. Periode pertama adalah kerajaan Kediri 
yang memerintah sejak abad ke 10M hingga tahun 1222 M. periode kedua 
masa kerajaan Singosari yang memerintah tahun 1222 M hingga tahun 1293 
M. dan periode ketiga masa kerajaan Majapahit yang memerintah dari tahun
 1293 M hingga abad ke 6. dapat disimpulkan bahwa kedua peninggalan 
arkeologi Gunung Semeru adalah peninggalan purbakala yang kaya akan 
nilai histori dan budaya.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://climbingmount.blogspot.com/2015/06/gunung-semeru.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>