<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Parenting, Pendidikan &amp;amp; Resep Keluarga - KekeNaima</title><description>Catatan harian tentang parenting anak &amp;amp; remaja, pendidikan karakter, tips mengasuh, resep masakan rumahan, hingga kesehatan keluarga.</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Keke Naima)</managingEditor><pubDate>Tue, 9 Jun 2026 20:51:02 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1732</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>https://www.kekenaima.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Catatan harian tentang parenting anak &amp;amp; remaja, pendidikan karakter, tips mengasuh, resep masakan rumahan, hingga kesehatan keluarga.</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Anak Gagal SNBT? Pelukan Orang Tua Lebih Berharga dari Nilai UTBK</title><link>https://www.kekenaima.com/2026/06/anak-gagal-snbt-nilai-utbk.html</link><category>Family</category><category>ke2nai</category><category>Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Tue, 2 Jun 2026 15:24:19 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-2135683289988742709</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img
    alt="Anak Gagal SNBT? Pelukan Ibu Lebih Berharga dari Nilai UTBK"
    border="0"
    height="auto"
    src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUCG577OdYKKz1Thqh8HuXpdrhoYOP_1D96nXjdWV-sqjMleeMA_ax1dMiLtx9w2gFad2AWFUk6AQWehtaTLgxHdfPOOIwH8Mf8axEFtgc9edxmXVp4dAWMx-pLyA6jRx6zbDE5D-XZrNIhqTKeFQR9Vq4BvmPTX9A6b1hQO6rkYdDNiUw8INcoZA5ZMDk/w640-h360/anak-gagal-snbt-nilai-utbk.jpg"
    title="anak-gagal-snbt-nilai-utbk"
    width="640"
  /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Eits! Jangan langsung ke-trigger dengan judul artikel ini tanpa membaca
    isinya dulu, ya. Tulisan ini sama sekali tidak bermaksud mengecilkan nilai
    UTBK, apalagi menganggap remeh perasaan ketika anak gagal SNBT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa
    hari lalu, saat pengumuman PTN jalur SNBT keluar, linimasa Threads ramai
    sekali. Ada yang merayakan berita gembira, namun tak sedikit pula yang
    tenggelam dalam kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati Chi luar biasa terenyuh saat
    membaca beberapa utas dari remaja yang merasa sudah gagal, tetapi justru
    dihakimi oleh orang tuanya sendiri. Bahkan, ada yang sampai terbersit
    pikiran untuk mengakhiri hidup karena kesedihannya tidak divalidasi.
    Padahal, merasa sudah belajar mati-matian. Duh, sedih banget bacanya!&lt;/span
  &gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b
      &gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"
        &gt;Berhasil atau Gagal SNBT, Langsung Peluk Anak!&lt;/span
      &gt;&lt;/b
    &gt;
  &lt;/h2&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Keke pernah gagal SNBT, tapi dia berhasil lolos di 2 PTN ternama melalui
    jalur mandiri. Nai masuk eligible, tapi gak lolos jalur SNBP. Tujuan utama
    Nai memang sebetulnya bukan PTN juga. Mau itu berhasil atau gagal, Chi
    selalu langsung peluk anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? Karena emosi anak butuh
    divalidasi. Meskipun anaknya mungkin terlihat santai sekalipun, seperti Nai
    yang memang gak terlalu antusias kuliah di perguruan tinggi. Tetap aja Chi
    peluk. Karena kan gak tau persis juga isi hatinya seperti apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau
    K'Aie gak memeluk Keke dan Nai, tapi juga tidak menghakimi. Sama kayak Chi,
    terus memberi dukungan untuk anak-anak. Jadi, memang tidak harus memvalidasi
    emosi dengan cara dipeluk. Setiap orang tua punya caranya sendiri memberikan
    dukungan terhadap anak. Intinya, kami berdua sama-sama tidak ingin membuat
    anak menjadi jatuh mentalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kami, anak kalau divalidasi
    emosinya akan merasa kalau dia dihargai. Orangtua akan selalu berusaha ada
    untuk anak dalam situasi apapun. Anak gak dibiarkan sendirian mengelola
    emosinya, apalagi kalau sedang sedih. Jangan sampai hatinya menjadi kosong
    karena merasa gak ada yang peduli.&lt;/span
  &gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b
      &gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"
        &gt;Setelah Tenang, Ajak Anak Evaluasi Nilai UTBK Bersama&lt;/span
      &gt;&lt;/b
    &gt;
  &lt;/h2&gt;
  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Jangan terburu-buru mengajak evaluasi. Beri waktu untuk tenang. Gak hanya
    anak yang menjadi tenang, orangtua pun harus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Keke gagal
    di SNBT, perasaan Chi campur aduk. Udah pasti sedih banget. Apalagi Keke
    juga terlihat sedih. Kalau pun lolos di tes mandiri, biayanya tentu bisa
    sangat jauh berbeda. Kalau anak-anak bilangnya PTN rasa swasta. Karena uang
    pangkalnya kemungkinan bisa jauh lebih mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, Chi harus
    tetap berusaha lebih tenang. Langsung kasih Keke pelukan dan memberi ucapan
    yang menenangkan. Sambil berusaha juga menenangkan diri sendiri.&lt;/span
  &gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b
      &gt;&lt;span
        style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"
        &gt;Evaluasi Sebelum SNBT Dimulai&lt;/span
      &gt;&lt;/b
    &gt;
  &lt;/h3&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Evaluasi sudah sering kami lakukan dari sebelum SNBT. Berkali-kali diskusi
    dengan anak-anak, mempelajari hasil tes minat dan bakat, juga berdiskusi
    dengan wali kelas bimbel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa alasan, kenapa Chi lebih
    sering berdiskusi dengan wali kelas bimbel. Pertama, pelajaran di bimbel
    hanya matpel yang akan diuji di SNBT. Kedua, orang tua dapat raport tiap
    bulan, sedangkan kalau sekolah rapotannya per semester meskipun ada raport
    bayangan. Bahkan gak perlu menunggu rapotan. Kapan pun Chi bisa berdiskusi
    dengan walas bimbel. Ketiga, jumlah murid per kelas jauh lebih sedikit di
    bimbel daripada sekolah. jadi walas bimbel lebih mengenal muridnya.&lt;/span
  &gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b
      &gt;&lt;span
        style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"
        &gt;Evaluasi Setelah Nilai UTBK Keluar&lt;/span
      &gt;&lt;/b
    &gt;
  &lt;/h3&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Karena rutin mengevaluasi sebelum SNBT, Chi jadi tau seberapa besar usaha
    Keke untuk belajar. Nilainya selalu baik, bahkan sempat optimis dia bisa
    masuk PTN yang diinginkan karena nilai try outnya seringkali tinggi. Setiap
    kali berdiskusi dengan wali kelas juga seringkali bilang optimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau
    anaknya udah berusaha serius, masa' iya masih harus dimarahin ketika
    mengalami kegagalan. Bisa-bisa jadi terpuruk karena merasa usahanya gak
    dihargai. Bahkan mungkin jangka panjangnya bisa membuat anak melegalkan
    berbagai cara supaya berhasil dan diakui. Duh, jangan sampai kayak gitu, ya.
    Tetap harus pakai cara yang benar. Makanya, meskipun sedih, Chi gak merasa
    marah ke Keke. Karena tau proses dia belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain cerita kalau
    Keke memang malas-malasan belajarnya. Mungkin hal pertama yang akan kami
    lakukan setelah memeluk adalah emnegur karena malas belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut
    Chi, itulah pentingnya orangtua tau proses anak berusaha. Jangan hanya
    menuntut harus berhasil tanpa mau tau prosesnya. Semua sama-sama berusaha.
    Anak berusaha untuk lolos ujian, sedangkan orangtua berusaha mencari
    dananya. Bila sampai gagal, sama-sama berbesar hati kemudian mencari
    solusinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua tenang, Chi dan K'Aie mengajak Keke
    berdiskusi. Kami sempat menawarkan gap year, tapi Keke memilih tetap kuliah
    meskipun bukan di pilihan pertamanya. Ya sudah memang itu jadi keputusannya.
    Pesan kami, mau pilihan ke berapa pun pastikan bukan asal memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti
    yang diceritakan di awal, Keke lolos di 2 PTN ternama melalui jalur mandiri.
    Tapi, dengan berbagai pertimbangan melalui diskusi bersama, kami memutuskan
    kuliah di universitas swasta yang kualitasnya juga termasuk bagus di
    Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chi paham banget kesedihan orangtua ketika anak gagal
    masuk PTN. Apalagi kalau kondisi keuangan juga membuat orang tua tidak
    leluasa memilih anak masuk PTN jalur mandiri atau PTS ternama. Sedangkan di
    sisi lain juga ingin memberikan yang terbaik untuk anak. Belum lagi berbagai
    macam ekspetasi yang sudah dibayangkan kalau anak lolos PTN yang diinginkan.
    Tapi, apapun hasilnya, tetaplah berusaha menjaga mental anak. Chi lihatnya
    aja sedih lho ketika membaca berbagai utas mereka yang gak lolos, tapi
    menjadi down justru karena sikap orangtua. Apalagi sampai ada yang kepikiran
    mengakhiri hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span
  &gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Yuk, buat para orangtua yang anaknya tahun depan atau beberapa tahun lagi
    akan mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi, mulai ikut terlibat dalam
    prosesnya. Setidaknya orang tua tau persis seperti apa effort anak. Mulai
    belajar untuk menghargai dan bersiap bila anak gagal SNBT. Jangan hanya
    menuntut harus mencapai nilai UTBK bagus dan berhasil masuk PTN. Jangan
    sampai terjadi penyesalan dan terlambat mengantisipasi. Naudzubillah.&lt;/span
  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
  &lt;div&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
      &gt;Saat anak gagal SNBT, pelukan dan dukungan orangtua adalah obat terbaik
      untuk bangkit kembali.&lt;/span
    &gt;&lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUCG577OdYKKz1Thqh8HuXpdrhoYOP_1D96nXjdWV-sqjMleeMA_ax1dMiLtx9w2gFad2AWFUk6AQWehtaTLgxHdfPOOIwH8Mf8axEFtgc9edxmXVp4dAWMx-pLyA6jRx6zbDE5D-XZrNIhqTKeFQR9Vq4BvmPTX9A6b1hQO6rkYdDNiUw8INcoZA5ZMDk/s72-w640-h360-c/anak-gagal-snbt-nilai-utbk.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>2 Cara Memilih Hosting untuk Blog Traffic 20-100K per Bulan</title><link>https://www.kekenaima.com/2026/05/cara-memilih-hosting-blog-traffic-tinggi.html</link><category>Techno</category><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Sun, 17 May 2026 23:13:52 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-1663788432734931386</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="cara memilih hosting blog traffic tinggi" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyqLqbRF4xd6_CZGs4iYimb7IkKxtA-QXwh0sZHGBFZvwWXsLszzSfibycfi7KNTGHtPn5hzZvRiipDGoRp7YtX25PKGiVrWpT4VAZ6TGYhdehMhQEYPuvvtLasMxpfnDRWjfTq6ZgWDTPrWVrJx_pb0idrkcNJA-hmkT4aEDl6SdmHhEQBo3jHaucvqva/w640-h426/cara-memilih-hosting-blog-traffic.png" title="cara-memilih-hosting-blog-traffic-tinggi" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Membangun blog yang stabil dan mampu menampung banyak pengunjung tidak bisa
    dilepaskan dari pemilihan hosting yang tepat. Bahkan banyak blogger pemula
    mulai mencari
    &lt;a href="https://www.domainesia.com/hosting/" target="_blank"&gt;hosting murah&lt;/a&gt;
    sebagai langkah awal sebelum meningkatkan kapasitas seiring berkembangnya
    traffic. Namun ketika blog sudah berada di kisaran 20 ribu hingga 100 ribu
    pengunjung per bulan, pemilihan hosting tidak bisa lagi dilakukan secara
    sembarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilih hosting yang tepat menjadi keputusan penting
    bagi blogger yang ingin menjaga performa website sekaligus memaksimalkan
    potensi traffic. Terutama bagi blog yang sudah mulai berkembang dan
    mendapatkan pengunjung dalam jumlah besar setiap bulannya. Berikut ini
    beberapa cara memilih hosting yang tepat untuk blog dengan traffic sekitar
    20-100 ribu per bulan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;1. Menentukan Platform Website yang Digunakan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan platform website
    yang digunakan. Saat ini sebagian besar blogger menggunakan WordPress karena
    fleksibel, mudah dikelola, dan memiliki banyak plugin untuk kebutuhan
    SEO.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menentukan platform sejak awal membantu kita memilih hosting
    yang kompatibel dengan sistem tersebut. Hosting yang dioptimalkan untuk
    WordPress biasanya memiliki konfigurasi server yang lebih stabil, dukungan
    plugin yang baik, serta proses instalasi yang lebih praktis.
    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, hosting yang sesuai dengan platform juga dapat
    meningkatkan kecepatan akses website. Kecepatan loading merupakan salah satu
    faktor penting dalam SEO dan pengalaman pengguna, terutama ketika blog sudah
    memiliki jumlah pengunjung yang cukup tinggi setiap bulannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;2. Menyesuaikan Jenis Hosting dengan Kebutuhan Blog&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Setelah menentukan platform, langkah berikutnya adalah memilih jenis
    hosting yang sesuai dengan kebutuhan website. Tidak semua jenis hosting
    cocok untuk blog dengan traffic puluhan ribu pengunjung. Shared hosting
    sering menjadi pilihan awal bagi blogger pemula karena harganya terjangkau.
    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika traffic mulai meningkat, performanya terkadang
    tidak lagi optimal karena sumber daya server digunakan bersama dengan
    website lain. Jika blog sudah mencapai 20-100 ribu pengunjung per bulan,
    kita bisa mempertimbangkan opsi seperti cloud hosting atau VPS hosting yang
    menawarkan resource lebih besar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;3. Memperhatikan Fitur dan Kapasitas Penyimpanan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Setiap blog memiliki kebutuhan konten yang berbeda. Blog dengan banyak
    artikel, gambar berkualitas tinggi, atau konten multimedia tentu membutuhkan
    kapasitas penyimpanan yang lebih besar dibandingkan blog sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk
    blog dengan traffic menengah hingga tinggi, fitur keamanan menjadi salah
    satu aspek penting. Perlindungan terhadap malware, sistem monitoring server,
    dan proteksi DDoS dapat membantu menjaga website tetap aman dari berbagai
    ancaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, fitur backup otomatis juga sangat membantu
    jika terjadi kesalahan teknis atau kehilangan data. Dengan adanya sistem
    backup, kita dapat memulihkan website dengan lebih cepat tanpa kehilangan
    banyak konten.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;4. Memastikan Kualitas Server dan Performa Hosting&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Performa hosting sangat berpengaruh terhadap pengalaman pengunjung. Website
    yang lambat dapat membuat pembaca meninggalkan halaman sebelum konten
    selesai dimuat. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain
    teknologi server, kapasitas RAM, jenis penyimpanan (seperti SSD atau NVMe),
    serta kecepatan jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain spesifikasi server, lokasi data
    center juga menjadi pertimbangan penting. Jika target pengunjung blog
    sebagian besar berasal dari Indonesia, memilih server yang berlokasi di
    Indonesia atau Asia biasanya dapat memberikan kecepatan akses yang lebih
    baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hosting dengan uptime tinggi juga sangat penting bagi blog
    yang mengandalkan traffic organik dari mesin pencari. Website yang sering
    mengalami downtime dapat kehilangan peluang kunjungan sekaligus menurunkan
    kepercayaan pengunjung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;5. Mengecek Review Pengguna dan Dukungan Customer Service&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Sebelum memutuskan membeli hosting, sebaiknya lakukan riset terlebih dahulu
    mengenai reputasi penyedia layanan. Review dari pengguna lain bisa menjadi
    referensi yang cukup membantu dalam menilai kualitas hosting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita
    dapat melihat ulasan pelanggan melalui berbagai platform seperti forum
    hosting, website review, maupun halaman ulasan di mesin pencari. Dari sana
    biasanya terlihat bagaimana kualitas layanan, performa server, hingga
    respons customer support ketika terjadi masalah teknis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Bagi blogger atau content creator yang mengandalkan website sebagai sumber
    traffic utama, dukungan teknis yang cepat dan profesional sangat membantu
    dalam menjaga website tetap online tanpa gangguan yang berkepanjangan.
    Memilih hosting bukan sekadar mencari harga paling murah, tetapi memastikan
    layanan yang dipilih mampu mendukung perkembangan blog dalam jangka panjang.
    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mempertimbangkan platform website, jenis hosting, fitur
    yang tersedia, kualitas server, serta reputasi penyedia layanan, kita dapat
    menemukan hosting yang sesuai untuk blog dengan traffic 20-100 ribu
    pengunjung per bulan. Dengan begitu, performa website tetap stabil dan
    strategi SEO dapat berjalan maksimal, seperti dengan menggunakan layanan
    terpercaya dan berkualitas dari DomaiNesia.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgyqLqbRF4xd6_CZGs4iYimb7IkKxtA-QXwh0sZHGBFZvwWXsLszzSfibycfi7KNTGHtPn5hzZvRiipDGoRp7YtX25PKGiVrWpT4VAZ6TGYhdehMhQEYPuvvtLasMxpfnDRWjfTq6ZgWDTPrWVrJx_pb0idrkcNJA-hmkT4aEDl6SdmHhEQBo3jHaucvqva/s72-w640-h426-c/cara-memilih-hosting-blog-traffic.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Rating SU Bukan Jaminan Aman? Ini 5 Persiapan Sebelum Mengajak Anak Menonton Film</title><link>https://www.kekenaima.com/2026/04/persiapan-anak-nonton-film-rating-su.html</link><category>Family</category><category>ke2nai</category><category>Parenting</category><category>tips</category><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Mon, 27 Apr 2026 15:49:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-300007508899306182</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="Rating SU Bukan Jaminan Aman, dan 5 persiapan sebelum mengajak anak menonton film di bioskop." border="0" height="360" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2aNtGDVKJCYBSduehx9PQm8vZWcJe91nWRmrTXcYonOr75RChkvkPwdTh1qaMwOfqUJoMEgkdgUgm1s_uzjLsu8WX217syW4fZm-LJMCvZjTIQssb3w8EIgE2Tn5hVxdpIjCFf-xFLqTdPjdLXQxUrTE-anbrNIouEqkIbgDj3nw74CYL9KEU-kSARV_v/w640-h360/persiapan-anak-nonton-bioskop-rating-su.jpg" title="Tips Parenting: Cara Memastikan Film Rating SU Aman untuk Anak Sebelum Nonton ke Bioskop." width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Banyak orang tua merasa tenang saat melihat
  &lt;b data-index-in-node="44" data-path-to-node="8,0"&gt;logo SU (Semua Umur)&lt;/b&gt; di
  poster film. Padahal, label dari
  &lt;b data-index-in-node="101" data-path-to-node="8,0"&gt;Lembaga Sensor Film (LSF)&lt;/b&gt;
  bersifat umum, sementara nilai keluarga dan ambang batas sensitivitas setiap
  anak berbeda-beda. Jangan sampai niat hati ingin
  &lt;i data-index-in-node="253" data-path-to-node="8,0"&gt;bonding&lt;/i&gt; lewat
  &lt;b data-index-in-node="267" data-path-to-node="8,0"&gt;nonton film di bioskop&lt;/b&gt;, malah berakhir dengan anak yang ketakutan atau meniru perilaku yang belum
  saatnya dilihat. Itulah mengapa kita butuh
  &lt;b data-index-in-node="408" data-path-to-node="8,0"&gt;persiapan sebelum mengajak anak menonton film&lt;/b&gt;
  agar pengalaman tersebut tetap edukatif.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
  &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Mengapa Kenyamanan Bersama Lebih Penting daripada Ego Orang Tua Saat
  Menonton Bioskop?
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Membayar harga tiket yang sama bukan berarti kita memiliki hak untuk
    merampas ketenangan orang lain. Seringkali, dengan dalih 'namanya juga
    anak-anak', orangtua terjebak dalam ego untuk tetap bertahan di dalam
    bioskop meski anak sudah mulai rewel dan mengganggu penonton lain Beberapa
    orangtua lupa bahwa bioskop adalah ruang berbagi, sebuah simulasi sosial di
    mana empati sebagai orang tua sedang diuji. Mengajak anak menonton film
    bukan sekadar soal hiburan, melainkan momen krusial untuk mengajarkan mereka
    bahwa kenyamanan orang lain di sekitar sama berharganya dengan kesenangan
    pribadi kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Suasana bioskop malam itu cukup ramai. Ada lumayan banyak anak kecil.
  Chi tebak semuanya akan menonton Na Wila. Karena sisa film lainnya di bioskop
  adalah film horror. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu pintu studio dibuka, beberapa
  anak terdengar menyanyi lagu "Sikilku Iso Muni" yang merupakan OST Na Willa.
  Ada yang sambil joget-joget kecil. Chi membayangkan, suasana bioskop mungkin
  akan sedikit ramai. Apalagi ketika adegan Na Willa dan Dul menyanyikan
  soundtrack ini. Mungkin beberapa akan akan semangat ikut bernyanyi. Bagi Chi
  gak masalah. Malah kayaknya seru kalau mereka ikut bernyanyi. Berarti
  menikmati filmnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah setengah durasi film berjalan, Chi mulai
  merasakan ada hentakan-hentakan kecil di punggung. Meskipun gak nengok ke
  belakang, Chi yang yang menendang-nendang kursi adalah anak-anak. Awalnya, Chi
  biairin karena gak merasa terganggu. Etapi, lama-lama tendangannya makin keras
  dan main naik ke atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari yang cuma nendang, mulai nyentuh
  kepala. Ada tangan mungil yang mulai ngeplak kepala Chi. Awalnya pelan,
  lama-lama kencang bikin Chi jadi terganggu karena kepala jadi kayak
  terantuk-antuk. Coba memberi kode dengan mengibas-ngibaskan kepala dan
  menengok ke belakang, tapi gak berhasil. Sampai akhir film, kepala tetap
  dikeplak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa gak ditegur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Males! Gak semua orangtua bakal berbesar hati ketika anaknya ditegur oleh orang lain. Malah bisa jadi lebih nyolot, padahal jelas anaknya mengganggu kenyamanan. Saat itu, Chi juga lagi masa pemulihan setelah sakit lebih dari sebulan. Gak ada energi buat ngeladenin keributan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagian, ornag tua harusnya peka dengan perasan anak. Itu anaknya bosan.
  Beberapa kali terdengar rengekan kecil minta keluar, tapi gak digubris
  orangtuanya. Itulah yang bikin Chi makin kesal karena orang tuanya cuek. Biasanya yang begitu kalau anaknya ditegur, mereka gak terima dan dengan
  alasan 'namanya juga anak-anak'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chi gak kesal dengan anak
  tersebut karena gak salah. Kekesalan Chi ke orangtuanya. Lebih mementingkan
  ego pribadi dan daripada kenyamanan bersama. Harusnya orang tua berusaha mencegah anaknya mengganggu
  penonton lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun lalu, Chi menulis artikel tentang
  &lt;a href="https://www.kekenaima.com/2025/05/beberapa-hal-yang-sebaiknya-dilakukan-orang-tua-sebelum-dan-sesudah-mengajak-anak-menonton-film.html" target="_blank"&gt;beberapa hal yang sebaiknya dilakukan orang tua sebelum dan sesudah
    mengajak anak menonton film.&lt;/a&gt;
  Waktu itu, kan, ramai pro kontra tentang beberapa adegan di film Jumbo. Nah,
  di film Na Willa ini bukan tentang pro kontranya, tapi pengalaman
  dikeplak-keplak ma anak kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Memahami Definisi "Ruang Publik"
  bagi Anak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Bioskop bisa menjadi salah satu tempat belajar bagi anak untuk
  memahami batasan. Orang tua harus mengajarkan konsep menghargai orang lain
  saat sedang menonton. Jangan pernah membiarkan anak berteriak atau menendang
  kursi. Tentunya, edukasi ini dimulai dari kesadaran orang tuanya sendiri.
  Gimana anak bisa belajar kalau orangtuanya juga tidak memberikan contoh atau
  malah membiarkan perilaku anaknya seperti itu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Tiket yang Anda Beli
  Tidak Termasuk "Izin Mengganggu"&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Setiap penonton datang dengan ekspektasi
  yang sama yaitu ingin menikmati visual dan audio tanpa gangguan. Kalau sekadar
  ikut bernyanyi, menurut Chi itu bukan gangguan, ya. Apalagi film drama musikal
  keluarga. Artinya penonton, khususnya anak, menikmati filmnya. Tapi, kalau
  udah teriak-teriak, menangis jejeritan, nendang-nendang kursi di depannya,
  ngeplak kepala penonton lain, buang sampah sembarangan, dan lainnya tentu
  sudah termasuk mengganggu. Ego orang tua yang tetap bertahan di dalam studio
  saat anak berperilaku seperti itu bisa merusak mood orang lain. Padahal kita
  semua beli tiket dengan harga sama, gak ada tuh "izin mengganggu" termasuk
  dalam pembelian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Dampak Psikologis pada Anak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Gimana rasanya
  tidak didengar? Tentu snagat gak nyaman. Jangan deh berpikiran mereka hanya
  anak kecil. Biar masih anak-anak juga harus didengar suaranya. Memaksa anak
  tetap di dalam bioskop saat mereka tidak nyaman demi memuaskan keinginan orang
  tua menonton adalah bentuk egoisme. Anak yang rewel biasanya memberikan sinyal
  bahwa mereka bosan, takut, atau lelah. Mendengarkan kebutuhan mereka adalah
  bagian dari
  &lt;i data-index-in-node="259" data-path-to-node="15"&gt;parenting&lt;/i&gt; yang
  bijak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Etika "Keluar Studio" sebagai Bentuk Berempati Kepada
  Penonton Lain&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Tidak ada salahnya keluar studio saat anak mulai tidak
  terkendali. Kalau ajak anak menonton bioskop memang harus siap dengan risiko
  seperti itu. Jangan berpikir "sayang nih udah keluar uang beli tiket". Kalau
  udah dirasa terlalu mengganggu, keluarlah sejenak bersama anak. Itu
  menunjukkan sebagai orangtua memiliki empati tinggi terhadap lingkungan
  sekitar. Setelah itu, bisa tanya&amp;nbsp; ke anak mau lanjut menonton atau
  enggak. Bila anak menolak dan gak bisa dibujuk, sebaiknya dituriuti daripada
  jadinya mengganggu orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Lebih dari Sekadar Membeli Popcorn,
  Lakukan 5 Langkah Persiapan Orang Tua Berikut Sebelum Mengajak Anak Menonton
  Bioskop&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Mengajak anak menonton di bioskop terkadang gak sesederhana
  sekadar beli tiket dan seember popcorn caramel, lalu duduk manis hingga film
  selesai. Tanpa persiapan matang, niat hati ingin menikmati waktu berkualitas
  (quality time) justru bisa berubah menjadi drama di dalam studio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting
  bagi orangtua untuk memahami bahwa pengalaman menonton film bagi anak itu akan
  merasakan suara dentuman yang menggelegar hingga visual raksasa yang bisa
  terasa mengintimidasi, apalagi kalau baru pertama kali. Agar momen keluarga
  ini tidak berakhir "zonk", melakukan riset mandiri jauh lebih krusial daripada
  sekadar memilih kursi ternyaman. Berikut adalah panduan langkah agar agenda
  nonton bareng keluarga tetap aman, edukatif, dan bebas stres.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Jadilah
  "Filter" Pertama dengan Menonton Trailernya!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Langkah pertama dan paling sederhana
  yang harus dilakukan orang tua adalah menonton trailer. Seperti yang Chi
  katakan di awal tulisan ini, rating SU itu hanyalah bersifat umum. Dalam 2-3
  menit durasi trailer, orang tua bisa memperhatikan visual, intensitas suara,
  dan gaya bahasa film tersebut. Kira-kira aman gak untuk anak? Ingat! Tolok
  ukur aman atau tidak bisa berbeda-beda karena setiap anak punya ambang
  sensivitas masing-masing. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Cek Review dari Sudut Pandang
  Parenting&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ingat gak waktu Jumbo tayang sempat ramai pro kontra tentang
  kehadiran hantu Merry? Dalam film Na Willa juga ada adegan di mana Na Willa
  dikata-katai "Cina As*" oleh teman-teman baru di sekolahnya. Apakah kemudian
  film-film tersebut menjadi layak ditonton oleh anak, setiap orangtua boleh
  berpendapat beda-beda. Pastinya, sebelum memutuskan ada baiknya menyimak
  banyak ulasan di berbagai artikel blog atau platform medsos. Rating SU bisa
  saja mengandung unsur "komedi kasar" atau konflik yang terlalu kompleks untuk
  dipahami anak usia dini. Ulasan dari sesama orang tua akan memberi tahu orang
  tua dengan detail yang tidak ada di sinopsis resmi. Setelah menyimak dan
  mempertimbangkan, barulah membuat keputusan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Berikan "Pemanasan"
  Cerita Sebelum ke Bioskop&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Anak-anak biasanya lebih tenang jika mereka
  tahu apa yang akan dihadapi. Ceritakan sedikit tentang jalan cerita filmnya,
  siapa tokoh utamanya, dan apa masalah yang mereka hadapi. Kasih lihat juga
  trailernya. Untuk anak yang baru pertama kali diajak menonton, orang tua bisa
  juga sekalian menggambarkan seperti apa suasana di bioskop dan tata tertib
  yang harus dipatuhi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Pertimbangkan Jam Tayang, Durasi, hingga
  Pakaian yang "Ramah Mood"&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Menonton di jam tidur anak berpotensi menjadi
  drama. Anak kalau udah mengantuk dan gak bisa langsung tidur biasanya
  cenderung jadi rewel. Di dalam bioskop memang dingin, tetapi suara yang
  berisik bisa jadi akan membuat anak susah tidur padahal udah mengantuk.
  Pastikan juga perut anak sudah terisi sebelum film dimulai. Mengingat durasi
  film bisa lebih dari 1,5 jam, pastikan anak juga mengenakan pakaian yang
  nyaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar info. durasi film Na Willa itu 2 jam, lho. Animasi
  Jumbo gak selama itu, tapi rasanya udah panjang untuk film anak menurut Chi.
  Bukan berarti filmnya gak rekomen buat anak, ya. Bagus banget filmnya. Tapi,
  sebelum ajak anak menonton, pertimbangkan dulu apakah anak udah betah menonton
  dengan durasi panjang di bioskop. Kalau ternyata gak betah, pikirkan juga
  langkah antisipasinya. Membuat anak tetap "ramah mood" itu harus dipertimbang
  bila berada di ruang publik, ya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Jangan Ragu Keluar Studio Bila
  Sudah Tidak Nyaman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Tidak hanya tentang menghargai kenyamanan orang lain.
  Kenyamanan mental anak juga harusnya menjadi prioritas utama, bukan harga
  tiket. Jika di tengah film anak menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman,
  ketakutan, atau mulai rewel karena bosan, jangan ragu untuk keluar dari
  studio. Menghargai batasan anak saat itu jauh lebih penting daripada
  memaksakan durasi film sampai habis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Kapan Anak Siap Diajak
  Menonton Bioskop Pertama Kali?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Berdasarkan pengalaman kami, gak ada
  aturan baku di usia berapa anak siap menonton bioskop pertama kali. Tapi,
  pastinya bukan di usia bayi. Selain belum mengerti jalan cerita, suara bioskop
  tentunya gak baik untuk pendengaran bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali Keke dan Nai
  menonton bioskop&amp;nbsp; itu di usia 5 dan 3 tahun. Selain melakukan 5
  &lt;a href="https://www.kekenaima.com/2015/10/tip-mengajak-anak-menonton-bioskop.html" target="_blank"&gt;tips mengajak anak menonton bioskop,&lt;/a&gt;
  kami juga memastikan mereka sudah betah duduk manis menonton kartun di rumah
  dalam waktu lama. Film pertama yang kami tonton adalah
  &lt;a href="https://www.kekenaima.com/2009/10/cloudy-with-chance-of-meat-ball.html" target="_blank"&gt;Cloudy with A Chance of Meatball.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun persiapan dirasa sudah matang, ternyata tetap gak
  menjamin berhasil 100%. Setengah durasi akhir, Nai mulai terlihat bosan.
  Beberapa kali bertanya, "masih lama?" dan sedikit berjalan-jalan di depan
  kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memang tidak keluar sampai film selesai. Pertimbangan
  kami karena Nai bertanya dengan berbisik. Kami duduk di paling belakang dan
  Nai masih pendek. Dia juga tidak mengganggu penonton lain. Kami pun melihat,
  kebosenannya masih batas yang bisa ditolerir dan dia masih menurut. Sesekali
  masih terlihat menikmati filmnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain cerita, dulu sepupu Chi
  ketika masih kecil takut banget sama gelap. Waktu itu, kami ramai-ramai ingin
  menonton Harry Potter. Tante Chi ingin ikut meskipun tau anaknya takut gelap.
  Katanya coba aja dulu, kali aja kalau rame-rame jadi berani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat
  masuk bioskop masih ceria. Tapi, begitu lampu dimatikan, mulai ketakutan dan
  menangis. Coba dibujuk tapi gak berhasil. Akhirnya tante dan sepupu memilih
  keluar daripada mengganggu kenyamanan penonton lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ini lho
  yang Chi maksud. Kalau dirasa udah mengganggu kenyamanan orang lain, orang tua
  harus 'ikhlas' mengajak anaknya keluar studio. Berapa lama keluarnya ya
  tergantung sikon. Ada anak yang setelah dikasih tau dan dibujuk, akhirnya mau
  diajak lagi masuk ke dalam. Tapi, kalau anak tetap gak mau, sebaiknya
  diturutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menonton film di bioskop seharusnya menjadi pengalaman
  yang menyenangkan sekaligus mempererat ikatan antara orang tua dan anak.
  Dengan melakukan persiapan matang, teman-teman gak hanya sekadar membeli tiket
  hiburan, tetapi juga sedang menjaga ruang aman bagi imajinasi anak. Ingat!
  Label &lt;span data-index-in-node="372" data-path-to-node="3"&gt;SU&lt;/span&gt; hanyalah
  panduan dasar; kurator terbaik bagi anak tetaplah ada di orang tuanya.
  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah gak teman-teman punya pengalaman tak terduga saat
  mengajak anak menonton film berlabel Semua Umur? Atau punya tips andalan lain
  agar anak tetap tenang di dalam studio? Yuk, ceritain di kolom komentar!
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2aNtGDVKJCYBSduehx9PQm8vZWcJe91nWRmrTXcYonOr75RChkvkPwdTh1qaMwOfqUJoMEgkdgUgm1s_uzjLsu8WX217syW4fZm-LJMCvZjTIQssb3w8EIgE2Tn5hVxdpIjCFf-xFLqTdPjdLXQxUrTE-anbrNIouEqkIbgDj3nw74CYL9KEU-kSARV_v/s72-w640-h360-c/persiapan-anak-nonton-bioskop-rating-su.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">24</thr:total></item><item><title>Na Willa dan Nostalgia Masa Kecil: Film Parenting dalam Balutan Musik</title><link>https://www.kekenaima.com/2026/04/na-willa-film-parenting-musikal.html</link><category>Family</category><category>Movie and Book</category><category>Parenting</category><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Tue, 14 Apr 2026 06:00:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-2570347981919234952</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="Review Na Willa. film drama musikal keluarga yang sarat pesan parenting dan nostalgia" border="0" height="360" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrh3hRLOMGEU4DDXLfzCW-K4ZKhJ6lvKIVz1JkTqhif95uXfdvsoJ5abn6sQUK1VUmvITI0JIsl2EI1ISgNsghRAdN6GJEF0IcNbQck1-XMRvSTytH1JJeygMouqCLKkThz3PkOKcy66xfnJjZ4zLjXB2dPkQ66PKIJR1by56sLOgcVNv-Pio2x3-hcyun/w640-h360/na-willa-film-parenting-musikal.jpg" title="Na Willa dan Nostalgia Masa Kecil: Film Parenting dalam Balutan Musik" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Pernahkah teman-teman menonton sebuah film yang rasanya seperti
  diingatkan oleh kenangan masa kecil sendiri? Itulah yang Chi rasakan saat
  menyaksikan Na Willa, sebuah film drama musikal yang tidak hanya memanjakan mata dan telinga. Film ini juga mengajak bernostalgia dengan masa kecil sekaligus menyentuh peran saat ini
  sebagai orang tua. Ada rasa senang, sedih, campur-aduk pokoknya! Melalui
  artikel ini, Chi ingin membagikan
  &lt;span data-index-in-node="46" data-path-to-node="7,0"&gt;review film Na Willa,&lt;/span&gt; menceritakan sisi nostalgia, hingga pesan&lt;span data-index-in-node="124" data-path-to-node="7,0"&gt; parenting&lt;/span&gt;
  yang ditangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya Chi gak antusias menonton Na
  Willa. Beda banget ma Jumbo, baru keluar posternya aja udah langsung niat
  harus nonton! Lebaran hari ke-3, kami udah menonton filmnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin
  karena kesehatan lagi rada ngedrop dari sejak seminggu sebelum Ramadan sampe
  lewat Idulfitri. Saat Ramadan, per sekali keluar rumah sebentar untuk belanja
  di Supermarket dan beli takjil. Gak nyaman banget. Pengennya buru-buru pulang.
  Padahal biasanya seneng jalan-jalan apalagi belanja hehehe. Tapi, lebih dari
  sebulan kemarin itu memilih bener-bener di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah
  badan dan mood semakin membaik. Jadi tertarik melihat konten film Na Willa
  yang membanjiri algoritma. Apalagi kalau udah denger OST "Sikilku Iso Muni".
  Gemesin banget!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Nostalgia Masa Kecil dalam Alunan Musik Na Willa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;"Emang
  ada, ya, yang bisa diceritain tentang masa kecil kita?" tanya Farida. Seperti
  diceritakan kembali oleh Reda Gaudiamo saat bertemu kembali dengan sahabat
  masa kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, film Na Willa diangkat dari novel
  seri pertama berjudul sama yang merupakan kisah masa kecil (sekitar tahun
  60-an) penulisnya yaitu Reda Gaudiamo dan 3 sahabatnya yaitu Farida, Dul, dan
  Bud. Mereka tinggal di gang Krembangan, Surabaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepintas memang
  terkesan biasa aja. Tapi, tidak hanya 4 karakter anak yang gemesin, visual
  filmnya yang warna-warni sangat memanjakan mata. Pernah baca komen salah
  seorang netizen yang katanya gang Krembangan dulu gak warna-warni gitu
  rumahnya. Ya tapi ini kan kita bicara film. Meskipun berdasarkan kisah nyata,
  sudut pandangnya dari anak-anak dalam hal ini Na Willa. Anak-anak yang masih
  polos, cerita, dan bahagia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Deretan Angklung di Sekolah dan Rumah
  Dekat Rel Kereta yang Membangkitkan Memori&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;"Bangku dan mejanya persis zaman kita sekolah, Bun".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chi dan K'Aie berbeda sekolah, standar kelasnya sepertinya mirip. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Bangku dan meja siswa di kelas pada era 80-an itu khas ya.
  Bentuknya panjang dan terbuat dari kayu jati. Dibikin panjang karena satu meja
  dan bangku untuk 2 siswa. Mejanya tidak datar, tapi agak miring dan di
  dalamnya bisa buat menyimpan alat tulis atau buku. Chi suka lho meja dan bangku sekolah yang
  begitu. Kuat dan modelnya bagus. Zaman sekarang masih ada gak yang kayak gitu
  bangku dan meja sekolahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya, di film itu settingan kelas Na Willa ketika TK di sekolah yang pertama. Sedangkan, Chi dan K'Aie kelas seperti itu ketika SD. Suasana TK Chi mirip kayak kelas di sekolah Na Willa yang kedua. Warna-warni, banyak mainan, dan menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;Melihat ada angklung di
  sekolah pertama Na Willa, ingatan Chi langsung terlempar ke masa duduk di
  bangku sekolah dasar. Belum lagi penggambaran rumah dekat rel kereta. Etapi,
  kalau Chi, sekolahnya yang persis di berhadapan dengan rel kereta. Ya,
  meskipun gak pernah tinggal di Surabaya, tetapi beberapa elemen di film ini
  seolah menjadi mesin waktu. Diingatkan kembali pada masa kecil. Membangkitkan
  nostalgia akan momen-momen sederhana yang mungkin terkadang dilupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak
  ada guru seperti bu Tini di SD Chi. Semuanya baik. Cuma 1 yang galak banget
  yaitu alm pak Obi, guru angklung. Alm terlihat sangat serius hanya saat
  mengajar, apalagi kalau denger ada salah bunyi. Telinganya sangat tajam,
  Langsung marah banget. Melempar angklung juga pernah. Meskipun begitu,
  angklung justru jadi salah satu mata pelajaran favorit para siswa. Mungkin
  karena alm aslinya baik banget dan murah senyum ketika tidak sedang mengajar.
  Gak nyebelin kayak bu Tini di film Na Willa hehehe. Keseriusannya mengajar
  juga seringkali berbuah manis. Sekolah Chi sering juara 1 lomba angklung. Pak
  Obi sering jadi dirijen di acara 17 Agustus di Istana Negara pada era Presiden
  Soeharto. Bangga banget rasanya meskipun kami hanya melihat di layar kaca.
  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah besar baru kepikiran kenapa angklung jadi mata pelajaran
  wajib padahal sekolah di Jakarta. Tapi, hanya ada di sekolah dasar. Bahkan ada
  lomba angklung antar sekolah yang rutin diadakan dan berjenjang, lho. Sampe
  sekarang gak tau jawabannya hehehe. Rasa penasaran itu kembali bangkit ketika
  melihat angklung di kelas Na Willa. Kan, itu sekolahnya di Surabaya.
  Jangan-jangan belajar angklung memang jadi mata pelajaran wajib di era 80an
  untuk anak SD? Entahlah. Etapi, K'Aie ternyata gak ada pelajaran angklung, &lt;i&gt;ding,&lt;/i&gt;
  di sekolahnya hehehe.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;Rumah Na Willa dekat rel kereta. Mak selalu
  melarang Na Willa bermain dekat rel karena berbahaya. Ada adegan di mana Na
  Willa kabur dari sekolah. Berlari pulang karena marah dengan bu Tini.
  Mengingatkan Chi ketika pulang ke rumah sendirian karena bibi kelamaan
  jemput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Chi, bukan rumah tapi sekolahnya yang depan rel.
  Setiap hari dijemput oleh Bibi. Tapi, pernah kelamaan dijemput, nekat pulang
  sendiri. Alhasil dimarahin abis-abisan seperti Mak marahin Na Willa.
  Sebetulnya mamah khawatir karena berarti Chi menyebrang rel sendiri. Apalagi
  itu nyebrangnya bukan di tempat penyebrangan. Gak ada rambu-rambu dan penjaga
  kereta. Dulu, sih, sebel karena dimarahin. Tapi, setelah menjadi ibu, semakin
  paham kenapa mamah sampe marah banget.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Mak Na Willa dan Mesin Jahitnya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Mak
  Na Willa hobi menjahit. Meskipun tidak diceritakan apakah semua baju Na Willa
  buatan Mak atau beli di toko. Tapi, bajunya lucu-lucu. Gemesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamah
  juga pintar menjahit. Baju-baju Chi selalu mamah yang jahit. Mamah lihat model
  baju di majalah, lalu buat pola dan jahit sendiri. Dulu, sempat sebel
  (meskipun gak berani diungkapkan hahaha!) karena dijahitin. Kan, pengen gitu
  beli baju di toko!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejago-jagonya mamah menjahit, akhirnya kalah
  sama zaman. Mamah gak pernah bisa menjahit pakai mesin yang modern. Padahal
  udah punya, akhirnya gak pernah dipakai. Bisanya pakai mesin jahit Singer
  jadul yang manual. Sampai sekarang masih ada di rumah. Masih kokoh, tapi ada
  sedikit spare part yang rusak dan udah susah dicari. Makanya udah gak pernah
  menjahit pakaian lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamah tuh sebetulnya kepengen anaknya bisa
  menjahit. Tapi, dulu Chi suka malas-malasan kalau diajarin jahit. Sekarang
  agak menyesal juga gak bisa ngikutin skill yang mamah punya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c117344089="" class="user-query-container"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c3895945789="" class="user-query-bubble-with-background enable-2026q1-formatting-improvements ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c3895945789="" class="horizontal-container"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;"Sikilku Iso Muni" - OST dengan lirik Sederhana yang terasa Magis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Dari mulai Jumbo hingga Na Willa ini OSTnya terasa 'magis'. Lagu yang
  langsung disukai sejak pertama kali mendengar. Belum ada bosan mendengarnya
  dan terkadang ikut menyanyikan. Liriknya Chi anggap sederhana tentu bukan
  bermaksud meremehkan. Tapi, maksudnya mudah dipahami, termasuk oleh anak-anak.
  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa akan menjadi ciri khas dari karya Visinema Studios dengan
  membuat film musikal? Kalau iya, Chi pengen deh lebih dibanyakin lagi lagunya.
  Kayak film Petualangan Sherina, Annie, atau Sound of Music. Ya, meskipun tetap
  ada 1 lagu jagoannya dari setiap film, tapi lagu lainnya juga enak
  didengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomongin tentang musik. juga ada nostalgianya zaman SD.
  Sekolah Chi di Menteng, tepatnya di Pegangsaan. Terkadang terdengar suara
  piano. Rumornya, Chrisye lagi main piano. Buat Chi kecil, kayak yang bodo amat
  siapa pun yang main. Tau Chrisye aja enggak wkwkwk! Lagi-lagi, setelah gede
  baru tau kalau lokasi sekolah juga dekat dengan rumah "Gang Pegangsaan" yang
  kabarnya juga jadi tempat berkumpul para seniman termasuk Chrisye dan Guruh
  Soekarno Putera. Hal yang paling dipedulikan saat itu&amp;nbsp; hanyalah menikmati
  masa sekolah dengan jajanan kaki lima yang banyak wkwkwk!
  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Pelajaran Parenting dari Film Na Willa yang Relevan Saat Ini&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Meskipun
  &lt;span data-index-in-node="9" data-path-to-node="3"&gt;Na Willa&lt;/span&gt; berlatar
  waktu masa lalu, era 60-an, bukan berarti pesan yang disampaikan menjadi usang. Justru,
  Chi merasa film ini adalah cermin besar bagi kita, para orang tua di era
  digital. Di tengah gempuran
  &lt;i data-index-in-node="205" data-path-to-node="3"&gt;gadget&lt;/i&gt; dan ekspektasi
  pola asuh yang serba sempurna,
  &lt;span data-index-in-node="258" data-path-to-node="3"&gt;film drama musikal&lt;/span&gt;
  ini mengajak kita kembali tentang pentingnya membangun koneksi dengan anak
  melalui kehadiran yang utuh. Banyak
  &lt;span data-index-in-node="393" data-path-to-node="3"&gt;pelajaran parenting dari film Na Willa&lt;/span&gt;
  yang bisa diterapkan untuk menghadapi tantangan mendidik anak saat ini.
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Pentingnya Mendengarkan Suara Anak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Kehadiran utuh yang Chi
  maksud bukan berarti harus selalu ada setiap hari menemani anak. Pak (ayah Na
  Willa) bekerja di pelayaran. Kalau sudah bepergian bisa sangat lama. Bahkan
  pernah kejadian, Na Willa sampai tidak mengenali ketika Pak pulang. Lupa sama
  wajahnya, saking Pak lama perginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak selalu rutin mengirim surat
  untuk Mak dan Na Willa. Tau lah ya berapa lama surat sampai ke penerima. Tidak
  seperti zaman sekarang, kita mengirim pesan di e-mail hingga WA bisa sampai
  dalam hitungan detik. Tapi, intinya, Pak dan Mak selalu berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para
  suami zaman dulu katanya mayoritas patriarki dan kurang berkomunikasi dengan
  anak. Urusan anak adalah urusan ibu. Tapi, itu tidak terjadi dengan Na Willa
  Bisa dikatakan, Na Willa mendapaktan privilledge kasih sayang dari orang
  tuanya. Pendapat Na Willa selalu didengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saat ini
  terjadi perdebatan "Gentle vs VOC Parenting". Mak mengkombinasikan keduanya.
  Oiya, catatan dulu, nih. Chi sebetulnya kurang setuju dengan istlah VOC
  Parenting. Bahkan Gentle parenting pun terjadi salah kaprah. Kapan-kapan lah
  ditulis. Tapi, Chi juga sama kayak Mak, mengkonbinasikan keduanya. Tidak
  saklek dengan satu metode parenting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa adegan di mana
  Mak sangat marah ke Na Willa. Tapi, di saat marah pun, Mak selalu menanyakan
  dan mendengarkan pendapat putrinya. Pak juga mengingatkan Mak
  pentingnya mendengarkan suara anak di dalam suratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingatkannya tidak dengan berteori. Mak bercerita di surat kalau Na Willa sepertinya kesepian karena semua sahabatnya sudah bersekolah. Mak lalu membelikan anak ayam yang diberi nama "Ayam Kuning Kecil Sekali" agar putrinya tidak kesepian. Tapi, menurut Pak, membelikan anak ayam hanyalah solusi karena Mak terlalu khawatir Na Willa di luar rumah sejak Dul tertabrak kereta. Pak malah menyarankan menyekolahkan karena itu yang diinginkan putrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Na Willa membongkar radio, Mak marah besar. Bukan karena radionya dibongkar, Mak marah karena Na Willa hampir kesetrum karena saat membongkar, kabel listrik gak dicabut. Sebesar apapun Mak marah, tetap memberikan ruang bagi putrinya untuk menjelaskan dan kemudian berdiskusi. Na Willa berpikir di dalam radio ada Lilis Suryani, penyanyi favorit Mak. Kemudian dijelaskan secara sederhana tentang radio oleh Mak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Memahami Dunia Imajinasi
  Anak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Seperti yang Chi tulis di awal, film Na Willa memanjakan mata dengan
  warna-warninya. Filmnya dilihat dari sudut pandang anak yang ceria dan penuh
  imajinasi. Contohnya ketika adegan membaca surat dari Pak, digambarkan secara
  teaterikan. Atau ketika Na Willa melihat sekolah yang kedua. Senang sekali dia
  melihat sekolahnya yang penuh warna dan gurunya juga sangat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adegan terharu lainnya, ketika Na Willa menjenguk Duldi rumah sakit. Salah satu kaki Dul harus diamputasi dan diganti kaki kayu setelah tertabrak kereta. Bagi orang dewasa, menjenguk yang sakit mungkin akan membawa suasana haru. Apalagi ini yang jadi korban adalah seorang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, Dul malah bahagia. Dengan bangganya dia memamerkan kaki palsunya ke Na Willa. Katanya sekarang kakinya kalau diketuk bisa berbunyi. Gak sakit kalau kakinya dijiwit (dicubit). Dul yakin dengan kaki barunya akan bisa menang lomba lari. Kemudian Na Willa dan Dul pun bernyanyi "Sikilku Iso Muni" dengan riang gembira.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Kebersamaan
  di Momen Spesial menjadi Alasan Menonton Na Willa bersama Keluarga&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Bagi Chi,
  menonton film ini bukan sekadar duduk di depan layar, melainkan menciptakan
  &lt;span data-index-in-node="86" data-path-to-node="4"&gt;momen spesial keluarga&lt;/span&gt;
  yang berkualitas.
  &lt;span data-index-in-node="155" data-path-to-node="4"&gt;Na Willa&lt;/span&gt; hadir
  memberikan kesempatan bagi kita untuk duduk berdampingan dengan anak, ikut
  bernyanyi, dan mungkin sedikit bercerita tentang masa kecil kita dulu yang
  mirip dengan kisah Na Willa. Film ini bisa menjadi jembatan komunikasi yang
  manis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak bisa belajar dan melihat tentang dunia tanpa
  &lt;i data-index-in-node="441" data-path-to-node="4"&gt;gadget&lt;/i&gt;. Lihat bagaimana
  menyenangkannya Na Willa dan 3 sahabatnya bermain layangan, berlarian di
  lapangan, dan lain sebagainya. Orang tua juga mendapatkan pelajaran parenting
  di film ini tanpa terkesan digurui. Menonton bersama juga menjadi cara
  sederhana merayakan kebersamaan yang mungkin selama ini luput dari perhatia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu,
  ya, salah satu momen libur Lebaran yang paling ditunggu dan diingat sampai
  sekarang adalah diajak menonton film Warkop DKI sama mamah papah di bioskop.
  Gak usah dibahas panjang ya tentang filmnya hahaha! Dulu, mah, rasanya biasa
  aja nonton filmnya. Banyak anak-anak juga yang menonton bersama orangtua.
  Berasa kayak diajak nonton film komedi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sebetulnya Chi udah
  pernah bahas sedikit juga waktu animasi Jumbo sempat menimbulkan kontroversi
  cocok untuk semua umur atau enggak. Chi termasuk yang bilang cocok meskipun
  ada adegan yang memang harus dijelaskan ke anak. Tapi, seringkali anak hanya
  menangkap bagian lucunya. Rasanya itu juga yang Chi kecil tangkap ketika
  diajak menonton Warkop DKI. Meskipun gak bisa dijadukan pembenaran apalagi
  untuk zaman sekarang yang penontonnya lebih sadar tentang rating usia film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan baca: &lt;a href="https://www.kekenaima.com/2025/04/film-jumbo-animasi-indonesia-yang-sap-sap-sap.html" target="_blank"&gt;Film Jumbo, Animasi Indonesia yang Sap Sap Sap!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah,
  yang ingin Chi bahas di sini adalah momen kebersamaannya. Seneng banget diajak
  jalan-jalan. Itu yang diinget terus sampe sekarang. Makanya, bagus juga kalau
  Visinema Studios membuat karya yang tayang setiap Idulfitri atau momen spesial
  lainnya. Tentu film untuk anak, ya! Tahun lalu tayang animasi Jumbo, sekarang
  Na Willa, semoga aja Lebaran berikutnya juga ada film anak menarik lainnya
  dari Visinema Studios atau rumah produksi lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Na Willa, Film
  untuk Semua Umur dan Beberapa Catatan Di Baliknya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;span data-index-in-node="36" data-path-to-node="4" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Na Willa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  adalah bukti bahwa sebuah karya tidak butuh konflik yang meledak-ledak untuk
  bisa menyentuh hati. Film ini benar-benar tontonan
  &lt;span data-index-in-node="173" data-path-to-node="4"&gt;untuk semua umur.&lt;/span&gt;
  Anak-anak akan menyukai warna dan musiknya yang penuh imajinasi menyenangkan.
  Sedangkan kita yang dewasa diajak bernostalgia dan menangkap pesan
  parentingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, film dengan rating semua umur, sejatinya belum
  tentu cocok untuk semua orang. Ada bagian yang perlu dijelaskan ke anak.
  Contohnya ketika Na Willa ditertawakan dan dikatain "Cindo As* oleh
  teman-teman sekelasnya di sekolah pertama. Tidak perlu menjadi perdebatan
  panjang di medsos, komunikasikan saja dengan baik ke anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durasi film Na Willa juga termasuk panjang, lho. 118 menit alias hampir 2 jam. Animasi Jumbo aja cuma 102 menit, tapi rasanya udah panjang untuk ukuran film anak. Jadi, pertimbangkan juga hal ini, apalagi kalau baru pertama kali mengajak anak menonton bioskop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu
  lagi, ada kejadian kurang menyenangkan ketika kami menonton. Bukan tentang
  filmnya, tapi penontonnya. Tulisan berikutnya kali ya Chi ceritain. Tapi, yang
  pasti, Chi tetap berpendapat, rating semua umur juga tetap harus lihat
  sikon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga
  &lt;span data-index-in-node="500" data-path-to-node="4"&gt;film Na Willa&lt;/span&gt; ini
  bisa membantu teman-teman menemukan alasan untuk kembali duduk bersama
  keluarga, menikmati alunan musiknya, dan memetik pelajaran hidup di dalamnya.
Etapi, gak harus bawa anak juga. Chi menonton berdua sama K'Aie tetap enjoy banget. Memang sebagus itu filmnya.  Semoga aja ada Na Willa 2 yang juga bagus jalan ceritanya. Selamat menonton dan bernostalgia, ya!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgrh3hRLOMGEU4DDXLfzCW-K4ZKhJ6lvKIVz1JkTqhif95uXfdvsoJ5abn6sQUK1VUmvITI0JIsl2EI1ISgNsghRAdN6GJEF0IcNbQck1-XMRvSTytH1JJeygMouqCLKkThz3PkOKcy66xfnJjZ4zLjXB2dPkQ66PKIJR1by56sLOgcVNv-Pio2x3-hcyun/s72-w640-h360-c/na-willa-film-parenting-musikal.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">37</thr:total></item><item><title>Uji Coba Ketangguhan Laptop ASUS: Aman dari Tumpahan Air Hingga Benturan, Serta Servicenya yang Premium</title><link>https://www.kekenaima.com/2026/03/uji-ketangguhan-laptop-asus-service-premium.html</link><category>Liputan</category><category>Techno</category><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Thu, 12 Mar 2026 02:32:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-3750136912312659782</guid><description>&lt;div&gt;
  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
    &lt;img alt="Dokumentasi kegiatan uji coba ketangguhan laptop ASUS yang didukung layanan purna jual premium." border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhU6xQLpYuI8GDpDrIBJd-Imi7CfngrFW3FXpjGYbU5dBV1XWzllC8PYFBJssxsUcgtPtL_apEbZ99vcCju7dTkkD_O1jG8na2yvJsNKj-iNTx3dMD1iC4sx0mf4UeNql1wKDKzakPZY3w03JyycJ77Od_UBwq6K7o0dSWMGF28KeF3gWbbYHGItuCab_Qp/w640-h360/uji-coba-ketangguhan-laptop-asus-service-premium.jpg" title="Uji Coba Ketangguhan Laptop ASUS dan Layanan Premium" width="640" /&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div&gt;
    &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Penasaran seberapa "bandel" laptop ASUS menemani produktivitas kita
      sehari-hari? Yuk, simak ulasan ketika Chi dan beberapa rekan blogger
      melakukan uji coba ketanguhan laptop di kantor ASUS. Bukan cuma soal bodi
      yang standar militer, tapi service premium yang ditawarkan ASUS
      benar-benar bikin tenang.
    &lt;/span&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;"Dek, ransel jangan disimpan di bagasi. Bawa ke kabin. Itu pun
        dipangku aja atau di bawah kaki gitu. Sebaiknya jangan ditaro di bagasi
        kabin juga."&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Pertama kalinya Nai harus berangkat ke luar negeri tanpa keluarga.
        Kalau sekadar traveling, Chi akan menyarankan gak usah bawa laptop.
        Nikmati aja liburannya. Tapi, Nai gak pergi untuk sekian hari,
        melainkan beberapa bulan. Harus magang di negara lain. Tentu laptop
        harus dibawa buat mengerjakan tugas.&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Entah berapa puluh kali, Chi mengingatkan Nai untuk jangan jauh dari
        ransel. Perjalanan panjang di pesawat membuat Chi khawatir laptopnya
        hilang atau rusak. Ngebayangin ketika berada di bagasi kabin, laptop
        bisa aja ketimpa barang bawaan penumpang lain, keguncang, mungkin bisa
        juga terbentur. Bahkan ranselnya aja lumayan penuh dengan barang
        lainnya, tidak hanya laptop. Sampe-sampe ketika transit, salah satu hal
        pertama yang Chi tanya adalah ransel dan laptopnya hehehe.&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;"Tadi Ima taro di bagasi kabin."&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Mendengar jawaban Nai, Chi langsung ngomel-ngomel. Dia cuma jawab,
        "iya, iya." Belum juga puas ngomel, Nai udah harus naik pesawat lagi.
        Heuuu ...!&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Alhamdulillah laptopnya baik-baik saja. Aman. Sebetulnya selain risiko
        kehilangan, hal-hal lainnya tidak usah khawatir berlebihan kalau
        laptopnya ASUS. Kualitas standar militer dan layanan purna jual memang
        menjadi standar ketenangan pengguna laptop ASUS.&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
        &lt;b&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c3107463000="" class="user-query-container" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c2315128619="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c2315128619="" class="horizontal-container" style="font-family: arial;"&gt;Lolos Uji Standar Militer: Rahasia Dibalik Ketangguhan Laptop
                ASUS&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
      &lt;/h2&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span _ngcontent-ng-c3107463000="" class="user-query-container"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c2315128619="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c2315128619="" class="horizontal-container"&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: center;"&gt;
      &lt;span _ngcontent-ng-c3107463000="" class="user-query-container"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c2315128619="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
            &lt;img alt="Infografis ASUS Indonesia: No. 1 Quality &amp;amp; Service dengan cakupan servis terluas, proteksi laptop terlengkap, dan kualitas terbaik." border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjv3CTkHTm81Ve43I5zK1Z68DbnHmbC7hxLm60wTboxV1isojEgBqLbIeAJvSHHov0MomZsZ3of_OFCVLt8PP7OCHIpgnTS0A8LlJx4GTwUK3V90Nf8Sr-Lql7nxUUMbG9HmpmHqOWCGlsKFhW2tudnGWu7QdtwdgFcO7l5FF6t1ItJEV0LqmdBSHrS20vO/w640-h360/keunggulan-layanan-purna-jual-asus-indonesia.jpg" title="Keunggulan Layanan Purna Jual ASUS Indonesia - No. 1 Quality &amp;amp; Service" width="640" /&gt;
          &lt;/div&gt;
          &lt;span _ngcontent-ng-c2315128619="" class="horizontal-container"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Pernah nggak, sih, lagi asyik dikejar deadline tulisan di rumah,
        tiba-tiba gelas berisi air tersenggol membasahi keyboard atau laptop
        nggak sengaja terbentur meja? Rasanya jantung mau copot, ya! &#128561; Sebagai
        blogger, ketangguhan perangkat sangatlah penting. Itulah kenapa Chi
        tertarik melakukan uji coba ketangguhan laptop ASUS yang katanya tetap
        aman meski terkena tumpahan air hingga benturan keras, bahkan jatuh.
      &lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span _ngcontent-ng-c3107463000="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c2315128619="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c2315128619="" class="horizontal-container"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span _ngcontent-ng-c3107463000="" class="user-query-container"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c2315128619="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c2315128619="" class="horizontal-container"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ya, meskipun seperti yang diceritakan di awal, Nai udah
              membuktikan duluan. Laptop ASUSnya tetap aman dibawa perjalanan
              sekian jam dalam pesawat. Tapi, Chi juga tentunya ingin
              membuktikan sendiri di acara gathering
              &lt;b&gt;ASUS Tested Tough Protects Better.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
      &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
      &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
        &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;
            13 Tahun Jadi Juara: Komitmen ASUS Indonesia Terhadap Kualitas dan
            Service
          &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
      &lt;/h3&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
      &lt;img alt="Davina Larissa, Country Marketing Manager ASUS Indonesia menjelaskan mengenai layanan purna jual premium ASUS." border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvX7vjQuHqrfLl-oWMHmUU53TB0l4nCVMSJ9mwaHwtc4UkWQWgXlEd8t-AavXfaMhaEVeGSqQZa2plpizNno23V74iRFoa6Itf8iHsMIbz-Pq2P4doLOpfwzu2tX5hhJYE8mboqByHazwx2exf-M8bGl9hMksxIFJjA_JREqHaCMwu0B7aP1hATI6Ji-1x/w640-h360/davina-larissa-country-marketing-manager-asus-indonesia.jpg" title="Davina Larissa - Country Marketing Manager ASUS Indonesia" width="640" /&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;br /&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Acara yang berlangsung pada Selasa (10/6) di ASUS Indonesia Office, The
        Kensington Tower, Jakarta Utara ini benar-benar membuka mata Chi. Ibu
        &lt;b&gt;Davina Larissa, Country Marketing Manager ASUS Indonesia,&lt;/b&gt;
        mengawali sesi dengan membagikan sebuah fakta membanggakan yaitu ASUS
        adalah brand laptop nomor satu di Indonesia selama 13 tahun
        berturut-turut sejak 2013! Tentu saja, pencapaian ini bukan tanpa
        alasan. ASUS terus membuktikan brand ini tidak hanya piawai dalam
        menciptakan inovasi teknologi terbaru, tetapi juga sangat serius dalam
        meningkatkan kualitas layanan purna jualnya.&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;p style="text-align: left;"&gt;
        &lt;span _ngcontent-ng-c3107463000="" class="user-query-container"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c2315128619="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c2315128619="" class="horizontal-container"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
      &lt;/p&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
        &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Lolos 26 Uji Ketahanan Ekstrem: Standar Keamanan Kelas
            Militer&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
      &lt;/h3&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: center;"&gt;
      &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
        &lt;img alt="Brama Setyadi, Head of Public Relations &amp;amp; Digital ASUS Indonesia berbicara di panggung acara uji ketangguhan laptop." border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiLzYLMtMSpumNhWu2_YedxJ2lb4rXydUp5bLCqAsrveI8ZzifCgeSYTSmlSTiveeBsqj0QmCzobaof9wNuYiACPM1tvJ6pHz4XnEjWeI99cfcBqhZETtMnwUZ3BRJp_vD3DiT9qr68zJTlI5kT69Oz3NO64EKQhJd6CxOax-nNfOaaCyQ6oyIRMbZDXj7/w640-h360/brama-setyadi-head-of-public-relations-digital-asus-indonesia.jpg" title="Brama Setyadi - Head of Public Relations &amp;amp; Digital ASUS Indonesia" width="640" /&gt;
      &lt;/div&gt;
      &lt;br /&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Mas Brama Setyadi, Head of Public Relation &amp;amp; Digital ASUS
          Indonesia&lt;/b&gt;
        mengatakan bahwa produk ASUS memegang sertifikasi MIL-STD 810H. Laptop
        ASUS tidak sekadar dirancang untuk terlihat cantik, tetapi juga
        dipastikan mampu bertahan dalam berbagai skenario terburuk melalui
        &lt;b data-index-in-node="271" data-path-to-node="6,0"&gt;26 uji ketahanan ekstrem&lt;/b&gt;
        berstandar militer. Mulai dari guncangan saat berada di bagasi,
        perubahan suhu yang drastis, hingga kelembapan tinggi. Semua skenario
        terburuk diuji.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Menyimak detail ini, Chi jadi makin paham kenapa ASUS begitu percaya
        diri dengan durabilitas produknya. Apalagi sesi berikutnya akan menguji
        sendiri. Untuk bener-bener membuktikan ketangguhannya, bukan sekadar
        gimmick.&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
        &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Laptop Anti-Panik: 6 Skenario Tak Terduga yang Bisa Ditaklukkan
            ASUS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
      &lt;/h2&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
    &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
      &lt;img alt="Simulasi uji getaran pada laptop ASUS untuk memastikan komponen internal tetap awet dan aman." border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsMMT1lp6IUMx5uZ9jDamoRb95gmTfPOyaphHpR5e-T3tq0OlDmnoZteEoL-WwPZeFoHXxekmU8WPRBd0HmQUwmBMHrxTmLJJlBrTru0MRwaz1bujKhVA2P8e6dwONd2U5ASoZGFpdk4uuBOCmpT7jYrfm7grs1leGXvrgBtfaRsgoBQ-vkZ6zo2pq6NY9/w640-h360/fitur-ketangguhan-laptop-uji-goncangan.jpg" title="Uji Getaran Ekstrem Laptop ASUS: Mencegah Kerusakan Komponen Internal" width="640" /&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;br /&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Pakai laptop ASUS itu bisa dibilang anti panik dibawa ke mana pun.
        Kalau pun, Chi sempat ngomel-ngomel ketika Nai tetap menaruh tas di
        bagasi kabin. yah namanya juga emak-emak. Bawaannya suka bawel
        hehehe.&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Pada acara gathering ini kami melakukan 6 uji coba ketangguhan. Kenapa
        hanya 6? Karena 6 skenario tak terduga ini yang paling mungkin terjadi
        ketika memiliki laptop. Misalnya, gak sengaja ketumpahan air minum,
        kesenggol trus jatuh, terguncang, terhimpit, berada di suhu yang panas
        banget, hingga suhu ekstrem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laptop yang diuji ketangguhan
        ada Zenbook dan Vivobook. Tau lah ya laptop ASUS tuh terlihat tipis dan
        ringan (bobot +/- 900 gr). Penasan kan setangguh apa laptop yang tipis
        dan ringan ini bila dibanting/terjatuh, keguncang, dan lain sebagainya?
        Mari kita cobaaaa ....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
        &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Uji Guncangan, Jatuh, dan Pressure Test: Tetap Kokoh Meski
            Terhimpit Barang Bawaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
      &lt;/h3&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
      &lt;img alt="Seorang wanita sedang melihat laptop ASUS yang dijatuhkan untuk demonstrasi uji ketangguhan standar militer." border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEji-BjNUe98sICcIFB8c-w3LcXHUMDb8gOpcMK6IxgLr2meajLKE5_pqNraBP3JqVH6X49fw3EkM4R-0bqy9v6c2i7DA6wf2lAd2w5Rp4M-Ig_eXJHMgbckdlu-XQZsRhXIJIIKWd6hItZihdwzFIUOwGUg_ppKwFu0_sSBuwFCeiI1p_pF9A9KHfY9OpG8/w360-h640/laptop-asus-jatuh-dari-ketinggian-tertentu.jpg" title="Uji Coba Ketangguhan Laptop ASUS: Lolos Uji Jatuh Standar Militer" width="360" /&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;br /&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Salah satu kekhawatiran terbesar saat membawa laptop di dalam tas
        adalah ketika harus berdesakan di transportasi umum atau perjalanan
        jauh. Beruntungnya, laptop ASUS telah melalui serangkaian tes ketahanan
        ekstrem. Unitnya didesain dengan tingkat ketangguhan tinggi yang mampu
        menoleransi benturan hingga 40G. Tak hanya itu, ASUS juga telah lolos
        uji jatuh sebanyak 18 kali dari ketinggian 80cm! Bahkan saat dilakukan
        &lt;i data-index-in-node="432" data-path-to-node="5,0"&gt;Pressure Test&lt;/i&gt;,
        sasisnya terbukti sangat kokoh melindungi panel layar dari tekanan
        eksternal yang berat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Tentu aja, Chi uji coba langsung. Pura-puranya mau angkat laptop buat
        disimpan di tas. Eh, malah kesenggol trus jatuh. Tapi, laptopnya masih
        tetap berfungsi dengan baik. Bahkan untuk laptop yang sama, beberapa
        blogger mengujinya dengan membanting ke lantai. Laptopnya masih tetap
        berfungsi baik. Padahal berkali-kali dibanting dengan sengaja tuh.
        Tangguh bener laptopnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
    &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
      &lt;img alt="Demonstrasi pressure test laptop ASUS dengan menumpuk beban berat di atasnya untuk menguji kekokohan sasis." border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYg2euu1dp2RIb7ivsUpF_ob-lXKiGxUc1zbsR-ojp6PVofR-ePyj8UX6Z89IBvMsNicKNu87kOG_HOWJ7o3F8azz5MCchhS4JDpUOO8hG2_XWc-j14CuhBciS850HWqdq-n-aBIdNVkSxESB1mCRgfz7TRggIsRdpQq-oBPcY0qdxfr2PrxJhL1Musev7/w640-h360/demo-uji-tekanan-beban-berat-laptop-asus.jpg" title="Uji Tekanan Ekstrem pada Laptop ASUS: Tetap Kokoh di Bawah Beban" width="640" /&gt;
    &lt;/div&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: center;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial;"&gt;Barbel dengan berat total 100kg ini menindih laptop ASUS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
    &lt;img alt="Sasis laptop ASUS yang terbukti kokoh saat menjalani uji beban berat dengan standar militer." border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisrs4AvGsesm4Qok5bUSW048kFNoNeiYJPFFMDHNkMawl1vRJL3WOiiEe3Egw5mIrkpsKq4SdNUJ66J9wwHJHVhfYI5JuSqfJviUHVUMXARlxrnuuvVhFMjqJulP2emJDhLLG-4joWYOJPGq_SWQUZdi0k6Ha0LyIeBA_y8XhFAJklnB_J5_szN36V6Seg/w640-h360/uji-beban-dan-tekanan-laptop-asus-military-grade.jpg" title="Uji Beban dan Tekanan Laptop ASUS: Standar Militer" width="640" /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial;"&gt;Uji coba menginjak laptop ASUS sambil memegang barbel masing-masing
    5kg&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
  &lt;div&gt;
    &lt;div style="text-align: center;"&gt;
      &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Kemudian laptop ditindih dengan barbel seberat 100 kg. Wow! Masih tetap
        berfungsi lho setelah bebannya diangkat. Chi pun sempat mencoba sendiri
        (foto paling atas di artikel ini). Injak laptopnya sambil pegang barbel
        seberat 10kg. Dan, masih tetap berfungsi juga laptopnya!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
      &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Uji Getaran Ekstrem: Solusi Anti-Engsel Loyo dan Baut Kendur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
    &lt;/h3&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
    &lt;img alt="Simulasi uji getaran laptop ASUS untuk menjamin keamanan komponen internal dari guncangan." border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaBSlOeSHXbzoT5LP_EFmyhEEryjggLuc9TpOX2VJsTJ3dIMu0kA1Gjnf15ttVyf-hcJMJoAAq6MOCxc-OOUqgR9GSJ_6U_rPtASxgu3tkFBZoUOrDHrLEkMiBun0FshNXUT2Tkby7T0TxHfXYliEb3tYLioX2lmQ1zK-57KMjVm-H-bDdebG8blQjtEUJ/w640-h360/uji-ketangguhan-laptop-asus-terhadap-goncangan.jpg" title="Uji Ketangguhan Laptop ASUS Terhadap Goncangan" width="640" /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial;"&gt;Lihat air yang di botol. Terlihat beriak karena guncangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
  &lt;div style="text-align: center;"&gt;
    &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Getaran konstan selama perjalanan panjang saat di dalam kabin pesawat,
      mobil, atau kereta seringkali jadi "musuh tersembunyi" bagi ketahanan
      laptop. baut kendur, engsel loyo atau konektor internal terlepas akibat
      guncangan transportasi akibat guncangan terus-menerus. Tes getaran dengan
      frekuensi 5-500Hz selama 60 menit menjadi pembuktian kalau laptop ASUS
      tetap tangguh meskipun terkena guncangan atau getaran estrem dalam waktu
      lama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
    &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
      &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Uji Ketahanan Iklim Ekstrem: Tetap Stabil dari Suhu Tropis Hingga
          Beku.
        &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
    &lt;/h3&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
    &lt;img alt="Laptop ASUS sedang menjalani serangkaian tes ketahanan fisik dengan standar militer yang ketat." border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi89aZltvyriSUFHNFJL75pNi4xdJ9lOKonmMSeo6JhwB2tQhg-SJSaZr1xqJEJOGyMtIDt1r4QLOz9uvsJ6VMnE_eawOiE_YnO8PbxOPeCczXuy3J68QMT15c6BMavQA0neG_ojjUT2HKWNCyq3worbCpBrYEMUeo_3VPFgwzgAtnJihrhWJPbYRvPBTvn/w640-h360/uji-ketangguhan-laptop-asus-standar-militer.jpg" title="Uji Ketangguhan Laptop ASUS: Standar Militer Teruji" width="640" /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial;"&gt;Di bawah laptop ASUS ini ada banyak biang es untuk uji ketangguhan di suhu
    dingin ekstrim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
  &lt;div style="text-align: center;"&gt;
    &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ketika bepergian ke luar negeri, bisa saja mengalami perubahan iklim yang
      drastis. Chi sampe googling perkiraan cuaca selama Nai di sana. Tidak
      hanya untuk menyiapkan outfitnya. Tapi, laptopnya bakalan berfungsi juga
      atau enggak. Ternyata, ASUS malah sudah memikirkan skenario ini jauh-jauh
      hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laptop ASUS telah melalui prosedur pengujian suhu tinggi
      hingga 80°C untuk memastikan material bodi tidak melengkung (warping) dan
      komponen baterai tetap aman. Bahkan di kondisi ekstrem suhu rendah hingga
      -33°C, teknologi panel ASUS Lumina OLED tetap bekerja optimal tanpa
      gangguan ghosting atau penurunan kualitas visual. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
    &lt;img alt="Demonstrasi laptop ASUS dalam ruang uji suhu ekstrem untuk memastikan performa tetap stabil." border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqaK0s8mTf8elxtpLKqB17v6ZTtOXA1-Wgo_8tFjLGpd2ROlbAouoBO4a-q5fAGZpBv2ZON9EyrbkOmm_cVMJ8G20SGvB-t7qZh0zbjwn1bjsuQ_HbLrMJIHBJjzeduXPQ779pvTVYHuui_LJHT_QSnSAUIMl5SMfFYpliOMeJNov2uQqKIpnEHDqlKiTa/w640-h360/tes-suhu-ekstrem-laptop-asus-beat-the-heat.jpg" title="Tes Suhu Ekstrem Laptop ASUS: Performa Tetap Stabil" width="640" /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial;"&gt;Di ruangan ini sangat berasa suhu panasnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
  &lt;div style="text-align: center;"&gt;
    &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Di ruang uji coba, ada 1 ruang transparan gitu. Hawa panas langsung
      berasa ketika masuk ke dalam. Laptopnya aja sampai panas, lho. Chi pun
      duduk sambil mencoba laptopnya. Sedangkan untuk pengujian suhi dingin yang
      ekstrem, laptop diletakkan di atas wadah besar berisi biang es (dry ice).
      Jangan coba-coba pegang biang esnya lah ya. Sakit nanti kalau bersentuhan
      dengan kulit. Tapi, mau itu di panas yang ekstrim maupun yang dingin
      banget, laptop ASUS tetap berfungsi dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
    &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
      &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Keyboard Spill-Resistant: Jaring Pengaman Saat Cairan Tak Sengaja
          Tumpah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
    &lt;/h3&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
    &lt;img alt="Demonstrasi fitur keyboard spill-resistant laptop ASUS yang tahan tumpahan air untuk meminimalisir kerusakan." border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRYz6z8Zp5wQtrloElJ7hXMrE0cJtCcnYBCSHfnHG1DH1e-fBbrpGensKxTvshtVdGkG3CFKITiG7x78tPQISST13zyf2NNTpyVdqUKrmmJA0E2R9iuLfdiIaNOvsW_Mc3CpYQXvW_gUKg-kqNf_R8bDJFYajuydmJWVAi6wKeZUcUSvoXMwuDxxNDJHm6/w640-h360/fitur-keyboard-spill-resistant-laptop-asus.jpg" title="Fitur Spill-Resistant Laptop ASUS: Solusi Anti-Panik Saat Tumpahan Cairan" width="640" /&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;div&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Siapa sih yang nggak deg-degan saat gak sengaja menyenggol air minum di
      dekat laptop? Malah mungkin sedikit berteriak karena kaget. Dari semua
      skenario yang diuji coba, kayaknya laptop ketumpahan air nih yang paling
      sering dialami banyak orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya, ASUS memahami betul
      'kecelakaan' yang biasanya tidak sengaja ini. Makanya, laptop ASUS
      dilengkapi dengan desain Keyboard Spill-Resistant yang dirancang khusus
      untuk mengalirkan tumpahan cairan menjauh dari komponen vital di dalam
      perangkat. Jadi, jika musibah tumpahan air terjadi, risiko kerusakan fatal
      bisa diminimalisir secara signifikan. Tinggal lap aja keyboardnya sampai
      kering. Baru deh bisa digunakan kembali laptopnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
    &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
      &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Layanan Purna Jual Terbaik: Perlindungan Total Tanpa Biaya
          Tambahan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
    &lt;/h2&gt;
    &lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
    &lt;img alt="Adrian Pradipta, Technical Public Relations ASUS Indonesia sedang memberikan presentasi tentang ketangguhan laptop." border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9xoaYeMq6dxaBsbQ7nOjNZ3v3K_BE3Gho_z90EvOT0GWaacn9s7FWr-bhfc8u3JPVgFhpzfw2Ul9ZtbDRtk7hP92xJLvTiVQ9RYl9TWNSCN8NZSq2o47m6U3EImE54REyUEPyENUbyGZ_4WTXhGANYBl7as5P8wAutk7F4PeSo1vbFhruz_tygEWrHNUh/w640-h360/adrian-pradipta-technical-public-relations-asus-indonesia.jpg" title="Adrian Pradipta - Technical Public Relations ASUS Indonesia" width="640" /&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;div&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Memiliki laptop dengan standar militer memang memberikan rasa aman yang
      luar biasa. Namun, ASUS Indonesia menyempurnakan ketenangan pikiran
      tersebut dengan ekosistem layanan purna jual yang tidak main-main.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mas Adrian Pradipta, Technical Public Relation ASUS Indonesia&lt;/b&gt;
      menjelaskan tentang beberapa servis premium ASUS. Berikut adalah rincian
      ketentuan upgrade garansi terbaru dari ASUS:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
    &lt;ol style="text-align: left;"&gt;
      &lt;li&gt;
        &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Zenbook, Vivobook S, Vivobook Flip, Vivobook Pro, dan ProArt:
          Mendapatkan 3 Tahun Garansi Internasional dan 3 Tahun ADP dari
          sebelumnya 1 Tahun ADP.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
      &lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;
        &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;ROG, TUF Gaming, ASUS Gaming, dan Vivobook Classic/Go: Mendapatkan 2
          Tahun Garansi Internasional dan 2 Tahun ADP dari sebelumnya 1 Tahun
          ADP.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
      &lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;
        &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Aksesoris: 1 Tahun garansi dengan penggantian 100% untuk kendala
          fungsional dengan syarat dan ketentuan yang berlaku (kecuali
          backpack).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
      &lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;
        &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Lini Desktop &amp;amp; All-in-One (AiO):
        &lt;/span&gt;
        &lt;ul&gt;
          &lt;li&gt;
            &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;ROG Desktop: 3 Tahun On-Site Service lokal + 1 Tahun
              ADP.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
          &lt;/li&gt;
          &lt;li&gt;
            &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;TUF Desktop: 2 Tahun On-Site Service lokal + 1 Tahun
              ADP.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
          &lt;/li&gt;
          &lt;li&gt;
            &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;AiO: 2 Tahun On-Site Service lokal + 1 Tahun ADP.&lt;/span&gt;
          &lt;/li&gt;
        &lt;/ul&gt;
      &lt;/li&gt;
    &lt;/ol&gt;
    &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;ASUS punya jaringan purna jual nomor satu di Indonesia dengan 141 titik
      layanan yang tersebar luas. Bahkan, jangkauan layanannya sudah mendunia di
      113 negara. Ini juga yang bikin Chi tenang. Kalau laptop Nai sampai ada
      masalah, tinggal bawa aja ke service centre ASUS di negara tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
    &lt;img alt="Teknisi sedang melakukan perawatan komponen internal laptop ASUS dalam ekosistem layanan premium." border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCMcgtKDUMdXVm2vJfCAe1NmrUuq4y_cp5KqQZqVn2G6DkHqybpMoVk2bu3IzI98ir5CYmi-mr0_kHtrAQuKrQ40LSh620NRP-GtYazAYR1UybuQwdAt8nJUx8SjKEuZFtrpWOybe4ubpF-JCtv1eeHzNNbM7qPUdrkiIqO2NLL8Dr47goonxWnj-3F6H4/w640-h360/proses-servis-laptop-asus-ekosistem-layanan-premium.jpg" title="Proses Servis Laptop ASUS: Komitmen Layanan Premium" width="640" /&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;div&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;ASUS menghadirkan Layanan Premium Eksklusif khusus bagi pengguna seri
      high-end (ROG, Zenbook, ProArt), yaitu:&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
    &lt;ol style="text-align: left;"&gt;
      &lt;li&gt;
        &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Dukungan Pengiriman 2 Arah: Layanan jemput-antar gratis bagi pengguna
          di area tertentu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
      &lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;
        &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Laptop Spa: Perawatan pembersihan profesional berkala agar performa
          tetap prima.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
      &lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;
        &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;FastLane Priority Handling: Prioritas antrean diagnosa dan perbaikan
          untuk efisiensi waktu maksimal.&lt;/span&gt;
      &lt;/li&gt;
    &lt;/ol&gt;
    &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
        &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Investasi Cerdas di Bulan Maret: Memilih ASUS adalah Keputusan
            Tepat
          &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
      &lt;/h2&gt;
      &lt;br /&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
      &lt;img alt="Infografis ASUS Premium Services untuk laptop seri Zenbook, ProArt, dan ROG, mencakup Laptop Spa, gratis pengiriman bolak-balik, dan jalur perbaikan Fastlane." border="0" height="362" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdVx0Ca5DN1WcjPQgWb-ZgUqj-puiA2C-_wTyOlQAbvkrW8blPcU77RHb7VGNpP_mlgOVcScNHLP53-OT3ONOKxeQCNqWSoDDB_vzq0mydgnBAistHz39Scl9cBXOsSPqdux97os7QUgymxgt6b8H-NLCOWGSONX4Uj1_wBGo0y4IwYyvt9kHq9GqJtg8z/w640-h362/layanan-asus-premium-services-zenbook-proart-rog.jpeg" title="ASUS Premium Services: Layanan Eksklusif untuk Pengguna Zenbook, ProArt, dan ROG" width="640" /&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;br /&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;“Melalui gathering hari ini, kami ingin menunjukkan secara transparan
        bahwa ASUS tidak hanya menjual spesifikasi, melainkan reliabilitas.
        Dengan standar kualitas nomor satu dan perlindungan purna jual paling
        komprehensif, kami ingin memastikan konsumen mendapatkan nilai investasi
        yang pasti. Mengingat adanya dinamika rantai pasok global yang akan
        memicu penyesuaian harga di bulan April mendatang, periode Maret ini
        adalah saat paling tepat bagi konsumen Indonesia untuk 'move-on' ke
        teknologi ASUS yang lebih terjamin,” ujar
        &lt;b&gt;Lenny Lin, Country Manager ASUS Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Buat yang lagi incar laptop baru, mending beli sekarang! Situasi ekonomi lagi nggak menentu, dan harga RAM pun sudah naik. Kabarnya April 2026 harga laptop ASUS bakal menyesuaikan harga, lho. Jadi, Maret ini adalah waktu terbaik buat &lt;i data-index-in-node="234" data-path-to-node="6"&gt;check out&lt;/i&gt; di ASUS Online Store (&lt;a href="https://asus.com/id/store" target="_blank"&gt;https://asus.com/id/store&lt;/a&gt;). Jangan sampai kelewat ya!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Punya laptop itu bukan cuma soal spesifikasi, tapi investasi jangka panjang. Bayangkan! Kerja bakalan tenang, kalau kita tahu laptopnya tangguh. Mau kena tumpahan air atau benturan tak terduga, tetap aman. Apalagi kalau didukung service purna jual yang premium. Rasanya bukan cuma bikin makin produktif, tapi juga kasih peace of mind alias ketenangan hati yang luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau teman-teman sendiri, sudah punya incaran laptop ASUS yang mana, nih? Oh iya, kalau mau lihat langsung gimana serunya tes ketangguhan laptop ASUS, yuk ke IG Chi di &lt;b data-index-in-node="203" data-path-to-node="3"&gt;@ke2nai&lt;/b&gt; ya. Ada konten seru-seruannya di sana!"&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhU6xQLpYuI8GDpDrIBJd-Imi7CfngrFW3FXpjGYbU5dBV1XWzllC8PYFBJssxsUcgtPtL_apEbZ99vcCju7dTkkD_O1jG8na2yvJsNKj-iNTx3dMD1iC4sx0mf4UeNql1wKDKzakPZY3w03JyycJ77Od_UBwq6K7o0dSWMGF28KeF3gWbbYHGItuCab_Qp/s72-w640-h360-c/uji-coba-ketangguhan-laptop-asus-service-premium.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">34</thr:total></item><item><title>Gen Alpha: Kenapa Generasi 'A' Ini Sering Dianggap Asal Bunyi alias Asbun? </title><link>https://www.kekenaima.com/2026/02/kenapa-gen-alpha-asbun.html</link><category>Parenting</category><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Tue, 24 Feb 2026 22:01:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-7866791268419791233</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="Ilustrasi karakter perempuan berhijab sedang berpikir dengan teks Kenapa Generasi Alpha Sering Dianggap Asal Bunyi atau Asbun." border="0" height="360" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGnSFxwAHCP4TXTA_3rOAR4I0bW4Bi8apG4CwCh9jXtI1GoU_pWl8Upyjq4692zwJfM_Q_onYkbBkb9IaKSs0toTvNof5MKYEpTBQi_Uch5w-48hVXSL_stt9co0cMuQ4xbGzxp4J4ANpNfu0KsLtqjTNLpsErD3PlnVc7__tpkKcGOkt6IBjkks3o5aYt/w640-h360/gen-alpha-asal-bunyi-asbun.jpg" title="Fenomena Asal Bunyi (Asbun) di Kalangan Generasi Alpha" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Pernahkah teman-teman terbahak-bahak saat mendengar adik atau anak yang &lt;b data-index-in-node="70" data-path-to-node="2"&gt;Gen Alpha&lt;/b&gt; berbicara asal bunyi alias &lt;b data-index-in-node="147" data-path-to-node="2"&gt;asbun&lt;/b&gt;? Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan ciri khas komunikasi &lt;b data-index-in-node="225" data-path-to-node="2"&gt;Generasi A&lt;/b&gt; yang tumbuh besar di ekosistem digital yang serba cepat. Namun, benarkah mereka hanya asal bicara? Perlu gak ya dikontrol? Semenarik apa sih ngobrol sama gen alpha ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;Lagi asik
    &lt;i data-index-in-node="11" data-path-to-node="4,0"&gt;scrolling&lt;/i&gt; TikTok,
    tiba-tiba lewat video bocil dengan celotehannya yang random. Terkadang Chi
    ikutan ngakak, tapi beberapa kali juga berkerut kening sambil berkata dalam
    hati "kok gini?" Komen-komennya pun biasanya seperti berikut ...&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;"Gen Alpha, A-nya apa? Asbun!"&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;"Gen Alpha terbuat dari apa, sih? Asbun banget!"&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Bahkan sampai ada beberapa konten yang bikin Gen Alpha core untuk berbagai
    kelakuan mereka yang random. Benarkah generasi ini se-asbun seperti yang
    dilontarkan banyak netizen?&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Asbun: Celoteh Lucu dan Polos Anak di Semua Generasi
            &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/h2&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Menurut Chi, setiap anak di setiap generasi pada dasarnya asbun. Beberapa
    celoteh asbun Gen Alpha pernah juga diucapkan oleh Keke dan Nai. Bahkan di
    blog ini ada file
    &lt;a href="https://www.kekenaima.com/search/label/celoteh%20anak?&amp;amp;max-results=7" target="_blank"&gt;Celoteh Anak&lt;/a&gt;
    yang memang khusus menceritakan kepolosan Keke dan Nai ketika masih
    kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi, kayaknya Gen Alpha memang paling asbun dibandingkan
    generasi lainnya, deh!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opini tersebut ada benarnya, tapi tentu
    ada penjelasannya. Yang pasti bukan berdasarkan becandaan beberapa netizen
    yang katanya Gen Alpha terbuat dari tanah sengketa makanya asbun
    banget!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Kedekatan Anak Gen Alpha dengan Orang Tua&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Chi perhatiin orang tua zaman sekarang lebih dekat dengan anak-anaknya. Chi
    memang gak bisa memastikan seberapa banyak karena tidak menggunakan data.
    Hanya melihat dari orang-orang sekitar yang dikenal serta berbagai konten
    medsos. Kedekatannya tidak hanya antara ibu dan anak. Tapi, ayah juga ikut
    terlibat dalam pengasuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu ini bagus. Bisa jadi, ini juga
    yang bikin anak Generasi Alpha semakin berani bicara karena ada kedekatan
    dengan orang tua. Tidak merasa takut dimarahi, dihakimi, atau dihukum.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container" style="background-color: #ead1dc; font-family: arial;"&gt;Generasi Alpha dan Budaya Digital&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;Kalau Gen Z aja udah akrab dengan dunia digital. Tentu Generasi Alpha
        bisa lebih akrab lagi. Dari lahir sudah bersentuhan dengan dunia
        digital.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;Makanya jangan heran kalau Generasi Alpha sejak balita terlihat seperti
        luwes banget dengan smartphone. Terkadang, orang tua merasa gak pernah
        ngajarin. ternyata anaknya bisa lebih tau. Pengaruh dunia digital ini
        juga bisa membuat Generasi Alpha terlihat semakin asbun, lho. Belum lagi
        bahasa mereka seperti rizz, skibidi, mewing, dll. Duh! Chi dengernya aja
        udah pusyiiiing hehehe.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Silakan baca:
          &lt;a href="https://www.kekenaima.com/2025/09/cara-orang-tua-memahami-dan-menghormati-budaya-digital-gen-z.html" target="_blank"&gt;Cara Orang Tua Memahami dan Menghormati Budaya Digital Gen Z&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-size: x-large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container" style="font-family: arial;"&gt;Keasbunan Gen Alpha Tetap Harus dalam Kontrol Orang Tua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Suatu hari, Chi tidak sengaja menyimak obrolan 2 anak kecil. Dari
          cara bicara dan postur tubuh, tebakan Chi usia mereka 4-6 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;"Cieeee pacaran, cieeee!" (Mereka sedang meledek seseorang yang lebih
        besar. Mungkin kenalan mereka).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;Anak 1: "Nanti punya anak dulu, baru nikah."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;Anak 2: "^&amp;amp;%&amp;amp;^$&amp;amp;)($@# ..." (gak kedengeran jelas ngomong
        apa)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;Anak 1: "IIIIHHH! YANG BENER PUNYA ANAK DULU BARU NIKAAAAH!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;Hah??? Chi langsung melongo dan merasa gimana gitu, ya ... Udah pasti
        lah mereka asbun. Tapi, ini asbun yang mengkhawatirkan. Sama sekali gak
        lucu!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;Ya, menurut Chi, gak semua keasbunan anak kecil itu terdengar lucu dan
        menggemaskan. Sebagai orang dewasa, justru harus waspada. Rasanya aneh
        banget kalau anak seusia itu bisa bilang "punya anak dulu baru
        nikah."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;"Namanya juga anak-anak. Mereka mana ngerti maksudnya. Paling asal
        nyeplos."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;Heiiii! Alasan
        &lt;a href="https://www.kekenaima.com/2014/04/namanya-juga-anak-anak.html" target="_blank"&gt;namanya juga anak-anak&lt;/a&gt;
        gak bisa selalu dijadikan pembenaran. Jangan lupakan kalau daya spons
        anak kecil itu masih kualitas terbaik. Chi yakin banget kalau itu anak
        pernah melihat kalimat tersebut dari medsos atau orang sekitarnya. Gak
        mungkin ujug-ujug anak kecil bisa nyeplos "punya anak dulu baru nikah"
        tanpa ada sumbernya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;Keasbunan anak tetap harus dikontrol oleh orang tua. Kasih tau mana
        yang boleh dan tidak. Kalau kalau dibiasain tanpa rem, nanti repot
        ketika mereka sudah besar. Terbiasa ngomong tanpa paham rambu-rambu
        etika. Ketika ditegur/dimarahi orang, anak gak tau salahnya di mana
        karena memang gak pernah diajari batasan. Padahal yang tadinya terasa
        lucu saat masih kecil, bisa jadi sangat menyebalkan keasbunannya ketika
        sudah besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container" style="background-color: #ead1dc; font-family: arial;"&gt;Takut Hubungan Anak dan Orang Tua menjadi Renggang Bila
            Ditegur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;Ya, Chi pernah beberapa kali mendengar alasan seperti itu. Mungkin
        karena orang tuanya dulu langsung 'dikerasin' oleh orang tua ketika
        asbun. Ada yang bilang bisa dikepret mulutnya. Makanya jadi takut untuk
        bicara.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;Ketika menjadi orang tua, jadi gak mau keras sama anak, tapi malah jadi
        permisif. Sangat sayang ke anak, tapi minim batasan. Sikap permisif ini
        berbeda ya dengan gentle parenting.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;Anak tetap harus dikasih tau. Bisa kasih tau dengan lemah lembut, ajak
        anak diskusi, dan lain-lain. Sehingga anak tetap nyaman berbicara
        meskipun pernah ditegur. Positifnya kalau diajak diskusi baik-baik malah
        bisa mengasah daya pikir kritis anak, lho.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Bagi Chi, usia anak justru harus banyak diajarin. Dikasih tau mana
          yang benar dan salah. Kalau udah besar, nanti malah repot kalau anak
          terbiasa dibenarkan semua perilakunya. Tetapi, tentu kembali lagi
          tentang bagaimana cara orang tua mengajarkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container" style="background-color: #ead1dc; font-family: arial;"&gt;Anak di Rumah Aja, Tapi Informasi dari Mana-Mana Leluasa
            Masuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;Generasi sekarang kelihatan semakin banyak yang jadi anak rumahan.
        Kalau pun keluar rumah, tetap asik dengan dunianya melalui medsos. Kalau
        zaman Chi kecil dulu, mungkin bisa aman aja ya banyak di rumah. Tapi,
        sekarang belum tentu. Informasi bisa leluasa masuk melalui layar
        hape.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;Makanya kalau balik lagi ke cerita 2 anak kecil tadi, bisa jadi
        kepengaruhan dari berbagai konten medsos. Tanpa kontrol dari orang tua,
        anak balita bisa bebas menonton konten apapun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;Mungkin saat ini mereka hanya membeo "punya anak aja dulu". Tanpa paham
        artinya. Tapi, kalau hal seperti tidak segera ditegur, lama-lama jadi
        mindset. Menganggap hal seperti itu adalah sesuatu yang wajar dan keren.
        Naudzubillah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span _ngcontent-ng-c4173260120="" class="user-query-container" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c1262136975="" class="horizontal-container"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ya, dunia digital membuka informasi sebesar-besar ke kita semua, termasuk ke anak. Ngeri kalau anak bisa bebas menyimak tanpa kontrol orang tua atau orang dewasa lainnya. Mirisnya lagi, malah orang tua atau lainnya menganggap semua keasbunan Gen Alpha itu lucu. Padahal gak semuanya, lho. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt; Gak Ada yang Salah dengan Asbun, Asalkan Tetap Tau Etika&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Seperti yang Chi katakan di awal, semua anak dari generasi mana pun memang asbun. Namanya anak kecil kan memang masih polos. Tapi, tetap lah harus dalam kontrol orang tua. Tetap ajarkan etika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampaknya nanti ketika mereka mulai gede. Ketika kesih sih kelihatannya lucu aja semua celotehannya. Tapi, kalau gak pernah diingatkan, ketika besar malah jadinya nyebelin. Dianggap kurang ajar atau apalah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt; Jadi, jangan larang anak kecil untuk asbun. Itu salah satu karakter alamiah anak. Anak juga mengasah daya pikir dan imajinasi melalui asbunnya. Daya berpikir kritisnya yang harus terus diasah. Tapi, juga jangan sampai loss. Keasbunan tetap harus dikontrol. Jangan sampai kebablasan sampai tidak paham tentang etika.&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGnSFxwAHCP4TXTA_3rOAR4I0bW4Bi8apG4CwCh9jXtI1GoU_pWl8Upyjq4692zwJfM_Q_onYkbBkb9IaKSs0toTvNof5MKYEpTBQi_Uch5w-48hVXSL_stt9co0cMuQ4xbGzxp4J4ANpNfu0KsLtqjTNLpsErD3PlnVc7__tpkKcGOkt6IBjkks3o5aYt/s72-w640-h360-c/gen-alpha-asal-bunyi-asbun.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">79</thr:total></item><item><title>Panduan Food Prep Ramadan: Masak Jadi Praktis, Belanja Tetap Irit! </title><link>https://www.kekenaima.com/2026/02/food-prep-ramadan-praktis-irit.html</link><category>Tips Masak</category><category>Tips Resep</category><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Mon, 9 Feb 2026 12:46:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-7821538660577724956</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;
  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
    &lt;img alt="Panduan Food Prep Ramadan Praktis dan Irit" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj99rmtEElqdIBj_Z2Rhz8moflatoRrPeMdU95bSctgx4RBsNakcRJyIylGMtITwaRspraGlVBw4BLWpHlsND1JAru5dmRGg3VuYWFD2TNRAOicr3CiYdmAsJwR-9dJP91XNh134QjxoFki1seAp3CPO0eM0en2ylKlBglk6erbiauFYuuGrigTbYWiC1bm/w640-h360/panduan-food-prep-ramadan-praktis-irit.jpg" title="Ilustrasi kartun seorang wanita berhijab sedang memasak di dapur dengan teks Panduan Food Prep Ramadan Masak Jadi Praktis Belanja Tetap Irit" width="640" /&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Menjelang dan saat Ramadan, dua drama tahunan selalu muncul: harga pangan melonjak drastis dan rasa lelah luar biasa saat masak sahur. Dompet menipis padahal biaya mudik sudah menanti, belum lagi waktu ibadah yang habis di dapur. Memang, memasak adalah ibadah, tapi tentu kita ingin lebih banyak waktu untuk tadarus atau tarawih. Solusinya? Menerapkan &lt;b&gt;food prep Ramadan&lt;/b&gt; agar &lt;b&gt;masak jadi praktis&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;belanja tetap irit&lt;/b&gt; tanpa menguras kantong.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;Tentu panduan ini berdasarkan pengalaman pribadi yang selalu Chi praktekkan. Gak hanya saat Ramadan aja, lho. Chi rutin melakukannya setiap saat.&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;1. Buat Daftar Bahan Baku yang Awet dalam Waktu Lama
        &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/h2&gt;
  &lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
    &lt;img alt="Persiapan Bumbu Dapur Utama untuk Food Prep" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIKX7vjtpZW6zZcQa_x-p4NH3lBA6OaYQ03mo0LcNEIWNb0a6VHy2TB5wtlXplhvglK_Wm23IYBDmbXIiSSr7LOrdqU4YK-etCwSAExpnB25cN29j2QBn0tfevw1_E-aUajDUF1mgnBLJZhePhUDJXcdM2crog64iVFA_b6__r3deV6OoN-EFhQNkEdRQP/w640-h480/stok-bumbu-dapur-food-prep-ramadan.jpg" title="Stok bumbu dapur mentah yang terdiri dari cabai merah keriting, bawang merah, dan bawang putih di dalam tampah bambu untuk persiapan bumbu dasar masakan" width="640" /&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;span style="font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large; font-weight: normal;"&gt;Chi pernah membuat tulisan tentang cara mengeringkan cabai rawit&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    dan cabai merah keriting dengan cara alami. Beli minimal 1 kilo saat harga
    lagi murah kemudian dikeringkan. Kalau sampe kering banget, cabenya bakal
    tahan berbulan-bulan.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Alternatif lainnya bisa disimpan di freezer. Bisa awet juga
    berbulan-bulan. Sayangnya kapasitas freezer di rumah kan terbatas. Biasanya Chi
    lakukan ini kalau lagi musim hujan. Proses pengeringannya susah dan lama banget kalau lagi sering hujan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Silakan baca: &lt;a href="https://www.kekenaima.com/2024/07/tips-membuat-cabai-kering-dengan-cara-alami.html" target="_blank"&gt;Tips Membuat Cabe Kering dengan Cara Alami&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;a href="https://www.kekenaima.com/2024/07/tips-membuat-cabai-kering-dengan-cara-alami.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Gak hanya cabe, bawang merah dan bawang putih juga termasuk awet. Asalkan
    disimpan di tempat terbuka. Biasanya Chi taro di tampah besar kemudian
    diletakkan di ruangan terbuka yang kering. Ya, pastikan ruangannya kering,
    karena kalau lembap bisa cepat busuk.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Santan kental dan pete juga awet banget disimpan di freezer, lho. Menjelang
    hari raya, 2 bahan ini termasuk yang melesat kan harganya. Coba stok di
    freezer, deh. Untuk pete dikupas dulu kulit luarnya, tapi biarkan sama kulit
    arinya. Kemudian masukkan ke plastik, baru disimpan di kulkas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;2. Buat Menu Mingguan atau Beberapa Hari ke Depan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Chi sebetulnya jarang banget sengajain buat daftar menu. Paling
    dibayang-bayang aja selama beberapa hari ke depan akan masak apa aja.
    Setelah itu buat daftar apa aja yang harus dibeli.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Teman-teman mungkin pernah lihat berbagai konten food prep, khususnya
    menyiapkan masakan sat set. Udah diwadah-wafahin jadi tinggal masak aja.
    Persiapannya memang terkadang agak lama. Tapi, selama beberapa hari ke depan
    bakal menghemat waktu banget.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Kalau Chi suka agak malas sih food prep hehehe. Tapi, biasanya ngebayangin
    bakal masak apa untuk besok. Misalnya, nih, mau masak chicken teriyaki, udah
    kebayang jam berapa harus mengeluarkan ayam dari freezer, marinasi,
    dll.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;3. Buat Stok Makanan yang Tahan Lama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="Lauk Ikan Goreng Matang untuk Sahur dan Buka" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTF9vAVyNCsrjiq0c-ENWOUVArMOTJdSGOK8Oq4KEgACTf-1sTOaoVvvEIohAhqb-lNRqnEjZrAnHQECfBf91_UyVrkdU92P1LG48GUgDXodA_LlJF48iElF7dN5vKmMlRSUpbjj1xuwwSd-Y_G9oaR7pwtVeU5jM2SNSV0ZF2kj6SbJt9TqJcmWcWEvuu/w640-h480/persiapan-lauk-ikan-goreng-sahur-buka.jpg" title="Tumpukan ikan goreng bumbu kuning yang sudah matang sebagai stok lauk pauk praktis untuk menu sahur dan buka puasa selama Ramadan" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;"Bunda mau persiapan masak apa buat puasa?"&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;"Biasanya kan bikin rendang. Apa cobain bikin yang lain, ya?"&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Chi kalau masak rendang minimal 2 kg. Bukan karena makannya pada banyak.
    Tapi, lama banget masaknya. Paling gak membutuhkan waktu 8 jam dan gak bisa
    ditinggal sama sekali. Cuma dapat capeknya kalau masak
    sedikit. Boros gas juga.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Tapi, gak usah khawatir, rendang tuh masakan yang awet banget. Apalagi
    kalau disimpan di kulkas. Rendang juga jadi penyelamat kalau kesiangan dan
    gak sempat masak buat sahur. Tinggal ambil beberapa potong, kemudian angetin
    di microwave.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Paling sering memang nyetok rendang. Tapi, menu lain seperti ayam ungkep,
    ikan goreng kering, dan lainnya juga bisa tahan lama. Teman-teman juga bisa
    menambahkan telur, sarden kaleng, abon, dan lainnya. Pastikan aja ada nasi
    (masak dari malam). Jaga-jaga kalau telat sahur, makanan ini nyiapinnya sat
    set banget. Tinggal angetin atau goreng/tumis sebentar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ikan goreng bisa tahan lama?&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Yup! Chi rutin dapat kiriman ikan dari kampung kalau lagi panen ikan. Tentu
    bau dong kalau dikirim dalam keadaan mentah. Makanya selalu digoreng sampe
    bener-bener kering. Nanti tinggal dihangatkan di microwave atau dibikin
    pesmol. Mantaaap!&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Kentang mustofa juga termasuk makanan yang awet lama. Bahkan gak perlu
    disimpan di kulkas. Asal pastikan disimpat di tempat yang tertutup rapat.
    Bakal renyah dalam waktu lama.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;4. Buat Stok Bumbu Dasar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Paling gak ada 3 bumbu dasar yaitu bumbu merah, putih, dan kuning.
    Teman-teman gak harus bikin semua. Bikin aja yang kira-kira paling sering
    dipakai bumbunya. Daya tahan bumbu dasar tergantung dari mengolah dan
    menyimpannya. Berikut tips membuat stok bumbu dasar agar tahan lama:&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;ol style="text-align: left;"&gt;
    &lt;li&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Minimalkan menambah air. Kalau teman-teman menghaluskan bumbu,
        sebaiknya jangan dikasih air. Lebih baik dikasih minyak goreng.&lt;/span&gt;
    &lt;/li&gt;
    &lt;li&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Masak bumbu hingga tanak. Jangan sekadar harum, ya. Tapi, benar-benar
        yang masak sampai pecah minyak.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
    &lt;/li&gt;
    &lt;li&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Beri garam sedikit saja. Nanti bisa ditambahkan saat dipakai untuk
        memasak.&lt;/span&gt;
    &lt;/li&gt;
    &lt;li&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Pastikan bumbu dasar sudah benar-benar dingin baru dimasukkan ke toples
        dan ditutup rapat.&lt;/span&gt;
    &lt;/li&gt;
    &lt;li&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Toples juga harus dipastikan benar-benar bersih, kalau perlu
        disterilkan dulu di air panas.&lt;/span&gt;
    &lt;/li&gt;
  &lt;/ol&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Selain stok bumbu dasar, Chi juga sering nyetok sambal. Makan rasanya
      kurang mantap kalau tanpa sambal ya hehehe. Tapi, suka malas bikin sambal
      dadakan. Makanya distok aja biar bisa makan sambal kapan pun.&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Bikin stok minyak aromatik juga, deh. Jangan cuma chili oil. Chi bikin
      miyak ebi dan minyak bawang putih. Duh! Minyak aromatik ini enak buat
      tumisan atau sekadar ditambahkan ke makanan.&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
      &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;5. Belanja Kebutuhan Pokok Beberapa Hari Sekali&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
    &lt;/h2&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Biasanya Chi belanja 3 hari sekali. Tapi, sekarang Chi lagi mencoba cara
      lain supaya bahan lebih awet. Kayaknya hampir seminggu belum ke pasar dan
      sayur masih pada segar di kulkas. Alhamdulillah. Baru percobaan pertama.
      Nanti deh kalau udah coba beberapa kali baru bikin artikelnya.&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Tapi, yang pasti menghemat waktu sih kalau jarang ke pasar. Stok di rumah
      tetap aman karena sekali belanja kan untuk beberapa hari.&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ketika melakukan ini, niatkan untuk penghematan uang belanja dan waktu,
      ya. Jadi jangan nyetok berlebihan padahal sebetulnya gak butuh sebanyak
      itu. Ya karena saat Ramadan, seringkali kita menyiapkan menu berbuka
      berlebihan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Chi udah bertahun-tahun gak membiasakan lapar mata untuk berbuka puasa.
      Mau itu masak atau jajan, diusahakan secukupnya aja. Karena seringkali
      mubazir kalau lapar mata. InsyaAllah kalau penghematan uang belanja jadi
      bisa dipakai untuk yang lain misalnya sedekah, mudik, dll. Waktu yang bisa
      disingkat di dapur pun, sisanya bisa untuk lebih banyak ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Menerapkan &lt;b data-index-in-node="12" data-path-to-node="3,0"&gt;food prep Ramadan&lt;/b&gt; bukan sekadar soal menghemat uang atau tenaga, tapi tentang bagaimana mengatur waktu agar Ramadan kali ini lebih bermakna. Dengan &lt;b data-index-in-node="165" data-path-to-node="3,0"&gt;masak yang lebih praktis&lt;/b&gt; dan pengeluaran yang terkendali, Chi jadi punya lebih banyak waktu untuk fokus beribadah hingga berkumpul bersama keluarga tanpa drama dapur. Yuk, mulai cicil stok bumbu dan lauk dari sekarang agar puasa lebih tenang dan kantong tetap aman. Kalau teman-teman, apa menu andalan yang wajib ada di stok &lt;i data-index-in-node="476" data-path-to-node="3,0"&gt;food prep&lt;/i&gt; tahun ini?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Semoga ibadah Ramadan tahun ini dilancarkan untuk semua. Selalu diberi
      kesehatan. Aamiin Allahumma aamiin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj99rmtEElqdIBj_Z2Rhz8moflatoRrPeMdU95bSctgx4RBsNakcRJyIylGMtITwaRspraGlVBw4BLWpHlsND1JAru5dmRGg3VuYWFD2TNRAOicr3CiYdmAsJwR-9dJP91XNh134QjxoFki1seAp3CPO0eM0en2ylKlBglk6erbiauFYuuGrigTbYWiC1bm/s72-w640-h360-c/panduan-food-prep-ramadan-praktis-irit.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">30</thr:total></item><item><title>Secangkir Kopi dalam Rumah Tangga</title><link>https://www.kekenaima.com/2026/01/secangkir-kopi-dalam-rumah-tangga.html</link><category>Pernikahan</category><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Sat, 24 Jan 2026 23:31:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-5116700808426666422</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="Ketika suami membuatkan kopi untuk istri setiap hari" border="0" height="360" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCwTGrq39-kXzNSGOflHseks_oT6qMp0OZoVp4X8dg7e-24yBn_RluMznLUhnRinMoY5skikkfWhQJ_fUmRH4uKBR_fJFLIdFoy_Vxl180wIWedsosbZZ9SZOMT6TLASBzyoz1v3R7SaP05AUXyLXMUdfHWZYWXwVeBi_KRzCmfYWyuZVQ_GixJpqj25mh/w640-h360/secangkir-kopi-dalam-rumah-tangga.jpg" title="Secangkir Kopi dalam Rumah Tangga" width="640" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;"Enaknya kalau udah menikah, ada yang bikinin kopi setiap hari." &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt; Mungkin teman-teman pernah mendengar kalimat seperti itu? Kalimat yang awalnya terkesan biasa aja bagi Chi. Tapi, rupanya akhir-akhir ini menimbulkan emosi bagi beberapa netizen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Ih! Patriarki!" &lt;br /&gt; "Gak punya kaki, ya? Sampe bikin kopi aja harus punya istri dulu!"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Wow! Awalnya Chi hanya menganggap kalimat tersebut sebagai angin lalu, jadi
    kaget juga. Langsung mikir, lebih setuju yang mana?&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Setuju bikinin suami kopi setiap hari? Hmmm ... kopi buatan Chi gak pernah
    enak hahaha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Berarti setuju dengan netizen yang protes? Enggak juga, sih. Menurut Chi,
gak perlu marah sampai segitunya hanya karena gak sepakat istri bikinin kopi buat suami setiap hari. Apalagi sampai
    langsung mengkaitkan ke isu patriarki.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Suami yang Bikinin Istri Kopi Setiap Hari&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;"Mau kopi gak, Bun?"&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;"Samain aja ma ayah. Ayah ngopi, bunda ikut ngopi."&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;"Pake kopi ini ya. Ditubruk."&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;"Oke."&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Seperti yang Chi bilang sebelumnya. Kopi bikinan Chi gak pernah enak hehehe. Makanya, jarang banget bikinin kopi buat K'Aie. Yang ada malah K'Aie bikinin
kopi untuk istrinya ini setiap hari hehehe.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Apa susahnya bikin kopi? Tinggal tuang bubuk kopi trus kasih air panas,
    kan?&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Nope! K'Aie dari dulu selalu punya takaran sendiri untuk kopinya.
    Sedangkan Chi, dah males aja gitu mengingat takarannya hahaha!
    Alhamdulillah, K'Aie selalu menyikapi dengan santai. Lebih memilih bikin
    kopi sendiri daripada dibikin, tapi rasanya gak enak wkwkwk!&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Dulu, Chi memang gak paham kenapa takaran kopi bisa mempengaruhi rasa.
    Hanya menyukai aromanya yang menguar. Setelah mulai menyukai kopi hitam
    tanpa gula, baru deh mulai paham.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Baidewei,&lt;/i&gt; butuh sekian tahun lho buat K'Aie bisa membujuk Chi untuk
    mau minum kopi tanpa gula. Selama ini, Chi minum yang sachetan sedangkan
    K'Aie memilih kopi bubuk.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Bestie sama Suami untuk Perkopian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ya, sejak mulai suka kopi hitam tanpa gula, Chi jadi paham kenapa K'Aie
    selalu detil urusan bikin kopi. Kopi bisa punya banyak rasa. Gak sekadar pahit. Perbedaan
    jenis kopi, tingkat roasting, takaran, hingga cara menyeduh akan
    menghasilkan rasa yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, nih, untuk
    menikmati kopi hitam, kami lebih menyukai kopi jenis arabika karena gak
    sepahit robusta dan masih ada rasa asamnya. Itu pun masih ada sedikit
    perbedaan. Chi menyukai Arabika Gayo karena rasanya termasuk paling enak
    buat americano dingin. Sedangkan K'Aie lebih suka Arabika GunungHalu untuk
    secangkir kopi hitam panas.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Sejak menyukai kopi hitam, Chi jadi merasa makin bestie. Semakin sering
    ngobrolin kopi. Bahkan kami suka sengaja berkeliling untuk membeli kopi
    bubuk. Ya, meskipun kami punya favorit beans, tapi selalu tertarik untuk
    mencoba biji kopi jenis lainnya. Bahkan alat membuat kopi di rumah rasanya
    makin lengkap. Awalnya bikin kopi tubruk melulu, sekarang gonta-ganti sesuai
    mood. Terkadang pakai mesin kopi, ditubruk, v60, atau lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Dulu, ngopi sekadar rutinitas harian. K'Aie sehari
    bisa 2-3x ngopi. Yang pasti paginya ngopi di rumah, Kopi kedua dan ketiga
    bisa di rumah atau ngantor. Sedangkan Chi paling sekali aja ngopinya. Sore
    hari dengan kopi sachet hehehe.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ya udah rutinitas gitu aja. Gak ada diskusi atau sengaja jalan beli kopi
    bubuk. Selalu beli di tempat yang sama. Tapi, sejak Chi mulai terpengaruh
    kebiasaan K'Aie malah urusan perkopian jadi makin asik. Jadi makin bestie
    kami berdua hahaha!&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Membuat Kopi untuk Suami Bukan Berarti Patriarki&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Itulah kenapa Chi gak sepakat bila ada istri membuatkan suami kopi berarti
    suaminya patriarki. Begitu pun sebaliknya, bila istri menolak berarti
    feminisme banget. Sama halnya kayak dulu pernah ada seorang istri yang rutin
    bikin konten bekal untuk suami ke kantor. Langsung dituduh suaminya
    patriarki dan menimbulkan pro kontra yang ramai di X.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh! Gak
    sesederhana itu memaknai patriarki!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Chi dan K'Aie
    sebaliknya. Malah Chi yang dibikinin kopi terus. Apa itu artinya K'Aie
    termasuk anggota ISTI (Ikatan Suami Takut Istri)? Ya enggak lah!&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Menurut kami, berumah tangga itu selalu tentang komunikasi. Selama
    komunikasinya sehat ke pasangan, semua bisa dibicarakan atau
    didiskusikan.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Jadi, ketika ada suami yang selalu dibuatkan kopi atau malah sebaiknya,
    kemungkinan besar sudah ada obrolan. Selama keduanya melakukan sukarela dan
    bahagia, gak perlu dimasalahkan harusnya. Tapi, memang ya, suka ada aja
    orang luar yang menilai berdasarkan standar mereka. Padahal setiap rumah
    tangga punya standar masing-masing.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Kalau ada keramaian seperti itu di medsos, Chi suka ketawa bareng K'Aie.
    Ada-ada aja ya netizen. Urusan dapur orang pun diatur! Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi,
    ada kalanya membahas ini secara serius ke anak-anak. Usia keke dan Nai kan
    udah bukan belasan. Meskipun mereka belum pernah bicara tentang keinginan
    menikah, tapi Chi mulai mengajak mereka ngobrol tentang dunia pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm
    ... bagian ini enaknya dibuat di artikel terpisah kali ya. Karena Chi kalau
    ngebahas kan suka panjang hahaha!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCwTGrq39-kXzNSGOflHseks_oT6qMp0OZoVp4X8dg7e-24yBn_RluMznLUhnRinMoY5skikkfWhQJ_fUmRH4uKBR_fJFLIdFoy_Vxl180wIWedsosbZZ9SZOMT6TLASBzyoz1v3R7SaP05AUXyLXMUdfHWZYWXwVeBi_KRzCmfYWyuZVQ_GixJpqj25mh/s72-w640-h360-c/secangkir-kopi-dalam-rumah-tangga.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">45</thr:total></item><item><title>Pengalaman Ayah Mengambil Rapor di Sekolah</title><link>https://www.kekenaima.com/2026/01/pengalaman-ayah-mengambil-rapor-sekolah.html</link><category>Parenting</category><category>Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Sun, 4 Jan 2026 18:39:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-4358309044828966001</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="pengalaman ayah mengambil rapor" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIcgcOd90x3va5QnSjKdfCGDZBHdnzcIsmdnbs3SqS578_s3HMPopvJaSEcXL29dbOC7EITQEhCjflubj0ozr0oEoOHFlg0y-4Tqqm_Mn9GFNoUEPeKuGVFaqmSosi0JSrrcYyFmpWQo80b5mi8Xc5lL25iz7VxiUDVLULDsgof4gtB5zwFrjm6Aifr38h/w640-h360/pengalaman-ayah-mengambil-rapor.jpg" title="pengalaman ayah mengambil rapor" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Udah masuk liburan sekolah, ya. Gimana rasanya? Berencana jalan-jalan atau
    kegiatan di rumah aja?
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Beberapa waktu lalu, di timeline medsos ramai konten tentang GEMAR atau
    Gerakan Ayah Mengambil Rapor ke Sekolah. Ada beragam konten dan opini dari
    yang lucu hingga perdebatan. Chi dan K'Aie tentu udah lewat masa-masa
    mengambil rapor karena anak-anak udah pada lulus sekolah. Tapi, dari dulu,
    kecuali SD, seringkali K'Aie yang ambil rapor.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;
        Imbauan Mengambil Rapor di Sekolah untuk Para Ayah
      &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;"Kenapa HARUS ayah yang ambil rapor? KASIHAN anak-anak yang gak punya
    ayah!"
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Chi sengaja capslock kata harus dan kasihan. 2 kata tersebut memang langsung
    menjadi perhatian.&amp;nbsp;
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Pertama, bahas yang tentang kasihan dulu. Maaf, bukan bermaksud nir-empati,
    tapi bukankah gak semua anak memiliki orang tua yang lengkap?
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Katakanlah gak ada kebijakan GEMAR. Umumnya, rapor diambil oleh ibu. Lalu,
    bagaimana perasaan anak yang udah gak punya ibu? Harusnya kasihan juga.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Semua akan jadi kasihan jatuhnya. Apa gak usah ada yang namaya ambil rapor
    aja? Atau rapor biar dibagikan langsung ke anak? Menurut Chi, bukan itu
    solusinya. Kasihan tentu sesuatu yang baik. Tandanya kita punya empati.
    Tapi, sebaiknya jangan mudah menjadi suatu kemarahan. Kalau pun anaknya
    sedih, bisa pelan-pelan menjelaskan ke anak supaya dia bisa mengelola rasa
    marahnya dengan baik.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Berikutnya, membahas tentang kata 'harus'. Karena anak-anak udah pada
    selesai sekolah, Chi coba googling tentang kebijakan GEMAR ini termasuk
    menyimak berbagai opini lain.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
      Seluruh ayah yang memiliki anak usia sekolah
      &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc;"&gt;diimbau&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; mengambil
      rapor anak ke sekolah pada waktu penerimaan rapor akhir semester.
    &lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Program GEMAR ini berdasarkan Surat Edaran Menteri Kependudukan dan
    Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 14 Tahun 2025. Ada beberapa poin
    yang tertuang di dalamnya. Tapi, poin nomr satu sudah menjawab pertanyaan
    Chi.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Diimbau BUKAN diharuskan. Menurut KBBI, imbau itu artinya meminta
    (menyerukan) dengan sungguh-sungguh; mengajak. Tidak ada unsur kewajiban dan
    juga sanksi bila tidak mengikuti imbauan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Mencoba mencari lebih lanjut. Chi tidak menemukan info kalau imbauan
    tersebut sudah ada revisi. Pertanyaannya sekarang adalah kenapa juga harus
    sewot kalau memang sekadar imbauan? Apakah ada sekolah yang kemudian
    mewajibkan atau banyak orang tua yang salah mengartikan? Entahlah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Tapi, berdasarkan pengalaman pribadi, terkadang orang tua juga suka kurang
    menyimak informasi. Ketika anak-anak masih sekolah kan suka ada WAG kelas.
    Pasti suka ada aja deh orang tua yang menanyakan hal-hal yang sebetulnya
    udah sangat jelas. Tinggal dibaca gitu pengumumannya.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Ketika Keke SMA juga pernah menolak ikut acara perpisahan. Tapi, kemudian
    ada info dari beberapa orang tua kalau gak ikut nanti ijazah bisa dipersulit
    atau ditahan. Padahal setahu Chi, Disdik Jakarta sangat tegas terhadap
    aturan tentang pungutan. Bener-bener gak boleh. Sekolah pun berkali-kali
    mengingatkan aturan ini di setiap awal tahun ajaran.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Akhirnya, kami memilih konfirmasi ke pihak sekolah. Ternyata gak dipersulit
    sama sekali, tuh. Alhamdulillah. Chi inget banget kepala sekolahnya bilang
    terkadang ada beberapa orang tua yang salah mengartikan aturan. Tapi,
    bukannya mengkonfirmasi malah memilih kasak-kusuk dan langsung menyalahkan
    sekolah.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
      Meskipun pengalaman kami tersebut bukan tentang GEMAR. Tapi, apabila
      terjadi ketidaksinkronan memang sebaiknya konfirmasi dulu daripada
      langsung misuh-misuh di media sosial. Kalau pun sekolah tetap mewajibkan,
      tanya alasan dna minta solusinya. Karena menurut aturan resmi kan sifatnya
      hanya imbauan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Ayah Selalu Mengambil Rapor untuk Anak-Anak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Meskipun aturan GEMAR baru keluar saat ini, tapi bagi kami ayah mengambil
    rapor di sekolah bukan hal aneh. Keke dan Nai selau diambilkan rapor sama
    ayahnya.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Chi selalu mengambil rapor anak-anak ketika masih SD. Ketika Keke SMP, Chi
    sempat kesal dengan wali kelasnya. Sampai bilang ke K'Aie gak mau lagi ke
    sekolahan Keke. Ditambah lagi, waktu itu masih setengah hati memilih sekolah
    negeri. K'Aie yang pengen anak-anak bisa masuk &lt;a href="https://www.kekenaima.com/2016/10/pilih-sekolah-swasta-atau-negeri.html" target="_blank"&gt;sekolah negeri&lt;/a&gt; kalau udah jenjang SMP
    dan SMA. Sedangkan Chi pengennya tetap di swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadinya Chi
    minta K'Aie yang ambil rapor Keke. Meskipun kekesalan Chi lekas mereda, tapi
    sejak itu memang K'Aie terus yang ambil rapor anak-anak. Paling Chi ambil
    rapor kalau K'Aie lagi ada kesibukan yang gak bisa ditunda atau digantikan
    jam atau harinya.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    "Tapi, kalau ayah yang ambil rapor biasanya singkat banget. Gak pake
    nanya-nanya dulu ke wali kelas. Jadi, gak tau dong perkembangan anak."
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Dari dulu, mau Chi atau pun&amp;nbsp; K'Aie yang ambil rapor memang gak pernah
    lama. Beneran cuma ambil dan basa-basi sekejap hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu SD
    kan ada buku catatan harian siswa. Tiap hari guru kasih menulis laporan di
    buku tersebut. Tinggal dibaca aja laporannya, kalau masih kurang jelas
    biasanya Chi akan bertanya lewat WA atau minta waktu untuk ketemu dengan
    walas. Makanya udah nyaris gak ada lagi yang dibahas ketika ambil rapor.
    Ketika anak-anak SMP dan SMA juga gitu. Memang udah gak ada buku laporan
    harian. Tapi, biasanya kalau ada yang perlu dibicarakan, suka langsung WA
    saat itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak-anak diambil rapor ma ayahnya belum
    ada imbauan GEMAR. Tentu hampir semuanya ibu-ibu yang ambil rapor. Tapi,
    rasanya gak ada tuh Keke atau pun Nai merasa sedih karena bukan bundanya
    yang ambil rapor. Buat mereka yang penting ada yang ambil rapor.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Chi pernah bertanya juga ke anak-anak. Apalagi khusus untuk Nai gak hanya
    rapor yang diambilkan ayah. Sampai antar jemput pun sama ayahnya. Nai bilang
    gak malu. Alhamdulillah. Chi bilang ke dia, masih diantar jemput ma ayah
    sebagai salah satu privilledge. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Baidewei,&lt;/i&gt; Gerakan Ayah Mengambil Rapor ini kan katanya karena isu
    &lt;i&gt;fatherless.&lt;/i&gt;
    Berdasarkan data, sekitar 25% anak Indonesia mengalami fatherless
    (kehilangan atau kurangnya kehadiran figur ayah). Tentu ini imbauan yang
    bagus. Chi dukung Gerakan Ayah Mengambil Rapor. Tapi, jangan diartikan secara sempit, ya.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    K'Aie termasuk yang fleksibel jam dan tempat kerjanya. Makanya, Nai hingga
    sekarang udah kuliah pun masih suka diantar jemput oleh ayah bila memang
    memungkinkan. Tapi, gak semua bisa seperti itu. Sekadar izin ambil rapor pun
    aturan kantor bisa cukup atau sangat ketat.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Makanya, kalau sampai ada ayah yang tidak bisa mengambil rapor karena memang
    sulit izin dari kantor atau hal lain yang masih bisa diterima, jangan
    langsung berkesimpulan anaknya mengalami fatherless. Gak sesempit itu.
    Banyak sekali cara supaya anak bisa tetap merasakan dan dekat dengan sosok
    ayah.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Jadi, gimana pengalaman mengam bil rapor semester ini untuk para ayah? Seru
    gak? Hehehe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIcgcOd90x3va5QnSjKdfCGDZBHdnzcIsmdnbs3SqS578_s3HMPopvJaSEcXL29dbOC7EITQEhCjflubj0ozr0oEoOHFlg0y-4Tqqm_Mn9GFNoUEPeKuGVFaqmSosi0JSrrcYyFmpWQo80b5mi8Xc5lL25iz7VxiUDVLULDsgof4gtB5zwFrjm6Aifr38h/s72-w640-h360-c/pengalaman-ayah-mengambil-rapor.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">31</thr:total></item><item><title>Wink Smart Learning Review Jujur: Apakah Ini Penipuan? Uji Coba Gratis Dulu!</title><link>https://www.kekenaima.com/2025/12/wink-smart-learning-review-jujur-penipuan-uji-coba-gratis.html</link><category>Metode Belajar</category><category>Parenting</category><category>Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Wed, 10 Dec 2025 02:12:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-7585798964814865812</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;
  &amp;nbsp;&lt;img alt="Gambar thumbnail untuk artikel &amp;quot;Wink Smart Learning Review Jujur: Apakah Ini Penipuan? Uji Coba Gratis Dulu!&amp;quot;. Menampilkan karakter kartun muslimah berhijab di sebelah kiri dan sebuah tablet belajar anak dengan desain lucu di tengah. Latar belakang berwarna kuning cerah." border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFUG5fwEwc6MGWinXhKNmaNf1jeUxjQ31JfNKU4EPzyY0YeJsljgdlg4JSRp2PXKEcrFSr_kULFRKATRv1agz3e9lvsErbgKeFkdbpOw9Im1zqamvzZLMU61zBowRi07iP0tubGFAjZiZfzHozzyKz0qQsX3KiWiT5rWvca3rpKqkucTPj17UR-MkA5xeB/w640-h360/wink-smart-learning-review-jujur-penipuan-uji-coba-gratis.jpg" title="Wink Smart Learning Review Jujur: Apakah Ini Penipuan? Uji Coba Gratis Dulu!" width="640" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Saat ini, platform pembelajaran online (EdTech) semakin menjadi solusi yang
    populer. Wink Smart Learning, paling menarik perhatian karena sering lihat
    kontennya di IG dengan klaim metode belajar yang menyenangkan untuk usia
    dini. Namun, seperti halnya sesuatu baru, keraguan dan pertanyaan pun
    bermunculan. "Apakah Wink Smart Learning penipuan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chi akan
    menjawab pertanyaan tersebut karena sudah mencoba perangkatnya. Teman-teman
    juga bisa ikut "uji coba gratis Wink" setelah membaca review jujur di
    artikel ini. Chi juga akan memberikan link di akhir artikel supaya
    teman-teman yang memiliki anak berusia 3-7 tahun bisa mencoba sendiri Wink
    Smart Learning. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Apa Itu Wink Smart Learning?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="Infografis yang menampilkan pencapaian perusahaan Edutech Korea, Danbi Education, pembuat Wink Smart Learning. Menunjukkan peringkat No.1 Indeks Kepuasan Konsumen selama 4 tahun berturut-turut, peningkatan kemampuan belajar pengguna 97%, dan pencapaian penjualan 1 triliun." border="0" height="250" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhikvC-OB_tcJ7fmPS6MndeM0tWpr9DZkhlYTYi4R86wX_b614LoEwq7UG9hfClr0RvP5Zf1Nhf9N4efBK-BBJed0KAy0HY8w0VEjgWXjwC4rpAhAt-LqnqW8XC0-KLmHy9yp0IkfZxr9yYBZxbAcVJn8g9gi8cynu910xwyzMhnfgXLlFyqXjPhyphenhyphen0ESYL_/w640-h250/apa-itu-wink-smart-learning.png" title="Profil Danbi Education: Perusahaan EduTech Korea No.1 Pembuat Wink Smart Learning dan Data Pencapaian" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Wink Smart Learning adalah metode pendidikan inovatif no. 1 di Korea untuk
    anak usia dini (3-7 tahun). Metode pendidikan digital yang dirancang aman
    dan nyaman serta menyenangkan bagi anak. Ya, belajar dengan Wink, anak akan
    didorong untuk merespon dan berpikir aktif. Tidak pasif hanya mendengarkan
    materi belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inovasi Wink Smart Learning dibuat oleh Danbi
    Education, Perusahaan EduTech No.1 di Korea. Berbagai ulasan positif
    terhadap produk ini menunjukkan kredibilitas yang kuat. Ditambah dengan
    beberapa pencapaian, yaitu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;ol style="text-align: left;"&gt;
    &lt;li&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Peringkat no.1 untuk Indeks Kepuasan Konsumen selama 4 tahun
        berturut-turut.&lt;/span&gt;
    &lt;/li&gt;
    &lt;li&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Peningkatan kemampuan belajar pengguna hingga 97%.&lt;/span&gt;
    &lt;/li&gt;
    &lt;li&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Mencapai penjualan 1 Triliun dalam waktu singkat menunjukan kepercayaan
        yang tinggi dari konsumen.
      &lt;/span&gt;
    &lt;/li&gt;
  &lt;/ol&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Fitur Utama Wink Smart Learning yang Mendukung Belajar Cerdas dan
        Menyenangkan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="Kurikulum harian Wink Smart Learning, menunjukkan aktivitas terstruktur untuk pengembangan Keterampilan Menulis dan Angka." border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbfRz0PP_q0Udp4kgJXxU842Rn-g_X0N5uWYV_HuKTke4lKSMZKaZUZLKM-CqYcTVU-b6MY56IyGDoOCjyhbwO-zLKg44GZfDzS71Nf2eRs1GT0UCMyWIwV1SCvo1OaB3PJPQKAMyLwDmA5UZavPzlNPcXR0dJhsV07UdYcvmEv-13OWjJe6pMBRZwyAVJ/w640-h480/fitur-utama-wink-smart-learning-belajar-cerdas-menyenangkan.jpg" title="Fitur Utama Wink Smart Learning: Kurikulum Terstruktur dan Cerdas" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Chi pernah menulis artikel tentang cara orang tua memahami budaya digital
    Gen Z, karena bukan lagi sekadar tren. Ya, berbeda dengan generasi
    pendahulunya, Gen Z tidak sekadar ikut tren dunia digital, tapi juga sudah
    membangun kehidupan di dalamnya, misalnya memanfaatkan berbagai platform
    untuk menjalin persahabatan hingga membuat berkolaborasi seperti halnya di
    dunia nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gen Z aja udah seperti itu, apalagi Gen Alpha ke
    bawah. Sejak mereka lahir sudah dikelilingi berbagai teknologi digital yang
    canggih. Makanya, gak heran kalau generasi ini terlihat lebih luwes dengan
    teknologi digital dari mulai berinteraksi sosial hingga gaya belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi,
    bukan berarti tanpa masalah. Teknologi digital ibarat ‘dua sisi mata pisau’.
    Banyak sekali memberikan manfaat, tetapi juga ada bahaya yang mengintai.
    Seringkali menimbulkan keresahan bagi orang tua. Tentu sudah zamannya
    anak-anak generasi Alpha akrab dengan dunia digital. Tapi, orang tua juga
    harus terus berusaha meminimalisir sisi negatifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chi pun
    mencari tau fitur utama Wink Smart Learning yang mendukung belajar cerdas,
    yaitu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Menggunakan Perangkat Belajar Khusus yang Membuat Aman dan Nyaman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="Perangkat tablet Wink Smart Learning dengan desain berbentuk kelinci/beruang yang unik dan aman, berdiri di atas meja." border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjV7OupyLc8Sk0AM1y-nE57-UsRXGiND2IijZ-vTpMkqwfuxiCf7L4TkaDEdSziLyG5kN4Ixr9qdLBBQtSdLyl81Bd9IPYejFcpoUGZhJwv3ZPuQZHM-StBSQdlvWxm-Us2plRC-NIA7TTwJ2kCBm8LsEJ6Rf71cGf2Lt49uM8HpNd4S-amXuPcG5ApXJGn/w640-h480/wink-perangkat-belajar-khusus-aman-menyenangkan.jpg" title="Desain Perangkat Wink Smart Learning: Aman dan Menarik untuk Anak" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Perangkat belajar Wink menggunakan alat khusus yang mirip tablet, tapi agak
    tebal. Ada penyangganya sehingga bisa diletakkan tegak di meja. Material
    tidak licin, kuat, dan tidak mudah pecah. Ini salah satu poin pertama yang
    harus diperhatikan ketika akan memberikan gawai kepada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampilannya
    menarik begitu dinyalakan. Perangkatnya mudah dioperasikan sendiri oleh
    anak. Sehingga anak bisa belajar secara mandiri dan terjadwal sesuai
    kemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenang aja, orang tua gak perlu khawatir ketika anak
    belajar mandiri. Perangkat ini gak bisa buka YouTube dan dapat dioperasikan
    tanpa internet sehingga anak terhindar dari konten buruk. Menariknya lagi,
    anak bisa berkomunikasi dengan orang tua melalui fitur video call.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Memberikan 4 Mata Pelajaran dengan Berbagai Konten yang
        Menyenangkan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="Menu utama Wink Smart Learning dengan pilihan 4 mata pelajaran (Matematika, English, Phonics, Indonesia) dan Fun&amp;amp;Joy." border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7mKxZ0G27Yey_6C1ba5EaAkHGNVvp4e-ZMRfsdDqqc50U51MR5-Ize1FEX9ChFTCPEQ3wLlC0dMXWvZPXy4QkLoQ6vd2utvrMJaLacFCb9QNXpPuBJyhR1rgKpnatXJDlY3FEMroFYbLnw_X81FccDqQDzdnx1zSqxdd3J0wxZ6KI-zHxw_49ycJJD2S8/w640-h480/4-mata-pelajaran-berbagai-konten-menyenangkan.jpg" title="Wink Smart Learning: Pilihan Mata Pelajaran dan Konten Pembelajaran" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ada 4 mata pelajaran yang diberikan dalam bentuk konten digital pada
    perangkat Wink, yaitu Bahasa Inggris, Phonics, Matematika, dan Bahasa
    Indonesia. Anak tidak hanya bisa menyimak berbagai konten yang disediakan.
    Tetapi, anak juga didorong berpartisipasi aktif melalui metode interaktif.
    Tentu ini jadi vara belajar yang menyenangkan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Proses Pembelajaran yang Terstruktur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="Antarmuka utama Wink Smart Learning pada tanggal Jumat, 5 Desember, menampilkan sesi Phonics dan menu Fun&amp;amp;Joy yang terstruktur." border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtcYGm_I-1TZV2vBr_OIWgqyeNGs7GaQ4KSdU2475hztpfhqWjvKppwBvRPgGsRJzWuLRvzQ-OAUnG41ov1AmU-RRWLXrahmQpPNtjLwgX5yk-wGfNthbdnw9A4d2p7UPNV98XsGoVDCAGi6Sp_3bbYl0EaVqghu2ax8X74FXIXc3fXzrqNICETVzkimvF/w640-h480/wink-proses-pembelajaran-terstruktur.jpg" title="Antarmuka dan Proses Pembelajaran Harian Wink Smart Learning" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Mata pelajaran diberikan secara terstruktur, misalnya, untuk pelajaran
    Bahasa Inggris ada tahap 1 hingga 4. Dari mulai belajar ungkapan dasar
    hingga bahasa Inggris tingkat lanjut. Jadi, gak random belajarnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Anak Semakin Semangat dan Fokus Belajar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="Perangkat Wink Smart Learning menyala, menunjukkan animasi karakter yang menyenangkan untuk belajar anak-anak." border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi24qjeLPpAPTFCy6F3kz4fZ4EurtnlrAGgIIrDPtaDM83qzr9j2Kn4KHgigxX-OrflbCF7mccyzteDXMB7aT9ndrY0GCZhVC5Px_cmHaGYYXa53TEXAVdBh1pcEe2UhbsJBdsEPzTGZ-TJGAq72OenkMBLPgOVa30Cuf8MWzA8Bo52OYFIJgtwkf5Q5Eit/w640-h480/anak-semangat-fokus-belajar-wink.jpg" title="Review Wink Smart Learning: Karakter dan Konten Edukasi yang Menarik" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Sama halnya seperti orang dewasa yang senang bila memiliki gawai, anak juga
    akan senang bila memiliki perangkat sendiri. Apalagi tampilan hingga konsep
    belajarnya sangat menyenangkan ditemani karakter yang bisa menjadi favorit
    anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perangkat yang mudah dibawa dan tidak memerlukan internet,
    memudahkan anak untuk belajar di mana pun dan kapan pun. Bisa dioperasikan
    tanpa internet juga menjadi salah satu keuntungan. Selain terhindar dari
    konten negatif, anak jadi lebih fokus belajar. Tidak terdistraksi membuka
    YouTube atau lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Menyediakan Berbagai Konten Pengetahuan Selain 4 Mata Pelajaran
        Utama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="Menu Fun&amp;amp;Joy di Wink Smart Learning, menawarkan konten pengetahuan dan hiburan seperti Dongeng Karakter Anak, Lagu Kebiasaan, dan Wink TV." border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZw_MVIFYtIU2JloVkH-TPUcpD4cwyO4M4mPf-_TvFcWfbel0DQd79xF2ox-LdtW9fnA6YxAYv5JN7yLOPVdlUlUM2hls2Qn0C0sjyhvTXSjJlEEI6njCEInGbZnMH_HBRrQQNuwZ6J3Vwp-08JeFvTpZuIY0zIONavhacNDBJeU46RXwpvZX1QF17zGSd/w640-h480/konten-pengetahuan-wink-smart-learning.jpg" title="Konten Tambahan Fun&amp;amp;Joy Wink Smart Learning: Edukasi dan Hiburan" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Selain 4 mata pelajaran, Wink Smart Learning juga menyediakan berbagai
      konten pengetahuan untuk memperluas cara berpikir anak, misalnya konten
      video tentang mengajarkan kebiasaan baik, animasi dongeng membentuk
      kepribadian, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konten pengetahuan di luar
      mata pelajaran utama menggunakan Wi-Fi. Ini bisa disiasati dengan cara
      menemani anak saat melihat kontennya. Menjadi momen bersama yang
      menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Review Jujur tentang Wink Smart Learning, Metode Belajar Menyenangkan
        untuk Usia Dini (3-7 Tahun)
      &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="Perangkat Wink Smart Learning menampilkan pop-up panggilan, mengindikasikan fitur interaksi atau panggilan video di dalam sistem." border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhc08EHISlVMjRoFXyeL5RcyLVh__dW73wSB0146uxulye3ELUlbkYZoe_HkNqPhSrHbMelyfLvF5_H3vczmfHBu51DyZpllUaQut945Re1w9CwlXPLw0xTC0JF-gXrCMJF3PiAyUXADcYw7_595C5iB0zM_tzjv9nlXDVqb9k2XAxC1o1E4K7iW52HzrXK/w640-h480/review-jujur-wink-smart-learning.jpg" title="Fitur Komunikasi di Wink Smart Learning: Panggilan Video Anak" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Beberapa hari lalu, Chi ngobrol ma K’Aie tentang kado untuk keponakan yang
    mau ulang tahun ke-5. Berdasarkan pengamatan kami, semua keponakan generasi
    Alpha tuh akrab banget dengan gawai sejak kecil. “Apa kita kasih Wink aja,
    Bun?” kata K’Aie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usulan yang menarik banget! Tapi, tentunya kami
    harus mencoba dulu. Membuktikan dari mulai seberapa mudah Wink digunakan
    oleh anak-anak hingga metodenya beneran menyenangkan atau tidak. Berdasarkan
    pengalaman kami, belajar kalau sudah menyenangkan biasanya akan mudah bagi
    anak menyerap ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bodynya memang cukup berat, tapi ada
    penyangganya. Sehingga tidak perlu digenggam oleh anak saat belajar. Gawai
    ditaruh di meja saja. Warna-warnanya solid dan menarik untuk anak. Ada
    beberapa karakter Wink yang lucu-lucu. Berikut beberapa hal yang sangat
    menarik menurut Chi, yaitu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Setiap Mata Pelajaran Dibagi dalam Beberapa Tahap&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="Struktur kurikulum Wink Smart Learning, membagi mata pelajaran (Matematika, English, Phonics, Bahasa Indonesia) menjadi Level dan Step yang terperinci." border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiW25BcFxexI6fxeyf_6f_kXuxFfJcmITkF05dX1g-j5MBBQIn9jsbkLgoovLwQbpfwcyh0GZzkiz-3r7qk0GExY0laO39puWLPdFCC2boReHRvRw8pNX-2aBZsxiewqjYYM29uy-mqebYk7fQTaIbYARSBLCW-3CJkTAhYynr6SjCvE1yPj-0g2ozLkPXM/w640-h480/tahapan-belajar-mata-pelajaran-wink.jpg" title="Tahapan Belajar Wink Smart Learning: Kurikulum Level 1 dan Level 2" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Seringkali, orang tua bingung ketika ingin memberikan materi pelajaran
    untuk anak. Misalnya, yang memilih homeschooling, mungkin akan mengalami
    tantangan ketika menyusun kurikulum atau tahapan belajarnya. Kalau pakai
    Wink udah gak bingung karena sudah dibagi tahapannya. Jadi, anak terstruktur
    belajarnya, tidak random.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Orang Tua Dapat Laporan Hasil Belajar Setiap Hari&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="Menu Laporan Hasil Belajar &amp;quot;Periksa&amp;quot; Wink Smart Learning, menampilkan progres anak pada mata pelajaran (Matematika, English, Phonics)." border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgraZANepezYHJg4vXJBV1ATRbxb19yk2Hyo8Rj_YR-yc6LgiPAKDJ0zs-2E9nhZXejw6Lq8a-OGtZValFGK8BCnst-1mYHDEr-r6plhcmwI1fgkrA7o9j2y_ecFc9X4RNmlxjRZLDy0uSIMSHTXHh5o2_hVN9PX-Ej1_dumnSLiWSvB8BwQazTlfQoe9NK/w640-h480/laporan-hasil-belajar-orang-tua.jpg" title="Wink Smart Learning: Fitur Pelaporan dan Hasil Belajar untuk Orang Tua" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Orang tua yang bekerja memiliki waktu yang lebih terbatas menemani anak
    belajar setiap harinya. Kalau anak belajar pakai Wink, orang tua bisa
    mendapatkan laporan hasil belajar anak yang akurat pada hari itu, semacam
    raport digital. Jadi bisa tau progress belajar anak setiap harinya dan bisa
    melakukan evaluasi secara tepat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Anak Didorong Aktif Belajar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="Anak menggunakan perangkat Wink Smart Learning, berinteraksi dengan pelajaran Phonics/English tentang kata 'alligator'." border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjjOgY_bsrY5uZ-Vs0fM4K6m_rynBrKoHh08ShhbCJLSGhw1FnRkOy6w_NE7Jzi9VBU0RYUklYZOolk_jw8OcMikrHwmLYey1julYFqdW4TlwGh1tf-HF6EAw-gTylklsUylU7tx1_aAxpT5vXOpS7Hd1zGZDFmlz43bo5EO1UopGzaCjcts2SSvPUw6YkX/w640-h480/anak-aktif-belajar-wink.jpg" title="Wink Smart Learning: Interaksi Sentuh untuk Belajar Bahasa Inggris" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Berbagai konten digital yang disediakan benar-benar mendorong anak untuk
    aktif dalam bentuk permainan edukatif. Anak dipastikan menguasai
    pelajarannya. Kalau jawaban anak benar, karakter di Wink akan memuji, lho.
    Anak biasanya bakal seneng banget, deh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Banyak Konten Lain Selain Mata Pelajaran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="Layar Wink Smart Learning menampilkan konten dongeng animasi dengan narasi teks, bagian dari materi Fun&amp;amp;Joy atau Bahasa Indonesia." border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWVJ792SqBk2BLXoRhZj42tsaosxdaFEVaMHBykPnEWLamFs5NPt-xGD6N40zXCB1WHxABG4PQC9JgnlKGX_A7sgP-4RkF-lqnMWdvHdBFLVJ2gIZdYIFhERMfeJNl-ahGlKPZGJh7He5XDHFs9yv-nzwvcwFuYwEGfva8-sF0UlXgc4fwBbF9ufIpIHiq/w640-h480/konten-dongeng-wink-smart-learning.jpg" title="Konten Dongeng Edukasi di Wink Smart Learning untuk Anak-anak" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Anak-anak umumnya juga senang menari, mendengarkan dongeng, dan lain
    sebagainya. Disediakan juga konten-kontennya di Wink. Jadi gak hanya belajar
    terus. Konten-konten ini juga berisi pesan penting, misalnya mengajak anak
    untuk belajar antre, kebiasaan sehari-hari, dan lain sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="Video &amp;quot;Good morning&amp;quot; di Wink Smart Learning, menampilkan anak-anak menari untuk metode belajar yang aktif." border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpPEry-jJcprwPyqYZc2X7j8LKUxm6L9FakBCUgkZKkg5I9UzrKiBP1U2jcyg47nOlnuqCD38QBi0h6UqXZWF1Nm6U1SVoKAlKgZt807pd6mg7UTRyh3u8zix7xe4cRc_PqZjDDAu8pCLGYOHhadsbtf7lCKTeXImVcpCV74-7UAv4ZADZ7pepa3-KEjc7/w640-h480/dance-bersama-wink-smart-learning.jpg" title="Metode Pembelajaran Interaktif Wink: Belajar Sambil Menari" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Chi selalu meyakini, konsep belajar untuk anak memang harus menyenangkan
    supaya anak semangat dan fokus belajarnya. Biasanya juga semakin mudah
    menangkap pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era digital ini, konsep belajar dipadukan
    teknologi juga bukan hal aneh. Menurut Chi, produk Wink Smart Learning ini
    ideal untuk anak usia 3-7 tahun. Cocok buat orang tua yang ingin membiasakan
    anak belajar mandiri. Pendekatan yang lebih modern dan interaktif, Wink
    menjadi solusi tepat untuk anak yang mudah bosan dengan cara belajar
    konvensional karena proses belajar menjadi lebih seru, efektif, dan
    menyenangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Apakah Wink Smart Learning Penipuan? Membedah Harga dan Uji Coba
        Gratis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="Daftar &amp;quot;Konten yang Kulihat&amp;quot; di Wink Smart Learning, menunjukkan riwayat topik belajar Matematika yang diakses anak." border="0" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqMMun6sSC-3WFzEzwsZOVq2MjCG0wr5J2eCHLFamb8M16gxg6KeiXppUwW3F2i_WnNnmkTZiNJTdeow7MXUwVf-4yI-3Qk_Mk19dGVc8RNVWL6_kBIpu6-NaOTUwInW4fefr9caXAOM_R1Mfqv1ESv9yoS9WBWtV4IA6ydDDIdo6C7itHSw_qtbpTMC-I/w640-h480/harga-uji-coba-gratis-testimoni-penipuan.jpg" title="Wink Smart Learning: Riwayat Konten Belajar dan Uji Coba Gratis" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial;"&gt;Struktur Biaya Berlangganan Wink&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/h3&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ada biaya yang dikenakan bila ingin belajar menggunakan Wink yaitu
    Rp590.000,00 per bulan sudah mendapatkan 4 mata pelajaran (matematika,
    Bahasa Inggris, Fonik, dan Bahasa Indonesia). Saat ini, ada 2 paket yang
    tersedia yaitu 1 tahun dan 2 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya pembelajaran ini masih
    termasuk lebih murah bila dibandingkan bimbel, lho. Beberapa bimbel ada yang
    harganya di atas itu per bulannya. Bahkan hitungannya bisa per mata
    pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wink juga memberikan layanan guru ke rumah dengan
    ratio 1:1. Jadi, seperti kursus privat. Anak pun menerima bimbingan belajar
    yang disesuaikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Menjawab pertanyaan: Apakah Wink Penipuan?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Setiap kali akan membeli sesuatu yang baru, biasanya Chi akan melihat
    berbagai testimoni. Semakin banyak yang memberikan testimoni bagus,
    kemungkinan besar produk tersebut bukan penipuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terdapat
    kendala dalam pembelajaran ataupun pertanyaan lainnya, dapat menghubungi
    customer support resmi Wink melalui WhatsApp: 6285-8814-86552, atau DM ke
    @winksmartlearning. Bisa juga berbicara dengan guru pendamping.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;h4 style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h4&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b style="background-color: #ead1dc;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Uji Coba Gratis Wink&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Untuk lebih meyakinkan, orang tua yang memiliki anak berusia 3-7 tahun bisa
    uji coba gratis Wink. Daftar aja di
    &lt;a href="https://wink.co.id/pendaftaran-uji-coba-gratis?request_channel=Blog_Kekenaima" target="_blank"&gt;https://wink.co.id/pendaftaran-uji-coba-gratis?request_channel=Blog_Kekenaima&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selama uji coba gratis, gak hanya dipinjami perangkat Wink.
    Teman-teman juga bisa berkonsultasi pendidikan ke guru pendamping. Diberikan
    juga informasi detail tentang biaya pembelajaran, termasuk bila ada promo,
    dan manfaat lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;a&gt;&lt;img alt="Soal interaktif di Wink Smart Learning, meminta anak memilih bayangan yang benar dari gambar singa (materi visual/persepsi)." border="0" data-original-height="563" data-original-width="750" height="480" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWX7KiVUBKBOPSOI5jcGFqGYvAa-VqU0lvUWZMDcufMNwwIUGk_M0gt7VEoT_Ml_Bjhnyzk6r0wnEePkmBNWZz0F8Q8Wz9KxeTBSKEdwlKzP3BkyUAiNbcltsa5F9PN84PxwxH8fq2ho5cBV-d65w3fkAVrGUnOyCYvh06_SKmhCcECFsmwr4jr8CFHZI1/w640-h480/struktur-biaya-wink-smart-learning.jpg" title="Contoh Soal dan Interaksi Belajar Visual di Wink Smart Learning" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Yuk, daftar uji coba sekarang deh. Apalagi usia 3-7 tahun itu akan bersiap
    memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Menarik banget nih mengajak anak
    belajar menyenangkan menggunakan Wink supaya kecerdasannya semakin
    meningkat.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFUG5fwEwc6MGWinXhKNmaNf1jeUxjQ31JfNKU4EPzyY0YeJsljgdlg4JSRp2PXKEcrFSr_kULFRKATRv1agz3e9lvsErbgKeFkdbpOw9Im1zqamvzZLMU61zBowRi07iP0tubGFAjZiZfzHozzyKz0qQsX3KiWiT5rWvca3rpKqkucTPj17UR-MkA5xeB/s72-w640-h360-c/wink-smart-learning-review-jujur-penipuan-uji-coba-gratis.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">31</thr:total></item><item><title>Cara Mudah Bikin Bubur Ayam Enak dari Sisa Nasi</title><link>https://www.kekenaima.com/2025/11/cara-bikin-bubur-ayam-dari-sisa-nasi.html</link><category>Happy Tummy</category><category>Masakan</category><category>Resep</category><category>Tips Masak</category><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Mon, 17 Nov 2025 22:53:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-298601952869258906</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="Semangkuk bubur ayam gurih dari nasi sisa dengan toping bawang putih goreng, kerupuk pangsit, dan sambal bawang" border="0" height="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDJSlNHgHIOSBkagr9nrfO1w0JZRu-lE8egeaYPlmYVVkyPFvWwtX8-aLYquQjmzEUX4bR5D991Yx0GtSnpGoNbBj_2AWHogapqgWfyZWxH3ZQA0BUAERfBGzctEdWBnHMLqTn-yhPnrX8xa1IGW-bsNCh6uoeGjWnK0n93_K2TRDtCOFyoiloCVsLph5D/w512-h640/cara-mudah-bikin-bubur-ayam-enak-dari-sisa-nasi.jpg" title="Resep mudah bubur ayam enak dari nasi sisa" width="512" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Punya nasi sisa semalam? Jangan buang! Chi punya solusi jitu untuk
  mengubah sisa nasi menjadi &lt;b&gt;Bubur Ayam Enak&lt;/b&gt; yang lembut dan
  menghangatkan perut. Lupain deh repotnya merebus beras dari awal. Dengan resep
  praktis ini, udah bisa menyajikan semangkuk bubur ayam lezat lengkap dengan
  &lt;i&gt;topping&lt;/i&gt; gurih dalam waktu sangat singkat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resep
  &lt;b&gt;bubur ayam dari sisa nasi&lt;/b&gt; ini dijamin anti-gagal, sempurna untuk
  sarapan cepat yang mengenyangkan. Saatnya maksimalkan sisa nasi dan nikmati
  hidangan istimewa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chi selalu berusaha memasak nasi dan makanan
  apapun dengan porsi pas. Tapi, terkadang kan ada aja satu atau dua hal
  sehingga masakan hari itu gak habis, misalnya tau-tau harus pergi ke satu
  tempat sehingga masakan hari itu masih ada sisanya. Akhornya bersisa, deh.
  Rasanya sayang banget dibuang gitu aja kalau masih bisa dimakan. Paling
  dihangatkan atau diolah jadi menu lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Kalau untuk nasi, paling sering dihangatkan kembali di rice cooker. Tapi, ada
  kalanya Chi bikin menu lain dari sisa nasi, dari mulai menjadikannya bubur
  ayam hingga cireng.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Resep Bubur Ayam dari Sisa Nasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="Bubur ayam lembut dari nasi sisa dengan topping bawang putih goreng renyah, kerupuk pangsit, dan sambal bawang" border="0" height="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3JuWoNj8BbyiZIcwfWHr1KRiJxxKoj-kNNqG3aJ4-Qa8c3WxvWeovAUG_XR0ymTDKwE4b07hfFEPrDXK_KwlLy_2zvCSPgbpHtITDTzYQI5aATTzSYSJxmblPIPH4r94mTDO913-99kLQxC5_LsXveq7QHJoYrJJe7uX_dxHpeCucavBPecBCNr6Awwb-/w512-h640/resep-bubur-ayam-enak-dari-sisa-nasi.jpg" title="Resep bubur ayam enak dari sisa nasi" width="512" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bahan-Bahan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;ul style="text-align: left;"&gt;
    &lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Sisa nasi (pakai beras pulen)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
    &lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
      2-3 gelas air. Bisa ditambahkan bila tekstur ingin lebih lembut&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/li&gt;
    &lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;2 lembar daun salam&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
    &lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Garam atau penyedap rasa&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
    &lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;4 potong sayap ayam, masing-masing dipotong 3 bagian (opsional)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
    &lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Minyak daun bawang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
    &lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Kecap asin&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
    &lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Garam secukupnya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;
  &lt;/ul&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Cara Membuat:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;ol style="text-align: left;"&gt;
      &lt;li&gt;
        &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Masukkan semua bahan ke dalam rice cooker, kecuali minyak daun bawang
        dan kecap asin
      &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Biarkan hingga matang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
        Setelah matang, lihat teksturnya. Bila sudah pas, bubur ayam bisa
        langsung disajikan. Bila masih kurang lembut, tambahkan air segelas
        kemudian masak lagi di rice cooker.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;
      &lt;/li&gt;
    &lt;/ol&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Cara Penyajian:
  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;ol style="text-align: left;"&gt;
      &lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Sajikan bubur ke dalam piring atau mangkuk&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Beri sedikit kecap asin sedikit saja karena buburnya sudah gurih&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Beri sedikit minyak daun bawang&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Beri taburan bawang putih goreng&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
        Lengkapi dengan pangsit goreng *biasanya Chi goreng sendiri, kali ini
        beli aja di pasar hehehe
      &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Jangan lupa sambal kalau suka pedas&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
    &lt;/ol&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Catatan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Berdasarkan pengalaman pribadi, untuk membuat bubur paling pas pakai beras yang pulen. Chi masih kurang sukses bikin bubur pakai beras pera. Jadi, kalau ada nasi sisa dari beras yang pera, sebaiknya bikin nasi goreng atau lontong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt; Upgrade Nasi Sisa! Bubur Ayam Praktis Terinspirasi Kelembutan Bubur Ayam Chinese &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="math-block" data-math="\text{Upgrade Nasi Sisa! Bubur Ayam Praktis Terinspirasi Kelembutan Bubur Ayam Chinese}"&gt;
        &lt;span class="katex-display"&gt;&lt;span class="katex"&gt;&lt;span aria-hidden="true" class="katex-html"&gt;&lt;span class="base"&gt;&lt;span class="mord text"&gt;&lt;span class="mord"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
      &lt;/div&gt;
      &lt;div class="math-block" data-math="\text{Upgrade Nasi Sisa! Bubur Ayam Praktis Terinspirasi Kelembutan Bubur Ayam Chinese}"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
        Kenapa Chi anggap ini bubur ayam paling pratis yang pernah dibuat?
      &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
      &lt;div class="math-block" data-math="\text{Upgrade Nasi Sisa! Bubur Ayam Praktis Terinspirasi Kelembutan Bubur Ayam Chinese}"&gt;
        &lt;span class="katex-display" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span class="katex"&gt;&lt;span aria-hidden="true" class="katex-html"&gt;&lt;span class="base"&gt;&lt;span class="mord text"&gt;&lt;span class="mord"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
      &lt;/div&gt;
      &lt;div class="math-block" data-math="\text{Upgrade Nasi Sisa! Bubur Ayam Praktis Terinspirasi Kelembutan Bubur Ayam Chinese}"&gt;
        &lt;span class="katex-display" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span class="katex"&gt;&lt;span aria-hidden="true" class="katex-html"&gt;&lt;span class="base"&gt;&lt;span class="mord text"&gt;&lt;span class="mord"&gt;Biasanya Chi bikin ayam ungkep yang kemudian digoreng.
                    Setelah itu disuwir untuk dijadikan topping bubur. Tapi,
                    kali ini, terinspirasi dari bubur Chinese yang ciri khas
                    teksturnya sangat lembut. Ayamnya gak diungep, tapi dimasak
                    bersamaan dengan nasi hingga menjadi hancur dan menyatu.
                    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang paling enak pakai ayam kampung. Tapi,
                    kali ini semuanya tentang memanfaatkan apa yang ada aja.
                    Selain sisa nasi, di freezer juga masih ada 4 potong sayap
                    ayam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
      &lt;/div&gt;
      &lt;div class="math-block" data-math="\text{Upgrade Nasi Sisa! Bubur Ayam Praktis Terinspirasi Kelembutan Bubur Ayam Chinese}"&gt;
        &lt;span class="katex-display" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span class="katex"&gt;&lt;span aria-hidden="true" class="katex-html"&gt;&lt;span class="base"&gt;&lt;span class="mord text"&gt;&lt;span class="mord"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
      &lt;/div&gt;
      &lt;div class="math-block" data-math="\text{Upgrade Nasi Sisa! Bubur Ayam Praktis Terinspirasi Kelembutan Bubur Ayam Chinese}"&gt;
        &lt;span class="katex-display" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span class="katex"&gt;&lt;span aria-hidden="true" class="katex-html"&gt;&lt;span class="base"&gt;&lt;span class="mord text"&gt;&lt;span class="mord"&gt;Semakin praktis lagi karena masaknya di rice cooker. Gak
                    harus terus diaduk. Tinggal masukin semua bahan, cetrekin
                    rice cooker, dan biarkan hingga matang. Tinggal tambahkan
                    air bila dirasa masih kurang lembut teksturnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
      &lt;/div&gt;
    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt; Minyak Daun Bawang: Kunci Utama Aroma dan Kelezatan Bubur Ayam &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="math-block" data-math="\text{Bukan Sembarang Minyak! Minyak Bawang Putih: Kunci Utama Aroma dan Kelezatan Bubur Ayam}"&gt;
      &lt;span class="katex-display"&gt;&lt;span class="katex"&gt;&lt;span aria-hidden="true" class="katex-html"&gt;&lt;span class="base"&gt;&lt;span class="mord text"&gt;&lt;span class="mord"&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div class="math-block" data-math="\text{Bukan Sembarang Minyak! Minyak Bawang Putih: Kunci Utama Aroma dan Kelezatan Bubur Ayam}" style="text-align: center;"&gt;
      &lt;span class="katex-display"&gt;&lt;span class="katex"&gt;&lt;span aria-hidden="true" class="katex-html"&gt;&lt;span class="base"&gt;&lt;span class="mord text"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
                  &lt;img alt="Semangkuk bubur ayam rumahan dari nasi sisa, dengan minyak daun bawang dan taburan bawang putih goreng renyah" border="0" height="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3JuWoNj8BbyiZIcwfWHr1KRiJxxKoj-kNNqG3aJ4-Qa8c3WxvWeovAUG_XR0ymTDKwE4b07hfFEPrDXK_KwlLy_2zvCSPgbpHtITDTzYQI5aATTzSYSJxmblPIPH4r94mTDO913-99kLQxC5_LsXveq7QHJoYrJJe7uX_dxHpeCucavBPecBCNr6Awwb-/w512-h640/resep-bubur-ayam-enak-dari-sisa-nasi.jpg" title="Cara mudah bikin bubur ayam enak dari sisa nasi" width="512" /&gt;
                &lt;/div&gt;
                &lt;span class="mord"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div class="math-block" data-math="\text{Bukan Sembarang Minyak! Minyak Bawang Putih: Kunci Utama Aroma dan Kelezatan Bubur Ayam}"&gt;
      &lt;span class="katex-display"&gt;&lt;span class="katex"&gt;&lt;span aria-hidden="true" class="katex-html"&gt;&lt;span class="base"&gt;&lt;span class="mord text"&gt;&lt;span class="mord"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div class="math-block" data-math="\text{Bukan Sembarang Minyak! Minyak Bawang Putih: Kunci Utama Aroma dan Kelezatan Bubur Ayam}"&gt;
      &lt;span class="katex-display" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span class="katex"&gt;&lt;span aria-hidden="true" class="katex-html"&gt;&lt;span class="base"&gt;&lt;span class="mord text"&gt;&lt;span class="mord"&gt;Ketika dalam perjalanan menuju Tanakita, kami pernah beberapa
                  kali makan di salah satu tukang bubur kaki lima. Bubur yang
                  terlihat sederhana, topping juga gak macem-macem, harganya
                  murah meriah. Tapi, Chi merasakan rasa istimewa di
                  buburnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak sekadar rasa buburnya yang gurih.
                  Tapi, ada rasa lain yang menambah kenikmatan. Setelah bertanya
                  ke penjualnya, ternyata kunci utama kelezatannya ada di minyak
                  daun bawang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div class="math-block" data-math="\text{Bukan Sembarang Minyak! Minyak Bawang Putih: Kunci Utama Aroma dan Kelezatan Bubur Ayam}"&gt;
      &lt;span class="katex-display" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span class="katex"&gt;&lt;span aria-hidden="true" class="katex-html"&gt;&lt;span class="base"&gt;&lt;span class="mord text"&gt;&lt;span class="mord"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div class="math-block" data-math="\text{Bukan Sembarang Minyak! Minyak Bawang Putih: Kunci Utama Aroma dan Kelezatan Bubur Ayam}"&gt;
      &lt;span class="katex-display" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span class="katex"&gt;&lt;span aria-hidden="true" class="katex-html"&gt;&lt;span class="base"&gt;&lt;span class="mord text"&gt;&lt;span class="mord"&gt;Chi selalu suka bubur ayam dikasih topping daun bawang. Kalau
                  perlu ditabur yang banyak. Sebelumnya gak pernah menyangka
                  kalau dibikin minyak daun bawang malah membuat bubur jadi
                  semakin lezat. Aromanya pun semakin enak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div class="math-block" data-math="\text{Bukan Sembarang Minyak! Minyak Bawang Putih: Kunci Utama Aroma dan Kelezatan Bubur Ayam}"&gt;
      &lt;span class="katex-display" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span class="katex"&gt;&lt;span aria-hidden="true" class="katex-html"&gt;&lt;span class="base"&gt;&lt;span class="mord text"&gt;&lt;span class="mord"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div class="math-block" data-math="\text{Bukan Sembarang Minyak! Minyak Bawang Putih: Kunci Utama Aroma dan Kelezatan Bubur Ayam}"&gt;
      &lt;span class="katex-display" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span class="katex"&gt;&lt;span aria-hidden="true" class="katex-html"&gt;&lt;span class="base"&gt;&lt;span class="mord text"&gt;&lt;span class="mord"&gt;Sejak itu, Chi menyetok minyak daun bawang. Bikin langsung
                  banyak trus simpan di kulkas. Minyak daun bawang ini gak hanya
                  untuk bubur ayam. Bisa untuk penyedap masakan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div class="math-block" data-math="\text{Bukan Sembarang Minyak! Minyak Bawang Putih: Kunci Utama Aroma dan Kelezatan Bubur Ayam}"&gt;
      &lt;span class="katex-display" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span class="katex"&gt;&lt;span aria-hidden="true" class="katex-html"&gt;&lt;span class="base"&gt;&lt;span class="mord text"&gt;&lt;span class="mord"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div class="math-block" data-math="\text{Bukan Sembarang Minyak! Minyak Bawang Putih: Kunci Utama Aroma dan Kelezatan Bubur Ayam}"&gt;
      &lt;span class="katex-display" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span class="katex"&gt;&lt;span aria-hidden="true" class="katex-html"&gt;&lt;span class="base"&gt;&lt;span class="mord text"&gt;&lt;span class="mord"&gt;Cara bikinnya mudah banget! Daun bawang yang banyak dipotong
                  kecil-kecil. Masukkan minyak goreng cukup banyak ke wajan.
                  Setelah panas, masukkan daun bawang. Masak dengan api kecil
                  hingga daun bawang terlihat lemas dan aromanya keluar. Biarkan
                  dingin lalu masukkan ke toples yang sudah disterilkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div class="math-block" data-math="\text{Bukan Sembarang Minyak! Minyak Bawang Putih: Kunci Utama Aroma dan Kelezatan Bubur Ayam}"&gt;
      &lt;span class="katex-display" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span class="katex"&gt;&lt;span aria-hidden="true" class="katex-html"&gt;&lt;span class="base"&gt;&lt;span class="mord text"&gt;&lt;span class="mord"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div class="math-block" data-math="\text{Bukan Sembarang Minyak! Minyak Bawang Putih: Kunci Utama Aroma dan Kelezatan Bubur Ayam}"&gt;
      &lt;span class="katex-display" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span class="katex"&gt;&lt;span aria-hidden="true" class="katex-html"&gt;&lt;span class="base"&gt;&lt;span class="mord text"&gt;&lt;span class="mord"&gt;Di beberapa resep,&amp;nbsp; Chi lihat ada yang disaring sebelum
                  dimasukkan ke toples. Ada juga yang diblender supaya minyak
                  dan daun bawang menyatu. Tapi, kalau Chi enggak lah. Udah enak
                  kok tanpa disaring atau blender.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    &amp;nbsp;&lt;br /&gt;Untuk sambalnya, biasanya Chi bikin sambal rawit merah dan
    bawang putih yang dihaluskan kemudian direbus sebentar dengan sedikit air.
    Tambahkan sedikit garam dan gula untuk meningkatkan rasa. Kali ini bikin
    sambal bawang yang bahannya rawit (campuran merah dan hijau), bawang merah,
    daun bawang. Ulek kasar lalu tumis sebentar, kemudian dikasih sedikit gula
    garam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taburannya dikasih bawang putih goreng yang diparut
    terlebih dahulu. Lagi-lagi, ini sisa dari marinasi ayam goreng sehari
    sebelumnya. Masih lumayan banyak sisa parutan bawang putihnya. Ya udah
    digoreng aja trus taburin ke bubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya begitulah resep kali ini
    semuanya dari bahan sisa dan yang ada di kulkas. Cara yang mudah banget
    bikin bubur ayam enak dari sisa nasi ini. Tanpa harus belanja bahan lain di
    pasar. Kira-kira sisa nasi enak dibikin apa lagi, ya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDJSlNHgHIOSBkagr9nrfO1w0JZRu-lE8egeaYPlmYVVkyPFvWwtX8-aLYquQjmzEUX4bR5D991Yx0GtSnpGoNbBj_2AWHogapqgWfyZWxH3ZQA0BUAERfBGzctEdWBnHMLqTn-yhPnrX8xa1IGW-bsNCh6uoeGjWnK0n93_K2TRDtCOFyoiloCVsLph5D/s72-w512-h640-c/cara-mudah-bikin-bubur-ayam-enak-dari-sisa-nasi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">9</thr:total></item><item><title>Review Serial Drama Filipina "Replacing Chef Chico"</title><link>https://www.kekenaima.com/2025/10/review-serial-drama-filipina-replacing-chef-chico.html</link><category>Movie and Book</category><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Tue, 28 Oct 2025 23:47:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-3714784995348465691</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="review serial drama filipina replacing chef chico" border="0" height="360" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTCgakZyJPxG6SA7XvH4L88Wss9xzwDetcaSosqeiYj4z4r9bRae_lxMIsoJLoPQJod_AmACWrpvygOFPUUhfRH2_oJi-kvAtyfeJuWOYdRNOoTGXJmJEXNWXgd1llQIM396VWSfCX4tr4akdjeXF4eGw1648tPdJWe5_KiPPKl_lseEptLfV7yaJn-wYj/w640-h360/review-serial-drama-filipina-replacing-chef-chico.jpg" title="Review-Serial-Drama-Filipina-Replacing-Chef-Chico" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Serial drama Filipina Replacing Chef Chico di Netflix&lt;/b&gt; menarik perhatian Chi karena ada kata 'chef'. Awalnya, gak punya ekspektasi apapun, karena ini pengalaman pertama menonton drama Filipina. Namun, tebakan Chi salah total! Serial ini ternyata &lt;b&gt;bagus banget!&lt;/b&gt; Chi bahkan sampai begadang, marathon dalam sekali tonton. Untungnya hanya 8 episode dengan durasi sekitar setengah jam, jadi cepat selesai dan tidak menguras waktu.&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Sinopsis
  Replacing Chef Chico, Serial Drama tentang Romansa, Persahabatan, dan Kuliner
  Filipina
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Serial ini mengisahkan tentang resto Hain, salah satu resto fine dining di
  Filipina. Dikepalai oleh Chef Chico yang memiliki temperamen keras bahkan
  kasar. Selalu saja marah kepada anak buahnya. Hanya Chef Ella, Sous-Chef
  (asisten koki), yang mampu menenangkan Chef Chico.&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Mereka berdua diam-diam menjalin romansa. Chef Chico sebetulnya sudah
  bertunangan dengan perempuan lain, tapi dia berjanji akan memutuskan
  pertunangan. Gak lama setelah itu, kecelakaan tunggal terjadi. Dia koma untuk sekian lama.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Chef Ella menggantikan posisi sebagai kepala koki untuk sementara. Dibantu
  oleh Raymond, seorang konsultan bisnis yang dipekerjakan oleh orang tua Chef
  Chico untuk menyelamatkan Hain dari kebangkrutan. Selama ini, Chef Chico
  selalu menolak kehadiran Raymond. Dia terlalu keras kepala menerima berbagai
  masukan.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Awalnya, Ella juga menolak kehadiran Raymond karena tau Chico gak akan suka.
  Tapi, dia kecewa begitu tau, Chico ternyata berbohong. Dia belum memutuskan
  pertunangan. Saat menjalani peran sebagai koki kepala, pelan-pelan Raymond dan
  Ella juga mulai saling jatuh cinta.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    &lt;i&gt;Spoiler Alert!&lt;/i&gt; Yang paling menarik buat Chi justru bukan kisah romansanya.
    Tapi, tentang kuliner serta berbagai kisah di baliknya. Bagus banget, sih.
    Chi akan mengulas singkat kisah tiap episodenya di artikel ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;
  Kisah di Balik Semua Kuliner di Restoran Hain "Replacing Chef Chico"
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Diceritakan, Hain adalah salah satu resto &lt;i&gt;fine dining&lt;/i&gt; memiliki keunikan menu berdasarkan kisah para tamunya. Jadi, tamu yang &lt;i&gt;booking&lt;/i&gt;
  ke resto tersebut akan menceritakan kisah spesialnya lalu dibuatkan resep
  istimewa sesuai cerita tersebut oleh Hain.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Episode 1 tentang Persahabatan dan Kanker Stadium 4 dan Kuliner Kare-Kare&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;
&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Seorang perempuan &lt;a href="https://www.kekenaima.com/2025/10/golden-age-jelita-lolita-paling-bahagia.html" target="_blank"&gt;LOLITA&lt;/a&gt; mengundang 7 orang sahabatnya makan malam di Hain.
  Menu pembuka adalah oyster segar dengan puree labu kuning. Kemudian, menu
  utamanya adalah kare-kare, hidangan khas tradisional Filipina seperti semur
  yang diberi bumbu kacang. Para sahabatnya bingung dengan pilihan menu yang
  semuanya dilarang dokter. Karena kanker, perempuan ini gak boleh makan mentah
  dan kacang.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Keluarlah pengakuan kalau kankernya sudah menjalar ke mana-mana. Dokter
  mengatakan usianya mungkin cuma 3 bulan lagi. Makanya dia ingin menikmati
  semua yang dipantang, termasuk makanan dan merokok! Setelah itu mau traveling
  ke Italia.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Sempat terjadi keributan kecil. Para sahabatnya gak mau dia menyerah. Tapi,
  perempuan ini bilang dia udah capek. Kan, dia yang menjalani semua prosesnya.
  Ibaratnya, para sahabatnya paling cuma bisa mendukung bukan merasakan. Jadi,
  ya terserah mau mendukung apapun atau tinggalin aja sekalian.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Episode 2 tentang Chef Ternama yang Alzheimer dan Kuliner Tibok-Tibok&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;
&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Sepasang suami istri lansia memesan menu Tibok-Tibok. Ini puding yang terbuang
  dari susu sapi kerbau dan tepung beras, kemudian ditaburi latik (dadih dari
  santan yang dimasak hingga jadi taburan). Tibok-tibok berarti detak jantung.
  Susu kerbau segar dimasak bersama tepung beras, hingga meletup-letup seperti
  detak jantung. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Suami dari pasutri ini tadinya chef ternama kemudian terkena alzheimer.
  Penyakitnya membuat jadi mudah marah karena frustasi. Merasa tidak mampu lagi
  membuat makanan enak untuk istrinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    "Kalau kamu kenyang, itu artinya Aku selalu ada. Kalau kamu senyum karena
    masakan ku, itu artinya Aku selalu membahagiakan mu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Sedih lho ketika suaminya ngomong kayak gitu. Paham jadinya kenapa dia menjadi
  frustasi dan mudah marah. Karena gak bisa lagi masak buat istrinya. Pernah ada
  kejadian, dia masak buat ulang tahun anaknya malah terjadi keracunan. Ya,
  karena penyakitnya bikin dia lupa cara memasak.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Untuk menghibur diri, mereka memutuskan untuk kulineran ke berbagai tempat
  yang memiliki makanan enak. Memilih Tibok-Tibok karena mereka berdua berasal
  dari Pampanga, Filipina. Daerah yang sama dengan asal puding ini.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Pernikahan mereka tidak direstui oleh orang tua keduanya karena alasan
  persaingan bisnis. Sehingga dulu memutuskan kawin lari. Tentu jantung berdegup
  kencang ketika memutuskan kawin lari. Makanya, Tibok-Tibok gak sekadar menjadi
  kuliner favorit mereka, tapi juga penuh kenangan.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Episode 3 tentang Perselingkuhan dan 2 Variasi Kuliner Adobo
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Ceritanya tentang seorang pelakor booking tempat untuk merayakan ulang tahun
  dengan pacarnya. Ternyata istri sah si pacarnya ini udah datang duluan,
  ngajakin makan bareng. Baidewei, si pria ini belum datang.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Istri sah dan selingkuhan suaminya ini sama-sama pesan menu Adobo, menu ayam
  atau babi yang dimarinasi dengan berbagai bumbu lalu diglasir. Terjadilah
  obrolan yang cukup sengit, sampai khawatir terjadi perkelahian.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Istri sah memilih Grilled Chicken Adobo. Menurut dia, memilih ayam karena
  lebih sehat. Kalau peduli dengan pasangan ya harus memilih menu yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Sedangkan, pelakor memilih Adobong Puti (Pork Adobo). Alasannya, makan kayak
  gini kan gak setiap saat. Sesekali lah makan enak tanpa mikir sehat atau
  enggak. Yang penting tuh kenikmatan.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Chef Ella membuat kedua menu berdasarkan request masing-masing. Kemudian
  menceritakan bahan apa aja yang dipakai, termasuk sejarahnya. Salah satu
  contohnya ketika menceritakan glasir untuk Chicken Adobo. Katanya bahannya
  didatangkan dari salah satu daerah di mana perempuan yang diberdayakan adalah
  mayoritas penyintas KDRT.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Awalnya, kedua tamu ini mencoba makanan masing-masing, kemudian saling
  tukeran. Eh, ternyata mau itu chicken atau pork enak semua. Yang tadinya
  suasana agak tegang, malah mulai mencair.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  "Kenapa kamu datang ke sini? Saya udah mengira kamu akan melabrak."
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  "Kamu pikir, saya akan menggunakan cara tradisional untuk menghadapi pelakor?
  Saya gak seperti itu."
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Ya kira-kira seperti itulah obrolan keduanya. Kemudian obrolan pun mengalir
  dari keduanya. Si pelakor ini mengaku awalnya mau dipacarin karena duit,
  kemudian timbul cinta. Tapi, lama-lama merasa si laki mulai ngeselin sikapnya.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Istri sah pun bilang kalau suaminya memang ngeselin. Dia juga sebetulnya udah
  kesel, udah bodo amat gitu. Ya, karena ada kesamaan pendapat, mereka malah
  jadi akur. Akhirnya mereka sepakat untuk meninggalkan si laki ngeselin ini
  hehehe.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial;"&gt;
  Episode 4 tentang Pertemuan Seorang Ibu dengan Anak-Anaknya dan Kuliner Tinawon
  Arroz Caldo
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Seberapa besar rasa kangen seorang ibu yang selama sekian tahun tidak bertemu
  dengan anak-anaknya? Pasti sangat besar.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Seorang ibu booking tempat di Hain. Tidak ada menu khusus yang dia pesan,
  hanya meminta disajikan makanan lezat. Berharap anak-anaknya kali ini mau
  datang. Apalagi ini hari ulang tahunnya.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Anak-anaknya memang selalu menolak bertemu karena merasa ibunya sudah
  meninggalkan mereka. Memilih bersama laki-laki lain. Makanya ketika akhirnya
  mereka mau datang ke Hain pun untuk menuntut supaya ibunya mau meminta maaf ke
  ayah mereka.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Tapi, si ibu tetap bersikeras menolak rujuk dan meminta maaf. Alasannya sejak
  awal pernikahan sellau bertengkar. Justru di pertemuan itu ingin mengumumkan
  akan menikah dengan pria pilihannya yang selama ini membuatnya jatuh cinta.
  Memang bukan happy ending, karena anak-anak tetap kecewa dengan pilihan
  ibunya.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Chef Ella membuat Arroz Caldo, semacam bubur ayam Filipina. Yang membuat
  spesial adalah berasnya. Tinawon berarti setahun sekali. Sesuai dengan
  namanya, beras ini hanya dipanen sekali dalam setahun.&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Makanya, Chef Ella membuat Arroz Caldo pakai beras Tinawon. Sehingga rasanya
  gak hanya lezat tapi juga memiliki arti. Setahun sekali merayakan ulang tahun
  dengan makanan yang spesial.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Chef 5 tentang Wena, Kepala Pelayan Hain Bertemu Anaknya dan Kuliner Turon
  Espesyal
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Wena, Kepala Pelayan Hain, yang memiliki karakter ceria ternyata punya masa
  lalu kelam. Dia pernah punya anak di usianya yang baru 16 tahun. Keluarga pria
  tetap meminta mempertahankan kandungan dan berjanji akan mengurus cucunya
  dengan baik. Tetapi, Wena yang saat itu masih sangat muda sekaligus tulang
  punggung keluarga tetap merasa tidak siap menjadi ibu. Setelah melahirkan, dia
  pun meninggalkan anak dan ayahnya (tidak diceritakan apakan dia menikah dengan
  pria tersebut atau enggak).
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Suatu hari, datang seorang anak kecil dan ayahnya ke Hain tanpa reservasiWena
  kaget karena yang datang adalah anak dan mantan pasangannya. Tapi, yang bikin
  dia sedih karena anak tersebut dan ayahnya akan pindah ke Jepang. Itu artinya
  kecil kemungkinan bisa bertemu lagi dengan anaknya.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Chef Ella menyarankan Wena untuk istirahat kalau perlu cuti sampai sedihnya
  hilang. Tapi, Wena menolak. Dia akan memberikan Turon Espesyal untuk dessert.
  Menurutnya, setidaknya dia bisa menyenangkan anaknya untuk terakhir kali
  sebelum ke Jepang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Turon disebut juga lumpia pisang. Kalau menurut Chi mirip lah kayak piscok,
  cuma isinya lebih macam-macam. Di dalamnya ada pisang, nangka, apel hijau, dan
  strawberry. Dibungkus kulit lumpia lalu digoreng. Karena ada berbagai buah,
  rasanya jadi beragam. Ada manis hingga asam segar.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Si anak seneng banget dikasih dessert yang enak. Dia sampai meluk Wena. Mantan
  pasangannya juga memberi kesempatan Wena untuk ngobrol sama anaknya tentu
  tanpa memberitahu identitas kalau dia ibunya.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Episode 6 tentang Fakta Kehidupan Influencer Ternama dan Kuliner Laing
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Crew Resto seneng banget ketika tau tamu spesial Hain malam itu adalah
  pasangan influencer ternama. Punya follower sangat banyak di Instagram dan
  Youtube.&amp;nbsp;Pasangan ini booking tempat selama 3 hari dan meminta disajikan
  laing yang berbeda setiap harinya. Laing tuh makanan yang terbuat dari daun
  talas dengan menu santan kental dan bumbu lainnya. Kalau di Indonesia mirip
  kayak gulai ubi tumbuk.&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Tanpa diduga Chef Chico hadir. Udah dikasih koma sekian lama, tetap aja
  karakternya ngamukan. Dia marah karena layout dapur berubah dan lain
  sebagainya. Dia juga menolak menyajikan laing dengan 3 varian berbeda.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Chef Chico termasuk saklek urusan menu dan gak mau improvisasi. Karakter yang
  bertolak belakang dengan Ella. Dia bilang sanggup memenuhi permintaan tamunya.
  Bahkan salah satunya mengkombinasikan laing dengan es krim.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Jangan mudah menilai orang dari kehidupan di media sosial. - Chef Ella -&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Chef Ella ngomong kayak gitu ke Wenna karena selama 3 hari melihat pasangan
  influencer tersebut ribut melulu. Hal receh kayak milih baju yang dianggap gak
  estetik sama resto aja bikin ribut. Beda banget deh sama konten yang di medsos
  mereka yang kayaknya pasangan idaman banget.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Kemudian beredar rumor, ada kritikus terkenal yang akan datang ke Hain.
  Terjadi perdebatan antara Chico dan Ella. Chico menyebutkan ciri-ciri
  kritikus, kalau ada yang sesuai dengan ciri-ciri tersebut harus diberi
  pelayanan spesial. Sedangkan menurut Ella, gak ada yang tau persis karena
  kritikus adalah sosok misterius. Jadi layani semua tamu dengan spesial tanpa
  membedakan.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Episode 7 tentang Pilihan Hidup dan Kuliner Dinakdakan Empanada
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Dari semuanya, episode ketujuh ini yang beberapa kali Chi percepat atau skip
  adegannya. Ini tuh menceritakan pernikahan sepasang g4y di Hain. Chi skip lah
  adegan pernikahannya itu. Pernikahan sesama jenis masih ilegal di Filipina.
  Jadi, ceritanya mereka hanya ingin merayakan kecil-kecilan setelah 16 tahun
  berpasangan.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Inti cerita episode 7 ini sebetulnya tentang pilihan hidup yang bertentang
  dengan orang lain, terutama orang tua. Pasangan g4y ini selama 16 tahun tidak
  mendapatkan restu orang tua. Rye, bartender Hain, juga menentang keinginan
  orang tuanya yang berharap anaknya menjadi dokter. Rye lebih suka meracik
  minuman.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Chef Carlon, koki paling senior di Hain, juga seorang g4y. Dia merahasiakan
  hidupnya karena khawatir karirnya akan terhambat. Carlon kaget ketika tau
  kalau semua crew Hain sebetulnya selama ini udah tau tapi tetap respek sama
  dia.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Juancho, chef magang yang dipecat ma Carlon. Kelakuannya memang
  petantang-petenteng dan gak profesional. Apalagi merasa udah pernah magang di
  berbagai negara besar. Juancho itu anak orang kaya manja yang asal memilih
  pendidikan. Bisa magang di sana-sini juga karena ayahnya. Setelah diajak
  ngobrol baik-baik sama Carlon (itu juga awalnya karena mereka barengan kekunci
  di gudang hehehe), dia mulai sadar. Katanya mau keliling Eropa sekalian
  mencari jati dirinya.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Menu yang dipilih adalah Dinakdakan Empanada. Ini tuh 2 menu yang berbeda.
  Empanada semacam pastel, sedangkan dinakdakan itu berbagai bagian babi
  (biasanya telinga, pipi, lidah, dan jeroan) yang dipanggang lalu dipotong
  kecil-kecil. Ada juga yang direbus dulu, kemudian dimasak di api besar.&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Awalnya Chef Chico menolak, apalagi begitu tau ini menu andalan Chef Carlon.
  Dia memang maunya semua anak buah hanya pakai resepnya. Berbeda dengan Ella
  yang membolehkan semua chef turut andil dengan kuliner andalan
  masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Chef Ella resign di episode ini! Salah seorang tamu yang dilayani di episode
  ke-6, selain influencer ternama, ternyata kritikus misterius dari salah satu
  media besar. Bahkan secara khusus memberikan pujian kepada Ella karena
  melayaninya sangat baik dengan menu yang sangat enak.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Chico bukannya senang Hain mendapat pujian sebagai resto terbaik malah marah
  ke Ella. Dia gak terima Ella yang dapat pujian. Di depan seluruh pegawai Hain,
  dia menuduh Ella udah merayu bahkan tidur bersama kritikus tersebut. Dia juga
  curiga jangan-jangan dulu mau pacaran sama Chico dan sekarang ma Raymond
  karena modus.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Padahal kritikusnya itu seorang perempuan karena yang pesan menu laing
  hanyalah influencer dan si kritikus ini. Meskipun ketika melayani, Ella gak
  tau profesi tamunya. Tentu aja Ella tersinggung dengan tuduhan Chico (emang
  ngeselin banget deh si Chico ini!). Dia pun langsung memutuskan resign. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Semua crew Hain sebetulnya pengen ikut resign. Tapi, mereka merasa gak punya
  keleluasan memilih. Kebanyakan udah bertahun-tahun kerja di Hain dan menjadi
  tulang punggung keluarga. Harus kerja di mana kalau sampai resign?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial;"&gt;
  Episode 8 tentang Pasangan Harmonis Menutuskan Resign di Hari Ulang Tahun
  Pernikahan Emas dan Kuliner Bopis
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Sepasang suami istri harmonis merayakan ulang tahun pernikahan ke-50 atau
  pernikahan emas dengan mengundang anak-anak dan cucu-cucu. Mereka berdua
  memberi pengumumkan yang mengejutkan yaitu bercerai.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Alasannya, bosan menjadi istri dan ibu. Ingin memulai hidup sebagai diri
  sendiri. Suaminya pun menyetujui. Semua anak dan cucunya menentang. Kata
  mereka, apa kata keluarga dan teman kalau gak ada apa-apa bercerai?
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Chi pun ketika tau alasannya sempat merasa "hah heh hoh"! Sebelum ini kan Chi
  menulis tentang kehidupan bahagia para JELITA dan LOLITA jadi ya merasa aneh
  aja gitu. Semua anak dan cucunya udah pada gede. Jadi, kenapa juga harus
  cerai? Kan, udah bisa menikmati jadi diri sendiri? Apalagi mereka
  pernikahannya harmonis. Tau, ah! Manusia memang rupa-rupa jalan pikirannya
  hehehe.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Dari semua kuliner yang disajikan di serial ini, Bopis menjadi menu yang
  terlihat paling sederhana. Ini tuh menu jantung dan paru babi yang ditumis.
  Kemudian disajikan kayak rice bowl gitu. Penampilan yang sederhana memang
  sesuai permintaan tamu. Bagi mereka yang penting kenangannya. Mereka adalah
  pasangan suami istri yang sehari-hari menjual bopis untuk menghidupi keluarga.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Hain mulai kacau balau sejak Ella resign. Bahkan terancam ditutup karena
  karyawan mulai semakin gak betah dengan sikap Chico. Padahal ketika Ella
  menjadi koki kepala sementara, pemasukan resto sempat naik sebanyak 2,5 x
  lipat. Semua karyawan juga senang dengan kepemimpinan Ella. Tapi, Chico tetap
  keras kepala, selalu merasa paling benar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Ibu Chico pun turun tangan, mengajak anaknya bicara. Sikap Chico yang keras
  karena ayahnya. Dia merasa ayahnya gak pernah menghargai semua usahanya.
  Sekeras apapun usahanya, gak pernah diapresiasi. Makanya dia jadi selalu
  marah-marah karena frustasi.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Ibunya bilang yang penting lakukan terbaik. Gak usah pikirin sikap ayahnya.
  Biar nanti ayahnya jadi urusan ibunya. Chico pun mulai sadar setelah
  dinasehati.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Kemudian, Chico datang ke apartemen Ella buat ngajak balikan. Tapi, ditolak
  karena Ella udah jatuh cinta sama Raymond. Chico bilang kalau gak bisa
  balikan, setidaknya kembali ke Hain. Ella juga menolak karena dia udah gak mau
  jadi asisten chef. Apalagi udah dapat tawaran kerja sebagai head chef di salah
  resto di Singapur.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Ya udah, kata Chico yang penting kembali ke Hain. Dia bakal mengundurkan diri.
  Karena udah terbukti Hain sukses di tangan Ella.&amp;nbsp; Mulai galau deh Ella
  dengan tawaran Chico. Pilih ke Singapur atau kembali ke Hain?
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Sebetulnya, Ella masih setengah hati ke Singapur. Dia pindah ke sana karena
  Raymond ditawarin jadi konsultan bisnis di Singapur. Pastinya lonjakan karir
  yang besar buat Raymond. Trus, dia ajak Ella untuk menjadi head chef di salah
  satu resto di sana.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Ella merasa di Singapur banyak resto kelas Michelin. Meskipun, udah dipastikan
  bakal jadi head chef di salah satu resto di Singapur, masih ada keraguan.
  Mungkin gak ya bisa bersaing dengan para koki kelas dunia di Singapur? Di sisi
  lain, dia juga udah menganggap Hain sebagai rumahnya.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Raymond langsung punya feeling kalau Ella bakal batal ikut ke Singapur.
  Padahal udah beli tiket dan tinggal berangkat. Endingnya udah ketebak lah ya
  Ella bakal pilih yang mana. Raymond atau Hain?
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;
  Plus Minus Serial Drama Filipina Replacing Chef Chico
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Chi suka banget sama serial ini. Tapi, bukan berarti gak ada minusnya, dong.
  Berikut bagian plus minusnya
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Bagian Plus dari Serial Replacing Chef Chico&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;
&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h4 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Penjabaran Kuliner yang Sangat Detil&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Seperti yang Chi bilang di awal, bagian yang paling disuka justru bukan kisah
  romansanya, tapi kulinernya. Hain bukan sekadar resto yang menjual kuliner
  cantik dan enak, tapi juga kisah para tamunya.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Visualnya cakep banget dari mulai masak hingga plating. Nah, bagian yang
  paling Chi suka itu ceritanya sangat detil. Bahan apa aja yang dipake, asalnya
  dari mana, kenapa pakai bahan tersebut, dan lain sebagainya.
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya ketika menjelaskan tentang "Tibok-Tibok". Setiap kali nama kuliner ini disebut, Chi merasa ada kemiripan dengan arti "tiba-tiba" kalau dalam bahasa Indonesia. Mendengarkan penjelasan chef Ella tentang cara pembuatannya yang spontan berarti kurang lebih mirip kan ya arti tibok-tibok dengan tiba-tiba. Dijelasin juga kuliner dari daerah mana, kalau lihat bahan-bahan dan tampilannya cukup mirip kayak bubur sumsum. Bedanya ini pakai susu kerbau bukan santan dan dijelaskan alasan pakai susu kerbau. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Bayangin deh kalau ini versi Indonesianya. Ketika ada yang pesan rendang sapi,
  trus chef menceritakan ke tamunya kalau rendang berasa dari provinsi mana,
  sejarah rendang, bumbunya apa aja, ternyata rendang gak hanya daging sapi, dan
  lain sebagainya. Detil banget diceritainnya. Trus, episode berikutnya kuliner
  dari provinsi lain.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Story telling ketika menceritakan kulinernya tuh cakep banget. Gak kayak orang
  berteori. Padahal disadari atau enggak ini termasuk gastrodiplomasi. Chi aja
  sampai googling semua kuliner yang diceritain di serial ini hehehe. Jadi,
  pengen re-cook meskipun mungkin akan banyak inovasi, karena kebanyakan resep
  di serial ini pakai daging babi.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h4 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Cerita tentang Pemberdayaan Perempuan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Pemberdayaan perempuan mungkin masih menjadi isu penting di Filipina. Ketika,
  Ella ditunjuk jadi kepala koki sementara, hanya Wena dan ibu Ditas (helper
  dapur) yang mendukung. Semua karyawan laki-laki menolak. Chef Carlos
  terang-terangan memperlihatkan ketidaksukaan. Bahkan Ella sempat dicurigai
  bisa menjadi kepala koki hanya karena pacaran dengan Chico.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Chef Ella sempat berpikir penolakannya karena dia perempuan. Dia juga gak
  punya gelar pendidikan yang mentereng. Pengalaman kerjanya hanya di Hain.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Kemudian Ella mulai bersikap tegas. Lama-lama semua karyawan mulai menaruh
  rispek bahkan suka dengannya. Ella dianggap tegas tapi gak pernah memaki-maki.
  Dia memang bilang gak suka lah dengan berbagai drama.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Ella juga mau mendengarkan semua masukan anak buahnya. Bahkan meminta mereka
  mengeluarkan menu andalan masing-masing, termasuk ibu Ditas pun dibolehkan.
  Pada seneng dong punya pimpinan kayak Ella.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Ketika Ella dipuji oleh kritikus, juga disebutkan sebagai perempuan yang mampu
  mendobrak dominasi pria di bidang kuliner. Mampu menghadapi berbagai isu
  pelecehan, misoginis, hingga bullying dengan membuktikan berhasil menjadi head
  chef di resto mewah. Semua anak buah sepakat dengan pendapat kritikus
  tersebut, kecuali Chico yang malah menuduh macem-macem.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h4 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Persahabatan antara Pimpinan dan Anak Buah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Ella dan Wena bersahabat. Ya, awalnya hanya Ella dan ibu Ditas yang baik kepada Ella. Tetapi, ketika terpilih sebagai Head Chef, dia
  gak hanya membuktikan jadi pemimpin yang baik. Ella berhasil menjadi sahabat
  bagi semuanya.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Bagian Minus dari Replacing Chef Chico&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h4 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Terlalu Banyak "F Word" dari Mulut Chef Chico
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Chef marah-marah di dapur kayaknya udah biasa. Kalau lihat berbagai serial
  termasuk reality show kayaknya head chef tuh memang pada pemarah. Contohnya Gordon Ramsay, kayaknya gak pernah lihat dia kalem. Ngamuk melulu kalau lagi di dapur resto, termasuk saat menjadi juri MasterChef. Meskipun kalau lihat kontennya tentang keluarga, sepertinya dia tipe family man.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Tapi, menurut Chi marah-marahnya Chico lebay. Serial ini pakai bahasa
  campur-campus yaitu Inggris dan Filipina. Chico seringkali ngomong pakai
  bahasa Inggris. Nah, setiap kali dia mengeluarkan kalimat marah, selalu
  diakhiri dengan "F word".
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Kalau generasi muda Indonesia sekarang mulai sering kan pakai kata bjir, jir,
  atau semacamnya lah. Nah, Chico kayak gitu. Tapi, ini kayaknya di setiap akhir
  kalimat. Bayangin aja kalau sekali ngomel keluar 10 kalimat. Bisa sebanyak itu
  juga kali "F wordnya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seriusan Chi panas kuping dengernya dan pengen
banget  ngegaplok mulutnya pake wajan hahaha! Gak bisa Chi tuh sesabar Ella menghadapi orang
  kayak Chico. Makanya ketika episode 2 hingga 5 kan gak ada Chico karena masih
  koma, rasanya gak pake emosi nontonnya hehehe.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Banyak Adegan Merokok&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Chi gak anti adegan merokok di film atau series. Tapi, di serial ini rasanya terlalu banyak adegan merokok. Hampir setiap episode ada adegan Ella dan Wena sedang merokok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu ada adegan di mana 2
  sahabat ini sering ngobrol di belakang resto sambil merokok. Obrolannya menarik, tapi juga ngebul. Ketika sedang galau, Ella pun merokok sendirian.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Sempat menimbulkan sedikit pertanyaan buat Chi. Kenapa lumayan sering adegan
  Ella dan Wena merokok? Apakah sekadar kebetulan atau ada pesan tersirat bahwa
  perempuan pun gak apa-apa merokok? Entahlah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ya karena seingat Chi selain mereka berdua, hanya Chico yang juga ada adegan merokok. Itu pun kalau gak salah cuma sekali di episode terakhir ketika dia sedang diajak ngobrol ma ibunya. Sedangkan pemeran pria lainnya gak ada adegan merokok. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Replacing Chef Chico&lt;/b&gt; berhasil membuktikan bahwa drama kuliner tidak hanya soal resep, tapi juga tentang cerita dan promosi budaya. Inilah yang Chi sebut gastrodiplomasi sukses. Berharap banget suatu saat Indonesia punya serial kuliner yang sekuat ini. Beberapa film dan serial Indonesia yang sudah pernah Chi tonton baru sekadar bagus, seringkali masih berasa nanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chi sangat merekomendasikan tontonan Filipina ini. &lt;b&gt;Serial ini Chi kasih rating 9/10!&lt;/b&gt; Bagaimana menurut teman-teman? Sudah nonton &lt;i&gt;Replacing Chef Chico&lt;/i&gt;? Yuk, bagi pendapatnya di kolom komentar!
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTCgakZyJPxG6SA7XvH4L88Wss9xzwDetcaSosqeiYj4z4r9bRae_lxMIsoJLoPQJod_AmACWrpvygOFPUUhfRH2_oJi-kvAtyfeJuWOYdRNOoTGXJmJEXNWXgd1llQIM396VWSfCX4tr4akdjeXF4eGw1648tPdJWe5_KiPPKl_lseEptLfV7yaJn-wYj/s72-w640-h360-c/review-serial-drama-filipina-replacing-chef-chico.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">70</thr:total></item><item><title>The Golden Age: Mengapa JELITA dan LOLITA Adalah Fase Paling Bahagia</title><link>https://www.kekenaima.com/2025/10/golden-age-jelita-lolita-paling-bahagia.html</link><category>Family</category><category>Kesehatan</category><category>Keuangan</category><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Fri, 17 Oct 2025 22:20:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-3248975330253044221</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="the golden age mengapa jelita dan lolita adalah fase paling bahagia" border="0" height="3auto60" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSyi7Bs_4FxJS7NbPP023fOj42wwoEY_8NQ4OSxfgIpYhyphenhyphengBHURerjjnVZq9MHNddEeldDw5If0v3bNhKWN2ZJ66M9WNHIgX2RNw-jBJwTC3nFfm-OBaR6o6YEPGqV13OcINliJziVtCl2MyVLf_zyFc5MQhVfxE1n_yJw14AaGIPpDJnSXM39p7hYI3KW/w640-h360/alasan-golden-age-jelita-lolita-fase-bahagia.jpg" title="The-Golden-Age-Mengapa-JELITA-dan-LOLITA-Adalah-Fase-Paling-Bahagia" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Benarkah kebahagiaan sejati justru mekar setelah usia 40 atau 50 tahun?
    Dalam masyarakat yang terobsesi dengan masa muda, pandangan ini mungkin
    terasa kontroversial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Padahal faktanya saat ini, semakin banyak &lt;b&gt;JELITA (Jelang Lima Puluh Tahun) &lt;/b&gt;dan&lt;b&gt; LOLITA (Lolos Lima Puluh Tahun)&lt;/b&gt; justru memasuki periode paling membahagiakan dalam hidup. Usia yang tadinya dianggap krusial malah menunjukkan bahwa fase ini adalah Golden Age. Masa di mana sedang menikmati kebahagian, kebebasan, dan stabilitas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Disclaimer&lt;/i&gt; dulu, nih, yang Chi bahas di sini mungkin terkesan hanya kesenangan duniawi. Padahal banyak yang bilang "Kalau udah tua, perbanyak ibadah." Menurut Chi, namanya banyakin ibadah itu jangan menunggu tua dulu. Harus dibiasakan sejak dini, malah justru mumpung masih muda, harus lebih getol ibadahnya. Jadi, bukan berarti tidak mengutamakan ibadah hanya karena tidak ditulis di sini, ya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Ketika JELITA dan LOLITA Berani 'Bodo Amat' dengan Stigma 'Norak'&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Postingan ini dibuat setelah melihat salah satu utas di Threads. Seorang ibu
    membuat utas yang dirasa cukup julid. Katanya banyak ibu-ibu usia 50+
    sikapnya norak karena jalan-jalan atau senam sama genk dengan dandanan
    menor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sekejap, utas tersebut menghilang. Bahkan
    akunnya pun menghilang. Cepat sekali para JELITA dan LOLITA ini bertindak
    hehehe!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua utas balasan yang terbaca oleh Chi, kayaknya
    gak ada yang bersikap kasar. Semuanya menunjukkan ekspresi bodo amat
    dibilang norak. Semua membalas dengan menunjukkan kehidupan
    bahagianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chi juga sempat baca beberapa utas ibu tersebut sebelum menghilang. Dia pernah membuat utas tentang anak-anaknya. Chi lupa berapa jumlah anaknya, tapi kayaknya masih kecil-kecil. Dia juga pernah mengeluh tentang perekonomiannya yang sepertinya belum stabil. Hhhmmm ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Menguak Rahasia Golden Age: 3 Pilar Utama Kebahagiaan JELITA &amp;amp;
        LOLITA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Mengapa para perempuan Jelita dan Lolita bisa terlihat begitu bahagia, baik
    saat tertawa lepas bersama teman atau menikmati waktu santai dengan
    pasangan? Jawabannya terletak pada tiga pilar kehidupan yang kini sudah
    mapan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Anak Mandiri, Dompet &amp;amp; Waktu Kembali Milik Sendiri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Terkadang suka ada rasa kangen dengan masa anak-anak ketika masih kecil.
    Kangen celoteh polosnya mereka, kangen unyel-unyel, pokoknya banyak hal yang
    dikangenin. Sayangnya gak ada mesin waktu. Jadi gak bisa diputar ulang.
    Makanya terkadang suka sedikit baper.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, Chi juga
    bahagia banget lihat anak-anak semakin besar. Menjadi remaja dan dewasa.
    Sudah menjadi anak yang mandiri. Ya kalau untuk waktu memang sudah jauh
    lebih banyak hal yang bisa Chi lakukan untuk diri sendiri dengan leluasa.
    Lebih bebas dan banyak me time-nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kalau untuk dompet mungkin belum
    bebas banget. Paling gak masih harus bayar kuliah untuk 2 anak di setiap
    semesternya dengan jumlah yang lumayan hehehe. *Bismillah, Allah selalu
    mudahkan dan lapangkan rezekinya. Allahumma aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, para
    perempuan JELITA dan LOLITA memang sudah menjalani peran selama 2 dekade
    sebagai ibu. Beban psikologis dan finansial sebagai orang tua mulai
    berkurang drastis. Para ibu merasa lega melihat
    &lt;b&gt;anak-anak mereka sehat dan mampu berdiri di atas kaki sendiri&lt;/b&gt;. Rasa
    tanggung jawab yang berkurang ini membebaskan energi mereka untuk
    &lt;i&gt;self-love&lt;/i&gt; dan aktivitas pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang memilih
    menikmati fase ini&amp;nbsp; hanya untuk diri sendiri, sebuah waktu berkualitas
    yang akrab kita sapa sebagai &lt;i&gt;me time&lt;/i&gt;. Ini bisa diwujudkan dalam
    kesendirian yang tenang, seperti membaca buku di kafe favorit, atau sekadar
    menikmati secangkir teh tanpa interupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tidak sedikit
    pula yang memilih kebahagiaan kolektif, dengan menghabiskan waktu bersama
    sahabat karib atau pasangan. Kuncinya ada pada kualitas, bukan kuantitas.
    Mau sendirian atau ramai-ramai, esensi utamanya sama yaitu memberi reward
    kepada diri sendiri sebagai bentuk &lt;i&gt;self-love.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h4 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Waktu Kualitas dengan Genk atau Bestie: &lt;i&gt;Squad&lt;/i&gt; Sejati adalah
        Terapi Terbaik!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h4&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Setelah dua dekade mendahulukan kebutuhan anak, para ibu di fase JELITA LOLITA kini memiliki &lt;b&gt;kontrol penuh atas waktu luangnya sendiri&lt;/b&gt;.
    Inilah saatnya membangun kembali jaringan pertemanan yang mungkin dulu jarang
    dilakukan karena seringkali kepentok urusan anak. Sehingga merasa kurang
    leluasa kalau bawa anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menariknya, di fase ini, dinamika
    pertemanan pun berubah drastis. Obrolan biasanya sudah tidak lagi berkutat
    pada urusan popok, nilai rapor, jadwal les, hingga kesehatan anak.
    Topik-topik tersebut perlahan digantikan dengan pembahasan yang lebih
    mendalam dan personal. Mulai dari tantangan seputar &lt;i&gt;perimenopause&lt;/i&gt;,
    berbagi tips agar tetap awet muda, kiat menjaga kesehatan mental, hingga
    keseruan menekuni hobi pribadi yang baru ditemukan. Ini adalah era di mana
    &lt;b&gt;perempuan berbicara lebih banyak tentang diri mereka sendiri, dan itu
      terasa jauh lebih seru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Yang paling menarik, perempuan JELITA dan LOLITA umumnya sudah selesai
      dengan drama "banyak-banyakan teman" agar dianggap gaul. Mereka telah
      mensortir lingkaran pertemanan dengan bijak. Kualitas mengalahkan
      kuantitas. Prinsipnya sederhana yaitu
      &lt;b&gt;lebih baik sedikit teman, asalkan solid, otentik, dan bisa saling
        menguatkan.&lt;/b&gt;
      Kalaupun memiliki lingkaran yang besar, syarat utamanya adalah
      &lt;i&gt;less drama&lt;/i&gt;. Mereka hanya memilih energi positif dan ikatan yang
      benar-benar bermakna.&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h4 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Suami: Dari &lt;i&gt;Partner&lt;/i&gt; Hidup, Menjadi &lt;i&gt;Bestie&lt;/i&gt; Sejati&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h4&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Tentu saja, kebahagiaan sejati gak harus memilih salah satu. Selain
    persahabatan yang solid, ada juga yang menemukan sumber kesenangan utama
    pada pasangan. Tapi, memilih keduanya? Boleh banget!&lt;/span&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;Ambil contohnya Chi pribadi. Lebih memilih menikmati waktu seru
      berdua dengan K’Aie. Ini terlihat jelas di berbagai unggahan, baik di blog
      Jalan-Jalan KeNai maupun media sosial. Sejak anak-anak kami beranjak besar
      dan mandiri, kami jadi punya banyak kesempatan untuk kembali sering
      berpetualang berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, kami masih sering membahas
      anak-anak. Itu topik yang pasti akan selalu ada, namanya juga orang tua,
      yekan! Namun, kini topiknya sudah jauh berbeda, tidak lagi seputar drama
      ketika mereka masih balita. Selain itu, kami justru semakin sering
      membicarakan hal-hal receh yang memicu tawa terbahak-bahak. Intinya,
      hubungan kami sekarang semakin berasa kayak bestie.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
    &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
      &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Bukan Jompo, Ini The Golden Age: Merayakan Usia Matang dengan
          Bahagia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
    &lt;/h3&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Seringkali, usia menjelang 50 tahun distereotipkan dengan kata-kata yang
      kurang menyenangkan, seperti "jompo" atau "menurun." Padahal, bagi JELITA dan LOLITA, realitasnya justru kebalikan! Inilah era
      keemasan, &lt;b&gt;The Golden Age&lt;/b&gt;. Sebuah fase di mana banyak perempuan
      merayakan usia matang dengan penuh kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, tidak memungkiri ada tantangan fisik yang datang menyapa, entah itu
      &lt;i&gt;hot flashes&lt;/i&gt; atau lutut yang mulai rewel. Tapi, alih-alih meratap, justru menggunakan sinyal-sinyal tubuh ini sebagai panduan. Menjadi lebih cerdas dan &lt;i&gt;aware&lt;/i&gt; dalam menjaga diri, menjadikan
      kesehatan sebagai prioritas utama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai banyak menyadari dan
      menanggapi alarm tubuh, sehingga jadi lebih tahu batasan untuk memberikan &lt;i&gt;self-reward&lt;/i&gt; tanpa
      mengurangi kenikmatan bersenang-senang. Tahu kapan harus istirahat,
      kapan harus bergerak, dan kapan harus memanjakan diri. Intinya, fisik
      boleh rewel sedikit, tapi semangat dan kebahagiaan harus tetap
      &lt;i&gt;on point&lt;/i&gt;! Setuju?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
    &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
      &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Finansial Santai: Ketenangan adalah Kekayaan Sejati Para JELITA dan LOLITA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
    &lt;/h3&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Di usia JELITA dan LOLITA, definisi "mapan" seringkali berubah total. Di
      fase ini, kemapanan finansial bukan lagi berarti harus kaya raya, memiliki
      aset tak terhitung, atau sibuk flexing kekayaan di media sosial. Tidak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Finansial
      santai adalah istilah yang lebih tepat menurut Chi. Artinya, telah
      mencapai titik di mana uang bukan lagi menjadi sumber drama atau
      kekhawatiran harian. Kebutuhan dasar sudah terpenuhi, cicilan-cicilan
      besar sudah lunas, dan punya dana yang cukup untuk menikmati hidup tanpa
      rasa cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah mengapa Chi katakan "Ketenangan adalah
      Kekayaan Sejati". Sudah mulai bebas dari tekanan finansial. Bahkan ada yang
      benar-benar bebas alias financial freedom. Ibaratnya, sekarang hidup untuk menikmati The Golden
      Age. Liburan &lt;i&gt;healing&lt;/i&gt; tanpa perlu pusing memikirkan utang. Melakukan
      me time dengan tenang. Siapa sih yang gak pengen hidup tenang di masa
      tua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun bukan liburan atau kulineran mewah ala sultan.
      Tapi, yang penting kualitas menikmati waktunya baik itu sendirian, bersama
      pasangan, atau sahabat. Rasanya nikmat banget, ya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
    &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span _ngcontent-ng-c1572347595="" class="user-query-container right-align-content"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c2760476216="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c2760476216="" class="horizontal-container"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Stop Julid! Biarkan JELITA dan LOLITA Menikmati Kebahagiaan!
              &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/h2&gt;
    &lt;h2&gt;
      &lt;span _ngcontent-ng-c1572347595="" class="user-query-container right-align-content"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c2760476216="" class="user-query-bubble-with-background ng-star-inserted"&gt;&lt;span _ngcontent-ng-c2760476216="" class="horizontal-container"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/h2&gt;
    &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Bagi Chi, bodo amat mau tampilan mereka itu kalem, gonjreng, atau heboh
      sekali pun. Selama gak mengganggu kenyamanan orang lain, BIARIN AJA. Toh,
      para JELITA dan LOLITA ini sedang memasuki fase puncak menikmati hidup
      mereka! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para JELITA dan LOLITA itu juga pernah merasakan
      gedebag-gedebugnya ngurus anak, jumpalitan mencari dan mengatur keuangan,
      serta menjaga kesehatan sebagai investasi jangka panjang. Singkatnya, saat
      ini mereka sedang panen kebahagiaan. Semua orang ada fasenya, dan tidak
      perlu julid ketika melihat seseorang atau sekelompok orang sedang
      berbahagia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada sibuk mengomentari orang lain, lebih baik fokus
      mengupayakan kebahagiaanmu sendiri. Ini beneran, deh! Terlepas dari apakah akan menikah atau dikaruniai anak itu adalah takdir. Tapi, tetaplah berinvestasi dalam hal kesehatan sejak muda, tidak hanya uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punya bunyak uang kalau gak sehat tentu gak nyaman juga, kan. Makanya usahakan keduanya sejak masih muda. Sehingga ketika nanti berada di fase JELITA dan LOLITA tinggal seneng-senengnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dengan pemahaman ini,
      harusnya sudah bisa menjawab, ya, mengapa suka ada sekelompok ibu-ibu
      JELITA dan LOLITA yang terlihat begitu happy dan lepas saat berkumpul atau
      bepergian. Mereka sedang menikmati hasil dari perjuangan hidup yang telah
      mereka lalui!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menulis ini, jadi penasaran,
      deh. Siapa di antara teman-teman yang saat ini sedang berada di JELITA atau LOLITA? Atau, mungkin memiliki orang tua, tante, atau kerabat
      dekat yang sedang menikmati golden age ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut
      teman-teman, bagaimana cara terbaik mengekspresikan masa-masa terbaiknya
      ini? Apa kunci kebahagiaan yang paling menonjol?&lt;/span&gt;
    &lt;p&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSyi7Bs_4FxJS7NbPP023fOj42wwoEY_8NQ4OSxfgIpYhyphenhyphengBHURerjjnVZq9MHNddEeldDw5If0v3bNhKWN2ZJ66M9WNHIgX2RNw-jBJwTC3nFfm-OBaR6o6YEPGqV13OcINliJziVtCl2MyVLf_zyFc5MQhVfxE1n_yJw14AaGIPpDJnSXM39p7hYI3KW/s72-w640-h360-c/alasan-golden-age-jelita-lolita-fase-bahagia.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">36</thr:total></item><item><title>Chi Pengen Anak yang Mandiri dan Kreatif</title><link>https://www.kekenaima.com/2008/05/chi-pengen-anak-yang-mandiri-dan-kreatif.html</link><category>Parenting</category><category>Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Tue, 7 Oct 2025 21:44:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-8510797698415822365</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="chi ingin anak yang mandiri dan kreatif" border="0" height="360" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1f6vuLYpQdPcLroo3mKEPwxdm1mj4wKyfivmsxDMVad8_9pE7cOrgjs-CzyzuhEmgvRp9eT0-ALeSr3kCDSE2TwSNiC3W61YsIK9WZNuA2xlXVqCVQz_U-MsSPG49AZgmHgJGfTb5Rpzr1Q5MKJlSwI4QQHOYiZjReORGOUpk7ZAz2lhS7Dlybn15Islw/w640-h360/anak-mandiri-dan-kreatif.jpg" title="Chi-Ingin-Anak-yang-Mandiri-dan-Kreatif" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;br /&gt;Di tengah gempuran era digital yang menuntut adaptasi cepat dan
  ketidakpastian persaingan global, apakah target nilai sempurna masih menjadi
  kunci kesuksesan yang mutlak?
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua masa kini menyadari bahwa ijazah saja tidak cukup.
    Jauh sebelum tren skill masa depan dan kemandirian finansial ramai
    diperbincangkan, kami sudah meyakini bahwa fondasi terpenting untuk anak
    adalah menanamkan kemandirian dan kreativitas sejati. Kami mencoba menelaah
    mengapa pola pikir yang fokus pada pengembangan &lt;i&gt;growth mindset&lt;/i&gt; sejak
    dini jauh lebih berharga daripada sekadar mengejar ranking, memastikan anak
    siap menghadapi tantangan zaman tanpa dihantui ketakutan akan kegagalan.
    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Yup dalam hal pendidikan Chi pengen mereka mandiri dan kreatif, bebas
    menentukan masa depannya mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h2&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;
        Mengapa Sistem Pendidikan Konvensional Ciptakan Kecemasan, Bukan
        Keterampilan?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Sistem pendidikan konvensional seringkali memprioritaskan hafalan, skor
    ujian yang seragam seperti Ujian Nasional (UN), dan mengejar ranking semata,
    alih-alih membangun kompetensi nyata dan &lt;i&gt;skill&lt;/i&gt; yang dibutuhkan di
    dunia kerja modern. Fokus yang berlebihan pada hasil evaluasi ini, termasuk
    tekanan dari orang tua dan sekolah, secara langsung dapat memicu kecemasan
    berlebihan (anxiety) pada siswa. Mereka belajar demi lulus dan mendapat
    ijazah, bukan demi menguasai ilmu. Akibatnya, sistem ini gagal menumbuhkan
    kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kemandirian yang sesungguhnya.
    Meninggalkan para lulusan dengan kecemasan tinggi saat berhadapan dengan
    tantangan dunia nyata yang tidak bisa dijawab hanya dengan lembar jawaban
    pilihan ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo diperhatiin masalah pendidikan selama ini,
    kayaknya persoalannya itu-itu aja, ya. Biaya sekolah yang makin mahal,
    peraturan pemerintah ttg pendidikan yang katanya sih bikin kita yang sekolah
    jadi gak nyaman, dan yang terbaru (dan selalu ada tiap tahun pastinya)
    adalah masalah UN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b style="background-color: #ead1dc;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Menghindari Tekanan UN dan Nilai: Memutus Rantai Stres Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Alih-alih membiarkan anak terjerat dalam lingkaran tekanan yang tidak
    sehat, di mana hasil Ujian Nasional (UN) atau nilai rapor menjadi penentu
    tunggal harga diri dan masa depan, Chi sebagai orang tua ingin mengambil
    peran aktif untuk memutus rantai stres pendidikan. Memprioritaskan
    pengiriman anak ke bimbingan belajar (bimbel) demi mencapai skor yang
    sempurna hanya akan mengajarkan mereka untuk memenuhi target eksternal,
    bukan untuk mencintai proses belajar itu sendiri. Fokus kami harus bergeser
    dari "mendapatkan ijazah" menjadi "menguasai ilmu," dengan secara tegas
    menunjukkan bahwa ketidaklulusan atau ranking bawah bukanlah akhir dari
    segalanya, melainkan bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan diri
    yang holistik menuju kemandirian.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh pusing kalo mikirin itu semua. Kayaknya kita sekolah itu
    kan mau cari ilmu, tapi karena dipusingin &amp;amp; diribetin dengan masalah
    ini-itu kesannya jadi ribet banget. Bertahun-tahu kita sekolah, nasib kita
    hanya di pertaruhkan dalam 3 hari UN untuk mendapatkan ijazah. Bahkan
    stressnya itu gak cuma ketika waktu ujian aja, tapi ketika kita masuk di
    tingkat yang paling akhir (untuk SD kelas 6, SMP &amp;amp; SMU kelas 3) udah
    mulai tuh aura stressnya. Keliatannya dari orang tua yang making ngepush
    anak-anaknya, belom lagi ikut kursus bimbel. Padahal kalo dipikir kenapa
    juga kita harus bimbel ya kalo yang kita dapetin di sekolah udah cukup. Gak
    ngerti deh. Pada akhirnya semua ikut pusing, gak cuma para siswa tapi juga
    orang tua &amp;amp; guru-guru.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span&gt;
        Kalo menurut Chi semua stress itu berawal dari adanya target-target yang
        mengikat (terlalu mengikat bahkan?). Ya salah satunya UN itu. Coba deh
        bayangin kalo kita gak lulus UN, yang malu gak cuma siswa tapi orang tua
        bahkan guru pun akan malu. Sebelum UN pun kita selalu di cekokin dengan
        target-target, seperti nilai ulangan harus bagus, harus naik kelas tiap
        tahun.
      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Bahkan kalo pun kita tiap tahun naik kelas, selalu ada yang bertanya dapet
    ranking berapa? Untuk yang mendapat ranking 1 atau paling gak 10 besar
    teratas akan sangat bangga menjawabnya. Tapi kalo dapet urutan terbawah atau
    di tengah-tengah gimana, padahal kenyataannya dia tetep aja naik kelas kan?
    Tapi rasa bangganya itu berbeda kadarnya hanya karena berbeda
    rankingnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial;"&gt;Dilema Orang Tua: Biaya Sekolah Mahal vs. Jaminan Kualitas
          Lulusan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/h3&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Dihadapkan pada realitas bahwa biaya sekolah terus melambung tinggi, orang
    tua kini menghadapi dilema yang menyesakkan: Apakah investasi finansial yang
    besar tersebut sejalan dengan kualitas hasil yang diterima anak? Kami
    khawatir, pengeluaran besar untuk sekolah atau bimbingan intensif seringkali
    hanya menghasilkan lulusan yang mahir dalam tes, namun rapuh secara mental
    dan kurang memiliki inisiatif dalam kehidupan nyata. Kami harus
    mempertanyakan apakah sistem yang mahal ini benar-benar menjamin anak
    memiliki keterampilan yang fleksibel (&lt;i&gt;adaptable skills&lt;/i&gt;) dan
    kemandirian untuk bertahan di dunia yang kompetitif, atau justru hanya
    menjamin mereka mendapatkan ijazah, membebankan tekanan finansial pada
    keluarga tanpa memberikan &lt;i&gt;return on investment&lt;/i&gt; yang sepadan dalam
    bentuk karakter yang kuat dan kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah pasti Chi gak mau
    anak-anak seperti itu. Belajar hanya untuk naik kelas atau mendapatkan
    ijazah. Pengennya mereka mengerti sama semua hal yang pelajari. Karena
    dengan mengerti, mereka akan lebih tau apa yang mereka mau. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span&gt;Makanya Chi pengen mereka lebih mandiri, sealu memikirkan worst case
        scenario dari sesuatu yang udah mereka pilih. Chi juga pengen mereka
        jadi anak yang kreatif, karena menurut Chi anak yang kreatif akan selalu
        melihat peluang dari segala kesusahan yang dihadapi.
      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Liat aja sekarang ekonomi boleh aja lagi sulit, tapi sesulit apapun ekonomi
    pasti akan selalu ada orang-orang yang bertahan. Dan menurut Chi orang yang
    bertahan gak selalu orang yang berduit banyak tapi banyak juga yang bertahan
    adalah orang-orang yang kreatif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Pilar Kemandirian: Membekali Anak dengan Life Skills di Era
        Digital&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Memasuki Era Digital yang serba cepat dan penuh ketidakpastian, peran utama
    sebagai orang tua harus bergeser dari sekadar penyedia fasilitas menjadi
    fasilitator kemandirian. Pilar kemandirian bukanlah tentang meninggalkan
    anak sendirian, melainkan tentang secara aktif membekali mereka dengan
    &lt;i&gt;life skill (&lt;/i&gt;keterampilan hidup) yang esensial, mulai dari kemampuan
    dasar menyelesaikan masalah sehari-hari hingga kecakapan digital yang
    bertanggung jawab. Dengan mengajarkan anak untuk membuat keputusan,
    mengelola waktu, dan mencari solusi atas tantangan yang mereka hadapi, kami
    tidak hanya menumbuhkan rasa percaya diri mereka, tetapi juga memastikan
    mereka memiliki fondasi karakter yang kuat dan tidak bergantung pada
    validasi atau arahan konstan dari luar, bekal vital untuk bertahan di masa
    depan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Konsep Kemandirian Finansial dan Worst Case Scenario untuk Anak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Membekali anak dengan kemandirian finansial sejak dini jauh lebih krusial
    daripada sekadar mengajarinya menabung. Kami berusahamenanamkan pola pikir
    bahwa mereka harus mampu mengelola sumber daya dan menciptakan nilai ekonomi
    sendiri. Sejalan dengan itu, memperkenalkan konsep
    &lt;i&gt;Worst Case Scenario&lt;/i&gt; (skenario terburuk) bukan berarti menakut-nakuti,
    melainkan melatih anak untuk selalu memikirkan risiko dan solusi proaktif
    dari setiap pilihan hidup atau keputusan karier yang akan mereka ambil.
    Pendekatan ini mengajarkan anak untuk tidak pasrah pada keadaan, melainkan
    mengembangkan ketangguhan (&lt;i&gt;resilience&lt;/i&gt;) dan kemampuan analitis agar,
    terlepas dari krisis ekonomi atau kegagalan yang mungkin dihadapi, mereka
    selalu memiliki rencana cadangan dan kemampuan untuk bangkit kembali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Melatih Pengambilan Keputusan: Mendorong Anak Memilih dan Bertanggung
        Jawab&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Salah satu inti dari melatih kemandirian adalah memberikan ruang kepada
    anak untuk melakukan pengambilan keputusan sejak dini, alih-alih selalu
    diarahkan atau didikte oleh orang tua. Ini bisa dimulai dari hal-hal kecil,
    seperti memilih kegiatan ekstrakurikuler atau menentukan gaya belajar, yang
    kemudian berlanjut pada pilihan yang lebih besar menyangkut masa depan.
    Dengan memberikan hak untuk memilih, kami secara simultan mengajarkan mereka
    konsep tanggung jawab atas konsekuensi dari pilihan tersebut baik
    keberhasilan maupun kegagalan. Proses ini krusial untuk menumbuhkan
    inisiatif dan kemampuan memecahkan masalah secara mandiri, memastikan bahwa
    mereka tidak menjadi generasi yang pasif dan menunggu instruksi saat
    menghadapi tantangan di kehidupan dewasanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Kreativitas Sebagai Future-Proof Skills: Kunci Bertahan di Setiap
        Krisis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Di pasar kerja modern, yang terus berubah dan rawan disrupsi oleh
    teknologi, kreativitas telah bertransformasi dari sekadar bakat seni menjadi
    &lt;i&gt;Future-Proof Skill&lt;/i&gt; yang paling dicari, menjadikannya kunci utama
    untuk bertahan di setiap krisis. Kemampuan untuk berpikir
    &lt;i&gt;out-of-the-box&lt;/i&gt;, merangkai ide-ide yang tidak terhubung, dan
    menciptakan solusi baru dari keterbatasan adalah mata uang sesungguhnya di
    masa depan. Ketika anak dibekali kreativitas, mereka tidak akan mudah
    menyerah saat menghadapi tantangan (baik ekonomi maupun profesional),
    melainkan secara naluriah akan melihat setiap hambatan sebagai peluang
    inovasi, sebuah mentalitas yang esensial untuk sukses di dunia yang semakin
    tidak terduga ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Kreativitas Bukan Bakat: Cara Melihat Peluang di Tengah Kesulitan
        Ekonomi
      &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Chi berusaha membuang jauh mitos bahwa kreativitas adalah bakat bawaan yang
    hanya dimiliki segelintir orang. Kami harus mengajarkan anak bahwa
    kreativitas adalah keterampilan berpikir yang dapat diasah, khususnya dalam
    menghadapi tekanan dunia nyata. Dalam konteks ekonomi yang penuh
    ketidakpastian dan krisis, anak yang kreatif tidak akan mudah menjadi korban
    keadaan, melainkan mampu mengolah keterbatasan menjadi peluang bisnis atau
    solusi inovatif. Dengan melatih anak untuk melihat setiap masalah sebagai
    teka-teki yang harus dipecahkan, kami berusaha mempersiapkan mereka untuk
    menjadi individu yang tangguh. Menjadi manusia yang selalu dapat menemukan
    celah baru untuk bertahan dan bahkan berkembang, alih-alih pasrah di tengah
    kesulitan ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Mendorong Growth Mindset: Belajar dari Kegagalan, Bukan Mengejar
        Kesempurnaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Daripada mengikat anak pada target nilai dan kesempurnaan yang rentan
    menciptakan rasa takut gagal, kami harus fokus menanamkan
    &lt;b&gt;Growth Mindset&lt;/b&gt; (pola pikir bertumbuh) yang esensial untuk
    perkembangan kreatif dan kemandirian. Pola pikir ini mengajarkan anak bahwa
    kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan &lt;i&gt;feedback&lt;/i&gt; berharga
    dan kesempatan untuk belajar dan mencoba strategi baru. Ketika anak
    dibebaskan dari rasa malu karena kesalahan, mereka akan lebih berani
    bereksplorasi, mengambil risiko yang diperhitungkan, dan akhirnya menemukan
    solusi kreatif mereka sendiri, menjadikan proses belajar lebih berharga
    daripada hasil ujian semata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Strategi Jangka Panjang: Mengutamakan Pemahaman Ilmu, Bukan Ijazah
        Semata&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Strategi pendidikan jangka panjang yang paling efektif adalah menggeser
    fokus dari nilai kelulusan dan ijazah semata menuju penguasaan pemahaman
    ilmu yang mendalam dan berkelanjutan. Saat orang tua hanya menekankan hasil
    akhir formal, anak-anak cenderung belajar secara dangkal. Hanya untuk
    melewati ujian, tetapi gagal menginternalisasi konsep yang membuat mereka
    mampu memecahkan masalah kompleks di masa depan. Mengutamakan pemahaman
    berarti menumbuhkan rasa ingin tahu dan cinta belajar yang sesungguhnya,
    yang akan mendorong anak untuk terus mencari ilmu bahkan jauh setelah mereka
    meninggalkan bangku sekolah, memastikan bahwa bekal &lt;i&gt;skill&lt;/i&gt; yang mereka
    miliki relevan dan adaptif terhadap setiap perubahan zaman, dan bukan hanya
    sekumpulan data yang mudah usang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Peran Orang Tua dalam Menciptakan Lingkungan Belajar yang Bebas Target
        Mengikat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Peran fundamental orang tua dalam strategi jangka panjang ini adalah
    mentransformasi rumah menjadi lingkungan belajar yang aman dan bebas dari
    target mengikat yang didikte pihak luar, seperti keharusan mendapatkan
    ranking tertentu. Ini berarti kami harus berhenti menggunakan nilai atau
    ujian sebagai satu-satunya tolok ukur kesuksesan anak. Sebaliknya, fokuslah
    pada pemberian dukungan emosional, merayakan &lt;i&gt;effort&lt;/i&gt; dan rasa ingin
    tahu anak, serta menciptakan budaya di mana eksplorasi dan kesalahan adalah
    bagian natural dari proses. Dengan membebaskan anak dari tekanan ekspektasi
    yang kaku, kami memfasilitasi tumbuhnya motivasi intrinsi atau dorongan
    belajar yang datang dari dalam diri sendiri yang merupakan fondasi paling
    kuat bagi kemandirian dan kreativitas di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya,
    tujuan utama Chi dan K'Aie sebagai orang tua di Era Digital ini bukanlah
    melahirkan anak-anak yang sekadar berprestasi di atas kertas, melainkan
    anak-anak yang mandiri secara mental dan kreatif dalam mencari solusi.
    Dengan memutus rantai stres pendidikan yang mengikat pada nilai dan ranking,
    serta berfokus pada pengembangan &lt;i&gt;life skills&lt;/i&gt; dan pola pikir bertumbuh
    (&lt;i&gt;Growth Mindset&lt;/i&gt;), kami memberikan mereka bekal yang jauh lebih
    berharga daripada ijazah. Yuk, kita sama-sama berkomitmen untuk
    memfasilitasi anak-anak agar menjadi individu yang tangguh, mampu menghadapi
    ketidakpastian ekonomi, dan selalu melihat peluang baru, sehingga mereka
    tidak hanya bertahan, tetapi benar-benar berkembang di masa depan.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1f6vuLYpQdPcLroo3mKEPwxdm1mj4wKyfivmsxDMVad8_9pE7cOrgjs-CzyzuhEmgvRp9eT0-ALeSr3kCDSE2TwSNiC3W61YsIK9WZNuA2xlXVqCVQz_U-MsSPG49AZgmHgJGfTb5Rpzr1Q5MKJlSwI4QQHOYiZjReORGOUpk7ZAz2lhS7Dlybn15Islw/s72-w640-h360-c/anak-mandiri-dan-kreatif.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Cara Orang Tua Memahami dan Menghormati Budaya Digital Gen Z</title><link>https://www.kekenaima.com/2025/09/cara-orang-tua-memahami-dan-menghormati-budaya-digital-gen-z.html</link><category>Family</category><category>parenteen</category><category>Parenting</category><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Sun, 21 Sep 2025 18:22:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-5092988030376671061</guid><description>&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Kemarin, anak dari&amp;nbsp; bibi yang pernah mengasuh Chi sejak kecil
    menanyakan akun IG Keke dan Nai. Katanya kangen sama mereka. Terakhir kerja
    di rumah kami ketika anak-anak masih kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="Cara Orang Tua Memahami dan Menghormati Budaya Digital Gen Z" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFUs_s8_uwLmxq7kscvYiBZGakh5k2EnubMTTjR0cgKkbVp6Hy5dS6qdhHFCumShs7a0wYjedyU-5CvTIRQxasMvL3UlRuQotqc9wiZ1GAX3i-O1U-_ke3MMF2IAk2u9npJ-ueIQmKL8ttSuyoI5HCTjtrfQKg4jq-KeEbGuMyMgwTgMUSCuzdJg8iaFg2/w640-h360/cara-orang-tua-memahami-dan-menghormati-budaya-digital-gen-z.jpg" title="Cara Orang Tua Memahami dan Menghormati Budaya Digital Gen Z" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Chi bilang kalau Keke dan Nai punya akun medsos, tapi gak ada
  yang bisa dilihat. Isinya kosong, termasuk foto profil pun gak ada. 2nd
  akunnya pun juga sama. Gak ada isinya hehehe.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Dia terkaget-kaget dengan jawaban Chi. Kok bisa? Dia pikir semua Gen Z pasti
  akrab dengan dunia digital, terutama medsos. Berasa aneh sama jawab Chi.
  Faktanya memang seperti itu. Keke dan Nai akrab dengan dunia digital, tapi
  hampir gak pernah bikin konten apapun. Bahkan konten yang cuma seuprit pun
  di-archieve ma mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagian akrab dengan dunia digital bukan berarti harus update medsos. Chi sering kok diskusi ma anak-anak. Cuma ya mereka termasuk yang gak pengen aja eksis di medsos hehehe.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Penting memahami dunia digital Gen Z. Orang tua perlu belajar tentang
    platform yang mereka gunakan, seperti TikTok dan Discord, bukan sekadar
    melarang. Dengan menghormati ruang digital mereka, orang tua bisa membangun
    komunikasi yang kuat dan menjadi mentor yang suportif, serta membimbing
    mereka secara aman dan bertanggung jawab. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;
  Budaya Digital Adalah Bagian Identitas Gen Z, Bukan Sekadar Tren&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;h2&gt;
&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ikutin &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;gak berita tentang kejadian di Nepal?
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;i&gt;Disclaimer&lt;/i&gt; dulu, nih, Chi tidak akan pernah mendukung tindakan anarkis
  di mana pun. Yang mau dibahas di sini adalah tentang Gen Z Nepal yang
  melakukan komunikasi melalui Discord. Bahkan memilih PM baru juga melalui
  platform ini.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Chi mungkin udah pusing duluan denger kata discord. Apa itu? Waktu tren LINE
  aja Chi minta diajarin sama Keke dan Nai hehehe.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Sederhananya, ketika Chi mulai mengenal medsos tuh berharap bisa kontak dengan
  teman-teman lama. Sebetulnya udah kontak melalui YahooGroups. Tapi, Chi
  menolak bikin akun Friendstrer meskipun berkali-kali dibujuk. Ketika mulai
  tertarik, ternyata udah pada pindah ke 'mainan baru' yaitu FB. Ya udah
  langsung aja ke Facebook bukan Friendster.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Kemudian nambah punya akun di Instagram, LINE (tapi, sekarang udah enggak), X
  (dulu Twitter), hingga TikTok. Yang tadinya cuma untuk ngobrol dengan teman
  lama, berkembang menjadi berkomunitas hingga kerjaan.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Tapi, rupanya Gen Z lebih cepat lagi berkembangnya terhadap dunia digital.
  Mereka bikin berbagai proyek kolaborasi, produk digital, dan lain sebagainya.
  Ada aja perkembangannya yang rasanya sangat cepat.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Bagi Gen Z, dunia digital lebih dari sekadar platform hiburan atau
    komunikasi. Dunia digital adalah fondasi dari identitas, hubungan, dan cara
    mereka melihat dunia. Orang tua perlu menyadari bahwa Gen Z tidak
    hanya&amp;nbsp; 'hidup' di dunia digital, mereka justru 'membangun' hidupnya di
    dalamnya. Misalnya, persahabatan yang terjalin melalui game online atau
    kolaborasi proyek di Discord sama nyatanya dengan interaksi tatap muka.
    Menghormati budaya ini berarti menerima bahwa cara anak berinteraksi,
    belajar, dan bersosialisasi mungkin berbeda dari cara orang tua tumbuh, dan
    itu bukan hal yang buruk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;
  Mengubah Pola Pikir Orang Tua dari Pengawasan Menjadi Kemitraan&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Sejak dulu, Chi dan K'Aie memang tidak pernah melarang anak untuk akrab dengan
  dunia digital. Karena generasi mereka sendiri memang sudah dikelilingi yang
  serba digital sejak lahir. Nimbang badan aja setiap bulan ketika mau
  diimunisai udah pakai timbangan digital yakaaan hehehe.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Kami berdua menyadari dunia digital akan terus berkembang. Bahkan mungkin
  berlari. Rasanya gak akan cukup kalau sekadar menerapkan aturan yang wajib
  dipatuhi oleh anak-anak. Lama-lama bisa keteteran dan ngos-ngosan.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Aturan tentu tetap dibuat dan anak-anak harus menaatinya. Kami tetap harus
  membuat fondasi awal untuk benteng anak-anak. Tapi, yang gak kalah pentingnya
  adalah memberi bekal. Harapannya anak-anak bisa menjaga bentengnya
  sendiri.&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Chi selalu berprinsip, anak bisa aja lebih tau dan lebih cepat mengikuti dan
  memahami dunia digital. Seperti yang tadi Chi bilang, waktu instal LINE aja
  belajar dari anak-anak untuk paham semua fiturnya hehehe. Tapi, sebagai orang
  tua tentu pengalamannya lebih banyak. Bisa memberi nasihat untuk lebih
  berhati-hati karena dunia digital kan ibarat pisau bermata dua. Maksimalkan
  manfaatnya, minimalkan bahkan hilangkan negatifnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Kami sering berdiskusi dengan anak. Apa yang mereka suka dan enggak.
  Berdiskusi tentang perkembangan di dunia digital, misalnya membahas yang
  sedang ramai di medsos. Supaya anak bisa nyaman berdiskusi apapun dengan orang
  tua, tentu harus timbul kepercayaan terlebih dahulu. Bonding harus lebih
  dahulu dijalin. Gak ujug-ujug ajak mereka ngobrol, padahal gak ada rasa
  kedekatan antara orang tua dan anak.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Alih-alih memantau setiap aktivitas digital anak dengan pendekatan
    'mata-mata', orang tua sebaiknya membangun kemitraan yang didasari rasa
    saling percaya. Berdiskusi secara terbuka tentang risiko dan manfaat dunia
    digital, alih-alih memberlakukan aturan sepihak. Ajak anak berbagi tentang
    aplikasi favorit mereka, video yang sedang viral, atau kreator konten yang
    mereka kagumi. Dengan begitu, orang tua bisa memahami perspektif anak,
    memberikan bimbingan yang relevan, dan membantu mereka mengembangkan
    literasi digital yang kritis dan aman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;
  Pentingnya Menghormati Ruang dan Privasi Digital&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;"Orang tua gak pernah ngajarin privasi?"&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Dulu, Chi pernah baca WA dari salah seorang teman Keke. Temennya kaget begitu
  tau kalau Keke belum punya hp pribadi. Semua aktivitas Keke, termasuk WA, bisa
  bebas dilihat orang tua tanpa perlu meminta izin.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Keke bilang itu syarat dari ayah dan bundanya kalau pengen punya medsos dan
  ngobrol di WA. Syarat yang harus dituruti. Gak boleh ditawar.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Chi jelasin lagi ke Keke tentang privasi dan syarat yang diberikan orang tua.
  Tapi, pertama-tama mengapresiasi dulu karena Keke memberikan jawaban yang
  tegas ke temannya.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Bukan kami tidak pernah mengajarkan atau tidak mau memberikan anak privasi
  digital. Tapi, sebelumnya harus memastikan dulu ruang amannya. Harus yakin
  kalau anak sudah bisa dipercaya di ranah digital dan mampu bertanggungjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, semakin banyak anak diberi privasi harus sebanding dengan tanggungjawabnya. Jangan sampai anak berbuat salah, kemudian yang menanggung dan membereskan masalahnya dilimpahkan seluruhnya ke orang tua. Anak harus bertanggungjawab juga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Kalau mengikuti aturan medsos, batas minimum usia memiliki akun adalah 13
  tahun. Tapi, bagi kami bukan berarti setelah diizinkan kemudian dilepas.
  Dibiarin aja mereka dengan dunia medsosnya.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Kami harus pastikan dulu, paling gak paham aturan dasar dunia digital.
  Memiliki literasi digital yang cukup baik. Baru deh pelan-pelan kami lepas.
  Gak ada batasan umurnya. Lebih ke feeling orang tua untuk tau kapan anak siap
  atau belum. Caranya dengan banyak berdiskusi. Bahkan sampai sekarang pun kami
  masih sering berdiskusi dan saling mengingatkan meskipun kami udah gak lagi
  bisa bebas buka hp anak-anak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Sama seperti orang tua menghargai privasi kamar tidur anak, mereka juga
    harus menghormati privasi digital Gen Z. Membaca pesan pribadi, mengakses
    akun media sosial tanpa izin, atau memaksa meminta kata sandi dapat merusak
    kepercayaan. Tentu, ada kasus di mana pengawasan diperlukan untuk
    keselamatan. Namun, pendekatan terbaik adalah dengan komunikasi yang jujur.
    Jelaskan alasan di balik kekhawatiran orang tua dan sepakati batasan
    bersama, seperti 'waktu bebas gawai' di meja makan atau batasan waktu
    bermain game. Dengan cara ini, orang tua menunjukkan bahwa mereka percaya
    pada tanggung jawab anak, sambil tetap memberikan ruang untuk tumbuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Chi dan K'Aie kan Generasi X. Sebagian hidup kami dilalui tanpa dunia digital.
  Sedangkan begitu jadi orang tua, anak-anak lahir di dunia yang mulai serba
  digital. Makanya, kami pikir rasanya gak bisa memberlakukan pola asuh yang
  sama seperti ketika kami jadi anak-anak.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Tentu, kami mengenalkan anak-anak kalau dunia bermain gak hanya melalui layar.
  Keke dan Nai gak asing dengan beberapa permainan tradisional karena kami
  mengenalkannya. Hingga pergaulan di dunia nyata pun kami kenalkan. Tetap
  jangan terlalu larut dalam dunia digital, lah.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Sebagai orang tua juga banyak belajar tentang dunia digital supaya bisa
  memahami dan menghormati budaya digital Gen Z. Bukan untuk menjadi jago. Anak
  Gen Z udah pasti lebih jago, lah. Tapi paling gak jadi bisa membuat aturan
  rambu-rambu yang pas untuk anak-anak. Mengajarkan merekan tentang netiket yang
  pas kepada mereka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFUs_s8_uwLmxq7kscvYiBZGakh5k2EnubMTTjR0cgKkbVp6Hy5dS6qdhHFCumShs7a0wYjedyU-5CvTIRQxasMvL3UlRuQotqc9wiZ1GAX3i-O1U-_ke3MMF2IAk2u9npJ-ueIQmKL8ttSuyoI5HCTjtrfQKg4jq-KeEbGuMyMgwTgMUSCuzdJg8iaFg2/s72-w640-h360-c/cara-orang-tua-memahami-dan-menghormati-budaya-digital-gen-z.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">38</thr:total></item><item><title>Pertanyaan tentang Biaya Pendidikan yang Sebaiknya Ditanyakan Orang Tua Saat Survey Sekolah</title><link>https://www.kekenaima.com/2025/08/pertanyaan-biaya-pendidikan-survey-sekolah.html</link><category>Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Wed, 27 Aug 2025 22:23:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-4811404258206643684</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;
  &lt;img
    alt="ilustrasi wanita berpikir tentang biaya pendidikan saat survey sekolah dengan kalkulator dan uang"
    border="0"
    height="auto"
    src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqgkTYO7YVykEfl6XUNE3Aha31K43U0OVksZUi8DN3tI8KEUiTWF2caSfVOpaENiwYmP8mU3ZY76Se4srfKvqvG8jIUNfLycpR9SvC-t7XRihlqiUnFvd7ZA3EQqO0zqsf9keIciBe1cVXxMxwJNYt7OVDjOTfTQaG_nMgMRzy3LbgVJaDVm_gr5VIY_oH/w640-h360/pertanyaan-tentang-biaya-pendidikan-saat-survey-sekolah.jpg"
    title="Pertanyaan-Penting-Tentang-Biaya-Pendidikan-Yang-Wajib-Ditanyakan-Orang-Tua-Saat-Survey-Sekolah-di-kekenaima.com"
    width="640"
  /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Saat berkeliling untuk survei sekolah, salah satu hal terpenting yang
    harusnya menjadi pertanyaan adalah tentang biaya pendidikan. Ini bukan
    sekadar angka di atas kertas, melainkan cerminan dari investasi kita pada
    masa depan anak. Dengan memahami secara rinci apa saja komponen biaya yang
    ada, kita dapat membuat perencanaan keuangan yang lebih matang dan
    memastikan pilihan sekolah yang diambil sejalan dengan anggaran keluarga.
    Pertanyaan ini akan membuka percakapan yang jujur tentang biaya uang
    pangkal, iuran bulanan, biaya kegiatan ekstrakurikuler, dan potensi biaya
    tersembunyi lainnya, sehingga kita tidak akan terkejut di kemudian
    hari.&lt;/span
  &gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
  &gt;"Katanya sekolah gratis, tapi kok iuran ini itu mahal?" &lt;br /&gt;"Wajar enggak
  sih kalau tiba-tiba ada biaya perpisahan puluhan juta?"

  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika teman-teman sering bertanya-tanya seperti ini, maka
  teman-teman tidak sendiri. Tujuan utama artikel ini adalah memberi panduan
  &lt;b&gt;mengubah ketidaktahuan menjadi kesiapan finansial&lt;/b&gt;. &lt;/span
&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
  &gt;Setiap menjelang akhir dan awal tahun ajaran, selalu ada aja kehebohan
  berulang. Salah satunya tentang biaya pendidikan. &lt;/span
&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
  &gt;Mari kita telaah bersama &lt;b&gt;jenis-jenis biaya&lt;/b&gt; yang wajib teman-teman
  tanyakan rinciannya saat &lt;i&gt;survey&lt;/i&gt; sekolah.&lt;/span
&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Baidewei, &lt;/i&gt;ini berdasarkan pengalaman pribadi kami, ya.
    Alhamdulillah, selama anak-anak sekolah mulai dari PAUD hingga SMA, hampir
    semua biayanya bisa diduga. Kami terbiasa menanyakan tentang biaya
    pendidikan lebih rinci. Jadinya gak menimbulkan kekagetan dan bisa lebih
    mempersiapkan biayanya.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b
      &gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"
        &gt;Rincian Berbagai Biaya Sekolah Selain SPP yang Wajib Ditanyakan Orang
        Tua&lt;/span
      &gt;&lt;/b
    &gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b
      &gt;&lt;span
        style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"
        &gt;1. Pertanyaan Rinci Mengenai Biaya dan Kualitas Seragam Sekolah&lt;/span
      &gt;&lt;/b
    &gt;
  &lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Ketika anak-anak sekolah di swasta, biaya seragam biasanya udah termasuk
    pembiayaan di awal (uang pangkal). Tapi, biasanya kan ada beli seragam baru
    kalau udah kekecilan. Bisa tuh sekalian ditanya ke sekolah range harga
    seragam. Apalagi kalau sekolah swasta biasanya seragamnya punya ciri khas
    masing-masing. Jadi harus beli di sekolah, kecuali seragam pramuka.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Sekolah negeri memang gratis, tapi biasanya gak termasuk seragam. Nah, ini
    setiap sekolah bahkan daerah bisa punya kebijakan beda-beda. Kalau di
    Jakarta, ada aturan melarang pungutan uang apapun, termasuk uang kas. Disdik
    Pemprov Jakarta sangat tegas untuk hal ini. Oiya, ini pengalaman ketika Keke
    dan Nai masih sekolah, ya. Jadi, gak tau sekarang masih sama atau enggak.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Jadi, selain baju olahraga dan batik, orang tua siswa dipersilakan membeli
    seragam sendiri di luar sekolah. Chi sih lebih seneng kayak gini. Chi lihat
    keponakan yang sekolah di provinsi lain dan beli seragam di sekolah tuh
    kayak kurang bagus kualitasnya. Padahal harga sama aja dengan beli di luar.
    Sedangkan kalau bisa beli sendiri, bisa memilih bahan seragam yang bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat
    berita terbaru, katanya sekolah negeri gak boleh jualan sama sekali termasuk
    seragam batik dan olahraga, ya? Tapi, kalau seragaman olahraga dan batik kan
    biasanya tiap sekolah punya ciri khas. Emang kalau beli terluar bisa ada
    terus stoknya? Entahlah. Chi gak cari tau lebih lanjut. Karena Keke dan Nai
    kan udah pada lulus sekolah.&lt;/span
  &gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b
      &gt;&lt;span
        style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"
        &gt;2. Biaya Buku Pelajaran, Buku Tulis, dan Kebijakan Peminjaman&lt;/span
      &gt;&lt;/b
    &gt;
  &lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Ketika anak-anak di SD swasta, ada biaya buku yang dibebankan pada saat
    daftar ulang dan setiap tahunnya. Ini sudah termasuk buku tulis. Makanya,
    Chi gak pernah beli buku pelajaran dan buku tulis di luar sekolah ketika
    anak-anak masih SD.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Sebetulnya praktis karena udah tinggal ambil paket di sekolah. Paling
    sedikit minusnya adalah, seringkali masih banyak buku tulis yang belum
    terpakai atau masih banyak halaman kosong yang belum ditulis. Tapi, udah
    dapat lagi ketika kenaikan kelas.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Ketika anak-anak sekolah di negeri, semua buku dipinjamkan. Gratis. Nah ini
    juga ada plus minusnya. Waktu Keke sekolah di SMP Negeri, banyak buku
    pelajaran yang udah buluk banget. Makanya, inisiatif sendiri kami beli lagi
    buku pelajaran yang sama supaya nyaman belajarnya.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Nai juga di SMP Negeri, tapi beda sekolah ma Keke. Semua buku pelajaran yang
    dipinjamkan masih banyak yang bagus. Ketika Keke di SMA Negeri juga kualitas
    buku yang dipinjamkan masih lumayan.&amp;nbsp;
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Namanya juga dipinjamkan, tentu di akhir tahun ajaran harus dikembalikan.
    Kalau smapai hilang harus ganti. Biasanya ganti buku yang sama, bukan dengan
    uang. Ada pengeluaran juga buat beli buku tulis karena yang dipinjamkan
    hanya buku pelajaran.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Ketika Nai di SMA Swasta, buku pelajaran dipinjamkan sekolah. Tetapi, ada
    biaya LKS, selain buku tulis. Gak mahal sih biaya LKSnya.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;b&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b
      &gt;&lt;span
        style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"
        &gt;3. Aturan dan Pungutan Uang Kas (Apakah Diperbolehkan?)&lt;/span
      &gt;&lt;/b
    &gt;
  &lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Seperti yang Chi katakan di awal, Disdik Pemprov Jakarta sangat tegas untuk
    urusan pungutan. Uang kas dengan nominal receh pun gak boleh. Kalau sampai
    ketahuan Disdik bisa berat sanksinya. Makanya ketika anak-anak sekolah,
    rasanya gak pernah ngumpulin uang kas. Ketika anak-anak di sekolah swasta
    juga sama.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;b&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b
      &gt;&lt;span
        style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"
        &gt;4. Kebijakan Sekolah Mengenai Hadiah, Bingkisan, dan Gratifikasi untuk
        Wali Kelas&lt;/span
      &gt;&lt;/b
    &gt;
  &lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Katanya memberi hadiah untu wali kelas termasuk gratifikasi. Tapi, faktanya
    setiap kali menjelang hari raya dan terima rapot, terutama saat naik kelas,
    selalu ada aja perdebatan ini. Ada yang merasa keberatan karena terpaksa
    iuran dan segala macam kehebohan lainnya. Teman-teman bisa lho tanya ke
    sekolah tentang hal ini. Siapa tau sekolah punya aturannya.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Jangan malu bertanya tentang hal ini ke sekolah, ya! Karena terkadang orang
    tua merasa malu, tapi di sisi lain juga terpaksa ketika diminta patungan
    oleh korlas. Atau merasa minder ketika melihat para orang tua berlomba-lomba
    memberi hadiah ke wali kelas.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Ketika anak-anak sekolah di swasta, sekolah punya aturan melarang memberi
    hadiah secara pribadi kepada wali kelas. Tapi, para orang tua tetap memberi
    patungan setiap menjelang Hari Raya Idulfitri dan akhir tahun.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Caranya uang dikumpulkan ke korlas. Nanti korlas akan setor ke komite.
    Setelah terkumpul semua, uang akan dihitung lalu dibagi ke semua staff
    sekolah. Gak hanya walas yang dapat. Dari mulai Kepala Sekolah hingga satpam
    dan OB pun dapat. Para orang tua juga akan mendapatkan laporan keuangan dari
    uang yang dikumpulkan. Transparan.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Ketika anak-anak sekolah di negeri, gak ada yang seperti ini. Yup!
    Jawabannya karena dilarang oleh Disdik Pemprov Jakarta. Pokoknya gak boleh
    ada pungutan.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;b&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b
      &gt;&lt;span
        style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"
        &gt;5. Biaya Iuran Study Tour, Perpisahan, dan Wisuda: Wajib atau
        Opsional?&lt;/span
      &gt;&lt;/b
    &gt;
  &lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;

&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Ketika anak-anak di swasta, study tour dilakukan setahun 2x. Kemudian ada
    acara perpisahaan dan wisuda juga. Semua biaya ini udah dibayarkan di setiap
    kenaikan kelas. Jadinya, selama masa tahun ajaran berlangsung gak ada iuran
    ini itu lagi.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Ketika anak-anak di sekolah negeri, gak pernah ada study tour. Yup!
    Lagi-lagi alasannya karena tidak boleh ada pungutan. Ketika zaman Chi
    bersekolah di salah satu SMP Negeri di Jakarta tetap ada study tour. Tapi,
    Chi gak tau dulu prosedurnya seperti apa. Apakah peraturannya yang berubah
    atau gimana gitu.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Wisuda di sekolah negeri bentuknya hanya pelepasan sangat sederhana.
    Biasanya dilakukan di aula sekolah. Kalau pun ada acara wisuda atau
    perpisahan yang meriah, itu murni inisiatif orang tua. Sekolah gak terlibat
    sama sekali. Bahkan pihak sekolah hadir pun tidak karena khawatir
    disangkutpautkan.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
  &gt;Karena murni inisiatif orang tua, sifatnya gak memaksa. Keke gak ikutan acara
  prom night di sekolahnya. Alasan dia karena kurang mengenal teman-teman di
  SMA. Ya hampir selama SMA kan belajarnya di rumah karena pandemi. Gak apa-apa
  gak ikut. Pemberian ijazah dan lain-lainnya gak akan dipersulit. Kan, memang
  gak ada urusannya ma sekolah. &lt;br
/&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
  &gt;&lt;br /&gt;
  Cuma memang Chi perhatiin masih banyak orang tua yang gak tau aturan ini. Suka
  ada aja yang terpaksa ikut karena khawatir urusan sekolah dipersulit. Padahal
  enggak lho. Di Jakarta memang sekolah dilarang minta iuran apapun ke orang tua
  murid.&lt;/span
&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;b&gt;&lt;/b&gt;
&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
  &lt;b
    &gt;&lt;span
      style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"
      &gt;6. Aturan Perayaan Ulang Tahun dan Budaya Goodie Bag di Sekolah&lt;/span
    &gt;&lt;/b
  &gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Ini juga bisa ditanyakan ke sekolah. Ada sekolah yang membolehkan perayaan
    ulang tahun, ada yang tidak. Sekolah yang membolehkan juga ada yang pakai
    persyaratan, ada yang bebas.&lt;/span
  &gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;&lt;br /&gt;Ketika Keke dan Nai sekolah di swasta peraturannya melarang perayaan
    ulang tahun. Jadi, memang gak pernah ada acara ulang tahun di sekolah. Kalau
    pun ada orang tua yang merayakan ulang tahun anaknya, biasanya mengundang ke
    rumah atau resto.&lt;/span
  &gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;&lt;br /&gt;Salah seorang kerabat, anak sekolah di salah sekolah swasta. Katanya,
    di sekolahnya boleh merayakan ulang tahun. Tapi, ada aturan minimal harga
    per goodie bag. Pastinya gak murah. Jadi, paling enggak dikalikan sejumlah
    teman sekelas aja.&lt;/span
  &gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;&lt;br /&gt;Adik Chi juga pernah sekolah di swasta. Dibolehin banget merayakan
    ulang tahun. Bahkan gak ada batasan. Jadinya, banyak orang tua yang
    jor-joran dengan goodie bag. Pokoknya banyak yang wow goodie bagnya
    hehehe.&lt;/span
  &gt;
&lt;/div&gt;
&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b style="background-color: #ead1dc;"
      &gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
        &gt;7. Apakah Ada Kebutuhan Biaya Tambahan untuk Bimbingan Belajar
        (Bimbel)?&lt;/span
      &gt;&lt;/b
    &gt;
  &lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Anak-anak bimbel ketika mereka sekolah di negeri. Kami merasa hanya
    mengandalkan belajar di sekolah masih kurang banget. Salah satu penyebabnya
    adalah beberapa kali ada jam kosong atau guru yang hanya memberi tugas.
    Sedangkan ketika mereka sekolah di swasta tuh bener-bener belajar selama jam
    pelajaran.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;&lt;br /&gt;Jumlah murid per kelas juga cukup mempengaruhi. Jumlah murid per
    kelas di sekolah negeri lumayan banyak. 36 murid per kelas. Sedangkan di
    sekolah swasta paling setengahnya.&lt;/span
  &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;&lt;br /&gt;Makanya, anak-anak selalu bimbel ketika mereka sekolah di negeri.
    Tapi, ini sifatnya opsional banget ya. Bukan berarti sekolah di negeri wajib
    bimbel. Kembali ke keputusan masing-masing. Kalau kami merasa sangat perlu.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Biaya bimbel juga bervariatif. Keke lebih suka bimbel tatap muka langsung
    daripada daring. Biayanya kurang lebih sama lah kayak dia sekolah di swasta
    menegah ke atas. Sedangkan Nai lebih suka bimbel daring. Biayanya tentu jauh
    lebih murah.
    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b
      &gt;Silakan baca:
      &lt;a
        href="https://www.kekenaima.com/2022/07/sma-di-brain-academy.html"
        target="_blank"
        &gt;SMA di Brain Academy&lt;/a
      &gt;&lt;/b
    &gt;&lt;/span
  &gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
  &lt;b
    &gt;&lt;span
      style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"
      &gt;8. Biaya Sosial, Genk, dan Pengeluaran Tak Terduga Lainnya di Lingkungan
      Sekolah Swasta&lt;/span
    &gt;&lt;/b
  &gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
  &gt;Kalau ini, memang tidak ditanyakan ke sekolah. Tapi, penting juga mencari tau
  infonya. Chi pernah membaca beberapa pendapat orang tua yang gak jadi
  menyekolahkan anak di swasta. Alasannya, kalau hanya biaya pendidikannya
  sanggup memenuhi. Tapi, gak sanggup dengan biaya sosialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut
  pengalaman Chi, biaya sosial tergantung lingkungan sekolah dan kitanya juga.
  Alhamdulillah, orang tua di sekolah anak-anak ketika di swasta pada baik-baik.
  Ya memang tetap ada yang nge-gank. Tapi, gak pernah kedengeran nyinyir ke
  orang tua yang gak pernah ikutan ngumpul. Kalau pun ada, Chi termasuk cuek
  sih. Bodo amat hahahha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah salah satu orang tua murid cerita ke
  Chi. Katanya, gak sreg banget dengan sekolah swasta anak pertamanya (sambil
  menyebut salah satu sekolah swasta ternama). Borju banget pergaulannya.
  Makanya, anak keduanya beda sekolah ma anaknya. Dia seneng dengan sekolah anak
  keduanya, meskipun ternama juga tapi gak borju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan
  pengalaman, biaya sosialita gak hanya terjadi di swasta. Sekolah negeri juga
  ada kok orang tua yang nge-gank. Ya kembali ke kitanya lagi. Kalau Chi sih
  memang memilih untuk gak aktif di sekolah. Sekadar menjaga hubungan baik.
  Jadi, gak terbukti juga sekolah swasta otomatis biaya sosialnya lebih
  gede.&lt;/span
&gt;&lt;br /&gt;
&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
  &lt;b
    &gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"
      &gt;Pilih Biaya Sekolah Swasta atau Negeri?&lt;/span
    &gt;&lt;/b
  &gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
  &gt;Ya tentu ini kembali ke pertimbangan masing-masing. Dihitung-hitung jumlah
  biaya yang dikeluarkan sama aja, terutama untuk Keke yang biaya bimbelnya
  lumayan banget.&lt;br /&gt;&lt;/span
&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
  &gt;&lt;br /&gt;Enaknya di swasta itu semua biaya udah terhitung sejak awal. Gak ada
  tambahan biaya ini itu selama masa tahun ajaran berlangsung. Pokoknya setiap
  daftar ulang langsung aja bayar sesuai yang ditentukan sekolah. Setelah itu
  tinggal bayar SPP per bulan. &lt;/span
&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
  &gt;Ya setidaknya ini di sekolah swasta di mana Keke dan Nai pernah bersekolah.
  Chi gak bermaksud mengeneralisir. &lt;/span
&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
  &gt;&lt;br /&gt;
  Tapi, kami juga bersyukur banget sekolah negeri di Jakarta punya Disdik yang
  tegas banget urusan biaya. Selama anak-anak bersekolah di negeri, gak ada
  biaya ini itu, termasuk iuran kas. Makanya, berbagai cerita pengalaman orang
  tua yang kena berbagai biaya tambahan tak terduga hingga terasa memberatkan
  tuh gak kami alami. Bener-bener gratis ketika sekolah negeri di Jakarta.
  &lt;br
/&gt;&lt;/span&gt;
&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
  &lt;b
    &gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"
      &gt;Kesimpulan: Bekali Diri Orang Tua untuk Investasi Terbaik!&lt;/span
    &gt;&lt;/b
  &gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
  &gt;Setelah menelaah semua potensi biaya, dari uang pangkal hingga
  &lt;b&gt;biaya sosial&lt;/b&gt; yang tersembunyi, satu hal yang jelas:
  &lt;b&gt;transparansi adalah kunci&lt;/b&gt; dalam memilih sekolah. Keputusan finansial
  terbesar yang dibuat orang tua saat &lt;b&gt;survey sekolah&lt;/b&gt; harus didasarkan
  pada data lengkap, bukan asumsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakakan kritis orang tua
  selanjutnya adalah:&lt;/span
&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol style="text-align: left;"&gt;
  &lt;li&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
      &gt;&lt;b&gt;Bawa Daftar Pertanyaan:&lt;/b&gt; Gunakan poin-poin dalam panduan ini
      sebagai senjata utama orang tua saat bertemu pihak sekolah&lt;/span
    &gt;
  &lt;/li&gt;
  &lt;li&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
      &gt;&lt;b&gt;Jangan Ragu:&lt;/b&gt; Dapatkan jawaban yang rinci mengenai kenaikan biaya
      tahunan dan semua pungutan di luar SPP.&lt;/span
    &gt;&lt;br /&gt;
  &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Dengan memastikan semua pertanyaan tentang &lt;b&gt;biaya pendidikan&lt;/b&gt; terjawab
    tuntas, orang tua tidak hanya melindungi anggaran keluarga, tetapi juga
    memulai perjalanan pendidikan anak dengan penuh keyakinan.&lt;/span
  &gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Baidewei,&lt;/i&gt; beberapa sekolah swasta udah mulai buka
    pendaftaran. Selamat survey sekolah. Semoga dapat sekolah terbaik untuk
    anak!
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqgkTYO7YVykEfl6XUNE3Aha31K43U0OVksZUi8DN3tI8KEUiTWF2caSfVOpaENiwYmP8mU3ZY76Se4srfKvqvG8jIUNfLycpR9SvC-t7XRihlqiUnFvd7ZA3EQqO0zqsf9keIciBe1cVXxMxwJNYt7OVDjOTfTQaG_nMgMRzy3LbgVJaDVm_gr5VIY_oH/s72-w640-h360-c/pertanyaan-tentang-biaya-pendidikan-saat-survey-sekolah.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">41</thr:total></item><item><title>Panduan dan Tips Jalan-Jalan di Kawasan yang Futuristik di Odaiba</title><link>https://www.kekenaima.com/2025/08/panduan-dan-tips-jalan-jalan-di-kawasan-yang-futuristik-di-odaiba.html</link><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Wed, 20 Aug 2025 23:25:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-4198520985885323135</guid><description>&lt;div&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Odaiba merupakan kawasan yang terletak di Teluk Tokyo dan menjadi salah
    satu destinasi paling populer di Tokyo. Terutama bagi wisatawan yang mencari
    tempat seru untuk berbelanja, menikmati pemandangan indah, dan mencoba
    berbagai aktivitas menarik lainnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
    &lt;img alt="odaiba seaside park" border="0" height="426" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDdUk5DHaZnlWt8LOt3EYKarX4bjbUXAgIeyen8CgQHpZw-oQVAfz2E3-nS_B3tq3E6HvhPtkpzzVCBKs28BNzD0A9GZc5Kt13JdmVizDinB28jqBdYDKYaWGWQrIlmdYT4mckK1Eu5GyUoAI8oF-FFAThoxD3rdUUH5SiYy5neEOZ7gU6HWdHpZuoPW3o/w640-h426/odaiba-marine-park.jpg" title="Panduan dan Tips Jalan-Jalan di Kawasan yang Futuristik di Odaiba" width="640" /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
  &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
  &lt;div&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Dikenal dengan suasana futuristik, Odaiba juga menawarkan banyak hal
      menarik untuk dijelajahi. Kalau teman-teman baru pertama kali ke Tokyo dan
      tertarik menjelajahi Odaiba, persiapkan dulu
      &lt;a href="https://www.singaporeair.com/id-id/penerbangan-dari-jakarta-ke-tokyo" target="_blank"&gt;harga tiket pesawat Jakarta Tokyo&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, buatlah rencana perjalanan ke Odaiba dengan
      mengetahui panduan dan tips jalan-jalannya di bawah ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
    &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
      &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Panduan dan Tips Berkunjung ke Odaiba
        &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
    &lt;/h2&gt;
    &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ingin jalan-jalan ke Odaiba? Baca dulu panduan dan tips lengkap di bawah
      ini agar pengalamanmu di sana lebih nyaman dan tak terlupakan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
    &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
      &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;
          1. Apa Itu Odaiba?
        &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
    &lt;/h3&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Odaiba adalah sebuah pulau buatan yang terletak di Teluk Tokyo. Kawasan
      ini awalnya dibangun untuk tujuan pertahanan Jepang pada abad ke-19,
      tetapi sekarang Odaiba sudah berubah menjadi tempat hiburan, perbelanjaan,
      dan wisata yang sangat modern. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Odaiba adalah rumah bagi banyak
      atraksi hebat, mulai dari pusat perbelanjaan besar dan museum interaktif
      hingga pemandangan indah Teluk Tokyo. Apa yang membuat Odaiba semakin
      menarik adalah berbagai fasilitas canggih dan futuristik.
      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau teman-teman suka hal-hal yang berbau modern,
      futuristik, dan canggih, Odaiba adalah tempat yang pas banget buat,
      nih!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
    &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
      &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;2. Cara Menuju Odaiba
        &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
    &lt;/h3&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Odaiba terletak sekitar 15-20 menit perjalanan dari pusat kota Tokyo dan
      ada beberapa cara buat sampai ke sana: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
    &lt;ul style="text-align: left;"&gt;
      &lt;li&gt;
        &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;JR Rinkai Line dan Yurikamome Line bisa menjadi pilihan transportasi
          teman-teman dari Stasiun Tokyo atau Shibuya. Namun, perjalanan dengan
          Yurikamome Line sangat direkomendasikan. Monorel tanpa masinis ini
          menyajikan pemandangan laut menakjubkan selama perjalanan di atas
          laut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
      &lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;
        &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Perjalanan dari Stasiun Shinjuku ke Odaiba bisa dimulai dengan naik
          JR Chuo Line menuju Stasiun Shimbashi. Dari sana, teman-teman perlu
          berganti kereta ke Yurikamome Line yang akan membawamu langsung ke
          Odaiba.&lt;/span&gt;
      &lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;
        &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Kalau teman-teman malas naik kereta dan ingin lebih nyaman, bisa
          mencoba naik taksi. Namun, harga taksi ke Odaiba bisa lumayan
          mahal.&lt;/span&gt;
      &lt;/li&gt;
    &lt;/ul&gt;
    &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Pastikan teman-teman memilih transportasi yang tepat, dengan
      mempertimbangkan waktu dan biaya yang tersedia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
    &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
      &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;
          3. Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Odaiba
        &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
    &lt;/h3&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Odaiba punya berbagai tempat yang menarik banget teman-teman kunjungi.
      Berikut ini beberapa di antaranya: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
    &lt;h4 style="text-align: left;"&gt;
      &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;● DiverCity Tokyo Plaza
        &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
    &lt;/h4&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;DiverCity Tokyo Plaza adalah pusat perbelanjaan besar di Odaiba yang juga
      punya banyak restoran, kafe, dan tempat hiburan. Namun yang paling
      terkenal dari DiverCity adalah patung Gundam Unicorn yang megah, setinggi
      sekitar 19,7 meter! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patung Gundam ini menjadi salah satu daya
      tarik utama Odaiba dan sering jadi spot foto favorit bagi para pengunjung.
      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mal tersebut, teman-teman akan menemukan beragam merek
      global dan toko-toko Jepang yang menawarkan produk-produk istimewa.Bagi
      teman-teman yang suka dengan barang-barang bertema anime, pasti bakal
      betah banget di sini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
    &lt;h4 style="text-align: left;"&gt;
      &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;● Odaiba Seaside Park
        &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
    &lt;/h4&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Kalau teman-teman suka dengan pemandangan laut dan ingin menikmati udara
      segar, Odaiba Seaside Park adalah tempat yang tepat. teman-teman bisa
      berjalan-jalan santai di sepanjang pantai sambil menikmati pemandangan
      Teluk Tokyo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat ini juga terkenal dengan pemandangan indah
      Rainbow Bridge yang sangat ikonik, terutama saat matahari terbenam.
      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Selain itu, teman-teman juga bisa melihat replika Statue of Liberty yang ada di pantai ini. Walaupun nggak sebesar yang ada di New York, patung ini tetap jadi tempat foto yang sangat populer. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;h4 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt; ● TeamLab Borderless &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;TeamLab Borderless adalah museum seni digital interaktif yang nggak boleh
      teman-teman lewatkan kalau datang ke Odaiba. Museum ini menawarkan
      pengalaman seni yang berbeda banget dengan apa yang pernah teman-teman
      lihat sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman bisa masuk ke dunia seni yang
      penuh dengan warna, cahaya, dan gerakan yang terus berubah-ubah. Interaksi
      dengan seni di museum ini memungkinkan teman-teman untuk menjadi bagian
      dari karya seni tersebut, jadi pastikan teman-teman siap untuk terpesona!
      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terbaik untuk datang ke TeamLab Borderless adalah saat
      pagi atau sore hari, karena tempat ini bisa sangat ramai di siang hari,
      terutama di akhir pekan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
    &lt;h4 style="text-align: left;"&gt;
      &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;● Miraikan, National Museum of Emerging Science and Innovation
        &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
    &lt;/h4&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Miraikan adalah museum sains dan teknologi yang sangat cocok buat
      teman-teman yang suka dengan hal-hal berbau futuristik dan teknologi
      tinggi. teman-teman bisa melihat berbagai pameran tentang robotika,
      kecerdasan buatan, dan bahkan ada Asimo, robot humanoid terkenal dari
      Honda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ada banyak pameran interaktif yang bakal
      mengajari teman-teman tentang berbagai penemuan ilmiah terbaru.
      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa, Miraikan juga punya pemandangan spektakuler dari
      lantai atas museum yang menghadap ke Teluk Tokyo, jadi pastikan
      teman-teman sempatkan untuk berkeliling. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
    &lt;h4 style="text-align: left;"&gt;
      &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;● Palette Town
        &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
    &lt;/h4&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Daikanransha, bianglala setinggi 115 meter, menjadi salah satu ikon utama
      di Palette Town, sebuah kompleks hiburan yang dipenuhi aneka kegiatan
      menarik. Dari ketinggian bianglala ini, nikmati panorama Odaiba yang luar
      biasa. Roda yang berputar dengan santai memastikan teman-teman tidak perlu
      khawatir tentang antrean, karena ada banyak waktu untuk sepenuhnya
      menikmati pemandangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Palette Town teman-teman juga bisa
      mencoba berbagai wahana lainnya atau sekadar berjalan-jalan menikmati
      suasana di dalam mall yang penuh warna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin tertarik dan
      penasaran untuk berpetualang di Odaiba? Mengingat harga tiket pesawat bisa
      terus berubah, lang deh cek dan amankan
      &lt;a href="https://www.singaporeair.com/id-id/penerbangan-dari-jakarta-ke-tokyo"&gt;harga tiket pesawat Jakarta Tokyo&lt;/a&gt;
      sekarang juga sebelum kehabisan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
    &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
      &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;4. Makanan dan Belanja di Odaiba
        &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
    &lt;/h3&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Odaiba bukan cuma destinasi wisata, tapi juga surga belanja dan kuliner.
      Buat teman-teman yang gemar belanja, jangan lewatkan Aqua City Odaiba dan
      VenusFort yang menawarkan pengalaman belanja seru dan beragam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;
        Teman-teman bisa menemukan berbagai toko-toko yang menjual barang-barang
        dari brand ternama, serta restoran-restoran yang menawarkan makanan
        lezat.
        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau lapar, teman-teman bisa mencoba berbagai jenis kuliner
        Jepang di Odaiba, mulai dari ramen, sushi, hingga takoyaki. Banyak juga
        restoran dengan pemandangan laut yang indah, jadi teman-teman bisa makan
        sambil menikmati pemandangan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
      &lt;b style="background-color: #ead1dc;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;5. Tips Jalan-Jalan di Odaiba
        &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
    &lt;/h3&gt;
    &lt;ul style="text-align: left;"&gt;
      &lt;li&gt;
        &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Bawa jaket atau pakaian hangat:&lt;/b&gt; Walaupun Odaiba memiliki banyak
          tempat dalam ruangan yang nyaman, suhu di luar bisa cukup dingin,
          terutama di malam hari.&lt;/span&gt;
      &lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;
        &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Rencanakan perjalanan teman-teman dengan baik: &lt;/b&gt;Agar kunjunganmu di Odaiba
          menjadi lebih efisien, siapkan jadwal perjalanan yang terperinci.
          Dengan banyaknya destinasi menarik yang tersedia, perencanaan yang
          matang akan memastikan teman-teman bisa menikmati semuanya tanpa
          membuang waktu.&lt;/span&gt;
      &lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;
        &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Gunakan transportasi umum:&lt;/b&gt; Seperti yang disebutkan sebelumnya,
          Yurikamome Line adalah cara paling efisien untuk berkeliling Odaiba.
          Jadi, pastikan teman-teman sudah membeli tiket atau kartu transportasi
          yang tepat.&lt;/span&gt;
      &lt;/li&gt;
      &lt;li&gt;
        &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;Jangan lupa kamera:&lt;/b&gt; Odaiba punya banyak spot foto yang sangat
          Instagrammable, jadi pastikan untuk membawa kamera dan menangkap
          momen-momen seru selama di sana!&lt;/span&gt;
      &lt;/li&gt;
    &lt;/ul&gt;
    &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Odaiba adalah destinasi yang sangat cocok untuk teman-teman yang suka
      dengan teknologi, belanja, makanan enak, dan pemandangan indah. Dengan
      berbagai tempat menarik seperti DiverCity, TeamLab Borderless, dan
      Miraikan, teman-teman bisa menghabiskan seharian penuh di kawasan ini.
      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan untuk cek &lt;b&gt;harga tiket pesawat Jakarta Tokyo&lt;/b&gt; dan
      rencanakan perjalananmu dengan baik agar teman-teman bisa menikmati semua
      yang ditawarkan Odaiba. Jadi, siap-siap untuk merasakan pengalaman seru
      dan futuristik di Odaiba, ya! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDdUk5DHaZnlWt8LOt3EYKarX4bjbUXAgIeyen8CgQHpZw-oQVAfz2E3-nS_B3tq3E6HvhPtkpzzVCBKs28BNzD0A9GZc5Kt13JdmVizDinB28jqBdYDKYaWGWQrIlmdYT4mckK1Eu5GyUoAI8oF-FFAThoxD3rdUUH5SiYy5neEOZ7gU6HWdHpZuoPW3o/s72-w640-h426-c/odaiba-marine-park.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Apakah Don JUMBO seorang yang NPD?</title><link>https://www.kekenaima.com/2025/07/apakah-don-jumbo-seorang-yang-npd.html</link><category>Family</category><category>Parenting</category><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Sat, 5 Jul 2025 15:54:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-5818476433374461508</guid><description>&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Cerita tentang film JUMBO lagi. Tuh kan, Chi bilang juga banyak hal yang
    bisa dibahas dari animasi ini hehehe. &lt;i&gt;Baidewei,&lt;/i&gt; JUMBO berhasil
    menduduki peringkat 1 sebagai film terlaris di Indonesia. Yeaaay!&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="Apakah Don JUMBO seorang yang NPD" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-8Lf6uX2DWawJuvwWAdwDCpsTtzmRo0E6zARyaWedxsL82SJSQWf69zaozEw1gBRceDtiAhQk7JuUhiIikhqErjmykUY4vT1UjYSS2VdBk9cCWD3PpdRr7YOCPEz2SmkiJlR8uyyyCgNpSdm4G1n2ouJwCvff1PvaPyXSIQF-jEZEUDLDFF0DxpuzS34d/w640-h360/apakah-don-jumbo-seorang-npd.jpg" title="Apakah Don JUMBO seorang yang NPD" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Sebetulnya sejak awal, udah pengen menulis tentang ini. Tapi, kalah gregetan
  sama pro kontra tentang Meri, si hantu cilik, di film JUMBO. Makanya, Chi
  mengulas tentang Meri dulu. Setelah itu, kepotong dengan berbagai aktivitas.
  Jadilah tulisan ini baru sempat dibuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan baca: &lt;a href="https://www.kekenaima.com/2025/05/beberapa-hal-yang-sebaiknya-dilakukan-orang-tua-sebelum-dan-sesudah-mengajak-anak-menonton-film.html" target="_blank"&gt;Beberapa Hal yang Sebaiknya Dilakukan Orangtua Sebelum dan Sesudah Menonton Film&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
  "Don tuh NPD!" &lt;br /&gt;"Ngeselin lihat Don. Kecil-kecil udah NPD." &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;
  Hadeeeuuh ... hadeuuuhhh ... Kenapa Don sampai dianggap NPD sama beberapa
  netizen?
&lt;/span&gt;
&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
  &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Dikit-Dikit NPD (Narcissistic Personality Disorder)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
&lt;/h2&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
  Bagus sih kalau zaman sekarang semakin banyak yang sadar akan pentingnya
  kesehatan mental. Tapi, sebaiknya juga jangan self diagnosis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;Asal ada yang manipulatif, egois, berbohong, playing victim, dan
  lainnya langsung dicap NPD. Ya gak gitu juga. Sifat-sifat tadi juga bisa
  dimiliki beberapa orang atau kasus yang bukan NPD. Bukan pula sekadar
  seseorang yang suka narsis foto selfie juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Chi pribadi semakin menjaga jarak dari orang-orang yang dirasa toxic.
  Terlepas dari dia NPD atau bukan. Pokoknya kalau dirasa kurang nyaman bahkan
  merugikan mending agak menjauh. Tapi, Sepemahaman Chi yang awam ini, NPD itu
  sangat kompleks. Jadi, serahkan ke ahlinya. Bukan kita yang menentukan orang
  tersebut NPD atau bukan.&lt;/span&gt;
&lt;div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
      &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Sifat Egosentris pada Anak
        &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
    &lt;/h2&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ada scene di mana Don terlihat egois. Meri marah karena Don ingkar janji.
      Perjanjiannya Meri akan membantu Don memenangkan lomba pentas seni.
      Setelah lomba selesai, Don berjanji akan membantu Meri mencari kedua
      orangtuanya.&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ternyata, kelompok Don memenangkan pentas seni. Sehingga harus tampi lagi
      di malam hiburan Kampung Seruni. Don kembali membujuk 2 sahabat dan Meri
      untuk membantunya. Tentu aja, Meri marah kepada Don. Karena waktu dia
      untuk bisa ketemu orangtuanya semakin menipis. Meri pun pergi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ketika 2 sahabatnya yaitu Mae dan Nurman butuh bantuan untuk
      menyelamatkan Meri, Don malah memilih menyelamatkan buku kesayangan. Buku
      peninggalan kedua orangtuanya yang udah tiada.&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Kedua sahabatnya pun marah kepada Don. "Kamu tuh ya maunya didengerin
      terus!" ujar Mae.&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Kalau Chi lebih melihatnya Don itu egosentris. Sifat ini, memang masih
      umum dimiliki oleh anak karena merupakan salah satu tahap perkembangan
      yang alami. Anak cenderung fokus pada dirinya sendiri.&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
      &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Belajar Memahami Sifat Seseorang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
    &lt;/h2&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Semua karakter di film JUMBO tuh abu-abu. Maksudnya gak ada yang baik
      banget atau jahat banget kayak karakter-karakter di sinetron. Ups! Sama
      lah kayak manusia di dunia, ada sifat plus minus. Bahkan karakter Kepala
      Desa yang kelihatannya jahat banget kan tadinya orang baik. Karena kecewa
      akhirnya jadi jahat. Udah kayak Joker aja, ya. Orang baik yang tersakiti,
      makanya jadi jahat hehehe.&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Kalau Don terlihat ada egoisnya, sebetulnya bisa dipahami juga dari jalan
      cerita di film ini. Justru Chi tuh heran ketika bisa dengan mudah memahami
      sifat Atta, tapi malah langsung ngejudge Don itu NPD. Lha?&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Kalau menyimak beberapa opini katanya lebih mudah bersimpati dengan Atta
      karena merasa relate. Selain itu hidup Don dianggap lebih beruntung, tapi
      ternyata masih egois.&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Iya, Don memang kelihatannya lebih beruntung. Meskipun yatim piatu dan
      hanya tinggal berasa Oma. Tapi, Don disayang banget sama omanya. Dia juga
      punya 2 sahabat yaitu Nurman dan Mae. Kalau lihat dari rumahnya, kayaknya
      oma Don termasuk old money di Kampung Seruni.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Tapi, memangnya bullying lebih bisa dimaklumi?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;Don bersikap egois karena kerap di-bully sama teman-temannya,
      kecuali Mae dan Nurman. Itulah alasan kuat Don sangat ingin menang lomba.
      Kemudian menjadi egois karena lebih mementingkan pentas daripada membantu
      para sahabatnya. Dia berpikir kalau menang, gak akan ada lagi yang
      membullynya.&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Salah seorang anak yang sering membully Don adalah Atta. Bahkan dia
      seperti menjadi pemimpinnya karena Atta dianggap jago bermain kasti.&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ada salah satu scene di mana Atta meminta maaf kepada Don. Alasannya
      karena iri. Merasa sama-sama yatim piatu, tetapi Atta melihat hidup Don
      lebih baik. Punya rumah yang bagus dan sahabat. Sedangkan Atta hanya
      tinggal bersama kakaknya yang bekerja sebagai tukang reparasi peralatan
      elektronik. Bukannya bersahabat, malah menunjukkan rasa marah dengan
      keadaannya ngebully Don.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Chi, meskipun hidup Atta lebih
      relate kengan kita sekalipun, bukan jadi alasan untuk membenarkan
      perilakunya ngebully Don. Giliran Don malah langsung dicap NPD hanya
      karena dia sempat egois. Padahal endingnya, dia membantu para sahabat dan
      juga bersahabat dengan Atta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
    &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
      &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Istilah Psikologi vs Bahasa Gaul&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
    &lt;/h2&gt;
    &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Beberapa kali menyimak utas, katanya sekarang ini ada beberapa
      penyimpangan istilah psikologi. Misalnya sekarang banyak yang bilang
      healing untuk jalan-jalan. Padahal dalam istilah medis arti healing lebih
      dalam. Ada proses penyembuhan jiwa seseorang yang mungkin saja tidak
      sederhana.&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;"Itu kan arti dalam bahasa gaul."&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Mulai deh ada timbul komentar-komentar kalau istilah psikologi dan bahasa
      gaul berbeda. Meskipun awalnya terinspirasi dari istilah psikologi.&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Untuk beberapa istilah, mungkin Chi setuju-setuju aja. Misalnya yang
      healing itu, bagi Chi masih oke aja lah. Anggap aja 'menyembuhkan'
      kepenatan. Bukan berarti memiliki luka batin yang butuh penanganan lebih
      serius.&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Tapi, kalau udah sampai menuduh orang rasanya harus lebih berhati-hati,
      deh. Kalau dulu akn pernah ada istilah autis untuk menjuluki siapapun yang
      lagi cuek dengan suasana. Padahal jelas banget melenceng dari arti
      sebenarnya. Dengan seringnya sosialisasi tentang autis, sepertinya Chi
      udah gak pernah lagi melihat seseorang dicap autis padahal sebetulnya cuma
      cuek.&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Kembali ke bahasa NPD. Artikel ini bukan menceritakan review film JUMBO.
      Tapi, rasanya gerah aja gitu ya melihat kita semakin mudah mencap
      seseorang itu NPD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan baca: &lt;a href="https://www.kekenaima.com/2025/04/film-jumbo-animasi-indonesia-yang-sap-sap-sap.html" target="_blank"&gt;Film JUMBO, Animasi Indonesia yang Sap Sap Sap!&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal mungkin aja kita sendiri pernah
      sesekali egois. Tapi, tentunya gak bisa langsung dibilang NPD. Sama halnya
      dengan ngecap seseorang tuh toxic. Hanya perkara dia sedikit ngeselin di
      hari itu langsung dicap toxic. Padahal kita juga bisa aja kadang-kadang
      ngeselin di mata orang lain.&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Intinya, hati-hati aja kalau menuduh orang. Apalagi di dunia nyata.
      Termasuk ke diri sendiri juga. Pokoknya jangan normalisasi self-diagnosed
      lah. Kalau udah ada indikasi serius, mendingan tanya ke ahlinya.&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ending film JUMBO, Don belajar lebih mendengarkan. Atta tidak lagi
      ngebully. Nah, kan, setahu Chi kalau karakter seseorang udah toxic
      biasanya gak sesederhana itu berubahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-8Lf6uX2DWawJuvwWAdwDCpsTtzmRo0E6zARyaWedxsL82SJSQWf69zaozEw1gBRceDtiAhQk7JuUhiIikhqErjmykUY4vT1UjYSS2VdBk9cCWD3PpdRr7YOCPEz2SmkiJlR8uyyyCgNpSdm4G1n2ouJwCvff1PvaPyXSIQF-jEZEUDLDFF0DxpuzS34d/s72-w640-h360-c/apakah-don-jumbo-seorang-npd.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">26</thr:total></item><item><title>Webinar Pesantren Tahfidz Ar Rahman - Sekolah Terbaik Membentuk Karakter, Bukan Sekadar "Angka"</title><link>https://www.kekenaima.com/2025/06/sekolah-terbaik-membentuk-karakter-bukan-sekadar-angka.html</link><category>Liputan</category><category>Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Thu, 12 Jun 2025 13:27:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-2096360806500581595</guid><description>&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Masih lanjutan dari postingan sebelumnya, webinar yang diadakan oleh Pondok
    Pesantren Tahfidz Ar Rahman, Tangerang. Webinar diadakan dalam 2 sesi. Sesi
    pertama tentang "Kiat Sukses Memilih Sekolah Terbaik untuk Anak"
    menghadirkan narasumber Mr Zayn Ali, Pakar Pendidikan. Narasumber memberikan
    4 tips yang harus dipertimbangkan saat orang tua sedang mencari sekolah yang
    tepat untuk anak.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
    &lt;img alt="sekolah terbaik membentuk karakter bukan sekadar angka" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkjxgALs_cZ4JX-796Rol-0EvFFt1TYay8-jPw7tgqeZp7-L3nOikS7NKYpYyK856CPdRMp1BQQdMF7yGXuFinR5TS6hTyDGn5XHJU-adsoK3L4J9d8-Y_aNjiMO9iRQlula6cmkGtVY-37LL0whkvJ3wHAWczr6C38xNVAqExaXwrJGTK8jQ2urkzD2iw/w640-h296/sekolah-terbaik-membentuk-karaktek-bukan-sekadar-angka.jpg" title="sekolah terbaik membentuk karakter bukan sekadar angka" width="640" /&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Sesi kedua menghadirkan narasumber Intan Erlita M.Psi, Psikolog, dengan
    tema "Sekolah Terbaik Membentuk Karakter, Bukan Sekadar "Angka". Di sesi
    kedua ini membahas tentang psikologisnya. Alasan memilih sekolah terbaik
    jangan sekadar mengejar prestasi akademis.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Silakan baca: &lt;a href="https://www.kekenaima.com/2025/06/pesantren-tahfidz-ar-rahmah-kiat-sukses-memilih-sekolah-terbaik.html" target="_blank"&gt;Webinar Pesantren Tahfidz Ar-Rahmah -&amp;nbsp; Kiat Sukses    Memilih Sekolah Terbaik untuk Anak &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Pendidikan Karakter Lebih Penting dari Nilai Akademis&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="pendidikan karakter membentuk moral para lulusan" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiG09xCDCnX98W1zWauMpZPMzu7oNQzIAzBB-ACziUcIGZ4lZQKFhnRi9UvMdPRHFMi2n_U4ZGQ9iTFfwVHUBdH0w0wBNTViQX4jqw16tagtqOQpD-8Pkrl8g18N-r6xlZ8cCVv5nxUsAV1Gl-WmNFqz1j12wUfSqFhbjvI3USaVYk9r1irtCNiUSdLef6p/w640-h354/sekolah-berkarakter-membentuk-moral-para-lulusannya.jpg" title="sekolah terbaik membentuk karakter bukan sekadar angka" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Menurut Intan Erlina, umumnya berbagai kejahatan besar yang terjadi di dunia
    dilakukan oleh orang pintar. Kalau orang yang tidka pintar, paling hanya
    melakukan kejahatan kecil, seperti maling sendal atau semacamnya. Melakukan
    kejahatan besar butuh strategi lebih rumit. Orang pintar yang bisa
    melakukan.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Bukan berarti mengejar prestasi akademis menjadi hal yang gak penting.
    Tetapi pintar saja tidak cukup. Butuh manusia yang berkarakter agar mampu
    menghadapi dunia nyata.Tanpa karakter dikhawatirkan bisa menjadi boomerang
    bagi anak. Hanya menjadi manusia pintar, tapi gak bermoral.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
      Pendidikan karakter menjadi moral kompas bagi para siswa. Agar setelah
      lulus sekolah tidak hanya menjadi pintar, tetap menjadi manusia yang
      bermoral.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Selain itu, teknologi AI semakin canggih. Bila hanya mengejar prestasi
    akademis akan terus bersaing dengan teknologi ini. Padahal ada satu yang gak
    akan bisa dilakukan AI yaitu memiliki karakter.&amp;nbsp;
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Pembentukan Karakter Dimulai dari Keluarga&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="lingkungan membentuk karakter anak" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxMA3MTm7U0AH5EkDe2YjZzZX7XD1Fu16qU2CaEB9qDWdDCZtvcIoyGPyFxpb5eXUm3Zk2x5nS3cDVV4QD3eVmoQ8rlfdIVkvXBk-oO928vZP6GN3_Gi-bMkSZQCr8upYeHRVvb40q4I3yvoicwr2tDenfCryVRoEkmbmb3foaP5h8dTd6iXpuH2fk4JJg/w640-h328/lingkungan-yang-membentuk-karakter.jpg" title="sekolah terbaik membentuk karakter bukan sekadar angka" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Membentuk karakter anak harusnya dimulai dari lingkungan rumah. Kemudian
    lanjut ke lingkungan sekolah lalu ke sekitar.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Rumah dan sekolah merupakan tempat anak membentuk karakter. Setelah lulus
    sekolah, anak akan berhadapan dengan dunia nyata. Bagaimana anak mampu
    menghadapi dunia dengan tangguh.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Orang tua sebaiknya mencari sekolah yang nilai-nilai karakternya sama dengan
    di rumah. Contohnya, bila anak disekolahkan di sekolah Islam baik yang
    pesantren atau bukan. Biasanya di sekolah rutin melakukan shalat berjamaah.
    Tetapi, orang tua tidak melakukan hal yang sama. Bahkan tidak pernah
    menyuruh shalat. Biasanya anak cenderung melakukan yang menurutnya paling
    enak. Kemungkinan besar, anak memilih tidak shalat.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Oleh karena itu, ketika menyekolahkan anak tujuannya bukan untuk menyerahkan
    pengasuhan ke sekolah. Orang tua tetap harus ikut aktif. Samakan pendidikan
    karakternya dengan sekolah.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Ketika survey sekolah, jangan hanya melihat fasilitas sekolah. Lihat apakah
    sekolah mendukung minat dan bakat para siswa, seperti apa guru-guru di
    sekolah tersebut, dan lain sebagainya.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Generasi yang Sadar akan Kesehatan Mental&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="pendidikan karakter lebih penting dari prestasi akademis" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTZQBZZkHEvoXjKNuU7gJreV5O9UApQIXYggG4YS32XAcemwZGYwDyOxs0thyphenhyphenZRTCb2636nUzHkXjHaZJw5Pp9Av9okhyphenhyphenBPndz9B-ovbkELsP3-7DanyXm2AZrlo-pSOOSca_Q3AJV9GaY70GIA2cKybFHl7R-coSAa379dlKLf4zH8Z5_ud36F1T4KtMv/w640-h355/pendidikan-karakter-lebih-penting-dari-prestasi-akademis.jpg" title="sekolah terbaik membentuk karakter bukan sekadar angka" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Hal positif dari generasi muda sekarang ini adalah banyak yang sadar akan
    pentingnya kesehatan mental. Pengaruh masifnya informasi tentang mental
    health di berbagai platform media sosial.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Tetapi, sayangnya masih banyak yang melakukan self diagnose, bukan
    berkonsultasi ke ahli. Bahkan banyak juga yang meromantisasi kesehatan
    mental.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Pada sesi tanya jawab, ada seorang penanya mengatakan anaknya
    sedikit-sedikit bilang kena mentalnya bila dibilangin orang tua. Bagaimana
    membedakan anak benar-bener terganggu kesehatan mentalnya dan tidak?
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Intan Erlita menyarankan orang tua untuk selalu peka dengan perubahan
    perilaku anak. Bila tingkah lakunya masih normal, makan masih teratur,
    prestasi sekolah masih baik, dan lain sebagainya kemungkinan besar masih
    baik-baik saja. Mungkin anak sebetulnya hanya butuh curhat. Butuh
    didengarkan.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;
        Lulusan yang Berdaya Siap Berkontribusi Menghadapi Dunia
      &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="lulusan  berdaya siap berkontribusi menghadapi dunia" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFiDk_f35iK864omqlzGD1YHrhElklZ5dA8RK36VUGM4wRDujLprNTD97-mUUHDvAt0G4cDNguIvSXRrpxx2pO8p17ZHMAcOy1kZGqwO6vhToavHte2qWkXX2zXZXBe0R3L6sVrMN6BsATqLsNdlqMtwqCLvmIZhW0WRLLs1HQ-sydSlqWwvVEBU6419z3/w640-h356/lulusan-berdaya-siap-berkontribusi-menghadapi-dunia.jpg" title="sekolah terbaik membentuk karakter bukan sekadar angka" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Seringkali kita menyimak di mana anak-anak generasi sekarang ketika tidak
    betah dengan kerjaannya langsung keluar begitu aja. Semua kontak rekan
    sekantor langsung diblok. Alasannya karena menjaga kesehatan mental.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Padahal itu menandakan ada sesuatu yang 'hilang'. Generasi sekarang
    cenderung serba instan. Kurang diajarkan problem solving. Hanya fokus ke
    nilai akademis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Akhirnya, begitu lulus sekolah dan menghadapi dunia nyata jadi sering
    terkaget-kaget. Kurang adaptif. Kemudian melakukan hal-hal yang serba instan
    sebagai solusi.
  &lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Sekolah yang terbaik sejatinya tidak hanya menciptakan lulusan dengan
    prestasi akademis setinggi mungkin. Tetapi, juga membangun individu yang
    tangguh dalam menghadapi dunia nyata, bukan sekadar piawai menjawab
    soal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkjxgALs_cZ4JX-796Rol-0EvFFt1TYay8-jPw7tgqeZp7-L3nOikS7NKYpYyK856CPdRMp1BQQdMF7yGXuFinR5TS6hTyDGn5XHJU-adsoK3L4J9d8-Y_aNjiMO9iRQlula6cmkGtVY-37LL0whkvJ3wHAWczr6C38xNVAqExaXwrJGTK8jQ2urkzD2iw/s72-w640-h296-c/sekolah-terbaik-membentuk-karaktek-bukan-sekadar-angka.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">25</thr:total></item><item><title>Webinar Pesantren Modern Tahfidz Ar-Rahmah - Kiat Sukses Memilih Sekolah Terbaik untuk Anak</title><link>https://www.kekenaima.com/2025/06/pesantren-tahfidz-ar-rahmah-kiat-sukses-memilih-sekolah-terbaik.html</link><category>Liputan</category><category>Pendidikan</category><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Wed, 11 Jun 2025 21:39:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-1299300989014043116</guid><description>&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Tahun ajaran baru sudah hampir di depan mata. Biasanya sejak awal semester
    genap, orang tua mulai disibukkan mencari sekolah untuk anak. Sedikit
    flashback dulu ke masa ketika Nai ikut tes masuk di salah satu SD swasta.
    Chi berkenalan dengan salah seorang ibu yang juga sedang menemani
    putrinya.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;"Mbak, kalau di sini pergaulannya borju gak ya?"&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ibu tersebut bertanya seperti itu begitu tau Keke udah duluan jadi siswa di
    sana. Katanya, anak pertamanya sekolah di SD swasta lain. Sekolah yang
    bagus, tapi sayang pergaulannya borju. Singkat cerita, gak sanggup lah
    dengan biaya pergaulannya.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
    &lt;img alt="kiat sukses memilih sekolah terbaik untuk anak" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBvShsn1Bj2WiAvUnCShAk9FBqN-RnA_Eahtcnp-n5dYe9wzK4U4zwssDsrfriMsC5mfIuQFVRMWYWM0ChQJrhWczgWW9J-Y7A0_3WGL94gfA6MtqnSyZwo2_xfyh03zjuTXggFa_eCUjuzvY2dgglaXhzf-c-9oEXhSHig0_K1w6PGKx0ngyMgbGTy_P-/w512-h640/kiat-sukses-memilih-sekolah-untuk-anak.jpg" title="pesantren tahfidz ar rahmah kiat sukses memilih sekolah terbaik" width="512" /&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Hmmm ... ternyata memilih sekolah memang gak sekadar melihat kurikulu.
    Banyak sekali yang harus dicatat dan dipertimbangkan sebelum akhirnya
    memutuskan sekolah yang terbaik untuk anak.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Webinar Parenting dari Pesantren Modern Tahfidz Ar-Rahmah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Rabu (4/6), Chi menyimak webinar parenting tentang "Kiat Sukses Memilih
    Sekolah Terbaik untuk Anak". Topik yang sangat relevan bagi orang tua yang
    saat ini sedang mencari sekolah.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;"Sebagai orang tua memiliki tugas dan tanggung jawab agar anak memiliki
      pendidikan terbaik untuk masa depan. Orang tua menginginkan memiliki anak
      yang sholeh/sholehah, sukses, serta bermaslahat bagi bangsa dan agama."
      ujar Bapak
      &lt;b&gt;Arief Wismansyah selaku Pembina Yayasan Baiturrahmah Madania&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Lebih lanjut beliau menjelaskan secara singkat tentang Ponpes Tahfidz
    Ar-Rahmah. Level SMP sudah berjalan selama beberapa tahun. Baru-baru ini
    membuka jenjang SMA bekerjasama dengan MAN Insan Cendikia.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Alasan bekerjasama dengan MAN Insan Cendikia karena saat ini sekolah
    tersebut berada di peringkat 1 nasional. Banyak lulusannya masuk perguruan
    tinggi negeri dan juga di universitas luar negeri melalui jalur
    beasiswa.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Tidak hanya menyiapkan metode pelajaran terbaik. Pondok pesantren ini juga
    dilengkapi dengan berbagai lab, lapangan olahraga, dan fasilitas lainnya.
    Harapannya adalah semua siswa mendapatkan pendidikan terbaik untuk masa
    depannya.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Kiat Sukses Memilih Sekolah Terbaik untuk Anak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="berbagai alasan orang tua memilih sekolah terbaik untuk anak" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTpPbcamINowPBZaHElexMBwgKIxTdT9zz1xnr0H_R-zTvhadOGG8w_RsvqNMxIJFsDFHVcuQiXAQfUQiggGZWZA4Bn9om-UDSk1BO8vt7pnRVLTLqpmZQ9ss9z8V61ur9-IB1bg6sqUzP4fS3lrsJsZaNjM1nADGBWzfR9J3g2aRlUDDUfh-S3VF7wZ_i/w640-h348/berbaga-alasan-orang-tua-memilih-sekolah-terbaik-untuk-anak.jpg" title="pesantren tahfidz ar rahmah kiat sukses memilih sekolah terbaik" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Webinar parenting ini terbagi dalam 2 sesi. Sesi pertama menghadirkan
    narasumber &lt;b&gt;Mr. Zayn Ali, Praktisi Pendidikan&lt;/b&gt; dengan tema
    &lt;b&gt;"Kiat Sukses Memilih Sekolah Terbaik bagi Anak".&lt;/b&gt; Narasumber mengawali
    sesi dengan menampilkan 6 gambar cangkir dan gelas. Mengajak para peserta
    untuk memilih serta menjelaskan pilihannya.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;"Banyak sekali pilihan sekolah terbaik. Bahkan tidak terlihat ada yang
      kurang dari sisi sarana maupun prasarana. Tetapi, apakah sudah pasti
      menjadi sekolah yang tepat bagi anak?" ujar
      &lt;b&gt;Mr. Zayn Ali, Praktisi Pendidikan.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Kunci utama memilih sekolah ada di kata 'tepat'. Sekolah yang dikatakan
    terbaik sekalipun, belum tentu tepat untuk anak. Ibarat 6 gelas yang menjadi
    contoh, bentuk dan isinya bisa berbeda. Setiap orang punya pilihan dan
    alasan masing-masing.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h3&gt;
    &lt;b style="background-color: #ead1dc;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Value and Goals&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
    &lt;img alt="memilih value sekolah terbaik untuk anak" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjav572G3CGWkCopHWaKp3kqevTYrFlmcOgG_oly_1JDLJhgI89ZwUdrcqSWoQOSUg9_W8ZgML2x7zmREP5IgNhISS_WyiXp3ZbtUN1Nz-3iz-kkFmgYiZTEEtrAQPH3kZ7JFugJBghPyXCnZOo7jMQoxmV8nknXn83Et6d3Yd1OnMU032lHNt_ma9oYYLi/w640-h358/menentukan-value-sekolah-yang-terbaik-untuk-anak.jpg" title="pesantren tahfidz ar rahmah kiat sukses memilih sekolah terbaik" width="640" /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Sebelum menentukan sekolah itu tepat, orangtua harus memiliki value dan
  cita-cita untuk masa depan anak. Sekolah dengan fasilitas lengkap sekalipun
  belum tentu cocok dengan value dan goals yang diinginkan.
&lt;/span&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ada 4 unsur value and goals dalam menentukan sekolah yaitu:&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;ol style="text-align: left;"&gt;
    &lt;li&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Faith - Apakah sekolah yang dituju sudah sesuai dengan keyakinan orang
        tua?&lt;/span&gt;
    &lt;/li&gt;
    &lt;li&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Paradigm - Apakah sekolah tersebut sudah sesuah dengan paradigma orang
        tua (pendidikan, pengasuhan, dan apapun yang menjadi patokan)?&lt;/span&gt;
    &lt;/li&gt;
    &lt;li&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Needs - Apakah ada kebutuhan atau target khusus yang ingin orang tua
        capai? Misalnya, orang tua ingin anak hapal Al-Quran, maka cari sekolah
        yang memfasilitasi target orang tua.&lt;/span&gt;
    &lt;/li&gt;
    &lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Targets&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
  &lt;/ol&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ketika menentukan value, pastikan semua anggota keluarga memiliki nilai
      yang sama. Tidak hanya antara suami istri, tetapi juga dengan kakek
      neneknya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Orang tua harus membaca visi dan misi sekolah yang dituju. Setelah itu
      diskusikan konsep pendidikan dengan kepala sekolah dan guru. Menurut Mr.
      Zayn Ali, diskusi memang sebaiknya tidak hanya dengan kepala sekolah.
      Tujuannya memastikan bahwa semua yang ada di sekolah tersebut paham dengan
      konsepnya. Sehingga pendidikan bisa berjalan dengan lancar.&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
      &lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt;Input&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
    &lt;/h3&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: center;"&gt;
    &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
      &lt;img alt="mempelajari sayarat dan ketentuan saat memilih sekolah" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvWDtXMAMuM8Bjcarj9Oe7hJOAw5g_RkdcWCu3opUK0oW74MId8BuWb67rtX5w8iMO0F6pWLXRvRg2zy8AEbljmNIeFQhprHzuPWhaGKNRe4x1zUuA2zxIdiNaDgsfMHbCADVhqBuRxhY-jEVG7KTxGzTjcpMJ0eke-tfEvFe2fP91Liqkw-uRSSExa1Ld/w640-h362/mempelajari-berbagai-syarat-dan-ketentuan-saat%20memilih-sekolah.jpg" title="pesantren tahfidz ar rahmah kiat sukses memilih sekolah terbaik" width="640" /&gt;
    &lt;/div&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Langkah selanjutnya adalah mulai mencari sekolah yang sesuai dengan value dan goals keluarga. Setelah menemukan sekolah yang sesuai, mulai tanyakan tentang inputnya. Input sekolah bisa terdiri dari:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Terms and conditions&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Test academic&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Inclusive or exclusive&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Formal or non formal&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Vocational&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Qualitative/quantitative&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Perhatikan semua syarat yang diberikan sekolah secara detil. Pilih yang
        paling sesuai dengan keinginan. Setiap sekolah punya ketentuan
        masing-masing. Hal ini bukan indikator sekolah tersebut baik atau
        buruk.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Misalnya, ada sekolah yang hanya menerima siswa dengan ketrampilan
        tertentu, tetapi ada pula yang menerima semua siswa tanpa syarat khusus.
        Itu hak sekolah untuk menentukan standar. Orangtua tidak bisa memaksa
        mengubah ketentuan sekolah. Tetapi, orang tua bebas memilih sekolah yang
        konsepnya sesuai dengan yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Kecerdasan anak tidak hanya sebatas akademis. Ada yang cerdas musik,
        olahraga, dan lain sebagainya. Tips memilih sekolah terbaik menurut Mr.
        Zayn Ali adalah&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;ol style="text-align: left;"&gt;
        &lt;/ol&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;
          &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Menghargai setiap kecerdasan siswa (multiole intelligence)&lt;/span&gt;
        &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Apresiasi perkembangan mulai dari yang kecil hingga besar&lt;/span&gt;
        &lt;/li&gt;&lt;li&gt;
          &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Memfasilitasi minat dan bakat siswa&lt;/span&gt;
        &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: arial; font-size: large;"&gt; Proses &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: center;"&gt;
      &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
        &lt;img alt="indikator pertama saat memilih sekolah" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMdQLCEt-dzTWxkn238JlGh-LRAfEx8cA80j_ftVvUjy7CuLyWRhjQWCMgYwDcsvFbEMGPxbxGiKXXNMwHobr8Zx0jG_xHmu_D8t1NjoW_X6LhjZFq-qa_1Ri_2AEq0bDW_x3H51SAAQLSwVfpH4KGtFcTBM0rZe8H-RiRMohO1oRJ7XhnD13sZlhAZpxG/w640-h361/indikator-pertama-saat-menilai-sekolah.jpg" title="pesantren tahfidz ar rahmah kiat sukses memilih sekolah terbaik" width="640" /&gt;
      &lt;/div&gt;
      &lt;br /&gt;&amp;nbsp;
    &lt;/div&gt;
    &lt;blockquote&gt;
      &lt;div style="text-align: left;"&gt;
        &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;"Jika berkunjung ke sekolah, indikator pertama sekolah itu terbaik
          atau bukan adalah melihat kebersihan toilet."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
      &lt;/div&gt;
    &lt;/blockquote&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Orang tua seringkali terkagum-kagum melihat lobby dan fasilitas lain di
        sekolah. Tapi, luput memperhatikan toilet. Padahal bila ada sekolah yang
        sampai memperhatikan kebersihan toiletnya, bisa dipastikan semua bagian
        software maupun hardware berjalan dengan baik. Setelah memastikan
        kebersihan toilet, baru perhatikan poin hardware berikutnya dan juga
        software.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;h3 style="text-align: left;"&gt;
        &lt;b style="background-color: #ead1dc;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Output&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
      &lt;/h3&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: center;"&gt;
      &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
        &lt;img alt="output yang diinginkan orang tua saat memilih sekolah" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcLscbqHAs5gS8ctGdo9Td0EvCDd16FkR5et4jBTHeiQdjGsyf_mHEK4X-kAucIy_A2SSXxf_Ym6YJKE73ESUoXCD_AP-6u0OAFbHE28CG90dAJxQ4HWMfIL9Bh4nvMySay2f2_P5uD5qRfIMr-qFJczo702-kWNuY7kwTkqRd4f5VdE57FB-cQtV0TDsa/w640-h360/output-yang-diinginkan-orang-tua-saat-memilih-sekolah.jpg" title="pesantren tahfidz ar rahmah kiat sukses memilih sekolah terbaik" width="640" /&gt;
      &lt;/div&gt;
      &lt;br /&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Apa output yang diinginkan orang tua bila anak mulai sekolah?&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Sekolah yang baik tidak menjadikan nilai raport sebagai keberhasilan
        mutlak. Tetapi, guru juga bisa memahami dan menghargai setiap kecerdasan
        siswanya. ada portofolio yang dikumpulkan dan diserahkan ke orang tua.
        Sekolah juga sangat peduli dengan pengembangan karakter dan
        &lt;i&gt;skill&lt;/i&gt; siswa.&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
    &lt;blockquote&gt;
      &lt;div style="text-align: left;"&gt;
        &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Buat catatan list pertanyaan karena terkadang ada hal yang luput
          untuk ditanya. Jangan malu untuk bertanya sedetil mungkin ke sekolah.
          Diskusikan dengan keluarga, termasuk anak, setelah &lt;i&gt;survey&lt;/i&gt; ke
          sekolah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
      &lt;/div&gt;
    &lt;/blockquote&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;div style="text-align: left;"&gt;
        &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Dalam sesi tanya jawab, ada salah satu yang penanya yang merasa masih
          punya &lt;i&gt;trust issue&lt;/i&gt; dengan kejadian di beberapa pesantren.
          Daripada mengeneralisir semua pesantren, lebih bijak bertanya sedetil
          mungkin kepada sekolah yang disurvei. Bertanya tentang SOP ketika ada
          indikasi masalah di sekolah, sistem keamanan, pemilihan kualitas guru,
          dan lain sebagainya. Jangan malu untuk bertanya.&lt;/span&gt;
      &lt;/div&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
        &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Waktu yang Tepat Memasukkan Anak ke Pesantren&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
      &lt;/h2&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Mr Zayn Ali tidak mengatakan secara mutlak waktu yang tepat untuk
        memasukkan anak ke pesantren. Oleh karena itu, kenalkan value keluarga
        sedini mungkin. Bila orang tua berkeinginan memasukkan anak ke
        pesantren, bisa mulai mengenalkan anak sejak kecil. Misalnya dengan
        mengajak anak ke pesantren, menceritakan suasana, dan lain sebagainya.
        Umumnya, hingga anak usia SD hingga SMP masih dicarikan sekolah oleh
        orang tua. Tetapi, berdasarkan pengalamannya di dunia pendidikan, anak
        generasi sekarang untuk jenjang SMA mayoritas sudah menentukan sendiri
        sekolah yang diinginkan.&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Memberi value sedini mungkin kepada anak adalah hal penting. Jangan
        sampai anak merasa terpaksa bersekolah di sekolah yang dipilihkan orang
        tua karena gak sesuai dengan keinginan anak. Risikonya, kegiatan belajar
        hingga outputnya mungkin tidak seperti yang diharapkan orang
        tua.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
    &lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
    &lt;blockquote&gt;
      &lt;div style="text-align: left;"&gt;
        &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Sekolah favorit belum tentu menjadi sekolah terbaik untuk anak kita.
          Oleh karena itu, kembali ke 4 step di atas ketika memilih sekolah
          yaitu value, input, proses, dan output. Sekolah yang terbaik untuk
          anak adalah yang sesuai dengan visi misi keluarga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
      &lt;/div&gt;
    &lt;/blockquote&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
    &lt;div style="text-align: left;"&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Sudah siap memilih sekolah terbaik untuk anak?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
    &lt;/div&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBvShsn1Bj2WiAvUnCShAk9FBqN-RnA_Eahtcnp-n5dYe9wzK4U4zwssDsrfriMsC5mfIuQFVRMWYWM0ChQJrhWczgWW9J-Y7A0_3WGL94gfA6MtqnSyZwo2_xfyh03zjuTXggFa_eCUjuzvY2dgglaXhzf-c-9oEXhSHig0_K1w6PGKx0ngyMgbGTy_P-/s72-w512-h640-c/kiat-sukses-memilih-sekolah-untuk-anak.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">30</thr:total></item><item><title>Menjadi Uwa yang Nyebelin</title><link>https://www.kekenaima.com/2025/05/mejadi-uwa-yang-nyebelin.html</link><category>4 tahun</category><category>celoteh anak</category><category>Family</category><category>Parenting</category><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Thu, 29 May 2025 18:38:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-1336533984137046977</guid><description>&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Keponakan: "Uwa Bunda, tau gak kenapa dinosaurus punah?"&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Chi: "Gak tau. Emang kenapa?"&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Keponakan: "Gara-gara kabur!"&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Chi: "Kok bisa?"&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Keponakan: "Iya kan Dino kabur dari rumah. Trus, ditabrak sama meteor.
    Makanya jangan suka kabur!"&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="Mejadi Uwa yang Nyebelin" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSVJIcVVMkZ9IZWGM0zFd4A2RJvkoY4xTkEApqI9zb0Eg6HsShMJxnusxIJeejZE4V_5fxgUzWjHkuUJUCXvwu1qMdrnpYPKtHVbq73zV-L2C880LZ8WB0mNwIXsFy-JljNOtn74uKva7XozsSYijgZNS-hMwmJbTMei1w9rxXtOwJDX7ucXkhA_VlzGmV/w640-h360/menjadi-uwa-yang-nyebelin.jpg" title="Mejadi Uwa yang Nyebelin" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Masih cerita keponakan ketika jalan-jalan ke American Museum of Natural
    History. Mamah ceritanya, awalnya keponakan Chi ini agak takut ketika masuk
    ke museum. Karena langsung lihat kerangka dino yang sangat besar. Lucunya,
    dia gak takut ketika melihat mumi hehehe. Akhirnya, lama-lama dia enjoy
    seharian di museum karena banyak hal menarik.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Dia menonton sejarah dino di theater. Berakhir dengan kesimpulan kalau dino
    suka kabur dari rumah, makanya punah hehehe.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Keponakan Chi yang berusia 4 tahun ini mampu melakukan percakapan
    sehari-hari yang sederhana menggunakan bahasa Inggris. Karena komunikasi di
    sekolahnya pakai bahasa Inggris . Jadi, ketika liburan ke Amerika pun gak
    kesulitan dengan kendala bahasa. Tapi, namanya juga anak-anak, terkadang
    punya sudut pandang yang unik.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Itulah alasan Chi selalu memulai pembicaraan dari sudut pandang anak. Gak
    hanya ke keponakan. Waktu Keke dan Nai masih kecil juga Chi melakukan hal
    sama.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Momen Kebersamaan Hilang Karena Tidak Mau Mendengarkan
      &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Tentu aja Chi tau penyebab dinosaurus punah. Tapi, sengaja pura-pura gak
    tau supaya dia cerita. Bahkan saat itu, Chi juga pura-pura menjadi uwa yang
    nyebelin. (Keterangan: uwa = budhe).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr x1anpbxc" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;Keponakan: "Aku sukaaa Meri!"&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr x1anpbxc" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;Chi: "Suka apa takut? Meri kan hantu."&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr x1anpbxc" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;Keponakan: "Bukan! Meri itu anak perempuan."&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr x1anpbxc" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;Chi: "Anak perempuan kok bisa terbang?"&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr x1anpbxc" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;Keponakan: "Karena Meri punya kekuatan!"&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr x1anpbxc" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;Chi: "Kekuatan apa?"&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr x1anpbxc" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;Keponakan: "Kekuatan terbang, lah!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr x1anpbxc" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr x1anpbxc" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr x1anpbxc" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;Singkat cerita, Chi pura-pura bersikeras kalau Meri itu hantu. Reaksi
      keponakan ...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr x1anpbxc" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr xdj266r" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;Keponakan: "Uwa kenapa sih bilang Meri hantu terus? Meri itu anak
      perempuan!"&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr xdj266r" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;Saya: "Iya, tapi hantu anak perempuan."&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr xdj266r" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;Keponakan: "Udahlah! Aku gak mau ngomong lagi sama Uwa Bunda!
      Males!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr xdj266r" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr xdj266r" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;Ngambek dia hehehe! Kenap Chi berpura-pura menjadi uwa yang
      menyebalkan? Masih ada hubungan dengan postingan sebelumnya
      tentang
      &lt;a href="https://www.kekenaima.com/2025/05/beberapa-hal-yang-sebaiknya-dilakukan-orang-tua-sebelum-dan-sesudah-mengajak-anak-menonton-film.html" target="_blank"&gt;beberapa hal yang sebaiknya dilakukan orang tua sebelum dan sesudah
        mengajak anak menonton film.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr xdj266r" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr xdj266r" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;Sebetulnya udah bisa ngebayangin reaksinya. Keke dan Nai pun akan
      bersikap yang sama kalau bundanya gak mau mendengarkan opini mereka. Pasti bakal ngambek ke orang tuanya kalau mereka merasa gak didengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi,
      Chi tetap pengen membuktikan. Kali aja keponakan yang generasi alpha ini
      akan berbeda sikap dengan gen Z. Ternyata sama aja hehehe.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr xdj266r" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr xdj266r" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;Chi malah seneng melihat keponakan marah karena merasa opininya gak
      didengerin. Berarti dia bisa menunjukkan sikap gak nyaman ketika diabaikan opininya. Terlepas dari opininya tersebut masuk akal atau enggak. Malah akhirnya Chi yang
      rugi. Seharian dijutekin ma keponakan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr xdj266r" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr xdj266r" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;Sebelum diambekin, keponakan asik bercerita liburannya ke Amerika. Kami juga bermain &lt;i&gt;play pretend.&lt;/i&gt; Bermain
      sekolah-sekolahan. Chi pura-pura gak bisa bahasa Inggris. Keponakan
      dengan semangat ngajarin uwanya kalimat bahasa Inggris kalau mau pesan
      makanan di Amerika dan lain sebagainya. Kemudian obrolan berpindah ke
      bahasan film Jumbo. Berujung dia ngambek seharian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr xdj266r" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr xdj266r" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;Chi udah membayangkan akan ada risiko seperti itu. Tapi, tetap aja merasa
      rugi. Karena jadi hilang momen bersenang-senang dengan keponakan selama
      seharian.
    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr xdj266r" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;Meskipun ketika uwanya ini pamit pulang, tetap dilarang ma dia
      hahaha.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr xdj266r" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr xdj266r" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;Tapi, coba deh bayangin kalau itu terjadi ke anak sendiri. Pernah gak
      orang tua introspeksi kenapa anak lebih mudah mendengarkan pendapat atau
      terlihat lebih nyaman ketika berbicara dengan orang lain? Sedangkan sama
      orang tuanya lebih sering menutup mulut dengan rapat. Bahkan sekarang
      orang katanya bisa lebih nyaman ngobrol sama ChatGPT.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr xdj266r" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em); font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Semua itu biasanya berkaitan dengan kenyamanan. Bisa jadi, anak merasa gak
    nyaman ngobrol sama orang tua. Mungkin karena gak pernah didengar
    pendapatnya, terlalu diatur, atau alasan lainnya. Makanya lebih nyaman
    dengan orang lain. Padahal kenyamanan di luar sana belum tentu dalam artian
    baik atau positif, lho.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr xdj266r" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em);"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr xdj266r" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em);"&gt;&lt;blockquote&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Every family has their own rules&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr xdj266r" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Yup! Chi setuju banget dengan quote tersebut. Orang tua juga punya hak
      penuh mana yang baik dan enggak untuk anaknya. Filter apa yang akan orang
      tua gunakan bisa berbeda-beda. Setiap keluarga bisa punya rumus yang
      berbeda-beda.&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Tapi, namanya nyaman pasti semua ingin merasakan yekaaan, termasuk anak. Makanya ketika anak
      mulai terlihat merasa tidak nyaman berbicara dengan orang tua, sebaiknya
      orang tua introspeksi dulu. Apakah orang tua udah membuat aturan dan suasana yang nyaman untuk anak?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;"Tapi, ngobrol sama anak tuh suka capek. Nanyaaaa melulu kayak gak ada
      berhentinya."&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ya itu memang ada fasenya. Chi pribadi lebih suka meladeni anak nanya
      melulu. Daripada nanti pelan-pelan dia mulai menjauh. Biasanya orang tua
      mulai nyadarnya agak telat. Setelah anak mulai terlihat lebih sibuk dengan
      temannya. Menjauh dan jarang banget bicara dengan orang rua. Padahal salah
      satu cara menjalin bonding dengan anak ya dengan melakukan obrolan random.
      Saling menghargai opini masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ketika anak masih kecil, masih lebih mudah dibentuk dan dijalin lagi
      bondingnya. Tapi, ketika sudah mulai remaja kemungkinan akan lebih sulit.
      Karakter anak sudah mulai terbentuk. Sudah lebih keras kemauannya.
      Pengaruh dari luar semakin banyak. Ditambah lagi sudah mulai masa
      pencarian jati diri. Masa puber bisa bikin jumpalitan.&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Silakan baca:
      &lt;a href="https://www.kekenaima.com/2015/03/jumpalitan-dan-tip-menghadapi-anak-puber.html" target="_blank"&gt;Jumpalitan dan Tips Menghadapi Anak Puber&lt;/a&gt;
      &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Kapok lah Chi jadi uwa yang nyebelin hehehe&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Beberapa hari kemudian di telepon ...&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Keponakan: "Uwa Bunda, Aku dibeliin jam tangan sama mamah."&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Chi: "Emang udah ngerti waktu? Kok dibeliin jam?"&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Keponakan: "Yakan justru biar belajar waktu, Uwaaaaa!"&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Wkwkwkw! Iya iyaaaa ... &#128514;&#128514;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSVJIcVVMkZ9IZWGM0zFd4A2RJvkoY4xTkEApqI9zb0Eg6HsShMJxnusxIJeejZE4V_5fxgUzWjHkuUJUCXvwu1qMdrnpYPKtHVbq73zV-L2C880LZ8WB0mNwIXsFy-JljNOtn74uKva7XozsSYijgZNS-hMwmJbTMei1w9rxXtOwJDX7ucXkhA_VlzGmV/s72-w640-h360-c/menjadi-uwa-yang-nyebelin.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">28</thr:total></item><item><title>Alexa Pure Water: Sehat Itu Mudah!</title><link>https://www.kekenaima.com/2025/05/alexa-pure-water-sehat-itu-mudah.html</link><category>Kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Fri, 23 May 2025 22:24:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-3333129864945060811</guid><description>&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Beberapa hari lalu, Chi menimbang berat badan. Angka menunjukkan .... Ah
    sudahlah!&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Pantesan aja, sebulan terakhir ini berasa kurang enak badan terus. Bahkan
    jadwal menstruasi pun sampai terganggu. Tapi, yang bikin cemas adalah karena
    Chi pernah cedera lutut. Ada batas berat badan yang bisa ditoleransi untuk
    menjaga lutut. Lha ini malah menembus batas. Kelebihan beberapa kilo dan
    menjadi pencapaian tertinggi yang pernah Chi rasakan.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
    &lt;img alt="alexa pure water sehat itu mudah" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgh5bf3akfVYqtMARVHRI_TllSUFiH0Qjqltw5CWhxowLVif6UYAIRC6Y4df2SwpWyEax-OlH8ddRnGvR-1cqCS4YDcOx-7jaaS4l7ze-SeWB7RIaqcQ-Q86gWjcibYNmPFGfZGJ0uynCJvgfd12gkBbX9vySWgGEnvTLt6v4xmfl4_IYReJSZoqJi45bXa/w640-h640/alexa-pure-water-sehat-itu-mudah.jpg" title="alexa pure water sehat itu mudah" width="640" /&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Memang, sih, pasca Lebaran rasanya mager banget. Lagi seneng juga kulineran
    berdua ma K'Aie. Sampai tengah malam pun kalau lagi gabut, kami keliling
    berdua buat kulineran hahaha!&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Sejak 2 minggu lalu, kami berdua mulai rutin olahraga. Udah sekian lama gak
    olahraga, lumayan berat untuk memulai lagi. Keliling 1x lapangan aja udah
    berasa ngos-ngosan. Godaan mager kembali menyerang. Duh! Semangaaaaat
    kembali hidup sehat!&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Hidup Sehat Itu Mudah Asalkan Konsisten&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="langganan air minum alexa" border="0" height="512" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZ6lOvRrE5XaN_DALnzmMCZyjN4koz7GVxM6bPPlhuokk8anxnJ2yeEVcboFkpPhIU8nEyXsaCKbmbvAx5zYPKbaXGOnR0kIBgicZTjtyxZD7TZokSDcAxpq02BPCh6johZ3OaQ-GurSR8qeGLxj7ehf911gO-0iOXv_YUYm-3FyCY_oTa9FQ-HX2b7jv7/w640-h512/langganan-air-minum-alexa.jpeg" title="alexa pure water sehat itu mudah" width="640" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Setiap kali membaca tips hidup sehat, ternyata hanya butuh 3 kunci utama
    yaitu makan makanan bergizi, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.
    Seharusnya sehat itu mudah karena hanya memerlukan 3 syarat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Tapi, apa yang bikin berat?&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Yup! Konsisten. Udah coba makan makanan bergizi, eh tergoda untuk jajan.
    Sesekali &lt;i&gt;cheating&lt;/i&gt; gak apa-apa, lah. Gak taunya keterusan. Olahraga
    juga cuma semangat di awal. Sisanya mager, apalagi kalau udah keasyikan
    scroll medsos. Tidur pun masih suka larut malam alias begadang.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ternyata konsisten itu menantang banget, ya! Huff! Semangaaaat!&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt; Penyebab Kurangnya Motivasi Hidup Sehat &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Salah satu penyebab susah untuk konsisten, bisa jadi karena kurangnya motivasi untuk sehat. Kurang semangat menjalaninya. Apa aja faktor yang menjadi penyebab kurangnya motivasi hidup sehat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc;"&gt; 1. Kurangnya Pemahaman dan Kesadaran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt; Yakin, deh, semua orang pasti akan setuju kalau makanan bergizi baik untuk kesehatan. Tetapi, masih banyak yang belum paham secara spesifik kalau menjaga pola makan adalah investasi jangka panjang.. Misalnya, ketika sering merasa lelah, bisa jadi karena kurang minum air putih atau pola makannya buruk. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc;"&gt; 2. Sikap Menunda dan Merasa Belum Perlu &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt; "Nanti aja lah hidup sehatnya kalau sudah tua. Sekarang masih muda, masih sehat." Masih banyak yang memiliki pola pikir seperti itu. Padahal ketika sudah paham kalau menjaga kesehatan adalah sebuah investasi jangka panjang, justru harus dilakukan sedini mungkin di saat masih sehat. Lagipula gak ada jaminan masa muda udah pasti akan selalu sehat. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc;"&gt; 3. Lingkungan yang Tidak Mendukung &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt; "Olahraga tuh enaknya kalau ada temannya." Pernah denger kan ya kalimat seperti itu? Yup! Lingkungan memang bisa sangat mempengaruhi. Udah niat diet, tapi keluarga dan teman ngajakin makan melulu. Olahraga juga pada mager. Bukan berarti gak mungkin melakukan sendiri. Tetapi, kalau tekadnya gak kuat banget, memang akan sulit untuk konsisten. Ibaratnya jadi kayak melawan arus. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc;"&gt; 4. Kebiasaan Buruk yang Sulit untuk Diubah &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt; Merokok, minum minuman berakohol, dan kebiasaan buruk lainnya seringkali butuh tekad yang sangat kuat untuk bisa berhenti. Apalagi kalau kebiasaan tersebut sudah dilakukan sejak bertahun-tahun. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc;"&gt; 5. Stress dan Tekanan Emosional &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt; Stress di sekolah, kantor, atau lainnya juga bisa memicu berbagai aktivitas buruk. Untuk itulah sangat penting bisa mengelola stress supaya lebih bisa menghadapi berbagai tekanan emosional. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc;"&gt; 6. Kurangnya Waktu Karena Kesibukan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt; Seringkali jadi lupa makan kalau sedang banyak pekerjaan. Bahkan minum air putih pun jadi sangat berkurang. Dulu, Chi sering ditegur sama teman ketika masih ngantor. Karena suka mengabaikan minum air putih.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc;"&gt; 7. Hasil yang Tidak Instan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt; Mengingat menjaga kesehatan adalah sebuah investasi jangka panjang, tentu prosesnya gak bisa instan. Tetapi, terkadang kita menjadi tidak sabar menjalani prosesnya. Parahnya bahkan ada yang memilih cara instan padahal sebetulnya malah membahayakan kesehatan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc;"&gt; 8. Masalah Finansial &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt; Masih banyak yang menganggap menjaga kesehatan itu mahal. Padahal sebetulnya yang mahal itu kalau udah sakit. Itu karena masih banyak yang berpikir harus mengkonsumsi vitamin atau suplemen yang mahal, makanannya bergizi juga dari bahan premium. Padahal sebetulnya tidak seperti itu. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="background-color: #ead1dc;"&gt; 9. Perbandingan Sosial &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt; Medsos seperti 2 sisi mata uang. Kita bisa termotivasi atau malah jadi depresi ketika melihat konten orang lain. Contohnya, ketika melihat konten seseorang yang kelihatan sempurna karena hidupnya sehat, bukan termotivasi justru jadi depresi. Langsung merasa gak sanggup menjalani hidup sehat. Padahal berusaha menjalani aja belum.&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Pentingnya Mengonsumsi Air Putih yang Cukup Setiap Hari&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Komponen paling fundamental dalam tubuh manusia adalah air. Manusia dewasa
    memiliki air dalam tubuh sekitar 50-75% dari berat badan. Air berfungsi
    sangat penting bagi tubuh yaitu&lt;span data-huuid="6139083960652438758"&gt;&lt;span&gt;
        menjaga keseimbangan cairan, mengatur suhu tubuh, melarutkan nutrisi,
        dan mengangkut zat-zat penting.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span data-huuid="6139083960652438758" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span data-huuid="6139083960652438758" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;Kekurangan mengonsumsi air bisa menimbulkan beberapa masalah kesehatan
      antara lain pusing, lelah, kurang konsentrasi, mulut kering, hingga kulit
      pun tampak kusam. Ketika dehidrasi semakin parah bisa menimbulkan gangguan
      kesehatan yang lebih serius pada organ tubuh seperti jantung dan
      ginjal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span data-huuid="6139083960652438758" style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Kebutuhan untuk minum air yang cukup bukanlah sekadar saran, melainkan
    sebuah kebutuhan biologis yang mendasar untuk menjaga setiap sel, jaringan,
    dan organ dalam tubuh kita berfungsi optimal. Mengonsumsi air putih yang
    cukup setiap hari adalah sebuah langkah paling sederhana dalam investasi
    kesehatan jangka panjang. Menjaga tubuh tetap terhidrasi memiliki dampak
    luar biasa pada kesejahteraan fisik dan mental secara keseluruhan.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Berkenalan dengan Alexa Pure Water&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
    &lt;img alt="alexa cinta air murni" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeA8dHqCY6xkNcQv1ebcdrE9ElPSYerSCE3teJXOMM68Z4k8jOV2GBY7BQKTncYMsBvMDktjgznAWsvFIX3nUIX_admq_TXT6VcHWrawpZWalaPKR2Z4xxjPHHXTLjR4bfmxQ-WnfifTgxn8FknNc6FovNlA9XA6rMx99dLNrTHUsy185_2_yeWt2tv44i/w452-h640/alexa-cinta-air-murni.jpg" title="alexa pure water sehat itu mudah" width="452" /&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Air boleh sama-sama putih (baca: bening). Tapi, rasa dan kesegarannya belum
    tentu sama, lho.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Beberapa hari lalu, Chi nyicipin kopi yang dibuat K'Aie. Kok rasanya aneh?
    Padahal pakai bubuk kopi yang biasa dikonsumsi sehari-hari.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Kami menduga penyebabnya adalah air. Saat itu, kami sedang menginap di
    rumah keluarga di Bandung. Air panas yang K'Aie gunakan itu dari air keran
    yang diseduh. Ternyata rasanya berbeda banget. Jadi aneh. Padahal bubuk
    kopinya sama.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Akhir-akhir ini kami lumayan sering ke Bandung. Jadi mulai kepikiran buat
    berlangganan air galon. Chi jadi tau kalau di Bandung Raya ada Alexa Pure
    Water. Sempat nanya-nanya juga ke CS Alexa di WA untuk cara
    berlangganan.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Alexa Pure Water sudah dipercaya sejak 2013 karena memiliki kualitas air
      alami terbaik yang bersumber dari mata air pegunungan Manglayang, Bandung.
      Tagline "Alexa Cinta Air Murni" merupakan komitmen untuk selalu
      menyediakan air yang sehat dan murni melalui proses yang canggih dan
      modern menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="manfaat air demineral teknologi reverse osmosis" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgz1Eo3bDyXTFdgoKei1uhdB9CWDC7wt8nwQ2n7srjSeLc4cXWeq4-PnCEFTv3P-M91sfzGzZ3VCHhTUwuY_JGVqziiqFBOa1CfF3vvUjo2spujd0RibnBePjcNzsIwrUn9KMBRRoMmBkU5fw-xCnkbTOtD_IUW8DY-P-TtUtWLN3X1bTSAD9dwseVY4Tz3/w452-h640/manfaat-air-demineral-teknologi-reverse-osmosis.jpg" title="alexa pure water sehat itu mudah" width="452" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Air RO mampu menghilangkan kontaminan yang berbahaya dan menjaga tubuh
    tetap terhidrasi dengan baik. Dengan kualitas air yang berkualitas ini,
    fungsi orang penting seoerti ginjal juga meningkat. Bahkan ari RO juga cocok
    untuk diet karena membantu meningkatkan fungsi pencernaan. Nah, pas bener
    kan dengan niatan Chi yang pengen memulai diet.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Alexa memiliki 3 produk yaitu galon ukuran 19 liter, botol 600 ml, dan
    gelas 220 ml. Chi tertarik berlangganan yang air galon. Awalnya karena
    harganya lebih murah. Setelah tanya-tanya lewat WA, makin tertarik untuk
    berlangganan.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
  &lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
    &lt;img alt="manfaat berlangganan alexa water" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhldA4mR-CIN-kQLAkv77sMdQh-bD91bOp91GoHr157LZionXJeDERSCgKqrQ6xKul20alBBHbSiVXzx1A2Qc6f7AH9xZJiW8hpfIm4UKc7Vo4YpmGlS-jt30OgJul84JVKvWMdvJRlMHOTBD1SsBkENxhcfaDA34jxShmNpJ4OgcKRdUh9MHiIEKIsTHLO/w512-h640/manfaat-berlangganan-alexa-water.jpg" title="alexa pure water sehat itu mudah" width="512" /&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;ol style="text-align: left;"&gt;
    &lt;li&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Pengiriman Tertutup - Galon jadi terlindungi dari sinar matahari, debu,
        dan asap kendaraan&lt;/span&gt;
    &lt;/li&gt;
    &lt;li&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Fresh from The Oven - Langsung dikirim dari pabrik, tanpa agen
        perantara. Diantar sampai ke depan rumah.&lt;/span&gt;
    &lt;/li&gt;
    &lt;li&gt;
      &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Sistem Pengiriman Murah - Free ongkir, free galon, dan pengiriman
        terjadwal.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
    &lt;/li&gt;
  &lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Jadi, gak ada biaya beli galon. Kita tuh cukup berlangganan minimal 3 galon
    per bulan. Pengiriman akan dilakukan secara rutin tanpa ongkir. Praktis
    banget, kan. Gak khawatir kalau air galon di rumah habis karena stok akan
    selalu dikirim. Tanpa harus kita yang nelpon dulu.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Makanya, Alexa Water ini rekomended banget deh buat teman-teman yang
    tinggal di Bandung Raya. Untuk info lebih lanjut bisa lihat di situs
    &lt;a href="http://alexawater.co.id" target="_blank"&gt;alexawater.co.id&lt;/a&gt;.
    Follow juga deh akun IG @alexawaterid untuk menyimak berbagai tips kesehatan
    yang menarik. Biar kita semakin termotivasi untuk self-care dengan
    mengkonsumsi air putih yang cukup. Sehat itu mudah, apalagi kalau
    mengonsumsi Alexa Pure Water.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgh5bf3akfVYqtMARVHRI_TllSUFiH0Qjqltw5CWhxowLVif6UYAIRC6Y4df2SwpWyEax-OlH8ddRnGvR-1cqCS4YDcOx-7jaaS4l7ze-SeWB7RIaqcQ-Q86gWjcibYNmPFGfZGJ0uynCJvgfd12gkBbX9vySWgGEnvTLt6v4xmfl4_IYReJSZoqJi45bXa/s72-w640-h640-c/alexa-pure-water-sehat-itu-mudah.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">45</thr:total></item><item><title>Beberapa Hal yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua Sebelum dan Sesudah Mengajak Anak Menonton Film</title><link>https://www.kekenaima.com/2025/05/beberapa-hal-yang-sebaiknya-dilakukan-orang-tua-sebelum-dan-sesudah-mengajak-anak-menonton-film.html</link><category>Family</category><category>Movie and Book</category><category>Parenting</category><category>tips</category><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Wed, 14 May 2025 21:13:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-8100224885898828653</guid><description>&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Beberapa waktu lalu, Chi menyimak keponakan (usia 4 tahun) bercerita tentang liburannya ke Amerika. Termasuk waktu jalan-jalan ke American Museum of Natural History. Salah satu ceritanya
    tentang melihat mumi.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="review film jumbo" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5phJD64Ipfvb7PZ1qsWSrJDdC6knAX2MzagqNeaZp0ioEZCGBUPU7V-fRB1cegcYSDL4bRhEt_NpxNYZJDkJd7bWtKokgfZBWHtvygePgGr0IydZgHJItQKl9SkDj4x_bw813x96teu7-l1xL1vASeMRo8qjt85gPRpHXt58k56A2rJyHerRi5YvBJgpd/w512-h640/review-animasi-film-jumbo.jpg" title="Beberapa Hal yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua Sebelum dan Sesudah Mengajak Anak Menonton Film" width="512" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Keponakan: "Uwa, harusnya kakek dijadiin mumi. Supaya Aku bisa lihat
    kakek."&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Tidak ada sedikitpun cerita kalau dia takut saat melihat mumi. Malah pengen
    kakeknya (papah Chi) dijadiin mumi. Ketika papah wafat, adik belum menikah.
    Jadi, tentu aja keponakan gak pernah mengenal kakeknya.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Chi langsung tertawa mendengar celotehannya. Setelah itu, Chi jelasin kenapa kakeknya gak dijadiin mumi. Penjelasan yang sesederhana mungkin. Disesuaikan dengan pola pikir anak balita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Chi langsung teringat pro kontra film JUMBO yang tentang
    batasan aqidah. Apakah harus melarang anak balita ke museum yang ada muminya
    karena khawatir tentang aqidah? Hmmm... Chi pengen ulas di sini, tentu
    berdasarkan pengalaman pribadi tentang beberapa hal yang sebaiknya dilakukan
    orangtua sebelum dan sesudah mengajak anak menonton film.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Biasakan Menonton Trailer, Membaca Sinopsis, dan Menyimak Berbagai
        Review&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Beberapa hari lalu, Chi melihat utas salah seorang ibu di Threads. Intinya
    dia kaget karena dengan kehadiran sosok Meri, si hantu cilik. Jalan
    ceritanya pun menurutnya gak untuk semua umur. Lebih cocok untuk 7+. Dia
    merasa jadi bingung dan repot menjelaskan banyak hal ke anaknya setelah
    menonton film.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Apakah sebelum mengajak anak menonton film gak nonton trailer, baca
      sinopsis, dan menyimak berbagai review dulu? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Penting lho membaca sinopsis dan menonton trailer. Apalagi kalau mau ajak
    anak menonton film. Tujuannya untuk mempertimbangkan dulu, udah cocok atau
    belum mengajak anak nonton film tersebut.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Bahkan ada lho beberapa orangtua yang nonton duluan. Kalau dirasa pas, baru
    deh ajak anaknya menonton. Ya, mungkin bagi sebagian orang, jadi double
    bujet. Belum tentu juga bisa pergi tanpa anak karena gak ada yang bantu
    jagain.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Tapi, intinya tuh adalah effort dari orangtua untuk mencari tau terlebih
    dahulu. Minimal membaca sinopsis dan menonton trailernya.
    &lt;b&gt;Apalagi film JUMBO udah lebih dari 1 bulan tayang.&lt;/b&gt; Rasanya perlu
    dibold atau dicapslock bagian yang lebih dari sebulan tayang.&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Kenapa perlu dibold atau dicapslock? Kalau udah lebih dari sebulan, berarti
    Review dari netizen udah banyak banget baik yang pro maupun kontra. Udah
    lebih dari cukup untuk mempertimbangkan apakah sebaiknya ajak anak atau
    enggak. Jadi, maaf, menurut Chi agak aneh kalau masih terkaget-kaget dan
    merasa kerepotan menjelaskan ke anak.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Gimana gak kerepotan kalau kitanya aja gak mempersiapkan diri dulu? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Pentingnya Membuka Ruang Diskusi untuk Anak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Chi selalu berdiskusi dengan anak, termasuk setelah menonton film. Selalu
    memulai diskusi dari sudut pandang anak. Terkadang sudut pandang anak dan
    orang tua bisa berbeda, lho.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Contohnya tentang film Jumbo ini. Seperti yang Chi ulas sekilas di
    postingan sebelum tentang review film ini. Ada beberapa orang tua yang
    khawatir kalau dengan aqidah anak karena ada sosok Meri, si hantu cilik.
    Terkesan mengajarkan anak untuk bekerjasama dengan hantu. Ada juga yang
    menyayangkan kenapa film anak ada kisah horrornya.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Apakah anak akan berpandangan sama?&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Belum tentu. Chi menyimak banyak review, khususnya dari orang tua yang
    mengajak anak untuk menonton Jumbo. Ternyata banyak juga anak punya sudut
    pandang berbeda dengan orang tuanya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Silakan baca:
    &lt;a href="https://www.kekenaima.com/2025/04/film-jumbo-animasi-indonesia-yang-sap-sap-sap.html" target="_blank"&gt;Film Jumbo, Animasi Indonesia yang Sap Sap Sap! &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Keponakan Chi salah satunya. Menurutnya, Meri adalah anak perempuan. Gak
    merasa horror. Bahkan dia bilang Meri cantik dan punya kekuatan
    terbang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ketika keponakan dengan semangat bercerita film Jumbo, bukannya menjadi
    pendengar yang baik, Chi malah (berakting) menjadi uwa yang ngeselin.
    Pura-pura menjadi uwa yang memaksakan pendapat. Sampe bikin dia kesel dan
    bilang, "Udahlah! Aku gak mau ngomong lagi sama Uwa Bunda!
    Males!"&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Beneran diambekin untuk beberapa lama. Meskipun ketika uwanya mau pulang
    tetap dilarang ma dia hahaha! Postingan berikutnya mungkin Chi akan cerita
    tentang ini, ya.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Bukan berarti kekhawatiran orang tua gak beralasan. Tapi, berdasarkan
    pengalaman pribadi, diskusi akan berjalan dengan baik kalau dimulai dari
    sudut pandang yang sama. Anak juga gak seperti merasa didikte menerima
    nasihat.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Contoh lain lagi, pengalaman keponakan yang Chi tulis di awal artikel ini.
    Mungkin bagi beberapa orang tua, rasanya serem mengajak anak balita melihat
    mumi. Dalam Islam juga tentunya gak mengenal jasad dijadikan
    mumi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Tapi, apakah perlu khawatir berlebihan ketika keponakan bilang supaya
    kakeknya dijadiin mumi? Perlukah melarang anak balita datang ke museum
    seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Sebaiknya ajak ngobrol dulu supaya tau lebih pasti yang ada dipikirannya.
    Ternyata setelah Chi ajak ngobrol, keponakan mikirnya sederhana banget khas
    anak-anak. Dia kan gak pernah lihat wajah kakeknya. Karena adik Chi belum
    menikah ketika papah wafat. Keponakan pernah diajak berziarah ke makam
    kakeknya. Makanya ketika melihat mumi, ya, dia mikirnya seperti itu
    hehehe.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Keponakan Chi itu juga tau kalau pak Kades di film animasi itu memiliki
    karakter jahat. Tapi, dia juga bilang kalau kumisnya lucu hahaha. Beberapa
    orang tua menganggap jahatnya pak Kades kurang cocok untuk film anak. Bahkan
    dianggap berat temanya karena tentang penggusuran lahan. Keponakan Chi malah
    mikirnya lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr x1anpbxc" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em);"&gt;&lt;span&gt;Chi: "Ada yang jahat gak di film Jumbo?" &lt;br /&gt;Keponakan: "Pak Kadesnya
        jahat. Tapi, punya kumis lucu. Tebel banget kumisnya hahaha." &lt;br /&gt;Chi:
        "Jahat kenapa?"&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr x1anpbxc" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em);"&gt;&lt;span&gt;Keponakan: "Jahatin Meri."&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr x1anpbxc" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em);"&gt;&lt;span&gt;Chi: "Kenapa pak Kades jahat ke Meri?"&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr x1anpbxc" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em);"&gt;&lt;span&gt;Keponakan: "Karena pak Kades pengen bisa terbang. Padahal gak usah
        jahat kalau mau terbang. Kan bisa naik pesawat kayak Aku. Malah di
        pesawat enak, terbangnya bisa sambil tidur."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr x1anpbxc" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em);"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;span class="x1lliihq x1plvlek xryxfnj x1n2onr6 x1ji0vk5 x18bv5gf xi7mnp6 x193iq5w xeuugli x1fj9vlw x13faqbe x1vvkbs x1s928wv xhkezso x1gmr53x x1cpjm7i x1fgarty x1943h6x x1i0vuye xjohtrz xo1l8bm xp07o12 x1yc453h xat24cr x1anpbxc" dir="auto" style="----base-line-clamp-line-height: calc(1.4 * 1em); --lineheight: calc(1.4 * 1em);"&gt;&lt;span&gt;Nah kan! Dia mikirnya pak Kades karena pengen bisa terbang. Makanya
        berusaha mencuri kekuatan Meri. Logis juga untuk pikiran anak-anak,
        kalau mau terbang mending naik pesawat aja hahaha. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Alumni Casper vs Generasi Sekarang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ketika perdebatan film Jumbo sempat agak memanas tentang hal aqidah, banyak
    banget yang bilang, "Dulu, nonton film kayak Casper, Ghostbuster, dan lain
    kayaknya nyantai aja. Gak bikin jadi lepas aqidah" Bahkan sampai ada istilah
    alumni Casper hehehe.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Chi termasuk alumni Casper juga. Pendapat itu ada benernya. Perasaan dulu
    nonton ya sekadar hiburan. Tapi, kekhawatiran orang tua saat ini juga
    sebaiknya jadi perhatian.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Dulu, sumber informasi belum seperti sekarang. Sangat terbatas dan
    seringnya hanya searah. Jadi pikirannya gak macem-macem. Nonton ya sekadar
    hiburan. Chi gak pernah tuh diajak diskusi sama orang tua setelah menonton
    film. Tapi, tetap merasa aman aja. Gak mikir macem-macem.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Beda ma zaman sekarang, apalagi kalau udah mulai terpapar media sosial.
    Opini ini itu sangat beragam. Sangat bisa mempengaruhi. Anak generasi
    sekarang juga lebih kritis karena terbukanya informasi. Makanya memang
    kurang bisa juga kalau sesantai dulu. Bentengnya harus dibuat semakin
    kuat.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Menjadi orang tua di zaman sekarang memang sebaiknya sering menjalin
      komunikasi dengan anak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Moral Story Film Jumbo&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Seperti yang Chi tulis di postingan sebelumnya, animasi ini menceritakan
    tentang Don yang kerap dipanggil Jumbo oleh teman-temannya karena tubuhnya
    yang besar. Film ini memiliki pesan tentang menghadapi bullying,
    persahabatan, kompetisi, dan saling menyayangi,&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Banyak sebetulnya yang bisa dijadikan bahan diskusi bersama anak setelah
    menonton Jumbo. Gak bisa dilakukan sekaligus. Satu per satu dan sebaiknya
    tetap dimulai dari sudut pandang anak.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Setiap anak juga punya sensitivitas yang berbeda-beda. Ada beberapa orang
    tua yang bilang kalau anaknya menjadi setelah menonton Jumbo karena di film
    tersebut semua karakter anaknya gak punya orang tua.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Tapi, keponakan Chi malah mikirnya orang tua Jumbo belum pulang kerja.
    Makanya, sehari-hari sama oma. Ya mungkin karena keseharian dia juga gitu.
    Orang tuanya kan pekerja kantoran, sehari-hari sama neneknya. Ganti-gantian
    sekian hari sama Nin, kemudian eyang. Jadi, dia pikir Jumbo sama aja kayak
    dirinya.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Bukan bemaksud menggurui. Tapi, sebaiknya memang cari tau info
    sebanyak-banyaknya dulu sebelum mengajak anak menonton film. Jadi, bisa
    mempertimbangkan boleh atau enggak. Bagi anak lain aman, kan, belum tentu
    untuk anak sendiri. Begitu pun sebaliknya.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5phJD64Ipfvb7PZ1qsWSrJDdC6knAX2MzagqNeaZp0ioEZCGBUPU7V-fRB1cegcYSDL4bRhEt_NpxNYZJDkJd7bWtKokgfZBWHtvygePgGr0IydZgHJItQKl9SkDj4x_bw813x96teu7-l1xL1vASeMRo8qjt85gPRpHXt58k56A2rJyHerRi5YvBJgpd/s72-w512-h640-c/review-animasi-film-jumbo.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">77</thr:total></item><item><title>Film Jumbo, Animasi Indonesia yang Sap Sap Sap!</title><link>https://www.kekenaima.com/2025/04/film-jumbo-animasi-indonesia-yang-sap-sap-sap.html</link><category>Family</category><category>Jalan-jalan</category><category>tips</category><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Mon, 28 Apr 2025 19:53:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-507091824982844504</guid><description>&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Sap Sap Sap!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Begitulah kata magic dari Nurman, salah satu karakter di film animasi
    Jumbo. Teman-teman udah menonton?&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="review animasi film jumbo" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5phJD64Ipfvb7PZ1qsWSrJDdC6knAX2MzagqNeaZp0ioEZCGBUPU7V-fRB1cegcYSDL4bRhEt_NpxNYZJDkJd7bWtKokgfZBWHtvygePgGr0IydZgHJItQKl9SkDj4x_bw813x96teu7-l1xL1vASeMRo8qjt85gPRpHXt58k56A2rJyHerRi5YvBJgpd/w512-h640/review-animasi-film-jumbo.jpg" title="Film Jumbo, Animasi Indonesia yang Sap Sap Sap!" width="512" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Silakan nonton aja buat tau artinya. Pastinya sejak awal tau ada animasi
    ini, udah diniatin banget harus nonton. Sebagai penggemar film animasi, Chi
    langsung jatuh cinta dengan poster film Jumbo. Gemesin!&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ya, niatan awal pengen banget menonton Jumbo karena suka dengan animasinya.
    Bangga banget lihat Indonesia bisa bikin animasi sebagus Pixar, Disney, atau
    yang kelas dunia lainnya. Makanya, Chi gak berekspektasi apapun dengan jalan
    ceritanya. Karena hari raya tahun ini hanya merayakan dengan suami dan
    anak-anak, langsung aja direncanain mau nonton filmnya di hari ke-3
    Lebaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan baca:
    &lt;a href="https://www.kekenaima.com/2025/04/merayakan-lebaran-dengan-keluarga-kecil.html" target="_blank"&gt;Merayakan Lebaran dengan Keluarga Kecil&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Sinopsis Film Animasi Jumbo&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Jumbo menceritakan tentang Don, seorang anak berusia 10 tahun. Dia kerap
    dirundung teman-temannya karena badannya yang besar. Karena badannya pula,
    Don dipanggil Jumbo. Hanya 2 sahabatnya yaitu Mae dan Nurman yang tetap
    memanggilnya Don.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Dalam rangka merayakan hari Kemerdekaan, Kampung Seruni mengadakan berbagai
    lomba termasuk pentas seni. Don ingin ikut lomba pensi. Harapannya
    sederhana, tidak ada lagi yang akan memanggil Jumbo kalau dia menang
    pensi.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote&gt;
  &lt;div style="text-align: left;"&gt;
    &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;"Kalau kita menang, Aku gak bakal diledekin JUMBO lagi." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Kehadiran Meri, Hantu Perempuan Cilik, yang Menjadi Kontroversi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Beberapa hari setelah penayangannya, timbul pro kontra yang sangat ramai
    tentang film Jumbo. Sosok Meri, hantu perempuan cilik, bagi beberapa
    orangtua dianggap melewati batas aqidah. Jumbo dan para sahabatnya dianggap
    bekerjasama atau meminta tolong kepada hantu. Beberapa orangtua merasa
    kesulitan menjelaskan hal ini ke anak.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Pro Kontra Film Jumbo tentang Batasan Aqidah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img alt="menonton film jumbo" border="0" height="auto" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1C2TeBzKfRGybMX3D6zBMSDjH84pqRg4tly1cQgD-LHwAEIld-5as7oXmjfhWNz0eG0Q2FcNHxrDfGyCwmSIevZj3SkIGdrgXM5hLEqlyoY07PgCMDBhNm6Xpo7UtwMILoawiDh9ulcTZ0wPq-7Gl6ylFIHWjWyo1cDGLjl4eu8Wk7Y8s0dH67sZtaNYD/w512-h640/menonton-film-jumbo.jpg" title="Film Jumbo, Animasi Indonesia yang Sap Sap Sap!" width="512" /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Seperti ekspektasi Chi, visualnya pun sangat memanjakan mata sepanjang
    film. Suka banget!&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Jalan ceritanya sendiri, alur awalnya agak lambat. Chi pikir hanya seputar
    tentang Don yang kerap di-bully, kemudian dia dan 2 sahabatnya menang pensi.
    Setelah itu, gak ada lagi yang nge-bully Don.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Dugaan Chi agak meleset. Acara pentas seni yang dikira akan menjadi bagian
    pamungkas, ternyata ada di bagian tengah. Adegan Don yang bernyanyi "Selalu
    Ada di Nadimu" terasa magis! Setelah itu alurnya agak naik dan lebih
    seru.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Chi perhatiin, rasanya para netizen sepakat dengan kualitas visual animasi
    serta ost filmnya. Pro kontra banyak terjadi di bagian cerita. Ada yang
    bilang gak cocok untuk semua umur, terlalu berat untuk anak balita. Hingga
    yang membahas tentang batasan aqidah.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Semua pro kontra tersebut awalnya masih dalam batasan wajar. Lagipuna Jumbo
    atau film apapun memang gak sempurna 100%. Selalu ada ruang untuk pro
    kontra. Tapi, yang kemudian menjadi ramai adalah ketika ada yang mencoba
    'riding the wave' dengan cara yang kurang bisa diterima banyak
    netizen.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Nah, yang bikin&amp;nbsp; ramai itu yang membuat review film Jumbo, memberi
    kritikan agak keras (beberapa netizen bahkan menganggap kritikannya lebih ke
    arah menjatuhkan film Jumbo), tapi di akhir review malah promosi produk.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Chi udah baca reviewnya. Sebetulnya bagus. Tapi, memang caranya yang kurang
    tepat. Jadi bikin banyak netizen kesal. Apalagi banyak netizen sedang banyak
    yang bangga dengan film Jumbo karena ternyata kita bisa bikin animasi dnegan
    kualitas sebagus itu. Jadi, kebayang kan ya sedang bangga-bangganya kemudian
    ada yang mencoba 'numpang panggung' tapi caranya kurang sreg.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Buktinya gak semua kritikan terhadap film Jumbo akan mendapatkan reaksi
    keras. Ya kembali lagi tentang cara kita mengolah kalimat supaya pembaca
    bisa menerima dengan baik.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"&gt;Jumbo Film untuk Semua Umur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ada beberapa netizen yang bilang kalau Jumbo harusnya bukan film untuk
    semua umur. Karena ada cerita pembebasan lahan, kehadiran Meri, dan
    lain-lain.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Menurut Chi, Jumbo tetap film untuk semua umur. Justru film dengan rating
    SU tuh rentang usianya paling luas. Makanya gak heran kalau ada hal-hal yang
    kayaknya agak serius. Tapi, selama tidak terlalu sadis atau adegan yang
    vulgar, masih cocok aja dikatakan untuk semua umur.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Tidak hanya film Jumbo. Lihat aja berbagai animasi kelas dunia. Salah satu
    contohnya Ice Age. Sebetulnya kan ada pesan seriusnya juga yaitu global
    warming. Mungkin anak-anak belum paham akan isu ini. Mereka hanya menangkap
    bagian lucunya.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Jadi, sebetulnya gak usah kaget kalau anak-anak hanya bisa menangkap
    sebagian dari film Jumbo. Bahkan kehadiran Meri pun gak dianggap serius ma
    anak, apalagi mengkhawatirkan. Karena anak-anak baru sebatas menangkap
    bagian lucunya.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Apalagi ini film animasi. Mau menonton animasi apapun, Chi gak terlalu berlogika orang dewasa. Animasi justru suka banyak 'ajaibnya', tapi menarik. Penuh imajinasi. Justru itu yang bikin Chi suka film animasi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Coba aja lihat Ice Age. Gara-gara seekor tunai ingin menyimpan 1 buah ek, bumi jadi terbelah hehehe. Animasi Turning Red, menceritakan seorang gadis remaja yang setiap kali PMS menjadi panda merah pemarah. Madagascar, Kungfu Panda, Toy Story, dan masih banyak lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Ya begitulah film animasi menurut Chi. Makanya jarang banget atau malah gak pernah menonton dengan berlogika. Asalkan menghibur dan biasanya banyak pesan moralnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Menurut Chi, pesan moral di film Jumbo ini lumayan banyak. Pengen juga
    diulas satu per satu. Pengen juga menulis tentang bagaimana menjelaskan ke
    anak berdasarkan pengalaman pribadi. Nanti dilanjut aja deh ya di tulisan
    berikutnya.&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;Teman-teman udah pada menonton film Jumbo? Sekarang udah tembut 7 juta
    penonton, lho. Keren! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5phJD64Ipfvb7PZ1qsWSrJDdC6knAX2MzagqNeaZp0ioEZCGBUPU7V-fRB1cegcYSDL4bRhEt_NpxNYZJDkJd7bWtKokgfZBWHtvygePgGr0IydZgHJItQKl9SkDj4x_bw813x96teu7-l1xL1vASeMRo8qjt85gPRpHXt58k56A2rJyHerRi5YvBJgpd/s72-w512-h640-c/review-animasi-film-jumbo.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">44</thr:total></item><item><title>Quality Time Bersama Pasangan Tanpa Membawa Anak</title><link>https://www.kekenaima.com/2025/04/quality-time-bersama-pasangan-tanpa-membawa-anak.html</link><category>Family</category><category>Parenting</category><category>Pernikahan</category><category>tips</category><author>noreply@blogger.com (Keke Naima)</author><pubDate>Tue, 22 Apr 2025 21:27:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4276275191979079656.post-593066501620053380</guid><description>&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;
    Menjadi orang tua adalah anugerah terindah, tetapi sering kali rutinitas
    mengurus anak, sekolah, dan pekerjaan membuat kita tanpa sadar kehilangan
    momen berdua yang intim dengan pasangan. Di tengah hiruk pikuk
    &lt;i&gt;parenting&lt;/i&gt;, quality time bersama suami atau istri seringkali menjadi
    korban pertama yang terabaikan. Padahal fondasi kuat dalam hubungan adalah
    kunci untuk menjadi orang tua yang bahagia. Penting untuk diingat bahwa
    sesekali, berhak 'egois' sejenak bersama pasangan. Bukan untuk mengabaikan
    anak, melainkan untuk mengisi ulang energi pernikahan agar rumah tangga
    tetap &lt;/span
  &gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;harmonis dan langgeng.&lt;/span
  &gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K'Aie: "Bunda, jadi gak cari makan di luar atau udah
    ngantuk?"&lt;/span
  &gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang tengah malam, K'Aie bangunin Chi yang baru aja tidur
    buat jalan-jalan cari makan. Emang udah rencana sih. Makanya, dibangunin
    sama K'Aie karena kalau enggak pasti Chi yang bakal protes hehehe.&lt;/span
  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img
    alt="Semangkuk Bakso Malang lengkap dengan pangsit goreng dan sambal, menu kuliner tengah malam untuk quality time berdua bersama pasangan."
    border="0"
    height="auto"
    src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVvvHeA29Ice5_qgsNUxCa4UUGFvaMAEEgqAlbJ5Dlf6_i3Cp77zFqOySZ3MZwbdxx21hd80t0Tt_StrRcYbesrhu9qZDtaxTLBi1t7myrSABkOhiXobq6A_kjr92Y3Z42G9YEE6yJQvGQ2Ue2Clb9AkbxzA4qkuYlDU9HWwx4mqm9etm4VkhiBCVNP8TP/w640-h480/kuliner-bakso-malang-tengah-malam.jpg"
    title="Kuliner Bakso Malang Tengah Malam: Quality Time Pasangan"
    width="640"
  /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Sejak anak-anak masuk usia remaja, Chi dan K'Aie jadi lebih leluasa punya
    waktu berduaan. Bahkan sejak anak-anak gak tinggal di rumah, kami berdua
    jadi suka kulineran malam-malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan baca:
    &lt;a
      href="https://www.kekenaima.com/2023/04/7-tips-berdebat-dengan-anak-remaja.html"
      target="_blank"
      &gt;7 Tips Berdebat dengan Anak Remaja&lt;/a
    &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu,&amp;nbsp; Chi melihat salah satu utas di
    Threads. Intinya, mengatakan kalau sudah menikah fokusnya lebih ke anak.
    Makanya, lupakan dulu jalan bedua sama pasangan dan lain
    sebagainya.&amp;nbsp;&lt;/span
  &gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Kemudian ada sanggahan dari salah seorang netizen. Menurutnya, sesekali
    orangtua juga harus egois. Bikin quality time bersama pasangan tanpa membawa
    anak. Supaya hubungan tetap langgeng.&lt;/span
  &gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Bagaimana menurut teman-teman?&lt;/span
  &gt;&lt;br /&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b
      &gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"
        &gt;Kapan Waktu yang Tepat Quality Time Bersama Pasangan Tanpa Membawa
        Anak?&lt;/span
      &gt;&lt;/b
    &gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img
    alt="Pasangan berdiri di pinggir jalan kota pada malam hari, meluangkan waktu berdua untuk quality time tanpa membawa anak."
    border="0"
    height="auto"
    src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheLbvGpepnz1fuq8jWHxyz57U4O-pmz0SEnXWloSbwR0oEC02n9wQxK2i80mFif3nWYjD-WYPa2gP5CYUUxmUEKD9IixEtu2jtJkuvNX7uRSNT4NODKGxRKOmI98s7MRk_R2S_r5wN5b7IDwEutvnsUyEM93O9Q5Y05N0W0bbeC_M89VJQijPecVk4MxB7/w640-h480/quality-time-bersama-pasangan.jpg"
    title="Quality Time Pasangan: Jalan-jalan Malam Berdua"
    width="640"
  /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Kalau Chi, termasuk yang seperti pemilik utas pertama. Tapi, juga sepakat
    dengan pendapat netizen yang kontra kecuali bagian egoisnya. Jadi
    begini...,&lt;/span
  &gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Keke dan Nai hanya diasuh oleh orangtuanya. Dalam artian, kami gak pakai
    ART atau baby sitter. Pernah sih cobain pakai ART waktu Nai baru lahir. Kami
    pikir kalau udah punya anak 2 akan menjadi lebih riweuh. Jadi, rasanya perlu
    asisten supaya Chi tetap punya waktu istirahat. Paling gak lebih fokus ke
    anak dan memasak, urusan beberes rumah diserahkan ke asisten.&lt;br
  /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Iya betul secara tenaga kebantu. Tapi, malah jadi lebih capek hati ketika
    punya asisten. Ada aja
    &lt;a
      href="https://www.kekenaima.com/2018/09/drama-asisten-rumah-tangga-si-malas-vs.html"
      target="_blank"
      &gt;drama ART&lt;/a
    &gt;
    yang timbul. Makanya, cuma pake sebentar banget. Kami pun memutuskan gak mau
    lagi punya asisten. Capek dan kapok!&lt;/span
  &gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Konsekuensinya, jadi bener-bener ngurusin berdua. Meskipun saat itu kami
    juga masih tinggal sama orangtua. Tapi, kami juga yang gak mau terus-menerus
    meminta orangtua buat gantian mengasuh cucunya. Diajak jalan-jalan ma kakek
    nenek pun boleh. Pernah Keke dan Nai diajak liburan ke Bali, Chi dan K'Aie
    gak ikut.&lt;br
  /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Kebalikannya dengan adek Chi. Dia cukup rutin jalan berdua dengan istrinya.
    Malah pernah liburan cukup lama ke luar negeri hanya berdua. Anaknya diasuh
    sama neneknya selama mereka liburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kapan waktu yang
    tepat?&amp;nbsp;&lt;/span
  &gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Gak ada jawaban yang saklek. Tergantung dari situasi dan kondisi keluarga
    masing-masing. Makanya, meskipun Chi dan K'Aie baru sering quality time
    sekarang, bukan berarti yang dilakukan adek dan istrinya tuh salah.&lt;/span
  &gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Kuncinya ada di mengurus anak. Makanya, di awal, Chi katakan gak sepakat
    dengan kata egois. Selama anaknya ada yang mengurus dengan baik, gak apa-apa
    sesekali quality time dengan pasangan.&lt;/span
  &gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Lain cerita kalau suami istri asik quality time, tapi sama anaknya cuek.
    Bodo amat diurus seperti apa ketika bersenang-senang berdua. Nah itu baru
    namanya egois.&lt;/span
  &gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Setiap kali adik quality time dengan istrinya, tentu sudah memastikan
    anaknya akan ada yang mengurus dengan baik. Chi pun meski gak sesering adik
    quality time bersama pasangan, tetapi juga melakukan hal sama.&lt;/span
  &gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Jadi, gak perlu merasa egois ketika ada yang mau bantuin buat mengurus anak
    dengan baik. Karena itu artinya orangtua gak lepas tangan mengasuh anak.
    Hanya sesekali melakukan quality time bersama pasangan.&lt;/span
  &gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;h2 style="text-align: left;"&gt;
    &lt;b
      &gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: x-large;"
        &gt;Quality Time bersama Pasangan Tidak Harus dengan Bepergian&lt;/span
      &gt;&lt;/b
    &gt;
  &lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
  &lt;img
    alt="Suasana malam di depan gerbang ATM Center, menunjukkan lokasi sederhana untuk menikmati kuliner kaki lima sebagai quality time bersama pasangan."
    border="0"
    height="auto"
    src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6ZDXwCCoIor0qz3SQ_Ed0cyq7jJWldrRTajbpiCsW5rTVoCUm5vbnEiLvqlIlRofPQXG3hEZhVRxpvv9NZDjpZkT62s4BhAdb0CTKQIptmGxSmb6LvKe5XUBEW5Zr8RV3EKlyZWpW9HLW6K_CClCk605Gyj8_eJ9fwGeVxHUtMHUwzfW0-3xKtwZuNPap/w640-h480/kuliner-kaki-lima-tengah-malam.jpg"
    title="Quality Time Bersama Quality Time Sederhana: Kuliner Kaki Lima Tengah MalamPasangan Tanpa Membawa Anak"
    width="640"
  /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Dulu, Chi dan K'Aie jarang banget bepergian cuma berdua. Bukan karena gak
    ada yang bersedia bantuin mengurus anak-anak. Chi yakin banget kakek dan
    nenek mereka mau diminta mengurus cucu-cucunya sementara kali pergi berdua.
    Tapi, kaminya aja, terutama Chi, yang lebih suka ke mana-mana sama
    anak-anak.&lt;/span
  &gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;Lagipula, bukan berarti ketika anak-anak masih kecil, Chi dan K'Aie gak
    punya quality time. Kan, bisa tetap dilakukan meskipun tanpa bepergian.
    Biasanya nih setelah anak-anak tidur, kami menonton tv atau main konsol game
    berdua. Memang gak lama. Paling 2-3 jam aja. Tapi, karena bisa dilakukan
    setiap malam, jadinya berasa senang aja. Gak harus bepergian, kan?&lt;/span
  &gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
  &lt;span style="font-family: arial; font-size: large;"
    &gt;So, setiap rumah tangga punya timeline masing-masing. Makanya kalau ada
    yang bilang, "Enak ya sekarang ke mana-mana berduaan ma suami. Gak diikutin
    anak-anak." Lho, dulu kami ke mana-mana selalu bawa anak. Tapi, kami pun
    tetap santai aja kalau ada pasangan muda yang udah bisa berduaan tanpa
    membawa anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjaga keintiman dan kualitas hubungan dengan
    pasangan sejatinya adalah investasi terbaik untuk kebahagiaan seluruh
    keluarga, termasuk anak-anak. Ingatlah, tidak ada "timeline" baku yang harus
    diikuti. Setiap pasangan memiliki ritme dan cara uniknya sendiri dalam
    menemukan waktu berdua yang berharga. Entah itu dengan liburan ke luar kota
    atau sekadar ngobrol santai setelah anak-anak tidur, yang terpenting adalah
    komitmen bersama untuk terus memprioritaskan dan merayakan ikatan
    pernikahan, karena pasangan yang bahagia adalah fondasi bagi keluarga yang
    harmonis.&lt;/span
  &gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVvvHeA29Ice5_qgsNUxCa4UUGFvaMAEEgqAlbJ5Dlf6_i3Cp77zFqOySZ3MZwbdxx21hd80t0Tt_StrRcYbesrhu9qZDtaxTLBi1t7myrSABkOhiXobq6A_kjr92Y3Z42G9YEE6yJQvGQ2Ue2Clb9AkbxzA4qkuYlDU9HWwx4mqm9etm4VkhiBCVNP8TP/s72-w640-h480-c/kuliner-bakso-malang-tengah-malam.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total></item></channel></rss>