<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-6338467</atom:id><lastBuildDate>Thu, 19 Dec 2024 03:21:28 +0000</lastBuildDate><category>My Story</category><title>Ketika Dunia Semakin Berubah</title><description></description><link>http://ayenx.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-5276733856093793044</guid><pubDate>Tue, 15 Feb 2011 11:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-15T13:26:01.650+02:00</atom:updated><title>Kami Pun Bangga Dengan Revolusi Ini</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrNsNKH8V7jDofJ0NzjXe20Ljhi-BxQTbkVPTSJIklP3ZXFeDX0-vJi4dLdOMv-BR3epsZhwiG2_HeFfxzVxoCtTKToAWu6A_kdpeDYGesnyOQln6lu4sOAAtu9tt-eSvjm2f6Bg/s1600/egypt_day4_13.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;211&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrNsNKH8V7jDofJ0NzjXe20Ljhi-BxQTbkVPTSJIklP3ZXFeDX0-vJi4dLdOMv-BR3epsZhwiG2_HeFfxzVxoCtTKToAWu6A_kdpeDYGesnyOQln6lu4sOAAtu9tt-eSvjm2f6Bg/s320/egypt_day4_13.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Entah mengapa hari itu saya mendadak ingin sowan ke Pasangrahan (Rumah Jawa Barat). Padahal cuaca hari itu sangat mendukung untuk memanjakan mata, Cairo diguyur hujan. Mungkin karena saya terlalu lama tinggal di rumah, walau dingin pun saya tetap &lt;em&gt;ngingkig&lt;/em&gt; ka Pasangrahan. Menjelang maghrib saya tiba di Pasangrahan. Disana saya ketemu sama beberapa &lt;em&gt;kuncen&amp;nbsp;&lt;/em&gt; Pasangrahan yang selalu setia menunggu dan menjaga hadiah dari Pemda Jabar tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Satu persatu, warga KPMJB datang. Dan tak disangka semua warga yang datang itu adalah warga Tasikmalaya. Kurang lebih 10 orang warga Tasik berkumpul bertegur sapa. Walhasil, rumah yang belakangan ini sepi karena warganya ikut evakuasi, hari itu mendadak ricuh. Kita berkumpul di &lt;em&gt;shalah&lt;/em&gt; (ruang keluarga) yang biasa dipakai untuk tempat makan. Rekan-rekan dari Bandung, Garut, Karawang pun ikut tumplek di shalah tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gurau canda menjadi salah satu khas warga Sunda ketika bertemu satu sama lain. Tak heran kami pun saling ejek dengan warga lain daerah. Kami katakan bahwa kami ini sangat loyal terhadap KPMJB, buktinya masih banyak dari kami yang belum ikut evakuasi hanya karena ingin menjaga KPMJB. &quot;&lt;em&gt;Ah, tong sok alesan lah, kalam fadhy&lt;/em&gt;&quot; Celetuk Abu warga Garut yang merasa tersindir.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kesempatan bertemu malam itu kami manfaatkan untuk saling tukar informasi berkenaan evakuasi yang sedang berlangsung. Ada yang sudah tidak sabar ikut evakuasi, ada juga yang malah masih bimbang pulang karena alasan kuliah. Juga kami manfaatkan waktu itu untuk berdiskusi politik seputar masa depan Mesir dan WNI yang masih berada di Mesir. Stasiun Al-Jazeera menjadi referensi setiap pembicaraan kita.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kala kami asik &lt;em&gt;nobar&lt;/em&gt; tayangan berita al-Jazeera, kami dikagetkan dengan berita akan adanya &lt;em&gt;Press Release&lt;/em&gt; dari Presiden Mesir Husni Mubarak terkait tuntutan para demonstran yang sudah berlangsung selama 17 hari. Suasana di &lt;em&gt;shalah&lt;/em&gt; tiba-tiba menjadi senyap. Yang terdengar saat itu hanyalah yel-yel para demonstran yang disiarkan langsung di televisi. Jumlah demonstran yang melakukan &lt;em&gt;rally&lt;/em&gt; di lapangan Tahrir malam itu mencapai hampir 3 juta orang. Jumlah yang makin fantastis.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di tengah keramaian para demonstran yang kami lihat di televisi, salah seorang diantara kami kemudian memulai topik. &quot;&lt;em&gt;Cing bah, kira-kira naon yeuh eusi khotbah si Akang?&lt;/em&gt;&quot; ujar Suryaman, orang Taraju. Saya jawab bahwa kemungkinan besar kang Mubarak akan lengser, karena dalam &lt;em&gt;flash news&lt;/em&gt; diberitakan kalau CIA sudah mendapatkan informasi bahwa Mubarak hari ini akan lengser.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Suasana kembali hangat dan obrolan pun mengalir sambil masing-masing mengutarakan prediksinya tersendiri. Ada yang mengamini bahwa Mubarak akan lengser, ada juga yang pesimis. Malam itu kami berdebat seolah-olah kami adalah pengamat politik yang pede dengan pembacaan yang seadanya. Sambil sabar menunggu apa yang akan terjadi sebentar lagi di Mesir, kami mencicipi Pop Mie dan nasi ransum TNI kiriman dari pemerintah Indonesia. Lumayan. Sebagai penghangat badan kami yang terasa kedinginan saat itu.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di layar televisi, terasa sekali luapan emosi kecemasan para demonstran sambil tek henti-hentinya meneriakkan yel-yel anti Mubarak. Kami, supporter rumahan juga tak sabar ingin menyaksikan sejarah baru Mesir yang akan ditentukan dalam hitungan menit.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Presenter Al-Jazeera memberikan aba-aba bahwa siaran pers presiden Mubarak dari televisi lokal Mesir akan segera ditayangkan.&amp;nbsp; Obrolan-obrolan kami mendadak berhenti. Suasana menjadi senyap, tak terkecuali mobil yang lalu lalang pun mendadak sepi. Emosi kita menyatu dengan para demonstran yang berdesak-desakan di laangan Tahrir.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dan akhirnya, berita yang ditunggu-tunggu pun datang. Kang Mubarak dengan gagahnya memberikan &lt;em&gt;speech&lt;/em&gt; dari Istana Negara. Namun, spekulasi lengsernya Mubarak hari itu gatot alias gagal total. Si Akang masih &lt;em&gt;keukeuh&lt;/em&gt; tidak mau lengser, dan malah memberikan mandat kekuasaan kepada wakilnya Omar Soleiman.&amp;nbsp; Suasana Tahrir pun mendadak ricuh. Para demonstran mengacungkan sepatunya tinggi-tinggi, bukti kekesalan mereka terhadap Mubarak. Kami pun demikian, ikut merasakan kekecewaan rakyat Mesir yang sudah 17 hari berjuang untuk demokrasi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dan penonton kecewa malam itu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pasca pidato Mubarak yang memlikuan hati, kami yang berkumpul di &lt;em&gt;shalah&lt;/em&gt; makan pun bubar. Rasanya kami sepakat bahwa kami harus cepat bergegas untuk berkemas ikut evakuasi, karena dengan situasi ini sudah barang tentu Mesir akan &lt;em&gt;chaos&lt;/em&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Besoknya, diantara teman-teman yang kumpul tadi malam sibuk dengan urusannya sendiri untuk cepat berkemas. Jum’at sore ini isunya akan ada demonstrasi massal, dan tidak menutup kemungkinan anarkisme terjadi hari itu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Rasa cemas tetap menghantui hari itu. Ba’da Jumat hampir mayoritas warga Mesir turun ke jalan. Tidak hanya di lapangan Tahrir di pusat kota, di pinggiran kota pun orang-orang terus berkerumun di jalanan. Dan yang paling menegangkan, ribuan orang &lt;em&gt;rally &lt;/em&gt;menuju istana Negara yang lokasinya cukup dekat dengan kota kami dibanding Tahrir. Mereka berencana akan menduduki istana Negara. Shalat jumat di jalanan menjadi pemandangan yang menakjubkan, mungkin hanya sekali dalam hidup saya, saya menyaksikan jutaan orang shalat berjamaah di setiap kota dan provinsi di dalanan. Rasanya Ka’bah pindah ke Mesir untuk saat ini.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menjelang magrib, lagi-lagi pemerintah mengumumkan akan ada pidato penting. Suasana di jalanan berbeda dengan situasi yang terjadi tadi malam. Jalanan masih ramai dengan lalu lalang mobil dan aktifitas warga sehari-hari. Mungkin, karena kekecewaan pidato presiden tadi malam, masyarakat tidak lagi tertarik mendengarkan pidato dari istana Negara.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Namun, ternyata pidato itulah yang menjadi sejarah bagi Mesir. Tepat pukul 17.06 ada siaran resmi dari pemerintah yang diwakili oleh Omar Soleiman selaku Wakil Presiden. Pidato yang sangat sederhana tapi merupakan sejarah kebebasan bagi rakyat Mesir.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“&lt;em&gt;Wahai rakyat mesir, kita merasakan hari-hari yang sulit saat ini. Izinkan saya untuk mengumumkan pada anda, bahwa Presiden Husni Mubarak telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Republik Mesir. Dan segala kekuasaan kami serahkan kepada Dewan Tinggi Angkatan Bersenjata untuk mengatur masa depan negeri ini. Semoga Allah meridhai kita dan hanya Allah sang pemberi pertolongan. Wassalam Alaikum Warahmatullah…&lt;/em&gt;”&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pidato yang sangat singkat namun bermakna. Jutaan rakyat Mesir tak mampu menahan air mata dan tak henti-hentinya sujud syukur. Euforia kebebasan terjadi dimana-mana. 1102-2011 menjadi pesta rakyat. Sepanjang malam rakyat berpesta merayakan kemenangan yang sangat bersejarah. Dan kami pun ikut merayakan kebebasan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;“&lt;em&gt;Tahya Masr…Tahya Masr…”&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kami Warga Negara Indonesia mengucapkan selamat atas kebebasan yang anda raih. Dan kami bangga menjadi bagian dari sejarah perjuangan anda selama ini.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kampung Sepuluh&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jumat, 11 Februari 2011&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Naimulloh Akhyar&lt;/div&gt;</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2011/02/kami-pun-bangga-dengan-revolusi-ini.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrNsNKH8V7jDofJ0NzjXe20Ljhi-BxQTbkVPTSJIklP3ZXFeDX0-vJi4dLdOMv-BR3epsZhwiG2_HeFfxzVxoCtTKToAWu6A_kdpeDYGesnyOQln6lu4sOAAtu9tt-eSvjm2f6Bg/s72-c/egypt_day4_13.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-5851171652718389816</guid><pubDate>Thu, 10 Feb 2011 05:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-10T07:42:09.255+02:00</atom:updated><title>Seharusnya Kita</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&#39;allowfullscreen&#39; webkitallowfullscreen=&#39;webkitallowfullscreen&#39; mozallowfullscreen=&#39;mozallowfullscreen&#39; width=&#39;320&#39; height=&#39;266&#39; src=&#39;https://www.youtube.com/embed/vlrKc-YIkWc?feature=player_embedded&#39; frameborder=&#39;0&#39;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&quot;Apakah aku kalah, apa harus mengalah?&quot;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2011/02/seharusnya-kita.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-4578318583696929374</guid><pubDate>Wed, 09 Feb 2011 03:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-09T05:45:06.671+02:00</atom:updated><title>Menunggu Evakuasi</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Namanya Rina Sa&#39;adah, Mojang tasik asal kawalu yang sedang studi S1  di Al-Azhar ini sedang harap-harap cemas menunggu jadwal evakuasi ke  Indonesia karena ketidakstabilan keamanan yang sedang terjadi di Mesir.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selama  kurang lebih sepuluh hari ini, Bu Haji, panggilan akrabnya, harus rela  bersabar dikarantina di Asrama Jam&#39;iyyah Syar&#39;iyyah di daerah Nasr City  Cairo. Situasi keamanan memang memaksa para penghuni asrama untuk tetap  berdiam diri disana. Walaupun dia sudah terbiasa dengan disiplin asrama  yang mengharuskan anak asuhnya tidak sering keluar rumah, namun dengan  situasi seperti ini Bu Haji merasa seperti mendapat tekanan batin ingin  segera menghirup udara segar di luar asrama.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keadaan asrama JS  sebenarnya terbilang sangat aman. Sangat beruntung bagi orang yang bisa  masuk ke asrama JS. Bu haji dan rekan sekamarnya bisa tenang belajar,  mengaji, menghafal al-Quran, dan selalu didampingi &lt;em&gt;Mushrifah&lt;/em&gt; (pembimbing). Kebutuhan pangan pun terpenuhi secara cukup.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Namun,  pasca demontrasi ini suasana sedikit mulai berubah. Keamanan  diperketat, bahkan Bu Haji kalau mau belanja ke toko sebelah pun harus  didampingi oleh satpam JS dan disarankan memakai &lt;em&gt;Niqab&lt;/em&gt;(penutup wajah). Yang paling &lt;em&gt;apes&lt;/em&gt;, mojang tingkat 2 Fakultas Ushuluddin ini harus berkenalan dengan &lt;em&gt;Haramy&lt;/em&gt; (pencuri) hingga ATM dan dompetnya ‘dipinjam’ untuk selamanya.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Singkat cerita, Bu Haji ingin dievakuasi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Lain  halnya dengan Dimas Yodistira, bujang asal Pagerageung ini memilih  bertahan karena pertimbangan studi. Kecuali situasi sudah sangat tidak  aman, baru mau dievakuasi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aa Diem, sapaan akrabnya, adalah  mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir. Dia tinggal  di asrama Buuts Islamiyyah, asrama al-Azhar yang menampung mahasiswa  asing dari puluhan negara. Kesehariannya, Aa Diem selalu membagi dua  waktu. Beberapa hari tinggal di asrama dan sisanya dia habiskan untuk  bersosialisasi dengan masyarakat Jawa Barat lainnya di Rumah Daerah  Jabar di Nasr City.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kehidupannya di Buuts tidak jauh berbeda  dengan Bu Haji. Sangat kondusif untuk belajar dan menghafal. Bedanya  kalau asrama JS jumlahnya sedikit sedangkan di Buuts ditampung mahasiswa  asing sebanyak ribuan orang. Oleh karenanya, dari sisi keamanan sedikit  longgar dan makanan pun harus mengikuti standar yang diterapkan oleh  pihak asrama. Tak heran kalo anak-anak Indonesia yang di Buuts lebih  memilih masak sendiri (terutama makan malam) ketimbang makan dari sajian  asrama. Minimal, masakan asrama diolah kembali menjadi makanan khas  indo. Sangat kreatif.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;Pasca demonstrasi, keamanan pun diperketat.  Aa diem mencium firasat tidak enak ketika terjadi demonstrasi pertama.  Bujang montok dan imut ini berembuk bersama temannya untuk mendiskusikan  kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dan membeli persediaan  makanan (terutama bumbu masak) untuk seminggu ke depan. Dan hasilnya  tepat, banyak pertokoan yang tutup menjelang sore hari juga agak repot  untuk membeli persediaan di luar asrama, karena ketatnya pengamanan di  gerbang asrama. Dia harus bersabar tinggal di asrama dan menghemat  persediaan yang sudah dipersiapkan sambil menunggu rezeki &lt;em&gt;minhah&lt;/em&gt;(beasiswa) dari &lt;em&gt;idarah&lt;/em&gt;(kantor  administrasi) Buuts yang tak kunjung datang. Beliau berharap situasi di  Mesir cepat aman agar bisa menyelesaikan studinya yang tinggal beberapa  bulan ini.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kisah dua warga Priangan Timur ini merupakan &amp;nbsp;representasi dari mahasiswa Indonesia yang sedang &lt;em&gt;nyantri &lt;/em&gt;di  al-Azhar. Dari segi keamanan, sejauh ini mahasiswa Indonesia masih  terbilang aman. Namun, ada rasa cemas yang sering menghantui rekan-rekan  mahasiswa disini karena situasi politik di Mesir yang setiap harinya  semakin memburuk.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Evakuasi menjadi tema hangat yang rajin  dibicarakan mahasiswa Indonesia di Mesir. Mayoritas sepakat kalau  evakuasi itu penting. Penting bukan hanya dilihat dari segi keamanan,  tapi yang lebih penting adalah menjamin rasa aman. Persediaan logistik  yang terbatas, pengamanan yang sangat ketat, beasiswa yang tersendat,  hingga masa depan kuliah yang ngambang cukup untuk memberi arti lebih  akan pentingnya evakuasi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Naimulloh Ahyar&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kampung Sepuluh, 5 Januari 2011&lt;/div&gt;</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2011/02/menunggu-evakuasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-1478408546144186096</guid><pubDate>Thu, 03 Feb 2011 06:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-03T08:48:59.884+02:00</atom:updated><title>Mubarok, CUKUP!</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sudah hampir 8 hari Mesir tidak pernah beristirahat untuk berteriak. Ratusan ribu rakyat Mesir tumpah ruah ke jalan meneriakan Luapan keinginan untuk menurunkan rezim Mubarok yang telah berkuasa selama 30 tahun. Mayoritas rakyat Mesir menuntut untuk menurunkan Mubarak dari kursi presiden dimana bagi rakyat Mesir, kekuasan itu sudah sangat cukup.Kefayah !&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Demonstrasi ini bukan untuk pertama kalinya di Mesir. Sejak tahun-tahun sebelumnya rakyat terus berusaha menekan pemerintah agar menyudahi rezimnya. Tahun 2004 muncul gerakan &quot;Kefayah&quot; yang diantaranya diprakarsai oleh tokoh ahli Yahudi, Abdul Wahab al-Masiry. Tahun 2007 muncul gerakan 6 April. Namun, usaha mereka terus gagal karena kurang dukungan penuh dari rakyat Mesir. Perlu diingat bahwa dulu rakyat Mesir mempunyai prinsip yang sangat simpel, &quot;selama Iesh(roti) tetep murah, siapapun presidennya, silahkan!&quot; oleh karenanya, rakyat tidak ambil pusing terhadap usaha-usaha reformasi yang dilakukan politisi oposisi terhadap pemerintah. Dan tak aneh kalau perebutan kursi presiden sejak abad 19 tidak pernah bersih dari darah.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tidak bisa dipungkiri bahwa gerakan masif anti Mubarok saat ini ditenggarai oleh insiden berdarah di Tunis yang berakhir menjadi sebuah kudeta. Banyak slogan-slogan para demonstran yang berterima kasih kepada rakyat Tunis karena mampu menyuntik adrenalin rakyat Mesir untuk turun ke jalan setelah sekian lama terpenjara.Long March pertama pada tangal 25 Januari kemaren merupakan bentuk demo &quot;coba-coba&quot; yang digelar di tiga titik wilayah, Suez, Alexandria, Cairo. Reaksinya cukup mengagetkan, ribuan orang di masing-masing kota turun ke jalan menuntut Mubarok turun. di Suez, terjadi bentrokan fisik antara massa dan polisi dan menjadi kota pertama yang muncul korban jiwa. Situasi anarkis yang terjadi di Suez memang dipicu oleh dendam lama antara suku Badui dengan polisi setempat yang sewenang-wenang.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hari pertama demonstrasi, 3 orang tewas. Berita yang fantastis dan cukup untuk menyedot perhatian seluruh rakyat Mesir. Di cafe-cafe, rumah makan, jalanan, orang sibuk ngobrol dengan situasi yang telah terjadi. Untuk orang Mesir, berita seperti itu merupakan berita yang tidak lazim dan tabu, karena jarang terjadi dan jarang pemberitaan tentang kriminalitas di Mesir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gom&#39;a Ghadab&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Jumat, 28 Januari 2010 menjadi hari kemarahan rakyat Mesir. Puluhan ribu orang di masing-masing kota berkumpul untuk mengutuk insiden berdarah yang terjadi di Suez. Di Cairo orang-orang berkumpul setelah shalat Jum&#39;at untuk demonstrasi dan menguasai Tahrir square di pusat kota. Pada saat itu juga komunikasi diputus. Pemerintah memberikan intruksi untuk menutup semua jaringan komunikasi yang ada di Mesir.Walhasil, situasi sudah mulai kurang kondusif. Satu-satunya alat komunikasi dan informasi saat itu adalah tv Al-Jazeera -bagi kami itu satu-satunya sumber berita terpercaya-. Kita bisa melihat perkembangan aktual situasi yang terjadi di luar sana.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Melalui tv Al-Jazeera, terlihat jelas akan masa depan Mesir yang semakin tidak jelas. Bentrokan hebat antara massa demonstran dan polisi merupakan tayangan langsung yang memilukan hati. Manusia tidak dihargai, tembakan gas air mata dan water cannon ditembakan secara sembarang ke hadapan para demonstran. Otomatis hal tersebut menimbulkan kemarahan massal rakyat Mesir. Dengan modal batu dan pentungan, para &lt;br /&gt;
demonstran terus melawan polisi yang berjaga di Tahrir Square. Polisi smakin terdesak, beberapa penjagaan sudah mulai goyah dan akhirnya properti milik polisi berhasil dihancurkan. Mobil anti huru-hara digoyang-goyang dan dibakar. Dan hari itu, POLISI KALAH TOTAL.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cairo Unrest&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sejak dimulai demo massif yang digelar di Cairo dan Alexandria dari hari Jumat kemarin, di beberapa provinsi dilakukan hal serupa dengan jumlah yang lebih fantastis. 40 ribu orang demo di Mansurah, ribuan orang unjuk rasa di Thanta, sharqia, Ismailia,dan kota-kota besar lainnya. Tiap hari orang berjubel di tengah kota untuk menuntut Mubarok turun, bahkan di alexandria hampir setengah juta orang berunjuk rasa.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Kekalahan telak polisi menimbulkan konflik baru. di Cairo hampir semua kantor polisi&amp;nbsp; beserta propertinya dibakar. Para Tahanan kabur-terlepas dari intrik politik Mubarok- dan menjarah pertokoan milik warga.&lt;br /&gt;
Karena situasi sudah semakin kacau, militer akhirnya turun tangan untuk mengamankan hampir semua sudut kota di Cairo dan kota-kota besar lainnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kedatangan militer ini disambut baik oleh rakyat Mesir, lagi-lagi dengan harapan militer mampu menjadi penengah konflik yang berlangsung seperti yang terjadi di Tunisia, alih-alih berharap militer bisa melakukan kudeta terhadap Mubarok. Semua kesatuan militer dikerahkan unuk mengamankan perkotaan dari aksi penjarahan dan amuk massa. Tank-tank berpatroli di setiap sudut kota dan militer mempercepat aturan jam malam mulai jam 3 sore sampai jam 8 pagi. Secara otomatis kehidupan di Mesir, khususnya Cairo mati total. Masyarakat berhamburan setiap pagi hingga siang untuk membeli perbekalan sehari-hari. menjelang sore, sudah tidak ada orang di jalanan. Yang terlihat hanyalah para pemuda yang sengaja ikut berpatroli mengamankan wilayahnya. perjalanan yang biasa ditempuh dalam setengah jam, akhir-akhir ini bisa sampai lebih dari satu jam, karena di setiap 100 meter ada pemeriksaan. Orang-orang selalu membawa kayu pentungan, hingga ketika shalat berjama&#39;ah pun pentungan tetap dibawa dan kita bergiliran untuk shalat, sebagian shalat sebagian lagi mengamankan. Begitu sebaliknya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tiap hari masyarakat Mesir dihantui kecemasan. Akses komunikasi yang ditutup, bank dan ATM yang dinonaktifkan&amp;nbsp; membuat kondisi ekonomi menjadi sulit. Namun, masyarakat masih mempunyai toleransi tinggi. Pembelian barang dibatasi sehingga tidak ada pemborongan barang secara besar-besaran. Hingga tulisan ini dibuat, belum ada kekhawatiran akan kekurangan logistik. Semua masih terkendali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mesir esok?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak ada yang tahu kapan krisis ini akan berakhir. Politik di Mesir saat ini bagai bola api yang siap membakar siapapun jika tidak dimainkan dengan baik. Namun semua sepakat bahwa krisis ini tidak akan berhenti dalam hitungan hari. Masa depan Mesir ditentukan hari-harinya oleh aksi demonstran. Kedua pihak masih bersikeras dengan tuntutan masing-masing, ato kalau dalam istilah sunda &quot;nu ieu keukeuh hayang, itu keuekuh embung&quot;.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tawaran yang diambil oleh Mubarok pun bukan malah meredam suasana, namun lebih menyakitkan hati rakyat Mesir. Mubarok dinilai tega menghamburkan darah rakyat -saat ini sudah lebih dari 300 orang tewas-hanya untuk mempertahankan kekuasaannya.Dalam press conference nya Mubarok tetap keukeuh mempertahankan jabatannya sampai pemilu mendatang. Beliau ingin menghabiskan masa jabatannya dan mencoba melakukan pembenahan-pembenahan agar masa peralihan kekuasaan tidak menimbulkan krisis berkepanjangan.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Namun rakyat sudah terlanjur sakit hati, terlebih manuver-manuver poltik Mubarok yang kekanak-anakan dengan membuat massa tandingan pro mubarok, hanya akan memperkeruh situasi politik di negeri ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nasr City Cairo, 3 February 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2011/02/mubarok-cukup.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-8243213879258878702</guid><pubDate>Thu, 27 Jan 2011 10:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-27T12:43:53.715+02:00</atom:updated><title>Mimpi</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Wajah itu...&lt;br /&gt;
kerap datang dalam lamunanku&lt;br /&gt;
ingin rasanya aku selalu tertidur&lt;br /&gt;
agar aku bisa melihatmu&lt;br /&gt;
pesonamu...&lt;br /&gt;
membuatku ingin selalu ada di dekatmu&lt;br /&gt;
walau terkadang aku diam seribu kata&lt;br /&gt;
karena mengagumi keindahan bahasamu&lt;br /&gt;
wajah itu adalah mimpi&lt;br /&gt;
mimpi yang membuatku ada&lt;br /&gt;
mimpi yang memaksaku&amp;nbsp; terus berkarya&lt;br /&gt;
mimpi yang membuatku terus tersenyum&lt;br /&gt;
tapi sayang...&lt;br /&gt;
aku terlambat memilikimu&lt;br /&gt;
karena aku selalu terjaga&lt;br /&gt;
berlari mengejar realita&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;sedang kau menunggu dalam tidurku&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;berilah aku kesempatan &lt;br /&gt;
agar ku dapat tertidur&lt;br /&gt;
melihatmu dan menggapaimu&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Saung Sepuluh, April 2008 &lt;/div&gt;</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2011/01/mimpi.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-2458883949508042076</guid><pubDate>Thu, 27 Jan 2011 07:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-27T09:26:53.451+02:00</atom:updated><title>Maddi Jane &quot;Just The Way U Are&quot; (Cover)</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&#39;allowfullscreen&#39; webkitallowfullscreen=&#39;webkitallowfullscreen&#39; mozallowfullscreen=&#39;mozallowfullscreen&#39; width=&#39;320&#39; height=&#39;266&#39; src=&#39;https://www.youtube.com/embed/CAz1GpZWxOg?feature=player_embedded&#39; frameborder=&#39;0&#39;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;Its a cover made by Maddi Jane from Bruno Mars &quot;Just The Way U Are&quot;</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2011/01/maddi-jane-just-way-u-are-cover.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-6738657411477897136</guid><pubDate>Thu, 27 Jan 2011 06:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-27T11:37:17.015+02:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">My Story</category><title>A Moment To Remember (part 1)</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dalam diri manusia, ada dua kekuatan yang mampu menyimpan goresan memori. Dua kekuatan itu adalah akal dan hati. Terlepas dari definisi dan fungsi kedua organ tersebut, yang jelas keduanya mampu -dan saling berkaitan- merekam hal-hal yang kita indra.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Akal mampu menyerap sumber informasi logis dan rasional, sedangkan hati mampu menyimpan memori intuitif yang diteruskan ke otak manusia.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Dua kekuatan ini juga berimbas dalam pembentukan karakter seorang manusia. Ada seseorang yang melihat dan memahami berdasarkan logika dia, ada juga yang mengandalkan intuisinya. Hal ini lumrah-lumrah saja sebenarnya, karena pada hakikatnya manusia diciptakan seperti itu. Dengan dua jalan tersebut, manusia masih bisa menemukan cita-cita, harapan, bahkan menjumpai kebahagiaan dalam hidupnya. Namun, apa kira-kira jadinya kalau dua orang yang saling bertentangan karakter akhirnya dipersatukan..!?&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Dalam blog ini, saya ingin bercerita tentang pertemuan dua orang yang berbeda satu sama lain. Tokoh pertama adalah seorang dara yang unik-menurut saya-, pintar dan sangat jaim. Dia merupakan representasi dari tipikal manusia yang selalu bersandar pada hal-hal yang sifatnya logis dan rasional (katanya). Pemeran selanjutnya adalah saya sendiri, seorang kontemplator yang mengimani bahwa kebahagiaan akan didapat jika kepuasan intuitif bisa didapat pula.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Kedua orang ini masing-masing punya impian dan harapan tersendiri. Dan pada kenyataannya kita punya point of view yang berbeda. Unik memang, kalau dilihat dari sisi rasional kita saya pikir kita sama-sama setuju kalau kita akan sulit bersatu. Dalam hal-hal mendasar pun kita masih belum menemukan kata sepakat. Namun, ada sisi lain di luar motif rasional yang membuat saya ingin dan harus mendapatkan dia. &quot;Sisi&quot; itu saya artikan sebagai asumsi-asumsi dimana saya harus berperan untuk memberikan solusi agar apa yang dicita-citakan bisa tercapai. Beberapa asumsi yang ...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, saya yakin bahwa plus minus akan melahirkan sesuatu yang seimbang. Artinya, dua sisi yang berbeda mampu menciptakan keseimbangan dalam hidup. Saya seorang pribadi yang low profile, tidak pintar berbicara tapi saya punya kemampuan bergaul dan membaca perasaan orang. Sedangkan dia, shes my opposite. Dia ambisius, mampu memukau orang dengan cara dia berbicara, punya selera tinggi, namun dia kurang pandai dalam interaksi sosial (in long term i mean). Dalam asusmi saya (hasil penalaran intuitif bukan rasio), justru perbedaan inilah yang akan membawa kita pada kebahagiaaan, karena satu sama lain saling mengisi dalam hal kekurangannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, dibalik pesona dia yang kelihatan mandiri, optimistik, dan serius, saya malah melihat sebaliknya. Disaat orang aware sama dia, saya malah care *aneh. Mungkin, rasa penasaran lah yang membuat saya memberanikan untuk masuk dalam kehidupannya. Saya merasa mempunyai tantangan untuk mencoba melihat sesuatu dari pembacaan dia. Dan itu menarik :D &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, i found that in another side she looks like a lonely person. Ini merupakan salah satu point penting yang sudah dari dulu saya sudah mengira demikian. Dan ternyata asumsi itu sedikit demi sedikit terbukti. Mungkin karena karakter cara pergaulan dia yang sedikit jaim, banyak orang yang tidak tahu atau tidak ingin tahu kehidupan dia sebenarnya. Padahal, dia itu sebenarnya manja, funny, adorable, childish. I never cant stop to smile when i am with her &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga asumsi ini barangkali yang membuat saya berani mencoba untuk terus melaju berbagi kehidupan bersamanya dimana akal dan hati terus berproses bersama-sama dalam satu ikatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, kira-kiranya nih dua opposite ini bisa nyatu nggak? it depends, kalau akal mau menerima hati dan sebaliknya, im sure that will be a greatest moment. Tergantung kita mau memilih yang mana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
A moment to remember, merupakan sebuah pesan that:&lt;br /&gt;
I love you with my heart,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Follow your heart, but be quiet for a while first. Ask questions, then feel the answer. Learn to trust your heart. Love is not written on paper, for paper can be erased. Nor is it etched  on stone, for stone can be broken. But it is inscribed on a heart and  there it shall remain forever.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ok deh, kita cerita...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersambung...</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2011/01/moment-to-remember-part-1.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-5073417588236152941</guid><pubDate>Wed, 12 Jan 2011 18:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-12T20:13:12.031+02:00</atom:updated><title>To Fall in Love</title><description>Dreams you&#39;ve been afraid to have dreams&lt;br /&gt;here in my arms lying face to face its a tender place&lt;br /&gt;just lay back and see&lt;br /&gt;you could be saved loving me&lt;br /&gt;don&#39;t pull away when i call your mind&lt;br /&gt;what you need is time and i just want you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To fall in love&lt;br /&gt;to take the chance&lt;br /&gt;giving your heart that&#39;s all i ask&lt;br /&gt;to fall in love is what you have to do&lt;br /&gt;just like i have to fall in love with you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Friends, we started out more than friends&lt;br /&gt;we should have known when we touch too deep, it was far too sweet&lt;br /&gt;don&#39;t let this feeling end&lt;br /&gt;&#39;cause I want to touch you again&lt;br /&gt;if you could see that your heart is mine&lt;br /&gt;just a bit too ...&lt;br /&gt;and how I need you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To fall in love&lt;br /&gt;to take the chance&lt;br /&gt;giving your heart that&#39;s all I ask&lt;br /&gt;to fall in love is what you have to do&lt;br /&gt;just like I have to fall in love with you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your a part of me won&#39;t ever be just a memory&lt;br /&gt;sometimes you really have to love&lt;br /&gt;and I know I can make you ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Phil Perry, To Fall in Love</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2011/01/to-fall-in-love.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-740829346084949551</guid><pubDate>Tue, 04 Jan 2011 06:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-04T08:26:45.794+02:00</atom:updated><title>Blogku sayang blogku malang..!</title><description>Gila, uda hampir beberapa taun ni blog ga pernah diupdate. Kebetulan lagi blogwalkin, i decided to see my own blog. Hasilnya..? Ya ampun, masi kosong...:D&lt;br /&gt;Susah juga ya kalo bukan habit nulis -secara habitnya nguli di panggung- jadinya ni blog tetep kosong dan damai. Hehe...&lt;br /&gt;Eniwey, i will try to treat u more better here. Dont worry! I will spare my time just to write on ur screen. :-*</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2011/01/blogku-sayang-blogku-malang.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-1590317457398059288</guid><pubDate>Sat, 13 Oct 2007 22:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-14T00:56:15.792+02:00</atom:updated><title>Taqabballah Minna wa Minkum</title><description>Tiga puluh hari kau suruh aku berpuasa&lt;br /&gt;Tiga puluh hari kau suruh aku menjaga mata&lt;br /&gt;Aku masih heran...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga ratus enam puluh jam kau ingin mulutku bungkam&lt;br /&gt;Tapi kau tetap biarkan aku mendengar&lt;br /&gt;Aku pun masih heran...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada apa semua ini?&lt;br /&gt;Apakah kau ingin aku menjadi sebongkah patung&lt;br /&gt;yang terbujur kaku melihat dunia?&lt;br /&gt;Atau kau ingin aku menjadi mayat yang tidak bisa apa-apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 Oktober 2007&lt;br /&gt;Aku temukan jawabannya&lt;br /&gt;Kau tahan perutku agar aku tetap terjaga&lt;br /&gt;Kau tutup mataku agar aku bisa melihat&lt;br /&gt;Betapa dunia ini rakus dan liar&lt;br /&gt;Mulutku kau bungkam&lt;br /&gt;Agar aku bisa mendengar&lt;br /&gt;Betapa mulut manusia itu kasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih...&lt;br /&gt;Kau telah jauhkan aku&lt;br /&gt;Dari kerakusan dan kekasaran mulut manusia&lt;br /&gt;Hanya satu pintaku padamu&lt;br /&gt;Ampunilah aku...</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2007/10/taqabballah-minna-wa-minkum.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-2674995731117971134</guid><pubDate>Tue, 11 Sep 2007 21:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-09-12T00:12:56.511+02:00</atom:updated><title>Yang Terlupa</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: center; font-family: trebuchet ms;&quot;&gt;Andai kau masih bernafas saat ini&lt;br /&gt;Kau tidak akan tega melihat dunia&lt;br /&gt;Emat belas abad perjuanganmu&lt;br /&gt;Dikotori oleh budak-budakmu sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sangat mencintaimu&lt;br /&gt;Tapi mereka lupa cinta pembuatmu&lt;br /&gt;Mereka ikuti tingkah lakumu&lt;br /&gt;Tapi mereka jauhi keinginan pembuatmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku heran....&lt;br /&gt;Kenapa mereka saling bertengkar sesama ummatmu&lt;br /&gt;Aku heran...&lt;br /&gt;Kenapa mereka sampai lupa keinginanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah kita ada untuk saling bersama&lt;br /&gt;Bukankah kita ada untuk saling membantu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh dunia...&lt;br /&gt;Kekayaanmu telah membuat mereka buta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak ingin seperti itu&lt;br /&gt;Berikanlah aku cinta kepadamu dan penciptamu&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2007/09/yang-terlupa.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-5407282297183194823</guid><pubDate>Wed, 05 Sep 2007 08:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-09-05T11:31:24.191+03:00</atom:updated><title>Kamu Memang Bodoh</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kamu Memang bodoh&lt;br /&gt;Kamu tidak bisa apa-apa&lt;br /&gt;Kau pikir kamu ini orang pintar?&lt;br /&gt;Nyatanya nggak...&lt;br /&gt;Kepintaranmu itu hanya di mulut orang semata&lt;br /&gt;Toh dunia melihatmu dengan mata telanjang&lt;br /&gt;Bahwa kamu tidak sepintar apa yang orang lain kira&lt;br /&gt;Dimana otakmu?&lt;br /&gt;Dimana pikiranmu?&lt;br /&gt;mau berapologi?&lt;br /&gt;Apologi itu hanya untuk orang-orang munafik&lt;br /&gt;Kalau kamu ingin jadi Munafik...&lt;br /&gt;Ya Sutralah...&lt;br /&gt;Go to Hell&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2007/09/kamu-memang-bodoh.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-6711240700152435368</guid><pubDate>Fri, 24 Aug 2007 12:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-08-24T16:06:39.371+03:00</atom:updated><title>Obelisk Juara</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a style=&quot;font-family: verdana;&quot; onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVlHbqLoK5ODuYcY3Lcgic9nNs1tD4wC9HY_-zeAhRkYjxYbRmTIuA6YrXiNRNeJc6h-ndH0v8A7ZCzxwD-lbT3pL62nzv50m37mPymxBlS00k8t6vf0Ub3dEqYREVQeAmvqOu7Q/s1600-h/Sang+jawara.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVlHbqLoK5ODuYcY3Lcgic9nNs1tD4wC9HY_-zeAhRkYjxYbRmTIuA6YrXiNRNeJc6h-ndH0v8A7ZCzxwD-lbT3pL62nzv50m37mPymxBlS00k8t6vf0Ub3dEqYREVQeAmvqOu7Q/s320/Sang+jawara.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5102251549678120866&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Tanggal 17 Agustus 2007 adalah  hari yang ngga bakal dilupain sama Obelisk. hari itu menyimpan banyak memori yang akan selalu dikenang oleh The OB-ers. Eksprsi itu terlihat jelas di wajah  para  kru Obelisk ketika malam itu Obelisk dinyatakan sebagai Juara I Coolradio Acoustic contest yang pertama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Anak-anak sempet kaget ketika mendengar pengumumam tersebut karena kita sudah hampir pesimis dengan performa kita dibanding dengan band-band yang laen. harus diacungi jempol kalo mereka adalah band-band handal. Dengan wajah-wajah yang sedikit lesu, anak-anak Oblelisk mulai berpencar keluar untuk mencari udara segar karena didalam udaranya pengap karena penonton yang sangat banyak malam itu, juga karena kita pengen ngerokok (maklum didalam pake AC jadi yang namanya Smoking&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic; font-family: verdana;&quot;&gt; mamnu Ya Baidh).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Baru menjelang acara pengumumam pemenang lomba, anak-anak mulai masuk lagi walaupun cuma sebagian (takut ngga disebut kali ya..). Dan tanpa diduga nama Obelisk dipanggil. Tanpa mikir panjang aku langsung aja maju ke depan walaupun dalam hati masih bingung ini juara apa ya..? ah mungkin gitaris terbaik paling (PeDe banget...). Pas gw udah maju kedepan, baru gw tanyain sama Babol vokalisnya band Latansa, &quot;Obelisk juara emang?&quot; kata gw. &quot;iya elu Juara I dodolz&quot;, si Babol ngejawab. baru dech, udah tau kyaka gitu The Ob-ers mulai rame pada dateng. ampe yang mao pulang pun disuruh balik lagi buat ngerayain juara I ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Kite sempet kaget sebenernya kenapa kita yag jadi juara I? padahal band2 yang lain juga bagus-bagus. Dapet bocoran dari dewan juri katanya kita menang di Aransemen dan penghayatan lagu walaupun suara vokalnya kurang lepas. Maklum lah persiapan kita sangat mepet, belum lagu wajibnya dikritik sama panitia dan harus diganti (gw baru tau kalo lagu Indonesia Raya itu ga bisa diganggu gugat baik aransmen musik maupun liriknya :D) namun at least itulah modal Obelisk pada session penyisihan yang merupakan satu-satunya band yang ngebawain Lagu Indonesia Raya dengan aransemen yang beda total :D.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;segini aja dulu deh beritanya, nanti disambung lagih...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;makasih banget buat The Obers yang setia memberikan support buat Obelisk. kita ngeband lagih....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-size:78%;&quot; &gt;PS: Photo dari kiri Erma (Vokalis Terbaik) Babol La Tansa (Juara III) Ayenx Obelisk (Juara I) Ijoel The Side Winder (Juara II)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2007/08/obelisk-juara.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVlHbqLoK5ODuYcY3Lcgic9nNs1tD4wC9HY_-zeAhRkYjxYbRmTIuA6YrXiNRNeJc6h-ndH0v8A7ZCzxwD-lbT3pL62nzv50m37mPymxBlS00k8t6vf0Ub3dEqYREVQeAmvqOu7Q/s72-c/Sang+jawara.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-111852616646242373</guid><pubDate>Sat, 11 Jun 2005 21:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2005-06-12T00:42:46.470+03:00</atom:updated><title></title><description>Berita dari mailing list...sebuah realita di negri kita&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat dan Aparat Pemerintah Sudah Tidak Peduli Lagi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Salemba, Warta Kota&lt;br /&gt; PEJABAT Jakarta seperti ditampar. Seorang warganya harus menggendong mayat anaknya karena tak mampu sewa mobil jenazah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penumpang kereta rel listrik (KRL) jurusan Jakarta-Bogor pun geger Minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seoran pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong mayat anak, Khaerunisa (3 thn). Supriono akan memakamkan si kecil di Kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa KRL.&lt;br /&gt; Tapi di Stasiun Tebet, Supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa Supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa Khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa Khaerunisa untuk berobat ke Puskesmas Kecamatan Setiabudi. &quot;Saya hanya sekali bawa Khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya Rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya Rp 10.000,- per hari&quot;. Ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel KA di Cikini itu.&lt;br /&gt; Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya. Selama sakit Khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, Muriski Saleh (6 thn), untuk memulung kardus di Manggarai hingga Salemba, meski hanya terbaring digerobak ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya Khaerunisa menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (5/6) pukul 07.00. Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau.&lt;br /&gt; Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan Muriski termangu. Uang di saku tinggal Rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak.&lt;br /&gt; Supriono mengajak Musriki berjalan menyorong gerobak berisikan mayat itu dari Manggarai hingga ke Stasiun Tebet, Supriono berniat menguburkan anaknya di kampong pemulung di Kramat, Bogor. Ia berharap di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di Stasiun Tebet. Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar orang tak tahu kalau Khaerunisa sudah menghadap Sang Khalik. Dengan menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono menggendong Khaerunisa menuju stasiun.&lt;br /&gt; Ketika KRL jurusan Bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri Supriono dan menanyakan anaknya. Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor spontan penumpang KRL yang mendengar penjelasan Supriono langsung berkerumun dan Supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi menyuruh agar Supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang ambulans hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan. Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat permintaan pulang dari RSCM. Sambil memandangi mayat Khaerunisa yang terbujur kaku. Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya. Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut, lagi-lagi Karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono harus berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung sambil menggandeng tangan Muriski. Beberapa warga yang iba memberikan uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor. Para pedagang di RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan Muriski di perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut karena masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi perduli terhadap sesama. &quot;Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah Khaerunisa. Jangan bilang keluarga Supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa Indonesia&quot;, ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Koordinator Urban Poor Consortium, Wardah Hafidz mengatakan peristiwa itu seharusnya tidak terjadi jika pemerintah memberikan pelayanan kesehatan bagi orang yang tidak mampu. Yang terjadi selama ini, pemerintah hanya memerangi kemiskinan, tidak mengurusi orang miskin kata Wardah.</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2005/06/berita-dari-mailing-list.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-111693558154588661</guid><pubDate>Tue, 24 May 2005 11:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2005-05-24T14:53:01.553+03:00</atom:updated><title>Ditengah Suntuknya alam Kairo</title><description>&lt;span style=&quot;font-family:verdana;&quot;&gt;il-hamdulillah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt; &lt;span style=&quot;font-family:verdana;&quot;&gt;sejak beberapa bulan lamanya blog ini tak pernah aq sentuh :(. bukan apa apa sih tapi mungkin karena moodnya lg ngga bersahabat sama yang ini. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;font-family:verdana;&quot; &gt;Actually&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:verdana;&quot;&gt;, bikin blog ini hanya tuk sekedar menyuntik kandungan ide yang begitu mumet di kepala dan aq tumpahkan di blog ini. Menurutku, ini salah satu cara yg baik untuk selalu merefresh otak yang tak pernah beristirahat dan berdiri dalam &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;font-family:verdana;&quot; &gt;status quo&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:verdana;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style=&quot;font-style: italic;font-family:verdana;&quot; &gt;And now&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family:verdana;&quot;&gt;, ditengah suasana Cairo yang menegangkan(maklum, Azharians lagi pada ujian...;)) ) blogku mulai di updet lagi dengan design yang berbeda tapi tetap menampilkan suasana Black Orange (the spidy color) ,that&#39;s my favorite color :d. Any comment dari temen-temen semua sangat dinanti agar blog ini tetap dinamis...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style=&quot;font-family:verdana;&quot;&gt;viva blogger mania...... &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2005/05/ditengah-suntuknya-alam-kairo.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-111687110638576268</guid><pubDate>Mon, 23 May 2005 17:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2005-05-24T14:58:41.410+03:00</atom:updated><title>Nama-nama Tempat di Dunia dan Artinya</title><description>&lt;p style=&quot;font-family: verdana; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(51, 204, 255);font-size:130%;&quot; &gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Nama-nama Tempat di Dunia dan Artinya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;font-family: verdana; text-align: right;&quot;&gt;&lt;br /&gt;dari millist tetangganya tetangga...&lt;/p&gt; &lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;  &lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;H.O.L.L.A.N.D&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;Hope Our Love Lasts And Never Dies&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;I.T.A.L.Y.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;I Trust And Love You&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;L.I.B.Y.A.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;Love Is Beautiful ; You Also&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;F.R.A.N.C.E.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;Friendships Remain And Never Can End&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;C.H.I.N.A.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;Come Here..... I Need Affection&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;B.U.R.M.A.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;Between Us, Remember Me Always&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;N.E.P.A.L.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;Never Ever Part As Lovers&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;I.N.D.I.A.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;I Nearly Died In Adoration&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;K.E.N.Y.A&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;Keep Everything Nice, Yet Arousing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;C.A.N.A.D.A.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;Cute And Naughty Action that developed into attraction&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;K.O.R.E.A.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;Keep Optimistic Regardless of Every adversity&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;E.G.Y.P.T.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;Everything&#39;s Great, You Pretty Thing !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;M.A.N.I.L.A.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;May All Nights Inspire Love Always&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;P.E.R.U.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;Phorget (Forget) Everyone... Remember Us&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;T.H.A.I.L.A.N.D.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;Totally Happy, Always In Love And Never Dull&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 255);&quot;&gt;J.A.K.A.R.T.A &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;color: rgb(0, 0, 255);&quot;&gt;Jambret Aya, Koruptor Aya, Rampok Tah Aya oge !!!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;font-family:Courier New;&quot; &gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2005/05/nama-nama-tempat-di-dunia-dan-artinya.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-109731351914344882</guid><pubDate>Sat, 09 Oct 2004 09:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2004-10-09T11:18:39.143+02:00</atom:updated><title>Indonesian Day</title><description>Melalui Seni Budaya, Citra Negatif Indonesia Berangsur Pulih&lt;br /&gt;Kairo, Sabtu&lt;br /&gt;Atraksi seni budaya Nusantara dalam acara Indonesian Day di KBRI Kairo, Sabtu (2/10), diharapkan mampu mengangkat kembali citra baik wajah Indonesia di mata internasional yang beberapa tahun terakhir terpuruk akibat krisis multidimensi.&lt;br /&gt;Indonesian Day yang berlangsung selama dua hari hingga hari ini (Minggu, 3/10) dihadiri para duta besar dan diplomat negara-negara sahabat Indonesia di Kairo, kalangan pejabat Mesir, serta pengusaha dan wartawan setempat. Undangan yang tampak hadir, antara lain para Dubes Jepang, Kanada, India, Paraguay, Polandia, Italia, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Al-Jazair, Yunani, Turki, dan Spanyol.&lt;br /&gt;Hadirin tampak berdecak kagum atas penampilan atraksi seni Budaya Nusantara itu. &quot;Saya benar-benar baru tahu bahwa Indonesia ternyata kaya dengan seni budaya. Atraksi beragam keseniannya cukup menarik,&quot; kata Hanna, seorang wanita diplomat dari Polandia.&lt;br /&gt;Sembari memuji keindahan atraksi seni budaya Nusantara, Hanna bersama anak gadisnya, Agnirszka, juga tampak memborong beberapa jenis produk dagangan Indonesia, seperti kain selendang khas Betawi dan perhiasan hasil kerajinan tangan.&lt;br /&gt;Dubes RI untuk Mesir Prof Dr Bachtiar Aly, MA, kepada Antara di sela-sela menerima tamu undangan menyatakan kebahagiaanya atas sambutan hangat para undangan tersebut. &quot;Alhamdulillah, (acara ini) cukup menarik perhatian hadirin. Memang, acara Indonesian Day ini sebagai bagian dari upaya KBRI Kairo untuk mengangkat kembali citra Indonesia yang beberapa tahun terakhir ini terpuruk di mata masyarakat internasional akibat negeri kita dilanda krisis multidimensi,&quot; ujar Bachtiar.&lt;br /&gt;Dalam acara pembukaan, Dubes Bachtiar sempat tampil di panggung menyumbangkan sebuah lagu ciptaan Chrisye, Lirikan Di Matamu, dengan  diiringi grup musik gamelan pimpinan Endang R. Burhanuddin, pembina kesenian di Sekolah Indonesia Kairo.  Grup musik khas Jawa tersebut kerap tampil di acara-acara festival kesenian internasional di Mesir mewakili Indonesia.&lt;br /&gt;Indonesian Day yang merupakan rangkaian acara Dirgahayu HUT RI ke-59 ini menampilkan beragam acara menarik, antara lain pertunjukan taria-tarian, peragaan busana khas daerah di seluruh Nusantara mulai dari Aceh hingga Papua, di samping pameran produk dagangan Indonesia. Peragaan busana khas Indonesia itu ditampilkan oleh siswa-siswi Sekolah Indonesia Kairo dan kalangan mahasiswa Indonesia setempat.&lt;br /&gt;Koordinator Indonesian Day, Harda Wahana, menjelaskan misi utama acara ini selain menampakan citra baik Indonesia juga memperkenalkan prokduk-produk barang dagangan Indonesia. &quot;Jadi, ada dua hal yang ingin dicapai dalam misi Indonesian Day ini, yaitu di samping memasyarakatkan seni-budaya Nusantara, juga  memamerkan produk-produk dagangan kita,&quot; tutur Warda Wahana, yang juga Atase Perdagangan dan Industri (Atperindag) KBRI Kairo itu.&lt;br /&gt;Produk barang dangan Indonesia yang dipamerkan sekaligus dijajakan dalam Indonesian Day itu, antara lain busana Muslimah, tas jinjing wanita, pakaian batik, peralatan rumah tangga, hasil kerajinan tangan, dan beragam jenis bahan makanan, seperti mie isntan, kecap, dan saus cabe.&lt;br /&gt;Acara tersebut juga mendapat perhatian dari media massa cetak dan elektronik setempat. Beberapa wartawan Mesir tampak antre untuk mewawancarai Dubes Bachtiar di sela-sela acara tersebut.&lt;br /&gt;Dubes Bachtiar, yang disebut-sebut sebagai salah seorang calon menteri dalam kabinet SBY-Kalla itu diberondong berbagai pertanyaan oleh wartawan menyangkut perkembangan di Indonesia saat ini, khususnya situasi pasca-Pilpres. Wartawan Kantor Berita Mesir MENA dan jaringan televisi Nile TV International tampak antusias dalam wawancara itu. (Ant/Ima)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2004/10/indonesian-day.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-109699900933669110</guid><pubDate>Tue, 05 Oct 2004 17:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2004-10-05T19:56:49.336+02:00</atom:updated><title>ketika dunia semakin berubah</title><description>&lt;a href=&quot;http://ayenx.blogspot.com/&quot;&gt;ketika dunia semakin berubah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanggal 26 september ampe 7 oktober.......fuihhhh...................cape...!!!</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2004/10/ketika-dunia-semakin-berubah.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-109699900847571879</guid><pubDate>Tue, 05 Oct 2004 17:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2004-10-05T19:56:48.476+02:00</atom:updated><title>ketika dunia semakin berubah</title><description>&lt;a href=&quot;http://ayenx.blogspot.com/&quot;&gt;ketika dunia semakin berubah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanggal 26 september ampe 7 oktober.......fuihhhh...................cape...!!!</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2004/10/ketika-dunia-semakin-berubah_05.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-109309128487663235</guid><pubDate>Sat, 21 Aug 2004 12:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2004-08-21T15:28:04.876+03:00</atom:updated><title>Bandung Van Egypt </title><description>Di Balik Panggung Gamelan (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dede Permana Nugraha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga ratusan orang Indonesia yang hadir di gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI)  Kairo senja Kamis (12/8) pekan lalu, mungkin  takkan merasa sedang berada di Mesir. Tetapi, merasa sedang berada di kota Bandung nun jauh di sana. Ya, setidaknya selama 50 menit menjelang Maghrib, kala prosesi pernikahan Aulia Mahfudah binti Sirdjanul Ghufron dengan Gunna Satria Hijrah Kusuma bin Edi Sukardi dilangsungkan secara adat Sunda.&lt;br /&gt;Pukul 18.30-an tepat senja itu, kala tepuk tangan meriah para penonton seolah tak terbendung mengiringi hingar bingarnya instrumen Kebo Jiro, sebuah lagu Sunda yang kami mainkan, sebagai pertanda upacara akan segera dimulai. Lalu, 5 orang pengawal dan 7 dayang, di bawah pimpinan Mang Lengser berjalan dalam iringan lagu berirama slow, Cing Cangkeling dan Kabaya Bandung. Mereka berjalan menuju pintu gerbang, guna menyambut keluarga mempelai lelaki. Para pengawal berjalan gagah, sambil membawa umbul-umbul berwarna-warni, serta payung kebesaran yang diputar-putar. Para dayang membawa bunga yang ditaburkan sepanjang jalan. Mereka, yang berseragam tradisional itu, berjalan teratur, lenggokan tubuh nan gemulai, dengan iringan musik gamelan.&lt;br /&gt;Kala keluarga mempelai pria berhadapan dengan keluarga mempelai wanita, ibu mempelai wanita mengalungkan bunga dan menyelipkan keris pada ikat pinggang mempelai pria, diiringi kata-kata penyerahan dan penerimaan dari kedua pihak. “Haturan deudeuh haturan, haturan bagea sumping, bagea sumangga linggih, bagea teuing duh anaking...”, demikian kawih merdu sang sinden kala mengiringi prosesi ini. Menjadikan suasana semakin khidmat. Kemudian, acara berlanjut dengan prosesi buka pintu, menginjak telur, sawer pengantin, bakar harupat, memecahkan kendi, melepas burung merpati dan huap lingkung. Tentu semua adegan itu tidak hampa makna, melainkan menyiratkan sederet pesan berharga bagi kedua mempelai. Oya, selama adegan-adegan itu berlangsung, tak sedetik pun waktu berlalu tanpa gending gamelan, lembutnya alunan suara sinden, atau sekedar irama merdu seruling.&lt;br /&gt;Ah, pokoknya aku yang sore itu berada di panggung karena kebagian memegang saron - salah satu perangkat gamelan yang berfungsi melodi - nyaris tak mampu menahan rasa haru. Gerak tarian Mang Lengser yang lucu, alunan kawih parahyangan suara emasnya Sisca Nurcahya, sinden muda berbakat itu, serta  lenggok gemulai para penari, dalam iringan apik musik gamelan Sunda, telah mengingatkanku pada memori-memori lawas, kala sering menyaksikan acara-acara serupa di Tanah Sunda nun jauh di sana, dulu. Ya, dulu, karena semua itu telah berlalu. Sedangkan kini, aku sedang memainkan gamelan dan menggelar upacara adat Sunda di Tanah Arab, sesuatu yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Aku dan kawan-kawan mahasiswa Jawa Barat, sesama kru lingkung seni Gentra Pasundan seolah sedang berusaha menghadirkan nuansa Sunda di kota Kairo ini. Lewat gamelan, serasa kami sedang menghadirkan Bandung Van Egypt, nuansa kota Bandung di negeri pyramid ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinggiran Nil, Senja 17 Agustus 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2004/08/bandung-van-egypt.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-109282379656919556</guid><pubDate>Wed, 18 Aug 2004 10:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2004-08-18T13:09:56.570+03:00</atom:updated><title>Liku-Liku Laki-Laki tak Laku-Laku</title><description>ini gw ambil dr kolumnis kairo..pa Eded Nugraha (piss pa eded...:p)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(SSM Spesial Edisi Bulan Kartini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahalnya biaya kawin sangat memberatkan kaum lelaki Mesir. Bujang lapuk dan perawan tua menjadi fenomena. Kran poligami pun semakin melebar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya, aku tidak mimpi indah pada Jumat (23/4) malam kemaren. Tetapi kok, Sabtu sorenya, aku kejatuhan rezeki nomplok ; seorang gadis Mesir tiba-tiba menyatakan cinta, dan bahkan minta kawin segala. Ruar biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu sore itu, aku bersama seorang kawan, sedang menelusuri kawasan Old Cairo, melihat-lihat mesjid tua peninggalan dinasti Fathimiyah yang berjaya di Mesir selama rentang tahun 969-1171 M itu. Di sebuah jalan sempit, kumuh, sareukseuk, belakang Mesjid Ahmad Thulun dekat benteng Shalahudin itu, kami berpapasan dengan seorang gadis usia 15-an. Wajahnya manis, imut, hehehe dan tentu saja, tubuhnya bahenol. Dewa Amor kayaknya sedang berpihak kepada kami. Sang gadis tiba-tiba putar haluan, ikut jalan bareng, di sebelah kiriku, seraya tanya-tanya nama segala. Kayak sensus penduduk aza, pikirku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mula, si gadis kuabaikan. Kalopun ia nanya, kujawab seperlunya. Biasa, tahan harga dikit. Tetapi, lama kelamaan, isengku muncul juga. &quot;Anti hilwah zay &#39;asal&quot;, tuturku sekenanya. Kamu manis, seperti manisnya madu, begitu terjemahannya. Kontan saja, ia nerveous. Di Mesir, konon, kalimat itu memiliki &#39;mana&#39; dan pesona istimewa, hehehehe... Oh, My God, begitu kira-kira spontan ekspresinya. &quot;Apa bener aku manis, semanis madu?&quot;, dia balik bertanya. Mulutnya ternganga, tatap mata dan senyumnya sudah mulai berubah ;  agak-agak genit. &quot;Aiwa, bal ahla minal &#39;asal&quot;, jurus pamungkas akhirnya kukeluarkan. Tentu saja, malah kamu lebih manis ketimbang madu, begitu makna kalimat jurus andalanku pemberian mbah dukun itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow, mata indah si gadis melotot. &quot;Kalo gitu mah, zawwijni atuh&quot;, si gadis balik nantang. Zawwijni, nikahilah aku, begitu dia bilang. Aku  juga kaget sedikit. &quot;I love U&quot;, lanjut si gadis  penuh percaya diri. Tatap matanya makin penuh makna, sambil tetap berjalan di sebelah kiriku. Sementara sang kawan di sebelah kanan, menahan tawa cekikikan. Kayaknya, dia iri dengan terangnya nasibku sore itu. Dia tidak sadar, bahwa iri adalah tanda tak mampu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar gadis Mesir, begitu pikirku kala itu. Begitu  mudah bagi mereka untuk mengatakan cinta, juga perkawinan. Kayaknya, lebih mudah daripada membalikkan telapak tangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, cerita asmara senja itu tak usah diteruskan kelanjutannya. Biar pada penasaran. Kepada pembaca, lewat pengantar itu, aku hanya ingin berbagi cerita soal tradisi bercinta dan pernikahan di kalangan para muda-mudi Mesir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri Ratu Kleoptara ini, pergaulan ABG masih lumayan tertutup. Tradisi pergaulan bebas, pola pacaran, masih hanya terjadi pada kalangan tertentu di kota besar saja. Hanya sekian persen saja barangkali. Berbeda dengan Jakarta misalnya, atau kota-kota kecil lainnya di tanah air. Muda-mudi sedemikian bebas, pengawasan sosial juga longgar. Anak-anak SMP bau kencur pun pada punya pasangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola pergaulan muda-mudi Mesir yang relativ terbatas ini, membuat para gadis Mesir mudah GR. Ya, karena tidak biasa dengan sanjungan, pujian, apalagi rayuan gombal lelaki iseng seperti aku tadi, hehehehe..... Kecuali dalam syair lagu, puisi, film, atau alam mimpi saja. Sekali disebut &#39;hilwah zay &#39;asal saja, mereka terlena, tersepona, dan terpana....!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah diatas, sebenarnya bukan yang pertama kali kualami. Dua tahun lalu, hal yang sama terjadi, kala aku mengucapkan kalimat serupa pada Heba, seorang mojang demplon asal kota Ismailiyyah, 140 km barat laut Kairo. Kala itu, kami ketemu di arena Festival Internasional Seni Rakyat (Al Mahrajan al Ismailiyyah ad Dauli lil Funun as Sya&#39;biyyah), 24-31 Agustus 2002, yang diikuti oleh 25 negara. Seperti halnya  gadis tadi, Heba juga sama ; mendadak tersepona dan balik mengatakan cinta. Ujung-ujungnya, ia mengajakku menghadap orang tuanya untuk kawin...!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi, kisah pertemuanku dengan Heba tak perlu kuteruskan ceritanya disini. Bukan konsumsi publik, alias off the record. Aku hanya berfikir, gadis Mesir memang begitu. Mudah mengatakan cinta, hanya karena sebuah sanjungan sederhana. Mudah GR hanya karena sanjungan dadakan. Ngga mutu, pikirku. Tapi, harap maklum, mereka semua tidak terbiasa dengan gaya-gaya rayuan gombal kayak begitu. Para jejaka Mesir jarang ada yang berani ambil resiko bergombal ria. Bukan apa-apa ; kalo sudah nempel apalagi nyrempet-nyrempet ke kawin, persoalan menjadi tidak sederhana. Tingginya biaya kawin yang harus diemban pihak lelaki, sudah bukan rahasia lagi, dan itu seolah menjadi momok yang sangat menakutkan kaum pria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Mesir ini, seorang lelaki calon pengantin harus memiliki kepribadian. Rumah pribadi, mobil pribadi, dan hal-hal lain yang bener-bener milik pribadi. Jauh berbeda dengan yang sering kusaksikan dulu di kampungku, di pinggiran Sukabumi sana ; biaya nikah begitu murah meriah. Trend bujang lapuk atau perawan tua, nyaris tak terdengar. Di Mesir ini, pengantin lelaki harus menyediakan rumah yang mafrusyah (fasilitas isinya lengkap, sejak kasur, bantal hingga sabun mandi). Malu pokoknya, kalau harus tinggal di Komplek Mertua Indah. Tradisi lokal di kota Fayoum, sekitar 100 km di timur Kairo, seorang mempelai lelaki harus menyediakan uang 3 ribu Pound Mesir (500 Dolar AS), emas murni senilai 2500 Pound dan juga tentu saja, pendapatan tetap. Jangan lupa, itu belum termasuk rumah tinggal. Sementara, harga sebuah rumah yang mafrusyah di kawasan itu bisa mencapai 80 ribu Pound (13 ribu Dolar AS).  Hitung sendiri, berapa rupiah itu. Di kota besar semisal Kairo, tentu biaya itu lebih tinggi. Tetapi, dalam persoalan mahar, orang Mesir, konon, tidak macam-macam ; cukup dengan peralatan shalat, atau kitab suci Al Quran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya hidup bulanan seorang isteri Mesir, nampaknya, juga sangat tinggi. Dari segi makan saja, mereka (wanita Mesir), terkenal hobi makan, porsinya banyak. Seorang gadis Mesir biasa makan seekor ayam sekaligus langsung habis. Belum cemilan-cepuluhnya. Tak heran, jika tubuh para nyonya Mesir, gendut-gendut. Hampir ngga ada yang langsing. Dalam tradisi mereka, jika sang isteri ngga gendut kaya’ Atun minimal, berarti suami ngga bisa “ngasih makan”. Isteri tidak sejahtera, jauh dari bahagia. Dan tentu saja, itu aib bagi suami.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, akibat mahalnya biaya nikah ini, lelaki Mesir banyak yang lambat nikah. Bujang lapuk jadi sangat bejibun. Bertebaran di mana-mana, bak cendawan di musim hujan, hehehehee..... Biasanya,  dalam suasana begini, potensi munculnya kehidupan gay juga tinggi. Amit-amit...Trend Pernikahan Dini bagi kaum lelaki, tidak populer di sini. Semuanya akibat &#39;harga&#39; para wanita yang melangit itu.  .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, angka perawan tua juga lumayan tinggi. Tahun 2001, menurut sebuah koran yang kubaca, ada 7 juta &#39;awanis usia 30-an tahun di negeri ini. &#39;Awanis adalah bentuk jamak dari anisah, yakni perempuan yang belum menikah alias masih gadis. Tuh, khan, akibat terlalu tinggi masang harga, rupanya tidak sedikit juga wanita Mesir yang tidak laku. Dari celah inilah, poligami mendapat tempat di masyarakat. Poligami semakin kokoh karena juga mendapat –tambahan -  legitimasi ; sosiologis dan psikologis. Di tengah derita para bujang tak laku, seorang lelaki tua yang kaya raya, bisa dengan mulus menambah koleksi isteri, lewat institusi poligami. Ironis, sekaligus paradoks. Ibarat kata lagu Oma Irama, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Dan sebagai reaksi, para bujang lapuk hanya bisa mendendangkan lagu lawas-nya Imam S Arifin, kau menari-nari, diatas lukaku ini...... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi memahalkan biaya nikah pada mempelai lelaki, memang tidak menguntungkan kedua pihak. Pernikahan menjadi sesuatu yang sangat sulit terwujud. Buahnya, kecemburuan lelaki Mesir yang masih lajang, juga sangat tinggi. Sudah bukan rahasia lagi, bahwa lelaki Mesir cemburu berat jika ada seorang lelaki ajnabi alias orang asing yang coba-coba genit sama gadis Mesir. Ataupun sebaliknya, jika si gadis yang agressif sekalipun terhadap lelaki asing, kaum pria Mesir akan tetap iri dan marah. Mereka pikir, &quot;boro-boro kamu yang orang asing, aku saja yang pribumi belon dapet-dapet&quot;, hehehehee.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, nikah usia 30 keatas akibat kelamaan &#39;nunggu punya uang&#39;, atau karena &#39;nunggu yang datang&#39; adalah hal yang biasa di Mesir. Liku-liku kehidupan laki-laki yang tak laku-laku, adalah isu yang mudah ditemui di sini. Padahal, kalo merujuk pada cerita-cerita zaman Nabi, sepertinya tradisi nikah dengan biaya mahal ini tidak populer. Yang ada malah sebaliknya, pernikahan begitu mudah dilakukan, tanpa harus memberatkan pihak lelaki. Al Quran malah meyakinkan bahwa Allah akan mencurahkan rezeki kepada pasangan pengantin yang ikhlas dan tawakkal kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang mahalnya biaya nikah di Mesir ini, aku belum tahu secara pasti. Apakah itu muncul sebagai tradisi yang turun temurun sejak zaman baheula-nya, warisan Firaun, Ratu Kleopatra, Napoleon Bonaparte, ataukah malah merupakan buah sukses perjuangan para aktifis gender di Mesir dalam mengangkat hak-hak kaum wanita, semisal Qassim Amin, Huda Sya&#39;rawi, atau yang kini masih ada seperti Nawwal Sa&#39;dawi. Sekali lagi, aku belum bisa cerita. Tunggu saja tanggal mainnya. Insya Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi rekan-rekan yang punya minat tinggi terhadap studi dan perjuangan kaum perempuan, aku mengucapkan selamat berjuang.  Khusus untuk someone in Egypt, aku ucapkan, anti hilwah zay &#39;asal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinggiran Nil, Ujung Bulan Kartini 2004&lt;br /&gt;</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2004/08/liku-liku-laki-laki-tak-laku-laku.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-109198168462617534</guid><pubDate>Sun, 08 Aug 2004 16:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2004-08-08T19:14:44.626+03:00</atom:updated><title></title><description>sakali deui ah....:d&amp;nbsp;&lt;a href=&#39;http://www.hello.com/&#39; target=&#39;ext&#39;&gt;&lt;img src=&#39;http://photos1.blogger.com/pbh.gif&#39; alt=&#39;Posted by Hello&#39; border=&#39;0&#39; style=&#39;border:0px;padding:0px;background:transparent;&#39; align=&#39;absmiddle&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&#39;http://photos1.blogger.com/img/60/1232/1024/th_Picture_018.3.jpg&#39;&gt;&lt;img border=&#39;0&#39; style=&#39;border:2px solid #AAAAAA; margin:2px&#39; src=&#39;http://photos1.blogger.com/img/60/1232/400/th_Picture_018.jpg&#39;&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2004/08/sakali-deui-ah.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-109198163164342622</guid><pubDate>Sun, 08 Aug 2004 16:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2004-08-08T19:13:51.643+03:00</atom:updated><title></title><description>ga ada kerjaan euy..kararesel nih...:((&amp;nbsp;&lt;a href=&#39;http://www.hello.com/&#39; target=&#39;ext&#39;&gt;&lt;img src=&#39;http://photos1.blogger.com/pbh.gif&#39; alt=&#39;Posted by Hello&#39; border=&#39;0&#39; style=&#39;border:0px;padding:0px;background:transparent;&#39; align=&#39;absmiddle&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&#39;http://photos1.blogger.com/img/60/1232/1024/th_Picture_018.2.jpg&#39;&gt;&lt;img border=&#39;0&#39; style=&#39;border:2px solid #AAAAAA; margin:2px&#39; src=&#39;http://photos1.blogger.com/img/60/1232/50/th_Picture_018.jpg&#39;&gt;&lt;/a&gt;</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2004/08/ga-ada-kerjaan-euy.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-109198160036044918</guid><pubDate>Sun, 08 Aug 2004 16:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2004-08-08T19:13:20.360+03:00</atom:updated><title></title><description>&lt;a href=&#39;http://photos1.blogger.com/img/60/1232/1024/th_Picture_018.1.jpg&#39;&gt;&lt;img border=&#39;0&#39; style=&#39;border:1px solid #666666; margin:2px&#39; src=&#39;http://photos1.blogger.com/img/60/1232/320/th_Picture_018.1.jpg&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;be.teeeeeeeee&lt;br /&gt;&lt;span style=&#39;font-size: 8pt;&#39;&gt;Posted by &lt;a href=&#39;http://www.hello.com/&#39; target=&#39;ext&#39;&gt;Hello&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2004/08/be_08.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6338467.post-109198156820410684</guid><pubDate>Sun, 08 Aug 2004 16:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2004-08-08T19:12:48.203+03:00</atom:updated><title></title><description>&lt;a href=&#39;http://photos1.blogger.com/img/60/1232/1024/th_Picture_018.jpg&#39;&gt;&lt;img border=&#39;0&#39; style=&#39;border:1px solid #666666; margin:2px&#39; src=&#39;http://photos1.blogger.com/img/60/1232/320/th_Picture_018.jpg&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;be...teeeeeee...&lt;br /&gt;&lt;span style=&#39;font-size: 8pt;&#39;&gt;Posted by &lt;a href=&#39;http://www.hello.com/&#39; target=&#39;ext&#39;&gt;Hello&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://ayenx.blogspot.com/2004/08/be.html</link><author>noreply@blogger.com (Naimulloh Akhyar (Ayenx))</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>