<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-2528299605470140345</atom:id><lastBuildDate>Wed, 28 Aug 2024 03:38:01 +0000</lastBuildDate><title>DUNIA IDE</title><description>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Kolom Kreatif dan Inovatif Untuk Bicara Apa Saja
 Serta Tutorial Gratis Cara Bikin Blok &lt;a href="http://masteruud.blogspot.com/2005/12/petunjuk-praktis-membuat-blog-1.html"&gt;klik di sini&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;
Catatan Apabila Blok Ini Bermanfaat Bisa di Link Ke Blok Anda&lt;br&gt;&lt;/P&gt;</description><link>http://masteruud.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Muhammad Akhirudin Kurnianto)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:summary> Kolom Kreatif dan Inovatif Untuk Bicara Apa Saja Serta Tutorial Gratis Cara Bikin Blok klik di sini Catatan Apabila Blok Ini Bermanfaat Bisa di Link Ke Blok Anda </itunes:summary><itunes:subtitle> Kolom Kreatif dan Inovatif Untuk Bicara Apa Saja Serta Tutorial Gratis Cara Bikin Blok klik di sini Catatan Apabila Blok Ini Bermanfaat Bisa di Link Ke Blok Anda </itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2528299605470140345.post-4488952302701170157</guid><pubDate>Fri, 19 Oct 2007 17:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-20T00:32:43.196+07:00</atom:updated><title>Guru Inggris Takut Mengajar Evolusi, Gara-Gara Didebat Muridnya</title><description>Rabu, 10 Oktober 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BBC melaporkan adanya ketakutan sebagian guru untuk berdebat masalah&lt;br /&gt;evolusi, sehingga menghindari bahasan itu sama sekali di kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah. com--Menurut direktur London's Institute of Education,&lt;br /&gt;Profesor Michael Reiss, meningkatnya jumlah murid Muslim di&lt;br /&gt;sekolah-sekolah Inggris adalah di antara pemicu bangkitnya paham&lt;br /&gt;penciptaan. Ia menambahkan, jumlah pelajar Muslim meningkat pesat&lt;br /&gt;dalam 10 – 20 tahun terakhir, dan banyak dari keluarga Muslim tidak&lt;br /&gt;meyakini teori evolusi dibandingkan dengan keluarga Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak guru yang ia jumpai di pertemuan-pertemuan ilmiah&lt;br /&gt;mengadukan hal ini. Para guru itu mendapati semakin banyak murid&lt;br /&gt;menganut penciptaan, kisah sang Profesor. Sudah bukan zamannya lagi&lt;br /&gt;para guru ilmu pengetahuan alam dapat mengabaikan begitu saja paham&lt;br /&gt;penciptaan ketika mengajarkan tentang asal usul, ungkap Profesor Reiss&lt;br /&gt;sebagaimana dikutip koran terkemuka Inggris, The Independent, 6&lt;br /&gt;Oktober 2007. Guru-guru itu hendaknya menanggapi bahasan itu dengan&lt;br /&gt;cara yang tidak memusuhi, tegas sang Profesor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah Bibir di Media Massa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harian tersohor lain di Inggris, The Daily Telegraph dan The Guardian,&lt;br /&gt;tak ketinggalan mengangkat bahasan yang sepertinya akan memanas di&lt;br /&gt;masa mendatang ini. Tampil dengan judul Creationism can be a topic in&lt;br /&gt;class (Paham penciptaan dapat menjadi pokok bahasan di kelas), koran&lt;br /&gt;The Daily Telegraph, 2 Oktober 2007, memaparkan kebijakan pemerintah&lt;br /&gt;Inggris seputar paham penciptaan di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arahan resmi ini membolehkan perbincangan seputar paham penciptaan&lt;br /&gt;yang menjadi tandingan evolusi, teori yang mengingkari penciptaan dan&lt;br /&gt;Pencipta. Namun, menurut kebijakan ini, pembahasan tentang penciptaan&lt;br /&gt;harus di luar pelajaran ilmu pengetahuan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para akademisi di Valdosta State University, Amerika Serikat dan The&lt;br /&gt;Institute of Education di London, Inggris, berpendapat bahwa teori&lt;br /&gt;evolusi sepatutnya diajarkan sebagai bagian penting pelajaran ilmu&lt;br /&gt;pengetahuan alam, dengan memberi ruang bagi perbincangan paham&lt;br /&gt;penciptaan. Demikian tulis Anthea Lipsett di koran kondang The&lt;br /&gt;Guardian, 5 Oktober 2007, dengan judul Experts call for creationism in&lt;br /&gt;the classroom (Para pakar menyeru [diajarkannya] paham penciptaan di&lt;br /&gt;ruang kelas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perancangan Cerdas Tidak Puas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu, kalangan pendukung Perancangan Cerdas (Intelligent&lt;br /&gt;Design) belum puas dengan keputusan ini. Mereka berdalih, Perancangan&lt;br /&gt;Cerdas didukung bukti-bukti ilmiah mutakhir, sehingga seharusnya&lt;br /&gt;menjadi bagian pelajaran ilmu pengetahuan alam, dan mendapatkan&lt;br /&gt;perlakuan sama seperti teori evolusi. Perancangan Cerdas menganggap&lt;br /&gt;alam semesta dirancang sempurna dan dihasilkan melalui perancangan&lt;br /&gt;cerdas, bertolak belakang dengan teori evolusi yang meyakini alam&lt;br /&gt;semesta ada dengan sendirinya secara kebetulan acak, tanpa penciptaan&lt;br /&gt;dan menolak adanya Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Truth in Science merupakan salah satu lembaga di Inggris yang paling&lt;br /&gt;giat mendorong diajarkannya pandangan lain yang kritis terhadap teori&lt;br /&gt;evolusi di sekolah. Di lembaga ini, terdapat nama-nama seperti Andy&lt;br /&gt;McIntosh, profesor Termodinamika dan Teori Pembakaran di University of&lt;br /&gt;Leeds dan penulis lebih dari 100 karya ilmiah penelitian.&lt;br /&gt;Penelitiannya mencakup pula biomimetika, yang mempelajari mekanisme&lt;br /&gt;alamiah untuk penerapannya di bidang rekayasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga Stuart Burgess, profesor Desain dan Alam, ketua jurusan&lt;br /&gt;Teknik Mesin di Bristol University. Ia meneliti penelaahan mekanisme&lt;br /&gt;terbang serangga dan efisiensi rancang bangun pada pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paket Gratis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Truth in Science melakukan kerja nyata dengan membagi-bagikan paket&lt;br /&gt;gratis berisi bahan pengajaran kritis teori evolusi. Pada bulan&lt;br /&gt;September 2006, paket gratis ini dikirimkan kepada setiap kepala&lt;br /&gt;sekolah menengah di Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paket ini berisi DVD berjudul Where does the Evidence Lead? (Ke&lt;br /&gt;manakah Bukti Mengarah?) dan buku panduan untuk guru (bentuk pdf-nya&lt;br /&gt;dapat diunduh di TiS_Pack_Teachers_ Manual.pdf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DVD ini terdiri atas enam bab, masing-masing berupa film dokumenter&lt;br /&gt;berdurasi 6 menit, cocok untuk pengajaran di sekolah. Paket ini berisi&lt;br /&gt;pula DVD film dokumenter panjang berjudul Unlocking the Mystery of&lt;br /&gt;Life (Menyingkap Rahasia Kehidupan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kolom Teori Evolusi Menanti Ajal, www.hidayatullah. com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://masteruud.blogspot.com/2007/10/guru-inggris-takut-mengajar-evolusi.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Akhirudin Kurnianto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2528299605470140345.post-7353159601187438383</guid><pubDate>Tue, 09 Oct 2007 22:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-10-10T06:05:55.265+07:00</atom:updated><title>Tren Pembaharuan Pemikiran dalam Islam</title><description>Tren Pembaharuan Pemikiran dalam Islam&lt;br /&gt;Oleh: : Ibnu Djarir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEMUNCULAN gerakan pembaharuan pemikiran dalam pemahaman ajaran agama adalah &lt;br /&gt;hal yang wajar dan logis, karena budaya manusia selalu berkembang. Kemajuan &lt;br /&gt;ilmu pengetahuan dan teknologi juga sangat berpengaruh pada pola pikir &lt;br /&gt;manusia, termasuk dalam memahami teks-teks agama. Namun, satu prinsip yang &lt;br /&gt;perlu selalu dipegang adalah bahwa pembaharuan itu hendaknya tidak &lt;br /&gt;menghilangkan inti dari ajaran agama itu sendiri. Bila inti ajaran agama itu &lt;br /&gt;hilang, maka namanya bukan lagi pembaharuan, tetapi perusakan atau &lt;br /&gt;penggantian dengan hasil pikiran manusia sendiri tanpa mengindahkan inti &lt;br /&gt;ajaran agama yang pada dasarnya berasal dari wahyu Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menelusuri alur pembaharuan pemikiran dalam Islam, bisa dimulai dengan &lt;br /&gt;menyimak pembaharuan pemikiran pada tahap pramodernis. Pelopornya adalah &lt;br /&gt;Muhammad ibn Abdul Wahab. Dia berpendapat, pada masa itu di kalangan umat &lt;br /&gt;Islam sudah banyak terjadi penyimpangan dalam pemahaman dan pengamalan &lt;br /&gt;ajaran Islam. Oleh karena itu, dia menyerukan kepada umat Islam untuk &lt;br /&gt;kembali pada kemurnian dan keaslian ajaran Islam berdasarkan Alquran dan &lt;br /&gt;Hadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide-ide pembaharuan Abdul Wahab itu memang menyangkut banyak masalah, &lt;br /&gt;seperti anjuran untuk melaksanakan ijtihad, dan seruan untuk menjauhi &lt;br /&gt;taklid, tahayul, bidah, khurafat, praktik tarikat yang menyimpang, dan &lt;br /&gt;fatalisme. Dia juga menyerukan kepada umat Islam untuk melakukan jihad &lt;br /&gt;melawan kezaliman, kebatilan, dan kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof Dr Harun Nasution (almarhum), gerakan pembaharuan Abdul Wahab &lt;br /&gt;itu bersikap antibudaya asing, dan cenderung literalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun gerakan pembaharuan yang mulai membuka diri terhadap pengaruh budaya &lt;br /&gt;Barat adalah mereka yang digolongkan pada kaum modernis. Tokoh-tokohnya yang &lt;br /&gt;terkemuka adalah Sayyid Ahmad Khan, Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh, &lt;br /&gt;dan Muhammad Rasyid Ridha. Dari tokoh-tokoh tersebut, Sayyid Ahmad Khan &lt;br /&gt;tampak lebih menekankan pada pemikiran yang rasional dan liberal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pendahulunya, mereka juga menyerukan kepada umat Islam untuk kembali &lt;br /&gt;pada kemurnian dan keaslian Islam, melakukan ijtihad, menjauhi taklid dan &lt;br /&gt;fatalisme. Namun mereka menganjurkan umat Islam untuk membuka diri terhadap &lt;br /&gt;kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang datang dari dunia Barat, demi &lt;br /&gt;kemajuan umat Islam sendiri. Tetapi mereka mengingatkan umat Islam agar &lt;br /&gt;tidak hanyut dalam budaya asing. Di antara usaha-usahanya ialah mendirikan &lt;br /&gt;sekolah-sekolah Islam modern, dan mengambil langkah-langkah untuk &lt;br /&gt;pembaharuan dalam bidang sosial dan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan pembaharuan yang muncul berikutnya adalah gerakan kaum neomodernis. &lt;br /&gt;Gerakan ini ingin memadukan antara khazanah Islam klasik dengan modernitas. &lt;br /&gt;Pada tahap ini muncul gerakan-gerakan sosial dan politik yang terorganisasi &lt;br /&gt;secara modern. Meski gerakan ini banyak menimba kemajuan ilmu pengetahuan &lt;br /&gt;dan teknologi dari dunia Barat, namun mereka ingin tetap mempertahankan &lt;br /&gt;keotentikan identitas Islam, sehingga mereka berprinsip, modernisasi Islam &lt;br /&gt;tidak identik dengan westernisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata Rantai&lt;br /&gt;Menurut Prof Fazlur Rahman (almarhum), guru besar pada McGill University, &lt;br /&gt;Kanada, gerakan pembaharuan pemikiran dalam Islam merupakan mata rantai yang &lt;br /&gt;sambung menyambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan pembaharuan pramodernis menekankan pada pelaksanaan ijtihad,, &lt;br /&gt;reformasi dan purifikasi. Kaum modernis berupaya untuk menafsirkan ajaran &lt;br /&gt;Islam sesuai dengan perkembangan zaman dan kehidupan modern yang dibentuk &lt;br /&gt;oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum modernis melakukan ijtihad tidak terbatas pada masalah agama saja, &lt;br /&gt;tetapi diperluas sehingga menyangkut penerapan ajaran Islam dalam kehidupan &lt;br /&gt;sosial, ekonomi dan politik. Kaum modernis ini dapat dibagi dua, yaitu kaum &lt;br /&gt;modernis klasik yang masih menunjukkan sikap hati-hati terhadap budaya &lt;br /&gt;Barat, dan kaum modernis kontemporer yang bersikap akomodatif terhadap &lt;br /&gt;budaya Barat. Sedangkan kaum neomodernis berupaya melakukan rekonstruksi &lt;br /&gt;Islam dengan memadukan khazanah intelektual Islam dengan budaya modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan taraf pendidikan umat Islam, terutama dengan maraknya &lt;br /&gt;kemunculan lembaga-lembaga pendidikan tinggi Islam, mendorong makin &lt;br /&gt;banyaknya para pemikir Islam yang berupaya melakukan reinterpretasi terhadap &lt;br /&gt;ajaran Islam dan mereformulasi doktrin-doktrin Islam masa lalu. Mereka &lt;br /&gt;mencoba untuk melakukan ijtihad menurut kapasitasnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang melakukan ijtihad secara individual, dan ada pula yang secara &lt;br /&gt;kolektif (jama'i). Di Indonesia, contoh ijtihad jama'i, seperti Majlis &lt;br /&gt;Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam pada organisasi Muhammadiyah, &lt;br /&gt;Lembaga Syuriyah pada organisasi Nahdlatul Ulama, dan Komisi Fatwa pada &lt;br /&gt;Majelis Ulama Indonesia ( MUI ). Pada masa sekarang ini, dengan banyaknya &lt;br /&gt;para pakar dalam berbagai disiplin ilmu, pelaksanaan ijtihad jama'i &lt;br /&gt;tampaknya lebih meyakinkan kebenarannya, sebab beberapa pakar saling &lt;br /&gt;bertukarpikiran sesuai dengan bidang keahlian masing-masing untuk mengambil &lt;br /&gt;keputusan bersama. Sedangkan terhadap pendapat-pendapat pribadi, atau &lt;br /&gt;ijtihad individual, kita masih harus meneliti profesionalitas dan integritas &lt;br /&gt;pribadi yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di media massa, sering terlontar pendapat-pendapat pribadi mengenai &lt;br /&gt;masalahmasalah keagamaan yang membingungkan atau menggelisahkan masyarakat. &lt;br /&gt;Seperti pendapat yang menyatakan bahwa zakat sama dengan pajak. Jadi, dengan &lt;br /&gt;penerapan melalui pajak, sudah mencakup zakat. Pendapat yang lain, hewan dam &lt;br /&gt;dari orang yang melakukan ibadah haji boleh saja disembelih di kampung &lt;br /&gt;halaman masing-masing. Ada pula yang berpendapat, hewan kurban berkaitan &lt;br /&gt;dengan Idul Adha, boleh diganti dengan ayam, ikan, uang, dan sebagainya, &lt;br /&gt;tanpa ada proses penyembelihan. Pendapat lain menyatakan, ibadah haji tidak &lt;br /&gt;harus pada bulan Dzulhijjah, sebab bulan-bulan haji itu Syawal, Zulqa'dah, &lt;br /&gt;dan Zulhijjah. Dan lain-lain pendapat lagi yang berbeda dengan mainstream &lt;br /&gt;pendapat mayoritas umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat-pendapat pribadi itu adakalanya tidak dilandasi oleh &lt;br /&gt;profesionalitas dalam ilmu keislaman yang memadai, sehingga lebih banyak &lt;br /&gt;mudaratnya daripada manfaatnya bagi kemaslahatan umat Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIL dan JIMM&lt;br /&gt;Pada beberapa tahun terakhir ini muncul dua kelompok pemikir yang menamakan &lt;br /&gt;dirinya Jaringan Islam Liberal ( JIL ) dan Jaringan Intelektual Muda &lt;br /&gt;Muhammadiyah (JIMM ). JIL kebanyakan anggotanya dari warga NU, sedangkan &lt;br /&gt;anggota-anggota JIMM dari kalangan muda Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang tokoh terkemuka JIL, Ulil Abshar Abdalla, menyatakan bahwa &lt;br /&gt;dalam memahami ajaran Islam perlu menekankan pada pemahaman substansial, &lt;br /&gt;nonliteral, rasional, dan kontekstual. Metode pemahamannya inilah yang &lt;br /&gt;menyebabkan dia dan kawan-kawannya memilih nama kaum liberal. Mereka ingin &lt;br /&gt;berpikir bebas ( liberal ) dan tidak terikat dengan fikih produk ulama &lt;br /&gt;klasik (Kompas, 18/11/2002 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat-pendapat yang dilontarkan oleh Abdalla memang membuat banyak ulama &lt;br /&gt;berdebar-debar, karena khawatir akan menyesatkan umat. Seperti pendapat &lt;br /&gt;bahwa Nabi Muhammad SAW banyak kekurangannya; jilbab, hukum potong tangan, &lt;br /&gt;dan qisas bukan ajaran Islam, sehingga tidak wajib ditaati; tidak ada hukum &lt;br /&gt;Allah, yang ada adalah sunnatullah; semua agama adalah benar; &lt;br /&gt;penemuan-penemuan ilmiah adalah juga wahyu Tuhan; agama harus dipisahkan &lt;br /&gt;dari politik; dan dia lebih mendukung negara sekuler daripada negara Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak muncul reaksi para ulama terhadap pendapat Abdalla, baik reaksi yang &lt;br /&gt;ringan maupun yang sangat keras. Di antaranya adalah reaksi dari Salahuddin &lt;br /&gt;Wahid yang menyatakan bahwa ide pembaharuan Abdallah itu sudah kebablasan. &lt;br /&gt;Demikian pula dalam Muktamar NU ke-31 ( 28/11 - 2/12/2004 ) di Boyolali, &lt;br /&gt;muncul suara-suara yang mengusulkan agar kepengurusan PB NU dibersihkan dari &lt;br /&gt;unsur-unsur JIL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kalangan angkatan muda Muhammadiyah juga muncul orang-orang yang &lt;br /&gt;mempunyai kecederungan berpikir liberal dan mereka ingin mengatakan &lt;br /&gt;pembaharuan yang lebih maju lagi dalam pemahaman ajaran agama. Mereka &lt;br /&gt;menamakan dirinya Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah ( JIMM ). Padahal &lt;br /&gt;Muhammadiyah sejak berdirinya sudah membawa misi pembaharuan pemikiran Islam &lt;br /&gt;( tajdid ). Untuk melaksanakan misi itu Muhammadiyah membentuk Majelis &lt;br /&gt;Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam, yang anggota-anggotanya terdiri &lt;br /&gt;dari para pakar dalam berbagai disiplin ilmu. Kerja majelis tersebut memang &lt;br /&gt;sering dinilai lamban, namun penuh kehati-hatian, sebab mengambil keputusan &lt;br /&gt;dalam masalah-masalah keagamaan tidak boleh grusa-grusu, melainkan harus &lt;br /&gt;berlandaskan pada paradigma yang kukuh, profesionalitas, telaah yang &lt;br /&gt;mendalam dan komprehensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kalangan dari pimpinan Muhammadiyah berpendapat, JIMM itu sebaiknya &lt;br /&gt;jangan menggunakan label Muhammadiyah, sebab pembaharuan pemikiran menurut &lt;br /&gt;Muhammadiyah harus melalui ijtihad jama'i (Majelis Tarjih ) dan dikerjakan &lt;br /&gt;oleh tenaga-tenaga yang profesional. Kalau JIMM itu punya ide-ide bar, akan &lt;br /&gt;lebih elegan jika mereka berhadapan langsung dengan Majelis Tarjih untuk &lt;br /&gt;beradu argumentasi. Jangan pendapat-pendapat perseorangan lalu dilontarkana &lt;br /&gt;ke masyarakat dengan membawa embel-embel Muhammadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang tokoh muda liberal yang berpendapat bahwa kurban dalam rangka &lt;br /&gt;Idul Adha tidak harus berupa hewan kurban yang disembelih. Baik-baik saja &lt;br /&gt;diganti dengan uang. Pendapat ini dasar syar'inya mana, sebab dalam Alquran, &lt;br /&gt;Surat Al-Kautsar disebutkan dengan jelas adanya penyembelihan hewan kurban. &lt;br /&gt;Kalau dihubungan dengan kebutuhan zaman modern bisa saja daging itu &lt;br /&gt;diawetkan dalam bentuk kornet, sehingga tahan lama dan mudah didistribusikan &lt;br /&gt;ke berbagai wilayah yang memerlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila pendapat yang semata-mata rasional itu diikuti bisa merembet ke banyak &lt;br /&gt;ritual Islam lainnya, seperti dalam pelaksanaan zakat fitrah tidak perlu &lt;br /&gt;repot-repot cari beras, cukup memberi uang atau pemberian materi yang lain, &lt;br /&gt;yang penting menolong kaum fakir miskin. Zakat mal tidak harus dua setengah &lt;br /&gt;persen, yang penting mengikuti perkembangan situasi dan kondisi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita hanya berpegang pada pertimbangan rasional dan substansial, tanpa &lt;br /&gt;mengindahkan dalil yang gath'i, maka pada akhirnya tidak perlu lagi kita &lt;br /&gt;membenda-bedakan antara hewan kurban, zakat fitrah, zakat mal, infaq, &lt;br /&gt;sedekah, dan lain-lain, yang penting setiap pribadi muslim yang mampu &lt;br /&gt;hendaknya membantu kaum dhuafa. Nah, jika pola pikir yang demikian itu &lt;br /&gt;diikuti, maka ajaran-ajaran ritual Islam akan sirna. (29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Drs H lbnu Djarir, staf pengajar IAIN Walisongo Semarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://masteruud.blogspot.com/2007/10/tren-pembaharuan-pemikiran-dalam-islam.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Akhirudin Kurnianto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2528299605470140345.post-6236953905462034945</guid><pubDate>Sat, 25 Aug 2007 15:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-08-25T22:53:40.763+07:00</atom:updated><title>Lomba penulisan KDRT</title><description>Siapa tahu ada yang ingin berbagi kisah ttg KDRT teman, saudara, atau &lt;br /&gt;keluarga dekat...sekalian mengasah bakat menulis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lomba Penulisan Kisah Nyata KDRT &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya Perempuan Berbagi kekuatan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian Unicef dan The Body Shop International menunjukkan &lt;br /&gt;sedikitnya 1 dari 3 wanita di dunia mengalami tindak kekerasan baik &lt;br /&gt;dalam bentuk fisik maupun mental.Di indonesia, 20.391 kasus kekerasan &lt;br /&gt;terjadi pada tahun 2005 dan 16.721 (82%) diantaranya adalah kekerasan &lt;br /&gt;dalam rumah tangga (KDRT).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Esensi dan The Body Shop Indonesia mengadakan KISAH (Kontes Inspirasi &lt;br /&gt;dan Harapan) berupa lomba penulisan naskah dengan tema KDRT,bukan &lt;br /&gt;untuk menguak&lt;br /&gt;tragedi ataupun menyebar trauma, tetapi untuk menyerukan perjuangan, &lt;br /&gt;cinta, dan keberanian wanita dalam menghadapi tantangan hidup yang &lt;br /&gt;paling berat.&lt;br /&gt;Bersama KISAH, kami ingin membagi inspirasi hidup dan harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Kriteria Lomba :&lt;br /&gt;* Peserta adalah warga negara Indonesia Laki-laki maupun Perempuan &lt;br /&gt;berusia&lt;br /&gt;minimal 18 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan bisa berisi kisah hidup pribadi, keluarga, atau orang lain &lt;br /&gt;yang memiliki nilai inspiratif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ditulis dalam format narasi, baik dalam sudut pandang orang &lt;br /&gt;pertama (aku) atau orang ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah yang diceritakan adalah kisah nyata, bukan rekaan, terjemahan, &lt;br /&gt;saduran, atau jiplakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya yang dikirimkan harus orisinal, belum pernah dipublikasikan, &lt;br /&gt;baik di media elektronik maupun cetak, dan belum pernah &lt;br /&gt;diikutsertakan dalam sayembara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah diketik dengan komputer sepanjang 10 â€" 30 halaman A4, jenis &lt;br /&gt;huruf &lt;br /&gt;Times New Roman 11, dan spasi 1,5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah dikirimkan dalam bentuk print out dan file (dalam CD). &lt;br /&gt;Sertakan biodata singkat penulis dan narasumber (jika menceritakan &lt;br /&gt;tentang orang lain), alamat lengkap, nomor telepon,dan foto kopi KTP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuliskan KISAH di sebelah kiri atas amplop.Kirimkan naskah ke:&lt;br /&gt;Panitia KISAH Divisi ESENSI, Penerbit Erlangga&lt;br /&gt;Jl. Haji Baping Raya No. 100&lt;br /&gt;Ciracas, Pasar Rebo&lt;br /&gt;Jakarta Timur, 13740&lt;br /&gt;atau via e-mail ke: kisah@erlangga. net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 naskah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah yang masuk sepenuhnya menjadi milik panitia.&lt;br /&gt;Naskah paling lambat diterima pada tanggal 11 Oktober 2007.&lt;br /&gt;Keputusan juri mengikat, tidak dapat diganggu gugat, dan tidak &lt;br /&gt;diadakan surat-menyurat. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiah :&lt;br /&gt;Pemenang 1 memperoleh uang sebesar Rp. 5.000.000 + sertifikat dan &lt;br /&gt;paket menarik dari the Body Shop&lt;br /&gt;Pemenang 2 memperoleh uang sebesar Rp. 3.000.000 + sertifikat dan &lt;br /&gt;paket menarik dari The Body Shop&lt;br /&gt;Pemenang 2 memperoleh uang sebesar Rp. 2.000.000 + sertifikat dan &lt;br /&gt;paket menarik dari The Body Shop&lt;br /&gt;10 karya terbaik akan diterbitkan dalam bentuk buku oleh ESENSI &lt;br /&gt;(Erlangga Group)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juri :&lt;br /&gt;Dewi Lestari (Penulis)&lt;br /&gt;Myra Diarsi (Aktivis Perempuan)&lt;br /&gt;The Body Shop Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talkshow mengenai KDRT akan diadakan di kota-kota berikut :&lt;br /&gt;Jogjakarta, 21 Agustus 2007 di Universitas Gadjah Mada (UGM)&lt;br /&gt;Semarang, 22 Agustus 2007 di Universitas Diponegoro (Undip)&lt;br /&gt;Bandung, 30 Agustus 2007 di Universitas Padjajaran (Unpad)&lt;br /&gt;Jakarta, 5 September 2007 di Universitas Indonesia (UI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delete Reply&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://masteruud.blogspot.com/2007/08/lomba-penulisan-kdrt.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Akhirudin Kurnianto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2528299605470140345.post-1658337127339206793</guid><pubDate>Sat, 25 Aug 2007 15:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-08-25T22:44:57.710+07:00</atom:updated><title>Look Notepad++</title><description>Notepad++ is a free source code editor (and Notepad replacement), which supports several programming languages, running under the MS Windows environment. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This project, based on the Scintilla edit component (a very powerful editor component), written in C++ with pure win32 api and STL (that ensures the higher execution speed and smaller size of the program), is under the GPL Licence. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;This project is mature. However, as you can see it's a one-man-project, there are still some bugs and missing features. If you have any question or suggestion about this project, please post them on the forums. As well, if you have any feature requests, you can always make the demand, but there's no guarantee that I'll implement it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You're encouraged to translate Notepad++ (if it is not present in the Download Section) and/or to translate the Notepad++ official site into your native language.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I hope you enjoy Notepad++ as much as I enjoy coding it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here are the features of Notepad++ :&lt;br /&gt; Syntax Highlighting and Syntax Folding  &lt;br /&gt; WYSIWYG  &lt;br /&gt; User Defined Syntax Highlighting  &lt;br /&gt; Auto-completion  &lt;br /&gt; Multi-Document  &lt;br /&gt; Multi-View  &lt;br /&gt; Regular Expression Search/Replace supported  &lt;br /&gt; Full Drag ‘N' Drop supported  &lt;br /&gt; Dynamic position of Views  &lt;br /&gt; File Status Auto-detection  &lt;br /&gt; Zoom in and zoom out  &lt;br /&gt; Multi-Language environment supported  &lt;br /&gt; Bookmark  &lt;br /&gt; Brace and Indent guideline Highlighting  &lt;br /&gt; Macro recording and playback&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://masteruud.blogspot.com/2007/08/look-notepad.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Akhirudin Kurnianto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2528299605470140345.post-8320455502684184644</guid><pubDate>Thu, 19 Jul 2007 17:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-07-20T00:51:25.757+07:00</atom:updated><title>Pluto has new, far out peer</title><description>(CNN) -- The unexpected size of a recently discovered body beyond Pluto has scientists wondering if even larger objects lurk in the depths of the solar system.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After Pluto and its moon Charon, Varuna has been identified as the largest known body in the Kuiper Belt, a ring composed of more than 70,000 cold, dark and slow-moving objects beyond the orbit of Neptune, scientists announced Thursday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Using telescopes on a mountain peak in Hawaii, astronomers determined that Varuna has a diameter of about 900 km (550 miles), compared to about 2,200 km (1,350 miles) for Pluto and 1,200 km (750 miles) for Charon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Discovered in November, Varuna closes the gap between Pluto and the previously largest known Kuiper-Belt object, which is around 600 km (350 miles) in diameter, said astronomer Steve Tegler of Northern Arizona University.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pluto and Charon are not so unique in size now. Perhaps more Pluto-sized objects or even larger objects remain undiscovered in the outer reaches of the solar system."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Varuna could be the first of many such discoveries, predicted Tegler and a colleague in an editorial entitled 'Almost Planet X' in the May 24 issue of the Nature.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The essay accompanied an article detailing the new Varuna findings, written by lead scientist David Jewitt of the Institute for Astronomy in Hawaii and two associates.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The trio found that Varuna reflects about 7 percent of the sunlight that strikes its surface, considerably more than most identified objects in the Kuiper Belt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The higher than guessed albedo (reflectivity) may be due to the presence of some ice on the surface, but nothing like as much as Pluto can command," said Brian Marsden of the Harvard-Smithsonian Observatory.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Varuna is much darker than Pluto, a frosty world with a seasonal atmosphere that bounces back about 60 percent of the solar light that reaches it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some astronomers consider the new revelations vindication of the work of Clyde Tombaugh, who in 1930 spotted Pluto during a search for the elusive Planet X. Unconvinced that his icy find was his intended quarry, he kept looking for other sizable, distant objects.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;More Kuiper Belt surprises may await astronomers after space shuttle astronauts deploy an infrared telescope facility in 2002. The instrument is expected to provide more precise measurements of objects in the distant solar system. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://masteruud.blogspot.com/2007/07/pluto-has-new-far-out-peer.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Akhirudin Kurnianto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2528299605470140345.post-5467444916477259947</guid><pubDate>Wed, 18 Jul 2007 16:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-07-18T23:18:42.552+07:00</atom:updated><title>Good Bye My Brave Tim</title><description>JAKARTA – Korea Republic booked their place in the quarter-finals of the AFC Asian Cup, downing co-hosts Indonesia 1-0 at a sold-out Gelora Bung Karno Stadium to squeeze into the last eight.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saudi Arabia’s comfortable 4-0 win over Bahrain coupled with the victory over the Indonesians means Pim Verbeek’s team stay alive in the competition despite only picking up four points in their three Group D games.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Koreans take second place in the group and will now face the winners of Group C at Bukit Jalil Stadium in Kuala Lumpur on Sunday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kim Jung-woo scored the only goal of the game when his shot from the edge of the area was deflected past Indonesian goalkeeper Markus Rihihina in the 34th minute, after Verbeek had made wholesale changes to his starting line-up&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Dutchman dropped six of the players who lost to Bahrain in the previous game, including Middlesbrough striker Lee Dong-gook and Zenit St Petersburg midfielder Lee Ho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia, too, made changes with Astaman Ponaryo recovering from injury to return as captain while Yandri Pitoy made way between the posts for Markus Rihihina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Despite both sides needing a win to be sure of a place in the knockout phase, the game started cautiously with Lee Chun-soo hitting his sixth minute free kick straight at Markus while three minutes later the Koreans could have claimed the opener.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Markus did well to parry Cho Jae-jin’s shot only for Son Dae-ho to push his attempt across the face of goal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Indonesians always looked dangerous on the break, though, and Elie Aiboy was a constant menace in the opening 45 minutes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Just before the half-hour mark, the Arema Malang man shot just over the bar from the edge of the area after a searing run into the Korean half by Firman Utina had the visitors panicking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But with 11 minutes to go to the break, the Koreans went in front. Lee Chun-soo’s run across the Indonesian penalty area was followed by a pass to Kim Jung-woo and his right-foot shot was helped past Markus by the finest of deflections off defender Muhammad Ridwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With seconds remaining in the half, Indonesia could have pulled level but Elie’s run into the penalty area ended with a shot across the face of goal rather than Lee Woon-jae picking it out of the net.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As the game wore on, the Koreans looked the more likely to strike again, but their problems in front of goal continued.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nine minutes after the restart Kang Min-soo should have made it 2-0 when Cho Jae-jin’s header across the six-yard box gave him the simplest of opportunities, only for his attempt to cannon off the head of Richardo Salampessy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fourteen minutes later Kim Jung-woo looked odds on to score his second of the night when Lee Chun-soo set him up to score 12 yards from goal, but instead the Nagoya Grampus Eight midfielder’s shot was saved by Markus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Koreans, however, managed to successful run down the clock, breaking the hearts of the 90,000 Indonesian fans and setting up a possible showdown with Iran in the last eight&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://masteruud.blogspot.com/2007/07/good-bye-my-brave-tim.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Akhirudin Kurnianto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2528299605470140345.post-2888998144577181020</guid><pubDate>Thu, 31 May 2007 12:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-07-05T14:51:46.078+07:00</atom:updated><title>KAMI BUKAN MUSUH NEGARA, JANGAN TEMBAK!!!</title><description>30 Mei 2007 menjadi saksi atas aksi kekerasan yang dilakukan oleh TNI terhadap rakyatnya. setidaknya 5 meninggal dunia dan salah satunya adalah balita berumur 3 tahun bernama khoirul anwar. Siapa yang salah, anarkisme yang salah. siapa yang mengajarkan? sistem yang mengajarakan. Jika dihitung mundur ini bukan kali yang pertama. Saat orde baru berkuasa TNI benar benar luar biasa kejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;sebut saja DOM (daerah operasi militer di aceh), tragedi tanjung priyok, tragedi triksakti dll. Untuk yang terakhir hal tersebut dilakukan oleh polisi saat Polri masih menjadi sekutu TNI. Berapa darah yang harus ditumpahkan lagi?. sebenarnya rakyat kecil siapa yang membela. apakah layak sikap ini ditunjukkan pada TNI yang harusnya lebih dewasa melihat persoalan. Jika hanya karena suatu persoalan sepele memngapa harus mengangkat senjata terhadap anak negeri. bahkan pada mereka yang tidak bersenjata apapun. Ini bukan pemberontakan bung!. ini hanya masalah sengketa tanah, walhasil perebutan kepentingan yang absurd akhirnya menjadikan darah anak negeri menggelegak bagi . Sudah berapa kali TNI melakukan kesalahan fatal?, jika dihitung siapa yang bayar seragam, makanan, senjata, dam gaji mereka. bukankah rakyat yang baru sehari yang lalu mereka tembaki tersebut yang membayarnya?. Kesengajaan atau tidak, terdesak atau mendesak mereka yang bersenjata harusnya lebih hati-hati menggunakan senjatanya. Mungkin lebih baik TNI Al (marinir) diberangkatkan ke afghanistan biar agak sedikit berlatih dengan kematian, daripada harus menembaki anak negeri sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang akan pemerintah lakukan?, selalu dengan kata-kata akan diusut tuntas tapi pada kahirnya ndak tuntas-tuntas. Bahasa yang menipu dan tidak menunjukkan sikap positif sedikitpun. jika saja pemerintah kita lebih adil, dan tidak menciptakan dengan memulai kekerasan kemungkinan besar kita juga tidak akan melakukan hal yang sama. Bukankah cinta damai adalah harapan banyak orang. Semoga darah yang tertumpah itu menyuburkan semangat anak negeri untuk memperbaiki kebusukan negara ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://masteruud.blogspot.com/2007/05/kami-bukan-musuh-negara-jangan-tembak.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Akhirudin Kurnianto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2528299605470140345.post-6613951545650772768</guid><pubDate>Thu, 24 May 2007 12:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-07-05T15:16:19.939+07:00</atom:updated><title>MENANG ATAU PSEUDOMENANG</title><description>&lt;B&gt;&lt;/B&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kamis tgl 24 Mei 2007, dini hari waktu indonesia bagian barat telah menjadi saksi keperkasaan AC Milan menundukkan Steven Gerrard dan kawan-kawan. Paling tidak puluhan juta pasang mata di Indonesia ikut menjadi saksi atas kehebatan pasukan Ancheloti membuat dua gol di final liga champion di Athena. Kemenangan 2-1 bagi milan atas liverpool, bagi masing-masing pendukung pasti akan merasa senang atau sedih tinggal anda adalah pendukung mana?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita ucapkan selamat pada yang menang dan jangan sedih bagi yang kalah, you never walk alone ( kamu tidak berjalan sendirian) itu ungkapan yang selalu mengiringi kemanapun dan apapun kondisi klub yang mereka banggakan Liverpool. Eropa mungkin saat itu benar-benar menjadikan momen satu tahunan ini daya tarik tersendiri, apalagi ketika pertandingan sebelum dimulai, jauh-jauh hari persiapan yang pasti menghabiskan dana jutaan poundsterling itu sudah digembar-gemborkan. Belum lagi prediksi-prediksi yang membuat penggilan bola semakin terpacu adrenalinnya. Rumah judi sepertinya tidak kehabisan ide untuk menetapkan bursa taruhan untuk kedua tim yang sudah berlaga tersebut. Luar biasa memang pengaruh dari sebuah pertandingan sepakbola. Seakan-akan stadium sepakbola itu adalak katedral yang berisi pendeta-pendeta lapangan yang mengajarkan ayat-ayat suci lewat gol-gol spektakulernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tidak usah jauh-jauh ke Eropa malam pertandingan (waktu indonesia) final champion 2007 ini saja tampak terlihat meramaikan kota kecil Purwokerto dengan menggelar nonton bareng dimana sebelumnya diawali pertunjukkan band-band terkenal se-Purwokerto yang diadakan di lapangan dekat kampus UNSOED. Penonton bersorak riang ketika gol-gol tercipta seakan ada magnet yang mengharuskan mereka berteriak. Pasti mereka telah lupa saat itu sudah jam tiga pagi, begadang menjadi anjuran massal untuk pertandingan ini. Umumnya hal ini telah menjadi kebiasaan dan bisa jadi akan membudaya, perilaku-perilaku yang dipengaruhi oleh even tahunan ini sebenarnya sangat variatif dan banyak. Sebagai misal ada pengaruh model judi profesional ala bursa taruhan yang muncul di level elit Eropa, dilakukan juga oleh sebagian orang-orang yang berada dikampung-kampung dan kebetulan ikut nonton pertandingan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak ribuan mil ternyata tidak mempengaruhi orang untuk tidak diam meniru dengan judi. Uang taruhan pun tidak begitu besar ada yang 20.000 samapai ratusan ribu. Bahkan mahasiswa-pun ikut ambil bagian pula untuk memainkan uang haram ini. &lt;br /&gt;Sebenarnya kemenangan yang dirasa para penggila bola itu semu, apalagi ketika kita orang indonesia yang berteriak kegirangan atas sebuah kemenangan klub sepakbola. Kenapa? karena jelas hal tersebut tidak memberi pengaruh positif sedikit-pun dalam hidup kita, well kalau hanya untuk hiburan mungkin itu tidak masalah akan tetapi kalau kemudian harus menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;way of life&lt;/span&gt; atau persoalan hidup mati kita rasa-rasanya ada yang nggak pas. Belum lagi ada yang sampai berjudi dan kalah, kemudian membodoh-bodohkan para pemain yang kita tonton di televisi. Mungkin saat itu kita sebenarnya yang bodoh. Daya hipnotis gaya hidup seperti ini menjadi racun yang sangat susah dicari penawanarnya. Apalagi kalau kemudian iming-iming tersebut telah menciptakan masyarakat hedonis, dengan apologi menghilangkan stress. Tapi stress tidak hilang malah tambah stress karena uang habis. Hiburan yang mahal pada akhirnya. Lihat saja rakyat tetap banyak yang miskin, Eropa tambah kaya pahami berapa hak siar yang harus dibeli oleh stasiun televisi hanya untuk satu pertandingan ini?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu sepakbola indonesia masih itu-itu saja dan tidak berkembang sampai level dunia, bahkan kita juga belum bisa melihat ada satu pemain kita yang merumput di klub elit Eropa yangmana kebetulan membawa klubnya masuk final liga champion sampai mengangkat trofi kemenangan. Kebanyakan pemain tersebut bukankah dari negara lain?, mungkin kita perlu tinjau ulang semangat kebangsaan kita. Atau kita perlu belajar pada Frederik Canoute yang dibesarkan oleh perancis tapi tidak memilih timnas perancis yang dibela akan tetapi Mali. Ada hal yang dia tetap pertahankan dalam bermain bola saat sekarang membela klub elit spanyol Sevilla. Dia enggan memakan logo sponsor yang merupakan perusahaan rumah judi dengan alasan bertentangan dengan keyakinannya. Kebetulan Canoute seorang muslim. Mengagumkan memang, apalagi prestasi sevilla semakin cemerlang akhir-akhir ini dengan menjawarai gelar Eropa lewat Piala UEFA. Tidak sedikti pengaruh Canoute disana. Bagaimana apakah kita akan larut pada pseudo kemenangan atau kita wujudkan kemenangan itu sesungguhnya dengan mengangkat trofi Piala Dunia di suatu hari nanti. Tanpa harus menjadi orang bodoh tentunya dengan menghabiskan banyak waktu dan uang untuk sesuatu yang sia-sia Kita lihat saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://masteruud.blogspot.com/2007/05/menang-atau-pseudomenang-hari-kamis-tgl.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Akhirudin Kurnianto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2528299605470140345.post-8831079860132686071</guid><pubDate>Wed, 23 May 2007 02:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-07-05T15:35:50.286+07:00</atom:updated><title>NABI MUHAMMAD SAW. (bagian 3)</title><description>&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah manusia seperti manusia yang lain dalam  naluri,&lt;br /&gt;fungsi fisik, dan kebutuhannya, tetapi bukan dalam sifat-sifat&lt;br /&gt;dan keagungannya, karena beliau mendapat bimbingan  Tuhan  dan&lt;br /&gt;kedudukan   istimewa  di  sisi-Nya,  sedang  yang  lain  tidak&lt;br /&gt;demikian. Seperti halnya permata adalah jenis batu  yang  sama&lt;br /&gt;jenisnya  dengan  batu  yang  di  jalan,  tetapi  ia  memiliki&lt;br /&gt;keistimewaan yang tidak dimiliki oleh  batu-batu  lain.  Dalam&lt;br /&gt;bahasa  tafsir Al-Quran, "Yang sama dengan manusia lain adalah&lt;br /&gt;basyariyah bukan  pada  insaniyah."  Perhatikan  bunyi  firman&lt;br /&gt;tadi: basyarun mitslukum bukan insan mitslukum.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas  dasar  sifat-sifat  yang agung dan menyeluruh itu, Allah&lt;br /&gt;Swt. menjadikan beliau sebagai  teladan  yang  baik  sekaligus&lt;br /&gt;sebagai syahid (pembawa berita gembira dan pemberi peringatan)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Sesungguhnya terdapat dalam diri Rasul teladan yang baik bagi&lt;br /&gt;yang  mengharapkan  (ridha)  Allah  dan   ganjaran   di   hari&lt;br /&gt;kemudian." (QS Al-Ahzab [33]: 2l).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Keteladanan  tersebut  dapat  dilakukan  oleh  setiap manusia,&lt;br /&gt;karena beliau telah memiliki segala sifat terpuji  yang  dapat&lt;br /&gt;dimiliki oleh manusia&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam  konteks  ini,  Abbas  Al-Aqqad,  seorang  pakar  Muslim&lt;br /&gt;kontemporer menguraikan bahwa manusia  dapat  diklasifikasikan&lt;br /&gt;ke dalam empat tipe: seniman, pemikir, pekerta, dan yang tekun&lt;br /&gt;beribadah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sejarah hidup Nabi  Muhammad  Saw.  membuktikan  bahwa  beliau&lt;br /&gt;menghimpun dan mencapai puncak keempat macam manusia tersebut.&lt;br /&gt;Karya-karyanya, ibadahnya, seni bahasa yang dikuasainya, serta&lt;br /&gt;pemikiran-pemikirannya  sungguh  mengagumkan setiap orang yang&lt;br /&gt;bersikap objektif. Karena itu pula seorang Muslim  akan  kagum&lt;br /&gt;berganda  kepada beliau, sekali pada saat memandangnya melalui&lt;br /&gt;kacamata ilmu  dan  kemanusiaan,  dan  kedua  kali  pada  saat&lt;br /&gt;memandangnya dengan kacamata iman dan agama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Banyak  fungsi  yang ditetapkan Allah bagi Nabi Muhammad Saw.,&lt;br /&gt;antara lain sebagai syahid (pembawa berita gembira dan pemberi&lt;br /&gt;peringatan)  (QS Al-Fath [48]: 8), yang pada akhirnya bermuara&lt;br /&gt;pada penyebarluasan rahmat bagi alam semesta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di sini fungsi beliau sebagai  syahid/syahid  akan  dijelaskan&lt;br /&gt;agak mendalam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demikian  itulah Kami jadikan kamu umat pertengahan, agar kamu&lt;br /&gt;menjadi saksi terhadap manusia, dan agar Rasul (Muhammad Saw.)&lt;br /&gt;menjadi saksi terhadap kamu ... (QS Al-Baqarah [2]: 143)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kata  syahid/syahid  antara  lain  berarti "menyaksikan," baik&lt;br /&gt;dengan   pandangan   mata   maupun   dengan   pandangan   hati&lt;br /&gt;(pengetahuan). Ayat itu menjelaskan keberadaan umat Islam pada&lt;br /&gt;posisi  tengah,  agar  mereka  tidak  hanyut   pada   pengaruh&lt;br /&gt;kebendaan, tidak pula mengantarkannya membubung tinggi ke alam&lt;br /&gt;ruhani sehingga tidak berpijak lagi di bumi. Mereka berada  di&lt;br /&gt;antara keduanya (posisi tengah), sehingga mereka dapat menjadi&lt;br /&gt;saksi dalam  arti  patron/teladan  dan  skala  kebenaran  bagi&lt;br /&gt;umat-umat  yang  lain,  sedangkan  Rasulullah  Saw.  yang juga&lt;br /&gt;berkedudukan sebagai syahid (saksi) adalah patron dan  teladan&lt;br /&gt;bagi  umat Islam. Kendati ada juga yang berpendapat bahwa kata&lt;br /&gt;tersebut berarti bahwa Nabi Muhammad Saw. akan  menjadi  saksi&lt;br /&gt;di  hari  kemudian  terhadap  umatnya dan umat-umat terdahulu,&lt;br /&gt;seperti bunyi firman Allah dalam Al-Quran surat Al-Nisa'  (4):&lt;br /&gt;41:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maka  bagaimanakah halnya orang-orang kafir nanti apabila Kami&lt;br /&gt;menghadirkan  seorang  saksi  dari  tiap-tiap  umat  dan  Kami&lt;br /&gt;hadirkan  pula engkau (hai Muhammad) sebagai saksi atas mereka&lt;br /&gt;(QS Al-Nisa, [4]: 41).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tingkat syahadat (persaksian) hanya diraih  oleh  mereka  yang&lt;br /&gt;menelusuri  jalan lurus (shirath al-mustaqim), sehingga mereka&lt;br /&gt;mampu menyaksikan yang tersirat di balik yang tersurat. Mereka&lt;br /&gt;yang  menurut  Ibnu  Sina  disebut  "orang  yang  arif," mampu&lt;br /&gt;memandang rahasia Tuhan  yang  terbentang  melalu  qudrat-Nya.&lt;br /&gt;Tokoh  dari  segala saksi adalah Rasulullah Muhammad Saw. yang&lt;br /&gt;secara tegas  di  dalam  ayat  ini  dinyatakan  "diutus  untuk&lt;br /&gt;menjadi syahid (saksi)."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sikap Allah Swt. terhadap Nabi Muhammad Saw.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari  penelusuran  terhadap ayat-ayat Al-Quran ditemukan bahwa&lt;br /&gt;para nabi sebelum Nabi Muhammad Saw. telah diseru  oleh  Allah&lt;br /&gt;dengan  nama-nama  mereka;  Ya Adam..., Ya Musa..., Ya Isa...,&lt;br /&gt;dan sebagainya. Tetapi terhadap Nabi Muhammad Saw., Allah Swt.&lt;br /&gt;sering  memanggilnya  dengan  panggilan  kemuliaan, seperti Ya&lt;br /&gt;ayyuhan Nabi..., Ya ayyuhar Rasul..., atau memanggilnya dengan&lt;br /&gt;panggilan-panggilan  mesra,  seperti  Ya  ayyuhal muddatstsir,&lt;br /&gt;atau ya ayyuhal muzzammil (wahai orang yang berselimut). Kalau&lt;br /&gt;pun  ada  ayat  yang menyebut namanya, nama tersebut dibarengi&lt;br /&gt;dengan gelar kehormatan.  Perhatikan  firman-Nya  dalam  surat&lt;br /&gt;Ali-'Imran (3): 144, Al-Ahzab (33): 40, Al-Fat-h (48): 29, dan&lt;br /&gt;Al-Shaff (61): 6.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam konteks ini dapat dimengerti mengapa  Al-Quran  berpesan&lt;br /&gt;kepada kaum mukmin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Janganlah  kamu  menjadikan  panggilan kepada Rasul di antara&lt;br /&gt;kamu, seperti panggilan sebagian  kamu  kepada  sebagian  yang&lt;br /&gt;lain... (QS Al-Nur [24]: 63).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sikap  Allah  kepada  Rasul  Saw.  dapat  juga  dilihat dengan&lt;br /&gt;membandingkan sikap-Nya terhadap Musa a.s.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nabi Musa a.s. bermohon agar Allah  menganugerahkan  kepadanya&lt;br /&gt;kelapangan  dada,  serta  memohon agar Allah memudahkan segala&lt;br /&gt;persoalannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku  dan  mudahkanlah  untukku&lt;br /&gt;urusanku (QS Thaha [20]: 25-26).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sedangkan  Nabi  Muhammad  Saw. memperoleh anugerah kelapangan&lt;br /&gt;dada tanpa  mengajukan  permohonan.  Perhatikan  firman  Allah&lt;br /&gt;dalam  surat  Alam  Nasyrah,  Bukankah  Kami telah melapangkan&lt;br /&gt;dadamu? (QS Alam Nasyrah [94]: 1).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dapat diambil kesimpulan  bahwa  yang  diberi  tanpa  bermohon&lt;br /&gt;tentunya   lebih   dicintai   daripada   yang  bermohon,  baik&lt;br /&gt;permohonannya dikabulkan, lebih-lebih yang tidak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Permohonan Nabi Musa a.s. adalah  agar  urusannya  dipermudah,&lt;br /&gt;sedangkan   Nabi  Muhammad  Saw.  bukan  sekadar  urusan  yang&lt;br /&gt;dimudahkan Tuhan, melainkan beliau  sendiri  yang  dianugerahi&lt;br /&gt;kemudahan. Sehingga betapapun sulitnya persoalan yang dihadapi&lt;br /&gt;-dengan pertolongan Allah-beliau akan mampu  menyelesaikannya.&lt;br /&gt;Mengapa demikian? Karena Allah menyatakan kepada Nabi Muhammad&lt;br /&gt;dalam surat Al-A'la (87): 8:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Dan Kami mudahkan kamu ke jalan yang mudah."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mungkin saja urusan telah mudah, namun seseorang, karena  satu&lt;br /&gt;dan  lain  sebab-tidak  mampu  menghadapinya. Tetapi jika yang&lt;br /&gt;bersangkutan telah memperoleh kemudahan, walaupun sulit urusan&lt;br /&gt;tetap akan terselesaikan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Keistimewaan yang dimiliki beliau tidak berhenti di sana saja.&lt;br /&gt;Juga dengan  keistimewaan  kedua,  yaitu  "jalan  yang  beliau&lt;br /&gt;tempuh  selalu  dimudahkan  Tuhan"  sebagaimana tersurat dalam&lt;br /&gt;firman Allah, "Dan Kami mudahkan kamu ke  jalan  yang  mudah."&lt;br /&gt;(QS Al-A'la [87]: 8).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari  sini  jelas  bahwa apa yang diperoleh oleh Nabi Muhammad&lt;br /&gt;Saw. melebihi apa yang diperoleh oleh Nabi Musa  a.s.,  karena&lt;br /&gt;beliau  tanpa  bermohon  pun  memperoleh  kemudahan  berganda,&lt;br /&gt;sedangkan Nabi Musa a.s. baru memperoleh  anugerah  "kemudahan&lt;br /&gt;urusan" setelah mengajukan permohonannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Itu  bukan  berarti  bahwa  Nabi Muhammad Saw. dimanjakan oleh&lt;br /&gt;Allah, sehingga beliau tidak akan  ditegur  apabila  melakukan&lt;br /&gt;sesuatu yang kurang wajar sebagai manusia pilihan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari  Al-Quran  ditemukan  sekian banyak teguran-teguran Allah&lt;br /&gt;kepada beliau, dari yang sangat tegas hingga yang lemah lembut&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perhatikan teguran firman Allah  ketika  beliau  memberi  izin&lt;br /&gt;kepada beberapa orang munafik untuk tidak ikut berperang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Allah   telah  memaafkan  kamu.  Mengapa  engkau  mengizinkan&lt;br /&gt;mereka? (Seharusnya izin itu engkau berikan) setelah  terbukti&lt;br /&gt;bagimu  siapa  yang  berbohong dalam alasannya, dan siapa pula&lt;br /&gt;yang berkata benar (QS Al-Tawbah [9]: 43)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam ayat tersebut Allah mendahulukan penegasan bahwa  beliau&lt;br /&gt;telah dimaafkan, baru kemudian disebutkan "kekeliruannya."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Teguran  keras  baru  akan  diberikan  kepada  beliau terhadap&lt;br /&gt;ucapan yang mengesankan bahwa beliau mengetahui  secara  pasti&lt;br /&gt;orang  yang  diampuni Allah, dan yang akan disiksa-Nya, maupun&lt;br /&gt;ketika  beliau  merasa  dapat  menetapkan  siapa  yang  berhak&lt;br /&gt;disiksa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Engkau  tidak  mempunyai  sedikit  urusan pun. (Apakah) Allah&lt;br /&gt;menerima tobat mereka atau menyiksa mereka (QS Ali 'Imran [3]:&lt;br /&gt;128).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perhatikan  teguran  Allah  dalam surat 'Abasa ayat 1-2 kepada&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Saw., yang tidak mau melayani  orang  buta  yang&lt;br /&gt;datang  meminta  untuk  belajar  pada  saat  Nabi  Saw. sedang&lt;br /&gt;melakukan  pembicaraan  dengan  tokoh-tokoh  kaum  musyrik  di&lt;br /&gt;Makkah&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Dia  (Muhammad)  bermuka  masam  dan  berpaling, karena telah&lt;br /&gt;datang seorang buta kepadanya..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Teguran ini dikemukakan dengan  rangkaian  sepuluh  ayat,  dan&lt;br /&gt;diakhiri dengan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Sekali-kali  jangan  (demikian).  Sesungguhnya  ajaran-ajaran&lt;br /&gt;Allah adalah suatu peringatan" (QS 'Abasa [80]: 11).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nabi berpaling dan  sekadar  bermuka  masam  ketika  seseorang&lt;br /&gt;mengganggu konsentrasi dan pembicaraan serius pada saat rapat;&lt;br /&gt;hakikatnya dapat dinilai sudah  sangat  baik  bila  dikerjakan&lt;br /&gt;oleh  manusia biasa. Namun karena Muhammad Saw. adalah manusia&lt;br /&gt;pilihan, sikap dernikian itu dinilai kurang tepat, yang  dalam&lt;br /&gt;istilah Al-Quran disebut zanb (dosa).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam  hal  ini ulama memperkenalkan kaidah: Hasanat al-abrar,&lt;br /&gt;sayyiat al-muqarrabin, yang berarti "kebajikan-kebajikan  yang&lt;br /&gt;dilakukan  oleh orang-orang baik, (dapat dinilai sebagai) dosa&lt;br /&gt;(bila diperbuat oleh) orang-orang yang dekat kepada Tuhan."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;                          --oo0oo--&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Disadari sepenuhnya bahwa uraian tentang  Nabi  Muhammad  Saw.&lt;br /&gt;amat  panjang,  yang  dapat  diperoleh  secara tersirat maupun&lt;br /&gt;tersurat dalam Al-Quran,  maupun  dari  sunnah,  riwayat,  dan&lt;br /&gt;pandangan para pakar. Tidak mungkin seseorang dapat menjangkau&lt;br /&gt;dan  menguraikan  seluruhnya,   karena   itu   sungguh   tepat&lt;br /&gt;kesimpulan yang diberikan oleh penyair Al-Bushiri,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Batas  pengetahuan  tentang beliau, hanya bahwa beliau adalah&lt;br /&gt;seorang manusia, dan bahwa beliau adalah  sebaik-baik  makhluk&lt;br /&gt;Allah seluruhnya."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Allahumma shalli wa sallim 'alaih. []&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; --------------------------------------------------------------------------------WAWASAN AL-QURAN&lt;br /&gt;Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat&lt;br /&gt;Dr. M. Quraish Shihab, M.A.&lt;br /&gt;Penerbit Mizan&lt;br /&gt;Jln. Yodkali No.16, Bandung 40124&lt;br /&gt;Telp. (022) 700931  Fax. (022) 707038&lt;br /&gt;mailto:mizan@ibm.net&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://masteruud.blogspot.com/2007/05/nabi-muhammad-saw_2828.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Akhirudin Kurnianto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2528299605470140345.post-6571868914777176180</guid><pubDate>Wed, 23 May 2007 02:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-07-05T16:04:31.498+07:00</atom:updated><title>NABI MUHAMMAD SAW. (bagian 2)</title><description>&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegelisahan itu bertambah besar pada saat  wahyu  yang  beliau&lt;br /&gt;nanti-nantikan  tidak  kunjung datang, hingga menurut beberapa&lt;br /&gt;riwayat beliau sedemikian gelisah, sampai-sampai konon  beliau&lt;br /&gt;hampir saja mencelakakan dirinya. Rupanya Allah Swt. bermaksud&lt;br /&gt;menjadikan beliau lebih  merindukan  lagi  "sang  kekasih  dan&lt;br /&gt;firman-firman-Nya"    agar   semakin   mantap   cinta   beliau&lt;br /&gt;kepada-Nya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Surat  Adh-Dhuha  menyatakan  sekelumit  hal  itu,   sekaligus&lt;br /&gt;sekilas  kedudukan  beliau  di  sisi  Allah.  Surat  ini turun&lt;br /&gt;berkenaan  dengan  kegelisahan  Nabi  Muhammad   Saw.   karena&lt;br /&gt;ketidakhadiran  Malaikat  Jibril  membawa wahyu setelah sekian&lt;br /&gt;kali sebelumnya datang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Demi  adh-dhuha,  dan  malam  ketika  hening.  Tuhanmu  tidak&lt;br /&gt;meninggalkan kamu dan tidak pula membenci-(mu dan siapa pun).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mengapa     adh-dhuha    -yakni    "matahari    ketika    naik&lt;br /&gt;sepenggalah"-yang dipilih berkaitan  dengan  wahyu-wahyu  yang&lt;br /&gt;diterima  oleh  Nabi Saw., atau apakah adh-dhuha ada kaitannya&lt;br /&gt;dengan ketidakhadiran wahyu-wahyu Ilahi?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika matahari naik sepenggalah, cahayanya memancar menerangi&lt;br /&gt;seluruh penjuru. Cahayanya tidak terlalu terik, sehingga tidak&lt;br /&gt;menyebabkan gangguan sedikit pun, bahkan  panasnya  memberikan&lt;br /&gt;kesegaran, kenyamanan, dan kesehatan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di  sini  Allah  Swt.  melambangkan kehadiran wahyu selama ini&lt;br /&gt;sebagai  kehadiran  cahaya  matahari  yang  sinarnya  demikian&lt;br /&gt;jelas, menyegarkan, dan menyenangkan. Sedangkan ketidakhadiran&lt;br /&gt;wahyu dinyatakan dengan kalimat, "Demi malam ketika hening."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari kedua hal yang bertolak  belakang  itu,  Allah  menafikan&lt;br /&gt;dugaan  atau  tanggapan  yang  menyatakan  bahwa Muhammad Saw.&lt;br /&gt;telah ditinggalkan oleh  Tuhannya,  atau  bahkan  Tuhan  telah&lt;br /&gt;membencinya.  Kehadiran malam tidak menjadikan seseorang boleh&lt;br /&gt;berkata  bahwa  matahari  tidak  akan  terbit   lagi,   karena&lt;br /&gt;kenyataan  sehari-hari  membuktikan  kekeliruan ucapan seperti&lt;br /&gt;itu. Nah,  ketidakhadiran  wahyu  beberapa  saat  tidak  dapat&lt;br /&gt;dijadikan alasan untuk menyatakan bahwa wahyu tidak akan hadir&lt;br /&gt;lagi atau Muhammad telah ditinggalkan oleh Tuhannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketidakhadiran  antara  lain  menjadi  isyarat   kepada   Nabi&lt;br /&gt;Muhammad  Saw.  untuk  beristirahat,  karena "malam" dijadikan&lt;br /&gt;Tuhan sebagai waktu "beristirahat."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dapat juga dikatakan bahwa ketidakhadiran  wahyu  justru  pada&lt;br /&gt;saat  Nabi  Muhammad  menanti-nantikannya,  membuktikan  bahwa&lt;br /&gt;wahyu adalah wewenang Tuhan sendiri. Walaupun  keinginan  Nabi&lt;br /&gt;Saw.  meluap-luap  menantikan  kehadirannya,  namun jika Tuhan&lt;br /&gt;tidak menghendaki, wahyu tidak akan  datang.  Ini  membuktikan&lt;br /&gt;bahwa wahyu bukan merupakan hasil renungan atau bisikan jiwa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kenabian Muhammad Saw. bukan merupakan hal yang baru bagi umat&lt;br /&gt;manusia.  Nabi  Muhammad  secara  tegas  diperintahkan   untuk&lt;br /&gt;menyatakan hal itu,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Katakanlah,  'Aku  bukanlah  rasul  yang  pertama  di  antara&lt;br /&gt;rasul-rasul. Aku tidak mengetahui yang  diperbuat  terhadapku,&lt;br /&gt;tidak  juga  terhadapmu.  Aku  tidak lain hanya mengikuti yang&lt;br /&gt;diwahyukan  kepadaku  dan  aku  tidak  lain  seorang   pemberi&lt;br /&gt;peringatan yang menjelaskan.'" (QS Al-Ahqaf [46]: 9)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun demikian' kenabian Muhammad Saw. berbeda dengan kenabian&lt;br /&gt;utusan Tuhan yang lain. Sebelum beliau, para  Nabi  dan  Rasul&lt;br /&gt;diutus  untuk  masyarakat  dan  waktu  tertentu,  tetapi  Nabi&lt;br /&gt;Muhammad Saw. diutus untuk seluruh manusia di setiap waktu dan&lt;br /&gt;tempat,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Katakanlah    (hai   Muhammad),   'Wahai   seluruh   manusia!&lt;br /&gt;Sesungguhnya aku adalah utusan Allah untuk  kamu  semua'"  (QS&lt;br /&gt;Al-A'raf [7]: 158)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada  sementara orientalis yang menduga bahwa pada mulanya Nabi&lt;br /&gt;Muhammad Saw.  hanya  bermaksud  mengajarkan  agamanya  kepada&lt;br /&gt;orang-orang  Arab,  tetapi setelah beliau berhasil di Madinah,&lt;br /&gt;beliau memperluas dakwahnya untuk seluruh manusia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pendapat ini sungguh keliru, karena  sejak  di  Makkah  beliau&lt;br /&gt;telah menegaskan bahwa beliau diutus untuk seluruh manusia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Katakanlah    (hai   Muhammad),   'Wahai   seluruh   manusia!&lt;br /&gt;Sesungguhnya aku adalah utusan Allah untuk kamu  semua.'"  (QS&lt;br /&gt;Al-A'raf [7]: 158).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ayat  ini  turun  ketika  Nabi  Saw.  sedang berada di Makkah,&lt;br /&gt;bahkan menurut  sementara  ulama,  semua  ayat  Al-Quran  yang&lt;br /&gt;dimulai  dengan  panggilan  "Wahai  seluruh manusia," semuanya&lt;br /&gt;turun di Makkah kecuali beberapa ayat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perbedaan yang lain adalah para  nabi  sebelum  beliau  selalu&lt;br /&gt;mengaitkan    kenabian    dengan    hal-hal    yang   bersifat&lt;br /&gt;suprarasional,  baik  berbentuk   sihir,   pengetahuan   gaib,&lt;br /&gt;mimpi-mimpi, dan lain-lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Isa a.s. misalnya bersabda,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Sesungguhnya  Aku  telah datang kepadamu dengan membawa bukti&lt;br /&gt;(mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat burung  untuk  kamu&lt;br /&gt;dari  tanah, kemudian aku meniupnya sehingga ia menjadi burung&lt;br /&gt;dengan seizin Allah, dan  aku  menyembuhkan  orang  yang  buta&lt;br /&gt;sejak lahir, dan orang yang berpenyakit sopak (lepra), dan aku&lt;br /&gt;menghidupkan orang mati dengan seizin Allah, dan aku  kabarkan&lt;br /&gt;kepadamu  yang  kamu  makan  dan  yang kamu simpan di rumahmu.&lt;br /&gt;Sesungguhnya yang demikian itu adalah  suatu  tanda  (mukjizat&lt;br /&gt;tentang    kebenaran    kerasulanku)    bagimu,    jika   kamu&lt;br /&gt;sungguh-sungguh beriman." (QS Ali 'Imran [3]: 49)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam Perjanjian  Baru,  Isa  a.s.  juga  menyatakan,  "Jangan&lt;br /&gt;percaya  padaku,  jika  aku  tidak mengerjakan pekerjaan Bapak&lt;br /&gt;..."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demikian halnya Isa a.s. dan para nabi sebelumnya. Oleh karena&lt;br /&gt;itu,  ketika  masyarakat Arab Quraisy meminta bukti-bukti yang&lt;br /&gt;bersifat suprarasional, Nabi Muhammad Saw. diperintahkan untuk&lt;br /&gt;menyampaikan kalimat-kalimat berikut:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Katakanlah,  'Sesungguhnya  bukti-bukti  itu  bersumber  dari&lt;br /&gt;Allah, sedang aku hanya pembawa peringatan yang menjelaskan.'"&lt;br /&gt;(QS Al-'Ankabut [29]: 50)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dr.  Nazme  Luke,  seorang  pendeta  Mesir,  berkomentar bahwa&lt;br /&gt;menghidupkan orang mati, mengembalikan penglihatan orang buta,&lt;br /&gt;dan  lain-lain  adalah hal-hal yang sangat mengagumkan, tetapi&lt;br /&gt;tidak berarti apa-apa jika digunakan untuk  membuktikan  bahwa&lt;br /&gt;2+2 = 5.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Masyarakat  pada  masa  Isa  a.s. membutuhkan bukti-bukti yang&lt;br /&gt;bersifat suprarasional, karena mereka belum  mencapai  tingkat&lt;br /&gt;kedewasan   yang  memadai.  Hal  ini,  tulisnya,  sama  dengan&lt;br /&gt;membujuk anak kecil untuk makan, padahal jika telah dewasa, ia&lt;br /&gt;akan makan tanpa dibujuk.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Memang  Nabi  Muhammad  Saw.  tidak  mengandalkan hal-hal yang&lt;br /&gt;bersifat suprarasional sebagai bukti kebenaran ajarannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bukti kebenaran kenabian dan kerasulannya adalah Al-Quran  dan&lt;br /&gt;diri  beliau  sendiri  yang  ummi  (tidak  pandai  membaca dan&lt;br /&gt;menulis). Para pakar bersepakat  dengan  menggunakan  berbagai&lt;br /&gt;tolok ukur untuk mengakui beliau sebagai manusia teragung yang&lt;br /&gt;pernah dikenal oleh sejarah kemanusiaan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demikianlah kesimpulan Thomas Carlyle dalam bukunya On Heroes,&lt;br /&gt;Hero,  Worship  and  the  Heros  in History dengan menggunakan&lt;br /&gt;tolok ukur kepahlawanan. Demikian pula Will Durant  dalam  The&lt;br /&gt;Story  of  Civilization  in  the World dengan tolok ukur hasil&lt;br /&gt;karya, Marcus Dodds dalam Muhammad, Buddha, and Christ, dengan&lt;br /&gt;tolok   ukur  keberanian  moral,  Nazme  Luke  dalam  Muhammad&lt;br /&gt;Al-Rasul wa Al-Risalah dengan  tolok  ukur  metode  pembuktian&lt;br /&gt;ajaran, serta Michael Hart dalam bukunya tentang seratus tokoh&lt;br /&gt;dunia yang paling berpengaruh dalam sejarah, dengan tolok ukur&lt;br /&gt;pengaruh serta sederetan pakar lainnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Mustahil  bagi  siapa  pun  yang  mempelajari  kehidupan  dan&lt;br /&gt;karakter Muhammad (Saw.), hanya mempunyai perasaan hormat saja&lt;br /&gt;terhadap   Nabi  mulia  itu.  Ia  akan  melampauinya  sehingga&lt;br /&gt;meyakini bahwa beliau adalah salah seorang Nabi terbesar  dari&lt;br /&gt;sang  Pencipta,"  demikian Annie Besant menulis dalam The Life&lt;br /&gt;and Teachings of Muhammad.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam  konteks  ini  Al-Quran  surat  Alam  Nasyrah   ayat   4&lt;br /&gt;menyatakan,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Sesungguhnya Kami pasti akan meninggikan namamu."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam ayat lain dinyatakan:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Wahai  seluruh  manusia,  telah datang kepada kamu bukti yang&lt;br /&gt;sangat jelas dan Tuhanmu (yakni Muhammad Saw.), dan Kami telah&lt;br /&gt;(pula) menurunkan cahaya yang terang benderang (Al-Quran)" (QS&lt;br /&gt;Al-Nisa' [4]: 174).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhlak dan Fungsi Kenabian Muhammad Saw.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al-Quran  mengakui  secara  tegas  bahwa  Nabi  Muhammad  Saw.&lt;br /&gt;memiliki  akhlak  yang  sangat  agung.  Bahkan dapat dikatakan&lt;br /&gt;bahwa  konsideran  pengangkatan  beliau  sebagai  nabi  adalah&lt;br /&gt;keluhuran  budi pekertinya. Hal ini dipahami dari wahyu ketiga&lt;br /&gt;yang antara lain menyatakan bahwa:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada  di  atas  akhlak  yang&lt;br /&gt;agung" (QS Al-Qalam [68]: 4).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kata  "di  atas"  tentu  mempunyai  makna  yang  sangat dalam,&lt;br /&gt;melebihi kata lain, misalnya, pada tahap/dalam keadaan  akhlak&lt;br /&gt;mulia&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seperti  dikemukakan  di atas, Al-Quran surat Al-An'am ayat 90&lt;br /&gt;menyebutkan dalam rangkaian ayat-ayatnya 18  nama  Nabi/Rasul.&lt;br /&gt;Setelah  kedelapan  belas  nama disebut, Allah berpesan kepada&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Saw.,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Mereka itulah yang telah memperoleh petunjuk dari Allah, maka&lt;br /&gt;hendaknya kamu meneladani petunjuk yang mereka peroleh."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ulama-ulama   tafsir   menyatakan   bahwa   Nabi   Saw.  pasti&lt;br /&gt;memperhatikan benar pesan ini. Hal itu terbukti  antara  lain,&lt;br /&gt;ketika salah seorang pengikutnya mengecam kebijaksanaan beliau&lt;br /&gt;saat membagi harta rampasan perang, beliau  menahan  amarahnya&lt;br /&gt;dan menyabarkan diri dengan berkata,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Semoga  Allah merahmati Musa a s. Dia telah diganggu melebihi&lt;br /&gt;gangguan yang kualami ini, dan dia bersabar  (maka  aku  lebih&lt;br /&gt;wajar bersabar daripada Musa a s.)."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karena  itu  pula  sebagian  ulama  tafsir menyimpulkan, bahwa&lt;br /&gt;pastilah  Nabi  Muhammad  Saw.  telah  meneladani  sifat-sifat&lt;br /&gt;terpuji para nabi sebelum beliau&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nabi  Nuh  a.s.  dikenal  sebagai seorang yang gigih dan tabah&lt;br /&gt;dalam berdakwah. Nabi Ibrahim  a.s.  dikenal  sebagai  seorang&lt;br /&gt;yang  amat  pemurah, serta amat tekun bermujahadah mendekatkan&lt;br /&gt;diri kepada Allah. Nabi Daud a.s. dikenal  sebagai  nabi  yang&lt;br /&gt;amat  menonjolkan  rasa  syukur  serta penghargaannya terhadap&lt;br /&gt;nikmat Allah. Nabi Zakaria a.s., Yahya  a.s.,  dan  Isa  a.s.,&lt;br /&gt;adalah  nabi-nabi  yang  berupaya menghindari kenikmatan dunia&lt;br /&gt;demi mendekatkan diri kepada Allah Swt.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nabi Yusuf a.s.  terkenal  gagah,  dan  amat  bersyukur  dalam&lt;br /&gt;nikmat dan bersabar menahan cobaan. Nabi Yunus a. s. diketahui&lt;br /&gt;sebagai nabi  yang  amat  khusyuk  ketika  berdoa,  Nabi  Musa&lt;br /&gt;terbukti sebagai nabi yang berani dan memiliki ketegasan, Nabi&lt;br /&gt;Harun  a.s.  sebaliknya,  adalah  nabi   yang   penuh   dengan&lt;br /&gt;kelemahlembutan.  Demikian  seterusnya, dan Nabi Muhammad Saw.&lt;br /&gt;meneladani semua keistimewaan mereka itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada beberapa sifat Nabi Muhammad  Saw.  yang  ditekankan  oleh&lt;br /&gt;Al-Quran, antara lain,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Sesungguhnya  telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu&lt;br /&gt;sendiri, berat terasa olehnya  penderitaanmu  (umat  manusia),&lt;br /&gt;serta sangat menginginkan kebaikan untuk kamu semua, lagi amat&lt;br /&gt;tinggi belas kasihannya serta penyayang  terhadap  orang-orang&lt;br /&gt;mukmin" (QS Al-Tawbah [9]: 128).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Begitu   besar  perhatiannya  kepada  umat  manusia,  sehingga&lt;br /&gt;hampir-hampir saja ia mencelakakan diri demi  mengajak  mereka&lt;br /&gt;beriman  (baca  QS  Syu'ara  [26]:  3). Begitu luas rahmat dan&lt;br /&gt;kasih  sayang  yang  dibawanya,  sehingga  menyentuh  manusia,&lt;br /&gt;binatang, tumbuh-tumbuhan, dan makhluk-makhluk tak bernyawa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelum  Eropa  memperkenalkan  Organisasi  Pencinta Binatang,&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Saw. telah mengajarkan,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Bertakwalah   kepada   Allah   dalam   perlakuanmu   terhadap&lt;br /&gt;binatang-binatang, kendarailah dan makanlah dengan baik."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Seorang  wanita  terjerumus  ke  dalam  neraka  karena seekor&lt;br /&gt;kucing yang dikurungnya."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Seorang wanita yang bergelimang dosa  diampuni  Tuhan  karena&lt;br /&gt;memberi minum seekor anjing yang kehausan."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rahmat  dan  kasih  sayang yang dicurahkannya sampai pula pada&lt;br /&gt;benda-benda tak bernyawa. Susu, gelas, cermin, tikar, perisai,&lt;br /&gt;pedang, dan sebagainya, semuanya beliau beri nama, seakan-akan&lt;br /&gt;benda-benda  tak  bernyawa  itu  mempunyai  kepribadian   yang&lt;br /&gt;membutuhkan   uluran   tangan,   rahmat,   kasih  sayang,  dan&lt;br /&gt;persahabatan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Diakui  bahwa  Muhammad   Saw.   diperintahkan   Allah   untuk&lt;br /&gt;menegaskan bahwa,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Aku  tidak  lain  kecuali  manusia seperti kamu, (tetapi aku)&lt;br /&gt;diberi wahyu ..." (QS Al-Kahf [18]: 110).&lt;br /&gt;                                              (bersambung 3/3)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; --------------------------------------------------------------------------------WAWASAN AL-QURAN&lt;br /&gt;Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat&lt;br /&gt;Dr. M. Quraish Shihab, M.A.&lt;br /&gt;Penerbit Mizan&lt;br /&gt;Jln. Yodkali No.16, Bandung 40124&lt;br /&gt;Telp. (022) 700931  Fax. (022) 707038&lt;br /&gt;mailto:mizan@ibm.net&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://masteruud.blogspot.com/2007/05/nabi-muhammad-saw_23.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Akhirudin Kurnianto)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2528299605470140345.post-3970693906440785178</guid><pubDate>Wed, 23 May 2007 02:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-07-05T16:31:05.156+07:00</atom:updated><title>NABI MUHAMMAD SAW. (bagian 1)</title><description>&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari atau tidak, wujud Tuhan  pasti  dirasakan  oleh  jiwa&lt;br /&gt;manusia  baik  redup  atau  benderang. Manusia menyadari bahwa&lt;br /&gt;suatu ketika dirinya akan mati. Kesadaran ini  mengantarkannya&lt;br /&gt;kepada  pertanyaan  tentang  apa  yang  akan  terjadi  sesudah&lt;br /&gt;kematian,  bahkan  menyebabkan  manusia  berusaha   memperoleh&lt;br /&gt;kedamaian dan keselamatan di negeri yang tak dikenal itu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wujud   Tuhan   yang   dirasakan,  serta  hal-ihwal  kematian,&lt;br /&gt;merupakan dua dari  sekian  banyak  faktor  pendorong  manusia&lt;br /&gt;untuk  berhubungan  dengan Tuhan dan memperoleh informasi yang&lt;br /&gt;pasti. Sayangnya tidak semua manusia mampu melakukan hal  itu.&lt;br /&gt;Namun,   kemurahan   Allah   menyebabkan-Nya  memilih  manusia&lt;br /&gt;tertentu untuk  menyampaikan  pesan-pesan  Allah,  baik  untuk&lt;br /&gt;periode  dan  masyarakat tertentu maupun untuk seluruh manusia&lt;br /&gt;di setiap waktu dan tempat. Mereka yang mendapat tugas  itulah&lt;br /&gt;yang dinamai Nabi (penyampai berita) dan Rasul (Utusan Tuhan).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jumlah  mereka  secara  pasti  tidak diketahui. Al-Quran hanya&lt;br /&gt;menginforrnasikan bahwa,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Tidak satu  umat  (kelompok  masyarakat)  pun  kecuali  telah&lt;br /&gt;pernah diutus kepadanya seorang pembawa peringatan" (QS Fathir&lt;br /&gt;[35]: 24).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al-Quran juga menyatakan kepada Nabinya bahwa,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kami telah mengutus nabi-nabi sebelum kamu, di antara  mereka&lt;br /&gt;ada  yang  telah  kami  sampaikan  kisahnya, dan ada pula yang&lt;br /&gt;tidak Kami sampaikan kepadamu" (QS Al-Mu'min [40]: 78)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al-Quran  menyebutkan  secara  tegas  nama  dua   puluh   lima&lt;br /&gt;Nabi/Rasul;   delapan  belas  di  antaranya  disebutkan  dalam&lt;br /&gt;Al-Quran surat Al-An'am (6): 83-86,  sisanya  didapatkan  dari&lt;br /&gt;berbagai ayat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nabi  Muhammad Saw. seperti dinyatakan Al-Quran surat Al-A'raf&lt;br /&gt;(7): 158 -diutus kepada seluruh manusia, dan beliau  merupakan&lt;br /&gt;khataman nabiyyin (penutup para nabi) (QS Al-Ahzab [33]: 40).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Masa Prakelahiran&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al-Quran  menegaskan  bahwa  para  nabi  telah pernah diangkat&lt;br /&gt;janjinya untuk percaya dan membela Nabi Muhammad Saw.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Dan ingatlah ketika Allah mengambil perjanjian dan para Nabi,&lt;br /&gt;'Sungguh  apa  saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan&lt;br /&gt;hikmah, kemudian datang kepadamu seorang Rasul (Muhammad) yang&lt;br /&gt;membenarkan  kamu,  niscaya  kamu sungguh-sungguh akan beriman&lt;br /&gt;kepadanya dan  menolongnya.'  Allah  berfirman,  'Apakah  kamu&lt;br /&gt;mengakui dan menerima perjanjian-Ku yang demikian itu?' Mereka&lt;br /&gt;menjawab, 'Kami mengakui.'" (QS Ali'Imran [3]: 81)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam kaitan ini, Nabi Muhammad Saw. bersabda,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Demi  (Allah)  yang   jiwaku   berada   pada   genggaman-Nya,&lt;br /&gt;seandainya  Musa  a.s.  hidup,  dia  tidak  dapat mengelak dan&lt;br /&gt;mengikutiku" (HR Imam Ahmad)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tidak jelas kapan dan  bagaimana  perjanjian  yang  disinggung&lt;br /&gt;ayat  tersebut. Setidaknya, ia mengisyaratkan bahwa Allah Swt.&lt;br /&gt;telah merencanakan sesuatu  untuk  Nabi  Muhammad  Saw.,  jauh&lt;br /&gt;sebelum  kelahiran  beliau.  Karena  itu  pula sementara pakar&lt;br /&gt;menyatakan  bahwa  kematian  ayah  beliau  sebelum  kelahiran,&lt;br /&gt;kepergiannya    ke    pedesaan    menjauhi    ibunya,    serta&lt;br /&gt;ketidakmampuannya membaca dan menulis merupakan strategi  yang&lt;br /&gt;dipersiapkan  Tuhan  kepada  beliau untuk dijadikan utusan-Nya&lt;br /&gt;kepada seluruh umat manusia kelak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bahkan ulama lain meyakini bahwa  pemilihan  hal-hal  tertentu&lt;br /&gt;berkaitan  dengan  beliau  bukanlah  kebetulan. Misalnya bulan&lt;br /&gt;lahir, hijrah, dan wafatnya pada  bulan  Rabi'ul  Awal  (musim&lt;br /&gt;bunga).  Nama beliau Muhammad (yang terpuji), ayahnya Abdullah&lt;br /&gt;(hamba Allah)  ,  ibunya  Aminah  (yang  memberi  rasa  aman),&lt;br /&gt;kakeknya yang bergelar Abdul Muththalib bernama Syaibah (orang&lt;br /&gt;tua yang bijaksana), sedangkan yang membantu ibunya melahirkan&lt;br /&gt;bernama  Asy-Syifa'  (yang  sempurna  dan  sehat),  serta yang&lt;br /&gt;menyusukannya adalah Halimah As-Sa'diyah (yang lapang dada dan&lt;br /&gt;mujur).  Semuanya mengisyaratkan keistimewaan berkaitan dengan&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Saw. Makna nama-nama  tersebut  memiliki  kaitan&lt;br /&gt;yang erat dengan kepribadian Nabi Muhammad Saw.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Al-Quran  surat  Al-A'raf (7): 157 juga menginformasikan bahwa&lt;br /&gt;Nabi Muhammad Saw. pada hakikatnya  dikenal  oleh  orang-orang&lt;br /&gt;Yahudi  dan  Nasrani.  Hal  ini  antara lain disebabkan mereka&lt;br /&gt;mendapatkan (nama)-nya tertulis di dalam Taurat dan Injil  (QS&lt;br /&gt;Al-A'raf [7]: 157).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut  pakar agama Islam, yang ditegaskan oleh Al-Quran itu,&lt;br /&gt;dapat terbaca antara lain dalam Pertanjian Lama, Kitab Ulangan&lt;br /&gt;33 ayat 2:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"...  bahwa  Tuhan telah datang dari Torsina, dan telah terbit&lt;br /&gt;untuk mereka itu dari Seir, kelihatanlah ia dengan  gemerlapan&lt;br /&gt;cahayanya dari gunung Paran."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pemahaman  mereka berdasarkan analisis berikut: "Gunung Paran"&lt;br /&gt;menurut Kitab Pertanjian Lama, Kejadian ayat 21, adalah tempat&lt;br /&gt;putra   Ibrahim  -yakni  Nabi  Ismail-  bersama  ibunya  Hajar&lt;br /&gt;memperoleh air (Zam-Zam). Ini berarti  bahwa  tempat  tersebut&lt;br /&gt;adalah  Makkah, dan dengan demikian yang tercantum dalam Kitab&lt;br /&gt;Ulangan di atas mengisyaratkan tiga tempat terpancarnya cahaya&lt;br /&gt;wahyu Ilahi: Thur Sina tempat Nabi Musa a.s., Seir tempat Nabi&lt;br /&gt;Isa a.s. ,  dan  Makkah  tempat  Nabi  Muhammad  Saw.  Sejarah&lt;br /&gt;membuktikan bahwa beliau satu-satunya Nabi dari Makkah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Karena  itu pula wajar jika Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 146&lt;br /&gt;menyatakan bahkan  mereka  itu  mengenalnya  (Muhammad  Saw.),&lt;br /&gt;sebagaimana  mereka  mengenal  anak-anak  mereka, bahkan salah&lt;br /&gt;seorang penganut agama Yahudi yang kemudian masuk Islam, yaitu&lt;br /&gt;Abdullah  bin  Salam  pernah berkata, "Kami lebih mengenal dan&lt;br /&gt;lebih yakin tentang kenabian Muhammad Saw. daripada pengenalan&lt;br /&gt;dan keyakinan kami tentang anak-anak kami. Siapa tahu pasangan&lt;br /&gt;kami menyeleweng."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Masa Prakenabian&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada  beberapa  ayat  Al-Quran  yang  berbicara  tentang   Nabi&lt;br /&gt;Muhammad Saw. sebelum kenabian beliau. Antara lain,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Bukankah  Dia (Tuhan) mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu&lt;br /&gt;Dia  melindungimu,  dan  Dia  mendapatimu  bimbang,  lalu  Dia&lt;br /&gt;memberi  petunjuk  kepadamu, dan Dia mendapatimu dalam keadaan&lt;br /&gt;kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan?" (QS Al-Dhuha [93]:&lt;br /&gt;6-8).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beliau yatim sejak di dalam kandungan, kemudian dipelihara dan&lt;br /&gt;dilindungi oleh paman dan  kakeknya.  Beliau  hidup  di  dalam&lt;br /&gt;keresahan  dan  kebimbangan  melihat sikap masyarakatnya, lalu&lt;br /&gt;Allah memberinya petunjuk, dan mengangkatnya sebagai Nabi  dan&lt;br /&gt;Rasul.  Beliau  hidup miskin karena ayahnya tidak meninggalkan&lt;br /&gt;warisan untuknya, kecuali  beberapa  ekor  kambing  dan  harta&lt;br /&gt;lainnya yang tidak berarti. Tetapi Allah memberinya kecukupan,&lt;br /&gt;khususnya menjelang  dan  saat  hidup  berumah  tangga  dengan&lt;br /&gt;istrinya, Khadijah a.s.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ayat  lain  yang  oleh  ulama  dianggap berbicara tentang Nabi&lt;br /&gt;Muhammad Saw. pada  masa  kanak-kanaknya,  adalah  surat  Alam&lt;br /&gt;Nasyrah ayat pertama:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Bukankah Kami (Tuhan) telah melapangkan dada untukmu?"&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebagian     ulama    mengartikan    kata    nasyrah    dengan&lt;br /&gt;"memotong/membedah." Memang,  bila  dikaitkan  dengan  sesuatu&lt;br /&gt;yang  bersifat  materi,  artinya  demikian.  Apabila dikaitkan&lt;br /&gt;dengan sesuatu yang bersifat nonmateri,  kata  itu  mengandung&lt;br /&gt;arti  membuka,  memberi  pemahaman, menganugerahkan ketenangan&lt;br /&gt;dan semaknanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang mengaitkan dengan hal-hal materi berpendapat  bahwa  ayat&lt;br /&gt;ini  berbicara tentang "pembedahan" yang pernah dilakukan oleh&lt;br /&gt;para malaikat terhadap Nabi Muhammad Saw. kala beliau  remaja.&lt;br /&gt;Pendapat   ini   antara   lain  dikemukakan  oleh  mufasir  An&lt;br /&gt;-Naisaburi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tetapi  sepanjang  penelitian  penulis  kata  tersebut  dengan&lt;br /&gt;berbagai  bentuknya  terulang  sebanyak 5 kali, dan tidak satu&lt;br /&gt;pun yang  digunakan  dengan  arti  harfiah,  apalagi  bermakna&lt;br /&gt;pembedahan.  Akan  lebih  jelas lagi jika hal itu disejajarkan&lt;br /&gt;dengan ayat yang berbicara tentang doa Nabi Musa a.s. di dalam&lt;br /&gt;Al-Quran.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Wahai   Tuhanku,  lapangkanlah  dadaku,  mudahkanlah  untukku&lt;br /&gt;urusanku  dan  lepaskanlah  kekakuan  lidahku,  supaya  mereka&lt;br /&gt;mengerti perkataanku" (QS Thaha [20]: 25-28)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selanjutnya Al-Quran menegaskan bahwa Nabi Muhammad Saw. tidak&lt;br /&gt;pernah membaca satu  kitab  atau  menulis  satu  kata  sebelum&lt;br /&gt;datangnya wahyu Al-Quran.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Engkau   tidak   pernah  membaca  satu  kitab  pun  sebelumnya&lt;br /&gt;(Al-Quran), tidak juga menulis satu tulisan  dengan  tanganmu,&lt;br /&gt;(andai  kata  kamu  pernah  membaca  dan  menulis)  pasti akan&lt;br /&gt;benar-benar   ragulah   orang   yang   mengingkari-(mu)"   (QS&lt;br /&gt;Al-'Ankabut [29]: 48).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ayat  ini  secara  pasti  menyatakan  bahwa beliau Saw. adalah&lt;br /&gt;orang yang tidak pandai membaca dan menulis. Banyak ulama yang&lt;br /&gt;memahami  bahwa  kendatipun  kemudian  Nabi  Saw. menganjurkan&lt;br /&gt;umatnya belajar membaca  dan  menulis,  namun  beliau  sendiri&lt;br /&gt;tidak  melakukannya, karena Allah Swt. ingin menjadikan beliau&lt;br /&gt;sebagai bukti bahwa informasi  yang  diperolehnya  benar-benar&lt;br /&gt;bukan bersumber dari manusia, melainkan dari Allah Swt.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada  juga  ulama  yang  memahami  bahwa  ketidakmampuan beliau&lt;br /&gt;membaca  hanya  terbatas  sampai  sebelum  terbukti  kebenaran&lt;br /&gt;ajaran Islam. Setelah kebenaran Islam terbukti -setelah hijrah&lt;br /&gt;ke Madinah- beliau telah pandai membaca. Menurut  pendukungnya&lt;br /&gt;ide  ini  dikuatkan  antara  lain  oleh kata "sebelumnya" yang&lt;br /&gt;terdapat pada ayat di atas.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Memang, kata ummi hanya ditemukan dua kali dalam Al-Quran  (QS&lt;br /&gt;Al-A'raf  [7]  157  dan 158) , dan keduanya menjadi sifat Nabi&lt;br /&gt;Muhammad Saw. Memang kedua ayat itu turun di Makkah,  meskipun&lt;br /&gt;ada juga ayat lain yang turun di Madinah menyatakan,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Dia  (Allah)  yang  mengutus kepada masyarakat ummiyyin (buta&lt;br /&gt;huruf), seorang Rasul di antara mereka" (QS Al-Jum'ah [62]: 2)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di sisi lain, harus disadari bahwa  masyarakat  beliau  ketika&lt;br /&gt;itu  menganggap  kemampuan  menulis  sebagai  bukti  kelemahan&lt;br /&gt;seseorang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada masa  itu  sarana  tulis-menulis  amat  langka,  sehingga&lt;br /&gt;masyarakat  amat  mengandalkan hafalan. Seseorang yang menulis&lt;br /&gt;dianggap tidak memiliki kemampuan menghafal, dan ini merupakan&lt;br /&gt;kekurangan. Penyair Zurrummah pernah ditemukan sedang menulis,&lt;br /&gt;dan ketika ia  sadar  bahwa  ada  orang  yang  melihatnya,  ia&lt;br /&gt;bermohon,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Jangan  beri  tahu  siapa pun, karena ini (kemampuan menulis)&lt;br /&gt;bagi kami adalah aib."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Memang, nilai-nilai dalam  masyarakat  berubah,  sehingga  apa&lt;br /&gt;yang  dianggap  baik  pada  hari  ini,  boleh  jadi sebelumnya&lt;br /&gt;dinilai  buruk.  Pada  masa  kini  kemampuan  menghafal  tidak&lt;br /&gt;sepenting  masa lalu, karena sarana tulis-menulis dengan mudah&lt;br /&gt;diperoleh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Masa Kenabian&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada usia 40 tahun, yang disebut oleh Al-Quran surat  Al-Ahqaf&lt;br /&gt;ayat  15  sebagai  usia  kesempurnaan,  Muhammad Saw. diangkat&lt;br /&gt;menjadi Nabi. Ditandai dengan  turunnya  wahyu  pertama  Iqra'&lt;br /&gt;bismi Rabbik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebelumnya beliau tidak pernah menduga akan mendapat tugas dan&lt;br /&gt;kedudukan  yang  demikian  terhormat.  Karena  itu   ditemukan&lt;br /&gt;ayat-ayat  Al-Quran  yang  menguraikan  sikap  beliau terhadap&lt;br /&gt;wahyu dan memberi kesan  bahwa  pada  mulanya  beliau  sendiri&lt;br /&gt;"ragu"  dan  gelisah  mengenai  hal  yang dialaminya. QS Yunus&lt;br /&gt;(10): 94 mengisyaratkan bahwa,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kalau engkau ragu terhadap apa yang Kami  turunkan  kepadamu,&lt;br /&gt;maka  tanyakanlah  kepada  orang-orang yang membaca Kitab Suci&lt;br /&gt;sebelum kamu (QS Yunus [10]: 94).&lt;br /&gt;                                              (bersambung 2/3)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; --------------------------------------------------------------------------------WAWASAN AL-QURAN&lt;br /&gt;Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat&lt;br /&gt;Dr. M. Quraish Shihab, M.A.&lt;br /&gt;Penerbit Mizan&lt;br /&gt;Jln. Yodkali No.16, Bandung 40124&lt;br /&gt;Telp. (022) 700931  Fax. (022) 707038&lt;br /&gt;mailto:mizan@ibm.net&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://masteruud.blogspot.com/2007/05/nabi-muhammad-saw.html</link><author>noreply@blogger.com (Muhammad Akhirudin Kurnianto)</author><thr:total>1</thr:total></item></channel></rss>