<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;Ak4MSXg8eip7ImA9WhRbEEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871</id><updated>2012-02-01T13:49:48.672+07:00</updated><category term="politik" /><category term="Penistaan Islam" /><category term="Subprime Mortgage" /><category term="skandal" /><category term="Lyric" /><category term="imam mahdi" /><category term="Ekonomi Islam" /><category term="korupsi" /><category term="Khilafah" /><category term="Al-Islam" /><category term="Birokrasi" /><category term="Nafsiyah" /><category term="century" /><title>Khilafah Is The Only Solution</title><subtitle type="html" /><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://gusaeni.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>39</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/KhilafahIsTheOnlySolution" /><feedburner:info uri="khilafahistheonlysolution" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><entry gd:etag="W/&quot;Ak4MSXgzfyp7ImA9WhRbEEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-5730521034017500311</id><published>2012-02-01T13:49:00.001+07:00</published><updated>2012-02-01T13:49:48.687+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-01T13:49:48.687+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Khilafah" /><title>Khalifah Umar Bin Abdul Aziz</title><content type="html">&lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Amar  bin Abdul Aziz lahir pada tahun 63 H. Nama lengkapnya adalah Umar bin  Abdul Aziz bin Marwan bin al-Hakam bin al-Ash bin Umayyah bin Abdi  Syams. Ibunya adalah Ummu Ashim binti Ashim bin Umar al-Khaththab (yang  dikenal dengan julukan Abu Hafhs). Diriwayatkan bahwa ketika Abdul Aziz  bin Marwan hendak menikahi Ummu Umar bin Abdil Aziz, ia (Abdul Aziz)  berkata kepada pengasuhnya, “Kumpulkanlah untukku empat ratus dinar dari  hartaku yang paling bersih, karena aku akan menikahi keluarga yang  baik.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Lalu  ia pun menikahi Ummu Umar bin Abdil Aziz. Namanya adalah Ummu Ashim  binti Ashim bin Umar bin al-Khaththab. Ashim adalah putra Umar bin  al-Khaththab yang menikah dengan seorang pemudi yang menolak menambahkan  air pada susu perasan ketika diperintahkan oleh ibunya. Saat itu ia  berkata kepada Ibunya, “Jika Umar tidak melihat kita maka Allah pasti  melihat kita.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Hal  itu kemudian didengar oleh Khalifah Umar bin al-Khaththab ra. Lalu  beliau memerintahkan salah seorang anaknya, Ashim, untuk menikahi pemudi  itu karena sifat amanah yang dia miliki. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Menjadi Khalifah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Umar  bin Abdul Aziz diangkat menjadi khalifah pada tahun 99 H, pada hari  wafatnya Khalifah Sulaiman bin Abdil Malik. Khalifah Sulaiman telah  mewasiatkan Kekhilafahan kepada Umar ketika ia ditimpa sakit demam.  Khalifah Sulaiman tidak menemukan orang lain sebagai calon khalifah  kecuali Umar bin Abdul Aziz.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Saat  Sulaiman wafat dan sudah dikafani, ia dishalatkan dengan diimami oleh  Umar. Saat penguburan jenazahnya telah selesai, dibawalah ke hadapan  Umar bin Abdil Aziz beberapa tunggangan khas Khilafah, yakni unta dan  kuda. Umar berkata, “Apa ini?” Orang-orang menjawab, “Ini adalah  kendaraan Khalifah.” Umar berkata, “Jauhkan kendaraan itu&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dariku. Aku tidak membutuhkannya. Kemarikanlah keledaiku.” Beliau pun menaikinya dan pulang ke rumah dalam keadaan bingung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pelayannya  berkata, “Tampaknya Anda sedang bingung. Ada apa gerangan?” Umar  menjawab, “Aku bingung karena urusan seperti ini (maksudnya  Kekhilafahan). Sungguh tidak ada satu umat Muhammad pun di timur dan  barat kecuali ia memiliki hak yang wajib aku tunaikan, tanpa harus  menunggu ia menyuratiku atau menuntutnya dariku.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Khutbah Setelah Pengangkatan Sebagai Khalifah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Khulafaur  Rasyidin kelima ini masuk masjid, kemudian naik mimbar dan berkata,  “Saudara-saudara, aku telah diuji untuk memegang tugas ini tanpa diminta  pandangan terlebih dulu, juga bukan karena permintaanku serta tidak  dibincangkan bersama dengan umat Islam. Sekarang aku membatalkan baiat  yang kalian berikan kepadaku dan pilihlah seorang khalifah yang kalian  sukai.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Namun,  orang-orang serentak berkata, “Kami telah memilihmu, wahai Amirul  Mukminin, dan kami ridha kepadamu. Karena itu, uruslah urusan kami  dengan kebaikan dan keberkahan.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Khalifah  Umar bin Abdul Aziz menyampaikan pujian sanjungan kepada Allah dan  membacakan shalawat kepada Nabi saw., lalu berkata, “Aku berwasiat  kepada Anda semua untuk bertakwa kepada Allah, karena takwa kepada Allah  adalah pengganti segala perkara, dan tidak bisa diganti dengan apapun.  Beramallah untuk akhirat karena siapa saja yang beramal untuk akhiratnya  maka Allah pasti mencukupi dunianya. Bereskanlah keadaan kalian ketika  tidak ada siapa-siapa, niscaya Allah akan membereskan keadaan kalian  ketika bersama orang banyak. Ingatlah kematian dan bersiap-siaplah  dengan baik (untuk menyambut kematian) sebelum kematian itu benar-benar  datang, karena kematian akan menghancurkan segala kenikmatan. Sungguh  umat ini tidak akan berselisih karena &lt;em&gt;Rabb&lt;/em&gt;-nya,tidak karena  Nabi-Nya dan tidak karena Kitab-Nya. Mereka hanya akan berselisih karena  dinar dan dirham (harta). Sungguh, demi Allah, aku tidak akan  memberikan kebatilan kepada siapapun; aku tidak akan menghalangi  kebenaran dari siapapun.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Lalu  beliau meninggikan suaranya, “Saudara-saudara, siapa saja yang taat  kepada Allah wajib ditaati. Siapa saja yang maksiat kepada Allah&lt;span&gt; &lt;/span&gt;tidak  boleh ditaati. Karena itu, taatilah aku selama aku taat kepada Allah.  Jika aku maksiat kepada Allah, Anda semua tidak wajib taat kepadaku.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kemudian  Khalifah Umar masuk ke Istana. Ia memerintahkan agar semua hiasan  Istana ditanggalkan. Baju-baju kebesaran Khalifah ia jual dan hasil  penjualannya dimasukkan ke Baitul Mal. Ia memerintahkan agar diumumkan  kepada khalayak: Siapa saja yang telah dizalimi hendaklah melaporkannya.  Umar tidak membiarkan sedikitpun kekayaan yang ada pada kekuasaan  Sulaiman dan apa yang ada di tangan orang-orang yang zalim kecuali ia  kembalikan kepada pihak-pihak yang terzalimi. Masyarakat pun merasa  senang dengan kepemimpinannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Diceritakan  bahwa ketika Khalifah Umar bin Abdul Aziz selesai berpidato, ia masuk  ke dalam rumah untuk beristirahat tidur siang sebentar. Tiba-tiba  datanglah putranya, Abdul Malik. Ia bertanya-tanya keheranan, “Amirul  Mukminin, apa yang akan Anda lakukan?” Khalifah Umar berkata, “Anakku,  Ayah ingin beristirahat tidur siang sebentar.” Abdul Malik berkata,  “Apakah Ayah akan tidur, sementara Ayah belum mengembalikan hak-hak  orang-orang yang terzalimi?”&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Khalifah Umar kembali berkata,  “Anakku, tadi malam ayah tidak tidur di rumah pamanmu, Sulaiman.  Sebentar lagi, jika Ayah sudah shalat zuhur, ayah akan mengembalikan  hak-hak orang yang terzalimi.” Sang anak berkata, “Amirul Mukminin,  apakah Anda bisa menjamin bahwa Anda bisa hidup sampai waktu zuhur?”  Khalifah Umar bin Abdul Aziz pun berkata, “Mendekatlah, anakku sayang.”  Abdul Malik pun mendekat. Kemudian Khalifah Umar memeluknya dan mencium  keningnya seraya berkata, “Segala pujian hanya milik Allah yang telah  mengeluarkan dari tulang rusukku keturunan yang menjadi penolongku dalam  menjalankan agama.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pemimpin yang Adil&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ali  bin Husain berkata, “Khulafa al-Mahdiyyin ada tujuh orang; 5 orang  telah berlalu dan tersisa dua orang lagi. Mereka adalah: Abu Bakar, Umar  bin al-Khaththab, Ustman, Ali dan Umar bin Abdul Aziz.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ahmad  bin Hanbal berkata, “Allah akan membangunkan bagi manusia pada setiap  seratus tahun orang yang memperbaiki agama bagi umat ini. Kami melihat  pada seratus tahun pertama ada Umar bin Abdul Aziz. Pada seratus tahun  kedua ada Imam Syafii.”&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Khalifah  Umar bin Abdil Aziz adalah seorang pemimpin yang adil. Masyarakat pun  merasakan keadilan ini. Umar pernah berkata kepada rakyatnya, “Pulanglah  ke negeri kalian. Aku bisa melupakan kalian di sini. Sungguh aku telah  mengangkat para kepala daerah untuk kalian. Aku tidak mengatakan bahwa  mereka adalah yang terbaik. Siapa saja yang dizalimi oleh kepala  daerahku maka aku tidak akan mengizinkannya kecuali aku melihat  kezalimannya. Demi Allah, jika aku dan keluargaku menghalangi harta ini,  kemudian aku menghalanginya dari kalian, maka sungguh aku pasti  termasuk orang yang kikir. Demi Allah, andai saja aku tidak hidup sesuai  dengan Sunnah dan tidak menjalankan kebenaran, maka pasti aku mencintai  keluhuran (aku akan bermegah-megahan).” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Khalifah  Umar bin Abdil Aziz pernah mengirim para amil untuk mengajarkan agama  kepada masyarakat pedalaman dan membagikan harta. Rabbah bin Hibban,  amil di Madinah,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;berkata, “Tidak datang surat-surat kepada  kami dari Umar kecuali untuk menghidupkan Sunnah, membagikan harta atau  perkara yang baik. Beliau selalu menanyakan tentang keadaan semua kaum  Muslim. Suatu hari datanglah sekelompok orang dari Madinah. Khalifah  Umar bertanya kepada mereka, ‘Apa yang dilakukan oleh orang-orang miskin  yang tinggal di daerah ini…, ini…’ Mereka berkata, ‘Amirul Mukminin,  mereka telah dikayakan oleh Allah karena harta yang engkau berikan dari  Baitul Mal.’”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Diceritakan ada sekelompok orang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang  naik haji mengirim surat kepada Khalifah Umar agar Ia memerintahkan  pegawainya untuk menutupi Baitul Haram sebagaimana dilakukan oleh  pemimpin sebelumnya. Khalifah Umar lalu&lt;span&gt; &lt;/span&gt;menulis surat  jawaban kepada mereka, “Aku memandang lebih baik biaya untuk itu  (menutupi Ka’bah) aku berikan untuk menutupi perut-perut yang lapar.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Khalifah  Umar selalu mengirim harta negara untuk dibagi-bagikan kepada  orang-orang miskin. Namun, harta tersebut dikembalikan lagi karena tidak  ada yang mau menerimanya (karena sudah kaya). Khalifah Umar benar-benar  telah menjadikan semua rakyatnya kaya. Pada masanya, pada cetakan uang  pecahan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;terdapat tulisan: &lt;em&gt;Amarallahu bil wafa wal ‘adl&lt;/em&gt; (Allah telah memerintahkan untuk menunaikan amanah dan berbuat adil).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ibadahnya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Khalifah  Umar bin Abdul Aziz memiliki sebuah peti yang berisi baju yang terbuat  dari bulu dan rantai. Ia memiliki kamar khusus untuk shalat yang tidak  dimasuki oleh orang lain. Jika telah datang waktu malam, ia membuka  petinya dan memakai baju serta meletakan belenggu di lehernya. Ia  terus-menerus bermunajat kepada &lt;em&gt;Rabb&lt;/em&gt;-nya dan menangis hingga  terbit fajar. Khalifah Umar biasa meningkatkan kesungguhannya setelah  waktu isya paling akhir sebelum witir. Jika telah witir ia tidak  berbicara dengan siapapun. Ia selalu berpuasa Senin-Kamis, sepuluh  pertama bulan Dzulhijjah, Hari Asyura dan Hari Arafah. Ia selalu membaca  mushaf al-Quran setiap hari. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Menangis dan Takut kepada Allah SWT&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Suatu  hari ada seorang lelaki bernama Ibnu al-Ahtam menemui Umar bin Abdul  Aziz. Ia terus-menerus menasihatinya hingga Umar pun jatuh pingsan. Jika  beliau membaca al-Quran, beliau pasti menangis. Diriwayatkan bahwa  suatu hari Umar menangis dan bersamanya ada Fathimah. Lalu menangis pula  penghuni rumah. Masing-masing dari mereka tidak mengetahui mengapa yang  lain menangis. Kemudian Fathimah bertanya, “Amirul Mukminin, mengapa  engkau menangis?” Beliau menjawab, Fathimah, aku teringat akan perginya  manusia kelak pada Hari Kiamat di hadapan Allah. Segolongan pergi ke  surga dan segolongan lagi ke neraka.” Kemudian Umar berteriak dan  pingsan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Setiap  malam Khalifah Umar selalu mengumpulkan para fukaha. Mereka lalu  mengingatkan akan kematian dan Hari Kiamat. Kemudian mereka menangis,  seolah-olah di antara mereka ada jenazah. Jika Umar ingat mati maka ia  akan bergetar seperti menggigilnya burung yang kedinginan. Ia menangis  hingga air matanya berlinang membasahi janggutnya. &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Wasiatnya kepada Anak-anaknya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Saat  Umar bin Abdil Aziz akan wafat, datanglah sepupu dan mertuanya,  Maslamah bin Abdil Malik. Ia berkata, “Amirul Mukminin, sungguh engkau  telah memutuskan mulut anakmu dari harta ini. Engkau telah meninggalkan  mereka dalam keadaan miskin. Karena itu, harus ada sesuatu yang bisa  memperbaiki kehidupan mereka. Jika engkau berwasiat untuk&lt;span&gt; &lt;/span&gt;mereka  kepadaku atau kepada keluargamu, niscaya aku akan menjamin biaya  mereka, insya Allah.” Umar berkata, “Dudukkanlah aku.” Mereka pun  mendudukkan beliau. Khalifah Umar lalu berkata, “Segala pujian hanya  milik Allah. Apakah karena Allah Anda menakut-nakutiku, wahai Maslamah.  Adapun yang engkau katakan bahwa aku telah menghalangi mulut anak-anakku  dari harta dan aku telah meninggalkan mereka dalam keadaan miskin, maka  sungguh aku tidak menghalangi hak mereka dan aku tidak memberikan  kepada mereka sesuatu yang bukan haknya. Adapun permintaanmu agar aku  berwasiat kepadamu atau keluargaku maka wasiatku untuk keluargaku adalah  Allah yang telah menurunkan al-Quran. Dialah yang akan mengasihi  orang-orang yang salih. Keturunan Umar hanyalah dua golongan. &lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;,  yang bertakwa kepada Allah. Kepada mereka Allah akan memberikan  kemudahan dalam segala urusan dan akan memberi mereka rezeki dari yang  tidak terduga. &lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;, yang terbenam dalam kemaksiatan. Aku  tidak akan menjadi orang pertama yang mendukung mereka dengan harta  untuk maksiat kepada Allah.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="150%;"&gt;&lt;span style="&amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kemudian  Umar minta agar anak-anaknya dipanggil. Lalu datanglah sekitar sepuluh  orang anak laki-laki. Beliau kemudian mulai memberikan nasihat,  “Anak-anakku, Ayah cenderung pada salah satu di antara dua, yaitu:  kalian menjadi orang kaya dan Ayah kalian masuk neraka atau kalian  menjadi fakir dan Ayah kalian masuk surga. Jika kalian fakir dan Ayah  masuk surga, itu lebih Ayah cintai daripada kalian kaya sementara Ayah  masuk neraka…” &lt;strong&gt;[]&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-5730521034017500311?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/WoC38R9_uH24z3X72NMFUgsj1iY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/WoC38R9_uH24z3X72NMFUgsj1iY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/WoC38R9_uH24z3X72NMFUgsj1iY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/WoC38R9_uH24z3X72NMFUgsj1iY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/GoLigD0iJ8E" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/5730521034017500311/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=5730521034017500311" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/5730521034017500311?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/5730521034017500311?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/GoLigD0iJ8E/khalifah-umar-bin-abdul-aziz.html" title="Khalifah Umar Bin Abdul Aziz" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2012/02/khalifah-umar-bin-abdul-aziz.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak4FR3s8fSp7ImA9WhRbEEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-766939208285621858</id><published>2012-02-01T13:47:00.000+07:00</published><updated>2012-02-01T13:48:36.575+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2012-02-01T13:48:36.575+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Khilafah" /><title>Haram Berdiam Diri Dari Menegakkan Khilafah Dengan Alasan Menunggu Imam Mahdi</title><content type="html">Dalam kitab “Masâil Fiqhiyyah Mukhtârah”, cetakan kedua (2008), karya Syaikh Abu Iyas Mahmud Abdul Lathif bin Mahmud (Uwaidhah), terdapat jawaban atas pertanyaan seputar Imam Mahdi dan aktivitas untuk menegakkan Khilafah. Mengingat pentingnya masalah ini, maka tulisan ini kami persembahkan kepada para pengunjung situs agar semua dapat mengambil faedah darinya, in sya’ Allah, jika Allah SWT berkehendak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya: Tidak sedikit di antara kaum Muslim—khususnya mereka yang masih kental dengan kehidupan beragama—yang menyakini bahwa Khilafah akan kembali tegak. Dan Khilafah yang akan tegak kembali itu adalah Khilafah ‘ala minhaji an-nubuwah, Khilafah yang sesuai dengan metode kenabian, yang mereka maksudkan dengan itu adalah Khilafah Rasyidah. Namun, aku tidak melihat mereka itu melakukan aktivitas untuk menegakkan Khilafah ini. Apabila mereka ditanya tentang alasan mengapa mereka berdiam diri (tidak melakukan) aktivitas menegakkan Khilafah, maka mereka menjawab bahwa Imam Mahdi-lah kelak yang akan menegakkannya. Dan sebelum datangnya Imam Mahdi, Khilafah tidak akan pernah tegak. Oleh karena itu, tidak perlu menyeru mereka untuk beraktivitas menegakkan Khilafah. Sehingga, pertanyaannya: Apakah Khilafah akan tegak secara nyata; dan apakah Imam Mahdi yang akan menegakkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: Sesungguhnya pernyataan bahwa Khilafah akan tegak adalah pernyataan yang benar, yang ditunjukkan oleh banyak sekali hadits dari Nabi SAW, dan hadits-hadits itu semuanya shahih atau hasan. Mengingat, hadits-hadits itu tidak ada yang mutawatir, maka masalah ini tidak boleh dijadikan sebagai sebuah keyakinan. Sehingga, pernyataan bahwa kaum Muslim meyakini bahwa Khilafah akan tegak adalah pernyataan yang tidak benar. Sebab, keyakinan itu harus dibangun berdasarkan ayat Al-Qur’an atau hadits mutawatir. Sementara berdirinya Khilafah terdapat dalam hadits-hadits shahih dan hasan, bukan hadits mutawatir. Sehingga, tidak boleh menjadikan berdirinya kembali Khilafah sebagai sebuah keyakinan. Namun, kami membenarkan akan berdirinya kembali Khilafah dengan pembenaran yang tidak pasti; kami katakan bahwa Khilafah akan tegak kembali dengan izin Allah. Berikut ini hadits-hadits terkait masalah tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama. Dari Sauban radhiyallahu ‘anhu berkata: Bersabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللهَ زَوَى لِي اْلأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah telah mengumpulkan (memperlihatkan) bumi kepadaku. Sehingga, aku melihat bumi mulai dari ujung Timur hingga ujung Barat. Dan umatku, kekuasaannya akan meliputi bumi yang telah dikumpulkan (diperlihatkan) kepadaku….” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda beliau, “umatku, kekuasaannya akan meliputi bumi yang telah dikumpulkan (diperlihatkan) kepadaku” belum terrealisasikan hingga sekarang. Sebab, kaum Muslim belum pernah menguasai bumi mulai ujung Timur hingga ujung Barat hingga sekarang. Dan ini akan terjadi di masa yang akan datang. Sehingga ini menjadi isyarat akan berdirinya negara bagi kaum Muslim yang akan menaklukkan bumi mulai dari ujung Timur bumi hingga ujung Baratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua. Dari Ibnu Umar radhiyallahu ’anhu berkata: Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمْ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jika kalian telah berjual-beli dengan cara ’înah (penjualan secara kredit dengan tambahan harga); dan kalian telah mengambil ekor sapi, lalu kalian (lebih) suka bertani, hingga kalian meninggalkan jihad, maka (ketika itu) Allah menimpakan kepada kalian kehinaan, Allah tidak akan mecabutnya sampai kalian kembali ke agama kalian.” (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda beliau, ”sampai kalian kembali ke agama kalian” artinya adalah sampai kalian kembali melaksanakan ajaran agama, dan menerapkannya untuk semua urusan kehidupan kalian. Dengan demikian, hadits ini merupakan bisyârah (kabar gembira) dari Rasulullah SAW bahwa kaum Muslim akan kembali lagi menerapkan agamanya secara kâffah, menyeluruh, setelah sebelumnya mereka meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga. Dari Abu Qabil yang berkata: Kami berada di sisi Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiyallahu ’anhu. Lalu, ia ditanya tentang manakah di antara dua kota yang akan ditaklukkan pertama, Konstantinopel atau Roma. Kemudian ia mengambil kotak yang ada hiasannya, ia mengeluarkan surat dari katak tersebut, ia berkata: Abdullah Berkata, ”Pada saat kami sedang menulis di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba Rasulullah SAW ditanya, manakah di antara dua kota yang akan ditaklukkan pertama, Konstantinopel atau Roma. Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَدِينَةُ هِرَقْلَ تُفْتَحُ أَوَّلاً يَعْنِي قُسْطَنْطِينِيَّةَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kota Heraklius yang akan ditaklukkan pertama—yakni Konstantinopel.” (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah SAW ditanya tentang penaklukkan dua kota, Konstantinopel dan Rumiyah—yaitu Roma ibu kota Italia—beliau tidak menafikan (membantah) penaklukkan Roma. Namun beliau hanya mengatakan bahwa Konstantinopel akan ditaklukkan pertama. Ini menunjukkan bahwa Roma akan ditaklukkan setelahnya. Sementara hingga saat ini, Roma belum ditaklukkan oleh kaum Muslim. Dengan demikian, hadits ini merupakan bisyârah (kabar gembira), bahwa kaum Muslim akan menaklukkan ibu kota Italia tersebut. Dan tidak terbayangkan bahwa kaum Muslim akan menaklukkannya sebelum kembalinya Khilafah yang menghidupkan kembali jihad di jalan Allah dan penaklukkan kota (melakukan futuhat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat. Dari Nu’man bin Basyir, dari Hudzaifah radhiyallahu ’anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan ada fase kenabian di tengah-tengah kalian. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudian akan ada fase Khilafah berdasarkan metode kenabian. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudia akan ada fase penguasa yang zalim. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Lalu akan ada fase penguasa diktator. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Selanjutnya akan datang kembali Khilafah berdasarkan metode kenabian. Kemudian belia SAW diam.” (HR. Ahmad dan Ath-Thabarani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menjelaskan bahwa Khilafah akan tegak kembali setelah fase penguasa yang zalim (mulkan ’adhan), dan fase penguasa diktator (mulkan jabariyan). Dan Khilafah yang akan tegak itu adalah Khilafah ‘ala minhaji an-nubuwah, Khilafah yang sesuai dengan metode kenabian, yakni Khilafah yang menilai dirinya seperti Khilafah pada masa Khulafaur Rasyidin. Sehingga dengan izin Allah, Khilafah yang akan tegak adalah Khilafah Rasyidah. Inilah jawaban untuk pertanyaan masalah pertama. Sedangkan jawaban untuk pertanyaan masalah kedua adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, sekalipun hadits-hadits an-nabawiyah asy-syarîfah menyebutkan bahwa Al-Mahdi akan menegakkan Khilafah, maka hal ini tidak menunjukkan bahwa kaum Muslim wajin menunggu Al-Mahdi sampai Al-Mahdi mendirikan Khilafah untuk mereka. Apa yang diwajibkan atas mereka tetap wajib, yaitu menegakkan Khilafah. Menegakkan Khilafah di samping wajib atas Al-Mahdi, wajib pula atas kaum Muslim selain dia. Sehingga, mereka yang masih kental dengan kehidupan beragama, seperti yang digambarkannya, tidak punya hujjah (alasan) yang dapat mereka jadikan dasar untuk berdiam diri, tidak beraktivitas untuk menegakkan Khilafah, hanya dengan mengajukan pernyataan bahwa Al-Mahdi yang akan menegakkan Khilafah, sebagaimana hal itu tampak dengan jelas. Oleh karena itu, mereka yang masih beragama, namun berdiam diri, tidak beraktivitas menegakkan Khilafah, maka mereka berdosa, akibat sikapnya yang berdiam diri, tidak berbuat apa-apa, dan Allah juga akan meminta pertanggungjawaban mereka atas sikap diamnya ini. Konsekwensinya, jika mereka mati sebelum tegaknya Khilafah, maka ia mati seperti matinya kaum jahiliyah (mati dalam keadaan berdosa). Sebab, ada riwayat dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ’anhu yang berkata: Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةٍ لَقِيَ اللَّهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا حُجَّةَ لَهُ وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa saja yang melepaskan ketaatan, maka ia akan bertemu Allah pada hari kiamat tanpa memiliki hujjah. Dan siapa saja yang meninggal sedang di pundaknya tidak ada baiat, maka ia mati seperti mati jahiliyah (dalam keadaan berdosa).” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, orang yang selamat dari mati jahiliyah adalah orang-orang yang beraktivitas menegakkan Khilafah. Oleh karena itu, wahai orang-orang yang masih beragama waspadalah agar jangan sampai kalian mati jahiliyah, yang tentu kalian tidak menginginkannya. Ini yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, sesungguhnya hadits-hadits an-nabawiyah asy-syarîfah tidak secara mutlak menyebutkan bahwa Al-Mahdi yang akan menegakkan Khilafah, karena banyak sekali hadits yang meriwayatkannya. Sedangkan, masing-masing hadits yang disebutkan semuanya menunjukkan bahwa Al-Mahdi adalah seorang Khalifah yang baik dan memerintah dengan adil. Misalnya sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الْمَهْدِيُّ مِنِّي أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى اْلأَنْفِ يَمَْلأُ اْلأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Al-Mahdi itu dari keturunanku, wajahnya tampan, dan hidungnya mancung. Ia akan memenuhi bumi dengan kebaikan dan keadilan. Dimana sebelumnya, bumi dipenuhi dengan kekejaman dan ketidak adilan. Dan ia berkuasa selama tujuh tahun.” (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, dalam hal ini, nama nash yang mereka jadikan dalil bahwa Al-Mahdi yang akan menegakkan Khilafah? Justru kami memiliki nash yang menolak pemahaman bahwa Al-Mahdi yang akan menegakkan Khilafah. Dan nash ini menjelaskan bahwa Al-Mahdi akan menjadi Khalifah setelah meninggalnya Khalifah sebelumnya. Sehingga, ini menegaskan bahwa Khilafah akan tegak sebelum Al-Mahdi menjadi Khalifah. Al-Mahdi adalah Khalifah yang menggantikan Khalifah sebelumnya dalam daulah Khilafah Rasyidah yang—tidak lama lagi—akan datang (berdiri) dengan izin Allah. Sekali lagi, ini menegaskan bahwa Al-Mahdi bukan orang yang menegakkan Khilafah. Dengan begitu, gugurlah hujjah (alasan) mereka untuk berdiam diri, tidak beraktivitas, dan hanya menunggu Al-Mahdi, yang menurut klaim mereka bahwa Al-Mahdi inilah yang akan menegakkan Khilafah untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Ummu Salamah radhiyallahu ’anha berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَكُونُ اخْتِلافٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيْفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ بَنِي هَاشِمٍ فَيٌّاتِي مَكَّةَ، فَيَسْتَخْرِجُهُ النَّاسُ مِنْ بَيْتِهِ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالمَقَامِ، فَيُجَهَّزُ إليهِ جَيْش مِنَ الشَّامِ حَتَّى إذَا كَانُوا بالبَيْدَاءِ خُسِفَ بِهِمْ، فَيَأتِيْهِ عَصَائِبُ العِرَاقِ وأبْدَالُ الشَّامِ: ويَنْشئا رَجُلٌ بالشَّامِ أَخْوالُهُ مِنْ كَلْبٍ، فَيُجَهَّزُ إليهِ جَيْش، فَيَهْزِمُهُمُ الله، فَتَكُونُ الدَّائِرَةُ عَلَيْهِمْ، فَذَلِكَ يَوْمُ كَلْبٍ، الخَائِبُ مَنْ خَابَ مِنْ غَنِيْمَةِ كَلْبٍ، فَيَسْتَفْتِحُ الكُنُوزَ، وَيَقْسِمُ أَلامْوَالَ وَيُلْقِي إلاسْلاَمُ بِجَرَانِهِ ِإلى أَلارْضِ، فَيَعِيْشُونَ بِذَلِكَ سَبْعَ سِنينَ أو قال: تِسْعَ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terjadi perselisihan ketika meninggalnya seorang Khalifah. Kemudian, seorang dari Bani Hasyim (Al-Mahdi) keluar pergi ke Makkah. Masyarakat membawanya (Al-Mahdi) keluar rumah menuju antara ar-rukn (hajar aswad) dan al-maqâm (maqam Ibrahim ‘alaihissalam). Sementara, dari Syam telah disiapkan pasukan untuk menyerangnya, namun ketika mereka berada di al-Baida’ (sebuah tempat antara Makkah dan Madinah), mereka semua ditenggelamkan (oleh Allah). (Melihat karamahnya itu), beberapa kelompok dari Irak, dan para wali (Abdal) dari Syam mendatanginya (untuk berbaiat). Seseorang di Syam yang ibunya dari Bani Kalb, menyiapkan pasukan untuk menyerangnya, kemudian Allah-pun mengalahkan mereka, sehingga bencana pun menimpa mereka, maka hari itu merupakan hari kekalahan bagi Bani Kalb. Bahkan, orang yang menyesal adalah orang yang tidak berhasil mendapatkan ghanimah (harta rampasan perang) Bani Kalb. Kemudian, ia (Al-Mahdi) membuka berbagai harta simpanan, membagi-bagi harta, menyampaikan (mendakwahkan) Islam ke wilayah-wilayah sekitarnya. Masyarakat hidup bersama (Al-Mahdi) itu selama tujuh tahun, atau sembilan tahun.” (HR. Ath-Thabarani dalam Al-Ausath, Al-Haitsami menyebutnya dalam Majma’uz Zawâij, ia berkata “semuanya rawinya adalah para rawi yang shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini disepakati oleh para rawi hadits dan pensyarahnya bahwa Khalifah yang dimaksud dalam hadits ini adalah Al-Mahdi (Imam Mahdi). Hadits ini merupakan nash yang sharîh (gamblang) bahwa Khalifah (Imam Mahdi) ini datang menggantikan Khalifah sebelumnya, “Terjadi perselisihan ketika meninggalnya seorang Khalifah. Kemudian, seorang dari….” Dengan demikian, Imam Mahdi bukan orang yang akan menegakkan Khilafah, dan ia juga bukan Khalifah pertama dalam negara Khilafah Rasyidah—yang tidak lama lagi—akan tegak dengan izin Allah. Sehingga yang tersisa di depan setiap orang Muslim adalah kekhawatiran dan ketakutan dari mati jahiliyah, mati dalam keadaan berdosa. Oleh karena itu, tidak ada jalan lain, selain bangkit dengan penuh semangat beraktivitas untuk menegakkan kembali Khilafah, dan mengangkat seorang Khalifah. Wallahu a’lam bish-shawab.(www. http://www.al-aqsa.org)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-766939208285621858?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k48ilzvTkwLcI4g2tpisEGdg_ts/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k48ilzvTkwLcI4g2tpisEGdg_ts/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k48ilzvTkwLcI4g2tpisEGdg_ts/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k48ilzvTkwLcI4g2tpisEGdg_ts/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/z6WTgi1bChM" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/766939208285621858/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=766939208285621858" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/766939208285621858?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/766939208285621858?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/z6WTgi1bChM/haram-berdiam-diri-dari-menegakkan.html" title="Haram Berdiam Diri Dari Menegakkan Khilafah Dengan Alasan Menunggu Imam Mahdi" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2012/02/haram-berdiam-diri-dari-menegakkan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU4DQ3c5cCp7ImA9WxFWEEQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-4990280021719357721</id><published>2010-05-29T07:43:00.000+07:00</published><updated>2010-05-29T07:46:12.928+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-05-29T07:46:12.928+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Penistaan Islam" /><title>Koran Inggris Mempublikasikan Foto Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual di Penjara Irak</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Syabab.Com&lt;/strong&gt; - Koran “Daily Telegraph” hari Kamis (28/5)  mempublikasikan foto-foto penyiksaan dan pelecehan terhadap para tahanan  Irak. Presiden Amerika, Barack Obama melarang foto-foto itu  dipublikasikan. Foto-foto itu membuktikan adanya fakta-fakta pemerkosaan  dan pelecehan seksual. Kejahatan Amerika Serikat dan sekutunya di  negeri kaum Muslim telah nyata, tetapi kaum Muslim masih diam. Ini  semakin menunjukkan kaum Muslim butuh Khilafah.    Kantor berita “Reuters” melaporkan bahwa adegan tersebut merupakan  bagian dari foto-foto yang terdapat dalam laporan yang dibuat pada tahun  2004 oleh Mayor Jenderal Amerika, Antonio Taguba tentang penyiksaan dan  pelecehan terhadap para tawanan di penjara Abu Ghuraib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  laporannya, Taguba memasukkan dugaan adanya insiden pemerkosaan dan  pelecehan seksual. Pada hari Rabu (27/5) koran “Daily Telegraph”  mengkonfirmasikan sebuah file yang didalamnya termasuk foto-foto yang  mendukung dugaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taguba yang pensiun pada bulan Januari  2007 lalu mengatakan kepada koran tersebut: “Foto-foto itu  memperlihatkan adegan-adegan penyiksaan, pelecehan, pemerkosaan, dan  semua perilaku yang memalukan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan bahwa ia sangat  mendukung keputusan Obama untuk tidak mempublikasikan foto-foto  tersebut. Namun sebelumnya Obama telah berjanji untuk mempublikasikan  semua foto-foto yang terkait dengan fakta-fakta penyiksaan dan pelecehan  di penjara Abu Ghuraib dan penjara-penjara yang lain, yang dijalankan  oleh pasukan AS di Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taguba mengatakan: “Saya tidak tahu apa  tujuan yang hendak dicapai dari dipublikasikannya foto-foto tersebut  selain tujuan hukum. Dan konsekuensinya adalah sangat membahayakan bagi  pasukan kami, padahal mereka adalah pelindung politik luar negeri kami,  pada saat kami memerlukannya. Sementara pasukan Inggris sedang berusaha  membangun keamanan di Afghanistan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koran tersebut mengatakan  bahwa setidaknya ada satu foto yang memperlihatkan seorang tentara AS  sedang memperkosa tawanan perempuan, dan yang lain memperlihatkan  seorang penerjemah laki-laki memperkosa tawanan laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koran  itu juga mengatakan bahwa foto-foto yang lainnya memperlihatkan tentang  adegan-adegan pemerkosaan dengan menggunakan sesuatu, seperti tongkat,  kawat, dan tabung pipa. Foto-foto tersebut berkaitan dengan 400 kasus  dugaan pelanggaran yang terjadi di penjara Abu Ghuraib, dan enam penjara  lainnya, antara tahun 2001 hingga tahun 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah  kebiadaban dan tingkahlaku hewani pasukan teroris Amerika Serikat di  negeri bekas pusat peradaban Islam itu. Tapi, sayang dunia membungkam,  termasuk para aktivis liberal tak ada yang mengecam sikap jahat Amerika.  Berbeda halnya tentang syariah, para aktivis liberal senantiasa berada  di barisan terdepan untuk mengecamnya. Sementara kejahatan nyata yang  dilakukan oleh tuannya, diam seribu bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di manakah para  pelindung umat hari ini? Di manakah tentara-tentara kaum Muslim? Ke  manakah mereka, ketika saudara mereka dihinakan? Ke manakah para  penguasa negeri Muslim ketika saudara mereka dengan nyata dihinakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum  Muslim hanya membutuhkan satu kekuatan politik untuk mengembalikan  kejayaan dan kewibawaan mereka. Khilafah Rasyidah yang kedua, insya  Allah akan membebaskan negeri-negeri kaum Muslim yang saat ini sedang  terjajah. Insya Allah, tidak akan lama lagi. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-4990280021719357721?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/RsRnJz9Qo-hhwVcMDzDDSt1WhX0/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/RsRnJz9Qo-hhwVcMDzDDSt1WhX0/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/RsRnJz9Qo-hhwVcMDzDDSt1WhX0/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/RsRnJz9Qo-hhwVcMDzDDSt1WhX0/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/gTeEThX2-M0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/4990280021719357721/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=4990280021719357721" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/4990280021719357721?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/4990280021719357721?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/gTeEThX2-M0/koran-inggris-mempublikasikan-foto.html" title="Koran Inggris Mempublikasikan Foto Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual di Penjara Irak" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2010/05/koran-inggris-mempublikasikan-foto.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak8BRX8yeSp7ImA9WxBSFEo.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-4222628393053586636</id><published>2009-12-22T17:44:00.002+07:00</published><updated>2009-12-22T17:47:34.191+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-22T17:47:34.191+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekonomi Islam" /><title>Benarkah Ekonomi Dunia Membaik ?</title><content type="html">&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/12/krisis-dunia.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/12/krisis-dunia.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Fatamorgana Pemulihan Ekonomi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Saat mengenang terjadinya Depresi Besar 60 tahun silam, Biro Analisa Ekonomi Departemen Perdagangan AS mengeluarkan perkiraan bahwa ekonomi AS mulai tumbuh setelah 4 kwartal berturut-turut mengalami penurunan. Kalau benar, maka AS telah memulihkan ekonominya bersama Jepang, Cina, Jerman, dan Perancis, dan berhasil menghindari keambrukan ekonomi total. Sebagian kalangan menganggap hal ini merupakan tanda-tanda kebangkitan ekonomi dan berakhirnya ‘resesi besar’.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Untuk memahami anggapan ini maka kita perlu meneliti penyebab resesi dan menganalisa apakah penyebab tersebut masih ada atau sudah dihapus dengan kondisi ekonomi tertentu yang akan menstimulasi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Pertumbuhan ekonomi Barat dalam satu dekade didorong oleh ‘real estate bubble’ (penggelembungan harga sektor perumahan)  yang dipimpin AS dan menstimulasi ekonomi negeri barat lainnya. Penggelembungan besar-besaran terjadi karena bank membuat berbagai produk keuangan yang berbasis hutang, yang lalu dijual ke bank lain dengan asumsi bahwa penggelembungan akan terus terjadi.&lt;br /&gt;Ambruknya perusahaan kredit terbesar dunia New Century Inc di bulan April 2007, Northern Rock di February 2008, yang juga diikuti AIG, Lehman brothers dan bank-bank lainnya membuktikan bahwa gelembung yang terjadi memang rentan dan terjadi karena asumsi spekulatif bahwa harga ‘real-estate’ (perumahan) akan terus naik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Jatuhnya harga rumah membuka borok praktek pemberian hutang yang dilakukan para bank dimana bank-bank tersebut terpaksa untuk membatalkan hutang senilai trilyunan dolar yang telah mengalami jatuh tempo dalam waktu bersamaan. Bank-bank yang awalnya menampung dana deposito dari nasabah dan memberi pinjaman kepada pebisnis akhirnya harus menghentikan semua aktifitas tersebut secara mendadak. Maka krisis yang bersifat finansial akhirnya juga merusak perekonomian riil dimana produktifitas menurun, perusahaan berjatuhan, dan pengangguran naik. Maka perekonomian Barat yang bertumpu pada sektor perumahan pun kehilangan energinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Untuk menghindari bencana ekonomi yang lebih besar, pemerintahan Barat melakukani intervensi kolosal untuk menyelamatkannya dari keambrukan total. Idenya adalah ketika masyarakat sudah tidak mampu lagi untuk membelanjakan uangnya untuk menggerakan roda ekonomi, maka negara akan memberikan dana untuk menstimulasi bergeraknya ekonomi, memberikan rasa percaya diri, dan menumbuhkan ekonomi kembali. Pemerintahan Barat mengambil tiga langkah kunci dalam menghadapi krisis: nasionalisasi, paket stimulus, dan mencetak uang kertas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Analisa Pemulihan Ekonomi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kalangan ekonom dan pembuat kebijakan mengatakan bahwa ekonomi Barat telah tumbuh antara April dan Juni 2009 sehingga menunjukkan berakhirnya resesi besar. Jerman telah kehilangan 6.7% pendapatan domestinya selama resesi. Jerman adalah jantung industri Eropa dan tergantung kepada eksport untuk menunjang pertumbuhan ekonominya. Maka permasalahan terbesar yang Jerman hadapi adalah ambruknya perdagangan global, yang diprediksikan akan mengkerut sebesar 10% menurut World Trade Organisation (WTO).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Akan tetapi kebijakan populis yang dibuat Kanselir Angela Merkel dan perjanjian untuk mensuplai Rusia dengan mobil Jerman menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Jerman adalah akibat faktor sementara dan bukan karena ada perubahan sistem ekonomi secara mendasar. Di bulan Februari 2009, Jerman menyetujui paket stimulus sebesar 50 trilyun Euro. Jerman juga meluncurkan program daur ulang kendaraan di bulan Februari dimana pengendara mobil menerima uang tunai untuk mendaur ulang mobil tuanya dan membeli mobil baru — sehingga bisa membangkitkan penjualan mobil dari industri kendaraan. Program ini cukup sukses karena telah menjaring tidak kurang dari 1,7 juta pemohon warga jerman.Pemerintah Perancis mengumumkan paket stimulus senilai 26 trilyun euro untuk membangkitkan ekonominya. Perancis dan Jerman mulai keluar dari resesi karena sektor keuangannya hanya berkontribusi sebagian kecil saja dari keseluruhan ekonominya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Penurunan total untuk Jepang berkisar sekitar 8,4%. Paket stimulus pemerintah Jepang berkisar sekitar 260 trilyun dolar untuk menstimulasi kembali ekonominya dalam bentuk pemberian dana tunai dan subsidi untuk membeli mobil berenergi efisien dan peralatan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Kalau AS keluar dari resesi maka ia akan kehilangan pendapatan sekitar 3,7%. Kwartal ketiga GDP menunjukkan bahwa penjualan barang di bulan Agustus mengalami peningkatan sekitar 2,2% dari bulan sebelumnya, yang merupakan peningkatan tertinggi sejak bulan Januari 2006. Namun peningkatan di bulan Agustus ini didukung oleh kenaikan penjualan mobil sekitar 11,6%, yang merupakan hasil dari insentif bagi pemilik mobil untuk mengganti mobil lamanya dengan mobil baru. Ketika program insentif ini berakhir, maka penjualan pun menurun 1,5% di bulan September.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Distorsi Paket Stimulus&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Ketika krisis ekonomi mencapai puncaknya, banyak negeri Barat mengeluarkan paket stimulus untuk menyelematkan ekonominya dari keambrukan, dimana paket tersebut bernilai hingga 1200 trilyun dolar di tahun 2008. Namun stimulus apapun hanyalah sekedar tambal sulam yang tidak akan tahan lama. Stimulus diberikan hanya untuk menyalakan kembali mesin ekonomi yang telah mati dan bukan untuk menjalankannya sehingga bisa berjalan secara berkesinambungan. Maka pertumbuhan yang terlihat sejauh ini tidak lebih dari sekedar efek sementara saja.&lt;br /&gt;Inisiatif pemerintah seperti program daur ulang mobil, penurunan pajak di UK, dan pemotongan pajak bagi pembeli rumah pertama sebagaimana terlihat di AS dan Perancis berkontribusi kepada 1% dan 0,5% kenaikan GDP sehingga menaikkan penjualan kendaraan bermotor dan investasi real estate. Maka ketika program ini berakhir, maka berakhir pula kontribusinya kepada ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Ekonom Brian Bethune dari IHS Global Insight berkomentar tentang berakhirnya resesi,” Sangatlah bagus melihat ekonomi mulai menggeliat kembali, tetapi kita tidak tahu seberapa jauh pertumbuhan ini bisa terus berlanjut, karena adanya paket stimulus dari pemerintah. Tantangannya adalah mendapatkan pertumbuhan ekonomi sejati, bukan pertumbuhan yang disubsidi dengan steroid keuangan.” Pengangguran saat ini berkisar sekitar 9,8% di AS atau sekitar 15 juta penduduk.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Ketika melihat kualitas pertumbuhan ekonomi akan terlihat bahwa pertumbuhan tersebut lebih bersifat sementara. Dana Saporta, ekonom dari Stone &amp;amp; McCarthy Research di Skillman, New Jersey menguatkan hal ini,” Kekuatan ekonomi di AS saat ini ditopang oleh faktor yang bersifat sementara seperti stimulus keuangan seperti insentif kredit pembelian rumah”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Adalah suatu fakta bahwa stimulus yang diberikan pemerintah sangatlah penting karena kalau itu dihentikan maka sangatlah mungkin ekonomi dunia Barat akan terancam untuk jatuh ke dalam resesi lagi. Paket stimulus telah memicu pertumbuhan palsu. Kita memang masih harus melihat apakah memang ‘pasar bebas’ (free market) benar-benar bisa tumbuh lagi ketika ia ‘bebas’ dari bantuan pemerintah. Sebentar lagi musim natal akan tiba, yang akan menjadi barometer tingkat penjualan untuk mengukur aktifitas konsumen, tanpa adanya ‘stimulus’. Dengan tingkat pengangguran yang tinggi, produksi nasional masih lemah dan hutang masih tinggi maka stimulus yang dikeluarkan masih terlalu dominan. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi akan bersifat sementara dan sulit untuk bisa berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;AS yang merupakan ekonomi terbesar di dunia nampak mulai keluar dari resesinya. Namun, AS masih sangat tergantung kepada aktifitas konsumennya, yang berkontribusi kepada 70% dari GDPnya, sedangkan eksport hanya sekitar 11% saja. Sehingga aktifitas pembelian yang dilakukan konsumen warga AS menjadi sangat penting untuk AS, dan hingga kini aktifitas konsumen AS belum menampakkan tanda-tanda pemulihan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Paket stimulus yang diberikan pemerintah di dunia Kapitalisme tidak menyentuh problema ekonomi yang fundamental yaitu pertumbuhan yang tidak berkelanjutan, pertumbuhan yang didorong oleh hutang, keuangan bermotif judi dan ekonomi gelembung. Manfaat dari paket stimulus hanya bersifat sementara bagi ekonomi kapitalisme yang terancam dengan tingginya angka pengangguran, penggadaian, dan kebangkrutan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Maka, ketika secara statistik ekonomi kapitalisme menunjukkan tanda-tanda perbaikan, fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Campur tangan sosialisme yang dilakukan pemerintahan kapitalis (dengan mengeluarkan paket stimulus) memang menghentikan arus resesi dan menghindari keambrukan total. Namun, ketika paket tersebut dihentikan, maka sangatlah kecil pasar bebas masih bisa tumbuh dengan bebas (atau dengan sendirinya tanpa campur tangan pemerintah). Maka, posisi ekonomi tidak jauh berbeda dibanding satu tahun yang lalu.&lt;br /&gt;Ketika mayoritas masyarakat Kapitalis semakin terancam dengan prospek pengangguran dan penggadaian, mereka juga tidak akan mendapatkan bantuan dana tunai untuk mempermudah situasi mereka. Kenyataannya, paket stimulus yang dikeluarkan pemerintah justru digunakan oleh industri perbankan untuk memberikan bonus kepada bankirnya. Ini menunjukkan bahwa komitmen konferensi G20 tidak lebih hanya sekedar untuk konsumsi publik. Pemerintah Barat masih belum mampu untuk mengeluarkan peraturan untuk menghentikan pemberian bonus kepada para bankir yang bermasalah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Dalam situasi seperti muslim tidak bisa berharap banyak kepada kapitalisme. Resesi dan bencana sebenarnya bisa dihindari dalam sistem ekonomi Islam yang bertopang pada emas dan perak. Sistem ekonomi Islam juga melarang bunga, uang kertas, kepemilikan perusahaan yang tidak jelas, pengaturan yang jelas tentang pembedaan kepemilikan pribadi, negara, dan umum.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Adalah aset umat speerti minyak, gas, dan mineral tambang yang masih dikuasai oleh rezim yang menggunakannya untuk kepentingan pribadi dan mempertahankan status quo. Ini tidak akan berubah hingga terjadi perombakan yang bersifat menyeluruh dengan tegaknya kembali ekonomi Islam dibawah naungan Khilafah. Hingga saat itu terjadi, pemulihan ekonomi hanya akan bak fatamorgana.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;(sumber : &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.khilafah.eu/kmag" target="_blank"&gt;http://www.khilafah.eu/&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-4222628393053586636?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TfUFrPxk8saIuy2Gkt9duRPzo4U/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TfUFrPxk8saIuy2Gkt9duRPzo4U/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TfUFrPxk8saIuy2Gkt9duRPzo4U/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/TfUFrPxk8saIuy2Gkt9duRPzo4U/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/SAvqLu2TYr8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/4222628393053586636/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=4222628393053586636" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/4222628393053586636?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/4222628393053586636?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/SAvqLu2TYr8/benarkah-ekonomi-dunia-membaik.html" title="Benarkah Ekonomi Dunia Membaik ?" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2009/12/benarkah-ekonomi-dunia-membaik.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUcGQHk9eCp7ImA9WxBSE0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-3966853907995156190</id><published>2009-12-21T09:33:00.001+07:00</published><updated>2009-12-21T09:37:01.760+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-21T09:37:01.760+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekonomi Islam" /><title>Ketidakadilan Yang Nyata</title><content type="html">Ideologi kapitalisme yang menjadi acuan para pengambil kebijakan negeri ini tidak akan pernah berpihak kepada rakyat. Secara sistemik, kapitalisme memang dibuat untuk para pemilik modal. Dalam sistem ini, kekuatan modal menjadi penentu utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tidak mengherankan kalau yang paling menonjol dari sistem kapitalis adalah ketidakadilan,perampokan, dan kebohongan. Bank century yang sejak lama dikenal bermasalah  digelontorkan dana sebesar Rp.6,7 trilyun. Sementara  dana untuk tanggap darurat gempa di sumbar hanya Rp.100 Milyar. Memang akan ada dana tambahan, namun harus menunggu prosedur birokrasi yang biasanya berbelit-belit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, untuk membantu bank Century pemerintah dengan sangat cepat mengeluarkan dana termasuk mengutak-atik aturan yang ada. Pada november 2008, Bank Indonesia mengubah syarat  CAR 8 persen menjadi CAR positif. Hari itu juga permohonan Bank Century untuk mendapatkan fasilitas  Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) disetujui sebesar Rp.502,07 milyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luarbiasanya, pada malam itu juga pukul 20.43 sebagian dana dicairkan sebesar Rp. 356,81 milyar, sisanya dicairkan tiga hari kemudian. Bandingkan dengan rakyat miskin yang harus berbelit-belit mennerima bantuan kesehatan dan pendidikan gratis. Belum lagi, antri yang panjang dan melelahkan menunggu BLT (Bantuan langsung Tunai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah kita percaya dengan sistem kapitalis ???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-3966853907995156190?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DFqJdBk7-zRpDBw_SCAEW11eb7A/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DFqJdBk7-zRpDBw_SCAEW11eb7A/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DFqJdBk7-zRpDBw_SCAEW11eb7A/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DFqJdBk7-zRpDBw_SCAEW11eb7A/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/j5UsBRp2_fA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/3966853907995156190/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=3966853907995156190" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/3966853907995156190?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/3966853907995156190?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/j5UsBRp2_fA/ketidakadilan-yang-nyata.html" title="Ketidakadilan Yang Nyata" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2009/12/ketidakadilan-yang-nyata.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUQFRno9eyp7ImA9WxBTF0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-6883582245831628837</id><published>2009-12-14T19:19:00.002+07:00</published><updated>2009-12-14T19:21:57.463+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-14T19:21:57.463+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekonomi Islam" /><title>Sri Mulyani Membuka Front dengan Partai</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/12/sri-mulyani.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/12/sri-mulyani.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Sri Mulyani di Wall Street Journal edisi 10 Desember 2009 dinilai pengamat politik Burhanuddin Muhtadi bak menyiram api dengan bensin. Konflik terpendam antara Sri dengan sejumlah politisi bisa terbuka lebar. &lt;p&gt;Sri menyatakan kepada Wall Street Journal, Panitia Khusus Angket adalah kreasi lawan-lawan politiknya. Salah satu yang disebut Menteri Keuangan itu adalah Aburizal Bakrie, yang disebutnya tak senang dengannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Pernyataan itu bisa berbuntut panjang,” ujar Burhan. “Statemen itu &lt;em&gt;politically incorrect&lt;/em&gt; dan bak menyiram api dengan bensin, apalagi dengan menyebut motivasi politik dan dendam Aburizal,” ujar peneliti senior Lembaga Survei Indonesia dalam pernyataan tertulis ke VIVAnews, Kamis 10 Desember 2009.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pernyataan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu, kata Burhan, bisa membuat Golkar bisa kebakaran jenggot. Sri juga membuat posisi Demokrat yang tidak &lt;em&gt;single majority&lt;/em&gt; menjadi dilematis karena Golkar pemegang kursi terbesar kedua dan Idrus Marham, Sekretaris Jenderal Golkar, adalah Ketua Panitia Khusus.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Seharusnya Sri membangun komunikasi dengan partai-partai, bukannya membuka front dengan mereka. Statemen itu makin menyudutkan Sri karena dia tak punya basis politik dan kaki di parlemen,” kata Burhan yang mendapatkan master ilmu politik dari Australian National University itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pernyataan Sri itu juga, kata Burhan, membuat Boediono juga bisa terkena getah karena banyak mitra koalisi Demokrat yang mencibir Boediono dan Sri sebagai pejabat tak berkeringat karena dapat posisi strategis tanpa partai. Sri dan Boediono bisa jadi musuh bersama politisi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akibatnya, “Jika secara politis tidak menguntungkan, bisa jadi Demokrat “melepas” Sri dan Boediono,” ujar Burhan. Jelas, kasus Century ini menguji kekuatan bangunan koalisi yang dibangun Susilo Bambang Yudhoyono. (vivanews.com, 10/12/2009)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-6883582245831628837?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mZVJgfW3uwWsZKF8Ew3vTW4p_uw/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mZVJgfW3uwWsZKF8Ew3vTW4p_uw/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mZVJgfW3uwWsZKF8Ew3vTW4p_uw/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/mZVJgfW3uwWsZKF8Ew3vTW4p_uw/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/QBjM_S7uBc4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/6883582245831628837/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=6883582245831628837" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/6883582245831628837?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/6883582245831628837?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/QBjM_S7uBc4/sri-mulyani-membuka-front-dengan-partai.html" title="Sri Mulyani Membuka Front dengan Partai" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2009/12/sri-mulyani-membuka-front-dengan-partai.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUQNRX0_eip7ImA9WxBTF0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-797858542820267741</id><published>2009-12-14T19:15:00.002+07:00</published><updated>2009-12-14T19:23:14.342+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-14T19:23:14.342+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nafsiyah" /><title>Ibarat Menggenggam Bara Api</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/09/api2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 180px;" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/09/api2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anas bin Malik menuturkan, Rasulullah SAW bersabda: “Akan tiba suatu masa pada manusia, dimana orang yang bersabar di antara mereka dalam memegang agamanya, ibarat orang yang menggenggam bara api.” (Hr. at-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan redaksi yang berbeda, Abu Hurairah menuturkan, Rasulullah SAW bersabda: “Celakalah orang-orang Arab, yaitu keburukan yang benar-benar telah dekat; fitnah ibarat sepenggal malam yang gelap gulita. Pagi hari seseorang masih beriman, sorenya telah berubah menjadi Kafir. Kaum yang menjual agama mereka dengan tewaran dunia yang tidak seberapa. Maka, orang yang berpegang teguh pada agamanya, ibarat orang yang menggenggam bara api.” (Ibn Hajar al-Haitsami, Majma’ az-Zawaid wa Manba’ al-Fawaid, juz VII, hal. 552)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW ketika ditanya oleh para sahabat, “Wahai Rasulullah, apakah (kita) termasuk mereka?” Beliau menjawab: “Justru, mereka seperti kalian.” ‘Umar bin al-Khatthab menjelaskan takwil surat Ali ‘Imran: 110 dengan menyatakan, “Siapa saja yang mengerjakan amal sebagaimana yang kalian kerjakan, maka dia pun sama kedudukannya seperti kalian..” (Lihat, al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, juz IV, hal. 170)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Auza’i pernah ditanya, “Kapankah zaman tersebut?” Beliau menjawab, “Kalau bukan zaman kita sekarang ini, saya tidak tahu, kapankah zaman tersebut? ” (Lihat, Ibn ‘Asakir, Tarikh Dimasqa, juz XXXVII, hal. 97). Kalau pada zaman al-Auza’i sudah sedemikian parah, padahal hukum syara’ masih diterapkan oleh negara dan para penguasanya, lalu bagaimana dengan zaman kita?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-797858542820267741?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-wu8Rc9-oA3h2fK32i6SXRtLb-4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-wu8Rc9-oA3h2fK32i6SXRtLb-4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-wu8Rc9-oA3h2fK32i6SXRtLb-4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/-wu8Rc9-oA3h2fK32i6SXRtLb-4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/KNQAAqfwFJ8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/797858542820267741/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=797858542820267741" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/797858542820267741?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/797858542820267741?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/KNQAAqfwFJ8/ibarat-menggenggam-bara-api.html" title="Ibarat Menggenggam Bara Api" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2009/12/ibarat-menggenggam-bara-api.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUcMQHo9cSp7ImA9WxNbGEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-4391859013233066245</id><published>2009-11-22T17:50:00.000+07:00</published><updated>2009-11-22T17:51:21.469+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-22T17:51:21.469+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekonomi Islam" /><title>Kwik Kian Gie: Talangan Century untuk Selamatkan Deposan Besar</title><content type="html">Kejanggalan-kejanggalan di balik pengucuran dana talangan Bank Century Rp 6,7 triliun mulai dikuak. Ekonom yang juga mantan Menko Ekuin, Kwik Kian Gie, menguraikan analisisnya. &lt;p&gt;Pandangannya itu didasarkan pada Laporan Kemajuan Pemeriksaan Investigasi terhadap Bank Century atau laporan sementara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang diserahkan ke DPR pada tanggal 26 September 2009 lalu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kwik mengatakan, melihat laporan sementara tersebut, langkah mem-&lt;em&gt;bail out&lt;/em&gt; Century hanya untuk menyelamatkan deposan-deposan besar dan bukan sebagai antisipasi untuk dampak sistemik seperti yang disampaikan pemerintah. Dasar pernyataannya adalah &lt;em&gt;track record&lt;/em&gt; Century, catatan keuangannya, dan adanya perubahan Peraturan Bank Indonesia yang dilakukan secara tiba-tiba.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bank Century merupakan merger tiga bank, yaitu Bank CIC, Bank Danpac, dan Bank Piko. Ketiga bank ini, menurutnya, memiliki jejak rekam buruk di dunia perbankan. “Sangat aneh, jika Bank Indonesia memberikan izin merger dengan risiko bangkrut karena ketiga bank ini tidak sehat,” ujar Kwik pada diskusi “Membongkar Skandal Bank Century” di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (19/11).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kwik juga melihat kejanggalan adanya perubahan peraturan BI yang mengatur tentang syarat kecukupan modal, dari -8 persen menjadi fleksibel di atas 0 persen. Termasuk pengucuran bertahap dana kucuran yang di awal hanya Rp 632 miliar, tiba-tiba &lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2009/07/29/08263173"&gt;membengkak hingga Rp 6,7 triliun&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Jadi suntikan dana ini tidak untuk menyelamatkan bank, tapi untuk menelikung peraturan bahwa nasabah bank dijamin hanya sampai Rp 2 miliar. &lt;em&gt;Bail out&lt;/em&gt; terhadap Century hanya supaya orang besar yang punya dana lebih dari Rp 2 miliar mendapatkan uangnya kembali dan menyelamatkan deposan-deposan besar itu,” ungkapnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melihat rekam jejak Bank Century, menjadi pertanyaan besar mengapa para deposan besar tersebut mau menyimpan uangnya di bank kecil milik Robert Tantular. “Ini harus ditanyakan oleh panitia angket kepada deposan-deposan itu. Persoalan Century ini menyangkut skandal besar,” katanya. (kompas.com, 19/11/2009)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-4391859013233066245?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/I_qsKxA8hKMdl7Wvr0VWd6A4Ono/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/I_qsKxA8hKMdl7Wvr0VWd6A4Ono/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/I_qsKxA8hKMdl7Wvr0VWd6A4Ono/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/I_qsKxA8hKMdl7Wvr0VWd6A4Ono/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/13BMpyqD4eA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/4391859013233066245/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=4391859013233066245" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/4391859013233066245?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/4391859013233066245?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/13BMpyqD4eA/kwik-kian-gie-talangan-century-untuk.html" title="Kwik Kian Gie: Talangan Century untuk Selamatkan Deposan Besar" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2009/11/kwik-kian-gie-talangan-century-untuk.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUcBRHgzfyp7ImA9WxNbEkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-8865045699044052152</id><published>2009-11-15T19:07:00.002+07:00</published><updated>2009-11-15T19:10:55.687+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-15T19:10:55.687+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekonomi Islam" /><title>Jawab Soal : Seputar Naik Turunnya Kurs Dollar Terhadap Euro</title><content type="html">&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" &gt; Soal: Kita mengetahui bahwa pada awal krisis ekonomi di Amerika, Dolar mengalami penurunan besar terhadap Euro. Akan tetapi kita perhatikan pada akhir-akhir ini bahwa kurs Dolar terhadap Euro mengalami kenaikan. Padahal krisis ekonomi masih tetap bergolak di Amerika. Lalu apa yang mendorong kenaikan kurs Dolar terhadap Euro padahal krisis masih tetap ada di Amerika?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" &gt;Jawab:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" &gt;Sebagaimana Anda ketahui bahwa uang kertas fiat money tidak memiliki back up. Akan tetapi bergantung kepada perekonomian negara yang mengeluarkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" &gt;Krisis ekonomi global bermula di Amerika. Kurs Dolar terhadap surat berharga lainnya mengalami penurunan. Ketika krisis meluas ke Eropa, hal itu menciptakan benturan bagi perekonomian Eropa. Dan berikutnya kelemahan itu meluas ke mata uang kertas di negara-negara Eropa. Hal itu menyebabkan kenaikan kurs Dolar secara relativ. Karena penurunan juga mencakup mata uang Eropa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" &gt;Untuk lebih menjelaskan kami katakan, misal kita asumsikan satu Dolar kursnya satu Euro. Ketika krisis muncul di Amerika maka perekonomian Amerika melemah. Berikutnya kurs Dolar terhadap Euro mengalami penurunan misalnya 25 % sehingga menjadi setara dengan 75 % dari satu Euro. Artinya satu Euro setara dengan 1,25 Dolar. Ketika krisis meluas ke Eropa maka perekonomian Eropa juga melemah. Dan berikutnya kurs Euro juga melemah misalnya 10 %. Jadi kurs Euro menjadi 90 % x 1,25 Dolar. Berikutnya satu Euro menjadi sama dengan 1, 125 Dolar. Artinya satu Dolar menjadi 1/1,125 = 88 % dari Euro. Artinya seakan-akan Dolar naik dari 80 % menjadi 88 % dari Euro. Padahal hakikatnya Dolar menurun, akan tetapi terhadap Euro telah mengalami kenaikan disebabkan meluasnya krisis ke Eropa. Dan diprediksi Dolar akan kembali mengalami penurunan terhadap Euro, khususnya pasca hilangnya benturan ekonomi di Eropa. Terlebih Eropa mengambil langkah-langkah untuk meredakan krisis, di mana perekonomian Eropa lebih mampu dari perekonomian Amerika untuk meredakan benturan krisis ekonomi dan lebih mampu melakukan penyesuaian dengan krisis yang terjadi…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" &gt;Begitulah, kenaikan itu bersifat relativ sesuai dengan melemahnya perekonomian negara-negara. Dan setiap kali pengaruh krisis terhadap suatu negara itu lebih besar maka penurunan mata uangnya juga lebih banyak. Dan berikutnya terjadilah kenaikan atau penurunan kus mata uangnya. Krisis telah mempengaruhi banyak negara di dunia, sehingga mata uang fiat money secara umum mengalami penurunan. Akan tetapi terhadap sebagiannya naik atau turun sesuai dengan pegaruh krisis terhadap perekonomiannya dan akan tetap tidak stabil selama krisis masih terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" &gt;18 Februari 2009&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" &gt;Soal kedua: Krisis ekonomi masih terus menelan dunia seluruhnya. Amerika memiliki kewajiban utang yang sangat besar terhadap sejumlah negara di dunia, khususnya China. Apakah Amerika tidak bisa mencetak Dolar dan menutup utang-utangnya terhadap China. Ataukah bahwa undang-undang IMF melarang hal itu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" &gt;Jawab:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" &gt;Amerika sebenarnya bisa mencetak uang kertasnya, dengan persetujuan IMF atau secara rahasia “dan hingga terang-terangan” tanpa persetujuan IMF. Amerika memiliki pengaruh riil di IMF dan memungkinkan Amerika menampakkan sebab-sebab palsu dan menyembunyikan perkara yang sebenarnya dan membuat IMF mendukungnya dalam hal itu! Akan tetapi pencetakan uang kertas dengan jalan ini akan menyebabkan penurunan kurs Dolar dan berikutnya terjadi inflasi yaitu kenaikan harga-harga. Karena itu Amerika tidak menempuh jalan itu kecuali jika Amerika memiliki kepentingan yang lebih tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" &gt;Sebagai contoh, media massa melansir berita bahwa Amerika mencetak uang antara “2 triliun – 4 triliun” Dolar selama kekacauan minyak yang menyebabkan naiknya harga minyak hingga mendekati 150 Dolar per barel. “Dan Amerika tidak jauh dari kekacauan itu”. Lalu Amerika mencetak uang kertas itu untuk bisa membeli sejumlah besar minyak baik secara langsung maupun tak langsung untuk ditambahkan ke cadangan minyaknya. Amerika dalam hal itu melihat adanya kepentingan bagi Amerika yang melebihi naiknya harga minyak dan anjloknya kurs Dolar. Akan tetapi Amerika menghentikan itu bersamaan dengan mulai intensnya krisis ekonomi global. Karena pasar-pasar Amerika tidak siap menanggung inflasi tambahan disebabkan bangkrutnya banyak perusahaan, memuncaknya masalah kredit, menurunnya produksi dan konsumsi …&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" &gt;Sekarang Amerika tidak mungkin mencetak uang kertas tanpa imbalan ekonomi yang meningkat. Hal itu akan terus berlangsung sampai sejauh yang bisa diperkirakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" &gt;Akan tetapi Amerika pada suatu saat menemukan adanya kepentingan dalam mencetak uang meski tanpa imbalan, maka Amerika akan melakukannya. Amerika adalah satu-satunya negara yang mata uangnya mengendalikan sebagian besar cadangan devisa negara-negara lain, disamping pengaruh riilnya di IMF.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" &gt;Atas dasar itu, saat ini seandainya Amerika mencetak uang kertas untuk menutupi utang-utang yang menjadi kewajibannya, maka hal itu tidak akan menguntungkan karena dua sebab:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" &gt;Pertama, karena kurs Dolar akan menurun. Setiap kali jumlah uang kertas bertambah maka setiap kali itu pula harganya menurun. Berikutnya, masalah ekonomi akan terjadi antara debitor dan kreditor. Jika kreditor adalah negara besar semisal China maka itu akan berpengaruh dalam hubungan-hubungan ekonomi antara kedua negara dan akan menambah krisis ekonomi Amerika lebih dari yang seharusnya, khususnya Amerika dan Eropa ingin China berkontribusi dalam menyelesaikan krisis bukannya berlepas tangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" &gt;Kedua, bertambahnya penawaran uang kertas tanpa imbalan ekonomi akan menyebabkan naiknya harga-harga komoditi di dalam negeri Amerika. Hal itu merupakan sesuatu yang tidak diharapkan oleh pasar ekonomi Amerika…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" &gt;Karena semua itu, kecil kemungkinannya Amerika mencetak uang kertas baru tanpa imbalan ekonomi yang meningkat. Hal itu setidaknya dalam jangka pendek yang bisa diprediksi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" &gt;Akan tetapi seperti yang kami katakan, kemungkinan untuk itu tetap ada. Jika Amerika menemukan bahwa di sana terdapat kepentingan yang lebih tinggi bagi Amerika, baik secara politik maupun ekonomi, maka Amerika akan melakukannya dengan dorongan tersebarnya Dolar di cadangan-cadangan devisa banyak negara di dunia dan dengan dorongan pengaruh riilnya di IMF.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="direction: ltr; unicode-bidi: embed; text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" &gt;Sumber : http://hizbut-tahrir.or.id/2009/11/15/jawab-soal-seputar-naik-turunnya-kurs-dollar-terhadap-euro/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-8865045699044052152?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ShppTf5PFm_O2T3G8iUTTEsCxRs/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ShppTf5PFm_O2T3G8iUTTEsCxRs/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ShppTf5PFm_O2T3G8iUTTEsCxRs/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ShppTf5PFm_O2T3G8iUTTEsCxRs/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/N9dyfyKkjJo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/8865045699044052152/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=8865045699044052152" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/8865045699044052152?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/8865045699044052152?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/N9dyfyKkjJo/jawab-soal-seputar-naik-turunnya-kurs.html" title="Jawab Soal : Seputar Naik Turunnya Kurs Dollar Terhadap Euro" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2009/11/jawab-soal-seputar-naik-turunnya-kurs.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkUBRn0_eCp7ImA9WxNUEkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-6728456960006010781</id><published>2009-11-04T05:42:00.000+07:00</published><updated>2009-11-04T05:44:17.340+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-04T05:44:17.340+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Al-Islam" /><title>BEBASKAN AL-QUDS DAN PALESTINA DENGAN KHILAFAH DAN JIHAD!</title><content type="html">&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;[Al-Islam 479] &lt;/strong&gt;Untuk kesekian kalinya, umat Islam sedunia menyaksikan tindakan biadab bangsa Yahudi laknatullah di Tanah al-Haram (Al-Aqsha-Palestina), bumi Isra’ Mi’raj Baginda Rasulullah Muhammad saw. Yahudi memprovokasi kaum Muslim di Masjid al-Aqsa pagi dan petang; kadang-kadang dengan menggali bagian di bawah masjid; dengan merusak bagian atasnya; dengan mempersulit orang-orang yang melaksanakan shalat; atau dengan mempraktikkan ritual-ritual mereka. Jika kaum Muslim menghadang mereka maka orang-orang Yahudi itu menembaki kaum Muslim hingga ada yang terbunuh atau terluka, juga ada yang ditangkap. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Selama bulan Oktober 2009 saja, sedikitnya tujuh orang Palestina terluka akibat tindakan brutal tentara Zionis Israel di pintu masuk Masjid Al-Aqsha, Ahad (27/9) lalu. Kantor berita Palestina WAFA melaporkan, polisi Zionis pagi-pagi melakukan serangan di kompleks Masjid Al-Aqsha dari pintu masuk Babul Mugharabah. Dalam aksi tersebut, polisi Zionis menembakkan peluru-peluru plastik dan meledakkan bom molotov. Sebelum melancarkan serangan tersebut, polisi Israel menutup pintu-pintu lain di Masjid Al-Aqsha sehingga mereka dapat dengan mudah menyerang para jamaah shalat Palestina.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dilaporkan pula, beberapa kendaraan militer Israel sudah memasuki Kota Beit Lahya, sementara pesawat-pesawat tempur melakukan patroli udara. Jumat (25/9) malam militer Zionis melancarkan serangan udara ke utara Gaza. Tiga anggota kelompok perjuangan Jihad Islam dilaporkan syahid akibat serangan tersebut. Serangan itu merupakan pelanggaran nyata Israel atas kesepakatan gencatan senjata. (&lt;i&gt;S&lt;/i&gt;&lt;i&gt;abili.com&lt;/i&gt;,12/10).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dalam bulan Oktober pula pasukan penjajah Zionis juga terus melancarkan operasi penangkapan terhadap lebih dari 330 warga Palestina, termasuk 30 anak yang berusia di bawah 18 tahun. Pusat Solidaritas Internasional untuk HAM, Ahad (1/11), menyatakan, tak terlewatkan sehari pun kecuali terjadi berbagai aksi seperti pembunuhan dan penangkapan terhadap puluhan warga Palestina (&lt;i&gt;Sabili.com&lt;/i&gt;,2/11).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Penguasa &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Muslim &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Membisu&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sangat menyedihkan, meski keadaannya terus bertambah gawat, para penguasa di negeri-negeri kaum Muslim diam membisu. Sikap terbaik mereka hanyalah dengan mengizinkan rakyatnya melakukan aksi protes, mengajukan keberatan serta berteriak menentang Yahudi dan begundalnya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Para penguasa negeri-negeri Islam sibuk “main sinetron” mengikuti arahan “sang sutradara” AS yang licik. Mereka dengan patuhnya merangkak dari sidang ke sidang, dari jamuan ke jamuan, sambil melipat tangan mereka seraya menyaksikan dari waktu ke waktu tindakan biadab Yahudi Israel menumpahkan darah kaum Muslim. Lantas masihkan umat ini akan terus-menerus berdiam diri bersama para penguasa yang buta, tuli dan bisu atas nasib umat dan negeri mereka? &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Akar Masalah Palestina&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Permasalahan Palestina tidak terlepas dari sejarah masa lalu hingga kemudian Palestina dikuasai oleh kaum kafir. Perang Salib yang dicanangkan negara-negara Kristen Eropa telah menjadikan Palestina sebagai ajang konflik agar daerah Timur Tengah terus bergejolak. Strategi yang digunakan adalah dengan mencangkokkan negara Yahudi di Bumi Palestina. Motor penjajahan tersebut adalah Inggris dan kroni-kroninya, yang sekarang dilanjutkan oleh Amerika sebagai penyokong utama negara Israel. Kesepakatan demi kesepakatan hanyalah tipuan belaka untuk menjaga dan menjamin pendudukan Israel di Tanah Palestina.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kenyataan terburuk berawal pada 29 November 1947 saat PBB mengumumkan persetujuan berdirinya negara Israel yang didukung penuh AS di atas 55% Tanah Palestina. Persetujuan PBB ini kemudian diikuti dengan deklarasi pendirian negara Israel oleh PM Israel pertama, David Ben-Gurion, yang segera melakukan pengusiran dan pembunuhan lebih besar lagi terhadap kaum Muslim di Palestina. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Setelah Israel berdiri, negara-negara tetangga Palestina (Mesir, Yordan, Libanon dan Suriah) mengumumkan perang terhadap Israel. Perang ini terjadi pada tahun 1948, 1956, 1967 dan 1973. Namun, Perang Arab-Israel ini tidak lebih dari perang sandiwara dan hanya membuat mitos seolah-olah Israel tidak terkalahkan. Perang ini sekaligus menjadi bukti pengkhianatan para pemimpin Muslim itu. Apalagi setelah perang 6 hari di tahun 1967, wilayah Israel bahkan bertambah menjadi 70%. Bahkan hingga hari ini Israel dengan brutal mencaplok wilayah Palestina hingga menguasai lebih dari 90%-nya. Nafsu mereka yang lebih besar adalah membersihkan semua Muslim dan seluruh simbol-simbolnya di kawasan Palestina.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sikap khianat para penguasa Muslim ini tentu sangat bertolak belakang dengan sikap para khalifah dulu ketika umat ini masih di bawah naungan Khilafah. Meski Khilafah dalam keadaan lemah, Khalifah kaum Muslim saat itu, Khalifah Abdul Hamid II, dengan lantang mengatakan “&lt;i&gt;Tanah itu bukan milikku, tetapi milik umatku.” &lt;/i&gt;(Khalifah Abdul Hamid II, 1897). &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Khalifah Abdul Hamid II kemudian mengultimatum Dr. Hertzl dari pihak Yahudi supaya jangan meneruskan rencananya, “&lt;i&gt;Aku tidak akan melepaskan walaupun segenggam tanah ini (Palestina), karena ia bukan milikku. Tanah itu adalah hak umat Islam. &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Umat Islam telah berjihad demi kepentingan tanah ini dan mereka telah menyiraminya dengan darah mereka. Karena itu, silakan Yahudi menyimpan saja harta mereka. Jika Khilafah Utsmaniyah dimusnahkan pada suatu hari maka mereka boleh mengambil Palestina tanpa membayar harganya. Namun, sementara aku masih hidup, aku lebih rela menusukkan pedang ke tubuhku daripada melihat Tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari Khilafah Islamiyah.&lt;/i&gt;&lt;i&gt;”&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;(Khalifah Abdul Hamid II, 1902).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Jadi, masalah sesungguhnya dari krisis Palestina adalah pendudukan Israel di Palestina, tanah milik kaum Muslim; bukan masalah perbatasan Palestina-Israel atau yang semisalnya. Karena itu, hingga kapanpun sesungguhnya Palestina tidak boleh dikuasai apalagi diserahkan kepada bangsa kafir Yahudi atau siapapun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Khilafah dan Jihad: Solusi Tuntas&lt;/b&gt;&lt;b&gt;!&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Harus disadari oleh kaum Muslim, pendudukan tanah Palestina oleh Yahudi tidak pernah terwujud, kecuali setelah Khilafah Islam berhasil diruntuhkan. Sekiranya umat ini sadar dan fokus mengembalikan keberadaan Khilafah yang bakal menjadi solusi final atas tragedi Palestina maupun tragedi-tragedi di Dunia Islam lainya, tentu masalahnya tidak akan berlarut-larut seperti saat ini. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Karena itu, masalah Al-Quds dan Palestina ini tidak akan pernah selesai selama Israel tetap bercokol di Bumi Palestina. Karena itu pula, solusinya hanya satu: melenyapkan Israel dari bumi penuh berkah tersebut. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Israel sesungguhnya tidak mempunyai kemampuan untuk berdiri sebagai sebuah negara. Israel bisa berdiri kokoh karena ditopang oleh Inggris dan AS pada masa awal pendiriannya. Karena itu, untuk melenyapkan Israel dari bumi penuh berkah itu tidak bisa tidak Dunia Islam membutuhkan Khilafah. Sebab, hanya Khilafahlah yang bisa menghadapi Inggris, AS dan sekutunya, sekaligus membersihkan antek-antek mereka dari seluruh negeri kaum Muslim.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Khilafahlah yang akan memimpin dan mengkomandoi 1,5 miliar kaum Muslim di seluruh dunia untuk berjihad. Khilafahlah yang akan melindungi dan mempertahankan seluruh wilayah dan tanah kaum Muslim. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Adapun solusi-solusi lain seperti bantuan kemanusiaan, gencatan senjata, pedamaian, resolusi DK PBB, KTT Liga Arab maupun pengiriman pasukan perdamaian sesungguhnya bukanlah solusi. Buktinya, meski semuanya itu terus-menerus dilakukan sejak 50 tahun yang lalu hingga kini, toh tidak pernah bisa menyelesaikan masalah Palestina dengan tuntas. Bahkan solusi-solusi tersebut semakin memalingkan kaum Muslim dari solusi Islam yang sesungguhnya, yakni dengan menegakkan kembali Khilafah. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Tak Cukup Hanya dengan Demonstrasi &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dulu pun Palestina pernah diduduki oleh kaum salibis. Mereka membuat kerusakan dan merusak di Masjid al-Aqsa. Namun, kaum Muslim tidak menyibukkan diri hanya dengan melakukan aksi protes dan demonstrasi untuk membebaskan al-Aqsa. Misi mereka siang dan malam adalah menyiapkan pasukan, memobilisasi tentara Mukmin yang benar dengan kepemimpinan Shalahuddin, wali Mesir dan Syam saat itu, di bawah Khilafah yang memerintah berdasarkan al-Quran. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dulu protes-protes kaum Muslim diwujudkan dengan lompatan-lompatan para tentara mereka terhadap benteng-benteng kaum salibis. Penolakan-penolakan mereka adalah berupa serangan-serangan yang menghantam orang-orang yang melampaui batas itu. Pidato-pidato mereka yang membakar adalah teriakan takbir di medan perang. Mereka brnar-benar menolong Allah sehingga Allah pun menolong mereka. Begitulah kaum Muslim dulu. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Karena itu, sesungguhnya metode membela al-Aqsa adalah umat berdiri di hadapan para penguasa mereka agar para penguasa itu memobilisasi pasukan untuk berperang. Jika mereka menolak maka umat hendaknya menindak mereka sekaligus mengangkat seorang penguasa Mukmin yang benar, yaitu seorang khalifah &lt;i&gt;ar-rasyîd&lt;/i&gt;, yang menjual dirinya demi mendapatkan keridhaan Allah, dengan berperang bersama kaum Muslim melawan orang-orang kafir. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Wahai kaum Muslim,&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Wahai Para Tentara Mujahid:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sungguh al-Aqsa dan Palestina meminta pertolongan Anda. Para wanita kaum Muslim menyeru Anda. Apakah Anda tidak menjawab mereka dan mencari salah satu dari dua kebaikan: kemenangan atau syahid, atau bahkan keduanya sekaligus dengan izin Allah? Tidakkah Anda takut akan ancaman Allah SWT:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt; &lt;p align="justify"&gt;]إِلا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا[ &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Jika kalian tidak berangkat untuk berperang niscaya Allah menyiksa kalian dengan siksaan yang pedih&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS at-Taubah [9]: 39).&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Wahai umat Islam, &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Wahai Pasukan kaum Muslim:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tidak adakah di antara Anda sekalian orang yang cerdas, yang mau membebaskan al-Aqsa, kiblat pertama kaum Muslim; yang mau menuntut balas atas apa yang diderita oleh para orang tua, anak-anak yatim dan para wanita Muslim; yang berani berdiri di hadapan para penguasa zalim dan komprador serta melengserkan para &lt;i&gt;thâghût&lt;/i&gt; itu sekaligus memimpin para mujahid di jalan Allah?&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tidak adakah di antara Anda seorang cerdas, yang memahami firman Allah SWT tentang Yahudi:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;]لَنْ يَضُرُّوكُمْ إِلا أَذًى وَإِنْ يُقَاتِلُوكُمْ يُوَلُّوكُمُ الأدْبَارَ ثُمَّ لا يُنْصَرُونَ[&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat kemadaratan terhadap kalian, selain dari gangguan-gangguan celaan saja. Jika mereka berperang melawan kalian, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah), kemudian mereka tidak mendapat pertolongan&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS Ali Imran [3]: 111)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p align="justify"&gt;Karena itu, sambutlah seruan Allah SWT yang telah berfirman:&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt;]قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ[&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Perangilah mereka (orang-orang kafir), niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian, Allah akan menghinakan mereka dan menolong kalian terhadap mereka serta melegakan hati orang-orang Mukmin &lt;/i&gt;&lt;b&gt;(QS at-Taubah [9]: 14)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;KOMENTAR AL-ISLAM:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Indonesia Naik 2 Peringkat Pengklik Terbanyak Pornografi di Internet (&lt;i&gt;Eramuslim.com&lt;/i&gt;, 3/11/2009).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Na’udzubillâh! Itulah akibat Indonesia tak menegakkan syariah.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-6728456960006010781?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hobKCWK1sC3NV3GiTxTONnWFlv8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hobKCWK1sC3NV3GiTxTONnWFlv8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hobKCWK1sC3NV3GiTxTONnWFlv8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hobKCWK1sC3NV3GiTxTONnWFlv8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/l_Ot6emswCE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/6728456960006010781/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=6728456960006010781" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/6728456960006010781?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/6728456960006010781?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/l_Ot6emswCE/bebaskan-al-quds-dan-palestina-dengan.html" title="BEBASKAN AL-QUDS DAN PALESTINA DENGAN KHILAFAH DAN JIHAD!" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2009/11/bebaskan-al-quds-dan-palestina-dengan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A08NRXk5eCp7ImA9WxNUEEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-6922440208347282476</id><published>2009-11-01T13:51:00.004+07:00</published><updated>2009-11-01T14:18:14.720+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-01T14:18:14.720+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lyric" /><title>Moonlight Shadow...</title><content type="html">&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;My Song of the month, kalau mendengarkan lagu ini pikiran jadi tenang......:D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moonlight Shadow-Dana Winner&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The last that ever she saw him,&lt;br /&gt;carried away by a moonlight shadow.&lt;br /&gt;He passed on worried and warning,&lt;br /&gt;carried away by a moonlight shadow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lost in the riddle last Saturday night,&lt;br /&gt;far away on the other side,&lt;br /&gt;he was caught in the middle of a desperate fight&lt;br /&gt;and she couldn't find how to push through.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The trees that whisper in the evening,&lt;br /&gt;carried away by a moonlight shadow.&lt;br /&gt;Sing the song of sorrow and grieving&lt;br /&gt;carried away by a moonlight shadow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All she saw was a silhouette of a gun,&lt;br /&gt;far away on the other side,&lt;br /&gt;he was shot six times by a man on the run,&lt;br /&gt;and she couldn't find how to push through.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I stay, I pray, I see you in heaven far away,&lt;br /&gt;I stay, I pray, I see you in heaven one day.&lt;br /&gt;Four a.m. in the morning,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;carried away by a moonlight shadow.&lt;br /&gt;I watched your vision forming,&lt;br /&gt;carried away by a moonlight shadow.&lt;br /&gt;Star was glowin' in a slivery night,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;far away on the other side,&lt;br /&gt;will you come to talk to me this night&lt;br /&gt;but she couldn't find how to push through.&lt;br /&gt;I stay, I pray, I see you in heaven far away,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I stay, I pray, I see you in heaven one day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caught in the middle of a hundred and five&lt;br /&gt;The night was heavy but the air was alive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But she couldn't find how to push through&lt;br /&gt;Far away on the other side.&lt;br /&gt;The night was heavy but the air was alive&lt;br /&gt;But she couldn't find how to push through&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;she couldn't find how to push through&lt;br /&gt;how to push through&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moonlight Shadow-Dana Winner&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-6922440208347282476?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9KcFmjOZIM_lwvcAGfUPgXO3Koc/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9KcFmjOZIM_lwvcAGfUPgXO3Koc/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9KcFmjOZIM_lwvcAGfUPgXO3Koc/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/9KcFmjOZIM_lwvcAGfUPgXO3Koc/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/3sLjy80QeH8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/6922440208347282476/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=6922440208347282476" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/6922440208347282476?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/6922440208347282476?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/3sLjy80QeH8/moonlight-shadow.html" title="Moonlight Shadow..." /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2009/11/moonlight-shadow.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUYBSH44eCp7ImA9WxNUEE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-6184957697685345815</id><published>2009-11-01T05:08:00.002+07:00</published><updated>2009-11-01T05:12:39.030+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-01T05:12:39.030+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Subprime Mortgage" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekonomi Islam" /><title>Bagaimana Pandangan Hukum Islam atas Subprime Mortgage?</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/10/subprime-mortgage.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 118px; height: 97px;" src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2008/10/subprime-mortgage.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan yg sangat bagus bagi kita untuk memahami apa itu Subprime mortgage....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Pertanyaan :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Assalamu’alaikum Wr. Wb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Ustadz, beberapa waktu ini bursa-bursa utama dunia mengalami mengalami goncangan dan kejatuhan harga saham mereka terlebih setelah Bank Lehman Brothers pada hari Rabu 14 September 2008 resmi mengumumkan kebangkrutannya akibat krisis di pasar perumahan (&lt;em&gt;subprime mortgage&lt;/em&gt;) Amerika Serikat pada Agustus 2007. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;1. Mohon dijelaskan apa yang dimaksud dengan krisis keuangan &lt;em&gt;subprime mortgage&lt;/em&gt; ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;2. Bagaimana hukum subprime mortgage tersebut menurut perspektif ekonomi syariah ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Atas jawabannya kami sampaikan terima kasih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Jazakumullah khairal jaza’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Wassalam &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Jawaban :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Wa’alaikum Salam Wr. Wb.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Audzubillah, bismillah, wassholatu wassalamu ‘ala rasulillah Muhammadin ibni abdillah wa’ala alihi washahbih wa man walah, amma ba’du.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Saudaraku,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Mortgage &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;adalah hutang untuk membeli properti di mana properti tersebut kemudian dipakai sebagai jaminan. Contohnya adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Peminjaman mortgage bisa dibagi menjadi &lt;em&gt;prime mortgage&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;subprime mortgage&lt;/em&gt;. Secara mudahnya, Prime mortgage biasanya diberikan kepada : a)peminjam yang memiliki sejarah kredit yang bagus (misal tidak pernah bangkrut, b) tidak terlambat membayar bill, dll) dan c) dapat menunjukan kapasitas untuk membayar kembali hutangnya (misal pendapatan besar, rasio dari loan terhadap nilai properti rendah, dll). Sedangkan subprime mortgage diberikan kepada peminjam yang tidak memenuhi ketiga persyaratan tersebut. &lt;em&gt;Subprime mortgage&lt;/em&gt; bisa dikatakan &lt;em&gt;mortgage&lt;/em&gt; (surat hutang properti) dengan resiko yang lebih tinggi dibandingkan&lt;em&gt; prime mortage&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Munculnya industri&lt;em&gt; subprime mortgage&lt;/em&gt; membuka peluang orang-orang yang tadinya tidak bisa membeli rumah menjadi bisa membeli rumah. Pada tahun 2004, 2005, dan 2006, persentase subprime mortgage adalah 23.8%, 25.5%, dan 22.8% dari total pemberian pinjaman mortgage pertahunnya. (sumber: &lt;strong&gt;LoanPerformance estimates&lt;/strong&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Karena resiko &lt;em&gt;subprime mortage&lt;/em&gt; yang lebih tinggi, maka bunga yang dikenakan kepada peminjam juga lebih tinggi. Sekarang Anda bayangkan: orang yang lebih susah membayar hutang harus membayar bunga yang lebih tinggi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Maret tahun 2000 adalah awal dari runtuhnya saham-saham teknologi: &lt;em&gt;burst of internet bubble&lt;/em&gt;. Untuk mengurangi resiko resesi, bank sentral Amerika menurunkan target suku bunga secara agresif. Dengan suku bunga bank sentral yang rendah, maka suku bunga &lt;em&gt;mortgage&lt;/em&gt; juga rendah. Tak heran bila &lt;em&gt;mortgage &lt;/em&gt;terus meningkat, semakin banyak rumah dibangun. Dari tahun 2001 sampai akhir 2005, proporsi aset &lt;em&gt;mortgage&lt;/em&gt; dari aset bank komersial terus meningkat. Tak heran jika pada periode tersebut tingkat pembangunan rumah di Amerika Serikat juga meningkat pesat: &lt;em&gt;housing boom&lt;/em&gt;. Dalam kondisi suku bunga yang rendah dan harga rumah yang terus naik, pemberi mortgage seolah melupakan resiko gagal bayar peminjam &lt;em&gt;subprime mortgage&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Karena saingan yang ketat, berbagai strategi marketing pun dilancarkan. Salah satunya adalah 2/28, artinya : bunga yang harus dibayar peminjam selama 2 tahun pertama sangat rendah dan setelahnya (mungkin sampai 28 tahun) bunga yang dibayar langsung melonjak naik. Jadi bunganya di-&lt;em&gt;reset&lt;/em&gt; setelah tahun ke-2. Dengan iming-iming bunga rendah selama 2 tahun pertama, banyak orang yang mengambil &lt;em&gt;mortgage&lt;/em&gt;. Dengan harga rumah yang terus naik, ada harapan sebelum tahun ke-2 rumah bisa dijual untuk membayar sisa &lt;em&gt;mortgage&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Saudaraku, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Apa yang akan terjadi ketika suku bunga mortage di-reset setelah tahun ke-2 ? sebagian pasti tidak akan sanggup membayar bunga itu. Kalau sudah begitu, mortgage-nya akan dikategorikan gagal. Siapa yang biasanya akan gagal bayar ketika di-reset? Tentu&lt;em&gt; subprime mortgage&lt;/em&gt; yang proporsinya lebih banyak gagal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Apa yang membuat beban reset menjagi semakin berat? Paling tidak ada dua hal:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;, Naiknya suku bunga. Hal ini terjadi karena sebagian suku bunga mortgage adalah &lt;em&gt;floating&lt;/em&gt;. Artinya suku bunga &lt;em&gt;mortgage&lt;/em&gt; = suku bunga referensi yang berlaku + x%. Kalau suku bunga referensinya naik, tentu suku bunga &lt;em&gt;mortgage&lt;/em&gt; juga naik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;, Anjloknya harga rumah. Turunnya harga rumah membuat pengambil mortgage untuk tidak bisa menjual rumahnya untuk mengambil hutang baru. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Saudaraku, &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Penjelasan sederhananya sebagaimana dijelaskan oleh pengelola blog &lt;em&gt;ihedge&lt;/em&gt; (&lt;a href="http://ihedge.wordpress.com/2007/08/19/krisis-finansial-3-menganalisa-subprime-mortgage/" target="_blank"&gt;http://ihedge.wordpress.com/2007/08/19/krisis-finansial-3-menganalisa-subprime-mortgage/&lt;/a&gt;) sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Pertama, Penduduk Amerika Serikat dengan track record kredit yang relatif buruk membeli rumah melalui &lt;em&gt;subprime mortgage&lt;/em&gt;. Terjadi transaksi pribadi antara peminjam dan pemberi &lt;em&gt;mortgage&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;subprime lenders&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;) &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;, &lt;em&gt;Subprime lenders&lt;/em&gt; mengumpulkan berbagai mortgage dan menjual sekumpulan &lt;em&gt;mortgage&lt;/em&gt; tersebut kepada bank komersial. Bank komersial kemudian menjual sebagian portfolio &lt;em&gt;mortgage&lt;/em&gt; tersebut kepada &lt;em&gt;investment bank&lt;/em&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;, &lt;em&gt;Subprime mortgage&lt;/em&gt; itu bisa juga dikumpulan dan dikemas ulang dalam bentuk &lt;em&gt;Mortgage-Backed Securitites ( MBS)&lt;/em&gt;. MBS merupakan aset yang memiliki pendapatan: yaitu ketika pemimjam &lt;em&gt;mortgage&lt;/em&gt; membayar bunga &lt;em&gt;mortgage&lt;/em&gt; dan ketika mereka melunasi hutangnya. Pendapatan ini bisa dipilah-pilah menjadi beberapa &lt;em&gt;tranches &lt;/em&gt;dengan tingkat senioritas yang berbeda. Semua bunga dari peminjam &lt;em&gt;mortgage&lt;/em&gt; pertama kali akan dibayar sebagai bunga kepada pemilik MBS dengan senioritas paling tinggi. Kalau ada sisa, baru pendapatan itu masuk ke pemilik dengan senioritas lebih rendah. Demikian seterusnya. Bisa dilihat bahwa semakin rendah tingkat senioritasnya, semakin tinggi resiko dari MBS ini. Karena resikonya yang paling rendah, maka MBS paling senior harganya juga paling mahal. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Keempat, &lt;em&gt;Rating agencies &lt;/em&gt;semacam &lt;strong&gt;Standard &amp;amp; Poor’s &lt;/strong&gt;(S&amp;amp;P) memberikan rating terhadap MBS ini. Ternyata, rating AAA untuk MBS lebih besar resiko gagal bayarnya dibanding dengan surat hutang dengan rating AAA juga. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Kelima, Beberapa MBS ini, bersama instrumen utang lainnya, kemudian dikemas ulang lagi menjadi &lt;em&gt;Collateralized Debt Obligations&lt;/em&gt; (CDOs). Sama seperti MBS, CDO juga merupakan aset dengan berbagai sumber pendapatan: dari pendapatan MBS, dan dari pendapatan instrumen hutang lainnya. CDOs juga dipilah-pilah lagi menjadi beberapa &lt;em&gt;tranches &lt;/em&gt;dengan tingkat senioritas yang berbeda. Diperkirakan ada 100 milyar dollar AS aset CDOs yang kalau dirunut balik dijamin oleh subprime mortgages (dari perkiraan total CDOs sebesar 375 milyar dollar AS). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Keenam, CDOs ini kemudian dijual ke berbagai bank, perusahaan asuransi, &lt;em&gt;hedge funds&lt;/em&gt;, reksa dana (&lt;em&gt;mutual funds&lt;/em&gt;), dll baik di Amerika Serikat maupun di luar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Sebagaimana penjelasan sebelumnya mengenai melonjaknya tingkat bunga setelah angsuran tahun ke-2 , tentu saja banyak pemilik rumah dengan skema &lt;em&gt;subprime mortgage &lt;/em&gt;tadi yang gagal bayar, jadilah resiko &lt;em&gt;subprime mortgage &lt;/em&gt;tersebar ke mana-mana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Hukum Subprime Mortgage&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Saudaraku,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Berdasarkan fakta penyebab krisis keuangan tersebut maka dalam perspektif ekonomi syariah, hukum &lt;em&gt;subprime mortgage&lt;/em&gt; adalah haram. Ada beberapa pelanggaran syariah dalam masalah &lt;em&gt;subprime mortgage&lt;/em&gt; ini, antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;, Utang piutang dengan sistem ribawi. Ini jelas keharamannya berdasakan Al-Qur’an surat Al-Baqarah (2:275-279).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;, Barang jaminan uang piutang dengan barang yang ditransaksikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;, Harta hanya berputar di kalangan tertentu dalam bentuk Derivatif dan&lt;em&gt; The Bubble Economy&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 42pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Derivativasi dalam bentuk modern&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;- seperti obligasi kolateral dari hutang (&lt;em&gt;collateralised debt obligations&lt;/em&gt;), obligasi hutang pembelian rumah (&lt;em&gt;mortgage debt obligations&lt;/em&gt;), penukaran kredit jatuh tempo (&lt;em&gt;credit default swaps&lt;/em&gt;)- semuanya merupakan sumber terjadinya kegagalan kredit. Filsafat pemikiran yang mendasari pertumbuhan derivativasi adalah asumsi teoritis bahwa resiko bisa dipindahkan ke lembaga lain yang mampu mengatasinya. Pada prakteknya, Warren Buffet menunjukkan beberapa tahun yang lalu bahwa derivativasi tidak lain adalah bentuk senjata keuangan penghancur massal. Semua lembaga yang akhirnya bangkrut termakan oleh asumsi tersebut dimana mereka berharap mengambil keuntungan dengan mentransfer resiko ke lembaga lainnya. Namun fakta yang terjadi adalah mereka justru menumpuk sebatas kertas-kertas tidak bernilai yang memicu timbulnya kerugian yang sangat besar. Ini semua membuka kedok Kapitalisme yang mempropagandakan praktik-praktik keuangan semacam ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 42pt; text-indent: -0.25in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /--&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /" class="mcePageTitle mceItemNoResize" /--&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Gelembung Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt; (&lt;em&gt;The Bubble Economy&lt;/em&gt;). Berbagai pakar dan analis mengurai berbagai alasan yang melahirkan krisis yang terjadi, misalnya peraturan yang longgar, tidak adanya transparansi, kinerja perusahaan yang menilai resiko dan juga sekuritas pinjaman &lt;em&gt;sub-prime &lt;/em&gt;yang kompleks. Meskipun faktor-faktor tersebut memang memberikan kontribusi kepada krisis, penfokusan hanya pada faktor-faktor itu justru akan mengesampingkan isu yang jauh lebih besar dan tidak akan mengambil pelajaran dari krisis yang terjadi sebelum krisis yang terakhir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Krisis yang terakhir, sebagaimana krisis sebelumnya selama 200 tahun terakhir sebenarnya memiliki pola yang mirip, sebagaimana proses terjadinya suatu gelembung, yang membesar, dan kemudian meletus. Ironisnya, berbagai pihak yang berperan serta dalam pembentukan gelembung justru menyadari betapa tidak rasionalnya tindakan mereka setelah mengalami pecahnya gelembung. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Menurut Khan (2008), ada empat tahap terjadinya gelembung ekonomi:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;, pengembangan atau inovasi teknologi atau produk. Di masa lampau, contohnya adalah pengembangan dan inovasi produk seperti pembangunan jaringan kereta api, telekomunikasi, perkapalan, dan perusahaan internet dotkom, dan akhir-akhir ini adalah inovasi di industri keuangan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, pemasaran produk dengan intensitas tinggi pada masyarakat dengan janji bahwa produk atau inovasi tertentu akan mengubah cara dan gaya hidup secara luarbiasa. Gelembung South Sea di tahun 1720 mencapai puncaknya ketika perusahaan South Sea berhasil meyakinkan publik Inggris bahwa monopoli perdagangan dengan Amerika Selatan akan menghasilkan kekayaan dan keuntungan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Informasi seperti ini menghasilkan pada ‘demam perdagangan secara spekulatif’ berujung pada melejitnya harga saham South Sea.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;, terbentuknya pola perdagangan spekulatif , yang mulai mengesampingkan akal sehat, mendorong akselerasi pembesaran gelembung. Semua orang dari berbagai latarbelakang ikut-ikutan terjun dalam perdagangan ini. Masyarakat dan para pakar yang masih kurang percaya pun dicekoki dengan jaminan bahwa pasar tidak akan jatuh, dan bahwa situasi yang ada berbeda dan tidak akan mengulang krisis sebelumnya. Jaminan seperti ini diikuti dengan adanya ‘inovasi’ keuangan seperti pengembangan produk sekuritas yang kompleks (obligasi hutang kolateral, dimana hutang seseorang dijual kepada pihak ketiga hingga berkali-kali guna mengurangi dan menyebarkan tingkat resiko).&lt;br /&gt;Praktik inovasi ini dianggap sebagai revolusi keuangan. Sekali lagi industri keuangan berusaha meyakinkan publik bahwa ’saat ini adalah saat yang berbeda, dasar pemikirannya jauh lebih solid’.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Keempat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;, timbulnya kesadaran bahwa inovasi baru yang ditawarkan secara gencar ternyata tidak sebaik yang diharapkan. Uang atau modal yang telah terinvestasi, dan ikut membantu pembesaran gelembung pada tahap sebelumnya, ternyata tidak berhasil menghasilkan keuntungan yang telah dibayangkan sebelumnya. Pada titik ini, gelembung pun pecah dan akibatnya dalam sejarah benar-benar melahirkan bencana. Ekses ekonomi telah melahirkan Depresi Besar di tahun 1920an, dan meletusnya gelembung dotkom ketika perusahaan dotkom mulai bangkrut ketika janji-janji mereka untuk menghasilkan keuntungan ternyata perlu waktu 50 tahun. Ambruknya perusahaan peminjaman hutang pembelian rumah secara sub-prime pada bulan April 2007 juga berawal dari informasi bahwa pasar penjualan rumah di AS memiliki pondasi yang kuat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Mereka yang bertanggungjawab pada gelembung spekulatif di tahun 2007 sama sekali tidak membayangkan bahwa pada satu hari gelembung itu akan pecah. Disitulah kesombongan mulai timbul. Aktifitas yang menghasilkan keuntungan secara masif dan diikuti oleh bonus dengan yang besar menjadi motor penggerak pasar properti. Bahkan ketika mulai ada tanda-tanda keretakan, mereka menyalahkan semua orang kecuali mereka sendiri. Krisis yang terjadi akhir-akhir ini sebenarnya menunjukkan bahwa kekuatan pasar keuangan hanyalah sebatas ilusi saja. Apa yang Kapitalisme telah ciptakan tidak lain adalah spekulasi, kerakusan, kesombongan dan berfoya-foya. Itulah sebabnya &lt;strong&gt;setiap gelembung selalu berakhir dengan letusan, dan akan terus terjadi secara berulang-ulang.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Saudaraku,&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Ekonomi Islam tidak mengenal dualisme ekonomi- yaitu ekonomi yang terdiri dari sektor keuangan, dimana aktifitasnya didominasi oleh praktik pertaruhan terhadap apa yang akan terjadi pada ekonomi riil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Sektor keuangan ini terbentuk dari instrumen keuangan seperti saham, derivatif, dan produk sekuritas, disamping adanya keterlibatan bunga (riba), praktik keuangan ini juga melakukan transaksi terhadap komoditi secara sepihak (tanpa adanya partner) dalam proses kepemilikannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Ekonomi Islam didasarkan pada ekonomi riil. Dengan demikian, semua aturan ekonomi Islam memastikan agar perputaran harta kekayaan tetap berputar. Larangan terhadap adanya bunga (riba) bisa dipraktikan dengan melakukan investasi modal di sektor ekonomi rill, karena penanaman modal di sektor lain dilarang. Kalaupun masih ada yang berusaha menaruh sejumlah modal sebagai tabungan atau simpanan di bank (yang tentunya juga tidak akan memberikan bunga), modal yang tersimpan tersebut justru akan menjadi subyek dari penarikan pajak setelah melewati periode satu tahun. Perpajakan di dalam Islam didasarkan oleh harta yang tertimbun, bukan dari penghasilan. Sehingga, di dalam wilayah kekuasaan Islam, tidak akan ada pajak penghasilan, pajak jalan, dan semacamnya. Artinya, tiap individu akan memiliki lebih banyak uang dari penghasilannya sehingga bisa ia tanam di sektor ekonomi riil, yang akan memiliki efek berlipat karena berputarnya uang dari orang ke orang yang lain. Keberadaan bunga, pasar keuangan, dan pajak secara langsung adalah faktor-faktor yang menghalangi perputaran harta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Sistem Islam jelas-jelas meletakkan aturan-aturan terhadap kepemilikan dan bagaimana mencairkan aset-aset; ini semua tercantum dalam prinsip-prinsip umum yang bisa digali dengan metoda &lt;em&gt;qiyas &lt;/em&gt;dari realita-realita baru. Ini semua akan menyebabkan kestabilan ekonomi,suatu situasi yang nyaris tidak pernah ada dalam sistem ekonomi Barat,dengan pasar bebas dan ekonomi bebasnya. Dalam setiap krisis dan bencana keuangan, banyak kalangan selalu menuding peran atau campur tangan pemerintah atau justru menganjurkan pemberian kebebasan kepada mekanisme pasar. Ironisnya, justru campur tangan pemerintahlah yang justru menyelamatkan eksistensi ekonomi Kapitalisme, dengan mekanisme &lt;em&gt;bail-out&lt;/em&gt; (penyuntikan dana) dan penggunaan harta Negara, sehingga para bank bisa terhindar dari keambrukan total. Padahal dan ironisnya, justru para bank tersebutlah yang pada awalnya berperan sebagai lembaga yang paling getol dan vokal dalam menyuarakan deregulasi (yaitu pelonggaran peraturan atau minimalisasi campur tangan pemerintah).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;&lt;br /&gt;Saudaraku,&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Untuk kesekian kali Allah SWT telah memberikan peringatan kepada umat manusia dengan terjadinya Krisis kredit macet global. Sekali lagi ini menunjukkan cacat bawaan dan rentannya Kapitalisme dimana efek multidimensi dari krisis tersebut memerlukan dan menuntut diberlakukannya sistem alternatif, bukan sistem tambal sulam. Apalagi saat ini metode recovery yang mereka gunakan adalah dengan menyuntikkan dana rakyat kepada orang-orang kaya melalui perusahaan perbankan yang akan bangkrut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Saudaraku,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Satu-satunya solusi alternatif yang Insya Allah akan menggantikan sistem Kapitalisme adalah sistem ekonomi Islam. Sistem ekonomi Islam selalu menomorsatukan kebutuhan dan pemberdayaan masyarakat secara riil -bukan sekedar pertumbuhan ekonomi saja- sebagai isu utama yang memerlukan jalan keluar dan penerapan kebijakan. Sistem Ekonomi Islam akan dapat diterapkan secara komprehensif ketika berada dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyah. Oleh karena itu, mari kita satukan tujuan, satukan tekat dan daya upaya untuk mewujudkannya dengan dakwah sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW teladan kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Verdana;font-size:8;"  &gt;Wallahu a’lam bishawab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;M. Sholahuddin, SE, M.Si &lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt;adalah dosen tetap Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Direktur Pusat Studi Ekonomi Islam UMS, Kepala Laboratorium Manajemen UMS. Penulis beberapa buku ekonomi Syariah ini menyelesaikan pendidikan master bidang ekonomi dan keuangan Syariah pada Universitas Indonesia (2005). Selain aktif mengajar, research, dan mengikuti berbagai seminar ekonomi Syariah, Sholahuddin juga giat berdakwah bersama Hizbut Tahrir. Saat ini memegang amanah sebagai HUMAS HTI Soloraya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-6184957697685345815?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/oCMJZOe2AoRWMTSgZEUuGTYZpQQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/oCMJZOe2AoRWMTSgZEUuGTYZpQQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/oCMJZOe2AoRWMTSgZEUuGTYZpQQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/oCMJZOe2AoRWMTSgZEUuGTYZpQQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/2KQ8UO6qiKI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/6184957697685345815/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=6184957697685345815" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/6184957697685345815?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/6184957697685345815?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/2KQ8UO6qiKI/bagaimana-pandangan-hukum-islam-atas.html" title="Bagaimana Pandangan Hukum Islam atas Subprime Mortgage?" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2009/11/bagaimana-pandangan-hukum-islam-atas.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D04CSHg6fCp7ImA9WxNUEE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-2886968005901689955</id><published>2009-11-01T04:49:00.001+07:00</published><updated>2009-11-01T04:52:49.614+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-01T04:52:49.614+07:00</app:edited><title>Paradoks Ekonomi : Resesi Berakhir Pengangguran Meningkat</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hgiaDYym7Fo/SuyxnHm2rUI/AAAAAAAAAAY/tZ6HkV87Esk/s1600-h/7.pengangguran.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 231px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hgiaDYym7Fo/SuyxnHm2rUI/AAAAAAAAAAY/tZ6HkV87Esk/s320/7.pengangguran.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398885338925411650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Oleh &lt;b&gt;Hidayatullah Muttaqin&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Posisi perekonomian di banyak negara saat ini mulai membaik dari sisi indikator permintaan dan pertumbuhan. Kondisi ini mendorong berbagai negara mendeklarasikan diri telah keluar dari resesi ekonomi atau mungkin akan mengakhri masa ekonomi suram.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di Asia, ADB meramalkan perekonomian negara-negara Asia dengan pertumbuhan ekonominya akan memimpin pemulihan ekonomi global. Di Amerika, gubernur bank sentral AS, The Fed, Ben Bernake mendeklarasikan kejatuhan ekonomi AS segera berakhir. Sedangkan di Eropa, gubernur bank sentral Inggris, BoE (Bank of England), Mervyn King minggu lalu menyatakan Inggris telah bergabung dengan Jerman dan Prancis dalam barisan negara yang keluar dari resesi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Paradoks Krisis&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Harian Inggris The Independent (20/9) menurunkan sebuah laporan tentang paradoks ekonomi yang mengiringi pemulihan ekonomi. Meski berbagai negara besar telah menyatakan sudah keluar dari resesi atau akan berhenti dari kejatuhan ekonomi, pada kenyataannya negara-negara tersebut menghadapi masalah semakin meningkatnya jumlah pengangguran.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di Inggris, jumlah pengangguran bertambah 2,5 juta orang dalam 3 bulan hingga Juli. Ini merupakan level tertinggi sejak tahun 1995. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Posisi angka pengangguran di Inggris sendiri 7,9% masih di bawah angka pengangguran rata-rata Uni Eropa, OECD, dan G7. Sementara Amerika Serikat dan Prancis telah menembus tingkat pengangguran 10%. Negara lain seperti Irlandia angka pengangguran mencapai 12%.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;OECD, organisasi yang menghimpun negara-negara industri minggu lalu melaporkan akibat pelambatan ekonomi global di seluruh dunia telah kehilangan 25 juta lapangan kerja. Sekretaris Jenderal OECD, Angel Gurria menyatakan pengangguran akan tetap bertambah pada tahun depan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika bisnis mulai tumbuh akibat dorongan permintaan domestik ataupun pasar internasional yang mulai menaik, tidak otomatis lapangan kerja bertambah dalam sebuah perusahaan sebanyak lapangan kerja yang hilang sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di sisi lain &lt;i&gt;bailout&lt;/i&gt; dan stimulus fiskal yang dijalankan sebuah negara untuk mendorong permintaan dan pertumbuhan ekonomi domestiknya harus dibiayai dengan hutang dengan kompensasi bunga. Dalam jangka pendek dan jangka panjang langkah ini menimbulkan beban keuangan pemerintah yang cukup berat dan lagi-lagi harus ditanggung rakyat negara bersangkutan. Ini juga sebuah paradoks.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal ini merefleksikan: &lt;i&gt;“Jika resesi (akan) berlalu dengan pemulihan di sisi permintaan (domestik) dan laju pertumbuhan telah beranjak dari negatif ke positif, maka tidak otomatis krisis pasti akan berakhir.”&lt;/i&gt; Dengan kata lain, &lt;i&gt;“jangan tertipu oleh gejala-gejala di permukaan”.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ekonomi memang tumbuh, tetapi pertumbuhan tersebut tidak memecahkan masalah pengangguran. Permintaan memang mulai pulih tetapi permintaan tersebut didorong oleh konsumsi yang dibiayai hutang. Hal ini berbeda jika permintaan lahir dari kemampuan finansial mandiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ibarat pasien yang sedang sakit, negara-negara di dunia saat ini memfokuskan perhatiannya pada gejala-gejala sakit saja. Mereka hanya memperhatikan bagaimana caranya keluar dari krisis atau resesi dengan mendorong permintaan dan pertumbuhan. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika ekonomi mulai tumbuh dan terkatagori keluar dari resesi, maka perekonomian negara tersebut dianggap telah sembuh dari sakitnya. Padahal resesi hanyalah gejala yang tidak muncul kecuali ada problem sistemik di dalamnya. Tidak aneh karena salah diagnosis, krisis yang terjadi datang secara berulang-ulang, dengan rentang waktu yang lebih pendek dan konskwensi yang lebih berat. (Jurnal Ekonomi Ideologis / www.jurnal-ekonomi.org)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-2886968005901689955?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_Cyqepc58j6QW08bIpgxewMmFHU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_Cyqepc58j6QW08bIpgxewMmFHU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_Cyqepc58j6QW08bIpgxewMmFHU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_Cyqepc58j6QW08bIpgxewMmFHU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/e53nzZhRmt0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/2886968005901689955/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=2886968005901689955" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/2886968005901689955?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/2886968005901689955?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/e53nzZhRmt0/paradoks-ekonomi-resesi-berakhir.html" title="Paradoks Ekonomi : Resesi Berakhir Pengangguran Meningkat" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_hgiaDYym7Fo/SuyxnHm2rUI/AAAAAAAAAAY/tZ6HkV87Esk/s72-c/7.pengangguran.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2009/11/paradoks-ekonomi-resesi-berakhir.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0AMQXo8eCp7ImA9WxNUEE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-9211470349310424744</id><published>2009-10-31T22:06:00.001+07:00</published><updated>2009-10-31T22:09:40.470+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-31T22:09:40.470+07:00</app:edited><title>Problem Mata Uang Kertas (Fiat Money)</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2009/10/Fiat-Empire-300x300.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 300px;" src="http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2009/10/Fiat-Empire-300x300.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oleh &lt;strong&gt;Taufik Hidayat, SEI&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Kehancuran kapitalisme di Amerika, Eropa dan dunia Internasional tinggal tunggu waktu. Terlebih lagi bila triliunan US Dollar dana penyelamatan itu tak kunjung membuahkan hasil. Inflasi, resesi dan depresi terus mengancam seolah membuktikan bahwa teori-toeri ekonomi sekarang ini mulai terbukti kerusakannya dan tumbang satu-persatu. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kehancuran perekonomian ini merupakan harga yang sangat mahal dari sebuah transaksi keserakahan terhadap mata uang kertas (&lt;em&gt;fiat money&lt;/em&gt;) ala Amerika dan dunia Eropa. Rakus, tamak, serakah, loba yang dibungkus dalam sebuah sistem ekonomi dengan mengandalkan kekuatan US Dollar sebagai Tuhannya. Padahal secara fakta telah terbukti bahwa sistem ekonomi (berdasarkan &lt;em&gt;fiat money&lt;/em&gt;) tersebut mengandung banyak permasalahan didalamnya. Berikut beberapa problem mata uang kertas (&lt;em&gt;fiat money&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Ajang Bisnis Menggiurkan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dikarenakan ada selisih nilai didalam mata uang kertas (&lt;em&gt;fiat money&lt;/em&gt;) antara nilai instrinsik dan nilai nominalnya, maka pastilah ada pihak yang akan diuntungkan. Dalam konteks bisnis, pencetakan mata uang kertas (&lt;em&gt;fiat money&lt;/em&gt;) merupakan bisnis yang sangat menggiurkan. Bayangkan saja dalam sebuah ilustrasi, jika anda membuat sebuah produk A dengan biaya total produksi hanya Rp 400. Kemudian Produk A tersebut dijual seharga Rp 1.000, maka sudah untung Rp 600. Lantas kalau dijual seharga Rp 10.000, maka akan untung Rp 9.600. Atau bahkan kalau dijual seharga Rp 100.000, maka akan untung Rp 99.600. Coba bayangkan jika anda mencetak 1000 lembar uang RP 100.000, berapa keuntungan akan anda peroleh ?. Semakin tinggi anda menjualnya (angka nominalnya) maka keuntungan semakin banyak, karena berapapun anda jual, total biaya produksi tetap sama yaitu Rp 400 perlembar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam pencetakan mata uang US Dollar, nilai instrinsiknya sekitar 4 sen perlembar. Sedangkan nilai nominalnya bisa bervariasi, dari mulai $1, $ 10, atau bahkan $ 100. Dengan nilai nominal yang bervariasi tersebut, biaya Instrinsiknya tetap sama yaitu 4 sen. Kalau The Fed mencetak dengan nominal  US $ 100 per lembarnya, padahal nilai sebenarnya cuma 4 sen, berapa keuntungan perlembarnya ?.  Ternyata Amerika telah mencetak uang dengan nominal  US $ 100 berlembar-lembar dan disebar ke seluruh penjuru dunia. Maka bisa dibayangkan, dengan pola bisnis seperti ini Amerika meraup keuntungan yang sangat besar. Bentuk keuntungan tersebut, kompensasinya Amerika mendapatkan begitu banyak komoditi barang dari berbagai negara yang menggunakan dollar. Hal ini &lt;strong&gt;sungguh bisnis yang sangat menggiurkan&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Amerika menikmati pendapatan yang luar biasa besar dari penciptaan mata uang dollar dengan hanya mengandalkan &lt;em&gt;seignorage&lt;/em&gt; (selisih biaya cetak atau biaya produksi dengan nilai yang tertera di mata uang/nilai nominal). Keuntungan tersebut semakin besar didapatkan Amerika, ketika semakin banyak negara mensirkulasikan untuk kebutuhan transaksinya. Inilah bisnis abad ini yang sangat menggiurkan sekali. Cuma berbekal selembar kertas mirip kwarto dan sebotol tinta warna serta sebuah mesin cetak mampu meraup keuntungan yang sangat banyak sekali.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Inflasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Salah satu virus yang ditakuti para ekonom saat ini adalah inflasi yang tidak terkendali. Lantaran itu, Hayek yang meraih Nobel ekonomi tahun 1974, mengkritik keras penggunaan &lt;em&gt;fiat money&lt;/em&gt;. Ia mengajukan proposal radikal untuk menghapuskan peran bank sentral dan pada saat yang sama menawarkan ide untuk menggunakan mata uang yang berbasis komoditi (&lt;em&gt;commodity money&lt;/em&gt;) seperti emas…Hayek yakin pengguna mata uang akan bisa memilih mana dari mata uang yang beredar (Apakah &lt;em&gt;fiat money&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;commodity money&lt;/em&gt;) yang akan terus bertahan, lebih kompetitif, dan memuaskan keinginan para penggunanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Statmen yang dilontarkan Hayek tersebut, bisa dijabarkan dalam sebuah percontohan yang lebih gamblang sebagai berikut; seseorang meminjam Rp 13 juta dari kawannya, dan berjanji akan mengembalikan dalam jumlah yang sama 10 tahun kemudian. Tentu saja rekan tersebut akan menolaknya, karena nilai Rp 13 juta sekarang akan lebih berharga dibandingkan 10 tahun kemudian. Jika Rp 13 juta saat ini (tahun 2009) bisa untuk membeli setidaknya dapat 1 motor bebek merk Honda, tapi apa yang terjadi 10 tahun kemudian. Sangat mungkin uang Rp 13 juta tidak bisa untuk membeli 1 buah motor Honda lagi, bisa jadi cuma dapat untuk membeli 1 ban motor saja. Hal ini dikarenakan terkena dampak inflasi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana misal, bila uang Rp 13 juta tadi diganti dengan Dinar (1 Dinar = 1,3 juta rupiah pada tahun 2009, jadi kalau Rp13 juta sebanding dengan 10 Dinar). Pertanyaannya, apakah 10 Dinar sekarang lebih berharga dibandingkan 10 tahun yang akan datang?. Memang tidak ada yang bisa memastikan. Tetapi Dinar mempunyai kecenderungan terapresiasi terhadap mata uang kertas (&lt;em&gt;fiat money&lt;/em&gt;) manapun. Dalam perbandingan dengan mata uang rupiah, terlihat pada bulan oktober 2003 nilai tukar 1 Dinar adalah Rp 450.000, tahun 2004 senilai Rp 540.000, tahun 2005 senilai Rp 652.000, 2006 senilai Rp 785.000, 2007 senilai 974.000, dan pada juli 2008 senilai Rp 1.150.000, 2009 bulan ini senilai Rp 1.330.000. Dengan kata lain &lt;strong&gt;mata uang kertas (fiat money) akan terus terancam inflasi&lt;/strong&gt; dan mata uang Dinar terbukti terus terapresiasi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Spekulasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Aksi spekulasi dari pendekatan secara historis sudah terjadi semenjak beredarnya mata uang kertas yang tanpa di back up dengan emas. Setelah PD I sistem standar emas berakhir, mata uang dunia diganti oleh US Dollar. Baru setelah PD II, persoalan moneter mengarah menjadi sebuah sistem dunia, dengan dimulainya Sistem Bretton Woods. Ditandai dengan lahirnya IMF dan World Bank sejak 1944.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejak saat itu semua mata uang dunia berhubungan satu sama lain, dan dikaitkan dengan nilai US Dollar. Nilainya saat itu secara fixed setara dengan satu ounce emas sebanding dengan 35 Dollar. Baru pada awal 1970-an, ketika Richard Nixon menghentikan sistem &lt;em&gt;fixed rate&lt;/em&gt; dollar, muncul fenomena sistem “pasar bebas” untuk uang. Jadi baru awal tahun 1970-an, metamorfosis mata uang kertas terjadi. Semula mata uang kertas difungsikan sebagai alat tukar semata, kemudian dijadikan sebagai alat komoditi yang sangat berharga untuk diperdagangkan. Kondisi seperti inilah yang menumbuh suburkan para spekulan dunia bermain kurs mata uang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan kejadian tersebut, aksi spekulan semakin menggila dan merobohkan bangunan ekonomi sebuah negara. Bayangkan saja, semenjak tahun 1970-an aksi spekulasi omsetnya sudah mencapai sekitar 15 milliar US Dollar. Pada periode 1980-an, saat kontrol mulai mengendor, omset tersebut meningkat empat kali lipat menjadi 60 milliar US Dollar. Dan sekarang, ketika pasar bebas semakin liberal, omset para spekulan diperkirakan mencapai 1,3 triliun US Dollar, alias melonjak lebih dari 20 kali.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Masih ingat dalam benak kita, krisis tahun1997-1998 yang menghancurkan perekonomian Indonesia. Banyak investor domestik pada panik dan trauma akan kejadian tersebut. Tetapi hal ini beda dengan yang dialami George Soros, pemilik Quantum Fund tersebut, dia justru meraup keuntungan besar sekali dari aksi spekulasi di pasar valas. Seorang spekulan kelas kakap yang meraup keuntungan miliaran dollar dari gerak naik-turunnya kurs mata uang kertas (&lt;em&gt;fiat money&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Perampokan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Biasanya, sebuah negara mendapatkan pendanaan salah satunya dari memungut pajak dari rakyatnya. Namun bagi negara super power mereka memungut pajak dari negara-negara lainnya. Itulah berabad-abad yang lalu dikerjakan oleh Imperium Yunani, Romawi, bahkan Inggris Raya. Umumnya negara-negara lain tersebut menyerahkan upeti dalam bentuk emas dan perak. Dalam perjalannya, praktek ini semakin bermetamorfosis dalam bentuk yang lebih canggih lagi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun, untuk pertama kalinya, Amerika Serikat pada abad ke-20 bisa memajaki negara-negara lain di dunia secara tidak langsung, melalui beban inflasi penciptaan mata uang dollar yang tidak di &lt;em&gt;backed&lt;/em&gt; dengan emas. Mata uang dollar yang terdistribusi secara luas menempatkan Amerika pada tempat istimewa. Negara-negara lain harus berkeringat menyerahkan hasil buminya berupa minyak, rotan, kayu, emas, dll. Sementara sang super power cukup menukarkannya dengan uang kertas yang bisa dicetak kapan saja dengan nilai instrinsik yang tidak sebanding.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Resiko terjadinya inflasi karena pencetakan mata uang kertas (&lt;em&gt;fiat money&lt;/em&gt;) yang melampaui batas, bisa dialihkan oleh Amerika ke beberapa negara yang lain. Caranya dengan memaksa negara-negara tersebut menggunakan mata uang dollar dalam setiap transaksinya serta menyimpannya dalam bentuk devisa negara. Dengan licik inflasi akan beralih dari Amerika ke negara-negara pengguna dollar Amerika.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bayangkan saja, misal masyarakat Indonesia dengan susah payah mengelola minyak dan hasil bumi. Tenaga, waktu, pikiran, dibawah terik panasnya matahari, banting tulang semua sudah dicurahkan dalam rangka mengolah hasil bumi tersebut. Ternyata setelah semua berhasil dipanen/diolah, harus ditukarkan dengan beberapa lembar mata uang dollar Amerika. Apakah sebanding ? mata uang US $1000 yang sebenarnya harganya cuma 4 sen (mungkin cuma sekitar 400 rupiah) ditukar dengan beras ber ton-ton, minyak berjuta-juta barel, hasil hutan beberapa hektar, gas alam yang sangat banyak sekali.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Minyak bumi, gas alam, kerajinan, hasil hutan, ikan, bahan-bahan mentah di ekspor ke Amerika, dan ditukar oleh Amerika cuma dengan beberapa lembar kertas bertuliskan US $. Apakah sebanding ?, Apakah adil ?. Fenomena tersebut, bukannya berbicara sebanding atau tidak sebanding tukar-menukarnya, tetapi hal ini sudah merupakan perampokan besar-besaran abad ini. Perampokan yang dilakukan negara super power terhadap negara lain yang mengatasnamakan sistem mata uang kertas (&lt;em&gt;fiat money&lt;/em&gt;). Jadi semakin banyak bangsa ini memegang dan menyimpan dollar Amerika, maka perampokan juga semakin merajalela di negeri ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Kepercayaan Semu&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika muncul sebuah pertanyaaan, “Apa bedanya mata uang Rupiah dengan mata uang pada permainan monopoli ?”. Secara fisik tidak ada bedanya, mata uang rupiah ada gambarnya, ada angka nominalnya, ada warnanya. Sedangkan mata uang pada permainan monopoli juga sama, ada gambarnya, ada angka nominalnya, ada warnanya. Kalau memang secara fisik sama dan hampir serupa, lantas kenapa mata uang rupiah berharga dan bisa digunakan untuk transaksi jual beli, sedangkan mata uang monopoli tidak berharga sama sekali . Apa yang sebenarnya terjadi ?.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jika dikaji lebih mendalam lagi, sebenarnya semua mata uang kertas (&lt;em&gt;fiat money&lt;/em&gt;) tidak ada harganya, tidak jauh berbeda dengan uang-uangan pada permainan monopoli. Cuma pada kasus mata uang kertas (&lt;em&gt;fiat money&lt;/em&gt;), setiap masyarakat dipaksa oleh kebijakan pemerintah melalui sebuah undang-undang untuk mau menerima mata uang kertas (&lt;em&gt;fiat money&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Agar selembar mata uang kertas (&lt;em&gt;fiat money&lt;/em&gt;) tersebut seolah-olah berharga, anda selaku masyarakat dipaksa untuk menerimanya. Pemerintah melarang siapa pun untuk menerbitkan dan mencetak uang kertas. Siapa saja yang berani mencetak uang kertas (selain bank sentral) maka akan diancam penjara bahkan dihukum mati. Sebagai masyarakat harus menerima kebijakan ini &lt;em&gt;taken for granted&lt;/em&gt;, tidak boleh ada protes, demo, dan perlawanan dalam bentuk apapun. Pokoknya masyarakat harus menerima mata uang kertas (&lt;em&gt;fiat money&lt;/em&gt;) ini. Titik !.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Inilah paksaan dari setiap Bank sentral di setiap negara kepada rakyatnya. Dikemudian hari menimbulkan kebodohan warganya untuk mau menerima mata uang kertas (&lt;em&gt;fiat money&lt;/em&gt;) yang sebenarnya adalah mata uang bohong-bohongan. Inilah gambaran betapa arogannya dan otoriternya pemerintah melalui Bank sentral kepada rakyatnya dengan mengatasnamakan “kepercayaan kepada mata uang kertas” [].&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Taufik Hidayat, SEI&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt; adalah pengajar pada Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Hamfara&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Referensi &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Muhaimin Iqbal, Dinar The Real Money, Gema Insani,      Jakarta, 2009&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nofie Iman, Investasi Emas Investasi Bijak di Masa      Krisis, Daras Books, Jakarta, 2009&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Indra Ismawan, Warren Buffet Takutlah Saat Orang Lain Serakah, Serakahlah Saat Orang Lain Takut, Media Pressindo, Yogyakarta, 2009&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dinar Emas Solusi Krisis Moneter, Pirac, SEM Institute,      INFID, Jakarta, 2001&lt;/li&gt;&lt;li&gt;M Luthfi Hamidi, Gold Dinar Sistem Moneter Global yang      Stabil dan Berkeadilan, Senayan Abadi Publishing, Jakarta, 2007&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Muhammad Ma’ruf, Tsunami Finansial, Hikmah, Jakarta,      2009&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anonim, Uang Kertas VS Dinar dan Dirham Islam, PTI,      Jakarta, 2009&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber : http://jurnal-ekonomi.org/2009/10/11/problem-mata-uang-kertas-fiat-money/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-9211470349310424744?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Wvs4qssgHJesj4FGogN-DURy-Kg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Wvs4qssgHJesj4FGogN-DURy-Kg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Wvs4qssgHJesj4FGogN-DURy-Kg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Wvs4qssgHJesj4FGogN-DURy-Kg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/cm24w6D0auY" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/9211470349310424744/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=9211470349310424744" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/9211470349310424744?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/9211470349310424744?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/cm24w6D0auY/problem-mata-uang-kertas-fiat-money.html" title="Problem Mata Uang Kertas (Fiat Money)" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2009/10/problem-mata-uang-kertas-fiat-money.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ck8AR3g4cSp7ImA9WxNUEE0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-6570060231109471665</id><published>2009-10-31T17:22:00.002+07:00</published><updated>2009-10-31T21:54:06.639+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-31T21:54:06.639+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="imam mahdi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Khilafah" /><title>Haram Berdiam Diri Dari Menegakkan Khilafah Dengan Alasan Menunggu Imam Mahdi</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_hgiaDYym7Fo/SuxPaFICUcI/AAAAAAAAAAQ/NY2GGSLonVw/s1600-h/khilafah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 243px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_hgiaDYym7Fo/SuxPaFICUcI/AAAAAAAAAAQ/NY2GGSLonVw/s320/khilafah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5398777362781458882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kitab “Masâil Fiqhiyyah Mukhtârah”, cetakan kedua (2008), karya Syaikh Abu Iyas Mahmud Abdul Lathif bin Mahmud (Uwaidhah), terdapat jawaban atas pertanyaan seputar Imam Mahdi dan aktivitas untuk menegakkan Khilafah. Mengingat pentingnya masalah ini, maka tulisan ini kami persembahkan kepada para pengunjung situs agar semua dapat mengambil faedah darinya, in sya’ Allah, jika Allah SWT berkehendak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya: Tidak sedikit di antara kaum Muslim—khususnya mereka yang masih kental dengan kehidupan beragama—yang menyakini bahwa Khilafah akan kembali tegak. Dan Khilafah yang akan tegak kembali itu adalah Khilafah ‘ala minhaji an-nubuwah, Khilafah yang sesuai dengan metode kenabian, yang mereka maksudkan dengan itu adalah Khilafah Rasyidah. Namun, aku tidak melihat mereka itu melakukan aktivitas untuk menegakkan Khilafah ini. Apabila mereka ditanya tentang alasan mengapa mereka berdiam diri (tidak melakukan) aktivitas menegakkan Khilafah, maka mereka menjawab bahwa Imam Mahdi-lah kelak yang akan menegakkannya. Dan sebelum datangnya Imam Mahdi, Khilafah tidak akan pernah tegak. Oleh karena itu, tidak perlu menyeru mereka untuk beraktivitas menegakkan Khilafah. Sehingga, pertanyaannya: Apakah Khilafah akan tegak secara nyata; dan apakah Imam Mahdi yang akan menegakkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: Sesungguhnya pernyataan bahwa Khilafah akan tegak adalah pernyataan yang benar, yang ditunjukkan oleh banyak sekali hadits dari Nabi SAW, dan hadits-hadits itu semuanya shahih atau hasan. Mengingat, hadits-hadits itu tidak ada yang mutawatir, maka masalah ini tidak boleh dijadikan sebagai sebuah keyakinan. Sehingga, pernyataan bahwa kaum Muslim meyakini bahwa Khilafah akan tegak adalah pernyataan yang tidak benar. Sebab, keyakinan itu harus dibangun berdasarkan ayat Al-Qur’an atau hadits mutawatir. Sementara berdirinya Khilafah terdapat dalam hadits-hadits shahih dan hasan, bukan hadits mutawatir. Sehingga, tidak boleh menjadikan berdirinya kembali Khilafah sebagai sebuah keyakinan. Namun, kami membenarkan akan berdirinya kembali Khilafah dengan pembenaran yang tidak pasti; kami katakan bahwa Khilafah akan tegak kembali dengan izin Allah. Berikut ini hadits-hadits terkait masalah tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama. Dari Sauban radhiyallahu ‘anhu berkata: Bersabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللهَ زَوَى لِي اْلأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah telah mengumpulkan (memperlihatkan) bumi kepadaku. Sehingga, aku melihat bumi mulai dari ujung Timur hingga ujung Barat. Dan umatku, kekuasaannya akan meliputi bumi yang telah dikumpulkan (diperlihatkan) kepadaku….” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda beliau, “umatku, kekuasaannya akan meliputi bumi yang telah dikumpulkan (diperlihatkan) kepadaku” belum terrealisasikan hingga sekarang. Sebab, kaum Muslim belum pernah menguasai bumi mulai ujung Timur hingga ujung Barat hingga sekarang. Dan ini akan terjadi di masa yang akan datang. Sehingga ini menjadi isyarat akan berdirinya negara bagi kaum Muslim yang akan menaklukkan bumi mulai dari ujung Timur bumi hingga ujung Baratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua. Dari Ibnu Umar radhiyallahu ’anhu berkata: Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمْ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلًّا لَا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jika kalian telah berjual-beli dengan cara ’înah (penjualan secara kredit dengan tambahan harga); dan kalian telah mengambil ekor sapi, lalu kalian (lebih) suka bertani, hingga kalian meninggalkan jihad, maka (ketika itu) Allah menimpakan kepada kalian kehinaan, Allah tidak akan mecabutnya sampai kalian kembali ke agama kalian.” (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda beliau, ”sampai kalian kembali ke agama kalian” artinya adalah sampai kalian kembali melaksanakan ajaran agama, dan menerapkannya untuk semua urusan kehidupan kalian. Dengan demikian, hadits ini merupakan bisyârah (kabar gembira) dari Rasulullah SAW bahwa kaum Muslim akan kembali lagi menerapkan agamanya secara kâffah, menyeluruh, setelah sebelumnya mereka meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga. Dari Abu Qabil yang berkata: Kami berada di sisi Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiyallahu ’anhu. Lalu, ia ditanya tentang manakah di antara dua kota yang akan ditaklukkan pertama, Konstantinopel atau Roma. Kemudian ia mengambil kotak yang ada hiasannya, ia mengeluarkan surat dari katak tersebut, ia berkata: Abdullah Berkata, ”Pada saat kami sedang menulis di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba Rasulullah SAW ditanya, manakah di antara dua kota yang akan ditaklukkan pertama, Konstantinopel atau Roma. Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَدِينَةُ هِرَقْلَ تُفْتَحُ أَوَّلاً يَعْنِي قُسْطَنْطِينِيَّةَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kota Heraklius yang akan ditaklukkan pertama—yakni Konstantinopel.” (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah SAW ditanya tentang penaklukkan dua kota, Konstantinopel dan Rumiyah—yaitu Roma ibu kota Italia—beliau tidak menafikan (membantah) penaklukkan Roma. Namun beliau hanya mengatakan bahwa Konstantinopel akan ditaklukkan pertama. Ini menunjukkan bahwa Roma akan ditaklukkan setelahnya. Sementara hingga saat ini, Roma belum ditaklukkan oleh kaum Muslim. Dengan demikian, hadits ini merupakan bisyârah (kabar gembira), bahwa kaum Muslim akan menaklukkan ibu kota Italia tersebut. Dan tidak terbayangkan bahwa kaum Muslim akan menaklukkannya sebelum kembalinya Khilafah yang menghidupkan kembali jihad di jalan Allah dan penaklukkan kota (melakukan futuhat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat. Dari Nu’man bin Basyir, dari Hudzaifah radhiyallahu ’anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan ada fase kenabian di tengah-tengah kalian. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudian akan ada fase Khilafah berdasarkan metode kenabian. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Kemudia akan ada fase penguasa yang zalim. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Lalu akan ada fase penguasa diktator. Dengan kehendak Allah, ia akan tetap ada, kemudian Dia akan mengakhirinya, jika Dia berkehendak untuk mengakhirinya. Selanjutnya akan datang kembali Khilafah berdasarkan metode kenabian. Kemudian belia SAW diam.” (HR. Ahmad dan Ath-Thabarani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menjelaskan bahwa Khilafah akan tegak kembali setelah fase penguasa yang zalim (mulkan ’adhan), dan fase penguasa diktator (mulkan jabariyan). Dan Khilafah yang akan tegak itu adalah Khilafah ‘ala minhaji an-nubuwah, Khilafah yang sesuai dengan metode kenabian, yakni Khilafah yang menilai dirinya seperti Khilafah pada masa Khulafaur Rasyidin. Sehingga dengan izin Allah, Khilafah yang akan tegak adalah Khilafah Rasyidah. Inilah jawaban untuk pertanyaan masalah pertama. Sedangkan jawaban untuk pertanyaan masalah kedua adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, sekalipun hadits-hadits an-nabawiyah asy-syarîfah menyebutkan bahwa Al-Mahdi akan menegakkan Khilafah, maka hal ini tidak menunjukkan bahwa kaum Muslim wajin menunggu Al-Mahdi sampai Al-Mahdi mendirikan Khilafah untuk mereka. Apa yang diwajibkan atas mereka tetap wajib, yaitu menegakkan Khilafah. Menegakkan Khilafah di samping wajib atas Al-Mahdi, wajib pula atas kaum Muslim selain dia. Sehingga, mereka yang masih kental dengan kehidupan beragama, seperti yang digambarkannya, tidak punya hujjah (alasan) yang dapat mereka jadikan dasar untuk berdiam diri, tidak beraktivitas untuk menegakkan Khilafah, hanya dengan mengajukan pernyataan bahwa Al-Mahdi yang akan menegakkan Khilafah, sebagaimana hal itu tampak dengan jelas. Oleh karena itu, mereka yang masih beragama, namun berdiam diri, tidak beraktivitas menegakkan Khilafah, maka mereka berdosa, akibat sikapnya yang berdiam diri, tidak berbuat apa-apa, dan Allah juga akan meminta pertanggungjawaban mereka atas sikap diamnya ini. Konsekwensinya, jika mereka mati sebelum tegaknya Khilafah, maka ia mati seperti matinya kaum jahiliyah (mati dalam keadaan berdosa). Sebab, ada riwayat dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ’anhu yang berkata: Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةٍ لَقِيَ اللَّهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا حُجَّةَ لَهُ وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa saja yang melepaskan ketaatan, maka ia akan bertemu Allah pada hari kiamat tanpa memiliki hujjah. Dan siapa saja yang meninggal sedang di pundaknya tidak ada baiat, maka ia mati seperti mati jahiliyah (dalam keadaan berdosa).” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, orang yang selamat dari mati jahiliyah adalah orang-orang yang beraktivitas menegakkan Khilafah. Oleh karena itu, wahai orang-orang yang masih beragama waspadalah agar jangan sampai kalian mati jahiliyah, yang tentu kalian tidak menginginkannya. Ini yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, sesungguhnya hadits-hadits an-nabawiyah asy-syarîfah tidak secara mutlak menyebutkan bahwa Al-Mahdi yang akan menegakkan Khilafah, karena banyak sekali hadits yang meriwayatkannya. Sedangkan, masing-masing hadits yang disebutkan semuanya menunjukkan bahwa Al-Mahdi adalah seorang Khalifah yang baik dan memerintah dengan adil. Misalnya sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الْمَهْدِيُّ مِنِّي أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى اْلأَنْفِ يَمَْلأُ اْلأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا يَمْلِكُ سَبْعَ سِنِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Al-Mahdi itu dari keturunanku, wajahnya tampan, dan hidungnya mancung. Ia akan memenuhi bumi dengan kebaikan dan keadilan. Dimana sebelumnya, bumi dipenuhi dengan kekejaman dan ketidak adilan. Dan ia berkuasa selama tujuh tahun.” (HR. Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, dalam hal ini, nama nash yang mereka jadikan dalil bahwa Al-Mahdi yang akan menegakkan Khilafah? Justru kami memiliki nash yang menolak pemahaman bahwa Al-Mahdi yang akan menegakkan Khilafah. Dan nash ini menjelaskan bahwa Al-Mahdi akan menjadi Khalifah setelah meninggalnya Khalifah sebelumnya. Sehingga, ini menegaskan bahwa Khilafah akan tegak sebelum Al-Mahdi menjadi Khalifah. Al-Mahdi adalah Khalifah yang menggantikan Khalifah sebelumnya dalam daulah Khilafah Rasyidah yang—tidak lama lagi—akan datang (berdiri) dengan izin Allah. Sekali lagi, ini menegaskan bahwa Al-Mahdi bukan orang yang menegakkan Khilafah. Dengan begitu, gugurlah hujjah (alasan) mereka untuk berdiam diri, tidak beraktivitas, dan hanya menunggu Al-Mahdi, yang menurut klaim mereka bahwa Al-Mahdi inilah yang akan menegakkan Khilafah untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Ummu Salamah radhiyallahu ’anha berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَكُونُ اخْتِلافٌ عِنْدَ مَوْتِ خَلِيْفَةٍ فَيَخْرُجُ رَجُلٌ مِنْ بَنِي هَاشِمٍ فَيٌّاتِي مَكَّةَ، فَيَسْتَخْرِجُهُ النَّاسُ مِنْ بَيْتِهِ بَيْنَ الرُّكْنِ وَالمَقَامِ، فَيُجَهَّزُ إليهِ جَيْش مِنَ الشَّامِ حَتَّى إذَا كَانُوا بالبَيْدَاءِ خُسِفَ بِهِمْ، فَيَأتِيْهِ عَصَائِبُ العِرَاقِ وأبْدَالُ الشَّامِ: ويَنْشئا رَجُلٌ بالشَّامِ أَخْوالُهُ مِنْ كَلْبٍ، فَيُجَهَّزُ إليهِ جَيْش، فَيَهْزِمُهُمُ الله، فَتَكُونُ الدَّائِرَةُ عَلَيْهِمْ، فَذَلِكَ يَوْمُ كَلْبٍ، الخَائِبُ مَنْ خَابَ مِنْ غَنِيْمَةِ كَلْبٍ، فَيَسْتَفْتِحُ الكُنُوزَ، وَيَقْسِمُ أَلامْوَالَ وَيُلْقِي إلاسْلاَمُ بِجَرَانِهِ ِإلى أَلارْضِ، فَيَعِيْشُونَ بِذَلِكَ سَبْعَ سِنينَ أو قال: تِسْعَ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terjadi perselisihan ketika meninggalnya seorang Khalifah. Kemudian, seorang dari Bani Hasyim (Al-Mahdi) keluar pergi ke Makkah. Masyarakat membawanya (Al-Mahdi) keluar rumah menuju antara ar-rukn (hajar aswad) dan al-maqâm (maqam Ibrahim ‘alaihissalam). Sementara, dari Syam telah disiapkan pasukan untuk menyerangnya, namun ketika mereka berada di al-Baida’ (sebuah tempat antara Makkah dan Madinah), mereka semua ditenggelamkan (oleh Allah). (Melihat karamahnya itu), beberapa kelompok dari Irak, dan para wali (Abdal) dari Syam mendatanginya (untuk berbaiat). Seseorang di Syam yang ibunya dari Bani Kalb, menyiapkan pasukan untuk menyerangnya, kemudian Allah-pun mengalahkan mereka, sehingga bencana pun menimpa mereka, maka hari itu merupakan hari kekalahan bagi Bani Kalb. Bahkan, orang yang menyesal adalah orang yang tidak berhasil mendapatkan ghanimah (harta rampasan perang) Bani Kalb. Kemudian, ia (Al-Mahdi) membuka berbagai harta simpanan, membagi-bagi harta, menyampaikan (mendakwahkan) Islam ke wilayah-wilayah sekitarnya. Masyarakat hidup bersama (Al-Mahdi) itu selama tujuh tahun, atau sembilan tahun.” (HR. Ath-Thabarani dalam Al-Ausath, Al-Haitsami menyebutnya dalam Majma’uz Zawâij, ia berkata “semuanya rawinya adalah para rawi yang shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini disepakati oleh para rawi hadits dan pensyarahnya bahwa Khalifah yang dimaksud dalam hadits ini adalah Al-Mahdi (Imam Mahdi). Hadits ini merupakan nash yang sharîh (gamblang) bahwa Khalifah (Imam Mahdi) ini datang menggantikan Khalifah sebelumnya, “Terjadi perselisihan ketika meninggalnya seorang Khalifah. Kemudian, seorang dari….” Dengan demikian, Imam Mahdi bukan orang yang akan menegakkan Khilafah, dan ia juga bukan Khalifah pertama dalam negara Khilafah Rasyidah—yang tidak lama lagi—akan tegak dengan izin Allah. Sehingga yang tersisa di depan setiap orang Muslim adalah kekhawatiran dan ketakutan dari mati jahiliyah, mati dalam keadaan berdosa. Oleh karena itu, tidak ada jalan lain, selain bangkit dengan penuh semangat beraktivitas untuk menegakkan kembali Khilafah, dan mengangkat seorang Khalifah. Wallahu a’lam bish-shawab.(www. http://www.al-aqsa.org)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-6570060231109471665?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/eeRJKfdjlmfdLmM369WdJvULCcY/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/eeRJKfdjlmfdLmM369WdJvULCcY/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/eeRJKfdjlmfdLmM369WdJvULCcY/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/eeRJKfdjlmfdLmM369WdJvULCcY/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/46A9AZP7XkU" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/6570060231109471665/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=6570060231109471665" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/6570060231109471665?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/6570060231109471665?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/46A9AZP7XkU/haram-berdiam-diri-dari-menegakkan.html" title="Haram Berdiam Diri Dari Menegakkan Khilafah Dengan Alasan Menunggu Imam Mahdi" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_hgiaDYym7Fo/SuxPaFICUcI/AAAAAAAAAAQ/NY2GGSLonVw/s72-c/khilafah.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2009/10/haram-berdiam-diri-dari-menegakkan.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkcNQ30_cCp7ImA9WxNVGUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-660184380894197718</id><published>2009-10-31T17:13:00.001+07:00</published><updated>2009-10-31T17:14:52.348+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-31T17:14:52.348+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="century" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="skandal" /><title>Ichsanudin Noorsy: Skandal Century Lebih Besar dari Teror Bom</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/06/ichsanuddin-noersy.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 96px;" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/06/ichsanuddin-noersy.jpeg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pengamat kebijakan publik, Ichsanudin Noorsy menyatakan bahwa skandal bank century yang mencaplok uang negara sebesar 6,7 trilyun jauh lebih besar kejahatannya dibanding teror bom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Skandal century merupakan teror kebijakan yang berdampak luas dan merugikan seluruh rakyat Indonesia. Dan ini jauh lebih jahat dari teror bom,” ucap Noorsy di sebuah acara diskusi di Jakarta siang tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, masih menurut pengamat yang tetap antusias mengkritisi kebijakan pemerintah yang dirasa tidak pro rakyat ini, banyak pihak yang secara sistematis berusaha untuk menutup skandal besar di era reformasi ini. Mulai dari kejaksaan, kepolisian, juga fraksi-fraksi yang masuk dalam partai koalisi SBY. ”Saya dapat kabar bahwa fraksi-fraksi dari partai koalisi diminta untuk menutup munculnya hak angket soal century,” ucap Noorsy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk kerja Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK, Noorsy memberikan catatan tersendiri ketika menyangkut kasus ini. “Awalnya, laporan BPK diresisten oleh Bank Indonesia. Kemudian baru bisa jalan ketika KPK (pengurus lama, red) meminta BPK mengaudit aliran dana dalam kasus Century. Tapi pun akhirnya KPK digoyang masalah. Baru setelah DPR (anggota lama, red) minta BPK membuka hasil audit aliran dana ini, kasusnya mulai terlihat. Sayangnya, PPATK menolak membuka aliran transaksi keuangan Century ini,” jelas Noorsy bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini karena, menurut Ichsanuddin Noorsy, menyangkut pejabat tinggi yang saat ini memegang posisi penting di pemerintahan SBY. “Terus terang saya katakan bahwa dua pejabat tinggi saat ini, yaitu Boediono yang waktu itu sebagai gubernur BI dan Sri Mulyani sebagai menteri keuangan. Dua orang inilah yang bertanggung jawab keluarnya kebijakan dana talangan 6,7 trilyun itu,” ungkap Noorsy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendri Saparini, pengamat ekonomi yang juga sebagai pembicara menjelaskan bahwa kebohongan tentang Bank Century ini akan diikuti dengan kebohongan-kebohongan lain. “Supaya skandal ini tidak terungkap, pemerintah akan menutup kebohongan ini dengan kebohongan-kebohongan yang lain,” ucap Hendri antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mencontohkan tentang ucapan Sri Mulyani yang menyatakan bahwa keluarnya dana talangan Bank Century adalah untuk mengantisipasi dampak yang sistemik atau punya dampak luas. Padahal, menurut Hendri, kasus ini murni karena salah urus, dan itu harus diamputasi, bukan malah diberikan talangan pendanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendri pun prihatin dengan penggantian di Badan Pemeriksa Keuangan yang tidak lagi dipimpin oleh Anwar Nasution. “Walaupun auditor di BPK cukup kredibel dan teliti, tapi semua bergantung pada dewan pimpinan di BPK,” jelas Hendri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendri berharap, ada pihak-pihak di DPR dan luar DPR yang terus menyuarakan skandal ini. “Saya berharap, masih ada orang-orang di DPR yang konsisten bersikap oposisi terhadap ini,” ucap ibu yang kerap berbusana muslimah ini. (eramuslim.com, 28/10/2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-660184380894197718?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Wa9VhlomqJptLsVCyuDeU5kkaa8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Wa9VhlomqJptLsVCyuDeU5kkaa8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Wa9VhlomqJptLsVCyuDeU5kkaa8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Wa9VhlomqJptLsVCyuDeU5kkaa8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/M996n1tufCk" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/660184380894197718/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=660184380894197718" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/660184380894197718?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/660184380894197718?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/M996n1tufCk/ichsanudin-noorsy-skandal-century-lebih.html" title="Ichsanudin Noorsy: Skandal Century Lebih Besar dari Teror Bom" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2009/10/ichsanudin-noorsy-skandal-century-lebih.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU8ASHs6fSp7ImA9WxNVGUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-1278290389467441675</id><published>2009-10-31T17:09:00.001+07:00</published><updated>2009-10-31T17:10:49.515+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-31T17:10:49.515+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Birokrasi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="politik" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="korupsi" /><title>Mahfud MD: Birokrasi Kita “Gila”</title><content type="html">&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/10/mahfud-md.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 166px;" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2009/10/mahfud-md.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;MEDAN–Ketua Mahkamah Konstitusi Prof Mahfud MD mengatakan proses reformasi yang telah berlangsung selama 11 tahun lebih di Indonesia masih belum membuahkan hasil. “Buktinya, korupsi masih terjadi di mana-mana. Birokrasi kita gila,” kata Mahfud MD dalam temu wicara dengan tokoh masyarakat lintas profesi di Medan, Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, kata dia, orde baru selalu dianggap sebagai “biangnya” korupsi sehingga perlu direformasi agar penegakan hukum lebih dapat dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, harapan itu masih belum terwujud meski proses reformasi telah berlangsung selama 11 tahun lebih. “Di setiap daerah masih banyak keluhan bahwa korupsi masih berjalan seperti dulu,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Proyek yang seharusnya hanya bernilai Rp350 miliar tetapi bisa `membengkak` menjadi Rp1 triliun,” katanya menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikitnya, kata Mahfud, ada tiga faktor yang menyebabkan proses reformasi masih belum berjalan dan praktik korupsi masih terjadi di seluruh daerah di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kata dia, tujuan reformasi hanya untuk menjatuhkan kepemimpinan Soeharto padahal budaya korupsi itu sudah mengakar di seluruh aspek kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu aspek yang paling banyak terjadi korupsi adalah birokrasi, sehingga menyebabkan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi terhambat. “Birokrasi kita `gila`, sampai sekarang pun masih korup,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahfud mengaku sering menerima keluhan dari pemilik modal yang ingin menanamkan investasinya di Indonesia tetapi terbentur sulitnya birokrasi. “Ada yang meminta bagian, ada yang menawarkan diri menjadi calo dan lain sebagainya,” kata mantan Menteri Pertahanan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor kedua, menurut Mahfud, tidak adanya seleksi terhadap politisi yang ingin mengambil peran dalam sistem perpolitikan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, politisi lama yang memiliki mental korup masih memiliki peran perpolitikan nasional meski partai politiknya berubah. “Namun, orang-orangnya itu-itu juga sehingga pembuat keputusan pun itu-itu juga,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan faktor ketiga menurut Mahfud yang menyebabkan reformasi belum berhasil karena politisi yang baru tampil tidak memiliki visi ketika tampil dalam perpolitikan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan itu mengakibatkan para politisi baru itu mudah terkontaminasi dengan pola pikir dan perilaku kotor sebagian politisi yang bermental korup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahaya lagi, tidak sedikit dari mereka beranggapan bahwa korupsi harus bergantian. Akhirnya, mereka (politisi baru) juga melakukan korupsi ketika memiliki kekuasaan,” kata Mahfud. (Republika online, 31/10/2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-1278290389467441675?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/idJJywL2rFxHtWX1xzTk4TGqUfc/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/idJJywL2rFxHtWX1xzTk4TGqUfc/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/idJJywL2rFxHtWX1xzTk4TGqUfc/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/idJJywL2rFxHtWX1xzTk4TGqUfc/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/aKafAAdG1dE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/1278290389467441675/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=1278290389467441675" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/1278290389467441675?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/1278290389467441675?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/aKafAAdG1dE/mahfud-md-birokrasi-kita-gila.html" title="Mahfud MD: Birokrasi Kita “Gila”" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2009/10/mahfud-md-birokrasi-kita-gila.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak8NQ3w_cSp7ImA9WxNVGEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-4029670261202124035</id><published>2009-10-30T14:44:00.000+07:00</published><updated>2009-10-30T14:48:12.249+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-30T14:48:12.249+07:00</app:edited><title>Kaum feminis bilang susah jadi WANITA(baca Muslimah)</title><content type="html">Kaum feminis bilang susah jadi WANITA(baca Muslimah), lihat saja peraturan di bawah ini:&lt;br /&gt;1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak dari pada laki2.)&lt;br /&gt;2. Wanita perlu meminta izin suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.&lt;br /&gt;3.Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki&lt;br /&gt;4. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan sakitnya melahirkan anak&lt;br /&gt;5. Wanita wajib taat pada suaminya , sementara suami tidak perlu taat kepada istrinya.&lt;br /&gt;6.Talak terletak di tangan suami dan bukan di tangan istri&lt;br /&gt;7. Wanita kurang dalam beribadat karna adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERNAHKAH PARA WANITA MELIHAT SEBALIKNYA(KENYATAANNYA):&lt;br /&gt;1. Sesuatu yang mahal harganya dan sangat bernilai tentu akan disimpan dan dijaga sedemikian mungkin… Coba bayangkan, sudah sepatutnya intan permata tidak akan dibiarkan terserak bukan? Begitu juga dengan perempuan yang di jaga dengan hijab (jilbab).&lt;br /&gt;2. Wanita memang perlu taat kepada suami, tetapi tahukah anda kalau lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada ayahnya.&lt;br /&gt;3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah kita bahwasanya harta yang yang diterima wanita adalah mutlak miliknya pribadi dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya,sementar apabila lelaki menerima warisan, ia perlu/wajib menggunakan hartanya Untuk istri dan anaknya.&lt;br /&gt;4.Wanita perlu bersusah payah melahirkan seorang bayi , tetapi bukankah saat itu ia akan di doakan seluruh makhluk dan malaikat, dan tahukah anda kalau ia meninggal karna melahirkan maka syahidlah balasannya dan surga menantinya.&lt;br /&gt;5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan mempertanggung jawabkan terhadap 4 wanita yaitu : istrinya,ibunya, anak perempuannya,dan saudara perempuannya, artinya seorang wanitadi akhirat kelak akan Ditanggung oleh suami,ayah,anak lelakinya dan saudar lelakinya. Tidakkah itu kebahagian untuk anda…&lt;br /&gt;6.Seorang wanita boleh memasuki pintu surga yang ia kehendaki, cukup dengan 4 syarat saja:Shalat 5 waktu,puasa ramadhan,taat pada suami dan menjaga kehormatannya.&lt;br /&gt;7. Seorang lelaki wajib berjihad fi sabilillah , sedangkan wanita apabila ia taat pada suaminya dan menunaikan tanggung jawabnya pada allah maka ia akan mendapat pahala yang sama seperti pahala suaminya yang berjihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERBAHAGIALAH WAHAI PARA MUSLIMAH, JANGAN RISAU HANYA UNTUK APRESIASI ABSURD DAN SEMU DI DUNIA INI. TUNAIKAN DAN TEGAKKAN KEWAJIBAN AGAMAMU NISCAYA SURGA MENANTIMU.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-4029670261202124035?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zNaV4XQRNPi8eiLdVIu3c9FKvLw/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zNaV4XQRNPi8eiLdVIu3c9FKvLw/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zNaV4XQRNPi8eiLdVIu3c9FKvLw/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zNaV4XQRNPi8eiLdVIu3c9FKvLw/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/wVmrEm6HmJw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/4029670261202124035/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=4029670261202124035" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/4029670261202124035?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/4029670261202124035?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/wVmrEm6HmJw/kaum-feminis-bilang-susah-jadi.html" title="Kaum feminis bilang susah jadi WANITA(baca Muslimah)" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2009/10/kaum-feminis-bilang-susah-jadi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkEAR3YzeSp7ImA9WxNVEkU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-8184893488964637296</id><published>2009-10-23T16:01:00.002+07:00</published><updated>2009-10-23T16:04:06.881+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-23T16:04:06.881+07:00</app:edited><title>Muhammad II Al-Fatih: Sang Penakluk Konstantinopel</title><content type="html">Abu Qubail menuturkan dari Abdullah bin Amr bin Ash, “Suatu ketika kami sedang menulis di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau ditanya, “Mana yang terkalahkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Romawi?” Beliau menjawab, “Kota Heraklius-lah yang akan terkalahkan lebih dulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel.” [H.R. Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/Fatih-Sultan-Muhammad.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 232px;" src="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/Fatih-Sultan-Muhammad.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda terkagum-kagum dengan penggambaran perang yang ketat antara Balian of Ibelin melawan Shalahudin Al-Ayyubi di film Kingdom of Heaven [resensi Priyadi], maka perang antara Constantine XI Paleologus dengan Muhammad Al-Fatih jauh lebih ketat, tidak hanya dalam hitungan hari tapi berminggu-minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan Muhammad II atau Mehmed Al-Fatih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekaisaran Romawi terpecah dua, Katholik Roma di Vatikan dan Yunani Orthodoks di Byzantium atau Constantinople yang kini menjadi Istanbul. Perpecahan tersebut sebagai akibat konflik gereja meskipun dunia masih tetap mengakui keduanya sebagai pusat peradaban. Constantine The Great memilih kota di selat Bosphorus tersebut sebagai ibukota, dengan alasan strategis di batas Eropa dan Asia, baik di darat sebagai salah satu Jalur Sutera maupun di laut antara Laut Tengah dengan Laut Hitam dan dianggap sebagai titik terbaik sebagai pusat kebudayaan dunia, setidaknya pada kondisi geopolitik saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengincar kota ini untuk dikuasai termasuk bangsa Gothik, Avars, Persia, Bulgar, Rusia, Khazar, Arab-Muslim dan Pasukan Salib meskipun misi awalnya adalah menguasai Jerusalem. Arab-Muslim terdorong ingin menguasai Byzantium tidak hanya karena nilai strategisnya, tapi juga atas kepercayaan kepada ramalan Rasulullah SAW melalui riwayat Hadits di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/Constantinos-Paleologos.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 254px;" src="http://yulian.firdaus.or.id/wp-upload/Constantinos-Paleologos.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilayah Konstantinopel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya pertama dilakukan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan pada tahun 668M, namun gagal dan salah satu sahabat Rasulullah SAW yaitu Abu Ayyub Al-Anshari ra. gugur. Sebelumnya Abu Ayyub sempat berwasiat jika ia wafat meminta dimakamkan di titik terjauh yang bisa dicapai oleh kaum muslim. Dan para sahabatnya berhasil menyelinap dan memakamkan beliau persis di sisi tembok benteng Konstantinopel di wilayah Golden Horn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi berikutnya, baik dari Bani Umayyah dan Bani Abbasiyyah hingga Turki Utsmani pada masa pemerintahan Murad II juga gagal menaklukkan Byzantium. Salah satu peperangan Murad II di wilayah Balkan adalah melawan Vlad Dracul, seorang tokoh Crusader yang bengis dan sadis (Dracula karya Bram Stoker adalah terinsipirasi dari tokoh ini). Selama 800 tahun kegagalan selalu terjadi, hingga anak Sultan Murad II yaitu Muhammad II naik tahta Turki Utsmani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Sultan Murad I, Turki Utsmani dibangun dengan kemiliteran yang canggih, salah satunya adalah dengan dibentuknya pasukan khusus yang disebut Yanisari. Dengan pasukan militernya Turki Utsmani menguasasi sekeliling Byzantium hingga Constantine merasa terancam, walaupun benteng yang melindungi –bahkan dua lapis– seluruh kota sangat sulit ditembus, Constantine pun meminta bantuan ke Roma, namun konflik gereja yang terjadi tidak menelurkan banyak bala bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Constantine XI Paleologus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Jumat, 6 April 1453M, Muhammad II atau disebut juga Mehmed bersama gurunya, syaikh Aaq Syamsudin, beserta tangan kanannya, Halil Pasha dan Zaghanos Pasha merencanakan penyerangan ke Byzantium dari berbagai penjuru benteng kota tersebut. Dengan berbekal 150.000 ribu pasukan dan meriam buatan Urban –teknologi baru pada saat itu– Muhammad II mengirim surat kepada Paleologus untuk masuk Islam atau menyerahkan penguasaan kota secara damai atau perang. Constantine Paleologus menjawab tetap mempertahankan kota dengan dibantu oleh Kardinal Isidor, Pangeran Orkhan dan Giovanni Giustiniani dari Genoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota dengan benteng 10m-an tersebut memang sulit ditembus, selain di sisi luar benteng pun dilindungi oleh parit 7m. Dari sebelah barat melalui pasukan altileri harus membobol benteng dua lapis, dari arah selatan laut Marmara pasukan laut harus berhadapan dengan pelaut Genoa pimpinan Giustiniani dan dari arah timur armada laut harus masuk ke selat sempit Golden Horn yang sudah dilindungi dengan rantai besar hingga kapal perang ukuran kecil pun tak bisa lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhari-hari hingga berminggu-minggu benteng Byzantium tak bisa jebol, kalaupun runtuh membuat celah pasukan Constantine mampu mempertahankan celah tersebut dan dengan cepat menumpuk kembali hingga tertutup. Usaha lain pun dicoba dengan menggali terowongan di bawah benteng, cukup menimbulkan kepanikan kota, namun juga gagal. Hingga akhirnya sebuah ide yang terdengar bodoh dilakukan hanya dalam semalam. Salah satu pertahanan yang agak lemah adalah melalui selat Golden Horn yang sudah dirantai. Ide tersebut akhirnya dilakukan, yaitu memindahkan kapal-kapal melalui darat untuk menghindari rantai penghalang, hanya dalam semalam dan 70-an kapal bisa memasuki wilayah selat Golden Horn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 Mei, setelah sehari istirahat perang Muhammad II kembali menyerang total, diiringi hujan dengan tiga lapis pasukan, irregular di lapis pertama, Anatolian Army di lapis kedua dan terakhir pasukan Yanisari. Giustiniani sudah menyarankan Constantine untuk mundur atau menyerah tapi Constantine tetap konsisten hingga gugur di peperangan. Kabarnya Constantine melepas baju perang kerajaannya dan bertempur bersama pasukan biasa hingga tak pernah ditemukan jasadnya. Giustiniani sendiri meninggalkan kota dengan pasukan Genoa-nya. Kardinal Isidor sendiri lolos dengan menyamar sebagai budak melalui Galata, dan Pangeran Orkhan gugur di peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konstantinopel telah jatuh, penduduk kota berbondong-bondong berkumpul di Hagia Sophia, dan Sultan Muhammad II memberi perlindungan kepada semua penduduk, siapapun, baik Islam, Yahudi ataupun Kristen. Hagia Sophia pun akhirnya dijadikan masjid dan gereja-gereja lain tetap sebagaimana fungsinya bagi penganutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toleransi tetap ditegakkan, siapa pun boleh tinggal dan mencari nafkah di kota tersebut. Sultan kemudian membangun kembali kota, membangun sekolah –terutama sekolah untuk kepentingan administratif kota– secara gratis, siapa pun boleh belajar, tak ada perbedaan terhadap agama, membangun pasar, membangun perumahan, bahkan rumah diberikan gratis kepada para pendatang yang bersedia tinggal dan mencari nafkah di reruntuhan kota Byzantium tersebut. Hingga akhirnya kota tersebut diubah menjadi Istanbul, dan pencarian makam Abu Ayyub dilakukan hingga ditemukan dan dilestarikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini Hagia Sophia yang megah berubah fungsi menjadi museum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Alwi Alatas: Al-Fatih Sang Penakluk Konstantinopel, Penerbit Zikrul Hakim, 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-8184893488964637296?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gqrh2VXUOevSjhPQqR3TCkwJHdU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gqrh2VXUOevSjhPQqR3TCkwJHdU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gqrh2VXUOevSjhPQqR3TCkwJHdU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/gqrh2VXUOevSjhPQqR3TCkwJHdU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/oe59bFmF95w" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/8184893488964637296/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=8184893488964637296" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/8184893488964637296?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/8184893488964637296?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/oe59bFmF95w/muhammad-ii-al-fatih-sang-penakluk.html" title="Muhammad II Al-Fatih: Sang Penakluk Konstantinopel" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2009/10/muhammad-ii-al-fatih-sang-penakluk.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUUHR344eCp7ImA9WxNVEk0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-5384529671191805209</id><published>2009-10-22T17:01:00.004+07:00</published><updated>2009-10-22T17:27:16.030+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-22T17:27:16.030+07:00</app:edited><title>FIS Aljazair: Sebuah Pembelajaran Untuk Partai Islam di Dunia</title><content type="html">Pengantar Blogger :&lt;br /&gt;Inilah salah satu fakta demokrasi yang patut menjadi pertanyaan dan perhatian kita. Pada saat pemenang pemilu dalam sistem demokrasi adalah Islam, maka dibuatlah seribu satu cara untuk menggagalkannya penerapan syariat Islam. Delegitimasi terhadap pemenang dipaksakan untuk  menghentikannya.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/1fis_rally_1992_2050081722-17706.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 372px; height: 273px;" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/1fis_rally_1992_2050081722-17706.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usianya pendek. Namun, akan dikenang sebagai sebuah gerakan Islam yang bisa diterima oleh rakyat. Karena, ia konsisten untuk menjadi partai Islam. Perkembangan dan sejarahnya dimatikan oleh penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dekade akhir 80-an dan awal 90-an, hampir semua penggerak dakwah Islam mengenali FIS. FIS atau Front Islamic du Salut atau dalam bahasa Indonesia Front Keselamatan Islam adalah sebuah partai politik di Aljazair berideologi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai tahun 1988, di Ajazair hanya ada satu partai politik yaitu FLN. Namun ketika meletus penentangan terhadap pemerintah dan FLN, presiden Aljazair ketika itu, Chadli Bendjedid (sekaligus merangkap sebagai sekjen FLN), terpaksa mengizinkan pendirian berbagai parpol baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu tahun kemudian, berdirilah FIS. FIS didirikan di atas kesadaran masyarakat Aljazair yang beragama Islam. Bertahun-tahun masyarakat Muslim Aljazair kecewa terhadap pemerintahnya yang sekuler,  karena negaranya tidak mengalami kemajuan. Juga selain itu, pemerintah Aljazair tidak mengakomodasi kepentingan umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benjedid sendiri memerintah sejak tahun 1978, meneruskan kepemimpinan Boumedienne yang jahil (sekuler). Boumedienne sendiri berkuasa karena menggulingkan presiden Bella pada tahun 1962. Otomatis, sejak tahun 1988 itu, bermunculanlah parpol-parpol di Aljazair. Namun, kemudian hanya FIS yang menyeruak ke permukaan dan meraih simpati masyarakat. Apa pasal? Ini karena sejak awal FIS konsisten berjuang dengan program-program dan asas Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Aljazair yang sudah lama hidup dalam belenggu dan suasana sekuler, tidak disangka-sangka lebih memilih FIS. Walaupun rakyat mayoritas beragama Islam, namun kehidupan dan cara-cara masyarakat Aljazair hampir tidak beda dengan masyarakat Prancis atau Eropa, hingga kecenderungan mereka terhadap FIS pun mengherankan banyak pihak. Sekalipun, soal urusan hidup hedonis, tapi untuk urusan pemerintahan, tampaknya rakyat Aljazair lebih percaya pada konsep Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FIS pun meresponnya dengan baik, yaitu dengan tidak tertarik akan ide “berpura-pura” menjadi sekuler, seperti menjadi partai terbuka atau nasionalis untuk menarik simpati masyarakat. Mereka tetap konsisten dengan nilai dan prinsip Islam, baik di dalam partai ataupun skap keluar (eksternal) terhadap partai atau golongan serta pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pemilu 1991, artinya hanya dua tahun sejak berdirinya FIS, partai ini meraih 54% suara dan mendapat 188 kursi di parlemen atau menguasai 81% kursi. Suatu pencapaian yang fantastis! Pada pemilu putaran kedua, FIS dinyatakan menang telak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya pada pemilu putaran pertama 20 Juni 1991, FIS memenangkan 54% suara dan mendapat 188 (81%) kursi di parlemen. Umat Islam Aljazair menyambut gembira Kemenangan FIS ini disambut gembira oleh rakyat Aljazair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak dengan Benjedid. Presiden yang kemudian mengundurkan diri ini setelah kekalahan partainya segera berkonsolidasi dengan pihak-pihak yang tak ingin Islam tampil dan FIS berkuasa. Maka Benjedid pun menggalang kekuatan militer. Militer, dengan kekuasaannya dan semena-mena, membubarkan parlemen Aljazair serta membatalkan hasil pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohammed Boudiaf, mewakili militer, segera mendirikan Dewan Tinggi Negara, dan kemudian bertindak sebagai pemerintahan interim. Ia, entah dengan dasar apa, mengumumkan bahwa Aljazair berada dalam keadaan darurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/1tipo_islam_europe.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 372px; height: 279px;" src="http://a.cdn.tendaweb.com/fckfiles/image/1tipo_islam_europe.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boudiaf menjadi penguasa baru di Aljazair. Ia merekayasa semua cara untuk memberangus FIS dan menyatakannya sebagai partai politik terlarang. Ribuan anggota dan pendukung FIS ditangkap dan dijebloskan ke penjara, dan tak jarang dibunuh. Pemimpin FIS Abassi Madani dan Ali Belhadj dipenjarakan. Boudiaf sendiri tewas di tangan Letnan Mohammed Bumaaraf yang berusia 26 tahun. Sejarah terulang, Aljazair tidak pernah lepas dari pemberontakan dan pembunuhan. Ini berbeda jika saja FIS memerintah, karena walaupun mengusung ideologi Islam, FIS tak sekalipun merugikan kepentingan golongan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Aljazair diperintah oleh Abdul Aziz Boetuflika yang juga sekular. FIS sudah tidak tahu lagi kemana di negara ini. Namun pelajaran besar dari FIS adalah jangan pernah menanggalkan identitas sebagai partai Islam walaupun di tengah masyarakat yang sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, bagaimanapun jahiliyahnya umat Islam di sebuah negara, jauh di lubuk hatinya mereka menginginkan sebuah partai Islam yang benar-benar Islam. Bukan partai Islam 'gadungan' dan dipimpin para pecundang politik,  yang bertindak-tanduk hampir tidak ada  bedanya dengan partai sekuler, yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan dan berkomplot dengan penguasa sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun, akhirnya FIS dibubarkan oleh penguasa militer Aljazair, tapi itu jauh lebih terhormat daripada mengekor kepada kekuasaan sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://eramuslim.com/berita/gerakan-dakwah/fis-aljazair-sebuah-pembelajaran-untuk-partai-islam-di-dunia.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-5384529671191805209?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Aiv7CTUtV5_VKbFs7EYXTW7YyVc/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Aiv7CTUtV5_VKbFs7EYXTW7YyVc/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Aiv7CTUtV5_VKbFs7EYXTW7YyVc/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Aiv7CTUtV5_VKbFs7EYXTW7YyVc/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/8EPWp8ctaPI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/5384529671191805209/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=5384529671191805209" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/5384529671191805209?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/5384529671191805209?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/8EPWp8ctaPI/fis-aljazair-sebuah-pembelajaran-untuk.html" title="FIS Aljazair: Sebuah Pembelajaran Untuk Partai Islam di Dunia" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2009/10/fis-aljazair-sebuah-pembelajaran-untuk.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEcBRXYyeCp7ImA9WBVREU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-113210605465971884</id><published>2005-11-16T08:53:00.000+07:00</published><updated>2005-11-16T08:54:14.890+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2005-11-16T08:54:14.890+07:00</app:edited><title>'Jinayat' JIL Terhadap Fiqih dan Fuqaha</title><content type="html">Para penulis dari paham, Islam Liberal sering menulis ‘ngaco’ di berbagai kesempatan bahkan berani memfitnah para fugaha  untuk melakukan pembodohan terhadap umat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 15 November 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Thoriq *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita mendengar sesumbar para pekerja Jaringan Islam Liberal yang tersebar di internet, koran-koran 'Jinayat' JIL Terhadap Fiqih dan Fuqaha atau dalam seminar-seminar yang mereka adakan. Pada intinya mereka selalu mengklaim sebagai kaum paling terpelajar, intelek, modernis, progresif serta menjunjung tinggi pengetahuan dan ilmu. Tapi pada kenyataanya jauh panggang daripada api, sehingga pembaca jangan heran jika mengetahui bahwa ada pekerja-pekerja JIL menulis atau berbicara ngaco, baik dalam forum-forum atau media massa, dan hal itu tidak terjadi satu atau dua kali, tapi berulang kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu tulisan ini tidak hendak mengorek-ngorek kesalahan para pekerja JIL, akan tetapi sebagai sebuah peringatan bagi kaum muslimin agar tidak langsung menelan mentah-mentah segala informasi yang datang dari mereka. Karena retorika dan gaya penulisan mereka yang terlihat memukau -banyak menggunakan istilah arab maupun kontemporer- maka secara sekilas memang terlihat sangat ilmiyah, akan tetapi jika kita mencermati dengan jeli maka kita bisa saja terkejut atau bahkan malah tersenyum-senyum sendiri ketika di dalamnya kita jumpai ada unsur-unsur kebohongan alias ngaco.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua paham, bahwa ide-ide mereka yang menyimpang sudah pasti tidak akan terakomodasi oleh fiqih islam, maka ketika mereka memaksakan diri melewati jalur fiqih akan terlihat imma membuat-buat kaidah nyleneh dan tidak ilmiyah atau berbohong atas nama ulama' tertentu atau mengambil pendapat-pendapat lemah dan hadist-hadist dho'if. Sebagai contoh, lihat tulisan yang berjudul "Argumen Metodologis CLD KHI" yang dipublikasikan di Kompas, (7/3/2005) yang juga dipublikasikan di website JIL pada tanggal 08/03/2005. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan tersebut si penulis menilai bahwa ushul fiqih tidak relevan lagi, sehingga si penulis membuat-buat beberapa kaidah sendiri-yang menurut penilaian dia-bisa memberikan kemaslahatan, keadilan, kerahmatan, dan kebijaksanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaidah 'ushul fiqih' alternatif yang pertama dipromosikan si penulis adalah, "al ibrah bil maqasid la bi alfadz", yang bermakna --kurang lebih--, yang dijadikan pijakan adalah tujuan bukan lafadz. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman, dari sini kita tahu bahwa si penulis memang tidak mengerti apa itu ushul fiqih. Definisi ushul fiqih adalah, ma'rifah dala'il alfiqhi ijmalan wa kaifiyah al istifadah minha wa hal almustafid (Nihayah Al Sul, Vol I, muqadimah) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ada tiga unsur dalam ushul fiqih, pertama, ma'rifah dala'il fiqhi (pengetahuan tentang dalil-dalil fiqih), kaifiyah al istifadah (metodologi penggunaan dalil), dan hal mustafid (kriteria mujtahid). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan difinisi tersebut kita bisa mengetahui, mana yang termasuk ushul fiqih dan mana yang bukan. Sehingga kita juga paham bahwa kaidah yang diusulkan penulis tersebut sudah otomatis terkena kick out unsur pertama, karena tujuan ushul fiqih yang pertama adalah ma'rifah dala'il fiqhi, hal itu mencakup semua dalil yang disepakati yaitu Al Qur'an, As-Sunnah, ijma' dan qiyas, serta dalil-dalil yang diperselisihkan seperti istishab dan istikhsan (keterangan ta'rif secara mendetail bisa dilihat di Ushul Fiqih Universitas Al-Azhar Cairo).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kaidah si penulis sejak awal malah mengajak untuk meninggalkan lafadz-lafadz, baik dari Al Quran atau Al Sunnah. Walhasil, semestinya si penulis memahi terlebih dahulu makna ushul fiqih, dan batasan-batasan definisinya, baru kemudian membuat kaidah, sehingga tidak dia sampai kecele seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaidah yang kedua semakin menampakkan ketidaktahuan si kandidat doktor ini tentang ilmu ushul. Katanya, adalah, jawaz naskh nushus bi al mashlahah (boleh me-naskh nash-nash dengan maslahat). Dari sini si penulis terlihat ingin segera menang tanpa perang alias potong kompas. Bagaimana dia bisa mengatakan bahwa boleh me-naskh nash Al Quran dan Al Sunnah dengan maslahat? Sedangkan definisi naskh sendiri adalah, bayan assyari' intiha'i zaman al amal bi hukmin syar'iyin dhohiruhu al dawam wa dzalika bidalil syar'i muta'akhir 'anhu nuzulan (Ahkam fi Ushuli Al-Ahkam, Vol 4, hal 64). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang artinya, penjelasan dari pembuat syari'at (Allah SWT) tentang habisnya masa pengamalan hukum syar'i yang secara dzahir (bagi kita) tetap langgeng dan hal itu dengan dalil syar'i yang turun lebih akhir darinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada definisi-definisi lain, tapi semuanya tidak jauh berbeda. Dari ta'rif yang ada kita bisa menyimpulkan bahwa hukum yang dihapus (mansukh) adalah hukum syar'i, sedangkan dalil yang menghapus adalah dalil syar'i pula, yaitu Al Quran dan Al Sunnah, maka ijma' dan qiyas tidak bisa me-naskh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sudah jelas bahwa kaidah si penulis diluar makna naskh, karena membolehkn naskh tidak dengan dalil syar'i, akan tetapi si penulis sudah terlanjur potong kompas dengan membuat kaidah, jawaz naskh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jika si penulis ingin agar kaidahnya selamat dari "cacat ilmiyah" dia harus berjuang mati-matian terlebih dahulu untuk membuat difinisi naskh tersendiri untuk menampung kaidah hasil temuannya, jangan nebeng definisi dari ilmu ushul fiqih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja untuk ini, si penulis akan tetap berhadapan dengan 'tembok', karena apa yang telah dia definisikan tetap saja bukan termasuk dalam artian naskh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaidah selanjutnya adalah, yajuzu tanqih al nushus bi al 'aql al mujtama'. Dalam bahasa si penulis, boleh mengamademen nash-nash dengan pemikiran masyarakat. Sebetulnya ketiga kaidah ini sama saja intinya, yaitu mengajak agar kita meninggalkan nash-nash Al Quran dan Al Sunnah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akan tetapi dengan kaidah yang ketiga ini akan terlihat betapa sempurna sudah kejahilan penulis akan ilmu ushul. Mengapa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, sebagaimana yang telah kita bahas di atas, bahwa tujuan ushul fiqh yang pertama adalah untuk mengetahui dalil-dalil fiqih, hal itu mencakup semua dalil yang disepakati yaitu Al Quran, Al Sunnah, ijma' dan qiyas, serta dalil-dalil yang diperselisihkan seperti istishab dan istikhsan. Sedangkan si penulis malah hendak menjauhkan kita dari nash-nash yang ada, maka kaidah ini tidak masuk dalam lingkup ushul fiqih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, yang namanya kaidah itu selalu lahir dari nash-nash, baik Al Quran maupun Al Sunnah, sedangkan kaidah si penulis malah hendak memvakumkan nash-nash, maka kaidah tersebut juga otomatis tidak termasuk kaidah fiqhiyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, jika pemikiran masyarakat memiliki otoritas untuk mengamanden nash, maka fakta menyebutkan bahwa ada masyarakat atau bahkan negara yang masih gemar berperang, adapula masyarakat nudis, adapula masyarakat yang budayanya akrab dengan korupsi, banyak anggota masyarakat yang suka berzina, banyak anggota masyarakat yang mengkonsumsi narkotika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu jika kaidah itu diterapkan justru akan menimbulkan kekacauan di mana-mana. Walhasil, hanya manusia yang tidak memiliki akal sehatlah yang bisa menerima dan berusaha menerapkan kaidah-kaidah aneh hasil penemuan si penulis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis JIL yang lain juga berkata ngaco di kesempatan yang berbeda, mari kita lihat tulisan yang dipublikasikan oleh website JIL pada tanggal 16/05/2005, yang berjudul "Salat Bilingual; Haruskah Menjadi Kontroversi?". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada paragraf ke delapan si penulis menyatakan, "Jika kita mengaca sejarah, kita akan melihat perdebatan sengit antara Imam Abu Hanifah yang berasal dari Parsi dan Imam Syafi’i yang berasal dari Arab keturunan Quraisy. Imam Syafi’i adalah orang yang sangat kuat berpandangan bahwa membaca al-Fatihah (dalam salat) dengan menggunakan bahasa Arab merupakan kewajiban. Orang yang tidak melakukannya, shalatnya tidak sah. Sementara Abu Hanifah memperbolehkan membaca Al Fatihah dalam bahasa Parsi atau bahasa non-Arab lainnya, bagi mereka yang tidak menguasai bahasa Arab."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penggalan artikel di atas ada beberapa hal yang perlu dicermati. Pertama, si penulis menilai ada perdebatan sengit antara Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi'i. Kedua, si penulis juga menilai bahwa Imam Abu Hanifah berasal dari Parsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca yang budiman, perdebatan itu tidak pernah terjadi sepanjang sejarah, peristiwa itu hanyalah khurafat dari si penulis. Kebanyakan dari umat Islam pun mengerti, bahwa Imam Abu Hanifah wafat tahun 150 H, sedangkan Imam Syafi'i lahir pada tahun 150 H juga di Gaza Palestina, bertepatan dengan tahun wafatnya Imam Abu Hanifah. Bagaimana bisa terjadi perdebatan sengit antara keduanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khurafat penulis juga menyatakan bahwa Imam Abu Hanifah berasal dari Parsi, entah merujuk dari mana si penulis tersebut? Yang jelas dalam buku-buku sejarah mazhab, kita dapati keterangan bahwa Imam Abu Hanifah lahir di Kufah (Hidayah Al Thalib ila Al Bahts fi Fiqhi Al Madzahib, hal 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal lain yang tak kalah memprihatinkan. Feminis Siti Musdah Muliya yang juga dikenal tokoh counter legal draft Kompilasi Hukum Islam (CLDKHI) dalam sebuah media di bulan September 2005, sempat mengatakan, bahwa Imam Syafi'i pernah mengatakan dalam kitabnya Al Umm, "annikah laisa min al ibadah, wa huwa min al syahawat" (pernikahan bukanlah termasuk bagian dari ibadah, melainkan bagian dari syahwat). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah, Imam Syafi'i tidak pernah mengatakan kalimat seperti itu, baik dalam Al Umm maupun dalam karya-karya beliau yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan di dalam Al Umm beliau sendiri mengatakan: "Jika lelaki menjadi wali atas dirinya sendiri, begitu juga wanita (janda) aku lebih menyukai agar kedua-kuduanya menikah jika termasuk dari mereka yang menginginkan pernikahan, karena Allah swt. telah memerintahkan, meridhoi dan mensunahkannya, serta menjadikan pernikahan itu sebagai penyebab-penyebab datangnya hal-hal yang bermanfaat." (Al Umm, Vol VI, 373). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika perempuan aktivis feminisme itu mengatahui bahwa Imam Syafi'i tidak pernah berbicara seperti apa yang dia katakan, lantas dia dengan sengaja menisbatkan perkataan itu kapada beliau, maka feminis itu telah melakukan tindakan yang amat keji, karena berani memfitnah Imam Syafi'i sekaligus melakukan pembodohan terhadap umat, na'udzubillahi min dzalik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dia tidak tahu bahwa Imam Syafi'i tidak pernah mengatakan perkataan itu lantas ia berani menisbatkan perkataan itu kepada beliau maka perempuan itu telah berbicara tentang agama tanpa didasari ilmu, alias asbun. Inilah yang disebut nashru al bathil bi al bathil. Wallahu 'alam bi al showab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*  Penulis adalah mahasiswa Fakultas Syari'ah Islamiyah Al Azhar Mesir&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-113210605465971884?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/6XjSwHxfOpgBQD_1B1sY7pxOrNI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/6XjSwHxfOpgBQD_1B1sY7pxOrNI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/6XjSwHxfOpgBQD_1B1sY7pxOrNI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/6XjSwHxfOpgBQD_1B1sY7pxOrNI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/rELhNICNmh0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/113210605465971884/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=113210605465971884" title="4 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/113210605465971884?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/113210605465971884?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/rELhNICNmh0/jinayat-jil-terhadap-fiqih-dan-fuqaha.html" title="'Jinayat' JIL Terhadap Fiqih dan Fuqaha" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><thr:total>4</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2005/11/jinayat-jil-terhadap-fiqih-dan-fuqaha.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEEDRH48fip7ImA9WBVREE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-113202667506186516</id><published>2005-11-15T10:33:00.000+07:00</published><updated>2005-11-15T10:51:15.076+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2005-11-15T10:51:15.076+07:00</app:edited><title>Misteri Al-Faruq dan Azahari</title><content type="html">Oleh : Irfan Junaidi&lt;br /&gt;Wartawan Republika&lt;br /&gt;Dua kabar penting yang senantiasa terkait dengan serangkaian aksi teror, terjadi dalam sepekan terakhir. Keduanya adalah kabar soal terungkapnya 'pelarian' Umar Al-Faruq dari penjara Bagram (Afghanistan) dan kabar matinya Dr Azahari bin Husin. Kedua kabar tersebut membuka sedikit tabir yang selama ini menyelubungi isu-isu terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda petik yang mengapit istilah pelarian memberi makna bahwa sampai saat ini belum bisa dikatakan bahwa Al-Faruq benar-benar melarikan diri. Bisa jadi dia sengaja dilepas atau dinyatakan melarikan diri. Bagram adalah penjara yang diawasi sangat ketat. Setiap hari, siang dan malam, tak kurang dari 12 ribu tentara pilihan Amerika Serikat (AS) mengawal penjara ini. Mukjizat apa gerangan yang mambuat Faruq mampu meloloskan diri dari pengawalan yang seketat itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, Al-Faruq dan Azahari adalah dua tokoh yang selalu disebut aparat kepolisian sebagai orang yang berperan sangat penting dalam serangkaian aksi teror. Pria berkebangsaan Kuwait ini dikabarkan ditangkap oleh agen CIA di Bogor pada 5 Juni 2002. Polri sempat menyatakan tidak tahu adanya penangkapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditangkap secara misterius, Al-Faruq yang kemudian dibawa keluar dari Indonesia itu dijadikan 'sumber informasi' untuk membawa pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Ustadz Abu Bakar Ba'asyir ke penjara. Dalam berita berjudul Confessions of an Al-Qaeda Terrorist, majalah Time edisi 23 September 2002, menulis pengakuan Al-Faruq, bahwa Ba'asyir terkait dengan Jamaah Islamiyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim pengacara yang membela Ba'asyir di persidangan sempat meminta Al-Faruq dihadirkan ke Indonesia untuk didengar kesaksiannya di pengadilan. Namun pemerintah AS tak pernah mengizinkannya. Pada 16 Juli 2003, jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan Ba'asyir di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Hasan Madani, mengungkapkan penolakan itu disampaikan dalam surat yang ditandatangani Wakil Dubes AS, J Pattrick Truhn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama tak terdengar kabarnya, tiba-tiba muncul berita bahwa Faruq telah 'melarikan diri' sejak Juli 2005 dari penjara Bagram. Meski peristiwa itu terjadi pada Juli 2005, beritanya baru muncul pada November 2005. Ada apa? Setelah Al-Faruk, sekarang tinggal kita lihat sosok Dr Azahari bin Husin. Dia adalah 'tokoh idola' yang selalu disebut polisi setiap terjadi ledakan bom besar. Doktor statistik lulusan Reading University, Inggris, ini pun, selalu dijadikan sebagai buron besar oleh polisi untuk hampir seluruh kasus pengeboman di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya mulai mencuat setelah seorang terpidana bom Bali I, Ali Imron, ketika masih menjadi tersangka menyebut nama Azahari dalam persidangan. Beberapa kali polisi mengaku sempat hampir menangkapnya, namun Azahari selalu berhasil lolos. Polisi juga beberapa kali menangkap orang yang mirip Azahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janggal&lt;br /&gt;Kini, Azahari maupun Al-Faruq telah dinyatakan 'lenyap'. Padahal, keduanya merupakan tokoh yang dianggap sebagai penggerak utama dalam serangkaian aksi terorisme. Mereka juga dianggap sebagai kaki tangan Usamah bin Ladin yang memimpin jaringan Alqaidah. Keduanya pun selalu disebut-sebut punya motif melawan AS dan sekutunya dalam berbagai aksi pengeboman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggapan ini tentu saja terlihat sangat janggal. Jika pihak yang mereka jadikan musuh bersama adalah AS, maka korban yang menjadi sasaran dalam setiap aksi pengeboman itu seharusnya adalah pejabat AS, warga AS, atau segala hal yang berkaitan erat dengan AS. Namun, dalam kenyataan, pihak yang banyak menjadi korban dalam rangkaian aksi pengeboman adalah warga Indonesia, dan sebagian besar mereka beragama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih janggal lagi, mereka menjadikan Indonesia sebagai 'wilayah kerjanya'. Padahal, mayoritas penduduk bangsa ini adalah Muslim. Bahkan Indonesia selalu disebut-sebut sebagai negara berpenduduk Islam terbanyak di dunia. Serangkaian aksi pengeboman yang mereka gerakkan, jelas sekali sangat merugikan umat Islam secara luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara material, umat Islam di Indonesia banyak dirugikan oleh aksi mereka. Aksi-aksi pengeboman di Tanah Air, telah banyak mengganggu roda perekonomian bangsa ini. Rangkaian pengeboman yang disebut banyak terkait dengan kedua tokoh tersebut, juga membuat sebagian pesantren di Indonesia dicurigai sebagai tempat penggemblengan calon teroris. Aksi tersebut juga membuat pemerintah punya alasan untuk menyusun UU Antiterorisme yang dalam perjalanannya membuat sebagian aktivis Muslim selalu diawasi gerak langkahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, di mana nilai perlawannnya terhadap AS, jika ternyata yang banyak dirugikan justru umat Islam? Adakah umat Islam memiliki dosa terhadap mereka, sehingga mereka perlu menjadikannya sebagai sasaran aksi teror? Luruskah pemahaman mereka tentang ajaran Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semestinya, Azahari dan Al-Faruq adalah sosok yang bisa menjelaskan berbagai kejanggalan ini. Mereka ditempatkan sebagai tokoh kunci yang seharusnya bisa ditanya soal kekuatan yang senantiasa mendukung berbagai aksi pengeboman yang mereka jalankan. Kecil sekali kemungkinannya mereka bergerak atas nama pribadi. Aksi-aksi pengeboman bukanlah aksi yang berbiaya murah. Selain perlu banyak dana, aksi tersebut juga memerlukan pelaku-pelaku yang bermental kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keduanya telah dinyatakan 'lenyap', berbagai kejanggalan di balik serangkaian aksi teror pun menjadi lebih sulit untuk diungkap. Penjelasan soal motif dan jaringan terorisme di Indonesia berhenti hanya pada pelaku-pelaku lapangan serangkaian pengeboman. Hanya Amrozi dan rekan-rekannya yang terungkap berada di balik pengeboman-pengeboman yang banyak merugikan umat Islam itu. Konspirasi besar yang menggerakkan mereka semua menjadi terus tersembungi dengan 'lenyapnya' Azahari dan Al-Faruq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hambali&lt;br /&gt;Sebenarnya ada satu lagi sosok yang juga disebut sebagai tokoh kunci dalama aksi-aksi pengeboman di Indonesia, yakni Hambali. Pria yang aslinya bernama Riduan Isamuddin ini disebut asli dari Cianjur. Pemerintah AS menjadikannya sebagai buron penting. Sumber militer Thailand menyebutkan Hambali ditangkap Selasa, 12 Agustus 2003 di sebuah apartemen di Ayutthaya, Thailand, dan sempat dibawa ke Jakarta, Kamis (14/8). Namun Jenderal Da'i Bachtiar yang saat ini menjadi Kapolri membantah Hambali dibawa ke Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari setelah ditangkap, keberadaan Hambali tidak diketahui. Namun yang jelas Pesawat Kepresidenan AS, Air Force One, menjadi tempat pengumuman kabar soal tertangkapnya Hambali itu. Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara Gedung Putih, Scott McClellan, di pesawat tersebut. Belakangan memang kemudian diketahui Hambali berada dalam 'genggaman' pemerintah AS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini, pemerintah Indonesia tidak pernah mendapatkan akses untuk bertemu Hambali. Padahal, dia orang Cianjur, dan sebagian aksinya dilakukan di Indonesia. Tapi mengapa Pemerintah AS tidak juga bersedia membuka pintu bagi Indonesia untuk menemui secara langsung sosok tersebut. Sebenarnya ada apa? Adakah hal ini sengaja dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk membungkus konspirasi besar di balik aksi-aksi terorisme?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Lenyapnya' Al-Faruq dan Azahari, seperti dikatakan pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Sunyoto Usman, tidak lantas menghabisi aksi-aksi terorisme di Indonesia. Namun boleh jadi, semua itu menjadi penutup isu terorisme. Sebab, kini kampanye melawan terorisme yang dipelopori AS mulai disamakan dengan kampanye melawan Islam. Dalam kenyataannya juga terlihat seperti itu. Isu melawan terorisme telah banyak membawa kerugian bagi dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikatakan Anggota Komisi III DPR, Patrialis Akbar, cukup menarik untuk disimak. Menurut dia, boleh jadi memang 'larinya' Al Faruq dan 'matinya' Dr Azahari itu berkaitan. ''Semua itu tampaknya memang berjalan berdasarkan skenario-skenario,'' kata Patrialis. Cuma, pihak yang menjadi pemilik skenario itu tetaplah misterius. Yang kita dengar selama ini, skenario tersebut banyak melibatkan campur tangan pihak asing. Karena itu, Patrialis menyeru masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memandang 'lenyapnya' kedua tokoh tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-113202667506186516?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4VmA0evkh9JFUllk1nkZh4y4H3M/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4VmA0evkh9JFUllk1nkZh4y4H3M/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4VmA0evkh9JFUllk1nkZh4y4H3M/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/4VmA0evkh9JFUllk1nkZh4y4H3M/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/i7cOQzlA228" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/113202667506186516/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=113202667506186516" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/113202667506186516?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/113202667506186516?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/i7cOQzlA228/misteri-al-faruq-dan-azahari.html" title="Misteri Al-Faruq dan Azahari" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2005/11/misteri-al-faruq-dan-azahari.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0AEQnYzfip7ImA9WBRVF0g.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-112675970387846319</id><published>2005-09-15T11:47:00.000+07:00</published><updated>2005-09-15T11:48:23.886+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2005-09-15T11:48:23.886+07:00</app:edited><title>KEDIKTATORAN SISTEM DEMOKRASI</title><content type="html">Pengharaman penyebaran ide liberalisme, sekulerisme, dan pluralisme, oleh MUI segera direspons negatif oleh kelompok-kelompok liberal di Indonesia. Salah satu argumentasi mendasar para liberalis ini adalah dalam sistem demokrasi menjamin kebebasan berpendapat, berkelompok dan beragama. Pelarangan ini berarti bertentangan dengan Hak Asasi Manusia. Melengkapi argumentasinya, mereka menyebut negara ini bukan negara agama. Negara Indonesia adalah negara sekuler. Tidak puas dengan itu, muncul pula statement yang bernada ancaman : larangan ini bertentangan dengan ideologi dan hukum yang berlaku di Indonesia. Tapi intinya, argumentasi negara demokrasi harus menjamin kebebasan berpendapat dan beragama menjadi alasan utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan (liberalisme) telah menjadi 'dagangan' utama sistem demokrasi di dunia selama ini. Kebebasan yang tercakup dalam empat perkara penting ; (1) kebebasan berpendapat; (2) kebebasan bertingkah laku ; (3) kebebasan beragama ; dan (4) kebebasan pemilikan, menjadi klaim keunggulan dari sistem demokrasi. Para 'sales' ide ini pun mencontohkan dengan bangga bagaimana liberalisme ini telah menjadi faktor kemajuan negara-negara Barat. Dan kebebasan yang paling diagung-agungkan oleh negara demokrasi ini adalah kebebasan berpendapat, berpikir dan beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AS dan negara-negara Barat pun dalam kebijakan politik luar negerinya menjadikan liberalisme menjadi dasar politik luarnegeri yang harus diperjuangkan di seluruh dunia. Penerimaan terhadap nilai liberalisme Barat juga menjadi dasar untuk membagi dunia, siapa musuh dan siapa lawan AS. Irak, Afghanistan, Iran, Cina menjadi negara poros setan karena tidak menerapkan kebebasan ala Amerika ini. Sebaliknya, yang mendukung liberalisme akan dianggap sahabat AS dan disebut negara moderat. Sekaligus menjadi legitimasi untuk bertindak apapun terhadap negara lain. Dengan alasan menciptakan masyarakat yang bebas, negara-negara Barat terutama AS mulai mengintervensi negara lain. Secara terbuka menhan AS Rumsfeld menyatakan kebebasan menjadi alasan bagi AS untuk berbuat jahat kepada negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mitos kebebasan ini semakin jelas keruntuhannya dan menunjukkan kepalsuannya. Terlihat dari berbagai kebijakan yang ditempuh negara-negara Barat terhadap umat Islam. Inggris, salah satu negara polopor demokrasi di Eropa, berencana akan melarang organisasi-organisasi Islam yang dituduhnya berideologi Iblis. Alasan pelarangan tidak lagi hanya menunduh sebuah organisasi itu melakukan tindakan kekerasan dan terorisme (yang sering kabur dan penuh rekayasa). Tapi melarang karena berbeda deologi dan pemikiran dengan nilai kebebasan Barat. Dalam pidato nya di depan kongres Partai Buruh, Blair dengan sangat jelas menyebutkan empat kriteria organisasi yang akan dilarang : (1) ingin mengeliminasi negara Israel ; (2) ingin menjadikan syariah Islam sebagai sumber hukum; (3) Ingin menegakkan negara Khilafah ; (4) bertentangan dengan ide-ide liberal. Sebuah ironi dari negara yang membanggakan dirinya sebagai negara yang bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Australiapun mulai mengikuti jejak Inggris. Pernyataan yang rasis dan intoleran mulai muncul dari para politisi. Siapapun yang ingin menegakkan syariah Islam dan tidak setuju dengan ide sekuler Barat akan diusir dari Australia. "Kalau semua itu tidak sesuai dengan nilai-nilai anda, kalau anda ingin negara yang menerapkan hukum syariah atau negara yang teokrasi, maka Australia bukan untuk anda," ujar Peter Costello, Bendaharawan negara Australia. Pernyataan Costello didukung oleh Menteri Pendidikan Australia Brendan Nelson. Ia mengatakan, warga Muslim yang tidak mau menerima nilai-nilai yang berlaku di masyarakat Australia seharusnya 'dibersihkan' saja. "Pada dasarnya, orang-orang yang tidak ingin menjadi orang Australia, tidak mau hidup dengan nilai-nilai masyarakat Australia dan tidak mau memahaminya, maka mereka bisa pergi saja," kata Nelson. (Eramuslim; 25/08/2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan yang lebih keraspun akan diterapkan, seperti memonitor masjid-masjid, mensensor isi-isu khutbah dan ceramah, dan mengawasi lembaga pendidikan Islam. Secara eksplisit, Howard bahkan mengatakan, pemerintahnya kemungkinan akan menerapkan kebijakan untuk memantau secara ketat mesjid-mesjid dan sekolah-sekolah. Muncul pula usulan yang melarang muslim untuk menjalankan kewajiban Allah dan agamanya: larangan menggunakan kerudung. Menyusul Perancis, beberapa politisi Ausralia pun mengusulkan larangan penggunaan kerudung di tempat-tempat publik. Kerudung dianggap sebagai simbol perlawanan dalam perang kebudayaan (struggle of culture) . ''Dalam sebuah masyarakat yang ideal Anda tidak perlu melarang apapun. Namun, ini terpaksa dilakukan karena apa yang kita lihat di negeri ini adalah sebuah clash of cultures. Sungguh, kerudung digunakan sebagai ikon perlawanan,'' kata Bronwyn Bishop seorang anggota Parlemen Australia terkemuka, seperti dikutip stasiun televisi Seven Network, Ahad (28/8).(Republika; 29/08/2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa bedanya negara demokrasi dengan negara diktator komunis atau rezim otoriter di dunia lainnya. Kalau komunis melarang dengan alasan mengancam ideologi komunis. Negara kapitalis melarang dengan alasan mengancam ideologi sekuler-kapitalis. Di negara komunis dilarang penyebaran nilai-nilai yang bertentangan dengan komunis. Sementara di negara demokrasi dilarang penyebaran nilai-nilai yang bertentangan dengan demokrasi. Yang berbeda hanya alasan pelarangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, wajar-wajar saja sebuah negara Ideologis melarang berkembangnya pemikiran yang dianggap mengancam ideologi negaranya. Persoalannya, Barat selama ini berdusta seakan-akan mereka benar-benar memberikan kebebasan pada siapapun. Dan ini pulalah yang mereka sebut sebagai nilai-nilai terbaik dari demokrasi untuk dunia. Atas dasar ide dusta ini Barat melakukan propaganda terhadap negara-negara yang tidak sejalan dengan mereka. Mereka menuduh negara seperti Iran dan Cina memasung kebebasan. Mereka juluki dengan poros setan. Merekapun menyerang Irak, Afghanistan dan mendukung Israel yang membunuh rakyat Palestina dengan alasan ingin memberikan kebebasan. Padahal negara-negara Barat sendiri tidak mempraktekkan ideologi kebebasan mereka. Kebebasan yang sebenarnya dusta dan mitos itu telah menjadi mesin pembunuh jutaan nyawa manusia dan mensengsarakan bangsa-bangsa di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islampun kena getahnya. Propaganda jahat menyerang ide-ide syariah Islampun dilakukan dengan alasan melanggar kebebasan manusia. Ketika muncul fatwa dari ulama Islam terhadap kelompok yang menyimpang dari Islam untuk menjaga aqidah umat. Barat lewat agen-agennya di dunia Islam mengatakan hal itu melanggar HAM, memberangus kebebasan manusia. Padahal mereka sendiri melarang penyebaran ajaran Islam dan melarang kaum muslim untuk mempraktekkan ajaran agamanya Dengan alasan HAM, syariat Islam yang menerapkan hukuman mati bagi pelaku pembunuhan dicela. Disisi lain, pembunuhan terhadap ribuan umat Islam dilegalisasi dengan alasan kebebasan. Kepatuhan wanita sholehah dalam rumah tangga Islami dituduh membelengu kebebasan wanita. Sementara eksploitasi dan perdagangan wanita atas nama pelacuran, seni, dan hiburan jadi gejala biasa. Suatu sikap yang tidak rasional dari ideologi yang katanya dibangun atas dasar rasionalisme. Semua ini menjadi tanda-tanda bangkrutnya sistem demokrasi. Bukankah sebuah ideologi akan bangkrut kalau penganutnya sendiri melanggar prinsip-prinsip ideologi itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir kita pertanyaan mereka yang sering berkoar-koar tentang kebebasan. Kenapa Anda diam terhadap pelarangan organisasi Islam di negara-negara Barat ? Kenapa anda diam terhadap pembantaian yang dilakukan pasukan Amerika terhadap kaum muslim ? Kenapa Anda diam terhadap pemurtadan yang dilakukan secara paksa terhadap umat Islam ? Kenapa Anda diam terhadap kebiadaban diktator Karimov yang membunuh ribuan pejuang Islam di Uzbekistan. Kenapa Anda diam saat umat Islam dirampas hak-haknya oleh negara. Kenapa Anda diam saat terjadi penghinaan terhadap Al Qur'an ? Kenapa Anda diam terhadap pelecahan tentara terhadap tawanan muslim perang di Ghuraib dan Guantanamo? Kenapa Anda malah mendukung kebijakan kenaikan BBM yang nyata-nyata merugikan masyarakat ? Anda selalu kritis terhadap Syariah Islam, bahkan sangat alergi. Tapi kenapa Anda tidak pernah kritis terhadap ide-ide Liberal yang menghancurkan manusia itu ? Kenapa Anda diam ? Kalau Anda tetap diam, tampaknya hanya satu jawaban yang paling masuk akal : Anda tidak lebih dari agen-agen penjajah Kapitalis yang telah menyengsarakan rakyat, umat Islam dan umat manusia di dunia. Memang, keburukan tetap akan terbongkar. Inilah saatnya Islam memimpin dunia dengan nilai-nilai luhurnya yang bersumber dari Allah SWT, bukan nilai-nilai kebohongan yang menindas manusia. Saatnyalah sekarang kaum muslim bersatu menegakkan Khilafah Islam.&lt;br /&gt;(Farid Wadjdi;30/08/2005)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-112675970387846319?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2xyKC8cq_f7Q8jXG83EbAb1Eqjo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2xyKC8cq_f7Q8jXG83EbAb1Eqjo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2xyKC8cq_f7Q8jXG83EbAb1Eqjo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2xyKC8cq_f7Q8jXG83EbAb1Eqjo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/Bofwabxyr3M" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/112675970387846319/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=112675970387846319" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/112675970387846319?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/112675970387846319?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/Bofwabxyr3M/kediktatoran-sistem-demokrasi.html" title="KEDIKTATORAN SISTEM DEMOKRASI" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2005/09/kediktatoran-sistem-demokrasi.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Ak4BSX86fip7ImA9WBRVF0g.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-112675895810700106</id><published>2005-09-15T11:23:00.000+07:00</published><updated>2005-09-15T11:35:58.116+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2005-09-15T11:35:58.116+07:00</app:edited><title>BADAI KATRINA DAN RUNTUHNYA MITOS  AMERIKA</title><content type="html">"…New Orleans layaknya dari dunia ketiga, katakanlah Haiti setelah terlanda banjir, ketimbang dari Amerika Serikat." (BBC online; 1/09/2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badai Katrina, tidak seindah namanya. Badai ini telah memberikan banyak pelajaran kepada negara adi daya Amerika Serikat, sang imperium tunggal dunia saat ini. Hari Ahad (4/9), Menteri Kesehatan Amerika Michael Leavitt mengatakan jelas bahwa ribuan orang tewas. Tetapi enam hari sesudah badai itu, para pejabat masih belum mengetahui berapa sebenarnya yang tewas (VOA news; 5/9). Tidak hanya itu penjarahan, perampokan, dan pemerkosaan juga terjadi di segenap penjuru kota. Penembakan terhadap regu penolong dikabarkan juga terjadi, sebagai cerminan kemarahan dan sikap frustasi korban bencana yang sebagian besar kulit hitam. Sementara banyak penjarah yang memang memanfaatkan situasi, banyak yang memang sekadar mencari makanan dan minuman untuk bertahan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak yang menyangka tragedi ini terjadi di Amerika Serikat. New Orleans layaknya seperti Haiti dari dunia ketiga, demikian laporan BBC. Amerika Serikat, negara imperium tunggal saat ini, tampaknya harus menerima kenyataan, bencana alam ini demikian dahsyat. Sampai-sampai Bush membandingkan bencana ini dengan serangan 11 September. New Orleans jauh lebih memilukan daripada New York saat peristiwa 11 September", katanya . (BBC ; 1/09/2005). Amerika pun harus mengakui begitu lemahnya mereka berhadapan dengan ketentuan Tuhan ini. Padahal, AS paling membanggakan dirinya sebagai negara yang 'profesional' menangani bencana alam. Teknologi tinggi, sumber daya manusia yang hebat, sistem manajemen bencana yang modern, menjadi alasan kenapa negara ini berbangga diri. Tapi bencana ini merontakkan mitos ini. Semuanya tunduk pada ketentuan dan kekuasaan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu persatu mitos AS harus berhadapan dengan realitas. Kemiskinan New Orleans pun terungkap. Kenapa banyak penduduk yang tidak bisa mengungsi ? Kemiskinan, demikian jawaban Collin Powel mantan menlu AS yang berkulit hitam. Banyak penduduk yang tidak punya mobil menghalangi proses pengungsiaan. Tapi siapa yang sebelumnya perduli, kemiskinan New Orleans akan menjadi penyebab banyaknya jatuh korban ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BBC melaporkan Kota New Orleans terkenal dengan daerah yang disebut French Quarter atau wilayah Prancisnya, musik jazznya, restoran-restoran yang nyaman dan indah, serta kereta kuda yang indah. Tetapi yang tidak dilihat para wisatawan adalah bahwa 70 persen penduduknya berkulit hitam dengan lebih dari 20 persennya hidup serba kekurangan. New Orleans juga merupakan kota penuh kekerasan. Angka pembunuhan di kota itu 10 kali lipat dibanding angka rata-rata nasional dan masih terus meningkat. Senjata api di jual di pasar-pasar swalayan besar dan ketika terjadi penjarahan, menjadi target awal para penjarah, menambah berbahaya situasi yang sudah mulai lepas kendali. Respon pemerintah yang lamban menimbulkan tudingan yang berbau rasial. Mereka tidak ditangani serius, karena mereka berkulit hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matt Fry dari BBC melaporkan pada Senin 5 September 60.000 tentara AS dan pasukan Garda Nasional berpatroli dijalan-jalan, sementara dia menemukan hanya seorang dokter. Hasil observasinya telah disampaikan oleh tokoh terkemuka termasuk Rev. Sharpton yang berkata : "Saya merasakan ada faktor rasial. Kenapa ? Hanya ingat hampir setahun yang lalu saat saya berada di Florida saat terjadi badai disana , bukan hitungan keempat atau kelima saya melihat Gedung telah bergerak. Saya melihat pemerintah dari saudara Presiden bergerak. Garda Nasional telah disediakan sebelum badai menghantam Florida. Bagi saya jika kita bersiap sedia di Palm Beach, Florida, kita juga bisa bersiaga di New Orleans. Walikota New Orleans mengatakan , "Ada orang yang bermain politik disana, mereka bermain game dan mereka berputar-putar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa ini menunjukkan Negara Kapitalis seperti AS bukan hanya membuat penderitaan umat manusia di dunia dengan sistemnya yang rakus. Kapitalisme juga telah mengorbankan rakyatnya sendiri, orang miskin yang berkulit hitam. Menurut laporan terakhir PBB jutaan orang hidup dalam kemiskinan akibat sistem kapitalis. Badai Katrina, mengungkap ternyata ketidakadilan dan kemiskinan juga terjdi di negara adi daya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik komentar Dr. Imron Waheed, juru bicara Hizbut Tahrir Inggris dalam masalah ini: "Peristiwa minggu yang lalu telah menunjukkan kepada kita bahwa tidak ada seorangpun yang bebas, baik di dunia Islam maupun di Barat, dari ketidakadilan dan penindasan negara korporasi kapitalis yang memerintah dunia saat ini. Saat AS menggunakan kekuatan militernya untuk memerangi dunia Islam, memaksa untuk menggunakan sistem kapitalisme, kapitalisme telah menyebabkan kekacauan di tengah-tengah masyarakat mereka sendiri" (www.hizb.org.uk)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran bagi umat Islam, Negara AS dengan sistem kapitalisnya bukanlah negara yang tidak bisa dikalahkan. Bencana alam yang bisa disebut hanya sebagian kecil dari kekuasaan Allah SWT, begitu sulitnya dibendung oleh negara Kapitalisme ini. Karena itu dengan dorongan ruhiyah yang kuat, kita harus yakin, kalau Allah SWT mengingingkan kemenangan bagi umat Islam dan jatuhnya negara-negara arogan pembuat kerusakan dimuka bumi, tidak ada yang bisa membendungnya. Allah SWT telah mencontohkan bagaimana Firaun yang demikian kuat, perkasa, dan arogan, akhirnya ditelan gelombang lautan atas kehendak Allah SWT. Kalau Fir'aun, Raja Namrud, Raja Abrahah, Hitler, Musolini, bisa dijatuhkan oleh Allah SWT, kenapa Bush dan Blair tidak ? Allah SWT juga telah membinasakan negara-negara imperium penindas seperti Persia, Romawi, Jerman, Rusia, apa sulitnya bagi Allah membinasakan negara penindas baru seperti AS dan Inggris ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja pertolongan Allah SWT tidak datang begitu saja, tapi akan datang kepada orang yang sungguh-sungguh memperjuangkan Islam, beriman dan beramal sholeh dengan kerja keras. Kejayaan Islam yang diawali dengan tegaknya Daulah Islam di Madinah dengan Rosulullah saw sebagai kepala negaranya, tidak datang hanya karena keyakinan Rosulullah akan kemenangan Allah SWT. Tapi juga dibarengi dengan kerja keras Rosulullah mendakwahkan Islam dengan tetes keringat, air mata, bahkan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu juga kita sampaikan, kita bukan berarti senang apalagi bahagia dengan banyaknya korban di New Orleans. Kita juga berduka. Sebab sama dengan kaum muslim di Irak, Afghanistan, Palestina, warga kulit hitam yang miskin di New Orleans, adalah korban penindasan Kapitalisme. Bukan berarti kita menginginkan kehancuran dan kematian rakyat dan bangsa Amerika, tapi yang kita ingingkan adalah kematian sistem penindas Ideologi Kapitalisme yang dipraktekkan AS saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ingin kita katakan; semua ini adalah akibat dunia yang diatur oleh Ideologi Kapitalisme yang menindas. Kita mengajak seluruh manusia termasuk warga AS yang tertindas oleh Kapitalisme, kembalilah kepada fitrah manusia, kembalilah kepada Islam. Islam dengan sistem Khilafahnya akan memberikan kebaikan kepada seluruh manusia, tanpa pandang agama, ras, warna kulit, maupun status ekonominya. Semuanya adalah manusia yang harus dilindungi dan diberikan kesejahteraan oleh Daulah Khilafah Islam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-112675895810700106?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zOzXjOj3YOO_lWq8mw2eI7XQKXE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zOzXjOj3YOO_lWq8mw2eI7XQKXE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zOzXjOj3YOO_lWq8mw2eI7XQKXE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/zOzXjOj3YOO_lWq8mw2eI7XQKXE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/x9pPCMr_Glw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/112675895810700106/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=112675895810700106" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/112675895810700106?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/112675895810700106?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/x9pPCMr_Glw/badai-katrina-dan-runtuhnya-mitos.html" title="BADAI KATRINA DAN RUNTUHNYA MITOS  AMERIKA" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2005/09/badai-katrina-dan-runtuhnya-mitos.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE8GRHw9eCp7ImA9WBRVEkg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-14099871.post-112625282524852247</id><published>2005-09-09T14:59:00.000+07:00</published><updated>2005-09-09T15:00:25.260+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2005-09-09T15:00:25.260+07:00</app:edited><title>FANTASI INTELEKTUAL PENOLAK FATWA MUI</title><content type="html">&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh Muhammad Ismail Yusanto&lt;br /&gt;Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesi&lt;/span&gt;a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa MUI dari hasil Munas ke-7 memang menimbulkan perdebatan. Suatu hal yang sebenarnya wajar saja dalam dunia pemikiran atau wacana. Meskipun cukup mengherankan bagaimana reaksi yang tampaknya berlebihan dari pihak yang menolak fatwa tersebut. Bukan sekedar argumentasi pemikiran layaknya seorang intelektual, tapi sudah merambah ke bentuk hujatan emosional yang justru tidak argumentatif. Lihat saja penggunaan kata -kata : konservatif, sisi yang menakutkan dari fatwa MUI. Termasuk kata-kata tolol, bukan hanya kepada fatwa MUI, tapi kepada juga kepada ulama-ulama MUI. Meskipun kemudian diralat dengan alasan khilaf. Berkembang pula fantasi-fantasi intelektual yang tidak berdasar. Seperti tuduhan fatwa MUI menjadi inspirasi kekerasan, kekhawatiran terjadinya inkuisisi (pembantaian masal), kembali ke orde baru, bisa memicu kerusuhan. Sepertinya, wacana emosional pun dimainkan untuk memperkuat argumentasi penolakan tersebut. Sesuatu yang sebenarnya harus dipisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, benarkah fatwa MUI tersebut menjadi inspirasi kekerasan ? Kalau inspirasi yang dimaksud adalah sesuatu yang memotivasi seseorang untuk melakukan suatu tindakan, jawabannya sangat sulit. Siapa yang tahu, inspirasi seseorang saat melakukan sebuah tindakan, kecuali orang tersebut. Kalau fatwa MUI disebut menjadi inspirasi melakukan tindakan kekerasan, sebaliknya juga demikian. Bisa jadi kata-kata pihak yang menolak fatwa MUI tersebut seperti penyebutan kata bodoh dan tolol terhadap ulama, justru menjadi inspirasi kekerasan pihak yang tidak senang terhadap pelecehan tersebut. Jadi pengkaitan perilaku kekerasan dengan inspirasi, adalah hal yang sulit dipertanggungjawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang jelas, tindakan kekerasan tersebut memang kita sesali. Kekerasan tersebut sendiri muncul karena pemerintah tidak serius merespon persoalan yang meresahkan umat Islam ini.. Perkara inilah yang menyebabkan sebagian masyarakat gelisah dan bertindak sendiri. Sebenarnya kelalaian negara tampak bukan dalam masalah ini saja. Lihat saja sering terjadi pengrusakan terhadap tempat-tempat maksiat , karena negara membiarkan praktik maksiat yang meresahkan masyarakat tersebut berkembang. Kalau negara sejak awal bertindak tegas mencegah kemaksiatan tersebut, pastilah tindakan kekerasan oleh rakyat tidak akan terjadi. Maraknya tindak kekerasan ini mencerminkan semakin menipisnya kepercayaan masyarakat terhadap hukum dan negara. Sudah menjadi rahasia umum yang diketahui luas, tidak sedikit aparat negara yang justru melindungi praktik maksiat yang menyimpang tersebut. Adalah lucu, mengkritik fatwa MUI sebab penyebab kekerasan , sementara penyebab utama kekarasan ini, yakni lalainya negara tidak dikritisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain adalah penggunaan kata fatwa yang paling "aneh" dari MUI dalam tulisan Ulil Abshar-Abdalla pada opini Media Indonesia (Rabu,03/08/2005). Seakan-akan sebagian besar fatwa MUI adalah aneh dan fatwa yang sekarang adalah yang paling aneh. Sebenarnya tidak ada yang aneh dari fatwa MUI tersebut. Yang aneh kalau menganggap fatwa ini aneh. Fatwa tentang Ahmadiyah sebenarnya sudah dikeluarkan pada Muna II Alim Ulama MUI 1980, termasuk Rabithah Alam Islami (Liga Dunia Islam) yang berpusat di Makkah tahun 1394H menghukumi aliran Ahmadiyah itu bukan Islam. Termasuk kebatilan pemikiran sekulerisme dan liberalisme sudah banyak diungkap oleh para ulama Islam. Jadi bukan hal yang baru dan aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Argumentasi Ulil Abshar-Abdalla dengan menggunakan kaedah usul khithabullahi al muta'alliq bi af'al al mukallafin tidaklah tepat. Memang berbicara tentang hukum syara' bicara tentang tindakan (af'al). Tapi benarkah fatwa MUI ini tidak berkaitan dengan af'al (perbuatan) ? Apakah menyebarkan pemikiran, mengajak orang lain kepada pemikiran tersebut, termasuk menulis tentang sebuah pemikiran tidak termasuk af'al (perbuatan) ? Tentu hal tersebut juga af'al. Seperti halnya berbohong yang dicontohkan oleh Ulil. Berbohong dikatakan af'al karena menyampaikan kata-kata atau pemikiran yang tidak sesuai dengan realitanya. Demikian juga penyebaran pemikiran seperti ide liberalisme, sekulerisme, maupun Ahmadiyah tentu juga adalah af'al. Termasuk dalam katagori perbuatan tersebut adalah mempraktekkan ide-ide liberal dan sekuler dalam aspek kehidupan. Untuk mencegah af'al tersebut terjadi, tentunya harus dijelaskan bahwa pemikiran yang mendasari tindakan tersebut keliru. Agar orang tidak berbohong, tentu harus dijelaskan bahwa berbohong itu haram. Sama halnya dengan pengharaman pemikiran liberalisme, sekulerisme maupun Ahmadiyah adalah untuk mencegah terjadinya perbuatan yang diharamkan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatwa dalam pengertian penentuan pandangan Islam terhadap suatu perkara, tidaklah juga harus selalu berkaitan dengan persoalan hukum syara' yang berhubungan dengan perbuatan, Fatwa juga bisa dilakukan dalam perkara aqidah, yang bukan merupakan aspek perbuatan. Sebab fatwa itu pada intinya adalah menentuan pandangan Islam terhadap suatu perkara baik itu berupa pemikiran maupun perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan tentang sebuah pemikiran yang dianggap keliru sebenarnya wajar-wajar saja. Bukan hanya dalam sistem Islam, tapi juga sistem demokratis sekalipun. Pada tahun 1998, Di Perancis, seorang intelektual, Roger Garaudy diseret ke pengadilan dan dijatuhi hukuman penjara dengan tuduhan "mengingkari kejahatan anti kemanusiaan dalam tulisannya yang berjudul "The Founding Myths of Israeli Politics" (Mitos Dasar Politik Israel). Termasuk di Jerman dilarang organisasi yang menyerukan pemikiran anti-semit. Mungkinkah di negara Barat yang demokratis dibiarkan organisasi teroris yang menyerukan pemikiran-pemikiran untuk membunuh rakyat sipil ? Tentu saja tidak. Jadi pelarangan pemikiran oleh negara adalah wajar saja. Yang berbeda adalah atas dasar apa negara tersebut melarang. Dalam sistem sekuler-demokrasi, pemikiran yang dilarang kalau mengancam eksistensi sistem demokrasi tersebut. Dalam sistem Islam, yang jadi dasar tentunya adalah aqidah dan syariah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru, disinilah kita harus memahami fatwa MUI ini. MUI yang merupakan kumpulan ulama-ulama dari seluruh Indonesia, bertanggung jawab untuk menjaga aqidah umat dan meluruskan umat dari penyimpang dari syariah Islam. Justru yang aneh, kalau MUI tidak menjelaskan kepada umat apa yang bisa merusak aqidah dan syariah umat Islam ini. Dan perkara ini merupakan kewajiban MUI dan hak umat Islam. Disini justru muncul inkonsistensi dari pihak yang menolak fatwa MUI ini. Mereka meminta supaya hak pihak yang dianggap merusak keyakinan umat Islam dibolehkan, tapi satu sisi hak umat Islam juga untuk menjaga aqidah dan syariahnya tidak diperhatikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14099871-112625282524852247?l=gusaeni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lOaf-Y4XsKcqVQY5Kinqs4oPrGw/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lOaf-Y4XsKcqVQY5Kinqs4oPrGw/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lOaf-Y4XsKcqVQY5Kinqs4oPrGw/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lOaf-Y4XsKcqVQY5Kinqs4oPrGw/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~4/ylKZreR9zTE" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://gusaeni.blogspot.com/feeds/112625282524852247/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://www.blogger.com/comment.g?blogID=14099871&amp;postID=112625282524852247" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/112625282524852247?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/14099871/posts/default/112625282524852247?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/KhilafahIsTheOnlySolution/~3/ylKZreR9zTE/fantasi-intelektual-penolak-fatwa-mui.html" title="FANTASI INTELEKTUAL PENOLAK FATWA MUI" /><author><name>Gusaeni Andri Pala</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="21" src="http://geocities.com/gusaeni82/fikrul.jpg" /></author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://gusaeni.blogspot.com/2005/09/fantasi-intelektual-penolak-fatwa-mui.html</feedburner:origLink></entry></feed>

