<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Kisah 25 para Nabi dan Rasul </title><description>Cerita islam religi atau ketuhanan, iman, dan tauhid. membahas tentang kisah-kisah para nabi dan rasul utusan ALLAH</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Mahyudin)</managingEditor><pubDate>Thu, 24 Oct 2024 12:22:19 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://kisah25paranabidanrasul.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>yes</itunes:explicit><itunes:keywords>DAN,NABI,YA,KUB,A,S,KISAH,NABI,ADAM,A,S,KISAH,NABI,HUD,A,S,KISAH,NABI,IBRAHIM,A,S,Kisah,Nabi,Idris,A,S,KISAH,NABI,ISHAK,A,S,KISAH,NABI,ISHAK,DAN,NABI,YA,KUB,A,S,KISAH,NABI,ISMAIL,A,S,KISAH,NABI,LUTH,A,S,KISAH,NABI,NUH,A,S,KISAH,NABI,SALEH,A,S,K</itunes:keywords><itunes:subtitle>Kisah 25 para Nabi dan Rasul/</itunes:subtitle><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"><itunes:category text="Islam"/></itunes:category><itunes:author>kisah25paranabidanrasul.blogspot.com</itunes:author><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email><itunes:name>kisah25paranabidanrasul.blogspot.com</itunes:name></itunes:owner><xhtml:meta content="noindex" name="robots" xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml"/><item><title>KISAH NABI ISHAK A.S, DAN NABI YA'KUB A.S</title><link>http://kisah25paranabidanrasul.blogspot.com/2015/02/kisah-nabi-ishak-dan-nabi-yakub-as.html</link><category>DAN NABI YA'KUB A.S</category><category>KISAH NABI ADAM A.S</category><category>KISAH NABI HUD A.S</category><category>KISAH NABI IBRAHIM A.S</category><category>Kisah Nabi Idris A.S</category><category>KISAH NABI ISHAK A.S</category><category>KISAH NABI ISHAK DAN NABI YA'KUB A.S</category><category>KISAH NABI ISMAIL A.S</category><category>KISAH NABI LUTH A.S</category><category>KISAH NABI NUH A.S</category><category>KISAH NABI SALEH A.S</category><pubDate>Thu, 26 Feb 2015 01:49:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3907265653105973578.post-6235962992817895469</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Nabi Ishaq adalah putera nabi Ibrahim dari isterinya Sarah, sedang Nabi Ismail&lt;br /&gt;
adalah puteranya dari Hajr, dayang yang diterimanya sebagai hadiah dari Raja&lt;br /&gt;
Namrud.&lt;br /&gt;
Tentang Nabi Ishaq ini tidak dikisahkan dalan Al-Quran kecuali dalam beberapa&lt;br /&gt;
ayat di antaranya adalah ayat 69 sehingga 74 dari surah Hud, seperti berikut:&lt;br /&gt;
69." Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami {malaikat-malaikat} telah&lt;br /&gt;
datang kepada Ibrahim membawa khabar gembira mereka mengucapkan"selamat".Ibrahim &lt;br /&gt;
menjawab:"Selamatlah"maka tidak lama kemudian Ibrahim menjamukan daging anak sapi&lt;br /&gt;
yang dipanggang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
70."Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim&lt;br /&gt;
memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka.&lt;br /&gt;
malaikat itu berkata " Janagan kamu takut sesungguhnya kami adalah&lt;br /&gt;
{malaikat-malaikat} yang diuts untuk kaum Luth."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
71."dan isterinya berdiri di sampingnya lalu di tersenyum. Maka Kami&lt;br /&gt;
sampaikan kepadanya berita gembira akan {kelahiran} Ishaq dan sesudah&lt;br /&gt;
Ishaq {lahir pula} Ya'qub."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
72.Isterinya berkata " sungguh menghairankan apakah aku akan melahirkan&lt;br /&gt;
anak padahal aku adalah seorang perempuan tua dan suamiku pun dalam&lt;br /&gt;
keadaan yang sudah tua juga? Sesungguhnya ini benar-benar sesuatu yang&lt;br /&gt;
aneh."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
73.Para malaikat itu berkata " Apakah kamu merasa hairan tentang&lt;br /&gt;
ketetapan Allah? { itu adalah} rahmat Allah dan keberkatan-Nya dicurahkan&lt;br /&gt;
atas kamu hai ahlulbait! sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha&lt;br /&gt;
Pemurah. "&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
74."Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah&lt;br /&gt;
datang kepadanya dia pun bersoal jawab dengan {malaikat- malaikat} Kami&lt;br /&gt;
tentang kaum Luth." { Hud : 69 ~ 74 }&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain ayat-ayat yang tersebut di atas yang membawa&amp;nbsp; berita&amp;nbsp; akan lahirnya&lt;br /&gt;
Nabi Ishaq daripada kedua orang tuanya yang sudah lanjut usia yang menurut&lt;br /&gt;
sementara riwayat bahawa usianya pada waktu itu sudah mencapai sembilan&lt;br /&gt;
puluh tahun, terdapat beberapa&amp;nbsp; ayat yang menetapkan kenabiannya&amp;nbsp; di&lt;br /&gt;
antaranya ialah ayat 49 surah "Maryam" sebagai berikut:&lt;br /&gt;
" Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang&lt;br /&gt;
meerka sembah selain Allah Kami anugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya'qup.&lt;br /&gt;
Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi."&lt;br /&gt;
Dan ayat 112 dan 113 surah "Ash-Shaffaat" sebagai berikut :&lt;br /&gt;
" 112. Dan Kami dia khabar gembira dengan {kelahiran} Ishaq seorang nabi&lt;br /&gt;
yang termasuk orang-orang yang soleh. 113. Kami limpahkan keberkatan&lt;br /&gt;
atasnya dan atas Ishaq. Dan di antara anak cucunya ada yang berbuat baik&lt;br /&gt;
dan ada {pula} yang zalim terhadap dirinya dengan nyata."&lt;br /&gt;
Catatan Tambahan&lt;br /&gt;
Diriwayatkan bahawa Nabi Ibrahim wafat pada usia 175 tahun. Nabi Ismail pada&lt;br /&gt;
usia 137 tahun dan Nabi Ishaq pada usia 180 tahun.&lt;br /&gt;
Al-Qur'an al-Karim hanya&amp;nbsp; menyebutkan sekilas tentang kisah Nabi Ishak.&lt;br /&gt;
Kelahiran nabi ini membawa&amp;nbsp; suatu kejadian yang luar biasa di mana para&lt;br /&gt;
malaikat menyampaikan berita gembira&amp;nbsp; tentang kelahirannya. Kelahirannya&lt;br /&gt;
terjadi setelah beberapa tahun dari kelahirannya Nabi Ismail, saudaranya. Had&lt;br /&gt;
Sarah sangat senang dengan kelahiran Ishak dan kelahiran putranya Yakub as.&lt;br /&gt;
Tetapi kita tidak mengetahui bagaimana kehidupan Nabi Ishak dan bagaimana&lt;br /&gt;
kaumnya&amp;nbsp; bersikap padanya. Yang kita ketahui hanya, bahawa&amp;nbsp; Allah s.w.t&lt;br /&gt;
memujinya sebagai seorang nabi dari orang-orang yang soleh.&lt;br /&gt;
Adapun Yakub, ia&amp;nbsp; adalah Nabi pertama yang berasal dari sulbinya. Beliau&lt;br /&gt;
adalah Yakub bin Ishak bin Ibrahim. Namanya adalah Israil ia adalah seorang&lt;br /&gt;
Nabi yang diutus bagi kaumnya. Allah s.w.t menyebutkan tiga&amp;nbsp; bagian dari&lt;br /&gt;
kisahnya. Berita gembira tentang kelahirannya disampaikan oleh para malaikat&lt;br /&gt;
kepada datuknya Ibrahim dan Sarah neneknya. Allah s.w.t juga menyebutkan&lt;br /&gt;
wasiatnya saat ia meninggal. Dan Allah s.w.t akan menyebutkannya setelah itu&lt;br /&gt;
-&lt;br /&gt;
tanpa mengisyaratkan namanya - dalam kisah Nabi Yusuf. Melalui wasiatnya&lt;br /&gt;
tersebut, kita&amp;nbsp; dapat mengetahui tingkat ketakwaannya. Kita mengetahui&lt;br /&gt;
bahawa&amp;nbsp; kematian adalah suatu bencana yang akan menghancurkan manusia&lt;br /&gt;
sehingga karenanya&amp;nbsp; manusia&amp;nbsp; menjadi lupa&amp;nbsp; terhadap namanya&amp;nbsp; dan ia&amp;nbsp; hanya&lt;br /&gt;
ingat terhadap penderitaan dan kesusahannya, tetapi Nabi Yakub tidak lupa&lt;br /&gt;
saat ia&amp;nbsp; menjemput kematian untuk berdoa&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp; Allah s.w.t. Allah s.w.t&lt;br /&gt;
berfirman:&lt;br /&gt;
"Adakah hamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia&lt;br /&gt;
berkata kepada anak-anaknya: 'Apa yang kamu sembah sepeninggalku?'&lt;br /&gt;
Mereka menjawab: 'Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek&lt;br /&gt;
mayangmu, Ibrahim, Ismail, dan Ishah, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan&lt;br /&gt;
kami hanya tunduk kepada-Nya. " (QS. al- Baqarah: 133)&lt;br /&gt;
Peristiwa&amp;nbsp; ini yang terjadi antara&amp;nbsp; Nabi Yakub dan anak-anaknya&amp;nbsp; di saat&lt;br /&gt;
menjelang kematian adalah peristiwa&amp;nbsp; yang sangat besar. Kita&amp;nbsp; di hadapan&lt;br /&gt;
seseorang yang menghadapi sakaratul maut. Apakah masalah yang&lt;br /&gt;
menyibukkan fikirannya&amp;nbsp; di saat sakaratul maut? Apakah fikiran-fikiran yang&lt;br /&gt;
selalu mengganggunya saat sakaratul maut? Apakah perkara penting yang harus&lt;br /&gt;
disampaikannya&amp;nbsp; sehingga&amp;nbsp; hatinya&amp;nbsp; menjadi tenang sebelum kematiannya?&lt;br /&gt;
Apakah warisan yang ingin ditinggalkannya&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp; anak-anaknya dan&lt;br /&gt;
cucu-cucunya? Apakah sesuatu yang ingin disampaikannya sebelum kematiannya&lt;br /&gt;
yang dapat menjamin keselamatan manusia? Anda&amp;nbsp; akan&lt;br /&gt;
menemukan jawaban dari semua&amp;nbsp; pertanyaan itu saat beliau bertanya: "Apa&lt;br /&gt;
yang kalian sembah sepeninggalku?" Pertanyaan itulah yang sangat merisaukan&lt;br /&gt;
beliau saat menghadapi sakaratul maut. Yaitu masalah keimanan kepada Allah&lt;br /&gt;
s.w.t. la adalah masalah satu-satunya&amp;nbsp; dan ia&amp;nbsp; merupakan warisan hakiki.&lt;br /&gt;
Anak-anak Israil menjawab: "Kami menyembah Tuhanmu dan Tuhanayah-ayahmu&lt;br /&gt;
Ibrahim, Ismail, dan Ishak. Yaitu Tuhan yang Maha Esa dan kami akan berserah&lt;br /&gt;
diri pada-Nya."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telah terdapat dalil yang kuat yang menunjukkan bahawa mereka diutus untuk&lt;br /&gt;
menyebarkan Islam. Jika&amp;nbsp; mereka&amp;nbsp; (anak-anak Israil) keluar dari Islam, maka&lt;br /&gt;
mereka&amp;nbsp; bererti keluar dari rahmat Allah s.w.t dan jika&amp;nbsp; mereka&amp;nbsp; tetap&lt;br /&gt;
mempertahankannya, maka mereka akan mendapatkan rahmat.&lt;br /&gt;
Yakub meninggal dan ia&amp;nbsp; bertanya&amp;nbsp; kepada&amp;nbsp; anak-anaknya&amp;nbsp; tentang Islam, di mana ia&lt;br /&gt;
merasa&amp;nbsp; tenang atas akidah mereka. Sebelum kematiannya, ia&amp;nbsp; mendapatkan&lt;br /&gt;
ujian berat berkenaan dengan anaknya&amp;nbsp; Yusuf. Yusuf adalah seorang Nabi&lt;br /&gt;
seperti Yakub di mana Allah s.w.t mengutusnya pada penduduk Mesir. &lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (kisah25paranabidanrasul.blogspot.com)</author></item><item><title>KISAH NABI ISMAIL A.S.</title><link>http://kisah25paranabidanrasul.blogspot.com/2015/02/kisah-nabi-ismail-as.html</link><category>DAN NABI YA'KUB A.S</category><category>KISAH NABI ADAM A.S</category><category>KISAH NABI HUD A.S</category><category>KISAH NABI IBRAHIM A.S</category><category>Kisah Nabi Idris A.S</category><category>KISAH NABI ISHAK A.S</category><category>KISAH NABI ISHAK DAN NABI YA'KUB A.S</category><category>KISAH NABI ISMAIL A.S</category><category>KISAH NABI LUTH A.S</category><category>KISAH NABI NUH A.S</category><category>KISAH NABI SALEH A.S</category><pubDate>Thu, 26 Feb 2015 01:36:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3907265653105973578.post-6131467170937830557</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Nabi Ibrahim yang berhijrah meninggalkan Mesir bersama Sarah, isterinya dan Hajar,&lt;br /&gt;dayangnya di tempat tujuannya di Palestin. Ia telah membawa pindah juga semua binatang&lt;br /&gt;ternakannya dan harta miliknya yang telah diperolehinya sebagai hasil usaha niaganya di&lt;br /&gt;Mesir. Al-Bukhari meriwayatkan daripada Ibnu Abbas r.a. berkata:&lt;br /&gt;"Pertama-tama yang menggunakan setagi {setagen} ialah Hajar ibu Nabi Ismail tujuan&lt;br /&gt;untuk menyembunyikan kandungannya dari Siti Sarah yang telah lama berkumpul dengan&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim a.s. tetapi belum juga hamil. Tetapi walaubagaimana pun juga akhirnya&lt;br /&gt;terbukalah rahsia yang disembunyikan itu dengan lahirnya Nabi Ismail a.s. Dan sebagai&lt;br /&gt;lazimnya seorang isteri sebagai Siti Sarah merasa telah dikalahkan oleh Siti Hajar sebagai&lt;br /&gt;seorang dayangnya yang diberikan kepada Nabi Ibrahim a.s. Dan sejak itulah Siti Sarah&lt;br /&gt;merasakan bahawa Nabi Ibrahim a.s. lebih banyak mendekati Hajar kerana merasa sangat&lt;br /&gt;gembira dengan puteranya yang tunggal dan pertama itu, hal ini yang menyebabkan&lt;br /&gt;permulaan ada keratakan dalam rumahtangga Nabi Ibrahim a.s. sehingga Siti Sarah&lt;br /&gt;merasa tidak tahan hati jika melihat Siti Hajar dan minta pada Nabi Ibrahim a.s. supaya&lt;br /&gt;menjauhkannya dari matanya dan menempatkannya di lain tempat."&lt;br /&gt;Untuk sesuatu hikmah yang belum diketahui dan disadari oleh Nabi Ibrahim Allah s.w.t.&lt;br /&gt;mewahyukan kepadanya agar keinginan dan permintaan Sarah isterinya dipenuhi dan&lt;br /&gt;dijauhkanlah Ismail bersama Hajar ibunya dan Sarah ke suatu tempat di mana yang ia akan&lt;br /&gt;tuju dan di mana Ismail puteranya bersama ibunya akan ditempatkan dan kepada siapa&lt;br /&gt;akan ditinggalkan.&lt;br /&gt;Maka dengan tawakkal kepada Allah berangkatlah Nabi Ibrahim meninggalkan rumah&lt;br /&gt;membawa Hajar dan Ismail yang diboncengkan di atas untanya tanpa tempat tujuan yang&lt;br /&gt;tertentu. Ia hanya berserah diri kepada Allah yang akan memberi arah kepada binatang&lt;br /&gt;tunggangannya. Dan berjalanlah unta Nabi Ibrahim dengan tiga hamba Allah yang berada&lt;br /&gt;di atas punggungnya keluar kota masuk ke lautan pasir dan padang terbuka di mana terik&lt;br /&gt;matahari dengan pedihnya menyengat tubuh dan angin yang kencang&lt;br /&gt;menghembur-hamburkan debu-debu pasir.&lt;br /&gt;Ismail dan ibunya Hajar ditinggalkan di Makkah&lt;br /&gt;Setelah berminggu-minggu berada dalam perjalanan jauh yang memenatkan, tibalah pada&lt;br /&gt;akhirnya Nabi Ibrahim bersama Ismail dan ibunya di Makkah kota suci dimana Kaabah&lt;br /&gt;didirikan dan menjadi kiblat manusia dari seluruh dunia. Di tempat di mana Masjidil Haram&lt;br /&gt;sekarang berada, berhentilah unta Nabi Ibrahim mengakhiri perjalanannya dan di situlah ia&lt;br /&gt;meninggalkan Hajar bersama puteranya dengan hanya dibekali dengan serantang bekal&lt;br /&gt;makanan dan minuman sedangkan keadaan sekitarnya tiada tumbuh-tumbuhan, tiada air&lt;br /&gt;mengalir, yang terlihat hanyalah batu dan pasir kering. Alangkah sedih dan cemasnya Hajar&lt;br /&gt;ketika akan ditinggalkan oleh Ibrahim seorang diri bersama dengan anaknya yang masih&lt;br /&gt;kecil di tempat yang sunyi senyap dari segala-galanya kecuali batu gunung dan pasir. Ia&lt;br /&gt;seraya merintih dan menangis, memegang kuat-kuat baju Nabi Ibrahim memohon belas&lt;br /&gt;kasihnya, janganlah ia ditinggalkan seorang diri di tempat yang kosong itu, tiada seorang&lt;br /&gt;manusia, tiada seekor binatang, tiada pohon dan tidak terlihat pula air mengalir, sedangkan&lt;br /&gt;ia masih menanggung beban mengasuh anak yang kecil yang masih menyusu. Nabi&lt;br /&gt;Ibrahim mendengar keluh kesah Hajar merasa tidak tergamak meninggalkannya seorang&lt;br /&gt;diri di tempat itu bersama puteranya yang sangat disayangi akan tetapi ia sedar bahwa apa&lt;br /&gt;yang dilakukan nya itu adalah kehendak Allah s.w.t. yang tentu mengandungi hikmat yang&lt;br /&gt;masih terselubung baginya dan ia sedar pula bahawa Allah akan melindungi Ismail dan&lt;br /&gt;ibunya dalam tempat pengasingan itu dan segala kesukaran dan penderitaan. Ia berkata&lt;br /&gt;kepada Hajar:&lt;br /&gt;"Bertawakkallah kepada Allah yang telah menentukan kehendak-Nya, percayalah kepada&lt;br /&gt;kekuasaan-Nya dan rahmat-Nya. Dialah yang memerintah aku membawa kamu ke sini dan&lt;br /&gt;Dialah yang akan melindungi mu dan menyertaimu di tempat yang sunyi ini. Sesungguh&lt;br /&gt;kalau bukan perintah dan wahyunya, tidak sesekali aku tergamak meninggalkan kamu di&lt;br /&gt;sini seorang diri bersama puteraku yang sangat ku cintai ini. Percayalah wahai Hajar bahwa&lt;br /&gt;Allah Yang Maha Kuasa tidak akan melantarkan kamu berdua tanpa perlindungan-Nya.&lt;br /&gt;Rahmat dan barakah-Nya akan tetap turun di atas kamu untuk selamanya, insya-Allah."&lt;br /&gt;Mendengar kata-kata Ibrahim itu segeralah Hajar melepaskan genggamannya pada baju&lt;br /&gt;Ibrahim dan dilepaskannyalah beliau menunggang untanya kembali ke Palestin dengan&lt;br /&gt;iringan air mata yang bercurahan membasahi tubuh Ismail yang sedang menetak. Sedang&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim pun tidak dapat menahan air matanya keetika ia turun dari dataran tinggi&lt;br /&gt;meninggalkan Makkah menuju kembali ke Palestin di mana isterinya Sarah dengan&lt;br /&gt;puteranya yang kedua Ishak sedang menanti. Ia tidak henti-henti selama dalam perjalanan&lt;br /&gt;kembali memohon kepada Allah perlindungan, rahmat dan barakah serta kurniaan rezeki&lt;br /&gt;bagi putera dan ibunya yang ditinggalkan di tempat terasing itu. Ia berkata dalam doanya:"&lt;br /&gt;Wahai Tuhanku! Aku telah tempatkan puteraku dan anak-anak keturunannya di dekat&lt;br /&gt;rumah-Mu (Baitullahil Haram) di lembah yang sunyi dari tanaman dan manusia agar&lt;br /&gt;mereka mendirikan solat dan beribadat kepada-Mu. Jadikanlah hati sebahagian manusia&lt;br /&gt;cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan yang lazat,&lt;br /&gt;mudah-mudahan mereka bersyukur kepada-Mu."&lt;br /&gt;Mata air Zamzam&lt;br /&gt;Sepeninggal Nabi Ibrahim tinggallah Hajar dan puteranya di tempat yang terpencil dan&lt;br /&gt;sunyi itu. Ia harus menerima nasib yang telah ditakdirkan oleh Allah atas dirinya dengan&lt;br /&gt;kesabaran dan keyakinan penuh akan perlindungan-Nya. Bekalan makanan dan minuman&lt;br /&gt;yang dibawanya dalam perjalanan pada akhirnya habis dimakan selama beberapa hari&lt;br /&gt;sepeninggalan Nabi Ibrahim. Maka mulailah terasa oleh Hajar beratnya beban hidup yang&lt;br /&gt;harus ditanggungnya sendiri tanpa bantuan suaminya. Ia masih harus meneteki anaknya,&lt;br /&gt;namun air teteknya makin lama makin mengering disebabkan kekurangan makan. Anak&lt;br /&gt;yang tidak dapat minuman yang memuaskan dari tetek ibunya mulai menjadi cerewet dan&lt;br /&gt;tidak henti-hentinya menangis. Ibunya menjadi panik, bingung dan cemas mendengar&lt;br /&gt;tangisan anaknya yang sgt menyayat hati itu. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri serta lari ke&lt;br /&gt;sana ke sini mencari sesuap makanan atau seteguk air yang dapat meringankan&lt;br /&gt;kelaparannya dan meredakan tangisan anaknya, namun sia-sialah usahanya. Ia pergi&lt;br /&gt;berlari harwalah menuju bukit Shafa kalau-kalau ia boleh mendapatkan sesuatu yang dapat&lt;br /&gt;menolongnya tetapi hanya batu dan pasir yang didapatnya disitu, kemudian dari bukit Shafa&lt;br /&gt;ia melihat bayangan air yang mengalir di atas bukit Marwah dan larilah ia berharwahlah ke&lt;br /&gt;tempat itu namun ternyata bahawa yang disangkanya air adalha fatamorangana {bayangan}&lt;br /&gt;belaka dan kembalilah ke bukit Shafa karena mendengar seakan-akan ada suara yang&lt;br /&gt;memanggilnya tetapi gagal dan melesetlah dugaannya. Demikianlah maka kerana&lt;br /&gt;dorongan hajat hidupnya dan hidup anaknya yang sangat disayangi, Hajar mundar-mundir&lt;br /&gt;berlari sampai tujuh kali antara bukit Shafa dan Marwah yang pada akhirnya ia duduk&lt;br /&gt;termenung merasa penat dan hampir berputus asa.&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahawa selagi Hajar berada dalam keadaan tidak berdaya dan hampir&lt;br /&gt;berputus asa kecuali dari rahmat Allah dan pertolongan-Nya datanglah kepadanya malaikat&lt;br /&gt;Jibril bertanya: "Siapakah sebenarnya engkau ini?" "Aku adalah hamba sahaya Ibrahim",&lt;br /&gt;jawab Hajar. "Kepada siapa engkau dititipkan di sini?" tanya Jibril. "Hanya kepada&lt;br /&gt;Allah",jawab Hajar. Lalu berkata Jibril: "Jika demikian, maka engkau telah dititipkan kepada&lt;br /&gt;Dzat Yang Maha Pemurah Lagi Maha Pengasih, yang akan melindungimu, mencukupi&lt;br /&gt;keperluan hidupmu dan tidak akan mensia-siakan kepercayaan ayah puteramu&lt;br /&gt;kepada-Nya."&lt;br /&gt;Kemudian diajaklah Hajar mengikutinya pergi ke suatu tempat di mana Jibril menginjakkan&lt;br /&gt;telapak kakinya kuat-kuat di atas tanah dan segeralah memancur dari bekas telapak kaki itu&lt;br /&gt;air yang jernih dengan kuasa Allah. Itulah dia mata air Zamzam yang sehingga kini&lt;br /&gt;dianggap keramat oleh jemaah haji, berdesakan sekelilingnya bagi mendapatkan setitik&lt;br /&gt;atau seteguk air daripadanya dan kerana sejarahnya mata air itu disebut orang "Injakan&lt;br /&gt;Jibril".&lt;br /&gt;Alangkah gembiranya dan lega dada Hajar melihat air yang mancur itu. Segera ia&lt;br /&gt;membasahi bibir puteranya dengan air keramat itu dan segera pula terlihat wajah puteranya&lt;br /&gt;segar kembali, demikian pula wajah si ibu yang merasa sangat bahagia dengan datangnya&lt;br /&gt;mukjizat dari sisi Tuhan yang mengembalikan kesegaran hidup kepadanya dan kepada&lt;br /&gt;puteranya sesudah dibayang-bayangi oleh bayangan mati kelaparan yang mencekam dada.&lt;br /&gt;Mancurnya air Zamzam telah menarik burung-burung berterbangan mengelilingi daerah itu&lt;br /&gt;menarik pula perhatian sekelompok bangsa Arab dari suku Jurhum yang merantau dan&lt;br /&gt;sedang berkhemah di sekitar Makkah. Mereka mengetahui dari pengalaman bahawa di&lt;br /&gt;mana ada terlihat burung di udara, nescaya dibawanya terdapat air, maka diutuslah oleh&lt;br /&gt;mereka beberapa orang untuk memeriksa kebenaran teori ini. Para pemeriksa itu pergi&lt;br /&gt;mengunjungi daerah di mana Hajar berada, kemudian kembali membawa berita gembira&lt;br /&gt;kepada kaumnya tentang mata air Zamzam dan keadaan Hajar bersama puteranya.&lt;br /&gt;Segera sekelompok suku Jurhum itu memindahkan perkhemahannya ke tempat sekitar&lt;br /&gt;Zamzam, di mana kedatangan mereka disambut dengan gembira oleh Hajar kerana&lt;br /&gt;adanya sekelompok suku Jurhum di sekitarnya, ia memperolehi jiran-jiran yang akan&lt;br /&gt;menghilangkan kesunyian dan kesepian yang selama ini dirasakan di dalam hidupnya&lt;br /&gt;berduaan dengan puteranya saja.&lt;br /&gt;Hajar bersyukur kepada Allah yang dengan rahmatnya telah membuka hati orang-orang itu&lt;br /&gt;cenderung datang meramaikan dan memecahkan kesunyian lembah di mana ia&lt;br /&gt;ditinggalkan sendirian oleh Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ismail Bantu Bapanya (Nabi Ibrahim A.S) Bina Kaabah&lt;br /&gt;Nabi Ismail dibesarkan di Makkah (pekarangan Kaabah). Apabila dewasa beliau berkahwin&lt;br /&gt;dengan wanita daripada puak Jurhum. Walaupun tinggal di Makkah, Ismail sering&lt;br /&gt;dikunjungi bapanya.&lt;br /&gt;Pada satu ketika, bapanya menerima wahyu daripada Allah supaya membina Kaabah.&lt;br /&gt;Perkara itu disampaikan kepada anaknya. Ismail berkata: _Kerjakanlah apa yang&lt;br /&gt;diperintahkan Tuhanmu kepadamu dan aku akan membantumu dalam pekerjaan mulia&lt;br /&gt;itu._Ketika membina Kaabah, Nabi Ibrahim berkata kepada Ismail: _Bawakan batu yang baik&lt;br /&gt;kepadaku untuk aku letakkan di satu sudut supaya ia menjadi tanda kepada&lt;br /&gt;manusia._Kemudian Jibril memberi ilham kepada Ismail supaya mencari batu hitam untuk&lt;br /&gt;diserahkan kepada Nabi Ibrahim.Setiap kali bangun, mereka berdoa: _Wahai Tuhan kami,&lt;br /&gt;terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha&lt;br /&gt;Mengetahui._Bangunan (Kaabah) itu menjadi tinggi dan Ibrahim makin lemah untuk&lt;br /&gt;mengangkat batu. Dia berdiri di satu sudut, kini dikenali Makam Ibrahim.&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim sering berulang-alik mengunjungi anaknya. Pada satu hari, beliau tiba di&lt;br /&gt;Makkah dan mengunjungi rumah anaknya.Bagaimanapun, Ismail tiada di rumah ketika itu&lt;br /&gt;melainkan isterinya. Isteri Ismail tidak mengenali orang tua itu adalah bapa Ismail.Apabila&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim bertanya isteri Nabi Ismail mengenai suaminya itu, beliau diberitahu anaknya&lt;br /&gt;keluar berburu. Seterusnya Nabi Ibrahim bertanya keadaan mereka berdua. Isterinya&lt;br /&gt;berkata: _Kami berada dalam kesempitan._Nabi Ibrahim berkata: _Apakah kamu&lt;br /&gt;mempunyai jamuan, makanan dan minuman?_ Dijawab isteri Ismail: _Aku tidak&lt;br /&gt;mempunyainya, malah apa pun tiada._Kelakukan isteri Nabi Ismail itu tidak manis&lt;br /&gt;dipandang Nabi Ibrahim kerana kelihatan tidak reda dengan pemberian Allah dan jemu&lt;br /&gt;untuk hidup bersama suaminya. Malah, dia kelihatan bersifat kedekut kerana tidak&lt;br /&gt;mengalu-alukan kedatangan tetamu.Akhirnya Nabi Ibrahim berkata kepada isteri anaknya:&lt;br /&gt;_Jika suamimu kembali, sampaikanlah salamku kepadanya dan katakan kepadanya supaya&lt;br /&gt;dia menggantikan pintunya._&lt;br /&gt;Selepas itu Nabi Ibrahim beredar dari situ. Sejurus kemudian, Nabi Ismail pulang ke rumah&lt;br /&gt;dengan hati gembira kerana dia menganggap tiada perkara tidak diingini berlaku sepanjang&lt;br /&gt;ketiadaannya di rumah. Nabi Ismail bertanya isterinya: _Apakah ada orang datang menemui&lt;br /&gt;kamu?_Isterinya berkata: _Ya, ada orang tua kunjungi kita._ Ismail berkata: _Apakah dia&lt;br /&gt;mewasiatkan sesuatu kepadamu?_ Isterinya berkata: _Ya, dia menyuruhku menyampaikan&lt;br /&gt;salam kepadamu dan memintaku mengatakan kepadamu supaya menggantikan&lt;br /&gt;pintumu._Ismail berkata: _Dia adalah bapaku. Sesungguhnya dia menyuruhku supaya&lt;br /&gt;menceraikanmu, maka kembalilah kepada keluargamu._Selepas menceraikan isterinya,&lt;br /&gt;Nabi Ismail berkahwin lain, kali ini dengan seorang lagi wanita daripada kaum Jurhum. Isteri&lt;br /&gt;baru itu mendapat keredaan bapanya kerana pandai menghormati tetamu, tidak&lt;br /&gt;menceritakan perkara yang menjatuhkan maruah suami dan bersyukur dengan nikmat&lt;br /&gt;Allah. Ismail hidup bersama isteri barunya itu hingga melahirkan beberapa anak.&lt;br /&gt;Nabi Ismail mempunyai 12 anak lelaki dan seorang anak perempuan yang dikahwinkan&lt;br /&gt;dengan anak saudaranya, iaitu Al-_Ish bin Ishak. Daripada keturunan Nabi Ismail lahir Nabi&lt;br /&gt;Muhammad s.a.w. Keturunan Nabi Ismail juga mewujudkan bangsa Arab Musta_ribah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Ismail sebagai Qurban &lt;br /&gt;Nabi Ibrahim dari masa ke semasa pergi ke Makkah untuk mengunjungi dan menjenguk&lt;br /&gt;Ismail di tempat pengasingannya bagi menghilangkan rasa rindu hatinya kepada puteranya&lt;br /&gt;yang ia sayangi serta menenangkan hatinya yang selalu rungsing bila mengenangkan&lt;br /&gt;keadaan puteranya bersama ibunya yang ditinggalkan di tempat yang tandus, jauh dari&lt;br /&gt;masyarakat kota dan pengaulan umum.&lt;br /&gt;Sewaktu Nabi Ismail mencapai usia remajanya Nabi Ibrahim a.s. mendapat mimpi bahwa ia&lt;br /&gt;harus menyembelih Ismail puteranya. Dan mimpi seorang nabi adalah salah satu dari&lt;br /&gt;cara-cara turunnya wahyu Allah, maka perintah yang diterimanya dalam mimpi itu harus&lt;br /&gt;dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim. Ia duduk sejurus termenung memikirkan ujian yang maha&lt;br /&gt;berat yang ia hadapi. Sebagai seorang ayah yang dikurniai seorang putera yang sejak&lt;br /&gt;puluhan tahun diharap-harapkan dan didambakan, seorang putera yang telah mencapai&lt;br /&gt;usia di mana jasa-jasanya sudah dapat dimanfaatkan oleh si ayah, seorang putera yang&lt;br /&gt;diharapkan menjadi pewarisnya dan penyampung kelangsungan keturunannya, tiba-tiba&lt;br /&gt;harus dijadikan qurban dan harus direnggut nyawa oleh tangan si ayah sendiri.&lt;br /&gt;Namun ia sebagai seorang Nabi, pesuruh Allah dan pembawa agama yang seharusnya&lt;br /&gt;menjadi contoh dan teladan bagi para pengikutnya dalam bertaat kepada Allah,&lt;br /&gt;menjalankan segala perintah-Nya dan menempatkan cintanya kepada Allah di atas cintanya&lt;br /&gt;kepada anak, isteri, harta benda dan lain-lain. Ia harus melaksanakan perintah Allah yang&lt;br /&gt;diwahyukan melalui mimpinya, apa pun yang akan terjadi sebagai akibat pelaksanaan&lt;br /&gt;perintah itu.&lt;br /&gt;Sungguh amat berat ujian yang dihadapi oleh Nabi Ibrahim, namun sesuai dengan firman&lt;br /&gt;Allah yang bermaksud: "Allah lebih mengetahui di mana dan kepada siapa Dia&lt;br /&gt;mengamanatkan risalahnya". Nabi Ibrahim tidak membuang masa lagi, berazam (niat) tetap&lt;br /&gt;akan menyembelih Nabi Ismail puteranya sebagai qurban sesuai dengan perintah Allah&lt;br /&gt;yang telah diterimanya. Dan berangkatlah serta merta Nabi Ibrahim menuju ke Makkah&lt;br /&gt;untuk menemui dan menyampaikan kepada puteranya apa yang Allah perintahkan.&lt;br /&gt;Nabi Ismail sebagai anak yang soleh yang sangat taat kepada Allah dan bakti kepada orang&lt;br /&gt;tuanya, ketika diberitahu oleh ayahnya maksud kedatangannya kali ini tanpa ragu-ragu dan&lt;br /&gt;berfikir panjang berkata kepada ayahnya:&lt;br /&gt;"Wahai ayahku! Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau&lt;br /&gt;akan menemuiku insya-Allah sebagai seorang yang sabar dan patuh kepada perintah. Aku&lt;br /&gt;hanya meminta dalam melaksanakan perintah Allah itu, agar ayah mengikatku kuat-kuat&lt;br /&gt;supaya aku tidak banyak bergerak sehingga menyusahkan ayah, kedua agar&lt;br /&gt;menanggalkan pakaianku supaya tidak terkena darah yang akan menyebabkan&lt;br /&gt;berkurangnya pahalaku dan terharunya ibuku bila melihatnya, ketiga tajamkanlah parangmu&lt;br /&gt;dan percepatkanlah perlaksanaan penyembelihan agar menringankan penderitaan dan rasa&lt;br /&gt;pedihku, keempat dan yang terakhir sampaikanlah salamku kepada ibuku berikanlah&lt;br /&gt;kepadanya pakaian ku ini untuk menjadi penghiburnya dalam kesedihan dan tanda mata&lt;br /&gt;serta kenang-kenangan baginya dari putera tunggalnya."&lt;br /&gt;Kemudian dipeluknyalah Ismail dan dicium pipinya oleh Nabi Ibrahim seraya berkata:&lt;br /&gt;"Bahagialah aku mempunyai seorang putera yang taat kepada Allah, bakti kepada orang&lt;br /&gt;tua yang dengan ikhlas hati menyerahkan dirinya untuk melaksanakan perintah Allah".&lt;br /&gt;Saat penyembelihan yang mengerikan telah tiba. Diikatlah kedua tangan dan kaki Ismail,&lt;br /&gt;dibaringkanlah ia di atas lantai, lalu diambillah parang tajam yang sudah tersedia dan&lt;br /&gt;sambil memegang parang di tangannya, kedua mata nabi Ibrahim yang tergenang air&lt;br /&gt;berpindah memandang dari wajah puteranya ke parang yang mengilap di tangannya,&lt;br /&gt;seakan-akan pada masa itu hati beliau menjadi tempat pertarungan antara perasaan&lt;br /&gt;seorang ayah di satu pihak dan kewajiban seorang rasul di satu pihak yang lain. Pada&lt;br /&gt;akhirnya dengan memejamkan matanya, parang diletakkan pada leher Nabi Ismail dan&lt;br /&gt;penyembelihan di lakukan . Akan tetapi apa daya, parang yang sudah demikian tajamnya&lt;br /&gt;itu ternyata menjadi tumpul dileher Nabi Ismail dan tidak dapat berfungsi sebagaimana&lt;br /&gt;mestinya dan sebagaimana diharapkan.&lt;br /&gt;Kejadian tersebut merupakan suatu mukjizat dari Allah yang menegaskan bahwa perintah&lt;br /&gt;perkorbanan Ismail itu hanya suatu ujian bagi Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sampai sejauh&lt;br /&gt;mana cinta dan taat mereka kepada Allah. Ternyata keduanya telah lulus dalam ujian yang&lt;br /&gt;sangat berat itu. Nabi Ibrahim telah menunjukkan kesetiaan yang tulus dengan perkorbanan&lt;br /&gt;puteranya. untuk berbakti melaksanakan perintah Allah sedangkan Nabi Ismail tidak sedikit&lt;br /&gt;pun ragu atau bimbang dalam memperagakan kebaktiannya kepada Allah dan kepada&lt;br /&gt;orang tuanya dengan menyerahkan jiwa raganya untuk dikorbankan, sampai-sampai terjadi&lt;br /&gt;seketika merasa bahwa parang itu tidak lut memotong lehernya, berkatalah ia kepada&lt;br /&gt;ayahnya:" Wahai ayahku! Rupa-rupanya engkau tidak sampai hati memotong leherku&lt;br /&gt;karena melihat wajahku, cubalah telangkupkan aku dan laksanakanlah tugasmu tanpa&lt;br /&gt;melihat wajahku. "Akan tetapi parang itu tetap tidak berdaya mengeluarkan setitik darah&lt;br /&gt;pun dari daging Ismail walau ia telah ditelangkupkan dan dicuba memotong lehernya dari&lt;br /&gt;belakang.&lt;br /&gt;Dalam keadaan bingung dan sedih hati, kerana gagal dalam usahanya menyembelih&lt;br /&gt;puteranya, datanglah kepada Nabi Ibrahim wahyu Allah dengan firmannya: "Wahai Ibrahim!&lt;br /&gt;Engkau telah berhasil melaksanakan mimpimu, demikianlah kami akan membalas&lt;br /&gt;orang-orang yang berbuat kebajikkan". Kemudian sebagai tebusan ganti nyawa, Ismail&lt;br /&gt;telah diselamatkan itu, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim menyembelih seekor kambing&lt;br /&gt;yang telah tersedia di sampingnya dan segera dipotong leher kambing itu oleh beliau&lt;br /&gt;dengan parang yang tumpul di leher puteranya Ismail itu. Dan inilah asal permulaan sunnah&lt;br /&gt;berqurban yang dilakukan oleh umat Islam pada tiap Hari Raya Aidiladha di seluruh pelosok&lt;br /&gt;dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (kisah25paranabidanrasul.blogspot.com)</author></item><item><title>KISAH NABI LUTH A.S</title><link>http://kisah25paranabidanrasul.blogspot.com/2015/02/kisah-nabi-luth-a.html</link><category>DAN NABI YA'KUB A.S</category><category>KISAH NABI ADAM A.S</category><category>KISAH NABI HUD A.S</category><category>KISAH NABI IBRAHIM A.S</category><category>Kisah Nabi Idris A.S</category><category>KISAH NABI ISHAK A.S</category><category>KISAH NABI ISHAK DAN NABI YA'KUB A.S</category><category>KISAH NABI ISMAIL A.S</category><category>KISAH NABI LUTH A.S</category><category>KISAH NABI NUH A.S</category><category>KISAH NABI SALEH A.S</category><pubDate>Thu, 26 Feb 2015 01:27:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3907265653105973578.post-2382045592082063663</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi Luth adalah anak saudara kepada Nabi Ibrahim a.s. iaitu ayahnya yang bernama&lt;br /&gt;
Hasan bin Tareh. Nabi Luth diutuskan sebagai rasul kepada satu kaum yang mendiami&lt;br /&gt;
sepanjang timur laut (Dari Israel - Yordania), Laut Mati. Ibukota Sodom terletak di Utara&lt;br /&gt;
Basin [1], Laut Mati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hampir keseluruhan kaum ini mengamalkan gaya hidup songsang, iaitu melakukan&lt;br /&gt;
hubungan kelamin sesama sejenis iaitu lelaki dengan lelaki yakni meninggalkan&lt;br /&gt;
perempuan. Perbuatan ini merupakan sesuatu penyelewengan fitrah yang amat buruk. Nabi&lt;br /&gt;
Luth telah menyeru mereka untuk menghentikan perbuatan tersebut disamping&lt;br /&gt;
menyampaikan seruan-seruan Allah, tetapi mereka mengabaikannya dan malah mereka&lt;br /&gt;
mengingkari kenabiannya. Akhirnya, kaum Nabi Luth dimusnahkan dengan bencana yang&lt;br /&gt;
sangat mengerikan dan dahsyat. Kejadian ini berlaku pada kira-kira tahun 1800 sebelum&lt;br /&gt;
Masihi.&lt;br /&gt;
Kisah Nabi Allah Luth a.s. mengikut Islam&lt;br /&gt;
Di dalam Kitab Al-quran menceritakan kisah Nabi Luth yang menasihati kepada kaumnya&lt;br /&gt;
sepertimana dalam Surah Asy-Syuara;&lt;br /&gt;
26:160 "Kaum Luth telah mendustakan para Rasul"&lt;br /&gt;
27:161 "Ketika saudara mereka Luth berkata kepada mereka,"Mengapa kamu tidak&lt;br /&gt;
bertakwa?"&lt;br /&gt;
27:162 "Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,"&lt;br /&gt;
27:163 "Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada ku"&lt;br /&gt;
27:164 "Dan aku tidak meminta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku hanyalah dari&lt;br /&gt;
Tuhan seluruh alam" &lt;br /&gt;
27:165 "Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki (Homoseks) di antara manusia"&lt;br /&gt;
27:166 "dan kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk dijadikan sebagai&lt;br /&gt;
isteri kamu? Kamu memang orang-orang yang melampaui batas'&lt;br /&gt;
27:167 " Mereka menjawab, " Wahai Luth! Jika engkau tidak berhenti, engkau termasuk&lt;br /&gt;
orang-orang yang terusir"&lt;br /&gt;
27:168 " Dia (Luth) berkata, " Aku sungguh benci kepada perbuatan mu"&lt;br /&gt;
Kaum Luth telah mengancam Nabi Luth dan membencinya kerana mengajak kaumnya&lt;br /&gt;
beriman. Ayat seterusnya dalam kitab Al-quran dikisahkan dalam Surah Al-Araf:&lt;br /&gt;
_Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah ) tatkala dia berkata&lt;br /&gt;
kepada mereka: _Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah&lt;br /&gt;
dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?_. Sesungguhnya kamu mendatangi&lt;br /&gt;
lelaki untuk melampiaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu&lt;br /&gt;
ini adalah kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan:&lt;br /&gt;
_Usirlah mereka (Luth dan para pengikutnya) dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah&lt;br /&gt;
orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri ._ (QS. Al A'raaf, 7: 80-82) !&lt;br /&gt;
[sunting] Nabi Luth Diutuskan Oleh Allah Kepada Rakyat Sadom&lt;br /&gt;
Masyarakat Sadum adalah masyarakat yang rendah paras moralnya dan rosak akhlak.&lt;br /&gt;
Masyarakat Sadum tidak mempunyai pegangan agama atau nilai kemanusiaan yang&lt;br /&gt;
beradab. Maksiat dan kemungkaran bermaharajalela dalam pergaulan hidup mereka.&lt;br /&gt;
Pencurian dan perampasan harta milik merupakan kejadian hari-hari di mana yang kuat&lt;br /&gt;
menjadi kuasa sedang yang lemah menjadi korban penindasan dan perlakuan&lt;br /&gt;
sewenang-wenang. Maksiat yang paling menonjol yang menjadi ciri khas hidup mereka&lt;br /&gt;
adalah perbuatan homoseksual {liwat} di kalangan lelakinya dan lesbian di kalangan&lt;br /&gt;
wanitanya. Kedua-dua jenis kemungkaran ini begitu bermaharajalela di dalam masyarakat&lt;br /&gt;
sehinggakan ia merupakan suatu kebudayaan bagi kaum Sadum.&lt;br /&gt;
Seorang pendatang yang masuk ke Sadum tidak akan selamat dari diganggu oleh mereka.&lt;br /&gt;
Jika ia membawa barang-barang yang berharga maka dirampaslah barang-barangnya, jika&lt;br /&gt;
ia melawan atau menolak menyerahkannya maka nyawanya tidak akan selamat. Akan&lt;br /&gt;
tetapi jika pendatang itu seorang lelaki yang bermuka tampan dan berparas elok maka ia&lt;br /&gt;
akan menjadi rebutan di antara mereka dan akan menjadi korban perbuatan keji lelakinya&lt;br /&gt;
dan sebaliknya jika si pendatang itu seorang perempuan muda maka ia menjadi mangsa&lt;br /&gt;
bagi pihak wanitanya pula.&lt;br /&gt;
Kepada masyarakat yang sudah sedemikian rupa keruntuhan moralnya dan sedemikian&lt;br /&gt;
paras penyakit sosialnya diutuslah nabi Luth sebagai pesuruh dan Rasul-Nya untuk&lt;br /&gt;
mengangkat mereka dari lembah kenistaan ,kejahilan dan kesesatan serta membawa&lt;br /&gt;
mereka alam yang bersih ,bermoral dan berakhlak mulia. Nabi Luth mengajak mereka&lt;br /&gt;
beriman dan beribadah kepada Allah meninggalkan kebiasaan mungkar menjauhkan diri&lt;br /&gt;
dari perbuatan maksiat dan kejahatan yang diilhamkan oleh iblis dan syaitan. Ia memberi&lt;br /&gt;
penerangan kepada mereka bahwa Allah telah mencipta mereka dan alam sekitar mereka&lt;br /&gt;
tidak meredhai amal perbuatan mereka yang mendekati sifat dan tabiat kebinatangan dan&lt;br /&gt;
tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan bahwa Allah akan memberi ganjaran&lt;br /&gt;
setimpal dengan amal kebajikan mereka. Yang berbuat baik dan beramal soleh akan&lt;br /&gt;
diganjar dengan syurga di akhirat sedang yang melakukan perbuatan mungkar akan di&lt;br /&gt;
balaskannya dengan memasukkannya ke dalam neraka Jahanam.&lt;br /&gt;
Nabi Luth berseru kepada mereka agar meninggalkan adat kebiasaan iaitu melakukan&lt;br /&gt;
perbuatan homoseksual dan lesbian. Luth menyatakan perbuatan itu bertentangan dengan&lt;br /&gt;
fitrah dan hati nurani manusia serta menyalahi hikmah yang terkandung didalam penciptaan&lt;br /&gt;
manusia menjadi dua jenis iaitu lelaki dan wanita. Juga kepada mereka di beri nasihat dan&lt;br /&gt;
diajukan supaya menghormati hak dan milik masing-masing dengan meninggalkan&lt;br /&gt;
perbuatan perampasan, perompakan serta pencurian yang selalu mrk lakukan di antara&lt;br /&gt;
sesama mereka dan terutama kepada pengunjung yang datang ke Sadum. Diterangkan&lt;br /&gt;
bahawa perbuatan-perbuatan itu akan merugikan mereka sendiri, kerana perbuatan itu&lt;br /&gt;
akan menimbulkan kekacauan dan ketidak amanan di dalam negeri sehingga&lt;br /&gt;
masing-masing dari mereka tidak merasa aman dan tenteram dalam hidupnya.&lt;br /&gt;
Demikianlah Nabi Luth, melaksanakan dakwahnya sesuai dengan tugas risalahnya.Ia tidak&lt;br /&gt;
henti-henti menggunakan setiap kesempatan dan dalam tiap pertemuan dengan kaumnya&lt;br /&gt;
secara berkelompok atau secara berseorangan mengajak agak mereka beriman dan&lt;br /&gt;
percaya kepada Allah dan menyembah-Nya. Diajaknya Luth terhadap kaumnya untuk&lt;br /&gt;
melakukan amal soleh dan meninggalkan perbuatan maksiat dan mungkar. Akan tetapi&lt;br /&gt;
keruntuhan moral dan kerusakan akhlak sudah hidup lama di dalam pergaulan sosial&lt;br /&gt;
mereka dan pengaruh hawa nafsu dan penyesatan syaitan sudah begitu kuat menguasai&lt;br /&gt;
tindak-tanduk mereka, maka dakwah dan ajakkan Nabi Luth yyang dilaksanakan dengan&lt;br /&gt;
kesabaran dan ketekunan tidak mendapat tempat di dalam hati dan fikiran mereka dan&lt;br /&gt;
berlalu laksana suasana teriakan di tengah-tengah padang pasir .Telinga-telinga mereka&lt;br /&gt;
sudah menjadi pekak bagi ajaran-ajaran Nabi Luth sedang hati dan fikiran mereka sudah&lt;br /&gt;
tersumbat rapat dengan ajaran -ajaran syaitan dan iblis.&lt;br /&gt;
Akhirnya kaum Luth merasa dan kesal hati mendengar dakwah dan nasihat-nasihat Nabi&lt;br /&gt;
Luth yang tidak putus-putus itu dan minta agar ia menghentikan aksi dakwahnya atau&lt;br /&gt;
menghadapi pengusir dirinya dari sadum bersama semua keluarganya. dari pihak Nabi Luth&lt;br /&gt;
pun sudah tidak ada harapan lagi masyarakat Sadum dapat terangkat dari lembah&lt;br /&gt;
kesesatan dan keruntuhan moral mereka dan bahawa meneruskan dakwah kepada mereka&lt;br /&gt;
yang sudah buta-tuli hati dan fikiran serta mensia-siakan masa. Ubat satu-satunya, menurut&lt;br /&gt;
fikiran Nabi Luth untuk mencegah penyakit akhlak itu yang sudah parah itu menular kepada&lt;br /&gt;
tetangga-tetangga dekatnya, ialah dengan membasmikan mereka dari atas bumi sebagai&lt;br /&gt;
pembalasan ke atas terhadap kekerasan kepala mereka juga untuk menjadi ibrah dan&lt;br /&gt;
pengajaran umat-umat disekelilingnya. beliau memohon kepada Allah agar kepada&lt;br /&gt;
kaumnya masyarakat Sadum diberi pengajaran berupa azab di dunia sebelum azab yang&lt;br /&gt;
menanti mereka di akhirat kelak.&lt;br /&gt;
Tetamu Nabi Ibrahim dan Nabi Luth&lt;br /&gt;
Permohonan Nabi Luth dan doanya diperkenankan dan dikabulkan oleh Allah s.w.t.&lt;br /&gt;
Dikirimkanlah kepadanya tiga orang malaikat menyamar sebagai manusia biasa. Mereka&lt;br /&gt;
adalah malaikat yang bertemu kepada Nabi Ibrahim dengan membawa berita gembira atas&lt;br /&gt;
kelahiran Nabi Ishaq, dan memberitahu kepada mrk bahwa dia adalah utusan Allah dengan&lt;br /&gt;
tugas menurunkan azab kepada kaum Luth penduduk kota Sadum. Dalam kesempatan&lt;br /&gt;
pertemuan mana Nabi Ibrahim telah mohon agar penurunan azab keatas kaum Sadum&lt;br /&gt;
ditunda ,kalau-kalau mereka kembali sedar mendebgarkan dan mengikuti ajakan Luth serta&lt;br /&gt;
bertaubat dari segala maksiat dan perbuatan mungkar. Juga dalam pertemuan itu Nabi&lt;br /&gt;
Ibrahim mohon agar anaksaudaranya, Luth diselamatkan dari azab yang akan diturunkan&lt;br /&gt;
keatas kaum Sadum permintaan mana oleh para malaikat itu diterima dan dijamin bahwa&lt;br /&gt;
Luth dan keluarganya tidak akan terkena azab.&lt;br /&gt;
Para malaikat itu sampai di Sadum dengan menyamar sebagai lelaki muda yang berparas&lt;br /&gt;
tampan dan badan yang berotot, tegap dan sasa tubuhnya. Dalam perjalanan mereka&lt;br /&gt;
hendak memasuki kota, mereka berselisih dengan seorang gadis yang cantik dan ayu&lt;br /&gt;
sedang mengambil dari sebuah perigi. Lelaki muda (malaikat) bertanya kepada si gadis&lt;br /&gt;
kalau-kalau mereka diterima ke rumah sebagai tetamu. Si gadis tidak berani memberi&lt;br /&gt;
keputusan sebelum ia beruding terlebih dahulu dengan keluarganya. Maka ditngglkanlah&lt;br /&gt;
para lelaki muda itu oleh lalu pulang ke rumah cepat-cepat untuk memberitahu ayahnya&lt;br /&gt;
(Luth).&lt;br /&gt;
Mendengar khabar berita anak perempuannya, Nabi Luth menjadi bingung, jawapan apa&lt;br /&gt;
yang harus ia berikan kepada para pendatang yang ingin bertemu ke rumahnya untuk&lt;br /&gt;
beberapa waktu, namun menerima tetamu yang berparas tampan dan kacak akan&lt;br /&gt;
mengundang risiko gangguan kepadanya dan kepada tetamu dari kaumnya yang&lt;br /&gt;
tergila-gila untuk melakukan hubungan seks sejenis dengan anak muda yang mempunyai&lt;br /&gt;
tubuh bagus dan paras wajah elok. Sedang kalau hal yang demikian itu terjadi ia sebagai&lt;br /&gt;
tuan rumah harus bertanggungjawab terhadap keselamatan tamunya, padahal ia merasa&lt;br /&gt;
bahwa ia tidak akan berdaya menghadapi kaumnya yang bengis-bengis dan haus maksiat&lt;br /&gt;
itu.&lt;br /&gt;
Nabi Luth memutuskan untuk menerima lelaki-lelaki muda itu sebagai tetamu di rumahnya.&lt;br /&gt;
Luth hanya pasrah kepada Allah dan berlindung sekiranya terdapat segala rintangan yang&lt;br /&gt;
akan datang. Lalu pergilah ia sendiri menjemput tetamu yang sedang menanti di pinggir&lt;br /&gt;
kota dan diajaklah mereka bersama-sama ke rumah. Ketika itu, kota Sadum sudah diliputi&lt;br /&gt;
kegelapan dan manusia sudah nyenyak tidur di rumah masing-masing.&lt;br /&gt;
Nabi Luth telah pun berpesan kepada isteri dan kedua puterinya agar merahsiakan&lt;br /&gt;
kedatangan anak-anak lelaki muda itu. Jangan sampai terdengar dan diketahui oleh&lt;br /&gt;
kaumnya. Namun, kedegilan isteri Nabi Luth, yang juga sehaluan dan sependirian dengan&lt;br /&gt;
penduduk Sadum, telah membocorkan berita kedatangan tetamu Luth kepada mereka.&lt;br /&gt;
Berita kedatangan tetamu Luth tersebar kerana isteri Nabi Luth. Datanglah beramai-ramai&lt;br /&gt;
lelak-lelaki Sodom, yang buta seks ini, ke rumah Nabi Luth, berhajat untuk memuaskan&lt;br /&gt;
nafsu seksual mereka, setelah lama tidak mendapat anak muda. Berteriaklah mereka&lt;br /&gt;
memanggil Luth untuk lepas anak-anak muda itu, agar diberi kepada mereka untuk&lt;br /&gt;
memuaskan nafsu.&lt;br /&gt;
Dengar teriakan mereka, Nabi Luth tidak membuka pintu bagi mereka dan berseru agar&lt;br /&gt;
mereka kembali ke rumah masing-masing dan jangan menggunggu tetamau yang&lt;br /&gt;
datangnya dari jauh yang sepatutnya dihormati dan dimuliakan .Mereka diberi nasihat&lt;br /&gt;
agar meninggalkan perbuatan kebiasaan mereka yang keji itu. Perbuatan mereka yang&lt;br /&gt;
bertentangan dengan fitrah manusia dan kudrat alam di mana Allah telah menciptakan&lt;br /&gt;
manusia berpasangan antara lelaki dengan perempuan untuk menjaga kelangsungan&lt;br /&gt;
perkembangan umat manusia sebagai makhluk yang termulia di atas bumi. Nabi Luth&lt;br /&gt;
berseru agar mereka kembali kepada isteri-isteri mereka dan meninggalkan perbuatan&lt;br /&gt;
maksiat dan mungkar yang tidak senonoh, sebelum mereka dilanda azab dan seksaan&lt;br /&gt;
Allah.&lt;br /&gt;
Seruan dan nasihat-nasihat Nabi Luth tidak dihiraukan dan dipedulikan ,mereka bahkan&lt;br /&gt;
mendesak akan menolak pintu rumahnya dengan paksa dan kekerasan jika pintu tidak&lt;br /&gt;
di buka dengan sukarela. Merasa dirinya sudah tidak berdaya untuk menahan arus&lt;br /&gt;
orang-orang lelaki kaumnya itu yang akan memaksakan kehendaknya dengan&lt;br /&gt;
kekerasan berkatalah Nabi Luth secara terus terang kepada para tamunya:"&lt;br /&gt;
Sesungguhnya aku tidak berdaya lagi menahan orang-orang itu menyerbu ke dalam&lt;br /&gt;
.&lt;br /&gt;
Aku tidak memiliki senjata dan kekuatan fizikal yang dapat menolak kekerasan mereka&lt;br /&gt;
, tidak pula mempunyai keluarga atau sanak saudara yang disegani mereka yang dapat&lt;br /&gt;
aku mintai pertolongannya, maka aku merasa sangat kecewa, bahwa sebagai tuan&lt;br /&gt;
rumah aku tidak dapat menghalaukan gangguan terhadap tetamu dirumahku&lt;br /&gt;
sendiri.Mendengar keluh-resah Nabi Luth, lantas anak-anak muda itu memberitahu hal&lt;br /&gt;
yang sebenar, mereka adalah malaikat-malaikat yang menyamar sebagai manusia&lt;br /&gt;
yang diutus oleh Allah untuk menurunkan azab dan seksa atas rakyatnya kerana&lt;br /&gt;
segala kemungkaran dan kemaksiat yang keji dan kotor.&lt;br /&gt;
Malaikat-malaikat itu menyuruh Nabi Luth membuka pintu rumahnya seluas mungkin&lt;br /&gt;
agar dapat memberi kesempatan bagi orang -orang yang hauskan seks dengan lelaki&lt;br /&gt;
itu masuk. Namun malangnya apabila pintu dibuka dan para penyerbu memijakkan kaki&lt;br /&gt;
untuk masuk, tiba-tiba gelaplah pandangan mereka dan tidak dapat melihat sesuatu.&lt;br /&gt;
Malaikat-malaikat tadi telah membutakan mata mereka. Lalu, diusap-usap dan&lt;br /&gt;
digosok-gosok mata mereka, ternyata mereka sudah menjadi buta.&lt;br /&gt;
Sementara para penyerbu rumah Nabi Luth berada dalam keadaan kacau bilau&lt;br /&gt;
berbentur antara satu dengan lain berteriak-teriak menanya-nanya gerangan apa yang&lt;br /&gt;
menjadikan mereka buta dengan mendadak para berseru kepada Nabi Luth agar&lt;br /&gt;
meninggalkan segera perkampungan itu bersama keluarganya, kerana masanya telah&lt;br /&gt;
tiba bagi azab Allah yang akan ditimpakan. Para malaikat berpesan kepada Nabi Luth&lt;br /&gt;
dan keluarganya agar perjalanan ke luar kota jangan seorang pun dari mereka menoleh&lt;br /&gt;
ke belakang.&lt;br /&gt;
Nabi Luth keluar dari rumahnya sehabis tengah malam, bersama keluarganya terdiri&lt;br /&gt;
dari seorang isteri dan dua puterinya berjalan cepat menuju keluar kota, tidak menoleh&lt;br /&gt;
ke kanan mahupun kekiri sesuai dengan petunjuk para malaikat yang menjadi&lt;br /&gt;
tamunya.Akan tetapi si isteri yang menjadi musuh dalam selimut bagi Nabi Luth tidak&lt;br /&gt;
tergamak meninggalkan kaumnya. Ia berada dibelakang rombongan Nabi Luth berjalan&lt;br /&gt;
perlahan-lahan tidak secepat langkah suaminya dan tidak henti-henti menoleh ke&lt;br /&gt;
belakang karena ingin mengetahui apa yang akan menimpa atas kaumnya,&lt;br /&gt;
seakan-akan meragukan kebenaran ancaman para malaikat yang telah didengarnya&lt;br /&gt;
sendiri. Dan begitu langkah Nabi Luth berserta kedua puterinya melewati batas kota&lt;br /&gt;
Sadum, sewaktu fajar menyingsing, bergetarlah bumi dengan dahsyatnya di bawah&lt;br /&gt;
kaki rakyat Sadum, tidak terkecuali isteri Nabi Luth yang munafiq itu. Getaran itu&lt;br /&gt;
mendahului suatu gempa bumi yang kuat dan hebat disertai angin yang kencang dan&lt;br /&gt;
hujan batu sijjil yang menghancurkan dengan serta-merta kota Sadum berserta semua&lt;br /&gt;
pemghuninya . Bertebaran mayat-mayat yang dilaknat oleh Allah S.W.T di kota Sodom,&lt;br /&gt;
dan hancurlah kota tersebut yang berada di laluan manusia yang lalu-lalang. Namun,&lt;br /&gt;
masih ditinggalkan kesan-kesan kehancuran kota tersebut oleh Allah S.W.T, sebagai&lt;br /&gt;
peringatan kaum yang kemudian yang melalui di jalan tersebut. Demikianlah kebesaran&lt;br /&gt;
dan ayat Allah yang diturunkan untuk menjadi pengajaran dan ibrah bagi&lt;br /&gt;
hamba-hamba-Nya yang mendatang.&lt;br /&gt;
Kisah Nabi Luth Di Dalam Al-Quran&lt;br /&gt;
Kisah Nabi Luth dalam Al-Quran terdapat pada 85 ayat dalam 12 surah diantaranya&lt;br /&gt;
Surah Al-Anbiyaa ayat 74 dan 75 , Surah Asy-Syu'ara ayat 160 sehingga ayat 175 ,&lt;br /&gt;
Surah Hud ayat 77 sehingga ayat 83 , Surah Al-Qamar ayat 33 sehingga 39 dan surah&lt;br /&gt;
At-Tahrim ayat 10 yang mengisahkan isteri Nabi Luth yang mengkhianati suaminya &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (kisah25paranabidanrasul.blogspot.com)</author></item><item><title>KISAH NABI IBRAHIM A.S</title><link>http://kisah25paranabidanrasul.blogspot.com/2015/02/kisah-nabi-ibrahim-as.html</link><category>DAN NABI YA'KUB A.S</category><category>KISAH NABI ADAM A.S</category><category>KISAH NABI HUD A.S</category><category>KISAH NABI IBRAHIM A.S</category><category>Kisah Nabi Idris A.S</category><category>KISAH NABI ISHAK A.S</category><category>KISAH NABI ISHAK DAN NABI YA'KUB A.S</category><category>KISAH NABI ISMAIL A.S</category><category>KISAH NABI LUTH A.S</category><category>KISAH NABI NUH A.S</category><category>KISAH NABI SALEH A.S</category><pubDate>Thu, 26 Feb 2015 01:15:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3907265653105973578.post-5472864532331646084</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Nabi Ibrahim adalah putera Aaazar {Tarih} bin Tahur bin Saruj bin Rau' bin Falij bin&lt;br /&gt;Aaabir bin Syalih bin Arfakhsyad bin Saam bin Nuh A.S.Ia dilahirkan di sebuah tempat&lt;br /&gt;bernama "Faddam A'ram" dalam kerajaan "Babylon" yang pd waktu itu diperintah oleh&lt;br /&gt;seorang raja bernama "Namrud bin Kan'aan."&lt;br /&gt;Kerajaan Babylon pd masa itu termasuk kerajaan yang makmur rakyat hidup senang,&lt;br /&gt;sejahtera dalam keadaan serba cukup sandang mahupun pandangan serta&lt;br /&gt;saranan-saranan yang menjadi keperluan pertumbuhan jasmani mrk.Akan tetapi&lt;br /&gt;tingkatan hidup rohani mrk masih berada di tingkat jahiliyah. Mrk tidak mengenal Tuhan&lt;br /&gt;Pencipta mrk yang telah mengurniakan mrk dengan segala kenikmatan dan&lt;br /&gt;kebahagiaan duniawi. Persembahan mrk adalah patung-patung yang mrk pahat sendiri&lt;br /&gt;dari batu-batu atau terbuat dari lumpur dan tanah.&lt;br /&gt;Raja mereka Namrud bin Kan'aan menjalankan tampuk pemerintahnya dengan tangan&lt;br /&gt;besi dan kekuasaan mutlak.Semua kehendaknya harus terlaksana dan segala&lt;br /&gt;perintahnya merupakan undang-undang yang tidak dpt dilanggar atau di tawar.&lt;br /&gt;Kekuasaan yang besar yang berada di tangannya itu dan kemewahan hidup yang&lt;br /&gt;berlebuh-lebihanyang ia nikmati lama-kelamaan menjadikan ia tidak puas dengan&lt;br /&gt;kedudukannya sebagai raja. Ia merasakan dirinya patut disembah oleh rakyatnya&lt;br /&gt;sebagai tuhan. Ia berfikir jika rakyatnya mahu dan rela menyembah patung-patung&lt;br /&gt;yang terbina dari batu yang tidal dpt memberi manfaat dan mendtgkan kebahagiaan&lt;br /&gt;bagi mrk, mengapa bukan dialah yang disembah sebagai tuhan.Dia yang dpt berbicara,&lt;br /&gt;dapat mendengar, dpt berfikir, dpt memimpin mrk, membawa kemakmuran bagi mrk&lt;br /&gt;dan melepaskan dari kesengsaraan dan kesusahan. Dia yang dpt mengubah orang&lt;br /&gt;miskin menjadi kaya dan orang yang hina-dina diangkatnya menjadi orang mulia. di&lt;br /&gt;samping itu semuanya, ia adalah raja yang berkuasa dan memiliki negara yang besar&lt;br /&gt;dan luas.&lt;br /&gt;Di tengah-tengah masyarakat yang sedemikian buruknya lahir dan dibesarkanlah Nabi&lt;br /&gt;Ibrahim dari seorang ayah yang bekerja sebagai pemahat dan pedagang patung. Ia&lt;br /&gt;sebagai calun Rasul dan pesuruh Allah yang akan membawa pelita kebenaran kepada&lt;br /&gt;kaumnya,jauh-jauh telah diilhami akal sihat dan fikiran tajam serta kesedaran bahwa&lt;br /&gt;apa yang telah diperbuat oleh kaumnya termasuk ayahnya sendiri adalah perbuat yang&lt;br /&gt;sesat yang menandakan ke****an dan kecetekan fikiran dan bahwa persembahan&lt;br /&gt;kaumnya kepada patung-patung itu adalah perbuatan mungkar yang harus dibanteras&lt;br /&gt;dan diperangi agar mrk kembali kepada persembahan yang benar ialah persembahan&lt;br /&gt;kepada Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan pencipta alam semesta ini.&lt;br /&gt;Semasa remajanya Nabi Ibrahim sering disuruh ayahnya keliling kota menjajakan&lt;br /&gt;patung-patung buatannya namun karena iman dan tauhid yang telah diilhamkan oleh&lt;br /&gt;Tuhan kepadanya ia tidak bersemangat untuk menjajakan brg-brg itu bahkan secara&lt;br /&gt;mengejek ia menawarkan patung-patung ayahnya kepada calun pembeli dengan&lt;br /&gt;kata-kata:" Siapakah yang akan membeli patung-patung yang tidak berguna ini? "&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim Ingin Melihat Bagaimana Makhluk Yang Sudah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mati Dihidupkan Kembali Oleh Allah&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim yang sudah berketetapan hati hendak memerangi syirik dan&lt;br /&gt;persembahan berhala yang berlaku dalam masyarakat kaumnya ingin lebih dahulu&lt;br /&gt;mempertebalkan iman dan keyakinannya, menenteramkan&lt;br /&gt;hatinya serta membersihkannya dari keragu-raguan yang mungkin esekali mangganggu&lt;br /&gt;fikirannya dengan memohon kepada Allah agar diperlihatkan kepadanya bagaimana&lt;br /&gt;Dia menghidupkan kembali makhluk-makhluk yang sudah mati.Berserulah ia kepada&lt;br /&gt;Allah: " Ya Tuhanku! Tunjukkanlah kepadaku bagaimana engkau menghidupkan&lt;br /&gt;makhluk-makhluk yang sudah mati."Allah menjawab seruannya dengan&lt;br /&gt;berfirman:Tidakkah engkau beriman dan percaya kepada kekuasaan-Ku? "Nabi&lt;br /&gt;Ibrahim menjawab:" Betul, wahai Tuhanku, aku telah beriman dan percaya kepada-Mu&lt;br /&gt;dan kepada kekuasaan-Mu, namun aku ingin sekali melihat itu dengan mata kepala ku&lt;br /&gt;sendiri, agar aku mendapat ketenteraman dan ketenangan dan hatiku dan agar makin&lt;br /&gt;menjadi tebal dan kukuh keyakinanku kepada-Mu dan kepada kekuasaan-Mu."&lt;br /&gt;Allah memperkenankan permohonan Nabi Ibrahim lalu diperintahkanlah ia menangkap&lt;br /&gt;empat ekor burung lalu setelah memperhatikan dan meneliti bahagian tubuh-tubuh&lt;br /&gt;burung itu, memotongnya menjadi berkeping-keping mencampur-baurkan kemudian&lt;br /&gt;tubuh burung yang sudak hancur-luluh dan bercampur-baur itu diletakkan di atas&lt;br /&gt;puncak setiap bukit dari empat bukit yang letaknya berjauhan satu dari yang lain.&lt;br /&gt;Setelah dikerjakan apa yang telah diisyaratkan oleh Allah itu, diperintahnyalah Nabi&lt;br /&gt;Ibrahim memanggil burung-burung yang sudah terkoyak-koyak tubuhnya dan terpisah&lt;br /&gt;jauh tiap-tiap bahagian tubuh burung dari bahagian yang lain.&lt;br /&gt;Dengan izin Allah dan kuasa-Nya datanglah berterbangan enpat ekor burung itu dalam&lt;br /&gt;keadaan utuh bernyawa seperti sedia kala begitu mendengar seruan dan panggilan&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim kepadanya lalu hinggaplah empat burung yang hidup kembali itu di&lt;br /&gt;depannya, dilihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Allah YAng Maha&lt;br /&gt;Berkuasa dpt menghidupkan kembali makhluk-Nya yang sudah mati sebagaimana Dia&lt;br /&gt;menciptakannya dari sesuatu yang tidak ada. Dan dengan demikian tercapailah apa&lt;br /&gt;yang diinginkan oleh Nabi Ibrahim untuk mententeramkan hatinya dan menghilangkan&lt;br /&gt;kemungkinan ada keraguan di dalam iman dan keyakinannya, bahwa kekuasaan dan&lt;br /&gt;kehendak Allah tidak ada sesuatu pun di langit atau di bumi yang dpt menghalangi atau&lt;br /&gt;menentangnya dan hanya kata "Kun" yang difirmankan Oleh-Nya maka terjadilah akan&lt;br /&gt;apa yang dikenhendaki " Fayakun".&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim Berdakwah Kepada Ayah Kandungnya&lt;br /&gt;Aazar, ayah Nabi Ibrahim tidak terkecuali sebagaimana kaumnya yang lain, bertuhan&lt;br /&gt;dan menyembah berhala bah ia adalah pedagang dari patung-patung yang dibuat dan&lt;br /&gt;dipahatnya sendiri dan drpnya orang membeli patung-patung yang dijadikan&lt;br /&gt;persembahan.&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim merasa bahwa kewajiban pertama yang harus ia lakukan sebelum&lt;br /&gt;berdakwah kepada orang lain ialah menyedarkan ayah kandungnya dulu orang yang&lt;br /&gt;terdekat kepadanya bahwa kepercayaan dan persembahannya kepada berhala-berhala&lt;br /&gt;itu adalah perbuatan yang sesat dan ****.Beliau merasakan bahawa kebaktian kepada&lt;br /&gt;ayahnya mewajibkannya memberi penerangan kepadanya agar melepaskan&lt;br /&gt;kepercayaan yang sesat itu dan mengikutinya beriman kepada Allah Yang Maha&lt;br /&gt;Kuasa.&lt;br /&gt;Dengan sikap yang sopan dan adab yang patut ditunjukkan oleh seorang anak&lt;br /&gt;terhadap orang tuanya dan dengan kata-kata yang halus ia dtg kepada ayahnya&lt;br /&gt;menyampaikan bahwa ia diutuskan oleh Allah sebagai nabi dan rasul dan bahawa ia&lt;br /&gt;telah diilhamkan dengan pengetahuan dan ilmu yang tidak dimiliki oleh ayahnya. Ia&lt;br /&gt;bertanya kepada ayahnya dengan lemah lembut gerangan apakah yang mendorongnya&lt;br /&gt;untuk menyembah berhala seperti lain-lain kaumnya padahal ia mengetahui bahwa&lt;br /&gt;berhala-berhala itu tidak berguna sedikit pun tidak dpt mendtgkan keuntungan bagi&lt;br /&gt;penyembahnya atau mencegah kerugian atau musibah. Diterangkan pula kepada&lt;br /&gt;ayahnya bahwa penyembahan kepada berhala-berhala itu adalah semata-mata ajaran&lt;br /&gt;syaitan yang memang menjadi musuh kepada manusia sejak Adam diturunkan ke bumi&lt;br /&gt;lagi. Ia berseru kepada ayahnya agar merenungkan dan memikirkan nasihat dan&lt;br /&gt;ajakannya berpaling dari berhala-berhala dan kembali menyembah kepada Allah yang&lt;br /&gt;menciptakan manusia dan semua makhluk yang dihidupkan memberi mrk rezeki dan&lt;br /&gt;kenikmatan hidup serta menguasakan bumi dengan segala isinya kepada manusia.&lt;br /&gt;Aazar menjadi merah mukanya dan melotot matanya mendengar kata-kata seruan&lt;br /&gt;puteranya Nabi Ibrahim yyang ditanggapinya sebagai dosa dan hal yang kurang patut&lt;br /&gt;bahwa puteranya telah berani mengecam dan menghina kepercayaan ayahnya bahkan&lt;br /&gt;mengajakkannya untuk meninggalkan kepercayaan itu dan menganut kepercayaan dan&lt;br /&gt;agama yang ia bawa. Ia tidak menyembunyikan murka dan marahnya tetapi&lt;br /&gt;dinyatakannya dalam kata-kata yang kasar dan dalam maki hamun seakan-akan tidak&lt;br /&gt;ada hunbungan diantara mereka. IA berkata kepada Nabi Ibrahim dengan nada gusar:&lt;br /&gt;" Hai Ibrahim! Berpalingkah engkau dari kepercayaan dan persembahanku ? Dan&lt;br /&gt;kepercayaan apakah yang engkau berikan kepadaku yang menganjurkan agar aku&lt;br /&gt;mengikutinya? Janganlah engkau membangkitkan amarahku dan cuba&lt;br /&gt;mendurhakaiku.Jika engkau tidak menghentikan penyelewenganmu dari agama&lt;br /&gt;ayahmu tidak engkau hentikan usahamu mengecam dan memburuk-burukkan&lt;br /&gt;persembahanku, maka keluarlah engkau dari rumahku ini. Aku tidak sudi bercampur&lt;br /&gt;denganmu didalam suatu rumah di bawah suatu atap. Pergilah engkau dari mukaku&lt;br /&gt;sebelum aku menimpamu dengan batu dan mencelakakan engkau."&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim menerima kemarahan ayahnya, pengusirannya dan kata-kata kasarnya&lt;br /&gt;dengan sikap tenang, normal selaku anak terhadap ayah seray berkaat: " Oh ayahku!&lt;br /&gt;Semoga engkau selamat, aku akan tetap memohonkan ampun bagimu dari Allah dan&lt;br /&gt;akan tinggalkan kamu dengan persembahan selain kepada Allah. Mudah-mudahan aku&lt;br /&gt;tidak menjadi orang yang celaka dan malang dengan doaku utkmu." Lalu keluarlah&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim meninggalkan rumah ayahnya dalam keadaan sedih dan prihati karena&lt;br /&gt;tidak berhasil mengangkatkan ayahnya dari lembah syirik dan kufur.&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim Menghancurkan Berhala-berhala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan Nabi Ibrahim dalam usahanya menyedarkan ayahnya yang tersesat itu&lt;br /&gt;sangat menusuk hatinya karena ia sebagai putera yang baik ingin sekali melihat&lt;br /&gt;ayahnya berada dalam jalan yang benar terangkat dari lembah kesesatan dan syirik&lt;br /&gt;namun ia sedar bahwa hidayah itu adalah di tangan Allah dan bagaimana pun ia ingin&lt;br /&gt;dengan sepenuh hatinya agar ayahnya mendpt hidayah ,bila belum dikehendaki oleh&lt;br /&gt;Allah maka sia-sialah keinginan dan usahanya.&lt;br /&gt;Penolakan ayahnya terhadap dakwahnya dengan cara yang kasar dan kejam itu tidak&lt;br /&gt;sedikit pun mempengaruhi ketetapan hatinya dan melemahkan semangatnya untuk&lt;br /&gt;berjalan terus memberi penerangan kepada kaumnya untuk menyapu bersih&lt;br /&gt;persembahan-persembahan yang bathil dan kepercayaan-kepercayaan yang&lt;br /&gt;bertentangan dengan tauhid dan iman kepada Allah dan Rasul-Nya&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim tidak henti-henti dalam setiap kesempatan mengajak kaumnya berdialog&lt;br /&gt;dan bermujadalah tentang kepercayaan yang mrk anut dan ajaran yang ia bawa. Dan&lt;br /&gt;ternyata bahwa bila mrk sudah tidak berdaya menilak dan menyanggah alasan-alasan&lt;br /&gt;dan dalil-dalil yang dikemukakan oleh Nabi Ibrahim tentang kebenaran ajarannya dan&lt;br /&gt;kebathilan kepercayaan mrk maka dalil dan alasan yang usanglah yang mrk&lt;br /&gt;kemukakan iaitu bahwa mrk hanya meneruskan apa yang oleh bapa-bapa dan nenek&lt;br /&gt;moyang mrk dilakukan dan sesekali mrk tidak akan melepaskan kepercayaan dan&lt;br /&gt;agama yang telah mrk warisi.&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim pd akhirnya merasa tidak bermanfaat lagi berdebat dan bermujadalah dengan&lt;br /&gt;kaumnya yang berkepala batu dan yang tidak mahu menerima keterangan dan bukti-bukti&lt;br /&gt;nyata yang dikemukakan oleh beliau dan selalu berpegang pada satu-satunya alasan&lt;br /&gt;bahwa mrk tidak akan menyimpang dari cara persembahan nenek moyang mrk, walaupun&lt;br /&gt;oleh Nabi Ibrahim dinyatakan berkali-kali bahwa mrk dan bapa-bapa mrk keliru dan tersesat&lt;br /&gt;mengikuti jejak syaitan dan iblis.&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim kemudian merancang akan membuktikan kepada kaumnya dengan perbuatan&lt;br /&gt;yang nyata yang dapat mrk lihat dengan mata kepala mrk sendiri bahwa berhala-berhala&lt;br /&gt;dan patung-patung mrk betul-betul tidak berguna bagi mrk dan bahkan tidak dapat&lt;br /&gt;menyelamatkan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Adalah sudah menjadi tradisi dan kebiasaan penduduk kerajaan Babylon bahwa setiap&lt;br /&gt;tahun mrk keluar kota beramai-ramai pd suatu hari raya yang mrk anggap sebagai keramat.&lt;br /&gt;Berhari-hari mrk tinggal di luar kota di suatu padang terbuka, berkhemah dengan membawa&lt;br /&gt;bekalan makanan dan minuman yang cukup. Mrk bersuka ria dan bersenang-senang&lt;br /&gt;sambil meninggalkan kota-kota mrk kosong dan sunyi. Mrk berseru dan mengajak semua&lt;br /&gt;penduduk agar keluar meninggalkan rumah dan turut beramai -ramai menghormati hari-hari&lt;br /&gt;suci itu. Nabi Ibrahim yang juga turut diajak turut serta berlagak berpura-pura sakit dan&lt;br /&gt;diizinkanlah ia tinggal di rumah apalagi mrk merasa khuatir bahwa penyakit Nabi Ibrahim&lt;br /&gt;yang dibuat-buat itu akan menular dan menjalar di kalangan mrk bila ia turut serta.&lt;br /&gt;" Inilah dia kesempatan yang ku nantikan," kata hati Nabi Ibrahim tatkala melihat kota&lt;br /&gt;sudah kosong dari penduduknya, sunyi senyap tidak terdengar kecuali suara burung-burung&lt;br /&gt;yang berkicau, suara daun-daun pohon yang gemerisik ditiup angin kencang. Dengan&lt;br /&gt;membawa sebuah kapak ditangannya ia pergi menuju tempat beribadatan kaumnya yang&lt;br /&gt;sudah ditinggalkan tanpa penjaga, tanpa juru kunci dan hanya deretan patung-patung yang&lt;br /&gt;terlihat diserambi tempat peribadatan itu. Sambil menunjuk kepada semahan bunga-bunga&lt;br /&gt;dan makanan yang berada di setiap kaki patung berkata Nabi Ibrahim, mengejek:"&lt;br /&gt;Mengapa kamu tidak makan makanan yang lazat yang disaljikan bagi kamu ini? Jawablah&lt;br /&gt;aku dan berkata-katalah kamu."&lt;br /&gt;Kemudian disepak, ditamparlah patung-patung itu dan dihancurkannya berpotong-potong&lt;br /&gt;dengan kapak yang berada di tangannya. Patung yang besar ditinggalkannya utuh, tidak&lt;br /&gt;diganggu yang pada lehernya dikalungkanlah kapak Nabi Ibrahim itu.&lt;br /&gt;Terperanjat dan terkejutlah para penduduk, tatkala pulang dari berpesta ria di luar kota dan&lt;br /&gt;melihat keadaan patung-patung, tuhan-tuhan mrk hancur berantakan dan menjadi&lt;br /&gt;potongan-potongan terserak-serak di atas lantai. Bertanyalah satu kepada yang lain dengan&lt;br /&gt;nada hairan dan takjub: "Gerangan siapakah yang telah berani melakukan perbuatan yang&lt;br /&gt;jahat dan keji ini terhadap tuhan-tuhan persembahan mrk ini?" Berkata salah seorang&lt;br /&gt;diantara mrk:" Ada kemungkinan bahwa orang yang selalu mengolok-olok dan mengejek&lt;br /&gt;persembahan kami yang bernama Ibrahim itulah yang melakukan perbuatan yang berani&lt;br /&gt;ini." Seorang yang lain menambah keterangan dengan berkata:" Bahkan dialah yang pasti&lt;br /&gt;berbuat, karena ia adalah satu-satunya orang yang tinggal di kota sewaktu kami semua&lt;br /&gt;berada di luar merayakan hari suci dan keramat itu." Selidik punya selidik, akhirnya terdpt&lt;br /&gt;kepastian yyang tidak diragukan lagi bahwa Ibrahimlah yang merusakkan dan&lt;br /&gt;memusnahkan patung-patung itu. Rakyat kota beramai-ramai membicarakan kejadian yang&lt;br /&gt;dianggap suatu kejadian atau penghinaan yang tidak dpt diampuni terhadap kepercayaan&lt;br /&gt;dan persembahan mrk. Suara marah, jengkel dan kutukan terdengar dari segala penjuru,&lt;br /&gt;yang menuntut agar si pelaku diminta bertanggungjawab dalam suatu pengadilan terbuka,&lt;br /&gt;di mana seluruh rakyat penduduk kota dapat turut serta menyaksikannya.&lt;br /&gt;Dan memang itulah yang diharapkan oleh Nabi Ibrahim agar pengadilannya dilakukan&lt;br /&gt;secara terbuka di mana semua warga masyarakat dapat turut menyaksikannya. Karena&lt;br /&gt;dengan cara demikian beliau dapat secara terselubung berdakwah menyerang kepercayaan&lt;br /&gt;mrk yang bathil dan sesat itu, seraya menerangkan kebenaran agama dan kepercayaan&lt;br /&gt;yang ia bawa, kalau diantara yang hadir ada yang masih boleh diharapkan terbuka hatinya&lt;br /&gt;bagi iman dari tauhid yang ia ajarkan dan dakwahkan.&lt;br /&gt;Hari pengadilan ditentukan dan datang rakyat dari segala pelosok berduyung-duyung&lt;br /&gt;mengujungi padang terbuka yang disediakan bagi sidang pengadilan itu.&lt;br /&gt;Ketika Nabi Ibrahim datang menghadap para hakim yang akan mengadili ia disambut oleh&lt;br /&gt;para hadirin dengan teriakan kutukan dan cercaan, menandakan sangat gusarnya para&lt;br /&gt;penyembah berhala terhadap beliau yang telah berani menghancurkan persembahan mrk.&lt;br /&gt;Ditanyalah Nabi Ibrahim oleh para hakim:" Apakah engkau yang melakukan penghancuran&lt;br /&gt;dan merusakkan tuhan-tuhan kami?" Dengan tenang dan sikap dingin, Nabi Ibrahim&lt;br /&gt;menjawab:" Patung besar yang berkalungkan kapak di lehernya itulah yang melakukannya.&lt;br /&gt;Cuba tanya saja kepada patung-patung itu siapakah yang menghancurkannya." Para hakim&lt;br /&gt;penanya terdiam sejenak seraya melihat yang satu kepada yang lain dan berbisik-bisik,&lt;br /&gt;seakan-akan Ibrahim yang mengandungi ejekan itu. Kemudian berkata si hakim:"&lt;br /&gt;Engkaukan tahu bahwa patung-patung itu tidak dapat bercakap dan berkata mengapa&lt;br /&gt;engkau minta kami bertanya kepadanya?" Tibalah masanya yang memang dinantikan oleh&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim,maka sebagai jawapan atas pertanyaan yang terakhir itu beliau berpidato&lt;br /&gt;membentangkan kebathilan persembahan mrk,yang mrk pertahankan mati-matian,&lt;br /&gt;semata-mata hanya karena adat itu adalah warisan nenek-moyang. Berkata Nabi Ibrahim&lt;br /&gt;kepada para hakim itu:" Jika demikian halnya, mengapa kamu sembah patung-patung itu,&lt;br /&gt;yang tidak dapat berkata, tidak dapat melihat dan tidak dapat mendengar, tidak dapat&lt;br /&gt;membawa manfaat atau menolak mudharat, bahkan tidak dapat menolong dirinya dari&lt;br /&gt;kehancuran dan kebinasaan? Alangkah ****nya kamu dengan kepercayaan dan&lt;br /&gt;persembahan kamu itu! Tidakkah dapat kamu berfikir dengan akal yang sihat bahwa&lt;br /&gt;persembahan kamu adalah perbuatan yang keliru yang hanya difahami oleh syaitan.&lt;br /&gt;Mengapa kamu tidak menyembah Tuhan yang menciptakan kamu, menciptakan alam&lt;br /&gt;sekeliling kamu dan menguasakan kamu di atas bumi dengan segala isi dan kekayaan.&lt;br /&gt;Alangkah hina dinanya kamu dengan persembahan kamu itu."&lt;br /&gt;Setelah selesai Nabi Ibrahim menguraikan pidatonya iut, para hakim mencetuskan&lt;br /&gt;keputusan bahawa Nabi Ibrahim harus dibakar hidup-hidup sebagai ganjaran atas&lt;br /&gt;perbuatannya menghina dan menghancurkan tuhan-tuhan mrk, maka berserulah para&lt;br /&gt;hakim kepada rakyat yang hadir menyaksikan pengadilan itu:" Bakarlah ia dan belalah&lt;br /&gt;tuhan-tuhanmu , jika kamu benar-benar setia kepadanya."&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim Dibakar Hidup-hidup&lt;br /&gt;Keputusan mahkamah telah dijatuhakan.Nabi Ibrahim harus dihukum dengan membakar&lt;br /&gt;hidup-hidup dalam api yang besar sebesar dosa yang telah dilakukan. Persiapan bagi&lt;br /&gt;upacara pembakaran yang akan disaksikan oleh seluruh rakyat sedang diaturkan. Tanah&lt;br /&gt;lapang bagi tempat pembakaran disediakan dan diadakan pengumpulan kayu bakar&lt;br /&gt;dengan banyaknya dimana tiap penduduk secara gotong-royong harus mengambil&lt;br /&gt;bahagian membawa kayu bakar sebanyak yang ia dapat sebagai tanda bakti kepada&lt;br /&gt;tuhan-tuhan persembahan mrk yang telah dihancurkan oleh Nabi Ibrahim.&lt;br /&gt;Berduyun-duyunlah para penduduk dari segala penjuru kota membawa kayu bakar sebagai&lt;br /&gt;sumbangan dan tanda bakti kepada tuhan mrk. Di antara terdapat para wanita yang hamil&lt;br /&gt;dan orang yang sakit yang membawa sumbangan kayu bakarnya dengan harapan&lt;br /&gt;memperolehi barakah dari tuhan-tuhan mereka dengan menyembuhkan penyakit mereka&lt;br /&gt;atau melindungi yang hamil di kala ia bersalin.&lt;br /&gt;Setelah terkumpul kayu bakar di lanpangan yang disediakan untuk upacara pembakaran&lt;br /&gt;dan tertumpuk serta tersusun laksan sebuah bukit, berduyun-duyunlah orang datang untuk&lt;br /&gt;menyaksikan pelaksanaan hukuman atas diri Nabi Ibrahim. Kayu lalu dibakar dan&lt;br /&gt;terbentuklah gunung berapi yang dahsyat yang sedang berterbangan di atasnya berjatuhan&lt;br /&gt;terbakar oleh panasnya wap yang ditimbulkan oleh api yang menggunung itu. Kemudian&lt;br /&gt;dalam keadaan terbelenggu, Nabi Ibrahim didtgkan dan dari atas sebuah gedung yang&lt;br /&gt;tinggi dilemparkanlah ia kedalam tumpukan kayu yang menyala-nyala itu dengan iringan&lt;br /&gt;firman Allah:" Hai api, menjadilah engkau dingin dan keselamatan bagi Ibrahim."&lt;br /&gt;Sejak keputusan hukuman dijatuhkan sampai saat ia dilemparkan ke dalam bukit api yang&lt;br /&gt;menyala-nyala itu, Nabi Ibrahim tetap menunjukkan sikap tenang dan tawakkal karena iman&lt;br /&gt;dan keyakinannya bahwa Allah tidak akan rela melepaskan hamba pesuruhnya menjadi&lt;br /&gt;makanan api dan kurban keganasan orang-orang kafir musuh Allah. Dan memang&lt;br /&gt;demikianlah apa yang terjadi tatkala ia berada dalam perut bukit api yang dahsyat itu ia&lt;br /&gt;merasa dingin sesuai dengan seruan Allah Pelindungnya dan hanya tali temali dan rantai&lt;br /&gt;yang mengikat tangan dan kakinya yang terbakar hangus, sedang tubuh dan pakaian yang&lt;br /&gt;terlekat pada tubuhnya tetap utuh, tidak sedikit pun tersentuh oleh api, hal mana&lt;br /&gt;merupakan suatu mukjizat yang diberikan oleh Allah kepada hamba pilihannya, Nabi&lt;br /&gt;Ibrahim, agar dapat melanjutkan penyampaian risalah yang ditugaskan kepadanya kepada&lt;br /&gt;hamba-hamba Allah yang tersesat itu.&lt;br /&gt;Para penonton upacara pembakaran hairan tercenggang tatkala melihat Nabi Ibrahim&lt;br /&gt;keluar dari bukit api yang sudah padam dan menjadi abu itu dalam keadaan selamat, utuh&lt;br /&gt;dengan pakaiannya yang tetap berda seperti biasa, tidak ada tanda-tanda sentuhan api&lt;br /&gt;sedikit jua pun. Mereka bersurai meninggalkan lapangan dalam keadaan hairan seraya&lt;br /&gt;bertanya-tanya pada diri sendiri dan di antara satu sama lain bagaimana hal yang ajaib itu&lt;br /&gt;berlaku, padahal menurut anggapan mereka dosa Nabi Ibrahim sudah nyata mendurhakai&lt;br /&gt;tuhan-tuhan yang mereka puja dan sembah.Ada sebahagian drp mrk yang dalam hati&lt;br /&gt;kecilnya mulai meragui kebenaran agama mrk namun tidak berani melahirkan rasa&lt;br /&gt;ragu-ragunya itu kepada orang lain, sedang para pemuka dan para pemimpin mrk merasa&lt;br /&gt;kecewa dan malu, karena hukuman yang mrk jatuhkan ke atas diri Nabi Ibrahim dan&lt;br /&gt;kesibukan rakyat mengumpulkan kayu bakar selama berminggu-minggu telah berakhir&lt;br /&gt;dengan kegagalan, sehingga mrk merasa malu kepada Nabi Ibrahim dan para pengikutnya.&lt;br /&gt;Mukjizat yang diberikan oleh Allah s.w.t. kepada Nabi Ibrahim sebagai bukti nyata akan&lt;br /&gt;kebenaran dakwahnya, telah menimbulkan kegoncangan dalam kepercayaan sebahagian&lt;br /&gt;penduduk terhadap persembahan dan patung-patung mrk dan membuka mata hati banyak&lt;br /&gt;drp mrk untuk memikirkan kembali ajakan Nabi Ibrahim dan dakwahnya, bahkan tidak&lt;br /&gt;kurang drp mrk yang ingin menyatakan imannya kepada Nabi Ibrahim, namun khuatir akan&lt;br /&gt;mendapat kesukaran dalam penghidupannya akibat kemarahan dan balas dendam para&lt;br /&gt;pemuka dan para pembesarnya yang mungkin akan menjadi hilang akal bila merasakan&lt;br /&gt;bahwa pengaruhnya telah bealih ke pihak Nabi Ibrahim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (kisah25paranabidanrasul.blogspot.com)</author></item><item><title>KISAH NABI SALEH A.S.</title><link>http://kisah25paranabidanrasul.blogspot.com/2015/02/kisah-nabi-saleh-as.html</link><category>DAN NABI YA'KUB A.S</category><category>KISAH NABI ADAM A.S</category><category>KISAH NABI HUD A.S</category><category>KISAH NABI IBRAHIM A.S</category><category>Kisah Nabi Idris A.S</category><category>KISAH NABI ISHAK A.S</category><category>KISAH NABI ISHAK DAN NABI YA'KUB A.S</category><category>KISAH NABI ISMAIL A.S</category><category>KISAH NABI LUTH A.S</category><category>KISAH NABI NUH A.S</category><category>KISAH NABI SALEH A.S</category><pubDate>Thu, 26 Feb 2015 01:11:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3907265653105973578.post-3014337734173935464</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Tsamud adalah nama suatu suku yang oleh sementara ahli sejarah dimasukkan&lt;br /&gt;
bahagian dari bangsa Arab dan ada pula yang menggolongkan mereka ke dalam&lt;br /&gt;
bangsa Yahudi. Mereka bertempat tinggal di suatu dataran bernama " Alhijir " terletak&lt;br /&gt;
antara Hijaz dan Syam yang dahulunya termasuk jajahan dan dikuasai suku Aad yang&lt;br /&gt;
telah habis binasa disapu angin taufan yang di kirim oleh Allah sebagai pembalasan&lt;br /&gt;
atas pembangkangan dan pengingkaran mereka terhadap dakwah dan risalah Nabi&lt;br /&gt;
Hud A.S.&lt;br /&gt;
Kemakmuran dan kemewahan hidup serta kekayaan alam yang dahulu dimiliki dan&lt;br /&gt;
dinikmati oleh kaum Aad telah diwarisi oleh kaum Tsamud.Tanah-tanah yang subur&lt;br /&gt;
yang memberikan hasil berlimpah ruah, binatang-binatang perahan dan lemak yang&lt;br /&gt;
berkembang biak, kebun-kebun bunga yag indah-indah, bangunan rumah-rumah yang&lt;br /&gt;
didirikan di atas tanah yang datar dan dipahatnya dari gunung.Semuanya itu&lt;br /&gt;
menjadikan mereka hidup tenteram ,sejahtera dan bahgia, merasa aman dari segala&lt;br /&gt;
gangguan alamiah dan bahawa kemewahan hidup mereka akan kekal bagi mereka dan&lt;br /&gt;
anak keturunan mereka.&lt;br /&gt;
Kaum Tsamud tidak mengenal Tuhan. Tuhan Mereka adalah berhala-berhala yang&lt;br /&gt;
mereka sembah dan puja, kepadanya mrk berqurban, tempat mrk minta perlindungan&lt;br /&gt;
dari segala bala dan musibah dan mengharapkan kebaikan serta kebahagiaan.Mrk&lt;br /&gt;
tidak dpt melihat atau memikirkan lebih jauh dan apa yang dpt mrk jangkau dengan&lt;br /&gt;
pancaindera.&lt;br /&gt;
Nabi Saleh Berdakwah Kepada Kaum Tsamud&lt;br /&gt;
Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tidak akan membiarkan&lt;br /&gt;
hamba-hamba_Nya berada dalam kegelapan terus-menerus tanpa diutusnya nabi&lt;br /&gt;
pesuruh disisi-Nya untuk memberi penerangan dan memimpin mrk keluar dari jalan&lt;br /&gt;
yang sesat ke jalan yang benar. Demikian pula Allah tidak akan menurunkan azab dan&lt;br /&gt;
seksaan kepada suatu umat sebelum mrk diperingatkan dan diberi petunjukkan&lt;br /&gt;
oleh-Nya dengan perantara seorang yang dipilih untuk menjadi utusan dan rasul-Nya.&lt;br /&gt;
Sunnatullah ini berlaku pula kepada kaum Tsamud, yang kepada mrk telah diutuskan&lt;br /&gt;
Nabi Saleh seorang yang telah dipilih-Nya dari suku mrk sendiri, dari keluarga yang&lt;br /&gt;
terpandang dan dihormati oleh kaumnya, terkenal tangkas, cerdik pandai, rendah hati&lt;br /&gt;
dan ramah-tamah dalam pergaulan.&lt;br /&gt;
Dikenalkan mrk oleh Nabi Saleh kepada Tuhan yang sepatut mrk sembah, Tuhan Allah&lt;br /&gt;
Yang Maha Esa, yang telah mencipta mrk, menciptakan alam sekitar mrk, menciptakan&lt;br /&gt;
tanah-tanah yang subur yang menghasilkan bhn-bhn keperluan hidup mrk, mencipta&lt;br /&gt;
binatang-binatang yang memberi manfaat dan berguna bagi mrk dan dengan demikian&lt;br /&gt;
memberi kepada mrk kenikmatan dan kemewahan hidup dan kebahagiaan lahir dan&lt;br /&gt;
batin.Tuhan Yang Esa itulah yang harus mrk sembah dan bukan patung-patung yang&lt;br /&gt;
mrk pahat sendiri dari batu-batu gunung yang tidak berkuasa memberi sesuatu kepada&lt;br /&gt;
mereka atau melindungi mereka dari ketakutan dan bahaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi Saleh memperingatkan mrk bahwa ia adlah seorang drp mrk, terjalin antara&lt;br /&gt;
dirinya dan mereka ikatan keluarga dan darah. Mrk adalah kaumnya dan sanak&lt;br /&gt;
keluarganya dan dia adalah seketurunan dan sesuku dengan mrk.Ia mengharapkan&lt;br /&gt;
kebaikan dan kebajikan bagi mrk dan sesekali tidak akan menjerumuskan mrk ke&lt;br /&gt;
dalam hal-hal yang akan membawa kerugian, kesengsaraan dan kebinasaan bagi mrk.&lt;br /&gt;
Ia menerangkan kepada mrk bahwa ianya adalah pesuruh dan utusan Allah, dan apa&lt;br /&gt;
yang diajarkan dan didakwahkan kepada mrk adalah amanat Allah yang harus dia&lt;br /&gt;
sampaikan kepada mrk untuk kebaikan mrk semasa hidup mrk dan sesudah mrk mati&lt;br /&gt;
di akhirat kelak. Ia mengharapkan kaumnya mempertimbangkan dan memikirkan&lt;br /&gt;
sungguh-sungguh apa yang ia serukan dan anjurkan dan agar mrk segera&lt;br /&gt;
meninggalkan persembahan kepada berhala-berhala itu dan percaya beriman kepada&lt;br /&gt;
Allah Yang Maha Esa seraya bertaubat dan mohon ampun kepada-Nya atas dosa dan&lt;br /&gt;
perbuatan syirik yang selama ini telah mrk lakukan.Allah maha dekat kepada mrk&lt;br /&gt;
mendengarkan doa mrk dan memberi ampun kepada yang salah bila dimintanya.&lt;br /&gt;
Terperanjatlah kaum Saleh mendengar seruan dan dakwahnya yang bagi mrk&lt;br /&gt;
merupakan hal yang baru yang tidak diduga akan datang dari saudara atau anak mrk&lt;br /&gt;
sendiri.Maka serentak ditolaklah ajakan Nabi Saleh itu seraya berkata mereka&lt;br /&gt;
kepadanya:"Wahai Saleh! Kami mengenalmu seorang yang pandai, tangkas dan&lt;br /&gt;
cerdas, fikiranmu tajam dan pendapat serta semua pertimbangan mu selalu tepat.&lt;br /&gt;
Pada dirimu kami melihat tanda-tanda kebajikan dan sifat-sifat yang terpuji. Kami&lt;br /&gt;
mengharapkan dari engkau sebetulnya untuk memimpinkami menyelesaikan hal-hal&lt;br /&gt;
yang rumit yang kami hadapi, memberi petunjuk dalam soal-soal yang gelap bagi kami&lt;br /&gt;
dan menjadi ikutan dan kepercayaan kami di kala kami menghadapi krisis dan&lt;br /&gt;
kesusahan.Akan tetapi segala harapan itu menjadi meleset dan kepercayaan kami&lt;br /&gt;
kepadamu tergelincir hari ini dengan tingkah lakumu dan tindak tandukmu yang&lt;br /&gt;
menyalahi adat-istiadat dan tatacara hidup kami. Apakah yang engkau serukan kepada&lt;br /&gt;
kami? Enkau menghendaki agar kami meninggalkan persembahan kami dan nenek&lt;br /&gt;
moyang kami, persembahan dan agama yang telah menjadi darah daging kami&lt;br /&gt;
menjadi sebahagian hidup kami sejak kami dilahirkan dan tetap menjadi pegangan&lt;br /&gt;
untuk selama-lamanya.Kami sesekali tidak akan meninggalkannya karena seruanmu&lt;br /&gt;
dan kami tidak akan mengikutimu yang sesat itu. Kami tidak mempercayai cakap-cakap&lt;br /&gt;
kosongmu bahkan meragukan kenabianmu. Kami tidak akan mendurhakai nenek&lt;br /&gt;
moyang kami dengan meninggalkan persembahan mrk dan mengikuti jejakmu."&lt;br /&gt;
Nabi Saleh memperingatkan mereka agar jangan menentangnya dan agar mengikuti&lt;br /&gt;
ajakannya beriman kepada Allah yang telah mengurniai mrk rezeki yang luas dan&lt;br /&gt;
penghidupan yang sejahtera. Diceritakan kepada mrk kisah kaum-kaum yang&lt;br /&gt;
mendapat seksa dan azab dari Allah karena menentang rasul-Nya dan mendustakan&lt;br /&gt;
risalah-Nya. Hal yang serupa itu dpt terjadi di atas mrk jika mrk tidak mahu menerima&lt;br /&gt;
dakwahnya dan mendengar nasihatnya, yang diberikannya secara ikhlas dan jujur&lt;br /&gt;
sebagai seorang anggota dari keluarga besar mrk dan yang tidak mengharapkan atau&lt;br /&gt;
menuntut upah drp mrk atas usahanya itu. Ia hanya menyampaikan amanat Allah yang&lt;br /&gt;
ditugaskan kepadanya dan Allahlah yang akan memberinya upah dan ganjaran untuk&lt;br /&gt;
usahanya memberi pimpinan dan tuntutan kepada mrk.&lt;br /&gt;
Sekelompok kecil dari kaum Tsamud yang kebanyakkannya terdiri dari orang-orang&lt;br /&gt;
yang kedudukan sosial lemah menerima dakwah Nabi Saleh dan beriman kepadanya&lt;br /&gt;
sedangkan sebahagian yang terbesar terutamanya mrk yang tergolong orang-orang&lt;br /&gt;
kaya dan berkedudukan tetap berkeras kepala dan menyombongkan diri menolak&lt;br /&gt;
ajakan Nabi Saleh dan mengingkari kenabiannya dan berkata kepadanya:" Wahai&lt;br /&gt;
Saleh! Kami kira bahwa engkau telah kerasukan syaitan dan terkena sihir.Engkau telah&lt;br /&gt;
menjadi sinting dan menderita sakit gila. Akalmu sudah berubah dan fikiranmu sudah&lt;br /&gt;
kacau sehingga engkau dengan tidak sedar telah mengeluarkan kata-kata ucapan yang&lt;br /&gt;
tidak masuk akal dan mungkin engkau sendiri tidak memahaminya. Engkau mengaku&lt;br /&gt;
bahwa engkau telah diutuskan oleh Tuhanmu sebagai nabi dan rasul-Nya. Apakah&lt;br /&gt;
kelebihanmu drp kami semua sehingga engkau dipilih menjadi rasul, padahal ada&lt;br /&gt;
orang-orang di antara kami yang lebih patut dan lebih cekap untuk menjadi nabi atau&lt;br /&gt;
rasul drp engkau. Tujuanmu dengan bercakap kosong dan kata-katamu hanyalah untuk&lt;br /&gt;
mengejar kedudukan dan ingin diangkat menjadi kepala dan pemimpin bagi&lt;br /&gt;
kaummu.Jika engkau merasa bahwa engkau sihat badan dan sihat fikiran dan&lt;br /&gt;
mengaku bahwa engkau tidak mempunyai arah dan tujuan yang terselubung dalam&lt;br /&gt;
dakwahmu itu maka hentikanlah usahamu menyiarkan agama barumu dengan&lt;br /&gt;
mencerca persembahan kami dan nenek moyangmu sendiri.Kami tidak akan mengikuti&lt;br /&gt;
jalanmu dan meninggalkan jalan yang telah ditempuh oleh orang-orang tua kami lebih&lt;br /&gt;
dahulu.&lt;br /&gt;
Nabi Saleh menjawab: " Aku telah berulang-ulang mengatakan kepadamu bahwa aku&lt;br /&gt;
tidak mengharapkan sesuatu apapun drpmu sebagai imbalan atas usahaku memberi&lt;br /&gt;
tuntunandan penerangan kepada kamu. Aku tidak mengharapkan upah atau&lt;br /&gt;
mendambakan pangkat dan kedudukan bagi usahaku ini yang aku lakukan&lt;br /&gt;
semata-mata atas perintah Allah dan drp-Nya kelak aku harapkan balasan dan&lt;br /&gt;
ganjaran untuk itu. Dan bagaimana aku dapat mengikutimu dan menterlantarkan tugas&lt;br /&gt;
dan amanat Tuhan kepadaku, padahal aku talah memperoleh bukti-bukti yang nyata&lt;br /&gt;
atas kebenaran dakwahku.Jgnlah sesekali kamu harapkan bahawa aku akan&lt;br /&gt;
melanggar perintah Tuhanku dan melalaikan kewajibanku kepada-Nya hanya&lt;br /&gt;
semata-mata untuk melanjutkan persembahan nenek moyang kami yang bathil itu.&lt;br /&gt;
Siapakah yang akan melindungiku dari murka dan azab Tuhan jika aku berbuat&lt;br /&gt;
demikian? Sesungguhnya kamu hanya akan merugikan dan membinasakan aku&lt;br /&gt;
dengan seruanmu itu."&lt;br /&gt;
Setelah gagal dan berhasil menghentikan usaha dakwah Nabi Saleh dan dilihatnya ia&lt;br /&gt;
bahkan makin giat menarik orang-orang mengikutinya dan berpihak kepadanya para&lt;br /&gt;
pemimpin dan pemuka kaum Tsamud berusaha hendak membendung arus dakwahnya&lt;br /&gt;
yang makin lama makin mendpt perhatian terutama dari kalangan bawahan menengah&lt;br /&gt;
dalam masyarakat. Mrk menentang Nabi Saleh dan untuk membuktikan kebenaran&lt;br /&gt;
kenabiannya dengan suatu bukti mukjizat dalam bentuk benda atau kejadian luar biasa&lt;br /&gt;
yang berada di luar kekuasaan manusia.&lt;br /&gt;
Allah Memberi Mukjizat Kepada Nabi Saleh A.S.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi Saleh sedar bahawa tentangan kaumnya yang menuntut bukti drpnya berupa&lt;br /&gt;
mukjizat itu adalah bertujuan hendak menghilangkan pengaruhnya dan mengikis habis&lt;br /&gt;
kewibawaannya di mata kaumnya terutama para pengikutnya bila ia gagal memenuhi&lt;br /&gt;
tentangan dan tuntutan mrk. Nabi Saleh membalas tentangan mrk dengan menuntut&lt;br /&gt;
janji dengan mrk bila ia berhasil mendatangkan mukjizat yang mrk minta bahwa mrk&lt;br /&gt;
akan meninggalkan agama dan persembahan mrk dan akan mengikuti Nabi Saleh dan&lt;br /&gt;
beriman kepadanya.&lt;br /&gt;
Sesuai dengan permintaan dan petunjuk pemuka-pemuka kaum Tsamud berdoalah&lt;br /&gt;
Nabi Saleh memohon kepada Allah agar memberinya suatu mukjizat untuk&lt;br /&gt;
membuktikan kebenaran risalahnya dan sekaligus mematahkan perlawanan dan&lt;br /&gt;
tentangan kaumnya yang masih berkeras kepala itu. Ia memohon dari Allah dengan&lt;br /&gt;
kekuasaan-Nya menciptakan seekor unta betina dikeluarkannya dari perut sebuah batu&lt;br /&gt;
karang besar yang terdpt di sisi sebuah bukit yang mereka tunjuk.&lt;br /&gt;
Maka sejurus kemudian dengan izin Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Pencipta&lt;br /&gt;
terbelahlah batu karang yang ditunjuk itu dan keluar dari perutnya seekor unta betina.&lt;br /&gt;
Dengan menunjuk kepada binatang yang baru keluar dari perut batu besar itu berkatalah&lt;br /&gt;
Nabi Saleh kepada mrk:" Inilah dia unta Allah, janganlah kamu ganggu dan biarkanlah ia&lt;br /&gt;
mencari makanannya sendiri di atas bumi Allah ia mempunyai giliran untuk mendptkan air&lt;br /&gt;
minum dan kamu mempunyai giliran untuk mendptkan minum bagimu dan bagi ternakanmu&lt;br /&gt;
juga dan ketahuilah bahwa Allah akan menurunkan azab-Nya bila kamu sampai&lt;br /&gt;
mengganggu binatang ini."&lt;br /&gt;
Kemudian berkeliaranlah unta di ladang-ladang memakan rumput sesuka hatinya tanpa&lt;br /&gt;
mendpt gangguan. Dan ketika giliran minumnya tiba pergilah unta itu ke sebuah perigi&lt;br /&gt;
yyang diberi nama perigi unta dan minumlah sepuas hatinya. Dan pada hari-hari giliran unta&lt;br /&gt;
Nabi Saleh itu datang minum tiada seekor binatang lain berani menghampirinya, hal mana&lt;br /&gt;
menimbulkan rasa tidak senang pada pemilik-pemilik binatang itu yang makin hari makin&lt;br /&gt;
merasakan bahwa adanya unta Nabi Saleh di tengah-tengah mereka itu merupakan&lt;br /&gt;
gangguan laksana duri yang melintang di dalam kerongkong.&lt;br /&gt;
Dengan berhasilnya Nabi Saleh mendtgkan mukjizat yang mrk tuntut gagallah para pemuka&lt;br /&gt;
kaum Tsamud dalam usahanya untuk menjatuhkan kehormatan dan menghilangkan&lt;br /&gt;
pegaruh Nabi Saleh bahkan sebaliknya telah menambah tebal kepercayaan para&lt;br /&gt;
pengikutnya dan menghilang banyak keraguan dari kaumnya. Maka dihasutlah oleh mrk&lt;br /&gt;
pemilik-pemilik ternakan yang merasa jengkel dan tidak senang dengan adanya unta Nabi&lt;br /&gt;
Saleh yang merajalela di ladang dan kebun-kebun mrk serta ditakuti oleh binatang-binatang&lt;br /&gt;
peliharaannya.&lt;br /&gt;
Unta Nabi Saleh Dibunuh&lt;br /&gt;
Persekongkolan diadakan oleh orang-orang dari kaum Tsamud untuk mengatur rancangan&lt;br /&gt;
pembunuhan unta Nabi Saleh. Dan selagi orang masih dibayangi oleh rasa takut dari azab&lt;br /&gt;
yang diancam oleh Nabi Saleh bila untanya diganggu di samping adanya dorongan&lt;br /&gt;
keinginan yang kuat untuk melenyapkan binatang itu dari atas bumi mrk, muncullah&lt;br /&gt;
tiba-tiba seorang janda bangsawan yang kaya raya menawarkan akan menyerah dirinya&lt;br /&gt;
kepada siapa yang dpt membunuh unta Saleh. Di samping janda itu ada seorang wanita&lt;br /&gt;
lain yang mempunyai beberapa puteri cantik-cantik menawarkan akan menghadiahkan&lt;br /&gt;
salah seorang dari puteri-puterinya kepada orang yang berhasil membunuh unta itu.&lt;br /&gt;
Dua macam hadiah yyang menggiurkan dari kedua wanita itu di samping hasutan para&lt;br /&gt;
pemuka Tsamud mengundang dua orang lelaki bernama Mushadda' bin Muharrij dan&lt;br /&gt;
Gudar bin Salif berkemas-kemas akan melakukan pembunuhan bagi meraih hadiah yang&lt;br /&gt;
dijanjikan di samping sanjungan dan pujian yang akan diterimanya dari para kafir suku&lt;br /&gt;
Tsamud bila unta Nabi Saleh telah mati dibunuh.&lt;br /&gt;
Dengan bantuan tujuh orang lelaki lagi bersembunyilah kumpulan itu di suatu tempat di&lt;br /&gt;
mana biasanya di lalui oleh unta dalam perjalanannya ke perigi tempat ianya minum. Dan&lt;br /&gt;
begitu unta-unta yang tidak berdosa itu lalu segeralah dipanah betisnya oleh Musadda' yang&lt;br /&gt;
disusul oleh Gudar dengan menikamkan pedangnya di perutnya.&lt;br /&gt;
Dengan perasaan megah dan bangga pergilah para pembunuh unta itu ke ibu kota&lt;br /&gt;
menyampaikan berita matinya unta Nabi Saleh yang mendpt sambutan sorak-sorai dan&lt;br /&gt;
teriakan gembira dari pihak musyrikin seakan-akan mrk kembali dari medan perang dengan&lt;br /&gt;
membawa kemenangan yang gilang gemilang.&lt;br /&gt;
Berkata mrk kepada Nabi Saleh:" Wahai Saleh! Untamu telah amti dibunuh, cubalah&lt;br /&gt;
datangkan akan apa yang engkau katakan dulu akan ancamannya bila unta itu diganggu,&lt;br /&gt;
jika engkau betul-betul termasuk orang-orang yang terlalu benar dalam kata-katanya."&lt;br /&gt;
Nabi Saleh menjawab:" Aku telah peringatkan kamu, bahwa Allah akan menurunkan&lt;br /&gt;
azab-Nya atas kamu jika kamu mengganggu unta itu. Maka dengan terbunuhnya unta itu&lt;br /&gt;
maka tunggulah engkau akan tibanya masa azab yang Allah talah janjikan dan telah aku&lt;br /&gt;
sampaikan kepada kamu.Kamu telah menentang Allah dan terimalah kelak akibat&lt;br /&gt;
tentanganmu kepada-Nya.Janji Allah tidak akan meleset .Kamu boleh bersuka ria dan&lt;br /&gt;
bersenang-senang selama tiga hari ini kemudian terimalah ganjaranmu yang setimpal pada&lt;br /&gt;
hari keempat. Demikianlah kehendak Allah dan taqdir-Nya yang tidak dpt ditunda atau&lt;br /&gt;
dihalang."&lt;br /&gt;
Ada kemungkinan menurut sementara ahli tafsir bahwa Allah melalui rasul-Nya Nabi Saleh&lt;br /&gt;
memberi waktu tiga hari itu untuk memberi kesempatan, kalau-kalau mrk sedar akan&lt;br /&gt;
dosanya dan bertaubat minta ampun serta beriman kepada Nabi Saleh kepada risalahnya.&lt;br /&gt;
Akan tetapi dalam kenyataannya tempoh tiga hari itu bahkan menjadi bahan ejekan kepada&lt;br /&gt;
Nabi Saleh yang ditentangnya untuk mempercepat datangnya azab itu dan tidak usah&lt;br /&gt;
ditangguhkan tiga hari lagi.&lt;br /&gt;
Turunnya Azab Allah Yang Dijanjikan&lt;br /&gt;
Nabi Saleh memberitahu kaumnya bahwa azab Allah yang akan menimpa di atas mrk akan&lt;br /&gt;
didahului dengan tanda-tanda, iaitu pada hari pertama bila mrk terbangun dari tidurnya&lt;br /&gt;
akan menemui wajah mrk menjadi kuning dan berubah menjadi merah pada hari kedua dan&lt;br /&gt;
hitam pada hari ketiga dan pada hari keempat turunlah azab Allah yang pedih.&lt;br /&gt;
Mendebgar ancaman azab yang diberitahukan oleh Nabi Saleh kepada kaumnya kelompok&lt;br /&gt;
sembilan orang ialah kelompok pembunuh unta merancang pembunuhan atas diri Nabu&lt;br /&gt;
Saleh mendahului tibanya azab yang diancamkan itu.Mrk mengadakan pertemuan rahsia&lt;br /&gt;
dan bersumpah bersama akan melaksanakan rancangan pembunuhan itu di waktu malam,&lt;br /&gt;
di saat orang masih tidur nyenyak untuk menghindari tuntutan balas darah oleh keluarga&lt;br /&gt;
Nabi Saleh, jika diketahui identiti mrk sebagai pembunuhnya. Rancangan mrk ini&lt;br /&gt;
dirahsiakan sehingga tidak diketahui dan didengar oleh siapa pun kecuali kesembilan orang&lt;br /&gt;
itu sendiri.&lt;br /&gt;
Ketika mrk datang ke tempat Nabi Saleh bagi melaksanakan rancangan jahatnya di malam&lt;br /&gt;
yang gelap-gulita dan sunyi-senyap berjatuhanlah di atas kepala mereka batu-batu besar&lt;br /&gt;
yang tidak diketahui dari arah mana datangnya dan yang seketika merebahkan mrk di atas&lt;br /&gt;
tanah dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Demikianlah Allah telah melindingi rasul-Nya dari&lt;br /&gt;
perbuatan jahat hamba-hamba-Nya yang kafir.&lt;br /&gt;
Satu hari sebelum hari turunnya azab yang telah ditentukan itu, dengan izin Allah&lt;br /&gt;
berangkatlah Nabi Saleh bersama para mukminin pengikutnya menuju Ramlah, sebuah&lt;br /&gt;
tempat di Palestin, meninggalkan Hijir dan penghuninya, kaum Tsamud habis binasa,&lt;br /&gt;
ditimpa halilintar yang dahsyat beriringan dengan gempa bumi yang mengerikan.&lt;br /&gt;
Kisah Nabi Saleh Dalam Al-Quran&lt;br /&gt;
Kisah Nabi Saleh diceritakan oleh 72 ayat dalam 11 surah di antaranya surah Al-A'raaf,&lt;br /&gt;
ayat 73 hingga 79 , surah " Hud " ayat 61 sehingga ayat 68 dan surah " Al-Qamar " ayat 23&lt;br /&gt;
sehingga ayat 32.&lt;br /&gt;
Pengajaran Dari Kisah Nabi Saleh A.S.&lt;br /&gt;
Pengajaran yang menonjol yang dpt dipetik dari kisah Nabi Saleh ini ialah bahwa dosa dan&lt;br /&gt;
perbuatan mungkar yang dilakukan oleh sekelompok kecil warga masyarakat dpt berakibat&lt;br /&gt;
negatif yang membinasakan masyarakat itu seluruhnya.&lt;br /&gt;
Lihatlah betapa kaum Tsamud menjadi binasa, hancur dan bahkan tersapu bersih dari atas&lt;br /&gt;
bumi karena dosa dan pelanggaran perintah Allah yang dilakukan oleh beberapa gelintir&lt;br /&gt;
orang pembunuh unta Nabi Saleh A.S.&lt;br /&gt;
Di sinilah letaknya hikmah perintah Allah agar kita melakukan amar makruf nahi mungkar.&lt;br /&gt;
Karena dengan melakukan tugas amar makruf nahi mungkar yang menjadi fardu kifayah&lt;br /&gt;
itu, setidak-tidaknya kalau tidak berhasil mencegah kemungkaran yang terjadi di dalam&lt;br /&gt;
masyarakat dan lindungan kita ,kita telah membebaskan diri dari dosa menyetujui atau&lt;br /&gt;
merestui perbuatan mungkar itu&lt;br /&gt;
Bersikap pasif acuh tak acuh terhadap maksiat dan kemungkaran yang berlaku di depan&lt;br /&gt;
mata dapat diertikan sebagai persetujuan dan penyekutuan terhadap perbuatan mungkar&lt;br /&gt;
itu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (kisah25paranabidanrasul.blogspot.com)</author></item><item><title>KISAH NABI HUD A.S</title><link>http://kisah25paranabidanrasul.blogspot.com/2015/02/kisah-nabi-hud-as.html</link><category>DAN NABI YA'KUB A.S</category><category>KISAH NABI ADAM A.S</category><category>KISAH NABI HUD A.S</category><category>KISAH NABI IBRAHIM A.S</category><category>Kisah Nabi Idris A.S</category><category>KISAH NABI ISHAK A.S</category><category>KISAH NABI ISHAK DAN NABI YA'KUB A.S</category><category>KISAH NABI ISMAIL A.S</category><category>KISAH NABI LUTH A.S</category><category>KISAH NABI NUH A.S</category><category>KISAH NABI SALEH A.S</category><pubDate>Thu, 26 Feb 2015 01:09:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3907265653105973578.post-4757345498784919972</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
_Aad_ adl nama bapa suatu suku yg hidup di jazirah Arab di suatu tempat bernama&lt;br /&gt;
_Al-Ahqaf_ terletak di utara Hadramaut atr Yaman dan Umman dan termasuk suku yg tertua&lt;br /&gt;
sesudak kaum Nabi Nuh serta terkenal dgn kekuatan jasmani dalam bentuk tubuh-tubuh yg&lt;br /&gt;
besar dan sasa. Mereka dikurniai oleh Allah tanah yg subur dgn sumber-sumber airnya yg&lt;br /&gt;
mengalir dari segala penjuru sehinggakan memudahkan mereka bercucuk tanam utk bhn&lt;br /&gt;
makanan mrk. dan memperindah tempat tinggal mereka dgn kebun-kebun bunga yg&lt;br /&gt;
indah-indah. Berkat kurnia Tuhan itu mereka hidup menjadi makmur sejahtera dan bahagia&lt;br /&gt;
serta dalam waktu yg singkat mereka berkembang biak dan menjadi suku yg terbesar&lt;br /&gt;
diantara suku-suku yg hidup di sekelilingnya.&lt;br /&gt;
Sebagaimana dgn kaum Nabi Nuh kaum Hud ialah suku Aad ini adl penghidupan rohaninya&lt;br /&gt;
tidak mengenal Allah Yang Maha Kuasa Pencipta alam semesta. Mereka membuat&lt;br /&gt;
patung-patung yg diberi nama _ Shamud_ dan _ Alhattar_ dan itu yg disembah sebagai tuhan&lt;br /&gt;
mereka yg menurut kepercayaan mereka dpt memberi kebahagiaan kebaikan dan&lt;br /&gt;
keuntungan serta dapat menolak kejahatan kerugian dan segala musibah. Ajaran dan&lt;br /&gt;
agama Nabi Idris dan Nabi Nuh sudah tidak berbekas dalam hati jiwa serta cara hidup&lt;br /&gt;
mereka sehari-hari. Keni_matan hidup yg mereka sedang tenggelam di dalamnya berkat&lt;br /&gt;
tanah yg subur dan menghasilkan yg melimpah ruah menurut anggapan mereka adl&lt;br /&gt;
kurniaan dan pemberian kedua berhala mereka yg mereka sembah. Karenanya mereka&lt;br /&gt;
tidak putus-putus sujud kepada kedua berhala itu mensyukurinya sambil memohon&lt;br /&gt;
perlindungannya dari segala bahaya dan mushibah berupa penyakit atau kekeringan.&lt;br /&gt;
Sebagai akibat dan buah dari aqidah yg sesat itu pergaulan hidup mereka menjadi dikuasai&lt;br /&gt;
oleh tuntutan dan pimpinan Iblis di mana nilai-nilai moral dan akhlak tidak menjadi dasar&lt;br /&gt;
penimbangan atau kelakuan dan tindak-tanduk seseorang tetapi kebendaan dan kekuatan&lt;br /&gt;
lahiriahlah yg menonjol sehingga timbul kerusuhan dan tindakan sewenang-wenang di&lt;br /&gt;
dalam masyarakat di mana yg kuat menindas yg lemah yg besar memperkosa yg kecil dan&lt;br /&gt;
yg berkuasa memeras yg di bawahnya. Sifat-sifat sombong congkak iri-hati dengki hasut&lt;br /&gt;
dan benci-membenci yg didorong oleh hawa nafsu merajalela dan menguasai penghidupan&lt;br /&gt;
mereka sehingga tidak memberi tempat kepada sifat-sifat belas kasihan sayang&lt;br /&gt;
menyayang jujur amanat dan rendah hati. Demikianlah gambaran masyarakat suku Aad&lt;br /&gt;
tatkala Allah mengutuskan Nabi Hud sebagai nabi dan rasul kepada mereka. Nabi Hud&lt;br /&gt;
Berdakwah Di Tengah-tengah Sukunya&lt;br /&gt;
Sudah menjadi sunnah Allah sejak diturunkannya Adam Ke bumi bahawa dari masa ke&lt;br /&gt;
semasa jika hamba-hamba-Nya sudah berada dalam kehidupan yg sesat sudah jauh&lt;br /&gt;
menyimpang dari ajaran-ajaran agama yg dibawa oleh Nabi-nabi-Nya diutuslah seorang&lt;br /&gt;
Nabi atau Rasul yg bertugas utk menyegarkan kembali ajaran-ajaran nabi-nabi yg&lt;br /&gt;
sebelumnya mengembalikan masyarakat yg sudah tersesat ke jalanlurus dan benar dan&lt;br /&gt;
mencuci bersih jiwa manusiadari segala tahayul dan syirik menggantinya dan mengisinya&lt;br /&gt;
dgn iman tauhid dan aqidah yg sesuia dgn fitrah.&lt;br /&gt;
Demikianlah maka kepada suku Aad yg telah dimabukkan oleh kesejahteraan hidup dan&lt;br /&gt;
keni_matan duniawi sehingga tidak mengenalkan Tuhannya yg mengurniakan itu semua. Di&lt;br /&gt;
utuskan kepada mereka Nabi Hud seorang drp suku mereka sendiri dari keluarga yg&lt;br /&gt;
terpandang dan berpengaruh terkenal sejak kecilnya dgn kelakuan yg baik budi pekerti yg&lt;br /&gt;
luhur dan sgt bijaksana dalam pergaulan dgn kawan-kawannya.&lt;br /&gt;
Nabi Hud memulai dakwahnya dgn menarik perhatian kaumnya suku Aad kepada&lt;br /&gt;
tanda-tanda wujudnya Allah yg berupa alam sekeliling mereka dan bahawa Allahlah yg&lt;br /&gt;
mencipta mereka semua dan mengurniakan mereka dgn segala keni_matan hidup yg&lt;br /&gt;
berupa tanah yg subur air yg mengalir serta tubuh-tubuhan yg tegak dan kuat. Dialah yg&lt;br /&gt;
seharusnya mereka sembah dan bukan patung-patung yg mereka perbuat sendiri. Mereka&lt;br /&gt;
sebagai manusia adl makhluk Tuhan paling mulia yg tidak sepatutnya merendahkan diri&lt;br /&gt;
sujud menyembah batu-batu yg sewaktunya dpt mereka hancurkan sendiri dan&lt;br /&gt;
memusnahkannya dari pandangan.&lt;br /&gt;
Di terangkan oleh Nabi Hud bahaw adia adl pesuruh Allah yg diberi tugas utk membawa&lt;br /&gt;
mereka ke jalan yg benar beriman kepada Allah yg menciptakan mereka menghidup dan&lt;br /&gt;
mematikan mereka memberi rezeki atau mencabutnya drp mereka. Ia tidak mengharapkan&lt;br /&gt;
upah dan menuntut balas jasa atas usahanya memimpin dan menuntut mereka ke jalan yg&lt;br /&gt;
benar. Ia hanya menjalankan perintah Allah dan memperingatkan mereka bahawa jika mrk&lt;br /&gt;
tetap menutup telinga dan mata mrk menghadapi ajakan dan dakwahnya mereka akan&lt;br /&gt;
ditimpa azab dan dibinasakan oleh Allah sebagaimana terjadinya atas kaum Nuh yg mati&lt;br /&gt;
binasa tenggelam dalam air bah akibat kecongkakan dan kesombongan mereka menolak&lt;br /&gt;
ajaran dan dakwah Nabi Nuh seraya bertahan pada pendirian dan kepercayaan mereka&lt;br /&gt;
kepada berhala dan patung-patung yg mereka sembah dan puja itu.&lt;br /&gt;
Bagi kaum Aad seruan dan dakwah Nabi Hud itu merupakan barang yg tidak pernah mrk&lt;br /&gt;
dengar ataupun menduga. Mereka melihat bahawa ajaran yg dibawa oleh Nabi Hud itu&lt;br /&gt;
akan mengubah sama sekali cara hidup mereka dan membongkar peraturan dan adat&lt;br /&gt;
istiadat yg telah mereka kenal dan warisi dari nenek moyang mereka. Mereka tercengang&lt;br /&gt;
dan merasa hairan bahawa seorang dari suku mereka sendiri telah berani berusaha&lt;br /&gt;
merombak tatacara hidup mereka dan menggantikan agama dan kepercayaan mereka dgn&lt;br /&gt;
sesuatu yg baru yg mereka tidak kenal dan tidak dpt dimengertikan dan diterima oleh akal&lt;br /&gt;
fikiran mereka. Dengan serta-merta ditolaklah oleh mereka dakwah Nabi Hud itu dgn&lt;br /&gt;
berbagai alasan dan tuduhan kosong terhadap diri beliau serta ejekan-ejekan dan hinaan yg&lt;br /&gt;
diterimanya dgn kepala dingin dan penuh kesabaran.&lt;br /&gt;
Berkatalah kaum Aad kepada Nabi Hud:_Wahai Hud! Ajaran dan agama apakah yg engkau&lt;br /&gt;
hendak anjurkan kepada kami? Engkau ingin agar kami meninggalkan persembahan kami&lt;br /&gt;
kepada tuhan-tuhan kami yg berkuasa ini dan menyembah tuhan mu yg tidak dpt kami&lt;br /&gt;
jangkau dgn pancaindera kami dan tuhan yg menurut kata kamu tidak bersekutu. Cara&lt;br /&gt;
persembahan yg kami lakukan ini ialah yg telah kami warisi dari nenek moyang kami dan&lt;br /&gt;
tidak sesekali kami tidak akan meninggalkannya bahkan sebaliknya engkaulah yg&lt;br /&gt;
seharusnya kembali kepada aturan nenek moyangmu dan jgn mencederai kepercayaan&lt;br /&gt;
dan agama mereka dgn memebawa suatu agama baru yg tidak kenal oleh mereka dan&lt;br /&gt;
tentu tidak akan direstuinya._&lt;br /&gt;
Wahai kaumku! jawab Nabi HudSesungguhnya Tuhan yg aku serukan ini kepada kamu utk&lt;br /&gt;
menyembah-Nya walaupun kamu tidak dpt menjangkau-Nya dgn pancainderamu namun&lt;br /&gt;
kamu dpt melihat dam merasakan wujudnya dalam diri kamu sendiri sebagai ciptaannya&lt;br /&gt;
dan dalam alam semesta yg mengelilingimu beberapa langit dgn matahari bulan dan&lt;br /&gt;
bintang-bintangnya bumi dgn gunung-ganangnya sungai tumbuh-tumbuhan dan&lt;br /&gt;
binatang-binatang yg kesemuanya dpt bermanfaat bagi kamu sebagai manusia. Dan&lt;br /&gt;
menjadi kamu dpt meni_mati kehidupan yg sejahtera dan bahagia. Tuhan itulah yg harus&lt;br /&gt;
kamu sembah dan menundukkan kepala kamu kepada-Nya.Tuhan Yang Maha Esa tiada&lt;br /&gt;
bersekutu tidak beranak dan diperanakan yg walaupun kamu tidak dpt menjangkau-Nya&lt;br /&gt;
dgn pancainderamu Dia dekat drp kamu mengetahui segala gerak-geri dan tingkah lakumu&lt;br /&gt;
mengetahui isi hati mu denyut jantungmu dan jalan fikiranmu. Tuhan itulah yg harus&lt;br /&gt;
disembah oleh manusia dgn kepercayaan penuh kepada Keesaan-Nya dan kekuasaan-Nya&lt;br /&gt;
dan bukan patung-patung yg kamu perbuat pahat dan ukir dgn tangan kamu sendiri&lt;br /&gt;
kemudian kamu sembah sebagai tuhan padahal ia suatu barang yg pasif tidak dapat&lt;br /&gt;
berbuat sesuatu yg menguntungkan atau merugikan kamu. Alangkah ****nya dan&lt;br /&gt;
dangkalnya fikiranmu jika kamu tetap mempertahankan agamamu yg sesat itu dan menolak&lt;br /&gt;
ajaran dan agama yg telah diwahyukan kepadaku oleh Allah Tuhan Yang Maha Esa itu._&lt;br /&gt;
Wahai Hud! jawab kaumnya_Gerangan apakah yg menjadikan engkau berpandangan dan&lt;br /&gt;
berfikiran lain drp yg sudah menjadi pegangan hidup kami sejak dahulu kala dan&lt;br /&gt;
menjadikan engkau meninggalkan agama nenek moyangmu sendiri bahkan sehingga&lt;br /&gt;
engkau menghina dan merendahkan martabat tuhan-tuhan kami dan memper****kan kami&lt;br /&gt;
dan menganggap kami berakal sempit dan berfikiran dangkal? Engkau mengaku bahwa&lt;br /&gt;
engkau terpilih menjadi rasul pesuruh oleh Tuhanmu utk membawa agama dan&lt;br /&gt;
kepercayaan baru kepada kami dan mengajak kami keluar dari jalan yg sesat menurut&lt;br /&gt;
pengakuanmu ke jalan yg benar dan lurus. Kami merasa hairan dan tidak dpt menerima&lt;br /&gt;
oleh akal kami sendiri bahwa engkau telah dipilih menjadi pesuruh Tuhan. Apakah&lt;br /&gt;
kelebihan kamu di atas seseorang drp kami engkau tidak lbh tidak kurang adl seorang&lt;br /&gt;
manusia biasa seperti kami hidup makan minum dan tidur tiada bedanya dgn kami&lt;br /&gt;
mengapa engkau yg dipilih oleh Tuhanmu? Sungguh engkau menurut anggapan kami&lt;br /&gt;
seorang pendusta besar atau mungkin engkau berfikiran tidak sihat terkena kutukan&lt;br /&gt;
tuhan-tuhan kami yg selalu engkau eje hina dan cemuhkan._&lt;br /&gt;
Wahai kaumku! jawab Nabi Hud _aku bukanlah seorang pendusta dan fikiran ku tetap&lt;br /&gt;
waras dan sihat tidak krg sesuatu pun dan ketahuilah bahwa patung-patungmu yg kamu&lt;br /&gt;
pertuhankan itu tidak dpt mendatangkan sesuatu gangguan atau penyakit bagi bandaku&lt;br /&gt;
atau fikiranku. Kamu kenal aku sejak lama aku hidup di tengah-tengah kamu bahawa aku&lt;br /&gt;
tidak pernah berdusta dan bercakap bohong dan sepanjang pergaulanku dgn kamu tidak&lt;br /&gt;
pernah terlihat pd diriku tanda-tanda ketidak wajaran perlakuanku atau tanda-tanda yg&lt;br /&gt;
meragukan kewarasan fikiranku dan kesempurnaan akalku. Aku adl benar pesuruh Allah yg&lt;br /&gt;
diberi amanat utk menyampaikan wahyu-Nya kepada hamba-hamba-Nya yg sudah tersesat&lt;br /&gt;
kemasukan pengaruh ajaran Iblis dan sudah jauh menyimpang dari jalan yg benar yg diajar&lt;br /&gt;
oleh nabi-nabi yg terdahulu krn Allah tidak akan membiarkan hamba-hamba-Nya terlalu&lt;br /&gt;
lama terlantar dalam kesesatan dan hidup dalam kegelapan tanpa diutuskan seorang rasul&lt;br /&gt;
yg menuntun mereka ke jalan yg benar dan penghidupan yg diredhai-Nya. Maka percayalah&lt;br /&gt;
kamu kepada ku gunakanlah akal fikiran kamu berimanlah dan bersujudlah kepada Allah&lt;br /&gt;
Tuhan seru sekalian alam Tuhan yg menciptakan kamu menciptakan langit dan bumi&lt;br /&gt;
menurunkan hujan bagi menyuburkan tanah ladangmu menumbuhkan tumbuh tumbuhan&lt;br /&gt;
bagi meneruskan hidupmu. Bersembahlah kepada-Nya dan mohonlah ampun atas segala&lt;br /&gt;
perbuatan salah dan tindakan sesatmu agar Dia menambah rezekimu dan kemakmuran&lt;br /&gt;
hidupmu dan terhindarlah kamu dari azab dunia sebagaimana yg telah dialami oleh kaum&lt;br /&gt;
Nuh dan kelak azab di akhirat. Ketahiulah bahawa kamu akan dibangkitkan kembali kelak&lt;br /&gt;
dari kubur kamu dan dimintai bertanggungjawab atas segala perbuatan kamu di dunia ini&lt;br /&gt;
dan diberi ganjaran sesuai dgn amalanmu yg baik dan soleh mendpt ganjaran baik dan yg&lt;br /&gt;
hina dan buruk akan diganjarkan dgn api neraka. Aku hanya menyampaikannya risalah&lt;br /&gt;
Allah kepada kamu dan dgn ini telah memperingati kamu akan akibat yg akan menimpa&lt;br /&gt;
kepada dirimu jika kamu tetap mengingkari kebenaran dakwahku._&lt;br /&gt;
Kaum Aad menjawab: _ Kami bertambah yakin dan tidak ragu lagi bahawa engkau telah&lt;br /&gt;
mendpt kutukan tuhan-tuhan kami sehingga menyebabkan fikiran kamu kacau dan akalmu&lt;br /&gt;
berubah menjadi sinting. Engkau telah mengucapkan kata-kata yg tidak masuk akal bahwa&lt;br /&gt;
jika kami mengikuti agamamu akan bertambah rezeki dan kemakmuran hidup kami dan&lt;br /&gt;
bahawa kami akan dibangkitkan kembali dari kubur kami dan menerima segala ganjaran&lt;br /&gt;
atas segala amalan kami.Adakah mungkin kami akan dibangkitkan kembali dari kubur kami&lt;br /&gt;
setelah kami mati dan menjadi tulang-belulang. Dan apakah azab dan seksaan yg engkau&lt;br /&gt;
selalu menakut-nakuti kami dan mengancamkannya kepada kami? Semua ini kami anggap&lt;br /&gt;
kosong dan ancaman kosong belaka. Ketahuilah bahwa kami tidak akan menyerah&lt;br /&gt;
kepadamu dan mengikuti ajaranmu krn bayangan azab dan seksa yg engkau&lt;br /&gt;
bayang-bayangkannya kepada kami bahkan kami menentang kepadamu datangkanlah apa&lt;br /&gt;
yg engkau janjikan dan ancamkan itu jika engkau betul-betul benar dalam kata-katamu dan&lt;br /&gt;
bukan seorang pendusta._&lt;br /&gt;
Baiklah! jawab Nabi Hud_ Jika kamu meragukan kebenaran kata-kataku dan tetap berkeras&lt;br /&gt;
kepala tidak menghiraukan dakwahku dan meninggalkan persembahanmu kepada&lt;br /&gt;
berhala-berhala itu maka tunggulah saat tibanya pembalasan Tuhan di mana kamu tidak&lt;br /&gt;
akan dpt melepaskan diri dari bencananya. Allah menjadi saksiku bahwa aku telah&lt;br /&gt;
menyampaikan risalah-Nya dgn sepenuh tenagaku kepada mu dan akan tetap berusaha&lt;br /&gt;
sepanjang hayat kandung bandaku memberi penerangan dan tuntunan kepada jalan yg&lt;br /&gt;
baik yg telah digariskan oleh Allah bagi hamba-hamba-Nya._ Pembalasan Allah Atas Kaum&lt;br /&gt;
Aad&lt;br /&gt;
Pembalasan Tuhan terhadap kaum Aad yg kafir dan tetap membangkang itu diturunkan&lt;br /&gt;
dalam dua perinkat.Tahap pertama berupa kekeringan yg melanda ladang-ladang dan&lt;br /&gt;
kebun-kebun mrk sehingga menimbulkan kecemasan dan kegelisahan kalau-kalau mereka&lt;br /&gt;
tidak memperolehi hasil dari ladang-ladang dan kebun-kebunnya seperti biasanya.Dalam&lt;br /&gt;
keadaan demikian Nabi Hud masih berusaha meyakinkan mereka bahawa kekeringan itu&lt;br /&gt;
adl suatu permulaan seksaan dari Allah yg dijanjikan dan bahwa Allah masih lagi memberi&lt;br /&gt;
kesempatan kepada mereka utk sedar akan kesesatan dan kekafiran mrk dan kembali&lt;br /&gt;
beriman kepada Allah dgn meninggalkan persembahan mrk yg bathil kemudian bertaubat&lt;br /&gt;
dan memohon ampun kepada Allah agar segera hujan turun kembali dgn lebatnya dan&lt;br /&gt;
terhindar mrk dari bahaya kelaparan yg mengancam. Akan tetapi mereka tetap belum mahu&lt;br /&gt;
percaya dan menganggap janji Nabi Hud itu adl janji kosong belaka. Mereka bahkan pergi&lt;br /&gt;
menghadap berhala-berhala mereka memohon perlindungan ari musibah yg mereka&lt;br /&gt;
hadapi.&lt;br /&gt;
Tentangan mrk terhadap janji Allah yg diwahyukan kepada Nabi Hud segera mendapat&lt;br /&gt;
jawapan dgn dtgnya pembalasan tahap kedua yg dimulai dgn terlihatnya gumpalan awan&lt;br /&gt;
dan mega hitam yg tebal di atas mereka yg disambutnya dgn sorak-sorai gembira krn&lt;br /&gt;
dikiranya bahwa hujan akan segera turun membasahi ladang-ladang dan menyirami&lt;br /&gt;
kebun-kebun mereka yg sedang mengalami kekeringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melihat sikap kaum Aad yg sedang bersuka ria itu berkatalah Nabi Hud dgn nada&lt;br /&gt;
mengejek: _Mega hitam itu bukanlah mega hitam dan awam rahmat bagi kamu tetapi mega&lt;br /&gt;
yg akan membawa kehancuran kamu sebagai pembalasan Allah yg telah ku janjikan dan&lt;br /&gt;
kamu ternanti-nanti utk membuktikan kebenaran kata-kataku yg selalu kamu sangkal dan&lt;br /&gt;
kamu dusta.&lt;br /&gt;
Sejurus kemudian menjadi kenyataanlah apa yg diramalkan oleh Nabi Hud itu bahawa&lt;br /&gt;
bukan hujan yg turun dari awan yg tebal itu tetapi angin taufan yg dahsyat dan kencang&lt;br /&gt;
disertai bunyi gemuruh yg mencemaskan yg telah merusakkan bangunan-bangunan rumah&lt;br /&gt;
dari dasarnya membawa berterbangan semua perabot-perabot dan milik harta benda dan&lt;br /&gt;
melempar jauh binatang-binatang ternak. Keadaan kaum Aad menjadi panik mereka berlari&lt;br /&gt;
kesana sini hilir mudik mencari perlindungan .Suami tidak tahu di mana isterinya berada&lt;br /&gt;
dan ibu juga kehilangan anaknya sedang rumah-rumah menjadi sama rata dgn tanah.&lt;br /&gt;
Bencana angin taufan itu berlangsung selama lapan hari tujuh malam sehingga sempat&lt;br /&gt;
menyampuh bersih kaum Aad yg congkak itu dan menamatkan riwayatnya dalam keadaan&lt;br /&gt;
yg menyedihkan itu utk menjadi pengajaran dan ibrah bagi umat-umat yg akan datang.&lt;br /&gt;
Adapun Nabi Hud dan para sahabatnya yg beriman telah mendapat perlindungan Allah dari&lt;br /&gt;
bencana yg menimpa kaumnya yg kacau bilau dan tenang seraya melihat keadaan&lt;br /&gt;
kaumnya yg kacau bilau mendengar gemuruhnya angin dan bunyi pohon-pohon dan&lt;br /&gt;
bangunan-bangunan yg berjatuhan serta teriakan dan tangisan orang yg meminta tolong&lt;br /&gt;
dan mohon perlindungan.&lt;br /&gt;
Setelah keadaan cuaca kembali tenang dan tanah _ Al-Ahqaf _ sudah menjadi sunyi senyap&lt;br /&gt;
dari kaum Aad pergilah Nabi Hud meninggalkan tempatnya berhijrah ke Hadramaut di&lt;br /&gt;
mana ia tinggal menghabiskan sisa hidupnya sampai ia wafat dan dimakamkan di sana&lt;br /&gt;
dimana hingga sekarang makamnya yg terletak di atas sebuah bukit di suatu tempat lbh&lt;br /&gt;
kurang 50 km dari kota Siwun dikunjungi para penziarah yg datang beramai-ramai dari&lt;br /&gt;
sekitar daerah itu terutamanya dan bulan Syaaban pada tiap tahun. Kisah Nabi Hud Dalam&lt;br /&gt;
Al-Quran&lt;br /&gt;
Kisah Nabi Hud diceritakan oleh 68 ayat dalam 10 surah di antaranya surah Hud ayat 50&lt;br /&gt;
hingga 60 surah _ Al-Mukminun _ ayat 31 sehingga ayat 41 surah _ Al-Ahqaaf _ ayat 21&lt;br /&gt;
sehingga ayat 26 dan surah _ Al-Haaqqah _ ayat 6 7 dan 8. Pengajaran Dari Kisah Nabi Hud&lt;br /&gt;
A.S.&lt;br /&gt;
Nabi Hud telah memberi contoh dan sistem yg baik yg patut ditiru dan diikuti oleh juru&lt;br /&gt;
dakwah dan ahli penerangan agama.Beliau menghadapi kaumnya yg sombong dan keras&lt;br /&gt;
kepala itu dgn penuh kesabaran ketabahan dan kelapangan dada. Ia tidak sesekali&lt;br /&gt;
membalas ejekan dan kata-kata kasar mereka dgn serupa tetapi menolaknya dgn kata-kata&lt;br /&gt;
yg halus yg menunjukkan bahawa beliau dapat menguasai emosinya dan tidak sampai&lt;br /&gt;
kehilangan akal atau kesabaran.&lt;br /&gt;
Nabi Hud tidak marah dan tidak gusar ketika kaumnya mengejek dgn menuduhnya telah&lt;br /&gt;
menjadi gila dan sinting. Ia dgn lemah lembut menolak tuduhan dan ejekan itu dgn hanya&lt;br /&gt;
mengata:_Aku tidak gila dan bahawa tuhan-tuhanmu yg kamu sembah tidak dapat&lt;br /&gt;
menggangguku atau mengganggu fikiranku sedikit pun tetapi aku ini adalah rasul pesuruh Allah&lt;br /&gt;
kepadamu dan betul-betul aku adl seorang penasihat yg jujur bagimu menghendaki&lt;br /&gt;
kebaikanmu dan kesejahteraan hidupmu dan agar kamu terhindar dan selamat dari azab&lt;br /&gt;
dan seksaan Allah di dunia mahupun di akhirat._&lt;br /&gt;
Dalam berdialog dgn kaumnya.Nabi Hud selalu berusaha mengetok hati nurani mereka dan&lt;br /&gt;
mengajak mereka berfikir secara rasional menggunakan akal dan fikiran yg sihat dgn&lt;br /&gt;
memberikan bukti-bukti yg dapat diterima oleh akal mereka tentang kebenaran dakwahnya&lt;br /&gt;
dan kesesatan jalan mereka namun hidayah iu adl dari Allah Dia akan memberinya kepada&lt;br /&gt;
siapa yg Dia kehendakinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (kisah25paranabidanrasul.blogspot.com)</author></item><item><title>KISAH NABI NUH A.S</title><link>http://kisah25paranabidanrasul.blogspot.com/2015/02/kisah-nabi-nuh-as.html</link><category>DAN NABI YA'KUB A.S</category><category>KISAH NABI ADAM A.S</category><category>KISAH NABI HUD A.S</category><category>KISAH NABI IBRAHIM A.S</category><category>Kisah Nabi Idris A.S</category><category>KISAH NABI ISHAK A.S</category><category>KISAH NABI ISHAK DAN NABI YA'KUB A.S</category><category>KISAH NABI ISMAIL A.S</category><category>KISAH NABI LUTH A.S</category><category>KISAH NABI NUH A.S</category><category>KISAH NABI SALEH A.S</category><pubDate>Thu, 26 Feb 2015 01:06:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3907265653105973578.post-6675653516890063689</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Nabi Nuh adalah nabi keempat sesudah Adam, Syith dan Idris dan keturunan kesembilan&lt;br /&gt;
dari Nabi Adam. Ayahnya adalah Lamik bin Metusyalih bin Idris.&lt;br /&gt;
Dakwah Nabi Nuh Kepada Kaumnya&lt;br /&gt;
Nabi Nuh menerima wahyu kenabian dari Allah dalam masa "fatrah" masa kekosongan di&lt;br /&gt;
antara dua rasul di mana biasanya manusia secara beransur-ansur melupakan ajaran&lt;br /&gt;
agama yang dibawa oleh nabi yang meninggalkan mereka dan kembali bersyirik&lt;br /&gt;
meninggalkan amal kebajikan, melakukan kemungkaran dan kemaksiatan di bawah&lt;br /&gt;
pimpinan Iblis.&lt;br /&gt;
Demikianlah maka kaum Nabi Nuh tidak luput dari proses tersebut, sehingga ketika Nabi&lt;br /&gt;
Nuh datang di tengah-tengah mereka, mereka sedang menyembah berhala ialah&lt;br /&gt;
patung-patung yang dibuat oleh tangan-tangan mereka sendiri disembahnya sebagai&lt;br /&gt;
tuhan-tuhan yang dapat membawa kebaikan dan manfaat serta menolak segala&lt;br /&gt;
kesengsaraan dan kemalangan.berhala-berhala yang dipertuhankan dan menurut&lt;br /&gt;
kepercayaan mereka mempunyai kekuatan dan kekuasaan ghaib ke atas manusia itu&lt;br /&gt;
diberinya nama-nama yang silih berganti menurut kehendak dan selera ke****an&lt;br /&gt;
mereka.Kadang-kadang mereka namakan berhala mereka " Wadd " dan " Suwa "&lt;br /&gt;
kadangkala " Yaguts " dan bila sudah bosan digantinya dengan nama " Yatuq " dan " Nasr&lt;br /&gt;
".&lt;br /&gt;
Nabi Nuh berdakwah kepada kaumnya yang sudah jauh tersesat oleh iblis itu, mengajak&lt;br /&gt;
mereka meninggalkan syirik dan penyembahan berhala dan kembali kepada tauhid&lt;br /&gt;
menyembah Allah Tuhan sekalian alam melakukan ajaran-ajaran agama yang diwahyukan&lt;br /&gt;
kepadanya serta meninggalkan kemungkaran dan kemaksiatan yang diajarkan oleh Syaitan&lt;br /&gt;
dan Iblis.&lt;br /&gt;
Nabi Nuh menarik perhatian kaumnya agar melihat alam semesta yang diciptakan oleh&lt;br /&gt;
Allah berupa langit dengan matahari, bulan dan bintang-bintang yang menghiasinya, bumi&lt;br /&gt;
dengan kekayaan yang ada di atas dan di bawahnya, berupa tumbuh-tumbuhan dan air &lt;br /&gt;
yang mengalir yang memberi kenikmatan hidup kepada manusia, pengantian malam&lt;br /&gt;
menjadi siang dan sebaliknya yang kesemua itu menjadi bukti dan tanda nyata akan&lt;br /&gt;
adanya keesaan Tuhan yang harus disembah dan bukan berhala-berhala yang mereka&lt;br /&gt;
buat dengan tangan mereka sendiri.Di samping itu Nabi Nuh juga memberitakan kepada&lt;br /&gt;
mereka bahwa akan ada gajaran yang akan diterima oleh manusia atas segala amalannya&lt;br /&gt;
di dunia iaitu syurga bagi amalan kebajikan dan neraka bagi segala pelanggaran terhadap&lt;br /&gt;
perintah agama yang berupa kemungkaran dan kemaksiatan.&lt;br /&gt;
Nabi Nuh yang dikurniakan Allah dengan sifat-sifat yang patut dimiliki oleh seorang nabi,&lt;br /&gt;
fasih dan tegas dalam kata-katanya, bijaksana dan sabar dalam tindak-tanduknya&lt;br /&gt;
melaksanakan tugas risalahnya kepada kaumnya dengan penuh kesabaran dan&lt;br /&gt;
kebijaksanaan dengan cara yang lemah lembut mengetuk hati nurani mereka dan kadang&lt;br /&gt;
kala dengan kata-kata yang tajam dan nada yang kasar bila menghadapi&lt;br /&gt;
pembesar-pembesar kaumnya yang keras kepala yang enggan menerima hujjah dan&lt;br /&gt;
dalil-dalil yang dikemukakan kepada mereka yang tidak dapat mereka membantahnya atau&lt;br /&gt;
mematahkannya.&lt;br /&gt;
Akan tetapi walaupun Nabi Nuh telah berusaha sekuat tanaganya berdakwah kepda&lt;br /&gt;
kaumnya dengan segala kebijaksanaan, kecekapan dan kesabaran dan dalam setiap&lt;br /&gt;
kesempatan, siang mahupun malam dengan cara berbisik-bisik atau cara terang dan&lt;br /&gt;
terbuka terbyata hanya sedikit sekali dari kaumnya yang dpt menerima dakwahnya dan&lt;br /&gt;
mengikuti ajakannya, yang menurut sementara riwayat tidak melebihi bilangan seratus&lt;br /&gt;
orang Mereka pun terdiri dari orang-orang yang miskin berkedudukan sosial lemah.&lt;br /&gt;
Sedangkan orang yang kaya-raya, berkedudukan tingi dan terpandang dalam masyarakat,&lt;br /&gt;
yang merupakan pembesar-pembesar dan penguasa-penguasa tetap membangkang, tidak&lt;br /&gt;
mempercayai Nabi Nuh mengingkari dakwahnya dan sesekali tidak merelakan melepas&lt;br /&gt;
agamanya dan kepercayaan mereka terhadap berhala-berhala mereka, bahkan mereka&lt;br /&gt;
berusaha dengan mengadakan persekongkolan hendak melumpuhkan dan mengagalkan&lt;br /&gt;
usaha dakwah Nabi nuh.&lt;br /&gt;
Berkata mereka kepada Nabi Nuh:"Bukankah engkau hanya seorang daripada kami dan&lt;br /&gt;
tidak berbeda drp kami sebagai manusia biasa. Jikalau betul Allah akan mengutuskan&lt;br /&gt;
seorang rasul yang membawa perintah-Nya, nescaya Ia akan mengutuskan seorang&lt;br /&gt;
malaikat yang patut kami dengarkan kata-katanya dan kami ikuti ajakannya dan bukan&lt;br /&gt;
manusia biasa seperti engkau hanya dpt diikuti orang-orang rendah kedudukan sosialnya&lt;br /&gt;
seperti para buruh petani orang-orang yang tidak berpenghasilan yang bagi kami mereka&lt;br /&gt;
seperti sampah masyarakat.Pengikut-pengikutmu itu adalah orang-orang yang tidak&lt;br /&gt;
mempunyai daya fikiran dan ketajaman otak, mereka mengikutimu secara buta tuli tanpa&lt;br /&gt;
memikirkan dan menimbangkan masak-masak benar atau tidaknya dakwah dan ajakanmu&lt;br /&gt;
itu. Cuba agama yang engkau bawa dan ajaran -ajaran yang engkau sadurkan kepada kami&lt;br /&gt;
itu betul-betul benar, nescaya kamilah dulu mengikutimu dan bukannya orang-orang yang&lt;br /&gt;
mengemis pengikut-pengikutmu itu. kami sebagai pemuka-pemuka masyarakat yang&lt;br /&gt;
pandai berfikir, memiliki kecerdasan otak dan pandangan yang luas dan yang dipandang&lt;br /&gt;
masyarakat sebagai pemimpin-pemimpinnya, tidaklah mudak kami menerima ajakanmu&lt;br /&gt;
dan dakwahmu.Engkau tidak mempunyai kelebihan di atas kami tentang soaL-soal&lt;br /&gt;
kemasyarakatan dan pergaulan hidup.kami jauh lebih pandai dan lebih mengetahui drpmu&lt;br /&gt;
tentang hal itu semua.nya.Anggapan kami terhadapmu, tidak lain dan tidak bukan, bahawa&lt;br /&gt;
engkau adalh pendusta belaka."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nuh berkata, menjawab ejekan dan olok-olokan kaumnya:"Adakah engkau mengira bahwa&lt;br /&gt;
aku dpt memaksa kamu mengikuti ajaranku atau mengira bahwa aku mempunyai&lt;br /&gt;
kekuasaan untuk menjadikan kamu orang-orang yang beriman jika kamu tetap menolak&lt;br /&gt;
ajakan ku dan tetap membuta-tuli terhadap bukti-bukti kebenaran dakwahku dan tetap&lt;br /&gt;
mempertahakan pendirianmu yang tersesat yang diilhamkan oleh kesombongan dan&lt;br /&gt;
kecongkakan karena kedudukan dan harta-benda yang kamu miliki.Aku hanya seorang&lt;br /&gt;
manusia yang mendpt amanat dan diberi tugas oleh Allah untuk menyampaikan risalah-Nya&lt;br /&gt;
kepada kamu. Jika kamu tetap berkeras kepala dan tidak mahu kembali ke jalan yang&lt;br /&gt;
benar dan menerima agama Allah yang diutuskan-Nya kepada ku maka terserahlah kepada&lt;br /&gt;
Allah untuk menentukan hukuman-Nya dan gajaran-Nya keatas diri kamu. Aku hanya&lt;br /&gt;
pesuruh dan rasul-Nya yang diperintahkan untuk menyampaikan amanat-Nya kepada&lt;br /&gt;
hamba-hamba-Nya. Dialah yang berkuasa memberi hidayah kepadamu dan mengampuni&lt;br /&gt;
dosamu atau menurunkan azab dan seksaan-Nya di atas kamu sekalian jika Ia&lt;br /&gt;
kehendaki.Dialah pula yang berkuasa menurunkan seksa danazab-nya di dunia atau&lt;br /&gt;
menangguhkannya sampai hari kemudian. Dialah Tuhan pencipta alam semesta ini, Maha&lt;br /&gt;
Kuasa ,Maha Mengetahui, maha pengasih dan Maha Penyayang.".&lt;br /&gt;
Kaum Nuh mengemukakan syarat dengan berkata:"Wahai Nuh! Jika engkau menghendaki&lt;br /&gt;
kami mengikutimu dan memberi sokongan dan semangat kepada kamu dan kepada agama&lt;br /&gt;
yang engkau bawa, maka jauhkanlah para pengikutmu yang terdiri dari orang-orang petani,&lt;br /&gt;
buruh dan hamaba-hamba sahaya itu. Usirlah mereka dari pengaulanmu karena kami tidak&lt;br /&gt;
dpt bergaul dengan mereka duduk berdampingan dengan mereka mengikut cara hidup&lt;br /&gt;
mereka dan bergabung dengan mereka dalam suatu agama dan kepercayaan. Dan&lt;br /&gt;
bagaimana kami dpt menerima satu agama yang menyamaratakan para bangsawan&lt;br /&gt;
dengan orang awam, penguasa dan pembesar dengan buruh-buruhnya dan orang kaya&lt;br /&gt;
yang berkedudukan dengan orang yang miskin dan papa."&lt;br /&gt;
Nabi Nuh menolak pensyaratan kaumnya dan berkata:"Risalah dan agama yang aku bawa&lt;br /&gt;
adalah untuk semua orang tiada pengecualian, yang pandai mahupun yang ****, yang kaya&lt;br /&gt;
mahupun miskin, majikan ataupun buruh ,diantara peguasa dan rakyat biasa semuanya&lt;br /&gt;
mempunyai kedudukan dan tempat yang sama trehadap agama dan hukum Allah. Andai&lt;br /&gt;
kata aku memenuhi pensyaratan kamu dan meluluskan keinginanmu menyingkirkan para&lt;br /&gt;
pengikutku yang setia itu, maka siapakah yang dpt ku harapkan akan meneruskan&lt;br /&gt;
dakwahku kepada orang ramai dan bagaimana aku sampai hati menjauhkan drpku&lt;br /&gt;
orang-orang yang telah beriman dan menerima dakwahku dengan penuh keyakinan dan&lt;br /&gt;
keikhlasan di kala kamu menolaknya serta mengingkarinya, orang-orang yang telah&lt;br /&gt;
membantuku dalam tugasku di kala kamu menghalangi usahaku dan merintangi dakwahku.&lt;br /&gt;
Dan bagaimanakah aku dpt mempertanggungjawabkan tindakan pengusiranku kepada&lt;br /&gt;
mereka terhadap Allah bila mereka mengadu bahawa aku telah membalas kesetiaan dan&lt;br /&gt;
ketaatan mereka dengan sebaliknya semata-mata untuk memenuhi permintaanmu dan&lt;br /&gt;
tunduk kepada pensyaratanmu yang tidak wajar dan tidak dpt diterima oleh akal dan fikiran&lt;br /&gt;
yang sihat. Sesungguhnay kamu adalah orang-orang yang **** dan tidak berfikiran sihat.&lt;br /&gt;
Pada akhirnya, karena merasa tidak berdaya lagi mengingkari kebenaran kata-kata Nabi&lt;br /&gt;
Nuh dan merasa kehabisan alasan dan hujjah untuk melanjutkan dialog dengan beliau,&lt;br /&gt;
maka berkatalah mereka:"Wahai Nabi Nuh! Kita telah banyak bermujadalah dan berdebat&lt;br /&gt;
dan cukup berdialog serta mendengar dakwahmu yang sudah menjemukan itu. Kami tetap&lt;br /&gt;
tidak akan mengikutimu dan tidak akan sesekali melepaskan kepercayaan dan adat-istiadat&lt;br /&gt;
kami sehingga tidak ada gunanya lagi engkau mengulang-ulangi dakwah dan ajakanmu dan&lt;br /&gt;
bertegang lidah dengan kami. datangkanlah apa yang engkau benar-benar orang yang&lt;br /&gt;
menepati janji dan kata-katanya. Kami ingin melihat kebenaran kata-katamu dan&lt;br /&gt;
ancamanmu dalam kenyataan. Karena kami masih tetap belum mempercayaimu dan tetap&lt;br /&gt;
meragukan dakwahmu."&lt;br /&gt;
Nabi Nuh Berputus Asa Dari Kaumnya&lt;br /&gt;
Nabi Nuh berada di tengah-tengah kaumnya selama sembilan ratus lima puluh tahun&lt;br /&gt;
berdakwah menyampaikan risalah Tuhan, mengajak mereka meninmggalkan&lt;br /&gt;
penyembahan berhala dan kembali menyembah dan beribadah kepada Allah Yang maha&lt;br /&gt;
Kuasa memimpin mereka keluar dari jalan yang sesat dan gelap ke jalan yang benar dan&lt;br /&gt;
terang, mengajar mereka hukum-hukum syariat dan agama yang diwahyukan oleh Allah&lt;br /&gt;
kepadanya, mangangkat darjat manusia yang tertindas dan lemah ke tingak yang sesuai&lt;br /&gt;
dengan fitrah dan qudratnya dan berusaha menghilangkan sifat-sifat sombong dan bongkak&lt;br /&gt;
yang melekat pd para pembesar kaumnya dan medidik agar mereka berkasih sayang,&lt;br /&gt;
tolong-menolong diantara sesama manusia. Akan tetapi dalam waktu yang cukup lama itu,&lt;br /&gt;
Nabi Nuh tidak berhasil menyedarkan an menarik kaumnya untuk mengikuti dan menerima&lt;br /&gt;
dakwahnya beriman, bertauhid dan beribadat kepada Allah kecuali sekelompok kecil&lt;br /&gt;
kaumnya yang tidak mencapai seramai seratus orang, walaupun ia telah melakukan&lt;br /&gt;
tugasnya dengan segala daya-usahanya dan sekuat tenaganya dengan penuh kesabaran&lt;br /&gt;
dan kesulitan menghadapi penghinaan, ejekan dan cercaan makian kaumnya, karena ia&lt;br /&gt;
mengharapkan akan dtg masanya di mana kaumnya akan sedar diri dan dtg mengakui&lt;br /&gt;
kebenarannya dan kebenaran dakwahnya. Harapan Nabi Nuh akan kesedaran kaumnya&lt;br /&gt;
ternyata makin hari makin berkurangan dan bahawa sinar iman dan takwa tidak akan&lt;br /&gt;
menebus ke dalam hati mereka yang telah tertutup rapat oleh ajaran dan bisikan Iblis. Hal&lt;br /&gt;
mana Nabi Nuh berupa berfirman Allah yang bermaksud:&lt;br /&gt;
"Sesungguhnya tidak akan seorang drp kaumnya mengikutimu dan beriman kecuali mereka&lt;br /&gt;
yang telah mengikutimu dan beriman lebih dahulu, maka jgnlah engkau bersedih hati&lt;br /&gt;
karena apa yang mereka perbuatkan."&lt;br /&gt;
Dengan penegasan firman Allah itu, lenyaplah sisa harapan Nabi Nuh dari kaumnya dan&lt;br /&gt;
habislah kesabarannya. Ia memohon kepada Allah agar menurunkan Azab-Nya di atas&lt;br /&gt;
kaumnya yang berkepala batu seraya berseru:"Ya Allah! Jgnlah Engkau biarkan seorang&lt;br /&gt;
pun drp orang-orang kafir itu hidup dan tinggal di atas bumi ini. Mareka akan berusaha&lt;br /&gt;
menyesatkan hamba-hamba-Mu, jika Engkau biarkan mereka tinggal dan mereka tidak&lt;br /&gt;
akan melahirkan dan menurunkan selain anak-anak yang berbuat maksiat dan anak-anak&lt;br /&gt;
yang kafir spt.mereka."&lt;br /&gt;
Doa Nabi Nuh dikalbulkan oleh Allah dan permohonannya diluluskan dan tidak perlu lagi&lt;br /&gt;
menghiraukan dan mempersoalkan kaumnya, karena mereka itu akan menerima hukuman&lt;br /&gt;
Allah dengan mati tenggelam.&lt;br /&gt;
Nabi Nuh Membuat Kapal&lt;br /&gt;
Setelah menerima perintah Allah untuk membuat sebuah kapal, segeralah Nabi Nuh&lt;br /&gt;
mengumpulkan para pengikutnya dan mulai mereka mengumpulkan bhn yang diperlukan&lt;br /&gt;
untuk maksud tersebut, kemudian dengan mengambil tempat di luar dan agak jauh dari&lt;br /&gt;
kota dan keramaiannya mereka dengan rajin dan tekun bekerja siang dan malam&lt;br /&gt;
menyelesaikan pembinaan kapal yang diperintahkan itu.&lt;br /&gt;
Walaupun Nabi Nuh telah menjauhi kota dan masyarakatnya, agar dpt bekerja dengan&lt;br /&gt;
tenang tanpa gangguan bagi menyelesaikan pembinaan kapalnya namun ia tidak luput dari&lt;br /&gt;
ejekan dan cemuhan kaumnya yang kebetulan atau sengaja melalui tempat kerja membina&lt;br /&gt;
kapal itu. Mereka mengejek dan mengolok-olk dengan mengatakan:"Wahai Nuh! Sejak bila&lt;br /&gt;
engkau telah menjadi tukang kayu dan pembuat kapal?Bukankah engkau seorang nabi dan&lt;br /&gt;
rasul menurut pengakuanmu, kenapa sekarang menjadi seorang tukang kayu dan pembuat&lt;br /&gt;
kapal.Dan kapal yang engkau buat itu di tempat yang jauh dari air ini adalah maksudmu&lt;br /&gt;
untuk ditarik oleh kerbau ataukah mengharapkan angin yang ankan menarik kapalmu ke&lt;br /&gt;
laut?"Dan lain-lain kata ejekan yang diterima oleh Nabi Nuh dengan sikap dingin dan&lt;br /&gt;
tersenyum seraya menjawab:"Baiklah tunggu saja saatnya nanti, jika kamu sekrg mengejek&lt;br /&gt;
dan mengolok-olok kami maka akan tibalah masanya kelak bg kami untuk mengejek kamu&lt;br /&gt;
dan akan kamu ketahui kelak untuk apa kapal yang kami siapkan ini.Tunggulah saatnya&lt;br /&gt;
azab dan hukuman Allah menimpa atas diri kamu."&lt;br /&gt;
Setelah selesai pekerjaan pembuatan kapal yang merupakan alat pengangkutan laut&lt;br /&gt;
pertama di dunia, Nabi Nuh menerima wahyu dari Allah:"Siap-siaplah engkau dengan&lt;br /&gt;
kapalmu, bila tiba perintah-Ku dan terlihat tanda-tanda drp-Ku maka segeralah angkut&lt;br /&gt;
bersamamu di dalam kapalmu dan kerabatmu dan bawalah dua pasang dari setiap jenis&lt;br /&gt;
makhluk yang ada di atas bumi dan belayarlah dengan izin-Ku."&lt;br /&gt;
Kemudian tercurahlah dari langit dan memancur dari bumi air yang deras dan dahsyat yang&lt;br /&gt;
dalam sekelip mata telah menjadi banjir besar melanda seluruh kota dan desa&lt;br /&gt;
menggenangi daratan yang rendah mahupun yang tinggi sampai mencapai puncak&lt;br /&gt;
bukit-bukit sehingga tiada tempat berlindung dari air bah yang dahsyat itu kecuali kapal&lt;br /&gt;
Nabi Nuh yang telah terisi penuh dengan para orang mukmin dan pasangan makhluk yang&lt;br /&gt;
diselamatkan oleh Nabi Nuh atas perintah Allah.&lt;br /&gt;
Dengan iringan"Bismillah majraha wa mursaha"belayarlah kapal Nabi Nuh dengan lajunya&lt;br /&gt;
menyusuri lautan air, menentang angin yang kadang kala lemah lembut dan kadang kala&lt;br /&gt;
ganas dan ribut. Di kanan kiri kapal terlihatlah orang-orang kafir bergelut melawan&lt;br /&gt;
gelombang air yang menggunung berusaha menyelamat diri dari cengkaman maut yang&lt;br /&gt;
sudah sedia menerkam mereka di dalam lipatan gelombang-gelombang itu.&lt;br /&gt;
Tatkala Nabi Nuh berada di atas geladak kapal memperhatikan cuaca dan melihat-lihat&lt;br /&gt;
orang-orang kafir dari kaumnya sedang bergelimpangan di atas permukaan air, tiba-tiba&lt;br /&gt;
terlihatlah olehnya tubuh putera sulungnya yang bernama "Kan'aan" timbul tenggelam&lt;br /&gt;
dipermainkan oleh gelombang yang tidak menaruh belas kasihan kepada orang-orang yang&lt;br /&gt;
sedang menerima hukuman Allah itu. Pada saat itu, tanpa disadari, timbullah rasa cinta dan&lt;br /&gt;
kasih sayang seorang ayah terhadap putera kandungnya yang berada dalam keadaan&lt;br /&gt;
cemas menghadapi maut ditelan gelombang.&lt;br /&gt;
Nabi Nuh secara spontan, terdorong oleh suara hati kecilnya berteriak dengan sekuat&lt;br /&gt;
suaranya memanggil puteranya:Wahai anakku! Datanglah kemari dan gabungkan dirimu&lt;br /&gt;
bersama keluargamu. Bertaubatlah engkau dan berimanlah kepada Allah agar engkau&lt;br /&gt;
selamat dan terhindar dari bahaya maut yang engkau menjalani hukuman Allah." Kan'aan,&lt;br /&gt;
putera Nabi Nuh, yang tersesat dan telah terkena racun rayuan syaitan dan hasutan&lt;br /&gt;
kaumnya yang sombong dan keras kepala itu menolak dengan keras ajakan dan panggilan&lt;br /&gt;
ayahnya yang menyayanginya dengan kata-kata yang menentang:"Biarkanlah aku dan&lt;br /&gt;
pergilah, jauhilah aku, aku tidak sudi berlindung di atas geladak kapalmu aku akan dapat&lt;br /&gt;
menyelamatkan diriku sendiri dengan berlindung di atas bukit yang tidak akan dijangkau&lt;br /&gt;
oleh air bah ini."&lt;br /&gt;
Nuh menjawab:"Percayalah bahawa tempat satu-satunya yang dapat menyelamatkan&lt;br /&gt;
engkau ialah bergabung dengan kami di atas kapal ini. Masa tidak akan ada yang dapat&lt;br /&gt;
melepaskan diri dari hukuman Allah yang telah ditimpakan ini kecuali orang-orang yang&lt;br /&gt;
memperolehi rahmat dan keampunan-Nya."&lt;br /&gt;
Setelah Nabi Nuh mengucapkan kata-katanya tenggelamlah Kan'aan disambar gelombang&lt;br /&gt;
yang ganas dan lenyaplah ia dari pandangan mata ayahnya, tergelincirlah ke bawah lautan&lt;br /&gt;
air mengikut kawan-kawannya dan pembesar-pembesar kaumnya yang durhaka itu.&lt;br /&gt;
Nabi Nuh bersedih hati dan berdukacita atas kematian puteranya dalam keadaan kafir tidak&lt;br /&gt;
beriman dan belum mengenal Allah. Beliau berkeluh-kesah dan berseru kepada Allah:"Ya&lt;br /&gt;
Tuhanku, sesungguhnya puteraku itu adalah darah dagingku dan adalah bahagian dari&lt;br /&gt;
keluargaku dan sesungguhnya janji-Mu adalha janji benar dan Engkaulah Maha Hakim&lt;br /&gt;
yang Maha Berkuasa."Kepadanya Allah berfirman:"Wahai Nuh! Sesungguhnya dia&lt;br /&gt;
puteramu itu tidaklah termasuk keluargamu, karena ia telah menyimpang dari ajaranmu,&lt;br /&gt;
melanggar perintahmu menolak dakwahmu dan mengikuti jejak orang-orang yang kafir drp&lt;br /&gt;
kaummu.Coretlah namanya dari daftar keluargamu.Hanya mereka yang telah menerima&lt;br /&gt;
dakwahmu mengikuti jalanmu dan beriman kepada-Ku dpt engkau masukkan dan&lt;br /&gt;
golongkan ke dalam barisan keluargamu yang telah Aku janjikan perlindungannya&lt;br /&gt;
danterjamin keselamatan jiwanya.Adapun orang-orang yang mengingkari risalah mu,&lt;br /&gt;
mendustakan dakwahmu dan telah mengikuti hawa nafsunya dan tuntutan Iblis, pastilah&lt;br /&gt;
mereka akan binasa menjalani hukuman yang telah Aku tentukan walau mereka berada&lt;br /&gt;
dipuncak gunung. Maka janganlah engkau sesekali menanyakan tentang sesuatu yang&lt;br /&gt;
engkau belum ketahui. Aku ingatkan janganlah engkau sampai tergolong ke dalam&lt;br /&gt;
golongan orang-orang yang ****."&lt;br /&gt;
Nabi Nuh sedar segera setelah menerima teguran dari Allah bahwa cinta kasih sayangnya&lt;br /&gt;
kepada anaknya telah menjadikan ia lupa akan janji dan ancaman Allah terhadap&lt;br /&gt;
orang-orang kafir termasuk puteranya sendiri. Ia sedar bahawa ia tersesat pd saat ia&lt;br /&gt;
memanggil puteranya untuk menyelamatkannya dari bencana banjir yang didorong oleh&lt;br /&gt;
perasaan naluri darah yang menghubungkannya dengan puteranya padahal sepatutnya&lt;br /&gt;
cinta dan taat kepada Allah harus mendahului cinta kepada keluarga dan harta-benda. Ia&lt;br /&gt;
sangat sesalkan kelalaian dan kealpaannya itu dan menghadap kepada Allah memohon&lt;br /&gt;
ampun dan maghfirahnya dengan berseru:"Ya Tuhanku aku berlindung kepada-Mu dari&lt;br /&gt;
godaan syaitan yang terlaknat, ampunilah kelalaian dan kealpaanku sehingga aku&lt;br /&gt;
menanyakan sesuatu yang aku tidak mengetahuinya. Ya Tuhanku bila Engkau tidak&lt;br /&gt;
memberi ampun dan maghfirah serta menurunkan rahmat bagiku, nescaya aku menjadi&lt;br /&gt;
orang yang rugi."&lt;br /&gt;
Setelah air bah itu mencapai puncak keganasannya dan habis binasalah kaum Nuh yang&lt;br /&gt;
kafir dan zalim sesuai dengan kehendak dan hukum Allah, surutlah lautan air diserap bumi&lt;br /&gt;
kemudian bertambatlah kapal Nuh di atas bukit " Judie " dengan iringan perintah Allah&lt;br /&gt;
kepada Nabi Nuh:"Turunlah wahai Nuh ke darat engkau dan para mukmin yang&lt;br /&gt;
menyertaimu dengan selamat dilimpahi barakah dan inayah dari sisi-Ku bagimu dan bagi&lt;br /&gt;
umat yang menyertaimu."&lt;br /&gt;
Kisah Nabi Nuh Dalam Al-Quran&lt;br /&gt;
Al-Quran menceritakan kisah Nabi Nuh dalam 43 ayat dari 28 surah di antaranya surah Nuh&lt;br /&gt;
dari ayat 1 sehinga 28, juga dalam surah "Hud" ayat 27 sehingga 48 yang mengisahkan&lt;br /&gt;
dialog Nabi Nuh dengan kaumnya dan perintah pembuatan kapal serta keadaan banjir yang&lt;br /&gt;
menimpa di atas mereka.&lt;br /&gt;
Pengajaran Dari Kisah Nabi Nuh A.S.&lt;br /&gt;
Bahawasanya hubungan antara manusia yang terjalin karena ikatan persamaan&lt;br /&gt;
kepercayaan atau penamaan aqidah dan pendirian adalah lebih erat dan lebih berkesan drp&lt;br /&gt;
hubungan yang terjalin karena ikatan darah atau kelahiran. Kan'aan yang walaupun ia&lt;br /&gt;
adalah anak kandung Nabi Nuh, oleh Allah s.w.t. dikeluarkan dari bilangan keluarga&lt;br /&gt;
ayahnya karena ia menganut kepercayaan dan agama berlainan dengan apa yang dianut&lt;br /&gt;
dan didakwahkan oleh ayahnya sendiri, bahkan ia berada di pihak yang memusuhi dan&lt;br /&gt;
menentangnya.&lt;br /&gt;
Maka dalam pengertian inilah dapat difahami firman Allah dalam Al-Quran yang&lt;br /&gt;
bermaksud:"Sesungguhnya para mukmin itu adalah bersaudara." Demikian pula hadis&lt;br /&gt;
Rasulullah s.a.w.yang bermaksud:"Tidaklah sempurna iman seseorang kecuali jika ia&lt;br /&gt;
menyintai saudaranya yang beriman sebagaimana ia menyintai dirinya sendiri."Juga&lt;br /&gt;
peribahasa yang berbunyi:"Adakalanya engkau memperolehi seorang saudara yang tidak&lt;br /&gt;
dilahirkan oleh ibumu." &lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (kisah25paranabidanrasul.blogspot.com)</author></item><item><title>Kisah Nabi Idris A.S</title><link>http://kisah25paranabidanrasul.blogspot.com/2015/02/kisah-nabi-idris-as.html</link><category>DAN NABI YA'KUB A.S</category><category>KISAH NABI ADAM A.S</category><category>KISAH NABI HUD A.S</category><category>KISAH NABI IBRAHIM A.S</category><category>Kisah Nabi Idris A.S</category><category>KISAH NABI ISHAK A.S</category><category>KISAH NABI ISHAK DAN NABI YA'KUB A.S</category><category>KISAH NABI ISMAIL A.S</category><category>KISAH NABI LUTH A.S</category><category>KISAH NABI NUH A.S</category><category>KISAH NABI SALEH A.S</category><pubDate>Thu, 26 Feb 2015 01:02:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3907265653105973578.post-748090255075973001</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Allah s.w.t berfirman:&lt;br /&gt;
"Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka kisah) Idris (yang tersebut)di dalam&lt;br /&gt;
Al-Qur'an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang rasul.&lt;br /&gt;
Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi." (QS. Maryam: 56-57)&lt;br /&gt;
Kita tidak mengetahui bila Nabi Idris hidup dan kepada kaum siapa dia diutus dan&lt;br /&gt;
bagaimana Allah s.w.t mengangkat darjatnya pada kedudukan yang tinggi.&lt;br /&gt;
Menurut cerita kuno disebutkan bahawa Nabi Idris adalah Uzairis, salah seorang pahlawan&lt;br /&gt;
Mesir kuno. Beliau dianggap sebagai Tuhan berhala. Izis, isterinya memainkan peranan&lt;br /&gt;
penting dalam mengembalikannya pada kehidupan. Kami tidak memiliki suatu sumber yang&lt;br /&gt;
otentik yang dapat kami percaya untuk meneguhkan pendapat seputar Nabi Idris.&lt;br /&gt;
Barangkali Idris adalah seorang Nabi yang dermawan dan mulia dan diutus di Mesir, lalu&lt;br /&gt;
Allah s.w.t mengangkatnya di sisi-Nya seperti Nabi Isa Ibnu Maryam. Ketika beliau&lt;br /&gt;
diangkat, terjadilah berbagai macam isu dan fitnah seputar beliau dan kemudian beliau&lt;br /&gt;
dijadikan sebagai Tuhan. Dan barangkali ada versi lain seputar kisah itu.&lt;br /&gt;
Yang jelas Al-Qur'an al-Karim tidak menyingkap kesamaran yang berhubungan dengan&lt;br /&gt;
Nabi Idris. Yang kami ketahui hanya bahawa beliau adalah seorang yang jujur, yang&lt;br /&gt;
terpercaya, dan seorang Nabi. Allah s.w.t mengangkatnya ke darjat yang tinggi di sisi-Nya.&lt;br /&gt;
?&lt;br /&gt;
Nabi Idris a.s Bersama Malaikat Izrail&lt;br /&gt;
Suatu ketika Nabi Idris a.s telah dikunjungi oleh Malaikat Izrail dan bertanya Nabi Idris a.s&lt;br /&gt;
katanya: "Hai malaikat Izrail, engkau datang ini untuk mencabut nyawa atau untuk&lt;br /&gt;
menziarah?." Kata Malaikat Izrail aku datang untuk menziarah dengan izin Allah. Kata Nabi&lt;br /&gt;
Idris kepada Malaikat Izrail: "Hai Malaikat Izrail, saya ada keperluan dan kepentingan&lt;br /&gt;
kepadamu" Kata Malaikat Izrail "Kepentingan apa itu?" Jawab Nabi Idris "Kepentingan&lt;br /&gt;
denganmu iaitu supaya engkau mencabut nyawaku dan kemudian Allah menghidupkan&lt;br /&gt;
kembali sehingga aku dapat beribadah kepada Allah setelah aku merasakan&lt;br /&gt;
sakaratulmaut". Kata Malaikat Izrail sesungguhnya aku tidak akan mencabut nyawa&lt;br /&gt;
seseorang melainkan mendapat izin Allah. Maka Allah memberi wahyu kepada kepada&lt;br /&gt;
Malaikat Izrail agar dia mencabut nyawa Nabi Idris, maka seketika itu Malaikat Izrail&lt;br /&gt;
mencabut nyawa Nabi Idris a.s. Maka Malaikat Izrail menangis atas kematian Nabi Idris&lt;br /&gt;
sambil memohon kepada Allah agar Allah menghidupkan kembali Nabi Idris a.s.&lt;br /&gt;
Kemudian Allah mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka Nabi Idris hidup kembali.&lt;br /&gt;
Malaikat Izrail bertanya kepada Nabi Idris as. "Hai saudaraku, bagaimana rasanya&lt;br /&gt;
sakaratulmaut itu?. Kata Nabi Idris a.s "Sesungguhnya rasa sakaratulmaut itu saya&lt;br /&gt;
umpamakan binatang yang hidup itu dilapah kulitnya (dibuang kulitnya semasa hidup-hidup)&lt;br /&gt;
dan begitulah rasanya sakaratulmaut bahkan lebih seribu kali sakit."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata Malaikat Maut: "Secara halus dan berhati-hati aku mencabut nyawa yang seperti itu&lt;br /&gt;
selama-lamanya." Kemudian Nabi Idris a.s berkata lagi pada Malaikat Maut: "Hai Malaikat&lt;br /&gt;
Maut, saya ada keinginan lagi dengan engkau iaitu saya ingin melihat Neraka Jahanam&lt;br /&gt;
sehingga saya boleh beribadah kepada Allah dengan bersungguh-sungguh setelah melihat&lt;br /&gt;
belenggu, rantai-rantai dan kala jengking yang menyengat orang-orang yang ada di Neraka&lt;br /&gt;
Jahanam." Kata Malaikat Maut "Bagaimana saya boleh pergi ke Neraka Jahanam tanpa izin&lt;br /&gt;
Allah".&lt;br /&gt;
Mala Allah memberi wahyu kepada Malaikat Maut dengan firman: "Pergilah engkau ke&lt;br /&gt;
Neraka Jahanam bersama-sama Nabi Idris a.s". Malaikat Maut pun pergi ke Neraka&lt;br /&gt;
Jahanam bersama-sama Nabi Idris kemudian Idris melihat segala macam seksaan yang&lt;br /&gt;
diciptakan Allah untuk musuh-musuhNya yang berupa belenggu, rantai-rantai daripada&lt;br /&gt;
neraka dan kala jengking serta ular dengan api-api yang menyala dan kayu zakum dan air&lt;br /&gt;
yang sangat panas untuk diminum oleh ahli neraka tersebut. Setelah kembali Nabi Idris&lt;br /&gt;
berkata lagi kepada Malaikat Maut. "Hai Malaikat Maut, saya ada keinginan lagi dengamu&lt;br /&gt;
iaitu saya ingin melihat syurga sehingga saya boleh tambah meningkatkan amal ibadah,"&lt;br /&gt;
maka Malaikat Maut berkata "Bagaimana boleh saya bersamamu ke dalam syurga tanpa&lt;br /&gt;
izin Allah." Maka Allah memberi izin pada Malaikat Maut untuk pergi berdua dan berhenti&lt;br /&gt;
dekat pintu syurga.&lt;br /&gt;
Maka Nabi Idris melihat di dalamnya nampak bermacam-macam nikmat dan istana besar&lt;br /&gt;
lagi indah dan beberapa anugerah yang berharga, juga tumbuh-tumbuhan serta&lt;br /&gt;
buah-buahan yang beraneka warna dan rasanya berbeza-beza. Nabi Idris berkata "Hai&lt;br /&gt;
saudaraku, saya telah merasakan sakitnya sakaratulmaut, saya telah melihat Neraka&lt;br /&gt;
Jahanam yang didalamnya bermacam-macam rupa seksaan dan azab neraka maka&lt;br /&gt;
mohonlah engkau kepada Allah agar Allah mengizinkan saya untuk masuk syurga dan&lt;br /&gt;
minum airnya agar hilang rasa sakitnya sakaratulmaut di tenggkorakku ini dan juga&lt;br /&gt;
terhindar daripada seksaan Neraka Jahanam.&lt;br /&gt;
Maka Malaikat Izrail minta izin kepada Allah lalu mengizinkannya, kemudian masuklah&lt;br /&gt;
meraka berdua ke alam syurga lalu keluar. Kemudian Nabi Idris masuk lagi ke dalam&lt;br /&gt;
syurga dan meletakkan seliparnya di bawah pokok kayu di dalam syurga. Maka Nabi Idris&lt;br /&gt;
berkata kepada Malaikat Izrail "Hai Malaikat Maut, selipar saya tertinggal didalam syurga di&lt;br /&gt;
bawah pokok kayu, maka kembalikanlah saya ke dalam syurga," maka Nabi Idris masuk ke&lt;br /&gt;
syurga dan tidak mahu keluar lagi dari syurga. Maka berteriaklah Malaikat Izrail memanggil&lt;br /&gt;
Nabi Idris agar keluar dari syurga. "Hai Idris, keluarlah engkau dari syurga." Maka Nabi Idris&lt;br /&gt;
pun tidak mahu keluar Allah s.w.t telah berfirman "Tiap-tiap orang mesti merasakan&lt;br /&gt;
sakaratul maut, sedang saya sudah merasakan sakaratulmaut. Dan Allah s.w.t berfirman&lt;br /&gt;
lagi maksudnya: "Tidak ada diantara kamu sekelian kecuali mereka itu memasuki&lt;br /&gt;
(neraka/syurga) sedang aku pernah memasuki neraka dan Allah pun juga berfirman lagi&lt;br /&gt;
maksudnya: "Dan tidaklah mereka itu dikeluarkannya". (keluar daripada syurga).&lt;br /&gt;
"Siapakah yang mengeluarkan saya dari syurga" sedangkan Allah telah memberi wahyu&lt;br /&gt;
kepada malaikat Maut. "Tinggalkanlah dia (Nabi Idris) sesungguhnya Aku telah&lt;br /&gt;
memutuskan dia di zaman azali dahulu bahawa sesungguhnya dia (Nabi Idris) tergolong&lt;br /&gt;
ahli dan penghuni syurga."&lt;br /&gt;
Dan Allah telah berfirman kepada rasul-rasulNya tentang kisah Nabi Idris dalam firmanNya&lt;br /&gt;
yang bermaksud. "Dan ingatlah olehmu cerita-cerita dalam kitab Nabi Idris a.s dan&lt;br /&gt;
seterusnya." &lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (kisah25paranabidanrasul.blogspot.com)</author></item><item><title>KISAH NABI ADAM A.S</title><link>http://kisah25paranabidanrasul.blogspot.com/2015/02/blog-post.html</link><category>DAN NABI YA'KUB A.S</category><category>KISAH NABI ADAM A.S</category><category>KISAH NABI HUD A.S</category><category>KISAH NABI IBRAHIM A.S</category><category>Kisah Nabi Idris A.S</category><category>KISAH NABI ISHAK A.S</category><category>KISAH NABI ISHAK DAN NABI YA'KUB A.S</category><category>KISAH NABI ISMAIL A.S</category><category>KISAH NABI LUTH A.S</category><category>KISAH NABI NUH A.S</category><category>KISAH NABI SALEH A.S</category><pubDate>Thu, 26 Feb 2015 00:59:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3907265653105973578.post-8028452936620722487</guid><description>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya,laut-lautannya dan&lt;br /&gt;
tumbuh-tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya, bulan dan&lt;br /&gt;
bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis&lt;br /&gt;
makhluk halus yang diciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha&lt;br /&gt;
Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak&lt;br /&gt;
Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi&lt;br /&gt;
memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di&lt;br /&gt;
dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah&lt;br /&gt;
ditakdirkan baginya.&lt;br /&gt;
Kekhuatiran Para Malaikat.&lt;br /&gt;
Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan&lt;br /&gt;
makhluk lain itu,mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain&lt;br /&gt;
itu, disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau&lt;br /&gt;
karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari. Berkata mereka kepada Allah&lt;br /&gt;
s.w.t.:"Wahai Tuhan kami! Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami, padahal&lt;br /&gt;
kami selalu bertasbih, bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa&lt;br /&gt;
henti-hentinya, sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,&lt;br /&gt;
nescaya akan bertengkar satu dengan lain, akan saling bunuh-membunuh berebutan&lt;br /&gt;
menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya, sehingga&lt;br /&gt;
akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu."&lt;br /&gt;
Allah berfirman, menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:&lt;br /&gt;
"Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat&lt;br /&gt;
penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh&lt;br /&gt;
kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan&lt;br /&gt;
bukan sebagai sujud ibadah, karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada&lt;br /&gt;
sesama makhluk-Nya."&lt;br /&gt;
Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat, kering dan lumpur&lt;br /&gt;
hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke&lt;br /&gt;
dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna&lt;br /&gt;
Iblis Membangkang.&lt;br /&gt;
Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain,&lt;br /&gt;
yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang&lt;br /&gt;
akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya&lt;br /&gt;
serta yang terpendam di dalamnya. Iblis merasa dirinya lebih mulia,l ebih utama dan lebih&lt;br /&gt;
agung dari Adam, karena ia diciptakan dari unsur api, sedang Adam dari tanah dan&lt;br /&gt;
lumpur.Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah&lt;br /&gt;
untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain, walaupun diperintah&lt;br /&gt;
oleh Allah.&lt;br /&gt;
Tuhan bertanya kepada Iblis:"Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang&lt;br /&gt;
telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?"&lt;br /&gt;
Iblis menjawab:"Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia.Engkau ciptakan aku dari&lt;br /&gt;
api dan menciptakannya dari lumpur."&lt;br /&gt;
Karena kesombongan, kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang&lt;br /&gt;
diperintahkan, maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan&lt;br /&gt;
mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan&lt;br /&gt;
melekat pada dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni&lt;br /&gt;
neraka.&lt;br /&gt;
Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon&lt;br /&gt;
agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di&lt;br /&gt;
hari kiamat. Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari&lt;br /&gt;
kebangkitan,tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu, bahkan&lt;br /&gt;
sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam, sebagai sebab terusirnya dia dari&lt;br /&gt;
syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat, dan akan mendatangi anak-anak&lt;br /&gt;
keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan&lt;br /&gt;
bersamanya menempuh jalan yang sesat, mengajak mereka melakukan maksiat dan&lt;br /&gt;
hal-hal yang terlarang,menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan&lt;br /&gt;
mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.&lt;br /&gt;
Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:&lt;br /&gt;
"Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka&lt;br /&gt;
Jahanam dan bahan bakar neraka. Engkau tidak akan berdaya menyesatkan&lt;br /&gt;
hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki&lt;br /&gt;
aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau&lt;br /&gt;
menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah."&lt;br /&gt;
Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.&lt;br /&gt;
Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan&lt;br /&gt;
menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa&lt;br /&gt;
bumi, maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta,&lt;br /&gt;
kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:"Cubalah&lt;br /&gt;
sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu, jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan&lt;br /&gt;
lebih mengerti dari Adam."&lt;br /&gt;
Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda&lt;br /&gt;
yang berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan&lt;br /&gt;
berkata:"Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang&lt;br /&gt;
sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang&lt;br /&gt;
Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana."&lt;br /&gt;
Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para&lt;br /&gt;
malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam, berfirmanlah Allah kepada&lt;br /&gt;
mereka:"Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan&lt;br /&gt;
bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan."&lt;br /&gt;
Adam Menghuni Syurga.&lt;br /&gt;
Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk&lt;br /&gt;
mendampinginya dan menjadi teman hidupnya, menghilangkan rasa kesepiannya dan&lt;br /&gt;
melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para&lt;br /&gt;
ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri&lt;br /&gt;
diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga, ia melihat Hawa sudah berada di&lt;br /&gt;
sampingnya. ia ditanya oleh malaikat:"Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang&lt;br /&gt;
berada di sampingmu itu?"&lt;br /&gt;
Berkatalah Adam:"Seorang perempuan."Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh&lt;br /&gt;
Allah kepadanya."Siapa namanya?"tanya malaikat lagi.&lt;br /&gt;
"Hawa",jawab Adam."Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?",tanya malaikat lagi.&lt;br /&gt;
Adam menjawab:"Untuk mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisi&lt;br /&gt;
keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah."&lt;br /&gt;
Allah berpesan kepada Adam:"Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga,rasakanlah&lt;br /&gt;
kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya, rasailah dan makanlah buah-buahan yang&lt;br /&gt;
lazat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan&lt;br /&gt;
mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di&lt;br /&gt;
dalamnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan&lt;br /&gt;
menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim.Ketahuilah bahawa Iblis&lt;br /&gt;
itu adalah musuhmu dan musuh isterimu, ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret&lt;br /&gt;
kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini."&lt;br /&gt;
Iblis Mulai Beraksi.&lt;br /&gt;
Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh Allah dari Syurga akibat&lt;br /&gt;
bangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang&lt;br /&gt;
menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari&lt;br /&gt;
singgahsana kebesarannya. Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada&lt;br /&gt;
Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.&lt;br /&gt;
Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat&lt;br /&gt;
dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala cara dan&lt;br /&gt;
kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa&lt;br /&gt;
bahawa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka.Ia membisikan&lt;br /&gt;
kepada mereka bahwa.larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk&lt;br /&gt;
itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan&lt;br /&gt;
akan hidup kekal.Diulang-ulangilah pujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau&lt;br /&gt;
pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya&lt;br /&gt;
termakanlah pujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan&lt;br /&gt;
Tuhan.&lt;br /&gt;
Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: "Tidakkah Aku&lt;br /&gt;
mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah&lt;br /&gt;
ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata."&lt;br /&gt;
Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka telah terlanggar&lt;br /&gt;
perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa&lt;br /&gt;
besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:"Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya&lt;br /&gt;
diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena pujukan Iblis. Ampunilah&lt;br /&gt;
dosa kami karena nescaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak&lt;br /&gt;
mengampuni dan mengasihi kami."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.&lt;br /&gt;
Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran&lt;br /&gt;
yang mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan&lt;br /&gt;
rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi&lt;br /&gt;
mangsa pujukan dan rayuannya yang manis namun berancun itu.&lt;br /&gt;
Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan&lt;br /&gt;
selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar&lt;br /&gt;
pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi&lt;br /&gt;
pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan pujukan&lt;br /&gt;
Iblis yang terlaknat itu. Harapan untuk tinggal terus di syurga telah pudar karena perbuatan&lt;br /&gt;
pelanggaran perintah Allah, hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang&lt;br /&gt;
merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh&lt;br /&gt;
sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka&lt;br /&gt;
untuk selama-lamanya. Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang&lt;br /&gt;
tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang telah&lt;br /&gt;
menentukan dalam takdir-nya bahawa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk&lt;br /&gt;
dikelolanya, akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan&lt;br /&gt;
Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia&lt;br /&gt;
itu. Berfirmanlah Allah kepada mereka: "Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu&lt;br /&gt;
menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disana sampai&lt;br /&gt;
waktu yang telah ditentukan."&lt;br /&gt;
Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan&lt;br /&gt;
dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali. Mereka&lt;br /&gt;
harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan&lt;br /&gt;
menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna&lt;br /&gt;
kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi&lt;br /&gt;
suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling&lt;br /&gt;
bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu&lt;br /&gt;
Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan&lt;br /&gt;
yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju&lt;br /&gt;
kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;
Kisah Adam dalam Al-Quran.&lt;br /&gt;
Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al_Baqarah&lt;br /&gt;
ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A'raaf ayat 11 sehingga 25&lt;br /&gt;
Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.&lt;br /&gt;
Bahawasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan&lt;br /&gt;
Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oleh&lt;br /&gt;
otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana telah dialami oleh&lt;br /&gt;
para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah akan menciptakan manusia - keturunan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan&lt;br /&gt;
bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada&lt;br /&gt;
mereka yang sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan&lt;br /&gt;
nama-Nya.&lt;br /&gt;
Bahawasanya manusia walaupun ia telah dikurniakan kecergasan berfikir dan kekuatan&lt;br /&gt;
fizikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai,&lt;br /&gt;
lupa dan khilaf.Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi&lt;br /&gt;
manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di syurga ia tetap tidak&lt;br /&gt;
terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu.Ia telah lupa dan melalaikan peringatan&lt;br /&gt;
Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan&lt;br /&gt;
musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah&lt;br /&gt;
pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.&lt;br /&gt;
Bahawasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah&lt;br /&gt;
ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar akan&lt;br /&gt;
kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali.Rahmat allah dan&lt;br /&gt;
maghfirah-Nya dapat mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik&lt;br /&gt;
bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesedaran bertaubat dan pengakuan&lt;br /&gt;
kesalahan.&lt;br /&gt;
Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan.Lihatlah Iblis&lt;br /&gt;
yang turun dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan&lt;br /&gt;
diusir oleh Allah dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada&lt;br /&gt;
dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan&lt;br /&gt;
asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan&lt;br /&gt;
menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah s.w.t.&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>noreply@blogger.com (kisah25paranabidanrasul.blogspot.com)</author></item></channel></rss>