<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" gd:etag="W/&quot;DkAMRXw-fCp7ImA9WhdREU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411</id><updated>2011-07-31T02:33:04.254-07:00</updated><title>Kisah Tokoh Dunia</title><subtitle type="html" /><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>127</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/KisahTokohDunia" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="kisahtokohdunia" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><entry gd:etag="W/&quot;AkEHRH8ycSp7ImA9WxFRFUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-1094616216516991637</id><published>2010-04-29T06:43:00.001-07:00</published><updated>2010-04-29T06:43:55.199-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-29T06:43:55.199-07:00</app:edited><title>Perang Hunain, 8 H</title><content type="html">Setelah pembebasan kota Mekah sebuah berita sampai kepada Nabi saw. bahwa kabilah Hawazin dan Tsaqif telah berkumpul di lembah Hunain untuk memerangi kaum Muslimin. Nabi lalu memerintahkan pasukannya untuk bersiap-siap menghadapi mereka pada bulan Syawal tahun 8 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah pasukan Muslimin sebanyak dua belas ribu orang tentara, setelah mendapat tambahan dari penduduk Mekah yang bergabung. Selanjutnya, pasukan itu bertolak menuju lembah Hunain. Sesampainya di sana mereka dikejutkan oleh pasukan Hawazin dan Tsaqif yang berada di lembah-lembah dan gunung-gunung. Hampir saja mereka dapat mengalahkan pasukan Muslimin. Sebagian pasukan Muslimin lari karena keterkejutan itu. Hanya sedikit, sekitar sepuluh orang saja, yang menetap bersama Nabi. Dengan suara tinggi Nabi berseru kepada kaum Muslimin, “Aku Nabi, bukan kebohongan, aku putra Abdul Muthallib.” Melihat keteguhan dan keberanian Nabi, kaum Muslimin kembali menyatu di belakang Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kemudian melancarkan serangan dahsyat dan berakhir dengan kemenangan. Berhasil membunuh tentara musuh dalam jumlah besar, menawan sekitar enam ribu orang, dan mendapatkan banyak harta rampasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kita catat bahwa sebab kekalahan yang hampir menimpa kaum Muslimin adalah kesilauan mereka terhadap jumlah mereka yang banyak. Mereka mengatakan, “Pada hari ini kita tidak mungkin dikalahkan oleh pasukan yang sedikit.” Maka Allah hendak memberikan pelajaran kepada mereka bahwa jumlah yang banyak saja belum cukup, tetapi harus ada pertolongan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Sa'id bin Janadah ra, ia berkata, "Tatkala Rasulullah saw serta para sahabat kembali dari peperangan Hunain, kami singgah di satu padang tandus." Lalu Nabi saw berkata, "Kumpulkanlah oleh kalian apa saja. Barangsiapa di antara kalian mendapatkan sesuatu, bawalah kemari. Barangsiapa menemukan tulang atau gigi, bawalah kemari." Said melanjutkan, "Dalam watu sekejap kami telah berhasil mengumpulkan setumpukan besar benda-benda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Nabi saw bersabda, "Tidaklah kalian lihat benda-benda ini? Begitu juga halnya dosa-dosa yang berkumpul pada salah seorang kalian. Seperti apa yang telah kalian kumpulkan ini. Karena itu, hendaklah orang takut kepada Allah, janganlah ia berbuat dosa, baik dosa kecil maupun dosa besar, karena semuanya akan dihitung!"&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://azharjaafar.blogspot.com/2008/08/perang-hunain-8-h.html"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-1094616216516991637?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/1094616216516991637/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/perang-hunain-8-h.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/1094616216516991637?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/1094616216516991637?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/perang-hunain-8-h.html" title="Perang Hunain, 8 H" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkIHRXY-fCp7ImA9WxFRFUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-6635878712640574429</id><published>2010-04-29T06:40:00.000-07:00</published><updated>2010-04-29T06:42:14.854-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-29T06:42:14.854-07:00</app:edited><title>Kisah Perang Mautah</title><content type="html">Rasulullah Shallallaahu 'alayhi wa sallam biasa mengirim surat kepada para raja untuk berdakwah dan bertabligh kepada mereka. Salah satu surat beliau telah dibawa oleh Harits bin Umair ra. yang akan diberikan kepada Raja Bushra. Ketika sampai di Mautah, maka Syarahbil Ghassani yang ketika itu menjadi salah seorang hakim kaisar telah membunuh utusan Rasulullah SAW. Membunuh utusan, menurut aturan siapa saja, adalah suatu kesalahan besar. Rasulullah SAW sangat marah atas kejadian itu. Maka Rasulullah SAW menyiapkan pasukan sebanyak tiga ribu orang. Zaid bin Haritsah ra. telah dipilih menjadi peniimpin pasukan tersebut. Rasulullah SAW bersabda, "Jika ia mati syahid dalam peperangan, maka Ja'far bin Abi Thalib ra. menggantinya sebagai pemimpin pasukan. Jika ia juga mati syahid, maka penlimpin pasukan digantikan oleh Abdullah bin Rawahah ra. Jika ia juga mati syahid, maka terserah kaum muslim untuk memilih siapa pemimpinnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Yahudi, ketika mendengar perkataan ini berkata, "Ketiga orang sahabat yang telah ditunjuk sebagai amir tersebut pasti akan mati. Anbiya AS. pun, dahulu telah mengucapkan kata-kata yang demikian". Kemudian Rasulullah SAW memberikan bendera berwarna putih epada Zaid bin Haritsah ra. Beliau sendiri ikut mengantar rombongan untuk melepas mereka. Di luar kota, ketika orang-orang yang mengantarkan pasukan tersebut akan kembali, maka beliau berdoa untuk para mujahidin ini dengan doa keselamatan, kejayaan, dan agar mereka dijauhkan dari semua perkara yang buruk sampai mereka kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do'a Rasulullah SAW ini dijawab oleh Abdullah bin Rawahah ra. dengan membaca tiga bait syair yang maksudnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Engkau meminta ampunan dari Tuhanmu.&lt;br /&gt;Sedangkan kami menginginkan pedang yang akan memutuskan pembuluh-pembuluh darah atau tombak yang akan menusuk lambung dan hatiku&lt;br /&gt;   Jika nanti, orang-orang melewati kuburan kami, mereka akan berkata:&lt;br /&gt;   Inilah orang-orang yang telah berjuang untuk Allah. Sungguh, kalian betul-betul telah mendapat petunjuk dan kejayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, berangkatlah pasukan tersebut. Syarahbil pun telah mendengar tentang keberangkatan pasukan ini. Dia telah menyiapkan pasukan sebanyak seratus ribu tentara untuk melawan kaum muslimin. Dalam pada itu, para sahabat r.ahum. juga telah mendengar kabar bahwa Heraclius, raja Romawi, juga telah mengirim seratus ribu tentaranya untuk ikut menyerang kaum muslimin. Maka dengan jumlah musuh yang demikian banyak tersebut membuat sebagian sahabat ra. menjadi ragu: meneruskan bertempur melawan musuh, ataukah memberitahukan kepada Rasulullah SAW. Abdullah bin Rawahah ra. berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   "Hai orang-orang. Apa yang kalian takuti?&lt;br /&gt;   Untuk apa kalian keluar meninggalkan Romawiah kalian?&lt;br /&gt;   Apakah kalian keluar ini bukan untuk mati syahid?&lt;br /&gt;   Kami adalah orang-orang yang tidak memperhitungkan kekuatan ataupun banyaknya orang dalam pertempuran.&lt;br /&gt;   Kami hanya berperang agar di suatu hari nanti, Allah s.wt. memuliakan kita.&lt;br /&gt;Majulah. Setidaknya salah satu di antara dua kemenangan mesti kita dapatkan. Mati syahid, atau menang dalam pertempuran ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kata-kata tersebut, semangat kaum muslimin pun bangkit kembali. Mereka terus maju sehingga sampailah pasukan tersebut di Mut'ah dan mulailah pertempuran berlangsung antara mereka dengan pasukan musuh. Dalam permulaan pertempuran, bendera dibawa oleh Zaid bin Haritsah ra. Dengan bendera di tangan, ia telah menyerang ke tengah Pertempuran. Mulailah berlangsung pertempuran. Ketika itu saudara Syarahbil telah terbunuh sedangkan kawan-kawannya melarikan diri. Syarahbil sendiri telah lari ke sebuah benteng dan bersembunyi di dalamnya. Kemudian Raja Heraclius mengirimkan bala bantuan lagi kurang lebih sebanyak dua ratus ribu orang tentara. Pertempuran berlangsung dengan begitu dahsyatnya. Akhirnya, Zaid ra. gugur syahid. Maka bendera kaum Muslimin segera diambil oleh Ja'far bin Abi Thalib ra., setelah itu ia memotong kaki kudanya agar tidak berpikiran lagi untuk kembali. Sambil menyerang musuh, ia membaca beberapa bait syair yang terjemahannya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Hai orang-orang, apakah tidak baik surga itu&lt;br /&gt;   Dan surga itu sudah dekat&lt;br /&gt;   Betapa indahnya ia&lt;br /&gt;   Dan betapa sejuknya air surga&lt;br /&gt;   Telah dekat masa siksa bagi raja Romawi&lt;br /&gt;   Dan saya mempunyai kewajiban untuk membunuhnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca syair tersebut, dipotonglah kaki kudanya dengan tangannya sendiri. Agar hatinya tidak berpikir untuk kembali. la menghunus pedangnya dan terjun ke tengah pertempuran melawan orang-orang kafir tersebut. Karena ia adalah pimpinan pasukan, maka bendera itu tetap berada di tangannya. Pada mulanya, bendera tersebut dipegang dengan tangan kanannya. Tetapi salah seorang pasukan kafir telah memenggal tangan kanannya sehingga bendera pun terjatuh. Maka bendera tersebut segera diambil dengan tangan kirinya. Tetapi, orang kafir itu telah memotong kembali tangan kirinya. Maka ia segera mendekap bendera itu di dada dengan kedua lengannya yang masih tersisa dan digigitnya bendera itu dengan sekuat tenaga. Kemudian, seorang musuh dari arah belakang menebasnya dengan pedang sehingga tubuhnya terpotong menjadi dua. Ia pun roboh ke tanah, dan gugur dalam keadaan syahid. Pada saat itu, Ja'far bin Abi Thalib ra. baru beRomawiur tiga puluh tiga tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Umar ra. berkata bahwa setelah Jafar ra. menjadi mayat, ketika mayat tersebut diangkat, di bagian muka tubuhnya terdapat sembilan puluh buah luka. Ketika Ja'far bin Abi Thalib ra. telah mati syahid, maka orang-orang memanggil Abdullah bin Rawahah ra. Ketika itu, ia sedang berada di sebuah sudut dengan beberapa tentara muslimin, sedang memakan sepotong daging karena sudah tiga hari lamanya mereka tidak makan sesuatu pun. Mendengar suara yang memanggilnya, maka dilemparkanlah sisa daging itu. Ia berkata memarahi dirinya sendiri,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   "Hai lihatlah, Ja'far telah syahid, sedangkan kamu masih sibuk dengan keduniaanmu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ia segera maju menyerang ke depan dan mengambil bendera kaum muslimin. Tetapi, jari tangannya telah terluka berlumuran darah dan terkulai hampir putus. Kemudian jari itu diinjak dengan kakinya sendiri lalu ditarik tangannya sehingga terpotonglah jarinya tersebut. Kemudian, jari yang sudah terputus itu ia lemparkan, kemudian ia maju kembali ke medan pertempuran. Dalam keadaan susah dan payah seperti ini, ia merasa sedikit ragu di dalam hatinya karena hampir tidak ada semangat dan kekuataan lagi untuk berperang. Tetapi, keraguan tersebut hanya terlintas sebentar saja dalam hatinya. Ia segera berkata pada dirinya sendiri,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai hati, apa yang masih kamu ragukan, apa yang menyebabkan kamu ragu-ragu? Istrikah? Ia sudah saya talak tiga. Atau hamba sahaya yang kamu miliki? Semuanya telah saya merdekakan. Ataukah kebun? Itu pun telah saya korbankan di jalan Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, ia membaca syair berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai hati, kamu harus turun Meskipun dengan senang hati, ataupun dengan berat hati Kamu telah hidup dengan ketenangan beberapa lama. Berpikirlah, pada hakikatnya, kamu berasal dari setetes air mani Lihatlah orang-orang kafir telah menyerang orang-orang Islam Apakah kamu tidak menyukai surga jika kamu tidak mati sekarang suatu saat nanti, akhirnya kamu akan mati juga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, ia turun dari kudanya. Seorang sepupunya, yaitu anak pamannya, telah memberi sekerat daging kepadanya sambil berkata, "Makanlah ini untuk meluruskan tulang punggungmu." Karena sudah berhari-hari ia tidak makan, maka daging tersebut diterimanya. Baru saja ia mengambil daging tersebut, terdengarlah suara kekalahan. Akhirnya, dilemparkanlah daging tersebut. Ia segera mengambil pedangnya dan menyerbu ke kancah pertempuran melawan orang-orang kafir. Ia terus bertempur hingga mati syahid.&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://azharjaafar.blogspot.com/2008/08/kisah-perang-mautah.html"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-6635878712640574429?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/6635878712640574429/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-perang-mautah.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/6635878712640574429?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/6635878712640574429?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-perang-mautah.html" title="Kisah Perang Mautah" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkQDR3kzcCp7ImA9WxFRFUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-4876527124553723851</id><published>2010-04-29T06:38:00.000-07:00</published><updated>2010-04-29T06:39:36.788-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-29T06:39:36.788-07:00</app:edited><title>Kisah Seorang Ansar</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Muslim dan lain-lainnya mengeluarkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata, "Ada seorang laki-laki menemui Rasulullah SAW seraya berkata, "Sesungguhnya aku dalam keadaan lapar." Beliau mengirim seseorang untuk meminta kepada salah seorang istri beliau. Namun dia juga tidak mempunyai apa pun kecuali air minum. Kemudian utusan itu disuruh menemui istri beliau yang lain, namun jawabannya juga sama, begitu pula ketika menemui semua istri beliau. Maka beliau bersabda kepada orang-orang yang ada di tempat itu, "Barangsiapa malam ini berkenan menjamu tamu, niscaya Allah akan merahmatinya." Ada seseorang dari Anshar bangkit berdiri seraya berkata, "Aku wahai Rasulullah." Lalu orang Anshar ini pulang menuju tempat tinggalnya dan bertanya kepada istrinya, "Apakah engkau mempunyai makanan?" "Tidak ada, kecuali makanan untuk anak-anak," jawab istrinya. "Lipurlah mereka dengan sesuatu. Jika mereka minta makan malam, bujuklah agar mereka tidur. Jika tamu kita sudah datang, matikan lampu dan tampakkan bahwa seakan-akan kita sudah makan."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Dalam riwayat lain disebutkan, "Jika tamu kita hendak makan, hampirilah lampu dan matikan." Ketika tamunya sedang makan, orang Anshar dan istrinya hanya duduk saja, sehingga malam itu mereka berdua harus menahan lapar. Pada keesokan harinya mereka berdua bertemu Rasulullah SAW, lalu beliau SAW bersabda, "Allah pun merasa takjub karena perbuatan kalian berdua terhadap tamu itu. Dalain riwayat lain ditambahi, lalu turun ayat,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt; "Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu)." (Al-Hasyr: 9).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Begitulah yang disebutkan di dalam At-Targhib Wat-Tarhib.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Bukhary dan An-Nasa'y juga mengeluarkannya. Dalam riwayat Musliin lainnya disebutkan nama orang Anshar itu, yaitu Abu Thalhah ra, seperti yang disebutkan di dalam tafsir Ibnu Katsir, 4:338.&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://azharjaafar.blogspot.com/2008/08/kisah-seorang-ansar.html"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-4876527124553723851?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/4876527124553723851/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-seorang-ansar.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/4876527124553723851?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/4876527124553723851?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-seorang-ansar.html" title="Kisah Seorang Ansar" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkYNQHs7fyp7ImA9WxFRFUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-5632596150559865524</id><published>2010-04-29T06:34:00.000-07:00</published><updated>2010-04-29T06:36:31.507-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-29T06:36:31.507-07:00</app:edited><title>Kisah perang badar</title><content type="html">Perang Badar terjadi pada 7 Ramadhan, dua tahun setelah hijrah. Ini adalah peperangan pertama yang mana kaum Muslim (Muslimin) mendapat kemenangan terhadap kaum Kafir dan merupakan peperangan yang sangat terkenal karena beberapa kejadian yang ajaib terjadi dalam peperangan tersebut. Rasulullah Shallalaahu 'alayhi wa sallam telah memberikan semangat kepada Muslimin untuk menghadang khafilah suku Quraish yang akan kembali ke Mekkah dari Syam. Muslimin keluar dengan 300 lebih tentara tidak ada niat untuk menghadapi khafilah dagang yang hanya terdiri dari 40 lelaki, tidak berniat untuk menyerang tetapi hanya untuk menunjuk kekuatan terhadap mereka. Khafilah dagang itu lolos, tetapi Abu Sufyan telah menghantar pesan kepada kaumnya suku Quraish untuk datang dan menyelamatkannya. Kaum Quraish maju dengan pasukan besar yang terdiri dari 1000 lelaki, 600 pakaian perang, 100 ekor kuda, dan 700 ekor unta, dan persediaan makanan mewah yang cukup untuk beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kafir Quraish ingin menjadikan peperangan ini sebagai kemenangan bagi mereka yang akan meletakkan rasa takut di dalam hati seluruh kaum bangsa Arab. Mereka hendak menghancurkan Muslimin dan mendapatkan keagungan dan kehebatan. Banyangkan, pasukan Muslimin dengan jumlah tentara yang kecil (termasuk 2 ekor kuda), keluar dengan niat mereka hanya untuk menghadang 40 lelaki yang tidak bersenjata akan tetapi harus menghadapi pasukan yang dipersiapkan dengan baik -3 kali- dari jumlah mereka. Rasulullah SAW dengan mudah meminta mereka Muslimin untuk perang dan mereka tidak akan menolak, akan tetapi, beliau SAW ingin menekankan kepada pengikutnya bahwa mereka harus mempertahankan keyakinan dan keimanan dan untuk menjadi pelajaran bagi kita. Beliau SAW mengumpulkan para sahabatnya untuk mengadakan musyawarah. Banyak di antara sahabat Muhajirin yang memberikan usulan, dengan menggunakan kata-kata yang baik untuk menerangkan dedikasi mereka. Tetapi ada seorang sahabat yaitu Miqdad bin Al-Aswad ra., dia berdiri dihadapan mereka yang masih merasa takut dan berkata kepada Rasulullah SAW,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Rasulullah (SAW)!, Kami tidak akan mengatakan kepadamu seperti apa yang dikatakan oleh bani Israel kepada Musa (AS), 'Pergilah kamu bersama Tuhanmu, kami duduk (menunggu) di sini'( Dalam surah Al-Maidah). Pergilah bersama dengan keberkahan Allah dan kami akan bersama dengan mu !".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW merasa sangat suka, akan tetapi Rasulullah hanya diam, beliau menunggu dan beberapa orang dari sahabat dapat mengetahui keinginan Beliau SAW. Sejauh ini hanya sahabat Muhajirin yang telah menyatakan kesungguhan mereka, akan tetapi Beliau menuggu para sahabat Anshor yang sebagian besar tidak hadir dalam baiat 'Aqaabah untuk turut serta dalam berperang melawan kekuatan musuh bersama-sama Rasulullah SAW di luar kawasan mereka. Maka, pemimpin besar sahabat Anshor, Sa'ad bin Muadh angkat bicara, "Ya Rasulullah (SAW) mungkin yang engkau maksudkan adalah kami". Rasulullah SAW menyetujuinya. S'ad kemudian menyampaikan pidatonya yang sangat indah yang mana dia berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai utusan Allah, kami telah mempercayai bahwa engkau berkata benar, Kami telah memberikan kepadamu kesetiaan kami untuk mendengar dan thaat kepadamu... Demi ALlah, Dia yang telah mengutusmu dengan kebenaran, jika engkau memasuki laut, kami akan ikut memasukinya bersamamu dan tidaka ada seorangpun dari kami yang akan tertinggal di belakang... Mudah-mudahan Allah akan menunjukkan kepadamu yang mana tindakan kami akan menyukakan mu. Maka Majulah bersama-sama kami, letakkan kepercayaan kami di dalam keberkahan Allah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah sangat menyukai apa yang disampaikan dan kemudian beluai bersabda, "Majulah ke depan dan yakinlah yang Allah telah menjajikan kepadaku satu dari keduanya (khafilah dagang atau perang), dan demi Allah, seolah olah aku telah dapat melihat pasukan musuh terbaring kalah". Pasukan Muslimin bergerak maju dan kemudian berhenti sejenak di tempat yang berdekatan dengan Badar (tempat paling dekat ke Madinah yang berada di utara Mekkah). Seorang sahabat bernama, Al-Hubab bin Mundhir ra., bertanya kepada Rasulullah SAW, " Apakah ALlah mewahyukan kepadamu untuk memilih tempat ini atau ianya strategi perang hasil keputusan musyawarah?". Rasulullah SAW bersabda, "Ini adalah hasil strategi perang dan keputusan musyawarah". Maka Al-Hubab telah mengusulkan kembali kepada Rasulullah SAW agar pasukan Muslimin sebaiknya bermarkas lebih ke selatan tempat yang paling dekat dengan sumber air, kemudian membuat kolam persediaan air untuk mereka dan menghancurkan sumber air yang lain sehingga dapat menghalang orang kafir Quraish dari mendapatkan air. Rasulullah SAW menyetujui usulan tersebut dan melaksanakannya [*]. Kemudian Sa'ad bin Muadh mengusulkan untuk membangun benteng untuk Rasulullah SAW untuk melindungi beliau dan sebagai markas bagi pasukan Muslimin. Rasulullah SAW dan Abu Bakar ra. tinggal di dalam benteng sementara Sa'ad bin Muadh dan sekumpulan lelaki menjaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW telah menghabiskan sepanjang-panjang malam dengan berdoa dan beribadah walaupun beliau SAWmengetahui bahwa Allah ta'ala telah menjanjikannya kemenangan. Ianya melebihi cintanya dan penghambaannya dan penyerahandiri kepada Allah ta'ala dengan ibadah yang Beliau SAW kerjakan. Dan ianya telah dikatakan sebagai bentuk tertinggi dari ibadah yang dikenal sebagai 'ainul yaqiin.&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://azharjaafar.blogspot.com/2008/08/kisah-perang-badar.html"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-5632596150559865524?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/5632596150559865524/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-perang-badar.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/5632596150559865524?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/5632596150559865524?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-perang-badar.html" title="Kisah perang badar" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkcARng8fyp7ImA9WxFRFUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-2715681274419551131</id><published>2010-04-29T06:33:00.000-07:00</published><updated>2010-04-29T06:34:07.677-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-29T06:34:07.677-07:00</app:edited><title>Kisah Sa'id bin Amir bin Huzaim Al-Jumahy</title><content type="html">Abu Nu'aim mengeluarkan dari Khalid bin Ma'dan, dia berkata, "Umar bin Al-Kbaththab ra. mengangkat Sa'id bin Amir bin Huzaim ra. sebagai amir kami di Himsh. Ketika Umar datang ke sana, dia bertanya, "Wahai penduduk Himsh, apa pendapat kalian tentang Sa'id bin Amir, amir kalian?" Maka banyak orang yang mengadu kepada Umar ra. Mereka berkata, "Kami mengadukan empat perkara. Yang pertama karena dia selalu keluar rumah untuk menemui kami setelah hari sudah siang.' Umar ra. berkomentar, "Itu yang paling besar. Lalu apa lagi?' Mereka menjawab, "Dia tidak mau menemui seseorang jika malam hari." "Itu urusan yang cukup besar," komentar Umar ra. Lalu dia bertanya, "Lalu apa lagi?" Mereka menjawab, "Sehari dalam satu bulan dia tidak keluar dari rumahnya untuk menemui kami." "Itu urusan yang cukup besar," komentar Umar ra. Lalu dia bertanya, "Lain apa lagi?" Mereka menjawab, "Beberapa hari ini dia seperti orang yang akan meninggal dunia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Umar bin Al-Khaththab ra. mengkonfirmasi di antara Sa'id bin Amir ra. dan orang-orang yang mengadukan beberapa masalah tersebut. Saat itu Umar ra. berkata kepada dirinya sendiri, "Ya Allah, jangan sampai anggapanku tentang dirinya keliru pada hari ini." Lalu dia bertanya kepada orang-orang yang mengadu, "Sekarang sampaikan apa yang kalian keluhkan tentang diri Sa'id bin Amir ra.!'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia selalu keluar rumah untuk menemui kami setelah hari sudah siang,' kata mereka. Sa'id menanggapi, "Demi Allah, sebenamya aku tidak suka untuk mengungkapkan hal ini. Harap diketahui, keluargaku tidak mempunyai pembantu, sehingga aku sendiri yang harus menggiling adonan roti. Aku duduk sebentar hingga adonan itu menjadi lumat, lalu membuat roti, mengambil wudhu', baru kemudian aku keluar rumah untuk menemui mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bertanya kepada mereka, "Apa keluhan kalian yang lain?" Mereka menjawab, 'Dia tidak mau menemui seorangpun pada malam hari." 'Lalu apa alibimu?' tanya Umar ra. kepada Sa'id bin Amir ra. "Sebenarnya aku tidak suka untuk mengungkapkan hal ini. Aku menjadikan siang hari bagi mereka, dan menjadikan malam hari bagi Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa keluhan kalian yang lain?" tanya Umar kepada mereka. Mereka menjawab, "Sehari dalam satu bulan dia tidak mau keluar dari rumahnya untuk menemui kami." "Apa alibimu? tanya Umar ra. kepada Said ra. "Aku tidak mempunyai seorang pembantu yang mencuci pakaianku, di samping itu, aku pun tidak mempunyai pakaian pengganti yang lain." Maksudnya, hari itu dia mencuci pakaian satu-satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa keluhan kalian yang lain?" tanya Umar kepada mereka. Mereka menjawab, "Beberapa hari ini dia seperti orang yang akan meninggal dunia." "Apa alibimu?" tanya Umar ra. kepada Sa'id ra. Sa'id ra. menjawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dulu aku menyaksikan terbunuhnya Hubaib Al-Anshary di Makkah. Aku lihat bagaimana orang-orang Quraish mengiris-iris kulit dan daging Hubaib ra. lalu mereka membawa tubuhnya ke tiang gantungan. Orang-orang Quraisy itu bertanya kepada Hubaib, 'Sukakah engkau jika Muhammad menggantikan dirimu saat ini?' Hubaib menjawab, 'Demi Allah, sekalipun aku berada di tengah keluarga dan anak-anakku, aku tidak ingin Muhamrnad Shallallahu Alaihi wa Sallam terkena duri sekalipun'. Kemudian dia berseru, 'Hai Muhammad, aku tidak ingat lagi apa yang terjadi pada hari itu'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara saat itu aku yang masih musyrik dan belum beriman kepada Allah Yang Maha Agung, tidak berusaha untuk menolongnya, sehingga aku beranggapan bahwa Allah ta'ala sama sekali tidak akan mengampuni dosaku. Karena itulah barangkali keadaanku akhir-akhir ini seperti orang yang akan meninggal dunia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Al-Khaththab ra. berkata, "Segala puji bagi Allah, karena firasatku tentang dirinya tidak meleset." Setelah itu Umar memberinya seribu dinar, seraya berkata, "Pergunakanlah uang ini untak menunjang tugas-tugasmu." Istri Sa'id ra. berkata kegirangan setelah menerima uang itu, 'Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kecukupan kepada kita atas tugas yang engkau emban ini." Sa'id bertanya kepada istrinya, "Apakah engkau mau yang lebih baik lagi? Kita akan memberikan uang ini kepada orang yang lebih membutuhkannya daripada kita. "Boleh," jawab istrinya. Lalu Sa'id memanggil salah seorang anggota keluarganya yang dapat dipercaya, dan dia memasukkan uang ke dalam beberapa bungkusan, seraya berkata, "Bawalah bungkusan ini dan berikan kepada janda keluarga Fulan, orang miskin keluarga Fulan, orang yang terkena musibah keluarga Fulan. Selebihnya disimpan, Istrinya bertanya, "Mengapa engkau tidak membeli seorang pembantu? Lalu untuk apa sisa uang itu?" Sa'id ra. menjawab, "Sewaktu-waktu tentu akan datang orang yang lebih membutuhkan uang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Al-Hilyah, 1:245)&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://azharjaafar.blogspot.com/2008/08/kisah-said-bin-amir-bin-huzaim-al.html"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-2715681274419551131?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/2715681274419551131/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-said-bin-amir-bin-huzaim-al.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/2715681274419551131?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/2715681274419551131?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-said-bin-amir-bin-huzaim-al.html" title="Kisah Sa'id bin Amir bin Huzaim Al-Jumahy" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU4HQXg5eyp7ImA9WxFRFUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-914296721332479765</id><published>2010-04-29T06:31:00.000-07:00</published><updated>2010-04-29T06:32:10.623-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-29T06:32:10.623-07:00</app:edited><title>Kisah Usamah ra. sebagai Panglima</title><content type="html">Ibnu Asakir telah memberitakan dari Az-Zuhri dari Urwah dari Usamah bin Zaid ra. bahwa Rasulullah SAW memerintahkannya untuk menyerang suku kaum Ubna pada waktu pagi dan membakar perkampungannya. Maka Rasulullah SAW berkata kepada Usamah: "Berangkatlah dengan nama Allah!". Kemudian Rasulullah SAW keluar membawa bendera perangnya dan diserahkannya ke tangan Buraidah bin Al-Hashib Al-Aslami ra. untuk dibawa ke rumah Usamah ra. Beliau juga memerintahkan Usamah untuk membuat markasnya di Jaraf di luar Madinah sementara kaum Mukmin membuat persiapan untuk keluar berjihad. Maka Usamah ra. mendirikan kemahnya di suatu tempat berdekatan dengan Siqayat Sulaiman sekarang ini. Maka mulailah orang berdatangan dan berkumpul di tempat itu. Siapa yang sudah selesai kerjanya segera datang ke perkemahan itu, dan siapa yang masih ada urusan diselesaikan urusannya terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada seorang pun dari kaum Muhajirin yang unggul, melainkan dia ikut dalam pasukan jihad ini, termasuk Umar bin Al-Khatthab, Abu Ubaidah, Sa'ad bin Abu Waqqash, Abul A'war Said bin Zaid bin Amru bin Nufail radiallahuanhum dan banyak lagi para pemuka Muhajirin yang ikut serta. Dari kaum Anshar pun di antaranya Qatadah bin An-Nu'man dan Salamah bin Aslam bin Huraisy ra.huma dan lain-lain. Ada di antara kaum Muhajirin yang kurang setuju dengan pimpinan Usamah ra. itu, karena usianya masih terlalu muda (18 tahun). Di antara orang yang banyak mengkritiknya ialah Aiyasy bin Abu Rabi'ah ra. dia berkata: "Bagaimana Rasuluilah mengangkat anak muda yang belum berpengalaman ini, padahal banyak lagi pemuka-pemuka kaum Muhajirin yang pernah memimpin perang". karena itulah banyak desas-desus yang memperkecilkan kepemimpinan Usamah ra. Umar bin Al-Khatthab ra. menolak pendapat tersebut serta menjawab keraguan orang ramai. Kemudian dia menemui Rasulullah SAW serta memberitahu tentang apa yang dikatakan orang ramai tentang Usamah. Beliau SAW sangat marah, lalu memakai sorbannya dan keluar ke masjid. Bila orang ramai sudah berkumpul di situ, beliau naik mimbar, memuji-muji Allah dan mensyukurinya, lalu berkata: "Amma ba'du! Wahai sekalian manusia! Ada pembicaraan yang sampai kepadaku mengenai pengangkatan Usamah? Demi Allah, jika kamu telah menuduhku terhadap pengangkatanku terhadap Usamah, maka sebenarnya kamu juga dahulu telah menuduhku terhadap pengangkatanku terhadap ayahnya, yakni Zaid. Demi Allah, si Zaid itu memang layak menjadi panglima perang dan puteranya si Usamah juga layak menjadi panglima perang setelahnya. Kalau ayahnya si Zaid itu sungguh sangat aku kasihi, maka puteranya juga si Usamah sangat aku kasihi. Dan kedua orang ini adalah orang yang baik, maka hendaklah kamu memandang baik terhadap keduanya, karena mereka juga adalah di antara sebaik-baik manusia di antara kamu!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu, beliau turun dari atas mimbar dan masuk ke dalam rumahnya, pada hari Sabtu, 10 Rabi'ul-awal. Kemudian berdatanganlah kaum Muhajirin yang hendak berangkat bersama-sama pasukan Usamah itu kepada Rasulullah SAW untuk mengucapkan selamat tinggal, di antaranya Umar bin Al-khatthab ra. dan Rasulullah SAW terus mengatakan kepada mereka: "Biarkan segera Usamah berangkat! Seketika itu pula Ummi Aiman ra. (yaitu ibu Usamah) mendatangi Rasulullah SAW seraya berkata: "Wahai Rasulullah! Bukankah lebih baik, jika engkau biarkan Usamah menunggu sebentar di perkemahannya, sehingga engkau merasa sehat, karena, jika Usamah ra. berangkat juga dalam keadaan seperti ini, tentulah dia akan merasa bimbang dalam perjalanannya!". Tetapi Rasulullah SAW tetap mengatakan: "Biarkan segera Usamah berangkat!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang ramai sudah berkumpul di perkemahan pasukan Usamah itu, dan mereka menginap di situ pada malam minggu itu. Usamah datang lagi kepada Rasulullah SAW pada hari Ahad dan Beliau SAW terlalu berat sakitnya, sehingga mereka memberikannya obat. Usamah menemui Beliau sedang kedua matanya mengalirkan air mata. Ketika itu Al-Abbas berada di situ, dan di sekeliling Beliau ada beberapa orang kaum wanita dari kaum keluarganya. Usamah menundukkan kepalanya dan mencium Rasulullah SAW sedang Beliau tidak berkata apa-apa, selain mengangkat kedua belah tangannya ke arah langit serta mengusapkannya kepada Usamah. Berkata Usamah: "Aku tahu bahwa Rasulullah SAW mendoakan keberhasilanku. Aku kemudian kembah ke markas pasukanku". "Pada besok harinya, yaitu hari Senin, aku menggerakkan pasukanku sehingga kesemuanya telah siap untuk berangkat. Aku mendapat berita bahwa Rasulullah SAW telah segar sedikit, maka aku pun datang sekali lagi kepadanya untuk mengucapkan selamat tinggal, kata Usamah". Beliau berkata kepadaku: "Usamah! Berangkatlah segera dengan diliputi keberkatan dari Allah!". Aku lihat isteri-isterinya cerah wajah mereka karena gembira melihat beliau sedikit segar pada hari itu. Kemudian datang pula Abu Bakar ra. dengan wajah yang gembira, seraya berkata:"Wahai Rasulullah! Engkau terlihat lebih segar hari ini, Alhamduillah. Hari ini hari pelangsungan pernikahan puteri Kharijah, izinkanlah aku pergi". Maka Rasulullah SAW mengizinkannya pergi ke Sunh (sebuah perkampungan di luar kota Madinah), Usamah ra. pun kembali kepada pasukannya yang sedang menunggu penntahnya untuk bergerak, dan dia telah memerintahkan siapa yang masih belum berkumpul di markasnya supaya segera datang karena sudah tiba waktunya untuk bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum jauh pasukan itu meninggalkan Jaraf, tempat markas perkemahannya, datanglah utusan dari Ummi Aiman memberitahukan bahwa Rasulullah SAW telah kembali ke rahmatullah. Usamah segera memberhentikan pergerakan pasukan itu, dan segera menuju ke kota Madinah bersama-sama dengan Umar ra. dan Abu Ubaidah ra. ke rumah Rasulullah SAW dan mereka mendapati beliau telah meninggal dunia. Beliau wafat ketika matahari tenggelam pada hari Senin malam 12 Rabi'ul-awal. Kaum Muslimin yang bermarkas di Jaraf tidak jadi berangkat ke medan perang, lalu kembali ke Madinah. Buraidah bin Al-Hashib yang membawa bendera Usamah, lalu menancapkannya di pintu rumah Rasulullah SAW. Sesudah Abu Bakar ra. diangkat menjadi Khalifah Rasulullah SAW dia telah menyuruh Buraidah ra. mengambil bendera perang itu dan menyerahkan kepada Usamah, dan supaya tidak dilipat sehingga Usamah memimpin pasukannya berangkat ke medan perang Syam. Berkata pula Buraidah: "Aku pun membawa bendera itu ke rumah Usamah , dan pasukan itu pun bergerak menuju ke Syam". Setelah selesai tugas kami di Syam, kami kembali ke Madinah dan bendera itu terus saya tancapkan di rumah Usamah sehingga Usamah meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila berita wafatnya Rasulullah SAW sampai kepada kaum Arab, sebagian mereka telah murtad keluar dari agama Islam. Abu Bakar ra. memanggil Usamah lalu menyuruhnya supaya menyiapkan diri untuk berangkat memerangi bangsa Romawi sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW sebelum wafatnya dahulu. pasukan Islam mulai berkumpul lagi di Jaraf di perkemahan mereka dulu. Buraidah ra. yang diamanahkan untuk memegang bendera perang telah berada di markasnya di sana. Tetapi para pemuka kaum Muhajirin yang terutama, seperti Umar, Usman, Abu Ubaidah, Sa'ad bin Abu Waqqash, Said bin Zaid dan lainnya mereka telah datang kepada Khalifah Abu Bakar ra. seraya berkata: "wahai Khalifah Rasulullah! Sesungguhnya kaum Arab sudah mula memberontak, dan adalah tidak wajar engkau akan membiarkan pasukan Islam ini meninggalkan kami pada masa ini. Bagaimana kalau engkau pecahkan pasukan ini menjadi dua. Yang satu untuk engkau kirimkan kepada kaum Arab yang murtad itu untuk mengembalikan mereka kepada Islam, dan yang lain engkau pertahankan di Madinah untuk menjaganya, siapa tahu kalau-kalau ada yang datang untuk menyerang kita dari mereka itu. Kalau tidak, maka yang tinggal di sini hanya anak-anak kecil dan wanita saja, bagaimana mereka dapat mempertahankannya? Seandainya engkau menangguhkan memerangi kaum Romawi itu, sehingga keadaan kita dalam negeri aman, dan kaum Arab yang murtad itu kembali ke pangkuan kita, ataupun kita kalahkan mereka terlebih dahulu, kemudian kita mengirim pasukan kita untuk memerangi bangsa Romawi itu, bukankah itu lebih baik?! Kita pun tidak merasa bimbang dari bangsa Romawi itu untuk datang menyerang kita pada masa ini!. Abu Bakar ra. hanya mendengar bermacam-macam pandangan dari para pemuka Muhajirin itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai mereka berkata, maka Abu Bakar ra. bertanya lagi: Adakah yang mau memberikan pendapatnya lagi, atau kamu semua telah memberikan pendapat kamu?! jawab mereka: "Kami sudah berikan apa yang harus kami sampaikan!". "Baiklah, kalau begitu. Saya telah dengar semua apa yang hendak kamu katakan itu", ujar Abu Bakar. Demi jiwaku yang berada di tangannya! Kalau aku tahu bahwa aku akan dimakan binatang buas sekalipun, niscaya aku tetap akan mengutus pasukan ini ke tujuannya, dan aku yakin bahwa dia akan kembali dengan selamat. Betapa tidak, sedang Rasulullah SAW yang telah diberikan wahyu dari langit telah berkata: "Berangkatkan segera pasukan Usamah". Tetapi ada suatu hal yang akan aku beritahukan kepada Usamah sebagai panglima pasukan itu. Aku minta darinya supaya memembiarkan Umar tetap tinggal di Madinah untuk membantuku di sini, karena aku sangat perlu kepada bantuannya. Demi Allah, aku tidak tahu apakah Usamah setuju atau tidak. Demi Allah, jika dia enggan membenarkan sekalipun, aku tidak akan memaksanya! Kini tahulah para pemuka Muhajirin itu, bahwa khalifah mereka yang baru itu telah berazam sepenuhnya untuk mengirim pasukan Islam, sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar ra. lalu pergi ke rumah Usamah ra., dan memintanya agar membiarkan Umar ra. tinggal di Madinah untuk membantunya. Usamah ra. setuju. Untuk meyakinkan dirinya, maka Abu Bakar ra. berkata lagi: "Benar engkau mengizinkannya dengan hati yang rela?" Jawab Usamah: "ya!". Khalifah Abu Bakar ra. lalu mengeluarkan perintah supaya tidak ada seorang pun mengelakkan dirinya dari menyertai pasukan Usamah itu sesuai dengan perintah Rasulullah SAW sebelum wafatnya. Dia berkata lagi: "Siapa saja yang melewatkan dirinya untuk keluar, niscaya aku akan menyuruhnya mengejar pasukan itu dengan berjalan kaki". Kemudian Abu Bakar ra. memanggil orang-orang yang pernah mengecil-ngecilkan pengangkatan Usamah sebagai panglima perang, dan memarahi mereka serta menyuruh mereka ikut keluar bersama-sama pasukan itu, sehingga tiada seoran pun yang berani memisahkan dirinya. Apabila pasukan itu sudah mulai bergerak, Abu Bakar ra. datang untuk mengucapkan selamat berangkat kepada mereka. Usamah mendahului para sahabatnya dari Jaraf, dan mereka kurang lebih 3,000 orang, di antaranya ada 1,000 orang yang menunggang kuda. Abu Bakar ra. berjalan kaki di sisi Usamah ra. untuk mengucapkan selamat jalan kepadanya: "Aku serahkan kepada Allah agamamu, amanatmu dan kesudahan amalmu! Sesungguhnya Rasulullah SAW sudah berpesan kepadamu, maka laksanakanlah segala pesannya itu, dan aku tidak ingin menambah apa-apa pun, tidak akan menyuruhmu apa pun atau melarangmu dari apa pun. Aku hanya menjalankan apa yang diperintahkan oleh Rasuluflah SAW saja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usamah ra. dan pasukannya maju dengan cepat. Dia telah melalui beberapa negeri yang tetap mematuhi Madinah dan tidak keluar dari Islam, seperi Juhainah dan lainnya dari suku kaum Qudha'ah. Apabila dia tiba di Wadilqura, Usamah mengutus seorang mata-mata dari suku Hani Adzrah, dikenal dengan nama Huraits. Dia maju meninggalkan pasukan itu, hingga tiba di LThna dan dia coba mendapatkan berita di sana, kemudian dia kembali secepatnya dan baru bertemu dengan pasukan Usamah sesudah berjalan selama dua malam dari Ubna itu. Huraits lalu memberitahu Usamah, bahwa rakyat di situ masih belum berbuat apa-apa. Mereka belum berkumpul untuk menentang pasukan yang mereka, dan mengusulkan supaya pasukan Usamah segera menggempur sebelum mereka dapat mengumpulkan pasukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ibnu Asakir: At-Tarikh 1:120, Kanzul Ummal 5:312. Fathul Bari 8:107)&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://azharjaafar.blogspot.com/2008/08/usamah-ra-sebagai-panglima.html"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-914296721332479765?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/914296721332479765/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-usamah-ra-sebagai-panglima.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/914296721332479765?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/914296721332479765?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-usamah-ra-sebagai-panglima.html" title="Kisah Usamah ra. sebagai Panglima" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU8BRX8zfyp7ImA9WxFRFUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-1483393867865892815</id><published>2010-04-29T06:17:00.000-07:00</published><updated>2010-04-29T06:30:54.187-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-29T06:30:54.187-07:00</app:edited><title>Kisah   Wasiat Abu Bakar r.a. Sebelum Kematiannya</title><content type="html">Abul-Malih meriwayatkan, bahwa tatkala Abu Bakar Radhiyallahu'anhu hendak meninggal dunia, dia mengirim utusan kepada Umar bin Al-Khatab ra, untuk menyampaikan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya aku menyampaikan wasiat kepadamu, dan engkau harus menerimanya dariku, bahwa Allah Azza wa Jalla mempunyai hak pada malam hari yang tidak diterima-Nya pada siang hari, dan Allah mempunyai hak pada siang hari yang tidak diterima-Nya pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Dia tidak menerima nafilah (sunat) sebelum yang wajib dilaksanakan. Orang-orang yang timbangannya berat di akhirat menjadi berat, karena mereka mengikuti kebenaran di dunia, sehingga timbangan mereka pun menjadi berat. Sudah selayaknya timbangan yang diatasnya diletakkan kebenaran menjadi berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang timbangannya ringan di akhirat menjadi ringan, Karena mereka mengikuti kebatilan, sehingga timbangan mereka pun ringan pula di dunia. Sudah selayaknya timbangan yang di atasnya diletakkan kebatilan menjadi ringan, Apakah engkau tidak melihat bahwa Allah menurunkan ayat yang ada harapan di dalam ayat yang ada kepedihan, dan ayat yang ada kepedihan di dalam ayat yang ada harapan? Hal ini dimaksudkan agar manusia takut dan sekaligus berharap, tidak menyeret dirinya kepada kebinasaan dan tidak berharap kepada Allah secara tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau menjaga wasiatku ini, maka tidak ada sesuatu yang tidak tampak namun paling engkau sukai selain dari kematian, dan memang begitulah seharusnya. Jika engkau menyia-nyiakan wasiatku ini, maka tidak ada sesuatu yang tidak tampak namun paling engkau benci selain kematian, dan memang begitulah seharusnya yang engkau lakukan. Engkau tentu mampu melakukannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menuturkan, bahwa sebelum ajal menghampiri Abu Bakar Ash-Shidiq ra, Aisyah rha putri beliau menemuinya lalu melantunkan syair,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiada artinya harta kekayaan bagi pemuda&lt;br /&gt;Jika sekarat menghampiri dan menyesakkan dada".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar ra. menyingkap kain yang menutupi kepalanya, lalu dia berkata, "Bukan begitu. Tetapi ucapkan firman Allah,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan, datanglah sekaratul-maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya". (QS. Qaf:19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia berkata lagi. "Periksalah dua lembar pakaianku ini, cucilah ia dan kafanilah jasadku dengan kain ini. Sesungguhnya orang yang masih hidup lebih memerlukan kain yang baru daripada orang yang sudah meninggal".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qudamah, Mukhtashor Minhajul Qoshidin, Pustaka Al-Kautsar, 1997, hal 499-500&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://azharjaafar.blogspot.com/2008/08/wasiat-abu-bakar-ra-sebelum-kematiannya.html"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-1483393867865892815?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/1483393867865892815/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-wasiat-abu-bakar-ra-sebelum.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/1483393867865892815?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/1483393867865892815?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-wasiat-abu-bakar-ra-sebelum.html" title="Kisah   Wasiat Abu Bakar r.a. Sebelum Kematiannya" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DE8MSH4zeCp7ImA9WxFRFUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-8336966298893931049</id><published>2010-04-29T06:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-29T06:14:49.080-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-29T06:14:49.080-07:00</app:edited><title>Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab yang Menimba Ilmu di Amerika</title><content type="html">&lt;div class="postentry"&gt;    &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 15.6pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: grey; font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Gothic;"&gt;Subhanallah …&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 15.6pt;"&gt;&lt;span style="color: grey; font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Gothic;"&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain&lt;br /&gt;belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="more-3"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Gothic;"&gt;Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk. Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, &lt;em&gt;“Di  tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini.”&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 15.6pt;"&gt;&lt;span style="color: grey; font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Gothic;"&gt;Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, &lt;em&gt;“Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin  keselamatannya.”&lt;/em&gt; Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu ia bertanya  kepada sang pendeta,&lt;em&gt; “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim?” &lt;/em&gt;Pendeta  itu menjawab, &lt;em&gt;“Dari tanda yang terdapat di wajahmu.”&lt;/em&gt; Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Gothic;"&gt;Sang pendeta berkata, &lt;em&gt;“Aku akan mengajukan  kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat.”&lt;/em&gt; Si pemuda  tersenyum dan berkata, “&lt;em&gt;Silahkan!”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Century Gothic;"&gt;Sang pendeta pun mulai  bertanya,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;1 Sebutkan satu yang tiada  duanya,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;2 dua yang tiada tiganya,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;3 tiga yang tiada  empatnya,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;4 empat yang tiada limanya,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;5 lima yang tiada  enamnya,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;6 enam yang tiada tujuhnya,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;7 tujuh yang tiada  delapannya,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;8 delapan yang tiada sembilannya,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;9 sembilan yang  tiada sepuluhnya,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;10 sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;11  sebelas yang tiada dua belasnya,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;12 dua belas yang tiada tiga  belasnya,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;13 tiga belas yang tiada empat belasnya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;14 Sebutkan  sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;15 Apa yang  dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;16 Siapakah yang  berdusta namun masuk ke dalam surga?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;17 Sebutkan sesuatu yang diciptakan  Allah namun Dia tidak menyukainya?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;18 Sebutkan sesuatu yang diciptakan  Allah dengan tanpa ayah dan ibu!&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;19 Siapakah yang tercipta dari api,  siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari  api?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;20 Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu  dan siapakah yang terpelihara dari batu?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;21 Sebutkan sesuatu yang  diciptakan Allah dan dianggap besar!&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;22 Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun,setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu ter-senyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;* Satu yang tiada duanya  ialah Allah SWT.&lt;br /&gt;* Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang.  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Allah SWT berfirman,&lt;br /&gt;“Dan Kami jadikan malam dan siang  sebagai dua tan-da (kebesaran kami).”&lt;br /&gt;(Al-Isra’: 12).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;* Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang  dilakukan Nabi Musa &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;ketika Khidir menenggelamkan sampan,  membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir  roboh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;* Empat yang tiada limanya adalah  Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;* Lima yang tiada enamnya ialah  shalat lima waktu.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;* Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika  Allah SWT menciptakan makhluk.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;* Tujuh yang tiada delapannya ialah langit  yang tujuh lapis. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Allah SWT berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (Al-Mulk: 3).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;* Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul  Arsy ar-Rahman. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Allah SWT berfirman, “Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat men-junjung ‘Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;* Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang  diberikan kepada Nabi Musa &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;: tongkat, tangan yang bercahaya,  angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan *&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;* Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan.  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka  untuknya sepuluh kali lipat.” (Al-An’am: 160).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;* Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah  saudara-saudara Yusuf .&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;* Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah  mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;“Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;* Tiga belas yang tiada  empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan  ibunya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;* Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah  waktu Shubuh. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Allah SWT ber-firman, “Dan waktu subuh apabila  fajarnya mulai menyingsing.” (At-Takwir: 18).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;* Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan  Nabi Yunus AS.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;* Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah  saudara-saudara Yusuf &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka,” tak ada cercaaan ter-hadap kalian.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;* Sesuatu yang diciptakan Allah  namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Allah SWT berfirman,  “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai.” (Luqman:  19).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;* Makhluk yang diciptakan Allah tanpa  bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi  Ibrahim.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;* Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;,  yang &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;diadzab dengan api ialah Abu Jahal  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;dan yang &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;terpelihara dari api adalah  Nabi Ibrahim&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;. Allah SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan  selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya’: 69).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;*  Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;, yang  &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;diadzab dengan batu adalah tentara bergajah  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;dan yang &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;terpelihara dari batu  adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;* Sesuatu yang diciptakan Allah  dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;sebagaimana  firman Allah SWT, “Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.”  (Yusuf: 28).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;* Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu&lt;br /&gt;pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta. Pemuda ini  berkata, &lt;em&gt;“Apakah kunci surga itu?”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;Mereka berkata, &lt;em&gt;“Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;Pendeta tersebut  berkata, &lt;em&gt;“Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku  takut kalian marah.”&lt;/em&gt; &lt;span style="color: black; font-family: Verdana; font-size: 10pt;"&gt;Mereka menjawab,  &lt;em&gt;“Kami akan jamin keselamatan anda.”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;Sang pendeta pun berkata, “Jawabannya  ialah: &lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;strong&gt;Asyhadu an La Ilaha Illallah wa anna Muhammadar Rasulullah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang&lt;br /&gt;bertakwa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;sumber &lt;a href="http://iyud.wordpress.com/2007/05/23/kisah-nyata-seorang-pemuda-arab-yang-menimba-ilmu-di-amerika/"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-8336966298893931049?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/8336966298893931049/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-nyata-seorang-pemuda-arab-yang.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/8336966298893931049?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/8336966298893931049?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-nyata-seorang-pemuda-arab-yang.html" title="Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab yang Menimba Ilmu di Amerika" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEABQnw7fip7ImA9WxFRFUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-5308838969927882163</id><published>2010-04-29T06:07:00.000-07:00</published><updated>2010-04-29T06:12:33.206-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-29T06:12:33.206-07:00</app:edited><title>Kisah Nyata…Tujuh kali naik Haji tidak bisa melihat Ka’bah</title><content type="html">&lt;div class="storycontent"&gt;          &lt;p&gt;Sebagai seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya, Hasan (bukan nama sebenarnya), mengajak ibunya untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sarah (juga bukan nama sebenarnya), sang Ibu, tentu senang dengan ajakan anaknya itu. Sebagai muslim yang mampu secara materi, mereka memang berkewajiban menunaikan ibadah Haji. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Segala perlengkapan sudah disiapkan. Singkatnya ibu anak-anak ini akhirnya berangkat ke tanah suci. Kondisi keduanya sehat wal afiat, tak kurang satu apapun. Tiba harinya mereka melakukan thawaf dengan hati dan niat ikhlas menyeru panggilan Allah, Tuhan Semesta Alam. “Labaik allahuma labaik, aku datang memenuhi seruanMu ya Allah”.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hasan menggandeng ibunya dan berbisik, “Ummi undzur ila Ka’bah (Bu, lihatlah Ka’bah).” Hasan menunjuk kepada bangunan empat persegi berwarna hitam itu. Ibunya yang berjalan di sisi anaknya tak beraksi, ia terdiam. Perempuan itu sama sekali tidak melihat apa yang ditunjukkan oleh anaknya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hasan kembali membisiki ibunya. Ia tampak bingung melihat raut wajah ibunya. Di wajah ibunya tampak kebingungan. Ibunya sendiri tak mengerti mengapa ia tak bisa melihat apapun selain kegelapan. beberapakali ia mengusap-usap matanya, tetapi kembali yang tampak hanyalah kegelapan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Padahal, tak ada masalah dengan kesehatan matanya. Beberapa menit yang lalu ia masih melihat segalanya dengan jelas, tapi mengapa memasuki Masjidil Haram segalanya menjadi gelap gulita. Tujuh kali Haji Anak yang sholeh itu bersimpuh di hadapan Allah. Ia shalat memohon ampunan-Nya. Hati Hasan begitu sedih. Siapapun yang datang ke Baitullah, mengharap rahmatNYA. Terasa hampa menjadi tamu Allah, tanpa menyaksikan segala kebesaran-Nya, tanpa merasakan kuasa-Nya dan juga rahmat-Nya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hasan tidak berkecil hati, mungkin dengan ibadah dan taubatnya yang sungguh-sungguh, Ibundanya akan dapat merasakan anugrah-Nya, dengan menatap Ka’bah, kelak. Anak yang saleh itu berniat akan kmebali membawa ibunya berhaji tahun depan. Ternyata nasib baik belum berpihak kepadanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tahun berikutnya kejadian serupa terulang lagi. Ibunya kembali dibutakan di dekat Ka’bah, sehingga tak dapat menyaksikan bangunan yang merupakan symbol persatuan umat Islam itu. Wanita itu tidak bisa melihat Ka’bah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hasan tidak patah arang. Ia kembali membawa ibunya ke tanah suci tahun berikutnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Anehnya, ibunya tetap saja tak dapat melihat Ka’bah. Setiap berada di Masjidil Haram, yang tampak di matanya hanyalah gelap dan gelap. Begitulah keganjilan yang terjadi pada diri Sarah. hingga kejadian itu berulang sampai tujuh kali menunaikan ibadah haji.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hasan tak habis pikir, ia tak mengerti, apa yang menyebabkan ibunya menjadi buta di depan Ka’bah. Padahal, setiap berada jauh dari Ka’bah, penglihatannya selalu normal. Ia bertanya-tanya, apakah ibunya punya kesalahan sehingga mendapat azab dari Allah SWT ?. Apa yang telah diperbuat ibunya, sehingga mendapat musibah seperti itu ? Segala pertanyaan berkecamuk dalam dirinya. Akhirnya diputuskannya untuk mencari seorang alim ulama, yang dapat membantu permasalahannya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Beberapa saat kemudian ia mendengar ada seorang ulama yang terkenal karena kesholehannya dan kebaikannya di Abu Dhabi (Uni Emirat). Tanpa kesulitan berarti, Hasan dapat bertemu dengan ulama yang dimaksud.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ia pun mengutarakan masalah kepada ulama yang saleh ini. Ulama itu mendengarkan dengan seksama, kemudian meminta agar Ibu dari hasan mau menelponnya. anak yang berbakti ini pun pulang. Setibanya di tanah kelahirannya, ia meminta ibunya untuk menghubungi ulama di Abu Dhabi tersebut. Beruntung, sang Ibu mau memenuhi permintaan anaknya. Ia pun mau menelpon ulama itu, dan menceritakan kembali peristiwa yang dialaminya di tanah suci. Ulama itu kemudian meminta Sarah introspeksi, mengingat kembali, mungkin ada perbuatan atau peristiwa yang terjadi padanya di masa lalu, sehingga ia tidak mendapat rahmat Allah. Sarah diminta untuk bersikap terbuka, mengatakan dengan jujur, apa yang telah dilakukannya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Anda harus berterus terang kepada saya, karena masalah Anda bukan masalah sepele,” kata ulama itu pada Sarah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sarah terdiam sejenak. Kemudian ia meminta waktu untuk memikirkannya. Tujuh hari berlalu, akan tetapi ulama itu tidak mendapat kabar dari Sarah. Pada minggu kedua setelah percakapan pertama mereka, akhirnya Sarah menelpon. “Ustad, waktu masih muda, saya bekerja sebagai perawat di rumah sakit,” cerita Sarah akhirnya. “Oh, bagus…..Pekerjaan perawat adalah pekerjaan mulia,” potong ulama itu. “Tapi saya mencari uang sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara, tidak peduli, apakah cara saya itu halal atau haram,” ungkapnya terus terang. Ulama itu terperangah. Ia tidak menyangka wanita itu akan berkata demikian.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Disana….” sambung Sarah, “Saya sering kali menukar bayi, karena tidak semua ibu senang dengan bayi yang telah dilahirkan. Kalau ada yang menginginkan anak laki-laki, padahal bayi yang dilahirkannya perempuan, dengan imbalan uang, saya tukar bayi-bayi itu sesuai dengan keinginan mereka.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ulama tersebut amat terkejut mendengar penjelasan Sarah.&lt;br /&gt;“Astagfirullah……” betapa tega wanita itu menyakiti hati para ibu yang diberi amanah Allah untuk melahirkan anak. bayangkan, betapa banyak keluarga yang telah dirusaknya, sehingga tidak jelas nasabnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Apakah Sarah tidak tahu, bahwa dalam Islam menjaga nasab atau keturunan sangat penting.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jika seorang bayi ditukar, tentu nasabnya menjadi tidak jelas. Padahal, nasab ini sangat menentukan dala perkawinan, terutama dalam masalah mahram atau muhrim, yaitu orang-orang yang tidak boleh dinikahi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Cuma itu yang saya lakukan,” ucap Sarah.&lt;br /&gt;“Cuma itu ? tanya ulama terperangah. “Tahukah anda bahwa perbuatan Anda itu dosa yang luar biasa, betapa banyak keluarga yang sudah Anda hancurkan !”. ucap ulama dengan nada tinggi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Lalu apa lagi yang Anda kerjakan ?” tanya ulama itu lagi sedikit kesal.&lt;br /&gt;“Di rumah sakit, saya juga melakukan tugas memandikan orang mati.”&lt;br /&gt;“Oh bagus, itu juga pekerjaan mulia,” kata ulama. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Ya, tapi saya memandikan orang mati karena ada kerja sama dengan tukang sihir.”&lt;br /&gt;“Maksudnya ?”. tanya ulama tidak mengerti. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Setiap saya bermaksud menyengsarakan orang, baik membuatnya mati atau sakit, segala perkakas sihir itu sesuai dengan syaratnya, harus dipendam di dalam tanah. Akan tetapi saya tidak menguburnya di dalam tanah, melainkan saya masukkan benda-benda itu ke dalam mulut orang yang mati.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Suatu kali, pernah seorang alim meninggal dunia. Seperti biasa, saya memasukkan berbagai barang-barang tenung seperti jarum, benang dan lain-lain ke dalam mulutnya. Entah mengapa benda-benda itu seperti terpental, tidak mau masuk, walaupun saya sudah menekannya dalam-dalam. Benda-benda itu selalu kembali keluar. Saya coba lagi begitu seterusnya berulang-ulang. Akhirnya, emosi saya memuncak, saya masukkan benda itu dan saya jahit mulutnya. Cuma itu dosa yang saya lakukan.” &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mendengar penuturan Sarah yang datar dan tanpa rasa dosa, ulama itu berteriak marah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Cuma itu yang kamu lakukan ? Masya Allah….!!! Saya tidak bisa bantu anda. Saya angkat tangan”.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ulama itu amat sangat terkejutnya mengetahui perbuatan Sarah. Tidak pernah terbayang dalam hidupnya ada seorang manusia, apalagi ia adalah wanita, yang memiliki nurani begitu tega, begitu keji. Tidak pernah terjadi dalam hidupnya, ada wanita yang melakukan perbuatan sekeji itu. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Akhirnya ulama itu berkata, “Anda harus memohon ampun kepada Allah, karena hanya Dialah yang bisa mengampuni dosa Anda.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bumi menolaknya. Setelah beberapa lama, sekitar tujuh hari kemudian ulama tidak mendengar kabar selanjutnya dari Sarah. Akhirnya ia mencari tahu dengan menghubunginya melalui telepon. Ia berharap Sarah t elah bertobat atas segala yang telah diperbuatnya. Ia berharap Allah akan mengampuni dosa Sarah, sehingga Rahmat Allah datang kepadanya. Karena tak juga memperoleh kabar, ulama itu menghubungi keluarga Hasan di mesir. Kebetulan yang menerima telepon adalah Hasan sendiri. Ulama menanyakan kabar Sarah, ternyata kabar duka yang diterima ulama itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Ummi sudah meninggal dua hari setelah menelpon ustad,” ujar Hasan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ulama itu terkejut mendengar kabar tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Bagaimana ibumu meninggal, Hasan ?”. tanya ulama itu. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hasanpun akhirnya bercerita : Setelah menelpon sang ulama, dua hari kemudian ibunya jatuh sakit dan meninggal dunia. Yang mengejutkan adalah peristiwa penguburan Sarah. Ketika tanah sudah digali, untuk kemudian dimasukkan jenazah atas ijin Allah, tanah itu rapat kembali, tertutup dan mengeras. Para penggali mencari lokasi lain untuk digali. Peristiwa itu terulang kembali. Tanah yang sudah digali kembali menyempit dan tertutup rapat. Peristiwa itu berlangsung begitu cepat, sehingga tidak seorangpun pengantar jenazah yang menyadari bahwa tanah itu kembali rapat. Peristiwa itu terjadi berulang-ulang. Para pengantar yang menyaksikan peristiwa itu merasa ngeri dan merasakan sesuatu yang aneh terjadi. Mereka yakin, kejadian tersebut pastilah berkaitan dengan perbuatan si mayit.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Waktu terus berlalu, para penggali kubur putus asa dan kecapaian karena pekerjaan mereka tak juga usai. Siangpun berlalu, petang menjelang, bahkan sampai hampir maghrib, tidak ada satupun lubang yang berhasil digali. Mereka akhirnya pasrah, dan beranjak pulang. Jenazah itu dibiarkan saja tergeletak di hamparan tanah kering kerontang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebagai anak yang begitu sayang dan hormat kepada ibunya, Hasan tidak tega meninggalkan jenazah orang tuanya ditempat itu tanpa dikubur. Kalaupun dibawa pulang, rasanya tidak mungkin. Hasan termenung di tanah perkuburan seorang diri.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dengan ijin Allah, tiba-tiba berdiri seorang laki-laki yang berpakaian hitam panjang, seperti pakaian khusus orang Mesir. Lelaki itu tidak tampak wajahnya, karena terhalang tutup kepalanya yang menjorok ke depan. Laki-laki itu mendekati Hasan kemudian berkata padanya,” Biar aku tangani jenazah ibumu, pulanglah!”. kata orang itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hasan lega mendengar bantuan orang tersebut, Ia berharap laki-laki itu akan menunggu jenazah ibunya. Syukur-syukur mau menggali lubang untuk kemudian mengebumikan ibunya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Aku minta supaya kau jangan menengok ke belekang, sampai tiba di rumahmu, “pesan lelaki itu. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hasan mengangguk, kemudian ia meninggalkan pemakaman. Belum sempat ia di luar lokasi pemakaman, terbersit keinginannya untuk mengetahui apa yang terjadi dengan kenazah ibunya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sedetik kemudian ia menengok ke belakang. Betapa pucat wajah Hasan, melihat jenazah ibunya sudah dililit api, kemudian api itu menyelimuti seluruh tubuh ibunya. Belum habis rasa herannya, sedetik kemudian dari arah yang berlawanan, api menerpa wajah Hasan. Hasan ketakutan. Dengan langka h seribu, ia pun bergegas meninggalkan tempat itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Demikian yang diceritakan Hasan kepada ulama itu. Hasan juga mengaku, bahwa separuh wajahnya yang tertampar api itu kini berbekas kehitaman karena terbakar. Ulama itu mendengarkan dengan seksama semua cerita yang diungkapkan Hasan. Ia menyarankan, agar Hasan segera beribadah dengan khusyuk dan meminta ampun atas segala perbuatan atau dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh ibunya. Akan tetapi, ulama itu tidak menceritakan kepada Hasan, apa yang telah diceritakan oleh ibunya kepada ulama itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ulama itu meyakinkan Hasan, bahwa apabila anak yang soleh itu memohon ampun dengan sungguh-sungguh, maka bekas luka di pipinya dengan ijin Allah akan hilang. Benar saja, tak berapa lama kemudian Hasan kembali mengabari ulama itu, bahwa lukanya yang dulu amat terasa sakit dan panas luar biasa, semakin hari bekas kehitaman hilang. Tanpa tahu apa yang telah dilakukan ibunya selama hidup, Hasan tetap mendoakan ibunya. Ia berharap, apapun perbuatan dosa yang telah dilakukan oleh ibunya, akan diampuni oleh Allah SWT.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber &lt;a href="http://tausyiah275.blogsome.com/2006/03/04/kisah-nyatatujuh-kali-naik-haji-tidak-bisa-melihat-kabah/"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-5308838969927882163?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/5308838969927882163/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-nyatatujuh-kali-naik-haji-tidak.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/5308838969927882163?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/5308838969927882163?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-nyatatujuh-kali-naik-haji-tidak.html" title="Kisah Nyata…Tujuh kali naik Haji tidak bisa melihat Ka’bah" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEUBQX45eip7ImA9WxFRFUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-3600565177338019273</id><published>2010-04-29T06:02:00.000-07:00</published><updated>2010-04-29T06:04:10.022-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-29T06:04:10.022-07:00</app:edited><title>Kisah Menakjubkan</title><content type="html">&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Bagi orang yang sering mengamati isnad hadits maka nama &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Abu Qilabah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt; bukanlah satu nama yang asing karena sering sekali ia disebutkan dalam isnad-isnad hadits, terutama karena ia adalah seorang perawi yang meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik yang merupakan salah seorang dari tujuh sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits-hadits Nabi &lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;.&lt;span&gt;   &lt;/span&gt;Oleh karena itu nama Abu Qilabah sering berulang-ulang seiring dengan sering diulangnya nama Anas bin Malik.Ibnu Hibban dalam kitabnya &lt;i&gt;Ats-Tsiqoot&lt;/i&gt; menyebutkan kisah yang ajaib dan menakjubkan tentangnya yang menunjukan akan kuatnya keimanannya kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;span id="more-133"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Nama beliau adalah &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Abdullah bin Zaid Al-Jarmi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt; salah seorang dari para ahli ibadah dan ahli zuhud yang berasal dari Al-Bashroh. Beliau meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik dan sahabat Malik bin Al-Huwairits –&lt;i&gt;radhiallahu ‘anhuma&lt;/i&gt;- . Beliau wafat di negeri Syam pada tahun 104 Hijriah pada masa kekuasaan Yazid bin Abdilmalik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Abdullah bin Muhammad berkata, “Aku keluar menuju tepi pantai dalam rangka untuk mengawasi (menjaga) kawasan pantai (dari kedatangan musuh)…tatkala aku tiba di tepi pantai, tiba-tiba aku telah berada di sebuah dataran lapang di suatu tempat (di tepi pantai) dan di dataran tersebut terdapat sebuah kemah yang di dalamnya ada seseorang yang telah buntung kedua tangan dan kedua kakinya, dan pendengarannya telah lemah serta matanya telah rabun. Tidak satu anggota tubuhnyapun yang bermanfaat baginya kecuali lisannya, orang itu berkata, &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;“Ya Allah, tunjukilah aku agar aku bisa memuji-Mu sehingga aku bisa menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan Engkau sungguh telah melebihkan aku diatas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Abdullah bin Muhammad berkata, “Demi Allah aku akan mendatangi orang ini, dan aku akan bertanya kepadanya bagaimana ia bisa mengucapkan perkataan ini, apakah ia faham dan tahu dengan apa yang diucapkannya itu?, ataukah ucapannya itu merupakan ilham yang diberikan kepadanya??.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Maka akupun mendatanginya lalu aku mengucapkan salam kepadanya, lalu kukatakan kepadanya, “Aku mendengar engkau berkata “&lt;i&gt;Ya Allah, tunjukilah aku agar aku bisa memujiMu sehingga aku bisa menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan Engkau sungguh telah melebihkan aku diatas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan&lt;/i&gt;“, maka nikmat manakah yang telah Allah anugerahkan kepadamu sehingga engkau memuji Allah atas nikmat tersebut?? dan kelebihan apakah yang telah Allah anugerahkan kepadamu hingga engkau mensukurinya??”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Orang itu berkata, “Tidakkah engkau melihat apa yang telah dilakukan oleh Robku kepadaku? Demi Allah, seandainya Ia mengirim halilintar kepadaku hingga membakar tubuhku atau memerintahkan gunung-gunung untuk menindihku hingga menghancurkan tubuhku, atau memerintahkan laut untuk menenggelamkan aku, atau memerintahkan bumi untuk menelan tubuhku, maka tidaklah hal itu kecuali semakin membuat aku bersyukur kepadaNya, karena Ia telah memberikan kenikmatan kepadaku berupa lidah (lisan)ku ini. Namun, wahai hamba Allah, engkau telah mendatangiku maka aku perlu bantuanmu, engkau telah melihat kondisiku. Aku tidak mampu untuk membantu diriku sendiri atau mencegah diriku dari gangguan, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku memiliki seorang putra yang selalu melayaniku, di saat tiba waktu sholat ia mewudhukan aku, jika aku lapar maka ia menyuapiku, jika aku haus maka ia memberikan aku minum, namun sudah tiga hari ini aku kehilangan dirinya. Maka tolonglah aku, carilah kabar tentangnya –semoga Allah merahmati engkau-”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Aku berkata, “Demi Allah tidaklah seseorang berjalan menunaikan keperluan seorang saudaranya yang ia memperoleh pahala yang sangat besar di sisi Allah, lantas pahalanya lebih besar dari seseorang yang berjalan untuk menunaikan keperluan dan kebutuhan orang yang seperti engkau”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Maka akupun berjalan mencari putra orang tersebut hingga tidak jauh dari situ aku sampai di suatu gundukan pasir. Tiba-tiba aku mendapati putra orang tersebut telah diterkam dan dimakan oleh binatang buas. Akupun mengucapkan &lt;i&gt;inna lillah wa inna ilaihi roji’uun&lt;/i&gt;. Aku berkata, “Bagaimana aku mengabarkan hal ini kepada orang tersebut??”. Dan tatkala aku tengah kembali menuju orang tersebut, maka terlintas di benakku kisah Nabi Ayyub &lt;i&gt;‘alaihi as-Salam&lt;/i&gt;. Lalu aku menemui orang tersebut dan akupun mengucapkan salam kepadanya lalu ia menjawab salamku dan berkata, “Bukankah engkau adalah orang yang tadi menemuiku?”, aku berkata, “Benar”. Ia berkata, “Bagaimana dengan permintaanku kepadamu untuk membantuku?”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Akupun berkata kepadanya, “Engkau lebih mulia di sisi Allah ataukah Nabi Ayyub ‘&lt;i&gt;alaihis Salam&lt;/i&gt;?”, ia berkata, “Tentu Nabi Ayyub ‘&lt;i&gt;alaihis Salam&lt;/i&gt; “, aku berkata, “Tahukah engkau cobaan yang telah diberikan Allah kepada Nabi Ayyub?, bukankah Allah telah mengujinya dengan hartanya, keluarganya, serta anaknya?”, orang itu berkata, “Tentu aku tahu”. Aku berkata, “Bagaimanakah sikap Nabi Ayyub dengan cobaan tersebut?”, ia berkata, “Nabi Ayyub bersabar, bersyukur, dan memuji Allah”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Aku berkata, “Tidak hanya itu, bahkan ia dijauhi oleh karib kerabatnya dan sahabat-sahabatnya”. Ia berkata, “Benar”. Aku berkata, “Bagaimanakah sikapnya?”, ia berkata, “Ia bersabar, bersyukur dan memuji Allah”. Aku berkata, “Tidak hanya itu, Allah menjadikan ia menjadi bahan ejekan dan gunjingan orang-orang yang lewat di jalan, tahukah engkau akan hal itu?”, ia berkata, “Iya”, aku berkata, “Bagaimanakah sikap nabi Ayyub?” Ia berkata, “Ia bersabar, bersyukur, dan memuji Allah, langsung saja jelaskan maksudmu –semoga Allah merahmatimu-!!”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Aku berkata, “Sesungguhnya putramu telah aku temukan di antara gundukan pasir dalam keadaan telah diterkam dan dimakan oleh binatang buas, semoga Allah melipatgandakan pahala bagimu dan menyabarkan engkau”. Orang itu berkata, &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;“Segala puji bagi Allah yang tidak menciptakan bagiku keturunan yang bermaksiat kepadaNya lalu Ia menyiksanya dengan api neraka”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;, kemudian ia berkata, “&lt;i&gt;Inna lillah wa inna ilaihi roji’uun&lt;/i&gt;“, lalu ia menarik nafas yang panjang lalu meninggal dunia.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Aku berkata, “&lt;i&gt;Inna lillah wa inna ilaihi roji’uun&lt;/i&gt;“, besar musibahku, orang seperti ini jika aku biarkan begitu saja maka akan dimakan oleh binatang buas, dan jika aku hanya duduk maka aku tidak bisa melakukan apa-apa&lt;a href="http://ummusalma.wordpress.com/2008/02/26/kisah-menakjubkan/#_ftn2" title="_ftnref2" name="_ftnref2"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Lalu akupun menyelimutinya dengan kain yang ada di tubuhnya dan aku duduk di dekat kepalanya sambil menangis. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Tiba-tiba datang kepadaku empat orang dan berkata kepadaku “Wahai Abdullah, ada apa denganmu?, apa yang telah terjadi?”. Maka akupun menceritakan kepada mereka apa yang telah aku alami. Lalu&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mereka berkata, “Bukalah wajah orang itu, siapa tahu kami mengenalnya!”, maka akupun membuka wajahnya, lalu merekapun bersungkur mencium keningnya, mencium kedua tangannya, lalu mereka berkata, “Demi Allah, matanya selalu tunduk dari melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah, demi Allah tubuhnya selalu sujud tatkala orang-orang dalam keadaan tidur!!”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Aku bertanya kepada mereka, “Siapakah orang ini –semoga Allah merahmati kalian-?”, mereka berkata, Abu Qilabah Al-Jarmi sahabat Ibnu ‘Abbas, ia sangat cinta kepada Allah dan Nabi &lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;. Lalu kamipun memandikannya dan mengafaninya dengan pakaian yang kami pakai, lalu kami menyolatinya dan menguburkannya, lalu merekapun berpaling dan akupun pergi &lt;span&gt; &lt;/span&gt;menuju pos penjagaanku di kawasan perbatasan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Tatkala tiba malam hari, akupun tidur dan aku melihat di dalam mimpi ia berada di taman surga dalam keadaan memakai dua lembar kain dari kain surga sambil membaca firman Allah &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; font-family: AXtNada;"&gt;&lt;span&gt;}&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: 'Traditional Arabic';"&gt;سَلامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 16pt; font-family: AXtNada;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;|&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: 'Traditional Arabic';"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt; (الرعد:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Traditional Arabic';"&gt;24&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: 'Traditional Arabic';"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;“Keselamatan bagi kalian (dengan masuk ke dalam surga) karena kesabaran kalian, maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;(QS. 13:24)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size: 11pt; font-family: 'Verdana','sans-serif';"&gt;Lalu aku berkata kepadanya, “Bukankah engkau adalah orang yang aku temui?”, ia berkata, “Benar”, aku berkata, “Bagaimana engkau bisa memperoleh ini semua”, ia berkata, “Sesungguhnya Allah menyediakan derajat-derajat kemuliaan yang tinggi yang tidak bisa diperoleh kecuali dengan sikap sabar tatkala ditimpa dengan bencana, dan rasa syukur tatkala dalam keadaan lapang dan tentram bersama dengan rasa takut kepada Allah baik dalam keadaan bersendirian maupun dalam kaeadaan di depan khalayak ramai”&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://ummusalma.wordpress.com/2008/02/26/kisah-menakjubkan/"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-3600565177338019273?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/3600565177338019273/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-menakjubkan.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/3600565177338019273?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/3600565177338019273?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-menakjubkan.html" title="Kisah Menakjubkan" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEcDQ3g8fCp7ImA9WxFRFUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-3205394354498204584</id><published>2010-04-29T05:58:00.000-07:00</published><updated>2010-04-29T06:01:12.674-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-29T06:01:12.674-07:00</app:edited><title>Kisah MANTAN PENDETA ROMA MENJADI AHLUS SUNNAH</title><content type="html">&lt;span&gt;Segala puji bagi Allah. Semoga shalawat serta salam tetap terlimpahkan atas Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya, serta siapa saja yang mengikuti sunnahnya dan menjadikan ajarannya sebagai petunjuk sampai hari kiamat.&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sejarah Islam, baik yang dulu maupun sekarang senantiasa menceritakan kepada kita, contoh-contoh indah dari orang-orang yang mendapatkan petunjuk, mereka memiliki semangat yang begitu tinggi dalam mencari agama yang benar. Untuk itulah, mereka mencurahkan segenap jiwa dan mengorbankan milik mereka yang berharga, sehingga mereka dijadikan permisalan, dan sebagai bukti bagi Allah atas makhluk-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sesungguhnya siapa saja yang bersegera mencari kebenaran, berlandaskan keikhlasan karena Allah Ta’aala, pasti Dia ‘Azza Wa Jalla akan menunjukinya kepada kebenaran tersebut, dan akan dianugerahkan kepadanya nikmat terbesar di alam nyata ini, yaitu kenikmatan Islam. Semoga Allah merahmati syaikh kami al-Albani yang sering mengulang-ngulangi perkataan: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;"&gt;الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى نِعْمَةِ اْلإِسْلاَمِ وَالسُنَّةِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Segala puji bagi Allah atas nikmat Islam dan as-Sunnah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span id="more-134"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Diantara kalimat mutiara ulama salaf adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;"&gt;إِنَّ مِنْ نِعْمَةِ اللهِ عَلَى اْلأَعْجَمِيِّ وَ الشَابِ إِذَا نَسَكَ أَنْ يُوَافِيَ صَاحِبَ سُنَّةٍ فَيَحْمِلَهُ عَلَيْهَا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;" dir="ltr"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Sesungguhnya diantara nikmat Allah atas orang ‘ajam dan pemuda adalah, ketika dia beribadah bertemu dengan pengibar sunnah, kemudian dia membimbingnya kepada sunnah Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;"&gt;أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Inilah kalimat tauhid, kalimat yang baik, kunci surga. Kalimat inilah stasiun pertama dari jalan panjang yang penuh dengan onak dan duri, kalimat taqwa bukanlah kalimat yang mudah bagi seorang insan yang ingin menggerakkan lisannya untuk mengucapkannya, demikian juga ketika dia ingin mengeluarkannya dari hatinya yang paling dalam. Karena, ketika seorang insan ingin mengeluarkannya dari hatinya yang paling dalam, maka dia harus mengetahui terlebih dahulu, bahwa kalimat itu keluar dengan seizin Allah Ta’aala. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Demikianlah yang dialami oleh Ibrahim (dulu bernama Danial) -semoga Allah memeliharanya, meluruskannya diatas jalan keistiqomahan, serta menutup lembaran hidupnya diatas Islam-.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Inilah dia yang akan menceritakan kepada kita, bagaimana dia meninggalkan agama kaumnya &lt;span&gt; &lt;/span&gt;(Nashrani) menuju Islam, dan bagaimana dia telah mengorbankan kekayaan ayahnya serta kemewahan hidupnya, di suatu jalan (hakekat terbesar), demi mencari kebebasan akal dan jiwa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Ibrahim (dulu bernama Danial) -semoga Allah memeliharanya, dan mengokohkannya diatas jalan keistiqomahan- menceritakan: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Saya adalah seorang lelaki dari keluarga Roma, seorang anak dari keluarga kaya, semasa kecil, saya hidup dengan kemewahan dan kemakmuran. Demikianlah, kulalui masa kecilku. Ketika masa remajapun, saya banyak menghabiskan waktu dengan kemewahan bersama teman-temanku, ketika itu saya memiliki sebuah mobil mewah dan uang, sehingga saya bisa memiliki segala sesuatu dan tidak pernah kekurangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Akan tetapi sejak kecil, saya senantiasa merasa bahwa dalam kehidupan ini ada yang kurang, dan saya yakin bahwa ada sesuatu yang salah di dalam hidupku, serta suatu kekosongan yang harus kupenuhi, karena semua sarana kehidupan ini bukanlah tujuanku. Saya mulai tertarik dengan agama, dan mulailah kubaca Injil, pergi ke gereja, serta kusibukkan diriku dengan membaca buku-buku agama Kristen. Dari buku-buku yang kubaca tersebut, mulai kudapatkan sebagian jawaban atas berbagai pertanyaanku, akan tetapi tetap saja belum sempurna.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dahulu saya bangun pagi setiap hari dan pergi ke pantai, saya merenungi laut sambil membaca buku-buku dan shalat. Setelah dua bulan dari permulaan hidupku ini, saya merasa mantap bahwa saya tidak mampu terus menerus menjalani hidupku seperti biasanya setelah beragama, ketika itu, saya mendatangi ayahku dan kukabarkan kepadanya bahwa saya tidak bisa melanjutkan bekerja dengannya, saya juga pergi mendatangi ibu dan saudari-saudariku dan kukabarkan kepada mereka bahwa saya telah mengambil keputusan untuk meninggalkan mereka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kemudian kusiapkan tasku lalu naik kereta tanpa kuketahui ke mana saya hendak pergi, hingga saya tiba di kota Polon, kemudian saya masuk ke &lt;/span&gt;&lt;span&gt;ad-dir&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Istilah untuk gereja yang terpencil dipedalaman. – pent.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;) disana, lalu naik gunung yang tinggi. Saya menetap di gunung selama kira-kira sebulan, saya tidak berbicara dengan siapapun, saya hanya membaca dan beribadah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Sekitar tiga tahun, saya senantiasa berpindah-pindah dari satu ad-dir ke ad-dir yang lain, saya membaca dan beribadah, kebalikannya para pendeta yang tidak bisa meninggalkan ad-dir mereka, karena saya tidak pernah memberikan janji untuk menjadi seorang pendeta di suatu ad-dir tertentu, dan janji tersebut akan menghalangiku untuk keluar masuk darinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Setelah itu, saya memutuskan untuk berkeliling ke pelbagai negeri, maka saya memulai perjalanan panjangku dari Italia melalui Slovania, Hungaria, Nimsa, Romania, Bulgaria, Turki, Iran, Pakistan, dari sana menuju India. Semua perjalanan ini saya tempuh melalui jalur darat. Saya mendengar suara adzan di Turki, dan saya sudah pernah mendengarnya di Kairo (Mesir) pada perjalananku sebelumnya, akan tetapi kali ini sangat berkesan, sehingga saya mencintainya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dalam perjalanan pulang, saya bertemu dengan seorang muslim Syi’ah di perbatasan Iran dan Pakistan, dia dan temannya menjamuku dan mulai menjelaskan kepadaku&lt;span&gt; &lt;/span&gt;tentang Islam versi Syi’ah, keduanya menyebutkan Imam Duabelas dan mereka tidak menjelaskan kepadaku tentang Islam dengan sebenarnya, bahkan mereka menfokuskan pada ajaran Syi’ah dan Imam Ali &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-family: Islamic_;"&gt;z&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, serta tentang penantian mereka terhadap seorang Imam yang ikhlas, yang akan datang untuk membebaskan manusia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Semua diskusi tesebut sama sekali tidak menarik perhatianku, dan saya belum mendapatkan jawaban atas berbagai pertanyaanku dalam rangka mencari hakekat kebenaran. Orang Syi’ah itu menawarkan kepadaku untuk mempelajari Islam di kota Qum, Iran, selama tiga bulan tanpa dipungut biaya, akan tetapi saya memilih untuk melanjutkan perjalananku dan kutinggalkan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kemudian saya menuju India, dan ketika saya turun dari kereta, pertama yang kulihat adalah manusia yang membawa kendi-kendi di pagi hari sekali dengan berlari-lari kecil menuju ke dalam kota, maka kuikuti mereka dan saya melihat mereka berthowaf mengelilingi sapi betina yang terbuat dari emas, ketika itu saya sadar bahwa India bukanlah tempat yang kucari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Setelah itu, saya kembali ke Italia dan dirawat di rumah sakit selama sebulan penuh, hampir saja saya meninggal dikarenakan penyakit yang saya derita ketika di India, akan tetapi Allah telah menyelamatkanku. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Alhamdulillah&lt;/span&gt;&lt;span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Saya keluar dari rumah sakit menuju rumah, dan mulailah saya berfikir tentang langkah-langkah yang akan saya ambil setelah perjalanan panjang ini, maka saya memutuskan untuk terus dalam jalanku mencari hakekat kebenaran. Saya kembali ke ad-dir dan mulailah kujalani kehidupan seorang pendeta di sebuah ad-dir di Roma. Pada waktu itu saya telah diminta oleh para pembesar&lt;span&gt; &lt;/span&gt;pendeta disana untuk memberikan kalimat dan janji. Pada malam itu, saya berfikir panjang, dan keesokan harinya saya memutuskan untuk tidak memberikan janji kepada mereka lalu kutinggalkan ad-dir tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Saya merasa ada sesuatu yang mendorongku untuk keluar dari ad-dir, setelah itu saya menuju al-Quds karena saya beriman akan kesuciannya. Maka mulailah saya berpergian menuju al-Quds melalui jalur darat melewati berbagai negeri, sampai akhirnya saya tiba di Siria, Lebanon, Oman, dan al-Quds, saya tinggal disana seminggu, kemudian saya kembali ke Italia, maka bertambahlah pertanyaan-pertanyaanku, saya kembali ke rumah lalu kubuka Injil. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Pada kesempatan ini, saya merasa berkewajiban untuk membaca Injil dari permulaannya, maka saya memulai dari Taurat, menelusuri kisah-kisah para nabi bani Israel. Pada tahap ini mulai nampak jelas di dalam diriku makna-makna kerasulan hakiki yang Allah mengutus kepadanya, mulailah saya merasakannya, sehingga muncullah berbagai pertanyaan yang belum saya dapatkan jawabannya, saya berusaha menemukan jawaban atas berbagai pertanyaan tersebut dari perpustakaanku yang penuh dengan buku-buku tentang Injil dan Taurat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Pada saat itu, saya teringat suara adzan yang pernah kudengar ketika berkeliling ke berbagai negeri serta pengetahuanku bahwa kaum muslimin beriman terhadap Tuhan yang satu, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Dia. Dan inilah yang dulu saya yakini, maka saya berkomitmen : Saya harus berkenalan dengan Islam, kemudian mulailah kukumpulkan buku-buku tentang Islam, diantara yang saya miliki adalah terjemahan al-Qur’an dalam bahasa Italia, yang pernah saya beli ketika berkeliling ke berbagai negeri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Setelah kutelaah buku-buku tersebut, saya berkesimpulan bahwa Islam tidak seperti yang dipahami oleh mayoritas orang-orang barat, yaitu sebagai agama pembunuh, perampok dan teroris akan tetapi yang saya dapati adalah Islam itu agama kasih sayang dan petunjuk, serta sangat dekat dengan makna hakiki dari Taurat dan Injil. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kemudian saya putuskan untuk kembali ke al-Quds, karena saya yakin bahwa al-Quds adalah tempat turunnya kerasulan terdahulu, akan tetapi kali ini saya menaiki pesawat terbang dari Italia menuju al-Quds. Saya turun di tempat turunnya para pendeta dan peziarah dibawah panduan hause bus Armenia di daerah negeri kuno. Di dalam tasku, saya tidak membawa sesuatu kecuali sedikit pakaian, terjemahan al-Qur’an, Injil dan Taurat. Kemudian saya mulai membaca lebih banyak lagi dan lebih banyak lagi, saya membandingkan kandungan al-Qur’an dengan isi Taurat dan Injil, sehingga saya berkesimpulan bahwa kandungan al-Qur’an sangat dekat dengan ajaran Musa dan Isa ‘alaihimassalaam yang asli.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Selanjutnya saya mulai berdialog dengan kaum muslimin untuk menanyakan kepada mereka tentang Islam, sampai akhirnya saya bertemu dengan sahabatku yang mulia Wasiim Hujair, kami berbincang-bincang tentang Islam. Saya juga banyak bertemu dengan teman-teman, mereka menjelaskan kepada saya tentang Islam. Setelah itu, saudara Wasiim mengatakan kepadaku bahwa dia akan mengadakan suatu pertemuan antara saya dengan salah seorang dari teman-temannya para da’i.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Pertemuan itu berlangsung dengan saudara yang mulia Amjad Salhub, kemudian terjadilah perbincangan yang bagus tentang agama Islam. Diantara perkara yang paling mempengaruhiku adalah kisah sabahat yang mulia, Salman al-Farisi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-family: Islamic_;"&gt;z&lt;/span&gt;&lt;span&gt;, karena di dalamnya ada kemiripan dengan ceritaku tentang pencarian hakekat kebenaran. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kami berkumpul lagi dalam pertemuan yang lain dengan saudara Amjad beserta teman-temannya, diantaranya fadhilatusy Syaikh Hisyam al-‘Arif –hafidhohulloh-, maka berlangsunglah dialog tentang Islam dan keagungannya, kebetulan ketika itu saya memiliki beberapa pertanyaan yang kemudian dijawab oleh Syaikh. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Setelah itu, saya terus menerus berkomunikasi dengan saudara Amjad yang dengan sabar menjelaskan jawaban atas mayoritas pertanyaan-pertanyaanku. Pada saat seperti itu di depan saya ada dua pilihan, antara saya mengikuti kebenaran atau menolaknya, dan saya sama sekali tidak sanggup menolak kebenaran tersebut setelah saya meyakini bahwa Islam adalah jalan yang benar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Pada saat itu juga, saya merasakan bahwa waktu untuk mengucapkan kalimat tauhid dan syahadat telah tiba. Ternyata tiba-tiba saudara Amjad mendatangiku bertepatan dengan waktu dikumandangkannya adzan untuk shalat dhuhur. Waktu itu benar-benar telah tiba, sehingga tiada pilihan bagiku kecuali saya mengucapkan : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" dir="rtl"&gt;&lt;span style="font-size: 18pt;"&gt;أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Saya bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan-Nya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span&gt;Maka serta merta saudara Amjad memelukku dengan pelukan yang ramah, seraya memberikan ucapan selamat atas keIslamanku, kemudian kami sujud syukur sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah atas anugerah nikmat ini. Kemudian saya diminta mandi (&lt;/span&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt; Sebagaimana hadits Qoish bin ‘Ashim, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Ketika beliau masuk Islam, Rasulullah memerintahkannya untuk mandi dengan air yang dicampur bidara.&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (HR. An-Nasai, at-Turmudzi dan Abu Daud. Dishohihkan oleh al-Albani dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;al-Irwaa’&lt;/span&gt;&lt;span&gt; (128).)&lt;/span&gt;&lt;span&gt;) dan berangkat ke al-Masjid al-Aqsho untuk menunaikan shalat dhuhur,&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Di tempat tersebut setelah shalat, saya menemui jamaah shalat dengan syahadat, yaitu persaksian kebenaran dan tauhid yang telah Allah anugerahkan kepadaku. Setelah saya mengetahui bahwa siapa saja yang masuk Islam wajib baginya berkhitan, maka segala puji dan anugerah milik Allah, saya tunaikan kewajiban berkhitan tersebut sebagai bentuk meneladani bapaknya para nabi, yaitu Ibrahim &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-family: Islamic_;"&gt;q&lt;/span&gt;&lt;span&gt; yang melakukan khitan pada usia 80 tahun (&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Sebagaimana Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Islamic_;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span&gt; bersabda : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Ibrahim berkhitan ketika umur 80 tahun dengan “al-Qoduum” (nama alat atau tempat).( &lt;/span&gt;HR. Al-Bukhori (3356) dan Muslim (2370).)&lt;span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Itulah diriku, saya telah memulai hidup baru dibawah naungan agama kebenaran, agama yang penuh dengan kasih sayang dan cahaya. Saya senantiasa menuntut ilmu agama dari kitab Allah Ta’aala dan sunnah Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-family: Islamic_;"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span&gt; sesuai dengan manhaj salaf (pendahulu) umat ini, dari kalangan para sahabat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-family: Islamic_;"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;span&gt; beserta siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Segala puji bagi Allah atas anugerah Islam dan as-Sunnah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;Dialihbahasakan oleh Abu Zahro Imam Wahyudi Lc. dari majalah ad-Da’wah as-Salafiyah-Palestina edisi perdana, Muharram 1427 H halaman: 21-24.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: left;"&gt;sumber &lt;a href="http://ummusalma.wordpress.com/2008/05/13/mantan-pendeta-roma-menjadi-ahlus-sunnah/#more-134"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-3205394354498204584?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/3205394354498204584/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-mantan-pendeta-roma-menjadi-ahlus.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/3205394354498204584?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/3205394354498204584?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-mantan-pendeta-roma-menjadi-ahlus.html" title="Kisah MANTAN PENDETA ROMA MENJADI AHLUS SUNNAH" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D04HQHw5fSp7ImA9WxFRFUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-6897569187143562603</id><published>2010-04-29T05:44:00.000-07:00</published><updated>2010-04-29T05:58:51.225-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-29T05:58:51.225-07:00</app:edited><title>Kisah Masuk Islamnya Seorang Dokter Amerika Karena Satu Ayat Al-Qur’an</title><content type="html">&lt;p&gt;Beberapa tahun yang lalu, seorang teman bercerita kepadaku tentang kisah masuknya seorang dokter Amerika ke dalam Islam. Dari apa yang kuingat dari kisah yang indah ini adalah : Kisah ini terjadi pada salah satu rumah sakit di Amerika Serikat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-6"&gt;&lt;/span&gt;Di rumah sakit tersebut, seorang dokter muslim bekerja dengan keilmuan yang sangat baik, sehingga memberi pengaruh besar untuk mengenal beberapa dokter Amerika. Dan dia, dengan kemampuan tersebut mengundang decak kagum mereka. Diantara para dokter Amerika ini, dia mempunyai satu teman akrab yaitu orang yang memiliki kisah ini. Mereka berdua selalu bertemu dan keduanya bekerja pada bagian persalinan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada suatu malam, di rumah sakit tersebut terjadi dua peristiwa persalinan secara bersamaan. Setelah kedua wanita itu melahirkan, dua bayi tersebut tercampur dan tidak ada yang mengetahui masing-masing pemilik kedua bayi yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu. Kerancuan ini terjadi disebabkan kecerobohan perawat yang seharusnya dia menulis nama ibu pada gelang yang diletakkan di tangan kedua bayi tersebut. Dan ketika kedua dokter tersebut tahu bahwa mereka berada dalam kebingungan; Siapakah ibu bayi laki-laki dan siapakah ibu bayi perempuan, maka dokter Amerika berkata kepada dokter Muslim, &lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;”Engkau mengatakan bahwasanya Al-Qur’an telah menjelaskan segala sesuatu dan engkau mengatakan bahwasanya Al-Qur’an itu mencakup semua permasalahan-permasalahan apapun. Maka tunjukkanlah kepadaku cara mengetahui siapa ibu dari masing-masing bayi ini..!!”&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Dokter Muslim itupun menjawab, &lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;”Ya, Al-Qur’an telah menerangkan segala sesuatu dan akan aku buktikan kepadamu tentang hal itu. Biarkan kami mendiagnosa ASI kedua ibu dan kami akan menemukan jalan keluar.” &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Setelah nampak hasil diagnosa, dengan sangat percaya diri dokter muslim itu memberitahu temannya si dokter Amerika, siapakah ibu sebenarnya dari masing-masing bayi tersebut…!!!! Dokter Amerika itupun terheran-heran dan bertanya, ”Bagaimana kamu tahu?”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dokter Muslim menajwab &lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;”Sesungguhnya hasil yang nampak menunjukkan bahwasanya kadar banyaknya ASI pada payudara ibu si bayi laki-laki dua kali lipat kandungannya dibanding ibu si bayi perempuan. Perbandingan kadar garam dan vitamin pada ASI si ibu bayi laki-laki itu juga dua kali lipat dibanding ibu si bayi perempuan.” &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Kemudian dokter muslim tersebut membacakan ayat Al-Qur’an yang dia jadikan dasar argumen dari jalan keluar itu,&lt;/p&gt; &lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;”Bagi laki-laki seperti bagian dua perempuan.” &lt;strong&gt;(QS. An-Nisa:11)&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p&gt;Dan setelah mendengarkan dokter Amerika itu arti ayat tersebut, dia jadi bengong, dan dia menyatakan keislamannya secara spontan tanpa ragu-ragu. Subhanallah, Maha Suci Allah Robb semesta alam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber &lt;a href="http://jilbab.or.id/archives/6-kisah-masuk-islamnya-seorang-dokter-amerika-karena-satu-ayat-al-qur%E2%80%99an/"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-6897569187143562603?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/6897569187143562603/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-masuk-islamnya-seorang-dokter.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/6897569187143562603?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/6897569187143562603?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-masuk-islamnya-seorang-dokter.html" title="Kisah Masuk Islamnya Seorang Dokter Amerika Karena Satu Ayat Al-Qur’an" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUMBQn4-cCp7ImA9WxFSGU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-5483878403702154327</id><published>2010-04-21T19:24:00.000-07:00</published><updated>2010-04-21T19:30:53.058-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-21T19:30:53.058-07:00</app:edited><title>kabar kelahiran Rasulullah saw dalam kitab agama bumi</title><content type="html">&lt;p&gt;Tidaklah terbantahkan, Allah telah merencanakan segala kehendaknya dengan sempurna. Dari penciptaan langit dan bumi beserta segala isinya, serta segala sesuatu yang masih bias di mata kita. Kehadiran sang nabi besar Muhammad s.a.w yang merupakan utusan terakhir-Nya pun adalah rencana yang sangat agung. Dalam kitab-kitab suci yang diberikan pada rasul-rasul sebelumnya kabar berita mengenai akan hadirnya sang nabi akhir jaman sudah tertulis. Oleh karenanya dalam Al Qur’an Allah sampai membuat suatu perumpamaan/sindiran bagi ahli kitab bahwa mereka mengenal Rasulullah seperti mengenal anak cucu mereka sendiri. Akan tetapi banyak sekali isi kitab itu telah diubah, dihapus dan didustakan demi kepentingan mereka. Orisinalitas yang telah hilang itu membuat keabsahan berita  tentang ayat yang tersurat dengan jelas tentang kelahiran sang nabi besar akhir jaman lenyap walaupun masih banyak kajian untuk membuktikan kebenaran berita nabi akhir jaman dengan mengacu ayat-ayat yang tersirat yang masih tercantum dalam injil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, baru-baru ini terdapat suatu temuan-temuan dari kitab suci agama bumi, yakni Hindu, Budha dan Zoroaster. Apakah ini merupakan suatu rencana  dan intervensi Allah, Dzat Yang Merencanakan segala sesuatu dengan sempurna setelah banyak ayat-ayat-Nya dalam kitab sebelum Al-Qur’an didustakan ? &lt;em&gt;Wallahu a’lam. &lt;/em&gt;Temuan-temuan ini memang menjadi suatu kajian dan masih diperdebatkan. Namun temuan-temuan ini tentu saja bukanlah suatu temuan yang tanpa dasar kuat. Mari kita kupas temuan-temuan ini (Diambil dari berbagai sumber)&lt;span id="more-288"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Nabi Muhammad dalam Kitab Weda (Hindu): Kalki Avatar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang profesor beragama Hindu asal India bernama Pundit  Vedaprakash Upadhyai, merilis buku yang berjudul “Kalki Avatar” . Pundit Vedaprakash Upadhyai adalah seorang Hindu Brahmana dari Bengali. Dia adalah peneliti  di Universitas Allahabad di India.&lt;br /&gt;Baru-baru ini sebuah buku yang menyingkap fakta tersebut telah diterbitkan. Buku itu menjadi topik diskusi dan perbincangan di seluruh negeri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keterangan dari Pundit Vaid Parkash telah disiarkan di BIC News pada 8 Desember 1997 yang diterjemahkan oleh Mir Abdul Majeed. Sebelumnya, pernah dimuat di The Message, edisi Oktober 1997. Tidak kurang 8 pundit besar mendukung dan merestui butir-butir argumennya sebagai hal yang otentik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam bukunya yang membeda isi Weda dan kitab-kitab Hindu lainnya, disebutkan umat Hindu sebenarnya menunggu datangnya seorang “pembimbing dan pemimpin” yang disebut “Kalki Avatar”. Kalki Avatar diyakini akan menjadi panutan umat manusia. Dalam Weda dan beberapa kitab Hindu, point-point penting yang menunjukkan bahwa “Kalki Avatar” merujuk kepada sosok Rasulullah Muhammad s.a.w antara lain:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Dalam Purana (salah satu kitab Hindu), disebutkan bahwa Kalki Avatar adalah utusan terakhir dari Tuhan yang akan membimbing seluruh umat manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Menurut prediksi agama Hindu, kelahiran Kalki Avatar akan terjadi di Semenanjung (yang menurut agama Hindu kawasan Arab). Ini ramalan yang sesuai dengan faktanya di mana Islam lahir di kawasan Arab&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Disebutkan, bahwa kalki Avatar lahir dari seorang ayah bernama VISHNUBHAGAT dan ibu bernama SUMAANI. Jika kedua nama itu diartikan, maka akan ditemukan hal yang sangat mengesankan, yakni:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;VISHNU (artinya Tuhan) + BHAGAT (artinya Hamba) = Hamba/Abdi Tuhan= ABDULLAH (dalam Bahasa Arab berarti HAMBA ALLAH) adalah nama ayah dari Nabi Muhammad s.a.w.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;SUMAANI (berarti kedamaian)  =  AMINAH (yang berarti kedamaian dalam Bahasa Arab) yang merupakan nama ibu NabI Muhammad s.a.w&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Dalam buku agama Hindu, disebutkan bahwa makanan pokok Kalki Avatar adalah kurma dan zaitun, dan ia akan menjadi orang yang paling jujur dan dipercaya di daerahnya. Tidak bisa dipungkiri, ciri-ciri tersebut mengacu pada diri Rasulullah s.a.w&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Dalam Weda (Kitab suci agama Hindu) disebutkan bahwa Kalki Avatar terlahir dari keturunan terhormat. Suku Quraish merupakan suku yang terhormat dan terpandang di Arab&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Disebutkan bahwa Tuhan akan mengajarkan Kalki Avatar melalui utusannya dalam sebuah gua. Sedangkan Nabi Muhammad s.a.w menerima wahyu Allah dari Malaikat Jibril dalam Gua Hira&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7. Tuhan akan menyediakan Kalki Avatar kuda yang sangat cepat untuk berkendara dan naik ke langit ke-tujuh. Bandingkanlah, dengan Buraq yang merupakan tunggangan rasulullah dalam bermi’rat ke Sidratul Muntaha di langit ke-tujuh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;8. Tuhan akan membantu Kalki Avatar dengan bantuan ghaib dalam peperangan. Bandingkanlah dengan bantuan Allah dalam setiap pertempuran yang dialami Rasulullah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;9. Salah satu point yang sangat mengejutkan lain adalah kalki avatar dilahirkan pada tanggal 12 dalam sebuah bulan. Faktanya adalah Nabi Muhammad s.a.w dilahirkan tanggal 12 Rabiul Awal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;10. Kalki Avatar adalah penunggang kuda dan pemain pedang yang mahir. Nabi Muhammad s.a.w adalah masuk kriteria tersebut&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Merujuk kriteria-kriteria tersebut, sang penulis buku memberikan suatu&lt;br /&gt;ulasan, bahwa seharusnya memang jika semua kriteria Kalki Avatar merujuk pada diri sang nabi besar Muhammad s.a,w, maka seharusnyalah umat Hindu tidak perlu menunggu hingga saat ini sang Kalki Avatar. Karena sang pemimpin besar itu telah melaksanakan tugasnya membuka lembaran baru bagi umat manusia di dunia pada 14 abad yang lalu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Nabi Muhammad dalam kitab Tripitaka (Budha): Sang &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Maitreya&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemimpin Budha,  Sidharta Gautama telah meramalkan kedatangan seorang manusia yang diberi wahyu. Dalam Doktrin Budha (The Gospel of Buddha) oleh Caras (hal.217-8) disebutkan bahwa Budha agung yang akan datang ke dunia ini dikenal sebagai “Maitreya”. Yang berarti “pemberi rahmat”. Merujuk pada tugas mulia rasulullah bahwa beliau bertugas sebagai rahmatan lil alamin bagi seluruh umat manusia .&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta  alam (rahmatan lil alamin)” &lt;/em&gt;Al-Quran Surat 21 (Al-Anbya) : 107&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih jauh lagi  kitab suci kaum Budha, disebutkan  bahwa sang  Sidharta Gautama berkata“Para pengikutnya (Maitreya) berjumlah ribuan orang, sementara jumlah pengikutku ratusan orang.” Faktanya, pengikut Nabi Muhammad saw berjumlah ribuan orang (sekarang tentunya jutaan).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam Doktrin Budha (oleh Caras, hal.214), seorang Budha yang tercerahkan itu dilukiskan sebagai memiliki kulit yang amat terang dan bahwa seorang Budha memperoleh “pandangan yang luhur di malam hari”. Dalam kenyataan sejarah, Nabi saw acap melakukan shalat malam (tahajjud) sebagai pantulan cintanya yang mendalam kepada Sang Pencipta. Selama hayatnya, Nabi saw tidak pernah meninggalkan shalat malam. Buahnya, beliau mendapatkan pandangan yang tajam untuk merekonstruksi peradaban baru manusia, peradaban Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam Si-Yu-Ki, jilid 1, hal.229, tertulis bahwa “…tak satu kata pun yang mampu menguraikan kemuliaan pribadi Maitreya.” Fakta telah membuktikan, baik kaum muslim maupun non muslim yang melakukan kajian secara obyektif sepakat bahwa Muhammad saw sangatlah rupawan dan menarik baik dari sisi lahiriah maupun batiniah. Ketegasan dan kelembutan pribadi beliau memanifestasikan sifat-sifat Tuhannya. Inilah yang menyulitkan pemaparan kemulian pribadi Nabi saw.  Dalam kitab dan jilid yang sama, tercantum “…suara indah dari Bodhisatwa (Maitreya) begitu lembut, merdu, sekaligus santun. Mereka yang mendengar tidak pernah merasa bosan dan puas.” Nabi saw yang lahir dari kalangan Arab tentunya paham benar akan bahasa Arab. Dan, bahasa Arab yang digunakan al-Quran luar biasa indahnya. Karena itu, al-Quran Suci sendiri dinilai sebagai suatu karya kesusastraan khusus dengan bobot tertinggi yang memberikan manfaat kepada kawan dan lawan. Kelembutan Nabi saw dan keindahan bahasa al-Quran menjadikan setiap perkataan Nabi saw tidak pernah dikenai rasa bosan dan letih untuk disimak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disebutkan bahwa Budha tersebut tidak punya guru, yakni tanpa menempuh suatu jenjang pendidikan formal. Gautama juga menekankan bahwa Budha itu seorang yang bersahaja yang mengatakan keselamatan itu hanya tergantung pada amal perbuatan individu. Nabi saw sendiri tidak pernah belajar sama sekali dari seorang guru pun. Ilmu yang beliau dapatkan murni dari Allah sebagai buah perenungannya akan kenyataan semesta ditambah kesucian jiwanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Satu ciri lagi yang mengacu pada diri rasulullah adalah saat meninggal bentuk fisik tidak akan nampak kembali (setelah Nabi Muhammad wafat, gambar/wujud fisik beliau tidak ada, karena Islam melarang wujud Nabi digambar )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Nabi Muhammad dalam Agama Zoroaster: Astvat-Ereta&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Agama Zoroaster merupakan agama bangsa Persia sekitar tahun 2500 SM. Agama tersebut menyembah api sebagai Tuhan mereka. Kitab suci agama zoroaster Mereka memiliki terdiri dari  2 kitab suci yaitu “Dasatir” dan “Avesta”. Dasatir dibagi dua menjadi “Khurda-dasatir” dan Kalan-dasatir”. Sedangkan Avesta dibagi menjadi “Khurda-avesta” dan “Kalan-awesta” serta “Zend avesta (Maha Zen)”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam Zen-Avesta Farvardin Yasht  Bab 28 ayat 129, Buku Keramat Timur  volume 23, Zen-Awesta bagian 2 Hal. 220 mengatakan : “ Ia adalah pemenang, ia adalah Soeshyant, namanya “Astvat-ereta”. Uniknya Soeshyant memiliki arti  bermanfaat bagi umat manusia dan arti Sekarang kita bandingkan dengan Tugas Rasulullah  yang diutus sebagai Rahmatan lil alamin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan Astvad-ereta digambarkan sebagai makhluk yang berperang melawan Iblis dalam kehidupan manusia dan ia akan melawan terhadap pemujaan benda-benda”. Nabi Muhammad adalah pemenang dalam perebutan kota Mekah yang memerangi kaum Quraishy yang memuja Berhala. Disamping itu Islam mengajarkan bahwa Iblis adalah musuh yang nyata dan harus diperangi. Sedangkan bahasa Astvad ereta berasal dari kata Astu yang berarti orang yang berdoa (seorang pemimpin agama), sesuai dengan kata “Ahmad” (nama lain Muhammad) yang berarti seseorang yang berdoa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lebih jauh dikatakan bahwa Teman dari Astaved-eresta, mereka akan bertempur melawan Iblis, mereka akan memiliki pemikiran, pendengaran dan penglihatan yang bagus serta berbudi tinggi. Mereka tidak akan tergoyahkan keyakinannya karena hal-hal tersebut. Jika kita telaah Umat terbaik adalah yang sejaman dengan Nabi Muhammad beserta sahabat-sahabat beliau (para Khalifah &amp;amp; Tabi’in)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ramalan dalam kitab Dasatir dikatakan bahwa kelak para teman-teman Soeshyant akan  menaklukkan dan mengalahkan kesombongan Persia dan para pengikutnya, dan mereka tidak menyembah api namun mereka berkiblat ke Ka’bah yang dibangun oleh Ibrahim, yang akan membersihkan pulau itu dan mereka ini akan menjadi rahmat bagi seluruh manusia, mereka akan memerintah daratan rahasia di Persia kecuali Antalkan dan orang-orang ini akan memilih raja yang murah hati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam Kitab Bundanish  ayat 6 sampai 27 dikatakan bahwa Soeshyan akan menjadi nabi yang terakhir. Perhatikan ayat Al-Qur’an berikut ini:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”&lt;/em&gt; (Al-Quran Surat 33:40)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penutup&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demikianlah, kajian-kajian tentang Ramalan Rasulullah Muhammad s.a.w dalam kitab suci agama bumi. Kajian-kajian ini dirangkum dari berbagai sumber (Link dicantumkan di akhir tulisan). Temuan-temuan ini sudah barang  tentu akan menjadi sebuah sebuah kontroversi. Namun tanggapan yang bijak bukanlah sebuah ungkapan, sangkalan atau cercaan yang tidak cerdas tanpa dilampiri bukti-bukti yang juga mendukung.Tanggapan yang bijak adalah sebuah dorongan untuk lebih menggali dan meneliti kajian ini untuk kemudian meluruskan jika ada kesalahan atau membenarkannya jika memang terbukti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semoga artikel ini bermanfaat dan menumbuhkan dorongan pada pembaca untuk lebih giat belajar dan melakukan &lt;em&gt;sharing&lt;/em&gt; khasanah keilmuan. Ilmu bukan untuk menjadi sebuah status dan kebanggaan, namun adalah amanah untuk diamalkan dibagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber &lt;a href="http://anung.sunan-ampel.ac.id/?p=288"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-5483878403702154327?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/5483878403702154327/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kabar-kelahiran-rasulullah-saw-dalam.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/5483878403702154327?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/5483878403702154327?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kabar-kelahiran-rasulullah-saw-dalam.html" title="kabar kelahiran Rasulullah saw dalam kitab agama bumi" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CUcAQH86eCp7ImA9WxFSGU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-7381004896879259827</id><published>2010-04-21T19:22:00.000-07:00</published><updated>2010-04-21T19:24:01.110-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-21T19:24:01.110-07:00</app:edited><title>kisah abu nawas, tugas yang mustahil</title><content type="html">Abu Nawas belum kembali. Kata istrinya ia bersarna seorang Pendeta dan seorang Ahli Yoga sedang melakukan pengembaraan suci. Padahal saat ini Baginda amat membutuhkan bantuan Abu Nawas. Beberapa hari terakhir ini Baginda merencanakan membangun istana di awang-awang. Karena sebagian dari raja-raja negeri sahabat telah membangun bangunan-bangunan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda tidak ingin menunggu Abu Nawas iebih lama lagi. Beliau mengutus beberapa orang kepercayaannya untuk mencari Abu Nawas. Mereka tidak berhasil menemukan Abu Nawas kerena Abu Nawas ternyata sudah berada di rumah ketika mereka baru berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Nawas menghadap Baginda Raja Harun Al Rasyid. Baginda amat riang. Saking gembiranya beliau mengajak Abu Nawas bergurau. Setelah saling tukar menukar cerita-cerita lucu, lalu Baginda mulai mengutarakan rencananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku sangat ingin membangun istana di awang-awang agar aku Iebih terkenal di antara raja-raja yang lain. Adakah kemungkinan keinginanku itu terwujud, wahai Abu Nawas?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak ada yang tidak mungkin dilakukan di dunia ini Paduka yang mulia.” kata Abu Nawas berusaha mengikuti arah pembicaraan Baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau menurut pendapatmu hal itu tidak mustahil diwujudkan maka aku serahkan sepenuhnya tugas ini kepadamu.” kata Baginda puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Nawas terperanjat. la menyesal telah mengatakan kemungkinan mewujudkan istana di awang-awang. Tetapi nasi telah menjadi bubur. Kata-kata yang telah terlanjur didengar oleh Baginda tidak mungkin ditarik kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda memberi waktu Abu Nawas beberapa minggu. Rasanya tak ada yang lebih berat bagi Abu Nawas kecuali tugas yang diembannya sekarang. Jangankan membangun istana di langit, membangun sebuah gubuk kecil pun sudah merupakan hal yang mus­tahil dikerjakan. Hanya Tuhan saja yang mampu melakukannya. Begitu gumam Abu Nawas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari berlalu seperti biasa. Tak ada yang di­kerjakan Abu Nawas kecuali memikirkan bagaimana membuat Baginda merasa yakin kalau yang dibangun itu benar-benar istana di langit. Seluruh ingatannya dikerahkan dan dihubung-hubungkan. Abu Nawas bahkan berusaha menjangkau masa kanak-kanaknya. Sampai ia ingat bahwa dulu ia pernah bermain layang-layang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah yang membuat Abu Nawas girang. Abu Nawas tidak menyia-nyiakan waktu lagi. la bersama be­berapa kawannya merancang layang-layang raksasa berbentuk persegi empat. Setelah rampung baru Abu Nawas melukis pintu-pintu serta jendela-jendela dan ornamen-ornamen lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika semuanya selesai Abu Nawas dan kawan-kawannya menerbangkan layang-layang raksasa itu dari suatu tempat yang dirahasiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu layang-layang raksasa berbentuk istana itu mengapung di angkasa, penduduk negeri gempar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda Raja girang bukan kepalang. Benarkah Abu Nawas berhasil membangun istana di langit? Dengan tidak sabar beliau didampingi beberapa orang pengawal bergegas menemui Abu Nawas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Nawas berkata dengan bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Paduka yang mulia, istana pesanan Paduka telah rampung.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engkau benar-benar hebat wahai Abu Nawas.” kata Baginda memuji Abu Nawas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terima kasih Baginda yang mulia.” kata Abu Nawas “Lalu bagaimana caranya aku ke sana?” tanya Baginda. “Dengan tambang, Paduka yang mulia.” kata Abu Nawas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu siapkan tambang itu sekarang. Aku ingin segera melihat istanaku dari dekat.” kata Baginda tidak sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maafkan hamba Paduka yang mulia. Hamba kemarin lupa memasang tambang itu. Sehingga seorang kawan hamba tertinggal di sana dan tidak bisa turun.” kata Abu Nawas. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana dengan engkau sendiri Abu Nawas? Dengan apa engkau turun ke bumi?” tanya Baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan menggunakan sayap Paduka yang mulia.” kata Abu Nawas dengan bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu buatkan aku sayap supaya aku bisa terbang ke sana.” kata Baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Paduka yang mulia, sayap itu hanya bisa diciptakan dalam mimpi.” kata Abu Nawas menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engkau berani mengatakan aku gila sepertimu?” tanya Baginda sambil melotot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, Baginda. Kurang lebih seperti itu.” jawab Abu Nawas tangkas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa maksudmu?” tanya Baginda lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baginda tahu bahwa membangun istana di awang-awang adalah pekerjaan yang mustahil dilaksanakan. Tetapi Baginda tetap menyuruh hamba mengerjakannya. Sedangkan hamba juga tahu bahwa pekerjaan itu mus­tahil dikerjakan, Tetapi hamba tetap menyanggupi titah Baginda yang tidak masuk akal itu.” kata Abu Nawas berusaha meyakinkan Baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa menoleh Baginda Raja kembali ke istana diiring para pengawalnya. Abu Nawas berdiri sendirian sambi memandang ke atas melihat istana terapung di awang-awang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebenarnya siapa diantara kita yang gila?” tanya Baginda mulai jengkel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hamba kira kita berdua sama-sama tidak waras Tuanku.” jawab Abu Nawas tanpa ragu.&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://sagalaya-webster.blogspot.com/2010/03/kisah-abu-nawas-bag-keenam.html"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-7381004896879259827?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/7381004896879259827/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-abu-nawas-tugas-yang-mustahil.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/7381004896879259827?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/7381004896879259827?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-abu-nawas-tugas-yang-mustahil.html" title="kisah abu nawas, tugas yang mustahil" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE4HSX86eCp7ImA9WxFSGU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-1228466704997101566</id><published>2010-04-21T19:20:00.000-07:00</published><updated>2010-04-21T19:22:18.110-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-21T19:22:18.110-07:00</app:edited><title>kisah abu nawas, rahasia kotak ajaib</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Malam berikutnya,sang Raja memerintahkan kepada Abu Nawas agar meneruskan kisah-kisah aneh dan ajaib, yang menjadi kegemaran sang Raja. Abu Nawas menjawab, “Dengan senang hati, wahai raja yang baik dan bahagia...”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hamba mendengar, wahai sang Raja, pelayan itu menceritakan kepada raja Cina bahawa pemuda itu berkata:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Khalifah berkata kepada para pelayan, “Buka kotak ini, agar aku dapat melihat apa yang ada di dalamnya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tetapi gadis itu berkata, “Wahai tuanku, bukalah kotak ini di hadapan Puan Zubaidah, sebab apa yang ada di dalamnya merupakan rahsianya, dan dia lebih mengistimewakan kotak yang satu ini berbanding semua kotak lainnya.”&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika khalifah mendengar penjelasannya, dia memerintahkan para pelayan untuk mengangkat kotak tersebut&lt;/div&gt;ke dalam, dan dua orang pelayan segera mengangkat kotak tempatku bersembunyi, sementara aku hampir tidak percaya bahawa aku masih hidup. Setelah kotak berada di dalam sebuah ruangan di mana pengawal yang kukenali sebelum ini berada di ruangan itu, dia segera memerintahkan aku agar segera keluar dari kotak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil membuka penutup kotak, dia berkata, “Keluarlah cepat dan naikilah tangga ini.” Aku berdiri dan keluar dari kotak, dan baru saja dia menutup kotak itu kembali dan aku menaiki tangga, para pelayan itu masuk membawa kotak-kotak lainnya, diikuti oleh khalifah. Lalu mereka membuka semuanya di hadapannya, sementara dia duduk di atas kotak tempatku bersembunyi sebelumnya. Lalu dia bangkit dan masuk ke dalam ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang tempoh itu aku duduk dengan mulut kering kerana ketakutan. Tak lama kemudian gadis idamanku naik ke atas dan berkata padaku, “Tidak ada lagi yang perlu ditakutkan. Bergembiralah dan tunggu hingga Puan Zubaidah datang melihatmu, dan engkau mungkin akan memperolehi nasib baik dan mendapatkan diriku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku turun ke bawah, dan begitu aku duduk di sebuah ruangan kecil, masuklah sepuluh orang pelayan perempuan, semua bagaikan rembulan, dan berdiri dalam dua barisan, dan mereka diikuti oleh dua puluh orang perawan berdada tinggi, berjalan bersama Puan Zubaidah, yang hampir tidak dapat berjalan kerana berat membawa pakaian dan perhiasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia mendekatiku, para pelayan itu berpencar dan membawakannya sebuah kerusi, yang kemudian didudukinya. Lalu dia berseru kepada gadis-gadis itu, yang akhirnya berseru memanggilku, dan aku maju dan mencium tanah di hadapannya. Dia menyuruhku duduk, dan aku duduk di hadapannya, sementara dia bercakap-cakap denganku dan aku menjawab pertanyaan-pertanyaannya mengenai keadaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia merasa senang denganku dan akhirnya berkata, “Demi Tuhan, tidak sia-sia aku membesarkan gadis ini. Dia seperti anakku sendiri, suatu amanah yang diberikan Tuhan kepadamu.” Lalu dia menyuruhku tinggal selama sepuluh hari di istana....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi fajar menyingsing. Abu Nawas terdiam, lalu sang Raja berkata, “Ceritamu benar-benar aneh dan menarik!” Abu Nawas menjawab, “Esok malam ceritanya lagi menarik dan lagi aneh.”&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://sagalaya-webster.blogspot.com/2010/03/kisah-abu-nawas-bag-keenam.html"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-1228466704997101566?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/1228466704997101566/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-abu-nawas-rahasia-kotak-ajaib.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/1228466704997101566?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/1228466704997101566?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-abu-nawas-rahasia-kotak-ajaib.html" title="kisah abu nawas, rahasia kotak ajaib" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;CE8ASH8ycSp7ImA9WxFSGU0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-5652614917187720288</id><published>2010-04-21T19:19:00.000-07:00</published><updated>2010-04-21T19:20:49.199-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-21T19:20:49.199-07:00</app:edited><title>kisah abu nawas, permainan logika</title><content type="html">Cukup mengherankan kalau ada orang yang masih tak mengenal sosok Abu Nawas, terutama di dunia muslim. Kisah Abu Nawas begitu populer dan melegenda hampir ke seluruh penjuru dunia. Bahkan bisa dikatakan, tokoh muslim yang pertama kali dikenal seorang anak kecil, sebelum mengenal jauh tentang sejarah keislaman, adalah Abu Nawas. Populelaritas Abu Nawas tak hanya tersimpan dalam beragam literatur, tapi juga menjadi dongeng dari mulut ke mulut yang sangat digemari anak-anak. Tak heran kalau kisah-kisahnya kemudian tersebar turun-temurun sepanjang masa.&lt;br /&gt;Banyak hal yang membuat kisah Abu Nawas sangat menarik. Di antaranya, kisah tersebut menghadirkan  lelucon-lelucon  &lt;a class="tags" href="http://id.shvoong.com/tags/cerdik/" onclick="javascript:counttag('Cerdik', 1, 1988363)"&gt;&lt;span&gt;cerdik&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; yang bahkan tak sempat terlintas dalam benak seseorang. Kecerdikan Abu Nawas mampu menyulap sesuatu yang rumit menjadi hiburan menyenangkan. Bahkan, yang ditampilkannya bukanlah sebuah lelucon biasa, tapi lelucon yang dihasilkan melalui perenungan cerdas dalam mempermainkan logika. Dalam hal inilah Abu Nawas patut dikagumi. Tak seperti manusia madern yang menyanjung logika sebagai sarana mencari kebenaran, Abu Nawas menggunakan logika justru untuk membongkar dan membolak-balik apa yang dianggap benar oleh penguasa. Sehingga kebenaran bisa selalu berpihak kepada orang-orang lemah yang sering dirugikan, seperti yang tergambar dalam kisah “Mendemo Tuan Kadi”. Lebih dari itu, Abu Nawas menunjukkan bahwa pengetahuan sejati didapatkan melalui pengalaman langsung dalam realitas sosial, seperti yang tergambar dalam kisah “Raja dijadikan budak” atau “Orang-orang Kanibal”. Dan banyak lagi kisah-kisah lainnya yang menghibur sekaligus mencerdaskan.&lt;br /&gt;Karena itulah kumpulan kisah Abu Nawas, berjumlah 27 kisah, yang ditulis dan dihimpun oleh MB. Rahimsyah ini perlu dibaca untuk membuka cakrawala pengetahuan kita tentang realitas sosial, terutama tentang hubungan antara penguasa dan rakyat, keberpihakan logika, dan pembelaan logis terhadap orang-orang lemah yang tertindas. Kalau para penguasa menggunakan logika untuk mengamankan posisi dan kepentingan mereka sendiri, maka diperlukan Abu Nawas-Abu Nawas baru yang mampu menyaingi, membongkar, dan mengarahkan logika pada kepentingan rakyat. Susah memang, karena kita cenderung memperlakukan logika sebagai sesuatu yang rumit dan membosankan. Karenanya, kita harus banyak belajar dari Abu Nawas tentang logika yang menghibur&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://id.shvoong.com/entertainment/1988363-permainan-logika-abu-nawas/"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-5652614917187720288?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/5652614917187720288/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-abu-nawas-permainan-logika.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/5652614917187720288?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/5652614917187720288?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-abu-nawas-permainan-logika.html" title="kisah abu nawas, permainan logika" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DE8HRH8_cCp7ImA9WxFSF0k.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-8470155403252088810</id><published>2010-04-20T00:00:00.001-07:00</published><updated>2010-04-20T00:00:35.148-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-20T00:00:35.148-07:00</app:edited><title>Kisah Semangat Jihad Anak-anak Pada Zaman Rasulullah SAW</title><content type="html">Percakapan dan perbualan para sahabat Rasulullah (saw) mengenai jihad sedemikian rupa, sehingga hal itu sangat berpengaruh kepada cita2 dan semangat juang anak2 mereka. Jika hari ini anak2 kita berbincang hal2 kosong tentang tokoh2 fiktif yang tidak ada kaitannya dengan aqidah mereka, maka perbincangnan diantara anak2 para sahabat adalah keberanian dan tanggung jawab orangtua2 mereka dalam meninggikan kalimah Allah (swt).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedemikian rupa keadaan mereka, sehingga setiap dari mereka ingin segera terlibat bersama orang2 dewasa dalam memperjuangkan agama mereka. Meskipun mereka belum lagi mencapai usia baligh, akan tetapi sepak terjang mereka yang heroik telah menjadi kisah2 abadi yang menjadi teladan bagi orang2 di belakang hari. Bukan saja terhadap anak2 kita, akan tetapi juga menjadi teladan bagi orang2 dewasa, bagaimana seharusnya kita bersikap dalam memperjuangkan agama ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sedemikian rupa keadaannya, maka hampir menjadi kebiasaan Rasulullah (saw) untuk meminta kepada mereka yang siap keluar jihad, untuk berparade dalam suatu barisan. Hal itu selain sesuai dengan kehendak Allah (swt) [1], juga agar Rasulullah (saw) dapat memastikan bahwa tidak ada anak2 di bawah umur yang turut serta bersama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula halnya pada hari2 menjelang perang Uhud. Nabi (saw) terpaksa meredam semangat jihad anak2 dengan cara mengembalikan mereka ke rumah2 orangtua mereka masing2. Diantara mereka adalah Abdullah bin Umar (ra), Zaid bin Tsabit (ra), Usamah bin Zaid (ra), Zaid bin Arqam (ra), Barra bin Azib (ra), Amr bin Hizam (ra), Usaid bin Zhuhair (ra), Urabah bin Aus (ra), Abu Sa'id al Khudri (ra), Samurah bin Jundub (ra) dan Rafi' bin Khadij (ra).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, anak2 tersebut merasa sangat kecewa. Dan melihat kekecewaan anaknya, maka Khadij (ra) berusaha untuk membela anaknya agar dia tetap dapat pergi ke medan perang. Khadij (ra) berkata, "Rafi' anak saya ini pandai memanah." Dan seiring dengan pembelaan ayahnya tersebut, dengan semangat baja, Rafi' menjijitkan kakinya agar terlihat lebih tinggi. Dan selanjutnya Rasulullah (saw) mengizinkan Rafi' bin Khadij (ra) ikut berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat keberhasilan Rafi' (ra), maka Samurah bin Jundub (ra) merayu ayah tirinya, Murrah bin Sinan (ra), "Ayah, Rafi' diperbolehkan ikut berperang, sedangkan saya tidak, padahal saya lebih kuat daripadanya. Jika adu tanding, pasti saya dapat mengalahkannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah (saw) memperkenankan usulannya, sehingga keduanya ditandingkan di hadapan beliau. Ternyata Samurah bin Jundub (ra) dapat mengalahkan Rafi' bin Khadij (ra). Kemudian Samurah diizinkan beliau untuk ikut berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan itu benar2 membangkitkan semangat anak2 yang lain, sehingga banyak diantara mereka yang kembali mengajukan permohonan kepada Nabi (saw) agar mereka diijinkan untuk ikut berperang. Bagaimanapun akhirnya Nabi (saw) hanya membenarkan beberapa anak saja yang dapat menyertai peperangan ini. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Catatan kaki:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt; [1] "Sesungguhnya Allah menyukai orang2 yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur se-akan2 mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (Qs ash Shaff 61:4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://gardumuslim.com/opini/wawasan/64-tsaqofah/56-jihadanakanak.html"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-8470155403252088810?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/8470155403252088810/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-semangat-jihad-anak-anak-pada.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/8470155403252088810?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/8470155403252088810?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-semangat-jihad-anak-anak-pada.html" title="Kisah Semangat Jihad Anak-anak Pada Zaman Rasulullah SAW" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEIARn0zcCp7ImA9WxFSF0k.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-2091884971436979829</id><published>2010-04-19T23:55:00.001-07:00</published><updated>2010-04-19T23:55:47.388-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-19T23:55:47.388-07:00</app:edited><title>Kisah seorang Muallaf dari Hindu</title><content type="html">&lt;p style="margin-top: 0.04in; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Kisah seorang Muallaf dari Hindu&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.04in; margin-bottom: 0in;"&gt;Syekh al-Akbar pada waktu Halal bil Halal mengatakan bahwa orang Islam belum tentu konsisten dengan keislamannya dan orang luar Islam belum tentu konsisten dengan apa yang diyakininya. Jika hidayah Allah datang kepada seseorang maka tidak ada kekuatan apapun yang dapat menghalanginya. Sebagai contoh adalah sebuah kisah seorang pendeta Hindu yang datang ke Pesantren Pagendingan beberapa waktu yang lalu. Kisahnya adalah sebagai berikut,&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.04in; margin-bottom: 0in;"&gt;Di sebuah Pura Hindu, ada seorang Pendeta yang merasa gelisah terhadap kelakuan anaknya. Anak kesayangannya itu sejak kecil tidak memiliki gairah untuk bersama-sama beribadah di Pura bersama orang tuanya. Maklumlah apa yang dirisaukan ayahnya, karena ia merupakan salah seorang pemuka Hindu di wilayah Jawa Barat. Setelah diperhatikan, anaknya lebih cenderung mempelajari agama lain terutama Islam. Sehingga ayahnya sebagai pemuka agama di kalangan jama'ahnya perlu melakukan antisipasi agar anaknya tersebut tidak bisa berpaling kepada agama lain. Berbagai upaya dilakukan termasuk mencap atau mematok keimanan anaknya, dengan mengarahkannya kepada bimbingan agama Hindu yang dianutnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.04in; margin-bottom: 0in;"&gt;Sekian lama upaya itu dilakukan, namun api hasrat anaknya ini untuk keluar dari lingkungan Pura tidak juga padam. Gejolak jiwa anaknya untuk mencari kebenaran yang membawa kedamaian hatinya selama ini semakin memuncak di usia dewasa. Suatu ketika di tengah kegelisahannya itu, muncul sebuah suara kepadanya, 'Jika engkau ingin masuk Islam, carilah di sebuah kelompok jama'ah yang berjubah di wilayah Cisayong (Tasikmalaya)!'&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.04in; margin-bottom: 0in;"&gt;Maka setelah mendengar suara itu ia mencari petunjuk yang dimaksud. Ia pun berkeliling wilayah Cisayong, lalu ditemukan Pesantren Fathiyyah al-Idrisiyyah yang berada tepat di sisi jalan. Ia masuk ke dalam dan mencoba bertanya kepada orang-orang yang ia jumpai. Tapi tidak satupun orang yang menggubrisnya. Ia pun berfikir 'Mungkin bukan tempat ini yang dimaksudkan suara itu'. Lalu ia keluar pesantren, menelusuri petunjuk yang ia dapatkan. Akhirnya ia berjalan ke Selatan Cisayong. Hingga sampai ke arah Galunggung. Sesampainya di sana ia bertanya kepada orang-orang setempat, di manakah pesantren yang ada orang-orang yang berjubah? Orang yang ditanya menjawab bahwa di wilayah Cisayong tidak ada lagi yang berpenampilan seperti yang ditanyakan, melainkan hanya ada di Pegendingan. Maka beranjaklah ia ke pesantren Fathiyyah al-Idrisiyyah kembali. Sesampainya di Pegendingan (setelah ia mengalami kekecewaan karena tidak ada yang mempedulikan) ia berusaha masuk lewat jalan lain, yakni lewat samping. Ketika ia melewati samping masjid, di sebelah kubah (makam) masjid ia mendengar suara memanggil-manggil. Ia berhenti sejenak melihat-lihat ke dalam kubah yang berisi banyak makam di sana. Ternyata suasana di dalam kubah membuatnya nyaman. Ia berniat beristirahat di situ, sampai akhirnya tertidur. Di dalam tidurnya ia dijumpai oleh 3 orang sosok yang menghampirinya, yaitu Nabi Khidhir As, Syekh al-Akbar Muhammad Dahlan, dan Syekh al-Akbar Abdul Fattah. Nabi Khidhir As sempat memperkenalkan diri bahwa ia adalah pemimpin Sulthan Awliya di setiap masa. &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.04in; margin-bottom: 0in;"&gt;Setelah ia bangun terdengarlah azan, dan ia saksikan orang-orang berkerumun mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat. Ia bergegas ingin ikut sholat bersama. Setelah selesai, ia berkata kepada salah seorang santri yang berada di shaf belakang bahwa ia ingin masuk Islam. Oleh jama'ah ini si calon Pendeta Hindu ini dibawa ke rumah salah seorang Ajengan. Dan di rumah Ajengan inilah ia diberikan bekal keimanan dan keislaman, hingga ia bersyahadat. Prosesi syahadat inipun dilakukan berkali-kali hingga ia lancar mengucapkannya. Setelah yang ke sekian kalinya, keluarlah darah dari mulutnya. Ia pun bertanya mengapa bisa terjadi demikian. Lalu dijelaskan bahwa kekafiran itu semacam kotoran yang tidak pantas bersanding dengan kesucian iman, sehingga mesti dikeluarkan agar ia bersih menghadap kepada Khaliq dan layak memasuki rumah-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.04in; margin-bottom: 0in;"&gt;Tatkala melihat foto-foto yang terpampang di rumah Ajengan itu, ia berkata, 'Ini dia! Mereka semua adalah orang-orang yang saya jumpai saat saya mimpi di makam tadi!' Yang ia tunjuk tiada lain adalah Syekh al-Akbar, pimpinan Birokrasi Ilahiyyah.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.04in; margin-bottom: 0in;"&gt;sumber &lt;a href="http://hudan-ibnul-iman.blogspot.com/2009/10/kisah-seorang-muallaf-dari-hindu.html"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-2091884971436979829?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/2091884971436979829/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-seorang-muallaf-dari-hindu.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/2091884971436979829?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/2091884971436979829?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-seorang-muallaf-dari-hindu.html" title="Kisah seorang Muallaf dari Hindu" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEMBRHc4fCp7ImA9WxFSF0k.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-2914893413311499429</id><published>2010-04-19T23:50:00.000-07:00</published><updated>2010-04-19T23:54:15.934-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-19T23:54:15.934-07:00</app:edited><title>kisah doktor hindu masuk islam</title><content type="html">&lt;h1 style="text-align: justify; font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana,geneva;"&gt;Dr. Najat lahir &lt;st1:place&gt;&lt;st1:city&gt;di India&lt;/st1:city&gt;,  &lt;st1:state&gt;ia&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; tumbuh dewasa kemudian menuntut ilmu di negara kelahirannya itu. Setelah berhasil meraih gelar Insinyur dari sebuah universitas, ia bekerja sebentar. Lalu pergi ke Kanada untuk melanjutkan studi di Akademi Tinggi Arsitektur. Najat bukanlah nama aslinya, nama aslinya tidak dapat aku tuliskan dan aku ucapkan. Aku tidak mengetahui tentang nama aslinya itu melainkan nama itu adalah tradisi yang diberikan keluarga penganut Hindu yang fanatik kepada anak-anak mereka. Keluarga ini berupaya menanamkan dasar-dasar agama Hindu dan menjadikannya seorang militan yang teguh mempelajari agama tersebut. Demikianlah perjalanan hidupnya dalam sebuah masyarakat yang terisolir di negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah ia berangkat ke Kanada, ia menemukan komunitas masyarakat yang berasal dari beragam budaya dan pemikiran yang berbeda. Di kampus ia menemukan suasana keterbukaan yang memungkinkan dirinya untuk membuka dialog dan diskusi di segala bidang. Apalagi ia seorang pemuda yang cerdas dan pintar, ia mulai memikirkan agama yang sedang dianutnya. Ia membahas tentang kebenaran agama tersebut. Dengan cepat ia mengambil kesimpulan bahwa keyakinan dan syiar agama Hindu adalah batil. Lantas ia mencari penggantinya dalam kitab Injil, kitab agama Nasrani. Agama inilah yang pertama kali terlintas dalam benaknya, karena ia berada dalam lingkungan masyarakat Nasrani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan nyatanya, iapun memeluk agama Nasrani, karena agama ini ia anggap lebih benar dibandingkan dengan agamanya dulu yang penuh kesesatan. Namun selang beberapa waktu, ia mengetahui bahwa agama Nasrani mengandung sedikit ilmu dan tidak mampu menjawab apa yang sedang ia cari. Ia menjumpai dalam agama ini perkara yang kontradiktif dan perkara-perkara batil lainnya yang mustahil untuk dikatakan sebagai sebuah agama yang benar. Kemudian mulailah ia mempelajari dan mendalami agama Islam. Peristiwa itu terjadi pada saat ia masih dalam proses meraih gelar doktor di bidang teknologi. (baca buku: Allah Memberi Hidayah Kepada Siapa yang DikehendakiNya [buku aslinya berbahasa Arab], karangan Imtiyaz Ahmad )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana pemikiran kampus yang bebas memberikan pengaruh besar terhadap diri Najat dalam mengenal Islam lebih dalam. Kampus tempat ia belajar berkali-kali mensponsori dialog antar penganut agama yang berbeda, khususnya penganut agama Yahudi, Nasrani dan Islam. Dialog tersebut dilakukan dalam suasana yang hangat dan tenang serta tidak melewati batas kode etik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia mulai membanding-bandingkan agama-agama tersebut, jelaslah baginya adanya kontradiktif dalam agama Nasrani yaitu seseorang yang mengambil tiga Tuhan sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan agama Hindu mempunyai Tuhan lebih banyak. Kemudian fitrah suci yang sesuai dengan jiwa yang sehat dan dapat diterima akal yaitu hanya beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Selain Dia adalah makhluk. Dia Yang Maha Esa dan hanya Dia yang berhak untuk disembah. Tanpa pikir panjang lagi, hati dan akalnya sudah mantap memilih Islam lalu dengan suka rela ia memeluknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia menukar namanya yang berbau Hindu dengan nama Islami yaitu Najat sebagai bukti atas selamatnya ia dari kekufuran menjadi seorang yang beriman. Ia mengetahui bahwa memeluk agama Islam itu sangat mudah, namun untuk konsisten membutuhkan ekstra kesabaran dan pembiasaan. Ia juga mengetahui kewajibannya untuk berumah tangga secepat mungkin untuk menjaga dirinya dan kematangan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memilih seorang gadis dari keluarga muslim yang terhormat di &lt;st1:city&gt;kota&lt;/st1:city&gt; Winzar dan pestanya dilangsungkan di masjid &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; itu. Keberhasilan hidupnya semakin sempurna setelah ia meraih gelar Doktor yang merupakan tingkat disiplin ilmu yang ia idam-idamkan. Kemudian ia mendapat pekerjaan di pabrik mobil Ford Company yang terletak di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Detroit Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iapun pindah ke &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang terdekat dengan pabrik tersebut karena di situ ada masjid tempat ia melakukan shalat. Di masjid inilah awal pertemuan dan perkenalanku dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa kali pertemuan, aku bertanya kepadanya apakah ia dapat membaca al-Qur'an. Bagai disambar pertir aku mendengar bahwa ia belum dapat membaca al-Qur'an, padahal ia sangat ingin dan mampu untuk mempelajarinya. Sebenarnya hal ini merupakan problematika kita sebagai kaum muslimin. Kita sering berdialog dan memberikan bantahan, membicarakan hal-hal yang wajib dan yang tidak wajib namun sedikit sekali yang mengamalkannya. Walau banyak sudara-saudara muslim kita yang telah mengenal seorang yang baru masuk Islam ini, namun tak seorang pun yang peduli dengan kebutuhan dan kondisinya. Aku pernah mempertanyakan hal itu kepada istrinya sebagai sindiran untuknya, "Mengapa anda tidak ajarkan suami anda membaca al-Qur'an dengan huruf Arab, padahal kalian telah lama berumah tangga.?" Tetapi istrinya tidak memberikan jawaban. Namun aku dapat membaca bahwa ketidak pedulian dan kurang perhatian merupakan jawaban dari pertanyaan tersebut dan juga merupakan jawaban terhadap orang-orang yang lalai dan tidak mengindahkannya. Tentunya hal ini sangat disayangkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian aku katakan kepada Najat agar menyediakan waktunya setiap minggu di hari libur, agar aku dapat mengajarkannya membaca al-Qur'an dengan izin Allah. Kami bertemu dan duduk beberapa jam sehabis shalat Shubuh setiap minggu pada hari libur. Selang beberapa waktu kemudian ia sudah mampu membaca al-Qur'an. Aku juga memberi tahu beberapa ikhwan lain tentang pelajaran kami, sehingga mereka juga datang mengikuti pelajaran tersebut. Setiap yang mampu membaca al-Qur'an dengan huruf Arab ditugaskan untuk mengajar satu orang yang belum mampu membacanya. &lt;st1:place&gt;Para&lt;/st1:place&gt; ikhwan menjadi terbiasa berkumpul belajar al-Qur'an setiap pagi hari Sabtu dan Ahad, kemudian ditutup dengan menyantap sarapan pagi bersama di masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kemampuan Najat membaca al-Qur'an meningkat dan sanggup membaca semua surat-surat dalam Juz 'Amma, ia belajar kepada orang yang mempunyai kemampuan lebih dariku, yaitu seorang Syaikh (Guru) dari negeri Syiria, sehingga ia dapat mengucapkan huruf Arab dan membaca al-Qur'an dengan lebih baik. Semangat dia dan gurunya semakin bertambah sehingga mereka bertemu setiap hari setelah shalat Shubuh. Setiap hari Najat keluar dari rumah sebelum masuk waktu shalat subuh, lalu shalat di masjid dan belajar dengan gurunya hingga mendekati jam kerjanya. Dari &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ia tidak kembali ke rumah, tetapi langsung menuju kantornya. Ia juga datang bersama keluarganya ke masjid setiap shalat Isya'. Najat dan gurunya (semoga Allah memberi mereka ganjaran yang baik) tetap rutin melaksanakan proses belajar mengajar ini walaupun cuaca sangat dingin dan turun salju serta angin dingin yang menusuk tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gurunya yang berasal dari Syiria itu sangat bangga dengan muridnya tersebut. Terkadang ia bergurau kepadaku, "Sekarang Najat mampu menyebutkan huruf Arab dan membaca al-Qur'an lebih baik darimu." Bahkan ia sanggup membaca al-Qur'an di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; manapun. Di samping belajar membaca al-Qur'an, ia juga membaca maknanya dalam bahasa Inggris sehingga pemahaman dan ilmunya semakin dalam. Ia juga sudah memulai menghafal al-Qur'an hingga mampu menghafal kurang lebih setengah dari juz 'Amma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang bekerja di masjid kaum muslimin yang berada di negara barat dapat merasakan kesulitan untuk menjalankan urusan-urusan masjid, karena tidak ada yayasan Islam resmi yang memberikan subsidi. Jadi dana operasional ditanggung oleh jamaah masjid sendiri. Dan urusan-urusan tersebut kebanyakan dilaksanakan secara sosial karena tidak ada sumber dana tetap untuk masjid tersebut kecuali dari bantuan-bantuan yang diberikan oleh jamaah sendiri. Demikian juga sangat sulit mendapatkan ikhwan-ikhwan yang bekerja secara suka-rela dengan kesungguhan, keikhlasan dan tekun tanpa menimbulkan problem dan tidak banyak membantah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kaum muslimin di antara kita berkomentar miring terhadap kaum muslimin yang datang dari berbagai belahan dunia Islam. Mereka datang ke negara barat ini dengan membawa penyakit malas dan sedikit beramal, namun banyak memberikan komentar terhadap apa yang dikerjakan orang. Ini masalah yang sangat banyak kita temui. Hanya saja Dr. Najat dengan suka rela menyelesaikan urusan masjid tanpa diminta oleh siapapun. Ia adalah orang yang sering membukakan pintu masjid untuk pelaksanaan shalat subuh. Karena dialah yang datang paling awal padahal tempat tinggalnyalah yang paling jauh di antara kami. Pada musim dingin, ia membersihkan jalan menuju masjid dari bongkahan salju dan menaburkan garam untuk mencairkan es agar orang yang melintas tidak tergelincir dan jatuh. Ini merupakan pekerjaan yang teramat penting, bukan hanya menghindari orang agar tidak tergelincir, tapi juga untuk menjaga masjid, agar tidak membuat orang lain yang melintas di depannya tergelincir sehingga ia memperkarakan masalah ini ke pengadilan dan meminta ganti rugi. Kasus seperti ini sering terjadi di negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Najat juga banyak membantu urusan operasional madrasah Islam di masjid tersebut yang aktifitasnya di buka setiap akhir pekan. Ia membuka pintu masjid sebelum shalat Zhuhur dan membersihkan salju serta menaburkan garam sebelum murid dan guru datang. Ia juga bertugas mengutip uang sekolah dari orang tua murid yang terdaftar di sekolah tersebut. Ia yang membeli makanan ringan untuk para murid, membersihkan dapur dan lemari es dengan rapi. Jika melihatnya engkau akan merasa seolah-olah ia lakukan itu untuk rumahnya sendiri. Ia membersihkan dan memelihara kebun yang ada di sekeliling masjid. Ia membeli pupuk dan garam dengan uangnya sendiri dan ia juga yang memupuk tanaman kebun dan mencabuti tumbuhan dan rerumputan yang merusak tanaman. Semua ini ia lakukan dengan sangat tekun dan penuh perhatian, sebagaimana ia juga ikut andil menebang pohon tua yang terdapat di sekitar masjid bersama ihkwan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Ramadhan, ia mendatangkan hidangan berbuka puasa dari rumahnya, sebagaimana ikhwan lain juga ikut memberikan bantuannya untuk berbuka di masjid setiap hari. Dan ia juga ikut membantu ikhwan lain dalam menertibkan dan mempersiapkan makanan berbuka setiap hari. Semuanya ia lakukan sendiri dengan tenang dan tidak banyak bicara dan juga tidak menyuruh orang lain atau meminta bantuan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pada hari raya ia mempersiapkan apa yang dibutuhkan dalam pelaksanaan shalat 'Ied dan layanan setelah shalat 'Ied. Sudah menjadi kebiasaan setiap tahunnya, setiap selesai shalat 'Ied keluarga Dr. Najat banyak diundang oleh keluarga-keluarga lain ke rumah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu kali aku bertanya kepada Dr. Najat, "Bagaimana perasaanmu sekarang setelah engkau memeluk agama Islam dan dapat membaca al-Qur'an.?" Ia menjawab, "Sebenarnya aku tidak mungkin membandingkan antara hidayah dan kebaikan yang aku dapat dalam Islam dengan kegelisahan dan kesia-siaan yang aku rasakan ketika dahulu memeluk agama Hindu dan Nasrani. Demikian juga ketika aku mendengar al-Qur'an dibacakan, sangat banyak mempengaruhi jiwa dan hatiku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang Dr. Najat mengimami shalat jama'ah jika orang yang bacaannya lebih baik dari bacaannya tidak hadir. Demikianlah walaupun kami sudah terbiasa dengan melaksanakan perintah Rasulullah SAW, "Yang mengimami suatu kaum adalah yang paling baik bacaannya." Namun beliau juga menjelaskan makna yang tertinggi di antara makna-makna agama yang telah disebutkan Allah q dalam kitabNya, "Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian adalah orang yang paling takwa." (Al-Hujurat: 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki yang tadinya beragama hindu setelah Allah memberikan hidayah Islam dan kebenaran kepadanya, kini mengimami shalat jamaah. Seorang yang paling mulia di sisi Allah adalah mereka yang paling takwa dan yang terbaik membaca al-Qur'an dengan tanpa melihat asal-usul, warna kulit dan negara asalnya. Kita bermohon kepada Allah semoga memberikan kita ketetapan hati dalam kebenaran dan menambah keba-ikan kita. (Allah Memberi Hidayah Kepada Siapa yang Dikehendakinya, karya Imtiyaz Ahmad ) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;sumber &lt;a href="http://www.hasmi.org/hasmi/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=219:doktor-beragama-hindu-masuk-islam-hingga-mampu-jadi-imam-shalat&amp;amp;catid=51:kisah-dakwah&amp;amp;Itemid=75"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-2914893413311499429?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/2914893413311499429/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-doktor-hindu-masuk-islam.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/2914893413311499429?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/2914893413311499429?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-doktor-hindu-masuk-islam.html" title="kisah doktor hindu masuk islam" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEUHR385fip7ImA9WxFSF0k.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-1364050356561453690</id><published>2010-04-19T23:49:00.000-07:00</published><updated>2010-04-19T23:50:36.126-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-19T23:50:36.126-07:00</app:edited><title>Kisah seorang budha masuk islam</title><content type="html">Ia tak bisa memastikan kapan dirinya masuk Islam. Seingatnya, dirinya pernah membaca dua kalimat syahadat di Masjid Istiqlal dan di hadapan&lt;br /&gt;beberapa ulama terkenal. Itulah pengakuan Ustadz Tan Gunawan Arief yang sengaja tidak mengingat, kapan pertamakali ia berIslam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merupakan anak sulung dari pasangan Tan Hong Ho dan Cau Sioe Ling. Potret keluarga keturunan dengan jiwa berdagang yang begitu kental.&lt;br /&gt;Saat dilahirkan, mereka memberiku nama Tan Soe Hoek. Kedua orang tuaku beragama Budha, begitu juga denganku.&lt;br /&gt;Sejak kelas satu sampai kelas lima SD, aku sudah tinggal dan diasuh oleh nenek Tan Eng Nio, yang biasa dipanggil Chaima (Pendeta Budha&lt;br /&gt;Wanita). Secara pribadi, aku sangat mengagumi keyakinannya untuk tidak makan daging. Betapa tidak, ia begitu konsisten menjalaninya sejak&lt;br /&gt;masih berusia belia.&lt;br /&gt;Tempat tinggal nenekku sebenarnya di daerah Pasar Bulan, Hayam Wuruk. Tapi, beliau juga mempunyai satu bangunan Vihara di daerah Roxy,&lt;br /&gt;Jakarta. Nah, ditempat itulah kami banyak menghabiskan waktu bersama. Selama disana, aku juga latihan Kungfu di gedung milik KONI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap pagi, nenek mengajariku untuk memasang dupa. Aku yang masih kecil tidak mengerti apa maksud dan kegunaannya. Aku hanya menurut dan&lt;br /&gt;menganggapnya sebagai kewajiban yang harus dilakukan. Tidak boleh tidak.&lt;br /&gt;Setiap sore aku perhatikan, nenek selalu rajin melakukan Liam Kheng (dzikir). Beliau mengetuk-ketukan alat seperti palu didekat altar&lt;br /&gt;pemujaan. Mulutnya komat-kamit dan mengeluarkan suara yang tidak bisa aku fahami. Rutinitas itu selalu berulang setiap hari. Dalam&lt;br /&gt;pandanganku, beliau mempunyai akhlak yang luar biasa.&lt;br /&gt;Suatu ketika, ibuku yang biasa membuat boneka untuk berjualan, dipanggil oleh nenek. Beliau meminta ibuku membuatkan boneka seperti yang&lt;br /&gt;ada dalam mimpinya. Boneka itu lalu dinamakan Boneka Bali dan diletakkan didepan altar pemujaan bersama dengan patung dewa-dewa yang lain.&lt;br /&gt;Kemudian boneka itu tiap pagi nenek sembah, begitu juga aku. Dan setiap selasa pagi, nenekku rutin memberi Boneka Bali telur yang di&lt;br /&gt;letakkan persis di depannya. Naudzu billah.&lt;br /&gt;Nenek menugaskanku setiap pagi dan sore untuk membersihkan patung dewa-dewa serta Boneka Bali itu. Sampai suatu ketika, aku lupa membersih-&lt;br /&gt;kannya karena terlalu sibuk mempersiapkan ulangan umum. Waktu aku kembali dari sekolah, ternyata nenekku sudah kerasukan Boneka Bali.&lt;br /&gt;Beliau sangat marah dan memintaku agar tidak mengulangi lagi perbuatan yang sama. Sambil mencekal tangan kananku, nenek berkata dengan nada&lt;br /&gt;tinggi, "Kenapa cucu tidak membersihkan altar? Besok-besok, cucu jangan lupa yah!" Bagiku, kejadian itu menjadi pengalaman spiritual&lt;br /&gt;pertama yang membuatku yakin ada kekuatan lain di luar diri manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku terasa berat berpisah dengan nenek saat mulai sekolah di Don Bosco (SMP). Meski bagitu aku masih sering mengunjunginya untuk melepas&lt;br /&gt;rasa kangen. Aku yakin, nenek pun punya perasaan yang sama. Karena setahuku, aku merupakan cucu yang paling beliau sayang. Bahkan, diusiaku&lt;br /&gt;yang mulai remaja, beliau masih suka menyisiri rambutku. Dari situlah aku belajar tentang budi pekerti dan kasih sayang antar manusia.&lt;br /&gt;Di sekolah, aku termasuk anak yang punya ketertarikan lebih terhadap kegiatan keagamaan. Aku putuskan untuk menjadi anggota pemuda ahlul&lt;br /&gt;kitab (Katholik), meskipun aku masih menganut agama Budha. Bukan hanya itu, aku juga ikut kegiatan Teolog Pantekosta. Dan terakhir aku juga&lt;br /&gt;terlibat menjadi Pengabar Injil. Waktu itu, aku benar-benar merasa haus akan pengetahuan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh kegiatan diatas membuat diriku menjadi militan. Aku sangat bersemangat untuk mengajak orang-orang masuk kedalam agama yang sedang&lt;br /&gt;aku pelajari. ...&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://peperonity.com/go/sites/mview/muallaf2008/17287502"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-1364050356561453690?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/1364050356561453690/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-seorang-budha-masuk-islam.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/1364050356561453690?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/1364050356561453690?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-seorang-budha-masuk-islam.html" title="Kisah seorang budha masuk islam" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEcCQnw9fyp7ImA9WxFSF0k.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-300656845840873054</id><published>2010-04-19T23:45:00.000-07:00</published><updated>2010-04-19T23:47:43.267-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-19T23:47:43.267-07:00</app:edited><title>Kisah Sang Buddha dalam Jami Al-Tawarikh</title><content type="html">Di istana Gazan Khan (1271 - 1304 M), terdapat seorang yang sangat terkenal bernama Rashid al-Din. Lahir di Hamadan pada tahun 1247 M, ia datang ke Tabriz sebagai tabib kerajaan. Pada tahun 1298 ia beralih keyakinan dari Yudaisme ke Islam dan ditunjuk menjadi sejarawan kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1304, Uljaytu Khan memerinathakan Rashid al-Din untuk membuat sejarah dunia mulai dari Adam berserta bangsa Tiongkok dan India. Pada tahun 1307, Rashid al Din berhasil menyelesaikan kitab sejarah tersebut dengan bantuan staf pelajar yang sangat banyak, ahli kaligrafi dan artsi-artis untuk menghasilkan Jami al Tavarikh di skriptoriumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fragmen Jami al Tawarikh di aman terdapat lukisan kisah hidup Buddha berhasil dieselsaikan pada tahun 1314 M. Ditulis dalam bahasa Arab, Jami juga mencakup sejarah Muhammad, Caliphate, Tiongkok, Hind, Sind, Frank dan Yahudi. Hanya versi tahun 1314 M yang mencakup sejarah India di aman kisah hidup sang Buddha dikisahkan dan menjadi judul dari 21 bab buku dengan nama “Riwayat dan Ajaran Sang Buddha”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rashid al-Din berkata bahwa sumber riwayat hidup Buddha ini adalah dari Bhiksu Buddhis dari Kashmir bernama Kamalashri. Kamalashri juga mendeskrispikan penyebaran agama Buddha di dunia serta membahas agama-agama non-Buddhis di India, agama Buddha di Ceylon dan Tiongkok serta Arabia. Bhiksu Kamalashri menulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sebelum diterimanya agama Islam oleh penduduk Mekah dan Medina, semuanya adalah Buddhis dan di dalam Kabah mereka memuja rupang mirip Buddha, di mana Muhammad memerinathkannya untuk dihancurkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamlashri dan Rashid al-Din menerjemahkan kata-kata Buddhis India ke dalam konteks Muslim. Para Buddha dan Deva tingka tinggi seperti Siva dan Vishnu, digambarkan sebagai nabi, dewa-dewa yang lebih rendah sebagai malaikat, asura sebagai iblis, Mara dipanggil dengan nama Iblis atau Shaitan (Satan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama dari 3 ilustrasi Sang Buddha dalam Manuskrip 1314 adalah ilustasi Sang Buddha memberikan buah pada Shaitan yaitu Mara. Kisah tersebut dikisahkan dalam Jami al-Tawarikh sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketika sudah diketahui umum bahwa Sakyamuni telah meninggalkan tempat pertapaan penyiksaan dirinya dan kembali untuk menerima makanan, seorang gadis yang membawa banyak sekali sapi perah menyaipakn sebuah makanan berupa susu dari 100 sapi perah, nasi dan gula, dengan tujuan untuk menjadi yang pertama memberikan makanan pada Sakyamuni. Semua teman gadis itu juga melakukan hal yang sama. Sakyamuni tampak menikmati semua makanan mereka, namun sebenarnya, Ia juga memberikan makanan tersebut pada yang lainnya yaitu pada Iblis / Shaitan untuk makanannya. Ketika sekelompok Murid dan Pir (pengikut) melihat ia [Sakyamuni] makan, maka mereka meninggalkan-Nya. Sebagai akibatnya, Sakyamuni melempar mangkok yang ia gunakan untuk makan ke Sungai Gangga dan mengatakan sebuah harapan, jika ia ditakdirkan untuk menjadi pemimpin masyarakat, maka mangkok tersebut akan muncul mengambang di permukaan air.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis yang memberikan susu adalah Sujata, dan tampaknya ada penggabungan kisah ketika Sang Bodhisattva digoda Mara dengan pemberian makanan oleh Sujata. Pakaian Sakyamuni juga digambarkan bukan dengan jubah seorang petapa India atau Asia Tengah, namun dengan jubah Muslim Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilustrasi selanjutnya dalam catatan sejarah Rashid al-Din adalah Hutan Jetavana. Ilustrasi ini menggambarkan di mana Sakyamuni membabarkan tanda-tanda di masa depan ketika Maitreya menjadi Buddha di Hutan Jetavana, dalam pembabaran ini, Sang Buddha ditemani oleh 1350 pengikut. Teks tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan di sana terdapat sebuah kota dengan nama Ketumati, tempat di mana mereka yang bajik dan bersifat mulia berada, dengan keistimewaan yaitu apapun yang manusia inginkan dapat ditemukan di sana. Balkon rumah-rumah akan dibangun dengan tujuh permata dan tingginya setengah league, penuh dengan taman bunga dengan air mancur di mana burung air berkumpul. Kota-kota akan dikelilingi parit yang dalam dan di sekelilingnya terdapat tujuh baris pohon berwarna dihiasi dengan empat permata. Di ata pohon-pohon akan dihiasi dengan lonceng besar dan kecil, di mana dari sana muncul musik yang enak didengar, mereka yang bersedih dan berduka akan menemukan hidup baru dan kebahagiaan yang tak terbatas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teks tersebut juga menjelaskan raja di kota tersebut, pasukannya, hartanya. Kemudian kisah kelahiran Maitreya, taman-taman yang ada di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukisan ketiga dalam Jami al Tawarikh adalah bangunan kubah di Kushinagara tempat Sang Buddha Parinirvana, berdasarkan catatan Kamalashri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di Hindustan terdapat kota bernama Kushinagara, di mana penghuninya terkenal akan keberaniannya. Mendengar bahwa Sakyamuni hendak datang ke kota mereka, para penduduk Kushinagara memutuskan untuk menaikkan gunung yang kemudian menutup jalan masuk ke kota. Tetapi Sakyamuni dengan ajaib hadir di kota tersebut, datang dari angkasa tanpa melewati pegunungan. Setelah beberapa waktu, akhir hidupnya tiba dan perahu keberadaanya tenggelam dalam ombak badai. Dan di dalam kota tersebut muncul bangunan besar berkubah yang terbuat dari kristal. Sakyamuni masuk ke dalam bangunan kubah tersebut dan tdur di sana layaknya singa. Dari luar oprang-orang dapat melihat-Nya karena kristal tersebut transparan. Namun tidak ada jalan masuk dan gerbang-gerbang yang pada awalnya terbuka sekarang menutup. Dan tiba-tiba dapat dilihat cahaya memancar dalam wujud sebuah pilar muncul naik dari puncak kubah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan ini berbeda dengan catatan Buddhis di mana Sang Buddha Parinirvana di antara 2 pohon sala, bukan di bangunan kubah kristal. Bangunan kubah tersebut digambarkan dalam wujud bangunan Persia dan Seljuq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ilustrasi selanjutnya, maka kita harus melihat Majma al Tawarikh (abad 15 M) yaitu Koleksi kronologi, ditulis oleh Hafiz-I Abru di Heart. Di sana Shahrukh, putra Timur, mendirikan istana untuk menghidupkan kembali kejayaan seperti pada masa Gazan Khan dan Uljaytu. Shahrukh memerintahkan Hafiz-I Anru untuk menulis sejarah dari Adam sampai pada masanya sendiri. Hafiz-I Abru kemudian mengkopi Jami al Tawarikh dan 4 halaman Majma al Tawarikh mengisahkan tentang Sakyamuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukisan yang paling awal dalam Majma al Tawarikh adalah lukisan kelahiran Sakyamuni. Teks di bagian ini mengisahkan mimpi Mahamaya, ibu Buddhha, di aman ia memakan matahari dan bulan serta meminum laut dan menjadikan gunung Qaf sebagai bantalnya. “interpretasi mimpi tersebut bahwa ia akan melahirkan seorang raja atau Buddha.” Kewmudian ia pergi ke taman di luar kota Mahabodhi. Dengan memegang dahan pohon dengan tangan kanannya, ia berteduh di bawah pohon dan berdiri, kemudian melahirkan seorang anak laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini ada perbedaan dengan catatan India. Perbedaanya adalah pada mimpi Mahamaya dan tempat kelahiran Sang Bodhisattva sebenarnya adalah Lumbini, bukan taman dekat Mahabodhi. Mahamaya dalam lukisan ini digambarkan menggunakan jilbab seperti layaknya wanita-wanita Muslim pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukisan kedua dalam Majma al Tawarikh adalah pertemuan Sakyamuni dengan seorang Brahmana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sakyamuni, yang dikenal oleh sang brahmana sebagai Bhiksu Gautama, ditemani dengan para pengikutnya, menemui petapa Vasishta yang menjalani hidup pertapaan keras, yang makan hanya sekali dalam 72 hari. Atas pertanyaan Sakyamuni tentang keadaan fisik dan kemunduran fisiknya, Vasishta menjawab bahwa ini dikarenakan karena praktek pertapaan kerasnya di mana ia berjuang untuk mendapatkan Surga sebagai hadiahnya. Maka sebagai akibatnya, Sakyamuni memberikan ajaran kepadanya bahwa pantangan yang sangat keras dalam praktek pertapaan tidak dapat membawanya kepada akhir yang sesungguhnya, karena hanya akan menimbulkan rasa marah dan benci. Kemudian Vasishta memohon untuk ditunjukkan jalan yang benar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lukisan terakhir adalah mengisahkan tentang Parinirvana Sang Buddha, sama dengan catatan Jami al Tawarikh. Namun di sini dijelaskan bahwa Sakyamuni muncul di hadapan orang-orang dari surga, 3 hari setelah kematian-Nya (Parinirvana-Nya). Orang-orang di bumi (alam manusia) dapat melihat Sang Buddha di surga. Sangat mirip dengan kisah kebangkitan Yesus. Namun ini bukanlah karena pengaruh Kristiani, namun lebih karena pengaruh kisah dalam satu sutra yang mengisahkan bahwa Sang Buddha bangkit kembali dari kematian untuk memberikan pembabaran Dharma yang terakhir pada ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Sang Buddha digambarkan dengan indah dan halus di dunia Muslim. Ini menunjukkan bahwa beberapa umat Islam memang menghormati Sang Buddha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buddhis Mongol dan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada abad ke-13 M, Kubilai Khan memeluk keyakinan Buddhis Vajrayana tradisi Sakyapa. Ia menjadikan umat Muslim di Asia Tengah sebagai penagih pajak. Pada waktu permulaan, Kubilai Khan mengizinkan agama Islam dan umat Muslim untuk menjalankan semua kegiatan agama mereka. Namun karena sepupun yang juga musuhnya, Khaidu, yang merupakan seorang Muslim, maka Kubilai Khan memberikan perintah untuk melarang para Muslim. Pada tahun 1280 M, ia melarang metode halal dalam penyembelihan agar selaras dengan kode hukum jasagh dari Genghis Khan, yang melarang untuk mengotori tanah dengan darah binatang yang disembelih. Ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan keyakinan Buddhis, tetapi hanya merupakan tradisi bangsa Mongol yang sudah ada sebelum agama Buddha masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada periode Ilkhanate, di aman bangsa Mongol menguasai Iran pada abad ke-13 M, para Khan Mongol mempraktekkan dan menyebarkan agama Buddha aliran Vajrayana Tibetan di sana. Sa’d al-Daula, menteri dari Arghun Khan menyarankan agara beberapa aspek Islam untuk dimasukkan ke dalam peraturan kerajaan khan. Ia juga menyarankan agara Genghis Khan danketurunannya diakui sebagai nabi-nabi, seperti silsilah imam Shia dan Arghun Khan mengiktui contoh Muhammad yaitu mendirikan Negara Buddhis universal dan mengubah Kabah menjadi Vihara Buddhis. Meskipun Khan menyatakan agama Buddha sebagai agama Negara dan mengundang banyak bhiksu dari Kashmir dan Tibet ke dalam pemerintahannya, ia tidak menerima saran yang lain dari menterinya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguasa Ilkhanate selanjutanya, Ghazan Khan, berubah memeluk keyakinan menjadi umat Muslim, segera setelah ia naik tahta, tepatnya pada tahun 1295 M. Ghazan Khan dibuat yakin akan agama Islam oleh jenderalnya yang seorang Muslim bernama Nauruz. Titah pertamanya adalah untuk menghancurkan semua geraja , sinagoga dan vihara-vihara Buddhis di Tabriz, Baghdad dan seluruh daerah kekuasaannya. Banyak dari para Buddhis yang memeluk Islam karena ini dan yang lainnya melarikan diri ke Asia Tengah (Kashmir), Tiongkok dan Tibet. Sungguh ironis, karena sebelum Ghazan memeluk islam, ia telah membangun vihara-vihara Buddhis di Khurasan. Ia mengundang Bhiksu Bakshi kamalashri untuk membanntu Rashid al-Din dalam menulis Jami’ al-Tawarikh.Seperti al-Kermani dan al-Biruni, Rashid al-Din menjelaskan agama Buddha dengan istilah Muslim. Ia memasukkan Buddha sebagai daftar pendiri agama yang diterima sebagai nabi di Negara India. Tiga theistik – Siva, Vishnu dan Brahma dan tiga non-theistik – Arhanta untuk jain, Nastika untuk Charvaka dan Shakyamuni untuk agama Buddha. Ia juga menyebutkan tentang enam alam kehidupan, hukum karma dan para dewa dianggap sebagai malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rashid-al Din juga melaporkan bahwa pada masanya, 11 teks Buddhis dalam terjemahan bahasa Arab beredar di Iran. Di antaranya adalah Sukhavativyuha Sutra, Karandavyuha Sutra, dan Maitreyavyakarana. Kemudian muncul juga Majma al Tawarikh pada masa Dinasti Timurid di Samarkand.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Sejarah Agama Buddha di India (rGya-gar chos-‘byung) yang ditulis oleh Taranatha ( abad 17 M), sang penulis menjelaskan tetang penghancuran vihara-vihara Buddhis di India Utara oleh pasukan Muslim Turki Guzz pada waktu Dinasti Ghurid (abad 13 M). Namun Taranatha tidak menjelaskan apa-apa tentang keyakinan Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novelis Injannashi berkebangsaan Mongolia, pada abad 19 M, menulis Kronologi Biru (Köke sudar), ia mengatakan bahwa agama Islam dan agama Buddha sama-sama mengajarkan “kebaikan”. Sebagai contoh, para penjagal Muslim dan Buddhis sama-sama menyembelih binatang dengan doa agar mereka terlahir di surga. Dalam hal ini, umat Buddhis melakukannya dengan terpaksa dan berdoa agar binatang tersebut dapat terlahir kembali di alam bahagia dengan mantra: “Om Abhirakay Cara Hum”.&lt;br /&gt;sumber &lt;a href="http://ja-jp.facebook.com/notes/indonesian-buddhist-society/kisah-sang-buddha-dalam-jami-al-tawarikh/388065356010"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-300656845840873054?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/300656845840873054/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-sang-buddha-dalam-jami-al.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/300656845840873054?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/300656845840873054?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-sang-buddha-dalam-jami-al.html" title="Kisah Sang Buddha dalam Jami Al-Tawarikh" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D04GQXk8cCp7ImA9WxFSF0k.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-7736097962352647885</id><published>2010-04-19T23:42:00.000-07:00</published><updated>2010-04-19T23:45:20.778-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-19T23:45:20.778-07:00</app:edited><title>Maryam Jameela, Masuk Islam Usai Diterpa Propaganda Yahudi</title><content type="html">Dunia mengenal tokoh yang satu ini sebagai seorang intelektual serta penulis ternama di bidang agama, filsafat, maupun sejarah. Maryam Jameela, demikian nama muslimnya. Ia telah menghasilkan sejumlah karya yang cukup penting dalam khazanah pemikiran Islam, antara lain Islam and Western Society: A Refutation of the Modern Way of Life, Islam and Orientalis,  Islam in Theory and Practice, dan 'Islam and the Muslim Woman Today'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal yang patut dicatat dari tulisan-tulisan serta pemikiran Maryam Jameela, adalah keyakinannya terhadap agama Islam yang dinilainya sebagai agama terbaik. Islam merupakan agama dengan keunggulan paripurna, sehingga merupakan satu-satunya jalan untuk menuju kehidupan lebih baik, baik di dunia maupun akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui karyanya, Maryam ingin menyebarkan keyakinannya itu kepada segenap umat Muslim di seluruh dunia. Harapannya adalah agar umat semakin percaya diri untuk dapat mendayagunakan keunggulan-keunggulan agama Islam tersebut demi meraih kejayaan di berbagai bidang kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap dan pemikiran yang ‘trengginas’ itu tampaknya tak bisa dilepaskan dari latar belakang kehidupan cendekiawan ini. Sejatinya, wanita kelahiran 23 Mei 1934 tersebut adalah seorang Yahudi. Keislamannya berlangsung ketika masih berusia remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyandang nama Margareth Marcus sebelum memeluk Islam. Berasal dari keluarga Yahudi, Margareth dibesarkan dalam lingkungan yang multietnis di New York, Amerika Serikat. Nenek moyangnya berkebangsaan Jerman. "Keluarga kami telah tinggal di Jerman selama empat generasi dan kemudian berasimilasi ke Amerika," papar Maryam, dalam buku Islam and Orientalism .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Margareth kecil sangat menyukai musik, terutama simphoni dan klasik. Prestasinya pada mata pelajaran musik pun cukup membanggakan karena selalu mendapatkan nilai tertinggi di kelas. Hingga suatu hari dia mendengarkan musik Arab di radio, dan langsung jatuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kian hari dirinya makin menyukai jenis musik ini. Margareth pun tak sungkan meminta kepada ibunya agar dibelikan rekaman musik Arab di sebuah toko milik imigran Suriah. Sampai akhirnya, dia mendengar tilawah Alquran dari sebuah masjid yang berada tak jauh dari tempat tinggalnya di kota New York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Margareth merasa ada kemiripan bahasa antara musik Arab dan Alquran tadi. Akan tetapi, yang didengarnya di masjid, jauh lebih merdu. Sehingga, demi untuk menikmati keindahan lantunan ayat-ayar Alquran itu, Margaret kecil rela menghabiskan waktu untuk duduk di depan masjid .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika beranjak dewasa, barulah Margareth mengetahui bahwa pelantun irama yang merdu dan telah membuainya semenjak kecil, adalah pemeluk agama Islam. Sedikit demi sedikit dia lantas berusaha mencari informasi tentang Islam, tanpa pretensi apapun terhadap agama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persinggungan yang semakin intens dengan Islam baru terjadi saat menempuh pendidikan di New York University. Usianya 18 tahun kala itu. Pada tahun keduanya, Margareth mengikuti mata kuliah Judaism in Islam karena ingin mempelajari Islam secara formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap perkuliahan, sang dosen kerap menjelaskan bahwa Islam merupakan agama yang diadopsi dari agama Yahudi. Segala yang baik dalam Islam pada dasarnya berasal dari kitab Perjanjian Lama, Talmud dan Midrash. Tak jarang pula diputar film-film tentang propaganda Yahudi. Intinya, yang dipaparkan di ruang kuliah sering kali menunjukkan inferioritas Islam dan umat Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, Margareth tidak begitu saja termakan indoktrinasi ini. Dia merasa ada yang aneh dengan segala penjelasan tadi karena terkesan menyudutkan. Dirinya merasa tertantang untuk membuktikan bahwa segala yang diterimanya di perkuliahan ini lebih bernuansa kebencian kepada Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Margareth menyediakan waktu, pikiran dan tenaga yang cukup panjang untuk mempelajari Islam secara mendalam, sekaligus membandingkannya dengan ajaran Yahudi. Apa yang terjadi? Dia justru banyak melihat kekeliruan dalam agama Yahudi, sebaliknya menemukan kebenaran pada Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelaahannnya dicurahkan dalam suratnya kepada Abul A'la al-Mawdudi, seorang ulama besar Pakistan. Di situ sia menulis, “Pada kitab Perjanjian Lama memang terdapat konsep-konsep universal tentang Tuhan dan moral luhur seperti diajarkan para nabi, namun agama Yahudi selalu mempertahankan karakter kesukuan dan kebangsaan. Sebagian besar pemimpin Yahudi memandang Tuhan sebagai agen real estate yang membagi-bagikan lahan untuk keuntungan sendiri. Maka, walau perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Israel sangat pesat, namun kemajuan material yang dikombinasikan dengan moralitas kesukuan ini adalah suatu ancaman bagi perdamaian dunia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan Margareth kepada Islam tak terbendung lagi. Dirinya semakin mantap untuk memilih Islam sebagai jalan hidup. Akhirnya ketika berusia 19 tahun, Margareth resmi memeluk Islam, tepatnya pada tahun 1961. Dia mengganti namanya menjadi Maryam Jameela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti tertera dalam buku Islam and Orientalism, sebenarnya keinginan menjadi mualaf sudah sejak jauh-jauh hari, akan tetapi selalu dihalangi keluarganya. Mereka menakut-nakutinya dengan mengatakan bahwa umat Islam tidak akan bersedia menerimanya karena berasal dari keturunan Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Margareth tidak gentar, dan dia mampu membuktikan bahwa apa yang dikatakan keluarganya tidaklah benar. Umat Muslim justru menyambutnya dengan hangat. Keputusan beralih menjadi Muslimah, diakuinya kemudian, juga turut dipengaruhi oleh kekagumannya pada dua karya terkenal dari Mohammad Assad, yakni The Road to Mecca dan Islam at Crossroad .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berislam, dia mengalami semacam transformasi pola pikir yang dia istilahkan sebagai ‘transformation from a kafir mind into a Muslim mind’ (transfomasi dari pikiran kafir ke pikiran Muslim). Menurut Maryam, perubahan pola pikir yang memengaruhi perilaku dan tutur kata dalam kehidupan sehari-hari, akan terjadi bila seseorang memasuki ruang keislaman. Ada perbedaan mendasar antara pemikiran dari seorang Muslim dan kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama setelah itu, Maryam memulai kegiatan penuangan ide, gagasan dan pemikirannya sebagai penulis tetap pada majalah Muslim Digest terbitan Durban, Afrika Selatan. Artikel-artikelnya kerap menekankan inti ajaran tentang akhlak, takwa dan iman, serta kebenaran dalam agama Allah SWT. Dan melalui aktivitas di jurnal itu, dia semakin akrab dengan Mawlana Sayid Abu Ala Mawdudi, pendiri Jamaati Islami (Partai Islam) Pakistan, yang juga kontributor di jurnal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maryam sangat terkesan dengan karya dan pemikiran-pemikiran Mawdudi, sehingga memutuskan untuk berkorespondensi. Surat-menyurat antara keduanya dilakukan pada kurun waktu 1960 dan 1962, dan kemudian dibukukan dengan judul  Correspondences Between Mawlana Mawdoodi and Maryam Jameela . Keduanya saling berdiskusi tentang banyak hal terkait kehidupan umat Muslim, hubungan Islam dan Barat, serta masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, beberapa saat sebelum memeluk Islam, Maryam Jameela sudah aktif menulis sejumlah artikel yang intinya membela Islam. Dia juga gencar mengkritik berbagai paham modern yang seolah hendak dipaksakan untuk diterapkan kepada masyarakat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas undangan Mawdudi, di tahun 1962, Maryam datang ke Pakistan. Tak sekadar berkunjung, dia bahkan disarankan untuk menetap di Lahore agar bisa lebih fokus pada aktivitas intelektualnya. Beberapa waktu kemudian, dia menikah dengan Muhammad Yusuf Khan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak menetap di Pakistan, Maryam menghasilkan sejumlah karya yang berpengaruh, termasuk dalam menerjemahkan ideologi Jamaati Islami dengan bahasa yang sistematis sehingga diterima secara luas. Meski tidak secara formal terlibat dalam partai itu, Maryam adalah salah satu pembela paling gigih terhadap paham dan ideologi Jamaati Islami. Hingga kini, Maryam masih tinggal di Pakistan dan terus berkarya.&lt;b&gt;(republika)&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;sumber &lt;a href="http://www.hadielislam.com/indo/mereka-masuk-islam/403-maryam-jameela-masuk-islam-usai-diterpa-propaganda-yahudi.html"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-7736097962352647885?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/7736097962352647885/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/maryam-jameela-masuk-islam-usai-diterpa.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/7736097962352647885?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/7736097962352647885?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/maryam-jameela-masuk-islam-usai-diterpa.html" title="Maryam Jameela, Masuk Islam Usai Diterpa Propaganda Yahudi" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0AHRng_fSp7ImA9WxFSF0k.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-1994589793566917408</id><published>2010-04-19T23:40:00.000-07:00</published><updated>2010-04-19T23:42:17.645-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-19T23:42:17.645-07:00</app:edited><title>Kisah Cinta Laila dan Majnun</title><content type="html">&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Alkisah, Kepala suku Bani Umar di Arab memiIiki segala macam yang diinginkan orang, kecuali satu hal, bahwaia tak punya seorang anakpun. Tabib-tabib di desa itu menganjurkan berbagai macam ramuan dan obat, tetapi tidak berhasil. Ketika semua usaha tampak tak berhasil, istrinya menyarankan agar mereka berdua bersujud di hadapan Tuhan dan dengan tulus memohon kepada Allah swt memberikan anugerah kepada mereka berdua. “Mengapa tidak?” jawab sang kepala suku. “Kita telah mencoba berbagai macam cara. Mari, kita coba sekali lagi, tak ada ruginya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Mereka pun bersujud kepada Tuhan, sambil berurai air mata dari relung hati mereka yang terluka. “Wahai Segala Kekasih, jangan biarkan pohon kami tak berbuah. Izinkan kami merasakan manisnya menimang anak dalam pelukan kami. Anugerahkan kepada kami tanggung jawab untuk membesarkan seorang manusia yang baik. Berikan kesempatan kepada kami untuk membuat-Mu bangga akan anak kami.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Tak lama kemudian, doa mereka dikabulkan, dan Tuhan menganugerahi mereka seorang anak laki-laki yang diberi nama Qais. Sang ayah sangat berbahagia, sebab Qais dicintai oleh semua orang. Ia tampan, bermata besar, dan berambut hitam, yang menjadi pusat perhatian dan kekaguman. Sejak awal, Qais telah memperlihatkan kecerdasan dan kemampuan fisik istimewa. Ia punya bakat luar biasa dalam mempelajari seni berperang dan memainkan musik, menggubah syair dan melukis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Ketika sudah cukup umur untuk masuk sekolah, ayahnya memutuskan membangun sebuah sekolah yang indah dengan guru-guru terbaik di Arab yang mengajar di sana, dan hanya beberapa anak saja yang belajar di situ. Anak-anak lelaki dan perempuan dan keluarga terpandang di seluruh jazirah Arab belajar di sekolah baru ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Di antara mereka ada seorang anak perempuan dari kepala suku tetangga. Seorang gadis bermata indah, yang memiliki kecantikan luar biasa. Rambut dan matanya sehitam malam; karena alasan inilah mereka menyebutnya Laila-”Sang Malam”. Meski ia baru berusia dua belas tahun, sudah banyak pria melamarnya untuk dinikahi, sebab-sebagaimana lazimnya kebiasaan di zaman itu, gadis-gadis sering dilamar pada usia yang masih sangat muda, yakni sembilan tahun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Laila dan Qais adalah teman sekelas. Sejak hari pertama masuk sekolah, mereka sudah saling tertarik satu sama lain. Seiring dengan berlalunya waktu, percikan ketertarikan ini makin lama menjadi api cinta yang membara. Bagi mereka berdua, sekolah bukan lagi tempat belajar. Kini, sekolah menjadi tempat mereka saling bertemu. Ketika guru sedang mengajar, mereka saling berpandangan. Ketika tiba waktunya menulis pelajaran, mereka justru saling menulis namanya di atas kertas. Bagi mereka berdua, tak ada teman atau kesenangan lainnya. Dunia kini hanyalah milik Qais dan Laila.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Mereka buta dan tuli pada yang lainnya. Sedikit demi sedikit, orang-orang mulai mengetahui cinta mereka, dan gunjingan-gunjingan pun mulai terdengar. Di zaman itu, tidaklah pantas seorang gadis dikenal sebagai sasaran cinta seseorang dan sudah pasti mereka tidak akan menanggapinya. Ketika orang-tua Laila mendengar bisik-bisik tentang anak gadis mereka, mereka pun melarangnya pergi ke sekolah. Mereka tak sanggup lagi menahan beban malu pada masyarakat sekitar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Ketika Laila tidak ada di ruang kelas, Qais menjadi sangat gelisah sehingga ia meninggalkan sekolah dan menyelusuri jalan-jalan untuk mencari kekasihnya dengan memanggil-manggil namanya. Ia menggubah syair untuknya dan membacakannya di jalan-jalan. Ia hanya berbicara tentang Laila dan tidak juga menjawab pertanyaan orang-orang kecuali bila mereka bertanya tentang Laila. Orang-orang pun tertawa dan berkata, “Lihatlah Qais, ia sekarang telah menjadi seorang majnun, gila!”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Akhirnya, Qais dikenal dengan nama ini, yakni “Majnun”. Melihat orang-orang dan mendengarkan mereka berbicara membuat Majnun tidak tahan. Ia hanya ingin melihat dan berjumpa dengan Laila kekasihnya. Ia tahu bahwa Laila telah dipingit oleh orang tuanya di rumah, yang dengan bijaksana menyadari bahwa jika Laila dibiarkan bebas bepergian, ia pasti akan menjumpai Majnun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Majnun menemukan sebuah tempat di puncak bukit dekat desa Laila dan membangun sebuah gubuk untuk dirinya yang menghadap rumah Laila. Sepanjang hari Majnun duduk-duduk di depan gubuknya, disamping sungai kecil berkelok yang mengalir ke bawah menuju desa itu. Ia berbicara kepada air, menghanyutkan dedaunan bunga liar, dan Majnun merasa yakin bahwa sungai itu akan menyampaikan pesan cintanya kepada Laila. Ia menyapa burung-burung dan meminta mereka untuk terbang kepada Laila serta memberitahunya bahwa ia dekat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Ia menghirup angin dari barat yang melewati desa Laila. Jika kebetulan ada seekor anjing tersesat yang berasal dari desa Laila, ia pun memberinya makan dan merawatnya, mencintainya seolah-olah anjing suci, menghormatinya dan menjaganya sampai tiba saatnya anjing itu pergi jika memang mau demikian. Segala sesuatu yang berasal dari tempat kekasihnya dikasihi dan disayangi sama seperti kekasihnya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Bulan demi bulan berlalu dan Majnun tidak menemukan jejak Laila. Kerinduannya kepada Laila demikian besar sehingga ia merasa tidak bisa hidup sehari pun tanpa melihatnya kembali. Terkadang sahabat-sahabatnya di sekolah dulu datang mengunjunginya, tetapi ia berbicara kepada mereka hanya tentang Laila, tentang betapa ia sangat kehilangan dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Suatu hari, tiga anak laki-laki, sahabatnya yang datang mengunjunginya demikian terharu oleh penderitaan dan kepedihan Majnun sehingga mereka bertekad membantunya untuk berjumpa kembali dengan Laila. Rencana mereka sangat cerdik. Esoknya, mereka dan Majnun mendekati rumah Laila dengan menyamar sebagai wanita. Dengan mudah mereka melewati wanita-wanita pembantu dirumah Laila dan berhasil masuk ke pintu kamarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Majnun masuk ke kamar, sementara yang lain berada di luar berjaga-jaga. Sejak ia berhenti masuk sekolah, Laila tidak melakukan apapun kecuali memikirkan Qais. Yang cukup mengherankan, setiap kali ia mendengar burung-burung berkicau dari jendela atau angin berhembus semilir, ia memejamkan.matanya sembari membayangkan bahwa ia mendengar suara Qais didalamnya. Ia akan mengambil dedaunan dan bunga yang dibawa oleh angin atau sungai dan tahu bahwa semuanya itu berasal dari Qais. Hanya saja, ia tak pernah berbicara kepada siapa pun, bahkan juga kepada sahabat-sahabat terbaiknya, tentang cintanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Pada hari ketika Majnun masuk ke kamar Laila, ia merasakan kehadiran dan kedatangannya. Ia mengenakan pakaian sutra yang sangat bagus dan indah. Rambutnya dibiarkan lepas tergerai dan disisir dengan rapi di sekitar bahunya. Matanya diberi celak hitam, sebagaimana kebiasaan wanita Arab, dengan bedak hitam yang disebut surmeh. Bibirnya diberi lipstick merah, dan pipinya yang kemerah-merahan tampak menyala serta menampakkan kegembiraannya. Ia duduk di depan pintu dan menunggu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Ketika Majnun masuk, Laila tetap duduk. Sekalipun sudah diberitahu bahwa Majnun akan datang, ia tidak percaya bahwa pertemuan itu benar-benar terjadi. Majnun berdiri di pintu selama beberapa menit, memandangi, sepuas-puasnya wajah Laila. Akhirnya, mereka bersama lagi! Tak terdengar sepatah kata pun, kecuali detak jantung kedua orang yang dimabuk cinta ini. Mereka saling berpandangan dan lupa waktu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Salah seorang wanita pembantu di rumah itu melihat sahabat-sahabat Majnun di luar kamar tuan putrinya. Ia mulai curiga dan memberi isyarat kepada salah seorang pengawal. Namun, ketika ibu Laila datang menyelidiki, Majnun dan kawan-kawannya sudah jauh pergi. Sesudah orang-tuanya bertanya kepada Laila, maka tidak sulit bagi mereka mengetahui apa yang telah terjadi. Kebisuan dan kebahagiaan yang terpancar dimatanya menceritakan segala sesuatunya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Sesudah terjadi peristiwa itu, ayah Laila menempatkan para pengawal di setiap pintu di rumahnya. Tidak ada jalan lain bagi Majnun untuk menghampiri rumah Laila, bahkan dari kejauhan sekalipun. Akan tetapi jika ayahnya berpikiran bahwa, dengan bertindak hati-hati ini ia bisa mengubah perasaan Laila dan Majnun, satu sama lain, sungguh ia salah besar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Ketika ayah Majnun tahu tentang peristiwa di rumah Laila, ia memutuskan untuk mengakhiri drama itu dengan melamar Laila untuk anaknya. Ia menyiapkan sebuah kafilah penuh dengan hadiah dan mengirimkannya ke desa Laila. Sang tamu pun disambut dengan sangat baik, dan kedua kepala suku itu berbincang-bincang tentang kebahagiaan anak-anak mereka. Ayah Majnun lebih dulu berkata, “Engkau tahu benar, kawan, bahwa ada dua hal yang sangat penting bagi kebahagiaan, yaitu “Cinta dan Kekayaan”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Anak lelakiku mencintai anak perempuanmu, dan aku bisa memastikan bahwa aku sanggup memberi mereka cukup banyak uang untuk mengarungi kehidupan yang bahagia dan menyenangkan. Mendengar hal itu, ayah Laila pun menjawab, “Bukannya aku menolak Qais. Aku percaya kepadamu, sebab engkau pastilah seorang mulia dan terhormat,” jawab ayah Laila. “Akan tetapi, engkau tidak bisa menyalahkanku kalau aku berhati-hati dengan anakmu. Semua orang tahu perilaku abnormalnya. Ia berpakaian seperti seorang pengemis. Ia pasti sudah lama tidak mandi dan iapun hidup bersama hewan-hewan dan menjauhi orang banyak. “Tolong katakan kawan, jika engkau punya anak perempuan dan engkau berada dalam posisiku, akankah engkau memberikan anak perempuanmu kepada anakku?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Ayah Qais tak dapat membantah. Apa yang bisa dikatakannya? Padahal, dulu anaknya adalah teladan utama bagi kawan-kawan sebayanya? Dahulu Qais adalah anak yang paling cerdas dan berbakat di seantero Arab? Tentu saja, tidak ada yang dapat dikatakannya. Bahkan, sang ayahnya sendiri susah untuk mempercayainya. Sudah lama orang tidak mendengar ucapan bermakna dari Majnun. “Aku tidak akan diam berpangku tangan dan melihat anakku menghancurkan dirinya sendiri,” pikirnya. “Aku harus melakukan sesuatu.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Ketika ayah Majnun kembali pulang, ia menjemput anaknya, Ia mengadakan pesta makan malam untuk menghormati anaknya. Dalam jamuan pesta makan malam itu, gadis-gadis tercantik di seluruh negeri pun diundang. Mereka pasti bisa mengalihkan perhatian Majnun dari Laila, pikir ayahnya. Di pesta itu, Majnun diam dan tidak mempedulikan tamu-tamu lainnya. Ia duduk di sebuah sudut ruangan sambil melihat gadis-gadis itu hanya untuk mencari pada diri mereka berbagai kesamaan dengan yang dimiliki Laila.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Seorang gadis mengenakan pakaian yang sama dengan milik Laila; yang lainnya punya rambut panjang seperti Laila, dan yang lainnya lagi punya senyum mirip Laila. Namun, tak ada seorang gadis pun yang benar-benar mirip dengannya, Malahan, tak ada seorang pun yang memiliki separuh kecantikan Laila. Pesta itu hanya menambah kepedihan perasaan Majnun saja kepada kekasihnya. Ia pun berang dan marah serta menyalahkan setiap orang di pesta itu lantaran berusaha mengelabuinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Dengan berurai air mata, Majnun menuduh orang-tuanya dan sahabat-sahabatnya sebagai berlaku kasar dan kejam kepadanya. Ia menangis sedemikian hebat hingga akhirnya jatuh ke lantai dalam keadaan pingsan. Sesudah terjadi petaka ini, ayahnya memutuskan agar Qais dikirim untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah dengan harapan bahwa Allah akan merahmatinya dan membebaskannya dari cinta yang menghancurkan ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Di Makkah, untuk menyenangkan ayahnya, Majnun bersujud di depan altar Kabah, tetapi apa yang ia mohonkan? “Wahai Yang Maha Pengasih, Raja Diraja Para Pecinta, Engkau yang menganugerahkan cinta, aku hanya mohon kepada-Mu satu hal saja,”Tinggikanlah cintaku sedemikian rupa sehingga, sekalipun aku binasa, cintaku dan kekasihku tetap hidup.” Ayahnya kemudian tahu bahwa tak ada lagi yang bisa ia lakukan untuk anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Usai menunaikan ibadah haji, Majnun yang tidak mau lagi bergaul dengan orang banyak di desanya, pergi ke pegunungan tanpa memberitahu di mana ia berada. Ia tidak kembali ke gubuknya. Alih-alih tinggal dirumah, ia memilih tinggal direruntuhan sebuah bangunan tua yang terasing dari masyarakat dan tinggal didalamnya. Sesudah itu, tak ada seorang pun yang mendengar kabar tentang Majnun. Orang-tuanya mengirim segenap sahabat dan keluarganya untuk mencarinya. Namun, tak seorang pun berhasil menemukannya. Banyak orang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;berkesimpulan bahwa Majnun dibunuh oleh binatang-binatang gurun sahara. Ia bagai hilang ditelan bumi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Suatu hari, seorang musafir melewati reruntuhan bangunan itu dan melihat ada sesosok aneh yang duduk di salah sebuah tembok yang hancur. Seorang liar dengan rambut panjang hingga ke bahu, jenggotnya panjang dan acak-acakan, bajunya compang-camping dan kumal. Ketika sang musafir mengucapkan salam dan tidak beroleh jawaban, ia mendekatinya. Ia melihat ada seekor serigala tidur di kakinya. “Hus” katanya, ‘Jangan bangunkan sahabatku.” Kemudian, ia mengedarkan pandangan ke arah kejauhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Sang musafir pun duduk di situ dengan tenang. Ia menunggu dan ingin tahu apa yang akan terjadi. Akhimya, orang liar itu berbicara. Segera saja ia pun tahu bahwa ini adalah Majnun yang terkenal itu, yang berbagai macam perilaku anehnya dibicarakan orang di seluruh jazirah Arab. Tampaknya, Majnun tidak kesulitan menyesuaikan diri dengan kehidupan dengan binatang-binatang buas dan liar. Dalam kenyataannya, ia sudah menyesuaikan diri dengan sangat baik sehingga lumrah-lumrah saja melihat dirinya sebagai bagian dari kehidupan liar dan buas itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Berbagai macam binatang tertarik kepadanya, karena secara naluri mengetahui bahwa Majnun tidak akan mencelakakan mereka. Bahkan, binatang-binatang buas seperti serigala sekalipun percaya pada kebaikan dan kasih sayang Majnun. Sang musafir itu mendengarkan Majnun melantunkan berbagai kidung pujiannya pada Laila. Mereka berbagi sepotong roti yang diberikan olehnya. Kemudian, sang musafir itu pergi dan melanjutkan petjalanannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Ketika tiba di desa Majnun, ia menuturkan kisahnya pada orang-orang. Akhimya, sang kepala suku, ayah Majnun, mendengar berita itu. Ia mengundang sang musafir ke rumahnya dan meminta keteransran rinci darinya. Merasa sangat gembira dan bahagia bahwa Majnun masih hidup, ayahnya pergi ke gurun sahara untuk menjemputnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Ketika melihat reruntuhan bangunan yang dilukiskan oleh sang musafir itu, ayah Majnun dicekam oleh emosi dan kesedihan yang luar biasa. Betapa tidak! Anaknya terjerembab dalam keadaan mengenaskan seperti ini. “Ya Tuhanku, aku mohon agar Engkau menyelamatkan anakku dan mengembalikannya ke keluarga kami,” jerit sang ayah menyayat hati. Majnun mendengar doa ayahnya dan segera keluar dari tempat persembunyiannya. Dengan bersimpuh dibawah kaki ayahnya, ia pun menangis, “Wahai ayah, ampunilah aku atas segala kepedihan yang kutimbulkan pada dirimu. Tolong lupakan bahwa engkau pernah mempunyai seorang anak, sebab ini akan meringankan beban kesedihan ayah. Ini sudah nasibku mencinta, dan hidup hanya untuk mencinta.” Ayah dan anak pun saling berpelukan dan menangis. Inilah pertemuan terakhir mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Keluarga Laila menyalahkan ayah Laila lantaran salah dan gagal menangani situasi putrinya. Mereka yakin bahwa peristiwa itu telah mempermalukan seluruh keluarga. Karenanya, orangtua Laila memingitnya dalam kamamya. Beberapa sahabat Laila diizinkan untuk mengunjunginya, tetapi ia tidak ingin ditemani. Ia berpaling kedalam hatinya, memelihara api cinta yang membakar dalam kalbunya. Untuk mengungkapkan segenap perasaannya yang terdalam, ia menulis dan menggubah syair kepada kekasihnya pada potongan-potongan kertas kecil. Kemudian, ketika ia diperbolehkan menyendiri di taman, ia pun menerbangkan potongan-potongan kertas kecil ini dalam hembusan angin. Orang-orang yang menemukan syair-syair dalam potongan-potongan kertas kecil itu membawanya kepada Majnun. Dengan cara demikian, dua kekasih itu masih bisa menjalin hubungan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Karena Majnun sangat terkenal di seluruh negeri, banyak orang datang mengunjunginya. Namun, mereka hanya berkunjung sebentar saja, karena mereka tahu bahwa Majnun tidak kuat lama dikunjungi banyak orang. Mereka mendengarkannya melantunkan syair-syair indah dan memainkan serulingnya dengan sangat memukau.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Sebagian orang merasa iba kepadanya; sebagian lagi hanya sekadar ingin tahu tentang kisahnya. Akan tetapi, setiap orang mampu merasakan kedalaman cinta dan kasih sayangnya kepada semua makhluk. Salah seorang dari pengunjung itu adalah seorang ksatria gagah berani bernama ‘Amar, yang berjumpa dengan Majnun dalam perjalanannya menuju Mekah. Meskipun ia sudah mendengar kisah cinta yang sangat terkenal itu di kotanya, ia ingin sekali mendengarnya dari mulut Majnun sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Drama kisah tragis itu membuatnya sedemikian pilu dan sedih sehingga ia bersumpah dan bertekad melakukan apa saja yang mungkin untuk mempersatukan dua kekasih itu, meskipun ini berarti menghancurkan orang-orang yang menghalanginya! Kaetika Amr kembali ke kota kelahirannya, Ia pun menghimpun pasukannya. Pasukan ini berangkat menuju desa Laila dan menggempur suku di sana tanpa ampun. Banyak orang yang terbunuh atau terluka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Ketika pasukan ‘Amr hampir memenangkan pertempuran, ayah Laila mengirimkan pesan kepada ‘Amr, “Jika engkau atau salah seorang dari prajuritmu menginginkan putriku, aku akan menyerahkannya tanpa melawan. Bahkan, jika engkau ingin membunuhnya, aku tidak keberatan. Namun, ada satu hal yang tidak akan pernah bisa kuterima, jangan minta aku untuk memberikan putriku pada orang gila itu”. Majnun mendengar pertempuran itu hingga ia bergegas kesana. Di medan pertempuran, Majnun pergi ke sana kemari dengan bebas di antara para prajurit dan menghampiri orang-orang yang terluka dari suku Laila. Ia merawat mereka dengan penuh perhatian dan melakukan apa saja untuk meringankan luka mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Amr pun merasa heran kepada Majnun, ketika ia meminta penjelasan ihwal mengapa ia membantu pasukan musuh, Majnun menjawab, “Orang-orang ini berasal dari desa kekasihku. Bagaimana mungkin aku bisa menjadi musuh mereka?” Karena sedemikian bersimpati kepada Majnun, ‘Amr sama sekali tidak bisa memahami hal ini. Apa yang dikatakan ayah Laila tentang orang gila ini akhirnya membuatnya sadar. Ia pun memerintahkan pasukannya untuk mundur dan segera meninggalkan desa itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada Majnun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Laila semakin merana dalam penjara kamarnya sendiri. Satu-satunya yang bisa ia nikmati adalah berjalan-jalan di taman bunganya. Suatu hari, dalam perjalanannya menuju taman, Ibn Salam, seorang bangsawan kaya dan berkuasa, melihat Laila dan serta-merta jatuh cinta kepadanya. Tanpa menunda-nunda lagi, ia segera mencari ayah Laila. Merasa lelah dan sedih hati karena pertempuran yang baru saja menimbulkan banyak orang terluka di pihaknya, ayah Laila pun menyetujui perkawinan itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Tentu saja, Laila menolak keras. Ia mengatakan kepada ayahnya, “Aku lebih senang mati ketimbang kawin dengan orang itu.” Akan tetapi, tangisan dan permohonannya tidak digubris. Lantas ia mendatangi ibunya, tetapi sama saja keadaannya. Perkawinan pun berlangsung dalam waktu singkat. Orangtua Laila merasa lega bahwa seluruh cobaan berat akhirnya berakhir juga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Akan tetapi, Laila menegaskan kepada suaminya bahwa ia tidak pernah bisa mencintainya. “Aku tidak akan pernah menjadi seorang istri,” katanya. “Karena itu, jangan membuang-buang waktumu. Carilah seorang istri yang lain. Aku yakin, masih ada banyak wanita yang bisa membuatmu bahagia.” Sekalipun mendengar kata-kata dingin ini, Ibn Salam percaya bahwa, sesudah hidup bersamanya beberapa waktu larnanya, pada akhirnya Laila pasti akan menerimanya. Ia tidak mau memaksa Laila, melainkan menunggunya untuk datang kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Ketika kabar tentang perkawinan Laila terdengar oleh Majnun, ia menangis dan meratap selama berhari-hari. Ia melantunkan lagu-Iagu yang demikian menyayat hati dan mengharu biru kalbu sehingga semua orang yang mendengarnya pun ikut menangis. Derita dan kepedihannya begitu berat sehingga binatang-binatang yang berkumpul di sekelilinginya pun turut bersedih dan menangis. Namun, kesedihannya ini tak berlangsung lama, sebab tiba-tiba Majnun merasakan kedamaian dan ketenangan batin yang aneh. Seolah-olah tak terjadi apa-apa, ia pun terus tinggal di reruntuhan itu. Perasaannya kepada Laila tidak berubah dan malah menjadi semakin lebih dalam lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Dengan penuh ketulusan, Majnun menyampaikan ucapan selamat kepada Laila atas perkawinannya: “Semoga kalian berdua selalu berbahagia di dunia ini. Aku hanya meminta satu hal sebagai tanda cintamu, janganlah engkau lupakan namaku, sekalipun engkau telah memilih orang lain sebagai pendampingmu. Janganlah pernah lupa bahwa ada seseorang yang, meskipun tubuhnya hancur berkeping-keping, hanya akan memanggil-manggil namamu, Laila”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Sebagai jawabannya, Laila mengirimkan sebuah anting-anting sebagai tanda pengabdian tradisional. Dalam surat yang disertakannya, ia mengatakan, “Dalam hidupku, aku tidak bisa melupakanmu barang sesaat pun. Kupendam cintaku demikian lama, tanpa mampu menceritakannya kepada siapapun. Engkau memaklumkan cintamu ke seluruh dunia, sementara aku membakarnya di dalam hatiku, dan engkau membakar segala sesuatu yang ada di sekelilingmu” . “Kini, aku harus menghabiskan hidupku dengan seseorang, padahal segenap jiwaku menjadi milik orang lain. Katakan kepadaku, kasih, mana di antara kita yang lebih dimabuk cinta, engkau ataukah aku?.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Tahun demi tahun berlalu, dan orang-tua Majnun pun meninggal dunia. Ia tetap tinggal di reruntuhan bangunan itu dan merasa lebih kesepian ketimbang sebelumnya. Di siang hari, ia mengarungi gurun sahara bersama sahabat-sahabat binatangnya. Di malam hari, ia memainkan serulingnya dan melantunkan syair-syairnya kepada berbagai binatang buas yang kini menjadi satu-satunya pendengarnya. Ia menulis syair-syair untuk Laila dengan ranting di atas tanah. Selang beberapa lama, karena terbiasa dengan cara hidup aneh ini, ia mencapai kedamaian dan ketenangan sedemikian rupa sehingga tak ada sesuatu pun yang sanggup mengusik dan mengganggunya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Sebaliknya, Laila tetap setia pada cintanya. Ibn Salam tidak pernah berhasil mendekatinya. Kendatipun ia hidup bersama Laila, ia tetap jauh darinya. Berlian dan hadiah-hadiah mahal tak mampu membuat Laila berbakti kepadanya. Ibn Salam sudah tidak sanggup lagi merebut kepercayaan dari istrinya. Hidupnya serasa pahit dan sia-sia. Ia tidak menemukan ketenangan dan kedamaian di rumahnya. Laila dan Ibn Salam adalah dua orang asing dan mereka tak pernah merasakan hubungan suami istri. Malahan, ia tidak bisa berbagi kabar tentang dunia luar dengan Laila.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Tak sepatah kata pun pernah terdengar dari bibir Laila, kecuali bila ia ditanya. Pertanyaan ini pun dijawabnya dengan sekadarnya saja dan sangat singkat. Ketika akhirnya Ibn Salam jatuh sakit, ia tidak kuasa bertahan, sebab hidupnya tidak menjanjikan harapan lagi. Akibatnya, pada suatu pagi di musim panas, ia pun meninggal dunia. Kematian suaminya tampaknya makin mengaduk-ngaduk perasaan Laila. Orang-orang mengira bahwa ia berkabung atas kematian Ibn Salam, padahal sesungguhnya ia menangisi kekasihnya, Majnun yang hilang dan sudah lama dirindukannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Selama bertahun-tahun, ia menampakkan wajah tenang, acuh tak acuh, dan hanya sekali saja ia menangis. Kini, ia menangis keras dan lama atas perpisahannya dengan kekasih satu-satunya. Ketika masa berkabung usai, Laila kembali ke rumah ayahnya. Meskipun masih berusia muda, Laila tampak tua, dewasa, dan bijaksana, yang jarang dijumpai pada diri wanita seusianya. Sementara api cintanya makin membara, kesehatan Laila justru memudar karena ia tidak lagi memperhatikan dirinya sendiri. Ia tidak mau makan dan juga tidak tidur dengan baik selama bermalam-malam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Bagaimana ia bisa memperhatikan kesehatan dirinya kalau yang dipikirkannya hanyalah Majnun semata? Laila sendiri tahu betul bahwa ia tidak akan sanggup bertahan lama. Akhirnya, penyakit batuk parah yang mengganggunya selama beberapa bulan pun menggerogoti kesehatannya. Ketika Laila meregang nyawa dan sekarat, ia masih memikirkan Majnun. Ah, kalau saja ia bisa berjumpa dengannya sekali lagi untuk terakhir kalinya! Ia hanya membuka matanya untuk memandangi pintu kalau-kalau kekasihnya datang. Namun, ia sadar bahwa waktunya sudah habis dan ia akan pergi tanpa berhasil mengucapkan salam perpisahan kepada Majnun. Pada suatu malam di musim dingin, dengan matanya tetap menatap pintu, ia pun meninggal dunia dengan tenang sambil bergumam, Majnun…Majnun. .Majnun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Kabar tentang kematian Laila menyebar ke segala penjuru negeri dan, tak lama kemudian, berita kematian Lailapun terdengar oleh Majnun. Mendengar kabar itu, ia pun jatuh pingsan di tengah-tengah gurun sahara dan tetap tak sadarkan diri selama beberapa hari. Ketika kembali sadar dan siuman, ia segera pergi menuju desa Laila. Nyaris tidak sanggup berjalan lagi, ia menyeret tubuhnya di atas tanah. Majnun bergerak terus tanpa henti hingga tiba di kuburan Laila di luar kota. Ia berkabung dikuburannya selama beberapa hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Ketika tidak ditemukan cara lain untuk meringankan beban penderitaannya, per1ahan-lahan ia meletakkan kepalanya di kuburan Laila kekasihnya dan meninggal dunia dengan tenang. Jasad Majnun tetap berada di atas kuburan Laila selama setahun. Belum sampai setahun peringatan kematiannya ketika segenap sahabat dan kerabat menziarahi kuburannya, mereka menemukan sesosok jasad terbujur di atas kuburan Laila. Beberapa teman sekolahnya mengenali dan mengetahui bahwa itu adalah jasad Majnun yang masih segar seolah baru mati kemarin. Ia pun dikubur di samping Laila. Tubuh dua kekasih itu, yang kini bersatu dalam keabadian, kini bersatu kembali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Konon, tak lama sesudah itu, ada seorang Sufi bermimpi melihat Majnun hadir di hadapan Tuhan. Allah swt membelai Majnun dengan penuh kasih sayang dan mendudukkannya disisi-Nya.Lalu, Tuhan pun berkata kepada Majnun, “Tidakkah engkau malu memanggil-manggil- Ku dengan nama Laila, sesudah engkau meminum anggur Cinta-Ku?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Sang Sufi pun bangun dalam keadaan gelisah. Jika Majnun diperlakukan dengan sangat baik dan penuh kasih oleh Allah Subhana wa ta’alaa, ia pun bertanya-tanya, lantas apa yang terjadi pada Laila yang malang? Begitu pikiran ini terlintas dalam benaknya, Allah swt pun mengilhamkan jawaban kepadanya, “Kedudukan Laila jauh lebih tinggi, sebab ia menyembunyikan segenap rahasia Cinta dalam dirinya sendiri.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Wa min Allah at Tawfiq&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Diambil dari Negeri Sufi ( Tales from The Land of Sufis )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Tentang Penulis Laila Majnun, Syaikh Sufi Mawlana Hakim Nizhami qs :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Syaikh Hakim Nizhami qs merupakan penulis sufi terkemuka diabad pertengahan karena dua roman cinta yang menyayat hati, yaitu Laila &amp;amp; Majnun serta Khusrau &amp;amp; Syirin. Kisah sedih Laila &amp;amp; Majnun , dimana Majnun yang berarti “Tergila-gila akan Cinta”, karena cintanya yang tak sampai pada Laila, akhirnya membuatnya gila. Kisah cinta ini dibaca selamaberabad- abad, ratusan tahun jauh sebelum Romeo &amp;amp; Julietnya Wiliam Shakespeare sehingga Kisah Laila &amp;amp; Majnun terkenal sebagai kisah cintanya Persia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Syaikh Nizhami qs adalah seorang Syaikh Sufi, dan yang dimaksud “kekasih” dalam berbagai kisahnya sesungguhnya adalah perwujudan Allah swt. Syaikh Nizhami hidup dari tahun 1155 M – 1223 M, beliau lahir dikota Ganje di Azerbaijan. Ia telah menempuh jalan sufi semenjak masa mudanya, dan ia diajar oleh Nabi Khidir as, Sang Pembimbing Misterius dan ia dilindungi 99 Nama Allah Yang Maha Indah ( Asmaul Husna).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;Syaikh Nizhami qs sangat menguasai berbagai macam ilmu, seperti matematika, filsafat, Hukum Islam, dan kedokteran. Banyak karyanya merupakan pelajaran tersembunyi bagi pemeluk tariqah sufi dan penempuh jalan spiritual. Karya Syaikh Nizhami qs terkenal karena bahasanya yang halus. Karya Laila dan Majnun sebenarnya berbentuk sajak berirama sebanyak 4500 syair sajak, yang dikenal dengan sebutan Matsnawi.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Sebagaimana lazimnya terjadi pada para Syaikh Sufi, yang tertinggal dari Syaikh Nizhami qs adalah ajaran-ajaran sufi yang sangat tinggi, yang mengingatkan para penempuh jalan spiritual ihwal kefanaan hidup didunia ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt 0pt 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style="font-family: Calibri;"&gt;sumber &lt;a href="http://ervakurniawan.wordpress.com/2009/01/04/kisah-cinta-laila-dan-majnun/"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-1994589793566917408?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/1994589793566917408/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-cinta-laila-dan-majnun.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/1994589793566917408?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/1994589793566917408?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-cinta-laila-dan-majnun.html" title="Kisah Cinta Laila dan Majnun" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0EER3s9cCp7ImA9WxFSF0k.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-182807872092021847</id><published>2010-04-19T23:19:00.000-07:00</published><updated>2010-04-19T23:40:06.568-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-19T23:40:06.568-07:00</app:edited><title>Kisah Cinta Manusia-Manusia Langit</title><content type="html">&lt;p&gt;Cinta adalah karunia Allah. Bahkan Allah menciptakan alam semesta ini karena    cintaNya. Karenanya ALAM DAN DUNIA INI ADALAH LAUTAN CINTA. Kekuatannya mampu    meluluhlantahkan arogansi diri dan kerendahan materi. Maka bukan tanpa alasan    seorang Saini KM menuliskan bait-bait terakhirnya dalam puisi Burung Hijau :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat kamu tengadah dan dengan tersipu berkata: / 'Memang, yang terbaik dari    diri kita layak disatukan.' / Saya pun mabuk karena manis buah berkah, dan melihat:    / Malaikat menghapus batas antara dunia dan akhirat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Qoyyim Al jauziyah pernah berkata tentang arti sebuah cinta : 'Tidak ada    batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; membatasinya    justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka batasan dan penjelasan    cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan    kata cinta itu sendiri.'&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kenyataannya, SEJARAH ISLAM MENCATAT KISAH-KISAH CINTA MANUSIA-MANUSIA LANGIT    DENGAN TINTA EMAS DALAM LEMBARAN-LEMBARAN SEJARAH PERADABAN. Sebuah sejarah    yang mengartikan cinta bukanlah utopia dan angan-angan kosong belaka dalam sebuah    potret realita.&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tak apalah meregang nyawa bagi seorang Hisyam bin eAsh takkala mendengar      seorang saudaranya merintih kehausan dalam peperangan Yarmuk, memberikan air      miliknya sementara bibir bejana hampir menyentuh bibirnya.&lt;br /&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Atau indahnya ungkapan yang diberikan seorang sahabat yang mencintai sahabatnya      karena Rabb-Nya.&lt;br /&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Atau seorang Rasul yang memanggil umatnya takkala sakaratul maut menyapa      dirinya.&lt;br /&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Teringat episode cantik dalam sejarah seorang wanita yang rela menukar      cinta dan hatinya dengan Islam sebagai maharnya. Takkala Rumaisha binti Milhan      dengan suara lantang menjawab pinangan Abu Tholhah, seorang terpandang, kaya      raya, dermawan dan ksatria 'Kusaksikan kepada anda, hai Abu Tholhah, kusaksikan      kepada Allah dan Rasul Nya, sesungguhnya jika engkau Islam, aku rela engkau      menjadi suamiku tanpa emas dan perak. Cukuplah Islam itu menjadi mahar bagiku      !' Akhirnya tinta emas sejarah mencatatnya sebagai seorang ummu Sulaim yang      mendidik anaknya, Anas bin Malik dan dirinya sebagai perawi hadits Rasulullah      sementara suaminya menjadi mujahid dalam sejarah Islam.&lt;br /&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Melagu hati Sayyid Qutb dalam nada angan akan sebuah keinginan. Lompatan      jiwanya melebihi energi yang ada. Baginya kehidupan dunia bukanlah segalanya.      Ia belokkan gelora yang ada hanya pada pencipta-Nya yang dengannya syahid      menjadi pilihan hidupnya. Tiada mengapa tanpa wanita.&lt;br /&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Gejolak gelora percintaan Rabiah dengan Rabbnya mengajarkan keikhlasan      akan sebuah arti penghambaan. Tak sanggup rasanya mengikutinya yang mengharap      Ridho-Nya sekalipun neraka menjadi pilihan akhir tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Lain pula kisah sang Kekasih Allah, Nabiyullah Ibrahim eAlaihissalam.      Sebuah kisah yang menggoreskan samudra hikmah kehidupan bagi manusia yang      mengedepankan ketundukan dan kepasrahan yang terbalut cinta daripada darah      daging sendiri untuk menjadi persembahan. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Adakah CINTA YANG MASIH ADA DI HATI KITA MENYAMAI ATAU BAHKAN MELEBIHI CINTA    MEREKA TERHADAP APA YANG MEREKA CINTAI? Jika tidak, lantas APA YANG MEMBUAT    KITA MEMBUSUNGKAN DADA DAN MENGKLAIM SEBAGAI PECINTA SEJATI HANYA LANTARAN BUNGA-BUNGA    KATA TANPA MAKNA REALITA YANG KITA LONTARKAN? &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diri KITA SERINGKALI MENCARI PEMBENARAN (APOLOGI) ATAS KETIDAKMAMPUAN DAN KETIDAKBERDAYAAN    DALAM MENGAKUI SEGALA KELEMAHAN YANG KITA MILIKI. Jika cinta yang mereka hadirkan    dapat begitu mempesona bukan hanya karena mereka para sahabat dan shabiyah atau    para Nabi dan Rasul. Perlu diingat, mereka juga adalah manusia yang mempunyai    keinginan dan kecenderungan sebagaimana manusia biasa. Artinya kecintaan mereka    dapat kita duplikasikan pada diri kita. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lihatlah bagaimana SEJARAH MENCATAT KEMBALI ARTI SEBUAH CINTA ANAK MANUSIA    DALAM AKHIR HAYATNYA, sebuah cinta yang dihadirkan oleh mujaddid akhir zaman,    Hasan Al Banna yang mendahulukan iparnya Abdul Karim Mansur untuk diberi pertolongan    justru pada saat tujuh peluru masih bersarang ditubuhnya...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Taimiyah berkata, 'MENCINTAI APA YANG DICINTAI KEKASIH ADALAH KESEMPURNAAN    DARI CINTA PADA KEKASIH.' Teori ini bukanlah teori belaka. Teori ini merupakan    SEBUAH KONSEKUENSI LOGIS DARI SEBUAH CINTA. Segala daya dan upaya ekan    menjadi tak berharga jika ia dapat menjadi serupa. Hal ini berlaku kebalikannya.    MEMBENCI APA SAJA YANG DIBENCI KEKASIH ADALAH KESEMPURNAAN DARI CINTA PADA KEKASIH.    Amboi, indahnya jika semua itu dilandasi atas kecintaan kepada Rabb-Nya. Dan    menundukkan kecintaan lainnya karena ia hanyalah kenikmatan sesaat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya siapakah kita ini kekasihku? / Hanya setitik debu melekat di bintang    mati. / Menggeliat sejenak karena embun dan matahari: / Hanya sedetik dalam    hitungan tahun cahaya. (Saini KM)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika saja Sapardi mengungkapkan kekuatan keinginan cintanya dengan bait-baitnya    : Aku ingin, / Aku ingin mencintaimu dengan sederhana / dengan kata yang tak    sempat diucapkan / kayu kepada api yang menjadikannya abu / Aku ingin mencintaimu    dengan sederhana / dengan isyarat yang tak sempat disampaikan / awan kepada    hujan yang menjadikannya tiada (Sapardi Dj. D), maka ISLAM MENGAJARKAN INDAHNYA    CINTA DALAM UNTAIAN DO'A :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;' Ya Alloh, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta    pada-Mu. Telah berjumpa dalam taat pada-Mu. Telah bersatu dalam da'wah pada-Mu.    Telah terpadu dalam membela syari'at-Mu. Kokohkanlah, Ya Allah ikatannya, kekalkan    cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu    yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan    kepada-Mu dan keindahan bertawakal pada-Mu. Nyalakanlah hati kami dengan ma'rifat    kepada-Mu. Matikanlah ia dalam syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik    pelindung dan sebaik-baik penolong...'&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber &lt;a href="http://www.dudung.net/artikel-islami/kisah-cinta-manusia-manusia-langit.html"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-182807872092021847?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/182807872092021847/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-cinta-manusia-manusia-langit.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/182807872092021847?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/182807872092021847?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-cinta-manusia-manusia-langit.html" title="Kisah Cinta Manusia-Manusia Langit" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkIEQ38zfSp7ImA9WxFSF04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4680442436232756411.post-4751707515710192623</id><published>2010-04-19T20:32:00.000-07:00</published><updated>2010-04-19T20:35:02.185-07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-04-19T20:35:02.185-07:00</app:edited><title>Kisah Benar : Pelajar UIA bermimpi bertemu Rasullulah SAW</title><content type="html">&lt;p&gt;Luangkan masa kalian untuk membaca.. ambil peringatan dari Baginda Nabi&lt;br /&gt;sempena keputeraannya tahun ini.. tunjukkan kecintaan pada Rasulullah&lt;br /&gt;s.a.w…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Mengasihani…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya Allah..lancar jari ini menaipkan sebuah pengalaman yg amat berharga&lt;br /&gt;dr seorang insan yg dipilih Allah utk berjumpa Nabi Muhammad s.a.w.&lt;br /&gt;melalui mimpi hari Khamis, 16 Rejab 1427H bersamaan 10 0gos 2006.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nama yg dipilih oleh ayah beliau adalah Syamimi yg bermaksud&lt;br /&gt;‘kesayanganku’, jua gelaran Nabi pada puteri kesayangan Baginda,&lt;br /&gt;Fatimah. Ketika khilaf memilih nama itu, ayah beliau mengharapkan&lt;br /&gt;mudah2an suatu hari nanti anaknya akan menjadi salah seorang mutiara&lt;br /&gt;kesayangan Rasulullah s.a.w. Alhamdulillah, doanya makbul selepas 23&lt;br /&gt;tahun kelahiran anak sulungnya daripada 8 adik-beradik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al-Quran 30 juzuk terpelihara kemas dalam hatinya. Beliau menghabiskan&lt;br /&gt;masa 3 tahun utk menghafal 30 juzuk Kalamullah ketika berada di negeri&lt;br /&gt;kelahirannya. Beliau hafal sendiri utk memenuhi harapan ibu ayah yang&lt;br /&gt;mengharapkan ada dalam kalangan anak mereka menjadi seorang hafiz atau&lt;br /&gt;hafizah. Sebagai anak sulung, beliau mengambil tanggungjawab ini utk&lt;br /&gt;menjadi contoh kpd adik2 yg lain. Setiap hari beliau hafal 2 mukasurat&lt;br /&gt;Al-Quran dan tasmi’ dgn ustaz di sebelah rumahnya. Sekarang beliau&lt;br /&gt;pelajar tahun 4 jurusan Undang-Undang Syariah di universiti ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akak ni memang diuji dengan sakit yg tak tahu apa punca sejak lebih&lt;br /&gt;setahun yg lalu. Sakitnya rasa seperti ditikam-tikam dengan pisau di&lt;br /&gt;bahagian belakang tubuhnya, tambahan pula kaki yang sakit di bahagian&lt;br /&gt;lutut sejak 8 tahun lalu tidak pernah sembuh. Pernah satu ketika,&lt;br /&gt;selepas makan, beliau muntah bersama segumpal rambut dari kerongkongnya.&lt;br /&gt;Penderitaannya hanya Allah dan dia sendiri yang tahu. Sudah lama beliau&lt;br /&gt;tidak terdaya ke kelas kerana sakit itu membuatkan dia tidak dapat&lt;br /&gt;berdiri atau berjalan. Hilang selera makannya hingga badannya susut&lt;br /&gt;hampir 13 kg. Beliau hanya menggagahkan diri untuk pergi berwudhu’ 2&lt;br /&gt;hingga 3 kali sehari. Wudhu’ itu dijaga sebaik mungkin untuk ibadah&lt;br /&gt;sepanjang hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hari2 yang dilaluinya dipenuhi dgn membaca Al-Quran dan qiamullail&lt;br /&gt;sebagai pendinding daripada gangguan yg terus2an menyakiti diri.&lt;br /&gt;Diceritakan makhluk2 halus itu akan mengganggunya terutama pada waktu&lt;br /&gt;sebelum Subuh, Zuhur dan Maghrib. Beliau telah banyak berubat di merata&lt;br /&gt;tempat, berjumpa doktor2 pakar, malah ulama’ yg faqih dalam ilmu&lt;br /&gt;perubatan islam serta akhir sekali bertemu sorang lecturer di sini. Tapi&lt;br /&gt;beliau hanya mampu bertahan. Pesan ustaznya, setiap kali beliau sakit,&lt;br /&gt;banyakkan baca Surah Al-Baqarah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pagi Khamis itu, beliau berniat utk hadir kuliyah sebab sudah terlalu&lt;br /&gt;lama tidak mampu ke kelas. Beliau bangun kira2 jam 4.30 pagi utk solat.&lt;br /&gt;Berbekalkan sedikit kekuatan yg digagahkan, beliau ke bilik air utk&lt;br /&gt;berwudhu’ dgn memapah dinding dan segala apa yg mampu membantu beliau&lt;br /&gt;untuk berdiri. Habis berwudhu’, beliau jatuh tersungkur, rasa seperti&lt;br /&gt;ada yg menolak keras dari belakang. Tika itu beliau sudah tidak mampu&lt;br /&gt;berdiri, justeru beliau merangkak ke bilik. Sampai saja di bilik, beliau&lt;br /&gt;ketuk pintu dan rebah di depan bilik tersebut. Disebabkan sakit yg&lt;br /&gt;mungkin dah tak tertanggung, dengan spontan beliau niatkan, “Ya Allah,&lt;br /&gt;kiranya mati itu baik untukku, aku redha, tapi kiranya Engkau ingin aku&lt;br /&gt;terus hidup, aku ingin dengar kata-kata semangat drpd Rasulullah s.a.w.&lt;br /&gt;sendiri..”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian beliau pengsan. Sahabat2 sebilik mengangkat beliau ke dalam&lt;br /&gt;biliknya dan di baringkan di sana . Waktu itu, sahabat2nya telah pun&lt;br /&gt;‘forward message’ pd rakan2 yg lain agar dibacakan surah Yasin kerana&lt;br /&gt;beliau nampak sudah nazak. Malah mereka telah sedia dgn nombor2 ahli&lt;br /&gt;keluarganya utk dihubungi kiranya ada apa2 berlaku dengan izin Allah.&lt;br /&gt;Kira2 jam 11 pagi itulah, ketika tertidur dgn tenang dalam waktu&lt;br /&gt;qoilullah, beliau bermimpi. Beliau sedang terbaring dalam keadaan&lt;br /&gt;memakai telekung dgn tangannya diqiam seperti dalam solat di suatu&lt;br /&gt;tempat asing yang sangat cantik. Beliau terbaring di sebelah mimbar dan&lt;br /&gt;kelihatan banyak tiang di sekitarnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tiba-tiba datang seorang Hamba Allah dgn wajah yang bercahaya dari arah&lt;br /&gt;depan dan berdiri hampir sekali, kira2 2 meter dari beliau. Wajahnya&lt;br /&gt;SubhanaLlah..indah sekali, tak dapat nak digambarkan. Beliau tertanya2,&lt;br /&gt;siapakah orang ini? cantik sekali kejadiannya dan hati beliau rasa&lt;br /&gt;sangat tenang dgn hanya melihat wajahnya. Dirasakan seluruh kesengsaraan&lt;br /&gt;yg ditanggung selama ini lenyap begitu sahaja. Kemudian, Hamba Allah itu&lt;br /&gt;mengatakan, “Assalamu’alaikum, ana Rasulullah..” Subhanallah..baginda&lt;br /&gt;Nabi rupanya! Nabi memakai jubah putih dan kain serban berwarna hijau di&lt;br /&gt;atas bahu baginda. Beliau nampak dgn jelas mata Baginda Nabi, janggut&lt;br /&gt;Baginda, rambut Baginda, kain serban di atas bahu Baginda dan tubuh&lt;br /&gt;Baginda. Kemudian Nabi katakan “Enti fil masjidi” (kamu sekarang berada&lt;br /&gt;di masjidku, Masjid Nabawi).. Allahuakbar!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian Baginda Nabi s.a.w. berkata: QalAllahuta’ ala; “InnaAllahama’&lt;br /&gt;assobirin” (sesungguhnya Allah bersama orang2 yg sabar). Ketika&lt;br /&gt;mendengar suara Nabi mengalunkan Kalamullah, terasa bergema suara merdu&lt;br /&gt;Nabi di seluruh alam. Sememangnya Baginda sebaik-baik kejadian dan&lt;br /&gt;diciptakan dgn penuh kesempurnaan. Nabi katakan (dalam lughahl arab, tp&lt;br /&gt;diterjemahkan di sini) ; “Ya Syamimi, dengan berkat kesabaran enti, dgn&lt;br /&gt;sakit yg enti tanggung selama ini, dan dgn berkat Al-Quran yg enti&lt;br /&gt;pelihara di dlm hati, maka Allah bukakan hijab utk enti nampak ana..”&lt;br /&gt;Ketika Nabi menyebut Ya Syamimi, terlintas di hatinya “Ya Allah..Baginda&lt;br /&gt;kenal ummatnya!”. Ya Rasulullah… Ketika itu, beliau dapat merasakan&lt;br /&gt;baiknya Allah, memberikan nikmat yg begitu besar buat dirinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian Nabi katakan lagi; “Sampaikan salamku buat sahabat2&lt;br /&gt;seperjuangan Islam. InsyaAllah, kita semua akan berjumpa nanti..” Nabi&lt;br /&gt;s.a.w. kemudian melafazkan; “Ummati.. ummati..ummati…” dan beliau&lt;br /&gt;nampak jelas Nabi menangis saat itu. Beberapa titisan airmata Baginda yg&lt;br /&gt;suci mengalir utk ummat Baginda! Kemudian Baginda Nabi melangkah pergi.&lt;br /&gt;Beliau merintih, “Jangan pergi Ya Rasulullah..” tetapi Baginda tetap&lt;br /&gt;pergi. Subhanallah, walaupun kita tak pernah bersua dgn Nabi yg mulia,&lt;br /&gt;Baginda kenal dan sentiasa ingat akan ummatnya. Beliau sendiri tidak&lt;br /&gt;pasti, apakah Baginda menangis kerana rindu kepada ummatnya, atau&lt;br /&gt;mungkin saja baginda sedih dgn ummat akhir zaman ini? wallahua’lam…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedar daripada tidur yg amat indah pengisiannya itu, beliau masih&lt;br /&gt;dikelilingi oleh rakan2 yg turut terdengar rintihan beliau dalam&lt;br /&gt;tidurnya “Jangan pergi Ya Rasululah…” Beliau kemudian menceritakan kpd&lt;br /&gt;para sahabat tentang mimpinya sekaligus menyampaikan salam Rasulullah&lt;br /&gt;buat ummat Baginda. Semua yg mendengar menangis lantaran rindu pada&lt;br /&gt;Nabi. Rasa malu pada Nabi krn kita jarang2 ingat pada Baginda sedangkan&lt;br /&gt;kita amat terhutang budi padanya. Lebih2 lagi kita sedar bahawa hanya&lt;br /&gt;syafaat Bagindalah yg dikejar di akhirat kelak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya Allah..ketika itu, tiada kata yg lebih tinggi drpd kalimah&lt;br /&gt;Alhamdulillah utk di rafa’kan pada Allah atas ni’mat yg begitu besar yg&lt;br /&gt;Allah berikan pada dirinya. Rasa tak layak dirinya menerima anugerah dgn&lt;br /&gt;ujian yg hanya sedikit berbanding insan2 yg lebih berat diuji oleh&lt;br /&gt;Allah. Kiranya ada kalimah pujian yg lebih tinggi dr Hamdalah, pasti&lt;br /&gt;akan beliau sebutkan buat Allah Yang Maha Kaya. Semuanya terangkum dalam&lt;br /&gt;Rahmat-Nya yg melimpah ruah. Rasa sakit masih menular di tubuhnya. Cuma&lt;br /&gt;kali ini dia bertekad tidak akan menangis lagi utk kesakitan ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Usai solat Zuhur, rasa sakit yg ditanggung makin hebat. Tak pernah&lt;br /&gt;beliau merasakan sakit yg sebegitu rupa. Terasa panas seluruh badan dan&lt;br /&gt;seluruh tubuhnya rasa ditikam pada setiap penjuru. Kalau dulu, beliau&lt;br /&gt;akan menangis dalam menghadapi kesakitan, namun pada waktu itu beliau&lt;br /&gt;pujuk diri utk tidak menangis. “Apa sangatlah sakit yg aku tanggung ini&lt;br /&gt;berbanding nikmat yg Allah telah bagi utk melihat Baginda Nabi s.a.w..”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian beliau tidur. Beliau terus rasakan berada di tempat tinggi,&lt;br /&gt;tempat yg biasa hadir sepanjang beliau menerima gangguan. Beliau katakan&lt;br /&gt;“Ya Allah, apa lagi yg hendak Engkau berikan buat hambamu yg hina ni,&lt;br /&gt;rasa malu sangat dengan-Mu Ya Allah…” Kemudian dgn izin Allah, datang&lt;br /&gt;empat orang yg berpakaian serba hijau. Salah seorang daripadanya&lt;br /&gt;mengatakan; “Assalamu’alaikum Ya Syamimi..Rasulullah s.a.w. sampaikan&lt;br /&gt;salam buatmu. Kami utusan Rasululah..Nahnu khulafa’ ar-rasyidin. Ana Abu&lt;br /&gt;Bakr, ini Ummar Al-Khattab, Uthman bin ‘affan dan Ali..”&lt;br /&gt;Subhanallah..Saidina Abu Bakr memperkenal dirinya dan ketiga2 sahabat yg&lt;br /&gt;mulia. Beliau nampak sendiri, Saidina Abu Bakr yg amat lembut&lt;br /&gt;perwatakannya, Saidina Ummar dgn wajah tegasnya, Saidina Uthman yg&lt;br /&gt;cantik sekali dan Saidina ‘Ali yg agak kecil orangnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para Sahabat mengatakan; “Kami diutuskan oleh baginda Nabi utk membantu&lt;br /&gt;enti..” Kemudian keempat2 mereka membacakan ayat 102 surah Al-Baqarah yg&lt;br /&gt;bermaksud:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Dan mereka mengikuti apa yg dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa&lt;br /&gt;kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi syaitan-syaitan&lt;br /&gt;itulah yg kafir, mereka mengajarkan sihir pada manusia dan apa yg&lt;br /&gt;diturunkan pada 2 malaikat di negeri Babylon iaitu Harut dan Marut.&lt;br /&gt;Padahal keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum&lt;br /&gt;mengatakan ’sesungguhnya kami hanyalah cubaan (bagimu) sebab itu&lt;br /&gt;janganlah kafir.’ Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu)&lt;br /&gt;apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) denagn isterinya.&lt;br /&gt;Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dgn sihirnya kecuali&lt;br /&gt;dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan, dan&lt;br /&gt;tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka sudah tahu,&lt;br /&gt;barang siapa membeli (menggunakan sihir) itu, nescaya tidak akan&lt;br /&gt;mendapat keuntungan di akhirat. Dan sungguh, sangatlah buruk perbuatan&lt;br /&gt;mereka yang menjual dirinya dgn sihir, sekiranya mereka tahu..”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selesai membaca ayat itu, para sahabat Nabi menghembus pada makhluk2&lt;br /&gt;yang sedang mengganggu beliau dan mereka semua hancur terbakar.&lt;br /&gt;Subhanallah..waktu itu terus terasa seolah2 tubuhnya yg sakit dahulu&lt;br /&gt;ditukarkan Allah s.w.t. dgn tubuh yg baru. Hilang segala kesakitan yg&lt;br /&gt;setahun lebih ditanggung beliau dgn sabar. Saidina Abu Bakr mengatakan;&lt;br /&gt;“Inilah ganjaran besar dari Allah buat orang-orang yang sabar..”&lt;br /&gt;Kemudian, para sahabat Nabi yg mulia pun pergi meninggalkannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selesai mimpi indah yg kedua ini, beliau bangun dr tidur dan terus&lt;br /&gt;duduk. Rakan2 sebilik pelik, kenapa beliau dapat bangun dan duduk dgn&lt;br /&gt;mudah . Kemudian sahabat2nya itu menyuruh beliau bangun berdiri dan&lt;br /&gt;alhamduliLlah..dgn mudah beliau bangun berdiri dan berjalan d sekitar&lt;br /&gt;bilik. “Ya Allah, penyakit ana dah sembuh..” Semua sahabat yang ada di&lt;br /&gt;situ bergembira dan menangis. Kemudian beliau segera ke bilik air untuk&lt;br /&gt;berwudhu’. Dengan tubuh yang ‘baru’, beliau sujud syukur pada Allah&lt;br /&gt;s.w.t. “Ya Allah, kiranya di beri tempoh sujud 100 tahun pun belum dapat&lt;br /&gt;diriku menjadi hamba-Mu yg bersyukur atas nikmat yg telah Engkau&lt;br /&gt;berikan..”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beliau berpesan pada kami; “Adik-adik, wajarlah para sahabat Nabi yang&lt;br /&gt;mulia sanggup mati demi mempertahankan Baginda. Akak yang diberi rezeki&lt;br /&gt;melihat Nabi tak sampai pun 5 minit dah rasa tak sanggup berpisah&lt;br /&gt;dengannya. Kalau boleh, nak duduk je di bilik untuk beribadah pada Allah&lt;br /&gt;dan mengenang wajah Nabi yg mulia. Tapi menyedari banyak lagi taklifan&lt;br /&gt;dan tanggungjawab kita atas muka bumi Allah ini, maka hidup mesti&lt;br /&gt;diteruskan. Sekarang ini hati akak tenang sangat..kalau boleh, nak je&lt;br /&gt;akak pinjamkan hati ni walau hanya sesaat agar adik2 dapat merasakan&lt;br /&gt;betapa beningnya hati ini. Tapi itu tak mungkin kan , mungkin ini&lt;br /&gt;bahagian akak, bahagian kalian? Hanya Pemiliknya Yang Maha Tahu. Akhir&lt;br /&gt;sekali akak ingin katakan, tak rugi kita bersabar…”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keperibadiannya indah. Cerminan al-Quran katanya ‘Aisyah ra. Dari semua&lt;br /&gt;aspek kehidupan, diperagakannya hanyalah kesyumulan. Allah mengajar&lt;br /&gt;manusia berkehidupan di muka bumi ini melalui baginda. Menuruti&lt;br /&gt;sunnahnya adalah pahala. Kasih sayangnya tiada bertepi, dari yang kecil&lt;br /&gt;hingga yang tua, dari hamba hingga ke bangsawan, dari dulu sampai&lt;br /&gt;sekarang, hingga ke akhirnya.. Dialah peribadi unggul sepanjang zaman.&lt;br /&gt;Mencintainya suatu kemuliaan…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pernah suatu ketika Rasulullah berkumpul didalam satu majlis bersama&lt;br /&gt;para sahabat. Tiba-tiba bergenang air mata baginda s.a.w. Para sahabat&lt;br /&gt;gelosah melihat sesuatu yang tidakmereka senangi di wajah Rasulullah&lt;br /&gt;saw. Bila ditanya oleh Saidina Abu Bakar ra, baginda mengatakan bahawa&lt;br /&gt;terlalu merindui ikhwannya.. Saidina Abu Bakar sekali lagi bertanya&lt;br /&gt;Rasulullah saw, “bukankah kami ini ikhwanmu?” Rasulullah menjawab,&lt;br /&gt;“Tidak, kamu semua adalah sahabatku.. ikhwanku adalah umatku yang belum&lt;br /&gt;pernah melihat aku tetapi mereka beriman dan sangat mencintaiku… Aku&lt;br /&gt;sangat rindu bertemu dengan mereka..”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai&lt;br /&gt;orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah&lt;br /&gt;salam penghormatan kepadanya (al-Ahzab:56)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;p/s: sungguh…berderaian air mataku mengalir..daku rindu akan&lt;br /&gt;dirimu..Ya Rasulullah!&lt;br /&gt;(kisah ini dinukilkan oleh sahabat Syamimi hasil pengalaman benar yang&lt;br /&gt;telah dilalui..pernah disebarkan melalui e-mel &amp;amp; blog sebelum ini..)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;sesungguhnya,ana sangat bersyukur kerana dilahirkan didunia ini sbgai&lt;br /&gt;ummat nabi Muhammad S.A.W…&lt;br /&gt;banyakkan lah berselawat dan mendengar zikir..insyaAllah kita semua akan&lt;br /&gt;mendapt syafaatnya di Akhirat kelak..wallahu’alam..(*_*)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;SUMBER&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber &lt;a href="http://contaminatedcookies.wordpress.com/2010/04/09/kisah-benar-pelajar-uia-bermimpi-bertemu-rasullulah-saw/"&gt;klik&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4680442436232756411-4751707515710192623?l=ahmad2u.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://ahmad2u.blogspot.com/feeds/4751707515710192623/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-benar-pelajar-uia-bermimpi.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/4751707515710192623?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/4680442436232756411/posts/default/4751707515710192623?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://ahmad2u.blogspot.com/2010/04/kisah-benar-pelajar-uia-bermimpi.html" title="Kisah Benar : Pelajar UIA bermimpi bertemu Rasullulah SAW" /><author><name>Ahmad Aries</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10530117198235751331</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="32" src="http://2.bp.blogspot.com/_g_w_8smbyPc/SwLBxrbvDII/AAAAAAAAAAM/DLY_9szPHzs/S220/anto.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>

