<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-2712738931727627234</atom:id><lastBuildDate>Mon, 09 Sep 2024 07:06:38 +0000</lastBuildDate><category>Budaya Papua</category><category>Education</category><category>Kesehatan</category><category>Papua yang terlupakan</category><category>sejarah kota</category><title>Kisi Papua</title><description>Dunia Papua bukan hanya berisi politik yang selalu di beritakan dengan "Panas". Namun ada sisi lain yang menyejukkan, budaya dan kehidupan sosialnnya yang unik!</description><link>http://kisipapua.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Kisi Papua)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><copyright>kisipapua</copyright><itunes:subtitle>Dunia Papua bukan hanya berisi politik yang selalu di beritakan dengan "Panas". Namun ada sisi lain yang menyejukkan, budaya dan kehidupan sosialnnya yang unik!</itunes:subtitle><itunes:category text="Society &amp; Culture"><itunes:category text="Personal Journals"/></itunes:category><itunes:author>insoraki</itunes:author><itunes:owner><itunes:email>bintanggur@yahoo.com</itunes:email><itunes:name>insoraki</itunes:name></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2712738931727627234.post-7167954966753237872</guid><pubDate>Thu, 01 Apr 2010 15:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-01T08:07:04.420-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kesehatan</category><title>New US-funded HIV/AIDS prevention program begins</title><atom:summary type="text">The United States Agency for International Development (USAID)  Thursday launched a new five year HIV/AIDS prevention program in  Indonesia. The project, entitled Scaling Up for Most-at-risk  Populations, is part of a US$35 million effort from the US Government to  assist the Government of Indonesia in curbing HIV/AIDS transmission.  A  second project focused on NGO capacity building for HIV/AIDS</atom:summary><link>http://kisipapua.blogspot.com/2010/04/new-us-funded-hivaids-prevention.html</link><thr:total>0</thr:total><author>bintanggur@yahoo.com (insoraki)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2712738931727627234.post-2481769896516128684</guid><pubDate>Thu, 01 Apr 2010 15:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-04-01T08:05:47.123-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Education</category><title>RI, Australia, Unicef to enhance basic education in Papua</title><atom:summary type="text">Jakarta (ANTARA News) - A new joint partnership to enhance basic  education in Papua and West Papua provinces is to be signed by the  Indonesian and Australian governments and UNICEF (United Nations  Children`s Fund).   "Australia is very pleased to extend its support to education in  Papua and West Papua with UNICEF through this program," said Australian  Ambassador to Indonesia Bill Farmer said</atom:summary><link>http://kisipapua.blogspot.com/2010/04/ri-australia-unicef-to-enhance-basic.html</link><thr:total>0</thr:total><author>bintanggur@yahoo.com (insoraki)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2712738931727627234.post-6896724104426385556</guid><pubDate>Mon, 17 Aug 2009 02:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-16T19:12:41.704-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sejarah kota</category><title>Menelusuri Kota Tua Ala Belanda</title><atom:summary type="text">Oleh Aryo Wisanggeni GenthongBegitu kaki para penumpang perahu bermotor (long boat) menjejak Pulau Doom, belasan pengayuh becak langsung menawarkan jasa. Tanpa tawar-menawar, sebagian penumpang, yaitu ibu-ibu yang pulang berbelanja di Kota Sorong itu, langsung naik becak.Sebagian yang lain, kaum muda atau para bapak yang tanpa barang bawaan, memilih berjalan kaki. Toh tidak ada jarak yang jauh di</atom:summary><link>http://kisipapua.blogspot.com/2009/08/menelusuri-kota-tua-ala-belanda.html</link><thr:total>0</thr:total><author>bintanggur@yahoo.com (insoraki)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2712738931727627234.post-5349846925517629727</guid><pubDate>Sat, 22 Dec 2007 01:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-18T01:47:33.050-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budaya Papua</category><title>IN MEMORY OF ARNOLD AP</title><atom:summary type="text">By Jason McLoad Saturday, 15 May, 2004, 12:05am Posted in memory of Arnold Ap and Eddie Mofu, who were killed this day twenty years ago; and in memory of Sam Kapissa and Chief Yafet Yelamaken, two great songmen who both recently died in mysterious circumstances; and in tribute to the spirit of a new generation of poets and musicians in the Land of the Morning Star.  Singing for Life Twenty years </atom:summary><link>http://kisipapua.blogspot.com/2007/12/in-memory-of-arnold-ap.html</link><thr:total>1</thr:total><author>bintanggur@yahoo.com (insoraki)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2712738931727627234.post-7779586413915677323</guid><pubDate>Sat, 08 Dec 2007 22:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-14T04:18:59.362-07:00</atom:updated><title>PATUNG ASMAT Budaya Menghormati Leluhur yang Mendunia</title><atom:summary type="text">Sejak tahun 1700-an, suku Asmat di Papua telah dikenal dunia dengan keterampilan mengukirnya. Kesenian mengukir di asmat merupakan aktualisasi dari kepercayaan terhadap arwah nenek moyang yang disimbolkan dalam bentuk patung serta ukiran. Namun dalam perkembangannya, ukiran-ukiran, salah satunya patung khas Asmat digemari di luar negeri. Budaya mengukir di Asmat lahir dari upacara keagamaan. Di </atom:summary><enclosure length="0" type="" url="http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=184225"/><link>http://kisipapua.blogspot.com/2007/12/patung-asmat-budaya-menghormati-leluhur.html</link><thr:total>0</thr:total><author>bintanggur@yahoo.com (insoraki)</author><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:author>insoraki</itunes:author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2712738931727627234.post-4468091106808059207</guid><pubDate>Sat, 20 Oct 2007 19:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-14T04:21:20.484-07:00</atom:updated><title>Pangan Lokal Papua sebagai Kearifan Budaya</title><atom:summary type="text">MASYARAKAT Papua mengenal sejumlah makanan lokal, seperti sagu, ubi jalar, keladi, singkong, dan pisang. Tetapi hanya dua jenis makanan yang begitu populer, yakni sagu bagi masyarakat pantai dan ubi jalar untuk masyarakat pedalaman. Dari hari ke hari makanan lokal itu diabaikan di mana pemerintah mulai mensosialisasikan pola makan beras. Runyamnya, budidaya padi di kalangan petani lokal tidak </atom:summary><link>http://kisipapua.blogspot.com/2007/10/pangan-lokal-papua-sebagai-kearifan.html</link><thr:total>0</thr:total><author>bintanggur@yahoo.com (insoraki)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2712738931727627234.post-9095830421585121772</guid><pubDate>Sat, 20 Oct 2007 19:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-14T04:21:55.746-07:00</atom:updated><title>Aku Ingin Menciummu Sekali Saja</title><atom:summary type="text">Wajah Papua Dalam Besutan GarinSetelah 'absen' cukup lama, sineas Garin Nugroho kembali mempersembahkan karya terbarunya. Aku Ingin Menciummu Sekali Saja (AIMSJ), demikian tajuk film yang saat ini masih dalam proses editing tersebut. Seperti juga film-film Garin sebelumnya, AIMSJ menampilkan apa yang disebut Garin sebagai 'semangat pengembangan keragaman budaya'. Ya, setelah menampilkan budaya </atom:summary><link>http://kisipapua.blogspot.com/2007/10/aku-ingin-menciummu-sekali-saja.html</link><thr:total>0</thr:total><author>bintanggur@yahoo.com (insoraki)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2712738931727627234.post-4308667423767056160</guid><pubDate>Sat, 20 Oct 2007 18:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-14T04:22:18.903-07:00</atom:updated><title>Kami Bangga Hitam dan Keriting</title><atom:summary type="text">Oleh: Putu Fajar ArcanaUngkapan Kami memang hitam dan keriting, tetapi kami bangga jadi orang Papua ibarat ritual pembebasan di tanah Papua. Pesta Budaya Papua 22-27 Agustus 2005 di Taman Budaya Papua di distrik Abepura, kira-kira satu jam perjalanan dari Jayapura, adalah bukti paling konkret tentang ungkapan itu.Perhelatan ini baru berhasil digelar secara massal dan berkesinambungan sejak tahun </atom:summary><link>http://kisipapua.blogspot.com/2007/10/kami-bangga-hitam-dan-keriting.html</link><thr:total>0</thr:total><author>bintanggur@yahoo.com (insoraki)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2712738931727627234.post-8899151867817692487</guid><pubDate>Sat, 20 Oct 2007 16:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-14T04:23:50.654-07:00</atom:updated><title>Alam dan Budaya Papua Tetap Menjadi Daya Tarik Wisatawan Dunia</title><atom:summary type="text">Kapanlagi.com - Potensi alam dan budaya masyarakat Provinsi Papua dan Irian Jaya Barat tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik dan mancanegara, kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Papua Abner J.Kambuaya di Biak, Rabu (23/08).  Meski Provinsi Papua banyak memiliki potensi budaya dan alam namun dalam pengembangannya sektor pariwisata masih mengalami kendala dengan </atom:summary><link>http://kisipapua.blogspot.com/2007/10/alam-dan-budaya-papua-tetap-menjadi_20.html</link><thr:total>2</thr:total><author>bintanggur@yahoo.com (insoraki)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2712738931727627234.post-3663811482076005294</guid><pubDate>Sat, 20 Oct 2007 16:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-14T04:25:02.186-07:00</atom:updated><title>Kebudayaan Papua Hadapi Masalah Pewarisan</title><atom:summary type="text">TEMPO Interaktif, Jayapura:Wakil Gubernur Papua, Alex Hesegem, menyatakan kebudayaan Papua saat ini memiliki masalah pewarisan. Sebab, potensi budaya hanya tersimpan pada orang tertentu, terutama orang tua. "Orang muda cenderung meninggalkan akar budaya dan mengikuti tren global," katanya saat membuka Festival Adat Papua, kemarin. Selain diikuti 14 kabupaten di Provinsi Papua, festival itu juga </atom:summary><link>http://kisipapua.blogspot.com/2007/10/kebudayaan-papua-hadapi-masalah.html</link><thr:total>0</thr:total><author>bintanggur@yahoo.com (insoraki)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-2712738931727627234.post-4454877141366606338</guid><pubDate>Sat, 20 Oct 2007 16:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-14T04:26:10.020-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Papua yang terlupakan</category><title>Eksotisme Indonesia Timur yang Dilupakan</title><atom:summary type="text">SETELAH 45 menit mengudara meninggalkan Biak, pemandangan di bawah terlihat gugusan pulau-pulau karang berwarna toska. Warnanya muncul dari permukaan air laut yang tenang. Di antara gugusan pulau itu ada juga hutan-hutan kecil di tengahnya. Lima belas menit kemudian, tampak bentangan pegunungan dan perbukitan dengan rimba raya yang lebat. Terlihat juga jalan setapak yang memanjang mengitari rimba</atom:summary><link>http://kisipapua.blogspot.com/2007/10/eksotisme-indonesia-timur-yang.html</link><thr:total>0</thr:total><author>bintanggur@yahoo.com (insoraki)</author></item></channel></rss>