<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4838513956380415356</id><updated>2024-12-19T02:16:29.264+07:00</updated><category term="klaster industri"/><category term="kebijakan"/><category term="konsep"/><category term="teori"/><category term="bahan klaster industri"/><category term="definisi"/><category term="pemikiran"/><category term="BPPT"/><category term="E-Government Award"/><category term="Kabupaten Jembrana"/><category term="agent of change"/><category term="alexa traffic"/><category term="blog"/><category term="daya saing"/><category term="google pagerank"/><category term="iedul adha"/><category term="iedul fitri"/><category term="indonesia"/><category term="inovasi"/><category term="integritas"/><category term="link popularity"/><category term="mohon maaf"/><category term="pengembangan klaster industri"/><category term="posting"/><category term="rumput laut"/><category term="seaweed forum"/><category term="tahapan generik"/><category term="tatang"/><category term="taufik"/><category term="technopreneur"/><category term="teknologi"/><category term="terminologi"/><title type="text">Klaster Industri (Industrial Cluster)</title><subtitle type="html">Diskusi pengembangan klaster industri di Indonesia [Discussions on industrial clusters development in Indonesia ~ in Indonesian language]</subtitle><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/feeds/posts/default" rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default?redirect=false" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/" rel="alternate" type="text/html"/><link href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" rel="hub"/><author><name>Klaster Industri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10242906623274044740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="http://2.bp.blogspot.com/_xSXb9ZhbtX0/SXMjG-6R-DI/AAAAAAAAAAM/tXRH5LFuECg/S220/klaster+industri.jpg" width="28"/></author><generator uri="http://www.blogger.com" version="7.00">Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4838513956380415356.post-7899340500601243208</id><published>2009-03-15T19:58:00.002+07:00</published><updated>2009-03-15T20:02:39.169+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="integritas"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="klaster industri"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="konsep"/><title type="text">Integritas Berklaster</title><content type="html">Pihak yang “berkeinginan” mengembangkan/memperkuat klaster industri di Indonesia rasanya semakin banyak. Setidaknya itu kesan yang saya tangkap dari berbagai kesempatan dalam waktu belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Ternyata perlu waktu sekitar sepuluh tahun untuk sampai kepada semangat seperti saat ini di Indonesia. Mudah-mudahan saja semangat ini terus menguat dan diiringi implementasi yang baik [baca : sungguh-sungguh dan berkelanjutan].&lt;br /&gt;Mengapa ini penting? Banyak konsep/pendekatan pembangunan yang dinilai berhasil di negara lain, kandas dalam implementasi di Indonesia. Saya tidak khawatir ”kegagalan ini” karena ”kemampuan teknis”. Bukan hendak menyombong. Tapi saya kira kemampaun orang Indonesia tidak kalah dari kemampuan orang manapun.&lt;br /&gt;Saya lebih khawatir soal yang lain. Integritas misalnya. Mungkin Anda sering bertemu dengan, atau menghadir acara yang juga dihadiri oleh pejabat (penentu kebijakan), tingkat nasional ataupun daerah, berucap akan melakukan ”ini-itu” – termasuk akan mengembangkan klaster industri - dalam forum-forum resmi. Tetapi dalam realita selanjutnya tidak diikuti dengan tindakan kongkrit yang konsisten. Dari sehimpunan orang yang menaruh minat dalam klaster industri, boleh jadi ada sebagian yang tidak benar-benar hendak berklaster.&lt;br /&gt;Maaf ini, memang jadi terdengar”klise”. Tapi saya ingin mengingatkan saja. Memperkuat klaster industri, tidak cukup diucap. Perlu sikap dan tindakan yang sejalan, dilakukan konsisten dan berkelanjutan. Jika tidak, upaya yang dilakukan hanya akan buang waktu dengan menggunakan istilah mentereng [= ”klaster industri”].&lt;br /&gt;Mengembangkan/memperkuat klaster industri memerlukan penentu kebijakan dan para aktor yang memiliki integritas untuk berklaster. Jika ingin mengembangkan/memperkuat klaster industri, ajaklah mitra yang memiliki integritas . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam. &lt;/span&gt;</content><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/feeds/7899340500601243208/comments/default" rel="replies" title="Posting Komentar" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4838513956380415356/7899340500601243208" rel="replies" title="15 Komentar" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/7899340500601243208" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/7899340500601243208" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/2009/03/integritas-berklaster.html" rel="alternate" title="Integritas Berklaster" type="text/html"/><author><name>Klaster Industri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10242906623274044740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="http://2.bp.blogspot.com/_xSXb9ZhbtX0/SXMjG-6R-DI/AAAAAAAAAAM/tXRH5LFuECg/S220/klaster+industri.jpg" width="28"/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4838513956380415356.post-7754631088003637056</id><published>2009-01-24T16:50:00.004+07:00</published><updated>2009-01-24T16:59:50.350+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="agent of change"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="BPPT"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="technopreneur"/><title type="text">Agent of Change dan Technopreneur</title><content type="html">Jumat, 23 Januari 2009 merupakan salah satu hari istimewa saat ada acara silaturahim dengan dua tokoh nasional di BPPT, yaitu Prof. Dr. Emil Salim dan Dr. Ir. Ciputra.&lt;br /&gt;Prof. Emil Salim mengungkapkan bahwa kata kunci pembangunan adalah “ide”. Dia meyakini bahwa BPPT merupakan gudang para orang beride. Karena itu, besar harapannya bahwa BPPT menjadi &lt;em&gt;agent of change&lt;/em&gt; di Indonesia dan melihat ke depan.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Pak Emil juga mengingatkan bahwa Indonesia bukan sekedar memiliki kekayaan sumber daya, tetapi memiliki &lt;em&gt;unique tropical resources&lt;/em&gt;, sebagai &lt;em&gt;archipelago&lt;/em&gt; yang juga merupakan kekayaan yang menjadi dasar bagi &lt;em&gt;local wisdoms&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Pak Emil mengapresiasi cincin Perekayasa Utama Kehormatan yang diberikan oleh Kepala BPPT dan mengaitkannya dengan peran BPPT agar cincin tersebut menjadi tanda sebagai pemberi harapan Indonesia ke 2030.&lt;br /&gt;Sementara itu, pebisnis terkemuka Ciputra yang juga memperoleh cincin Perekayasa Utama Kehormatan mengingatkan bahwa Indonesia baru sampai pada “yang diinginkan” tetapi belum pada “yang menjadi kenyataan.” Pak Ciputra menyampaikan pentingnya kemampuan untuk melaksanakan “bagaimana” agar yang dihasilkan oleh BPPT dan lembaga lain bermanfaat bagi masyarakat. Untuk itu, tegasnya, kita perlu mendidik dan melatih masyarakat untuk mendorong tumbuh-berkembangnya &lt;em&gt;entrepreneur&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Pak Ci mengusulkan agar BPPT menjadi salah satu &lt;em&gt;Technopreneur (Technopreneurship) Center&lt;/em&gt; di Indonesia. Diingatkannya pula bahwa ini tidak mudah. Setidaknya butuh waktu 5 – 10 tahun untuk mempersiapkan para tenaga-tenaga muda bersemangat &lt;em&gt;technopreneur&lt;/em&gt; demikian.&lt;br /&gt;Pandangan kedua tokoh ini memang sangat kontekstual dengan semangat mengembangkan/memperkuat &lt;a href="http://sistem-inovasi.blogspot.com/"&gt;sistem inovasi&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://klaster-industri.blogspot.com/2008/12/apa-itu-klaster-industri.html"&gt;klaster-klaster industri&lt;/a&gt; di Indonesia dalam rangka meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa. Barangkali pandangan dan harapan kedua tokoh nasional ini juga dapat menjadi pemacu reformasi birokrasi di BPPT.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu alam bissawab . . .&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Salam.&lt;/span&gt;</content><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/feeds/7754631088003637056/comments/default" rel="replies" title="Posting Komentar" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4838513956380415356/7754631088003637056" rel="replies" title="11 Komentar" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/7754631088003637056" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/7754631088003637056" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/2009/01/agent-of-change-dan-technopreneur.html" rel="alternate" title="Agent of Change dan Technopreneur" type="text/html"/><author><name>Klaster Industri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10242906623274044740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="http://2.bp.blogspot.com/_xSXb9ZhbtX0/SXMjG-6R-DI/AAAAAAAAAAM/tXRH5LFuECg/S220/klaster+industri.jpg" width="28"/></author><thr:total>11</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4838513956380415356.post-4923431028000706580</id><published>2009-01-14T20:44:00.008+07:00</published><updated>2009-01-14T21:38:52.909+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="alexa traffic"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="google pagerank"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="klaster industri"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="link popularity"/><title type="text">Klaster Industri : Google Pagerank, Alexa Traffic, Link Popularity . . . dan Kopi Hitam</title><content type="html">Ya benar, saya tidak akan membahas khusus tentang &lt;em&gt;google pagerank&lt;/em&gt; seperti yang disinggung &lt;a href="http://www.google.com/corporate/tech.html"&gt;di sini &lt;/a&gt;atau &lt;a href="http://www.google.com/webmasters/tools/"&gt;ini&lt;/a&gt;, juga tentang &lt;em&gt;alexa traffic&lt;/em&gt; yang &lt;a href="http://www.alexa.com/data/details/main?url=http://klaster-industri.blogspot.com"&gt;di sini&lt;/a&gt;, atau pun &lt;em&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Link_popularity"&gt;link popularity&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Mengapa? Ini sudah sering dibahas di banyak &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt;, saya bukan ahlinya, dan bukan itu maksud utama tulisan ini. Lalu mengapa judulnya seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Ini karena ada kaitan dengan tema &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; ini : klaster industri. Terkadang saya menggunakan analogi-analogi untuk menjelaskan atau mendiskusikan ”fenomena” tertentu dalam klaster industri ini. Kali ini saya ingin kaitkan dengan istilah-istilah yang sering menjadi ”ukuran keberhasilan” kalangan &lt;em&gt;blogger&lt;/em&gt;, seperti &lt;em&gt;pagerank, traffic, popularity, search engine ranking&lt;/em&gt; dan sebagainya . . .&lt;br /&gt;Esensi klaster industri terletak bukan hanya pada keberhasilan mencapai ”hasil akhir” tetapi juga proses penciptaan nilai &lt;em&gt;(value creation)&lt;/em&gt; dan kekuatan rantai nilai &lt;em&gt;(value chain)&lt;/em&gt; dari ”keseluruhan” rantai nilai relevannya [menurut beberapa pakar, himpunan dari banyak entitas tentang ini sering disebut &lt;em&gt;value system&lt;/em&gt;]. Bayangkan keserupaan ini dengan konteks nge-&lt;em&gt;blog&lt;/em&gt;, termasuk berkaitan dengan kualitas konten &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; kita [memiliki nilai kemanfaatan atau tidak] yang kita &lt;em&gt;deliver&lt;/em&gt; kepada pembaca, dan bagaimana pembaca/pengunjung ”mengkonsumsi”-nya, serta bagaimana ”jejaring dari &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; tersebut” dan ”jejaring pengunjung”-nya terbangun.&lt;br /&gt;Manakala konten suatu &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; misalnya, dinilai ”berguna” oleh pengunjung [apapun ukuran kegunaannya tersebut], dikunjungi berulang kali, terbangun jejaring yang saling terkait antar&lt;em&gt;blog &lt;/em&gt;atau &lt;em&gt;web&lt;/em&gt;, maka &lt;em&gt;pagerank, traffic, popularity&lt;/em&gt; dan beberapa ukuran lain ”meningkat.” &lt;em&gt;Lho,&lt;/em&gt; bagaimana dengan &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; yang berisi &lt;em&gt;junk&lt;/em&gt; tetapi ternyata menunjukkan indikator-indikator yang tinggi? Ya tentu itu pencerminan dari ”nilai” &lt;em&gt;(values)&lt;/em&gt; yang dianut oleh si penyedia konten &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; dan pengunjung &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; tersebut, serta ”transaksi” antarmereka. Ini termasuk ”transaki” kunjungan dan ”klik saja,” sekalipun mungkin saja si pengunjung tidak pernah menghiraukan konten dari &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; yang dikunjunginya sama sekali.&lt;br /&gt;Klaster industri pun demikian. Mau contoh? Banyak acara hiburan di televisi, sekalipun ”konten”-nya dinilai oleh sebagian pemirsa sangat ”murahan, tidak mendidik, tidak etis, dan sebagainya”. Tapi boleh jadi itu diminati oleh sekelompok pemirsa lain [yang tentu saja memiliki nilai berbeda], menjadi sangat ”laku” sehingga juga menarik berbagai pelaku bisnis lain untuk beriklan atau membangun jejaring, dan pada akhirnya ”berhasil” secara komersial. Jadi, ”nilai komersial” adakalanya [jika tidak seringkali] tak berkaitan dengan ”nilai kultural” yang dianut (misalnya menyangkut benar-salah, baik-buruk, dan sebagainya).&lt;br /&gt;Setidaknya ada tiga hal yang ingin saya catat di sini. Pertama, aktivitas kita [nge-&lt;em&gt;blog&lt;/em&gt;, memperoleh manfaat dari &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; dan berklaster industri] ditentukan oleh nilai &lt;em&gt;(values)&lt;/em&gt; yang kita yakini dan nilai &lt;em&gt;(value)&lt;/em&gt; yang ingin kita sampaikan atau kita peroleh. Kedua, perkuatan nilai terjadi jika transaksi antara pihak ”penyedia” dan ”pengguna” mendukung hal tersebut. Transaksi yang saling-menang &lt;em&gt;(win-win / mutually beneficial transactions)&lt;/em&gt; yang sebenarnya tidak akan terjadi secara berkelanjutan antara pihak yang berbeda nilai, walaupun bisa terjadi transaksi yang bersifat sesaat. Jadi, klaster industri yang tangguh pun hanya akan terbangun manakala para pihak (pelaku bisnis, konsumen, dan pihak terkait lainnya) adalah pelaku-pelaku yang memiliki niat dan ikhtiar yang baik. Pada akhirnya, citra tentang klaster industri tertentu akan ditentukan oleh bagaimana mereka (para pelaku) menjalankan bisnisnya. Kata orang sono : &lt;em&gt;you are what you are doing . . .&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, ukuran “keberhasilan” tidaklah bebas nilai. Banyak pebisnis yang sangat kaya secara materi. Tetapi boleh jadi itu diperoleh dari praktik bisnis yang tidak legal atau bertentangan dengan nilai-nilai tertentu yang diyakini masyarakat. Tentu pilihan pelaku bisnis, penentu kebijakan, dan kita semua, klaster industri yang bagaiman yang hendak kita perkuat di daerah atau negara kita.&lt;br /&gt;Ini identik dengan apa yang saya baca di beberapa &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; yang membahas seputar konten, &lt;em&gt;pagerank, traffic dan popularity&lt;/em&gt;. Konon, banyak blog yang memiliki &lt;em&gt;pagerank, traffic,&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;populairty&lt;/em&gt; yang sangat tinggi, tetapi mungkin saja tidak mempunyai konten bermanfaat bagi masyarakat/kelompok orang lainnya. Tetapi banyak juga &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; dengan indikator-indikator yang tinggi dan sekaligus mempunyai konten yang sangat bermanfaat bagi masyarakat kita. Tentu saja banyak pula &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; yang kontennya baik berindikator rendah, dan blog dengan konten "@+?" yang berindikator rendah pula.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ok,&lt;/em&gt; tidak perlu Anda nilai - saya akui &lt;a href="http://klaster-industri.blogspot.com/"&gt;&lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; ini&lt;/a&gt; masih“ecek-ecek”, tetapi niatnya ingin berbagi informasi yang mudah-mudahan bermanfaat. Semoga ke depan dapat diperbaiki.&lt;br /&gt;Saya juga belajar pelan-pelan untuk meningkatkan efektivitas tersampaikannya informasi dan melihat “kemunculan” di &lt;em&gt;search engine&lt;/em&gt; dengan penggunaan &lt;em&gt;keyword&lt;/em&gt; yang sesuai. Konon ini mempengaruhi seberapa besar peluang &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; kita “dilirik” oleh &lt;em&gt;search engine&lt;/em&gt; dengan menggunakan &lt;em&gt;keyword&lt;/em&gt; tertentu. Silahkan jika luang, bantu mengintip mencari di &lt;em&gt;google&lt;/em&gt; dengan &lt;em&gt;keywords&lt;/em&gt; yang biasanya saya tekankan dalam konten &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; terkait, yaitu : &lt;a href="http://www.google.com/search?hl=en&amp;amp;q=sistem+inovasi"&gt;sistem inovasi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.google.com/search?hl=en&amp;amp;q=kebijakan+inovasi"&gt;kebijakan inovasi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.google.com/search?hl=en&amp;amp;q=klaster+industri"&gt;klaster industri&lt;/a&gt;, atau &lt;a href="http://www.google.com/search?hl=en&amp;amp;q=tatang+taufik"&gt;opini pribadi&lt;/a&gt;. He he . . Tentu saja untuk yang terakhir muncul juga &lt;a href="http://tatang-taufik.blogspot.com/"&gt;&lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; saya&lt;/a&gt;, &lt;em&gt;wong pancen&lt;/em&gt; kata kuncinya nama saya . . .&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Nah,&lt;/em&gt; identik dengan &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt;, maka indikator demikian pun menjadi umpan balik penting bagi langkah-langkah penguatan klaster industri [sekali lagi tentu kembali kepada nilai-nilai yang ingin kita bangun]. Para pelaku bisnis dan pemerintah serta para pemangku kepentingan lainnya &lt;em&gt;(stakeholders)&lt;/em&gt; perlu duduk bersama untuk mengevaluasi, dan kemudian merumuskan serta menyepakati langkah ke depan yang perlu diambil.&lt;br /&gt;Sampai bagian ini, mungkin masih ada yang terheran-heran atau &lt;em&gt;gregetan . . kok&lt;/em&gt; ”muter-muter” sih penjelasannya, pakai analogi segala?&lt;br /&gt;Kalau ingin bahasan ”serius” tentang klaster industri, &lt;em&gt;ya &lt;/em&gt;silahkan baca literaturnya. Banyak yang dapat diakses di internet. Kemudian, kita dapat berdiskusi lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Quiz :&lt;/em&gt; kira-kira &lt;a href="http://klaster-industri.blogspot.com/"&gt;&lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; ini&lt;/a&gt;, dengan &lt;a href="http://tatang-taufik.blogspot.com/"&gt;&lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; ini&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://sistem-inovasi.blogspot.com/"&gt;&lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; ini&lt;/a&gt; serta &lt;a href="http://sisteminovasi.wordpress.com/"&gt;&lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; ini &lt;/a&gt;memiliki keterkaitan dan bermanfaat atau tidak ya? Silahkan dikomentari.&lt;br /&gt;Sementara itu, saya mengerjakan tugas-tugas lain sembari menikmati secangkir kopi hitam . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;/span&gt;</content><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/feeds/4923431028000706580/comments/default" rel="replies" title="Posting Komentar" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4838513956380415356/4923431028000706580" rel="replies" title="13 Komentar" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/4923431028000706580" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/4923431028000706580" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/2009/01/klaster-industri-google-pagerank-alexa.html" rel="alternate" title="Klaster Industri : Google Pagerank, Alexa Traffic, Link Popularity . . . dan Kopi Hitam" type="text/html"/><author><name>Tatang Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09644344117897942092</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvyZ7vBCPPNG_MfefxldQzGiuvS2LIXggrcb5XMvA05LR7-rVVSdCyTFQkoyJ-z3iA1YyDXTbHDHeoGUFnf4gzbAjdAwxXo6pa6_aOnRWopxrA2J0jFxUSQn8JGJQ-S3I/s113/Tatang-1.jpg" width="26"/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4838513956380415356.post-6593517565385493985</id><published>2008-12-29T04:51:00.011+07:00</published><updated>2008-12-29T05:11:39.872+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kebijakan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="klaster industri"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="konsep"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="teori"/><title type="text">Pemikiran di Balik Klaster Industri : Bagian Akhir</title><content type="html">Pada &lt;a href="http://klaster-industri.blogspot.com/2008/12/pemikiran-di-balik-klaster-industri_19.html"&gt;&lt;em&gt;posting&lt;/em&gt; sebelumnya&lt;/a&gt;, saya telah membahas 3 (tiga) teori/konsep tentang klaster industri, yaitu: &lt;strong&gt;lingkungan inovasi, persaingan atau kompetisi kooperatif &lt;em&gt;(cooperative competition),&lt;/em&gt; &lt;/strong&gt;dan &lt;strong&gt;persaingan antarindustri &lt;em&gt;(interfirm rivalry)&lt;/em&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lanjutkan diskusi tentang beberapa pemikiran/konsep di balik klaster industri. Dalam artikel ini, saya sampaikan ringkasan dua konsep terakhir tentang klaster industri, yaitu &lt;em&gt;&lt;strong&gt;path dependence&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; dan ”&lt;strong&gt;efisiensi kolektif” &lt;em&gt;(collective efficiency)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. &lt;em&gt;Path Dependence&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Model-model polarisasi, &lt;em&gt;core-periphery,&lt;/em&gt; dan kausalitas kumulatif semuanya merujuk kepada kecenderungan yang akan lebih memperkuat bagi daerah untuk terus maju atau mundur.&lt;br /&gt;Jika teori neoklasik mengasumsikan &lt;em&gt;constant returns&lt;/em&gt;, yang tidak memberi ruang bagi eksternalitas (mendominasi pandangan atas pandangan mainstream pertumbuhan daerah hingga tahun 1980-an), maka teori pertumbuhan baru &lt;em&gt;(new growth theory)&lt;/em&gt; mengasumsikan kemungkinan peran &lt;em&gt;increasing returns&lt;/em&gt;. Teori pertumbuhan baru memandang bahwa suatu keunggulan komparatif yang terbentuk di suatu daerah atau negara (apakah karena faktor “kebetulan,” distribusi sumber daya alam, ataupun fenomena yang bersifat non perilaku) akan sangat mungkin menguat sebagai akibat dari eksternalitas ekonomi.&lt;br /&gt;Dalam ekonomi internasional yang “baru” pun, faktor &lt;em&gt;increasing returns&lt;/em&gt; dalam perdagangan berimplikasi pada kemungkinan pola perkembangan yang sangat terkonsentrasi secara geografis, termasuk perbedaan dalam pendapatan dan penyerapan kerja antar daerah. Eksternalitas yang berkaitan dengan pengetahuan sangat mungkin menjadi fenomena &lt;em&gt;lock-in effect&lt;/em&gt;, yang membuat suatu daerah mempunyai kelebihan dalam bidang tertentu (yang didukung oleh pengetahuan terkait yang berkembang) dibanding dengan daerah lainnya. Bagaimana kemungkinan hal ini terjadi ataupun berlanjut nampaknya lebih merupakan persoalan empiris.&lt;br /&gt;Istilah &lt;em&gt;path dependence&lt;/em&gt; dalam hal ini mengacu kepada keadaan umum di mana pilihan teknologi, walaupun nampaknya tidak efisien, &lt;em&gt;inferior,&lt;/em&gt; ataupun yang &lt;em&gt;suboptimal&lt;/em&gt;, akan mendominasi alternatif/pilihan lainnya dan akan “memperkuat” terus &lt;em&gt;(self-reinforcing)&lt;/em&gt;, walaupun ini tak berarti bahwa dengan upaya intervensi yang cukup signifikan, hal tersebut tak dapat diubah.&lt;br /&gt;Diskusi tentang papan ketik &lt;em&gt;(keyboard)&lt;/em&gt; dengan model QWERTY (sejak penemuan awal hingga era komputer kini), atau industri karpet di Dalton, Georgia (Amerika Serikat) adalah di antara beberapa contoh “klasik” akan hal ini. Walaupun tidak ada lembaga riset tentang teknologi karpet di perguruan tinggi setempat, tak ada produsen karpet dan tidak sejarah pembuat karpet di antara pekerja setempat, namun skala ekonomi dan eksternalitas dinilai telah memperkuatnya dan membuat Dalton menjadi pemimpin dalam produksi karpet. &lt;em&gt;Path dependence&lt;/em&gt; dinilai mempunyai implikasi geografis yang jelas karena kenyataannya bisnis (menurut kaidah umum) akan berklaster dalam ruang.&lt;br /&gt;Meyer-Stamer (1998) mengungkapkan, karena teknologi bisa bersifat path dependent, maka lintasan &lt;em&gt;(trajectory)&lt;/em&gt; dari perkembangan daerah juga dapat bersifat &lt;em&gt;path dependent&lt;/em&gt;. Hal ini nampaknya juga berimplikasi pada pentingnya bagi suatu daerah untuk memiliki kepeloporan (sebagai &lt;em&gt;first-mover&lt;/em&gt;) untuk dapat berhasil dalam proses pembangunan.&lt;br /&gt;Beberapa bukti empiris di Tanah Air juga mengindikasikan bahwa daerah-daerah tertentu mempunyai kelebihan dari daerah lainnya dalam bidang tertentu, yang dilandasi oleh pengetahuan/keterampilan spesifik terkait, yang berkembang dari waktu ke waktu. Walaupun, karena proses inovasi yang relatif lambat (misalnya karena relatif rendahnya tingkat pendidikan) dan/atau faktor lainnya, hal ini tak selalu menjadi keunggulan daerah yang terus terpelihara. Daerah lain seringkali dapat “meniru” dan bahkan mengungguli apa yang sebelumnya menjadi kelebihan suatu daerah (yang ditirunya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Efisiensi Kolektif &lt;em&gt;(Collective Efficiency)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Selain kelima hal yang telah disampaikan, Schmitz (1997) adalah di antara yang menelaah faktor/isu “lain” sehubungan dengan klaster industri. Ia menekankan adanya “efisiensi kolektif” &lt;em&gt;(collective efficiency)&lt;/em&gt; dari suatu klaster industri yang berkontribusi pada keunggulan daya saing perusahaan. Artinya, perusahaan-perusahan dan organisasi terkait lainnya dapat termotivasi oleh ekspektasi adanya efisiensi kolektif yang dapat/akan diperolehnya jika “bergabung” dalam suatu klaster industri tertentu.&lt;br /&gt;Efisiensi kolektif ini teridiri atas dua aspek dan kombinasi dari keduanya akan beragam antara suatu klaster dengan lainnya dan juga berkembang dari waktu ke waktu, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ekonomi eksternal lokal/setempat &lt;em&gt;(local external economies) &lt;/em&gt;: yang berkaitan dengan manfaat ekonomi yang muncul dari terkonsentrasinya perusahaan di suatu tempat/wilayah geografis. Ini bersifat insidental (tidak direncanakan), dan “pasif.”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tindakan/aktivitas bersama &lt;em&gt;(joint action) &lt;/em&gt;: yang berkaitan dengan manfaat yang diperoleh akibat upaya yang dengan sadar direncanakan dan dilakukan bersama oleh anggota klaster. Elemen ini merupakan elemen yang sengaja direncanakan dan adakalanya disebut elemen “aktif.”&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Kedua aspek tersebut dapat memberikan dampak, baik yang bersifat statik maupun dinamik, yang akan mempengaruhi bagaimana perkembangan suatu klaster dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang baik, saya telah selesai menyampaikan keenam teori/konsep utama tentang klaster industri secara sangat ringkas dalam &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; ini.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Untuk rujukan dan/atau diskusi lebih lanjut, silahkan tinggalkan pesan dalam kotak komentar atau kunjungi &lt;a href="http://tatang-taufik.blogspot.com/"&gt;&lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; opini pribadi saya&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;</content><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/feeds/6593517565385493985/comments/default" rel="replies" title="Posting Komentar" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4838513956380415356/6593517565385493985" rel="replies" title="17 Komentar" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/6593517565385493985" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/6593517565385493985" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/2008/12/pemikiran-di-balik-klaster-industri_29.html" rel="alternate" title="Pemikiran di Balik Klaster Industri : Bagian Akhir" type="text/html"/><author><name>Tatang Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09644344117897942092</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvyZ7vBCPPNG_MfefxldQzGiuvS2LIXggrcb5XMvA05LR7-rVVSdCyTFQkoyJ-z3iA1YyDXTbHDHeoGUFnf4gzbAjdAwxXo6pa6_aOnRWopxrA2J0jFxUSQn8JGJQ-S3I/s113/Tatang-1.jpg" width="26"/></author><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4838513956380415356.post-4600027454736619605</id><published>2008-12-19T23:10:00.011+07:00</published><updated>2008-12-21T05:05:54.640+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kebijakan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="klaster industri"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="konsep"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pemikiran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="teori"/><title type="text">Pemikiran di Balik Klaster Industri : Bagian 2</title><content type="html">Artikel ini merupakan kelanjutan dari &lt;a href="http://klaster-industri.blogspot.com/2008/12/pemikiran-di-balik-klaster-industri.html"&gt;&lt;em&gt;posting&lt;/em&gt; sebelumnya&lt;/a&gt;. Saya akan melanjutkan diskusi tentang pemikiran/konsep di balik klaster industri dengan menyampaikan secara singkat 3 (tiga) konsep, yaitu lingkungan inovasi, kompetisi kooperatif, dan persaingan/rivalitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Lingkungan Inovasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana disampaikan oleh Roelandt dan den Hertog (1999, h.1), dalam perkembangan teori inovasi, perilaku dan aliansi strategis antar perusahaan, dan interaksi serta pertukaran pengetahuan antara perusahaan, lembaga-lembaga riset, perguruan tinggi dan lembaga lainnya telah menjadi “pusat” dari analisis proses inovasi. &lt;span id="fullpost"&gt; Inovasi dan peningkatan &lt;em&gt;(upgrading)&lt;/em&gt; kapasitas produktif dipandang sebagai suatu proses sosial yang dinamis yang acapkali berhasil berkembang dalam suatu jaringan di mana interaksi intensif terjadi antara pelaku yang “menghasilkan/menyediakan” pengetahuan dan pelaku yang “membeli dan menggunakan” pengetahuan. &lt;br /&gt;Sehubungan dengan itu, klaster industri sering dinilai sebagai alat kebijakan yang penting yang terkait dengan sistem inovasi nasional.&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4838513956380415356#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Pandangan Lundvall (1992) tentang sistem inovasi nasional menekankan pentingnya kapabilitas pembelajaran &lt;em&gt;(learning capability)&lt;/em&gt; dari perusahaan, lembaga-lembaga dan masyarakat pengetahuan.&lt;br /&gt;Klaster dan jaringan industri akan berperan sebagai mekanisme bagi pertukaran pengetahuan dan informasi, terutama bagi elemen terpentingnya yang justru (dipandang) sebagai bagian yang tak “terkodifikasi &lt;em&gt;(codified)&lt;/em&gt;” atau bersifat &lt;em&gt;tacit&lt;/em&gt; (lekat dengan orang dan/ atau kelembagaan). Pengetahuan yang &lt;em&gt;tacit&lt;/em&gt; semakin penting seiring dengan cepatnya perubahan lingkungan ekonomi global. Pertukaran pengetahuan demikian terjadi antar multipihak, termasuk lembaga non bisnis. Karakteristik lingkungan setempat (daerah) yang mendukung terjadi interaksi multipihak untuk pertukaran pengetahuan dan informasi demikin akan memiliki keunggulan bagi perkembangan inovasi dibanding dengan daerah lainnya yang tidak. Seperti misalnya diungkapkan Saxenian (1994), bahwa perbedaan yang terjadi antara &lt;em&gt;Silicon Valley&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Route 128&lt;/em&gt; adalah akibat faktor modal sosial.&lt;br /&gt;Pandangan lain tentang ini adalah “teori” tentang “lingkungan inovatif (innovative milieu)” Maillat (lihat misalnya Fromhold-Eisebith, 2002). Lingkungan &lt;em&gt;(milieu)&lt;/em&gt; lebih merupakan tatanan yang mampu memprakarsai suatu proses sinergis. Pendekatan innovative/creative milieu mengasumsikan suatu endowment (anugerah) kelembagaan daerah yang baik dalam bentuk perguruan tinggi, laboratorium riset, lembaga-lembaga pendukung publik, beberapa perusahaan dan faktor lainnya sebagai prasyarat perlu, berfokus pada kekuatan-kekuatan utama yang mendorong lembaga-lembaga tersebut benar-benar berinteraksi dan terkoordinasi sedemikian sehingga membawa kepada hasil yang positif di daerah, utamanya perusahaan-perusahaan yang inovatif.&lt;br /&gt;Seperti dikutip oleh Fromhold-Eisebith (2002) dari Camagni (1991), &lt;em&gt;GREMI (the Groupe de Recherche Europeen sur les Milieux Innovateurs)&lt;/em&gt; mendefinisikan &lt;em&gt;innovative milieu&lt;/em&gt; sebagai “sehimpunan atau jaringan komplek terutama dari hubungan-hubungan sosial informal pada suatu area geografis terbatas, yang seringkali menentukan “citra” khusus tertentu di luar (eksternal) dan suatu “perwakilan/representasi” khusus serta rasa kepemilikan &lt;em&gt;(sense of belonging)&lt;/em&gt; di dalam (internal), yang meningkatkan kapabilitas inovatif setempat (lokal) melalui proses pembelajaran kolektif dan sinergis. Dalam konsep ini ada tiga elemen utama yang menandai &lt;em&gt;innovative milieu,&lt;/em&gt; yaitu: hubungan pelaku yang efektif dalam suatu kerangka daerah; kontak sosial yang meningkatkan proses pembelajaran; dan citra dan rasa memiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Kompetisi Kooperatif&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan ini, perusahaan yang bersaing satu dengan lainnya akan berusaha mencarai cara untuk dapat bekerjasama dalam pengembangan produk ataupun merebut pasar. Pola kerjasama biasanya didasarkan atas kepercayaan, ikatan keluarga, dan tradisi, seperti dijumpai dalam industrial district di &lt;em&gt;Third Italy&lt;/em&gt;. Belakangan, keterikatan sosial &lt;em&gt;(social embeddedness)&lt;/em&gt; nampaknya banyak melandasi perkembangan konsep tersebut. Fenomena ini nampaknya jarang dijumpai di luar literatur &lt;em&gt;industrial district&lt;/em&gt; (Bergman dan Feser, 1999). Di Indonesia pun, fenomena demikian nampaknya lebih mungkin dijumpai di sentra-sentra industri kecil, yang secara historis telah berkembang lama (turun-temurun dari suatu generasi ke generasi berikut) dan “keterikatan” sosial dan kultural antar pelaku telah menjadi bagian sangat penting dari komunitas sentra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Persaingan/Rivalitas &lt;em&gt;(Rivalry)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Serupa dengan tema dalam &lt;em&gt;industrial district&lt;/em&gt;, konsep ini memandang bahwa persaingan (karena struktur industri dan/ataupun semangat berkompetisi dari perusahaan dalam industri) akan sangat mempengaruhi pembelajaran, inovasi dan kewirausahaan, yang akan membentuk pola perkembangan ekonomi daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bersambung.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Catatan :&lt;br /&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4838513956380415356#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;&lt;em&gt;[1]&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt; Sebagian cenderung menggunakan istilah “sistem nasional inovasi.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk rujukan dan/atau diskusi lebih lanjut, silahkan kunjungi blog pribadi saya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/feeds/4600027454736619605/comments/default" rel="replies" title="Posting Komentar" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4838513956380415356/4600027454736619605" rel="replies" title="2 Komentar" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/4600027454736619605" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/4600027454736619605" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/2008/12/pemikiran-di-balik-klaster-industri_19.html" rel="alternate" title="Pemikiran di Balik Klaster Industri : Bagian 2" type="text/html"/><author><name>Tatang Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09644344117897942092</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvyZ7vBCPPNG_MfefxldQzGiuvS2LIXggrcb5XMvA05LR7-rVVSdCyTFQkoyJ-z3iA1YyDXTbHDHeoGUFnf4gzbAjdAwxXo6pa6_aOnRWopxrA2J0jFxUSQn8JGJQ-S3I/s113/Tatang-1.jpg" width="26"/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4838513956380415356.post-687591028464141068</id><published>2008-12-14T06:00:00.011+07:00</published><updated>2008-12-21T05:04:53.044+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kebijakan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="klaster industri"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="konsep"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pemikiran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="teori"/><title type="text">Pemikiran di Balik Klaster Industri</title><content type="html">&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Berkaitan dengan tulisan-tulisan sebelumnya di blog ini, dalam artikel ini saya akan menyampaikan secara singkat beberapa pemikiran/teori yang melatarbelakangi klaster industri. Untuk hal/bahan terkait, silahkan membaca pula beberapa artikel di &lt;a href="http://tatang-taufik.blogspot.com/"&gt;blog opini pribadi saya &lt;/a&gt;. . . &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara beberapa hal yang sebenarnya sangat mendasar dalam konsep klaster industri dan membedakan satu konsep dengan konsep lainnya adalah dimensi/aspek rantai nilai &lt;em&gt;(value chain)&lt;/em&gt;. Dengan pertimbangan dimensi rantai nilai, secara umum terdapat dua pendekatan klaster industri dalam literatur, yaitu: &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Beberapa literatur, terutama yang berkembang terlebih dahulu dan lebih menyoroti aspek aglomerasi, merupakan pendekatan berdasarkan pada (menekankan pada) aspek keserupaan &lt;em&gt;(similarity)&lt;/em&gt; sehimpunan aktivitas bisnis. Dalam hal ini misalnya, sentra industri/bisnis, &lt;em&gt;industrial district&lt;/em&gt;, dan sejenisnya yang mempunyai “keserupaan” aktivitas bisnis dianggap sebagai suatu klaster industri;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beberapa literatur yang berkembang dewasa ini, termasuk yang ditekankan oleh Porter, merupakan pendekatan yang lebih menyoroti “keterkaitan” &lt;em&gt;(interdependency)&lt;/em&gt; atau rantai nilai sehimpunan aktivitas bisnis. Dalam pandangan ini, sentra industri/ bisnis dan/atau &lt;em&gt;industrial district&lt;/em&gt; pada dasarnya merupakan bagian integral dari jalinan rantai nilai sebagai suatu klaster industri.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Pendekatan rantai nilai dinilai “lebih sesuai” terutama dalam konteks peningkatan daya saing, pengembangan sistem inovasi (nasional/daerah), prakarsa pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan/teknologi atau tema sejenisnya, dan bukan “sekedar” upaya memperoleh “ekonomi aglomerasi” karena terkonsentrasinya aktivitas bisnis yang serupa.&lt;br /&gt;Bahasan dalam &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; ini selanjutnya lebih menekankan pendekatan yang kedua. Hal yang penting dari pendekatan kedua ini adalah asumsi bahwa untuk berhasil, perusahaan tidak dapat bekerja sendiri secara terisolasi. Identik dengan ini adalah bahwa inovasi seringkali muncul dari interaksi multi pihak.&lt;br /&gt;Tanpa maksud memperdebatkan pandangan mana yang paling benar, yang tentu saja bukan maksud dari penulisan di &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; ini, berikut disajikan secara singkat beberapa teori/konsep yang terkait dengan klaster industri.&lt;br /&gt;Sejauh ini harus diakui bahwa tidaklah mudah untuk menentukan skema pengorganisasian dan keterkaitan antar teori/konsep yang berkembang menyangkut klaster industri. Diskusi tentang teori/konsepsi klaster industri terus berkembang, terutama dewasa ini.&lt;br /&gt;Dalam &lt;em&gt;blog&lt;/em&gt; ini, saya sampaikan 6 (enam) “teori” yang melatarbelakangi tentang klaster industri. Bergman dan Feser (1999) mengungkapkan bahwa setidaknya ada 5 (lima) konsep teoritis utama yang mendukung literatur tentang klaster industri daerah, yaitu: &lt;strong&gt;&lt;em&gt;external economies,&lt;/em&gt; lingkungan inovasi, persaingan atau kompetisi kooperatif &lt;em&gt;(cooperative competition),&lt;/em&gt; persaingan antar industri &lt;em&gt;(interfirm rivalry)&lt;/em&gt;,&lt;/strong&gt; dan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;path dependence&lt;/strong&gt;.&lt;/em&gt; Selain itu, pendekatan yang keenam adalah yang dikenal dengan &lt;strong&gt;efisiensi kolektif &lt;em&gt;(collective efficiency)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, yang juga akan saya sampaikan secara singkat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalau saya "sederhanakan," maka keenam teori tersebut adalah seperti ditunjukkan pada gambar berikut. Selanjutnya masing-masing teori tersebut akan saya sampaikan satu per satu.&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgblefi4EBNzg68AfGfpJuXsEwVVga2BKjZ1LQlqtwHlLVik-JEMh1UQQvyLzN6vYzCM_bL7rcayaXhuwDbc6Im7U-b0qpSCgqKJ6-ZW8QFMLtmW-BWCffvSxcc-WjeDJH6erqDIf7gVdSx/s1600-h/Rangkuman+Konsep+Klaster+Industri+dan+Kemanfaatannya.png"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279416471329028754" style="WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgblefi4EBNzg68AfGfpJuXsEwVVga2BKjZ1LQlqtwHlLVik-JEMh1UQQvyLzN6vYzCM_bL7rcayaXhuwDbc6Im7U-b0qpSCgqKJ6-ZW8QFMLtmW-BWCffvSxcc-WjeDJH6erqDIf7gVdSx/s320/Rangkuman+Konsep+Klaster+Industri+dan+Kemanfaatannya.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Eksternalitas Ekonomi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Secara umum ada dua pendekatan konseptual dalam literatur untuk memahami manfaat terkonsentrasinya perusahaan dalam ruang geografis tertentu, yaitu: &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Teori lokasi industri (yang bertumpu pada karya Weber dan Hoover di tahun 1930-an), di mana manfaat yang diperoleh sering disebut ekonomi aglomerasi, dan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Teori Marshal yang diawali analisis eksternalitas ekonomi dan kehadirannya dalam “kawasan industri &lt;em&gt;(industrial district)&lt;/em&gt;” &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Keduanya lebih menekankan pada eksternalitas statik atau dinamik (dari sumber eksternalitas tersebut), dan tidak memberikan perhatian khusus pada perbedaan antara eksternalitas keuangan atau teknologis.&lt;br /&gt;Teori lokasi industri Weber mengidentifikasi ekonomi aglomerasi, yaitu penghematan biaya yang dinikmati oleh perusahaan-perusahaan akibat dari meningkatnya konsentrasi secara spasial, sebagai salah satu dari tiga sebab utama pengelompokan spasial atau aglomerasi. Sebab-sebab tersebut merupakan eksternalitas ekonomi yang bersifat internal. Hoover selanjutnya memperkenalkan ekonomi lokalisasi dan urbanisasi. Belakangan penekanan atas keuntungan dari jarak kedekatan &lt;em&gt;(proximity)&lt;/em&gt; antar perusahaan, ketersediaan dan penggunaan fasilitas perbaikan yang terspesialisasi, infrastruktur bersama, berkurangnya risiko dan ketidakpastian bagi para wirausahawan, dan informasi yang lebih baik, diidentifikasi sebagai faktor penting dari aglomerasi.&lt;br /&gt;Sementara itu, teori Marshall mendefinisikan eksternalitas ekonomi sebagai penghematan biaya bagi perusahaan karena ukuran atau pertumbuhan output dalam industri secara umum. Eksternalitas ekonomi yang bersifat eksternal ini merupakan eksternalitas spasial, yaitu dampak samping ekonomi dari kedekatan jarak antara para pelaku ekonomi. Bentuknya bisa bersifat positif atau negatif, statik ataupun dinamik, keuangan ataupun teknologis. Faktor statik bersifat dua arah (peningkatan atau pengurangan), sementara yang dinamik adalah yang berkaitan dengan kemajuan teknologi, meningkatnya spesialisasi, dan pembagian kerja yang menyertai atau mendorong pertumbuhan dan pembangunan.&lt;br /&gt;Krugman (1991) menelaah lokalisasi produksi industri dan mengidentifikasi tiga alasan lokalisasi tersebut, yaitu: &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Penghimpunan pasar tenaga kerja &lt;em&gt;(labour market pooling) &lt;/em&gt;: konsentrasi sektoral and geografis menciptakan sehimpunan keterampilan yang terspesialisasi yang menguntungkan baik bagi tenaga kerja maupun perusahaan. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Input antara &lt;em&gt;(intermediate inputs)&lt;/em&gt; : klaster perusahaan memungkinkan adanya dukungan dari pemasok input dan jasa-jasa yang lebih terspesialisasi. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Spillover &lt;/em&gt;teknologi &lt;em&gt;(technological spillovers) &lt;/em&gt;: “klasterisasi/pengklasteran” memfasilitasi difusi &lt;em&gt;know how&lt;/em&gt; dan gagasan secara cepat. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Dalam konteks eksternalitas ekonomi statik, perusahaan umumnya cenderung mengelompok dengan perusahaan lain yang erat dengan kepentingannya. Seperti disampaikan oleh Bergman dan Feser (1999), studi klaster industri sangat berkepentingan dengan eksternalitas ekonomi dinamik, terutama yang berkaitan dengan pembelajaran &lt;em&gt;(learning)&lt;/em&gt;, inovasi, dan meningkatnya spesialisasi. Dalam konteks ini Marshall merujuk keuntungan dari suatu “kawasan” &lt;em&gt;(district)&lt;/em&gt; yang dapat dinikmati perusahaan akibat dari ketersediaan tenaga kerja terampil, kesempatan yang lebih baik untuk berspesialisasi intensif, dan difusi informasi dan pengetahuan yang bersifat spesifik industri &lt;em&gt;(knowledge spillover)&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di balik dinamika tersebut bukanlah semata ukuran “kawasan,” tetapi juga faktor sosial, kultural dan politis, termasuk rasa saling-percaya &lt;em&gt;(trust)&lt;/em&gt;, kebiasaan bisnis, ikatan sosial, dan pertimbangan kelembagaan lainnya. Analisis Marshall ini memberikan pemahaman awal tentang bagaimana hubungan bisnis pada tingkat mikro dapat mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan daerah, dan berkaitan dengan pemikiran Porter tentang faktor struktur, strategi dan persaingan perusahaan dalam analisisnya. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bersambung . . .&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/feeds/687591028464141068/comments/default" rel="replies" title="Posting Komentar" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4838513956380415356/687591028464141068" rel="replies" title="5 Komentar" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/687591028464141068" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/687591028464141068" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/2008/12/pemikiran-di-balik-klaster-industri.html" rel="alternate" title="Pemikiran di Balik Klaster Industri" type="text/html"/><author><name>Tatang Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09644344117897942092</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvyZ7vBCPPNG_MfefxldQzGiuvS2LIXggrcb5XMvA05LR7-rVVSdCyTFQkoyJ-z3iA1YyDXTbHDHeoGUFnf4gzbAjdAwxXo6pa6_aOnRWopxrA2J0jFxUSQn8JGJQ-S3I/s113/Tatang-1.jpg" width="26"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgblefi4EBNzg68AfGfpJuXsEwVVga2BKjZ1LQlqtwHlLVik-JEMh1UQQvyLzN6vYzCM_bL7rcayaXhuwDbc6Im7U-b0qpSCgqKJ6-ZW8QFMLtmW-BWCffvSxcc-WjeDJH6erqDIf7gVdSx/s72-c/Rangkuman+Konsep+Klaster+Industri+dan+Kemanfaatannya.png" width="72"/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4838513956380415356.post-6834393482917355820</id><published>2008-12-11T03:56:00.008+07:00</published><updated>2008-12-21T05:07:44.384+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bahan klaster industri"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="definisi"/><title type="text">Apa Itu Klaster Industri ? (2)</title><content type="html">Melanjutkan &lt;a href="http://klaster-industri.blogspot.com/2008/12/apa-itu-klaster-industri.html"&gt;&lt;em&gt;posting&lt;/em&gt; sebelumnya&lt;/a&gt;, jika saya ringkas sebenarnya yang dimaksud dengan “klaster industri” adalah kelompok industri spesifik yang dihubungkan oleh jaringan mata rantai proses penciptaan/peningkatan nilai tambah. Kelompok industri spesifik tersebut merupakan jaringan dari sehimpunan industri yang saling terkait (biasanya disebut dengan &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;industri inti/&lt;em&gt;core industries&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; – yang menjadi “fokus perhatian,” &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;industri pendukungnya/&lt;em&gt;supporting industries&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;industri terkait/&lt;em&gt;related industries&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;), &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;pihak/lembaga yang menghasilkan pengetahuan/ teknologi&lt;/span&gt; (termasuk perguruan tinggi dan lembaga penelitian, pengembangan dan rekayasa/litbangyasa), institusi yang berperan &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;menjembatani/&lt;em&gt;bridging institutions&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; (misalnya &lt;em&gt;broker&lt;/em&gt; dan konsultan), serta &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;pembeli&lt;/span&gt;, yang dihubungkan satu dengan lainnya dalam &lt;span style="color:#009900;"&gt;rantai proses peningkatan nilai &lt;em&gt;(value adding production chain)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Dalam pengertian ini, industri “inti, pendukung, atau terkait” sebenarnya sama pentingnya. Istilah tersebut lebih menunjukkan “peran” setiap industri - bukan menunjukkan yang satu lebih penting dari yang lain. &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di sini, juga perlu dipahami bahwa pelaku dengan beragam skala usaha (kecil, menengah, besar) berperan pada posisi masing-masing yang paling tepat – dan tidak untuk “mendiskriminasikan” dan/atau mengasumsikan praktik-praktik &lt;em&gt;predatory business&lt;/em&gt; [saling “mematikan”].&lt;br /&gt;Untuk memudahkan, gambar berikut mengilustrasikan pengertian tentang klaster industri.&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjwZUsdAWkDjbONBlfuNE-mxPbYTCBFiQr8IEWV3Ge_6ULy2fpNwn6HYMKAW729Z1uSqaXz0450tSLFI_8vEGuAH5_W9fwa2dZp35490NNpITe2_xpluFls6ISkkD3AESv6CU61jfRbLZk/s1600-h/klaster.png"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278270394632214562" style="WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjwZUsdAWkDjbONBlfuNE-mxPbYTCBFiQr8IEWV3Ge_6ULy2fpNwn6HYMKAW729Z1uSqaXz0450tSLFI_8vEGuAH5_W9fwa2dZp35490NNpITe2_xpluFls6ISkkD3AESv6CU61jfRbLZk/s320/klaster.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAFMXxmCJZvd7zklmeG7nFgMnOvJnG7ZyESBa_PMI3hgKvdreajzYo0mAHQouBoK6dZ41VFSkNBzfTSsyXB1x2_ooyu7jxZT35kkuRwtEzXS3GxKq57R0w6TQNRL5XzZhI4vRtqAC3bFvg/s1600-h/Contoh+Template+KI.png"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278269919991902050" style="WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAFMXxmCJZvd7zklmeG7nFgMnOvJnG7ZyESBa_PMI3hgKvdreajzYo0mAHQouBoK6dZ41VFSkNBzfTSsyXB1x2_ooyu7jxZT35kkuRwtEzXS3GxKq57R0w6TQNRL5XzZhI4vRtqAC3bFvg/s320/Contoh+Template+KI.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman bersama tentang klaster industri tertentu dapat membantu persoalan yang dihadapi dan bagaimana para pelaku bisnis beserta pemangku kepentingan &lt;em&gt;(stakeholders)&lt;/em&gt; mencari solusi terbaik bersama, baik melalui &lt;em&gt;self-organization&lt;/em&gt; maupun intervensi efektif dari pemerintah.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan bermanfaat.&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/feeds/6834393482917355820/comments/default" rel="replies" title="Posting Komentar" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4838513956380415356/6834393482917355820" rel="replies" title="2 Komentar" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/6834393482917355820" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/6834393482917355820" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/2008/12/apa-itu-klaster-industri-2.html" rel="alternate" title="Apa Itu Klaster Industri ? (2)" type="text/html"/><author><name>Tatang Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09644344117897942092</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvyZ7vBCPPNG_MfefxldQzGiuvS2LIXggrcb5XMvA05LR7-rVVSdCyTFQkoyJ-z3iA1YyDXTbHDHeoGUFnf4gzbAjdAwxXo6pa6_aOnRWopxrA2J0jFxUSQn8JGJQ-S3I/s113/Tatang-1.jpg" width="26"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjwZUsdAWkDjbONBlfuNE-mxPbYTCBFiQr8IEWV3Ge_6ULy2fpNwn6HYMKAW729Z1uSqaXz0450tSLFI_8vEGuAH5_W9fwa2dZp35490NNpITe2_xpluFls6ISkkD3AESv6CU61jfRbLZk/s72-c/klaster.png" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4838513956380415356.post-5093320798923437380</id><published>2008-12-07T19:50:00.001+07:00</published><updated>2008-12-07T19:51:36.381+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="iedul adha"/><title type="text">Selamat Iedul Adha 1429H</title><content type="html">&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Mengucapkan Selamat Iedul Adha 1429H.&lt;br /&gt;Mohon maaf lahir dan bathin.&lt;br /&gt;Semoga Allah swt, mengampuni semua kesalahan dan dosa kita, dan menerima amal-ibadah kita. Amien . . .&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://tatang-taufik.blogspot.com/"&gt;http://tatang-taufik.blogspot.com&lt;/a&gt;</content><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/feeds/5093320798923437380/comments/default" rel="replies" title="Posting Komentar" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4838513956380415356/5093320798923437380" rel="replies" title="0 Komentar" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/5093320798923437380" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/5093320798923437380" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/2008/12/selamat-iedul-adha-1429h.html" rel="alternate" title="Selamat Iedul Adha 1429H" type="text/html"/><author><name>Tatang Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09644344117897942092</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvyZ7vBCPPNG_MfefxldQzGiuvS2LIXggrcb5XMvA05LR7-rVVSdCyTFQkoyJ-z3iA1YyDXTbHDHeoGUFnf4gzbAjdAwxXo6pa6_aOnRWopxrA2J0jFxUSQn8JGJQ-S3I/s113/Tatang-1.jpg" width="26"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4838513956380415356.post-84386854069918467</id><published>2008-12-06T19:55:00.008+07:00</published><updated>2008-12-21T05:08:48.391+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="definisi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="klaster industri"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="terminologi"/><title type="text">Apa Itu Klaster Industri?</title><content type="html">Istilah “klaster &lt;em&gt;(cluster)&lt;/em&gt;” mempunyai pengertian harfiah sebagai kumpulan, kelompok, himpunan, atau gabungan obyek tertentu yang memiliki keserupaan atau atas dasar karakteristik tertentu. Dalam konteks ekonomi/bisnis, “klaster industri &lt;em&gt;(industrial cluster)&lt;/em&gt;”&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4838513956380415356#_ftn1" name="_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; merupakan terminologi yang mempunyai pengertian khusus tertentu. Walaupun begitu, dalam literatur, istilah “klaster industri” diartikan dan digunakan secara beragam. Berikut adalah beberapa contoh definisi klaster industri.&lt;br /&gt;Klaster industri adalah: &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Kumpulan/kelompok bisnis dan industri yang terkait melalui suatu rantai produk umum, ketergantungan atas keterampilan tenaga kerja yang serupa, atau penggunaan teknologi yang serupa atau saling komplementer (OECD, 2000);&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Kelompok industri dengan focal/core industry yang saling berhubungan secara intensif dan membentuk partnership, baik dengan supporting industry maupun related industry (Deperindag, 2000);&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Konsentrasi geografis dari perusahaan dan industri yang saling berkompetisi, komplementer, atau saling terkait, yang melakukan bisnis satu dengan lainnya dan/atau memiliki kebutuhan serupa akan kemampuan, teknologi dan infrastruktur (Munnich Jr., et al. 1999);&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Aglomerasi dari industri yang bersaing dan berkolaborasi di suatu daerah, yang berjaringan dalam hubungan vertikal maupun horizontal, melibatkan keterkaitan pembeli-pemasok umum, dan mengandalkan landasan bersama atas lembaga-lembaga ekonomi yang terspesialisasi (EDA, 1997);&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Kelompok/kumpulan secara sektoral dan geografis dari perusahaan yang meningkatkan eksternalitas ekonomi (seperti munculnya pemasok spesialis bahan baku dan komponen, atau pertumbuhan kelompok keterampilan spesifik sektor) dan mendorong peningkatan jasa-jasa yang terspesialisasi dalam bidang teknis, administratif, dan keuangan (Ceglie dan Dini, 1999);&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Hubungan erat yang mengikat perusahaan-perusahaan dan industri tertentu secara bersama dalam beragam aspek perilaku umum, seperti misalnya lokasi geografis, sumber-sumber inovasi, pemasok dan faktor produksi bersama, dan lainnya (Bergman dan Feser, 1999);&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Michael Porter mendefinisikan klaster sebagai sekumpulan perusahaan dan lembaga-lembaga terkait di bidang tertentu yang berdekatan secara geografis dan saling terkait karena “kebersamaan (commonalities) dan komplementaritas” (Porter, 1990);&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Klaster merupakan jaringan produksi dari perusahaan-perusahaan yang saling bergantungan secara erat (termasuk pemasok yang terspesialisasi), agen penghasil pengetahuan (perguruan tinggi, lembaga riset, perusahaan rekayasa), lembaga perantara/bridging institution (broker, konsultan) dan pelanggan, yang terkait satu dengan lainnya dalam suatu rantai produksi peningkatan nilai tambah (Roelandt dan den Hertog, 1998);&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Klaster merupakan suatu sistem dari keterkaitan pasar dan non pasar antara (a system of market and nonmarket links) perusahaan-perusahaan dan lembaga yang terkonsentrasi secara geografis (Abramson, 1998);&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Klaster merupakan konsentrasi perusahaan dan lembaga yang bersaing, berkolaborasi dan saling bergantung yang dihubungkan dengan suatu sistem keterkaitan pasar dan non pasar (UK DTI, 1998b, 2001).&lt;/em&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Lyon dan Atherton (2000) berpendapat bahwa terdapat tiga hal mendasar yang dicirikan oleh klaster industri, terlepas dari perbedaan struktur, ukuran ataupun sektornya, yaitu: &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Komonalitas/ Keserupaan/Kebersamaan/Kesatuan &lt;em&gt;(Commonality)&lt;/em&gt;;&lt;/strong&gt; yaitu bahwa bisnis-bisnis beroperasi dalam bidang-bidang “serupa” atau terkait satu dengan lainnya dengan fokus pasar bersama atau suatu rentang aktivitas bersama. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Konsentrasi &lt;em&gt;(Concentration)&lt;/em&gt;;&lt;/strong&gt; yaitu bahwa terdapat pengelompokan bisnis-bisnis yang dapat dan benar-benar melakukan interaksi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Konektivitas &lt;em&gt;(Connectivity)&lt;/em&gt;;&lt;/strong&gt; yaitu bahwa terdapat organisasi yang saling terkait/ bergantung (interconnected/linked/interdependent organizations) dengan beragam jenis hubungan yang berbeda.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;a title="" style="mso-footnote-id: ftn1" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=4838513956380415356#_ftnref1" name="_ftn1"&gt;&lt;em&gt;[1]&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt; Pengertian “industri” di sini mempunyai arti luas sebagai himpunan bisnis tertentu, bukan hanya industri pengolahan atau manufaktur saja. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;em&gt;Bersambung . . .&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;</content><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/feeds/84386854069918467/comments/default" rel="replies" title="Posting Komentar" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4838513956380415356/84386854069918467" rel="replies" title="4 Komentar" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/84386854069918467" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/84386854069918467" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/2008/12/apa-itu-klaster-industri.html" rel="alternate" title="Apa Itu Klaster Industri?" type="text/html"/><author><name>Tatang Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09644344117897942092</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvyZ7vBCPPNG_MfefxldQzGiuvS2LIXggrcb5XMvA05LR7-rVVSdCyTFQkoyJ-z3iA1YyDXTbHDHeoGUFnf4gzbAjdAwxXo6pa6_aOnRWopxrA2J0jFxUSQn8JGJQ-S3I/s113/Tatang-1.jpg" width="26"/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4838513956380415356.post-7058161103570982901</id><published>2008-11-23T18:55:00.012+07:00</published><updated>2008-12-21T05:15:30.806+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pengembangan klaster industri"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tahapan generik"/><title type="text">Tahapan Generik Pengembangan Klaster Industri</title><content type="html">Cukup banyak literatur yang mengupas tentang teori/konsep dan juga praktik-praktik pengembangan klaster industri, termasuk di internet. Tapi memang patut diakui bahwa mengimplementasikannya Di Indonesia pun, prakarsa pengembangan klaster industri sudah cukup banyak, sebut saja misalnya yang dilakukan oleh Bappenas, Deperin, Kementerian KUKM, KNRT, BPPT, dan lainnya. Sudah berhasilkan? Wah, yang itu silahkan ditanyakan langsung ke masing-masing pemrakarsa saja.&lt;br /&gt;Kali ini saya tidak membicarakan yang itu. Saya ingin berbagi pengalaman menyangkut “Bagaimana sebaiknya pengembangan/penguatan klaster industri tertentu dilakukan?” Meramu apa yang saya ketahui dan sedikit pelajaran di lapangan [termasuk yang dilakukan oleh banyak rekan lain], saya mengajukan cara sederhana seperti yang ditunjukkan dalam gambar berikut. &lt;span id="fullpost"&gt;  &lt;span style="color:#993399;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEZ1HaS7vfhIo-T5rEweA54eWP5nNk6VYVxpj30FGdF_6ov7Zad2HrIHQeMaqcXZRXOmZJxBXhAzRWRdYlSTZRdECBGIwftWjs-U8zBUlgNSlzF8O0jgALAOxpI6Kb0xKdvkThJhOam14g/s1600-h/Kerangka+Tahapan+Pengembangan+Klaster+Industri.png"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271823573850531250" style="WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEZ1HaS7vfhIo-T5rEweA54eWP5nNk6VYVxpj30FGdF_6ov7Zad2HrIHQeMaqcXZRXOmZJxBXhAzRWRdYlSTZRdECBGIwftWjs-U8zBUlgNSlzF8O0jgALAOxpI6Kb0xKdvkThJhOam14g/s320/Kerangka+Tahapan+Pengembangan+Klaster+Industri.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ”dekomposisi” tahapan generik pengembangan klaster industri kepada empat bagian saja, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Aktivitas awal inisiatif / prakarsa pengembangan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyusunan kerangka dan agenda pengembangan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Implementasi;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemantauan, evaluasi dan perbaikan. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="left"&gt;Mau tahu lebih lanjut tentang ini? Silahkan unduh bahan-bahan terkait di &lt;a href="http://www.scribd.com/people/documents/2109230"&gt;scribd&lt;/a&gt; atau di &lt;a href="http://www.slideshare.net/tatang.taufik"&gt;slideshare&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Salam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;</content><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/feeds/7058161103570982901/comments/default" rel="replies" title="Posting Komentar" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4838513956380415356/7058161103570982901" rel="replies" title="6 Komentar" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/7058161103570982901" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/7058161103570982901" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/2008/11/tahapan-generik-pengembangan-klaster.html" rel="alternate" title="Tahapan Generik Pengembangan Klaster Industri" type="text/html"/><author><name>Tatang Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09644344117897942092</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvyZ7vBCPPNG_MfefxldQzGiuvS2LIXggrcb5XMvA05LR7-rVVSdCyTFQkoyJ-z3iA1YyDXTbHDHeoGUFnf4gzbAjdAwxXo6pa6_aOnRWopxrA2J0jFxUSQn8JGJQ-S3I/s113/Tatang-1.jpg" width="26"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEZ1HaS7vfhIo-T5rEweA54eWP5nNk6VYVxpj30FGdF_6ov7Zad2HrIHQeMaqcXZRXOmZJxBXhAzRWRdYlSTZRdECBGIwftWjs-U8zBUlgNSlzF8O0jgALAOxpI6Kb0xKdvkThJhOam14g/s72-c/Kerangka+Tahapan+Pengembangan+Klaster+Industri.png" width="72"/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4838513956380415356.post-1061838948308487789</id><published>2008-11-22T10:47:00.003+07:00</published><updated>2008-11-22T10:53:34.829+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bahan klaster industri"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="blog"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="posting"/><title type="text">Bahan Tentang Klaster Industri</title><content type="html">Walaupun blog ini masih belum memuat banyak tulisan tentang klaster industri, beberapa tulisan dan/atau bahan paparan yang saya letakkan di &lt;a href="http://www.scribd.com/people/view/2109230-tatang-taufik"&gt;scribd&lt;/a&gt; dan di &lt;a href="http://www.slideshare.net/tatang.taufik"&gt;slideshare&lt;/a&gt; rupanya cukup banyak ditengok dan diunduh.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan itu juga indikasi bahwa beberapa materi tersebut ada gunanya.&lt;br /&gt;Jika Anda berminat menulis tentang pengetahuan ataupun pengalaman atau berbagi cerita tentang klaster industri, silahkan, Anda dapat posting di blog ini sebagai &lt;em&gt;co-author&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam</content><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/feeds/1061838948308487789/comments/default" rel="replies" title="Posting Komentar" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4838513956380415356/1061838948308487789" rel="replies" title="1 Komentar" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/1061838948308487789" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/1061838948308487789" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/2008/11/bahan-tentang-klaster-industri.html" rel="alternate" title="Bahan Tentang Klaster Industri" type="text/html"/><author><name>Tatang Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09644344117897942092</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvyZ7vBCPPNG_MfefxldQzGiuvS2LIXggrcb5XMvA05LR7-rVVSdCyTFQkoyJ-z3iA1YyDXTbHDHeoGUFnf4gzbAjdAwxXo6pa6_aOnRWopxrA2J0jFxUSQn8JGJQ-S3I/s113/Tatang-1.jpg" width="26"/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4838513956380415356.post-1146845487911212280</id><published>2008-11-05T07:51:00.005+07:00</published><updated>2008-11-05T08:08:10.147+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="E-Government Award"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kabupaten Jembrana"/><title type="text">Bravo Jembrana !!!</title><content type="html">Selamat kepada Kabupaten Jembrana dan Bupati Winasa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga penghargaan dari Warta Ekonomi dalam ajang &lt;em&gt;E-Government Award 2008&lt;/em&gt; diborong oleh Jembrana. Kabupaten Jembrana memperoleh penghargaan dalam kategori khusus program unggulan berupa implementasi J-Smart, terbaik kategori Pemerintah Kabupaten/Kota dan &lt;em&gt;Best of The Best&lt;/em&gt; untuk seluruh kategori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi selamat! Semoga ini tidak menjadikan Bupati, Pemkab dan para pemangku kepentingan cepat puas. Tetapi sebaliknya lebih memotivasi untuk berkarya inovatif dan bermanfaat bagi pemajuan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita selengkapnya: &lt;a href="http://www.beritabali.com/index.php?reg=&amp;amp;kat=&amp;amp;s=news&amp;amp;id=200811040015"&gt;lihat di sini&lt;/a&gt;.</content><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/feeds/1146845487911212280/comments/default" rel="replies" title="Posting Komentar" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4838513956380415356/1146845487911212280" rel="replies" title="0 Komentar" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/1146845487911212280" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/1146845487911212280" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/2008/11/bravo-jembrana.html" rel="alternate" title="Bravo Jembrana !!!" type="text/html"/><author><name>Tatang Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09644344117897942092</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvyZ7vBCPPNG_MfefxldQzGiuvS2LIXggrcb5XMvA05LR7-rVVSdCyTFQkoyJ-z3iA1YyDXTbHDHeoGUFnf4gzbAjdAwxXo6pa6_aOnRWopxrA2J0jFxUSQn8JGJQ-S3I/s113/Tatang-1.jpg" width="26"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4838513956380415356.post-985584040914100548</id><published>2008-10-31T03:46:00.002+07:00</published><updated>2008-10-31T04:01:51.654+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="klaster industri"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="rumput laut"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="seaweed forum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tatang"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="taufik"/><title type="text">Bahan Pelatihan dalam "Indonesia Seaweed Forum"</title><content type="html">Walau hanya dapat hadir satu setengah hari (itu pun tidak dapat mengikuti secara penuh setiap acara yang diselenggarakan) dalam "Indonesia Seaweed Forum" pertama di Makassar baru-baru ini, saya cukup "terkejut" dengan kegiatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antusiasme peserta, terutama para petani rumput laut, dalam mengikuti kegiatan ini mengindikasikan kesungguhan mereka dalam berjaringan dan menggali kesempatan perbaikan berbisnis di bidang rumput laut. Melihat produksi rumput laut Indonesia yang tengah terus berkembang dan semangat para pelaku bisnisnya yang begitu tinggi, rasanya memberi optimisme bahwa industri ini akan dapat menjadi salah satu keunggulan Indonesia dan  meningkatkan kesejahteraan para petani/pembudidayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya diundang sebagai salah seorang fasilitator dalam acara "Pelatihan Petani Rumput Laut" yang diselenggarakan tanggal 29 Oktober 2008. Bahan diskusi dapat dilihat/diunduh dari lokasi file &lt;a href="http://www.scribd.com/doc/7644655/Klaster-Industri-Konferensi-Nasional-Rumput-Laut-Tatang-Taufik"&gt;di sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat</content><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/feeds/985584040914100548/comments/default" rel="replies" title="Posting Komentar" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4838513956380415356/985584040914100548" rel="replies" title="1 Komentar" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/985584040914100548" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/985584040914100548" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/2008/10/bahan-pelatihan-dalam-indonesia-seaweed.html" rel="alternate" title="Bahan Pelatihan dalam &quot;Indonesia Seaweed Forum&quot;" type="text/html"/><author><name>Tatang Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09644344117897942092</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvyZ7vBCPPNG_MfefxldQzGiuvS2LIXggrcb5XMvA05LR7-rVVSdCyTFQkoyJ-z3iA1YyDXTbHDHeoGUFnf4gzbAjdAwxXo6pa6_aOnRWopxrA2J0jFxUSQn8JGJQ-S3I/s113/Tatang-1.jpg" width="26"/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4838513956380415356.post-4019991745714171917</id><published>2008-09-26T22:35:00.000+07:00</published><updated>2008-09-26T22:36:13.267+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="iedul fitri"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mohon maaf"/><title type="text">Selamat Iedul Fitri 1429H</title><content type="html">&lt;em&gt;Semoga Ramadhan yang suci dan Hari yang fitri dapat menjadi lentera yang menerangi dan meluaskan pintu maaf Ibu dan Bapak bagi saya dan keluarga&lt;br /&gt;atas hati yang berprasangka,&lt;br /&gt;atas sikap yang menyakitkan,&lt;br /&gt;atas lisan yang tak terjaga,&lt;br /&gt;atas tindakan yang merugikan,&lt;br /&gt;atas tulisan yang semena-mena,&lt;br /&gt;atas janji yang terabaikan,&lt;br /&gt;atas kesombongan yang menyebalkan . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Selamat Iedul Fitri 1429H&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Semoga Allah mengampuni segala kesalahan dan dosa kita, serta menerima amal-ibadah kita.&lt;br /&gt;Taqabbalallaahu minna wa minkum, shiyaamana wa shiyaamakum.</content><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/feeds/4019991745714171917/comments/default" rel="replies" title="Posting Komentar" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4838513956380415356/4019991745714171917" rel="replies" title="0 Komentar" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/4019991745714171917" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/4019991745714171917" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/2008/09/selamat-iedul-fitri-1429h.html" rel="alternate" title="Selamat Iedul Fitri 1429H" type="text/html"/><author><name>Tatang Taufik</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09644344117897942092</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvyZ7vBCPPNG_MfefxldQzGiuvS2LIXggrcb5XMvA05LR7-rVVSdCyTFQkoyJ-z3iA1YyDXTbHDHeoGUFnf4gzbAjdAwxXo6pa6_aOnRWopxrA2J0jFxUSQn8JGJQ-S3I/s113/Tatang-1.jpg" width="26"/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4838513956380415356.post-4605513134137290891</id><published>2008-09-21T21:49:00.000+07:00</published><updated>2008-09-21T21:52:32.183+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="daya saing"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="inovasi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kebijakan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="klaster industri"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="teknologi"/><title type="text">Selamat Datang</title><content type="html">Selamat datang di blog Klaster Industri.&lt;br /&gt;Kita gunakan blog ini untuk diskusi seputar pengembangan klaster industri di Indonesia.&lt;br /&gt;Silahkan sampaikan komentar, pemikiran dan/atau usulan Anda seputar klaster industri di sini.</content><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/feeds/4605513134137290891/comments/default" rel="replies" title="Posting Komentar" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/4838513956380415356/4605513134137290891" rel="replies" title="5 Komentar" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/4605513134137290891" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4838513956380415356/posts/default/4605513134137290891" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://klaster-industri.blogspot.com/2008/09/selamat-datang.html" rel="alternate" title="Selamat Datang" type="text/html"/><author><name>Klaster Industri</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10242906623274044740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="32" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="http://2.bp.blogspot.com/_xSXb9ZhbtX0/SXMjG-6R-DI/AAAAAAAAAAM/tXRH5LFuECg/S220/klaster+industri.jpg" width="28"/></author><thr:total>5</thr:total></entry></feed>