<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083</atom:id><lastBuildDate>Fri, 08 Nov 2024 15:35:28 +0000</lastBuildDate><category>Wisata</category><category>Cirebon</category><category>Kota Cirebon</category><category>Budaya</category><category>Kab. Indramayu</category><category>Kab. Cirebon</category><category>Indramayu</category><category>Kuliner</category><category>Informasi</category><category>Top News</category><category>Kuningan</category><category>Kab. Kuningan</category><category>Majalengka</category><title>KLIK CIREBON</title><description></description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>60</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-6288202043444124613</guid><pubDate>Tue, 29 Apr 2014 00:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-28T17:48:14.284-07:00</atom:updated><title>Kota Cirebon digegerkan dengan adanya gudang yang menyimpan ribuan minuman beralkohol </title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioptCbXZQ2ENbLby0vK5IKdbZUFUWTy3tKKWPGcxuKdyLNbTeFJMsavwI1HlKsg4hxE4wxOb8IG0tUKEpW59JlcizJBeM8dN_dXQyZPr4b42FXdXfZpTvJBWNqdGZ7hUrcfCTr0bxMiLAm/s1600/mihol.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioptCbXZQ2ENbLby0vK5IKdbZUFUWTy3tKKWPGcxuKdyLNbTeFJMsavwI1HlKsg4hxE4wxOb8IG0tUKEpW59JlcizJBeM8dN_dXQyZPr4b42FXdXfZpTvJBWNqdGZ7hUrcfCTr0bxMiLAm/s1600/mihol.jpg" height="213" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cirebon News - Kota Cirebon digegerkan dengan adanya gudang yang menyimpan ribuan minuman beralkohol (mihol), Senin (28/4), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berhasil mengamankan lima mobil box berisikan minuman haram tersebut di gudang Adi Makmur Santosa (AMS) yang berlokasi di jalan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eksekusi pengamanan lima mobil box berisikan botol mihol siap kirim terjadi, bermula saat Satpol PP yang sedang melakukan razia ke warung-warung yang menjual minuman keras. Kepala Satpol PP Kota Cirebon, Andi Armawan menjelaskan, saat merazia salah satu warga Kalijaga, Johan tertangkap tangan tengah menjual minuman keras di warungnya. Dipaksa Satpol PP, Johan mengaku, minuman memabukan yang didapatnya itu dari penjual langsung yang ada di gudang AMS. “Sampai hari ini Satpol PP masih menyelidiki siapa pemilik ribuan botol minuman keras ini,” ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Andi menjelaskan, penangkapan botol minuman keras dari berbagai jenis dan merek itu disinyalir gudang pemasok terbesar sewilayah tiga Cirebon. Diterangkannya, para pembeli secara langsung mendatangi gudang atau mobil box jenis L300 yang siap mengirim ke beberapa warung atau agen. “Saat kami mengamankan botol di gudang, hanya menemukan satu orang saja untuk dimintai kesaksian,” ungkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat melakukan penggerebekan gudang AMS, Satpol PP mencurigai dengan kunci mobil yang masih menggantung di mobil. Kemungkinan menurut Andi, beberapa orang sudah kabur saat mengetahui akan dirazia. Ditambahkannya, saat memeriksa nomor polisi mobil box berisi ribuan mihol, semua kendaraan itu berasal dari daerah Bandung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menindaklanjuti ribuan botol mihol yang berhasil disita, pihak Satpol PP masih akan terus menindaklanjuti sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Disebutkannya, Satpol PP alan bekerja sama dengan pihak kepolisian dan pemerintah mengusut tuntas penanganan kasus minuman keras di Kota Cirebon. “Kalau dilihat plat nomor mobilnya, ada yang berasal dari Bandung, saya menduga jaringannya sudah lintas daerah,” ungkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara seorang warga yang diringkus di tempat kejadian, Rudi (27), warga asal Karanganom membantah kalau dirinya terlibat menjual minuman keras di gudang AMS. Dia mengatakan, ribuan botol mihol yang terbungkus rapih dalam dus itu didatangkan dari Tanggerang dan Semarang. Diakuinya, ia hanya sebagai penyortir botol di gudang itu, dan sampai sejauh ini dirinya tidak tahu menahu siapa pemilik ribuan botol mihol itu. “Dulunya saya hanya supir, saya ngga tau siapa pemiliknya,” tandasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada saat razia berlangsung, Satpol PP dibantu oleh masyarakat yang tergabung dari Aliansi Masyarakat Nahi Munkar (Almanar). Kordinator Almanar, Andi Mulya menegaskan kepada aparatur kepolisian dan pihak yang berwenang untuk segera mengusut tuntas temuan ribuan botol mihol itu. Dikatakannya, Kota Cirebon yang sudah terdapat perda miras dan sudah diberlakukan, masih banyak yang bebasa berkeliaran. Untuk itu, dia mengharapkan agar kasus itu segera digiring ke pengadilan. “Kalau ada pihak yang masih berusaha menggagalkan perda miras, saya mempertanyakan tujuannya apa, temuan ribuan botol miras itu akan banyak korban anak yang berjatuhan dan merusak bangsa,” katanya. (Iwe/CNC)</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/04/kota-cirebon-digegerkan-dengan-adanya.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioptCbXZQ2ENbLby0vK5IKdbZUFUWTy3tKKWPGcxuKdyLNbTeFJMsavwI1HlKsg4hxE4wxOb8IG0tUKEpW59JlcizJBeM8dN_dXQyZPr4b42FXdXfZpTvJBWNqdGZ7hUrcfCTr0bxMiLAm/s72-c/mihol.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-6470610015676279236</guid><pubDate>Tue, 29 Apr 2014 00:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-28T17:41:08.208-07:00</atom:updated><title>BPN Cirebon Bantah Proyek Operasi Nasional Agraria Rawan Pungli</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-wva-5InOaibSmmjmU45hS5d8Xu7e-HDKRoEn7L5fG6ZqxOYpGkEWvnR6KUal0y6Ne-fdOEFsiz9U7Oqc7rGPZpaULAOpn8eTx3i1XigFQ-6QbslrF61353dAao_fmEcvraxmCWchOqU3/s1600/tanah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-wva-5InOaibSmmjmU45hS5d8Xu7e-HDKRoEn7L5fG6ZqxOYpGkEWvnR6KUal0y6Ne-fdOEFsiz9U7Oqc7rGPZpaULAOpn8eTx3i1XigFQ-6QbslrF61353dAao_fmEcvraxmCWchOqU3/s1600/tanah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisnis.com-Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, membantah pembuatan sertifikat Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) rawan pungutan liar, kata Kepala BPN Kabupaten Cirebon, Andi Rapiuddin, melalui Kasubag Tata Usaha Wahyono kepada wartawan di Cirebon, Selasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia mengatakan, pihaknya sudan memberikan imbauan petugas Prona dilarang meminta uang. Sebab, warga dalam pengurusan sertifikat tersebut digratiskan. Pihaknya menjamin pegawai BPN tidak melakukan pungutan, tetapi jika terjadi pungutan liar di tingkat panitia desa bukan wewenangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia manambahkan, Kabupaten Cirebon memperoleh 2500 bidang sertifikat Prona tersebar di sejumlah Kecamatan. Harapannya bisa selesai sesuai target dan tidak terjadi pungutan liar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu Kar, salah seorang warga di Desa Kamarang Lebak, Kecamatan Greged, mengeluhkan pungutan pengurusan sertifikasi Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona). Padahal, katanya gratis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk pengurusan sertifikasi Prona ditarik biaya Rp750 ribu. Bagi warga kurang mampu terasa berat, sebelumnya dikabarkan tanpa biaya. Dirinya memohon pengurusan sertifikasi Prona dua bidang tanah, milik anaknya harus menyetor Rp1,5 juta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan hanya Kar yang harus menyetor pengurusan Prona, tetapi 99 orang pemohon lain diwajibkan membayar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu warga Desa Kedongdong Kidul, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon mengalami hal serupa, mereka harus menyetor liar (pungli) pengurusan sertifikasi Prona sebesar Rp 500.000 hingga Rp 1,5 juta dari pihak desa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikatakan, Tarmidi (70) mengatakan, pengurusan Prona katanya gratis, tetapi dirinya harus membayar Rp1,5 juat kepada panitia yang dibentuk desa.</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/04/bpn-cirebon-bantah-proyek-operasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-wva-5InOaibSmmjmU45hS5d8Xu7e-HDKRoEn7L5fG6ZqxOYpGkEWvnR6KUal0y6Ne-fdOEFsiz9U7Oqc7rGPZpaULAOpn8eTx3i1XigFQ-6QbslrF61353dAao_fmEcvraxmCWchOqU3/s72-c/tanah.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-6065930098855178878</guid><pubDate>Tue, 29 Apr 2014 00:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-28T17:36:33.334-07:00</atom:updated><title>Guru SMA di Indramayu Cabuli Siswinya hingga Hamil</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6_P4P1lTxLI8uca1etDvcziC9kKjr3_xA8cA9IjOZaL9-M9ajBlLYe04B89WPL9Fg3V0WT9wamr_NJCRWQ9TwG0e6bWBXTCc3bAjXQ5HKlLV4ma9VnLPGEOBVBVVW9toxGTOF3jSyuaWf/s1600/Ilustarasi+gr.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6_P4P1lTxLI8uca1etDvcziC9kKjr3_xA8cA9IjOZaL9-M9ajBlLYe04B89WPL9Fg3V0WT9wamr_NJCRWQ9TwG0e6bWBXTCc3bAjXQ5HKlLV4ma9VnLPGEOBVBVVW9toxGTOF3jSyuaWf/s1600/Ilustarasi+gr.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Ilustrasi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
Okezone - Seorang guru honorer di sebuah SMA negeri di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ditangkap petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polres Indramayu, Senin (28/4/2014), lantaran mencabuli salah seorang siswinya yang kini duduk di bangku kelas XI. Akibat perbuatan bejat pria berinisial Ku (31) itu, korban kini hamil enam bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awal mula pencabulan terjadi saat korban masih duduk di bangku kelas X. Keduanya diketahui menjalin hubungan asmara. Namun agar hubungan tersebut tidak diketahui orang lain, sehari-hari mereka berperilaku layaknya guru dan murid.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ku pun leluasa mengajak korban jalan-jalan. Apalagi korban tidak tinggal bersama dengan orangtuanya, melainkan kos.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga suatu hari remaja berusia 17 tahun itu dibawa ke sebuah hotel di Jalan Jenderal Sudirman untuk diajak berhubungan intim. Pada hubungan intim pertama itu korban sempat menolak, namun ia tidak berdaya setelah dibujuk rayu pelaku. Keesokan harinya, korban diantar kembali ke kosnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ulah mesum Ku ternyata tidak hanya sekali. Di kemudian hari ia kembali mengajak korban ke hotel lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buah dari hubungan tersebut korban hamil. Mengetahui kekasihnya hamil, Ku resah. Apalagi, korban menuntut pertanggungjawaban. Ia pun memilih kabur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Wisnu Perdana Putra, mengatakan, Ku berhasil diringkus tidak lama setelah dilaporkan keluarga korban.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat dilakukan pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya. Ku mengaku tindakannya itu dilakukan karena tergiur dengan kecantikan korban,” jelasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ku dijerat dengan Pasal 81 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.&lt;br /&gt;
(Tomi Indra Prayitno/Koran SI/ton)</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/04/guru-sma-di-indramayu-cabuli-siswinya.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6_P4P1lTxLI8uca1etDvcziC9kKjr3_xA8cA9IjOZaL9-M9ajBlLYe04B89WPL9Fg3V0WT9wamr_NJCRWQ9TwG0e6bWBXTCc3bAjXQ5HKlLV4ma9VnLPGEOBVBVVW9toxGTOF3jSyuaWf/s72-c/Ilustarasi+gr.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-2661371621299744682</guid><pubDate>Mon, 28 Apr 2014 03:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-27T20:31:36.732-07:00</atom:updated><title>Bupati Cirebon H. Sunjaya Purwadi Buka Secara Resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Cirebon (PORPEMKAB)</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhv5_AoBFnWK_elIVb7Ym25H6KhkWv6T85UVP_RhTkZVLqisV018sehj5YRBC3I_EGbr1QkwVR_7ODvr08nvWddKtDg92r7pOrcSu4pQHOqx9kjltJjEts2klxQQkE1cYx_xF-6uPu0BFlP/s1600/forfek.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhv5_AoBFnWK_elIVb7Ym25H6KhkWv6T85UVP_RhTkZVLqisV018sehj5YRBC3I_EGbr1QkwVR_7ODvr08nvWddKtDg92r7pOrcSu4pQHOqx9kjltJjEts2klxQQkE1cYx_xF-6uPu0BFlP/s1600/forfek.jpg" height="240" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Cirebon News (CNC).- Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi secara resmi membuka Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Cirebon (PORPEMKAB) tahun 2014 yang diikuti 300 peserta di Gor Ranggajati Sumber Kabupaten Cirebon, Senin (28/4).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tampak hadir dalam pembukaan PORKEMKAB para keepala dinas, wakil bupati dan ketua DPRD Kabupaten Cirebon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sambutanya bupati meminta kepada peserta untuk menjujung tinggi sportifitas saat bertanding. Selain itu juga bupati meminta kepada para peserta untuk sunggung-sungguh dalam bermain untuk membawa nama baik kabupaten cirebon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Kegiatan ini bukan hanya acara seremonial saja, tapi ini sebuah ajang prestasi untuk mengangkat nama baik Kab. Cirebon di tingkat provinsi dan Nasional," kata Bupati. (Enon/CNC)</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/04/bupati-cirebon-h-sunjaya-purwadi-buka.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhv5_AoBFnWK_elIVb7Ym25H6KhkWv6T85UVP_RhTkZVLqisV018sehj5YRBC3I_EGbr1QkwVR_7ODvr08nvWddKtDg92r7pOrcSu4pQHOqx9kjltJjEts2klxQQkE1cYx_xF-6uPu0BFlP/s72-c/forfek.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-4468249086620439791</guid><pubDate>Mon, 28 Apr 2014 03:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-27T20:33:44.400-07:00</atom:updated><title>Petani Korban Banjir di Kabupaten Cirebon Pertanyakan Bantuan Benih</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3G9XiPD7k3ti3_cddEa9xoT47Wm7S7PEXO5r23D4-fo9srBrTnkqjBoWhvRx-8fILbGU4Mf68yvI9ngTm3HVoVEeARtTWM7HKhhf6S1Y59Vaw_f3Pe_pG0W7uruTc1REBITRGmICeUTd6/s1600/benih.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3G9XiPD7k3ti3_cddEa9xoT47Wm7S7PEXO5r23D4-fo9srBrTnkqjBoWhvRx-8fILbGU4Mf68yvI9ngTm3HVoVEeARtTWM7HKhhf6S1Y59Vaw_f3Pe_pG0W7uruTc1REBITRGmICeUTd6/s1600/benih.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Cirebon News - Para petani di Kabupaten Cirebon mempertanyakan bantuan benih yang dijanjikan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai kompensasi bencana banjir yang menerjang pantura pada puncak musim hujan lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Cirebon, Tasrip Abu Bakar menyatakan, para petani yang mengalami puso saat banjir lalu hingga kini terus menunggu bantuan yang dijanjikan pemerintah pusat. Akibat bantuan yang belum kunjung diterima, para petani pun harus mengeluarkan modal sendiri untuk membeli benih sebagai persiapan masa tanam kedua tahun ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Petani terutama menunggu benih bantuan yang dijanjikan kementan. Tapi karena tak kunjung turun, sebagian petani akhirnya membeli sendiri," kata Tasrip, Minggu (27/4) melalui sambungan telephone selularnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Tasrip, rata-rata petani harus mengeluarkan modal Rp 200ribu untuk membeli benih seharga Rp8.000/kg-Rp9.000/kg. Dia menyebutkan, secara keseluruhan setidaknya para petani membutuhkan 10ribu ton benih untuk tanam kali ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senada, ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Cirebon Moh. Jaeni menyayangkan bantuan tersebut yang pernah dijanjikan kepada para petani hingga kini belum cair juga. Padahal bantuan tersebut sangat diharapkan untuk membeli benih untuk persipan tanam kedua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya sih berharap pemerintah memenuhi janjinya sebab para petani terus menunggu bantuan tersebut,”kata Jaeni Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Kehutanan (Distanbunnakhut) Kabupaten Cirebon Ali Effendi hanya berharap Kementan segera mencairkan bantuan tersebut. Terlebih pihaknya telah mengajukan bantuan tersebut cukup lama, namun hingga kini bantuan tersebut tak kunjung datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Semoga menteri pertanian secepatnya mencairkan bantuan itu karena sudah berjanji. Rencanaya bantuan tersebut akan di berikan kepada 211 petani se Kabuapten Cirebon," kata Ali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Kabupaten Cirebon, luas lahan yang terendam saat banjir lalu sekitar 4.005 ha di 11 kecamatan. Secara materil, total kerugian akibat banjir dari pertanian dan peternakan lebih dari Rp 10 miliar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banjir pantura beberapa waktu telah merendam sedikitnya 75.475 hektar areal pertanian di empat daerah di Jawa Barat. Menteri Pertanian Suswono pun menjanjikan pemberian bantuan cadangan benih nasional (CBN) 13.600 ton bagi keempat daerah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempatnya yakni Kabupaten Cirebon dengan luas lahan yang terendam sekitar 4.005 ha, Indramayu 48.742 ha, Subang 11.872 ha, dan Karawang 10.856 ha. "Benih sebanyak itu secara nasional dialokasikan untuk 500.000 ha lahan sawah," kata dia saat rapat di Cirebon Februari lalu Kebutuhan benih di empat daerah itu sendiri masing-masing sekitar 100.125 kilogram untuk Kabupaten Cirebon, 1.225 ton untuk Indramayu, 277,9 ton untuk Subang, dan 171 ton untuk Karawang. Selain benih, pemerintah juga menyiapkan dana bantuan Rp 3,7juta/ha bagi petani yang lahannya mengalami puso. (Enon/CNC)</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/04/petani-korban-banjir-di-kabupaten.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3G9XiPD7k3ti3_cddEa9xoT47Wm7S7PEXO5r23D4-fo9srBrTnkqjBoWhvRx-8fILbGU4Mf68yvI9ngTm3HVoVEeARtTWM7HKhhf6S1Y59Vaw_f3Pe_pG0W7uruTc1REBITRGmICeUTd6/s72-c/benih.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-3923066930257956396</guid><pubDate>Mon, 28 Apr 2014 03:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-27T20:33:56.670-07:00</atom:updated><title>Ungkap Kematian Kuwu Gintungtengah, Polres Cirebon Kota Libatkan Interpol</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMkIMYGOb9i1DCzA44zL6siYyR0Nkw-Myoqu2mdJddX5nV8f_NuN3u7UNbaJ0mjUJagYc_klBcVRybdwW_GI9KqsU62FIXeKWOKzSMEiugFnRpM9hDfMGKrxkj-cPNPMG8uFmCFsmNGTJ-/s1600/Gintung.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMkIMYGOb9i1DCzA44zL6siYyR0Nkw-Myoqu2mdJddX5nV8f_NuN3u7UNbaJ0mjUJagYc_klBcVRybdwW_GI9KqsU62FIXeKWOKzSMEiugFnRpM9hDfMGKrxkj-cPNPMG8uFmCFsmNGTJ-/s1600/Gintung.jpg" height="240" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Cirebon News- Jajaran polres Cirebon Kota akan bekerja sama dengan Interpol guna mengungkap kasus kematian kuwu Gintung tengah yang terjadi di dalam kamar hotel di Jl Tuparev Cirebon beberapa waktu silam. Hal ini disampaikan Kapolres Cirebon Kota AKBP Dani Kustoni, saat dikonfirmasi awak media, Jumat (25/4).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Kemungkinan ada orang lain pada saat kejadian, namun setelah dilakukan pemanggilan, kemungkinan wanita yang diduga ada di dalam kamar hotel sudah terbang ke luar negeri," ungkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikatakan Kapolres, pihaknya sejauh ini masih terus melakukan penyidikan terkait kasus tersebut, bila diperlukan kemungkinan besar pihaknya akan meminta bantuan Interpol untuk membawa wanita misterius tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Bila bukti-buktinya kuat tidak menutup kemungkinan kita akan meminta bantuan Interpol untuk membawa wanita ini dari negara tempatnya bekerja, namun kami masih terus melakukan penyidikan," katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senada dengan Kapolres, Kasat Reskrim AKP Hidayatullah mengatakan, dari hasil otopsi yang dilakukan oleh tim porensik Polda Jabar, dari tubuh korban di dapati sebuah zat Sianida. "Setelah kita lakukan otopsi ada zat Sianida di dalam tubuh korban," paparnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diduga zat Sianida ini menurut Hidayatullah dicampur ke dalam minuman korban sebelum menghembuskan nafas terakhir di dalam kamar hotel. "Sejauh ini kita masih menunggu kedatangan wanita yang diduga mengetahui kejadian terebut," tandasnya. (Adk/CNC)</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/04/ungkap-kematian-kuwu-gintungtengah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMkIMYGOb9i1DCzA44zL6siYyR0Nkw-Myoqu2mdJddX5nV8f_NuN3u7UNbaJ0mjUJagYc_klBcVRybdwW_GI9KqsU62FIXeKWOKzSMEiugFnRpM9hDfMGKrxkj-cPNPMG8uFmCFsmNGTJ-/s72-c/Gintung.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-5557276737255303269</guid><pubDate>Mon, 28 Apr 2014 03:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-27T20:00:17.681-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kab. Cirebon</category><title>Gas 3 Kg “Hilang” di Wilayah Timur Cirebon</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivAUFQR8X7ylFw3qTA6cErlBdT3HL9D_dkOXmE-oekAu1xRljQIXYM5FTRwMoVV3Sy-HhCv__HNOKXvlH5SZKvkGwp-2tr2xHthz9_g7QdL1I60OOSCvxnFU-S4fGp4g8hM6D5Kqm80CG7/s1600/3kg.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivAUFQR8X7ylFw3qTA6cErlBdT3HL9D_dkOXmE-oekAu1xRljQIXYM5FTRwMoVV3Sy-HhCv__HNOKXvlH5SZKvkGwp-2tr2xHthz9_g7QdL1I60OOSCvxnFU-S4fGp4g8hM6D5Kqm80CG7/s1600/3kg.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Ilustrasi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Radar Cirebon : Warga di wilayah Timur Cirebon (WTC) resah dengan hilangnya gas 3 kilogram. Bahkan di beberapa pengecer di WTC terlihat gas melon tersebut habis, karena begitu pasokan datang langsung diserbu warga.&lt;br /&gt;
Salah satu warga Ciledug, Hanifah kepada Radar mengatakan sudah hampir satu minggu dirinya merasa kesusahan membeli gas 3 kilogram. “Ya susah cari gas 3 kilo, kemana-mana gas sudah pada habis semua. Ini juga tadi saya beli gas ke Pabuaran karena di Ciledug sudah pada habis. Ya sudah hampir satu minggu ini susah cari gas 3 kilogram ini,” ujar Hanifah.&lt;br /&gt;
Warga lainnya, Yanti mengungkapkan hal senada.&lt;br /&gt;
“Benar-benar susah cari gas 3 kilo. Ya kadang saya harus pesan dulu sama pengecer gas, supaya disisakan untuk saya, itu juga kalau pengecernya kenal. Kalau nggak pesan dulu begitu saya ke warung gas langsung habis,” ujar warga Karangsembung ini. Yanti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengecer gas 3 kilogram, Fauzi mengungkapkan dirinya merasa kesusahan dalam penyetokan gas 3 kilogram ini. “Permintaan saat ini sangat banyak. Jadi nggak lama gas 3 kilo dikirim sudah banyak yang beli. Minggu ini hanya dikirim satu kali dikirimnya,”ujar Fauzi.&lt;br /&gt;
Masih menurut dia, karena banyaknya permintaan dan jarangnya pengiriman sehingga gas 3 kilogram yang dijualnya kini digunakan untuk keperluan pribadinya.&lt;br /&gt;
Sementara itu, pengecer gas lainnya asal Kanci, Eti mengatakan selain faktor melejitnya jumlah pembeli, ditambah jarangnya pengiriman gas ke warung membuat gas sekarang kosong. “Ya yang belinya itu banyak sekali, baru dikirim satu hari ini sekarang sudah habis, karena begitu dikirim sudah banyak yang beli. Mungkin karena sekarang lagi musim hajatan kali. Selain itu juga pengirimannya sudah beberapa minggu ini sulit, biasanya setiap satu minggu dikirim gas 3 kilo sebanyak dua kali, nah minggu-minggu ini jarang, paling satu kali saja pengiriman dalam satu minggu,” ungkap Eti. (den)</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/04/gas-3-kg-hilang-di-wilayah-timur-cirebon.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivAUFQR8X7ylFw3qTA6cErlBdT3HL9D_dkOXmE-oekAu1xRljQIXYM5FTRwMoVV3Sy-HhCv__HNOKXvlH5SZKvkGwp-2tr2xHthz9_g7QdL1I60OOSCvxnFU-S4fGp4g8hM6D5Kqm80CG7/s72-c/3kg.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-8142945239605769147</guid><pubDate>Mon, 28 Apr 2014 02:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-27T20:34:10.280-07:00</atom:updated><title>Pengendara Diduga Gank Motor Tabrak Sebuah Warung di Desa Getasan Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZ_15Vo3U0Isgum70gUSWGohvwleXUXiUtd9Uds7AAE5vW1UKaO1-2E6D36HWD50Rt2VQrWqLjTPia4QXBngRE8kmpbTidWokHHe4kESC_pITkXPfZkX5MJiqEkVkGUUJeV8lqmMN9HYwQ/s1600/CNC.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZ_15Vo3U0Isgum70gUSWGohvwleXUXiUtd9Uds7AAE5vW1UKaO1-2E6D36HWD50Rt2VQrWqLjTPia4QXBngRE8kmpbTidWokHHe4kESC_pITkXPfZkX5MJiqEkVkGUUJeV8lqmMN9HYwQ/s1600/CNC.jpg" height="240" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Cirebon News.- Suasanya sunyi di Jalan Pangeran Antasari Desa Getasan Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon, mendadak ramai dikerumuni warga, Minggu (27/4) sekitar pukul 00.30 Wib dini hari, pasalnya sekelompok remaja yang diduga anggota geng motor melakukan aksi ugal-ugalan. Akibat ugal-ugalan tersebut, salah satu dari mereka menabrak sebuah banguan yang persis berada di tepian jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Informasi yang berhasil di himpun di lokasi menyebutkan, kejadian tersebut berawal dari segrombolan pengendara sepeda motor yang jumlahnya lebih dari lima kendaraan datang dari arah Plumbon menuju ke arah Sumber. Sesampainya di lokasi kejadian, gerombolan yang juga menggunakan kenalpot tidak standar tersebut melacu kencang tanpa memperhatikan kondisi jalan yang memang sunyi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu pengendara sepeda motor jenis supra X dengan nopol B 6362 BMN yang dikemudiakan oleh Burhan (17 tahun) warga Blok Puncel Desa Karangwangi Kecamatan Depok kabupaten Cirebon, tiba-tiba oleng ke kanan dan menabrak sebuah bangunan yang berada di sisi jalan, kuat dugaan kalau Burhan dalam keadaan di bawah pengaruh alkohol.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, kejadian tersebut sangatlah cepat, pengendara yang jumlahnya lebih dari lima kendaraan tersebut melaju dengan kencang dari arah Plumbon menuju kea rah Sumber, pas berada di sekitar kejadian, ada beberapa pemuda yang menyuraki mereka (pengendara.red).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mungkin karena panik salah satu pengendara langsung tancap gas, pas mau lari kencang, motornya tiba-tiba oleng dan menabrak warung kosong yang berada di pinggir jalan,” ujurnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dugaan kuat kalau mereka adalah anggota geng motor, menurut pria paruh baya tersebut ditemukan adanya senjata tajam yang di bawa oleh grombolan tersebut. “Salah satu dari mereka ada yang mengacung-acungkan senjata tajam kepada pemuda yang sedang nongkrong di pinggir jalan,” tandasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu dihubungi secara terpisah Kapolres Cirebon AKBP Irman Sugema melalui Kapolsek Depok AKP Sobirin, membenarkan adanya kejadian tersebut, kejadian tersebut sebenarnya dikarenakan kepanikan korban karena diterikai geng motor oleh warga yang kebetulan pada saat kejadian sedang berkumpul.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Benar adanya kejadian tersebut, korban sebenarnya bukan anggota geng motor yang diisukan oleh warga, memang warga Desa Kejuden dan sekitarnya sudah kesal dengan aksi geng motor yang suka menebar terror, namun kejadian ini dapat dipastikan kalau korban bukan geng motor,” katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disinggung mengenai sajam yang dibawa korban, Sobirin membantah adanya isu tersebut, dan korban mengalami luka juga bukan karena dimasa melainkan menabrak sebuah bangunan warung kosong. “Kami sudah melakukan mediasi antara kuwu Desa Kejuden dan Desa Karangwangi supaya dikemudian hari tidak terjadi salah paham,” tandasnya. (Adk/Ade/CNC)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/04/pengendara-diduga-gank-motor-tabrak.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZ_15Vo3U0Isgum70gUSWGohvwleXUXiUtd9Uds7AAE5vW1UKaO1-2E6D36HWD50Rt2VQrWqLjTPia4QXBngRE8kmpbTidWokHHe4kESC_pITkXPfZkX5MJiqEkVkGUUJeV8lqmMN9HYwQ/s72-c/CNC.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-4039380377162853126</guid><pubDate>Mon, 28 Apr 2014 02:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-27T20:34:18.600-07:00</atom:updated><title>Puluhan Remaja Tertangkap Tangan Sedang Pesta Miras Oplosan</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfkLmT7ovyHxb41snxrxqLIxFltRsdoZSirt54XghLs2RUlS5ISQFE3YAPVlHjTh-d50JgnAMkfyZnzuhEQ-qk1aDAmFbk1E2ws2Y0UWhEst0cENfMy9HEw1_VbBBmr3LoGYE05aDP6f5B/s1600/miras.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfkLmT7ovyHxb41snxrxqLIxFltRsdoZSirt54XghLs2RUlS5ISQFE3YAPVlHjTh-d50JgnAMkfyZnzuhEQ-qk1aDAmFbk1E2ws2Y0UWhEst0cENfMy9HEw1_VbBBmr3LoGYE05aDP6f5B/s1600/miras.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
Ilustrasi&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Cirebon- Penyakit masyarakat (Pekat) seperti minuman keras nampaknya masih sulit diberantas. Seperti baru-baru ini, Sabtu (26/4) beberapa anak muda, delapan diantaranya masih berstatus pelajar dari berbagai sekolah tertangkap sedang pesta miras oplosan jenis ciu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka ditangkap berdasarkan laporan dari warga yang resah akan ulah mereka. Sekitar pukul 10.00 WIB, mendengar laporan dari warga, aparat kepolisian segera menuju ke lokasi dan mengamankan para remaja tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesepuluh remaja tersebut diamankan di pinggir Sungai Cipager tepatnya di Blok Gowa RT 3 RW 4 Kelurahan Sumber Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon. Pantauan radarcirebon.com (26/4), remaja tersebut mengoplos arak jenis ciu dengan minuman soda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesepuluh anak-anak yang mayoritas pelajar tersebut adalah inisial Hen (17), Ed (17), Ram (16), Ik (15), Al (16), Fir (14), Rif (17), Ar (15). Sedangkan, dua orang yang merupakan buruh serabutan yaitu Kar (19) dan Ar (18).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga kini, kesepuluh remaja tersebut masih diamankan di mapolsek sumber jalan Pangeran Kejaksan 47 Sumber. Radar Cirebon(srp)</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/04/puluhan-remaja-tertangkap-tangan-sedang.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfkLmT7ovyHxb41snxrxqLIxFltRsdoZSirt54XghLs2RUlS5ISQFE3YAPVlHjTh-d50JgnAMkfyZnzuhEQ-qk1aDAmFbk1E2ws2Y0UWhEst0cENfMy9HEw1_VbBBmr3LoGYE05aDP6f5B/s72-c/miras.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-4601420066775773235</guid><pubDate>Mon, 28 Apr 2014 02:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-27T19:27:45.371-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kota Cirebon</category><title>Elang Raja: Keraton Butuh Dukungan Masyarakat</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix7gwQu8NkCP928QpmNzpprdw4B014qfV4IPCr3mBg8rJiw6uaKSu5qZXaUJXQ37BT4LNx1XBpAolfAz3QFwRpljmwWkMc4Z8eaOUDriA3IQNE9KFGuNwrNn7FXysauodo0Eu2mHPoevo9/s1600/krton.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix7gwQu8NkCP928QpmNzpprdw4B014qfV4IPCr3mBg8rJiw6uaKSu5qZXaUJXQ37BT4LNx1XBpAolfAz3QFwRpljmwWkMc4Z8eaOUDriA3IQNE9KFGuNwrNn7FXysauodo0Eu2mHPoevo9/s1600/krton.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Cirebon News.- Keberadaan Keraton yang ada di Cirebon khusunya Keraton Kasepuhan, sekarang ini dinilai masih butuh banyak perhatian dari masyarakat luas, tidak terkecuali pihak pemerintah baik pusat maupun daerah dan juga pihak swasta, agar pelestarian budaya terus bisa dinikmati oleh generasi yang akan datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini disampaikan oleh Putra mahkota Keraton Kesepuhan Elang Raja Luqman Zulkaedin saat menerima perwakilan dari PT Ace Hardware Indonesia, Tbk, Selasa (22/4).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keraton Kasepuhan ini sudah berumur hampir 600 tahun, namun kondisinya masih cukup bagus, ini berkat peran serta dari pemerintah dan pihak swasta serta masyarakat luas yang masih peduli akan kelestarian budaya khusunya Keraton Kesepuhan ini,” ungkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikatakan Elang Raja, dipandang sangat perlu sekali peran serta swasta untuk ikut serta melakukan perawatan dan pelestarian bangunan yang ada di lingkungan kraton kasepuhan, pihaknya sangat berterimakasih kepada pihak PT Ace yang mau menyelenggarakan bakti sosial di lingkungan kraton kasepuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Keraton Kasepuhan mendapatkan tempat untuk dijadikan tempat bakti sosial ini dan kami sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, kita harapkan kepedulian dari PT ACE ini terus dapat digalakan bukan untuk hari ini saja,” katanya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Elang Raja juga berharap, kepedulian dari PT ACE dan beberapa pihak swasta lain akan penting nya pelestarian cagar budaya sebagai salah satu aset budaya yang ada di Cirebon, kepedulian ini yang akan menjadiakan kebanggan tersendiri bagi bangsa yang besar akan sejarahnya. “Bangsa yang besar itu karena sejarah, untuk itu saya sampaikan terimakasih buat PT ACE yang sudah ikut berperan serta dalam melestarikan kebudayaan,” tandasnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara itu Pimpinan Area 7 PT Ace Hardware Indonesia, Tbk, Aris Haryo mengatakan, aksi pembersihan landmark dipilih karena kebanggan ACE Hardware terhadap tempat yang menjadi simbol bahkan memiliki sejarah tersendiri bagi masing-masing kota.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebanyak 90% karyawan ACE yang merupakan putra-putri daerah patut ditumbuhkan rasa bangga terhadap kota asalnya. Selain itu, kontribusi penjualan terbesar di ACE Hardware berasal dari produk cleaning aid. Sebagai rasa terima kasihnya, ACE Hardware mengadakan program pembersihan lingkungan,” ungkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kota Cirebon menurut Aris, Program ACE PEDULI BERSIH INDONESIA akan dilaksanakan di Keraton Kasepuhan pada tanggal 22 April 2014. Keraton Kasepuhan adalah kerajaan Islam tempat pendiri Cirebon bertahta dan merupakan keraton termegah yang ada di kota Cirebon. Makna di setiap sudut arsitektur keraton ini pun terkenal paling bersejarah. Sebagai tempat yang menjadi kebanggaan dan sangat bersejarah bagi warga Cirebon, maka ACE Hardware merasa perlu untuk memberikan apresiasi dengan melakukan aksi pembersihan di landmark ini. Kegiatan yang dilakukan selain pembersihan keraton adalah penyerahan alat kebersihan berupa : Tempat sampah, Hall Mop, Sapu lidi dan lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Selain di Cirebon, program ini juga akan dilakukan kota lain seperti di Bunderan HI Jakarta, Gong Perdamaian Dunia di Ambon Maluku, Museum Sri Baduga &amp;amp; Monumen Perjuangan Rakyat Bandung, Kawasan Pantai Losari Makassar, Kawasan Pantai Kuta Bali, Tugu Muda Semarang, Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 Yogyakarta dan masih banyak lagi lainnya,” tanmbahnya. (Adk/CNC)</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/04/elang-raja-keraton-butuh-dukungan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEix7gwQu8NkCP928QpmNzpprdw4B014qfV4IPCr3mBg8rJiw6uaKSu5qZXaUJXQ37BT4LNx1XBpAolfAz3QFwRpljmwWkMc4Z8eaOUDriA3IQNE9KFGuNwrNn7FXysauodo0Eu2mHPoevo9/s72-c/krton.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-5479119764371444748</guid><pubDate>Mon, 28 Apr 2014 02:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-27T19:24:56.027-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kab. Cirebon</category><title>Pemdes Sindangjawa Bakal Ubah Sampah untuk Bayar PBB dan BPJS</title><description>Cirebon News - Tingkat pertumbuhan penduduk di Kabupaten Cirebon yang tinggi menyebabkan munculnya berbagai persoalan baru di masyarakat. Salah satunya persoalan sampah rumah tangga yang kondisinya mengkhawatirkan terutama sampah plastik. Terlebih tingkat kesadaran masyarakat yang rendah tentang kepedulian lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tidak buat Pemerintahan Desa Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Dengan banyaknya sampah organik dan non organik yang dihasilkan dari setiap rumah membuat pihak desa memutar otak untuk memanfaatkan sampah dengan membangun bank sampah sebagai tempat pembuangan sampah (TPS) sementara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sampah-sampah tersebut nanti kami tampung di tempat yang sudah kami sediakan, bahkan sampah tersebut akan di hargai oleh pihak desa,"ujar kepala Desa Sindangjawa, Kasturi, Sabtu (26/4).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurutnya, sampah yang dihasilkan itu nantinya akan dialokasi untuk pembayan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) termasuk untuk pembayaran premi Jaminan Kesehatan Nasional Mandiri melalui Badan Pelayanan Jaminan Kesehatan Sosial (BPJS).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Uang tersebut nantinya untuk biaya JKN BPJS dan bayar PBB. Itukan lebih ringan yang penting warga tidak buang sampah kesembarang tempat,"terangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya saja,kata kuwu, pihaknya masih menunggu mesin pencacah sampah saj, sedangkan semuan perlengkapan lainya seperti bangunan tempat menampung sampah telah tersedia. Begitujuga tempat untuk memproses pupuk organik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Alat pencacah sudah kami pesan, mudah-mudahan dalam waktu dekat bank sampah bisa berjalan. Karena untuk kepentingan warga," katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Program bank sampah yang di cetus Kuwu Sindangjawa ternyata di respon baik oleh masyarakatnya salah satunya, Djuan Muawardi (30). Menurutnya, langkah yang dilakukan pemerintahan desa dengan membuat bank sampah sangat bagus, mengingat saat ini masyarakat sering kali membuang sampah ke sungai dan tempat lainya yang bukan tempat pembuangan sampah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saya dukung itu, apalagi sampah tersebut nantinya di beli oleh desa dan hasilnya untuk pembayaran PBB dan premi BPJS bagi masyarakat tersebut,” kata Djuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia menambahkan, langkah pemdes harus pula di dukung oleh pemerintahaan Kabupaten Cirebon sehingga lambat laun sampah yang menjadi persoalan klasik di Cirebon lambat laun bias teratasi. Seperti halanya pemda memberikan bantuan pelatihan pembuatan kompos, menyediakan tempat sampah dan gerobak sampah sehingga. (Enon/CNC)</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/04/pemdes-sindangjawa-bakal-ubah-sampah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-4732477134405537838</guid><pubDate>Mon, 28 Apr 2014 02:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-27T19:00:07.867-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budaya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kota Cirebon</category><title>Sejarah Singkat Kraton Kaprabonan</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4HMCJtoH8lDCn_alPG1aybd1D5B4xrIDRUEVsC43vxIkXQmubRCbrdpbtNVr8ea1pc0IkuUGDV29lHgycZJnyFHPtWG4A28DO7FobWdVdk7siz11IW1zCE9ajhxbI2AGnywv-lUTiOnjl/s1600/kraton.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4HMCJtoH8lDCn_alPG1aybd1D5B4xrIDRUEVsC43vxIkXQmubRCbrdpbtNVr8ea1pc0IkuUGDV29lHgycZJnyFHPtWG4A28DO7FobWdVdk7siz11IW1zCE9ajhxbI2AGnywv-lUTiOnjl/s1600/kraton.jpg" height="163" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Kraton Kaprabonan adalah salah satu keturunan Prabu Siliwangi Raja Pakuan Pajajaran (Abad XV), beristri permaisuri bernama Ratu Subang Larang, yang berputera:&lt;br /&gt;
Pangeran Walasungsang atau Pangeran Cakrabuana yang bergelar Prabu Anom atau Sri Mangana.&lt;br /&gt;
Ratu Mas Rarasantang.&lt;br /&gt;
Pangeran Raja Sengara atau Kiai Santang Ratu Mas Rarasantang setelah menunaikan ibadah haji bersama kakaknya (Pangeran Walasungsang), namanya menjadi Hajjah Syarifah Mudaim. Dari sanalah Ratu Mas Rarasantang bertemu jodoh yang kemudian menikah dengan Sultan Mesir bernama Sultan Mahmud Syarief Abdullah dimana beliau keturunan ke-21 dari Rasulullah Muhammad SAW yang kemudian dikaruniai 2 orang putera, yaitu:&lt;br /&gt;
Syech Nurudin Ibrahim Syarief Hidayatullah.&lt;br /&gt;
Syech Syarief Nurullah Syech Syarief Hidayatullah (putera pertama Sultan Mesir) setelah berumur sekitar 26 thn, hijrah ke tanah Sunda dalam melaksanakan tugas untuk menyebarkan agama Islam sesuai dengan janji dan cita-cita ibundanya. Sedangkan Syech Syarief Nurullah (putera ke-2 Sultan Mesir) yang meneruskan ayahandanya sebagai Sultan Mesir, karena kakaknya tidak mau menjabat sebagai Sultan Mesir dan patuh perintah ibundanya.&lt;br /&gt;
Pada tahun 1479 M, Syech Syarief Hidayatullah Susuhunan Jati Cirebon menjadi kepala negara di Cirebon, dan bergelar:&lt;br /&gt;
" Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Jati Purba Panetep Panata Agama Awliyai Allah Kutubid Zaman Khalifatur Rasulullah SAW "&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1500 M Syech Syarief Hidayatullah telah menyebarkan agama Islam di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, bahkan sampai ke negeri Cina (Tartar). Susuhunan Gunung Jati beristri dengan Nyai Kawunganten (adik bupati Banten), berputera Pangeran Maulana Hasanudin yang kemudian menjadi Sultan Banten. Setelah itu beristeri lagi dengan Nyai Tepasari dan berputera Pangeran Pasarean yang meneruskan sebagai Kepala Pemerintahan di Cirebon yang nama lengkapnya adalah Pangeran Dipati Muhammad Arifin Pasarean. Pangeran Pasarean berputera Pangeran Adipati Carbon.&lt;br /&gt;
Pangeran Adipati Carbon berputera Panembahan Ratu I atau Pangeran Emas (Kepala Negara Carbon ke-2), bertahta mulai tahun 1528 M. Panembahan Ratu I berputera Pangeran Dipati Anom Carbon, Pangeran Dipati Anom Carbon berputera Panembahan Ratu II (Kepala Negara Carbon ke-3) wafat pada tahun 1601 M di Girilaya Yogyakarta ketika diundang oleh mertuanya, yaitu Amangkurat I Sultan Mataram katanya, tetapi ternyata ditipu muslihat oleh kolonial Belanda dengan cara disekap (dipenjarakan) untuk menandatangani penyerahan keukasaan pemerintah Cirebon kepada pemerintah Belanda. Namun Panembahan Ratu II tetap tidak mau menandatanganinya dan menyerahkan kekuasaan Cirebon kepada pemrintah Belanda, sampai akhirnya beliau wafat dan dimakamkan di pemakaman raja-raja di Girilaya, Imogiri Yogyakarta. Setelah wafatnya Panembahan Ratu II, kekuasaan pemerintah Kesultanan Cirebon akhirnya lemah karena putera-puteranya masih kecil akhirnya kekuasaan jatuh ke tangan pemerintah Belanda pada tahun 1601 M, sehingga kekuasaan pemerintah Kesultanan Cirebon secara mutlak tidak ada lagi. Kesultanan Cirebon hanya diberi wilayah kekuasaan dan hak-haknya secara terbatas.&lt;br /&gt;
Panembahan Ratu II (Panembahan Ratu Akhir) berputera:&lt;br /&gt;
Pangeran Martawijaya, bergelar Sultan Sepuh Samsudin, menetap di Keraton Kasepuhan.&lt;br /&gt;
Pangeran Kartawijaya, bergelar Sultan Anom Badrudin, menetap di Keraton Kanoman.&lt;br /&gt;
Pangeran Wangsakerta, bergelar Panembahan Toh Pati sebagai asisten Sultan Sepuh yang menetap di Keraton Kasepuhan dan beliau hanya menurunkan sampai 2 turunan, setelah itu punggal (tidak menurunkan lagi).&lt;br /&gt;
Dari Sultan Anom Badrudin Keraton Kanoman berputera:&lt;br /&gt;
Pangeran Raja Adipati Kaprabon, dari ibunda Ratu Sultan Panengah (permaisuri ke-2) bergelar Sultan Pandita Agama Islam Tareqat, yang hijrah dan menetap di Keraton Kaprabonan.&lt;br /&gt;
Pangeran Raja Mandurareja Qodirudin dari ibunda Nyi Mas Ibu (permaisuri ke-3) yang meneruskan sebagai Sultan Anom di Keraton Kanoman.&lt;br /&gt;
Keraton Kaprabonan mulai berdiri pada tahun 1696 M yang dipimpin oleh Pangeran Raja Adipati Kaprabon dengan cita-citanya mengembangkan agama Islam sesuai perjuangan para Waliyullah terdahulu, terutama karuhunnya Sunan Gunung Jati. Pada saat itu gejolak politik pemerintahan Belanda semakin memanas, dan perlawanan-perlawanan terhadap kolonial Belanda pun masih terus berjalan, sehingga Pangeran Raja Adipati Kaprabon ingin menjauhkan diri dari situasi tersebut dan selalu mengkhususkan diri (Mandita) dalam mengembangkan agama Islam kepada para murid-muridnya, beliau tetap mendukung perjuangan adiknya untuk mengusir kolonial Belanda walaupun tidak sampai berhasil karena pada saat itu kekuatan kolonial Belanda semakin besar dengan telah dibentuknya Pemerintahan Residen Belanda yang dipimpin oleh Delamoor. Kepemimpinan tersebut mempunyai pengaruh yang sangat kuat dengan politik pendekatan persuasif dengan Kesultanan dan para tokoh masyarakat pada saat itu.&lt;br /&gt;
Pangeran Raja Adipati Kaprabon tetap memegang komitmen melaksanakan amanat dari Gusti Susuhunan Jati Syech Syarief Hidayatullah, yaitu "Ingsun Titip Tajug Lan Fakir Miskin".&lt;br /&gt;
Maka dengan demikian beliau tetap tekun memperdalam agama tareqat dan menyebarkannya kepada para muridnya di sekitar wilayah Cirebon, bahkan banyak dari luar wilayah Cirebon yang berdatangan untuk menjadi muridnya, seperti dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pangeran Raja Adipati Kaprabon pada waktu diangkat menjadi Sultan Pandita Agama Islam Tareqat beliau telah diwarisi sebilah keris pusaka yang bernama Ki Jimat oleh Sultan Kanoman Pangeran Muhammad Badrudin dan beberapa kitab keagamaan maupun kitab pusaka dan sejarah yang sampai sekarang masih ada dan berjumlah sekitar 100 kitab dan tersebar di 4 paguron.&lt;br /&gt;
Keris Ki Jimat di dalamnya terukir dengan guratan emas dan tertulis Arab yang bermakna kalimat Tauhid dan keselamatan dunia akhirat. Setelah pesatnya perkembangan kemurdan keagamaan, 11 tahun kemudian Pangeran Raja Adipati Kaprabon pada tahun 1707 M mendirikan Langgar atau Tajug untuk tempat belajar ngaji dan agama agar proses belajar tersebut dapat berjalan dengan lancar dan baik, yang akhirnya juga dapat dijadikan tempat untuk pertemuan menyusun perjuangan melawan Belanda pada waktu itu.&lt;br /&gt;
Dalam setiap perjuangannya untuk mengadakan pelawatan ke daerah-daerah lain, P.R.A. Kaprabon menggunakan kereta berkuda yang dikawal oleh beberapa abdi dalemnya. Dengan kelincahan dan kepandaiannya dengan dalih agama, beliau tidak pernah ditangkap oleh tentara Belanda pada waktu itu, dan penyebaran agamanya pun cukup berhasil sampai ke pelosok-pelosok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah Pangeran Raja Adipati Kaprabon sebagai Sultan Pandita agama Islam Tareqat wafat pada tahun 1734 M, kemudian secara turun-menurun diteruskan oleh puteranya, yaitu:&lt;br /&gt;
Pangeran Kusumawaningyun Kaprabon (1734 - 1766)&lt;br /&gt;
Pangeran Brataningrat Kaprabon (1766 - 1798)&lt;br /&gt;
Pangeran Raja Sulaiman Sulendraningrat Kaprabon (1798 - 1838)&lt;br /&gt;
Pangeran Arifudin Kusumabratawirdja Kaprabon (1838 - 1878)&lt;br /&gt;
Pangeran Adikusuma Adiningrat Kaprabon (1878 - 1918)&lt;br /&gt;
Pangeran Angkawijaya Kaprabon (1918 - 1946)&lt;br /&gt;
Pangeran Aruman Raja Kaprabon (1946 - 1974)&lt;br /&gt;
Pangeran Herman Raja Kaprabon (1974 - 2001)&lt;br /&gt;
Pangeran Hempi Raja Kaprabon (2001 - sekarang)</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/04/sejarah-singkat-kraton-kaprabonan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4HMCJtoH8lDCn_alPG1aybd1D5B4xrIDRUEVsC43vxIkXQmubRCbrdpbtNVr8ea1pc0IkuUGDV29lHgycZJnyFHPtWG4A28DO7FobWdVdk7siz11IW1zCE9ajhxbI2AGnywv-lUTiOnjl/s72-c/kraton.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-753156912408735684</guid><pubDate>Tue, 22 Apr 2014 01:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-21T18:22:49.003-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Indramayu</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kab. Indramayu</category><title>Hajatan &amp; Kesenian, Sebuah Simbiosis Mutualisme Masyarakat Pantura</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCKdvXJsQN9FL_-UEGLTSB8sMYDup_rsPXkFFJQ2eGsuI91Ju0Nn-bN3Wd4uRe-LxnINCjTI5S5QXiHgXx9aGnyzI3q8x-P-utG2kuXD-6qnOFk_D1UYVwyQoxUHGPl2grI25QAAk6bmQ2/s1600/Organ+Tarling+(1).jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCKdvXJsQN9FL_-UEGLTSB8sMYDup_rsPXkFFJQ2eGsuI91Ju0Nn-bN3Wd4uRe-LxnINCjTI5S5QXiHgXx9aGnyzI3q8x-P-utG2kuXD-6qnOFk_D1UYVwyQoxUHGPl2grI25QAAk6bmQ2/s1600/Organ+Tarling+(1).jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;Selama berpuluh-puluh tahun eksistensi berbagai jenis seni pertunjukan di tatar Cerbon-Dermayu sulit dilepaskan dari acara hajatan. Seperti simbiosismutualime, ada hubungan saling bergantung dan saling untung. Kesenian dihidupsuburkan karena banyaknya order acara hajatan, dan hajatan menjadi meriah, berkesan, dan bermakna karena kreasi kesenian. Hajatan keluarga, seperti khitanan, perkawinan, rasulan, puputan, ruwatan, ataupun syukuran lainnya senantiasa membutuhkan kesenian daerah. Demikian pula hajatan desa atau kelompok masyarakat, seperti mapag sri, sedekah bumi, ngunjung, barikan/baritan, nadran, ataupun ngarot. Di wilayah kultural yang meliputi Kab. dan Kota Cirebon, Kab. Indramayu, wilayah utara Kab. Majalengka, utara Kab. Subang, dan utara Kab. Karawang, hingga ke sebagian Kab. Brebes dan Tegal tersebut, simbiosis itu tampak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;Wayang golek cepak/menak, misalnya, pada dasawarsa 1950-an hingga 1970-an termasuk jenis kesenian yang laris-manis, karena kebutuhan khusus untuk acara ngunjung, barikan/baritan, atau hajatan keluarga. Tidaklah heran jika seorang dalang wayang golek cepak bisa mendapatkan order hingga 20 panggungan/bulan. Cerita babad desa, penyebaran Islam, ataupun para sahabat Nabi yang menjadi inti cerita kesenian tersebut, sangat digandrungi penonton saat itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;Tampaknya hajatan bukan hanya hiburan dan kemeriahan, ada kebutuhan lain yang lebih mendasar, yakni kontemplasi. Tidak heran pula jika wayang kulit senantiasa dihadirkan pada acara nadran untuk menghadirkan kembali pemahaman bahwa lautan adalah sisi penting kehidupan nelayan melalui lakon budug basu. Begitu pula lakon-lakon lain pada hajatan keluarga sebagai penghayatan kembali atas realitas sosial-politik melalui wayang yang disajikan secara tragis maupun satir.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;Sesuatu yang diidealkan, dengan cerita berlatar kerajaan atau kesultanan pada zaman yang entah, dihadirkan seni sandiwara (semacam ketoprak).Gambaran ideal putri raja yang cantik, pangeran yang tampan, raja yang sakti, permaisuri yang sabar, patih yang bijaksana, ataupun tokoh antagonis berupa buta (raksasa) yang jahat seakan-akan mengidealkan bagaimana negara harus mampu memakmurkan rakyatnya. Itulah sebabnya, seni sandiwara meraih booming hingga dekade 1990-an.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;Sebagai masyarakat agraris, wong Cerbon-Dermayu menemukan apresiasi atas rutinitas kesehariannya pada kesenian tarling. Di situ ada realitas sosiokultural: majikan dan buruh pada masyarakat tani, juragan dan bidakpada nelayan, situasi yang mengetengahkan realitas sugih (kaya) dan mlarat(miskin). Akan tetapi tarling mengemas kesedihan dan kegembiraan dengan estetika yang membumi. Dalam acara hajatan tersebut, lapisan bawah dan atas seakan-akan menemukan daya intuisinya dan bersama-sama bisa menertawakan dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;Selera Massa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;Akan tetapi sebagaimana sebuah hubungan, ternyata tidak selamanya berjalan baik dan mulus. Ada saat-saat indah dan romantis, ada juga saat-saat renggang, jauh, bahkan terjadi perceraian. Hajatan keluarga maupun hajatan desa tetap berjalan, namun di sisi lain beberapa jenis kesenian kurang terpakai lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;Hajatan memiliki sifat dan karakternya sendiri yang berkonotasi sebagai pemberi order. Sebagai pemberi oder, ia memiliki kekuasaan yang tak terbatas, atau dengan kata lain pembeli adalah raja. Ada pertimbangan selera, trend, dan tujuan tertentu untuk menghadirkan sebuah grup kesenian. Tidaklah heran unsur-unsur tersebut senantiasa berubah pada hampir setiap dekade. Sikap pragmatis bahkan ditunjukkan pada hajatan desa. Ngunjung,sedekah bumi atau mapag sri acapkali tidak lagi menghadirkan wayang, tetapi diganti sandiwara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;Jika pada dekade 1960-an hingga 1970-an wayang golek cepak/menak, tari tayuban, dan tari topeng berjaya, pada dekade selanjutnya tidak demikian. Begitu pula pada dekade 1970-an hingga 1980-an tarling dan sandiwara mencapai masa keemasan, dekade berikutnya mengalami kelesuan. Dekade berikutnya tampak marak tarling dangdut, di susul organ tunggal, trio organ, lalu kembali menampilkan drama tarling dengan iringan ”orkestra” tarling secara lengkap, hal itu juga tak bisa dipungkiri karena perubahan selera, trend, dan tujuan tertentu pemberi order atau massa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;Kesenian Massa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;Kesenian, dalam hal ini, berada pada posisi yang lemah. Ia memiliki sifat dan karakter hanya sebagai penunggu dan pengharap order, penghibur selera dan trend belaka, pelepas penat dan lelah, dan semata-mata hanya meramaikan dan memeriahkan. Tidaklah heran, meskipun wayang kulit dan sandiwara hingga kini masih tampak eksis, seringkali rata-rata penonton lebih serius untuk nyawer dan minta namanya disebut dalam tembang pesinden. Keseriusan ini berdampak pada inti cerita, yang seringkali tak selesai walaupun pertunjukan telah usai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;Pada pertunjukan organ tampak lebih serius lagi dalam hal nyawer. Ada situasi psikologi tertentu yang memuat massa luruh dalam kegembiaraan bersama. Dulu, situasi ini terbatas pada kalangan tertentu pada pertunjukan tari tayuban dekade 1950-an hingga 1980-an. Kini, siapapun bisa melakukannya, sekalipun dengan lembaran receh sambil berjoget bersama dan namanya disebut-sebut penyanyi yang acapkali tampil menggoda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;Bertambahnya jumlah lulusan SLA hingga sarjana, atau naiknya strata sosial dan ekonomi, seakan-akan tak seiring sejalan dengan mutu kesenian massa. Tidak heran pula, bila daya apresiasi pun ikut terimbas. Kesenian tarling, misalnya, mengalami distorsi karena dianggap hanya lagu-lagu dangdut berbahasa Cirebon belaka. Lebih parah lagi pada pertunjukan organ, anak-anak kecil pun terbiasa dicekoki seperti situasi joget dalam ruang diskotik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="line-height: 18.200000762939453px;"&gt;Situasi inilah yang membuat kesenian selalu manut, tetapi gamang. Selera massa menjadi suatu keniscayaan, dan substansi seni menjadi tercerabut. Pada akhirnya, hubungan ini sulit dikatakan sebagai saling bergantung dan saling untung atau simbiosis mutualisme. Hubungan ini lebih tepat sebagai simbiosis parasitisme.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/04/hajatan-kesenian-sebuah-simbiosis.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCKdvXJsQN9FL_-UEGLTSB8sMYDup_rsPXkFFJQ2eGsuI91Ju0Nn-bN3Wd4uRe-LxnINCjTI5S5QXiHgXx9aGnyzI3q8x-P-utG2kuXD-6qnOFk_D1UYVwyQoxUHGPl2grI25QAAk6bmQ2/s72-c/Organ+Tarling+(1).jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-1407946411276088514</guid><pubDate>Tue, 22 Apr 2014 01:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-21T18:20:14.275-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cirebon</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Wisata</category><title>Filosopi Topeng Cirebon sebagai salah satu budaya Nasional</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-RZItzMhkjvK082TiPANML2kY0yKP5WNavpqiCwx2mUmOon3mvPaRAyrWjCjZagYeLsYgovnkKnCoOhVIKFmhgvSLamvXJDA5df83CqRer1njXlWOFOzHp-bbXv_eDeyoMs5ukEpJFdmC/s1600/Topeng+Panji+Cirebon.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-RZItzMhkjvK082TiPANML2kY0yKP5WNavpqiCwx2mUmOon3mvPaRAyrWjCjZagYeLsYgovnkKnCoOhVIKFmhgvSLamvXJDA5df83CqRer1njXlWOFOzHp-bbXv_eDeyoMs5ukEpJFdmC/s1600/Topeng+Panji+Cirebon.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Justru karena tariannya tidak spektakuler, maka ia merupakan sejatinya tarian, yakni perpaduan antara hakiki gerak dan hakiki diam. Bagi mereka yang kurang peka dalam pengalaman seni, tarian ini akan membosankan. Tarian kok tidak banyak gerak? Bukankah hakikat tari itu memang gerak (tubuh)? Inilah teka-teki Tarian Panji dalam Topeng Cirebon. Bagaimana penduduk desa mampu menciptakan tarian semacam itu? Penduduk desa yang tersebar di sekitar Cirebon hanyalah pewaris dan bukan penciptanya. Penduduk desa ini adalah juga penerus dari para penari Keraton Cirebon yang dahulu memeliharanya. Ketika Raja-raja Cirebon diberi status "pegawai" oleh Gubernur Jenderal Daendels, dan tidak diperkenankan memerintah secara otonom lagi, maka sumber dana untuk memelihara semua kesenian Keraton tidak dimungkinkan lagi. Para abdi dalem Keraton terpaksa dibatasi sampai yang amat diperlukan sesuai dengan "gaji" yang diterima Raja dari Pemerintah Hindia Belanda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitulah penari-penari dan penabuh gamelan Keraton harus mencari sumber hidupnya di rakyat pedesaan. Topeng Cirebon yang semula berpusat di Keraton-keraton, kini tersebar di lingkungan rakyat petani pedesaan. Dan seperti umumnya kesenian rakyat, maka Topeng Cirebon juga dengan cepat mengalami transformasi-transformasi. Proses transformasi itu berakhir dengan keadaannya yang sekarang, yakni berkembangnya berbagai "gaya" Topeng Cirebon, seperti Losari, Selangit, Kreo, Palimanan dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk merekonstruksi kembali Topeng Cirebon yang baku, diperlukan studi perbandingan seni. Berbagai gaya Topeng Cirebon tadi harus diperbandingkan satu sama lain sehingga tercapai pola dan strukturnya yang mendasarinya. Dengan metode demikian, maka akan kita peroleh bentuk yang mendekati "aslinya". Namun metode initak dapat dilakukan tanpa berbekal dasar filosofi tariannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari mana filsafat tari Topeng Cirebon itu dapat dipastikan? Tentu saja dari serpihan-serpihan tarian yang sekarang ada dan dipadukan dengan konteks budaya munculnya tarian tersebut. Konteks budaya Topeng Cirebon tentu tidak dapat dikembalikan pada budaya Cirebon sendiri yang sekarang. Untuk itu diperlukan penelusuran historis terhadapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapakah Empu pencipta tarian ini? Sampai kiamat pun kita tak akan mengetahuinya, lantaran masyarakat Indonesia lama tidak akrab dengan budaya tulis. Meskipun budaya tulis dikenal di Keraton-keraton Indonesia, tetapi tidak terdapat kebiasaan mencatat pencipta-pencipta kesenian, kecuali dalam beberapa karya sastranya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Zaman Mana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau pencipta tidak dikenal, sekurang-kurangnya di zaman mana Topeng Cirebon ini telah ada? Kepastian tentang ini tidak ada. Namun ada dugaan bahwa di zaman Raja Majapahit, Hayam Wuruk, tarian ini sudah dikenal. Dalam Negarakertagama dan Pararaton dikisahkan raja ini menari topeng (kedok) yang terbuat dari emas. Hayam Wuruk menarikan topeng emas (atapel, anapuk) di lingkungan kaum perempuan istana Majapahit. Jadi Tari topeng Cirebon ini semula hanya ditarikan para raja dengan penonton perempuan (istri-istri raja, adik-adik perempuan raja, ipar-ipar perempuan raja, ibu mertua raja, ibunda raja).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian dapat diduga bahwa Topeng Cirebon ini sudah populer di zaman Majapahit antara tahun 1300 sampai 1400 tarikh Masehi. Mencari dasar filosofi tarian ini harus dikembalikan pada sistem kepercayaan Hindu-Budha-Jawa zaman Majapahit. Tetapi mengapa sampai di Keraton Cirebon? Setelah jatuhnya kerajaan Majapahit (1525), tarian ini rupanya dihidupkan oleh Sultan-sultan Demak yang mungkin mengagumi tarian ini atau memang dibutuhkan dalam kerangka konsep kekuasaan yang tetap spiritual. Dalam babad dikisahkan bahwa Raden Patah menari Klana di kaki Gunung Lawu di hadapan Raja Majapahit, Brawijaya. Ini justru membuktikan bahwa Topeng Cirebon erat hubungannya dengan konsep kekuasaan Jawa. Bahwa hanya Raja yang berkuasa dapat menarikan topeng ini, ditunjukkan oleh babad, yang berarti kekuasaan atas Jawa telah beralih kepada Raden Patah, dan Raja Majapahit hanya sebagai penonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Demak tarian ini terbawa bersama penyebaran pengaruh politik Demak. Demak yang pesisir ini memperluas pengaruh kekuasaan dan Islamisasinya di seluruh daerah pesisir Jawa, yang ke arah barat sampai di Keraton Cirebon dan Keraton Banten. Inilah sebabnya berita-berita Belanda menyebutkan keberadaan tarian in di Istana Banten. Banten dan Cirebon, sedikit banyak membawa kebudayaan Jawa-Demak, terbukti dari penggunaan bahasa Jawa lamanya. Sedangkan Demak sendiri dilanjutkan oleh Pajang yang berada di pedalaman, kemudian digantikan oleh Mataram yang juga di pedalaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Topeng Majapahit ini, dengan demikian, hanya hidup di daerah pesisir Jawa Barat, sedangkan di Jawa pedalaman topeng tidak hidup kecuali bentuk dramatik lakon Panjinya. Kalau topeng tetap hidup dalam fungsi ritualnya, tentunya juga berkembang di kerajaan-kerajaan Islam Jawa pedalaman. Rupanya topeng dipelihara di Jawa Barat karena pesona seninya. Topeng sangat puitik dan kurang mengacu pada mitologi Panji yang hinduistik. Topeng lebih dilihat sebagai simbol yang mengacu pada realitas transenden. Inilah sebabnya sultan-sultan di Jawa Barat yang kuat Islamnya masih memelihara kesenian ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Topeng Cirebon adalah simbol penciptaan semesta yang berdasarkan sistem kepercayaan Indonesia purba dan Hindu-Budha-Majapahit. Paham kepercayaan asli, di mana pun di Indonesia, dalam hal penciptaan, adalah emanasi. Paham emanasi ini diperkaya dengan kepercayaan Hindu dan Budha. Paham emanasi tidak membedakan Pencipta dan ciptaan, karena ciptaan adalah bagian atau pancaran dari Sang Hyang Tunggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7S1uFmzYUQJsc_UpMf_RdSKsV57F3QFOJpdOpgNlNJcSaxmoKk4tboryhLdAI1w87JLYdDkTue4q0ZBJavEWwqsbbJNwjn8u9bP08qQRcLffhN39pUdfHVaiOUjPZ50T_fF7FiWBht1pq/s1600/Topeng+Cirebon.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7S1uFmzYUQJsc_UpMf_RdSKsV57F3QFOJpdOpgNlNJcSaxmoKk4tboryhLdAI1w87JLYdDkTue4q0ZBJavEWwqsbbJNwjn8u9bP08qQRcLffhN39pUdfHVaiOUjPZ50T_fF7FiWBht1pq/s1600/Topeng+Cirebon.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapakah Sang Hyang Tunggal itu? Dia adalah ketidak-berbedaan. Dalam diriNya adalah ketunggalan mutlak. Sedangkan semesta ini adalah keberbedaan. Semesta itu suatu aneka, keberagaman. Dan keanekan itu terdiri dari pasangan sifat-sifat yang saling bertentangan tetapi saling melengkapi. Pemahaman ini umum di seluruh Indonesia purba, bahkan di Asia Tenggara dan Pasifik. Dan filsuf-filsuf Yunani pra-Sokrates, filsuf-filsuf alam, juga mengenal pemahaman ini. Boleh dikatakan, pandangan bahwa segala sesuatu ini terdiri dari pasangan kembar yang saling bertentangan tetapi merupakan pasangan, adalah universal manusia purba.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengandung Semua Sifat Ciptaan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Hyang Tunggal Indonesia purba ini mengandung semua sifat ciptaan. Karena semua sifat yang dikenal manusia itu saling bertentangan, maka dalam diri Sang Hyang Tunggal semua pasangan oposisi kembar tadi hadir dalam keseimbangan yang sempurna. Sifat-sifat positif melebur jadi satu dengan sifat-sifat negatif. Akibatnya semua sifat-sifat yang dikenal manusia berada secara seimbang dalam diriNya sehingga Sifat itu tidak dikenal manusia alias Kosong mutlak. Paradoksnya justru Kosong itu Kepenuhan sejati karena Dia mengandung semua sifat yang ada. Kosong itu Penuh, Penuh itu Kosong, itulah Sang Hyang Tunggal itu. Di dalamNya tiak ada perbedaan, tunggal mutlak. Di Cina purba, Sang Hyang Tunggal ini disebut Tao.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Topeng Cirebon menyimbolkan bagaimana asal mula Sang Hyang Tunggal ini memecahkan diriNya dalam pasangan-pasangan kembar saling bertentangan itu, seperti terang dan gelap, lelaki dan perempuan, daratan dan laut. Dalam tarian ini digambarkan lewat tari Panji, yakni tarian yang pertama. Tarian Panji ini merupakan masterpiece rangkaian lima tarian topeng Cirebon. Tarian Panji justru merupakan klimaks pertunjukan. Itulah peristiwa transformasi Sang Hyang Tunggal menjadi semesta. Dari yang tunggal belah menjadi yang aneka dalam pasangan-pasangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Inilah sebabnya kedok Panji tak dapat kita kenali secara pasti apakah itu perwujudan lelaki atau perempuan. Apakah gerak-geriknya lelaki atau perempuan. Kedoknya sama sekali putih bersih tanpa hiasan, itulah Kosong. Gerak-gerak tariannya amat minim, namun iringan gamelannya gemuruh. Itulah wujud paradoks antara gerak dan diam. Tarian Panji sepenuhnya sebuah paradoks. Inilah kegeniusan para empu purba itu, bagaimana menghadirkan Hyang Tunggal dalam transformasinya menjadi aneka, dari ketidakberbedaan menjadi perbedaan-perbedaan. Itulah puncak topeng Cirebon, yang lain hanyalah terjemahan dari proses pembedaan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Empat tarian sisanya adalah perwujudan emanasi dari Hyang Tunggal tadi. Sang Hyang Tunggal membagi diriNya ke dalam dua pasangan yang saling bertentangan, yakni "Pamindo-Rumyang", dan "Patih-Klana". Inilah sebabnya kedok "Pamindo-Rumyang" berwarna cerah, sedangkan "Patih-Klana" berwarna gelap (merah tua).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gerak tari "Pamindo-Rumyang" halus keperempuan-perempuanan, sedangkan Patih-Klana gagah kelaki-lakian. Pamindo-Rumyang menggambarkan pihak "dalam" (istri dan adik ipar Panji) dan Patih-Klana menggambarkan pihak "luar". Terang dapat berarti siang, gelap dapat berarti malam. Matahari dan bulan. Tetapi harus diingat bahwa semuanya itu adalah Panji sendiri, yang membelah dirinya menjadi dua pasangan saling bertentangan sifat-sifatnya. Inilah sebabnya keempat tarian setelah Panji mengandung unsur-unsur tarian Panji. Untuk hal ini orang-orang tari tentu lebih fasih menjelaskannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Topeng Panji menyimbolkan peristiwa besar universal, yakni terciptanya alam semesta beserta manusia ini pada awal mulanya. Topeng Panjing atau topeng Cirebon ini mengulangi peristiwa primordial umat manusia, bagaimana "penciptaan" terjadi. Tidak mengherankan kalau di zaman dahulu hanya ditarikan oleh para raja. Raja mewakili kehadiran Sang Hyang Tunggal itu sendiri, karena dalam paham kekuasaan Jawa, Raja adalah Dewa itu sendiri, yang dikenal dengan paham dewa-Raja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Topeng Cirebon adalah gambaran sangat puitik tentang hadirnya alam semesta serta umat manusia. Sang Hyang Tunggal yang merupakan ketunggalan mutlak tanpa pembedaan, berubah menjadi keanekaan relatif yang sangat berbeda-beda sifatnya. Tari Panji adalah tarian Sang Hyang Tunggal itu sendiri, dan tarian-tarian lainnya yang empat adalah perwujudan dari emanasi diriNya menjadi pasangan-pasangan sifat yang saling bertentangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Topeng Cirebon adalah tarian ritual yang amat sakral. Tarian ini sama sekali bukan tontonan hiburan. Itulah sebabnya dalam kitab-kitab lama disebutkan, bahwa raja menarikan Panji dalam ruang terbatas yang disaksikan saudara-saudara perempuannya. Untuk menarikan topeng ini diperlukan laku puasa, pantang, semedi, yang sampai sekarang ini masih dipatuhi oleh para dalang topeng di daerah Cirebon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tarian juga harus didahului oleh persediaan sajian. Dan sajian itu bukan persembahan makanan untuk Sang Hyang Tunggal. Sajian adalah lambang-lambang dualisme dan pengesaan. Inilah sebabnya dalam sajian sering dijumpai bedak, sisir, cermin yang merupakan lambang perempuan, didampingi oleh cerutu atau rokok sebagai lambang lelaki. Bubur merah lambang dunia manusia, bubur putih lambang Dunia Atas. Cowek batu yang kasar sebagai lambang lelaki, dan uleg dari kayu yang halus sebagai lambang perempuan. Pisang lambang lelaki, buah jambu lambang perempuan. Air kopi lambang Dunia Bawah, air putih lambang Dunia Atas, air teh lambang Dunia Tengah. Sesajian adalah lambang keanekaan yang ditunggalkan.</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/04/filosopi-topeng-cirebon-sebagai-salah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-RZItzMhkjvK082TiPANML2kY0yKP5WNavpqiCwx2mUmOon3mvPaRAyrWjCjZagYeLsYgovnkKnCoOhVIKFmhgvSLamvXJDA5df83CqRer1njXlWOFOzHp-bbXv_eDeyoMs5ukEpJFdmC/s72-c/Topeng+Panji+Cirebon.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-6744638600759182188</guid><pubDate>Tue, 22 Apr 2014 01:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-21T18:16:03.567-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Indramayu</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kab. Indramayu</category><title>Kemiskinan, Perempuan &amp; Citra Indramayu</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPY57hU5MrWa_89iepn8IlLutGhnW7ZX5Wx_jOTjysmACsy829LEyo_u29XvJ5aEdNQG1NYbSFzjHuSZsn9kmpJu9WPIXaft3xLuIGIJcWaEV0sMMcI1BCc2EH7yUWDKXB5IvFDdWJDneB/s1600/Warga+miskin+Krangkeng.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPY57hU5MrWa_89iepn8IlLutGhnW7ZX5Wx_jOTjysmACsy829LEyo_u29XvJ5aEdNQG1NYbSFzjHuSZsn9kmpJu9WPIXaft3xLuIGIJcWaEV0sMMcI1BCc2EH7yUWDKXB5IvFDdWJDneB/s1600/Warga+miskin+Krangkeng.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Babad Dermayu, sebuah naskah sejarah tradisional berupa tembang macapat, salah satunya mengisahkan heroisme tokoh perempuan bernama Endang Dharma Ayu. Nama lain perempuan itu adalah Siti Maemunah atau Gandasari atau Retna Gumilang atau Ratu Saketi, yang disebut sebagai adik Fatahillah. Konon pada abad ke-16, ia dikirim oleh Sunan Gunungjati dari Cirebon sebagai mata-mata yang tugas utamanya adalah mencuri benda keramat, patung ular sarpa kandaga di Kerajaan Rajagaluh. Tugas itu dalam rangka ekspansi penyebaran agama Islam ke wilayah Rajagaluh dan sekitarnya. Secara politis, wilayah tersebut tetap menolak sebagai bagian dari Cirebon. Secara ideologi dan kepercayaan, pengaruh Hindu masih kuat. Sarpa kandaga adalah simbol kekuatan rakyat Galuh. Jika patung yang dikeramatkan itu lepas, dipastikan kekuatan akan menurun pula. Endang Dharma Ayu mencari pasangan yang cocok untuk tugas tersebut. Ia memilih Raden Aria Wiralodra, yang bermukim di pedukuhan Cimanuk (Indramayu). Akan tetapi saat itu Wiralodra, yang berasal dari Bagelen (Jawa Tengah), justru sedang ”pulang kampung” dan ikut serta memadamkan pemberontakan Banyubiru terhadap Demak. Sebagai ”pejabat” yang diutus Demak ke Indramayu, ia merasa punya kewajiban untuk memadamkan pemberontakan itu.&lt;br /&gt;
Akan halnya Endang Dharma, yang kemudian bermukim di pedukuhan Cimanuk, justru dituduh menyebarkan aliran pencaksilat jurus sunan, yang seharusnya tak sembarangan disebarkan. Tuduhan itu berasal dari Pangeran Guru, yang khusus datang dari palembang bersama 24 anak buahnya. Bentrok terjadi. Pangeran Guru dan anggotanya tewas. Konon Pangeran Guru adalah Arya Damar atau Arya Dilah yang merupakan bupati Palembang dari Majapahit, putra Prabu Wikramawardana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Huru-hara di Cimanuk itu pada akhirnya menempatkan Endang Dharma sebagai ”musuh” penguasa Cimanuk, Wiralodra. Perang tanding tak terelekkan, namun di balik itu api asmara keduanya juga ternyata menyala-nyala. Akhir dari perang itu ada dua versi. Versi pertama, Endang Dharma Ayu kalah, lalu menceburkan diri ke sungai Cimanuk. Ia mohon agar namanya dijadikan nama pedukuhan. Hingga kini Indramayu konon berasal dari nama Dharma Ayu, Darmayu, in-Dermayu (lidah Belanda), lalu Indramayu. Versi kedua, menempatkan kedus sejoli itu sebagai pengantin yang menikah secara rahasia di Pegaden, agar tak diketahui publik, terutama musuh. Nama Indramayu berasal dari Endang Dharma Ayu.&lt;br /&gt;
Kiprah Endang Dharma dalam misi mencuri benda keramat di Rajagaluh, dikisahkan berakhir sukses. Rajagaluh akhirnya takluk kepada Cirebon. Meski demikian tak disebutkan bagaimana peran Wiralodra dalam misi tersebut.&lt;br /&gt;
Sebagai sebuah babad, yang merupakan sumber sekunder sejarah, akurasi data dan fakta seringkali lebih dibumbui hal-hal yang bersifat legendaris dan mitologis. Bahkan sumber lain, seperti Babad Cirebon, menyebutkan perempuan yang ikut berperan dalam perang dengan Rajagaluh itu bernama Nyi Mas Gandasari atau Nyi Mas Panguragan, tetapi tak disebutkan identik dengan Endang Dharma. Beberapa historiografi lain juga tak menyebutkan sosok adik Fatahillah yang bernama Endang Dharma. Beberapa sumber lain malah menyebutkan Wiralodra adalah utusan SultanAgung dari Mataram (bukan Demak), yang berarti memiliki perbedaan waktu hampir seabad. Mataram melakukan ”transmigrasi lokal” dari Jawa ke pesisir utara Jawa Barat sebagai bagian strategi menggempur Batavia, setelah kekalahan tahun 1628-1629 akibat kekurangan logistik dan komunikasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kabupaten Termiskin&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7M7naSegzRSeYai38CXDPRDsr-Y3FL1nKSoRZZGflbzUnjw-WbZTseTTG0B7SYaSfIb_WLOQL8i58cPb4TMDNasM2sVIdL4ZpwaMwFYniqrKzGa3dQO9Ae1inKp-bzCnW-wde48epsA2u/s1600/Masyarakat+Nelayan+Indramayu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7M7naSegzRSeYai38CXDPRDsr-Y3FL1nKSoRZZGflbzUnjw-WbZTseTTG0B7SYaSfIb_WLOQL8i58cPb4TMDNasM2sVIdL4ZpwaMwFYniqrKzGa3dQO9Ae1inKp-bzCnW-wde48epsA2u/s1600/Masyarakat+Nelayan+Indramayu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlepas dari unsur sejarah, legenda, dan mitologi seperti itu, tampaknya keberadaan perempuan Indramayu tak bisa dilepaskan dari kondisi sosial-ekonomi Indramayu yang carut-marut sejak awal dekade 1930. meski memiliki sumberdaya alam (sawah, hutan, laut) yang melimpah, Indramayu dikenal sebagai kabupaten termiskin di Jawa Barat hingga dekade 1970. Ada peribahasa yang tepat untuk menggambarkan kondisi tersebut, yakni ”ayam mati di atas padi”. Bagi kalangan nelayan, setiap kali musim barat (hujan) berarti tak bisa melaut, ada ungkapan ”cul dayung adol sarung” (lepasnya pekerjaan mendayung untuk menangkap ikan di laut, berarti segala macam perabotan di rumah pun harus dijual pula untuk kehidupan sehari-hari, termasuk menjual sarung satu-satunya).&lt;br /&gt;
Secara antropologis, penduduk Indramayu yang terlihat kemudian bukan hanya berasal dari Bagelen. Ada wilayah lain yang juga melakukan migrasi ke Indramayu sebelumnya, seperti saat kejayaan Majapahit terlihat pengaruh Majapahit pada daerah-daerah seeprti Kec. Juntinyuat (sebelah timur Indramayu). Arsitektur rumah gaya Majapahit terlihat di wilayah tersebut. Beberapa nama daerah juga menyiratkan keterpengaruhan dari Jawa Timur dan Madura, seperti Kamal, Lombang, Sampang, Tuban, dan Majakerta (Mojokerto).&lt;br /&gt;
Di seputar kota Indramayu hingga Sindang, selain pengaruh aristrokrat (mungkin dari Mataram), juga perkampungan Arab dan Pecinan. Sedangkan di kecamatan Lelea dan Kandanghaur, pengaruh Kerajaan Sumedang masih terasa pada kulturnya, terutama bahasa. Bahasa Sunda-Lea dan Sunda-Parean (Sunda-Lelea dan Sunda-Kandanghaur). Di perbatasan Kab. Sumedang, dan Subang (sebagian wilayah Kec. Gantar, Haurgeulis, Kroya, Terisi), penduduk menggunakan bahasa Sunda, walau jumlahnya tak banyak.&lt;br /&gt;
Di wilayah barat Indramayu (Kec. Gantar, Haurgeulis, Anjatan, Sukra, Patrol, Bongas) sebagian penduduk berasal dari Tegal-Brebes dan sebagian lagi berasal dari wilayah timur Indramayu dan Cirebon, yang melakukan migrasi pada tahun 1920-an melalui jalur kereta api. Hal itu dilakukan tanah dan hutan di wilayah barat masih perawan. Telah dibangun pula bendungan dan irigasi oleh Belanda.&lt;br /&gt;
Percampuran penduduk dari Bagelen (Demak atau Mataram), Jawa Timur, Tegal-Brebes, Pasundan, Arab, dan Cina itu menghasilkan suatu akulturasi yang kini disebut sebagai kultur Dermayu. Mereka mengaku bukan Jawa, bukan pula Sunda. Mereka menganggap wong Jawa adalah wong wetan, sedangkan urang Sunda adalah wong gunung. Satu hal yang penting dicatat, sebagian besar dari mereka adalah kalangan grass-root (wong cilik), kaum migran/transmigran, pinggiran yang terpaksa melakukan perpindahan dari wilayah asal ke Indramayu. Di antara mereka yang mampu bekerja keras, mendapatkan penghasilan, dan mengeluarkan pendapatan secara ketat (irit), akhirnya menjadi kaya. Sebaliknya tak sedikit pula yang gagal, kemudian terkungkung dalam kemiskinan.&lt;br /&gt;
Pada kurun waktu tersebut terjadi kondisi yang menjurang antara majikan yang memiliki sawah hingga puluhan hektar dengan buruh tani yang makan untuk sehari saja terkadang tak ada. Begitu pula antara juragan (pemilik perahu) dengan bidak (nelayan anggota). Kehidupan ekonomi buruh sangat bergantung pada majikannya, termasuk kebaikannya dalam memperoleh kesempatan kerja. Begitu pula bidak terhadap juragan. Tak sedikit yang menumpang hidup pada majikan (24 jam mengabdi) dengan tujuan memperoleh makan untuk sanak-keluarga. 24 jam pengabdian itu dari mulai pekerjaan di rumah (memasak, mengisi bak mandi, menyapu, mencuci, pekerjaan di sawah, menumbuk padi, dsb.). Upah yang diterima adalah makan untuk sanak keluarga 2X dan diberi kesempatan mengolah sepetak sawah. Seringkali pula, ongkos mengolah sawah, bibit, dan pupuk berasal dari majikan. Ketika musim panen tiba, hasil padi dipotong biaya sewa dan biaya pengolahan tadi. Sosok seperti ini disebut pawongan.&lt;br /&gt;
Kemiskinan dan menjadi buruh secara turun-temurun bisa jadi menyebabkan trauma psikologis dan sosiologis bagi kaum buruh dan bidak. Status kaya pada petani digapai dengan cara-cara yang irit (medit, pelit), sehingga ketika mereka menjadi kaya sifat medit itu tetap berlaku. Misalnya: menanak nasi dengan menggunakan kayu rencekan (mencari kayu) dari ranting pohon bahkan dedak padi, lauk-pauk cukup ikan yang ada di pekarangan atau sawah, termasuk yuyu juga dimakan. Sayur-mayur dari pekarangan. Tak ada sikap hidup konsumtif. Hal yang berbeda ditunjukkan kaum nelayan. Ketika panen ikan, segala macam barang dibeli. Ketika paceklik, segala macam barang dijual.&lt;br /&gt;
Kaya harta pada majikan dan juragan, ternyata menghasilkan sikap miskin pandangan. Apalagi yang miskin harta pada buruh dan bidak. Pandangan yang miskin itu antara lain dalam hal pendidikan anak-anak mereka. Seakan-akan tak ada kewajiban orangtua untuk menyekolahkan anak-anak hingga pendidikan tinggi. Tak sedikit yang hanya SD atau tak lulus SD, bahkan tak sekolah sama sekali. Posisi anak perempuan dinomorduakan dibandingkan laki-laki dalam hal pendidikan. Perempuan cukup bisa memasak, bekerja di sawah dan menata rumah, dianggap sudah cukup. Bahkan oleh orang tuanya, laki-laki pun seringkali dianggap tak perlu sekolah karena akan dibekali sawah sekian hektar.&lt;br /&gt;
Kemiskinan pandangan juga pada hal-hal lainnya, seperti perkawinan. Ada semacam mitos yang salah kaprah di masyarakat, yaitu ”Lebih baik punya janda usia 15 tahun daripada punya anak gadis usia 18 tahun”. Bagi orangtua, jika putri mereka dilamar, meskipun masih usia 12 tahun, pantang untuk ditolak. Urusan kelanggengan rumah tangga adalah nomor dua. Artinya, kalaupun beberapa bulan kemudian terjadi perceraian, bukanlah hal yang dianggap memalukan.&lt;br /&gt;
Dalam hal lembaga pendidikan dan jumlah guru di Indramayu masih sedikit. Pada dekade 1930-an SR (SD) hanya ada di ibukota kecamatan, yang guru-gurunya mayoritas berasal dari Jawa Tengah. Dekade 1950-an SR (SD) mulai ada di beberapa desa, SMP di tingkat kawedanan, dan SLA hanya ada di ibukota kabupaten (1 SMA, 1 SMEA, dan 1 SGB/SGA (SPG). Tahun 1974 bahkan didatangkan ribuan lulusan SPG dari Yogyakarta dan daerah Priangan. Penambahan jumlah sekolah dan guru tampak mulai ada pada dekade 1990-an.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Eksploitasi Seni&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkqDI4OC9OeDKQ6AOQtzQSHKcVc_7u-TfOaac02q8utzWehAusjj5epDdy0raUf7dRMmdfiyZpbPZ58lhwx3zSVezaoUQoYkrnvu1xMU1tJJwyRzF6I_sIU3dh7C9WlXpkG5Y4Naq4xePd/s1600/Organ+Tarling.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgkqDI4OC9OeDKQ6AOQtzQSHKcVc_7u-TfOaac02q8utzWehAusjj5epDdy0raUf7dRMmdfiyZpbPZ58lhwx3zSVezaoUQoYkrnvu1xMU1tJJwyRzF6I_sIU3dh7C9WlXpkG5Y4Naq4xePd/s1600/Organ+Tarling.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Trauma sosiologis dan psikologis pada anak-anak kaum buruh dan bidak seakan-akan menemukan ”kran” pembuka, jika mereka mampu melepaskan diri dari ikatan keluarga secara ortodok. Kran itu adalah jika mereka berbakat menjadi seniman. Bagi perempuan, menjadi pesinden (penyanyi), adalah sebuah pemberontakan tersendiri dari keluarga dan lingkungan sejak dekade 1930-an. Saat itu seni yang muncul adalah sandiwara (ketoprak), tarling, wayang kulit, wayang golek cepak, sintren, dombret, genjring, tayuban, dan lainnya. Pandangan masyarakat, perempuan menjadi seniman tari ataupun pesinden (penyanyi) adalah sesuatu yang dianggap “melatar” (jalang, genit, ganjen). Menjadi seniman, dianggap merupakan profesi yang terbuka mengundang laki-laki untuk menggoda.&lt;br /&gt;
Tayuban, sebagai tari pergaulan, menempatkan penari perempuan sebagai penghibur laki-laki dengan goyangannya, kemudian mendapatkan sawer. Di situ juga diramaikan dengan minuman keras, yang konon meniru gaya orang Belanda ketika berpesta. Tak sedikit penari atau pesinden yang diincar laki-laki berduit, kemudian menjadi istri simpanan atau bukan simpanan.&lt;br /&gt;
Seni dongbret, malah secara vulgar melakukan eksploitasi seni. Penari perempuan yang disawer, dalam waktu beberapa menit, bisa diajak si penyawer ke tempat yang agak gelap, kemudian dicium-cium dengan imbalan beberapa rupiah saja. Biasanya pertunjukan dilakukan di daerah pangkalan nelayan sehabis pulang dari melaut.&lt;br /&gt;
Kran keterbukaan makin menganga ketika Jakarta menggeliat sebagai ibukota dan kota metropolitan sejak 1970-an. Jarak yang relatif dekat (Indramayu-Jakarta hanya 4-5 jam dengan bus antarkota atau 3-4 jam dengan kereta api) menjadi pilihan untuk mengadu nasib bagi anak-anak kaum buruh yang trauma akan kemiskinan di kampung. Taak sedikit perempuan Indramayu yang terjerumus ke bisnis esek-esek di Kramat Tunggak dan tempat lainnya. Taak sedikit pula yang secara ekonomi berhasil menghilangkan kemiskinan. Di kampung, mereka membeli sawah, membangun rumah, membeli kendaraan, perhiasan, baju bagus, dsb.&lt;br /&gt;
Daya tarik inilah yang menjadi obsesi bagi para keluarga miskin untuk melakukan upaya ”instan” menghapus kemiskinan yang bertahun-tahun disandang seperti secara genealogis.&lt;br /&gt;
Jika kini Indramayu dikenal sebagai daerah pemasok pelacur, mungkin ada benarnya. Beberapa penyebabnya antara lain himpitan ekonomi, pendidikan rendah, pemahaman agama yang rendah, standar moral yang rendah, sikap hidup konsumtif, patah hati, dendam (tak dikawin pacar padahal sudah tak gadis lagi, dicerai suami), bahkan ada pula yang berlatar sejarah (di sebuah kecamatan ada beberapa perempuan yang berawal menjadi selir di keraton secara tak resmi).&lt;br /&gt;
Sedangkan motivasinya antara lain kemauan diri-sendiri (karena patah hati, ingin punya banyak uang, ingin menunjukkan kemandirian, dsb, diajak teman/saudara yg sudah terjun lebih dulu, didorong suami (karena himpitan ekonomi), dan didorong orangtua (ekonomi), tergiur oleh keberhasilan orang lain yang sukses secara ekonomi (punya rumah bagus, kendaraan, sawah). Modus baru yang terlihat kini adalah dengan alasan berangkat ke kota sebagai pelayan restoran, diskotik, penari di luar negeri, dsb. Seringkali mengatasnamakan seni, yang terjadi adalah eksploitasi esek-esek.&lt;br /&gt;
Tidaklah heran jika ada mem-pleset-kan Kota Indramayu sebagai ”Kota Mangga” menjadi ”mangga mampir, mas!!!”, atau ”Kota Pelem” sebagai ”pelempuan”, atau sebutan ”Kota Ayu” dengan mempanjangkannya menjadi ”ayu mana, ayu mene!”.&lt;br /&gt;
Yang dilakukan pemerintah kabupaten terlihat dengan membuat program yang berhubungan dengan pencegahan maupun pemberantasan penyakit tersebut, seperti razia, pencegahan traficking, penyuluhan, workshop, dsb. Motto pun dijunjung tinggi dengan penempatan relijiositas sebagai bidang nomor satu, yaitu visi ”Remaja” (relijius, maju, mandiri, sejahtera).&lt;br /&gt;
Pencegahan dini dilakukan di sekolah-sekolah dengan penanaman pendidikan agama, seperti kewajiban mengaji 15 menit sebelum pelajaran dimulai, wajib berbusana muslim, bersekolah di Madarsah Diniyah Awaliyah (MDA) bagi anak SD pada sore hari. Akankah efektif? Kita tunggu!</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/04/kemiskinan-perempuan-citra-indramayu.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPY57hU5MrWa_89iepn8IlLutGhnW7ZX5Wx_jOTjysmACsy829LEyo_u29XvJ5aEdNQG1NYbSFzjHuSZsn9kmpJu9WPIXaft3xLuIGIJcWaEV0sMMcI1BCc2EH7yUWDKXB5IvFDdWJDneB/s72-c/Warga+miskin+Krangkeng.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-974922122325852107</guid><pubDate>Tue, 22 Apr 2014 01:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-21T18:06:21.391-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Indramayu</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kab. Indramayu</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Wisata</category><title>Filosofi Hidup Suku Dayak Bumi Segandu Indramayu</title><description>Bila suatu ketika kita berkunjung ke daerah Indramayu, tidak jauh dari Pantai Eretan Wetan, di sepanjang lajur sebelah kanan by pass dari arah Jakarta ke Cirebon (jalur Pantura), terdapat sebuah jalan kecil yang bila ditelusuri menuju ke lokasi pemukiman sebuah komunitas yang menamakan dirinya Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu. Orang luar sering juga menyebutnya dengan istilah “Dayak Losarang”, atau "Dayak Indaramayu”. Komunitas ini tepatnya bermukim di Kampung Segandu. Desa Krimun, Kecamatan Losarang. Kabupaten Indramayu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Suku Dayak Indramayu” mulai mencuat ke permukaan sejak pernyataan mareka untuk menjadi “Golongan Putih” (golput= tidak memilih salah satu partai) pada Pemilu tahun 2004.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Suku Dayak Indramayu” hidup di tengah-tengah masyarakat sekitarnya, akan tetapi dalam beberapa hal, mereka mengisolasikan diri dari lingkungan masyarakatnya. Misalnya untuk tempat tinggal dan tempat peribadatan (ritual) mereka, dibentengi dengan dinding yang cukup tinggi dan diberi ornament lukisan-lukisan. Di dalam benteng ini terdapat beberpa bangunan yang terdiri atas: rumah pemimpin suku, pendopo, pesarean, pesanggaran, dan sebuah bangunan rumah tinggal salah satu pemimpin suku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benteng yang mengelilingi padepokan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha0BFssHgx_D_Im8ZjCg3zGJOZw4Z29UxI6b2YKxy6BQi18C_0oRFbTWAftch7KVrg5VQ-g1Udj69PzNC-2OM61TXOnPdhExjndz9o7gzicuo2aKq3e3h52OuvMcUY_tRchcnUgBNFc9LF/s1600/suku+dayak+hindu+budha+bumi+segandu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha0BFssHgx_D_Im8ZjCg3zGJOZw4Z29UxI6b2YKxy6BQi18C_0oRFbTWAftch7KVrg5VQ-g1Udj69PzNC-2OM61TXOnPdhExjndz9o7gzicuo2aKq3e3h52OuvMcUY_tRchcnUgBNFc9LF/s1600/suku+dayak+hindu+budha+bumi+segandu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa bangunan, yaitu rumah pemimpin suku dan pesarean sudah merupakan bangunanpermanent, berdinding tembok, berlantai keramik, dan beratap genteng. Gedung pendopo berdinding semi permanent, yaitu dinding bagian bawah berupa tembok dan duduk jendela/setengah badan ke atas menggunakan papan yang dilapis bilik, berlantai keramik, dan beratap genteng. Sementara itu, bangunan pesanggaran adalah bangunan non-permanen, berlantai tanah, beratap sirap dan dindingnya dibuat dari papan dan bilik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lingkungan alam di sekitarnya adalah lingkungan pertanian sawah dan palawija. Oleh sebab itu, mereka dalam kesehariannya bermata pencaharian sebagai buruh tani. Data tentang deskripsi kehidupan mereka diperoleh melalui wawancara dengan ketua Suku Dayak Hindu Budha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asal Usul Nama Suku Dayak Bumi Segandu&lt;br /&gt;
Komunitas ini menamakan dirinya dengan sebutan “Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu”. Menurut penjelasan warga komunitas ini, penamaan Suku Dayak ini mengandung makna sebagai berikut: Kata “Suku” artinya kaki, yang mengandung makna bahwa setiap manusia berjalan dan berdiri di atas kaki masing-masing untuk mencapai tujuan sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata “Dayak” berasal dari kata “ayak” datau “ngayak” yang artinya memilih atau nyaring. Makna kata “Dayak” disini adalah menyaring, memilah dan memilih mana yang benar dan mana yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata “Hindu” artinya kandungan atau rahim. Filosofinya adalah bahwa setiap manusia dilahirkan dari kandungan sang Ibu (perempuan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan kata “Budha”, asal dari kata “wuda”, yang artinya telanjang. Makna filosofinya adalah bahwa setiap manusia dilahirkan dalam keadaan telanjang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya adalah kata “Bumi Segandu Indramayu”. “Bumi mengandung makna wujud, sedangkan “Segandu” bermakna sekujur badan. Gabungan kedua kata ini, yakni “Bumi Segandu” mengandung makna filosofi sebagai kekuatan hidup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun “Indramayu”, mengandung pengertian “In” maknanya adalah “inti”, “Darma” artinya orang tua, dan kata “ayu” maknanya perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makna filosofinya adalah bahwa ibu (perempuan) merupakan sumber hidup, karena dari rahimnyalah kita semua dilahirkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi penyebutan kata “suku” pada komunitas ini bukan dalam konteks terminologysuku bangsa (etnik) dalam pengertian antropologis, melainkan penyebutan istilah yang diambil dari makna kata-kata dalam bahasa daerah (jawa).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian juga dengan kata “Dayak”, bukan dalam pengertian sukubangsa (etnik) Dayak yang berada di daerah Kalimantan, kendati pun dari sisi performan ada kesamaan, yakni mereka (kaum laki-laki) sama-sama tidak mengenakan baju. Serta mengenakan asesoris berupa kalung dan gelang (tangan dan kaki).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih jauh, pemimpin komunitas ini menjelaskan tentang pemakaian kata “Hindu-Budha” pada sebutan komunitas ini. Kendatipun kominitas ini menggunakan kata “Hindu-Budha”, bukan berarti bahwa mereka adalah penganut agama Hindu ataupun Budha. Penggunaan kata “Hindu”, karena komunitas ini meneladani peri kehidupan kelima tokoh Pandawa, yang terdiri atas: Yudistira, Bima(Wirekudara), Arjuna(Permadi), Nakula dan Sadewa, serta tokoh Semar, yang dipandang sebagai seorang mahaguru yang sangat bijaksana. Adapun penyebutan kata “Budha” karena mereka mengambil inti ajaran “aji rasa” (tepuk seliro) dan kesahajaan yang merupakan inti ajaran agama Budha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konsep-konsep Ajaran Sejarah Alam Ngaji Rasa&lt;br /&gt;
Ajaran dari kelompok “Dayak Indramayu” dinamakan dengan sebutan “Sejarah Alam Ngaji Rasa”. Menururt penjelasan salah seorang pengikut senior dari Pak Takmad, “Sejarah” adalah perjalanan hidup (awal, tengah, dan akhir) berdasarkan ucapan dan kenyataan. Sementara itu, “alam” adalah ruang lingkup kehidupan atau sebagai wadah kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun “Ngaji rasa” adalah tatacara atau pola hidup manusia yang didasari dengan adanya rasa yang sepuas mungkin harus dikaji melalui kajian antara salah dan benar, dan dikaji berdasarkan ucapan dan kenyataan yang sepuas mungkin harus bisa menyatu dan agar bisa menghasilkan sari atau nilai-nilai rasa manusiawi, tanpa memandang ciri hidup, karena pandangan salah belum tentu salahnya, pandangan benar belum tentu benarnya. “Oleh karena itu, kami sedang belajar ngaji rasa dangan prinsip-prinsip jangan dulu mempelajari orang lain, tapi pelajarilah diri sendiri antara salah dengan benarnya, dengan proses ujian mengabdikan diri kepada anak dan istri”, ungkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konsep-konsep ajaran ini tidak didasarkan pada kitab suci, aliran kepercayaan, agam maupun akar budaya tertentu. Mereka berusaha mencari pemurnian dari dengan mengambil teladan sikap dan perilaku tikoh pewayangan Semar dan Pandawa Lima yang dianggapnya sangat bertanggungjawab terhadap kelaurga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses menuju pemurnian diri, menurut Takmad, melalui beberapa tahap yang harus dijalin dengan menjauhkan diri dari keramaian dunia yang mengejar kesengan duniawi.&lt;br /&gt;
Tahap-tapah tersebut adalah: wedi-sabar-ngadirasa (ngajirasa)-memahami benar-salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awalnya, setiap manusia wedi-wedian (takut, penakut) baik terhdap alam maupun lingkungan masyarakatnya. Oleh karena itu, manusia harus mengembangkan perasaan sabar dan sumerah diri dalam arti berusaha selaras dengan alam tanpa merusak alam. Prinsipnya adalah jangan merusak alam apabila tidak ingin terkena murka alam. Itulah yang disebut ngaji rasa atau ngadirasa. Setelah bersatu dan selaras dengan alam, dalam arti mengenal sifat-sifat alam sehingga bisa hidup dengan tenteram dan tenang karena mendapat lindungan dari Nur Alam (pencipta alam), manusia akan memahami benar-salam dan selanjutnya dengan mudah akan mecapai permurnian diri; manusia tidak lagi memiliki kehendak duniawi. Cerminan dari manusia yang telah memahami benar-salah, tampak dalam kehidupan sehari-harinya. Manusia yang telah mencapai tahap tersebut, akan selalu jujur dan bertanggungjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngajisara, ajaran yang diakui sebagai jalan menuju pemurnian diri, mendidik setiap pengikutnya untuk mengendalikan diri dari “TIGA TA (harta, tahta dan wanita).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi para pengikut yang telah menikah, suami harus sepenuhnya mengabdikan diri pada keluarga. Suami tidak boleh menghardik, memarahi, atau berlaku kasar terhadap anak dan istrinya. Oleh karena itu, perceraian merupakan sesuatu yang dianggap pantang terjadi. Demikian juga, hubungan di,luar pernikahan sangat ditentang. “Jangan coba-coba berzinah apabila tidak ingin terkena kutuk sang guru,” demikian salah seorang pengikut Pak Talmad mengungkapkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ngaji rasa juga mengajarkan untuk saling mengasihi kepada sesama umat manusia. Misalnya, menolong orang yang sedang kesulitan walaupun berbeda kepercayaan, tidak menagih utang kepada orang yang diberi pinjaman. Yang terbaik adalah membiarkan orang yang berutang tersebut untuk membayar atas kesadarannya sendiri. Demikian juga dalam hal mendidik anak, sebaiknya tidak terlalu banyak ngatur karena yang bisa mengubah sikap dan perilaku adalah dirinya sendiri, bukan orang lain. Jalan menuju pemurnian diri juga ditunjukan dengan hidup yang sederhana, menjauhi keinginan mengejar kesenangan duniawi, menghilangkan perasaan dendam, penasaran dan iri kepaada orang laina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Konsepsi tentang alam tampak dari keyakjian bahwa dunia berasal dari bumi segandu (bumi yang masih bulat) bernama Indramayu. Bumi segandu, kemudian menimbulkan lahar menjadi daratan, kekayon, dan air. Setelah itu muncul alam gaib, yangmengendlaikan semua itu adalah Nur Alam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ritual&lt;br /&gt;
Ritual yang dijalankan oleh anggota Suku Dayak Hindu-Budha Segandu Indramayu, dilakukan pada setiap malam Jum’at kliwon, bertempat di pendopo Nyi Ratu kembang. Beberapa puluh orang laki-laki bertelanjang dada dan bercelana putih hitam, duduk mengelilingi sebuah kolam kecil di dalam pendopo. Sementara itu,kaum perempuan duduk berselonjor diluar pendopo.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ritual diawali dengan melantunkan Kidung Alas Turi dan Pujian Alam secara bersama-sama. Salah satu baik dari Pujian Alam, berbunyi sebagai berikut: ana kita ana sira, wijile kita cukule sira, jumlae hana pira, hana lima, ana ne ning awake sira. Rohbana ya rohbana 2x, robahna batin kita. Ning dunya sabarana, benerana, jujurana, nerimana, uripana, warasana, sukulana, penanan, bagusana [ada (pada) saya ada (pada) kamu, lahirnya aku tumbuhnya kamu, jumlahnya ada berapa, jumlahnya ada lima. Adanya di badan kita, Rohbana ya rohbana 2x, rubahnya bathin kita. Di dunia sabar, benar, jujur, nerima, hidup, sembuh (sadar), tumbuh, dirawat, (supaya) bagus].&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selesai melantunkan Kidung dan Pujian Alam, pemimpin kelompok, Takmad Diningrat, membeberkan cerita pewayangan tentang kisah Pandawa Lima dan guru spiritual mereka, Semar. Usai paparan wayang, Pak Takmad memberikan petuah-petuah kepada para pengikutnya. Paparan wayang dan petuah ini berlangsung hingga tengah malam. Usai itu, para lelaki menuju ke sungai yang terletak di belakang benteng padepokan. Di sungai dangkal itu mereka berendam dalam posisi telantang, yang muncul hanya bagian mukanya saja. Mereka berendam hingga matahari terbit. Ritual beremdam ini disebut kungkum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siang harinya, di saat sinar matahari sedang terik, mereka berjemur diri, yang berlangsung mulai sekitar jam 9 hingga tengah hari. Ritual ini disebut pepe.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Medar (menceritakan) cerita pewayangan, kungkum (berendam), pepe (berjemur) dan melantunkan Kidung dan Pujian Alam, adalah kegiatan ritual mereka yang dilakukan setiap anggota ini sehari-hari. Kegiatan secara massal hanya dilakukan pada setiap malam jum’at kliwon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ritual-ritual ini pada dasarnya adalah sebagai upaya menyatukan diri dengan alam, serta cara mereka melatih kesabaran. Semua ini dilakukan tanpa ada paksaan. “Bagi yang mampu silahkan melakukannya, tapi bagi yang tidak mampu, tidak perlu melakukan, atau lakukan semampunya saja,” ungkapnya.</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/04/filosofi-hidup-suku-dayak-bumi-segandu.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEha0BFssHgx_D_Im8ZjCg3zGJOZw4Z29UxI6b2YKxy6BQi18C_0oRFbTWAftch7KVrg5VQ-g1Udj69PzNC-2OM61TXOnPdhExjndz9o7gzicuo2aKq3e3h52OuvMcUY_tRchcnUgBNFc9LF/s72-c/suku+dayak+hindu+budha+bumi+segandu.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-6482054759296212228</guid><pubDate>Tue, 22 Apr 2014 01:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-21T18:03:23.173-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kab. Kuningan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kuningan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Wisata</category><title>Telaga Remis</title><description>TELAGA REMIS sebuah obyek wisata terletak di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Jaraknya ±37 km ke arah utara dari kota Kuningan dan ±13 km ke arah selatan dari kota Cirebon.Terletak kurang lebih 20 km-an dari kota Cirebon ke arah Majalengka, telaga ini tersembunyi diantara rerimbunan pohon pinus dan bebatuan cadas. Telaga yang asri dan sejuk ini belum tersentuh pengelolaan yang baik, walaupun beberapa ratus meter dibawahnya banyak terdapat rumah-rumah makan yang menyediakan menu ikan sebagai sajian utamanya. Telaga Remis sebenarnya sudah masuh ke wilayah Kabupaten Kuningan, tetapi lebih dekat dicapai dari Cirebon. Untuk pergi kesana ikuti rute jalan ke arah Kabupaten Majalengka, dan sebelum sentra penambangan batu Bobos belok ke kiri menuju Cikalahang. Telaga Remis terletak di atas desa Cikalahang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7HrXaD6SoI7bMxTAQTMk0Qd2NWNRJts7wQCVkW4L7CfrMitE5pAT-F9y9Ek9-40YlQf7sAGqyAZzyMdk0nB_JQxH2S38Ejas_MiVZjjwuxJY0X4MmhnMOrw5WwaMBF8qKhnmhAQTUwhAG/s1600/Telaga+Remis.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7HrXaD6SoI7bMxTAQTMk0Qd2NWNRJts7wQCVkW4L7CfrMitE5pAT-F9y9Ek9-40YlQf7sAGqyAZzyMdk0nB_JQxH2S38Ejas_MiVZjjwuxJY0X4MmhnMOrw5WwaMBF8qKhnmhAQTUwhAG/s1600/Telaga+Remis.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenernya kita sudah sering pergi ke Cikalahang untuk sekedar refreshing sambil berwisata kuliner disini, tapi belum pernah mampir ke Telaga Remis. Maklum saja.. di daerah ini sumber air yang berlimpah memungkinkan orang membuat kolam-kolam untuk pemeliharaan ikan air tawar. Banyak sudah restoran-restoran yang didirikan disini, dan tiap akhir minggu hampir semuanya penuh. Masakannya cukup enak dan harganya-pun boleh dikatakan tidak terlalu mahal. Salah satu rumah makan langganan kita adalah Rumah Makan Kharitzma. Masakannya enak, karena ikan disini selalu fresh, nangkep dari kolam sendiri. Suasana di rumah makan ini juga cukup nyaman, karena saung-saungnya yang berdiri di atas kolam cukup banyak. Jadi sambil nenyantap masakan disini kita juga bisa melihat ikan-ikan koi yang berada di kolam dibawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Naah, sebenarnya sentra rumah makan ikan ini dulunya dibangun dengan mendompleng nama Telaga Remis juga. Sayangnya karena pengelolaan tempat wisata di Telaga Remis yang kurang memadai, sekarang justru daerah Cikalahang yang jadi tempat tujuan utama untuk wisata kuliner keluarga. Orang-orang jadi malas pergi ke Telaga Remis</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/04/telaga-remis.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7HrXaD6SoI7bMxTAQTMk0Qd2NWNRJts7wQCVkW4L7CfrMitE5pAT-F9y9Ek9-40YlQf7sAGqyAZzyMdk0nB_JQxH2S38Ejas_MiVZjjwuxJY0X4MmhnMOrw5WwaMBF8qKhnmhAQTUwhAG/s72-c/Telaga+Remis.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-4725837154391189988</guid><pubDate>Tue, 22 Apr 2014 01:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-21T18:01:13.372-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Top News</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Wisata</category><title>Sintren, Sebuah Seni Dengan Unsur Magis</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6dpX17S5gf2aphyphenhyphen5V9jVVtOT1VZ8woFN19sExt_kJpgzIRxFMCiKJJmO9YdtAFdogYRbK00TD7xSHFWuh58dWcYwZVT8oitALuyhGMOwZlFHbF1iCIHfvczQG5-pQde6Tty8558H46HBm/s1600/Sintren.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6dpX17S5gf2aphyphenhyphen5V9jVVtOT1VZ8woFN19sExt_kJpgzIRxFMCiKJJmO9YdtAFdogYRbK00TD7xSHFWuh58dWcYwZVT8oitALuyhGMOwZlFHbF1iCIHfvczQG5-pQde6Tty8558H46HBm/s1600/Sintren.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sintren merupakan kesenian rakyat yang telah mengakar di pesisir utara Jawa, khususnya Cirebon &amp;amp; Indramayu. Ada beberapa pengertian tentang sintren. Ada yang menafsirkan bahwa sintren berasal dari kata sesantrian, yang artinya meniru perilaku dan cara berpakaian santri. Ada pula yang menafsirkan sintren itu berasal dari kata sintru, yang artinya angker. Apapun pengertian dari sintren, kesenian ini memang unik, bahkan kalau bisa dibilang penuh unsur magis di dalamnya, namun tetap mempesona.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesenian sintren terdiri dari juru kawih atau sinden, diiringi beberapa alat musik, seperti gamelan, sebuah alat musik pukul menyerupai gentong, rebana, gendang, gong, dan kecrek. Sebelum pertunjukan dimulai, seorang sinden menyanyikan sebuah tembang yang dimaksudkan untuk memanggil para penonton agar segera berkumpul. Sang sinden biasanya menembang sebanyak dua kali. Pertama dimaksudkan untuk mengundang penonton, dan berikutnya bertujuan memanggil seorang sintren keluar. Syair tembang yang pertama berbunyi sebagai berikut: Tambak tambak pawon. Isie dandang kukusan. Ari kebul-kebul wong nontone pada kumpul. Sedangkan syair tembang yang kedua berbunyi sebagai berikut: Kembang trate. Dituku disebrang kana. Kartini dirante Kang rante aran mang rana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unsur magis dalam pertunjukan sintren terlihat dengan adanya juru sintren yang bertugas memanggil bidadari. Bidadari ini kemudian merasuk di dalam raga pesintren. Pemain sintren diharuskan perempuan yang masih gadis belia antara usia 15-16 tahun, dan masih perawan. Dan syarat ini tak boleh dilanggar. Alasannya, jika seorang sintren tidak lagi perawan, bidadari yang dipanggil dari kahyangan tidak akan turun ke dalam arena pertunjukan. Rohnya tidak akan sudi merasuk ke diri seorang sintren. Bidadari harus bersih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertunjukan sintren layaknya permainan sulap. Diiringi tetabuhan khas daerah pesisir, sintren diikat dengan seutas tali, dari mulai leher hingga kaki. Secara akal sehat, sang penari tak bisa lagi bergerak, apalagi melepaskan tali itu dalam waktu yangs angat singkat. Kemudian sintren dibaringkan di atas tikar dan dibungkus dengan tikar tersebut. Selanjutnya sintren dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang telah ditutup kain, setelah sebelumnya diberi bekal pakaian pengganti. Dalam prosesi ini, pawang sintren membawa pedupaan, tempat kemenyan dibakar, serta membaca doa. Suasana mistis mendadak muncul. Itulah saat di mana bidadari sudah turun dari kahyangan, berada di sisi penari sintren dan merasuk. Sinden berulang-ulang menembang, sebagai berikut: gulung-gulung kasa. Ana sintren masih turu. Wong nontone buru-buru. Ana sintren masih baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanpa bantuan orang lain, secara logika, tak mungkin sintren bisa meloloskan diri dari ikatan tali dan berganti pakaian begitu cepat. Tapi, ketika kurungan dibuka sintren telah berganti pakaian, dan tali pun sudah lepas. Ajaib memang. Kemudian sintren menari dengan monoton, lucunya sintren menari menggunakan kacamata hitam. Para penonton yang berdesak-desakan mulai melempari sintren dengan uang logam, dan begitu uang logam mengenai tubuhnya, maka sintren akan jatuh pingsan. Sintren akan sadar kembali dan menari setelah diberi jampi-jampi oleh pawang. Fenomena ajaib ini sampai sekarang belum bisa dijelaskan secara ilmiah. Di kalangan masyarakat, gadis-gadis berlomba untuk menjadi sintren. Menurut kepercayaan umum, gadis-gadis yang menjadi seintren akan cepat mendapatkan jodoh. Bermain sintren tak selamanya memerlukan panggung. Mereka dapat juga bermain di halaman rumah, meski beralas tikar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sintren Sebagai Simbol Kebebasan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang belum ada kesepakatan tentang kapan kesenian sintren ini muncul. Namun ada satu informasi yang sedikit banyak menerangkan hal tersebut. Rumekso Setyadi yang menulis Masa Lalu Kolonial dalam Sintren Masa Kini dalam buku Penghibur(an) Masa Lalu dan Budaya Hidup Masa Kini Indonesia mengemukakan bahwa transformasi kekuasaan di pesisir dari kekuasaan Mataram ke pemerintah kolonial ditengarai sebagai munculnya kesenian sintren ini. Menurutnya, sintren adalah kesaksian dari sebuah kebudayaan kolonial yang pernah berkembang di kalangan elite birokrasi Eropa dan aristokrat pribumi, yaitu kegemaran berpesta dan dansa-dansi mewah di gedung-gedung pertunjukan. Untuk meniru gaya borjuasi kolonial, rakyat membuat suatu bentuk kesenian yang merupakan ekspresi imitasi dari sebuah produk kebudayaan elite dan kemudian terciptalah sintren.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut pelaku seniman tradisional Cirebon, sintren pernah digunakan sebagai alat perlawanan pada masa kolonial dahulu melalui syair-syair dalam lagunya. Sintren mulai dikenal dan populer pada 1940-an. Pada periode 1950-an, sintren banyak dimanfaatkan oleh puluhan partai yang berebut kekuasaan. Namun, perkembangan sintren mulai redup sejak masa Orde Baru.Terlepas dari itu, menurut saya, kesenian sintren merupakan perlambang kebebasan. Ini dapat kita lihat dari bentuk pertunjukannya. Adegan saat sintren diikat dengan seutas tali dan dimasukkan ke dalam kurungan, itu merupakan lambang kebebasan yang direnggut. Saat sintren terbebaskan dari tali yang mengikatnya merupakan simbol kebebasan. Diikuti dengan menari sebagai ekspresi dari kebebasan tadi. Berat dugaan saya, sintren muncul pada saat zaman kolonial, sebagai ekspresi sindiran pada penguasa. Benar atau tidaknya perlu dilakukan kajian lebih mendalam lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, sintren biasanya digelar pada upacara pernikahan/hajatan atau upacara laut. Tidak hanya di Cirebon, sintren juga dapat ditemui di daerah-daerah pesisir lainnya, seperti Pamanukan, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Bahkan sintren juga bisa ditemui di Pekalongan, Tegal, dan Batang, Jawa Tengah. Belakangan, kesenian ini jarang ditemui, bahkan di tempat lahirnya sekalipun. Seperti halnya kesenian tradisional lain, sintren mulai tersisih oleh bentuk kesenian dan hiburan modern. Lalu, apakah kita membiarkan begitu saja kesenian tradisional yang menyejarah ini punah? Bukankah sintren merupakan salah satu kekayaan budaya kita? Semoga saja tidak.</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/04/sintren-sebuah-seni-dengan-unsur-magis.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6dpX17S5gf2aphyphenhyphen5V9jVVtOT1VZ8woFN19sExt_kJpgzIRxFMCiKJJmO9YdtAFdogYRbK00TD7xSHFWuh58dWcYwZVT8oitALuyhGMOwZlFHbF1iCIHfvczQG5-pQde6Tty8558H46HBm/s72-c/Sintren.JPG" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-7557695727292178873</guid><pubDate>Tue, 22 Apr 2014 00:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-21T17:56:31.661-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budaya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kab. Cirebon</category><title>Nadran, Tradisi Sedekah Laut Yang Kehilangan Esensinya</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKlMFe4CxMwEi7iM7nQ-J7mzt7gzMAgZeML9ZGWeSb-1U1AkYQLm1er8VyVya_FgnmOT5AsBjOnNbp_sSa1xO41GH4J9Ew-LFxZEXru7YkLYR0tPhQs9kr3bHyQnN7qOM4uYW8zIEgBq0_/s1600/Tradisi+Nadran.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKlMFe4CxMwEi7iM7nQ-J7mzt7gzMAgZeML9ZGWeSb-1U1AkYQLm1er8VyVya_FgnmOT5AsBjOnNbp_sSa1xO41GH4J9Ew-LFxZEXru7YkLYR0tPhQs9kr3bHyQnN7qOM4uYW8zIEgBq0_/s1600/Tradisi+Nadran.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Upacara Nadran merupakan upacara tradisional sedekah laut. Nadran berasal dari bahasa Arab , yaitu nadar yang artinya syukuran. Maksud diselenggarakannya upacara nadran sebagai ungkapan rasa syukur nelayan kepada Tuhan YME atas hasil ikan yang diperolehnya dan memohon agar di masa yang akan datang dapat menghasilkan lebih banyak lagi, untuk menghormati leluhur yang dianggap sebagai cikal bakal adanya ikan di laut yaitu Bedug Basu, dianggap sebagai tokoh yang dipercaya masyarakat sebagai cikal bakal adanya ikan. Selain itu juga untuk meminta keselamatan, agar nelayan terhindar dari gangguan roh-roh halus yang jahat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah gencarnya kemajuan teknologi informasi dan pengaruh budaya barat, salah satu budaya lokal nusantara yang masih terus menggeliat dalam mempertahankan tradisis leluhurnya hingga sekarang adalah tradisi ‘Nadran’ di daerah pesisir pantai utara Cirebon. Tradisi ‘Nadran’ dikenal juga sebagai pesta atau sedekah laut, sedekah bumi, upacara buang saji atau labuh saji. Dalam prosesi pelaksanaannya biasanya diawali dengan pemotongan kepala kerbau dan pemotongan nasi tumpeng. Kepala kerbau tersebut dibalut dengan kain putih dan kemudian bersama dengan perangkat sesajen lainnya dilarung ke tengah laut lepas dan kepala kerbau tersebut ditenggelamkan. Sementara nasi tumpeng dan lauk pauk lainnya dibagi-bagikan kepada anggota masyarakat sekitarnya, yang biasa disebut sebagai bancaan atau berkah. Umumnya upacara ini disertai dengan penyajian tari-tarian, pegelaran wayang kulit, doa-doa dan mantra dan sesajen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tradisi ini memiliki landasan filosofis yang berakar dari keyakinan keagamaan dan nilai-nilai budaya lokal yang dianut oleh masyarakat setempat sebagai salah satu cara bagaimana masyarakat nelayan mengekpresikan rasa syukur mereka pada Sang Maha Pencipta atas tangkapan ikan yang mereka peroleh serta permohonan keselamatan dalam mencari nafkah di laut. Hal yang menarik dari tradisi Nadran adalah kandungan nilai-nilai filosofis yang termuat dibalik rangkaian upacara tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karnaval (arak-arakan) untuk pesta laut "Nadran"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoqvyAICEqnVYP5ikJDAb0E1tHAUzv71pHHJ91shwTXxnUTe7ApynRSMkEeoLOTI3p5y0Dg9xgN51YVjngl0aQs3kPn5_3OdKJookD5i-tMN0Noh7Az0A0YNl4Vazli7iFcJV4w3BTE2A8/s1600/Karnaval+Nadran+di+Cirebon.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoqvyAICEqnVYP5ikJDAb0E1tHAUzv71pHHJ91shwTXxnUTe7ApynRSMkEeoLOTI3p5y0Dg9xgN51YVjngl0aQs3kPn5_3OdKJookD5i-tMN0Noh7Az0A0YNl4Vazli7iFcJV4w3BTE2A8/s1600/Karnaval+Nadran+di+Cirebon.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
“Nilai-nilai filosofis yang menarik untuk dipelajari antara lain nilai solidaritas, etis, estetis, kultural dan religius yang terungkap dalam ekspresi simbolis dari upacara-upacara yang disajikan melalui bentuk-tari-tarian, nyanyian, doa-doa dan ritus-ritus lainnya,” kata Dekan FISIP Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon ini. Menurut isteri dr Askar Chusaeri SpB ini pemahaman terhadap nilai-nilai tersebut kemudian dapat ditransformasikan dalam membangun kehidupan masyarakat kelautan ke taraf yang lebih maju dan lebih baik, baik dari sisi pendidikan, ekonomi maupun solidaritas sosial budaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nadran sebagai sebuah tradisi yang lahir dari masyarakat pesisir sangat berguna dalam memperkaya konsepsi dan tujuan pembangunan nasional berbasis kelautan. Salah satunya di bidang pendidikan. Penjabarannya dapat dilakukan dengan memuat muatan tradisi lokal pada kurikulum sekolah nasional maupun menjadi salah satu mata kuliah yang perlu diajarkan di perguruan tinggi,” jelasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam konteks relasi sosial, tradisi ‘Nadran’ dapat meningkatkan persaudaraan antar warga desa yang selama ini warga yang tinggal di sekitar pesisir dikenal memiliki watak dan karakter yang keras. Meskipun demikian, Heriyani mengkritisi jika dalam konteks kekinian, Nadran tidak lagi terlihat sebagai upaya pelestarian tradisi, namun lebih ke arah sarana hiburan semata bagi masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nadran seolah kehilangan ruhnya, ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang telah mulai meninggalkan pesan-peasan moral, bahkan hiburan yang menyertai Nadran lebih banyak dalam bentuk campur sari dan dangdutan, yang terkadang malah ada yang mengarah kepada kemaksiatan. Dengan demikian Nadran terkadang hanya sebagai pawai budaya, dan ini perlu dibenahi kembali oleh pemerintah daerahnya.</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/04/nadran-tradisi-sedekah-laut-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKlMFe4CxMwEi7iM7nQ-J7mzt7gzMAgZeML9ZGWeSb-1U1AkYQLm1er8VyVya_FgnmOT5AsBjOnNbp_sSa1xO41GH4J9Ew-LFxZEXru7YkLYR0tPhQs9kr3bHyQnN7qOM4uYW8zIEgBq0_/s72-c/Tradisi+Nadran.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-5295027640146183472</guid><pubDate>Fri, 04 Apr 2014 00:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-03T17:03:08.721-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kuliner</category><title>Stik Al-Gifth Kuliner Olahan sapi </title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJGvp-HHO3qNyXtiZLZELKAcaJSxDowtk9_5F_cZdaUYLylxOOFGG0e_wBIO5tK93epC7oZYjcOcifOOBbphY-RZvUzwNoIPsDcU4wqCvPrSDKvP3KRmhH5XC0nIR61OVVhKcRzQ_PvZc2/s1600/algifth+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJGvp-HHO3qNyXtiZLZELKAcaJSxDowtk9_5F_cZdaUYLylxOOFGG0e_wBIO5tK93epC7oZYjcOcifOOBbphY-RZvUzwNoIPsDcU4wqCvPrSDKvP3KRmhH5XC0nIR61OVVhKcRzQ_PvZc2/s1600/algifth+1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Al-Ghiff" adalah salah satu warung makan di Cirebon yang menyajikan steak sebagai hidangan utamanya. Dan Al-Ghiff memiliki beberapa cabang di kota Cirebon seperti salah satunya di Perumnas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4QtRzWM44IJ5emWr9z4neWg4UKv8advEC2KbPmt5TXdKWz9jSV3D206DvYjNUH4xUMPAFRi_YlB9YPNmS7I5PWuMtJOEqzq463ydi8OGoElfGVnFwu19_DFeI1eh4BnbYbwlXh5uGmKE3/s1600/algifth+2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4QtRzWM44IJ5emWr9z4neWg4UKv8advEC2KbPmt5TXdKWz9jSV3D206DvYjNUH4xUMPAFRi_YlB9YPNmS7I5PWuMtJOEqzq463ydi8OGoElfGVnFwu19_DFeI1eh4BnbYbwlXh5uGmKE3/s1600/algifth+2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warung makan ini memang belum terlalu lama berdiri di Cirebon, tapi dari pengamatan penulis CirebonKuliner warung ini lumayan selalu ramai dikunjungi pengunjung, terutama di malam minggu. Mungkin karena tempatnya yang cukup cozy atau nyaman dan harganya yang relatif murah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPPBGXE-KLSCSrIXlQwxM1rLL1QktwQnratpoO5PxBO697aSrLxs-qJW8hp8rZcHpAWDZjMFZqT7Bkm96qBwjJSEpykpjEZsfuG0_34Rgluemoa4pWm_cx3Ps2eYYG55Gjz0gdppCvwqcW/s1600/algifth+3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPPBGXE-KLSCSrIXlQwxM1rLL1QktwQnratpoO5PxBO697aSrLxs-qJW8hp8rZcHpAWDZjMFZqT7Bkm96qBwjJSEpykpjEZsfuG0_34Rgluemoa4pWm_cx3Ps2eYYG55Gjz0gdppCvwqcW/s1600/algifth+3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penulis CirebonKuliner memesan Tenderloin Steak, dan Chicken Steak Crispy. Kita bahas yang original Tenderloin Steak dulu. Dari penampilan, kuliner ini dihidangkan di atashotplate yang kebanyakan dipakai di tempat-tempat makan yang menyajikan hidanganhotplate. Dari sisi rasa, menurut penulis CirebonKuliner tidak mengecewakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tenderloin Steak Al-Ghiff&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAHCJMqBOXqiGF7DYKBplJbr_46zX1xluBUKxMB-sP_Md_HJMh_1sYpREqgNYz5daH0zil2YG1qJSeze3y7GndnZ7sTtS2tmYT5GHKbm2nha15StAx-sCAEI2icHg5-UNQvd7ii8lbxqLL/s1600/algifth+5.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAHCJMqBOXqiGF7DYKBplJbr_46zX1xluBUKxMB-sP_Md_HJMh_1sYpREqgNYz5daH0zil2YG1qJSeze3y7GndnZ7sTtS2tmYT5GHKbm2nha15StAx-sCAEI2icHg5-UNQvd7ii8lbxqLL/s1600/algifth+5.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Chicken Crispy Steak Al-Ghiff&lt;br /&gt;
Agak berbeda dengan yang Chicken Steak Crispy. Adonan tepung terigu yang dipakai menurut penulis CirebonKuliner cukup gurih, dan cukup menyatu dengan saus (bumbu) yang disiram di atasnya. Sedangkan soal harga, warung makan ini terbilang memberi harga yang cukup terjangkau dengan kisaran harga dari Rp 10.0000 sampai Rp 30.000.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi bagi anda pembaca CirebonKuliner yang doyan steak, warung steak "Al-Ghiff" ini layak dijadikan opsi tambahan. (Cirebonkuliner.com)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/04/stik-al-gifth-kuliner-olahan-sapi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJGvp-HHO3qNyXtiZLZELKAcaJSxDowtk9_5F_cZdaUYLylxOOFGG0e_wBIO5tK93epC7oZYjcOcifOOBbphY-RZvUzwNoIPsDcU4wqCvPrSDKvP3KRmhH5XC0nIR61OVVhKcRzQ_PvZc2/s72-c/algifth+1.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-6540821199499312346</guid><pubDate>Thu, 03 Apr 2014 23:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-03T16:55:56.375-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budaya</category><title>Sejarah dan Corak Unik Batik Cirebon</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAHLY8JOLFJYx1D0R6ba_54_47fod9FrD-T8gG5Igoxyri-jXoZcdBKxXRFX4WLB6-npXtN4FfmQg5xY0GJSgaQvQNiHdLpGDE_2WswTVHxlpK6JMxuvKlK4O-8lWSexOahnYWf8UzBVyh/s1600/Batik+Cirebon+motif+mega+mendung.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAHLY8JOLFJYx1D0R6ba_54_47fod9FrD-T8gG5Igoxyri-jXoZcdBKxXRFX4WLB6-npXtN4FfmQg5xY0GJSgaQvQNiHdLpGDE_2WswTVHxlpK6JMxuvKlK4O-8lWSexOahnYWf8UzBVyh/s1600/Batik+Cirebon+motif+mega+mendung.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Kisah membatik di Cirebon berawal dari peranan Ki Gede Trusmi, salah seorang pengikut setia Sunan Gunung Jati yang mengajarkan seni membatik sambil menyebarkan agama Islam. Sampai sekarang, makam Ki Gede di desa Trusmi masih terawat baik, malahan setiap tahun dilakukan upacara ritual yang cukup khidmat yakni upacara Ganti Welit (atap rumput) dan Ganti Sirap setiap empat tahun. Usaha yang bermula dari skala rumahan lama kelamaan menjadi industri kerajinan yang berorientasi bisnis. Produk batik Cirebon bukan sekadar memenuhi kebutuhan lokal, tetapi sebagian pengrajin / pedagang mengekspornya ke mancanegara seperti Jepang, Amerika, Malaysia, Thailand dan Belanda. Keunikan motif serta corak yang dihasilkan dari batik-batik berbagai daerah merupakan kekuatan yang sangat luar biasa, khususnya bagi kekayaan seni budaya Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum ada di negara manapun yang memiliki kekayaan desain motif batik seperti yang di miliki oleh bangsa Indonesia. Cirebon merupakan penghasil batik dengan motif dan corak yang kuat dan khas. Batik Cirebon termasuk kedalam kelompok batik Pesisiran. Namun sebagian batik Cirebon termasuk dalam kelompok batik Keraton, yaitu Keratonan Kasepuhan dan Keraton Kanoman.Beberapa desain batik Cirebon Klasik seperti motif Mega Mendung, Paksinaga Liman, Patran Keris, Singa Payung, Singa Barong, Banjar Balong, Ayam Alas termasuk dalam kelompok batik Keraton. Batik Cirebonan Pesisiran dipengaruhi oleh karakter penduduk masyarakat pesisiran yang pada umumnya memiliki jiwa terbuka dan mudah menerima pengaruh asing. Daerah sekitar pelabuhan biasanya banyak orang asing singgah, berlabuh hingga terjadi perkawinan lain etnis (asimilasi) maka batik Cirebonan Pesisiran lebih cenderung menerima pengaruh dari luar. Warna-warna batik Cirebonan Pesisiran lebih atraktif dengan menggunakan banyak warna. Beberapa design batik pesisiran antara lain; Kapal Kompeni, Penari Cina, Pekalis, Semarangan, Burung Gelatik dan lain lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keunggulan Batik Trusmi Cirebon&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada even pameran batik di Jakarta maupun di kota lain seringkali pengunjung menanyakan kepada saya “Apa sih keunggulan batik Trusmi atau batik Cirebonan dibanding dengan batik-batik yang berasal dari daerah lain?”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut pendapat saya bahwa pada dasarnya batik-batik yang dihasilkan oleh sentra-sentra kerajinan batik di berbagai daerah pada umumnya bagus-bagus serta memiliki corak motif batik yang beragam. Dengan demikian sifat khas dan keunikan batik-batik daerah tersebut tidak bisa dikatakan batik yang satu lebih baik dari daerah lainnya. Keunikan motif serta corak yang dihasilkan dari batik-batik di berbagai daerah merupakan kekuatan dan kekayaan yang sangat luar biasa, khususnya bagi kebudayaan batik Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Belum ada di negara manapun yang memiliki kekayaan desain motif batik seperti yang di miliki oleh bangsa Indonesia. Yang sangat membanggakan kita semua adalah, pada tiap-tiap daerah memiliki desain serta motif-motif yang khas dengan penamaan motif yang menggunakan bahasa daerahnya masing-masing. Misalnya saja motif batik dari Aceh ada Pintu Aceh, Cakra Doenya, Bungong Jeumpa. Dari Riau ada Itik Pulang Petang, Kuntum Bersanding, Awan Larat dan Tabir. Batik dari Jawa diantaranya Jelaprang (Pekalongan), Sida Mukti, Sida Luhur (Solo), Patran Keris, Paksinaga Liman, Sawat Penganten (Cirebon), dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengetahui tentang bukti banyaknya kekayaan desain motif-motif batik Indonesia contoh yang paling sederhana bisa dilihat di wilayah Jawa Barat, di wilayah ini terdapat puluhan sentra batik diantaranya dari wilyah paling Timur ada Cirebon, wilayah bagian Utara ada Indramayu, kemudian ke arah bagian Barat dan Selatan terdapat Kabupaten Ciamis, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Kabupaten Garut. Walaupun masih dalam satu propinsi dan kultur budaya yang sama (budaya Sunda), namun bisa kita temui adanya perbedaan motif dan ragam hias batik yang jauh berbeda antara satu kabupaten dengan kabupaten lainnya. Seperti pada daerah Cirebon dengan Indramayu memiliki karakter dan desain motif yang berbeda, terlebih lagi antara daerah Cirebon dan Garut memiliki perbedaan motif, corak serta ragam hias yang sangat signifikan perbedaannya. Perbedaan itu dipengaruhi oleh kultur budaya dan tingkat keahlian dari para pengrajin batiknya. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat batik relatif sama baik dari bentuk canting, bentuk cap maupun jenis lilinnya. Namun ketika proses produksi berjalan ada kalanya kondisi unsur air tanah dengan kualitas PH yang berbeda-beda bisa mempengaruhi hasil pewarnaan akhir. Demikian pula dengan sifat kesabaran dan keuletan pengrajin batik di tiap-tiap daerah, juga akan bisa mempengaruhi kualitas akhir batik yang dihasilkannya.&lt;br /&gt;
Daerah sentra produksi batik Cirebon berada di desa Trusmi Plered Cirebon yang konon letaknya di luar Kota Cirebon sejauh 4 km menuju arah barat atau menuju arah Bandung. Di desa Trusmi dan sekitarnya terdapat lebih dari 1000 tenaga kerja atau pengrajin batik. Tenaga kerja batik tersebut berasal dari beberapa daerah yang ada di sekitar desa Trusmi, seperti dari desa Gamel, Kaliwulu, Wotgali dan Kalitengah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara umum batik Cirebon termasuk kedalam kelompok batik Pesisiran, namun juga sebagian batik Cirebon termasuk dalam kelompok batik keraton. Hal ini dikarenakan Cirebon memiliki dua buah keraton yaitu Keratonan Kasepuhan dan Keraton Kanoman, yang konon berdasarkan sejarah dari dua keraton ini muncul beberapa desain batik Cirebonan Klasik yang hingga sekarang masih dikerjakan oleh sebagian masyarakat desa Trusmi diantaranya seperti motif Mega Mendung, Paksinaga Liman, Patran Keris, Patran Kangkung, Singa Payung, Singa Barong, Banjar Balong, Ayam Alas, Sawat Penganten, Katewono, Gunung Giwur, Simbar Menjangan, Simbar Kendo dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa hal penting yang bisa dijadikan keunggulan atau juga merupakan ciri khas yang dimiliki oleh batik Cirebon adalah sbb:&lt;br /&gt;
Desain batik Cirebonan yang bernuansa klasik tradisional pada umumnya selalu mengikut sertakan motif wadasan (batu cadas) pada bagian-bagian motif tertentu. Disamping itu terdapat pula unsur ragam hias berbentuk awan (mega) pada bagian-bagian yang disesuaikan dengan motif utamanya.&lt;br /&gt;
Batik Cirebonan klasik tradisional selalu bercirikan memiliki warna pada bagian latar (dasar kain) lebih muda dibandingkan dengan warna garis pada motif utamanya.&lt;br /&gt;
Bagian latar atau dasar kain biasanya nampak bersih dari noda hitam atau warna-warna yang tidak dikehendaki pada proses pembuatan. Noda dan warna hitam bisa diakibatkan oleh penggunaan lilin batik yang pecah, sehingga pada proses pewarnaan zat warna yang tidak dikehendaki meresap pada kain.&lt;br /&gt;
Garis-garis motif pada batik Cirebonan menggunakan garis tunggal dan tipis (kecil) kurang lebih 0,5 mm dengan warna garis yang lebih tua dibandingkan dengan warna latarnya. Hal ini dikarenakan secara proses batik Cirebon unggul dalam penutupan (blocking area) dengan menggunakan canting khusus untuk melakukan proses penutupan, yaitu dengan menggunakan canting tembok dan bleber (terbuat dari batang bambu yang pada bagian ujungnya diberi potongan benang-benang katun yang tebal serta dimasukkan pada salah satu ujung batang bambu).&lt;br /&gt;
Warna-warna dominan batik Cirebonan klasik tradisional biasanya memiliki warna kuning (sogan gosok), hitam dan warna dasar krem, atau berwarna merah tua, biru tua, hitam dengan dasar warna kain krem atau putih gading.&lt;br /&gt;
Batik Cirebonan cenderung memilih sebagian latar kainnya dibiarkan kosong tanpa diisi dengan ragam hias berbentuk tanahan atau rentesan (ragam hias berbentuk tanaman ganggeng). Bentuk ragam hias tanahan atau rentesan ini biasanya digunakan oleh batik-batik dari Pekalongan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih dengan batik Cirebonan, namun mempunyai ciri yang berbeda dengan yang sebelumnya yaitu kelompok batik Cirebonan Pesisiran. Batik Cirebonan Pesisiran sangat dipengaruhi oleh karakter masyarakat pesisiran yang pada umumnya memiliki jiwa terbuka dan mudah menerima pengaruh budaya asing. Perkembangan pada masa sekarang, pewarnaan yang dimiliki oleh batik Cirebonan lebih beraneka warna dan menggunakan unsur-unsur warna yang lebih terang dan cerah, serta memiliki bentuk ragam hias yang bebas dengan memadukan unsur binatang dan bentuk-bentuk flora yang beraneka rupa.&lt;br /&gt;
Pada daerah sekitar pelabuhan biasanya banyak orang asing yang singgah, berlabuh hingga terjadi perkawinan etnis yang berbeda (asimilasi), maka batik Cirebonan Pesisiran lebih cenderung menerima pengaruh budaya dari luar yang dibawa oleh pendatang. Sehingga batik Cirebon yang satu ini lebih cenderung untuk bisa memenuhi atau mengikuti selera konsumen dari berbagai daerah (lebih kepada pemenuhan komoditas perdagangan dan komersialitas), sehingga warna-warna batik Cirebonan Pesisiran lebih atraktif dengan menggunakan banyak warna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Produksi batik Cirebonan pada masa sekarang terdiri dari batik Tulis, batik Cap dan batik kombinasi tulis cap. Pada tahun 1990 – 2000 ada sebagian masyarakat pengrajin batik Cirebonan yang memproduksi kain bermotif batik Cirebonan dengan teknik sablon tangan (hand printing), namun belakangan ini teknik sablon tangan hampir punah, dikarenakan kalah bersaing dengan teknik sablon mesin yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan yang lebih besar. Pertumbuhan batik Trusmi nampak bergerak dengan cepat mulai tahun 2000, hal ini bisa dilihat dari bermunculan showroom-showroom batik yang berada di sekitar jalan utama desa Trusmi dan Panembahan. Pemilik showroom batik Trusmi hampir seluruhnya dimiliki oleh masyarakat Trusmi asli walaupun ada satu atau dua saja yang dimiliki oleh pemilik modal dari luar Trusmi.</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/04/sejarah-dan-corak-unik-batik-cirebon.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAHLY8JOLFJYx1D0R6ba_54_47fod9FrD-T8gG5Igoxyri-jXoZcdBKxXRFX4WLB6-npXtN4FfmQg5xY0GJSgaQvQNiHdLpGDE_2WswTVHxlpK6JMxuvKlK4O-8lWSexOahnYWf8UzBVyh/s72-c/Batik+Cirebon+motif+mega+mendung.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-1989179791679100140</guid><pubDate>Thu, 03 Apr 2014 23:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-03T16:53:25.106-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budaya</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Wisata</category><title>Tari Topeng Tarian Tradisional Daerah Cirebon</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgOdl78EnYRiAb7ady6zgIPdhQDh3NhnGpxxx1sYYKBALwiKI1teqMKPVpBjOqrYBheF8iUuqi-5yY6XqKue6e8-Cg0eQPPT6q0ApeuD5yhB85EYNCyH-OK8tpVgl2HHJKULfUr5y66CZC/s1600/Tari+Topeng+Cirebon.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgOdl78EnYRiAb7ady6zgIPdhQDh3NhnGpxxx1sYYKBALwiKI1teqMKPVpBjOqrYBheF8iUuqi-5yY6XqKue6e8-Cg0eQPPT6q0ApeuD5yhB85EYNCyH-OK8tpVgl2HHJKULfUr5y66CZC/s1600/Tari+Topeng+Cirebon.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesenian Topeng di Indonesia merniliki khasanah yang cukup beraneka, tersebar di antara kelompok budaya se-Indonesia. Dalam hal ini, Jawa Barat ikut memberikan kontribusi yang sampai sekarang sempat pula berperan serta pada pergelaran Seni Tani Topeng dalam lingkungan Nasional maupun Internasional. Di Jawa Barat, khususnya wilayah Cirebon menjadi sumber Kesenian Topeng Jawa Barat dan sampai kini mampu dipertahankan eksistensinya. Suatu kenyataan bahwa pusat Kesenian Topeng di wilayah Cirebon tersebar luas di desa-desa, bukan berpusat di Keraton. Pewarisannya dilakukan secara turun-temurun dari generasi ke generasi, yaitu dari orang tua diturunkan ke sanak keluarga sebagai penerusnya yang hingga kini masih tekun mempertahankannya. Ketahanan ini disebabkan adanya kesadaran bahwa meneruskan seni leluhur (karuhun) merupakan pancen (keharusan), dan penerusannya adalah tanggung jawab sanak keluarga. Hal ini dapat terjalin karena dukungan pranata sosial masyarakatnya yang memiliki kesadaran bahwa Kesenian Topeng merupakan kelengkapan spiritual kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis-Jenis Kesenian Topeng&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada rumpun Tari Topeng ini umumnya ciri setiap pelaku penari dalam memerankan karakternya menggunakan tutup muka atau kedok; yang dibuat dari bahan kayu dalam ukuran khusus dengan bentuk wajah dan warna disesuaikan dengan karakter tokoh yang akan ditarikan. Pemakaian topeng ini sebagai rias muka yang dapat diganti dalam waktu singkat. Tari topeng yang masih menggunakan tutup muka atau kedok tersebut sampai saat ini masih terdapat di beberapa daerah di Jawa Barat di antaranya yang paling baku di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka. Namun tariannya di antaranya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tari Topeng Panji; bentuk topeng karakter halus warna putih ukiran mata sipit tetapi memiliki daya magis dan kedalaman pandang sebagai salah seorang yang berwibawa dan berbudi luhur.&lt;br /&gt;
Tari Topeng Pamindo; bentuk topeng karakter remaja memiliki daya tarik gembira, warna hijau muda atau kadang-kadang hiasan rambut berwarna putih dan bibir sedikit terbuka.&lt;br /&gt;
Tari Topeng Rumiang; bentuk topeng karakter di atas karakter Pamindo, hiasan rambut merah muda dan nampak bibir senyum seolah-olah memiliki puncak keremajaan yang mengagumkan.&lt;br /&gt;
Tari Topeng Tumenggung atau Patih; bentuk topeng dewasa mata terbuka, berkumis, dahi lebar berwajah merah jambu memiliki kemampuan sebagai seorang pejabat Patih Tumenggung atau patih dari suatu kerajaan.&lt;br /&gt;
Tani Topeng Kelana; bentuk topeng karakter angkuh atau sosok manusia sombong, pada ukiran ini tampak hiasan kepala memakai siger jambang, mata lebih nampak bengis berkumis tebal serta bibir gigi gereget kesan marah yang tidak puas-puas, warna muka merah tua.&lt;br /&gt;
Tari topeng lainnya adalah sejenis Topeng Panakawan atau topeng yang dibuat khusus untuk penari yang bila memerankan tokoh lainnya yang sejenis. Topeng jenis ini disebut Topeng Jantuk; artinya topeng dibuat setengah hanya dari bagian hidung ke atas, bagian bawah terbuka bebas mulut asli tetap nampak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Topeng-topeng semacam ini di Jawa Barat umumnya dipergunakan dalam pertunjukan Topeng Banjet yang masih ada di daerah Bekasi, Depok, dan Kabupaten Bogor bagian utara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali kepada wilayah cikal-bakal Kesenian Topeng di Jawa Barat, yaitu Cirebon, di sini terdapat Seni Topeng Babakan, Seni Wayang Wong (wayang topeng), dan Seni Bengberokan atau Bangbarongan. Kenyataannya sekarang Seni Topeng Babakan yang paling banyak tampil di masyarakat, sampai ke Mancanagara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa alasan mengapa sampai terjadi demikian. Mungkin karena Seni Topeng Babakan tidak memerlukan banyak penari yang tampil, cukup seorang penari Bodor,atau karena tariannya yang umumnya tari tunggal, lebih menarik dengan keanekaannya, berkaitan adanya perwatakan seperti Tari Topeng Panji yang halus; Tari Topeng Pamindo yang lincah, Tari Topeng Tumenggung yang gagah, dan Tari Topeng Kalana yang gagah serta garang. Adapula adegan petikan Tari Tumenggung Magangdiraja dengan Jinggaanom yang mengandung adegan perang serta melawak. Di samping munculnya bodor yang menghilangkan kejenuhan suasana, dan di sini pula dapat disampaikan pesan-pesan budi pekerti dan kemasyarakatan sambil berkomunikasi kepada penonton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu kemungkinan lainnya adalah banyaknya perbendaharaan gerak tari yang cukup menarik, terjalin pada setiap pemunculan perwatakan, ditambah gerakan kepala yang tertutup kedok, serta gerakan alat bantu seperti rawis (sumping), gerakan carecet (ules), serta gerakan sodernya. Perkiraan yang menyebabkan ketahanannya sepanjang masa adalah karena Topeng Babakan yang disebut Topeng Dinaan, masih terpaut kepada kebiasaan atau adat masyarakat di wilayah Cirebon yang biasa menanggapnya sehari suntuk (sedina, sadinten), sebelum nanggap Wayang Kulit pada malamnya sebagai kelengkapan suatu perhelatan pernikahan, khitanan, babarit, dan sebagainya. Khasanah Seni Topeng yang lain, di samping Topeng Babakan adalah Wayang Wong dimana para pemainnya merupakan penari yang menggunakan kedok, dengan antawacananya sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesenian Wayang Topeng bukan saja menyangkut seni tari topengnya, tapi juga seni pewayangan, seni karawitan, seni pedalangan, seni membuat kedok, termasuk pula busana Wayang Wong Jawa Barat yang memiliki ciri tersendiri. Tidak dipungkiri bahwa pada Wayang Wong dituntut pula kemampuan lain dari penari, yaitu kemampuan melakukan antawacana, atau melakukan gerakan mengikuti kata-kata Sang Dalang bila memakai kedok. Tapi sepanjang yang pernah disaksikan, para pemain Topeng Babakan juga mampu tampil sebagai pemain Wayang Topeng. Kemampuan ini merupakan living treasure yang sangat berharga, oleh karena itu tidak pantas kalau tidak dimanfaatkan bahkan dikembangkan pemasyarakatannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Khasanah Kesenian Topeng lainnya yang telah dikemukakan di depan ialah Bengberokan atau Bangbarongan, yang umumnya hanya terdiri atas seorang 3%1 takUhnik dental Cutup kepada berbentuk ke.pga.Barong (beruarig), dan sekujur badannya ditutupi kain yang berbentuk karung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun pertunjukannya dilakukan sepanjang jalan dengan iringan tetabuhan yang sangat sederhana, terdiri atas kecrek, bende, kulanter, dan perangkat kecil lainnya. Mereka biasa mengamen, dan bagi yang memberi imbalan, diyakininya akan mendapat pahala atau terhindar dari malapetaka dan wabah penyakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkembangan Kesenian Topeng&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti telah dikemukakan sebelumnya bahwa Kesenian Topeng di wilayah Cirebon tersebar luas di desa-desa, bukan berpusat di Keraton, sehingga Kesenian Topeng Cirebon tidak hanya hidup di tengah masyarakat pendukungnya saja. Berkat kelonggaran adat dan tradisi masyarakat Jawa Barat, termasuk Cirebon, maka Kesenian Topeng Cirebon sempat menyebar ke luar wilayahnya. Biasanya pelakunya adalah para pengamen yang terpaksa mencari tambahan biaya hidup di musim paceklik. Hal ini terjadi pada akhir abad XIX sampai dengan abad XX. Selanjutnya kalangan Ningrat di wilayah Priangan menjadi tertarik untuk belajar dari para penari di Priangan. Karena Kesenian Topeng di Priangan tidak ada ikatan dengan pranata sosialmasyarakatnya, seperti di wilayah Cirebon, maka pertumbuhannya terbatas kepada jenis-jenis Tari Topeng yang digemari para penari dan penontonnya. Kondisi di Priangan tidak seutuh di Cirebon dalam pelestariannya. Walaupun demikian Tari Topeng di wilayah Priangan pernah menjadi mata acara pergelaran yang menonjol sebagai tarian tunggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyebaran Kesenian Topeng ke sebelah Barat Jawa Barat pernah pula menyentuh seni teater daerah setempat, sehingga timbul bentuk tester yang disebut Topeng Betawi, Topeng Cisalak atau Topeng Kinang, dan Topeng Kacrit, yang dibuka dengan babak tari yang menampilkan tari topeng Akan tetapi babak-babak berikutnya menampilkan adegan teater daerah seperti Banjet di daerah Karawang dan Longser di daerah Priangan. Istilah Jipeng adalah berasal dari kata tanji dan topeng. Mungkin di masa lalu juga menampilkan Tari Topeng, namun kini tinggal pertunjukan musik dengan menggunakan alat tiup dari barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Topeng Babakan menjadi sumber pertumbuhan topeng tunggal di wilayah Priangan, seperti Topeng Kalana, Topeng Menakjingga, Topeng Koncaran (R. Tjetje Somantni), serta tari Topeng Tiga Watak (Nugraha Sudireja). Demikian pula dengan thing Keurseus yang sudah menyebar di seluruh Jawa Barat, menurut pemrakarsanya R. Sambas Wirakusumah, ketua Wirahma Sari Rancaekek, adalah diilharni rumpun Tari Topeng Babakan. Selanjutnya karya besar Sendratari Ramayana yang mewakili Jawa Barat pada Festival Ramayana International di Pandaan Jawa Timur pada tahun 1971, telah banyak menggunakan unsur-unsur Topeng Babakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Dr. TH. Pigeaud dalam bukunya Javaanse Volksvertoningen, Topeng Wayang di Jawa Barat pernah tersebar di Priangan bahkan sampai ke Banten. Sebagai salah satu bukti dikemukakannya pula bahwa koleksi kedok suatu wayang topeng berupa kedok sebanyak 27 buah yang pernah dimiliki Patih Sumedang R. Rangga Soeriadihardja kith masih ada, dan tersimpan secara rapi di Museum Mangkunegaran, Surakarta. Juga terdapat koleksi Mayor China Tan Tjin Kie sebanyak 48 bush kedok berasal dari Cirebon. Di Filed Museum, Chicago, USA terdapat koleksi perlengkapan Wayang Topeng dari Sukabumi yang lengkap dengan busananya, di antaranya tutup kepala yang masih terbuat dan bahan logam (seng) yang disebut Kelingan, karena sambungannya dikerjakan dengan cara dikeling. Dari Serang, Banten juga masih tersimpan koleksi kelengkapan wayang topengnya.</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/04/tari-topeng-tarian-tradisional-daerah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgOdl78EnYRiAb7ady6zgIPdhQDh3NhnGpxxx1sYYKBALwiKI1teqMKPVpBjOqrYBheF8iUuqi-5yY6XqKue6e8-Cg0eQPPT6q0ApeuD5yhB85EYNCyH-OK8tpVgl2HHJKULfUr5y66CZC/s72-c/Tari+Topeng+Cirebon.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-6982520376443755320</guid><pubDate>Thu, 03 Apr 2014 23:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-03T16:49:44.481-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kab. Indramayu</category><title>Menikmati Musik Tarling yang sudah dilupakan Generasi Muda</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuCtbyqSWjlADEaN5p-_b15ttmporRP39-KpC4a5if6UnP2ddQgQySpw1ahrgXI0BpXRMqgOxRiVjbxtp34XcQkEYPuiQdc5WG4b7vy65fKU2HajDMTDjxuYifMvR9RnkrlL2ldbon-IxO/s1600/TARLING.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuCtbyqSWjlADEaN5p-_b15ttmporRP39-KpC4a5if6UnP2ddQgQySpw1ahrgXI0BpXRMqgOxRiVjbxtp34XcQkEYPuiQdc5WG4b7vy65fKU2HajDMTDjxuYifMvR9RnkrlL2ldbon-IxO/s1600/TARLING.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi kalangan penduduk Pantura (Subang, Indramayu, Majalengka, Cirebon, dsk), musik tarling menjadi ciri tersendiri selain kebudayaan dan atau ciri khas masing-masing daerah Pantura tersebut. Misalnya Cirebon yang dikenal sebagai kota udang, mereka menganggap tarling sebagai bagian dari budaya mereka, demikian dengan Indrmayu yang dikenal sebagai kota mangga, juga menganggap tarling sebagai bagian dari budaya masyarakat Indramayu. Antara kedua daerah tersebut sepertinya tidak mempermasalahkan berasal dari manakah Tarling sebenarnya? Indramayu atau Cirebon? Karena saat ini dikenal luas istilah Tarling Cirebonan dan Tarling Dermayon. Menurut pendapat saya, Tarling menjadi milik bersama rakyat Pantura, karena dari sejarahnya banyak melibatkan masyarakat pesisir pantai utara, dan masyarakat ini pula lah yang menjadikan tarling mendunia seperti saat ini. Karakter masyarakat pesisir yang dinamis, mudah menerima budaya lain masuk mempengaruhi budaya setempat, mengakibatkan tarling yang terpengaruh gaya musik lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa Sih Asiknya Mendengarkan Lagu-Lagu Tarling?&lt;br /&gt;
Sobat Blogger, Dulu sewaktu saya masih duduk di bangku SD dan SMP juga tidak terlalu antusias (menyukai) untuk mendengarkan musik tarling, apalagi mengikuti perkembangannya. Waktu itu menurutku musik tarling itu sama dengan musik dangdut, yang memiliki image sebagai musiknya orang kelas bawah, norak/kampungan, identik dengan joget seronok dan lain sebagainya. Namun, saat saya menginjak kelas 3 SMP, pandangan saya terhadap musik tarling pun berubah. Saat itu saya mendengarkan beberapa teman sekelas saya (Supriyanto, Karnoto &amp;amp; Jamsari) mendendangkan lagu tarling, walaupun cuma dengan alat musik seadanya, gitar, meja sekolah pun dijadikan alat musik perkusi. Saat itu lagu yang saya dengar adalah lagu dari Aas Rolani berjudul Sewulan Maning. Ternyata asyik juga mendengarkan mereka bernanyi lagu tarling. Musik tarling modern memang ada akulturasi dengan musik dangdut, namun musik tarling bukanlah musik dangdut, banyak yang membedakan antara dangdut dan tarling baik dari segi aransemen musik, syair maupun alat musiknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Tunggu Kang sewulan maning&lt;br /&gt;
Yen sampean pengen kesanding&lt;br /&gt;
Aja watir Sun ingkar janji&lt;br /&gt;
Yen wis Jodoh pasti bakal dadi siji..."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah petikan lirikm lagu Sewulan Maning milik Aas Rolani. Sebelumnya saya sering mendengar lagu-lagu tarling baik yang diputar oleh tetangga sekitar rumah, organ tarling, pertunjukkan "burok" maupun di angkutan umum (angkot). Namun waktu itu saya kurang tertarik mendengarkannya. Mungkin saya harus mengucapkan terima kasih kepada Supriyanto &amp;amp; Jamsari karena merekalah yang telah membukakan mata hati saya untuk mengenal dan mencintai musik tarling, musik yang menjadi ciri khas daerah pesisir pantura (Indramayu, Cirebon &amp;amp; sebagian wilayah Brebes). Syair-syair yang terdapat dalam lagu tarling memiliki makna yang lugas, sebagai ungkapan perasaan masyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tema Lagu Tarling&lt;br /&gt;
Ada lagu tarling yang bertema cinta/kasmaran, putus cinta/kegagalan cinta, tempat kenangan, KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), nasib buruh migran, praktik klenik, humor/guyonan seronok dan lain-lain. Cobalah Sobat Blogger dengarkan beberapa lagu tarling yang bagus, saya rekomendasikan lagu dari :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Itih S&lt;br /&gt;
Telaga Remis : lagu ini romantis banget, melankolis, dimana mengusung perpaduan tema cinta dan tempat kenangan&lt;br /&gt;
Tetep Demen : Ini juga lagu bertema cinta dari Itih S&lt;br /&gt;
Tetes Banyu Mata : Lagu ini bertema kegagalan cinta, akibat perbedaan orang kaya dan orang tidak punya yang tidak mendapat restu dari orang tua.&lt;br /&gt;
2. Iwi S&lt;br /&gt;
Pertelon Jatibarang : Lagu bertema kasmaran/jatuh cinta dan tempat kenangan, jadi ingat masa-masa SMP saya, saat saya pertama kali mendengarkan lagu ini.&lt;br /&gt;
3. Aas Rolani&lt;br /&gt;
Bareng-Bareng Janji : Lagu bertema cinta, kesetiaan 2 pasangan yang sama-sama berjanji akan tetap setia.&lt;br /&gt;
Cikedung : Lagu bertema lokasi atau tempat kenangan yang cukup romantis, cocok buat kamu yang sedang jatuh cinta dan bertemu pacar di tempat yang indah.&lt;br /&gt;
Emong diwayu : Lagu ini bercerita tentang prahara rumah tangga, dimana sang suami berniat memiliki istri lagi (arep kawin maning)&lt;br /&gt;
Sewulan Maning : Lagu yang mengisahkan kerinduan dua sejoli yang berjauhan, namun mereka tetap komit akan menunggu hingga kepulangan sang pacar 1 bulan (sewulan maning) lagi. Sesuai judulnya.&lt;br /&gt;
4. Nunung Alvi&lt;br /&gt;
Berag Tua : lagu bertema tentang seorang pria tua yang stylish yang masih suka mencari berempuan muda walaupun cucunya sudah ada 9.&lt;br /&gt;
Aja Melang : Lagu bergenre tarling remix bertema cinta namun dibawakan dengan semangat khas Nunung Alvi. Lagu-lagu Nunung alvi kebanyakan beraliran remix dan mayoritas adalah bukan lagu-lagu melankolis.&lt;br /&gt;
5. Uun Kurniasih&lt;br /&gt;
Bandara Soekarno-Hatta : Lagu bertema kegagalan cinta, seorang wanita yang setia menunggu kekasihnya yang merantau di tanah seberang, namun kekasihnya tersebut mengingkari janji setianya dahulu. Dan Bandara Soekarno-Hatta pun yang saat dulu menjadi saksi keberangkatan sang Lelaki untuk merantau kini telah menjadi saksi kehancuran cinta mereka.&lt;br /&gt;
6. Yoyo S&lt;br /&gt;
Pihak ketiga : Lagu bertema prahara rumah tangga yang berakibat pada perceraian akibat adanya indikasi orang ketiga dalam rumah tangga mereka.&lt;br /&gt;
Bapuk : Lagu bertema guyonan ini mampu mengangkat nama Yoyo Suwaryo di belantika musik tarling, lagu ini asyik didengarkan, penuh joke-joke segar, namun dibawakan dengan tabuhan gendang dan alunan seruling yang dinamis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun sayangnya, di zaman sekarang ini generasi muda pantura banyak yang melupakan musik tarling, mungkin karena gengsi (malu), jarang ada anak muda yang manyukai lagu tarling. Mereka sudah terpengaruh hegemoni budaya-budaya alay &amp;amp; latah (budaya ikut-ikutan, budaya gaul yang salah kaprah dalam hal musik, persepsi yang tidak didasari obyektivitas &amp;amp; flashback sejarah, dll). Sekarang ini banyak anak muda yang tak mau tahu dengan musik tradisional, mungkin karena malu dan terpengaruh budaya alay &amp;amp; ikut-ikutan. Misalnya ada anak SMA yang suka grup band "K", lalu teman-temanya pun ikut-ikutan, padahal mereka belum tentu tahu lagu-lagu band tersebut. Lalu ada juga anggapan bahwa musik tarling itu, norak/kampungan, sehingga mereka malu untuk mengakui eksistensi musik tarling. Padahal semua itu tidak benar, tarling adalah sebuah seni, masterpiece yang sangat berharga, alunan melodi penuh makna, dan juga sebagai sebuah ekspresi yang dituangkan dalam seni musik dan teaterikal. Ya, mau bagaimana lagi, memang itu hak asasi yang tidak bisa dipaksakan. Namun seyogyanya, sebagai anak bangsa, sudah selayaknya kita mau untuk melestarikan &amp;amp; menghargai kebudayaan-kebudayaan daerah masing-masing, khususnya kesenian tarling. Jangan seperti pepatah "kacang lupa akan kulitnya".</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/04/menikmati-musik-tarling-yang-sudah.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuCtbyqSWjlADEaN5p-_b15ttmporRP39-KpC4a5if6UnP2ddQgQySpw1ahrgXI0BpXRMqgOxRiVjbxtp34XcQkEYPuiQdc5WG4b7vy65fKU2HajDMTDjxuYifMvR9RnkrlL2ldbon-IxO/s72-c/TARLING.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-8285000325769489162</guid><pubDate>Thu, 03 Apr 2014 23:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-03T16:46:17.309-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Majalengka</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Wisata</category><title>Tempat Wisata di Majalengka</title><description>&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Majalengka merupakan salah satu kota yang berada di Jawa Baratdan berbatasan dengan Indramayu di utara,Cirebon dan Kuningan di timur, Ciamis danTasikmalaya di selatan, serta Sumedang di sebelah barat. Jalan Kyai Haji Abdul Halimmerupakan jalur utama dari Ibukota kabupaten Majalengka, yang memisahkan kota Majalengka dan ujungnya di Perempatan Cigasong, sebagai jalan utama yang paling di perhatikan pemerintah Kabupaten Majalengka, Jalan ini selalu di Perluas sewaktu akan memasuki Hari Raya Idul Fitri ataupun hari besar lain nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Berikut ini yoshiewafa menyediakan info tempat wisata di Majalengka dan sekitarnya yang menarik untuk Anda kunjungi seperti wisata alam, wisata bersejarah, wisata budaya, wisata religi, tempat rekreasi dan macam wisata lainnya sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;1. Air Terjun Cilutung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXyU3hxzs5mM3ndFrAQbON58ljqoGvPFhtPetwdMoKXT1FIt7gqkN5jkkHEjPZF1kOd0BrcVoCJyC7LiEOZRrnC4T9C-yG9vIQCw8A5qBhEp_r95ALh0FObkqpx59tfWCxOvQlMM4TGElL/s1600/Air_Terjun_Cilutung.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXyU3hxzs5mM3ndFrAQbON58ljqoGvPFhtPetwdMoKXT1FIt7gqkN5jkkHEjPZF1kOd0BrcVoCJyC7LiEOZRrnC4T9C-yG9vIQCw8A5qBhEp_r95ALh0FObkqpx59tfWCxOvQlMM4TGElL/s1600/Air_Terjun_Cilutung.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Air Terjun Cilutung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Objek Wisata ini memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan, namun lokasi ini belum terkelola dengan baik. Akses menuju lokasi tersebut sudah cukup baik tetapi belum adanya angkutan umum untuk menuju lokasi tersebut. Oleh karena itu, objek wisata ini memerlukan perhatian yang lebih dalam menangani potensi pariwisata yang ada di Desa Talaga Kulon, sehingga Air Terjun Cilutung dapat dikembangkan menjadi objek wisata yang dapat menarik minat pengunjung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Desa Campaga Kecamatan Talaga, sekitar 28 Km lebih jika dari &amp;nbsp;pusat Kota Majalengka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;2. Air Terjun Cibali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtu8xS-nm0JpUq1EVN1jVNnHJ3Ur2a9EMhHww3A-9I7IFx9JZglBnUch4LQmIAaxjbMV_0z7IszWJOwERSq2x8LsP4wZXdJuJjPIYa22A2lpQCGOCYVluIEsDVHOZSxfhXAM_GiLwkFiEP/s1600/Air_Terjun_Cibali.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtu8xS-nm0JpUq1EVN1jVNnHJ3Ur2a9EMhHww3A-9I7IFx9JZglBnUch4LQmIAaxjbMV_0z7IszWJOwERSq2x8LsP4wZXdJuJjPIYa22A2lpQCGOCYVluIEsDVHOZSxfhXAM_GiLwkFiEP/s1600/Air_Terjun_Cibali.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Air Terjun Cibali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Objek wisata ini pada umumnya sering di kunjungi oleh para pelajar yang datang pada waktu libur. Objek wisata Air Terjun Cibali ini belum terkelola dengan baik. Untuk akses menuju lokasi tersebut kurang baik dan angkutan umum yang menuju ke tempat wisata ini belum ada. Sedangkan fasilitas di tempat wisata ini belum dibangun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Desa Cikondang Kecamatan Cingambul yang memiliki jarak +39 km dari pusat kota Majalengka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;3. Curug Muarajaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsfnUP8cCXmH899XU4cbPtUFvP_TiGri89sFAF6jFy476ch5df49YNfxwFzRmeKYu-IQlHy5Lqtyo3YtUAKj-oG-MTlzVTD3RW0hQUWJN51Vu8NoUtbyjpOeaEalV1E9O0z2PrMd-mPhw5/s1600/Curug+Muarajaya.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsfnUP8cCXmH899XU4cbPtUFvP_TiGri89sFAF6jFy476ch5df49YNfxwFzRmeKYu-IQlHy5Lqtyo3YtUAKj-oG-MTlzVTD3RW0hQUWJN51Vu8NoUtbyjpOeaEalV1E9O0z2PrMd-mPhw5/s1600/Curug+Muarajaya.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Curug Muarajaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Curug merupakan air terjun yang tumpahan airnya mengalir deras membelah di puncak bukit. Tumpahan air itu menyajikan panorama indah pada birunya langit, sejuknya udara, dan hijaunya pepohonan yang menyelimuti suasana wisata yang berada di Kecamatan Argapura. Selain itu terdapat pula lapangan sebagai areal untuk camping bagi para pengunjung, tempat ini dapat dijadikan alternatif bagi pengunjung yang memiliki hobi berpetualang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Gunung Ceremai, Desa Argamukti, Kecamatan Argapura, Lebih kurang 4 jam dari pusat Kota Bandung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Info Lebih Lanjut : Majalengka Regional Tourism &amp;amp; Culture Office, Jl. Gerakan Koperasi, Majalengka, Tlp. (0233) 282285, e-mail: kabmajalengka@westjava-indonesia.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;4. Curug Tonjong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8pMc0YCyaJMZDcFhTOwMK0URkB2iCpCBnQZlupqv0R-NtzNsUZzD6usbntg838gcIFL85CYbAQclr83nlHYfs_g7bENjxmQmVy8TWn2-K2zDDqNcXs6rWdzyvMnBiOVAnR8fO_7J54A2C/s1600/Curug_Tonjong.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8pMc0YCyaJMZDcFhTOwMK0URkB2iCpCBnQZlupqv0R-NtzNsUZzD6usbntg838gcIFL85CYbAQclr83nlHYfs_g7bENjxmQmVy8TWn2-K2zDDqNcXs6rWdzyvMnBiOVAnR8fO_7J54A2C/s1600/Curug_Tonjong.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Curug Tonjong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Curug Tonjong menawarkan keindahan alam yang asri dan alami berupa aliran sungai dengan air terjun yang cukup deras walaupun tidak terlalu tinggi ditambah dengan batu-batuan besar yang terdapat disepanjang aliran sungai. Keunikan darilokasi wisata ini adalah jembatan bambu yang sengaja dibuat sehingga pengunjung dapat menikmati keindahan lokasi ini ketika melewatinya sampai ke puncak curug serta pada nilai alamiah, sejuknya udara, dan beningnya air sungai yang mengalir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Desa Teja kecamatan Rajagaluh, sekitar 20km lebih jika dari Kota Majalengka disebelah Timur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;5. Panorama Cikebo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdNZ6H7trOpBbCOmY_M9WUEBcUh5y0MtfVqPew8WFVETM61bpx8q8hVSFDrT1tAxJQj71qnitqM7WE8Oo-kDjwuBrZjVvPVzMkfW99qw-3Kj2s0JJ4QhbhvJ7EffYXmq7ZaFCFJufgGDlW/s1600/Panorama_Cikebo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdNZ6H7trOpBbCOmY_M9WUEBcUh5y0MtfVqPew8WFVETM61bpx8q8hVSFDrT1tAxJQj71qnitqM7WE8Oo-kDjwuBrZjVvPVzMkfW99qw-3Kj2s0JJ4QhbhvJ7EffYXmq7ZaFCFJufgGDlW/s1600/Panorama_Cikebo.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Panorama Cikebo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Panorama Cikebo berada di Desa Tegal Sari Kecamatan Maja, dengan jarak tempuh lebih dari 14 km dari pusat Kota Majalengka. Objek dan daya tarik Panorama Cikebo memiliki pemandangan yang indah dan dapat dijadikan sebagai tempat untuk beristirahat dan tempat bakar jagung bagi pengunjung. Akses untuk menuju lokasi objek wisata ini cukup baik karena berada dipinggir jalan dan dilalui oleh angkutan umum. Fasilitas yang terdapat disana yaitu tempat istirahat dan tempat bakar jagung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;6. Agro Batu Luhur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Desa Jerukleueut, Kecamatan Sindangwangi. sekitar lebih dari 22 km dari pusat Kota Majalengka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;7. Curug Sawer&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Desa Argalingga, Kecamatan Argapura. Dimana jarak yang harus ditempuh untuk menuju curug ini yaitu +21.5 km dari pusat kota Majalengka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;8. Situ Sangiang (Makam Sunan Parung)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : 800 m atau &amp;nbsp;sebelum kota Talaga dari arah selatan. Kawasan tersebut terletak pada ketinggian tanah antara 600-800 m.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;9. Situ Janawi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Desa Teja, Kecamatan Rajagaluh, jarak tempuh sekitar 25 km dari pusat Kota Majalengka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;10. Situ Cipanten&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Desa Gunung Kuning, Kecamatan Sindang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;11. Situ Batu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Desa Malausma, kecamatan Malausma, jarak tempuh lebih dari 46 km dari pusat Kota Majalengka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;12. Situ Cikuda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Desa Padaherang, Kecamatan Sindangwangi, jarak tempuh lebih dari 25 Km dari pusat Kota Majalengka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;13. Situ Cijawura&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Desa Kertajati, Kecamatan Kertajati, jarak tempuh lebih dari 28 km dari pusat Kota Majalengka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;14. Situ Anggrahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Desa Pilangsari, Kecamatan Jatitujuh, jarak tempuh lebih dari 35 Km dari pusat kota Majalengka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;15. Talaga Herang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Sebuah danau kecil yang berada di perbatasan tiga desa yaitu Jerukleueut, Padaherang, dan Desa Lengkongkulon di distrik Sindangwangi, Kota Majalengka, Jawa Barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;16. Gunung Batu Tilu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Desa Jatimulya Kecamatan Kasokandel, jarak tempuh lebih dari 8 Km dari pusat Kota Majalengka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;17. Panorama lemahputih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Desa Lemahputih, Kecamatan Lemahsugih, jarak tempuh lebih dari 47 km dari pusat kota Majalengka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;18. Bendungan Rentang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Desa Jatitujuh Kecamatan Jatitujuh, jarak tempuh lebih dari 30 Km dari &amp;nbsp;pusat Kota Majalengka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;19. Makam Eyang Natakhusuma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Desa Talaga Wetan Kecamatan Talaga, jarak tempuh lebih dari 26 Km dari pusat Kota Majalengka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;20. Makam Buyut Israh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Desa Sukasari Kidul Kecamatan Argapura, jarak tempuh lebih dari 15 Km dari pusat Kota Majalengka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;21. Museum Talaga Manggung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Desa Talaga Wetan, Kecamatan Talaga, jarak tempuh lebih dari 26 km dari pusat kota Majalengka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;22. Makam Buyut Kyai Arsitem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Desa Sumber Wetan Kecamatan Jatitujuh, jarak tempuh lebih dari 37 Km dari pusat Kota Majalengka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;23. Makam Pangeran Muhammad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Terletak di Desa Cicurug kecamatan Majalengka, tengah persawahan di kawasan perbukitan dan berjarak sekitar 3 km dari pusat kota Majalengka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;24. Petilasan Prabu Siliwangi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Kampung Pajajar, Desa Pajajar Kecamatan Rajagaluh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;25. Sumur Dalem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Desa Pilangsari Kecamatan Jatitujuh, jarak tempuh lebih dari 33 Km dari pusat Kota Majalengka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;26. Sumur Sindu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Desa Sumber Wetan Kecamatan Jatitujuh, jarak tempuh lebih dari 37 Km dari pusat Kota Majalengka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;27. Rumah Adat Panjalin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Kampung Penjalin, Desa Panjalin, Cikalong Wetan. berjarak sekitar 23 km dari Majalengka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;28. Topeng Beber&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Seluruh Kabupaten Majalengka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;29. Upacara Mapag Sri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Kampung Leuwi Panas, Desa Sinar Jati, Kecamatan &amp;nbsp;Dawuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;30. Wisata Prabu Siliwangi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Desa Pajajar, Kecamatan Rajagaluh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;31. Seni Beluk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Majalengka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;32. Batik Majalengka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Lokasi : Seluruh Kabupaten Majalengka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: Trebuchet MS, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;Tidak kalah menariknya bukan ? Tempat wisata Majalengka lengkap dengan alamat lokasi wisata Majalengka. Semoga bermanfaat untuk Anda yang membutuhkan info wisata di kota Majalengka, Jawa Barat, Pulau Jawa, Indonesia.&lt;/span&gt;</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/04/tempat-wisata-di-majalengka.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXyU3hxzs5mM3ndFrAQbON58ljqoGvPFhtPetwdMoKXT1FIt7gqkN5jkkHEjPZF1kOd0BrcVoCJyC7LiEOZRrnC4T9C-yG9vIQCw8A5qBhEp_r95ALh0FObkqpx59tfWCxOvQlMM4TGElL/s72-c/Air_Terjun_Cilutung.jpg" width="72"/></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1689170698456007083.post-2057764270539967492</guid><pubDate>Sat, 29 Mar 2014 03:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-04-03T16:47:10.108-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Top News</category><title>Eksotika Kota Cirebon</title><description>&lt;h3 class="post-title entry-title" style="background-color: white; color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 22px; margin: 0px; position: relative;"&gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;div class="post-header" style="background-color: white; color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.6; margin: 0px 0px 1em;"&gt;
&lt;div class="post-header-line-1"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="post-body entry-content" id="post-body-923402190987556599" style="background-color: white; color: #444444; font-family: Arial, Tahoma, Helvetica, FreeSans, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18.200000762939453px; position: relative; width: 506px;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFzHZ2qrBfpD5SSVwzyweWgULRL_jLQWpjDk1MDny0w2NMPfyUXU_lW2ErjbQA9Gg-l9lXInndowM9A5XVPTyE03YYU7ZcIsbxcOSYsBlg_hHOtSdfN0oeHZCXEItFGTTdXdW6-L1rayY/s1600/pelabuhan+cirebon.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; color: #4d469c; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFzHZ2qrBfpD5SSVwzyweWgULRL_jLQWpjDk1MDny0w2NMPfyUXU_lW2ErjbQA9Gg-l9lXInndowM9A5XVPTyE03YYU7ZcIsbxcOSYsBlg_hHOtSdfN0oeHZCXEItFGTTdXdW6-L1rayY/s200/pelabuhan+cirebon.jpg" height="200" style="-webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-left-radius: 0px; border-bottom-right-radius: 0px; border-top-left-radius: 0px; border-top-right-radius: 0px; border: 1px solid transparent; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; padding: 8px; position: relative;" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;K&lt;/b&gt;ota cirebon adalah sebuah kota di provinsi&amp;nbsp;&lt;span class="he5yhefo7f7l" id="he5yhefo7f7l_1" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: #009900; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-align: left; text-decoration: underline;"&gt;Jawa Barat&lt;/span&gt;, Indonesia. Kota ini terletak di pesisir laut Jawa, di jalur pantura. Dahulu Cirebon merupakan ibu kota Kesultanan Cirebon dan Kabupaten Cirebon. Namun ibu kota Kabupaten Cirebon kini telah dipindahkan ke Sumber. Cirebon menjadi pusat regional di wilayah pesisir timur Jawa Barat. Cirebon juga disebut dengan julukan "Kota Udang". Sebagai daerah pertemuan budaya Jawa &amp;amp; Sunda sejak beberapa abad silam, masyarakat Cirebon terbiasa menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Jawa &amp;amp; Sunda.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin: 0.4em 0px 0.5em; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin: 0.4em 0px 0.5em; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;A. Sejarah Kota Cirebon&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menurut Manuskrip Purwaka Caruban Nagari, pada&amp;nbsp;&lt;span class="he5yhefo7f7l" id="he5yhefo7f7l_3" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: #009900; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-align: left; text-decoration: underline;"&gt;abad&lt;/span&gt;&amp;nbsp;XIV di pantai Laut Jawa ada sebuah desa nelayan kecil bernama Muara Jati. Pada waktu itu sudah banyak kapal asing yang datang untuk berniaga dengan penduduk setempat. Pengurus pelabuhan adalah Ki Gedeng Alang-Alang yang ditunjuk oleh penguasa Kerajaan Galuh (Padjadjaran). Dan di pelabuhan ini juga terlihat aktivitas Islam semakin berkembang. Ki Gedeng Alang-Alang memindahkan tempat pemukiman ke tempat pemukiman baru di Lemahwungkuk, 5 km arah selatan mendekati kaki bukit menuju kerajaan Galuh. Sebagai kepala pemukiman baru diangkatlah Ki Gedeng Alang-Alang dengan gelar Kuwu Cerbon.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada Perkembangan selanjutnya, Pangeran Walangsungsang, putra Prabu Siliwangi ditunjuk sebagai Adipati Cirebon dengan Gelar Cakrabumi. Pangeran inilah yang mendirikan Kerajaan Cirebon, diawali dengan tidak mengirimkan upeti kepada Raja Galuh. Oleh Raja Galuh dijawab dengan mengirimkan&amp;nbsp;&lt;span class="he5yhefo7f7l" id="he5yhefo7f7l_8" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: #009900; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-align: left; text-decoration: underline;"&gt;bala&lt;/span&gt;&amp;nbsp;tentara ke Cirebon Untuk menundukkan Adipati Cirebon, namun ternyata Adipati Cirebon terlalu kuat bagi Raja Galuh sehingga ia keluar sebagai pemenang.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan demikian berdirilah kerajaan baru di Cirebon dengan Raja bergelar Cakrabuana. Berdirinya kerajaan Cirebon menandai diawalinya Kerajaan Islam Cirebon dengan pelabuhan Muara Jati yang aktivitasnya berkembang sampai kawasan&amp;nbsp;&lt;span class="he5yhefo7f7l" id="he5yhefo7f7l_4" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: #009900; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-align: left; text-decoration: underline;"&gt;Asia&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Tenggara. Pada periode ini Kota Cirebon disahkan menjadi Gemeente Cheribon dengan luas 1.100 Hektar dan berpenduduk 20.000 jiwa (Stlb. 1906 No. 122 dan Stlb. 1926 No. 370). Pada 1942 Kota Cirebon diperluas menjadi 2.450 hektar dan tahun 1957 status pemerintahannya menjadi Kota Praja dengan luas 3.300 hektar, setelah ditetapkan menjadi Kotamadya tahun 1965 luas wilayahnya menjadi 3.600 hektar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;B. Pariwisata Cirebon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebagai tujuan wisata di Jawa Barat, Cirebon memang tidak sepopuler&amp;nbsp;&lt;span class="he5yhefo7f7l" id="he5yhefo7f7l_5" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: #009900; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-align: left; text-decoration: underline;"&gt;Bandung&lt;/span&gt;. Padahal kota Cirebon menyimpan banyak pesona mulai dari wisata sejarah kejayaan kerajaan Islam, wisata kuliner, sampai wisata batik dan sentra rotan. Cirebon mempunyai 4 keraton sekaligus di dalam kota, yakni Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan dan Keraton Keprabon. Semuanya memiliki arsitektur gabunan dari elemen kebudayaan Islam, Cina, dan Belanda. Bangunan keraton selalu menghadap ke utara dan ada sebuah masjid didekatnya. Setiap keraton mempunyai alun-alun sebagai tempat berkumpul, pasar dan patung macan di taman atau halaman depan sebagai perlambang dari Prabu Siliwangi, tokoh sentral terbentuknya Kerajaan Cirebon. Ciri lain adalah piring porselen asli Tiongkok yang jadi penghias dinding. Beberapa piring konon diperoleh dari Eropa saat Cirebon jadi pelabuhan pusat perdagangan Pulau Jawa.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selain itu kota ini terkenal juga dengan sebuah taman yang dikenal dengan nama Taman&amp;nbsp;&lt;span class="he5yhefo7f7l" id="he5yhefo7f7l_7" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: #009900; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-align: left; text-decoration: underline;"&gt;Air&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Sunyaragi. Taman indah ini dilengkapi dengan teknologi pengaliran air yang sangat canggih pada masanya. Pada masa lalu, air-air mengalir diantara teras-teras tempat para putri raja bersolek, halaman rumput hijau tempat para ksatria berlatih, ditambah menara dan kamar istimewa yang pintunya terbuat dari tirai air. Selain itu ada juga tempat-tempat peninggalan bersejarah yang lain seperti Masjid Agung Sang Cipta Rasa, kelenteng kuno, Makam Sunan Gunung Jati dan rumah perlindungan Linggarjati.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwr9fP7PLKwhv92_W26jlFAu9G47HSHqnoH1P2I3L9AntIp1KhH-hV_P5dwsSyq2igFvoKZGbI-LedrMU0qhzXhI2HBS0ylhMXpodq2PYrcHv3gDqGRlu70nh3XKjK4FY2Zqo15VTk-PY/s1600/img_05611.jpg" imageanchor="1" style="color: #4d469c; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwr9fP7PLKwhv92_W26jlFAu9G47HSHqnoH1P2I3L9AntIp1KhH-hV_P5dwsSyq2igFvoKZGbI-LedrMU0qhzXhI2HBS0ylhMXpodq2PYrcHv3gDqGRlu70nh3XKjK4FY2Zqo15VTk-PY/s200/img_05611.jpg" height="150" style="-webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-left-radius: 0px; border-bottom-right-radius: 0px; border-top-left-radius: 0px; border-top-right-radius: 0px; border: 1px solid transparent; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; padding: 8px; position: relative;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYIghjoJhlWTvrgXoGRAJuwBNRKNb5Id3u5UIsuOzDlfB4cWXdLUcF01CHu2E9i93JQibIcGNMGLlgOsOJVSH8XDSq0uRuBxNp6WUDy0IQIbPl9ELm0nDdKnFWT5-GUf13kqCvHB9T-HY/s1600/Keraton+Kanoman.JPG" imageanchor="1" style="color: #4d469c; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYIghjoJhlWTvrgXoGRAJuwBNRKNb5Id3u5UIsuOzDlfB4cWXdLUcF01CHu2E9i93JQibIcGNMGLlgOsOJVSH8XDSq0uRuBxNp6WUDy0IQIbPl9ELm0nDdKnFWT5-GUf13kqCvHB9T-HY/s200/Keraton+Kanoman.JPG" height="149" style="-webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-left-radius: 0px; border-bottom-right-radius: 0px; border-top-left-radius: 0px; border-top-right-radius: 0px; border: 1px solid transparent; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; padding: 8px; position: relative;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;Keraton Kasepuhan Cirebon &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Keraton Kanoman Cirebon&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2bqb-o_iFdPV4Urqs8n0j5N7-TG6Gz9M9B9wm2TqqcSNmq6ZWDo867B9QTycAdJbsyTdH5-oH-B4UXWh68Hc-pfOWBZAqe0TkAyCmru41dYj0MHcFUnclhmK3cZQ4k0wsRSHySLKbz2A/s1600/taman_sari-sunyarangi.jpg" imageanchor="1" style="color: #4d469c; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg2bqb-o_iFdPV4Urqs8n0j5N7-TG6Gz9M9B9wm2TqqcSNmq6ZWDo867B9QTycAdJbsyTdH5-oH-B4UXWh68Hc-pfOWBZAqe0TkAyCmru41dYj0MHcFUnclhmK3cZQ4k0wsRSHySLKbz2A/s200/taman_sari-sunyarangi.jpg" height="150" style="-webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-left-radius: 0px; border-bottom-right-radius: 0px; border-top-left-radius: 0px; border-top-right-radius: 0px; border: 1px solid transparent; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; padding: 8px; position: relative;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLZ_Musn2pmMlkLyEOBn8RhGsEjF1-0ZQoEdv9UkPH6HS4i7Lb-97Fa3hrbvVEsyOZK1JRNYMohzu50aECBTiCnEcrx1OJcgwagI40gnWjB_vRFib4HOa3tT-_oGsUhE5E2nziyQHOt_0/s1600/Ziarah+ke+Makam+Sunan+Gunung+Jati.jpg" imageanchor="1" style="color: #4d469c; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLZ_Musn2pmMlkLyEOBn8RhGsEjF1-0ZQoEdv9UkPH6HS4i7Lb-97Fa3hrbvVEsyOZK1JRNYMohzu50aECBTiCnEcrx1OJcgwagI40gnWjB_vRFib4HOa3tT-_oGsUhE5E2nziyQHOt_0/s200/Ziarah+ke+Makam+Sunan+Gunung+Jati.jpg" height="150" style="-webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-left-radius: 0px; border-bottom-right-radius: 0px; border-top-left-radius: 0px; border-top-right-radius: 0px; border: 1px solid transparent; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; padding: 8px; position: relative;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin: 0.4em 0px 0.5em; text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;&amp;nbsp;Taman Air Sunyaragi &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Kompleks Pemakaman Gunung Jati&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin: 0.4em 0px 0.5em; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;C. Kuliner Cirebon&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Rasanya kurang afdol kalau kita jalan-jalan ke suatu daerah tanpa mencicipi masakan khas daerah tersebut. Apalagi kalau mengunjungi sebuah daerah yang makanannya udah terkenal kelezatannya. Kali ini kita berjalan-jalan ke kota Cirebon, sebuah kota yang berada di ujung timur propinsi Jawa Barat yang tidak jauh dari perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah. Buat Anda penggemar masakan dengan dominan rasa asin dan pedas, makanan dari Cirebon sungguh cocok dengan lidah Anda!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin: 0.4em 0px 0.5em;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;&lt;b&gt;Nasi Jamblang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjukL2L4qCeIS-Wc7iZKWgPH61rgtg__8Wofo7DFsKhWH901n4-8StYp1349Jymi5vjTnmylpfcV_wD7tW4t4gH2zFNCGAD8l-DcxnvGdOmVQQ_J7uqHu2gncby5mrNhb3ll5IYJRidAco/s1600/nasi-jamblang-mang-dul.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; color: #4d469c; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjukL2L4qCeIS-Wc7iZKWgPH61rgtg__8Wofo7DFsKhWH901n4-8StYp1349Jymi5vjTnmylpfcV_wD7tW4t4gH2zFNCGAD8l-DcxnvGdOmVQQ_J7uqHu2gncby5mrNhb3ll5IYJRidAco/s200/nasi-jamblang-mang-dul.jpg" height="151" style="-webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-left-radius: 0px; border-bottom-right-radius: 0px; border-top-left-radius: 0px; border-top-right-radius: 0px; border: 1px solid transparent; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; padding: 8px; position: relative;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nasi khas Cirebon ini disajikan didalam daun jati dengan lauk pauk bermacam-macam, seperti paru, daging, tempe, tahu, cumi, dll serta sambal khas cirebon. Dapat diproleh di seluruh kota Cirebon. Para pedagangnya sangat khas sebab menggunakan meja rendah yang menggelar berbagai macam makanan dan dikelilingi oleh bangku panjang untuk duduk pembeli.&amp;nbsp;Cara penyajiannya, si penjual menyodorkan nasi yang dibungkus daun jati kemudian pembeli mengambil sendiri lauk pauk yang ingin dimakannya. Pembayarannya pun unik, sebab mengandalkan kejujuran para pembelinya karena pembeli menyebutkan apa saja yang dimakannya.&amp;nbsp;Para penjual nasi jamblang cukup tersebar di kota Cirebon selain itu mereka buka 24 jam. Kawasan Gunung Sari merupakan daerah yang cukup banyak populasi penjual nasi Jamblang ini. Penjual Nasi Jamblang yang terkenal di Cirebon adalah Nasi Jamblang Mang Dul yang berlokasi di Gunung Sari (dekat lampu merah ke arah jalan Tuparev).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin: 0.4em 0px 0.5em;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;&lt;b&gt;Empal Gentong&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh548KGEo-IkNGyHTH-MwQDFR8iimVjGO9xsjcBVd3V6Hplseyqpl4XBgAR0LFjBAnd9QwPtJCvkin9_sF-Q1tYqjUQIyD6p4nW0cdYgmgEIYpo4c9hskM2ztdBFSkauiPOpc3r0TOBxYc/s1600/empal-gentong.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; color: #4d469c; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh548KGEo-IkNGyHTH-MwQDFR8iimVjGO9xsjcBVd3V6Hplseyqpl4XBgAR0LFjBAnd9QwPtJCvkin9_sF-Q1tYqjUQIyD6p4nW0cdYgmgEIYpo4c9hskM2ztdBFSkauiPOpc3r0TOBxYc/s200/empal-gentong.jpg" height="150" style="-webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-left-radius: 0px; border-bottom-right-radius: 0px; border-top-left-radius: 0px; border-top-right-radius: 0px; border: 1px solid transparent; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; padding: 8px; position: relative;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 1.5em; margin: 0.4em 0px 0.5em; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Makanan mirip soto yang berkuah kental dan bersantan serta dipenuhi dengan daging ini sungguh lezat…. Biasa dimakan dengan nasi ataupun lontong. Yang khas adalah wadah tempat menaruh kuah empal ini yang berada di sebuah gentong makanya dinamakan empal gentong sementara empal adalah potongan-potongan daging. Cara masaknya pun masih tradisional karena masih mengandalkan kayu bakar. Sambal empal gentong ini sangatlah pedas sebab merupakan saripati cabai merah kering yang dikemudian ditumbuk. Bagi yang belum terbiasa, agar hati-hati mencobanya sebab bila perut tidak kuat maka acara makan-makan bisa terhambat.&amp;nbsp;Mencari pedagang empal gentong sekarang agak susah karena mereka biasanya menggunakan gerobak untuk mendorong jualan mereka. Pedagang empal gentong yang ngetop di Cirebon adalah Mang Darma yang mangkal di Jl. Slamet Riyadi, empal gentong Mang Darma juga bisa di temukan di beberapa tempat di Cirebon seperti di Pujagalana, Stasiun Kereta Cirebon atau di Grage Mal yang semuanya dikelola anak-anaknya. Di Jakarta, Empal gentong Mang Darma bisa ditemukan di daerah Bintaro.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;b&gt;Tahu Gejrot&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaXjpO45fQm-sd9fQgLR-USu18KdvfWqEAl5sQjH0pGZm9W-gx8YL4RGGxebJigtaxq8macCE_gahIDjRPfLz_fET_ce-vMNMhBJUlfttEmWgkSKuQSR9ZpvQVNwE_-EqzdTjOsyYV7Oc/s1600/tahu-gejrot.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; color: #4d469c; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiaXjpO45fQm-sd9fQgLR-USu18KdvfWqEAl5sQjH0pGZm9W-gx8YL4RGGxebJigtaxq8macCE_gahIDjRPfLz_fET_ce-vMNMhBJUlfttEmWgkSKuQSR9ZpvQVNwE_-EqzdTjOsyYV7Oc/s200/tahu-gejrot.jpg" height="151" style="-webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-left-radius: 0px; border-bottom-right-radius: 0px; border-top-left-radius: 0px; border-top-right-radius: 0px; border: 1px solid transparent; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; padding: 8px; position: relative;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Makanan berupa tahu yang di potong kecil-kecil ditaruh di atas piring kecil terbuat dari tanah liat kemudian disajikan dengan bumbu gula merah, cabai serta bawang merah dan bawang putih yang diulek. Jenis tahu yang digunakan adalah semacam tahu Sumedang tapi agak berbeda sebab isinya jauh lebih sedikit sehingga terlihat kosong. Cara makannya pun unik yaitu ditusuk dengan biting (potongan lidi). Mengapa diberi nama tahu gejrot? Sebab bumbu cair yang digunakan sebagai penyedap dialirkan lewat botol dengan cara diguncangkan sehingga timbul bunyi “gejrot” berulang kali. Para pedagang tahu gejrot ini biasanya menggunakan pikulan bagi penjual laki-laki untuk membawa barang dagangannya. Atau menggunakan tampah yang diusung di atas kepala bagi penjual wanita.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;Para pedagang tahu gejrot sangat mudah ditemui di sekitar kota Cirebon karena termasuk makanan ringan yang cukup populer.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 16px;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="line-height: 16px;"&gt;
&lt;b&gt;Docang&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; line-height: 16px;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIE-iwdhfiLv0PbgO7bdwVi2S044rFWpyj37Y66auPIiAfF2ewM2w9cd9e3KjZGtm3XaStJLZzB4gOZmxWKrh2zfx7LEp2DOk-V01c8kyWccFSOVvir3HSFZfXaH7Sp41CkPiztiwzJhg/s1600/Docang.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; color: #4d469c; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIE-iwdhfiLv0PbgO7bdwVi2S044rFWpyj37Y66auPIiAfF2ewM2w9cd9e3KjZGtm3XaStJLZzB4gOZmxWKrh2zfx7LEp2DOk-V01c8kyWccFSOVvir3HSFZfXaH7Sp41CkPiztiwzJhg/s200/Docang.JPG" height="143" style="-webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-left-radius: 0px; border-bottom-right-radius: 0px; border-top-left-radius: 0px; border-top-right-radius: 0px; border: 1px solid transparent; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; padding: 8px; position: relative;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lontong yang dipadukan dengan daun singkong, tauge, taburan kelapa parut dan kerupuk dimakan dengan kuah yang terbuat dari bumbu oncom atau dage’ untuk sebutan orang Cirebon. Makanan ini merupakan versi lain dari keluarga lontong sayur tetapi bumbu kuah oncom yang digunakan memberikan rasa tersendiri.&amp;nbsp;Mencari makanan docang ini agak mudah ditemui di daerah pemukiman atau di pasar karena cukup sederhana pembuatannya.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Nasi Lengko&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVaQbjyd8ismdilDcZJ-z2NMTVTC3kvjHbuczHy8ZF3v8_ag6zRqkOZ2sR7yQ1uP7W7juBBnRxPYXI2MZiEQBi6Xffsm7arKErD6cpfrsbwgDh8jMSemVIUQm_Dq7HNaJujbaQKAZPqSc/s1600/nasi-lengko.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; color: #4d469c; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVaQbjyd8ismdilDcZJ-z2NMTVTC3kvjHbuczHy8ZF3v8_ag6zRqkOZ2sR7yQ1uP7W7juBBnRxPYXI2MZiEQBi6Xffsm7arKErD6cpfrsbwgDh8jMSemVIUQm_Dq7HNaJujbaQKAZPqSc/s200/nasi-lengko.jpg" height="150" style="-webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-left-radius: 0px; border-bottom-right-radius: 0px; border-top-left-radius: 0px; border-top-right-radius: 0px; border: 1px solid transparent; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; padding: 8px; position: relative;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Nasi Lengko merupakan nasi yang cukup mudah dibuat siapa saja sebab terdiri dari bahan makanan yang sederhana seperti nasi putih, tahu, tempe, mentimun tauge, dan daun kucai (seledri). Kemudian ditaburi bawang goreng serta disiram bumbu kacang dan kecap. Lebih enak lagi dimakan ditemani krupuk.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pedagang Nasi Lengko cukup tersebar di sekeliling kota Cirebon sebab makan ini selain sederhana juga terjangkau bagi masyarakat. Penjual Nasi Lengko yang lumayan laris dan ramai pembeli salah satunya adalah di Jl. Pagongan. Warung milik H. Barno ini sudah 11 tahun berdiri dan buka setiap hari sejak pukul 6 pagi hingga 9 malam. Meski "cuma" warung, kapasitas pengunjung sampai 100 orang. "Tapi berjualannya sudah sejak tahun 70-an," tutur Hj. Yayah Rukiyah, istri Barno.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Mie Koclok&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCC8QgqmVUuQ1HMp-qe4GBRYhwkelfEwX0RbvzMBtFvROIP_nT_MP06Wfyat7ywBFEZTtJ8ruTQa_Vw20hku7Y9DddnTMJsB35IkNoeafda_Y2oP5JcZcM1q68PqnKR6VTCfi4mlWNIG4/s1600/nasi-lengko.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; color: #4d469c; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCC8QgqmVUuQ1HMp-qe4GBRYhwkelfEwX0RbvzMBtFvROIP_nT_MP06Wfyat7ywBFEZTtJ8ruTQa_Vw20hku7Y9DddnTMJsB35IkNoeafda_Y2oP5JcZcM1q68PqnKR6VTCfi4mlWNIG4/s200/nasi-lengko.jpg" height="150" style="-webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-left-radius: 0px; border-bottom-right-radius: 0px; border-top-left-radius: 0px; border-top-right-radius: 0px; border: 1px solid transparent; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; padding: 8px; position: relative;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Mie kuning yang disajikan dengan toge, kol, suwiran daging ayam, telor lalu disiram dengan kuah santan. Disajikan panas-panas sebab tidak enak jika dimakan kala dingin. Selain di jalan Lawanggada dekat rel kereta, penjual mie koclok yang tidak kalah nikmat berlokasi di Kasepuhan, yang tidak jauh dari alun-alunnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;D. Potensi Ekonomi Cirebon&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_booa7A6XhWuHNVtiZeGLc0xZiCpc59mVnfaQNpYF2ItMLnHLjPXJUVOQZdr8TZ1BLnIcBWpRtkegbG3Ql6RkDzlrqL98ma_En0JEpFVH1nPX58rDhg9m5Ybi8ftIY9ClW1qQ9vD_eCs/s1600/grage.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; color: #4d469c; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_booa7A6XhWuHNVtiZeGLc0xZiCpc59mVnfaQNpYF2ItMLnHLjPXJUVOQZdr8TZ1BLnIcBWpRtkegbG3Ql6RkDzlrqL98ma_En0JEpFVH1nPX58rDhg9m5Ybi8ftIY9ClW1qQ9vD_eCs/s200/grage.jpg" height="150" style="-webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-left-radius: 0px; border-bottom-right-radius: 0px; border-top-left-radius: 0px; border-top-right-radius: 0px; border: 1px solid transparent; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; padding: 8px; position: relative;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kota Cirebon adalah sebuah kota mandiri terbesar kedua di Provinsi Jawa Barat, setelah ibukota Jawa Barat, yakni kota Bandung. Kota ini terletak di pesisir Laut Jawa, pada jalur pantura. Jalur Pantura Jakarta - Cirebon - Semarang merupakan jalur terpadat di&lt;span class="he5yhefo7f7l" id="he5yhefo7f7l_6" style="border-left-color: transparent; border-right-color: transparent; border-style: solid; border-top-color: transparent; border-width: 1px; color: #009900; cursor: pointer; display: inline !important; float: none; list-style: none; margin: 0px; padding: 0px; text-align: left; text-decoration: underline;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;. Kota Cirebon juga adalah kota terbesar keempat di wilayah Pantura setelah Jakarta, Surabaya, dan Semarang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karena letaknya yang amat strategis yaitu pada persimpangan antara Jakarta, Bandung, dan Semarang, menjadikan kota Cirebon sangat cocok dan potensial untuk berinvestasi dalam segala bidang investasi seperti hotel, rumah makan, pusat perbelanjaan, maupun pendidikan. Sehingga Kota Cirebon merupakan pilihan yang sangat tepat untuk berinvestasi. Dengan didukung oleh kegiatan ekonomi yang baik dan terpadu menjadikan Kota Cirebon berkembang menjadi Kota Metropolitan ketiga di Jawa Barat setelah metropolitan BoDeBeK( Bogor, Depok, Bekasi) yang merupakan hinterland/kota penyangga bagi ibukota Jakarta dan Metropolitan Bandung.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kota Cirebon merupakan pusat bisnis, industri, dan jasa di wilayah Jawa Barat bagian timur dan utara. Banyak sekali industri baik skala kecil, menengah, maupun besar menanamkan modalnya di kota wali ini (Cirebon). Dengan didukung oleh banyaknya orang-orang yang bekerja, beraktifitas dan menuntut ilmu di kota Cirebon, sekitar kurang lebih 1 juta orang, menjadikan kota Cirebon lebih hidup. Pembangunan di Kota Cirebon juga menggeliat dan menunjukkan respons positif, hal ini terbukti dengan banyaknya bangunan-bangunan besar dan tinggi yang berada di jalan-jalan utama kota Cirebon.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saat ini, wajah kota Cirebon telah berubah, menjadi kota modern mandiri ketiga di Pulau Jawa bagian Barat setelah Jakarta dengan kota-kota satelitnya ( Bogor, Depok, Banten, dan Bekasi) dan Bandung Raya dengan kota-kota satelitnya ( Tasikmalaya, Cimahi, Subang, Purwakarta, Cianjur, dan Garut). Kini pemerintah wilayah Cirebon sedang giat-giatnya mengembangkan potensi wilayah kota Cirebon Metropolitan dengan kota-kota satelitnya ( Indramayu, Majalengka, Kuningan, dan sebagian Jawa Tengah bagian Barat yakni Tegal, Brebes, Purwokerto, dan Pekalongan).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk mewujudkan kota Cirebon sesuai dengan fungsinya yang diarahkan sebagai kota perdagangan dan jasa, kota pelabuhan, kota industri, dan kota budaya dan pariwisata, maka peluang atau prospek kota Cirebon dapat diidentifikasikan sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Masih terdapatnya lahan yang kosong dan komersil yang dapat dikembangkan untuk kegiatan perekonomian yang letaknya tersebar diseluruh wilayah kota Cirebon seperti untuk kegiatan perdagangan dan jasa, perumahan wisata, industri, dan lain-lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Terdapat juga pelabuhan Cirebon dan Kejawanan atau pelabuhan perikanan yang masih terbuka untuk kegiatan industri, perdagangan (ekspor, impor, antar daerah atau pulau).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jumlah penduduk yang cukup dapat dikembangkan dan dilatih agar dapat ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pembangunan yang didukung oleh sejumlah perguruan tinggi dan sekolah kejuruan. Tersedianya infrastruktur atau sarana atau prasarana penunjang kegiatan perekonomian seperti listrik, air, telekomunikasi, jalan, dan lain-lain.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhktTRfNkOtuFzVsOwvl2VrbCXB5NlAAqxTcVb3pTUUsEcVN3B9QmL5nA2jl3F4UmL9D1NewC0ORc8XvVw5oF_Y4Mam2WrPeNM1Ivv4KTu6uDiRabNDuxCZolIdtQu9A7aQRee9eLXZEPg/s1600/Pelabuhan-Cirebon.JPG" imageanchor="1" style="color: #4d469c; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhktTRfNkOtuFzVsOwvl2VrbCXB5NlAAqxTcVb3pTUUsEcVN3B9QmL5nA2jl3F4UmL9D1NewC0ORc8XvVw5oF_Y4Mam2WrPeNM1Ivv4KTu6uDiRabNDuxCZolIdtQu9A7aQRee9eLXZEPg/s200/Pelabuhan-Cirebon.JPG" height="150" style="-webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-left-radius: 0px; border-bottom-right-radius: 0px; border-top-left-radius: 0px; border-top-right-radius: 0px; border: 1px solid transparent; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; padding: 8px; position: relative;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk sektor-sektor unggulan yang mempunyai potensi dan peluang yang bisa dikembangkan oleh pengusaha atau investor baik ber-fasilitas (Penanaman Modal Asing) dan non fasilitas (Penanaman Modal Swasta Nasional) adalah sebagai berikut: Sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan; Sektor Industri Non Migas; Sektor Listrik, Gas dan Air Minum; Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran; Pertanian, Peternakan dan Perikanan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tanaman pangan meliputi tanaman bahan makanan, sayur-sayuran dan buah-buahan, tanaman bahan makanan terdiri dari jenis padi-padian, umbi-umbian, dan kacang-kacangan. Produksi tanaman bahan makanan pada tahun 2003 mayoritas mengalami peningkatan. Produksi tanaman sayur-sayuran yang ada di kota Cirebon terdiri dari delapan komoditas.&amp;nbsp;Lahan pertanian yang masih luas di pinggiran Kota Cirebon yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan agrobisnis. Sumber daya laut di sepanjang pantai kota Cirebon yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan wisata laut, agro industri, dan sebagainya.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR6iuOyP2Z2wBkQDG8HWoP7y3J6quvjjfwgpSk47w7eKlSIk7gCGti4a2zyDgjIxl5-k-vMejzXxvvHXZtZXWIAeSU0D_VtPjgs0giI-USXRYMzL90BMgnuCc6FD_5v4Zbdv56JFBsb8w/s1600/Agribisnis+B.jpg" imageanchor="1" style="color: #4d469c; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-decoration: none;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR6iuOyP2Z2wBkQDG8HWoP7y3J6quvjjfwgpSk47w7eKlSIk7gCGti4a2zyDgjIxl5-k-vMejzXxvvHXZtZXWIAeSU0D_VtPjgs0giI-USXRYMzL90BMgnuCc6FD_5v4Zbdv56JFBsb8w/s200/Agribisnis+B.jpg" height="180" style="-webkit-box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; background-color: transparent; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; border-bottom-left-radius: 0px; border-bottom-right-radius: 0px; border-top-left-radius: 0px; border-top-right-radius: 0px; border: 1px solid transparent; box-shadow: rgba(0, 0, 0, 0.2) 0px 0px 0px; padding: 8px; position: relative;" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saat ini, kota Cirebon tengah gencar-gencarnya menggalakkan CPC (Cirebon Promotion Center). Cirebon Promotion Center (CPC) adalah sebuah lembaga Non Pemerintah yang didirikan dan difasilitasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Cirebon melalui Program Pendanaan Kompetisi (PPK) yang berfungsi sebagai pusat promosi investasi, produk dan pariwisata.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kota Cirebon sebagai kota perdagangan dan jasa mempunyai berbagai potensi yang cukup besar, baik potensi ekonomi, industri, perdagangan, budaya dan pariwisata yang masih belum tergali secara optimal dan dapat dikembangkan ke arah yang lebih baik guna menunjang pertumbuhan ekonomi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebagai pusat pengembangan ekonomi lokal, regional dan nasional maka Kota Cirebon diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat informasi bagi pengembangan Potensi Ciayumajakuning yang akan ditampilkan melalui Website sehingga diharapkan dapat terjadi Telemarketing, Directmail untuk menarik Traders, Tourist dan Investor.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://klikcirebonjeh.blogspot.com/2014/03/eksotika-kota-cirebon.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFzHZ2qrBfpD5SSVwzyweWgULRL_jLQWpjDk1MDny0w2NMPfyUXU_lW2ErjbQA9Gg-l9lXInndowM9A5XVPTyE03YYU7ZcIsbxcOSYsBlg_hHOtSdfN0oeHZCXEItFGTTdXdW6-L1rayY/s72-c/pelabuhan+cirebon.jpg" width="72"/></item></channel></rss>