<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536</atom:id><lastBuildDate>Wed, 03 Dec 2025 09:23:42 +0000</lastBuildDate><category>Budidaya Ikan</category><category>Ikan Air Tawar</category><category>Ikan Konsumsi</category><category>Ikan Hias</category><category>Hama Penyakit</category><category>Bawal</category><category>Cupang</category><category>Mujair</category><category>Arwana</category><category>Gurame</category><category>Lele</category><category>Pakan Ikan</category><category>Produk Olahan</category><category>Sidat</category><category>Betutu</category><category>Gabus</category><category>Ikan Air Laut</category><category>Ikan Discus</category><category>Jelawat</category><category>Koi</category><category>Limbah</category><category>Nila</category><category>Patin</category><category>Udang</category><title>Kolamania</title><description>kolamania adalah media informasi panduan cara budidaya perikanan,budiaya ikan air tawar dan ikan air laut lengkap,peluang usaha budidaya ikan ,produk olahan ikan, ikan konsumsi, ikan hias serta dilengkapi tips cara membuat kolam terpal,kolam tanah,kolam semen dan berbagai hal tetantang budidaya ikan lainnya</description><link>https://kolamini.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Kolamania)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>34</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-1347975714306889876</guid><pubDate>Mon, 17 Sep 2018 01:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2018-09-17T08:42:24.764+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Ikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Discus</category><title>Langkah Praktis Budidaya Ikan Discus Sendiri di Rumah</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Ikan Discus masih termasuk &amp;nbsp;ke dalam spesies tropis Cichlid. Spesies Cichlid biasanya berkembang dengan baik di bagian benua Afrika dan ikan discus menjadi pengecualian karena mereka tinggal di perairan Peru, Venezuela, brazil dan juga Columbia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9I_Zxrr3wXNg2dh2xsmBUqSbzCEW6wq8zGx3GrJ49ck0EnlZ5UIMw-vGYHWWkWJw10LwNyua6UKReyuHGpOPE9vYi8I_Pe_0v3_gH7pekYF67LXsmav2fU8skrtTeLN4GYJVIxSj0E-8/s1600/Langkah+Praktis+Budidaya+Ikan+Discus+Sendiri+di+Rumah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&amp;quot;IKAN DISCUS CANTIK&amp;quot;&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;434&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9I_Zxrr3wXNg2dh2xsmBUqSbzCEW6wq8zGx3GrJ49ck0EnlZ5UIMw-vGYHWWkWJw10LwNyua6UKReyuHGpOPE9vYi8I_Pe_0v3_gH7pekYF67LXsmav2fU8skrtTeLN4GYJVIxSj0E-8/s640/Langkah+Praktis+Budidaya+Ikan+Discus+Sendiri+di+Rumah.jpg&quot; title=&quot;&amp;quot;IKAN DISCUS CANTIK&amp;quot;&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini bertolak belakang dengan spesies Cichlid, Kendati demikian itulah keanekaragaman makhluk hidup.Ikan discus begitu menyukai habitat sungai yang masa airnya tenang dan berarus tidak terlalu deras (tenang).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sungai Amazon, ikan yang memiliki bentuk pipih ini kerap bermain di antara ranting-ranting untuk menyelamatkan diri dari serangan mangsa dan kompetitornya. Ranting-ranting itu menjadi perisai bagi ikan discus untuk mempertahankan laju kehidupannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Baca juga:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/cara-budidaya-ikan-sidat-di-kolam-terpal-yang-tepat.html&quot; style=&quot;border: 0px; color: #444444; font-family: inherit; font-size: inherit; font-stretch: inherit; font-variant: inherit; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px !important; padding: 0px; text-decoration-line: none; vertical-align: baseline;&quot; title=&quot;Cara Budidaya Ikan Sidat Di Kolam Terpal Yang Tepat&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Cara Budidaya Ikan Sidat Di Kolam Terpal Yang Tepat&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun begitu, kita tidak usah bercerita panjang dan lebar mengenai latar belakang ikan discus, sekrang mariu kita simak bagaimana cara memelihara ikan discus ini di rumah Anda sendiri.&lt;br /&gt;
Mememlihara ikan diskus memang bukan perkara yang susah, sebab sekarang banyak teknologi yang sudah mendukung untuk pemeiharaan ikan bertubuh cantik dan menggoda ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;1. Persiapan Akuarium&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merujuk kepada tingkah laku ikan discus yang bukan ikan bersifat agresif, maka bisa dipastikan ikan ini bisa diperlihara bersamaan dengan ikan lainnya juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Berapa jumlah padat tebar dalam satu aquarium untuk ikan discus?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk jumlah idealnya dalam pemeliharaan, dalam satu akuarium dengan ukuran 100x50 cm dan tinggi 50 cm Anda bisa memasukkan sebanyak 10-15 ekor ikan discus. Kami meyakini, mungkin Anda pernah mendengar bahwa ikan discus tidak akan baik jika ditempatkan dalam satu akuarium bersamaan dengan jenis ikan lainnya, itu merupakan sebuah pendapat yang belum sepenuhnya benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikan discus yang setres biasanya dikarenakan oleh kualitas air yang jelek, tidak ada kaitan dengan gaya peletakan akuarium yang mereng. Oleh sebab itu, akuarium yang kita gunakan untuk memelihara ikan discus harus dibarengi dengan fasilitas yang lengkap, misalnya, penggunaan filter air, aerator, dan power head.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;2. Manajemen kulitas air&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti pada kebanyakan budidadaya ikan hias lainnya, penggunakan air untuk peliharaan ikan discus juga harus terjaga kualitasnya, sehingga tak ada faktor yang akan menyebabkan ikan ini jatuh sakit, air yang harus Anda gunakan yang bersumber dari PAM dan juga yang telah bebas klorin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merujuk kepada daerah ikan ini tinggal di habitatnya, kualitas air yang cocok lagi tepat adalah dengan suhu 27-32 °C dan tingkat derajat keasaman (pH) 6-7, Anda tidak boleh lengah untuk menjaga kesetabilan suhu air, sebab jika suhu air turun, ikan discus tidak enggan melahap makanan, warnanya pun memudar, dan akan mudah terserang penyakit sehingga bisa membuat ikan kesayangan Anda tutup usia (mati).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saran kami, air pemeliharaan diganti tiap minggu (pergantian harus dilakukan secara total, tidak boleh setengah-setengah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;3. Pemberian makan untuk ikan discus&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memberikan makanan sesperti apa yang mereka inginkan bisa menghasilkan ikan discus yang sehat dan dapat tumbuh dengan baik. Di habitatnya, ikan discus termasuk ikan pemakan segalanya (omnivora).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makanan yang biasanya dimakannya berupa larva serangga, cacing, bahkan juga termasuk buah-buahan. Makanan-makanan tersebut bisa Anda brikan untuk ikan discus kesayangan sahabat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;a. Rotifera dan Infusoria&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rotifera dan infusoria merupakan jenis microorganisme yang biasanya digunakan untuk pakan larva ikan. Salah satu kelebihan makanan ini ialah memiliki ukuran yang kecil. Sehingga jenis makanan ini tepat sekali untuk diberikan kepada ikan discus yang masih kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;b. Kutu air&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kutu air adalah sejenis udang-udangan dan biasanya juga diberikan sebagai pakan anakan ikan. Bukan hal yang susah untuk mendapatkan kutu air, biasanya mereka terdapat di genangan air. Kelebihan pakan ini adalah memiliki ukuran yang cukup kecil. Sehingga anakan ikan discus tak butuh usaha yang keras untuk mencerna makanan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;c .Cacing sutra (&lt;i&gt;Tubifex&lt;/i&gt;)&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cacing yang dengan nama latinnya (&lt;i&gt;Tubifex&lt;/i&gt;) ini memiliki banyak kandungan yang baik untuk pertumbuhan ikan discus, diantaranya adalah: protein, mineral serta lemak. Akan tetapi, sebagian pecinta ikan hias memiliki pandangan bahwa cacing ini kerap mengundang penyakit bagi ikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebab pada proses pengembangbiakan cacing ini memanfaatkan tempat yang kotor. Oleh karena itu, sebelum Anda memberikan makan untuk ikan discus dengan cacing sutera ini, Sahbat harus membersihkan terlebih dahulu cacing sutera ini supaya ikan kesayangan sahbat bebas dari terpaan penyakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;d. Cacing darah (&lt;i&gt;Blood Worm&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Blood Worm atau yang sering disebut Cacing Darah ialah larva yang berasal dari lalat Chironomus yang mengalami pembusukan. Cacing darah ini mengandung protein yang tinggi, sehingga pakan ini sangat baik untuk ikan discus kita.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Biasanya, cacing darah ini akan dibekukan terlebih dahulu agar mudah dalam penyimpanan dan jauh lebih awet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;e. Jentik nyamuk&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jentik nyamuk ini sangat mudah untuk didapatkan. sahabat bisa mencari di selokan atau tempat yang terdapat genangan air. Kita juga bisa membudidayakannya sendiri. Selain itu, jentik nyamuk juga memiliki kandungan protein cukup tinggi. Sehingga, sangat cocok untuk pakan ikan discus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;f. Telur udang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telur udang yang biasanya digunakan untuk pakan adalah telur udang galah dan telur udang lobster. Telur ini sengaja dikembangkan untuk pakan ikan dan biasanya di jual dalam keadaan beku. Pakan ini sangat bagus untuk pembentukan warna alami ikan dan memacu kesuburan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;g. Artemia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Artemia adalah planktonik yang biasanya hidup di perairan yang mengandung kadar garam yang tinggi. Pakan ini memiliki kandungan nurtisi cukup tinggi, seperti 50% protein dan 25% lemak. Selain itu, arteria dianggap sebagai pakan alami yang paling baik karena pakan ini bebas dari penyakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;h. Pakan buatan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pakan buatan ialah makanan ikan yang dibuat oleh manusia. Pakan buatan ini sangat praktis dan mempermudah kita dalam pemberian pakan. Pakan ini sangat mudah kita dapatkan. Biasanya, di setiap toko ikan menjual pakan buatan. namun, pakan buatan ini kurang bagus bagi ikan discus kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Karena ikan discus kita akan melambat pertumbuhannya jika kita mengkonsumsi pakan buatan. Oleh karena itu, gunakanlah pakan ini secukupnya saja dan kombinasikan dengan pakan alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Baca juga:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/10-jenis-ikan-konsumsi-yang-paling-laris-saat-ini.html&quot; style=&quot;background-color: white; border: 0px; color: #444444; font-family: &amp;quot;Roboto Slab&amp;quot;, serif; font-size: 13px; font-stretch: inherit; font-variant-east-asian: inherit; font-variant-numeric: inherit; font-weight: 700; line-height: inherit; margin: 0px; outline: 0px !important; padding: 0px; transition: all 0.3s ease 0s; vertical-align: baseline;&quot; title=&quot;10 Jenis Ikan Konsumsi Yang Paling Laris Saat Ini&quot;&gt;&lt;i&gt;10 Jenis Ikan Konsumsi Yang Paling Laris Saat Ini&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;i. Frekuensi pemberian pakan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, frekuensi pakan yang baik adalah 2 kali dalam satu hari, yaitu pada waktu pagi sekira jam 8 dan sore hari sekira pukul 4 sore&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ingat!!!&lt;/b&gt;&amp;nbsp;Jangan memberikan makanan secara adlibitum (sekenyang-kenyangnya) seperti pada ikan lele, sebab akan menyebabkan kantung perut (usus) jadi pecah karena desakan makanan, untuk menghindari hal itu terjadi, cobalah Anda merendam terlebih dahulu pakan yang hendak diberikan supaya jadi lunak, lama perendaman lebih kurang sekitar satu jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebab, bila pelet langsung diberikan untuk si ikan, maka secara &amp;nbsp;teoritis pakan yang akan kita berikan akan akan mengembang hingga tiga kali lipat dalam perut ikan, itulah yang akan menyebabkan ikan tidak tahan dan akhirnya menghadap sang ilahi (kematian).&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2018/09/langkah-praktis-budidaya-ikan-discus.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9I_Zxrr3wXNg2dh2xsmBUqSbzCEW6wq8zGx3GrJ49ck0EnlZ5UIMw-vGYHWWkWJw10LwNyua6UKReyuHGpOPE9vYi8I_Pe_0v3_gH7pekYF67LXsmav2fU8skrtTeLN4GYJVIxSj0E-8/s72-c/Langkah+Praktis+Budidaya+Ikan+Discus+Sendiri+di+Rumah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-1248554791995144008</guid><pubDate>Sun, 28 May 2017 14:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-28T21:59:17.783+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Arwana</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Ikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hama Penyakit</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Air Tawar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Hias</category><title>Penanganan Hama Penyakit Pada Ikan Arwana</title><description>&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot; itemprop=&quot;name&quot;&gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;div class=&quot;post-header&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Arwana Asia (Scleropages formosus), atau Siluk Merah adalah salah satu spesies ikan air tawar dari Asia Tenggara. Ikan ini memiliki badan yang panjang; sirip dubur terletak jauh di belakang badan.Ikan arwana adalah salah satu jenis ikan air tawar dari Asia Tenggara.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ikan ini juga termasuk salah satu jenis ikan hias yang sangat digemari oleh kebanyakan orang, dengan begitu tidak heran jikan ikan hias ini memiliki nilai jual yang sangat mahal. Untuk memenuhi kebutuhan pasan banyak orang membudidayakan ikan arwana ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/penanganan-hama--penyakit-pada-ikan-arwana.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Penanganan Hama Penyakit Pada Ikan Arwana&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;224&quot; data-original-width=&quot;448&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieKPc1VdiSbxN97UmcEijeZ7uhBVcPVT8Xw4-POeGbprlpkzoT4ySc_jVJWtyRL8xbDP_vL0UZddx3-P87DMGT4M4y4fYV7vVNBhz-0TFjci3loMrZN5Q6VeESr9N1YJHhhk1owAm_uSt1/s640/hama+penyakit+arwana.jpg&quot; title=&quot;Penanganan Hama Penyakit Pada Ikan Arwana&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kendala yang sering dihadapi dalam budidaya ikan arwana tentu saja berbagai hama penyakit yang sering menyerang ikan arwana. oleh sebab itu maka dalam pembudidayaan/ternak ikan arwana harus tahu jenis hama penyakit dan cara menanganinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Jenis-Jenis Penyakit Ikan Arwana&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm; text-indent: 1cm;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/penyakit-biasa-menyerang-ikan-arwana-gejala-dan-penanganannya.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Penyakit yang biasa menyerang arwana &lt;/a&gt;adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 42.55pt; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Penyakit bintik putih&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; text-indent: -14.15pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; text-indent: -14.15pt;&quot;&gt;Penyebab&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 2cm;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Penyebab penyakit bintik putih adalah protozoa &lt;i&gt;Ichthiopthirius multifiliis. &lt;/i&gt;Faktor pendukung penyebab pemyakit ini adalah kualitas air yang buruk, suhu yang terlalu rendah, pakan yang buruk, dan kontaminasi ikan lain yang sudah terkena penyakit bintik putih. Penularan penyakit ini dapat melalui air dan kontak langsung antar ikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 2cm; text-indent: -14.15pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;symbol&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Gejala &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 2cm;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;agian tubuh arwana yang diserang adalah sel lendir, sisik, dan lapisan insang. Arwana yang terserang penyakit ini tampak sulit bernafas, sering menggosok-gosokkan tubuhnya kedinding wadah, munculnya bintik putih pada insang dan sirip, lapisan lendir rusak, dan terjadi pendarahan pada sirip dan insang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 42.55pt; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Penyakit penducle&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 2cm; text-indent: -14.15pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;symbol&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Penyebab &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 2cm;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Penyakit ini sering disebut dengan penyakit air dingin (&lt;i&gt;cold water descareases&lt;/i&gt;) yang bisa terjadi pada suhu 16&lt;sup&gt;0 &lt;/sup&gt;C. penyebabnya adalah bakteri &lt;i&gt;Flexbacter psychropahila &lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang berukuran sekitar 6 mikron.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 2cm; text-indent: -14.15pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;symbol&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Gejala &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 2cm;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Arwana yang terserang penyakit penducle tampak lemah, tidak mempunyai nafsu makan, muncul borok atau nekrosa pada kulit secara perlahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 42.55pt; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Penyakit &lt;i&gt;Edward siella&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 2cm; text-indent: -14.15pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;symbol&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Penyebab&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 2cm;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Penyebabnya adalah bakteri &lt;i&gt;Edward siella terda &lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang berukuran sekitar 0,5-0,75 mikron.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 2cm; text-indent: -14.15pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;symbol&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Gejala &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 2cm;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Jika sudah terinfeksi penyakit ini, akan muncul luka kecil pada kulit dan daging arwana, disertai dengan pendarahan. Luka tersebut akan menjadi bisul dan mengeluarkan nanah. Serangan lebih lanjut dapat menyebabkan luka pada hati dan ginjal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 42.55pt; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Penyakit gatal&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 2cm; text-indent: -14.15pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;symbol&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Penyebab &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 2cm;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Penyakit yang sering menyerang benih arwana ini disebabkan oleh &lt;i&gt;Trichodina sp. &lt;/i&gt;bagian tubuh yang diserang adalah kulit, sirip, dan insang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 2cm; text-indent: -14.15pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;symbol&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot;; font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Gejala &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 2cm;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Serangan penyakit gatal ditandai dengan gerakan arwana yang lemah dan sering menggosok-gosokkan tubuhnya kebenda keras dan dinding wadah pemeliharaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 36pt; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Cara Pengobatan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 1cm; text-indent: 1cm;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;Untuk mengetahui cara pengobatan arwana yang terserang penyakit dapat dilihat pada Tabel &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;1 &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; line-height: 150%;&quot;&gt;Tabel 1. Penyakit yang disebabkan oleh parasit&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;MsoNormalTable&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 33.75pt; text-align: justify; width: 548px;&quot;&gt; &lt;tbody&gt;
&lt;tr style=&quot;mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0; page-break-inside: avoid;&quot;&gt;  &lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;background: white; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 81.0pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;108&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;NAMA PENYAKIT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background: white; border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 330.1pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;440&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;PENGOBATAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 1; page-break-inside: avoid;&quot;&gt;  &lt;td style=&quot;background: white; border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 181.25pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;242&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;KIMIA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;td style=&quot;background: white; border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 148.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;198&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;ALAMI &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 2; page-break-inside: avoid;&quot;&gt;  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 81.0pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;108&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Bintik putih&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 181.25pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;242&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 3.6pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Methylene Blue (MB   1%) sebanyak 1 gram dilarutkan dalam 100 cc air. Ambil 2-4 cc larutan   tersebut dan encerkan kembali didalam 4 liter air. Arwana yang sakit selanjutnya   direndam didalam larutan tersebut selama 24 jam. Perendaman dilakukan 3-5   kali dengan selang waktu 1 hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 148.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;198&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Arwana yang terserang penyakit yang   disebabkan oleh parasit dapat diberikan ekstrak sambang darah. Dosis yang   digunakan yaitu 0,5 ml ekstrak sambang darah untuk&amp;nbsp; 5 liter air. Arwana yang terserang penyakit   didipping setiap hari selama 30-60 menit, sampai arwana benar-benar sembuh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 3.6pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr style=&quot;height: 106.25pt; mso-yfti-irow: 3; mso-yfti-lastrow: yes; page-break-inside: avoid;&quot;&gt;  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; height: 106.25pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 81.0pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;108&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Gatal &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; height: 106.25pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 181.25pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;242&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Arwana yang sakit diobati dengan   cara merendamnya di dalam larutan formalin 150-200 ml/m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt; air atau   150-200 ppm selama 15 menit. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin-left: 18pt; text-indent: 3.3pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Tabel 2. Penyakit Yang Disebabkan Oleh Bakteri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;MsoNormalTable&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: none; margin-left: 33.75pt; text-align: justify; width: 548px;&quot;&gt; &lt;tbody&gt;
&lt;tr style=&quot;mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0; page-break-inside: avoid;&quot;&gt;  &lt;td rowspan=&quot;2&quot; style=&quot;background: white; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 86.4pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;115&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;NAMA PENYAKIT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;td colspan=&quot;2&quot; style=&quot;background: white; border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 324.7pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;433&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;PENGOBATAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 1; page-break-inside: avoid;&quot;&gt;  &lt;td style=&quot;background: white; border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 175.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;234&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;KIMIA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;td style=&quot;background: white; border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 148.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;198&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;ALAMI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 2; page-break-inside: avoid;&quot;&gt;  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 86.4pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;115&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Penducle &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 175.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;234&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 3.6pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Merendam arwana   yang sakit di dalam oxytetracycline 10 ppm selama 30 menit (100 mg/l).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 148.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;198&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Arwana yang terserang penyakit yang   disebabkan oleh bakteri dapat diberikan ekstrak kunyit. Dosis yang digunakan   yaitu 0,5 ml ekstrak kunyit untuk&amp;nbsp; 5   liter air. Arwana yang terserang penyakit didipping setiap hari selama 30-60   menit, sampai arwana benar-benar sembuh.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr style=&quot;height: 106.25pt; mso-yfti-irow: 3; mso-yfti-lastrow: yes; page-break-inside: avoid;&quot;&gt;  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; height: 106.25pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 86.4pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;115&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Edward siella&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; height: 106.25pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 175.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;234&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pengobatan dengan bahan kimia dapat dilakukan dengan   mencampur Sulfamerazine ke dalam pakan. Dosis yang digunakan adalah 100-200   mg untuk setiap 1 kg berat arwana. Sulfamerazine tersebut diencerkan di dalam   1 m&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt; air bersih dan disemprotkan kepakan. Pakan didinginkan hingga   kering dan diberikan kepada arwana berturut-turut selama 3 hari.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; height: 106.25pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 148.85pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;198&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; tab-stops: list 18.0pt; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Tanaman Bahan Alami&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 42.55pt; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; mso-list: l1 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Sambang darah (&lt;i&gt;Excoecaria cochinnensis&lt;/i&gt; Lour)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Sambang darah umumnya ditanam sebagai tanaman hias atau tumbuh liar dihutan dan ditanam dipekarangan sebagai pagar hidup atau tanaman obat. Tumbuhan ini merupakan tanaman perdu yang tumbuh tegak dengan tinggi 0,5-1,5 meter dan bercabang banyak. Tumbuhan ini dapat diperbanyak dengan stek batang atau cangkokan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 63.8pt; text-indent: -21.25pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Sifat dan khasiat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 42.55pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Tumbuhan ini berkhasiat membunuh parasit (parasitisid), menghilangkan gatal (antipuritik), dan menghentikan pendarahan (hemostatis). Sifatnya hangat dan rasanya pedas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 63.8pt; text-indent: -21.25pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Kandungan kimia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 42.55pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Sambang darah mengandung tanin, asam behenat, triterpenoid eksokarol, silosterol. Dan getahnya mengandung resin dan senyawa beracun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 63.8pt; text-indent: -21.25pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;Bagian yang dapat digunakan untuk obat&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 42.55pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Bagian yang dapat digunakan sebagai obat adalah daun, batang dan akarnya.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 42.55pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 42.55pt; margin-right: 0cm; margin-top: 6.0pt; mso-list: l1 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;font-family: inherit; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b style=&quot;font-family: inherit; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Kunyit (&lt;i&gt;Curcuma domestica&lt;/i&gt; Val)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;font-family: inherit; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 42.55pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Tanaman kunyit tumbuh bercabang dengan tinggi 40-100 cm. Batang merupakan batang semua, tegak, bulat, membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun (agak lunak). Bunga majemuk yang berambut dan besisik dari pucuk batang semua, panjang 10-15 cm dengan mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1,5 cm, berwarna putih kekuningan atau kekuningan. Ujung dan daun pangkal runcing, tetapi daunnya yang rata. Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan, daging buah merah jingga kekuning-kuningan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 63.8pt; text-indent: -21.25pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Sifat dan khasiat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 42.55pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Kunyit bersifat mendinginka. Zat dalam rimpang kunyit berkhasiat untuk menghambat atau membunuh mikroba.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 63.8pt; text-indent: -21.25pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;Bagian yang dapat digunakan untuk obat&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 42.55pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Bagian kunyit yang digunakan sebagi obat adalah umbi akar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/hama-penyakit-yang-sering-menyerang-ikan-bawal.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Hama dan Penyakit Yang Sering Menyerang Ikan Bawal&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;font-family: inherit; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;font-family: inherit; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Cara pembuatan ekstrak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 63.8pt; text-indent: -21.25pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Sambang darah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 63.8pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Sebelum dibuat menjadi ekstrak, daun sambang darah harus dicuci bersih terlebih dahulu. Daun tersebut dihaluskan sebanyak 250 gram dan ditambah air sebanyak 50 ml. Setelah dihaluskan airnya diambil dengan cara menyaring. Air yang telah diambil merupakan ekstrak sambang darah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 63.8pt; text-indent: -21.25pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;tahoma&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;Kunyit :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoBodyText&quot; style=&quot;margin: 6pt 0cm 6pt 63.8pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: inherit; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Sebelum dibuat menjadi ekstrak, rimpang kunyit dibersihkan terlebih dahulu. Rimpang yang sudah dibersihkan diparut sebanyak 250 gram dan ditambah air bersih sebanyak 50 ml. Setelah diparut kunyit diambil ektraknya dengan cara menyaring.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2017/05/penanganan-hama--penyakit-pada-ikan-arwana.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieKPc1VdiSbxN97UmcEijeZ7uhBVcPVT8Xw4-POeGbprlpkzoT4ySc_jVJWtyRL8xbDP_vL0UZddx3-P87DMGT4M4y4fYV7vVNBhz-0TFjci3loMrZN5Q6VeESr9N1YJHhhk1owAm_uSt1/s72-c/hama+penyakit+arwana.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-4607051463451121179</guid><pubDate>Tue, 23 May 2017 00:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-23T07:30:24.993+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Ikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Konsumsi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sidat</category><title>Cara Budidaya Ikan Sidat Di Kolam Terpal Yang Tepat</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/cara-budidaya-ikan-sidat-di-kolam-terpal-yang-tepat.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Cara Budidaya Ikan Sidat&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;-Sidat menjadi salah satu jenis ikan yang cukup digemari untuk dikonsumsi selain itu, ikan sidat juga merupakan jenis ikan yang tidak terlalu rumit untuk dibudidayakan. Ikan sidat memang sangat menarik untuk dibudidayakan, tentu kita harus mengerti bagaimana cara budidaya jenis ikan ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tentu setiap jenis ikan memiliki sifat dan karakter yang berbeda, begitu pula dengan ikan sidat ini. ikan sidat memiliki karakter yang tidak terlalu rumit untuk dibudidayakan karena ikan ini memiliki ketahanan untuk hidup cenderung lebih lama dan kuat daripada jenis ikan lainnya. Oleh karena itulah mengapa ikan sidat ini menjadi salah satu jenis ikan yang mudah untuk diternakkan, termasuk untuk cara budidaya ikan sidat di kolam terpal.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/cara-budidaya-ikan-sidat-di-kolam-terpal-yang-tepat.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cara Budidaya Ikan Sidat Di Kolam Terpal Yang Tepat&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9KkVSUseio8CVIpDI55yc2C9jjQ_wm-Y2rGAbm2qpmdzGKgUcwyWuGAOXYB6fqmSuA9kqCrQ-oqBDMtxuWOqpPMfWuBIytR768CwLQ4Ia0u1qy_oI7AVLKzs1JQBNhTIGbNF8NCGgmnRg/s640/budidaya-ikan-sidat-min.jpg&quot; title=&quot;Cara Budidaya Ikan Sidat Di Kolam Terpal Yang Tepat&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Membudidayakan ikan sidat memang tidak terlalu sulit, namun kita perlu memperhatikan trik dan strategi cara beternak jenis ikan sidat ini. Untuk areanya, kita dapat memanfaatkan area halaman rumah yang tersedia. Sedangkan untuk kolam yang akan digunakan untuk budidaya ikan ini, kita dapat dengan mudah menggunakan kolam terpal.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tentu membuat kolam terpal tidak serumit dan semahal membuat kolam permanen, selain itu, kolam terpal juga memiliki banyak keunggulan. Selain mengetahui cara dan teknik budidaya, kita juga perlu tahu cara membuat kolam dan seluk beluknya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Keunggulan Kolam Terpal untuk Budidaya Ikan Sidat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kolam terpal memiliki banyak sekali keunggulan dibanding dengan kolam jenis lainnya, terlebih untuk budidaya ikan sidat di rumah. Selain cara budidaya ikan sidat di kolam terpal dan tips untuk beternak sidat tersebut, kita perlu tahu kelebihan dari kolam terpal ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1. Temperature air yang ada di dalam kolam terpal ini cenderung stabil.&lt;br /&gt;2. Hasil budidaya sidat di kolam terpal cenderung tidak berbau tanah.&lt;br /&gt;3. Jenis kola mini sesuai untuk area yang kekurangan air.&lt;br /&gt;4. Pemanenan sidat akan cenderung lebih mudah.&lt;br /&gt;5. Biaya pembuatan kolam cenderung lebih rendah.&lt;br /&gt;6. Mudah dibersihkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Cara Membuat Kolam Terpal untuk Budidaya Ikan Sidat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selain kelebihan berternak sidat di kolam terpal dan kelebihan teknik ini daripada dengan menggunakan tambak atau media lain, kita perlu tahu cara membuat kolam terpal untuk budidaya sidat. Untuk memasang kolam di lantai yang bukan tanah, maka cara pembuatannya antara lain:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1. Buatlah rangka untuk kolam, dapat dengan menggunakan kayu maupun besi.&lt;br /&gt;2. Untuk sisi-sisinya, buatlah pagar dari kayu maupun bamboo.&lt;br /&gt;3. Siapkan alasnya sebelum memasang terpal agar terhundar dari benda yang tajam dan membuat&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
4. terpal bocor. Alas dapat terbuat dari sekam padi maupun karpet.&lt;br /&gt;5. Pasanglah terpal dan ikatkan pada rangka-rangkanya.&lt;br /&gt;6. Untuk sirkulasi air, diperlukan beberapa peralatan. Beberapa diantaranya ialah pompa air untuk 7. kolam, filter kolam, batuan aerasi, dan juga selang untuk udara. Dengan memasang peralatan tersebut akan membuat sirkulasi dan kebersihan air lebih baik.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pakan yang Sesuai untuk Ikan Sidat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selain dalam hal kolam dan peralatannya dalam cara budidaya ikan sidat di kolam terpal, juga perlu diperhatikan masalah pakan yang juga akan berpengaruh pada pembenihan, meskipun jenis pakan sidat cenderung serupa dengan ikan lainnya. Pakan yang dapat diberikan pada ikan sidat antara lain:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
1. Cacing tanah&lt;br /&gt;2. Pelet berprotein lebih dari empatpuluh persen, baik yang tenggelam maupun apung.&lt;br /&gt;3. Udang dan kepiting kecil hidup.&lt;br /&gt;4. Lingkungan Perairan yang Diperlukan untuk Ternak Ikan Sidat&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2015/01/cara-penanganan-hama-dan-penyakit-pada.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cara Penanganan Hama dan Penyakit Pada Ikan Sidat&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kondisi air yang sesuai untuk ikan sidat dan perlu diperhatikan antara lain:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
1. Temperature, untuk bibit sidat local, temperature yang sesuai adalah sekitar duapulu Sembilan derajat celcius, suhu tersebut cocok untuk pembenihan.&lt;br /&gt;2. Oksigen, minimal oksigen yang terlarut dalam air ialah antara ½ hingga 2 ½ ppm.&lt;br /&gt;3. Salinitas, untuk jenis local, yang sesuai ialah antara enam hingga tujuh ppt.&lt;br /&gt;4. Ph atau tingkat keasaman, untuk jenis ikan ini ialah tujuh hingga delapan.&lt;br /&gt;5. Tips Budidaya Ikan Sidat di Kolam Terpal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
7. Dengan memahami hal-hal di atas tentang teknik dan cara ternak, maka pembibitan dan juga 8. pembesaran sidat tidak akan mengalami kesulitan yang berarti, tentunya harus memperhatikan bibit 8. yang baik pula. Selain itu, ada beberapa tips cara budidaya ikan sidat di kolam terpal yang dapat kita ikuti, antara lain:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
1. Pompa kolam berperan sangat penting dalam budidaya sidat ini, yakni sebagai penggerak air dan berperan memperkaya kandungan oksigen di dalam air.&lt;br /&gt;2. Ketika memberikan pakan pada sidat, jangan lupa untuk mematikan pompa kolam terlebih dahulu, sehingga pakan dapat focus di area tertentu.&lt;br /&gt;3. Pakan diberikan secara teratur sehari tiga kali.&lt;br /&gt;5. Untuk pakan segar, misalnya cacing atau udang, berikan paling tidak tiga kali dalam seminggu&lt;br /&gt;&lt;div&gt;
Demikianlah artikel tentang &lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/cara-budidaya-ikan-sidat-di-kolam-terpal-yang-tepat.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Cara Budidaya Ikan Sidat Di Kolam Terpal Yang Tepat&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, semoga bisa bermanfaat untuk Anda yang ingin memulai bisnis budidaya / ternak ikan sidat.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2017/05/cara-budidaya-ikan-sidat-di-kolam-terpal-yang-tepat.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9KkVSUseio8CVIpDI55yc2C9jjQ_wm-Y2rGAbm2qpmdzGKgUcwyWuGAOXYB6fqmSuA9kqCrQ-oqBDMtxuWOqpPMfWuBIytR768CwLQ4Ia0u1qy_oI7AVLKzs1JQBNhTIGbNF8NCGgmnRg/s72-c/budidaya-ikan-sidat-min.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-3531064951356650435</guid><pubDate>Thu, 18 May 2017 06:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-18T13:51:48.826+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Ikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Air Tawar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Konsumsi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Jelawat</category><title>Cara Pemijahan Ikan Jelawat Yang Baik</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/cara-pemijahan-ikan-jelawat-yang-baik.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Budidaya Jelawat&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;-Ikan Jelawat (Leptobarbus hoeveni) adalah ikan air tawar yang dapat ditemukan di beberapa sungai di Kalimantan. Ikan ini merupakan jenis ikan ekonomis yang&amp;nbsp;&amp;nbsp; cukup diminati masyarakat Kalimantan bahkan beberapa negara tetangga. Meskipun pemeliharaan ikan jelawat sudah lama dilakukan namun pasokan benih sepenuhnya masih mengandalkan hasil penangkapan dari perairan umum yang dilakukan pada musim hujan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jenis ikan ini berkembangbiak di sungai pada permulaan musin hujan, sehingga keberadaan benih hanya musiman, karena pasar benih hanya mengandalkan hasil penangkapan di perairan umum. Hal ini menyebabkan kurang terjamin kontinuitas ketersediaan benih sehingga budidaya ikan ini akan terganggu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/cara-pemijahan-ikan-jelawat-yang-baik.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cara Pemijahan Ikan Jelawat Yang Baik&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWoJbhylgshJT5k4vHec8OV9975LXBPU3GOcgjFzQJN7LaJ78MMox4IZ97Y_TNtzxNq5WLWqM7y9LHYr1m2Bb7URxtj_gf4CEXy7xFXlJJyMO2jn7lz86zPdE7AkagEyeXGwuaYB5yerjY/s640/pemijahan+ikan+jelawat.jpg&quot; title=&quot;Cara Pemijahan Ikan Jelawat Yang Baik&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Melihat aspek kebutuhan benih yang masih mengandalkan alam maka penguasaan teknologi pembenihan jenis ikan ini merupakan upaya yang perlu diaktifkan. Perlu adanya upaya pembudidayaan dengan metode yang mengandalkan penggunaan teknologi. Pembudidayaan ini pun menjadi peluang usaha dan nantinya akan memberikan keuntungan yang besar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ikan jelawat tidak sepopuler ikan mas dan nila, karena ikan ini tidak dapat ditemukan di setiap daerah. Ikan ini hanya dapat ditemukan di daerah asalnya, yaitu Kalimantan dan Sumatra, terutama Jambi dan daerah sekitarnya. Budidaya ikan jelawat perlu dikembangkan. Karena ikan ini juga tetap dicari orang, terutama orang-orang yang pernah merasakan dagingnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ikan ini kurang populer di telinga masyarakat indonesia, namun ikan ini cukup popuker di Malaysia sebagai ikan hias. Sementara ikan yang sudah besar digunakan sebagai ikan konsumsi. Ikan ini bersifat omnivora yang cenderung herbivora. Untuk budidaya ikan jelawat, pakannya dapat berupa pelet dan sedikit sayuran seperti selada air atau bayam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Baca Juga: &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/keunggulan-cara-budidaya-lele-menggunakan-kolam-terpal.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Keunggulan Cara Budidaya Lele Menggunakan Kolam Terpal&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-Yrnu86F8Lns/VwqqgJ5v_vI/AAAAAAAAFNA/cZGMqLuFN6snUiOBKobGFTxL3awTB1Bcg/s1600/ikan-jelawat-720x340.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Secara morfologi, ikan ini memiliki bentuk tubuh agak bulat dan memanjang, menggambarkan bahwa ikan ini termasuk perenang cepat. Kepala bagian sebelah atas agak mendatar, mulut berukuran sedang, garis literal tidak terputus, bagian punggung berwarna perak kehijauan dan bagian perut putih keperakan, pada sirip dada dan perut terdapat warna merah, gurat sisi melengkung agak kebawah dan berakhir pada bagian ekor bawah yang berwarna kemerah‐merahan, mempunyai 2 pasang sungut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/cara-pemijahan-ikan-jelawat-yang-baik.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cara Pemijahan Ikan Jelawat Yang Baik&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;160&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuJt-Z2hrBKX-sRiPcL5UKejnf1NNkQlTSCjWkBjAyAHKib7TMWQEb0cXxvyT75Erf2i8CE9RXh7umWB2-NHG0zpkwq7Z39TIi7XaI-3xX4ioQRurPVEV3cwujcbEQtI6pIjhAXIJodgcY/s320/ikan+jelawat.jpg&quot; title=&quot;Cara Pemijahan Ikan Jelawat Yang Baik&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Klasifikasi Ikan Jelawat:&lt;br /&gt;
Ordo&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Ostariophysi&lt;br /&gt;
Sub ordo&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Cyprinoidae&lt;br /&gt;
Famili&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Cyprinidae&lt;br /&gt;
Sub famili&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Cyprinidae&lt;br /&gt;
Genus&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Leptobarbus&lt;br /&gt;
Species&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Leptobarbus hoeveni&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;b&gt;Budidaya Ikan Jelawat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Pematangan Gonad&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pada tahap ini, induk dipelihara dalam kolam khusus berukuran 500‐700 m2 penebaran 0,1‐0,25 kg/m2. Selama pemeliharaan, induk ikan diberi pakan pelet dengan kandungan protein 25‐28%. Pakan tersebut diberikan sebanyak 3 % dari berat badan dengan frekwensi 2‐3 per hari. Selain pellet, induk diberikan juga pakan berupa hijauan seperti daun singkong secukupnya. Lama pemeliharaan induk lebih kurang 8 bulan. Induk yang siap pijah diperoleh dengan cara seleksi. Ciri induk Jelawat dengan gonad yang matang adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Betina :&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Perut membesar dan lembut&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apabila diurut ke arah anus akan keluar cairan kekuningan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sirip dada halus dan licin&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jantan :&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Perut langsing&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apabila diurut akan keluar cairan putih (sperma)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sirip dada terasa lebih kasar bila diraba&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. Pemijahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pemijahan jelawat dapat dilakukan secara alami dan buatan. Dalam pemijahan buatan, dapat dilakukan dengan penyuntikan (induced breeding) menggunakan hormon. Induk jantan dan betina disuntik dengan menggunakan hormon Ovaprim. Induk betina dilakukan 3 kali penyuntikan dengan dosis 0,7 ml /kg induk. Interval waktu antara suntikan pertama dan kedua 12 jam, sedangkan penyuntikan kedua dan ketiga 6 jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Induk jantan dilakukan satu kali penyuntikan dengan dosis 0,5 ml/ekor induk bersamaan dengan penyuntikan kedua induk betina. Penyuntikan dilakukan secara intramuscular pada bagian punggung. Kemudian dilakukan stripping (pengeluaran telur dan sperma dari Induk) setelah 4 – 6 jamdari suntikan terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telur dan sperma ditampung dalam satu wadah yang bersih dan kering. Kemudian diaduk perlahan hingga tercampur rata dengan menggunakan bulu ayam. Tambahkan air bersih untuk mengaktifkan sperma, setelah terjadi pembuahan maka dilakukan pencucian telur 3 – 4 kali hingga telur bersih dari sisa sperma.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Penetasan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pada tahap penetasan, diperlukan wadah untuk menampung dan menetaskan telur. Wadah penetasan telur berbentuk corong dengan diameter 60 cm tinggi 50 cm, terbuat dari bahan lembut atau kain dengan bagian bawah diberi aerasi yang berfungsi untuk menggerakkan telur. Kepadatan telur 10.000 – 20.000 butir per corong, wadah tersebut ditempatkan didalam bak yang sirkulasi airnya lancar. Pada suhu normal 26 – 28 derajat C, dalam waktu 18 – 24 jam telur akan menetas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Pemeliharaan Larva&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Larva dipelihara langsung ditempat penetasan telur. Cangkang dan telur yang tidak menetas dibersihkan secara penyiponan. Hari ke 3 larva diberikan pakan Naupil Artemia (yang baru menetas) atau emulsi kuning telur yang telah direbus secukupnya. Pemberian pakan 3 kali sehari (pagi, siang ,sore). Hari ke 7-10 setelah menetas benih ikan siap untuk didederkan di kolam pendederan yang telah dipersiapkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Pendederan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pada tahap Pendederan, persiapan kolam meliputi pengeringan 2‐3 hari, perbaikan pematang, pembuatan saluran tengah (kamalir) dan pemupukan dengan pupuk kandung sebanyak 500‐700 gr/m2. Kolam diisi air sampai ketinggian 80‐100 cm. Pada saluran pemasukan dipasang saringan berupa hapa halus untuk menghindari masuknya ikan liar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benih ditebarkan 3 hari setelah pengisian air kolam dengan padat penebaran 100‐150 ekor/m2. Benih ikan diberi pakan berupa tepung hancuran pelet dengan dosis . 10‐20 % per hari yang mengandung lebih kurang 25% protein. Lama pemeliharaan 2‐3 minggu. Benih yang dihasilkan ukuran 2‐3 cm dan siap untuk pendederan lanjutan. Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/cara-memijahkan-dan-perawatan-larva-ikan-gurame.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cara Memijahkan dan Perawatan Larva Ikan Gurame&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2017/05/cara-pemijahan-ikan-jelawat-yang-baik.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWoJbhylgshJT5k4vHec8OV9975LXBPU3GOcgjFzQJN7LaJ78MMox4IZ97Y_TNtzxNq5WLWqM7y9LHYr1m2Bb7URxtj_gf4CEXy7xFXlJJyMO2jn7lz86zPdE7AkagEyeXGwuaYB5yerjY/s72-c/pemijahan+ikan+jelawat.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-3530559455945300584</guid><pubDate>Mon, 15 May 2017 09:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-15T16:30:02.548+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Ikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Air Tawar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Konsumsi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mujair</category><title>Cara Budidaya Ikan Mujair Untuk Konsumsi</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/cara-budidaya-ikan-mujair-untuk-konsumsi.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Cara Budidaya Ikan Mujair&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;-Ikan mujair adalah ikan untuk konsumsi yang hidup di air tawar. Cirinya badan berbentuk pipih hitam, abu-abu, atau coklat. Ikan ini dinamakan Mujair sebab orang pertama yang menemukan ikan ini adalah Bapak Mujair di muara sungai serang Blitar Jawa Timur pada tahun 1939. Ikan Mujair sendiri aslinya berasal dari perairan Afrika.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/mengenal-ikan-konsumsi-mujair-kebiasaan-makan-dan-habitatnya.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ikan Mujair pertumbuhannya sangat cepat&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, tentu ini sangat bagus untuk usaha budidaya ikan mujair. Namun setelah dewasa percepatan pertumbuhannya berkurang. Ikan Mujair panjangnya dapat mencapai 40 cm. Ikan Mujair bermanfaat sebagai penyediaan protein hewani. Jika anda minim lahan dan minim modal, anda bisa mencoba budidaya ikan Mujair dengan kolam terpal.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/cara-budidaya-ikan-mujair-untuk-konsumsi.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cara Budidaya Ikan Mujair Untuk Konsumsi&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSTRVJmyAghxcd48KhA36Oo1FonWXSV_9MvaFAi4D3PeYZVVbw0wW5m20wmtxv8EhNUBagnXO2KV6fKO8gsTBerPFbVOaLJEw8ROvAw68XH6k91x-fApqMloYH5GuwSzu4OqO-1cCCLzTL/s640/ikan+mujair.jpg&quot; title=&quot;Cara Budidaya Ikan Mujair Untuk Konsumsi&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika menggunakan kolam tanah, anda perlu memperhatikan factor lokasi. Lokasi yang bagus untuk kolam ikan mujair adalah sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Tanah yang bagus untuk membuat kolam ikan adalah tanah liat dan tidak berporos. Kenapa ? sebab tanah jenis ini dapat menampung air yang besar dan tidak bocor.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk memudahkan pengairan kolam secara grafitasi buat kemiringan antara 3 – 5 %.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ikan mujair dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian antara 150-1000 m dpl.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Air harus bersih, artinya tidak tercemar limbah atau racun dan tidak keruh.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perkambangan ikan mujair sangat baik jika aira kolam dapat terus mengalir. Ini perlu di buatkan saluran keluar masuk air.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Suhu air yang baik berkisar antara 20-25 derajat C.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Cara Budidaya Ikan Mujair&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Persiapan Media&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam menyiapkan media pemeliharaan ini, yang perlu dilakukan adalah pengeringan kolam selama beberapa hari, lalu dilakukan pengapuran untuk memberantas hama dan ikan-ikan liar sebanyak 25-200 gram/meter persegi, diberi pemupukan berupa pupuk buatan, yaitu urea dan TSP masing- masing dengan dosis 50-700 gram/meter persegi, bisa juga ditambahkan pupuk buatan yang berupa urea dan TSP masing-masing dengan dosis 15 gram dan 10 gram/meter persegi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pemupukan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bukan hanya tanaman saja yang perlu pemupukan, busisaya ikan mujair juga perlu pemupukan. Pemupukan kolam bertujuan untuk meningkatkan dan produktivitas kolam, yaitu dengan cara merangsang pertumbuhan makanan alami sebanyak-banyaknya. Pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk kandang atau pupuk hijau dengan dosis 50–700 gram/m².&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pakan Untuk Pembesaran&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apabila tingkat produkivitas dan kesuburan kolam sudah semakin berkurang, maka bisa diberikan makanan tambahan dengan komposisi sebagai berikut: tepung ikan 25%, tepung kopra 10% dan dedak halus sebesar 65%. Komposisi ransum ini digunakan dalam usaha budidaya ikan munjair secara komersial.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dapat juga diberi makanan yang berupa pellet yang berkadar protein 20-30% dengan dosis 2-3% dari berat populasi per hari, diberikan sebanyak dua kali per hari yaitu pada pagi dan sore hari. Disamping itu juga kondisi pakan dalam perairan tersebut sesuai dengan dosis atau ketentuan yang ada.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selain pakan dari media dasar juga perlu diberi makanan tambahan berupa hancuran pellet atau remah dengan dosis 10% dari berat populasi per hari. Pemberiannya 2-3 kali/hari. Sebenarnya pakan muajir sangat mudah. Sisa sayur di dapur, sisa makanan, daun daunan dll.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Hama Ikan Mujair&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
Hama adalah salah satu kendala yang di hadapi peternak ikan saat budidaya ikan mujair. Untuk itu untuk mencegahnya harus &amp;nbsp;di lakukan dengan maksimal agar tidak mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan ikan mujair. Hama ikan mujair diantaranya adalah:&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
1. Bebeasan (Notonecta), Berbahaya bagi benih karena sengatannya.&lt;br /&gt;Pengendalian: menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;2. Ucrit (Larva cybister), Menjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek.&amp;nbsp;Pengendalian: sulit diberantas; hindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;3. Kodok, Makan telur telur ikan.&amp;nbsp;Pengendalian: sering membuang telur yang mengapung; menagkap dan membuang hidup-hidup.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;4. Ular, Menyerang benih dan ikan kecil.Pengendalian: lakukan penangkapan; pemagaran kolam.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;5. Lingsang, Memakan ikan pada malam hari.&amp;nbsp;Pengendalian:pasang jebakan berumpun.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;6, Burung, Memakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning.&amp;nbsp;Pengendalian: diberi penghalang bambu agar supaya sulit menerkam; diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Penyakit &amp;nbsp;Ikan Mujair&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Secara umum hal-hal yang dilakukan untuk dapat mencegah timbulnya penyakit dan hama pada budidaya ikan mujair:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pengeringan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemeliharaan ikan yang benar-benar bebas penyakit.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sistem pemasukan air yang ideal adalah paralel, tiap kolam diberi satu pintu pemasukan air.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pemberian pakan cukup, baik kualitas maupun kuantitasnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penanganan saat panen atau pemindahan benih hendaknya dilakukan secara hati-hati dan benar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Binatang seperti burung, siput, ikan seribu (lebistus reticulatus peters) sebagai pembawa penyakit jangan dibiarkan masuk ke areal perkolaman.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/mengenal-hama-penyakit-yang-biasa-menyerang-pada-ikan-bawal.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Mengenal Hama Penyakit Yang Biasa Menyerang Pada Ikan Bawal&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penyakit ikan mujair biasaya di sebabkan oleh virus, bakteri dan juga cendawan atau jamur yang ada di dalam kolam. Namun, untuk mengendalian penyakit ikan mujair ini harus melakukan hal- hal berikut ini:&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Memberikan pakan dengan nutrisi yang tinggi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan pergantian air dengan baik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan sanita atau penyaingan sekitar kolam&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membersihkan kolam dengan baik, agar tidak terjadi penumpukan pakan di dalam kolam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan pengeringan kolam.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melakukan perendaman ikan terserang dengan larutan garam, vaksinasi, formalin dan lainnya selama 2-3 jam secukupnya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
Demikian&amp;nbsp;Cara Budidaya Ikan Mujair Untuk Konsumsi, dengan membudidayakan ikan mujair yang merupakan ikan konsumsi banyak digemari, selain dapat memnuhi konsumsi ikan pribadi tentu ini akan menjadi peluang usaha yang menjanjikan jika dilakukan secara serius. Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/cara-memijahkan-dan-perawatan-larva-ikan-gurame.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cara Memijahkan dan Perawatan Larva Ikan Gurame&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2017/05/cara-budidaya-ikan-mujair-untuk-konsumsi.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSTRVJmyAghxcd48KhA36Oo1FonWXSV_9MvaFAi4D3PeYZVVbw0wW5m20wmtxv8EhNUBagnXO2KV6fKO8gsTBerPFbVOaLJEw8ROvAw68XH6k91x-fApqMloYH5GuwSzu4OqO-1cCCLzTL/s72-c/ikan+mujair.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-4151771951056319673</guid><pubDate>Mon, 15 May 2017 07:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-15T14:05:37.161+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Ikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gurame</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Air Tawar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Konsumsi</category><title>Cara Memijahkan dan Perawatan Larva Ikan  Gurame</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ikan Gurami (Osphronemus goramy) adalah ikan konsumsi yang termasuk jenis ikan air tawar yang populer di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Di samping itu, di negara-negara lainnya gurami juga sering dipelihara dalam akuarium. Umumnya dikenal dengan nama gurami, namun ikan ini juga memiliki banyak sebutan lokal seperti gurame ; grameh; kaloi ; ikan kali, dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikan gurami terutama digemari sebagai ikan konsumsi. Dagingnya padat, durinya besar-besar, rasanya enak dan gurih. Gurami hampir selalu tersedia di restoran, untuk dijadikan pelbagai macam masakan terutama gurami bakar dan gurami asam-manis. Ikan ini berharga cukup mahal.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/cara-memijahkan-dan-perawatan-larva-ikan-gurame.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cara Memijahkan dan Perawatan Larva Ikan  Gurame&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqxHA8jkQHfjYKkvE8oWUB4Cyq3Hxro08km_wII3JA4urITAJBpSovU4yj9epU_p6eQZeqGu3NvVDeZ1PHno2l74kmravS8YVge7nGkNqHtursMOA7b5VF0RZu96qtf3tgAKDASIelkeV4/s640/ikan+gurame.jpg&quot; title=&quot;Cara Memijahkan dan Perawatan Larva Ikan  Gurame&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Di alam, gurami hidup di sungai-sungai, rawa dan kolam, termasuk pula di air payau; namun paling menyukai kolam-kolam dangkal dengan banyak tumbuhan. Sesekali ikan ini muncul ke permukaan untuk bernapas langsung dari udara.Induk gurami, untuk beberapa waktu lamanya, menjaga dan memelihara anak-anaknya. Telurnya dilekatkan di tetumbuhan air atau ditaruh di sarang yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Saat ini ikan gurami sudah banyak dibudidayakan melihat harga jual dan kesetersediaan dialam mulai susah ditemui. Bagi yang ingin budidaya ikan gurame terutama yang ingin melakukan pemijahan sendiri, ikan ini bisa dipijahkan seperti halnya ikan budidaya lainnya yaitu ikan lele, ikan nila, ikan mas dan ikan budidaya lainnya, mungkin hanya sedikit berbeda dalam perlakuannya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/berbagai-jenis-ikan-air-tawar-untuk-konsumsi.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Berbagai Jenis Ikan Air Tawar Untuk Konsumsi&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Pemeliharaan Induk Ikan Gurame&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Induk Ikan Gurame dapat dipelihara pada kolam tembok/ tanah, baik secara  massal maupun berpasangan dengan sistem sekat. Kolam pemeliharaan induk  sekaligus berfungsi untuk kolam pemijahan dengan kepadatan penebaran 1  ekor/m2. Untuk kegiatan pemijahan dapat menggunakan perbandingan induk  jantan : betina = 1 : 3-4. Pakan yang diberikan berupa pelet terapung  (kadar protein ± 28% sebanyak 2% biomass/hari dan daun sente/talas  sebanyak 5% bobot biomass/hari.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://www.blogger.com/null&quot; name=&quot;more&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Untuk memudahkan induk jantan membangun sarang, kolam induk diberi  tempat dan bahan sarang. Tempat sarang berupa keranjang plastik bulat  diameter 20-25 cm atau tempat lain yang serupa yang ditempatkan pada  kedalaman 10-15 cm dibawah permukaan air. Bahan sarang berupa sabut  kelapa, ijuk atau bahan lain yang dapat dibuat sarang yang ditempatkan  dipermukaan air sekitar tempat sarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikan jantan yang sudah memijah  akan membangun sarang untuk menampung telur dari induk betina. Biasanya,  induk jantan memerlukan waktu 1-2 minggu untuk membangun sarang. Pada  pemijahan secara massal, dapat disediakan sarang sejumlah induk jantan  yang ada dengan jarak antarsarang sekitar 1-2 m. Hal ini dimaksudkan  untuk menghindari adanya persaingan dalam membangun sarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Induk gurami akan melakukan pemijahan jika kedua induk siap dan kondisi  memungkinkan. Induk jantan akan mencari tempat yang aman dan tenang  untuk membuat sarang sebagai tempat menyimpan telur, dengan memungut&amp;nbsp;  bahan sarang&amp;nbsp; (ijuk, sabut kelapa dll) yang telah dipersiapkan di atas  permukaan kolam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya bila sarang sudah  siap, induk yang akan memijah saling berkejar-kejaran dan&amp;nbsp; induk betina  akan mengeluarkan telur dalam sarang, kemudian akan dibuahi oleh induk  jantan. Sarang yang telah berisi telur dapat ditandai bila pada  permukaan air di atas sarang terdapat lapisan minyak, atau dengan cara  menusuk sarang dengan lidi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika lidi yang ditusukkan mengandung minyak,  atau muncul minyak dari dalam sarang ke permukaan air, maka bisa  dipastikan sarang tersebut telah berisi dengan telur. Lapisan minyak tersebut  berasal dari telur-telur ikan gurame yang pecah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu sarang yang telah berisi  telur biasanya tertutup bahan sarang ( ijuk ) yang dibuat oleh induk  jantan, dan induk jantan akan menjaga sarang tersebut. Sarang yang telah  berisi telur dipindahkan ke dalam waskom atau ember untuk diambil  telurnya dan selanjutnya memindahkan telur ke tempat penetasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Penetasan Telur dan Pemeliharaan Larva Ikan Gurame&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Bila sudah dipastikan bahwa sarang sudah berisi telur, maka sarang dapat  dipanen untuk dipindahkan ke tempat penetasan telur. Panen dilakukan  dengan mengangkat sarang secara hati-hati ke dalam ember yang berisi air  kolam. Penggunaan air kolam dimaksudkan agar kondisi air tidak berubah  (sama) untuk mengurangi kematian telur.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/cara-memijahkan-dan-perawatan-larva-ikan-gurame.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cara Memijahkan dan Perawatan Larva Ikan  Gurame&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqcMgz08f_jMT8hLQJB96NvuZFlFWWUHF91pYlUJ6iXaM6uEHmeWHGmmMlNVBLpKqDQEgfelgqXJ_XRjp49bIJimxQ3c2oicqk67sOuCTEckaQanq79gXMmkihZsIwY7Z-CNXI9ldIlgpN/s640/larva-ikan+gurame.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Penggunaan air yang diambil dari  luar kolam dikhawatirkan akan memiliki suhu dan pH yang berbeda dengan  tempat sarangnya sehingga faktor lingkungan yang fluktuatif dapat  mengakibatkan kematian telur ikan (dapat dilihat pada Gambar 6A).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membedakan&amp;nbsp; telur yang hidup dan mati dapat dilihat dari warnanya.  Telur yang hidup berwarna kuning cerah bening atau transparan, telur  yag mati/rusak berwarna kusam, kuning muda agak keputih-putihan. Telur  mengalami kematian karena tidak dibuahi. Telur tersebut dengan cepat  diserang cendawan berwarna putih yang disebut Saprolegnia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah  terserang, telur mati akan membusuk dan akan mengganggu perkembangan  telur yang hidup ( dapat dilihat pada Gambar 6B). Telur-telur yang rusak dan mati dibuang, kemudian telur yang hidup  diletakkan pada wadah penetasan yang sebelumnya telur telah dihitung  jumlahnya (dapat dilihat pada Gambar 6C).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wadah penetasan yang digunakan  bisa berupa bak-bak atau ember plastik bervolume 20 liter, paso  berdiameter 50 cm yang terbuat dari tanah liat, atau akuarium dengan  ukuran 100 x 50 x 40 cm. Kepadatan telur 150-175 butir per liter. Wadah penetasan ini telah dipersiapkan 1-2 hari sebelumnya dengan diisi  air kolam dan air bersih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketinggian air disarankan sekitar 20 cm,  kemudian diberi larutan methylene blue sebanyak 1 cc/ liter untuk  mensucihamakan air di wadah penetasan. Sehari sebelum telur dimasukkan,  air dalam bak&amp;nbsp; penetasan diaerasi terlebih dahulu agar cukup mengandung  oksigen. Telur akan menetas dalam waktu 30 – 36 jam. Setelah telur menetas, terbentuk larva yang masih mempunyai kantong  kuning telur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pakan Larva Ikan Gurame&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kuning telur akan habis 10 - 12 hari kemudian dan pada  saat itulah larva mulai membutuhkan pakan yang disesuaikan dengan bukaan  mulut ikan. Untuk pertama kali, pakan alami sangat baik diberikan pada  larva. Fitoplankton dan zooplankton merupakan pakan alami yang dapat  diperoleh dengan cara memupuk kolam dengan pupuk kandang, misalnya  kotoran ayam pedaging.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pakan selanjutnya yang diberikan pada larva  adalah cacing sutera, dapat pula diberikan pelet yang dihaluskan, agar  ukurannya sesuai dengan bukaan mulut ikan. Menurut Khairuman dan Amri  (2003) tingkat penetasan telur dalam wadah terkontrol ( akuarium ) bisa  mencapai 90 %. Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/cara-budidaya-ikan-gurame-di-kolam-terpal-yang-baik.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cara Budidaya Ikan Gurame di Kolam Terpal Yang Baik&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber :&lt;br /&gt;
Halim, Mochamad Abdul. 2011. Budidaya Ikan Gurami. Materi Penyuluhan  Kelautan dan Perikanan. Pusat Penyuluhan KP-BPSDMKP. Jakarta&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
http://www.medialuhkan.blogspot.co.id/ &lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2017/05/cara-memijahkan-dan-perawatan-larva-ikan-gurame.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqxHA8jkQHfjYKkvE8oWUB4Cyq3Hxro08km_wII3JA4urITAJBpSovU4yj9epU_p6eQZeqGu3NvVDeZ1PHno2l74kmravS8YVge7nGkNqHtursMOA7b5VF0RZu96qtf3tgAKDASIelkeV4/s72-c/ikan+gurame.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-2555272506219465079</guid><pubDate>Mon, 15 May 2017 06:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-15T13:30:02.832+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Air Tawar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Konsumsi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mujair</category><title>Mengenal Ikan Konsumsi Mujair, Kebiasaan Makan dan Habitatnya</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Ikan Mujair adalah sejenis ikan air konsumsi tawar yang penyebaran alami ikan ini adalah perairan Afrika dan di Indonesia pertama kali ditemukan oleh Pak Mujair di muara Sungai Serang pantai selatan Blitar, Jawa Timur pada tahun 1939.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Meski masih menjadi misteri, bagaimana ikan itu bisa sampai ke muara terpencil di selatan Blitar, tak urung ikan tersebut dinamai ‘mujair’ untuk mengenang sang penemu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Nama ilmiahnya adalah Oreochromis mossambicus, dan dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Mozambique tilapia, atau kadang-kadang secara tidak tepat disebut &quot;Java tilapia&quot;&lt;i&gt;&lt;b&gt;(sumber wikpedia)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Habitat Ikan Mujair&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Di alam Ikan mujair hidup secara berkelompok. Adapun tempat tinggalnya di alam biasa di perairan yang tidak mengalir namun ada juga yang hidup di perairan deras, seperti di sungai.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Walaupun mujair bisa hidup dalam kolam dan aquarium, akan tetapi mereka tak akan dapat tumbuh secepat ikan lain yang hidupnya di alam terbuka.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMZqDq-C11PyqxbgjJX6IE5ONBhO36Lw-wTtW1YVdeZygFe5czPWCJJwRtkeqdRBOuXxXd8Q7JR91ipCHnJZJeKv3Hirqe4NmjQffd0hF2_3Z44bnlFvgdrqfxMK3J7EpmumX3om2yVTrZ/s1600/ikan+mujair.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMZqDq-C11PyqxbgjJX6IE5ONBhO36Lw-wTtW1YVdeZygFe5czPWCJJwRtkeqdRBOuXxXd8Q7JR91ipCHnJZJeKv3Hirqe4NmjQffd0hF2_3Z44bnlFvgdrqfxMK3J7EpmumX3om2yVTrZ/s640/ikan+mujair.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ada pula &lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/mengenal-mujair-ikan-konsumsi-air-tawar-dan-habitatnya.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;ikan mujair&lt;/a&gt; yang ditebarkan di sawah pada saat musim tanam padi, benih ikan mujair akan tumbuh dan berkembang sampai ukuran konsumsi sekalian dengan panen padi, biasa ukurannya mencapai 12-15 cm.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Mujair juga termasuk ke dalam sepesies yang tahan terhadap serangan penyakit dan memiliki daya adaptasi yang tinggi. Ikan ini masuk ke dalam kelompok ikan eurihaline (bisa mentoleransi perubahan salinitas), sehingga dia bisa hidup di air payau dengan kadar salinitas tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pola pertumbuhan Ikan Mujair&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ikan mujair memiliki tingkat pertumbuhan yang sangat cepat, terutama bila hidup di perairan dangkal, karena tanaman di perairan yang tidak dalam bisa tumbuh dengan cepat sehingga mendapatkan pasokan makanan yang banyak.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ikan mujair jantan memiliki laju pertumbuhan lebih cepat hingga 40% dibandingkan dengan betina. Apalagi bila pemeliharaannya dibuat secara monosek (betina dan jantan dipisahkan).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Setelah mencapai berat 200 gram, laju pertumbuhan ikan mujair akan menurun.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ukuran ikan mujair yang terbesar di dunia adalah 3,11 kg, ikan mujair tersebut ditemukan di bendungan Loskop (Afrika Selatan) pada tahun 2003 oleh Eugene Kruger.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/cara-budidaya-ikan-nila-agar-bisa-cepat-panen.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cara Budidaya Ikan Nila Agar Bisa Cepat Panen&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;Makanan Ikan Mujair&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Mujair adalah ikan bertipe omnivora (pemakan segala) yang aktif mencari mangsa pada saat hari tiba (diurnal). Saat malam, ikan mujair akan berdiam diri pada dasar perairan untuk beristirahat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Makanan kesukaan ikan mujair adalah alga dan plankton. Mulutnya yang berukuran besar sangat membantu menghirup dan menyaring banyak plankton.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Plankton-plankton tersebut kemudian akan terperangkap oleh lendir yang dihasilkan oleh insang ikan. Lendir tersebut akan ditelan sekalian dengan plankton.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Namun, jika seandainya tidak ada planton dalam air, maka ikan mujair akan memilih makanan yang lain, seperti udang kecil/crustacea, tumbuhan air (duckweed), cacing tanah, jentik nyamuk, atau serangga air lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2017/05/mengenal-ikan-konsumsi-mujair-kebiasaan-makan-dan-habitatnya.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMZqDq-C11PyqxbgjJX6IE5ONBhO36Lw-wTtW1YVdeZygFe5czPWCJJwRtkeqdRBOuXxXd8Q7JR91ipCHnJZJeKv3Hirqe4NmjQffd0hF2_3Z44bnlFvgdrqfxMK3J7EpmumX3om2yVTrZ/s72-c/ikan+mujair.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.789275 113.92132700000002</georss:point><georss:box>-31.668126 72.61273300000002 30.089576 155.22992100000002</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-1060418934581854890</guid><pubDate>Sun, 14 May 2017 16:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-14T23:13:58.471+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Air Tawar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Hias</category><title>8 Jenis Ikan Hias Air Tawar Dengan Tampilan Cantik dan Menawan</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/8-jenis-ikan-hias-air-tawar-dengan-tampilan-cantik-dan-menawan.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Jenis Ikan Hias Air Tawar&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; - Saat ini banyak jenis ikan hias terutama di&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Indonesia, karena termasuk negara pemasok ikan hias terbanyak, ikan hias yang telah diekspor ke luar negeri mencapai 363 individu, dan rata-rata ikan tersebut adalah yang hidup di air tawar.&amp;nbsp;Namun untuk pemeliharaannya, media yang biasa digunakan ialah kolam kecil dan akuarium. Hal ini tergantung lagi dengan selera yang masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Biasanya ikan hias yang dipelihara dalam akuarium bertujuan untuk mempercantik ruangan, baik di kantor atau di rumah. Bila ingin menjadikan sebagai tujuan komersil untuk memperoleh keuntungan dari hasil kegiatan budidaya ikan tersebut. Ikan-ikan tersebut biasanya ditempatkan pada wadah yang besar, seperti kolam&lt;/span&gt;.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ikan hias air tawar termasuk salah satu ikan yang banyak dibudidayakan oleh pencinta binatang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/8-jenis-ikan-hias-air-tawar-dengan-tampilan-cantik-dan-menawan.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;8 Jenis Ikan Hias Air Tawar Dengan Tampilan Cantik dan Menawan&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuFr-BKAUzb3VGY0WRNYpCcDQ2AmKPXhLClWp5cZVxriliofEtWEJSLvRBl7BGgoIe0ifu8fDDPZymdA3d9jgqIjyXi60dqM2ZcsOPl-3iobVx_yfpVJicPRokk6HLNDu04IvvBiUKFsWN/s1600/ikan-discus-min%255B1%255D.jpg&quot; title=&quot;8 Jenis Ikan Hias Air Tawar Dengan Tampilan Cantik dan Menawan&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Alasan mereka memelihara ikan hias karena ikan tersebut memiliki warna yang cantik dan menarik pastinya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Di alam banyak sekali ikan hias jenis air tawar, namun ikan hias tersebut ada ada yang dipisahkan sendiri dan dicampur bersama ikan hias lainnya dalam satu wadah, yang sifatnya kanibalisme, harus dipisahkan dengan ikan lain (satu kolam satu ikan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;Untuk yang ingin lebih tahu jenis ikan hias, berikut jenis ikan air tawar yang sangat populer di Indonesia, karena dengan bentuk dan warna yang cantik dan menawan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Jenis Ikan Hias Air Tawar&amp;nbsp;&lt;/span&gt;YangSangat Populer&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: medium; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; orphans: 2; text-align: left; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-indent: 0px; text-transform: none; white-space: normal; widows: 2; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;orphans: 2; text-align: left; text-decoration-color: initial; text-decoration-style: initial; text-indent: 0px; widows: 2;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: medium; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; text-align: left; text-transform: none; white-space: normal; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 0px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Ikan mas koki (&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Cyprinus auratus&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: medium; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; text-align: left; text-transform: none; white-space: normal; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 0px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/8-jenis-ikan-hias-air-tawar-dengan-tampilan-cantik-dan-menawan.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot; Ikan mas koki (Cyprinus auratus)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWfMibDFbcGu35EMsNLVm9GMYr_7EwxlX2XJMwH_HjhYBFh-hIJr1_OMe74Rbc_J403OgZIs6JroQBVGN3UcUhyJo6VlpEXFPaQz2ZRq2pkuuAMh5V6MP_a5kfwgXrx9ay9y-X_UpycGnK/s1600/ikan_mas_koki-min%255B1%255D.jpg&quot; title=&quot;8 Jenis Ikan Hias Air Tawar Dengan Tampilan Cantik dan Menawan&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: medium; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; text-transform: none; white-space: normal; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 0px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 0px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;Ikan mas koki juga masuk dalam daftar ikan paling populer di Indonesia, ikan hias ini termasuk dalam keluarga (Ciprinidae). Ikan ini dipopulerkan oleh masyarakat Jepang. Masyarakat Jepang mengembangkan ikan mas koki menjadi banyak variasi warna dan bentuk yang jauh lebih cantik dari sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: medium; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; text-transform: none; white-space: normal; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 0px; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: medium; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; margin: 0px; text-align: justify; text-transform: none; white-space: normal; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;Ikan ini memiliki pergerakan yang sangat lucu karena isi badannya yang gendut, namun tetap seimbang. Oleh sebab itu, jenis ikan hias ini menjadi yang paling banyak digemari oleh pencinta ikan hias.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ikan hias ini termasuk dalam golongan ikan purba karena telurnya hampir mirip dan besarnya seukuran telur burung puyuh. Kemudian , ukuran terbesar ikan ini bisa mencapai satu meter panjangnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: medium; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; margin: 0px; text-align: justify; text-transform: none; white-space: normal; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: medium; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; text-transform: none; white-space: normal; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Ikan mas koi (&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Cyprinus carpio&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/8-jenis-ikan-hias-air-tawar-dengan-tampilan-cantik-dan-menawan.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot; Ikan mas koi (Cyprinus carpio)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0dcLmKYyxT27z-6qDL4VgBWEIjQ5A4RnSUtp9wbvz8EQmgGnhGHOwk1PzR8S1Cl-TF25E0pKUxU90w4YpCVBlu9E2kgJVLX4AoQahrg9GOBts1PkffzKIDMx4WKlZvb6C2V1Mw1Qh8_Ms/s1600/ikan-mas-koi-min%255B1%255D.JPG&quot; title=&quot;8 Jenis Ikan Hias Air Tawar Dengan Tampilan Cantik dan Menawan&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: medium; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; text-align: justify; text-transform: none; white-space: normal; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;air tawar ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1820-an di Jepang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ikan hias ini termasuk hasil dari persilangan beberapa strain ikan mas dengan warna merah dan putih. Ikan hasil persilangan tersebut dikenal dengan nama ikan koi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Persilangan ikan terus dilakukan dan saat ini sering kita jumpai ikan koi dengan berbagai variasi warna yang sangat menarik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada saat muda ekornya tidak terlalu lebar dan pas setelah dewasa ekornya akan semakin melebar.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: medium; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; text-align: justify; text-transform: none; white-space: normal; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: medium; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; text-align: justify; text-transform: none; white-space: normal; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Jenis Ikan hias air tawar ini sangat cocok dipelihara di kolam yang cukup luas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Karena daya tarik dari ikan koi ini adalah warna-warni ikan yang sangat cantik dan terlihat indah bila dilihat dari atas kolam. Selain itu, ikan hias ini juga membutuhkan banyak ruang untuk bergerak.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kerennya bila kamu ingin bermain dengan ikan koi tersebut, maka berilah pakan tepat pada saat ikan tersebut lapar. Dalam hitungan detik ikan-ikan koi akan berbondong-bondong menyerbu pakan ikan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;-webkit-text-stroke-width: 0px; color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: medium; font-style: normal; font-variant-caps: normal; font-variant-ligatures: normal; font-weight: normal; letter-spacing: normal; text-align: justify; text-transform: none; white-space: normal; word-spacing: 0px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-family: inherit; font-size: small; font-style: normal; letter-spacing: normal; text-transform: none; white-space: normal; word-spacing: 0px;&quot;&gt;Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/cara-sederhana-pemijahan-untuk-budidaya-ikan-koi.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cara Sederhana Pemijahan Untuk Budidaya Ikan Koi&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Ikan arwana (&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Scleropages formosus&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/8-jenis-ikan-hias-air-tawar-dengan-tampilan-cantik-dan-menawan.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot; Ikan arwana (Scleropages formosus)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFjKUIwm3O4p9ez7f4fNC4b4PtPHuJJyNmw79hDgH4tyLtU0jlZtanixeinDuT_jSuk0GpwqQRfk8jVxbozo-CMucH0RLcM-HKOH8SZ1jnKPWvRZvEUvO5b3PyTEFEtu1KhRfLZBvLaAct/s1600/ikan-arwana-min%255B1%255D.jpg&quot; title=&quot;8 Jenis Ikan Hias Air Tawar Dengan Tampilan Cantik dan Menawan&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;Ikan arwana merupakan ikan yang masih sangat populer hingga saat ini, ikan ini mampu memikat siapa saja yang melihatnya, dengan perpaduan warna dan tubuhnya yang indah membuat ikan ini memiliki harga yang tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;Ikan ini dalam bahasa latin dinamakan dengan Scleropages sp. Banyak sebutan unik untuk nama ikan arwana ini, diantaranya ikan arwana super red, naga, payang, khayangan, silok, kalasa, kalasa dan siluk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. Ikan guppy (&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Poecilia reticulata&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/8-jenis-ikan-hias-air-tawar-dengan-tampilan-cantik-dan-menawan.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Ikan guppy (Poecilia reticulata)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEP8zH0Q0JOmmNiDunh9Vr0FOmogcyEKyLDCtydimB3cWHIEB9ASTUfvEG9GhjuRaWYI8-nZAZoBc1dsOTtrjSBSHTEBVHGE2jjHvhiT022eMf27-ZGg4mDEAw69M8HhCIofka92rxQv9R/s1600/ikan-guppy-min%255B1%255D.jpg&quot; title=&quot;8 Jenis Ikan Hias Air Tawar Dengan Tampilan Cantik dan Menawan&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;Ikan ini merupakan Jenis ikan hias air tawar yang gampang untuk dipelihara dan di Indonesia ikan ini masih sangat populer, bahkan menduduki peringkat kedua setelah ikan cupang. Ikan ini didatangkan dari Amerika Selatan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ikan ini sangat mudah untuk beradaptasi dengan daerah sekitarnya. Oleh karena itu, ikan hias ini sangat cepat menyebar luas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ikan guppy masuk ke Indonesia pada tahun 1920-an sebagai ikan hias akuarium.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Untuk menemukan ikan ini juga sangat mudah, karena banyak orang yang memelihara ikan ini, ikan ini memiliki warna yang tak kalah menarik mulai dari ekor sampai kepalanya, rata-rata panjang ikan gupi adalah 2,5 cm.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;5. Ikan cupang (&lt;i&gt;Betta sP&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/8-jenis-ikan-hias-air-tawar-dengan-tampilan-cantik-dan-menawan.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Ikan cupang (Betta sP)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGddVzqmN-F-9r-evCFM3JJv5_accGi0j-Ug8sRNU2eqLP8hHam-RLHX_wdgsoPO9ZT_sKG-6dwPOBNUZpgQrHu1NR_ZM-Ar4fyiLMzpKMHzh91duBxZeLs8VvQzrJd1-XSHbAa2MJL0nt/s1600/ikan_cupang-min%255B1%255D.jpg&quot; title=&quot;8 Jenis Ikan Hias Air Tawar Dengan Tampilan Cantik dan Menawan&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;Ikan ini merupakan ikan yang sudah sangat akrab dengan telinga masyarakat Indonesia, karena ikan ini sangat mudah untuk ditemukan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Tidak sedikit para pencinta ikan hias yang memelihara ikan ini, ikan cupang memiliki warna yang khas dan sangat memanjakan mata siapa saja yang melihatnya, ikan ini juga kerap dijadikan lomba aduan sesama jenisnya. Oleh karena itu ikan ini sebaiknya dipisahkan bila dipelihara dalam akuarium.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;Untuk pemeliharaan ikan cupang, Anda bisa memanfaatkan toples yang kecil saja, karena ikan ini bisa dipelihara dalam wadah kecil, ikan ini memiliki variasi warna yang sangat menarik, yaitu ada yang warnanya, kuning, coklat, hijau, merah, biru, coklat, putih dan abu-abu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Variasi warnanya bisa. Bentuk badan ikan hias ini agak kecil. Siripnya yang panjang menjuntai sampai terlihat seluruh tubuhnya ditutupi oleh sirip cantik berwarna-warni tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;Baca Juga:&lt;/b&gt; *&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/cara-memelihara-ikan-cupang-yang-baik-dan-benar.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cara Memelihara Ikan Cupang Yang Baik dan Benar&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; *&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/7-makanan-ikan-cupang-terbaik.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Mau Pelihara Ikan Cupang, ini Ada 7 Makanan Terbaik Ikan Cupang&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;6. Ikan oscar (&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Astronotus ocellatus&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/8-jenis-ikan-hias-air-tawar-dengan-tampilan-cantik-dan-menawan.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Ikan oscar (Astronotus ocellatus)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4-yCukEdyz_r8Zv4JSi-Au6LuEBYVpU6AkQShaHP-Keyhq4_Zq-Bk8w31v0v0YUhn71e6L_V1ZfQpHrpfQGoGvusTqCI79_1FdB8yAL_0KfSCjVr13r2lyJdgLCLN3TY-HleCNkGCODSU/s1600/ikan-oscar-min%255B1%255D.jpg&quot; title=&quot;8 Jenis Ikan Hias Air Tawar Dengan Tampilan Cantik dan Menawan&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;Ikan ini juga termasuk ke dalam ikan hias air tawar yang mudah untuk dikembangkan. Ikan oscar merupakan salah satu jenis ikan hias yang banyak diminati oleh para pencinta ikan, baik dari dalam negeri dan luar negeri.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Jika diperhatikan, ikan oscar sangat mirip dengan ikan yang biasa kita konsumsi yaitu ikan gurame atau nila. Bentuknya yang lebar serta siripnya yang menjadikan ikan hias ini sangat mirip dengan ikan gurame.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;Tetapi, ada hal yang membedakan dari kedua ikan ini, yaitu warna yang dimiliki ikan oscar lebih bervariasi dan kombinasi warna-warnanya jauh terlihat lebih indah dari pada ikan gurame.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Selain itu, kombinasi warna sisik ikan oscar ini terlihat seperti batik yang menghiasi tubuhnya. Juga ada ikan oscar albino atau putih pucat dengan garis totol-totol orange, ataupun berwarna putih polos.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;7. Ikan louhan (&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Scleropages sp&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/8-jenis-ikan-hias-air-tawar-dengan-tampilan-cantik-dan-menawan.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot; Ikan louhan (Scleropages sp)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNnPS9CNE7S8M4vT40lPxhiLEgk6fCH9LBhmfevx6W6qMNDTgn8K_YLJdh_4NaSrt0mw4XfRQQOMxyIyJOVzk3EPyludgY48rMev3tpacpWR9wUpQ-n9LynJ8oNTUwb2cNcgYsJqSfhSN7/s1600/ikan-louhan-min%255B1%255D.jpg&quot; title=&quot;8 Jenis Ikan Hias Air Tawar Dengan Tampilan Cantik dan Menawan&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;Dulu ikan louhan sangat populer di Indonesia. Banyak orang secara tiba-tiba menjadi pencinta ikan hias setelah melihat ikan ini. Hal tersebut karena sangat terkenalnya ikan louhan pada saat itu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ikan ini sangat terkenal, salah satu alasannya adalah karena adanya benjolan pada bagian atas moncongnya, dan adanya tambahan kombinasi seperti tulisan bahasa Cina di tubuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;Di alam ikan ini seperti penguasa lautan dan memiliki tingkah laku yang sedikit agresif, berdasarkan kebiasaan makan, louhan termasuk ke dalam tipe ikan pemakan daging (carnivora).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;8. Ikan discus (&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Symphysodon discus&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/8-jenis-ikan-hias-air-tawar-dengan-tampilan-cantik-dan-menawan.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Ikan discus (Symphysodon discus)&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuFr-BKAUzb3VGY0WRNYpCcDQ2AmKPXhLClWp5cZVxriliofEtWEJSLvRBl7BGgoIe0ifu8fDDPZymdA3d9jgqIjyXi60dqM2ZcsOPl-3iobVx_yfpVJicPRokk6HLNDu04IvvBiUKFsWN/s1600/ikan-discus-min%255B1%255D.jpg&quot; title=&quot;8 Jenis Ikan Hias Air Tawar Dengan Tampilan Cantik dan Menawan&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;Ikan discus adalah salah satu jenis ikan hias air tawar yang banyak digemari oleh para pencinta ikan hias. Nama ikan ini diambil dari bentuk tubuhnya yang menyerupai seperti piringan disc (CD). Ikan hias discus ini termasuk dalam famili Cichlidae, dan Ikan ini berasal dari Brasil, lebih tepatnya yakni sungai Amazon.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: small;&quot;&gt;Itulah&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.kolamania.com/2017/05/8-jenis-ikan-hias-air-tawar-dengan-tampilan-cantik-dan-menawan.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;8 Jenis Ikan Hias Air Tawar Dengan Tampilan Cantik dan Menawan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, bila anda tertarik dinatara salah satunya ataupun semua bisa mempercantik dan menjadi hiasan dirumah anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2017/05/8-jenis-ikan-hias-air-tawar-dengan-tampilan-cantik-dan-menawan.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuFr-BKAUzb3VGY0WRNYpCcDQ2AmKPXhLClWp5cZVxriliofEtWEJSLvRBl7BGgoIe0ifu8fDDPZymdA3d9jgqIjyXi60dqM2ZcsOPl-3iobVx_yfpVJicPRokk6HLNDu04IvvBiUKFsWN/s72-c/ikan-discus-min%255B1%255D.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.789275 113.92132700000002</georss:point><georss:box>-31.668126 72.61273300000002 30.089576 155.22992100000002</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-5102945444068512364</guid><pubDate>Sat, 13 May 2017 23:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-14T12:53:47.185+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Limbah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk Olahan</category><title>5 Hasil Olahan Limbah  Ikan dan Udang Akan Menjadi Lahan Bisnis Baru</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/hasil-olahan-limbah-ikan-dan-udang-akanmenjadi-lahan-bisnis-baru.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Pengolahan Limbah &amp;nbsp;Ikan dan Udang&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;-Ikan dan udang merupakan sumber protein hewani yang penting dalam kehidupan manusia. Kandungan omega-3 dan asam lemak jenuh ganda pada ikan memiliki peranan penting dalam tumbuh kembang otak manusia. Manusia biasanya mengkonsumsi ikan dan udang langsung sebagai lauk sehari-hari.&amp;nbsp; Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, pada saat ini banyak sekali produk olahan yang terbuat dari ikan dan udang.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jadi konsumsi ikan dan udang tidak hanya dikonsumsi sebagai lauk sehari-hari, namun juga bisa dikonsumsi sebagai cemilan yang telah diproduksi menjadi berbagai macam bentuk olahan. Selain produk olahan. Dari sisa olahan ikan dan udang atau disebut limbah yang sudah tak terpakai dalam produk olahan ikan dan udang juga bisa dirubah dan dimanfaatkan menjadi berbagai macam bentuk olahan bernilai ekonomi tinggi, diantaranya adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/hasil-olahan-limbah-ikan-dan-udang-akanmenjadi-lahan-bisnis-baru.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;5 Hasil Olahan Limbah  Ikan dan Udang Akan Menjadi Lahan Bisnis Baru&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPmJGF1FijP1uISzTDqd3SlMmyxm4IOaO3-6SdDjUY_y_JA80TSoDzPJvgBsIz8JhwkqGgGbQOK9KffLtsIzWt7FeF7IhzmCn_u4qkwRVffdY7e1QBMd0nkKFSqOmI51_VRMhP837UJ-Uh/s640/Pengolahan+Limbah++Ikan+dan+Udang.jpg&quot; title=&quot;5 Hasil Olahan Limbah  Ikan dan Udang Akan Menjadi Lahan Bisnis Baru&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pengolahan Limbah &amp;nbsp;Ikan dan Udang Menjadi Lahan Bisnis Baru&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.&amp;nbsp;Tepung Ikan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tepung ikan yang dimaksud disini adalah tepung ikan yang terbuat dari limbah ikan atau udang misalnya bagian kepala, tulang, kulit ikan atau cangkang udang. Pengolahan limbah ikan menjadi tepung ikan terbukti dapat meningkatkan nilai ekomisi. Tepung ikan memiliki kandungan protein, lemak, air dan abu. Selain itu, tepung ikan juga mengandung komponen-komponen seng, yodium, besi, timah, mangan, kobalt dan vitamin B.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2017/05/10-jenis-ikan-konsumsi-yang-paling-laris-saat-ini.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;10 Jenis Ikan Konsumsi Yang Paling Laris Saat Ini&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Petis Ikan Udang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petis memiliki bentuk seperti bubur kental, liat, elastis dan berwarna hitam atau cokelat tergantung dari bahan baku yang digunakan dan memiliki bau yang tajam. Petis terbuat dari hasil penyaringan air rebusan ikan atau udang. Bahan baku utama yang digunakan adalah ikan utuh atau limbah dari pengalengan ikan atau udang dan limbah sisa perebusan dari pengolahan pindang atau ebi. Petis memiliki kandungan gizi yang cukup baik, karena mengandung protein, karbohidrat, fosfor, kalsium dan zat besi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Terasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Terasi biasa digunakan sebagai bahan penyedap rasa atau sambal buat pendamping makanan. Terasi berbentu pasta padat dan memiliki bau yang khas. bahan baku terasi berasal dari limbah ikan atau udang atapun campuran dari keduanya yang telah mengalami proses fermentasi bergaram. Terasi memiliki kandungan protein 15-20%. Terasi yang memiliki kualitas baik biasanya berwarna hitam kecoklatan dengan tekstur tidak terlalu keras dan tidak lembek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Khitin dan Khitosan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian besar limbah kulit dan kepala udang tidak dimanfaatkan secara optimal. Padahal limbah tersebut merupakan bahan utama dari pembuatan khitin dan khitosan. Proses pembentukan khitin dimulai dari tahap perebusan, demineralisasi, netralisasi, deproteinasi, netralisasi, dan pengeringan. Sementara untuk memperoleh khitosan, khitin diproses lagi melalui tahap dideasetilasi, dinetralkan, dan dikeringkan. Khitin dapat digunakan sebagai bahan pengisi, pengeras, dan pengental. Sementara khitosan biasanya dipakai sebagai pengisi dan pengemulsi kosmetik dan obat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Pupuk Organik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pupuk organik yang dimaksud disini adalah pupuk organik berupa kompos yang terbuat dari bahan-bahan berupa ikan atau udang busuk. Bahan-bahan tersebut bisa dibuat kompos melalui proses fermentasi. Baca juga: &lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/berbagai-jenis-ikan-air-tawar-untuk-konsumsi.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Berbagai Jenis Ikan Air Tawar Untuk Konsumsi&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2017/05/hasil-olahan-limbah-ikan-dan-udang-akan-menjadi-lahan-bisnis-baru.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPmJGF1FijP1uISzTDqd3SlMmyxm4IOaO3-6SdDjUY_y_JA80TSoDzPJvgBsIz8JhwkqGgGbQOK9KffLtsIzWt7FeF7IhzmCn_u4qkwRVffdY7e1QBMd0nkKFSqOmI51_VRMhP837UJ-Uh/s72-c/Pengolahan+Limbah++Ikan+dan+Udang.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-3547684035560612075</guid><pubDate>Sat, 13 May 2017 18:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-14T12:59:29.093+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Air Tawar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Konsumsi</category><title>Berbagai Jenis Ikan Air Tawar Untuk Konsumsi</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di Indonesia banyak terdapat ikan yang dapat dikonsumsi, baik yang bersumber dari air tawar maupun air laut. Ikan ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi jika diusahakan dan budidayakan dengan baik. Tetapi dari jenis ikan tersebut, yang lebih mudah untuk dibudidayakan adalah jenis ikan air tawar, karena tidak tergantung dari tempat dan wilayah yang terbatas seperti ikan laut. Jenis ikan air tawar menurut kegunaannya digolongkan menjadi dua, yaitu golongan ikan hia.&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari kedua golongan ikan tersebut terdapat beberapa jenis ikan yang dapat digolongkan ke dalam golongan ikan hias sekaligus ikan konsumsi. Jenis ikan air tawar ini dapat dikonsumsi sekaligus dapat juga dijadikan ikan hias karena bentuk badannya misalnya ikan sepat dan ikan mas.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/berbagai-jenis-ikan-air-tawar-untuk-konsumsi.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Berbagai Jenis Ikan Air Tawar Untuk Konsumsi&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;382&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitsNmYeby8_9DiUJErzN2niI2cydogpc4gPfN3yp4giyrJ9lxOOcBGl0mwidp6eExKx2ykjtUPWAFAqtt7okWyuXjqx0ZDA7GWk3aZ-mUBTSS2N2yFp9F_ELrS46DQufqSWfiQQ-DlKZpo/s640/Berbagai+Jenis+Ikan+Air+Tawar+Untuk+Konsumsi.jpg&quot; title=&quot;Berbagai Jenis Ikan Air Tawar Untuk Konsumsi&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Golongan ikan hias memiliki banyak jenisnya dengan ukuran badan dan warna badan beranekaragam. Jenis ikan hias umumnya tidak untuk dikonsumsi, tetapi untuk dipelihara sebagai hiasan pelengkap keindahan di taman atau di ruanga tamu. Golongan ikan konsumsi memiliki banyak jenis dengan ukuran badan dan warna badan yang beragam. Jenis ikan yang tergolong ikan konsumsi sangat sesuai untuk bahan pangan. Jenis ikan konsumsi memiliki tingkat produktivitas daging yang tinggi sehingga cocok sebagai bahan makanan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jenis ikan konsumsi jika dibudidayakan dengan baik dapat memberikan hasil yang tinggi sehingga dapat memberikan keuntungan yang tinggi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jenis ikan air tawar yang dapat dikonsumsi tidak semua mendatangkan keuntungan yang sama besar karena masing-masing jenis memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda-beda, baik dari segi ukuran tubuhnya, ketebalan dagingnya, percepatan pertumbuhannya, dan kelezatan dagingnya. Oleh karena itu, pengenalan jenis-jenis ikan air tawa yang berpotensi untuk dibudidayakan sangat penting bagi para petani ikan yang berorientasi agribisnis.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berbagai macam jenis ikan air tawar yang telah dientaskan dari perairan umum ke kolam budidaya banyak sekali seperti nama ikan-ikan beserta Nama latinnya berikuti ini:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1. Ikan Nila (Tilapa nilotica L)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2. Ikan Nilem (Otiochilus haseeltii)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
3. Ikan Mas/Tomboro (Cyprinus carpio L)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
4. Ikan Tawes (Puntius javanicus)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
5. Ikan Sepat Siem (Trichogastio pectoralis R)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
6. Ikan Gurami (Osphyronemus gouramy)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
7. Ikan Gabus (Ophiocephalus Stariatus)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
8. Ikan Betok (Anabas testudineus Bloch)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
9. Ikan Biawan (Helostoma temminchii c.v)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
10.Ikan Patin (Pangasius Pangasius)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
11.Ikan Toman (Ophiocephalus micropeltes)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
12.Ikan Jelawat (Leptobarbus hoeveni BLkr)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
13.Ikan Mujair (Tilapia mossabica)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
14.Ikan Betutu (Oxyeleatris masmorata BLkr)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
15.Ikan Lele (Clarias batrachus)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
16.Ikan Belut (Apodes)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
17.Ikan Sidat (Anguilla sp)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
18.Ikan Hampal/palung (hampala macrolepidota)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
19.Ikan Jendil/Wakkal Pangasius micronema BLkr&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
20.Ikan Sengkaring Labeobarbus siamensis&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
21.Ikan Bader Bang Puntius bromoides&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
22.Ikan Kutuk (Channa satriata)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
23.Ikan Saren (Anabas testdineus)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
24.Ikan Sili (Macrognathus aculeatus)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
25.Ikan Baung (Macrones sp)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
26.Ikan Tageh (Macrones helitius)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
27.Ikan Mengkreng (Pegasius nasutus)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
28.Ikan Lampan (Puntius schwanefeldi)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
29.Ikan Tambakan (Helostoma sp)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
30.Ikan Bogo (Ohiocephalis gachua)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari sekian banyak ikan air tawar yang di sebutkan diatas, jenis ikan gurami, ikan nila, dan ikan mas adalah jenis ikan air tawar yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Nilai jual yang tinggi permintaan serta kebutuhan ikan ini yang terus meningkat, ini bisa menjadi pertimbangan akan pentingnya budidaya ikan tersebut. Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2017/05/pengertian-budidaya-ikan-konsumsi-dan-manfaatnya.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Pengertian Budidaya Ikan Konsumsi dan Manfaatnya&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sumber: &lt;i&gt;Dari berbagai sumber&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2017/05/berbagai-jenis-ikan-air-tawar-untuk-konsumsi.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEitsNmYeby8_9DiUJErzN2niI2cydogpc4gPfN3yp4giyrJ9lxOOcBGl0mwidp6eExKx2ykjtUPWAFAqtt7okWyuXjqx0ZDA7GWk3aZ-mUBTSS2N2yFp9F_ELrS46DQufqSWfiQQ-DlKZpo/s72-c/Berbagai+Jenis+Ikan+Air+Tawar+Untuk+Konsumsi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-1987215651643688728</guid><pubDate>Wed, 10 May 2017 08:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-10T15:00:01.809+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Air Tawar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Konsumsi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mujair</category><title>Mengenal Mujair, Ikan Konsumsi Air Tawar dan Habitatnya</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ikan mujair merupakan jenis ikan air tawar untuk kosumsi,habitat Ikan mujair berasal dari Sungai Nil dan danau-danau di sekitarnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Sampai saat ini ikan Mujair telah tersebar ke negara-negara di lima benua yang beriklim tropis dan subtropis, di iklim yang dingin ikan mujair tidak dapat hidup dengan baik, ikan mujair digemari karena rasa dagingnya yang enak dan lembut, harganya juga tergolong murah sehingga bisa dijangkau oleh semua kalangan, dan yang pasti mengandung banyak protein.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: medium;&quot;&gt;Ciri morfologis&amp;nbsp;&lt;/span&gt;ikan mujair&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;jika ditinjau dari bentuk fisik ikan mujair berbadan compres atau pipih, ukuran sisiknya kecil-kecil bertipe sisik sisir (ctnoid), warna tubuh abu-abu,cokelat dan warnanya itu ikut seperti keadaan lingkungan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Misalnya ikan mujair yang hidup di kolam akan lebih memiliki warna yang cerah &amp;nbsp;dibandingakan degan ikan mujair yang menghuni raya atau selokan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/mengenal-mujair-ikan-konsumsi-air-tawar-dan-habitatnya.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Mengenal Mujair, Ikan Konsumsi Air Tawar dan Habitatnya&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6ZPAV7s2Iy08pF-X1bcD98lT9Po6Jnm18PY5hy4dmmRRTocH62GMsU2Jur2ZpL5NT8GzqbB933kOgSLo7MhQqQiYjmsbCZ8ZQT9cIbNIpWW56giHGhTTRFvZQXHbY1vuZbSzgG3fXheEn/s640/ikan+mujair.jpg&quot; title=&quot;Mengenal Mujair, Ikan Konsumsi Air Tawar dan Habitatnya&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Bentuk mulut agak besar dan mempunyai gigi-gigi yang halus, letak mulutnya di ujung moncong atau dengan istilah dalam dunia perikanan (terminal).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ciri khas ikan mujair adanya warna kekuning-kuningan pada dagu bagian bawahnya, sementara pada ikan nila warnanya terang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2017/05/cara-budidaya-ikan-nila-agar-bisa-cepat-panen.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cara Budidaya Ikan Nila Agar Bisa Cepat Panen&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kebiasaan Makan Ikan Mujair dan Habitatnya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ikan mujair (Oreochromis mossambicus) adalah ikan domestikasi yang didatangkan dari Afrika, ikan ini termasuk ke dalam golongan ikan perenang aktif. Mujair berkerabat dekat dengan nila san sama-sama dari ordo perciformes.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Habitat&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ikan Mujair&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di alam Ikan mujair hidup secara berkelompok. Adapun tempat tinggalnya biasa di perairan yang tidak mengalir namun ada juga yang hidup di perairan deras, seperti di sungai. Walaupun mujair bisa hidup dalam kolam dan aquarium, akan tetapi mereka tak akan dapat tumbuh secepat ikan lain yang hidupnya di alam terbuka.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ada pula ikan mujair yang ditebarkan di sawah pada saat musim tanam padi, benih ikan mujair akan tumbuh dan berkembang sampai ukuran konsumsi sekalian dengan panen padi, biasa ukurannya mencapai 12-15 cm.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mujair juga termasuk ke dalam sepesies yang tahan terhadap serangan penyakit dan memiliki daya adaptasi yang tinggi. Ikan ini masuk ke dalam kelompok ikan eurihaline (bisa mentoleransi perubahan salinitas), sehingga dia bisa hidup di air payau dengan kadar salinitas tinggi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pola pertumbuhan&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ikan Mujair&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ikan mujair memiliki tingkat pertumbuhan yang sangat cepat, terutama bila hidup di perairan dangkal, karena tanaman di perairan yang tidak dalam bisa tumbuh dengan cepat sehingga mendapatkan pasokan makanan yang banyak. Ikan mujair jantan memiliki laju pertumbuhan lebih cepat hingga 40% dibandingkan dengan betina.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apalagi bila pemeliharaannya dibuat secara monosek (betina dan jantan dipisahkan). Setelah mencapai berat 200 gram, laju pertumbuhan ikan mujair akan menurun. Ukuran ikan mujair yang terbesar di dunia adalah 3,11 kg, ikan mujair tersebut ditemukan di bendungan Loskop (Afrika Selatan) pada tahun 2003 oleh Eugene Kruger.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Makanan&amp;nbsp;&amp;nbsp;Ikan Mujair&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Mujair adalah ikan bertipe omnivora (pemakan segala) yang aktif mencari mangsa pada saat hari tiba (diurnal). Saat malam, ikan mujair akan berdiam diri pada dasar perairan untuk beristirahat. Makanan kesukaan ikan mujair adalah alga dan plankton. Mulutnya yang berukuran besar sangat membantu menghirup dan menyaring banyak plankton.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Plankton-plankton tersebut kemudian akan terperangkap oleh lendir yang dihasilkan oleh insang ikan. Lendir tersebut akan ditelan sekalian dengan plankton. Namun, jika seandainya tidak ada planton dalam air, maka ikan mujair akan memilih makanan yang lain, seperti udang kecil/crustacea, tumbuhan air (duckweed), cacing tanah, jentik nyamuk, atau serangga air lainnya. Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2017/05/10-jenis-ikan-konsumsi-yang-paling-laris-saat-ini.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;10 Jenis Ikan Konsumsi Yang Paling Laris Saat Ini&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2017/05/mengenal-mujair-ikan-konsumsi-air-tawar-dan-habitatnya.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6ZPAV7s2Iy08pF-X1bcD98lT9Po6Jnm18PY5hy4dmmRRTocH62GMsU2Jur2ZpL5NT8GzqbB933kOgSLo7MhQqQiYjmsbCZ8ZQT9cIbNIpWW56giHGhTTRFvZQXHbY1vuZbSzgG3fXheEn/s72-c/ikan+mujair.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-2610960000754425137</guid><pubDate>Wed, 10 May 2017 04:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-10T11:00:33.136+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Ikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gabus</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Air Tawar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Konsumsi</category><title>Cara Budidaya Ikan Gabus Air Tawar Bagi Pemula</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/cara-budidaya-ikan-gabus-air-tawar-bagi-pemula.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Budidaya Ikan Gabus Air Tawar&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ikan Gabus (Channa Striata) merupakan salah satu ikan rawa yang belum banyak dibudidayakan, Salah satu kendala dalam budidaya ikan gabus adalah ketersediaan pakan yang dapat dimakan oleh ikan gabus, ikan ini termasuk jenis ikan air tawar yang sangat ganas dan buas. Ikan gabus memiliki daging yang sangat lezat dan enak sehingga dapat membangkitkan niat para petani ikan untuk membudidayakan ikan gabus ini sekalipun permintaan pasar untuk ikan Gabus belumlah seperti jenis ikan yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ikan Gabus memiliki banyak sekali nama panggilan, &amp;nbsp;tergantung di mana ikan ini berada misalnya untuk wilayah Aceh &amp;nbsp;ikan Gabus ini biasa di panggil dengan sebutan Bace. Sementara untuk wilayah Banjar dan Melayu biasanya mereka &amp;nbsp;menyebutnya dengan sebutan aruan dan haruan. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ikan gabus memiliki beberapa jenis dan diantaranya yaitu Channa pleuropthalmus,Channa Striata, &amp;nbsp;dan Gabus Toman Channa micropeltes.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/cara-budidaya-ikan-gabus-air-tawar-bagi-pemula.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cara Budidaya Ikan Gabus Air Tawar Bagi Pemula&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiN4-6iaKgvIUcksSfCFeVv8uCOtGgYwsSGZf4_qFWbpy-TIPJ0zMElrPgyUfl-aDOQdpF2U56fyAUSTQEvHMs805vBrtlDjALW7Ua3zzuL28Z2hBDmU-jj-KiQiytIJNhMOczXwppt7rHV/s640/ikan+gabus.jpg&quot; title=&quot;Cara Budidaya Ikan Gabus Air Tawar Bagi Pemula&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Semua jenis ikan gabus tersebut mempunyai ukuran yang berbeda-beda, ada yang paling besar dan ada yang kecil.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Habitat asli ikan ini di danau, sungai, rawa-rawa dan sawah-sawah. Awalnya ikan gabus ditemukan di wilayah jawa, kalimantan dan sumatera, namun hinnga kini ikan gabus sudah dapat ditemui di seluruh wilayah Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Berikut &lt;/span&gt;Cara Budidaya Ikan Gabus Air Tawar Bagi Pemula&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;Memilih Ikan Gabus Jantan dan Betina&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Cara membedakan ikan gabus yang siap memiijah bisa dilihat dari ciri yang terdapat pada ikan Gabus itu sendiri, misalnya seperti ikan Gabus jantan bisa dilihat pada bagian alat kelaminnya yang sudah memerah dan warna tubuhnya yang terlihat berwarna gelap, bila bagian perutnya &amp;nbsp;ditekan (striping) akan mengeluarkan cairan warna putih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Sedangkan cara melihat ciri induk betinanya bisa dilihat dari warna tubuhnya yang nampak terlihat lebih cerah dan ukuran kepalanya agak membulat, perutnya lebih besar saat di raba, jika perutnya ditekan akan mengeluarkan butiran telur, dan biasanya induk betina yang akan memijah &amp;nbsp;beratnya mencapai 1 kg per ekornya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;Cara Pemijahan Ikan Gabus&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Cara memijahkan ikan gabus tergolong gampang sekali, yaitu dengan cara membuatkan tempat dengan ukuran lebar 3 meter dan tinngi satu dan tinggi 1 meter, kolam dikeringkan terlebih dahulu sebelum dimasukkan induk. K&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;emudian isikan air kedalam kolam setengah dari kedalaman kolam tersebut dan induk ikan gabus pun sudah langsung bisa dimasukan ke dalam kolam tersebut dengan kepadatannya sekitar 30 ekor untuk ikan gabus betina dan 30 ekor untuk ikan gabus jantan, biasanya satu ekor induk ikan Gabus bisa menghasilkan telur sekitar 10.000 – 11.000 butir.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Penetasan Telur&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;Ikan Gabus&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Penetasan telur bisa dilakukan di tempat yang kecil atau bisa juga dengan menggunakan wadah atau akuarium berukuran PxLxT (60x40x40), kemudian selanjutnya masukkan air kedalam akuarium, lalu pasang juga dua buah titik aerasi untuk pemanas dan suhunya harus mencapai 28 derajat celcius. Biasanya telur-telur ikan gabus tersebut akan menetas setelah 24 jam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pemeliharaan Larva&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pemeliharaan larva ini bertujuan untuk memperkecil kematian larva yaitu dengan cara merawat nya hingga 15 hari setelah menetas dan selama itu larva-larva tersebut bisa di beri makan berupa Artemia sebanyak 3x sehari. Dan kebersihan air dalam kolam harus selalu terjaga agar larva-larva ikan gabus selalu terlihat sehat dan dapat tumbuh dengan sempurna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pendederan Ikan Gabus&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Cara pelihara ikan gabus cukup mudah yaitu hanya dengan membuatkan wadah atau kolam tanah dengan ukuran kurang lebih 200 m², dan sebelum ikan ditebar, lakukan pengeringan pada kolam selama 4 sampai 5 hari tergantung intensitas matahari, lakukan pemukukan dengan kotoran kandang untuk menciptakan pakan alami dan memenuhi kebutuhan pakan untuk benih.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Jika sudah &amp;nbsp;ditabur pupuk kemudian isikan air sedikit ke dalam &amp;nbsp;kolam lalu biarkan kolam tersebut selama kurang lebih 5 hari kemudian barulah kolam diisi air secukupnya, dan kolam sudah bisa langsung dimasukkan bibit ikan gabus dengan padat tebar4.000 ekor dan sebaiknya penebaran bibit dilakukan pagi atau sore hari. Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2017/05/keunggulan-cara-budidaya-lele-menggunakan-kolam-terpal.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Keunggulan Cara Budidaya Lele Menggunakan Kolam Terpal&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2017/05/cara-budidaya-ikan-gabus-air-tawar-bagi-pemula.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiN4-6iaKgvIUcksSfCFeVv8uCOtGgYwsSGZf4_qFWbpy-TIPJ0zMElrPgyUfl-aDOQdpF2U56fyAUSTQEvHMs805vBrtlDjALW7Ua3zzuL28Z2hBDmU-jj-KiQiytIJNhMOczXwppt7rHV/s72-c/ikan+gabus.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-4088822689882636824</guid><pubDate>Wed, 10 May 2017 01:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-10T08:00:16.079+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Betutu</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Ikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Air Tawar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Konsumsi</category><title>Mengenal Betutu Jenis Ikan Konsumsi Dengan Nilai Ekonomis Tinggi</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/mengenal-betutu-jenis-ikan-konsumsi-dengan-nilai-ekonomis-tinggi.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Jenis Ikan Konsumsi&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;-Ikan betutu diduga ikan asli Indonesia yang berasal dari pulau Kalimantan. Namun, sementara orang ada juga yang berpendapat bahwa ikan betutu berasal dari Sumatra karena sejak dulu sudah ada di sana, bahkan menjadi maskot Kabupaten Talang Betutu. Mengingat nama betutu menjadi nama tunggal di pulau tersebut, maka ikan betutu diduga berasal dari Sumatra.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan di Kalimantan ikan ini dinamai ikan bakut atau ikan bakukut yang berarti diam. Di kota Pontianak, ikan ini bemama ikan bodoh atau ikan goblog karena sifatnya yang selalu diam. Ikan ini hanya bergerak bila lapar dan bila ada mangsa yang kebetulan lewat di depannya. Bila sudah kenyang, ikan ini akan diam saja meskipun melihat mangsa yang sudah dikuasai direbut oleh ikan lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/mengenal-betutu-jenis-ikan-konsumsi-dengan-nilai-ekonomis-tinggi.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Mengenal Betutu Jenis Ikan Konsumsi Dengan Nilai Ekonomis Tinggi&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7O9cS9e6LVKFai13TWGZjzXWmjH8bMglunKkVXuawjrGn6o9QTtTx1q3Modr8AZ4qTR5cmu5ebHXO4BAkkmkc6idG1apiIHkCetpB6uQBsm0xVP9t6nH1bsVpyp23Rsat3eqA_JYhBEi2/s640/betutu.gif&quot; title=&quot;Mengenal Betutu Jenis Ikan Konsumsi Dengan Nilai Ekonomis Tinggi&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Ikan betutu saat ini sudah banyak dijumpai di pulau Jawa, antara lain di di sungai Ciliwung, Citarum, waduk Cirata, waduk Gajah Mungkur, dan di tempat-tempat lainnya. Penyebaran ikan betutu di pulau Jawa diduga karena adanya usaha budi daya di daerah tersebut yang kemudian terlepas ke suatu perairan dan masuk ke sungai-sungai kemudian berkembang biak secara alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Axelrod, daerah penyebaran ikan betutu meliputi daerah Malaysia, Thailand, Vietnam, Campuchea, Burma, Australia Utara, Filipina, dan Cina Selatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Taksonomi dan Morfologi&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Ikan Betutu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikan betutu mempunyai kemiripan dengan ikan gabus (Jw : kutuk), baik bentuk maupun sifatnya. Oleh karena itu, sementara ahli menduga bahwa ikan betutu masuk dalam golongan Goboidae (satu famili dengan ikan gabus). Namun, Axelrod memasukkan ikan betutu ke dalam golongan Percormorphoidei. Adapun sistematika selengkapnya menurut Axelrod (1951) adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;  &lt;o:AllowPNG/&gt; &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt;  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;  &lt;w:TrackMoves/&gt;  &lt;w:TrackFormatting/&gt;  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;  &lt;w:LidThemeOther&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;  &lt;w:Compatibility&gt;   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;   &lt;w:EnableOpenTypeKerning/&gt;   &lt;w:DontFlipMirrorIndents/&gt;   &lt;w:OverrideTableStyleHps/&gt;  &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;m:mathPr&gt;   &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;   &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;   &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;&amp;#45;-&quot;/&gt;   &lt;m:smallFrac m:val=&quot;off&quot;/&gt;   &lt;m:dispDef/&gt;   &lt;m:lMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;   &lt;m:rMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;   &lt;m:defJc m:val=&quot;centerGroup&quot;/&gt;   &lt;m:wrapIndent m:val=&quot;1440&quot;/&gt;   &lt;m:intLim m:val=&quot;subSup&quot;/&gt;   &lt;m:naryLim m:val=&quot;undOvr&quot;/&gt;  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;false&quot;   DefSemiHidden=&quot;false&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;   LatentStyleCount=&quot;371&quot;&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 7&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 8&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index 9&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Normal Indent&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;footnote text&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;annotation text&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;header&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;footer&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;index heading&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;table of figures&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;envelope address&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;envelope return&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;footnote reference&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;annotation reference&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;line number&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;page number&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;endnote reference&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;endnote text&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;table of authorities&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;macro&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;toa heading&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Bullet&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Number&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Bullet 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Bullet 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Bullet 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Bullet 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Number 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Number 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Number 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Number 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Closing&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Signature&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Body Text&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Body Text Indent&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Continue&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Continue 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Continue 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Continue 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Continue 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Message Header&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Salutation&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Date&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Body Text First Indent&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Body Text First Indent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Note Heading&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Body Text 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Body Text 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Body Text Indent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Body Text Indent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Block Text&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Hyperlink&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;FollowedHyperlink&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Document Map&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Plain Text&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;E-mail Signature&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Top of Form&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Bottom of Form&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Normal (Web)&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Acronym&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Address&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Cite&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Code&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Definition&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Keyboard&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Preformatted&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Sample&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Typewriter&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;HTML Variable&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Normal Table&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;annotation subject&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;No List&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Outline List 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Outline List 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Outline List 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Simple 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Simple 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Simple 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Classic 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Classic 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Classic 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Classic 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Colorful 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Colorful 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Colorful 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Columns 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Columns 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Columns 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Columns 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Columns 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Grid 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Grid 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Grid 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Grid 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Grid 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Grid 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Grid 7&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Grid 8&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table List 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table List 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table List 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table List 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table List 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table List 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table List 7&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table List 8&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table 3D effects 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table 3D effects 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table 3D effects 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Contemporary&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Elegant&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Professional&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Subtle 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Subtle 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Web 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Web 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Web 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Balloon Text&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; UnhideWhenUsed=&quot;true&quot;    Name=&quot;Table Theme&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; SemiHidden=&quot;true&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; QFormat=&quot;true&quot;    Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; QFormat=&quot;true&quot;    Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; QFormat=&quot;true&quot;    Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; QFormat=&quot;true&quot;    Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; QFormat=&quot;true&quot;    Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; QFormat=&quot;true&quot;    Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; SemiHidden=&quot;true&quot;    UnhideWhenUsed=&quot;true&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;41&quot; Name=&quot;Plain Table 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;42&quot; Name=&quot;Plain Table 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;43&quot; Name=&quot;Plain Table 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;44&quot; Name=&quot;Plain Table 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;45&quot; Name=&quot;Plain Table 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;40&quot; Name=&quot;Grid Table Light&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot; Name=&quot;Grid Table 1 Light&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot; Name=&quot;Grid Table 6 Colorful&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot; Name=&quot;Grid Table 7 Colorful&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;Grid Table 1 Light Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;Grid Table 6 Colorful Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;Grid Table 7 Colorful Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;Grid Table 1 Light Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;Grid Table 6 Colorful Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;Grid Table 7 Colorful Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;Grid Table 1 Light Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;Grid Table 6 Colorful Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;Grid Table 7 Colorful Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;Grid Table 1 Light Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;Grid Table 6 Colorful Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;Grid Table 7 Colorful Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;Grid Table 1 Light Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;Grid Table 6 Colorful Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;Grid Table 7 Colorful Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;Grid Table 1 Light Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;Grid Table 2 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;Grid Table 3 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;Grid Table 4 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;Grid Table 5 Dark Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;Grid Table 6 Colorful Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;Grid Table 7 Colorful Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot; Name=&quot;List Table 1 Light&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot; Name=&quot;List Table 6 Colorful&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot; Name=&quot;List Table 7 Colorful&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;List Table 1 Light Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4 Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;List Table 6 Colorful Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;List Table 7 Colorful Accent 1&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;List Table 1 Light Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4 Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;List Table 6 Colorful Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;List Table 7 Colorful Accent 2&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;List Table 1 Light Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4 Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;List Table 6 Colorful Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;List Table 7 Colorful Accent 3&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;List Table 1 Light Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4 Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;List Table 6 Colorful Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;List Table 7 Colorful Accent 4&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;List Table 1 Light Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4 Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;List Table 6 Colorful Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;List Table 7 Colorful Accent 5&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;46&quot;    Name=&quot;List Table 1 Light Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;47&quot; Name=&quot;List Table 2 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;48&quot; Name=&quot;List Table 3 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;49&quot; Name=&quot;List Table 4 Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;50&quot; Name=&quot;List Table 5 Dark Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;51&quot;    Name=&quot;List Table 6 Colorful Accent 6&quot;/&gt;  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;52&quot;    Name=&quot;List Table 7 Colorful Accent 6&quot;/&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;&lt;style&gt; /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:8.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:107%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-language:EN-US;} table.MsoTableGrid 	{mso-style-name:&quot;Table Grid&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-priority:39; 	mso-style-unhide:no; 	border:solid windowtext 1.0pt; 	mso-border-alt:solid windowtext .5pt; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-border-insideh:.5pt solid windowtext; 	mso-border-insidev:.5pt solid windowtext; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-language:EN-US;} &lt;/style&gt;&lt;![endif]--&gt; &lt;br /&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;MsoTableGrid&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: none; mso-border-insideh: none; mso-border-insidev: none; mso-padding-alt: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;&quot;&gt; &lt;tbody&gt;
&lt;tr style=&quot;height: 16.55pt; mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;&quot;&gt;  &lt;td style=&quot;height: 16.55pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 151.6pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;202&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
Phylum&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;td style=&quot;height: 16.55pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 151.6pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;202&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
: Chordata&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr style=&quot;height: 16.55pt; mso-yfti-irow: 1;&quot;&gt;  &lt;td style=&quot;height: 16.55pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 151.6pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;202&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
Sub-Phylum&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;td style=&quot;height: 16.55pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 151.6pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;202&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
: Craniata&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr style=&quot;height: 16.55pt; mso-yfti-irow: 2;&quot;&gt;  &lt;td style=&quot;height: 16.55pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 151.6pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;202&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
Classis&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;td style=&quot;height: 16.55pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 151.6pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;202&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
: Osteichthyes&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr style=&quot;height: 16.55pt; mso-yfti-irow: 3;&quot;&gt;  &lt;td style=&quot;height: 16.55pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 151.6pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;202&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
Ordo&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;td style=&quot;height: 16.55pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 151.6pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;202&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
: Percomorphodei&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr style=&quot;height: 16.55pt; mso-yfti-irow: 4;&quot;&gt;  &lt;td style=&quot;height: 16.55pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 151.6pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;202&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
Familia&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;td style=&quot;height: 16.55pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 151.6pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;202&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
: eleotridae&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr style=&quot;height: 16.55pt; mso-yfti-irow: 5;&quot;&gt;  &lt;td style=&quot;height: 16.55pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 151.6pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;202&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
Genus&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;td style=&quot;height: 16.55pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 151.6pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;202&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
: Oxyeleotris&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr style=&quot;height: 16.55pt; mso-yfti-irow: 6; mso-yfti-lastrow: yes;&quot;&gt;  &lt;td style=&quot;height: 16.55pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 151.6pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;202&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
Species&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;td style=&quot;height: 16.55pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 151.6pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;202&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;
: Oxyeleotris marmorata. Blkr&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
Tanda-tanda atau ciri-ciri morfologi spesifik yang dimiliki oleh ikan betutu (Oxyeleotris marmorata. Bikr) adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; bentuk badan bulat panjang seperti torpedo&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; badan bagian depan bundar dan di bagian belakang agak pipih&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; kepala rendah, mata besar yang dapat bergerak, dan mulut lebar&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; perut luas dan sirip punggung terdiri atas dua bagian&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; sisik sangat kecil-kecil, halus, dan lembut sehingga tampak hampir tidak bersisik&lt;br /&gt;
6.&amp;nbsp;&amp;nbsp; warna badan kekuning-kuningan dengan bercak-bercak hitam keabu-abuan seperti di batik;&lt;br /&gt;
7.&amp;nbsp;&amp;nbsp; bagian ventral berwarna putih&lt;br /&gt;
8.&amp;nbsp;&amp;nbsp; panjang maksimum 50 cm dan dapat mencapai berat 7 kg/ekor.&lt;br /&gt;
C.&amp;nbsp; Jenis-Jenis Ikan Betutu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampai saat ini ditemukan 7 (tujuh) jenis ikan betutu dan 2 (dua) jenis lagi yang bukan dari spesies Oxyeleotris marmorata. Bikr., tetapi di pasaran sering disebut ikan betutu. Adapun jenis-jenis ikan betutu selengkapnya adalah Oxyeleotris marmorata. Bikr. (yang banyak dicari dan harganya mahal), Oxyeleotris urophthalmus. Bikr, Oxyeleotris urophthalmoides. Bikr, Oxyeleotris sineolatus. Bikr, Oxyeleotris heterodon. Seen, Oxyeleotris fimbriatus. Weber, dan Oxyeleotris ereuntris.E.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan ikan betutu yang bukan dari genus Oxyeleotris tetapi sering disebut ikan betutu adalah Belobranchus. Sp. (jenis ini banyak terdapat di Thailand dan Cina) dan Neogobus melanostomus. Pall. (jenis ini banyak dijumpai di Papua hingga Australia Utara).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Daur Hidup dan Pembiakan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Ikan Betutu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikan betutu yang hidup di alam bebas memiliki periode pemijahan yang relatif pendek dengan frekuensi lebih dari satu kali dalam setahun, yaitu pada awal dan pada akhir musim hujan. Ikan betutu melakukan pemijahan tidak sendiri-sendiri, tetapi secara berkelompok. Ikan betutu jantan dan ikan betutu betina yang sudah matang kelamin (matang gonad) bersama-sama bermigrasi ke daerah-daerah yang banyak ditumbuhi tumbuh-tumbuhan air yang berdaun atau yang berbatang halus sebagai persiapan untuk meletakkan telur-telurnya. Di tempat-tempat tersebut, ikan betutu melakukan pemijahan dan bertelur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telur ikan betutu umumnya menempelkan telur-telumya pada substrat berupa tumbuhan air. Namun, ikan betutu kadang-kadang juga menempelkan telur-telurnya pada benda-benda lain yang berada di perairan, misalnya kayu, bebatuan, dan lain-lain. Pada suhu air 24°C, telur-telur ikan betutu akan menetas dalam waktu 7 hari, pada suhu air 26,5°C akan menetas dalam waktu 5 hari, dan pada suhu air 28°C telur tadi akan menetas dalam waktu 2 - 3 hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tan dan Lam pada tahun 1973 mengadakan uji pemijahan ikan betutu dengan sistem hipofysasi dan didapatkan hasil telur yang dibuahi (dalam akuarium) dapat menetas 90 % pada suhu 26°C - 28°C. Ikan betutu melakukan pemijahan secara monogami, yakni satu jantan dengan satu betina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Tavarutmaneegul dan Lin (1988), ikan betutu akan produktif pada saat ia mencapai ukuran 250 - 500 g/ekor dengan fekunditas 24.000 butir telur. Widiyati dan kawan-kawannya (1992) melakukan uji lapang pemijahan ikan betutu. Uji coba tersebut memperoleh hasil bahwa ikan betutu betina ukuran 400 g yang diberi pakan buatan dengan kandungan protein 47 % selama 3 bulan akan memiliki fekunditas 40.000 butir telur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikan betutu muda akan dibiarkan induknya untuk mencari makan sendiri. Anak-anak ikan betutu ini akan dewasa pada umur ± 20 - 24 bulan. Setelah dewasa, ikan-ikan betutu ini akan mencari pasangannya untuk mengadakan pemijahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2017/05/cara-membuat-pakan-ikan-lele-sendiri-agar-cepat-besar.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cara Membuat Pakan Ikan Lele Sendiri Agar Cepat Besar&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Habitat dan Tingkah Laku Ikan Betutu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikan betutu di alam aslinya hidup di air tawar, seperti di sungai-sungai, di rawa-rawa, di telaga-telaga, di danau-danau, dan di waduk-waduk. Ikan-ikan betutu yang masih kecil sampai ukuran ± 100 g lebih senang tinggal di perairan yang dangkal, sedangkan yang sudah besar lebih suka tinggal di daerah yang arusnya tidak terlalu deras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikan betutu senang tinggal di perairan yang banyak ditumbuhi tumbuh-tumbuhan air seperti enceng gondok (Eichornia crassipes), kayu apu (Pistia.Sp), ganggeng (Hydrilla Sp.), kangkung (Ipomoea. Sp.), dan lain-lain. Di alam bebas, ikan betutu juga banyak dijumpai di perairan yang memiliki derajat kesamaan (pH) air yang agak rendah (5,5 – 6,5).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meskipun ia tidak menolak tinggal di air netral dengan pH 7 – 7,5 Ikan betutu dapat hidup dengan baik pada temperatur air berkisarantara 19°C - 29°C, bahkan ia bisa beradaptasi dengan baik sampai pada suhu air 30°C. Berbeda dengan ikan-ikan lain, ikan betutu ini sangat tahan terhadap kadar. Amoniak dan kadar CO2 yang cukup tinggi. Hal ini sangat menguntungkan dalam usaha budidayanya, terutama dalam usaha pembesaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikan betutu termasuk ikan labirin sehingga ia dapat menyerap O2 langsung dari udara. Dengan demikian, ikan betutu sangat tahan terhadap kondisi air yang kurang baik (kurang oksigen) sehingga sangat menguntungkan dalam hal transportasi/pengiriman ke tempat yangjauh. Ditinjau dari aktivitasnya, ikan betutu golongan ikan nocturnal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, ikan betutu aktif mencari makan pada malam hari. Di waktu malam, ikan betutu sangat aktif dan sangat agresifdan banyak dijumpai di dasar-dasar perairan dan sangat jarang dijumpai berenang di permukaan air, kecuali pada saat menderita sakit. Ikan betutu sangat menyukai tempat-tempat yang ada lubang-lubangnya entah berupa timbunan batu atau lubang kayu atau lubang lain seperti potongan plpa pralon, tempayan, atau kaleng yang tenggelam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikan betutu termasuk ikan yang sangat jinak dan jarang bergerak sehingga mudah di tangkap. Walaupun demikian, ikan betutu juga mampu bergerak cepat, terutama pada saat lapar dan melihat mangsa lewat didepannya. Ikan betutu yang lapar akan melesat dengan cepat dengan mulut terbuka dan menyergap mangsanya. Ikan betutujuga sering menjunjukkan kemampuan yang istimewa, yaitu bergerak dengan sangat cepat dan berhenti dengan tiba-tiba sehingga sulit diikuti dengan mata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kebiasaan Makan Ikan Betutu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikan betutu sangat menyukai jenis pakan hidup (carnivora) dan dapat memburu mangsanya (predator) jika keadaan memaksanya. Dalam mencari pakan, ikan betutu tidak peduli terhadap buruannya. Jenisnya sendiri yang masih kecil, bahkan anaknya sendiri akan dilahap jika dalam keadaan lapar (kanibal).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makanan ikan betutu terdiri atas ikan-ikan kecil, udang liar tawar, remis, cacing dan organisme lain yang lebih kecil yang dapat dimangsa. Ikan betutu juga tidak menolakjika diberi pakan yang terdiri atas ikan mati atau bangkai hewan lain. Namunjika masih adajenis pakan hidup dalamjumlah banyak, ikan betutu akan memilih pakan yang hidup tersebut. Ikan betutu yang belum sangat lapar tidak akan keluar untuk memburu mangsanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika mangsa tersebut sudah didahului oleh ikan lain, ikan betutu yang belum lapar tidak akan merebutnya atau meminta belas kasihan untuk mendapatkan sisa makanan. Sisa-sisa makanan dari ikan lain pun tidak pemah diambilnya. Makanan utama larva ikan betutu adalah plankton seperti rotifera, sufosutoria, dan mikro-plankton lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah berumur beberapa hari dan sudah lebih besar, anak-anak ikan betutu akan berganti jenis pakan, yaitu berupa zooplankton yang lebih besar seperti Moina.sp., Dapnia. Sp., dan Bosmina Sp. Pada saat ia lebih besar lagi (3 - 7 cm), anak-anak ikan betutu akan Memangsa ArtemiaSp., larva Chironomit, cacing sutera (Tubifex), dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya, dalam hal pakan, ikan betutu menyesuaikan diri dengan lebar bukaan mulutnya. Pada waktu sudah mencapai ukuran fingerling (di atas 9 cm), ikan betutu sudah mulai memangsa anak-anak ikan yang lebih kecil ataupun cacahan isi perut ikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pertumbuhan Ikan Betutu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti yang telah dikemukakan di depan bahwa ikan betutu memiliki pertumbuhan yang sangat lambat. Untuk mencapai ukuran konsumsi, ikan betutu membutuhkan waktu sekitar 24 - 30 bulan. Oleh karena itu, pembudidayaan ikan betutu disarankan dibagi 3 tahap, yaitu pembenihan sampai ukuran fingerling, kemudian dijual ke pengusaha pendederan sampai ukuran 80 - 120 g. Selanjutnya, benih ikan tersebut dijual ke pengusaha pembesaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengusaha pembesaran akan memelihara dan membesarkan benih ikan ukuran 100 g sampai ukuran konsumsi (± 400 g ke atas). Lamanya pertumbuhan ikan betutu sebenamya sama dengan ikan gurami, yakni untuk mencapai ukuran konsumsi memakan waktu minimal 18 - 24 bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Ikan Betutu, Ikan Konsumsi Dengan Nilai Ekonomis Tinggi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikan yang mempunyai daging gurih ini berharga mahal, kerap disajikan sebagai menu di berbagai restoran mewah dan hotel berbintang. Harga menu ikan betutu di restoran-restoran mewah dan hotel berbintang dapat mencapai Rp 200 ribu hingga 300 ribu per kilogram. Bandar ikan betutu biasanya menjual ikan betutu dalam kisaran harga 150-180 ribu rupiah/kg.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alasan ikan betutu berharga mahal karena dagingnya putih, empuk, cita rasa lezat, dan nyaris tidak bertulang. Ikan betutu dipercaya mengandung khasiat dapat menambah kehalusan kulit karena banyak mengandung vitamin B1, B2, B6, F, dan vitamin E, sehingga dapat memperlambat proses penuaan. Ikan ini juga dipercaya memiliki banyak enzim dan hormon tertentu untuk menambah vitalitas laki-laki. Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2017/05/mengenal-lebih-jauh-ikan-bawal.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Mengenal Lebih Jauh Tentang Ikan Bawal&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Referensi:&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Mulyono D., 1999.&amp;nbsp; Budi Daya Ikan Betutu. Penerbit Kanisius, Jakarta&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2017/05/mengenal-betutu-jenis-ikan-konsumsi-dengan-nilai-ekonomis-tinggi.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7O9cS9e6LVKFai13TWGZjzXWmjH8bMglunKkVXuawjrGn6o9QTtTx1q3Modr8AZ4qTR5cmu5ebHXO4BAkkmkc6idG1apiIHkCetpB6uQBsm0xVP9t6nH1bsVpyp23Rsat3eqA_JYhBEi2/s72-c/betutu.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-1146986463805367234</guid><pubDate>Mon, 08 May 2017 11:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-10T20:37:38.604+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bawal</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hama Penyakit</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Air Tawar</category><title>Mengenal Hama Penyakit Yang Biasa Menyerang Pada Ikan Bawal</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Budidaya ikan tentu tak selamanya mulus dengan hasil yang memuaskan, pasti ada kendala yang menjadi menurunnya produksi. kali ini agar lebih waspada terhadap kendala terutama hama penyakit ikan bawal, nah pada artikel kali ini akan men share tentang &lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2017/05/hama-penyakit-yang-sering-menyerang-ikan-bawal.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;jenis hama penyakit yang biasa menyerang ikan bawal&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan ikan bawal air dapat terserang penyakit diantaranya adalah, lingkungan, kondisi ikan, bakteri patogen. Ketiga hal tersebut biasanya saling mempengaruhi satu dengan lainya. Misalkan saja kondisi lingkungan sedang tidak baik, maka membuat kondisi ikan menjadi kurang sehat, sehingga pada saat itu bakteri patogen akan mudah menyerang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/mengenal-hama-penyakit-yang-biasa-menyerang-pada-ikan-bawal.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Mengenal Hama Penyakit Yang Biasa Menyerang Pada Ikan Bawal&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQJt6GYEKIiTeJdiCR27KaI2wBkeMeQ5rYcZ40ezoeqP7pFzh1C3pJ8cKwwX6Ol3oYoSX5aRd9P7lgY6jgDsCmXxpWZyOqDUOwAfWj1FSVh37uCnDFcpLPIDxaYt2k13ydP8LNSjevoWCz/s640/Hama+Penyakit+Yang+Biasa+Menyerang+Pada+Ikan+Bawal.jpg&quot; title=&quot;Mengenal Hama Penyakit Yang Biasa Menyerang Pada Ikan Bawal&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
untuk lebih jelas dan mengenal hama penyakit yang menyerang ikan bawal bisa baca ulasannya sebagai berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Hama Penyakit Pada Ikan Bawal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. Hama&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kehadiran hama dapat berasal dari luar maupun dari dalam, artinya hama tersebut sudah ada di dalam kolam. Beberapa hama yang sering menyerang ikan Bawal antara lain :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
a. Notonecta&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Nototecta di Jawa Barat &amp;nbsp;disebut bebeasan (beas = beras), karena bentuknya yang seperti beras. Hama ini memiliki 5 pasang kaki, 3 pasang kaki dibagian belakang digunakan untuk berenang, 2 pasang dibagian depan digunakan sebagai alat penyengat. Hama ini biasanya menyerang benih terutama yang berukuran kecil.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Binatang ini memiliki kemampuan untuk terbang ketika akan berpindah tempat. Oleh karena binatang ini dapat terbang, maka sampai saat ini pencegahan notonecta masih sulit dilakukan. Cara terbaik yang dilakukan yaitu mengurangi kandungan bahan organik di kolam dan membuang tanaman air jika ada.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
b. Ucrit / Uceng&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Larva Cybister, atau masyarakat lebih sering menyebutnya Ucrit / uceng.Ucrit memiliki badan seperti ulat, badannya kaku, tetapi dapat bergerak dengan cepat, tubuhnya agak berwarna kehijauan. Binatang ini memiliki alat penyengat dibagian ekornya. Cara penyerangannya dengan menjepit perut mangsa hingga robek.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Keberadaan ucrit dapat dicegah dengan mengurangi kandungan bahan organik di dalam kolam dan melakukan persiapan kolam yang baik. Adapun cara pemberantasannya dengan menggunakan insektisida dengan nama dagang yang disebut deciss dengan dosis 2 mg/liter.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
c. Belut&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Banyak ditemukan di persawahan, juga di pematang kolam. Binatang ini termasuk karnivora, makanan yang paling disukai adalah cacing. Binatang ini sering memangsa ikan terutama yang berukuran kecil. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Binatang ini perlu diberantas dengan mengeringkan tanah kolam , kemudian lubang-lubangnya ditutup.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selain hama diatas, ada beberapa hama lain diantaranya :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Kini-kini / larva capung&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Kumbang air&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
3) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Kepiting&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
4) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Ikan dari jenis predator (lele, ikan gabus)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
5) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Burung&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
6) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Argulus sp.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
7) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Lernea&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
8) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Ular sawah&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. Penyakit&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Beberapa penyakit yang sering menyerang ikan Bawal antara lain :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1) &amp;nbsp; Parasit&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
a. &amp;nbsp; Jamur&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penyakit jamur pada ikan Bawal disebabkan oleh jamur Sprolegnia sp. dan Achlya sp. Timbulnya penyakit jamur dapat disebabkan penanganan yang kurang baik.Seperti kurangnya pakan dan suhu air yang rendah. Penyakit jamur dapat dicegah dengan beberapa cara diantaranya dengan menjaga kualitas air agar tetap baik dan memberi pakan tambahan yang cukup. Apabila telah terjadi serangan, pengobatan dapat dilakukan dengan cara merendam ikan yang sakit dalam Malacyte Green (MG)1 mg/liter air selama 1 jam.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
b. White Spot&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penyakit white spot pada ikan Bawal disebabkan oleh protozoaIchthyopthirius multifiliis. Protozoa ini yang memiliki bulu getar.Ikan yang terserang penyakit ini ditandai dengan adanya bintik-bintik putih pada permukaan tubuh sehingga bagian tersebut akan berwarna pucat. Tanda lainnya yaitu ikan sering menggosok-gosokan tubuhnya pada dasar dan dinding kolam, serta sering terlihat megap-megap. Usaha pencegahan terhadap penyakit bintik putih yaitu dengan menjaga kualitas air tetap optimal, dengan suhu air berkisar 28oC, dan menggunakan peralatan yang bersih.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2) Non Parasit&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
a. Bakteri&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp;Yang ternasuk bakteri diantaranya Aeromonas dan Pseudomonas sp.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
b. Virus&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Yang termasuk virus diantaranya KHV (Koi Herves Virus).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Semoga dengan ulasan pada artikel ini bisa membuat anda lebih mengenal hama penyakit apa saja yang biasa menyerang pada ikan bawal. Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2017/05/budidaya-ikan-bawal-agar-cepat-besar-dan-panen.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Budidaya Ikan Bawal Agar Cepat Besar dan Panen&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2017/05/mengenal-hama-penyakit-yang-biasa-menyerang-pada-ikan-bawal.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQJt6GYEKIiTeJdiCR27KaI2wBkeMeQ5rYcZ40ezoeqP7pFzh1C3pJ8cKwwX6Ol3oYoSX5aRd9P7lgY6jgDsCmXxpWZyOqDUOwAfWj1FSVh37uCnDFcpLPIDxaYt2k13ydP8LNSjevoWCz/s72-c/Hama+Penyakit+Yang+Biasa+Menyerang+Pada+Ikan+Bawal.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-6366525274966235820</guid><pubDate>Mon, 08 May 2017 05:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-14T01:18:28.683+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Ikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lele</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pakan Ikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Produk Olahan</category><title>Cara Membuat Pakan Ikan Lele Sendiri Agar Cepat Besar</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/cara-membuat-pakan-ikan-lele-sendiri-agar-cepat-besar.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Cara Membuat Pakan Ikan Lele&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;-&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Saat ini usaha budidaya ikan lele menjadi peluang usaha menjanjikan bagi banyak petani ikan. Ini disebabkan tingginya angka permintaan ikan konsumsi ikan lele di pasaran menjadi alasan mereka untuk bergerak dalam bidang tersebut, diprediksi kebutuhan akan ikan konsumsi akan terus meningkat sedikit-demi sedikit setiap tahunnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Namun dalam usaha budidaya lele salah satu kendala besarnya yang dihadapi oleh para petani ikan lele adalah tingginya harga pakan ikan, hal ini pula memaksa para pembudidaya ikan agar bisa membuat pakan ikan sendiri dengan biaya lebih murah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/cara-membuat-pakan-ikan-lele-sendiri-agar-cepat-besar.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cara Membuat Pakan Ikan Lele Sendiri Agar Cepat Besar&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmw6B0nJb3hfmwdqSqN17FzVGlSUBrNlyAZ1Tth28JE-c_yyaporAdS-71uVARYzXWkZOXVGi_05sdS6P9kK1Bahx9mSDliB02-QzzcAxVC8L1E9VjFg4OPz0NEXh2-biSqV4amhJOJHxN/s640/belatung.jpg&quot; title=&quot;Cara Membuat Pakan Ikan Lele Sendiri Agar Cepat Besar&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Bukan perkara mudah memang membuat pakan ikan sendiri, butuh keahlian dan pengetahuan agar bisa mempratekkannya sendiri. Sebelum membuat pakan ikan kita harus mengerti terlebih dahulu kandungan apa saja yang harus ada dalam umpan ikan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pakan adalah hal yang sangat penting dan tidak bisa dipisahkan dari urusan budidaya ikan guna menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya. Usaha ikan lele dipengaruhi oleh ketersediaan pakan yang terpenuhi guna mendukung produksi yang lebih optimal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Membuat pakan sendiri juga dinilai mempunyai beberapa keunggulan, salah satunya adalah bisa untuk kembali dijual kepada petani ikan lain, memang sedikit harus repot, namun hal ini juga mampu menambah keuntungan tersendiri bagi petani ikan yang mau membuat pakan sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Cara Membuat Pakan Ikan Lele Sendiri Agar Cepat Besar&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kandungan Nutrisi Dalam Pakan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pakan yang baik untuk ikan lele tentu harus memenuhi rasio pemberian pakan dengan penambahan bobot tubuh kurang dari satu (Feed Conversion Ratio/FCR&amp;gt;1). Artinya, bobot ikan akan menambah untuk setiap pemberian pakan satu kilo. Intinya, semakin kecil rasio FCR-nya, makin baik pula pakannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pembuatan pakan ikan lele harus mengandung nutrisi penting diantaranya seperti, lemak, vitamin, karbohidrat, serta mineral. Protein berguna untuk menghasilkan energi utama pada ikan. &amp;nbsp;Ikan lele adalah bersifat karnivor yang notabene memerlukan protein cukup tinggi, yakni lebih dari 35% &amp;nbsp;dari berat pakannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Lemak diperlukan sebagai sumber energi tambahan, selain untuk menambah energi, lemak sangat penting untuk menunjang kelangsungan hidup ikan tersebut, melarutkan beberapa vitamin serta menjaga balancing (keseimbangan) ikan dalam air.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Lemak yang ditambahkan ke dalam pakan juga akan mempengaruhi rasa dan mutu pakan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Untuk ikan lele sendiri membutuhkan lemak sekitar 4-5 persen dari berat pakan. Kandungan lemak tak boleh berlebihan, sebab akan menyebabkan penimbunan lemak di usus dan hati ikan, sehingga nafsu ikan akan menurun.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Dalam membuat pakan ikan lele juga diperlukan karbohidrat, Fungsinya sebagai sumber penyedia energi untuk ikan. Selain itu juga berfungsi sebagai nutrisi, karbohidrat berguna untuk perekat pakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Selain itu vitamin juga dibutuhkan dalam membuat pakan ikan, akan tetapi dalam jumlah yang tidak banyak yang Fungsinya sebagaia mempertahankan kondisi dan dayatahan tubuh ikan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pada umumnya vitamin tak bisa disintesis oleh tubuh ikan, harus dipenuhi dari luar atau terkadung dalam pakan. Seiring pertumbuhan Kebutuhan vitamin juga akan menurun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Yang tak kalah penting dalam pembuatan pakan adalah mineral. Mineral memiliki peran penting dalam membangun struktur tulang ikan dan untuk fungsi metabolisme. Mineral terdiri dari mikromineral dan makromineral.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Makromineral yang ada di dalam tubuh ikan diantaranya adalah magnesium (Mg),kalsium (Ca), natrium (Na), &amp;nbsp;fosfor (K), kalium (K), klorida (Cl) dan sulfur (S). Sedangkan mikromineral diantaranya besi (Fe), mangan (Mn), seng (Zn), tembaga (Cu), &amp;nbsp;iodium (I), kobalt (Co), nikel (Ni), krom (Cr), fluor (F), selenium (Se) dan silikon (Si).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pakan Ikan Lele Alternatif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pakan pengganti pelet bisa kita buat dari berbagai bahan. Dalam pakan ikan kandungan yang dominan di dalamnya ialah tepung ikan, karena &amp;nbsp;mengandung protein tinggi dan juga gizi lainnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Tapi harga tepung ikan lumayan membuat sesak, mahal sekali, dengan demikian &amp;nbsp;kita bisa mencari solusi dengan mencampurnya dengan bahan-bahan lain yang lebih harganya lebih besahabat tanpa mengurangi kandungan proteinnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Supaya ikan lele bisa tumbuh dengan maksimal, Pakan yang akan kita buat harus disesuaikan dengan kebutuhan standarnya. Oleh sebab itu, terdapat banyak bahan alternatif yang bisa kita pilih, sebaiknya yang menjadi acuan adalah kandungan protein. Berikut bahan yang bisa kita pilih untuk membuat pakan lele.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/cara-membuat-pakan-ikan-lele-sendiri-agar-cepat-besar.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cara Membuat Pakan Ikan Lele Sendiri Agar Cepat Besar&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;450&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZA9VYAPcD1w32jmagNRFuPu44roYHVhRohaSmO-41cUDs_l7ot1ZneqXLP9P0hl4csHMW-r2vjZB18NgXLvumfDGhEYGgtD2trAlBcuwgRiOm4FRqWK9AnXFR06tJBE9WKZFI6i8o5T8/s640/capture-20161020-182635.png&quot; title=&quot;Cara Membuat Pakan Ikan Lele Sendiri Agar Cepat Besar&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Jumlah protein dalam tepung ikan = 62,9% x 50 kg = 31,45 kg&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Jumlah protein dalam dedak halus = 15,58 x 50 kg = 7,79 kg&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Jumlah total protein dari tepung ikan serta dedak halus = 39,24 kg&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Artinya dari total berat bahan baku 100 kg protein yang didapat 39,24 kg atau 39,24% dari adonan tersebut adalah protein. Hal ini memenuhi untuk pakan lele di mana paling kurang tersedia kandungan protein kasar sejumlah 30%.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kita masih bisa menambah kandungan nutrisi dengan berbagai vitamin ikan yang dijual di pasaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Membuat Pakan Ikan Lele Tambahan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kenapa dinamakan membuat pakan lele tambahan? ini bertujuan untuk melengkapi pemberian pakan utama ikan. Pemberian tambahan pakan ikan lele tambahan bertujuan untuk meminimalisir pengeluaran biaya pembelian pakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;Berikut bahan-bahan yang bisa digunakan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;1. Ikan Rucah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/cara-membuat-pakan-ikan-lele-sendiri-agar-cepat-besar.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Ikan Rucah&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifvo2uG48G_zBBsYo_dwFakAwZvlnMoD9ajY1_shDTVRQW1DPZMtDPJ_XgFOLmmBC1LGEMm8OaZc-x_B5h1NW-QQakjyVp4MZkQInM6MZkVA9JzJEUx7W3dlZqG7DJgatUx9ZanumnMgCs/s640/Ikan+Rucah.jpg&quot; title=&quot;Cara Membuat Pakan Ikan Lele Sendiri Agar Cepat Besar&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Beruntung bagi peternak lele yang berdiam di seputaran lokasi pelelangan ikan, mereka bisa dengan mudah mendapatkan ikan-ikan kecil sisa tangkapan nelayan untuk membuat pakan, ikan tersebut biasanya dilepas dengan harga murah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pada dasarnya, ikan rucah tidak banyak duri atau tulang. Ikan rucah tidak membutuhkan pengolahan terlebih dahulu. Langsung bisa dicincang dan dan diberikan pada lele. J&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;ika ikan rucahnya banyak mengandung tulang, sebaiknya direbus terlebih dahulu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;2. Bekicot atau Keong Mas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/cara-membuat-pakan-ikan-lele-sendiri-agar-cepat-besar.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Bekicot atau Keong Mas&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJWqtFf4UIcZl7fB9N2FDaHR765fNUMlo0ssTHoLiUGCWgkH6z6ELKS9CoClph6yr-MHIqPThG-ftB6uQdJ5p2gkG90CRabF_GDPEx4uICVNtJGP8b-nrZAyNJljPZj6R0QFEiLWdYK08c/s640/bekicot.jpg&quot; title=&quot;Cara Membuat Pakan Ikan Lele Sendiri Agar Cepat Besar&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Bagi petani padi, keong mas merupakan hama yang dapt menggangu laju pertumbuhan tanaman padi. Namun lain ceritanya untuk petani ikan, kita bisa memanfaatkan keong mas ini sebagai pakan ikan lel. Keong mas atau dan bekicot juga mengandung banyak sekali protein yang sangat dibutuhkan ikan guna untuk pertumbuhan ikan lele.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Cara pemberian bekicot dan keong mas, terlebih dahulu dilakukan perebusan dalam air yang mendidih selama beberapa menit.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Hal tersebut berguna untuk untuk mengempukkan dagingnya, memudahkan pelepasan cangkang, danjuga membunuh bibit penyakit yang tidak diinginkan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Lepaskan cangkangnya setelah keong tersebut direbus dengan menggunakan sendok garpu atau sejenisnya kemudian&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp;cincang halus-halus untuk kemudian diberikan kepada ikan lele.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;3.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;Limbah Peternakan Unggas&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/cara-membuat-pakan-ikan-lele-sendiri-agar-cepat-besar.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Limbah Peternakan Unggas&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-J8rZsCstE9NWyfKS1X9vSrWOFLIVpC-gvB3XZjiVa6zJ44L37BFn2cques2NUVWtYHvCu3Bmt0ZP9L-2Qq7mjPd4iQvo1Zkbgq-Xmii9o8WWbwWA6Q_Mm5nHMHG5JJcDzikEkl8j6skS/s640/Limbah+Peternakan+Unggas.jpg&quot; title=&quot;Cara Membuat Pakan Ikan Lele Sendiri Agar Cepat Besar&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Beruntung bagi peternak yang lokasinya dekat dengan peternakan unggas (ayam atau puyuh). Peternakan unggas biasanya menghasilkan limbah berupa ayam mati dalam jumlah yang kontinyu. Limbah tersebut bisa kita gunakan untuk pakan lele. Karena ikan lele pada hakikatnya andalan hewan karnivora.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Bangkai ayam atau puyuh sebaiknya tidak diberikan begitu saja untuk menghindari terjangkitnya penyakit pada ikan. Bangkai harus dibersihkan terlebih dahulu bulu dengan cara direbus. Selain menghilangkan bulu, proses perebusan berfungsi untuk membunuh bibit penyakit yang mungkin terkandung dalam bangkai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Perebusan bisa dilakukan dalam drum-drum besar, s&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;etelah direbus diamkan bangkai tersebut sampai dingin, lalu berikan pada ikan lele pada hari yang sama. Pakan diberikan dengan cara digantung dan celupkan pakan dalam air kolam. Setelah habis angkat kerangka yang tersisa jangan sampai menjadi residu dalam kolam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2017/05/keunggulan-cara-budidaya-lele-menggunakan-kolam-terpal.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Keunggulan Cara Budidaya Lele Menggunakan Kolam Terpal&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;4. Belatung&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/cara-membuat-pakan-ikan-lele-sendiri-agar-cepat-besar.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Belatung&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmw6B0nJb3hfmwdqSqN17FzVGlSUBrNlyAZ1Tth28JE-c_yyaporAdS-71uVARYzXWkZOXVGi_05sdS6P9kK1Bahx9mSDliB02-QzzcAxVC8L1E9VjFg4OPz0NEXh2-biSqV4amhJOJHxN/s640/belatung.jpg&quot; title=&quot;Cara Membuat Pakan Ikan Lele Sendiri Agar Cepat Besar&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Belatung (maggot) adalah salah satu sumber protein yang baik untuk ikan lele. banyak jenis belatung yang cocok untuk dijadikan makanan ikan lele, salah satunya lalat black soldier fly (&lt;i&gt;Hermetia illucens&lt;/i&gt;).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Tentunya kita memiliki alasan yang kuat memilih belatung jenis ini, kandungan protein protein kasar hingga 40% inilah menjadi acuan kita untuk menentukan belatung itu jatuh dalam pilihan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Belatung bisa kita biakkan sendiri, caranya juga tidaklah terlalu sulit, sediakan sebuah ember, ampas tahu, daun pisang, sisa ikan asin serta bisa ditambahkan kotoran ayam.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Langkahnya, masukkan ampas tahu sebagai bahan utama dalam ember, kemudian berikan air bersih lalu aduk hingga merata.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Selanjutnya, tambahkan kotoran ayam dan ikan asin, lalu tutup permukaannya dengan daun pisang kering agar lalat &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;black soldier fly &lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;akan&amp;nbsp;bertelur. Nah, sekarang taruhlah ember tersebut pada tempat yang teduh dan bebas dari air hujan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Membutuhkan waktu sekitar 3 minggu untuk bisa memanen belatung, belatung.Tekniknya, campurkan air pada media kultur, dan saring untuk memisahkan media kultur dan belatung. Tara... belatung siap diberikan sebagai pakan lele.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Untuk bahan baku media kultur sebanyak 100 kg kira-kira akan dihasilkan belatung 60 kg. Perhatikan, jangan menyimpan belatung segar terlalu lama karena bisa berubah menjadi lalat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Demikian pembahasan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/cara-membuat-pakan-ikan-lele-sendiri-agar-cepat-besar.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Cara Membuat Pakan Ikan Lele Sendiri Agar Cepat Besar&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;, Semoga ini bisa menjadi pakan alternatif ditengah mahalnya pakan ikan di pasaran dan bisa menjaga kelangsungan para pembudidaya ikan terutama ikan lele.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;i&gt;Sumber: dari berbagai sumbe&lt;/i&gt;r.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2017/05/cara-membuat-pakan-ikan-lele-sendiri-agar-cepat-besar.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmw6B0nJb3hfmwdqSqN17FzVGlSUBrNlyAZ1Tth28JE-c_yyaporAdS-71uVARYzXWkZOXVGi_05sdS6P9kK1Bahx9mSDliB02-QzzcAxVC8L1E9VjFg4OPz0NEXh2-biSqV4amhJOJHxN/s72-c/belatung.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.789275 113.92132700000002</georss:point><georss:box>-31.668126 72.61273300000002 30.089576 155.22992100000002</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-2130079117366571911</guid><pubDate>Mon, 08 May 2017 00:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-10T20:10:40.012+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Ikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cupang</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Air Tawar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Hias</category><title>Cara Memelihara Ikan Cupang Yang Baik dan Benar</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/cara-memelihara-ikan-cupang-yang-baik-dan-benar.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Memelihara ikan cupang hias&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; &amp;nbsp;tidaklah sulit, yang diperlukan hanyalah ketekunan dan ketelitian pemeliharaan ikan cupang setiap harinya, misalnya permberian pakan yang teratur , &amp;nbsp;air akuarium selalu terjaga kebersihanya, dan agar ikan cupang tidak stres kita harus melatih mental ikan cupang. Tak jarang peternak menghabiskan waktu dari pagi hingga malam untuk mengontrol kondisi ikan cupang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pemeberian Pakan Ikan Cupang Yang Baik&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cupang hias diberi pakan alami seperti kutu air. Permberian pakan 2x dalam sehari ,pada waktu pukul 07.00 dan 17.00, berikan pakan yang secukupnya. Terlalu banyak pakan tidak bagus khususnya terhadap kebersihan air di akuarium (dikhawatirkan akan mengendap dan membusuk di dasar air) Pemekaian takaran, seperti sendok teh bisa mengontrol jumlah pemberian pakan. Botol aor mineral yang diberi selang juga bisa dimanfaatkan untuk pemberian makanan cupang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/cara-memelihara-ikan-cupang-yang-baik-dan-benar.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cara Memelihara Ikan Cupang Yang Baik dan Benar&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhu-u4cE9hjWUJZC7pmK0hvaI2k6uv0m6TfRyN_MiKz_V1q8CM72D-fwx6blesRQyoDnOl6J5-OjtRerdDp1aqFqZXmGYurlj95wcRrBE3-T27gAzBMQ3EIh3Bx-q81i8jk2gdTPWdEbyxQ/s640/Cara+Memelihara+Ikan+Cupang.jpg&quot; title=&quot;Cara Memelihara Ikan Cupang Yang Baik dan Benar&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Alat itu selain murah juga mudah dioperasikan. Kutu air dimasukan ke botol lalu disemprotkan satu per satu ke dalam akuarium. Kutu air yang telah dibekukan di dalam freezer pemberiannya cukup dengan dicuil-cuil. Jentik nyamuk dapat diberikan sebagai selingan setiap 2 hari sekali , bisa juga diberikan untuk makanan pokok. Toh ,ikan cupang yang berumur 1.5 bulan sudah bisa makan makanan yang berukuran besar. Cuk sebaiknya diambil yang teidak bengkok atau tua.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ada cara untuk menyeleksi cuk. Jentik nyamuk yang diambil dari selokan atau empeng biasanya masih kotor dan bercampur dengan larva hewan lain. Masukkan cuk ke air es, secara otomatis mereka akan teler, cuk akan mengendap ke dasar sedangkan Non-cuk akan mengambang.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cuk diambil dengan saringan halus,lalu dimasukan ke dalam air yang telah ditetesi PK, dosis 1/2 tetes untuk ember ukuran 15 liter, ini untuk “membangunkan” cuk, setelah itu cuk dicuci dengan air bersihdan siap disajikan Jika cuk susah diperoleh, cacing cutra ,cacing rambut, atau cacing darah juga bisa diberikan , namun penggunannya terkadang membuat cupang menjadi kembung. Sebaiknya cacing dibersihkan berulang-ulang dengan air bersih sebelum siap disajikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2017/05/7-makanan-ikan-cupang-terbaik.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Mau Pelihara Ikan Cupang, ini Ada 7 Makanan Terbaik Ikan Cupang&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Mengganti Air&amp;nbsp;Agar Ikan Cupang Tetap Sehat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pengolahan air sangat penting agar cupang tetap sehat. Ganti air 50% sebaiknya dilakukan setiap hari,semakin sering air diganti pertumbuhan ikan cupang akan semakin cepat. Batas maksimal pergantian air 3 hari. Caranya cukup menyedot dengan selang plastik.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Seminggu sekali air diganti total. Botol atau akuarium dicuci bersih kemudian dijemur agar kuman-kumannya mati. Cara lain untuk membunh cendawanatau bakteri dengan merendam wadah itu dengan larutan PK dosis tinggi selama 1-2 jam. setelah itu wadah dicuci dengan bersih dan dijemur.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Terlambat mengganti air menyebabkan penyakit. sisa pakan dan kotoran cupang yang mengendap di dasar air dapat menyebabkan penyakit misalnya: white spot , velvet, busung dan berak putih, Serangan white spot ditandai dengan bercak-bercak putih disekujur tubuh ikan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penyebabnya adalah bakteri Ichtyophthirius multifillis. Obati dengan cara mesukan ikan ke dalam air yang sudah ditetesi dengan obat anti bakteri, seperti Bliz Id , dosis 4 tetes setiap 4 liter air. Cara sederhana dengan memasukan 1 sendok teh garam dapur ke dalam akuarium, atau ikan dimasukan ke dalam baskom yang telah dibubuhi garam dapur, Dosis 2-3 sendok makan setiap liter. Karena reaksi cepat , perendaman ikan yang sakit tidak perlu lama. Begitu dicelup langsung diambil&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ciri serangan Velvet sirip ikan hias menguncup. Penyebabnya adalah parasit Saproglenia sp. Cara pengobatan dengan memberi obat anti bakteri seperti Blitch itch, dosis 2 tetes per 4 liter air. Kemudian bubuhi 4 sendok makan garam. Ikan dimasukan ke dalam larutan itu selama 10 menit, Selanjutnya ikan dipindah ke 4 wadah lain dengan konsentrasi obat makin berkurang.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cara lain dengan pemberian obat anti bakteri, seperti Fismate atau Root stop . Konsentrasi 0.3-0.5 ml/menit. Ikan dibiarkan selama 30 menit, setelah itu masukan ikan kedalam air yang telah dibubuhi antibiotika,seperti Furazolidon, Tetracycline, dan Octazin selama 2-3 jam. Dosis yang dianjurkan setiap tablet 250 g dilarutkan kedalam 20 liter air.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penyakit busung sulit dideteksi ciri-cirinya karena yang diserang organ dalam, biasanya hanya ditandai dengan perut ikan tampak membuncit. Penyebabnya bekteri Salmonella sp. Pengobatannya dengan merendam ikan swlama 1-2 jam ke dalam larutan Flagil 500.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berak putih disebabkan cacing Ascaris sp. Ia tidak menyebabkan kematian, tetapi pertumbuhan ikan dan warna ikan terhambat. Cara pengobatan dengan obat cacing, Seperti Verominox atau Worm x , dosis 1 tetes per 5 liter air. Setelah perlakukan selama 1 minggu ikan akan pulih kembali.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penyakit lain banyak disebabkan salah perawatan, seperti bacul dan gigit ekor. Bacul ditandai dengan warna menjadi pucat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
kondisi ini selain disebabkan karena air kotor juga karena karena terlalu lama ditantang oleh ikan cupang hias lain yang ukurannya lebih besar. Sedangkan gigit ekor ditandai ikan sering menggigit ekor sendiri, ini disebabkan ikan kurang pakan , sering ditantang , gatal karena air tidak dikuras (terlalu kotor).&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Meskipun banyak obat-obatan di toko ikan ,pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Perawatan secara hati-hati dan teratur, seperti pakan dan mengganti air teratur bisa mencegah penyakit. Salah perawatan dapat membuat Ikan “jagoan” kalah sebelum bertanding.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Melatih Mental Ikan Cupang Agar Siap Kontes&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cupang unggulan diletakkan di tempat terpisah sesuai kategori. Maskot usahakan tidak dicampur dengan warna dasar atau warna kombinasi. Ukuran ikan diupayakan seragam. Hal itu membiasakan cupang bertemu sesama jenis. Tek jarang mental ikan cupang turun begitu melihat ikan cupang lain yang ukurannya lebih besar dan berbeda warna.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Cupang hias siap kontes perlu dirawat di rak sendiri. Pakan menjelang kontes bervariasi , lain hobiis lain caranya. Yang umum dipakaiseperti perawatan biasa., namun ada yang memberi 1-2 kroto per ekor cupang, Jumlah cuk pun dibatasi, 5-7 ekor setiap sekali pemberian pakan. Blood worm tidak diberikan untuk mencegah cupang kegemukansehingga tampak kurang sehat dan tidak lincah. Saking sayangnya, ada hobiis yang merawat ikan cupangnya di air mineral.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Satu jam setelah pemberian pakan , sekat diambil satu per satu untuk melatih mental, jika dianggap ruangan kurang sinar matahari, cupang bisa dijemur selama 1,5 jam. Matahari pagi dan sore hari lebih baik karena tidak terlalu panas. Sinar matahari yang terlalu panas dapat membuat ikan cupang loyo&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Akuarium yang tidak dibatasi , sekatnya diubah-ubah posisinya, Misalnya: Akuarium a pindah ke akuarium b , lalu ke akuarium c. Untuk sekedar Coba-coba, tidak ada salahnya maskot didekatkan dengan warna dasar, atau yang lainnya. Cupang hias pun dilatih berdekatan dengan yang berukuran lebih besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2017/05/ini-rupanya-perbedaan-ikan-cupang-hias-dan-ikan-cupang-adu.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Ini Rupanya Perbedaan Ikan Cupang Hias dan Ikan Cupang Adu&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Cara Mengawinkan Ikan Cupang&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
* Untuk pembiakannya/mengawinkan ikan cupang, pilihlah ikan yang ekornya lebar dan seritnya tebal ,bentuk ekor 180 derajat,badan besar dan ekor memanjang.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
* Pilihlah ikan yang terbiasa bermain di tengan atau dasar air (bukan di permukaan air).&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
* Kombinasi warna cupang yang baik adalah yang di ekor dengan sirip sempura,tidak berantakan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
* Untuk tempat pemijahan,cupang tidak perlu tempat luas. Cukup akuarium kecil, baskom, toples,atau ember plastik. Sebelum dipakai pemijahan, akuarium direndam dengan larutan PK encer sebelum akhirnya dibilas dengan air bersih, untuk mencegah jamur dan penyakit. dinding digosok dan dibilas air. Air sebaiknya diendapkan dan didiamkan 3 hari sebelum dipakai.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
* Suhu yang dibutuhkan 21-31 derajat C, atau standartnya 25 derajat C. Dalam akuarium ditaruh tanaman yang telah dibersihkan. Bisa berupa enceng gondok atau kayu apu.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
* Setelah tempat pemijahan selesai, masukan terlebih dahulu cupang jantan, tunggu sampai cupang jantan membuat sarang-sarang busa, jika busa sudah tampak di permukaan air, masukan betina yang sudah matang kelamin. Selang 3-4 hari perkawinan selesai, dan betina menghasilkan 200-400 telur yang sudah dibuahi pejantan.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
* Angkat betina kalau sudah selesai bertelur, biarkan jantan di permijahan. betina dipisah agar tidak memakan telurnya sendiri, sementara si jantan dibiarkan ditinggal, karena sangat membantu proses penetasan, usahakan si jantan diberi makanan yang cukup agar tidak memakan telurnya, Dan begitu menetas ,pisahkan pejantan, tidak perlu diberi makan karena dalam tubuhnya masih terdapat kuning telur.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Barulah pada hari ke-4, diberi makan infusaria atau sejenis plankton yang bisa dibeli di toko ikan hias. Pada hari ke-8, burayak bisa diberi makan kutu air. Mengijak usia 1 bulan, anakan cupang harus dipisahkan sendiri-sendiri dalam botol (bisa botol aqua) untuk pembesaran. Selengkapnya Baca:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2017/05/proses-pemijahan-ikan-cupang-dan-pemeliharaan.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Proses Pemijahan Ikan Cupang dan Pemeliharaan&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2017/05/cara-memelihara-ikan-cupang-yang-baik-dan-benar.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhu-u4cE9hjWUJZC7pmK0hvaI2k6uv0m6TfRyN_MiKz_V1q8CM72D-fwx6blesRQyoDnOl6J5-OjtRerdDp1aqFqZXmGYurlj95wcRrBE3-T27gAzBMQ3EIh3Bx-q81i8jk2gdTPWdEbyxQ/s72-c/Cara+Memelihara+Ikan+Cupang.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-5895469463167332511</guid><pubDate>Sun, 07 May 2017 15:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-10T20:16:10.022+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Ikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cupang</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Air Tawar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Hias</category><title>Proses Pemijahan Ikan Cupang dan Pemeliharaan</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/proses-pemijahan-ikan-cupang-dan-pemeliharaan.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Budidaya Ikan Hias&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;- Ikan Cupang/ikan cupan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;(&lt;i&gt;Betta sp&lt;/i&gt;) m&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;erupakan jenis ikan hias yang cukup mahal ini hidup di air tawar dan memiliki warna tubuh kecil namun nampak sangat exotis, ikan ini mampu menarik perhatian banyak orang karena memiliki warna yang enak saat dipandang.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ada jenis-jenis ikan cupang di Indonesia yang sudah sangat dikenal dari berbagai penjuru daerah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Mulai dari Sabang sampai Marauke.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Di Indonesia ikan ini belum banyak orang yang memiliki pengetahuan untuk membudidayakannya, ikan Cupang juga memiliki prospek yang sangat cerah untuk dikembangkan dikarenakan sangat banyak orang yang ingin memilikinya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Ikan cupang merupakan ikan yang hidup di daerah tropis, zona penyebarannya meliputi wilayah Asia Tenggara, Afrika hingga ke pasifik.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/proses-pemijahan-ikan-cupang-dan-pemeliharaan.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Proses Pemijahan Ikan Cupang dan Pemeliharaan&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-fq1prOWKI0msXS0nIRucsrVSp1p610-z5Soe2-ud8temo4LIAJx3gNzWyR8SEl7vbeM4xydQ_6uswnzY1RrxIG6CT0GDeVD76ahbpujZxQolHnm134P20kNYcGvQCMq42LqoNiLf_T4e/s640/Proses+Pemijahan+Ikan+Cupang.jpg&quot; title=&quot;Proses Pemijahan Ikan Cupang dan Pemeliharaan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Saat di alam bebas ikan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; text-align: left;&quot;&gt;Cupang&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp;hidup berkelompok, ikan ini juga banyak ditemukan di rawa-rawa, sungai yang arusnya tenang dan danau. Ikan cupang menyukai perairan dangkal yang banyak ditumbuhi tumbuhan air. Makanannya adalah jentik nyamuk, cacing serabut dan &amp;nbsp;kutu air. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ikan cupang mampu bertahan hidup dalam kondisi air yang kotor dan dengan kandungan oxigen yang minim sekalipun. Ikan ini juga bisa dipelihara dalam toples dan dibantu dengan oxigen buatan yaitu aerator. ikan cupang memiliki rongga labirin seperti pada paru-paru manusia sehingga ikan ini mampu bertahan pada kondisi air yang memiliki kandungan oxigen rendah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id=&quot;ads16615235337875427727&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Salah satu ciri khas yang dimiliki oleh ikan Cupang adalah adanya sirip yang panjang dan mirip dengan sisir perit, sehingga orang-orang sering menyebutkannya cupang serit. Sedangkan ikan betina warnanya tidak semenarik ikan cupang jantan, warnanya (kusam) dan bentuk siripnya lebih pendek dari pada jantan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;Ciri ikan Cupang Jantan Yang Sudah Siap Dipijahkan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sudah berumur ± 7 bulan.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Memiliki bentuk badan dan &amp;nbsp;juga siripnya yang panjang berwarna cerah.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kondisi badan sehat (tidak berpenyakit).&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gerakannya lincah dan agresif.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ciri-Ciri Ikan Cupang Betina Siap Kawin&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Umur telah mencapai ± 7 bulan&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Bentuk badan yang sudah &amp;nbsp;membulat menandakan siap kawin.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Gerakannya lambat.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Warnanya tidak menarik dan siripnya pendek.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kondisi badan tidak sakit.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;Persiapan Sebelum Mengawinkan Ikan Cupang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pemijahan ikan cupang tentu saja beda perlakuan di bading dengan kita melakukan ikan lainnya seperti budidaya ikan koi dan beda lagi dengan ikan konsumsi yang sangat populer budidaya lele, persipan yang harus dilakukan Setelah melakukan sortir &amp;nbsp;indukan betina ikan cupang dan indukan jantan ikan cupang yang sudah siap untuk memijah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Sediakan juga wadah atau akuarium kecil dengan ukuran 30x30x30 cm, jangan lupa sediakan juga gelas untuk tempat ikan cupang betina. Lalu, taruh tumbuhan air seperti kayambang untuk meletakkan busa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ikan cupang bisa menghasilkan hingga 1000 butir telur dalam sekali kawin.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Telur akan menetas biasanya setelah 24 jam pembuahan. Berdasarkan pengalaman pembudidaya, tingkat kematian benih ikan cupang cukup tinggi. Biasanya dalam sekali kawin hanya dapat dipanen 35-50 ekor ikan cupang yang berhasil hidup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Bisanya indukan jantan dikawinkan hingga sampai 8 kali dengan interval waktu sekitar 2 hingga 3 minggu. Sedangkan indukan betina sebaiknya hanya dikawinkan sekali saja. Karena pada perkawinan berikutnya akan terjadi penurunan keragaman jenis kelamin yang semakin didominasi oleh anak ikan cupang berjenis kelamin betina.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;Baca Juga:&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2017/05/ini-rupanya-perbedaan-ikan-cupang-hias-dan-ikan-cupang-adu.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&amp;nbsp;Perbedaan Ikan Cupang Hias dan Ikan Cupang Adu&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;Langkah-langkah Persiapan Untuk Melakukan Pemijahan Ikan Cupang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Persiapkan wadah berupa baskom atau aquarium yang sudah disanitasi/ dibersihkan.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pengisian air bersih dengan volume 15 – 30 Cm.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Masukkan ikan cupang jantan selama kurang lebih 1 hari.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tutup wadah dengan penutup apa saja dengan syarat harus terbebas dari kotoran.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Induk betina yang telah matang telurnya dimasukkan ke dalam wadah pemijahan setelah satu hari dimasukkan jantan.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada pagi harinya ikan Cupang sudah bertelur dan menempel disarang berupa busa yang dipersiapkan oleh ikan jantan.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Induk jantannya dibiarkan dalam wadah untuk merawat telurnya sampai menetas dan induk betina harus dipindahkan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;Perawatan Larva Ikan Cupang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketika ikan Cupang sudah bisa berenang dan kuning telurnya sudah habis, siapkan juga media yang lebih besar untuk wadah pembesaran.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pindahkan anakannya sekalian dengan induk jantannya.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kemudian &amp;nbsp;benih ikan sudah bisa diberikan makanan alami berupa kutu air atau cacing sutra dan wadah harus ditutup.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saat benih sudah memasuki umur sepuluh hari segera pindahkan ke wadah yang lain. Kemudian setiap satu minngu sekali ikan dipindahkan ke tempat yang lebih besar agar pertumbuhannya melesat cepat.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pakan untuk larva Ikan Cupang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Untuk pemberian pakan, Larva ikan cupang bisa diberikan kuning telur &amp;nbsp;yang sudah direbus matang lalu dibungkus dengan kain, dan cacing sutra yang telah dihancurkan juga bisa diberikan. Kain harus diikat rapat pada kedua ujungnya lalu celupkan ke dalam wadah/bak pemeliharaan ikan cupang. Kuning telur akan menembus pori-pori kain selanjutnya akan dimakan oleh ikan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pemberian pakan harus dikontrol dengan ketat dan teliti. karena, kuning telur akan mudah busuk dan beresiko tumbuhnya jamur yang dapat meracuni kualitas air dan kematian pada ikan. Setelah dua hari berikan pakan dengan lama pencelupan 3 hingga 5 menit.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Saat pemberian pakan, harus dikontrol dengan baik, berikan sedikit demi sedikit. Bila ikan tidak memakannya, hentikan dulu pemberian pakan untuk sementara. Dan lanjutkan lagi di waktu yang lain, karena ikan Cupang butuh waktu untuk beradaptasi dengan makanan yang baru. Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2017/05/7-makanan-ikan-cupang-terbaik.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Mau Pelihara Ikan Cupang, ini Ada 7 Makanan Terbaik Ikan Cupang&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div id=&quot;ads26615235337875427727&quot;&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;background-color: white; font-family: Arial, verdana, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18.2px;&quot;&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2017/05/proses-pemijahan-ikan-cupang-dan-pemeliharaan.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-fq1prOWKI0msXS0nIRucsrVSp1p610-z5Soe2-ud8temo4LIAJx3gNzWyR8SEl7vbeM4xydQ_6uswnzY1RrxIG6CT0GDeVD76ahbpujZxQolHnm134P20kNYcGvQCMq42LqoNiLf_T4e/s72-c/Proses+Pemijahan+Ikan+Cupang.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-1908081578778881170</guid><pubDate>Sun, 07 May 2017 14:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-10T20:47:05.284+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bawal</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Ikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Air Tawar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Konsumsi</category><title>Cara Budidaya Ikan Bawal Agar Cepat Besar dan Panen</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/budidayaikan-bawal-agar-cepat-besar-dan-panen.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Budidaya ikan Bawal&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;-Ikan yang&amp;nbsp;mirip dengan ikan gurame ini yang berbeda hanya saja bentuknya , namun agak mirip yaitu ikan bawal. Namun untuk rasa Ikan Bawal tidak kalah berbeda dengan ikan gurme. Budidaya ikan bawal ini banyak dilakukan oleh para peternak ikan bawal air tawar di Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal itu dikarenakan bahan dan tempat untuk budidaya sangat mudah di jangkau atau didapat tanpa harus membutuhkan bahan dan lahan yang luas. Ikan bawal air tawar sangat tinggi peminatnya karena pemeliharaannya juga sangat mudah, selain itu karena ikan bawal air tawar tidak jauh berbeda dengan ikan bawal air asin yang memiliki kualitas gizi dan tekstur dagingnya yang cukup tebal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/budidaya-ikan-bawal-agar-cepat-besar-dan-panen.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cara Budidaya Ikan Bawal Agar Cepat Besar dan Panen&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4a7uqdQRnkjUBh0AYrNbfTSeZLypY0eNYKFb1btVGGso1h8tdKDSB1cPpTQnSGYQwE-4pUGMEnA7i-aMOeXV0pWX23DwNosuUmu9pGx4L9tvDYSb0sdW-glhsweagdBucby_YfEUy8rdI/s640/Budidaya+Ikan+Bawal+Agar+Cepat+Besar+dan+Panen.jpg&quot; title=&quot;Cara Budidaya Ikan Bawal Agar Cepat Besar dan Panen&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Maka tidak heran banyak peternak ikan yang melirik budidaya ikan bawal ini. Jika anda ingin membudidayakan ikan bawal bisa mengikuti panduan berikut ini agar lebih mudah dalam aplikasinya. Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2017/05/pengertian-budidaya-ikan-konsumsi-dan-manfaatnya.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Pengertian Budidaya Ikan Konsumsi dan Manfaatnya&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Cara Budidaya Ikan Bawal&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. Persiapan Kolam Budidaya Ikan Bawal&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Persiapan kolam ikan bawal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup. Setelah dasar kolam benar-benar kering, dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor maupun dolomit dengan dosis 25 kg/100 meter persegi. Hal ini untuk meningkatkan pH tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kolam pembesaran tidak mutlak harus dipupuk. Ini dikarenakan makanan ikan bawal sebagian besar diperoleh dari makanan tambahan atau buatan. Tapi bila dipupuk dapat menggunakan pupuk kandang 25 – 50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk kandang yang digunakan harus benar-benar yang sudah matang, agar tidak menjadi racun bagi ikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah pekerjaan pemupukan selesai, kolam diisi air setinggi 2-3 cm dan dibiarkan selama 2-3 hari, kemudian air kolam ditambah sedikit demi sedikit sampai kedalaman awal 40-60 cm dan terus diatur sampai ketinggian 80-120 cm tergantung kepadatan ikan. Jika warna air sudah hijau terang, baru bibit ikan ditebar (biasanya 7~10 hari setelah pemupukan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. Pemilihan dan Penebaran Benih Ikan Bawal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hanya dengan benih yang baik, ikan bawal akan hidup dan tumbuh dengan baik. Penebaran benih Sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan tidak dalam kondisi stres saat berada dalam kolam. Cara adaptasi : ikan yang masih terbungkus dalam plastik yang masih tertutup rapat dimasukan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastik mengembun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ini tandanya air kolam dan air dalam plastik sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plastiknya dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit kedalam plastik tempat benih sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih ditebar dalam kolam ikan secara perlahan-lahan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;3. Pemilihan Benih Ikan Bawal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pemilihan benih mutlak penting, karena hanya dengan benih yang baik ikan akan hidup dan tumbuh dengan baik. Adapun ciri-ciri benih yang baik antara lain Sehat, Anggota tubuh lengkap, Aktif bergerak, Ukuran seragam, tidak cacat, Tidak membawa penyakit, jenis unggul.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;4. Penebaran Benih / Bibit Ikan Bawal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan tidak dalam kondisi stress saat berada dalam kolam. Cara adaptasi : ikan yang masih terbungkus dalam plastik yang masih tertutup rapat dimasukan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastik mengembun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini tandanya air kolam dan air dalam plastik sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plastiknya dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit kedalam plastik tempat benih sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih ditebar/dilepaskan dalam kolam secara perlahan-lahan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;5. Kualitas Pakan Dan Cara Pemberian Ikan Bawal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hanya dengan pakan yang baik ikan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang kita inginkan. Kualitas pakan yang baik adalah pakan yanq mempunyai gizi yang seimbang baik protein, karbohidrat maupun lemak serta vitamin dan mineral.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Karena ikan bawal bersifat omnivora maka umpan ikan bawal tambahan yang diberikan bisa berupa daun-daunan maupun berupa pelet. Pakan diberikan 3-5 % berat badan (perkiraan jumlah total berat ikan yang dipelihara). Pemberian pakan dapat ditebar secara langsung.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dengan pemberian pakan secara oprimal pertumbuhan ikan bawal akan segera cepat besar dan bisa di panen sebagai pengahasilan yang bisa di harapkan jika memang anda menekuni dan membudidayakan ikan bawal secara propesinal untuk meningkatkan ekonomi keluarga. Baca juga:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2017/05/hama-penyakit-yang-sering-menyerang-ikan-bawal.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Hama dan Penyakit Yang Sering Menyerang Ikan Bawal&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2017/05/budidaya-ikan-bawal-agar-cepat-besar-dan-panen.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4a7uqdQRnkjUBh0AYrNbfTSeZLypY0eNYKFb1btVGGso1h8tdKDSB1cPpTQnSGYQwE-4pUGMEnA7i-aMOeXV0pWX23DwNosuUmu9pGx4L9tvDYSb0sdW-glhsweagdBucby_YfEUy8rdI/s72-c/Budidaya+Ikan+Bawal+Agar+Cepat+Besar+dan+Panen.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-6997173420140954375</guid><pubDate>Sun, 07 May 2017 14:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-10T23:14:45.816+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bawal</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Ikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hama Penyakit</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Air Tawar</category><title>Hama dan Penyakit Yang Sering Menyerang Ikan Bawal</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2016/07/hama-penyakit-yang-sering-menyerang-ikan-bawal.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Hama dan Penyakit Bawal&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;-Pembudidaya ikan saat ini banyak sudah dikembangkan di berbagai daerah guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Banyak faktor yang melandasi orang terjun menggeludi budidaya ikan diantaranya sebagai hoby atau hiburan untuk mengisi waktu luang, untuk bisnis demi memenuhi kebutuhan sehari-hari (sekali bisnis).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apapun dasar/alasan anda terjun ke budidaya ikan yang terpenting anda harus tahu juga bagaimana cara melihat ikan sehat dan bagaimana mengetahui ikan budidaya terhindar dari penyakit maupun hama. Baca Juga: &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2017/05/mengenal-lebih-jauh-ikan-bawal.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Mengenal Lebih Jauh Tentang Ikan Bawal&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/hama-penyakit-yang-sering-menyerang-ikan-bawal.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Hama dan Penyakit Yang Sering Menyerang Ikan Bawal&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDwEgEx217QsQaCENXBphiFNn_9A0_T-TneRmUksKk8ihvqWPcYom_bIAT_kq0qxEvohp682c-en3SpbvyAPpovlnnB9WHaRV4dwhyOrKxxM9TW3wIxE3HSnWjSEg1FMJr8upR_U3pxzB2/s640/Hama+dan+Penyakit+Yang+Sering+Menyerang+Ikan+Bawal.jpg&quot; title=&quot;Hama dan Penyakit Yang Sering Menyerang Ikan Bawal&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Guna bisa mencegah agar budidaya ikan terserang hama dan penyakit, lihat dulu tanda-tandanya, di bawah ini akan di share mengenai hama dan prnyakit yang sering menyerang ikan bawal. ini khusus budidaya ikan bawal harus tahu jika inging melakukan budidaya ikan bawal diantaranya:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. Hama Ikan Bawal&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kehadiran hama dapat berasal dari luar maupun dari dalam, artinya hama tersebut sudah ada di dalam kolam. Beberapa hama yang sering menyerang ikan Bawal antara lain :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
a. Notonecta&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Nototecta di Jawa Barat &amp;nbsp;disebut bebeasan (beas = beras), karena bentuknya yang seperti beras. Hama ini memiliki 5 pasang kaki, 3 pasang kaki dibagian belakang digunakan untuk berenang, 2 pasang dibagian depan digunakan sebagai alat penyengat. Hama ini biasanya menyerang benih terutama yang berukuran kecil.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Binatang ini memiliki kemampuan untuk terbang ketika akan berpindah tempat. Oleh karena binatang ini dapat terbang, maka sampai saat ini pencegahan notonecta masih sulit dilakukan. Cara terbaik yang dilakukan yaitu mengurangi kandungan bahan organik di kolam dan membuang tanaman air jika ada.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
b. Ucrit / Uceng&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Larva Cybister, atau masyarakat lebih sering menyebutnya Ucrit / uceng.Ucrit memiliki badan seperti ulat, badannya kaku, tetapi dapat bergerak dengan cepat, tubuhnya agak berwarna kehijauan. Binatang ini memiliki alat penyengat dibagian ekornya. Cara penyerangannya dengan menjepit perut mangsa hingga robek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Keberadaan ucrit dapat dicegah dengan mengurangi kandungan bahan organik di dalam kolam dan melakukan persiapan kolam yang baik. Adapun cara pemberantasannya dengan menggunakan insektisida dengan nama dagang yang disebut deciss dengan dosis 2 mg/liter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
c. Belut&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Banyak ditemukan di persawahan, juga di pematang kolam. Binatang ini termasuk karnivora, makanan yang paling disukai adalah cacing. Binatang ini sering memangsa ikan terutama yang berukuran kecil. Binatang ini perlu diberantas dengan mengeringkan tanah kolam , kemudian lubang-lubangnya ditutup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selain hama diatas, ada beberapa hama lain yang meyerang ikan bawal diantaranya:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Kini-kini / larva capung&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Kumbang air&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
3) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Kepiting&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
4) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Ikan dari jenis predator (lele, ikan gabus)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
5) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Burung&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
6) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Argulus sp.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
7) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Lernea&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
8) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Ular sawah&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. Penyakit Ikan Bawal&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Beberapa penyakit yang sering menyerang ikan Bawal antara lain :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1)Parasit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
a.Jamur&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penyakit jamur pada &lt;i&gt;ikan Bawal&lt;/i&gt; disebabkan oleh jamur Sprolegnia sp. dan Achlya sp. Timbulnya penyakit jamur dapat disebabkan penanganan yang kurang baik.Seperti kurangnya pakan dan suhu air yang rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit jamur dapat dicegah dengan beberapa cara diantaranya dengan menjaga kualitas air agar tetap baik dan memberi pakan tambahan yang cukup. Apabila telah terjadi serangan, pengobatan dapat dilakukan dengan cara merendam ikan yang sakit dalam Malacyte Green (MG)1 mg/liter air selama 1 jam.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
b.White Spot&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Penyakit white spot pada ikan Bawal disebabkan oleh protozoaIchthyopthirius multifiliis. Protozoa ini yang memiliki bulu getar.Ikan yang terserang penyakit ini ditandai dengan adanya bintik-bintik putih pada permukaan tubuh sehingga bagian tersebut akan berwarna pucat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanda lainnya yaitu ikan sering menggosok-gosokan tubuhnya pada dasar dan dinding kolam, serta sering terlihat megap-megap. Usaha pencegahan terhadap penyakit bintik putih yaitu dengan menjaga kualitas air tetap optimal, dengan suhu air berkisar 28oC, dan menggunakan peralatan yang bersih.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2) Non Parasit&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
a. Bakteri&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;Yang ternasuk bakteri diantaranya Aeromonas dan Pseudomonas sp.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
b. Virus&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Yang termasuk virus diantaranya KHV (Koi Herves Virus).&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2017/05/hama-penyakit-yang-sering-menyerang-ikan-bawal.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDwEgEx217QsQaCENXBphiFNn_9A0_T-TneRmUksKk8ihvqWPcYom_bIAT_kq0qxEvohp682c-en3SpbvyAPpovlnnB9WHaRV4dwhyOrKxxM9TW3wIxE3HSnWjSEg1FMJr8upR_U3pxzB2/s72-c/Hama+dan+Penyakit+Yang+Sering+Menyerang+Ikan+Bawal.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-9120173862595649559</guid><pubDate>Fri, 05 May 2017 19:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-10T20:42:20.164+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Udang</category><title>Ternyata Begini Udang Windu Sebenarnya, Pembudidaya Harus Tahu</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/03/ternyata-begini-udang-windu-sebenarnya-anda-harus-tahu-sebagai-pembudidaya.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Udang windu&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Penaeus monodon) biasa dikenal dengan nama black tiger shrimp merupakan spesies udang laut yang bisa mencapai hingga ukuran besar, pada alam bebas dapat mencapai hingga 35 cm dan beratnya mencapai 260 gram, sementara yang dipelihara di tambak, ukuran panjang tubuhnya hanya mencapai 20 cm serta berat sekitar 140 gram (Mujiman dan Suyanto,1989).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Udang windu mempunyai kulit tubuh yang keras, berwarna hijau kebiruan dan berloreng-loreng besar. Akan tetapi udang dewasa yang hidup di laut mempunyai warna kulit merah muda kekuningan dengan ujung kaki renang yang berwarna merah. Sedangkan untuk udang muda memiliki kulit dengan ciri khas totol-totol hijau.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/ternyata-begini-udang-windu-sebenarnya-anda-harus-tahu-sebagai-pembudidaya.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Ternyata Begini Udang Windu Sebenarnya, Anda Harus Tahu Sebagi Pembudidaya&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi75wDCozSPuRBGWduUTss7KdChhgjMcawskXA1RWl1t0OuU-NBoTBen9i-r_8S0iOJp7KvxQFapGVduPw7Bgcsiiixe9fQxwHYexN40lHy4s_0whro8CPPADFyVMLGhsq9z9nlCvvdmRgC/s640/Udang+Windu.jpg&quot; title=&quot;Ternyata Begini Udang Windu Sebenarnya, Anda Harus Tahu Sebagi Pembudidaya&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Tubuh undang windu sebenarnya dibagi dua bagian, antaranya; bagian cephalathorax serta bagian abdomen. Caphalathorax ini sendiri merupakan gabungan antara dada dan kepala, sedangkan bagian abdomen merupakan bagian terbesar dari udang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Bagian kepala udang terdiri dari 6 ruas, tiga ruas pertama adalah penyangga mata dan perangkat mulut, Sementara itu, pada tiga ruas terakhir dilengkapi dengan anggota badan yang fungsinya guna membantu mulut yang biasa dinamakan rostum (cucuk kepala).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Gigi rostum bagian atas biasanya terdiri dari 7 buah dan bagian bawah 3 buah, sehingga sering ditulis gigi rostrum 7/3 (M.Ghufran, 2010).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Bagian dada udang terdiri atas 8 ruas yang tiap ruasnya ada sepasang anggota badan (tracopoda). Tracopoda pada ruas pertama sasmpai ketiga (maxipila) sendiri berguna sebagai pelengkap mulut untuk memegang makanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;sedangkan tracopoda keempat sampai ke-8 (periopoda) perannya sebagai kaki jalan (M.Ghufran, 2010). Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2015/01/cara-penanganan-hama-dan-penyakit-pada.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cara Penanganan Hama dan Penyakit Pada Ikan Sidat&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Bagian abdomen udang terdiri dari 6 ruas. Ruas pertama sampai kelima mempunyai sepasang anggota badan pendek sebagai kaki renang (pleopoda). Pleopoda pada ruas keenam (inopoda) berubah jadi pipih melebar yang bersama dengan telson yang akan berguna untuk kemudi renang (M.Ghufran, 2010).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: medium;&quot;&gt;Lalu di mana habitat asal udang windu?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Udang ini dikenal sebagai penghuni laut. Meski demikian hanya udang windu dewasa yang senang berada pada &amp;nbsp;bagian tengan dan terdalam di laut. Pada umur masih muda, udang windu berada di daerah zona neritik (daerah yang dekat dengan pantai), namun ada juga sebagian yang mencoba untuk masuk ke muara sungai dan tambak air payu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Perlu diketahui bersama, bahwa udang adalah hewan euryhaline (dapat mentolelir kisaran salinitas yang luas).Udang windu juga bisa hidup di perairan yang kadar salinitas 3-35 ppt. Ada juga saat ini udang windu telah dipelihara di kolam air tawar di Gresik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: medium;&quot;&gt;Kok bisa gitu mas, emang ada penelitian yang pernah membuktikan?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ya ada, Penelitian yang dilakukan oleh Harianto (2002) ternyata udang windu juga bisa diadaptasi ke air tawar (dengan salinitas 0 ppt) secara bertahap. Bukan hanya saja bersifat euryhaline, udang windu juga bersifat eurythermal, yakni hewan yang mampu mentolelir perubahan suhu yang luas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Fluktuasi suhu pada media budidaya, terutama di tambak pada musim kemarau, yakni pada saat memasuki siang hari suhu mencapai 32&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;calibri&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11pt;&quot;&gt;°&lt;/span&gt;C serta pada malam hari suhu menurun menjadi 22&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;calibri&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11pt;&quot;&gt;°&lt;/span&gt;C masih dapat ditoleriri oleh windu, walau mampu beradaptasi dengan perubahan suhu, udang mudah terjangkit penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: medium;&quot;&gt;Udang windu merupakan hewan yang sangat rakus&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Udang windu dikenal dengan hewan yang sangat rakus. Hal ini eraat kaitannya dengan system pencernaannya, di mana udang mempunyai usus yang tidak panjang sehingga proses pencernaan makanan bisa sangat cepat, dan hal ini akan mengakibatkan perut jadi kosong.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Bagi para pembudidaya udang harus paham akan hal ini, agar dalam proses kulturnya diusahakan ketersediaan makanan secara terus-menerus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: medium;&quot;&gt;Kabiasaan makan udang windu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Berdasarkan kebiasaan makan, udang windu merupakan (omnivore) pemakan segala baik hewan maupun tumbuhan. Pada awal fase kehidupannya, yaitu disaat kuning telur sudah habis, udang mulai mencari makanan alami berupa plankton nabati seperti skeletoma, navicula, tetraselmisamphora,&amp;nbsp;&amp;nbsp;dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pada tingkat Mysis, udang mulai memakan plankton hewan seperti protozoa, rotifer, anak teritip, kutu air amphora,&amp;nbsp;dan lain-lain. Setelah burayak mencapai tingkat post larva dan juga setelah menjadi udang muda (juvenile), selain memakan makan tersebut udang muda juga gemar memakan diatomae dan cyanophyceae yang tumbuh didasar perairan, anak teritip, anak tiram, anak udang-udangan, cacing annelida dan juga detritus (sisa hewan dan tumbuhan yang membusuk di dasar perairan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pada saat sudah mencapai ukuran dewasa, udang makan daging hewan lunak seperti Mollusca (kerang, siput, tm), cacing annelida, anak-anak seranga, udang-udangan dan sebagainya. Udang yang dibudidaya di tambak memakan makanan alami yang tumbuh di tambak seperti klekap, lumut, klekap dan binatang-binatang penghuni dasar perairan (M.Ghufran, 2010).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: medium;&quot;&gt;Habitat udang windu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pada umumnya udang bersifat bentik, yakni tinggal dan hidup dipermukaan dasar perairan.Kondisi habitat laut yang disukai adalah dasar perairan laut yang lumer (saft) yang biasanya terdiri dari campuran lumpur serta pasir.Perairan berbentuk teluk dengan aliran sungai yang besar adalah habitat yang baik bagi udang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Sedangkan khusus untuk udang windu lebih menyukai kondisi tekstur dasar perairan lempung berdebu atau lumpur pasir (M.Ghufran, 2010). Udang windu pada perkembangannya mempunyai beberapa bentuk stadia yaitu stadia nauplius (enam substadia), stadia zoea (tiga sub stadia), stadia mysis (tiga sub stadia), stadia pasca larva dan stadia dewasa (Villaluz et al, yang dikutif M.Ghufran, 2010).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Selama daur hidupnya udang windu memiliki fase hidup di laut dan pase hidup di perairan muara sungai dan pantai.Udang berada di laut pada stadia menuju dewasa, telur, nauplius, zoea, mysis dan pasca larva.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Stadia awal pasca larva yang bersifat planktonic terbawa arua kepase hidup perairan muara sungai dan pantai, selanjutnya mengalami perkembangan pasca larva yang bersifatbentik di dasar perairan hingga juvenile (M.Ghufran, 2010).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Udang merupakan bersifat omnivora, juga memakan detritus dan sisa –sisa bahan organik lainnya baik hewani maupun nabati.Dari kenyataan bahwa udang mempunyai pergerakan yang hanya terbatas dalam mencari makanan, tampaknya udang mempunyai sifat yang dapat menyesuaikan diri dengan makanan yang tersedia dilingkungannya dan tidak bersifat terlalu memilih-milih (M.Ghufran, 2010).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pada tingkat mysis, makanan udang windu terdiri dari campuran diatomae, zooplankton yang terdiri dari Trochopora, Calanus, Veliger, Copepoda dan Larva. Baca juga: &lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/10-jenis-ikan-konsumsi-yang-paling-laris-saat-ini.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;10 Jenis Ikan Konsumsi Yang Paling Laris Saat Ini&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2017/05/ternyata-begini-udang-windu-sebenarnya-anda-harus-tahu-sebagai-pembudidaya.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi75wDCozSPuRBGWduUTss7KdChhgjMcawskXA1RWl1t0OuU-NBoTBen9i-r_8S0iOJp7KvxQFapGVduPw7Bgcsiiixe9fQxwHYexN40lHy4s_0whro8CPPADFyVMLGhsq9z9nlCvvdmRgC/s72-c/Udang+Windu.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-1609840405430625010</guid><pubDate>Fri, 05 May 2017 19:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-10T20:28:58.614+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Ikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cupang</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Air Tawar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Hias</category><title>Ini Rupanya Perbedaan Ikan Cupang Hias dan Ikan Cupang Adu</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/04/ini-rupanya-perbedaan-ikan-cupang-hias-dan-ikan-cupang-adu.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Perbedaan Ikan Cupang Hias dan Ikan Cupang Adu&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Ikan cupang &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Betta Splendens&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt; merupakan ikan yang mempunyai bentuk dan corak warna yang cukup menawan, sehingga kerap mengundang perhatian banyak pencinta ikan hias untuk bisa memilikinya, mulai dari usia dini hingga orang dewasa tak bisa menahan diri untuk tidak memelihara ikan ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Bukan hanya itu saja, ternyata selain memiliki bentuk tubuh yang mampu menggoda, ikan cupang juga tidak merepotkan untuk dipelihara, hanya dengan bermodalkan akuarium kecil, ikan cupang sudah bisa dipelihara.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Namun tahukah anda, ikan cupang bukan hanya saja dipelihara untuk menghias ruangan, namun ada juga sebahagian masyarakat yang &amp;nbsp;memelihara ikan cupang untuk diadu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Lantas, apa yang membedakan ikan cupang untuk diadu dan hanya sekedar untuk pemanis ruangan saja, ini penjelasannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Perbedaan Ikan Cupang Hias dan Ikan Cupang Adu&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ciri-Ciri Ikan Cupang Adu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/ini-rupanya-perbedaan-ikan-cupang-hias-dan-ikan-cupang-adu.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Ciri-Ciri Ikan Cupang Adu&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiq2ettuSMQcyIK2Ux4twEds41vPLneKhVegnjCg5NaPlKxH4uZXhKQD07vbqqkGb8J7G2UJGI2965cFkw5aBlNWuwirdggmN4kcDyGnPL91MW-Mm6PVD6bdlwwwlMm_t8I89Tx57P8AGJI/s640/Ciri-Ciri+Ikan+Cupang+Adu.jpg&quot; title=&quot;Ini Rupanya Perbedaan Ikan Cupang Hias dan Ikan Cupang Adu&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Satu-satunya cara untuk mengetahui kesaktian ikan cupang dalam bertarung adalah dengan melihatnya langsung saat ia berkelahi, lantaran ada sebahagian cupang yang kita anggap ikan untuk ikan hias ternyata cukup punya taring saat diadu.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kendati seperti itu, ada ciri-ciri umum yang bisa kita temukan pada ikan cupang aduan untuk dijadikan rujukan dasar, berikut penjelasannya:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;1. Secara morfologi, bentuk tubuh ikan cupang aduan terlihat kuat dan kokoh, memiliki tinggi &amp;nbsp;dan lebar mulai dari leher hingga ke ekor berukuran tebal dan seragam. namun pada ujung ekor yang hanya tampak sedikit beda, yaitu bentuknya mengecil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;2. Sama seperti bandit, yakni cupang adu memiliki gerakan yang agresif, ikan cupang adu nampak gagah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;3. sirip-siripnya akan mengembang penuh saat melihat ada kehadiran musuh, hal ini menunjukkan ikan cupang tersebut memang petarung sejati.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;4. Bibir terlihat tebal dan kokoh, sementara mulutnya terkatup rapat tidak menganga, saat dilihat dari atas, pada bagian bibir bawah terlihat bintik-bintik yang mencirikan gigi runcing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pada umumnya, ikan cupang adu berasal dari spesies &lt;i&gt;Betta imbellis&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Betta splendens&lt;/i&gt;, &amp;nbsp;&lt;i&gt;Betta madan lebhachai&lt;/i&gt; dan variasi kawin silang lainnya. Biasanya kontes adu ikan cupang banyak diadakan di negara bagian Asia Tenggara, Indonesia juga termasuk salah satunya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Hal ini berbanding terbalik dengan negara-negara maju lainnya, seperti di banyak negara Eropa, misalnya saja di Amerika, mengadu ikan cupang dianggap kegiatan yang tidak baik, ilegal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ciri-Ciri Ikan Cupang Hias&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/ini-rupanya-perbedaan-ikan-cupang-hias-dan-ikan-cupang-adu.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Ciri-Ciri Ikan Cupang Hias&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfE8NjGdjCtCVyjfJL1VisGXe0W56DSTYOeSnCuTcQ5LUsl0mTWhHyE-q3315Tr23xyPxainRAN3yRUl7898if5qDMu-KSySbIM9Bd_7-XmhttRWgn8-zQtvdOrjxjTb4wlLDLk47I1G4t/s640/Ciri-Ciri+Ikan+Cupang+Hias.jpg&quot; title=&quot;Ini Rupanya Perbedaan Ikan Cupang Hias dan Ikan Cupang Adu&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Saat mendengar kata &quot;hias&quot; secara tidak sadar pikiran kita langsung membayangkan warna yang cukup menawan, bentuk dan lekuk tubuh menggoda, gerakan exotis, dll. Begitu juga dengan ikan cupang aduan yang biasanya ditandai dengan bentuk yang cantik. Langsung saja kita baca ciri-ciri ikan cupang hias sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;1. Bentuk sirip melebar-panjang, Struktur tulang pada siripnya membentuk anggun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;2.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Memiliki warna yang cerah dan&amp;nbsp;varian warna yang mampu menggoda dan atraktif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;3.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Gerakkannya pelan, kibasan-kibasan siripnya memperlihatkan dirinya bahwa suka menghias.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;4.&lt;span class=&quot;Apple-tab-span&quot; style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Pada saat sedang bercumbu dan melihat musuh, sirip beserta ekornya terkembang sempurna, sangat menawan sekali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kebanyakan cupang hias merupakan spesies dari &lt;i&gt;Betta splendens&lt;/i&gt;. Adapun Jenis-jenis cupang hias yang sering dilombakan antara lain, serit (crown tail), bulan separuh (halfmoon), cagak (double tail)&amp;nbsp;laga (plakat).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Demikianlah perbedaan ikan cupang hiasan dan untuk diadu, semoga bisa menjadi bahan referensi awal untuk Ana semua dalam melihat perbedaan ikan cupang. Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/cara-memelihara-ikan-cupang-yang-baik-dan-benar.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cara Memelihara Ikan Cupang Yang Baik dan Benar&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2017/05/ini-rupanya-perbedaan-ikan-cupang-hias-dan-ikan-cupang-adu.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiq2ettuSMQcyIK2Ux4twEds41vPLneKhVegnjCg5NaPlKxH4uZXhKQD07vbqqkGb8J7G2UJGI2965cFkw5aBlNWuwirdggmN4kcDyGnPL91MW-Mm6PVD6bdlwwwlMm_t8I89Tx57P8AGJI/s72-c/Ciri-Ciri+Ikan+Cupang+Adu.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.789275 113.92132700000002</georss:point><georss:box>-0.789275 113.92132700000002 -0.789275 113.92132700000002</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-2766510234099735004</guid><pubDate>Fri, 05 May 2017 19:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-10T20:04:43.580+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bawal</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Ikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Konsumsi</category><title>Mengenal Lebih Jauh Tentang Ikan Bawal</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ikan bawal adalah ikan yang memiliki nama latin &quot;Colossoma macropomum&quot; ini, untuk pertama kali masuk ke Indonesia sekitar tahun 1986, ikan ini didatangkan dari Amerika selatan. Hanya saja ikan ini tidak dapat langsung diterima oleh masyarakat kita, padahal potensi yang dimilikinya juga tidak kalah olah jenis ikan air tawar yang lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ikan bawal air tawar adalah salah satu jenis ikan yang memiliki laju pertumbuhan yang sangat pesat bila dibandingkan dengan ikan budidaya air tawar yang lainnya. Untuk laju pertumbuhannya, ikan bawal dapat mencapai ukuran berat sampai satu kilogram dari berat tebar seberat seratus gram, dalam waktu tiga bulan. Untuk ikan budidaya lain belum ada yang dilaporkan dapat mencapai berat secepat ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/mengenal-lebih-jauh-ikan-bawal.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Mengenal Lebih Jauh Tentang Ikan Bawal&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1RrpI4zH8PtXXrP8_Tz8g725I7MPz5XIKRsJN2DlRnvsGpEuewVWJXjtQ_zdEK4j9OGi4juyI5Eb_naxmBqXoHgyUopPxn_8gWuyjbdWloZ4XQLC3-6xyPJJJNSJLSsKpqgZf8z4DVhMy/s640/Tentang+Ikan+Bawal.jpg&quot; title=&quot;Mengenal Lebih Jauh Tentang Ikan Bawal&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selain itu ikan bawal juga memiliki corak tubuh yang bagus. Saat masih kecil ikan bawal memiliki bentuk tubuh yang sangat mirip dengan ikan piranha, sehingga dapat juga dijadikan sebagai ikan hias, untuk mengisi akuarium ataupun kolam ikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain untuk dijadikan sebagai ikan hias, ikan bawal adalah jenis ikan yang baik untuk dijadikan sebagai ikan konsumsi, yaitu jika dilihat dari tekstur dagingnya sendiri, ikan bawal memiliki daging yang cukup tebal dan durinyapun juga sedikit, untuk segi rasanya juga enak.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sehingga kita dapat menjadikan ikan bawal sebagai ikan hias yang dapat dikonsumsi. Dengan demikian kita akan mendapatkan manfaat ganda dengan memelihara ikan bawal, yaitu untuk rekreasi dan juga untuk konsumsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ukurannya yang dapat mencapai ukuran besar, dan juga memiliki sensasi strike yang lumayan menantang untuk para pemancing maka ikan bawal juga biasa dijadikan sebagai ikan pengisi kolam pemancingan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk daya adaptasinya ikan bawal adalah salah satu jenis ikan yang memiliki daya adaptasi yang sangat baik terhadap kondisi lingkungan yang baru, sehingga ikan bawal dapat dibudidayakan di banyak tempat. Ikan bawal juga adalah jenis ikan yang cukup mudah untuk dibudidayakan dan relatif tahan terhadap serangan hama penyakit. Untuk tingkat kematiannya sendiri, ikan bawal memiliki tingkat kematian yang cukup rendah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jika dibandingkan dengan bawal laut, yang merupakan ikan tangkapan, maka bawal air tawar memiliki keungulannya sendiri, yaitu ikan ini dapat tersedia sepanjang waktu, sepanjang tahun. Tidak seperti ikan bawal laut yang jumlahnya tergantung dari hasil tangkapan, dan juga musimnya.Baca juga:&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2016/06/Budidaya-Ikan-Bawal-agar-cepat-besar-dan-panen.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Budidaya Ikan Bawal Agar Cepat Besar dan Panen&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2017/05/mengenal-lebih-jauh-ikan-bawal.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1RrpI4zH8PtXXrP8_Tz8g725I7MPz5XIKRsJN2DlRnvsGpEuewVWJXjtQ_zdEK4j9OGi4juyI5Eb_naxmBqXoHgyUopPxn_8gWuyjbdWloZ4XQLC3-6xyPJJJNSJLSsKpqgZf8z4DVhMy/s72-c/Tentang+Ikan+Bawal.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-6413429676577051491</guid><pubDate>Fri, 05 May 2017 18:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-10T19:57:40.466+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Ikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Konsumsi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lele</category><title>Keunggulan Cara Budidaya Lele Menggunakan Kolam Terpal </title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;entry-title&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/keunggulan-cara-budidaya-lele-menggunakan-kolam-terpal.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Cara Budidaya Lele Kolam Terpal&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;-Usaha ternak lele atau budidaya ikan lele memang masih menjadi daya tarik dan banyak diminati masyarakat Indonesia. Budidaya lele ini selain memiliki nilai ekonomis, juga relatif lebih mudah dan murah dalam teknik budidayanya dibandingkan ikan lainnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Salah satu dari beberapa kemudahan teknik ternak ikan lele ini adalah sifatnya yang tidak memerlukan persyaratan khusus tempat atau kolam pemeliharaan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Berangkat dari hal tersebut, maka berkembanglah sistem budidaya ikan lele kolam terpal sebagai medianya. Mari kita analisa keunggulan dan peluang usaha ternak lele dengan sistem kolam terpal tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;
&lt;b&gt;Keunggulan Kolam Terpal dalam Budidaya Lele&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/keunggulan-cara-budidaya-lele-menggunakan-kolam-terpal.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Keunggulan Cara Budidaya Lele Menggunakan Kolam Terpal &quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8vjqH1Tv7-B4NKrtyo-jaDCNDlq-fLFILQ8YRRbPz1t0J7-v849WlSbRjJwuMk7vQE_Ez1veFw21LDXG9PCBmqg_hPgtXMyy7sfRsJ7lpNpHFYmEEwb6wZkrVfJ-SU2bZgvSzhF0UugyD/s640/Cara+Budidaya+Lele+Menggunakan+Kolam+Terpal.jpg&quot; title=&quot;Keunggulan Cara Budidaya Lele Menggunakan Kolam Terpal &quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Berikut adalah beberapa keuntungan dari teknik budidaya ikan lele dengan menggunakan kolam terpal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Menambah Peluang Baru Budidaya di Lahan yang Terbatas&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada awalnya, budidaya ikan lele banyak dilakukan di kolam-kolam konvensional seperti kolam tanah, kolam tembok, kolam beton, atau bahkan di kolam yang terbuat dari fiber glass. Namun seiring makin berkembangnya teknik budidaya, maka berkembang teknik budidaya lele dengan memanfaatkan terpal, atau dikenal dengan nama kolam terpal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kolam terpal sebagai tempat budidaya lele awalnya banyak berkembang di daerah Pantura Jawa Barat sebelum akhirnya berkembang menyebar ke daerah lainnya termasuk ke luar Pulau Jawa. Pada perkembangan selanjutnya, teknik kolam terpal ini malah disukai oleh masyarakat perkotaan, teknik ini sangat disukai karena cocok dilakukan tanpa memerlukan lahan yang luas, bahkan bila perlu lahan bekas garasi mobil saja bisa dimanfaatkan, atau pekarangan sempit di belakang rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Teknik Praktis Namun Memiliki Tingkat Keberhasilan Tinggi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses pembuatan kolam terpal tergolong sangat praktis dan mudah. &amp;nbsp;Pengerjaan pembuatannya mungkin hanya dibutuhkan beberapa jam saja. &amp;nbsp;Jauh berbeda dengan misalnya kalau kita mempersiapkan kolam tanah atau kolam tembok, waah…hitungannya berhari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu produksi lebih cepat. Kolam terpal setelah panen hanya cukup dibersihkan dan diisi air baru. Berbeda dengan kolam konvensional yang perlu waktu kurang lebih seminggu agar bisa digunakan kembali, mengingat tanah harus diolah, dijemur, dan dikeringkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Posisi kolam terpal bisa dipindah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kolam terpal apabila tidak dipakai bisa dilipat untuk digunakan kembali lain waktu. Pada prakteknya, terdapat dua jenis kolam terpal berdasarkan tempat dimana pembuatan dan penyimpanan kolam terpal dilakukan. &amp;nbsp;Kolam terpal jenis pertama adalah kolam terpal yang ditanam di dalam tanah dan jenis ke-dua kolam terpal yang dibuat di atas permukaan tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan beberapa hasil penelitian (menurut para ahli..lho), tingkat kelangsungan hidup atau SR (survival rate) lele yang dipelihara dalam kolam terpal dapat mencapai 80%, ini lebih tinggi dibandingkan bila di kolam konvensional yang hanya 50-60%.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Cocok untuk Kawasan atau Daerah Yang Kritis Air&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teknik ini memungkinkan budidaya dapat dilakukan pada daerah yang supplai airnya kurang atau jauh. Teknik ini tidak memerlukan air yang mengalir dan dapat mengurangi resiko kebocoran-kebocoran air seperti yang biasa terjadi pada kolam konvensional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Keuntungan Teknis dan Finansial&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara teknis, banyak kemudahan dengan budidaya menggunakan kolam terpal. &amp;nbsp;Mulai dari teknis pembuatan, pemeliharaan sampai ke tahap pasca panen relatif lebih mudah dibandingkan kolam konvensional. Pencegahan dan pengendalian hama maupun penyakit lebih mudah sehingga persentase SR lebih tinggi dibandingkan pada kolam biasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal tersebut tentu saja akan berkorelasi dengan biaya yang harus kita keluarkan. &amp;nbsp;Biaya yang harus dikeluarkan, secara sederhana apabila kita bandingkan akan jauh lebih murah dibandingkan kolam tembok atau tanah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Kualitas Produk lebih Diminati&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hasil budidaya lele dalam kolam terpal akan menghasilkan ikan lele yang tidak berbau ‘lumpur’, yang mana bau lumpur tersebut biasanya dihasilkan dari budidaya lele dengan kolam tanah atau tembok. ‘Bau lumpur’ ini rata-rata ternyata menurunkan selera makan para konsumen, sehingga rasa asli ikan lele yang gurih pun tidak dapat dinikmati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2017/05/cara-ternak-patin-mulai-dari-pembenihan-sampai-pembesaran.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cara Ternak Patin Mulai Dari Pembenihan Sampai Pembesaran&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Cara Pembuatan Kolam Terpal Budidaya Lele&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. Kolam Terpal dalam Tanah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kolam terpal dalam tanah dibuat dengan cara menggali tanah berbentuk persegi seperti akan membuat kolam tanah dengan kedalaman biasanya 50 cm. Kemudian terpal dimasukkan mengikuti ukuran kolam yang sudah dibuat. &amp;nbsp;Tanah bekas galian dimasukkan karung untuk dijadikan tanggul di bibir kolam.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kelebihan dari kolam terpal jenis ini adalah suhu air di dalam kolam dapat lebih stabil terhadap pengaruh suhu udara. &amp;nbsp;Kekurangannya adalah kolam ini tidak portable atau knock down serta tidak mungkin berpindah-pindah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. Kolam Terpal di atas Permukaan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jenis kolam terpal ini yang paling banyak digunakan. &amp;nbsp;Selain praktis, juga sangat fleksibel. &amp;nbsp;Jenis kolam terpal ini mungkin yang paling banyak diaplikasikan. &amp;nbsp;Cara pembuatannya secara garis besar adalah sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Bahan-bahan yang dibutuhkan:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;a. Terpal Plastik&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Banyak jenis terpal yang beredar, pada umumnya yang dipakai adalah terpal plastik yang biasa digunakan untuk atap tenda. &amp;nbsp;Pada pemilihan jenis terpal ini tidak ada syarat khusus, yang penting terpal memiliki ketebalan dan kekuatan yang memadai untuk menahan tekanan air dan tidak terlalu mudah sobek. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pintar-pintar memilih, karena ketebalan terpal plastik cukup bervariasi pula, dan ini sangat berhubungan erat dengan kekuatan dan ketahanan terpal. &amp;nbsp;Anda tidak mungkin mau bila setiap selesai panen harus selalu ganti terpal. Perhatikan dan hitung kebutuhan ukuran luas terpal yang akan digunakan. Pertimbangannya adalah ukuran terpal plastik siap pakai yang ada di pasaran terdapat beberapa ukuran, mulai dari 4 x 6 meter sampai ada yang berukuran 6 x 10 meter.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ukuran terpal plastik di setiap daerah mungkin sedikit berbeda-beda. &amp;nbsp;Beberapa jasa konveksi ada pula yang menyediakan terpal plastik dengan ukuran sesuai permintaan, namun tentunya akan lebih mahal harganya. Pada intinya, ukuran terpal plastik sangat berhubungan erat dengan ukuran luas dan kedalaman kolam yang akan kita buat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;b. Bambu atau Kayu untuk Kerangka Kolam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bahan bambu atau kayu digunakan untuk kerangka kolam, bahan lain yang bisa dipakai adalah besi, namun tentunya modal yang harus disiapkan lebih tinggi. Pilihan bahan dan ukuran bambu atau kayu tidak ada ketentuan pasti.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tapi yang pasti, untuk setiap sudut (untuk patok atau tiang utama) diperlukan ukuran yang lebih besar agar lebih kuat.Misalnya menggunakan bambu berdiameter minimal 7 cm atau balok kayu ukuran 6 x 8.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;c. Bambu atau Papan Kayu untuk dinding dan dasar kolam penahan terpal&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;d. Paralon&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Paralon diperlukan untuk mengatur ketinggian air (sistem overflow) dan untuk mempermudah pada saat membuang air kolam. Ukuran paralon yang dipakai biasanya diameter 2″ atau 3″, tergantung pada luas kolam anda, mungkin saja anda menggunakan diameter 4″ karena kolam cukup luas.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;e. Pagar dan atap kolam&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ini diperlukan untuk melindungi kolam dari hama atau binatang. &amp;nbsp;Bahannya dapat anda pilih, memakai plastik, waring atau bahan-bahan yang tersedia disekitar anda.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pembuatan Kolam Terpal&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Tidak diperlukan keahlian secara khusus pada saat membuat kolam terpal. &amp;nbsp;Namun apabila anda kurang yakin, anda bisa melibatkan tukang kayu, terutama pada saat pembuatan kerangka kolam. Baca Juga: Pengertian Budidaya Ikan Konsumsi dan Manfaatnya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Secara garis besar ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan&lt;/b&gt;:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
a. Persiapkan peralatan pertukangan, seperti gergaji, palu, ketam, paku dan golok.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
b. Pemilihan tempat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pastikan lokasi mudah dijangkau atau dekat sumber air, atau setidaknya air dapat dialirkan ke kolam melalui bantuan selang air.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
c. Lahan atau tempat yang akan digunakan harus bersih dari benda-benda tajam seperti batu, dan lakukan pembersihan dari rumput dan pepohonan yang terlalu rimbun yang dapat mengganggu masuknya sinar matahari.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
d. Beri tanda ukuran kolam yang akan dibuat, misalnya memakai benang atau sejenisnya. Apabila akan membuat lebih dari satu kolam, perhatikan jarak antar kolam. &amp;nbsp;Jarak antar kolam ini diperlukan untuk mempermudah pada saat mulai pemeliharaan maupun panen.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
e. Pasang patok atau tonggak utama dari balok kayu atau bambu di setiap sudut. &amp;nbsp;Untuk memperkuat kolam, tambahkan &amp;nbsp;beberapa patok di setiap sisi dengan jarak per 1 meter.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
f. Memasang kerangka dinding dan dasar kolam. Lakukan pemotongan kayu kaso atau bambu sesuai ukuran kolam untuk membentuk rangka. &amp;nbsp;Dasar kolam dibuat lebih tinggi agar terpal plastik tidak langsung bersentuhan dengan lantai tanah atau tembok. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Gunakan paku 5 atau 7 untuk menyambung bahan membentuk kerangka. &amp;nbsp;Posisi lantai atur miring ke salah satu sisi, tujuannya agar pada saat panen, menguras dan membersihkan air kolam lebih mudah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
g. Memasang dinding dan lantai kolam. Gunakan papan kayu atau potongan bilah bambu untuk disusun membentuk dinding dan lantai. &amp;nbsp;Usahakan papan atau bilah bambu permukaannya halus, hal ini untuk mencegah terpal rusak atau sobek karena permukaan dinding atau lantai kasar atau tajam.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
h. Letakkan paralon beserta knee &amp;nbsp;secara horisontal pada sisi kolam terendah, tujuannya untuk pembuangan air.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
i. &amp;nbsp;Memasang terpal.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lakukan pemasangan terpal plastik dengan baik, hati-hati dan rapi cukup rapat ke permukaan dinding dan lantai. Bagian sudutnya kemudian dilipat dengan rapi. Pada bibir kolam atas, terpal bisa dijepit dengan papan atau bilah bambu agar terlihat rapi dan posisi terpal stabil.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
j. Pada bagian paralon pembuangan, lubangi terpal dengan bentuk silang atau bintang agar dapat dibuat sambungan menggunakan knee atau sambungan paralon.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
k. Isi kolam terpal yang sudah jadi tersebut dengan air kurang lebih 1/3-nya, periksa apakah ada yang bocor di bagian dasar atau dinding bawah kolam. Perbaiki dan lakukan penambalan bila terjadi kebocoran. &amp;nbsp;Lanjutkan pengisian dengan air sambil terus diperiksa dan amati, baik kebocoran maupun kekuatan kolam terhadap tekanan air.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
l. &amp;nbsp;Kolam siap dipakai&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Demikian tulisan singkat mengenai budidaya ikan lele dengan menggunakan kolam terpal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2017/05/cara-budidaya-ikan-gurame-di-kolam-terpal-yang-baik.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cara Budidaya Ikan Gurame di Kolam Terpal Yang Baik&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Daftar Pustaka :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
- Khairuman, Toguan Sihombing, &amp;amp; Khairul A, Budidaya Lele Dumbo di Kolam Terpal, Agromedia 2009&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2017/05/keunggulan-cara-budidaya-lele-menggunakan-kolam-terpal.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8vjqH1Tv7-B4NKrtyo-jaDCNDlq-fLFILQ8YRRbPz1t0J7-v849WlSbRjJwuMk7vQE_Ez1veFw21LDXG9PCBmqg_hPgtXMyy7sfRsJ7lpNpHFYmEEwb6wZkrVfJ-SU2bZgvSzhF0UugyD/s72-c/Cara+Budidaya+Lele+Menggunakan+Kolam+Terpal.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-6214135248515626506</guid><pubDate>Fri, 05 May 2017 18:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-10T19:51:14.342+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Budidaya Ikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gurame</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Air Tawar</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Konsumsi</category><title>Cara Budidaya Ikan Gurame di Kolam Terpal Yang Baik</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/cara-budidaya-ikan-gurame-di-kolam-terpal-yang-baik.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Budidaya Ikan Gurame di Kolam Terpal&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;-&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Budidaya ikan gurame memiliki prospek yang sangat bagus. Permintaan yang tinggi, produksi yang masih kurang, dan harga yang stabil adalah tiga hal mendasar yang menjadi bukti betapa bisnis ini layak untuk mendapat perhatian. Selain ketiga hal itu, harga gurame juga terbilang lebih tinggi dibandingkan ikan air tawar lainnya yang membuatnya relatif lebih menguntungkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Disamping potensi itu, faktor pendukung budidaya gurame juga sangat memadai. Ketersediaan lahan yang masih luas, data dan informasi tentang teknik budidayanya yang memadai, pakan yang tersedia sepanjang waktu, dan benih gurame yang banyak dihasilkan oleh pemerintah melalui Balai Benih Induk (BBI).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/cara-budidaya-ikan-gurame-di-kolam-terpal-yang-baik.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Cara Budidaya Ikan Gurame di Kolam Terpal Yang Baik&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYJmeB-XK4tihxisPOeNyEGmCd_mmUiYjI0082U7Hlprh4aM9eFKNELnZQj_T1Oh9RvtubvwjAeocn-6l6OkmbAt2AFUN8tRhOmelnidC8j3bYMSVlJrPWNrb0zE6leb_aeGHwP1enEvzw/s1600/Cara+Budidaya+Ikan+Gurame+di+Kolam+Terpal+Yang+Baik.jpg&quot; title=&quot;Cara Budidaya Ikan Gurame di Kolam Terpal Yang Baik&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Adapun untuk memasuki bisnis budidaya gurame ini, ada 4 bidang yang bisa dipilih untuk mempercepat perputaran keuangan. Bidang itu bisa diambil berdasarkan tahapan budi daya yaitu, pembenihan, pendederan, pembesaran, dan pemasaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2017/05/cara-budidaya-ikan-nila-agar-bisa-cepat-panen.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cara Budidaya Ikan Nila Agar Bisa Cepat Panen&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pemilihan Lokasi Budidaya Ikan Gurame&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Gurame memang dapat hidup di “sembarang tempat”. Namun, tetap saja kondisi lahan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnyanya. Faktor-faktor yang penentu kualitas lahan antara lain kondisi tanah, suhu air, keasaman air, oksigen, dan tingkat kesuburan air.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Syarat Tumbuh Optimal Ikan Gurame:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Ketinggian 20 – 500 m dpl.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jenis tanah berstektur liat yang gembur dengan kandungan pasir 40%.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Suhu 25 – 28 C&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;pH ideal 6,5 – 7 dengan kesadahan 7 HD&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Oksigen yang memadai&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Air kaya mineral dan zat-zat hara&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Persiapan Sebelum Budidaya Gurame&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebelum pelaksanaan budi daya gurame, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Yang paling penting tentunya adalah pembuatan kolam. Kondisi kolam sangat menentukan berhasil tidaknya usaha budi daya gurame. Ada beberapa kolam yang harus dimiliki dalam budidaya gurame.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kolam perawatan induk. Kolam ini berfungsi untuk mempersiapkan kematangang telur dan memelihara kesehatan induk. Kolam ini berupa kolam tanah yang luasnya sekitar 10 m2 dengan kedalaman minimum 50 cm dan kepadatan kolam berisi 20 ekor gurame betina dan 10 ekor jantan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kolam pemijahan. Kolam pemijahan merupakan kolam tanah dengan luas 200 – 300 m2. Dalam kolam ini, untuk satu ekor ikan dewasa memerlukan luas 2 – 10 meter persegi. Suhu air ideal 24 – 28 C dengan kedalaman air 75 – 100 cm.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kolam pendederan atau pemeliharaan benih. Luas kolam ini tidak lebih dari 50 – 100 m2 dengan kedalaman 30 – 50 cm. Kepadatan kolam sebaiknya 5 – 50 ekor per meter persegi. Kepadatan kolam sebaiknya 5 – 50 ekor per meter persegi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kolam pembesaran. Kolam ini berfungsi sebagai tempat untuk memelihara dan membesarkan benih selepas dari kolam pendederan. Kepadatan kolam sebaiknya tidak lebih dari 10 ekor per meter persegi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kolam pemberokan. Kolam ini berupa kolam tanah atau semen dengan air yang mengalir sebagai tempat pembersihan ikan sebelum dipasarkan. Tujuannya agar ikan tidak mengandung kotoran dan tidak berbau lumpur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Persiapan lain yang diperlukan adalah berupa sarana penunjang. Berbagai sarana penunjang yang dibutuhkan dalam budidaya gurame diantaranya substrat tempat bertelur, aerator, alat pengangkutan, alat penangkapan, dan kebutuhan lainnya seperti kapur, pupuk, dan obat-obatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pembenihan Ikan Gurame&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Usaha pembenihan meliputi kegiatan pemeliharaan induk, pemijahan, penetasan telur, dan perawatan larva sampai berukuran sebesar bii oyong. Larva berumur 12 – 30 hari ini selanjutnya dirawat sampai bobotnya mencapai 10 – 15 g/ekor (umur 4 bulan). Benih sebesar ini siap untuk didederkan. Namun, ada juga pembenih yang menjual telur untuk ditetaskan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Karena bagian pembenihan ini adalah salah satu dari tiga bagian proses terpenting dalam budidaya ikan gurame, maka kami sajikan dalam artikel khusus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pendederan Ikan Gurame&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kegiatan pendederan meliputi pemeliharaan benih berukuran 10 – 15 g/ekor sampai ukuran 150 g/ekor. Bobot gurame sebesar ini biasanya dicapai saat benih berumur enam bulan dari penetasan telur. Ada pendederan yang dimulai dari ukuran yang lebih besar, yakni 15 – 30 g/ekor, tetapi ada juga yang mendederkan benih gurame dari larva atau ketika seukuran biji oyong.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Karena bagian pendederan ini adalah salah satu dari tiga bagian proses terpenting dalam budidaya ikan gurame, maka kami sajikan dalam artikel khusus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pembesaran Ikan Gurame&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kegiatan pembesaran merupakan lanjutan dari pendederan. Benih dari pendederan akan dibesarkan hingga mencapai ukuran konsumsi dengan bobot rata-rata 500 g/ekor. Namun, penentuan ukuran panen pembesaran gurame juga disesuaikan dengan permintaan konsumen. Karena ada juga konsumen yang meminta gurame berukuran di atas 1 kg/ekor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Panen&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Setelah mencapai bobot konsumsi, saatnya pemanenan dilakukan. Pemanenan gurami sebaiknya dilakukan di pagi hari antara pukul 05.00 – 08.00 agar ikan tetap segar dan tidak stres. Pemanenan dilakukan dengan cara membuang habis air kolam. Pintu pemasukan air ditutup dan pintu pengeluaran air dibuka.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Air di dalam kolam dikeluarkan sampai batas tertentu dan gurame berkumpul di dalam kamalir. Penangkapan dilakukan menggunakna serokan atau alat sejenis yang tidak menyebabkan badan gurame terluka. Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2017/05/cara-budidaya-ikan-gabus-air-tawar-bagi-pemula.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cara Budidaya Ikan Gabus Air Tawar Bagi Pemula&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2017/05/cara-budidaya-ikan-gurame-di-kolam-terpal-yang-baik.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYJmeB-XK4tihxisPOeNyEGmCd_mmUiYjI0082U7Hlprh4aM9eFKNELnZQj_T1Oh9RvtubvwjAeocn-6l6OkmbAt2AFUN8tRhOmelnidC8j3bYMSVlJrPWNrb0zE6leb_aeGHwP1enEvzw/s72-c/Cara+Budidaya+Ikan+Gurame+di+Kolam+Terpal+Yang+Baik.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5810981168635108536.post-5962845639966016679</guid><pubDate>Fri, 05 May 2017 18:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-05-10T23:54:59.907+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Air Laut</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ikan Konsumsi</category><title>10 Jenis Ikan Konsumsi Yang Paling Laris Saat Ini</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/10-jenis-ikan-konsumsi-yang-paling-laris-saat-ini.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Jenis Ikan Konsumsi Paling Laris&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;-&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ikan merupakan salah satu penyedia protein hewani untuk manusia di dunia ini, hampir tidak ada orang yang setiap harinya tidak makan ikan. Ikan juga bertanggung jawab dalam hal menjaga kesehatan manusia, pasalnya hampir 60 persen protein yang dibutuhkan oleh manusia ada dalam tubuh ikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Beberapa kebaikan dalam tubuh ikan untuk manusia yang paling umum adalah protein, lemak, vitamin A,B,D dan mineral. Namun demikian, tingginya harga ikan di pasaran menjadi kendala tersendiri untuk kita semua, sebab, masih banyak masyarakat indonesia yang hidup dengan latarbelakang ekonomi di bawah setandar/memperihatinkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://10%20jenis%20ikan%20konsumsi%20yang%20paling%20laris%20saat%20ini/&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;10 Jenis Ikan Konsumsi Yang Paling Laris Saat Ini&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRf__N3OxiD5s2k2Og8baOPYiC0TOklgEMpBFesW-8VS8f3rSwiMkiO1Njwir7354fHDoLeK2bj68wFUq7z68MrYQuuKZEBHS4cRfwCtoqJ8mTCOBFoUM4naJG6ki_MQwOpC-8lMZDYEoi/s640/Ikan+Kakap.jpg&quot; title=&quot;10 Jenis Ikan Konsumsi Yang Paling Laris Saat Ini&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Dalam hal ini, pemerintah juga terus mendorong upaya peningkatan konsumsi ikan di masyarakat. Tentunya ini menjadi peluang bisnis akan semakin mengingat setiap tahunnya, konsumsi masyarakat terhadap ikan terus mengalami peningkatan walaupun tidak signifikan, seperti dari 23,95 kg/kapita/tahun pada 2005 meningkat menjadi 25,03 kg/tahun pada 2006. Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2017/05/pengertian-budidaya-ikan-konsumsi-dan-manfaatnya.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Pengertian Budidaya Ikan Konsumsi dan Manfaatnya&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kendati begitu, ada sebahagian masyarakat yang juga masih belum sanggup untuk membeli ikan di pasar, tapi masih ada juga ikan konsumsi yang kisaran harganya terjangkau untuk masyarakat bawahan. Ini dia daftar jenis ikan yang paling umum untuk dikonsumsi dan tentunya memiliki nilai gizi tinggi yang telah kami rangkul:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;Jenis Ikan Konsumsi Yang Paling Laris Saat Ini&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: medium;&quot;&gt;1. Ikan Tuna&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjx86dRriqSE1fEG0QCRMaWnyHnua_AMc-QYXxKBPdfHuom5uZTF5CExamHZbmcHFUWgMjuAfm7We7AvNjvGyvJoemV75K0MW7vMcToANkAQqkykDknFibAUHNDeIwTROOTC4mDw1kr2M8/s1600/ikan-tuna.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/10-jenis-ikan-konsumsi-yang-paling-laris-saat-ini.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot; Ikan Tuna&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwOJIL96Z4HSQaxG21apHzrm2CdBQpLe0bniyflI4Tm6wjvpYV4Jv1vJq4JkiQDt8RSDhugpr9KOeHDQ8DQgCW_VY9B-NS_xGeEksvoJjDhCIQBq-k9G6COJeDl7vxMmyVjbHWccUTU5u4/s640/Ikan+Tuna.jpg&quot; title=&quot;10 Jenis Ikan Konsumsi Yang Paling Laris Saat Ini&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Tuna merupakan masuk ke dalam kelompok ikan perenang handal, memiliki daging yang berwarna merah muda sampai merah tua. Ikan ini mempunyai nilai komersial tinggi dan penting. Tidak sedikit manfaat yang terdapat dalam tubuh ikan tuna.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Seperti protein untuk mencegah stroke, mengurangi tekanan darah tinggi, mengurangi kadar trigliserida, sangat bagus untuk kesehatan jantung, mengurangi dan mencegah obesitas, mencegah terkena kanker dan pastinya sumber vitamin B.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Di balik semua itu, sangat tidak dianjurkan untuk ibu hamil mengkonsumsi ikan tuna yang mengandung merkuri. Ibu hamil direkomendasikan untuk tidak memakan lebih dari 6 ons ikan tuna putih perminggu, sebab ikan tuna putih dikabarkan memiliki merkuri yang lebih tinggi dibandingkan ikan tuna biasa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Terdapat banyak sekali ikan tuna yang sudah diolah menjadi kuliner enak bahkan bisa dijadikan usaha yang dapat mengalirkan pundi-pundi rupiah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: medium;&quot;&gt;2. Ikan Teri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBWg0EJ9ncmu5pslIGttxRbuaTl2zBy_jLDJrqdZ-bARhvegur9tx_7ptgU-UB1DvoF8ejFVBUTIzzKJRi7YOG6w4Qt8VsTGuuYzvKYr4hL632FjTUjLxR6xwADgoJGDl4FDiegKCSuZc/s1600/ikan-bilis.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/10-jenis-ikan-konsumsi-yang-paling-laris-saat-ini.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;ikan teri&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDFmJiJ0-XSv6EmaQECP5LHeEwcFe74pEDpier9OsbgQyY0oBuzsH2df7pc4dUb74Ul1g7eAZymK9Y4OL0RkIh1K3-J8aXWBYgyPaAa6J8htHC_8OsPUCp326S6C8SI-0uYt8Kg5zjEXJU/s640/Ikan+Teri.jpg&quot; title=&quot;10 Jenis Ikan Konsumsi Yang Paling Laris Saat Ini&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ikan teri merupakan ikan yang memiliki ukuran panjang maksimal 5 cm, ikan ini juga kerap dinamakan dengan ikan bilis, Ikan teri masuk dalam golongan ikan yang diekspor ke luar negeri, lantaran ikan ini memiliki jumlah yang sangat banyak di Indonesia, sehingga tak ayal bila ikan ini menjadi salah satu target penjualan ke ke luar negeri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: medium;&quot;&gt;3. Ikan Sarden&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgev7AMEuMEe99bT9rggd9kxTzt2v530caSkYlY-zSbaBavvp1yP2WWeIXZ9EQJOR8Npd1m6xXED_qY1FTHwaFuNySMISPxv3xz0eQKqaK2eQG8PgmRO8o8REfEoPgcTpS3dIyzFjyQUeA/s1600/ikan+sarden.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/10-jenis-ikan-konsumsi-yang-paling-laris-saat-ini.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;ikan sarden&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpMOPAzdukGv-kdaifXFOgk1AG-aWViqLsqBHEQ3gSsyZ1fXZhxkobpaUYLImi3AlT1aI3xoFlUas1eekcx72hU-F9qEgT9FXKDRLAXIwNJSvW3x2aO60Sa2HpaPUZpiWtjg_UAq9bGtMP/s640/Ikan+Sarden.jpg&quot; title=&quot;10 Jenis Ikan Konsumsi Yang Paling Laris Saat Ini&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ikan ini masuk ke dalam kelompok ikan yang paling sering dikonsumsi manusia. spesies ini dinamakan dengan &quot;sarden&quot; karena khususnya untuk di-kalengkan. Sarden dapat dimakan hingga tulang-tulangnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Proses pengalengan sarden adalah dari ikan yang ditangkap, dicuci di pabrik pengolahannya lalu dibuang terlebih dahulu kepalanya dimasak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: medium;&quot;&gt;4. Ikan Tongkol&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgn9cT5MANNtDJAUno31v9VJAyT0g5qdmhyflKzDXtwOHIJ0dkFW7sWM5fPZJDAk0XQdrzQ6C_79XH65cj9ywNa8OsGb9UiRAtIxuvs4INh9lRACMrWz7oeY4kVBqhv5fHGSd0GvMlFgi0/s1600/ikan-tongkol.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/10-jenis-ikan-konsumsi-yang-paling-laris-saat-ini.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;ikan tongkol&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRMBVK_Dw2kyPNCZ5yk4r-cglVPevuPfuMGm_IIZxIzoAqEySQYYIH9UGTet4lJy0muBBLAAxn-uR10Uz3HKOf8Uw_epEoxkKnXXwZmID9HSt9j4j85lZ4VZVDZUO2YbKatdgYXGarS7nA/s640/Ikan+Tongkol.jpg&quot; title=&quot;10 Jenis Ikan Konsumsi Yang Paling Laris Saat Ini&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ikan ini menjadi salah satu mangsa favorit bagi nelayan. Di luar negeri ikan tongkol dikenal dengan nama &quot;kawakawa&quot;, little tuna, mackerel tunai atau &lt;i&gt;false albacore&lt;/i&gt;. Ikan ini memiliki kebiasaan bergerombol dengan berbagai jenis ikan lainnya seperti ikan tuna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Dalam hal kebiasaan makan, tongkol menyukai udang, sejenis cumi-cumi dan sotong serta jenis ikan kecil lainnya, akan tetapi ikan ini juga menjadi mangsa cucut. Ikan tongkol mengandung banyak manfaat untuk manusia, seperti untuk kesehatan mata, mengatasi linu tulang dan rematik, mengobati anemia, mencegah kulit kusam dan mencegah ejakulasi dini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ikan tongkol yang ditangkap di perairan bersih dan bebas merkuri baik sekali jika dimakan oleh ibu hamil, nutrisinya banyak sekali, tapi hati-hati tongkol yang mengandung merkuri karena bisa mengakibatkan cacat otak pada janin. Disarankan untuk membuang kepalanya terlebih dahulu sebelum di masak, cukup makan dagingnya saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: medium;&quot;&gt;5. Ikan Tenggiri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhjI7bWcAMSupghzoPvM41RsGRJqqVEmflZYtktKq69JrwnJPgbhDR0nGeMDkWtBLhfpg40BN09EsamuFWB7ncZNlyBJSjSfqbaD-vQMdb-Tq3BOOqfRebJoCSqe-ilUgp4B4qInb4Gf7A/s1600/ikan-tenggiri.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/10-jenis-ikan-konsumsi-yang-paling-laris-saat-ini.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;ikan tenggiri&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0cuGbK0_4kSWc3hcriYKHWn63080B7kMI2VHS5PyLFQppVZ1-vq3RMxb97hefiuF2HmkFuin9u46kgffR-FxMNH0WVhfIXhBmkkceXEiyppR_mLgQHJpA_AsiIOSbfrClzyydcQ_Zw0Vt/s640/Ikan+Tenggiri.jpg&quot; title=&quot;10 Jenis Ikan Konsumsi Yang Paling Laris Saat Ini&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Tengkiri memiliki hubungan dengan ikan tongkol, karena masih bersaudara, Ikan ini banyak digemari, biasa diperdagangkan dalam bentuk segar, kering atau diolah menjadi bakso, siomay, kerupuk dan masih banyak yang bisa diolah dari ikan ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Di alam bebas, ikan tenggiri sering berenang bergerombol dan terkadang berdekatan dengan pantai, tergantung makanan yang tersedia di laut. Pada umumnya, ikan ini dijual dalam keadaan segar atau beku, namun jika di negara maju dipasarkan dalam bentuk fillet (daging ikan tanpa sisik dan tulang).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: medium;&quot;&gt;6. Ikan kuwe&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9vTmTIqa9_x1H1OiWG5k0Ci6AI0hg51Oa-9ubjUoOlVLvl4oxOWWkPCoh6CSopF03Dw9mjq4fmi-ETYMp9g8WHTLOaaYMhiT5ETSFFgEBBKBzOUS-EtIfCd6-XqmZ3TSobs716LjeyKk/s1600/ikan-kuwe-rambeu.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/10-jenis-ikan-konsumsi-yang-paling-laris-saat-ini.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;ikan kuwe&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6gbdDPtV_65KULwvMjYlznNL9SmHTp9dtCOdkJHi1bDfh9y2OQTET5pG9m60TT9rX_EHyB6VGQujzPz7eADcIa0sIV0ikFZrZOujL8KnGrEQMewLOzcLudqwFPma3sAbozEULNAryl1Ab/s640/Ikan+kuwe.jpg&quot; title=&quot;10 Jenis Ikan Konsumsi Yang Paling Laris Saat Ini&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Mungkin banyak diantara kita yang masih penasaran kenap sih ikan ini disebut sebagai kuwe? Ya, alasannya karena ikan ini berada di kawasan tropis Indo-Pasifik. ikan ini masuk ke dalam jenis ikan dagang dan ikan pancingan, ukuran tubuhnya bisa mencapai Panjang 170 cm dan berat 80 kg.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Oleh karena memiliki rasa yang begitu enak ikan ini pun memiliki nilai jual yang cukup tinggi, untuk olahan bisa ikan ini dijadikan masakan enak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: medium;&quot;&gt;7. Ikan kerapu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQE7Wab_gUFjltjHPbhF_jWfvgkAiWhvB2YxSqBrViMnWob6186ZT7kI4_olVY0ng36uTTzjVWVHo3z4bCK_tUzoNb1X0KE7aOP7Ms_f14t77MUaR3WJX5cm73hR6TjOIV5lxjSPn0gMA/s1600/ikan-kerapu.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/10-jenis-ikan-konsumsi-yang-paling-laris-saat-ini.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;ikan kerapu&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikKteYkz6DvbQr223h81Wqc02qfVIBbSXZc_gTDuiYKroueB2URSXvOxmW1Ydi0LxC8ZAvz2_Olandv1YaU5Nb-jnIlqnArbh40hMKDeGxt-70kg-DDmDdmj_jBAOCxq7lTTsXQS5U9LhY/s640/Ikan+kerapu.jpg&quot; title=&quot;10 Jenis Ikan Konsumsi Yang Paling Laris Saat Ini&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ikan kerapu terbagi ke dalam banyak jenis dan varietasnya, pada saat menjelang perayaan hari imlek, harga ikan kerapu akan meroket tinggi, sebab Ikan kerapu merupakan salah satu jenis hewan konsumsi istimewa bagi orang Asia Timur, seperti Jepang, Cina, hongkong dan Taiwan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ikan ini biasanya menjadi target kalangan berduit, jenis kerapu yang dikonsumsi diantaranya kerapu lumpur, kerapu sunu dan kerapu macan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ikan ini memiliki kemampuan untuk mengurangi risiko penyakit jantung, sangat baik juga untuk pertumbuhan kecerdasan anak, karena mengandung omega-3.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Kekurangannya, ikan ini mengandung merkuri yang tinggi, bagi ibu hamil tidak disarankan mengkonsumsi ikan kerapu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: medium;&quot;&gt;8. Ikan Kakap&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/10-jenis-ikan-konsumsi-yang-paling-laris-saat-ini.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;ikan kakap&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRf__N3OxiD5s2k2Og8baOPYiC0TOklgEMpBFesW-8VS8f3rSwiMkiO1Njwir7354fHDoLeK2bj68wFUq7z68MrYQuuKZEBHS4cRfwCtoqJ8mTCOBFoUM4naJG6ki_MQwOpC-8lMZDYEoi/s640/Ikan+Kakap.jpg&quot; title=&quot;10 Jenis Ikan Konsumsi Yang Paling Laris Saat Ini&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Ikan ini biasanya hidup bergerombol di daerah karang dan terumbu karang serta menghuni perairan dasar. Ikan ini merupakan ikan khas Kepulauan Riau sebab terdapat banyak ikan kakap tinggal di sana. Jenis jenisnya, ikan ini memiliki banyak sekali saudara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: medium;&quot;&gt;9. Ikan kembung&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/10-jenis-ikan-konsumsi-yang-paling-laris-saat-ini.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;ikan kembung&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMXc9R1jW5YAopNOGoB2Rw5gXRqKOhILHb4zTddlBSDLZ08LeO5Zxk6t4hZNVThpjkCIkISHgkK2tb4vHpLXiFr-XeEhOHZnYsBD4TOUQaFoikHuSz7OWyb-va-lqNblOQ90lgbw8Tumob/s640/Ikan+Kembung.jpg&quot; title=&quot;10 Jenis Ikan Konsumsi Yang Paling Laris Saat Ini&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Walaupun memiliki ukuran yang mungil, ikan ini masih memiliki hubungan kekerabatan dengan ikan tenggiri, tongkol mackerel dan juga ikan tuna. Untuk urusan nilai ekonomi, ikan kembung memiliki nilai ekonomis menengah. Bagi nelayan, ikan ini masuk salah satu target buruan yang penting.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Di pasaran, ikan kembung biasa dijual segar atau dipindang, namun ada juga yang diasinkan supaya lebih tahan lama.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Bagi para pemancing ikan cakalang, kembung tidak bisa dipisahkan lagi, sebab mereka kerap memakai ikan kembung untuk dijadikan sebagai umpan pancing.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: medium;&quot;&gt;10. Cumi-Cumi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjND7HHGOHfHtP0f645deSDoaFIJWqHfOhQ7TRa0xIBwMQVFTUcnNgx_eTmBvSF8EZ2fnYlXVWI-3oJQgga_QqW6wXPzEpV8ZxPXddJve5p0-GKRXKwrspEIkchQG7g5ka0Y33rkkV7c8A/s1600/cumi-cumi-untuk-konsumsi.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/10-jenis-ikan-konsumsi-yang-paling-laris-saat-ini.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;cumi cumi&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_3r6CNYOJgrKe6_w7EOWeAgKuA89iUlsmlRu2kDeX4HkSLO1irSF1DsufT6B_VcC0HiZ3_9owsKR2in2iXegC10ZgCkTIcKzsCPH-U_uilYCWecXScyczDe2mf7gkENgdsqjpfKNcJe91/s640/Cumi-Cumi.jpg&quot; title=&quot;10 Jenis Ikan Konsumsi Yang Paling Laris Saat Ini&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Cumi-cumi adalah jenis moluska (hewan bertubuh lunak) yang tinggal di laut. cumi-cumi tergolong hewan tidak bertulang belakang (invertebrata). Di lautan ada jenis cumi yang berkemampuan bisa memancarkan cahaya “Heteroteuthis”.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Berbicara masalah ukuran, biasa cumi-cumi biasa memiliki panjang tubuh sekira 5,1 cm, walaupun demikian ada juga yang berukuran jumbo, dengan kisaran panjang 15 meter. Cumi yang biasa dijadikan untuk hewan konsumsi adalah Jenis “Loligo Pealei”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Cumi-cumi yang sudah berukuran besar bisa membahayakan manusia, bisanya akan menjadi masalah untuk para penyelam (diving), karena cumi memiliki senjata untuk bertahan yang disebut “tentakel”, ini merupakan racun pada cumi, biasa hewan lunak itu akan melepaskan racunnya saat merasa dirinya terancam. Kandungan gizi cumi-cumi cukup baik bagi manusia,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Nah, itulah daftar &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://kolamini.blogspot.com/2017/05/10-jenis-ikan-konsumsi-yang-paling-laris-saat-ini.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;Jenis ikan konsumsi Paling laris&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, bila anda punya keinginan untuk memluai usaha yang bergerak dalam bidang perikanan, artikel ini bisa menjadi bahan masukan untuk Anda. Ikan apa yang akan Anda kembangkan. Baca Juga:&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://kolamini.blogspot.co.id/2017/05/cara-sederhana-pemijahan-untuk-budidaya-ikan-koi.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cara Sederhana Pemijahan Untuk Budidaya Ikan Koi&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;i&gt;Dari berbagai sumber&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>https://kolamini.blogspot.com/2017/05/10-jenis-ikan-konsumsi-yang-paling-laris-saat-ini.html</link><author>noreply@blogger.com (Kolamania)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRf__N3OxiD5s2k2Og8baOPYiC0TOklgEMpBFesW-8VS8f3rSwiMkiO1Njwir7354fHDoLeK2bj68wFUq7z68MrYQuuKZEBHS4cRfwCtoqJ8mTCOBFoUM4naJG6ki_MQwOpC-8lMZDYEoi/s72-c/Ikan+Kakap.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>