<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508</id><updated>2024-11-08T22:38:47.933+07:00</updated><category term="Puisi"/><category term="Essai"/><category term="Cerpen"/><category term="Ulasan"/><category term="Link Sahabat"/><title type='text'>Komunitas Sastra Babat  ALas</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-292690748534785975</id><published>2012-03-02T14:31:00.000+07:00</published><updated>2012-03-02T14:31:39.152+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Essai"/><title type='text'>Sudip</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-large;&quot;&gt;Sudip&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg581G44mdsfMWQPcyiX4b3s46Tz-CmaJ-mXTZ43DAc_cQMAUE31KszsYMFJxTsyFrHs_4i_b1_SgOfI-8LrfIVMR4X_ANmmPdqb0eenpGlS6zK-kkPt2CkxpzKSWYsYQrxnFN78TtrjXA/s1600/janoary.bmp&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg581G44mdsfMWQPcyiX4b3s46Tz-CmaJ-mXTZ43DAc_cQMAUE31KszsYMFJxTsyFrHs_4i_b1_SgOfI-8LrfIVMR4X_ANmmPdqb0eenpGlS6zK-kkPt2CkxpzKSWYsYQrxnFN78TtrjXA/s200/janoary.bmp&quot; width=&quot;162&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;Oleh Janoary M Wibowo&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Gunting bukanlah alat masak. Barangkali akan terkesan janggal jika kita membuat nasi goreng dengan gunting. Lazimnya, alat masak yang digunakan adalah sudip. Ya, barangkali kelaziman itulah yang terkadang menjadi konvensi, aturan-aturan tak tertulis yang disepakati. Bahkan, membuat nasi goreng pun ada aturan-aturan dasar. Bahan dasarnya nasi, biasanya dimasak di wajan, nasinya dicampur dengan bumbu menggunakan sudip. Jadi, apabila kita berniat membuat nasi goreng, kita paling tidak harus tahu bagaimana dasar-dasar membuat nasi goreng—termasuk peralatan apa saja yang lazim digunakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Pun, sastra berkaitan dengan&amp;nbsp;konvensi semacam itu. Apabila kita ingin menulis puisi, barangkali akan lebih baik jika kita mengetahui dasar-dasar menuliskannya. Namun, konvensi itu bukan rantai. Konvensi tidak begitu mengikat. Konvensi bersifat longgar—bukan berarti harus dilanggar—dan penuh ruang improvisasi. Semisal Farah Quinn, dia koki berpengalaman. Barangkali caranya membuat nasi goreng jauh lebih lihai dan enak daripada orang-orang kebanyakan. Barangkali Farah Quinn sudah mampu melakukan improvisasi. Lahir dari pengalaman. Tercipta oleh kebiasaan-kebiasaan terus melakukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Lalu, apa itu puisi? Ada judul. Ada baris-baris. Ada bait-bait. Tentu ada kata yang dituliskan. Sesekali—tidak melulu harus—ada rima yang dimainkan. Boleh kita mengatakan begitulah puisi, tanpa menafikan segala kemungkinan definisi puisi dari sumber lain. Bagaimana sifat puisi? Menyitir pernyataan filsuf Yunani Horatius dalam tulisannya Ars Poetica, puisi itu bersifat dulce et utile. Menghibur dan bermanfaat. Tak apa menulis puisi yang—hanya—menghibur diri sendiri. Namun, alangkah indah jika orang lain yang membaca ikut terhibur juga. Menghibur itu pun sudah menjadi manfaat puisi. Namun, alangkah baik jika ada manfaat lain yang timbul selain sekadar menghibur. Membuat ‘melayang dan terhenyak’, seperti itulah kata Chairil Anwar tentang puisi yang baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Dan untuk mencapai kondisi membuat ‘melayang dan terhenyak’, seorang yang menulis puisi butuh kreativitas—selain pengalaman berimprovisasi dari keseringan dia menulis. Sudah barang tentu, kita harus sudah pernah membuat nasi goreng biasa jika menginginkan membuat nasi goreng spesial. Barangkali dengan tambahan irisan sosis dan telur ceplok. Kemampuan mengembangkan itu barangkali menjadi penting juga guna menunjukkan ciri khas. Karakter penulis dalam karyanya.&amp;nbsp;Karakter yang baik bisa jadi adalah yang tak menabrak semua aturan. Bolehlah sesekali menabrak, asal ada manfaatnya. Seperti kata Bang Rhoma, jangan sering begadang, tapi bolehlah begadang asal ada perlunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Karakter adalah ciri-ciri khusus. A la jika menggunakan istilah kuliner. “This is it! Nasi Goreng Special a la chef Farah Quinn.” kata Farah. Lalu bagaimana puisi a la kita? Ah, kita butuh mengetahui puisi-puisi A la orang lain. A la Soetardji barangkali, a la Rimbaud bisa jadi, atau a la yang lain lagi. Untuk mengetahui semua itu, kita perlu membaca. Sederhananya, untuk bisa menulis dengan baik, kita perlu membaca. Bayangkan sebuah kendi, sebelum bisa menuangkan isinya ke dalam gelas, kendi butuh diisi. Kepala sebelum menuangkan gagasannya ke dalam karya, dia butuh diisi. Dengan apa? Tentu dengan membaca. Barangkali begitulah. Pertama kali kita perlu mengetahui apa itu puisi dan bagaimana menuliskannya. Anggaplah hal tersebut sebagai alat utama, sudip kita. Lalu kita terus menulis. Sambil terus membaca. Ya, selamat menemukan a la kita. Mari saling menulis saling membaca.Salam Sastra! []&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;Penulis&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;b&gt;*Muhammad Rifai Fajrin, S.Pd&lt;/b&gt;, pendidik pada bidang Ilmu Sejarah dan IPS, mengajar di SMA Pondok Modern Selamat (PMS) Kendal. Menaruh minat dan suka bertukar pikiran tentang segala hal yang berkaitan dengan sejarah dan budaya. Dan, sesekali bolehlah mengobrol tentang sepakbola, khususnya Liverpool F.C. []&lt;br /&gt;
Keterangan Gambar: dr. Sutomo&lt;br /&gt;
Penulis&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;*) Janoary M Wibowo,&lt;/b&gt; lahir di Grobogan dan sekarang berdomisili di Semarang. Menulis puisi dan cerpen. Beberapa karyanya masuk dalam antologi bersama seperti Beranda Rumah Cinta dan Senja di Batas Kota. Sekarang bergiat di Open Mind Community Semarang.&lt;/blockquote&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/292690748534785975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/03/sudip.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/292690748534785975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/292690748534785975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/03/sudip.html' title='Sudip'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg581G44mdsfMWQPcyiX4b3s46Tz-CmaJ-mXTZ43DAc_cQMAUE31KszsYMFJxTsyFrHs_4i_b1_SgOfI-8LrfIVMR4X_ANmmPdqb0eenpGlS6zK-kkPt2CkxpzKSWYsYQrxnFN78TtrjXA/s72-c/janoary.bmp" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-5967519775217297588</id><published>2012-03-02T14:14:00.000+07:00</published><updated>2012-03-02T14:14:08.561+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Essai"/><title type='text'>Cara Berpakaian: Alat Kebangkitan Nasional</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Cara Berpakaian:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Alat Kebangkitan Nasional&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;Oleh Muhammad Rifai Fajrin*&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOennWbuSa6ULtipRqZeIhIuxIUR3zk3bT6TcAJRop4Vadfg-_K3lUR0iOKowizgKUCoIrmGrLWD6HMfT9A-7cTeXHfOK0iaSj9dVd5V9kJuy1yE5uo0QR-ltwy4hhpaD0n5OMpd4BtkA/s1600/pakaian+nasional.bmp&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;192&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOennWbuSa6ULtipRqZeIhIuxIUR3zk3bT6TcAJRop4Vadfg-_K3lUR0iOKowizgKUCoIrmGrLWD6HMfT9A-7cTeXHfOK0iaSj9dVd5V9kJuy1yE5uo0QR-ltwy4hhpaD0n5OMpd4BtkA/s200/pakaian+nasional.bmp&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Sebuah artikel pada Koran Kompas yang pernah saya baca mengupas bagaimana pakaian menjadi kode untuk melihat sikap politik seseorang. Pa-kaian mengiringi perubahan sosial politik sekaligus sebagai simbol perlawanan bagi pemerintah Hindia Belanda pada masa kebangkitan nasional seratus tahun lalu. Aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah Hindia Belanda saat itu, dengan menciptakan pembagian kelas sosial dan politik melalui cara berpakaian justru melahirkan perlawanan pejuang pergerakan nasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pengurus Budi Utomo—Organisasi yang kelahirannya diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional setiap tanggal 20 Mei—memadukan pakaian tradisional dengan pakaian modern ala barat. Mereka memadukan kain panjang dan destar batik dengan jas dan dasi. Cara berpakaian tersebut merupakan perlawanan secara diam-diam terhadap penguasa Hindia Belanda tahun 1910 sampai menjelang 1920-an. SeOleh Muhammad Rifai Fajrin*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Sebuah artikel pada Koran Kompas yang pernah saya baca mengupas bagaimana pakaian menjadi kode untuk melihat sikap politik seseorang. Pa-kaian mengiringi perubahan sosial politik sekaligus sebagai simbol perlawanan bagi pemerintah Hindia Belanda pada masa kebangkitan nasional seratus tahun lalu. Aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah Hindia Belanda saat itu, dengan menciptakan pembagian kelas sosial dan politik melalui cara berpakaian justru melahirkan perlawanan pejuang pergerakan nasional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Pengurus Budi Utomo—Organisasi yang kelahirannya diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional setiap tanggal 20 Mei—memadukan pakaian tradisional dengan pakaian modern ala barat. Mereka memadukan kain panjang dan destar batik dengan jas dan dasi. Cara berpakaian tersebut merupakan perlawanan secara diam-diam terhadap penguasa Hindia Belanda tahun 1910 sampai menjelang 1920-an. Sebab, sebetulnya Belanda hendak menciptakan perbedaan cara berpakaian dengan penduduk pribumi dengan memperkenalkan Jas, kain panjang dan Dasi yang dianggap sebagai pakaian modern sebagai atribut mereka. Ironisnya, pakaian itu justru digunakan pengurus organisasi pribumi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Perlawanan Budi Utomo berlanjut. Seiring ditegaskannya pergerakan mengusir penjajah menjadi perjuangan kemerdekaan, “Generasi 1928” Sukarno dkk adalah politisi yang gemar memakai pakaian barat tetapi menjadikan peci sebagai ciri khas dan kebanggaannya, simbol nasionalisme sekaligus simbol perlawanan. Mereka mengenakan pakaian ala barat sebagai sindiran kepada pemerintah Belanda dengan tetap menegaskan identitas keindonesiaannya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Sayangnya setelah 100 tahun Kebangkitan Nasional, pakaian nasional yang menjadi ciri identitas bangsa malah mulai ditinggalkan. Pakaian ala barat&amp;nbsp;marak digunakan, tetapi dengan meninggalkan kebanggaan memakai pakaian nasional seperti kebaya, batik maupun peci. Masyarakat justru bangga mengenakan pakaian ala barat dalam sebagai pengiring aktivitasnya, contohnya dalam melangsungkan pernikahan. Tentu hal ini menimbulkan tanda tanya. Apakah masyarakat Indonesia telah kehilangan kebanggaannya untuk mengenakan pakaian-pakaian nasional? Ataukah disebabkan harga pakaian tradisional yang cenderung mahal dibanding pakaian barat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Jika masyarakat mengenakan pakaian barat disebabkan faktor ekonomis, maka benarlah yang disampaikan Denys Lombard. Hasil angketnya pada majalah Djawa tahun 1924 menyebutkan, harga satu celana dan satu kemeja yang merupakan pakaian barat hanya 11,8 gulden, sementara satu surjan, satu kain dan satu Blangkon yang merupakan pakaian nasional mencapai 17 gulden. Hal ini menjadi alasan masyarakat lebih memilih memakai pakaian-pakaian barat karena lebih ekonomis. Namun demikian, jika kini masyarakat benar-benar telah kehilangan kebanggaan memakai pakaian nasional, bukankah kita patut untuk mengkhawatirkannya?[]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqC2FdArYOgfJZW9yw3Rb16wK4WbFLo5mulONWw1-n1MM8NjCUCYl9sg-f8HBwXwlsLTW7IKwYDHbPnD4rdXSgpzDuB1XmSkBo5e8lZ6vVqLNyMwtjy1N6r1fntzvDzDL4cmn2Uupjib8/s1600/rifai.bmp&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqC2FdArYOgfJZW9yw3Rb16wK4WbFLo5mulONWw1-n1MM8NjCUCYl9sg-f8HBwXwlsLTW7IKwYDHbPnD4rdXSgpzDuB1XmSkBo5e8lZ6vVqLNyMwtjy1N6r1fntzvDzDL4cmn2Uupjib8/s200/rifai.bmp&quot; width=&quot;156&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Rifai Fajrin*&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/5967519775217297588/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/03/cara-berpakaian-alat-kebangkitan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/5967519775217297588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/5967519775217297588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/03/cara-berpakaian-alat-kebangkitan.html' title='Cara Berpakaian: Alat Kebangkitan Nasional'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOennWbuSa6ULtipRqZeIhIuxIUR3zk3bT6TcAJRop4Vadfg-_K3lUR0iOKowizgKUCoIrmGrLWD6HMfT9A-7cTeXHfOK0iaSj9dVd5V9kJuy1yE5uo0QR-ltwy4hhpaD0n5OMpd4BtkA/s72-c/pakaian+nasional.bmp" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-7652464638439435986</id><published>2012-03-02T14:00:00.000+07:00</published><updated>2012-03-02T14:00:20.048+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Hujan Turun Lagi</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;Sekejap Pandang—Puisi&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: large;&quot;&gt;Hujan Turun Lagi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;A.S El-Syekripsi *)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Hujan turun lagi sayang. Rintiknya harapan. Basahnya kenikmatan. di ladang, di sawah, juga genting sekolah&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Mereka menyapa, Bercengkrama . Lewat dahan, udara, dan jendela.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Lihatlah, lantainya, sayang. Tak mau kalah Mereka rekah indah di antara kaki para siswa&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Andai saja kau di sini, tentu kuajak kau diskusi. Tentang anak kita, yang tak ku ijinkan sekolah. Apalagi kuliah.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Lebih baik di rumah, tentu lebih terarah&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Yang terpenting sayang, anak kita bebas dari korupsi. Sebab, mereka tak merebutkan kursi. Apalagi biaya tinggi&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Percayalah!&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Anak kita lebih mengerti, dan pasti lulus uji. Sebab, ukuran prestasi dari kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Sayang, marilah kita uji diri dan senantiasa mawasdiri. Agar kelak tidak mempermalukan ibu pertiwi dengan gantung diri. Apalagi anarki!&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Andai kau di sini sayang, ketika hujan turun. Tentu kuajak kau bercinta dengan semua pesona negeri ini yang kian ngeri.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Mulai kasus korupsi, hingga perlawanan mesuji. Dan masih banyak lagi&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Percintaan kita akan semakin panas! Kita pompa gairah kita! Untuk tetap berdiri. Karena kasusnya hanya dikaji. Belum ada bukti.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Lihatlah sayang, Hujan turun lagi. Rintiknya harapan, basahnya kenikmatan. Seperti bangsa ini, yang terbuai oleh nikmatnya harapan, yang tak kunjung terpenuhi.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;Semarang 22 Januari 2012&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuf24wTDX-5pErQ9h_G0HQFPJHU19s9dRvGl51SabQVuzdudPobGho4S_g_AknIbIEVEOt69MqlcaBMqrNFzkA8AGhLfI8T6XqFUHkckPgVZG2bBuBuuRTCYjBO59RmrEUCL9c9VVusco/s1600/arif.bmp&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuf24wTDX-5pErQ9h_G0HQFPJHU19s9dRvGl51SabQVuzdudPobGho4S_g_AknIbIEVEOt69MqlcaBMqrNFzkA8AGhLfI8T6XqFUHkckPgVZG2bBuBuuRTCYjBO59RmrEUCL9c9VVusco/s200/arif.bmp&quot; width=&quot;130&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;A.S El-Syekripsy&lt;/b&gt;, pria macho kelahiran Demak Jawa Tengah 20 April 1986 ini adalah mantan pegiat Teater Sangkur Timur Semarang. Selain berteater dan menulis puisi, ia juga menulis cerpen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Pada bulan Oktober 2011 resmi dinyatakan lulus dari Universitas Negeri Semarang, setelah bertahun-tahun menulis SKRIPSI.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;Saat ini sedang berkhidmat di Yayasan Sahabat Mata Semarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/7652464638439435986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/03/hujan-turun-lagi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/7652464638439435986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/7652464638439435986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/03/hujan-turun-lagi.html' title='Hujan Turun Lagi'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuf24wTDX-5pErQ9h_G0HQFPJHU19s9dRvGl51SabQVuzdudPobGho4S_g_AknIbIEVEOt69MqlcaBMqrNFzkA8AGhLfI8T6XqFUHkckPgVZG2bBuBuuRTCYjBO59RmrEUCL9c9VVusco/s72-c/arif.bmp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-3184945394766606251</id><published>2012-03-02T13:45:00.000+07:00</published><updated>2012-03-02T13:45:14.233+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><title type='text'>Boneka Itu Telah Mati</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: large;&quot;&gt;Cerpen&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: large;&quot;&gt;Boneka Itu Telah Mati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;Oleh :@ry@ Sutha&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Listrik padam lagi. Anakku menangis; takut gelap. Aku mencari lilin dan menyalakannya. Dan mulai bercerita pada anakku tentang beruang berwarna kuning dengan rumah pohonnya, dia tinggal sendiri. Hanya ada satu teman yang selalu menemaninya. Sebuah syal berwarna ungu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;“Bu, warnanya kok ungu?”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;“Iya, beruang itu suka sekali dengan warna ungu”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;“Kan…kan ada yang lain Bu”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;“Beruangnya suka ungu, karena dia suka”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;“Sukanya kenapa?”&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;“Karena ungu itu lambang…”&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Belum selesai aku meneruskannya aku tak melihat tangannya yang usil bergerak-gerak lagi. Anakku tertidur dalam pelukanku. Ku belai rambutnya yang ikal. Persis seperti ayahnya. Tapi sayang dia tak bisa bertemu dengan ayahnya lagi. “Sabar ya nak, hidup yang hanya sekali ini akan menempa dan membuatmu belajar tentang hidup itu sendiri, tentang keyakinan dan apa yang akan engkau lakukan kelak. Semoga dalam mimpimu malam ini engkau tak membayangkan peperangan”, bisikku pelan di telinganya. Dia tertidur dengan memelukku erat sekali. Aku berkaca-kaca melihatnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;“Andai engkau tahu nak, kalau syal ungu itu adalah syal yang kurajut untuk ayahmu dan sekarang masih tersimpan di lemari. Suatu saat engkau akan tahu, apa yang terjadi dengan ayahmu dan arti warna ungu itu”&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Malam semakin gelap. Kulihat rumah-rumah di sekitarku seperti sampan di lautan luas. Nyala redup dari rumah itu seperti perasaanku malam ini. Remang-remang, begitu juga dengan rumahku. Tak ada suara. Sunyi sekali. Jam sepertinya tak lelah berputar tiap hari, menunjukan waktu, mengarah pada angka-angka dan diam begitu saja di paku yang menggantungnya di dinding. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Lelah sekali hari ini. Menjadi seorang pengajar taman kanak-kanak di sebuah desa perbatasan membuat aku harus belajar. Aku harus tetap berada dalam alam pikirku sendiri. Aku melihat anakku yang tertidur memeluk bantal gulingnya, manis sekali. Aku menyayangimu. Aku tahu untuk mendapatkan ayahmu aku juga harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari mulutnya, sama seperti sekarang, tiap hari aku harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang meluncur bagai peluru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Aku masih ingat pertanyaan hari Minggu kemarin, “Bu, tadi yang di tipi siapa?”. ” pak Presiden jawabku”. “Presiden itu siapa Bu?”. “Orang yang memimpin negara ini”. “Berarti ibu juga di pimpinnya?”. “Iya”. “Presiden kenal Ibu? tahu rumah kita?”. “Tidak. Negara ini punya banyak penduduknya, dari Aceh sampai Papua” . Aku mulai bercerita sedikit tentang yang ku tahu. “Aceh itu di Pulau Sumatera, sedangkan kita sekarang berada di pulau Jawa. Selain itu ada pulau Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Papua dan masih banyak sekali”. Anakku melihatku, sesekali matanya berkedip. Tapi masih tajam melihat kearahku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Dalam hatiku semoga dia tak bertanya pulau-pulau yang lainnya karena aku tahu negara ini punya banyak pulau. Kemudian aku melanjutkan, “Anakku, sebagai manusia kita harus banyak belajar, belajar itu tidak harus ke sekolah, tapi bisa di perpustakaan, bisa dengan orang yang pintar, berguru padanya. Dengan membaca kita akan jadi mengerti sebenarnya manusia itu makhluk yang kecil. Masih ada alam semesta di luar sana.” “Berarti Presiden juga!”. tiba-tiba ia menyela. Aku hanya terdiam. Aku mendekatkan mulutku ke telinganya dan membisikkan “kita semua adalah manusia. Sama sama manusia harus saling menyayangi”. Anakku mengangguk lalu tersenyum. Matanya masih tajam. Seperti mata ayahnya. Tajam sekali kalau memandangku seolah-olah dia adalah tank yang sudah mengunci sasarannya. Sudah tengah malam dan masih gelap. Kegelapan yang tak pernah membedakan tinggi dan rendah, besar dan kecil. Dalam kegelapan tersirat sebuah kejujuran. Mata sering mendapat kebohongan-kebohongan tak terduga. Melihat televisi seperti angin, terasa menyejukan tapi cepat berlalu. Tidak ada yang berharap untuk sebuah kebohongan. Di dalam kegelapan itu semua berwarna sama. Tidak ada yang mencolok. Tidak ada warna-warna yang saling berebut siapa yang paling indah. Listrik masih saja mati, sampai aku tertidur memeluk Ami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Hari ini aku membongkar celengan semar yang bertubuh tambun. Ku ambil dari bawah meja kecilku. Ruang kecil penuh kertas. Terasa berat. Sudah lama sekali aku tak menyentuhnya. Yang aku lakukan tiap hari adalah memberi makan si Semar itu. Aku harus mengirim surat ke kantor pos, mengabarkan kalau ami sudah tumbuh menjadi gadis kecil, tank kecil yang siap menggempur medan laga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Aku mulai menata uang logam dari aluminium bergambar bunga melati, yang sebelumnya juga berwarna kuning. Bunga melati yang berwarna putih yang aku kenal waktu masih sekolah dasar. Aku punya satu pohon melati di depan rumah. Tempat bermainku. Tanpa teman. Aku suka sekali dengan uang logam. Mengingatkan upeti. Masyarakat Jawa mengenal ini sebagai hal yang sama-sama tahu. Apapun namanya itu adalah bentuk otoritas kekuasaan yang masih terlihat sampai sekarang. Juga di tempat suamiku bekerja. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Aku harus membeli melati dengan melati. Perangko bergambar melati siap membawa kabarku dan Ami kepada Seta. Dari mulut kecilnya yang mungil aku tak tega melihat dia merengek minta boneka Pooh. “Suatu saat nanti, Ayahmu akan membawa boneka itu pulang” kataku.[]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: inherit;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjovHWC0ZvgiQvXK2O6y1c0ctCn4c7x9_2oz6MrgRP0QSE3t4q2tJtvwYfrC3xCibVEYUPF-t496CALryO1Mq46jubG-fU4rqecz5pflwQxC2ZQGQUY4Upl7aXtq9VF5aqFuTnHBPjLi54/s1600/arya+sutha.bmp&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjovHWC0ZvgiQvXK2O6y1c0ctCn4c7x9_2oz6MrgRP0QSE3t4q2tJtvwYfrC3xCibVEYUPF-t496CALryO1Mq46jubG-fU4rqecz5pflwQxC2ZQGQUY4Upl7aXtq9VF5aqFuTnHBPjLi54/s200/arya+sutha.bmp&quot; width=&quot;159&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: inherit; font-size: x-small;&quot;&gt;*) Lahir di Cilacap, 2 Oktober. Mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Unnes. Suka membaca dan Menulis. Aktif dalam kegiatan sastra dan teater. Pernah menjadi juri membaca puisi tingkat SMA/SMK se-kota Semarang (2008, 2011) Puisi-puisinya dibacakan dalam Bahana Sastra RRI Semarang (2011). Tulisannya pernah dimuat di Harian Suara Merdeka dan Kompas. Aktivitasnya antara lain pernah mengajar teater untuk anak-anak di beberapa SD di Semarang. Selain itu, ia juga berorganisasi sebagai Koordinator Forum Teater Kampus Semarang (FOTKAS) pada 2008-2010, dan Div. Teater Lab. Teater Us¬mar Ismail Jurusan Bahasa Indonesia Unnes (2011).&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/3184945394766606251/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/03/boneka-itu-telah-mati.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/3184945394766606251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/3184945394766606251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/03/boneka-itu-telah-mati.html' title='Boneka Itu Telah Mati'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjovHWC0ZvgiQvXK2O6y1c0ctCn4c7x9_2oz6MrgRP0QSE3t4q2tJtvwYfrC3xCibVEYUPF-t496CALryO1Mq46jubG-fU4rqecz5pflwQxC2ZQGQUY4Upl7aXtq9VF5aqFuTnHBPjLi54/s72-c/arya+sutha.bmp" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-6074391644108982259</id><published>2012-02-02T17:33:00.002+07:00</published><updated>2012-02-02T17:56:34.040+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Tiada Terduga</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEil8j3xBgN43RrAbK5vmyI6YCm-5WvpbnFnca61xR-Ca2gQAIBQh_aMArWytErynay4eFQmeJ0L21XTi7_vc5qaDEMHR2ioGKUgpcAG1znsGp8B0vUwxB2MnUKMt_CsRmMiU6kRSWVW8VE/s1600/tak+terduga.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEil8j3xBgN43RrAbK5vmyI6YCm-5WvpbnFnca61xR-Ca2gQAIBQh_aMArWytErynay4eFQmeJ0L21XTi7_vc5qaDEMHR2ioGKUgpcAG1znsGp8B0vUwxB2MnUKMt_CsRmMiU6kRSWVW8VE/s200/tak+terduga.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Tiada Terduga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;Seutas rajutan benang putih tersimpul malu&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;Menggenggam rasa tiada tara&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;Temani pekatnya buih raga&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;Tinggalkan percik yang membatu&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;Dalam heningnya butiran embun&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;Jalani coba&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;Oleh asa yang tertunda&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;Elok cerita kurasa&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;Kehendak Maestro Semesta&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.menursaja.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;-Menoer&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;- &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;kamar 3 ventilasi 02.02.2012&amp;nbsp; 17:32:1&lt;/b&gt;2&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/6074391644108982259/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/02/tiada-terduga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/6074391644108982259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/6074391644108982259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/02/tiada-terduga.html' title='Tiada Terduga'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEil8j3xBgN43RrAbK5vmyI6YCm-5WvpbnFnca61xR-Ca2gQAIBQh_aMArWytErynay4eFQmeJ0L21XTi7_vc5qaDEMHR2ioGKUgpcAG1znsGp8B0vUwxB2MnUKMt_CsRmMiU6kRSWVW8VE/s72-c/tak+terduga.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-8338287339767705442</id><published>2012-02-01T18:33:00.001+07:00</published><updated>2012-02-01T18:35:38.418+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Kidung kecil untukmu, Maya</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGv7rutL7Z7JCpTS4AsSdRuZ7liWflMsNbmSfLmuZsDMs2q7kwb7Q0tJq8I6LDwP2DuUMzRkQe3J7C18CtyFUtz7CexatfBMbhTzVYw8M_4hWijrdCtjz8e1A1g1I1rsCsPa4i3jtbuSU/s1600/lean.bmp&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;112&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGv7rutL7Z7JCpTS4AsSdRuZ7liWflMsNbmSfLmuZsDMs2q7kwb7Q0tJq8I6LDwP2DuUMzRkQe3J7C18CtyFUtz7CexatfBMbhTzVYw8M_4hWijrdCtjz8e1A1g1I1rsCsPa4i3jtbuSU/s200/lean.bmp&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Segoe Print&amp;quot;;&quot;&gt;Kidung kecil untukmu, Maya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Segoe Print&amp;quot;;&quot;&gt;Inikah jalan terakhir di hidupmu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Segoe Print&amp;quot;;&quot;&gt;Letih, lelah tak pernah berganti,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Segoe Print&amp;quot;;&quot;&gt;Alasan-demi-alasan tenggelam, terpatri tiada arti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Segoe Print&amp;quot;;&quot;&gt;Inikah jalan hidupmu, Maya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Segoe Print&amp;quot;;&quot;&gt;Inikah jalan akhir kesunyian,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Segoe Print&amp;quot;;&quot;&gt;Buta harap dan imbalan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Segoe Print&amp;quot;;&quot;&gt;Kali ini kau hancurkan sendiri langkahmu,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Segoe Print&amp;quot;;&quot;&gt;Mengubur kebinasaan dan bangkitkan kedengkian di hatimu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Segoe Print&amp;quot;;&quot;&gt;Sudah, sudahlah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Segoe Print&amp;quot;;&quot;&gt;Kau harus akhiri ini sendiri, ya sendirian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Segoe Print&amp;quot;;&quot;&gt;Karna yang kau torehkan adalah hitam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Segoe Print&amp;quot;;&quot;&gt;Yang kau berikan adalah bayang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Segoe Print&amp;quot;;&quot;&gt;Biar, biar tak ada lagi yang menuntunmu pulang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;right&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Segoe Print&amp;quot;;&quot;&gt;:&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;: &lt;b&gt;Lean Syam Prayogo&lt;/b&gt; ::&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;right&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Segoe Print&amp;quot;;&quot;&gt;Si pemula sastra, “Ajari Aku bagaimana itu hidup!!!”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Segoe Print&amp;quot;;&quot;&gt;Fb @Hyugayoga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Segoe Print&amp;quot;;&quot;&gt;Dari Mahasiswa jurusan Farmasi Fakultas Kesehatan UMMagelang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Segoe Print&amp;quot;;&quot;&gt;Semester V.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/8338287339767705442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/02/kidung-kecil-untukmu-maya.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/8338287339767705442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/8338287339767705442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/02/kidung-kecil-untukmu-maya.html' title='Kidung kecil untukmu, Maya'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGv7rutL7Z7JCpTS4AsSdRuZ7liWflMsNbmSfLmuZsDMs2q7kwb7Q0tJq8I6LDwP2DuUMzRkQe3J7C18CtyFUtz7CexatfBMbhTzVYw8M_4hWijrdCtjz8e1A1g1I1rsCsPa4i3jtbuSU/s72-c/lean.bmp" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-3674529880248706576</id><published>2012-02-01T13:09:00.002+07:00</published><updated>2012-02-01T18:47:28.635+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Essai"/><title type='text'>Cinta yang Misteri, Lalu Siapa Tahu?</title><content type='html'>Oleh: M. Rifan Fajrin&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; font-size: x-small;&quot;&gt;Pada   awalnya saya mencibir puisi, tidak begitu tertarik pada puisi. Saya   lebih menyukai membaca cerita pendek daripada membaca puisi. Saat   pelajaran membaca puisi (apalagi ketika harus membacakannya di depan   kelas) adalah pelajaran yang paling membuat saya malas. Sebab, saya   harus membacakannya dengan vokal yang bagus, penuh ekspresi, mimik wajah   yang oke, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;mbl notesBlogText clearfix&quot; style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Kemudian pada waktu itu  pelajaran puisi  yang saya terima tidak banyak memberikan contoh-contoh  karya puisi.  Begitu pula tidak banyak mengenalkan pada para penulis  puisi yang  hebat. Keadaan itu membuat saya dan satu teman saya kemudian   iseng-iseng berjalan-jalan ke perpustakaan sekolah untuk mencari   beberapa puisi. Benarlah, kami menemukan puisi di Majalah remaja MOP dan   Majalah Horison, Kakilangit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Namun, ternyata sesuatu yang  saling  bertolak belakang kami alami setelah kami menemukan puisi. Mulai  saat  itu teman saya menyukai puisi sedangkan saya menjadi tidak  tertarik.  Teman saya menyukainya karena saat itu ternyata ia sedang  Jatuh Cinta,  sehingga alangkah gembiranya dia menemukan puisi cinta yang  bagus itu.  Padahal menurut saya, seseorang yang jatuh cinta adalah  orang yang  lemah, barangkali saya sebut juga sentimentil, &lt;i&gt;wagu, &lt;/i&gt;atau satu tuduhan kejam: &lt;i&gt;pikirannya cewek melulu!&lt;/i&gt; Lihat saja mereka yang jatuh cinta, ia jadi seorang pemalas, apalagi kalau sampai patah hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Begitulah, mengapa saya mencibir puisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Menulis  pun saya lebih suka menulis  cerpen daripada puisi. Berbeda dengan  puisi, cerpen memberikan ruang  yang lebih bebas dalam menuliskannya.  Sedangkan puisi, saya terlanjur  percaya ketika diajari bahwa puisi itu  harus: padat, singkat tapi  bermakna dalam, bagusnya puisi itu ketika  multiinterpretasi,  menyampaikan sesuatu tidak secara langsung atau  tersirat, dsb, dst.  Terus terang hal itu terasa begitu mengekang,  membuat saya malas  menulis puisi. Puisi yang merupakan karya sastra  paling pendek daripada  cerpen dan novel, menjadi susah dibuat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Namun,  untunglah keadaan memaksa kita  untuk senantiasa belajar dan mengamati  sesuatu, menemukan dan belajar  memaknai pengalaman-pengalaman yang baru.  Ya, kadang-kadang dalam  keadaan tertentu mau tidak mau kita tetap harus  mau “menyentuh” sesuatu  yang bahkan kita tidak berminat padanya.  Lagi-lagi, kali ini tugas  kuliah memaksa saya mencari puisi dan  membacakannya di depan kelas, dan  akan dinilai! Pada saat itu saya  mendapat mata kuliah “Membaca Indah”  (kalau tidak salah sekarang bernama  Ekspresi Lisan Sastra). Saya  menemukan satu puisi karya Ismet Natsir  yang kemudian saya pilih untuk  dibacakan saat ujian. Judulnya “Aku Hanya  Minta Sedikit”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;Aku tak minta dibikinkan jembatan cahaya&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;Atau sesuatu yang sulit direka&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;Aku hanya minta sedikit&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;Kau mengantarku sampai ke seberang&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;Tungkaiku lemah&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;Lagi pula kau tahu, aku penggamang&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;Aku pun tak minta dibikinkan selimut cahaya&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;Atau sesuatu yang mampu menghalau embun&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;Aku hanya minta sedikit&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;Kau menemaniku malam ini&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;Kau tahu, &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;aku tak tahan dingin&lt;/i&gt; [1]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Dari  puisi itu saya bergumam,  sepertinya begitu gampang Ismet Natsir membuat  sebuah puisi. Saya  merasa agak bisa memahami puisi itu. Saya sedikit  berani berkata,  “Puisi itu maksudnya begini dan begitu. Lagipula puisi  itu terasa  kocak, menghibur.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Dari situ pula mulai kendur  pemahaman  saya bahwa puisi harus begini dan begitu seperti yang saya  sebutkan  sebelumnya. Meski demikian saya belum juga berani mencoba  menulis  puisi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Lalu mengapa saya sekarang menulis puisi? Bukankah jika kita memaksakan sesuatu yang tidak suka, hasilnya pun buruk?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Atas  pertanyaan yang sebenarnya bukan  dari siapa-siapa, berasal dari diri  saya sendiri itu, saya menjawabnya,  “Apa susahnya untuk mencoba  menemukan potensi, yang bila itu kemudian  dikembangkan siapa tahu akan berbuah manis.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Ya, resep siapa tahu  saya  rasakan cukup ampuh. Hidup memang penuh dengan misteri. Ada banyak   jalan mencapai satu tujuan. Begitu pula dengan potensi. Ibarat   perjodohan yang juga misteri, lagi-lagi siapa tahu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Barangkali  perjodohan saya dengan puisi  pun demikian. Ibarat kisah cinta yang  diawali dengan pertengkaran,  atau ketidakcocokan, namun siapa yang dapat  menebak akhir kisahnya?  Sedangkan kejadian-kejadian yang saling mengait  dan membentuk alur  kadang terasa begitu gampang. Jika seorang laki-laki  dan perempuan dari  arah yang berlawanan mereka bertabrakan, maka  kemungkinan yang ada  setidaknya: 1) Ya sudahlah, anggap saja tidak  terjadi apa-apa, dan  lupakan, 2) Bisa jadi mulai saat ini kita  bermusuhan, “kau dan temanmu  adalah musuhku dan juga musuh temanku”, dan  3) mereka saling menatap,  dan saling jatuh cinta, dan “temanku temanku  teman kita”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Begitu banyak kemungkinan yang disebabkan dari satu kejadian/satu hal saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Kini  saya baru menyadari mengapa saya  menulis puisi. Dan ternyata cinta.  Bukan kecintaan saya kepada puisi.  Namun, kecintaan pada seseorang yang  ingin saya beri dia sebuah puisi.  Jika dahulu teman saya repot  mencari-cari di perpustakaan untuk sebuah  puisi, maka saya mencoba  menulisnya sendiri, meski saya sering merasa  bahwa puisi itu sungguh  jelek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Entahlah. Apakah ini yang dinamakan ego,  anggapan  saya mengenai seseorang yang jatuh cinta, menjadi melebar,  menjadi  sangat tergantung, fleksibel. Setidaknya kini saya menganggap  orang yang  sedang jatuh cinta adalah orang yang sedang disayangi oleh  Tuhan.  Tiba-tiba saja ia menjadi lebih sering “berdialog” dengan  Tuhannya, dan  memohon seabrek-abrek harapan. Teman-teman saya yang  sering menulis  puisi, pun dalam anggapan saya mereka memiliki  kecerdasan, serta  kepekaan rasa yang hebat, yang kemudian diolah dalam  baris kata-kata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Tentu  saja, kemudian saya berusaha  cinta tak melulu soal laki-laki dan  perempuan. Sebab, jika cinta adalah  soal laki-laki dan perempuan saja,  maka anggapan awal akan tetap  berlaku: lemah dan malas. Kecintaan pada  sesama manusia akan  menghasilkan puisi yang humanis. Kecintaan pada satu  tatanan yang baik,  akan memunculkan puisi-puisi tentang kedamaian, atau  justru satu  protes dan perlawanan terhadap macam-macam ketimpangan.  Kecintaan pada  alam akan menghasilkan puisi yang harmoni. Dan  sebagainya. Begitu pun  dalam hubungan manusia sebagai makhluk dengan  Tuhannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Akan tetapi, tuduhan terhadap keinginan  berkarya  yang setengah hati masih saja menghantui saya. Adalah haram  menulis  puisi jika kau tak sungguh-sungguh menuliskannya, apalagi kau  menulis  puisi masih coba-coba, apa &lt;i&gt;sih &lt;/i&gt;yang kau tulis?  puisi-puisi asal  tulis yang dengan&amp;nbsp; bangga diaku sebagai “inilah  puisi”, juga anggapan:  “kau hanya butuh sedikit membual saja untuk  membikin sebuah puisi”,  terkadang masih terasa. Maka jika seperti itu,  lupakan hasratmu untuk  menjadi sastrawan (penyair)!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Satu-satunya hiburan bagi  saya adalah  dengan “memaksakan diri” berada pada posisi dimana terdapat  sebuah  pandangan bahwa: sastra ditulis untuk sastra itu sendiri. Sastra   ditulis demi nilai estetisnya, tanpa muatan dan pretensi dari luar. Gao   Xingjian mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;“Apa yang ingin saya   katakan di sini adalah bahwa sastra itu hanya dapat menjadi suara   individu dan selalu seperti itu. Tatkala sastra diusung sebagai himne   suatu bangsa, bendera suatu ras, musik suatu partai politik atau suara   suatu kelas atau kelompok, sastra berubah menjadi alat propaganda yang   perkasa. Bagaimanapun, sastra seperti itu kehilangan jiwa sastrawinya,   berhenti menjadi sastra dan menjadi pengganti kuasa dan laba.”[2]&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Atau   Imre Kertesz yang berkata bahwa ia menulis untuk dirinya sendiri dan   tanpa pretensi apa-apa untuk dibaca atau memengaruhi orang lain. Ia   beranggapan, pada akhirnya nanti, pada proses yang panjang si penulis,   penulis akan melihat dirinya sendiri, dan sehingga ia nanti akan menulis   untuk dirinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Begitulah kiranya, mengapa saya  menulis  puisi. Puisi-puisi yang entah dimanakah letak estetisnya,  dimanakah  letak “sastra untuk sastra”-nya, dan dimanakah letak jiwa  sastrawinya.  Namun, yang jelas saya berusaha bersungguh-sungguh  menuliskannya. Jika  pun saya tak kunjung bisa menulisnya secara  sungguh-sungguh, setidaknya  saya akan berpura-pura untuk  bersungguh-sungguh menulisnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Seperti nasihat yang saya terima: &lt;i&gt;“Saat kau tak mampu menangis saat berdoa merengek pada Tuhanmu, maka pura-puralah menangis saat berdoa menghadap pada-Nya!”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Salam. []&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;[1]   Kira-kira bunyinya seperti itu. Saya tidak ingat persis. Judul buku   antologi, penerbit, dan tahun terbit juga saya tak memperhatikannya   waktu itu.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;[2] (Pidato Nobel: &lt;i&gt;Persoalan Bagi Sastra, Desember 2000)&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/3674529880248706576/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/02/cinta-yang-misteri-lalu-siapa-tahu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/3674529880248706576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/3674529880248706576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/02/cinta-yang-misteri-lalu-siapa-tahu.html' title='Cinta yang Misteri, Lalu Siapa Tahu?'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-8904381574230396345</id><published>2012-01-30T19:05:00.000+07:00</published><updated>2012-01-30T19:05:54.058+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Sebuah Jawab</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&amp;nbsp;Sebuah Jawab&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
menunduk diam,&lt;br /&gt;
menatap krikil yang terasingkan jaman.&lt;br /&gt;
adakah di dalam nya terselip sedikit keadilan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
hanya tanya,,&lt;br /&gt;
ya,tanya. &lt;br /&gt;
tatap mata di sisi jalan terbalut tanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
gelap karena tak pernah ada jawab&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dan apakah sebuah tanya harus selalu terjawab?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
lalu,&lt;br /&gt;
dari teropong fana&lt;br /&gt;
ada kata dari gelap,&lt;br /&gt;
diam bukan berarti tak menjawab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;-Pandhu Blady Idiet-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/8904381574230396345/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/sebuah-jawab.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/8904381574230396345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/8904381574230396345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/sebuah-jawab.html' title='Sebuah Jawab'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-5768886479761385826</id><published>2012-01-27T13:39:00.000+07:00</published><updated>2012-01-27T13:39:56.199+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Renungan di sudut malam</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Renungan di sudut malam&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Di sudut malam, Aku duduk termenung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Menyendiri, berbaur pekatnya kegelapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kusandarkan kepala di atas kedua lipatan lengan lemahku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;memikirkanmu yang acuh akan diriku malam ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ingin kusapa dirimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Namun keraguan membelenggu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Aku takut akan murkamu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Meski hati memberontak, namun Aku hanya raga tak berdaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Rasa sayangku melemahkanku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kini Aku kan terus terdiam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Di sini, disunyi malam ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Menanti panggilan nuranimu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Rasa cinta ini merapuhkanku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Logikaku seakan tak berdaya&amp;nbsp; memikirkanmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Tangis selalu datang seiring kenangan akanmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;linangan-linangan ini menjadi bukti lemahnya aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kini kau tau, batapa aku membutuhkanmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Yuda Hermawan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/5768886479761385826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/renungan-di-sudut-malam.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/5768886479761385826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/5768886479761385826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/renungan-di-sudut-malam.html' title='Renungan di sudut malam'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-1837275461403684120</id><published>2012-01-27T13:21:00.002+07:00</published><updated>2012-01-27T13:40:38.662+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Persembahan Terakhir</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Persembahan Terakhir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namamu kini terdengar begitu istimewa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membawa kembali kenangan bagi mereka yang mendengar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menggetarkan hati bagi mereka yang mengenalmu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menarik beribu tanya dalam benak mereka&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raga terdiam, kekosongan mengisi nadi-nadimu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini semua hitam bagai dalam kehampaan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Detak ragamu membeku, diam dan membisu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Getaran itu kini tak lagi terasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gelap, kau lalui jalan setapak itu sendiri&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan catatan-catatan kejujuran tergenggam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menuntunmu, membawamu pada kebenaran sejati&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangisan hujan turun, membawa jiwamu kembali&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku, hanya terdiam disini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memandangi pucat paras manismu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Doa tersirat dari bibirku, membawa cahaya untukmu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dimana malaikat-malaikat mengajakmu kembali&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;-Yuda Hermawan-&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;13/01/2012, 11.03&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/1837275461403684120/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/var-message-persembahan-terakhir-namamu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/1837275461403684120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/1837275461403684120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/var-message-persembahan-terakhir-namamu.html' title='Persembahan Terakhir'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-816583037473544281</id><published>2012-01-22T14:32:00.004+07:00</published><updated>2012-01-30T16:59:15.090+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>God</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;background-color: #eaeaea; border: 4px inset rgb(52, 93, 21); padding: 10px; text-align: left;&quot;&gt;&lt;div style=&quot;color: #990000; text-align: left;&quot;&gt;God&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #990000; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #990000; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
It is not He&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #990000; text-align: left;&quot;&gt;Nor&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #990000; text-align: left;&quot;&gt;Doth disguise He&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #990000; text-align: left;&quot;&gt;Into It.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #990000; text-align: left;&quot;&gt;Money&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: #990000; text-align: left;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tuhan&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Dalamnya tiada Dia&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue;&quot;&gt;ataupun&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Pernah Ia menjelma&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;color: blue;&quot;&gt;menjadinya&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Uang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;-Pandhu Blady Idiet&lt;/span&gt;-&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/816583037473544281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/god.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/816583037473544281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/816583037473544281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/god.html' title='God'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-2691815966811666533</id><published>2012-01-18T13:56:00.002+07:00</published><updated>2012-01-22T19:00:43.910+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>-ADA-</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&amp;nbsp;Sekejap Pandang-Puisi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;-ADA-&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
inti rasaku padamu,&lt;br /&gt;
adalah tentang kata-kata yang tak terdefinisi kata-kata.&lt;br /&gt;
terjebak,&lt;br /&gt;
diantara pemahaman bahasa rasa yang terucap tanpa bahasa,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kau-kau-kau.,&lt;br /&gt;
adalah lempeng nafasku&lt;br /&gt;
yang terhembus&lt;br /&gt;
dari istilah-istilah jiwa yang ambigu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tetap.&lt;br /&gt;
keberadaanmu adalah sebuah aksioma&lt;br /&gt;
di pembuluh mimpiku:&lt;br /&gt;
yang tak terdefinisi bahasa. dalam kata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;i&gt;-Pandhu Blady Idiet-&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/2691815966811666533/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/redaksi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/2691815966811666533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/2691815966811666533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/redaksi.html' title='-ADA-'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-2705452862631227003</id><published>2012-01-18T10:59:00.002+07:00</published><updated>2012-01-19T05:15:37.977+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Kotoran Tepi Jaman</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Sekejap Pandang-Puisi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2oZTDXJDyrJB7XqJY8pvLE6dxXQDK7v5HswFxhNdygKWS2sp3qboAi4fL1y3IAHDiRjBFUCpBArEAyhEsZXfB46hC2AUN2GxkfjOf5MpsYnnwIaa2VABdwzjWO-D__A6J4ZUa8We4AO8/s1600/anak+jalanan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2oZTDXJDyrJB7XqJY8pvLE6dxXQDK7v5HswFxhNdygKWS2sp3qboAi4fL1y3IAHDiRjBFUCpBArEAyhEsZXfB46hC2AUN2GxkfjOf5MpsYnnwIaa2VABdwzjWO-D__A6J4ZUa8We4AO8/s1600/anak+jalanan.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Kotoran Tepi Jaman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
huft....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
anak-anak itu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
seperti biji-biji kejayaan yang dimakan waktu...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
bergulir di kerongkongan jaman,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dan berakhir....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
menjadi kotoran di tepi peradaban,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
yang akhirnnya musnah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tanpa sisa, terurai masa....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-Pandhu Blady Idiet-</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/2705452862631227003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/kotoran-tepi-jaman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/2705452862631227003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/2705452862631227003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/kotoran-tepi-jaman.html' title='Kotoran Tepi Jaman'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj2oZTDXJDyrJB7XqJY8pvLE6dxXQDK7v5HswFxhNdygKWS2sp3qboAi4fL1y3IAHDiRjBFUCpBArEAyhEsZXfB46hC2AUN2GxkfjOf5MpsYnnwIaa2VABdwzjWO-D__A6J4ZUa8We4AO8/s72-c/anak+jalanan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-284165700277632046</id><published>2012-01-18T10:54:00.002+07:00</published><updated>2012-01-18T17:09:01.547+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Harapan Pagi Hari</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sekejap &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Pandang-Puisi &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Harapan Pagi Hari &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
pagi kembali datang,,&lt;br /&gt;
membawa terang mengetuk dimensi tidurku,,&lt;br /&gt;
semula terpejam, kini lebar terbuka,,&lt;br /&gt;
jiwaku kini kembali, duduk bersandar dalam tahtanya,,&lt;br /&gt;
kubuka jendela, bulir2 embun berguguran,,&lt;br /&gt;
membawa berkah bagi sang akar,,&lt;br /&gt;
terik sang mentari menerpa wajah muramku,,&lt;br /&gt;
membawa gembira dan tentram,,&lt;br /&gt;
gelap hati kini lenyap, tersapu alunan nyanyian dedaunan,,&lt;br /&gt;
kicau burung, menambah indah harmoni pagi,,&lt;br /&gt;
kutadahkan tangan, kutatap sang awan,,&lt;br /&gt;
berharap Tuhan mendengar smua doaku,,&lt;br /&gt;
membawa berkah tuk awali hariku,,&lt;br /&gt;
terimakasih, Engkau masih memberiku nafas ini,,&lt;br /&gt;
nafas tuk membenahi diri,,&lt;br /&gt;
menuju kebaikan sejati,,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;-Yuda Hermawan-&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/284165700277632046/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/harapan-pagi-hari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/284165700277632046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/284165700277632046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/harapan-pagi-hari.html' title='Harapan Pagi Hari'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-2883289066523217764</id><published>2012-01-16T12:32:00.001+07:00</published><updated>2012-01-18T17:17:30.549+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Essai"/><title type='text'>Telanjang,</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6crQLL4gl4UOa641Q9rLSMaki3Tsy-zPGJbbN-veDLHa_AWBAi0Ag98a3hzhNcCUPi8436cQsUO8zkvmhQHPcsPlrdOTHtOH5cJGyO-B6UzgeCuoBMyi9c-FQpEXtyTmN_zOu8pdboJA/s1600/Edisi+1_page3_image0.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6crQLL4gl4UOa641Q9rLSMaki3Tsy-zPGJbbN-veDLHa_AWBAi0Ag98a3hzhNcCUPi8436cQsUO8zkvmhQHPcsPlrdOTHtOH5cJGyO-B6UzgeCuoBMyi9c-FQpEXtyTmN_zOu8pdboJA/s200/Edisi+1_page3_image0.jpg&quot; width=&quot;133&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-large;&quot;&gt;Telanjang, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Oleh M. Rifan Fajrin&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baik!!!Setelah menuliskan judul tulisan ini, tahu-tahu saya merasa miris. Awalnya saya tak berpikir jauh kalau judul demikian ternyata riskan betul. Sadar-sadar, agak PARNO juga kalau ujung-ujungnya saya dituduh ber-utek ngeres alias PORNO. Sudahlah, sudah terlanjur kok, lanjut saja.&lt;br /&gt;
Eits! Jangan keburu berkerinyut kening, berdiri bulu roma, atau aliran darah berdesir gitu dong. Atau malahan hoek muntah-muntah. Sebenarnya tujuannya begini, bahwa kita sering bilang, “Ayo, bareng-bareng kita telanjangi! Kita bahas karya dia, puisi dia!” Nah!&lt;br /&gt;
“Wah! Malu dong, bro? Kalau bahasa-nya telanjang, biarpun yang dimaksud puisi atau karya sastra, berarti dalam karya itu ada sesuatu yang memalukan dan musti ditutupi. Bukan begitu? Artinya, puisinya jelek dong?”&lt;br /&gt;
Sebentar. Ketika kita dilahirkan, keadaannya telanjang dan kita tak merasa malu tuh? Sebab, telanjang seperti itu bisa menunjukkan kepolosan, kejujuran, dan kesahajaan. Anggap saja, puisi pun seperti itu. Katanya, sebagai suatu produk seni, bukankah yang utama adalah ia diciptakan dengan penuh kejujuran, kepolosan, tanpa kemunafikan?&lt;br /&gt;
Iwan Fals pernah menyanyikan lagu judulnya “Air Mata”, begini—Di sini kita bicara dengan hati telanjang. Lepaslah belenggu, sesungguhnya lepaslah... Ebiet G Ade pun pernah menulis sesuatu: “Untuk Kita Renungkan” begini—Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih, Suci lahir dan di dalam batin. Tengoklah ke dalam sebelum bicara, singkirkan debu yang masih melekat...&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Telanjang bisa juga dimaknai jujur dan bersih. Dua sifat itu pula yang mustinya kita bawa kalau kita hendak menghadap kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Dia mau menerima kita. Waduh, kok Mas-nya malah makin ngelantur begini ya?&lt;br /&gt;
Baiklah, cerpen “Pertobatan Aryati” yang sebelumnya berjudul “Pintu” ketika dimuat di Jurnal Kebudayaan Ulumul Qur’an karya Ahmadun Yosi Herfanda, perlu kita rujuk. Cerpen bergaya religius-sentimental yang semangatnya begitu sufistik, yakni semangat untuk menghadap Tuhan setulusnya tanpa embel-embel apapun. Dikisahkan seorang pelacur bernama Aryati sudah bosan berkubang di lumpur hitam. Tapi ketika ia mau bertobat, banyak sekali kesinisan dan cibiran, serta berton-ton pesimisme orang-orang sekitarnya. Bahkan berkali-kali ia gagal dalam ritual sembahyang, mulai dari suara lagu dangdut yang menerobos menyerbu telinganya dan membanjiri kolam hatinya ketika ia belum sempurna membaca iftitah, hingga bayangan hitam masa lalunya yang merengkuh dan meremuknya hingga luluh lantak berkeping-keping!—Aryati lemas dan tertidur dalam salatnya.&lt;br /&gt;
Pada akhirnya Aryati menuju masjid. Namun sayang, pada malam buta, ia hanya bisa masuk sebatas serambi masjid, tak bisa masuk sebab terhalang pintu yang terkunci. Ia merasa Tuhan tak mau membuka pintu-Nya. Ia mencakar-cakar tubuhnya, menari-nari di atas robekan pakaiannya. “Kurobek-robek tubuhku agar tinggal jiwaku yang polos menghadap-Mu!” teriaknya. Aryati lemas, terpuruk, melepas jiwanya menembus Pintu.&lt;br /&gt;
Kembali ke laptop! Maka, enjoy saja kalau puisi kita ditelanjangi, maaf, maksudnya dibahas-diapresiasi, dinikmati bersama. Lebih sip lagi, sambil ngemil dan ngopi-ngopi. Maturnuwun. Salam.[]&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/2883289066523217764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/telanjang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/2883289066523217764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/2883289066523217764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/telanjang.html' title='Telanjang,'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6crQLL4gl4UOa641Q9rLSMaki3Tsy-zPGJbbN-veDLHa_AWBAi0Ag98a3hzhNcCUPi8436cQsUO8zkvmhQHPcsPlrdOTHtOH5cJGyO-B6UzgeCuoBMyi9c-FQpEXtyTmN_zOu8pdboJA/s72-c/Edisi+1_page3_image0.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-3154941183619044080</id><published>2012-01-16T08:05:00.002+07:00</published><updated>2012-02-02T08:11:20.345+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Awal dari Suatu Akhir</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&amp;nbsp;Sekejap Pandang—Puisi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Awal dari Suatu Akhir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;By Indyana Meitayoga *)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh89yl1iYwW82XKADYPjyt7L334RujzVKntnvut2iBMZ6Yqq8WIzXSIIMU1FXTzKzxWnabE3u8_64IJ16dv7sJTRKx-7BM0oHAHJ-Or6jhSLYentDeQkyU6mNkuYqwKYH6d1qOFdq72DQY/s1600/awal+dari+akhir.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh89yl1iYwW82XKADYPjyt7L334RujzVKntnvut2iBMZ6Yqq8WIzXSIIMU1FXTzKzxWnabE3u8_64IJ16dv7sJTRKx-7BM0oHAHJ-Or6jhSLYentDeQkyU6mNkuYqwKYH6d1qOFdq72DQY/s400/awal+dari+akhir.jpg&quot; width=&quot;266&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tatkala senyumku mulai merekah&lt;br /&gt;
Rona pipi mulai memerah&lt;br /&gt;
Galau jiwa perlahan musnah&lt;br /&gt;
Terganti bahagia nan tercurah&lt;br /&gt;
Tatkala sosokmu ku gapai&lt;br /&gt;
Sentuhku tergambar dalam lambai&lt;br /&gt;
Kasih tulus terbalut buai&lt;br /&gt;
Di tepi safana nan landai&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seketika semua hilang&lt;br /&gt;
Seiring tetesku kian terlinang&lt;br /&gt;
Sebelah mata kau pandang diri ini&lt;br /&gt;
Acuhkan suguhan cinta ini&lt;br /&gt;
Luka ini kembali menganga&lt;br /&gt;
Kala asa terbentur dinding nyata&lt;br /&gt;
Kala harap mulai sumbang&lt;br /&gt;
Berlumuran perih yang makin meradang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manis cintaku mungkin tak lagi kau kecap&lt;br /&gt;
Mungkin kini tlah menjadi sepah&lt;br /&gt;
Bunga cinta urung berbuah&lt;br /&gt;
Terbunuh oleh egomu yang kau ucap&lt;br /&gt;
Kini kau jauh melangkah pergi&lt;br /&gt;
Tinggalkanku tanpa ekspresi&lt;br /&gt;
Menoleh pada diri dan kepingan cinta ini&lt;br /&gt;
Seolah ku hanya seonggok jasad tiada arti&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj55_t6YYj_6WxK2wXgfEGXMDIq1Y7ASVppaWw3TqKedlH3QXMXDtdPuPODLnpaTMUrXxO6Vd_w_AQjD-U9QToL_axw0bz4eSOtkai2EcRa2bq7S4c1TDhvyolIYQnXKRLxM2wxHz99jrI/s1600/indyanamp.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj55_t6YYj_6WxK2wXgfEGXMDIq1Y7ASVppaWw3TqKedlH3QXMXDtdPuPODLnpaTMUrXxO6Vd_w_AQjD-U9QToL_axw0bz4eSOtkai2EcRa2bq7S4c1TDhvyolIYQnXKRLxM2wxHz99jrI/s200/indyanamp.jpg&quot; width=&quot;143&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Indyana Meitayoga&lt;/b&gt;, siswi SMA 1 Ambarawa kelas XI IPA. Bergiat di komunitas Babat Alas, juga sebagai Pimpinan di Teater Smanega&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/3154941183619044080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/awal-dari-suatu-akhir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/3154941183619044080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/3154941183619044080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/awal-dari-suatu-akhir.html' title='Awal dari Suatu Akhir'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh89yl1iYwW82XKADYPjyt7L334RujzVKntnvut2iBMZ6Yqq8WIzXSIIMU1FXTzKzxWnabE3u8_64IJ16dv7sJTRKx-7BM0oHAHJ-Or6jhSLYentDeQkyU6mNkuYqwKYH6d1qOFdq72DQY/s72-c/awal+dari+akhir.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-8699837291651974042</id><published>2012-01-16T07:49:00.001+07:00</published><updated>2012-01-18T17:19:48.690+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><title type='text'>Tuturan Hujan</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgCr8EaVJGQ-HvXycfi_zFn7jcrLsjYNHLAK8Bl-2tN79ioUxMEYmBue0Tb5QkW4kpGOba-WHB4svLaSaF0Cf7lvZ0pcmG5I3G8hqTDhXo_QL6fPyp9dHbLa_e8AybaItUgdr-t63iFuQ/s1600/fajar.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgCr8EaVJGQ-HvXycfi_zFn7jcrLsjYNHLAK8Bl-2tN79ioUxMEYmBue0Tb5QkW4kpGOba-WHB4svLaSaF0Cf7lvZ0pcmG5I3G8hqTDhXo_QL6fPyp9dHbLa_e8AybaItUgdr-t63iFuQ/s200/fajar.jpg&quot; width=&quot;133&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; font-size: x-large;&quot;&gt;Tuturan Hujan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Oleh Arif Sengkuni*&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernahkah terfikirkan olehmu, meskipun itu hanya sekedar dalam khayalan angan, bahwa hujan pun berjiwa. Seperti halnya manusia, malaikat dan jin. Bila kau adalah orang-orang yang memilih hening ketika hujan turun, adakah tuturan hujan yang pernah kau dengar? Andai pernah, aku harap kau mau menceritakannya, aku percaya tuturan itu tak akan pernah sama seperti yang dia tuturkan padaku. Dia bertutur seperti ini, saudaraku.&lt;br /&gt;
Ini cerita tentang perbincangan dua mahkluk tuhan yang terikat kesunyian. Di gubug bambu, di tengah hamparan padi yang menguning, ladang di tepi kota. Mereka mengurai benang-benang perjalanan.&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
Aku datang bersama desah lembut semilir angin yang membelai ujung-ujung daun basah. .Menyapanya, dan dengan secepat cahaya duduk disampingnya pada jeda kedipan mata. Dia menatapku.&lt;br /&gt;
“Kau tak terkejut, kawan?”&lt;br /&gt;
“Terkejut karena apa?”&lt;br /&gt;
Dia mengalihkan tatapannya dariku. Mengamati hamparan rimbun tetes air yang tergelar sampai kebukit di dinding langit.&lt;br /&gt;
“Adakah bagimu yang menarik dari hujan hingga kulihat ada tenang di wajahmu kala kau mengamati rimbun tetes itu? ”&lt;br /&gt;
“Hujan bagai manusia. Dia ada dengan dua sisi dan barjiwa”&lt;br /&gt;
“Mungkin”&lt;br /&gt;
“Setiap kata dan ungkapanku tak butuh pengakuan, kesendirian mengajariku itu. Dan bukankah kesepian adalah nikmat bila kita mengiklaskannya? Aku terlalu biasa dengan kesendirian hingga sepi kini adanya sebagai kewajaran. Jiwa-jiwa lain yang pernah mengisi arti hidup di hatiku telah lama mereka kembali, menitipkan sesak kenangan.”&lt;br /&gt;
“Aku mengertimu pada ketidakmengertian. Setiap kali aku melihatmu, selalu ada rasa yang menumbuhkan dua tunas pertanyaan. Lebih beruntung siapa antara kau dan aku? apakah kita termasuk yang beruntung? Tapi memang, ada ruang-ruang yang hanya hak tuhan”&lt;br /&gt;
“Karna pada terang pun terdapat misteri-Nya. Suaramu mengingatkanku pada tuturan-tuturan hujan. Mungkinkah kau jiwa itu?”&lt;br /&gt;
”Tanyakan sendiri pada ‘rasa’mu. Desirnya adalah jawaban”&lt;br /&gt;
“Sudahlah, siapa pun kau, aku tak begitu peduli. Nasib mengajariku pula ketidakpedulian. Aku ada bagai bunga yang tumbuh di ceruk lembah. Entah ada atau tidak yang melihat dan menikmatinya, bunga itu tetap tumbuh kuncup untuk kemudian mekar. Dia hadir sebagai kewajaran, sebagai keniscayaan”&lt;br /&gt;
“Ada kalanya takdir serupa menjalani”&lt;br /&gt;
“Bagaimanakah aku sepantasnya menyikapi takdir, berbahagia atau justru malah meratapi bila pilihan dua pintu tertutup bagiku?”&lt;br /&gt;
“Kebahagiaan dan ratapan mungkin bukanlah pilihan bagi para hiasan. Dua hal itu melebur satu. Bagimu, seperti juga aku”&lt;br /&gt;
“Tidak, tidak persis sepertimu. Karena aku ingin jadi taman bunga di halaman istana mereka yang dulu pernah mengekalakan arti cinta bersahaja di sanubariku. Aku pun ingin menjadi alas kaki bagi nenek penjual nasi uduk itu, yang setiap pagi memanggilku, untuk dengan senyum mengiklaskan sebungkus nasi uduk untuk kumakan. Juga bagi beberapa mereka yang pernah menyentuhku dengan lembutnya ketulusan. Setidaknya aku masih ingin memeiliki arti dan guna bagi mereka. Dan itu aku kira akan membahagiakanku”&lt;br /&gt;
“Aku kini menyadari, aku sepantasnya iri denganmu. Kau mungkin lebih beruntung. Tapi bagiku semuanya akan tetap berjalan baik-baik saja. Karna aku ada untuk keikhlasan. Sejak ku&lt;br /&gt;
terlahir, aku adalah alas kaki, aku jugalah taman-taman bunga itu bagi jiwa-jiwa dan raga manusia, juga segala makhluk dan benda di ruang fana dan di keabadian nanti”&lt;br /&gt;
“Kau tak sepantasnya iri denganku. Karna aku pun pernah berharap menjadi jiwamu. Dan setidaknya kini aku hampir sepertimu. Ada sebagai hiasan. Mungkin yang membedakan, kua hadir bagi keikhlasan, sedang aku hadir dengan tujuan-tujuan”&lt;br /&gt;
Baikalah, terima kasih untuk perbincangan ini, kawan. Maaf, aku mesti pamit. Langit sudah mulai cerah, dan gerimis hampir habis. Selamat jalan, sampai bertemu nanti di alam kekal. Tak sepatutnya aku tetap di sini. Semoga kebahagiaan akan nyata kau dapati”&lt;br /&gt;
Baiklah, sobat. Seperti yang sudah-sudah, aku akan begitu merindukanmu. Teruslah bertutur, sampai nanti lenyapnya kefanaan”&lt;br /&gt;
“Selamat tinggal”&lt;br /&gt;
Aku pun pergi meninggal-kan jiwanya dengan kecepatan segaimana aku datang tadi. Dia tetap terduduk diam disamping sesosok raga lusuh yang kaku tertelungkup dilapas jiwa. Menunggu perjalanan berikutnya.&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
Saudaraku, seperti itulah hujan bertutur padaku. Dan esok paginya, setelah aku dituturi hujan tentang kisah percakapan itu, aku melihat diberita televisi tentang perempuan gila-dalam artian gila yang sebenarnya-yang mati membusuk di gubuk bambu, di ladang tepi kota Bekasi. Aku mengharap kau mau menceritakan tuturan-tuturan lainnya dari hujan. Bila perlu tuliskan, saudaraku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;*)Arif Sengkuni&lt;/b&gt;—Mahasiswa Sastra Indonesia Unnes. Kelahiran Banyumas, dua dasawarsa yang lalu lebih sedikit. Pegiat Lab Teater Usmar Ismail BSI Unnes&lt;/i&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/8699837291651974042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/tuturan-hujan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/8699837291651974042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/8699837291651974042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/tuturan-hujan.html' title='Tuturan Hujan'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgCr8EaVJGQ-HvXycfi_zFn7jcrLsjYNHLAK8Bl-2tN79ioUxMEYmBue0Tb5QkW4kpGOba-WHB4svLaSaF0Cf7lvZ0pcmG5I3G8hqTDhXo_QL6fPyp9dHbLa_e8AybaItUgdr-t63iFuQ/s72-c/fajar.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-2599542914359559031</id><published>2012-01-16T07:34:00.001+07:00</published><updated>2012-01-18T17:20:00.338+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ulasan"/><title type='text'>IMUNITAS “RASA” DALAM SEBUAH PUBERITAS</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&amp;nbsp;Meraba Sastra&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;IMUNITAS “RASA” DALAM SEBUAH PUBERITAS&lt;br /&gt;
Dalam Puisi Berjudul “Awal Dari Suatu Akhir” Karya Indyana Meitayoga&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Oleh Pandhu Blady Idiet*&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Sebuah masa yang indah, namun, sekaligus sebuah masa yang labil dan tak terarah; mungkin itulah sebuah ungkapan yang tepat untuk menggambarkn masa puberitas remaja. Banyak terjadi berbagai siklus yang selalu terulang dalam masa tersebut. Sebuah masa pencarian jati diri, yang membuat segala sesuatu serasa tak terbatas. Meski merasa sakit, ketika mendapatkan sebuah akibat buruk dari apa yang telah dilakukan, tetap, sesuatu itu akan terus dicoba, hingga mencapai sebuah hasil yang tidak menimbulkan rasa sakit. Namun pada akhirnya, yang membuat hilangnya rasa sakit atas akibat buruk, bukanlah hasil yang baik, melainkan, justru dikarenakan terbentuknya sebuah “imunitas” dari rasa sakit akibat suatu kegagalan. Bila tanpa disadari, hal demikian, yang seringkali terjadi pada remaja, akan menimbulkan suatu gejala yang akan “mengobrak-abrik” pemikiran akan sebab dan akibat. Sebuah imunitas yang sebenarnya tidak pada tempatnya, atau mungkin lebih tepatnya, sebuh imunitas yang dikembangkan secara kurang tepat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Sebuah realita yang terjadi dalam dunia remaja, atau mungkin lebih tepatnya, dunia “a-be-ge” era global yang sebenarnya adalah sebuah ancaman akan kematian sebuah perasaan tulus dalam hati. Hal tersebut, secara jelas tergambar di dalam puisi berjudul “awal dari suatu akhir”, sebuah puisi realistis, dari seorang siswi sma, yang mencoba menggambarkan realita dalam hidupnya melalui kata-kata yang cukup sentimentil, namun, tetap penuh makna. Indiyana meitayoga, seorang siswi sma, yang juga aktif di dalam dunia seni teater. Meskipun dengan usia yang dirasa masih cukup belia, ia mampu mengungkapkan perasaan hati nya,( yang mungkin sekarang sudah mendapatkan sebuah “imunitas” rasa), dengan kata-kata yang cukup indah dan benar benar terangkai dengan irama yang khas, beraroma suasana penuh puberitas. Bahkan dari judul puisi tersebut, sebenarya kita mampu sekilas melihat tentang fenomena di dalamnya. “awal dari suatu akhir” bahwa setiap cerita memiliki awal, dan setiap cerita memiliki akhir. Judul tersebut menyampaikan, bahwa sebenarnya di dalam setiap cerita yang dijalani remaja dalam usahanya menemukan jati diri, terjadi banyak sekali pengulangan-pengulangan siklus yang sama. Semua berawal, lalu berakhir; awal dan akhir terus menerus saling melanjutkan dan membuat sebuah roda reinkarnasi yang tanpa disadari memberikan dampak yang bermacam-macam.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Tatkala senyumku mulai merekah//Rona pipi mulai memerah//Galau jiwa perlahan musnah//Terganti bahagia nan tercurah.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Pada baris-baris tersebut, tergambar jelas suatu titik resolusi yang sudah mulai dicapai oleh si penulis. Resolusi akan apa? Akan suatu permasalahan yang telah terselesaikan sebelumnya, namun masih menyisakan gambaran jelas dalam benak hatinya. Terlihat dengan jelas, pemilihan kata “galau” menjabarkan sesuatu yang tidak pasti, yang sedang terjadi di dalam pemikiran si penyair. Sedangkan kegalauan tersebut belum benar-benar mampu dihilangkan, namun bisa sedikit-sedikit dikalahkan oleh munculnya sebuah rasa yang baru.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Tatkala sosokmu ku gapai//Sentuhku tergambar dalam lambai//Kasih tulus terbalut buai//Di tepi safana nan landai&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Rasa lega, yang benar-benar luar biasa, tergambar di dalam kata-kata tersebut. Memberikan sebuah penjelasan yang padat akan makna tentang apa yang benar-benar dirasakan dan diharapkan si penyair. Namun ia sendiri juga sebenarnya telah berkali-kali merasakan sebuah siklus peristiwa yang membuatnya merasa hancur, kemudian dari rasa hancur tersebut, ia mencari suasana yang lain yang dirasanya berbeda namun sebenarnya tetap sama saja, hanya dengan orang lain yang tentunya berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Siklus yang terulang tersebut tergambar dalam bait berikut;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Seketika semua hilang//Seiring tetesku kian terlinang/Sebelah mata kau pandang diri ini//acuhkan suguhan cinta ini&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Sebuah harapan akan hal yang lebih baik, justru akhirnya membawa nya ke dalam sebuah penyesalan yang sama, yang sedikit demi sedikit membuat pemikiran dalam dirinya menyusun sebuah sistem kekebalan terhadap rasa sakit tersebut. Hal seperti itu memang benar-benar terjadi, seperti ketika seseorang terus menerus dilukai. Pada pertama kali luka tersebut muncul, ada sebuah rasa luar biasa yang membuatnya ingin menghindari luka yang sama, namun, rasa penasaran manusia yang begitu tinggi, apalagi rasa penasaran yang dimiliki oleh seorang ”a-be-ge” membuatnya ingin mencoba, “mengicipi” rasa itu lagi. Tergambar jelas pada rangkaian kata-kata berikut,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Luka ini kembali menganga//Kala asa terbentur dinding nyata//Kala harap mulai sumbang//Berlumuran perih yang makin meradang&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kata kata “luka ini kembali menganga” menunjukkan, bahwa si penyair pernah sekali atau mungkin beberapa kali merasakan rasa sakit yang sama, namun ia tidak jera dan terus mengulang cerita asmara yang sama dengan orang yang berbeda. Dengan harapan, bahwa dengan tidak menyerah dalam menghadapi rasa sakit tersebut, suatu saat ia akan menemukan sebuah resolusi yang terbaik. Akan tetapi, justru luka tersebut terulang terus menerus.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Pada kata kata pada tiap baris dalam bait terakhir puisi tersebut, si penyair mengungkapkan sebuah rasa jengkel yang sedemikian rupa, yang terjadi dari terulangnya rasa sakit yang pada di masa lalu nya pernah ia alami&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Manis cintaku mungkin tak lagi kau kecap//Mungkin kini tlah menjadi sepah&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Kejengkelan tersebut benar benar ia gambarkan sebagai sesuatu yang tidak lagi berasa. Bahkan, di dalam baris ini, si penyair menunjukkan rasa percaya diri yang luar biasa, yang pada awalnya ia menganggap dirinya sebagai seseorang yang manis. Namun, berakhir menjadi seseorang yang sama sekali tidak mau dipandang. Menggambarkan bahwa rasa percaya diri yang terlalu berlebihan akan sesuatu justru hanya akan menimbulkan kekecewaan yang berlebihan pula.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Pencariannya terhadap harapan yang lebih baik juga dengan jelas dikatakan olehnya di dalam bait ini,&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Bunga cinta urung berbuah//Terbunuh oleh egomu yang kau ucap&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Sebuah representasi dari harapan yang sudah mulai datang kembali, namun, dihancurkan oleh orang yang dipercayainya. Namun, pada akhirnya sebenarnya si penyair sudah benar-benar lelah, dan memilih untuk pasrah dan menyerah.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kini kau jauh melangkah pergi//Tinggalkanku tanpa ekspresi//Menoleh pada diri dan kepingan cinta ini//Seolah ku hanya seonggok jasad tiada arti&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Ketika membaca rangkaian kata-kata ini, akan terlintas sebuah pemikiran tentang rasa pasrah si penyair terhadap keadaan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Jika puisi ini dibaca selama beberapa kali, akan terlihat jelas pengulangan yang terjadi, bahwa dalam realita yang dihadapinya, si penyair mengalami repetisi kejadian yang kurang lebih sama, yang membuatnya merasa hampir kebal terhadap rasa sakit seperti itu. Hal ini seperti ini yang membentuk suatu sistem imunitas terhadap perasaan tulus dan kasih sayang. Sehingga suatu saat ketika benar-benar perasaan tulus itu datang, justru ia akan menolaknya dan membuangnya atau bahkan tidak perduli dan kemudian mempermainkan ketulusan yang sesungguhnya tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Hal seperti ini lah yang ada di dalam pemikiran kebanyakan para remaja pada saat ini. Karena tidak lagi percaya akan adanya sebuah harapan, mereka justru membuang harapan yang benar benar datang untuk mereka. Sebuah sistem kekebalan yang dikembangkan dengan tidak benar. Yang pada akhirnya justru menuntun ke arah kematian rasa. Sebuah imunitas “rasa” yang tercipta dengan salah jalan. Sebuah imunitas “rasa” dalam masa puberitas. []&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4Bx91jXqUPA4-RkZXk79dMV8KstjRL8pM8Qb332IDIL7M7cIvh5eLezNs9bhX8oFzAny2n3_idntGR3styaC6nyvOEeAlEIU68MV9hOtXp56g6hQJpQn3MPUTdvkPYQQqbRcBbw2EBW4/s1600/Pandgu.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4Bx91jXqUPA4-RkZXk79dMV8KstjRL8pM8Qb332IDIL7M7cIvh5eLezNs9bhX8oFzAny2n3_idntGR3styaC6nyvOEeAlEIU68MV9hOtXp56g6hQJpQn3MPUTdvkPYQQqbRcBbw2EBW4/s200/Pandgu.jpg&quot; width=&quot;158&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;*) Pandhu Wismono&lt;/b&gt;---Seorang “Blady Idiet” yang selalu bermimpi terlalu  tinggi, dan kini sedang berusaha mati-matian melawan kematian imajinasi  dan pemikiran yang sedang menyiksa sepinya. Bergumul dalam sunyi,  bertarung melawan diri. Harus menang!&lt;br /&gt;
Semangat berkarya!&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/2599542914359559031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/imunitas-rasa-dalam-sebuah-puberitas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/2599542914359559031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/2599542914359559031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/imunitas-rasa-dalam-sebuah-puberitas.html' title='IMUNITAS “RASA” DALAM SEBUAH PUBERITAS'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4Bx91jXqUPA4-RkZXk79dMV8KstjRL8pM8Qb332IDIL7M7cIvh5eLezNs9bhX8oFzAny2n3_idntGR3styaC6nyvOEeAlEIU68MV9hOtXp56g6hQJpQn3MPUTdvkPYQQqbRcBbw2EBW4/s72-c/Pandgu.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-5272637445758763364</id><published>2012-01-16T06:07:00.001+07:00</published><updated>2012-01-18T17:20:08.016+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Ujung Kalender</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Sajak-sajak mayapada&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Ujung Kalender&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betapa kalender sudah begitu letih menopang angka-angka di bahunya&lt;br /&gt;
Sedang, masih kutoreh pula kenangan di sela-selanya&lt;br /&gt;
-&lt;br /&gt;
Bilangan di kalender itu&lt;br /&gt;
Mereka sendiri yang menyediakan,&lt;br /&gt;
dipersembahkannya ruang agar kutaruh sesenangku segala kenangan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini mereka diam, tidak nuntut imbalan&lt;br /&gt;
Tapi bukankah formula sepanjang jaman:&lt;br /&gt;
bahwa semua yang ada, butuh pengakuan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika suatu kali nanti,&lt;br /&gt;
kalender sudah mendewasa,&lt;br /&gt;
Kelak seluruh yang ada jadi binasa&lt;br /&gt;
Segala kenangan dikembalikan, dengan muka yang bermacam-macam&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;Bedono, 29-07-2011&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;*) Habib A Abdullah&lt;/b&gt;— Mahasiswa Sastra Indonesia Unnes, pegiat Lab. Teater dan film Usmar Ismail BSI (Bahasa dan Satra Indonesia) UNNES.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/5272637445758763364/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/ujung-kalender.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/5272637445758763364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/5272637445758763364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/ujung-kalender.html' title='Ujung Kalender'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-8825682513056113290</id><published>2012-01-16T06:04:00.001+07:00</published><updated>2012-01-18T17:20:26.230+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>Mata Air Mata</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Sajak-sajak mayapada&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Mata Air Mata&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air mata, tak ubahnya mata air&lt;br /&gt;
Meski tak digunakan sebagaimana mestinya&lt;br /&gt;
Ia akan tetap mengalir&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;Bedono, 29-07-2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;*) Habib A Abdullah&lt;/b&gt;— Mahasiswa Sastra Indonesia Unnes, pegiat Lab. Teater dan film Usmar Ismail BSI (Bahasa dan Satra Indonesia) UNNES. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/8825682513056113290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/mata-air-mata.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/8825682513056113290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/8825682513056113290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/mata-air-mata.html' title='Mata Air Mata'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-6265745551815797941</id><published>2012-01-16T05:59:00.001+07:00</published><updated>2012-01-18T17:20:43.376+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ulasan"/><title type='text'>Sebuah Representasi “Kesetiaan Hati” di Dalam Puisi “Harapan Terakhir”</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sebuah Representasi “&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Kesetiaan Hati”&lt;br /&gt;
di Dalam Puisi “&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Harapan Terakhir”&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Karya Meymona Esha&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;Oleh Pandhu Blady Idiet*&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Ada banyak interpretasi yang akan muncul setelah membaca sebuah karya pujangga muda yang satu ini, dan setiap dari interpretasi yang muncul tersebut pasti didasari oleh pengalaman ataupun pengetahuan masing-masing pembaca yang tentunya berbeda-beda. Ketika karya ini dimaknai dengan sekali baca; sebuah interpretasi umum yang mungkin akan muncul adalah tentang penyesalan seseorang yang timbul karena kehilan-gan orang yang dicintainya, kemudian seseorang tersebut sadar bahwa dia membutuh-kan orang tersebut, dan mengharapkannya untuk kembali lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Namun, ketika pembaca mau memaknai karya ini dengan lebih dalam (tentunya dengan cara membaca secara intensif), maka akan ditemu-kan sebuah makna inti yang lebih dalam pula. Yaitu tentang sebuah gambaran “kesetiaan hati” yang tidak dapat dipungkiri, dan sebe-narnya juga tersimpan di dalam diri semua orang. Hanya saja kebanyakan orang menyangkal keberadaan benih-benih rasa tersebut yang sesungguhnya telah tertanam dan mengakar di celah-celah perasaan serta pemikiran.Sehingga ketika terjadi perpisahan &lt;b&gt;seakan-akan&lt;/b&gt; tidak ada sedikitpun sisa-sisa dari kesetiaan hati yang masih ada di dalam diri.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Melalui pilihan kata-kata yang sederhana, dengan rangkaian yang sedemikian rupa, penyair mampu meng-ungkapkan makna tentang realita umum yang juga terlukiskan di dalam kehidup-an pribadinya. Mengenai sebuah cerita asmara darah muda yang kandas di tengah jalan setapak harapan, karena hambatan yang tercipta dari perbedaan pandangan dan konflik pribadi lainnya. Namun, dari sebuah cerita asmara yang berujung tragedi seperti inilah,tersimpan pula suatu pesan bahwa selalu masih ada rasa yang tersisa di relung jiwa atas segala ke-nangan yang terangkai melalui benang-benang cinta di masa lalu. Ketika kita mampu menyadari sisa-sisa rasa tersebut, maka akan muncul harapan tulus yang terlahir dari kesetiaan hati yang mampu menjadi pem-bimbing diri, untuk menjadi pribadi yang jauh lebih baik.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Dari puisi ini, dapat pula ditarik sebuah makna ter-dalam bahwa dari sebuah perpisahan, kita akan mampu menyadari betapa berharga-nya sesuatu yang telah hilang. Dan dari kesadaran seperti itulah, akan muncul semangat luar biasa yang tercipta dari susunan unsur-unsur pemben-tuk kesetiaan hati yang akan mampu menggerakkan diri untuk berjalan di atas lembar baru kehidupan dengan lebih baik lagi.&lt;br /&gt;
Semangat Berkarya!&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;i&gt;*)Pandhu Blady Idiet, Mahaiswa Sastra Inggris ‘09.&lt;br /&gt;
Si Buku Tulis Tak Bergaris&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/6265745551815797941/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/meraba-sastra.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/6265745551815797941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/6265745551815797941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/meraba-sastra.html' title='Sebuah Representasi “Kesetiaan Hati” di Dalam Puisi “Harapan Terakhir”'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-5485975813012396564</id><published>2012-01-16T05:48:00.001+07:00</published><updated>2012-01-18T17:20:59.127+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puisi"/><title type='text'>HARAPAN TERAKHIR</title><content type='html'>&lt;b&gt;HARAPAN TERAKHIR&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;By Meymona Esha *)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cahayamu slalu menerangi hari-hariku&lt;br /&gt;
Pancaranmu bermakna bagiku&lt;br /&gt;
Meskipun kau tak tau itu&lt;br /&gt;
Cinta yang terpancar tulus darimu&lt;br /&gt;
Sangat penting untukku&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terimakasih atas semua yang telah kau berikan&lt;br /&gt;
Terimakasih atas sinarmu yang slalu menemaniku setiap saat&lt;br /&gt;
Hanya sebuah cinta sesaat yang dapat aku berikan&lt;br /&gt;
Meski sebentar cintamu sudah membuatku bahagia&lt;br /&gt;
Memang sudah jalan kita..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku capek,ingiku beristirahat dengan tenang&lt;br /&gt;
Suatu saat kita akan bertemu&lt;br /&gt;
Aku percaya cahayamu slalu menyinariku&lt;br /&gt;
Akupun slalu dihatimu&lt;br /&gt;
Meski dunia kita berbeda jauh&lt;br /&gt;
Kita tetap bisa bersatu&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;*) Meymona Esha&lt;/b&gt;—Siswi Kelas XI Bahasa SMA N 1 Ambarawa,&lt;br /&gt;
Aktif di Teater Smanega&lt;/i&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/5485975813012396564/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/harapan-terakhir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/5485975813012396564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/5485975813012396564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/harapan-terakhir.html' title='HARAPAN TERAKHIR'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-3479302078395054370</id><published>2012-01-16T05:37:00.001+07:00</published><updated>2012-01-18T17:41:44.610+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Cerpen"/><title type='text'>Nyanyian Seekor Burung Pipit</title><content type='html'>C&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifAqpLPYPX_E89Z7-zsD8tBLi6foRJTStUjGldky-cnlCYnwQpUaVSznW-WINkR15tuR3WTUZ55gQg1j8ol7vpOGX9Hez0eAvYjmtwJOmEwutVsA1IwCTbKSwoKZPb_YyP8DM-zBm1x3U/s1600/Edisi+1_page3_image0.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifAqpLPYPX_E89Z7-zsD8tBLi6foRJTStUjGldky-cnlCYnwQpUaVSznW-WINkR15tuR3WTUZ55gQg1j8ol7vpOGX9Hez0eAvYjmtwJOmEwutVsA1IwCTbKSwoKZPb_YyP8DM-zBm1x3U/s200/Edisi+1_page3_image0.jpg&quot; width=&quot;133&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;  &lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 18pt; margin: 0in -1pt 0.0001pt 48pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;position: relative; z-index: -1;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;height: 77px; left: 580px; position: absolute; top: -7px; width: 52px;&quot;&gt;&lt;img height=&quot;77&quot; src=&quot;file:///C:/DOCUME%7E1/Cracker/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg&quot; width=&quot;52&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;Nyanyian Seekor Burung Pipit&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial; font-size: 18pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.1pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;Cerita &lt;span style=&quot;letter-spacing: -0.3pt;&quot;&gt;P&lt;/span&gt;endek &lt;b&gt;M. Rifan Fajrin*&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;Pagi hari jauh sebelum matahari perlahan-lahan mulai muncul dari ufuk timur aku telah terbang dari dahan ke dahan sambil bertasbih memuji-Nya. Aku senan-tiasa bersyukur hingga saat ini aku masih dapat dengan leluasa terbang ke sana kemari. Oh, alangkah indahnya pagi ini kurasakan. Angin yang semilir membelai bulu-buluku yang lembut perlahan, sejuk terasa membangkitkan semangat dan gairah dalam hidupku. Dan ketika matahari benar-benar telah muncul dari ufuk timur, aku benar-benar merasakan kehidupan yang segera akan dimulai.&lt;br /&gt;
Aku tak pernah bosan men-jalani hidup ini. Setiap pagi datang aku pasti akan bertasbih memuji-Nya, kemudian terbang dari dahan ke dahan, barangkali akan kutemui makanan di sana, kemudian aku akan terbang lagi kemanapun aku suka, dan kadang aku sengaja terbang menjelajahi tempat-tempat yang masih asing bagiku. Aku meng-inginkan suasana yang baru yang belum pernah aku temui sebelumnya. Begitulah aktifitasku hingga hari menjelang sore. Dan aku mesti kembali lagi ke peraduanku untuk sejenak melepaskan lelah dan memper-siapkan hari esok yang pasti akan datang kembali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Aku biarkan hidupku mengalir bagaikan air, toh aku tidak paham akan arti hidup ini selain hanya untuk bertasbih memuji-Nya. Berbeda de-ngan kehidupan manusia yang kusak-sikan kadang terasa sungguh aneh. Aku kadang bertanya, apakah memang beda antara kehidupanku dengan kehidupan manusia? Mengapa mereka harus sampai bersusah payah membangun gedung-gedung yang tinggi, menciptakan kebisingan di pagi hari yang seharusnya sunyi, dan mengapa pula mereka kadang mesti berkelahi dengan sesama mereka? Entahlah. Aku merasa kehidupanku dengan kehidupan manusia memang sangat-lah berbeda, dan entah sampai kapan kehidupan yang kurasakan ini akan berakhir? Aku tidak tahu pasti.&lt;br /&gt;
Terkadang aku jadi teringat kepada ayah dan ibuku. Kemanakah perginya mereka? Masih tergambar jelas di benakku tatkala mereka berdua bahu-membahu mencari ma-kanan untukku dan untuk kedua sau-daraku. Dan setelah mereka menda-patkan makanan itu, mereka dengan sabar senantiasa membimbing aku dan saudaraku dan menyuapkan makanan itu. Mereka jugalah yang senantiasa melindungi ketika hari mulai petang, atau pada saat mendung menyelimuti langit. Dan pula pada saat hujan benar-benar mengucur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;deras dari langit yang kadang disertai dengan kilatan-kilatan cahaya dan petir yang menggelegar, mereka semakin rapat mendekap kami bertiga. Hingga mereka juga dengan sabar dan telaten melatihku menguatkan tulang-tulang sayapku dan mengajariku terbang dengan perlahan-lahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Aku benar-benar merasakan kedamaian dalam hidup ini. Namun tatkala pada suatu pagi aku tidak mendapati ayah dan ibuku berada di tempat, aku dan kedua saudaraku mulai merasa panik. Entah apa sebab kepanikan itu. Saat itu aku merasa itu semua hanya disebabkan karena aku dan kedua saudaraku belum terbiasa saja hidup sendirian. Padahal saat itu kami sudah bisa terbang. Mungkin itulah yang menyebabkan ayah dan ibu pergi meninggalkan kami.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Hingga akhirnya pada pagi hari selanjutnya aku terpisah dari kedua saudaraku. Kadang aku merasa sedih. Kemanakah saudara-saudara-ku, kawan-kawanku, dan juga ayah ibuku? Mengapa mereka begitu tega meninggalkan aku sendirian? Kadang pula aku merasa iri kepada sekawan-an semut yang bergerombol merayap dari dahan ke dahan lantas masuk ke dalam liang sambil menyeret bangkai seekor belalang atau bangkai cicak yang telah terputus ekornya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Aku semakin bertambah sedih ketika pada suatu siang, ketika aku hinggap ke sebuah pohon beringin, aku mendapati sekumpulan semut sesedang mengerumuni sesuatu. Aku lantas mendekati mereka. Oh tidak! Aku terpekik. Rupanya semut-semut itu sedang merubung bangkai kawanku. Dengan cepat aku menyi-bak kerumunan mereka. Kulihat tu-buh kawanku itu berlumuran darah. Aku dapati perutnya menganga, sebuah peluru kecil tepat bersarang di temboloknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Aku menahan tangis. Aku tidak habis pikir mengapa manusia begitu tega melakukan ini? Apa salah kami? Sempat terbersit pula dalam fikiranku, jangan-jangan ayah dan ibuku, beserta saudara-saudara dan kawan-kawanku yang lain juga menghilang meninggalkanku dengan cara yang sama seperti ini! Aku berteriak. Namun suaraku terdengar sungguh serak dan parau.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Aku segera menggali sebuah lubang dengan paruhku dan kedua kakiku. Aku tidak tahu dan bahkan tidak yakin apakah aku sanggup untuk menggali sebuah lubang untuk menguburkan kawanku. Apalagi baru kali ini aku menggali sebuah lubang. Dan aku sebenarnya tidak pernah melihat keluargaku melakukannya. Namun aku melakukan ini setelah kemarin aku melihat mayat seorang manusia juga dikuburkan di dalam tanah. Aku terus berusaha menggali tanah itu. Menjelang sore aku masih belum bisa menggali sebuah lubang untuk menguburkan kawanku yang malang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Aku hampir putus asa, hingga aku meraskan angin bertiup agak kencang berhembus menerpa bulu-buluku. Dahan-dahan tersibak. Aku menengadah ke langit, awan yang sedikit mendung menutup langit yang semakin terlihat kelam. Aku mendesis kegirangan. Karena seben-tar lagi sebuah lubang akan dapat dengan mudah tergali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sebentar kemudian hujan yang sungguh deras disertai petir yang memekakkan telinga pun mengguyur bumi tempatku berpijak. Tak peduli dengan hawa dingin yang menusuk dan menyerangku, aku menyeret bangkai kawanku itu ke dalam lubang yang belum selesai kugali. Sebentar kemudian aku pun telah berhasil memasukkannya ke dalam lubang. Dan aku segera menimbun lubang itu dengan sisa-sisa tanah bekas galian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Hujan turun semakin deras. Aku semakin kedinginan. Tubuhku bergetar. Dan kurasakan sayap-sayapku melemah. Mendadak pan-danganku menjadi kabur dan gelap. Sangat gelap. Dan aku tak ingat apa-apa lagi.[]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;*) M. Rifan Fajrin&lt;/b&gt;, sedang ber-ikhtiar secepatnya keluar dari Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Unnes. Berkhidmat menyelesaikan skripsi di Kamar Berisik Maya Nirwana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Verdana; font-size: 9pt;&quot;&gt; &lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/3479302078395054370/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/nyanyian-seekor-burung-pipit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/3479302078395054370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/3479302078395054370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/nyanyian-seekor-burung-pipit.html' title='Nyanyian Seekor Burung Pipit'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifAqpLPYPX_E89Z7-zsD8tBLi6foRJTStUjGldky-cnlCYnwQpUaVSznW-WINkR15tuR3WTUZ55gQg1j8ol7vpOGX9Hez0eAvYjmtwJOmEwutVsA1IwCTbKSwoKZPb_YyP8DM-zBm1x3U/s72-c/Edisi+1_page3_image0.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-6594339577772627696</id><published>2012-01-15T14:49:00.001+07:00</published><updated>2012-01-15T15:06:43.873+07:00</updated><title type='text'>PROLOQUE</title><content type='html'>&lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Harus ada yang dikerjakan, agar kehidupan berjalan wajar.”—Iwan Fals&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Kemandegan—utamanya dalam berpikir, bergerak, dan berkarya—merupakan kekhawatiran utama dalam kreativitas. Kreativitas memang selalu ditandai oleh proses yang bergerak. Ia adalah sebuah generator yang menggerakkan mesin. Jika tak ada lagi yang dikerjakan, pada saat itulah mestinya kita kita berkabung atas matinya kreativitas. Dan apa yang terjadi bila kreativitas telah mati? Orang akan berhenti berinovasi, menciptakan kebaruan-kebaruan, dan sampai pada titik paling parah adalah berhenti mencari kebenaran dan makna.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Begitu pula dalam berkesenian/bersastra, satu kegiatan yang banyak didengungkan orang sebagai pembangun jiwa, penghapus dahaga jiwa selain religiusitas dan agama. Sastra harus selalu ada dan melebur di dalam kehidupan. Mengapa bersastra selalu perlu untuk dilakukan? Mungkin jawaban paling sederhana adalah justru dengan mengajukan pertanyaan, bahwa: &lt;i&gt;Sastra, meski bukan agama, bukankah ia memiliki makna?&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;i&gt;***&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Banyak jalan menuju Roma. Banyak jalan merealisasikan ide-ide dan gagasan.&amp;nbsp; Banyak pula cara untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Satu di antaranya adalah: Momentum. Momentum itu sendiri bisa diciptakan dengan pelbagai cara: tanggal kelahiran, tanggal perkawinan—atau tanggal jadian dengan pacar—hehehe, tanggal kelulusan, jika naik kelas, jika lulus ujian, saat mulai masuk sekolah,&amp;nbsp; de-el-el, de-es-be. &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Pergantian tahun juga sebuah momentum, sehingga dalam agama tertentu dikenal doa tutup/akhir tahun, dan doa awal tahun. Doa adalah harapan. Dan harapan adalah optimisme. Itulah yang sedang kami lakukan sekarang. Mari bersama-sama bergerak, berkarya. Yakin saja, pastilah diridhoi. Semoga.[] &lt;b&gt;Redaksi.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://babatalas.blogspot.com/feeds/6594339577772627696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/proloque.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/6594339577772627696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/6594339577772627696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/proloque.html' title='PROLOQUE'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3115983501752041508.post-1466346096552217815</id><published>2012-01-14T07:33:00.017+07:00</published><updated>2012-01-30T10:31:58.641+07:00</updated><title type='text'>Buku Tamu -GUESTBOOK</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;-moz-border-radius: 15px 15px 15px 15px; background-color: #dddddd; border: 3px solid rgb(255, 204, 0); padding: 20px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: orange;&quot;&gt;+&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt; Tips&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Ingin Punya Buku Tamu atau Guestbook sendiri?&lt;br /&gt;
Gunakan Search: GET GUESTBOOK&lt;br /&gt;
&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;
@import url(http://www.google.com/cse/api/branding.css);
&lt;/style&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;cse-branding-bottom&quot; style=&quot;background-color: black; color: white;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;cse-branding-form&quot;&gt;&lt;form action=&quot;http://www.google.com&quot; id=&quot;cse-search-box&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;input name=&quot;cx&quot; type=&quot;hidden&quot; value=&quot;partner-pub-1841652206406240:4067024126&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;input name=&quot;ie&quot; type=&quot;hidden&quot; value=&quot;UTF-8&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;input name=&quot;q&quot; size=&quot;55&quot; type=&quot;text&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;input name=&quot;sa&quot; type=&quot;submit&quot; value=&quot;Search&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/form&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;cse-branding-logo&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Google&quot; src=&quot;http://www.google.com/images/poweredby_transparent/poweredby_000000.gif&quot; /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;cse-branding-text&quot;&gt;Custom Search&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;Cara Penggunaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
1.Tulis nama dan testimonial, pesan, kesan, kritik, saran maupun pertanyaan&lt;br /&gt;
2.Masukkan security code jika diminta&lt;br /&gt;
3.Submit&lt;br /&gt;
NB: Mohon tidak menuliskan hal-hal yang mengandung unsur SARA maupun Pornografi, SPAM...&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;noscript&gt;Enable Javascript to get full functionality of this &amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;lt;a href=&quot;http://www.freeshoutbox.net/&quot;&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;gt;shoutbox&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;lt;/a&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;gt;&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;lt;br /&amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;amp;gt; &lt;/noscript&gt;&lt;iframe frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;http://babatalas.freeshoutbox.net/&quot; width=&quot;550&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/1466346096552217815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3115983501752041508/posts/default/1466346096552217815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://babatalas.blogspot.com/2012/01/buku-tamu-guestbook.html' title='Buku Tamu -GUESTBOOK'/><author><name>ez tips</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17203091582021966145</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>