<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375</atom:id><lastBuildDate>Mon, 04 Aug 2025 06:34:36 +0000</lastBuildDate><title>Kontemplasi</title><description></description><link>http://agkarim.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>62</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-5261898505626093788</guid><pubDate>Wed, 31 Dec 2008 02:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-11T09:08:59.234+07:00</atom:updated><title>Di Website UGM...</title><atom:summary type="text">Salah satu rutinitas pagi saya adalah membuka website pribadi ini, mengecek kalau-kalau ada komen yang harus dimoderasi, dan yang terpenting melihat statistik pengunjung. Dari rutinitas melilhat statistik itu, saya tahu bahwa tulisan-tulisan tentang Bung Karno adalah yang paling sering dikunjungi orang. Belakangan, tulisan tentang parpol dan pemilu juga cukup laris pengunjung.Dari statistik itu </atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/12/di-website-ugm.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-4045177349737109759</guid><pubDate>Fri, 26 Dec 2008 01:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-11T09:05:38.788+07:00</atom:updated><title>Adiknya Kumpeni</title><atom:summary type="text">Dalam sejarah kolonialisme Barat di Indonesia, kita mengenal VOC (Vereenigde Oost-indische Compagnie) yang oleh nenek-moyang kita dulu kerap disebut sebagai Kumpeni. Kita tahu perusahaan dagang dengan privelese politik dan militer ini berkuasa di Nusantara dari tahun 1602 hingga dibubarkan tahun 1800 (dan kekuasaannya dilanjutkan oleh pemerintahan kolonial hingga tahun 1942).Yang barangkali tak </atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/12/adiknya-kumpeni.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-2327526044106995969</guid><pubDate>Wed, 24 Dec 2008 01:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-11T08:57:13.868+07:00</atom:updated><title>Berhenti Berpose, Mulai Mendengarkan</title><atom:summary type="text">Fungsi utama partai politik adalah menjadi wahana mediasi antara negara dan masyarakatnya, antara pemerintah dan warganya. Dalam peran mediasi itu, rekrutmen pada posisi jabatan publik adalah salah satu substantinya. Substansi lain yang sebenarnya lebih penting adalah fungsi representasi, terlebih lagi kaitannya dengan artikulasi kepentingan.Di Indonesia, sayangnya, fungsi representasi ini masih </atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/12/berhenti-berpose-mulai-mendengarkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-5442238684676628554</guid><pubDate>Fri, 19 Dec 2008 23:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-22T06:06:54.176+07:00</atom:updated><title>Menjaga Gawang atau Menyerang?</title><atom:summary type="text">[Kedaulatan Rakyat, 20/12/2008]Beberapa waktu yang lalu saya diundang untuk berbicara di sebuah acara salah satu parpol (berbasis soaial) Islam. Saya diminta untuk menjadi narasumber dalam sesi bedah buku tentang tokoh-tokoh ulama di Indonesia yang memiliki kaitan sejarah dan sosial dengan partai tersebut. Kendati tema intinya adalah seperti itu, tak urung diskusi melebar juga sampai pada </atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/12/menjaga-gawang-atau-menyerang.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-7561546860256290635</guid><pubDate>Mon, 08 Dec 2008 10:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-09T17:17:46.046+07:00</atom:updated><title>Borobudur</title><atom:summary type="text">Kalau saya ingat-ingat, rasanya sudah 10 tahun lebih saya tak melihat Candi Borobudur. Terakhir kali saya ke sana adalah tahun 1997, naik motor berdua dengan Miming *yg waktu itu masih berstatus pra-istri :-))*.Minggu lalu kebetulan saya ada acara di Magelang, untuk turut memberikan pembekalan tentang Pemilu 2009 kepada DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) yang akan memandu mahasiswa KKN pemantau </atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/12/borobudur.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-1021330112450066019</guid><pubDate>Sat, 06 Dec 2008 13:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-06T20:34:07.132+07:00</atom:updated><title>Parpol dalam Pemilu 2009 (2)</title><atom:summary type="text">Beberapa waktu setelah KPU menetapkan 34 parpol plus 6 parpol lokal Aceh, saya menulis artikel tentang parpol peserta pemilu 2009.  Tapi Sebulan kemudian, sebagai tindak lanjut dari putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) berdasarkan gugatan beberapa parpol, KPU menetapkan tambahan 4 parpol lagi ke dalam list yang telah dibuat. Karena itu, artikel saya sebelumnya tentang yang berjudul Parpol </atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/12/parpol-dalam-pemilu-2009-2.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-8454109022796867070</guid><pubDate>Sat, 29 Nov 2008 23:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-02T06:43:07.293+07:00</atom:updated><title>Gajah Mada</title><atom:summary type="text">Salah satu target saya yang utama semenjak kembali ke Jogja beberapa waktu lalu adalah mengenali lagi peta kuliner kota tercinta. Target utama lainnya adalah melengkapi rak buku dengan koleksi novel-novel karya satrawan negeri sendiri, yang selama empat tahun saya berada di Perth sangat minim updating.Yang paling saya gemari tetaplah novel sejarah, yang senantiasa menjadi candu paling </atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/11/gajah-mada.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-6984201958039430417</guid><pubDate>Sat, 22 Nov 2008 23:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-25T06:25:57.706+07:00</atom:updated><title>Pemilu: Sebuah Token of Membership?</title><atom:summary type="text">[Pengantar untuk buku karya Sigit Pamungkas, Perihal Pemilu (JIP, 2008)]Pernahkah kita memperhatikan dengan seksama barang-barang yang kita miliki? Pernahkah kita sadari bahwa mungkin ada barang milik kita yang sebenarnya over-priced dibandingkan dengan fungsi dasarnya? Misalnya, mungkin tak pernah kita tanyakan pada diri sendiri, mengapa kita membeli dan memakai cincin emas atau platinum, </atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/11/pemilu-sebuah-token-of-membership.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-8771241159658020135</guid><pubDate>Sun, 16 Nov 2008 17:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-20T00:08:03.158+07:00</atom:updated><title>Empat Huruf yang Mahal</title><atom:summary type="text">Dalam perjalanan pulang dari Medan minggu lalu, ada kejadian menarik yang membuat saya sedikit merenung. Kejadian ini berlangsung di pesawat yang membawa saya ke Yogyakarta usai transit selama 2 jam di Bandara Sukarno-Hatta. Saya duduk di saf nomer 17, di jendela sisi kiri. Berjarak satu kursi di sebelah kanan saya (di isle seat), duduk seorang mantan menteri yang juga akan pergi ke Yogya. Saya </atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/11/empat-huruf-yang-mahal.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-681345469324028012</guid><pubDate>Sat, 15 Nov 2008 17:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-20T00:05:52.340+07:00</atom:updated><title>Tak Ada Siang…</title><atom:summary type="text">Perjalanan 3 hari ke Medan minggu lalu sedikit mengecewakan buat saya. Ada target-target pribadi yang tak bisa dicapai dalam perjalanan itu. Medan adalah kota yang belum pernah saya kunjungi. (Hah!? where have you been?) Sempat terheran-heran juga saya, ketika menyadari bahwa saya belum pernah ke kota Medan. Itulah sebabnya, tugas untuk turut dalam tim perumus dan narasumber dalam sebuah workshop</atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/11/tak-ada-siang.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-895170551975990193</guid><pubDate>Tue, 02 Sep 2008 00:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-09T08:18:11.803+07:00</atom:updated><title>Narsisme Politisi</title><atom:summary type="text">[Kedaulatan Rakyat, 2/9/2008]Indonesia adalah sebuah negeri spanduk dan baliho. Itu barangkali sudah kita anggap lazim karena sudah berlangsung lama, sehingga mata kita terbiasa menatap jalanan yang hiruk-pikuk oleh spanduk dan baliho warna-warni. Jika diandingkan dengan suasana di negara lain — tak usah jauh-jauh, Malaysia atau Singapura misalnya — jalan raya kita memang sangatlah meriah. Baliho</atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/09/narsisme-politisi.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-5949117480073318377</guid><pubDate>Tue, 08 Jul 2008 12:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-06T20:20:45.582+07:00</atom:updated><title>Parpol dalam Pemilu 2009</title><atom:summary type="text">Seperti sudah dapat diduga, jumlah partai politik peserta Pemilu 2009 memang meningkat dibandingkan Pemilu 2004, kendati tidak sebanyak jumlah parpol dalam Pemilu 1999. Dalam Pemilu 1999, terdapat 48 partai politik peserta pemilu, dan lima tahun kemudian jumlahnya turun menjadi 24 partai politik. Kini, KPU telah menetapkan 34 partai politik sebagai peserta Pemilu 2009, plus 6 partai lokal di </atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/07/parpol-dalam-pemilu-2009.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-1497926759740886463</guid><pubDate>Sat, 05 Jul 2008 11:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-05T20:17:16.577+07:00</atom:updated><title>Ibnu Battuta</title><atom:summary type="text">Beberapa bulan lalu saya menemukan sebuah rutinitas harian baru: membaca catatan perjalanan Agustinus Wibowo di lima negara Stan (Tajikistan, Kyrgyzstan, Kazakhstan, Uzbekistan, dan Turkmenistan) yang dimuat secara berseri di Kompas online (seri pertama baca di sini). Cara bertutur Agus yang hidup (dan kerap puitis) mendorong saya untuk mengingat-ingat kembali kisah-kisah perjalanan para </atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/07/ibnu-battuta.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-1251977163851950270</guid><pubDate>Thu, 29 May 2008 03:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-09T08:20:05.494+07:00</atom:updated><title>Stabilitas Jamaah, Instabilitas Parpol</title><atom:summary type="text">[Tulisan ini adalah artikel untuk LKPSM NU DIY]Dulu mungkin banyak orang menilai bahwa periode 1952-1955 adalah masa-masa paling menggairahkan bagi NU secara politik. Tahun 1952 NU keluar dari Masyumi dan merubah diri menjadi partai politik. Dalam masa tiga tahun, partai NU menghimpun energi politiknya untuk bertarung dalam dua pemilu di tahun 1955 (yakni pemilihan anggota DPR dan pemilihan </atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/05/stabilitas-jamaah-instabilitas-parpol.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-3969784735972694971</guid><pubDate>Thu, 29 May 2008 02:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-29T15:29:26.454+07:00</atom:updated><title>Kembali ke Jakarta</title><atom:summary type="text">Ia terpaksa meninggalkan JakartaBertahun-tahun ia tinggal di JogjaKekuasaan militer melemparkannya ke Sumatera UtaraHampir empat tahun kemudian, barulah ia kembali ke JakartaInilah pidato pertamanya saat kembali ke Jakarta&quot;Kepada pegawai, kepada sodara-sodara Marhaen, sodara-sodaraku tukang betjak, sodara-sodaraku tukang sajur, sodara-sodaraku pegawai jang seketjil-ketjilnya, tidak ada satu jang </atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/05/kembali-ke-jakarta.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-4987344607436553334</guid><pubDate>Thu, 22 May 2008 01:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-29T09:07:37.323+07:00</atom:updated><title>Pelantikan</title><atom:summary type="text">Berbusana putih, berkopiah hitamParas dan sosoknya tampak 10 tahun lebih muda,dari usianya yang telah 48 tahunInilah sang pahlawan agungSaat ia dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia SerikatPada tanggal 17 Desember 1949Lokasi: Sitihingil Keraton YogyakartaDilantik oleh: Ketua MA, Mr. Kusumah Atmadja***Video: Sukarno, saat dilantik sebagai Presiden RIS</atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/05/pelantikan.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-4833285313401131042</guid><pubDate>Thu, 08 May 2008 05:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-08T12:39:25.183+07:00</atom:updated><title>Syirik...!</title><atom:summary type="text">Tadi malam saya bermimpi datang ke Masjid Nabawi di Madinah. Bukan sekali dua-kali saya bermimpi melihat masjid indah ini. Namun malam tadi, ada beberapa detail yang tak pernah saya lihat di mimpi-mimpi sebelumnya. Mihrab indah itu terpampang jelas dalam pandangan batin saat tidur. Wewangian dan kaligrafi di makam Rasululullah itu tersimak begitu jelas. Saya terbangun dengan kerinduan yang amat </atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/05/syirik.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-3835015118517753641</guid><pubDate>Tue, 06 May 2008 07:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-06T14:27:49.914+07:00</atom:updated><title>Istri Kang Uci</title><atom:summary type="text">Tahun 1921, tokoh Sarekat Islam (SI) Bandung, Hadji Sanoesi, dikontak oleh pemimpinnya di Surabaya, Hadji Oemar Said Tjokroaminoto, untuk sebuah urusan pribadi. Saat itu, Kang Uci (panggilan Sanoesi) pastilah tak menyangka bahwa urusan ini bakalan berbuntut panjang. Pak Tjok (panggilan Tjokroaminoto) meminta bantuan Kang Uci untuk menguruskan akomodasi seorang kader politiknya yang paling </atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/05/istri-kang-uci.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-762009583430984060</guid><pubDate>Fri, 02 May 2008 03:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-02T10:53:56.123+07:00</atom:updated><title>Katanning</title><atom:summary type="text">Catatan tentang kota Katanning ini sebenarnya sudah saya draft sejak lama, segera setelah saya mengunjungi kota ini beberapa hari lepas Idul Fitri akhir 2007 lalu. Tapi entah kenapa, draft ini terbengkalai di folder komputer, lupa saya rapikan dan saya publish. Tak sengaja saya tadi temukan kembali, kiranya sayang sekali jika catatan tentang Katanning ini cuma tersimpan di sudut harddisk. *** </atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/05/katanning.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-901033924903574036</guid><pubDate>Mon, 14 Apr 2008 00:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-17T07:45:16.674+07:00</atom:updated><title>Ketoprakan Parpol</title><atom:summary type="text">Ada episode yang (herannya) tak bosan diulang oleh politisi dan parpol di pentas politik negeri ini. Episode ini selalu berisi cerita lama: konflik internal parpol yang berujung penyingkiran orang atau perpecahan parpol tersebut.Di PKB, suasana konflik (yang sejak tahun lalu tercium tajam) memuncak cepat ketika ketua umum partai ini, Muhaimin Iskandar, ‘dipecat’ berdasarkan komando langsung dari </atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/04/ketoprakan-parpol.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-8835898482694052527</guid><pubDate>Sun, 30 Mar 2008 00:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-17T07:34:51.364+07:00</atom:updated><title>Home</title><atom:summary type="text">Yoggyakarta, by KLa</atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/03/home.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-686186380109696542</guid><pubDate>Fri, 28 Mar 2008 07:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-28T14:41:54.491+07:00</atom:updated><title>Dakwah dan Politik</title><atom:summary type="text">[Catatan: Ini cuma cerita khayalan. Nama orang dalam cerita cuma rekaan. Kalau ada yang mirip dengan nama di dunia nyata, ya anggap saja rejeki.]Ihsan sudah lama gelisah. Hatinya bimbang. Kamar tidurnya belakangan kian terasa sempit dan pengab. Padahal udara sih nyaman-nyaman saja. Ini sudah bulan Nopember 1954, dan hujan sudah sejak dua bulan lalu turun. Memang, udara malam kadang terasa agak </atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/03/dakwah-dan-politik.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-3375112193367564097</guid><pubDate>Sun, 23 Mar 2008 09:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-23T16:20:30.476+07:00</atom:updated><title>South West Holiday</title><atom:summary type="text">South West adalah kawasan di bagian selatan Western Australia. Kawasan ini meliputi kota-kota pesisir (seperti Bunburry, Busselton, Augusta, dan Albany), kota-kota di area pedalaman yang terkenal dengan hutan-hutan wisatanya (seperti Pemberton dan Walpole), serta kota-kota yang kondang dengan winery-nya terutama Margaret River.Minggu lalu, kami sekeluarga memutuskan untuk bolos beberapa hari agar</atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/03/south-west-holiday.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-5171535402244587890</guid><pubDate>Fri, 15 Feb 2008 16:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-15T23:12:20.816+07:00</atom:updated><title>Buku Baru</title><atom:summary type="text">Kemarin saya menerima kiriman sebuah buku baru yang diedit oleh Alistair Cook, berjudul Culture, Identity and Religion in Southeast Asia. Buku ini diterbitkan oleh Cambridge Scholars Publishing di Newcastle, Inggris, bulan Nopember 2007 lalu. Saya menulis salah satu bab dalam buku ini, menyoroti peran pesantren dalam proses rekruitmen politik di tingkat lokal di Indonesia.Isi buku:1. </atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/02/buku-baru.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3502381219901849375.post-8520227628685429387</guid><pubDate>Wed, 06 Feb 2008 08:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-08T12:28:37.481+07:00</atom:updated><title>Tjahaja Sijang</title><atom:summary type="text">Minahasa adalah sebuah masyarakat yang unik. Sebagai sebuah kelompok etnik, Minahasa termasuk yang paling belia di antara suku-suku lain di Indonesia. Suku ini baru secara perlahan terbentuk sejak abad ke-17, menuju format sosial sebagaimana yang kita kenali sekarang. Sebelum abad ke-18, nama &#39;Minahasa&#39; bahkan tidak dikenal. Kala itu, kawasan semenanjung Minahasa yang kita ketahui sekarang dihuni</atom:summary><link>http://agkarim.blogspot.com/2008/02/tjahaja-sijang.html</link><author>noreply@blogger.com (Abdul Gaffar Karim)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>