<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0"><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303</id><updated>2012-05-13T18:31:59.110-07:00</updated><category term="rejim sby" /><category term="kebohongan" /><category term="sms" /><category term="kualitas pendidikan" /><category term="pssi" /><category term="orde reformasi" /><category term="gedung baru dpr" /><category term="pembantaian ahmadiyah" /><category term="reformasi kepartaian" /><category term="dpr" /><category term="plesetan pancasila" /><category term="opini" /><category term="kelompok 9 naga" /><category term="pembangunan gereja" /><category term="orde baru" /><category term="pesan cadena" /><category term="semangat sondang hutagalung" /><category term="harmoko" /><category term="birokrasi" /><category term="muslim" /><category term="bupati purwakarta" /><category term="ujian nasional" /><category term="arab saudi" /><category term="pkub" /><category term="bpjs" /><category term="orang batak" /><category term="terorisme" /><category term="konflik agama" /><category term="sby" /><category term="islamophobia" /><category term="hari besar agama" /><category term="rhenald kasali" /><category term="badan vatikan" /><category term="serikat pekerja" /><category term="indonesia-malaysia" /><category term="FUIB" /><category term="etika" /><category term="jaminan sosial" /><category term="kepemimpinan" /><category term="menteri perdagangan" /><category term="moral" /><category term="tarbiyah" /><category term="bank century" /><category term="green giants" /><category term="PKS" /><category term="demokrat" /><category term="satgas mafia hukum" /><category term="maling" /><category term="timnas indonesia" /><category term="pidato gado-gado sby" /><category term="integritas diri" /><category term="penelitian agama" /><category term="cikeas" /><category term="antikorupsi" /><category term="pemerintahan" /><category term="sepak bola" /><category term="kemanusiaan" /><category term="iska" /><category term="indonesia" /><category term="kerja nyata" /><category term="dialog agama" /><category term="norwegia" /><category term="kisurh partai demokrat" /><category term="kristen" /><category term="semangat bakar diri" /><category term="pemerintahan korup" /><category term="tki" /><category term="franz magnis suseno" /><category term="presiden sby" /><category term="kekerasan" /><category term="partai demokrat" /><category term="instruksi presiden" /><category term="indonesiatanpafpi" /><category term="lonely song of sby" /><category term="henry saragih" /><category term="migrant care" /><category term="pendidikan" /><category term="revolusi Tunisia" /><category term="rumah ibadat" /><category term="fundamentalisme" /><category term="renungan" /><category term="revolusi" /><category term="gelar raja batak" /><category term="kearifan lokal" /><category term="kepastian" /><category term="perubahan" /><category term="kekerasan atas ahmadiyah" /><category term="mari elka pangestu" /><category term="kebangsaan" /><category term="18kebohongan" /><category term="politik" /><category term="taufik ismail" /><category term="catholic" /><category term="gerakan petani" /><category term="gki taman yasmin" /><category term="pernyataan sikap" /><category term="sri mulyani" /><category term="garuda" /><category term="hotman" /><category term="kecurangan pemilu 2009" /><category term="negara" /><category term="mohamed Bouazizi" /><category term="agama" /><category term="ahmadiyah" /><category term="george junus" /><category term="protestan" /><category term="gayus tambunan" /><category term="berita" /><category term="fpi" /><category term="nazarudin" /><category term="islam" /><category term="1000 untuk tki" /><category term="perusak bangsa" /><category term="masalah soisial" /><category term="hubungan TNI dan TNI/Polri" /><category term="tokoh agama" /><category term="pernyataan pers" /><category term="kesalahan srimulyani" /><category term="katolik" /><category term="christians church" /><category term="kerukunan umat beragama" /><category term="anas urbaningrum" /><category term="kemiskinan" /><category term="seputar universitas UI" /><category term="kebijakan publik" /><category term="blogger" /><category term="Pancasila" /><category term="manifestasi politik neoliberal" /><category term="gki" /><category term="anarkisme" /><category term="republik kebohongan" /><category term="religion" /><category term="andi nurpati" /><category term="HAM" /><category term="oligarki" /><category term="korupsi" /><category term="uang rakyat" /><category term="ekonomi" /><category term="tokoh lintas agama" /><category term="reformasi" /><category term="demoralisasi" /><category term="setgab" /><title type="text">KRITIK BAGI PEMIMPIN</title><subtitle type="html">Blog ini berisi segala doa, sekaligus jeritan orang kecil, rakyat termarjinalkan, dan semua yang masuk dalam barisan sakit hati di negeri ini</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>84</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/KritikBagiPemimpin" /><feedburner:info uri="kritikbagipemimpin" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>KritikBagiPemimpin</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><feedburner:browserFriendly></feedburner:browserFriendly><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-3611551914443749786</id><published>2012-05-11T17:38:00.001-07:00</published><updated>2012-05-13T18:30:12.535-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="islam" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="fpi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berita" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="indonesiatanpafpi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hubungan TNI dan TNI/Polri" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kekerasan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="anarkisme" /><title type="text">Siapa dan Apa Front Pembela Islam?</title><content type="html">&lt;div&gt;link sumber&lt;/div&gt;&lt;div id="ygrp-mlmsg" style="position: relative;"&gt;&lt;div id="ygrp-msg" style="z-index: 1;"&gt;&lt;div id="ygrp-text"&gt;  &lt;a href="http://nasional.vivanews.com/news/read/244563-polri--hubungan-dengan-fpi-sebatas-mitra"&gt;http://nasional.vivanews.com/news/read/244563-polri--hubungan-dengan-fpi-sebatas-mitra&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  Polri: Hubungan dengan FPI Sebatas Mitra&lt;br /&gt;  WikiLeaks menyebut mantan Kapolri, Jenderal Sutanto pernah menyuntik dana ke FPI.&lt;br /&gt;  Minggu, 4 September 2011, 15:54 WIB&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  VIVAnews - Kepolisian Republik Indonesia menegaskan hubungan pihaknya dengan organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI) hanya sebatas mitra dengan masyarakat. Polri pun menegaskan tidak pernah tebang pilih dalam melakukan proses penegakan hukum terhadap oknum masyarakat yang melanggar hukum.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  "Hubungan Polri dengan FPI adalah hubungan penegak hukum dengan kelompok masyarakat. Polri melayani masyarakat, tentu mereka adalah mitra kami dalam hal menegakkan nilai hukum," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Komisaris Besar Polisi Boy Rafli Amar di Jakarta, Minggu, 4 September 2011.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Boy pun mengatakan selama ini apabila ada oknum masyarakat, baik secara personal maupun kelompok, yang melanggar hukum, pasti selalu diadili dengan proses hukum yang ada. "Silakan lihat sendiri apa yang pernah ada. Kalau ada yang keliru dari orang-orang yang melakukan pelanggaran, penegakkan hukum tetap berjalan," kata dia.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Terkait beberapa kasus kekerasan yang pernah dilakukan oknum FPI, Boy pun menegaskan Polri selama ini selalu melakukan proses penegakan hukum. "Baik pribadi ataupun kelompok kami proses hukum, kita tidak ada tebang pilih. Coba diingat-ingat lagi, apakah Polri pernah tidak melakukan proses hukum terhadap oknum-oknum yang melanggar hukum," tegasnya.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Dokumen Wikileaks menyebut bekas Kapolri Sutanto yang kini menjadi Kepala Badan Intelijen Negara pernah membiayai aksi demonstrasi FPI saat isu kartun gambar Nabi Muhammad mencuat, 2006 silam. Selain itu, bekas Kapolda Jakarta, Nugroho Djayusman, saat masih menjabat juga ditulis Wikileaks pernah bekerjasama dengan FPI. Terkait hal ini, Komisi Hukum DPR akan memanggil Kepolisian Indonesia untuk dimintai keterangan.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  ----------------------------------------------------------&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  link sumber&lt;br /&gt;  &lt;a href="http://jaringanantikorupsi.blogspot.com/2012/05/medianusantara-wujud-asli-fpi.html"&gt;http://jaringanantikorupsi.blogspot.com/2012/05/medianusantara-wujud-asli-fpi.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  Jumat, 11 Mei 2012&lt;br /&gt;  [Media_Nusantara] Wujud asli FPI &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Wujud asli FPI &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  By @TrioMacan2000 &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Karena banyak teman2 tuips yang tidak tahu tentang hubungan FPI - Polri - TNI - Pemerintah..saya akan kultwitkan sekilas ....&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Front Pembela Islam atau FPI adalah ormas yg paling fenomenal dan kontroversial di Indonesia..dicaci maki rakyat tapi dibutuhkan penguasa. FPI itu bukan ormas agama. Bukan ormas islam. FPI itu ormas biasa yang dibentuk oleh pemerintah cq. TNI dan Polri pasca reformasi. Cikal bakal FPI adalah Pam Swakarsa yg dirikan pangab Jend Wiranto berserta pucuk pimpinan polri. Tujuannya : mencegah konflik vertikal.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Konflik vertikal itu adalah konflik antara massa dengan pemerintah cq. Aparat keamanan : Polri dan TNI. Konflik vertikal ini merugikan. Konflik vertikal merugikan citra polisi dan TNI karena cenderung menimbulkan citra bhw Polri dan TNI itu musuh rakyat. Ini berbahaya. Sebab itu Wiranto cs membuat Pam Swakarsa. Massa demo mhsw/aktivis dihadapi oleh massa sipil juga. Pamswakarsa ini komandani aktivis mhsw. Tapi Pamswakarsa pny kelemahan mendasar. Mudah ditebak sbg antek pemerintah dan dibayar. Maka harus ditransformasi ke ormas yg lbh tepat. Maka lahirlah Front Pembela Islam. Semula mau dinamakan Front Pembela Indonesia. Kata "Islam" dipakai karena lebih "startegis"&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Biaya awal pendirian FPI 250 juta utk sewa markas dan rekrut anggota. Biaya bulanan ga tentu : 50-100 juta. Dari TNI dan polisi. Tujuan utama pendirian FPI : garda terdepan pasukan polisi, pembuat isu, maintain isu, kelola konflik, pengumpul informasi dst. Peran FPI ini persis konsep Banpol (pembantu polisi) dan Babinsa (bintara pembina desa). Jadi "pasukan marinirnya" polisi. FPI bergerak berdasarkan sistem komando. Atas dasar intruksi dari petinggi Polri dan TNI. Agendanya jelas dan terarah.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Diawal2 berdirinya FPI sempat ada "kesalahapahaman" antara anggota FPI dgn aparat polisi yg belum tahu bhw FPI itu "adik kandung" polisi.  Ada cerita lucu, pimpinan FPI ditangkap polisi, bawa mobil ga ada SIM&amp;amp; STNK. Kemudian datang pasukan ke polres, seisi polres ditampar.  Atau cerita lucu yg terbaru : Munarman ditilang polisi..polisi yg menilang yang ditampar abis2an oleh Munarman. Munarmannya ga diapa2in.  Jadi FPI itu adalah Front Polisi Indonesia yg menyamar sbg ormas islam. Agenda FPI adalah agenda polisi. Laporan CIA malah BIN jg bantu&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Publik pernah baca laporan CIA, bhw BIN bantu milyaran rupiah setiap tahun ke FPI. FPI itu asset pemerintah utk "berhadapan" dgn rakyat. Utk menipu publik, pimpinan FPI dipasang sosok "ulama &amp;amp; tokoh agama", kata "Islam" dipakai sbg perisai FPI dari serangan/ktritik publik. Tidak ada satu kata atau satu kalimatpun dlm tujuan pendirian FPI utk : Dakwah, syiar islam, amar maruf dst...tidak ada. FPI hanya alat. Pemerintah tahu persis risikonya jika aparat polisi/TNI yg menyerang atau menangkap aktivitas2 elemen rakyat yg dinilai "membahayakan". Pemerintah khawatir dgn citra Polri/TNI dan pemerintah di mata internasional. Terkait isu HAM, demokrasi dst. FPI yg "dimajukan" kedepan. Sesekali FPI mmg offiside atau abused of power. Serang2 warung maksiat atau judi2 "tak berizin". Sengaja dibiarkan agar ada legitimasi. Anggota2 FPI yg off side itu kadang ditangkap dan ditahan jika byk sorotan publik, tp langsung dilepas lagi jika sorotan publik sdh reda&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Pemerintah dan FPI butuh "legitimasi" agar FPI benar2 dipercaya publik sbg ormas agama. Bukan sbg ormas bentukan polisi/TNI. Pdhl FPI ditujukan utk agenda&amp;amp; tujuan politik praktis pemerintah. Itu sebabnya setiap aksi pesanan, polisi selalu hadir dibelakang FPI. Aggta/kader2 rendahan FPI tdk tahu bhw FPI itu bentukan, ditunggangi dan jalankan agenda polisi/ pemerintah. Sentimen mereka dimainkan. Sekarang ini biaya ops FPI itu rutin dari pemerintah, dari setoran bandar2 narkoba/prostitusi yg sdh "dicuci" dan dari hasil pemerasan. Sesekali FPI dibolehkan jalankan "aksi sendiri" utk maintain eksistensi FPI. Tapi aksi utama FPI tetap sbg kepanjangan tangan polri&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Siapa yg rugi? Umat islam. Kata "Islam" yg melekat pada FPI perburuk citra islam di dalam negeri&amp;amp; luar negeri. pemerintah aman. Bersih. Tuntutan pembubaran FPI kepada pemerintah, sampai kiamat tdk akan dipenuhi pemerintah. Karena FPI itu mmg bagian dr startegi pemerintah. FPI ttp dibutuhkan pemerintah dlm "penyelesaian kasus2 tertentu" yg sensitif, abu2, rawan dan potensial timbulkan konflik horizontal. Satu2nya cara adalah : ajukan gugatan class action ke MA utk robah nama FPI dgn cabut kata Islam di FPI atau batalkan SK pendiriannya. Sudah lama nama islam dirusak, dicemarkan, dimanfaatkan dan ditunggani FPI/Pemerintah. Sdh saatnya diluruskan. Umat islam rugi besar&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Teman2 saya yg jadi ketua/pimpinan FPI di awal2 masa pendiriannya, kini menyesal karena FPI sdh terlalu jauh melenceng dari tujuan awal. Yg untung ya polri dan pemerintah, nama mereka bersih, rakyat di adu domba, nama islam tercemar. Isu2 strategis terkendali.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; height: 0;"&gt;__,_._,___&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-3611551914443749786?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/3611551914443749786/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2012/05/siapa-dan-apa-front-pembela-islam.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/3611551914443749786" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/3611551914443749786" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2012/05/siapa-dan-apa-front-pembela-islam.html" title="Siapa dan Apa Front Pembela Islam?" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-4465926156085201282</id><published>2012-05-01T07:06:00.001-07:00</published><updated>2012-05-13T18:30:56.538-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="islam" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="dialog agama" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berita" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kerukunan umat beragama" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pkub" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="agama" /><title type="text">Jangan Terlena dengan Pujian Kerukunan</title><content type="html">Pujian dan apresiasi tentang keberhasilan kerukunan yang datang dari berbagai pihak, tidak boleh membuat Indonesia terlena, tetapi harus tetap mawas diri, karena kerukunan umat beragama bukan merupakan sesuatu yang stagnan dan final, kata Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Prof. Dr. H. Achmad Gunaryo, &lt;a href="http://m.soc.sc/"&gt;M.Soc.Sc&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;Gunaryo menyatakan hal itu di hadapan para pejabat Kementerian Agama se-Indonesia pada rapat Optimalisasi Program Kerja PKUB dan Kantor Wilayah Kementerian Agama seluruh Indonesia di Manado, Selasa. &lt;br /&gt;Ia menjelaskan, kerukunan terus mengalami perubahan, kadang sangat sederhana tetapi pada kondisi tertentu sangat kompleks terkait dengan berbagai dinamika kehidupan sosial yang berkembang. Kepekaan terhadap dinamika kehidupan sosial masyarakat terkait kerukunan tersebut yang harus dimiliki oleh kita semua yang memiliki kepedulian dalam menjaga dan melestarikan kerukunan. Tantangan terhadap kerukunan ternyata tidak semakin berkurang seiring dengan kondusifnya suasana kerukunan itu sendiri, melainkan justru makin bertambah. Selain permasalahan seputar rumah ibadat, penyiaran agama, penodaan agama. &lt;br /&gt;"Secara nyata kita dapat menyaksikan merebaknya berbagai paham keagamaan yang keluar dari arus pemahaman 'arus utama' (mainstream) yang sedikit banyak akan berpengaruh terhadap wajah kerukunan. Pada titik tertentu kondisi ini tidak menimbulkan masalah," ia menjelaskan. &lt;br /&gt;Tetapi, ia melanjutkan, manakala ekspresi keagamaanya berbenturan dengan sistem dan paham keagamaan mainstream secara tajam baru akan menimbulkan permasalahan. &lt;br /&gt;Ekspresi keagamaan terbaru yang keluar dari arus utama setidaknya dapat digolongkan dalam dua kutub ekstrem, kutub pertama dikenal dengan kutub radikalisme dan kutub kedua adalah liberalisme. &lt;br /&gt;Kutub radikal ditandai dengan berbagai sikap fanatisme, dan yang paling berat adalah kelompok yang selalu mengatakan bahwa di luar dirinya adalah salah secara mutlak. Ekspresi yang berlebihan dari sikap ini dapat berpotensi mengganggu kerukunan. &lt;br /&gt;Kutub ekstrem lain dikenal dengan sebutan paham keagamaan liberal. &lt;br /&gt;Corak keagamaan liberal pada dasarnya sangat menghargai kerukunan dan multikulturalisme tetapi terjerumus pada sekulerisme, inklusifisme, dan pluralisme agama tanpa kendali yang jelas, katanya. &lt;br /&gt;Sementara sekulerisme dipahami dengan menganggap bahwa agama itu tidak ada urusan dengan dunia maupun negara. Inklusifisme dipahamai secara sangat ekstrem dengan menganggap agama kita dan agama orang lain itu posisinya sama, saling mengisi, mungkin agama kita salah, agama lain benar. Tidak boleh mengakui bahwa agama kita saja yang benar," tuturnya. &lt;br /&gt;Lebih-lebih lagi, ia mengatakan, faham pluralisme dipahami dengan menganggap semua agama itu sejajar, paralel, prinsipnya sama, hanya beda teknis. &lt;br /&gt;Hal yang harus diwaspadai dalam corak keagamaan liberal ini adalah rusaknya nilai-nilai akidah dan sakralitas dari agama itu sendiri. &lt;br /&gt;"Yang ingin kita tuju adalah kerukunan yang tidak perlu mengorbankan akidah dan kemurnian masing-masing agama," ujarnya. &lt;br /&gt;(ANTARA) &lt;br /&gt;Horas Indonesia Powered by Telkomsel BlackBerry®&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-4465926156085201282?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/4465926156085201282/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2012/05/jangan-terlena-dengan-pujian-kerukunan.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/4465926156085201282" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/4465926156085201282" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2012/05/jangan-terlena-dengan-pujian-kerukunan.html" title="Jangan Terlena dengan Pujian Kerukunan" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-2692493234847347855</id><published>2012-04-10T17:24:00.001-07:00</published><updated>2012-05-13T18:31:59.128-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="opini" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berita" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="politik" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kearifan lokal" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pancasila" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="agama" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="masalah soisial" /><title type="text">Saat Pancasila Tak Lagi Bertaji</title><content type="html">Saat Pancasila Tak Lagi Bertaji&lt;br /&gt;Oleh Ahmad Syafii Maaarif &lt;br /&gt;Taji adalah sebuah pisau kecil yang sangat tajam, biasa dikalungkan di kaki ayam jantan ketika akan bersabung. Dengan taji ini, si jantan diharapkan akan melumpuhkan lawan laganya sampai berdarah-darah, bahkan bisa membawa kematian. &lt;br /&gt;Di dunia sabung ayam, fungsi taji sangat diandalkan agar tuannya keluar sebagai pemenang melalui kemenangan ayam aduannya. Dalam kultur Minangkabau tempo doeloe, hobi menyabung ayam bagian dari pekerjaan para parewa yang biasanya berpakaian serba hitam dan kepala diikat selembar kain. Mereka yang juga pendekar ini sangat akrab dengan taji, ayam jantan, dan dunia hitam. &lt;br /&gt;Pancasila jadi barang mainanJika taji adalah bagian dari kultur sabung ayam, mengapa Pancasila sebagai dasar filosofi negara dikait-kaitkan di sini? Bukankah kerja ini hanya mengada-ada saja atau malah dipaksakan? Baris-baris berikut akan menjelaskan kepada tuan dan puan tentang apa yang saya maksud. &lt;br /&gt;Ungkapan puitis "tak bertaji lagi" punya pengertian simbolis yang lebih luas, yaitu berupa kehilangan wibawa dan keampuhan. Artinya, Pancasila dengan nilai-nilai luhur yang diperjuangkan selama 40 tahun dengan menguras energi bangsa agar dapat diterima oleh mayoritas mutlak rakyat Indonesia untuk menjadi dasar negara yang permanen telah disingkirkan begitu saja dalam praktik oleh parewa politik, baik di Senayan, di daerah, maupun di lingkungan eksekutif dan yudikatif, dari pucuk sampai tingkat paling bawah. &lt;br /&gt;Pengusaha hitam pun terlibat aktif dalam permainan kumuh ini, baik sebagai cukong maupun konsultan parewa. APBN/APBD selalu jadi incaran untuk diakali, demi pundi-pundi pribadi atau golongan. Nasib rakyat jelata yang lagi terpukul oleh politik BBM tak dihiraukan oleh kaum parewa itu. Penderitaan dan ketidakpastian sudah lama menjadi bagian menyatu dengan perjalanan hidup sebagian besar rakyat kita. &lt;br /&gt;Ironisnya, semuanya itu berlaku pada sebuah bangsa dan negara yang bersendikan Pancasila yang secara filosofis sangat pro-keadilan. Di tangan parewa politik, Pancasila sudah lama jadi barang mainan, tuahnya habis dilindas keserakahan yang hampir tanpa batas. &lt;br /&gt;Sumber segala keonaran yang mengepung Republik ini sebenarnya karena taji Pancasila telah ditumpulkan oleh pragmatisme politik sebagai salah satu perwujudan dari sebuah peradaban bangsa yang sedang merosot. Parewa politik—sebagian bahkan bangga jadi agen asing karena di situ banyak rezeki—sedang berada di atas angin di atas panggung perpolitikan kita, pada tingkat nasional sampai ke daerah. Parpol yang semestinya membela bangsa dan negara, kelakuannya malah didikte elite parewa yang antirakyat. &lt;br /&gt;Inilah ucapan Bung Hatta sebelum wafat tahun 1980 tentang tiadanya rasa tanggung jawab politisi: "Peran partai sangat penting dan bersifat asasi dalam masyarakat demokrasi. Tetapi partai-partai di Indonesia ini belum memperlihatkan rasa tanggung jawab yang besar. Mereka lebih mendahulukan kepentingan diri sendiri atau partainya sehingga nasib rakyat tidak mereka bela." &lt;br /&gt;Sudah berjalan 32 tahun sepeninggal Bung Hatta, wajah parpol kita belum juga menampakkan tanda-tanda kewarasan. Kelakuan partai-partai yang berasas agama ataupun yang bukan sudah tidak ada bedanya. Semuanya sibuk menggarong APBN/APBD atau BUMN. &lt;br /&gt;Dalam kondisi yang serba korup ini, taji Pancasila memang sengaja dilumpuhkan agar tercipta peluang yang seluas-luasnya bagi parewa untuk menjalankan aksi imoralnya. Di mana negara? &lt;br /&gt;Negara sudah lama kalah di tangan pemerintah yang tak berwibawa. Pasal 33 UUD 1945 (asli) Ayat 3 yang berbunyi: "Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat" kini telah menjadi teks mati ketika kedaulatan ekonomi sudah beralih tuan ke pihak asing yang dibantu oleh agen-agen domestiknya. Bukankah semuanya ini sudah menyimpang terlalu jauh dari jiwa Proklamasi 17 Agustus 1945 yang anti-penjajahan? &lt;br /&gt;Namun, kita sebagai bangsa merdeka tidak boleh kehilangan optimisme. Bangsa dan negara ini jangan sampai menggali kubur masa depannya di tangan anak-anaknya yang tak bertanggung jawab. &lt;br /&gt;Arus kecil jadi tumpuan harapan &lt;br /&gt;Lalu, masih adakah kebanggaan tersisa? Tentu saja masih. Kita belum kehilangan harapan untuk sebuah perubahan yang mendasar dalam cara kita berbangsa dan bernegara untuk waktu-waktu yang akan datang. Arus-arus kecil dalam masyarakat belum seluruhnya ternoda oleh arus besar yang lagi dimabuk kekuasaan. Dalam arus serba kecil itu taji Pancasila masih tajam dan bertuah. Guru-guru di kawasan perbatasan dan di daerah terpencil belum luntur kesetiaan pengabdiannya pada profesi sebagai guru-pendidik dalam upaya "mencerdaskan kehidupan bangsa". &lt;br /&gt;Di kawasan di mana masalah transportasi dan komunikasi masih sarat kendala, gaji mereka pun belum tentu datang secara teratur setiap bulan, toh mereka tetap menjalankan tugas. Lagi, Bung Hatta kita kutip. Dalam pidato sebagai Wakil Presiden di Pematang Siantar, 22 November 1950, Bung Hatta mengucapkan optimisme ini: "Ke puncak gunung yang paling tinggi di mana ada hidup rakyat kita, hendaknya dapat dialirkan kecerdasan manusia. Cita-cita ini pada satu kali mesti tercapai." &lt;br /&gt;Pernyataan Bung Hatta ini harus dijadikan acuan untuk memberi arah yang jelas dalam proses pendidikan Indonesia. Rakyat yang cerdas tidak mudah dijadikan tawanan oleh parewa. &lt;br /&gt;Pengusaha-pengusaha kecil dan menengah yang idealis semakin memberi asa ke arah perbaikan nasib rakyat kecil yang jumlahnya sangat besar karena mereka-lah sesungguhnya yang menjadi tiang penyangga saat negara ini diterpa krisis 14 tahun yang lalu. Mereka pulalah dengan segala keterbatasannya yang membuka lapangan kerja bagi anak-anak putus sekolah karena ketiadaan biaya. Kampus-kampus pun masih belum kehilangan nalar, sekalipun gaung suaranya sering terdengar sayup-sayup sampai karena sebagian besar tidak paham betul apa sebenarnya yang berlaku di negara ini. &lt;br /&gt;Dalam arus kecil ini terdapat pula kaum intelektual, para kiai, pastor, pendeta, biksu, dan pekerja-pekerja sosial-kemanusiaan lain yang tidak mau tersandera oleh kesemrawutan politik para elite yang sudah mati rasa. Mereka inilah sahabat sejati Pancasila dalam teori dan dalam praksisme. &lt;br /&gt;Ketika kita menatap wajah manusia pengabdi ini, sekiranya hati nurani tuan dan puan masih berfungsi, tentu akan menarik kesimpulan faktual ini: "Orang baik di negeri ini ternyata belum punah". Mereka tersebar di berbagai suku bangsa di seluruh Nusantara, apa pun agama dan latar belakang kultur mereka. &lt;br /&gt;Bangsa ini pada dasarnya tidaklah miskin dalam hal kearifan, pengabdian, dan semangat setia kawan. Sebagian mereka menjadi rusak dan brutal karena selalu dihantui oleh ketidakpastian masa depan dan tiadanya keteladanan. &lt;br /&gt;Budaya dan kearifan lokal telah membentuk karakter anak-anak bangsa idealis ini agar tidak menyerah pada realitas yang serba ganas dan pahit sekalipun. Bukankah fenomena positif semacam ini akan terus menghibur kita untuk berbuat yang terbaik bagi kepentingan yang lebih besar? Biarlah mereka yang "berdaulat" di Senayan terus saja berkicau di sana karena kita sudah maklum tujuan terakhir yang hendak diraih seperti terbaca dalam ungkapan ini: "mengejar kepentingan sesaat dengan mengorbankan tujuan jangka jauh". Kaum idealis tak boleh terpaku dan terpukau oleh kicauan beracun itu. &lt;br /&gt;Sekalipun judul tulisan ini menggambarkan Pancasila sudah kehilangan taji, kenyataan itu hanya berlaku pada arus besar, tidak pada arus kecil yang pada suatu saat harus mengalahkan arus besar yang sudah tidak waras itu. Setelah tertindas selama beberapa tahun belakangan ini dalam kerangkeng neo-liberalisme yang mewakili arus besar kekuasaan, kita sangat percaya di lingkungan arus kecil yang pasti akan semakin membesar, taji Pancasila dan Pasal 33 UUD 1945 akan memulihkan wibawa konstitusi yang sengaja dikebiri demi kekuasaan dan benda yang tak pernah bernilai abadi.  &lt;br /&gt;Menguatkan dan membesarkan idealisme arus kecil ini jadi tugas mulia sejarah modern Indonesia yang tak boleh sedetik pun dilupakan. &lt;br /&gt;Ahmad Syafii Maarif Pendiri Maarif Institute​&lt;br /&gt;(Kompas, 10 April 2012) &lt;br /&gt;Horas Indonesia Powered by Telkomsel BlackBerry®&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-2692493234847347855?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/2692493234847347855/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2012/04/saat-pancasila-tak-lagi-bertaji.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/2692493234847347855" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/2692493234847347855" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2012/04/saat-pancasila-tak-lagi-bertaji.html" title="Saat Pancasila Tak Lagi Bertaji" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-5370451573272576022</id><published>2012-02-20T02:19:00.000-08:00</published><updated>2012-02-21T00:39:19.812-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="opini" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pernyataan sikap" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="fpi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berita" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="serikat pekerja" /><title type="text">Pernyataan Sikap PRP: Usut Keterlibatan Aparat dibelakang FPI</title><content type="html">&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PERNYATAAN&amp;nbsp;SIKAP&amp;nbsp;PERHIMPUNAN&amp;nbsp;RAKYAT PEKERJA&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ygrp-mlmsg" style="position: relative;"&gt;&lt;div id="ygrp-msg" style="z-index: 1;"&gt;&lt;div id="ygrp-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Nomor:&amp;nbsp;406/PS/KP-PRP/e/II/12&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;  Usut&amp;nbsp;Keterlibatan Aparat Negara yang Membangun FPI sebagai Alat Teror&lt;br /&gt;  Kebebasan Masyarakat Sipil!&lt;br /&gt;  Konsolidasikan&amp;nbsp;Gerakan Demokratik untuk Segera Menghentikan Praktik Intimidasi&lt;br /&gt;  ala-FPI!&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Salam&amp;nbsp;rakyat pekerja,&lt;br /&gt;  &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tanggal&amp;nbsp;14 Februari yang lalu, beberapa warga yang jengah terhadap aksi&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kekerasan yang selama ini dipraktikkan oleh FPI (Front Pembela&amp;nbsp;Islam), melakukan aksi damai dengan tema Gerakan Tanpa FPI untuk&amp;nbsp;menutut pemerintah agar membubarkan organisasi FPI. Aksi ini sendiri&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ditengarai muncul karena beberapa hari sebelumnya terjadi penolakan&amp;nbsp;dari komunitas masyarakat Dayak yang menolak kehadiran FPI di&amp;nbsp;Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Kenyataannya, penolakan terhadap&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;keberadaan FPI juga terjadi Kediri beberapa waktu sebelumnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Selama&amp;nbsp;ini, FPI memang dikenal sebagai instrumen paramiliter yang selalu&amp;nbsp;melakukan teror kekerasan atau banyak kalangan yang menyebutnya&amp;nbsp;sebagai preman berjubah. Dengan selubung identitas agama, FPI&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;menebarkan teror ketakutan kepada khalayak masyarakat selama ini.&amp;nbsp;Namun yang harus digarisbawahi, instrumen paramiliter serupa memang&amp;nbsp;bermunculan dan menunjukkan kesangarannya dengan berbagai selubung&amp;nbsp;identitas, seperti agama, suku, etnis, dan lain sebagainya. Yang&amp;nbsp;menarik adalah, rezim neoliberal seperti tidak berkutik dengan&amp;nbsp;berbagai aksi yang dilakukan oleh organisasi-organisasi tersebut,&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;walaupun teror yang ditebarkan oleh organisasi-organisasi itu sudah&amp;nbsp;bukan rahasia lagi. Namun yang juga bukan rahasia umum lagi, bahwa&amp;nbsp;organisasi-organisasi paramiliter ini adalah merupakan "perliharaan"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;aparat-aparat negara untuk merepresi dan memunculkan konflik&amp;nbsp;horisontal di masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Yang&amp;nbsp;jelas, rencana rezim neoliberal dengan menggunakan&amp;nbsp;organisasi-organisasi paramiliter tersebut memang diakui sangat &amp;nbsp;berhasil dalam memecah belah massa rakyat pekerja dan menjauhkannya&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dari tuntutan serta kepentingan utama rakyat Indonesia, yaitu&amp;nbsp;mencapai kesejahteraan dan keadilan sosial. Massa pengangguran dan&amp;nbsp;pekerja informal diprovokasi untuk masuk ke dalam sektarian dan&lt;/div&gt;dialihkan kesadarannya dari perjuangan perlindungan sosial oleh&amp;nbsp;negara.  &lt;br /&gt;  &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Organisasi-organisasi&amp;nbsp;paramiliter ini juga sangat efektif untuk merepresi dan membatasi&lt;br /&gt;  ruang politik rakyat pekerja di Indonesia. Organisasi-organisasi&amp;nbsp;inilah yang turun ke garis depan untuk mengawal pelarangan politik&amp;nbsp;kiri di Indonesia selama ini. Sementara organisasi paramiliter&amp;nbsp;seperti FPI atau yang lainnya, didukung dan dilindungi oleh polisi&amp;nbsp;serta militer dengan membiarkannya melakukan aksi teror dan kekerasan&amp;nbsp;untuk kepentingan ekonomi politik kaum pemilik modal yang bersedia&amp;nbsp;menyewa mereka. Hal ini terbukti ketika ketua DPP FPI, Munarman,&amp;nbsp;menjadi kuasa hukum dari PT Indocooper Investama menghadapi gugatan&amp;nbsp;masyarakat Amungme, Papua pada tahun 2009. Masyarakat Amungme&lt;br /&gt;  menggugat PT Freeport dan PT Indocooper Investama karena sejak tahun&amp;nbsp;1967 masyarakat Amungme sudah tidak dapat menggunakan tanah yang&amp;nbsp;menjadi hak ulayat mereka, seluas 2.610.182 hektar, karena telah&amp;nbsp;dijadikan lahan pertambangan oleh PT Freeport Indonesia. PT&amp;nbsp;Indocooper Investama, yang merupakan perusahaan tambang milik Group&amp;nbsp;Bakrie, adalah salah satu pemegang saham PT Freeport Indonesia.  &lt;br /&gt;  &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sudah&amp;nbsp;banyak diketahui oleh khalayak masyarakat, bahwa&amp;nbsp;organisasi-organisasi paramiliter ini juga menjual jasa keamanan&amp;nbsp;kepada para pemilik modal di Indonesia. Organisasi-organisasi&lt;br /&gt;  paramiliter ini jugalah yang nantinya akan berhadapan dengan kaum&amp;nbsp;buruh dan tani, ketika kaum buruh dan tani berkonflik dengan para&amp;nbsp;pemilik modal. Organisasi-organisasi paramiliter ini juga akan&lt;br /&gt;  membela para pelaku pelanggar HAM, seperti yang dilakukan oleh FPI&amp;nbsp;yang melakukan aksi unjuk rasa di Komnas HAM untuk menyatakan&amp;nbsp;dukungannya terhadap Wiranto sewaktu dipanggil Komnas HAM dalam&lt;br /&gt;  penyelidikan kasus pelanggaran HAM di tahun 2008. FPI menolak&amp;nbsp;pemeriksaan Komnas HAM terhadap Wiranto tentang keterlibatannya dalam&amp;nbsp;pelanggaran HAM di Timor Timur.&lt;br /&gt;  &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Melihat&amp;nbsp;sejarah pembangunannya, FPI memang dan organisasi sejenis memang&amp;nbsp;dibentuk untuk memberikan perlindungan kepada para pelaku pelanggar&amp;nbsp;HAM, para elit politik serta pemilik modal. Pembentukan&amp;nbsp;organisasi-organisasi paramiliter di tahun 1998 atau yang dikenal&amp;nbsp;sebagai PAM SWAKARSA, digunakan untuk membantu rezim neoliberal&amp;nbsp;menghadapi aksi-aksi yang cukup marak ketika itu.&lt;br /&gt;  &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dengan&amp;nbsp;semakin meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia,&amp;nbsp;maka organisasi-organisasi paramiliter tersebut akan dengan mudah&amp;nbsp;mencari calon-calon anggota dengan iming-iming mendapatkan uang&amp;nbsp;secara mudah serta kekuasaan semu di tengah-tengah masyarakat karena&lt;br /&gt;  menebar teror ketakutan. Rezim neoliberal serta pemilik modal pun&amp;nbsp;akan semakin kuat posisinya karena memanfaatkan perlindungan dari&amp;nbsp;organisasi-organisasi para militer tersebut. Yang jelas dan terlihat&lt;br /&gt;  nyata adalah rakyat pekerja di Indonesia akan semakin terpecah belah&amp;nbsp;dan dijauhkan dari kepentingan utamanya, yaitu kesejahteraan dan&amp;nbsp;keadilan sosial. Organisasi-organisasi rakyat juga akan semakin&lt;br /&gt;  direpresi dan dibatasi ruang politiknya oleh rezim neoliberal dengan&amp;nbsp;menggunakan jasa organisasi-organisasi paramiliter tersebut.&lt;br /&gt;  &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Maka&amp;nbsp;dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja menyatakan sikap untuk&lt;br /&gt;  mendukung pembubaran FPI dengan program:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;Pengungkapan peran dan keterlibatan aparat negara, termasuk pimpinan jendral militer dan polisi, yang membangun FPI dan organisasi sejenisnya sebagai alat teror terhadap kebebasan sipil masyarakat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penghukuman pada para anggota FPI dan organisasi sejenisnya yang melakukan tindakan kekerasan terhadap masyarakat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penghukuman terhadap para pejabat dan aparat keamanan yang melakukan pembiaran dan dukungan terhadap aksi kekerasan dan intimidasi FPI dan organisasi sejenisnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dukungan terhadap organisasi-organisasi masyarakat dan warga di seluruh Indonesia yang berani menolak tindak kekerasan, intimidasi, dan kegiatan-kegiatan anti kebebasan sipil yang dilakukan oleh FPI dan organisasi-organisasi paramiliter serupa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlunya konsolidasi gerakan demokratik untuk segera menghentikan praktik intimidasi ala FPI dan organisasi sejenisnya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Jakarta, 19 Pebruari 2012&lt;br /&gt;  Komite Pusat - Perhimpunan Rakyat Pekerja&amp;nbsp;(KP-PRP) &lt;br /&gt;  Ketua Nasional Sekretaris Jenderal &lt;br /&gt;  ttd.&lt;br /&gt;  (Anwar Ma'ruf) ttd&lt;br /&gt;  (Rendro Prayogo) &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Contact&amp;nbsp;Persons:&lt;br /&gt;  Anwar&lt;br /&gt;  Ma'ruf – Ketua Nasional  (0812 1059 0010)&lt;br /&gt;  Irwansyah&lt;br /&gt;  – Wakil Ketua Nasional  (0812 1944 3307)&lt;br /&gt;  &amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: white; height: 0;"&gt;__,_._,___&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-5370451573272576022?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/5370451573272576022/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2012/02/pernyataan-sikap-prp-usut-keterlibatan.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/5370451573272576022" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/5370451573272576022" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2012/02/pernyataan-sikap-prp-usut-keterlibatan.html" title="Pernyataan Sikap PRP: Usut Keterlibatan Aparat dibelakang FPI" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-3255667551925819113</id><published>2012-02-09T08:23:00.001-08:00</published><updated>2012-02-09T08:23:27.290-08:00</updated><title type="text">"Kapitalisme Memanfaatkan Buruh"</title><content type="html">‎​Apa sih POLITIK itu? ‎​
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Seorang anak kecil bertanya pada ayahnya,&amp;quot;Ayah, dapatkah kau jelaskan apakah politik itu?
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Ayah berkata,&amp;quot;Nak, aku akan menjelaskan seperti ini: Aku adalah pencari nafkah bagi keluarga, jadi sebutlah aku KAPITALISME.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Ibumu, dia adalah pengatur keuangan, sehingga kita sebut dia PEMERINTAH.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Kami disini untuk memenuhi kebutuhanmu sehingga kau kita sebut RAKYAT.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Bibi pembantu kita anggap sebagai BURUH.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Sekarang adikmu yang masih bayi, kita sebut dia MASA DEPAN.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Sekarang pikirkanlah hal ini dan pertimbangkanlah apakah ini masuk akal bagimu.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Anak tersebut masuk ke kamarnya dan memikirkan apa yang baru saja dikatakan ayahnya.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Tengah malam, dia mendengar adiknya menangis, lalu dia bangun dan, memeriksanya, dan dia menemukan adiknya basah kuyup dan kotor karena adiknya, pipis dan buang air besar.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Anak itu lantas pergi ke kamar orang tuanya dan, melihat ibunya sedang tidur nyenyak dan mendengkur. Dia tak ingin membangunkan, ibunya, karenanya, ia pergi ke kamar pembantu. Pintunya terkunci, dan dia, mengintip dari lubang kunci dan melihat ayahnya sedang bercinta dengan si pembantu. Dia menyerah dan kembali ke kamarnya.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Pagi berikutnya, anak kecil itu berkata pada ayahnya, &amp;quot;Kurasa sekarang aku, mengerti apa itu politik.&amp;quot;,
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Ayah menjawab, &amp;quot;Bagus, Nak, ceritakan padaku pendapatmu tentang politik.&amp;quot;,
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Si anak segera menjawab, &amp;quot;Ketika KAPITALISME sedang memanfaatkan BURUH, PEMERINTAH tidur, RAKYAT hanya bisa menonton dan bingung melihat MASA DEPAN berada dalam kesulitan besar. X_X  =)) =D :D 
&lt;br&gt;Horas Indonesia Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-3255667551925819113?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/3255667551925819113/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2012/02/kapitalisme-memanfaatkan-buruh.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/3255667551925819113" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/3255667551925819113" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2012/02/kapitalisme-memanfaatkan-buruh.html" title="&quot;Kapitalisme Memanfaatkan Buruh&quot;" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-6880892027796032542</id><published>2012-01-26T02:13:00.001-08:00</published><updated>2012-01-27T09:07:14.058-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisurh partai demokrat" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cikeas" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berita" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="indonesia" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrat" /><title type="text">Dewan Pembina Minta Anas Nonaktif</title><content type="html">&lt;div&gt;&lt;span style="background-color: white; font-family: 'bookman old style', 'new york', times, serif; font-size: 12pt;"&gt;Penulis : Eddy Lahengko/Deytri Aritonang/Diamanty Meiliana &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ygrp-mlmsg" style="position: relative;"&gt;&lt;div id="ygrp-msg" style="z-index: 1;"&gt;&lt;div id="ygrp-text"&gt;&lt;div style="background-color: white; color: black; font-family: bookman old style, new york, times, serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;div class="detail-page"&gt;&lt;div class="detail-news"&gt;&lt;div class="csc-default" id="c29"&gt;&lt;div class="writer"&gt;&lt;span class="countTop"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="content-detail"&gt;&lt;div class="subheader"&gt;&lt;div class="news-single-img"&gt;&lt;a href="http://www.sinarharapan.co.id/index.php?eID=tx_cms_showpic&amp;amp;file=uploads%2Fpics%2Fdemokrat1_03.jpg&amp;amp;md5=2f287bf92af82af0a8a39727075d59278540b122&amp;amp;parameters[0]=YTo0OntzOjU6IndpZHRoIjtzOjQ6IjgwMG0iO3M6NjoiaGVpZ2h0IjtzOjM6IjYw&amp;amp;parameters[1]=MCI7czo3OiJib2R5VGFnIjtzOjQyOiI8Ym9keSBiZ0NvbG9yPSIjZmZmZmZmIiBz&amp;amp;parameters[2]=dHlsZT0ibWFyZ2luOjA7Ij4iO3M6NDoid3JhcCI7czozNzoiPGEgaHJlZj0iamF2&amp;amp;parameters[3]=YXNjcmlwdDpjbG9zZSgpOyI%2BIHwgPC9hPiI7fQ%3D%3D" target=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;              &lt;br /&gt;&lt;div class="news-single-imgcaption"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;JAKARTA - Dewan Pembina Partai Demokrat meminta Anas   Urbaningrum mengundurkan diri atau nonaktif dari jabatannya sebagai   ketua umum Partai Demokrat. Keputusan itu diambil setelah mendengar   pandangan dari seluruh anggota Dewan Pembina.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hal itu diungkap sumber &lt;i&gt;SH&lt;/i&gt; di Jakarta, Rabu (25/1).   "Ada empat poin. Itu (mundur atau nonaktif) merupakan poin kedua dari   empat poin yang dihasilkan dalam rapat Dewan Pembina," jelas sumber itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rapat yang digelar di kediaman Ketua Dewan Pembina Susilo   Bambang Yuhdoyono (SBY), Selasa (24/1) malam itu dipimpin Marzuki Alie   dan Andi Mallarangeng. Rapat juga dihadiri SBY dan hampir semua anggota   Dewan Pembina. Namun Anas tidak menghadiri pertemuan itu karena bukan   anggota Dewan Pembina.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Rapat Dewan Pembina digelar sebagai kelanjutan dari rapat   pada Selasa lalu atas permintaan SBY untuk mendengarkan masukan dari   anggota Dewan Pembina. "Tidak biasanya ada rapat seperti itu. Hanya ada   beberapa yang tidak hadir karena alasan tertentu," jelas sumber &lt;i&gt;SH&lt;/i&gt; lagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengenai mekanisme pergantian, semua akan dikembalikan sesuai mekanisme AD/ART Partai Demokrat. Untuk sementara bisa ditunjuk &lt;i&gt;caretaker&lt;/i&gt; sebelum adanya pemilihan ketua umum. "Semua ada mekanismenya," ujar sumber itu lagi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menurutnya, sikap anggota Dewan Pembina ini tidak lepas   dari survei yang sangat menohok Partai Demokrat karena hanya 14 persen,   sedangkan di posisi teratas dipegang PDI Perjuangan dan Partai Golkar.   "Semua ingin ada perbaikan, karena tidak mau terus terperosok," kata   sumber yang juga dari internal Partai Demokrat ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di kalangan anggota Dewan Pembina hanya ada satu orang yang   ingin mempertahankan Anas dan satu lagi abu-abu. Selebihnya meminta   Anas mengundurkan diri. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sumber itu mengatakan, dalam waktu tidak lama akan ada   tindakan nyata untuk ketua umum Demokrat. "Memang benar Pak SBY   mengatakan Anas itu seperti 'saudara saya', namun bukan dalam konteks   pembelaan tetapi lebih kepada ungkapan kekecewaan," katanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarak yang dihubungi &lt;i&gt;SH&lt;/i&gt;,   Kamis (26/1) siang ini menegaskan, pihaknya tidak berani memberi   menyatakan sikap menyusul wacana permintaan agar Anas mundur. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dia mengatakan, jika ada aspirasi Dewan Pembina yang   menuntut demikian adalah hal wajar. Meski demikian, keputusan akhir   tetap ada pada Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.&amp;nbsp;"Namanya juga   aspirasi. Dinamika internal boleh saja. Yang jelas Dewan Pembina kompak   menyerahkan keputusan pada SBY," ujarnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mubarok menyatakan, sejak rapat koordinasi nasional   (rakornas) Partai Demokrat beberapa waktu lalu, memang ada permintaan   dari kader dari Jawa Tengah agar Anas mundur dari keketuaannya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Namun, aspirasi tersebut tidak langsung menjadi sikap   partai. "Tidak ada yang berani menyatakan bagaimana aspirasi di rapat   Dewan Pembina pada Selasa. Tidak ada keputusan tanpa SBY," jelasnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Dana Kongres&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sidang lanjutan terhadap terdakwa M Nazaruddin dalam kasus   suap Sesmenpora terkait pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang,   Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (25/1), kian menguak sejumlah fakta   penting. Yulianis, mantan anak buah Nazaruddin di Permai Grup, yang   memberikan keterangan sebagai saksi membeberkan fakta penting itu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam waktu hampir delapan jam, Yulianis membeberkan   kinerja perusahaan yang ternyata tidak berbadan hukum tersebut. Sebagai   wakil direktur keuangan Permai Grup, Yulianis membuka catatan keluar   masuk uang di perusahaan tersebut. Dia juga membawa buku khusus yang   diduga sebagai catatan keluar masuk uang.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yulianis mengakui ada uang Rp 6 miliar yang dikeluarkan   untuk membeli proyek wisma atlet. Dia juga mengatakan Nazaruddin meminta   uang US$ 1,1 juta untuk dibawa ke DPR terkait proyek wisma atlet.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sejumlah uang juga mengalir kepada Anas dan Andi waktu   Kongres Demokrat pada 2010. Dia menyebut perusahaan mengeluarkan uang Rp   150 miliar untuk Andi dan Rp 100 miliar untuk Anas. "Saya yang bawa   uang ke Bandung, waktu itu untuk acara Kongres Partai Demokrat. Jadi Bu   Rosa berperan sebagai pengusaha yang mau menyumbang Pak Andi dan Pak   Anas Urbaningrum," ungkapnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yulianis menyebutkan Permai Grup juga membeli saham PT   Garuda Indonesia. Uang Rp 300,8 miliar yang didapat dari keuntungan   proyek perusahaan dijadikan alat pembelinya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terdapat lima anak perusahaannya yang membeli saham-saham   tersebut. Mereka adalah Permai Raya Wisata yang membeli 30 juta lembar   saham seharga Rp 22,7 miliar, Cakra Wajah Abadi membeli 50 juta lembar   senilai Rp 37,5 miliar, lalu Eksatek membeli 165 juta lembar saham   dengan nilai Rp 124,1 miliar, Pasifik membeli 100 juta lembar saham   seharga Rp 75 miliar, dan Dharmakusuma membeli 55 juta lembar saham   seharga Rp 41 miliar.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yulianis juga menceritakan soal rencana penghilangan alat   bukti di kantornya tepat ketika Rosa tertangkap Komisi Pemberantasan   Korupsi (KPK) pada 21 April 2010. Dengan perintah Nazaruddin, Yulianis   diminta membereskan isi semua brankas perusahaan dan ruangan Rosa. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Disuruh bersih-bersih, beres-beres, karena di sana banyak   catatan-catatan. Menemukan identitas palsu Rosa dan KK palsunya dengan   nama Amelia. Saya masukkan dalam kotak, saya berikan ke OB, dan saya &lt;i&gt;nggak&lt;/i&gt; tahu lagi diberikan di mana," jelasnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Uang sejumlah Rp 7 miliar dan US$ 3000 dimasukkan ke kotak   tersebut. Sertifikat tanah di Bekasi, STNK semua mobil kantor, dan   berbagai deposito ikut dimasukkan ke kotak tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hingga pukul 02.00 dini hari, dia bersama dua rekannya   bersembunyi dalam satu ruangan gelap di kantor Permai Grup tersebut. Itu   karena penyidik KPK sedang menggeledah isi kantor tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menjelang pagi, dia dan rekannya bisa keluar. Yulianis   melihat hanya satu koper yang berisikan cek-cek perusahaan yang dibawa   pergi penyidik KPK. "Tidak tahu kenapa barang lain itu tidak tersita   oleh penyidik," katanya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Proses penyelamatan aset perusahaan itu, katanya, sudah   direncanakan beberapa hari sebelumnya. Nazaruddin memerintahkannya   secara langsung dalam pertemuan di rumahnya pada 17 April 2011. Bahkan   ketika KPK menggeledah Permai Grup, Nazaruddin masih menghubunginya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menjelang sore, persidangan seperti sudah memasuki tahap   keletihan. Saat itu sudah menjelang waktu salat magrib dan majelis hakim   akan memberlakukan skors yang kedua. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak ingin kehilangan kesempatan untuk bertanya,   Nazaruddin kembali ingin memastikan Anas terlibat dalam kasus-kasus yang   menyeret namanya itu. Dia pun bertanya apakah Anas pernah datang ke   kantor kepada Yulianis. Yulianis mengaku tidak pernah melihat Anas   datang ke kantor setiap hari. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Tapi tanpa ingin mendeskreditkan, kalau Pak Anas tidak   datang ke kantor, Pak Nazar tidak salat Jumat," katanya yang disambut   tawa riuh pengunjung sidang. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;KPK Tidak Tunggu Istana&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad   mengatakan lembaganya independen dan tidak ada urusan dengan Istana. Hal   ini dinyatakannya berkaitan dengan penilaian kinerja KPK yang lamban   dalam menangani kasus wisma atlet.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam sidang yang sedang berlangsung, nama Anas dan   Angelina Sondakh berkali-kali disebut menerima sejumlah uang dari   Nazaruddin. Bahkan Anas juga disebut menerima uang Rp 50 miliar yang   dibagi-bagikan dalam pemenangannya sebagai ketua umum Demokrat.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Kita tidak ada urusan dari Istana, kita independen. Di   negeri ini tidak ada orang yang kebal hukum. Kita memerlukan dua alat   bukti yang cukup, bukan menunggu wangsit dari Istana," katanya, Kamis   (26/1).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam jumpa pers yang diadakan pagi ini, Abraham tidak   menyinggung soal tersangka baru di kasus wisma atlet maupun Hambalang.   Menurutnya, belum ada telaah penyidik yang bisa menguatkan kasus ini   naik ke tingkat penyidikan. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;"Kita masih pengembangan. Tidak ada kasus yang kita   petieskan. Tapi kita mohon agar bersabar sedikit karena upaya penegakan   hukum tidak bisa dilakukan secara instan," katanya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; height: 0;"&gt;__._,_.___&lt;/div&gt;&lt;div id="ygrp-actbar" style="clear: both; color: #666666; margin-bottom: 10px; padding-top: 15px; white-space: nowrap;"&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; height: 0;"&gt;__,_._,___&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-6880892027796032542?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/6880892027796032542/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2012/01/dewan-pembina-minta-anas-nonaktif.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/6880892027796032542" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/6880892027796032542" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2012/01/dewan-pembina-minta-anas-nonaktif.html" title="Dewan Pembina Minta Anas Nonaktif" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-1216071004710104338</id><published>2012-01-09T23:24:00.001-08:00</published><updated>2012-01-09T23:24:08.749-08:00</updated><title type="text">Tritura 2012</title><content type="html">Christianto Wibisono mengontekskan Tritura 1965 menjadi Tritura 2012: (1) bubarkan PKI (&amp;quot;Partai Koruptor Indonesia&amp;quot;) yang telah membajak negeri ini dari negarawan sejati; (2) reformasi birokrasi agar proaktif pada kebutuhan masyarakat; (3) tingkatkan kualitas harkat martabat manusia Indonesia sebagai bangsa terbesar keempat dunia secara kualitatif. 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Tritura 2012 ini ditujukan kepada Presiden dan elite DPR. Presiden yang kebetulan menantu Sarwo Edhie tidak bisa sendirian memenuhi Tritura 2012 karena SBY bukan dan tidak boleh menjadi diktator seperti Soekarno dan Soeharto. Maka, capres ketujuh harus memimpin partai terkuat agar tidak tersandera oleh DPR dan mampu merespons Tritura 2012. 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Christianto Wibisono Penulis Buku Aksi-Aksi Tritura 1970.  (Kompas, 10 Januari 2012)
&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-1216071004710104338?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/1216071004710104338/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2012/01/tritura-2012.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/1216071004710104338" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/1216071004710104338" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2012/01/tritura-2012.html" title="Tritura 2012" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-4455437186558841933</id><published>2012-01-07T03:01:00.000-08:00</published><updated>2012-01-07T03:02:01.704-08:00</updated><title type="text">TIKUS-TIKUS KANTOR (BY: IWAN FALS)</title><content type="html">kisah usang tikus-tikus kantor yg suka berenang di sungai yg kotor. 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;kisah usang tikus-tikus berdasi yg suka ingkar janji lalu sembunyi,dibalik meja teman sekerja,didalam lemari dari baja. 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;kucing datang cepat ganti muka,segera menjelma bagai tak tercela,masa bodo&amp;#39; hilang harga diri,asal tak terbukti lalu sikat lagi. 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;tikus-tikus tak kenal kenyang,rakus-rakus bukan kepalang,otak tikus memang bukan otak udang,kucing datang tikus menghilang. 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;kucing-kucing yang kerjanya molor,tak ingat tikus kantor datang menteror,cerdik,licik,tikus bertindak tengik,mungkin karna si kucing pura-pura mendelik. 
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;tikus tahu sang kucing lapar kasih roti jalan pun lancar,memang sial sang tikus terlalu pintar atau mungkin si kucing yg kurang cekatan
&lt;br&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry&amp;#174;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-4455437186558841933?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/4455437186558841933/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2012/01/tikus-tikus-kantor-by-iwan-fals.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/4455437186558841933" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/4455437186558841933" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2012/01/tikus-tikus-kantor-by-iwan-fals.html" title="TIKUS-TIKUS KANTOR (BY: IWAN FALS)" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-6908838116936500689</id><published>2011-12-23T02:37:00.001-08:00</published><updated>2011-12-23T08:18:11.535-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="opini" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="PKS" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tarbiyah" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berita" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="seputar universitas UI" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="FUIB" /><title type="text">Seputar Kisruh di Universitas Indonesia</title><content type="html">&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From: Al Faqir Ilmi &amp;lt;alfaqirilmi@yahoo.com&amp;gt;&lt;br /&gt;Subject: Seputar Kisruh di Universitas Indonesia&lt;br /&gt;To:&lt;br /&gt;Date: Friday, December 23, 2011, 12:16 PM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="yiv284040850"&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 14pt;"&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;S&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;eputar Kisruh di Universitas Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tweet from @ratu_adil&lt;br /&gt;-----------------------------&lt;br /&gt;Bersepeda Dari Pati Untuk Kuliah Di UI, Beasiswa Malah Terancam Dicabut http://t.co/EbJx37Fw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JurNas: Mahasiswa FIB UI Demo Terkait Rencana Dekanat Cabut Beasiswa http://t.co/XuvBuY5s&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rektor UI Enggan Komentari Sanksi Pencabutan Beasiswa http://t.co/dlHqQabo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa FIB UI Kecam Ancaman Pencabutan Beasiswa untuk Maba http://t.co/X5V3DYxN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebohongan Rektor dan Skandal Penyadapan http://t.co/TsKmqUtW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@ratu_adil: Yiha, jelang akhir tahun, ada pergolakan di UI #BeasiswaUI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin lagi main-main ke UI untuk pantau2 situasi disana, #Eh gak taunya lagi ada pergolakan. Ternyata UI yang katanya universitas paling bergengsi, birokratnya masih pakai 'ancaman psikologis' untuk kendalikan mahasiswa. Hasil kasak-kusuk di UI kemarin, para mahasiswa penerima beasiswa mengaku diancam akan dicabut beasiswanya jika langgar aturan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mereka, Dekanat UI telah membelenggu hak berserikat dan berkumpul dengan ancaman cabut beasiswa. Selain itu, Dekanat UI juga mengancam skorsing bagi kegiatan himpunan mahasiswa yang tidak 'sejalan' dengan visi misi UI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudnya tidak sejalan?" tanya saya pada para mahasiswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UI selalu mengijinkan acara dr organisasi2 Tarbiyah, sedangkan acara himpunan mahasiswa yg 'berbeda' cenderung dilarang" ujar mereka. "dan cara mereka (UI) mengekang kami sering dengan ancaman, misalnya ancaman cabut beasiswa, skorsing dan sebagainya" ujar mahasiswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ooh, itu mah memang begitu. UI kan memang sudah dikuasai Tarbiyah," ujar saya pada mahasiswa UI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya banyak juga yg minat sama topik kisruh UI. Oke, kl gitu saya akan ceritakan soal seluk beluk UI dr hasil investigasi saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca kejatuhan Soeharto 1999, akan digelar pemilu dimana UI rencananya akan menjadi TPS (tempat pemungutan suara). Bakin (sekarang BIN) mengadakan riset tentang siapa partai yg paling diminati mahasiswa UI. Hasilnya mengejutkan, ternyata UI memilih PK (partai Keadilan/sekarang PKS) dan PRD (partai rakyat demokratik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakin pun melapor pada negara, dan negara pun memutuskan batal menjadikan UI sebagai TPS di pemilu 1999&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, UI adalah representatif kaum intelektual Indonesia, sehingga membuka UI jadi TPS akan mengangkat pamor PRD dan PK (skrg PKS). Dan kalau kemenangan PRD dan PK di UI terpublikasi, tentu dana investasi asing ke parpol akan beralih sebagiannya ke PK dan PRD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara via Bakin pun memutuskan melancarkan operasi infiltrasi divide et impera, yakni untuk memecah belah PRD dan PK dari dalam. PRD pun, terpecah belah, dalam internal PRD muncul dua kubu (PRD kiri dan PRD kanan). PK pun terbagi dua kubu, yang akhirnya menjadi PKS dan Hizbut Tahrir. Operasi ini terjadi tak hanya di UI, tapi juga di seluruh lini PRD dan PK di indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berusia singkat, PRD pun bubar, pentolannya kini gabung PDIP. Sedangkan PK jg terbagi menjadi PKS dan Hizbut Tahrir. Di UI, PKS lebih dominan 'menguasai' mahasiswa dan birokrasi ketimbang Hizbut Tahrir. Dan hingga saat ini, negara tidak pernah lagi mengizinkan UI atau kampus lain menjadi TPS dalam pemilu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai catatan, baik PK dan PRD itu salah satu motor penggeraknya adalah anak jurusan sejarah UI dari fakultas Sastra (skrg FIB UI). So, jangan heran kalau dari dulu sampai sekarang, Fak Sastra atau FIB UI selalu menjadi sumber pemikiran kritis di UI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil pengamatan saya, gejolak pemikiran di UI itu lebih dipacu oleh anak2 Fak Sastra atau FIB UI ketimbang Fisip UI. Itulah sebabnya banyak aktivitas intelijen di FIB UI (termasuk saya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yg belum tahu, anak dari Mayjen Gerungan (Rocky Gerung) mantan petinggi Permesta, skrg jadi dosen FIB UI. Dan Rocky Gerung kini menjadi salah satu pionir terdepan Partai SRI bersama beberapa senior2 FIB UI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi RMS (republik maluku serani) juga tercatat sudah 'memasukkan' sejumlah mahasiswa ke FIB UI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tak ketinggalan, beberapa 'agen' GAM juga disusupkan ke FIB UI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data intelijen yg disimpan di Deplu menyebutkan ada sekitar 14 aktivitas intelijen di FIB UI. Dari kelompok kiri, kelompok kanan, kelompok separatis, ikutan memantau FIB UI. Maka tak heran @sudjiwotedjo ketika mampir ke FIB UI salah satu pada pagelaran teater kampus terbesar di Indonesia berkata iri pada FIB UI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda membandingkan gelora mahasiswa di UI, anda tidak akan menemui gairah pembangkangan yang lebih besar dari FIB UI. Itulah sebabnya saya bilang, UI hanya terbagi 2 kubu, Tarbiyah yg menguasai hampir seluruh Fakultas, versus FIB UI. Tarbiyah UI selalu mencoba menundukkan FIB UI, namun terus dilawan oleh gerakan solidaritas FIB UI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yg mengetahui, mungkin pernah dengar mahasiswa UI perang lawan Tarbiyah di ajang pemilihan ketua BEM UI. Kejadiannya sekitar tahun 2003-2004, perang yg saya maksud dalam arti harfiah. Pemukulan, lempar batu terjadi di FIB UI. Kemudian pada pemilihan ketua BEM UI tahun berikutnya, mahasiswa FIB UI membakar kotak suara karena menemukan adanya kecurangan Tarbiyah UI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2008, seluruh mahasiswa FIB UI bersatu menghadang Dekanat UI lantaran Dekanat membelenggu kebebasan berkumpul mahasiswa non Tarbiyah. Kejadian serupa terulang kemarin, mahasiswa FIB UI bahu membahu mengepung Dekanat karena larangan berserikat dan berkumpul, Dan #LagiLagi, Tarbiyah UI berada di belakang pelarangan berkumpul itu. Tarbiyah UI memang sudah 'menyusup' ke birokrasi UI, dosen-dosen UI hingga BEM UI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada peristiwa FIB UI kemarin, kepala jurusan sejarah bernama Abdurahman yg aktif sebagai anggota PKS adlh salah satu dalang pelarangan itu. Pelarangan ini didukung oleh salah satu petinggi Dekanat FIB UI bernama Albert Roring yg menurut cerita mahasiswa selalu menopang Tarbiyah. Albert Roring bahkan mengancam akan mencabut beasiswa mahasiswa baru (Maba), suatu tindakan yang sangat keji yg pernah dilakukan o/h 'Guru'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya, Roring mengancam seorang Maba Sejarah UI bernama Jalaludin yg namanya sempat ngetop di media massa. Jalaludin ini unik, dia naik sepeda dari Jawa Tengah ke Depok (harfiah) karena diterima di UI. Media sempat ramai memberitakan ini. Ancaman kepada Jalaludin rupanya menjadi 'batu kerikil" bagi Tarbiyah UI. Mahasiswa FIB UI pun memanfaatkan 'keuntungan' itu dengan menggalang aksi protes yg melibatkan media massa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantauan saya, pemberitaan itu menjadi salah satu senjata kuat mahasiswa FIB untuk memenangkan pertarungan vs Dekanat-Tarbiyah FIB UI. Kun fayakun! Mahasiswa FIB UI memenangkan pertarungan. Dekanat/Tarbiyah FIB UI batal mencabut beasiswa Jalaludin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bravo ! Salute buat FIB UI yang #LagiLagi berhasil memukul mundur Tarbiyah UI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini, satu-satunya fakultas di UI yg masih 'berani' melawan Tarbiyah adalah FIB UI. Tapi tetap perlu diwaspadai, kekuatan Tarbiyah UI disokong oleh Manajoer Kemahasiswaan Rektorat UI bernama Kamaruddin. Melalui Kamaruddin inilah, orang2 Tarbiyah UI berhasil menyusup di birokrasi UI, Albert Roring merupakan salah satu orangnya Kamaruddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan Tarbiyah UI paling kuat di Fakultas MIPA. Nama kantinnya Fakultas MIPA saja DALLAS yg merupakan kependekan dari 'di bawah lindungan Allah SWT'. Nah, pertanyaannya kemudian adalah apakah ada hubungannya antara kisruh rektor UI Gumilar Sumantri dengan Tarbiyah UI?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, betul. Keduanya memang berkaitan. Ada pihak yg ingin menggoyang kekuatan Tarbiyah (PKS) di UI yg disokong oleh Gumilar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yg ingin menjatuhkan dominasi Tarbiyah (PKS) di UI via Gumilar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pemain disini. Tapi singkatnya, mereka adalah gerakan yg disokong para intelektual UI dari fakultas Kedokteran, Ekonomi, Fisip. Sayangnya, mereka ini memiliki agenda politik tingkat tinggi yg sebetulnya juga tidak memperjuangkan hak-hak mahasiswa UI. Dugaan sementara dari tim intelijen di lapangan, ada kepentingan global di balik gerakan Save UI, juga Pelita UI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum bisa buka datanya, karena masih harus konfirmasi lebih lanjut soal ini. Tapi sedikit indikasi, ada kelompok mafia berkeley di balik gerakan Save UI juga Pelita UI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mendengar nama Emil Salim (kelompok berkeley) aktif di gerakan Save UI. Kemudian ada nama Gadis Arivia (aktivis partai SRI), istri dari Rick Pollar (petinggi World Bank yg menjembatani Sri Mulyani ke World Bank). Banyak lagi nama yg belum bisa saya buka disini. Sejumlah tim intelijen dari berbagai kepentingan sedang memantau perkembangan kisruh UI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kekuatan besar sedang tarik menarik di UI. Yg satu merapat ke MWA untuk jatuhkan Gumilar, sdgkan Tarbiyah back up via M Nuh (Mendiknas). We'll see lah bagaimana hasil akhirnya. Entah kelompok Berkeley atau Tarbiyah yg menang. Yang jelas, mahasiswa tetap ditunggangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sedikit yang tahu, bahwa setiap pemilihan ketua BEM UI, dana partai berseliweran menyokong kampanye sang calon. Nilai sokongan dana partai ke ketua BEM itu mencapai miliaran lho. Tentunya ada deal antara sang kandidat dengan partai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, jika saya mahasiswa UI, apa yang harus saya lakukan untuk menghadapi permainan dua kelompok besar ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stay calm, pantau perkembangan isu dan jangan mudah terpengaruh isu yg diboyong dua kelompok ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Berkeley, umumnya menggunakan bahasa2 yg seolah memperjuangkan kebebasan dan demokrasi untuk gaet massa di UI. Sedangkan kelompok Tarbiyah UI (PKS), tentu saja memperjuangkan langgengnya kekuasaan mereka sendiri dgn mengekang hak mahasiswa. Tapi berdasarkan pantauan saya, isu pergolakan yg muncul di FIB UI masih lebih murni berasal dari keresahan terhadap otoritas yg mengekang. Itulah kenapa sejak dulu, sulit bagi kelompok-kelompok yg berkepentingan menguasai UI untuk menduduki FIB UI secara utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa FIB UI boleh bangga dengan semangat yang dimilikinya, meski Tarbiyah UI terus berupaya kuasai, FIB UI tetap tegak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut cerita mahasiswa FIB UI, ketika seluruh kampus UI melarang merokok di kantin fakultas, hanya FIB UI yg bertahan diperbolehkan. Ketika seluruh kantin fakultas melarang mahasiswa main kartu, hanya FIB UI yang masih bebas. Ketika acara-acara budaya perlahan-lahan dihalangi, FIB UI bergerak secara bawah tanah dan independen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu sekali, jam kuliah di FIB UI dibuka hingga pukul 21.00 WIB. Sama seperti fakultas-fakultas lain. Jam kuliah yang berlangsung sampai malam, membuka peluang terjadinya konsolidasi kelompok kebebasan di UI untuk rapatkan barisan. Acara-acara digelar hingga lewat tengah malam dan seringkali menjadi wadah penghujatan terhadap ketidakadilan kampus UI. Gerakan kiri pun 'mendompleng' mahasiswa melalui tongkrongan malam di UI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gelora pembangkangan mengepul dari kantin-kantin di UI. Memang tidak semua, tapi di sejumlah fakultas UI terjadi 2 pengelompokan, kubu kantin (pembangkang) dan musholla (Tarbiyah/PKS). Dan hampir setiap pemilihan ketua senat, terjadi tarik menarik antara kubu Kantin yg mengusung calon non Tarbiyah. Dengan kubu Musholla yang mengusung Tarbiyah UI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, hampir semua senat fakultas di UI dipegang Tarbiyah UI, termasuk FIB UI. Tapi, kebanyakan fakultas akhirnya legowo menerima kenyataan Tarbiyah tak terkalahkan di UI. Fisip UI, yg dulunya jadi basis perlawanan mahasiswa UI pun kini cenderung 'nrimo'. Psikologi UI, dulu juga sempat jadi basis perlawanan terhadap Tarbiyah dipimpin salah satu tokohnya 'Bagus Takwin', kini layu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantauan saya selama 10 tahun terakhir ini terhadap pergerakan mahasiswa di UI, hanya FIB UI yang masih punya peluang melawan secara nyata. Maka bagi mahasiswa FIB UI, lekaslah bersatu, mumpung Tarbiyah lagi digoyang oleh kelompok Berkeley via gerakan Save UI juga Pelita UI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyaksikan sendiri bagaimana mahasiswa FIB UI berhasil memukul mundur bentrok, fisik maupun pemikiran melawan kedaulatan Tarbiyah UI. Tapi ingat agar selalu tetap waspada.. belasan aktivitas intelijen di FIB UI masih memantau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temans2, saya sudahi dulu laporan singkat (namun panjang :p) seputar UI ini&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;http://www.radaronline.co.id/berita/pembaca/3641/2011/Seputar-Kisruh-Universitas-Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-6908838116936500689?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/6908838116936500689/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/12/seputar-kisruh-di-universitas-indonesia.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/6908838116936500689" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/6908838116936500689" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/12/seputar-kisruh-di-universitas-indonesia.html" title="Seputar Kisruh di Universitas Indonesia" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-8078030932480131861</id><published>2011-12-13T03:06:00.001-08:00</published><updated>2011-12-14T00:42:24.770-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="opini" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="rejim sby" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cikeas" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kelompok 9 naga" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berita" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bank century" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sby" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="lonely song of sby" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sri mulyani" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nazarudin" /><title type="text">"Lonely Song" of SBY</title><content type="html">&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;      &lt;br /&gt;&lt;div id="ygrp-mlmsg" style="position: relative;"&gt;&lt;div id="ygrp-msg" style="z-index: 1;"&gt;&lt;div id="ygrp-text"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="font: inherit;" valign="top"&gt;&lt;div id="RTEContent"&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color: #00407f; font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: #434343;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #434343;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;From: Al Faqir Ilmi &amp;lt;alfaqirilmi@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LONELY SONG OF SBY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY&lt;br /&gt;semakin bingung harus bersikap apa. Kejadian demi kejadian tidak ada&lt;br /&gt;yang terselesaikan. Malahan bertambah kejadian baru yg makin&lt;br /&gt;mengenaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara skandal Bank Century dimati-surikan, skandal petinggi2 Demokrat mencuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 23 Mei 2011 ternyata Nazarudin sudah menghadap SBY dan melaporkan semuanya, termasuk keterlibatan Ibas dan Anas, dkk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakornas&lt;br /&gt;Demokrat di Sentul pun berlangsung alot hingga hampir subuh. Keputusan&lt;br /&gt;diambil walau berat. Anas dilengserkan&lt;br /&gt;untuk membersihkan nama PD. Ditugaskan dua orang. Andi Malarangeng&lt;br /&gt;untuk menghadap SBY dan Ahmad Mubarok untuk menyampaikan kepada Anas&lt;br /&gt;sekaligus mencari format yg elegan n bijak bagi semua pihak. Tentu ini&lt;br /&gt;kemauan kubu Marzuki Ali dan Andi Malarangeng yang mau membalas dendam&lt;br /&gt;atas&lt;br /&gt;manipulasi uang yang memenangkan Anas sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subuh, Andi&lt;br /&gt;Malarangeng sudah di Cikeas. Sarapan pagi bersama SBY dan kebetulan ada&lt;br /&gt;Ibu Sarwo. Baru satu kalimat Andi menyampikan keputusan Rakornas soal&lt;br /&gt;dilengserkannya Anas, tiba-tiba Bu Sarwo nyeletuk: "Nek iku&lt;br /&gt;dilaksanakan, putuku mlebu bui" (Kalau langkah itu diambil, cucuku masuk&lt;br /&gt;penjara). Gagal lah tugas Andi Malarangeng. Semua juga tahu, SBY itu&lt;br /&gt;jongos di keluarga besar Sarwo Edhi, makanya sama sekali tidak bergeming&lt;br /&gt;atas celetukan mertuanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, akhir2 ini, SBY sering&lt;br /&gt;terdiam merenungi nasibnya yang demikian tragis. Ditinggalkannya istri&lt;br /&gt;(keturunan Filipina) dan kedua anak perempuannya demi meraih cita-cita&lt;br /&gt;masa depan gemilang, namun apa dikata jatuh ke pangkuan ibu Ani yang&lt;br /&gt;menempatkan SBY kayak jongos seumur-umur. Sempat selingkuh sebentar&lt;br /&gt;dengan Sri Mulyani Indrawati, namun terhempas skandal Century yang&lt;br /&gt;mengharuskan SMI diusir ke luar negeri atas perintah Ibu Ani yang&lt;br /&gt;cemburu habis kepada SMI yang cantik dan cerdas. SBY kembali salah&lt;br /&gt;langkah dan kembali ke ketiak Ibu Ani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi kalau SBY&lt;br /&gt;merenungi pilihannya pada skenario manipulasi pemilu, yang waktu itu&lt;br /&gt;diambilnya tanpa banyak pemikiran mendalam, SBY makin stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana&lt;br /&gt;kebiasaan seorang jongos yang sudah mengabdi kepada isterinya puluhan&lt;br /&gt;tahun, sudah terbiasa tidak bisa menolak, demikian pula waktu memutuskan&lt;br /&gt;skenario pemenangan pemilu itu, hanya pesan Ani Sby yang terngiang2:&lt;br /&gt;"Kalau incumbent tidak menang mutlak, itulah sebodoh2nya orang. Kan&lt;br /&gt;semua kekuasaan ada di tangan". Memang menang mutlak, menghalalkan&lt;br /&gt;segala cara. Sekarang, ibarat nasi sudah menjadi bubur.&lt;br /&gt;Kalau stres, kompensasinya dia mengarang lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"SBY&lt;br /&gt;sudah ditinggalkan kroni2nya. Lebaran tahun sebelumnya, antrian masih&lt;br /&gt;amat, panjang, tapi lebaran kemarin, di ruang VIP, hanya ada saya dan&lt;br /&gt;seorang menteri, itupun kami buru2 pulang, makanan utuh tidak&lt;br /&gt;tersentuh", demikian&lt;br /&gt;seorang jenderal bintang empat, kerabat dekat cikeas menggambarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di&lt;br /&gt;lingkaran satu pun sudah tinggal beberapa sosok oportunis yg&lt;br /&gt;mengelilinginya, seperti Hartati Murdaya, yg bakalan hancur bersama&lt;br /&gt;hancurnya kekuasaan SBY. "Hartati Murdaya itu yang selalu menyampaikan&lt;br /&gt;yang bagus2 kepada Bu Ani dan Pak Sby shg informasi versi lain dari&lt;br /&gt;kami-kami yg lebih obyektif sudah tidak ada gunanya", demikian salah&lt;br /&gt;seorang kepercayaan Cikeas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, Ani Sby tidak menyetujui&lt;br /&gt;Aliya sebagai menantu. Pacar Ibas di Australia, yg dibelikan Ferari oleh&lt;br /&gt;Anggoro, ketika sama-sama kuliah, dianggap lebih tepat untuk&lt;br /&gt;mendampingi putranya. Aliya dianggap terlalu mandiri dan kurang&lt;br /&gt;"njawani".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa yang membuat Ani Sby berubah pikiran? Segra meminang Aliya Rajasa?&lt;br /&gt;Pertama,&lt;br /&gt;adalah diagnosa tumor otak di kepala SBY, yg membuatnya pingsan dan&lt;br /&gt;lalu diinfus vitamin C, karena memang tidak ada obatnya. Kalau&lt;br /&gt;dikemoterapi di kepala akan amat&lt;br /&gt;berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, tidak heran kalau kemudian RS kecil di dekat&lt;br /&gt;Cikeas segra dibeli dan diperlengkapi dg peralatan tercanggih dg dokter&lt;br /&gt;jaga kepresidenan, untuk berjaga-jaga kalau setiap saat terjadi sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua,&lt;br /&gt;tidak ada yg lebih kuat dari ikatan keluarga, apabila terjadi sesuatu.&lt;br /&gt;Apalagi Hatta Rajasa sudah terbukti menyetorkan suara poros tengah&lt;br /&gt;secara bulat. Buy 1 Get 1. Beli Hatta Rajasa dapat juga Amien Rais.&lt;br /&gt;Demikianlah kalkulator di kepala Ani Sby segra bekerja. Tapi kalau tidak&lt;br /&gt;diikat bisa saja menjadi bumerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatta Rajasa bagai disambar&lt;br /&gt;petir. Untung rambutnya sudah putih semua, seandainya masih ada yg&lt;br /&gt;hitam, kontan langsung jadi putih total. Bagai menghadapi buah&lt;br /&gt;simalakama. Dimakan mati, tidak dimakan ibu mati. Aliya Rajasa, gadis&lt;br /&gt;cerdas itu, akhirnya harus menyetujui dijodohkan dengan Pangeran Teler,&lt;br /&gt;yang diajak ngomong saja tidak nyambung. Adalah Amien Rais yang&lt;br /&gt;menghibur, mungkin saking penginnya berkuasa: "Ambil&lt;br /&gt;saja hikmahnya. Siapa tahu ini Jalan Allah SWT untuk mendapatkan amanah&lt;br /&gt;memimpin NKRI selanjutnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, seandainya tidak ada ikatan&lt;br /&gt;keluarga, jelas manuver Hatta Rajasa dan Poros Tengah akan bisa lebih&lt;br /&gt;leluasa di masa depan. Namun takdir sudah diterima sebagai besan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah&lt;br /&gt;Hartati Murdaya yang sibuk. Seperti biasa. Bagaimana mengamankan&lt;br /&gt;bisnisnya secara nyata dengan menaruh orang-orang kunci. Seperti Dahlan&lt;br /&gt;Iskan yang sudah membuktikan diri berbakti mengamankan kepentingan&lt;br /&gt;Murdaya di PLN, tugas selanjutnya adalah agar Dahlan mengamankan&lt;br /&gt;kepentingan Murdaya di Telkomsel yang sempat gonjang ganjing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi,&lt;br /&gt;kembalinya kroni2 lama Aburizal Bakrie, seperti Djan Faridz dan Cicip&lt;br /&gt;Syarif Sutardjo dalam Kabinet membuat gerah Kelompok Murdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena&lt;br /&gt;katakutan kepada ARB, maka langkah beberapa konglomerat menggandeng&lt;br /&gt;Arifin Panigoro untuk menjual Sri Mulyani dengan Partai SRI nya pun&lt;br /&gt;didanai besar2an. Yang digerakkan adalah&lt;br /&gt;para profesional dan akademisi kampus2. Lalu di Jatim mulai masuk ke&lt;br /&gt;Pesantren2 untuk memenangkan Gub Jatim sebagai exercise. Mau mengulangi&lt;br /&gt;keberhasilan Demokrat melalui ujicoba manipulasi sistem pilgub jatim&lt;br /&gt;(Cak Karwo vs chofifah). Termasuk mendorong kakak kandung SMI, yaitu&lt;br /&gt;Nining Susilo untuk maju sbg Ketua IA ITB. Namun kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya&lt;br /&gt;saja, usaha menjual SMI dgn PSRI memang agak berat, karena ada gerakan&lt;br /&gt;tandingan yg begitu santer untuk KPK segra menangkap TRIO perampok Bank&lt;br /&gt;Century dan Pajak Fiktif Puluhan Trilyunan (Boediono, SMI, Darmin&lt;br /&gt;Nasution) yg disponsori oleh Jenderal Sutanto (mantan Ka BIN) yang&lt;br /&gt;dijanjikan oleh SBY untuk menjadi capres PD setelah SBY tidak bisa maju&lt;br /&gt;lagi. Tugasnya menghambat agar SBY bisa aman sampai 2014 atau setidaknya&lt;br /&gt;TRIO itu saja yang diseret. Jangan sampai menyentuh Cikeas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan&lt;br /&gt;menjual SMI dan PSRI, sempat dicoba dilansir dagangan baru oleh kubu&lt;br /&gt;konglomerat yakni menjual Dahlan Iskan. Sempat panas&lt;br /&gt;sebentar, namun ternyata hanya euforia karena banyak kalangan yang tahu&lt;br /&gt;rekam jejak Dahlan Iskan ketika menghabisi Grup Koran ternama di Jatim&lt;br /&gt;dengan mendirikan Jawa Pos yang didukung beberapa pihak yg terganggu&lt;br /&gt;oleh pemberitaan Koran ternama tersebut yang tidak mau berkompromi. "Ini&lt;br /&gt;orang dari dulunya sudah jadi boneka, masak mau dijadikan presiden,&lt;br /&gt;yang bener saja lah. Apa tidak mengulang episode SBY di rewind",&lt;br /&gt;demikian sumber BIN mengatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bingung mencari jago, akhirnya&lt;br /&gt;beberapa meminta Hutomo Mandala Putra Suharto untuk tampil di 2014.&lt;br /&gt;Hanya saja, HMP tidak ada komentar sampai kini. Usaha membuat Partai&lt;br /&gt;Nasrep yg dimotori Mayjen Edi Waluyo juga tidak menggelora, malah&lt;br /&gt;seperti setengah hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Sutanto, Prabowo juga dijanjikan&lt;br /&gt;oleh SBY. Bahwa PD akan bersama Gerindra di 2014 untuk mencalonkan&lt;br /&gt;Prabowo sbg capres. Hanya saja, selain menjanjikan, juga secara&lt;br /&gt;bersamaan, semua bank dikunci agar tidak mengucurkan kredit kepada&lt;br /&gt;Prabowo,&lt;br /&gt;sehingga likuiditas Prabowo tersendat. Ini yg membuat Prabowo takluk&lt;br /&gt;dan mendukung Panja Pajak Pro Demokrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joko Suyanto, sang&lt;br /&gt;Jenderal AU, seangkatan SBY, juga dijanjikan. Namun dia tidak tinggal&lt;br /&gt;diam. Apalagi dia, bersama Hatta Rajasa, sudah jelas sebagai distributor&lt;br /&gt;dana Skandal Century. Selain mau menyelamatkan diri, juga sedang&lt;br /&gt;memanuver agar kekuasaan SBY jatuh sebelum waktunya. Sehingga jatuhnya&lt;br /&gt;ke tangan Menko Polhukam. Untuk selanjutnya akan memudahkan urusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak&lt;br /&gt;pelak lagi, beberapa Jenderal AD yang dekat kekuasaan menjadi berang&lt;br /&gt;karena berbagai macam isu dilansir untuk menjauhkan SBY dari teman2nya&lt;br /&gt;yang AD. Dengan isu Dewan Jenderal AD, SBY berhasil diisolasi oleh Djoko&lt;br /&gt;Suyanto, sehingga teman2nya Jenderal AD tidak lagi dekat dengan SBY.&lt;br /&gt;Djoko Suyanto bersama para perwira tinggi AU yang siap menduduki Jakarta&lt;br /&gt;melalui jalur udara, sudah menyiapkan skenario semacam "supersemar"&lt;br /&gt;agar jatuhnya kekuasaan SBY ke tangan Djoko&lt;br /&gt;Suyanto. Krn kalau lewat Pemilu normal tidak ada jaminan, nasib dirinya&lt;br /&gt;akan aman. Mengingat semua bisa saling mengkhianati untuk menyelamatkan&lt;br /&gt;diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal "siaga 3" ini pulalah yang dibahas dalam rapat&lt;br /&gt;terbatas para Jendral purnawirawan AD baik senior maupun yang masih&lt;br /&gt;aktif, karena merasa dikhianati oleh Djoko Suyanto, yang berhasil&lt;br /&gt;mengisolasi SBY. Tidak ada satupun Jenderal AD yang dulu hotline dg SBY,&lt;br /&gt;sekarang semua lewat Djoko Suyanto. Shg bisa discreening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inilah&lt;br /&gt;kebodohan SBY, krn dia orang yg tidak tahu terima kasih. Semua hubungan&lt;br /&gt;selalu berdasar kepentingan semata, dia buta, tidak bisa membedakan&lt;br /&gt;mana kawan, mana lawan. Tidak sedikit orang setia yg dia korbankan. Spt&lt;br /&gt;Kolonel Azis kasus Kedutaaan Indonesia di Korea, Bachtiar Chamzah malah&lt;br /&gt;SBY memilih oportunis/pedagang Si Suryadarma Ali, Hafidz Anshari ketua&lt;br /&gt;KPU sudah disuruh manipulasi macam2 dan sekarang dikorbankan, dll.&lt;br /&gt;Padahal dalam saat kritis dan krisis, kuncinya adalah&lt;br /&gt;teman sejati, dan ini dia tidak punya. Dia kira semua orang punya&lt;br /&gt;kepentingan. Celakalah SBY", demikian seorang Jenderal senior yang&lt;br /&gt;mengenal SBY sejak jaman dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memangnya Djoko Suyanto tolol.&lt;br /&gt;Untuk menjadikan dirinya pahlawan, ya kemudian SBY yang akan diadili di&lt;br /&gt;depan rakyat, sekaligus untuk membersihkan diri", demikian lanjutnya&lt;br /&gt;berapi-api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kekuatan dukungan untuk SBY di POLRI&lt;br /&gt;Jenderal? Dijawab sbb: "POLRI yang penting untung saja. Lihat saja kasus&lt;br /&gt;Gayus. Ito Sumardi sudah ditugaskan oleh SBY, sampai Ito menjemput&lt;br /&gt;Gayus ke Singapore, namun dalam perjalanannya, dengan amat mudah kendali&lt;br /&gt;operasi diambil alih oleh Salempang (wakilnya), sehingga Tim nya Ito&lt;br /&gt;dan Deny Indrayana hancur berantakan, sedangkan Gayus kan bicaranya&lt;br /&gt;tergantung siapa yang menang pertempuran saat itu, ya diatur saja&lt;br /&gt;kalimatnya sesuai pesanan. Polisi itu yang penting dapat Job, ya jalan,&lt;br /&gt;tapi juga harus jelas mengawalnya agar tidak belok kalau dapat&lt;br /&gt;tawaran yg lebih tinggi/ lebih baik. Bohirnya Polisi itu banyak. Tidak&lt;br /&gt;hanya SBY",demikian Sang Jenderal Senior.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruhut Situmpul dan&lt;br /&gt;Sutan Butogana yang biasa muncul sebagai corong SBY pun mulai kendor.&lt;br /&gt;Dimintai komentar soal para tokoh DEPAN yang meluncurkan buku berisi&lt;br /&gt;daftar abused pemerintahan SBY-BOED, reaksinya adem ayem saja: "ya&lt;br /&gt;silahkan saja, ini negara demokrasi, semua bebas berekspresi, tidak&lt;br /&gt;seperti biasanya yang banyak membela disana sini. Lebih jelas lagi&lt;br /&gt;adalah Marzuki Ali, sang Ketua DPR yang merasa sbg pendiri Demokrat dari&lt;br /&gt;sejak awal, namun selalu disingkirkan oleh SBY dalam penentuan posisi&lt;br /&gt;menteri, ditambah didzalimi ketika bersaing melawan Anas, sudah siap&lt;br /&gt;siaga berperan sebagai layaknya Harmoko di tahun 1998. Miring sedikit,&lt;br /&gt;akan segera menyeberang. Lebih baik jadi pahlawan daripada sebagai&lt;br /&gt;bersama masuk jurang. Lain lagi Taufik Kiemas. Dia memang oportunis.&lt;br /&gt;Siapa yg menang pasti ikut, apalagi kalau diberi peran. Segra saja&lt;br /&gt;siap beraksi. Yg penting dagangannya (Puan Maharani) jangan&lt;br /&gt;ditinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jenderal Marciano itu tadinya komandan paspampres.&lt;br /&gt;Hampir tidak punya latar belakang pengalaman dunia intelejen. Di&lt;br /&gt;seluruh dunia, dipahami bahwa dunia intelejen adalah seperti negara&lt;br /&gt;dalam negara. Tidak peduli pemerintah ganti berkali-kali, dunia&lt;br /&gt;intelejen jalan terus. Dan harus dipimpin oleh yang berpengalaman di&lt;br /&gt;bidang intelejen, by training dan by expereince, tidak bisa ujug-ujug.&lt;br /&gt;Kalau ini sih sudah pertanda siaga 3, yang penting Pak Marciano siap&lt;br /&gt;melarikan presiden n keluarganya kalau terjadi apa2. Itu saja fokusnya.&lt;br /&gt;Kalau memimpin BIN, sulitlah. Kalau soal pengamanan presiden n keluarga,&lt;br /&gt;beliau sudah teruji. Ditaruh di BIN krn info A1 adanya di BIN, jd bisa&lt;br /&gt;cepat siap2", salah seorang intel muda menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, kembali&lt;br /&gt;SBY dibikin pusing. Mau berkata apa lagi. Semua langkahnya sudah salah&lt;br /&gt;lagi dan salah lagi. Tiba-tiba dunia dihentakkan seorang mahasiswa&lt;br /&gt;semester akhir Fakultas Hukum UBK yang membakar diri di depan&lt;br /&gt;istananya. Nyawa TKW yang dipancung tidak ada harganya, nyawa korban&lt;br /&gt;jembatan Kutai, tsunami, longsor, tanggul jebol, gempa demi gempa,&lt;br /&gt;gunung meletus, tabrakan, terus korban nyawa, sampai dijuluki Susilo&lt;br /&gt;Bambang Nyudo Nyowo (mengurangi nyawa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah amat sangat mudah&lt;br /&gt;untuk Abraham Samad menepati janjinya, karena semua bukti2 sudah&lt;br /&gt;komplit. Century tinggal panggil Boed, SMI, Darmin, sebelum mengarah ke&lt;br /&gt;SBY. Bukti2 skandal Petinggi PD juga sudah komplit, tinggal panggil Anas&lt;br /&gt;n Ibas. Nunun juga sudah tertangkap. Cuma butuh keberanian saja. Semoga&lt;br /&gt;arwah Sondang Hutagalung si pemberani, merasuk ke dalam jiwa Abraham&lt;br /&gt;Samad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini SBY menyesali nasibnya tanpa tahu harus berbuat apa, ini salah itu salah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sendiri......&lt;br /&gt;Kini aku, sendiri lagi.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada kawan, tiada teman kutemui&lt;br /&gt;Semua orang menghindari&lt;br /&gt;Siap-siap menyelamatkan diri.&lt;br /&gt;Tinggallah ku&lt;br /&gt;sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sendiri.........&lt;br /&gt;Kini aku, sendiri lagi ..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul "The Lonely Song of SBY"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEPAN NEWS&lt;br /&gt;Disarikan dari obrolan informal para tokoh DEPAN dengan berbagai kalangan (Sipil, Militer, Polisi, Intelejen, Cikeas, dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip&lt;br /&gt;pernyataan Prabowo kepada SBY: "Jakarta ini sempit. Kita tahu sama tahu&lt;br /&gt;lah. Ngapain pakai jaim-jaim, sampai kolorpun kita saling tahu. Ndak&lt;br /&gt;usahlah begitu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; height: 0;"&gt;__,_._,___&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-8078030932480131861?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/8078030932480131861/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/12/lonely-song-of-sby.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/8078030932480131861" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/8078030932480131861" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/12/lonely-song-of-sby.html" title="&quot;Lonely Song&quot; of SBY" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-7973883903131763719</id><published>2011-12-12T21:33:00.001-08:00</published><updated>2011-12-15T20:45:53.776-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="opini" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pendidikan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="rhenald kasali" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kualitas pendidikan" /><title type="text">Rhenald Kasali: Perbaiki Sekolah</title><content type="html">&lt;div&gt;&lt;b style="background-color: white; font-family: Arial; font-size: large;"&gt;Perbaiki Sekolah&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ygrp-mlmsg" style="position: relative;"&gt;&lt;div id="ygrp-msg" style="z-index: 1;"&gt;&lt;div id="ygrp-text"&gt;&lt;div style="background-color: white; color: black; font-family: arial, helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;div style="font-family: arial, helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;div style="font-family: 'times new roman', 'new york', times, serif;"&gt;&lt;div id="yiv152001255"&gt;&lt;div&gt;&lt;div id="yiv152001255ygrp-text"&gt;&lt;div dir="ltr"&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial;"&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Calibri; font-style: normal; text-decoration: none;"&gt;&lt;div dir="ltr"&gt;&lt;div style="color: black; font-family: Arial;"&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Rhenald Kasali&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Hari Rabu kemarin saya diminta berbicara di hadapan para guru SMA-SMP Kanisius tentang apa yang harus disikapi untuk membentuk generasi baru. Sebelumnya, saya juga sudah berbicara hal yang sama di SMA Al Izhar, High Scope, dan SMAN 1 Gianyar. Apa yang menjadi keprihatinan orang tua dan guru?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Pertama, mereka ingin mengklarifikasi benarkah pendidikan di Indonesia adalah yang terberat di dunia?. &lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Kedua mereka ingin mengetahui mengapa anak-anak kita hanya berhenti sampai di level juara Olimpiade matematika (dan fisika) saja? &lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Dan ketiga, apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan mutu pengajaran dan tingkat keberhasilan anak didik.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;&lt;b&gt;Terberat – tersarat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Meski tidak tahu apakah kita masuk kategori "ter", saya harus menyampaikan bahwa pendidikan dasar dan menengah kita memang berat.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Saking beratnya, seorang ketua yayasan pada sebuah pendidikan swasta sempat memeriksa isi tas anak-anak TK dan SD Kelas 1 di Jakarta dan ia mengatakan rata-rata seorang bocah kecil membawa beban berupa buku dan alat tulis seberat 2,5 Kilogram.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Selain jumlah pelajaran yang diwajibkan Undang-undang Sisdiknas terlalu banyak (16-20), buku-buku pelajaran yang harus dibeli orang tua dari sekolah rata-rata juga terlalu tebal, dengan kualitas isi yang masih perlu dipertanyakan. Pengalaman saya sebagai orang tua yang membimbing anak sendiri dalam belajar menemukan rumus-rumus yang tidak konsisten dan membingungkan antara halaman yang satu dengan halaman-halaman berikutnya pada buku yang sama. Sudah begitu, sebagian besar guru ternyata mengaku kesulitan memilih rumus mana yang benar?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Jadi rumus yang benar dan salah seringkali sama-sama diajarkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Tak banyak guru yang menyadari bahwa 80% isi sebuah buku, intinya hanya berada pada 20% dari jumlah halamannya. Akibat ketidaktahuan ini&amp;nbsp; jelas fatal, seluruh isi buku dijejalkan pada kepala anak didik. Meski dari 16-20 mata pelajaran yang diajarkan di SMU (seorang tua murid SMK menyebutkan anaknya diberi 28 mata pelajaran) hanya 6 mata pelajaran yang diujikan pada ujian nasional, kesepuluh hingga 14 guru pada mata pelajaran lainnya berebut masuk ke dalam otak anak-anak dengan cara yang sama. Mereka semua ingin mata ajarnya berperan sama kuatnya dengan mata pelajaran yang diuji secara nasional.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Lengkaplah sudah penderitaan anak-anak sekolah Indonesia. Semua guru menganggap pelajarannya penting. Sepenting itulah mereka bisa membuat anak tidak naik kelas hanya karena nilai mata pelajaran geografi di bawah 6, atau harus mengulang. Ada banyak guru yang beranggapan mengulang berarti bodoh, dan nilainya harus di bawah rata-rata murid lainnya. Kalau rata-ratanya 6, yang mengulang otomatis diberi nilai di bawah 6 tanpa diperiksa. Guru-guru kita masih beranggapan kalau murid ditekan maka anak-anak akan menjadi lebih respek, lebih rajin, atau lebih hebat. Padahal itu hanya mencerminkan ego-nya yang teramat besar dan dapat berakibat buruk bagi setiap anak-anak didik.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Mata pelajaran-mata pelajaran yang maaf, harus saya katakan dapat dibuat lebih relax dan fun, telah dirubah menjadi momok&amp;nbsp; yang menakutkan. Ia dijadikan setara dengan ilmu pasti yang sarat rumus dan adat. Ia berebut perhatian yang sama dengan mata pelajaran–mata pelajaran yang diuji secara nasional. Disajikan terlalu serius dan berakibat hilangnya esensi yang mau dicapai. Untuk mengatasi hal ini saya menyarankan guru-guru pandai memilih esensi dari sebuah buku dan mulai membuat pelajaran-pelajaraNnya disampaikan dengan cara yang lebih fun dan menyenangkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;&lt;b&gt;Juara Olimpiade&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Ini tentu kabar yang menggembirakan. Meski sering kalah dalam bidang-bidang lain, kita sering menyaksikan anak-anak asuhan Prof Yohannes Surya membawa medali emas olimpiade Matematika dan Fisika. Tetapi pertanyaannya kemana setelah itu? Apakah mereka akan mendapatkan hadiah Nobel? Menemukan teori-teori baru?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Meski semua itu dicapai dengan kerja keras, harus saya kabarkan bahwa beban ilmu yang kita berikan di sini memang sangat tinggi. Sekedar Anda ketahui saja, aljabar yang kita pelajari di level SMP di sini, ternyata baru diajarkan pada level SMA di negara-negara lain. Bahkan sewaktu saya mengambil program S3 di Amerika Serikat dan menjadi Asisten Professor dengan mengajar di program S3, saya melihat anak-anak di Amerika Serikat baru mendapatkan differensial dan Integral di tingkat Universitas. Kita mengajarkan topik itu, bersama dengan topik mengenai matrix sejak di bangku SLTA.Seringkali saya ingin mengulangi kalimat yang pernah saya sampaikan bahwa saya tidak komplain kalau sampai dengan ilmu yang sangat tinggi itu kita sudah sampai di Bulan atau di Venus, dan bisa membuat otomatis kelas dunia. Kenyataannya ternyata tidak demikian.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Untuk menjadi penerima hadiah Nobel atau menjadi ahli matematika yang hebat, anak-anak itu harus memiliki keterampilan menulis yang hebat dan kemampuan mengelola rasa frustasi yang kuat. Sayangnya, beberapa sekolah yang sering juara olimpiade malah melarang guru-gurunya mendalami keterampilan menulis. Kalau anak-anak itu hanya jagoan mengolah rumus dan otak kanannya tidak dilatih, mereka juga tidak akan menjadi orang hebat untuk diri mereka sendiri. Mereka akan frustasi, karena tidak ada pengakuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;&lt;b&gt;Menjadi Manusia Hebat&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Akhirnya saya harus menutup tulisan ini dengan mengajak para guru memeriksa kembali, benarkah cara-cara yang ditempuh sekarang akan melahirkan manusia-manusia hebat?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;Manusia hebat bukanlah manusia yang memperoleh nilai mata pelajaran yang tinggi-tinggi, melainkan manusia berkarakter kuat, dapat dipercaya, mudah diterima, memiliki growth mindset, berjiwa terbuka, dan pandai mengungkapkan isi pikirannya dengan baik. Kalau ini sudah jelas, buat apa membuang waktu sia-sia?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-size: 12pt; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;(SINDO)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; height: 0;"&gt;__,_._,___&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-7973883903131763719?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/7973883903131763719/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/12/rhenald-kasali-perbaiki-sekolah.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/7973883903131763719" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/7973883903131763719" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/12/rhenald-kasali-perbaiki-sekolah.html" title="Rhenald Kasali: Perbaiki Sekolah" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-1655919171836285047</id><published>2011-12-12T02:52:00.000-08:00</published><updated>2011-12-12T04:47:30.982-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="opini" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berita" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="semangat sondang hutagalung" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="semangat bakar diri" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="revolusi" /><title type="text">Puluhan buruh siap bakar diri</title><content type="html">&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ygrp-mlmsg" style="position: relative;"&gt;&lt;div id="ygrp-msg" style="z-index: 1;"&gt;&lt;div id="ygrp-text"&gt;Sumber:&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=139534" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.harianterbit.com/artikel/fokus/artikel.php?aid=139534&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ygrp-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ygrp-text"&gt;Puluhan buruh siap bakar diri&lt;br /&gt;Tanggal : 12 Dec 2011&lt;br /&gt;Sumber : Harian Terbit&lt;br /&gt;JAKARTA - Aksi nekad bakar diri karena kecewa dengan pemerintahan SBY mengatasi kemiskinan dan menghabisi koruptor bakal berlanjut. Setelah Sondang Hutagalung, mahasiswa Universitas Bung Karno, puluhan aktivis pembela rakyat tengah siap-siap untuk melakukan aksi tersebut dalam waktu dekat. Mereka siap jadi martir lewat bom bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pengakuan sejumlah tokoh dan aktivis kepada Harian Terbit di Jakarta, Senin (12/12). Hal ini dibernarkan aktivis Petisi 28, Harsya M dan Indro Tjahyono, keduanya mengaku mendengar puluhan aktivis tengah bersiap melakukan aksi yang sama. Alasannya, mereka kecewa dengan pemerintahan SBY yang tidak prorakyat tapi pro kepada koruptor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, lanjut Indro, saat ini banyak yang sudah tidak lagi memikirkan dirinya atau rela mengorbankan nyawanya untuk menjadi martir. "Daripada hidup susah di negeri sendiri, apalagi setiap hari menyaksikan penderitaan rakyat, saya kira akan banyak aktivis dan orang-orang biasa yang nekat bunuh diri demi kesejahteraan rakyat," ujar Indro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hartsa Mashihul juga membenarkan akan ada puluhan aktivis buruh yang siap melakukan aksi bakar diri seperti yang dilakukan Sondang. Hal itu dilakukan merupakan bentuk kekecewaan dan protes kegagalan SBY memberangus korupsi dan kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya dengar mereka akan melakukan aksi gila karena selama ini SBY buta dengan matanya dan telinganya tuli. Aksi yang dilakukan selama ini tidak didengar dan tidak digubrisnya, sehingga mereka mau mengorbankan diri dan jiwanya dengan membakar diri. Ada juga yang mau melakukan aksi bom bunuh diri," kata Hartsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Hartsa dan Indro lebih setuju dengan tidak membakar diri. Untuk menggulingkan SBY, ujar keduanya, lebih baik dilakukan dengan cara mencegat mobilnya di tengah jalan dan menduduki Istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecewa&lt;br /&gt;Secara terpisah, psikolog Mintarsih A Latief menjelaskan, di tengah kebingungan mencari jalan keluar atas masalah bangsa yang makin parah, diperkirakan banyak orang yang akan mengikuti jejak Sondang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sama seperti Sondang, mereka akan mengirimkan pesan tragedi bahwa negara dianggap tak lagi bisa diandalkan karena tak mampu menyelesaikan masalah bangsa. Pemimpin negara, terutama presiden, dinilai gagal mengelola negara dan tak bisa mengatasi penderitaan rakyat," kata Mintarsih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihubungi terpisah, Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia Nining Elitos mengemukakan, aksi yang dilakukan Sondang merupakan bentuk kekecewaan gerakan rakyat atas pemerintahan SBY yang sudah tidak peduli dan berpihak kepada rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintah dan DPR selama ini telah merampok uang rakyat dan pihak pengusaha mengambil sumber daya alam Indonesia. Aksi bakar diri itu merupakan suatu kewajaran. Kaum buruh akan terus melakukan aksi kekecewaan terhadap pemerintah. Aksi bakar diri lebih efektif untuk melawan pemerintah," papar Nining.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patriot perubahan&lt;br /&gt;Sementara itu, Dewan Penyantun Universitas Bung Karno, Dr Rizal Ramli mengatakan, aksi bakar diri Sondang merupakan wujud kegeraman seorang warga atas ketidakmampuan pemerintahan SBY-Boediono mengentaskan kemiskinan dan memberantas korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizal berharap dengan aksi Sondang yang berujung pada kematian itu, menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk bisa memerhatikan rakyat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, Sondang adalah ahasiswa yang memiliki cita-cita mulia. "Bapaknya seorang sopir taksi. Dia berani mengorbankan diri untuk cita-cita perubahan untuk Indonesia bisa lebih baik. Setiap perjuangan ada pengorbanannya, banyak pahlawan seperti Bung Karno, mengorbankan jiwa raga. Reformasi 98, adik-adik mahasiswa dan terjadi perubahan, kami ingin menyatakan, bahwa Sondang a-dalah patriot perubahan," kata Rizal Ramli di Auditorium Universitas Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (11/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menambahkan, Sondang bukanlah mahasiswa yang bodoh. "Mengucapkan bela sungkawa, saya terharu, prestasinya bagus. IPKnya 3,7," tukas-nya dihubungi Senin pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizal meminta agar perjuangan Mahasiswa tidak berhenti sampai di sini. "Kita lanjutkan perjuangan, untuk Indonesia yang lebih jaya dan hebat," tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Civitas akademika Universitas Bung Karno (UBK), Ahad (11/12), memberi penghormatan terakhir kepada Sondang. Setelah aksi bakar diri yang menghanguskan hampir seluruh tubuhnya, Rabu silam, Sondang meninggal Sabtu kemarin, tepat di saat masyarakat penggiat hak asasi manusia memeringati Hari HAM Sedunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi ini ditanggapi Sekretaris Kabinet Dipo Alam. "Aksi Sondang tidak ditirukan oleh pemuda atau mahasiswa lain. Saya menyesalkan aksi mahasiswa UBK itu. Itu cara berjuang yang keliru. Pemuda berjuang harus berani hidup. bukan berani mati," kata mantan Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia di era Presiden Soeharto itu.&lt;br /&gt;(junaedi/dodo)&lt;/div&gt;&lt;div id="ygrp-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div id="ygrp-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; height: 0;"&gt;__,_._,___&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-1655919171836285047?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/1655919171836285047/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/12/puluhan-buruh-siap-bakar-diri.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/1655919171836285047" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/1655919171836285047" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/12/puluhan-buruh-siap-bakar-diri.html" title="Puluhan buruh siap bakar diri" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-943650507169354461</id><published>2011-12-12T02:34:00.000-08:00</published><updated>2011-12-12T04:50:29.042-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="opini" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kebijakan publik" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kelompok 9 naga" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berita" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sby" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sri mulyani" /><title type="text">Sri Mulyani, SBY dan Kelompok 9 Naga</title><content type="html">&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="display: none;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;      &lt;br /&gt;&lt;div id="ygrp-mlmsg" style="position: relative;"&gt;&lt;div id="ygrp-msg" style="z-index: 1;"&gt;&lt;div id="ygrp-text"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="font: inherit;" valign="top"&gt;From: Al Faqir Ilmi &amp;lt;alfaqirilmi@yahoo.com&amp;gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;Tweet from @ratu_adil&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;-----------------------------&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;@ratu_adil: Mari mengingat kasus pajak Paulus Tumewu (bos Ramayana) yang kewajiban pajaknya 'diputihkan' oleh Sri Mulyani di 2006-2007. #MenolakLupa&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;Bos Ramayana (Paulus Tumewu) itu, kebetulan bagian dari para pemimpin 9 Naga, berhutang pajak Rp 399 miliar (nilai pokok). Jika dihitung dengan denda pajak 4 kali lipat (Rp 1,6 triliun), total kewajiban pajak Paulus Tumewu mencapai Rp 2 Triliun&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;Paulus Tumewu 'sengaja' tidak mengisi SPT Pajak dgn benar untuk 'memangkas' nilai pajaknya dan merugikan negara Rp 399 Miliar. Ketika itu (2006), penyidikan pajak Paulus Tumewu (Bos Ramayana) sudah mencapai level P21 alias siap maju ke pengadilan. Mendadak, Sri Mulyani (Menkeu) mengeluarkan 'surat sakti' yang kemudian menghentikan penyidikan pajak Paulus Tumewu. Alhasil, pada 27 Januari 2007, Kejaksaan Tinggi Jakarta&amp;nbsp; &amp;nbsp;pun menghentikan kasus pajak Paulus Tumewu. Thanks to Sri Mulyani&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;Negara pun kehilangan potensi penerimaan pajak dan denda dari Paulus Tumewu senilai Rp 2 Triliun. Paulus Tumewu pun hanya dikenakan total kewajiban pajak senilai Rp 40 miliar saja. Pertanyaannya, kenapa Sri Mulyani 'melindungi' kasus pajak Paulus Tumewu?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;Dan tahukah kamu, Paulus Tumewu (Bos Ramayana) adalah adik ipar Eddy Tansil si Buronan Rp 1,3 triliun. Dan Paulus Tumewu adalah bagian dari 9 naga yang memang memiliki 'perjanjian khusus' dengan kelompok Demokrat&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;Perjanjian khusus itu adalah 9 Naga support dana ke Partai Demokrat, sebaliknya Demokrat melindungi bisnis 9 Naga. Itulah kenapa Sri Mulyani begitu melindungi bisnis dan sengketa klan 9 Naga seperti pada kasus pajak Paulus Tumewu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;Sri Mulyani juga telah 'menolong' kasus pajak Asian Agri milik Sukanto Tanoto (Raja Garuda Mas) Dan Sukanto Tanoto yang bernama asli Tan Kang Hoo adalah bagian dari klan 9 Naga. Sukanto Tanoto via Asian Agri memiliki tunggakan pajak senilai Rp 2,6 triliun yang kemudian ditolong Sri Mulyani. Setelah Sukanto Tanoto menghadap SBY pada 2007, semua beres. SRi Mulyani memutihkan pajak Asian Agri&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;Tak hanya itu, Sri Mulyani juga telah menyelamatkan aset-aset milik Budi Sampoerna di Bank Century senilai Rp 900 M. Dari dana nasabah senilai Rp 1 T di Bank Century cabang Surabaya, 90% milik Budi Sampoerna. Ketika Bank Century dalam masalah, Budi Sampoerna 'minta tolong' ke SBY dan Sri Mulyani tentang dana Rp 900 M itu. Alhasil, Sri Mulyani mendesak bail out Bank Century dgn alasan 'Takut terjadi rush', padahal utk selamatkan dana Budi Sampoerna&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;Dan jangan lupa, pertanyakan alasan pemerintahan SBY kekeh lindungi Sinarmas dalam kasus ilegal logging versus GreenPeace&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;Sri Mulyani &amp;amp; SBY telah memberikan perlindungan kpd Paulus Tumewu, Sukanto Tanoto, Budi Sampoerna, Eka Tjipta (Sinarmas)&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;Eits, tunggu dulu, masih ada lho hubungan Sri Mulyani, SBY dan 9 Naga&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;Mochtar Riady (Lippo) dan Eka Tjipta (Sinarmas) masuk dalam Daftar Orang Tercela (DOT) Bank Indonesia. DOT Bank Indonesia diberikan pada bankir2 yang bikin negara ini hancur pada krisis 1998. Dan berdasarkan aturan, orang2 yang masuk DOT tidak boleh memiliki bank hingga 20 tahun (tahun 2023) .&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;Anehnya, Mochtar Riady kini memiliki lagi bank bernama Bank Nobu, atas seizin pemerintah. Eka Tjipta (Sinarmas) pun memiliki lagi bank Sinarmas setelah mengakuisisi Bank Shinta, seizin pemerintah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;Heran?? Biasa ajah, memang ada perjanjian khusus kok antara Sri Mulyani, SBY dengan 9 Naga&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;Masih ada lagi doong... Indofood milik grup Salim jangan dilupakan. Grup Indofood milik Salim Grup juga punya kasus pajak Rp 1 Triliun, yang juga 'ditolong' SRi Mulyani. Sejak mulai diselidiki, nggak pernah kedengaran lagi tuh kasus pajak Indofood pas jaman Sri Mulyani jadi Menkeu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;So, sudah berapa Naga tuh yang 'ditolong' kasus pajak dan pengamanan bisnisnya oleh Sri Mulyani?&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;Mari kita hitung !&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;Paulus Tumewu (Ramayana), Sukanto Tanoto (Asian Agri), Budi Sampoerna (Sampoerna Grup), Eka Tjipta (Sinarmas). Lalu ada Mochtar Riady (Lippo), Keluarga Salim (Indofood), huhuhu.. Banyak yah yang ditolong kasus2nya o/h Sri Mulyani&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;Oh iya, jangan lupa grup Artha Graha milik Aguan dan asistennya Tommy Winata. Ditolong oleh Sri Mulyani juga lho. Masih ingat kan kasus penangkapan Erik, analis Bahana Securities gara2 proyeksikan 10 bank dalam keadaan bahaya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;Masih ingat kan kasus penangkapan Erik, analis Bahana Securities gara2 proyeksikan 10 bank dalam keadaan bahaya. Erik, menganalisa bank Artha Graha, Century dsb dalam keadaan bahaya dan bisa kolaps (Sebelum kasus Century) Tiba2, kepolisian langsung menangkap Erik karena analisanya itu, tentunya atas perintah Tommy Winata. Padahal, 8 bank dari 10 bank yang dianalisa Erik akan kolaps, BETUL KOLAPS ! termasuk Century&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;Jadi, Erik seharusnya tidak DITANGKAP, karena analisanya 80% BETUL. Di tahanan, Erik menolak revisi analisanya karena ia yakin betul secara kelimuan itu akan terjadi. Dan Tommy Winata pun 'hanya' meminta Erik minta maaf dan mencabut analisanya. Erik Bahana tolak minta maaf dan Sri Mulyani pun tidak bisa apa2 dan memilih 'MENDUKUNG' Tommy Winata&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;Akhirnya, istri Erik Bahana langsung minta maaf kepada grup Artha Graha, Erik pun dibebaskan asal tdk banyak bicara&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'lucida console', sans-serif; font-size: 13px; font-weight: bold;"&gt;So, jangan heran kalau 9 Naga bisa hidup enak karena dilindungi oleh Sri Mulyani dan SBY. Enak yah jadi anggota klan 9 Naga, selalu dilindungi oleh Sri Mulyani and the gank heheheheh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; height: 0;"&gt;__,_._,___&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-943650507169354461?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/943650507169354461/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/12/sri-mulyani-sby-dan-kelompok-9-naga.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/943650507169354461" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/943650507169354461" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/12/sri-mulyani-sby-dan-kelompok-9-naga.html" title="Sri Mulyani, SBY dan Kelompok 9 Naga" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-1332632650404585266</id><published>2011-10-18T17:20:00.001-07:00</published><updated>2011-10-18T17:20:42.997-07:00</updated><title type="text">[KOMPAS.COM] Kembali ke (Tugu) Proklamasi</title><content type="html">&lt;h1&gt;&lt;strong&gt;Kembali ke (Tugu) Proklamasi&lt;/strong&gt;&lt;/h1&gt;&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2011/10/19/02261712/kembali.ke..tugu..proklamasi" target="_blank" &gt;selengkapnya&lt;/a&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-1332632650404585266?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/1332632650404585266/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/10/kompascom-kembali-ke-tugu-proklamasi.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/1332632650404585266" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/1332632650404585266" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/10/kompascom-kembali-ke-tugu-proklamasi.html" title="[KOMPAS.COM] Kembali ke (Tugu) Proklamasi" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-428126750889821521</id><published>2011-10-18T17:18:00.001-07:00</published><updated>2011-10-18T17:18:51.533-07:00</updated><title type="text">[KOMPAS.COM] Paradoks Yudhoyono</title><content type="html">&lt;h1&gt;&lt;strong&gt;Paradoks Yudhoyono&lt;/strong&gt;&lt;/h1&gt;&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2011/10/19/02244156/paradoks.yudhoyono" target="_blank" &gt;selengkapnya&lt;/a&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-428126750889821521?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/428126750889821521/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/10/kompascom-paradoks-yudhoyono.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/428126750889821521" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/428126750889821521" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/10/kompascom-paradoks-yudhoyono.html" title="[KOMPAS.COM] Paradoks Yudhoyono" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-5166529065923607905</id><published>2011-10-11T17:34:00.001-07:00</published><updated>2011-10-11T17:34:03.595-07:00</updated><title type="text">[KOMPAS.COM] Kepemimpinan</title><content type="html">&lt;h1&gt;&lt;strong&gt;Kepemimpinan&lt;/strong&gt;&lt;/h1&gt;&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2011/10/12/02070233/kepemimpinan" target="_blank" &gt;selengkapnya&lt;/a&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-5166529065923607905?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/5166529065923607905/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/10/kompascom-kepemimpinan.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/5166529065923607905" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/5166529065923607905" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/10/kompascom-kepemimpinan.html" title="[KOMPAS.COM] Kepemimpinan" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-5118225138390030448</id><published>2011-10-11T03:52:00.001-07:00</published><updated>2011-10-11T03:52:31.391-07:00</updated><title type="text">[KOMPAS.COM] KPK, Moral, dan Perilaku</title><content type="html">&lt;h1&gt;&lt;strong&gt;KPK, Moral, dan Perilaku &lt;/strong&gt;&lt;/h1&gt;&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/read/xml/2011/10/11/02084145/kpk..moral..dan.perilaku." target="_blank" &gt;selengkapnya&lt;/a&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-5118225138390030448?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/5118225138390030448/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/10/kompascom-kpk-moral-dan-perilaku.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/5118225138390030448" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/5118225138390030448" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/10/kompascom-kpk-moral-dan-perilaku.html" title="[KOMPAS.COM] KPK, Moral, dan Perilaku" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-5553150006872619199</id><published>2011-09-26T02:35:00.001-07:00</published><updated>2011-12-12T04:53:39.246-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="islam" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="iska" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berita" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kristen" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kerukunan umat beragama" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="katolik" /><title type="text">Berita Media Pernyataan Sikap ISKA Terkait Bom Gereja di Solo</title><content type="html">&lt;br /&gt;&lt;div id="ygrp-mlmsg" style="position: relative;"&gt;&lt;div id="ygrp-msg" style="z-index: 1;"&gt;&lt;div id="ygrp-text"&gt;  ----- Forwarded Message -----&lt;br /&gt;  From: Sekretariat ISKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Media Indonesia&lt;br /&gt;  (&lt;a href="http://www.mediaindonesia.com/read/2011/09/26/262679/284/1/Bom-Solo-Tindakan-Keji-dan-tidak-Berperikemanusiaan"&gt;http://www.mediaindonesia.com/read/2011/09/26/262679/284/1/Bom-Solo-Tindakan-Keji-dan-tidak-Berperikemanusiaan&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Bom Solo, Tindakan Keji dan tidak Berperikemanusiaan&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  JAKARTA--MICOM: Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (PP&lt;br /&gt;  Iska) mengecam keras tindakan pengeboman yang terjadi di Gereja Bethel&lt;br /&gt;  Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/9).&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Siaran pers yang diterima, Minggu (25/9), terkait bom Solo itu, PP&lt;br /&gt;  Iska mengecam keras tindakan pemboman yang dilakukan di saat&lt;br /&gt;  saudara-saudara kami dari Gereja Bethel Indonesia Sepenuh (GBIS)&lt;br /&gt;  melaksanakan kegiatan peribadatan.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Hal ini mengingatkan kembali pada peristiwa pemboman tempat ibadah&lt;br /&gt;  yang terjadi dalam kurun 1 tahun terkahir ini, di antaranya&amp;nbsp; rencana&lt;br /&gt;  pengeboman di Gereja Katolik Kristus Raja Solo pada Desember 2010 lalu&lt;br /&gt;  dan pengeboman masjid Polresta Cirebon pada April 2011 lalu.&lt;br /&gt;  Peristiwa-peristiwa ini jelas menunjukkan tidak adanya jaminan&lt;br /&gt;  keamanan beribadah bagi pemeluk agama dan kepercayaan sebagaimana&lt;br /&gt;  dijamin di dalam UUD 1945.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  PP Iska mendesak pemerintah Indonesia memberikan perhatian yang sangat&lt;br /&gt;  besar atas kasus pemboman tempat ibadah ini, dengan&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  memerintahkan jajaran aparatnya untuk dapat mengusut tuntas dan&lt;br /&gt;  menangkap seluruh pihak yang bertanggung jawab terhadap peristiwa&lt;br /&gt;  tersebut.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Diingatkan pula ada upaya yang dilakukan secara sistematis untuk&lt;br /&gt;  merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.&lt;br /&gt;  Itu dilihat dari kecelakaan lalu lintas yang berujung kerusuhan di&lt;br /&gt;  Ambon. Aksi kriminal yang menjadi kasus SARA di Makassar, serta&lt;br /&gt;  pembakaran pintu gereja di Poso.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Oleh karenanya, PP Iska mendesak agar aparat keamanan mampu&lt;br /&gt;  meningkatkan upaya pendeteksian dini atas upaya perusakan tersebut,&lt;br /&gt;  yang saat ini dinilai sangat lemah. (OL-2)&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  2. Tribunews (&lt;a href="http://www.tribunnews.com/2011/09/25/pola-sistematis-rusak-kehidupan-beragama"&gt;http://www.tribunnews.com/2011/09/25/pola-sistematis-rusak-kehidupan-beragama&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Pola Sistematis Rusak Kehidupan Beragama&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) melihat bom bunuh diri di&lt;br /&gt;  Gerjak Kepunton Solo sebagai upaya sistematis untuk merusak kehidupan&lt;br /&gt;  berbangsa. Peristiwa bom bunuh diri di Solo mengingatkan kepada&lt;br /&gt;  rencana pemboman di Gereja Katolik Kristus Raja Solo pada Desember&lt;br /&gt;  2010 lalu dan pemboman masjid Polresta Cirebon pada April 2011.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  "Peristiwa-peristiwa ini jelas menunjukkan&amp;nbsp; mengenai tidak adanya&lt;br /&gt;  jaminan keamanan beribadah bagi pemeluk agama dan kepercayaan&lt;br /&gt;  sebagaimana dijamin dalam UUD 1945," kata Ketua Umum ISKA,Muliawan&lt;br /&gt;  Margadana dalam rilis yang diterima Tribun, Minggu (25/9/2011).&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Muliawan mengatakan rentetan peristiwa aksi kekerasan berbau Suku,&lt;br /&gt;  Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) seperti&amp;nbsp; kasus kecelakaan lalu&lt;br /&gt;  lintas yang dalam waktu sekejap menjelma menjadi kasus agama di Ambon,&lt;br /&gt;  disusul kasus kriminal yang kemudian beralih menjadi kasus SARA di&lt;br /&gt;  Makasar dan kasus pembakaran pintu gereja di Poso.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  "Oleh karenanya kami mendesak agar aparat keamanan mampu meningkatkan upaya&lt;br /&gt;  pendeteksian dini atas upaya perusakan tersebut, yang saat ini dinilai&lt;br /&gt;  sangat lemah," imbuhnya.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Muliawan mengatakan meminta aparat keamanan dapat mengusut tuntas dan&lt;br /&gt;  menangkap pihak yang terkait dengan aksi keji itu serta&lt;br /&gt;  bertanggungjawab atas peristiwa tersebut. ISKA, lanjut Muliawan, juga&lt;br /&gt;  mengajak seluruh masyarakat untuk tetap membangun kewaspadaan akan&lt;br /&gt;  adanya kemungkinan kejadian serupa di kemudian hari dan mengimbau agar&lt;br /&gt;  tidak ikut memperkeruh suasana dengan membuat praduga-praduga yang&lt;br /&gt;  justru hanya akan mengembangkan rasa saling curiga serta tidak&lt;br /&gt;  percaya.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  "Kami juga menyampaikan keprihatinan mendalam kepada para korban luka&lt;br /&gt;  berat dan mendoakan agar mereka segera dipulihkan kesehatannya,"&lt;br /&gt;  pungkasnya.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  3, Suara Pemabruan (&lt;br /&gt;  &lt;a href="http://www.suarapembaruan.com/home/hmi-dan-iska-minta-polri-bongkar-jaringan-pelaku-teror-bom/11625"&gt;http://www.suarapembaruan.com/home/hmi-dan-iska-minta-polri-bongkar-jaringan-pelaku-teror-bom/11625&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  HMI dan ISKA Minta Polri Bongkar Jaringan Pelaku Teror Bom&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pengurus Pusat&lt;br /&gt;  Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (PP ISKA mendesak aparat kepolisian&lt;br /&gt;  mengungkap aktor dan jaringan teroris yang melakukan aksi bom bunuh&lt;br /&gt;  diri di Gereja Betel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo Jawa Tengah,&lt;br /&gt;  Minggu (25/9) siang kemarin.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Mereka juga mengecam keras dan mengutuk pelaku dan aktor di belakang&lt;br /&gt;  aksi bom bunuh diri di GBIS tersebut. Bahkan HMI melihat aksi ini&lt;br /&gt;  sebagai upaya makar terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)&lt;br /&gt;  dengan memprovokasi kondisi keberagaman di Indonesia.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  "Kami mendesak Kepala BIN dan Polri untuk segera tanggap dan cekatan&lt;br /&gt;  mengusut tuntas persoalan kebangsaan ini," kata Ketua Umum PB HMI,&lt;br /&gt;  Noer Fajrieansyah dalam pernyataan sikapnya di Jakarta, Minggu (25/9)&lt;br /&gt;  sore.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Pada bagian lain, HMI meminta seluruh ummat beragama di Indonesia&lt;br /&gt;  untuk tidak terprovokasi dengan kejadian Bom Bunuh Diri di GBIS,&lt;br /&gt;  Kepunton Solo, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  PP ISKA dalam pernyataan tertulis yang ditandatangani ketua umumnya&lt;br /&gt;  Muliawan Margadana menegaskan, "Hal ini mengingatkan kita kembali pada&lt;br /&gt;  peristiwa pemboman tempat ibadah yang terjadi dalam kurun satu tahun&lt;br /&gt;  terkahir ini, di antaranya rencana pemboman di Gereja Katolik Kristus&lt;br /&gt;  Raja Solo pada Desember 2010 lalu dan pemboman masjid Polresta Cirebon&lt;br /&gt;  pada April 2011 lalu. Peristiwa-peristiwa ini jelas menunjukkan kepada&lt;br /&gt;  kita, mengenai tidak adanya jaminan KEAMANAN BERIBADAH bagi pemeluk&lt;br /&gt;  agama dan kepercayaan sebagaimana dijamin di&lt;br /&gt;  dalam UUD 1945," ujar Margadana.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Karena itu mereka mendesak Pemerintah Indonesia memberikan perhatian&lt;br /&gt;  yang sangat besar atas kasus pemboman tempat ibadah ini, dengan&lt;br /&gt;  memerintahkan jajaran aparatnya untuk dapat mengusut tuntas dan&lt;br /&gt;  menangkap seluruh pihak yang bertanggung jawab terhadap peristiwa&lt;br /&gt;  tersebut. "Pemerintah sebagai pemegang mandat rakyat, haruslah mampu&lt;br /&gt;  menjalankan nilai-nilai luhur bangsa dalam Pancasila, di mana saat ini&lt;br /&gt;  pemerintah dinilai banyak mengalami kegagalan karena tidak cukup&lt;br /&gt;  menaruh perhatian pada hal-hal mendasar, melainkan hanya disibukkan&lt;br /&gt;  dengan isu-isu politik elit," paparnya.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Rentetan peristiwa belakangan ini seperti kasus kecelakaan lalu lintas&lt;br /&gt;  yang dalam waktu sekejap menjelma menjadi kasus SARA di Ambon, disusul&lt;br /&gt;  kasus kriminal yang kemudian beralih menjadi kasus SARA di makasar dan&lt;br /&gt;  kasus pembakaran pintu gereja di Poso, seolah-olah menunjukkan adanya&lt;br /&gt;  upaya sistematis untuk merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa,&lt;br /&gt;  bernegara, dan bermasyarakat.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  "Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia, baik kiranya untuk tetap&lt;br /&gt;  membangun kewaspadaan akan adanya kemungkinan kejadian serupa di&lt;br /&gt;  kemudian hari, dan menghimbau agar tidak ikut memperkeruh suasana&lt;br /&gt;  dengan membuat praduga-praduga yang justru hanya akan mengembangkan&lt;br /&gt;  rasa saling curiga dan adanya sikap saling tidak percaya di dalam&lt;br /&gt;  masyarakat," pungkasnya. [A-21]&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  4. Investor Dayli&lt;br /&gt;  (&lt;a href="http://www.investor.co.id/national/iska-pemboman-tempat-ibadah-perbuatan-keji-dan-tak-berperikemanusiaan/20673"&gt;http://www.investor.co.id/national/iska-pemboman-tempat-ibadah-perbuatan-keji-dan-tak-berperikemanusiaan/20673&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  ISKA: Pemboman Tempat Ibadah Perbuatan Keji dan tak Berperikemanusiaan&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Keluarga besar Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (PP&lt;br /&gt;  ISKA) menyatakan tindakan pemboman tempat ibadah merupakan perbuatan&lt;br /&gt;  keji dan tidak berperikemanusiaan.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  "Karena itu kami mengecam keras tindakan pemboman yang dilakukan di&lt;br /&gt;  saat saudara-saudara kami dari Gereja Bethel Indonesia Sepenuh (GBIS)&lt;br /&gt;  melaksanakan kegiatan peribadatannya," kata Muliawan Margadana Ketua&lt;br /&gt;  Umum PP ISKA dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu, menanggapi kasus&lt;br /&gt;  ledakan bom bunuh diri yang terjadi di lingkungan GBIS, Kepunton,&lt;br /&gt;  Solo, Minggu pagi.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  PP ISKA juga menyatakan turut berdukacita dan berbelasungkawa&lt;br /&gt;  sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban yang meninggal dalam&lt;br /&gt;  peristiwa peledakan bom di lingkungan GBIS, Kepunton, Solo.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  "Kami juga menyampaikan keprihatinan mendalam kepada para korban luka&lt;br /&gt;  berat dan mendoakan agar mereka segera dipulihkan kesehatannya," kata&lt;br /&gt;  Muliawan.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Ia mengatakan, tindakan pemboman yang dilakukan di saat umat&amp;nbsp; dari&lt;br /&gt;  GBIS melaksanakan kegiatan peribadatannya mengingatkan kembali pada&lt;br /&gt;  peristiwa pemboman tempat ibadah yang terjadi dalam kurun 1 tahun&lt;br /&gt;  terkahir ini, di antaranya rencana pemboman di Gereja Katolik Kristus&lt;br /&gt;  Raja Solo pada Desember 2010 lalu dan pemboman masjid Polresta Cirebon&lt;br /&gt;  pada April 2011 lalu.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  "Peristiwa-peristiwa ini jelas menunjukkan kepada kita, mengenai tidak&lt;br /&gt;  adanya jaminan keamanan beribadah bagi pemeluk agama dan kepercayaan&lt;br /&gt;  sebagaimana dijamin di dalam UUD 1945," jelasnya.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Untuk itu, PP ISKA mendesak pemerintah Indonesia memberikan perhatian&lt;br /&gt;  yang sangat besar atas kasus pemboman tempat ibadah ini, dengan&lt;br /&gt;  memerintahkan jajaran aparatnya untuk dapat mengusut tuntas dan&lt;br /&gt;  menangkap seluruh pihak yang bertanggung jawab terhadap peristiwa&lt;br /&gt;  tersebut.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Menurut dia, pemerintah sebagai pemegang mandat rakyat, haruslah mampu&lt;br /&gt;  menjalankan nilai-nilai luhur bangsa dalam Pancasila, di mana saat ini&lt;br /&gt;  pemerintah dinilai banyak mengalami kegagalan karena tidak cukup&lt;br /&gt;  menaruh perhatian pada hal-hal mendasar, melainkan hanya disibukkan&lt;br /&gt;  dengan issue-issue politik elite.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  PP ISKA menilai, rentetan peristiwa aksi kekerasan berbau SARA&lt;br /&gt;  akhir-akhir ini, seperti adanya kasus kecelakaan lalu lintas yang&lt;br /&gt;  dalam waktu sekejap menjelma menjadi kasus SARA di Ambon, disusul&lt;br /&gt;  kasus kriminal yang kemudian beralih menjadi kasus SARA di Makassar&lt;br /&gt;  dan kasus pembakaran pintu gereja di Poso, seolah2 menunjukkan adanya&lt;br /&gt;  upaya yang dilakukan secara sistematis untuk merusak sendi-sendi&lt;br /&gt;  kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  "Oleh karenanya kami mendesak agar aparat keamanan mampu meningkatkan&lt;br /&gt;  upaya pendeteksian dini atas upaya perusakan tersebut, yang saat ini&lt;br /&gt;  dinilai sangat lemah,"&amp;nbsp; kata Muliawan.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  PP ISKA mengajak seluruh masyarakat Indonesia, untuk tetap membangun&lt;br /&gt;  kewaspadaan akan adanya kemungkinan kejadian serupa di kemudian hari,&lt;br /&gt;  dan mengimbau agar tidak ikut memperkeruh suasana dengan membuat&lt;br /&gt;  praduga-praduga yang justru hanya akan mengembangkan rasa saling&lt;br /&gt;  curiga dan adanya sikap saling tidak percaya di dalam masyarakat.&lt;br /&gt;  (*/gor&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  -- &lt;br /&gt;  &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sekretariat&lt;br /&gt;  &amp;nbsp; &amp;nbsp; Ikatan Sarjana Katolik Indonesia&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Don Sisco&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Jl. Sutan Syahrir No 1C/6 Jakarta, 10350&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;a href="http://www.iska-web.org/"&gt;Http://www.iska-web.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; height: 0;"&gt;__,_._,___&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-5553150006872619199?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/5553150006872619199/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/09/berita-media-pernyataan-sikap-iska.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/5553150006872619199" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/5553150006872619199" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/09/berita-media-pernyataan-sikap-iska.html" title="Berita Media Pernyataan Sikap ISKA Terkait Bom Gereja di Solo" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-4294052400449395040</id><published>2011-07-31T20:06:00.001-07:00</published><updated>2011-08-03T06:30:07.751-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="opini" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="islamophobia" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berita" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="fundamentalisme" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="norwegia" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="terorisme" /><title type="text">Teroris dari Eropa</title><content type="html">&lt;div id="ygrp-mlmsg" style="position:relative;"&gt;&lt;div id="ygrp-msg" style="z-index: 1;"&gt;&lt;div id="ygrp-text"&gt;&lt;div style="color:#000;background-color:#fff;font-family:bookman old style, new york, times, serif;font-size:12pt;"&gt;Jum'at, 29 Juli 2011, 18:29 WIB&lt;div class="lowerdeck"&gt;  &lt;div class="tgl_artikel"&gt;&lt;var id="yui-ie-cursor"&gt;&lt;/var&gt; &lt;/div&gt;Renne R.A Kawilarang &lt;/div&gt;  &lt;div class="isiberita"&gt;  &lt;div class="isilist"&gt;   &lt;div id="att_fotocaption" class="tgl_artikel"&gt;&lt;strong&gt;VIVAnews&lt;/strong&gt;--Di rumah sederhana itu, Jens Stoltenberg, sang Perdana Menteri Norwegia, kini bekerja. Di pekarangan belakang, ada air mancur, taman kecil dan segerumbul bunga Aster ungu sedang mekar. Sejumlah staf tampak sibuk bekerja dengan laptop. Ada pengawal, tapi mereka tak hadir mencolok. Dari rumah itu, Stoltenberg kini memimpin Norwegia. Kantor resminya di Oslo rusak berat, setelah dilantak bom laknat, Jumat, 22 Juli 2011 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rumah ini bicara banyak tentang Norwegia," ujar Stoltenberg, seperti dikutip dari laman TIME.com. Rumah bersahaja itu seperti mengecilkan jarak, antara pemimpin dan rakyat. Dia mengatakan, di Norwegia, pemimpin politik dan rakyat memang dekat. Itu pula yang membeuatnya yakin, bahwa Norwegia segera pulih, setelah aksi gila seorang teroris itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pekan Norwegia dirundung duka, Stoltenberg bekerja keras. Dia berkunjung ke   komunitas warga, berbicara dan kadang diakhiri dengan airmata, bahwa Norwegia harus diselamatkan dari ketakutan, dan ketidakpastian. Begitu aksi itu diketahui dilakukan oleh warga Norwegia, Stoltenberg paham bahwa dia menghadapi persoalan baru yang berbeda.   [&lt;strong&gt;&lt;a href="http://dunia.vivanews.com/news/read/236382-ini-sikap-norwegia-menanggapi-teroris"&gt;&lt;span style="color:#2d4d89;"&gt;Lihat "Ini Sikap Norwegia Menanggapi Teroris"&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;]&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Bagi rakyat Norwegia, serangan bom di Oslo, dan penembakan brutal di Pulau Utoya 22 Juli 2011 lalu ibarat mimpi. Semua terjadi dalam hitungan jam. "Ini bukanlah seperti biasa kita saksikan di Norwegia," ujar jurnalis Norwegia, Anne Marte Blindheim. "Bangunan bertingkat tinggi, dan semua jendelanya hancur. Ada darah, kertas bertebaran, sejumlah mobil remuk, dan ada yang habis terbakar," kata Blidnheim, seperti dikutip harian The Telegraph. &lt;a href="http://dunia.vivanews.com/news/read/236082-video--situasi-setelah-ledakan-norwegia"&gt;&lt;span style="color:#2d4d89;"&gt;[&lt;strong&gt;Lihat "VIDEO: Situasi Setelah Ledakan Norwegia"&lt;/strong&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Oslo, dikenal dunia sebagai tempat tenang, jauh dari kekerasan, dan rutin menggelar penganugerahan Nobel Perdamaian Dunia. Tapi, 22 Juli kemarin, kota berubah bak zona perang, menyusul ledakan bom yang menghancurkan sejumlah gedung, termasuk kantor Perdana Menteri Jens Stoltenberg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, satu aksi brutal terjadi di Pulau Utoya, sekitar 30 km dari Oslo. Saat itu para remaja peserta kamp pelatihan kaum muda Partai Buruh menuruti perintah seorang berpakaian seperti polisi agar berkumpul di lapangan. Mereka diminta berjaga-jaga, agar tak diserang bom seperti penduduk di Oslo beberapa jam sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, inilah jahanamnya, sesudah anak-anak muda itu berkumpul, si 'polisi' gadungan mengeluarkan senapan mesin. Peluru berdesing, dan puluhan anak muda itu pun romboh bersimbah darah. Ada 68 pemuda Partai Buruh tewas di ladang pembantaian Pulau Utoya. Di Oslo, aksi bom menewaskan 8 jiwa, dan puluhan luka-luka.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Si pelaku, yang menyaru polisi itu, tertangkap. Dia bukan anggota Al-Qaidah seperti dugaan media Barat. Matanya biru, dan rambutnya pirang. Dialah Anders Behring Breivik, lelaki 32 tahun, warga asli Norwegia. Dia pelaku aksi pembantaian di Utoya, dan juga pengebom gedung di Oslo itu. &lt;strong&gt;[&lt;a href="http://fokus.vivanews.com/news/read/235500-teroris-anti-islam-di-balik-bom-norwegia"&gt;&lt;span style="color:#2d4d89;"&gt;Baca juga "Breivik, Teroris Anti-Islam Pengebom Oslo"]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Polisi mengangkap Breivik di Pulau Utoya, dan investigasi atas ulahnya dilakukan secara maraton. Prosesnya cepat. Dua hari setelah kejadian, Breivik diseret ke pengadilan. Tuduhannya baginya jelas, melakukan aksi terorisme. Untuk kepentingan investigasi, Breivik juga ditahan selama delapan pekan. Empat pekan pertama, dia harus meringkuk di sel isolasi. Tak boleh menerima surat, atau juga kunjungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain tuduhan aksi terorisme, tim penuntut juga berencana mendakwa Breivik dengan tuduhan kejahatan atas kemanusiaan yang, menurut undang-undang di Norwegia, berbobot hukuman penjara selama 30 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, Breivik tak takut. Bahkan, diseret ke pengadilan sudah menjadi bagian dari rencana selanjutnya. Pada sidang pertama di Pengadilan Oslo, 25 Juli 2011, wajah Breivik terlihat tenang, seperti tak terjadi apa-apa. Dia mengakui segala melakukan perbuatan jahat itu. Tapi pengadilannya tertutup, dan Breivik tak diberi kesempatan berbicara kepada   media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tampil di pengadilan, menurut pengacaranya, Breivik terang-terangan menyatakan aksi keji itu dia lakukan karena pandangan anti Islam, anti imigran, dan anti sosialis --pandangan yang jelas bertentangan dengan kebijakan pemerintah Norwegia, di bawah pimpinan Partai Buruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jaringan Eropa?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Kepolisian Norwegia, Sveinung Sponheim, juga mengungkapkan Breivik adalah seorang berpaham sayap kanan. Rupanya, sebelum beraksi, Breivik pernah mempublikasikan pandangan politiknya, berupa manifesto setebal 1.518 halaman ke internet. Dokumen itu berjudul 2083 – A European Declaration of Independence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen itu kini sedang diteliti para penyidik Norwegia, dengan satu penyelidikan ketat untuk memisahkan mana yang fantasi, dan tipu muslihat Breivik. Norwegia juga meminta bantuan Europol, badan polisi Eropa, meskipun negeri itu tak bergabung ke Uni Eropa. Para pejabat intelijen Norwegia juga   terbang ke Brussel pada 27 July 2011, untuk membahas sejumlah temuan dengan kolega mereka di Uni Eropa. Terutama, klaim Breivik bahwa dia punya jaringan dengan sel teroris di luar Norwegia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja para pejabat Uni Eropa pun  bersiaga. Mereka juga mengulik kaitan Breivik dengan organisasi sayap kanan lainnya di Eropa. Misalnya, Breivik menyatakan dia punya kontak erat dengan English Defence League (EDL). Ini organisasi berbasis di inggris, dan kini giat mencegat kaum Muslim di jalan-jalan di Inggris. Polisi juga menduga EDL punya kaitan dengan organisasi sejenis di Norwegia, yang disebut NDL. [&lt;strong&gt;&lt;a href="http://sorot.vivanews.com/news/read/236867-infografik--gelombang-ekstrim-kanan-di-eropa"&gt;&lt;span style="color:#2d4d89;"&gt;Lihat Infografik: "Gelombang Ekstrim Kanan di Eropa"&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Manifesto ekstrim&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan nama pena, Andrew Berwick, Breivik menjabarkan segenap pandangan ekstrim: dari   supremasi budaya, populisme sayap kanan, anti Islam, dan zionisme ultra kanan. Dia juga menghendaki Eropa harus bersih dari pengaruh Islam, Marxisme, dan multikulturalisme. Manifesto itu juga punya mimpi besar, dan mengancam: dia hendak menjungkalkan demokrasi liberal di Eropa, dan menggantinya dengan otoritas konservatif se-Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam manifesto itu, Breivik membanggakan diri sebagai "Laskar Kristen" sejati. Tapi, tafsiran arti "Kristiani Sejati," yang diyakininya berbeda jauh dengan ajaran di Kitab Suci. Di sini, Breivik menonjolkan supremasi orang kulit putih Eropa sebagai seorang Kristiani Sejati. "Saat kita menghadapi perang budaya, menjadi seorang Kristiani tak harus membangun hubungan personal dengan Tuhan atau Yesus," tulis Breivik, seperti dikutip laman &lt;em&gt;World Net Daily&lt;/em&gt;. "Menjadi Kristiani bisa mengandung banyak hal, yaitu bahwa kita percaya akan dan ingin melindungi warisan budaya Kristen Eropa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Breivik juga menyerang   multikulturalisme di Eropa, yang menjadi dunia terbuka bagi para kaum imigran berbeda agama dan ideologi. "Salah satu manifestasi dari kegilaan di dunia kita ini adalah multikulturalisme," tulis Breivik. Dia juga menyebut proses "Ghetofikasi" tengah melanda Eropa. Sebab, kaum imigran kurang berbaur dengan penduduk setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen Breivik itu -sebagian berupa hasil diskusi politik, pandangan pribadi, dan juga rencana aksi. Intinya, dia percaya Eropa akan dilanda perang saudara selama puluhan tahun. Perang itu akan berakhir pada 2083. Tandanya adalah musnahnya kaum Marxis Eropa, dan terusirnya kaum Muslim dari benua itu. Entah bagaimana hubungannya, 2083 itu bertepatan 200 tahun meninggalnya Karl Marx, peletak dasar Marxisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat masalah internasional, semisal komentator di SkyNews Tim Marshall, mengatakan manifesto Breivik mirip atau bisa jadi terinspirasi oleh pola pikir neo-Nazi. "Pola pikir neo-Nazi berawal dari premis bahwa   Marxisme akan menjangkiti Eropa, yang menyebabkan terkikisnya nasionalisme, dan pada akhirnya muncul liberalisme dan multikulturalisme," kata Marshall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manifesto Breivik itu mengadopsi pola pikir demikian. "Pada tingkat lokal, dia menyalahkan Partai Buruh, yang tengah berkuasa, karena menerapkan multikulturalisme di Norwegia yang, menurut dia, akan menghancurkan negerinya. Tulisan dia juga sarat dengan sentimen anti Islam," kata Marshall.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengancam Eropa&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kepala Badan Intelijen Domestik Norwegia, Janne Kristiansen, kepada BBC mengaku belum menemukan bukti Breivik berkomplot dengan pihak lain. Tapi menurut pengamat, aksi dan tulisan Breivik itu memperkuat tanda munculnya kembali sayap kanan di Eropa. Ini juga reaksi atas derasnya arus migrasi pendatang Muslim dari Afrika dan Timur Tengah ke Eropa, dan kian kuatnya nilai sosialisme, yang diyakini diadopsi dari ajaran Marx.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, pertentangan   paham multikulturalisme dengan gerakan ekstrim kanan di Eropa kian meresahkan pemerintah sejumlah negara Eropa. Mereka khawatir konflik kaum pendatang dan sebagian warga setempat, terutama terkait perbedaan kepercayaan dan agama, membuat multikulturalisme di Eropa bakal gagal.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Suara resah itu sempat terdengar dari Kanselir Jerman, Angela Merkel. Dia pemimpin Eropa pertama yang bicara masalah itu. Jerman dianggap gagal menciptakan masyarakat multikultural. Suasana saling menghormati dan hidup rukun di antara warga Jerman yang berasal dari beragam latar belakang dan budaya masih sulit diwujudkan. &lt;a href="http://sorot.vivanews.com/news/read/236870-jerman-melawan-neo-nazi"&gt;&lt;span style="color:#2d4d89;"&gt;[&lt;strong&gt;Lihat "Jerman Melawan Neo-Nazi"&lt;/strong&gt;]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;"Multikultural, konsep yang menekankan bahwa 'kita kini bisa hidup berdampingan dan bahagia,' masih belum jalan," kata Merkel seperti dikutip laman Sydney Morning Herald. Saat itu, Merkel berbicara di depan forum kaum muda Partai Uni Demokratik Kristen (CDU) di Postdam pada 16 Oktober 2010. "Pendekatan ini telah gagal total," kata Merkel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan itu tampaknya lebih sebagai rasa frustrasi Merkel karena orang Jerman rupanya belum tulus menerima pendatang.   Ada jajak pendapat, orang-orang Jerman masih menganggap sinis kaum pendatang. Para imigran itu dinilai hanya ingin mengeruk keuntungan dari sistem kesejahteraan sosial di Jerman. Mereka harus dipulangkan ke negara asal, saat lahan pekerjaan di negara itu mulai susah didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan komunitas Yahudi di Jerman, juga memperingatkan masyarakat dan demokrasi di Jerman kembali terancam pengaruh ekstrimisme. Pekan lalu, pemimpin negara bagian Bavaria dari Partai CDU, Horst Seehofer, menyerukan agar pemerintah menghentikan penerimaan para imigran dari Turki dan negara-negara Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, mantan pejabat Bank Sentral Jerman (Bundesbank), Thilo Sarrazin, menulis buku mengenai bagaimana sebagian besar dari 16 juta imigran di Jerman gagal berbaur dengan penduduk asli. Hal itu, kata Sarrazin, berperan bagi turunnya performa ekonomi Jerman. Buku yang bersentimen rasial itu membuat Sarrazin dipecat dari Bundesbank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdana Menteri Inggris,   David Cameron, awal tahun ini juga menyiratkan semangat multikultural belum berhasil diterima semua masyarakat. "Kita telah mendorong berbagai budaya untuk berbaur, dan saling menghargai, terlepas perbedaan dari satu sama lain," kata Cameron dalam suatu Konferensi Keamanan di Munich, Jerman, 5 Februari lalu. Kegelisahan serupa juga dilontarkan Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Belanda, ujung tombak ekstremis sayap kanan kini adalah politisi bernama Geert Wilders. Dengan mengusung isu Islamophobia, Wilders berhasil membawa partainya, Partai untuk Kebebasan, meraih 24 kursi di parlemen pada pemilu 2010. Partai itu kini menjadi kekuatan politik nomor tiga di Belanda. Sebelumnya, pada 2007, Wilders dikecam umat Muslim setelah membuat film pendek berdurasi 17 menit, Fitna, yang mendiskreditkan ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, dengan merebaknya sayap kanan ektstrim, banyak kalangan pesimis dengan politik toleransi di Eropa. Seorang pengamat budaya Eropa   Daniel Greenfield bahkan berujar sinis, "Multikulturalisme adalah mitos."(np)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;• VIVAnews&lt;!--~-|**|PrettyHtmlEnd|**|-~--&gt;    &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-4294052400449395040?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/4294052400449395040/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/07/teroris-dari-eropa.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/4294052400449395040" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/4294052400449395040" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/07/teroris-dari-eropa.html" title="Teroris dari Eropa" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-4181659610534022475</id><published>2011-07-21T00:29:00.001-07:00</published><updated>2011-07-25T18:28:12.154-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="opini" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kepemimpinan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="manifestasi politik neoliberal" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pidato gado-gado sby" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrat" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="negara" /><title type="text">Fw:Purnawirawan TNI: SBY Sudah Tak Peduli Kondisi Negara dan Bangsa</title><content type="html">&lt;span style="display:none"&gt; &lt;/span&gt;    &lt;!--~-|**|PrettyHtmlStartT|**|-~--&gt;  &lt;div id="ygrp-mlmsg" style="position:relative;"&gt;    &lt;div id="ygrp-msg" style="z-index: 1;"&gt;  &lt;!--~-|**|PrettyHtmlEndT|**|-~--&gt;        &lt;div id="ygrp-text"&gt;                        &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;table style="width: 703px; height: 4292px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="font: inherit;" valign="top"&gt;&lt;blockquote style="border-left: 2px solid rgb(16, 16, 255);"&gt;&lt;br /&gt;Date: Thursday, July 21, 2011, 9:01 AM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="yiv1642013444"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;JAKARTA (Suara Karya): Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) merasa khawatir terhadap masa depan dan nasib bangsa Indonesia. Mereka menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah tidak peduli lagi dengan kondisi negara dan bangsa yang makin kritis.&lt;br /&gt;&lt;div id="yiv1642013444ygrp-text"&gt;&lt;p&gt;  "Kondisi bangsa dan negara ini makin terancam dan kritis karena&lt;br /&gt; penyelenggaraan negara telah menyimpang dari cita-cita kemerdekaan,"&lt;br /&gt; ujar Ketua Umum PPAD yang juga mantan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan&lt;br /&gt; Darat (KSAD), Letjen Purn Soerjadi, dalam acara silaturahmi purnawirawan&lt;br /&gt;  TNI AD dengan para pimpinan media massa nasional di Jakarta, Selasa&lt;br /&gt; (19/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekitar 21 purnawirawan ikut dalam silaturahmi itu, di antaranya&lt;br /&gt; mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) Zaky Anwar Makarim dan&lt;br /&gt; mantan KSAD Tyasno Sudarto serta mantan Wakil KSAD Kiki Syahnakri. PPAD&lt;br /&gt; membantah para purnawirawan TNI AD sedang menyiapkan penggulingan&lt;br /&gt; Presiden SBY melalui kudeta militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurut Soerjadi, penyimpangan penyelenggaraan negara terpicu oleh&lt;br /&gt; gaya kepemimpinan yang tidak tegas. Presiden SBY dituding melakukan&lt;br /&gt; kesengajaan dan mengabaikan cita-cita bangsa. Kesengajaan itu dilakukan&lt;br /&gt; SBY untuk kepentingan politik dan kekuasaan. "Dia menggunakan politik&lt;br /&gt; adu domba sehingga menambah kesengsaraan rakyat," ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di sisi lain, program pembangunan yang selalu dikampanyekan SBY&lt;br /&gt; hanya omong kosong belaka karena tanpa implementasi dan realisasi.&lt;br /&gt; Politik adu domba yang dilakukan SBY adalah politik saling sandera&lt;br /&gt; antarpartai koalisi pemerintahan SBY. Tindakan yang sama juga dilakukan&lt;br /&gt; SBY di internal Partai Demokrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Contoh keburukan lain, disebutkan Soerjadi, Presiden intensif&lt;br /&gt; membentuk lembaga tinggi negara. "Sekarang ini ada 188 lembaga negara&lt;br /&gt; setingkat menteri yang dibentuk SBY. Tentunya, keberadaan lembaga ini&lt;br /&gt; menjadi muara pemborosan anggaran negara," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Namun, Soerjadi tak memungkiri bahwa pembentukan lembaga tinggi&lt;br /&gt; negara itu seiring dengan kompleksitas persoalan di Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Soerjadi mengakui, PPAD didatangi salah satu duta besar dari kedutaan besar asing untuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dubes itu meminta dukungan PPAD agar mendukung mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai calon presiden pada Pemilu 2014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Sekitar tiga minggu lalu, beberapa perwira tinggi diprovokasi untuk&lt;br /&gt;  mencalonkan Sri Mulyani oleh kedutaan asing. Lalu ada embel-embelnya,&lt;br /&gt; nanti didampingi TNI," ujar Soerjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; PPAD sendiri secara tegas menolak permintaan itu. Sudah dapat&lt;br /&gt; dipastikan bahwa Sri Mulyani merupakan orang SBY serta titipan Amerika&lt;br /&gt; Serikat dan Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sementara itu, Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto mengatakan, ada gejala&lt;br /&gt;  bahwa rakyat sudah tidak senang dengan pemerintahan Presiden SBY yang&lt;br /&gt; saat ini dinilai lemah dalam menegakkan keadilan bagi rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Jadi, sebagian besar rakyat sudah tidak senang dengan pemerintah&lt;br /&gt; sekarang ini. Hal tersebut terjadi akibat penegakan keadilan untuk&lt;br /&gt; membela rakyat dari pemerintah tidak terlihat nyata," ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurut dia, pemerintah kelihatannya kurang berpihak kepada rakyat.&lt;br /&gt; Padahal, seharusnya rakyat mendapat pertolongan dari pemerintah, bukan&lt;br /&gt; sebaliknya. "Seperti kejadian banjir di Wasior, Papua Barat, yang tidak&lt;br /&gt; mendapat perhatian dengan baik dari pemerintah. Itu membuktikan bahwa&lt;br /&gt; pemerintah tidak berpihak kepada rakyat. Hal tersebut sangat menyakitkan&lt;br /&gt;  bagi rakyat, kenapa dianggap kecil?," ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dia mengatakan, bila menyoroti mulai dari awal menjabat, SBY masih&lt;br /&gt; banyak ditolong dari langkah-langkah pemberian bantuan langsung tunai&lt;br /&gt; (BLT). Seperti halnya bersama Jusuf Kalla dulu kelihatan sigap. "Berbeda&lt;br /&gt;  dengan sekarang ini, SBY kelihatan lebih lemah. Bukannya ada perbaikan,&lt;br /&gt;  tapi justru kemunduran yang terjadi sekarang ini," ujar Tyasno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Permainan Asing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kiki menyatakan, PPAD sudah tak sabar lagi untuk menunggu Pilpres&lt;br /&gt; 2014. "Harus ada pemimpin baru yang mampu membawa Indonesia dari krisis&lt;br /&gt; berkepanjangan ini," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ia menambahkan, 2010 dan 2011 merupakan kehancuran ekonomi di&lt;br /&gt; Indonesia. Kedaulatan ekonomi bangsa sama sekali tak dipandang lagi oleh&lt;br /&gt;  dunia internasional. Indonesia menjadi bulan-bulanan permainan asing.&lt;br /&gt; "Tapi, 2014 diharapkan menjadi pintu untuk kebangkitan ekonomi," kata&lt;br /&gt; dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Zacky menyebutkan, kekuatan Indonesia bukanlah pada kepemilikan&lt;br /&gt; alutsista. Setidaknya hal tersebut diakui oleh Singapura yang mengakui&lt;br /&gt; persatuan dan kesatuan serta kenekatan warga negara Indonesia.&lt;br /&gt; Sayangnya, terjadi pelemahan persatuan dan kesatuan melalui politik&lt;br /&gt; hingga mengakibatkan pergeseran UUD 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beberapa contoh terjadinya pelemahan persatuan dan kesatuan di&lt;br /&gt; antaranya terlihat pada sektor perbankan, energi, dan retail, yang mana&lt;br /&gt; sebagian besar dikuasai oleh asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Mengutip ucapan Hillary Clinton, soft power ditambah hard power&lt;br /&gt; sama dengan smart power. Penguasaan lewat uang dan komoditas," kata&lt;br /&gt; Zacky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Contoh lain menurut Zacky terlihat dalam hal pendidikan. Mereka yang&lt;br /&gt;  menempa pendidikan di Amerika dan menjadi 10 lulusan terbaik langsung&lt;br /&gt; disodorkan formulir menjadi agen CIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lebih jauh dirinya menilai, pelemahan persatuan juga terlihat pada sektor media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Saat ini muncul konglomerasi media. Tergantung kepentingan," kata&lt;br /&gt; mantan Ka BAIS ini. Sedangkan di luar negeri, bahkan di negara liberal&lt;br /&gt; seperti Amerika muncul patriot journalism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Media massa ramai mengkritik ketika Amerika hendak menjual dermaga&lt;br /&gt; ke Dubai. Di sini, ketika Indosat dijual, hanya kritikan kecil yang&lt;br /&gt; terdengar," katanya.&lt;br /&gt; &lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=283180"&gt;http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=283180&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Rabu, 20 Juli 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; JAKARTA (Suara Karya): Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD)&lt;br /&gt; merasa khawatir terhadap masa depan dan nasib bangsa Indonesia. Mereka&lt;br /&gt; menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah tidak peduli lagi&lt;br /&gt; dengan kondisi negara dan bangsa yang makin kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Kondisi bangsa dan negara ini makin terancam dan kritis karena&lt;br /&gt; penyelenggaraan negara telah menyimpang dari cita-cita kemerdekaan,"&lt;br /&gt; ujar Ketua Umum PPAD yang juga mantan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan&lt;br /&gt; Darat (KSAD), Letjen Purn Soerjadi, dalam acara silaturahmi purnawirawan&lt;br /&gt;  TNI AD dengan para pimpinan media massa nasional di Jakarta, Selasa&lt;br /&gt; (19/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekitar 21 purnawirawan ikut dalam silaturahmi itu, di antaranya&lt;br /&gt; mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) Zaky Anwar Makarim dan&lt;br /&gt; mantan KSAD Tyasno Sudarto serta mantan Wakil KSAD Kiki Syahnakri. PPAD&lt;br /&gt; membantah para purnawirawan TNI AD sedang menyiapkan penggulingan&lt;br /&gt; Presiden SBY melalui kudeta militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurut Soerjadi, penyimpangan penyelenggaraan negara terpicu oleh&lt;br /&gt; gaya kepemimpinan yang tidak tegas. Presiden SBY dituding melakukan&lt;br /&gt; kesengajaan dan mengabaikan cita-cita bangsa. Kesengajaan itu dilakukan&lt;br /&gt; SBY untuk kepentingan politik dan kekuasaan. "Dia menggunakan politik&lt;br /&gt; adu domba sehingga menambah kesengsaraan rakyat," ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di sisi lain, program pembangunan yang selalu dikampanyekan SBY&lt;br /&gt; hanya omong kosong belaka karena tanpa implementasi dan realisasi.&lt;br /&gt; Politik adu domba yang dilakukan SBY adalah politik saling sandera&lt;br /&gt; antarpartai koalisi pemerintahan SBY. Tindakan yang sama juga dilakukan&lt;br /&gt; SBY di internal Partai Demokrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Contoh keburukan lain, disebutkan Soerjadi, Presiden intensif&lt;br /&gt; membentuk lembaga tinggi negara. "Sekarang ini ada 188 lembaga negara&lt;br /&gt; setingkat menteri yang dibentuk SBY. Tentunya, keberadaan lembaga ini&lt;br /&gt; menjadi muara pemborosan anggaran negara," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Namun, Soerjadi tak memungkiri bahwa pembentukan lembaga tinggi&lt;br /&gt; negara itu seiring dengan kompleksitas persoalan di Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Soerjadi mengakui, PPAD didatangi salah satu duta besar dari kedutaan besar asing untuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dubes itu meminta dukungan PPAD agar mendukung mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai calon presiden pada Pemilu 2014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Sekitar tiga minggu lalu, beberapa perwira tinggi diprovokasi untuk&lt;br /&gt;  mencalonkan Sri Mulyani oleh kedutaan asing. Lalu ada embel-embelnya,&lt;br /&gt; nanti didampingi TNI," ujar Soerjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; PPAD sendiri secara tegas menolak permintaan itu. Sudah dapat&lt;br /&gt; dipastikan bahwa Sri Mulyani merupakan orang SBY serta titipan Amerika&lt;br /&gt; Serikat dan Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sementara itu, Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto mengatakan, ada gejala&lt;br /&gt;  bahwa rakyat sudah tidak senang dengan pemerintahan Presiden SBY yang&lt;br /&gt; saat ini dinilai lemah dalam menegakkan keadilan bagi rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Jadi, sebagian besar rakyat sudah tidak senang dengan pemerintah&lt;br /&gt; sekarang ini. Hal tersebut terjadi akibat penegakan keadilan untuk&lt;br /&gt; membela rakyat dari pemerintah tidak terlihat nyata," ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurut dia, pemerintah kelihatannya kurang berpihak kepada rakyat.&lt;br /&gt; Padahal, seharusnya rakyat mendapat pertolongan dari pemerintah, bukan&lt;br /&gt; sebaliknya. "Seperti kejadian banjir di Wasior, Papua Barat, yang tidak&lt;br /&gt; mendapat perhatian dengan baik dari pemerintah. Itu membuktikan bahwa&lt;br /&gt; pemerintah tidak berpihak kepada rakyat. Hal tersebut sangat menyakitkan&lt;br /&gt;  bagi rakyat, kenapa dianggap kecil?," ujar dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dia mengatakan, bila menyoroti mulai dari awal menjabat, SBY masih&lt;br /&gt; banyak ditolong dari langkah-langkah pemberian bantuan langsung tunai&lt;br /&gt; (BLT). Seperti halnya bersama Jusuf Kalla dulu kelihatan sigap. "Berbeda&lt;br /&gt;  dengan sekarang ini, SBY kelihatan lebih lemah. Bukannya ada perbaikan,&lt;br /&gt;  tapi justru kemunduran yang terjadi sekarang ini," ujar Tyasno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Permainan Asing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kiki menyatakan, PPAD sudah tak sabar lagi untuk menunggu Pilpres&lt;br /&gt; 2014. "Harus ada pemimpin baru yang mampu membawa Indonesia dari krisis&lt;br /&gt; berkepanjangan ini," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ia menambahkan, 2010 dan 2011 merupakan kehancuran ekonomi di&lt;br /&gt; Indonesia. Kedaulatan ekonomi bangsa sama sekali tak dipandang lagi oleh&lt;br /&gt;  dunia internasional. Indonesia menjadi bulan-bulanan permainan asing.&lt;br /&gt; "Tapi, 2014 diharapkan menjadi pintu untuk kebangkitan ekonomi," kata&lt;br /&gt; dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Zacky menyebutkan, kekuatan Indonesia bukanlah pada kepemilikan&lt;br /&gt; alutsista. Setidaknya hal tersebut diakui oleh Singapura yang mengakui&lt;br /&gt; persatuan dan kesatuan serta kenekatan warga negara Indonesia.&lt;br /&gt; Sayangnya, terjadi pelemahan persatuan dan kesatuan melalui politik&lt;br /&gt; hingga mengakibatkan pergeseran UUD 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Beberapa contoh terjadinya pelemahan persatuan dan kesatuan di&lt;br /&gt; antaranya terlihat pada sektor perbankan, energi, dan retail, yang mana&lt;br /&gt; sebagian besar dikuasai oleh asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Mengutip ucapan Hillary Clinton, soft power ditambah hard power&lt;br /&gt; sama dengan smart power. Penguasaan lewat uang dan komoditas," kata&lt;br /&gt; Zacky.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Contoh lain menurut Zacky terlihat dalam hal pendidikan. Mereka yang&lt;br /&gt;  menempa pendidikan di Amerika dan menjadi 10 lulusan terbaik langsung&lt;br /&gt; disodorkan formulir menjadi agen CIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lebih jauh dirinya menilai, pelemahan persatuan juga terlihat pada sektor media massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Saat ini muncul konglomerasi media. Tergantung kepentingan," kata&lt;br /&gt; mantan Ka BAIS ini. Sedangkan di luar negeri, bahkan di negara liberal&lt;br /&gt; seperti Amerika muncul patriot journalism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Media massa ramai mengkritik ketika Amerika hendak menjual dermaga&lt;br /&gt; ke Dubai. Di sini, ketika Indosat dijual, hanya kritikan kecil yang&lt;br /&gt; terdengar," katanya.&lt;br /&gt; &lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=283180"&gt;http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=283180&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;           &lt;/blockquote&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/div&gt;               &lt;!--~-|**|PrettyHtmlStart|**|-~--&gt;      &lt;div style="color: #fff; height: 0;"&gt;__._,_.___&lt;/div&gt;&lt;!--~-|**|PrettyHtmlEnd|**|-~--&gt;    &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-4181659610534022475?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/4181659610534022475/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/07/fwpurnawirawan-tni-sby-sudah-tak-peduli.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/4181659610534022475" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/4181659610534022475" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/07/fwpurnawirawan-tni-sby-sudah-tak-peduli.html" title="Fw:Purnawirawan TNI: SBY Sudah Tak Peduli Kondisi Negara dan Bangsa" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-1878828063514000631</id><published>2011-07-19T04:38:00.001-07:00</published><updated>2011-07-25T18:35:00.993-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kecurangan pemilu 2009" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="george junus" /><title type="text">George Junus: Harusnya Pemilu Diulang</title><content type="html">&lt;div id="ygrp-mlmsg" style="position:relative;"&gt;&lt;div id="ygrp-msg" style="z-index: 1;"&gt;&lt;div id="ygrp-text"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="font: inherit;" valign="top"&gt;&lt;blockquote style="border-left: 2px solid rgb(16, 16, 255);"&gt;&lt;div id="yiv1786846127"&gt;&lt;div id="yiv1786846127ygrp-text"&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0);background-color: rgb(255, 255, 255);font-family: times new roman,new york,times,serif;font-size: 18pt;"&gt;&lt;img src="http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/George-Junus-Adicondro2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;div align="center"&gt;George Junus Adicondro (Rahmad Hidayat/Tribunnews.com)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;Tribunnews.com - Selasa, 19 Juli 2011 15:02 WIB&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -&lt;/b&gt; Dua buku Gurita Cikeas yang dibuat,   seakan menjadi kebanggaan tersendiri bagi sang penulis, Georg Junus   Aditjondro. Apa yang ia ungkap, katanya kemudian makin dikukuhkan   kebenarannya atas apa yang diungkap oleh Wikileaks dan dimuat di media   Australia. Ia kemudian, apa yang ia ungkap terkait oligarki kekuasaan,   seharusnya pelaksanaan Pemilu diulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Buku pertama membongkar gurita cikeas, kemudian banyak hal dipertegas   dalam wikileaks. Isu ini yang awalnya menjadi domestic warming menjadi   global warning," kata George dalam diskusi bukunya yang terbaru Cikeas   Makin Menggurita di DPR, Selasa (19/07/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurutnya, ada beberapa hal baru dalam bukunya ini yang menjadi   kelanjutan dalam mengungkap skandal pemberian bailout ke Bank Century.   Yang belum terungkap, kata George, salah satunya soal laporan dari   PPATK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Buku pertama, memberi dorongan kepada media, menggali soal perusahaan   milik keluarga Cikeas yang bergerak di penebangan hutan, milik kakak Bu   Ani, Wiwik yang menjabat sebagai komisaris di perusahaan Wanatirta.   Bagaimana intervensi Wiwiek, kemudian para pelaku ileegal loging bebas   dari polisi," George mengungkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam buku terbarunya, aku George juga mendalami terkait dugaan adanya kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu 2009 lalu.&lt;br /&gt; Daftar pelanggar pemilu di buku kedua, George menegaskan, lebih lengkap,   terkait keberpihakan KPU yang menurutnya, seakan dikukuhkan atas kasus   Andi Nurpati saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kemudian bagaiman terungkapnya soal penghitungan suara di Sumatera   Utara, di rumah Kapolsek yang melanggar aturan. Kemudian bagaimana   adanya keterlibatan dana-dana asing dalam pemilu," cerita George seraya   menyatakan kebobrokan Pemilu ini yang kemudian menjebloskan mantan Ketua   KPK Antasari Azhar, hanya karena ingin mengungkap soal IT KPU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Gong dari buku ini adalah mempertanyakan kemenangan Demokrat dan   kemenangan SBY, tidak sah. Pemilu harus pemilu ulang, dan   pelaku-pelakunya harus didiskualifikasi," George menegaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;Penulis: Rachmat Hidayat  |   Editor: Johnson Simanjuntak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.tribunnews.com/2011/07/19/george-junus-harusnya-pemilu-diulang"&gt;http://www.tribunnews.com/2011/07/19...pemilu-diulang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                         &lt;b&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;div align="center"&gt;Banyak Cara Mengemplang Suara Rakyat&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;img src="http://majalahforum.com/futama/52509-forut2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;div align="center"&gt;Suasana Penghitungan Suara Pemililu 2004 di salahsatu TPS (Dok FORUM)&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;majalah forum NO. 09 TAHUN XX/20 - 26 JUNI 2011&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;i&gt;Salah satu pintu pavorit mencuri suara adalah saat input data. Calon   yang sudah pasti kalah menjual suara agar bisa mengembalikan sebagian   modal. Bagi oknum KPU, mempermudah jual beli selain bisa memberikan   keuntungan finansial, juga bisa memberikan keuntungan perlindungan bila   kemudian ada masalah hukum.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kasus pemalsuan dokumen keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang   dilakukan Andi Nurpati ketika menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum   (KPU) kini terancam menjadi bola liar politik. Kasus tersebut tidak saja   berkonsekuensi pidana bagi politisi Partai Demokrat tersebut, juga   mengancam keabsahan kursi yang diduduki para legislator di DPR RI dan   DPRD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pasalnya, perbuatan yang dilakukan Andi Nurpati dalam kasus sengketa   pemilu di daerah pemilihan Sulawesi Selatan antara Dewi Yasin Limpo dari   Hanura dengan Mestariani Habie dari Gerindra tersebut, diduga bukan   satu-satunya kasus yang terjadi dalam Pemilu Legislatif 2009 lalu.   Selain kasus Dewi-Mestariani, juga ada kasus serupa yang jumlah konon   kabarnya mencapai seratus kasus lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Benarkah jumlah kasus serupa Dewi-Mestariani lebih dari seratus kasus?   Kordinator Komite Pemilih Indonesia (TEPI), Jerry Sumampouw, yang   menjadi salah satu pemantau sengketa Pemilu Legislatif 2009 mengaku   tidak tahu pasti. Namun ia mengatakan, sepanjang pemantauan yang   dilakukan pihaknya, sedikitnya ada 16 kasus sengketa Pemilu Legislatif   yang masuk ke MK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "Yang kita catat, tidak sampai 100 kasus. Yang jelas, dari pantauan kami, &lt;b&gt;&lt;span style="color:DarkRed;"&gt;rekapitulasi hasil dan pengumuman hasil pemilu 2009 adalah yang paling buruk pada  tiga kali pemilu sejak reformasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.   Papua itu salah satu daerah yang terlambat ditetapkan hasilnya karena   suara belum selesai dihitung," ujarnya saat ditemui FORUM di kantornya   di Gedung Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Jalan Salemba Raya, Jakarta,   Rabu pekan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Menurutnya, terlambatnya Papua tersebut mencurigakan. Keterlambatan   dalam waktu cukup lama tersebut rawan dimanipulasi atau dijadikan ajang   permainan. Sebab, terlalu lamanya suara dihitung akan menyebabkan   pengawasan masyarakat akan menjadi kendor. Dan, kendornya pengawasan   memberikan kesempatan lebih besar kepada KPU bermain dengan calon   legislatif (caleg) dan partai peserta pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dugaan KPU bermain mata dengan caleg dan parpol di daerah-daerah yang   pengawasan tak seketat Jakarta memang tak bisa dipandang remeh.   Pasalnya, untuk daerah Jakarta saja, KPU pernah dicurigai melakukan   percobaan manipulasi. Dimana ketika itu, menurutnya, KPU sempat   menetapkan Agung Laksono terpilih sebagai calon legislatif DPR Pusat.   "Setelah kasus itu heboh, putusan itu dianulir dengan alasan yang   jelas," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sambil menyeruput kopi, lelaki ini memaparkan keputusan kacau KPU   lainnya karena salah hitung. Diantaranya, kasus AS Hikam yang sudah   sempat ditetapkan yang mendapat kursi dari Hanura. Tetapi keputusan itu   kemudian dianulir lagi setelah keputusan tersebut dipermasalahkan dan   KPU mengakui kekeliruan tersebut dan beralasan telah terjadi salah   hitung yang dilakukan petugas mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "Di Dapil Jatiml I dan Jatim IX perolehan suara seorang caleg   berkurang, dari 49 ribu menjadi 40 ribu. Setelah kasus itu menjadi   ribut, akhirnya ketahuan sumber masalahnya karena ada kekeliruan input.   KPU saat itu berdalinh salah input itu karena di komputer itu angka 0   dan 9 berdekatan. Karena data yang diinput banyak sehingga berpengaruh   banyak pada suara," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Di daerah pemilihan Sumsel I, lanjutnya, sengketa di internal PPP   antara Ahmad Yani dengan rekannya, juga terjadi. Ahmad Yani, bukan orang   yang sebarnya memiliki suara lebih banyak, tapi yang masuk ke DPR   justru dirinya. Kasus ini sudah dilaporkan ke polisi tapi tak jelas   kelanjutannya. "Ini artinya, banyak persoalan hasil penetapan pemilu   yang waktu itu tidak bisa diklarifikasi. Kami yakin sekali ada persoalan   dengan KPU kita," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Jerry juga mengatakan bahwa &lt;b&gt;&lt;span style="color:DarkRed;"&gt;penggunaan IT pada pemilu 2009, juga menjadi pintu permainan suara. Proyek pengadaan IT KPU yang kabarnya dikerjakan &lt;u&gt;keluarga petinggi salah satu parpol&lt;/u&gt; tersebut sudah lama dicurigai sebagai salah scara mendapatkan kursi haram&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.   Alhasil, pelaku tidak saja diduga mencuri uang negara dari pengadaan   yang sempat hendak diusut KPK tersebut, tapi juga mencuri suara rakyat. (&lt;img src="http://static.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/07.gif" alt="" title="Embarrassment" class="yiv1786846127inlineimg" border="0" /&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ini sebabnya, Jerry menyebutkan bahwa &lt;b&gt;&lt;span style="color:DarkRed;"&gt;salah satu titik paling pavorit bagi mafia pemilu untuk mengemplang suara rakyat adalah ketika dilakukan input data di KPU&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.   Apalagi saat dilakukan input data tersebut pengawasan tidak lagi   sebagaimana perhitungan suara di Tempat Pemilihan Suara (TPS) yang ikut   juga disaksikan masyarakat luas. Sementara &lt;b&gt;&lt;span style="color:DarkRed;"&gt;saat input data yang ada hanya petugas KPU dan saksi yang bisa dibeli&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Apa yang diungkapkan Jerry tersebut dibenarkan seorang mantan anggota   tim sukses calon pemilihan kepala daerah (pilkada). Menurut anggota tim   sukses yang pernah memenangkan sebuah kepala daerah di daerah Jawa Barat   tersebut, modus menaikkan jumlah suara dalam pilkada sama seperti yang   terjadi di Pemilu Legislatif atau pun Pemilihan Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Disebutkannya, ketika hendak dilakukan input data, hasil perhitungan   suara sebenarnya sudah diketahui. Nah saat itu tim sukses calon yang   hendak menang bernegosiasi dengan calon yang jumlah perolehan suaranya   sedikit agar dilimpahkan saja ke hasil suaranya. "Biasanya calon yang   sudah pasti kalah mau menjual suara tersebut. Hitung-hitung   mengembalikan sebagian modal,"tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Setelah sepakat, calon yang memberi suara dan yang menjual suara   menyampaikan kepada petugas yang menginput data. Menurutnya, cara yang   paling halus biasa dilakukan dengan tidak menghabiskan jumlah suara   calon yang dibeli agar tidak ketahuan karena mencolok. "Permainan paling   aman bila beda suaranya tidak terlalu jauh. Itu sebabnya, suara kadang   tidak cukup dibeli hanya dari satu calon lain saja," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kembali kepada Jerry, dalam permainan-permainan tersebut, ada anggota   KPU mendapatkan keuntungan finansial. "Walau sulit  dibuktikan, tapi ada   indikasi-indikasi dari pelanggaran etik yang bisa kita lihat secara   kasat mata. Misalnya, orang-orang KPU sering bertemu dengan orang-orang    partai politik. Padahal itu seharusnya dihindari selama pemilu. Tapi,   orang-orang KPU sangat senang sekali bertemu dengan partai-partai   politik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Keuntungan lain adalah akses. Menurutnya, kasus Andi Nurpati yang pindah ke Demokrat adalah salah satu contoh. &lt;b&gt;&lt;span style="color:DarkRed;"&gt;Dengan memberikan kemudahan kepada partai politik tertentu, mereka punya jaminan kemudahan bergabung dalam satu waktu tertentu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;.   "Misalnya bila sudah berhenti menjadi anggota KPU atau karena keadaan   tertentu, terdesak, seperti Andi Nurpati, masuk ke Demokrat sehingga   secara politik agar dapat perlindungan politik," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;b&gt;Oleh : Syamsul Mahmuddin dan Zulkarmedi Siregar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt; &lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://majalahforum.com/forum-utama.php?tid=298"&gt;http://majalahforum.com/forum-utama.php?tid=298&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;        &lt;/div&gt;                      &lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/div&gt;               &lt;!--~-|**|PrettyHtmlStart|**|-~--&gt;      &lt;div style="color: #fff; height: 0;"&gt;__._,_.___&lt;/div&gt;&lt;!--~-|**|PrettyHtmlEnd|**|-~--&gt;    &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-1878828063514000631?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/1878828063514000631/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/07/george-junus-harusnya-pemilu-diulang.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/1878828063514000631" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/1878828063514000631" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/07/george-junus-harusnya-pemilu-diulang.html" title="George Junus: Harusnya Pemilu Diulang" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-479689334741697283</id><published>2011-07-14T02:58:00.000-07:00</published><updated>2011-07-25T18:42:56.990-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="plesetan pancasila" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="opini" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berita" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="korupsi" /><title type="text">Pancasila sudah Berubah</title><content type="html">Menurut Soegeng Sarjadi (Kompas, 14/7), kelima silanya pun berubah jadi&lt;br /&gt;1. Keuangan yang Mahakuasa;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Korupsi yang Adil dan Merata;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Persatuan Mafia Hukum Indonesia;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kekuasaan yang Dipimpin oleh Persekongkolan dan Kepura-puraan; serta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kenyamanan Sosial bagi Seluruh Keluarga Pejabat dan Wakil Rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Powered by Telkomsel BlackBerry®&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-479689334741697283?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/479689334741697283/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/07/pancasila-sudah-berubah.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/479689334741697283" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/479689334741697283" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/07/pancasila-sudah-berubah.html" title="Pancasila sudah Berubah" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-7897804872809555408</id><published>2011-07-08T03:02:00.000-07:00</published><updated>2011-07-08T06:23:13.172-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="politik" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrat" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="anas urbaningrum" /><title type="text">Nazaruddin: Anas "bermain" di proyek Kemendiknas bersama Wimpy Ibrahim</title><content type="html">&lt;div id="ygrp-mlmsg" style="position:relative;"&gt;&lt;div id="ygrp-msg" style="z-index: 1;"&gt;&lt;div id="ygrp-text"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="font: inherit;" valign="top"&gt;Nazarudin: Anas Korupsi Dana Pendidikan bersama Wimpy Ibrahim pemilik PT. Bintang Ilmu sebesar Rp. 6,4 trilyun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, kembali&lt;br /&gt;melemparkan bola panas dari tempat persembunyiannya melalui pesan&lt;br /&gt;blackberry mesengger. &lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136);cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1310110710_0"&gt;Kali&lt;/span&gt; ini Nazar menuding Ketua Umum Partai Demokrat&lt;br /&gt; (PD) Anas Urbaningrum bermain dalam berbagai proyek di Kementerian&lt;br /&gt;Pendidikan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"PT Anugrah Nusantara &lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136);cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1310110710_1"&gt;itu&lt;/span&gt; digunakan untuk bermain di berbagai proyek di&lt;br /&gt;Kementerian Pendidikan Nasional. PT tersebut bermain dengan penerbit&lt;br /&gt;Bintang Ilmu yang dimiliki oleh Wimpy Ibrahim," ujar Nazaruddin dalam&lt;br /&gt;pesan BBM-nya kepada wartawan, Kamis (7/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anggaran pengadaan buku sekolah dan alat peraga yang ada dalam DAK&lt;br /&gt; senilai Rp6,4 triliun, menurut Nazaruddin, dipegang oleh Wimpy Ibrahim.&lt;br /&gt; Wimpy kemudian rutin memberikan setoran pada Anas Urbaningrum. "Wimpy&lt;br /&gt;Ibrahim sering setor uang ke Anas. Proyek yang dimainkan oleh Wimpy&lt;br /&gt;(warga Taiwan?)  itu adalah proyek pengadaan buku senilai Rp6,4&lt;br /&gt;triliun," ungkap Nazar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak itu saja, Nazaruddin juga mengungkapkan, proyek pengadaan jaringan&lt;br /&gt; komputer dalam program e-learning semuanya dimainkan oleh Anas.&lt;br /&gt;Permainan itu bisa sangat terlihat karena jaringan sudah lebih dulu&lt;br /&gt;diadakan meskipun komputer untuk program tersebut belum diadakan.&lt;br /&gt;"Permainan ini bisa lancar dilakukan juga karena melibatkan Fasli Jalal,&lt;br /&gt; mantan dirjen di kementerian pendidikan nasional yang kini menjabat&lt;br /&gt;wakil menteri," jelas Nazar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari fotocopy akta notaris yang beredar di kalangan wartawan, Anas&lt;br /&gt;Urbaningrum diketahui memiliki 30 persen saham di PT Anugrah Nusantara&lt;br /&gt;yang merupakan sebuah perusahaan general contractor dan supplier yang&lt;br /&gt;dibelinya dari Muhammad Nazaruddin. Akta pembelian itu disahkan oleh&lt;br /&gt;Notaris Asman Yunus SH yang berkedudukan di &lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136);cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1310110710_2"&gt;Pekanbaru, Riau&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nazaruddin meyakinkan ahwa akta tersebut adalah fotocopy akta asli yang&lt;br /&gt;diberikan tandatangan dan cap jempol olehnya dan Anas. Nazaruddin&lt;br /&gt;menyebutkan bahwa sesuai akta notaris itu pada hari Rabu tanggal 1 Maret&lt;br /&gt; 2007 terjadi transaksi penjualan saham sebesar 30 persen antara dirinya&lt;br /&gt; sebagai pihak pertama dan Anas Urbaningrum sebagai pihak kedua, "Itu&lt;br /&gt;semua dokumen asli ada tandatangan dan cap jempol," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari fotocopy yang didapatkan wartawan sendiri berupa akta notaris Asman&lt;br /&gt; Yunus berkedudukan di &lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136);cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1310110710_3"&gt;Pekanbaru Riau&lt;/span&gt; dimana dia melegalisir penjualan&lt;br /&gt;saham PT Anugrah Nusantara yang merupakan general contractor and&lt;br /&gt;supplier yang berkedudukan di kantor pusat Jl tuanku Tambusai no 263&lt;br /&gt;Pekanbaru Riau dengan no tlp 0761 849472 no fax 0761 849472 dan branch&lt;br /&gt;office di Jl Rasuna Said Kuningan Tower no 07 LGG-Jakarta Selatan telp&lt;br /&gt;021 70668834 fak 021 9392350 dan email &lt;a rel="nofollow" ymailto="mailto:anugrah_n%40yahoo.com" target="_blank" href="http://us.mc1302.mail.yahoo.com/mc/compose?to=anugrah_n%40yahoo.com"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1310110710_4"&gt;anugrah_n@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="border-bottom: 2px dotted rgb(54, 99, 136);cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1310110710_5"&gt;Surat&lt;/span&gt; tersebut ditandatangani dan diberi cap jempol oleh Anas&lt;br /&gt;Urbaningrum dan Muhammad Nazaruddin dan dibubuhi cap dan didaftarkan&lt;br /&gt;oleh Asman Yunus sebagai notaris dengan materai Rp6.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(feb)&lt;br /&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.primaironline.com/berita/Hukum/115977-nazaruddin-anas-bermain-di-proyek-kemendiknas"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1310110710_6"&gt;http://www.primaironline.com/berita/Hukum/115977-nazaruddin-anas-bermain-di-proyek-kemendiknas&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;!--~-|**|PrettyHtmlEnd|**|-~--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-7897804872809555408?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/7897804872809555408/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/07/nazaruddin-anas-bermain-di-proyek.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/7897804872809555408" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/7897804872809555408" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/07/nazaruddin-anas-bermain-di-proyek.html" title="Nazaruddin: Anas &quot;bermain&quot; di proyek Kemendiknas bersama Wimpy Ibrahim" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-2900554326773930856</id><published>2011-07-08T02:58:00.000-07:00</published><updated>2011-07-08T06:25:28.264-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="hotman" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="pidato gado-gado sby" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berita" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="politik" /><title type="text">Surat Terbuka Yon Inf.Hotman: Pro SBY Lanjutkan Demokrasi, Stop Santunkrasi!</title><content type="html">Surat Terbuka Yon Inf.Hotman: Pro SBY Lanjutkan Demokrasi, Stop Santunkrasi!&lt;div id="ygrp-mlmsg" style="position:relative;"&gt;&lt;div id="ygrp-msg" style="z-index: 1;"&gt;&lt;div id="ygrp-text"&gt;&lt;div style="font-family:bookman old style, new york, times, serif;font-size:12pt;"&gt;&lt;div style="FONT-FAMILY: bookman old style, new york, times, serif;FONT-SIZE: 12pt;"&gt;&lt;div style="FONT-FAMILY: times new roman, new york, times, serif;FONT-SIZE: 12pt;"&gt;&lt;div style="BACKGROUND-COLOR: #fff;FONT-FAMILY: times new roman, new york, times, serif;COLOR: #000;FONT-SIZE: 12pt;"&gt;  &lt;div class="byline"&gt;30 June 2011&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="dd_post_share dd_post_share_right"&gt;  &lt;div class="dd_buttons"&gt;  &lt;div class="dd_button"&gt;&lt;a style="TEXT-DECORATION: none;" href="http://www.facebook.com/sharer.php?u=http%3A%2F%2Fhminews.com%2Fnews%2Fsurat-terbuka-yon-inf-hotman-pro-sby-lanjutkan-demokrasi-stop-santunkrasi%2F&amp;amp;t=Surat%20Terbuka%20Yon%20Inf.Hotman%3A%20Pro%20SBY%20Lanjutkan%20Demokrasi%2C%20Stop%20Santunkrasi%21%20%C2%AB%20HMINEWS.COM&amp;amp;src=sp" name="fb_share" rel="nofollow" target="_blank"&gt;&lt;span class="fb_share_size_Small fb_share_count_wrapper"&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fb_share_count_nub_top "&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fb_share_count  fb_share_count_top"&gt;&lt;span class="fb_share_count_inner"&gt;45&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="CURSOR: pointer;" class="FBConnectButton FBConnectButton_Small"&gt;&lt;span class="FBConnectButton_Text"&gt;Share&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div class="dd_button"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;a href="http://www.rimanews.com/read/20110627/32983/surat-terbuka-yon-infhotman-pro-sby-lanjutkan-demokrasi-stop-santunkrasi" rel="nofollow" target="_blank"&gt;&lt;img class="alignright" alt="undefined" src="http://www.rimanews.com/sites/default/files/imagecache/250x175/ads1.gif" height="175" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Demi &amp;amp; demikian surat terbuka ini wajib saya tulis teriring harapan semoga SBY selamat sejahtera saat nanti kembali seperti manusia biasa pasca 2014, hingga saya pun kembali ke ranah semula sebagai The President Maker.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Sebagai mantan Campaign Manager anda 2002/2004 (ucapan anda sendiri bulan SUCI di Bumi Siliwangi Bandung Lautan Api) saya ditaqdirkan Tuhan ekstra sabar, tetap tak berada di sebrang anda sejak 2005 meski anda mengabaikan sisa komitmen profesional non-kontrak seperti cukong beri donasi tanpa kwitansi, yang sudah saya ikhlaskan tertanggal 27 Januari 2011 tak lagi saya tagih kepada anda. Bersama kawan-kawan dari berbagai negara lain, saya sedang menagihnya kepada dunia melalui HUMAN RIGHTS FUNDRAISING yang bertujuan damai demi semua.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Jika 2004 doeloe para pencaci maki kita di sebrang sana berubah iman puja puji 2009 karena goda kursi &amp;amp; materi – hingga lanjutan kemenangan anda jadi tak berkah tapi tulah, bencana – biarlah Tuhan yang mengadilinya.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Saya tak memilih dendam versus dendam warisan setan 9 turunan tapi sayang demi ikhtiar jadi kekasih Tuhan. Pun karena demi masa wajib saling mengingatkan, saya sudah ikhtiar via ratusan SMS,"Saling Mengingatkan Sesama". Tanpa pernah lembagakan oposisi caci maki apalagi pelorotkan anda di tengah jalan – sesuatu yang lazimnya bisa agak lebih mudah dilakukan mantan Campaign Manager –  bukan sukarelawan/tim sukses.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Selemah-lemah iman, paling lanjutkan berjihad memberi pelajaran seperti yang sedang dilakukan  bule-bule di Washington DC &amp;amp; Chicago, yang meminta Madonna menyanyi, "Please cry for me Indonesia".&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Harta kuasa &amp;amp; ragam gelar bisa dicari, cantik ganteng didandani. Kacang lupa kulit hobi tebar fitnah santun sambil korupsi, mustahil diobati karena kualat karma 9 turunan. Stop resep makan teman: "Tuang 9 sendok irihati ke wajan fitnah &amp;amp; rebus kepercayannya dengan santun. Lanjutkan bersama kita bisa makan teman sambil korupsi &amp;amp; curhat dizalimi".&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Masalah moral masalah akhlak, simaklah Iwan Falls,"Urus saja moralmu urus saja akhlakmu peraturan yang sehat yang kami mau/Tegakkan hukum setegak-tegaknya/Adil dan tegas tak pandang bulu".&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Sebelumnya,"Turunkan harga secepatnya/Berikan kami pekerjaan/Akan kuangkat engkau menjadi manusia setengah dewa". Isu anda berhomoria dengan Prof.Dr.Daniel Sparingga pun isu affairs tempo doeloe di Port Benning dengan Olga Kelly, biarlah urusan pribadi anda dengan Tuhan karena yang rugi bukan rakyat. Beda dengan isu apalagi praktek korupsi yang merugikan semua orang. Saya kuraang percaya isu-isu tanpa bukti itu sebab jika benar, tentu anda secanggih Bung Karno, JFKennedy &amp;amp; Bill Clinton.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Seperti orang-oran lain yang ekstra cerdas, harapan saya, SBY Pro lanjutkan Demokrasi menuju Godkrasi bukan Santunkrasi:" Licik di balik topeng santun", DARI korupsi OLEH kolusi UNTUK nepotisme. So, jangan katakan,"TIDAK pada korupsi.TIDAK MASALAH asal santun karena saya yang akan memimpinnya di barisan terdepan sebagai Gurita Homo Humini Lupus".&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Kepada Para kontra SBY, cukuplah sudah fitnah &amp;amp; caci maki yang mestinya tak pantas dialamatkan ke pemangku jabatan Presiden Republik Indonesia. Ragam tuduhan &amp;amp; julukan: "Curangi Pilpres 2009, Kafir, Gurita Homo, Sesat, Pembohong, Plintat plintut, Kacung Amerika, Tak beriman &amp;amp; Abused Power serta Ani Business Brokerage" juga memerih jiwa saya sebagai bagian awal dari batu bata dinding kuasa SBY. Cukup! Jangan lanjutkan menganugerahinya, "The Most Bigger Lier Behind Polite Mask", Pembohong Terbesar Di Balik Topeng Santun. Menderita itu perih Jenderal!&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;Terima kasih untuk kasih yang saya terima dari SBY, Ibu Ani, Pak Sudi Silalahi dkk pun mohon khilaf saya ikhlas dimaaf,"Sai anju ma au". Seperti janji Tuhan, di balik musibah pasti ada hikmah, karena interaksi dengan SBY lah saya terus berproses menjadi Campaign Guru &amp;amp; The Best Partner for the Best Leader pun tertanggal 17 Agustus 2010 merayakan berdirinya Indonesian Next Foundation di Washington DC, &lt;a href="http://usa-www.indonext.org/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;USA-www.indonext.org&lt;/a&gt; sebagai  IndoNEXT's Dream anak cucu kita nanti menjemput taqdir baru menjadi "The 3rd Super Power country with America &amp;amp; China" karena modal bumi raya pun indahnya alam bak di surga, kita punya.&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;strong&gt;*Yon Inf.Hotman Campaign Manager SBY 02/04 &amp;amp; Pendiri BCA:"Blora Center Asli' Galeri bukti &amp;amp; testimoni di &lt;a href="http://www.mcleader.com/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;www.mcleader.com&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/div&gt;               &lt;!--~-|**|PrettyHtmlStart|**|-~--&gt;&lt;!--~-|**|PrettyHtmlEnd|**|-~--&gt;    &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-2900554326773930856?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/2900554326773930856/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/07/surat-terbuka-yon-infhotman-pro-sby.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/2900554326773930856" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/2900554326773930856" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/07/surat-terbuka-yon-infhotman-pro-sby.html" title="Surat Terbuka Yon Inf.Hotman: Pro SBY Lanjutkan Demokrasi, Stop Santunkrasi!" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9060921470231689303.post-5959958298182163538</id><published>2011-07-07T03:28:00.000-07:00</published><updated>2011-07-08T06:28:26.964-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="berita" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="politik" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="demokrat" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="korupsi" /><title type="text">Demokrat Lakukan Kebohongan Publik</title><content type="html">&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.sinarharapan.co.id/content/read/demokrat-lakukan-kebohongan-publik/"&gt;http://www.sinarharapan.co.id/content/read/demokrat-lakukan-kebohongan-publik/&lt;/a&gt;&lt;div id="ygrp-mlmsg" style="position:relative;"&gt;&lt;div id="ygrp-msg" style="z-index: 1;"&gt;&lt;div id="ygrp-text"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="font: inherit;" valign="top"&gt;&lt;blockquote style="border-left: 2px solid rgb(16, 16, 255);"&gt;&lt;div id="yiv1031666715"&gt;&lt;div id="yiv1031666715ygrp-text"&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;  &lt;p class="yiv1031666715date"&gt;06.07.2011 11:33&lt;/p&gt;  &lt;h1&gt;Demokrat Lakukan Kebohongan Publik&lt;/h1&gt;  &lt;p class="yiv1031666715writer"&gt;Penulis : Ruhut Ambarita  &lt;span class="yiv1031666715countTop"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="yiv1031666715content-detail"&gt;  &lt;div class="yiv1031666715subheader"&gt;  &lt;div class="yiv1031666715news-single-img"&gt;&lt;a rel="nofollow"&gt;&lt;img src="" alt="" border="0" height="188" width="250" /&gt;&lt;/a&gt;   &lt;p class="yiv1031666715news-single-imgcaption"&gt;(foto:dok/ist)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p&gt;JAKARTA - Elite Partai Demokrat (PD) dinilai berbohong karena selama ini   menyatakan kepada publik bahwa Nazaruddin sakit dan berada di Singapura.   Padahal, pihak otoritas Singapura menyatakan, yang bersangkutan sudah lama tidak   berada di sana.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Kebohongan publik, baik yang dilakukan elite politik Partai Demokrat dan   beberapa pejabat publik, karena (mereka) mencoba mengatakan dia (Nazaruddin-red)   di Singapura," kata Pengamat Politik dari Universitas Gajah Mada (UGM), AAGN Ari   Dwipayana kepada SH, Selasa (5/7) malam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selama ini, sejumlah politikus PD berupaya meyakini publik bahwa Nazaruddin,   mantan Bendahara Umum PD itu, tengah menjalani perawatan karena mengidap sakit   jantung di Singapura.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Oleh karena dikatakan sakit, Nazaruddin tercatat beberapa kali mangkir dari   panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi di Jakarta dalam   sejumlah kasus suap dan korupsi di beberapa kementerian. Nazaruddin saat ini   telah ditetapkan menjadi tersangka.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ari mengatakan, sangat sulit menilai otoritas Singapura berbohong karena   menyatakan buron interpol asal Indonesia Nazaruddin tidak lagi berada di   Singapura. "Tidak ada kepentingan sama sekali," ujarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Keberadaan Nazaruddin yang sebenarnya, lanjut dia, seharusnya diketahui   aparat, seperti imigrasi, kepolisian, dan intelijen, dengan cara mendeteksi   dokumen perjalanan milik Nazaruddin. Terlebih setelah ada perintah dari Presiden   Susilo Bambang Yudhyono untuk menangkap Nazaruddin, seharusnya aparat memiliki   sistem peringatan dini untuk mendeteksi gerak Nazaruddin.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menurut dia, bohong jika aparat atau politikus PD mengaku tidak tahu menahu   soal keberadaan Nazaruddin yang sebenarnya. "Ada konspirasi (menyembunyikan-red)   atau memang tidak mampu mendeteksi," ujarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Djoko   Suyanto yang dihubungi SH, Selasa malam, dan ditanya apakah laporan kepolisian,   Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), dan Badan Intelijen yang diperintahkan untuk   mendeteksi dan menangkap Nazaruddin sependapat dengan pernyataan otoritas   Singapura yang menyatakan bahwa Nazaruddin tidak berada di sana, Djoko tidak   menjawab tegas.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dia hanya mengatakan, semua informasi terkait Nazaruddin pasti sudah   diperoleh pihak kepolisian, Kemenlu, dan Badan Intelijen yang diperintah untuk   mendeteksi dan menangkap Nazaruddin. Saat ditanya keberadaan Nazaruddin   sebenarnya, Djoko meminta SH agar menanyakan ke kepolisian, Kemenlu, Badan   Intelijen Negara (BIN), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Nazaruddin pergi ke Singapura sejak 23 Mei 2011, lebih cepat satu hari   ketimbang surat cekal yang dikeluarkan KPK. Dia berangkat bersama istrinya,   Nenang Sri Wahyuni. Pada 30 Juni 2011, KPK menetapkan Nazaruddin sebagai   tersangka kasus suap wisma atlet SEA Games XXVI di Palembang. Sebelumnya pada 3   Juni 2011 Tim Demokrat yang terdiri dari Ketua Fraksi M Jafar Hafsah, Jhonny   Allen, dan Sutan Bhatoegana menemui Nazaruddin di Singapura.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada 1 Juli 2011, presiden memerintahkan Kapolri Jenderal Timur Pradopo untuk   membantu KPK membawa pulang Nazaruddin. Pada Selasa, Kemenlu Singapura dalam   siaran persnya menegaskan Nazaruddin tidak ada di Singapura sejak dinyatakan   sebagai tersangka.     &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;Bola Liar&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pengamat Sosial Politik dari UGM Ari Sujito mengatakan, ketidakseriusan   penanganan kasus Nazaruddin oleh negara dan pemerintah akan meruntuhkan sistem   demokrasi di masa depan. Ini karena semakin menurunkan kepercayaan rakyat   pemilih pada partai-partai politik, DPR, dan pemerintah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Dalam kepala rakyat pemilih, skandal Nazaruddin merupakan drama dagelan yang   memuakkan. Tingkat kebencian rakyat pada partai-partai, DPR, dan pemerintah   semakin meningkat, memupus kepercayaan pada demokrasi liberal saat ini,"   katanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Anggota Komisi III DPR dari Partai Golkar Bambang Soesatyo membenarkan bahwa   saat ini ada gerakan-gerakan deparpolisasi dan deparlementarisasi yang   mendapatkan dukungan cukup luas dari masyarakat secara nasional. "Golkar   berupaya mendesak pemerintah dan penegak hukum tidak hanya melakukan politik   pencitraan, karena justru meningkatkan ketidakpercayaan publik pada sistem   demokrasi saaat ini," tegasnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Guru Besar Politik Universitas Indonesia Iberamsjah melihat bahwa kasus   Nazaruddin ini sebagai drama komedi. Menurut dia,  KPK seharusnya sudah   menahan saja Nazaruddin dari awal, tidak perlu menunggu waktu. Hal ini   menunjukkan ada negosiasi politik di antara pemimpin KPK dan politikus PD. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Memang ini drama yang penuh kelucuan dan memalukan. Kenapa tidak dari awal   KPK langsung bikin dia menjadi tersangka dan ditahan. Karena dia Bendahara   Demokrat, kemungkinan besar dia memang dilindungi. Ternyata ada negosiasi   politik di sana," kata Iberamsjah kepada SH, Rabu (6/7). &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menurut dia,  gerak Nazaruddin sekarang sudah seperti bola liar. Bahkan   PD terkesan tidak menyangka bahwa Nazaruddin bisa seberani ini. Perlindungan   yang selama ini dilakukan PD menjadi senjata makan tuan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sementara itu, catatan yang menyatakan bahwa Kabareskrim Polri Komjen Ito   Sumardi menerima sejumlah dana dari Nazaruddin ternyata bukanlah hal baru, sebab   Ito mengaku, dirinya pernah ditanyai KPK terkait catatan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;"Saya bukan klarifikasi tetapi saya memang pernah ditanyakan soal catatan.   Tetapi kan catatan itu perlu dibuktikan kebenarannya," katanya di Jakarta,   Selasa siang.&lt;br /&gt;Menurut dia, catatan tersebut tidak bisa dibuktikan   kebenarannya, sebab hingga saat ini KPK belum bergerak melakukan   penyelidikan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dalam sebuah penggeledahan oleh penyidik KPK di kantor Nazaruddin, ditemukan   catatan aliran dana US$ 50.000 ke Ito. Diduga dana itu sebagai kompensasi   pengambilalihan kasus  korupsi pengadaan alat kesehatan di Kementerian   Kesehatan dari KPK ke Polri. Kasus korupsi Kementerian Kesehatan ini sendiri   saat ini terus disidik Polri dan sudah ada yang menjadi tersangka. (Lili   Sunardi/Diamanty Meiliana/Web Warouw)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p&gt; &lt;!--~-|**|PrettyHtmlEnd|**|-~--&gt;    &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9060921470231689303-5959958298182163538?l=doa-bagirajatega.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/feeds/5959958298182163538/comments/default" title="Poskan Komentar" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/07/demokrat-lakukan-kebohongan-publik.html#comment-form" title="0 Komentar" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/5959958298182163538" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/9060921470231689303/posts/default/5959958298182163538" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://doa-bagirajatega.blogspot.com/2011/07/demokrat-lakukan-kebohongan-publik.html" title="Demokrat Lakukan Kebohongan Publik" /><author><name>SEHAT SINERGIS</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" width="32" height="10" src="http://2.bp.blogspot.com/_TtqAv-ntzMA/S2eNPKVwUnI/AAAAAAAAAqk/OPut05SQdlI/S220/logo+sehatsinergis.jpg" /></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>

