<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896</id><updated>2026-08-01T21:14:46.825+07:00</updated><category term="Artikel"/><category term="Berita"/><category term="Galeri"/><category term="Model N"/><category term="Binwin"/><category term="Penyuluh"/><category term="Kartu Nikah"/><category term="Khutbah Nikah"/><category term="Video"/><title type='text'>KUA MUNDU</title><subtitle type='html'>Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mundu sebelumnya beralamat di Jl. Raya Suci No. 48 Desa Suci Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat. Namun, pada tanggal 8 Februari 2021 KUA Kecamatan Mundu berpindah alamat di Jl. Raya Banjarwangunan Dusun III Kagungan RT.03 RW.05 Banjarwangunan Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-6943410984837309679</id><published>2025-11-18T14:05:00.000+07:00</published><updated>2026-01-20T10:49:01.974+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><title type='text'>Diskursus Seputar Makna Moderasi Kehidupan Beragama</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Diskursus Seputar Makna Moderasi -&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Arti moderasi dalam bahasa Arab dikenal dengan kata &lt;i&gt;wasath &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;wasathiyah&lt;/i&gt;, yang memiliki padanan makna dengan kata &lt;i&gt;tawassuth &lt;/i&gt;(tengah-tengah), &lt;i&gt;i’tidal&lt;/i&gt; (adil), dan &lt;i&gt;tawazun &lt;/i&gt;(berimbang). Orang yang menerapkan prinsip &lt;i&gt;wasathiyah &lt;/i&gt;bisa disebut &lt;i&gt;wasith&lt;/i&gt;. Dalam bahasa Arab pula, kata &lt;i&gt;wasathiyah &lt;/i&gt;diartikan sebagai “pilihan terbaik”. Apa pun kata yang dipakai, semuanya menyiratkan satu makna yang sama, yakni adil, yang dalam konteks ini berarti memilih posisi jalan tengah di antara berbagai pilihan ekstrem. Kata &lt;i&gt;wasith &lt;/i&gt;bahkan sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata ‘&lt;i&gt;wasit&lt;/i&gt;’ yang memiliki tiga pengertian, yaitu:1) penengah, perantara (misalnya dalam perdagangan, bisnis); 2) pelerai (pemisah, pendamai) antara yang berselisih; dan 3) pemimpin di pertandingan. (Tim Penyusun Kemenag, Moderasi Beragama, 2019: 16-17)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adapun lawan kata moderasi adalah berlebihan (&lt;i&gt;guluw&lt;/i&gt;), atau &lt;i&gt;tatharruf &lt;/i&gt;dalam bahasa Arab. Dalam bahasa Inggris-nya mengandung makna &lt;i&gt;extreme&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;radical&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;excessive&lt;/i&gt;. Kata &lt;i&gt;extreme &lt;/i&gt;juga bisa berarti “berbuat keterlaluan, pergi dari ujung ke ujung, berbalik memutar, mengambil tindakan/ jalan yang sebaliknya”. Dalam bahasa Arab, setidaknya ada dua kata yang maknanya sama dengan kata &lt;i&gt;extreme&lt;/i&gt;, yaitu &lt;i&gt;al-guluw&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;tasyaddud&lt;/i&gt;. Meski kata &lt;i&gt;tasyaddud &lt;/i&gt;secara harfiyah tidak disebut dalam al-Qur’an, namun turunannya dapat ditemukan dalam bentuk kata lain, misalnya kata &lt;i&gt;syadid&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;syidad&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;asyadd&lt;/i&gt;. Ketiga kata ini memang sebatas menunjuk kepada kata dasarnya saja, yang berarti keras dan tegas, tidak ada satu pun dari ketiganya yang dapat dipersepsikan sebagai terjemahan dari &lt;i&gt;extreme &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;tasyaddud&lt;/i&gt;. Dalam konteks beragama, pengertian “berlebihan” ini dapat diterapkan untuk merujuk pada orang yang bersikap ekstrem, serta melebihi batas dan ketentuan syariat agama. (Tim Penyusun Kemenag, Moderasi Beragama, 2019: 17)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karenanya, moderasi beragama mesti dipahami sebagai sikap beragama yang seimbang antara pengamalan agama sendiri (&lt;i&gt;eksklusif&lt;/i&gt;) dan penghormatan kepada praktik beragama orang lain yang berbeda keyakinan (&lt;i&gt;inklusif&lt;/i&gt;). Keseimbangan atau jalan tengah dalam praktik beragama niscaya akan menghindarkan dari sikap ekstrem, berlebihan, fanatik dan sikap revolusioner dalam beragama.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjecasXxETeIi7OZeQuZspNeR3ocSd4ty3tY_f9qgetLzvcQzBJPmmxRjCYw-qwLHThNPvkIBIf0kpmJrufkuzF6YcSFOh5D2RGURYSevTrj9gPZkZIFbwyh_hJnBQmD-L5FebHaut6XPI/s550/diskursus+moderasi+kehidupan+beragama.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Diskursus Seputar Makna Moderasi Kehidupan Beragama&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;350&quot; data-original-width=&quot;550&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjecasXxETeIi7OZeQuZspNeR3ocSd4ty3tY_f9qgetLzvcQzBJPmmxRjCYw-qwLHThNPvkIBIf0kpmJrufkuzF6YcSFOh5D2RGURYSevTrj9gPZkZIFbwyh_hJnBQmD-L5FebHaut6XPI/s16000/diskursus+moderasi+kehidupan+beragama.jpg&quot; title=&quot;Diskursus Seputar Makna Moderasi Kehidupan Beragama&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Moderasi beragama dengan menolak &lt;i&gt;ekstremisme &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;liberalisme &lt;/i&gt;dalam beragama adalah kunci keseimbangan, demi terpeliharanya peradaban dan terciptanya perdamaian. Dengan cara inilah masingmasing umat beragama dapat memperlakukan orang lain secara terhormat, menerima perbedaan, serta hidup bersama dalam damai dan harmoni. Dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia, moderasi beragama bisa jadi bukan pilihan, melainkan kemestian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seringkali dipahami bahwa gerakan moderasi itu hanya berkutat pada penanganan masalah &lt;i&gt;konservatisme &lt;/i&gt;beragama, atau yang sering disebut sebagai ekstrem kanan. Padahal sejatinya tidak hanya bertujuan untuk menengahi mereka yang cenderung memiliki pemahaman keagamaan yang &lt;i&gt;ultrakonservatif&lt;/i&gt;, melainkan juga kelompok yang memiliki cara pandang, sikap, dan perilaku beragama yang liberal, atau yang sering disebut sebagai ekstrem kiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu contoh yang lagi viral saat ini adalah kasus pandangan keagamaan seorang sarjana Muslim yang menghalalkan hubungan seks di luar nikah misalnya. Ini adalah contoh tafsir liberal yang dapat dikategorikan sebagai ekstrem kiri. Meski tafsir ini juga didasarkan pada teks al-Qur’an tentang &lt;i&gt;milk al-yamin&lt;/i&gt; (hamba sahaya/budak). Namun penerapannya dalam konteks sekarang dianggap oleh sebagian besar tokoh agama sudah terlalu jauh keluar dari maksud teks alias liberal. Karena secara kultural tradisi perbudakan sudah dihilangkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebaliknya, pandangan keagamaan yang hitam putih dalam memahami teks agama juga seringkali terjebak pada sisi ekstrem lain yang merasa benar sendiri. Dalam konteks beragama, pandangan, sikap, dan perilaku ekstrem seperti ini akan mendorong pemeluknya untuk menolak menerima pandangan orang lain, dan bersikukuh dengan tafsir kebenarannya sendiri. Dari sinilah muncul terma “garis keras”, &lt;i&gt;ekstrem &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;ekstremisme&lt;/i&gt;, yang dikaitkan dengan praktik beragama yang &lt;i&gt;ultra-konservatif&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan demikian, moderasi beragama tidak hanya bertujuan untuk menengahi mereka yang cenderung memiliki pemahaman keagamaan yang &lt;i&gt;ultra-konservatif&lt;/i&gt;, melainkan juga kelompok yang memiliki cara pandang, sikap, dan perilaku beragama yang liberal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kekerasan dan sikap ekstremis bukanlah merupakan sebuah tawaran yang bijak untuk menyikapi polarisasi dunia akibat tamparan hebat modernitas. Islam memiliki banyak kerangka pemikiran untuk mewujudkan kedamaian di muka bumi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Al-Quran tidak memerintahkan sikap tegas dan keras (&lt;i&gt;ekstremitas&lt;/i&gt;) kecuali dalam dua tempat. Berikut ini penjelasan al-Qardhawi dalam bukunya &lt;b&gt;Al-Shahwah&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah-tengah medan peperangan, ketika berhadapan dengan musuh, yakni di saat siasat militer yang tepat mengharuskan sikap tegas dan keras serta menyisihkan perasaan lunak hingga selesainya peperangan. Dalam hal Allah SWT berfirman;&lt;/p&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 5px 20px 20px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;smallfont&quot; style=&quot;margin-bottom: 2px;&quot;&gt;&lt;b&gt;QS. Al-Taubah: 123&lt;/b&gt;: &lt;input onclick=&quot;if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display != &#39;&#39;) { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display = &#39;&#39;; this.innerText = &#39;&#39;; this.value = &#39;Tutup&#39;; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display = &#39;none&#39;; this.innerText = &#39;&#39;; this.value = &#39;Buka&#39;; }&quot; style=&quot;font-size: 12px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;&quot; type=&quot;button&quot; value=&quot;Buka&quot; /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;display: none;&quot;&gt;
&lt;center&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;177&quot; data-original-width=&quot;484&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR97Ocm_JMrw2kJaZZBKP9qhYVL5OFa-jJJ-plmc3fKm9rczayP7-j-0xwVHX89hPx8N39wiQEVOGL8h-2vVl5RYonu39pVlTj5-Y7V7HHCXJ6p4JSDO8MNCUfr_S_VNm-2Z9bl1MY1f8/s16000/surat+attaubah+ayat+123.png&quot; /&gt;&lt;/center&gt;
Hai orang – orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang ada disekelilingmu, agar mereka mendapatkan kekerasan darimu. Ketahuilah sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.
 &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;Dalam melaksanakan sangsi hukum atas orang yang berhak menerimanya. Sesuai dengan firman-Nya;&lt;/p&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 5px 20px 20px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;smallfont&quot; style=&quot;margin-bottom: 2px;&quot;&gt;&lt;b&gt;QS. An-Nur: 2&lt;/b&gt;: &lt;input onclick=&quot;if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display != &#39;&#39;) { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display = &#39;&#39;; this.innerText = &#39;&#39;; this.value = &#39;Tutup&#39;; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display = &#39;none&#39;; this.innerText = &#39;&#39;; this.value = &#39;Buka&#39;; }&quot; style=&quot;font-size: 12px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;&quot; type=&quot;button&quot; value=&quot;Buka&quot; /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;display: none;&quot;&gt;
&lt;center&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;177&quot; data-original-width=&quot;484&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxAVl8ktSm9u6T5dubFaMcrRIlRHaAVGZwmsdEz6ZeGOLfujias7P13mBrX19HAAg_C75r2UjlY1sf-QXR7ovjC4nDLFIfWC3aTFAi-PRIXdsKaNcLzes6ZgRamhN0TeY1fIlS5wVB2gQ/s16000/surat+annur+ayat+2.png&quot; /&gt;&lt;/center&gt;
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, Maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.
 &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;Jelas sekali berdasarkan fakta di atas, bahwa tidak sembarangan bersikap ekstrem dan keras kecuali pada hal-hal yang dibenarkan al-Quran. &lt;i&gt;Ekstremitas &lt;/i&gt;dalam bahasa al-Quran disebut dengan istilah &lt;i&gt;alghuluw &lt;/i&gt;(sikap berlebih-lebihan dalam agama). Dalam bahasa hadis disebut dengan istilah &lt;i&gt;tanatthu’&lt;/i&gt; (berlebih-lebihan dalam agama) serta &lt;i&gt;tashdîd &lt;/i&gt;(mempersulit diri). Sikap ini merupakan perbuatan yang sangat dilarang. Karena begitu bahayanya sikap ini, banyak sekali keterangan baik dari al-Quran maupun hadis Rasul SAW yang mengindikasikan larangan dan keharusan menghindari perbuatan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berikut ini beberapa ayat dan hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan terkait dengan persoalan tersebut:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya, Al-Nasa’i dan Ibn Majah dalam kedua sunannya, serta al-Hakim dalam Mustadrak-nya, dari Abdullah bin Abbas ra. Bahwasannya Nabi bersabda; “Hindarilah sikap melampaui batas dalam agama, karena sesungguhnya orangorang sebelum kamu telah binasa karenanya. Yang dimaksud dengan “orang-orang sebelum kamu” pada hadis di atas dalam bukunya seperti dijelaskan al-Qardhawi dalam bukunya al-Shahwah bahwa para pemeluk agama terdahulu seperti Ahl al-Kitâb (Yahudi-Nasrani), khususnya kaum Nasrani. (Al-Qardhawi, 2001: 26) Al-Quran pun telah menunjukan celaan terhadap sikap guluw terkait dengan sikap kaum kristiani dalam firman-Nya; “Katakanlah: Hai ahli kitab, janganlah kamu melampaui batas, selain kebenaran dalam agamamu. Dan jangan kamu mengikuti hawa nafsu dari suatu kaum sebelum-mu yang telah sesat dan menyesatkan banyak orang” (QS. Al-Maidah: 77)&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melihat kasus di atas, teringat sebuah peristiwa yang pernah terjadi antara Rasul dan salah seorang sahabatnya Ibn Abbas as. ketika sampai di Muzdalifah dalam haji wada’. Waktu itu Rasulullah saw. menyuruh Ibn Abbas mengambil batu kerikil untuk melempar jumrah di Mina. Kemudian Ibn Abbas as. mengambil batu-batu itu. Dan ketika Ibn Abbas menyerahkannya Rasulallah saw bersabda; Suruhlah mereka mengambil batu kerikil yang kecil saja dan hindarkanlah sikap berlebihan dalam agama. Maksud hadis ini adalah tidak sepatutnya mereka bersikap berlebihan dengan mengatakan bahwa melempar jumrah dengan batu yang besar akan lebih sempurna dari pada melemparnya dengan batu kecil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terkait dengan Hadis di atas, Ibn Taimiyah berkata seperti dikutip al-Qardhawi bahwa larangan itu bersifat umum, baik yang berkenaan dengan akidah maupun perbuatan biasa. Kaum Nasrani adalah kaum yang paling banyak berbuat melampuai batas dalam keduanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karenanya, Nabi sangat menentang setiap perbuatan yang berlebihan dalam beragama, dan melarang siapa pun yang bersikap berlebih-lebihan dalam peribadatan sampai keluar dari batas kebenaran yang telah diajarkan Islam. Atas dasar itu pula Islam tidak membenarkan hidup kerahiban yang mengharuskan manusia menjauhkan diri dari kehidupan dunia dan segala kenikmatan yang baik-baik. Islam mengajarkan hidup seimbang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan menyebutkan beberapa teks keagamaan di atas, bisa dikatakan bahwa Islam adalah Agama jalan tengah (&lt;i&gt;al-Dîn al-Tawassuthî&lt;/i&gt;). Islam adalah agama yang selalu mengajarkan konsep keseimbangan atau jalan tengah dalam segala hal, baik dalam hal konsep, akidah, ibadah, perilaku, hubungan sesama manusia maupun dalam perundang - undangan. Sikap tengah (moderat) merupakan salah satu ciri ajaran Islam yang tidak didapati dalam agama-agama sebelumnya (Agama Yahudi dan Nasrani). Allah berfirman;&lt;/p&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 5px 20px 20px;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;smallfont&quot; style=&quot;margin-bottom: 2px;&quot;&gt;&lt;b&gt;QS. Al-Baqarah: 143&lt;/b&gt;: &lt;input onclick=&quot;if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display != &#39;&#39;) { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display = &#39;&#39;; this.innerText = &#39;&#39;; this.value = &#39;Tutup&#39;; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[1].getElementsByTagName(&#39;div&#39;)[0].style.display = &#39;none&#39;; this.innerText = &#39;&#39;; this.value = &#39;Buka&#39;; }&quot; style=&quot;font-size: 12px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;&quot; type=&quot;button&quot; value=&quot;Buka&quot; /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;alt2&quot; style=&quot;border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;display: none;&quot;&gt;
&lt;center&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;177&quot; data-original-width=&quot;484&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdr4ba6Dr5QHDnIm4r0pkod8F6hWDiuIJLKJdPOWYhJ16MLEk_G7jEdLZCW3yD9YHfYWUHcSjEJFptmBiIDQwYZJVpiNzvatjxpN_bypRLFqZAtS_BmOT1ZfGqoBKF4QF2QywdNRU7O2U/s16000/surat+albaqarah+ayat+143.png&quot; /&gt;&lt;/center&gt;
Dan demikian (pula) kami Telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan (tengah - tengah) agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia...
 &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;Dalam ayat di atas ditegaskan bahwa umat Islam yang mempunyai ciri moderat dan toleran, akan menjadi saksi atas segenap umat manusia. Sikap moderat dan toleran ini pernah dipraktekkan oleh muslim klasik. Mereka amat terbuka terhadap pemikiran dan budaya lain. Penulis melihat ayat tersebut di atas sangat terkait dengan penanganan terhadap gejala &lt;i&gt;radikalisme &lt;/i&gt;saat ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karenanya, tidak berlebihan jika ingin mengurangi sikap radikalisme di negeri Indonesia, semestinya mengambil langkah kongkrit dengan cara merevitalisasi spirit Islam zaman klasik (red: Yang dimaksud dengan Islam zaman klasik di sini adalah era pemikiran rasional yang amat dominan ketika itu. Dimana perbedaan pendapat sangat di hormati, perbedaan budaya tidak menjadi soal, sikap keterbukaan sangat dijunjung tinggi dan ilmu pengetahuan telah mencapai puncaknya. Hal itu berlangsung sekitar tahun 650-1250 M.). Karena model Islam yang seperti inilah yang cocok untuk konteks Indonesia yang &lt;i&gt;heterogen&lt;/i&gt;. Tentu saja Islam klasik yang dimaksud di sini tidak dimaknai secara definitif, tapi lebih mengacu kepada sikap dan moralitas Islam yang dianut muslim klasik yang sangat toleran dan moderat dalam menghadapi fenomena keberagaman pemahaman dan keyakinan serta mampu mengakomodasi nilai-nilai klasik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada Islam zaman klasik, perbedaan tidak mesti harus disikapi dengan permusuhan karena hal itu hanya akan menciptakan permusuhan yang baru. Perbedaan harus disikapi dengan cara bijak dan saling menghormati. Prinsip ini bisa diamati dengan jelas dalam warisan intelektualitas Islam klasik yang sangat plural dan beragam pendapat dimana yang satu tak pernah menyalahkan yang lainnya. Implementasi dari cara berpikir yang bernas ini, membuat muslim klasik tidak hanya berpegang pada satu mazhab pemikiran saja, tapi juga mengakomodasi mazhab pemikiran lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikian pula dalam menyikapi fenomena kejahatan (kemaksiatan) baik secara individual maupun sosial. Islam model ini tidak mengedepankan pendekatan emosional dan kekerasan, karena pendekatan tersebut tidak akan mampu menyelesaikan masalah secara tuntas. Kejahatan (kemaksiatan) itu senantiasa ada sepanjang perjalanan sejarah manusia dan ia akan selalu mendapatkan ruang dan salurannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oleh karena itu, kejahatan itu dihancurkan secara bertahap. Sikap yang emosional dan reaksioner dalam menyikapi kemaksiatan hanya akan membuat kemaksiatan itu senantiasa tumbuh dan berkembang. Muslim klasik dalam menyikapi fenomena ini lebih mengedepankan pendekatan kultural dan dakwah individual. Pelaku kriminal tidak harus dimusuhi dan dijauhi, tapi harus didekati secara persuasif untuk selanjutnya diberikan pembinaan moralitas secara intensif sehingga tumbuh kesadaran penuh untuk memperbaiki diri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan yang muncul kemudian adalah adakah dasar-dasar dan batasan ekstremitas keagamaan (&lt;i&gt;al-Tatharruf al-Dînî&lt;/i&gt;). Karena kalau tidak dijelaskan, bisa jadi orang yang benar-benar komitmen terhadap ajaran agamanya, berpegang teguh kepada adat-istiadat yang Islami dalam makan, minum, berpakaian, berhias dan sebagainya sebagai sikap keterlaluan dan ekstrem. Karena ada sebagian orang beranggapan bahwa pemuda yang memelihara janggutnya atau pemudi yang berkerudung sebagai bentuk ekstrim dalam beragama. Dan sebagian orang juga beranggapan terhadap sikap orang yang membela kesucian dan kehormatan agama, &lt;i&gt;amr bin ma’ruf&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;nahy ‘an al-munkar&lt;/i&gt; (menyeru kebaikan dan melarang berbuat mungkar), juga dianggap sebagai sikap ekstrem dalam beragama. Saya kira jika semua sikap seperti itu dianggap ekstremitas dalam agama, sangat tidak adil. Tidak boleh seseorang dituduh sebagai ekstrem dalam agamanya semata-mata karena ia memilih salah satu pendapat di antara pendapat-pendapat fikih yang agak keras (ketat) sekalipun, selama ia percaya bahwa itu lebih benar dan lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam persoalan ini, cukuplah seorang Muslim menyandarkan pendapatnya kepada salah satu di antara beberapa mazhab, berpegang pada &lt;i&gt;ijtihad &lt;/i&gt;(hasil penelitian) yang ditegakkan atas petunjuk dalil-dalil syara’ yang benar. Apabila ada di antara imam-imam mazhab yang diikuti, ada yang menyatakan wajibnya menumbuhkan janggut dan membiarkannnya panjang serta haram mencukurnya; apakah orang yang melaksanakan dan berpegang pada mazhab itu, boleh dicap sebagai ekstrem, semata-mata karena berbeda pendapat dengan aku atau anda, atau pendapat si fulan atau si fulan di kalangan para ulama (terutama mereka yang hidup masa kini)? Apakah termasuk hak kita untuk merampas hak seseorang dalam membenarkan suatu pendapat atas mazhab lain, apalagi dia hanya menerapkan suatu mazhab bagi kehidupan orang lain?. Bukan hak kita, memaksa seseorang agar menjauhkan diri dari pendapat yang dipercayainya atau menuntutnya agar mengikuti cara-cara yang bertentangan dengan keyakinannya. Tapi, seyogyanya yang perlu dilakukan ialah menyeru kepada apa saja yang kita anggap paling benar, dengan penuh bijaksana, dan mengajak berdialog dengan cara yang baik, serta memuaskan setiap orang dengan dalil-dalil yang tepat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ref:&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Al-Qardhawi, Yusuf, &lt;i&gt;Al-Shahwah Al-Islâmiyah Baina Al-Ikhtilâf AlMasyrû’ wa Al-Tafarruq Al-Madzmûm&lt;/i&gt;.. Kairo: Dâr Al-Shahwah. 1994.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kementerian Agama RI. &lt;i&gt;Potret Kerukunan Umat Beragama Di Provinsi Jawa Timur&lt;/i&gt;. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Puslitbang Keagamaan Kementerian Agama RI, 2011.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/feeds/6943410984837309679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2021/06/diskursus-seputar-makna-moderasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/6943410984837309679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/6943410984837309679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2021/06/diskursus-seputar-makna-moderasi.html' title='Diskursus Seputar Makna Moderasi Kehidupan Beragama'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjecasXxETeIi7OZeQuZspNeR3ocSd4ty3tY_f9qgetLzvcQzBJPmmxRjCYw-qwLHThNPvkIBIf0kpmJrufkuzF6YcSFOh5D2RGURYSevTrj9gPZkZIFbwyh_hJnBQmD-L5FebHaut6XPI/s72-c/diskursus+moderasi+kehidupan+beragama.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-4326781773693640391</id><published>2024-06-27T11:22:00.001+07:00</published><updated>2024-06-27T11:22:17.403+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Penyuluh"/><title type='text'>Penyembelihan Hewan Qurban dengan Konsep Penguatan Ekonomi Umat</title><content type='html'>&lt;p&gt;Dalam rangka merayakan Idhul Adha 1445 Hijriah/17 Juni 2024 M, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mundu Moh. Afif turut berpartisipasi dalam kegiatan pemotongan hewan qurban. Selain berpartisipasi, pria yang akrab di sebut dengan “Kang Afif” merupakan ketua panitia qurban di lingkungan rumahnya. Lebih tepatnya di Musholah Al Hikmatu Rabbi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tahun ini, Musholah Al Hikmatu Rabbi memotong 1 ekor sapi dan 8 ekor kambing yang sebagian besar didapat dari urunan atau menabung secara kolektif. Tradisi menabung hewan qurban ini sudah berjalan dari 4 tahun yang lalu. Kini warga Desa Tegal Wangi Kecamatan Weru dapat berbagi kebahagiaan dalam momen idhul adha.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Alhamdulilah, tahun ini Musholah Al Hikmatu Rabbi menyembelih hewan qurban 1 ekor sapi dan 8 ekor kambing. Musholah kami telah lama memiliki tradisi urunan untuk menabung secara kolektif dalam menunaikan ibadah qurban ini.” Ungkap Moh. Afif.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8qp7L2iWFfhW945cELOTrQ6s9VgOq6PI0CVsmHiAs6cexy06YYZyod3Uu0o7ZglVViMdPS65fKiDX_RfsXClH9-5iOZCoTn1xvPMzlm_WiC6mLuauRLNGE0oRpfRu9SUK_N6OOU6_F0o-_-6Sv0PsOXSkrnGBful2f4vujxdfWxtLOxdShSOwD-TP44o/s1366/Penyuluh%20Agama%20Islam%20Kecamatan%20Mundu%20Melaksanakan%20Penyembelihan%20Hewan%20Qurban%20dengan%20Konsep%20Penguatan%20Ekonomi%20Umat.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mundu Melaksanakan Penyembelihan Hewan Qurban dengan Konsep Penguatan Ekonomi Umat&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;768&quot; data-original-width=&quot;1366&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8qp7L2iWFfhW945cELOTrQ6s9VgOq6PI0CVsmHiAs6cexy06YYZyod3Uu0o7ZglVViMdPS65fKiDX_RfsXClH9-5iOZCoTn1xvPMzlm_WiC6mLuauRLNGE0oRpfRu9SUK_N6OOU6_F0o-_-6Sv0PsOXSkrnGBful2f4vujxdfWxtLOxdShSOwD-TP44o/w640-h360/Penyuluh%20Agama%20Islam%20Kecamatan%20Mundu%20Melaksanakan%20Penyembelihan%20Hewan%20Qurban%20dengan%20Konsep%20Penguatan%20Ekonomi%20Umat.png&quot; title=&quot;Konsep Penguatan Ekonomi Umat&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Proses Pembagian Daging Qurban&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Dalam proses pembagian daging qurban, panitia tidak mendistribusikannya dengan kupon, tetapi pembagian daging dihitung berdasarkan Kartu Keluarga yang terdata sebagai jama’ah Musholah Al Hikmatu Rabbi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Proses pembagian daging qurban dibagikan secara langsung atau door to door kepada jama’ah Musholah di Blok Maju RT 10&amp;nbsp; Desa Tegal Wangi Kecamatan Weru. Penduduk RT 10 terdiri atas 70 rumah dan 210 Kartu keluarga, sehingga Musholah Kami membagikan 210 kantong daging quban” tutur Moh. Afif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan menghitung jama’ah berdasarkan Kartu Keluarga, pembagian hewan qurban dapat dibagikan secara menyeluruh dan adil. Sekaligus mendidik jama’ah akan penguatan ekonomi umat yang berorientasi ibadah.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penghimpunan dana untuk kegiatan Idhul Adha tahun depan diharapkan berjalan secara konsisten, dengan memberikan mandat kepada takmir musholah sebagai panitia sekaligus mengumpulkan uang per-minggu dari rumah ke rumah.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/feeds/4326781773693640391/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2024/06/penyembelihan-hewan-qurban-dengan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/4326781773693640391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/4326781773693640391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2024/06/penyembelihan-hewan-qurban-dengan.html' title='Penyembelihan Hewan Qurban dengan Konsep Penguatan Ekonomi Umat'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8qp7L2iWFfhW945cELOTrQ6s9VgOq6PI0CVsmHiAs6cexy06YYZyod3Uu0o7ZglVViMdPS65fKiDX_RfsXClH9-5iOZCoTn1xvPMzlm_WiC6mLuauRLNGE0oRpfRu9SUK_N6OOU6_F0o-_-6Sv0PsOXSkrnGBful2f4vujxdfWxtLOxdShSOwD-TP44o/s72-w640-h360-c/Penyuluh%20Agama%20Islam%20Kecamatan%20Mundu%20Melaksanakan%20Penyembelihan%20Hewan%20Qurban%20dengan%20Konsep%20Penguatan%20Ekonomi%20Umat.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-5808117821855235892</id><published>2024-06-19T12:05:00.000+07:00</published><updated>2024-06-19T12:05:04.393+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Binwin"/><title type='text'>Manfaat Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;Cirebon - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mundu mengadakan Bimbingan Perkawinan (Binwin) Pra Nikah. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari kamis, 13 Juni 2024.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bimbingan Perkawinan bertujuan untuk memberikan nilai manfaat bagi para calon pengantin, agar dapat menciptakan keluarga yang ideal pasca menikah. Dalam konsepsi Islam, keluarga yang ideal adalah keluarga yang dilandasi atas dasar Sakinah, Mawadah,&amp;nbsp; Wa Rahmah.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1Y3P1dHKUz4NMJ1d5CEpfvzL0_SZOPO-N2PHyKtTzVTA6roJe3b5QK-I8Yb20jpRQnRUwNe0qWYpQIGpSmzcjS2JjU-pL6_uHwsg5AQfgSCDTARQu4jS3EuTnZqvimV8DC8qdyIEUn-W4J04YSJ8xFeR3kYbhODlaOBP5iKu088yKqlAe9njS0QsrPlc/s1366/Manfaat%20Bimbingan%20Perkawinan.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Manfaat Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;768&quot; data-original-width=&quot;1366&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1Y3P1dHKUz4NMJ1d5CEpfvzL0_SZOPO-N2PHyKtTzVTA6roJe3b5QK-I8Yb20jpRQnRUwNe0qWYpQIGpSmzcjS2JjU-pL6_uHwsg5AQfgSCDTARQu4jS3EuTnZqvimV8DC8qdyIEUn-W4J04YSJ8xFeR3kYbhODlaOBP5iKu088yKqlAe9njS0QsrPlc/w640-h360/Manfaat%20Bimbingan%20Perkawinan.png&quot; title=&quot;Manfaat Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&quot;Mewujudkan keluarga Sakinah, Mawadah Wa Rahmah bukan hanya berpangku tangan. Agar dapat mewujudkanya harus ada sebuah ikhtiar dan usaha yang maksimal.&quot; Ujar Kepala Seksi Bimas Islam Kabupaten Cirebon Moh. Izzuddin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu Moh. Izzuddin memaparkan bahwa ikhtiar atau usaha yang maksimal diawali dengan saling memahami tangung jawab masing-masing. Suami harus mengerti tangung jawabnya sebagai seorang pemimpin atas nafkah lahir maupun batin. Isteripun harus menjaga maruah keluarganya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Untuk menjaga maruah keluarga, sebaiknya pasangan suami isteri harus menjaga rahasia kekurangan satu sama lainya. Kehidupan rumah tangga sangat tabu untuk diceritakan kepada siapa pun. Cukup suami dan isteri yang mengetahuinya&quot; ungkap Moh Izzudin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara ditempat yang sama Penyuluh Agama Islam, Saeful Malik menegaskan tentang pentingnya Bimbingan Perkawinan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Bimbingan Perkawinan sangat penting untuk dihadiri oleh calon pengantin. Urgensi dari kegiatan ini adalah untuk memverifikasi data-data yang berkaitan dengan calon pengantin.&quot; ujar Saeful Malik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah memverifikasi data. Calon pengantin akan diberikan nasihat pernikahan sebagai langkah preventif untuk mencegah perceraian.&amp;nbsp; Perkawinan bukan hanya ceremonial belaka, tetapi perkawinan merupakan refleksi dari ikrar dengan ikatan yang kuat (mitsaqan ghaliza).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mundu tersebut membagikan 3 tips bagi para calon pengantin. &quot;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, siapkan mental agar dapat memahami kelibhan dan kekurangan masing-masing. &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, persiapan materi karena perkawinan membutuhkan sandang,pangan dan papan. &lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, Persiapkan ilmu karena pernikahan merupakan ibadah yang paling lama waktunya. Maka, dibutuhkan ilmu untuk dapat mempertahankan dan mengapai tujuan pernikahan.&quot; Ungkap Saeful Malik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kesempatan ini pasangan calon pengantin yaitu, Anton dan Desi sangat terbantu karena adanya kegiatan ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Alhamdulilah dengan diadakan kegiatan ini kami sangat bersyukur, karena selain mendapatkan ilmu. Kami mengetahui akan pentingnya data yang sering kami anggap sempele&quot; ujar pasangan pengantin yang menghadiri kegiatan Bimbingan Perkawinan.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/feeds/5808117821855235892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2024/06/manfaat-bimbingan-perkawinan-bagi-calon.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/5808117821855235892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/5808117821855235892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2024/06/manfaat-bimbingan-perkawinan-bagi-calon.html' title='Manfaat Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1Y3P1dHKUz4NMJ1d5CEpfvzL0_SZOPO-N2PHyKtTzVTA6roJe3b5QK-I8Yb20jpRQnRUwNe0qWYpQIGpSmzcjS2JjU-pL6_uHwsg5AQfgSCDTARQu4jS3EuTnZqvimV8DC8qdyIEUn-W4J04YSJ8xFeR3kYbhODlaOBP5iKu088yKqlAe9njS0QsrPlc/s72-w640-h360-c/Manfaat%20Bimbingan%20Perkawinan.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-1439050107440895697</id><published>2022-09-30T11:34:00.003+07:00</published><updated>2022-09-30T11:34:45.447+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video"/><title type='text'>Sosialisasi Kampung Sakinah oleh PAI Kecamatan Mundu</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;iframe allow=&quot;accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture&quot; allowfullscreen=&quot;&quot; frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/bVbXHvjriPg&quot; title=&quot;YouTube video player&quot; width=&quot;560&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Sebagai KUA Revitalisasi, KUA Kecamatan Mundu berupaya dalam membangun masyarakat demi terwujudnya pembangunan keluarga yang kuat. Melalui sosialisasi yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mundu, terbentuklah program &quot;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kampung Sakinah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&quot;.&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Hal ini sesuai dengan 5 Program Transformasi KUA Revitalisasi:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Transformasi pertama adalah mengubah profil layanan KUA yang selama ini bersifat dokumentasi dan administrasi menjadi berorientasi kebutuhan masyarakat.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Transformasi kedua, KUA bersifat aktif dan responsif dalam melayani masyakarat.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Transformasi ketiga, KUA harus hadir dan mendampingi masyarakat.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Transformasi Keempat, yakni pelayanan KUA harus berorientasi hasil.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Transformasi kelima, KUA menjadi leading sector dalam pembangunan keluarga.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Semoga bisa bermanfaat.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/feeds/1439050107440895697/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2022/09/sosialisasi-kampung-sakinah-oleh-pai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/1439050107440895697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/1439050107440895697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2022/09/sosialisasi-kampung-sakinah-oleh-pai.html' title='Sosialisasi Kampung Sakinah oleh PAI Kecamatan Mundu'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://img.youtube.com/vi/bVbXHvjriPg/default.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-7382267307678557431</id><published>2022-09-13T14:23:00.004+07:00</published><updated>2022-09-13T14:27:30.995+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><title type='text'>4 Kompetensi yang Harus Dimiliki Penghulu dan Penyuluh KUA Revitalisasi</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Jakarta, Bimas Islam&lt;/b&gt; --- Hadir sebagai narasumber pada acara Revitalisasi KUA Bidang Urais Binsyar Angkatan ke-2, Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama, Nuruzzaman menjelaskan empat indikator yang harus dimiliki oleh oleh penghulu dan penyuluh agama Islam.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Empat Indikator Penghulu dan Penyuluh Agama Islam&lt;/h2&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQoVG0e4D2Uf78MjbqoZgYUcNUqcF9NetfBW5WW8S12hxBGoo_mOFzOlbv7OX4OswfbEhSS02nwHIJPNK18IUrtEJyg3PsEvsAdpp_CDthTdxQaM04f9P5L6HQ1PgxTM89V6QJnROEihsIc0hRAf9MU1PFWpFZcp56VX5RztZdIfYpbeRLReWwxboq/s706/4%20kompetensi%20penghulu%20dan%20penyuluh%20kua%20revitalisasi.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;4 Kompetensi yang Harus Dimiliki Penghulu dan Penyuluh KUA Revitalisasi&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;452&quot; data-original-width=&quot;706&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQoVG0e4D2Uf78MjbqoZgYUcNUqcF9NetfBW5WW8S12hxBGoo_mOFzOlbv7OX4OswfbEhSS02nwHIJPNK18IUrtEJyg3PsEvsAdpp_CDthTdxQaM04f9P5L6HQ1PgxTM89V6QJnROEihsIc0hRAf9MU1PFWpFZcp56VX5RztZdIfYpbeRLReWwxboq/s16000/4%20kompetensi%20penghulu%20dan%20penyuluh%20kua%20revitalisasi.jpg&quot; title=&quot;4 Kompetensi yang Harus Dimiliki Penghulu dan Penyuluh KUA Revitalisasi&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Indikator pertama adalah &lt;b&gt;&lt;i&gt;moderasi beragama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; harus dipahami bukan hanya antarumat Islam, tetapi juga pada agama lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Yang kedua ialah &lt;b&gt;toleransi&lt;/b&gt;, orang dianggap moderat itu menghargai orang yang berbeda dengan dirinya dan mau diajak bekerja sama. Kemudian urusan toleransi itu bukan hanya kepada agama tetapi juga tetapi juga kepada perbedaan suku, ras, etnis, jenis kelamin, dan warna kulit, ujarnya kepada 78 peserta dari 27 KUA di Hotel Novotel Mangga Dua, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/21).&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian yang ketiga, lanjutnya, adalah &lt;b&gt;&lt;i&gt;anti kekerasan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Indikator yang keempat, &lt;b&gt;&lt;i&gt;menghargai &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;tradisi dan budaya yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran agama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Jadi tradisi dan budaya juga harus dihargai jika tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip beragama, ungkapnya pada acara yang digelar oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) itu.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pria yang akrab disapa Gus Zaman itu mengatakan, empat indikator ini menjadi modal utama bagi Penghulu dan Penyuluh sebagai agen moderasi beragama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Penghulu dan Penyuluh adalah garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sehingga diperlukan peningkatan kapasitas agar ketika di lapangan bisa melakukan pencegahan dini terjadinya konflik, menyelesaikan, dan merespons dengan cepat kalau ada kasus-kasus keagamaan di komunitas di desa atau kecamatan setempat, katanya.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain aktif di lapangan, Gus Zaman juga meminta kepada Penyuluh untuk aktif di media sosial. “Jika 50.000 jumlah Penyuluh itu semuanya aktif memberikan konten positif, moderat, dan ramah di media sosial, maka insyaallah media sosial akan lebih sehat dan positif,” pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : bimasislam.kemenag.go.id&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/feeds/7382267307678557431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2022/09/4-kompetensi-yang-harus-dimiliki.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/7382267307678557431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/7382267307678557431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2022/09/4-kompetensi-yang-harus-dimiliki.html' title='4 Kompetensi yang Harus Dimiliki Penghulu dan Penyuluh KUA Revitalisasi'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQoVG0e4D2Uf78MjbqoZgYUcNUqcF9NetfBW5WW8S12hxBGoo_mOFzOlbv7OX4OswfbEhSS02nwHIJPNK18IUrtEJyg3PsEvsAdpp_CDthTdxQaM04f9P5L6HQ1PgxTM89V6QJnROEihsIc0hRAf9MU1PFWpFZcp56VX5RztZdIfYpbeRLReWwxboq/s72-c/4%20kompetensi%20penghulu%20dan%20penyuluh%20kua%20revitalisasi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-3665241353834105145</id><published>2021-06-16T09:09:00.002+07:00</published><updated>2021-06-16T09:09:26.974+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><title type='text'>Peran Kepenghuluan Di KUA Kecamatan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Kepenghuluan Di KUA Kecamatan&lt;/b&gt; - Pencatatan nikah adalah kegiatan menulis yang dilakukan oleh seorang mengenai suatu peristiwa yang terjadi. Pencatatan nikah sangat penting dilaksanakan oleh pasangan mempelai sebab buku nikah yang mereka peroleh merupakan bukti otentik tentang keabsahan pernikahan itu baik secara agama maupun negara. Dengan buku nikah itu, mereka dapat membuktikan pula keturunan sah yang dihasilkan dari perkawinan tersebut dan memperoleh hak-haknya sebagai ahli waris.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam penelitian Moh. Irkham (2014) disebutkan Pemenuhan kepentingan dan kebutuhan masyarakat sangat menentukan bagi kelangsungan dan tegaknya sistem pemerintahan. Dia mengutip Sinambela yang mengungkapkan bahwa negara dalam hal ini pemerintah (&lt;i&gt;birokrat&lt;/i&gt;) haruslah dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Masyarakat setiap waktu selalu menuntut pelayanan publik yang berkualitas dari birokrat, tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas, seringkali tidak sesuai dengan harapan.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimxfpZj7S48JW8XfBUHFku27z7-SMfk1lw3CP6OLylKGEfoqwSpltWYVyHMDLHuA5Rpylu7FFoL3M6b7mhZJe1rMZ8l5QH1hbhVqMlvazITyU303B66cIl8lx92nZmnVIJsL6nDhc5EhE/s550/peran+kepenghuluan+di+kua.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Peran Kepenghuluan Di KUA Kecamatan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;350&quot; data-original-width=&quot;550&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimxfpZj7S48JW8XfBUHFku27z7-SMfk1lw3CP6OLylKGEfoqwSpltWYVyHMDLHuA5Rpylu7FFoL3M6b7mhZJe1rMZ8l5QH1hbhVqMlvazITyU303B66cIl8lx92nZmnVIJsL6nDhc5EhE/s16000/peran+kepenghuluan+di+kua.jpg&quot; title=&quot;Peran Kepenghuluan Di KUA Kecamatan&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Dari beberapa kebutuhan yang disebutkan, salah satu kebutuhan yang juga berpengaruh adalah kebutuhan administratif mengenai pernikahan yang telah diatur baik secara agama maupun hukum positif Negara Indonesia. Hal ini dikarenakan kebutuhan manusia untuk menikah dan berumah tangga adalah awal dari munculnya kebutuhan yang lainnya. Tugas KUA Kecamatan dalam menjalankan tugas kepenghuluan termasuk hal yang penting bagi Kementerian Agama secara umum. Sebagai pelaksana teknis urusan keagamaan di Kecamatan, KUA dituntut berperan seoptimal mungkindengan kemampuan dan fasilitas yang ada untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat khususnya umat Islam. Apalagi tugas dibidang kepenghuluan ini sering mendapat sorotan publik dan lembaga sosial masyarakat (LSM) serta lembaga pengawasan pemerintah, khususnya dalam hal adanya oknum di KUA Kecamatan yang melakukan pungutan liar (&lt;i&gt;pungli&lt;/i&gt;) dan gratifikasi dalam melaksanakan urusan nikah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam realitas sosial keagamaan dan budaya, penerapan hukum nikah tidak bisa dijalankan dengan hukum yang terpisah. Artinya peran yang dijalankan oleh KUA Kecamatan semestinya&amp;nbsp; perlu memperhatikan sisi-sisi lain dari kehidupan masyarakat setempat yang satu sama lain saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Banyak pakar berpendapat bahwa Hukum Adat banyak dipengaruhi oleh Hukum Agama. Dalam seminar Hukum Adat dan Pembinaan Hukum Nasional di Yogyakarta dinyatakan bahwa terwujudnya hukum adat dipengaruhi oleh agama. Terdapat banyak teori yang menunjukkan adanya hubungan antara pengaruh agama dengan hukum adat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Disebutkan dalam teori Hubungan Hukum Adat dengan Agama, ada dikenal dengan teori &lt;i&gt;Reception in Complexu&lt;/i&gt; yang dikemukakan oleh &lt;b&gt;Van Den Berg&lt;/b&gt;, yang merupakan teori penerimaan secara penuh. Hukum adat suatu golongan masyarakat adalah hasil penerimaan bulat-bulat dari hukum agama yang dianut oleh golongan masyarakat&amp;nbsp; itu. &lt;b&gt;Surojo wignjodipuro&lt;/b&gt; berpendapat tentang teori tersebut. Menurutnya, tegasnya teori tersebut, kalau suatu masyarakat itu memeluk suatu agama tertentu, maka hukum adat masyarakat yang bersangkutan adalah hukum agama yang dipeluknya itu. Kalau ada yang menyimpang dari pada hukum agama yang bersangkutan,&amp;nbsp; maka hal itu dianggapnya sebagai pengecualian dari pada hukum agama yang telah diterima secara keseluruhan. Walau demikian teori ini ada juga yang mengkritisi serta membantahnya, seperti &lt;b&gt;Snouck Hurgronge&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Teer Har&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut &lt;b&gt;Kuncaraningrat&lt;/b&gt;, kebudayaan adalah keseluruhan sistem atau ide, perbuatan, hasil perbuatan, yang diakui menjadi miliknya sendiri yang diperoleh melalui proses pembelajaran. Kebudayaan menyangkut hal yang sangat luas dan kompleks. Budaya dan hukum adat tidak bisa dilepaskan karena mereka sangat erat. Adanya hukum adat yaitu karena adanya kebudayaan. Kebudayaan yang tinggi akan menjunjung adat yang tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berlawanan arah dengan teori &lt;i&gt;Reception in Complexu&lt;/i&gt;, ada teori &lt;i&gt;Receptie&lt;/i&gt; yang diajukan oleh &lt;b&gt;Snouck Hurgronje&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Van Vollenhoven&lt;/b&gt;. Mereka menjelaskan bahwa hukum yang hidup dan berlaku bagi rakyat Indonesia terlepas dari hubungan agama yang dianutnya adalah Hukum Adat. Hukum agama dan hukum adat adalah dua entitas yang berbeda bahkan kadang-kadang saling berhadapan atau beroposisi. Kadang-kadang diantara hukum adat dan hukum agama (Islam) terjadi konflik, kecuali hukum agama (Islam) yang telah meresepsi ke dalam hukum adat seperti hukum waris, hukum perkawinan adat dan hukum keluarga untuk beberapa wilayah di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Faktor-faktor yang melemahkan peran KUA&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Arti penting peran KUA menjalankan tugas kepenghuluan menjadi kurang berwibawa dan cenderung melemah tentunya disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Rendahnya pemahaman tugas yang diamanahkan negara oleh oknum petugas pelayanan di KUA Kecamatan, termasuk rendahnya volume kehadiran petugas KUA ditempat tugas, pelayanan yang kaku dan lebih difahami sebagai pengguguran kewajiban karena terlalu takut mengambil resiko subjektif atas pelayanan yang diberikan. Saat sikap seperti ini dimunculkan, maka pengguna hukum (warga) akan memilih jalur yang dianggap memihak atas kepentingannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Minimnya kerjasama lintas sektoral dari KUA Kecamatan terhadap pihak-pihak terkait, seperti sosialisasi hukum, sosial budaya dan ekonomi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Minimnya dialog keummatan secara kelompok maupun personal untuk memahami secara bersama akan hukum agama, hukum negara dan hukum adat.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rendahnya wawasan budaya daerah dan kearifan lokal yang ada dari pelaksana hukum dan pemakai hukum,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rentang pelayanan yang relatif jauh secara geografis yang tidak didukung dengan infrastruktur penunjang.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Peran KUA Kecamatan Dalam Menjalankan Tugas Kepenghuluan&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Arti penting peran KUA Kecamatan dalam menjalankan tugas kepenghuluan saat berhadapan dengan praktek hukum adat dipandang perlu untuk melakukan revitalisasi dengan strategi berikut:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;a. Sinergisitas peran antara KUA Kecamatan dan Pengurus adat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saling menguatkan peran pihak terkait adalah hal mulia dan akan berimbas kembali kepada yang melakukannya. Disaat dapat membantu peran pihak lainnya maka disaat itu akan berdampak positif pada perbaikan dan pelurusan atas misorientasi dari peran ideal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;b. Optimalisasi dialog dan silaturrahmi antara KUA Kecamatan dan Pengurus adat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dialog dan silaturrahmi adalah bentuk komunikasi yang sangat efektif, baik melalui forum formal maupun informal. Adakalanya solusi dari masalah yang dihadapi ditemukan dengan dialog ringan silaturrahmi, karena komunikasi yang dibangun telah menyambung dari hati ke hati. Apalagi yang dibicarakan menyangkut tema agama dan adat kebiasaan yang menyentuh langsung rutinitas kehidupan warga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;c. Rekonstruksi paradigma pelayanan yang transparan dan bertanggung jawab (akuntabilitas)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membangun kembali cara pandang pelayanan publik dengan manajemen terbuka dan bertanggung jawab perlu terus dilakukan di era keterbukaan berbasis informasi teknologi. Terasa ketinggalan jika masih mempertahankan paradigma lama dengan mengambil jarak dalam melayani masyarakat dibidang kepenghuluan. Figur personil di KUA umumnya di klaim sebagai tokoh agama bagi masyarakat pedalaman, karenanya yang terbaik adalah membantu tanpa harus menunggu diminta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;d. Melibatkan KUA dan Tokoh Agama dalam setiap Musyawarah Adat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Musyawarah Adat (&lt;i&gt;Musdat&lt;/i&gt;) tingkat Kecamatan dilaksanakan 3 tahun sekali. Dalam forum ini seharusnya melibatkan KUA sebagai refresentasi urusan perkawinan dan tokoh agama lainnya, sehingga dalam merumuskan adat (&lt;i&gt;amandemen&lt;/i&gt;) akan mendapatkan pertimbangan-pertimbangan hukum agama dan negara sebagai pengimbang menentukan objektifitas ketetapan hukum adat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;e. Meningkatkan kehadiran ditempat tugas bagi KUA Kecamatan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelayanan akan tidak maksimal disaat petugas KUA Kecamatan tidak dapat memberikan jawaban dan harapan untuk kepentingan hukum bagi masyarakat. Suasana batin yang tidak mendapatkan secara layak bimbingan dan pelayanan hukum melahirkan sikap antipati pada lembaga beserta misinya, yang berakibat pada menurunnya tingkat kepercayaan dan memilih jalur yang dianggap berpihak pada kebutuhannya, walau satu sisi tidak diakui legalitasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;f. Meningkatkan kerjasama lintas sektoral untuk saling mengisi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap sektor dan bidang tidak bisa berdiri sendiri, karenanya perlu kerjasama secara komprehensif dari bidang-bidang terkait. Dengannya akan ditemukan sisi-sisi kekurangan yang diperbaiki dan kelebihan yang seharusnya dibagi dengan tujuan kerjasama yang sama-sama bekerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ref:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Moh Irkham, &lt;i&gt;Pelayanan Pendaftaran Nikah Melalui Model Formulir Pendaftaran sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Nikah Menuju KUA Yang Bersih dan Berwibawa&lt;/i&gt;, 2014.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abdul Djamil, &lt;i&gt;Perkawinan dan Keluarga&lt;/i&gt; (Majalah Bulanan) No. 111.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bustanuddin Agus, &lt;i&gt;Agama Dalam Kehidupan Manusia&lt;/i&gt;, Raja Grafindo Persada, 2006.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/feeds/3665241353834105145/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2021/06/peran-kepenghuluan-di-kua-kecamatan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/3665241353834105145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/3665241353834105145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2021/06/peran-kepenghuluan-di-kua-kecamatan.html' title='Peran Kepenghuluan Di KUA Kecamatan'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimxfpZj7S48JW8XfBUHFku27z7-SMfk1lw3CP6OLylKGEfoqwSpltWYVyHMDLHuA5Rpylu7FFoL3M6b7mhZJe1rMZ8l5QH1hbhVqMlvazITyU303B66cIl8lx92nZmnVIJsL6nDhc5EhE/s72-c/peran+kepenghuluan+di+kua.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-9035268304497205750</id><published>2021-06-15T10:22:00.007+07:00</published><updated>2022-09-30T11:27:52.807+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><title type='text'>Gratifikasi dalam Perspektif Islam</title><content type='html'>&lt;p&gt;Secara &lt;i&gt;etimologis&lt;/i&gt;, kata hadiah berasal dari bahasa Arab yang artinya ‘pemberian’. Dalam &lt;i&gt;terminologi &lt;/i&gt;fikih, hadiah diartikan sebagai pemberian barang/benda dari seseorang semasa hidupnya kepada orang lain, dari harta yang dimilikinya secara fisik (bukan dimiliki manfaatnya saja), sebagai penghormatan atau untuk memuliakan si penerima, tanpa syarat dan tanpa harapan akan balasan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan kata lain, tanpa syarat harus membalas dengan hadiah serupa, tanpa syarat harus mengerjakan atau meninggalkan sesuatu, bahkan tanpa mengharapkan apapun dari si penerima. Pejabat atau pegawai negeri, ketika ditunjuk untuk mengemban tugas tertentu, ia harus menjalankan tugas dan fungsinya. Ini prinsip hukum Islam. Jika ia menerima hadiah atau pemberian di luar gaji, di mana hadiah tersebut patut diduga berkaitan erat dengan jabatannya, berarti ia telah berkhianat atas tugas dan jabatannya.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Gratifikasi dalam Perspektif Al-Quran dan Al-Hadits serta Hukum Islam&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Al-Qur’an sebagai sumber hukum Islam berbicara tentang harta benda dan kepemilikan sebagaimana juga Al-Hadis. Al-Qur’an berperan sebagai sumber hukum utama dan pertama dengan Al-Hadis sebagai penjelasnya. Dengan demikian, Al-Qur’an dan Al-Hadis bagaikan dua sisi dari satu mata uang yang tidak dapat dipisahkan antara yang satu dan lainnya. Biasanya Al-Qur’an berbicara tentang sesuatu secara umum yang kemudian diberikan penjelasannya oleh hadis dari Muhammad SAW. Pada periode selanjutnya, para sahabat dan ulama berijtihad dengan menggunakan Al-Qur’an dan Al-Hadis sebagai dasarnya. Maka muncullah kesimpulan hukum yang dihasilkan dari ijtihad para sahabat atau ulama, yang disebut dengan hukum Islam.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCxPSK4tYSvljDZm9mhYJ70AKyQLVgrTQrBhN23sUqw_1fkMdK2NDvEkUb4yOLrQ4UUuYLMBOKxuSwzRPyD-Y9EXBTl7ipfrGXDCnj4DdkiYWoa9S1kgWop69bn5fC3OsWrB3BLF6azgo/s550/gratifikasi+dalam+perspektif+islam.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Gratifikasi dalam Perspektif Islam&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;350&quot; data-original-width=&quot;550&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCxPSK4tYSvljDZm9mhYJ70AKyQLVgrTQrBhN23sUqw_1fkMdK2NDvEkUb4yOLrQ4UUuYLMBOKxuSwzRPyD-Y9EXBTl7ipfrGXDCnj4DdkiYWoa9S1kgWop69bn5fC3OsWrB3BLF6azgo/s16000/gratifikasi+dalam+perspektif+islam.jpg&quot; title=&quot;Gratifikasi dalam Perspektif Islam&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Gratifikasi Perspektif Al-Quran&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS Al Anfal: 27)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Katakanlah, Tuhanku hanya mengharamkan pebuatan keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengadangadakan terhadap Allah yang tidak kamu ketahui.&amp;nbsp;&lt;b&gt;(QS Al A’raf: 33)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat dosa), padahal kamu mengetahui.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(QS Al Baqarah: 188)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui syariat, Allah SWT. mengakui dorongan kodrati tersebut sambil membekalinya dengan rambu-rambu kuat agar manusia mampu mengendalikan dan membatasi perilaku yang menyimpang. Manusia juga harus mengumpulkan harta dengan cara halal. Dan daripadanya dikeluarkan hak Allah dan manusia lain, serta digunakan untuk hal-hal yang halal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan batil, kecuali dengan perniagaan yang berlaku dengan sukasama suka di antara kamu....&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;(QS An-Nisa: 29)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Gratifikasi Perspektif Al-Hadits&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Dari Abdullah Ibn Uma, Muhammad SAW bersabda: “Allah melaknat orang yang menyuap dan orang yang menerima suap.” Hadis lain menyatakan bahwa, dari Usamah Ibn Malik, Muhammad SAW bersabda: “Hadiah itu dapat menghilangkan pendengaran, menutup hati dan penglihatan.” Dari Ibnu Abbas, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Hadiah untuk pejabat (penguasa) adalah kecurangan.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Barang siapa yang kami limpahi tugas atas suatu pekerjaaan, hendaknya ia menyerahkan semua yang ia peroleh, sedikit ataupun banyak. Selanjutnya, imbalan apapun yang (kami) berikan kepadanya atas pekerjaannya itu, silakan ia ambil. Sedangkan segala yang ia dilarang darinya hendaknya ia tidak mengambilnya.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR Muslim)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adanya hadiah yang diberikan kepada pejabat sebagai wujud terima kasih atas layanannya dapat dipastikan menjadi biang hilangnya amanah dan keadilan, sebagaimana yang kita rasakan di negeri kita tercinta ini. Karena itu, guna menegakkan keadilan di tengah masyarakat, Islam mengharamkan segala bentuk hadiah yang diberikan kepada pejabat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam sejarah Islam, praktik pemberian hadiah kepada pejabat/pegawai dalam pengertian &lt;i&gt;ghulul &lt;/i&gt;(korupsi), pernah terjadi pada masa Muhammad SAW. Dalam hadis Al-Bukhari dan Muslim dikisahkan, Muhammad SAW mengangkat beberapa pegawai yang ditugaskan untuk menarik dan mendistribusikan zakat. Salah seorang pegawai tersebut bernama Ibnu Al Lutbiyah dari Bani Al Azdi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu hari, Ibnu Al Lutbiyah menghadap Muhammad SAW sambil membawa harta zakat yang dipungutnya. “Ini (zakat) untuk kalian dan ini hadiah yang diberikan (para pembayar zakat) untukku,” ucap Ibnu Al Lutbiyah sambil menunjukkan barangnya. Muhammad SAW langsung berdiri dan bersabda: “Seandainya engkau duduk-duduk saja di rumah ayah atau ibumu sambil menunggu (datangnya hadiah), apakah engkau akan diberi hadiah?” Kemudian seusai salat jemaah, Muhammad SAW naik ke atas mimbar dan kembali mengeluarkan pernyataan terkait Ibnu Al Lutbiyah: “Jika seorang pegawai diserahi tugas (oleh negara), kemudian datang dan berkata, ‘ini untukmu dan ini hadiah untukku’, mengapa ia tidak duduk-duduk saja di rumah ayah atau ibunya, sambil menunggu apakah ia akan diberi hadiah atau tidak? Demi Allah yang jiwa Muhammad SAW ada di tangan-Nya, tidak seorang pegawai menerima sesuatu (hadiah), melainkan ia akan datang di hari kiamat sambil memikul beban hadiah itu di lehernya. Jika (hadiah yang diterima) berupa unta, ia akan bersuara. Jika berupa lembu, ia akan menguak. Dan jika berupa kambing, ia akan mengembik. (Saksikanlah) bukanlah aku (Muhammad SAW) telah menyampaikan (kebenaran).”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini merupakan hadis yang sangat populer dalam masalah &lt;i&gt;gratifikasi&lt;/i&gt;. Hampir semua ulama pernah meriwayatkan hadis ini. Kesimpulannya, Muhammad SAW melarang keras pegawai untuk menerima hadiah dari pihak manapun. Jika Ibnu Al Lutbiyah bukan pegawai negeri (diumpamakan seperti orang yang duduk-duduk di rumah), tentu dia tidak akan diberi hadiah. Berarti jabatan Ibnu Al Lutbiyahlah yang menjadi penyebab orang lain memberikan hadiah kepadanya. Karena itu, dalam hadis lain Muhammad SAW menegaskan:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Barang siapa diangkat sebagai pegawai dan telah mendapatkan gaji, maka apa yang diambil selain dari gaji itu adalah ghulul.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR Abu Daud, Al Hakim, Ibnu Huzaimah.)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, ada pula hadiah dalam konteks lain, yang dijelaskan lewat hadis berikut ini: “Hendaknya kalian saling memberi hadiah, karena hadiah dapat menghilangkan kebencian yang ada dalam dada. Janganlah seorang wanita meremehkan arti suatu hadiah yang ia berikan kepada tetangganya, walau hanya berupa kikil (kaki) kambing.” (HR Al Tirmidzi.)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan jelas, hadis di atas menggambarkan fungsi hadiah dalam syariat Islam. Anjuran saling memberi hadiah bertujuan untuk mempererat hubungan kasih sayang dan mengikis segala bentuk jurang pemisah antara dua pihak, pemberi dan penerima hadiah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan mencermati dalil di atas dan juga yang lainnya, dapat disimpulkan bahwa konsep memberi hadiah dalam syariat Islam benar-benar karena latar belakang sosial, tanpa ada embel-embel komersial sedikit pun. Makna inilah yang secara tegas dinyatakan oleh Muhammad SAW dalam hadisnya tentang fungsi hadiah yang benar-benar hadiah, yang artinya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Hendaklah kalian saling memberi hadiah agar kalian saling mencintai.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;(HR Bukhari)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Islam menganjurkan kaum muslimin saling memberikan hadiah satu sama lain, sebagaimana sabda Muhammad SAW sebagaimana disebutkan dalam hadis di atas. Apalagi jika pemberian tersebut bertujuan untuk menyambung silaturahim atau membalas kebaikan orang lain, maka hukumnya semakin baik dan sangat dianjurkan, sebagaimana hadis Muhammad SAW: “Hadiah kepada kerabat adalah sedekah dan silaturahim.” Dan hadis riwayat Aisyah: “Nabi Muhammad SAW sering menerima hadiah dan membalasnya.” (HR Al-Bukhari)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, hadiah akan bisa menjadi haram jika bertujuan melanggar hukum syariat, mempengaruhi putusan pengadilan, mempengaruhi kebijakan publik, dan sebagainya. Berarti, hukum memberikan hadiah berbeda-beda sesuai dengan tujuan pemberinya, seberapa jauh dampak yang ditimbulkan, dan bagaimana prosesnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu kali Muhammad SAW bersilaturahim dengan penduduk Bani Al Asyhal, ditemani seorang sahabat bernama Abu Rafi’. Ketika pulang, keduanya tampak tergesa-gesa karena waktu Magrib segera tiba. Di tengah perjalanan, saat melewati pekuburan Baqi’, tiba-tiba Muhammad SAW berseru: “Waduh, celaka! Waduh, celaka!” Abu Rafi’ pun menghentikan langkahnya. “Apa yang terjadi padamu?” tanya Muhammad SAW. “Ayo, jalan!” ajak beliau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Abu Rafi’ lalu menjelaskan bahwa dirinya berhenti karena mengira dialah yang akan celaka. “Tidak!” jawab Muhammad SAW. “(Tadi) aku melewati kuburan si Fulan. Dia pernah kutunjuk sebagai pemungut zakat di sebuah perkampungan. Di sana dia menerima (hadiah) mantel yang terbuat dari bulu harimau. Sekarang (di dalam kuburnya), dia memakai mantel yang terbuat dari api neraka.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan kondisi kita sekarang ini sebenarnya sudah diprediksi oleh Muhammad SAW lima belas abad yang lalu. Beliau bersabda: “Kelak akan datang suatu masa ketika sejumlah pemerintahan menghalalkan arak dengan ‘bungkus’ bir, menerima pemberian kecil dengan alasan sedekah, membolehkan suap dengan ‘bungkus’ hadiah, dan membunuh dengan alasan memberi peringatan. Mereka memerangi bangsa-bangsa merdeka untuk menguasai, sehingga (akibatnya) dosa mereka semakin bertambah.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka salah satu solusi yang ditawarkan Islam adalah &lt;i&gt;&lt;b&gt;sadd adz-dzari’ah&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, yakni upaya preventif untuk mencegah timbulnya dampak negatif di kemudian hari. Jika suatu perbuatan diduga akan menimbulkan kerusakan (&lt;i&gt;mafsadah&lt;/i&gt;) di kemudian hari, maka perbuatan tersebut harus dilarang secara total. Kaidah &lt;i&gt;sadd ad-dzari’ah&lt;/i&gt; merupakan salah satu prinsip hukum Islam di mana menghindari kerusakan lebih diutamakan daripada mewujudkan kemaslahatan umum (&lt;i&gt;&lt;b&gt;Dar’ul mafasidi muqaddamun ‘ala jalbil mashaaalih&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Status hukum menerima gratifikasi, mengutip An-Nawawi dalam Syarah Muslim adalah haram dan termasuk dosa besar, meskipun nominalnya terbilang kecil. Hal ini sesuai pesan implisit hadis yang mengisahkan seorang hamba sahaya bernama Rifa’ah bin Zaid yang terkena anak panah saat berdiri untuk melepaskan pelana kuda Muhammad SAW. Para sahabat menyebutnya mati syahid, tapi Muhammad SAW menolak: “Tidak! Demi Dzat yang jiwa Muhammad SAW ada di tangan-Nya, sesungguhnya sehelai kain yang diambilnya dari ganimah perang Khaibar akan menyalakan api neraka baginya.”&lt;/p&gt;&lt;h4 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Gratifikasi Perspektif Hukum Islam&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Beberapa ayat dan hadis di atas menggambarkan bahwa Islam menentang pemberian gratifikasi dan penerimaannya atau praktik pemberian hadiah yang terkait dengan jabatan. Sejumlah ulama klasik sampai menulis bab khusus tentang gratifikasi dalam kitab-kitab mereka, contohnya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Al-Bukhari yang dalam kitab &lt;i&gt;&lt;b&gt;Al-Jami’ Al-Shahih&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; menulis: “&lt;i&gt;Bab Hadiah untuk Pegawai&lt;/i&gt;” dan “&lt;i&gt;Bab Orang yang Dilarang Menerima Hadiah karena Sebab Tertentu.&lt;/i&gt;”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian Imam Muslim dalam kitab &lt;b&gt;&lt;i&gt;Al-Imarah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Pemerintahan) juga membuat bab khusus, “&lt;i&gt;Bab Hadiah bagi Para Pegawai&lt;/i&gt;,” yang oleh Imam Muslim An-Nawawi dalam &lt;i&gt;&lt;b&gt;Syarah Shahih Muslim&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; dinamakan: “&lt;i&gt;Bab Haramnya Hadiah bagi Pegawai&lt;/i&gt;.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengenai hadiah yang diberikan bukan karena faktor jabatan, seperti pejabat/pegawai yang biasa menerima hadiah dari teman atau kerabat sejak sebelum menjadi pejabat/pegawai, atau nilainya tidak meningkat secara signifikan dibandingkan pemberian-pemberian sebelumnya, maka dalam Islam tidak dinamakan &lt;i&gt;ghulul/&lt;/i&gt;gratifikasi. Itu bisa termasuk sedekah jika diniati ingin mendapatkan pahala atau termasuk hadiah jika diniati ingin mendapatkan pahala dan memuliakan. Ketentuan yang sama berlaku bagi hakim.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hakim tidak boleh menerima hadiah dari orang yang belum pernah memberikan hadiah kepadanya sebelum menjabat. Ia juga dilarang menerima pemberian yang jumlahnya meningkat daripada pemberian sebelumnya. Ini prinsip umum dalam &lt;i&gt;fiqh jinayah&lt;/i&gt; (pidana Islam). Hakim hanya boleh menerima hadiah atau pemberian dari keluarga atau sahabat dekat dimana si keluarga atau sahabat tidak sedang dalam berperkara dan memang sudah terbiasa memberi hadiah sejak sebelum dirinya menjadi hakim.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Persoalannya, upaya nepotisme dan politik dinasti di Indonesia sudah menggurita sehingga sahabat atau keluarga pejabat justru sering memanfaatkan kesempatan memberi hadiah untuk memperoleh kemudahan, baik dalam masalah perizinan, pengurusan akta, pengadaan barang/jasa, dan sebagainya. Alhasil pada saat tender, sahabat atau keluarga yang pernah memberikan gratifikasi otomatis akan memiliki “posisi khusus” di mata si penerimanya dibandingkan peserta tender lainnya. Inilah yang dimaksud oleh Umar bin Abdul Aziz ra: “Hadiah pada zaman Nabi Muhammad SAW adalah hadiah, sedangkan hadiah hari ini (hakikatnya) adalah suap.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Konsekuensi hukum bagi penerima gratifikasi dalam &lt;i&gt;fiqh jinayah&lt;/i&gt; adalah wajib mengembalikan hadiah yang diterima dan/atau menyerahkan kepada negara, atau memilikinya dengan izin pemerintah. Jika salah satunya tidak dilakukan, maka penerima gratifikasi diancam hukuman/sanksi pidana. Ini konsekuensi hukum yang bersifat duniawi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah berhak mengatur bentuk hukuman atau sanksi bagi penerima gratifikasi yang melanggar ketentuan perundang-undangan. Hal ini sesuai prinsip hukum Islam, bahwa bentuk sanksi yang tidak ditetapkan secara langsung dalam Al-Qur’an dan Al-Hadis (&lt;i&gt;takzir&lt;/i&gt;), ketentuannya diserahkan kepada pihak berwenang. Maka KPK mendorong aparatur sipil negara untuk menolak pemberian terkait jabatan. Jika telanjur diterima, maka pemberian itu wajib dilaporkan ke KPK maksimal tiga puluh hari kerja setelah diterima secara pribadi atau diserahkan kepada negara. Selain konsekuensi hukum duniawi, pelaku gratifikasi dalam Islam juga diancam hukuman akhirat jika ia tidak mengembalikan hadiah yang diterimanya. Ini perbedaan paling mendasar antara UU Tindak Pidana Korupsi dengan ketentuan syariat Islam. Namun, meski sanksi yang bersifat ukhrawi tidak tercantum, pelaksanaan sanksi dalam UU Tindak Pidana Korupsi telah memenuhi prinsip takzir dalam syariat Islam, sehingga pelaku gratifikasi yang beragama Islam dapat menghapus dosa-dosanya dengan cara menjalani hukuman yang telah ditetapkan pengadilan. Jika tidak demikian, dosa-dosanya tidak akan terampuni. Hal ini didasarkan pada hadis yang mengisahkan perjalanan Muhammad SAW ke perkampungan Bani Al-Asyhal di atas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ref.&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/feeds/9035268304497205750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2021/06/gratifikasi-dalam-perspektif-islam.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/9035268304497205750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/9035268304497205750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2021/06/gratifikasi-dalam-perspektif-islam.html' title='Gratifikasi dalam Perspektif Islam'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCxPSK4tYSvljDZm9mhYJ70AKyQLVgrTQrBhN23sUqw_1fkMdK2NDvEkUb4yOLrQ4UUuYLMBOKxuSwzRPyD-Y9EXBTl7ipfrGXDCnj4DdkiYWoa9S1kgWop69bn5fC3OsWrB3BLF6azgo/s72-c/gratifikasi+dalam+perspektif+islam.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-5872927971459233264</id><published>2021-06-11T11:22:00.000+07:00</published><updated>2021-06-11T11:22:01.007+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><title type='text'>Sejarah Lahirnya Kantor Urusan Agama (KUA)</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Sejarah KUA&lt;/b&gt; - Sebelum berbicara jauh tentang KUA sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan untuk masyarakat di bawah Kementerian Agama, alangkah baiknya, mendiskusikan bagaimana sejarah yang melatar belakangi hadirnya KUA di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kantor Urusan Agama adalah instansi terkecil Kementerian Agama yang ada di tingkat Kecamatan. KUA bertugas membantu melaksanakan sebagian tugas Kantor Kementerian Agama Kabupaten di bidang urusan agama Islam di wilayah kecamatan atau dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) No 34 Tahun 2016, KUA merupakan Unit Pelaksana Teknis pada Kementerian Agama, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, KUA berlokasi di Kecamatan. Dari uraian di atas, menunjukan bagaimana posisi penting KUA sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang ada di setiap Kecamatan.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Sejarah Lahirnya KUA&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, dalam sejarah hadirnya KUA dan Kementerian Agama dilatar belakangi pada tahun 1943 Pemerintah Jepang di Indonesia mendirikan Kantor Shumubu (KUA) di Jakarta. Pada waktu itu yang ditunjuk sebagai Kepala Shumubu untuk wilayah Jawa dan Madura adalah KH. Hasyim Asy’ari (Pendiri Ormas Islam Nahdlatul Ulama) pendiri Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Sedangkan untuk pelaksanaan tugasnya, KH. Hasyim Asy’ari menyerahkan kepada puteranya K. Wahid Hasyim sampai akhir pendudukan Jepang pada bulan Agustus 1945. Setelah merdeka, Menteri Agama pertama, H.M.Rasjidi mengeluarkan Maklumat No. 2, tanggal 23 April 1946. Maklumatnya menyatakan bahwa semua lembaga keagamaan ditempatkan kedalam Kementerian Agama.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-2gyV_nZvBUKQH6pxbtZx4abAoBIK7HhonHcWwntfpn-dc2pkMR4IhFb5tHdcxuhCbO_QxmX3biy1JMRHciHbYXYS05pPdFcddX6J-8pg_1f-SxAIbVUwJ6LViiPCeagr_yFdMY6rzoc/s550/sejarah+lahirnya+kua.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Sejarah Lahirnya KUA&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;350&quot; data-original-width=&quot;550&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-2gyV_nZvBUKQH6pxbtZx4abAoBIK7HhonHcWwntfpn-dc2pkMR4IhFb5tHdcxuhCbO_QxmX3biy1JMRHciHbYXYS05pPdFcddX6J-8pg_1f-SxAIbVUwJ6LViiPCeagr_yFdMY6rzoc/s16000/sejarah+lahirnya+kua.jpg&quot; title=&quot;Sejarah Lahirnya Kantor Urusan Agama (KUA)&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Kelahiran Departemen Agama adalah sebuah perjuangan yang tidak bisa dipisahkan dengan dinamika perjuangan bangsa Indonesia. Pada saat bangsa ini berjuang mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diproklamirkan, maka lahirlah Kementerian Agama. Pembentukan Kementerian Agama tersebut selain untuk menjalankan tugasnya sebagai penanggugjawab realisasi Pembukaan UUD 1945 dan pelaksanaan pasal 29 UUD 1945, juga sebagai pengukuhan dan peningkatan status Shumubu (Kantor Urusan Agama Tingkat Pusat) pada masa penjajahan Jepang. Berdirinya Kementerian Agama disahkan berdasarkan Penetapan Pemerintah Nomor: I/SD tanggal 3 Januari 1946 bertepatan dengan 2 Muharram 1364 H. Menteri Agama pertama adalah HM. Rasyidi, BA. Sejak itu dimulailah penataan struktur dilingkungan Kementerian Agama. Pada tahap ini, Menteri Agama HM. Rasyidi mengambil alih beberapa tugas untuk dimasukkan dalam lingkungan Departemen Agama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tugas pokok Departemen Agama waktu itu ditetapkan berdasarkan Penetapan Pemerintah Nomor: 5/SD tanggal 25 Maret 1946 dan Maklumat Pemerintah Nomor 2 tanggal 24 April 1946 yang menyatakan bahwa tugas pokok Kementerian Agama adalah: menampung urusan Mahkamah Islam Tinggi yang sebelumnya menjadi wewenang Departemen Kehakiman dan menampung tugas dan hak mengangkat Penghulu Landraat, Penghulu Anggota Pengadilan Agama, serta Penghulu Masjid dan para pegawainya yang sebelumnya menjadi wewenang dan hak Presiden dan Bupati. Disamping pengalihan tugas di atas, Menteri Agama mengeluarkan Maklumat Menteri Agama Nomor 2 tanggal 23 April 1946 yang menyatakan, bahwa:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, instansi yang mengurus persoalan keagamaan di daerah atau SHUMUKA (tingkat Karesidenan) yang di masa pendudukan Jepang termasuk dalam kekuasaan Residen menjadi Djawatan Agama Daerah yang berada di bawah wewenang Kementerian Agama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, Pengangkatan Penghulu Landraat (Penghulu pada Pengadilan Agama) Ketua dan Anggota Raad (Pengadilan) Agama yang menjadi hak Residen dialihkan menjadi hak Kementerian Agama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;, Pengangkatan Penghulu Masjid yang berada di bawah wewenang Bupati dialihkan menjadi wewenang Kementerian Agama. Sebelum maklumat Menteri Agama dilaksanakan secara efektif, kelembagaan pengurusan agama didaerah berjalan sesuai dengan keadaan dan kebutuhan. Sejak jaman penjajahan, perangkat organisasi kelembagaan yang mengurus agama yang telah tersebar ke seluruh plosok tanah air, hingga tingkat kecamatan bahkan sampai desa. Perangkat ini bekerja sebagai tenaga sukarelawan (buka pegawai negeri). Pejabat yang melayani umat Islam, khususnya yang berkaitan dengan nikah, talak, rujuk, kemasjidan/perwakafan, ditingkat Kabupaten dijabat oleh Penghulu, ditingkat Kawedanan dan Kecamatan dijabat oleh Naib Penghulu. Selanjutnya ditetapkan Peraturan Menteri Agama Nomor 188 5/K.I Tahun 1946 tanggal 20 November 1946 tentang Susunan Kementerian Agama. Pada tahap awal struktur organisasi Departemen Agama sangat sederhana yakni hanya berada di tingkat pusat yang berdiri dari 8 bagian yaitu: Bagian A (Sekertariat); Bagian B (Kepenghuluan); Bagian C (Pendidikan Agama); Bagian D (Penerangan Agama); Bagian E (Masehi Kristen); Bagian F (Masehi Katolik); Bagian G (Pegawai); Bagian H (Keuangan/Perbendaharaan).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada tahun 1947, setelah diberlakukan Undang-undang Nomor 22 tahun 1946 tentang Pencatatan, Nikah, Talak, dan Rujuk, jabatan kepenghuluan dan kemasjidan diangkat menjadi pegawai negeri. Pejabat Raad Agama, yang semula terangkap fungsinya oleh Penghulu, setelah diberlakukanya Undang-Undang tersebut diangkat tersendiri oleh Kementerian Agama. Petugas yang mengurusi agama di Desa, khususnya dalam hal pernikahan dan kematian (yang di wilayah Jawa bisa disebut dengan modin) diterbitkan dan diatur tersediri melalui Maklumat Bersama Nomor 3 tahun 1947, tertanggal 30 April, yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri Mr. Moh. Roem dan Menteri Agama KH. R. Fathurrahman Kafrawi. Melalui Maklumat tersebut para modin memiliki hak dan kewajiban berkenaan dengan peraturan masalah keagamaan di Desa, yang kedudukannya setaraf dengan pamong di tingkat pemerintah Desa. Sebagaimana pamong yang lain mereka diberi imbalan jasa berupa hak menggarap (mengelola) Tanah Bengkok Milik Desa. Sejak awal berdirinya Departemen Agama hingga tahun 1950-an, stabilitas politik belum dapat berjalan dengan baik. Pihak Belanda dan Sekutu tidak rela Indonesia merdeka. Dua kali aksi militer dilancarkan: Pertama, tanggal 21 Juli 1947 dan kedua tanggal 19 Desember 1948. Kabinet yang dibentuk Pemerintah Republik Indonesia rata-rata berumur pendek, karena silih bergantinya kabinet system parlementer. Dalam situasi perang (karena aksi militer), penataan kantor Agama di daerah jelas terganggu. Di berbagai daerah, kantor Agama berpindah-pindah, dari daerah yang di duduki Belanda ke daerah yang secara de facto masih dikuasai oleh pemerintah Republik Indonesia. Saat itu Pemerintah Agama menginstruksikan bahwa dalam 25 menghadapi perang melawan colonial Belanda, setiap aparat Kementerian Agama diharuskan turut serta berjuang mempertahankan Negara Republik Indonesia. Karena alasan itu pula, selama terjadi peperangan tersebut, pengiriman jama’ah haji sempat dihentikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Struktur Kantor Agama (1949) di atas terus berlangsung hingga terjadi penyempurnaan struktur berdasarkan PP Nomor 33 Tahun 1949 dan PP Nomor 8 tahun 1950 tentang Susunan Organisasi Kementerian Agama. Sejak itu struktur Departemen Agama. Sejak itu struktur Departemen Agama mengalami perubahan sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;a. Tingkat pusat dengan susunan Organisasi sebagai berikut:&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1) Menteri Agama; 2) Secretariat Jenderal yang terdiri dari: Bagian Sekertariat; Bagian Kepenghuluan; Bagian Pendidikan; Bagian Keuangan/Perbendaharaan;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;b. Tingkat Daerah dengan susunan organisasi sebagai berikut:&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1) Kantor Agama Provinsi; 2) Kantor Agama Kabupaten; 3) Kantor Kepenghuluan Kawedanan; 4) Kantor Kenaiban kecamatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdirinya Departemen Agama Republik Indonesia, tepatnya pada tanggal 3 Januari 1946. yang tertuang dalam Penetapan Pemerintah No.1/SD tahun 1946 tentang Pembentukan Kementerian Agama, dengan tujuan Pembangunan Nasional yang merupakan pengamalan sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Dengan demikian, agama dapat menjadi landasan moral dan etika bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan pemahaman dan pengamalan agama secara benar diharapkan dapat mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia yang religius, mandiri, berkualitas sehat jasmani rohani serta tercukupi kebutuhan material dan spiritualnya. Guna mewujudkan maksud tersebut, maka di daerah dibentuk suatu Kantor Agama. Untuk di Jawa Timur sejak tahun 1948 hingga 1951, dibentuk Kantor Agama Provinsi, Kantor Agama Daerah (Tingkat Karesidenan) dan Kantor Kepenghuluan (Tingkat Kabupaten) yang merupakan perpanjangan tangan dari Kementerian Agama Pusat Bagian B, yaitu: Bidang Kepenghuluan, Kemasjidan, Wakaf dan Pengadilan Agama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam perkembangan selanjutnya dengan terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 517 Tahun 2001 tentang penataan Organisasi Kantor Urusan Agama Kecamatan, maka Kantor Urusan Agama (KUA) berkedudukan di wilayah kecamatan dan bertanggung jawab kepada Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota yang dikoordinasi oleh Kepala Seksi Urusan Agama Islam/Bimas dan Kelembagaan Agama Islam dan dipimpin oleh seorang Kepala, yang mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota di bidang Urusan Agama Islam dalam wilayah Kecamatan. Dengan demikian, eksistensi KUA Kecamatan sebagai institusi Pemerintah dapat diakui keberadaanya, karena memiliki landasan hukum yang kuat dan merupakan bagian dari struktur pemerintahan di tingkat Kecamatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kantor Urusan Agama (KUA) merupakan ujung tombak dari Kementerian Agama. KUA berkedudukan di Kecamatan, KUA dikomandoi oleh Kepala. Unit Pelayanan Teknis (UPT) inilah yang langsung bersentuhan dengan segenap hajat hidup umat beragama. maka Mereka tidak hanya terlibat dalam urusan yang terkait dengan tugas kantor, namun mereka pun harus bersiap untuk mengikuti dan melayani masyarakat dalam berbagai kegiatan keagamaan. Pelayanan KUA terhadap masyarakat ini terkait dengan peristiwa nikah, haji, zakat, dan kegiatan agama lainnya. Tak jarang dalam kegiatan yang terkait dengan tradisi masyarakat sekalipun, KUA ikut serta dan turun tangan dalam pelaksanaannya. Setidaknya memimpin doa dalam acara tersebut. Singkat kata, KUA melayani dalam segenap tetek bengek kehidupan masyarakat, dari hidup hingga mati. Berdasarkan PMA No. 34 tahun 2016, KUA mempunyai sembilan fungsi layanan kepada masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Pelaksanaan pelayanan, pengawasan, pencatatan, dan pelaporan nikah dan rujuk;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyusunan statistik layanan dan bimbingan masyarakat Islam;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengelolaan dokumentasi dan sistem informasi manajemen KUA Kecamatan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelayanan bimbingan keluarga sakinah;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelayanan bimbingan kemasjidan;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelayanan bimbingan hisab rukyat dan pembinaan syariah;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelayanan bimbingan dan penerangan agama Islam;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelayanan bimbingan zakat dan wakaf; dan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelaksanaan ketatausahaan dan kerumahtanggaan KUA Kecamatan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikian semoga bisa menambah wawasan...&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/feeds/5872927971459233264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2021/06/sejarah-lahirnya-kantor-urusan-agama-kua.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/5872927971459233264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/5872927971459233264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2021/06/sejarah-lahirnya-kantor-urusan-agama-kua.html' title='Sejarah Lahirnya Kantor Urusan Agama (KUA)'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-2gyV_nZvBUKQH6pxbtZx4abAoBIK7HhonHcWwntfpn-dc2pkMR4IhFb5tHdcxuhCbO_QxmX3biy1JMRHciHbYXYS05pPdFcddX6J-8pg_1f-SxAIbVUwJ6LViiPCeagr_yFdMY6rzoc/s72-c/sejarah+lahirnya+kua.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-8692157148214450169</id><published>2021-06-10T15:35:00.002+07:00</published><updated>2021-06-10T15:35:52.742+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><title type='text'>Sikap Ekstremitas Keagamaan dan Ciri-Cirinya</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Ekstremitas Keagamaan&lt;/b&gt; - Pada artikel sebelumnya telah disinggung perihal masalah ekstremisme. Bahwa ekstremitas dalam bahasa al-Quran disebut dengan istilah &lt;i&gt;alghuluw &lt;/i&gt;(sikap berlebih-lebihan dalam agama). Dalam bahasa hadis disebut dengan istilah &lt;i&gt;tanatthu’&lt;/i&gt; (berlebih-lebihan dalam agama) serta &lt;i&gt;tashdîd &lt;/i&gt;(mempersulit diri). Sikap ini merupakan perbuatan yang sangat dilarang. Karena begitu bahayanya sikap ini, banyak sekali keterangan baik dari al-Quran maupun hadis Rasul SAW yang mengindikasikan larangan dan keharusan menghindari perbuatan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSYs7vlCZliDP69OElWeAr1bdCQrmDTAwhjrrfyF1epeklQ9ewLLhmCwF5RvxDAS5ylEfjGRs0DwABW-tXA2vP8VQcE_u8IfDNcxSPEA-8I_smLcQrTggXU8RGSFd2dDFvQHbs3GML-Q4/s550/ciri-ciri+sikap+ektremitas+keagamaan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Ciri-Ciri Sikap Ekstremitas Keagamaan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;350&quot; data-original-width=&quot;550&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSYs7vlCZliDP69OElWeAr1bdCQrmDTAwhjrrfyF1epeklQ9ewLLhmCwF5RvxDAS5ylEfjGRs0DwABW-tXA2vP8VQcE_u8IfDNcxSPEA-8I_smLcQrTggXU8RGSFd2dDFvQHbs3GML-Q4/s16000/ciri-ciri+sikap+ektremitas+keagamaan.jpg&quot; title=&quot;Sikap Ekstremitas Keagamaan dan Ciri-Cirinya&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Ciri-Ciri Ektremitas Keagamaan&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Kalau begitu apa &lt;i&gt;ekstremitas &lt;/i&gt;itu? Apa ada ciri-ciriya? Dan sekaligus juga apabila ciri ini tidak didapati pada seseorang, maka dia bisa dikatakan sebagai pemeluk agama yang moderat. Terkait dengan masalah ini, Yusuf al-Qardhawi menjelaskan paling tidak ada sekitar empat ciri sikap &lt;i&gt;ekstremisme &lt;/i&gt;yaitu;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;1). Mempersukar Diri dalam Melakukan Kewajiban&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tanda-tanda dari sikap ekstremisme keagamaan adalah selalu memilih sesuatu yang sukar pada hal-hal yang sebenarnya terdapat kemudahan dan mewajibkan kepada orang lain untuk mengerjakan yang sulit itu, padahal Allah tidak mewajibkannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memang tak ada larangan bagi seseorang berpegangan pada yang lebih sukar atau lebih berat dalam beberapa masalah untuk diri sendiri, sebagai bentuk kehatia-hatian. Namun, tidaklah baik orang terus menerus dalam keadaan demikian sehingga di saat memerlukan kemudahan enggan melakukannya. Dan walaupun telah diberi kelonggaran ia tetap menolaknya. Padahal Rasullah saw. bersabda;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Mudahkanlah olehmu dan jangan mempersulit. Gembirakanlah mereka jangan menyusahkannya’. Dalam hadis lain disebutkan; “sesungguhnya Allah swt. menyukai orang yang memanfaatkan kemudahan-Nya sebagaimana Ia tidak menyukai orang berbuat maksiat kepada-Nya.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Firman Allah SWT;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsqAOEC-CBjAaMcm6rzT3haNrvgGydEFrkVVSd_1PEY1IG4EIioDhUAYoJD0qiaSxLxNfD3O5lUiOcghV80o1K-VGb6Qp57ExR0CzIS3Nv7Z1jMsBIK1jgGLofE3D-H7vhnsqKmTQFTcs/s364/surat+albaqarah+ayat+185.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;QS. Al-Baqarah: 185&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;52&quot; data-original-width=&quot;364&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsqAOEC-CBjAaMcm6rzT3haNrvgGydEFrkVVSd_1PEY1IG4EIioDhUAYoJD0qiaSxLxNfD3O5lUiOcghV80o1K-VGb6Qp57ExR0CzIS3Nv7Z1jMsBIK1jgGLofE3D-H7vhnsqKmTQFTcs/s16000/surat+albaqarah+ayat+185.png&quot; title=&quot;QS. Al-Baqarah: 185&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran... &lt;/i&gt;(QS. Al-Baqarah: 185)&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam sebuah hadis sahih disebutkan “Rasulullah apabila dihadapkan dengan dua perkara, beliau selalu memilih yang lebih mudah diantara keduanya, selama tidak mendatangkan dosa”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ibn Mas’ud Al-Anshari berkata; “Seorang laki-laki mengadu kepada Rasulullah saw. ‘Ya Rasulullah, aku terpaksa tidak salat subuh berjamaah, karena si fulan biasa memanjangkan bacaan salat. Mendengar pernyataan laki-laki itu Rasulullah saw. sangat marah. Demikian kata Ibn Mas’ud. Kemudian beliau bersabda; “Wahai sekalian manusia, sesungguhnyadi antara kamu terdapat orang-orang yang memberatkan. Barang siapa menjadi iman dalam salat bersama orang banyak, maka ringankanlah bacaannya, karena dibelakangnya terdapat orang yang lemah, lanjut usia, dan orang-orang yang mempunyai kepentingan.” Ketika Mu’az memanjangkan salatnya bersama suatu kaum, Rasulullah saw. berkata kepadanya; “Hai Mu’az, apakah engkau hendak menimbulkan fitnah?” dan beliau mengulangi perkataan ini sampai tiga kali. Dan dari Anas, ia berkata; bahwasannya Nabi saw. bersabda; “Adakalanya aku hendak memanjangkan salatku, lalu kudengar tangis seorang anak sehingga kuringankan (memendekan) salatku karena aku mengetahui kegelisahan ibunya terhadap tangis anak itu”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Termasuk di antara perbuatan yang memberatkan adalah memaksakan orang lain mengerjakan hal-hal yang sunnah, dengan mengangapnya seolah-olah wajib, dan menganggap yang makruh seolah-olah haram. Padahal, yang diharuskan ialah agar kita tidak mewajibkan sesuatu, kecuali yang telah diwajibkan oleh Allah swt. Adapun yang selebihnya, orang boleh memilihnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;2). Bersikap Kasar dan Keras&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di antara tanda lain dari sikap ekstrem adalah bersikap kasar, keras, dan tidak berperangai halus dalam berkomunikasi dan berdakwah. Padahal Allah dan Rasul-Nya telah memerintahkan agar berdakwah dengan hikmah dan bukan dengan kejahilan, dengan pengajaran yang baik, bukan dengan ungkapan-ungkapan kasar; serta berdebat dengan menggunakan cara yang paling baik. Sesuai dengan firman Allah;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpcRN1KxtoN6OQpbUsBUCI9rVn1PCzhUInSAQmP50xvJ_KUiVA2CpOrbNHNb2cC3AiGhYn6KsJvkVWNTE4wbi5TTO6mliImHpgLxL41k7h3QHY1RZ4DlrmJNY3hpurvE8MW2FHrbdqNXU/s498/surat+annahl+ayat+125.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;QS. Al-Nahl: 125&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;87&quot; data-original-width=&quot;498&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpcRN1KxtoN6OQpbUsBUCI9rVn1PCzhUInSAQmP50xvJ_KUiVA2CpOrbNHNb2cC3AiGhYn6KsJvkVWNTE4wbi5TTO6mliImHpgLxL41k7h3QHY1RZ4DlrmJNY3hpurvE8MW2FHrbdqNXU/s16000/surat+annahl+ayat+125.png&quot; title=&quot;QS. Al-Nahl: 125&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Serulah manusia kepada jalan Tuhan-Mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, bahkan debatlah mereka dengan cara yang terbaik. Sesungguhnya Tuhanmu legih mengethui orang yang sesat dari jalan-Nya dan lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.&lt;/i&gt; (QS. Al-Nahl: 125)&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasulullah pun menunjukan sikapnya dengan para sahabatnya seperti firman Allah SWT berikut ini;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiP941ZKsPgjvvj0sMb6hUH_EQegX5zien_ey7Taqlp40eNTqqJgYMP7SQf_eSIDKm0GO4HDygZgCzSfifGbgspQH9wMKfdI_wcLC-ZlQNguGVXVVyY11_W73x8GDguxR-I1lLNBls94o/s508/surat+ali+imran+ayat+159.png&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;QS. Al- Imran/3: 159&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;122&quot; data-original-width=&quot;508&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhiP941ZKsPgjvvj0sMb6hUH_EQegX5zien_ey7Taqlp40eNTqqJgYMP7SQf_eSIDKm0GO4HDygZgCzSfifGbgspQH9wMKfdI_wcLC-ZlQNguGVXVVyY11_W73x8GDguxR-I1lLNBls94o/s16000/surat+ali+imran+ayat+159.png&quot; title=&quot;QS. Al- Imran/3: 159&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.&lt;/i&gt; (QS. Al- Imran: 159)&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan demikian, tidak semestinya dalam berdakwah berlaku keras dan kasar. Dalam hadis shahih dari Aisyah ra. disebutkan; “Sesungguhnya Allah menyukai kelemah lembutan dalam segala perkara”. Dalam Hadis sahih lain juga dari Aisyah ra. disebutkan”, “Setiap kali sikap lemah dilakukan dalam suatu perkara, niscaya akan menjadikan baiknya perkara itu. Setiap kali sikap kasar itu dilakukan dalam suatu perkara, niscaya akan menjadikan buruknya perkara itu”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal itu semua mengindikasikan bahwa perilaku keras tidak pernah menghasilkan sesuatu kecuali keburukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;3). Mudah Mengkafirkan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sikap ekstrem yang tertinggi barangkali adalah sikap mudah mengkafirkan. Sikap ini sangat dilarang, karena orang yang sudah dikafirkan akan berimplikasi pada pengguguran hak kehormatan orang lain, dan menghalalkan jiwa dan harta mereka, serta tidak lagi melihat hak mereka untuk tidak diganggu dan hak diperlakukan secara adil. Hal ini akan terjadi ketika orang telah dikuasai kekacauan pikiran lalu menuduh kebanyakan orang telah keluar dari Islam. Sikap inilah yang dilakukan kelompok Khawarij pada masa permulaan Islam. Mereka ini termasuk sangat ketat dalam melaksanakan bermacam-macam ritus peribadatan seperti puasa, salat, dan baca al-Qur’an. Tetapi mereka sebenaranya telah terjerumus dalam kebinasaan disebabkan keburukan pikiran, bukan disebabkan keburukan hati. Hubungan Kelompok Khawarij dengan al-Qur’an dilukiskan Rasul dengan sabdanya; “Mereka membaca al-Qur’an, tetapi bacannya tidak melampaui kerongkongan”. Di samping itu Rasul juga bersabda tentang ciri lain dari kelompok ini; “Mereka membunuh pemeluk agama Islam dan membiarkan penyembah berhala.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;4). Fanatik Mazhab dan tidak mau mengakui pendapat lain&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fanatik mazhab di antara sikap ekstrem yang sangat menonjol. Sikap bersikeras atas suatu paham secara berlebihan dan tidak wajar, tidak mau melihat pendapat orang lain. Tidak memberikan peluang untuk berdiskusi adalah sikap yang amat dibenci dalam Islam. Karena para ulama sepakat bahwa setiap orang siapa saja, boleh diambil atau ditinggalkan pendapatnya, kecuali pendapat Nabi saw.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memilik pendapat, meyakininya dan menyebarkannya tidak dilarang dalam Islam. Yang dilarang adalah menjadikan perbedaan pendapat itu sebagai bibit perpecahan atau untuk mengklaim bahwa pendapatnya satu-satunya kebenaran sementara yang lain salah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam menyikapi perbedaan, Yusuf al-Qardhawi Ulama asal Mesir ini mengatakan; “Kita harus sepakat pada yang &lt;i&gt;qath’î&lt;/i&gt; dan siap berbeda pada yang &lt;i&gt;zhannî&lt;/i&gt;. Harus sepakat pada yang &lt;i&gt;qath’î&lt;/i&gt; artinya kita mesti melakukan fiqih prioritas dalam melakukan sesuatu, harus lebih mengutamakan yang lebih utama dari pada yang utama, mengutamakan yang lebih penting dari pada yang penting, lebih mengutamakan yang wajib dari pada yang sunah dan lebih mengutamakan yang prisnip dari pada masalah &lt;i&gt;furu’iyah&lt;/i&gt;. Dengan demikian, tidak boleh bertengkar karena masalah yang tidak prinsip seperti masalah memanjangkan jenggot atau mencukurnya, masalah model berpakaian, cadar dan lain-lain dari permasalahan &lt;i&gt;furu’iyah&lt;/i&gt;. Maksud siap berbeda pada yang &lt;i&gt;zhannî&lt;/i&gt;; tidak boleh fanatik dengan mazhab atau pendapat tertentu dalam masalah-masalah &lt;i&gt;ijtihadî&lt;/i&gt;. Harus toleran terhadap perbedaan pendapat dalam masalah yang bersifat &lt;i&gt;zhannî&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karenanya, ulama membuat suatu rumusan agar tidak terjebak pada sikap fanatisme terhadap satu pendapat. Sebaiknya harus dilihat dulu teks-nya, apakah teks termasuk dalam katagori nash yang &lt;i&gt;qath’î&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;zannî&lt;/i&gt;? Di dalam Islam dikenal istilah ajaran absolut yaitu nash al-Quran atau hadis Nabi yang mengandung satu makna yang dalam istilah ushul fiqih disebut &lt;i&gt;qath’î al-dalâlah&lt;/i&gt; dan ada juga ajaran relatif yang mempunyai lebih dari satu makna yang dalam istilah ushul fikih &lt;i&gt;dzannî al-dalâlah&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tegasnya, bahwa dalam hukum fikih itu ada dua katagori. Pertama, &lt;i&gt;&lt;b&gt;qath’î al-dalâlah&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; dan kedua, &lt;i&gt;&lt;b&gt;zannî al-dalâlah&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagian pertama, berkenaan dengan pokok-pokok akidah dan muamalah yang disetujui bersama, apa pun mazhabnya. Bagian kedua, bertalian dengan cabang-cabang (&lt;i&gt;furu’&lt;/i&gt;) dari pokok - pokok di atas yang memungkinkan terjadinya perbedaan. Seorang tidak dikatakan muslim lagi bila berbeda pada fikih yang pertama. Sementara pada pada fikih yang kedua boleh berbeda pendapat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fikih yang pertama adalah berkaitan dengan akidah, seperti percaya kepada Allah yang Maha Esa, Muhammad Rasulullah dan hari kebangkitan. Tentang salat, tidak ada perbedaan antara semua mazhab dalam hal bilangan rokaat, jumlah sujud, jumlah salat wajib, dan bagian-bagian salat yang penting lainnya. Perbedaan mulai terjadi pada rincian dari pokok-pokok itu. Semua sepakat salat dimulai dengan takbir, mereka berbeda dalam cara mengangkat tangan dalam takbir. Kita akan menemukan bahwa bagian pertama berdasarkan &lt;i&gt;dalil-dalil qath’î&lt;/i&gt; dan bagian kedua berdasarkan &lt;i&gt;dali-dalil zhannî&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada bagian kedua sepatutnya kita saling menghargai dan menggunakan perbedaan pendapat untuk pengembangan wawasan tentang hukum Islam. Bila terjadi perbedaan paham atau penafsiran pada hal-hal yang &lt;i&gt;zhannî&lt;/i&gt;, kita harus menguji perbedaan itu lewat ukuran-ukuran &lt;i&gt;naqli&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;aqli &lt;/i&gt;yang kemudian mengambil pendapat yang paling kuat atau yang disebut dengan istilah &lt;i&gt;tarjîh&lt;/i&gt;. Dengan ukuran &lt;i&gt;naqli&lt;/i&gt;, artinya mencari dalil-dalil yang paling kuat lewat kritik hadis dan ilmu-ilmu al-Qur’an. Ukuran &lt;i&gt;aqli &lt;/i&gt;diartikan sebagai metode dialektik untuk menguji konsistensi logis suatu proposisi, dan hanya boleh dilakukan setelah kita bisa memilih pendapat yang paling kuat atau yang disebut dengan &lt;i&gt;tarjîh&lt;/i&gt;. Tetapi betapa pun kuatnya, pendapat itu tetap &lt;i&gt;zhannî&lt;/i&gt;. Di tengah-tengah umat, keyakinan kita harus diamalkan sejauh tidak merusak keutuhan dan persatuan umat atau tidak mendatangkan &lt;i&gt;mudarat&lt;/i&gt;, karena kita berpegangan pada prinsip mendahulukan yang wajib dengan tetap menjaga hubungan silaturahmi dan kesatuan umat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena alasan ini, sekalipun menurut Ibnu Mas’ud ra. dan Ibn Umar ra. salat zuhur dan ashar di Mina harus di qashar. Namun ketika Utsman bin Affan ra. salat empat rekaat, Ibn Mas’ud salat juga empat rokaat. Ketika ditegur ia menjawab, “Semua perselisihan itu jelek” (&lt;i&gt;al-Ikhtilâf syar kuluh&lt;/i&gt;). Ibn Umar juga ikut salat empat rokaat, tetapi mengulangi salatnya di rumah sebagai bentuk kehati-hatian (&lt;i&gt;ikhtiyâthî&lt;/i&gt;).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Imam Syafi’i tidak membaca &lt;i&gt;qunut &lt;/i&gt;pada salat subuh, ketika ditanya apakah Anda lupa membaca &lt;i&gt;qunut&lt;/i&gt;, ia menjawab aku tidak lupa membaca &lt;i&gt;qunut&lt;/i&gt;, tetapi karena menghormati makam Abu Hanifah yang tidak jauh dari situ (sebagaimana diketahui Abu Hanifah tidak mensunahkan qunut). Imam Abu Hanifah dan imam Syafi’i pernah salat di belakang para imam di Madinah yang tidak membaca &lt;i&gt;basmalah&lt;/i&gt;, baik &lt;i&gt;sirr &lt;/i&gt;(perlahan) maupun &lt;i&gt;jahr &lt;/i&gt;(keras), padahal kedua imam ini mengaruskan pembacaan &lt;i&gt;basmalah &lt;/i&gt;pada al-Fatihah. Imam Ahmad berpendapat, wajib wudhu bagi orang yang berbekam dan mengeluarkan darah. Ia pernah ditanya: Jika imam mengeluarkan darah, kemudian tidak berwudhu, apakah anda akan salat di belakang dia? Imam Ahmad menjawab: Bagaimana aku tidak salat di belakang imam Malik dan Sa’id bin Musayyab? (kedua imam ini berpendapat tidak wajib wudhu bagi orang yang mengeluarkan darah). Tradisi ini selalu dilakukan para ulama terdahulu karena memikirkan kemaslahatan umat dan tidak merasa benar sendiri dengan pendapatnya. Jadi yang dipentingkan agar tidak fanatik mazhab atau fanatik terhadap satu pendapat, prinsip &lt;i&gt;silaturahmi &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;ukhuwwah &lt;/i&gt;harus lebih dikedepankan agar terhindar dari sikap &lt;i&gt;radikalisme &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;ekstremisme&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekian, mudah-mudahan bermanfaat...&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/feeds/8692157148214450169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2021/06/sikap-ekstremitas-keagamaan-dan-ciri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/8692157148214450169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/8692157148214450169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2021/06/sikap-ekstremitas-keagamaan-dan-ciri.html' title='Sikap Ekstremitas Keagamaan dan Ciri-Cirinya'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSYs7vlCZliDP69OElWeAr1bdCQrmDTAwhjrrfyF1epeklQ9ewLLhmCwF5RvxDAS5ylEfjGRs0DwABW-tXA2vP8VQcE_u8IfDNcxSPEA-8I_smLcQrTggXU8RGSFd2dDFvQHbs3GML-Q4/s72-c/ciri-ciri+sikap+ektremitas+keagamaan.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-1467836857878913459</id><published>2021-03-10T12:00:00.003+07:00</published><updated>2021-03-10T12:26:42.707+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><title type='text'>Dinamika Zakat dan Wakaf di Indonesia dalam Perspektif Moderasi Beragama</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Dinamika Zakat dan Wakaf di Indonesia&lt;/b&gt; - Bermula dari Kementerian Agama membuat Survey Indeks Literasi Zakat dan Wakaf Tahun 2020 dilakukan di 32 provinsi di Indonesia, melibatkan 100 responden per provinsi atau 3200 responden secara nasional dengan berbagai latar belakang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kementerian Agama telah melakukan inisiatif yang cukup penting dalam meningkatkan kinerja pengelolaan zakat di Indonesia, di antaranya adalah dengan dikeluarkannya standar audit syariah yang ditujukan untuk mengevaluasi kinerja lembaga zakat di Indonesia melalui beberapa aspek, yaitu: kinerja lembaga, kinerja keamilan, kinerja pengumpulan dan pendistribusian serta pendayagunaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program Sinergitas antar lembaga-lembaga pengelola Zakat (Forum Zakat, BAZNAS &amp;amp; LAZ), Kementerian Agama &amp;amp; Pemerintah Daerah setempat sebagai Koordinator dan Fasilitator dengan tujuan penanganan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan zakat (aspek Kesehatan, Pendidikan, Dakwah, Ekonomi &amp;amp; Sosial).&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZ2ffX6UU8ZlAZhJkgBsbgH0VU32XdhNjRYlkCi0ho724FIGV00cX9v2lk38V4i7zpxqgumU6cp-r3TOExnCpy5mto3fpKhtjmtBrVYCcHOKuebeDmHd-lCuvaY2g1e6CyrlsRiDzuKp4/s550/dinamika+zakat+wakaf+perspektif+moderasi+beragama+ok.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Dinamika Zakat dan Wakaf di Indonesia dalam Perspektif Moderasi Beragama&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;300&quot; data-original-width=&quot;550&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZ2ffX6UU8ZlAZhJkgBsbgH0VU32XdhNjRYlkCi0ho724FIGV00cX9v2lk38V4i7zpxqgumU6cp-r3TOExnCpy5mto3fpKhtjmtBrVYCcHOKuebeDmHd-lCuvaY2g1e6CyrlsRiDzuKp4/s16000/dinamika+zakat+wakaf+perspektif+moderasi+beragama+ok.jpg&quot; title=&quot;Dinamika Zakat dan Wakaf di Indonesia dalam Perspektif Moderasi Beragama&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Kementerian Agama RI juga membuat strategi program Kampung Zakat antara lain: Penguatan Fasilitator Program dan Membangun Kader Lokal, Berbasis Sumberdaya Lokal, Berbasis Komunitas, Berbasis Teknologi Tepat Guna, Membangun Kelembagaan Lokal (institusi keuangan mikro syariah, institusi kesehatan, institusi pendidikan, dan institusi dakwah), Menguatkan kapasitas masyarakat dalam pengurangan resiko bencana berbasis komunitas dengan membangun Desa Siaga Bencana.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Dinamika Zakat dan Wakaf dalam Perspektif Moderasi Beragama&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Berikut ada empat materi yang disampaikan oleh beberapa pejabat terkait zakat dan wakaf di Indonesia dalam perspektif moderasi beragama:&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;1. Dirjen Bimas Islam Kemenag RI&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;iframe height=&quot;420&quot; src=&quot;https://drive.google.com/file/d/1elZatzZvZ_hn7KLYzsQBlIrRSl8t7J2o/preview&quot; width=&quot;750&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;2. Direktur Pemberdayaan Zakat Kemenag RI&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;iframe height=&quot;420&quot; src=&quot;https://drive.google.com/file/d/1U6jZ9TrzsR7VcqBgnqjmdo6bNzSJEt9w/preview&quot; width=&quot;750&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;3. Sekretaris Badan Wakaf Indonesia (BWI)&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;iframe height=&quot;420&quot; src=&quot;https://drive.google.com/file/d/1rrcK7EH5qOHopaIc2wyDQbGCu9zHwNy1/preview&quot; width=&quot;750&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;4. Direktur Eksekutif KNEKS&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;iframe height=&quot;420&quot; src=&quot;https://drive.google.com/file/d/1bGNTSs_IhhmVJYK6POQmoRtg66vVET2-/preview&quot; width=&quot;750&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Demikian semoga bisa dimaklumi.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/feeds/1467836857878913459/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2021/03/dinamika-zakat-dan-wakaf-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/1467836857878913459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/1467836857878913459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2021/03/dinamika-zakat-dan-wakaf-di-indonesia.html' title='Dinamika Zakat dan Wakaf di Indonesia dalam Perspektif Moderasi Beragama'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZ2ffX6UU8ZlAZhJkgBsbgH0VU32XdhNjRYlkCi0ho724FIGV00cX9v2lk38V4i7zpxqgumU6cp-r3TOExnCpy5mto3fpKhtjmtBrVYCcHOKuebeDmHd-lCuvaY2g1e6CyrlsRiDzuKp4/s72-c/dinamika+zakat+wakaf+perspektif+moderasi+beragama+ok.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-2788228909919147920</id><published>2021-03-09T11:28:00.000+07:00</published><updated>2021-03-09T11:28:14.979+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><title type='text'>Apakah Jin Masuk Surga Sebagaimana Manusia?</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXIh6YmmenarJPDqZEvJlqt2RnahCHw8sWX1PdFyWxX2jz0U_xsNcLT1BQJULqKpQ1mOxqlZCqYReOM85MylpuQtbbwbVgkOUZ3hpmMQnjDBPspy-Rs7PvS5XXnMy_gFdLTxIH3_FSwQU/s550/jin+masuk+surga+atau+neraka+ok.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Apakah Jin Masuk Surga Sebagaimana Manusia?&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;300&quot; data-original-width=&quot;550&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXIh6YmmenarJPDqZEvJlqt2RnahCHw8sWX1PdFyWxX2jz0U_xsNcLT1BQJULqKpQ1mOxqlZCqYReOM85MylpuQtbbwbVgkOUZ3hpmMQnjDBPspy-Rs7PvS5XXnMy_gFdLTxIH3_FSwQU/s16000/jin+masuk+surga+atau+neraka+ok.jpg&quot; title=&quot;Apakah Jin Masuk Surga Sebagaimana Manusia?&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Apakah Jin Masuk Surga Sebagaimana Manusia?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Firman Allah SWT:&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZFWDoQx6nXLm5x0iYfZSKeitSHDJfqRgtv_ZJDLad6vq0MMMUIRrs7pRi0Kxbil0r8UDFlYTbujJebiB_0mwpv9D4WBADXBak_wq-2_ewLj1N9qif1cWRC6SucuuYBD7d33M-_Ym7s88/s308/jin+masuk+surga+atau+neraka.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;68&quot; data-original-width=&quot;308&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZFWDoQx6nXLm5x0iYfZSKeitSHDJfqRgtv_ZJDLad6vq0MMMUIRrs7pRi0Kxbil0r8UDFlYTbujJebiB_0mwpv9D4WBADXBak_wq-2_ewLj1N9qif1cWRC6SucuuYBD7d33M-_Ym7s88/s16000/jin+masuk+surga+atau+neraka.PNG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Dan apabila petunjuk-Ku datang kepadamu. &lt;/i&gt;(Thaahaa: 123)&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adalah ditujukan kepada orang-orang yang diturunkan Allah SWT dari surga dengan firman-Nya, &quot;Turunlah semua dari surga itu kamu berdua, sebagian dari kamu menjadi musuh sebagian yang lain.&quot; (Thaahaa: 123). Setelah itu Allah SWT berfirman, &quot;Maka apabila petunjuk-Ku datang kepadamu.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua hal di atas ditujukan kepada bapak jin dan bapak manusia. Ini menunjukkan bahwa jin mendapat perintah serta larangan dari Allah SWT. Mereka juga tercakup dalam syariat-syariat para nabi, dan kejahatan mereka juga layak mendapat hukuman. Ini juga menunjukkan bahwa Nabi Muhammad saw. diutus kepada mereka sebagaimana diutus kepada manusia. Semua ini tidak diperselisihan para ulama. Akan tetapi, mereka berbeda pendapat tenang apakah jin yang muslim juga masuk surga? Mayoritas ulama berpendapat bahwa jin muslim akan masuk surga, dan jin yang kafir akan masuk neraka. Ada juga yang mengatakan bahwa pahala jin yang muslim hanyalah keselamatan dari siksa neraka namun tidak akan masuk surga. Karena surga hanya dimasuki oleh Adam dan keturunannya, dan ini adalah pendapat Imam Abu Hanifah rahimahullah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Orang-orang yang mengatakan bahwa jin muslim juga akan masuk surga memiliki beberapa argumentasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Dalam ayat 123 dari surah Thaahaa di atas, Allah SWT memberitakan bahwa barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Nya, maka ia tidak akan merasa takut, sedih, tersesat dan menderita. Ini merupakan konsekuensi dari kesempurnaan nikmat-Nya. Tidak bisa dikatakan bahwa ayat tersebut hanya menunjukkan peniadaan azab, karena sudah menjadi kesepakatan bahwa jin mukmin tidak akan disiksa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seandainya ayat di atas hanya menunjukkan peniadaan azab, maka itu bukanlah pujian bagi manusia yang mukmin, namun sekedar informasi peniadaan ketakutan dan kesedihan. Sebagaimana diketahui bahwa konteks dan maksud ayat adalah bahwa orang yang mengikuti petunjuk Allah SWT, maka ia akan mendapatkan kebahagiaan yang paling besar dan terhindar dari penderitaan yang sangat pedih. Allah SWT mengungkapkan semua itu dengan meniadakan rasa takut dan kesedihan tersebut sesuai dengan tuntutan keadaan. Sehingga, ketika Allah SWT menurunkan Adam a.s. dari surga, maka ia dirundung rasa takut, kesedihan dan penderitaan. Lalu Allah memberitahukan kepadanya bahwa Dia memberikan janji baginya dan bagi keruturunannya. Yakni, barangsiapa mengikuti petunjuk-Nya, maka akan terhapus ketakutan, kesedihan, kesesatan, dan penderitaan darinya. Dan dimaklumi bahwa semua itu tidak akan hilang kecuali dengan masuk ke surga. Tetapi, dengan menyebutkan peniadaan keburukan yang paling berat adalah lebih tepat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Firman Allah SWT,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Dan ingatlah ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Ai-Qur&#39;an, maka tatkala mereka menghadiri pembacaannya lalu mereka berkata, &#39;Diamlah kamu untuk mendengarkannya.&#39; Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya untuk memberi peringatan.&#39; Mereka berkata, &#39;Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab 64/-Qur&#39;an) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Hai kaum kami, terimalah seruan orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. &lt;/i&gt;(al-Ahqaaf: 29-31)&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam ayat di atas Allah SWT memberitahukan kepada kita tentang ancaman-Nya terhadap para jin, yaitu barangsiapa yang memenuhi seruan utusan-Nya, maka akan diampuni dan dibebaskan dari neraka. Seandainya ampunan bagi mereka hanya berupa pembebasan dari azab, maka cukup dengan firman-Nya, &quot;Dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.&quot; Akan tetapi, kesempurnaan ampunan itu adalah masuk ke surga dan selamat dari neraka. Sehingga barangsiapa yang mendapat ampunan dari Allah, maka dia masuk surga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ketiga&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Firman Allah SWT tentang bidadari di surga,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. &lt;/i&gt;(ar-Rahmaan: 56)&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ayat ini menunjukkan bahwa jin dan manusia yang beriman akan masuk surga, dan bahwa bidadari di dalamnya belum pernah disentuh oleh mereka. Maka, ini menunjukkan jin-jin yang beriman dapat menyentuh bidadari setelah mereka masuk surga, sebagaimana yang terjadi pada manusia. Seandainya mereka tidak masuk surga, tentulah tidak pantas bagi mereka menerima berita seperti itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Keempat&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Firman Allah SWT, yang artinya: maka jika kami tidak dapat membuatnya, pasti kamu tidak akan dapat membuatnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga itu, mereka mengatakan, &#39;Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya. &lt;/i&gt;(al-Baqarah: 24-25)&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di antara jin ada yang mukmin dan ada yang kafir, sebagaimana dikatakan oleh jin-jin saleh di antara mereka, &quot;Dan sesungguhnya dari kami ada orang-orang taat dan ada pula orang-orang yang menyimpang dari kebenaran.&quot; (al-Jinn: 14); Maka karena golongan jin yang kafir masuk dalam ayat kedua (al-Jinn: 14), maka golongan jin mukmin juga harus masuk dalam ayat pertama (al-Baqarah: 25).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kelima&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Firman Allah SWT tentang jin-jin yang saleh,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Barangsiapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus.&lt;/i&gt; (al-Jinn: 14)&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maksud ar-rusyd di sini adalah petunjuk dan kemenangan, yaitu petunjuk dari Al-Qur&#39;an. Maka, barangsiapa tidak masuk surga, dia tidak memperoleh tujuan dari petunjuk tersebut, melainkan petunjuk tersebut sekedar dalam pengetahuannya saja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Keenam&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Firman Allah SWT,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhan dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah diberikannya kepada siapa yang dikehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.&lt;/i&gt; (al-Hadiid: 21)&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Golongan jin yang mukmin adalah orang yang beriman kepada Allah SWT dan para rasul-Nya. Oleh karena itu, mereka termasuk orang-orang yang memperoleh berita gembira dan berhak menerimanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Ketujuh&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Firman Allah SWT,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Allah menyeru manusia ke Darussalam (surga) dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.&lt;/i&gt; (Yunus: 25)&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam ayat ini Allah SWT menjadikan seruan-Nya bersifat umum, dan menjadikan hidayah-Nya bersifat khusus. Maka, barangsiapa mendapatkan petunjuk-Nya, dia termasuk yang diseru kepada petunjuk-Nya itu. Jadi jin yang mandapatkan hidayah-Nya, adalah termasuk yang diseru kepada hidayah itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kedelapan&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Firman Allah SWT,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dan golongan kamu sendiri yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan-Ku hari ini? Mereka berkata, &#39;Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri.&#39; Kehidupan dunia telah menipu mereka dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir. Yang demikian itu adalah karena Tuhanmu tidaklah membinasakan kota-kota secara aniaya, sedang penduduknya dalam keadaan lengah. Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat seimbang dengan apa yang dikerjakannya. Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.&lt;/i&gt; (al-ArTaam: 128-132)&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan ayat ini adalah umum untuk jin dan manusia. Dalam ayat tersebut Allah SWT memberitakan kepada mereka bahwa masing-masing mereka memiliki derajat sesuai dengan amalnya. Sebagai konsekuensinya, maka jin yang melakukan kebajikan juga memiliki derajat sesuai dengan amalnya, sebagaimana manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kesembilan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Firman Allah,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, &#39;Tuhan kami ialah Allah,&#39; kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, &#39;Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan gembirakanlah mereka dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.&lt;/i&gt; (Fushshilat: 30)&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan firman Allah SWT,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, &#39;Tuhan kami ialah Allah,&#39; kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak ada pula berduka cita. Mereka-mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. &lt;/i&gt;(al-Ahqaaf: 13-14)&lt;i&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ayat ini kami jadikan dalil, karena tiga alasan. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, kata penghubung (&lt;i&gt;alladziina&lt;/i&gt;) di dalam ayat tersebut bersifat umum. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, disebutkannya pahala setelah hal-hal terpuji yang disebutkan sebelumnya. Dan ini menunjukkan bahwa siapa saja yang menyandang hal-hal tersebut berhak menerima pahala itu. Hal-hal terpuji tersebut adalah ikrar bahwa tiada tuhan selain Allah disertai dengan istiqamah. Ketetapan ini adalah umum karena keumuman sebab. Apabila masuk surga adalah konsekuensi dari kesaksian bahwa tiada tuhan selain Allah dan pengakuan akan rububiyah-Nya, disertai dengan konsisten terhadap segala perintah-Nya, maka barangsiapa yang melakukan hal ini, dia pun berhak atas balasan tersebut. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, Allah SWT berfirman,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak ada pula berduka cita. Mereka-mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. &lt;/i&gt;(al-Ahqaaf: 13-14)&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini menunjukkan bahwa siapa saja yang tidak dilingkupi rasa takut dan rasa sedih adalah penghuni surga. Dan, tentang siapa yang tidak dilingkupi rasa takut dan rasa sedih telah disebutkan dalam firman Allah,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, maka mereka tidak akan merasa takut dan merasa sedih. &lt;/i&gt;(al-Baqarah: 38)&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ayat ini meliputi dua golongan, dan ayat ini menujukkan bahwa siapa saja yang tidak dilingkupi rasa takut dan rasa sedih, maka dia adalah penghuni surga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kesepuluh&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Jika jin-jin yang kafir masuk neraka karena keadilan Allah, maka masuknya jin-jin yang mukmin ke surga karena kemuliaan dan kasih sayang Allah adalah lebih utama. Sebab, kasih sayang-Nya mendahului murka-Nya dan kebaikan lebih umum daripada keadilan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oleh karena itulah, tidak akan masuk neraka kecuali mereka yang melakukan perbuatan-perbuatan penghuni neraka. Berbeda dengan surga, ia dapat dimasuki oleh mereka yang tidak pernah melakukan kebaikan sama sekali. Karena Allah SWT telah menciptakan golongan untuk surga yang akan menempatinya tanpa harus melakukan amal kebajikan. Di dalam surga juga Allah akan menaikkan derajat hamba-hamba-Nya tanpa ada usaha dari mereka, melainkan karena doa, shalat, sedekah dan perbuatan baik yang dihadiahkan orang lain kepada mereka. Merupakan ketetapan Al-Qur&#39;an serta kesepakatan umat, bahwa jin kafir akan masuk neraka karena keadilan Tuhan dan karena apa yang mereka perbuat. Sedangkan, jin-jin mukmin akan masuk surga karena kemuliaan Allah dan karena amal mereka.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/feeds/2788228909919147920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2021/03/apakah-jin-masuk-surga-sebagaimana.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/2788228909919147920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/2788228909919147920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2021/03/apakah-jin-masuk-surga-sebagaimana.html' title='Apakah Jin Masuk Surga Sebagaimana Manusia?'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXIh6YmmenarJPDqZEvJlqt2RnahCHw8sWX1PdFyWxX2jz0U_xsNcLT1BQJULqKpQ1mOxqlZCqYReOM85MylpuQtbbwbVgkOUZ3hpmMQnjDBPspy-Rs7PvS5XXnMy_gFdLTxIH3_FSwQU/s72-c/jin+masuk+surga+atau+neraka+ok.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-9131775154630963853</id><published>2021-03-08T14:40:00.001+07:00</published><updated>2021-03-08T14:40:54.029+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Penyuluh"/><title type='text'>Metode Penyuluhan Agama Islam dalam Perspektif Al-Qur&#39;an</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Metode Dakwah/Penyuluhan&lt;/b&gt; - Dalam berdakwah seorang Penyuluh Agama Islam membutuhkan suatu cara atau metode dalam menyampaikan materi yang akan disampaikannya. Metode ini berfungsi agar jama&#39;ah dapat langsung menangkap apa yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam. Sehingga jama&#39;ah dapat memahami dan mengamalkannya.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDor3RWx7qVi9AdlUtPUILuqHXQ60zoQm_Jmm5cxK3W_nMwxxgev9eoREgtxLfVsO9Vhwt8zlvg4R7TQb2hWYtLd9wsiFvdCEs6hMOLyMpEpWXYW2FGuxDPQ9nuxZ7wnaemfeQec6si_0/s550/metode+penyuluhan+agama+islam+ok.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Metode Penyuluhan Agama Islam dalam Perspektif Al-Qur&#39;an&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;300&quot; data-original-width=&quot;550&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDor3RWx7qVi9AdlUtPUILuqHXQ60zoQm_Jmm5cxK3W_nMwxxgev9eoREgtxLfVsO9Vhwt8zlvg4R7TQb2hWYtLd9wsiFvdCEs6hMOLyMpEpWXYW2FGuxDPQ9nuxZ7wnaemfeQec6si_0/s16000/metode+penyuluhan+agama+islam+ok.jpg&quot; title=&quot;Metode Penyuluhan Agama Islam dalam Perspektif Al-Qur&#39;an&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;3 Metode Dakwah Perspektif Al-Qur&#39;an&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Ada beberapa metode yang dipergunakan dalam berdakwah, dan secara garis besar dapat dibedakan menjadi tiga hal sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;1. Dakwah bil Hal&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perkataan metode berasal dari bahasa latin yakni meta dan hodos, meta artinya menuruti, sedangkan hodos artinya jalan atau cara. Jadi metode menurut bahasa adalah jalan atau cara. Menurut istilah artinya sistem atau cara untuk mengatur sesuatu ide atau keinginan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seorang Da&#39;i tidak hanya sekedar bisa berbicara, tapi lebih penting adalah berbuat atau mengamalkan apa yang telah dia dakwahkan yang disebut dengan dakwah bil hal sebagaimana firman Allah SWT dalam surat As-shaf ayat 2-3:&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-XzF-ycYgLDhAujjSWAkEPtnrg3LYkTRNMjuqf4PBnXTkcBVXQFF7swfkP9GpeGHyHiiY3zslwdJ2SU0sOUIZhYbmzRteJAg1dp3jlDxqDy4do4wEqpXWmsYStF2eIVMfxE09XRTQpRw/s731/metode+bil+hal.PNG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;dakwah bil hal&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;195&quot; data-original-width=&quot;731&quot; height=&quot;106&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-XzF-ycYgLDhAujjSWAkEPtnrg3LYkTRNMjuqf4PBnXTkcBVXQFF7swfkP9GpeGHyHiiY3zslwdJ2SU0sOUIZhYbmzRteJAg1dp3jlDxqDy4do4wEqpXWmsYStF2eIVMfxE09XRTQpRw/w400-h106/metode+bil+hal.PNG&quot; title=&quot;dakwah bil hal&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal ini seiring dengan apa yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam salah satu hadistnya yang artinya &quot;&lt;i&gt;Mulailah dari dirimu sendiri&quot;.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan kata lain, jangan suruh orang lain untuk berbuat, sementara kamu sendiri tidak melakukannya. Bukan saja hasilnya yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, akan tetapi juga akan menimbulkan dosa yang besar bagi orang-orang yang bisa berkata tapi tidak bisa berbuat. Seperti seorang Bapak yang berdakwah kepada anaknya agar anaknya mendirikan shalat lima waktu sehari semalam, dakwah ini tidak akan berhasil apabila Bapaknya sendiri belum mampu memberikan contoh/tauldan kepada anaknya untuk mendirikan shalat lebih dulu demikian seterusnya seperti pelaksanaan Puasa, membayar zakat, memberikan infaq sedekah dan lain sebagainya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;2. Dakwah bil Lisan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Metode ini salah satu metode dakwah yang dijelaskan oleh Allah SWT dalam firman-Nya adalah surat An-Nahl ayat 125 sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhObJBHyTgPU9gwQ3XZsfXRLIsFFkGfhVdlF04vSScfE4355TTke2AIR15YH3uUW7dB240HiFJnDaNgbL-S7q08u74gmGGOBXS30qEd-IC_JOODdvgzy0rKdpR55cz4_z3MRkAd8RwZK0M/s842/metode+bil+lisan.PNG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Dakwah bil Lisan&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;148&quot; data-original-width=&quot;842&quot; height=&quot;112&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhObJBHyTgPU9gwQ3XZsfXRLIsFFkGfhVdlF04vSScfE4355TTke2AIR15YH3uUW7dB240HiFJnDaNgbL-S7q08u74gmGGOBXS30qEd-IC_JOODdvgzy0rKdpR55cz4_z3MRkAd8RwZK0M/w640-h112/metode+bil+lisan.PNG&quot; title=&quot;Dakwah bil Lisan&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdakwahlah secara lisan yang juga disebut dengan metode ceramah atau informasi oleh seorang da&#39;i sebagai komunikator kepada kelompok masyarakat sasaran sebagai komunikan. Metode ini sangat tepat sekali kalau sasaran yang dihadapi merupakan kelompok yang jumlahnya besar dan perlu menghadapi sekaligus. Da&#39;i bisa mempergunakan alat bantu seperti pengeras suara, radio, televisi dan lain sebagainya, meskipun pada prinsipnya metode ini menggunakan lisan. Tapi pesan yang disampaikan bisa diperjelas dengan bantuan mimik dan gerak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;3. Dakwah bil Qalam (Kitab)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Metode dakwah bil Qalam ini melalui media cetak seperti, Koran, tabloid jum&#39;at dan brosur-brosur yang bernafaskan Islam, sangat membantu sekali dalam keberhasilan dakwah. Hanya saja metode ini bagi seorang penyuluh, masih minim sekali untuk mempraktekannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian kalau kita simak perjalanan dakwah Rasulullah SAW ternyata tidak berbeda dengan metode yang ada dalam ai-Qur&#39;an (Kitab) seperti turunnya aiQur&#39;an yang berkaitan dengan hukum minuman keras dan judi tidak sekaligus tapi berangsur-angsur atau bertahap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertama, turun Firman Allah dalam surat ai-Baqarah 219 yang artinya: &quot;Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: &quot;Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya&quot;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua, baru turun perintah lerangan tidak boleh mendekati shalat bagi mereka yang dalam keadaan mabuk. Sebagaimana Firman Allah dalam AI-Qur&#39;an surat An-nisa 43 yang artinya: &#39;&#39;Janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan&quot;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akibat dari minuman keras dan judi ini adalah terganggunya ketertiban umum yang menimbulkan keresahan dan kekacauan di tengah-tengah masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketiga, baru dinyatakan Allah secara jelas bahwa minuman keras (arak) dan judi adalah kotoran dari pekerjaan syetan. Sesuai dengan Firman Allah dalam surat AI-Maidah ayat 90-91:&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7XmsCZutRZemRk1ZJgTjr7t-betBfUAb7XGtIC6NcZi1HjNqtQzdZ1UjiFOL86GUgcVfmNlbIUtWeMReQHpb-vpAZT_P4gd7ahAMm62la_uE95ltVN_YoWof6pU78lCgVv9wfyppfHgs/s855/metode+bil+qolam.PNG&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Dakwah bil Qalam (Kitab)&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;300&quot; data-original-width=&quot;855&quot; height=&quot;224&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7XmsCZutRZemRk1ZJgTjr7t-betBfUAb7XGtIC6NcZi1HjNqtQzdZ1UjiFOL86GUgcVfmNlbIUtWeMReQHpb-vpAZT_P4gd7ahAMm62la_uE95ltVN_YoWof6pU78lCgVv9wfyppfHgs/w640-h224/metode+bil+qolam.PNG&quot; title=&quot;Dakwah bil Qalam (Kitab)&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Wahai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah Termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang. Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu para penyuluh dapat pula mempergunakan metode yang dianggap lebih tepat dan sesuai dengan sasaran seorang penyuluh antara lain metode ceramah, Tanya jawab dan diskusi. Metode ini sangat banyak sekali dilakukan oleh penyuluh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikian uraian singkat tentang&amp;nbsp;Metode Penyuluhan Agama Islam dalam Perspektif Al-Qur&#39;an. Semoga dapat bermanfaat dan bisa diamalkan.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/feeds/9131775154630963853/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2021/03/metode-penyuluhan-agama-islam-dalam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/9131775154630963853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/9131775154630963853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2021/03/metode-penyuluhan-agama-islam-dalam.html' title='Metode Penyuluhan Agama Islam dalam Perspektif Al-Qur&#39;an'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDor3RWx7qVi9AdlUtPUILuqHXQ60zoQm_Jmm5cxK3W_nMwxxgev9eoREgtxLfVsO9Vhwt8zlvg4R7TQb2hWYtLd9wsiFvdCEs6hMOLyMpEpWXYW2FGuxDPQ9nuxZ7wnaemfeQec6si_0/s72-c/metode+penyuluhan+agama+islam+ok.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-8905208462858261051</id><published>2021-02-09T11:47:00.006+07:00</published><updated>2021-03-09T11:39:12.153+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Galeri"/><title type='text'>KUA Kecamatan Mundu Tampil dengan Performa Baru</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjP3Tro4xBIoJfzJyr1HKuBMMYmOMIWouC87QXeAApywhKwTDbQ038V3O31WvGTK8jcKhb32H1q9s5xzYdcgUCXbjx22UzQZ8FvCu_zcWhy9uYZ9ncaUsuIJJU1xl6si949narPBt3_cug/s1040/KUA+MUNDU+BARU+1.jpeg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;780&quot; data-original-width=&quot;1040&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjP3Tro4xBIoJfzJyr1HKuBMMYmOMIWouC87QXeAApywhKwTDbQ038V3O31WvGTK8jcKhb32H1q9s5xzYdcgUCXbjx22UzQZ8FvCu_zcWhy9uYZ9ncaUsuIJJU1xl6si949narPBt3_cug/w400-h300/KUA+MUNDU+BARU+1.jpeg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;

&lt;iframe frameborder=&quot;0&quot; height=&quot;500&quot; src=&quot;https://drive.google.com/embeddedfolderview?id=1cssjh1fKmEIDxXRh5xeR4R0MmOz9PMNN#grid&quot; width=&quot;100%&quot;&gt;&lt;/iframe&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/feeds/8905208462858261051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2021/02/kua-kecamatan-mundu-tampil-dengan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/8905208462858261051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/8905208462858261051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2021/02/kua-kecamatan-mundu-tampil-dengan.html' title='KUA Kecamatan Mundu Tampil dengan Performa Baru'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjP3Tro4xBIoJfzJyr1HKuBMMYmOMIWouC87QXeAApywhKwTDbQ038V3O31WvGTK8jcKhb32H1q9s5xzYdcgUCXbjx22UzQZ8FvCu_zcWhy9uYZ9ncaUsuIJJU1xl6si949narPBt3_cug/s72-w400-h300-c/KUA+MUNDU+BARU+1.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-35090430870335780</id><published>2020-10-27T13:46:00.004+07:00</published><updated>2020-10-27T13:46:36.707+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Model N"/><title type='text'>Format Formulir Pencatatan Pernikahan Berdasarkan Kepdirjen Bimas Islam Nomor 473 Tahun 2020</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Lampiran Kepdirjen Bimas Islam Nomor 473 Tahun 2020&lt;/b&gt; - Salah satu unit layanan Publik yang dilakukan Kemenag adalah KUA Kecamatan. KUA Kecamatan sebagai pelayanan publik, sudah selayaknya mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Salah satu pelayanan tersebut adalah pencatatan nikah dan rujuk. Dalam melakukan pencatatan pernikahan KUA Kecamatan mengacu pada Juknis Pelaksanaan Pencatatan Pernikahan terupdate.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Petujuk Teknis (Juknis) Pelaksanaan Pencatatan Pernikahan ini adalah sebagai acuan bagi kepala KUA Kecamatan, penghulu, masyarakat, dan pejabat lain yang berkepentingan agar terdapat kesatuan pengertian dan pemahaman dalam pelaksanaan pencatatan pernikahan masyarakat Islam pada Kementerian Agama. Di dalam Juknis tersebut terdapat beberapa format formulir pencatatan pernikahan yang harus dimiliki oleh yang berkepentingan di antaranya adalah Pengantar Nikah dari Kepala Desa (Model N1), Permohonan Kehendak Nikah (Model N2) dan seterusnya.&lt;/p&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;FORMAT FORMULIR PENCATATAN PERNIKAHAN TERBARU&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal (Kepdirjen) Bimas Islam Nomor 473 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pencatatan Pernikahan terdapat lampiran-lampiran format formulir Model N1, Model N2, Model N3, dan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigu_CBzCdeJ75ljdv31rGfaazj-85CrRR_z_VNMly0FWKHJYamQ_MJJbO07UT24DcZ2Ks2GL8s9DO9nZfyRo6APR5be05rt3WsRDnIcjFVg-9xC9UZ_2EgyPhycpMKueVINoAsUDWOuIw/s578/lampiran+kepdirjen+nomor+473+tahun+2020.PNG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Format Formulir Pencatatan Pernikahan Berdasarkan Kepdirjen Bimas Islam Nomor 473 Tahun 2020&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;376&quot; data-original-width=&quot;578&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigu_CBzCdeJ75ljdv31rGfaazj-85CrRR_z_VNMly0FWKHJYamQ_MJJbO07UT24DcZ2Ks2GL8s9DO9nZfyRo6APR5be05rt3WsRDnIcjFVg-9xC9UZ_2EgyPhycpMKueVINoAsUDWOuIw/s16000/lampiran+kepdirjen+nomor+473+tahun+2020.PNG&quot; title=&quot;Lampiran Kepdirjen Bimas Islam Nomor 473 Tahun 2020&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Dalam Kepdirjen Bimas Islam di atas terdapat beberapa perubahan dari Kepdirjen Bimas Islam Nomor 713 Tahun 2018, di antaranya adalah:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Model N3 (Surat Persetujuan Mempelai) menjadi Permohonan Pencatatan Isbat. Dalam lampiran Kepdirjen 473 Tahun 2020, Surat Persetujuan Mempelai menjadi N4.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Model N4 (Surat Izin Orang Tua) menjadi Persetujuan Calon Mempelai. Sedangkan untuk Surat Izin Orang Tua dalam Kepdirjen 473 Tahun 2020 menjadi N5.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ada juga beberapa tambahan format formulir di antaranya: Formulir Pemeriksaan Nikah, Formulir Pemeriksaan Wali dan seterusnya.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk lebih jelas di bawah ini Kami lampirkan Format Formulir Pencatatan Pernikahan sesuai Kepdirjen Bimas Islam Nomor 473 tahun 2020 yang bisa diunduh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;li&gt;Model N1 (Pengantar Nikah) - &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1Lwmfpnb53tmHV2Okhg-VMsHO_H3T--Up/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Model N2 (Permohonan Kehendak Nikah) - &lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1Gl4sHPxJaOdO6I0h7rXfiI1DfGV-sN2U/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Model N3 (Permohonan Pencatatan Isbat) - &lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/11pvkUu-WhV3i3t0_5op7pb2DUaqzn-v4/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Model N4 (Persetujuan Calon Mempelai) - &lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1b9BCzHkUdEZV0Byd1MoJDRC32ZR37WJv/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Model N5 (Surat Izin Orangtua) - &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1AXj1gtdXq0MroCNM2kzuCCSSCX7CGXFF/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Model N6 (Surat Keterangan Kematian) - &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1VKEh8plp1neDUBm5ul_lzZaojjE7237C/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Model N7 (Penolakan Kehendak Nikah Rujuk) - &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1z13zu7JoAl2FlVPmgn2oaJqjLr555Hgx/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Model N8 (Pemeriksaan Nikah) - &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1B6lYJ1Rjb_doOGEHHlnQZvQ9tv-BuV-F/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Model N9 (Pengumuman Nikah) - &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/12cvMGvV0t3898pyKNfbxZ60Cn4DPOsbG/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Model N10 (Rekomendasi Nikah) - &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1K1mJDlGKtbSSckrc0v7sXPuH1wiD7YEL/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Model NL (Surat Keterangan Pendaftaran Bukti Pernikahan Luar Negeri) - &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/17Qz1wTGv8fU5h5sf_L1qvl0AKgDUK0pQ/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Formulir Pemeriksaan Wali - &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1eI2i6U1K1v-j9sMXQ8DsvLL-rwEErPXS/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ikrar Berwakil Wali - &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1lT9Lq6lysm1VN3A6sTpY-n7Ita4_gep9/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikian postingan tentang&amp;nbsp;Format Formulir Pencatatan Pernikahan Berdasarkan Kepdirjen Bimas Islam Nomor 473 Tahun 2020. Semoga bermanfaat dan harap diperhatikan.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/feeds/35090430870335780/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2020/10/format-formulir-pencatatan-pernikahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/35090430870335780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/35090430870335780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2020/10/format-formulir-pencatatan-pernikahan.html' title='Format Formulir Pencatatan Pernikahan Berdasarkan Kepdirjen Bimas Islam Nomor 473 Tahun 2020'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigu_CBzCdeJ75ljdv31rGfaazj-85CrRR_z_VNMly0FWKHJYamQ_MJJbO07UT24DcZ2Ks2GL8s9DO9nZfyRo6APR5be05rt3WsRDnIcjFVg-9xC9UZ_2EgyPhycpMKueVINoAsUDWOuIw/s72-c/lampiran+kepdirjen+nomor+473+tahun+2020.PNG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-8727388800946714279</id><published>2019-01-14T15:39:00.000+07:00</published><updated>2019-10-24T13:07:00.283+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Model N"/><title type='text'>Formulir N1 N2 N3 dan N4 Berdasarkan Lampiran Dirjen Bimas No.713 Tahun 2018</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Berkas Model N&lt;/b&gt; - Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 713 Tahun 2018 tentang Penetapan Formulir dan Laporan Pencatatan Perkawinan atau Rujuk bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 32 ayat 1 dan Pasal 42 ayat 2 Peraturan Menteri Agama Nomor 19 Tahun 2018 tentang Pencatatan Perkawinan, perlu menetapkan Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tentang Formulir dan Laporan Pencatatan Perkawinan atau Rujuk menetapkan beberapa formulir model N.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1gCVVF5QVlHEYld4Hd9seG4za3Cd5ZFczcwMPRmBVXK38tMSbl61qResU5BR9ePXtL5hscfCZA4rNcXqAMNDp129Kn10Civujc8MfKn4qmbhEoorz85QaD-6VlhJpEeJGyLw4e9TVsfA/s1600/model+n+terbaru.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Formulir N1 N2 N3 dan N4 Berdasarkan Lampiran Dirjen Bimas No.713 Tahun 2018&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;530&quot; data-original-width=&quot;782&quot; height=&quot;433&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1gCVVF5QVlHEYld4Hd9seG4za3Cd5ZFczcwMPRmBVXK38tMSbl61qResU5BR9ePXtL5hscfCZA4rNcXqAMNDp129Kn10Civujc8MfKn4qmbhEoorz85QaD-6VlhJpEeJGyLw4e9TVsfA/s640/model+n+terbaru.JPG&quot; title=&quot;Formulir N1 N2 N3 dan N4 Berdasarkan Lampiran Dirjen Bimas No.713 Tahun 2018&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ada beberapa perubahan yang harus diketahui, di antaranya adalah:&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Format N7 berubah menjadi N2 (Permohonan Kehendak Perkawinan)&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penggabungan Format N1, N2 dan N4 menjadi N1 (Surat Pengantar Perkawinan)&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Format N5 berubah menjadi N4 (Surat Izin Orang Tua)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h2&gt;
Download Formulir N1, N2, N3, N4 dan N6 Terbaru&lt;/h2&gt;
Berikut Formulir N1, N2, N3, N4 dan N6 sesuai lampiran Keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor 713 Tahun 2018 yang bisa diunduh atau download.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Model N1 (Surat Pengantar Perkawinan) - &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/17NzGWd5xkfZ1QVAKSCEdd04lVot2c6zf/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Model N2 (Permohonan Kehendak Perkawinan) - &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/11EB1W1Ocs5D0dhjXk_JjyrubRZD5363q/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Model N3 (Surat Persetujuan Mempelai) - &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1khKnEHayyPHtzA5BiTThbIDMTlft53TL/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Model N4 (Surat Izin Orang Tua) - &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1y74abMJXqCbYh1S0MTR9QULwul9rrYHJ/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Model N5 (Formulir Pemberitahuan Kekurangan Syarat/Penolakan Perkawinan/Rujuk) - &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1SyuWg2QFWIeR8WHnPJwfMV65pz_pA0EA/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Model N6 (Surat Keterangan Kematian Suami/Istri) - &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1nfKrgtuoJxcFAxbSc8Lz5Yun7GiTNdTR/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian harap diperhatikan.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/feeds/8727388800946714279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2019/01/formulir-n1-n2-n3-dan-n4-berdasarkan.html#comment-form' title='24 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/8727388800946714279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/8727388800946714279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2019/01/formulir-n1-n2-n3-dan-n4-berdasarkan.html' title='Formulir N1 N2 N3 dan N4 Berdasarkan Lampiran Dirjen Bimas No.713 Tahun 2018'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1gCVVF5QVlHEYld4Hd9seG4za3Cd5ZFczcwMPRmBVXK38tMSbl61qResU5BR9ePXtL5hscfCZA4rNcXqAMNDp129Kn10Civujc8MfKn4qmbhEoorz85QaD-6VlhJpEeJGyLw4e9TVsfA/s72-c/model+n+terbaru.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-3538048719063278720</id><published>2018-11-21T14:56:00.004+07:00</published><updated>2018-11-21T14:56:41.902+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><title type='text'>Pondasi dalam Membangun Rumah Tangga dalam Islam</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Wahai para pembaca yang mulia ...&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Banyak sekali hal-hal yang dengannya dapat dibangun keluarga yang damai, meneguhkan hubungan suami istri, menjauhkan rumah tangga dari hal-hal yang dapat menimbulkan perceraian, badai perpecahan dan terputusnya hubungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLGFF54kto1Yi9o_PibGglT1a-Wrb9tCvQRM4eBVlPZO-q8HwzWsQdP35eaFB4VXVdcb8zIg-2V81QdpwUKcesmogmQZiELoz2J2CWRHrDKjINF4oJhmpv5eXiK0SrU6Gs4rkBntTkQ2w/s1600/pondasi+membangun+rumah+tangga+menurut+islam.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pondasi dalam Membangun Rumah Tangga dalam Islam&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;350&quot; data-original-width=&quot;600&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLGFF54kto1Yi9o_PibGglT1a-Wrb9tCvQRM4eBVlPZO-q8HwzWsQdP35eaFB4VXVdcb8zIg-2V81QdpwUKcesmogmQZiELoz2J2CWRHrDKjINF4oJhmpv5eXiK0SrU6Gs4rkBntTkQ2w/s1600/pondasi+membangun+rumah+tangga+menurut+islam.jpg&quot; title=&quot;Pondasi dalam Membangun Rumah Tangga dalam Islam&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Beriman kepada Allah SWT dan bertaqwa kepada-Nya&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hal yang pertama dan paling penting dalam membangun rumah tangga yang selamat adalah berpegang teguh pada tali iman yang kuat; beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, takut melakukan kemaksiatan, taqwa kepada Allah SWT serta muroqobah, menjauhkan diri dari kedholiman serta tidak terburu-buru dari mencari kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivWXzJ5Ieq7Tc1WJ8y5VVJ8oSXFldjdXYN5i9uEhnoawKuj8YFtekW3p19XzbduPAc1oFtd61acw4ss7fQnb6m0E5skZyn1j7cK7CRjpT0MeN5hM03Z4pza6LqqmYuFCRcWS3IAlziUXE/s1600/at+talaq+2+3.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;100&quot; data-original-width=&quot;642&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivWXzJ5Ieq7Tc1WJ8y5VVJ8oSXFldjdXYN5i9uEhnoawKuj8YFtekW3p19XzbduPAc1oFtd61acw4ss7fQnb6m0E5skZyn1j7cK7CRjpT0MeN5hM03Z4pza6LqqmYuFCRcWS3IAlziUXE/s1600/at+talaq+2+3.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;“Demikianlah pelajaran bagi orang yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir. Barangsiapa bertakwa kepada Allah SWT niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah SWT niscaya Allah SWT akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah SWT melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah SWT telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(Ath Thalaq: 2-3)&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perkara-perkara yang dapat menguatkan iman adalah bersungguh-sungguh dalam menjalankan ketaatan dan menunaikan ibadah, bersemangat ketika melaksanakan hal tersebut, dan saling berwasiat dalam menunaikannya di antara suami istri. Renungkanlah sabda Rasulullah SAW :&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;“Allah merahmati laki-laki yang bangun pada malam hari kemudian shalat dan membangunkan istrinya, kemudian istrinya juga shalat, maka jika istrinya enggan, ia memercikkan air ke wajahnya (yaitu memercikkan air dengan percikan yang lembut) dan Allah SWT juga merahmati wanita yang bangun pada malam hari kemudian shalat dan membangunkan suaminya, kemudian suaminya juga shalat, maka jika suaminya enggan, ia ia memercikkan air ke wajahnya.”&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sesungguhnya hubungan antara suami istri bukanlah hubungan yang hanya bersifat duniawi yang sesaat, tidak pula syahwat hewan, akan tetapi hubungan antara suami istri adalah hubungan ruh yang mulia. Ketika hubungan dan sifat hubungan tersebut benar (sesuai yang dikehendaki syari’at), maka hubungan keterikatan suami istri tersebut akan terus berlanjut hingga kehidupan akhirat, setelah kematian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQhcOYbTQjRK6TsJ_VekdkS2yMxMAhfxWS2pQ8GyLvuxiyXOCUC_tIUteG7quO4lF1DDPBlyg5WK0Hpsebwehe4PebqAkViy8e3KSM5WQCGbfc8Stw2T2lSIKeD79rPUAX1c1q0uqL3I0/s1600/ar+ra%2527ad+23.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;60&quot; data-original-width=&quot;545&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQhcOYbTQjRK6TsJ_VekdkS2yMxMAhfxWS2pQ8GyLvuxiyXOCUC_tIUteG7quO4lF1DDPBlyg5WK0Hpsebwehe4PebqAkViy8e3KSM5WQCGbfc8Stw2T2lSIKeD79rPUAX1c1q0uqL3I0/s1600/ar+ra%2527ad+23.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;“yaitu) syurga &#39;Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu”&lt;/i&gt; (Ar Ra’d: 23)&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Bergaul dengan cara yang baik&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di antara hal-hal yang dapat menjaga dan memelihara hubungan suami istri ini adalah “bergaul dengan cara yang baik”. Hal tersebut tidak dapat terwujud melainkan dengan mengetahui semua sisi, yang berguna dan berbahaya. Dan sesungguhnya menuntut kesempurnaan dalam rumah tangga dan semua anggota keluarga adalah hal yang sangat sulit. Dan harapan dalam kesempurnaan semua sifat pada mereka atau selain mereka adalah sesuatu yang jauh dari jangkauan tangan secara manusiawi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Peran suami dalam menjaga kehidupan rumah tangga suami istri dan bergaul dengan cara yang baik. Termasuk kecenderungan akal dan kematangan berfikit adalah membiasakan diri untuk dapat menerima kekurangan dan menahan diri menghadapi kesulitan hidup. Sementara itu, laki-laki adalah pemimpin dalam rumah tangga dituntut untuk lebih bersabar dari pada wanita, karena sungguh telah diketahui, bahwa wanita itu lemah fisik dan akhlaqnya, dan berlebihan dalam meluruskannya bisa mematahkannya dan mematahkannya adalah mencerainya. Al-Mushthafa yang tidak berbicara dari hawa nafsunya bersabda:&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;“Berilah nasihat kepada wanita dengan cara yang baik karena sesungguhnya ia diciptakan dari tulang rusuk dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas, jika engkau meluruskannya maka engkau akan mematahkannya, dan jika engkau membiarkannya maka ia akan tetap bengkok, maka nasehatilah wanita dengan cara baik.”&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Yang bengkok pada wanita adalah dari segi penciptaannya, maka harus bersikap lemah lembut dan sabar dalam menghadapinya. Maka hendaknya para lelaki tidak membiarkan dirinya larut dalam perasaan tertekan dari keluarganya, dan hendaklah ia tidak memperhatikan kekurangan mereka, dan hendaklah ia mengingat sisi kebaikan mereka, sungguh ia pasti menemukan banyak kebaikan dalam hal itu. Dan yang semisal dengan perkataan ini adalah sabda RasuluLlah SAW;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Janganlah seorang mu’min membenci mu’minah (yaitu merasa marah dan benci) karena jika ia membenci satu perilaku maka ia akan ridha dengan perilaku yang lain.”&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hendaklah para lelaki sangat berhati-hati dalam hal ini, maka jika ia melihat sesuatu yang tidak disukai, maka ia tidak mengetahui dari mana sebab-sebab kebaikan dan sumber-sumber kebajikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Allah SWT berfirman yang artinya kurang lebih;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;“...dan bergaullah dengan mereka secara patut. kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, Padahal Allah SWT menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”&lt;/i&gt; (An Nisa: 19)&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagaimana mungkin akan terwujud ketenangan? Dimanakah ketenangan dan kasih sayang? Jika pemimpin rumah tangga memiliki sifat yang keras, berakhlaq buruk terhadap keluarga, memiliki wawasan yang sempit, bodoh, terburu-buru, sulit memaafkan, pemarah, jika bertemu selalu mengungkit-ungkit, jika berpisah selalu berburuk sangka. Telah diketahui, bahwa berakhlaq yang baik terhadap keluarga dan sebab-sebab yang mengantarkan kepada kebahagiaan keluarga tidak akan terwujud melainkan dengan kelembutan, menjauhkan diri dari prasangka-prasangka dan keraguan tanpa dasar. Adakalanya rasa cemburu menjerumuskan seseorang kepada prasangka buruk, mendorongnya menta&#39;wilkan ucapan dan keraguan dalam perilaku yang menyebabkan kesusahan hidup tanpa alasan yang jelas.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Adapun kaum wanita muslimah, hendaklah ia mengetahui bahwa kebahagian, kasih sayang, dan rahmah tidak akan sempurna melainkan dengan menjaga kesucian dan agama, mengetahui batasan-batasan dan tidak melampaui batasan-batasan tersebut, menunaikan kewajiban terhadap suami yang merupakan pemimpin baginya, yang menjaganya, memberi nafkah kepadanya, maka seorang istri harus mentaati suaminya, menjaga diri dan harta suaminya, menguatkan amal, menunaikan tugasnya serta berhati-hati dalam menjaga diri dan keluarganya, niscaya ia akan menjadi seorang istri yang shalihah dan ibu yang penuh kasih sayang, istri yang memimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya, mensyukuri kebaikan yang diberikan suaminya dan tidak mengingkari kebikan-kebaikan yang diperbuat suaminya. Nabi memperingatkan umatnya dari mengingkari kebaikan suami, Beliau bersabda;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;“Aku telah melihat neraka, ternyata sebagian besar penghuninya adalah wanita, mereka kufur.&#39; Rasulullah SAW ditanya, apakah mereka kufur kepada Allah?. Rasulullah SAW bersabda: &#39;Tidak, mereka kufur terhadap kebaikan suaminya, jika engkau selalu berbuat baik kepada mereka kemudian suatu ketika mereka melihat dari kalian sesuatu yang tidak mereka sukai maka mereka berkata: Aku tidak melihat sedikitpun kebaikan darimu.”&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Maka hendaknya seorang istri tidak mempermasalahkan hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginannya pada diri suaminya. Dan tidak berakhlaq buruk terhadap suami ketika ia ada dan tidak berkhianat ketika ia tidak ada. Dengan demikian akan tercapai keridhaan, langgeng rumah tangga dan menjadi mulia rasa kasih sayang dan rahmah.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/feeds/3538048719063278720/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2018/11/pondasi-dalam-membangun-rumah-tangga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/3538048719063278720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/3538048719063278720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2018/11/pondasi-dalam-membangun-rumah-tangga.html' title='Pondasi dalam Membangun Rumah Tangga dalam Islam'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLGFF54kto1Yi9o_PibGglT1a-Wrb9tCvQRM4eBVlPZO-q8HwzWsQdP35eaFB4VXVdcb8zIg-2V81QdpwUKcesmogmQZiELoz2J2CWRHrDKjINF4oJhmpv5eXiK0SrU6Gs4rkBntTkQ2w/s72-c/pondasi+membangun+rumah+tangga+menurut+islam.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-3515401706080785257</id><published>2018-11-19T08:59:00.000+07:00</published><updated>2018-11-19T09:03:41.391+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Galeri"/><title type='text'>Kunjungan Kasi Kemenag dalam Rangka Peninjauan Lokasi untuk KUA Baru</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Kunjungan Kasi Kemenag ke KUA Mundu&lt;br /&gt;
dalam Rangka Peninjauan Lokasi untuk&lt;br /&gt;
KUA Mundu Baru&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div id=&quot;cp_widget_91049639-e860-40a9-9432-e01dd8c8a17c&quot;&gt;
...&lt;/div&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
var cpo = []; cpo[&quot;_object&quot;] =&quot;cp_widget_91049639-e860-40a9-9432-e01dd8c8a17c&quot;; cpo[&quot;_fid&quot;] = &quot;AUDA7aOjF07U&quot;;
var _cpmp = _cpmp || []; _cpmp.push(cpo);
(function() { var cp = document.createElement(&quot;script&quot;); cp.type = &quot;text/javascript&quot;;
cp.async = true; cp.src = &quot;//www.cincopa.com/media-platform/runtime/libasync.js&quot;;
var c = document.getElementsByTagName(&quot;script&quot;)[0];
c.parentNode.insertBefore(cp, c); })(); &lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;span&gt;New Gallery 2018/11/19&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Kunjungan Kasi Kemenag ke KUA untuk Meninjau Lokasi KUA Baru&lt;/span&gt;&lt;span&gt;focallength&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 10.1&lt;/span&gt;&lt;span&gt;flash&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 16&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramake&lt;/span&gt;&lt;span&gt; NIKON&lt;/span&gt;&lt;span&gt;height&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1231&lt;/span&gt;&lt;span&gt;fnumber&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 4.1&lt;/span&gt;&lt;span&gt;exposuretime&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 0.003947888&lt;/span&gt;&lt;span&gt;orientation&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1&lt;/span&gt;&lt;span&gt;camerasoftware&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100V1.1    &lt;/span&gt;&lt;span&gt;originaldate&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1/1/0001 6:00:00 AM&lt;/span&gt;&lt;span&gt;width&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1642&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramodel&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100 &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Kunjungan Kasi Kemenag ke KUA untuk Meninjau Lokasi KUA Baru&lt;/span&gt;&lt;span&gt;focallength&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 8.6&lt;/span&gt;&lt;span&gt;flash&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 16&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramake&lt;/span&gt;&lt;span&gt; NIKON&lt;/span&gt;&lt;span&gt;height&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1231&lt;/span&gt;&lt;span&gt;fnumber&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 3.9&lt;/span&gt;&lt;span&gt;exposuretime&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 0.009090909&lt;/span&gt;&lt;span&gt;orientation&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1&lt;/span&gt;&lt;span&gt;camerasoftware&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100V1.1    &lt;/span&gt;&lt;span&gt;originaldate&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1/1/0001 6:00:00 AM&lt;/span&gt;&lt;span&gt;width&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1642&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramodel&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100 &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Kunjungan Kasi Kemenag ke KUA untuk Meninjau Lokasi KUA Baru&lt;/span&gt;&lt;span&gt;focallength&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 10.1&lt;/span&gt;&lt;span&gt;flash&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 16&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramake&lt;/span&gt;&lt;span&gt; NIKON&lt;/span&gt;&lt;span&gt;height&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1231&lt;/span&gt;&lt;span&gt;fnumber&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 4.1&lt;/span&gt;&lt;span&gt;exposuretime&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 0.0107181137&lt;/span&gt;&lt;span&gt;orientation&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1&lt;/span&gt;&lt;span&gt;camerasoftware&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100V1.1    &lt;/span&gt;&lt;span&gt;originaldate&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1/1/0001 6:00:00 AM&lt;/span&gt;&lt;span&gt;width&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1642&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramodel&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100 &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Kunjungan Kasi Kemenag ke KUA untuk Meninjau Lokasi KUA Baru&lt;/span&gt;&lt;span&gt;focallength&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 10.1&lt;/span&gt;&lt;span&gt;flash&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 16&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramake&lt;/span&gt;&lt;span&gt; NIKON&lt;/span&gt;&lt;span&gt;height&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1231&lt;/span&gt;&lt;span&gt;fnumber&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 4.1&lt;/span&gt;&lt;span&gt;exposuretime&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 0.01183432&lt;/span&gt;&lt;span&gt;orientation&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1&lt;/span&gt;&lt;span&gt;camerasoftware&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100V1.1    &lt;/span&gt;&lt;span&gt;originaldate&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1/1/0001 6:00:00 AM&lt;/span&gt;&lt;span&gt;width&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1642&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramodel&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100 &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Kunjungan Kasi Kemenag ke KUA untuk Meninjau Lokasi KUA Baru&lt;/span&gt;&lt;span&gt;focallength&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 6.4&lt;/span&gt;&lt;span&gt;flash&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 16&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramake&lt;/span&gt;&lt;span&gt; NIKON&lt;/span&gt;&lt;span&gt;height&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1231&lt;/span&gt;&lt;span&gt;fnumber&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 3.7&lt;/span&gt;&lt;span&gt;exposuretime&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 0.0166666675&lt;/span&gt;&lt;span&gt;orientation&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1&lt;/span&gt;&lt;span&gt;camerasoftware&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100V1.1    &lt;/span&gt;&lt;span&gt;originaldate&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1/1/0001 6:00:00 AM&lt;/span&gt;&lt;span&gt;width&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1642&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramodel&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100 &lt;/span&gt;&lt;/noscript&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/feeds/3515401706080785257/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2018/11/kunjungan-kasi-kemenag-dalam-rangka.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/3515401706080785257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/3515401706080785257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2018/11/kunjungan-kasi-kemenag-dalam-rangka.html' title='Kunjungan Kasi Kemenag dalam Rangka Peninjauan Lokasi untuk KUA Baru'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-7716774491347420400</id><published>2018-11-15T08:40:00.000+07:00</published><updated>2018-11-15T08:40:09.138+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><title type='text'>Pentingnya Membangun Rumah Tangga Dan Keterikatan Hati Didalamnya</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Rumah Tangga dan Problematikanya&lt;/b&gt; - Sesungguhnya pengaruh yang paling besar dalam hal tersebut bagi pribadi maupun masyarakat adalah membangun rumah tangga dan konsekuensi dalam menjalankan segala haq dalam urusan rumah tangga, dengan hikmah Allah SWT menjadikan keluarga sebagai tempat kembali yang mulia, yang di dalamnya kehidupan manusia baik laki-laki maupun perempuan diatur, menetap, dan merasa senang di dalamnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3kkZDGuGXE3o2_E8Wptz3S3n8MitKmuNuLqEzdQo6EyC8GhvA-DcOobP-9dfE9TuX7htG_UuVhvsdtyU6lnX5Gg8OHdZRjBywoTljQYkmE18FoaNTdE0HLNsXRrMJj9QtIBx6-PnIu3Q/s1600/pentingnya+membangun+rumah+tangga.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Pentingnya Membangun Rumah Tangga Dan Keterikatan Hati Didalamnya&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;300&quot; data-original-width=&quot;550&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3kkZDGuGXE3o2_E8Wptz3S3n8MitKmuNuLqEzdQo6EyC8GhvA-DcOobP-9dfE9TuX7htG_UuVhvsdtyU6lnX5Gg8OHdZRjBywoTljQYkmE18FoaNTdE0HLNsXRrMJj9QtIBx6-PnIu3Q/s1600/pentingnya+membangun+rumah+tangga.jpg&quot; title=&quot;Pentingnya Membangun Rumah Tangga Dan Keterikatan Hati Didalamnya&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Allah SWT Yang Maha Suci nama-nama-Nya, berfirman di dalam Al-Qur’an sebagai penguat bagi hamba-hamba-Nya:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYnLZMUml3ztwAg0iaP1OcrMHRz_s6jYodWnQiwZPu0L3uGofxdpADCJbY8rt2dTO4ntaG4UJpOG7Efe9MHflhT0Z4XrNm-BiEJHYA-GrPOQs2d56b44SqIBfGDL0F9YlPfoZ3WzscPYo/s1600/Pentingnya+Membangun+Rumah+Tangga+Dan+Keterikatan+Hati+Didalamnya.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Ar Ruum: 21&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;184&quot; data-original-width=&quot;652&quot; height=&quot;112&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYnLZMUml3ztwAg0iaP1OcrMHRz_s6jYodWnQiwZPu0L3uGofxdpADCJbY8rt2dTO4ntaG4UJpOG7Efe9MHflhT0Z4XrNm-BiEJHYA-GrPOQs2d56b44SqIBfGDL0F9YlPfoZ3WzscPYo/s400/Pentingnya+Membangun+Rumah+Tangga+Dan+Keterikatan+Hati+Didalamnya.jpg&quot; title=&quot;Ar Ruum: 21&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&quot;Dan di antara tanda-tanda kekuasaan -Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan -Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”&amp;nbsp;&lt;/i&gt;(al-Ruum: 21)&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ya, &quot;&lt;i&gt;supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya&lt;/i&gt;”, bukan “&lt;i&gt;supaya tinggal bersamanya&lt;/i&gt;”. Ungkapan tersebut sebagai penguat makna &lt;i&gt;istiqror &lt;/i&gt;(tinggal) dalam hal perilaku, perasaan tenang, terwujudnya kedamaian dan ketenangan, dan hal-hal yang semakna dengannya. Sehingga setiap pasangan akan saling menemukan ketenangan dari pasangannya ketika merasa gundah, dan muka yang manis ketika merasa sempit.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sesungguhnya pondasi dari keterikatan suami istri adalah kebersamaan dan saling mendampingi dalam kebersamaan mewujudkan kasih sayang, perasaan senang dan saling mengasihi. Dan keterikatan seperti inilah yang merupakan keterikatan yang sangat kokoh tanpa batas waktu, seperti hubungan seseorang dengan dirinya sendiri. Allah SWT menjelaskan kepada kita di dalam kitabnya:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhS8p5jgIQXcM8U7cTJ4KPZShvlEshTiAOzwEp6Z2hE3ouGVWoKTFYZyBJpe9Q6HV9wqw-I-UUD4KzFko-5YRtFT8ochyat-uqsg5y7GjA5sCLPhvo3DpHmZLgTR0ydYXFiiZWAzXhsQmA/s1600/Pentingnya+Membangun+Rumah+Tangga+Dan+Keterikatan+Hati+Didalamnya+1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;al-Baqarah: 187&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;132&quot; data-original-width=&quot;662&quot; height=&quot;78&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhS8p5jgIQXcM8U7cTJ4KPZShvlEshTiAOzwEp6Z2hE3ouGVWoKTFYZyBJpe9Q6HV9wqw-I-UUD4KzFko-5YRtFT8ochyat-uqsg5y7GjA5sCLPhvo3DpHmZLgTR0ydYXFiiZWAzXhsQmA/s400/Pentingnya+Membangun+Rumah+Tangga+Dan+Keterikatan+Hati+Didalamnya+1.jpg&quot; title=&quot;al-Baqarah: 187&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;“...mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka....”. &lt;/i&gt;(al-Baqarah: 187)&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lebih dari itu, ikatan ini merupakan persiapan untuk pendidikan putra putri dan mengurusi pertumbuhan mereka yang tidak akan mengkin terwujud melainkan dibawah asuhan ibu yang penuh kasih sayang dan ayah yang berungguh-sungguh dalam berkerja.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Keadaan manakah yang lebih suci lagi mulia dari suasana keluarga yang mulia seperti ini?&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/feeds/7716774491347420400/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2018/11/pentingnya-membangun-rumah-tangga-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/7716774491347420400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/7716774491347420400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2018/11/pentingnya-membangun-rumah-tangga-dan.html' title='Pentingnya Membangun Rumah Tangga Dan Keterikatan Hati Didalamnya'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3kkZDGuGXE3o2_E8Wptz3S3n8MitKmuNuLqEzdQo6EyC8GhvA-DcOobP-9dfE9TuX7htG_UuVhvsdtyU6lnX5Gg8OHdZRjBywoTljQYkmE18FoaNTdE0HLNsXRrMJj9QtIBx6-PnIu3Q/s72-c/pentingnya+membangun+rumah+tangga.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-8117086205385954871</id><published>2018-11-14T12:44:00.003+07:00</published><updated>2018-11-14T21:50:28.051+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Galeri"/><title type='text'>Nikah di Balai KUA Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Poto pernikahan di Kantor KUA, Balai KUA Mundu Kabupaten Cirebon. Semoga menjadi keluarga sakinah, mawadah, warohmah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id=&quot;cp_widget_6e5da32b-2ad5-46ba-9875-2a1c850acd7e&quot;&gt;
...&lt;/div&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
var cpo = []; cpo[&quot;_object&quot;] =&quot;cp_widget_6e5da32b-2ad5-46ba-9875-2a1c850acd7e&quot;; cpo[&quot;_fid&quot;] = &quot;AcKA0Vua4z0j&quot;;
var _cpmp = _cpmp || []; _cpmp.push(cpo);
(function() { var cp = document.createElement(&quot;script&quot;); cp.type = &quot;text/javascript&quot;;
cp.async = true; cp.src = &quot;//www.cincopa.com/media-platform/runtime/libasync.js&quot;;
var c = document.getElementsByTagName(&quot;script&quot;)[0];
c.parentNode.insertBefore(cp, c); })(); &lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;span&gt;New Gallery 2018/11/14&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Nikah di Balai KUA Mundu Kabupaten Cirebon&lt;/span&gt;&lt;span&gt;focallength&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;flash&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 89&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramake&lt;/span&gt;&lt;span&gt; NIKON&lt;/span&gt;&lt;span&gt;height&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1231&lt;/span&gt;&lt;span&gt;fnumber&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 3.5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;exposuretime&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 0.03846154&lt;/span&gt;&lt;span&gt;orientation&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1&lt;/span&gt;&lt;span&gt;camerasoftware&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100V1.1    &lt;/span&gt;&lt;span&gt;originaldate&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1/1/0001 6:00:00 AM&lt;/span&gt;&lt;span&gt;width&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1642&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramodel&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100 &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Nikah di Balai KUA Mundu Kabupaten Cirebon&lt;/span&gt;&lt;span&gt;focallength&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;flash&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 89&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramake&lt;/span&gt;&lt;span&gt; NIKON&lt;/span&gt;&lt;span&gt;height&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1231&lt;/span&gt;&lt;span&gt;fnumber&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 3.5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;exposuretime&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 0.03846154&lt;/span&gt;&lt;span&gt;orientation&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1&lt;/span&gt;&lt;span&gt;camerasoftware&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100V1.1    &lt;/span&gt;&lt;span&gt;originaldate&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1/1/0001 6:00:00 AM&lt;/span&gt;&lt;span&gt;width&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1642&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramodel&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100 &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Nikah di Balai KUA Mundu Kabupaten Cirebon&lt;/span&gt;&lt;span&gt;focallength&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;flash&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 89&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramake&lt;/span&gt;&lt;span&gt; NIKON&lt;/span&gt;&lt;span&gt;height&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1231&lt;/span&gt;&lt;span&gt;fnumber&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 3.5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;exposuretime&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 0.03846154&lt;/span&gt;&lt;span&gt;orientation&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1&lt;/span&gt;&lt;span&gt;camerasoftware&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100V1.1    &lt;/span&gt;&lt;span&gt;originaldate&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1/1/0001 6:00:00 AM&lt;/span&gt;&lt;span&gt;width&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1642&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramodel&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100 &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Nikah di Balai KUA Mundu Kabupaten Cirebon&lt;/span&gt;&lt;span&gt;focallength&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;flash&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 89&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramake&lt;/span&gt;&lt;span&gt; NIKON&lt;/span&gt;&lt;span&gt;height&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1231&lt;/span&gt;&lt;span&gt;fnumber&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 3.5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;exposuretime&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 0.03846154&lt;/span&gt;&lt;span&gt;orientation&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1&lt;/span&gt;&lt;span&gt;camerasoftware&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100V1.1    &lt;/span&gt;&lt;span&gt;originaldate&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1/1/0001 6:00:00 AM&lt;/span&gt;&lt;span&gt;width&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1642&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramodel&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100 &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Nikah di Balai KUA Mundu Kabupaten Cirebon&lt;/span&gt;&lt;span&gt;focallength&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;flash&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 89&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramake&lt;/span&gt;&lt;span&gt; NIKON&lt;/span&gt;&lt;span&gt;height&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1231&lt;/span&gt;&lt;span&gt;fnumber&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 3.5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;exposuretime&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 0.03846154&lt;/span&gt;&lt;span&gt;orientation&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1&lt;/span&gt;&lt;span&gt;camerasoftware&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100V1.1    &lt;/span&gt;&lt;span&gt;originaldate&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1/1/0001 6:00:00 AM&lt;/span&gt;&lt;span&gt;width&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1642&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramodel&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100 &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Nikah di Balai KUA Mundu Kabupaten Cirebon&lt;/span&gt;&lt;span&gt;focallength&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;flash&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 89&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramake&lt;/span&gt;&lt;span&gt; NIKON&lt;/span&gt;&lt;span&gt;height&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1231&lt;/span&gt;&lt;span&gt;fnumber&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 3.5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;exposuretime&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 0.03846154&lt;/span&gt;&lt;span&gt;orientation&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1&lt;/span&gt;&lt;span&gt;camerasoftware&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100V1.1    &lt;/span&gt;&lt;span&gt;originaldate&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1/1/0001 6:00:00 AM&lt;/span&gt;&lt;span&gt;width&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1642&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramodel&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100 &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Nikah di Balai KUA Mundu Kabupaten Cirebon&lt;/span&gt;&lt;span&gt;focallength&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;flash&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 89&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramake&lt;/span&gt;&lt;span&gt; NIKON&lt;/span&gt;&lt;span&gt;height&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1231&lt;/span&gt;&lt;span&gt;fnumber&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 3.5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;exposuretime&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 0.03846154&lt;/span&gt;&lt;span&gt;orientation&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1&lt;/span&gt;&lt;span&gt;camerasoftware&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100V1.1    &lt;/span&gt;&lt;span&gt;originaldate&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1/1/0001 6:00:00 AM&lt;/span&gt;&lt;span&gt;width&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1642&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramodel&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100 &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Nikah di Balai KUA Mundu Kabupaten Cirebon&lt;/span&gt;&lt;span&gt;focallength&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;flash&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 89&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramake&lt;/span&gt;&lt;span&gt; NIKON&lt;/span&gt;&lt;span&gt;height&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1231&lt;/span&gt;&lt;span&gt;fnumber&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 3.5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;exposuretime&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 0.03846154&lt;/span&gt;&lt;span&gt;orientation&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1&lt;/span&gt;&lt;span&gt;camerasoftware&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100V1.1    &lt;/span&gt;&lt;span&gt;originaldate&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1/1/0001 6:00:00 AM&lt;/span&gt;&lt;span&gt;width&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1642&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramodel&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100 &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Nikah di Balai KUA Mundu Kabupaten Cirebon&lt;/span&gt;&lt;span&gt;focallength&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;flash&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 89&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramake&lt;/span&gt;&lt;span&gt; NIKON&lt;/span&gt;&lt;span&gt;height&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1231&lt;/span&gt;&lt;span&gt;fnumber&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 3.5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;exposuretime&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 0.03846154&lt;/span&gt;&lt;span&gt;orientation&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1&lt;/span&gt;&lt;span&gt;camerasoftware&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100V1.1    &lt;/span&gt;&lt;span&gt;originaldate&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1/1/0001 6:00:00 AM&lt;/span&gt;&lt;span&gt;width&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1642&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramodel&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100 &lt;/span&gt;&lt;/noscript&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/8117086205385954871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/8117086205385954871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2018/11/galeri-nikah-di-balai-kua-kecamatan.html' title='Nikah di Balai KUA Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-5131575792374077085</id><published>2018-11-14T12:15:00.001+07:00</published><updated>2018-11-14T21:48:14.862+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Galeri"/><title type='text'>Pembinaan Pegawai KUA dan P3N Kec Mundu di Balai KUA</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
Poto Pembinaan Pegawai KUA Mundu oleh Kasi Kemenag Kabupaten Cirebon&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
dan Poto Pembinaan P3N Kecamatan Mundu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
di Balai KUA Mundu&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div id=&quot;cp_widget_13948a06-a499-41b0-8818-a577316e9a9c&quot;&gt;
...&lt;/div&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;
var cpo = []; cpo[&quot;_object&quot;] =&quot;cp_widget_13948a06-a499-41b0-8818-a577316e9a9c&quot;; cpo[&quot;_fid&quot;] = &quot;AEMAtXOS4T_b&quot;;
var _cpmp = _cpmp || []; _cpmp.push(cpo);
(function() { var cp = document.createElement(&quot;script&quot;); cp.type = &quot;text/javascript&quot;;
cp.async = true; cp.src = &quot;//www.cincopa.com/media-platform/runtime/libasync.js&quot;;
var c = document.getElementsByTagName(&quot;script&quot;)[0];
c.parentNode.insertBefore(cp, c); })(); &lt;/script&gt;&lt;noscript&gt;&lt;span&gt;New Gallery 2018/11/14&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Pembinaan Pegawai KUA Mundu Cirebon oleh Kasi Kemenag Kab Cirebon&lt;/span&gt;&lt;span&gt;focallength&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;flash&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 89&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramake&lt;/span&gt;&lt;span&gt; NIKON&lt;/span&gt;&lt;span&gt;height&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1231&lt;/span&gt;&lt;span&gt;fnumber&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 3.5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;exposuretime&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 0.03846154&lt;/span&gt;&lt;span&gt;orientation&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1&lt;/span&gt;&lt;span&gt;camerasoftware&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100V1.1    &lt;/span&gt;&lt;span&gt;originaldate&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1/1/0001 6:00:00 AM&lt;/span&gt;&lt;span&gt;width&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1642&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramodel&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100 &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Pembinaan Pegawai KUA Mundu Cirebon oleh Kasi Kemenag Kab Cirebon&lt;/span&gt;&lt;span&gt;focallength&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;flash&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 89&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramake&lt;/span&gt;&lt;span&gt; NIKON&lt;/span&gt;&lt;span&gt;height&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1231&lt;/span&gt;&lt;span&gt;fnumber&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 3.5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;exposuretime&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 0.03846154&lt;/span&gt;&lt;span&gt;orientation&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1&lt;/span&gt;&lt;span&gt;camerasoftware&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100V1.1    &lt;/span&gt;&lt;span&gt;originaldate&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1/1/0001 6:00:00 AM&lt;/span&gt;&lt;span&gt;width&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1642&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramodel&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100 &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Pembinaan P3N/P4 di Balai KUA Mundu Kab Cirebon&lt;/span&gt;&lt;span&gt;focallength&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;flash&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 89&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramake&lt;/span&gt;&lt;span&gt; NIKON&lt;/span&gt;&lt;span&gt;height&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1231&lt;/span&gt;&lt;span&gt;fnumber&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 3.5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;exposuretime&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 0.03846154&lt;/span&gt;&lt;span&gt;orientation&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1&lt;/span&gt;&lt;span&gt;camerasoftware&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100V1.1    &lt;/span&gt;&lt;span&gt;originaldate&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1/1/0001 6:00:00 AM&lt;/span&gt;&lt;span&gt;width&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1642&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramodel&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100 &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Pembinaan P3N/P4 di Balai KUA Mundu Kab Cirebon&lt;/span&gt;&lt;span&gt;focallength&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;flash&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 89&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramake&lt;/span&gt;&lt;span&gt; NIKON&lt;/span&gt;&lt;span&gt;height&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1231&lt;/span&gt;&lt;span&gt;fnumber&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 3.5&lt;/span&gt;&lt;span&gt;exposuretime&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 0.03846154&lt;/span&gt;&lt;span&gt;orientation&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1&lt;/span&gt;&lt;span&gt;camerasoftware&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100V1.1    &lt;/span&gt;&lt;span&gt;originaldate&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1/1/0001 6:00:00 AM&lt;/span&gt;&lt;span&gt;width&lt;/span&gt;&lt;span&gt; 1642&lt;/span&gt;&lt;span&gt;cameramodel&lt;/span&gt;&lt;span&gt; COOLPIX L100 &lt;/span&gt;&lt;/noscript&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/5131575792374077085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/5131575792374077085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2018/11/pembinaan-pegawai-kua-dan-p3n-kec-mundu.html' title='Pembinaan Pegawai KUA dan P3N Kec Mundu di Balai KUA'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-3935076414896472329</id><published>2018-11-13T11:53:00.003+07:00</published><updated>2022-09-13T14:35:40.870+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kartu Nikah"/><title type='text'>Dirjen Bimas Luncuran Kartu Nikah, Apa Saja Manfaatnya?</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kartu Nikah&lt;/b&gt; - Berdasarkan siaran pers (&lt;i&gt;Press Rilis&lt;/i&gt;) yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia melalui surat edaran yang ditandatangani pada tanggal 12 November 2018 kemarin bahwa bagi orang yang menikah akan mendapatkan Kartu Nikah sebagai pegangan selain Buku Nikah.&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Press Rilis Peluncuran Kartu Nikah - &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1CGxi4nwCPUVuj21IxiYez0jzXtaohWbC/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hal ini menyesuaikan perkembangan Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam pelayanan masyarakat agar lebih berorientasi pada hasil layanan yang dapat langsung dirasakan manfaatnya, mudah diperoleh, efisien dan akurat, termasuk di dalamnya kebutuhan akan Kartu Nikah. Selain itu Kartu Nikah dikeluarkan seiring diluncurkannya aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah Berbasis Website (Simkah Web) yang digunakan KUA untuk mengelola administrasi pencatatan nikah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdSbVEbgFv8v86LUzYDfkwcuS_EcuBeqTfLEC5Kzkmeb4m0RKL2MjJEVyGaTPX08qNwldb6_cG2EFEnpGi1aXzOoa_8Vy-WSSSFiYOP1IW3ov1LSb4xVF-gg7b2pzTEgJqcddOmVNg-hg/s1600/press+rilis+peluncuran+kartu+nikah.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Dirjen Bimas Luncuran Kartu Nikah, Apa Saja Manfaatnya?&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;350&quot; data-original-width=&quot;600&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdSbVEbgFv8v86LUzYDfkwcuS_EcuBeqTfLEC5Kzkmeb4m0RKL2MjJEVyGaTPX08qNwldb6_cG2EFEnpGi1aXzOoa_8Vy-WSSSFiYOP1IW3ov1LSb4xVF-gg7b2pzTEgJqcddOmVNg-hg/s1600/press+rilis+peluncuran+kartu+nikah.jpg&quot; title=&quot;Dirjen Bimas Luncuran Kartu Nikah&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Adapun penerbitan Kartu Nikah berbasis teknologi informasi (&lt;i&gt;smart card&lt;/i&gt;) sebagai salah satu produk keluaran dari layanan pencatatan nikah pada KUA. Lalu bagaimana spesifikasi dari Kartu Nikah ini sehingga dapat menjamin bahwa yang bersangkutan adalah benar pasangan suami istri? Dirjen Bimas menjelaskan bahwa spesifikasi dari Kartu Nikah ini:&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kartu Nikah diberi kode QR yang bisa divalidasi menggunakan QR Scanner terhubung dengan aplikasi Simkah Web berisi nama pasangan nikah, no akta nikah, no perforasi buku nikah, NIK, tanggal dan tempest akad nikah.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kode QR didesain terhubung dengan Survey Kepuasan Masyarakat. Jika kode QR discan akan muncul &quot;&lt;i&gt;silakan mengisi survey terlebih dahulu&lt;/i&gt;&quot;. Setelah mengisi survey Baru terbaca data nikah yang bersangkutan.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Aplikasi pembaca kode QR dapat didownload menggunakan smartphone melalui &lt;i&gt;play store/ appstore&lt;/i&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kartu Nikah didesain dengan beberapa fitur pengaman, serta bahan sekuriti sehingga kartu tersebut sulit dipalsukan.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Manfaat Kartu Nikah&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Adapun manfaat dari Peluncuran Kartu Nikah ini ke depannya adalah mewujudkan kartu identitas nikah berbasis teknologi informasi yang mudah dibawa, juga memiliki akurasi data, dan langsung dirasa manfaatnya saat diperlukan. Manfaat lainnya yaitu untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat di bidang pencatatan nikah dengan basis data yang terintegrasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagaimana cara mendapatkan Kartu Nikah ini? Kartu Nikah hanya diberikan kepada pasangan yang telah menikah bersamaan dengan penyerahan Buku Nikah. Adapun informasi yang bersliweran di dunia maya yang menyebutkan Buku Nikah akan diganti dengan Kartu Nikah sebenarnya kurang benar karena Buku Nikah akan tetap diberikan kepada pasangan suami istri bersamaan dengan Kartu Nikah juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara ini, Kartu Nikah hanya diberikan kepada pasangan yang menikah setelah aplikasi Simkah Berbasis Website diluncurkan pada Tanggal 8 November 2018. Kedepan dimungkinkan Kartu Nikah juga dapat diberikan kepada pasangan yang menikah sebelum aplikasi&amp;nbsp;Simkah Web diluncurkan dengan ketentuan dan persyaratan yang ketat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk kebijakan penerbitan Kartu Nikah tahun 2018 sementara diperuntukan hanya pada beberapa kota besar provinsi seluruh Indonesia sebagai proyek percontohan seiring dengan progress penggunaan Simkah Web. Namun pada tahun 2019 direncanakan akan diterbitkan sebanyak 2.500.000 (dua juta limaratus ribu) Kartu Nikah. Jadi, mohon bersabar dan berdoa saja supaya program ini berjalan lancar untuk seluruh provinsi di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;------------------------- &lt;b&gt;&lt;i&gt;Update Agustus 2021&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;-------------------------&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penerbitan Kartu Nikah Dihentikan&lt;/h2&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mulai Agustus 2021, Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan untuk menghentikan penerbitan kartu nikah fisik. Sebagai gantinya, Kementerian Agama meluncurkan &lt;i&gt;&lt;b&gt;kartu nikah digital&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; yang mulai dirilis pada akhir Mei 2021.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;div&gt;Penggantian kartu nikah fisik menjadi digital sesuai &lt;b&gt;Surat Edaran Ditjen Bimas Islam&lt;/b&gt; Nomor &lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;background-color: red;&quot;&gt;B-2361/Dt.III.II/PW.01/07/2021&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; terkait Penggunaan Kartu Nikah Digital. Surat tersebut ditandatangani Plt.Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam, Muhammad Adib Machrus.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Demikian semoga bisa menjadi informasi yang membantu.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/feeds/3935076414896472329/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2018/11/dirjen-bimas-luncuran-kartu-nikah-apa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/3935076414896472329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/3935076414896472329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2018/11/dirjen-bimas-luncuran-kartu-nikah-apa.html' title='Dirjen Bimas Luncuran Kartu Nikah, Apa Saja Manfaatnya?'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdSbVEbgFv8v86LUzYDfkwcuS_EcuBeqTfLEC5Kzkmeb4m0RKL2MjJEVyGaTPX08qNwldb6_cG2EFEnpGi1aXzOoa_8Vy-WSSSFiYOP1IW3ov1LSb4xVF-gg7b2pzTEgJqcddOmVNg-hg/s72-c/press+rilis+peluncuran+kartu+nikah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-4290128015593269680</id><published>2018-11-02T03:53:00.001+07:00</published><updated>2018-11-02T04:15:04.182+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Khutbah Nikah"/><title type='text'>Contoh Khutbah Nikah Bahasa Arab dan Artinya</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebagaimana dalam lampiran KMA Nomor 75 tahun 2014 dijelaskan mengenai &quot;Nasihat untuk Kedua Mempelai&quot; bahwa pernikahan menurut ajaran Islam merupakan ibadah dan lambang kesucian hubungan antara seorang pria dengan wanita dalam membina rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah. Sebagai ibadah dan lambang kesucian pernikahan harus didasari oleh niat yang suci, kebulatan tekad, restu kedua orang tua, serta do&#39;a dari sahabat dan keluarga agar dapat hidup bersama dengan rukun, harmonis, dan penuh kebahagiaan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Oleh karena itu, khidmatnya prosesi pernikahan akan menjadi bertambah bila di dalamnya disertakan juga khutbah nikah. Selain berfungsi sebagai pembekalan bagi pasangan yang menikah, khutbah ini juga menjadi penyemangat bagi para hadirin yang masih belum menikah untuk segera menikah. Selain itu, khutbah nikah juga menjadi pengingat bagi semua yang hadir tentang pentingnya menjaga keutuhan dalam pernikahan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dikutip dari Imam Abu al-Husain al-Yamani dalam kitab &lt;i&gt;Al-Bayan fi Madzhabi al-Imam al-Syafi’i&lt;/i&gt;, hukum khutbah nikah adalah sunnah dan boleh disampaikan oleh wali, calon mempelai pria, atau pihak lainnya:&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;“Jika akad akan dilaksanakan, …berkhutbahlah wali, calon suami, atau orang lain… Khutbah ini hukumnya sunnah, tidak wajib, sebagaimana juga dinyatakan oleh kebanyakan ahli ilmu.” &lt;/i&gt;(Jeddah: Dar al-Minhaj, 2000), juz IX, h. 230)&lt;/blockquote&gt;
&lt;h2&gt;
Contoh Khutbah Nikah&lt;/h2&gt;
Di bawah ini contoh khutbah nikah beserta artinya:&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgX52wWn6yirM74ddxGYQRTKEmqBDsVPGtujKm6GoSd0A0tcwphyaQ6bDwTspum9h8QbIt2F1IvEJDWP4MZhcKNfh93_J0tYjNX3xRqrsttYKdWn0E5rofxvL0UqsuGHvnnh1wQw-aUvx4/s1600/Khutbah+Nikah.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Contoh Khutbah Nikah Bahasa Arab dan Artinya&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;398&quot; data-original-width=&quot;615&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgX52wWn6yirM74ddxGYQRTKEmqBDsVPGtujKm6GoSd0A0tcwphyaQ6bDwTspum9h8QbIt2F1IvEJDWP4MZhcKNfh93_J0tYjNX3xRqrsttYKdWn0E5rofxvL0UqsuGHvnnh1wQw-aUvx4/s1600/Khutbah+Nikah.JPG&quot; title=&quot;Contoh Khutbah Nikah Bahasa Arab dan Artinya&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Download khutbah lengkapnya [&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1Ky5lKH9fU5ycm5FFeI-gtr2JTOc3GSgt/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
“Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dari setitik air, lalu Dia menjadikannya keturunan dan kekerabatan, dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa. Dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah rahmat ta’dhim dan kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad saw, seutama-utama penciptaan makhluk dan atas keluarga dan shahabatnya dengan limpahan rahmat ta&#39;dhim serta kesejahteraan yang banyak.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah itu, wahai yang hadhir, aku mewasiatkan padamu dan diriku untuk bertaqwa kepada Allah, karena sesungguhnya itu adalah kemenangan (yang besar) bagi orang-orang yang bertaqwa. Allah swt berfirman dalam kitab-Nya yang mulya: Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa kepada-Nya, dan sekali-kali janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan menyerahkan diri pada Allah (beragama Islam)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ketahuilah bahwa nikah itu adalah sunah dari beberapa sunah Rasulullah saw. Nabi saw bersabda: Adapun aku, demi Allah, adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, dan juga paling bertakwa kepada-Nya. Akan tetapi aku berpuasa dan juga berbuka, aku shalat dan juga tidur serta menikahi wanita. Barang siapa yang benci sunnahku, maka bukanlah dari golonganku.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dan beliau bersabda lagi: Wahai sekalian pemuda, siapa di antara kalian yang telah mempunyai kemampuan (menafkahi keluarga), maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu lebih bisa menundukkan pandangan dan lebih bisa menjaga kemaluan, dan barang siapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa karena hal itu akan lebih bisa meredakan gejolaknya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dan beliau bersabda lagi: Istri yang baik adaalah wanita yang menggembirakan hatimu ketika dipandang, apabila kamu perintah ia mentaatimu, apabila kamu tiada ia mampu menjaga kehormatan dirinya dan hartamu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dan Allah swt berfirman: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dan Allah swt berfirman pula: Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Semoga Allah memberi berkah kepadaku dan kepadamu dalam Qur&#39;an yang agung. Dan memberi manfaat kepadu dan kepadamu terhadap apa yang ada di dalamnya, dari ayat-ayat dan peringatan yang bijak, dan semoga Allah menerima dariku dan darimu dalam membacanya, karena sesungguhnya Allah Maha penerima Tobat lagi Maha Penyayang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Aku katakan perkataanku ini, dan mohon ampun pada Allah Yang Maha Agung untukku dan untukmu, untuk kedua orang tau dan guru-guru serta untuk orang Islam lainnya. Maka mohonlah ampun kepada-Nya, karena sesunggunya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Demikian semoga bisa bermanfaat.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/feeds/4290128015593269680/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2018/11/contoh-khutbah-nikah-bahasa-arab-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/4290128015593269680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/4290128015593269680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2018/11/contoh-khutbah-nikah-bahasa-arab-dan.html' title='Contoh Khutbah Nikah Bahasa Arab dan Artinya'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgX52wWn6yirM74ddxGYQRTKEmqBDsVPGtujKm6GoSd0A0tcwphyaQ6bDwTspum9h8QbIt2F1IvEJDWP4MZhcKNfh93_J0tYjNX3xRqrsttYKdWn0E5rofxvL0UqsuGHvnnh1wQw-aUvx4/s72-c/Khutbah+Nikah.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-3836067252247479605</id><published>2018-10-31T09:19:00.004+07:00</published><updated>2018-10-31T12:05:13.322+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Model N"/><title type='text'>Format Model N1 N2 N3 dan N4 Berdasarkan Lampiran PMA No.11 Tahun 2007</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tmCjM8b_wR861lX1ENKJnY9KU_467Zs6YOxmM6FDAMXIBHIcgpjvbBWP3Gf5XydnmfoEAnDB7qbMouCdAx3Ij0DxZuOes4XNeXoB5Fu8bUo9s2OrOm9wHrFcMN3JOCWgfZSzrxDYFBA/s1600/format+berkas+pendaftaran+nikah+%25281%2529.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Format Model N1 N2 N3 dan N4 Berdasarkan Lampiran PMA No.11 Tahun 2007&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;300&quot; data-original-width=&quot;500&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tmCjM8b_wR861lX1ENKJnY9KU_467Zs6YOxmM6FDAMXIBHIcgpjvbBWP3Gf5XydnmfoEAnDB7qbMouCdAx3Ij0DxZuOes4XNeXoB5Fu8bUo9s2OrOm9wHrFcMN3JOCWgfZSzrxDYFBA/s1600/format+berkas+pendaftaran+nikah+%25281%2529.jpg&quot; title=&quot;Format Model N1 N2 N3 dan N4 Berdasarkan Lampiran PMA No.11 Tahun 2007&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai bahan keserasian administrasi perkawinan, Menteri Agama melalui Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 11 Tahun 2007 menetapkan lampiran berkas persyaratan Model N-1 (Surat Keterangan untuk), N-2 (Surat Keterangan Asal-Usul), N-3 (Surat Persetujuan Mempelai), dan N-4 (Surat tentang Orang Tua).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;center&gt;
&lt;style type=&quot;text/css&quot;&gt;@media screen and (max-width: 767px) {.tg {width: auto !important;}.tg col {width: auto !important;}.tg-wrap {overflow-x: auto;-webkit-overflow-scrolling: touch;}}&lt;/style&gt;&lt;div class=&quot;tg-wrap&quot;&gt;
&lt;table class=&quot;tg&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border-spacing: 0;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;th style=&quot;border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; vertical-align: top; word-break: normal;&quot;&gt;1&lt;/th&gt;&lt;th style=&quot;border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; vertical-align: top; word-break: normal;&quot;&gt;N-1 (Surat Keterangan untuk Nikah)&lt;/th&gt;&lt;th style=&quot;border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; vertical-align: top; word-break: normal;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1mXFmJUar1y3y5btiOX6KdHSywlNp_3Nz/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; vertical-align: top; word-break: normal;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; vertical-align: top; word-break: normal;&quot;&gt;N-2 (Surat Keterangan Asal Usul)&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; vertical-align: top; word-break: normal;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1c0txl8LiXzOMCnqywo0zbe4m1bRknQ4c/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; vertical-align: top; word-break: normal;&quot;&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; vertical-align: top; word-break: normal;&quot;&gt;N-3 (Surat Persetujuan Kedua Mempelai)&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; vertical-align: top; word-break: normal;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1aDxM3e87kkI1QrgOC8hTVjXs-YYPM2G7/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; vertical-align: top; word-break: normal;&quot;&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; vertical-align: top; word-break: normal;&quot;&gt;N-4 (Surat tentang Orang Tua)&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; vertical-align: top; word-break: normal;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/11Wd5W3fw1fRApXdKNMl_utpLtBHHOm2O/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;3&quot; style=&quot;background-color: silver; border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; vertical-align: top; word-break: normal;&quot;&gt;Berkas pendukung lain:&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; vertical-align: top; word-break: normal;&quot;&gt;1&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; word-break: normal;&quot;&gt;N-5 (Surat Izin Orang Tua)&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; word-break: normal;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1902Z3LmLPHZlCq8fgmD4RN5fQ6NEJadB/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; vertical-align: top; word-break: normal;&quot;&gt;2&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; word-break: normal;&quot;&gt;N-6 (Surat Keterangan Kematian)&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; word-break: normal;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1ZAMQoyUp7IEbJQkZ_UCwbxMV_JK1Xxmp/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; vertical-align: top; word-break: normal;&quot;&gt;3&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; word-break: normal;&quot;&gt;N-7 (Surat Kehendak Nikah)&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; word-break: normal;&quot;&gt;Unduh&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; vertical-align: top; word-break: normal;&quot;&gt;4&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; word-break: normal;&quot;&gt;Surat Pernyataan&lt;/td&gt;&lt;td style=&quot;border-color: black; border-style: solid; border-width: 1px; font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14px; overflow: hidden; padding: 10px 5px; text-align: left; word-break: normal;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1ljSjHVGoS0OEtzcsk1yec_S6ASC4y5Ol/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/center&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Demikian semoga bisa membantu.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/feeds/3836067252247479605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2018/10/format-model-n1-n2-n3-dan-n4.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/3836067252247479605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/3836067252247479605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2018/10/format-model-n1-n2-n3-dan-n4.html' title='Format Model N1 N2 N3 dan N4 Berdasarkan Lampiran PMA No.11 Tahun 2007'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tmCjM8b_wR861lX1ENKJnY9KU_467Zs6YOxmM6FDAMXIBHIcgpjvbBWP3Gf5XydnmfoEAnDB7qbMouCdAx3Ij0DxZuOes4XNeXoB5Fu8bUo9s2OrOm9wHrFcMN3JOCWgfZSzrxDYFBA/s72-c/format+berkas+pendaftaran+nikah+%25281%2529.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-7196615451342167730</id><published>2018-10-27T21:07:00.001+07:00</published><updated>2018-11-14T21:59:53.747+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Binwin"/><title type='text'>Kultwit Membangun Landasan Keluarga Sakinah oleh Dr. Thobib al-Asyhar</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bagi yang sedang susun rencana bersama pasangan untuk menikah, ada beberapa kultwit (Kuliah Twitter) Dr. Thobib al-Asyhar dari Ditjen Bimas Islam tentang bimbingan perkawinan bagi calon pengantin (catin). Dalam kultwitnya beliau mengangkat tema &quot;&lt;b&gt;Membangun Landasan Keluarga Sakinah&lt;/b&gt;&quot; dari 10 tema utama materi Binwin.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dr. Thobib al-Asyhar mengatakan bahwa Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang dilaksanakan Kementerian Agama (Kemenag) bukan sekedar penyuluhan biasa. Sebab, peserta dibekali buku panduan terstruktur (modul) yang dipandu oleh instruktur terlatih. Jadi, Binwin akan sangat bermanfaat bagi calon pengantin (catin).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuSKMRcZysM-gG-NWBneckFMQLKuiWKRnRJdO29Ye95xZD4T2PEgUvKqJiuK2cDmqQG2Ab0rqjbL5UjXmR8kzmn_Vs6xzqmcia2a5cLIbd1omgMKJeTSIH6dK8jHvY-Cmvs3QFig3qdok/s1600/kultwit+binwin+dr+thobib+al-asyhar.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;350&quot; data-original-width=&quot;600&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuSKMRcZysM-gG-NWBneckFMQLKuiWKRnRJdO29Ye95xZD4T2PEgUvKqJiuK2cDmqQG2Ab0rqjbL5UjXmR8kzmn_Vs6xzqmcia2a5cLIbd1omgMKJeTSIH6dK8jHvY-Cmvs3QFig3qdok/s1600/kultwit+binwin+dr+thobib+al-asyhar.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa point penting yang disampaikan lewat kultwit beliau menyangkut 10 tema utama dalam materi Binwin, di antaranya adalah:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Membangun landasan keluarga sakinah;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Merencanakan perkawinan yang kokoh;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dinamika perkawinan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kebutuhan keluarga;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kesehatan keluarga;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Generasi berkualitas;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketahanan keluarga;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengenali hukum keluarga;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengelola konflik keluarga; dan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Prosedur pendaftaran dan pencatatan nikah-rujuk.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dan pada akhir pekan ini (27/10/2018) kultwit pembahasan difokuskan pada tema pertama yaitu &quot;&lt;b&gt;Membangun Landasan Keluarga Sakinah&lt;/b&gt;&quot;. Tema ini akan memberi bekal wawasan kepada catin bahwa salah satu tujuan berkeluarga adalah menjaga martabat dan kehormatan manusia, menolak praktik-praktik yang menistakan. Karena manusia harus menjalankan amanahnya sebagai khalifah di bumi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam perkawinan mengandung aspek ibadah atas dasar keyakinan kepada Tuhan dan aspek muamalah yang berhubungan dengan hak orang lain, baik sebagai warga masyarakat maupun warga Negara. Karena itu, perkawinan harus dilakukan atas dasar ketentuan Tuhan dan Negara.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam perkawinan dan keluarga harus didasarkan pada prinsip-prinsip &quot;&lt;b&gt;&lt;i&gt;mu&#39;syarah bil-ma&#39;ruf&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&quot; (menjaga hubungan/pergaulan dengan baik), seperti: saling rela, layak (&lt;i&gt;ma&#39;ruf&lt;/i&gt;), menciptakan kondisi yang baik (&lt;i&gt;ihsan&lt;/i&gt;), tulus (&lt;i&gt;nihlah&lt;/i&gt;), musyawarah, dan perdamaian (&lt;i&gt;ishlah&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Lalu apa yang dimaksud keluarga sakinah, mawaddah, warahmah? Beliau menjelaskan bahwa sakinah dalam keluarga adalah keadaan yang tetap tenang meskipun menghadapi banyak rintangan dan ujian kehidupan. Setiap keluarga pasti ada cobaannya, tetapi dihadapi dengan tenang. Apa itu mawaddah? Mawaddah adalah lahirnya cinta dalam keluarga. Cinta yang ada dalam hatinya akan lapang dadanya, penuh harapan, dan jiwanya akan selalu berusaha menjauhkan diri dari keinginan buruk atau jahat. Kemudian rahmah itu sendiri berarti kasih sayang. Munculnya rasa kasih sayang akan menjadikan seseorang akan berusaha memberikan kebaikan, kekuatan, dan kebahagiaan bagi orang lain dengan cara-cara lembut dan penuh kesabaran.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
Ciri-ciri Keluarga Sakinah&lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dr. Thobib al-Asyhar juga menjelaskan lewat kultwitnya mengenai ciri-ciri Keluarga Sakinah. Beliau mengatakan bahwa ciri-ciri Keluarga Sakinah adalah:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;berdiri di atas fondasi keimanan yang kokoh;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;menunaikan misi ibadah dalam kehidupan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;menaati ajaran agama;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;saling mencintai dan menyayangi;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;saling menjaga dan menguatkan dalam kebaikan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;saling memberikan yang terbaik untuk pasangan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;musyawarah dalam menyelesaikan masalah;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;membagi peran secara adil;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;kompak mendidik anak-anak; dan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;berkontribusi kebaikan untuk masyarakat, bangsa dam Negara.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;h3&gt;
Fungsi Keluarga&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah menjelaskan ciri-ciri Keluarga Sakinah, lebih lanjut beliau menjelaskan tentang fungsi terbentuknya keluarga. Yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;(a) fungsi biologis (melangsungkan keturunan yang sehat dan sah); (b) fungsi edukatif (tempat pendidikan); (c) fungsi religius (menanamkan nilai-nilai agama sejak awal); (d) fungsi protektif (tempat perlindungan anak-anak dan anggota lainnya); (e) fungsi sosialisasi (sebagai tempat sosialisasi nilai-nilai sosial dalam keluarga); (f) fungsi rekreatif (sebagai tempat kesejukan dan kenyamanan bagi anggota); dan (g) fungsi ekonomis (membangun keluarga melalui kemapanan ekonomi).&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Demikianlah kultwit yang disampaikan oleh Dr. Thobib al-Asyhar, semoga bermanfaat dan jangan lupa terus berbahagia. (Sumber: @Kemenag_RI dan @biebasyhar)&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/feeds/7196615451342167730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2018/10/kultwit-membangun-landasan-keluarga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/7196615451342167730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/7196615451342167730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2018/10/kultwit-membangun-landasan-keluarga.html' title='Kultwit Membangun Landasan Keluarga Sakinah oleh Dr. Thobib al-Asyhar'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuSKMRcZysM-gG-NWBneckFMQLKuiWKRnRJdO29Ye95xZD4T2PEgUvKqJiuK2cDmqQG2Ab0rqjbL5UjXmR8kzmn_Vs6xzqmcia2a5cLIbd1omgMKJeTSIH6dK8jHvY-Cmvs3QFig3qdok/s72-c/kultwit+binwin+dr+thobib+al-asyhar.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3551305612161540896.post-7101555964996294012</id><published>2018-10-25T10:09:00.001+07:00</published><updated>2018-11-14T21:58:21.453+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><title type='text'>Konsep Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah Dalam Al-Qur’an dan Tafsirnya</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6ipzt1ymUTX4uZIPRyCe-IyYYWYBbnm7FM9VSUpt-m_frKNtDmk61XBa-iGO52TZN6V_28hFUvMxkqDR65fJTzkUjWSREabryttJS8YdMWXoVfdDLJd6qJRVeNqjAEkJvaToaxKMnbW4/s1600/Konsep+Sakinah%252C+Mawaddah%252C+dan+Rahmah+Dalam+Al-Qur%25E2%2580%2599an+dan+Tafsirnya.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Konsep Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah Dalam Al-Qur’an dan Tafsirnya&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;297&quot; data-original-width=&quot;500&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6ipzt1ymUTX4uZIPRyCe-IyYYWYBbnm7FM9VSUpt-m_frKNtDmk61XBa-iGO52TZN6V_28hFUvMxkqDR65fJTzkUjWSREabryttJS8YdMWXoVfdDLJd6qJRVeNqjAEkJvaToaxKMnbW4/s1600/Konsep+Sakinah%252C+Mawaddah%252C+dan+Rahmah+Dalam+Al-Qur%25E2%2580%2599an+dan+Tafsirnya.jpg&quot; title=&quot;Konsep Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah Dalam Al-Qur’an dan Tafsirnya&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam pandangan al-Qur’an, salah satu tujuan pernikahan adalah untuk menciptakan &lt;i&gt;sakinah&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;mawaddah&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;rahmah &lt;/i&gt;antara suami, istri, dan anakanaknya. Hal ini ditegaskan dalam QS. Ar-Rum: 21.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_rEAK9eHSmjBXFuzBlHJZ3skMypkgNpxYosj64UY5jRpAxH1fGdCWt6TVfbgqpLmDKfmD8c44rQuD3o3IXt0m9nK_QQCh4RZKBrF8kmtBbEQwFnxAec5nTc1XdiexaWinfwxQnJ6Arcs/s1600/konsep+sakinah+mawadah+warohmah.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Konsep Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah Dalam Al-Qur’an dan Tafsirnya&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;90&quot; data-original-width=&quot;543&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_rEAK9eHSmjBXFuzBlHJZ3skMypkgNpxYosj64UY5jRpAxH1fGdCWt6TVfbgqpLmDKfmD8c44rQuD3o3IXt0m9nK_QQCh4RZKBrF8kmtBbEQwFnxAec5nTc1XdiexaWinfwxQnJ6Arcs/s1600/konsep+sakinah+mawadah+warohmah.JPG&quot; title=&quot;Konsep Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah Dalam Al-Qur’an dan Tafsirnya&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Terjemahan di atas, merupakan terjemahan yang ditulis dalam al-Qur’an dan tafsirnya Departemen Agama. Dalam penjelasan tafsirnya, diuraikan bahwa tanda-tanda kekuasaan allah yaitu kehidupan bersama antara laki-laki dan perempuan dalam sebuah perkawinan. Manusia mengetahui bahwa mereka mempunyai perasaan tertentu terhadap jenis yang lain. Perasaan dan pikiran-pikiran itu ditimbulkan oleh daya tarik yang ada pada masing-masing mereka, yang menjadikan yang satu tertarik kepada yang lain, sehingga antara kedua jenis, laki-laki dan perempuan itu terjalin hubungan yang wajar. Mereka melangkah maju dan berusaha agar perasaan-perasaan dan kecenderungan-kecenderungan bisa tercapai. Puncak dari semuanya itu ialah terjadinya perkawinan antara laki-laki dengan perempuan. Dengan adanya perkawinan, masing-masing merasa tenteram hatinya dengan adanya pasangan itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kata sakinah, dalam QS. Al-Rum ayat 21 di atas, dalam al-Qur’an dan Tafsirnya Departemen Agama ditafsirkan dengan cenderung dan tenteram. Penafsiran ini tidak jauh berbeda dengan penafsiran yang dikemukakan oleh mufassir lainnya. Mufassir Indonesia Quraish Shihab, menjelaskan bahwa kata sakinah yang tersusun dari huruf-huruf sin, kaf dan nun mengandung makna “ketenangan” atau antonim kegoncangan dan pergerakan. Menurutnya pakar-pakar bahasa menegaskan bahwa kata itu tidak digunakan kecuali untuk menggambarkan ketenangan dan ketenteraman setelah sebelumnya ada gejolak.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Adanya sakinah/ketenteraman, merupakan modal yang paling berharga dalam membina rumah tangga bahagia. Dengan adanya rumah tangga yang bahagia, jiwa dan pikiran menjadi tenteram, tubuh dan hati mereka menjadi tenang, kehidupan dan penghidupan menjadi mantap, kegairahan hidup akan timbul, dan ketentraman bagi laki-laki dan perempuan secara menyeluruh akan tercapai.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Disamping sakinah, al-Qur’an menyebut dua kata lain dalam konteks kehidupan rumah tangga, yaitu mawaddah dan rahmah. Dalam al-Qur’an dan Tafsirnya Departemen Agama diterjemahkan dengan ‘rasa kasih dan sayang’. Dalam penjelasan kosa katanya, mawaddah berasal dari fi’il wadda-yawaddu, waddan wa mawaddatan yang artinya cinta, kasih, dan suka. Sedangkan rahmah berasal dari fi’il rahima-yarhamu-rahmatan wa marhamatan yang berarti sayang, menaruh kasihan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam penjelasan tafsirnya, al-Qur’an dan Tafsirnya Departemen Agama menguraikan penjelasan tentang mawaddah dan rahmah dengan mengutip dari berbagai pendapat. Diantaranya, pendapat Mujahid dan Ikrimah yang berpendapat bahwa kata mawaddah adalah sebagai ganti dari kata “nikah” (bersetubuh), sedangkan kata rahmah sebagai kata ganti “anak”. Menurutnya, maksud ayat “ bahwa Dia menjadikan antara suami dan istri rasa kasih sayang” ialah adanya perkawinan sebagai yang disyariatkan Tuhan antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan dari jenisnya sendiri, yaitu jenis manusia, akan terjadi ‘persenggamaan’ yang menyebabkan adanya ‘anak-anak’ dan keturunan. Persengamaan merupakan suatu yang wajar dalam kehidupan manusia, sebagaimana adanya anak-anak yang merupakan suatu yang umum pula.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berbeda dengan Quraish Shihab, yang menafsirkan mawaddah dengan “jalan menuju terabaikannya kepentingan dan kenikmatan pribadi demi orang yang tertuju kepada mawwadah itu”. Mawaddah mengandung pengertian cinta plus. Menurut Quraish Shihab, pengertian mawaddah mirip dengan kata rahmat, hanya saja rahmat tertuju kepada yang dirahmati, sedang yang dirahmati itu dalam keadaan butuh dan lemah. Sedang mawaddah dapat tertuju juga kepada yang kuat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ada yang berpendapat bahwa mawaddah tertuju bagi anak muda, dan rahmah bagi orang tua. Ada pula yang menafsirkan bahwa mawaddah ialah rasa kasih sayang yang makin lama terasa makin kuat antara suaami istri. Terkait dengan mawaddah dalam pengertian bersetubuh, al-Qur’an dan Tafsirnya Departemen Agama mencontohkan bagaimana Allah mengutuk kaum Lut yang melampiaskan nafsunya dengan melakukan homoseks, dan meninggalkan istri-istri mereka yang seharusnya menjadi tempat mereka melampiaskan rasa kasih sayang dan melakukan persenggamaan. Terkait hal ini, Allah berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJuOiSQjAXYO218uEkUcXTD3BWaiwJAqQI87TVskqNXOIFNAbL_YHPaXL5mvpWeOqMKivMWwp0FRetht8U8dxxk89aIAbpLXzY1w-upxrTzyUM0APdacJLywtu8wuqT95QQDVsMazw7Q4/s1600/konsep+sakinah+mawadah+warohmah+2.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Konsep Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah Dalam Al-Qur’an dan Tafsirnya&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;41&quot; data-original-width=&quot;412&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJuOiSQjAXYO218uEkUcXTD3BWaiwJAqQI87TVskqNXOIFNAbL_YHPaXL5mvpWeOqMKivMWwp0FRetht8U8dxxk89aIAbpLXzY1w-upxrTzyUM0APdacJLywtu8wuqT95QQDVsMazw7Q4/s1600/konsep+sakinah+mawadah+warohmah+2.JPG&quot; title=&quot;Konsep Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah Dalam Al-Qur’an dan Tafsirnya&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;Dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas&quot;.(QS. AsySyu’ara:166).&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ayat ini, menjelaskan bahwa Allah memberitahukan kepada kaum laki-laki bahwa “tempat tertentu” itu ada pada perempuan dan dijadikan untuk laki-laki.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam QS.al-Rum ayat 21, Allah menetapkan ketentuan-ketentuan hidup suami istri untuk mencapai kebahagiaan hidup, ketentraman jiwa, dan kerukunan hidup berumah tangga. Apabila hal itu belum tercapai, mereka semestinya mengadakan introspeksi terhadap diri mereka sendiri, meneliti apa yang belum dapat mereka lakukan serta kesalahan-kesalahan yang telah mereka perbuat. Kemudian mereka menetapkan cara yang paling baik untuk berdamai dan memenuhi kekurangan tersebut sesuai dengan ketentuan-ketentuan Allah, sehingga tujuan perkawinan yang diharapkan itu tercapai, yaitu ketenangan, saling mencintai, dan kasih sayang.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/feeds/7101555964996294012/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2018/10/konsep-sakinah-mawaddah-dan-rahmah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/7101555964996294012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/3551305612161540896/posts/default/7101555964996294012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://kuamunducrb.blogspot.com/2018/10/konsep-sakinah-mawaddah-dan-rahmah.html' title='Konsep Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah Dalam Al-Qur’an dan Tafsirnya'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12199225634516014793</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6ipzt1ymUTX4uZIPRyCe-IyYYWYBbnm7FM9VSUpt-m_frKNtDmk61XBa-iGO52TZN6V_28hFUvMxkqDR65fJTzkUjWSREabryttJS8YdMWXoVfdDLJd6qJRVeNqjAEkJvaToaxKMnbW4/s72-c/Konsep+Sakinah%252C+Mawaddah%252C+dan+Rahmah+Dalam+Al-Qur%25E2%2580%2599an+dan+Tafsirnya.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>