<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067</id><updated>2026-04-25T14:22:02.036+07:00</updated><category term="Tiga Idiot"/><category term="Siluman Idiot"/><category term="Mama Idiot"/><category term="Profesor Idiot"/><category term="Psikologi Umum"/><category term="Panduan Menulis"/><category term="Kesehatan Umum"/><category term="Kunci Sukses"/><category term="Manajemen Bisnis"/><category term="Psikologi Ilmiah"/><category term="Berpikir Kritis"/><category term="Budaya Seksual"/><category term="Cara Belajar"/><category term="Islam"/><category term="Psikologi Pikiran"/><category term="Etika Bisnis"/><category term="Filsafat Umum"/><category term="Kreativitas Artis"/><category term="Apresiasi Seni"/><category term="Kesehatan Mental"/><category term="Komunikasi Visual"/><category term="Retorika"/><category term="Agama Dunia"/><category term="Aisyah"/><category term="Amerika Serikat"/><category term="Argumentasi"/><category term="Berpikir Etis"/><category term="Berpikir Kreatif"/><category term="China"/><category term="Facebook"/><category term="Ilmu Ekonomi"/><category term="Indonesia"/><category term="Industri Kreatif"/><category term="Informasi di Internet"/><category term="Kecerdasan Emosional"/><category term="Kedokteran"/><category term="Kepribadian"/><category term="Kewirausahaan"/><category term="Khadijah"/><category term="Kimia Umum"/><category term="Kisah Nyata"/><category term="Kristen"/><category term="Legitimasi"/><category term="Manajemen Stres"/><category term="Manajemen Waktu"/><category term="Martin Heidegger"/><category term="Media Internet"/><category term="Media Sosial"/><category term="Menulis Kreatif"/><category term="Merokok"/><category term="Mesir"/><category term="Metode Penelitian"/><category term="Michael Jackson"/><category term="Muhammad"/><category term="Panduan Membaca"/><category term="Parenting"/><category term="Pemerintahan Otoriter"/><category term="Pendidikan Seks"/><category term="Pengertian Filsafat"/><category term="Penulisan Multimedia"/><category term="Politik Komparatif"/><category term="Psikologi Abnormal"/><category term="Psikologi Industri"/><category term="Psikologi Moral"/><category term="Psikologi Perilaku"/><category term="Psikologi Perkembangan"/><category term="Raditya Dika"/><category term="Sejarah Sains"/><category term="Sejarah Seni"/><category term="Studi Gender"/><category term="Teknik Mesin"/><category term="Teori Evolusi"/><title type='text'>Kuliah 3 Idiot</title><subtitle type='html'>materi kuliah terbuka universitas internasional</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03526459852783383661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-7805604055904432622</id><published>2013-12-08T07:30:00.000+07:00</published><updated>2013-12-17T04:35:05.595+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Agama Dunia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Islam"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kristen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Profesor Idiot"/><title type='text'>Agama Dunia: Besar Belum Tentu Bagus</title><content type='html'>&lt;img class=&quot;kiri etalase&quot; alt=&quot;gambar foto Besar Belum Tentu Bagus&quot; title=&quot;artikel Agama Dunia&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/12/god-is-not-one-2010-150x100.jpg&quot; /&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Apakah buku ini menganggap besar agama-agama dunia? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya. Maksudnya, memasukkan agama-agama yang tersebar luas dan sekaligus berbobot--yakni agama-agama yang &quot;entah dalam keadaan baik atau pun buruk&quot; telah secara khas berpengaruh dari waktu ke waktu dan terus mempengaruhi kita hingga saat ini. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header navigasi&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/filsafat-agama-kewarganegaraan.html&quot;&gt;Pendidikan Moral Warga Dunia&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; » Agama Dunia: Besar Belum Tentu Bagus.&lt;/p&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;gambar kover buku God Is Not One&quot; title=&quot;gambar kover buku God Is Not One&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;300&quot; height=&quot;453&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/12/god-is-not-one-2010-300x453.jpg&quot; /&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Agama Dunia&lt;/h3&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pendahuluan: Jawaban Agama&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agama Islam&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agama Kristen&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agama Khonghucu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agama Hindu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agama Buddha&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agama Yoruba&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agama Yahudi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agama Tao&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agama Ateis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kesimpulan: Tuhan Lebih Tahu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Saran: Agama Universal&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot;&gt;Besar Belum Tentu Bagus&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Diterjemahkan dari buku kuliah umum Stephen Prothero, &lt;b&gt;&lt;em&gt;God Is Not One&lt;/em&gt;&lt;/b&gt;  (Harper Collins, 2010), halaman 23-26. | Hak cipta terjemahan Indonesia © 2014 &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/tentang-tiga-idiot.html#prof3&quot;&gt;&lt;b&gt;Tiga Idiot&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p id=&quot;isi&quot;&gt;Kaum muslim yakin bahwa Tuhan sajalah yang besar. Namun, buku ini juga menganggap besar &lt;strong&gt;agama-agama dunia&lt;/strong&gt;. Apa maksudnya? Pertama, itu bukan berarti bahwa agama-agama besar itu bagus. Selama lebih dari satu generasi, para penulis tentang agama telah beraksi dengan keyakinan bahwa jalan menuju pemahaman antar-agama tidak hanya menekankan kemiripan agama-agama dunia, tetapi juga kebaikan mendasarnya. Kecenderungan ini bisa dimengerti. Di kalangan cendekiawan yang berpikiran adil, tak seorang pun ingin mengekalkan stereotip, yang seringkali berakar pada polemik misioner, bahwa Islam gila-seks, bahwa Hinduisme terobsesi berhala, atau pun bahwa agama-agama Afrika bersifat syetan. Namun, kini saatnya keluar dari sikap membela yang bersifat refleks tersebut. Seusai peristiwa 9/11 dan Holocaust, kita perlu melihat agama-agama dunia apa adanya--dengan segenap kemuliaan dan kenistaannya. Ini mencakup pengamatan apa saja yang mereka sepakati dan yang tidak mereka sepakati, dan tidak menutup mata terhadap kekurangan-kekurangan mereka. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak tahun 1927, majalah &lt;i&gt;Time&lt;/i&gt; menjuluki seseorang sebagai Tokoh Tahun Ini. Sebagian di antara orang-orang tersebut adalah orang &quot;besar&quot; dalam pengertian &quot;bagus&quot; (baik). Namun, kebagusan bukanlah persyaratan bagi para editor &lt;i&gt;Time&lt;/i&gt;, yang hanya berupaya untuk mengenali orang, yang &quot;entah dalam keadaan baik atau pun buruk, paling berpengaruh terhadap peristiwa-peristiwa pada tahun sebelumnya.&quot; (Hitler ialah pilihan &lt;i&gt;Time&lt;/i&gt; pada tahun 1938, dan Stalin pada tahun 1939 dan 1942.) Dalam memilih agama-agama untuk buku ini, saya belum berusaha memisahkan yang baik dari yang buruk. Saya sekadar memasukkan agama-agama yang tersebar luas dan sekaligus berbobot--yakni agama-agama yang &quot;entah dalam keadaan baik atau pun buruk&quot; telah secara khas berpengaruh dari waktu ke waktu dan terus mempengaruhi kita hingga saat ini. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Agama-agama dunia&lt;/strong&gt; di buku ini hadir tidak dengan urutan kronologis menurut kapan berdirinya, tetapi menurut pengaruhnya--dimulai dari yang paling berpengaruh. Lantas, bagaimana kita menentukan besar-kecil pengaruhnya? Angka statistik tentulah penting. Kalau menurut jumlah penganutnya saja, yang terbesar ialah Kristen dan Islam, yang gabungannya mencapai lebih dari setengah penduduk dunia; sedangkan agama Yahudi, dengan hanya 14 juta pemeluk, berada di tempat terakhir sejauh ini. Namun ada faktor kunci lainnya, yaitu kebermaknaan historisnya. Pada kriteria ini, agama Yahudi bisa menjadi yang terbesar, karena ia melahirkan agama Kristen dan Islam. Namun pada akhirnya, peringkat-peringkat yang tersaji di sini terutama berfokus pada dampak kontemporernya--sampai sejauh mana setiap agama itu menggerakkan dan menggoyangkan kita dan saling berebut posisi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika meneliti untuk buku ini, saya tanyai teman-teman dan mahasiswa-mahasiswa saya, agama manakah yang mereka pikir paling berpengaruh. Saya mendapat serangkaian jawaban, termasuk komunisme. Di antara yang kuat adalah agama Khonghucu, yang telah menjadi penggerak utama di balik keajaiban ekonomik Asia Timur pada generasi mutakhir dan sedang naik daun di Cina sekarang, sementara pemerintahnya mempromosikan ide-ide agama Khonghucu sebagai pelengkap (atau mungkin pengganti) bagi ideologi Marxis dan Leninis yang tengah sekarat. Namun, dua &lt;em&gt;agama terbesar&lt;/em&gt; pada masa kini adalah agama Islam dan agama Kristen. Keduanya merupakan tradisi yang menggeramkan kaum ateis. Dan kedua agama itulah yang mengubah peta-peta geopolitik. &lt;/p&gt;&lt;h2 class=&quot;tengah&quot;&gt;Dua Agama Terbesar &lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Kebesaran agama &lt;strong&gt;Kristen&lt;/strong&gt; tak terbantah. Di Amerika Serikat, negeri yang paling berpengaruh di dunia, Kekristenan merupakan agama yang paling unggul. Alkitab, buku terlaris nomor satu di dunia, merupakan kitab suci politik Amerika, yang secara luas dikutip di acara-acara pelantikan dan di lantai Gedung Putih dan Senat. Warga mayoritas A.S. menyebut diri mereka kristiani, sebagaimana setiap presiden A.S. sejak presiden pertama, George Washington. Namun di dunia sebagai keseluruhan, tidak ada agama mayoritas. Faktanya, tidak ada agama yang dianut oleh lebih dari sepertiga pangsa pasar keagamaan global yang sangat kompetitif. Jadi, besarnya agama di dunia ini bukan merupakan &quot;bagian besar&quot;. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, &lt;strong&gt;Islam&lt;/strong&gt; merupakan Muhammad Ali-nya agama-agama dunia. Secara statistik, posisinya kedua setelah agama Kristen, tetapi angkanya tumbuh dengan jauh lebih cepat. Selama seratus tahun terakhir, porsi Kekristenan pada populasi dunia telah turun sedikit--dari 35 persen pada tahun 1900 menjadi 33 persen di masa kini. Di Eropa, penurunannya lebih banyak. Pada periode yang sama, angka pemeluk Islam telah meroket--dari 12 persen populasi dunia pada tahun 1900 menjadi 22 persen di masa kini. Menurut &lt;a href=&quot;http://www.worldreligiondatabase.org&quot;&gt;World Religion Database&lt;/a&gt;, Islam tumbuh 33 persen lebih cepat daripada agama Kristen, terutama berkat tingginya angka kelahiran di Indonesia, Pakistan, Banglades, India, Mesir, Iran, dan negeri-negeri lain yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Jadi, ketika kendaraan Kristen mogok, kendaraan Islam ngebut dengan kecepatan yang gila-gilaan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terlepas dari angka, &lt;strong&gt;Islam&lt;/strong&gt; berdiri di garis terdepan dalam hal dampak kontemporer. Banyak orang Kristiani menyerahkan kepada Kaisar apa yang merupakan hak Kaisar dan kepada Tuhan apa yang merupakan hak Tuhan, yang membatasi agama mereka ke ranah privat saja. Sebaliknya, kaum muslim tak pernah menerima pembedaan antara publik dan privat tersebut. Hampir semuanya memandang Islam sebagai agama dan sekaligus jalan hidup. Jalan hidup ini mempengaruhi bagaimana mereka berbusana, apa yang mereka makan, dan bagaimana mereka berinvestasi, membelanjakan, dan meminjamkan uang. Dengan demikian, komitmen religius kaum muslim itu berdampak sangat besar terhadap dunia sekeliling mereka. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Islam dan Kristen sama-sama merupakan agama misioner yang telah saling bersaing, antara mengislamkan dan mengkristenkan, sejak kelahiran Islam di abad ketujuh. Di awal zaman modern, &lt;strong&gt;Islam&lt;/strong&gt; unggul, dengan mengambil Konstantinopel pada tahun 1453 dan meluas dengan cepat pada beberapa abad berikutnya dari Eropa dan Timur Tengah sampai Afrika Utara, India, dan Asia Tenggara. Namun selama sekitar seratus tahun terakhir, terutama sejak jatuhnya Kekhalifahan Turki Utsmani pada tahun 1918, yang unggul ialah &lt;strong&gt;Kristen&lt;/strong&gt;, berkat kekuatan ekonomi, teknologi, dan militer para penguasa kolonial dari Eropa dan Amerika Serikat. Pada era pascakolonial sekarang, orang-orang muslim bangkit kembali dan menjadi berita. Di suatu dunia yang minyaknya menjalankan mobil-mobil, pabrik-pabrik, dan kehidupan kita (dengan semakin meningkat), para syaikh Saudi Arabia dan negara-negara kaya-minyak lainnya memegang pengaruh yang luar biasa. Hampir semua titik fokus politik dunia melibatkan kaum muslim dengan beberapa cara. Akhirnya, dampak ekstremis islami dari al-Qaida dan organisasi-organisasi jihadis lainnya terhadap kehidupan kontemporer tak terhitung. Aksi mereka telah mengalihkan jutaan dolar anggaran-anggaran pemerintah dan bukan hanya mengubah cara kita dalam melakukan perjalanan dan berperang, melainkan juga mengubah imajinasi kita terhadap masa depan planet ini. Singkatnya, Islam adalah agama yang paling banyak dibicarakan secara global. Bukan kebetulan bahwa wartawan Christopher Hitchens mengarahkan pena beracunnya terutama kepada Islam. &quot;Tuhan itu Besar,&quot; kata orang-orang muslim dengan sepenuh-iman. &quot;Tuhan tidak besar,&quot; kata &lt;abbr title=&quot;Cristopher Hitchens, God Is Not Great (New York: Twelve Books, 2007)&quot;&gt;Hitchens&lt;/abbr&gt;. &quot;Agama meracuni segala sesuatu.&quot; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kaum muslim kini terlibat dalam suatu perancangan historis mengenai jalur yang seharusnya mereka tempuh di dunia modern, bukan hanya mengenai hubungan antara masjid dan negara. Perancangan ini sama sekali tidak terbatas pada para ekstremis atau pun pada Timur Tengah saja. Perancangan ini bergaung di Indonesia, yang penduduk muslimnya (terbanyak di dunia) menunjukkan minat yang rendah terhadap ekstremisme. Perancangan ini juga hidup di Barat, tempat yang kokoh bagi &quot;Islam Progresif&quot;. Di Amerika Serikat, terdapat lebih dari satu ribu masjid, sedangkan para politisi memperhitungkan kekuatan politik kaum muslim di negarabagian-negarabagian mengambang seperti Michigan dan kawasan segitiga Connecticut, New Jersey, dan New York. Di Britania, Muhammad (atau Mohammed) kini menjadi &lt;a href=&quot;http://www.tiny.cc/8ET3Y&quot;&gt;nama bocah laki-laki yang paling populer&lt;/a&gt; ketiga (di belakang Jack dan Oliver, tetapi di depan Thomas dan Harry). &lt;a href=&quot;http://pewforum.org/docs/?DocID=60&quot;&gt;Islam juga merupakan agama yang paling cepat pertumbuhannya di Eropa&lt;/a&gt;, yang melonjak menjadi tiga kali lipat dalam tigapuluh tahun terakhir. &lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/7805604055904432622/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/12/agama-dunia-besar-belum-tentu-bagus.html#comment-form' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/7805604055904432622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/7805604055904432622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/12/agama-dunia-besar-belum-tentu-bagus.html' title='Agama Dunia: Besar Belum Tentu Bagus'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03526459852783383661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-7180722341782641863</id><published>2013-10-19T20:30:00.000+07:00</published><updated>2013-10-19T20:37:12.762+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah Nyata"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mama Idiot"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Parenting"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Abnormal"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Perkembangan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Siluman Idiot"/><title type='text'>Kehidupan Ayah Seorang Balita Cacat</title><content type='html'>&lt;img class=&quot;kiri etalase&quot; alt=&quot;gambar penderita sindrom Down&quot; title=&quot;artikel kisah nyata tentang bagaimana mengasuh anak yang cacat mental&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/down-syndrome-150x100.jpg&quot; /&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Apa yang ditawarkan oleh kisah nyata ini? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku malah ingat kata-kata filosofis dari Ludwig Wittgenstein, &lt;em&gt;Philosophical Investigations&lt;/em&gt;: &quot;&#39;Melihat-sebagai&#39; itu bukanlah bagian dari pencerapan. Dan lantaran alasan ini, itu &lt;i&gt;seperti&lt;/i&gt; melihat, dan kemudian lagi &lt;i&gt;tidak&lt;/i&gt; seperti.&quot; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header navigasi&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/ilmu-pengetahuan-umum.html&quot;&gt;Ilmu Pengetahuan Umum&lt;/a&gt; » &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/panduan-menulis-untuk-belajar-berbagi.html&quot;&gt;Panduan Menulis untuk Belajar, Berbagi, Beraksi&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; » &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/menulis-retoris-pahami-tanggapi-situasi.html&quot;&gt;Menulis Retoris: Pahami &amp; Tanggapi Situasi&lt;/a&gt; » Kehidupan Ayah Seorang Balita Cacat &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Profesor bahasa Inggris, Michael Bérubé, menulis banyak hal mengenai materi akademik: kurikulum, beban pengajaran, manajemen ruang kuliah, jabatan profesor, dan studi budaya. Namun dengan lahirnya putra keduanya, James (Jamie), Bérubé mengadu untung ke jenis penulisan lain, dengan menulis yang ditujukan ke khalayak yang lebih luas. [Terjemahan] kutipan panjang berikut ini berasal dari bagian Pendahuluan buku karyanya, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Life as We Know It: A Father, a Family, and an Exceptional Child&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, catatan harian tentang pengalaman-pengalaman keluarganya bersama dengan Jamie, yang menderita &lt;a href=&quot;http://childrenclinic.wordpress.com/2010/10/24/down-syndrome-deteksi-dini-pencegahan-dan-penatalaksanaan-sindrom-down/&quot;&gt;sindrom Down&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot; id=&quot;isi&quot;&gt;Kehidupan sebagaimana Kita Mengetahuinya (oleh Michael Bérubé)&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Diterjemahkan dari buku kuliah Cheryl Glenn, &lt;b&gt;&lt;em&gt;The Harbrace Guide to Writing&lt;/em&gt;&lt;/b&gt;, Concise, 2nd Edition (Wadsworth: 2012), Part 1, &quot;&lt;a href=&quot;http://www.nelsonbrain.com/content/glenn13995_0495913995_02.01_chapter01.pdf&quot;&gt;Entering the Conversation: The Rhetorical Situation&lt;/a&gt;&quot;, hlm. 25-27 | Hak cipta terjemahan Indonesia © 2014 &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/tentang-tiga-idiot.html#prof3&quot;&gt;&lt;b&gt;Tiga Idiot&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anakku Jamie gemar menyusun daftar: makanan, warna, binatang, bilangan, huruf, negara bagian, teman kelas, bagian tubuh, hari dalam seminggu, kendaraan, tokoh yang tinggal di Sesama Street, dan nama orang-orang yang mencintainya. Pada musim panas yang lalu, aku berharap cintanya pada daftar-daftar itu--dan kemampuannya untuk menyusun hal-hal menjadi daftar-daftar--takkan sia-sia selama masa &quot;liburan&quot;. Itu masa yang sulit bagi siapa pun, membiarkan seorang balita berumur tiga-tahun penderita sindrom Down: tiga jam bermobil ke Chicago, terbang ke LaGuardia pada jam sibuk, naik taksi ke Grand Central, kereta api ke Connecticut--dan &lt;i&gt;kemudian&lt;/i&gt;  perjalanan-perjalanan yang lebih pendek ke New York, Boston, dan Old Orchard Beach, Maine. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahkan, penyelesaian yang pertama dari tujuan misi ini--tiba dengan aman di O&#39;Hare--memerlukan ketelitian dan kerja tim yang tidak selalu aku geluti dengan keluargaku. Aku mengantar Janet dan Nick (9 tahun) ke terminal dengan membawa bagasi, lalu aku membawa Jamie ke tempat penitipan mobil ketika mereka &lt;i&gt;check in&lt;/i&gt;, dan kemudian menenangkan Jamie di sepanjang jalan kembali ke terminal itu via bus dan kereta ulang-alik. Kami bernyanyi tentang sopir bus itu, dan kami menghitung semua langkah eskalator dan perhentian kereta. Ketika akhirnya kami sampai ke pesawat kami, aku katakan kepada Jamie, &lt;i&gt;Lihat, ada Mama dan Nick di gerbang itu! Mereka berteriak bahwa kita akan kehilangan tempat duduk kita! Mereka ingin tahu mengapa kita butuh empatpuluh-lima menit untuk memarkir mobil! &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, semuanya berjalan lancar sejak saat itu. Pada akhirnya, kurasa bisa kaukatakan, Jamie menikmati liburannya seperti halnya balita mana pun yang terguncang naik-turun New England. Ia seorang pengelana musiman. Ia membanting tulang dan memeras keringat di garis-garis pantai, di pertemuan-pertemuan keluarga, dan di pizza New Haven. Dan dengan baik, ia kenal wajah-wajah dan nama-nama. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu lagi, saat kami tahu telah menjelang akhir pelancongan singkat di Maine, ia kurang peduli akan taman-taman hiburan. Bukannya Jamie tahu juga, di usianya yang baru tiga tahun. Namun rupanya, salah satu dari dayatarik Old Orchard Beach, bagi istriku dan saudara-saudara kandungnya, adalah gang-gang beratap di depan pantai dan taman hiburan di kota, yang mereka asosiasikan dengan masa kanak-kanak mereka sendiri. Maksudnya, perjalanan bermanja-ria, dengan coaster yang ukurannya pas bagi Nick--menggairahkan, agak mengerikan, tetapi tanpa jungkir-balik, lingkaran api, atau pun gaya gravitasi yang menghentak. Kami berjalan-jalan di antara mobil benturan, kembang gula, permainan keterampilan untung-untungan. Kami pun berpapasan dengan rombongan turis Kanada-Perancis: barangkali inilah untuk pertama kalinya dua bocah kecil kami melihat lebih dari satu keluarga Bérubé di satu tempat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, James tidak menginginkan apa pun dari segala tunggangan itu. Kendati ia suka berpura-pura mengemudi dan pernah di mobil benturan sebelumnya, ia menangis sambil menjerit sekeras-kerasnya sebelum tunggangan itu mulai melaju. Walhasil, operator mobil-mobil benturan itu membiarkan dia keluar dari mobil dan mengembalikan uang dua tiketnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jamie akhirnya diam tenang di dekat tunggangan kereta yang dirancang untuk anak balita, yang dengan dua tiket saja, kereta itu membawa para penumpangnya mengelilingi lingkaran oval dan melintasi jembatan empat kali. Aku amati, ternyata cukup cepat bagi Jani untuk tidak ingin &lt;i&gt;menunggangi&lt;/i&gt; tunggangan itu lagi. Ia hanya ingin berdiri di batas pinggirnya, memegang sekatnya dengan kedua tangannya dan menghitung mobil-mobil--satu, dua, tiga, empat, lima, enam--ketika mereka melintas. Kadang-kadang, ketika kereta itu melewati jembatan, James menyela dengan lompatan yang kecil sekali, seraya mengucap, &quot;Naik! Naik! Naik!&quot; Namun sebagian besarnya, ia puas dengan hanya bergantung pada papan-papan metal di sekat tersebut, menyeringai dan menghitung. Lantas, tatkala kereta itu berhenti, ia menarik lengan bajuku seraya berkata, &quot;Lagi, lagi.&quot; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itu berlangsung selama sekitar setengah jam, melampaui titik waktu ketika aku yakin bisa berbagi antusiasme Jamie untuk menelusuri gerak maju kereta tersebut. Hampir saja semangatku mulai tenggelam dengan cara yang seingatku tak pernah kurasakan sebelumnya. Kadang-kadang akan terjadi pada Jane atau pada diriku bahwa Jamie akan selalu &quot;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/05/ilmu-pendidikan-alternatif-teknik-mesin.html&quot;&gt;cacat&lt;/a&gt;&quot;, bahwa masa remaja dan masa dewasanya tentu akan lebih sulit secara emosional--bagi dia dan bagi kami--daripada masa balitanya, bahwa kami takkan pernah &lt;i&gt;tidak&lt;/i&gt; mengkhawatirkan masa depannya, kualitas hidupnya, apakah cukup baik bagi dia. Namun biasanya saat-saat seperti itu terjadi dalam suasana yang relatif nyaman, tatkala Janet dan aku berbaring di ranjang pada malam hari dan merasa penasaran apa yang akan terjadi pada kami semua. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;http://cdss.ca/ndsaw/&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;gambar penderita sindrom Down&quot; title=&quot;National Down Syndrome Awareness Week &quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;540&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/down-syndrome-540x360.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alih-alih, ketika aku &lt;i&gt;bersama dengan&lt;/i&gt; Jamie, aku hampir selalu disibukkan oleh pemberian perhatian tentang kebutuhan masa kininya, bukan oleh kekhawatiran mengenai masa depannya. Sewaktu ia meminta mendengar lagu Beatles karena ia menyukai kover Little Richard mereka, &quot;Long Tall Sally&quot;, aku pun memainkan lagu itu dan menyanyikannya. Aku mengawasi dia menari dengan ceria. Aku sendiri tak peduli dengan pertanyaan-pertanyaan ekstra seperti apakah ia akan bisa membedakan antara Beatles di era awal dan Beatles di era akhir, antara lagu Paul dan lagu John, antara lagu Beatles yang asli dan lagu Beatles yang dinyanyikan oleh orang lain. Pertanyaan semacam itu kini sangat penting bagi Nick dalam menikmati Beatles, tetapi itu &#39;kan Nick. Jamie itu &lt;i&gt;sui generis&lt;/i&gt; sepenuhnya, dan selama aku bersama dengan dia, aku tak bisa membayangkan dia sebagai siapa pun selain Jamie itu sendiri. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku pernah mencoba. Hampir sebagai bentuk latihan emosi, kadang-kadang aku mencoba melangkah mundur dan melihat dia sebagaimana orang-orang lain melihatnya, sebagai suatu kategori, satu biji pada daftar panjang subkelompok manusia. &lt;i&gt;Inilah anak yang menderita sindrom Down&lt;/i&gt;, kataku kepada diri sendiri. &lt;i&gt;Inilah anak yang menderita cacat perkembangan&lt;/i&gt;. Tapi, itu tak pernah berhasil: Jamie tetaplah Jamie bagiku. Aku pernah mencoba membayangkan dia dipandang sebagaimana ia akan dipandang di era-era lain: &lt;i&gt;Ini anak dungu&lt;/i&gt;. Dan bahkan, &lt;i&gt;Ini anak cacat mental&lt;/i&gt;. Ini bisa menjadi kejanggalan kognitif yang tak tertahankan. Aku dapat membayangkan bahwa orang-orang mungkin memikirkan hal-hal semacam itu, tetapi aku tak bisa membayangkan bagaimana mungkin mereka memikirkannya dengan cara yang mencegah mereka untuk melihat Jamie &lt;i&gt;sebagai&lt;/i&gt; Jamie. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku mencoba mengingat bagaimana aku semasa kanak-kanak melihat anak-anak semacam itu, tetapi di sini aku bersalah tidak menyimpulkan apa-apa: Aku sama sekali tidak ingat melihat mereka. Sangat mungkin, ini berarti bahwa aku tak pernah sungguh-sungguh melihat mereka &lt;i&gt;sebagai&lt;/i&gt; anak-anak. Aku malah ingat kata-kata &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/filsafat-sungguh-mati-aku-jadi-penasaran.html&quot;&gt;filosofis&lt;/a&gt; dari Ludwig Wittgenstein, &lt;em&gt;Philosophical Investigations&lt;/em&gt;: &quot;&#39;Melihat-sebagai&#39; itu bukanlah bagian dari pencerapan. Dan lantaran alasan ini, itu &lt;i&gt;seperti&lt;/i&gt; melihat, dan kemudian lagi &lt;i&gt;tidak&lt;/i&gt; seperti.&quot; Seringkali kupikir, membaca filsafat Wittgenstein merupakan sesuatu seperti menyimak seorang paman yang cemerlang dan cerewet yang gemar akan omong kosong yang menjengkelkan. Namun dalam hal ini, aku tahu pasti apa yang ia maksudkan. &lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Analisis Situasi Retoris&lt;/h2&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bérubé mungkin menanggapi peluang retoris apa?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Siapa khalayak yang dituju oleh buku Bérubé itu?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Peluang retoris apa yang ditawarkan oleh Bérubé kepada khalayaknya? Adakah cara-cara tertentu yang memungkinkan khalayak retorisnya menjadi terbuka untuk mempengaruhi perubahan atau mempengaruhi orang lain yang bisa membuat perubahan?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kalau Anda menulis esai tentang orang yang luar biasa, Anda akan memilih menulis tentang siapa? Akan terisi dari siapa sajakah khalayak Anda? Peluang retoris apa yang bisa Anda ciptakan atau Anda cerap dalam rangka menyusun tanggapan yang tepat? Apa yang akan menjadi tujuan Anda? Tulislah secara bebas selama sepuluh menit, lalu siaplah untuk berbagi dengan teman kuliah Anda.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/7180722341782641863/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/kehidupan-ayah-seorang-balita-cacat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/7180722341782641863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/7180722341782641863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/kehidupan-ayah-seorang-balita-cacat.html' title='Kehidupan Ayah Seorang Balita Cacat'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11512648891647689146</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Arizona State University, 411 North Central Avenue, Phoenix, AZ 85004, USA</georss:featurename><georss:point>33.4535269 -112.0730317</georss:point><georss:box>33.4469029 -112.0831167 33.4601509 -112.0629467</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-4472290365947961280</id><published>2013-10-17T14:50:00.000+07:00</published><updated>2013-10-19T19:57:10.648+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesehatan Umum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mama Idiot"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Merokok"/><title type='text'>Merokok: Cantik di Luar, Bobrok di Dalam</title><content type='html'>&lt;img class=&quot;kiri etalase&quot; alt=&quot;gambar foto model merokok&quot; title=&quot;artikel Merokok: Cantik di Luar, Bobrok di Dalam&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/anti_smoking_campaign_from_america_top_model_6_150.jpg&quot;&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Seberapa ganaskah pengaruh penghirupan asap rokok? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih cepat daripada suntikan, nikotinnya masuk ke otak dalam beberapa detik. Ketika membara, tembakau menghasilkan tar, suatu cairan yang beracun. Asapnya berisi karbon monoksida pada kadar 400 kali lipat daripada kadar yang dianggap aman. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header navigasi&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/keperawatan-kedokteran-masyarakat.html&quot;&gt;Pelatihan Gayahidup Sehat&lt;/a&gt; » &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/kesehatan-lebih-indah-mencegah-daripada.html&quot;&gt;Kesehatan Umum&lt;/a&gt; » Menolak Kecanduan Rokok&lt;/strong&gt; » Merokok: Cantik di Luar, Bobrok di Dalam.&lt;/p&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot;&gt;Tembakau: Pengaruhnya Cepat&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Diterjemahkan dari Dianne Hales, &lt;b&gt;&lt;i&gt;An Invitation to Health: Choosing to Change&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; 14th Ed. (Wadsworth, 2011), p. 419-420 | Hak cipta terjemah Indonesia © 2013 &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/tentang-tiga-idiot.html#prof3&quot;&gt;&lt;b&gt;Tiga Idiot&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p id=&quot;isi&quot;&gt;&lt;strong&gt;Tembakau&lt;/strong&gt;, suatu ramuan yang bisa diisap atau dikunyah, mempengaruhi otak secara langsung. Walau unsur aktif utamanya ialah nikotin, asap tembakau mengandung hampir 400 senyawa dan zat kimia lainnya, termasuk gas, cairan, partikel, tar, karbon monoksida, kadmium, piridin, nitrogen dioksida, ammonia, benzena, fenol, akrolin, hidrogen sianida, formaldehida, dan hidrogen sulfida.&lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Bagaimana Nikotin Berpengaruh&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Nikotin&lt;/strong&gt; adalah senyawa berminyak tak-berwarna yang sedikit-banyak beracun. Kalau Anda menarik nafas ketika merokok, 90 persen dari nikotin pada asapnya terserap ke dalam tubuh Anda. Bahkan jika Anda hanya memasukkan asapnya ke dalam mulut dan tidak ke paru-paru, Anda masih menyerap 25 sampai 30 persen nikotinnya. Pemerintah telah menyimpulkan bahwa nikotin itu candu yang berbahaya, sehingga harus diatur [dengan ketat]. Namun akhir-akhir ini, perusahaan-perusahaan rokok sudah meningkatkan angka &lt;strong&gt;kecanduan rokok&lt;/strong&gt; sampai rata-rata 1,6 persen per tahun. &lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;tengah&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Bagaimana Nikotin Mempengaruhi Otak&quot; title=&quot;gambar dampak nikotin sampai ke otak&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;450&quot; height=&quot;506&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/dampak-nikotin-sampai-ke-otak-450x506.jpg&quot; /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih cepat daripada suntikan, penghirupan asap rokok memasukkan nikotin ke &lt;strong&gt;otak&lt;/strong&gt; dalam beberapa detik (lihat Gambar di atas). Nikotin mempengaruhi otak dengan cara seperti kokain yang memicu keluarnya dopamin, suatu pemancar syaraf yang terkait dengan kesenangan dan kecanduan, disamping zat-zat kimia pengantar lainnya. Karena nikotin bertindak pada sebagian dari kawasan otak yang dirangsang oleh interaksi dengan hal-hal yang digemari, para perokok menjadi tanpa sadar menganggap rokok sebagai sahabat, tempat mereka berpaling ketika mereka tertekan, sedih, atau pun marah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nikotin bisa meningkatkan kinerja pada beberapa aktivitas, tetapi tidak pada aktivitas-aktivitas mental lainnya. Nikotin bertindak pula sebagai &lt;strong&gt;penenang&lt;/strong&gt;. Seberapa sering Anda merokok dan bagaimana Anda merokok menentukan pengaruh nikotin terhadap Anda. Kalau Anda perokok rutin, biasanya nikotin mula-mula merangsang Anda, lalu menenangkan Anda. Isapan-isapan pendek cenderung meningkatkan kewaspadaan karena nikotin yang berdosis rendah memudahkan keluarnya &lt;i&gt;acetylcholine&lt;/i&gt;, pemancar syaraf yang menjadikan perokok merasa waspada. Di sisi lain, embusan-embusan panjang [cenderung] menjadikan perokok merasa santai karena nikotin yang berdosis tinggi menghalangi aliran &lt;i&gt;acetylcholine&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nikotin merangsang kelenjar-kelenjar adrenalin untuk menghasilkan adrenalin, suatu hormon yang meningkatkan tekanan darah, mempercepat denyut jantung sampai 15 hingga 20 kali per menit, dan mengerutkan pembuluh darah (terutama di kulit). Nikotin juga menghambat pembentukan air kencing, mengurangi rasa lapar, merongrong selaput-selaput di mulut dan tenggorokan, dan menumpulkan indera perasa sehingga makanan-makanan terasa kurang lezat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dampak-balik nikotin biasanya berawal dalam beberapa jam. Gejalanya meliputi mengidam, geram, cemas, gelisah, dan bernafsu makan. &lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;tengah&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;500&quot; height=&quot;375&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/anti_smoking_campaign_from_america_top_model_6_large.jpg&quot; /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Tar dan Karbon Monoksida&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Ketika membara, tembakau menghasilkan &lt;strong&gt;tar&lt;/strong&gt;, suatu cairan gelap tebal lengket yang tersusun dari ratusan zat kimia--banyak dari zat-zat ini beracun, sebagiannya mempercepat pertumbuhan sel-sel kanker. Ketika Anda menghirup asap rokok, tar dan partikel-partikel lain bermukim di anakcabang-anakcabang pembuluh-pembuluh tenggorokan di paru-paru Anda, tempat kemungkinan terjadinya perubahan-perubahan pra-kanker. Selain itu, tar dan asap merusak lendir dan bulu di pembuluh-pembuluh tenggorokan, padahal lendir dan bulu itu biasanya menyingkirkan gangguan bahan-bahan asing dari paru-paru Anda. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Asap rokok juga mengandung &lt;strong&gt;karbon monoksida&lt;/strong&gt;, gas maut yang dihasilkan dari pembakaran, pada kadar 400 kali lipat daripada kadar yang dianggap aman dalam industri. Karbon monoksida mengusik kemampuan hemoglobin dalam darah untuk membawa oksigen, mengganggu fungsi sistem syaraf, dan turut meningkatkan risiko serangan jantung dan &lt;i&gt;stroke&lt;/i&gt; pada para perokok.***&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/4472290365947961280/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/merokok-cantik-di-luar-bobrok-di-dalam.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/4472290365947961280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/4472290365947961280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/merokok-cantik-di-luar-bobrok-di-dalam.html' title='Merokok: Cantik di Luar, Bobrok di Dalam'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11512648891647689146</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-2610002663866918622</id><published>2013-10-17T01:00:00.000+07:00</published><updated>2013-10-19T20:30:45.855+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesehatan Mental"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesehatan Umum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mama Idiot"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Pikiran"/><title type='text'>Kecanduan &amp; Penyalahgunaan Obat &amp; Alkohol</title><content type='html'>&lt;img class=&quot;kiri etalase&quot; alt=&quot;gambar kover buku Drugs and Addictive Behaviour&quot; title=&quot;artikel tentang Kecanduan &amp; Penyalahgunaan Obat &amp; Alkohol&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/ghodses-drug-and-addictive-behaviour-150x100.jpg&quot; /&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Telah ada obat selama berabad-abad. Apa disalahgunakan? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Opium, alkohol, dan ganja hingga kini masih dipakai oleh banyak orang, melampaui batas-batas penggunaan aslinya. Begitu pula kopi. Walau dijual eceran secara bebas, kopi pun memenuhi semua macam definisi kata &#39;obat&#39; yang tersaji di sini. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header navigasi&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/keperawatan-kedokteran-masyarakat.html&quot;&gt;Pelatihan Gayahidup Sehat&lt;/a&gt; » &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/kesehatan-lebih-indah-mencegah-daripada.html&quot;&gt;Kesehatan Umum&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; » Kecanduan &amp; Penyalahgunaan Obat &amp; Alkohol.&lt;/p&gt;&lt;a href=&quot;http://www.cambridge.org/us/academic/subjects/medicine/mental-health-psychiatry-and-clinical-psychology/ghodses-drugs-and-addictive-behaviour-guide-treatment-4th-edition#contentsTabAnchor&quot;&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;gambar kover buku Drugs and Addictive Behaviour&quot; title=&quot;artikel tentang Kecanduan &amp; Penyalahgunaan Obat &amp; Alkohol&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;300&quot; height=&quot;390&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/ghodses-drug-and-addictive-behaviour-300x390.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p id=&quot;isi&quot;&gt;Penggunaan berbagai jenis obat telah terjadi dalam waktu yang sangat lama, bahkan mungkin sejak manusia-manusia pertama. Mereka memakan tanaman-tanaman yang tumbuh di sekitar mereka. Mereka mendapati bahwa sebagian dari tumbuh-tumbuhan itu memiliki sifat penyembuh dan bahwa sebagian lainnya membuat mereka merasa ketagihan atau kecanduan. Sejak saat itu, penggunaan obat telah menjadi gayahidup manusia. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berbagai masyarakat memakai zat pemabuk yang berlainan, tergantung pada flora di lingkungan mereka. Beberapa dari obat ini menjadi populer, melampaui batas-batas penggunaan aslinya. Opium, alkohol, dan ganja telah dipakai selama berabad-abad dan hingga kini masih dipakai oleh banyak orang. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitu pula kopi. Walau dijual eceran secara bebas, kopi pun memenuhi semua (lima) macam definisi kata &#39;obat&#39; yang tersaji di bab ini. &lt;/p&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot;&gt;Kecanduan &amp; Penyalahgunaan Obat&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Disusun berdasarkan penggabungan dua modul dari dua buku kuliah: [1] Hamid Ghodse, &lt;b&gt;&lt;em&gt;Drugs and Addictive Behaviour&lt;/em&gt;&lt;/b&gt;, 4th Edition (Cambridge University Press, 2010), Chapter 1, &quot;Drugs, Addiction and Behaviour&quot;; dan [2] Rod Plotnik &amp; Haig Kouyoumdjian , &lt;a href=&quot;http://www.cengage.com/search/productOverview.do?Ntt=1255714131272785675131706883928919633&amp;N=16+4294920940+41&amp;Ntk=P_EPI&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;em&gt;Introduction to Psychology&lt;/em&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;, 9th Edition (Wadsworth, 2011), Module 8, &quot;Hypnosis &amp; Drugs&quot; &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Definisi: Kebergantungan pada Obat&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Sebagai perilaku, kebergantungan pada obat itu mirip dengan perilaku berjudi secara kompulsif, yaitu lantaran dorongan yang berlebihan untuk berperilaku dengan cara tertentu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita sebaiknya memahami dorongan kompulsif tersebut, dan memahami hakikat terganggunya pikiran, supaya kita lebih paham tentang kebergantungan pada obat dan tentang semua perilaku serupa lainnya. &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Sebab-sebab Kecanduan Obat&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Ada banyak teori tentang kebergantungan ini. Karena itu, ada banyak pula tipe-tipe perilaku mencandu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam beraneka-macam pendekatan dan model teoretis itu, tiga faktor (obat, individu, masyarakat) saling berinteraksi untuk menimbulkan perilaku yang terkait dengan kecanduan. Tak satu pun dari ketiganya ini yang memadai untuk secara sendirian menyebabkan kebergantungan pada obat. &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Obat-obat Yang Membuat Ketagihan&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Obat-obat yang mempengaruhi sistem syaraf dengan mengubah kesadaran, penginderaan, pencerapan, suasana hati, dan proses-proses kognitif disebut obat-obat psikoaktif. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagian obat bertindak seperti kunci kimiawi yang membuka gembok-gembok kimiawi syaraf. Ada obat yang mencegah penyerapan-kembali neurotransmiter-neurotransmiter syaraf. Ada pula obat yang beraksi di pusat kesenangan yang sangat kuat di otak. &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Minuman Keras &amp; Budaya Alkoholisme&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Alkohol diklasifikasikan sebagai depresan lantaran menurunkan aktivitas sistem syaraf pusat dengan jalan mensimulasi reseptor syaraf yang disebut reseptor GABA. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penyalahgunaan alkohol merupakan kontributor utama terhadap masalah-masalah pribadi, kecelakaan lalulintas fatal, pemerkosaan, percobaan pembunuhan, pembunuhan, dan bunuh-diri. &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Cara Mencegah &amp; Mengobati Kecanduan Obat&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Para peneliti mendapati bahwa program tertentu, walau populer, tidak efektif untuk mencegah penyalahgunaan alkohol. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para peneliti mendapati bahwa tiga jenis terapi yang berlainan (kognitif, behavioral, motivasional) ternyata sama-sama efektif untuk membantu para peminum berhenti menenggak alkohol. &lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/2610002663866918622/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/kecanduan-penyalahgunaan-obat-alkohol.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/2610002663866918622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/2610002663866918622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/kecanduan-penyalahgunaan-obat-alkohol.html' title='Kecanduan &amp; Penyalahgunaan Obat &amp; Alkohol'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11512648891647689146</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-1446813317700014936</id><published>2013-10-15T01:00:00.000+07:00</published><updated>2013-10-19T20:24:12.776+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesehatan Mental"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesehatan Umum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mama Idiot"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manajemen Stres"/><title type='text'>Kesehatan Mental &amp; Manajemen Stres</title><content type='html'>&lt;img class=&quot;kiri etalase&quot; alt=&quot;gambar foto&quot; title=&quot;artikel&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/your-health-today-4e-150x100.jpg&quot; /&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Kesehatan mental yang bagaimanakah yang hendak kita pelajari? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan mengetahui apa yang dimaksud dengan &quot;sehat mental&quot;, Anda bisa yakin apakah seseorang sungguh-sungguh mengalami depresi dan tak berdaya ataukah tidak. Anda pun dapat meredam dampak stres dalam kehidupan Anda. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header navigasi&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/keperawatan-kedokteran-masyarakat.html&quot;&gt;Pelatihan Gayahidup Sehat&lt;/a&gt; » &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/kesehatan-lebih-indah-mencegah-daripada.html&quot;&gt;Kesehatan Umum&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; » Kesehatan Mental &amp; Manajemen Stres.&lt;/p&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot;&gt;Kesehatan Mental &amp; Manajemen Stres&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Diterjemahkan secara bebas dari buku kuliah karya ML Teague, SLC Mackenzie, &amp; DM Rosenthal, &lt;b&gt;&lt;em&gt;Your Health Today&lt;/em&gt;&lt;/b&gt;, 4th Edtion (McGraw-Hill: 2013), Chapter 2, &quot;&lt;a href=&quot;http://highered.mcgraw-hill.com/sites/dl/free/0078028477/973746/tea28472_ch02.pdf&quot;&gt;Mental Health and Stress&lt;/a&gt;&quot; | Hak cipta terjemahan Indonesia © 2014 &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/tentang-tiga-idiot.html#prof3&quot;&gt;&lt;b&gt;Tiga Idiot&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p id=&quot;isi&quot;&gt;Kesehatan mental meliputi beberapa aspek dari keseluruhan kesehatan dan kebugaran: emosional, psikologis, kognitif, antarpribadi, dan/atau aspek spiritual kehidupan seseorang. Ia mencakup kemampuan untuk menanggapi tantangan dengan cara-cara yang memungkinkan berlanjutnya  pertumbuhan dan gerak maju kehidupan. &lt;/p&gt;&lt;a href=&quot;http://highered.mcgraw-hill.com/sites/0078028477/information_center_view0/table_of_contents.html&quot;&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;gambar foto&quot; title=&quot;artikel&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;200&quot; height=&quot;255&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/your-health-today-4e-200x255.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Kunci kesehatan mental dan kebahagiaan bukanlah kebebasan dari kemalangan, melainkan kemampuan untuk menanggapi kemalangan dengan cara-cara yang adaptif dan efektif. Orang yang sehat-mental mampu menghadapi tantangan-tantangan kehidupan yang tak terelakkan tanpa dibatasi atau pun dibanjiri oleh mereka. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mayoritas orang itu sehat-mental. Namun, banyak  orang mengalami kesulitan emosional atau ekonomis beberapa kali dalam kehidupan mereka. Kelainan mental itu memang lazim. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih dari 26% penduduk Amerika dewasa (lebih dari 57 juta orang, atau satu diantara empat orang Amerika) dipengaruhi oleh kelainan mental yang bisa didiagnosis pada suatu tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekitar 50 persen orang Amerika itu mengalami beberapa gejala depresi sepanjang hayat mereka. Banyak masalah kesehatan mental (sebagaimana  kesehatan umum) dipicu atau diperburuk oleh stres.&lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Apa yang merupakan kesehatan mental?&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Kesehatan mental biasanya dipandang sebagai adanya banyak kualitas positif, seperti optimisme, rasa kemanjuran-diri &lt;i&gt;(self-efficacy)&lt;/i&gt;, dan daya-kenyal (kemampuan untuk berbalik dari kemalangan). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pendekatan tertentunya mencakup fokus psikologi positif pada &quot;kebajikan dan kekuatan karakter&quot;, model aktualisasi diri Maslow, dan konsep kecerdasan emosional Goleman. ... (bersambung) &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Bagaimana Anda menanggapi rasa kehilangan? &lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Wafatnya orang yang dekat dengan Anda merupakan bagian dari kehidupan, tetapi ini mewakili salah satu dari peralihan tersulit yang akan Anda hadapi dalam kehidupan. Berdukacita merupakan pengalaman yang sangat pribadi, tetapi ini jugalah yang Anda bagikan dengan orang lain di komunitas dan budaya Anda. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berilah waktu kepada diri Anda sendiri untuk pulih dari rasa kehilangan seseorang yang Anda cintai. Carilah dukungan dari para sahabat. Kalau Anda masih merasa sedih setelah berbulan-bulan kehilangan, pertimbangkanlah untuk meminta bantuan profesional. ... (bersambung) &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Bagaimana penyakit mental ditangani?&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Dua pendekatan utama untuk penanganan penyakit mental adalah pengobatan medis dan psikoterapi. Keduanya efektif. Kini banyak penyakit serius dapat disembuhkan dengan obat-obatan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Psikoterapi adalah pengobatan masalah psikologis berdasarkan perkembangan hubungan antarpribadi yang positif antara klien dan terapis. ... (bersambung) &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Apa yang merupakan stres?&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Stres didefinisikan sebagai keadaan umum tubuh, benak, dan emosi ketika penekan dari lingkungan memicu tanggapan stres. Ini bisa dibayangkan seperti transaksi antara individu dan penekan, yang ditengahi oleh variabel-variabel pribadi yang mencakup persepsi orang itu dan penaksiran terhadap peristiwanya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tanggapan stres, yang juga dikenal sebagai tanggapan melawan-atau-melayang, merupakan perubahan psikologis yang terjadi dalam tubuh dalam menghadapi ancaman. ... (bersambung) &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Apa sajakah pendekatan utama untuk manajemen stres?&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Stres dapat dikelola dengan menggunakan strategi pengurangan stres seperti manajemen waktu dan mendatangkan dukungan sosial. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bisa pula stres dikelola melalui gayahidup sehat yang meliputi diet yang seimbang, olahraga, dan tidur yang mencukupi, serta menghindari konsumsi alkohol, narkoba, dan tembakau. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, dapat pula manajemen stres itu mempraktekkan teknik-teknik relaksasi. Teknik-teknik ini meliputi pernafasan mendalam, relaksasi progresif, visualisasi, yoga, t&#39;ai chi, &lt;i&gt;biofeedback&lt;/i&gt;, dan afirmasi. ... (bersambung) &lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/1446813317700014936/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/kesehatan-mental-manajemen-stres.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/1446813317700014936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/1446813317700014936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/kesehatan-mental-manajemen-stres.html' title='Kesehatan Mental &amp; Manajemen Stres'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11512648891647689146</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-9212283949834464146</id><published>2013-10-14T02:00:00.000+07:00</published><updated>2013-10-19T20:14:03.433+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesehatan Umum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mama Idiot"/><title type='text'>Pengertian: Kesehatan Itu Apa?</title><content type='html'>&lt;img class=&quot;kiri etalase&quot; alt=&quot;gambar Dimensi Kebugaran&quot; title=&quot;artikel Pengertian Kesehatan&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/7-dimensions-of-wellness.gif&quot; /&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Kesehatan itu lebih dari sekadar tiadanya penyakit atau pun luka. Pada orang yang sehat, banyak dimensi kehidupan yang berfungsi secara serasi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebugaran &lt;em&gt;(wellness)&lt;/em&gt; adalah proses pengambilan keputusan secara aktif untuk mencapai kesehatan yang optimal. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header navigasi&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/keperawatan-kedokteran-masyarakat.html&quot;&gt;Pelatihan Gayahidup Sehat&lt;/a&gt; » &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/kesehatan-lebih-indah-mencegah-daripada.html&quot;&gt;Kesehatan Umum&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; » &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/tantangan-kesehatan-di-abad-21.html&quot;&gt;Tantangan Kesehatan di Abad 21&lt;/a&gt; » Pengertian: Kesehatan Itu Apa?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tentang pengertian kesehatan, rangkuman singkatnya sudah tersaji di atas. Tapi biar lebih jelas, kita simak saja kuliah selengkapnya di bawah ini.&lt;/p&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot;&gt;Pengertian Kesehatan&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Diterjemahkan secara bebas dari buku kuliah karya April Lynch, Barry Elmore, dan Jerome Kotecki, &lt;b&gt;&lt;em&gt;Health: Making Choices for Life&lt;/em&gt;&lt;/b&gt; (Benjamin Cummings, 2014), Bab 1, &quot;&lt;a href=&quot;http://instructors.coursesmart.com/9780321897695/2&quot;&gt;Health in the 21st Century: New Challenges, New Choices&lt;/a&gt;&quot;, p.2-5 | Hak cipta terjemahan Indonesia © 2014 &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/tentang-tiga-idiot.html#prof3&quot;&gt;&lt;b&gt;Tiga Idiot&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p id=&quot;isi&quot;&gt;Seabad yang lalu, istilah &lt;abbr title=&quot;lebih dari sekadar tiadanya penyakit atau pun luka; suatu keadaan bugar yang mencakup dimensi fisik, sosial, psikologis, dan lain-lain; merupakan sumberdaya untuk kehidupan sehari-hari.&quot;&gt;&lt;strong&gt;kesehatan&lt;/strong&gt;&lt;/abbr&gt; dipakai hanya untuk makna &quot;tiadanya penyakit atau pun luka&quot;. Lalu pada tahun 1948, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang baru saja didirikan sebagai unit kesehatan global dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, meluncurkan definisi yang sangat baru terhadap istilah &quot;kesehatan&quot;, yaitu &quot;&lt;a href=&quot;http://www.who.int/about/definition/en/print.html&quot; title=&quot;World Health Organization. (1948). Preambul Konstitusi Organisasi Kesehatan Dunia itu diterima oleh Konferensi Kesehatan Internasional, New York, 19–22 Juni 1946; ditandatangani pada 22 Juli 1946 oleh wakil-wakil dari 61 negara (Official Records of the World Health Organization,  no. 2, p. 100) dan mulai berlaku pada 7 April 1948&quot;&gt;keadaan bugar secara fisik, mental, dan sosial yang lengkap, dan bukan hanya tiadanya penyakit atau pun kelemahan&lt;/a&gt;&quot;. Pandangan menyeluruh terhadap kesehatan ini mengakui bahwa pada orang yang sehat, berbagai dimensi kehidupan itu berjalan secara serasi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Walau definisi kesehatan ala WHO itu telah diterima luas selama puluhan tahun, sebagian peneliti berkeberatan terhadap konsep kebugaran &quot;yang lengkap&quot;; sebagian peneliti pun berpendapat bahwa definisi tersebut kurang praktis. Pada tahun 1986, di Piagam Ottawa untuk Promosi Kesehatan, &lt;a href=&quot;http://www.who.int/hpr/NPH/docs/ottawa_charter_hp.pdf&quot; title=&quot;World Health Organization. (1986). Ottawa Charter for Health Promotion. First International Conference on Health Promotion. (21 November, 1986). WHO/HPR/HEP/95.1.&quot;&gt;WHO menawarkan konteks berikut ini untuk definisinya terhadap kesehatan&lt;/a&gt;: &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Untuk mencapai keadaan bugar secara fisik, mental, dan sosial yang lengkap, seorang individu atau suatu kelompok harus mampu mengidentifikasi dan mewujudkan cita-cita, memenuhi kebutuhan, dan mengubah atau pun menghadapi lingkungannya. Karenanya, kesehatan itu dipandang sebagai sumberdaya untuk kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Penekanan pada kesehatan sebagai sumberdaya itu memudahkan kita untuk lebih memandang kesehatan sebagai proses aktif daripada sebagai keadaan yang stabil. Hal ini berlaku pula untuk sebuah konsep yang terkait erat, yaitu &lt;strong&gt;&lt;abbr title=&quot;proses aktif pengambilan keputusan untuk mencapai kesehatan optimal&quot;&gt;kebugaran&lt;/abbr&gt; &lt;i&gt;(wellness)&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;. Sebagian otoritas kesehatan masyarakat memandang kebugaran sebagai keadaan ketika kita menyadari potensi kita sepenuh-penuhnya sebagai individu dan sebagai anggota komunitas kita. Namun sebagian lainnya memandang kebugaran sebagai proses penentuan pilihan secara aktif untuk mencapai &lt;a href=&quot;http://www.nationalwellness.org/index.php?id_tier=2&amp;id_c=26&quot; title=&quot;National Wellness Institute. (2010). Defining Wellness.&quot;&gt;kesehatan optimal&lt;/a&gt;. Orang-orang yang tingkat kebugarannya tinggi itu senantiasa mengambil keputusan yang menjunjung tinggi kesehatan di berbagai bidang kehidupan mereka. Di sisi lain, rendahnya tingkat kebugaran disebabkan oleh putusan-putusan buruk yang meningkatkan risiko penyakit, luka, cacat, dan mati dini. &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Rangkaian Sakit-Bugar&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Pada tahun 1975, pelopor kebugaran John W. Travis, M.D., menerbitkan sebuah buku tentang rangkaian sakit-bugar &lt;em&gt;(the illness-wellness continuum)&lt;/em&gt;. Ia memandang rangkaian itu dengan dua ujung ekstrem: mati dini pada satu ujung dan bugar tingkat-tinggi pada ujung lain. (Lihat gambar di bawah ini.)&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;tengah&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;gambar rangkaian sakit-bugar&quot; title=&quot;rangkaian sakit-bugar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;500&quot; height=&quot;159&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/wellnesscontinuum.gif&quot; /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hampir semua dari kita berada di antara keduanya, beralih antara keadaan merasa sakit, &quot;netral&quot;, dan sehat walafiat. Arah umum Anda pada rangkaian tersebut (entah menuju kebugaran optimal, entah menuju kematian dini) itu lebih penting daripada posisi Anda pada waktu kapan saja. Anda mungkin masuk-angin, misalnya, dan terutama merasa tidak sehat--namun kalau Anda merawat diri dan bersikap positif, maka arah umum Anda akan menuju kebugaran yang lebih besar. Begitu pula, Anda mungkin menganggap diri sehat--namun kalau Anda berada di bawah tekanan, makan asal-asalan, dan minum minuman keras berlebihan, maka arah umum Anda pada rangkaian tersebut akan menuju berkurangnya kebugaran.  &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Dimensi-dimensi Kesehatan &amp; Kebugaran&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Ingatlah bahwa definisi kesehatan ala WHO menyebut tiga matra (fisik, mental, sosial), yang semuanya berjalan secara serasi. Walau sebagian peneliti menerima bahwa tiga dimensi ini sudah memadai, sebagian lainnya mengidentifikasi matra-matra tambahan lainnya yang tepat bagi populasi yang mereka layani. Di buku kuliah ini, kami mengakui tujuh dimensi kesehatan berikut ini: fisik, intelektual, psikologis, spiritual, sosial, lingkungan, dan pekerjaan. (Lihat gambar di bawah ini.)&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;tengah&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;gambar Dimensi Kebugaran&quot; title=&quot;gambar Dimensi Kebugaran&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;420&quot; height=&quot;439&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/7-dimensions-of-wellness-420x439.gif&quot; /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(Perhatikanlah bahwa karena kebugaran merupakan proses pencapaian kesehatan optimal, kebugaran pun bersifat multidimensional.) Mari kita simak lebih dekat setiap dimensi ini. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Dimensi Fisik&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Kesehatan fisik berfokus pada tubuh: seberapa baik tubuh itu berfungsi dan seberapa baik Anda merawatnya. Kesehatan fisik optimal meliputi aktif secara fisik, makan bergizi, dan mendapatkan tidur yang cukup, membuat putusan yang bijaksana mengenai seks, minuman keras, dan obat-obatan terlarang, dan mengambil langkah-langkah untuk menghindari luka dan penyakit menular. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Dimensi Intelektual&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Kesehatan intelektual ditandai dengan kemauan untuk mengambil tantangan intelektual baru, suatu keterbukaan terhadap ide-ide dan keterampilan-keterampilan baru, suatu kemampuan untuk berpikir secara kritis, dan suatu rasa humor dan ingin tahu. Orang-orang yang memiliki kesehatan intelektual tingkat tinggi tidak hanya mengenali masalah secara cepat, melainkan juga mencari dan menciptakan solusi. Sifat-sifat ini penting tidak hanya selama masa pendidikan formal Anda, tetapi juga sepanjang hayat Anda. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Dimensi Psikologis&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Kesehatan psikologis merupakan kategori luas yang meliputi otonomi, penerimaan-diri, dan kemampuan untuk menanggapi dengan tepat lingkungan kita. Kategori ini juga mencakup kemampuan untuk mempertahankan hubungan yang sehat dengan orang lain dan untuk mengejar tujuan-tujuan yang bermakna. Akhirnya, orang-orang yang sehat-psikologis itu merasa bahwa mereka senantiasa tumbuh dan berkembang sebagai individu. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Dimensi Spiritual&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Terkait erat dengan kesehatan psikologis ialah kesehatan spiritual, yang dipengaruhi oleh kepercayaan-kepercayaan dan nilai-nilai yang kita anut dan cara-cara pengungkapan kita--contohnya dalam kegiatan kemanusiaan, ibadah keagamaan, atau pun upaya untuk menjaga kelestarian alam. Kesehatan spiritual itu berkontribusi terhadap rasa makna hidup dan dapat menjadi sumber dukungan ketika kita menghadapi tantangan-tantangan. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Dimensi Sosial&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Kesehatan sosial memaparkan kualitas interaksi dan hubungan kita dengan orang-orang lain. Seberapa memuaskankah hubungan Anda dengan keluarga, teman, dosen, dan orang-orang lain di kehidupan Anda? Bagaimana perasaan Anda mengenai kemampuan Anda untuk memenuhi peran sosial, misalnya sebagai teman atau pun selaku sukarelawan di lingkungan tempat tinggal Anda? Kesehatan sosial yang baik itu juga ditandai dengan kemampuan untuk saling menyediakan dan menerima dukungan dengan orang lain. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Dimensi Lingkungan&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Kesehatan environmental memaparkan mutu lingkungan rumah, pekerjaan, sekolah, dan sosial kita--sebagaimana kesehatan planet kita. Kualitas udara, ketersediaan air bersih dan makanan bergizi, tingkat kejahatan, cuaca, polusi, dan keterlindungan terhadap zat-zat kimia merupakan beberapa gelintir saja dari variabel-variabel yang mempengaruhi kesehatan environmental. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Dimensi Pekerjaan&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Kesehatan okupasional memaparkan mutu hubungan Anda dengan pekerjaan Anda. Pekerjaan itu bukan hanya yang mendapatkan bayaran. &quot;Pekerjaan&quot; Anda bisa terdiri dari studi Anda, menjadi ibu rumah tangga, atau apa pun yang Anda anggap pekerjaan utama Anda. Apakah pekerjaan Anda ini terasa memuaskan? Apakah Anda memiliki peluang untuk maju dan belajar? Apakah Anda merasa dihargai oleh rekan kerja Anda? Tantangan terhadap kesehatan okupasional itu mencakup stres, kurangnya kepuasan kerja, hubungan yang buruk dengan rekan kerja, kompensasi yang tidak memadai, dan &lt;abbr title=&quot;Pemutusan Hubungan Kerja&quot;&gt;PHK&lt;/abbr&gt; mendadak. &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Terminologi Kesehatan&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Seperti yang dapat Anda lihat, kesehatan dan kebugaran itu seluas kehidupan itu sendiri. Jadi, tidaklah mengejutkan bahwa para peneliti dan penyedia layanan kesehatan dalam kesehatan masyarakat mengembangkan kosakata yang luas untuk mengkomunikasikan konsep-konsep yang terkait dengan kesehatan. Berikut ini beberapa istilah terpenting, yang akan Anda hadapi tidak hanya di sepanjang buku kuliah ini, tetapi juga di laporan-laporan media  tentang topik-topik yang terkait dengan kesehatan: &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Penyakit Akut &amp; Penyakit Kronis&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Penyakit akut adalah yang muncul mendadak dan mendalam, seperti sakit kepala atau sakit perut lantaran keracunan makanan. Ini bisa sembuh dengan cepat, kadang-kadang dalam beberapa jam, tapi bisa pula sampai beberapa pekan. Perawatan medis mungkin diperlukan, tapi mungkin pula tidak. Penyakit-penyakit akut yang signifikan--seperti serangan &lt;i&gt;stroke&lt;/i&gt; atau pun infeksi pada otak--dapat berakibat fatal. Sebaliknya, penyakit kronis menjadi diperhatikan secara bertahap, seringkali beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun. Penyakit kronis itu pada mulanya sangat ringan, dan bisa berlanjut begitu, tetapi bisa pula menjadi parah dan semakin parah. Contohnya, sakit jantung. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Morbiditas &amp; Mortalitas&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Morbiditas adalah istilah klinis mengenai penyakit, yaitu kelaziman atau pemerataannya dalam suatu populasi. Mortalitas, tentu saja, bermakna kematian. Namun para peneliti kesehatan masyarakat menggunakan istilah ini ketika mengacu pada angka kematian dalam populasi tertentu atau lantaran sebab tertentu. Contohnya, angka kematian bayi suatu negara (yaitu persentase bayi-bayi yang meninggal sebelum ulangtahun pertama mereka di suatu negara) dipakai secara umum sebagai indikator status kesehatan total suatu negara.&lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Tanda &amp; Gejala&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Dalam bahasa perawatan kesehatan, tanda &lt;i&gt;(sign)&lt;/i&gt;  adalah indikasi obyektif status kesehatan seseorang. Misalnya: berat badan, denyut nadi, tekanan darah, hasil tes laboratorium, dan pemindaian serta sinar-X merupakan ukuran-ukuran yang dapat menyiratkan adanya atau pun tiadanya penyakit. Tanda-tanda itu juga meliputi hal-hal yang tidak dapat kita ukur, tetapi bisa kita lihat atau pun kita dengar, seperti mendesah atau pun mencerca. Sebaliknya, gejala &lt;i&gt;(symptom)&lt;/i&gt;  adalah pengalaman subyektif yang dilaporkan oleh pasien--seperti rasa nyeri atau pun sesak napas. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Promosi Kesehatan &amp; Pencegahan Penyakit&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Pada keadaan yang paling sederhana, promosi kesehatan adalah &lt;a href=&quot;http://www.healthpromotionjournal.com/index.html&quot; title=&quot;O’Donnell, M. P. (2009). Definition of health promotion. American Journal of Health Promotion, 24 (1), iv.&quot;&gt;proses membantu orang-orang untuk meningkatkan kesehatan mereka&lt;/a&gt;. Umpamanya, kampanye &quot;Mengolahragakan Masyarakat dan Memasyaratkan Olahraga&quot;. Begitu pula mengikuti matakuliah &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/kesehatan-lebih-indah-mencegah-daripada.html&quot;&gt;Kesehatan Umum&lt;/a&gt; ini. Sebaliknya, pencegahan penyakit mengacu pada tindakan tertentu yang dilakukan untuk mengurangi terjadinya penyakit. Umpamanya, pembagian kondom lateks gratis untuk mengurangi tersebarnya penyakit kelamin. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Faktor Risiko &amp; Penyebab &lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Penyebab adalah faktor yang secara langsung menimbulkan hasil tertentu. Contohnya, cacat-genetik tertentu diketahui menyebabkan suatu penyakit yang disebut &quot;fibrosis kista&quot;. Dan melahap makanan yang tercemar sejenis bakteri yang disebut &quot;Salmonella&quot; menyebabkan &quot;infeksi Salmonella&quot;. Sebaliknya, faktor risiko adalah karakteristik yang meningkatkan kemungkinan bahwa seorang individu akan mengalami penyakit atau pun luka tertentu. Diantaranya, kegemukan merupakan faktor risiko untuk penyakit jantung, dan penyalahgunaan alkohol merupakan faktor risiko untuk keterlibatan dalam kecelakaan kendaraan bermotor. Perhatikan bahwa faktor-faktor risiko tidak secara langsung menimbulkan penyakit atau pun luka; maksudnya tidak semua orang yang mengalami kegemukan akan menderita penyakit jantung, dan banyak orang yang berpenyakit jantung tidak kegemukan. Alih-alih, faktor risiko itu memberi tahu kita apa hubungannya; contohnya, &lt;a href=&quot;http://rethinkingdrinking.niaaa.nih.gov/WhatsTheHarm/WhatAreTheRisks.asp&quot; title=&quot;National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism. (2010). Rethinking drinking: Alcohol and your health.&quot;&gt;&lt;b&gt;40% kematian lantaran kecelakaan kendaraan bermotor itu melibatkan [penyalahgunaan] alkohol&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perhatikanlah bahwa walaupun Anda dapat mengurangi risiko untuk banyak &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/search/label/Kesehatan%20Umum&quot;&gt;masalah kesehatan&lt;/a&gt;, sedikit saja yang bisa sepenuhnya dicegah. Contohnya, selama puluhan tahun, serangkaian laporan dari U.S. Surgeon General menyatakan dengan tegas bahwa merokok dan membiarkan asap rokok orang lain terisap itu menyebabkan penyakit kanker; faktanya, &lt;a href=&quot;http://www.surgeongeneral.gov/library/tobaccosmoke/report/index.html&quot; title=&quot;U.S. Department of Health and Human Services. (2010). How tobacco smoke causes disease: The biology and behavioral basis for smoking-attributable disease. A report of the Surgeon General.&quot;&gt;&lt;b&gt;lebih dari 440 ribu orang Amerika meninggal dunia setiap tahun sebagai dampak dari asap rokok yang mereka isap sendiri atau pun terisap dari orang lain&lt;/b&gt;.&lt;/a&gt; Namun setiap hari, sejumlah orang yang tak pernah merokok dan tak pernah tinggal bersama perokok pun mendapati bahwa mereka menderita kanker paru-paru. Itu karena kebanyakan penyakit, termasuk kanker, bersifat multifaktorial; maksudnya, penyakit-penyakit tersebut terjadi lantaran banyak faktor, termasuk yang tidak berada dalam kendali Anda, seperti umur Anda dan gen yang Anda warisi dari orangtua Anda. Namun bagaimanapun, gayahidup yang Anda pilih (seperti menghindar dari merokok dan menyantap makanan yang bergizi) dapat secara dramatis mengurangi risiko Anda, atau pun mengurangi keparahan tanda-tanda dan gejala-gejala yang ditimbulkan oleh penyakit itu.*** &lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/9212283949834464146/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/pengertian-kesehatan-itu-apa.html#comment-form' title='20 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/9212283949834464146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/9212283949834464146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/pengertian-kesehatan-itu-apa.html' title='Pengertian: Kesehatan Itu Apa?'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11512648891647689146</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-6238945787752457465</id><published>2013-10-14T01:00:00.000+07:00</published><updated>2013-10-19T20:12:14.606+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesehatan Umum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mama Idiot"/><title type='text'>Tantangan Kesehatan di Abad 21</title><content type='html'>&lt;img class=&quot;kiri etalase&quot; alt=&quot;gambar foto&quot; title=&quot;artikel&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/health-making-choices-for-life-150.jpg&quot; /&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Anda tahu kesehatan itu penting. Tapi apakah perilaku sehari-hari yang Anda pilih itu menjadikan kesehatan Anda prioritas Anda? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perhatikan bahwa ketika Anda kurang sehat, Anda lebih berkemungkinan untuk meragukan diri Anda sendiri dan merasa terbebani oleh tugas-tugas yang bahkan sederhana. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header navigasi&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/keperawatan-kedokteran-masyarakat.html&quot;&gt;Pelatihan Gayahidup Sehat&lt;/a&gt; » &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/kesehatan-lebih-indah-mencegah-daripada.html&quot;&gt;Kesehatan Umum&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; » Tantangan Kesehatan di Abad 21.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Tujuan Pembelajaran&lt;/h2&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mengenali dan memaparkan dimensi majemuk kesehatan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membandingkan tantangan kesehatan di Amerika dan di dunia&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengenali empat pilihan gayahidup yang berpengaruh besar terhadap kesehatan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memberi contoh dari enam kategori penentu kesehatan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memaparkan tiga model perubahan perilaku&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menyusun daftar tujuh langkah untuk menciptakan kontrak perubahan perilaku yang efektif&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot;&gt;Tantangan Kesehatan di Abad 21&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Diterjemahkan secara bebas dari buku kuliah karya April Lynch, Barry Elmore, dan Jerome Kotecki, &lt;a href=&quot;http://instructors.coursesmart.com/9780321897695/&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;em&gt;Health: Making Choices for Life&lt;/em&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; (Benjamin Cummings, 2014), Bab 1, &quot;Health in the 21st Century: New Challenges, New Choices&quot; | Hak cipta terjemahan Indonesia © 2014 &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/tentang-tiga-idiot.html#prof3&quot;&gt;&lt;b&gt;Tiga Idiot&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;200&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/health-making-choices-for-life-cover.jpg&quot; /&gt;&lt;p id=&quot;isi&quot;&gt;Pernahkah Anda perhatikan bahwa ketika Anda sakit, stres, atau pun sulit tidur, Anda lebih berkemungkinan untuk meragukan diri Anda sendiri, bertengkar dengan orang serumah, dan merasa terbebani oleh tugas-tugas yang bahkan sederhana? Namun ketika Anda merasa penuh dengan kekuatan dan stamina, Anda pun merasa tenang dan percaya diri. Bahkan tantangan-tantangan menakutkan (seperti mendaki gunung yang terjal atau pun memecahkan soal kalkulus yang rumit) dapat terlihat menyenangkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara naluriah, Anda tahu kesehatan itu penting. Tapi apakah perilaku sehari-hari yang Anda pilih (apa yang dimakan, berapa lama waktu tidur, apakah berolahraga, merokok, menyalahgunakan alkohol) sungguh-sungguh menjadikan kesehatan Anda prioritas Anda? Tema buku kuliah ini adalah bahwa gayahidup yang Anda pilih itu berpengaruh besar terhadap kesehatan Anda. Sebab, selama bertahun-tahun, efek kumulatif gayahidup pilihan tersebut dapat sangat meningkatkan atau pun mengurangi risiko Anda untuk menderita penyakit, luka, cacat, dan kematian dini. Kalau kesehatan itu penting, maka pilihan Anda itu juga penting.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Buku kuliah ini menyediakan fakta yang Anda butuhkan untuk mulai mengevaluasi gayahidup yang Anda pilih saat ini. Namun informasi hanyalah langkah pertama. Setiap bab akan menyajikan berbagai kiat praktis untuk meningkatkan kesehatan Anda sendiri, disamping untuk melibatkan diri dalam mempromosikan lingkungan yang lebih sehat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mari kita memulainya dengan merambah definisi-definisi kesehatan. &lt;/p&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/pengertian-kesehatan-itu-apa.html&quot; title=&quot;klik di sini untuk menyimak kuliah selengkapnya tentang pengertian kesehatan&quot;&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Pengertian: Kesehatan Itu Apa?&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;gambar dimensi-dimensi kesehatan&quot; title=&quot;klik di sini untuk menyimak kuliah selengkapnya tentang pengertian kesehatan&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/7-dimensions-of-wellness.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kesehatan itu lebih dari sekadar tiadanya penyakit atau pun luka. Pada orang yang sehat, banyak dimensi kehidupan yang berfungsi secara serasi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kebugaran &lt;em&gt;(wellness)&lt;/em&gt; adalah proses pengambilan keputusan secara aktif untuk mencapai kesehatan yang optimal.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Walau Anda dapat mengurangi risiko Anda terhadap masalah-masalah kesehatan, sebagian dari faktor penyebabnya tidak berada dalam kendali individu.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Tantangan Kesehatan Masa Kini&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Empat perilaku umum yang menjadi penyebab bagi hampir semua penyakit, penderitaan, dan kematian dini yang terkait dengan penyakit kronis di Amerika Serikat adalah kurangnya aktivitas fisik, buruknya nilai gizi makanan, merokok, dan minum minuman beralkohol secara berlebihan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masalah kesehatan umum yang dihadapi oleh mahasiswa adalah stres, depresi, kecemasan, kecanduan alkohol dan rokok, dan kesehatan seksual. Diantara orang-orang Amerika yang berumur antara 15-24 tahun, penyebab utama kematian adalah kecelakaan (luka yang tak disengaja), pembunuhan, dan bunuh diri.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masalah kesehatan global meliputi infeksi, kekurangan gizi, dan penyakit-penyakit yang terkait dengan kegemukan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Penentu Kesehatan&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Enam kategori utama yang paling menentukan kesehatan Anda:&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;biologi dan genetika&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;perilaku individu&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;penentu sosial&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;penentu fisik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;pelayanan kesehatan (termasuk literasi kesehatan dan akses ke perawatan kesehatan yang berkualitas)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;pengambilan kebijakan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Mengubah Perilaku dengan Sukses&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Faktor pemengaruh kecenderungan, pemungkinan, dan pengukuhan dapat kesemuanya mempengaruhi keberhasilan Anda dalam melakukan dan mempertahankan perubahan perilaku yang terkait dengan kesehatan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Model transteoretis perubahan-perilaku mengusulkan enam tahap yang dilalui seseorang sebelum mencapai perubahan perilaku yang berkelanjutan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Model keyakinan-kesehatan mengidentifikasi empat faktor sebagai instrumen dalam memprediksi perubahan perilaku yang terkait dengan kesehatan, termasuk persepsi tentang ancaman, keparahan, manfaat, dan isyarat untuk bertindak.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Model ekologis perubahan-perilaku mengakui bahwa penciptaan lingkungan pendukung itu penting untuk mencapai perubahan sebagaimana penting pula pemerolehan informasi kesehatan individual dan pengembangan keterampilan pribadi.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Ubah Diri Anda, Ubah Dunia Anda&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sesudah mengidentifikasi perilaku terkait-kesehatan yang hendak Anda ubah, tujuh langkah untuk menerapkan perubahan itu meliputi: [1] mendapat informasi cukup; [2] menetapkan tujuan yang SMART; [3] menguraikan tujuan Anda menjadi serangkaian program kerja; [4] mengenali kendala perubahan dan bagaimana mengatasinya; [5] merekrut dukungan; [6] menjanjikan imbalan kepada diri sendiri; dan [7] berkomitmen dalam menulis.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketika Anda wujudkan program Anda dalam tindakan, kenalilah pikiran-pikiran yang merupakan bicara-sendiri yang negatif dan gantilah dengan afirmasi dan bicara-sendiri yang  positif lainnya. Gunakanlah pemantauan-diri untuk melihat kemajuan Anda dalam kenyataan dan bergeraklah lebih dekat ke tujuan Anda. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Cegahlah kambuhnya penyakit dengan menyusun daftar lengkap berbagai faktor ekologis yang bisa memicu kambuhnya penyakit, dan kemudian dengan mengidentifikasi strategi-strategi untuk menghadapinya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Advokasi dapat efektif ketika ada kendala perubahan di lingkungan sosial atau lingkungan fisik Anda, atau pun ketika ada pelayanan kesehatan atau pengambilan kebijakan yang buruk. &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/6238945787752457465/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/tantangan-kesehatan-di-abad-21.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/6238945787752457465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/6238945787752457465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/tantangan-kesehatan-di-abad-21.html' title='Tantangan Kesehatan di Abad 21'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11512648891647689146</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-5468739436580146831</id><published>2013-10-13T18:30:00.000+07:00</published><updated>2013-10-19T18:03:30.603+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesehatan Umum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mama Idiot"/><title type='text'>Kesehatan: Lebih Indah Mencegah daripada Mengobati</title><content type='html'>&lt;img class=&quot;kiri etalase&quot; alt=&quot;gambar An Invitation to Health&quot; title=&quot;artikel Lebih Indah Mencegah daripada Mengobati&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/an-invitation-to-health-build-your-future-150.jpg&quot;&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Matakuliah Kesehatan Umum alias Pengantar Kesehatan dan Kebugaran &lt;em&gt;(Introduction to Health and Wellness)&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Konsep-konsep terkini tentang kesehatan &amp; kebugaran mental, sosial, dan fisik. Menekankan kesehatan pribadi: teori, sikap, kepercayaan, perilaku. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;img style=&quot;clear: right;&quot; class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;gambar kover buku An Invitation to Health&quot; title=&quot;buku kuliah Kesehatan Umum&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;260&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/an-invitation-to-health-build-your-future-260x315.jpg&quot; /&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header navigasi&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/keperawatan-kedokteran-masyarakat.html&quot;&gt;Pelatihan Gayahidup Sehat&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; » Kesehatan: Lebih Indah Mencegah daripada Mengobati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Daripada mengobati, mencegah itu lebih &lt;b&gt;baik&lt;/b&gt;, bahkan lebih &lt;b&gt;indah&lt;/b&gt;! &lt;/p&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot;&gt;Kesehatan Umum&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Disusun berdasarkan buku kuliah Dianne Hales, &lt;a href=&quot;http://www.cengage.com/search/productOverview.do?Ntt=18567449079190242282397189271967143127&amp;N=16&amp;Ntk=P_EPI#TableofContents&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;em&gt;An Invitation to Health: Building Your Future, Brief Edition&lt;/em&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;, 8th Edition (Wadsworth, 2014), dengan beberapa penyesuaian di sana-sini&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;Kesehatan &amp; Kebugaran Mental&lt;/h3&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/tantangan-kesehatan-di-abad-21.html&quot;&gt;&lt;strong&gt;Tantangan Kesehatan di Abad 21&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; : [1] Pengertian Kesehatan; [2] Tantangan Kesehatan Masa Kini; [3] Penentu Kesehatan; [4] Mengubah Perilaku dengan Sukses; [5] Ubah Diri Anda, Ubah Dunia Anda. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/kesehatan-mental-manajemen-stres.html&quot;&gt;&lt;strong&gt;Kesehatan Mental &amp; Manajemen Stres&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; : [1] Apa yang merupakan kesehatan mental? [2] Bagaimana Anda menanggapi rasa kehilangan? [3] Bagaimana penyakit mental ditangani? [4] Apa yang merupakan stres? [5] Apa sajakah pendekatan utama untuk manajemen stres?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menolak &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/kecanduan-penyalahgunaan-obat-alkohol.html&quot;&gt;Kecanduan &amp; Penyalahgunaan Obat &amp; Alkohol&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; : [1] Definisi: Kebergantungan pada Obat; [2] Sebab-sebab Kecanduan Obat; [3] Obat-obat Yang Membuat Ketagihan; [4] Minuman Keras &amp; Budaya Alkoholisme; [5] Cara Mencegah &amp; Mengobati Kecanduan Obat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menolak Kecanduan Rokok&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sehat Sepanjang Hayat&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h3&gt;Kesehatan Sosial, Seksual, Lingkungan&lt;/h3&gt;&lt;img style=&quot;clear: right;&quot; class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bercinta: Membina Hubungan Intim&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Manajemen Konflik &amp; Komunikasi Antarpribadi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memahami Seksualitas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kehamilan &amp; Kesehatan Reproduksi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melindungi Diri Anda dan Lingkungan Anda&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h3&gt;Kesehatan &amp; Kebugaran Fisik&lt;/h3&gt;&lt;img style=&quot;clear: right;&quot; class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Gizi Pribadi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengelola Berat Tubuh Anda&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nikmatnya Kebugaran Fisik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penyakit Berat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kesehatan Konsumen&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/5468739436580146831/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/kesehatan-lebih-indah-mencegah-daripada.html#comment-form' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/5468739436580146831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/5468739436580146831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/kesehatan-lebih-indah-mencegah-daripada.html' title='Kesehatan: Lebih Indah Mencegah daripada Mengobati'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11512648891647689146</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-1661282080498778549</id><published>2013-10-13T17:10:00.000+07:00</published><updated>2013-10-19T20:08:06.566+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Informasi di Internet"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kesehatan Umum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kimia Umum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mama Idiot"/><title type='text'>Informasi Kesehatan di Internet</title><content type='html'>&lt;img class=&quot;kiri etalase&quot; alt=&quot;gambar foto Informasi Kesehatan di Internet&quot; title=&quot;artikel Informasi Kesehatan di Internet&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/online-health-information-150.jpg&quot;&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Bagus atau jelekkah informasi kesehatan di internet? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kini ada puluhan ribu situs tentang kesehatan. Tak sedikit yang informasinya bagus. Namun, banyak pula situs berandalan yang hendak mengeruk uang Anda. Situs-situs jahat ini bukan hanya tak berguna bagi Anda, melainkan bisa pula berbahaya. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header navigasi&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/keperawatan-kedokteran-masyarakat.html&quot;&gt;Pelatihan Gayahidup Sehat&lt;/a&gt; » &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/kesehatan-lebih-indah-mencegah-daripada.html&quot;&gt;Kesehatan Umum&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; » &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/tantangan-kesehatan-di-abad-21.html&quot;&gt;Tantangan Kesehatan di Abad 21&lt;/a&gt; » Informasi Kesehatan di Internet.&lt;/p&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot;&gt;Informasi Kesehatan di Internet&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Diterjemahkan dari Spencer L. Seager, &lt;b&gt;&lt;em&gt;Introductory Chemistry for Today&lt;/em&gt;&lt;/b&gt; 7th Ed. (Brooks/Cole, 2010), p. 31 | Hak cipta terjemahan Indonesia © 2013 &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/tentang-tiga-idiot.html#prof3&quot;&gt;&lt;b&gt;Tiga Idiot&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p id=&quot;isi&quot;&gt;&lt;strong&gt;Internet&lt;/strong&gt; mengandung lebih dari 20 ribu situs yang berkaitan dengan persoalan kesehatan atau yang menjual produk-produk kesehatan. Ada banyak dari situs-situs ini yang merupakan &lt;strong&gt;sumber informasi&lt;/strong&gt; yang sangat bagus bagi individu yang berminat pada topik-topik semacam itu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun sayangnya, ada pula situs-situs yang dijalankan oleh berandalan yang hanya tertarik untuk mengeruk uang dengan mengorbankan para penjelajah internet yang awam atau tak berpendidikan. Informasi yang disediakan oleh situs-situs ini bukan hanya sia-sia, melainkan bisa pula berbahaya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada banyak laporan tentang situs-situs yang dijalankan oleh individu-individu yang mengklaim &quot;menyembuhkan secara ajaib&quot; penyakit-penyakit yang serius. Situs-situs ini mendorong orang-orang untuk menghentikan pengobatan medis dan membeli produk baru yang ajaib itu sebagai gantinya. &lt;/p&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.wordpress.com/?attachment_id=71&quot;&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;gambar wanita perawat di depan laptop&quot; title=&quot;gambar wanita perawat di depan laptop&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;300&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/online-health-information-300.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Salah satu karakteristik situs yang juga perlu dihindari adalah yang mengklaim memiliki dokter yang akan mendiagnosis atau merawat Anda tanpa mengharuskan Anda untuk menjalani pemeriksaan dan konsultasi [tatapmuka] yang tepat. Sebagai aturan umum, Anda &lt;b&gt;harus menggunakan akal sehat&lt;/b&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ide bagus lainnya adalah mencari situs yang sudah terkait dengan organisasi-organisasi &lt;em&gt;kesehatan&lt;/em&gt; yang Anda kenal atau diakui keabsahannya. Situs-situs berikut ini sangat berguna dan mengandung &lt;strong&gt;informasi yang lengkap dan akurat&lt;/strong&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p id=&quot;taut&quot;&gt;Healthfinder: &lt;a href=&quot;http://www.healthfinder.gov&quot;&gt;www.healthfinder.gov&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;
USDA’s Food &amp; Nutrition Research Briefs: &lt;a href=&quot;http://www.nal.usda.gov/fnic/usda/fnrb&quot;&gt;www.nal.usda.gov/fnic/usda/fnrb&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
National Cancer Institute: &lt;a href=&quot;http://www.cancer.gov&quot;&gt;www.cancer.gov&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Centers for Disease Control and Prevention: &lt;a href=&quot;http://www.cdc.gov&quot;&gt;www.cdc.gov&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
U.S. Department of Health &amp; Human Services: &lt;a href=&quot;http://www.healthfinder.gov&quot;&gt;www.healthfinder.gov&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
U.S. National Library of Medicine: &lt;a href=&quot;http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/&quot;&gt;www.nlm.nih.gov/medlineplus/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
New England Journal of Medicine: &lt;a href=&quot;http://www.nejm.org&quot;&gt;www.nejm.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Journal of the American Medical Association: &lt;a href=&quot;http://www.ama-assn.org/public/journals/jama/&quot;&gt;www.ama-assn.org/public/journals/jama/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
American Cancer Society: &lt;a href=&quot;http://www.cancer.org&quot;&gt;www.cancer.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Online mental health (“Psych Central”): &lt;a href=&quot;http://www.coil.com/~grohol/&quot;&gt;www.coil.com/~grohol/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Mediconsult: &lt;a href=&quot;http://www.mediconsult.com&quot;&gt;www.mediconsult.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
American Academy of Family Physicians: &lt;a href=&quot;http://www.familydoctor.org&quot;&gt;www.familydoctor.org&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Medfusion: an information partnership of medical societies: &lt;a href=&quot;http://www.medfusion.new/ihealth&quot;&gt;www.medfusion.new/ihealth&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Medical Library Association: &lt;a href=&quot;http://www.mlanet.org/resources/userguide.html&quot;&gt;www.mlanet.org/resources/userguide.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
NOAH: New York Online Access to Health: &lt;a href=&quot;http://www.noah-health.org/&quot;&gt;www.noah-health.org/&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/1661282080498778549/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/informasi-kesehatan-di-internet.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/1661282080498778549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/1661282080498778549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/informasi-kesehatan-di-internet.html' title='Informasi Kesehatan di Internet'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11512648891647689146</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-8752502186157509107</id><published>2013-10-12T13:06:00.000+07:00</published><updated>2013-10-12T13:06:56.911+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ilmu Ekonomi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manajemen Bisnis"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Siluman Idiot"/><title type='text'>Bagaimana Faktor Ekonomi Pengaruhi Bisnis</title><content type='html'>&lt;img class=&quot;kiri etalase&quot; alt=&quot;Gambar perbandingan perekonomian yang kontras antara Korea Selatan dan Korea Utara&quot; title=&quot;artikel tentang Bagaimana Faktor Ekonomi Pengaruhi Bisnis&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/ekonomi-korea-selatan-utara-150x100.jpg&quot; /&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Keadaan dan segala perubahan pada perekonomian nasional dan global berpengaruh besar terhadap bisnis-bisnis di negara kita. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, untuk memahami bisnis, Anda harus pula memahami dasar-dasar ilmu ekonomi. Apalagi kalah Anda ialah wisudawan baru yang hendak mencari kerja. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header navigasi&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/kewirausahaan-media-online.html&quot;&gt;Manajemen Bisnis Media Internet&lt;/a&gt; » &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/manajemen-peluang-bisnis.html&quot;&gt;Pengantar Manajemen Bisnis&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; » Bagaimana Faktor Ekonomi Pengaruhi Bisnis. &lt;/p&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot; id=&quot;isi&quot;&gt;Pahami Pengaruh Ekonomi terhadap Bisnis&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Diterjemahkan, disadur, dan diseleksi dari buku kuliah William G. Nickels, James M. McHugh, dan Susan M. McHugh, &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Business: Connecting Principles to Practice&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;, 2nd Edition (McGraw-Hill, 2014), Chapter 2, &quot;&lt;a href=&quot;http://highered.mcgraw-hill.com/sites/dl/free/0078023149/987193/nickels2e_sample_ch02.pdf&quot;&gt;Understanding How Economics Affects Business&lt;/a&gt;&quot; | Hak cipta terjemahan &amp; saduran Indonesia © 2014 &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/tentang-tiga-idiot.html#prof3&quot;&gt;&lt;b&gt;Tiga Idiot&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dibandingkan dengan Indonesia, Amerika Serikat merupakan negara yang relatif lebih kaya. Mengapa? Mengapa pula, seperti tergambar di bawah ini, Korea Selatan juga merupakan negara yang relatif kaya, sedangkan ekonomi Korea Utara menderita, banyak rakyatnya kelaparan? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img alt=&quot;Gambar perbandingan perekonomian yang kontras antara Korea Selatan dan Korea Utara&quot; title=&quot;Bisnis-bisnis sedang mengalami booming di Seoul, Korea Selatan, seperti tergambar di sebelah kiri. Namun di Korea Utara, sebuah negara komunis, keadaannya tidak sebaik itu. Sebagaimana tergambar di sebelah kanan, ribuan pekerja dengan peralatan-lama tampak mengikuti program Kerja-demi-Makan.&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;576&quot; height=&quot;365&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/ekonomi-korea-selatan-utara-576x365.jpg&quot; /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan semacam itu merupakan bagian dari bidang studi ilmu ekonomi. Di bab ini, kita merambah berbagai sistem ekonomi dunia, cara-cara bagaimana mereka melejitkan atau pun menghambat pertumbuhan bisnis, penciptaan kekayaan, dan kualitas kehidupan yang lebih tinggi bagi semuanya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu bagian dari kesuksesan bisnis Amerika Serikat di masa lalu adalah lantaran suasana sosial-ekonominya yang memungkinkan hampir semua bisnis beroperasi dengan bebas. Orang-orangnya bebas untuk memulai bisnis di mana pun, sebagaimana bebas untuk jatuh dan bangun lagi. Kebebasan itu memotivasi orang-orang untuk mencoba sampai mereka sukses karena imbalannya seringkali besar sekali. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Segala perubahan pada sistem ekonomi atau pun politik suatu negara berpengaruh besar terhadap kesuksesan &lt;a href=&quot;http://highered.mcgraw-hill.com/sites/0078023149/information_center_view0/&quot; title=&quot;klik di sini untuk melihat buku Business: Connecting Principles to Practice&quot;&gt;sistem bisnisnya&lt;/a&gt;. Contohnya, meningkatnya keterlibatan pemerintah Amerika Serikat dalam bisnis, baru-baru ini, akan memiliki efek ekonomik. Namun, apakah efeknya akan berlangsung lama, kita tunggu saja. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perekonomian global dan politik global juga berpengaruh besar terhadap bisnis di negara kita. Karena itu, untuk memahami bisnis, Anda harus pula memahami dasar-dasar ilmu politik dan &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/search/label/Ilmu%20Ekonomi&quot;&gt;&lt;strong&gt;ilmu ekonomi&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. Apalagi kalah Anda ialah wisudawan baru yang hendak mencari kerja. &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Bagaimana Kondisi Ekonomi Pengaruhi Bisnis&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;h4&gt;Apa yang merupakan ilmu ekonomi? &lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Ilmu Ekonomi adalah kajian tentang bagaimana masyarakat memilih mengerahkan sumberdaya untuk menghasilkan barang dan jasa dan menyebarkannya untuk konsumsi di kalangan berbagai kelompok dan individu yang bersaingan. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Apa saja dua cabang utama ilmu ekonomi? &lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Dua cabang besar ilmu ekonomi adalah [1] Ilmu Ekonomi Makro: mengkaji ekonomi suatu negara sebagai suatu keseutuhan; [2] Ilmu Ekonomi Makro: mengkaji perilaku orang-orang dan organisasi-organisasi pada pasar-pasar tertentu (umpamanya: mengapa orang-orang membeli mobil-mobil yang lebih kecil ketika harga bensin naik). &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Bagaimana kita bisa yakin memiliki sumberdaya yang cukup? &lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Ilmu Pembangunan Sumberdaya adalah kajian tentang bagaimana meningkatkan sumberdaya-sumberdaya dan menciptakan kondisi-kondisi yang akan menjadikan penggunaannya lebih baik. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Bagaimana kapitalisme menciptakan suasana pertumbuhan ekonomi? &lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Dalam kapitalisme, para pengusaha tidak sering berusaha membantu orang lain dengan sengaja; mereka bekerja terutama demi kemakmuran dan perkembangan mereka sendiri. Namun, upaya orang-orang untuk mengembangkan situasi mereka sendiri itu seperti &quot;tangan tak terlihat&quot; &lt;i&gt;(invisible hand)&lt;/i&gt; yang membantu pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran melalui produksi barang, jasa, dan ide yang dibutuhkan. &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Memahami Kapitalisme Pasar-Bebas&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;h4&gt;Apa yang merupakan kapitalisme? &lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Kapitalisme adalah suatu sistem ekonomi yang di dalamnya, semua atau hampir semua sarana produksi dan distribusi dimiliki secara swasta dan dijalankan demi laba. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Siapa memutuskan apa yang diproduksi di negara-negara kapitalis? &lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Di negara-negara kapitalis, para pengusaha memutuskan apa yang diproduksi, berapa banyak membayar buruh, dan berapa besar harga barang dan jasa. Mereka juga memutuskan apakah memproduksi barang tertentu di negara tertentu, mengimpor barang itu, ataukah membuatnya di negara lain. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Apa sajakah hak asasi orang-orang menurut kapitalisme? &lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Empat hak asasi menurut kapitalisme: (1) hak untuk memiliki properti pribadi, (2) hak untuk berbisnis dan meraup laba bisnis sesudah dipajaki, (3) hak kebebasan untuk bersaing, dan (4) hak kebebasan untuk memilih. Presiden Franklin D. Roosevelt merasa bahwa kebebasan ekonomik pun penting: hak kebebasan berbicara dan berekspresi, hak beribadah dengan cara Anda sendiri, dan kebebasan dari rasa takut dan dari rasa dikejar-kejar. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Bagaimana pasar-bebas bekerja? &lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Pasar-bebas adalah pasar yang di dalamnya, para pembeli dan penjual yang saling menawar harga barang dan jasa mempengaruhi putusan-putusan mengenai apa yang diproduksi dan berapa banyak produksinya. Putusan-putusan pembeli di pasar memberitahu para penjual apa dan berapa banyak yang perlu diproduksi. Bila para pembeli meminta barang lebih banyak, harganya naik, yang merupakan sinyal bagi para penyedia untuk memproduksi lebih banyak. Semakin tinggi harga, semakin banyak barang dan jasa yang mau diproduksi oleh para penyedia. Harga merupakan mekanisme yang memungkinkan bekerjanya pasar-bebas. &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Memahami Sosialisme &amp; Komunisme&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;h4&gt;Apa yang merupakan sosialisme? &lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Sosialisme adalah suatu sistem ekonomi yang didasarkan pada premis bahwa sebagian bisnis seharusnya dimiliki oleh pemerintah. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Apa keunggulan dan kelemahan sosialisme? &lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Sosialisme dimaksudkan untuk menciptakan lebih banyak kesetaraan sosial. Pada pekerja di negara sosialis biasanya menerima pendidikan, perawatan kesehatan, dan pelayanan lainnya dan juga bekerja dengan jam kerja yang lebih sedikit dan dengan hari libur yang lebih banyak. Kelemahan utama sosialisme adalah bahwa ini mengurangi insentif untuk memulai bisnis atau pun untuk bekerja keras. Ekonomi sosialis cenderung memiliki angka pengangguran yang lebih tinggi dan angka pertumbuhan yang lebih lambat daripada ekonomi kapitalis. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Bagaimana sosialisme berbeda dari komunisme? &lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Dalam komunisme, pemerintah memiliki hampir semua fasilitas produksi utama dan mendikte apa yang diproduksi dan siapa yang memproduksinya. Komunisme itu juga lebih membatasi kebebasan pribadi, termasuk kebebasan beragama. &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Kecenderungan Menuju Ekonomi Campuran&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;h4&gt;Apa yang merupakan ekonomi campuran? &lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Ekonomi campuran itu sebagian kapitalis dan sebagian sosialis. Sebagian bisnis dimiliki oleh swasta, tetapi pajak cenderung tinggi untuk mendistribusikan pendapatan dengan lebih merasa di kalangan penduduk. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Negara mana sajakah yang memiliki ekonomi campuran? &lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Amerika Serikat memiliki ekonomi campuran. Begitu pula hampir semua negara industri lainnya. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Apa keunggulan ekonomi campuran? &lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Ekonomi campuran memiliki hampir semua manfaat penciptaan kekayaan yang dibawa oleh pasar-bebas, ditambah manfaat dari kesetaraan sosial yang lebih besar dan kepedulian akan lingkungan yang dijanjikan oleh sosialisme.  &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Sistem Ekonomi Indonesia pada Kenyataannya&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;h4&gt;Apa sajakah kunci indikator ekonomi negara Indonesia? &lt;/h4&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product = GDP)&lt;/em&gt;  adalah nilai total dari barang dan jasa final yang diproduksi di suatu negara dalam suatu tahun. &lt;em&gt;Angka pengangguran&lt;/em&gt; mengacu pada persentase warganegara usia tertentu (misalnya, 16 tahun ke atas) yang tidak bekerja dan berusaha mencari kerja dalam waktu tertentu (misalnya, empat pekan terakhir). &lt;em&gt;Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index)&lt;/em&gt;  mengukur perubahan harga sejumlah (misalnya, 400) barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Apa sajakah empat tahap daur bisnis? &lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Dalam &lt;em&gt;ledakan ekonomi (economic boom)&lt;/em&gt;, bisnis-bisnis berjalan dengan baik. &lt;em&gt;Resesi&lt;/em&gt; terjadi manakala dua triwulan (atau lebih) menunjukkan bahwa GDP menurun, harga-harga jatuh, orang-orang membeli lebih sedikit produk, dan bisnis-bisnis gagal. &lt;em&gt;Depresi&lt;/em&gt; adalah resesi yang parah. &lt;em&gt;Pemulihan (recovery)&lt;/em&gt;  terjadi bila ekonomi menjadi stabil dan mulai tumbuh. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Apa yang merupakan kebijakan fiskal? &lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Kebijakan fiskal terdidi dari upaya pemerintah untuk menjaga kestabilan ekonomi dengan meningkatkan atau mengurangi pajak atau pun pengeluaran pemerintah. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Apa pentingnya kebijakan moneter untuk perekonomian? &lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Kebijakan moneter adalah manajemen suplai uang dan tingkat bunga. Bila uang yang disimpan terlalu banyak, Bank Indonesia dapat menempatkan uang lebih banyak ke dalam perekonomian dan mengurangi tingkat bunga. Maksudnya adalah untuk mempercepat laju ekonomi karena bisnis-bisnis meminjam dan membelanjakan uang lebih banyak dan mempekerjakan lebih banyak orang. &lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/8752502186157509107/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/bagaimana-faktor-ekonomi-pengaruhi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/8752502186157509107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/8752502186157509107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/bagaimana-faktor-ekonomi-pengaruhi.html' title='Bagaimana Faktor Ekonomi Pengaruhi Bisnis'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240340811602095343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-1930448727435873392</id><published>2013-10-11T18:02:00.000+07:00</published><updated>2013-10-19T22:49:48.529+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Etika Bisnis"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Facebook"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kewirausahaan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kunci Sukses"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manajemen Bisnis"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Media Sosial"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Industri"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Siluman Idiot"/><title type='text'>Ambisi Pendiri Facebook (The Social Network)</title><content type='html'>&lt;img class=&quot;kiri&quot; alt=&quot;gambar foto The Media Social&quot; title=&quot;artikel Ambisi Pendiri Facebook&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/08/the-social-network-150.jpg&quot;&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, ialah milyuner wirausaha termuda dalam sejarah bisnis. Apakah demi kesuksesannya, ia  mengkhianati orang-orang yang bersamanya merintis Facebook? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alasan Mark Zuckerberg: &quot;Anda takkan mendapatkan setengah milyar orang teman tanpa beroleh beberapa gelintir musuh.&quot; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p id=&quot;isi&quot; class=&quot;tengah post-header navigasi&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/kewirausahaan-media-online.html&quot;&gt;Manajemen Bisnis Media Internet&lt;/a&gt; » &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/manajemen-peluang-bisnis.html&quot;&gt;Pengantar Bisnis &amp; Manajemen&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; » Psikologi Industri » Ambisi Pendiri Facebook.&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;tengah&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.thesocialnetwork-movie.com/&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; width=&quot;480&quot; height=&quot;360&quot; alt=&quot;gambar poster The Social Network&quot; title=&quot;Anda takkan memperoleh setengah milyar teman tanpa mendapatkan beberapa gelintir musuh&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgw8ULQRjtWJ5Ovbu0gVc-s3X3FGOzhRlq7O-qPYCblwDo-rXy8VrjOi5pv_WFhkpUNx4TIm-6HXfLJsDLbmPFm3yCz3Ig1T3FMXSh723G2nXezRRDdEE0QTutdvtKB4_RAjNj9OL2PmkU/s480/Social%2520Network%2520Final%2520quad.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot;&gt;The Social Network&lt;/h1&gt;&lt;p&gt;Saksikanlah film &lt;a href=&quot;http://www.thesocialnetwork-movie.com/&quot;&gt;&lt;em&gt;The Social Network&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;. Diskusikanlah dengan teman-teman Anda: [1] Bagaimana bakat-bakat dan kepribadian-kepribadian yang berlainan itu memainkan peran dalam menciptakan revolusi Facebook? [2] Pelajaran apa sajakah yang bisa Anda petik perihal etika dan seluk-beluk perilaku manusia dalam situasi kerja?&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Diterjemahkan dari John R. Schermerhorn, Jr., &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Exploring Management&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;, 3rd Ed. (Wiley, 2012) p. 283. | Hak cipta terjemah Indonesia © 2013 &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/tentang-tiga-idiot.html#prof3&quot;&gt;&lt;b&gt;Tiga Idiot&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Muncul sewaktu &lt;strong&gt;media sosial&lt;/strong&gt; terlihat menjajah dunia maya, film Sony, &lt;em&gt;The Social Network&lt;/em&gt;, menghasilkan 23 juta dolar Amerika pada pekan pertama pemutarannya. Film ini didasarkan pada kisah nyata pendiri &lt;strong&gt;Facebook&lt;/strong&gt;, Mark Zuckerberg (Jesse Eisenberg) yang visioner dan kontroversial. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Walau Zuckerberg menyebutnya &quot;fiksi&quot; murni, film ini mengangkat persoalan &lt;strong&gt;etika  bisnis&lt;/strong&gt; tentang tindakan-tindakannya ketika mulai membangun situs webnya, memperbaikinya, dan akhirnya menjadikannya sebuah perusahaan global senilai lebih dari 50 milyar dolar Amerika. Dua orang mantan teman sekelasnya di Harvard, Cameron dan Tyler Winklevoss, menggugat dia, dengan mengklaim bahwa ide aslinya berasal dari mereka. Seorang rekan pendiri dan kolaborator awal, Eduardo Saverin, pada mulanya tidak diberi jatah keuntungan finansial perusahaan baru ini. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Entertainment Weekly&lt;/i&gt; bertanya: &quot;Apakah sebenarnya ia mengkhianati orang-orang ini? Kalau iya, mengapa ia berkhianat?&quot; &lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;tengah&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.wordpress.com/?attachment_id=61&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;adegan Ambisi dalam film The Social Network&quot; title=&quot;gambaran Ambisi dalam film The Social Network&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;540&quot; height=&quot;364&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMVTumASMyIIs-tih4q-eDTbdZDb24HjAbUb2q1SBVVteKq-TExCI6Td_a8eXKb4Gku671Bs1M9ONLuoDBM2eHGTHoIeDiCGeCr-Bcih0ay5ODgYnd2JHIZqV_Y7CYe7eL1fab0KNoXq4H/s540/the_social_network_justin_timberlake_image.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Satu hal yang tak bisa disangkal adalah ambisi Zuckerberg, &lt;b&gt;hasrat untuk sukses&lt;/b&gt; dan  mencapai tujuan-tujuan pokoknya. Dialah milyuner wirausaha termuda dalam sejarah bisnis. Sebagaimana ditunjukkan dalam film ini, &lt;b&gt;ambisi merupakan salah satu dari watak-watak kepribadian yang bisa dengan pasti berdampak besar terhadap perilaku individu, yang baik atau pun yang buruk&lt;/b&gt;.*** &lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/1930448727435873392/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/08/ambisi-pendiri-facebook-social-network.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/1930448727435873392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/1930448727435873392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/08/ambisi-pendiri-facebook-social-network.html' title='Ambisi Pendiri Facebook (The Social Network)'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240340811602095343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-846617290681090316</id><published>2013-10-11T07:06:00.000+07:00</published><updated>2013-10-19T23:35:25.111+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Etika Bisnis"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Industri Kreatif"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Media Internet"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Siluman Idiot"/><title type='text'>Ganyang Pembajak Maya di Internet</title><content type='html'>&lt;img class=&quot;kiri etalase&quot; alt=&quot;gambar foto rumah Pembajak Maya di Internet&quot; title=&quot;artikel Ganyang Pembajak Maya di Internet&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/kediaman-megah-kim-dotcom-150.jpg&quot;&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Walau tak sepenuhnya bisa lenyapkan pembajakan, kita dapat memutuskan apakah mau serius ataukah tidak. Seriuskah kita? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kurang serius. Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghentian Pembajakan &lt;i&gt;Online&lt;/i&gt; dan RUU Perlindungan Hak Milik Intelektual malah ditangguhkan, entah sampai kapan. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header navigasi&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/kewirausahaan-media-online.html&quot;&gt;Manajemen Bisnis Media Internet&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; » Ganyang Pembajak Maya di Internet.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Danny Goldberg memulai karirnya sebagai wartawan musik, menulis untuk &lt;a href=&quot;http://www.rollingstone.com/&quot;&gt;&lt;i&gt;Rolling Stone&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://www.billboard.com/&quot;&gt;&lt;i&gt;Billboard&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;, dan &lt;a href=&quot;http://www.villagevoice.com/&quot;&gt;&lt;i&gt;Village Voice&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;. Ia juga menulis beberapa buku, termasuk &lt;strong&gt;&lt;i&gt;How the Left Lost Teen Spirit&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Bumping into Geniuses: My Life inside the Rock and Roll Business&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;. Dialah presiden Village Entertainment, yang mengelola artis-artis musik dan menjadikan karya mereka tersedia bagi publik melalui internet. Goldberg telah menjadi presiden beberapa perusahaan musik lainnya. Selama karirnya, perusahaan-perusahaannya mengelola klien-klien seperti Nirvana, Bonnie Raitt, Hole, Sonic Youth, The Allman Brothers, Rickie Lee Jones, Allanah Myles, Tom Cochrane, dan the Beastie Boys. &lt;/p&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot;&gt;Ganyang Internet &amp; Mitos Anti-SOPA&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Diterjemahkan dan disadur dari editorial Danny Goldberg, &quot;&lt;a href=&quot;http://www.thenation.com/article/165837/kill-internet-and-other-anti-sopa-myths&quot;&gt;Kill the Internet—and Other Anti-SOPA Myths&lt;/a&gt;&quot;, di &lt;i&gt;The Nation&lt;/i&gt;, majalah mingguan tertua Amerika Serikat, pada 24 Januari 2012 | Hak cipta terjemahan Indonesia © 2013 &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/tentang-tiga-idiot.html#prof3&quot;&gt;&lt;b&gt;Tiga Idiot&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p id=&quot;isi&quot;&gt;Rencana Undang-Undang Penghentian Pembajakan &lt;i&gt;Online&lt;/i&gt; (&lt;abbr title=&quot;Stop Online Piracy Act&quot;&gt;SOPA&lt;/abbr&gt;) dari Majelis Rendah dan Rencana Undang-Undang Perlindungan Hak Milik Intelektual (&lt;abbr title=&quot;Protect Intellectual Property Act&quot;&gt;PIPA&lt;/abbr&gt;) dari Senat ditangguhkan pekan lalu segera sesudah protes-protes oleh puluhan situs web dan para penggunanya, disamping paduan suara kecaman dari tokoh-tokoh yang paling progresif, termasuk Michael Moore, Cenk Uygur, Keith Olbermann, Alternet, Daily Kos, MoveOn dan banyak orang yang terkait dengan Occupy Wall Street. Dengan mempertimbangkan gairah protes-protes anti-SOPA/PIPA, pengamat sambil-lalu mungkin mengira bahwa para pembela  rancangan undang-undang anti-pembajakan itu ada di perkumpulan moral yang sama sebagaimana para penyiksa di [penjara] Abu Ghraib. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya yakin, para legislator yang menyusun rancangan undang-undang yang bernasib malang tersebut dan para pelobi industri film yang mendukung mereka itu kurang dapat dibanggakan. Selaku seseorang yang mencari nafkah di bisnis musik yang mewakili para artis yang terluka oleh pembajakan, saya frustasi oleh gagalnya para penganjur rancangan undang-undang tersebut untuk menjelaskan penalaran mereka dengan bahasa yang dapat saya pahami. Ini mungkin karena rancangan undang-undang itu sendiri sangat cacat, tetapi juga mencerminkan delusi bahwa persoalan ini bisa dibereskan di koridor-koridor Washington tanpa debat publik. (Prasangka ini berdasarkan pernyataan Chris Dodd, CEO dan Ketua MPAA, yang dengan gusar mengancam bahwa menyeberangnya pemerintahan Obama ke pihak anti-SOPA/PIPA akan membahayakan kontribusi Hollywood kepada Partai Demokrat.) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun sebelum kita merayakan kemenangan &quot;populis&quot; ini, selayaknya diingat bahwa kalahnya SOPA dan PIPA itu juga merupakan menangnya industri teknologi adidaya, yang hampir selalu menundukkan bisnis-bisnis kreatif yang jauh lebih kecil di sidang legislatif. (Google saja menghasilkan lebih dari 37 milyar dolar pada tahun 2011, lebih dari dua kali pendapatan semua perusahaan rekaman, gabungan yang besar dan yang kecil.) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perlu direnungkan pula panduan moral Kim Dotcom-nya Megaupload.com, yang ditahan di Selandia Baru pekan lalu di kediaman megahnya seluas 25 ribu kaki persegi yang dikelilingi oleh armada [mobil mewah] Mercedes dan Ferrari, yang semuanya diduga-keras berkat penjualan isi [internet] yang dicuri dari para artis (dan perusahaan hiburan juga) di seluruh penjuru dunia. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.wordpress.com/?attachment_id=76&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;gambar kediaman megah Kim Dotcom di Selandia Baru&quot; title=&quot;gambar kediaman megah Kim Dotcom di Selandia Baru&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;550&quot; height=&quot;343&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/kediaman-megah-kim-dotcom-550.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika menyoroti kekayaan tersangka pembajak itu, Jon Taplin selaku produser film dan pengarang menulis di blognya, &quot;Sekumpulan musisi yang bekerja dengan saya pada tahun 1960-an dan 1970-an, yang membuat rekaman-rekaman menakjubkan yang masih ada di iPod, telah melihat terpotongnya royalti mereka sampai 80 persen.&quot; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Satu contoh dari retorika anti-SOPA yang melampaui batas adalah kecenderungan sebagian orang untuk mencari-cari motif-motif jahat bagi para penyokong SOPA. Pada pertunjukan &lt;i&gt;The Young Turks&lt;/i&gt;-nya yang biasanya cemerlang, Uygur mengatakan bahwa para penyokong SOPA &quot;berupaya memonopoli MPAA dan hendak mengganyang pesaing mereka di internet.&quot; Ini tidak benar. Mereka ingin mengganyang pihak-pihak yang mencuri karya mereka dan mengeruk uang darinya, baik secara langsung maupun tak langsung. Sungguh ada perbedaan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada &lt;a href=&quot;http://www.slashgear.com/ted-talk-video-on-sopa-and-pipa-makes-it-all-crystal-clear-18209813/&quot;&gt;sebuah pidato anti-SOPA&lt;/a&gt; yang ditonton secara luas di Ted.com, filsuf maya Clay Shirky pun menyebut motif-motif gelap studio-studio. Katanya, sasaran-sasaran yang dilaporkan ke polisi bukanlah Google dan Yahoo!, melainkan &quot;kita&quot;. Ini akurat hanya jika yang dia maksud dengan &quot;kita&quot; itu ialah orang-orang yang secara tidak legal menyaksikan [film] &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/05/ilmu-pendidikan-alternatif-teknik-mesin.html&quot;&gt;&lt;i&gt;3 Idiots&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; dari [situs-situs] seperti Megaupload. Namun kalau yang dia maksud ialah seorang teman yang berbagi &lt;a href=&quot;http://www.youtube.com/watch?v=gEUcwvO10QQ?&quot;&gt;parodi Tiga Idiot&lt;/a&gt; di YouTube, maka tuduhan tersebut absurd. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seruan Shirky bermula dengan sepotong anekdot yang pedas mengenai sebuah toko roti yang tidak lagi mengizinkan anak-anak untuk meletakkan gambar mereka sendiri yang berupa lukisan karakter-karakter seperti Mickey Mouse lantaran khawatir akan tuntutan hukum atas pelanggaran hak cipta. Contoh-contoh semacam ini, atau pun tentang risiko teoretis orangtua yang bisa dituntut melanggar hak cipta lantaran menyuruh anak-anak menyanyikan &quot;Happy Birthday&quot;, bersifat menghasut. Persoalan dasarnya ialah skala. Ada perbedaan moral yang mencolok antara meminjami seorang kawan sebuah buku dan menayangkan isi buku-buku demi keuntungan komersial tanpa izin--dan orang-orang dan para legislator seharusnya memperhitungkan perbedaan semacam itu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para penampar SOPA dan PIPA itu juga kurang mantap dengan kata &quot;sensor&quot;. Bagi saya, kata ini seharusnya diberlakukan bagi pemerintah yang membatasi ide-ide--seperti rezim Soeharto yang mengganyang siapa pun warga negara Indonesia yang menggugat korupsi, kolusi, dan nepotisme Orde Baru. Penindasan semacam ini kini lazim di China; hampir semua komputer dan telepon selulernya dibuat oleh buruh yang tertindas. Sensor nyata itu cukup mengerikan, sehingga mestinya ada kata lain bagi hukum yang berupaya mencegah agar situs-situs web tidak secara ilegal menayangkan film-film terbaru atau mengeruk uang haram dari para pemirsa yang terpikat pada transaksi semacam ini. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seorang asisten Shirky menulis di halaman komentar tayangan tersebut, &quot;Kita di sini berbicara tentang isi *digital*. Ketika saya menyalin informasi digital, tak seorang pun kehilangan apa pun. Para pencipta isinya tidak kehilangan keuntungan, karena saya tidak mengambil apa pun yang bersifat fisik dari mereka. Menyalin informasi digital tidak berbiaya sama sekali. Menyalin sesuatu yang bersifat digital bukanlah pencurian.&quot; Hmmm... bagaimana dengan biaya &lt;i&gt;menciptakan&lt;/i&gt; isi yang layak disalin? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagaimana dijelaskan oleh Robert Levine di bukunya, &lt;i&gt;Free Ride&lt;/i&gt;, membiarkan terjadinya pembajakan itu berarti memandulkan budaya karena tidak ada infrastruktur yang dapat membudidayakan artis-artis masa depan. Orang-orang yang membiarkan terjadinya pembajakan itu menekankan perlunya insentif untuk investasi di perusahaan-perusahaan teknologi. Namun mungkin model-model bisnis yang bergantung pada penggunaan secara gratis materi-materi yang dilindungi oleh hak cipta itu tidak akan mendorong investasi sebagai prioritas. iTunes membayar para artis, perusahaan rekaman, dan penulis lagu dan melakukannya dengan baik-baik saja. Sementara itu, degradasi nilai hak milik intelektual, di tempat lain secara &lt;i&gt;online&lt;/i&gt;, telah menyebabkan berkurangnya secara drastis investasi di bisnis-bisnis yang mendanai penciptaan jurnalisme, literatur, musik, dan film. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama bertahun-tahun, telah ada filsuf-filsuf maya yang menyatakan bahwa pendapatan dari iklan akan menggantikan pendapatan dari hak cipta dan orang-orang di &quot;media lama&quot; hanya perlu mengikuti zaman. Ini tidak benar sama sekali. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagian orang berpendapat bahwa hukum-hukum baru tidak diperlukan karena iTunes dan Amazon bertahan hidup, model asli ala Napster dibasmi secara legal, dan Kim Dotcom ditahan. Status quo mungkin terjadi begitu saja, tetapi itu tidak menjadikannya benar atau pun tak terelakkan. Manusia telah menciptakan masalah pembajakan dan meskipun masyarakat tidak bisa sepenuhnya melenyapkannya, sebagaimana segala jenis kejahatan lainnya, kita dapat memutuskan apakah hendak berupaya serius ataukah tidak. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dapat dikatakan, ini merupakan pertarungan antara Godzilla dan King Kong. Para konsumen mungkin menyukai Godzilla karena mereka tidak menginginkan interupsi apa pun dalam penggunaan perangkat &lt;i&gt;gadget&lt;/i&gt; mereka sepenuhnya. Namun saya lebih menyukai King Kong karena saya tidak pernah melihat perusahaan internet memberi kemajuan kepada para penulis, musisi, atau pun pembuat film yang memungkinkan mereka untuk berkonsentrasi pada kreativitas. Marilah kita realistis--kita seharusnya melihat semua perusahaan ini dengan mata curiga dan mempertanyakan inti pembicaraan mereka sekurang-kurangnya sebagaimana kita mencermati para politisi secara ketat. Yang baik bagi Google dan Facebook tidak selalu menjadi yang terbaik bagi 99 persen media internet. (Dan tentu saja Microsoft, Apple, dkk. sangat agresif ketika melindungi hak milik intelektual &lt;i&gt;mereka&lt;/i&gt;.) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya berharap bahwa dalam pekan-pekan mendatang, sebagian dari kaum progresif yang anti-SOPA/PIPA itu akan merenungkan isi sebagian Kool-Aid yang baru-baru ini disajikan dan turut mengayunkan pendulum berbalik ke arah pemeliharaan hak milik intelektual. Kalau tidak, kita akan terlibat dalam pemercepatan kecenderungan dalam dasawarsa ini, suatu era ketika mereka yang menulis kode [komputer] mendapat penghargaan berlimpah, sedangkan mereka yang menulis musik, puisi, drama, dan jurnalisme yang dikode itu harus membanting tulang setiap hari.***&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/846617290681090316/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/ganyang-pembajak-maya-di-internet.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/846617290681090316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/846617290681090316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/ganyang-pembajak-maya-di-internet.html' title='Ganyang Pembajak Maya di Internet'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240340811602095343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-4558258383889727635</id><published>2013-10-10T03:00:00.000+07:00</published><updated>2013-10-19T22:41:07.698+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Etika Bisnis"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manajemen Bisnis"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Profesor Idiot"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Siluman Idiot"/><title type='text'>Etika Bisnis: Besarnya Persoalan Pribadi</title><content type='html'>&lt;img class=&quot;kiri etalase&quot; alt=&quot;gambar gerakan hijau pengusaha&quot; title=&quot;artikel tentang etika bisnis&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/green-movement-david-best-prism-software-150x100.jpg&quot; /&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Jawablah dengan jawaban &#39;ya&#39; atau &#39;tidak&#39;: &quot;Apakah Anda seorang manajer (atau calon manajer) yang &lt;em&gt;etis&lt;/em&gt;?&quot; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Andaikan jawaban Anda &#39;ya&#39;, beginilah fakta yang menyakitkan: Bolehjadi Anda tidak etis. Itulah satu diantara sejumlah fakta mencengangkan tentang &lt;strong&gt;etika bisnis&lt;/strong&gt; kita yang dibahas di sini. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header navigasi&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/kewirausahaan-media-online.html&quot;&gt;Manajemen Bisnis Industri Kreatif&lt;/a&gt; » &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/manajemen-peluang-bisnis.html&quot;&gt;Pengantar Manajemen Bisnis&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; » Etika Bisnis &amp; Tanggungjawab Perusahaan.&lt;/p&gt;&lt;h4 class=&quot;tengah&quot; id=&quot;isi&quot;&gt;&quot;Memang benar bahwa perusahaan tidak memiliki hati nurani; namun, perusahaan orang-orang yang berhati nurani merupakan perusahaan yang berhati nurani.&quot; --Henry David Thoreau &lt;/h4&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot;&gt;Etika &amp; Tanggungjawab Perusahaan&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Diterjemahkan, disadur, dan diseleksi dari buku kuliah Thomas S. Bateman &amp; Scott A. Snell, &lt;strong&gt;&lt;i&gt;Management: Leading &amp; Collaborating in a Competitive World&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;, 10th Edition (McGraw-Hill, 2013), Chapter 5, &quot;&lt;a href=&quot;http://highered.mcgraw-hill.com/sites/dl/free/0078029333/940281/bateman10_sample_ch5.pdf&quot;&gt;Ethics and Corporate Responsibility&lt;/a&gt;&quot; | Hak cipta terjemahan &amp; saduran Indonesia © 2014 &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/tentang-tiga-idiot.html#prof3&quot;&gt;&lt;b&gt;Tiga Idiot&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hampir semua perusahaan tidak dirintis oleh seseorang yang &quot;tak pernah ingin menjadi sesuatu&quot; dalam bisnis. Mungkin mustahil seseorang yang lebih menghargai petualangan alam liar daripada penjualan dan pengelolaan bisa menjalankan bisnis dengan sukses. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bab ini mengurusi nilai-nilai dan cara menjalankan bisnis yang ditempuh oleh para manajer ketika mereka melaksanakan strategi-strategi bisnis dan perusahaan. Pada khususnya, kita akan merambah cara-cara penerapan &lt;strong&gt;etika&lt;/strong&gt;, sistem aturan yang mengatur tatanilai. Kita melakukannya berdasarkan premis bahwa &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;para manajer, organisasi-organisasi mereka, dan komunitas-komunitas mereka [akan] maju pesat bila para manajernya menerapkan standar etis yang mengarahkan mereka untuk bertindak dengan integritas.&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Selain itu, kita mempertimbangkan ide bahwa organisasi-organisasi bisa bertanggungjawab untuk memenuhi kewajiban sosial di luar pemerolehan laba di dalam batasan-batasan etis dan legal. Ketika Anda pelajari bab ini, pertimbangkanlah: &quot;Aku ingin menjadi sejenis manajer yang bagaimana? Reputasi apa yang kuharap kumiliki? Bagaimana orang-orang lain dan diriku sendiri memandang perilaku diriku selaku manajer? &lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;tengah&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;gambar gerakan hijau pengusaha&quot; title=&quot;David Best, presiden Prism Software mengeluarkan muatan sebuah truk yang penuh dengan perlengkapan komputer lama pada ajang e-cycling di dekat Mall of America di Bloomington, MN. Ajang ini dirancang untuk membantu warga Minnesota membersihkan rumah dan melindungi lingkungan dari sampah berbahaya seperti monitor dan televisi lama.&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;400&quot; height=&quot;287&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/green-movement-david-best-prism-software-400x287.jpg&quot; /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;Ini Persoalan Pribadi&lt;/h2&gt;&lt;blockquote&gt;Answer true or false: ‘I am an ethical manager.’ If you answered ‘true,’ here’s an uncomfortable fact: You’re probably not. &lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Itulah &lt;abbr title=&quot;Terjemahan Indonesianya sudah kami tayangkan di paragraf pembuka di bagian atas halaman ini.&quot;&gt;kalimat-kalimat awal&lt;/abbr&gt; di sebuah artikel &lt;em&gt;Harvard Business Review&lt;/em&gt;, “&lt;a href=&quot;http://hbr.org/2003/12/how-unethical-are-you/ar/1&quot;&gt;How (Un)Ethical Are You?&lt;/a&gt;” Intinya adalah bahwa hampir semua diantara kita berpikiran bahwa diri kita merupakan pengambil keputusan yang baik, etis, dan tidak bias. Namun faktanya, hampir semua orang memiliki bias-bias bawah-sadar yang menguntungkan diri mereka sendiri dan kelompok mereka sendiri. Contohnya, para manajer sering mempekerjakan orang-orang yang menyukai mereka, mengira bahwa mereka kebal terhadap konflik kepentingan, mengambil kredit yang lebih banyak daripada hak mereka, dan menyalahkan orang lain ketika mereka sendirilah yang layak disalahkan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengetahui bahwa Anda memiliki bias itu bisa membantu Anda dalam berusaha mengatasinya, tetapi itu biasanya belum cukup. Persoalan etika tidak mudah dan bukan hanya bagi CEO perusahaan. Umpamanya, orang-orang bekerja menggunakan komputer dengan akses internet. Kalau si pegawai digaji lantaran komputer dan waktu yang ia kerahkan dengan duduk di depannya, etiskah bagi Anda untuk memanfaatkan komputer (dan akses internet) untuk melakukan hal-hal yang tidak terkait dengan pekerjaan Anda? &lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;Mungkin Anda pikir boleh-boleh saja sekadar membaca materi kuliah ini dengan akses internet kantor Anda selama beberapa puluh menit pada waktu di luar jam kerja Anda. &lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Namun, bagaimana kalau Anda menggunakannya untuk berselancar di internet untuk mencari hiburan selama lebih dari sekadar satu-dua jam saja? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Disamping merugikan produktivitas, yang paling dipedulikan oleh para atasan mengenai pengguna internet itu biasanya adalah menyusupnya virus-virus, bocornya informasi rahasia, dan terciptanya lingkungan kerja yang tidak kondusif lantaran pengunduhan isi web yang tidak tepat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kadang-kadang para pegawai menulis postingan di blog atau berkomentar di media sosial (seperti &lt;a href=&quot;http://m.facebook.com/groups/siluman.idiot/&quot;&gt;Facebook&lt;/a&gt;) mengenai perusahaan dan produk mereka. Tentu saja perusahaan-perusahaan tidak ingin pegawai mereka mengatakan hal-hal buruk tentang mereka, tetapi beberapa perusahaan menaruh perhatian pada pegawai-pegawai yang terlalu antusias. Bila si pegawai terlalu sering menulis di internet tentang perusahaan dan produk mereka, maka paling bagus itu dianggap sebagai spam. Bahkan, itu bisa dianggap menipu kalau si pegawai tidak berterus terang tentang hubungannya dengan perusahaan tersebut. Praktek lain yang dianggap menipu adalah ketika perusahaan menciptakan blog-blog bayaran sebagai taktik pemasaran tanpa menguak siapa sponsornya. Dalam praktek ini, perusahaan membayar para blogger untuk menulis komentar positif tentang mereka. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di forum blogger yang populer di Indonesia, seperti &lt;a href=&quot;http://blog.kompasiana.com/2013/09/27/pemenang-aspira-blog-competition-593198.html&quot;&gt;&lt;b&gt;Kompasiana&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;, tak jarang para &lt;b&gt;sponsor&lt;/b&gt; menyelenggarakan lomba penulisan tentang produk mereka. Etiskah praktek bisnis semacam ini? &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Rangkuman Kuliah Etika &amp; Tanggungjawab Perusahaan&lt;/h3&gt;&lt;h4&gt;Paparkan bagaimana perspektif-perspektif etika yang berlainan memandu pengambilan keputusan! &lt;/h4&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Tujuan etika adalah mengidentifikasi aturan-aturan yang mengatur perilaku manusia dan &quot;barang&quot; yang layak dicari. Putusan-putusan etis dipandu oleh nilai-nilai individu dan prinsip-prinsip pelaksanaan seperti kejujuran, keadilan, integritas, penghargaan kepada yang lain, kewarganegaraan yang bertanggungjawab. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sistem-sistem etika yang berlainan itu meliputi universalisme, egoisme dan utilitarianisme, relativisme, dan etika kebajikan. Sistem-sistem filosofis ini, ketika dipraktekkan oleh individu-individu yang berlainan menurut tingkat perkembangan moral kognitif mereka dan menurut faktor-faktor lainnya, melandasi pandangan etika individu-individu dan organisasi-organisasi. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Jelaskan bagaimana perusahaan-perusahaan mempengaruhi lingkungan etika mereka! &lt;/h4&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Organisasi-organisasi yang berbeda itu menerapkan perspektif dan standar etika yang berbeda pula. Kode etik kadang-kadang sangat berguna, walau harus diterapkan dengan tepat. Program-program etika itu dapat berkisar dari berbasis-kerelaan sampai berbasis-integritas. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semakin banyak organisasi yang mengambil kode etik. Kode semacam ini menangani pekerjaan pegawai, komunitas dan lingkungan, pemegang saham, konsumen, pensuplai dan kontraktor, aktivitas politik, dan teknologi. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Paparkan garisbesar proses pengambilan keputusan etis! &lt;/h4&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Pembuatan putusan etis memerlukan kesadaran moral, penimbangan moral, dan karakter moral. Bila menghadapi dilema etika, selubung kebebalan merupakan metafora yang berfaedah. Yang lebih rinci, Anda bisa [1] mengetahui berbagai standar moral (universalisme, relativisme, dan sebagainya), [2] menggunakan model pemecahan masalah, [3] mengidentifikasi efek-efek positif dan negatif dari alaternatif-alternatif Anda terhadap pihak-pihak yang berbeda, [4] mempertimbangkan persyaratan legal dan biaya tindakan-tindakan yang tidak etis, dan kemudian [5] mengevaluasi tugas-tugas etis Anda dengan memakai kriteria yang ditentukan di bab ini. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Rangkumlah persoalan-persoalan penting seputar tanggungjawab sosial perusahaan! &lt;/h4&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Tanggungjawab sosial perusahaan adalah perluasan dari peran perusahaan di luar perburuan ekonomiknya. Ini meliputi bukan hanya tanggungjawab ekonomik, melainkan juga legal, etik, dan filantropik. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para penganjurnya yakin bahwa para para manajer seharusnya mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kebutuhan manusia dalam putusan-putusan bisnis mereka karena perusahaan merupakan anggota masyarakat dan membawa tanggungjawab besar. Para pengecam tanggungjawab perusahaan yakin bahwa tanggungjawab utama para manajer adalah meningkatkan laba bagi para pemegang saham yang memiliki perusahaan. Dua perspektif ini bisa dipertemukan, terutama kalau para manajer memilih menangani bidang-bidang tanggungjawab sosial yang berkontribusi terhadap strategi organisasi. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Bahaslah alasan-alasan mengapa lingkungan alam diminati dalam bisnis! &lt;/h4&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Di masa lalu, hampir semua perusahaan memandang lingkungan alam sebagai sumberdaya yang dimanfaatkan untuk bahan mentah dan laba. Namun muncullah konsumen, regulasi, dan tekanan-tekanan lain. Para eksekutif sering memandang tekanan tersebut sebagai kendala, rintangan, dan ongkos yang perlu ditanggung. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, kini semakin banyak perusahaan yang memandang antarmuka antara bisnis dan lingkungan alam sebagai peluang yang berpotensi menang-menang. Sebagian mengambil agenda yang &quot;lebih hijau&quot; lantaran alasan filosofis dan komitmen pribadi terhadap pembangunan yang berkelanjutan. Banyak pula yang mengakui potensi keuntungan finansial dari manajemen yang berwawasan lingkungan, lalu memadukan persoalan-persoalan lingkungan ke dalam strategi perusahaan dan bisnis. Sebagian diantara mereka bahkan melihat bahwa memasuki bisnis yang membantu (dan bukan menyakiti) lingkungan alam merupakan salah satu dari peluang komersial terbesar dalam sejarah. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Tunjukkanlah tindakan-tindakan para manajer yang dapat dilakukan untuk manajemen yang berwawasan lingkungan! &lt;/h4&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Organisasi-organisasi turut menimbulkan risiko kepada masyarakat dan bertanggungjawab untuk mengurangi risiko terhadap lingkungannya. Mereka juga memiliki kemampuan untuk turut memecahkan masalah lingkungan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Manajemen ekosentrik berupaya meminimalkan dampak negatif lingkungan, menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, dan meningkatkan kualitas hidup di segenap penjuru dunia. Tindakan-tindakan relevan dipaparkan di bab ini, termasuk inisiatif strategis, analisis daur-hidup, dan perserikatan antarorganisasi. Di bab ini kami lampirkan pula berbagai contoh praktek strategis, operasi, finansial, legal dan urusan publik, pemasaran, dan akuntansi yang ramah lingkungan. &lt;/p&gt;&lt;a href=&quot;http://highered.mcgraw-hill.com/sites/0078029333/information_center_view0/table_of_contents.html
&quot;&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;gambar kover buku Management&quot; title=&quot;klik di sini untuk melihat gambaran isi buku Management: Leading &amp; Collaborating in a Competitive World&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;200&quot; height=&quot;256&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/management-leading-collaborating-10e-bateman-snell.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Tujuan Pembelajaran&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Seusai mengkaji bab ini, Anda akan mampu untuk:&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;memaparkan bagaimana perspektif-perspektif etika yang berlainan memandu pengambilan keputusan; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;menjelaskan bagaimana perusahaan-perusahaan mempengaruhi lingkungan etika mereka; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;memaparkan garisbesar proses pengambilan keputusan etis; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;merangkum persoalan-persoalan penting seputar tanggungjawab sosial perusahaan; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;membahas alasan-alasan mengapa lingkungan alam diminati dalam bisnis; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;menunjukkan tindakan-tindakan para manajer yang dapat dilakukan untuk manajemen yang berwawasan lingkungan. &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/4558258383889727635/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/etika-bisnis-besarnya-persoalan-pribadi.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/4558258383889727635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/4558258383889727635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/etika-bisnis-besarnya-persoalan-pribadi.html' title='Etika Bisnis: Besarnya Persoalan Pribadi'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03526459852783383661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-702177486308811692</id><published>2013-10-08T04:32:00.000+07:00</published><updated>2013-10-19T22:38:44.255+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manajemen Bisnis"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Siluman Idiot"/><title type='text'>Bisnis: Kekuatan Penggerak Perubahan</title><content type='html'>&lt;img class=&quot;kiri etalase&quot; alt=&quot;gambar kover buku Business&quot; title=&quot;buku Pengantar Bisnis&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/business-a-practical-introduction-1501.jpg&quot; /&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Apa yang merupakan bisnis? Bagaimana laba dicetak? Bagaimana bisnis dapat menguntungkan masyarakat? Apa yang merupakan sumber-sumber kekayaan? Kekuatan-kekuatan utama apa yang mempengaruhi berjalannya perusahaan &amp; pengusaha? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semua pertanyaan semacam itu terjawab di sini.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header navigasi&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/kewirausahaan-media-online.html&quot;&gt;Manajemen Bisnis Industri Kreatif&lt;/a&gt; » &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/manajemen-peluang-bisnis.html&quot;&gt;Pengantar Manajemen Bisnis&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; » Bisnis: Kekuatan Penggerak Perubahan.&lt;/p&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;231&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/business-a-practical-introduction-231x300.jpg&quot; /&gt;&lt;p id=&quot;isi&quot;&gt;Di bab ini, akan kita pelajari bagaimana bisnis menguntungkan masyarakat, bagaimana organisasi laba dan nirlaba berbeda, bagaimana penjualan barang dan jasa menghasilkan pemasukan dan laba, dan bagaimana berkembangnya ekonomi suatu negara. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita pun mempertimbangkan bagaimana pengusaha mengambil risiko dan bagaimana faktor-faktor produksi merupakan blok-blok pembangun kekayaan. Berikutnya, kita perhatikan lingkungan bisnis. Akhirnya, kami sajikan Tujuh Kunci Sukses Bisnis.&lt;/p&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot;&gt;Bisnis: Kekuatan Penggerak Perubahan&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Diterjemahkan dan diseleksi dari buku kuliah BK Williams, SC Sawyer, dan Susan Berston, &lt;a href=&quot;http://instructors.coursesmart.com/9780132334297/2&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Business: A Practical Introduction&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; (Prentice Hall, 2013), Chapter 1, &quot;Starting Out: Business: The Driving Force of Change&quot; | Hak cipta terjemahan Indonesia © 2013 &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/tentang-tiga-idiot.html#prof3&quot;&gt;&lt;b&gt;Tiga Idiot&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Bisnis &amp; Laba: Landasan Kekayaan&lt;/h3&gt;&lt;h4&gt;Kalau saya tidak bekerja untuk organisasi laba, masih dapatkah saya menerapkan keterampilan bisnis yang saya pelajari?&lt;/h4&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Terdapat dua tipe organisasi [laba dan nirlaba], dan materi kuliah bisnis bisa diterapkan pada keduanya. Organisasi laba hanyalah bisnis, suatu organisasi yang dibentuk untuk mendapatkan uang, atau laba, dengan menjual barang dan jasa. Organisasi nirlaba dirancang untuk lebih menyediakan produk atau jasa bagi klien daripada mencetak laba bagi pemilik dan pengelola.&lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Bagaimana bisnis itu sungguh-sungguh menghasilkan uang?&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Bisnis dijalankan dalam rangka mencetak laba dengan menjual barang (produk-produk yang kelihatan nyata) dan jasa (produk-produk yang tidak terlihat nyata). Tujuan aktivitas penjualan adalah menghasilkan pemasukan, jumlah total uang yang dihasilkan dari penjualan selama periode tertentu. Sesudah pemasukan itu dikurangi dengan biaya gaji dan pengeluaran lainnya untuk bisnis tersebut, sang pemilik akan tahu apakah bisnisnya mencetak laba ataukah menelan kerugian (bila pengeluarannya lebih besar daripada pemasukannya).&lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Bisnis Dermawan: Manfaat Selain Uang&lt;/h3&gt;&lt;h4&gt;Bagaimana bisnis dapat membuat orang-orang menjadi hidup dengan lebih baik?&lt;/h4&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Bisnis dapat membantu masyarakat dengan memperkaya kualitas hidup orang-orang, ungkapan kesejahteraan umum masyarakat sebagaimana diukur dengan standar hidup, kebebasan, kebahagiaan, seni, kesehatan lingkungan, dan inovasi. Standar hidup didefinisikan dengan berapa banyak barang dan jasa dapat dibeli oleh orang-orang dengan uang yang mereka punyai. Bisnis ternyata memberi kontribusi kepada standar hidup, disamping kepada kehidupan yang panjang dan sehat serta kepada akses terhadap pengetahuan.&lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Apa sajakah empat cara bisnis yang dapat menguntungkan masyarakat?&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Bisnis itu menguntungkan masyarakat dengan [1] memproduksi barang dan jasa; [2] menyediakan pembayaran dan manfaat bagi pekerja; [3] membayar pajak untuk mendukung pelayanan pemerintahan; dan [4] menyumbang dana, barang, dan jasa untuk urusan-urusan komunitas. &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Kreativitas Bisnis: Wirausaha &amp; Faktor Produksi&lt;/h3&gt;&lt;h4&gt;Bagaimana orang-orang terkaya mendapat uang mereka?&lt;/h4&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Hampir semua hartawan merupakan wirausaha pemilik bisnis. Untuk menjadi kaya, mempekerjakan diri sendiri lebih berpeluang daripada menjadi orang yang digaji. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Manakah yang lebih berisiko: menjadi pengusaha ataukah menjadi pegawai yang digaji?&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Risiko adalah kemungkinan bahwa pemilik bisnis bisa menginvestasikan waktu dan uang dan gagal untuk mencetak laba. Mengambil risiko adalah yang dilakukan oleh wirausaha, orang-orang yang melihat peluang baru untuk produk atau jasa dan merisikokan waktu dan uang mereka untuk memulai bisnis. Sebagian wirausaha memandang bahwa pekerja gajian lebih berisiko karena mereka hanya memiliki satu sumber pendapatan, sedangkan wirausaha seringkali memiliki beberapa sumber pendapatan. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Apa sajakah faktor-faktor produksi?&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Kekayaan diciptakan dari faktor-faktor produksi, yang terdiri dari sumberdaya alam, sumberdaya kapital, sumberdaya manusia, dan kewirausahaan. Sebagian orang juga menambahkan pengetahuan. Sumberdaya alam terdiri dari masukan-masukan produksi yang berguna sebagaimana kemunculannya di alam. Kapital meliputi bangunan, mesin, peralatan, dan teknologi yang dipakai untuk menyediakan barang dan jasa. Sumberdaya manusia terdiri dari tenaga kerja, kontribusi fisik dan intelektual dari para pegawai perusahaan. Kewirausahaan adalah proses pengambilan risiko dalam upaya menciptakan usaha baru. Pengetahuan, yang mungkin merupakan faktor kelima, telah direvolusi oleh komputer, telekomunikasi, dan basis-basis data. &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Lingkungan Bisnis: Kekuatan yang Mendorong &amp; Menghambat Kewirausahaan&lt;/h3&gt;&lt;h4&gt;Bagaimana kebebasan dan regulasi mempengaruhi bisnis?&lt;/h4&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Besarnya kebebasan yang diizinkan oleh pemerintah kepada orang-orang untuk menjalankan bisnis mereka dan besarnya pembatasan yang pemerintah terapkan kepada para pengusaha dapat mempengaruhi perpajakan, pengukuhan kontrak, dan korupsi. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Apakah teknologi dapat mengembangkan dan sekaligus menghambat produktivitas?&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Ya. Teknologi, baik digital maupun lainnya, bisa berpengaruh positif (meningkatkan produktivitas) dan negatif (mengganggu keamanan perusahaan). &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Apakah persaingan dapat membuat perbedaan dalam hal bagaimana konsumen, pegawai, dan investor bisa dipengaruhi?&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Ya. Adanya dan tiadanya pesaing dapat menentukan besarnya upaya perusahaan yang hendak dijalankan untuk memuaskan konsumen, pegawai, dan investor. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Bagaimana kekuatan global mempengaruhi bisnis?&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Kekuatan global dapat mempengaruhi perdagangan antarnegara dan stabilitas negara-negara. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Akankah orang-orang dari latarbelakang yang berlainan mempengaruhi bagaimana bisnis dijalankan?&lt;/h4&gt;&lt;p&gt;Ya. Demografi suatu negera, yaitu karakteristik penduduk yang bisa diukur, dapat mengubah kebutuhan konsumen disamping mengubah lowongan kerja perusahaan untuk mendapatkan pegawai-pegawai.***&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/702177486308811692/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/bisnis-kekuatan-penggerak-perubahan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/702177486308811692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/702177486308811692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/bisnis-kekuatan-penggerak-perubahan.html' title='Bisnis: Kekuatan Penggerak Perubahan'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240340811602095343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-4140446829743523203</id><published>2013-10-07T23:02:00.000+07:00</published><updated>2013-10-19T22:56:53.016+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manajemen Bisnis"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Siluman Idiot"/><title type='text'>Bisnis: Di Mana Ada Kemauan, di Situ Ada Peluang</title><content type='html'>&lt;img class=&quot;kiri etalase&quot; alt=&quot;gambar foto&quot; title=&quot;artikel&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/business-a-practical-introduction-150.jpg&quot;&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Matakuliah &lt;strong&gt;manajemen bisnis&lt;/strong&gt; ini tentang apa?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Isinya konsep-konsep terkini tentang bagaimana mengelola bisnis dalam lingkungan yang cepat berubah. Cakupannya meliputi lingkungan bisnis, kewirausahaan, manajemen, pemasaran, dan keuangan. Yang ditekankan adalah pemanfaatan peluang bisnis. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header navigasi&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/kewirausahaan-media-online.html&quot;&gt;Manajemen Bisnis Media Internet&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; » Bisnis: Di mana ada kemauan, di situ ada peluang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa kita memang perlu belajar manajemen bisnis? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak usah panjang-lebar kami menjawabnya. Cukup kami persilakan Anda menyimak &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/manajemen-peluang-bisnis.html#isi&quot;&gt;daftar isi&lt;/a&gt; matakuliah ini. Kalau daftar tersebut membuat Anda terpikat, atau membuat Anda merasa tertantang, itu pertanda Anda memang perlu belajar manajemen bisnis. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;www.pearsonhighered.com/product?ISBN=9780132334297&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;gambar pengantar praktis terhadap bisnis&quot; title=&quot;gambar pengantar praktis terhadap bisnis&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;550&quot; height=&quot;365&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/business-a-practical-introduction-550.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;h1 id=&quot;isi&quot; class=&quot;tengah&quot;&gt;Manajemen Bisnis&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Disusun berdasarkan buku kuliah BK Williams, SC Sawyer, dan Susan Berston, &lt;a href=&quot;http://instructors.coursesmart.com/9780132334297&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;Business: A Practical Introduction&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; (Prentice Hall, 2013) dengan beberapa penyesuaian di sana-sini.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;Lingkungan Bisnis: Siap Hadapi Tantangan Masa Kini&lt;/h3&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/bisnis-kekuatan-penggerak-perubahan.html&quot;&gt;Bisnis: Kekuatan Penggerak Perubahan &lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; : [1] Bisnis &amp; Laba: Landasan Kekayaan; [2] Bisnis Dermawan: Manfaat Selain Uang; [3] Kreativitas Bisnis: Wirausaha &amp; Faktor Produksi; [4] Lingkungan Bisnis: Pendorong &amp; Penghambat Kewirausahaan. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Etika &amp; Tanggungjawab Perusahaan: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/etika-bisnis-besarnya-persoalan-pribadi.html&quot;&gt;Etika Bisnis: Besarnya Persoalan Pribadi&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; : [1] Sistem Etika untuk Pengambilan Keputusan; [2] Etika Bisnis: Kode Etik Perusahaan; [3] Pengambilan Keputusan Yang Etis; [4] Tanggungjawab Sosial Perusahaan; [5] Manajemen Ekosentrik: Keberlanjutan Lingkungan Alam. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Ekonomi: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/bagaimana-faktor-ekonomi-pengaruhi.html&quot;&gt;Bagaimana Faktor Ekonomi Pengaruhi Bisnis&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; : [1] Bagaimana Kondisi Ekonomi Pengaruhi Bisnis; [2] Memahami Kapitalisme Pasar-Bebas; [3] Memahami Sosialisme &amp; Komunisme; [4] Kecenderungan Menuju Ekonomi Campuran; [5] Sistem Ekonomi Indonesia pada Kenyataannya. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Globalisasi: Bersaing di Pasar Dunia&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img style=&quot;clear: right;&quot; class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;h3&gt;Memulai &amp; Menumbuhkan Bisnis yang Sukses&lt;/h3&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Bentuk Kepemilikan: Usaha Bisnis Besar &amp; Kecil&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Semangat Kewirausahaan: Mengejar Impian Sukses di Bisnis Kecil&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h3&gt;Manajemen: Mencapai Prestasi Unggul di Tempat Kerja&lt;/h3&gt;&lt;img style=&quot;clear: right;&quot; class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Manajemen &amp; Kepemimpinan: Mewujudkan Hasil yang Istimewa&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Organisasi Efektif: Berubah Selaras dengan Perubahan Dunia&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Manajemen Operasi: Menghasilkan Produk &amp; Jasa yang Berkualitas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memotivasi Pekerja: Mencapai Kinerja Istimewa di Tempat Kerja&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Manajemen Sumberdaya Manusia: Mendapatkan Orang yang Tepat demi Kesuksesan Bisnis&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h3&gt;Pemasaran: Membangun Hubungan yang Memuaskan dengan Konsumen&lt;/h3&gt;&lt;img style=&quot;clear: right;&quot; class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pemasaran: Menciptakan Hubungan yang Sukses dengan Konsumen&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Strategi Produk &amp; Penetapan Harga: Menawarkan Produk Hebat yang Memenuhi Keinginan &amp; Kebutuhan Konsumen&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Strategi Distribusi &amp; Promosi: Mengelola demi Saluran Persediaan &amp; Komunikasi Persuasif&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img style=&quot;clear: right;&quot; class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;h3&gt;Sumberdaya Keuangan: Mencapai Keuntungan&lt;/h3&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Laporan Akuntansi &amp; Keuangan: Kekuatan Angka&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Manajemen Keuangan: Panduan Dasar untuk Keuangan &amp; Perbankan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pasar Saham: Investasi demi Masa Depan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img style=&quot;clear: right;&quot; class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;h3&gt;Profesional: Menyambut Peluang Bisnis&lt;/h3&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Keterampilan Komunikasi Bisnis &amp; Manajemen&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jaringan Media Sosial &amp; Pemasaran Digital&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keterampilan Profesional Penyempurna&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/4140446829743523203/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/manajemen-peluang-bisnis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/4140446829743523203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/4140446829743523203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/manajemen-peluang-bisnis.html' title='Bisnis: Di Mana Ada Kemauan, di Situ Ada Peluang'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240340811602095343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-4491665853487788965</id><published>2013-10-06T17:30:00.000+07:00</published><updated>2013-10-19T04:42:22.211+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Manajemen Bisnis"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Siluman Idiot"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Studi Gender"/><title type='text'>Wanita dalam Bisnis: Ilustrasi Manajemen</title><content type='html'>&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/wanita-dalam-bisnis-ilustrasi-manajemen.html&quot; imageanchor=&quot;1&quot;&gt;&lt;img class=&quot;kiri etalase&quot; alt=&quot;gambar foto Ilustrasi Manajemen&quot; title=&quot;artikel Wanita dalam Bisnis&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/prosecutor-princess-150.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Mengapa para wanita, kendati menampilkan kinerja yang hebat, belum bisa mengambil tempat yang setara dengan pria dalam posisi-posisi kepemimpinan senior? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagian dari masalahnya adalah masih bagaimana para wanita digambarkan di media populer. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header navigasi&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/kewirausahaan-media-online.html&quot;&gt;Manajemen Bisnis Industri Kreatif&lt;/a&gt; » Manajemen Bisnis » Ilustrasi Manajemen&lt;/strong&gt; » Wanita dalam Bisnis.&lt;/p&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot;&gt;Wanita dalam Bisnis&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Diterjemahkan dari Leslie Rue, Lloyd Byars, &amp; Nabil Ibrahim, &lt;b&gt;&lt;em&gt;Management: Skills and Application&lt;/em&gt;&lt;/b&gt;, 14th Ed. (McGraw-Hill, 2013), p. 11 | Hak cipta terjemahan Indonesia © 2013 &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/tentang-tiga-idiot.html#prof3&quot;&gt;&lt;b&gt;Tiga Idiot&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p id=&quot;isi&quot;&gt;Di antara 1.000 perusahaan Fortune, hanya 6,6 persen wanita menempati posisi di tingkat eksekutif. Hanya 15 wanita yang sekarang menjadi pemimpin di antara 500 perusahaan Fortune. Hanya 14 persen rektor universitas yang merupakan perempuan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa sajakah alasan mengapa para wanita, kendati menampilkan kinerja yang hebat, belum bisa mengambil tempat yang setara dengan pria dalam posisi-posisi kepemimpinan senior? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu alasan utamanya terletak pada stereotip kepemimpinan. Para lelaki pemimpin dipersepsi sebagai &quot;tegas dan lihai&quot;--watak-watak yang diharapkan. Watak perempuan pemimpin dipandang sebagai mengasuh dan merawat--dipandang oleh banyak orang sebagai &quot;lemah dan lembut&quot;. &lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;tengah&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;gambar ruang kerja wanita di drama Korea: Prosecutor Princess&quot; title=&quot;gambar ruang kerja wanita di drama Korea: Prosecutor Princess&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;562&quot; height=&quot;317&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/prosecutor-princess.jpg&quot; /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu alasan lainnya adalah pemisahan kerja. Para pria cenderung sangat terkonsentrasi pada profesi-profesi puncak, seperti penyelia, manajer, dan eksekutif. Para wanita cenderung terlalu terwakili di profesi-profesi yang bayarannya terendah dalam tenaga kerja seperti guru, sekretaris, perawat, dan pengasuh anak. Para perempuan pun terkonsentrasi pada pekerjaan-pekerjaan berperingkat rendah dan berbayar rendah di banyak profesi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagian dari masalahnya adalah masih bagaimana para wanita digambarkan di media populer. Di satu sisi, kita ingin dan mengharap perempuan mengambil peran kepemimpinan yang setara dengan laki-laki, namun di media populer, para wanita masih terlihat tunduk dan mengabdi, yang berdampak besar pada orang-orang muda. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebuah masalah ekspektasi sosial lainnya adalah terkait dengan pandangan keluarga kita. Masih ada harapan masyarakat bahwa para wanita seharusnya merawat keluarga mereka di rumah seraya sekaligus mengejar karir mereka, sebuah harapan yang tidak dibebankan kepada para pria.***&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/4491665853487788965/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/wanita-dalam-bisnis-ilustrasi-manajemen.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/4491665853487788965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/4491665853487788965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/wanita-dalam-bisnis-ilustrasi-manajemen.html' title='Wanita dalam Bisnis: Ilustrasi Manajemen'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01240340811602095343</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-1895422000201542106</id><published>2013-10-02T01:00:00.000+07:00</published><updated>2013-10-19T21:23:33.591+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berpikir Kritis"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mama Idiot"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Metode Penelitian"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Ilmiah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Umum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tiga Idiot"/><title type='text'>Berpikir Kritis dengan Psikologi Ilmiah</title><content type='html'>&lt;img class=&quot;kiri etalase&quot; alt=&quot;gambar foto Berpikir Kritis dengan Psikologi Ilmiah&quot; title=&quot;artikel Berpikir Kritis dengan Psikologi Ilmiah&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/psychology-10e-dg-myers-150x100.jpg&quot; /&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Bagaimana kita dapat memisahkan opini-opini yang kurang berdasar dari simpulan-simpulan yang terperiksa dengan cermat? Bagaimana sebaiknya kita menggunakan psikologi untuk memahami sikap &amp; perilaku orang-orang? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Caranya: berpikir kritis dengan psikologi ilmiah!&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header navigasi&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/keperawatan-kedokteran-masyarakat.html&quot;&gt;Pelatihan Gayahidup Sehat&lt;/a&gt; » &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/05/materi-kuliah-psikologi-umum.html&quot;&gt;Psikologi Umum&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; » Berpikir Kritis dengan Psikologi Ilmiah.&lt;/p&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot;&gt;Berpikir Kritis dengan Psikologi Ilmiah&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Disadur dari buku kuliah David G. Myers, &lt;b&gt;&lt;em&gt;Psychology&lt;/em&gt;&lt;/b&gt;, 10th Edition (Worth Publishers, 2013), Chapter 1, &quot;&lt;a href=&quot;http://www.coursesmart.com/9781429261784/16&quot;&gt;&lt;b&gt;Thinking Critically with Psychological Science&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&quot; | Hak cipta saduran Indonesia &amp;#169; 2014 &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/tentang-tiga-idiot.html#prof3&quot;&gt;&lt;b&gt;Tiga Idiot&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href=&quot;http://www.worthpublishers.com/Catalog/product/psychology-tenthedition-myers&quot;&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;gambar kover buku Psychology 10e David G Myers&quot; title=&quot;gambar kover buku Psychology 10e David G Myers&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;300&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/psychology-10e-dg-myers-300x360.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p id=&quot;isi&quot;&gt;Jutaan orang berpaling ke &quot;psikologi&quot; dengan harapan memenuhi rasa ingin-tahu mereka mengenai orang-orang dan untuk mengobati kesengsaraan mereka sendiri. Mereka menyimak ceramah motivator di radio dan televisi. Mereka membaca artikel tentang &quot;indera keenam&quot; di internet. Mereka menghadiri seminar hipnosis stop-merokok. Mereka membenamkan diri dalam situs-situs dan buku-buku &quot;psikologi populer&quot; tentang takwil mimpi, jalur cinta spiritual, dan akar-akar kebahagiaan pribadi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagian lainnya, dengan tergugah oleh pernyataan-pernyataan kebenaran psikologi, merasa penasaran: Apa ikatan antara sang ibu dan si bayi pada jam-jam pertama pascakelahiran? Bagaimana dan seberapa banyak pengasuhan orangtua membentuk kepribadian dan kemampuan anak-anak? Apakah anak sulung lebih terdorong untuk berprestasi? Apakah psikoterapi menyembuhkan kita? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan semacam itu, bagaimana kita dapat memisahkan opini-opini yang kurang berdasar dari simpulan-simpulan yang terperiksa dengan cermat? &lt;b&gt;&lt;i&gt;Bagaimana sebaiknya kita menggunakan psikologi untuk memahami mengapa orang-orang memikirkan, merasakan, dan melakukan segala sesuatu?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Pentingnya Psikologi Yang Ilmiah &lt;/h3&gt;&lt;h4&gt;Mengapa jawaban-jawaban yang berbasis ilmiah lebih valid daripada yang berdasarkan intuisi dan akal sehat? &lt;/h4&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Bias lantaran peninjauan masa lalu &lt;em&gt;(hindsight bias)&lt;/em&gt; adalah kecenderungan untuk yakin, seusai mempelajari suatu hasil, bahwa kita telah mengetahuinya sebelumnya. Sikap terlalu percaya-diri dalam penimbangan itu sebagian berasal dari bias kita untuk mencari informasi yang menegaskan &quot;kebenaran&quot;-nya. Dua macam kecenderungan tersebut, ditambah hasrat untuk menganggap urut peristiwa-peristiwa acak, membawa kita menuju sikap terlalu memandang tinggi intuisi kita. Lain halnya dengan penelitian ilmiah. Walau dibatasi oleh pertanyaan-pertanyaan yang bisa diuji untuk dapat ditangani, penyelidikan ilmiah bisa membantu kita mengatasi kelemahan-kelemahan dan bias-bias intuisi kita. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Bagaimana tiga unsur utama sikap ilmiah berkaitan dengan berpikir-kritis? &lt;/h4&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Sikap ilmiah membekali kita untuk menjadi ingin tahu, skeptis, dan rendah-hati dalam memeriksa dengan cermat ide-ide yang bersaingan atau pengamatan-pengamatan kita sendiri. Sikap ini terbawa ke dalam kehidupan sehari-hari sebagai sikap &lt;em&gt;berpikir kritis&lt;/em&gt;, yang menempatkan ide-ide untuk diuji dengan memeriksa asumsi-asumsi, mencermati nilai-nilai tersembunyi, mengevaluasi bukti, dan menilai simpulan-simpulan. &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Penelitian: Bagaimana Psikolog Mengajukan Pertanyaan dan Jawaban &lt;/h3&gt;&lt;h4&gt;Bagaimana teori-teori memajukan ilmu psikologi? &lt;/h4&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Teori&lt;/em&gt;-teori psikologi merupakan penjelasan yang memberlakukan seperangkat prinsip untuk mengorganisasi dan membangkitkan &lt;abbr title=&quot;prediksi yang dapat digunakan untuk mengecek teori atau menghasilkan penerapan praktisnya&quot;&gt;&lt;em&gt;hipotesis&lt;/em&gt;&lt;/abbr&gt;. Dengan menguji hipotesis mereka, para peneliti bisa mengkonfirmasi, menolak, atau merevisi teori mereka. Untuk memungkinkan para peneliti lain untuk &lt;i&gt;menapak-tilas&lt;/i&gt; penelitian itu, para peneliti melaporkan hasilnya dengan menggunakan &lt;em&gt;definisi operasional&lt;/em&gt; terhadap prosedur-prosedur dan konsep mereka. Jika peneliti lain mencapai hasil serupa, maka semakin besarlah kepercayaan kepada simpulannya. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Bagaimana para psikolog menggunakan studi kasus, observasi naturalistik, dan survei untuk mengamati dan menerangkan perilaku? Mengapa pengambilan sampel secara acak itu penting? &lt;/h4&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Metode-metode deskriptif, yang meliputi &lt;em&gt;studi kasus&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;observasi&lt;/em&gt; naturalistik, dan survei menunjukkan kepada kita apa yang dapat terjadi, dan bisa menawarkan ide-ide untuk penelitian lebih lanjut. Namun, metode-metode deskiptif tidak dapat menunjukkan sebab-akibat karena para peneliti tidak bisa mengendalikan variabel. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Landasan terbaik untuk melakukan generalisasi mengenai &lt;em&gt;populasi&lt;/em&gt; adalah sampel yang representatif. Dalam &lt;em&gt;sampel acak&lt;/em&gt;, setiap orang di keseluruhan populasi-yang-diteliti mempunyai kesempatan setara untuk berpartisipasi. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Apa yang merupakan korelasi negatif dan korelasi positif? Mengapa mereka memungkinkan prediksi, tetapi bukan penjelasan sebab-akibat? &lt;/h4&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Dalam korelasi positif, dua faktor naik atau turun secara bersama-sama. Dalam korelasi negatif, salah satu faktornya naik ketika yang lainnya turun. Bagan-sebar &lt;i&gt;(scatterplot)&lt;/i&gt; dapat membantu kita untuk melihat &lt;em&gt;korelasi&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Koefisin korelasi&lt;/em&gt; dapat melambangkan kekuatan dan arah hubungan antara dua variable, dari +1,00 (korelasi possitif sempurna) melalui nol (tanpa korelasi sama sekali) sampai -1,00 (korelasi negatif sempurna). Dengan begitu, korelasi dapat menunjukkan kemungkinan hubungan sebab-akibat, tetapi tidak membuktikan arah pengaruh, atau apakah faktor ketiga bisa menjelaskan korelasi itu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/search/label/Metode%20Penelitian&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;gambar foto contoh Penelitian Psikologi&quot; title=&quot;Kiri: pengukuran laporan-diri. Tengah: pengukuran fisiologis. Kanan: pengukuran perilaku&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;589&quot; height=&quot;239&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/scientific-tools-for-psychologists-589x239.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Apa sajakah karakteristik eksperimentasi yang menjadikannya memungkinkan untuk mengisolasi faktor sebab dan akibat? &lt;/h4&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Untuk menemukan hubungan sebab-akibat, para psikolog mengadakan &lt;em&gt;eksperimen&lt;/em&gt;, dengan memanipulasi satu-atau-lebih faktor kepentingan dan mengendalikan faktor-faktor lain. Dengan menggunakan &lt;em&gt;penunjukan acak&lt;/em&gt;, mereka dapat meminimalkan &lt;em&gt;variabel pengacau&lt;/em&gt;, misalnya perbedaan-perbedaan yang telah ada lebih dulu antara &lt;em&gt;kelompok eksperimental&lt;/em&gt; (yang dikenai perlakuan) dan &lt;em&gt;kelompok pembanding&lt;/em&gt; (yang dikenai placebo atau versi lain perlakuan). &lt;em&gt;Variabel independen&lt;/em&gt; adalah faktor eksperimen pemanipulasi untuk meneliti efeknya; &lt;em&gt;variabel dependen&lt;/em&gt; adalah faktor eksperimen pengukur untuk menemukan segala perubahan yang terjadi sebagai tanggapan terhadap manipulasi-manipulasi itu. Penelitian-penelitian bisa menggunakan &lt;em&gt;prosedur ikatan-ganda&lt;/em&gt; untuk menghindari &lt;em&gt;bias peneliti&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;efek placebo&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Penalaran Statistik dalam Kehidupan Sehari-hari &lt;/h3&gt;&lt;h4&gt;Bagaimana kita dapat menerangkan data dengan ukuran kecenderungan sentral dan variasi? &lt;/h4&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Ukuran kecenderungan sentral adalah skor tunggal yang mewakili keseluruhan himpunan skor. Tiga ukuran kecenderungan sentral adalah &lt;em&gt;mode&lt;/em&gt; (skor yang paling sering terjadi), &lt;em&gt;rerata&lt;/em&gt; (rata-rata aritmetik), dan &lt;em&gt;median&lt;/em&gt; (skor tengah dalam kelompok data). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ukuran variasi memberitahu kita bagaimana beragamnya data itu. Dua ukuran variasi adalah &lt;em&gt;kisaran&lt;/em&gt; (yang memaparkan selisih antara skor tertinggi dan skor terendah) dan &lt;em&gt;deviasi standar&lt;/em&gt; (yang menyatakan berapa besar skor bervariasi di sekitar rerata, skor rata-rata). Skor-skor seringkali berbentuk &lt;em&gt;kurva normal&lt;/em&gt; (atau berbentuk lonceng). &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Bagaimana kita tahu apakah hasil observasi pada suatu populasi dapat digeneralisasi ke populasi-populasi lain? &lt;/h4&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Untuk merasa percaya-diri mengenai generalisasi dari hasil observasi pada suatu populasi ke populasi-populasi lain, kita perlu tahu bahwa populasi yang diteliti itu representatif dari populasi lebih besar yang diteliti; bahwa observasi-observasinya, pada rata-ratanya, memiliki variabillitas yang rendah; bahwa ukuran sampelnya dan hasil observasi tersebut &lt;em&gt;signifikan secara statistik&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Etika Penelitian Psikologi &lt;/h3&gt;&lt;h4&gt;Apakah psikologi itu bebas dari nilai-nilai pertimbangan? &lt;/h4&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Tidak. Nilai-nilai yang dianut psikolog itu mempengaruhi pilihan mereka akan topik-topik penelitian, teori-teori dan observasi-observasi mereka, label-label mereka terhadap perilaku, dan saran-saran profesional mereka. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, prinsip-prinsip psikologi diterapkan untuk pelayanan kemanusiaan. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Mengapa para psikolog meneliti binatang? Manakah panduan etis untuk mengamankan partisipan penelitian, baik manusia maupun binatang? &lt;/h4&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Sebagian psikolog tertarik terutama pada perilaku binatang. Sebagian lainnya ingin memahami proses fisiologis dan psikologis yang sama-sama dialami oleh manusia dan spesies lainnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah telah menentukan standar untuk pemeliharaan dan pengandangan binatang. Asosiasi profesional dan lembaga penyumbang dana juga menetapkan panduan untuk melindungi kesejahteraan binatang. Kode etik &lt;abbr title=&quot;asosiasi psikolog Amerika&quot;&gt;APA&lt;/abbr&gt; menetapkan garis-garis-besar standar untuk pengamanan kesejahteraan binatang, termasuk pemerolehan &lt;em&gt;izin terang-terangan&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;debriefing&lt;/em&gt; untuk mereka nantinya. &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Kesehatan &amp; Kebugaran dalam Perspektif Penelitian Psikologi &lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Ada banyak sekali penelitian psikologi yang relevan dengan kesehatan dan kebugaran. Contohnya adalah penelitian oleh James Pennebaker tentang efek penulisan ekspresif terhadap kesehatan dan kebugaran. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penelitian ini menunjukkan bahwa individu-individu yang secara acak ditugaskan untuk menulis tentang peristiwa kehidupan traumatik, selama beberapa menit per hari dalam tiga atau empat hari, menunjukkan manfaat dalam kesehatan dan kebugaran bila dibandingkan dengan yang tidak ditugaskan begitu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penelitian berikutnya menunjukkan bahwa manfaat dalam kesehatan ini dapat diperoleh melalui penulisan tentang pengalaman kehidupan yang sangat positif dan bahkan sekadar penulisan selama beberapa menit. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penelitian-penelitian ini juga menunjukkan bagaimana rumusan masalah penelitian dapat dimulai sebagai penelitian korelasional dan kemudian beralih ke laboratorium untuk menunjukkan sebab-akibat. Ketika banyak penelitian telah dilakukan pada suatu topik, sebuah metaanalisis dapat menyediakan pengertian tentang keseluruhan hasil yang penting. Contoh ini juga menunjukkan bagaimana penelitian psikologi bisa memiliki implikasi penting bagi kehidupan sehari-hari. &lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/1895422000201542106/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/berpikir-kritis-dengan-psikologi-ilmiah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/1895422000201542106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/1895422000201542106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/berpikir-kritis-dengan-psikologi-ilmiah.html' title='Berpikir Kritis dengan Psikologi Ilmiah'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11512648891647689146</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-6562612543912939139</id><published>2013-10-01T05:00:00.000+07:00</published><updated>2013-10-19T21:17:17.028+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mama Idiot"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Ilmiah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Umum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teori Evolusi"/><title type='text'>Ilmu Psikologi: Evolusioner ataukah Revolusioner?</title><content type='html'>&lt;img class=&quot;kiri etalase&quot; alt=&quot;gambar evolusi manusia&quot; title=&quot;gambar evolusi manusia&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/evolution-150x100.jpg&quot; /&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Untuk menjadi sebuah disiplin-ilmu, mengapa psikologi menempuh waktu yang relatif sangat lama? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mungkin penyebabnya adalah belum bisa diamatinya pikiran manusia. Baru pada tahun 1850-an, terbukalah peluang untuk menyelidiki pikiran manusia. Beginilah evolusi psikologi. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header navigasi&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/ilmu-pengetahuan-umum.html&quot;&gt;Ilmu Pengetahuan Umum&lt;/a&gt; / &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/keperawatan-kedokteran-masyarakat.html&quot;&gt;Pelatihan Gayahidup Sehat&lt;/a&gt; » &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/05/materi-kuliah-psikologi-umum.html&quot;&gt;Psikologi Umum&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; » &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/psikologi-menguak-penjelasan-baru-yang.html&quot;&gt;Disiplin Ilmu Psikologi&lt;/a&gt; » Ilmu Psikologi: Evolusioner ataukah Revolusioner? &lt;/p&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot;&gt;Evolusi Psikologi sebagai Sains&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Disadur dari buku kuliah tiga profesor Harvard University, Daniel L Schachter, Daniel T Gilbert, &amp; Daniel M Wegner, &lt;b&gt;&lt;em&gt;Psychology&lt;/em&gt;&lt;/b&gt;, European Edition (Worth, 2012), Bab 1, &quot;&lt;a href=&quot;http://www.palgrave.com/PDFs/9780230579835.pdf&quot;&gt;Psychology: the evolution of a science&lt;/a&gt;&quot;, p. 3-5. | Hak cipta saduran Indonesia © 2014 &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/tentang-tiga-idiot.html#prof3&quot;&gt;&lt;b&gt;Tiga Idiot&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p id=&quot;isi&quot;&gt;Pada pertengahan abad ke-19, masyarakat Eropa mengalami masa perubahan yang bergejolak. Semua ilmu-alam menyaksikan pergolakan yang luar biasa. Berbagai temuan ilmiah baru di masa itu menimbulkan perkembangan teknologi yang mengarah pada revolusi industri yang tak pernah terlihat sebelumnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah pergolakan itu, lahirlah sebuah sains baru. Ilmu baru ini dijuluki &lt;b&gt;&lt;em&gt;Psychology&lt;/em&gt;&lt;/b&gt;. Istilah ini berasal dari kombinasi kata Yunani &lt;em&gt;psyche&lt;/em&gt; (&#39;&lt;b&gt;jiwa&lt;/b&gt;&#39;) dengan &lt;em&gt;logos&lt;/em&gt; (&#39;&lt;b&gt;ilmu&lt;/b&gt;&#39;). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Asal-usul ilmu baru ini bisa ditelusuri ke belakang sampai ke awal peradaban manusia, yang belum memiliki data atau teori apa pun yang layak dicatat. Ketika itu, fokus utama penelitiannya adalah &lt;b&gt;manusia&lt;/b&gt;, tanpa hubungan yang jelas dengan teknologi atau pun industri. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Walaupun persoalan psikologis telah mengisi benak para pemikir terdahulu sekuno Yunani klasik, istilah &#39;psikologi&#39; itu baru muncul di pers Inggris pada tahun 1853. Sebelum abad ke-19, psikologi belum bisa dianggap sebagai &#39;ilmu&#39; karena belum memenuhi satu syarat, yaitu upaya sistematis untuk mengemukakan atau pun menguji hipotesis. Para filsuf memang telah memberi wejangan tentang alam pikiran, tetapi psikologi belum diperhitungkan sebagai sains. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidaklah jelas mengapa psikologi menempuh waktu yang relatif sangat lama. Mungkin penyebabnya adalah tak bisa diamatinya pikiran manusia atau kurangnya metode yang pas untuk mengukurnya. Bagaimanapun, salah satu faktor utamanya adalah bahwa penelitian terhadap manusia itu dibatasi secara berbahaya menjadi kawasan yang dijadikan hak prerogatif agama. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baru pada tahun 1850-an, ketika kawasan tersebut semakin diusik oleh para ilmuwan yang mencari cara-cara pengukuran dan pemaparan dunia alamiah ini, terbukalah peluang untuk menyelidiki pikiran manusia. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak kurang dari seorang raksasa intelektual Charles Darwin (1809-82) turut membuka peluang tersebut. Di bukunya &lt;abbr title=&quot;(On the Origin of Species, 1859)&quot;&gt;tentang seleksi alam&lt;/abbr&gt;, Darwin memprediksi: &quot;Psikologi itu niscaya akan dilandaskan pada suatu pondasi baru, pondasi pemerolehan kapasitas dan kekuatan mental yang berjenjang. Sinarnya akan tersorot ke arah manusia dan sejarahnya.&quot; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Teori evolusi&lt;/strong&gt; Darwin tentang seleksi alam itu menyatakan bahwa sifat-sifat suatu organisme yang membantunya bertahan hidup dan bereproduksi itu lebih berkemungkinan untuk diwariskan ke generasi-generasi berikutnya. Darwin berpandangan, mungkin tak ada alasan untuk membedakan antara mekanisme yang menyeleksi sifat-sifat dan perilaku-perilaku di kerajaan binatang dan mekanisme yang menyeleksi unsur-unsur yang terdapat pada manusia. Darwin menganggap bahwa pikiran dan perilaku manusia merupakan produk dari tubuh, sehingga juga merupakan subyek proses seleksi alam. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, psikologi telah lahir. Namun kemudian, ada pula cendekiawan-cendekiawan yang menentang pandangan bahwa psikologi manusia bisa dijelaskan dan diprediksi oleh proses-proses teratur yang bisa diukur. Bahkan Alfred Russell Wallace (1823-1913), yang juga turut menjadi penemu [teori] seleksi alam, menolak ide tersebut. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti Darwin, Wallace setuju bahwa tubuh manusia berkembang. Namun, ia berpandangan bahwa &lt;i&gt;Homo Sapiens&lt;/i&gt; memiliki &quot;sesuatu yang bukan berasal dari hewan leluhurnya--suatu hakikat atau esensi spiritual ... [yang] hanya bisa mendapatkan penjelasan di semesta Spirit yang tak terlihat.&quot; Wallace tidak mau menerima bahwa rumitnya pikiran manusia modern bisa timbul dengan cara yang serupa sebagaimana sistem biologis lainnya berkembang. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana tanggapan Darwin? Ketika Wallace menerbitkan pandangannya itu pada tahun 1869, Darwin menulis kepada dia: &quot;Saya bertolak belakang dengan Anda; saya berpandangan, kita tidak perlu mencari suatu penyebab tambahan atau pun suatu kekuatan adikodrati perihal Manusia ... Saya harap Anda belum membunuh anak saya dan anak Anda sendiri.&quot; (Anak yang disebut Darwin ini adalah teori seleksi alam. Teori ini akan menjadi perangsang bagi pertumbuhan psikologi sebagai sebuah sains baru.) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img alt=&quot;gambar evolusi manusia&quot; title=&quot;gambar evolusi manusia&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;555&quot; height=&quot;210&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/evolution-555x210.jpg&quot; /&gt; &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Riwayat Psikologi Saat Ini&lt;br /&gt;
&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Segera sesudah &lt;i&gt;On the Origin of Species&lt;/i&gt;, Darwin menulis dua buku mengenai psikologi: &lt;i&gt;The Descent of Man&lt;/i&gt; (1871) dan &lt;i&gt;The Expression of the Emotions in Man and Animals&lt;/i&gt; (1872). Walau dua bukunya ini tampak menekankan manusia, pada dasarnya ia masih seorang biolog alam yang melaporkan observasi-observasi. Supaya psikologi menjadi sains, dibutuhkan teknik-teknik, pengukuran-pengukuran, dan eksperimen-eksperimen baru untuk menguji hipotesis-hipotesis mengenai pikiran dan perilaku. Sejumlah ilmuwan lain sepeninggal dialah yang menyambut tantangan Darwin untuk menempa ilmu baru ini. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di berbagai penjuru Eropa, para ilmuwan bermunculan dengan berminat pada eksperimen terhadap pikiran dan perilaku. Di Jerman, terdapat tradisi kuat pada eksperimen untuk menguji tanggapan tubuh manusia terhadap simulasi yang akan menimbulkan perkembangan teknik-teknik baru untuk mengukur proses-proses bawah-sadar. Di Perancis, terdapat minat pada unsur-unsur benak dan pengaruh dari tipe kerusakan otak tertentu. Di Britania, pengukuran kecerdasan dan perbedaan individual berkembang. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penyebaran penelitian psikologi di seluruh Eropa tersebut kuat, tetapi kajian ilmiah psikologi sesungguhnya mulai melesat di Amerika Serikat (AS) selama 150 tahun berikutnya. Ini tercermin dalam fakta bahwa sebagian besar penelitian psikologi masa kini diadakan di AS. Sekitar 64% dari 56.000 psikolog penelitian sedunia &lt;abbr title=&quot;(Rosenzweig, 1992)&quot;&gt;beroperasi di AS&lt;/abbr&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dominasi psikologi di AS itu terutama lantaran sejumlah besar pelopor yang membawa ilmu baru ini ke Amerika dari Eropa. Yang paling menonjol diantara mereka ialah William James (1842–1910). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;William James semula menempuh studi kedokteran di Harvard, tetapi ia begitu terkesan oleh psikologi yang merupakan ilmu baru yang ia jumpai di Eropa ini, sehingga sekembalinya ke AS, ia melepas studi kedokterannyta dan mengubah haluan untuk menjadi profesor pertama di bidang psikologi di Harvard University. Buku monumentalnya, &lt;em&gt;The Principles of Psychology&lt;/em&gt; (1890), lebih bersifat deskriptif daripada ilmiah, tetapi di dalamnya, James menangani pertanyaaan-pertanyaan besar dengan wawasan yang cemerlang, sehingga masih menjadi salah satu dari buku-buku yang paling berpengaruh di bidang psikologi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Andaikan William James masih hidup saat ini, mungkin ia terkesima oleh kemajuan intelektual yang berlangsung di dalam ilmu yang turut dia bangun ini. Kecanggihan dan keragaman psikologi modern memang menakjubkan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para psikolog masa kini merambah persepsi, memori, kreativitas, keadaan sadar, cinta, kecemasan, kecanduan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Mereka menggunakan teknologi untuk memeriksa apa yang terhadi pada otak orang-orang ketika mereka merasa marah, mengingat pengalaman masa lalu, melakukan hipnosis, atau pun menjalani tes kecerdasan. Mereka memeriksa dampak budaya terhadap individu, asal-usul dan penggunaan bahasa, bagaimana kelompok-kelompok terbentuk dan bubar, dan perbandingan antara orang-orang dari latarbelakang yang berlainan. Penelitian mereka tidak hanya memajukan ilmu pengetahuan dasar, tetapi juga penerapan praktisnya, termasuk cara perawatan baru untuk depresi dan kecemasan terhadap sistem baru yang memungkinkan organisasi-organisasi untuk berfungsi dengan lebih efektif. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, untuk memahami perkembangan evolusionernya, kita perlu berkenalan dengan psikologi masa lalu. (Simak kuliah mendatang, &quot;Akar-akar Psikologi&quot;.) &lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/6562612543912939139/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/evolusi-psikologi-sebagai-sains.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/6562612543912939139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/6562612543912939139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/evolusi-psikologi-sebagai-sains.html' title='Ilmu Psikologi: Evolusioner ataukah Revolusioner?'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11512648891647689146</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-3919490731849619897</id><published>2013-10-01T04:00:00.000+07:00</published><updated>2013-10-19T21:12:53.370+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mama Idiot"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Ilmiah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Umum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tiga Idiot"/><title type='text'>Definisi Psikologi: Cambridge Dictionary of Psychology</title><content type='html'>&lt;img class=&quot;kiri&quot; alt=&quot;gambar foto&quot; title=&quot;artikel&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/cambridge-dictionary-of-psychology-150.jpg&quot; /&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Kini, sebagian besar buku kuliah psikologi mendefinisikan &quot;&lt;strong&gt;psikologi&lt;/strong&gt;&quot; sebagai &lt;b&gt;&lt;i&gt;kajian ilmiah tentang perilaku dan proses-proses mental&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Bagaimana menurut kamus psikologi yang terkenal, semisal terbitan Cambridge University Press? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ternyata, kamus Cambridge mendefinisikannya dengan lebih rinci. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header navigasi&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/ilmu-pengetahuan-umum.html&quot;&gt;Ilmu Pengetahuan Umum&lt;/a&gt; / &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/keperawatan-kedokteran-masyarakat.html&quot;&gt;Pelatihan Gayahidup Sehat&lt;/a&gt; » &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/05/materi-kuliah-psikologi-umum.html&quot;&gt;Psikologi Umum&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; » &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/psikologi-menguak-penjelasan-baru-yang.html&quot;&gt;Disiplin Ilmu Psikologi&lt;/a&gt; » Definisi Psikologi: Cambridge Dictionary of Psychology.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;kamus&lt;/strong&gt; &lt;i&gt;n.&lt;/i&gt; Buku yang mengandung kata-kata terpilih dari suatu bahasa, yang biasanya tertata menurut urutan huruf, yang memberi informasi tentang makna kata-kata tersebut, pengucapannya, asal-usul katanya, dan sebagainya. &lt;/p&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot;&gt;Definisi Psikologi&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Diterjemahkan dari David Matsumoto &lt;i&gt;et.al.&lt;/i&gt;, &lt;b&gt;&lt;em&gt;The Cambridge Dictionary of Psychology&lt;/em&gt;&lt;/b&gt; (Cambridge University Press, 2009), p. xv | Hak cipta terjemahan Indonesia © 2014 &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/tentang-tiga-idiot.html#prof3&quot;&gt;&lt;b&gt;Tiga Idiot&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p id=&quot;isi&quot;&gt;&lt;strong&gt;psikologi&lt;/strong&gt; &lt;i&gt;n.&lt;/i&gt; Kajian tentang benak yang meliputi kesadaran, pencerapan, motivasi, perilaku, biologi sistem syaraf yang berkaitan dengan benak, metode ilmiah untuk meneliti benak, kognisi, interaksi sosial yang berkaitan dengan benak, perbedaan individual, dan aplikasi pendekatan-pendekatan tersebut terhadap masalah-masalah praktis dalam organisasi dan perniagaan dan terutama terhadap peringanan penderitaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitulah. Definisi istilah &lt;em&gt;kamus&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;psikologi&lt;/em&gt; mungkin paling pas untuk kata pengantar sebuah kamus psikologi. Itulah definisi  yang tersaji di karya ini, dan itu menyoroti beberapa hal penting mengenai kamus ini. Pertama, &lt;b&gt;psikologi itu luas&lt;/b&gt;. Isinya merentang dari proses-proses syaraf level-mikro yang membentuk blok-blok pikiran, perasaan, dan tindakan sampai proses-proses sosial dan kultural level-makro yang mendekatkan kita dengan kerabat primata kita dalam sejarah evolusi kita dan mendefinisikan kebersamaan kita. Karena itu, kamus psikologi perlu mencantumkan istilah dan konsep yang terkait dengan struktur syaraf, zat kimia, transmiter, gen, dan anatomi, sebagaimana perlu pula mencantumkan proses sosial, analisis jaringan, dan norma budaya. Perlu pula mencantumkan konsep-konsep yang terkait dengan rangkaian perilaku abnormal dan metode perawatannya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua, &lt;b&gt;psikologi merupakan sains&lt;/b&gt;. Pengetahuan pada psikologi dibangkitkan melalui penelitian empiris, sekumpulan metode yang memungkinkan perkembangbiakan teori-teori tentang perilaku manusia dan pengujian hipotesis yang diturunkan dari teori-teori ini. Perangkat metode-metode ini meliputi pendekatan kualitatif disamping kuantitatif, studi kasus disamping eksperimen yang terkendali dengan cermat, dan pengambilan keputusan inferensial disamping prosedur statistik yang ketat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketiga, karena disiplin-ilmu psikologi itu luas, dan karena didasarkan pada sains, &lt;b&gt;psikologi merupakan disiplin-ilmu yang &lt;i&gt;hidup&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Itu berarti bahwa teori-teori, konsep-konsep, dan terminologi yang dipakai dalam psikologi tidak pernah statis, tetapi sering bergejolak, yang berubah dari waktu ke waktu, ketika teori, metodologi, dan pengetahuan berubah. Istilah-istilah yang memiliki makna tertentu pada tahun-tahun terdahulu, seperti &lt;i&gt;diri&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;homoseksualitas&lt;/i&gt;, memiliki makna yang berbeda sekarang dan mungkin akan bermakna lain lagi di masa depan. Lagipula, konsep-konsep dan istilah-istilah baru pun senantiasa ditemukan (misalnya: &lt;i&gt;psikoneuroimunologi&lt;/i&gt;), selaras dengan sifat kontemporer dan berkembangnya psikologi sebagai sains.***&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/3919490731849619897/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/definisi-psikologi-cambridge-dictionary.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/3919490731849619897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/3919490731849619897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/definisi-psikologi-cambridge-dictionary.html' title='Definisi Psikologi: Cambridge Dictionary of Psychology'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11512648891647689146</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-5338173416912919730</id><published>2013-10-01T02:07:00.000+07:00</published><updated>2013-10-19T21:04:46.644+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mama Idiot"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Ilmiah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Umum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tiga Idiot"/><title type='text'>Psikologi Menguak Penjelasan Baru Yang Ilmiah</title><content type='html'>&lt;img class=&quot;kiri etalase&quot; alt=&quot;gambar foto Benak Ilmiah&quot; title=&quot;artikel Disiplin Ilmu Psikologi&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/girl-with-broccoli-150.jpg&quot;&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Bagaimana kita belajar tentang perspektif-perspektif utama psikologi, bersama-sama dengan latarbelakang asal-usulnya? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam hal itu, kita akan berada di suatu posisi yang lebih baik untuk memahami bagaimana perspektif-perspektif ini datang bersama-sama untuk memberi kita gambaran besarnya. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header navigasi&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/keperawatan-kedokteran-masyarakat.html&quot;&gt;Pelatihan Gayahidup Sehat&lt;/a&gt; » &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/05/materi-kuliah-psikologi-umum.html&quot;&gt;Psikologi Umum&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; » Psikologi Menguak Penjelasan Baru Yang Ilmiah.&lt;/p&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot;&gt;Disiplin Ilmu Psikologi&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Disadur berdasarkan buku kuliah John Cacioppo &amp; Laura A. Freberg, &lt;b&gt;&lt;em&gt;Discovering Psychology: The Science of Mind&lt;/em&gt;&lt;/b&gt;, 1st Edition (Cengage, 2013), Bab 1, &quot;&lt;a href=&quot;http://instructors.coursesmart.com/9780618185504/&quot;&gt;The Science of Mind: The Discipline of Psychology&lt;/a&gt;&quot;, p. 1-41  | Hak cipta saduran Indonesia © 2014 &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/tentang-tiga-idiot.html#prof3&quot;&gt;&lt;b&gt;Tiga Idiot&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p id=&quot;isi&quot;&gt;Mempelajari ilmu psikologi dapat mengarahkan Anda untuk melihat Anda sendiri dan orang-orang lain dengan cara-cara yang sepenuhnya baru. Memang, pengalaman mengamati orang-orang itu sudah mengajarkan kita banyak hal mengenai perilaku kita sendiri dan mengenai perilaku orang-orang lain. Namun, &lt;b&gt;ilmu psikologi dapat menguak penjelasan-penjelasan yang baru dan menakjubkan untuk perilaku yang mungkin membuat kita penasaran&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mari kita awali dengan sebuah contoh yang tampaknya sederhana dan lazim: kemampuan kita untuk mengecap rasa. Kita semua tahu banyak tentang rasa--apa yang kita suka atau pun benci, kualitas rasa yang berbeda, dan sebagainya. Anda mungkin bahkan sadar bahwa beberapa jenis rasa kelihatannya lebih kuat daripada yang lain. Sebagian besar dari kita dapat mengecap rasa manis dalam suatu larutan yang mengandung satu bagian gula dalam 200 bagian air; kemampuan ini tentu menunjukkan kepekaan rasa yang mengesankan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun sebagaimana gamblangnya kepekaan ini, orang-orang dapat mendeteksi satu bagian zat pahit (seperti kina) dalam 2 &lt;i&gt;juta&lt;/i&gt; bagian air. Perbedaan tajam kepekaan rasa antara manis dan pahit ini tidak mencerminkan perbedaan yang sebenarnya antara zat manis dan zat pahit--maksudnya, rasa pahit tidak 10.000 kali lebih kuat daripada rasa manis, tetapi begitulah kita mengalaminya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengapa kepekaan kita terhadap dua macam rasa ini jauh berbeda?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengamatan kita terhadap rasa itu tidak banyak membantu kita dalam menjawab pertanyaan tersebut, tetapi psikologi dapat membantu kita. Ternyata, kepekaan kita yang lebih besar terhadap tasa pahit itu sangat adaptif: Hampir semua racun terasa pahit, dan kalau Anda ingin tetap hidup, lebih penting menghindar dari meneguk racun daripada menikmati sesuatu yang manis. Menjadi jauh lebih peka terhadap rasa-rasa yang pahit itu merupakan sebuah ciri khas yang melayani spesies kita dengan baik, karena ia membantu kita menghindar dari memakan hal-hal yang mungkin berpotensi membunuh kita. Psikologi membantu kita memahami mengapa kita melakukan hal-hal yang kita lakukan. Untuk itu, psikologi menyodorkan konteks untuk memahami perilaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/taste-bud.gif&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;gambar pucuk-rasa pada lidah&quot; title=&quot;Pucuk rasa (taste bud) yang terkandung dalam papilla lidah itu jauh lebih peka terhadap rasa pahit daripada rasa manis.&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;550&quot; height=&quot;418&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/taste-bud-550.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk memperoleh pemahaman itu, psikologi harus bertindak seperti fitur pembesaran dan pengecilan pada &lt;a href=&quot;http://earth.google.com/‎&quot;&gt;Google Earth&lt;/a&gt;. Dalam beberapa bagian dari materi kuliah ini, kita akan melakukan pembesaran pengamatan terhadap perilaku manusia, seperti melihat gambar lidah yang sangat dibesarkan, sehingga pucuk-rasa &lt;i&gt;(taste bud)&lt;/i&gt;-nya terlihat. Pucuk-rasa itulah yang memungkinkan kita untuk mengecap rasa, dan menelusuri pesan-pesan tentang rasa yang dikirim dari lidah ke otak. Pada saat-saat lain, kita akan melakukan pengecilan balik terhadap gambar yang besar tadi, untuk lebih memahami mengapa si gadis pada gambar di bawah ini memandang skeptis kobis-rasa-pahit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/girl-with-broccoli.jpg&quot;&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; alt=&quot;gambar gadis cilik melihat kobis&quot; title=&quot;Pada saat-saat lain, kita akan melakukan pengecilan balik terhadap gambar yang besar tadi, untuk lebih memahami mengapa si gadis pada gambar ini memandang skeptis kobis-rasa-pahit.&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;300&quot; height=&quot;199&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/girl-with-broccoli-300.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Psikolog-psikolog melakukan pembesaran observasi &lt;i&gt;(zoom in)&lt;/i&gt; pada penelitian terhadap benak dengan menggunakan perspektif-perspektif kedalaman &lt;i&gt;(in-depth)&lt;/i&gt;, yang akan kita paparkan di bab ini. Untuk contoh, kita dapat memandang reaksi anak kecil tersebut terhadap kobisnya dari perspektif developmental, yang memberitahu kita bahwa kepekaan rasa itu menurun di sepanjang rentang kehidupan. Atau, dengan menggunakan perspektif sosial, kita dapat memikirkan pengaruh-pengaruh sosial seperti budaya preferensi makanan. Contohnya: keju lembut, yang dinikmati oleh banyak orang Amerika, dipandang dengan jijik pada beberapa bagian lain dari dunia ini. Pai kelelawar-buah, yang lezat di Palau, mungkin bukan barang populer untuk fasilitas hidangan kampus di Amerika Serikat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memang, perspektif-perspektif tunggal dapat banyak memberitahu kita tentang fenomena seperti kepekaan kita terhadap rasa pahit. Namun, tak satu pun perspektif dapat memberi kita jawaban lengkap. Pandangan terbaiknya adalah dari pengecilan lagi melalui penempatan perspektif-perspektif majemuk bersama-sama menjadi satu keseutuhan. Anda dapat belajar banyak mengenai rumah Anda dari Google Earth dengan pembesaran, tetapi bila Anda melihat bagaimana rumah Anda ditempatkan dalam latar yang lebih besar berupa kota, pulau, negara, dan planet, sudutpandang itu menambahkan sesuatu yang istimewa kepada pemahaman Anda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita akan mulai belajar lebih banyak tentang perspektif-perspektif utama psikologi, bersama-sama dengan secuil latarbelakang asal-usul mereka. Dalam hal itu, kita akan berada di suatu posisi yang lebih baik untuk memahami bagaimana &lt;b&gt;perspektif-perspektif ini datang bersama-sama untuk memberi kita gambaran besarnya&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/definisi-psikologi-cambridge-dictionary.html&quot;&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Definisi Psikologi: Cambridge Dictionary of Psychology&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; alt=&quot;gambar kover buku Cambridge Dictionary of Psychology&quot; title=&quot;artikel&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/cambridge-dictionary-of-psychology-150.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Kata &lt;strong&gt;psikologi&lt;/strong&gt; berasal dari gabungan dua kata Yunani: &lt;i&gt;psyche&lt;/i&gt; (&quot;jiwa&quot;) dan &lt;i&gt;logos&lt;/i&gt; (&quot;kajian tentang&quot;). Kini, sebagian besar buku kuliah psikologi mendefinisikannya sebagai &lt;b&gt;&lt;i&gt;kajian ilmiah tentang perilaku dan proses-proses mental&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/definisi-psikologi-cambridge-dictionary.html&quot;&gt;kamus Cambridge mendefinisikannya dengan lebih rinci&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/evolusi-psikologi-sebagai-sains.html&quot;&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Ilmu Psikologi: Evolusioner ataukah Revolusioner?&lt;br /&gt;
&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kiri&quot; alt=&quot;gambar evolusi manusia&quot; title=&quot;artikel Evolusi Psikologi sebagai Sains&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/evolution-150x100.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Tidaklah jelas mengapa psikologi menempuh waktu yang relatif sangat lama. Mungkin penyebabnya adalah belum bisa diamatinya pikiran manusia. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baru pada tahun 1850-an, terbukalah peluang untuk menyelidiki pikiran manusia. Beginilah &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/evolusi-psikologi-sebagai-sains.html&quot;&gt;evolusi psikologi sebagai sains&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Apa Akar-akar Psikologi?&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Sorotan akar-akar filosofis dan ilmiah Psikologi (orang atau kelompok yang perlu diingat): &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dokter-dokter kuno: Otak adalah sumber benak. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Filsuf-filsuf Yunani Kuno: menyediakan penjelasan-penjelasan alamiah, bukan supernatural, untuk observasi-observasi mereka. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Descartes: dualisme benak-badan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Empirisis-empirisis Britania: Pengetahuan adalah hasil dari pengalaman.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ilmuwan-ilmuwan fisik abad ke-17 dan ke-18: Temuan-temuan tentang penginderaan dan pergerakan menunjukkan bahwa benak bersifat fisikal.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Von Helmholtz: Penelitian-penelitian tentang waktu-reaksi mengukuhkan ide bahwa benak bersifat fisikal. &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Bagaimana Ilmu Psikologi Bermula?&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Pelopor Pendekatan-Pendekatan terhadap Psikologi (pondasi psikologi yang perlu diingat):&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Wilhelm Wundt (1832-1920): Strukturalisme: Perilaku dapat dipecah menjadi unsur-unsurnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Max Wertheimer (1880-1943): Psikologi Gestalt: Memecah perilaku menjadi unsur-unsurnya itu menghilangkan makna.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;William James (1842-1910): Perilaku itu mengandung maksud dan berkontribusi terhadap ketahanan hidup. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ivan Pavlov (1849-1936): Behaviorisme: Pengalaman adalah sumber utama perilaku.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ulric Neisser (1928-....): Revolusi kognitif: Pemrosesan mental privat dapat diteliti secara ilmiah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sigmund Freud (1856-1939): Teori psikodinamik Freud: Ide-ide tentang benak bawah-sadar, peran pengalaman dalam perilaku abnormal, dan pendekatan-pendektaan baru terhadap terapi meletakkan pondasi bagi studi belakangan tentang kepribadian dan terapi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Abraham Maslow (1908-1970): Humanisme: Orang-orang itu secara alamiah baik dan termotivasi untuk berkembang. &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Apa Sajakah Perspektif Psikologi?&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Tujuh Perspektif Psikologi (yang perlu diingat): &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Psikologi biologis: menyelidiki hubungan-hubungan antara pikiran, perilaku, dan proses-proses biologis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Psikologi evolusioner: menanyakan bagaimana masa lalu evolusioner kita berlanjut untuk membentuk perilaku kita&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Psikologi kognitif: menyelidiki proses-proses mental yang meliputi proses berpikir, pemecahan masalah, dan pemrosesan informasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Psikologi sosial: menanyakan bagaimana perilaku kita dipengaruhi oleh kehadiran orang-orang lain&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Psikologi developmental: menyelidiki perubahan-perubahan normal pada perilaku yang terjadi sepanjang hayat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Psikologi klinis: menjelaskan, mendefinisikan, dan menangani kelainan psikologis dan mendorong kebugaran umum&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Psikologi individual dan kepribadian: mengakui bahwa perilaku bervariasi di sekitar rata-rata dan bahwa perbedaan individual sering berhubungan dengan lingkungan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;RENUNGAN: Pentingnya Sudutpandang Yang Majemuk&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Sang spesialis penginderaan dan pencerapan dapat mengatakan banyak hal hebat tentang rasa. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akan tetapi, kita bisa memahami dengan lebih lengkap pertanyaan-pertanyaan psikologis bila kita memadukan penjelasan-penjelasan dari sudutpandang-sudutpandang yang majemuk.  ... (bersambung)&lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Apa yang Dimaksud dengan Menjadi Psikolog?&lt;br /&gt;
&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Pada tahun akademik 2006-2007, lebih dari &lt;abbr title=&quot;APS Observer, 2010&quot;&gt;90.000 mahasiswa&lt;/abbr&gt; di Amerika Serikat diwisuda menjadi sarjana psikologi. Angka ini sekitar 6% dari satu setengah juta gelar sarjana yang dianugerahkan pada tahun itu. Apa yang mungkin akan mereka lakukan di tempat kerja? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagian sarjana psikologi itu lebih suka pekerjaan di bidang-bidang yang langsung berkaitan dengan psikologi, seperti bekerja di fasilitas penelitian atau pusat rehabilitasi untuk pencandu narkoba atau pun penderita kerusakan otal. Sebagian lainnya cukup sukses di berbagai bidang tugas yang &quot;berorientasi-manusia&quot;, seperti yang terdapat dalam manajemen, penjualan, pelayanan, urusan publik, .... (bersambung)&lt;br /&gt;
&lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Bagaimana Kita Dapat Menerapkan Ilmu Psikologi?&lt;br /&gt;
&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Kandungan ilmu psikologi itu memang penting dan berharga bagi banyak profesi atau pun kehidupan pribadi. Mungkin karena itu, psikologi merupakan disiplin ilmu yang sangat populer. &lt;br /&gt;
&lt;p&gt;Namun, banyak orang menggunakan psikologi secara keliru. Mereka kurang kritis. Bagaimana berpikir kritis dalam psikologi? .... (bersambung)&lt;br /&gt;
&lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Kesehatan &amp; Kebugaran dalam Perspektif Psikologi&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Kita perlu melihat psikologi sebagai disiplin ilmu yang salingkait. Salah satu cara untuk itu adalah mengambil satu masalah tunggal untuk disoroti oleh setiap perspektif psikologi pada setiap menjelang akhir bab. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masalah tunggal yang kami pilih untuk disoroti dengan cara ini adalah kesehatan &amp; kebugaran. ... (bersambung)&lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Tujuan Pembelajaran Bab Ini&lt;/h3&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menjelaskan materi subyek yang dikaji oleh para psikolog, dengan menangani makna &lt;em&gt;benak&lt;/em&gt; dan peran psikologi sebagai ilmu rujukan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menganalisis kontribusi filsafat dan ilmu-ilmu sains sebagai &quot;akar-akar&quot; psikologi modern.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membandingkan perbedaan pergerakan-pergerakan awal di psikologi--strukturalisme, psikologi Gestalt, fungsionalisme, behaviorisme, teori psikodinamik, dan humanisme--perihal tokoh-tokoh terkemuka, prinsip-prinsp inti, dan kontribusi-kontribusi terhadap psikologi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membedakan tujuh perspektif utama psikologi modern sehubungan dengan pertanyaan penelitian, metode penelitian, dan penyebab-penyebab perilaku yang khas. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menganalisis cara-cara pemaduan tujuh perspektif itu untuk menangani sebuah topik atau masalah psikologis tunggal.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menjelaskan mengapa peran psikologi sebagai &quot;ilmu rujukan&quot; memungkinkan para psikolog untuk berburu karir di jalan yang luas, baik sebagai spesialis-spesialis profesional maupun bidang-bidang penelitian.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/5338173416912919730/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/psikologi-menguak-penjelasan-baru-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/5338173416912919730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/5338173416912919730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/psikologi-menguak-penjelasan-baru-yang.html' title='Psikologi Menguak Penjelasan Baru Yang Ilmiah'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11512648891647689146</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-4354149291143954532</id><published>2013-09-29T18:30:00.000+07:00</published><updated>2013-10-19T04:53:32.294+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mama Idiot"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Ilmiah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikologi Umum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tiga Idiot"/><title type='text'>Psikologi: Satu Jiwa, Seribu Perilaku, Sejuta Pikiran</title><content type='html'>&lt;img class=&quot;kiri etalase&quot; alt=&quot;gambar foto gadis cantik mau tidur&quot; title=&quot;Materi Kuliah Psikologi Umum&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/last_night_good_night_by_yuyami9-d4rsuvy-150.jpg&quot;&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Mata kuliah &lt;strong&gt;Pengantar Psikologi&lt;/strong&gt; ini tentang apa? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Matakuliah ini membuat kita lebih memahami mengapa kita dan orang-orang sekitar kita berpikiran dan berperilaku tertentu. Dengan begitu, kita pun akan lebih mampu menerapkan prinsip-prinsip &lt;strong&gt;psikologi umum&lt;/strong&gt; dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/ilmu-pengetahuan-umum.html&quot;&gt;Ilmu Pengetahuan Umum&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; » Psikologi: Satu Jiwa, Seribu Perilaku, Sejuta Pikiran.&lt;/p&gt;&lt;p id=&quot;isi&quot;&gt;Psikologi Umum (atau Pengantar Psikologi) adalah matakuliah umum untuk semua jurusan di Kuliah 3 Idiot. Pengantar Psikologi kita ini terdiri dari empat unit:&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/05/materi-kuliah-psikologi-umum.html#pengantar-psikologi-1&quot;&gt;Psikologi Ilmiah &amp; Biopsikologi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/05/materi-kuliah-psikologi-umum.html#pengantar-psikologi-2&quot;&gt;Psikologi Pikiran&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/05/materi-kuliah-psikologi-umum.html#pengantar-psikologi-3&quot;&gt;Psikologi Perilaku&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/05/materi-kuliah-psikologi-umum.html#pengantar-psikologi-4&quot;&gt;Psikologi Terapan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot;&gt;Pengantar Psikologi&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Disusun berdasarkan buku kuliah John Cacioppo &amp; Laura A. Freberg, &lt;a href=&quot;http://www.cengage.com/search/productOverview.do?Ntt=14838037881075934789580677357114591404&amp;N=4294922390+4294967274+4294967238&amp;Ntk=P_EPI&quot;&gt;&lt;strong&gt;Discovering Psychology&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, 1/e (Cengage, 2013), dengan modifikasi di sana-sini | © 2013 &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/tentang-tiga-idiot.html#prof3&quot;&gt;Tiga Idiot&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.wordpress.com/?attachment_id=28&quot; imageanchor=&quot;1&quot;&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;gambar foto gadis cantik mau tidur&quot; title=&quot;gambar foto gadis cantik mau tidur&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;300&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/last_night_good_night_by_yuyami9-d4rsuvy-300.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Dengan Psikologi Umum ini, kami berupaya menyampaikan materi kuliah yang mencerminkan psikologi sebagai ilmu yang saling rujuk dengan berbagai disiplin ilmu lain. Dalam masyarakat ilmiah yang semakin didominasi oleh tim-tim antardisiplin, kita perlu memandang psikologi bukan sebagai bidang studi yang menyendiri, melainkan yang terpadu dan memadukan beraneka-macam pengetahuan untuk menjadi ilmu sejati tentang pikiran dan perilaku. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah belasan tahun memasuki abad ke-21, psikologi bergerak cepat menuju kedewasaan sebagai ilmu terpadu yang multidisplin. Para psikolog bukan hanya sering bekerjasama dengan para cendekiawan dalam bidang-bidang ilmu lain, termasuk ilmu bisnis dan ilmu pendidikan. Mereka pun kembali ke gagasan pelopor psikologi yang dikemukakan oleh para pemikir seperti William James, yang memburu pemahaman yang lengkap tentang pikiran dan perilaku manusia. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tujuan kami adalah menyajikan materi psikologi pengantar selengkap-lengkapnya dalam rangka mengarungi abad ke-21. Kami usahakan, sajian kami ini bisa menjadi jembatan yang kokoh demi tercapainya tujuan tersebut. Lebih dari itu, kami pun hendak menjadikan jembatan ini nyaman dan mudah dilewati oleh para pembaca, baik dari kalangan dosen dan mahasiswa maupun pembaca umum. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selaku warga abad ke-21, kita perlu memahami persoalan kesehatan, manipulasi genetik, kehendak bebas, privasi, martabat manusia, kesejahteraan, dan berbagai pikiran atau perilaku kita lainnya di masa depan. Kuliah Pengantar Psikologi ini dirancang untuk menyediakan pondasi tersebut. &lt;/p&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot;&gt;Psikologi Umum&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Disusun berdasarkan buku kuliah Laura A. King, &lt;a href=&quot;http://highered.mcgraw-hill.com/sites/0073532061/information_center_view0/table_of_contents.html&quot;&gt;&lt;strong&gt;The Science of Psychology: An Appreciative View&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, 3rd Edition (McGraw-Hill Higher Education, 2014), dengan modifikasi di sana-sini&lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot; id=&quot;pengantar-psikologi-1&quot;&gt;Psikologi Ilmiah &amp; Biopsikologi&lt;/h3&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/06/kunci-sukses-studi-karir-dan-kehidupan.html&quot;&gt;&lt;strong&gt;Kunci Sukses Studi Menurut Psikologi&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; : [1] Manfaatkan Media Digital untuk Studi; [2] Cara Terbaik Membaca Buku Kuliah; [3] Kiat Belajar di Ruang Kelas Kuliah; [4] Cara Terbaik untuk Mengkaji Materi Kuliah; [5] Kiat Belajar Mandiri Materi Kuliah; [6] Cara Efektif Menempuh Tes Matakuliah; [7] Cara Mengatasi Masalah Menunda-nunda; [8] Kesehatan &amp; Kebugaran dalam Perspektif Studi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/psikologi-menguak-penjelasan-baru-yang.html&quot;&gt;&lt;strong&gt;Psikologi sebagai Disiplin Ilmu&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;: [1] Definisi Psikologi; [2] Evolusi Psikologi sebagai Sains; [3] Akar-akar Psikologi; [4] Pertumbuhan Psikologi; [5] Tujuh Perspektif Utama Psikologi; [6] Pentingnya Sudutpandang Yang Majemuk; [7] Bidang Pekerjaan Psikolog; [8] Cara Menerapkan Psikologi; [9] Kesehatan &amp; Kebugaran dalam Perspektif Psikologi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/berpikir-kritis-dengan-psikologi-ilmiah.html&quot;&gt;&lt;strong&gt;Berpikir Kritis dengan Psikologi Ilmiah&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; : [1] Penelitian Ilmiah Lebih Valid daripada Intuisi &amp; Akal Sehat; [2] Dari Sikap Ilmiah ke Berpikir Kritis; [3] Manfaat Teori bagi Psikologi; [4] Metode Penelitian Deskriptif; [5] Korelasi: Prediksi, tetapi Bukan Hubungan Sebab-Akibat; [6] Eksperimentasi: Hubungan Sebab-Akibat; [7] Statistika Sehari-hari: Menerangkan Kecenderungan &amp; Variasi; [8] Syarat Generalisasi; [9] Bebaskah Psikologi dari Nilai-Nilai Pertimbangan? [10] Panduan Etis Penelitian terhadap Manusia &amp; Binatang; [11] Kesehatan &amp; Kebugaran dalam Perspektif Penelitian Psikologi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Biologi Pikiran dan Perilaku&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Penginderaan dan Pencerapan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img style=&quot;margin-top:17px;&quot; class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot; id=&quot;pengantar-psikologi-2&quot;&gt;Psikologi Pikiran&lt;/h3&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Keadaan Sadar&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pembelajaran&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memori&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berpikir, Bahasa, Kecerdasan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Motivasi dan Emosi&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img style=&quot;margin-top:17px;&quot; class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot; id=&quot;pengantar-psikologi-3&quot;&gt;Psikologi Perilaku&lt;/h3&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Perkembangan Psikologis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gender &amp; Seksualitas&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Psikologi Kepribadian&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Psikologi Sosial&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Psikologi Kultural&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img style=&quot;margin-top:17px;&quot; class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot; id=&quot;pengantar-psikologi-4&quot;&gt;Psikologi Terapan&lt;/h3&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Psikologi Kesehatan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kelainan Psikologis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Metode Terapi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Psikologi Keorganisasian-Industri&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Psikologi Positif&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/4354149291143954532/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/05/materi-kuliah-psikologi-umum.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/4354149291143954532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/4354149291143954532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/05/materi-kuliah-psikologi-umum.html' title='Psikologi: Satu Jiwa, Seribu Perilaku, Sejuta Pikiran'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11512648891647689146</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-909833771388646274</id><published>2013-09-27T02:00:00.000+07:00</published><updated>2013-10-19T23:04:34.708+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Filsafat Umum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Martin Heidegger"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Profesor Idiot"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tiga Idiot"/><title type='text'>Skandal Terbesar Filsafat: Heidegger &amp; Naziisme</title><content type='html'>&lt;img class=&quot;kiri etalase&quot; alt=&quot;gambar kover buku About Philosophy&quot; title=&quot;artikel tentang Martin Heidegger &amp; Naziisme&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/about-philosophy-11e-wolff-150x100.jpg&quot; /&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Apakah kita tolak tulisan-tulisannya lantaran secara fatal terinfeksi oleh kedekatannya dengan Naziisme? Apakah kita mengabaikan tindakan Heidegger sebagai warganegara Jerman dan menyangkal hubungan apa pun antara buku-bukunya dan orang ini? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih baik kita coba memahami hubungan antara keduanya. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header navigasi&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/ilmu-pengetahuan-umum.html&quot;&gt;Ilmu Pengetahuan Umum&lt;/a&gt; / &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/filsafat-agama-kewarganegaraan.html&quot;&gt;Pendidikan Moral Warga Dunia&lt;/a&gt; » &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/filsafat-sungguh-mati-aku-jadi-penasaran.html&quot;&gt;Pengantar Filsafat Umum&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; » Skandal Terbesar Filsafat: Martin Heidegger &amp; Naziisme.&lt;/p&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot;&gt;Heidegger &amp; Naziisme&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Diterjemahkan secara bebas dari buku kuliah Robert Paul Wolff, &lt;a href=&quot;http://www.pearsonhighered.com/readinghour/philosophy/assets/Wolff_0205194125_Ch1.pdf&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;em&gt;About Philosophy&lt;/em&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;, 11th Edition (Pearson, 2012), p. 33-41 | Hak cipta terjemahan Indonesia © 2014 &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/tentang-tiga-idiot.html#prof3&quot;&gt;&lt;b&gt;Tiga Idiot&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pearsonhighered.com/product?ISBN=0205194125&quot;&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;gambar kover buku About Philosophy&quot; title=&quot;buku karya Robert Paul Wolff, About Philosophy&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;240&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/about-philosophy-11e-wolff-240x300.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p id=&quot;isi&quot;&gt;Skandal terbesar yang menghantam filsafat sejak bermain-mainnya Abelard dengan Heloise adalah terkuaknya kabar bahwa Martin Heidegger, filsuf abad ke-20 yang paling luas pengaruhnya, ialah seorang Nazi dan pendukung Adolf Hiter. Heidegger lahir pada tahun 1889. Ia menerbitkan karya terpentingnya, &lt;em&gt;Being and Time&lt;/em&gt; (&lt;i&gt;Sein und Zeit&lt;/i&gt; dalam bahasa aslinya, Jerman), pada tahun 1927. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Heidegger berpengaruh besar terhadap pemikiran Jerman dan Perancis pada sebelum dan seusai Perang Dunia II, terutama terhadap aliran filsafat yang dikenal sebagai eksistensialisme. Pada sekitar tahun 1960-an dan 1970-an, tulisan-tulisannya, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, memberi dampak besar kepada filsuf-filsuf Amerika. Banyak aliran pemikiran filosofis yang penting di kampus-kampus Amerika (eksistensialisme, pascamodernisme, dekonstruksionisme) mengambil Heidegger sebagai inspirasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Padahal, Heidegger ternyata seorang Nazi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lantas, bagaimana kita menghadapi fakta ini? Apakah kita menolak tulisan-tulisannya lantaran secara fatal terinfeksi oleh kedekatannya dengan Naziisme? Apakah kita mengabaikan tindakan Heidegger sebagai warganegara Jerman dan menyangkal hubungan apa pun antara buku-bukunya dan orang ini? Apakah kita mencoba menemukan suatu cara untuk memahami hubungan antara keduanya?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berikut ini artikel-artikel pilihan dari tiga diskusi panjang tentang rangkaian pertanyaan yang sangat sulit tersebut. Bahkan sejak awal pembelajaran Anda mengenai filsafat, Anda perlu mengatasi hubungan antara filsuf dan filsafatnya. &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Kasus Martin Heidegger, Filsuf dan Nazi&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Artikel pertama tentang Heidegger &amp; Naziisme ini diambil dari bagian pertama dari sebuah esai tiga-bagian yang panjang, karya Alex Steiner, &quot;The Case of Martin Heidegger, Philosopher and Nazi&quot;, terbit pada tahun 2000. Di situ, ia mengajukan fakta keterlibatan Heidegger dengan Naziisme dan kemudian menganalisis hubungan antara tindakan politik Heidegger dan filsafatnya. ... (bersambung) &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Martin Heidegger, Filsafatnya dan Politiknya&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Artikel kedua tentang Heidegger &amp; Naziisme ini merupakan pembelaan terhadap Heidegger. Artikel ini diambil dari sebuah esai karya Catherine Zuckert, &quot;Martin Heidegger His Philosophy and His Politics&quot;, yang muncul pada tahun 1990 di &lt;em&gt;Political Theory&lt;/em&gt;. Kebetulan, saya (RP Wolff) ikut menjadi anggota editornya. Yang saya masukkan di sini adalah paragraf pertama dan beberapa paragraf terakhir. ... (bersambung) &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Richard Rorty: Berfilsafat Secara Serius&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;p&gt;Artikel ketiga tentang Heidegger &amp; Naziisme ini, &quot;Taking Philosophy Seriously&quot;, merupakan resensi oleh mendiang Richard Rorty, seorang filsuf Amerika yang sangat istimewa, terhadap buku karya Victor Farias, &lt;em&gt;Heidegger et le Nazisme&lt;/em&gt;, yang menyebabkan semua kehebohan tersebut. Artikel ini muncul pertama kali pada tahun 1998 di &lt;i&gt;The New Republic&lt;/i&gt; ... (bersambung) &lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/909833771388646274/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/skandal-terbesar-filsafat-heidegger-naziisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/909833771388646274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/909833771388646274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/skandal-terbesar-filsafat-heidegger-naziisme.html' title='Skandal Terbesar Filsafat: Heidegger &amp; Naziisme'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03526459852783383661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-2340426256092221265</id><published>2013-09-25T09:09:00.000+07:00</published><updated>2013-10-07T06:12:44.559+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Filsafat Umum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pengertian Filsafat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Profesor Idiot"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tiga Idiot"/><title type='text'>Pengertian: Filsafat Itu Apa?</title><content type='html'>&lt;img class=&quot;kiri&quot; alt=&quot;gambar kover buku filsafat&quot; title=&quot;An Introduction to the Art of Wondering&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/philosophy-art-of-wondering-150.jpg&quot; /&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Filsafat itu metode berpikir tentang pemikiran. Para filsuf itu menjadi perambah di sudut2 dan celah2 pengetahuan manusia yang biasanya terlalu disoroti atau pun terlalu diabaikan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Filsafat merupakan petualangan pikiran yang menakjubkan, namun tanpa henti. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header navigasi&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/ilmu-pengetahuan-umum.html&quot;&gt;Ilmu Pengetahuan Umum&lt;/a&gt; / &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/filsafat-agama-kewarganegaraan.html&quot;&gt;Pendidikan Moral Warga Dunia&lt;/a&gt; » &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/filsafat-sungguh-mati-aku-jadi-penasaran.html&quot;&gt;Pengantar Filsafat Umum&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; » Pengertian: Filsafat Itu Apa?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa filsafat tidak membuat roti. Mungkin benar pula bahwa tak pernah ada roti yang dibuat tanpa filsafat. Sebab, kegiatan membuat roti itu menyiratkan suatu putusan terhadap sebuah persoalan filosofis, yaitu apakah kehidupan ini memang layak dijalani ataukah tidak sama sekali. Para pembuat roti mungkin tidak sering merenungkan pertanyaan tersebut dengan banyak kata. Namun, secara tradisional filsafat itu sekurang-kurangnya berusaha bertanya dan menjawab ... pertanyaan-pertanyaan besar tentang kehidupan yang direnungkan oleh orang-orang awam pada saat-saat tertentu.&quot; --&lt;b&gt;&lt;i&gt;Time&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, January 7, 1966&lt;/p&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot;&gt;Apa Maksudmu, Filsafat??&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Diterjemahkan dari buku kuliah James L. Christian, &lt;b&gt;&lt;em&gt;Philosophy: An Introduction to the Art of Wondering&lt;/em&gt;&lt;/b&gt;, 11th Edition, (Wadsworth, 2012), &quot;What Do You Mean, Philosophy??&quot;, p. xxi-xxiv | Hak cipta terjemahan Indonesia © 2014 &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/tentang-tiga-idiot.html#prof3&quot;&gt;&lt;b&gt;Tiga Idiot&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p id=&quot;isi&quot;&gt;&lt;i&gt;1.&lt;/i&gt; Sesekali, pada waktu senggang, pergilah ke toko buku besar dan melihat-lihat. Periksalah berbagai buku psikologi, antropologi, fisika, kimia, arkeologi, astronomi, dan bidang-bidang nonfiksi lainnya. Lihat bab terakhir di setiap buku. Kecuali dalam beberapa kasus yang mengejutkan, akan kau dapati bahwa sang penulis memilih mengakhiri karyanya dengan suatu rangkuman dari isi bukunya. Maksudnya, dengan telah menulis sebuah buku utuh tentang bidang studi tertentu yang mungkin salah seorang otoritasnya ialah dirinya sendiri, ia dapati bahwa ia &lt;b&gt;juga&lt;/b&gt; memiliki ide tentang makna yang lebih dari (atau konteks yang lebih luas untuk) fakta-fakta telah ia tuliskan. Bab terakhir itu bisa berjudul &quot;Simpulan&quot;, &quot;Epilog&quot;, &quot;Pasca-naskah&quot;, &quot;Pandangan Pribadi Saya&quot;, &quot;Implikasi&quot;, &quot;Komentar&quot;, &quot;Spekulasi&quot;, atau (sebagaimana dalam satu kasus) &quot;Lalu Apa?&quot; Namun dalam setiap kesempatan tersebut, sang penulis berusaha untuk menjelaskan implikasi yang lebih luas dari materi kajiannya dan untuk menerangkan pemikirannya tentang bagaimana materinya itu berkaitan dengan bidang-bidang lain atau dengan kehidupan. Ia terdorong untuk memberitahu kita &lt;b&gt;makna&lt;/b&gt; dari semua fakta yang telah ia &lt;b&gt;kumpulkan&lt;/b&gt;. Ia ingin berbagi dengan kita &lt;b&gt;implikasi-implikasi yang lebih luas&lt;/b&gt; dari apa yang telah ia tulis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika ia melakukan itu, sang penulis bergerak melampaui peran seorang spesialis di bidangnya. Ia sedang berfilsafat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;2.&lt;/i&gt; Ini merupakan buku kuliah dalam filsafat &lt;abbr title=&quot;dari kata Yunani, sunoptikos, yang bermakna melihat keseluruhannya atau mengambil pandangan yang komprehensif&quot;&gt;sinoptik&lt;/abbr&gt;. Ini merupakan undangan untuk merenungkan masalah-masalah yang tak selesai-selesai, yang berbobot, tentang eksistensi manusia, dalam perspektif yang seluas mungkin. Ini merupakan undangan untuk berpikir--untuk penasaran, bertanya, bernalar, bahkan berfantasi--dalam pencarian yang abadi terhadap kearifan. Singkatnya, filsafat sinoptik adalah sebuah upaya untuk merangkai garis-garis cahaya yang saling berhubungan antara semua alam pikir manusia yang berlainan, dengan harapan bahwa wawasan-wawasan baru akan mencuat seperti seribu fajar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;3.&lt;/i&gt; Pada hakikatnya, filsafat merupakan usaha lakukan-sendiri. Terdapat kesalahpahaman umum bahwa filsafat--seperti kimia atau sejarah--memiliki isi untuk ditawarkan, suatu isi yang perlu diajarkan oleh pengajar dan perlu dipelajari oleh mahasiswa. Ini tidak benar. Tidak ada fakta, teori, atau pun kebenaran final yang melintas melalui filsafat. Tidak ada pula yang dianggap diterima dan diyakini [kebenarannya]. Alih-alih, filsafat adalah suatu keterampilan yang lebih menyerupai matematika dan musik; filsafat itu merupakan sesuatu yang perlu dibiasakan untuk dilakukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maksudnya, filsafat merupakan metode. Filsafat itu mempelajari bagaimana mengajukan dan mengajukan lagi pertanyaan-pertanyaan sampai jawaban-jawaban yang penuh-makna mulai tampak. Filsafat itu mempelajari bagaimana menghubungkan materi-materi. Filsafat itu mempelajari ke mana pergi untuk mencari informasi terkini yang paling andal yang bisa menyoroti suatu masalah. Filsafat itu mempelajari bagaimana memeriksa dan memeriksa lagi klaim-klaim, dalam rangka verifikasi. Filsafat itu mempelajari bagaimana menolak klaim-klaim yang sesat-pikir--tak peduli betapa memukau otoritas yang menganut klaim tersebut atau pun seberapa mendalam kita mungkin meyakininya secara pribadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;4.&lt;/i&gt; Bahkan sejak Sokrates mengisi hari-harinya di pasar, berbaur dengan warga Athena dalam percakapan-percakapan yang mendalam, pesan filsafat adalah bahwa pemikiran awam sehari-hari tidaklah memadai untuk memecahkan masalah-masalah penting kehidupan. Jika kita serius hendak menemukan solusi, maka kita perlu belajar berpikir dengan lebih cermat, lebih kritis, dan lebih tepat mengenai persoalan hidup sehari-hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;5.&lt;/i&gt; Sejak sekitar duapuluh-enam abad yang lalu, filsafat telah menampung banyak definisi. Inilah definisi sederhana yang akan dipakai sebagai panduan dalam buku ini: Filsafat adalah berpikir kritis tentang pemikiran, dengan tujuan awal untuk bersentuhan dengan kebenaran mengenai realitas, dengan tujuan puncak untuk melihat Gambaran Besar dengan lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sering dikatakan bahwa para filsuf terlibat dalam dua tugas dasar: &quot;menguraikan&quot;==&lt;i&gt;menganalisis&lt;/i&gt; ide-ide untuk menemukan apakah kita betul-betul tahu apa yang kita pikir tahu--dan &quot;menyatukan&quot;--&lt;i&gt;mensintesis&lt;/i&gt; semua pengetahuan kita untuk menemukan apakah kita dapat memperoleh pandangan yang lebih luas dan lebih baik tentang kehidupan. Maksudnya, para filsuf berusaha sekeras-kerasnya untuk menggali lebih dalam dan terbang lebih tinggi dalam rangka memecahkan masalah dan mencapai secuil kearifan tentang masalah kehidupan dan bagaimana menjalaninya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk mengerjakan semua itu, para filsuf berbicara banyak-banyak. Mereka melakukan dialog-dialog dengan siapa yang datang di dalam lingkungannya. Dan mereka sering berargumentasi. Argumentasi mereka bukan argumentasi awam yang berjuang untuk menang, melainkan argumentasi filosofis dengan berupaya menerangkan penalaran yang menjadi alasan pernyataan-pernyataan mereka; dan tak ada filsuf yang peduli mengenai kemenangan karena dalam argumentasi filosofis, setiap orang itu menang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para filsuf itu juga saling bertanya definisi masing-masing supaya yakin bahwa mereka berpikir dengan jelas. Mereka pun saling mendorong untuk berburu implikasi dari ide-ide dan pernyataan-pernyataan mereka. Mereka mendesak diri sendiri dan orang lain untuk memeriksa asumsi-asumsi dasar yang melandasi kepercayaan dan argumen mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para filsuf itu senantiasa menjadi perambah di sudut-sudut dan celah-celah pengetahuan manusia yang biasanya terlalu disoroti atau pun terlalu diabaikan. Filsafat merupakan petualangan pikiran yang menakjubkan namun tanpa henti.&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;6.&lt;/i&gt; &quot;Akan tetapi, para filsuf terlibat dalam tugas kritis ini sebenarnya bukan untuk menyusahkan diri sendiri. Sesungguhnya, tujuan utama para filsuf ialah ... menyusun gambaran realitas seutuhnya, sehingga setiap unsur pengetahuan manusia dan setiap aspek pengalaman manusia akan menemukan tempatnya yang tepat. Singkatnya, filsafat merupakan pencarian manusia akan kesatuan pengetahuan: ini tercapai lantaran perjuangan yang terus-menerus untuk menciptakan konsep-konsep yang dengannya alam semesta dapat dimengerti sebagai suatu &lt;i&gt;se&lt;/i&gt;mesta dan bukan &lt;i&gt;multi&lt;/i&gt;mesta. Sejarah filsafat adalah sejarah upaya ini. Masalah filsafat adalah masalah yang muncul ketika upaya ini dibuat untuk menangkap kesatuan total ini....&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Tak bisa disangkal bahwa upaya ini bertahan tanpa pesaing sebagai usaha yang paling berani dalam mengerahkan pikiran manusia. Renungkan saja sesaat: Beginilah manusia, dikelilingi oleh keluasan alam semesta, sedangkan ia hanyalah bagian yang mungil dan barangkali tidak signifikan--tapi ia ingin &lt;i&gt;memahami&lt;/i&gt;nya.&quot; --William Halverson&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;7.&lt;/i&gt; Mahasiswa mesti sadar bahwa filsafat tak pernah menjadi sekadar satu jenis aktivitas dengan sebuah pendekatan tunggal terhadap sebuah tugas tunggal. Terdapat banyak jenis filsafat: &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;filsafat sunyi dari mahaguru yang banyak melihat tapi sedikit bicara karena bahasa tidak merangkul kehidupan; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;dialektika riuh-rendah yang tegas dari Sokrates yang mengajukan pertanyaan kepada setiap orang; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;apologetika logis yang tenang dari Aquinas; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;filsafat mistik dari Plotinus dan Chuang-tzu; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;filsafat matematik dan simbolik dari Russell dan Wittgenstein; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;filsafat praktis sehari-hari yang penuh-darah dari Diogenes dan Epicurus; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;logika abstrak yang dahsyat dari Hegel; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;individualisme yang berpusatkan-pengalaman dari Sartre dan Camus; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;[dan lain-lain].&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;Setiap aliran filsafat berkonsentrasi pada sebagian aspek pengetahuan manusia. Filsafat analitis/logis bekerja lama dan keras mengenai kebingungan yang banyak mengusik pemikiran dan komunikasi kita. Pragmatisme berkonsentrasi pada penemuan solusi terhadap masalah eksistensi sosial manusia. Filsafat eksistensial mengenai bagaimana menjadikan hidup bermakna bagi setiap individu masing-masing. Aliran aktivis berargumen bahwa para filsuf menghamburkan terlalu banyak waktu untuk mencoba memahami dunia dan terlalu sedikit waktu untuk berusaha mengubahnya. Beberapa aliran filsafat, Timur dan Barat, menantang individu untuk berpaling dari masyarakat yang mengasingkan kita dan berusaha mencari keserasian dengan Alam atau Realitas Hakiki.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap jenis filsafat telah banyak menyumbang di bidangnya masing-masing. Hampir pasti, masing-masing merupakan bagian dari &lt;i&gt;zeitgeist&lt;/i&gt; (spirit zaman) yang melahirkannya dan dibicarakannya. Namun, aliran-aliran tersebut sama-sama merupakan upaya untuk menjernihkan pemikiran kita sehingga kita dapat merenung dengan lebih mudah dimengerti, lebih tepat, dan lebih jujur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;8.&lt;/i&gt; Dalam satu hal, materi filosofis dapat mengecoh. Karena filsafat itu menangani kehidupan dengan memeriksa jenis pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan setiap hari, sebagian dari materi bidang studi ini bisa memiliki lingkaran lazim yang mudah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Faktanya, filsafat harus dikaji dengan cerdas sebagaimana segala bidang studi lainnya, bukan untuk mengingat data, melainkan untuk menata pikiran dalam gerakan menuju pengembangan konsep-konsep yang lebih luas, pengaitan ide-ide, dan penerobosan melampaui fakta-fakta dan kata-kata belaka. Dalam suatu pengertian, perkembangan intelektual &lt;b&gt;terjadi pada kita&lt;/b&gt;; ini bukan sesuatu yang sesungguhnya kita lakukan. Namun, ini terjadi pada kita hanya bila benak kita diberi kesempatan untuk beroperasi pada waktunya. Benak itu mengambil sendiri waktunya untuk memproses informasi. Sebagian dari proses ini tentu saja bersifat sadar, tetapi sebagian besarnya merupakan proses bawah-sadar. Ini sebabnya, banyak wawasan filosofis terjadi begitu saja, seolah-olah cahayanya bergerak dari kedalaman naik ke atas dan bukan dari [atas] menurun yang sadar rasional. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hanya kajian berdisiplin dengan pikiran terbukalah yang akan menghasilkan kesadaran filosofis. Wawasan dan kesadaran bahkan datang hanya dengan kerja tekun. Di zaman yang serba instan sekarang ini, masih belum ada kearifan yang instan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;9.&lt;/i&gt; Tidak ada dua orang diantara kita yang memiliki informasi yang sama persis, melihat hal-hal dari sudutpandang yang sama, atau pun berbagi nilai yang sama. Karena itu, setiap dari kita harus melakukan filsafat sinoptik dengan caranya sendiri yang unik. Mahasiswa yang memasuki aktivitas berfilsafat perlu waspada supaya tidak mengembangkan falsafah hidup yang mirip dengan falsafah hidup orang lain atau dengan falsafah suatu institusi. Hampir semua dari kita bersifat malas secara filosofis, dan gampang membenarkan pikiran orang lain dan mencari-cari alasan untuk membenarkan curian kita. Logikawan Britania, Wittgenstein, mengingatkan kita bahwa &quot;pikiran yang tidak mandiri adalah pikiran yang hanya setengah dipahami.&quot; Begitu pula, falsafah hidup yang bukan merupakan produk otentik dari pengalamannya sendiri merupakan falsafah yang hanya setengah dipahami. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak seorang pun dari kita akan berhasil mengembangkan suatu falsafah yang tuntas; sebab, ketika kehidupan seseorang berubah, begitu pula pemikirannya. Falsafah hidup harus berubah  ketika kehidupan berubah. Berfilsafat merupakan aktivitas yang tiada henti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oleh karena itu, buku kuliah ini hanyalah sebuah contoh dari filsafat sinoptik. Inilah falsafah hidup saya lantaran perspektif &lt;b&gt;saya&lt;/b&gt;, minat &lt;b&gt;saya&lt;/b&gt;, bidang pengetahuan &lt;b&gt;saya&lt;/b&gt;, kepedulian pribadi &lt;b&gt;saya&lt;/b&gt;, dan keterbatasan &lt;b&gt;saya&lt;/b&gt;. Falsafah hidup Anda akan berbeda karena menjadi milik Anda saja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memang, upaya saya untuk melakukan filsafat sinoptik ini bisa menjadi sebuah panduan yang menunjukkan bagaimana filsafat sinoptik dilakukan. Sekalipun begitu, sekurang-kurangnya, ini merupakan ungkapan harapan agar pada suatu hari nanti, akan Anda pecahkan kontradiksi-kontradiksi eksistensi Anda sendiri dengan cara Anda sendiri. Anda pun akan bisa melihat kehidupan dengan cara yang lebih luas dan lebih penuh. &lt;/p&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot;&gt;Pengertian: Filsafat Itu Apa?&lt;/h1&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Stephen Palmquist, &lt;a href=&quot;http://staffweb.hkbu.edu.hk/ppp/pf/PK01.htm&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;em&gt;Filsafat Mawas&lt;/em&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; : &#39;&lt;b&gt;Pernah ada pohon; namanya &quot;Filsafat&quot;.&lt;/b&gt; ... kita asumsikan saja--sebagai titik tolak yang mapan untuk segala pemeriksaan kita--bahwa hakikat dan unsur-unsur pohon menunjukkan gelagat mengenai hakikat dan unsur-unsur filsafat. Akan tetapi, seperti halnya prakiraan tulus apa pun, kita tidak akan mati-matian mempertahankan titik tolak itu dengan bukti-bukti yang tak terbantah; yang bisa kita lakukan hanyalah meyakini nilai dan kebenarannya, dan kemudian merambah berbagai implikasinya. Andaikan hasil akhirnya kurang memuaskan, kita buang saja prakiraan itu, lalu kita bertolak lagi dengan hipotesis-hipotesis baru.&#39; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;.... (bersambung) &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/2340426256092221265/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/pengertian-filsafat-itu-apa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/2340426256092221265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/2340426256092221265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/pengertian-filsafat-itu-apa.html' title='Pengertian: Filsafat Itu Apa?'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03526459852783383661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-3573758067413479597</id><published>2013-09-23T11:50:00.001+07:00</published><updated>2013-10-11T22:30:06.698+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Filsafat Umum"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Profesor Idiot"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tiga Idiot"/><title type='text'>Filsafat: Sungguh Mati Aku Jadi Penasaran!</title><content type='html'>&lt;img class=&quot;kiri etalase&quot; alt=&quot;gambar foto akar pohon&quot; title=&quot;artikel Pengantar Filsafat&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/roots-of-wisdom-150x100.jpg&quot; /&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Inilah matakuliah Pengantar Filsafat Umum: metafilsafat, metafisika, epistemologi, aksiologi. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Matakuliah ini memperkenalkan permasalahan filosofis mendasar, terutama yang relevan dengan persoalan-persoalan penting dalam kehidupan kita di masa kini. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header navigasi&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/ilmu-pengetahuan-umum.html&quot;&gt;Ilmu Pengetahuan Umum&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; » Filsafat: Sungguh Mati Aku Jadi Penasaran! &lt;/p&gt;&lt;a href=&quot;http://www.cengage.com/search/productOverview.do?N=16%204294922390%204294963268&amp;Ntk=P_Isbn13&amp;Ntt=9781285197128&quot;&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;gambar kover buku Roots of Wisdom&quot; title=&quot;buku Pengantar Filsafat: Roots of Wisdom&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;239&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/09/roots-of-wisdom-239x300.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p&gt;Sudahkah Anda saksikan film &lt;b&gt;&lt;em&gt;3 Idiot&lt;/em&gt;&lt;/b&gt;? Pada akhir &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/05/ilmu-pendidikan-alternatif-teknik-mesin.html&quot;&gt;adegan yang paling menarik&lt;/a&gt; (menurut kami), sang dosen jenius bertanya, &quot;Tak bisakah kau katakan dengan sederhana?&quot; Lalu sang mahasiswa idiot menjawab, &quot;Sebelumnya sudah saya coba, Pak. Tapi tidak berhasil.&quot; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika menjawab itu, sang idiot tersebut sebenarnya sedang berfilsafat &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan filosofis yang menjadi pembicaraan kita terkelompok dalam empat unit kuliah di bawah ini. Tiga unit kuliah untuk Pelatihan Gayahidup Sehat dan Manajemen Bisnis Media Internet; empat unit kuliah untuk Pendidikan Moral Warga Dunia: &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;#isi1&quot;&gt;Metafilsafat&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;#isi2&quot;&gt;Metafisika&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;#isi3&quot;&gt;Epistemologi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;#isi4&quot;&gt;Aksiologi&lt;/a&gt;&lt;i&gt; (untuk Pendidikan Moral Warga Dunia)&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot;&gt;Filsafat Umum&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Disusun berdasarkan buku kuliah Helen Buss Mitchell, &lt;a href=&quot;http://www.cengage.com/search/productOverview.do?N=16%204294922390%204294963268&amp;Ntk=P_Isbn13&amp;Ntt=9781285197128#TableofContents&quot;&gt;&lt;b&gt;Roots of Wisdom&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;, 7th Edition (Wadsworth, 2015), dengan beberapa penyesuaian di sana-sini | © 2014 &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/tentang-tiga-idiot.html#prof3&quot;&gt;&lt;b&gt;Tiga Idiot&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 id=&quot;isi1&quot; class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Metafilsafat&lt;/h3&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/pengertian-filsafat-itu-apa.html&quot;&gt;&lt;strong&gt;Pengertian: Filsafat Itu Apa?&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; Filsafat itu metode berpikir tentang pemikiran. Para filsuf itu menjadi perambah di sudut2 dan celah2 pengetahuan manusia yang biasanya terlalu disoroti atau pun terlalu diabaikan. Filsafat merupakan petualangan pikiran yang menakjubkan, namun tanpa henti. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Cara: Berfilsafat Itu Bagaimana?&lt;/b&gt; Caranya, &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/berpikir-kritis-teliti-sebelum-memilih.html&quot;&gt;&lt;strong&gt;Berpikir Kritis&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; tentang &lt;em&gt;persoalan filosofis&lt;/em&gt;. Misalnya: Apa Yang Sesungguhnya Nyata? Apa &amp; Siapa Kita Sesungguhnya? Apa Ada Tuhan Yang Sesungguhnya? Bagaimana Kita Mendapatkan Pengetahuan? Bagaimana Kita Membuktikan Kebenaran? Bagaimana Kita Mengalami Keindahan? Mengapa demi Kebaikan? Mengapa demi Keadilan? Mengapa demi Peradaban? &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Alasan &amp; Tujuan: Mengapa Filsafat?&lt;/b&gt; Simak saja &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/skandal-terbesar-filsafat-heidegger-naziisme.html&quot;&gt;&lt;strong&gt;Skandal Terbesar Filsafat&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;: Heidegger &amp; Naziisme. Apakah kita tolak tulisan-tulisannya lantaran secara fatal terinfeksi oleh kedekatannya dengan Naziisme? Apakah kita mengabaikan tindakan Heidegger sebagai warganegara Jerman dan menyangkal hubungan apa pun antara buku-bukunya dan orang ini? Apakah kita mencoba memahami hubungan antara keduanya? &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img style=&quot;clear: right;&quot; class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;h3 id=&quot;isi2&quot; class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Metafisika&lt;/h3&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Realitas: Apa Yang Sesungguhnya Nyata?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hakikat Manusia: Apa &amp; Siapa Kita Sesungguhnya?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Filsafat Agama: Apa Ada Tuhan Yang Sesungguhnya?&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img style=&quot;clear: right;&quot; class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;h3 id=&quot;isi3&quot; class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Epistemologi&lt;/h3&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pengetahuan: Bagaimana Kita Mendapatkannya?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kebenaran: Bagaimana Kita Membuktikannya?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keindahan: Bagaimana Kita Mengalaminya?&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img style=&quot;clear: right;&quot; class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;h3 id=&quot;isi4&quot; class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Aksiologi&lt;/h3&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Etika: Mengapa demi Kebaikan?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Politik: Mengapa demi Keadilan?&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Budaya: Mengapa demi Peradaban?&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/3573758067413479597/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/filsafat-sungguh-mati-aku-jadi-penasaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/3573758067413479597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/3573758067413479597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/09/filsafat-sungguh-mati-aku-jadi-penasaran.html' title='Filsafat: Sungguh Mati Aku Jadi Penasaran!'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03526459852783383661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4740791722246743067.post-3153555935844339388</id><published>2013-08-25T18:53:00.000+07:00</published><updated>2013-10-19T12:55:01.616+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Argumentasi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berpikir Kritis"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Panduan Menulis"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Profesor Idiot"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tiga Idiot"/><title type='text'>Berpikir Kritis: Teliti Sebelum Memilih</title><content type='html'>&lt;img class=&quot;kiri etalase&quot; alt=&quot;gambar kover buku Everything&#39;s an Argument&quot; title=&quot;matakuliah Argumentasi alias Berpikir Kritis&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/everythings-an-argument-6e-150x100.jpg&quot; /&gt;&lt;div style=&quot;margin-bottom:0 !important;&quot;&gt;&lt;p&gt;Mengapa dan bagaimana berpikir kritis? &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Segala sesuatu merupakan argumen. Argumentasi hampir selalu kita lakukan sejak lahir. Inilah naluri peneguh eksistensi manusia. Argumen itu senantiasa merupakan bagian dari percakapan terus-menerus yang berlangsung sepanjang hayat kita. &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header navigasi&quot;&gt;Anda di sini: &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/&quot;&gt;Kuliah 3 Idiot&lt;/a&gt; » &lt;strong&gt;&lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/p/ilmu-pengetahuan-umum.html&quot;&gt;Ilmu Pengetahuan Umum&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt; » Berpikir Kritis: Teliti Sebelum Memilih.&lt;/p&gt;&lt;h1 class=&quot;tengah&quot;&gt;Argumentasi: Berpikir Kritis&lt;/h1&gt;&lt;p class=&quot;tengah post-header&quot;&gt;Disusun berdasarkan buku kuliah AA Lunsford, JJ Ruszkiewicz, &amp; K Walters, &lt;a href=&quot;http://www.coursesmart.com/9781457606069/&quot;&gt;&lt;strong&gt;Everything&#39;s an Argument&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;, 6th Edition (Bedford/St. Martins, 2013), dengan beberapa penyesuaian di sana sini&lt;/p&gt;&lt;a href=&quot;http://www.bedfordstmartins.com/Catalog/Product.aspx?isbn=9781457606069&quot;&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;gambar kover buku Everything&#39;s an Argument&quot; title=&quot;buku Everything&#39;s an Argument&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;300&quot; height=&quot;450&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/10/everythings-an-argument-6e-300x450.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p id=&quot;isi&quot;&gt;Ajaran inti matakuliah &lt;em&gt;Berpikir Kritis&lt;/em&gt; ini adalah bahwa &lt;b&gt;segala sesuatu merupakan argumen&lt;/b&gt;. Karena merupakan segala sesuatu, ini merupakan matakuliah umum yang dapat diikuti oleh siapa saja. Sungguhpun demikian, mungkin saja Anda akan lebih mudah menempuh matakuliah ini bila sudah mengikuti matakuliah &lt;a href=&quot;http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/panduan-menulis-untuk-belajar-berbagi.html&quot;&gt;&lt;strong&gt;Panduan Menulis&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;. Sebab, bahasa menyediakan sarana yang paling kuat untuk memahami dunia. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimanapun, tujuan kami adalah menyajikan argumen sebagai sesuatu yang hampir selalu kita lakukan sejak lahir, suatu naluri peneguh eksistensi manusia. Naluri ini sungguh berharga, sehingga layak mendapatkan perhatian dan praktek yang saksama dalam suatu disiplin ilmu, yaitu &lt;strong&gt;Argumentasi&lt;/strong&gt; (atau &lt;strong&gt;Berpikir Kritis&lt;/strong&gt;). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perlu kita insafi, argumen-argumen itu hampir tak pernah memiliki satu atau dua sisi saja. Mereka menyajikan serangkaian perspektif multisisi, seringkali sebanyak orang yang berargumen, mengenai suatu pokok pembahasan. Akibatnya, argumen itu senantiasa merupakan tanggapan terhadap argumen-argumen lain, bagian dari percakapan terus-menerus yang berlangsung sepanjang hayat kita. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, untuk memahami argumen-argumen, kita perlu melakukan pertimbangan secermat-cermatnya terhadap berbagai perspektif dan strategi sebelum bergabung dengan percakapan tersebut. Bagaimanapun, dan ini yang terpenting, semua bahasa dan simbol bersifat argumentatif. &lt;/p&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Membaca &amp; Memahami Argumen&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Segala Sesuatu Merupakan Argumen&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Patos: Argumen Berbasis Emosi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Etos: Argumen Berbasis Karakter&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Logos: Argumen Berbasis Fakta &amp; Akal&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sesat-pikir Argumen&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Analisis Retoris &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Menulis Argumen&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Struktur Argumen&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Argumen Fakta&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Argumen Definisi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Evaluasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Argumen Sebab-Akibat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Proposal&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Gaya &amp; Presentasi dalam Argumen&lt;/h3&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Gaya dalam Argumen&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Argumen Visual &amp; Multimedia&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Presentasi Argumen&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;h3 class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;Penelitian &amp; Argumen&lt;/h3&gt;&lt;img class=&quot;kanan&quot; alt=&quot;under construction&quot; title=&quot;gambar&quot; border=&quot;0&quot; width=&quot;150&quot; height=&quot;100&quot; src=&quot;http://kuliah3.files.wordpress.com/2013/05/under-construction.jpg&quot; /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Argumen Akademik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apa yang Terhitung sebagai Bukti Empiris&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengevaluasi Sumber&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menggunakan Sumber&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Integritas Akademik&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mendokumentasikan Sumber&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kuliah3.blogspot.com/feeds/3153555935844339388/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/berpikir-kritis-teliti-sebelum-memilih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/3153555935844339388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4740791722246743067/posts/default/3153555935844339388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kuliah3.blogspot.com/2013/10/berpikir-kritis-teliti-sebelum-memilih.html' title='Berpikir Kritis: Teliti Sebelum Memilih'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03526459852783383661</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>