<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012</atom:id><lastBuildDate>Mon, 13 Feb 2012 13:35:20 +0000</lastBuildDate><category>Tauhid</category><category>Tanya Jawab</category><category>Ust Wijaya Rahmat</category><category>Dosa Besar</category><category>Kesehatan</category><category>Shalat</category><category>Kesalahan Umum</category><category>Ust Abu Yahya Badrussalam Lc</category><category>Ust Mahfud Umri Lc</category><category>Kegiatan Sosial</category><category>Hadits Qudsi</category><category>Nikah</category><category>Download Kajian</category><category>Doa</category><category>Puasa</category><title>KUMPULAN NGAJI</title><description>Sekedar catatan kecil hasil ngaji dan baca-baca buku &amp;amp; Internet tentang Islam.</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Admin)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>73</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/KumpulanNgaji" /><feedburner:info uri="kumpulanngaji" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Sekedar catatan kecil hasil ngaji dan baca-baca buku &amp;amp; Internet tentang Islam.</itunes:subtitle><feedburner:emailServiceId>KumpulanNgaji</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><feedburner:browserFriendly></feedburner:browserFriendly><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-971741769642122911</guid><pubDate>Mon, 05 Dec 2011 14:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-05T06:25:00.188-08:00</atom:updated><title>Haramnya Isbal Secara Mutlak</title><description>Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:&lt;br /&gt;
مَا أَسْفَلَ مِنْ الْكَعْبَيْنِ مِنْ الْإِزَارِ فَفِي النَّارِ&lt;br /&gt;
“Apa yang berada di bawah mata kaki berupa kain sarung maka tempatnya adalah dalam neraka.” (HR. Al-Bukhari no. 5787)&lt;br /&gt;
Dari Abdullah bin ‘Umar radhiallahu anhuma dia berkata:&lt;br /&gt;
مَرَرْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَفِي إِزَارِي اسْتِرْخَاءٌ فَقَالَ: يَا عَبْدَ اللَّهِ ارْفَعْ إِزَارَكَ! فَرَفَعْتُهُ. ثُمَّ قَالَ: زِدْ! فَزِدْتُ. فَمَا زِلْتُ أَتَحَرَّاهَا بَعْدُ. فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ: إِلَى أَيْنَ؟ فَقَالَ: أَنْصَافِ السَّاقَيْنِ&lt;br /&gt;
“Aku pernah melewati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sementara kain sarungku saya terjurai (sampai ke tanah). Maka beliau bersabda, “Hai Abdullah, naikkan sarungmu!” Maka akupun langsung menaikkan kainku. Setelah itu Rasulullah bersabda, “Naikkan lagi!” Maka akupun menaikkan lagi. Dan setelah itu aku selalu menjaga agar kainku setinggi itu.” Ada beberapa orang yang bertanya, “Sampai di mana batasnya?” Ibnu Umar menjawab, “Sampai pertengahan kedua betis.” (HR. Muslim no. 2086)&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Penjelasan ringkas:&lt;br /&gt;
Hadits riwayat Al-Bukhari di atas menunjukkan tiga perkara:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Haramnya isbal atau memanjangkan kain melewati mata kaki, bahkan amalan ini merupakan dosa besar karena di ancam dengan neraka.&lt;/span&gt; Hukum ini berlaku secara mutlak, baik pelakunya melakukannya karena sombong maupun tidak, hanya saja yang melakukannya karena sombong lebih besar dosa dan siksaannya. Karena, barangsiapa yang melakukan isbal tanpa kesombongan maka diancam masuk neraka. Sementara yang melakukannya karena sombong maka siksaannya lebih besar, yaitu Allah tidak akan berbicara kepadanya dan tidak akan melihatnya, serta baginya siksaan yang pedih di dalam neraka.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hadits di atas berlaku umum untuk semua kain baik berupa celana, sarung, baju, dan semacamnya yang dipakai.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tinggi minimal kain adalah jangan sampai berada di bawah mata kaki. Artinya, jika sebagian mata kakinya nampak dan sebagian lain tertutup dengan kain, maka ini belum termasuk isbal yang diharamkan karena kainnya belum sampai di bawah mata kaki.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Adapun hadits Ibnu Umar di atas, maka dia menunjukkan tinggi kain yang disunnahkan, yaitu sampai pertengahan betis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber: &lt;a href="http://al-atsariyyah.com/"&gt;http://al-atsariyyah.com&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-971741769642122911?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2011/12/haramnya-isbal-secara-mutlak.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-4082259069760239427</guid><pubDate>Sat, 03 Dec 2011 14:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-03T06:23:17.140-08:00</atom:updated><title>Haramnya Isbal Karena Sombong</title><description>Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;
إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya Allah tidak mencintai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman: 18)&lt;br /&gt;
Dari Ibnu ‘Umar radhiallahu anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;
لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ&lt;br /&gt;
“Allah tidak akan melihat orang yang menyeret pakaiannya karena sombong.” (HR. Al-Bukhari no. 5783 dan Muslim no. 5783)&lt;br /&gt;
Dari Abu Dzar radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;
ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمْ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ&lt;br /&gt;
قَالَ: فَقَرَأَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثَ مِرَارًا, قَالَ أَبُو ذَرٍّ: خَابُوا وَخَسِرُوا مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟&lt;br /&gt;
قَالَ: الْمُسْبِلُ وَالْمَنَّانُ وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ&lt;br /&gt;
“Tiga golongan manusia yang Allah tidak akan mengajak mereka bicara pada hari kiamat, tidak melihat mereka, tidak mensucikan dosanya, dan bagi mereka siksa yang pedih.”&lt;br /&gt;
Abu Dzar berkata lagi, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membacanya tiga kali.” Abu Dzar berkata, “Mereka gagal dan rugi, siapakah mereka wahai Rasulullah?”&lt;br /&gt;
Beliau menjawab, “Orang yang melakukan isbal (memanjangkan pakaian), orang yang suka menyebut-nyebutkan (karena riya’) kebaikannya, dan orang yang membuat menjual dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR. Muslim no. 106)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan ringkas:&lt;br /&gt;
Isbal adalah memanjangkan kain -baik berupa sarung atau celana atau baju- hingga melewati mata kaki. Melakukan isbal karena sombong adalah hal yang diharamkan dalam Islam bahkan termasuk di antara dosa-dosa besar. Karenanya Nabi shallallahu alaihi wasallam mengabarkan bahwa pelakunya tidak akan dilihat oleh Allah dengan pandangan rahmat tapi jutsru akan dipandang dengan pandangan murka, tidak akan diajak bicara oleh Allah dengan pembicaraan yang menyenangkan mereka akan tetapi mereka akan diajak bicara oleh Allah dengan pembicaraan yang mereka tersiksa ketika mendengarnya, dan pada akhirnya Allah akan memasukkan mereka ke dalam siksaan yang sangat pedih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana jika ada orang yang melakukan isbal/memanjangkan kainnya sampai ke bawah mata kaki tapi bukan karena kesombongan? Apakah hukumnya tetap haram?&lt;br /&gt;
Lihat pembahasannya pada artikel berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sumber: http://al-atsariyyah.com/&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-4082259069760239427?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2011/12/haramnya-isbal-karena-sombong.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-5411914831223991438</guid><pubDate>Sat, 03 Dec 2011 02:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-02T18:57:26.397-08:00</atom:updated><title>Kewajiban Memelihara Jenggot</title><description>Dari Zakariya bin Abi Zaidah dari Mush’ab bin Syaibah dari Thalq bin Habib dari Abdullah bin Az-Zubair dari Aisyah -radhiallahu anha- dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;عَشْرٌ مِنْ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الْأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;قَالَ زَكَرِيَّاءُ: قَالَ مُصْعَبٌ: وَنَسِيتُ الْعَاشِرَةَ إِلَّا أَنْ تَكُونَ الْمَضْمَضَةَ&lt;/div&gt;“Ada sepuluh perkara dari fitrah: Mencukur kumis, memanjangkan janggut, bersiwak, beristinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung), memotong kuku, bersuci dengan air, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan dan beristinja’ dengan air (istinja`).”&lt;br /&gt;
Zakariya berkata: Mush’ab berkata, “Dan aku lupa yang kesepuluh, kecuali dia adalah berkumur-kumur.” (HR. Muslim no. 261)&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;
Dari Ibnu Umar  dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; “Potonglah kumis dan biarkanlah janggut.” (HR. Al-Bukhari no. 5892 dan Muslim no. 259)&lt;br /&gt;
Dari Abu Hurairah  dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; أَعْفُوا اللِّحَى وَخُذُوا الشَّوَارِبَ وَغَيِّرُوا شَيْبَكُمْ وَلَا تَشَبَّهُوا بِالْيَهُودِ وَالنَّصَارَى&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; “Panjangkanlah janggut, cukurlah kumis, dan warnailah uban kalian, serta janganlah kalian menyerupai orang Yahudi dan Nasrani.” (HR. Ahmad no. 8318 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 1067)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan ringkas:&lt;br /&gt;
Janggut adalah rambut yang tumbuh di pipi (dari bawah tulang pipi) dan yang tumbuh di dagu. Maka termasuk janggut adalah cambang yang tumbuh di bawah tulang pipi.&lt;br /&gt;
Membiarkan janggut dan tidak mencabut atau memangkasnya termasuk dari sunnah fitrah yang diperintahkan oleh Ar-Rasul -alaihishshalatu wassalam-. Karenanya para ulama telah bersepakat akan wajibnya membiarkan janggut dan haramnya mencabut atau memangkasnya. Ijma’ ini dinukil oleh Imam Ibnu Hazm dalam Maratib Al-Ijma’ hal. 157 dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiah sebagaimana dalam Al-Ikhtiyarat hal. 19. Dalil akan ijma’ ini adalah hadits-hadits di atas dan yang semisalnya, dan juga karena mencukur janggut merupakan perbuatan menyerupai orang-orang kafir dan juga menyerupai wanita, sementara kedua perkara ini telah dilarang oleh syariat dalam beberapa ayat dan hadits.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sumber: http://al-atsariyyah.com/kewajiban-memelihara-janggut.html/comment-page-1#comment-7106&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-5411914831223991438?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2011/12/kewajiban-memelihara-jenggot.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-3224535907450377086</guid><pubDate>Wed, 23 Nov 2011 00:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-22T16:08:38.176-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tanya Jawab</category><title>Membaca Buku Agama Saat Jam Kerja</title><description>Saat pekerjaan yang harus dikerjakan oleh seorang karyawan telah diselesaikan dengan baik, bolehkan seorang karyawan menggunakan waktu yang tersisa untuk membaca al Qur'an, buku-buku agama, majalah keislaman atau kegiatan semisal sampai jam kantor berakhir? Temukan jawaban dalam tulisan berikut ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menjadi kewajiban para pekerja, pegawai dan karyawan untuk bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya dan dengannya dia berhak mendapatkan gaji atau upah.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;
Allah berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman laksanakanlah perjanjian-perjanjian kalian.” (QS. Al-Maidah: 1).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Termasuk dalam ayat di atas, perjanjian atau kontrak kerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وقوله : ( إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا ) النساء/58&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang artinya, “Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah.” (QS. An-Nisa: 58).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وقوله : ( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ ) الأنفال/27&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian mengkhianati Allah dan rasul dan janganlah kalian mengkhianati amanah yang yang diberikan kepada kalian sedangkan kalian mengetahuinya.” (QS. Al-Anfal: 27).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amanah pekerjaan itu termasuk dalam dalil-dalil di atas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
وقوله : ( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ ) النساء/29&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian memakan harta orang lain dengan cara yang tidak benar.” (QS. An Nisa: 29)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika seorang karyawan telah menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya dengan baik boleh baginya untuk memanfaatkan waktu kosong yang tersedia dengan membaca al Qur'an, buku atau pun majalah keislaman yang bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syaikh Ibnu Utsaimin mendapatkan pertanyaan sebagai berikut, “Jika seorang karyawan telah melaksanakan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya lalu dia ingin memanfaatkan jam kantor yang tersisa dengan membaca al Qur'an atau membaca tulisan-tulisan yang bermanfaat atau pun tertidur sejenak agar badan fresh apakah dia berdosa?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban beliau, “Karyawan tersebut tidak berdosa jika dia telah menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Namun jika dia kerjanya asal selesai atau tidak maksimal dalam bekerja maka 'pemanfaatan jam kantor yang tersisa' itu hukumnya tidak boleh dan haram. Sedangkan ngantuk dalam kerja itu tidak mengapa karena seseorang itu tidak memiliki diri dan jiwanya oleh karena itu terkadang seorang itu tertidur saat kerja tanpa dia sadari.” (Fatawa al Huquq yang dikumpulkan oleh Khalid al Juraisi hal 59).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada pertanyaan yang ditujukan kepada Syaikh Ibnu Baz dengan teks sebagai berikut, “Saya seorang karyawan. Saat ada waktu longgar dalam jam kerja kumanfaatkan untuk membaca al Qur'an akan tetapi pimpinan menegurku dengan mengatakan bahwa sekarang adalah jam kerja bukan waktu untuk membaca al Qur'an. Apa hukum agama dalam kasus semacam ini?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban beliau, “Jika pekerjaan anda memang benar-benar sudah tuntas maka tidak mengapa jika anda manfatkan untuk membaca al Qur'an, membaca tasbih, tahlil atau pun kalimat dzikir lainnya. Hal ini lebih baik dari pada bengong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan tetapi jika kegiatan membaca al Qur'an dilakukan sebelum pekerjaan benar-benar tuntas maka hal itu tidak diperbolehkan karena jam kerja diperuntukkan untuk kegiatan kerja. Sehingga saat jam kerja anda tidak boleh memanfaatkannya dengan kegiatan yang menghalangi berjalannya pekerjaan dengan baik.” (Fatawa Syaikh Ibnu Baz 8/361).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski memanfaatkan waktu kosong saat jam kerja dengan membaca al Qur'an atau buku agama itu diperbolehkan akan tetapi yang lebih baik jika waktu kosong tersebut digunakan untuk kegiatan yang menunjang pekerjaan misal pekerjaan mengharuskan karyawan memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik maka yang lebih baik saat senggang dalam jam kerja adalah memanfaatkannya dengan membaca buku yang bisa meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sumber:&lt;br /&gt;
www.PengusahaMuslim.com&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-3224535907450377086?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2011/11/membaca-buku-agama-saat-jam-kerja.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-8438071444200952284</guid><pubDate>Thu, 10 Nov 2011 01:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-09T18:34:47.187-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tauhid</category><title>Ternyata Tahlilan Bukan Berasal dari Ajaran Agama Islam</title><description>Bismillah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah kita ketahui bersama bahwa sering kita lihat bahkan sering kita  lakukan suatu ibadah dalam islam yaitu Tahlilan atau kirim doa atau  Fatihah ke orang tua atau keluarga yg telah meninggal dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah kita sudah memeriksa atau meneliti asal muasal tahlilan tersebut?&lt;br /&gt;
Karena kita dalam beribadah harus mengikuti Ajaran yg telah dicontohkan  oleh Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasalam apabila tidak dicontohkan  makan amal tersebut tidak diterima&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasalam&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5670289959933394012" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="justify" dir="rtl"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا  قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ  أحْدَثَ فيِ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيْهِ فَهُوَ رَدٌّ. &lt;br /&gt;
وفي رواية لمسلم: مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Dari  'Aisyah radliyallâhu 'anha dia berkata, Rasulullah Shallallâhu 'alaihi  Wa Sallam bersabda, "Barangsiapa yang mengada-ada (memperbuat sesuatu  yang baru) di dalam urusan kami ini (agama) sesuatu yang bukan bersumber  padanya (tidak disyari'atkan), maka ia &lt;b&gt;tertolak&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;." (HR.al-Bukhari) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Di dalam riwayat Imam Muslim dinyatakan, "Barangsiapa yang melakukan  suatu amalan yang bukan termasuk urusan kami (agama), maka ia  tertolak&lt;/i&gt;."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka dari hadits diatas apabila suatu ibadah tidak didasari oleh Syariat islam maka amalnya tidak diterima&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
oleh karena itu Apakah Ibadah Tahlilan itu Berdasarkan dari Islam atau dari Agama Lain&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
silahkan di simak Videonya untuk mengetahui jawabannya&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object width="320" height="266" class="BLOG_video_class" id="BLOG_video-15005a31dc197595" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/get_player"&gt;
&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;
&lt;param name="allowfullscreen" value="true"&gt;
&lt;param name="flashvars" value="flvurl=http://v16.nonxt3.googlevideo.com/videoplayback?id%3D15005a31dc197595%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331288962%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D2E8A7AE77E7137EF6952A5CE7966D7BD606F808B.66EE9647DE3DB7E3940A9E9BA11A707BBB9EC199%26key%3Dck1&amp;amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D15005a31dc197595%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D493RHVqyEoH7qyK3SG9nqNIB5ys&amp;amp;autoplay=0&amp;amp;ps=blogger"&gt;
&lt;embed src="http://www.youtube.com/get_player" type="application/x-shockwave-flash"
width="320" height="266" bgcolor="#FFFFFF"
flashvars="flvurl=http://v16.nonxt3.googlevideo.com/videoplayback?id%3D15005a31dc197595%26itag%3D5%26app%3Dblogger%26ip%3D0.0.0.0%26ipbits%3D0%26expire%3D1331288962%26sparams%3Did,itag,ip,ipbits,expire%26signature%3D2E8A7AE77E7137EF6952A5CE7966D7BD606F808B.66EE9647DE3DB7E3940A9E9BA11A707BBB9EC199%26key%3Dck1&amp;iurl=http://video.google.com/ThumbnailServer2?app%3Dblogger%26contentid%3D15005a31dc197595%26offsetms%3D5000%26itag%3Dw160%26sigh%3D493RHVqyEoH7qyK3SG9nqNIB5ys&amp;autoplay=0&amp;ps=blogger"
allowFullScreen="true" /&gt;&lt;/object&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;Sumber: http://artikelassunnah.blogspot.com/&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-8438071444200952284?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2011/11/ternyata-tahlilan-bukan-berasal-dari.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>6</thr:total><enclosure url="http://www.youtube.com/get_player" length="2878" type="application/x-shockwave-flash" /><media:content url="http://www.youtube.com/get_player" fileSize="2878" type="application/x-shockwave-flash" /><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Bismillah Sudah kita ketahui bersama bahwa sering kita lihat bahkan sering kita lakukan suatu ibadah dalam islam yaitu Tahlilan atau kirim doa atau Fatihah ke orang tua atau keluarga yg telah meninggal dunia. Apakah kita sudah memeriksa atau meneliti asal</itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Admin)</itunes:author><itunes:summary>Bismillah Sudah kita ketahui bersama bahwa sering kita lihat bahkan sering kita lakukan suatu ibadah dalam islam yaitu Tahlilan atau kirim doa atau Fatihah ke orang tua atau keluarga yg telah meninggal dunia. Apakah kita sudah memeriksa atau meneliti asal muasal tahlilan tersebut? Karena kita dalam beribadah harus mengikuti Ajaran yg telah dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasalam apabila tidak dicontohkan makan amal tersebut tidak diterima Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasalam عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ أحْدَثَ فيِ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيْهِ فَهُوَ رَدٌّ. وفي رواية لمسلم: مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ Dari 'Aisyah radliyallâhu 'anha dia berkata, Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam bersabda, "Barangsiapa yang mengada-ada (memperbuat sesuatu yang baru) di dalam urusan kami ini (agama) sesuatu yang bukan bersumber padanya (tidak disyari'atkan), maka ia tertolak." (HR.al-Bukhari) Di dalam riwayat Imam Muslim dinyatakan, "Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang bukan termasuk urusan kami (agama), maka ia tertolak." Maka dari hadits diatas apabila suatu ibadah tidak didasari oleh Syariat islam maka amalnya tidak diterima oleh karena itu Apakah Ibadah Tahlilan itu Berdasarkan dari Islam atau dari Agama Lain silahkan di simak Videonya untuk mengetahui jawabannya &amp;nbsp;Sumber: http://artikelassunnah.blogspot.com/ </itunes:summary><itunes:keywords>Tauhid</itunes:keywords></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-8519397487856297592</guid><pubDate>Wed, 02 Nov 2011 07:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-09T18:36:30.206-08:00</atom:updated><title>Penerimaan Hewan Qurban Masjid Nuriman 1432 H</title><description>Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam tiada sekutu bagi-Nya, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam, beserta keluarga dan para sahabatnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koordinator hewan qurban panitia Iedul Adha 1432 H masjid Nur Iman (Jl. Tumaritis, Harjamukti Cimanggis- Depok),&amp;nbsp; bersama ini menyampaikan daftar harga bagi ikhwan / akhwat yang ingin mengamanahkan pembelian hewan qurban melalui panitia, sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Jenis Hewan Qurban : SAPI &lt;br /&gt;
No.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Type&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Berat Kotor&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Harga (Rp)&lt;br /&gt;
1&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Super&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;gt; 500 Kg&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;16.500.000&lt;br /&gt;
2&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;A&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;350 – 375 Kg&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 14.500.000&lt;br /&gt;
3&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;B&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;325 – 350 Kg&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;12.500.000&lt;br /&gt;
4&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;C&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;300 – 325 Kg&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;11.500.000&lt;br /&gt;
5&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;D&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;275 – 300 Kg&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;10.000.000&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis Hewan Qurban : KAMBING&lt;br /&gt;
No&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Type&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Berat Kotor&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Harga (Rp)&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Super&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;gt; 40 Kg&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;2.200.000&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;A&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;35 – 40 Kg&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 1.750.000&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;B&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;30 – 35 Kg&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;1.500.000&lt;br /&gt;
4.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;C&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;25 – 30 Kg&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;1.300.000&lt;br /&gt;
5.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;D&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;20 – 25 Kg&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;1.150.000&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk pendaftaran, pemesanan serta penerimaan hewan qurban dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober sampai dengan&amp;nbsp; 5 November melalui : &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bp. Sunarkum&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: 0813 839 66676&lt;br /&gt;
2.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bp. Noor Hidayat&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: 0811 110 08240&lt;br /&gt;
3.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Indra Permana&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;: 0811 996301&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Daftar harga hewan qurban berupa sapi dan kambing diambil dari penawaran yang telah diterima panitia sebagai referensi. Harga ini adalah harga untuk pembelian &amp;amp; pengantaran hewan qurban dan belum termasuk biaya pemotongan. Adapun biaya pemotongan untuk&amp;nbsp; Sapi sebesar Rp 350.000 per ekor dan Kambing sebesar Rp 100.000 per ekor (ini yang masih perlu ditanyakan ke supplier-nya pak..apakah biaya yg disampaikan ke kita sdh termasuk biaya antar dan potong??). Adapun untuk yang ingin membawa hewan qurban sendiri, mohon dapat menyampaikan biaya pemotongan seperti diatas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hewan qurban sapi dapat dipesan secara patungan (kolektif), dengan perhitungan 1 ekor Sapi untuk 7 (tujuh) orang. Bagi yang ingin membayar melalui transfer rekening, bisa ditransfer melalui rekening BCA a.n. Indra Permana – No rek. 188 333 8000 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga niat dan amal ibadah kita semua diridhoi oleh Alloh SWT&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-8519397487856297592?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2011/11/penerimaan-hewan-qurban-masjid-nuriman.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-2328718907838051281</guid><pubDate>Sun, 18 Sep 2011 14:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-18T07:14:16.825-07:00</atom:updated><title>HUKUM JABAT TANGAN ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN BUKAN MAHRAM</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-31yNpY1yQCo/TnX8mrmRZ9I/AAAAAAAABCA/bYRk_CIvQgE/s1600/jabat-tangan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-31yNpY1yQCo/TnX8mrmRZ9I/AAAAAAAABCA/bYRk_CIvQgE/s1600/jabat-tangan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Jabat Tangan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Pada zaman sekarang, jabat tangan antara laki-laki dengan wanita bukan mahram hampir sudah menjadi tradisi. Tradisi ini mengalahkan akhlak Islami yang mestinya ditegakkan. Bahkan mereka menganggap kebiasaan itu jauh lebih baik dan lebih tinggi nilainya daripada syariat Allah yang mengharamkannya. Sehingga jika salah seorang di antara mereka anda ajak berdialog tentang hukum syariat, dengan dalil-dalil yang kuat dan jelas, tentu ia akan menuduh anda sebagai orang kolot, ketinggalan zaman, kaku, sulit beradaptasi, ekstrim, hendak memutuskan tali silaturrahim, menggoyahkan niat baik dan sebagainya. Alangkah jeleknya yang mereka katakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seandainya mereka melihat secara jernih dan penuh pengetahuan tentang bahaya persoalan tersebut secara syara’, tentu mereka tidak akan melakukan hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;
Ketahuilah wahai saudara-saudariku Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pernah bersabda: “Sungguh ditusuknya kepala salah seorang dari kalian dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (Hadits riwayat ath-Thabrani dalam Shahihul-Jami’ hadits no. 4921). Hadits ini menyatakan bahwa terlarang dan berbahayanya menyentuh wanita (bukan mahram) yang tidak halal bagi kita. Tentunya orang yang berakal sehat mengatakan bahwa jabat tangan dengan wanita bukan mahram adalah suatu bentuk menyentuh yang terlarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan tidak diragukan lagi hal ini termasuk zina tangan, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Kedua mata berzina, kedua tangan berzina, kedua kaki berzina dan kemaluan pun berzina.” (Hadits riwayat Ahmad 1/412; Shahihul-Jami’ 4126).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu ketika ada yang berpendapat “tidak apa-apa salaman dengan wanita bukan mahram asalkan tidak diiringi nafsu”. Kami katakan: “pendapat ini adalah pendapat yang keliru (kalau tidak mau dikatakan pendapat yang batil serta sesat dan menyesatkan)”. Kekeliruan pendapat ini dapat ditinjau dari dua alasan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah melarang kita menyentuh wanita (bukan mahram) yang tidak halal bagi kita. Coba perhatikan sabda Rasulullah: “Sungguh ditusuknya kepala salah seorang dari kalian dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” Dapat kita ambil pelajaran dari hadits ini bahwa Rasulullah melarang kita menyentuh wanita bukan mahram secara mutlak, baik yang tidak diiringi nafsu maupun yang diiringi nafsu. Jadi, tidak boleh bersalaman dengan wanita bukan mahram walaupun tidak diiringi nafsu. Perlu juga diketahui, berjabat tangan dengan lawan jenis meski memakai alas (kaos tangan) hukumnya tetap terlarang (haram).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Orang yang berpendapat “tidak apa-apa salaman dengan wanita bukan mahram asalkan tidak diiringi nafsu” adalah orang yang merasa hatinya lebih bersih dari hati Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam. Rasulullah adalah orang yang paling bertaqwa dan lebih pandai mengendalikan hawa nafsunya daripada kita, namun beliau tidak pernah berkata demikian. Bahkan beliau Shallallahu’alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan wanita”. (Hadits riwayat Ahmad 6/357, dalam Shahihul Jami’ hadits no. 2509). Apakah kita merasa lebih pandai mengendalikan hawa nafsu daripada Rasulullah…???&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
NASIHAT PENUTUP&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika suatu ketika kita menemukan seorang muslim yang taat, yang tidak mau bersalaman dengan wanita (bukan mahram) yang tidak halal baginya. Maka janganlah kita berprasangka buruk dan tidak boleh mengatakan bahwa dia ingin memutuskan tali silaturrahim. Hendaklah kita berprasangka baik, bahwa saudara kita itu sedang mengamalkan agama Islam yang telah melarang bersalaman dengan lawan jenis yang tidak halal bagi dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami nasihatkan kepada Saudara-Saudari kami, kaum muslimin dan muslimat agar bertaqwa kepada Allah dan taat kepada Rasul-Nya, sehingga kalian memperoleh kemulian dengan Islam. Jika kalian bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya maka kalian akan hina dan merugi dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan ini kami tulis sebagai rasa cinta kami kepada kaum muslimin dan muslimat perindu surga, agar kita tergolong ke dalam orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya sehingga terhindar dari naar (neraka) yang penuh dengan berbagai siksaan yang menyakitkan, dan dimasukkan ke dalam jannah (surga) yang berisi berbagai kenikmatan, yang di dalamnya mengalir sungai-sungai dan terdapat bidadari yang cantik bermata jeli. Rasulullah bersabda: “Seandainya salah seorang wanita penghuni Jannah mendatangi penduduk bumi, niscaya ia akan memenuhinya dengan wewangian. Tutup kepala wanita itu lebih baik daripada dunia dan seisinya”. (HR. Bukhari, hadits no. 2796). Allahu Ta’ala a’lam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penulis: Abu Aslam Benny al-Atsary as-Salafy&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rujukan:&lt;br /&gt;
(1) Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah yang Shahih.&lt;br /&gt;
(2) Kitab Dosa-Dosa Yang Dianggap Biasa, karya Muhammad Shalih al-Munajjid.&lt;br /&gt;
(3) Kitab Belalaian Bidadari Di Alam Mimpi, karya ‘Isham Hasanain, terbitan Pustaka at-Tibyan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber: &lt;a href="http://muslimsumbar.wordpress.com/2011/09/02/hukum-jabat-tangan/"&gt;Muslim Sumbar&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-2328718907838051281?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2011/09/hukum-jabat-tangan-antara-laki-laki-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/-31yNpY1yQCo/TnX8mrmRZ9I/AAAAAAAABCA/bYRk_CIvQgE/s72-c/jabat-tangan.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-5028275125535045039</guid><pubDate>Thu, 18 Aug 2011 01:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-07T02:43:27.013-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Doa</category><title>Waktu-Waktu Terkabulnya Do’a</title><description>Sungguh berbeda Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan makhluk-Nya. Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Lihatlah manusia, ketika ada orang meminta sesuatu darinya ia merasa kesal dan berat hati. Sedangkan Allah Ta’ala mencintai hamba yang meminta kepada-Nya. Sebagaimana perkataan seorang penyair:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;الله يغضب إن تركت سؤاله  وبني آدم حين يسأل يغضب&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Allah murka pada orang yang enggan meminta kepada-Nya, sedangkan manusia ketika diminta ia marah”&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;
Ya, Allah mencintai hamba yang berdoa kepada-Nya, bahkan karena cinta-Nya Allah memberi ‘bonus’ berupa ampunan dosa kepada hamba-Nya yang berdoa. Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;يا ابن آدم إنك ما دعوتني ورجوتني غفرت لك على ما كان منك ولا أبالي&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Wahai manusia, selagi engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku mengampuni dosamu dan tidak aku pedulikan lagi dosamu” (HR. At Tirmidzi, ia berkata: ‘Hadits hasan shahih’)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh Allah memahami keadaan manusia yang lemah dan senantiasa membutuhkan akan Rahmat-Nya. Manusia tidak pernah lepas dari keinginan, yang baik maupun yang buruk. Bahkan jika seseorang menuliskan segala keinginannya dikertas, entah berapa lembar akan terpakai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka kita tidak perlu heran jika Allah Ta’ala melaknat orang yang enggan berdoa kepada-Nya. Orang yang demikian oleh Allah ‘Azza Wa Jalla disebut sebagai hamba yang sombong dan diancam dengan neraka Jahannam. Allah Ta’alaberfirman:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Berdoalah kepadaKu, Aku akan kabulkan doa kalian. Sungguh orang-orang yang menyombongkan diri karena enggan beribadah kepada-Ku, akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir: 60)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah Maha Pemurah terhadap hamba-Nya, karena hamba-Nya diperintahkan berdoa secara langsung kepada Allah tanpa melalui perantara dan dijamin akan dikabulkan. Sungguh Engkau Maha Pemurah Ya Rabb…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdoa Di Waktu Yang Tepat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diantara usaha yang bisa kita upayakan agar doa kita dikabulkan oleh Allah Ta’ala adalah dengan memanfaatkan waktu-waktu tertentu yang dijanjikan oleh Allah bahwa doa ketika waktu-waktu tersebut  dikabulkan. Diantara waktu-waktu tersebut adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Ketika sahur atau sepertiga malam terakhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa disepertiga malam yang terakhir. Allah Ta’ala berfirman tentang ciri-ciri orang yang bertaqwa, salah satunya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt; وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُون&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Ketika waktu sahur (akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz Dzariyat: 18)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertiga malam yang paling akhir adalah waktu yang penuh berkah, sebab pada saat itu Rabb kita Subhanahu Wa Ta’ala turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yang berdoa ketika itu. RasulullahShallallahu’alaihi Wasallam:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt; ينزل ربنا تبارك وتعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا ، حين يبقى ثلث الليل الآخر، يقول : من يدعوني فأستجيب له ، من يسألني فأعطيه ، من يستغفرني فأغفر له&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;
“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun perlu dicatat, sifat ‘turun’ dalam hadits ini jangan sampai membuat kita membayangkan Allah Ta’ala turun sebagaimana manusia turun dari suatu tempat ke tempat lain. Karena tentu berbeda. Yang penting kita mengimani bahwa Allah Ta’ala turun ke langit dunia, karena yang berkata demikian adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallamdiberi julukan Ash shadiqul Mashduq (orang jujur yang diotentikasi kebenarannya oleh Allah), tanpa perlu mempertanyakan dan membayangkan bagaimana caranya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari hadits ini jelas bahwa sepertiga malam yang akhir adalah waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak berdoa. Lebih lagi di bulan Ramadhan, bangun di sepertiga malam akhir bukanlah hal yang berat lagi karena bersamaan dengan waktu makan sahur. Oleh karena itu, manfaatkanlah sebaik-baiknya waktu tersebut untuk berdoa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Ketika berbuka puasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu berbuka puasa pun merupakan waktu yang penuh keberkahan, karena diwaktu ini manusia merasakan salah satu kebahagiaan ibadah puasa, yaitu diperbolehkannya makan dan minum setelah seharian menahannya, sebagaimana hadits:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt; للصائم فرحتان : فرحة عند فطره و فرحة عند لقاء ربه&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR. Muslim, no.1151)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberkahan lain di waktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa, sebagaimana sabda  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt; ثلاث لا ترد دعوتهم الصائم حتى يفطر والإمام العادل و المظلوم&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
‘”Ada tiga doa yang tidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yang adil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majah no.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, jangan lewatkan kesempatan baik ini untuk memohon apa saja yang termasuk kebaikan dunia dan kebaikan akhirat. Namun perlu diketahui, terdapat doa yang dianjurkan untuk diucapkan ketika berbuka puasa, yaitu doa berbuka puasa. Sebagaimana hadits&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt; كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka puasa membaca doa:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt; ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
/Dzahabaz zhamaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(‘Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga pahala didapatkan. Insya Allah’)” (HR. Abu Daud no.2357, Ad Daruquthni 2/401, dihasankan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/232)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun doa yang tersebar di masyarakat dengan lafazh berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt; اللهم لك صمت و بك امنت و على رزقك افطرت برحمتك يا ارحم الراحمين&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
adalah hadits palsu, atau dengan kata lain, ini bukanlah hadits. Tidak terdapat di kitab hadits manapun. Sehingga kita tidak boleh meyakini doa ini sebagai hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, doa dengan lafazh ini dihukumi sama seperti ucapan orang biasa seperti saya dan anda. Sama kedudukannya seperti kita berdoa dengan kata-kata sendiri. Sehingga doa ini tidak boleh dipopulerkan apalagi dipatenkan sebagai doa berbuka puasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang ada hadits tentang doa berbuka puasa dengan lafazh yang mirip dengan doa tersebut, semisal:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال : اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت فتقبل مني إنك أنت السميع العليم&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka membaca doa: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu fataqabbal minni, innaka antas samii’ul ‘aliim”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Al Futuhat Ar Rabbaniyyah (4/341), dinukil perkataan Ibnu Hajar Al Asqalani: “Hadits ini gharib, dan sanadnya lemah sekali”. Hadits ini juga di-dhaif-kan oleh Al Albani di Dhaif Al Jami’ (4350). Atau doa-doa yang lafazh-nya semisal hadits ini semuanya berkisar antara hadits dhaif atau munkar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Ketika malam lailatul qadar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malam lailatul qadar adalah malam diturunkannya Al Qur’an. Malam ini lebih utama dari 1000 bulan. Sebagaimana firmanAllah Ta’ala:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt; لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Malam Lailatul Qadr lebih baik dari 1000 bulan” (QS. Al Qadr: 3)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk memperbanyak doa. Sebagaimana yang diceritakan olehUmmul Mu’minin Aisyah Radhiallahu’anha:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt; قلت يا رسول الله أرأيت إن علمت أي ليلة ليلة القدر ما أقول فيها قال قولي اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Aku bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika aku menemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt; اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni ['Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku'']”(HR. Tirmidzi, 3513, Ibnu Majah, 3119, At Tirmidzi berkata: “Hasan Shahih”)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada hadits ini Ummul Mu’minin ‘Aisyah Radhiallahu’anha meminta diajarkan ucapan yang sebaiknya diamalkan ketika malam Lailatul Qadar. Namun ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengajarkan lafadz doa. Ini menunjukkan bahwa pada malam Lailatul Qadar dianjurkan memperbanyak doa, terutama dengan lafadz yang diajarkan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Ketika adzan berkumandang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain dianjurkan untuk menjawab adzan dengan lafazh yang sama, saat adzan dikumandangkan pun termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa.  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt; ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalamNata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Di antara adzan dan iqamah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu jeda antara adzan dan iqamah adalah juga merupakan waktu yang dianjurkan untuk berdoa, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt; الدعاء لا يرد بين الأذان والإقامة&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan demikian jelaslah bahwa amalan yang dianjurkan antara adzan dan iqamah adalah berdoa, bukanshalawatan, atau membaca murattal dengan suara keras, misalnya dengan menggunakan mikrofon. Selain tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah  Shallallahu’alaihi Wasallam, amalan-amalan tersebut dapat mengganggu orang yang berdzikir atau sedang shalat sunnah. Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt; لا إن كلكم مناج ربه فلا يؤذين بعضكم بعضا ولا يرفع بعضكم على بعض في القراءة أو قال في الصلاة&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al Qur’an,’ atau beliau berkata, ‘Dalam shalat’,” (HR. Abu Daud no.1332, Ahmad, 430, dishahihkan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani di Nata-ijul Afkar, 2/16).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain itu, orang yang shalawatan atau membaca Al Qur’an dengan suara keras di waktu jeda ini, telah meninggalkan amalan yang di anjurkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, yaitu berdoa. Padahal ini adalah kesempatan yang bagus untuk memohon kepada Allah segala sesuatu yang ia inginkan. Sungguh merugi jika ia melewatkannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Ketika sedang sujud dalam shalat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt; أقرب ما يكون العبد من ربه وهو ساجد . فأكثروا الدعا&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Ketika sebelum salam pada shalat wajib&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;
 قيل يا رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الدعاء أسمع قال جوف الليل الآخر ودبر الصلوات المكتوبات&lt;/div&gt; &lt;br /&gt;
“Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Diakhir malam dan diakhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305) menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam. Dan tidak terdapat riwayat bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabat merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib. Ahli fiqih masa kini, Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah berkata: “Apakah berdoa setelah shalat itu disyariatkan atau tidak? Jawabannya: tidak disyariatkan. Karena Allah Ta’alaberfirman:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt; فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Jika engkau selesai shalat, berdzikirlah” (QS. An Nisa: 103). Allah berfirman ‘berdzikirlah’, bukan ‘berdoalah’. Maka setelah shalat bukanlah waktu untuk berdoa, melainkan sebelum salam” (Fatawa Ibnu Utsaimin, 15/216).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun sungguh disayangkan kebanyakan kaum muslimin merutinkan berdoa meminta sesuatu setelah salam pada shalat wajib yang sebenarnya tidak disyariatkan, kemudian justru meninggalkan waktu-waktu mustajab yang disyariatkan yaitu diantara adzan dan iqamah, ketika adzan, ketika sujud dan sebelum salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Di hari Jum’at&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt; أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر يوم الجمعة ، فقال : فيه ساعة ، لا يوافقها عبد مسلم ، وهو قائم يصلي ، يسأل الله تعالى شيئا ، إلا أعطاه إياه . وأشار بيده يقللها&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari  Jumat kemudian beliau bersabda: ‘Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta’. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 dari sahabat Abu HurairahRadhiallahu’anhu)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Fathul Baari ketika menjelaskan hadits ini beliau menyebutkan 42 pendapat ulama tentang waktu yang dimaksud. Namun secara umum terdapat 4 pendapat yang kuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendapat pertama, yaitu waktu sejak imam naik mimbar sampai selesai shalat Jum’at, berdasarkan hadits:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt; هي ما بين أن يجلس الإمام إلى أن تقضى الصلاة&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Waktu tersebut adalah ketika imam naik mimbar sampai shalat Jum’at selesai” (HR. Muslim, 853 dari sahabat Abu Musa Al Asy’ari Radhiallahu’anhu).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendapat ini dipilih oleh Imam Muslim, An Nawawi, Al Qurthubi, Ibnul Arabi dan Al Baihaqi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendapat kedua, yaitu setelah ashar sampai terbenamnya matahari. Berdasarkan hadits:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
يوم الجمعة ثنتا عشرة يريد ساعة لا يوجد مسلم يسأل الله عز وجل شيئا إلا أتاه الله عز وجل فالتمسوها آخر ساعة بعد العصر&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Dalam 12 jam hari Jum’at ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” (HR. Abu Daud, no.1048 dari sahabat Jabir bin AbdillahRadhiallahu’anhu. Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud). Pendapat ini dipilih oleh At Tirmidzi, dan Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Pendapat ini yang lebih masyhur dikalangan para ulama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendapat ketiga, yaitu setelah ashar, namun diakhir-akhir hari Jum’at. Pendapat ini didasari oleh riwayat dari Abi Salamah. Ishaq bin Rahawaih, At Thurthusi, Ibnul Zamlakani menguatkan pendapat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendapat keempat, yang juga dikuatkan oleh Ibnu Hajar sendiri, yaitu menggabungkan semua pendapat yang ada. Ibnu ‘Abdil Barr berkata: “Dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa pada dua waktu yang disebutkan”. Dengan demikian seseorang akan lebih memperbanyak doanya di hari Jum’at tidak pada beberapa waktu tertentu saja. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ahmad bin Hambal, Ibnu ‘Abdil Barr.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Ketika turun hujan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan adalah nikmat Allah Ta’ala. Oleh karena itu tidak boleh mencelanya. Sebagian orang merasa jengkel dengan turunnya hujan, padahal yang menurunkan hujan tidak lain adalah Allah Ta’ala. Oleh karena itu, daripada tenggelam dalam rasa jengkel lebih baik memanfaatkan waktu hujan untuk berdoa memohon apa yang diinginkan kepada AllahTa’ala:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt; ثنتان ما تردان : الدعاء عند النداء ، و تحت المطر&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sunnah ini belum diketahui oleh kebanyakan kaum muslimin, yaitu dikabulkannya doa diantara shalat Zhuhur dan Ashar dihari Rabu. Ini diceritakan oleh Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt; أن النبي صلى الله عليه وسلم دعا في مسجد الفتح ثلاثا يوم الاثنين، ويوم الثلاثاء، ويوم الأربعاء، فاستُجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين فعُرِفَ البِشْرُ في وجهه&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt; قال جابر: فلم ينزل بي أمر مهمٌّ غليظ إِلاّ توخَّيْتُ تلك الساعة فأدعو فيها فأعرف الإجابة&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam berdoa di Masjid Al Fath 3 kali, yaitu hari Senin, Selasa dan Rabu. Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu diantara dua shalat. Ini diketahui dari kegembiraan di wajah beliau. Berkata Jabir : ‘Tidaklah suatu perkara penting yang berat pada saya kecuali saya memilih waktu ini untuk berdoa,dan saya mendapati dikabulkannya doa saya‘”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam riwayat lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt; فاستجيب له يوم الأربعاء بين الصلاتين الظهر والعصر&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Pada hari Rabu lah doanya dikabulkan, yaitu di antara shalat Zhuhur dan Ashar” (HR. Ahmad, no. 14603, Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid, 4/15, berkata: “Semua perawinya tsiqah”, juga dishahihkan Al Albani di Shahih At Targhib, 1185)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11. Ketika Hari Arafah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari Arafah adalah hari ketika para jama’ah haji melakukan wukuf di Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Pada hari tersebut dianjurkan memperbanyak doa, baik bagi jama’ah haji maupun bagi seluruh kaum muslimin yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sebab Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt; خير الدعاء دعاء يوم عرفة&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Doa yang terbaik adalah doa ketika hari Arafah” (HR. At Tirmidzi, 3585. Di shahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12. Ketika Perang Berkecamuk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu keutamaan pergi ke medan perang dalam rangka berjihad di jalan Allah adalah doa dari orang yang berperang di jalan Allah ketika perang sedang berkecamuk, diijabah oleh Allah Ta’ala. Dalilnya adalah hadits yang sudah disebutkan di atas:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt; ثنتان لا تردان أو قلما تردان الدعاء عند النداء وعند البأس حين يلحم بعضهم بعضا&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang” (HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalamNata-ijul Afkar, 1/369, berkata: “Hasan Shahih”)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13. Ketika Meminum Air Zam-zam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt; ماء زمزم لما شرب له&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Khasiat Air Zam-zam itu sesuai niat peminumnya” (HR. Ibnu Majah, 2/1018. Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah, 2502)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian uraian mengenai waktu-waktu yang paling dianjurkan untuk berdoa. Mudah-mudahan Allah Ta’ala mengabulkan doa-doa kita dan menerima amal ibadah kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Amiin Ya Mujiibas Sa’iliin.&lt;br /&gt;
dicopy dari: http://kangaswad.wordpress.com/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-5028275125535045039?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2011/08/waktu-waktu-terkabulnya-doa.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-7629317882764652152</guid><pubDate>Mon, 20 Jun 2011 10:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-06-20T03:06:09.421-07:00</atom:updated><title>Sunatan Masal Gratis di Harjamukti Cimanggis</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-i8qv7omjbuM/Tf8Q-7FzQCI/AAAAAAAAA-Y/JeVPvgUDz0c/s1600/Sunatan%2BMasal%2BGratis.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-i8qv7omjbuM/Tf8Q-7FzQCI/AAAAAAAAA-Y/JeVPvgUDz0c/s200/Sunatan%2BMasal%2BGratis.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seperti kegiatan-kegiatan sebelumnya setiap 6 bulan sekali, pada masa-masa liburan sekolah Majelis Taklim As-Sunnah yang beralamat di Jl. Nakula I No. 1 Harjamukti Cimanggis Depok, akan menyelenggarakan KHITANAN MASAL GRATIS. Khitanan atau Sunatan masal Gratis ini diperuntukkan bagi anak anak yang berdomisili di wilayah Harjamukti dan sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Khitanan masal ini akan diselenggarakan Insya Alloh pada hari Ahad tanggal 3 Juli 2011 pagi. &lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;
Jika Antum memliki anak, saudara, keponakan, tetangga atau siapa saja yang berminat mengikuti sunatan masal ini, silahkan hubungi panitia sunatan masal di nomor : 0813-11207752 dengan Bapak H Cepi Ismayadi.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Adapun data-data yang diperlukan untuk mendaftar sunatan masal gratis ini adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
- Nama Anak&lt;br /&gt;
- Nama Orang Tua (Ayah)&lt;br /&gt;
- Usia Anak&lt;br /&gt;
- Ukuran baju&lt;br /&gt;
- Ukuran Sandal&lt;br /&gt;
- Ukuran Peci&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-7629317882764652152?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2011/06/sunatan-masal-gratis-di-harjamukti.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-i8qv7omjbuM/Tf8Q-7FzQCI/AAAAAAAAA-Y/JeVPvgUDz0c/s72-c/Sunatan%2BMasal%2BGratis.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-5119956709174949846</guid><pubDate>Thu, 19 May 2011 12:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-22T16:11:42.825-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tanya Jawab</category><title>Hukum Meminta Bantuan Kepada Jin Untuk Mengetahui Perkara-perkara Ghaib</title><description>[Lajnah Daimah]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pertanyaan:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Apa hukum Islam mengenai orang yang meminta bantuan kepada jin untuk mengetahui perkara-perkara ghaib? Apa hukum Islam tentang menghipnotis, yang dengannya kekuasaan penghipnotis untuk mempengaruhi orang yang dihipnotis menjadi kuat. Selanjutnya dia menguasainya dan membuatnya meninggalkan yang haram, menyembuhkan dari penyakit kejiwaan, atau melakukan pekerjaan yang diminta oleh penghipnotis? Apa pula hukum Islam tentang ucapan si polan: Bihaqqi fulan (dengan hak si fulan); apakah ini sumpah atau tidak? Berilah penjelasan kepada kami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pertama, ilmu tentang perkara-perkara ghaib hanya dimiliki oleh Allah secara khusus. Tidak ada seorang pun dari makhluknya yang mengetahuinya, baik jin maupun selainnya, kecuali apa yang Allah wahyukan kepada siapa yang dikehendakiNya dari para malaikat atau rasul-rasulNya. Allah سبحانه و تعالى berfirman,&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
"Katakanlah, 'Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah', dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan." (An-Naml: 65).&lt;br /&gt;
Allah سبحانه و تعالى berfirman mengenai NabiNya, Sulaiman عليه السلام, dan jin yang ditundukkanNya untuknya,&lt;br /&gt;
"Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan." (Saba': 14).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia berfirman,  "(Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhaiNya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya." (Al-Jin: 26-27).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diriwayatkan secara sah dari an-Nawwas bin Sam'an -rodhiallaahu'anhu- Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda,&lt;br /&gt;
"Jika Allah hendak mewahyukan suatu perkara Dia berfirman dengan wahyu, maka langit menjadi takut atau sangat gemetar karena takut kepada Allah -azza wa jalla-. Jika ahli langit mendengar hal itu, maka jatuh dan bersungkur dalam keadaan bersujud kepada Allah. Mula-mula yang mengangkat kepalanya adalah Jibril, lalu Allah berbicara kepadanya dari wahyuNya tentang apa yang dikehendakiNya. Kemudian Jibril melintasi para malaikat. Setiap kali melewati suatu langit, maka para malaikat langit tersebut bertanya, 'Apa yang difirmankan oleh Tuhan kami, wahai Jibril?' Jibril menjawab, 'Dia berfirman tentang kebenaran, dan Dia Mahatinggi lagi Mahabesar.' Lalu mereka semua mengucapkan seperti yang dikatakan Jibril. Lalu Jibril menyampaikan wahyu ke tempat yang diperintahkan Allah kepadanya.'"[1]&lt;br /&gt;
Dalam ash-Shahih dari Abu Hurairah -rodhiallaahu'anhu- dari Nabi صلی الله عليه وسلم, beliau bersabda,  "Jika Allah memutuskan suatu perkara di langit, maka para malaikat meletakkan sayap-sayapnya karena tunduk kepada firmanNya, seolah-olah rantai di atas batu besar. Ketika telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, maka mereka bertanya, 'Apakah yang difirman oleh Tuhan kalian.' Mereka menjawab kepada yang bertanya, 'Dia berfirman tentang kebenaran dan Dia Mahatinggi lagi Mahabesar.' Lalu pencuri pembicaraan (setan) mendengarkannya. Pencuri pembicaraan demikian, sebagian di atas sebagian yang lain -Sufyan menyifatinya dengan telapak tangannya lalu membalikkannya dan memisahkan di antara jari-jarinya-. Ia mendengar pembicaraan lalu menyampaikannya kepada siapa yang di bawahnya, kemudian yang lainnya menyampai-kannya kepada siapa yang di bawahnya, hingga ia menyampaikannya pada lisan tukang sihir atau dukun. Kadangkala ia mendapat lemparan bola api sebelum menyampaikannya. Kadangkala ia menyampaikannya sebelum mengetahuinya, lalu ia berdusta bersamanya dengan seratus kedustaan. Lalu dikatakan, 'Bukankah ia telah berkata kepada kami demikian dan demimkian, demikian dan demikian.' Lalu ia mempercayai kata-kata yang didengarnya dari langit."[2]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atas dasar ini maka tidak boleh meminta bantuan kepada jin dan makhluk-makhluk selainnya untuk mengetahui perkara-perkara ghaib, baik berdoa kepada mereka, mendekatkan diri kepada mereka, membuat kemenyan, maupun selainnya. Bahkan, itu adalah kesyirikan, karena ini sejenis ibadah. Padahal Allah telah memberi tahu kepada para hambaNya agar mengkhususkan peribadatan kepadaNya seraya mengikrarkan,&lt;br /&gt;
"Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan." (Al-Fatihah: 5).&lt;br /&gt;
Telah sah dari Nabi صلی الله عليه وسلم bahwa beliau bersabda kepada Ibnu Abbas,&lt;br /&gt;
إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ &lt;br /&gt;
"Jika kamu meminta, maka memintalah kepada Allah dan jika kamu meminta pertolongan, maka memintalah pertolongan kepada Allah."[3]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, hipnotis adalah salah satu jenis perdukunan dengan mempergunakan jin sehingga penghipnotis memberi kuasa kepadanya atas orang yang dihipnotisnya. Ia berbicara lewat lisannya dan mendapatkan kekuatan darinya untuk melakukan suatu pekerjaan lewat penguasaan terhadapnya, jika jin tersebut jujur bersama penghipnotis itu. Ia mentaatinya sebagai imbalan "pengabdian" penghipnotis kepadanya. Lalu jin itu menjadikan orang yang dihipnotis tersebut mentaati kemauan penghipnotis terhadap segala yang diperintahkannya berupa pekerjaan-pekerjaan atau informasi-informasi lewat bantuan jinnya, jika jin itu jujur ber-sama si penghipnotis. Atas dasar itu maka menggunakan hipnotis sebagai sarana untuk menunjukkan tempat pencuri, barang yang hilang, menyembuhkan penyakit, atau melakukan aktifitas lainnya lewat jalan penghipnotis adalah tidak boleh bahkan kesyirikan, berdasarkan alasan yang telah disebutkan. Dan, karena itu berarti kembali kepada selain Allah, dalam perkara yang diluar sebab-sebab biasa yang disediakan Allah سبحانه و تعالى untuk para makhluk dan diperbolehkan untuk mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, ucapan seseorang: Bihaqqi fulan (demi/ dengan hak polan), mengandung makna sumpah. Maksudnya, aku bersumpah kepadamu demi polan. Ba' di sini adalah Ba' al-Qasam (kata yang mengandung arti sumpah). Bisa juga mengandung makna tawassul dan meminta bantuan kepada diri fulan atau kedudukannya. Jadi, Ba' ini untuk Isti'anah (meminta bantuan). Pada kedua hal ini, ucapan ini tidak boleh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun yang pertama, bersumpah kepada makhluk oleh makhluk adalah tidak boleh. Bersumpah kepada makhluk sangat dilarang oleh Allah, bahkan Nabi صلی الله عليه وسلم menetapkan bahwa bersumpah kepada selain Allah adalah syirik. Beliau bersabda,&lt;br /&gt;
مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللهِ فَقَدْ أَشْرَكَ &lt;br /&gt;
"Barangsiapa bersumpah kepada selain Allah, maka ia telah syirik."[4] (HR. Ahmad, Abu Daud, at-Tirmidzi, dan al-Hakim; ia menilainya sebagai hadits shahih).&lt;br /&gt;
Adapun yang kedua, karena para sahabat -rodhiallaahu'anhum- tidak bertawassul kepada diri Nabi صلی الله عليه وسلم dan tidak pula kepada kedudukannya semasa hidupnya dan sesudah kematiannya. Padahal mereka itu manusia yang paling tahu tentang maqam dan kedudukan beliau di sisi Allah serta lebih tahu tentang syariat. Berbagai penderitaan telah mereka alami semasa hidup Nabi صلی الله عليه وسلم dan setelah kematiannya, namun mereka kembali kepada Allah dan berdoa kepadaNya. Seandainya bertawassul dengan diri atau kedudukan beliau صلی الله عليه وسلم itu disyariatkan, niscaya beliau telah mengajarkan hal itu kepada mereka; karena beliau tidak meninggalkan suatu perkara untuk mendekatkan diri kepada Allah melainkan beliau memerintahkannya dan memberi petunjuk kepadanya. Dan, niscaya mereka mengamalkannya karena mereka sangat antusias mengamalkan apa yang disyariatkan kepada mereka, terutama pada saat mengalami kesulitan. Tiadanya ketetapan izin dari beliau صلی الله عليه وسلم mengenainya dan petunjuk kepadanya serta mereka tidak mengamalkannya adalah bukti bahwa itu tidak diperbolehkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang sah dari para sahabat -rodhiallaahu'anhum-, bahwa mereka bertawassul kepada Allah dengan doa Nabi صلی الله عليه وسلم kepada Tuhannya agar permohonan mereka dikabulkan semasa hidupnya, seperti dalam Istisqa' (meminta hujan) dan selainnya. Tatkala beliau telah wafat, Umar -rodhiallaahu'anhu- ketika keluar untuk Istisqa' mengatakan,&lt;br /&gt;
"Ya Allah, dahulu kami bertawassul kepadaMu dengan Nabi kami lalu Engkau memberi hujan kepada kami. Dan sesungguhnya kami sekarang bertawassul kepadamu dengan paman Nabi kami, maka berilah kami hujan."&lt;br /&gt;
Maka, mereka diberi hujan.[5]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maksudnya doa al-Abbas kepada Tuhannya serta permo-honannya kepadaNya, dan yang dimakud bukan bertawassul kepada kedudukan al-Abbas; karena kedudukan Nabi صلی الله عليه وسلم lebih besar dan lebih tinggi darinya. Kedudukan ini tetap berlaku untuknya sepeninggalnya sebagaimana semasa hidupnya. Seandainya tawassul tersebut yang dimaksudkan, niscaya mereka telah bertawassul dengan kedudukan Nabi صلی الله عليه وسلم daripada bertawassul kepada al-Abbas. Tetapi, nyatanya, mereka tidak melakukannya. Kemudian, bertawassul kepada kedudukan para nabi dan semua orang shalih adalah salah satu sarana kesyirikan yang terdekat, sebagaimana yang ditunjukkan oleh fakta dan pengalaman. Oleh karenanya perbuatan ini dilarang untuk menutup jalan tersebut dan melindungi tauhid. Semoga shalawat dan salam senantiasa Allah limpahkan atas Nabi kita, Muhammad, keluarganya dan para sahabatnya.&lt;br /&gt;
_________&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost" style="font-size: x-small;"&gt;Footnote:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost" style="font-size: x-small;"&gt;[1] HR. Ibnu Abi 'Ashim dalam as-Sunnah, no. 515; Ibnu Khuzaimah dalam at-Tauhid; dan al-Baihaqi dalam al-Asma' wa ash-Shifat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost" style="font-size: x-small;"&gt;[2] HR. al-Bukhari, no. 4800, kitab at-Tafsir (Surah Saba').&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost" style="font-size: x-small;"&gt;[3] HR. at-Tirmidzi, no. 2516, kitab Shifah al-Qiyamah, dan ia menilainya sebagai hadits hasan shahih.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost" style="font-size: x-small;"&gt;[4] HR. at-Tirmidzi, no. 1535, kitab al-Iman wa an-Nudzur; Abu Daud, no. 3251, kitab al-Iman wa an-Nidzur, dan at-Tirmidzi menilainya sebagai hadits hasan; Ahmad, no. 5568.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost" style="font-size: x-small;"&gt;[5] HR. al-Bukhari, no. 1010, kitab al-Istisqa'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Rujukan: Majalah al-Buhuts al-Islamiyah, vol. 30, hal. 78-81, al-Lajnah ad-Da'imah. Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2, penerbit Darul Haq.&lt;br /&gt;
Kategori: Sihir Sumber: http://fatwa-ulama.com&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-5119956709174949846?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2011/05/hukum-meminta-bantuan-kepada-jin-untuk.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-7685077568411078964</guid><pubDate>Wed, 18 May 2011 15:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-18T08:00:01.149-07:00</atom:updated><title>Hukum shalat di rumah jika letak mesjid jauh</title><description>Syaikh Ibnu Baz&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pertanyaan:  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Saya tinggal di sebuah rumah yang jauh dari mesjid sehingga saya harus pergi dengan menggunakan mobil untuk shalat. Jika saya berjalan kaki (ke mesjid), maka saya kadang-kadang tidak dapat shalat (sama sekali). Tetapi saya dapat mendengar adzan melalui alat pengeras suara. Dalam keadaan seperti ini apakah saya diperbolehkan untuk shalat di rumah atau shalat berjama'ah dengan 3 atau 4 orang tetangga di rumah lain? Semoga Allah membalas kebaikan anda.   &lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kewajiban anda adalah melaksanakan shalat dengan saudara-saudara muslim di mesjid jika anda mendengar adzan di toko anda secara alami, yaitu adzan tanpa menggunakan alat pengeras suara. Jika anda berada jauh dari mesjid dan tidak dapat mendengar adzan tanpa alat pengeras suara, maka anda dibolehkan untuk shalat di rumah atau dengan beberapa orang tetangga anda. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah صلی الله عليه وسلم yang berkata kepada seorang yang buta yang meminta izin untuk shalat di rumahnya:"Apakah kamu mendengar seruan untuk shalat (adzan)?". Dia menjawab:"Ya", maka Rasulullah صلی الله عليه وسلم berkata: "Jawablah panggilan itu" (HR. Muslim di dalam shahihnya).&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Dan sabda Rasulullah صلی الله عليه وسلم: "Barangsiapa yang mendengar seruan (adzan) dan dia tidak mendatanginya (shalat) maka tidak ada shalat baginya kecuali bila ada udzur." (HR. Ibnu Majah, ad-Daraqutni, Ibnu Hibban dan al-Hakim dengan sanad yang shahih).  Tetapi jika anda menjawab seruan muazdhin sedangkan anda berada jauh dari mesjid dan anda sabar (mau) dengan bersusah-payah berjalan kaki atau pergi dengan mobil (ke mesjid), maka ada kebaikan buat anda dan ini disukai. Allah akan menulis pada catatan amal anda bahwa anda pergi ke mesjid dan kembali dari mesjid dengan jujur dan ikhlas. Ini berdasarkan sabda Rasulullah صلی الله عليه وسلم dimana beliau berkata kepada seorang yang tinggal jauh dari mesjid an-Nabawi tetapi orang tersebut tidak pernah ketinggalan shalat (berjama'ah) dengan Rasulullah صلی الله عليه وسلم. Dikatakan kepada orang tersebut:"Jika kamu membeli seekor keledai maka kamu bisa menungganginya pada kegelapan malam dan di atas pasir yang panas." Dia berkata: "Aku tidak ingin rumahku berada di samping mesjid, karena aku ingin sekali langkah kakiku menuju dan pulang ke/dari mesjid dicatat ketika aku kembali kepada keluargaku." Rasulullah صلی الله عليه وسلم berkata: "Allah telah mengumpulkan semua (balasan kebaikan) buatmu". (HR. Muslim di dalam shahihnya).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Rujukan: Kitaab ad-Da'wah, Volume Two, Question 103. Diterjemahkan dari: http://www.fatwaislam.com&lt;br /&gt;
Kategori: Shalat Sumber: http://fatwa-ulama.com&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-7685077568411078964?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2011/05/hukum-shalat-di-rumah-jika-letak-mesjid.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-4762056726268274591</guid><pubDate>Wed, 18 May 2011 14:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-18T07:37:07.469-07:00</atom:updated><title>Hukum Mengolok-olok orang yang teguh menjalankan ajaran agama</title><description>&lt;b&gt;Pertanyaan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Apa hukum orang yang mengolok-olok orang-orang yang berpegang teguh dengan perintah Allah dan Rasul-Nya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jawaban:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mengolok-olok orang-orang yang berpegang teguh dengan perintah Allah dan Rasul-Nya disebabkan karena mereka itu berpegang teguh (konsisten) dengan perintah itu, hukumnya haram, dan berbahaya sekali terhadap dirinya. Karena dikhawatirkan kebenciannya terhadap mereka itu disebabkan kebenciannya terhadap kondisi mereka yang berpegang teguh dengan ajaran agama Allah, di saat itu, pengolok-olokannya terhadap mereka menjadi pengolok-olokan terhadap jalan yang mereka tempuh (ajaran yang mereka pegang), maka mereka menyerupai orang yang telah dikatakan Allah tentang mereka:&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
"Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman". (At-Taubah: 65, 66).&lt;br /&gt;
Sesungguhnya ayat ini turun kepada satu kaum dari orang-orang munafik yang mereka berkata: "Kami tidak melihat mereka ini seperti qari (pembaca-pembaca) kami -yang mereka maksudkan adalah Rasulullah صلی الله عليه وسلم dan para sahabatnya- yang lebih suka makan, yang lebih pendusta lidahnya, dan yang lebih penakut dihadapan musuh. Lalu Allah menurunkan ayat ini terhadap diri mereka.&lt;br /&gt;
Berhati-hatilah orang yang mengolok-olok penegak kebenaran, dikarenakan mereka itu dari penegak agama. Sesungguhnya Allah telah berfirman:&lt;br /&gt;
"Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lewat di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang berdosa kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat". Padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin. Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir. Mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Sesungguhnya orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan." (Al-Muthaffifiin : 29-36).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Rujukan: Kitab kecil " Asilah Muhimmah". &lt;br /&gt;
Kategori: Aqidah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sumber: http://fatwa-ulama.com&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-4762056726268274591?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2011/05/hukum-mengolok-olok-orang-yang-teguh.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-3305351534531494785</guid><pubDate>Wed, 18 May 2011 00:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-22T16:12:07.449-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tanya Jawab</category><title>Nasehat Bukanlah Gunjingan</title><description>(Syaikh Ibnu Baz)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan:  Seseorang hendak menugaskan orang lain dengan suatu pekerjaan. Saya tahu bahwa orang tersebut tidak mampu melaksa-nakannya karena tidak mempunyai keahlian di bidang tersebut. Bolehkah saya memberitahu orang yang hendak memberinya tugas itu tentang kekurangan-kekurangan orang yang hendak diberi tugas itu. Apakah ini termasuk menggunjing?  &lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;
Jawaban: &lt;br /&gt;
Jika maksudnya nasehat maka bukan berarti menggunjing. Hal ini berdasarkan sabda Nabi صلی الله عليه وسلم, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; اَلدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; "Agama adalah nasehat."  Ditanyakan kepada beliau, "Bagi siapa ya Rasulullah?" beliau menjawab, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; لله وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلأَئِمَّةِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; "Bagi Allah, KitabNya, RasulNya, para pemimpin kaum muslimin dan kaum muslimin umumnya. " (HR. Muslim dalam kitab shahihnya, bab al-Iman (55)).  Disebutkan dalam ash-Shahihain dari Jabir bin Abdullah al-Bajali ia berkata, "Aku berbai'at kepada Rasulullah صلی الله عليه وسلم untuk mendirikan shalat, menunaikan zakat dan memberi nasehat kepada setiap muslim." (HR. Al-Bukhari dalam al-Iman (74); Muslim dalam al-Iman (56)).  Dan masih banyak lagi hadits-hadits lainnya yang semakna dengan ini. Hanya Allah lah yang mampu memberi petunjuk.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Rujukan:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-size: x-small;"&gt;Majalah ad-Da'wah, nomor 1172, Syaikh Ibn Baz.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-3305351534531494785?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2011/05/nasehat-bukanlah-gunjingan.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-3095763741160851561</guid><pubDate>Tue, 17 May 2011 23:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-22T16:12:31.500-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tanya Jawab</category><title>Hukum Cium Tangan</title><description>(Syaikh Ibnu Jibrin)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan:  Apa hukum cium tangan? Dan apa hukum mencium tangan seseorang yang memiliki keutamaan, misalnya guru, dan sebagainya? Apa pula hukum mencium tangan paman dan lainnya yang lebih tua? Apakah mencium tangan kedua orang tua ada tuntunannya dalam syari'at? Ada orang yang mengatakan bahwa cium tangan mengandung kehinaan (menghinakan diri sendiri).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban: &lt;br /&gt;
Menurut kami, itu boleh, dalam rangka menghormati dan bersikap sopan terhadap kedua orang tua, ulama, orang-orang yang memiliki keutamaan, kerabat yang lebih tua dan sebagainya. Ibnul Arabi telah menulis risalah tentang hukum cium tangan dan sejenisnya, sebaiknya merujuknya. Bila cium tangan itu dilakukan terhadap kerabat-kerabat yang lebih tua atau orang-orang yang memiliki keutamaan, ini berarti sebagai penghormatan, bukan menghinakan diri dan bukan pula pengagungan. Kami dapati sebagian Syaikh kami mengingkarinya dan melarangnya, hal itu karena sikap rendah hati mereka, bukan berarti mereka mengharamkannya. Wallahu a'lam.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rujukan: &lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Fatwa Syaikh Abdullah bin Abdurrahman al-Jibrin (1852), tanggal 20/11/1421 H. Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 3, penerbit Darul Haq.&lt;br /&gt;
Kategori: Adab-adab &lt;br /&gt;
Sumber: http://fatwa-ulama.com &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-3095763741160851561?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2011/05/hukum-cium-tangan.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-5712743567808065717</guid><pubDate>Tue, 17 May 2011 23:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-05-17T16:36:11.702-07:00</atom:updated><title>Pahala Sedekah dan Buahnya</title><description>Sedekah memiliki keutamaan yang besar dan pahala yang melimpah di dunia maupun akhirat. Hal itu akan diperoleh oleh seseorang yang diberikan bimbingan oleh Allah dan dikehendaki kebaikan padanya, dan diantara pengaruh dari sedekah dan besarnya keutamaannya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
1. Sedekah adalah penyucian dan pembersihan &lt;br /&gt;
Allah berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka yang dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. sesungguhnya doamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (At-Taubah: 103)&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;
Kalimat "Engkau membersihkan mereka" maksudnya, membersihkan dari dosa-dosa mereka dan dari kikirnya jiwa mereka. "Dan menyucikan mereka" menunjukkan kepada suatu bentuk penghiasan diri dengan hal-hal yang mulia dan baik, karena sedekah adalah pembersih, penyuci, penggugur kesalahan dan pengangkat derajat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Sedekah adalah bentuk ketundukan kepada perintah Allah dan RasulNya&lt;br /&gt;
Allah berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul, apabila Rasul menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamua, ketahuilah bahwa Allah membatasi antara manusia dan hatinya. Dan kepadaNya-lah kamu akan dikumpulkan." (Al-Anfal:24)&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan Dia berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak kedatangannya. Kamu tidak memperoleh tempat berlindung pada hari itu dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu)." (Asy-Syura: 47)&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Maka di antara sifat orang-orang yang beriman dan bertakwa adalah bersegera dalam memenuhi perintah Allah, sedang bersedekah adalah di antara perkara yang diperintahkan oleh Allah, dituntun dan dianjurkan oleh-Nya. Allah berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Katakanlah kepada hamba-hambaKu yang telah beriman, 'Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan, sebelum datang hari (Kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan'." (Ibrahim: 31)&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Dan FirmanNya yang lain:&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;"Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian rizki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang-orang yang zhalim." (Al-Baqarah:254)&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Dan Dia berfirman:&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata, 'Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih?'" (Al-Munafiqun: 10)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
3. Seorang mukmin berada dalam naungan sedekahnya pada hari kiamat kelak&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ialah pada hari yang pasti akan disaksikan oleh seluruh mahluk tersebut, dimana seorang anak akan beruban, matahari akan mendekat ke kepala manusia, keringat yang banyak keluar hingga menenggelamkan manusia. Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu berkata, "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;'Pada Hari Kiamat manusia akan berkeringat hingga mengalir sejauh tujuh puluh hasta, dan akan menenggelamkan mereka hingga mencapai telinga mereka'." (HR Al Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ibnu Hajar Radhiallahu Anhu berkata dalam menanggapi hadits tersebut, "Barangsiapa yang memperhatikan kondisi tersebut niscaya ia akan mengetahui betapa besarnya kegoncangan pada hari itu, dimana neraka mengelilingi tanah padang mahsyar dan matahari didekatkan sekitar satu mil jaraknya dari kepala manusia, maka bagaimanakah kondisi panasnya bumi saat itu? Dan keringat apa yang mengalir pada padang sahara hingga mencapai tujuh puluh hasta? Padahal setiap manusia tidaklah mendapatkan tempat kecuali sebatas tanah untuk memijakkan kedua kakinya, maka bagaimanakah kondisi manusia itu dengan keringat dan peluh mereka padahal mereka berbeda kadar peluhnya? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-5712743567808065717?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2011/05/pahala-sedekah-dan-buahnya.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-513560561935012063</guid><pubDate>Fri, 04 Mar 2011 15:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-07T02:54:11.634-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Hadits Qudsi</category><title>CARA PENCATATAN KEBAJIKAN DAN KEBURUKAN SERTA RAHMAT ALLAH DALAM HAL ITU</title><description>1) Dari abu Hurairah Radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihiwasallam bersabda: &lt;br /&gt;
Allah berfirman, "Jika hambaKu berniat melakukan keburukan, janganlah kalian (para malaikat) mencatat salahnya hingga ia melakukannya. jika ia telah melakukannya, tulislah dengan semisalnya. Jika ia menggalkannya karenaKu, Tulislah untuknya satu kebajikan. Jika ia berniat melakukan kebajikan dan belum melakukannya, tulislah untuknya satu kebajikan. Jika telah melakukannya, tulislah untuknya sepuluh kali lipatnya hingga 700 kali lipatnya." (Al-Bukhari, Muslim-shahih)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; 2) Dari abu Hurairah Radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihiwasallam bersabda:&lt;br /&gt;
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman: "Jika hambaku berbicara (yakni berniat) untuk melakukan kebajikan, maka aku akan menulisnya untuknya satu kebajikan selagi belum melakukan kebajikannya. Jika ia telah melakukannya, maka aku akan mencatatnya dengan sepuluh kali lipatnya. Jika ia berniat melakukan keburukan, maka Aku mengampuninya selagi belum melakukannya. Jika ia telah melakukannya, maka Aku menulisnya untuknya yang semisalnya" Rasulullah Shalallahu 'alaihiwasallam melanjutkan: Para malaikat berkata, "Wahai Tuhanku, ini hambaMu berniat melakukan keburukan, padahal Dia lebih mengetahuinya,". Allah berfirman,"Lihatlah! Jika ia melakukannya, maka catatlah keburukan itu untuknya dengan semisalnya. Jika meninggalkannya, maka tulislah untuknya satu kebajikan. Ia hanyalah meninggalkannya karena takut kepadaKu" (Muslim - shahih).&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
FIRMAN ALLAH: "Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu (Al-Baqarah: 284)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3) Dari Ibnu Abbas Radhiallahu 'anhu, ia menuturkan:&lt;br /&gt;
Ketika ayat ini turun: "&lt;i&gt;Dan jika kamu melahirkan apa yang ada dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmua itu&lt;/i&gt;" masuklah pada hati mereka rasa keberatan, karena ayat tersebut, sesuatu yang belum pernah masuk pada hati mereka sebelumnya. Maka Nabi Shalallahu 'alaihiwasallam bersabda, "Ucapkanlah, 'Kami dengan, kami patuh, dan kami berserah diri'". Kemudian Allah memasukkan keimanan dalam hati mereka, lalu Allah Subhanahu Wata'ala menurunkan ayat ini:&lt;br /&gt;
"&lt;i&gt;Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa) 'Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah&lt;/i&gt;'" Beliau berucap, "Aku telah melakukannya."&lt;br /&gt;
"&lt;i&gt;Wahai Rabb kami, janganlah Engkau bebankan&amp;nbsp; kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.&lt;/i&gt;" Beliau berucap,"Aku telah melakukannya."&lt;br /&gt;
"&lt;i&gt;Ampunilah kami, dan rahmatilah kami, Engkaulah Penolong kami.&lt;/i&gt;" Beliau berucap, "Aku telah melakukannya." (Muslim - shahih).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4) Dari abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia menuturkan,&lt;br /&gt;
Ketika turun kepada Rasulullah&amp;nbsp; Shalallahu 'alaihiwasallam ayat ini "&lt;i&gt;Kepunyaan Allahlah segala apa yang ada di langit dan di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendakiNya dan menyiksa siapa yang dikehendakiNya, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.&lt;/i&gt;" Maka, hal itu dirasa berat oleh para sahabat&lt; Rasulullah Shalallahu 'alaihiwasallam. Mereka datang kepada beliau kemudian duduk berlutut seraya berkata, "Wahai Rasulullah, kami dibebani amalan-amalan yang kami sanggupi: Shalat, puasa, jihad, dan sedekah. Sekarang, turun kepadamu ayat ini dan kami tidak menyanggupinya."  Rasulullah Shalallahu 'alaihiwasallam bersabda, "Apakah kalian hendak mengatakan sebagaimana kata kata dua Ahlulkitab sebelum kalian, 'Kami dengar dan kami langgar?' Tetapi, ucapkanlah, 'Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.' Mereka berucap, "Kami dengar dan kami taat, Ampunilah kami, wahai Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali." Ketika kaum tersebut mengucapkannya, lidah mereka tunduk dengannya, maka Allah menurunkan sesudahnya:
"&lt;i&gt;Rasul telah beriman kepada al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kita-kitabNya, dan rasul-rasulNya,' (Mereka mengatakan), 'Kami tidak membeda-bedakan&amp;nbsp; antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasulNya,' dan mereka mengatakan , 'Kami dengar dan kami taat.' (Mereka berdoa) 'Ampunilah kami wahai Tuhan kami dan kepada Engkalah tempat kembali&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
Ketika mereka melakukan hal itu, Allah menghapuskannya, lalu menurunkan ayat ini:&amp;nbsp; "&lt;i&gt;Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya, dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa) 'Wahai Rabb kami, janganlah Engkai hukum kami kami, jika kami lupa atau kami bersalah&lt;/i&gt;'." Dia berfirman, "Ya." "&lt;i&gt;Wahai Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. 'Dia berfirman, "Ya." "Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya." Beliau berucap, "Ya." Beri maaf kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkalah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.&lt;/i&gt;" Dia berfirman, "Ya."&amp;nbsp; (Muslim - shahih)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
 &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;sumber: Shahih Hadits Qudsi, Abu Abdillah Mustafa al-Adawi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-513560561935012063?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2011/03/cara-pencatatan-kebajikan-dan-keburukan.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-8285263437485253778</guid><pubDate>Mon, 31 Jan 2011 16:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-02T07:41:58.894-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kesehatan</category><title>Apa Itu BEKAM???</title><description>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Bekam (Al-Hijamah) Methode Pengobatan Nabi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: &lt;br /&gt;
"&lt;i&gt;Kesembuhan itu ada dalam tiga hal. Yaitu minum madu, sayatan alat bekam, dan kay. Namun aku melarang umatku melakukan kay.&lt;/i&gt;" (HR Al-Bukhari dalam At-thibb no. 5680 dan 5681)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bekam atau biasa disebut Hijamah (Arab) merupakan suatu pengobatan yang sudah ada sejak zaman dahulu. Bekam juga merupakan suatu proses pengobatan dengan cara penghisapan kulit dengan menggunakan geelas / tanduk / atau alat kop modern yang bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi energi (Qi) dan darah (Xue) pada titik-titik meridian atau titik anatomi tubuh.&lt;span class="fullpost"&gt;  Bekam juga menimbulkan sifat analgenik yaitu menghilangkan nyeri, mengurangi pembengkakan, serta mengusir pathogen angin dingin, jarum ataupun pisau bedah maka bekam akan dapat mengeluarkan darah statis (darah beku) yang telah bercampur dengan toksid, yang tentunya darah kotor tersebut sudah tidak berfungsi lagi dalam mengangkut oksigen dan sari-sari makanan. Justru sebaliknya jika dibiarkan berlarut-larut akan menghambat peredaran darah yang akan mengakibatkan terjadinya keluhan-keluhan pada seluruh organ bagian dalam kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagai contoh saja jika darah kotor itu menyumbat pada peredaran daran yang menuju ke jantung maka yang terjadi adalah keluhan penyakit jantung seperti jantung koroner, Angina pectoris (Kejang jantung), dan lain-lain. Jika peredaran darah sampai menghambat jaringan otak maka yang terjadi kita akan terkena penyakit stroke iskemik akibat dari otak yang tidak tersuplai oksigen secara maksimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa Kita Harus Melakukan BEKAM..??&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "&lt;i&gt;Tidakkah aku berjalan di hadapan sekelompok malaikat pada malam itu aku diisro'kan, kecuali mereka berkata: Wahai Muhammad perintahkanlah umatmu untuk berbekam!!&lt;/i&gt;"&amp;nbsp;(HR Ibnu Majah dalam at-Thibb)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
2. Pola makan yang salah, terlalu banyak mengkonsumsi obat kimia, makan makanan yang berlemak, santan, penyedap rasa, merokok, polusi udara, stres yang berkepanjangan, terlalu benyak beraktivitas, kurang berolahraga dan kurang minum air putih, proses perubahan iklim bisa mengakibatkan timbulnya berbagai keluhan seperti gampang capek, letih, lesu, pegal-pegal, nyeri sendi, pusing. Atau bahkan sampai mengakibatkan timbulnya penyakit seperti: stroke, jantung koroner, darah tinggi, asam urat, diabetes, reumatik, radang sendi, dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentunya hal-hal seperti ini sangatlah tidak kita inginkan yang akan menghambat kita dalam beraktivitas dan merasa malas dan berat. Insya Allah dengan Anda melakukan BEKAM yang rutin, segala keluhan yang Anda rasakan bisa diringankan dan terobati. Karena BEKAM merupakan suatu pelepasan darah kotor yang menyumbat pada pembuluh darah. Dengan kita membuang darah kotor tersebut, peredaran darah kita menjadi lancar dan badan kita menjadi ringan dan sehat kembali (Biidznillah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa Harus Memilih berBEKAM di Rumah Sehat Alami GREEN LIFE...???&lt;br /&gt;
1. Hijamah dilakukan tidak dengan serampangan, dilakukan dengan cara hati-hati dan memperhatikan dampak yang timbul dari hijamah.&lt;br /&gt;
2. Dengan menggunakan alat yang telah disterilisasikan sebanyak 5x.&lt;br /&gt;
3. Mendiagnosa terlebih dahulu pasien yang akan dibekam dan menuliskannya pada medical record.&lt;br /&gt;
4. Biaya BEKAM terjangkau dan tidak ada penentuan tarif, biaya bekan diserahkan kepada pasien sesuai dengan keadaan ekonomi pasien (Dengan penjelasan alat-alat sterilisasi dan alat sekali pakai yang telah kami pakai).&lt;br /&gt;
5.Pasien ditangani oleh terapis pria maupun wanita sesuai dengan jenis kelamin dan telah berpengalaman minimal 2 tahun dalam menangani pasien.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt; Kami hadir untuk melayani perawatan kesehatan anda&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;b&gt; Hubungi kami di 021 - 45756317 atau 085813183307&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt; Menyediakan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; 1. Madu&lt;br /&gt;
2. Habbatussauda&lt;br /&gt;
3. Minyak Zaitun&lt;br /&gt;
4. Sari Kurma&lt;br /&gt;
5. Rosela&lt;br /&gt;
6. Jahe Merah&lt;br /&gt;
7. VCD Murotal&lt;br /&gt;
8. VCD Kajian Islam&lt;br /&gt;
9. Minyak Wangi&lt;br /&gt;
10. Siwak&lt;br /&gt;
11. Perlengkapan Bekam&lt;br /&gt;
12. Dll&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt; Melayani Terapi:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; 1. Bekam (Al-Hijamah)&lt;br /&gt;
2. Refleksi &amp;amp; pijat&lt;br /&gt;
3. Gurah mata &amp;amp; telinga&lt;br /&gt;
4. Terapi Herbal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt; Peralatan yang kami gunakan lebih steril, dengan proses tahapan 5x sterilisasi&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;u&gt; Melayani Terapi Panggilan &lt;br /&gt;
Ke rumah/ kantor dan pemesanan herbal &lt;br /&gt;
diantar sampai ke rumah/ kantor Anda&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-8285263437485253778?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2011/01/apa-itu-bekam.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-5138262208034960555</guid><pubDate>Mon, 31 Jan 2011 13:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-02T07:50:55.990-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Shalat</category><title>Mendahului Imam Secara Sengaja Dalam Shalat</title><description>Diantara tabiat manusia adalah tergesa - gesa dalam tindakannya. &lt;br /&gt;
Allah berfirman:&lt;br /&gt;
"&lt;i&gt;Dan adalah manusia bersifat tergesa - gesa&lt;/i&gt;." (Al Isra : 11)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;
"&lt;i&gt;Pelan - pelan adalah dari Allah dan tergesa - gesa adalah dari setan&lt;/i&gt;." (HR Baihaqi dalam As Sunanul-Kubra 10/104; dalam As Silsilah As Shahihah hadits no. 1795)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam shalat jamaah,sering orang menyaksikan di kanan kirinya banyak orang yang mendahului imam dalam ruku', sujud, takbir, perpindahan bahkan hingga mendahului salam imam. Mungkin dengan tak disadari, hal itu juga terjadi pada dirinya sendiri. Perbuatan yang barangkali dianggap remeh oleh sebagian besar umat Islam itu, oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam diperingatkan dan diancam secara keras, dalam sabdanya:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
"&lt;i&gt;Tidakkah takut orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam, bahwa Allah akan mengubah kepalanya menjadi kepala keledai?&lt;/i&gt;" (HR Muslim, 1/320-321)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Jika saja orang yang hendak melakukan shalat dituntut untuk mendatanginya dengan tenang, bagaimana pula halnya dengan shalat itu sendiri?&lt;br /&gt;
Tetapi terkadang orang memahami larangan mendahului imam itu dengan harus terlambat dari gerakan imam. Hendaknya dipahami, para &lt;i&gt;fuqaha'&lt;/i&gt; telah menyebutkan kaidah yang baik dalam masalah ini. Yaitu, hendaknya makmum segera bergerak ketika imam telah selesai mengucap takbir. Ketika imam selesai melafadzkan huruf (ra') dari kalimat Allahu Akbar, saat itulah makmum harus segera mengikuti gerak imam, tidak mendahului dari batasan tersebut atau mengakhirkannya. Jika demikian, maka batasan itu menjadi jelas.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Dahulu, para sahabat Radhiallahu Anhum sangat berhati - hati sekali untuk tidak mendahului Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Salah seorang sahabat bernama Al Barra' bin Azib Radhiallahu Anhu berkata:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
"&lt;i&gt;Sungguh mereka (para sahabat) shalat di belakang Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Maka jika beliau mengangkat kepalanya dari ruku' saya tidak melihat seorangpun yang membangkitkan punggungnya sehingga Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam meletakkan keningnya di atas bumi, lalu orang yang berada di belakangnya bersimpuh sujud (bersamanya)&lt;/i&gt;." (HR Muslim, hadits no. 474, cet. Abdul Baqi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Ketika Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mulai uzur, dan geraknya tampak pelan, beliau mengingatkan orang - orang yang shalat dibelakangnya:&lt;br /&gt;
"&lt;i&gt;Wahai sekalian manusia, sungguh aku telah lanjut usia, maka janganlah kalian mendahuluiku dalam ruku' dan sujud...&lt;/i&gt;" (HR Baihaqi, 2/93, dan hadits tsb dihasankan dalam Irwa'ul-Ghalil)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Dalam shalatnya, imam hendaknya melakukan sunnah dalam takbir. Yakni sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Hurairah Radhiallahu Anhu:&lt;br /&gt;
"&lt;i&gt;Bila Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam berdiri untuk shalat, beliau bertakbir ketika berdiri, kemudian bertakbir ketika turun (hendak sujud), kemudian bertakbir ketika mengangkat kepalanya, kemudian bertakbir ketika sujud, kemudian bertakbir ketika mengangkat kepalanya, demikian beliau lakukan semua shalatnya sampai selesai, dan bertakbir ketika bangkit dari dua (rakaat) setelah duduk (tasyahhud pertama)&lt;/i&gt;." (HR Al Bukhari, hadits no. 756 cet. Al Bagha)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Jika imam menjadikan takbirnya bersamaan dan beriringan dengan gerakannya, sedang makmum memperhatikan ketentuan dan cara mengikuti imam sebagaimana disebutkan di muka maka jamaah dalam shalat tersebut menjadi sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-5138262208034960555?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2011/01/mendahului-imam-secara-sengaja-dalam.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-3363222859055350669</guid><pubDate>Sat, 29 Jan 2011 14:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-29T07:41:31.022-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Shalat</category><title>Banyak Melakukan Gerakan Sia-Sia Dalam Shalat</title><description>Sebagian umat Islam hampir tak terelakkan dari bencana ini. Yakni melakukan gerakan yang tidak ada gunanya dalam&lt;a href="http://shalatsempurna.com/?id=mnh962"&gt; shalat&lt;/a&gt;. Mereka tidak mematuhi perintah Allah dalam firmanNya:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"&lt;i&gt;Berdirilah karena Allah (dalam shalatnya) dengan khusyu'&lt;/i&gt;." (Al Baqarah : 238)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga tidak memahami firman Allah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"&lt;i&gt;Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya&lt;/i&gt;." (Al Mukminun : 1-2)&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Suatu saat Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam ditanya tentang hukum meratakan tanah ketika sujud. Beliau menjawab:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
"&lt;i&gt;Jangan engkau mengusap sedang engkau dalam keadaan shalat. Jika (terpaksa) harus melakukannya maka (cukup)sekali meratakan kerikil&lt;/i&gt;." (HR Abu Daud, 1/581; dalam Shahihul Jami' hadits no. 7452 (Imam Muslim meriwayatkan hadits senada dari Mu'aiqib, Bin Baz)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Para ulama menyebutkan, banyak gerakan secara berturut-turut tanpa dibutuhkan dapat membatalkan shalat. Apalagi orang yang melakukan pekerjaan yang tidak ada gunanya dalam shalat. Berdiri di hadapan Allah sambil melihat jam tangan, membetulkan pakaian, memasukkan jari ke dalam hidung, melempar pandangan ke kiri, kanan, atau ke atas langit. Ia tidak takut kalau-kalau Allah mencabut penglihatannya, atau setan melalaikannya dari ibadah shalat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt; Sumber: Dosa-Dosa yang Dianggap Biasa (Muhammad Salih Al-Munajid)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-3363222859055350669?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2011/01/banyak-melakukan-gerakan-sia-sia-dalam.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-9159347570785387716</guid><pubDate>Sat, 29 Jan 2011 10:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-29T02:43:30.787-08:00</atom:updated><title>Wahaiii Ukhtii..Foto Anda di FB Dalam Bahaya, Tolong Dibacaa...PENTING</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_c6XNVj44jbE/TUPsiwgCdSI/AAAAAAAAA8o/2VF-KtYFZfQ/s1600/awas.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_c6XNVj44jbE/TUPsiwgCdSI/AAAAAAAAA8o/2VF-KtYFZfQ/s200/awas.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ya Akhawat Fil Islaam, Wahai Muslimah2@Facebook, Walau Di Mana Jua Antunna Berada..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atas Dasar Ukhuwwah &amp;amp; Kasih yang Tidak Terhingga terhadap Antunna, PS Amat-amat Memohon drp Lubuk Hati yang Paling Mendalam....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
'SILAHKAN DELETE KESELURUH GAMBAR2 ANTUNNA YANG MASIH TERSISA DI FACEBOOK DENGAN KADAR SEBERAPA SEGERA!'.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terutamanya kepada Mereka yang Belum Berpurdah, Gambar-gambar Antunna di Ambang Bahaya dan boleh menjadi Asbab Fitnah yang Maha Dahsyat kepada Diri, Keluarga dan kepada Addenul Islam itu Sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Bagi Memastikan Antunna Melakukannya pada SAAT DAN KETIKA INI juga, di bawah ini PS sertakan Beberapa Artikel Beserta Bukti Kukuh bagi Meyakinkan Antunna untuk men'DELETE' Gambar-Gambar tersebut Tanpa Ragu2.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[ ARTIKEL 1 ] ~ TANGAN KOTOR : MEMBOGELKAN GAMBAR MUSLIMAH DENGAN SUPER IMPOSE&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Super Impose yang semakin menjadi kegilaan dunia hari ini, telah menyebabkan berlakunya beberapa kezaliman terhadap wajah wanita yang bertudung. Kesal juga, sejak kebelakangan ini, ternampak beberapa bentuk serangan media dengan menggunakan istilah-istilah lucah yang agak meluat untuk menyebutkannya di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Post kali ini, saya cuba menarik para pembaca untuk memahami situasi yang terjadi. Istilah-istilah kotor yang saya maksudkan di atas, cuba dikembangkan. Antara cara-cara mengembangkan otak kotor terhadap wanita muslimah, ialah dengan menggunakan SUPER IMPOSE.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Iaitu, mengambil beberapa keping gambar perempuan bertudung yang dirasakan secocok dengan gambar bogel, kemudian gambar perempuan tersebut dipotong dibahagian yang sesuai. Biasanya garisan tudung tersebut. Kemudian, di”tampal” pada tubuh mana-mana yang tidak berpakaian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, akan terhasil seorang wanita yang bertudung, tetapi tidak berpakaian. Kerja-kerja ini tidak lain adalah untuk menghina Islam, bahkan menghina wanita muslimah yang sentiasa menjaga aurat mereka. Persoalan di sini, dimanakah saluran mudah untuk mendapatkan gambar-gambar muslimah kita?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh ya, FACEBOOK adalah jalan paling mudah dan berkesan. Sejak kebelakangan ini, nampak seperti wanita muslimah Indonesia dan Malaysia yang menjadi mangsa! Hah.. Adakah anda sedar, entah-entah gambar saudara mara kita pula yang kena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih teruk apabila gambar tersebut dibuat animasi dengan format GIF. Animasi yang boleh ditampal dengan mudah di web-web lucah. Asalnya ia merupakan gambar kaku, tetapi apabila diubahsuai dan diset dalam format GIF, akan terhasil animasi bergerak. Antaranya AKSI-AKSI RANJANG yang agak mengaibkan untuk disebut di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baca Selanjutnya ---&amp;gt; &lt;a href="http://serikandiumar93.blogspot.com/2010/06/awas-muslimahku.html"&gt;Disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[ ARTIKEL 2 ] ~ AWAS MUSLIMAHKU !!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_c6XNVj44jbE/TUPs4oDik_I/AAAAAAAAA8s/cExRH_mGriE/s1600/muslimah+1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_c6XNVj44jbE/TUPs4oDik_I/AAAAAAAAA8s/cExRH_mGriE/s1600/muslimah+1.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_c6XNVj44jbE/TUPtKY8pRhI/AAAAAAAAA8w/8U9jYP_4g_8/s1600/muslimah+2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_c6XNVj44jbE/TUPtKY8pRhI/AAAAAAAAA8w/8U9jYP_4g_8/s1600/muslimah+2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;
ASAL FOTO INI ADALAH BERTUDUNG SEMPURNA, NAMUN TELAH DIEKSPLOITASI MELALUI TEKNIK SUPER IMPOSE DAN SINAR X-RAY UNTUK MENAMPAKKAN BAHAGIAN DALAMAN. MAKA KEPADA PARA MUSLIMAH DIKASIHI ALLAH SEKALIAN ,TOLONG DELETE FOTO-FOTO ANDA DALAM MANA-MANA LAMAN PERIBADI ANDA SEPERTI fACEBOOK ,BLOG @ fRIENDSTER SEBELUM MENJADI MANGSA DAN FOTO-FOTO ANDA TERSEBAR DI INTERNET OLEH MUSUH2 ISLAM DAN KAKI PORNOGRAFI&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin proses eksploitasi ini tidak dapat dilakukan jika mana gambar ini sudah tetap..namun sebagai langkah berjaga-jaga, seelok-eloknya tidak wajarlah bagi seorang muslimah mempamerkan gambarnya kepada bukan mahramnya. Jika difikir-fikirkan, kenapa sibuk mempamerkan wajah pada orang tatapan ramai ?..NAK TUNJUK CANTIK??? {PS : NAK KEPUJIAN LELAKI????} Hmmm..cukuplah pamerkan pada suami kalian nanti..renung-renungkanlah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baca Selanjutnya --&amp;gt; &lt;a href="http://ibnuirfadzil.blogspot.com/2010/06/hati-hati-facebook-memudahkan-si.html"&gt;Disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[ARTIKEL 3] HATI-HATI : FACEBOOK MEMUDAHKAN SI BERTUDUNG DITELANJANGKAN&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Susulan daripada artikel saya sebelum ini, yang berkaitan dengan gambar perempuan bertudung yang dieksploitasikan, saya rasa perlu untuk mengulas lebih lanjut tentang istilah “body scanning”. Mungkin ia kelihatan agak tak masuk akal untuk dihasilkan. Tapi, sila baca beberapa kaedah di bawah, yang MEMUNGKINKAN proses ini akan berhasil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Semua orang sudah tahu, bahawa pakaian tidak boleh ditembusi. Tetapi di Airport telah meletakkan sistem “mengkantoikan” anggota badan secara penuh. Dahulu, kita tidak pernah terfikir ia akan berlaku. Tetapi sekarang, ia sudah berlaku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ok, ada yang mengatakan bahawa, itu adalah anggota badan secara langsung, bukan melalui gambar. Penjelasannya pada nombor 2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Cuba kita lihat di dalam ruangan Facebook. Kebanyakan pelayar Facebook yang memakai pakaian menutup aurat, tetapi adakah tidak boleh diimaginasikan bentuk tubuh mereka?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Contoh, di dalam gambar 1, si A melakukan aksi 1, gambar kedua pula melakukan aksi 2, sehinggalah 5 keping gambar, dan kesemuanya aksi yang berbeza (walaupun aksi bersahaja dan memakai niqab).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, berdasarkan ukuran baju, lipatan kain, dan sebagainya, memungkinkan tubuh badannya diolah dalam bentuk 3D. Ia adalah hasil imaginasi yang dapat diterjemahkan daripada 5 gambar tersebut. Bukan sahaja 5, 1 pun sudah cukup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semua orang tahu, tubuh badan wanita semuanya sama, gemuk bentuknya begini, kurus bentuknya begini, pinggang lebar bentuknya begini, dan sebagainya. Maka, daripada gambar yang tertera, mereka mengolah kepada bentuk 3D, kerana manusia punyai imaginasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Senang cerita, kalau anda tengok perempuan bertudung, anda akan dapat mengimaginasi sehingga “menelanjangkan” tubuhnya, walaupun aurat semuanya ditutup. Maka, Islam mengajar kita untuk “menjaga pandangan”, walaupun kepada mereka yang menutup aurat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baca Selanjutnya --&amp;gt; Disini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi Kasih dan Cinta PS kepada Antunna, Sekali Lagi PS pohon....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
' TOLONG DELETE DENGAN SEGERA, KESEMUA GAMBAR ANTUNNA @ FACEBOOK, SEKALIPUN IANYA TELAH DI'LOCK'.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SEBELUM IANYA DIEKSPLOITASI OLEH MUSUH-MUSUH ISLAM, SAMADA MENGGUNAKAN TEKNIK 'SUPER IMPOSE', 'SINAR X-RAY' ATAU '3D BODY SCANNING' UNTUK MENGAIBKAN MARUAH KAUM MUSLIMAH YANG MEMELIHARA AURATNYA, SETERUSNYA MENCEMARKAN KESUCIAN ADDENUL ISLAM"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waakhiran Laisa Biakhirin,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demi Ukhuwwah dan Kasihku Kepada Kalian, PS Amat-amat Memohon Agar Disebarluaskan Info ini kpd Seramai Mungkin Sahabiah2 Antunna di Luar Sana...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;amp; Seterusnya, buat Ikhwahku yang KuKasihi, Sebarluaskan juga Info ini kpd seluruh Mahrammu, Kaum Kerabatmu, mahupun Teman2 Muslimahmu di FB....Demi Memelihara Kesucian Maruah Akhawat Kita dan Menjaga Kemurnian Addeenul Islam yang Sama-sama Kita Cintai...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikutip dari: salafiunsri.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;http://artikelassunnah.blogspot.com/&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-9159347570785387716?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2011/01/wahaiii-ukhtiifoto-anda-di-fb-dalam.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_c6XNVj44jbE/TUPsiwgCdSI/AAAAAAAAA8o/2VF-KtYFZfQ/s72-c/awas.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-2206725285370360668</guid><pubDate>Fri, 28 Jan 2011 02:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-29T07:35:14.087-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Shalat</category><title>Tidak Thuma'ninah Dalam Shalat</title><description>Di antara kejahatan pencurian terbesar adalah pencurian dalam &lt;a href="http://shalatsempurna.com/?id=mnh962"&gt;shalat&lt;/a&gt;. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"S&lt;i&gt;ejahat - jahat pencuri adalah orang yang mencuri dari shalatnya." Mereka bertanya: "Bagaimana ia mencuri dari shalatnya?" Beliau menjawab: "(Ia) tidak menyempurnakan ruku' dan sujudnya&lt;/i&gt;."&lt;br /&gt;
(HR Imam Ahmad, 5/30 dan Shahihul Jami' hadits no. 997)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meninggalkan thuma'ninah, tidak meluruskan dan mendiamkan punggung sesaat ketika ruku' dan sujud, tidak tegak ketika bangkit dari ruku' serta ketika duduk antara dua sujud, semuanya merupakan kebiasaan yang sering dilakukan oleh sebagian besar kaum muslimin. Bahkan hampir bisa dikatakan, tak ada satu masjid pun kecuali di dalamnya terdapat orang - orang yang tidak thuma'ninah dalam shalatnya. &lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Thuma'ninah adalah rukun shalat, tanpa melakukannya shalat menjadi tidak sah. Ini sungguh persoalan yang sangat serius. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"&lt;i&gt;Tidak sah shalat seseorang, sehingga ia menegakkan (meluruskan) punggungnya ketika ruku' dan sujud&lt;/i&gt;." (HR Abu Daud, I/533, dalam Shahihul Jami', hadits no. 7224)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Abu Abdillah Al Asy'ari berkata: "(Suatu ketika) Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam shalat bersama para sahabatnya, kemudian beliau duduk bersama sekelompok dari mereka. Tiba - tiba seorang laki - laki masuk dan berdiri &lt;a href="http://shalatsempurna.com/?id=mnh962"&gt;menunaikan shalat&lt;/a&gt;. Orang itu ruku' lalu sujud dengan cara mematuk, maka Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"&lt;i&gt;Apakah kalian menyaksikan orang ini? barangsiapa meninggal dalam keadaan seperti ini (shalatnya) maka dia meninggal dalam keadaan di luar agama Muhammad. Ia mematuk dalam shalatnya sebagaimana burung gagak mematuk darah. sesungguhnya perumpamaan orang yang shalat dan mematuk dalam sujudnya bagaikan orang lapar yang tidak makan kecuali sebutir atau dua butir kurma, bagaimana ia bisa merasa cukup (kenyang) dengannya?&lt;/i&gt;" (HR Ibnu Khuzaimah dalam kitab Shahihnya I/332. Lihat pula Shifatu Shalatin Nabi, oleh Al Albani hal 131)&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Zaid bin Wahb berkata. Huzaifah pernah melihat seorang laki - laki tidak menyempurnakan ruku' dan sujud(nya). Ia lalu berkata: "Kamu belum shalat, seandainya engkau mati (dengan membawa shalat seperti ini) niscaya engkau mati di luar fithrah (Islam), yang sesuai fithrah tersebut Allah menciptakan Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam&lt;/i&gt;." (HR Al Bukhari Fathul Bari. 2/274)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber: Dosa - Dosa yang Dianggap Biasa (Muhammad Salih Al - Munajjid)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-2206725285370360668?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2011/01/tidak-thumaninah-dalam-shalat.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-5585081099579367626</guid><pubDate>Thu, 27 Jan 2011 15:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-27T07:10:47.847-08:00</atom:updated><title>THIYARAH</title><description>Thiyarah adalah merasa bernasib sial atau meramal nasib buruk karena melihat burung, binatang lainnya atau apa saja. Allah berfirman: &lt;br /&gt;
"&lt;i&gt;Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: " Ini adalah karena (usaha) kami." dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang - orang yang besertanya&lt;/i&gt;" (Al-A'raaf: 131)&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Dahulu, diantara tradisi orang Arab adalah jika salah seorang mereka hendak melakukan suatu pekerjaan, bepergian misalnya maka mereka meramal peruntungannya dengan burung. salah seorang dari mereka memegang burung lalu melepaskannya. jika burung itu terbang ke arah kanan maka ia optimis sehingga melangsungkan pekerjaannya. sebaliknya jika burung itu terbang ke arah kiri maka ia merasa bernasib sial dan mengurungkan pekerjaan yang diinginkan. &lt;br /&gt;
oleh Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam hukum perbuatan tersebut diterangkan dalam sabdanya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
"&lt;i&gt;Thiyarah adalah syirik&lt;/i&gt;" (HR Imam Ahmad: I/389)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Termasuk dalam kepercayaan yang diharamkan, yang juga menghilangkan kesempurnaan tauhid adalah merasa bernasib sial dengan bulan - bulan tertentu. seperti tidak mau melakukan pernikahan pada bulan Shafar. juga kepercayaan bahwa hari Rabu yang jatuh pada akhir setiap bulan membawa kerugian terus - menerus. termasuk juga merasa sial dengan angka 13, nama - nama tertentu atau orang cacat. misalnya jika ia pergi membuka tokonya lalu di jalan melihat orang buta sebelah matanya serta merta ia merasa bernasib sial sehingga mengurungkan niat membuka toko. juga berbagai kepercayaan yang semisalnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Semua hal di atas hukumnya haram dan termasuk syirik. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam berlepas diri dari mereka, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Imran bin Hushen:&lt;br /&gt;
"&lt;i&gt;Tidak termasuk golongan kami orang yang melakukan atau meminta tathayyur, meramal atau meminta diramalkan (dan saya kira beliau juga bersabda) yang menyihir dan meminta disihirkan&lt;/i&gt;" (HR At Thabrani dalam Al Kabir 18/ 162)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Orang yang terjerumus melakukan hal - hal di atas hendaknya membayar kaffarat sebagaimana yang dituntunkan Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam. &lt;br /&gt;
Abdullah bin Amr berkata, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
" &lt;i&gt;Barang siapa yang (kepercayaan) thiyarahnya mengurungkan hajat (yang hendak dilakukannya) maka dia telah berlaku syirik". Mereka bertanya:" Wahai Rasulullah, apa kaffarat (tebusan) daripadanya?" Beliau bersabda:" Hendaknya salah seorang dari mereka mengatakan:" Ya Allah, tiada kebaikan kecuali kebaikan dari Engkau, tiada kesialan kecuali kesialan dari Engkau, dan tidak ada sembahan yang hak selain Engkau&lt;/i&gt;" (HR Imam Ahmad 2/ 220)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Merasa pesimis dan bernasib sial termasuk salah satu tabi'at jiwa manusia. suatu saat, perasaan itu menekan begitu kuat dan pada saat lain melemah. penawarnya yang paling ampuh adalah tawakal kepada Allah Azza Wajalla.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Ibnu Mas'ud Radhiallahu Anhu berkata:&lt;br /&gt;
" &lt;i&gt;Dan tiada seorang pun diantara kita kecuali telah terjadi dalam jiwanya sesuatu dari hal ini, hanya saja Allah menghilangkannya dalam tawakal (kepadaNya)&lt;/i&gt;" (HR Abu Dawud no. 3910).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber: Dosa - Dosa yang Dianggap Biasa ( Muhammad Salih Al - Munajjid)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-5585081099579367626?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2011/01/thiyarah.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-6040598722364006911</guid><pubDate>Wed, 26 Jan 2011 12:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-26T04:10:36.109-08:00</atom:updated><title>Bagaimana Seseorang Terbebas dari Kekerasan Hati?</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_c6XNVj44jbE/TUAOzr4RhVI/AAAAAAAAA8Y/-w_o2a5_mJU/s1600/batu+hati.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_c6XNVj44jbE/TUAOzr4RhVI/AAAAAAAAA8Y/-w_o2a5_mJU/s1600/batu+hati.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Pertanyaan &lt;/b&gt;:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana manusia terbebas dari kekerasan hati dan apakah sebab-sebabnya ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawaban :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebab-sebab kekerasan hati ialah dosa, kemaksiatan, sering lalai dan bergaul dengan orang-orang yang lalai dan orang-orang yang fasiq. Semua kekerasan ini merupakan sebab-sebab kekerasan hati.&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
Sementara yang menyebabkan hati menjadi lunak, bersih dan tentram ialah mentaati Allah Subhanahu Wata'ala, berteman dengan orang-orang yang baik dan memelihara waktunya dengan dzikir, membaca al-Qur’an dan istighfar. Siapa yang memelihara waktunya dengan dzikir kepada Allah, membaca al-Qur’an, bergaul dengan orang-orang yang baik dan menjauhi bergaul dengan orang-orang yang lalai dan orang-orang yang jahat, maka hatinya menjadi baik dan lunak. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
أَلاَبِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“...hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
[Majmu’ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi’ah, hal. 244, Syaikh Ibn Baz]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber : Fatwa-Fatwa Terkini, jilid 3, hal: 573-574, cet: Darul Haq Jakarta,www.alsofwah.or.id&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
dikutip dari: &lt;a href="http://artikelassunnah.blogspot.com/2011/01/bagaimana-seseorang-terbebas-dari.html"&gt;Artikel Assunnah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-6040598722364006911?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2011/01/pertanyaan-bagaimana-manusia-terbebas.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_c6XNVj44jbE/TUAOzr4RhVI/AAAAAAAAA8Y/-w_o2a5_mJU/s72-c/batu+hati.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-6621991400340925129</guid><pubDate>Tue, 25 Jan 2011 16:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-25T08:29:45.430-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Dosa Besar</category><title>RIYA' Dalam Beribadah</title><description>&amp;nbsp;Diantara syarat diterima ibadah adalah bersih dari RIYA' dan sesuai dengan sunnah. Orang yang melakukan ibadah dengan maksud agar dilihat orang lain maka dia telah terjerumus pada perbuatan syirik kecil, dan amalnya menjadi sia-sia belaka. Misalnya shalat agar dilihat oleh orang lain. Alloh berfirman:&lt;br /&gt;
"&lt;b&gt;&lt;i&gt;Di hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai rasul, ingin supaya mereka disamaratakan dengan tanah, dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadianpun&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;" Surat An Nisaa: 142&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;br /&gt;
Demikian juga jika ia melakukan suatu amalan dengan tujuan agar diberitakan dan didengar oleh orang lain. Ia termasuk syirik kecil. Rasulullah Shalallahu'alaihiwassalam memberi peringatan kepada mereka dalam dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas Radhiallahu Anhuma:&lt;br /&gt;
"&lt;i&gt;Barangsiapa yang melakukan perbuatan sum'ah, niscaya Allah akan menyebarkan aibnya dan barang siapa melakukan perbuatan Riya' niscaya Allah akan menyebarkan aibnya&lt;/i&gt;"(HR Muslim4/2289)&lt;br /&gt;
Barang siapa melakukan suatu ibadah tetapi ia melakukannya karena mengharap pujian manusia di samping ridha Allah maka amalnya menjadi sia-sia seperti disebutkan dalam Hadits Qudsi:&lt;br /&gt;
"&lt;i&gt;Aku adalah sekutu yang maha cukup, sangat menolak perbuatan syirik. Barang siapa melakukan suatu amal dengan dicampur dengan perbuatan syirik kepadaKu, niscaya aku tinggalkan dia dan (tidak Aku terima) amal syiriknya&lt;/i&gt;" (HR Muslim 2985)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barang siapa melakukan amal shaleh, tiba-tiba terdetik dalam hatinya perasaan RIYA', tetapi ia membenci perasaan tersebut berusahalah melawan dan menyingkirkannya, maka amalannya tetap tetap sah. Berbeda halnya jika dia hanya diam dengan timbulnya perasaan riya' tersebut, tidak berusaha menyingkirkan bahkan malah menikmatinya, maka menurut sebagian besar ulama, amal yang dilakukannya menjadi batal dan sia-sia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sumber: Dosa Dosa Yang Adianggap biasa by Muhammad Salih Al-Munajid&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-6621991400340925129?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2011/01/riya-dalam-beribadah.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5670289959933394012.post-4521800735758869881</guid><pubDate>Sun, 26 Dec 2010 02:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-12-25T20:50:44.804-08:00</atom:updated><title>Ada Apa Dibalik Tuduhan Terhadap Syeikh Al Albani Rahimahumullah</title><description>&lt;embed width="600" height="361" type="application/x-shockwave-flash" allowFullscreen="true" allowNetworking="all" wmode="transparent" src="http://static.photobucket.com/player.swf" flashvars="file=http%3A%2F%2Fvid690.photobucket.com%2Falbums%2Fvv261%2Fmnh962%2FtuduhanterhadapsyeikhAlAlbani.mp4"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5670289959933394012-4521800735758869881?l=www.kumpulan-ngaji.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://www.kumpulan-ngaji.com/2010/12/ada-apa-dibalik-tuduhan-terhadap-syeikh.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total>0</thr:total><enclosure url="http://static.photobucket.com/player.swf" length="101627" type="application/x-shockwave-flash" /><media:content url="http://static.photobucket.com/player.swf" fileSize="101627" type="application/x-shockwave-flash" /><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle> </itunes:subtitle><itunes:author>noreply@blogger.com (Admin)</itunes:author><itunes:summary> </itunes:summary></item><language>en-us</language><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

