<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141</id><updated>2026-09-18T02:47:03.414-07:00</updated><category term="Perang Islam"/><category term="Internasional"/><category term="kisah Para Nabi"/><category term="Dunia"/><category term="Pemrograman"/><category term="Edisi ke II sejarah perang padri"/><category term="Kisah Para Sahabat Nabi"/><category term="Perang dunia I"/><category term="Sejarah Kerajaan Majapahit"/><category term="Sejarah google"/><category term="Sejarah kerajaan silla"/><category term="Sejarah pembuatan mouse komputer"/><category term="Sejarah pembuatan sepeda motor"/><category term="Sejarah perang padri"/><category term="Sejarah singkat komputer"/><category term="sejarah bluetooth"/><category term="sejarah ethernet"/><category term="sejarah penemuan internet"/><category term="sejarah perkembangan komputer"/><title type='text'>KUMPULAN SEJARAH</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>47</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-8841780154928515302</id><published>2010-06-16T17:59:00.000-07:00</published><updated>2010-06-16T18:07:43.280-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah Para Nabi"/><title type='text'>Kisah Nabi Luth AS</title><content type='html'>Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul. Ketika saudara mereka Luth, berkata kepada mereka: Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.&quot; (QS. asy-Syu&#39;ara: 160-163) Dengan kelembutan dan kasih sayang semacam ini, Nabi Luth berdakwah kepada kaumnya. Beliau mengajak mereka untuk hanya menyembah kepada Allah SWT yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan melarang mereka untuk melakukan kejahatan dan kekejian. Namun dakwah beliau berhadapan dengan hati yang keras dan jiwa yang sakit serta penolakan yang berasal dari kesombongan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Kaum Nabi Luth melakukan berbagai kejahatan yang tidak biasa dilakukan oleh penjahat manapun. Mereka merampok dan berkhianat kepada sesama teman serta berwasiat dalam kemungkaran. Bahkan catatan kejahatan mereka ditambah dengan keja¬hatan baru yang belum pernah terjadi di muka bumi. Mereka memadamkan potensi kemanusiaan mereka dan daya kreatifitas yang ada dalam diri mereka. Yaitu kejahatan yang belum pernah dilakukan seseorang pun sebelum mereka di mana mereka berhubungan seks dengan sesama kaum pria (homo seks).&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika ia berkata kepada kaumnya: &quot;Mengapa kamu mengerjakan perbuatan keji itu sedang kamu melihat(nya). Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu(mu), bukan mendatangi wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak dapat mengetahui (akibat perbuatanmu).&quot; (QS. an-Naml: 54-55)&lt;br /&gt;Nabi Luth menyampaikan dakwah kepada mereka dengan penuh ketulusan dan kejujuran, namun apa gerangan jawaban dari kaumnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan: &#39;Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu; karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (mendakwahkan dirinya) bersih.&#39;&quot; (QS. an-Naml: 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa mereka menjadikan sesuatu yang patut dipuji menjadi sesuatu yang tercela yang kemudian harus diusir dan dikeluarkan. Tampak bahwa jiwa kaum Nabi Luth benar-benar sakit dan mereka justru menganiaya diri mereka sendiri serta bersikap angkuh terhadap kebenaran. Akhirnya, kaum pria cenderung kepada sesama jenis mereka, bukan malah cenderung kepada wanita. Sungguh aneh ketika mereka menganggap kesucian dan kebersihan sebagai kejahatan yang harus disirnakan. Mereka orang-orang yang sakit yang justru menolak obat dan memeranginya. Tindakan kaum Nabi Luth membuat had beliau bersedih. Mereka melakukan kejahatan secara terang-terangan di tempat-tempat mereka. Ketika mereka melihat seorang asing atau seorang musafir atau seorang tamu yang memasuki kota, maka mereka menangkapnya. Mereka berkata kepada Nabi Luth, &quot;sambutlah tamu-tamu perempuan dan tinggalkanlah untuk kami kaum pria.&quot; Mulailah perilaku mereka yang keji itu terkenal.&lt;br /&gt;Nabi Luth memerangi mereka dalam jihad yang besar. Nabi Luth mengemukakan argumentasi. Hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun berlalu, dan Nabi Luth terus berdakwah. Namun tak seorang pun yang mengikutinya dan tiada yang beriman kepadanya kecuali keluarganya, bahkan keluarganya pun tidak beriman semuanya. Istri Nabi Luth kafir seperti istri Nabi Nuh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): &#39;Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk neraka.&#39;&quot; (QS. at-Tahrim: 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika rumah adalah tempat istirahat yang di dalamnya seseorang mendapatkan ketenangan, maka Nabi Luth tersiksa, baik di luar rumah maupun di dalamnya. Kehidupan Nabi Luth dipenuhi dengan mata rantai penderitaan yang keras namun beliau tetap sabar atas kaumnya. Berlalulah tahun demi tahun tetapi tak seorang pun yang beriman kepadanya, bahkan mereka mulai mengejek ajarannya dan mengatakan apa saja yang ingin mereka katakan:&lt;br /&gt;&quot;Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-arang yang benar.&quot; (QS. al-&#39;Ankabut: 29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terjadi hal tersebut, Nabi Luth berputus asa kepada mereka dan ia berdoa kepada Allah SWT agar menolongnya dan menghancurkan orang-orang yang membuat kerusakan. Akhirnya, para malaikat keluar dari tempat Nabi Ibrahim menuju desa Nabi Luth. Mereka sampai saat Ashar. Mereka mencapai pagar-pagar Sudum. Sungai mengalir di tengah-tengah tanah yang penuh dengan tanaman yang hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, anak perempuan Nabi Luth berdiri sedang memenuhi tempat airnya dari air sungai itu. Ia mengangkat wajahnya sehingga menyaksikan mereka. Ia tampak keheranan melihat kaum pria yang memiliki ketampanan yang mengagumkan. Salah seorang malaikat bertanya kepada anak kecil itu: &quot;Wahai anak perempuan, apakah ada rumah di sini?&quot; Ia berkata (saat itu ia mengingat kaum¬nya), &quot;Hendaklah kalian tetap di situ sehingga aku memberitahu ayahku dan kemudian akan kembali pada kalian.&quot; Ia meninggalkan wadah airnya di sisi sungai dan segera menuju ayahnya.&lt;br /&gt;&quot;Ayahku, ada pemuda-pemuda yang ingin menemuimu di pintu kota. Aku belum pernah melihat wajah-wajah seperti mereka,&quot; kata anak itu dengan nada gugup. Nabi Luth berkata kepada dirinya sendiri: Ini adalah hari yang dahsyat. Beliau segera berlari menuju tamu-tamunya. Ketika Nabi Luth melihat mereka, beliau merasakan keheranan yang luar biasa. Beliau berkata: &quot;Ini adalah hari yang dahsyat.&quot; Beliau bertanya kepada mereka: &quot;Dari mana mereka datang dan apa tujuan mereka?&quot; Mereka malah terdiam dan justru memintanya untuk menjamu mereka.&quot; Nabi Luth tampak malu di hadapan mereka, kemudian beliau berjalan di depan mereka sedikit lalu beliau berhenti sambil menoleh kepada mereka dan berkata: &quot;Saya belum mengetahui kaum yang lebih keji di muka bumi ini selain penduduk negeri ini.&quot; Beliau mengatakan demikian dengan maksud agar mereka mengurungkan niat mereka untuk bermalam di negerinya. Namun mereka tidak peduli dengan ucapan Nabi Luth dan mereka tidak memberikan komentar atasnya.&lt;br /&gt;Nabi Luth kembali berjalan bersama mereka dan beliau selalu berusaha untuk mengalihkan pembicaraan tentang kaumnya. Nabi Luth memberitahu mereka bahwa penduduk desanya sangat jahat dan menghinakan tamu-tamu mereka. Di samping itu, mereka juga membuat kerusakan di muka bumi dan seringkali terjadi pertentangan di dalam desanya. Pemberitahuan tersebut dimaksudkan agar para tamunya membatalkan niat mereka untuk bermalam di desanya tanpa harus melukai perasaan mereka dan tanpa menghilangkan penghormatan pada tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Luth berusaha dan mengisyaratkan kepada mereka untuk melanjutkan perjalanannya tanpa harus mampir di negerinya. Namun tamu-tamu itu sangat mengherankan. Mereka tetap berjalan dalam keadaan diam. Ketika Nabi Luth melihat tekad mereka untuk tetap bermalam di kota, beliau meminta kepada mereka untuk tinggal di suatu kebun sehingga datang waktu Maghrib dan kegelapan menyelimuti segala penjuru kota. Nabi Luth sangat bersedih dan dadanya menjadi sempit. Karena rasa takutnya dan penderitaanya sehingga ia lupa untuk memberi mereka makanan. Kegelapan mulai menyelimuti kota. Nabi Luth menemani tiga tamunya itu berjalan menuju rumahnya. Tak seorang pun dari penduduk kota yang melihat mereka. Namun istrinya melihat mereka sehingga ia keluar menuju kaumnya dan memberitahu mereka kejadian yang dilihatnya. Kemudian tersebarlah berita dengan begitu cepat dan selanjutnya kaum Nabi Luth menemuinya. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: &#39;Ini adalah hari yang amat sulit.&#39; Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergesa-gesa. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji.&quot; (QS. Hud: 77-78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah terjadi hari yang sangat keras. Kaum Nabi Luth bergegas menuju padanya. Nabi Luth bertanya pada dirinya sendiri: &quot;Siapa gerangan yang memberitahu mereka?&quot; Kemudian ia menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari istrinya namun ia tidak menemuinya. Maka bertambahlah kesedihan Nabi Luth.&lt;br /&gt;Kaum Nabi Luth berdiri di depan pintu rumah. Nabi Luth keluar kepada mereka dengan penuh harap, bagaimana seandainya mereka diajak berpikir secara sehat? Bagaimana seandainya mereka diajak menggunakan fitrah yang sehat? Bagaimana seandainya mereka tergugah dengan kecenderungan yang sehat terhadap jenis lain yang Allah SWT ciptakan untuk mereka? Bukankah di dalam rumah mereka terdapat kaum wanita? Seharusnya wanitalah yang menjadi kecenderungan mereka, bukan malah mereka cenderung kepada sesama pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Dia berkata: &#39;Hai kaumku, inilah putri-putri (negeriku) mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal.&quot; (QS. Hud: 78)&lt;br /&gt;&quot;Inilah putri-putri (negeriku).&quot; Apa yang dimaksud dengan pernyataan tersebut? Nabi Luth ingin berkata kepada mereka: &quot;Di hadapan kalian terdapat wanita-wanita di bumi. Mereka lebih suci bagi kalian dalam bentuk kesucian jiwa dan fisik. Ketika kalian cen¬derung kepada mereka, maka kecenderungan itu merupakan pelaksanaan dari fitrah yang sehat.&quot; &quot;Maka bertakwalah kalian kepada Allah.&quot; Nabi Luth berusaha menjamah jiwa mereka dari sisi takwa setelah menjamahnya dari sisi fitrah. Bertakwalah kepada Allah SWT dan ingatlah bahwa Allah SWT mendengar dan melihat serta akan murka dan menyiksa orang-orang yang durhaka. Seharusnya orang yang berakal sehat menghindari murka-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Dan janganlah kalian mencemarkan namaku terhadap tamuku ini.&quot; Ini adalah usaha gagal dari beliau yang mencoba menggugah kemuliaan dan tradisi mereka sebagai orang badui yang harus menghormati tamu, bukan malah menghinakannya. &quot;Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?&quot; Tidakkah di antara kalian terdapat orang yang mempunyai pikiran yang sehat? Tidakkah di antara kalian terdapat laki-laki yang berakal? Apa yang kalian inginkan jika memang terwujud, maka itu hakikat kegilaan. Akal adalah sarana yang tepat bagi kalian untuk mengetahui kebenaran. Sesungguhnya perkara tersebut sangat jelas kebenarannya jika kalian memperhatikan fitrah, agama, dan harga diri.&quot; Kaumnya menunggu hingga beliau selesai dari nasihatnya yang singkat lalu mereka tertawa terbahak-bahak. Kalimat Nabi Luth yang suci itu tidak mampu mengubah pendirian jiwa yang sakit, hati yang beku, dan pikiran yang bodoh:&lt;br /&gt;&quot;Mereka menjawab: &#39;Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.&#39;&quot; (QS. Hud: 79)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah tampak dengan jelas bahwa kebenaran tersembunyi di balik pengkaburan, suatu hal yang diketahui oleh dunia semuanya. Mereka tidak mengatakan kepadanya apa yang mereka inginkan karena dunia mengetahuinya dan selanjutnya ia juga mengetahui, yakni isyarat yang buruk pada perbuatan yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Luth merasakan kesedihan dan kelemahannya di tengah-tengah kaumnya. Dengan marah Nabi Luth memasuki rumahnya dan menutup pintu rumahnya. Ia berdiri mendengarkan tertawa dan celaan serta pukulan terhadap pintu rumahnya. Sementara itu, orang-orang asing yang dijamu oleh Nabi Luth tampak duduk dalam keadaan tenang dan terpaku. Nabi Luth merasakan keheranan dalam dirinya ketika melihat ketenangan mereka. Dan pukulan-pukulan yang ditujukan pada pintu semakin kencang. Mulailah kayu-kayu pintu itu tampak rusak dan lemah, lalu Nabi Luth berteriak dalam keadaan kesal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Luth berkata: &#39;Seandainya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan).&#39;&quot; (QS. Hud: 80)&lt;br /&gt;Nabi Luth berharap akan mendapatkan kekuatan sehingga dapat melindungi para tamunya. Beliau mengharapkan seandainya terdapat benteng yang kuat yang dapat melindunginya, yaitu benteng Allah SWT yang di dalamnya para nabi dan kekasih-kekasih-Nya dilindungi. Berkenaan dengan hal itu, Rasulullah berkata saat membaca ayat tersebut: &quot;Allah SWT menurunkan rahmat atas Nabi Luth. Ia berlindung pada benteng yang kokoh.&quot; Ketika penderitaan mencapai puncaknya dan Nabi Luth mengucapkan kata-katanya yang terbang laksana burung yang putus asa, para tamunya bergerak dan tiba-tiba bangkit. Mereka memberitahunya bahwa ia benar-benar akan terlindung di bawah benteng yang kuat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Para utusan (malaikat) berkata: &#39;Hai Luth sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-sekali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu.&quot; (QS. Hud: 81)&lt;br /&gt;Jangan berkeluh kesah wahai Luth dan jangan takut. Kami adalah para malaikat, dan kaum itu tidak akan mampu menyentuhmu. Tiba-tiba pintu terbelah. Jibril bangkit dan ia menunjuk dengan tangannya secara cepat sehingga kaum itu kehilangan matanya. Lalu mereka tampak serampangan di dalam dinding dan mereka keluar dari rumah dan mereka mengira bahwa mereka memasukinya. Jibril as menghilangkan mata mereka.&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal.&quot; (QS. al-Qamar: 37-38)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para malaikat menoleh kepada Nabi Luth dan memerintahkan kepadanya untuk membawa keluarganya di tengah malam dan keluar. Mereka mendengar suara yang sangat mengerikan dan akan menggoncangkan gunung. Siksa apa ini? Ini adalah siksa dari bentuk yang aneh. Para malaikat memberitahunya bahwa istrinya termasuk orang-orang yang menentangnya. Istrinya adalah seorang kafir seperti mereka, sehingga jika turun azab kepada mereka, maka ia pun akan menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarlah wahai Luth karena keputusan Tuhanmu telah ditetapkan. Nabi Luth bertanya kepada malaikat: &quot;Apakah sekarang akan turun azab kepada mereka?&quot; Para malaikat memberitahunya bahwa mereka akan terkena azab pada waktu Subuh. Bukankah waktu Subuh itu sangat dekat?&lt;br /&gt;Allah berfirman SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorang pun di antara kalian yang tertinggal, kecuali istrimu Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka adalah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?&quot; (QS. Hud: 81)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Luth keluar bersama anak-anak perempuannya dan istrinya. Mereka keluar di waktu malam. Dan tibalah waktu Subuh. Kemudian datanglah perintah Allah SWT:&lt;br /&gt;&quot;Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang lalim. &quot; (QS. Hud: 82-83)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama berkata: &quot;Jibril menghancurkan dengan ujung sayapnya tujuh kota mereka. Jibril mengangkat semuanya ke langit sehingga para malaikat mendengar suara ayam-ayam mereka dan gonggongan anjing mereka. Jibril membalikkan tujuh kota itu dan menumpahkannya ke bumi. Saat terjadi kehancuran, langit menghujani mereka dengan batu-batu dari neraka Jahim. Yaitu batu-batu yang keras dan kuat yang datang silih berganti. Neraka Jahim terus menghujani mereka sehingga kaum Nabi Luth musnah semuanya. Tiada seorang pun di sana. Semua kota-kota hancur dan ditelan bumi sehingga terpancarlah air dari bumi. Hancurlah kaum Nabi Luth dan hilanglah kota-kota mereka. Nabi Luth mendengar suara-suara yang mengerikan. Istrinya melihat sumber suara dan dia pun musnah.&quot;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman tentang kota-kota Luth:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu. Dan Kami tidak mendapati di negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri. Dan Kami tinggalkan pada negeri itu suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada siksa yangpedih. &quot; (QS. adz-Dzariyat: 35-37)&lt;br /&gt;&quot;Dan sesungguhnya kota itu benar-benar terletak dijalan yang masih tetap (dilalui manusia).&quot; (QS. al-Hijr: 76)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Dan sesungguhnya kamu (hai penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (behas-bekas) mereka di waktu pagi, dan diwaktu malam. Maka apakah kamu tidak memikirkannya.&quot; (QS. ash-Shaffat: 137-138)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni ia adalah bukti kekuasaan Allah SWT yang zahir. Para ulama berkata: &quot;Bahwa kota-kota yang tujuh menjadi danau yang aneh di mana airnya asin dan deras airnya lebih besar dari derasnya air laut yang asin. Dan di dalam danau ini terdapat batu-batu tarnbang yang mencair. Ini mengisyaratkan bahwa batu-batu yang ditimpakan pada kaum Nabi Luth menyerupai butiran-butiran api yang menyala. Ada yang mengatakan bahwa danau yang sekarang bernama al-Bahrul Mayit yang terletak di Palestina adalah kota-kota kaum Nabi Luth.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamatlah riwayat kaum Nabi Luth dari bumi. Akhirnya, Nabi Luth menemui Nabi Ibrahim. Beliau menceritakan berita tentang kaumnya. Beliau heran ketika mendengar bahwa Nabi Ibrahim juga mengetahuinya. Nabi Luth terus melanjutkan misi dakwahnya di jalan Allah SWT seperti Nabi Ibrahim. Mereka berdua tetap menyebarkan Islam di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/8841780154928515302/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/06/kisah-nabi-luth-as.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/8841780154928515302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/8841780154928515302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/06/kisah-nabi-luth-as.html' title='Kisah Nabi Luth AS'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-2019954406352004627</id><published>2010-06-15T13:46:00.000-07:00</published><updated>2010-06-15T13:51:53.629-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah Para Nabi"/><title type='text'>Kisah Nabi Ibrahim AS</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Nabi Ibrahim&lt;/span&gt; adalah putera Aaazar {Tarih} bin Tahur bin Saruj bin Rau&#39; bin Falij bin Aaabir bin Syalih bin Arfakhsyad bin Saam bin Nuh A.S.Ia dilahirkan di sebuah tempat bernama &quot;Faddam A&#39;ram&quot; dalam kerajaan &quot;Babylon&quot; yang pd waktu itu diperintah oleh seorang raja bernama &quot;Namrud bin Kan&#39;aan.&quot; Kerajaan Babylon pd masa itu termasuk kerajaan yang makmur rakyat hidup senang, sejahtera dalam keadaan serba cukup sandang mahupun pandangan serta saranan-saranan yang menjadi keperluan pertumbuhan jasmani mrk.Akan tetapi tingkatan hidup rohani mereka masih&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;br /&gt;berada di tingkat jahiliyah. Mrk tidak mengenal Tuhan Pencipta mrk yang telah mengurniakan mrk dengan segala kenikmatan dan kebahagiaan duniawi. Persembahan mrk adalah patung-patung yang mrk pahat sendiri dari batu-batu atau terbuat dari lumpur dan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja mereka Namrud bin Kan&#39;aan menjalankan tampuk pemerintahnya dengan tangan besi dan kekuasaan mutlak.Semua kehendaknya harus terlaksana dan segala perintahnya merupakan undang-undang yang tidak dpt dilanggar atau di tawar. Kekuasaan yang besar yang berada di tangannya itu dan kemewahan hidup yang berlebuh-lebihanyang ia nikmati lama-kelamaan menjadikan ia tidak puas dengan kedudukannya sebagai raja. Ia merasakan dirinya patut disembah oleh rakyatnya sebagai tuhan. Ia berfikir jika rakyatnya mahu dan rela menyembah patung-patung yang terbina dari batu yang tidal dpt memberi manfaat dan mendtgkan kebahagiaan bagi mrk, mengapa bukan dialah yang disembah sebagai tuhan.Dia yang dpt berbicara, dapat mendengar, dpt berfikir, dpt memimpin mrk, membawa kemakmuran bagi mrk dan melepaskan dari kesengsaraan dan kesusahan. Dia yang dpt mengubah orang miskin menjadi kaya dan orang yang hina-dina diangkatnya menjadi orang mulia. di samping itu semuanya, ia adalah raja yang berkuasa dan memiliki negara yang besar dan luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah-tengah masyarakat yang sedemikian buruknya lahir dan dibesarkanlah Nabi Ibrahim dari seorang ayah yang bekerja sebagai pemahat dan pedagang patung. Ia sebagai calun Rasul dan pesuruh Allah yang akan membawa pelita kebenaran kepada kaumnya,jauh-jauh telah diilhami akal sihat dan fikiran tajam serta kesedaran bahwa apa yang telah diperbuat oleh kaumnya termasuk ayahnya sendiri adalah perbuat yang sesat yang menandakan kebodohan dan kecetekan fikiran dan bahwa persembahan kaumnya kepada patung-patung itu adalah perbuatan mungkar yang harus dibanteras dan diperangi agar mrk kembali kepada persembahan yang benar ialah persembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan pencipta alam semesta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa remajanya Nabi Ibrahim sering disuruh ayahnya keliling kota menjajakan patung-patung buatannya namun karena iman dan tauhid yang telah diilhamkan oleh Tuhan kepadanya ia tidak bersemangat untuk menjajakan brg-brg itu bahkan secara mengejek ia menawarkan patung-patung ayahnya kepada calun pembeli dengan kata-kata:&quot; Siapakah yang akan membeli patung-patung yang tidak berguna ini? &quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim Ingin Melihat Bagaimana Makhluk Yang Sudah&lt;br /&gt;Mati Dihidupkan Kembali Oleh Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim yang sudah berketetapan hati hendak memerangi syirik dan persembahan berhala yang berlaku dalam masyarakat kaumnya ingin lebih dahulu mempertebalkan iman dan keyakinannya, menenteramkan&lt;br /&gt;hatinya serta membersihkannya dari keragu-raguan yang mungkin esekali mangganggu fikirannya dengan memohon kepada Allah agar diperlihatkan kepadanya bagaimana Dia menghidupkan kembali makhluk-makhluk yang sudah mati.Berserulah ia kepada Allah: &quot; Ya Tuhanku! Tunjukkanlah kepadaku bagaimana engkau menghidupkan makhluk-makhluk yang sudah mati.&quot;Allah menjawab seruannya dengan berfirman:Tidakkah engkau beriman dan percaya kepada kekuasaan-Ku? &quot;Nabi Ibrahim menjawab:&quot; Betul, wahai Tuhanku, aku telah beriman dan percaya kepada-Mu dan kepada kekuasaan-Mu, namun aku ingin sekali melihat itu dengan mata kepala ku sendiri, agar aku mendapat ketenteraman dan ketenangan dan hatiku dan agar makin menjadi tebal dan kukuh keyakinanku kepada-Mu dan kepada kekuasaan-Mu.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memperkenankan permohonan Nabi Ibrahim lalu diperintahkanlah ia menangkap empat ekor burung lalu setelah memperhatikan dan meneliti bahagian tubuh-tubuh burung itu, memotongnya menjadi berkeping-keping mencampur-baurkan kemudian tubuh burung yang sudak hancur-luluh dan bercampur-baur itu diletakkan di atas puncak setiap bukit dari empat bukit yang letaknya berjauhan satu dari yang lain.&lt;br /&gt;Setelah dikerjakan apa yang telah diisyaratkan oleh Allah itu, diperintahnyalah Nabi Ibrahim memanggil burung-burung yang sudah terkoyak-koyak tubuhnya dan terpisah jauh tiap-tiap bahagian tubuh burung dari bahagian yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan izin Allah dan kuasa-Nya datanglah berterbangan enpat ekor burung itu dalam keadaan utuh bernyawa seperti sedia kala begitu mendengar seruan dan panggilan Nabi Ibrahim kepadanya lalu hinggaplah empat burung yang hidup kembali itu di depannya, dilihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Allah YAng Maha Berkuasa dpt menghidupkan kembali makhluk-Nya yang sudah mati sebagaimana Dia menciptakannya dari sesuatu yang tidak ada. Dan dengan demikian tercapailah apa yang diinginkan oleh Nabi Ibrahim untuk mententeramkan hatinya dan menghilangkan kemungkinan ada keraguan di dalam iman dan keyakinannya, bahwa kekuasaan dan kehendak Allah tidak ada sesuatu pun di langit atau di bumi yang dpt menghalangi atau menentangnya dan hanya kata &quot;Kun&quot; yang difirmankan Oleh-Nya maka terjadilah akan apa yang dikenhendaki &quot; Fayakun&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Nabi Ibrahim Berdakwah Kepada Ayah Kandungnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aazar, ayah &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Nabi Ibrahim&lt;/span&gt; tidak terkecuali sebagaimana kaumnya yang lain, bertuhan dan menyembah berhala bah ia adalah pedagang dari patung-patung yang dibuat dan dipahatnya sendiri dan drpnya orang membeli patung-patung yang dijadikan persembahan.&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim merasa bahwa kewajiban pertama yang harus ia lakukan sebelum berdakwah kepada orang lain ialah menyedarkan ayah kandungnya dulu orang yang terdekat kepadanya bahwa kepercayaan dan persembahannya kepada berhala-berhala itu adalah perbuatan yang sesat dan bodoh.Beliau merasakan bahawa kebaktian kepada ayahnya mewajibkannya memberi penerangan kepadanya agar melepaskan kepercayaan yang sesat itu dan mengikutinya beriman kepada Allah Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sikap yang sopan dan adab yang patut ditunjukkan oleh seorang anak terhadap orang tuanya dan dengan kata-kata yang halus ia dtg kepada ayahnya menyampaikan bahwa ia diutuskan oleh Allah sebagai nabi dan rasul dan bahawa ia telah diilhamkan dengan pengetahuan dan ilmu yang tidak dimiliki oleh ayahnya. Ia bertanya kepada ayahnya dengan lemah lembut gerangan apakah yang mendorongnya untuk menyembah berhala seperti lain-lain kaumnya padahal ia mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak berguna sedikit pun tidak dpt mendtgkan keuntungan bagi penyembahnya atau mencegah kerugian atau musibah. Diterangkan pula kepada ayahnya bahwa penyembahan kepada berhala-berhala itu adalah semata-mata ajaran syaitan yang memang menjadi musuh kepada manusia sejak Adam diturunkan ke bumi lagi. Ia berseru kepada ayahnya agar merenungkan dan memikirkan nasihat dan ajakannya berpaling dari berhala-berhala dan kembali menyembah kepada Allah yang menciptakan manusia dan semua makhluk yang dihidupkan memberi mrk rezeki dan kenikmatan hidup serta menguasakan bumi dengan segala isinya kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aazar menjadi merah mukanya dan melotot matanya mendengar kata-kata seruan puteranya Nabi Ibrahim yyang ditanggapinya sebagai dosa dan hal yang kurang patut bahwa puteranya telah berani mengecam dan menghina kepercayaan ayahnya bahkan mengajakkannya untuk meninggalkan kepercayaan itu dan menganut kepercayaan dan agama yang ia bawa. Ia tidak menyembunyikan murka dan marahnya tetapi dinyatakannya dalam kata-kata yang kasar dan dalam maki hamun seakan-akan tidak ada hunbungan diantara mereka. IA berkata kepada Nabi Ibrahim dengan nada gusar: &quot; Hai Ibrahim! Berpalingkah engkau dari kepercayaan dan persembahanku ? Dan kepercayaan apakah yang engkau berikan kepadaku yang menganjurkan agar aku mengikutinya? Janganlah engkau membangkitkan amarahku dan cuba mendurhakaiku.Jika engkau tidak menghentikan penyelewenganmu dari agama ayahmu tidak engkau hentikan usahamu mengecam dan memburuk-burukkan persembahanku, maka keluarlah engkau dari rumahku ini. Aku tidak sudi bercampur denganmu didalam suatu rumah di bawah suatu atap. Pergilah engkau dari mukaku sebelum aku menimpamu dengan batu dan mencelakakan engkau.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Nabi Ibrahim&lt;/span&gt; menerima kemarahan ayahnya, pengusirannya dan kata-kata kasarnya dengan sikap tenang, normal selaku anak terhadap ayah seray berkaat: &quot; Oh ayahku! Semoga engkau selamat, aku akan tetap memohonkan ampun bagimu dari Allah dan akan tinggalkan kamu dengan persembahan selain kepada Allah. Mudah-mudahan aku tidak menjadi orang yang celaka dan malang dengan doaku utkmu.&quot; Lalu keluarlah Nabi Ibrahim meninggalkan rumah ayahnya dalam keadaan sedih dan prihati karena tidak berhasil mengangkatkan ayahnya dari lembah syirik dan kufur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Nabi Ibrahim Menghancurkan Berhala-berhal&lt;/span&gt;a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Nabi Ibrahim&lt;/span&gt; dalam usahanya menyedarkan ayahnya yang tersesat itu sangat menusuk hatinya karena ia sebagai putera yang baik ingin sekali melihat ayahnya berada dalam jalan yang benar terangkat dari lembah kesesatan dan syirik namun ia sedar bahwa hidayah itu adalah di tangan Allah dan bagaimana pun ia ingin dengan sepenuh hatinya agar ayahnya mendpt hidayah ,bila belum dikehendaki oleh Allah maka sia-sialah keinginan dan usahanya.&lt;br /&gt;Penolakan ayahnya terhadap dakwahnya dengan cara yang kasar dan kejam itu tidak sedikit pun mempengaruhi ketetapan hatinya dan melemahkan semangatnya untuk berjalan terus memberi penerangan kepada kaumnya untuk menyapu bersih persembahan-persembahan yang bathil dan kepercayaan-kepercayaan yang bertentangan dengan tauhid dan iman kepada Allah dan Rasul-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Nabi Ibrahim&lt;/span&gt; tidak henti-henti dalam setiap kesempatan mengajak kaumnya berdialog dan bermujadalah tentang kepercayaan yang mrk anut dan ajaran yang ia bawa. Dan ternyata bahwa bila mrk sudah tidak berdaya menilak dan menyanggah alasan-alasan dan dalil-dalil yang dikemukakan oleh Nabi Ibrahim tentang kebenaran ajarannya dan kebathilan kepercayaan mrk maka dalil dan alasan yang usanglah yang mrk kemukakan iaitu bahwa mrk hanya meneruskan apa yang oleh bapa-bapa dan nenek moyang mrk dilakukan dan sesekali mrk tidak akan melepaskan kepercayaan dan agama yang telah mrk warisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Nabi Ibrahim&lt;/span&gt; pada akhirnya merasa tidak bermanfaat lagi berdebat dan bermujadalah dengan kaumnya yang berkepala batu dan yang tidak mahu menerima keterangan dan bukti-bukti nyata yang dikemukakan oleh beliau dan selalu berpegang pada satu-satunya alasan bahwa mrk tidak akan menyimpang dari cara persembahan nenek moyang mrk, walaupun oleh Nabi Ibrahim dinyatakan berkali-kali bahwa mrk dan bapa-bapa mrk keliru dan tersesat mengikuti jejak syaitan dan iblis.&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim kemudian merancang akan membuktikan kepada kaumnya dengan perbuatan yang nyata yang dapat mrk lihat dengan mata kepala mrk sendiri bahwa berhala-berhala dan patung-patung mrk betul-betul tidak berguna bagi mrk dan bahkan tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah sudah menjadi tradisi dan kebiasaan penduduk kerajaan Babylon bahwa setiap tahun mrk keluar kota beramai-ramai pd suatu hari raya yang mrk anggap sebagai keramat. Berhari-hari mrk tinggal di luar kota di suatu padang terbuka, berkhemah dengan membawa bekalan makanan dan minuman yang cukup. Mrk bersuka ria dan bersenang-senang sambil meninggalkan kota-kota mrk kosong dan sunyi. Mrk berseru dan mengajak semua penduduk agar keluar meninggalkan rumah dan turut beramai -ramai menghormati hari-hari suci itu. Nabi Ibrahim yang juga turut diajak turut serta berlagak berpura-pura sakit dan diizinkanlah ia tinggal di rumah apalagi mrk merasa khuatir bahwa penyakit Nabi Ibrahim yang dibuat-buat itu akan menular dan menjalar di kalangan mrk bila ia turut serta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot; Inilah dia kesempatan yang ku nantikan,&quot; kata hati Nabi Ibrahim tatkala melihat kota sudah kosong dari penduduknya, sunyi senyap tidak terdengar kecuali suara burung-burung yang berkicau, suara daun-daun pohon yang gemerisik ditiup angin kencang. Dengan membawa sebuah kapak ditangannya ia pergi menuju tempat beribadatan kaumnya yang sudah ditinggalkan tanpa penjaga, tanpa juru kunci dan hanya deretan patung-patung yang terlihat diserambi tempat peribadatan itu. Sambil menunjuk kepada semahan bunga-bunga dan makanan yang berada di setiap kaki patung berkata Nabi Ibrahim, mengejek:&quot; Mengapa kamu tidak makan makanan yang lazat yang disaljikan bagi kamu ini? Jawablah aku dan berkata-katalah kamu.&quot;&lt;br /&gt;Kemudian disepak, ditamparlah patung-patung itu dan dihancurkannya berpotong-potong dengan kapak yang berada di tangannya. Patung yang besar ditinggalkannya utuh, tidak diganggu yang pada lehernya dikalungkanlah kapak Nabi Ibrahim itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terperanjat dan terkejutlah para penduduk, tatkala pulang dari berpesta ria di luar kota dan melihat keadaan patung-patung, tuhan-tuhan mrk hancur berantakan dan menjadi potongan-potongan terserak-serak di atas lantai. Bertanyalah satu kepada yang lain dengan nada hairan dan takjub: &quot;Gerangan siapakah yang telah berani melakukan perbuatan yang jahat dan keji ini terhadap tuhan-tuhan persembahan mrk ini?&quot; Berkata salah seorang diantara mrk:&quot; Ada kemungkinan bahwa orang yang selalu mengolok-olok dan mengejek persembahan kami yang bernama Ibrahim itulah yang melakukan perbuatan yang berani ini.&quot; Seorang yang lain menambah keterangan dengan berkata:&quot; Bahkan dialah yang pasti berbuat, karena ia adalah satu-satunya orang yang tinggal di kota sewaktu kami semua berada di luar merayakan hari suci dan keramat itu.&quot; Selidik punya selidik, akhirnya terdpt kepastian yyang tidak diragukan lagi bahwa Ibrahimlah yang merusakkan dan memusnahkan patung-patung itu. Rakyat kota beramai-ramai membicarakan kejadian yang dianggap suatu kejadian atau penghinaan yang tidak dpt diampuni terhadap kepercayaan dan persembahan mrk. Suara marah, jengkel dan kutukan terdengar dari segala penjuru, yang menuntut agar si pelaku diminta bertanggungjawab dalam suatu pengadilan terbuka, di mana seluruh rakyat penduduk kota dapat turut serta menyaksikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang itulah yang diharapkan oleh Nabi Ibrahim agar pengadilannya dilakukan secara terbuka di mana semua warga masyarakat dapat turut menyaksikannya. Karena dengan cara demikian beliau dapat secara terselubung berdakwah menyerang kepercayaan mrk yang bathil dan sesat itu, seraya menerangkan kebenaran agama dan kepercayaan yang ia bawa, kalau diantara yang hadir ada yang masih boleh diharapkan terbuka hatinya bagi iman dari tauhid yang ia ajarkan dan dakwahkan.&lt;br /&gt;Hari pengadilan ditentukan dan datang rakyat dari segala pelosok berduyung-duyung mengujungi padang terbuka yang disediakan bagi sidang pengadilan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Nabi Ibrahim&lt;/span&gt; datang menghadap para hakim yang akan mengadili ia disambut oleh para hadirin dengan teriakan kutukan dan cercaan, menandakan sangat gusarnya para penyembah berhala terhadap beliau yang telah berani menghancurkan persembahan mrk.&lt;br /&gt;Ditanyalah Nabi Ibrahim oleh para hakim:&quot; Apakah engkau yang melakukan penghancuran dan merusakkan tuhan-tuhan kami?&quot; Dengan tenang dan sikap dingin, Nabi Ibrahim menjawab:&quot; Patung besar yang berkalungkan kapak di lehernya itulah yang melakukannya. Cuba tanya saja kepada patung-patung itu siapakah yang menghancurkannya.&quot; Para hakim penanya terdiam sejenak seraya melihat yang satu kepada yang lain dan berbisik-bisik, seakan-akan Ibrahim yang mengandungi ejekan itu. Kemudian berkata si hakim:&quot; Engkaukan tahu bahwa patung-patung itu tidak dapat bercakap dan berkata mengapa engkau minta kami bertanya kepadanya?&quot; Tibalah masanya yang memang dinantikan oleh Nabi Ibrahim,maka sebagai jawapan atas pertanyaan yang terakhir itu beliau berpidato membentangkan kebathilan persembahan mrk,yang mrk pertahankan mati-matian, semata-mata hanya karena adat itu adalah warisan nenek-moyang. Berkata Nabi Ibrahim kepada para hakim itu:&quot; Jika demikian halnya, mengapa kamu sembah patung-patung itu, yang tidak dapat berkata, tidak dapat melihat dan tidak dapat mendengar, tidak dapat membawa manfaat atau menolak mudharat, bahkan tidak dapat menolong dirinya dari kehancuran dan kebinasaan? Alangkah bodohnya kamu dengan kepercayaan dan persembahan kamu itu! Tidakkah dapat kamu berfikir dengan akal yang sihat bahwa persembahan kamu adalah perbuatan yang keliru yang hanya difahami oleh syaitan. Mengapa kamu tidak menyembah Tuhan yang menciptakan kamu, menciptakan alam sekeliling kamu dan menguasakan kamu di atas bumi dengan segala isi dan kekayaan. Alangkah hina dinanya kamu dengan persembahan kamu itu.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Nabi Ibrahim&lt;/span&gt; menguraikan pidatonya iut, para hakim mencetuskan keputusan bahawa Nabi Ibrahim harus dibakar hidup-hidup sebagai ganjaran atas perbuatannya menghina dan menghancurkan tuhan-tuhan mrk, maka berserulah para hakim kepada rakyat yang hadir menyaksikan pengadilan itu:&quot; Bakarlah ia dan belalah tuhan-tuhanmu , jika kamu benar-benar setia kepadanya.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Nabi Ibrahim Dibakar Hidup-hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan mahkamah telah dijatuhakan.Nabi Ibrahim harus dihukum dengan membakar hidup-hidup dalam api yang besar sebesar dosa yang telah dilakukan. Persiapan bagi upacara pembakaran yang akan disaksikan oleh seluruh rakyat sedang diaturkan. Tanah lapang bagi tempat pembakaran disediakan dan diadakan pengumpulan kayu bakar dengan banyaknya dimana tiap penduduk secara gotong-royong harus mengambil bahagian membawa kayu bakar sebanyak yang ia dapat sebagai tanda bakti kepada tuhan-tuhan persembahan mrk yang telah dihancurkan oleh Nabi Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berduyun-duyunlah para penduduk dari segala penjuru kota membawa kayu bakar sebagai sumbangan dan tanda bakti kepada tuhan mrk. Di antara terdapat para wanita yang hamil dan orang yang sakit yang membawa sumbangan kayu bakarnya dengan harapan memperolehi barakah dari tuhan-tuhan mereka dengan menyembuhkan penyakit mereka atau melindungi yang hamil di kala ia bersalin.&lt;br /&gt;Setelah terkumpul kayu bakar di lanpangan yang disediakan untuk upacara pembakaran dan tertumpuk serta tersusun laksan sebuah bukit, berduyun-duyunlah orang datang untuk menyaksikan pelaksanaan hukuman atas diri Nabi Ibrahim. Kayu lalu dibakar dan terbentuklah gunung berapi yang dahsyat yang sedang berterbangan di atasnya berjatuhan terbakar oleh panasnya wap yang ditimbulkan oleh api yang menggunung itu. Kemudian dalam keadaan terbelenggu, Nabi Ibrahim didtgkan dan dari atas sebuah gedung yang tinggi dilemparkanlah ia kedalam tumpukan kayu yang menyala-nyala itu dengan iringan firman Allah:&quot; Hai api, menjadilah engkau dingin dan keselamatan bagi Ibrahim.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak keputusan hukuman dijatuhkan sampai saat ia dilemparkan ke dalam bukit api yang menyala-nyala itu, Nabi Ibrahim tetap menunjukkan sikap tenang dan tawakkal karena iman dan keyakinannya bahwa Allah tidak akan rela melepaskan hamba pesuruhnya menjadi makanan api dan kurban keganasan orang-orang kafir musuh Allah. Dan memang demikianlah apa yang terjadi tatkala ia berada dalam perut bukit api yang dahsyat itu ia merasa dingin sesuai dengan seruan Allah Pelindungnya dan hanya tali temali dan rantai yang mengikat tangan dan kakinya yang terbakar hangus, sedang tubuh dan pakaian yang terlekat pada tubuhnya tetap utuh, tidak sedikit pun tersentuh oleh api, hal mana merupakan suatu mukjizat yang diberikan oleh Allah kepada hamba pilihannya, Nabi Ibrahim, agar dapat melanjutkan penyampaian risalah yang ditugaskan kepadanya kepada hamba-hamba Allah yang tersesat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penonton upacara pembakaran hairan tercenggang tatkala melihat &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Nabi Ibrahim&lt;/span&gt; keluar dari bukit api yang sudah padam dan menjadi abu itu dalam keadaan selamat, utuh dengan pakaiannya yang tetap berda seperti biasa, tidak ada tanda-tanda sentuhan api sedikit jua pun. Mereka bersurai meninggalkan lapangan dalam keadaan hairan seraya bertanya-tanya pada diri sendiri dan di antara satu sama lain bagaimana hal yang ajaib itu berlaku, padahal menurut anggapan mereka dosa Nabi Ibrahim sudah nyata mendurhakai tuhan-tuhan yang mereka puja dan sembah.Ada sebahagian drp mrk yang dalam hati kecilnya mulai meragui kebenaran agama mrk namun tidak berani melahirkan rasa ragu-ragunya itu kepada orang lain, sedang para pemuka dan para pemimpin mrk merasa kecewa dan malu, karena hukuman yang mrk jatuhkan ke atas diri Nabi Ibrahim dan kesibukan rakyat mengumpulkan kayu bakar selama berminggu-minggu telah berakhir dengan kegagalan, sehingga mrk merasa malu kepada Nabi Ibrahim dan para pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukjizat yang diberikan oleh Allah s.w.t. kepada &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Nabi Ibrahim&lt;/span&gt; sebagai bukti nyata akan kebenaran dakwahnya, telah menimbulkan kegoncangan dalam kepercayaan sebahagian penduduk terhadap persembahan dan patung-patung mrk dan membuka mata hati banyak drp mrk untuk memikirkan kembali ajakan Nabi Ibrahim dan dakwahnya, bahkan tidak kurang drp mrk yang ingin menyatakan imannya kepada Nabi Ibrahim, namun khuatir akan mendapat kesukaran dalam penghidupannya akibat kemarahan dan balas dendam para pemuka dan para pembesarnya yang mungkin akan menjadi hilang akal bila merasakan bahwa pengaruhnya telah bealih ke pihak &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Nabi Ibrahim&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/2019954406352004627/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/06/kisah-nabi-ibrahim-as.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/2019954406352004627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/2019954406352004627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/06/kisah-nabi-ibrahim-as.html' title='Kisah Nabi Ibrahim AS'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-4354737125517172179</id><published>2010-06-14T04:00:00.000-07:00</published><updated>2010-06-14T04:05:37.136-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah Para Nabi"/><title type='text'>Kisah Nabi Nuh AS</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berlalulah beberapa tahun dari kematian Nabi Adam. Bunga-bunga berguguran di sekitar kuburannya dan pohon-pohon dan batu-batuan tampak tidak bergairah. Banyak hal berubah di muka bumi. Dan sesuai dengan hukum umum, terjadilah kealpaan terhadap wasiat Nabi Adam. Kesalahan yang dahulu kembali terulang. Kesalahan dalam bentuk kelupaan, meskipun kali ini terulang secara berbeda.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Sebelum lahirnya kaum Nabi Nuh, telah hidup lima orang saleh dari kakek-kakek kaum Nabi Nuh. Mereka hidup selama beberapa zaman kemudian mereka mati. Nama-nama mereka adalah Wadd, Suwa&#39;, Yaghuts, Ya&#39;uq dan Nasr. Setelah kematian mereka, orang-orang membuat patung-patung dari mereka, dalam rangka menghormati mereka dan sebagai peringatan terhadap mereka. Kemu¬dian berlalulah waktu, lalu orang-orang yang memahat patung itu mati. Lalu datanglah anak-anak mereka, kemudian anak-anak itu mati, dan datanglah cucu-cucu mereka. Kemudian timbullah berbagai dongeng dan khurafat yang membelenggu akal manusia di mana disebutkan bahwa patung-patung itu memiliki kekuatan khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah iblis memanfaatkan kesempatan, dan ia membisikkan kepada manusia bahwa berhala-berhala tersebut adalah Tuhan yang dapat mendatangkan manfaat dan menolak bahaya sehingga akhirnya manusia menyembah berhala-berhala itu. Kami tidak mengetahui sumber yang terpecaya berkenaan dengan bagaimana bentuk kehidupan ketika penyembahan terhadap berhala dimulai di bumi, namun kami mengetahui hukum umum yang tidak pernah berubah ketika manusia mulai cenderung kepada syirik. Dalam situasi seperti itu, kejahatan akan memenuhi bumi dan akal manusia akan kalah, serta akan meningkatnya kelaliman dan banyaknya orang-orang yang teraniaya. Yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Alhasil, kehidupan manusia semuanya akan berubah menjadi neraka Jahim. Situasi demikian ini pasti terjadi ketika manusia menyembah selain Allah SWT, baik yang disembah itu berhala dari batu, anak sapi dari emas, penguasa dari manusia, sistem dari berbagai sistem, mazhab dari berbagai mazhab, atau kuburan seorang wali. Sebab satu-satunya yang menjamin persamaan di antara manusia adalah, saat mereka hanya menyembah Allah SWT dan saat Dia diakui sebagai Pencipta mereka dan yang membuat undang-undang bagi mereka. Tetapi saat jaminan ini hilang lalu ada seorang yang mengklaim, atau ada sistem yang mengklaim memiliki wewenang ketuhanan maka manusia akan binasa dan akan hilanglah kebebasan mereka sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyembahan kepada selain Allah SWT bukan hanya sebagai sebuah tragedi yang dapat menghilangkan kebebasan, namun pengaruh buruknya dapat merembet ke akal manusia dan dapat mengotorinya. Sebab, Allah SWT menciptakan manusia agar dapat mengenal-Nya dan menjadikan akalnya sebagai permata yang bertujuan untuk memperoleh ilmu. Dan ilmu yang paling penting adalah kesadaran bahwa Allah SWT semata sebagai Pencipta, dan selain-Nya adalah makhluk. Ini adalah poin penting dan dasar pertama yang harus ada sehingga manusia sukses sebagai khalifah di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika akal manusia kehilangan potensinya dan berpaling ke selain Allah SWT maka manusia akan tertimpa kesalahan. Terkadang seseorang mengalami kemajuan secara materi karena ia berhasil melalui jalan-jalan kemajuan, meskipun ia tidak beriman kepada Allah SWT, namun kemajuan materi ini yang tidak disertai dengan pengenalan kepada Allah SWT akan menjadi siksa yang lebih keras daripada siksaan apa pun, karena ia pada akhirnya akan menghancurkan manusia itu sendiri. Ketika manusia menyembah selain Allah SWT maka akan meningkatlah penderitaan kehidupan dan kefakiran manusia. Terdapat hubungan kuat antara kehinaan manusia dan kefakiran mereka, serta tidak berimannya mereka kepada Allah. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Seandainya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. &quot; (QS. al-A&#39;raf: 96)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, bahwa kufur kepada Allah SWT atau syirik kepada-Nya akan menyebabkan hilangnya kebebasan dan hancurnya akal serta meningkatnya kefakiran, serta kosongnya kehidupan dari tujuan yang mulia. Dalam situasi seperti ini, Allah SWT mengutus Nuh untuk membawa ajaran-Nya kepada kaumnya. Nabi Nuh adalah seorang hamba yang akalnya tidak terpengaruh oleh polusi kolektif, yang menyembah selain Allah SWT. Allah SWT memilih hamba-Nya Nuh dan mengutusnya di tengah-tengah kaumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuh membuat revolusi pemikiran. Ia berada di puncak kemuliaan dan kecerdasan. Ia merupakan manusia terbesar di zamannya. Ia bukan seorang raja di tengah-tengah kaumnya, bukan penguasa mereka, dan bukan juga orang yang paling kaya di antara mereka. Kita mengetahui bahwa kebesaran tidak selalu berhubungan dengan kerajaan, kekayaan, dan kekuasaan. Tiga hal tersebut biasanya dimiliki oleh jiwa-jiwa yang hina. Namun kebesaran terletak pada kebersihan hati, kesucian nurani, dan kemampuan akal untuk mengubah kehidupan di sekitarnya. Nabi Nuh memiliki semua itu, bahkan lebih dari itu. Nabi Nuh adalah manusia yang mengingat dengan baik perjanjian Allah SWT dengan Nabi Adam dan anak-anaknya, ketika Dia menciptakan mereka di alam atom. Berdasarkan fitrah, ia beriman kepada Allah SWT sebelum pengutusannya pada manusia. Dan semua nabi beriman kepada Allah SWT sebe¬lum mereka diutus. Di antara mereka ada yang &quot;mencari&quot; Allah SWT seperti Nabi Ibrahim, ada juga di antara mereka yang beriman kepada-Nya dari lubuk hati yang paling dalam, seperti Nabi Musa, dan di antara mereka juga ada yang beribadah kepada-Nya dan menyendiri di gua Hira, seperti Nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat sebab lain berkenaan dengan kebesaran Nabi Nuh. Ketika ia bangun, tidur, makan, minum, atau mengenakan pakaian, masuk atau keluar, ia selalu bersyukur kepada Allah SWT dan memuji-Nya, serta mengingat nikmat-Nya dan selalu bersyukur kepada-Nya. Oleh karena itu, Allah SWT berkata tentang Nuh:&lt;br /&gt;&quot;Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.&quot; (QS. al-Isra&#39;: 3)&lt;br /&gt;Allah SWT memilih hamba-Nya yang bersyukur dan mengutusnya sebagai nabi pada kaumnya. Nabi Nuh keluar menuju kaumnya dan memulai dakwahnya:&lt;br /&gt;&quot;Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar. &quot; (QS. al-A&#39;raf: 59)&lt;br /&gt;Dengan kalimat yang singkat tersebut, Nabi Nuh meletakkan hakikat ketuhanan kepada kaumnya dan hakikat hari kebangkitan. Di sana hanya ada satu Pencipta yang berhak disembah. Di sana terdapat kematian, kemudian kebangkitan kemudian hari kiamat. Hari yang besar yang di dalamnya terdapat siksaan yang besar.&lt;br /&gt;Nabi Nuh menjelaskan kepada kaumnya bahwa mustahil terdapat selain Allah Yang Maha Esa sebagai Pencipta. Ia memberikan pengertian kepada mereka, bahwa setan telah lama menipu mereka dan telah tiba waktunya untuk menghentikan tipuan ini. Nuh menyampaikan kepada mereka, bahwa Allah SWT telah memuliakan manusia: Dia telah menciptakan mereka, memberi mereka rezeki, dan menganugerahi akal kepada mereka. Manusia mendengarkan dakwahnya dengan penuh kekhusukan. Dakwah Nabi Nuh cukup mengguncangkan jiwa mereka. Laksana tembok yang akan roboh yang saat itu di situ ada seorang yang tertidur dan engkau meng-goyang tubuhnya agar ia bangun. Barangkali ia akan takut dan ia marah meskipun engkau bertujuan untuk menyelamatkannya.&lt;br /&gt;Akar-akar kejahatan yang ada di bumi mendengar dan merasakan ketakutan. Pilar-pilar kebencian terancam dengan cinta ini yang dibawa oleh Nabi Nuh. Setelah mendengar dakwah Nabi Nuh, kaumnya terpecah menjadi dua kelompok: Kelompok orang-orang lemah, orang-orang fakir, dan orang-orang yang menderita, di mana mereka merasa dilindungi dengan dakwah Nabi Nuh, sedangkan kelompok yang kedua adalah kelompok orang-orang kaya, orang-orang kuat, dan para penguasa di mana mereka menghadapi dakwah Nabi Nuh dengan penuh keraguan. Bahkan ketika mereka mempunyai kesempatan, mereka mulai melancarkan serangan untuk melawan Nabi Nuh. Mula-mula mereka menuduh bahwa Nabi Nuh adalah manusia biasa seperti mereka:&lt;br /&gt;&quot;Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: &#39;Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami.&#39;&quot; (QS. Hud: 27)&lt;br /&gt;Dalam tafsir al-Quturbi disebutkan: &quot;Masyarakat yang menentang dakwahnya adalah para pembesar dari kaumnya. Mereka dikatakan al-Mala&#39; karena mereka seringkali berkata. Misalnya mereka berkata kepada Nabi Nuh: &quot;Wahai Nuh, engkau adalah manusia biasa.&quot; Padahal Nabi Nuh juga mengatakan bahwa ia memang manusia biasa. Allah SWT mengutus seorang rasul dari manusia ke bumi karena bumi dihuni oleh manusia. Seandainya bumi dihuni oleh para malaikat niscaya Allah SWT mengutus seorang rasul dari malaikat.&lt;br /&gt;Berlanjutlah peperangan antara orang-orang kafir dan Nabi Nuh. Mula-mula, rezim penguasa menganggap bahwa dakwah Nabi Nuh akan mati dengan sendirinya, namun ketika mereka melihat bahwa dakwahnya menarik perhatian orang-orang fakir, orang-orang lemah, dan pekerja-pekerja sederhana, mereka mulai menyerang Nabi Nuh dari sisi ini. Mereka menyerangnya melalui pengikutnya dan mereka berkata kepadanya: &quot;Tiada yang mengikutimu selain orang-orang fakir dan orang-orang lemah serta orang-orang hina.&quot;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): &#39;Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesung¬guhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan. Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: &#39;Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang berdusta. &quot; (QS. Hud: 25-27)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah telah berkecamuk pertarungan antara Nabi Nuh dan para bangsawan dari kaumnya. Orang-orang yang kafir itu menggunakan dalih persamaan dan mereka berkata kepada Nabi Nuh: &quot;Dengarkan wahai Nuh, jika engkau ingin kami beriman kepadamu maka usirlah orang-orang yang beriman kepadamu. Sesungguhnya mereka itu orang-orang yang lemah dan orang-orang yang fakir, sementara kami adalah kaum bangsawan dan orang-orang kaya di antara mereka. Dan mustahil engkau menggabungkan kami bersama mereka dalam satu dakwah (majelis).&quot; Nabi Nuh mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang-orang kafir dari kaumnya. la mengetahui bahwa mereka menentang. Meskipun demikian, ia menjawabnya dengan baik. Ia memberitahukan kepada kaumnya bahwa ia tidak dapat mengusir orang-orang mukmin, karena mereka bukanlah tamu-tamunya namun mereka adalah tamu-tamu Allah SWT. Rahmat bukan terletak dalam rumahnya di mana masuk di dalamnya orang-orang yang dikehendakinya dan terusir darinya orang-orang yang dikehendakinya, tetapi rahmat terletak dalam rumah Allah SWT di mana Dia menerima siapa saja yang dikehendaki-Nya di dalamnya. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&quot;Berkata Nuh: &#39;Hai kaumku, bagaimana pikiranmu, jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan diberinya aku rahmat dari sisi-Nya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakankah kamu menerimanya, padahal kamu tidak menyukainya? Dan (dia berkata): &#39;Hai kaumku, aku tidak meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku. Upahku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhannya, akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui.&#39; Dan (dia berkata): &#39;Hai kaumku, siapakah yang dapat menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir mereka. Maka tidakkan kamu mengambil pelajaran?&#39; Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa): &#39;Aku mempunyai gudang-gudang rezeki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak mengetahui hal yang gaib, dan tidak pula aku mengatakan: &#39;Sesungguhnya aku adalah malaikat,&#39; dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu: &#39;Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka. Allah lebih mengetahui apa yang ada pada mereka. Sesungguhnya aku kalau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang lalim.&#39;&quot; (QS. Hud: 28-31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuh mematahkan semua argumentasi orang-orang kafir dengan logika para nabi yang mulia. Yaitu, logika pemikiran yang sunyi dari kesombongan pribadi dan kepentingan-kepentingan khusus. Nabi Nuh berkata kepada mereka bahwa Allah SWT telah memberinya agama, kenabian, dan rahmat. Sedangkan mereka tidak melihat apa yang diberikan Allah SWT kepadanya. Selanjutnya, ia tidak memaksakan mereka untuk mempercayai apa yang disampaikannya saat mereka membenci. Kalimat tauhid (tiada Tuhan selain Allah) tidak dapat dipaksakan atas seseorang. Ia memberitahukan kepada mereka bahwa ia tidak meminta imbalan dari mereka atas dakwahnya. Ia tidak meminta harta dari mereka sehingga memberatkan mereka. Sesungguhnya ia hanya mengharapkan pahala (imbalan) dari Allah SWT. Allahlah yang memberi pahala kepadanya. Nabi Nuh menerangkan kepada mereka bahwa ia tidak dapat mengusir orang-orang yang beriman kepada Allah SWT. Meskipun sebagai Nabi, ia memiliki keterbatasan dan keterbatasan itu adalah tidak diberikannya hak baginya untuk mengusir orang-orang yang beriman karena dua alasan. Bahwa mereka akan bertemu dengan Alllah SWT dalam keadaan beriman kepada-Nya, maka bagaimana ia akan mengusir orang yang beriman kepada Allah SWT, kemudian seandainya ia mengusir mereka, maka mereka akan menentangnya di hadapan Allah SWT. Ini berakibat pada pemberian pahala dari Allah SWT atas keimanan mereka dan balasan-Nya atas siapa pun yang mengusir mereka. Maka siapakah yang dapat menolong Nabi Nuh dari siksa Allah SWT seandainya ia mengusir me¬reka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Nabi Nuh menunjukkan bahwa permintaan kaumnya agar ia mengusir orang-orang mukmin adalah tindakan bodoh dari mereka. Nabi Nuh kembali menyatakan bahwa ia tidak dapat melakukan sesuatu yang di luar wewenangnya, dan ia memberitahu mereka akan kerendahannya dan kepatuhannya kepada Allah SWT. Ia tidak dapat melakukan sesuatu yang merupakan bagian dari kekuasaan Allah SWT, yaitu pemberian nikmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya. Ia tidak mengetahui ilmu gaib, karena ilmu gaib hanya khusus dimiliki oleh Allah SWT. Ia juga memberitahukan kepada mereka bahwa ia bukan seorang raja, yakni kedudukannya bukan seperti kedudukan para malaikat. Sebagian ulama berargumentasi dari ayat ini bahwa para malaikat lebih utama dari pada para nabi (silakan melihat tafsir Qurthubi).&lt;br /&gt;Nabi Nuh berkata kepada mereka: &quot;Sesungguhnya orang-orang yang kalian pandang sebelah mata, dan kalian hina dari orang-orang mukmin yang kalian remehkan itu, sesungguhnya pahala mereka itu tidak sirna dan tidak berkurang dengan adanya penghinaan kalian terhadap mereka. Sungguh Allah SWT lebih tahu terhadap apa yang ada dalam diri mereka. Dialah yang membalas amal mereka. Sungguh aku telah menganiaya diriku sendiri seandainya aku mengatakan bahwa Allah tidak memberikan kebaikan kepada mereka.&quot;&lt;br /&gt;Kemudian rezim penguasa mulai bosan dengan debat ini yang disampaikan oleh Nabi Nuh. Allah SWT menceritakan sikap mereka terhadap Nabi Nuh dalam flrman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Mereka berkata: &#39;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.&#39; Nuh menjawab: &#39;Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri. Dan tidaklah bermanfaat kepadamu nasihatku jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.&lt;/span&gt; &quot; (QS. Hud: 32-34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Nuh menambahkan bahwa mereka tersesat dari jalan Allah SWT. Allahlah yang menjadi sebab terjadinya segala sesuatu, namun mereka memperoleh kesesatan disebabkan oleh ikhtiar mereka dan kebebasan mereka serta keinginan mereka. Dahulu iblis berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Karena Engkau telah menghukum saya tersesat...&quot; (QS. al-A&#39;raf: 16)&lt;br /&gt;Secara zahir tampak bahwa makna ungkapan itu berarti Allahlah yang menyesatkannya, padahal hakikatnya adalah bahwa Allah SWT telah memberinya kebebasan dan kemudian Dia akan meminta pertanggungjawabannya. Kita tidak sependapat dengan pandangan al-Qadhariyah, al-Mu&#39;tazilah, dan Imamiyah. Mereka berpendapat bahwa keinginan manusia cukup sebagai kekuatan untuk melakukan perbuatannya, baik berupa ketaatan maupun kemaksiatan. Karena bagi mereka, manusia adalah pencipta per¬buatannya. Dalam hal itu, ia tidak membutuhkan Tuhannya. Kami tidak mengambil pendapat mereka secara mutlak. Kami berpen¬dapat bahwa manusia memang menciptakan perbuatannya namun ia membutuhkan bantuan Tuhannya dalam melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, Allah SWT mengerahkan setiap makhluk sesuai dengan arah penciptaannya, baik pengarahann itu menuju kebaikan atau keburukan. Ini termasuk kebebasan sepenuhnya. Manusia memilih dengan kebebasannya kemudian Allah SWT mengerahkan jalan menuju pilihannya itu. Iblis memilih jalan kesesatan maka Allah SWT mengerahkan jalan kesesatan itu padanya, sedangkan orang-orang kafir dari kaum Nabi Nuh memilih jalan yang sama maka Allah pun mengerahkan jalan itu pada mereka.&lt;br /&gt;Peperangan pun berlanjut, dan perdebatan antara orang-orang kafir dan Nabi Nuh semakin melebar, sehingga ketika argumentasi-argumentasi mereka terpatahkan dan mereka tidak dapat mengatakan sesuatu yang pantas, mereka mulai keluar dari batas-batas adab dan berani mengejek Nabi Allah.&lt;br /&gt;&quot;Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata: &#39;Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata.&quot; (QS. al-A&#39;raf: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Nuh menjawab dengan menggunakan sopan-santun para nabi yang agung.&lt;br /&gt;&quot;Nuh menjawab: &#39;Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikit pun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam. Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasihat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.&quot; (QS. al-A&#39;raf: 61-62)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Nuh tetap melanjutkan dakwah di tengah-tengah kaumnya, waktu demi waktu, hari demi hari, dan tahun demi tahun. Berlalulah masa yang panjang itu, namun Nabi Nuh tetap menga¬jak kaumnya. Nabi Nuh berdakwah kepada mereka siang malam, dengan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, bahkan ia pun memberikan contoh-contoh pada mereka. Ia menjelaskan kepada mereka tanda-tanda kebesaran Allah SWT dan kekuasaan-Nya di dunia. Namun setiap kali ia mengajak mereka untuk menyembah Allah SWT, mereka lari darinya, dan setiap kali ia mengajak mereka agar Allah SWT mengampuni mereka, mereka meletakkan jari-jari mereka di telinga-telinga mereka dan mereka menampakkan kesombongan di depan kebenaran. Allah SWT menceritakan apa yang dialami oleh Nabi Nuh dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Nuh berkata: &#39;Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (ke mukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan keterlaluan. Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mere¬ka dengan cara yang terang-terangan, kemudian aku menyeru mereka lagi dengan terang-terangan dan dengan diam-diam, maka aku katakan kepada mereka: &#39;Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesung¬guhnya Dia adalah Maha Pengampun. Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.&#39;&quot; (QS. Nuh: 5-12)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa jawaban kaumnya?&lt;br /&gt;&quot;Nuh berkata: &#39;Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka telah mendurhakaiku, dan telah mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka. Mereka telah melakukan tipu-daya yang amat besar. Dan mereka berkata: &#39;Janganlah sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali meninggalkan (pen¬yembahan) wadd, suwa, yaghuts, yauq, dan nasr. Dan sesudahnya mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia); dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang lalim itu selain kesesatan,&#39;&quot; (QS. Nuh: 21-24)&lt;br /&gt;Nuh tetap melanjutkan dakwah di tengah-tengah kaumnya selama 950 tahun. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. &quot; (QS. aPAnkabut: 14)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, jumlah kaum mukmin tidak bertambah sedangkan jumlah kaum kafir justru bertambah. Nabi Nuh sangat sedih namun ia tidak sampai kehilangan harapan. la senantiasa mengajak kaumnya dan berdebat dengan mereka. Namun kaumnya selalu menghadapinya dengan kesombongan, kekufuran, dan penentangan. Nabi Nuh sangat bersedih terhadap kaumnya namun ia tidak sampai berputus asa. la tetap menjaga harapan selama 950 tahun. Tampak bahwa usia manusia sebelum datangnya topan cukup panjang. Dan barangkali usia panjang bagi Nabi Nuh merupakan mukjizat khusus baginya.&lt;br /&gt;Datanglah hari di mana Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Nuh bahwa orang-orang yang beriman dari kaumnya tidak akan bertambah lagi. Allah SWT mewahyukan kepadanya agar ia tidak bersedih atas tindakan mereka. Maka pada saat itu, Nabi Nuh berdoa agar orang-orang kafir dihancurkan. la berkata:&lt;br /&gt;&quot;Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.&quot; (QS. Nuh: 26)&lt;br /&gt;Nabi Nuh membenarkan doanya dengan alasan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat dan kafir. &quot; (QS. Nuh: 27)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam surah Hud:&lt;br /&gt;&quot;Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasannya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang-orang yang telah beriman saja, karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan. Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang lalim itu. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. (QS. Hud: 36-37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Allah SWT menetapkan hukum-Nya atas orang-orang kafir, yaitu datangnya angin topan. Allah SWT memberitahu Nuh, bahwa ia akan membuat perahu ini dengan &quot;pengawasan Kami dan wahyu kami,&quot; yakni dengan ilmu Allah SWT dan pengajaran-Nya, serta sesuai dengan pengarahan-Nya dan bantuan para malaikat.&lt;br /&gt;Allah SWT menetapkan perintah-Nya kepada Nuh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang lalim itu. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.&lt;/span&gt; (QS. Hud: 37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT menenggelamkan orang-orang yang lalim, apa pun kedudukan mereka dan apa pun kedekatan mereka dengan Nabi. Allah SWT melarang Nabi-Nya untuk berdialog dengan mereka atau menengahi urusan mereka. Nabi Nuh mulai menanam pohon untuk membuat perahu darinya. Ia menunggu beberapa tahun, kemudian ia memotong apa yang ditanamnya dan mulai merakitnya. Akhirnya, jadilah perahu yang besar, yang tinggi, dan kuat.&lt;br /&gt;Para mufasir berbeda pendapat tentang besarnya perahu itu, bentuknya, masa pembuatannya, tempat pembuatannya dan lain-lain. Berkenaan dengan hal tersebut Fakhrur Razi berkata: &quot;Ketahuilah bahwa pembahasan ini tidak menarik bagiku karena ia merupakan hal-hal yang tidak perlu diketahuinya. Saya kira mengetahui hal tersebut hanya mendatangkan manfaat yang sedikit.&quot; Mudah-mudahan Allah SWT merahmati Fakhrur Razi yang menyatakan kebenaran dengan kalimatnya itu. Kita tidak mengetahui hakikat perahu ini, kecuali apa yang telah Allah SWT ceritakan kepada kita tentang hal itu. Misalnya, kita tidak mengetahui dimana ia dibuat, berapa panjangnya atau lebarnya, dan kita secara pasti tidak mengetahui selain tempat yang ditujunya setelah ia berlabuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT tidak memberikan keterangan secara detail berkenaan dengan hal tersebut yang tidak memberikan kepentingan pada kandungan cerita dan tujuannya yang penting. Nabi Nuh mulai membangun perahu, lalu orang-orang kafir lewat di depannya saat ia dalam keadaan serius membuat perahu. Saat itu, cuaca atau udara sangat kering, dan di sana tidak terdapat sungai atau laut yang dekat. Bagaimana perahu ini akan berlayar wahai Nuh? Apakah ia akan berlayar di atas tanah? Di manakah air yang memungkinkan bagi perahumu untuk belayar? Sungguh Nuh telah gila! Orang-orang kafir semakin tertawa terbahak-bahak dan semakin mengejek Nabi Nuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak pertentangan dalam kisah Nabi Nuh tampak dalam masa ini. Kebatilan mengejek kebenaran dan cukup lama menertawakan kebenaran. Mereka menganggap bahwa dunia adalah milik mereka dan bahwa mereka akan selalu mendapatkan keamanan dan bahwa siksa tidak akan terjadi. Namun anggapan mereka itu tidak terbukti. Datangnya angin topan menjungkirbalikkan semua perkiraan mereka. Saat itu, orang-orang mukmin mengejek balik orang-orang kafir dan ejekan mereka adalah kebenaran. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Dan mulailah Nuh membuat bahtera itu. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan metewati Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh: &#39;Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) akan mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek kami. Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakan dan yang akan ditimpa azab yang kekal.&quot; (QS. Hud: 38-39)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesailah pembuatan perahu dan duduk menunggu perintah Allah SWT. Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Nuh bahwa jika ada yang mempunyai dapur, maka ini sebagai tanda dimulainya angin topan. Di sebutkan bahwa tafsiran dari at-Tannur ialah oven (alat untuk memanggang roti) yang ada di dalam rumah Nabi Nuh. Jika keluar darinya air dan ia lari maka itu merupakan perintah bagi Nabi Nuh untuk bergerak. Maka pada suatu hari tannur itu mulai menunjukkan tanda-tandanya dari dalam rumah Nabi Nuh, lalu Nabi Nuh segera membuka perahunya dan mengajak orang-orang mukmin untuk menaikinya. Jibril turun ke bumi. Nabi Nuh membawa burung, binatang buas, binatang yang berpasang-pasangan, sapi, gajah, semut, dan lain-lain. Dalam perahu itu, Nabi Nuh telah membuat kandang binatang buas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jibril menggiring setiap dua binatang yang berpasangan agar setiap spesies binatang tidak punah dari muka bumi. Ini berarti bahwa angin topan telah menenggelamkan bumi semuanya, kalau tidak demikian maka buat apa ia harus mengangkut jenis binatang-binatang itu. Binatang-binatang mulai menaiki perahu itu beserta orang-orang yang beriman dari kaumnya. Jumlah orang-orang mukmin sangat sedikit. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Hingga apabila perintah Kami datang dan tannur telah memancarkan air, Kami berfirman: &#39;Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkanlah pula) orang-orang yang beriman.&#39; Dan tidak beriman bersama Nuh itu kecuali sedikit. &quot; (QS. Hud: 40)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Istri Nabi Nuh tidak beriman kepadanya sehingga ia tidak ikut menaiki perahu, dan salah satu anaknya menyembunyikan kekafirannya dengan menampakkan keimanan di depan Nabi Nuh, dan ia pun tidak ikut menaikinya. Mayoritas manusia saat itu tidak ber¬iman sehingga mereka tidak turut berlayar. Hanya orang-orang mukmin yang mengarungi lautan bersamanya. Ibnu Abbas berkata: &quot;Terdapat delapan puluh orang dari kaum Nabi Nuh yang beriman kepadanya.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mulai meninggi yang keluar dari celah-celah bumi. Tiada satu celah pun di bumi kecuali keluar air darinya. Sementara dari langit turunlah hujan yang sangat deras yang belum pernah turun hujan dengan curah seperti itu di bumi, dan tidak akan ada hujan seperti itu sesudahnya. Lautan semakin bergolak dan ombaknya menerpa apa saja dan menyapu bumi. Perut bumi bergerak dengan gerakan yang tidak wajar sehingga bola bumi untuk pertama kalinya tenggelam dalam air sehingga ia menjadi bola air. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air maka bertemulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan. Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku. (QS. al-Qamar: 11-13)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air meninggi di atas kepala manusia, dan ia melampaui ketinggian pohon, bahkan puncak gunung. Akhirnya, permukaan bumi diselimuti dengan air. Ketika mula-mula datang topan, Nabi Nuh memanggil-manggil putranya. Putranya itu berdiri agak jauh dari¬nya. Nabi Nuh memanggilnya dan berkata:&lt;br /&gt;&quot;Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.&quot; (QS. Hud: 42)&lt;br /&gt;Anak itu menjawab ajakan ayahnya:&lt;br /&gt;&quot;Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah.&quot; (QS. Hud: 43)&lt;br /&gt;Nabi Nuh kembali menyerunya:&lt;br /&gt;&quot;Tidak add yang melindungi hari ini dari azab Allah selain orang yang dirahmati-Nya. &quot; (QS. Hud: 43)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesailah dialog antara Nabi Nuh dan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. &quot; (QS. Hud: 43)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah ungkapan AI-Qur&#39;an al-Karim: Dan gelombang men¬jadi penghalang antara keduanya. Ombak tiba-tiba mengakhiri dia¬log mereka. Nabi Nuh mencari, namun ia tidak mendapati anak¬nya. Ia tidak menemukan selain gunung ombak yang semakin meninggi dan meninggi bersama perahu itu. Nabi Nuh ddak dapat melihat segala sesuatu selain air. Allah SWT berkehendak—sebagai rahmat dari-Nya—untuk menenggelamkan si anak jauh dari penglihatan si ayah. Inilah kasih sayang Allah SWT terhadap si ayah. Anak Nabi Nuh mengira bahwa gunung akan mencegahnya dari kejaran air namun ia pun terkejar dan tenggelam. Angin topan terus berlanjut dan terus membawa perahu Nabi Nuh. Setelah berlalu beberapa saat, pemandangan tertuju kepada bumi yang telah musnah sehingga tiada kehidupan kecuali sebagian kayu yang darinya Nabi Nuh membuat perahu di mana ia menyelamatkan orang-orang mukmin, begitu juga berbagai binatang yang ikut bersama mereka. Adalah hal yang sulit bagi kita untuk membayangkan kedahsyatan topan itu. Yang jelas, ia menunjukkan kekuasaan Pencipta. Perahu itu berlayar dengan mereka dalam ombak yang laksana gunung. Sebagian ilmuwan meyakini bahwa terpisahnya beberapa benua dan terbentuknya bumi dalam rupa seperti sekarang adalah sebagai akibat dari topan yang dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Topan yang dialami oleh Nabi Nuh terus berlanjut dalam beber¬apa zaman di mana kita tidak dapat mengetahui batasnya. Kemudian datanglah perintah Ilahi agar langit menghentikan hujannya dan agar bumi tetap tenang dan menelan air itu, dan agar kayu-kayu perahu berlabuh di al-Judi, yaitu nama suatu tempat di zaman dahulu. Ada yang mengatakan bahwa ia adalah gunung yang terletak di Irak. Dengan datangnya perintah Ilahi, bumi kembali menjadi tenang dan air menjadi surut. Topan telah menyucikan bumi dan membasuhnya. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Dan difirmankan: &#39;Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,&#39; dan air pun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukitjudi. Dan dikatakan: &#39;Binasalah orang-orang yang lalim. &quot; (QS. Hud: 44)&lt;br /&gt;Dan air pun disurutkan, yakni air berkurang dan kembali ke celah-celah bumi. Segala urusan telah diputuskan dan orang-orang kafir telah hancur sepenuhnya. Dikatakan bahwa Allah SWT me-mandulkan rahim-rahim wanita selama empat puluh tahun sebelum datangnya topan, karena itu tidak ada yang terbunuh seorang anak bayi atau anak kecil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman-Nya: Dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit judi, yakni ia berlabuh di atasnya. Di sebutkan bahwa hari itu bertepatan dengan hari Asyura&#39; (hari kesepuluh dari bulan Muharam). Lalu Nabi Nuh berpuasa dan memerintahkan orang-orang yang bersamanya untuk berpuasa juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan: &#39;Binasalah orang-orang yang lalim, &#39;yakni kehancuran bagi mereka. Topan menyucikan bumi dari mereka dan membersihkannya. Lenyaplah peristiwa yang mengerikan dengan lenyapnya topan. Dan berpindahlah pergulatan dari ombak ke jiwa Nabi Nuh. Ia mengingat anaknya yang tenggelam. Nabi Nuh tidak mengetahui saat itu bahwa anaknya menjadi kafir. Ia menganggap bahwa anak¬nya sebagai seorang mukmin yang memilih untuk menyelamatkan diri dengan cara berlindung kepada gunung. Namun ombak telah mengakhiri percakapan keduanya sebelum mereka menyelesaikannya. Nabi Nuh tidak mengetahui seberapa jauh bagian keimanan yang ada pada anaknya. Lalu bergeraklah naluri kasih sayang dalam hati sang ayah. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: &#39;Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya. &quot; (QS. Hud: 45)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Nuh ingin berkata kepada Allah SWT bahwa anaknya termasuk dari keluarganya yang beriman dan Dia menjanjikan untuk menye¬lamatkan keluarganya yang beriman. Allah SWT berkata dan menjelaskan kepada Nuh keadaan sebenarnya yang ada pada anaknya:&lt;br /&gt;&quot;Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan). Sesungguhnya perbuatannya tidak baik. Sebab itu, janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikatnya). Aku memperingatkan kepa-damu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.&#39;&quot; (QS. Hud: 46)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qurthubi berkata—menukil dari guru-gurunya dari kalangan ulama—ini adalah pendapat yang kami dukung: &quot;Anaknya berada di sisinya (yakni bersama Nabi Nuh dan dalam dugaannya ia seorang mukmin). Nabi Nuh tidak berkata kepada Tuhannya: &quot;Sesungguhnya anakku termasuk keluargaku,&quot; kecuali karena ia memang menampakkan hal yang demikian kepadanya. Sebab, mustahil ia meminta kehancuran orang-orang kafir kemudian ia meminta agar sebagian mereka diselamatkan.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anaknya menyembunyikan kekufuran dan menampakkan keimanan. Lalu Allah SWT memberitahukan kepada Nuh ilmu gaib yang khusus dimiliki-Nya. Yakni Allah SWT memberitahunya keadaan sebenarnya dari anaknya. Allah SWT ketika menasihatinya agar jangan sampai ia menjadi orang-orang yang tidak mengerti. Dia ingin menghilangkan darinya anggapan bahwa anaknya beriman kemudian mati bersama orang-orang kafir.&lt;br /&gt;Di sana terdapat pelajaran penting yang terkandung dalam ayat-ayat yang mulia itu, yang menceritakan kisah Nabi Nuh bersama anaknya. Allah SWT ingin berkata kepada Nabi-Nya yang mulia bahwa anaknya bukan termasuk keluarganya karena ia tidak beriman kepada Allah SWT. Hubungan darah bukanlah hubungan hakiki di antara manusia. Anak seorang nabi adalah anaknya yang meyakini akidah, yaitu mengikuti Allah SWT dan nabi, dan bukan anaknya yang menentangnya, meskipun berasal dari sulbinya. Jika demikian seorang mukmin harus menghindar dari kekufuran. Dan di sini juga harus di teguhkan hubungan sesama akidah di antara orang-orang mukmin. Adalah tidak benar jika hubungan sesama mereka dibangun berdasarkan darah, ras, warna kulit, atau tempat tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Nuh memohon ampun kepada Tuhannya dan bertaubat kepada-Nya. Kemudian Allah SWT merahmatinya dan memerintahkannya untuk turun dari perahu dalam keadaan dipenuhi dengan keberkahan dari Allah SWT dan penjagaan-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Nuh berkata: &#39;Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikatnya). Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh mbelas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi. &quot; (QS. Hud: 47) &quot;Difirmankan: &#39;Hai Nuh, turunlah dengan selamat dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang beriman) dari orang-orang yang bersamamu.&#39;&quot; (QS. Hud: 48)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nabi Nuh turun dari perahunya dan ia melepaskan burung-burung dan binatang-binatang buas sehingga mereka menyebar ke bumi. Setelah itu, orangorang mukmin juga tumn. Nabi Nuh meletakkan dahinya ke atas tanah dan bersujud. Saat itu bumi masih basah karena pengaruh topan. Nabi Nuh bangkit setelah salatnya dan menggali pondasi untuk membangun tempat ibadah yang agung bagi Allah SWT. Orang-orang yang selamat menyalakan api dan duduk-duduk di sekelilinginya. Menyalakan api sebelumnya di larang di dalam perahu karena dikhawatirkan api akan menyentuh kayu-kayunya dan membakarnya. Tak seorang pun di antara mereka yang memakan makanan yang hangat selama masa topan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlalulah hari puasa sebagai tanda syukur kepada Allah SWT. Al-Qur&#39;an tidak lagi menceritakan kisah Nabi Nuh setelah topan sehingga kita tidak mengetahui bagaimana peristiwa yang dialami Nabi Nuh bersama kaumnya. Yang kita ketahui atau yang perlu kita tegaskan bahwa Nabi Nuh mewasiatkan kepada putra-putranya saat ia meninggal agar mereka hanya menyembah Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/4354737125517172179/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/06/kisah-nabi-nuh-as.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/4354737125517172179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/4354737125517172179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/06/kisah-nabi-nuh-as.html' title='Kisah Nabi Nuh AS'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-7291974930573790599</id><published>2010-06-13T04:35:00.000-07:00</published><updated>2010-06-13T04:44:37.469-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah Para Nabi"/><title type='text'>Kisab Nabi Syu&#39;aib AS</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Banyak orang di zaman kita beranggapan bahwa agama hanya merupakan program-program yang kosong dan nilai-nilai akhlak semata. Ini adalah keyakinan klasik dan salah. Pada hakikatnya, agama adalah sistem dalam kehidupan dan pergaulan. Intinya ialah hubungan dengan Allah SWT. Oleh karena itu, usaha memisahkan antara problem-problem tauhid dan perilaku manusia dalam kehidupan mereka sehari-hari berarti memisahkan agama dari kehi¬dupan dan mengubahnya menjadi adat-istiadat, tradis-tradisi, dan acara-acara ritual yang hampa. Kisah Nabi Syu&#39;aib menampakkan hal yang demikian secara jelas.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang di zaman kita beranggapan bahwa agama hanya merupakan program-program yang kosong dan nilai-nilai akhlak semata. Ini adalah keyakinan klasik dan salah. Pada hakikatnya, agama adalah sistem dalam kehidupan dan pergaulan. Intinya ialah hubungan dengan Allah SWT. Oleh karena itu, usaha memisahkan antara problem-problem tauhid dan perilaku manusia dalam kehidupan mereka sehari-hari berarti memisahkan agama dari kehi¬dupan dan mengubahnya menjadi adat-istiadat, tradis-tradisi, dan acara-acara ritual yang hampa. Kisah Nabi Syu&#39;aib menampakkan hal yang demikian secara jelas.&lt;br /&gt;Allah SWT mengutus Syu&#39;aib pada penduduk Madyan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Dan kepada (penduduk) Madyan (kami utus) saudara mereka, Syu &#39;aib. Ia berkata: &#39;Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain Dia.&#39;&quot; (QS. Hud: 84)&lt;br /&gt;Ini adalah dakwah yang sama yang diserukan oleh setiap nabi. Dalam hal ini tidak ada perbedaan antara satu nabi dan nabi yang lain. Ia merupakan dasar akidah dan tanpa dasar ini mustahil suatu bangunan akan berdiri. Setelah peletakan bangunan tersebut, Syu&#39;aib mulai menyuarakan dakwahnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Dan janganlah kamu kurangi takaran dan timbangan. Sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu) dan sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat).&quot; (QS. Hud: 84)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjelaskan masalah tauhid secara langsung, Nabi Syu&#39;aib berpindah pada masalah muamalah sehari-hari yang berkenaan dengan kejujuran dan keadilan. Adalah hal yang terkenal pada penduduk Madyan bahwa mereka mengurangi timbangan dan mereka tidak memberikan hak-hak manusia. Ini adalah suatu kehinaan yang menyentuh kesucian hati dan tangan sebagaimana menyentuh kesempurnaan harga diri dan kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penduduk Madyan beranggapan bahwa mengurangi tim¬bangan adalah salah satu bentuk kelihaian dan kepandaian dalam jual-beli serta bentuk kelicikan dalam mengambil dan membeli. Kemudian nabi mereka datang dan mengingatkan bahwa hal tersebut merupakan hal yang hina dan termasuk pencurian. Nabi Syu&#39;aib memberitahukan kepada mereka bahwa beliau khawatir jika mereka meneruskan perbuatan keji itu niscaya akan turun kepada mereka azab di mana manusia tidak akan dapat menghindar dari siksaan itu. Perhatikanlah bagaimana campur tangan Islam melalui Nabi Syu&#39;aib yang diutus kepada manusia di mana ia memperhatikan persoalan jual-beli dan mengawasinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan.&quot; (QS. Hud: 85)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Nabi Syu&#39;aib meneruskan misi dakwahnya. Beliau mengulang-ulangi nasihatnya kepada mereka dengan cara yang baik dan mengajak ke jalan yang baik, tidak ke jalan yang buruk; beliau menghimbau kepada mereka untuk menegakkan timbangan dengan keadilan dan kebenaran dan mengingatkan mereka agar jangan merampas hak-hak orang lain. Merampas hak-hak orang lain itu tidak terbatas pada jual-beli saja, namun juga berhubungan dengan perbuatan-perbuatan lainnya; beliau memerintahkan mereka untuk menegakkan timbangan keadilan dan kejujuran. Demikianlah seruan dari agama tauhid dan akidah tauhid di mana ia selalu menyuarakan kejujuran dan keadilan. Agama selalu memerintahkan manusia untuk menjalin kerjasama sesama mereka dalam kehidupan sehari-hari dengan cara-cara yang bijaksana dan baik, baik menyangkut hubungan kerja, hubungan pribadi maupun hubungan lainnya. Al-Qur&#39;an al-Karim mengatakan: &quot;Dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka. &quot;Dan kata as-Syai&#39; (sesuatu) dalam ayat tersebut diucapkan kepada hal-hal yang bersifat materi dan yang bersifat non-materi (rohani) di mana masuk dalam katagori itu perbuatan-perbuatan dan hubungan-hubungan yang menghasilkan. Al-Qur&#39;an melarang segala bentuk kelaliman, baik kelaliman berkenaan dengan menimbang buah-buahan atau sayur-sayuran maupun kela¬liman dalam bentuk tidak memberikan penghargaan terhadap usaha manusia dan pekerjaan mereka. Sebab, kelaliman terhadap manusia akan menciptakan suasana ketidakharmonisan yang berakibat pada timbulnya penderitaan, sikap putus asa, dan sikap tidak peduli, sehingga pada akhirnya hubungan sesama manusia berjalan tidak harmonis dan menimbulkan kegoncangan dalam kehidupan. Oleh katrena itu, Al-Qur&#39;an mengingatkan agar jangan sampai ada manusia yang berbuat kerusakan di muka bumi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan. Sisa (keuntungan) dart Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang-orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorangpenjaga atas dirimu.&quot; (QS. Hud: 85-86)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud al-&#39;Atsu ialah sengaja membuat kerusakan dan bertujuan untuk membuat kerusakan. Janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi; janganlah kalian sengaja untuk menciptakan keonaran di muka bumi. Apa yang ada di sisi Allah SWT adalah hal yang terbaik buat kalian jika kalian benar-benar ber¬iman. Kemudian Nabi Syu&#39;aib memberitahu kepada mereka bahwa ia tidak memiki sesuatu kepada mereka; ia tidak dapat menguasai mereka tidak juga ia selalu mengawasi mereka. Beliau hanya sekadar seorang rasul atau utusan untuk menyampaikan ajaran Tuhannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu. &quot; (QS. Hud: 86)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara yang demikian, Nabi Syu&#39;aib menjelaskan kaumnya bahwa masalah yang mereka hadapi saat ini sangat penting dan sangat serius, bahkan sangat berat. Beliau memberitahu mereka akibat yang bakal mereka terima jika mereka membuat kerusakan. Selesailah bagian pertama dari dialog Nabi Syu&#39;aib bersama kaumnya. Nabi Syu&#39;aib telah mengawali pembicaraan dan kaumnya mendengarkan. Kemudian beliau berhenti dari pembicaraannya dan sekarang kaum membuka pembicaraan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Mereka berkata: &#39;Hai Syu&#39;aib, apakah agamamu yang menyuruh agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang hand berbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal &quot; (QS. Hud: 87)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Para penduduk Madyan yang kafir mereka biasa merampok dan menyembah al-Aikah, yaitu pohon dari al-Aik yang dikelilingi oleh dahan-dahan yang berputar di sekelilingnya. Mereka termasuk orang-orang yang menjalin hubungan sesama manusia dengan cara-cara yang sangat keji. Mereka suka mengurangi timbangan; mereka mengambil yang lebih darinya dan tidak menghiraukan kekurangannya. Perhatikanlah semua itu dalam dialog mereka bersama Syu&#39;aib. Mereka berkata, &quot;wahai Syu&#39;aib apakah agamamu yang memerintahkanmu...?&quot; Seakan-akan agama ini mendorong Syu&#39;aib dan membisikinya serta memerintahnya sehingga ia menaati tanpa pertimbangan dan pemikiran. Sungguh Syu&#39;aib telah berubah dengan agamanya itu menjadi alat yang bergerak dan alat yang tidak sadar. Demikianlah celaaan dan tuduhan keji yang dialamatkan oleh kaum Nabi Syu&#39;aib kepadanya. Agama Syu&#39;aib telah membuatnya gila dan membuatnya nekat untuk memerintahkan mereka meninggalkan apa yang selama ini mereka sembah dan disembah oleh kakek-kakek mereka. Kakek-kakek mereka telah menyembah tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan sementara agama Syu&#39;aib memerintahkan mereka untuk hanya menyembah Allah SWT. Kenekatan model apa dari Syu&#39;aib ini?&lt;br /&gt;Dengan ejekan dan penghinaan ini, Nabi Syu&#39;aib menghadapi dialog yang terjadi dengan mereka. Kemudian mereka kembali bertanya-tanya dengan penuh keheranan dan dengan nada mengejek: &quot;Apakah agamamu yang menyuruh agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami.&quot; Tidakkah engkau sadar wahai Syu&#39;aib bahwa agamamu ingin mencampuri keinginan kita dan cara kita menggunakan harta kita? Apakah hubungan keimanan dan salat dengan muamalah materi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pertanyaan ini, kaum Nabi Syu&#39;aib mengira bahwa mereka mencapai suatu tingkat kecerdasan. Mereka mengemukakan di hadapannya problem keimanan, dan mereka mengingkari adanya keterkaitan antara perilaku manusia dan muamalah mereka serta perekonomian mereka. Ini adalah masalah yang klasik; ini adalah usaha untuk memisahkan antara ekonomi dan Islam di mana setiap nabi justru di utus untuknya meskipun nama-nama mereka berbeda-beda; ini adalah masalah kuno yang diungkap oleh kaum Nabi Syu&#39;aib di mana mereka mengingkari bahwa agama turut campur dalam kehidupan sehari-hari mereka, perekonomian mereka dan cara mereka menggunakan harta mereka. Mereka menganggap bahwa menginfakkan harta atau menggunakannya atau menghambur-hamburkannya adalah suatu yang tidak berhubungan dengan agama. Hal itu menyangkut kebebasan pribadi manusia. Bukankah itu hartanya yang khusus lalu mengapa agama turut campur di dalamnya?&lt;br /&gt;Demikianlah pemahaman kaum Nabi Syu&#39;aib kepada Islam yang dibawa oleh Nabi Syu&#39;aib. Kami kira pemahaman demikian sedikit atau banyak tidak berbeda dengan pemahaman banyak masyarakat di zaman kita sekarang mereka menganggap bahwasannya Islam tidak memiliki kaitan dengan kehidupan pribadi manusia dan kehidupan perekonomian mereka. Oleh karena itu, manusia dapat menggunakan harta mereka sesuai dengan kemauan mereka:&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal.&quot;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Mereka ingin mengatakan kepada Nabi Syu&#39;aib, seandainya engkau seorang yang bijaksana dan memiliki pemikiran yang matang niscaya engkau tidak akan mengatakan apa yang telah engkau katakan. Mereka kembali mengejek Nabi Syu&#39;aib dan merendahkan dakwahnya. Seandainya Anda bertanya kepada kaum Nabi Syu&#39;aib tentang pemahaman agama mereka maka mereka pasti mengingkari bahwa agama adalah sebagai sistem dalam kehidupan yang menjadikan hidup lebih mulia, lebih suci, lebih adil dan lebih pantas manusia untuk menjabat sebagai khalifatullah di muka bumi; seandainya Anda bertanya kepada mereka tentang agama niscaya mereka memberitahumu bahwa ia hanya berupa kumpulan nilai-nilai rohani yang baik yang tidak mewarnai kehidupan sehari-hari. Dengan pemahaman seperti ini, agama hanya sekadar hiasan. Ini adalah pemahaman yang menggelikan karena Allah SWT mengutus para nabi dan ajaran-ajaran yang mereka bawa bukan untuk perhiasan dan main-mainan. Maha Suci Allah SWT dari semua itu. Allah SWT mengutus para nabi-Nya dengan membawa sistem baru dalam kehidupan, yaitu sistem yang mencakup nilai-nilai dan pemikiran-pemikiran yang itu semua tidak akan bermakna jika tidak berubah menjadi suatu sistem dalam kehidupan secara umum dan mengatur kehidupan secara khusus. Dengan pemahaman seperti inilah agama menjadi mulai dan agama menjadi benar adanya. Dan dengan asumsi seperti ini, kita memahami seberapa jauh campur tangan agama dalam persoalan-persoalan kehidupan sehari-hari: dimulai dari hubungan-hubungan cinta sampai undang-undang perkawinan, bahkan cara mengambil keputusan hidup sampai sistem dalam menginfakkan uang dan menggunakannya, juga sistem dalam cara menggunakan dan mendistribusikan kekayaan dan sebagainya. Jika manusia memahami agama seperti ini makajadilah agama sesuatu kebenaran. Dan kalau tidak, agama laksana puing-puing saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Nabi Syu&#39;aib mengetahui bahwa kaumnya mengejeknya karena mereka menganggap agama tidak turut campur dalam kehidupan sehari-hari. Namun, beliau menghadapi semua itu dengan penuh kelembutan dan kasih sayang karena beliau yakin apa yang beliau bawa adalah kebenaran. Beliau tidak peduli dengan ejekan mereka dan tidak tersinggung dengannya dan tidak mempersoalkan hal itu; beliau memberi pengertian kepada mereka bahwa beliau berada di atas kebenaran dari Tuhannya; beliau adalah seorang nabi yang mengetahui kebenaran; beliau tidak melarang mereka untuk meninggalkan sesuatu yang di balik larangan itu mendatangkan keuntungan pribadi buatnya; beliau tidak ingin menasihati mereka dalam kejujuran agar pasar menjadi sepi dan karenanya beliau mengambil manfaat; beliau hanya sekadar seorang nabi di mana dakwah setiap nabi tergambar dalam ungkapan yang singkat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. &quot; (QS. Hud: 88)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang beliau inginkan hanya al-Islah (usaha membuat perbaikan). Demikanlah kandungan dan inti dakwah para nabi yang sebenarnya. Mereka adalah al-Muslihun, yaitu orang-orang yang mem¬buat perbaikan; mereka memperbaiki akal, memperbaiki hati dan memperbaiki kehidupan yang umum dan kehidupan yang khusus:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Syu&#39;aib berkata: &#39;Hai kaumku, bagaimana pikiranku jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku dari-Nya rezeki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya)? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah bertawakal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.&#39;&quot; (QS. Hud: 88)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah Nabi Syu&#39;aib menjelaskan tujuan-tujuannya kepada mereka dan menyingkapkan kebenaran dakwahnya, beliau mulai mengotak-atik akal-akal rnereka; beliau mengungkapkan kepada mereka bagaimana pergulatan orang-orang sebelum mereka dengan para nabi sebelumnya, yaitu kaum Nabi Nuh, kaum Nabi Hud, kaum Nabi Saleh, dan kaum Nabi Luth yang masa mereka ddak jauh dengan masa Nabi Syu&#39;aib. Beliau mulai berdialog dengan mereka dan mengingatkan mereka bahwa sikap penentangan mereka justru akan mendatangkan siksaan bagi mereka. Nabi Syu&#39;aib mengingatkan mereka bagaimana nasib orang-orang yang mendustakan kebenaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Hai kaumku, janganlah hendaknya pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpah kaum Nuh atau kaum Hud atau kaum Saleh, sedang kaum Luth tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kamu. Dan mohonlah ampun dari Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya, sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. &quot; (QS. Hud: 89-90)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai Nabi Syu&#39;aib berdakwah kepada Allah SWT dan menjelaskan al-ishlah (usaha memperbaiki masyarakat) dan mengingatkan mereka bahaya penentangan serta menakut-nakuti mereka dengan menceritakan kembali siksaan yang diterima orang-orang yang berbohong sebelum mereka. Meskipun demikian, Nabi Syu&#39;aib tetap membukakan pintu pengampunan dan pintu taubat bagi mereka. Beliau menunjukkan kepada mereka kasih sayang Tuhannya Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Namun kaum Nabi Syu&#39;aib memilih azab. Kekerasan hati mereka dan keinginan mereka untuk mendapatkan harta yang haram serta rasa puas dengan sistem yang mengatur mereka, semua itu menyebabkan mereka menolak kebenaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Mereka berkata: &#39;Hai Syu&#39;aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu.&#39;&quot; (QS. Hud: 91)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kami tidak memahamimu. Engkau adalah seorang yang mengacau; engkau mengatakan sesuatu yang tidak dimengerti:&lt;br /&gt;&quot;Dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami.&quot; (QS. Hud: 91)&lt;br /&gt;Beliau dikatakan sebagai orang yang lemah karena orang-orang fakir dan orang-orang yang rrienderita adalah orang-orang yang beriman padanya, sedangkan orang-orang kaya dan para pembesar telah menentang mereka. Demikianlah pertimbangan umumnya manusia yang tidak memiliki kekuatan cukup untuk menghadapi kebenaran dakwah Nabi Syu&#39;aib di mana beliau dianggap sebagai orang yang lemah:&lt;br /&gt;&quot;Kalau tidaklah karena keluargamu tentulah kami akan merajammu.&quot;(QS. Hud: 91)&lt;br /&gt;Seandainya kalau bukan karena keluargamu dan kaummu dan orang-orang yang mengikutimu niscaya kami akan menggali suatu lubang dan kami akan bunuh kamu dilubang itu dengan cara melempari kamu dengan batu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Sedang kamu pun bukanlah seorangyang berwibawa di sisi kami.&quot; (QS. Hud: 92)&lt;br /&gt;Kaum Nabi Syu&#39;aib berpindah dari cara mengejek pada cara menyerang. Nabi Syu&#39;aib telah menyampaikan bukti kepada mereka setelah mereka mengejeknya, lalu mereka mengubah cara mereka berdialog. Mereka memberitahunya bahwa mereka tidak memahami apa yang beliau katakan dan mereka melihat bahwa Nabi Syu&#39;aib sebagai orang yang lemah dan hina. Dan seandainya kalau bukan karena mereka takut (kasihan) kepada keluarganya niscaya mereka akan membunuhnya. Mereka menampakkan kebencian kepada Nabi Syu&#39;aib dan ingin sekali untuk membunuhnya kalau bukan karena alasan-alasan yang berhubungan dengan keluarganya. Menghadapi ancaman itu, Nabi Syu&#39;aib tetap menunjukkan sikap lembutnya lalu beliau bertanya kepada mereka dengan maksud untuk menggugah kesekian kalinya akal mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Syu &#39;aib menjawab: &#39;Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah. &quot; (QS. Hud: 92)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah cukup rasional jika mereka membayangkan hal tersebut? Mereka melupakan hakikat kekuatan yang mengatur alam. Sesungguhnya hanya Allah SWT Yang Maha Mulia dan Maha Kuat. Seharusnya mereka mengingat hal itu; seharusnya seseorang tidak takut kepada apapun selain Allah SWT dan tidak membandingkan kekuatan di alam wujud ini dengan kekuatan Allah SWT. Hanya Allah SWT Yang Kuat dan hanya Dia yang mengatur hamba-hamba-Nya.&lt;br /&gt;Tampak bahwa kaum Nabi Syu&#39;aib mulai kesal dan semakin kesal dengannya, lalu berkumpullah para pembesar kaumnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Pemuka-pemuka dari kaum Syu &#39;aib yang menyombongkan diri berkata: &#39;Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu&#39;aib dan dengan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, kecuali kamu kembali kepada agama kami.&#39;&quot; (QS. al-A&#39;raf: 88)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menggunakan tahap baru dengan cara mengancam Nabi Syu&#39;aib; mereka mengancamnya untuk membunuh dan mengusir dari desa mereka; mereka memberi pilihan kepada Nabi Syu&#39;aib antara terusir dan kembali kepada agama mereka yang menyembah pohon-pohon dan benda-benda mati. Nabi Syu&#39;aib memberitahu kepada mereka bahwa masalah kembalinya ia ke agama mereka adalah masalah yang tidak berhubungan dengan masalah-masalah yang disebutkan dalam perjanjian. Sungguh Allah SWT telah menyelamatkan beliau dari agama mereka lalu bagaimana beliau kembali lagi padanya? Beliau yang mengajak mereka pada agama tauhid lalu bagaimana beliau mengajak mereka untuk kembali pada kesyirikan dan kekufuran? Beliau mengajak mereka dengan cara yang lembut dan kasih sayang sementara mereka mengancamnya dengan kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pertentangan antara Nabi Syu&#39;aib dan kaumnya semakin berlanjut. Nabi Syu&#39;aib memegang amanat dakwah untuk menghadapi para pembesar, para pendusta, dan para penguasa kaumnya. Akhirnya, Nabi Syu&#39;aib mulai mengetahui bahwa mereka tidak lagi memiliki harapan karena mereka telah berpaling dari Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Sedang Allah kamu jadikan sesuatu yang terbuang di belakangmu? Sesungguhnya pengetahuan Tuhanku meliputi apa yang kamu kerjakan. Dan (dia berkata): &#39;Hai kaumku, berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah azab (Tuhan). Sesungguh¬nya aku pun menunggu bersama kamu.&quot; (QS. Hud: 92-93)&lt;br /&gt;Nabi Syu&#39;aib berlepas diri dari mereka. Mereka telah berpaling dari agama Allah SWT bahkan telah mendustakan nabi-Nya dan menuduhnya bahwa ia tersihir dan seorang pembohong. Maka, setiap orang hendaklah melakukan apa saja yang diinginkannya dan hendaklah mereka menunggu azab Allah SWT. Kemudian pergulatan antara Nabi Syu&#39;aib dan kaumnya berakhir adanya fase baru. Mereka meminta kepada Nabi Syu&#39;aib untuk mendatangkan azab dari langit jika beliau termasuk orang-orang yang benar. Dengan nada mencibir dan menantang, mereka berkata: &quot;di mana azab itu, di mana siksaan yang dijanjikan itu? Mengapa terlambat datang?&quot;&lt;br /&gt;Mereka mengejek Nabi Syu&#39;aib dan beliau dengan tenang menunggu datangnya azab Allah SWT. Allah SWT mewahyukan kepada beliau agar keluar bersama orang-orang mukmin dari desa tersebut. Akhirnya, Nabi Syu&#39;aib keluar bersama para pengikutnya dan datanglah azab Allah SWT:&lt;br /&gt;&quot;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Dan takkala datang azab Kami. Kami selamatkan Syu&#39;aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari kami, dan orang-orang lalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di rumahnya. Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, kebinasaan bagi penduduk Madyan sebagaimana kaum Tsamud telah binasa.&quot; (QS. Hud: 94-95)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Ia adalah teriakan sekali saja satu suara yang datang kepada mereka dari celah-celah awan yang menyelimuti. Mula-mula mereka barangkali bergembira karena membayangkan itu akan membawa hujan tetapi mereka dikagetkan ketika datang kepada mereka siksaan yang besar pada hari yang besar.&lt;br /&gt;Selesailah masalah ini. Mereka menyadari bahwa teriakan itu membawa bencana buat mereka; teriakan itu menghanguskan setiap makhluk yang ada di dalam negeri itu. Mereka tidak mampu bergerak dan tidak mampu menyembunyikan diri dan tidak pula mereka dapat menyelamatkan diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/7291974930573790599/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/06/kisab-nabi-syuaib-as.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/7291974930573790599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/7291974930573790599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/06/kisab-nabi-syuaib-as.html' title='Kisab Nabi Syu&#39;aib AS'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-8723500703454314964</id><published>2010-06-11T16:05:00.000-07:00</published><updated>2010-06-11T16:18:34.007-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kisah Para Sahabat Nabi"/><title type='text'>Kisah Umar Bin Khattab</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Nama lengkap &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Umar bin Khattab&lt;/span&gt; bin Nafiel bin abdul Uzza, dilahir di Mekkah, dari Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy. Ayahnya bernama Khaththab bin Nufail Al Mahzumi Al Quraisyi dan ibunya Hantamah binti Hasyim. Umar memiliki julukan yang diberikan oleh Muhammad yaitu Al-Faruq yang berarti orang yang bisa memisahkan antara yang haq dan bathil.Keluarga Umar tergolong dalam keluarga kelas menengah, ia bisa&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;bisa membaca dan menulis yang pada masa itu merupakan sesuatu yang jarang. Umar juga dikenal, karena fisiknya yang kuat dimana ia menjadi juara gulat di Mekkah.&lt;br /&gt;      Sebelum memeluk Islam, sebagaimana tradisi kaum jahiliyah mekkah saat itu, Umar mengubur putrinya hidup-hidup. Sebagaimana yang ia katakan sendiri, &quot;Aku menangis ketika menggali kubur untuk putriku. Dia maju dan kemudian menyisir janggutku&quot;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mabuk-mabukan juga merupakan hal yang umum dikalangan kaum Quraish. Beberapa catatan mengatakan bahwa pada masa pra-Islam, Umar suka meminum anggur. Setelah menjadi muslim, ia tidak menyentuh alkohol sama sekali. Tetapi, setelah masuk Islam, belum diturunkan larangan meminum khamar (yang memabukkan) secara tegas. Sehingga ada kisah, Pada malam hari, Umar bermabuk-mabukkan sampai Subuh. Ketika waktu Subuh tiba, beliau pergi ke masjid dan ditunjuk sebagai imam. Ketika membaca surat Al-Kafirun, karena ayat 3 dan 5 bunyinya sama, setelah membaca ayat ke 5, beliau ulang lagi ke ayat 4 terus menerus. Akhirnya, Allah menurunkan larangan bermabuk-mabukkan yang tegas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Memeluk Islam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketika ajakan memeluk Islam dideklarasikan oleh &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Nabi Muhammad SAW&lt;/span&gt;, Umar mengambil posisi untuk membela agama tradisional kaum Quraish (menyembah berhala). Pada saat itu Umar adalah salah seorang yang sangat keras dalam melawan pesan Islam dan sering melakukan penyiksaan terhadap pemeluknya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dikatakan bahwa pada suatu saat, Umar berketetapan untuk membunuh Muhammad SAW. Saat mencarinya, ia berpapasan dengan seorang muslim (Nu&#39;aim bin Abdullah) yang kemudian memberi tahu bahwa saudara perempuannya juga telah memeluk Islam. Umar terkejut atas pemberitahuan itu dan pulang ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di rumah Umar menjumpai bahwa saudaranya sedang membaca ayat-ayat Al Qur&#39;an (surat Thoha), ia menjadi marah akan hal tersebut dan memukul saudaranya. Ketika melihat saudaranya berdarah oleh pukulannya ia menjadi iba, dan kemudian meminta agar bacaan tersebut dapat ia lihat. Ia kemudian menjadi sangat terguncang oleh isi Al Qur&#39;an tersebut dan kemudian langsung memeluk Islam pada hari itu juga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Kehidupan di Madinah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Umar adalah salah seorang yang ikut pada peristiwa hijrah ke Yatsrib (Madinah) pada tahun 622 Masehi. Ia ikut terlibat pada perang Badar, Uhud, Khaybar serta penyerangan ke Syria. Ia adalah salah seorang sahabat dekat Nabi Muhammad SAW Pada tahun 625, putrinya (Hafsah) menikah dengan Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Menjadi khalifah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selama pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sejarah mencatat banyak pertempuran besar yang menjadi awal penaklukan ini. Pada pertempuran Yarmuk, yang terjadi di dekat Damaskus pada tahun 636, 20 ribu pasukan Islam mengalahkan pasukan Romawi yang mencapai 70 ribu dan mengakhiri kekuasaan Romawi di Asia Kecil bagian selatan. Pasukan Islam lainnya dalam jumlah kecil mendapatkan kemenangan atas pasukan Persia dalam jumlah yang lebih besar pada pertempuran Qadisiyyah (th 636), di dekat sungai Eufrat. Pada pertempuran itu, jenderal pasukan Islam yakni Sa`ad bin Abi Waqqas mengalahkan pasukan Sassanid dan berhasil membunuh jenderal Persia yang terkenal, Rustam Farrukhzad.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada tahun 637, setelah pengepungan yang lama terhadap Yerusalem, pasukan Islam akhirnya mengambil alih kota tersebut. Umar diberikan kunci untuk memasuki kota oleh pendeta Sophronius dan diundang untuk shalat di dalam gereja (Church of the Holy Sepulchre). Umar memilih untuk shalat ditempat lain agar tidak membahayakan gereja tersebut. 55 tahun kemudian, Masjid Umar didirikan ditempat ia shalat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Umar melakukan banyak reformasi secara administratif dan mengontrol dari dekat kebijakan publik, termasuk membangun sistem administratif untuk daerah yang baru ditaklukkan. Ia juga memerintahkan diselenggarakannya sensus di seluruh wilayah kekuasaan Islam. Tahun 638, ia memerintahkan untuk memperluas dan merenovasi Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Medinah. Ia juga memulai proses kodifikasi hukum Islam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Umar dikenal dari gaya hidupnya yang sederhana, alih-alih mengadopsi gaya hidup dan penampilan para penguasa di zaman itu, ia tetap hidup sangat sederhana.&lt;br /&gt;Pada sekitar tahun ke 17 Hijriah, tahun ke-empat kekhalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung saat peristiwa hijrah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Kematian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Umar bin Khattab dibunuh oleh Abu Lukluk (Fairuz), seorang budak pada saat ia akan memimpin shalat Subuh. Fairuz adalah salah seorang warga Persia yang masuk Islam setelah Persia ditaklukkan Umar. Pembunuhan ini konon dilatarbelakangi dendam pribadi Abu Lukluk (Fairuz) terhadap Umar. Fairuz merasa sakit hati atas kekalahan Persia, yang saat itu merupakan negara digdaya, oleh Umar. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23 H/644 M. Setelah kematiannya jabatan khalifah dipegang oleh Usman bin Affan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/8723500703454314964/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/06/kisah-umar-bin-khattab.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/8723500703454314964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/8723500703454314964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/06/kisah-umar-bin-khattab.html' title='Kisah Umar Bin Khattab'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-5656498668695837976</id><published>2010-06-10T23:36:00.000-07:00</published><updated>2010-06-10T23:44:47.610-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kisah Para Nabi"/><title type='text'>Kisah nabi Ilyas AS</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Beliau adalah seorang utusan Allah SWT. Telah terjadi pertentangan antara beliau dan kaumnya tentang berhala yang bemama Ba&#39;l. Nabi Ilyas menyeru di jalan Allah SWT dan mengajak kaumnya tetapi kaumnya mengabaikannya. Mereka cenderung kepada Ba&#39;l. Selesailah halaman kehidupan dunia dan mereka dihadirkan di hadapan Allah SWT pada hari kiamat. Allah SWT menceritakan hal tersebut dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;&quot;Dan sesungguhnya Ilyas termasuk salah seorang dari rasul-rasul. (Ingatlah) ketika ia berkata kepada kaumnya: &#39;Mengapa kamu tidak bertakwa? Pantaskah kamu menyembah Ba&#39;l dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta, yaitu Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?&#39; Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan diseret (ke neraka), kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian yang baik) di halangan orang-orang yang datang kemudian. (Yaitu) kesejahteran dilimpahkan atas Ilyas? Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan hepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.&quot; (QS. ash-Shaffat: 123-132)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hanya ayat-ayat yang pendek ini yang Allah SWT sebutkan berkaitan dengan kisah Nabi Ilyas. Dan pendapat yang paling kuat adalah pendapat yang menyatakan bahwa Ilyas adalah seorang Nabi yang bernama Ilya dalam Taurat. Injil Barnabas mengemukakan nasihat-nasihat Ilya. Tentu nasihat-nasihat tersebut tidak begitu terkenal dalam Taurat. Kami akan menyebutkan nasihat-nasihat tersebut karena di dalamnya terdapat hikmah yang dalam dan ketulusan hati. Pesan tersebut terdapat dalam injil Barnabas dari ayat 23 sampai ayat 49. Disebutkan di dalamnya bahwa&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&quot;Ilya adalah hamba Allah. Hal ini ditulis bagi semua orang yang menginginkan untuk berjalan bersama Allah Pencipta mereka. Sesungguhnya orang yang suka untuk banyak belajar maka ia akan sedikit takut kepada Allah. Karena orang yang takut kepada Allah maka ia akan merasa puas untuk mengetahui apa-apa yang diinginkan Allah saja. Hendaklah orang-orang yang menginginkan untuk mengerjakan amal-amal yang saleh memperhatikan diri mereka karena seseorang tidak akan memperoleh manfaat ketika mendapati dunia mendapatkan keuntungan sementara ia mendapati kerugian. Selanjutnya, hendaklah orang yang mengajari orang lain berusaha untuk lebih baik daripada orang lain karena tidak akan bermanfaat suatu nasihat yang diberikan oleh orang yang tidak mengamalkan apa yang dikatakannya. Sebab, bagaimana seorang yang salah dapat memperbaiki kehidupannya sementara ia mendengar seorang yang lebih buruk darinya berusaha untuk mengajarinya. Kemudian hendaklah orang yang mencari Allah berusaha lari dari percakapan dengan manusia karena Musa ketika berada sendirian di atas gunung Saina&#39; maka beliau menemukan Allah dan berdialog dengan-Nya sebagaimana seorang pecinta berdialog dengan kekasihnya. Dan hendaklah orang-orang yang mencari Allah berusaha keluar sekali setiap tiga puluh kali ke tempat yang biasa di jadikan perkumpulan oleh masyarakat dunia. &lt;br /&gt;     Karena boleh jadi ia dapat melakukan suatu amal pada satu hari saja namun dihitung amalnya itu selama dua tahun, khususnya berkaitan dengan pekerjaan yang di situ ia mencari ridha Allah. Hendaklah ketika ia berbicara tidak melihat ke arah mana pun kecuali ke arah dua kakinya, dan ketika ia berbicara hendaklah mengatakan hal yang penting saja. Hendaklah ketika ia makan tidak berdiri dari meja makan dalam keadaan kekenyangan. Dan hendaklah mereka berpikir setiap hari karena boleh jadi mereka tidak akan menemui hari berikutnya. Dan hendaklah mereka benar-benar memanfaatkan waktu mereka sebagaimana mereka selalu bernafas. Hendaklah satu baju dari kulit binatang cukup untuk mereka. Hendaklah mereka setiap malam berusaha untuk tidur tidak lebih dari dua jam. Hendaklah mereka berusaha berdiri di tengah-tengah salat dengan rasa takut. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kerjakanlah semua ini dalam rangka mengabdi kepada Allah SWT dengan menjunjung tinggi syariat-Nya yang Allah SWT karuniakan kepada kalian melalui Nabi Musa. Karena dengan cara seperti ini, kalian akan menemukan Allah SWT dan kalian akan merasakan pada setiap zaman dan tempat bahwa kalian berada di bawah naungan Allah SWT dan Dia akan selalu bersama kalian.&quot; Demikianlah apa-apa yang disebutkan dalam injil Barnabas melalui tulisan Ilya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/5656498668695837976/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/06/kisah-nabi-ilyas-as.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/5656498668695837976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/5656498668695837976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/06/kisah-nabi-ilyas-as.html' title='Kisah nabi Ilyas AS'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-3358435883919489231</id><published>2010-06-10T13:43:00.000-07:00</published><updated>2010-06-10T14:24:53.253-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perang Islam"/><title type='text'>PERTEMPURAN BUSRAH</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pertempuran Busrah terjadi dalam rangka perebutan kota yang juga merupakan ibukota dari kerajaan Ghassan (dibawah kekuasaan kekaisaran Romawi Timur). Pengepungan kota memakan waktu satu bulan lamanya yaitu mulai bulan Juni hingga Juli 634 M. Kota Busrah adalah kota penting pertama di Suriah yang jatuh ke tangan kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar Belakang Peperangan&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;             Khalifah Abu Bakar&lt;/span&gt; mengirim empat kontingen pasukan ke berbagai distrik di Suriah dibawah pimpinan &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Amr bin Ash&lt;/span&gt;, &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Abu Ubaidah bin Jarrah&lt;/span&gt;, &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Shurahbil bin Hassana&lt;/span&gt; dan &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Yazid bin Abu Sofyan&lt;/span&gt;. tetapi mereka mengalami kesulitan untuk merebut kota-kota itu karena adanya bala bantuan dari konsentrasi&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt; pasukan Romawi Timur&lt;/span&gt; di Ajnadain. Khalifah kemudian memutuskan mengirim Khalid bin Walid (Penakluk Persia) ke Suriah untuk menjadi panglima utama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sesudah Khalid bin Walid tiba di Suriah dan memimpin pasukan, dengan cepat satu persatu kota berhasil direbut dan akhirnya tiba di kota Busrah pada bulan Juni 634 M. Sesuai instruksi, Abu Ubaidah bin Jarrah harusnya tetap berada di distrik Hauran yang telah direbutnya untuk menunggu kedatangan Khalid di Busrah. Tetapi ia merasa sangat khawatir karena kota Busrah dijaga oleh gabungan tentara romawi dan arab kristen yang kuat dan terlatih dibawah seorang pimpinan panglima Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Ketika Khalid disibukkan oleh pembebasan kota di Suriah Timur, Abu Ubaidah memutuskan menyerang kota Busrah. Ia mengirim Shurahbil beserta 4000 tentara untuk merebut kota tersebut. Saat pasukan Shurahbil bergerak menuju kota, dengan segera pasukan romawi membuat benteng pertahanan yang terdiri atas 4000 orang. Sebenarnya pasukan Shurahbil ini adalah pasukan garis depan saja karena mereka ditugasi untuk mengepung kota sambil menunggu tibanya pasukan Khalid. Shurahbil berkemah di barat kota dan menugaskan pasukannya mengepung benteng.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selama dua hari tidak terjadi pertempuran, baru pada hari ketiga ketika pasukan Khalid sedang bergerak menuju Busrah, tentara Romawi keluar dari benteng dan bertempur dengan pasukan Shurahbil di luar batas kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kedua pasukan telah siap bertempur, Shurahbil menawarkan terlebih dahulu kepada komandan Romawi (seperti yang selalu disampaikan oleh setiap komandan muslim sebelum memulai pertempuran) tiga opsi yaitu masuk Islam, atau berdamai dan membayar jizyah atau perang. Komandan Romawi tetap memilih perang. Pertempuran-pun akhirnya pecah menjelang siang hari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selama dua jam pertama peperangan, kedua belah pihak tidak menunjukkan kemajuan yang berarti. Baru menjelang sore hari, keunggulan pasukan Romawi mulai tampak dan pertempuran berjalan sesuai rencana mereka. Pasukan roma berhasil maju dan membuat pengepungan dikedua sisi, pertempuran semakin sengit. Pasukan muslim menunjukkan keberanian yang luar biasa dengan bertempur sengit untuk membongkar pengepungan ini meskipun usaha mereka tidak berhasil dan pada sore harinya pengepungan semakin kuat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Secara mengejutkan datanglah bala bantuan pasukan berkuda khalid terjun ke medan perang. Khalid bin Walid saat itu berada satu mil dari kota ketika mendengar suara peperangan. Dengan segera ia memerintahkan pasukan berkudanya terjun ke medan perang tetapi ia sendiri tidak ikut serta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menyadari kedatangan pasukan berkuda muslim, pasukan romawi segera membubarkan pengepungan dan mundur kembali kedalam benteng sehingga pasukan Shurahbil terbebas dari kepungan. Setelah peristiwa pembebasan ini, kharisma panglima Khalid menjadi semakin bersinar di mata para tentara Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Jalannya Pertempuran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keesokan harinya, pasukan Romawi keluar lagi dari benteng untuk melanjutkan pertempuran. Rasa takut mereka akan kedatangan bala bantuan dari pasukan Khalid sehari sebelumnya sudah lenyap karena melihat bahwa setelah kedatangan pasukan ini ternyata kekuatan kedua belah pihak masih berimbang. Maka mereka memutuskan untuk mencoba keberuntungan seperti hari sebelumnya yang hampir sukses mengepung pasukan Islam dan juga berharap musuhnya masih kelelahan karena baru saja tiba dari perjalanan jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kedua belak pihak berhadapan di suatu tanah lapang tepat di luar kota Busrah. Khalid tetap sebagai pucuk pimpinan pasukan Islam. Ia menunjuk Raafe bin Umair sebagai komandan pasukan sayap kanan dan Dhiraar bin Al Azwar sebagai komandan pasukan sayap kiri. Untuk front tengah ia menempatkan Abdur Rahman bin Abu Bakar (anak khalifah Abu Bakar) sebagai komandan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sebelum pertempuran dimulai dilakukan pertarungan antar dua komandan, yaitu Abdur Rahman dari pihak Islam melawan salah seorang komandan Romawi. Abdur Rahman berhasil mengalahkannya, tetapi sebelum ia sempat membunuhnya , komandan tersebut lari kembali kedalam barisan pasukan. Dengan segera Khalid memerintahkan serangan disemua front.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Hanya beberapa saat saja pasukan romawi menunjukkan keberanian dalam bertempur, sampai tertembusnya barisan mereka di kedua sayap terutama oleh pasukan sayap kiri. Komandan Dhiraar menunjukkan keberanian luar biasa sehingga mengobarkan semangat anak buahnya. Karena panasnya hari itu, ia membuka baju pelindung sehingga membuatnya lebih ringan dan lincah, kemudian ia juga membuka baju sehingga bertelanjang dada. Ia bertempur dengan kelincahan yang luar biasa dan menebas leher setiap tentara romawi yang berhadapan dengannya. Oleh karena aksinya ini, hampir seminggu lamanya setelah pertempuran cerita tentang komandan Islam yang bertempur sambil bertelanjang dada menyebar di seluruh wilayah Suriah, ia dielu-elukan oleh kaum muslimin dan ditakuti oleh setiap tentara Romawi, sehingga hanya tentara roma yang benar-benar pemberani sajalah yang berani berhadapan dengannya dalam pertempuran selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Setelah buyarnya konsentrasi tentara romawi akibat tertembusnya barisan, akhirnya mereka mundur kembali kedalam benteng. Pada saat itu panglima Khalid juga turut bertempur dengan berjalan kaki dan berdidi paling depan. Saat ia kembali ke belakang untuk memberi perintah pengepungan, ia melihat seorang penunggang kuda menerobos masuk ke tengah-tengah pasukan. Penunggang kuda tersebut adalah Abu Ubaidah bin Jarrah sambil membawa panji kuning yang juga dipakai oleh Nabi Muhammad SAW. saat perang Khaibar. Ia memberikan panji tersebut kepada Khalid yang menunjukkan bahwa Khalid-lah yang akan menjadi panglima utama untuk pertempuran selanjutnya. Khalid menerima panji tersebut sambil berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight:bold;&quot;&gt;Demi Allah, kalaulah bukan karena aku harus mematuhi perintah Khalifah, maka aku tidak akan pernah mau menerima ini. Kamu lebih tinggi kedudukannya daripada aku dalam Islam. Aku hanyalah seorang sahabat Rasulullah, tetapi kamu adalah seorang yang mana Rasulullah memberi gelar sebagai orang yang memegang amanat dari umat ini&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan Islam kemudian mengepung rapat kota Busrah. Pucuk pimpinan tentara Romawi putus asa, karena ia menyadari bahwa sebagian besar pasukan cadangan sudah menuju ke kota Ajnadain, dan meragukan akan mendapat bala bantuan dari sana. Beberapa hari kemudian ia menyatakan menyerah secara damai. Khalid menerima penyerahan ini dengan syarat mereka mau membayar jizyah atau upeti. Menyerahnya kota Busrah kepangkuan Islam ini terjadi pada pertengahan bulan Juli tahun 634 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Komandan Romanus masuk Islam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Versi lain dari perang ini adalah bahwa adanya salah seorang komandan Romawi yaitu Romanus masuk Islam setelah kedatangan pasukan Khalid ke Busrah pada pertengahan perang. Masuknya Romanus ke dalam Islam membawa pengaruh besar pada jalannya pertempuran selanjutnya karena dengan panduannya pasukan Islam berhasil menembus benteng pertahanan lawan pada malam hari yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yang sangat besar dikalangan tentara romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seperti biasa sebelum pertempuran dimulai diadakan pertarungan antar komandan dari kedua belah pihak. Khalid maju sebagai komandan pasukan Islam dan Romanus sebagai komandan pasukan Romawi. Sebelum duel dilakukan, Khalid menawarkan Romanus agar masuk Islam, dan secara mengejutkan ajakan ini diterimanya setelah menanyakan beberapa hal tentang Islam kepada Khalid. Ia menyatakan masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, kemudian ia menuju ke markas pasukan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Kemudian ia memberi kabar kepada pasukan Romawi dengan menulis surat yang isinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style:italic;&quot;&gt;kepada musuh Allah dan Rasulnya. Kalian janganlah lupa bahwa aku telah memilih Islam sebagai agamaku. Sejak saat ini tidak ada lagi tali yang mengikat antara kalian dengan aku, baik di dunia ini maupun di akhirat. Aku menyangkal adanya penyaliban terhadap Yesus, dan memutuskan ikatan dengan pengikutnya. Aku memilih Allah sebagai tuhanku dan Nabi Muhammad SAW. sebagai nabi dan Rasul terakhir, Ka&#39;bah sebagai kiblatku, dan kaum muslimin sebagai saudara seimanku. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang wajib disembah kecuali Allah SWT. dan Muhammad adalah Rasul pilihannya. Aku meyakini bahwa Allah akan memuliakan agama ini beserta pengikutnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Masuknya Romanus kedalam Islam membuat ciut nyali pasukan Romawi, mereka memutuskan mundur dari pertempuran untuk mempertahankan benteng kota. Pada saat pasukan Islam mengepung kota Busrah, Romanus memandu satu detasemen khusus yang dikomandani oleh Abdur Rahman untuk melewati terowongan tepat dibawah benteng kota. Mereka berhasil membuka pintu gerbang kota sehingga seluruh pasukan muslim bisa memasuki benteng. Dengan meneriakkan kalimat Allahu Akbar mereka menyerbu dan membunuh banyak pasukan romawi sedangkan sisanya langsung menyerah. Rakyat kota Busrah akhirnya menyetujui pembayaran jizyah sehingga perdamaian tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Penaklukan kota Busrah yang terjadi pada minggu kedua bulan Juli tahun 634 M. adalah penaklukan kota penting pertama di Suriah oleh kaum muslimin. Tentara Islam hanya kehilangan 130 jiwa sedangkan pasukan Romawi harus merelakan beberapa ribu nyawa pasukannya. Khalid mengirim surat kepada Khalifah Abu Bakar tentang keberhasilan merebut kota ini dan juga mengirim seperlima dari rampasan perang. Penaklukan kota Busrah ini membuka jalan kepada pasukan Islam untuk menaklukkan seluruh Suriah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Cerita  Lengkap :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Busrah&lt;br /&gt;http://www.swordofallah.com/html/bookhome.htm&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/3358435883919489231/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/06/pertempuran-busrah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/3358435883919489231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/3358435883919489231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/06/pertempuran-busrah.html' title='PERTEMPURAN BUSRAH'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-3158105398494985403</id><published>2010-06-09T20:39:00.000-07:00</published><updated>2010-06-09T21:05:15.069-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dunia"/><title type='text'>Perjalanan Julius Caesar</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiwtZsk6Ag2_3fDS8weltVQU0yFt3O7Q_lDKKqJHIu-acDxs0-A59ukNFhUXQg4W04hdkxFVIKy1y0UOJRLdWHwGHF9iHOBI-A1fz2P1QvRsD3RXjujJ39Y2TiS9uPc429az6ZuX7JADA/s1600/s.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 121px; height: 154px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiwtZsk6Ag2_3fDS8weltVQU0yFt3O7Q_lDKKqJHIu-acDxs0-A59ukNFhUXQg4W04hdkxFVIKy1y0UOJRLdWHwGHF9iHOBI-A1fz2P1QvRsD3RXjujJ39Y2TiS9uPc429az6ZuX7JADA/s320/s.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5480985208333116626&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Tatkala suasana politik bukan alang-kepalang hangat dan tajamnya, lahirlah di Roma seorang militer dan politikus Romawi yang masyhur, Gaius Julius Caesar, tahun 100 SM.Di abad kedua sebelum Masehi, sesudah kemenangannya menundukkan Cartago dalam Perang Punik kedua, orang-orang Romawi sudah berhasil mendirikan kekaisaran yang luas. Penaklukan ini membikin mereka punya harta melimpah. Tetapi, peperangan membuat keadaan sosial ekonomi porak poranda dan banyak&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;petani terusir dari sawah ladangnya. Senat Romawi, yang asalnya semacam dewan kota kecil, terbukti tak mampu mengatur negeri yang sudah begitu melebar secara efisien. Korupsi politik merajalela dan seluruh daerah Laut Tengah menderita sangat akibat ketidakbecusan pemerintah Romawi. Di Roma sendiri, bermula pada tahun 133 SM, sudah terjadi kekacaubalauan dalam masa yang cukup lama. Politisi, para jendral dan para demagog saling bergulat merebut kursi kekuasaan dan pasukan pemberontak (seperti yang dipimpin Marius tahun 87 SM dan yang dipimpin Sulla tahun 82 SM) bergerak langsung ke jantung Roma. &lt;br /&gt;      Kendati kebrengsekan pemerintahan sudah jelas-jelas bagi setiap orang, umumnya rakyat Romawi masih tetap ingin mempertahankan sistem pemerintahan republik. Julius Caesar mungkin pemimpin politik penting pertama yang dengan gamblang melihat bahwa pemerintahan demokratis di Roma tak ada faedahnya dipertahankan, dan memang sesungguhnya sudah lama tak ada bawa faedah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Caesar sendiri berasal-usul keluarga bangsawan lama. Dia peroleh pendidikan baik dan sebagai anak muda dia sudah menceburkan diri ke dunia politik. Pelbagai jabatan yang pernah dipegangnya, pertumbuhan karier politiknya yang mengesankan, hubungan persekutuan yang pernah dibuatnya, secara detail tidak akan dijabarkan di sini. Tetapi, tahun 58 SM ketika usianya menginjak empat puluh dua Julius Caesar ditunjuk sebagai gubernur yang membawahi tiga propinsi di bawah Roma: Cisalpine Gaul (bagian utara Itali); Illyricum (daerah pantai Yugoslavia kini); dan Narbanese Gaul (pantai Perancis sekarang). Di bawah komandannya saat itu ada empat pasukan Romawi yang beranggotakan 20.000 tentara.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Selama tahun-tahun antara 58-51 SM, Caesar menggunakan pasukan itu menyerbu dan menaklukkan sisa daerah Gaul, daerah yang kira-kira terdiri dari Perancis dan Belgia kini, berikut bagian-bagian dari Swiss, Jerman, dan Negeri Belanda. Meskipun jumlah pasukannya teramatlah sedikit, dia berhasil memukul orang-orang Gallik dan sekaligus memperluas daerah kekuasaan Romawi hingga menyentuh Sungai Rhine. Dia juga mengirimkan dua ekspedisi ke Inggris, tetapi tidak berhasil menaklukkan secara permanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; Penaklukan Gaul membuat Caesar --yang memang sudah menjadi pemuka politik-- seorang pahlawan tatkala kembali ke Roma. Dan di mata lawan-lawan politiknya malahan terlampau populer dan terlampau kuat. Ketika kendali komando militernya berakhir, dia diperintahkan oleh Senat Romawi kembali ke Roma dan menjadi penduduk biasa. Yang artinya tanpa punya pasukan samasekali. Caesar khawatir, dan kekhawatiran ini beralasan, karena jika dia kembali ke Roma tanpa pasukan, lawan-lawan politiknya akan menggunakan peluang menghancurkannya. Oleh sebab itu, di malam tanggal 10-11 Januari 49 SM, dalam perlawanan terbuka terhadap Senat, Caesar memimpin pasukannya menyeberangi Sungai Rubicon di belahan utara Italia dan menuju Roma. Ini merupakan langkah melanggar aturan dan tak lain daripada suatu pemula perang saudara antara pasukan Caesar di satu pihak melawan pasukan yang setia kepada Senat di lain pihak. Pertempuran berkecamuk tak kurang dari empat tahun lamanya yang akhirnya dimenangkan oleh Caesar. Pertempuran penghabisan yang menentukan terjadi di Munda, Spanyol, tanggal 7 Maret 45 SM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;aesar berkesimpulan bahwa despotisme yang efisien yang diperlukan Romawi hanyalah dia yang bisa melakukannya. Dia kembali ke Roma bulan Oktober tahun 45 SM dan segera menjadi diktator seumur hidup. Di bulan Februari 44 SM dia ditawari mahkota tetapi mentah-mentah ditolaknya. Meskipun dia sudah jadi diktator militer, ini belum cukup meyakinkan secara mantap lawan-lawan yang berhaluan republik. Tanggal 15 Maret 44 SM, Caesar terbunuh di sidang Senat oleh tangan sebuah komplotan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di masa-masa akhir hayatnya, Caesar merancangkan pelbagai program perbaikan. Dia merencanakan penempatan veteran tentara serta kaum miskin penduduk Romawi di dalam suatu masyarakat baru di seluruh kekaisaran. Dia pun memperluas kewarganegaraan Romawi dengan memberi kesempatan kepada pelbagai golongan memasukinya. Dia merencanakan meletakkan dasar administrasi seragam untuk seluruh pemerintahan kota-kota di seluruh negeri. Dan tak lupa rencana pembangunan, serta kodifikasi hukum Romawi. Yang tidak berhasil dilakukannya adalah menyusun sistem konstitusi yang memuaskan untuk pemerintah Romawi. Dan inilah mungkin yang menjadi sebab utama kejatuhannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKPZFe1fKqbnJXZ2FHYBOhhXC62JTUxkVeAWQ6ZryP-iska5bitj7k3KUEBrTiPSb2FT_j48n52uJqI9Gmu-KvLaXbXZ9ks006cjZGGVz6yji8rlSmoO67D74BI2GxMxSJ7iyKrtTdbFg/s1600/a.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 168px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKPZFe1fKqbnJXZ2FHYBOhhXC62JTUxkVeAWQ6ZryP-iska5bitj7k3KUEBrTiPSb2FT_j48n52uJqI9Gmu-KvLaXbXZ9ks006cjZGGVz6yji8rlSmoO67D74BI2GxMxSJ7iyKrtTdbFg/s320/a.JPG&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5480985967619752178&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Peta Asia Minor saat Julius Caesar memerintah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Karena selisih satu tahun antara kemenangan Caesar di Munda dengan terbunuhnya dia di sidang Senat di Roma, banyak rencana-rencananya tak sempat diterapkan. Karena itu sukar diperkirakan kesempurnaan pemerintahan yang bagaimana yang akan bisa dinikmati andaikata Caesar dapat terus hidup. Dari semua perbaikan-perbaikan, yang paling punya akibat lestari adalah diperkenalkannya kalender baru. Kalender baru yang diperkenalkannya ini, dengan sedikit penyempurnaan, tetap terpakai sejak itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Julius Caesar adalah salah seorang dari tokoh politik yang punya daya kharisma dalam sejarah, melekat dalam dirinya pelbagai rupa bakat. &lt;br /&gt;       Dia seorang politikus yang sukses, seorang jendral yang brilian, seorang orator yang mempesona, dan seorang penulis yang bagus. Buku yang ditulisnya (De bello Gallico) melukiskan ihwal penaklukan Gaul, sudah lama dianggap sebagai karya kesusasteraan klasik. Menurut pendapat banyak mahasiswa, buku itu paling mudah dibaca dan paling menarik dari semua kesusasteraan klasik. Caesar berpembawaan berani, penuh energi, dan ganteng. Tak salah dicatat, Caesar terkenal juga seorang perayu ulung, seorang Don Yuan, bahkan menurut ukuran jamannya pun dia termasuk jempolan. (Petualangan cintanya yang paling terkenal tentu saja --romannya yang menggemparkan dengan Cleopatra).&lt;br /&gt;Watak Caesar sering jadi sasaran kritik. Ambisinya terhadap kekuasaan terlampau besar, dan dia memang betul-betul gunakan jabatannya untuk perkaya diri. Tetapi, tak seperti umumnya politisi yang ambisius, dia tidaklah licik dan plintat-plintut, dan tidak pula munafik. Caesar seorang keras dan kejam tatkala memerangi Gaul. Di lain pihak, dia teramat ramah kepada orang-orang Romawi penentangnya yang sudah dipatahkannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ini merupakan petunjuk dari nama baik yang melekat pada dirinya. Karena itu, baik gelar raja Jerman &quot;Kaiser&quot; maupun raja Rusia &quot;Czar&quot;, berasal dari nama Caesar. Dia senantiasa lebih masyhur dari cucu kemenakannya Agustus Caesar, tokoh yang sesungguhnya pendiri kekaisaran Romawi. Tetapi, pengaruh sesungguhnya Julius Caesar terhadap sejarah tidaklah setara dengan ketenaran namanya. Memang betul, dia pegang peranan penting dalam jatuhnya Republik Romawi. Tetapi arti penting ini tidaklah perlu dilebih-lebihkan, karena republik itu sebetulnya sudah sempoyongan dengan sendirinya.&lt;br /&gt;     Karya terpenting Caesar ialah penaklukannya atas Gaul. Daerah yang ditaklukkannya tetap berada di bawah kekuasaan Romawi selama hampir lima abad. Dalam jangka masa itu, semuanya &quot;diromawikan.&quot; Hukumnya, adat-istiadatnya, bahasanya, dan juga kekristenan Romawi. Bahasa Perancis sekarang pada dasar pokoknya berasal-usul dari bahasa Latin masa itu.&lt;br /&gt;     Penaklukan Caesar atas Gaul juga pengaruh penting terhadap Romawi sendiri, karena menyediakan pelindung buat Itali selama berabad-abad dari serangan dari sebelah utara. Sesungguhnya penaklukan Gaul merupakan faktor keamanan buat keseluruhan kekaisaran Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Apakah Romawi --cepat atau lambat-- mampu menaklukkan Gaul tanpa Julius Caesar? Mereka tidak punya kelebihan teknologi atau kelebihan jumlah daripada suku-suku Gaul. Tetapi di lain pihak, Romawi sudah meluaskan daerahnya di masa sebelum Caesar menaklukkan Gaul, begitu pula sesudahnya. Menilai keefektifan segi militer Romawi saat itu dan keretakan yang ada dalam tubuh suku-suku Gallic, tampaknya memang kecil kemungkinan Gaul bisa bertahan sebagai suatu bangsa merdeka. Namun, tidaklah disangsikan lagi Caesar merupakan seorang jendral yang sesungguhnya sudah menaklukkan pasukan Celtic yang besar dan menaklukkan Gaul. Dan tercantumnya dia di daftar buku ini adalah karena terutama dari apa yang sudah dilakukannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  • http://www.perseus.tufts.edu/JC/&lt;br /&gt;  • http://www.vroma.org/~bmcmanus/caesar.html&lt;br /&gt;  • http://www.iol.ie/~coolmine/typ/romans/romans6.html&lt;br /&gt;  • http://www.livius.org/caa-can/caesar/caesar01.html&lt;br /&gt;  • http://en.wikipedia.org/wiki/Julius_Caesar&lt;br /&gt;  • http://media.isnet.org/iptek/100/JuliusCaesar.html&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/3158105398494985403/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/06/perjalanan-julius-caesar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/3158105398494985403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/3158105398494985403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/06/perjalanan-julius-caesar.html' title='Perjalanan Julius Caesar'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiwtZsk6Ag2_3fDS8weltVQU0yFt3O7Q_lDKKqJHIu-acDxs0-A59ukNFhUXQg4W04hdkxFVIKy1y0UOJRLdWHwGHF9iHOBI-A1fz2P1QvRsD3RXjujJ39Y2TiS9uPc429az6ZuX7JADA/s72-c/s.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-2138593259126095868</id><published>2010-06-09T05:08:00.000-07:00</published><updated>2010-06-09T05:10:29.081-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dunia"/><title type='text'>Kecantikan Cleopatra</title><content type='html'>Menyebut Cleopatra akan mengingatkan kita tentang ratu cantik jelita dari Mesir. Tapi sebentar, Cleopatra yang mana…? Karena ternyata dalam sejarah Mesir Kuno – terdapat TUJUH ratu yang bernama Cleopatra. Lalu dari ketujuh Cleopatra tersebut, mana yang paling terkenal dan juga tercantik..? Ia adalah Cleopatra &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;br /&gt;VII. Sedemikian jelitanya ratu yang satu ini, sampai bisa memikat hati dua penguasa Romawi yaitu Julius Caesar dan Mark Anthony, di dua jaman berbeda.&lt;br /&gt;Akibat daya tarik Cleopatra ini pula, Triumvirate (tiga penguasa) Romawi jadi bertikai satu sama lain. Demi mendapatkan Cleopatra, Mark Anthony rela meninggalkan istrinya, yang merupakan adik Octavianus. Terang saja Octavianus marah besar. Ia pun menyerang Mark Anthony dan&lt;br /&gt;      Cleopatra dengan menggunakan armada tempurnya. Pasukan Mark Anthony dan Cleopatra kalah dalam pertempuran di Actium, Yunani tahun 33 sM.&lt;br /&gt;Bak drama Romeo dan Juliet yang terlalu cepat 15 abad – Mark Anthony dan Cleopatra bermaksud meneruskan cinta mereka di “alam baka”. Keduanya bunuh diri. Mark Anthony bunuh diri dengan menikam diri menggunakan pedang, dan akhirnya meninggal di pangkuan Cleopatra. Sementara sang ratu melakukan bunuh diri dengan membiarkan dirinya dipatuk ular Asp (Kobra Mesir).&lt;br /&gt;      Setelah meninggalnya Cleopatra, Mesir jatuh dalam kekuasaan Octavianus,yang selanjutnya menjadi Kaisar Terbesar Romawi – dengan nama baru : Kaisar Augustus, yang namanya sekarang kita pakai sebagai nama bulan.&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/2138593259126095868/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/06/kecantikan-cleopatra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/2138593259126095868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/2138593259126095868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/06/kecantikan-cleopatra.html' title='Kecantikan Cleopatra'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-9167628829674208938</id><published>2010-06-08T21:23:00.000-07:00</published><updated>2010-06-08T21:35:55.814-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dunia"/><title type='text'>Sejarah Cleopatra</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cleopatra adalah salah satu ratu pada dinasti Ptolemeus yang pernah berkuasa di Mesir dan sekitarnya, dengan ibu kota saat itu Iskandariah. Dalam sejarahnya, ada tujuh nama ratu pada dinasti Ptolemeus yang menggunakan nama Cleopatra. Lalu Cleopatra yang mana yang sering disebut dan dikenang sebagai ratu Mesir yang cantik jelita itu? Jawabannya adalah Cleopatra ke-7, sekaligus ratu terakhir dinasti Ptolemeus yang berkuasa di Mesir. Untuk itu, bahasan Cleopatra di bawah ini merujuk kepada Cleopatra VII bukan kepada yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Menurut para ahli sejarah,&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Cleopatra bukan berdarah Mesir akan tetapi berdarah Macedonia, Yunani. Hanya, ia dilahirkan dan dibesarkan bahkan memimpin Mesir, tepatnya di Iskandariah. Ia dilahirkan pada bulan Januari tahun 69 SM, dan merupakan anak ke-3 dari 6 bersaudara dari Dinasti Ptolemeus (Indonesia: Ptolemaik), Yunani. Ia mempunyai 2 orang kakak dan seorang adik perempuan serta dua adik laki-laki. Ia dilahirkan dan dibesarkan di Alexandria yang merupakan kota terbesar dan termewah saat itu. Dinasti Ptolemy berkuasa di Mesir selama tiga abad setelah penaklukan Mesir oleh Alexander The Great. Cleopatra adalah pharaoh Ptolemic pertama yang mempelajari bahasa Mesir. Ia juga pharaoh terakhir Mesir, karena setelah kematiannya, Mesir menjadi salah satu provinsi dalam kemaharajaan Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Ayahnya bernama Ptolemeus XII, juga raja yang pernah berkuasa di Mesir. Pada pada bulan Maret tahun 51 SM Ptolemeus XII meninggal. Sepeninggal ayahnya, Cleopatra (yang saat itu berusia 18 tahun) dan adiknya Ptolemeus XIII (yang berusia 12 tahun) menggantikan ayahnya menjadi penguasa Mesir. Dan dalam sejarahnya, Cleopatra dengan adik laki-lakinya ini kemudian menikah, bahkan Cleopatra juga tercatat menikah dengan adik laki-lakinya yang lain yang bernama Ptolemeus XIV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cleopatra bukan wanita sembarang. Ambisinya untuk menjadi ratu sangat besar. Suaminya yang juga adik laki-lakinya itu sedikit demi sedikit digeser dari kedudukan raja, sehingga yang tersisa hanya Cleopatra yang menjadi Ratu Mesir saat itu. Hal ini membuat sebagian anggota istana marah. Bagaimanapun dalam tradisi dan adat saat itu, laki-laki harus menjadi pemimpin dan perempuan selalu berada di bawah kepemimpinan laki-laki. Adalah eunuch Pothinus di antara tokoh yang tidak setuju dengan langkah Cleopatra. Ia akhirnya bekerja keras untuk menggeser posisi Cleopatra. Tahun 48 SM usahanya membuahkan hasil; Cleopatra diturunkan dari posisi  Ratu diganti oleh adik sekaligus suaminya Ptolemeus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Melihat kondisi yang tidak memungkinkan, Cleopatra akhirnya lari dari Mesir. Niat dan ambisinya untuk menjadi orang nomor satu di Mesir tetap membara. Beberapa kali melakukan aksi pemberontakan namun selalu kandas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Sampai suatu saat Julius Caesar masuk dan berkuasa di Mesir. Awalnya, Julius Caesar terlibat perang sodara dengan menantunya sendiri, Pompey (Pompey menikahi putrinya  yang bernama Julia).Pompey lari dari Romawi menuju Iskandariah untuk mencari suaka politik, dan saat itu Ptolemeus XIII yang berkuasa sebagai raja. Sayang, Pompey bernasib sial, sesampe di Iskandariah ia dibunuh oleh salah satu pengawalnya yang kini bekerja untuk dinasti Ptolemeus.&lt;br /&gt;     Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Ptolemeus XIII. Begitu Julius Caesar tiba di Iskandariah, Ptolemeus menyerahkan kepala Pompey kepadanya dengan maksud untuk merebut hati Julius Caesar yang berkekuatan besar saat itu. Namun sayang, prasangka Ptolemeus kandas. Julius Caesar justru marah besar dengan melihat terbunuhnya Pompey, sekalipun Pompey adalah musuh politiknya. Sekali lagi, karena bagaimanapun Pompey adalah menantu sekaligus konsul Roma. Sejak itu, posisi Ptolemeus XIII mulai tersingkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Cleopatra. Ia coba merangsak mendekat Caesar. Senyuman, kecantikan, cara bicara dan kepintaran juga kepiawaian berlobi Cleopatra berhasil menundukkan hati Sang Raja. Hati Julius Caesar terpanah dan terperosok dalam asmara dengan Cleopatra. Pandangan pertama langsung membuahkan hasil. Julius Caesar kini terpaut asmara yang sangat dalam dengan Ratu Cleopatra, keduanya terbuai dalam larutan cinta. &lt;br /&gt;         Pertemuan Cleopatra dengan Julius Caesar menurut para ahli sejarah terjadi selama satu tahun yaitu tahun 48 – 47 SM. Saat itu Cleopatra berusia 21 tahun, sementara Caesar berumur 50 tahun. Pertautan umur yang hamper 30 tahun ternyata tidak menjadi penghalang untuk terus melanjutkan hubungan gelap, sebagai kekasih. Ikatan asmara dan rajutan cinta ternyata memang tidak mengenal usia. Percikan cinta membuat orang buta, yang ada adalah rasa sayang dan asmara membara. Setelah sembilan bulan keduanya terjerembab dalam asmara, Cleopatra pun hamil dan melahirkan seorang bayi mungil, hasil hubungannya dengan Julius Caesar yang kemudian diberi nama Ptolemeus Caesar atau sering disebut  &quot;Caesarion&quot; yang berarti &quot;Caesar kecil&quot; tepatnya pada  tanggal 23 Juni 47 SM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Cleopatra mengklaim bahwa Julius Caesar adalah ayah bayi itu, sekaligus berharap agar anaknya ini dapat menjadi ahli waritsnya sebagai raja Mesir dan Romawi sebagai upaya untuk menyatukan timur dan barat. Hanya sayang, Caesar menolak. Caesar lebih memilih cucu laki-lakinya yang bernama Octavian sebagai ahli waritsnya. Niat Cleopatra kandas. Namun, kandas satu tidak berarti harus kandas semuanya. Caesarion  kandas, namun dirinya untuk menjadi orang nomor satu di Mesir tidak boleh kandas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ptolemeus XIII berusaha mengokohkan kembali kedudukannya, namun sayang, kekuatannya kini sangat jauh di bawah kekuatan Cleopatra. Kekuatan armada tidak dapat mengalahkan kekuatan asmara. Kekuatan armada Ptolemeus XIII kandas di bawah kekuatan Julius Caesar yang sudah terpanah oleh kekuatan asmara Cleopatra. Ptolemeus XIII tenggelam di sungai nil sampai meninggal dalam peperangan melawan Caesar plus Cleopatra. &lt;br /&gt;       Julius Caesar segera mengangkat Cleopatra  menjadi pemimpin Mesir bersama adiknya yang sekaligus kelak menjadi suaminya, Ptolemeus XIV sebagai wakilnya. &lt;br /&gt;  Keinginan Cleopatra tercapai sudah, orang nomor satu di Mesir saat itu. Modalnya tidak perlu dengan armada, tapi yang lebih dahsyat dari itu, kekuatan asmara. Kepiawaiannya dalam menggaet hati laki-laki dalam hal ini Julius Caesar, di tambah penampilannya yang menarik, menjadi modal penting untuk mewujudkan keinginannya itu.     Yah, kini Cleopatra sudah menjadi Ratu Mesir Ternama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cleopatra dan Caesarion mengunjungi Roma pada tahun 47 SM sampai tahun 41 SM dan bahkan keduanya hadir saat Caesar dibunuh pada tanggal 15 Maret 44 SM. Setelah Caesar terbunuh, Cleopatra dan putranya kembali ke Mesir menemui adik sekaligus suaminya, Ptolemeus XIV. Sepeninggal Ptolemeus XIV, Cleopatra menjadikan Caesarion sebagai penerusnya. &lt;br /&gt;       Sepeninggal Julius Caesar yang terbunuh, pada tahun  42 SM Markus Antonius, penguasa Roma saat itu, memanggil Cleopatra bertemu di Tarsus untuk meingintrogasinya dalam kasus pembunuhan Julius Caesar. Markus Antonius mempunyai kecurigaan adanya keterlibatan Cleopatra dalam pembunuhan Caesar tersebut. Cleopatra pun menghadirinya. Kembali, Cleopatra betul-betul menunjukkan kepiawaiannya dalam memikat laki-laki. Kecantikannya, kepiawaiannya dalam bernegosiasi sekaligus kepintarannya berhasil meluluhkan hati Markus Antonius. Niatnya untuk menghakimi Cleopatra berubah menjadi mengasihinya. Hubungan asmara keduanya pun tidak dapat dihelakkan. Markus Antonius (atau dikenal dengan mana  Mark Anthony) menghabiskan musim dingin dengan Cleopatra di Alexandria pada tahun 41 SM–40 SM. Bahkan, pada tanggal 25 Desember 40 SM, ia melahirkan 2 orang anak; Alexander Helios dan Cleopatra Selene II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Empat tahun kemudian, tahun 37 SM, Antony mengunjungi Alexandria sekali lagi sekaligus memperbarui hubungannya dengan Cleopatra, dan sejak saat itu Alexandria menjadi rumahnya. Demi Cleopatra, Mark Antony berani meninggalkan isterinya yang bernama Octavia Minor, yang merupakan adik Octavianus, raja Romawi, cucu Julius Caesar. Dari pernikahannya dengan Cleopatra, Markus Antonius dikaruniai seorang putra bernama Ptolemeus Philadelphus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terang saja Octavianus marah besar. Ia pun menyerang Mark Anthony dan Cleopatra dengan menggunakan armada tempurnya. Pasukan Mark Anthony dan Cleopatra kalah dalam pertempuran di Actium, Yunani tahun 31 SM. Karena kalah perang, Mark Anthony melakukan aksi bunuh diri dengan menusukan pedangnya pada tanggal 12 Agustus 30 SM. Ia pun meninggal di pangkuan Cleopatra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cleopatra pun tidak tinggal diam. Kisah asmara dengan Mark Anthony ingin dilanjutkan di alam sana, ia pun bunuh diri. Menurut para sejarawan, ia mengambil keputusan untuk bunuh diri setelah ia menyadari bahwa ia gagal mencapai tujuannya. Ia meninggal akibat membiarkan dirinya digigit ular berbisa, ular Asp (Kobra Mesir) yang diselipkan kedalam bakul berisi buah ara. Dalam detik terakhir kematiannya, ia menyatakan takdirnya sebagai dewi. Dengan berakhirnya Cleopatra VII, maka berakhir juga dinasti Ptolemeus, dan Mesir jatuh dalam kekuasaan Octavianus,yang selanjutnya menjadi Kaisar Terbesar Romawi - dengan nama baru : Kaisar Augustus, yang namanya sekarang kita pakai sebagai nama bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber bacaan/referensi :&lt;br /&gt;1.   Cleopatra karya Manfredd Clause (berbahasa Inggris) edisi terjemahan berbahasa Arab dengan judul Kleobatraa, penerjemah: Asyraf Nadi Ahmad, Maktabah Usrah, Mesir, 2008&lt;br /&gt;2.  Peter Green (1990). Alexander to Actium: The Historical Evolution of the Hellenistic Age. Berkeley: University of California Press, 661–664. ISBN 0-520-05611-6. &lt;br /&gt;3.  Smith, William (ed.) (1867). Dictionary of Greek and Roman Biography and Mythology. Boston: Little, Brown &amp;amp; Company, 802.&lt;/div&gt; &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/9167628829674208938/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/06/sejarah-cleopatra.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/9167628829674208938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/9167628829674208938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/06/sejarah-cleopatra.html' title='Sejarah Cleopatra'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-3714202617429106473</id><published>2010-05-18T13:18:00.000-07:00</published><updated>2010-05-18T13:27:38.620-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perang Islam"/><title type='text'>Faktor yang Menyembabkan Lemahnya Bani umayyah</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;1. Sistem pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu yang baru (bid’ah) bagi tradisi Islam yang lebih menekankan aspek senioritas. Pengaturannya tidak jelas. Ketidak jelasan sistem pergantian khalifah ini menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat di kalangan anggota keluarga istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Latar belakang terbentuknya dinasti Bani Umayyah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi di masa Ali. Sisa-sisa Syi&#39;ah &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;(para pengikut Abdullah bin Saba’ al-Yahudi) dan Khawarij terus menjadi gerakan oposisi, baik secara&lt;br /&gt;terbuka seperti di masa awal dan akhir maupun secara tersembunyi seperti di masa pertengahan kekuasaan Bani Umayyah. Penumpasan terhadap gerakan-gerakan ini banyak menyedot kekuatan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pada masa kekuasaan Bani Umayyah, pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qays) dan Arabia Selatan (Bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum Islam, makin meruncing. Perselisihan ini mengakibatkan para penguasa Bani Umayyah mendapat kesulitan untuk menggalang persatuan dan kesatuan. Disamping itu, sebagian besar golongan mawali (non Arab), terutama di Irak dan wilayah bagian timur lainnya, merasa tidak puas karena status mawali itu menggambarkan suatu inferioritas,&lt;br /&gt;ditambah dengan keangkuhan bangsa Arab yang diperlihatkan pada masa Bani Umayyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lemahnya pemerintahan daulat Bani Umayyah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan. Disamping itu, para Ulama banyak yang kecewa karena perhatian penguasa terhadap perkembangan agama sangat kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Penyebab langsung tergulingnya kekuasaan dinasti Bani Umayyah adalah munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan al-Abbas ibn Abd al-Muthalib. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan dan kaum mawali yang merasa dikelas duakan oleh pemerintahan Bani Umayyah. Wallahul Musta,’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Bani_Umayyah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/3714202617429106473/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/05/faktor-yang-menyembabkan-lemahnya-bani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/3714202617429106473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/3714202617429106473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/05/faktor-yang-menyembabkan-lemahnya-bani.html' title='Faktor yang Menyembabkan Lemahnya Bani umayyah'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-3875014449918169114</id><published>2010-05-15T18:28:00.000-07:00</published><updated>2010-06-07T19:52:36.453-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perang Islam"/><title type='text'>Sejarah Bani Umayyah</title><content type='html'>Bani Umayyah(bahasa Arab: بنو أمية, Banu Umayyah) atau Kekhalifahan Umayyah, adalah kekhalifahan Islam pertama setelah masa Khulafaur Rasyidin yang memerintah dari 661 sampai 750 di Jazirah Arab dan sekitarnya; serta dari 756 sampai 1031 di Kordoba, Spanyol. Nama dinasti ini diambil dari nama tokoh Umayyah bin &#39;Abd asy-Syams, kakek buyut dari khalifah pertama Bani Umayyah, yaitu Muawiyah I.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;br /&gt;    Masa ke-Khilafahan Bani Umayyah hanya berumur 90 tahun yaitu dimulai pada masa kekuasaan Muawiyah Ibn Abi Sufyan Radhiallahu ‘anhu, dimana pemerintahan yang bersifat Islamiyyah berubah menjadi monarchiheridetis (kerajaan turun temurun), yaitu setelah al-Hasan bin &#39;Ali Radhiallahu ‘anhuma menyerahkan jabatan kekhalifahan kepada Mu’awiyah Ibn Abu Sufyan Radhiallahu ‘anhu dalam rangka mendamaikan kaum muslimin yang pada saat itu sedang dilanda fitnah akibat terbunuhnya Utsman Ibn Affan Radhiallahu ‘anhu, perang jamal dan penghianatan dari orang-orang al-khawarij dan syi&#39;ah.&lt;br /&gt;          Suksesi kepemimpinan secara turun temurun dimulai ketika Muawiyah Ibn Abu Sufyan Radhiallahu ‘anhu mewajibkan seluruh rakyatnya untuk menyatakan setia terhadap anaknya, Yazid Ibn Muawiyah Rahimahullah. Muawiyah Ibn Abu Sufyan Radhiallahu ‘anhu bermaksud mencontoh monarchi di Persia dan Bizantium. Dia memang tetap menggunakan istilah khalifah, namun dia memberikan interprestasi baru dari kata-kata itu untuk mengagungkan jabatan tersebut. Dia menyebutnya &quot;khalifah Allah&quot; dalam pengertian &quot;penguasa&quot; yang diangkat oleh Allah.&lt;br /&gt;      Ekspansi yang terhenti pada masa khalifah Utsman Ibn Affan dan Ali Ibn Abi Thalib Radhiallahu ‘anhu ajma’in dilanjutkan kembali oleh daulah ini. Di zaman Muawiyah Ibn Abu Sufyan Radhiallahu ‘anhu, Tunisia dapat ditaklukkan. Di sebelah timur, Muawiyah Radhiallahu ‘anhu dapat menguasai daerah Khurasan sampai ke sungai Oxus dan Afganistan sampai ke Kabul. Angkatan lautnya melakukan serangan-serangan ke ibu kota Bizantium, Konstantinopel. Ekspansi ke timur yang dilakukan Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh khalifah Abd al-Malik Ibn Marwan Rahimahullah. Dia mengirim tentara menyeberangi sungai Oxus dan dapat berhasil menundukkan Balkh, Bukhara, Khawarizm, Ferghana dan Samarkand. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Tentaranya bahkan sampai ke India dan dapat menguasai Balukhistan, Sind dan daerah Punjab sampai ke Maltan.Ekspansi ke barat secara besar-besaran dilanjutkan di zaman al-Walid ibn Abdul Malik Rahimahullah. Masa pemerintahan al-Walid Rahimahullah adalah masa ketenteraman, kemakmuran dan ketertiban. Umat Islam merasa hidup bahagia. Pada masa pemerintahannya yang berjalan kurang lebih sepuluh tahun itu tercatat suatu ekspedisi militer dari Afrika Utara menuju wilayah barat daya, benua Eropa, yaitu pada tahun 711 M. &lt;br /&gt;       Setelah Aljazair dan Maroko dapat ditundukan, Thariq bin Ziyad Rahimahullah, pemimpin pasukan Islam, dengan pasukannya menyeberangi selat yang memisahkan antara Maroko (magrib) dengan benua Eropa, dan mendarat di suatu tempat yang sekarang dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Thariq). Tentara Spanyol dapat dikalahkan. Dengan demikian, Spanyol menjadi sasaran ekspansi selanjutnya. Ibu kota Spanyol, Kordova, dengan cepatnya dapat dikuasai. Menyusul setelah itu kota-kota lain seperti Seville, Elvira dan Toledo yang dijadikan ibu kota Spanyol yang baru setelah jatuhnya Kordova. Pasukan Islam memperoleh kemenangan dengan mudah karena mendapat dukungan dari rakyat setempat yang sejak lama menderita akibat kekejaman penguasa.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Di zaman Umar ibn Abdul-Aziz Rahimahullah, serangan dilakukan ke Prancis melalui pegunungan Piranee. Serangan ini dipimpin oleh Aburrahman ibn Abdullah al-Ghafiqi Rahimahullah. Ia mulai dengan menyerang Bordeau, Poitiers. Dari sana ia mencoba menyerang Tours. Namun, dalam peperangan yang terjadi di luar kota Tours, al-Ghafiqi Rahimahullah terbunuh, dan tentaranya mundur kembali ke Spanyol. Disamping daerah-daerah tersebut di atas, pulau-pulau yang terdapat di Laut Tengah (mediterania) juga jatuh ke tangan Islam pada zaman &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Bani Umayyah&lt;/span&gt; ini.&lt;br /&gt;        Dengan keberhasilan ekspansi ke beberapa daerah, baik di timur maupun barat, wilayah kekuasaan Islam masa Bani Umayyah ini betul-betul sangat luas. Daerah-daerah itu meliputi Spanyol, Afrika Utara, Syria, Palestina, Jazirah Arabia, Irak, sebagian Asia Kecil, Persia, Afganistan, daerah yang sekarang disebut Pakistan, turkmenia, Uzbek, dan Kirgis di Asia Tengah.&lt;br /&gt;       Disamping ekspansi kekuasaan Islam, &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Bani Umayyah&lt;/span&gt; juga banyak berjasa dalam pembangunan di berbagai bidang. Muawiyah Radhiallahu ‘anhu mendirikan dinas pos dan tempat-tempat tertentu dengan menyediakan kuda yang lengkap dengan peralatannya di sepanjang jalan. Dia juga berusaha menertibkan angkatan bersenjata dan mencetak mata uang. Pada masanya, jabatan khusus seorang hakim (qadhi) mulai berkembang menjadi profesi tersendiri, Qadhi adalah seorang spesialis dibidangnya. Abdul-Malik Rahimahullah mengubah mata uang Bizantium dan Persia yang dipakai di daerah-daerah yang dikuasai Islam. Untuk itu, dia mencetak uang tersendiri pada tahun 659 M dengan memakai kata-kata dan tulisan Arab. Khalifah Abdul-Malik Rahimahullah juga berhasil melakukan pembenahan-pembenahan administrasi pemerintahan dan memberlakukan bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan Islam. &lt;br /&gt;        Keberhasilan Khalifah Abdul-Malik Rahimahullah diikuti oleh puteranya Al-Walid ibn Abd al-Malik Rahimahullah (705-715 M) seorang yang berkemauan keras dan berkemampuan melaksanakan pembangunan. Dia membangun panti-panti untuk orang cacat. Semua personel yang terlibat dalam kegiatan yang humanis ini digaji oleh negara secara tetap. Dia juga membangun jalan-jalan raya yang menghubungkan suatu daerah dengan daerah lainnya, pabrik-pabrik, gedung-gedung pemerintahan dan masjid-masjid yang megah.&lt;br /&gt;     Meskipun keberhasilan banyak dicapai daulah ini, namun tidak berarti bahwa politik dalam negeri dapat dianggap stabil. Karena Muawiyah Radhiallahu ‘anhu dianggap tidak mentaati isi perjanjiannya dengan al-Hasan bin Ali Radhiallahu ‘anhuma ketika dia naik tahta, yang menyebutkan bahwa persoalan penggantian pemimpin setelah Muawiyah Radhiallahu ‘anhu diserahkan kepada pemilihan umat Islam. Deklarasi pengangkatan anaknya Yazid Rahimahullah sebagai putera mahkota menyebabkan munculnya gerakan-gerakan oposisi di kalangan rakyat yang mengakibatkan terjadinya perang saudara beberapa kali dan berkelanjutan. Ketika Yazid Rahimahullah naik tahta, sejumlah tokoh terkemuka di Madinah tidak mau menyatakan setia kepadanya. Yazid Rahimahullah kemudian mengirim surat kepada gubernur Madinah, memintanya untuk memaksa penduduk mengambil sumpah setia kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Dengan cara ini, semua orang terpaksa tunduk, kecuali Husein ibn Ali dan Abdulah Ibn Zubair Ibnul Awwam Radhiallahu ‘anhuma ajma’in. Bersamaan dengan itu, kaum Syi&#39;ah (pengikut Abdullah bin Saba’ al-Yahudi) melakukan konsolidasi (penggabungan) kekuatan kembali. Perlawanan terhadap Bani Umayyah dimulai oleh al-Husein ibn Ali Radhiallahu ‘anhuma. Pada tahun 680 M, ia berangkat dari Mekkah ke Kufah atas tipu daya golongan Syi&#39;ah yang ada di Irak. Ummat Islam di daerah ini tidak mengakui Yazid Rahimahullah. Mereka berusaha menghasut dan mengangkat al-Husein Radhiallahu ‘anhuma sebagai khalifah. Dalam pertempuran yang tidak seimbang di Karballa, sebuah daerah di dekat Kufah, tentara dan seluruh keluarga Husein Radhiallahu ‘anhuma kalah dan al-Husein Radhiallahu ‘anhuma sendiri mati terbunuh. Kepalanya dipenggal dan dikirim ke Damaskus, sedang tubuhnya dikubur di Karballa.&lt;br /&gt;       Perlawanan orang-orang Syi&#39;ah tidak padam dengan sebab terbunuhnya Husein Radhiallahu ‘anhuma. Gerakan mereka bahkan menjadi lebih keras, lebih gigih dan tersebar luas. Banyak pemberontakan yang dipelopori kaum Syi&#39;ah terjadi. Yang termashur diantaranya adalah pemberontakan al-Mukhtar di Kufah pada tahun 685-687 M. al-Mukhtar (yang pada akhirnya mengaku sebagai nabi) mendapat banyak pengikut dari kalangan kaum Mawali (yaitu umat Islam bukan Arab, berasal dari Persia, Armenia dan lain-lain) yang pada masa Bani Umayyah dianggap sebagai warga negara kelas dua. al-Mukhtar terbunuh dalam peperangan melawan gerakan oposisi lainnya, gerakan Abdullah ibn Zubair Radhiallahu ‘anhuma. Namun, ibn Zubair Radhiallahu ‘anhuma juga tidak berhasil menghentikan gerakan Syi&#39;ah.&lt;br /&gt;         Abdullah ibn Zubair Radhiallahu ‘anhuma membina gerakan oposisinya di Mekkah setelah dia menolak sumpah setia terhadap Yazid Rahimahullah. Akan tetapi, dia baru menyatakan dirinya secara terbuka sebagai khalifah setelah al-Husein ibn Ali Radhiallahu ‘anhuma terbunuh. Tentara Yazid Rahimahullah kemudian mengepung Madinah dan Makkah. Dua pasukan bertemu dan pertempuran pun tak terhindarkan. Namun, peperangan terhenti karena Yazid Rahimahullah wafat dan tentara Bani Umayyah kembali ke Damaskus. Gerakan Abdullah ibn Zubair Radhiallahu ‘anhuma baru dapat dihancurkan pada masa kekhalifahan Abdul Malik ibn Marwan. Tentara &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Bani Umayyah&lt;/span&gt; dipimpin al-Hajjaj ibn Yusuf ats-Tsaqafi berangkat menuju Thaif, kemudian ke Madinah dan akhirnya meneruskan perjalanan ke Makkah. Ka&#39;bah diserbu. Keluarga Zubair Radhiallahu ‘anhuma dan sahabatnya melarikan diri, sementara ibn Zubair Radhiallahu ‘anhuma sendiri dengan gigih melakukan perlawanan sampai akhirnya terbunuh pada tahun 73 H/692 M.&lt;br /&gt;       Selain gerakan di atas, gerakan-gerakan anarkis yang dilancarkan kelompok Khawarij dan Syi&#39;ah juga dapat diredakan. Keberhasilan memberantas gerakan-gerakan itulah yang membuat orientasi pemerintahan dinasti ini dapat diarahkan kepada pengamanan daerah-daerah kekuasaan di wilayah timur (meliputi kota-kota di sekitar Asia Tengah) dan wilayah Afrika bagian utara, bahkan membuka jalan untuk menaklukkan Spanyol (andalus). Hubungan pemerintah dengan golongan oposisi membaik pada masa pemerintahan Khalifah Umar ibn Abdul-Aziz Rahimahumullah (717-720 M). Ketika dinobatkan sebagai khalifah, dia menyatakan bahwa memperbaiki dan meningkatkan negeri yang berada dalam wilayah Islam lebih baik daripada menambah perluasannya. Ini berarti bahwa prioritas utama adalah pembangunan dalam negeri. Meskipun masa pemerintahannya sangat singkat, dia berhasil menyadarkan golongan Syi&#39;ah. Dia juga memberi kebebasan kepada penganut agama lain untuk beribadah sesuai dengan keyakinan dan kepercayaannya. Zakat diperingan. Kedudukan mawali disejajarkan dengan muslim Arab.&lt;br /&gt;         Sepeninggal Umar ibn Abdul-Aziz Rahimahullah, kekuasaan &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Bani Umayyah&lt;/span&gt; berada di bawah khalifah Yazid ibn Abdul-Malik Rahimahullah (720- 724 M). Namun Sayang penguasa yang satu ini terlalu gandrung kepada kemewahan dan kurang memperhatikan kehidupan rakyat. Masyarakat yang sebelumnya hidup dalam ketenteraman dan kedamaian, pada zamannya berubah menjadi kacau. Dengan latar belakang dan kepentingan etnis politis, masyarakat menyatakan konfrontasi terhadap pemerintahan Yazid ibn Abdul-Malik. &lt;br /&gt;        Kerusuhan terus berlanjut hingga masa pemerintahan Khalifah berikutnya, Hisyam ibn Abdul-Malik Rahimahullah (724-743 M). Bahkan di zaman Hisyam ini muncul satu kekuatan baru yang menjadi tantangan berat bagi pemerintahan &lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Bani Umayyah&lt;/span&gt;. Kekuatan itu berasal dari kalangan Bani Hasyim yang didukung oleh golongan mawali dan merupakan ancaman yang sangat serius. Dalam perkembangan berikutnya kekuatan baru ini, mampu menggulingkan dinasti Umawiyah dan menggantikannya dengan dinasti baru, Bani Abbas. Sebenarnya Hisyam ibn Abd al-Malik Rahimahullah adalah seorang khalifah yang kuat dan terampil. Akan tetapi, karena gerakan oposisi terlalu kuat khalifah tidak berdaya mematahkannya.&lt;br /&gt;       Sepeninggal Hisyam ibn Abd al-Malik Rahimahullah, khalifah-khalifah Bani Umayyah yang tampil bukan hanya lemah tetapi juga bermoral buruk. Hal ini makin memperkuat golongan oposisi. Akhirnya, pada tahun 750 M, Daulah Umayyah digulingkan Bani Abbas yang bersekutu dengan Abu Muslim al-Khurasani. Marwan II bin Muhammad al-Himar Rahimahullah, khalifah terakhir Bani Umayyah, melarikan diri ke Mesir, ditangkap dan dibunuh di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk referensi lengkap tentang sejarah bani umayyah, anda bisa kunjungi di http://id.wikipedia.org/wiki/Bani_Umayyah&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/3875014449918169114/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/05/sejarah-bani-umayyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/3875014449918169114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/3875014449918169114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/05/sejarah-bani-umayyah.html' title='Sejarah Bani Umayyah'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-8566909861474851802</id><published>2010-05-10T10:00:00.000-07:00</published><updated>2010-05-10T10:02:19.363-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perang Islam"/><title type='text'>Sejarah Perang Khaibar</title><content type='html'>Pertempuran Khaibar adalah pertempuran yang terjadi antara umat Islam yang dipimpin Nabi Muhammad dengan umat Yahudi yang hidup di oasis Khaibar, sekitar 150 km dari Madinah, Arab Saudi. William Montgomery Watt menganggap penyebab pertempuran ini adalah Yahudi Bani Nadhir yang menimbulkan permusuhan melawan umat Islam.[1] Pertempuran ini berakhir dengan kemenangan umat Islam, dan Muhammad berhasil memperoleh harta, senjata, dan dukungan kabilah setempat.Hanya beberapa hari Muhammad berada di Madinah usai peristiwa Hudaibiya itu. Sekitar dua pekan kemudian, Rasul bahkan memimpin sendiri ekspedisi militer menuju Khaibar, daerah sejauh &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;tiga hari perjalanan dari Madinah. Khaibar adalah daerah subur yang menjadi benteng utama Yahudi di jazirah Arab. Terutama setelah Yahudi di Madinah ditaklukkan oleh Rasulullah.&lt;br /&gt;           Yahudi tak mempunyai cukup kekuatan untuk menggempur kaum Muslimin. Namun mereka cerdik. Mereka mampu menyatukan musuh-musuh Muhammad dari berbagai kabilah yang sangat kuat. Hal itu terbukti pada Perang Khandaq. Bagi warga Muslim di Madinah, Yahudi lebih berbahaya dibanding musuh-musuh lainnya.&lt;br /&gt;          Maka Nabi Muhammad menyerbu ke jantung pertahanan musuh. Suatu pekerjaan yang tak mudah dilakukan. Pasukan Romawi yang lebih kuat pun tak mampu menaklukkan benteng Khaibar yang memiliki sistem pertahanan berlapis-lapis yang sangat baik. Sallam anak Misykam mengorganisasikan prajurit Yahudi. Perempuan, anak-anak dan harta benda mereka tempatkan di benteng Watih dan Sulaim. Persediaan makanan dikumpulkan di benteng Na’im. Pasukan perang dikonsentrasikan di benteng Natat. Sedangkan Sallam dan para prajurit pilihan maju ke garis depan.&lt;br /&gt;       Sallam tewas dalam pertempuran itu. Tapi pertahanan Khaibar belum dapat ditembus. Muhammad menugasi Abu Bakar untuk menjadi komandan pasukan. Namun gagal. Demikian pula Umar. Akhirnya kepemimpinan komando diserahkan pada Ali.&lt;br /&gt;Di Khaibar inilah nama Ali menjulang. Keberhasilannya merenggut pintu benteng untuk menjadi perisai selalu dikisahkan dari abad ke abad. Ali dan pasukannya juga berhasil menjebol pertahanan lawan. Harith bin Abu Zainab -komandan Yahudi setelah Sallam-pun tewas. Benteng Na’im jatuh ke tangan pasukan Islam.&lt;br /&gt;Setelah itu benteng demi benteng dikuasai. Seluruhnya melalui pertarungan sengit. Benteng Qamush kemudian jatuh. Demikian juga benteng Zubair setelah dikepung cukup lama. Semula Yahudi bertahan di benteng tersebut. Namun pasukan Islam memotong saluran air menuju benteng yang memaksa pasukan Yahudi keluar dari tempat perlindungannya dan bertempur langsung. Benteng Watih dan Sulaim pun tanpa kecuali jatuh ke tangan pasukan Islam.&lt;br /&gt;Yahudi lalu menyerah. Seluruh benteng diserahkan pada umat Islam. Muhammad memerintahkan pasukannya untuk tetap melindungi warga Yahudi dan seluruh kekayaannya, kecuali Kinana bin Rabi’ yang terbukti berbohong saat dimintai keterangan Rasulullah.&lt;br /&gt;        Perlindungan itu tampaknya sengaja diberikan oleh Rasulullah untuk menunjukkan beda perlakuan kalangan Islam dan Kristen terhadap pihak yang dikalahkan. Biasanya, pasukan Kristen dari kekaisaran Romawi akan menghancurludeskan kelompok Yahudi yang dikalahkannya. Sekarang kaum Yahudi Khaibar diberi kemerdekaan untuk mengatur dirinya sendiri sepanjang mengikuti garis kepemimpinan Muhammad dalam politik.&lt;br /&gt;Muhammad sempat tinggal beberapa lama di Khaibar. Ia bahkan nyaris meninggal lantaran diracun. Diriwayatkan bahwa Zainab binti Harith menaruh dendam pada Muhammad. Sallam, suaminya, tewas dalam pertempuran Khaibar. Zainab lalu mengirim sepotong daging domba untuk Nabi Muhammad. Rasulullah sempat mengigit sedikit daging tersebut, namun segera memuntahkannya setelah merasa ada hal yang ganjil. Tidak demikian halnya dengan sahabat Rasul, Bisyri bin Bara. Ia meninggal lantaran memakan daging tersebut.&lt;br /&gt;        Khaibar telah ditaklukkan. Rombongan pasukan Rasulullah kembali ke Madinah melalui Wadil Qura, wilayah yang dikuasi kelompok Yahudi lainnya. Pasukan Yahudi setempat mencegat rombongan tersebut. Sebagaimana di Khaibar, mereka kemudian ditaklukkan pula. Sedangkan Yahudi Taima’ malah mengulurkan tawaran damai tanpa melalui peperangan.&lt;br /&gt;       Dengan penaklukan tersebut, Islam di Madinah telah menjadi kekuatan utama di jazirah Arab. Ketenangan masyarakat semakin terwujud. Dengan demikian, Muhammad dapat lebih berkonsentrasi dalam dakwah membangun moralitas masyarakat.&lt;br /&gt;Kaum Yahudi menyerah dengan syarat membayar pajak dan memberikan tanahnya kepada umat Islam. Akibatnya, mereka banyak yang menjadi hamba sahaya. Menurut Stillman, orang-orang Yahudi dari Bani Nadhir tidak termasuk dalam perjanjian ini, dan seluruh orang bani Nadhir akhirnya dibunuh, kecuali anak-anak dan wanita yang dijadikan budak.&lt;br /&gt;     Setelah pertempuran ini orang-orang Yahudi masih tinggal di Khaibar, hingga akhirnya diusir oleh khalifah Umar bin Khattab. Pembebanan pajak terhadap orang-orang Yahudi menandai dimulainya penerapan jizyah terhadap para dzimmi di bawah pemerintahan Islam, dan penahanan tanah mereka menjadi milik komunitas Islam. &lt;br /&gt;Karena kemenangan umat Islam dalam pertempuran ini, kata &quot;Khaibar&quot; sering disebutkan dalam slogan, lagu, atau senjata-senjata buatan orang-orang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan :&lt;br /&gt;    1.  Stillman 14, 18&lt;br /&gt;    2. Stillman 18–19&lt;br /&gt;    3. Lewis, Bernard. The Jews of Islam. Princeton: Princeton University Press, 1984. ISBN 0-691-00807-8 hal. 10&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/8566909861474851802/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/05/sejarah-perang-khaibar.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/8566909861474851802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/8566909861474851802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/05/sejarah-perang-khaibar.html' title='Sejarah Perang Khaibar'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-8567274437729417610</id><published>2010-05-06T03:34:00.000-07:00</published><updated>2010-05-06T03:36:44.566-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Internasional"/><title type='text'>Sejarah Dinasti Tang</title><content type='html'>Dinasti Tang (Hanzi: 唐朝, hanyu pinyin: Tang Chao) (618 - 907) adalah satu dari tiga dinasti yang paling berpengaruh di Cina sepanjang sejarahnya. Dinasti Tang menggantikan Dinasti Sui yang berumur pendek, didirikan oleh keluarga Li. Li Yuan (李淵) mendirikan dinasti ini pada tahun 618 dan menetapkan Chang&#39;an sebagai ibukota dinasti ini. Di tengah masa kejayaan dinasti ini, ada masa 15 tahun di mana Kaisar Wu Zetian memaklumatkan Dinasti Zhou kedua. Kaisar Wu Zetian merupakan kaisar wanita satu-satunya di dalam sejarah kekaisaran Cina.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Nama Tang sendiri berasal dari nama kuno daerah Jin (晉) yang sekarang menunjuk kepada provinsi Shanxi. Penghujung Dinasti Sui, Kaisar Yang yang lalim dan usaha agresi ke Koguryo gagal untuk ketiga kalinya menyebabkan pemberontakan berkobar di seluruh negeri.&lt;br /&gt;     Tahun 617, penguasa Taiyuan (sekarang Taiyuan, Shanxi), Li Yuan melancarkan pemberontakan dan pada bulan November tahun itu pula, Li Yuan berhasil merebut ibukota Sui, Daxing. Ia kemudian mengangkat Yang You sebagai kaisar dengan gelar Kaisar Gong dari Sui dan mengangkat diri sebagai perdana menteri. Sesaat kemudian ia memaklumkan dirinya sebagai Pangeran Tang.&lt;br /&gt;Kaisar Yang terbunuh di Jiangdu pada bulan Maret 618. 2 bulan kemudian, Li Yuan memaksa Kaisar Gong turun tahta dan menyerahkan kekuasaan kepadanya. Li Yuan kemudian mendirikan Dinasti Tang dan mengangkat diri sebagai kaisar dengan gelar Kaisar Tang Gaozu. Ibukota Tang ditetapkan di Daxing, yang kemudian diganti namanya menjadi Chang&#39;an.&lt;br /&gt;     Saat iu, Kaisar Gaozu memiliki 4 putra dewasa, Li Jiancheng, Li Shimin, Li Xuanba dan Li Yuanji. Li Jiancheng sebagai anak sulung ditunjuk sebagai putra mahkota, Li Shimin diangkat sebagai Pangeran Qin, Li Xuanba mati muda sedangkan Li Yuanji digelari sebagai Pangeran Qi. Setelah berdirinya Dinasti Tang, Kaisar Gaozu memerintahkan putranya Li Jiancheng, Li Shimin dan putrinya, Putri Pingyang untuk menaklukkan Cina utara yang waktu itu masih dikuasai oleh para pemimpin pemberontak dan suku-suku barbar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pemerintahan Zhenguan&lt;br /&gt;     Setelah Dinasti Tang berhasil menaklukkan para pemimpin pemberontak pasca runtuhnya Sui dan suku-suku barbar di utara Cina, persaingan dan perseteruan antara Li Jiancheng dan Li Shimin mencuat ke permukaan. Pada tahun 626, pecah insiden Gerbang Xuanwu yang dimana Li Jiancheng dan Li Yuanji dibunuh oleh Li Shimin. Li Yuan kemudian turun tahta dan bertindak sebagai Taishang Huang (mantan kaisar).&lt;br /&gt;Referensi :&lt;br /&gt;http://www.wikipedia.org/&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/8567274437729417610/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/05/sejarah-dinasti-tang.html#comment-form' title='12 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/8567274437729417610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/8567274437729417610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/05/sejarah-dinasti-tang.html' title='Sejarah Dinasti Tang'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-4110586318895080294</id><published>2010-03-29T15:21:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T15:21:54.212-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perang dunia I"/><title type='text'>Perang dunia I</title><content type='html'>Perang Dunia I (disingkat PDI atau PD1; juga dinamakan Perang Dunia Pertama, Perang Besar, Perang Negara-Negara, dan Perang untuk Mengakhiri Semua Perang) adalah sebuah konflik dunia yang berlangsung dari 1914 hingga 1918. [2] Lebih dari 40 juta orang tewas, termasuk sekitar 20 juta kematian militer dan sipil.&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
        Perang ini dimulai setelah Pangeran Franz Ferdinand dari Austria-Hongaria (sekarang Austria) dibunuh anggota kelompok teroris Serbia, Gavrilo Princip di Sarajevo. Tidak pernah terjadi sebelumnya konflik sebesar ini, baik dari jumlah tentara yang dikerahkan dan dilibatkan, maupun jumlah korbannya. Senjata kimia digunakan untuk pertama kalinya, pemboman massal warga sipil dari udara dilakukan, dan banyak dari pembunuhan massal berskala besar pertama abad ini berlangsung saat perang ini. Empat dinasti, Habsburg, Romanov, Ottoman dan Hohenzollern, yang mempunyai akar kekuasaan hingga zaman Perang Salib, seluruhnya jatuh setelah perang.&lt;br /&gt;
Perang Dunia I menjadi saat pecahnya orde dunia lama, menandai berakhirnya monarki absolutisme di Eropa. Ia juga menjadi pemicu Revolusi Rusia, yang akan menginspirasi revolusi lainnya di negara lainnya seperti Tiongkok dan Kuba, dan akan menjadi basis bagi Perang Dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat. Kekalahan Jerman dalam perang ini dan kegagalan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang masih menggantung yang telah menjadi sebab terjadinya Perang Dunia I akan menjadi dasar kebangkitan Nazi, dan dengan itu pecahnya Perang Dunia II pada 1939. Ia juga menjadi dasar bagi peperangan bentuk baru yang sangat bergantung kepada teknologi, dan akan melibatkan non-militer dalam perang seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya.&lt;br /&gt;
      Perang Dunia menjadi terkenal dengan peperangan parit perlindungannya, di mana sejumlah besar tentara dibatasi geraknya di parit-parit perlindungan dan hanya bisa bergerak sedikit karena pertahanan yang ketat. Ini terjadi khususnya terhadap Front Barat. Lebih dari 9 juta jiwa meninggal di medan perang, dan hampir sebanyak itu juga jumlah warga sipil yang meninggal akibat kekurangan makanan, kelaparan, pembunuhan massal, dan terlibat secara tak sengaja dalam suatu pertempuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Front Timur&lt;br /&gt;
      Front Timur adalah Front dimana Jerman berhadapan dengan Russia. Pada awalnya Jerman dapat mengalahkan Russia, meskipun Russia melancarkan Mobilisasi yang menyebabkan ekonomi Russia terbengkalai dan nantinya mencetus Revolusi Russia. Tapi karena musim dingin di Russia, dan tentara Jerman tidak dilengkapi pakaian musim dingin, akhirnya Russia menang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Korban&lt;br /&gt;
Sekutu: 5.497.600&lt;br /&gt;
   • Belgia: 13.700&lt;br /&gt;
   • Kekaisaran Britania: 908.000 &lt;br /&gt;
     o Australia: 60.000&lt;br /&gt;
     o Kanada: 55.000&lt;br /&gt;
     o India: 25.000&lt;br /&gt;
     o Selandia Baru: 16.000&lt;br /&gt;
     o Afrika Selatan: 7.000&lt;br /&gt;
     o Inggris: 715.000&lt;br /&gt;
  • Perancis: 1.354.000&lt;br /&gt;
  • Yunani: 5.000&lt;br /&gt;
  • Italia: 650.000&lt;br /&gt;
  • Jepang: 300&lt;br /&gt;
  • Rumania: 336.000&lt;br /&gt;
  • Rusia: 1.700.000&lt;br /&gt;
  • Serbia: 450.000&lt;br /&gt;
  • Amerika Serikat: 50.600&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekuatan As/Poros: 3.382.500&lt;br /&gt;
  • Austria-Hungaria: 1.200.000&lt;br /&gt;
  • Bulgaria: 87.500&lt;br /&gt;
  • Jerman: 1.770.000&lt;br /&gt;
  • Kerajaan Ottoman: 325.000&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Warga sipil: 6.493.000&lt;br /&gt;
  • Austria: 300.000&lt;br /&gt;
  • Belgia: 30.000&lt;br /&gt;
  • Inggris: 31.000&lt;br /&gt;
  • Bulgaria: 275.000&lt;br /&gt;
  • Perancis: 40.000&lt;br /&gt;
  • Jerman: 760.000&lt;br /&gt;
  • Yunani: 132.000&lt;br /&gt;
  • Rumania: 275.000&lt;br /&gt;
  • Rusia: 3.000.000&lt;br /&gt;
  • Serbia: 655.000&lt;br /&gt;
  • Kerajaan Ottoman: 1.005.000&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rujukan&lt;br /&gt;
   1. Evans, David. Teach yourself, the First World War, Hodder Arnold, 2004.p.188&lt;br /&gt;
   2. The First World War. Channel4.&lt;br /&gt;
   3. Military Casualties of World War One.&lt;br /&gt;
   4. The Treaty of Versailles and its Consequences.&lt;br /&gt;
   5. Bade 2003, p. 167&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/4110586318895080294/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/03/perang-dunia-i.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/4110586318895080294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/4110586318895080294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/03/perang-dunia-i.html' title='Perang dunia I'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-5059209674510214786</id><published>2010-03-28T14:08:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T14:13:55.361-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Edisi ke II sejarah perang padri"/><title type='text'>Edisi ke II sejarah perang padri</title><content type='html'>Tuanku Imam Bonjol&lt;br /&gt;         Tuanku Imam Bonjol muncul sebagai pemimpin dalam Perang Padri setelah sebelumnya ditunjuk oleh Tuanku nan Renceh sebagai Imam di Bonjol. Dan kemudian juga ditunjuk sebagai Panglima Perang Padri setelah Tuanku nan Renceh meninggal dunia. &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgK2u9t3ajC1aw3VTvNbQX6p_u6VgQFl2wl6KU35LXu2VkOQ22vb5KeOYaUYgu6X6BV0Kdr_l4oZIm5IF257r8bvo6aySG2Av3MY42BsYTudBOcSmp06AMh1N3bk7mx13OfQOIifE0PY_w/s1600/s.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 149px; height: 201px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgK2u9t3ajC1aw3VTvNbQX6p_u6VgQFl2wl6KU35LXu2VkOQ22vb5KeOYaUYgu6X6BV0Kdr_l4oZIm5IF257r8bvo6aySG2Av3MY42BsYTudBOcSmp06AMh1N3bk7mx13OfQOIifE0PY_w/s320/s.JPG&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5453794846939234562&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genjatan Senjata&lt;br /&gt;Selama periode gencatan senjata, Tuanku Imam Bonjol mencoba memulihkan kekuatan dan juga mencoba merangkul Kaum Adat. Sehingga akhirnya muncul suatu kompromi yang dikenal dengan nama Plakat Puncak Pato di Tabek Patah (termasuk daerah Kab. Tanah Datar sekarang) yang mewujudkan konsensus Adat basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah (Adat berdasarkan Agama, Agama berdasarkan Kitabullah (Al-Qur&#39;an)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peperangan Jilid Kedua&lt;br /&gt;       Setelah pulihnya kekuatan Belanda di Jawa, Belanda kembali mencoba untuk menundukan Kaum Padri, dan itu dimulai dengan melanggar perjanjian yang telah dibuat sebelumnya dengan menyerang negeri Pandai Sikek. Dan kemudian membangun benteng di Bukittinggi yang dikenal dengan nama Fort de Kock.&lt;br /&gt;Diawal bulan Agustus 1831, Lintau berhasil ditaklukkan sehingga dengan demikian Luhak Tanah Data dan Luhak Limo Puluah berhasil ditaklukkan.&lt;br /&gt;Kaum Padri terus melakukan konsolidasi dan berkubu Kamang, namun seluruh kekuatan Kaum Padri di Luhak Agam diakhirnya pun terpaksa mundur ke Bonjol setelah jatuhnya Kamang di akhir tahun 1832.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYriNfDQ_cN8vReMqerLJ-crB1oOcJHtdyzpcclcVsuDLkTS0ieRNt_2epDuIc-yWLqnTMVLLh0hKoiYenlO7GPITI9B0LgxY4a9eGYB2T6sirpiIywehSqKXnCeGJOOWd8_Obe9r3XW4/s1600/3.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 223px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYriNfDQ_cN8vReMqerLJ-crB1oOcJHtdyzpcclcVsuDLkTS0ieRNt_2epDuIc-yWLqnTMVLLh0hKoiYenlO7GPITI9B0LgxY4a9eGYB2T6sirpiIywehSqKXnCeGJOOWd8_Obe9r3XW4/s320/3.JPG&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5453795089057525762&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlawanan Bersama&lt;br /&gt;        Namun, sejak awal 1833 perang berubah menjadi perang antara kaum Adat dan kaum Padri melawan Belanda, kedua pihak telah bahu-membahu melawan Belanda, Pihak-pihak yang semula bertentangan akhirnya bersatu melawan Belanda. Diujung penyesalan muncul kesadaran, mengundang Belanda dalam konflik justru menyengsarakan masyarakat Minangkabau itu sendiri.&lt;br /&gt;        Menyadari hal itu, kini Belanda bukan hanya menghadapi Kaum Padri saja, tetapi secarah keseluruhan masyarakat Minangkabau. Maka Belanda pada tahun 1833, mengeluarkan pengumuman yang disebut Plakat Panjang berisi sebuah pernyataan bahwa kedatangan Belanda ke Minangkabau tidaklah bermaksud untuk menguasai negeri ini, mereka hanya datang untuk berdagang dan menjaga keamanan, penduduk Minangkabau akan tetap diperintah oleh para penghulu adat mereka dan tidak pula diharuskan membayar pajak. Dan karena usaha Kompeni untuk menjaga keamanan, mencegah terjadinya &quot;perang antar-nagari&quot;, membuat jalan-jalan, membuka sekolah, dan sebagainya memerlukan biaya, maka penduduk diwajibkan menanam kopi dan menjualnya ke Belanda.&lt;br /&gt;Ketika Kolonel Elout melakukan berbagai serangan terhadap Kaum Padri tahun 1831-1832, dia memperoleh tambahan kekuatan dari pasukan Sentot Ali Basya salah seorang panglima pasukan Pangeran Diponegoro yang telah membelot, masuk dinas Pemerintah Belanda setelah usai perang di Jawa. &lt;br /&gt;         Namun Elout berpendapat kehadirannya justru menimbulkan masalah di Sumatera, dengan dokumen-dokumen resmi yang membuktikan kesalahan Sentot Ali Basya yang telah melakukan persekongkolan dengan kaum Padri. Sehingga kemudian Elout mengirim Sentot dan legiunnya kembali ke Jawa. Di Jawa Sentot tidak berhasil menghilangkan kecurigaan Belanda terhadap dirinya. Dan akhirnya Belanda juga tidak ingin dia tetap berada di Jawa dan mengirimnya kembali ke Sumatera. Namun dalam perjalanan ke sana, Sentot diturunkan dan ditahan di Bengkulu dimana dia ditinggal sampai mati sebagai orang buangan. Sedangkan pasukannya dibubarkan dan anggota-anggotanya berdinas dalam tentara Belanda.&lt;br /&gt;Demikian juga dengan Yang Dipertuan Alam Minangkabau Sultan Alam Bagagarsyah, raja terakhir Kerajaan Pagaruyung, juga ditangkap oleh pasukan Kolonel Elout di Batusangkar atas tuduhan pengkhianatan pada tanggal 2 Mei 1833. Selanjutnya Sultan dibuang ke Batavia (Jakarta sekarang), dan akhirnya dimakamkan di pekuburan Mangga Dua.&lt;br /&gt;        Timbulnya perlawanan serentak dari seluruh rakyat Minangkabau, sebagai realisasi ikrar bersama, memaksa Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch pergi ke Padang pada tanggal 23 Agustus 1833, untuk melihat dari dekat tentang jalannya operasi militer yang dilakukan oleh pasukan Belanda. Sesampainya di Padang, ia melakukan perundingan dengan Jenderal Riesz dan Kolonel Elout untuk segera menaklukkan benteng Bonjol, yang dijadikan pusat meriam besar pasukan Padri, Riesz dan Elout menerangkan bahwa belum datang saatnya yang baik untuk mengadakan serangan umum terhadap benteng Bonjol, karena kesetiaan penduduk Agam masih disangsikan, dan mereka sangat mungkin kelak menyerang pasukan Belanda dari belakang. Tetapi Jenderal Van den Bosch bersikeras untuk segera menaklukkan benteng Bonjol, dan paling lambat tanggal 10 September 1833 Bonjol harus jatuh. Kedua opsir tersebut meminta tangguh enam hari lagi, sehingga jatuhnya Bonjol diharapkan pada tanggal 16 September 1833.&lt;br /&gt;Taktik serangan gerilya yang diterapkan kaum Padri, berhasil memperlambat gerak laju serangan Belanda ke benteng Bonjol, bahkan juga hampir semua perlengkapan perang pasukan Belanda seperti meriam dan perbekalan semuanya dapat dirampas. Pasukan Belanda hanya dapat membawa senjata dan pakaian yang melekat di tangan dan badannya. Sehingga akhirnya pada tanggal 21 September 1833, Van den Bosch membuat laporan bahwa penyerangan ke Bonjol gagal dan sedang diusahakan untuk konsolidasi guna penyerangan selanjutnya.&lt;br /&gt;Dan dapat dikatakan selama tahun 1834 tidak ada usaha yang sungguh-sungguh yang dilakukan oleh pasukan Belanda untuk menaklukkan Bonjol, kecuali pertempuran kecil-kecilan untuk membersihkan daerah-daerah yang dekat dengan pusat pertahanan dan benteng Belanda. Selain itu pembuatan jalan dan jembatan, yang mengarah ke jurusan Bonjol terus dilakukan dengan giat, dengan mengerahkan ribuan tenaga kerja paksa. Pembuatan jalan dan jembatan itu dipersiapkan untuk memudahkan mobilitas pasukan Belanda dalam gerakannya menaklukan Bonjol.&lt;br /&gt;Serangan ke Bonjol&lt;br /&gt;      Baru pada tanggal 16 April 1835, pasukan Belanda memutuskan untuk mengadakan serangan besar-besaran untuk menaklukkan Bonjol dan sekitarnya. Operasi militer dimulai pada tanggal 21 April 1835, dimana pasukan Belanda dipimpin oleh Letnan Kolonel Bauer yang kemudian memecah pasukannya menjadi dua bahagian yang bergerak masing-masing dari Matur dan Bamban, kemudian bersama bergerak menuju Masang. Pasukan ini mesti menyeberangi sungai yang saat itu lagi banjir, dan terus masuk menyelusup ke dalam hutan rimba; mendaki gunung dan menuruni lembah; guna membuka jalur baru menuju Bonjol.&lt;br /&gt;      Dan pada tanggal 23 April 1835 gerakan pasukan Belanda ini telah berhasil mencapai tepi Batang Ganting, dan kemudian terus menyeberanginya dan berkumpul di Batusari. Dari sini hanya ada satu jalan sempit menuju Sipisang, daerah yang masih dikuasai oleh Kaum Padri. Sesampainya di Sipisang, pecah pertempuran sengit antara pasukan Belanda dengan kaum Padri selama tiga hari tiga malam pertempuran berlangsung tanpa henti, sampai korban di kedua belah pihak banyak yang berjatuhan. Namun dengan kekuatan yang jauh tak sebanding, pasukan Kaum Padri terpaksa mengundurkan diri ke hutan-hutan rimba sekitarnya. Jatuhnya daerah Sipisang ini meningkatkan moralitas pasukan Belanda, dan kemudian daerah ini dijadikan sebagai kubu pertahanan sambil menunggu pembuatan jembatan menuju Bonjol.&lt;br /&gt;       Namun pergerakan laju pasukan Belanda menuju Bonjol masih sangat lamban, hampir sebulan waktu yang diperlukan untuk dapat mendekati daerah Alahan Panjang. Dan sebagai front terdepan dari Alahan Panjang adalah daerah Padang Lawas, yang secara penuh masih dikuasai oleh Kaum Padri. Pada tanggal 8 Juni 1835 pasukan Belanda yang mencoba maju ke Padang Lawas sehingga kembali pecah pertempuran sengit dan pasukan Belanda akhirnya dapat menguasai daerah ini.&lt;br /&gt;Selanjutnya pada tanggal 11 Juni 1835 pasukan Belanda kembali bergerak menuju sebelah timur Batang Alahan Panjang dan membuat kubu pertahanan disana, sedangkan pasukan Kaum Padri tetap bersiaga di seberangnya.&lt;br /&gt;       Dan pada tengah malam tanggal 16 Juni 1835 pasukan Belanda berhasil mendekati Bonjol dalam jarak kira-kira hanya 250 langkah dari Bonjol dan kemudian mencoba membuat kubu pertahanan disana. Selanjutnya dengan menggunakan houwitser, mortir dan meriam besar, menembaki benteng Bonjol. Namun Kaum Padri tidak tinggal diam yang kemudian membalas dengan menembakan juga meriam-meriam dari bukit Tajadi. Karena posisi yang kurang menguntungkan, pasukan Belanda banyak menjadi korban.&lt;br /&gt;Dan selanjutnya pada tanggal 17 Juni 1835 datang lagi bantuan tambahan pasukan sebanyak 2000 orang lagi yang dikirim oleh Residen Francis di Padang. Kemudian pada tanggal 21 Juni 1835, dengan kekuatan yang besar pasukan Belanda memulai gerakan maju menuju sasaran akhir yaitu Benteng Bonjol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benteng Bonjol&lt;br /&gt;       Kampung Bonjol kira-kira 1200 hasta panjangnya dan 400 sampai 700 hasta lebarnya, sebab bagian selatan dari dinding barat mundur kira-kira 200 hasta ke belakang. Letak kampung ini antara 1000 atau 1200 hasta dari tepi timur Batang Alahan Panjang. Di timur dan tenggaranya terdapat tebing terjal dan sebuah bukit yang tegak hampir lurus keatas, dan dengan Bonjol dipisahkan oleh sebatang anak sungai kecil. Bukit ini bernama Bukit Tajadi, dan dari atas bukit inilah Kaum Padri membuat beberapa kubu pertahanan yang kuat dan strategis letaknya, dan dari sana mereka dapat menembakan meriam yang bermacam kaliber kepada musuh yang berada pada arah barat dan timurnya.&lt;br /&gt;        Dari sebelah timur Bonjol membujur bukit barisan tinggi membujur, yang diselimuti oleh hutan lehat. Di balik timur bukit barisan itulah terletak kawasan Luhak Lima Puluh. Tanah di sebelah selatan dan tenggara Lembah Alahan Panjang ini bergunung-gunung dan berbukit batu terjal, semak, belukar dan hutan yang sangat tebal di sekitar Bonjol ini membuat kubu-kubu pertahanan Kaum Padri tidak mudah dilihat dari luar. Dan di tengah lembah mengalir Batang Alahan Panjang yang berliku-liku dari utara ke selatan. Keadaan alam ini dimanfaatkan dengan baik oleh kaum Padri untuk membangun benteng pertahanan yang paling besar dan sekaligus menjadi markas besar Tuanku Imam Bonjol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengepungan Bonjol&lt;br /&gt;        Melihat kokohnya benteng Bonjol, pasukan Belanda mencoba melakukan blokade terhadap Bonjol, dengan tujuan untuk melumpuhkan suplai bahan makanan dan senjata pasukan Padri. Blokade yang dilakukan ini, ternyata tidak efektif, karena justru benteng-benteng pertahanan pasukan Belanda dan bahan perbekalannya yang banyak diserang oleh pasukan Kaum Padri secara gerilya. Dan disaat bersamaan seluruh pasukan Kaum Padri mulai berdatangan dari daerah-daerah yang telah ditaklukkan pasukan Belanda, yaitu dari berbagai negeri di Minangkabau dan sekitarnya. Semua bertekad bulat untuk mempertahankan markas besar Bonjol sampai titik darah penghabisan, hidup mulia atau mati syahid.&lt;br /&gt;        Usaha untuk melakukan serangan ofensif terhadap Bonjol baru dilakukan kembali setelah bala bantuan tentara yang terdiri dari pasukan Bugis datang, maka pada pertengahan Agustus 1835 penyerangan mulai dilakukan terhadap kubu-kubu pertahanan Kaum Padri yang berada di bukit Tajadi, dan pasukan Bugis ini berada pada bagian depan pasukan Belanda dalam merebut satu persatu kubu-kubu pertahanan strategis Kaum Padri yang berada disekitar bukit Tajadi[5]. Namun sampai awal September 1835, pasukan Belanda belum berhasil menguasai bukit tajadi malah pada tanggal 5 September 1835, Kaum Padri keluar dari kubu pertahanannya menyerbu ke luar benteng menghancurkan kubu-kubu pertahahan musuh yang dibuat sekitar bukit Tajadi. Dan setelah serangan dilakukan, pasukan Kaum Padri segera kembali masuk ke dalam benteng Bonjol.&lt;br /&gt;        Pada tanggal 9 September 1835, pasukan Belanda mencoba menyerang dari arah Luhak Lima Puluh dan Padang Bubus, namun hasilnya gagal, bahkan banyak menyebabkan kerugian pada pasukan Belanda. Dan Letnan Kolonel Bauer, salah seorang komandan pasukan Belanda menderita sakit, dan terpaksa dikirim ke Bukittinggi dan kemudian digantikan oleh Mayor Prager.&lt;br /&gt;       Blokade yang berlarut-larut dan keberanian Kaum Padri, membangkitkan semangat keberanian rakyat sekitarnya untuk memberontak dan menyerang pasukan Belanda, sehingga pada tanggal 11 Desember 1835 rakyat desa Alahan Mati dan Simpang mengangkat senjata dan menyerang kubu-kubu pertahanan Belanda. Pasukan Belanda kewalahan mengatasi perlawanan ini, baru setelah datang bantuan dari serdadu-serdadu Madura yang berdinas pada pasukan Belanda, perlawanan ini dapat diatasi.&lt;br /&gt;Hampir setahun mengepung Bonjol, pada tanggal 3 Desember 1836, pasukan Belanda kembali melakukan serangan besar-besaran terhadap benteng Bonjol, sebagai usaha terakhir untuk penaklukkan Bonjol. Serangan dahsyat ini mampu menjebol sebagian benteng Bonjol, sehingga pasukan Belanda dapat masuk menyerbu dan berhasil membunuh beberapa keluarga Tuanku Imam Bonjol. Tetapi dengan kegigihan dan semangat juang yang tinggi Kaum Padri kembali berhasil memporak-porandakan musuh sehingga Belanda terusir dan terpaksa kembali keluar dari benteng dengan meninggalkan banyak sekali korban jiwa di masing-masing pihak.&lt;br /&gt;Kegagalan penaklukkan ini benar-benar memukul kebijaksanaan Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Batavia yang waktu itu telah dipegang oleh Dominique Jacques de Eerens kemudian mengirimkan seorang panglima perangnya yang bernama Mayor Jenderal Cochius untuk memimpin langsung serangan besar-besaran ke benteng Bonjol untuk kesekian kalinya.&lt;br /&gt;        Selanjutnya Belanda dengan intensif mengepung Bonjol dari segala jurusan selama sekitar enam bulan (16 Maret-17 Agustus 1837)[6] yang dipimpin oleh jenderal dan para perwira Belanda, dan pasukan gabungan Belanda yang sebagian besar terdiri dari berbagai suku, seperti Jawa, Madura, Bugis, dan Ambon. Dimana terdapat 148 perwira Eropa, 36 perwira pribumi, 1.103 tentara Eropa, 4.130 tentara pribumi, termasuk didalamnya Sumenapsche hulptroepen hieronder begrepen (pasukan pembantu Sumenap alias Madura). Dalam daftar nama para perwira pasukan Belanda tersebut diantaranya adalah Mayor Jendral Cochius, Letnan Kolonel Bauer, Mayor Sous, Mayor Prager, Kapten MacLean, Letnan Satu Van der Tak, Pembantu Letnan Satu Steinmetz dan seterusnya, dan ada juga nama Inlandsche (pribumi) seperti Kapitein Noto Prawiro, Indlandsche Luitenant Prawiro di Logo, Karto Wongso Wiro Redjo, Prawiro Sentiko, Prawiro Brotto, dan Merto Poero.&lt;br /&gt;       Dari Batavia didatangkan terus tambahan kekuatan tentara Belanda, dimana pada tanggal 20 Juli 1837 tiba dengan Kapal Perle di Padang, Kapitein Sinninghe, dan sejumlah orang Eropa dan Afrika, yang terdiri dari 1 sergeant, 4 korporaals dan 112 flankeurs yang merupakan serdadu dari Afrika yang direkrut oleh Belanda di benua itu, kini negara Ghana dan Mali. Mereka juga disebut dengan Sepoys dan berdinas dalam tentara Belanda.&lt;br /&gt;       Serangan yang bergelombang serta bertubi-tubi dan hujan peluru dari pasukan artileri yang bersenjatakan meriam-meriam besar, selama kurang lebih 6 bulan lamanya, serta pasukan infantri dan kavaleri yang terus berdatangan. Akhirnya pada tanggal tanggal 15 Agustus 1837, bukit Tajadi jatuh, dan pada tanggal 16 Agustus 1837 benteng Bonjol secara keseluruhan dapat ditaklukkan. Namun Tuanku Imam Bonjol dapat mengundurkan diri keluar dari benteng dengan didampingi oleh beberapa pengikutnya terus menuju daerah Marapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perundingan&lt;br /&gt;      Dalam pelarian dan persembunyiannya, Tuanku Imam Bonjol terus mencoba mengadakan konsolidasi terhadap seluruh pasukannya yang telah bercerai-berai dan lemah, namun karena telah lebih 3 tahun bertempur melawan Belanda secara terus menerus, ternyata hanya sedikit saja yang tinggal dan masih siap untuk bertempur kembali.&lt;br /&gt;Dalam kondisi seperti ini, tiba-tiba datang surat tawaran dari Residen Francis di Padang untuk mengajak berunding. Kemudian Tuanku Imam Bonjol menyatakan kesediaannya melakukan perundingan. Perundingan itu dikatakan tidak boleh lebih dari 14 hari lamanya. Selama 14 hari berkibar bendera putih dan gencatan senjata berlaku. Tuanku Imam Bonjol diminta untuk datang ke Palupuh tempat perundingan tanpa membawa senjata. Tapi hal itu cuma jebakan Belanda untuk menangkap Tuanku Imam Bonjol, peristiwa itu terjadi di bulan Oktober 1837 dan kemudian Tuanku Imam Bonjol dalam kondisi sakit langsung dibawa ke Bukittinggi kemudian terus dibawa ke Padang, untuk selanjutnya diasingkan. Dan pada tanggal 23 Januari 1838 dipindahkan ke Cianjur, dan dan pada akhir tahun 1838, ia kembali dipindahkan ke Ambon. Dan tanggal 19 Januari 1839 Tuanku Imam Bonjol kembali dipindahkan ke Menado. Dan di daerah inilah pada tanggal 8 Nopember 1864, setelah menjalani masa pembuangan selama 27 tahun lamanya, Tuanku Imam Bonjol menemui ajalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir Peperangan&lt;br /&gt;       Meskipun pada tahun 1337, benteng Bonjol dapat dikuasai Belanda, dan Tuanku Imam Bonjol berhasil ditipu dan ditangkap, tetapi peperangan tersebut masih berlanjut sampai akhirnya benteng terakhir Kaum Padri, di Dalu-Dalu, di bawah pimpinan Tuanku Tambusai jatuh pada tahun 1838. Dan Tuanku Tambusai terpaksa mundur, dan bersama sisa-sisa pengikutnya pindah ke Semenanjung Malaya, dan akhirnya kemudian Kerajaan Pagaruyung ditetapkan menjadi bagian dari pax neerlandica dan menyatakan wilayah Padangse Bovenlanden berada di bawah pengawasan Belanda.&lt;br /&gt;Referensi&lt;br /&gt;    1. ^ Nain, Sjafnir Aboe, (2004), Memorie Tuanku Imam Bonjol (MTIB), transl., Padang: PPIM.&lt;br /&gt;    2. ^ G. Kepper, 1900, Wapenfeiten van het Nederlands Indische Leger; 1816-1900, M.M. Cuvee, Den Haag.&lt;br /&gt;    3. ^ Episoden uit geschiedenis der Nederlandsche krigsverrigtingen op Sumatra’s Westkus, Indisch Magazijn 12/1, no.7, 1844:116.&lt;br /&gt;    4. ^ H.M.Lange, 1852, Het Nederlandsch Oost-Indisch leger ter Westkust van Sumatra (1819-1845), ‘s Hertogenbosch: Gebroeder Muller,I: 20-1&lt;br /&gt;    5. ^ Journaal van de expeditie naar Padang onder de Generaal-Majoor Cochius in 1837 Gehouden door de Majoor Sous-Chief van den Generaal-Staf Jonkher C.P.A. de Salis, pp 59-183.&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/5059209674510214786/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/03/edisi-ke-ii-sejarah-perang-padri.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/5059209674510214786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/5059209674510214786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/03/edisi-ke-ii-sejarah-perang-padri.html' title='Edisi ke II sejarah perang padri'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgK2u9t3ajC1aw3VTvNbQX6p_u6VgQFl2wl6KU35LXu2VkOQ22vb5KeOYaUYgu6X6BV0Kdr_l4oZIm5IF257r8bvo6aySG2Av3MY42BsYTudBOcSmp06AMh1N3bk7mx13OfQOIifE0PY_w/s72-c/s.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-2124342661616502797</id><published>2010-03-27T17:29:00.000-07:00</published><updated>2010-03-27T17:29:44.282-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah perang padri"/><title type='text'>Sejarah perang padri</title><content type='html'>Perang Padri meletus di negeri Kerajaan Pagaruyung antara sejak tahun 1803 hingga 1837. Gerakan Padri atau Kaum Padri (Kaum Ulama) menentang perbuatan-perbuatan yang marak waktu itu di kalangan masyarakat yang ada di negeri-negeri Kerajaan Pagaruyung, seperti perjudian, penyabungan ayam, penggunaan madat (opium), minuman keras, tembakau, sirih, dan juga aspek hukum adat matriarkat mengenai warisan dan umumnya pelaksanaan longgar kewajiban ritual formal agama Islam.&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
   Dan kemundian gejolak ini memicu perpecahan antara Kaum Padri yang dipimpin oleh Harimau nan Salapan dengan Kaum Adat dibawah pimpinan Raja Pagaruyung Sultan Muning Alamsyah. Dan kemudian meluas dengan melibatkan Belanda.&lt;br /&gt;
Harimau nan Salapan&lt;br /&gt;
        Harimau nan Salapan (Harimau yang Delapan), merupakan pimpinan beberapa perguruan yang tersebar di Nagari Kerajaan Pagaruyung masa itu, yang kemudian menjadi pemimpin dari Kaum Padri. Berikut ini nama pemimpin Harimau nan Salapan tersebut:&lt;br /&gt;
    1. Tuanku nan Renceh atau Tuanku nan Tuo atau Tuanku Kamang&lt;br /&gt;
    2. Tuanku Canduang&lt;br /&gt;
    3. Tuanku Pandai Sikek&lt;br /&gt;
    4. Tuanku Lintau&lt;br /&gt;
    5. Tuanku Pasaman&lt;br /&gt;
    6. Tuanku Rao&lt;br /&gt;
    7. Tuanku Tambusai&lt;br /&gt;
    8. Tuanku Barumun&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perang Saudara&lt;br /&gt;
       Tak dapat dimungkiri, Perang Padri meninggalkan kenangan heroik sekaligus traumatis dalam memori bangsa. Selama sekitar 20 tahun pertama perang itu (1803-1821) praktis yang berbunuhan adalah sesama orang Minang dan Mandailing atau Batak umumnya.&lt;br /&gt;
       Pada awalnya timbulnya peperangan ini didasari oleh adanya keinginan dikalangan para ulama di Kerajaan Pagaruyung untuk menerapkan dan menjalan syariat Islam sesuai dengan Mahzab Wahabi yang waktu itu berkembang di tanah Arab (Arab Saudi sekarang). Kemudian pemimpin para ulama yang tergabung dalam Harimau nan Salapan meminta Tuanku Lintau untuk mengajak Raja Pagaruyung Sultan Muning Alamsyah beserta Kaum Adat untuk meninggalkan beberapa kebiasaan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.&lt;br /&gt;
Dalam beberapa perundingan tidak ada kata sepakat antara Kaum Padri dengan Kaum Adat. Seiring itu dibeberapa Negeri dalam Kerajaan Pagaruyung bergejolak, dan puncaknya pada tahun 1815, Kaum Padri dibawah pimpinan Tuanku Pasaman menyerang Pagaruyung, dan pecahlah peperangan di Koto Tangah. Dan akhirnya Sultan Muning Alamsyah terpaksa menyingkir dan melarikan diri dari ibukota kerajaan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keterlibatan Belanda&lt;br /&gt;
     Pada 21 Februari 1821, kaum Adat resmi menyerahkan wilayah darek (pedalaman Minangkabau) kepada Belanda dalam perjanjian yang diteken di Padang[2], sebagai kompensasi kepada Belanda yang bersedia membantu melawan kaum Paderi. Perjanjian itu dihadiri juga oleh sisa keluarga Dinasti Pagaruyung di bawah pimpinan Sultan Muning Alamsyah yang selamat dari serangan Kaum Padri yang dipimpin oleh Tuanku Pasaman.&lt;br /&gt;
     Keterlibatan Belanda dalam perang karena &quot;diundang&quot; oleh kaum Adat, dan campur tangan Belanda dalam perang itu ditandai dengan penyerangan Simawang dan Sulit Air oleh pasukan Kapten Goffinet dan Kapten Dienema awal April 1821 atas perintah Residen James du Puy di Padang[3]. Serangan ini berhasil memukul mundur Kaum Padri keluar dari Pagaruyung. Dan Belanda membangun benteng di Batusangkar dengan nama Fort van der Capellen, Sedangkan Kaum Padri menyusun kekuatan dan bertahan di Lintau&lt;br /&gt;
Pada 13 April 1823, Belanda mencoba menyerang Lintau, namun Kaum Padri dengan gigih melakukan perlawanan, sehingga pada tanggal 16 April 1823 Belanda terpaksa kembali Batusangkar.&lt;br /&gt;
      Perlawanan yang dilakukan oleh Kaum Padri cukup tangguh sehingga sangat menyulitkan Belanda untuk menundukkannya. Oleh sebab itu Belanda melalui Residen di Padang mengajak pemimpin Kaum Padri yang waktu itu telah dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol untuk berdamai dengan maklumat &quot;Perjanjian Masang&quot; pada tahun 1824. Hal ini dimaklumi karena disaat bersamaan Batavia juga kehabisan dana dalam menghadapi peperangan lain di Eropah dan Jawa seperti Perang Diponegoro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
bersambung...&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/2124342661616502797/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/03/sejarah-perang-padri.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/2124342661616502797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/2124342661616502797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/03/sejarah-perang-padri.html' title='Sejarah perang padri'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-4417268307863031583</id><published>2010-03-26T18:16:00.000-07:00</published><updated>2010-03-26T18:16:14.020-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah Kerajaan Majapahit"/><title type='text'>Sejarah Kerajaan Majapahit</title><content type='html'>Majapahit adalah sebuah kerajaan kuno di Indonesia yang pernah berdiri dari sekitar tahun 1293 hingga 1500 M. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa kekuasaan Hayam Wuruk, yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389.&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;
     Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Semenanjung Malaya dan dianggap sebagai salah satu dari negara terbesar dalam sejarah Indonesia.Kekuasaannya terbentang di Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Borneo, Kepulauan Sulu, Manila (Saludung), hingga Indonesia timur, meskipun wilayah kekuasaannya masih diperdebatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Historiografi&lt;br /&gt;
       Hanya terdapat sedikit bukti fisik sisa-sisa Majapahit, dan sejarahnya tidak jelas. Sumber utama yang digunakan oleh para sejarawan adalah Pararaton (&#39;Kitab Raja-raja&#39;) dalam bahasa Kawi dan Nagarakretagama dalam bahasa Jawa Kuno. Pararaton terutama menceritakan Ken Arok (pendiri Kerajaan Singhasari) namun juga memuat beberapa bagian pendek mengenai terbentuknya Majapahit. Sementara itu, Nagarakertagama merupakan puisi Jawa Kuno yang ditulis pada masa keemasan Majapahit di bawah pemerintahan Hayam Wuruk. Setelah masa itu, hal yang terjadi tidaklah jelas. Selain itu, terdapat beberapa prasasti dalam bahasa Jawa Kuno maupun catatan sejarah dari Tiongkok dan negara-negara lain.&lt;br /&gt;
       Keakuratan semua naskah berbahasa Jawa tersebut dipertentangkan. Tidak dapat disangkal bahwa sumber-sumber itu memuat unsur non-historis dan mitos. Beberapa sarjana seperti C.C. Berg menganggap semua naskah tersebut bukan catatan masa lalu, tetapi memiliki arti supernatural dalam hal dapat mengetahui masa depan. Namun demikian, banyak pula sarjana yang beranggapan bahwa garis besar sumber-sumber tersebut dapat diterima karena sejalan dengan catatan sejarah dari Tiongkok, khususnya daftar penguasa dan keadaan kerajaan yang tampak cukup pasti. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejarah Berdirinya Majapahit&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg82l3Omx7stc7fj02OP5He5l2oooKbBDt-l3FYCCD-rTu2SybCrVkAMNdmLtOMienABpXpYeOgbBh0ua_U3MfBzjLrXdCJlVTsYv7n1X6KRJ2VlvJslsStLoRUWXa52mJApohdlfdeExI/s1600-h/s.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
      Sesudah Singhasari mengusir Sriwijaya dari Jawa secara keseluruhan pada tahun 1290, Singhasari menjadi kerajaan paling kuat di wilayah tersebut. Hal ini menjadi perhatian Kubilai Khan, penguasa Dinasti Yuan di Tiongkok. Ia mengirim utusan yang bernama Meng Chi[9] ke Singhasari yang menuntut upeti. Kertanagara, penguasa kerajaan Singhasari yang terakhir menolak untuk membayar upeti dan mempermalukan utusan tersebut dengan merusak wajahnya dan memotong telinganya.&lt;br /&gt;
      Kublai Khan marah dan lalu memberangkatkan ekspedisi besar ke Jawa tahun 1293.&lt;br /&gt;
Ketika itu, Jayakatwang, adipati Kediri, sudah membunuh Kertanagara. Atas saran Aria Wiraraja, Jayakatwang memberikan pengampunan kepada Raden Wijaya, menantu Kertanegara, yang datang menyerahkan diri. Raden Wijaya kemudian diberi hutan Tarik. Ia membuka hutan itu dan membangun desa baru. Desa itu dinamai Majapahit, yang namanya diambil dari buah maja, dan rasa &quot;pahit&quot; dari buah tersebut. Ketika pasukan Mongol tiba, Wijaya bersekutu dengan pasukan Mongol untuk bertempur melawan Jayakatwang. Raden Wijaya berbalik menyerang sekutu Mongolnya sehingga memaksa mereka menarik pulang kembali pasukannya secara kalang-kabut karena mereka berada di teritori asing.[11][12] Saat itu juga merupakan kesempatan terakhir mereka untuk menangkap angin muson agar dapat pulang, atau mereka harus terpaksa menunggu enam bulan lagi di pulau yang asing.&lt;br /&gt;
       Tanggal pasti yang digunakan sebagai tanggal kelahiran kerajaan Majapahit adalah hari penobatan Raden Wijaya sebagai raja, yaitu pada tanggal 10 November 1293. Ia dinobatkan dengan nama resmi Kertarajasa Jayawardhana. Kerajaan ini menghadapi masalah. Beberapa orang terpercaya Kertarajasa, termasuk Ranggalawe, Sora, dan Nambi memberontak melawannya, meskipun pemberontakan tersebut tidak berhasil. Slamet Muljana menduga bahwa mahapatih Halayudha lah yang melakukan konspirasi untuk menjatuhkan semua orang terpercaya raja, agar ia dapat mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan. Namun setelah kematian pemberontak terakhir (Kuti), Halayudha ditangkap dan dipenjara, dan lalu dihukum mati.[12] Wijaya meninggal dunia pada tahun 1309.&lt;br /&gt;
        Anak dan penerus Wijaya, Jayanegara, adalah penguasa yang jahat dan amoral. Ia digelari Kala Gemet, yang berarti &quot;penjahat lemah&quot;. Pada tahun 1328, Jayanegara dibunuh oleh tabibnya, Tanca. Ibu tirinya yaitu Gayatri Rajapatni seharusnya menggantikannya, akan tetapi Rajapatni memilih mengundurkan diri dari istana dan menjadi pendeta wanita. Rajapatni menunjuk anak perempuannya Tribhuwana Wijayatunggadewi untuk menjadi ratu Majapahit. Selama kekuasaan Tribhuwana, kerajaan Majapahit berkembang menjadi lebih besar dan terkenal di daerah tersebut. Tribhuwana menguasai Majapahit sampai kematian ibunya pada tahun 1350. Ia diteruskan oleh putranya, Hayam Wuruk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejayaan Majapahit&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkpO6SDeHlpXTzD-H3yWinYGxnxZaeul8tPBM2pPnyDtw9H4gI-eNlySVGD0FFwvqCl5U7ycnK4yZmHikiMdPjm0kJwLFqhiVfmzqBiv45ZmxFrR2iLcW7dQ_GDAJCxs2jooJIJJy79PQ/s1600-h/a.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkpO6SDeHlpXTzD-H3yWinYGxnxZaeul8tPBM2pPnyDtw9H4gI-eNlySVGD0FFwvqCl5U7ycnK4yZmHikiMdPjm0kJwLFqhiVfmzqBiv45ZmxFrR2iLcW7dQ_GDAJCxs2jooJIJJy79PQ/s320/a.JPG&quot; width=&quot;124&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Hayam Wuruk, juga disebut Rajasanagara, memerintah Majapahit dari tahun 1350 hingga 1389. Pada masanya Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan bantuan mahapatihnya, Gajah Mada. Di bawah perintah Gajah Mada (1313-1364), Majapahit menguasai lebih banyak wilayah. Pada tahun 1377, beberapa tahun setelah kematian Gajah Mada, Majapahit melancarkan serangan laut ke Palembang,[2] menyebabkan runtuhnya sisa-sisa kerajaan Sriwijaya.&lt;br /&gt;
       Menurut Kakawin Nagarakretagama pupuh XIII-XV, daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra, semenanjung Malaya, Borneo, Sulawesi, kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, dan sebagian kepulauan Filipina[13]. Namun demikian, batasan alam dan ekonomi menunjukkan bahwa daerah-daerah kekuasaan tersebut tampaknya tidaklah berada di bawah kekuasaan terpusat Majapahit, tetapi terhubungkan satu sama lain oleh perdagangan yang mungkin berupa monopoli oleh raja[14]. Majapahit juga memiliki hubungan dengan Campa, Kamboja, Siam, Birma bagian selatan, dan Vietnam, dan bahkan mengirim duta-dutanya ke Tiongkok&lt;br /&gt;
Jatuhnya Majapahit&lt;br /&gt;
      Sesudah mencapai puncaknya pada abad ke-14, kekuasaan Majapahit berangsur-angsur melemah. Tampaknya terjadi perang saudara (Perang Paregreg) pada tahun 1405-1406, antara Wirabhumi melawan Wikramawardhana. Demikian pula telah terjadi pergantian raja yang dipertengkarkan pada tahun 1450-an, dan pemberontakan besar yang dilancarkan oleh seorang bangsawan pada tahun 1468[7].&lt;br /&gt;
Dalam tradisi Jawa ada sebuah kronogram atau candrasengkala yang berbunyi sirna ilang kretaning bumi. Sengkala ini konon adalah tahun berakhirnya Majapahit dan harus dibaca sebagai 0041, yaitu tahun 1400 Saka, atau 1478 Masehi. Arti sengkala ini adalah “sirna hilanglah kemakmuran bumi”. Namun demikian yang sebenarnya digambarkan oleh candrasengkala tersebut adalah gugurnya Bre Kertabumi, raja ke-11 Majapahit, oleh Girindrawardhana.&lt;br /&gt;
        Ketika Majapahit didirikan, pedagang Muslim dan para penyebar agama sudah mulai memasuki Nusantara. Pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15, pengaruh Majapahit di seluruh Nusantara mulai berkurang. Pada saat bersamaan, sebuah kerajaan perdagangan baru yang berdasarkan Islam, yaitu Kesultanan Malaka, mulai muncul di bagian barat Nusantara.&lt;br /&gt;
        Catatan sejarah dari Tiongkok, Portugis (Tome Pires), dan Italia (Pigafetta) mengindikasikan bahwa telah terjadi perpindahan kekuasaan Majapahit dari tangan penguasa Hindu ke tangan Adipati Unus, penguasa dari Kesultanan Demak, antara tahun 1518 dan 1521 M.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Raja-raja Majapahit&lt;br /&gt;
         Berikut adalah daftar penguasa Majapahit. Perhatikan bahwa terdapat periode kekosongan antara pemerintahan Rajasawardhana (penguasa ke-8) dan Girishawardhana yang mungkin diakibatkan oleh krisis suksesi yang memecahkan keluarga kerajaan Majapahit menjadi dua kelompok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
     1. Raden Wijaya, bergelar Kertarajasa Jayawardhana (1293 - 1309)&lt;br /&gt;
     2. Kalagamet, bergelar Sri Jayanagara (1309 - 1328)&lt;br /&gt;
     3. Sri Gitarja, bergelar Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328 - 1350)&lt;br /&gt;
     4. Hayam Wuruk, bergelar Sri Rajasanagara (1350 - 1389)&lt;br /&gt;
     5. Wikramawardhana (1389 - 1429)&lt;br /&gt;
     6. Suhita (1429 - 1447)&lt;br /&gt;
     7. Kertawijaya, bergelar Brawijaya I (1447 - 1451)&lt;br /&gt;
     8. Rajasawardhana, bergelar Brawijaya II (1451 - 1453)&lt;br /&gt;
     9. Purwawisesa atau Girishawardhana, bergelar Brawijaya III (1456 - 1466)&lt;br /&gt;
    10. Bhre Pandansalas, atau Suraprabhawa, bergelar Brawijaya IV (1466 - 1468)&lt;br /&gt;
    11. Bhre Kertabumi, bergelar Brawijaya V (1468 - 1478)&lt;br /&gt;
    12. Girindrawardhana, bergelar Brawijaya VI (1478 - 1498)&lt;br /&gt;
    13. Hudhara, bergelar Brawijaya VII (1498-1518)[24]&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Referensi&lt;br /&gt;
    1. D.G.E. Hall (1956). &quot;Problems of Indonesian Historiography&quot;. Pacific Affairs 38 (3/4): 353—359.&lt;br /&gt;
    2. Ricklefs (1991), halaman 19&lt;br /&gt;
    3. Prapantja, Rakawi, trans. by Theodore Gauthier Pigeaud, Java in the 14th Century, A Study in Cultural History: The Negara-Kertagama by Pakawi Parakanca of Majapahit, 1365 AD (The Hague, Martinus Nijhoff, 1962), vol. 4, p. 29. 34; G.J. Resink, Indonesia’s History Between the Myths: Essays in Legal History and Historical Theory (The Hague: W. van Hoeve, 1968), hal. 21.&lt;br /&gt;
    4. Taylor, Jean Gelman (23 Maret 2010). Indonesia: Peoples and Histories. New Haven and London: Yale University Press. pp. pp.29. ISBN 0-300-10518-5.&lt;br /&gt;
     5. Ricklefs (1991), page 18&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/4417268307863031583/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/03/sejarah-kerajaan-majapahit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/4417268307863031583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/4417268307863031583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/03/sejarah-kerajaan-majapahit.html' title='Sejarah Kerajaan Majapahit'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkpO6SDeHlpXTzD-H3yWinYGxnxZaeul8tPBM2pPnyDtw9H4gI-eNlySVGD0FFwvqCl5U7ycnK4yZmHikiMdPjm0kJwLFqhiVfmzqBiv45ZmxFrR2iLcW7dQ_GDAJCxs2jooJIJJy79PQ/s72-c/a.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-4755089276060158698</id><published>2010-03-25T21:42:00.000-07:00</published><updated>2010-05-10T10:04:52.309-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perang Islam"/><title type='text'>Sejarah Shalahuddin Al-ayyubi</title><content type='html'>Salahuddin Ayyubi atau Saladin atau Salah ad-Din (Bahasa Arab: صلاح الدين الأيوبي, Kurdi: صلاح الدین ایوبی) (Sho-lah-huud-din al-ay-yu-bi) (c. 1138 - 4 Maret 1193) adalah seorang jendral dan pejuang muslim Kurdi dari Tikrit (daerah utara Irak saat ini). Ia mendirikan Dinasti Ayyubiyah di Mesir, Suriah, sebagian Yaman, Irak, Mekkah Hejaz dan Diyar Bakr. Salahuddin terkenal di dunia Muslim dan Kristen karena kepemimpinan&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;kekuatan militer, dan sifatnya yang ksatria dan pengampun pada saat ia berperang melawan tentara salib. Sultan Salahuddin Al Ayyubi juga adalah seorang ulama. Ia memberikan catatan kaki dan berbagai macam penjelasan dalam kitab hadits Abu Dawud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMRu6F0faWgoMgrjZOqW_IwLAiZvxkn7HJdGFFNXsG9qVyw54EkOmvUMlk2c5mIzfDmfjqtk7KumG1-lbUnpsnP1_KnRGPM_ZhSIJ2DphsLHJy_PI4UcETIXFLcvIPqsUoiag1VqG_O1c/s1600-h/e.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMRu6F0faWgoMgrjZOqW_IwLAiZvxkn7HJdGFFNXsG9qVyw54EkOmvUMlk2c5mIzfDmfjqtk7KumG1-lbUnpsnP1_KnRGPM_ZhSIJ2DphsLHJy_PI4UcETIXFLcvIPqsUoiag1VqG_O1c/s1600/e.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Shalahuddin Al-Ayyubi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang&lt;br /&gt;        Shalahuddin Al-Ayyubi berasal dari bangsa Kurdi[1] . Ayahnya Najmuddin Ayyub dan pamannya Asaduddin Syirkuh hijrah (migrasi) meninggalkan kampung halamannya dekat Danau Fan dan pindah ke daerah Tikrit (Irak). Shalahuddin lahir di benteng Tikrit, Irak tahun 532 H/1137 M, ketika ayahnya menjadi penguasa Seljuk di Tikrit. Saat itu, baik ayah maupun pamannya mengabdi kepada Imaduddin Zanky, gubernur Seljuk untuk kota Mousul, Irak. Ketika Imaduddin berhasil merebut wilayah Balbek, Lebanon tahun 534 H/1139 M, Najmuddin Ayyub (ayah Shalahuddin) diangkat menjadi gubernur Balbek dan menjadi pembantu dekat Raja Suriah Nuruddin Mahmud. Selama di Balbek inilah, Shalahuddin mengisi masa mudanya dengan menekuni teknik perang, strategi, maupun politik. Setelah itu, Shalahuddin melanjutkan pendidikannya di Damaskus untuk mempelajari teologi Sunni selama sepuluh tahun, dalam lingkungan istana Nuruddin. Pada tahun 1169, Shalahudin diangkat menjadi seorang wazir (konselor).&lt;br /&gt;         Di sana, dia mewarisi peranan sulit mempertahankan Mesir melawan penyerbuan dari Kerajaan Latin Jerusalem di bawah pimpinan Amalrik I. Posisi ia awalnya menegangkan. Tidak ada seorangpun menyangka dia bisa bertahan lama di Mesir yang pada saat itu banyak mengalami perubahan pemerintahan di beberapa tahun belakangan oleh karena silsilah panjang anak khalifah mendapat perlawanan dari wazirnya. Sebagai pemimpin dari prajurit asing Syria, dia juga tidak memiliki kontrol dari Prajurit Shiah Mesir, yang dipimpin oleh seseorang yang tidak diketahui atau seorang Khalifah yang lemah bernama Al-Adid. Ketika sang Khalifah meninggal bulan September 1171, Saladin mendapat pengumuman Imam dengan nama Al-Mustadi, kaum Sunni, dan yang paling penting, Abbasid Khalifah di Baghdad, ketika upacara sebelum Shalat Jumat, dan kekuatan kewenangan dengan mudah memecat garis keturunan lama. Sekarang Saladin menguasai Mesir, tapi secara resmi bertindak sebagai wakil dari Nuruddin, yang sesuai dengan adat kebiasaan mengenal Khalifah dari Abbasid. &lt;br /&gt;         Saladin merevitalisasi perekonomian Mesir, mengorganisir ulang kekuatan militer, dan mengikuti nasihat ayahnya, menghindari konflik apapun dengan Nuruddin, tuannya yang resmi, sesudah dia menjadi pemimpin asli Mesir. Dia menunggu sampai kematian Nuruddin sebelum memulai beberapa tindakan militer yang serius: Pertama melawan wilayah Muslim yang lebih kecil, lalu mengarahkan mereka melawan para prajurit salib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Dengan kematian Nuruddin (1174) dia menerima gelar Sultan di Mesir. Disana dia memproklamasikan kemerdekaan dari kaum Seljuk, dan dia terbukti sebagai penemu dari dinasti Ayyubid dan mengembalikan ajaran Sunni ke Mesir. Dia memperlebar wilayah dia ke sebelah barat di maghreb, dan ketika paman dia pergi ke Nil untuk mendamaikan beberapa pemberontakan dari bekas pendukung Fatimid, dia lalu melanjutkan ke Laut Merah untuk menaklukan Yaman. Dia juga disebut Waliullah yang artinya teman Allah bagi kaum muslim Sunni.&lt;br /&gt;        Aun 559-564 H/ 1164-1168 M. Sejak itu Asaduddin, pamannya diangkat menjadi Perdana Menteri Khilafah Fathimiyah. Setelah pamnnya meninggal, jabatan Perdana Menteri dipercayakan Khalifah kepada Shalahuddin Al-Ayyubi.&lt;br /&gt;Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil mematahkan serangan Tentara Salib dan pasukan Romawi Bizantium yang melancarkan Perang Salib kedua terhadap Mesir. Sultan Nuruddin memerintahkan Shalahuddin mengambil kekuasaan dari tangan Khilafah Fathimiyah dan mengembalikan kepada Khilafah Abbasiyah di Baghdad mulai tahun 567 H/1171 M (September). Setelah Khalifah Al-&#39;Adid, khalifah Fathimiyah terakhir meninggal maka kekuasaan sepenuhnya di tangan Shalahuddin Al-Ayyubi.&lt;br /&gt;        Sultan Nuruddin meninggal tahun 659 H/1174 M, Damaskus diserahkan kepada puteranya yang masih kecil Sultan Salih Ismail didampingi seorang wali. Dibawah seorang wali terjadi perebutan kekuasaan diantara putera-putera Nuruddin dan wilayah kekuasaan Nurruddin menjadi terpecah-pecah. Shalahuddin Al-Ayyubi pergi ke Damaskus untuk membereskan keadaan, tetapi ia mendapat perlawanan dari pengikut Nuruddin yang tidak menginginkan persatuan. Akhirnya Shalahuddin Al-Ayyubi melawannya dan menyatakan diri sebagai raja untuk wilayah Mesir dan Syam pada tahun 571 H/1176 M dan berhasil memperluas wilayahnya hingga Mousul, Irak bagian utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika terdapat kekurangan saya mohon maaf kepada para pembaca..&lt;br /&gt;semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/4755089276060158698/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/03/sejarah-shalahuddin-al-ayyubi.html#comment-form' title='35 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/4755089276060158698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/4755089276060158698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/03/sejarah-shalahuddin-al-ayyubi.html' title='Sejarah Shalahuddin Al-ayyubi'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMRu6F0faWgoMgrjZOqW_IwLAiZvxkn7HJdGFFNXsG9qVyw54EkOmvUMlk2c5mIzfDmfjqtk7KumG1-lbUnpsnP1_KnRGPM_ZhSIJ2DphsLHJy_PI4UcETIXFLcvIPqsUoiag1VqG_O1c/s72-c/e.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>35</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-410600116955349738</id><published>2010-03-25T00:43:00.000-07:00</published><updated>2010-05-10T10:07:01.440-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Internasional"/><title type='text'>Perang Vietnam</title><content type='html'>Pemerintahan komunis atas Vietnam Utara ditolak oleh Amerika Serikat (A.S.) atas kemiripannya terhadap Uni Soviet dan Republik Rakyat Cina (RRC). Ketidaksetujuan dengan segera muncul atas ide pemilihan umum dan reunifikasi (Vietnam Utara dan Selatan), dan A.S. mulai meningkatkan kontribusi penasihat militer, bahkan Soviet &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;menyuplai tentara dan persenjataan untuk memperkuat militer komunis. Serangan kontroversial atas kapal A.S. di Teluk Tonkin memicu serangan militer A.S. terhadap instalasi milter Vietnam Utara dan penempatan lebih dari 500.000 tentara di Vietnam Selatan. Pasukan A.S. dengan segera dibingungkan oleh sebuah perang gerilya yang buruk dengan Viet Cong, milisi komunis Vietnam Selatan. &lt;br /&gt;        Pasukan Vietnam Utara gagal dalam usaha penyerbuan terhadap Selatan pada 1968 Tet Offensive dan perang dengan segera menyebar ke negara tetangga Laos dan Kamboja. Dengan korban yang menggunung, A.S. mulai memindahkan tugas perjuangan ke militer Vietnam Selatan dalam proses yang dikenal sebagai Vietnamisasi. Usaha tersebut membuahkan hasil yang campur aduk, tetapi dengan dukungan A.S., Vietnam Selatan mampu bertahan. Perjanjian Damai Paris (Paris Peace Accords) pada 27 Januari 1973 mengakui kekuasaan tertinggi kedua belah pihak. Di bawah perjanjian, seluruh pasukan perang Amerika ditarik pada 29 Maret 1973. &lt;br /&gt;        Pertempuran kecil tetap berlanjut, tetapi semua pertempuran besar telah berakhir hingga sekali lagi, Utara menginvasi dan menundukkan Selatan pada 30 April 1975. Vietnam Selatan dengan singkat menjadi Republik Vietnam Selatan, sebuah negara boneka di bawah kekuasaan militer oleh Vietnam Utara, sebelum secara resmi disatukan dengan Utara di bawah pemerintahan Komunis sebagai Republik Sosialis Vietnam pada 2 July 1976.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca perang Vietnam&lt;br /&gt;       Dampak dari pengambil-alihan kontrol, komunis Vietnam melarang partai politik lain, menahan tersangka yang dipercayai berkolaborasi dengan Amerika Serikat dan memulai kampanye masal tentang kolektifisasi pertanian dan pabrik-pabrik. Rekonstruksi negara yang porak poranda akibat perang terjadi sangat lambat dan masalah kemanusiaan serius dan masalah-masalah ekonomi menghadapi rezim komunis. Pada 1978, Militer Vietnam menginvasi Kamboja untuk melepaskan bekas rekan mereka, Khmer Rouge, dari penindasan. &lt;br /&gt;        Aksi ini memperburuk hubungan dengan RRT, yang meluncurkan serangan mendadak kepada Vietnam Utara pada 1979. Konflik ini menyebabkan Vietnam lebih semakin bergantung terhadap bantuan ekonomi dan militer dari Soviet.Dalam sebuah perubahan sejarah pada 1986, Partai Komunis Vietnam mengimplementasikan reformasi pasar bebas (free-market) yang dikenal sebagai Doi Moi (Renovasi). Dengan kekuasaan negara tetap tak tertandingi, kepemilikan pribadi atas pertanian-pertanian dan perusahaan-perusahaan, deregulasi dan investasi asing dipicu. Namun demikian, kekuatan Partai Komunis Vietnam atas semua organ-organ pemerintahan tetap kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Đổi Mới&lt;br /&gt;        Pada perubahan sejarah pada tahun 1986, Partai Komunis Vietnam menerapkan reformasi pasar bebas yang dikenal sebagai Đổi Mới(Renovasi). Dengan kekuasaan negara yang tetap tidak terlawankan, kepemilikan swasta atas pertanian dan perusahaan-perusahaan, deregulasi dan investasi asing dipacu. Ekonomi Vietnam mencapai pertumbuhan yang cepat dalam produksi bidang pertanian dan perindustrian, konstruksi dan perumahan, ekspor dan investasi asing. Vietnam sekarang adalah satu diantara negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.&lt;br /&gt;Secara politis, reformasi belum terjadi. Partai Komunis Vietnam mempertahankan kontrol atas semua organ-organ pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/410600116955349738/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/03/perang-vietnam.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/410600116955349738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/410600116955349738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/03/perang-vietnam.html' title='Perang Vietnam'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-183630413545699171</id><published>2010-03-24T05:56:00.007-07:00</published><updated>2010-03-24T06:04:57.267-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah kerajaan silla"/><title type='text'>Sejarah kerajaan silla</title><content type='html'>Silla (tahun 57 Sebelum Masehi - 935 Masehi), seringkali diucapkan Shilla, adalah salah satu dari Tiga Kerajaan Korea. Silla bermula dari kerajaan kecil di Konfederasi Samhan. pada tahun 660 Masehi Silla bersekutu dengan Dinasti Tang berhasil menaklukkan kerajaan Baekje serta Goguryeo pada tahun 668. Pada masa penyatuan ini &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;seringkali disebut sebagai masa Silla Bersatu atau Silla Selanjutnya (Hu-silla) dimana wilayah kekuasaannya mencakup semua bagian semenanjung Korea, sementara sebelah utaranya adalah wilayah kekuasaan kerajaan baru, yang merupakan penerus dari kerajaan Goguryeo, Balhae. Setelah hampir 1000 tahun, Silla terpecah menjadi negeri-negeri kecil yang mengantarkan Korea pada masa Tiga Kerajaan Zaman Akhir, dan sampai pada akhirnya semuanya diserap oleh kerajaan baru, Dinasti Goryeo tahun 935.&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/_uFN-yreZdWI/S6oMJ8N_RmI/AAAAAAAAAEk/j_iBsviiUxs/s1600/2.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 251px; height: 228px;&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/_uFN-yreZdWI/S6oMJ8N_RmI/AAAAAAAAAEk/j_iBsviiUxs/s320/2.JPG&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5452183663808562786&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama&lt;br /&gt;Dari awal pendirian sampai perkembangannya menjadi kerajaan yang besar, nama Silla tercatat dalam banyak karakter Tionghoa (hanja) yang secara fonetis mungkin ditulis berdasarkan nama dugaan dari bahasa Korea kuno yaitu: Saro; 斯盧, Sara; 斯羅, Seora-beol; 徐羅(伐), Seona-beol; 徐那(伐), Seoya-beol; 徐耶(伐), atau pun Seo-beol; 徐伐. Arti kata-kata dugaan dari bahasa Silla itu kemungkinan adalah ibukota, walaupun masih menjadi teka-teki. Pada tahun 503, Raja Jijeung menetapkan tulisan hanja “新羅” yang dibaca Silla dalam bahasa Korea modern. Karena orang Korea kini seringkali mempalatalisasikan abjad maka penyebutan kata “Silla” terdengar seperti “Shilla” di telinga pendengar bahasa lain.&lt;br /&gt;       Kata yang paling mendekati adalah Seora-beol, dapat ditelusuri dari unsur bahasa Silla, syeo-beul, yang berarti ibukota kerajaan, yang kemudian berubah menjadi Syeo-ul, dan akhirnya Seo-ul. Seoul yang kini dikenal adalah ibukota Korea setelah berakhirnya masa Dinasti Joseon, dimana nama saat itu adalah Hanseong atau Hanyang.&lt;br /&gt;Nama Silla pada zaman kuno dikenal luas oleh masyarakat Asia Timur Laut. Orang Yamato menyebutnya Shiragi, orang Jurchen (nenek moyang bangsa Manchu menyebut Solgo atau Solho. Dalam bahasa Tionghoa penyebutannya adalah Shin Luo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah&lt;br /&gt;        Para ahli sejarah secara tradisional membagi sejarah Silla menjadi 3 bagian periode: awal (57 SM-654 M), tengah (654-780) dan akhir (780-935).&lt;br /&gt;Perubahan kekuasaan&lt;br /&gt;Silla diperintah oleh 3 keluarga (klan) kuat selama berdirinya, yaitu Bak (Park), Seok, dan Kim. Klan Bak sebagai pendiri berkuasa lebih dari 3 generasi sebelum menghadapi pemberontakan oleh klan Seok. Dalam masa-masa pemerintahan pertama raja keluarga Seok, Raja Talhae, klan Kim berperan sebagai klan aristokrat (bangsawan). Ketiga klan ini saling berebut kekuasaan sepanjang sejarah Silla.&lt;br /&gt;Pendirian&lt;br /&gt;         Dalam masa Proto Tiga Kerajaan (masa sebelum Tiga Kerajaan), negara-negara kecil di bagian tengah dan selatan semenanjung Korea dikelompokkan ke dalam 3 konfederasi (negara bagian) bernama Samhan. Salah satunya bernama Jinhan yang memiliki 12 buah bagian-bagian yang lebih kecil. Salah satunya adalah negeri Saro (Saro-guk) yang merupakan asal dari Silla. Negeri Saro terbagi atas 6 desa dengan 6 kelompok klan.&lt;br /&gt;         Berdasarkan babad Goryeo Samguk Sagi yang ditulis pada abad ke-12, Silla didirikan oleh seseorang bernama Bak Hyeokgeose tahun 57 SM di kota yang sekarang adalah Gyeongju. Menurut legenda Bak Hyeokgeose lahir dari telur kuda putih. Ketika berusia 13, ke-6 kelompok klan mengangkatnya jadi pemimpin negeri Saro.&lt;br /&gt;Pembuktian lewat bukti arkeologis menunjukkan bahwa walau ada negara yang berdiri pada masa itu di wilayah Gyeongju, masih terlalu dini untuk menyebut Silla sebagai sebuah kerajaan. Penulis Samguk Sagi dari zaman Goryeo, Kim Bu-shik, mungkin mencoba untuk mengesahkan bukti berdirinya Silla dengan memberi senioritas historis di atas rivalnya, Baekje dan Goguryeo.&lt;br /&gt;Sejarah awal&lt;br /&gt;Dalam masa kekuasaanya, tampuk kepemimpinan Silla berganti-ganti dengan peran 3 klan terkuat.&lt;br /&gt;        Mulai abad ke-2 M, Silla baru muncul sebagai kerajaan yang berkembang pesat di bagian tenggara semenanjung Korea. Silla memperluas kekuasaan dan pengaruh atas Konfederasi Jinhan pada abad ke-3 dan terus menjadi kuat.&lt;br /&gt;Di bagian barat Baekje telah berdiri kokoh sejak tahun 250 setelah menundukkan Konfederasi Mahan. Di bagian barat daya, Konfederasi Gaya muncul dan mengambil alih Konfederasi Byeonhan. Sementara di utara, Goguryeo yang sejak tahun 50 mulai berdiri kokoh, berhasil mengusir perwakilan militer Tiongkok terakhir dari semenanjung Korea pada tahun 313 dan terus mengancam para tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berkembang jadi kerajaan&lt;br /&gt;        Raja Naemul (berkuasa 356-402) dari klan Kim menetapkan sistem monarki yang turun-temurun. Gelarnya kini telah menjadi Maripgan (han atau gan), yaitu gelar serupa dengan khan pada orang Turkik dan Mongol. Pada 377, ia mengirim utusan dan menjalin hubungan dengan Goguryeo.&lt;br /&gt;        Silla mencoba mendekati Goguryeo karena sedang mengalami tekanan dari Baekje dan Negeri Wa[1]. Namun saat Goguryeo mulai memperluas teritori ke selatan dan memindahkan ibukotanya ke Pyongyang tahun 427, Raja Nulji mencoba mengadakan persekutuan dengan Baekje.&lt;br /&gt;Pada masa Raja Bopheung (514-540), Silla telah mencapai titik penuh sebagai negara kuat. Ia pun telah menggunakan Buddhisme sebagai agama negara dan mengendalikan negara-negara kecil di sekitarnya. Sekitar tahun 530-an Konfederasi Gaya dapat ditaklukkannya.&lt;br /&gt;       Pada masa Raja Jinheung (540-570), Silla mengembangkan armada perang yang kuat. Ia pernah membantu Baekje merebut wilayah Sungai Han yang diduduki Goguryeo namun pada tahun 553 merebut wilayah itu dari Baekje, mengakhiri 120 tahun aliansi kedua kerajaan itu. Peiode awal Silla berakhir dengan wafatnya Ratu Jindeok pada tahun 654.&lt;br /&gt;Silla Bersatu&lt;br /&gt;     • Pada abad ke 7 Masehi, Silla menjalin hubungan dengan Dinasti Tang dari Tiongkok.&lt;br /&gt;     • Pada tahun 660 di bawah pemerintahan Raja Muyeol (berkuasa 654-661), berhasil menundukkan Baekje.&lt;br /&gt;     • Pada tahun 668, di bawah kekuasaan Raja Munmu Besar dan Jenderal Kim Yu-shin dengan bantuan militer Dinasti Tang, berhasil mengalahkan Goguryeo. Seluruh semenanjung Korea berhasil disatukan Silla setelah hampir 10 tahun mengusir seluruh koloni Dinasti Tang di sebelah utara. Para pelarian Goguryeo mendirikan negeri baru di timur laut semenanjung Korea bernama Balhae.&lt;br /&gt;        Para anggota keluarga pemimpin pada zaman Silla Bersatu digolongkan ke dalam sistem kelompok Jin-gol (keturunan tulang murni) dan Seong-gol (tulang suci) berdasarkan keturunan orang tuanya. Selain itu, sebagai akibat dari penyatuan wilayah-wilayah semenanjung Korea, para keluarga bangsawan semakin banyak mengumpulkan kekayaan. Pada masa-masa awal unifikasi terjadi beberapa kali pemberontakan oleh para pejabat istana, namun dapat ditekan oleh keluarga kerajaan dengan memindahkan mereka ke dalam jabatan-jabatan pusat. Untuk waktu yang lama, sekitar 1 abad (dari akhir abad ke-7 sampai akhir abad ke-8), kerajaan mengganti sistem penggajian pejabat dengan memberi tanah (no-geup) dengan sistem jikjeon atau dengan membayar gaji saja.&lt;br /&gt;Akhir abad ke-8, klan Kim mulai menolak penggunaan sistem ini dan mulai memberontak. Pemberontakan terbesar adalah pembangkangan Kim Dae-gong yang berlangsung 3 tahun.&lt;br /&gt;Periode tengah Silla berakhir dengan pembunuhan Raja Hyegong tahun 780 yang mengakhiri suksesi dari Raja Muyeol, tokoh penyatu Tiga Kerajaan. Kematiannya adalah puncak perselisihan panjang antar klan dalam kerajaan yang melibatkan sebagian besar anggota keluarga bangsawan.&lt;br /&gt;       Akibatnya keluarga bangsawan muncul sebagai kekuatan utama bagian internal sementara peran raja hanya sebagai tokoh kepala saja. Namun begitu, periode ini menyaksikan negeri ini pada titik puncak, dengan kuatnya hubungan dan konsolidasi keluarga kerajaan serta berhasilnya usaha mempraktekkan sistem birokrasi cara Tiongkok.&lt;br /&gt;Penurunan dan kejatuhan&lt;br /&gt;       Akhir dari periode ini dinamakan Zaman Tiga Kerajaan Akhir, saat beberapa kerajaan yang mengatasnamakan pendahulunya bangkit dan memberontak seperti Hu-Baekje dan Hu-Goguryeo. Silla sendiri jatuh ke dalam pemberontakan dinasti baru, Goryeo pada tahun 935.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik dan sosial&lt;br /&gt;        Dari abad ke-6, Silla menetapkan sistem yang ketat dalam bidang birokrasi dan hukum. Pangkat dan status sosial pejabat diukur berdasarkan sistem ranking tulang. Begitu pula pada cara berpakaian, bentuk rumah dan jumlah perkawinan yang diperbolehkan, semuanya diatur menurut hukum tertentu. Kelas anggota keluarga kerajaan dibagi menjadi 2, yaitu kelas tulang suci (seong-gol) dan tulang murni (jin-gol). Sistem ini berakhir ketika penguasa terakhir dari kelas tulang suci, Ratu Jindeok wafat pada tahun 654[1]. Jumlah bangsawan dari kelas tulang suci pun semakin menurun karena calon raja/ratu hanya boleh berasal dari &lt;br /&gt;       keturunan yang kedua orang tuanya berasal dari kelas tulang suci, sementara keturunan dari orang tua tulang suci yang menikah dengan kelas tulang murni dianggap masuk ke kelas tulang murni.&lt;br /&gt;       Sejak menguatnya kebijakan negara yang tersentralisasi, masyarakat Silla juga dipengaruhi oleh kebijakan aristokrat yang ketat. Sistem birokrasi negara pun mengadopsi cara Tiongkok untuk mengurus wilayah yang sangat luas. Sebelum masa unifikasi, Raja Silla menganggap dirinya sangat besar dan menyamai sang Buddha. Sedangkan hal-hal mencolok yang mewarnai periode setelah unifikasi adalah meningkatnya konflik antar kelompok, antara keluarga kerajaan dengan bangsawan.&lt;br /&gt;Budaya&lt;br /&gt;       Ibukota Silla adalah Seora-beol (saat ini Gyeongju). Di sana sejumlah besar makam Silla masih bisa ditemui di pusat kota Gyeongju. Kuburan-kuburan raja Silla yang berbentuk gundukan bukit-bukit kecil serta benda-benda berharga dari zaman itu dapat ditemukan di seluruh wilayah Gyeongju. Wilayah Bersejarah Gyeongju dimasukkan oleh UNESCO dalam daftar Warisan Dunia pada tahun 2000[2]. Sebagian besar dari kota kuno Silla ini juga dilindungi dalam wilayah Taman Nasional Gyeongju[3] .&lt;br /&gt;Peniggalan-peninggalan termashyur Silla di Gyeongju:&lt;br /&gt;     • Lonceng Perunggu Raja Seongdeok.&lt;br /&gt;     • Cheomseongdae, observatori astronomi tertua di Asia Timur yang dibangun pada masa Ratu Seondeok (berkuasa 623-647).&lt;br /&gt;Silla juga terkenal di kalangan pedagang Muslim Timur Tengah yang pergi berdagang ke Tiongkok lewat jalur sutra. Ahli geografi Arab dan Persia seperti Ibn Khuradhih, Al-Masudi, Dimashiki, Al-Nawairi dan Al-Maqrizi menuliskan catatan-catatan tentang Silla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  note : untuk cerita selengkapanya mengenai sejarah kerajaan silla,silahkan anda baca di situs : id.wikipedia.org &lt;br /&gt;semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/183630413545699171/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/03/sejarah-kerajaan-silla.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/183630413545699171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/183630413545699171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/03/sejarah-kerajaan-silla.html' title='Sejarah kerajaan silla'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_uFN-yreZdWI/S6oMJ8N_RmI/AAAAAAAAAEk/j_iBsviiUxs/s72-c/2.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-902153144462874847</id><published>2010-03-23T08:23:00.001-07:00</published><updated>2010-05-10T10:07:27.122-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Internasional"/><title type='text'>Sejarah Kekaisaran Romawi</title><content type='html'>Kekaisaran Romawi (Latin: IMPERIVM ROMANVM atau Imperium Romanum) adalah sebuah entitas politik yang pernah berkuasa di Italia saat ini dengan Roma sebagai pusat pemerintahannya. Walaupun kota Roma telah berdiri sejak tahun 753 SM, perlu waktu 500 tahun bagi pemerintah Romawi untuk meneguhkan kekuasaannya hingga melewati semenanjung Italia.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;        Dalam proses memperluas kekuasaannya, Romawi berbenturan dengan Kartago (pemerintahan yang didirikan tahun 814 SM oleh bangsa Fenisia). Akibatnya, keduanya berperang dalam sebuah peperangan yang disebut Perang Punic (264-241 SM). Perang ini berakhir dengan direbutnya kota Kartago oleh Romawi pada tahun 146 SM, yang menandai permulaan dari dominasi pemerintahan Romawi di Eropa, yang terus berkuasa dengan kekuasaan tertinggi selama enam abad berikutnya.&lt;br /&gt;Bagian selanjutnya akan menguraikan peristiwa-peristiwa besar (Major Event) yang terjadi selama Kekaisaran Romawi berdiri.&lt;br /&gt;Julius Caesar dikenang sebagai kaisar Romawi paling sempurna (walaupun Roma masih merupakan sebuah republik semasa hidupnya dan jabatan kaisar belum dibentuk hingga ia meninggal). Ia memerintah Republik Romawi beberapa tahun setelah penaklukan kekuatan terakhir bangsa galia di bukit alesia, hingga kematian tragisnya di sidang senat pada 44 SM.&lt;br /&gt;        Kekuasaan yang dimiliki Julius Caesar didapatkannya ketika ia masih menjabat sebagai salah satu anggota Triumvirat (sebuah dewan pemerintahan yang terdiri atas tiga serangkai, ketika itu : Caesar, Pompei dan Crassus) sebagai pemimpin militer. Pada saat itulah ia memulai rencananya untuk merebut daerah luas di utara eropa yang dikuasai bangsa Galia dengan dukungan sahabatnya, Pompei (106-48 SM).&lt;br /&gt;Sejak dikalahkannya Kartago, sekitar satu abad sebelum Caesar lahir, Republik Roma dipenuhi dengan perang saudara, pemberontakan kekuatan militer, korupsi, dan ketidak puasan terhadap dewan Senat sebagai pusat pemerintahan. Suatu kondisi politik yang kacau di sebuah republik yang berkuasa di laut tengah. Dengan berdirinya Triumvirat, beberapa masalah mampu ditangani, walaupun Caesar menyadari bahwa sistem republik sudah tidak layak dipertahankan.&lt;br /&gt;        Di tangan Julius Caesar bangsa romawi mulai mewujudkan mimpinya untuk menyerang timur laut dan utara eropa. Ia mendesak perbatasan Romawi sampai ke daratan Inggris (Brittania) sehingga lebih dari separuh benua eropa berada di bawah kekuasaan Republik Roma. Namun kemenangan Caesar dianggap ancaman terhadap republik oleh sebagian anggota Senat, bahkan Pompei ikut mendukung Senat untuk melawan Caesar. Keadaan tersebut memaksa Caesar untuk melakukan Kudeta dan mengabaikan hukum pemerintahan republik itu. Dari utara, Caesar bersama tentaranya menyerang dan merebut kota Roma dari tangan Senat, mengalahkan Pompei dan mengejarnya sampai ke Mesir (dimana yang ia dapatkan hanya kepala Pompei yg tersisa akibat pembunuhan yang dilakukan persekongkolan di mesir, hal tersebut sangat disesali oleh Caesar). Kemenangan Julius Caesar menjadikannya sebagai penguasa Roma dengan kekuasaan mutlak. Ia terus memerintah sampai tewas dibunuh oleh sekelompok orang yang masih mendukung republik pada tahun 44 SM.&lt;br /&gt;      Julius Caesar mengubah perjalanan sejarah Roma - dan tentu saja, sejarah Eropa. Di Roma sendiri, ia menggulingkan pemerintahan republik (walaupun harus melakukan kudeta dan berperang melawan teman seperjuangannya, Pompeius magnus) dan menciptakan jabatan yang menurut faktanya adalah seorang kaisar, yang dijadikan jabatan resmi oleh kemenakannya Octavianus (63 SM-14 Masehi) ketika ia memegang kekuasaan setelah kematian pamannya. Tatkala Caesar baru mulai memerintah, Roma adalah penguasa utama di Laut Tengah. Pada waktu kematiannya, Roma juga menjadi pemerintahan adikuasa yang pertama di Eropa-atau boleh jadi di seluruh dunia (dengan pengecualian Persia dibawah Cyrus dan Macedonia dibawah Alexander).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran Kekaisaran Romawi (30 SM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKg45x-Ksh7a6IVLXfB9sOUiiN5xfPxKaQG_lnTXvNUcgnmLVEGygrgFDk1wxoB1bKULBN5lWLHlhYW8egUlNKWhxNf2nS10x3tYoGk7YIOWa82ICIqmOTyRcj9db7J51ycLqMeGNSnkE/s1600-h/1.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 300px;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKg45x-Ksh7a6IVLXfB9sOUiiN5xfPxKaQG_lnTXvNUcgnmLVEGygrgFDk1wxoB1bKULBN5lWLHlhYW8egUlNKWhxNf2nS10x3tYoGk7YIOWa82ICIqmOTyRcj9db7J51ycLqMeGNSnkE/s320/1.JPG&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot;id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5451850759730652002&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kaisar Augustus, Kaisar pertama sekaligus pendiri Kekaisaran Romawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Setelah Julius Caesar tewas, ia digantikan oleh kemenakannya yang bernama Octavianus. Namun bukan hanya jabatan besar, masalah-masalah besar pun turut diwariskan sang paman, selain mendapat banyak perlawanan dari saingan-saingannya, Octavianus juga harus membongkar skandal pembunuhan caesar yang dilakukan oleh sebuah sindikat persekongkolan yang dipimpin Gaius Cassius dan Markus Yunius Brutus. Oleh karenanya, ia sepakat untuk memimpin sebuah Triumvirat (sebuah dewan pemerintahan yang terdiri atas tiga serangkai) bersama-sama Marcus Lepidus (?-13 SM) dan Marcus Antonius (83-30 SM).&lt;br /&gt;        Namun sekali lagi, pemerintahan Triumvirat ini tidak cukup berhasil, sehingga menimbulkan banyak masalah termasuk kisah percintaan Markus Antonius dengan ratu mesir Cleopatra di kemudian hari. Cleopatra sendiri adalah pemimpin terakhir dari dinasti terakhir mesir (ptolemy), seorang ratu yang di masa sebelumnya juga pernah memiliki skandal percintaan dengan Caesar. Kita tinggalkan dulu Cleopatra, setelah para pembunuh Julius Caesar berhasil ditangkap dan dihancurkan, Triumvirat sepakat untuk membagi kekuasaan secara geografis, dengan Octavianus di Eropa, Lepidus di Afrika dan Antonius di Mesir.&lt;br /&gt;      Di Mesir, Markus Antonius mengawali pemerintahannya di kota kosmopolitan Alexandria, disanalah ia bertemu Cleopatra (69-30 SM) yang kemudian ia nikahi (walau besar kemungkinan keduanya pernah bertemu di saat Caesar masih hidup). Perlahan tapi pasti, sahabat seperjuangan Julius Caesar ini mulai berpindah pihak. Ia menetapkan ketiga anaknya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         sebagai penggantinya dan sering kali ia menghadiahi istrinya dengan benda-benda yang mahal, bahkan timbul kabar angin bahwa ia akan menghadiahkan kota Roma (yang dikuasai Octavianus) kepada Cleopatra, sebagai hadiah.&lt;br /&gt;Ketika kabar angin itu merebak dan terdengar oleh Octavianus, ia menjadi berang dan mendeklarasikan perang melawan Anthony. Kedua belah pihak berhadapan muka di Pertempuran Actium Pada tahun 31 SM. Pada pertempuran itu, pasukan Anthony berhasil di desak dan di kalahkan (Anthony dan Cleopatra kemudian mengakhiri hidup mereka dengan bunuh diri pada tahun 30 SM). Octavianus mendeklarasikan dirinya sebagai kaisar romawi dengan berbagai gelar baru, termasuk Imperator dan Kaisar Augustus (Augustus Caesar). Dengan pendeklarasian ini, maka Kekaisaran Romawi, puncak dari dominasi politik yang dibangun selama 7 abad, resmi berdiri. Tepatnya tahun 27 SM.&lt;br /&gt;Tahun empat kaisar (69 Masehi)&lt;br /&gt;       Setelah Kasiar Nero meninggal karena bunuh diri pada tahun 68, meletuslah suatu perang saudara di Kekaisaran Romawi (perang saudara pertama sejak kematian Antonius pada tahun 30 SM), masa yang dikenal juga dengan sebutan Tahun empat Kaisar (Year of the four emperors). Antara bulan Juni 68 hingga bulan Desember 69, Kaisar Romawi berganti hingga 3 kali dalam satu tahun (Nero digantikan Galba, Galba digantikan Otho, Otho digantikan Vitellius, Vitellius digantikan Vespasian, penguasa pertama dari dinasti Flavian). Periode perang saudara ini sendiri dianggap menjadi awal catatan hitam dalam sejarah Kekaisaran Romawi, karena akibat yang ditimbulkannya berimplikasi besar pada kestabilan politik dan militer Roma saat itu.&lt;br /&gt; Krisis Pada Abad ke-3 (253 - 284)&lt;br /&gt;       Setelah Augustus mendeklarasikan berakhirnya perang saudara pada abad ke-1 Sebelum Masehi, Kekaisaran Romawi mengalami periode dimana perluasan daerah, kedamaian, dan kemakmurah ekonomi terasa diseluruh penjuru Kekaisaran (Pax Romana). Namun pada abad ke-tiga, Kekaisaran dihadapkan pada sebuah krisis dimana serangan bangsa bar-bar, perang saudara, dan hiperinflasi terjadi dalam waktu yang bersamaan dan terus menerus, yang hampir menyebabkan runtuhnya Kekaisaran Romawi.&lt;br /&gt;Kekacauan ini sala satunya disebabkan karena tidak adanya suatu sistem yang jelas yang mengatur tentang pergantian kekuasaan (succesion) sejak Augustus meninggal tanpa menunjuk penerus Kekaisaran (normalnya, kekuasaan akan diserahkan kepada anak sang kaisar, namun saat itu Augustus tidak memiliki anak). Hal ini menyebabkan kekacauan saat pergantian kekaisaran pada abad ke-1 dan ke-2, namun biasanya kekacauan yang terjadi tidak berlangsung lama.&lt;br /&gt;      Pada abad ke-3 ini, puncak kekaisaran dipimpin sekurang-kurangnya 25 Kaisar antara tahun 235 - 284 (biasa disebut Kaisar-Militer (Soldier-Emperor). Kebanyakan dari 25 kaisar ini tewas dibunuh atau terbunuh dalam konflik abad ke-3 ini. periode ini dianggap berakhir setelah Diocletian berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/902153144462874847/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/03/sejarah-kekasisaran-romawi.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/902153144462874847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/902153144462874847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/03/sejarah-kekasisaran-romawi.html' title='Sejarah Kekaisaran Romawi'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKg45x-Ksh7a6IVLXfB9sOUiiN5xfPxKaQG_lnTXvNUcgnmLVEGygrgFDk1wxoB1bKULBN5lWLHlhYW8egUlNKWhxNf2nS10x3tYoGk7YIOWa82ICIqmOTyRcj9db7J51ycLqMeGNSnkE/s72-c/1.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-6737940522255406986</id><published>2010-03-22T21:43:00.000-07:00</published><updated>2010-05-10T10:05:33.675-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perang Islam"/><title type='text'>Perkembangan Islam di spanyol</title><content type='html'>Perkembangan Islam di Spanyol yang berlangsung lebih dari tujuh setengah abad, Islam memainkan peranan yang sangat besar. Sejarah panjang yang dilalui Umat Islam di Spanyol ini dapat dibagi menjadi enam periode, dimana tiap periode mempunyai corak pemerintahan dan dinamika masyarakat tersendiri. Sejak pertama kali menginjakkan kaki di tanah Spanyol hingga jatuhnya kerajaan Islam terakhir di sana, Islam memainkan &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;      peranan yang sangat besar. Masa itu berlangsung lebih dari tujuh setengah abad sejarah panjang yang dilalui umat Islam di Spanyol, itu dapat dibagi menjadi enam periode, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Periode Pertama (711-755 M).&lt;br /&gt;        Pada periode ini Spanyol berada di bawah pemerintahan para wali yang diangkat oleh Khalifah Bani Umayah yang berpusat di Damaskus. Pada periode ini stabilitas politik negeri Spanyol belum tercapai secara sempurna, gangguan-gangguan masih terjadi, baik datang dari dalam maupun dari luar. Gangguan dari dalam antara lain berupa perselisihan di antara elite penguasa, terutama akibat perbedaan etnis dan golongan. Disamping itu, terdapat perbedaan pandangan antara khalifah di Damaskus dan gubernur Afrika Utara yang berpusat di Kairwan. Masing-masing mengaku bahwa merekalah yang paling berhak menguasai daerah Spanyol ini.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, terjadi dua puluh kali pergantian wali (gubernur) Spanyol dalam jangka waktu yang amat singkat. Perbedaan pandangan politik itu menyebabkan seringnya terjadi perang saudara. Hal ini ada hubungannya dengan perbedaan etnis, terutama, antara Barbar asal Afrika Utara dan Arab. Di dalam etnis Arab sendiri terdapat dua golongan yang terus-menerus bersaing, yaitu suku Quraisy (Arab Utara) dan Arab Yamani (Arab Selatan). Perbedaan etnis ini seringkali menimbulkan konflik politik, terutama ketika tidak ada figur yang tangguh. Itulah sebabnya di Spanyol pada saat itu tidak ada gubernur yang mampu mempertahankan kekuasaannya untuk jangka waktu yang agak lama.&lt;br /&gt;       Gangguan dari luar datang dari sisa-sisa musuh Islam di Spanyol yang bertempat tinggal di daerah-daerah pegunungan yang memang tidak pernah mau tunduk kepada pemerintahan Islam. Gerakan ini terus memperkuat diri. Setelah berjuang lebih dari 500 tahun, akhirnya mereka mampu mengusir Islam dari bumi Spanyol. Karena seringnya terjadi konflik internal dan berperang menghadapi musuh dari luar, maka dalam periode ini Islam Spanyol belum memasuki kegiatan pembangunan di bidang peradaban dan kebudayaan. Periode ini berakhir dengan datangnya Abdurrahman al-Dakhil ke Spanyol pada tahun 138 H/755 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Periode Kedua (755-912 M)&lt;br /&gt;       Pada periode ini. Spanyol berada di bawah pemerintahan seorang yang bergelar amir (panglima atau gubernur) tetapi tidak tunduk kepada pusat pemerintahan Islam, yang ketika itu dipegang oleh khalifah Abbasiyah di Baghdad. Amir pertama adalah Abdurrahman I yang memasuki Spanyol tahun 138 H/755 M dan diberi gelar Al-Dakhil (Yang Masuk ke Spanyol). Dia adalah keturunan Bani Umayyah yang berhasil lolos dari kejaran Bani Abbas ketika yang terakhir ini berhasil menaklukkan Bani Umayyah di Damaskus. Selanjutnya, ia berhasil mendirikan dinasti Bani Umayyah di Spanyol. Penguasa-penguasa Spanyol pada periode ini adalah Abdurrahman al-Dakhil, Hisyam I, Hakam I, Abdurrahman al-Ausath, Muhammad ibn Abdurrahman, Munzir ibn Muhammad, dan Abdullah ibn Muhammad.&lt;br /&gt;       Pada periode ini, umat Islam Spanyol mulai memperoleh kemajuan-kemajuan, baik dalam bidang politik maupun dalam bidang peradaban. Abdurrahman al-Dakhil mendirikan masjid Cordova dan sekolah-sekolah di kota-kota besar Spanyol. Hisyam I dikenal berjasa dalam menegakkan hukum Islam, dan Hakam I dikenal sebagai pembaharu dalam bidang kemiliteran. Dialah yang memprakarsai tentara bayaran di Spanyol. Sedangkan Abdurrahman al-Ausath dikenal sebagai penguasa yang cinta ilmu. Pemikiran filsafat juga mulai masuk pada periode ini, terutama di zaman Abdurrahman al-Aushath. Ia mengundang para ahli dari dunia Islam lainnya untuk datang ke Spanyol sehingga kegiatan ilmu pengetahuan di Spanyol mulai semarak.&lt;br /&gt;Sekalipun demikian, berbagai ancaman dan kerusuhan terjadi. Pada pertengahan abad ke-9 stabilitas negara terganggu dengan munculnya gerakan Kristen fanatik yang mencari kesyahidan. Namun, Gereja Kristen lainnya di seluruh Spanyol tidak menaruh simpati pada gerakan itu, karena pemerintah Islam mengembangkan kebebasan beragama. Penduduk Kristen diperbolehkan memiliki pengadilan sendiri berdasarkan hukum Kristen. Peribadatan tidak dihalangi. Lebih dari itu, mereka diizinkan mendirikan gereja baru, biara-biara disamping asrama rahib atau lainnya. Mereka juga tidak dihalangi bekerja sebagai pegawai pemerintahan atau menjadi karyawan pada instansi militer.&lt;br /&gt;        Gangguan politik yang paling serius pada periode ini datang dari umat Islam sendiri. Golongan pemberontak di Toledo pada tahun 852 M membentuk negara kota yang berlangsung selama 80 tahun. Disamping itu sejumlah orang yang tak puas membangkitkan revolusi. Yang terpenting diantaranya adalah pemberontakan yang dipimpin oleh Hafshun dan anaknya yang berpusat di pegunungan dekat Malaga. Sementara itu, perselisihan antara orang-orang Barbar dan orang-orang Arab masih sering terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Periode Ketiga (912-1013 M)&lt;br /&gt;        Periode ini berlangsung mulai dari pemerintahan Abdurrahman III yang bergelar An-Nasir sampai munculnya &quot;raja- raja kelompok&quot; yang dikenal dengan sebutan Muluk al-Thawaij. Pada periode ini Spanyol diperintah oleh penguasa dengan gelar khalifah, penggunaan gelar khalifah tersebut bermula dari berita yang sampai kepada Abdurrahman III, bahwa Al-Muktadir, Khalifah daulat Bani Abbas di Baghdad meninggal dunia dibunuh oleh pengawalnya sendiri. Menurut penilaiannya, keadaan ini menunjukkan bahwa suasana pemerintahan Abbasiyah sedang berada dalam kemelut. Ia berpendapat bahwa saat ini merupakan saat yang paling tepat untuk memakai gelar khalifah yang telah hilang dari kekuasaan Bani Umayyah selama 150 tahun lebih. Karena itulah, gelar ini dipakai mulai tahun 929 M. Khalifah-khalifah besar yang memerintah pada periode ini ada tiga orang, yaitu Abdurrahman al-Nashir (912-961 M), Hakam II (961-976 M), dan Hisyam II (976-1009 M).&lt;br /&gt;         Pada periode ini umat Islam Spanyol mencapai puncak kemajuan dan kejayaan menyaingi kejayaan daulat Abbasiyah di Baghdad. Abdurrahman al-Nashir mendirikan universitas Cordova. Perpustakaannya memiliki koleksi ratusan ribu buku. Hakam II juga seorang kolektor buku dan pendiri perpustakaan. Pada masa ini, masyarakat dapat menikmati kesejahteraan dan kemakmuran. Pembangunan kota berlangsung cepat.&lt;br /&gt;Awal dari kehancuran khilafah Bani Umayyah di Spanyol adalah ketika Hisyam naik tahta dalam usia sebelas tahun. Oleh karena itu kekuasaan aktual berada di tangan para pejabat. Pada tahun 981 M, Khalifah menunjuk Ibn Abi Amir sebagai pemegang kekuasaan secara mutlak. Dia seorang yang ambisius yang berhasil menancapkan kekuasaannya dan melebarkan wilayah kekuasaan Islam dengan menyingkirkan rekan-rekan dan saingan-saingannya. Atas keberhasilan-keberhasilannya, ia mendapat gelar al-Manshur Billah. Ia wafat pada tahun 1002 M dan digantikan oleh anaknya al-Muzaffar yang masih dapat mempertahankan keunggulan kerajaan. Akan tetapi, setelah wafat pada tahun 1008 M, ia digantikan oleh adiknya yang tidak memiliki kualitas bagi jabatan itu. Dalam beberapa tahun saja, negara yang tadinya makmur dilanda kekacauan dan akhirnya kehancuran total. Pada tahun 1009 M khalifah mengundurkan diri. Beberapa orang yang dicoba untuk menduduki jabatan itu tidak ada yang sanggup memperbaiki keadaan. Akhirnya pada tahun 1013 M, Dewan Menteri yang memerintah Cordova menghapuskan jabatan khalifah. Ketika itu, Spanyol sudah terpecah dalam banyak sekali negara kecil yang berpusat di kota-kota tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Periode Keempat (1013-1086 M)&lt;br /&gt;        Pada periode ini, Spanyol terpecah menjadi lebih dari tiga puluh negara kecil di bawah pemerintahan raja-raja golongan atau Al-Mulukuth Thawaif, yang berpusat di suatu kota seperti Seville, Cordova, Toledo, dan sebagainya. Yang terbesar diantaranya adalah Abbadiyah di Seville. Pada periode ini umat Islam Spanyol kembali memasuki masa pertikaian intern. Ironisnya, kalau terjadi perang saudara, ada diantara pihak-pihak yang bertikai itu yang meminta bantuan kepada raja-raja Kristen. Melihat kelemahan dan kekacauan yang menimpa keadaan politik Islam itu, untuk pertama kalinya orang-orang Kristen pada periode ini mulai mengambil inisiatif penyerangan. Meskipun kehidupan politik tidak stabil, namun kehidupan intelektual terus berkembang pada periode ini. Istana-istana mendorong para sarjana dan sastrawan untuk mendapatkan perlindungan dari satu istana ke istana lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Periode Kelima (1086-1248 M)&lt;br /&gt;       Pada periode ini Spanyol Islam meskipun masih terpecah dalam beberapa negara, tetapi terdapat satu kekuatan yang dominan, yaitu kekuasaan daulah Murabithun (860-1143 M) dan daulah Muwahhidun (1146-1235 M). Dinasti Murabithun pada mulanya adalah sebuah gerakan politik yang didirikan oleh Yusuf ibn Tasyfin di Afrika Utara. Pada tahun 1062 M ia berhasil mendirikan sebuah kerajaan yang berpusat di Marakisy. Ia masuk ke Spanyol atas &quot;undangan&quot; penguasa-penguasa Islam di sana yang tengah memikul beban berat perjuangan mempertahankan negeri-negerinya dari serangan-serangan orang-orang Kristen. Ia dan tentaranya memasuki Spanyol pada tahun 1086 M dan berhasil mengalahkan pasukan Castilia.&lt;br /&gt;        Karena perpecahan di kalangan raja-raja muslim, Yusuf melangkah lebih jauh untuk menguasai Spanyol dan ia berhasil untuk itu. Akan tetapi, penguasa-penguasa sesudah ibn Tasyfin adalah raja-raja yang lemah. Pada tahun 1143 M, kekuasaan dinasti ini berakhir, baik di Afrika Utara maupun di Spanyol dan digantikan oleh daulah Muwahhidun. Pada masa daulah Murabithun, Saragossa jatuh ke tangan Kristen, tepatnya tahun 1118 M. Di Spanyol sendiri, sepeninggal dinasti ini, pada mulanya muncul kembali dinasti-dinasti kecil, tapi hanya berlangsung tiga tahun. Pada tahun 1146 M penguasa dinasti Muwahhidun yang berpusat di Afrika Utara merebut daerah ini. Muwahhidun didirikan oleh Muhammad ibn Tumart (w. 1128). Dinasti ini datang ke Spanyol di bawah pimpinan Abdul Mun&#39;im. Antara tahun 1114 dan 1154 M, kota-kota muslim penting, Cordova, Almeria, dan Granada, jatuh ke bawah kekuasaannya.&lt;br /&gt;Untuk jangka beberapa dekade, daulah ini mengalami banyak kemajuan. Kekuatan-kekuatan Kristen dapat dipukul mundur. Akan tetapi tidak lama setelah itu, Muwahhidun mengalami keambrukan. Pada tahun 1212 M, tentara Kristen memperoleh kemenangan besar di Las Navas de Tolesa. Kekalahan-kekalahan yang dialami Muwahhidun menyebabkan penguasanya memilih untuk meninggalkan Spanyol dan kembali ke Afrika Utara tahun 1235 M. Keadaan Spanyol kembali runyam, berada di bawah penguasa-penguasa kecil. Dalam kondisi demikian, umat Islam tidak mampu bertahan dari serangan-serangan Kristen yang semakin besar. Tahun 1238 M Cordova jatuh ke tangan penguasa Kristen dan Seville jatuh tahun 1248 M. Seluruh Spanyol kecuali Granada lepas dari kekuatan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Periode Keenam (1248-1492 M)&lt;br /&gt;         Pada periode ini, Islam hanya berkuasa di daerah Granada, di bawah dinasti Bani Ahmar (1232-1492). Peradaban kembali mengalami kemajuan seperti di zaman Abdurrahman an-Nashir. Akan tetapi, secara politik, dinasti ini hanya berkuasa di wilayah yang kecil. Kekuasaan Islam yang merupakan pertahanan terakhir di Spanyol ini berakhir karena perselisihan orang-orang istana dalam memperebutkan kekuasaan. Abu Abdullah Muhammad merasa tidak senang kepada ayahnya karena menunjuk anaknya yang lain sebagai penggantinya menjadi raja. Dia memberontak dan berusaha merampas kekuasaan. Dalam pemberontakan itu, ayahnya terbunuh dan digantikan oleh Muhammad ibn Sa&#39;ad. Abu Abdullah kemudian meminta bantuan kepada Ferdinand dan Isabella untuk menjatuhkannya. Dua penguasa Kristen ini dapat mengalahkan penguasa yang sah dan Abu Abdullah naik tahta.&lt;br /&gt;        Tentu saja, Ferdinand dan Isabella yang mempersatukan dua kerajaan besar Kristen melalui perkawinan itu tidak cukup merasa puas. Keduanya ingin merebut kekuasaan terakhir umat Islam di Spanyol. Abu Abdullah tidak kuasa menahan serangan-serangan orang Kristen tersebut dan pada akhirnya mengaku kalah. Ia menyerahkan kekuasaan kepada Ferdinand dan Isabella, kemudian hijrah ke Afrika Utara. Dengan demikian berakhirlah kekuasaan Islam di Spanyol tahun 1492 M. Umat Islam setelah itu dihadapkan kepada dua pilihan, masuk Kristen atau pergi meninggal Spanyol. Pada tahun 1609 M, boleh dikatakan tidak ada lagi umat Islam di daerah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;note   : untuk cerita lebih lanjut mengenai perkembangan islam di spanyol,pembaca bisa baca &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bani_Umayyah &quot;&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/6737940522255406986/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/03/perkembangan-islam-di-spanyol.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/6737940522255406986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/6737940522255406986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/03/perkembangan-islam-di-spanyol.html' title='Perkembangan Islam di spanyol'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-920781748720550374</id><published>2010-03-22T10:03:00.000-07:00</published><updated>2010-05-10T10:06:06.054-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perang Islam"/><title type='text'>Sejarah masuknya islam ke spanyol</title><content type='html'>Spanyol diduduki umat Islam pada zaman khalifah Al-Walid Rahimahullah (705-715 M), salah seorang khalifah dari Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus, dimana Ummat Islam sebelumnya telah mengusasi Afrika Utara. Dalam proses penaklukan Spanyol ini terdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa yaitu Tharif ibn Malik, Thariq ibn Ziyad, dan Musa ibn Nushair Rahimahullahum ajma’in.&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;      Spanyol diduduki umat Islam pada zaman Khalifah Al-Walid Rahimahullah (705-715 M), salah seorang khalifah dari Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus. Sebelum penaklukan Spanyol, umat Islam telah menguasai Afrika Utara dan menjadikannya sebagai salah satu propinsi dari dinasti Bani Umayah, Penguasaan sepenuhnya atas Afrika Utara itu terjadi di zaman Khalifah Abdul Malik Ibn Marwan Rahimahullah (685-705 M). Khalifah Abd al-Malik Rahimahullah mengangkat Hasan ibn Nu&#39;man al-Ghassani Rahimahullah menjadi gubernur di daerah itu. Pada masa Khalifah al-Walid, Hasan ibn Nu&#39;man Rahimahullah sudah digantikan oleh Musa ibn Nushair Rahimahullah. Di zaman al-Walid itu, Musa ibn Nushair Rahimahullah memperluas wilayah kekuasaannya dengan menduduki Aljazair dan Maroko.&lt;br /&gt;       Selain itu, ia juga menyempurnakan penaklukan ke daerah-daerah bekas kekuasaan bangsa Barbar di pegunungan-pegunungan, sehingga mereka menyatakan setia dan berjanji tidak akan membuat kekacauan-kekacauan seperti yang pernah mereka lakukan sebelumnya. Penaklukan atas wilayah Afrika Utara itu dari pertama kali dikalahkan sampai menjadi salah satu propinsi dari Khilafah Bani Umayah memakan waktu selama 53 tahun, yaitu mulai tahun 30 H (masa pemerintahan Muawiyah ibn Abi Sufyan Radhiallahu ‘anhu) sampai tahun 83 H (masa al-Walid Rahimahullah). Sebelum dikalahkan dan kemudian dikuasai Islam, di kawasan ini terdapat kantung-kantung yang menjadi basis kekuasaan kerajaan Romawi, yaitu kerajaan Gothik. Kerajaan ini sering menghasut penduduk agar membuat kerusuhan dan menentang kekuasaan Islam. Setelah kawasan ini betul-betul dapat dikuasai, umat Islam mulai memusatkan perhatiannya untuk menaklukkan Spanyol. Dengan demikian, Afrika Utara menjadi batu loncatan bagi kaum muslimin dalam penaklukan wilayah Spanyol.&lt;br /&gt;         Dalam proses penaklukan spanyol terdapat tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan paling berjasa memimpin satuan-satuan pasukan ke sana. Mereka adalah Tharif ibn Malik, Thariq ibn Ziyad, dan Musa ibn Nushair Rahimahullahum ajma’in. Tharif dapat disebut sebagai perintis dan penyelidik. Ia menyeberangi selat yang berada di antara Maroko dan benua Eropa itu dengan satu pasukan perang, lima ratus orang diantaranya adalah tentara berkuda, mereka menaiki empat buah kapal yang disediakan oleh Julian. Dalam penyerbuan itu Tharif tidak mendapat perlawanan yang berarti. Ia menang dan kembali ke Afrika Utara membawa harta rampasan yang tidak sedikit jumlahnya. Didorong oleh keberhasilan Tharif dan kemelut yang terjadi dalam tubuh kerajaan Visigothic yang berkuasa di Spanyol pada saat itu, serta dorongan yang besar untuk memperoleh harta rampasan perang, Musa ibn Nushair pada tahun 711 M mengirim pasukan ke spanyol sebanyak 7000 orang di bawah pimpinan Thariq ibn Ziyad Rahimahullah.&lt;br /&gt;       Thariq ibn Ziyad Rahimahullah lebih banyak dikenal sebagai penakluk Spanyol karena pasukannya lebih besar dan hasilnya lebih nyata. Pasukannya terdiri dari sebagian besar suku Barbar yang didukung oleh Musa ibn Nushair Rahimahullah dan sebagian lagi orang Arab yang dikirim Khalifah al-Walid Rahimahullah. Pasukan itu kemudian menyeberangi Selat di bawah pimpinan Thariq ibn Ziyad Rahimahullah. Sebuah gunung tempat pertama kali Thariq dan pasukannya mendarat dan menyiapkan pasukannya, dikenal dengan nama Gibraltar (Jabal Thariq). Dengan dikuasainya daerah ini, maka terbukalah pintu secara luas untuk memasuki Spanyol. Dalam pertempuran di suatu tempat yang bernama Bakkah, Raja Roderick dapat dikalahkan.&lt;br /&gt;        Dari situ Thariq Rahimahullah dan pasukannya terus menaklukkan kota-kota penting, seperti Cordova, Granada dan Toledo (ibu kota kerajaan Gothik saat itu). Sebelum Thariq Rahimahullah berhasil menaklukkan kota Toledo, ia meminta tambahan pasukan kepada Musa ibn Nushair Rahimahullah di Afrika Utara. Musa mengirimkan tambahan pasukan sebanyak 5000 personel, sehingga jumlah pasukan Thariq seluruhnya 12.000 orang. Jumlah ini belum sebanding dengan pasukan Gothik yang jauh lebih besar, 100.000 orang.&lt;br /&gt;Kemenangan pertama yang dicapai oleh Thariq ibn Ziyad Rahimahullah membuat jalan untuk penaklukan wilayah yang lebih luas lagi. Untuk itu, Musa ibn Nushair Rahimahullah merasa perlu melibatkan diri dalam gelanggang pertempuran dengan maksud membantu perjuangan Thariq. Dengan suatu pasukan yang besar, ia berangkat menyeberangi selat itu, dan satu persatu kota yang dilewatinya dapat ditaklukkannya. Setelah Musa Rahimahullah berhasil menaklukkan Sidonia, Karmona, Seville, dan Merida serta mengalahkan penguasa kerajaan Gothic, Theodomir di Orihuela, ia bergabung dengan Thariq di Toledo. Selanjutnya, keduanya berhasil menguasai seluruh kota penting di Spanyol, termasuk bagian utaranya, mulai dari Saragosa sampai Navarre.&lt;br /&gt;        Gelombang perluasan wilayah berikutnya muncul pada masa pemerintahan Khalifah Umar ibn Abd al-Aziz Rahimahullah tahun 99 H/717 M. Kali ini sasaran ditujukan untuk menguasai daerah sekitar pegunungan Pyrenia dan Perancis Selatan. Pimpinan pasukan dipercayakan kepada Al-Samah Rahimahullah, tetapi usahanya itu gagal dan ia sendiri terbunuh pada tahun 102 H. Selanjutnya, pimpinan pasukan diserahkan kepada Abdurrahman ibn Abdullah al-Ghafiqi Rahimahullah. Dengan pasukannya, ia menyerang kota Bordreu, Poiter, dan dari sini ia mencoba menyerang kota Tours. Akan tetapi, diantara kota Poiter dan Tours itu ia ditahan oleh Charles Martel, sehingga penyerangan ke Perancis gagal dan tentara yang dipimpinnya mundur kembali ke Spanyol.&lt;br /&gt;         Sesudah itu, masih juga terdapat penyerangan-penyerangan, seperti ke Avirignon tahun 734 M, ke Lyon tahun 743 M, dan pulau-pulau yang terdapat di Laut Tengah, Majorca, Corsia, Sardinia, Creta, Rhodes, Cyprus dan sebagian dari Sicilia juga jatuh ke tangan Islam di zaman Bani Umayah. Gelombang kedua terbesar dari penyerbuan kaum Muslimin yang geraknya dimulai pada permulaan abad ke-8 M ini, telah menjangkau seluruh Spanyol dan melebar jauh menjangkau Perancis Tengah dan bagian-bagian penting dari Italia. Kemenangan-kemenangan yang dicapai umat Islam nampak begitu mudah. Hal itu tidak dapat dipisahkan dari adanya faktor eksternal dan internal yang menguntungkan.&lt;br /&gt;        Yang dimaksud dengan faktor eksternal adalah suatu kondisi yang terdapat di dalam negeri Spanyol sendiri. Pada masa penaklukan Spanyol oleh orang-orang Islam, kondisi sosial, politik, dan ekonomi negeri ini berada dalam keadaan menyedihkan. Secara politik, wilayah Spanyol terkoyak-koyak dan terbagi-bagi ke dalam beberapa negeri kecil. Bersamaan dengan itu penguasa Gothic bersikap tidak toleran terhadap aliran agama yang dianut oleh penguasa, yaitu aliran Monofisit, apalagi terhadap penganut agama lain, Yahudi. Penganut agama Yahudi yang merupakan bagian terbesar dari penduduk Spanyol dipaksa dibaptis menurut agama Kristen. Yang tidak bersedia disiksa, dan dibunuh secara brutal.&lt;br /&gt;Rakyat dibagi-bagi ke dalam sistem kelas, sehingga keadaannya diliputi oleh kemelaratan, ketertindasan, dan ketiadaan persamaan hak. Di dalam situasi seperti itu, kaum tertindas.&lt;br /&gt;          menanti kedatangan juru pembebas, dan juru pembebasnya mereka temukan dari orang Islam. Berkenaan dengan itu Amer Ali, seperti dikutip oleh Imamuddin mengatakan, ketika Afrika (Timur dan Barat) menikmati kenyamanan dalam segi material, kebersamaan, keadilan, dan kesejahteraan, tetangganya di jazirah Spanyol berada dalam keadaan menyedihkan di bawah kekuasaan tangan besi penguasa Visighotic. Di sisi lain, kerajaan berada dalam kemelut yang membawa akibat pada penderitaan masyarakat. Akibat perlakuan yang keji, koloni-koloni Yahudi yang penting menjadi tempat-tempat perlawanan dan pemberontakkan. Perpecahan dalam negeri Spanyol ini banyak membantu keberhasilan campur tangan Islam di tahun 711 M. Perpecahan itu amat banyak coraknya, dan sudah ada jauh sebelum kerajaan Gothic berdiri.&lt;br /&gt;Perpecahan politik memperburuk keadaan ekonomi masyarakat. Ketika Islam masuk ke Spanyol, ekonomi masyarakat dalam keadaan lumpuh. Padahal, sewaktu Spanyol masih berada di bawah pemerintahan Romawi (Byzantine), berkat kesuburan tanahnya, pertanian maju pesat. Demikian juga pertambangan, industri dan perdagangan karena didukung oleh sarana transportasi yang baik. Akan tetapi, setelah Spanyol berada di bawah kekuasaan kerajaan Goth, perekonomian lumpuh dan kesejahteraan masyarakat menurun. Hektaran tanah dibiarkan terlantar tanpa digarap, beberapa pabrik ditutup, dan antara satu daerah dan daerah lain sulit dilalui akibat jalan-jalan tidak mendapat perawatan.&lt;br /&gt;        Buruknya kondisi sosial, ekonomi, dan keagamaan tersebut terutama disebabkan oleh keadaan politik yang kacau. Kondisi terburuk terjadi pada masa pemerintahan Raja Roderick, Raja Goth terakhir yang dikalahkan Islam. Awal kehancuran kerajaan Ghoth adalah ketika Raja Roderick memindahkan ibu kota negaranya dari Seville ke Toledo, sementara Witiza, yang saat itu menjadi penguasa atas wilayah Toledo, diberhentikan begitu saja. Keadaan ini memancing amarah dari Oppas dan Achila, kakak dan anak Witiza. Keduanya kemudian bangkit menghimpun kekuatan untuk menjatuhkan Roderick. Mereka pergi ke Afrika Utara dan bergabung dengan kaum muslimin. Sementara itu terjadi pula konflik antara Roderick dengan Ratu Julian, mantan penguasa wilayah Septah. Julian juga bergabung dengan kaum Muslimin di Afrika Utara dan mendukung usaha umat Islam untuk menguasai Spanyol, Julian bahkan memberikan pinjaman empat buah kapal yang dipakai oleh Tharif, Tariq dan Musa Rahimahumullah.&lt;br /&gt;Hal menguntungkan tentara Islam lainnya adalah bahwa tentara Roderick yang terdiri dari para budak yang tertindas tidak lagi mempunyai semangat perang Selain itu, orang Yahudi yang selama ini tertekan juga mengadakan persekutuan dan memberikan bantuan bagi perjuangan kaum Muslimin.&lt;br /&gt;       Adapun yang dimaksud dengan faktor internal adalah suatu kondisi yang terdapat dalam tubuh penguasa, tokon-tokoh pejuang dan para prajurit Islam yang terlibat dalam penaklukan wilayah Spanyol pada khususnya. Para pemimpin adalah tokoh-tokoh yang kuat, tentaranya kompak, bersatu, dan penuh percaya diri. Mereka pun cakap, berani, dan tabah dalam menghadapi setiap persoalan. Yang tak kalah pentingnya adalah ajaran Islam yang ditunjukkan para tentara Islam, yaitu toleransi, persaudaraan, dan tolong menolong. Sikap toleransi agama dan persaudaraan yang terdapat dalam pribadi kaum muslimin itu menyebabkan penduduk Spanyol menyambut kehadiran Islam di sana.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/920781748720550374/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/03/sejarah-masuknya-islam-ke-spanyol.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/920781748720550374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/920781748720550374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/03/sejarah-masuknya-islam-ke-spanyol.html' title='Sejarah masuknya islam ke spanyol'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7103904725337695141.post-8215585302206323430</id><published>2010-03-19T12:27:00.000-07:00</published><updated>2010-05-10T10:07:48.071-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Internasional"/><title type='text'>sejarah peradaban bangsa romawi</title><content type='html'>Romawi ialah peradaban dunia yang letaknya terpusat di kota Roma masa kini. Peradaban Romawi dikembangkan Suku Latia yang menetap di lembah Sungai Tiber. Suku Latia menamakan tempat tinggal mereka ‘Latium’. Latium merupakan kawasan lembah pegunungan &lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;yang tanahnya baik untuk pertanian. Penduduk Latium kemudian disebut bangsa Latin. Pada mulanya, di daerah Latium inilah bangsa Latin hidup dan berkembang serta menghasilkan peradaban yang tinggi nilainya. &lt;br /&gt;Kota Roma yang menjadi pusat kebudayaan mereka terletak di muara sungai Tiber. Waktu berdirinya Kota Roma yang yang terletak di lembah Sungai Tiber tidak diketahui secara pasti. Legenda menyebut bahwa Roma didirikan dua bersaudara keturunan Aenas dari Yunani, Remus dan Romulus. &lt;br /&gt;“Menurut berita2 lama, Roma didirikan oleh Remus dan Romulus pada tahun 750. Remus dan Romulus ini anak Rhea silva, turunan Aenas –seorang pahlawan Troya jang dapat melarikan diri waktu Troya dikalahkan dan dibakar oleh bangsa Jujani”&lt;br /&gt;Orang-orang Romawi memiliki kepercayaan terhadap dewa-dewa, seperti orang-orang di Yunani. Hanya saja dewa-dewa di romawi berbeda dengan di Yunani. Dewa-dewa yang dipercayai oleh orang-orang Romawi antara lain :&lt;br /&gt;1. Jupiter (raja dewa-dewa)&lt;br /&gt;2. Yuno (dewi rumah tangga)&lt;br /&gt;3. Minerus (dewi pengetahuan)&lt;br /&gt;4. Venus (dewi kecantikan)&lt;br /&gt;5. Mars (dewa perang)&lt;br /&gt;6. Neptenus (dewa laut)&lt;br /&gt;7. Diana (dewi perburuan)&lt;br /&gt;8. Bacchus (dewa anggur)&lt;br /&gt;       Roma berhasil menundukkan bangsa-bangsa yang tinggal disekitarnya satu persatu, baik dengan jalan kekrasan maupun jalan damai. Hingga akhirnya Roma berhasil menguasai seluruh Italia Tengah. &lt;br /&gt;Sebelum itu, sekira tahun 492, Daerah Latium sebagai tempat berdirinya kota Roma dikuasai oleh kerajaan Etruskia, yang terletak disebelah utaranya sampai pada tahun 500 SM. Pada tahun 500 SM bangsa Latium memberontak terhadap kerajaan Etruskia dan berhasil memerdekaan diri serta mendirikan negara sendiri yang berbentuk republik. Maka sejak itu, Roma menjadi republik dan kepala negaranya disebut konsul yang dipilih setiap tahun sekali. Konsul selain menjadi penguasa negara juga ketua senat dan panglima besar.&lt;br /&gt;        Bangsa Romawi yang semula petani, setelah mengalahkan penguasa Etruskia kemudian menjadi bangsa penguasa besar dengan manaklukan wilayah yang luasa sampai ke Laut Tengah. Bangsa yang semula petani ini kemudian menjadi masyarakat kapitalis dan materialis. Selain sebagai bangsa yang suka dengan perang bangsa Romawi juga mengumpulkan kekayaan sebagai modal usaha. Mereka membali ladang-ladang dan kemudian penggarapannya dilakukan oleh para budak yang didatangkan dari daerah-daerah jajahan.&lt;br /&gt;Penguasa Gayus Julius Caesar meluaskan wilayahnya sampai ke Jerman, Belgia, Belanda dan bahkan sampai menyebrangi selat Calis ke Inggris. Selain sebagai penguasa mutlak Julius Caesar juga mengembangkan kalender baru yang disebut kalender Julian. Kelender ini terus dipakai sampai kemudian diperbaharui oleh Gregorius yang kemudian dikenal dengan dengan kalender Gregorius. Julius Caesar dibunuh oleh Brutus dan Casinus yang menginginkan suatu pemerintahan berbentuk Republik. Akan tetapi, cita-cita kedua orang itu tidak berhasil dan tetap mempertahankan sistem pemerintahan diktator. Anak angkat Julius Caesar bernama Oktvaianus kemudian dapat menguasai Romawi kembali dan berkuasa secara diktator. &lt;br /&gt;       Dalam kekuasaannya, Oktavianus banyak dikelilingi orang-orang pandai sehingga ia dapat berkuasa cukup lama. Oleh senat Oktavianus diberi gelar “Augustus” yang artinya “Yang Maha Mulia”. Dengan stabilitas pemerintahan pada masa Kaisar Octavianus maka mulailah bidang kebudayaan mendapat perhatian. &lt;br /&gt;       Kebudayaan Romawi mendapat unsur-unsur pokok dari kebudayaan Etrusia dan Yunani. Hal ini berarti kebudayaan Romawi merupakan hasil perpaduan dari kebudayaan yunani dan Etrusia, tanapa ada unsur-unsur dari kebudayaan romawi sendiri.&lt;br /&gt;Pada masa Octavianus, orang-orang Romawi melihat sesuatu dari sudut kegunaannya. Pandangan hidup bangsa Romawi ini memberikan warna pada kehidupan agama. Tepatlah apa yang diungkapkan oleh Cicero, bahwa agama bagi mereka bukan untuk mendidik manusia kepada kebajikan, melainkan manusia sehat dan kaya. Dengan pandangan hidup yang praktis ini menjadi ciri utama orang-orang Romawi.&lt;br /&gt;       Dalam lapangan ilmu pengetahuan, bangsa Romawi bukanlah pencipta teori-teori, tetapi pelaksana teori yang telah ada sejak zaman Yunani. Dengan ini mata rantai jang seakan-akan putus dalam perkembangan ilmu pengetahuan menjadi tumbuh kembali. Bila sarjana Yunani adalah ahli teori, maka sarjana Romawi adalah ahli praktek. &lt;br /&gt;Masa Octavianus merupakan masa penyempurnaan seni dan budaya Romawi. Pengaruh budaya Yunani mulai masuk dengan kuatnya sejak tahun 146 SM bersamaan dengan usaha bangsa Romawi melakukan penaklukan di Laut Tengah. Selama kekuasaan Romawi, seni Romawi disebarkan ke Eropa dan sekitar Laut Tengah.&lt;br /&gt;       Seni Romawi sebenarnya merupakan pencampuran dua unsur seni budaya, yaitu Romawi yang merupakan daerah kekuasaan Etruskia dan seni Yunani. Pada hekakatnya budaya ini bukan berasal dari rakyat biasa melinkan dari golongan bangsawan. Golongan seniman besar, seperti yang terdapat di Yunani di Roma tidak ada. Justru bangsa Romawi mendatangkan seniman-seniman dari Yunani. Oleh karena itu, pengaruh Yunani di Romawi sangat kuat. Politik maupun seni dan budaya Roma di bawah bangsa Etruskia. Dengan begitu seni Romawi pada dasarnya adalah pencampuran unsur-unsur budaya Etruskia dan Yunani yang kemudian menjadi seni budaya baru.&lt;br /&gt;      Orang Romawi senang menciptakan sesuatu secara besar-besaran karena mereka suka sesuatu yang megah, mewah, dan monumental, serta menarik perhatian. Semua hasil karya budaya terutama karya seni rupa, baik berupa seni bangunan, seni patung atau relief, maupun seni lukisnya dibuat serba besr, megah, dan penuh hiasan. Orang-orang Romawi menciptakan karya teknik bangunan yang menggumkan, seperti bangunan saluran air (aquaduct), jembatan, gedung besar untuk balai pertemuan dan pasar, bangunan untuk olahraga dan pentas seni (thermen, theater, amphitheater). Selain bangunan diatas, juga terdapat banguan kuil untuk persemayam dewa. Orang Romawi melanjutkan pengetahuan orang Yunani antara lain bangunan dengan kontruksi lengkung untuk membuat ruangan-ruangan menjadi luas.&lt;br /&gt;      Bangunan atap kubah untuk pertama kali diciptakan kurang lebih tahun 30 SM untuk bangunan Thermae di Baaie. Mereka juga membangun bangunan umum seperti jalan raya. Jalan raya yang terkenal adalah jalan Via Apia. &lt;br /&gt;Rumah-rumah dewa atau kuil yang dibangun memiliki ukuran besar. Kuil-kuil yang berukuran besar tersebut antara lain Tempel Jupiter (abad ke-6 SM), Appolo dan Venus di Roma. Untuk setiap bangunan kuil tersebut di gunakan tinga-tiang penyangga. Batang tiang penyanggga atap menggunakan menggunakan kepala tiang dengan ciri-ciri Yunanni seperti Doria, Ionia, dan Korinthia.&lt;br /&gt;      Bangsa Romawi juga ahli dalam pembuatan patung terutama patung setangah dada atau potret. Bentuk wajah dibuat dengan sangat teliti, sedangkan tubuh dan lainnya lebih sederhana. Kecakapan membuat patung ini berhubungan dengan kebiasaan keluarga-keluarga terkemuka bangsa Romawi yang senang membuat patung nenek moyang dalam jumlah banyak dan sangat teliti. Biasanya patung nenak moyang disimpan di rumah dan ditempatkan dalam satu ruangan khusus yang disebut Atrium. Atrium ini juga dilengkapi dengan altar.&lt;br /&gt;      Orang-orang Romawi dalam membuat patung memiliki kebiasaan yang sama dengan bangsa Yunani. Dalam membuat patung, orang-orang Romawi selalu mematungkan tokoh-tokoh penguasa, tokoh-tokoh politik, dan cendikiawan. Banyak sekali tokoh penguasa, tokoh politik dan cendikiawan yang dijadikan sebagai latar dalam membuat patung seperti wajah tokoh Julius Caesar, Agustus, Tuchidides, Demostenes, Caracalla, dan lainnya. Gambar wajah para tokoh ini selain dipatungkan juga dilukiskan pada mata uang logam.&lt;br /&gt;Bangsa Romawi juga senang pada keindahan rumahnya. Dinding bagian dalam rumah dihias dengan lukisan untuk memberikan kesan luas. &lt;br /&gt;         Kegiatan memperindah dinding ini biasa pada dinding rumah dengan cara melukis pemandangan alam dan bangunan-bangunan rumah yang seolah-olah terlihat dari jendela. Kegiatan melukis pada dinding-dinding rumah yang dilakukan oleh orang-orang Romawi ternyata meniru kebiasaan bangsa Yunani. Dengan demikian melukis Cara melukis yang dilakukan oleh orang Romawi memdapat pengaruh basar dari Yunani. Dari seni melukis pada dinding ini banyak ditemukan peninggalan-peninggalan yang merupakan hasil kebudayaan masyarakat Romawi. Salah satu dari sekian banyak peninggalan kebudayaan ini adalah peninggalan lukisan didinding rumah yang terdapat di Pompeii. Peninggalan lainnya terdapat di Roma yang menggambarkan pengantin perempuan dan teman-temannya sedang mempersiapkan upacara perkawinan. Selain pada dinding rumah, seni lukis juga ditemukan pada mangkuk, jambangan, piring dan tempat bunga.&lt;br /&gt;     Bangsa Romawi yang senang membuat bangunan monumental menyebabkan bangsa ini kaya dengan hasil-hasil bangunan berupa monumen dan kuil. Monumen yang dibuat oleh bangsa romawi berupa pintu gerbang kemenangan atau tiang kemenangan. Bangunan monumen ini digunaakn untuk memperingati suatu peristiwa sejarah. Pada banguan monumen itu diberi relief yang menggambarkan peristiwa kemenangan. Peninggalan seni monumen ini terdapat di Roma dan dibeberapa daerah jajahan Romawi.&lt;br /&gt;Perubahan ketatanegaraan Romawi dari republik ke bentuk kekaisaran tidak mengendurkan semangat dan perkembangan budaya orang-orang Roma untuk mendirikan bangunan berupa bangunan monumental. Hanya saja, apabila pada masa republik pendukung seni budaya dilakukan oleh para bangsawan. Namun, setelah menjadi kekaisaran, yang mendukung seni budaya adalah golongan istana. Sejak kaisar Agustus, seni budaya elbih cenderung mejadi seni kuna yang berkiblat pada Yunani. &lt;br /&gt;     Setiap kaisar yang berkuasa di Romawi selalu meninggalkan seni budaya beruapa bangunan monumen. Kebiasaan yang dilakukan oleh kiasar-kaisar ini dilakukan sebagai sarana untuk menunjukan jasanya kepada negara. Maka sejak kiasar-kaisar ini berkuasa, banyak sekali didirikan bangunan besar dan megah dengan menggunakan bahan dari marmer.&lt;br /&gt;Peninggalan seni bangunan Romawi pada masa kekaisaran ini jumlah sangat banyak. Banguan-banguan monmen tersebut antara lain: &lt;br /&gt;1. Kuil Zeus yang didirikan di Olympia.&lt;br /&gt;2. Kuil Jupiter Heliopalitanus di ba’albek (syria)&lt;br /&gt;3. Pantheon merupakan sebuah kuil yang kemudian digunakan untuk gereja.&lt;br /&gt;4. Mousoleum di Roma yang didirikan pada tahun 175 SM.&lt;br /&gt;Mousoleum merupakan bangunan yang berupa makam yang indah. Pada sisi dalam ruang Mousoleum dihiasai ddengan berbagai ornamen yang indah.&lt;br /&gt;5. Teater di Pompeii, solona, dan Asperados.&lt;br /&gt;6. Amphiteater &lt;br /&gt;   Amphpiteater merupakan perpaduan dua buah teater yang dipergunakan untuk pertunjukan mengadu benteng dan untuk perkelahian gladiator, tempat duduk penonton berkeliling, semakin kebelakang semakin tinggi. Amphipater pada masa kaisar Vespasianus (695 SM) dipergunakan untuk peragaan perang-perangan seperti di laut bebas dan Circus (sirkus), tempat untuk berpacu kuda yang menarik kereta beroda dua. &lt;br /&gt;7. Thermen &lt;br /&gt;Merupakan tempat pemandian dengan ruang-ruang mandi berair panah, berair hangat dan dingin.&lt;br /&gt;8. Bangunan istana&lt;br /&gt;9. Gerbang kemenengan&lt;br /&gt;10. Tiang kemenangan&lt;br /&gt;    Pada masa Gothik (100 – 1400 M), kebudayaan Romawi tidak dapat dipisahkan dari perkembangan agama kristen. Agama kristen atau Nasrani sebenarnya telah berkembang sejak jaman pemerintahan Tiberius. Agama ini disiarkan oleh Yesus (Isa) dari nazareth, yang dilahirkan di Palestina. Agama Kristen ini berbeda dengan kepercayaan rakyat Romawi yang poltheis. Agama Nasrani memiliki kepercayaan monoteis. Dengan pertimbangan-pertimbangan politik dan kemanan negara, Tiberius menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus pada tahun 33. Tetapi kematian Yesus ini tidak berarti agama Kristen lenyap dari kehiduapan masyarakat Romawi, malahan sebaliknya. &lt;br /&gt;Setelah Yesus atau Nabi Isa disalib dibukit Gologota, agama kristen berkembang sampai Mesir, Syria, Asia Kecil, dan ke Roma. Hampir selama tiga abad para pengikut agama Kristen dalam ketakutan dan dikejar-kejar oleh penguasa Roma. Pada tahun 395 agama kristen ditetapkan sebagai agama negara. Dari masyarakat pemeluknya lambat laun timbul suatu bentuk kelompok kegerejaan yang disusun menurut organisasi-organisasi yang ada di Imperium Romanum (penguasa Roma). &lt;br /&gt;     Periode Gothik seni Kristen mengalami hambatan-hambatan yang disebabkan oleh perpindahan pemerintahan dari Konsatantinopel ke Byzantium. Kekaisaran romawi mengalami perpecahan menjadi Romawi Barat dan Romawi Timur. Romawi Barat mengalami keruntuhan tahun 335 M. &lt;br /&gt;     Ketika penguasa Roma masih memusuhi para pengikut agam kristen, di Roma sendiri secara sembunyi-sembunyi berkembang seni Katamba. Sejak saat itulah lahir seni Katakomba yang meruapakn tanda lahirnya seni kristen awal. Katakomba sendiri merupakan kuburan-kuburan bawah tanah. &lt;br /&gt;     Kemudian dalam masyarakat Romawi pada masa Gothik ini selalu melakukan kebiasaan untuk berkumpul di ruangan terowongan dengan tujuan mengadakan kegiatan agama. Dari seringnya diadakan perkumpulan, kemudian berkembang kebiasaan masyarakat untuk menghiasi dinding dengan motif jaman kuno. Motif-motif klasik yang digambar dalam dinding-dinding terowongan ini, kemudian tergeser oleh perkembangan motif-motif modern atau baru. Motif-motif yang baru ini biasanya berbentuk manusia dan binatang yang digambarkan secara simbolik untuk kepentingan agama kristen. Karya seni kristen awal ini anatara lain lukisan-lukisan kristus sebagai “gembala yang baik”. Pada umumnya yang mengembangkan seni Katakomba ini adalah bukan seniman. Bagi mereka yang erpenting adalah dapat mengungkapkan arti dan ide melalui lukisan dan sebagai bakti mereka kepada agama kristen. Namun, justru “seniman-seniman” Katakomba ini menjadi pelopor seni nonrelistik pada abad pertengahan.&lt;br /&gt;Ketika gereja mengalami kemerdekaan kembali pada abad ke-4, kemudian agama kristen dijadikan agama resmi, mulailah perkembangan seni banguan gereja. Pada masa itu, para arsitek membangun gereja dengan menggunakan konsep dasar seni bangunan basilika bangsa Romawi, yaitu suatu bangunan untuk pertemuan-pertemuan umum berbentuk persegi panjang. Perkembangan selanjutnya adalah bagunan gereja dengan menara lonceng pada bad ke-6. &lt;br /&gt;      Seni bangunan pada bangunan gereja adalah bangunan geraja dengan denah memusat dan berkubah serta menggunakan denah memanjang atau basilika dengan langit-langit datar atau dengan lengkung silang. Contoh seni bangunan pada masa gereja adalah bangunan gereja St.Andrea di Mantua dan gereja St.Novella di Feirence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga bermanfaat &lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://4blogku.blogspot.com/feeds/8215585302206323430/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/03/sejarah-peradaban-bangsa-romawi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/8215585302206323430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7103904725337695141/posts/default/8215585302206323430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://4blogku.blogspot.com/2010/03/sejarah-peradaban-bangsa-romawi.html' title='sejarah peradaban bangsa romawi'/><author><name>My Article</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04191456561659234292</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>