<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318</atom:id><lastBuildDate>Fri, 01 Nov 2024 12:19:09 +0000</lastBuildDate><category>spesial</category><category>luar biasa</category><category>hebat</category><category>sindiran</category><category>menarik</category><category>unik</category><category>Kuliah</category><category>mengerikan</category><category>misteri</category><category>Akuntansi</category><category>aneh</category><category>keren</category><category>lucu</category><category>langka</category><category>paling</category><category>menakjubkan</category><category>favorit</category><category>indah</category><category>informasi</category><category>Keuangan Publik</category><category>gaib</category><category>ajaib</category><category>Ide</category><category>Pemerintah</category><category>Indonesia</category><category>rekor</category><category>Keuangan</category><category>Tuntunan</category><category>ilusi</category><category>Pelajaran</category><category>Bebas</category><category>Pajak</category><category>Blog</category><category>Audit</category><category>Manajemen Keuangan</category><category>Agama</category><category>Islam</category><category>hukum</category><category>pengumuman</category><category>peraturan</category><category>umum</category><category>Filosofi</category><category>Sepak bola</category><category>Tips</category><category>anggaran</category><category>investasi</category><category>Definisi</category><category>Etika</category><category>Kontes</category><category>Olahraga</category><category>bangsa</category><category>ekonomi</category><category>sastra</category><title>Laman Baca</title><description>Laman Baca adalah blog berisi berbagai informasi lengkap dan terpercaya yang gratis untuk dibaca oleh siapa saja dimana saja</description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>420</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-237843870381132560</guid><pubDate>Mon, 17 Jun 2013 23:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-28T06:41:27.371+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keuangan Publik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pajak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemerintah</category><title>Dampak dan Keadilan Perpajakan (3-habis)</title><description>&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;
KRITERIA TARIF PAJAK&lt;/h4&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pertumbuhan  ekonomi hanya akan terjadi apabila lebih banyak masyarakat yang bekerja, menabung sebagian pendapatannya serta menginvestasikan nilai tabungannya. Hal-hal tersebut menurut Daniel J. Mitchell (2003) adalah prilaku-prilaku yang dapat meningkatkan kekayaan nasional. Masyarakat tidak begitu saja  ekerja secara produktif dengan diterapkannya anggaran pendapatan dan belanja berimbang. Mereka juga tidak begitu saja meningkatkan tabungan dan investasi apabila dikenakan tarif pajak rendah atau subsidi pajak lainnya. Untuk meningkatkan pendapatan nasional sesuai dengan karakteristik masyarakat di suatu negara, para pengambil keputusan bidang pajak harus mengkonsentrasikan pada hal-hal yang berakibat positif terhadap prilaku bekerja, menabung dan berinvestasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mitchell (2003) memaparkan sembilan petunjuk kebijakan perpajakan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi sebagai berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1. Penurunan tarif pajak tidak perlu diterapkan seragam untuk seluruh wajib pajak. Beberapa opsi tarif pajak yang dipungut akan dapat mendorong pertumbuhan ejonomi, karena tarif pajak yang rendah dapat membuat masyarakat yang produktif menjadi semakin giat bekerja. Sedangkan bagi sebagian masyarakat lainnya yang cenderung kurang peduli dengan pungutan pajak, penurunan tarif pajak tidak akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2. Fokus pada pertumbuhan ekonomi, bukan pada penurunan tarif. Beberapa kebijakan insentif pajak atau subsidi dapat berakibat hanya mengurangi jumlah penerimaan negara tanpa menghasilkan peningkatan kegiatan ekonomi secara signifikan. Beberapa negara telah membuktikan bahwa deregulasi perpajakan yang kecil pengaruhnya terhadap turunnya penerimaan negara justru dapat meningkatkan gairah investasi dunia usaha.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
3. Kebijakan yang baik menghasilkan penerimaan negara lebih banyak. Jika keadaan prilaku masyarakat wajib pajak adalah produktif, penurunan tarif pajak justru meningkatkan jumlah penerimaan negara. Agar pelaksanaan kegiatan pemerintah tidak terganggu, harus diperhitungkan cara-cara yang dapat mengkompensasikan turunnya penerimaan negara akibat pengenaan tarif yang lebih rendah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
4. Jumlah potensi tambahan konsumsi masyarakat akibat adanya penurunan tarif pajak kurang signifikan terhadap peningkatan kegiatan ekonomi dibandingkan dengan turunnya jumlah total penerimaan negara. Untuk itu perlu diupayakan suatu kebijakan pelengkap yang dapat meng-offset selisih penurunan penerimaan negara tersebut. Pada akhirnya penurunan tarif pajak tidak merubah total pengeluaran, pendapatan nasional, dan pertumbuhan ekonomi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
5. Pertumbuhan ekonomi tidak diakibatkan oleh peningkatan konsumsi. Justru sebaliknya, pertumbuhan ekonomi sebagai faktor yang mendorong jumlah total konsumsi sebagai akibat dari meningkatnya jumlah daya beli masyarakat. Untuk itu, sebaiknya kebijakan publik tidak mengedepankan motif yang berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan jalan mendorong konsumsi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
6. Kebijakan pajak yang berdampak positif pada jangka pendek biasanya berdampak positif pula pada jangka panjang. Sebagai contoh, insentif pajak investasi dalam jangka pendek akan menarik minat pemodal masuk ke dalam negeri. Secara jangka panjang, faktor produksi tersebut akan juga mendorong pertumbuhan ekonomi agregat menjadi lebih baik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
7. Efisiensi belanja negara penting dilakukan. Meskipun beberapa pos-pos belanja negara membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi seperti penyediaan keamanan dan penegakan hukum, studi membuktikan bahwa banyak pengeluaran publik yang justru berefek negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Efisiensi belanja negara dapat dilakukan dengan merampingkan struktur pemerintahan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
8. Pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh investasi yang produktif. Dana investasi terutama diambil dari tabungan masyarakat. Investasi dan tabungan, keduanya dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Sedangkan tarif pajak adalah salah satu faktor yang mempengaruhi suku bunga. Untuk itu perlu dikembangkan kebijakan pajak yang mendorong iklim investasi dan menabung.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
9. Defisit belanja negara dapat berpengaruh pada turunnya tingkat suku bunga. Tetapi pengaruhnya kurang signifikan dibanding pengaruh faktor-faktor lain seperti pasar modal. Riset akademis yang dihasilkan menunjukkan bahwa tidak ada korelasi positif antara anggaran surplus, berimbang, atau defisit dengan tingkat suku bunga.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Inti dari sembilan petunjuk di atas adalah segala upaya kebijakan pajak seharusnya difokuskan pada pertumbuhan ekonomi nasional dengan memberikan insentif pada aktivitas-aktivitas produktif nasional. Walaupun di beberapa negara penurunan tarif pajak justru dapat meningkatkan penerimaan negara dan pertumbuhan ekonomi, penurunan tarif bukanlah satu-satunya cara yang dapat diambil pemerintah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
 &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt; &lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=VhteyjSL0NU%3D&amp;amp;cid=vuHXZxOiCQw%3D&amp;amp;chan=VZdXd8EdjZU%3D&amp;amp;type=12&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2013/06/dampak-dan-keadilan-perpajakan-3-habis.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-5424323011313068406</guid><pubDate>Tue, 11 Jun 2013 23:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-28T06:39:29.026+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keuangan Publik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pajak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemerintah</category><title>Dampak dan Keadilan Perpajakan (2)</title><description>&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;
KRITERIA UMUM KEADILAN PERPAJAKAN&lt;/h4&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Prinsip keadilan perpajakan didasarkan pada distribusi pengenaan pajak untuk memenuhi belanja publik harus mempertimbangkan proporsi kekayaan dan pendapatan masyarakat. Prinsip ini dianut oleh semua negara dalam rangka memenuhi tuntutan keadilan dalam hukum. Walaupun pada pelaksanaannya banyak menimbulkan perbedaan-perbedaan. Secara konsep, keadilan perpajakan mengimplikasikan proses redistribusi kekayaan masyarakat dimana orang kaya membayar lebih banyak dari orang yang lebih miskin (dimensi vertikal). Dalam prakteknya, tidak dipungkiri jika orang kaya ikut menikmati sebagian keuntungan dari adanya belanja negara. Disamping keadilan pajak secara dimensi vertikal, perlu juga diperhatikan secara horizontal dimana pengenaan pajak terhadap seseorang harus lebih rendah dari kemampuannya membayar. Sebagai ilustrasi, pajak terhadap seorang petani harus lebih rendah dari hasil pertanian yang dimilikinya. Perlu juga prinsip keadilan pajak dilihat secara geografis dimana orang-orang yang tinggal pada daerah tertentu harus dikenakan pajak yang lebih tinggi. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Prinsip keadilan pajak dapat juga dilihat dari sisi yakni penerimaan dan pengeluaran. Beberapa argumen menyimpulkan keadilan pajak jika misalnya kenaikan pajak dikompensasikan dengan penyediaan pendidikan dan transportasi umum yang murah. Juga dapat dikatakan tidak adil jika sumber pendapatan tertentu dikenakan pajak tinggi, sementara sumber tersebut memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Struktur pajak yang progresif cenderung lebih mudah dicapai pada struktur perekonomian yang mapan. Menurut konsep ini, masyarakat golongan ekonomi rendah harus dikenakan pajak yang ringan atau dibebaskan dari kewajiban pajak seluruhnya. Hambatan utama dari kebijakan pajak adalah keadaan ekonomi dan politik suatu negara, terbatasnya volume pendapatan masyarakat yang dapat dikenakan pajak, ketakutan akan efek negatif pajak terhadap produksi dan investasi nasional, serta pengaruh kekuatan orang-orang kaya terhadap kebijakan politik nasional. Tidak jarang para pelaku ekonomi yang kuat menyuarakan keluhan-keluhannya terhadap kebijakan pajak baru yang dapat menggangu kegiatan bisnisnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Distribusi pembebanan pajak yang adil dipengaruhi oleh cakupan faktor-faktor siapa yang membayar dan jenis pendapatannya serta tarif pajak. Hal ini juga dipengaruhi oleh metode assesment dan akurasi penghitungan pajak terhutang. Ketidakakuratan mengakibatkan ketidakadilan karena adanya pajak yang lebih atau kurang bayar. Sulitnya menerapkan metode assesment yang baik juga muncul dalam hal menentukan subjek pajak yang dikecualikan. Kebijakan pajak dianggap adil jika faktor-faktor seperti lanjut usia, dibawah umur, kemiskinan, dan cacat dikecualikan dari subjek kena pajak. Lebih lanjut keadilan pajak juga harus memperhitungkan besarnya jumlah tanggungan dalam keluarga. Sekali lagi pada negara-negara yang relatif maju dalam perekonomian cenderung dapat mempercayai dokumen-dokumen yang membuktikan adanya hak atas pengecualian pajak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
 &lt;/div&gt;
&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;
PRINSIP KEADILAN dan PAJAK PENGHASILAN &lt;/h4&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pajak penghasilan biasanya dihitung atas jumlah penghasilan selama satu tahun. Pajak penghasilan dapat dikategorikan sebagai pajak individu dan pajak badan. Pendapatan masyarakat dapat diukur berdasarkan sumber perolehannya ataupun penggunaannya. Berdasarkan sumber perolehannnya, pendapatan adalah seluruh penerimaan selama periode pajak yang berupa keuntungan jasa, tunjangan dari pemerintah atau swasta, dan kenaikan nilai kekayaan. Sedangkan berdasarkan penggunaannya pendapatan masyarakat dapat berupa pembelian barang dan jasa, beban pajak, sumbangan, dan tabungan. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pendapatan masyarakat tersebut dapat digambarkan dengan persamaan :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: cyan;"&gt;&lt;b&gt;I = C + ΔNW&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dimana,&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;I&lt;/b&gt; = Pendapatan tahunan  (&lt;i&gt;annual income&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;C&lt;/b&gt;  = Konsumsi Tahunan (&lt;i&gt;annual consumption&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;ΔNW&lt;/b&gt; = Perubahan kekayaan bersih setahun. (&lt;i&gt;annual change in net worth&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Metode untuk mengukur pendapatan baik berdasarkan sumber perolehannya ataupun penggunaannya harus ditentukan sebelum pajak penghasilan dijalankan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Secara umum, dapat dikatakan bahwa konsep keadilan dalam perpajakan masih dapat diperdebatkan. Akan tetapi, perbedaan pendapat dalam hal kebijakan yang berkeadilan lebih kompleks lagi pada pajak penghasilan. Baik prinsip keadilan secara horizontal maupun secara vertikal, perumusan rancangan kebijakan fiskal lebih memerlukan perhatian khusus.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Secara horizontal, dikatakan bahwa pengenaan pajak harus sesuai dengan kesetaraan kemampuan ekonomi masyarakatnya. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah kesetaraan kemampuan ekonomi bisa diejawantahkan sebagai kesamaan tingkat pendapatan, atau kesetaraan ini hanya diukur dari jumlah pendapatan yang diterima saja dengan sama sekali mengabaikan potensi perbedaan pengeluaran dari masing-masing rumah tangga.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sedang secara vertikal, masih terdapat beberapa pendapat yang kurang setuju jika keadlian secara vertikal dilambangkan dengan tarif pajak progresif. Adapun alasan yang mendasari ketidaksetujuan mereka dapat dilihat dari dua kebijakan yang biasa berkaitan dengan pajak progresif.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1. Kebijakan pendapatan pendapatan tidak kena pajak, kompensasi dari adanya kebijakan ini adalah rumitnya pelaksanaan peraturan dalam praktek. Pada akhirnya, kerumitan cenderung mendorong keengganan dan penyelewengan wajib pajak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2. Kebijakan pengenaan tarif pajak yang lebih tinggi untuk setiap tambahan pendapatan. Wajib pajak cenderung memainkan tempo pengakuan suatu pendapatan untuk menghindari pengenaan tarif pajak yang lebih tinggi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt; &lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=VhteyjSL0NU%3D&amp;amp;cid=vuHXZxOiCQw%3D&amp;amp;chan=VZdXd8EdjZU%3D&amp;amp;type=12&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2013/06/dampak-dan-keadilan-perpajakan-2.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-2006410530363842533</guid><pubDate>Fri, 07 Jun 2013 23:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-28T06:35:17.939+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keuangan Publik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pajak</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemerintah</category><title>Dampak dan Keadilan Perpajakan (1)</title><description>&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;
A. PRINSIP MANFAAT&lt;/h4&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setiap orang setuju bahwa sistem perpajakan haruslah adil, dimana setiap pajak harus memberikan kontribusinya yang layak untuk membiayai kegiatan pemerintah. Ada dua pendekatan prinsip mengenai sistem perpajakan yang adil, yaitu prinsip manfaat dan prinsip kemampuan membayar . Suatu sistem pajak dikatakan adil bila kontribusi yang diberikan oleh setiap wajib pajak sesuai dengan manfaat yang diperoleh dari jasa-jasa pemerintah. Berdasarkan prinsip ini, sistem pajak yang adil akan tergantung dari struktur pengeluaran publik. Oleh karena itu, prinsip manfaat memandang perekonomian sektor publik sebagai sektor yang melibatkan pengeluaran maupun penerimaan yang berkesinambungan. Agar prinsip manfaat dapat dilaksanakan, maka manfaat yang diperoleh wajib pajak atas terjadinya pengeluaran publik harus diketahui terlebih dahulu. Selain itu agar prinsip ini bisa adil, maka harus diasumsikan bahwa ketika sistem tersebut mulai diberlakukan, sudah terdapat distribusi yang tepat dalam perekonomian .&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiS8XSwpTEgJXOUbTjo2Ep0JbZM6SUDpQNhs0bR0K0WRH1YExviKmoO16595Xc56D2F_aDqTFKce8iVEqA-bqwjwch3AZcq7IGREWKdw7mQGCTmINTqZiuhww7mP8hAfXcdSQJjRYR7ek8/s1600/tax.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Dampak dan Keadilan Perpajakan (1)" border="0" height="189" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiS8XSwpTEgJXOUbTjo2Ep0JbZM6SUDpQNhs0bR0K0WRH1YExviKmoO16595Xc56D2F_aDqTFKce8iVEqA-bqwjwch3AZcq7IGREWKdw7mQGCTmINTqZiuhww7mP8hAfXcdSQJjRYR7ek8/s320/tax.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penerapan kebijakan fiskal berdasarkan prinsip manfaat didalam prakteknya, lebih banyak ditetapkan pada penyediaan jasa-jasa publik berdasarkan prinsip manfaat yang khusus. misalnya pembebanan bea ( bea cukai dan bea masuk) serta pajak pengganti pembebanan seperti pajak BBM dan pajak kendaraan dalam rangka pembiayaan jalan raya. Manfaat hanya dapat diperoleh apabila pemakai dapat membayar misalnya biaya penggunaan sarana transportasi. Keuntungan penyediaan jasa publik model ini adalah dapat meringankan beban keuangan pemerintah. Mekanisme pasar dapat diterapkan untuk mendapatkan posisi tawar menawar yang efisien.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
 &lt;/div&gt;
&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;
B. PRINSIP KEMAMPUAN MEMBAYAR&lt;/h4&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Prinsip kemampuan membayar (&lt;i&gt;ability to pay principle&lt;/i&gt;) :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Wajib pajak membayar pajak sesuai dengan tarif yang disesuaikan kemampuannya &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Kemampuan membayar seseorang tentu akan meningkat jika pendapatan meningkat &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Prinsip ini dianggap lebih berkeadilan secara horizontal dan vertikal &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Berkeadilan horizontal&lt;/b&gt; adalah bahwa orang-orang yang mempunyai kemampuan yang sama harus membayar dengan jumlah yang sama. &lt;b&gt;Berkeadilan vertikal&lt;/b&gt; adalah bahwa orang-orang yang mempunyai kemampuan yang lebih besar harus membayar pajak dengan jumlah yang lebih besar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Hobbes&lt;/i&gt; berpendapat bahwa kewajiban membayar pajak harus dikaitkan dengan pendapatan yang dibelanjakan bukan yang ditabung. Dalam arti, pemborosan harus dikenakan pajak, sedangkan kebajikan harus diberi penghargaan. Pendapat lain mengatakan bahwa tabungan adalah konsumsi yang ditunda. Dan apabila tabungan masyarakat memperoleh bunga, jumlah pajak yang dibayar ikut meningkat apabila seluruh tabungan tersebut dikonsumsikan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;
Simpulan &lt;/h4&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Pengenaan pajak yang didasarkan atas diterimanya pendapatan (termasuk pendapatan bunga) akan menyebabkan total pajak yang dibayar lebih besar. Keadaan ini menyebabkan orang cenderung untuk mengurangi tabungan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Pengenaan pajak konsumsi ; pendapatan ditabung dulu atau langsung dikonsumsi, maka jumlah total pajak yang dibayar memiliki nilai sekarang (PV) yang sama&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
• Pada pajak konsumsi, dimungkinkan ada bagian pendapatan yang tidak kena pajak, yaitu pendapatan yang ditabung dan tidak pernah dikonsumsi. Pada akhirnya ini akan menjadi kekayaan individu atau warisan. Atas dasar ini, kekayaan individu dan warisan bisa dikenakan pajak&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;sumber : materi perkuliahan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;gambar : http://www.radarbangka.co.id%2Fberita%2Fdetail%2Fnusantara%2F6917%2Ftidak-adil-alat-berat-kena-pajak.html &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt; &lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=VhteyjSL0NU%3D&amp;amp;cid=vuHXZxOiCQw%3D&amp;amp;chan=VZdXd8EdjZU%3D&amp;amp;type=12&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2013/06/dampak-dan-keadilan-perpajakan-1.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiS8XSwpTEgJXOUbTjo2Ep0JbZM6SUDpQNhs0bR0K0WRH1YExviKmoO16595Xc56D2F_aDqTFKce8iVEqA-bqwjwch3AZcq7IGREWKdw7mQGCTmINTqZiuhww7mP8hAfXcdSQJjRYR7ek8/s72-c/tax.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-8137057646841862674</guid><pubDate>Wed, 27 Mar 2013 23:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-28T06:48:53.882+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akuntansi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemerintah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">pengumuman</category><title>PMK No.02/PMK.05/2011 tentang Pedoman Akuntansi dan Pelaporan Aset berupa BMN dari Kontraktor Kerja Sama</title><description>&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0; margin-top: 0; text-align: center;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: Book Antiqua; font-size: 8.0pt; letter-spacing: -.1pt;"&gt; MENTERI KEUANGAN &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6; margin-top: 0; text-align: center;"&gt;
&lt;span lang="SV" style="font-family: Book Antiqua; font-size: 8.0pt;"&gt;REPUBLIK  INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" style="margin-bottom: 12; margin-top: 0;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;SALINAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="center" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;PERATURAN MENTERI KEUANGAN&lt;br /&gt;
NOMOR 02/PMK.05/2011&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
TENTANG&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PEDOMAN AKUNTANSI DAN PELAPORAN ASET &lt;br /&gt;
BERUPA BARANG MILIK NEGARA YANG BERASAL DARI &lt;br /&gt;
KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
MENTERI KEUANGAN,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="border-width: 0px; height: 5945px; width: 100%px;"&gt;	&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Menimbang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan  		Nomor 135/PMK.06/2009 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara Yang  		Berasal Dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama sebagaimana telah diubah  		dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 165/PMK.06/2010, telah  		ditetapkan pengaturan mengenai pengelolaan Barang Milik Negara yang  		berasal dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;bahwa dalam rangka pelaporan aset Kontraktor  		Kontrak Kerja Sama dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat secara tertib  		dan akuntabel, diperlukan adanya pedoman akuntansi dan pelaporan aset  		Kontraktor Kontrak Kerja Sama;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;bahwa Peraturan Menteri Keuangan Nomor  		171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan  		Pemerintah Pusat, belum cukup mengatur pedoman akuntansi dan pelaporan  		aset Kontraktor Kontrak Kerja Sama;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;bahwa Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum  		Negara memiliki kewenangan untuk menetapkan pengaturan mengenai pedoman  		akuntansi dan pelaporan aset Kontraktor Kontrak Kerja Sama; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;e.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana  		dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, perlu menetapkan  		Peraturan Menteri Keuangan tentang Pedoman Akuntansi Dan Pelaporan Aset  		Berupa Barang Milik Negara Yang Berasal Dari Kontraktor Kontrak Kerja  		Sama;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="70" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Mengingat &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="70" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="70" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td align="justify" colspan="6" height="70" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="73%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6; margin-top: 6;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;     &lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3219171301554545318"&gt;Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003&lt;/a&gt; tentang Keuangan Negara&amp;nbsp; (Lembaran Negara      Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik      Indonesia Nomor 4286);&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="70" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="70" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="70" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;     &lt;td align="justify" colspan="6" height="70" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="73%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6; margin-top: 6;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;     &lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3219171301554545318"&gt;Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004&lt;/a&gt; tentang Perbendaharaan Negara&amp;nbsp; (Lembaran      Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara      Republik Indonesia Nomor 4355);&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="152" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="152" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="152" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="152" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;     &lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3219171301554545318"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004&lt;/a&gt; tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi (Lembaran Negara  		Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara  		Republik Indonesia Nomor 4435) sebagaimana telah diubah dengan &lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3219171301554545318"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2005&lt;/a&gt; (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun  		2005 Nomor 81, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4510);&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;     &lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3219171301554545318"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006&lt;/a&gt;&amp;nbsp; tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik  		Indonesia Tahun 2006 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik  		Indonesia Nomor 4609) sebagaimana telah diubah dengan &lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3219171301554545318"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008&lt;/a&gt;;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;     &lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3219171301554545318"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006&lt;/a&gt; tentang Pelaporan Kinerja Dan Keuangan Instansi Pemerintah (Lembaran  		Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara  		Republik Indonesia Nomor 4614);&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3219171301554545318"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010&lt;/a&gt; tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik  		Indonesia Tahun 2010 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik  		Indonesia Nomor 5165);&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;7.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;     &lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3219171301554545318"&gt;Keputusan Presiden Nomor 56/P 2010&lt;/a&gt;;;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="46" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="46" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="46" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;8.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="46" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3219171301554545318"&gt;Peraturan Menteri Keuangan Nomor  		171/PMK.05/2007&lt;/a&gt; tentang Sistem Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan  		Pemerintah Pusat;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;9.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3219171301554545318"&gt;Peraturan Menteri Keuangan Nomor  		135/PMK.06/2009&lt;/a&gt; tentang Pengelolaan Barang Milik Negara Yang Berasal  		Dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama sebagaimana telah diubah dengan         &lt;a href="http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=3219171301554545318"&gt;Peraturan Menteri Keuangan Nomor 165/PMK.06/2010&lt;/a&gt;;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;MEMUTUSKAN:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="66" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Menetapkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="66" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="5" height="66" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PEDOMAN  		AKUNTANSI DAN PELAPORAN ASET BERUPA BARANG MILIK NEGARA YANG BERASAL  		DARI KONTRAKTOR KONTRAK KERJA SAMA.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="58" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="58" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="58" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;BAB I&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;KETENTUAN UMUM&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;
Pengertian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pasal 1&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Dalam Peraturan Menteri Keuangan ini yang  		dimaksud dengan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Kontraktor Kontrak Kerja Sama, yang  		selanjutnya disingkat KKKS adalah Badan Usaha atau Bentuk Badan Usaha  		Tetap yang diberikan wewenang untuk melaksanakan eksplorasi dan  		eksploitasi pada suatu wilayah kerja berdasarkan Kontrak Kerja Sama  		dengan Badan Pelaksana. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Barang yang menjadi milik/kekayaan negara yang  		berasal dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama, yang selanjutnya disebut  		Barang Milik Negara adalah seluruh barang dan peralatan yang diperoleh  		atau dibeli KKKS dan yang secara langsung digunakan dalam kegiatan usaha  		hulu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Unit Akuntansi Kuasa Pengelola Barang  		Bendahara Umum Negara, yang selanjutnya disingkat UAKPlB-BUN adalah  		satuan kerja/unit akuntansi yang diberi kewenangan untuk mengurus/menatausahakan/mengelola  		Barang Milik Negara yang dalam penguasaan Bendahara Umum Negara  		Pengelola Barang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Unit Akuntansi Pembantu Pengelola Barang  		Bendahara Umum Negara, yang selanjutnya disingkat UAPPlB-BUN adalah unit  		akuntansi Barang Milik Negara yang bertugas untuk menggabungkan laporan  		Barang Milik Negara dari UAKPlB-BUN.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Unit Akuntansi Pengelola Barang Bendahara Umum  		Negara, yang selanjutnya disingkat UAPlB-BUN adalah unit akuntansi  		Barang Milik Negara yang bertugas untuk menyusun laporan Barang Milik  		Negara tingkat Bendahara Umum Negara melalui penggabungan satu dan/atau  		beberapa laporan Barang Milik Negara dari UAPPlB-BUN.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Unit Akuntansi Pengelola Barang, yang  		selanjutnya disingkat UAPlB adalah unit akuntansi Barang Milik Negara  		yang diberi kewenangan oleh Menteri Keuangan sebagai Pengelola Barang  		pada Kementerian Keuangan yang bertugas untuk menyusun kebijakan,  		pedoman pengelolaan Barang Milik Negara dan laporan Barang Milik Negara  		Pengelola Barang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;7.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran  		Bendahara Umum Negara, yang selanjutnya disingkat UAKPA-BUN adalah unit  		akuntansi yang melakukan kegiatan akuntansi dan pelaporan tingkat satuan  		kerja pada Bendahara Umum Negara dalam hal pemanfaatan dan pemindah  		tanganan aset KKKS.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;8.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Unit Akuntansi Penggabungan Kuasa Pengguna  		Anggaran Bendahara Umum Negara, yang selanjutnya disingkat UAPKPA-BUN  		adalah unit akuntansi yang bertugas untuk melakukan kegiatan  		penggabungan laporan keuangan seluruh UAKPA-BUN yang berada langsung di  		bawahnya yang terkait dengan pemanfaatan dan pemindahtanganan aset KKKS.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;9.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Unit Akuntansi Pembantu Bendahara Umum Negara,  		yang selanjutnya disingkat UAP-BUN adalah unit akuntansi pada Unit  		Eselon I Kementerian Keuangan yang melakukan penggabungan laporan  		keuangan seluruh UAKPA-BUN dan UAPKPA-BUN.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;10.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Unit Akuntansi Bendahara Umum Negara, yang  		selanjutnya disingkat UA-BUN adalah unit akuntansi pada Kementerian  		Keuangan yang melakukan koordinasi dan pembinaan atas kegiatan akuntansi  		dan pelaporan keuangan tingkat UAP-BUN dan sekaligus melakukan  		penggabungan laporan keuangan seluruh UAP-BUN.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;11.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Nilai Wajar adalah perkiraan jumlah uang pada  		tanggal penilaian, yang dapat diperoleh dari transaksi jual beli, hasil  		penukaran, atau penyewaan suatu properti, antara pembeli yang berminat  		membeli dan penjual yang berminat menjual atau antara penyewa yang  		berminat menyewa dan pihak yang berminat menyewakan dalam suatu  		transaksi bebas ikatan, yang penawarannya dilakukan secara layak dalam  		waktu yang cukup, dimana kedua pihak masing-masing mengetahui kegunaan  		properti tersebut bertindak hati-hati, dan tanpa paksaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;12.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Dokumen Sumber adalah dokumen yang berhubungan  		dengan transaksi keuangan yang digunakan sebagai sumber atau bukti untuk  		menghasilkan data akuntansi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;13.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan adalah  		laporan yang menyajikan informasi realisasi pendapatan yang dibandingkan  		dengan anggarannya dalam satu periode.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;
Ruang Lingkup&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pasal 2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Peraturan Menteri Keuangan ini mengatur  		pedoman akuntansi dan pelaporan pengelolaan aset KKKS yang diakui  		sebagai Barang Milik Negara. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pasal 3&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Penguasaan dan penyerahan Aset KKKS dilakukan  		dengan mengacu pada ketentuan perundang-undangan di bidang pengelolaan  		Barang Milik Negara yang berasal dari KKKS.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;BAB II&lt;br /&gt;
SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;
Sistem Akuntansi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pasal 4&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Aset KKKS diakuntansikan dan dilaporkan  		melalui sistem akuntansi Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara yang  		termasuk dalam klasifikasi transaksi khusus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;
Unit Akuntansi Pelaporan Keuangan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pasal 5&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Dalam rangka pelaksanaan akuntansi dan  		pelaporan keuangan atas pengelolaan aset KKKS dibentuk unit akuntansi  		keuangan yang terdiri dari:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="3" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="74%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;UAKPA-BUN, dilaksanakan oleh Unit Eselon I  		pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang menangani bidang  		minyak dan gas bumi;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="3" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="74%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;UAPKPA-BUN, dilaksanakan oleh Unit Eselon II  		pada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan yang  		menangani Barang Milik Negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Unit akuntansi sebagaimana dimaksud pada ayat  		(1) merupakan unit pertanggungjawaban walaupun tidak mendapatkan alokasi  		anggaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;UAKPA-BUN menyusun laporan keuangan berupa  		Neraca, Laporan Realisasi Anggaran dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Bagian Ketiga&lt;br /&gt;
Unit Akuntansi Pelaporan Barang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pasal 6&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Dalam rangka pelaksanaan pengelolaan Barang  		Milik Negara dibentuk Unit Akuntansi Pengelolaan Barang Bendahara Umum  		Negara yang terdiri dari:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="3" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="74%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;UAKPlB-BUN, yang dilaksanakan oleh Unit Eselon  		I pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang menangani bidang  		minyak dan gas bumi;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="3" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="74%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;UAPPlB-BUN, yang dilaksanakan oleh Unit Eselon  		II pada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara yang menangani Barang Milik  		Negara; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="3" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="74%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;UAPlB-BUN, yang dilaksanakan oleh Direktorat  		Jenderal Kekayaan Negara;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="3" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="74%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;UAPlB, yang dilaksanakan oleh Direktorat  		Jenderal Kekayaan Negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;UAKPlB-BUN wajib menyusun Laporan Pengelolaan  		Barang Milik Negara berupa Laporan Barang Milik Negara (LBMN), Laporan  		Persediaan, dan Catatan Ringkas Barang Milik Negara (CRBMN).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;BAB III&lt;br /&gt;
PEDOMAN AKUNTANSI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;
Penyusunan Neraca Pembukaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pasal 7&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Dalam rangka penatausahaan aset KKKS  		ditetapkan saldo pembukaan sebagai dasar untuk penyusunan neraca  		pembukaan aset KKKS.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Penyajian nilai dan jenis aset dalam neraca  		pembukaan UAKPlB-BUN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengacu pada  		penyajian aset KKKS dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2009  		Audited.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Neraca pembukaan sebagaimana dimaksud pada  		ayat (2) disusun oleh Unit Eselon I pada Kementerian Energi dan Sumber  		Daya Mineral yang menangani bidang minyak dan gas bumi dengan disertai  		Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;
Pengakuan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pasal 8&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Aset KKKS yang diperoleh dan/atau dibeli serta  		digunakan oleh KKKS sejak Tahun 2011 diakui secara langsung sebagai  		Barang Milik Negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Aset KKKS yang diperoleh atau dibeli sebelum  		Tahun 2011 diakui sebagai Barang Milik Negara setelah dilakukan  		inventarisasi dan/atau penilaian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Bagian Ketiga&lt;br /&gt;
Pengklasifikasian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pasal 9&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Aset  		yang diperoleh sampai dengan Tahun 2010 diklasifikasikan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="3" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="74%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;aset yang belum diserahkan dan belum dilakukan  		inventarisasi dan penilaian tidak dicatat dalam neraca, namun  		diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK);&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="3" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="74%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;aset yang belum diserahkan namun sudah  		dilakukan inventarisasi dan penilaian dicatat dalam neraca sebagai aset  		lainnya;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="3" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="74%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;aset yang telah diserahkan kepada Pemerintah  		c.q Unit Eselon I pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang  		menangani bidang minyak dan gas bumi dan sudah dilakukan inventarisasi  		dan penilaian, dicatat dalam neraca sebagai aset tetap atau persediaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Aset yang diperoleh setelah Tahun 2010  		diklasifikasikan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="3" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="74%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;aset yang dibeli namun masih dalam penguasaan  		oleh pihak KKKS, dicatat dalam neraca sebagai aset lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="3" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="74%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;aset yang telah diserahkan kepada pemerintah  		c.q UAKPlB-BUN, dilakukan reklasifikasi dari aset lainnya menjadi aset  		tetap atau persediaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Reklasifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat  		(2) huruf b) dilaksanakan atas aset yang telah diserahkan kepada  		Pemerintah dengan ketentuan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="3" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="74%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;apabila aset tersebut akan dijual atau  		diserahkan kepada pihak lain di luar pemerintah pusat, maka dilakukan  		reklasifikasi dari aset lainnya menjadi persediaan;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="3" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="74%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;apabila aset tersebut berupa tanah dan akan  		digunakan untuk kegiatan operasional satuan kerja Pemerintah, maka  		dilakukan reklasifikasi dari aset lainnya menjadi tanah;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="3" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="74%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;apabila aset tersebut berupa peralatan dan  		mesin dan akan digunakan untuk kegiatan operasional satuan kerja  		Pemerintah, maka dilakukan reklasifikasi dari aset lainnya menjadi  		peralatan dan mesin;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="3" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="74%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;apabila aset tersebut berupa gedung dan  		bangunan dan akan digunakan untuk kegiatan operasional satuan kerja  		Pemerintah, maka dilakukan reklasifikasi dari aset lainnya menjadi  		gedung dan bangunan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Bagian Keempat&lt;br /&gt;
Pengukuran&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pasal 10&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Aset KKKS yang diperoleh sampai dengan Tahun  		2004 dicatat berdasarkan hasil penilaian. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Dalam hal aset KKKS sebagaimana dimaksud pada  		ayat (1) dibeli dalam mata uang asing, maka hasil penilaiannya  		dijabarkan ke dalam mata uang rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank  		Indonesia pada tanggal penilaian dan dijelaskan dalam Catatan atas  		Laporan Keuangan (CaLK).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pasal 11&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Aset yang diperoleh dari Tahun 2005 sampai  		dengan Tahun 2010 dapat dicatat menggunakan nilai perolehan dengan  		memperhitungkan nilai penyusutan sesuai dengan metode penyusutan yang  		akan ditetapkan kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pencatatan aset KKKS sebagaimana dimaksud pada  		ayat (1) dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="3" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="74%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;dalam hal nilai perolehan dalam mata uang  		asing yang diketahui tanggal perolehannya, maka nilai aset dijabarkan ke  		dalam mata uang rupiah menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada  		tanggal transaksi/perolehan dan dijelaskan dalam Catatan atas Laporan  		Keuangan (CaLK);&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="3" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="74%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;dalam hal nilai perolehan dalam mata uang  		asing yang tidak diketahui tanggal perolehannya namun tahun perolehannya  		dapat diketahui, maka nilai aset dijabarkan ke dalam mata uang rupiah  		menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal 31 Desember tahun  		perolehan dan dijelaskan dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Dikecualikan dari ketentuan pada ayat (2),  		untuk aset KKKS yang nilai perolehannya tidak dapat diketahui, maka  		dapat dicatat berdasarkan nilai wajar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pasal 12&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Aset  		KKKS yang diperoleh setelah Tahun 2010 dicatat berdasarkan nilai  		perolehan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Dalam hal aset sebagaimana dimaksud pada ayat  		(1) diperoleh dengan menggunakan mata uang asing, maka nilai aset  		dijabarkan ke dalam mata uang rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank  		Indonesia pada tanggal transaksi dan dijelaskan dalam Catatan atas  		Laporan Keuangan (CaLK).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pada saat dilakukan reklasifikasi terhadap  		aset yang telah diserahkan kepada Pemerintah, maka aset KKKS tersebut  		dicatat berdasarkan nilai buku yang disajikan sebesar harga perolehan  		yang telah dikurangi akumulasi penyusutan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Bagian Kelima&lt;br /&gt;
Penilaian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pasal 13&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Penilaian terhadap aset KKKS dilaksanakan  		sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang penilaian  		Barang Milik Negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Bagian Keenam&lt;br /&gt;
Dokumen Sumber&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pasal 14&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Dokumen sumber yang digunakan sebagai dasar  		untuk melakukan pencatatan oleh UAKPA-BUN/UAKPlB-BUN terdiri dari  		sertifikat tanah dan/atau Surat Pelepasan Hak atas Tanah, faktur,  		kuitansi, Berita Acara Serah Terima Aset dan Laporan Penilaian Aset KKKS.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Berita Acara Serah Terima Aset sebagaimana  		dimaksud pada ayat (1) paling kurang memuat informasi mengenai nama dan  		lokasi KKKS, jenis dan jumlah aset, luas dan/atau volume aset untuk  		tanah dan bangunan, harga perolehan, dan nilai buku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Seluruh dokumen yang digunakan sebagai dokumen  		sumber untuk melakukan pencatatan harus diserahkan kepada satuan kerja  		yang bertindak sebagai UAKPlB-BUN.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Bagian Ketujuh&lt;br /&gt;
Pelaporan Keuangan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pasal 15&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;UAKPA-BUN menyusun laporan keuangan untuk  		seluruh aset KKKS yang terdiri dari:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="3" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="74%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;aset yang masih dalam penguasaan KKKS dan aset  		yang telah diserahkan ke Pemerintah; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="3" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="74%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;aset yang belum ditentukan nilai wajarnya dan  		yang sudah ditentukan nilai wajarnya untuk aset yang diperoleh sampai  		dengan Tahun 2004;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="3" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="74%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;aset yang sudah diinventarisasi dan yang belum  		diinventarisasi untuk aset yang diperoleh dari Tahun 2005 sampai dengan  		Tahun 2010; dan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="3" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="74%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;aset yang diperoleh setelah Tahun 2010.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pendapatan yang diperoleh atas pengelolaan  		aset KKKS merupakan bagian Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)  		Pengelola Barang yang harus dilaporkan dalam Laporan Realisasi Anggaran  		Pendapatan pada Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara dan terpisah dari  		pendapatan hasil lifting minyak bumi pada Direktorat Penerimaan Negara  		Bukan Pajak, Direktorat Jenderal Anggaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Bagian Kedelapan&lt;br /&gt;
Penyampaian Laporan Keuangan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pasal 16&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;UAKPA-BUN menyampaikan Laporan Realisasi  		Anggaran Pendapatan beserta Arsip Data Komputer kepada UAPKPA-BUN secara  		bulanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;UAKPA-BUN menyampaikan Laporan Realisasi  		Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) kepada UAPKPA-BUN  		secara semesteran dan tahunan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Berdasarkan laporan sebagaimana dimaksud pada  		ayat (2) UAPKPA-BUN menyusun laporan konsolidasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(4)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Laporan konsolidasi sebagaimana dimaksud pada  		ayat (3) secara semesteran dan tahunan disampaikan oleh UAPKPA-BUN  		kepada UAP-BUN Transaksi Khusus atas aset KKKS.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(5)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Berdasarkan Laporan konsolidasi sebagaimana  		dimaksud pada ayat (4), UAP-BUN Transaksi Khusus atas aset KKKS menyusun  		laporan keuangan konsolidasi dan menyampaikan kepada UA-BUN secara  		semesteran dan tahunan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div align="center" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pasal 17&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;UAKPlB-BUN menyampaikan Laporan Pengelolaan  		Barang Milik Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) kepada  		UAPPlB-BUN.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Berdasarkan laporan sebagaimana dimaksud pada  		ayat (1) UAPPlB-BUN menyusun laporan konsolidasinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Laporan konsolidasi sebagaimana dimaksud pada  		ayat (2) disampaikan oleh UAPPlB-BUN kepada UAP-BUN Transaksi Khusus. 		&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(4)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;UAP-BUN Transaksi Khusus atas Aset KKKS  		menyusun Laporan Barang Milik Negara dan menyampaikannya kepada  		Direktorat Jenderal Kekayaan Negara selaku UAPlB secara semesteran dan  		tahunan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="58" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="58" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="58" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;BAB IV&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;REVIEW DAN PERTANGGUNGJAWABAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Bagian Kesatu&lt;br /&gt;
Pernyataan Telah Di-&lt;i&gt;review&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pasal 18&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Laporan Keuangan Tahunan wajib di-&lt;i&gt;review&lt;/i&gt;  		oleh aparat pengawasan intern Pemerintah sebelum disampaikan kepada  		UAPKPA-BUN sesuai peraturan perundang-undangan mengenai standar review.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Review sebagaimana dimaksud pada ayat (1)  		dituangkan dalam laporan hasil review berupa Pernyataan Telah Di-&lt;i&gt;review&lt;/i&gt;  		dan dilampirkan pada saat UAKPA-BUN menyampaikan Laporan Keuangan  		Tahunan kepada UAPKPA-BUN.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pernyataan Telah Di-&lt;i&gt;review&lt;/i&gt; sebagaimana  		dimaksud pada ayat (2) ditandatangani oleh aparat pengawasan intern  		Pemerintah yang bertanggung jawab atas pelaksanaan &lt;i&gt;review&lt;/i&gt;  		bersangkutan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(4)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Dalam hal aparat pengawasan intern Pemerintah  		belum melaksanakan review terhadap laporan keuangan yang telah disusun,  		Pernyataan Telah Di-&lt;i&gt;review&lt;/i&gt; dapat diubah menjadi Pernyataan Belum  		Di-&lt;i&gt;review&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(5)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pernyataan Telah Di-&lt;i&gt;review&lt;/i&gt; sebagaimana  		dimaksud pada ayat (2) dan Pernyataan Belum Di-&lt;i&gt;review&lt;/i&gt; sebagaimana  		dimaksud pada ayat (4) disusun sesuai format sebagaimana ditetapkan  		dalam Lampiran I yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri Keuangan  		ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Bagian Kedua&lt;br /&gt;
Pernyataan Tanggung Jawab&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pasal 19&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;UAKPA-BUN, UAPKPA-BUN, dan UAP-BUN Transaksi  		Khusus Aset KKKS wajib membuat Pernyataan Tanggung Jawab yang  		dilampirkan pada laporan keuangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pernyataan Tanggung Jawab sebagaimana dimaksud  		pada ayat (1) memuat pernyataan bahwa pencatatan aset dalam laporan  		keuangan telah diselenggarakan berdasarkan sistem pengendalian internal  		yang memadai dan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(3)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pernyataan Tanggung Jawab sebagaimana dimaksud  		pada ayat (1) dan ayat (2) dapat diberikan paragraf penjelasan atas  		suatu kejadian yang belum termuat dalam Laporan Keuangan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(4)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pernyataan Tanggung Jawab disusun sesuai  		format sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran II yang tidak terpisahkan  		dari Peraturan Menteri Keuangan ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;BAB V&lt;br /&gt;
KETENTUAN LAIN-LAIN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pasal 20&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" valign="top" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(1)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Dalam hal terdapat aset KKKS yang diperoleh  		sebelum Tahun 2005 telah diserahkan kepada Pemerintah namun belum  		dilakukan inventarisasi dan penilaian, maka aset KKKS tersebut  		diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;(2)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="4" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="78%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Aset KKKS sebagaimana dimaksud pada ayat (1)  		dilakukan penilaian apabila:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="3" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="74%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;ditetapkan status penggunaannya;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="3" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="74%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;dilakukan pemindahtanganan; atau&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="3" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="74%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;dilakukan pemanfaatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="58" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="58" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="58" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;BAB VI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;KETENTUAN PERALIHAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pasal 21&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Dalam hal aset KKKS belum dapat dilaporkan  		sesuai dengan sistem akuntansi dan pelaporan yang ditetapkan dalam  		Peraturan Menteri Keuangan ini, maka aset KKKS dapat langsung dilaporkan  		dalam Laporan Keuangan Bendahara Umum Negara (LK-BUN) dan LKPP.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="52" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;BAB VII&lt;br /&gt;
KETENTUAN PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td align="center" colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Pasal 22&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku  		pada tanggal diundangkan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="37%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="34%"&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="5" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="82%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan  		pengundangan Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam  		Berita Negara Republik Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="37%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="34%"&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="37%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td align="justify" height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="34%"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Ditetapkan di Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="37%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td align="justify" height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="34%"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;pada tanggal 4 Januari 2011&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="37%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td align="justify" height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="34%"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;MENTERI KEUANGAN,&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="37%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="34%"&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="37%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="34%"&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="37%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="20" style="border-style: none; border-width: medium;" width="34%"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;AGUS D.W. MARTOWARDOJO&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="37%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="34%"&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td colspan="6" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="66%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Diundangkan di Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="34%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td colspan="6" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="66%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;pada tanggal 4 Januari 2011&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="34%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td colspan="6" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="66%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="34%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="37%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="34%"&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="37%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="34%"&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td colspan="6" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="66%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;PATRIALIS AKBAR&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="34%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="37%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="34%"&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="16%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="2%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="4%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="37%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td height="19" style="border-style: none; border-width: medium;" width="34%"&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td colspan="7" height="32" style="border-style: none; border-width: medium;" width="101%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2011  		NOMOR 2&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="border-width: 0px; width: 100%px;"&gt;	&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="288"&gt;&lt;div align="right"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: x-small;"&gt;LAMPIRAN I&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="288"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: x-small;"&gt;PERATURAN&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  		MENTERI&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; KEUANGAN&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="288"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: x-small;"&gt;NOMOR&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  		02 / PMK.05 /2011&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  		TENTANG&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="288"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;PEDOMAN&amp;nbsp;&amp;nbsp; AKUNTANSI&amp;nbsp;  		DAN&amp;nbsp; PELAPORAN&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="288"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;ASET&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  		KONTRAKTOR&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; KONTRAK&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  		KERJA&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="288"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;SAMA&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div align="center"&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;PERNYATAAN TELAH/BELUM DIREVIEW&lt;br /&gt;
DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI, KEMENTERIAN ESDM&lt;br /&gt;
TAHUN ANGGARAN XXXX&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="border-width: 0px; width: 100%px;"&gt;	&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="9%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="2" style="border-style: none; border-width: medium;" width="91%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt; 		Kami&amp;nbsp; telah/belum&amp;nbsp; me-&lt;i&gt;review&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; laporan&amp;nbsp;  		keuangan&amp;nbsp; Direktorat&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jenderal&amp;nbsp; Minyak&amp;nbsp; dan  		Gas&amp;nbsp; Bumi,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td colspan="3" style="border-style: none; border-width: medium;"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 0;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Kementerian ESDM selaku Unit Akuntansi Kuasa  		Pengguna Anggaran Bendahara Umum Negara untuk Aset Kontraktor Kontrak  		Kerja Sama untuk Tahun Anggaran ......... berupa Neraca per Tanggal  		......., Laporan Realisasi Anggaran, dan Catatan atas Laporan Keuangan  		untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan Standar  		Reviu atas laporan keuangan Kementerian Negara/Lembaga. Semua informasi  		yang dimuat dalam laporan keuangan adalah penyajian manajemen Direktorat  		Jenderal Minyak dan Gas Bumi selaku Unit Akuntansi Kuasa Pengguna  		Anggaran Bendahara Umum Negara untuk Aset Kontraktor Kontrak Kerja Sama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="9%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="2" style="border-style: none; border-width: medium;" width="91%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt; 		&lt;i&gt;Review &lt;/i&gt;&amp;nbsp; bertujuan&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; memberikan&amp;nbsp;  		keyakinan&amp;nbsp; terbatas&amp;nbsp; mengenai&amp;nbsp; akurasi, keandalan, &lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td colspan="3" style="border-style: none; border-width: medium;" width="100%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 0;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;&amp;nbsp;keabsahan informasi serta kesesuaian  		pengakuan, pengukuran dan pelaporan transaksi dengan Standar Akuntansi  		Pemerintahan. &lt;i&gt;Review&lt;/i&gt; mempunyai lingkup yang jauh lebih sempit  		dibandingkan dengan lingkup audit yang dilakukan sesuai dengan peraturan  		terkait dengan tujuan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan  		secara keseluruhan. Oleh karena itu, kami tidak memberi pendapat semacam  		itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="9%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td colspan="2" style="border-style: none; border-width: medium;" width="91%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt; 		Berdasarkan &lt;i&gt;review&lt;/i&gt; kami, tidak terdapat perbedaan yang menjadikan  		kami yakin bahwa laporan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td colspan="3" style="border-style: none; border-width: medium;" width="100%"&gt;&lt;div align="justify"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;keuangan yang kami sebutkan  		diatas tidak disajikan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004  		tentang Perbendaharaan Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010  		tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan peraturan lain yang terkait.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="9%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="55%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="36%"&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="9%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="55%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="36%"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Nama Kota, Tgl-Bln-Tahun&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="9%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="55%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="36%"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Nama Jabatan Penandatangan,&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="9%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="55%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="36%"&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="9%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="55%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="36%"&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="9%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="55%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="36%"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Nama Penandatangan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="9%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="55%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="36%"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;NIP Penandatangan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="9%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="55%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="36%"&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="9%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="55%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="36%"&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="9%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="55%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="36%"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;MENTERI KEUANGAN,&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="9%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="55%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="36%"&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="9%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="55%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="36%"&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="9%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="55%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="36%"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;AGUS D.W. MARTOWARDOJO&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div align="center"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="border-width: 0px; width: 100%px;"&gt;	&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="290"&gt;&lt;div align="right"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: x-small;"&gt;LAMPIRAN II&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="290"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: x-small;"&gt;PERATURAN&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  		MENTERI&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; KEUANGAN&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="290"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: x-small;"&gt;NOMOR&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  		02 / PMK.05 /2011&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  		TENTANG&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="290"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;PEDOMAN&amp;nbsp;&amp;nbsp; AKUNTANSI&amp;nbsp;&amp;nbsp;  		DAN&amp;nbsp; PELAPORAN&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="290"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;ASET&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  		KONTRAKTOR&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; KONTRAK&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  		KERJA&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="290"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua; font-size: x-small;"&gt;&amp;nbsp;SAMA&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div align="center"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB&lt;br /&gt;
(&lt;i&gt;Statement of Responsibility&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="border-width: 0px; width: 100%px;"&gt;	&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td colspan="3" style="border-style: none; border-width: medium;"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Isi laporan keuangan Satuan Kerja Direktorat  		Jenderal Minyak dan Gas Bumi sebagai Unit Akuntansi Kuasa Pengguna  		Anggaran Bendahara Umum Negara atas Aset Kontraktor Kontrak Kerja Sama (disesuaikan  		dengan masing-masing Unit Akuntansinya) yang terdiri dari: Laporan  		Realisasi Anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan Tahun  		Anggaran ……. sebagaimana terlampir, adalah merupakan tanggung jawab kami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td colspan="3" style="border-style: none; border-width: medium;"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Laporan Keuangan tersebut telah disusun  		berdasarkan sistem pengendalian intern yang memadai, dan isinya telah  		menyajikan informasi pelaksanaan anggaran dan posisi keuangan secara  		layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="33%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="26%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="40%"&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="33%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="26%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="40%"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;&lt;nama kota=""&gt;, &lt;tanggal-bulan-tahun&gt;&lt;/tanggal-bulan-tahun&gt;&lt;/nama&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="33%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="26%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="40%"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;Kepala Satuan Kerja ........................&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="33%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="26%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="40%"&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="33%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="26%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="40%"&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="33%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="26%"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="40%"&gt;&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt; 		(.................................................)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="33%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="26%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="40%"&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="33%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="26%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="40%"&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="33%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="26%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="40%"&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="33%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="26%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="40%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;MENTERI KEUANGAN,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="33%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="26%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="40%"&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="33%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="26%"&gt;&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="40%"&gt;&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="33%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="26%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 		&lt;td style="border-style: none; border-width: medium;" width="40%"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 6px; margin-top: 6px;"&gt;
&lt;span style="font-family: Book Antiqua;"&gt;AGUS D.W. MARTOWARDOJO&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt; 	&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt; &lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=VhteyjSL0NU%3D&amp;amp;cid=vuHXZxOiCQw%3D&amp;amp;chan=VZdXd8EdjZU%3D&amp;amp;type=12&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;</description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2013/03/pmk-no02pmk052011-tentang-pedoman.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-4853717737616406505</guid><pubDate>Sun, 24 Mar 2013 13:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-31T09:36:55.094+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">ilusi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">indah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">unik</category><title>Kupu-Kupu Nampak di Luar Angkasa</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Kupu-Kupu Nampak di Luar Angkasa ~ &lt;/b&gt;Setelah mengalami perbaikan, teleskop ruang angkasa Hubble kembali menampilkan foto-foto menakjubkan, salah satunya kupu-kupu angkasa dengan cahaya-cahaya elok.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaRhu3A41Cnvc3RgtaslnUol-C3zS01PPNoxQqyfhkoTxej_tZ0nXs_MbU9_zjJGYFzOZ2IOY9TPSc20hRXS37R6cFvoxYsEmVg3SK955raQr6ofFconskTIN9A1b9vxYzNLXzcDSbEXY/s1600/hubblePA_450x536.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaRhu3A41Cnvc3RgtaslnUol-C3zS01PPNoxQqyfhkoTxej_tZ0nXs_MbU9_zjJGYFzOZ2IOY9TPSc20hRXS37R6cFvoxYsEmVg3SK955raQr6ofFconskTIN9A1b9vxYzNLXzcDSbEXY/s320/hubblePA_450x536.jpg" width="268" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan pemasangan dua kamera baru dan beberapa perbaikan, Hubble mendapatkan foto galaksi-galaksi dan nebula—kabut gas dan debu bintang—lebih tajam dibanding gambar yang pernah diambil sebelumnya. Hubble juga berhasil menangkap cahaya-cahaya baru yang belum pernah dilihat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Salah satu yang kemudian menjadi perbincangan adalah nebula yang menjadi tempat lahirnya bintang-bintang baru. Nebula berbentuk kupu-kupu ini memancarkan gas dan debu panas yang mengembang menyerupai sayap.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Foto-foto lain yang tak kalah indah adalah drama kosmis tentang kelahiran dan kematian bintang-bintang. Salah satunya memperlihatkan Carina Nebula, tempat kelahiran bintang berjarak 7.500 tahun cahaya. Satu tahun cahaya adalah jarak yang bisa ditempuh cahaya selama setahun atau sekitar 9,6 triliun kilometer. Dalam foto tampak awan kemerahan yang dibombardir radiasi. Saat Hubble menggunakan spektrum cahaya berbeda, awan-awan itu menghilang dan tampaklah bintang-bintang muda berumur sekitar 100.000 tahun.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Foto yang berbeda memperlihatkan ribuan kelompok bintang yang tersebar dalam cahaya putih di antara titik-titik biru yang merupakan bintang panas dan titik-titik merah bintang yang lebih dingin.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Foto-foto Hubble ini diambil dalam galaksi Bima Sakti, kecuali lima galaksi spiral yang difoto dalam satu frame.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan kemampuan barunya, Hubble akan mengarahkan kamera ke ujung terjauh jagat raya dan mengambil foto angkasa beberapa saat setelah Big Bang atau ledakan besar yang diyakini sebagai awal terbentuknya semesta.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Terima kasih kepada: keunikan-dunia.blogspot.com&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
</description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2013/03/kupu-kupu-nampak-di-luar-angkasa.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaRhu3A41Cnvc3RgtaslnUol-C3zS01PPNoxQqyfhkoTxej_tZ0nXs_MbU9_zjJGYFzOZ2IOY9TPSc20hRXS37R6cFvoxYsEmVg3SK955raQr6ofFconskTIN9A1b9vxYzNLXzcDSbEXY/s72-c/hubblePA_450x536.jpg" width="72"/><thr:total>7</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-5766972230900320274</guid><pubDate>Wed, 20 Mar 2013 05:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-31T09:36:35.939+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">hebat</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">luar biasa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sindiran</category><title>Apa Benar Tuhan Ada?</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
(Kisah Nyata)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada?&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none;"&gt;
Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgIV9eDAN6q-mIRqzG0nfoOT1fML6XCOlMH39hntHyC_oppNNFFg5wvB3x62OxS3DPJ4iBN8F2M2gBwy9S1Gl31JZZSGgqt6DXsJK5YKw0aRVgGKhRsqvybRu7sE46InV0avbiokmAw24/s1600/cahaya-tuhan-300x291.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgIV9eDAN6q-mIRqzG0nfoOT1fML6XCOlMH39hntHyC_oppNNFFg5wvB3x62OxS3DPJ4iBN8F2M2gBwy9S1Gl31JZZSGgqt6DXsJK5YKw0aRVgGKhRsqvybRu7sE46InV0avbiokmAw24/s320/cahaya-tuhan-300x291.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="border-bottom: medium none; border-left: medium none; border-right: medium none; border-top: medium none; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut. Profesor itu menjawab,&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata,&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?"&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Tentu saja," jawab si Profesor&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?"&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?"&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya diruangan tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya."&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita melihat setiap hari, Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan."&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah,&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Profesor itu terdiam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&amp;nbsp;Terima kasih kepada: google.co.id&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2013/03/apa-benar-tuhan-ada.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhgIV9eDAN6q-mIRqzG0nfoOT1fML6XCOlMH39hntHyC_oppNNFFg5wvB3x62OxS3DPJ4iBN8F2M2gBwy9S1Gl31JZZSGgqt6DXsJK5YKw0aRVgGKhRsqvybRu7sE46InV0avbiokmAw24/s72-c/cahaya-tuhan-300x291.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-5877180475167255772</guid><pubDate>Sat, 16 Mar 2013 03:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-31T09:36:15.538+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">favorit</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">gaib</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">mengerikan</category><title>6 Arwah Artis Dunia yang Gentayangan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada yang percaya bahwa arwah orang yang meninggal bisa kembali ke dunia karena masih ada urusan yang belum tuntas. Percaya atau tidak, ada &lt;b&gt;enam artis dunia yang dianggap gentayangan setelah wafat&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_6DNaStJM9XaFWXkqriin6U8u1fOdxgnMMHWFhxVsIHc1fzfsOMm77yZB7Q5bV29KncZOtAUEy2PDvVH6W4pdD4NJBYuY2Tp3q0egBx0Wc_K4jvTZhU_ySSdnB6B7Xs6tSxesvnmGWcs/s1600/aneh.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="309" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_6DNaStJM9XaFWXkqriin6U8u1fOdxgnMMHWFhxVsIHc1fzfsOMm77yZB7Q5bV29KncZOtAUEy2PDvVH6W4pdD4NJBYuY2Tp3q0egBx0Wc_K4jvTZhU_ySSdnB6B7Xs6tSxesvnmGWcs/s320/aneh.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span id="goog_1651442924"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1651442925"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Michael Jackson&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Yang paling anyar tentu saja Michael Jackson yang meninggal pada 25 Juni 2009. Arwah King of Pop itu menampakkan diri di koridor rumahnya yang dulu, di Neverland. Penampakan Jacko tertangkap kamera stasiun berita CNN yang tengah melakukan reportase langsung (live) di Neverland, bertajuk ‘Inside Neverland’.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sosok bayangan tersebut bukan hanya diam di tembok, tapi juga berjalan di sepanjang koridor ruangan. Pergerakan bayangan tersebut sangat cepat, dari kiri ke kanan, sebelum akhirnya menghilang begitu saja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Elvis Presley&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Michael Jackson boleh saja menyandang predikat King of Pop. Tapi gelar King of Rock ‘n Roll tetap dipegang oleh Elvis Presley. Kematian Elvis pada Agustus 1977, tak kalah mengharukan dibandingkan Jacko.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Musisi yang wafat dalam usia 42 tahun itu masih kerap kelayapan setiap tahun di rumahnya di Memphis, Graceland. Para pengunjung yang pernah menyaksikan mengatakan, Elvis gentayangan di seluruh bagian rumah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Yang semakin membuat bulu kuduk merinding adalah pengakuan segelintir orang yang melihat arwah Elvis menikahi Marilyn Monroe di kapel Graceland. Bukan cuma itu, arwah penembang Blue Christmas itu juga pernah eksis di sebuah resepsi yang dihelat di Heartbreak Hotel, masih di kawasan Memphis. Penampakan Elvis juga sesekali muncul di Las Vegas Hilton.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Marilyn Monroe&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aktris cantik ini abadi menjadi ikon seksi di abad 20. Marilyn tewas akibat overdosis obat di rumahnya di Brentwood, California, pada 5 Agustus 1962.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah kematiannya, penampakan Marilyn muncul di dua lokasi berbeda, yakni di lokasi pemakaman di Westwood Memorial Cemetery, Los Angeles, serta di Hollywood Roosevelt Hotel.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menurut tamu hotel, arwah Marilyn muncul di cermin kamar. Kebetulan kamar tersebut dahulu sempat ditempati Marilyn saat masih hidup. Kabarnya, cermin tempat aktris berambut pirang itu menampakkan diri kini digantung di lobi hotel, dekat lift.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Jim Morrison&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jim Morrison meninggal di Paris pada 1971. Namun, legenda rock itu kembali ke rumahnya di Amerika Serikat dan muncul di klub malam Viper Room di Los Angeles.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hal tersebut dituturkan musisi Otep Shamaya. “Aku sedang berada di Viper Room. Di klub itu biasanya Jim dan band-nya, Doors, tampil. Tiba-tiba, lampu panggung padam dan Jim muncul! Kami menduga itu kerjaan usil penata cahaya. Tapi mereka membantah,” jelas Shamaya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saat itu, Shamaya dan pengunjung klub menertawakan penampakan Jim karena dipikirnya itu bohongan saja. Namun, petugas penata cahaya meyakinkan bahwa itu benar-benar hantu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Bersamaan dengan itu, terdengar suara laki-laki dekat panggung. Kemudian terdengar lagu Roadhouse Blues milik Doors. Lagu itu diputar sebentar, lalu mati. Diputar lagi, mati lagi. Bisa dipastikan saat itu tak ada orang yang memutar lagu. Kemudian terdengar suara, ‘Kamu kenal Jim Morrison’,” urai Shamaya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah mendengar suara tersebut, Shamaya yakin itu benar-benar Jim Morrison.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Itu memang hantunya. Dia menghantui kami di sana,” kata Shamaya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;James Dean&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
James Dean meninggal di usia yang masih sangat muda, 24 tahun. Aktor berbakat ini tewas dalam kecelakaan lalu lintas ketika mengendarai Porsche, pada 30 September 1955.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah meninggal, Dean betah ‘menetap’ di lokasi dia menemui ajal yakni di rute sepanjang jalan California. Salah satu saksi yang menjadi korban hantu Dean adalah ahli supranatural Monica Pearson. Wanita asal Bridgend, Inggris, itu dihantui selama 40 tahun. Dean akhirnya pergi meninggalkan Monica pada 2004, setelah Monica mengusirnya. Monica mengusir Dean karena suami Monica sering sakit-sakitan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Walau hantu Dean kerap muncul, penampakannya tak pernah menakutkan. Kemunculan Dean dianggap Monica layaknya kunjungan untuk menemui keluarga.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Monica yang kini berusia 65 tahun mengaku kali pertama melihat hantu Dean ketika berusia 12 tahun. Saat itu, Monica kecil sedang membaca buku di kamar tidur.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Aku melihat ke arah jendela dan terbelalak melihat pria itu (Dean) menembus jendela. Rambutnya pirang, bermata biru dan tersenyum lebar. Tangannya dimasukkan ke dalam saku celana. Dia berjalan melalui tempat tidurku dan perlahan menembus dinding,” ujar Monica.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Heath Ledger&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Heath Ledger meninggal pada Januari 2008 karena overdosis obat. Orang yang sering dikunjungi arwah pemeran Joker itu adalah mantan tunangannya, Michelle Williams.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Michelle mengatakan, hampir mati karena kaget ketika kali pertama melihat hantu Ledger datang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saat itu, Michelle sedang tidur di malam hari dan terbangun oleh suara aneh. Dia menyaksikan beberapa perabot bergerak sendiri. Aktris berambut pirang itu juga melihat sosok bayangan yang diyakininya adalah Legder.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada kunjungan Ledger yang kedua, Michelle sudah tak begitu kaget. Dia mendengar suara Ledger berkata, “Maaf, aku tidak bisa menemanimu merawat Matilda”.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebelum Ledger meninggal, dia dan Michelle telah memiliki satu anak perempuan bernama Matilda.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Terima kasih kepada : zona-orang-gila.blogspot.com&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
</description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2013/03/6-arwah-artis-dunia-yang-gentayangan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_6DNaStJM9XaFWXkqriin6U8u1fOdxgnMMHWFhxVsIHc1fzfsOMm77yZB7Q5bV29KncZOtAUEy2PDvVH6W4pdD4NJBYuY2Tp3q0egBx0Wc_K4jvTZhU_ySSdnB6B7Xs6tSxesvnmGWcs/s72-c/aneh.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-8605000297094317560</guid><pubDate>Thu, 28 Feb 2013 09:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-14T08:55:54.895+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">hebat</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">keren</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">unik</category><title>5 SPBU Terunik di Dunia</title><description>&lt;b&gt;1. Tea Pot Gas Station (SPBU berbentuk teko teh)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stasiun Gas Unik ini terletak di kota &lt;b&gt;Lembah Yakima&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Washington&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxQ08sxbRpqUzd62AMNLQ4oDfshMidwPmJl8OaMBoSn20GePQGiulMRCnVYJbQylBXYFy90kvzOx0Cw8feisOMZ2sQlocQ2HzSDRESdV1VO9OKeszxetOlQLRW_6LVXnUg-rkPVsyWbT4/s1600/tea-pot-gas-stations.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ox="true" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxQ08sxbRpqUzd62AMNLQ4oDfshMidwPmJl8OaMBoSn20GePQGiulMRCnVYJbQylBXYFy90kvzOx0Cw8feisOMZ2sQlocQ2HzSDRESdV1VO9OKeszxetOlQLRW_6LVXnUg-rkPVsyWbT4/s320/tea-pot-gas-stations.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1nm_wfI9mOAXObRdMwpi6Q3uXZ6J9WxIX3UpI982a3e672-oVpb6ASlrwY95wL6CkRx1KBqd1zZ0wPw_dSM_Io1BWtXbOHiQSmkC6t2QYMeQApiAAmhjTrM2JVOAUx-oDrh76pxWVMj4/s1600/yakima_teapot.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ox="true" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1nm_wfI9mOAXObRdMwpi6Q3uXZ6J9WxIX3UpI982a3e672-oVpb6ASlrwY95wL6CkRx1KBqd1zZ0wPw_dSM_Io1BWtXbOHiQSmkC6t2QYMeQApiAAmhjTrM2JVOAUx-oDrh76pxWVMj4/s320/yakima_teapot.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Welcome To the City Gas Station (SPBU Sebagai simbol selamat datang ke kota)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah &lt;i&gt;&lt;u&gt;SPBU Trem&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;. Alamat: &lt;b&gt;2901 North Palm Canyon Drive&lt;/b&gt;. Dibangun pada tahun 1963 oleh &lt;b&gt;Frey dan Chambers&lt;/b&gt;, atap yang unik sengaja diciptakan untuk efek dramatis pada batas ke kota. Sebagai simbol "&lt;span style="background-color: #f3f3f3;"&gt;selamat datang ke kota&lt;/span&gt;"...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlQjmwRbvq-gg7sSubcx787miwhG2sgQPikEr7lg8fBGOoMLM9Z3GHfdVG9CG_Ym_dExTVLrhqk4jWCNhq0TO62g5gnGBRjdP2XyTquHuhGnIJybCBuTlW7DtckKhOxRC57OTSQ6T6gR0/s1600/future-garage-415x272.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ox="true" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlQjmwRbvq-gg7sSubcx787miwhG2sgQPikEr7lg8fBGOoMLM9Z3GHfdVG9CG_Ym_dExTVLrhqk4jWCNhq0TO62g5gnGBRjdP2XyTquHuhGnIJybCBuTlW7DtckKhOxRC57OTSQ6T6gR0/s320/future-garage-415x272.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidXwvVJDPydl7VrrQTthE51hSKSljjwZwkRQESvP46A0kL2bEADp9za0AYSfhlrDDkU_TwjifVnX0pSFKeOvcjjAsb56RZ7Oh5f9OLS-1_Mxc9ZDt8uxTqn6ZyZwR5WkXnxmZYId381uo/s1600/welcome-to-the-city-gas-station.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ox="true" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidXwvVJDPydl7VrrQTthE51hSKSljjwZwkRQESvP46A0kL2bEADp9za0AYSfhlrDDkU_TwjifVnX0pSFKeOvcjjAsb56RZ7Oh5f9OLS-1_Mxc9ZDt8uxTqn6ZyZwR5WkXnxmZYId381uo/s320/welcome-to-the-city-gas-station.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Recycled Materials Gas Station (SPBU Dengan Bahan-Bahan daur ulang)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika itu terjadi untuk musim panas di &lt;b&gt;Los Angeles&lt;/b&gt;, Jangan lupa untuk mampir di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Uniknya, pompa ini terbuat dari bahan daur ulang yang ramah lingkungan. Hasil dari bahan daur ulang ini sangat mengejutkan semua kalangan bahkan ada yg sampai tidak percaya kalau ini terbuat dari bahan2 bekas atau daur ulang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgf8Kt7Z-TOYfVEpR2C6ggyaVlcQx2mnSlkYBL-9M-7uqsct9IdmiD-pcVDJfxlMhHt2nH_BdJ0XAWa9kYGRAiapB4zQPA1A2QS-KKJ1nLhdXCfXZogu2xUVQjVHgRCFm065vLoXrb-rzg/s1600/recycled-material-gas-station.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ox="true" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgf8Kt7Z-TOYfVEpR2C6ggyaVlcQx2mnSlkYBL-9M-7uqsct9IdmiD-pcVDJfxlMhHt2nH_BdJ0XAWa9kYGRAiapB4zQPA1A2QS-KKJ1nLhdXCfXZogu2xUVQjVHgRCFm065vLoXrb-rzg/s320/recycled-material-gas-station.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDzjKkmqoaub9HGuN_ZEr15WIqHjoUiBNCcAsYhoC6OZEbUyMMzB1uSwnYYALRdEwpXFkxVzX8TsaERfPsOgYXjQhUmG_jeL1GRT88nonm4TFjmDkLbJgqgdPe2CU_NzGUrVESYQwnXqU/s1600/410w.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ox="true" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDzjKkmqoaub9HGuN_ZEr15WIqHjoUiBNCcAsYhoC6OZEbUyMMzB1uSwnYYALRdEwpXFkxVzX8TsaERfPsOgYXjQhUmG_jeL1GRT88nonm4TFjmDkLbJgqgdPe2CU_NzGUrVESYQwnXqU/s320/410w.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Lax Airpot roof Gas Stations&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Jack Colker&lt;/b&gt; terletak pada &lt;b&gt;96 Uni Crescent Drive Beverly Hills&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;California&lt;/b&gt;. Proyek ini mungkin merupakan kecelakaan yang paling mencengangkan. Segitiga atap gedung ini, awalnya dibangun untuk &lt;b&gt;bandara LAX&lt;/b&gt;. Tapi itu tidak digunakan. Nah dari atap pengangguran, membuat atap pompa bensin. Cukup cerdas ya ..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKAOQi7PzLbZQlaxtAvC1ILSFBm7qu6bKlEMQU8x6tjVICgSGrUe2LaWWjSUwmKMP_LZxaPde0yF1w-nNueEus-sj0sTxRzsgukkYuR1fry8bBpZfKZhw2Zaj8Nk-vQQLyQ5xC0OpPGd8/s1600/Googie+Gas+Station,+Beverly+Hills+%282%29.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ox="true" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKAOQi7PzLbZQlaxtAvC1ILSFBm7qu6bKlEMQU8x6tjVICgSGrUe2LaWWjSUwmKMP_LZxaPde0yF1w-nNueEus-sj0sTxRzsgukkYuR1fry8bBpZfKZhw2Zaj8Nk-vQQLyQ5xC0OpPGd8/s320/Googie+Gas+Station,+Beverly+Hills+%282%29.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfFi9Avs88OZmpJBo7xOoRP7DR_Im3mRBLeE-GEPfYY7BNnZoolQDvzrOqgDtgGRVDOBOxBponYnJ53o57vk1agEDaxb-U8wBRGVB6yNufwEdSXyo8NlCsCM0xFyM4-xXlxDCyqebhJx8/s1600/Lax-Airpot-Gas-Stations.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ox="true" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfFi9Avs88OZmpJBo7xOoRP7DR_Im3mRBLeE-GEPfYY7BNnZoolQDvzrOqgDtgGRVDOBOxBponYnJ53o57vk1agEDaxb-U8wBRGVB6yNufwEdSXyo8NlCsCM0xFyM4-xXlxDCyqebhJx8/s320/Lax-Airpot-Gas-Stations.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Futuristic Gas Station&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa? Biasa? Mungkin .. Tapi apakah anda tahu, perancang membalas &lt;b&gt;Arne Jacobsen&lt;/b&gt; Desain bangunan ini yang terletak di &lt;b&gt;Kopenhagen&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Denmark&lt;/b&gt; pada tahun 1937?&lt;br /&gt;
Semacam lompatan desain...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgL5ExSb3Mg9aWr2pg1sW2tRyw0datysGqdk63EAphncZ8uixNxJUVUEO4629ORgR4AU431LUL1rCrdqCjv4oM147JHJ0NdtpTbNN9E0WIqDN9dRJxmsRO0Y1ffGaIppwzwugBf_xmDwss/s1600/Futuristic-gas-station.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ox="true" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgL5ExSb3Mg9aWr2pg1sW2tRyw0datysGqdk63EAphncZ8uixNxJUVUEO4629ORgR4AU431LUL1rCrdqCjv4oM147JHJ0NdtpTbNN9E0WIqDN9dRJxmsRO0Y1ffGaIppwzwugBf_xmDwss/s320/Futuristic-gas-station.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0CIHzdmqGmyEq7qKrIhmQ-TUTwsY2cvtuqiFTenUhiWSWDdyUPSrkTjy3ZHQKeaNbPZnZiKYZKhK4MrnXNFCVTvYrd6eX4VnmEm9Aeu-plvDuMI6muE7BOmy_KqspHpEzJ0LbcfDcnjk/s1600/6a00e54f9ee9148834010535f5c498970c-800wi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ox="true" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0CIHzdmqGmyEq7qKrIhmQ-TUTwsY2cvtuqiFTenUhiWSWDdyUPSrkTjy3ZHQKeaNbPZnZiKYZKhK4MrnXNFCVTvYrd6eX4VnmEm9Aeu-plvDuMI6muE7BOmy_KqspHpEzJ0LbcfDcnjk/s320/6a00e54f9ee9148834010535f5c498970c-800wi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Terima kasih kepada: uniktapifakta.com&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2013/02/5-spbu-terunik-di-dunia.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhxQ08sxbRpqUzd62AMNLQ4oDfshMidwPmJl8OaMBoSn20GePQGiulMRCnVYJbQylBXYFy90kvzOx0Cw8feisOMZ2sQlocQ2HzSDRESdV1VO9OKeszxetOlQLRW_6LVXnUg-rkPVsyWbT4/s72-c/tea-pot-gas-stations.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-4457132581874895289</guid><pubDate>Sun, 24 Feb 2013 08:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-14T08:56:39.403+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">favorit</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">menarik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">spesial</category><title>Olahraga Terfavorit Para Artis Dunia</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Olahraga Terfavorit Para Artis Dunia&lt;/b&gt; ~ Tubuh indah dapat dimiliki dengan berbagai cara. Operasi plastik merupakan cara paling praktis tanpa mengeluarkan keringat atau bersusah payah dengan diet ketat. Penasaran apa saja olahraga yang dilakukan para selebritas dunia untuk menjaga kebugaran dan bentuk tubuh seksi mereka? Berikut beberapa jenis olahraga yang dilakoni selebritis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-tIHmNr73ckyK_n1p2X3FFEKMrDmbSrG4dQAJLswwEY6vr7J3yHz9LcDtFgYVYA8fPRrrk0QMPuMNtyEecJEyF_6E-G_kITPoAblW1VYafPsx3nz_oKt3rSho_fxUA3rmKYuMN7nPE8k/s1600/100311103344_hollywood_sign_bbc_466.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-tIHmNr73ckyK_n1p2X3FFEKMrDmbSrG4dQAJLswwEY6vr7J3yHz9LcDtFgYVYA8fPRrrk0QMPuMNtyEecJEyF_6E-G_kITPoAblW1VYafPsx3nz_oKt3rSho_fxUA3rmKYuMN7nPE8k/s320/100311103344_hollywood_sign_bbc_466.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kalanetik kegemaran Julia Roberts&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kalanetik memperioritaskan peregangan dan gerakan-gerakan kebugaran. Melakukan gerakan olahraga ini selama 60 menit setara dengan tujuh jam di pusat kebugaran atau 24 jam aerobik. Kalanetik mampu menghilangkan stres dengan latihan gerakan-gerakannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bintang dunia seperti Julia Roberts, bintang "The Matrix" Carrie Anne Moss, Courteney Cox-Arquette, Minnie Driver, pacar Pangeran Charles Camilla Parker-Bowles serta aktris seksi Sharon Stone memilih kalanetik sebagai olahraga favorit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jennifer Lopez dan beladiri&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Si cantik Jennifer Lopez ternyata tak hanya jago menari dan menyanyi. Wanita latin ini mampu melumpuhkan fans yang mengganggu dengan teknik pertahanan Krav Maga. Sistem pertahanan Krav Maga berbeda dibandingkan seni bela dirilainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semua gerakan-gerakannya sederhana dan tidak memerlukan kuda-kuda, meditasi, teknik menyerang serta memiliki trik-trik elegan yang bisa Anda gunakan. Sistem pertahanan diri Krav Maga dibuat menyesuaikan tingkat fitnes. Krav Maga yang berarti pertarungan tangan kosong dalam bahasa Ibrani yang dipergunakan untuk mempertahankan diri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jennifer Lopez menunjukkan kemampuan Krav Maganya dalam film "Falling Down" sebagai seorang istri yang mampu melawan pada suami yang kasar. Latihan gerakan Krav Maga akan memperkuat lengan, kaki dan bokong.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Angelina Jolie dan Kickboxing&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pemeran Lara Croft dalam "Tomb Rider" ini menghabiskan waktu berjam-jam di pusat kebugaran agar dapat melakukan aksi-aksinya. Walhasil, karakter Lara Croft dan Jolie memmiliki keterampilan menggunakan senjata pertahanan tubuh. Dalam pertarungan, dia mampu menahan tendangan sekaligus menghadiahkan bogem kepada lawannya. Wanita perlu mempelajari seni bela diri pria untuk agar memberi kekuatan, semangat, percaya diri, disiplin dan meningkatkan kesehatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kelas Menari Sarah Jessica Parker&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sarah Jessica Parker mengikuti kelas dansa klasik dengan seorang instruktur pribadi. Aktris "Sex and The City" ini mengatakan menari membantunya menjaga bentuk tubuh menjadi lebih feminin, menghaluskan dan mengecilkan ukuran tubuh.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kylie Minogue dan Balet&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selain menyanyi, Kylie Minogue berhasil memperoleh bentuk tubuh penari balet dengan latihan keras. Dari gerakan balet pulalah gerak kucing seksi mampu ia tampilkan dalam berbagai pertunjukkannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berselancar untuk Cameron Diaz&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aktris berambut pirang Cameron Diaz terkenal sering mempertanyakan keefektifan diet dan fitnes. Tapi bukan berarti tubuh idealnya dia dapatkan begitu saja. Aktris satu ini sangat menggilai olahraga selancar dan selalu melakukan hal itu di waktu luangnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Cameron pertama kali bersentuhan dengan ombak saat berperan dalam "Charlie’s Angels II" dan tidak pernah berhenti sejak saat itu. Dia tidak pernah berniat berhenti berselancar meskipun sekali waktu Diaz harus mengalami hidung patah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Catherine Zeta-Jones dan Anggar&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Istri Michael Douglas, Catherine Zeta-Jones memilih anggar sebagai olahraga kegemaran. Aktris satu ini terkesima pada anggar saat berlatih untuk perannya sebagai gadis Meksiko ahli pedang dalam "The Mask of Zorro." Pertarungannya dengan Antonio Banderas merupakan salah satu adegan paling menarik dalam film tersebut. Menurut Jones, Anggar memperkuat koordinasi dan fleksibilitas anggota tubuhnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Madonna dan Yoga&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"The Material Girl" ini memperkuat tubuh dan jiwanya dengan latihan yoga selama bertahun-tahun. Dengan bentuk tubuh idealnya, Madonna sukses mempromosikan Yoga daripada mengumbar kata-kata. Menurut Madonna, Yoga membuat kontrol diri semakin apik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selain Madonna, Gwyneth Paltrow dan penyanyi Sting mengakui melakukan yoga yang juga mengandung unsur fitnes dan aerobik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Terima kasih kepada: kosmo.vivanews.com&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2013/02/olahraga-terfavorit-para-artis-dunia.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-tIHmNr73ckyK_n1p2X3FFEKMrDmbSrG4dQAJLswwEY6vr7J3yHz9LcDtFgYVYA8fPRrrk0QMPuMNtyEecJEyF_6E-G_kITPoAblW1VYafPsx3nz_oKt3rSho_fxUA3rmKYuMN7nPE8k/s72-c/100311103344_hollywood_sign_bbc_466.jpg" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-8397000238714906365</guid><pubDate>Mon, 11 Feb 2013 08:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-14T08:55:04.787+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">aneh</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">menarik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">mengerikan</category><title>Cara Pemakaman Paling Mengerikan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Cara Pemakaman Paling Unik dan Aneh&lt;/b&gt; ~ Dalam banyak budaya di dunia, kematian adalah sesuatu yang sakral sehingga diperlukan sebuah upacara khusus untuk menghormati atau mengenang mereka yang mati. Sepertinya penguburan mayat dan kremasi adalah sebuah ritual kematian yang biasa ditemui. Namun, percayakah anda bahwa ada beberapa budaya membuang mayat, berdansa dengan mayat hingga yang paling mengerikan adalah ritual memakan mayat!…..&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Silahkan mempersiapkan diri sebelum Anda membaca ritual kematian yang tidak biasa di bawah ini:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;10. Pemakaman Dengan Penari Telanjang&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtIwDHgzVblhwozMPmW-gs8y6NFAdh6l6JUh5w2Nh7zRK-7P2lzoliqlotTY1ebE75036wukl0SF0jpCoSbxcsnkezimLd_oCF_T0ppwx6dJpktA5pXFhQhM_Pq0BTNUKQA2e63_HWjVA/s1600/image_thumb.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="242" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtIwDHgzVblhwozMPmW-gs8y6NFAdh6l6JUh5w2Nh7zRK-7P2lzoliqlotTY1ebE75036wukl0SF0jpCoSbxcsnkezimLd_oCF_T0ppwx6dJpktA5pXFhQhM_Pq0BTNUKQA2e63_HWjVA/s320/image_thumb.png" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menghadiri upacara kematian dapat menjadi membosankan, kecuali ada penari telanjang profesional di pemakaman. Di wilayah &lt;b&gt;Donghai China&lt;/b&gt;, pemakaman sebenarnya simbol status. Reputasi orang mati dan kehormatan dianggap berbanding lurus dengan jumlah orang yang menghadiri pemakamannya. Jadi, keluarga menyewa penari telanjang untuk menarik orang banyak. Pihak berwenang Cina telah mulai menindak praktek ini setelah gencarnya media memberitakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;9. Berdansa Dengan Orang Mati&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGJ9YoNCHwY0Q-3tio3baUPO_iYpI30dk24Lvhbx71xQ_pjamGRhNkdEwlbh2-Z90athK9j8hj0VJ1VK9yzreGfPOyFTyck5t3fh72bB11adAEP7niWM7siEOHcINpKWY0uwAEIgZdrIE/s1600/deadcandance.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="273" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGJ9YoNCHwY0Q-3tio3baUPO_iYpI30dk24Lvhbx71xQ_pjamGRhNkdEwlbh2-Z90athK9j8hj0VJ1VK9yzreGfPOyFTyck5t3fh72bB11adAEP7niWM7siEOHcINpKWY0uwAEIgZdrIE/s320/deadcandance.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Percaya atau tidak, orang &lt;i&gt;Malagasi&lt;/i&gt; di &lt;b&gt;Madagaskar&lt;/b&gt; mengeluarkan orang mati dari kubur dan melakukan perayaan bersama mereka. Ritual yang disebut &lt;i&gt;Famadihana&lt;/i&gt; ini meyakini semangat almarhum akan bergabung dengan nenek moyang mereka setelah tubuhnya membusuk. Perayaan yang diiringi dengan tarian-tarian bersama mayat ini diadakan sekali setiap tujuh tahun sekali dan merupakan waktu reuni keluarga bersukacita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;8. Pemakaman Langit&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Iklim keras &lt;b&gt;Tibet&lt;/b&gt; dan tanah berbatu-batu membuat pemakaman di sana terasa mustahil. Jadi, warga Buddha di Tibet sering pergi untuk sebuah ‘pemakaman langit’ di mana tubuh akan cincang, dicampur dengan tepung dan diatur sedemikian rupa agar dimakan oleh burung-burung pemakan bangkai. Mereka percaya bahwa tubuh hanyalah sebuah kapal untuk jiwa dan harus kembali ke alam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;7. Pemakaman Tana Toraja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXGmMj3P4lME4QY7wruhDcMh_fpbAS6Yf146qVY6CGV2wbd7W3SDjrliwWdAwIfG6XJ9_g9KB_NWdfhyphenhyphenLocVWX3sjVJVm44D6cTBAEso8zfgSdTe-3xOYWgxrGEcbcmsNy7T-_bfGor2w/s1600/TanaToraja.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" ox="true" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXGmMj3P4lME4QY7wruhDcMh_fpbAS6Yf146qVY6CGV2wbd7W3SDjrliwWdAwIfG6XJ9_g9KB_NWdfhyphenhyphenLocVWX3sjVJVm44D6cTBAEso8zfgSdTe-3xOYWgxrGEcbcmsNy7T-_bfGor2w/s320/TanaToraja.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pemakaman di wilayah &lt;b&gt;Tana Toraja Indonesia&lt;/b&gt; adalah sebuah ritual agung. Upacara pemakaman disertai dengan musik, tari-tarian dan pesta untuk sejumlah tamu. Dimengerti, kematian di sini adalah sebuah kesempatan mewah dengan harga yang mahal. Jadi, keluarga almarhum diberikan penangguhan, mereka tidak perlu menguburkan tubuh mayat dengan segera. Mereka hanya dapat membungkusnya dan menyimpannya di dalam rumah mereka, sementara mereka menabung untuk biaya pemakaman. Tabungan dapat waktu berminggu-minggu, bulan atau bahkan bertahun-tahun. Sementara waktu itu, mayat diperlakukan sebagai orang sakit dan dimasukkan dalam rutinitas sehari-hari. Sebuah pemakaman yang sebenarnya terjadi ketika keluarga melakukan upacara kematian dan peti mati ditempatkan di kuburan berupa gua atau tergantung di tebing.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;6. Kematian yang mempesona&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Orang-orang sekarang dapat ‘memakai’ orang yang mereka cintai di jari-jari mereka. Sebuah perusahaan Amerika yaitu &lt;i&gt;LifeGem &lt;/i&gt;menawarkan kesempatan bagi mereka yang mati dan dicintai menjadi sebuah berlian sintetik. Proses ini dimulai dengan menangkap karbon dari tubuh pada saat dikremasi dari almarhum. Karbon dari tubuh orang mati ini kemudian diubah menjadi grafit selanjutnya menjalani sebuah proses dengan suhu dan tekanan sangat tinggi untuk mendapatkan kristal mengilap seperti berlian. Harganya berkisar dari $ 3500 sampai $ 20,000 tergantung pada ukuran karat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;5. Peti mati Fantasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jika saja &lt;i&gt;Elvis&lt;/i&gt; meninggal di &lt;b&gt;Teshi&lt;/b&gt; (&lt;b&gt;Ghana&lt;/b&gt;), maka dia akan dikuburkan dalam sebuah peti mati berbentuk gitar. Warga pinggiran &lt;b&gt;Accran&lt;/b&gt; ini mempunyai kebiasaan menguburkan mereka yang mati dalam peti mati fantasi. Peti mati ini mengambarkan profesi almarhum. replika raksasa botol coke, buah-buahan atau ‘gadget’ lainnya akan ditampilkan di ruang pamer peti mati.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;4. Endocannibalisme&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mungkin ini ritual kematian terburuk yang pernah ada. Endocannibalisme adalah praktik di mana orang memakan tubuh orang yang mati. Ide di balik kebiasaan mengerikan ini adalah kepercayaan bahwa dengan memakan tubuh si mati maka sekaligus akan ‘menghisap’ sifat-sifat almarhum untuk asimilasi roh. Beberapa suku di &lt;b&gt;Amerika Selatan&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Australia&lt;/b&gt; dikatakan telah mempraktekkan ritual menyeramkan ini. Tapi banyak akademisi merasa endocannibalisme adalah tuduhan palsu dilemparkan oleh kolonial pada masa awal untuk mendapatkan alasan dominasi politik. Menurut antropolog &lt;i&gt;Napoleon Changon&lt;/i&gt;, komunitas &lt;i&gt;Yanomamo&lt;/i&gt; di Amerika Selatan masih makan abu dan sisa tulang orang yang mati setelah di kremasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;3. Mumifikasi Diri Sendiri&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hal ini membuat ritual menjelang kematian terdengar seperti lelucon. Beberapa biksu Budha yang disebut &lt;i&gt;Sokushinbutsu&lt;/i&gt; di &lt;b&gt;Jepang&lt;/b&gt; tidak hanya melakukan bunuh diri, mereka juga melakukannya dengan cara yang dipercaya menyebabkan mereka menjadi mumi. Proses ini dimulai dengan diet kacang dan buah-buahan dikombinasikan dengan kegiatan fisik yang keras. Penghapusan lemak tubuh tercapai dengan langkah pertama. Langkah kedua melibatkan kehilangan cairan tubuh dan meracuni tubuh mereka untuk mencegah serangan belatung. Ini dicapai dengan mengkonsumsi kulit, akar dan teh beracun selama seribu hari.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada tahap terakhir, biarawan itu akan memasuki sebuah makam batu, duduk dalam posisi lotus dan menunggu kematian. Dia akan membunyikan lonceng setiap hari untuk membiarkan sesama biarawan tahu bahwa dia masih hidup. Dan kemudian ketika lonceng tidak lagi berbunyi, para biarawan akan menyegel makam, menunggu 1000 hari lagi sebelum membukanya untuk memverifikasi mumifikasi itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;2. Puasa Untuk Kematian&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Vimla Devi&lt;/i&gt;, seorang wanita &lt;b&gt;India&lt;/b&gt; melawan kanker, meninggal pada 2006. Penyebab kematian itu bukan kanker tapi puasa selama 13 hari yang disebut &lt;i&gt;santhara&lt;/i&gt;. Ini kematian sukarela dengan puasa yang dipraktekkan oleh Jain, sebuah komunitas yang percaya anti kekerasan terhadap semua makhluk. Santhara biasanya dimulai setelah orang memutuskan bahwa tujuan hidupnya sudah tercapai dan siap untuk pemurnian spiritual. Dikenal ritual yang mirip, yang sering dianggap sebagai bentuk bunuh diri atau euthanasia. Namun, dalam komunitas, santhara menabukan hal ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;1. Exposure&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Zoroastrianisme&lt;/i&gt; percaya bahwa setelah kematian tubuh hanya membuat pencemaran saja. Kremasi atau penguburan dikesampingkan karena mereka beranggapan akan mencemari unsur-unsur sakral seperti api dan bumi. Jadi, mereka melakukan sebuah ritual yang disebut eksposure orang mati. Tubuh almarhum disimpan di menara yang disebut &lt;i&gt;Tower of Silence&lt;/i&gt; dan dibiarkan dimakan oleh burung nasar. Praktek ini sekarang masih dilakukan di anak benua India. Berkurangnya populasi &lt;i&gt;Hering burung pemakan bangkai&lt;/i&gt; di India telah menyebabkan proses ini menjadi mengerikan. Beberapa Foto terakhir, menunjukkan tumpukan mayat semakin membusuk di atas &lt;i&gt;Tower di Mumbai&lt;/i&gt; (&lt;b&gt;India&lt;/b&gt;), dan membangkitkan kontroversi dalam masyarakat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Terima kasih kepada: aneh-ajaib.blogspot.com&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
</description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2013/02/cara-pemakaman-paling-mengerikan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtIwDHgzVblhwozMPmW-gs8y6NFAdh6l6JUh5w2Nh7zRK-7P2lzoliqlotTY1ebE75036wukl0SF0jpCoSbxcsnkezimLd_oCF_T0ppwx6dJpktA5pXFhQhM_Pq0BTNUKQA2e63_HWjVA/s72-c/image_thumb.png" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-3128066407665837796</guid><pubDate>Wed, 06 Feb 2013 04:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-06T12:15:05.140+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akuntansi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kuliah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pelajaran</category><title>Memahami Pentingnya Akuntansi</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sewaktu SMA yang masuk kelas IPA  saya sudah suka dengan pelajaran IPS seperti Sejarah, Manajemen, dan Ekonomi. Tapi saya memandang remeh pelajaran Akuntansi yang kala itu saya anggap tidak lebih dari keterampilan dan kerapian melaksanakan pembukuan. Namun setelah memelajari lebih mendalam tentang dunia akuntansi, ternyata akuntansi merupakan fungsi inti (&lt;i&gt;core function&lt;/i&gt;) dari bisnis selain fungsi utama perusahaan, khususnya bagi perusahaan publik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEN-3piCxphHzBftmDqP5dmpkgbsPbMEDJX3HgvnreBNtTZTjsnqu-djL-whHQKg8mrSsla8VuKreAKshUXxc2q9bO1pknd4k_YNYhk2Pn5FyF9pLO43oHWbrrDBzvo-7zaguhCvJC0LrC/s400/accounting+financial.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Memahami Pentingnya Akuntansi" border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEN-3piCxphHzBftmDqP5dmpkgbsPbMEDJX3HgvnreBNtTZTjsnqu-djL-whHQKg8mrSsla8VuKreAKshUXxc2q9bO1pknd4k_YNYhk2Pn5FyF9pLO43oHWbrrDBzvo-7zaguhCvJC0LrC/s320/accounting+financial.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum &lt;b&gt;memahami pentingnya manfaat akuntansi&lt;/b&gt;, lebih baik anda terlebih dahulu mengetahui &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(klik artikel)&lt;/span&gt; &lt;a href="http://lamanbaca.blogspot.com/2011/05/pengertian-dan-konsep-akuntansi.html"&gt;Pengertian dan Konsep Akuntansi&lt;/a&gt;. &lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Definisi Akuntansi&lt;/b&gt; adalah pencatatan, pengklasifikasian, peringkasan, dan penginterpretasian segala kejadian dan transaksi keuangan untuk memberikan informasi kepada manajemen dan pihak berkepentingan lain yang membutuhkan sebagai dasar untuk mengambil keputusan. Sistem akuntansi adalah masukan atas sistem akuntansi mencangkup dokumen penjualan dan dokumen lainnya lalu dimasukan ke dalam ringkasan laporan keuangan.&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Fungsi utama dari akuntansi&lt;/b&gt; adalah menyediakan informasi (yang secara umum diringkas dalam laporan keuangan) bagi para pengguna (&lt;i&gt;users&lt;/i&gt;) untuk mengambil keputusan yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akuntansi juga merupakan satu-satunya bahasa bisnis utama di pasar modal. Tanpa standar akuntansi yang baik, pasar modal tidak akan pernah berjalan dengan baik pula karena laporan keuangan merupakan produk utama dalam mekanisme pasar modal. Efektivitas dan ketepatan waktu dari informasi keuangan yang transparan yang dapat dibandingkan dan relevan dibutuhkan oleh semua stakeholder (pekerja, &lt;i&gt;suppliers,&lt;/i&gt; &lt;i&gt;customers&lt;/i&gt;, institusi penyedia kredit, bahkan pemerintah). Para &lt;i&gt;stakeholder&lt;/i&gt; ini bukan sekadar ingin mengetahui informasi keuangan dari satu perusahaan saja, melainkan dari banyak perusahaan (jika bisa, mungkin dari semua perusahaan) dari seluruh belahan dunia untuk diperbandingkan satu dengan lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan memahami akuntansi dengan baik, &lt;br /&gt;
1. Anda dapat menyediakan informasi yang akurat sebagai dasar untuk mengambil  keputusan strategis dalam pengembangan usaha.&lt;br /&gt;
2. Anda juga harus memiliki  laporan keuangan yang baik untuk mendapatkan pinjaman modal kerja ke  bank.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Dengan sistem akuntansi yang benar akan mencegah terjadinya bentuk  kesalahan dan kecurangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Pajak anda pun dapat dibayar dengan tertib  dan direncanakan dengan baik&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akuntansi juga tidak melulu diaplikasikan oleh Pemerintahan atau Perusahaan. Pengaturan pemasukan-pengeluaran pribadi dan rumah tangga pun dapat menggunakan Akuntansi. Hal yang saya ingat dari dosen saya adalah ketika beliau mengatakan &lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;"jangan merasa untung kalau masih makan modal (aset)"&lt;/span&gt;. Dengan akuntansi kita dapat membedakan apa yang menjadi aset kita, beban kita, dan milik kita sehingga kita dapat untung dari segi ekonomi dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;
Intinya, akuntansi itu penting dalam mengatur kondisi keuangan di berbagai bidang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Terima kasih kepada : http://blog-akuntansi.blogspot.com/2010/05/pentingnya-akuntansi.html ; http://www.renstrasolusi.co.id/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=51&amp;amp;Itemid=12 ; http://www.google.com/url?sa=t&amp;amp;rct=j&amp;amp;q=&amp;amp;esrc=s&amp;amp;source=web&amp;amp;cd=4&amp;amp;ved=0CE4QFjAD&amp;amp;url=http%3A%2F%2Ftipseasy.wordpress.com%2F2008%2F05%2F02%2Fpentingnya-akuntansi%2F&amp;amp;ei=K9YRUdzmAYjqrQf2i4HYCA&amp;amp;usg=AFQjCNEKOcuVoWxTEVIpr9X9hTwsHiTrZw&amp;amp;sig2=GUl4IM7wNF65JCfQWhp0WQ&amp;amp;bvm=bv.41934586,d.bmk&amp;amp;cad=rja&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Gambar : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEN-3piCxphHzBftmDqP5dmpkgbsPbMEDJX3HgvnreBNtTZTjsnqu-djL-whHQKg8mrSsla8VuKreAKshUXxc2q9bO1pknd4k_YNYhk2Pn5FyF9pLO43oHWbrrDBzvo-7zaguhCvJC0LrC/s400/accounting+financial.JPG&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt; &lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=VhteyjSL0NU%3D&amp;amp;cid=vuHXZxOiCQw%3D&amp;amp;chan=VZdXd8EdjZU%3D&amp;amp;type=12&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2013/02/memahami-pentingnya-akuntansi.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEN-3piCxphHzBftmDqP5dmpkgbsPbMEDJX3HgvnreBNtTZTjsnqu-djL-whHQKg8mrSsla8VuKreAKshUXxc2q9bO1pknd4k_YNYhk2Pn5FyF9pLO43oHWbrrDBzvo-7zaguhCvJC0LrC/s72-c/accounting+financial.JPG" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-3673994922470596440</guid><pubDate>Sat, 02 Feb 2013 00:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-05T09:46:25.469+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akuntansi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kuliah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pelajaran</category><title>Prinsip Akuntansi dan Pelaporan Keuangan nonPemerintah</title><description>&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
A.Prinsip – Prinsip Akuntansi&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;
Arti penting Prinsip Akuntansi : &lt;/h4&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1. Dasar untuk pedoman penentuan perlakuan akuntansi dalam menyusun maupun menginterpretasikan laporan keuangan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2. Pedoman peringkasan dan pengungkapan informasi keuangan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
3. Suatu kesepakatan / aturan main tentang bagaimana laporan keangan disusun agar terjadi komunikasi yang efektif antarra pihak-pihak yang terpisah secara fisik dan fungsional.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.keuanganlsm.com/wp-content/uploads/2012/12/Standar-Pelaporan-Keempat-Audit-Laporan-Keuangan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Prinsip Akuntansi dan Pelaporan Keuangan" border="0" height="266" src="http://www.keuanganlsm.com/wp-content/uploads/2012/12/Standar-Pelaporan-Keempat-Audit-Laporan-Keuangan.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Karakteristik Prinsip Akuntansi&lt;/b&gt;, menurut &lt;b&gt;Paton and Littleton&lt;/b&gt; (P&amp;amp;L) menyarankan agar karakteristik berikut melekat pada seperangkat prinsip akuntansi:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1. Prinsip akuntansi menunjukkan pedoman umum yang lengkap tentang fungsi akuntasi sebagai alat untuk mengungkapkan informasi keuangan suatu perusahaan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2. Prinsip akuntansi tidak harus dikembangkan mengikuti praktik akuntansi yang sedang berjalan karena praktek akuntansi yang sedang berjalan itu sering dilandasi oleh prinsip dan konsep yang dalam beberapa hal saling bertentangan dan secara teoritis tidak konsisten.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
3. Prinsip akuntansi hendakna tidak bertentangan atau mendorong pelangggaran terhadap ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku tetapi penyusunan prinsip akuntansi tidak harus menganut konsep, pengertian, pendekatan, kebijaksanaan dan praktik hukum/yuridis tersebut&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
4. Prinsip akuntansi harus merupakan alat yang praktis di bidang usaha dan keuangan, dapat diandalkan dn relevan untuk memenuhi kebutuhan manajemen, investor, pemerintah dan masyarakat umum.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
5. Prinsip akuntansi harus juga logis dan dikembangkan atas dasar penalaran yang jelas sehingga dapat diterima oleh mereka yang berkepentingan dengan akuntansi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;
Prinsip Akuntansi Berterima Umum (&lt;i&gt;Generally Accepted Accounting Principles&lt;/i&gt;) :&lt;/h4&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seperangkat pedoman resmi dan kebiasaan dunia usaha yang dianggap berlaku dalam lingkungan (negara)  dan waktu tertentu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;1. Prinsip Harga Perolehan (&lt;i&gt;Principle Of Historical Cost&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Harga perolehan adalah pengorbanan ekonomis yang dinyatakan dalam jumlah uang yang diterima atau dibayarkan untuk suatu transaksi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setiap transaksi yang merupakan pembelian aktiva perusahaan dicatat berdasarkan harga perolehannya. Dalam laporan keuangan, harga perolehan aktiva ini akan selalu tampak, sekali pun nilai netto aktiva sudah tidak mencerminkan harga perolehannya lagi disebabkan adanya akumulasi penyusutan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;2. Prinsip Harga Pertukaran (&lt;i&gt;Principle Of  Cost Exchange&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Transaksi keuangan harus di catat sebesar harga pertukaran, yaitu jumlah yang harus diterima atau dibayarkan untuk transaksi tersebut. Akutansi mengasumsikan (Diperhitungkan) bahwa harga uang disetujui pada saat terjadinya suatu transaksi pertukaran ditentukan secara obyektif oleh pihak-pihak yang bersakutan serta didukung oleh bukti-bukti yang dapat diperiksa kelayakannya oleh pihak-pihak yang bebas&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;3. Prinsip Pengakuan Pendapatan (&lt;i&gt;Revenue Recognition Principle&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pendapatan adalah aliran masuk harta-harta (aktiva) yang timbul dari penyerahan barang atau jasa yang dilakukan oleh suatu unit usaha selama suatu periode tertentu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dasar yang digunakan untuk mengukur besarnya pendapatan adalah jumlah kas atau ekuivalennya yang diterima dari transaksi penjualan dengan pihak yang bebas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;4. Prinsip Mempertemukan (&lt;i&gt;Matching Principle&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Yang dimaksud dengan prinsip ini adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan yang timbul karena biaya tersebut. Prinsip ini berguna untuk menentukan besarnya penghasilan bersih setiap periode. Prinsip ini biasanya diterapkan saat kita membuat jurnal penyesuaian. Dengan adanya prinsip ini kita harus menghitung berapa besarnya biaya yang sudah benar-benar menjadi beban kita meskipun belum dikeluarkan, dan berapa besarnya pendapatan yang sudah benar-benar menjadi hak kita meskipun belum kita terima selama periode berjalan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;5. Prinsip Konsistensi (&lt;i&gt;Consistency Principle&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Metode dan prosedur-prosedur yang digunakan dalam proses akuntansi harus diterapkan secara konsisten dari tahun ke tahun. Konsistensi tidak dimaksudkan sebagai larangan penggantian metode, jadi masih dimungkinkan untuk mengadakan perubahan metode yang dipakai. Jika ada penggantian metode, maka selisih yang cukup berarti (material) terhadap laba perusahaan harus dijelaskan dalam laporan keuangan, tergantung dari sifat dan perlakukan terhadap perubahan metode atau prinsip tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;6. Prinsip Pengungkapan Lengkap (&lt;i&gt;Full Disclosure Principle&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Yang dimaksud dengan prinsip ini adalah menyajikan informasi yang lengkap dalam laporan keuangan. Hal ini diperlukan karena melalui laporan keuanganlah kita dapat mengetahui kondisi suatu perusahaan dan mengambil keputusan atas perusahaan tersebut. Apabila informasi yang disajikan tidak lengkap, maka laporan keuangan tersebut bisa menyesatkan para pemakainya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
~Untuk mengetahui &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Prinsip Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah &lt;/b&gt;Klik&lt;/span&gt; di &lt;a href="http://lamanbaca.blogspot.com/2013/01/prinsip-akuntansi-dan-pelaporan.html" target="_blank"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
B. Pelaporan Keuangan &lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Pelaporan Keuangan&lt;/b&gt; adalah : Seluruh upaya dan pemikiran tentang informasi apa yang harus dimasukkan dalam sistem pelaporan, kualitas informasi dan bagaimana cara pengungkapan informasi tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menurut &lt;b&gt;Standar Akuntansi Keuangan&lt;/b&gt; yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen (bahasa Inggris: &lt;i&gt;stewardship&lt;/i&gt;), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;
Tujuan Umum Laporan Keuangan&lt;/h4&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai sumber ekonomi dan kewajiban serta modal suatu perusahaan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam sumber-sumber ekonomi neto  suatu perusahaan yang timbul dari aktivitas-aktivitas usaha dalam tangka memperoleh laba.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- Untuk memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan di dalam mengestimasi potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- Untuk memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam sumber-sumber ekonomi dan kewajiban.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
- Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan keuangan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Terima kasih kepada : http://trz77.blogspot.com/2012/10/prinsip-prinsip-akuntansi-dan-tujuan.html#ixzz2Jh8y1qWd ; http://www.google.com/url?sa=t&amp;amp;rct=j&amp;amp;q=&amp;amp;esrc=s&amp;amp;source=web&amp;amp;cd=7&amp;amp;cad=rja&amp;amp;ved=0CHgQFjAG&amp;amp;url=http%3A%2F%2Faji.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F13172%2FTa2.doc&amp;amp;ei=i1YMUfGMOMnPrQedyYAo&amp;amp;usg=AFQjCNGtXc94OmSPy7VqjP1G9Ju9l8__Ag&amp;amp;sig2=qeEhm-_xeLSXoCIQjF0wAw&amp;amp;bvm=bv.41867550,d.bmk&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;gambar : http://www.google.com/url?sa=i&amp;amp;source=images&amp;amp;cd=&amp;amp;cad=rja&amp;amp;docid=d-6pgfpnnAe5DM&amp;amp;tbnid=SfyYxqF1EfpgtM:&amp;amp;ved=0CAQQjxwwAA&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fkeuanganlsm.com%2Farticle%2Faudit%2Fstandar-pelaporan-pertama-audit-laporan-keuangan%2F&amp;amp;ei=ilcMUYKTEsjmrAe0roHwCA&amp;amp;psig=AFQjCNG_uVexZ_8gHS40wlWsa5sTguytBA&amp;amp;ust=1359849738435091 &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt; &lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=VhteyjSL0NU%3D&amp;amp;cid=vuHXZxOiCQw%3D&amp;amp;chan=VZdXd8EdjZU%3D&amp;amp;type=12&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2013/02/prinsip-akuntansi-dan-pelaporan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-6871257338346280460</guid><pubDate>Thu, 31 Jan 2013 10:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-05T09:45:42.437+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akuntansi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keuangan Publik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pemerintah</category><title>Prinsip Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam &lt;span style="background-color: #ead1dc; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan&lt;/span&gt;, yang dimaksud dengan &lt;b style="color: red;"&gt;Prinsip Akuntansi&lt;/b&gt; dan &lt;a href="http://lamanbaca.blogspot.com/2011/08/tujuan-laporan-keuangan.html" target="_blank"&gt;&lt;b style="color: red;"&gt;Pelaporan Keuangan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; adalah :&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
ketentuan yang dipahami dan ditaati oleh pembuat standar akuntansi dalam menyusun standar, penyelenggara akuntansi dan pelaporan keuangan dalam melakukan kegiatannya, serta pengguna laporan keuangan dalam memahami laporan keuangan yang disajikan. &lt;/blockquote&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengetahui &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;Prinsip Akuntansi dan Pelaporan Keuangan nonPemerintah &lt;/b&gt;Klik&lt;/span&gt; di &lt;a href="http://lamanbaca.blogspot.com/2013/02/prinsip-akuntansi-dan-pelaporan.html" target="_blank"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.bloggerborneo.com/wp-content/uploads/2012/03/Good-Government-300x180.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Prinsip Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah" border="0" height="192" src="http://www.bloggerborneo.com/wp-content/uploads/2012/03/Good-Government-300x180.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Delapan Prinsip&lt;/span&gt; yang digunakan dalam &lt;b&gt;laporan keuangan pemerintah&lt;/b&gt;:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;/h4&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;h4&gt;
1. Basis Akuntansi&lt;/h4&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan pemerintah adalah &lt;span style="color: red;"&gt;basis akrual&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: red;"&gt;untuk pengakuan pendapatan-LO, beban, aset, kewajiban dan ekuitas&lt;/span&gt;.  Dalam hal peraturan perundangan mewajibkan disajikannya laporan keuangan dengan basis kas, maka entitas wajib menyajikan laporan demikian.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Basis akrual untuk LO berarti bahwa &lt;u style="color: #20124d;"&gt;&lt;span style="color: #20124d;"&gt;pendapatan diakui pada &lt;/span&gt;saat hak untuk memperoleh pendapatan telah terpenuhi&lt;/u&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: #20124d;"&gt; walaupun kas belum diterima&lt;/span&gt;&lt;/u&gt; di Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau oleh entitas pelaporan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Contoh pencatatan pendapatan dengan menggunakan basis akrual adalah misalnya pada tanggal  30 September  2011 total tagihan yang belum dibayar oleh pasien rawat inap sebuah RSUD adalah sebesar Rp. 30 juta.  Tagihan tersebut belum dibayar karena pasiennya masih dirawat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan menggunakan basis akrual, maka pendapatan tersebut diakui sebesar Rp. 30 juta meskipun secara tunai uang tersebut belum diterima di rekening kas umum daerah akan tetapi sejumlah uang tersebut sudah menjadi hak bagi RSUD tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jurnal atas transaksi ini adalah:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dr. Piutang yang belum ditagihkan          30.000.000&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Cr. Pendapatan                                                        30.000.000&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
sedangkan pada saat pasien melunasi kewajibannya, maka jurnal transaksinya adalah:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dr. Kas                                               30.000.000&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Cr. Piutang yang belum ditagihkan                               30.000.000&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #666666; text-align: justify;"&gt;
Jika basis yang digunakan basis kas, maka tidak dilakukan pencatatan atas transaksi tersebut, oleh karena pendapatan tersebut belum diterima secara tunai oleh RSUD.  Pencatatan akan dilakukan ketika si pasien telah melunasi seluruh kewajibannya kepada RSUD tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #666666; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #666666; text-align: justify;"&gt;
Jurnal transaksi dengan menggunakan basis kas&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #666666; text-align: justify;"&gt;
Dr. Kas                                            30.000.000&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #666666; text-align: justify;"&gt;
Cr. Pendapatan                                                        30.000.000&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;u style="color: #20124d;"&gt;Beban diakui pada saat kewajiban yang mengakibatkan penurunan nilai kekayaan bersih telah terpenuhi walaupun kas belum dikeluarkan&lt;/u&gt; dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau oleh entitas pelaporan.  Pendapatan seperti bantuan pihak luar/asing dalam bentuk jasa disajikan pula pada LO.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Contoh pencatatan belanja dengan menggunakan basis akrual misalnya pada tanggal 15 agustus 2011 diterima tagihan pembelian bahan laboratorium sebesar Rp. 15 juta.  Akan tetapi pembayaran atas tagihan ini dilakukan pada tanggal 25 Agustus 2011.  Atas transaksi belanja ini, jurnal transaksi yang buat adalah:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dr. Beban Bahan Laboratorium                      15.000.000&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Cr. Utang pemasok                                                     15.000.000&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(jurnal pada saat tagihan diterima)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dr. Utang Pemasok                                       15.000.000&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Cr. Kas                                                                   15.000.000&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;Dalam hal anggaran disusun dan dilaksanakan berdasar basis kas, maka LRA disusun berdasarkan basis kas&lt;/span&gt;, berarti bahwa pendapatan dan penerimaan pembiayaan diakui pada saat kas diterima di Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau oleh entitas pelaporan; serta belanja, transfer dan pengeluaran pembiayaan diakui pada saat kas dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah.  &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun demikian, bilamana &lt;span style="color: #cc0000;"&gt;anggaran disusun dan dilaksanakan berdasarkan basis akrual, maka LRA disusun berdasarkan basis akrual.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Basis akrual untuk &lt;a href="http://lamanbaca.blogspot.com/2013/01/neraca.html" target="_blank"&gt;neraca&lt;/a&gt; berarti bahwa aset, kewajiban, dan ekuitas &lt;span style="color: purple;"&gt;diakui dan dicatat pada saat terjadinya transaksi&lt;/span&gt;, atau pada saat kejadian atau kondisi lingkungan berpengaruh pada keuangan pemerintah, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Contoh basis akrual pada pengakuan aset adalah misalnya Dinas Kesehatan Kab. Bogor membeli sebuah mobil ambulans senilai Rp. 150 juta pada tanggal 13 Juni 2011.  Atas pembelian ini, jurnal transaksinya adalah:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dr. Aset Tetap- Mobil Ambulans                     150.000.000&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Cr. Kas                                                                     150.000.000&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #666666; text-align: justify;"&gt;
Apabila basis transaksi yang dilakukan adalah basis kas, jurnal transaksi atas pembelian mobil ambulans adalah:&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #666666; text-align: justify;"&gt;
Dr. Belanja Modal - Mobil Ambulans               150.000.000&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #666666; text-align: justify;"&gt;
Cr. Kas                                                                      150.000.000&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #666666; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #666666; text-align: justify;"&gt;
serta dilakukan jurnal tambahan untuk mengakui aset tersebut ke dalam neraca&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #666666; text-align: justify;"&gt;
Dr. Aset Tetap - Mobil                                  150.000.000&lt;/div&gt;
&lt;div style="color: #666666; text-align: justify;"&gt;
Cr. Diinvestasikan dalam aset tetap                                150.000.000&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;h4&gt;
2. Nilai Historis (&lt;i&gt;Historical Cost&lt;/i&gt;)&lt;/h4&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aset  dicatat &lt;u&gt;sebesar pengeluaran kas dan setara kas&lt;/u&gt; yang dibayar atau sebesar nilai wajar dari imbalan (&lt;i&gt;consideration&lt;/i&gt;) untuk memperoleh aset tersebut pada saat perolehan. Kewajiban dicatat sebesar jumlah kas dan setara kas yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban dimasa yang akan datang dalam pelaksanaan kegiatan pemerintah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nilai historis lebih dapat diandalkan daripada penilaian yang lain karena lebih obyektif dan dapat diverifikasi.  Dalam hal tidak terdapat nilai historis, dapat digunakan nilai wajar aset atau kewajiban terkait.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/h4&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;h4&gt;
3. Realisasi (&lt;i&gt;Realization&lt;/i&gt;)&lt;/h4&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bagi pemerintah, pendapatan basis kas yang tersedia yang telah diotorasikan melalui anggaran pemerintah suatu periode akuntansi akan digunakan untuk membayar utang dan belanja &lt;u&gt;dalam periode tersebut&lt;/u&gt;.  Mengingat LRA masih merupakan laporan yang wajib disusun, maka pendapatan atau belanja basis kas diakui setelah diotorisasi melalui anggaran dan telah menambah atau mengurangi kas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Prinsip layak temu biaya-pendapatan (&lt;i&gt;matching cost againts revenue principal&lt;/i&gt;) dalam akuntansi peerintah tidak mendapat penekanan sebagaimana di praktekkan pada akuntansi komersial.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;h4&gt;
4. Subtansi Mengungguli Bentuk Formal (&lt;i&gt;Subtance Over Form&lt;/i&gt;)&lt;/h4&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Informasi dimaksudkan untuk menyajikan dengan wajar transaksi serta peristiwa lain yang seharusnya disajikan, maka transaksi atau peristiwa lain tersebut perlu &lt;u&gt;dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi&lt;/u&gt;, dan bukan hanya aspek formalitasnya.  Apabila substansi transaksi atau peristiwa lain tidak konsisten/ berbeda dengan aspek formalitasnya, maka hal tersebut harus diungkapkan dengan jelas dalam Catatan atas Laporan Keuangan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;h4&gt;
5. Periodisitas (&lt;i&gt;Periodicity&lt;/i&gt;)&lt;/h4&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kegiatan akuntansi dan pelaporan keuangan entitas pelaporan perlu dibagi menjadi periode-periode pelaporan sehingga kinerja entitas dapat diukur dan posisi sumber daya yang dimilikinya dapat ditentukan.  &lt;u&gt;Periode utama yang digunakan adalah tahunan&lt;/u&gt;. Namun, periode bulanan, triwulanan, semesteran juga dianjurkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;h4&gt;
6. Konsistensi (&lt;i&gt;consistency&lt;/i&gt;)&lt;/h4&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Perlakuan akuntansi yang sama diterapkan pada kejadian yang serupa dari periode ke periode oleh suatu entitas pelaporan (prinsip konsistensi internal). Hal ini tidak berarti bahwa tidak boleh terjadi perubahan satu metode akuntansi ke  metode akuntansi lainnya.  Metode akuntansi yang dipakai dapat diubah dengan syarat bahwa metode yang baru diterapkan mampu memberikan informasi yang lebih baik dibanding metode lama.  Pengaruh atas perubahan penerapan metode ini diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;h4&gt;
7. Pengungkapan Lengkap (&lt;i&gt;Full Disclosure&lt;/i&gt;)&lt;/h4&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Laporan keuangan menyajikan secara lengkap informasi yang dibutuhkan oleh pengguna.   Informasi yang dibutuhkan oleh pengguna laporan keuangan dapat ditempatkan pada lembar muka (on the face) laporan keuangan atau Catatan atas Laporan Keuangan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;h4&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/h4&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;h4&gt;
8. Penyajian Wajar (&lt;i&gt;Fair Presentation&lt;/i&gt;)&lt;/h4&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Laporan keuangan menyajikan dengan wajar:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Laporan Realisasi Anggaran,&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih,&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Neraca,&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Laporan Operasional,&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Laporan Arus Kas,&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Laporan Perubahan Ekuitas,&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Catatan atas Laporan Keuangan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam rangka penyajian wajar, &lt;u&gt;faktor pertimbangan sehat diperlukan&lt;/u&gt; bagi penyusun laporan keuangan ketika menghadapi ketidakpastian peristiwa, dan keadaan tertentu. Ketidakpastian seperti itu diakui dengan mengungkapkan hakikat serta tingkatnya dengan menggunakan pertimbangan sehat dalam penyusunan laporan keuangan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pertimbangan sehat mengandung unsur kehati-hatian, pada saat melakukan prakiraan dalam kondisi ketidakpastian sehingga aset atau pendapatan tidak dinyatakan terlalu tinggi dan kewajiban dinyatakan tidak terlalu rendah.  Namun demikian, penggunaan pertimbangan sehat tidak memperkenankan misalnya, pembentukkan cadangan tersembunyi, sengaja menetapkan aset atau pendapatan yang terlampau rendah, atau sengaja mencatat kewajiban atau belanja yang terlampau tinggi, sehingga laporan keuangan menjadi tidak netral dan tidak andal.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada awalnya, Pemerintah menetapkan &lt;u&gt;&lt;span style="color: #073763;"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005&lt;/span&gt; tentang &lt;b&gt;Standar Akuntansi Pemerintahan&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;. Standar Akuntansi Pemerintahan tersebut menggunakan &lt;span style="color: #444444;"&gt;basis kas&lt;/span&gt; untuk pengakuan transaksi &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;pendapatan, belanja dan pembiayaan,&lt;/span&gt; dan &lt;span style="background-color: #f3f3f3;"&gt;basis akrual&lt;/span&gt; untuk pengakuan &lt;span style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;aset, kewajiban, dan ekuitas dana&lt;/span&gt;. Keberadaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tersebut hanya bersifat sementara dan sejak tanggal 22 Oktober 2010 telah digantikan dengan &lt;u&gt;&lt;span style="color: #073763;"&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010&lt;/span&gt; tentang &lt;a href="http://lamanbaca.blogspot.com/2011/10/sejarah-standar-akuntansi-keuangan.html" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Standar Akuntansi Pemerintahan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perubahan mendasar dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 adalah adanya &lt;span style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;perubahan dari basis kas menjadi basis akrual&lt;/span&gt; dalam akuntansi pemerintahan. Perubahan ini selain dilakukan untuk memenuhi amanat Undang-undang di bidang Keuangan Negara juga untuk mengikuti penerapan akuntansi pemerintahan di dunia Internasional yang telah mengacu pada Internatonal Public Sector Accounting Standards (IPSAS).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lingkup pengaturan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 meliputi SAP Berbasis Akrual dan SAP Berbasis Kas Menuju Akrual. Sejak ditetapkannya Peraturan Pemerintah ini pada Bulan Oktober 2010, seluruh entitas pelaporan, baik pada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah telah diwajibkan untuk melaksanakan SAP Berbasis Akrual, namun bagi entitas pelaporan yang belum siap menerapkan SAP Berbasis Akrual secara penuh, pada masa transisi ini masih diperkenankan menggunakan SAP Berbasis Kas Menuju Akrual sampai pada tahun 2014.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Terima kasih kepada : http://www.blogakuntansi.com/2012/09/prinsip-akuntansi-dan-pelaporan.html#lcdlIwsSZPzeVVOI.99 ; http://andichairilfurqan.wordpress.com/2012/05/25/standar-akuntansi-pemerintahan-berbasis-akrual/ ; http://www.wikiapbn.org/artikel/Prinsip_Akuntansi_dan_Pelaporan_Keuangan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Gambar : http://www.google.com/url?sa=i&amp;amp;rct=j&amp;amp;q=&amp;amp;esrc=s&amp;amp;source=images&amp;amp;cd=&amp;amp;cad=rja&amp;amp;docid=jNg1SYTKwIH82M&amp;amp;tbnid=btUhctKB3ehBzM:&amp;amp;ved=0CAEQjxw&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.bloggerborneo.com%2Fcategory%2Ffinance&amp;amp;ei=gEsKUcfbIs2ZiQfGxIGABg&amp;amp;bvm=bv.41642243,d.bmk&amp;amp;psig=AFQjCNGu1ZdeEOgJp2Q6qKI1jGR8mWHVdA&amp;amp;ust=1359715520657261 &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt; &lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=VhteyjSL0NU%3D&amp;amp;cid=vuHXZxOiCQw%3D&amp;amp;chan=VZdXd8EdjZU%3D&amp;amp;type=12&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2013/01/prinsip-akuntansi-dan-pelaporan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-1603252683750882084</guid><pubDate>Tue, 29 Jan 2013 01:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-29T08:53:27.263+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akuntansi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keuangan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pelajaran</category><title>Penjelasan Seputar IFRS</title><description>&lt;h3 style="color: black; text-align: justify;"&gt;Pengertian IFRS&lt;b&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlSdesATQ6BhyphenhyphenKunLM8ptLnlNoJyKgD1OU9du8FjeJglFGUv2JueUUtoCU324x33_wOGb9WeRVD2C6PxcS1KANj9Pbi4hpCovEqTOs4FAbBdXWx2ejjvanmHmVi_wecXN6Ttw5Rv-d0tZn/s400/ifrs+world.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Penjelasan Seputar IFRS" border="0" height="186" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlSdesATQ6BhyphenhyphenKunLM8ptLnlNoJyKgD1OU9du8FjeJglFGUv2JueUUtoCU324x33_wOGb9WeRVD2C6PxcS1KANj9Pbi4hpCovEqTOs4FAbBdXWx2ejjvanmHmVi_wecXN6Ttw5Rv-d0tZn/s400/ifrs+world.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;IFRS&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, adalah singkatan dari &lt;i&gt;International Financial Reporting Standard&lt;/i&gt;, merupakan standar akuntansi internasional yang diakui oleh mayoritas perusahaan dan negara di dunia untuk dipakai sebagai standar akuntansi mereka. IFRS diterbitkan oleh &lt;u&gt;&lt;i&gt;International Accounting Standard Board&lt;/i&gt; (IASB)&lt;/u&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
IFRS merupakan penyempurnaan dari IAS (&lt;i&gt;International Accounting Standards&lt;/i&gt;). IAS sendiri disusun oleh empat badan/ organisasi akuntansi utama di dunia, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ø Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ø Komisi Masyarakat Eropa (EC)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ø Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Ø Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;Sejarah IFRS&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;Standar pelaporan keuangan dan standar akuntansi diketahui bersama haruslah standar yang dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat global dan tidak menguntungkan pihak tertentu saja, sehingga diperlukan standar yang sama dan dapat diterima di seluruh dunia. Di tahun 1970 an Inggris, Kanada, US membentuk Accounting International Study Group (AISG). Sedangkan di 1973 sekumpulan organisasi professional akuntansi dari Belanda, Kanada, Australia, Meksiko, Jepang, Prancis dan Selandia Baru membentuk International Accounting Standard Committee (IASC) yang menghasilkan International Accounting Standard (IAS) 2000.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 2000 anggota Badan ini  menyetujui restrukturisasi IASC dan Konstitusi (Anggaran Dasar) baru  IASC dan dibentuk IASC Foundation (IASCF) yang membawahi International Accounting Standard Board (IASB) dan International Financial Reporting Intepretation Committee (IIFRIC). Pada bulan Maret 2001, IASC Trustee mengesahkan Bagian B  Konstitusi baru IASC dan mendirikan sebuah perusahaan nirlaba Delaware,  bernama International Accounting Standards Committee Foundation, untuk  mengawasi IASB. IASB yang baru dibentuk  mengambil alih dari IASC tanggung jawab untuk menetapkan Standar  Akuntansi Internasional. Dalam pertemuan pertama Dewan baru itu  mengadopsi IAS dan SICs yang sudah ada. Kemudian IASB terus melanjutkan  pengembangan standar akuntansi international dengan menyebut standar  baru mereka itu dengan sebutan International Financial Reporting  Standards (IFRS). IASB inilah yang pada akhirnya menerbitkan International Financial Reporting Standards (IFRS) pada 1 April 2001.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;h3&gt;Struktur IFRS&lt;/h3&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt; International Financial Reporting Standards mencakup:&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;* International Financial Reporting Standards (IFRS) – standar yang diterbitkan setelah tahun 2001&lt;br /&gt;
* International Accounting Standards (IAS) – standar yang diterbitkan sebelum tahun 2001&lt;br /&gt;
* Interpretations yang diterbitkan oleh  International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC) –  setelah tahun 2001&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;* Interpretations yang diterbitkan oleh Standing Interpretations Committee (SIC) – sebelum tahun 2001 (&lt;a href="http://www.wikipedia.org/"&gt;www.wikipedia.org&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara garis besar ada &lt;u&gt;empat hal pokok yang diatur dalam standar akuntansi&lt;/u&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Pertama berkaitan dengan definisi elemen laporan keuangan atau informasi lain yang berkaitan. Definisi digunakan dalam standar akuntansi untuk menentukan apakah transaksi tertentu harus dicatat dan dikelompokkan ke dalam aktiva, hutang, modal, pendapatan dan biaya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kedua adalah pengukuran dan penilaian. Pedoman ini digunakan untuk menentukan nilai dari suatu elemen laporan keuangan baik pada saat terjadinya transaksi keuangan maupun pada saat penyajian laporan keuangan (pada tanggal neraca).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketiga yang dimuat dalam standar adalah pengakuan, yaitu kriteria yang digunakan untuk mengakui elemen laporan keuangan sehingga elemen tersebut dapat disajikan dalam laporan keuangan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Keempat adalah penyajian dan pengungkapan laporan keuangan. Komponen keempat ini digunakan untuk menentukan jenis informasi dan bagaimana informasi tersebut disajikan dan diungkapkan dalam laporan keuangan. Suatu informasi dapat disajikan dalam badan laporan (Neraca, Laporan Laba/Rugi) atau berupa penjelasan (notes) yang menyertai laporan keuangan (Chariri, 2009).&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;IFRS statements yang masih berlaku: &lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Tutup'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Buka'; }" style="font-size: 12px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Buka" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;1. IFRS 1 First time Adoption of International Financial Reporting Standards&lt;br /&gt;
2. IFRS 2 Share-based Payment&lt;br /&gt;
3. IFRS 3 Business Combinations&lt;br /&gt;
4. IFRS 4 Insurance Contracts&lt;br /&gt;
5. IFRS 5 Non-current Assets Held for Sale and Discontinued Operations&lt;br /&gt;
6. IFRS 6 Exploration for and Evaluation of Mineral Resources&lt;br /&gt;
7. IFRS 7 Financial Instruments: Disclosures&lt;br /&gt;
8. IFRS 8 Operating Segments&lt;br /&gt;
9. IFRS 1: Presentation of Financial Statements&lt;br /&gt;
10. IFRS 2: Inventories&lt;br /&gt;
11. IFRS 7: Cash Flow Statements&lt;br /&gt;
12. IFRS 8: Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors&lt;br /&gt;
13. IFRS 10: Events After the Balance Sheet Date&lt;br /&gt;
14. IFRS 11: Construction Contracts&lt;br /&gt;
15. IFRS 12: Income Taxes&lt;br /&gt;
16. IFRS 14: Segment Reporting (superseded by IFRS 8 on January 1, 2008)&lt;br /&gt;
17. IFRS 16: Property, Plant and Equipment&lt;br /&gt;
18. IFRS 17: Leases&lt;br /&gt;
19. IFRS 18: Revenue&lt;br /&gt;
20. IFRS 19: Employee Benefits&lt;br /&gt;
21. IFRS 20: Accounting for Government Grants and Disclosure of Government Assistance&lt;br /&gt;
22. IAS 21: The Effects of Changes in Foreign Exchange Rates&lt;br /&gt;
23. IAS 23: Borrowing Costs&lt;br /&gt;
24. IAS 24: Related Party Disclosures&lt;br /&gt;
25. IAS 26: Accounting and Reporting by Retirement Benefit Plans&lt;br /&gt;
26. IAS 27: Consolidated Financial Statements&lt;br /&gt;
27. IAS 28: Investments in Associates&lt;br /&gt;
28. IAS 29: Financial Reporting in Hyperinflationary Economies&lt;br /&gt;
29. IAS 31: Interests in Joint Ventures&lt;br /&gt;
30. IAS 32: Financial Instruments: Presentation (Financial instruments disclosures are in IFRS 7 Financial Instruments: Disclosures, and no longer in IAS 32)&lt;br /&gt;
31. IAS 33: Earnings Per Share&lt;br /&gt;
32. IAS 34: Interim Financial Reporting&lt;br /&gt;
33. IAS 36: Impairment of Assets&lt;br /&gt;
34. IAS 37: Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Assets&lt;br /&gt;
35. IAS 38: Intangible Assets (summary)&lt;br /&gt;
36. IAS 39: Financial Instruments: Recognition and Measurement&lt;br /&gt;
37. IAS 40: Investment Property&lt;br /&gt;
38. IAS 41: Agriculture&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt;&lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;Daftar Interprestasi&lt;input onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = ''; this.innerText = ''; this.value = 'Tutup'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Buka'; }" style="font-size: 12px; margin: 0px; padding: 0px; width: 55px;" type="button" value="Buka" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="alt2" style="border: 1px inset; margin: 0px; padding: 6px;"&gt;&lt;div style="display: none;"&gt;1. Preface to International Financial Reporting Interpretations (Updated to January 2006)&lt;br /&gt;
2. IFRIC 1 Changes in Existing Decommissioning, Restoration and Similar Liabilities (Updated to January 2006)&lt;br /&gt;
3. IFRIC 7 Approach under IAS 29 Financial Reporting in Hyperinflationary Economies (Issued February 2006)&lt;br /&gt;
4. IFRIC 8 Scope of IFRS 2 (Issued February 2006) - has been eliminated with Amendments issued to IFRS 2&lt;br /&gt;
5. IFRIC 9 Reassessment of Embedded Derivatives (Issued April 2006)&lt;br /&gt;
6. IFRIC 10 Interim Financial Reporting and Impairment (Issued November 2006)&lt;br /&gt;
7. IFRIC 11 IFRS 2-Group and Treasury Share Transactions (Issued November 2006) - has been eliminated with Amendments issued to IFRS 2&lt;br /&gt;
8. IFRIC 12 Service Concession Arrangements (Issued November 2006)&lt;br /&gt;
9. IFRIC 13 Customer Loyalty Programmes (Issued in June 2007)&lt;br /&gt;
10. IFRIC 14 IAS 19 – The Limit on a Defined Benefit Asset, Minimum Funding Requirements and their Interaction (issued in July 2007)&lt;br /&gt;
11. IFRIC 15 Agreements for the Construction of Real Estate (issued in July 2008)&lt;br /&gt;
12. IFRIC 16 Hedges of a Net Investment in a Foreign Operation (issued in July 2008)&lt;br /&gt;
13. IFRIC 17 Distributions of Non-cash Assets (issued in November 2008)&lt;br /&gt;
14. IFRIC 18 Transfers of Assets from Customers (issued in January 2009)&lt;br /&gt;
15. SIC 7 Introduction of the Euro (Updated to January 2006)&lt;br /&gt;
16. SIC 10 Government Assistance-No Specific Relation to Operating Activities (Updated to January 2006)&lt;br /&gt;
17. SIC 12 Consolidation-Special Purpose Entities (Updated to January 2006)&lt;br /&gt;
18. SIC 13 Jointly Controlled Entities-Non-Monetary Contributions by Venturers (Updated to January 2006)&lt;br /&gt;
19. SIC 15 Operating Leases-Incentives (Updated to January 2006)&lt;br /&gt;
20. SIC 21 Income Taxes-Recovery of Revalued Non-Depreciable Assets (Updated to January 2006)&lt;br /&gt;
21. SIC 25 Income Taxes-Changes in the Tax Status of an Entity or its Shareholders (Updated to January 2006)&lt;br /&gt;
22. SIC 27 Evaluating the Substance of Transactions Involving the Legal Form of a Lease (Updated to January 2006)&lt;br /&gt;
23. SIC 29 Disclosure-Service Concession Arrangements (Updated to January 2006)&lt;br /&gt;
24. SIC 31 Revenue-Barter Transactions Involving Advertising Services (Updated to January 2006)&lt;br /&gt;
25. SIC 32 Intangible Assets-Web Site Costs (Updated to January 2006)&lt;br /&gt;
26. SIC 33 Consolidation and equity method - Potential voting rights and allocation of ownership interests&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Terima kasih kepada: http://blog-akuntansi.blogspot.com/2010/05/international-financial-reporting.html; http://gemaisgery.blogspot.com/2012/03/pengertian-ifrs-dan-penerapannya.html; http://samuelhasiholan.wordpress.com/2012/03/28/pengerian-dan-dampak-ifrs-di-indonesia/; http://ririn21.blogspot.com/2012/06/sejarah-dan-pengertian-ifrs.html&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt; &lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=VhteyjSL0NU%3D&amp;amp;cid=vuHXZxOiCQw%3D&amp;amp;chan=VZdXd8EdjZU%3D&amp;amp;type=12&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2013/01/penjelasan-seputar-ifrs.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlSdesATQ6BhyphenhyphenKunLM8ptLnlNoJyKgD1OU9du8FjeJglFGUv2JueUUtoCU324x33_wOGb9WeRVD2C6PxcS1KANj9Pbi4hpCovEqTOs4FAbBdXWx2ejjvanmHmVi_wecXN6Ttw5Rv-d0tZn/s72-c/ifrs+world.jpg" width="72"/><thr:total>14</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-6694284948078782169</guid><pubDate>Thu, 24 Jan 2013 02:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-06T10:59:02.207+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Agama</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ide</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><title>Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Maulid Nabi Muhammad SAW&lt;/b&gt;, &lt;i&gt;Maulud Nabi&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Muludan&lt;/i&gt; (bahasa Jawa), مولد النبي‎ (bahasa ArRab) adalah peringatan saat kelahiran Rasulullah Muhammad SAW yang di Indonesia dirayakan setiap tanggal &lt;span style="color: #0b5394;"&gt;12 Rabiul Awal&lt;/span&gt; tahun hijriyah. Maulid yang berasal dari kata Milad sendiri dalan bahasa Arab memang berarti &lt;b&gt;hari lahir&lt;/b&gt;. Tujuan dari peringatan ini dapat dikatakan sebagai penghormatan, mengingat perjuangan, dan usaha bersholawat bagi Muslim yang merayakan kepada Nabi agung mereka.&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://hananhiri.com/wp-content/uploads/2012/04/maulid-nabi-muhammad.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW" border="0" height="300" src="http://hananhiri.com/wp-content/uploads/2012/04/maulid-nabi-muhammad.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat muslim di Indonesia umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan &lt;i&gt;syair Barzanji&lt;/i&gt; dan pengajian. Menurut penanggalan Jawa bulan Rabiul Awal disebut bulan Mulud, dan acara Muludan juga dirayakan dengan perayaan dan permainan &lt;u&gt;gamelan Sekaten&lt;/u&gt;. Selain tradisi yang dilakukan di daerah tertentu ada juga beberapa kegiatan yang dikatakan lebih modern seperti karnaval dan lomba-lomba yang dikaitkan dengan kelahiran Nabi Muhammad pada khususnya atau Islam pada umumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;فَالَّذِينَ آَمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ&lt;/div&gt;"Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Al-A'raf: 157)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Dan demi Zat yang jiwaku berada di tangn-Nya (Demi Allah), tidaklah beriman salah seorang kamu sehingga aku lebih ia cintai daripada diirnya, hartanya, anaknya, dan manusia seluruhnya." (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam al-Shahih disebutkan, Amirul Mukminin Umar bin al-Khathab Radhiyallahu 'Anhu berkata: "Wahai Rasulullah, demi Allah sungguh engkau adalah orang yang paling aku cintai daripada segala sesuatu kecuali diriku." Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda kepadanya, "Tidak, wahai Umar, sehingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri." Lalu Umar berkata, "Wahai Rasulullah, demi Allah sungguh engkau adalah orang yang paling aku cintai daripada segala sesuatu sehingga daripada diriku sendiri." Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyahut, "Sekarang (baru benar) wahai Umar."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah kita bersama tahu bahwa mencintai Rasulullah sebagai Muslim adalah keharusan. Setiap orang yang beriman, memuliakan, menolong, dan mengikutinya akan menjadi orang yang beruntung baik di dunia terlebih di akhirat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun bagaimana sebenarnya sejarah perayaan Maulid Nabi itu sendiri?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rasulullah SAW berdasar hadist tidak melakukan upacara atau seremoni tertentu di hari kelahirannya. Meskipun ada dalil hadits yang menceritakan bahwa  siksaan Abu Lahab di neraka setiap hari Senin diringankan. Hal itu  karena Abu Lahab ikut bergembira ketika mendengar kelahiran  keponakannya, Nabi Muhammad SAW. Meski dia sediri tidak pernah mau  mengakuinya sebagai Nabi. Bahkan ekspresi kegembiraannya  diimplementasikan dengan cara membebaskan budaknya, Tsuwaibah, yang saat  itu memberi kabar kelahiran Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. &lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkara ini dinyatakan dalam sahih Bukhari dalam kitab Nikah. Bahkan Ibnu Katsir juga membicarakannya dalam kitabnya &lt;i&gt;Siratunnabi&lt;/i&gt; jilid 1halaman 124.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syamsuddin Muhammad bin Nasiruddin Ad Dimasyqi menulis dalam kitabnya &lt;i&gt;Mawrid as Sadi fi Mawlid al Hadi &lt;/i&gt;:  “Jika seorang kafir yang memang dijanjikan tempatnya di neraka dan  kekal di dalamnya” (surat Al Lahab ayat 111) diringankan siksa kuburnya  tiap Senin, apalagi dengan hamba Allah yang seluruh hidupnya bergembira  dan bersyukur dengan kehadiran Ahmad dan meninggal dengan menyebut  “Ahad”?&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun begitu tidak ditemukan perayaan khusus selama masa tiga generasi pertama Islam yang disebut sebagai  generasi terbaik umat ini. Sehingga menyebabkan banyak di antara ulama  yang mengingkarinya dan memasukkannya ke dalam bid'ah haram. Motivasi orang-orang yang mula-mula melakukan peringatan maulid Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam -yaitu pengikut mazhab Bathiniyyah- adalah tidak didasari rasa cinta kepada beliau, tapi untuk tujuan politis.&lt;br /&gt;
Pelopor pertama peringatan maulid Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah Bani Ubaid al-Qaddaah atau yang lebih dikenal dengan al-Fathimiyyun atau Bani Fathimiyyah pada pertengahan abad ke empat Hijriyah, setelah berhasil memindahkan dinasti Fathimiyah dari Maroko ke Mesir pada tahun 362 H.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perayaan maulid diadakan untuk menarik simpati masyarakat yang mayoritasnya berada dalam kondisi ekonomi yang sangat terpuruk untuk mendukung kekuasaannya dan masuk ke dalam mazhab bathiniyahnya yang sangat menyimpang dari akidah, bahkan bertentangan dengan Islam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pakar sejarah yang bernama Al Maqrizy menjelaskan bahwa begitu banyak perayaan yang dilakukan oleh Fatimiyyun dalam setahun. Dan beliau menyebutkan kurang lebih 25 perayaan yang rutin dilakukan setiap tahun dalam masa kekuasaannya, termasuk di antaranya adalah peringatan maulid Nabi. Tidak hanya perayaan-perayaan Islam tapi lebih parah lagi, mereka juga mengadakan peringatan hari raya orang-orang Majusi dan Nashrani yaitu hari Nauruz (tahun baru Persia), hari Al Ghottos, hari Milad (Natal), dan hari Khamisul ‘Adas (perayaan tiga hari sebelum Paskah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Versi lain menyebut peringatan Maulid Nabi dirintis oleh Abu Said al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Adapula yang berpendapat bahwa idenya justru berasal dari Sultan Salahuddin sendiri. Kali ini tujuannya adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu, yang sedang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam upaya memperebutkan kota Yerusalem dan sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well, inilah sejarah (bukan hikayah) asal muasal terselenggaranya Perayaan Maulid Nabi SAW. Ada yang berpendapat bid`ah haram karena tidak sesuai syariah yang dilakukan Nabi dan generasi terbaik. Ada juga yang menyebutkan bid`ah hasanah atau inovasi yang baik karena dapat lebih mengenang Rasulullah dan mengisi hari dengan kegiatan positif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;So What&lt;/i&gt;? &lt;u&gt;Kalau menurut saya&lt;/u&gt; orang yang memegang pakem &lt;i&gt;strict&lt;/i&gt; terhadap bid`ah haram harusnya lebih sering menyelenggarakan kegiatan keagamaan sesuai syariah yang dapat meningkatkan keimanan. Khususnya untuk lebih mengenalkan anak-anak kepada Rasulullah. Karena ilmu agama dari sekolah (apalagi sekolah umum, terlebih sekolah internasional) saya yakin amat sangat kurang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlu kita sadari karena kurikulum dan sekolah di Indonesia (yang mungkin ada juga yang menyebutnya sebagai bid`ah) tidaklah berorientasi pada moral, apalagi agama, tapi pada standar kelulusan. Banyak generasi muda sudah tidak menganggap pengajian yang mereka anggap dengan metode kuno itu menarik untuk dikunjungi. Sementara itu tidak ada pihak-pihak yang mewajibkan mereka untuk mengikuti pengajian dan semacamnya. Jadi kalau kegiatan berdasar syariah itu belum terdengar masyarakat, perayaan Maulid Nabi dapat digunakan setidaknya sebagai pengingat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun jika orang-orang yang memegang pakem &lt;i&gt;strict&lt;/i&gt; ini tidak peduli pada hal demikian dengan dasar "kita hanya wajib mengingatkan, memberi hidayah itu hak Allah!" atau tidak melakukan inovasi karena inovasi adalah bid`ah, bid`ah adalah kesesatan, dan kesesatan tempatnya di neraka; maka beginilah hasilnya. Apa? Anda lebih dapat memahami jika melihat kondisi generasi muda era sekarang, apalagi masa muda di masa depan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;And what&lt;/i&gt;? &lt;u&gt;Kalau menurut saya&lt;/u&gt; di lain pihak yaitu bagi orang yang meletakkan perintah Rasulullah SAW di belakang &lt;i&gt;excuses &lt;/i&gt;seperti demi kebaikan bersama; toh ulama yang lebih berilmu terdahulu juga melakukannya; atau ini kan juga kegiatan yang positif; dsb. maka berhati-hatilah. Ingatlah bahwa seorang Muslim harus meletakkan Al Quran dan Hadist sebagai dasar dari apa yang dilakukan, fatwa dan inovasi akan hal itu tidak boleh terlepas dari keduanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;And then&lt;/i&gt;, Mari bersatu kawan! Umat ini telah bersatu dengan sama-sama memegang Al Quran dan As Sunnah, namun akan pecah dengan pemahaman yang berbeda-beda akan keduanya. &lt;span style="background-color: #999999; color: purple;"&gt;Kenapa kita bersusah payah melakukan apa yang &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;b style="background-color: #999999; color: purple;"&gt;Rasulullah&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="background-color: #999999; color: purple;"&gt;&lt;u&gt; lakukan&lt;/u&gt;? Padahal kita telah diwajibkan mengikuti apa yang Rasulullah &lt;u&gt;ajarkan kepada &lt;b&gt;umat&lt;/b&gt;nya&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;. Itulah pendapat saya mengenai hal ini, jauh dari sempurna, sangat mungkin salah apalagi kurang, jadi silakan nasihati saya atas apa yang saya tulis ini. Terima kasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Terima kasih kepada : http://id.wikipedia.org/wiki/Maulid_Nabi_Muhammad; http://www.fimadani.com/hukum-merayakan-maulid-nabi-muhammad/; http://www.voa-islam.com/islamia/tsaqofah/2012/02/07/17649/sejarah-peringatan-maulid-nabi-shallallahu-alaihi-wasallam/&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;gambar : http://hananhiri.com/maulid-nabi-muhammad.html&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=VhteyjSL0NU%3D&amp;amp;cid=vuHXZxOiCQw%3D&amp;amp;chan=VZdXd8EdjZU%3D&amp;amp;type=12&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;</description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2013/01/sejarah-maulid-nabi-muhammad-saw.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-265104258474388626</guid><pubDate>Tue, 22 Jan 2013 01:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-23T09:20:24.243+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akuntansi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Keuangan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pelajaran</category><title>Neraca</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam teori dan praktik akuntansi yang berkembang saat ini hampir tidak mungkin tidak dikenal &lt;b&gt;Neraca&lt;/b&gt;, atau dalam bahasa Inggris disebut &lt;i&gt;Balance Sheets&lt;/i&gt;, atau &lt;i&gt;Statement of Financial Position&lt;/i&gt; menurut IFRS. Neraca adalah salah satu bentuk laporan keuangan yang paling utama yang wajib disajikan oleh suatu entitas akuntansi/ entitas pelaporan keuangan, yang merupakan  perwujudan dari keadaan suatu perusahaan itu sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://kopsissmandaka.files.wordpress.com/2009/04/neraca-0903313.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Contoh Neraca" border="0" height="231" src="http://kopsissmandaka.files.wordpress.com/2009/04/neraca-0903313.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menurut wikipedia:&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi_keuangan" title="Akuntansi keuangan"&gt;akuntansi keuangan&lt;/a&gt;, &lt;b&gt;Neraca&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;laporan posisi keuangan&lt;/b&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris" title="Bahasa Inggris"&gt;bahasa Inggris&lt;/a&gt;: &lt;i&gt;balance sheet&lt;/i&gt; atau &lt;i&gt;statement of financial position&lt;/i&gt;) adalah bagian dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laporan_keuangan" title="Laporan keuangan"&gt;laporan keuangan&lt;/a&gt; suatu entitas yang dihasilkan pada suatu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Periode_akuntansi" title="Periode akuntansi"&gt;periode akuntansi&lt;/a&gt; yang menunjukkan posisi keuangan entitas tersebut pada akhir periode tersebut. Neraca terdiri dari tiga unsur, yaitu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aset" title="Aset"&gt;aset&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Liabilitas" title="Liabilitas"&gt;liabilitas&lt;/a&gt;, dan &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekuitas" title="Ekuitas"&gt;ekuitas&lt;/a&gt; yang dihubungkan dengan persamaan akuntansi berikut:&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;blockquote&gt;
&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Aset" title="Aset"&gt;aset&lt;/a&gt; = &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Liabilitas" title="Liabilitas"&gt;liabilitas&lt;/a&gt; + &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekuitas" title="Ekuitas"&gt;ekuitas&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Pernyataan standar keuangan&lt;/h3&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1 yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia disebutkan di dalam neraca:&lt;/div&gt;
&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;Perusahaan menyajikan aset lancar terpisah dari aset tidak lancar dan kewajiban jangka pendek terpisah dari kewajiban jangka panjang kecuali untuk industri tertentu diatur dalam PSAK khusus. Aset lancar disajikan menurut urutan likuiditas sedangkan kewajiban disajikan menurut urutan jatuh tempo.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perusahaan harus mengungkapkan informasi jumlah setiap aset yang akan diterima dan kewajiban yang dibayarkan sebelum dan sesudah dua belas bulan dari tanggal neraca.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apabila perusahaan menyediakan barang atau jasa dalam siklus operasi perusahaan yang dapat diidentifikasi dengan jelas, maka klasifikasi aset lancar dan tidak lancar serta kewajiban jangka pendek dan jangka panjang dalam neraca memberikan informasi yang bermanfaat dengan membedakan aset bersih sebagai modal kerja dengan aset yang digunakan untuk operasi jangka panjang.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="font-weight: normal;"&gt;
&lt;b&gt;Analisis Neraca&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;
Sebagai laporan keuangan, Neraca dapat digunakan untuk menghitung rasio keuangan. Di antaranya :&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Hubungan antar angka-angka pada neraca &lt;/b&gt;(likuiditas, tingkat keuangan keseluruhan, bauran aktiva, dll.)&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Hubungan antara angka-angka pada neraca dengan angka-angka pada rugi-laba&lt;/b&gt; (efisiensi&lt;b&gt; &lt;/b&gt;perputaran aktiva, profitibilitas keseluruhan, dll.)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Berbagai perumusan dalam menghitung rasio keuangan lebih lengkap tersaji di posting berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Keterbatasan Neraca&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Neraca memang dibuat untuk menunjukkan kondisi/ posisi keuangan pada suatu tanggal pelaporan, biasanya 31 Desember tahun terlapor. Namun kenyataannya neraca memiliki kekurang yaitu tidak mencerminkan keadaan atau nilai perusahaan sebenarnya. Maksudnya nilai tertulis yang muncul di neraca kebanyakan berupa perhitungan akuntansi berdasar estimasi (sesuai prinsip akuntansi dan standar yang berlaku) yang digunakan entitas pelapor. &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Bentuk dan Penyusunan Neraca&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tidak ada &lt;u&gt;standar baku&lt;/u&gt; dalam penyusunan Neraca namun yang digunakan adalah &lt;u&gt;standar umum&lt;/u&gt;. Biasanya dikelompokkan sesuai aktiva, kewajiban, dan ekuitas secara berurutan. Di dalam setiap kelompok tersebut terdapat sub kelompok dan akun yang diurutkan berdasar likuiditasnya, semakin likuid diletakkan paling awal. &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Untuk contoh silakan mencari di google maka anda akan menemukan banyak neraca yang sesungguhnya&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Secara teknis urutan penyusunan Neraca adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;
1. Menuliskan nama perusahaan.&lt;br /&gt;
2. Menuliskan jenis laporan, dalam hal ini Neraca.&lt;br /&gt;
3. Menuliskan saat keadaan keuangan perusahaan itu dilaporkan, misalnya tanggal, bulan dan tahun tertentu.&lt;br /&gt;
4. Menyajikan aktiva, kewajiban dan modal disusun sesuai dengan ketentuan, dan prinsip-prinsip akuntansi Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyusunan Neraca dapat dilakukan dalam 2 cara:&lt;br /&gt;
1. Bentuk laporan (Staffel)&lt;br /&gt;
2. Bentuk Scontro&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber penyusunan Neraca diambil dari kertas kerja lajur Neraca dengan ketentuan sebagai berikut:&lt;br /&gt;
a. untuk aktiva berada di lajur Neraca sebelah debet.&lt;br /&gt;
b. untuk kewajiban datanya di lajur Neraca sebelah kredit.&lt;br /&gt;
c. untuk modal diambil dari modal akhir hasil laporan perubahan modal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;gambar : http://kopsissmandaka.wordpress.com/2011/01/02/2010-in-review/&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; </description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2013/01/neraca.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-6046039807315611259</guid><pubDate>Sun, 13 Jan 2013 02:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-13T09:47:49.914+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Agama</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">mengerikan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">misteri</category><title>Protokol Zionisme</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;*Catatan ini hanya arsip yang saya dapatkan, dari sumber: &lt;a href="http://alizaka.blogspot.com/2011/10/agenda-zionis-dalam-protokol-zion.html" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://alizaka.blogspot.com/2011/10/agenda-zionis-dalam-protokol-zion.html&lt;/a&gt; dan sama sekali bukan tulisan saya (selain cetak miring di antara * ini). Hal ini saya share semata-mata untuk terus mengingatkan diri sendiri khususnya dan sedapat mungkin orang lain tentang bahaya 'mereka' jika tanpa kewaspadaan yang tinggi tentangnya. Saya tidak menjamin ini merupakan &lt;b&gt;protokol Zionis sesungguhnya&lt;/b&gt;. Tetapi hampir semuanya telah terjadi di dunia sekarang ini sehingga semisal ternyata protokol ini hanya yang abal-abal, semoga tetap dapat kita gunakann sebagai pelajaran untuk menghindarinya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Catatan ini memang sangat panjang. Apabila anda tidak mau membacanya karena punya alasan kuat atau memiliki solusi lain tentu saya persilakan. Namun, bagi anda yang tidak mau membaca karena tidak peduli atau apatis, celakalah anda karena berarti proyek protokol (yang entah asli atau tidak) ini telah mempengaruhi diri anda.*&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.thejerusalemconnection.us/columns/wp-content/uploads/2009/11/Zionism2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Protokol Zionisme" border="0" src="http://www.thejerusalemconnection.us/columns/wp-content/uploads/2009/11/Zionism2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Rencana Jangka Panjang Zionisme Internasional Untuk Menghancurkan Ummat Kristen dan Ummat Muslim se Dunia “Protocols of Zion” yang sudah lama menjadi ‘kitab suci” Zionisme Internasional, selama ini dipahami sebagai sumber inspirasi kaum Yahudi untuk menata dunia sesuai dengan keinginannya, yaitu Dunia yang pada akhirnya hanya beragama satu, agama Yahudi. Inti ajaran agama Yahudi adalah pemujaan materi atau dikenal dengan istilah materialisme. Protokol itu pertama kalinya dibuat tahun 1895 di Basel-Swiss oleh pemimpin Zionis saat itu, Theodore Hertzel. Dokumen itu berisi 24 pasal (24 protocols). Tadinya sangat dirahasiakan sekali, tapi kemudian bocor dan sampai ke tangan pendeta orthodox Rusia, Sergey Nylos, yang menterjemahkan ke dalam bahasa Rusia pada tahun 1921. Seorang wartawan Inggris,Victor E Mersden, kemudian menterjemahkannya kembali kedalam bahasa Inggris dengan judul “The Protocols of The Learned Elders of Zion” pada tahun 1917. Berikut terjemahannya dalam versi Indonesianya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
catatan: tulisan dalam kurung adalah penafsiran penulis, bila dianggap rancu oleh pembaca, boleh diabaikan saja. Terima kasih.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 1:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semboyan kita (kita disini maksudnya: zionisme/warga yahudi se dunia, pen) hanya ingin mencapai tujuan dengan kekuatan militer, kecanggihan teknologi perang, dan memasyarakatkan hidup bersenang-senang mengejar popularitas. Pandangan hidup kita hanyalah mampu menindas terlebih dahulu, kemudian bertanggung-jawab dalam suatu persoalan, atau berbuat jahat dan memasang jerat halus demi kepentingan kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita pembuka jalan falsafah kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan yang menjadi topik aktual sepanjang masa (kini falsafah itu dikenal dengan istilah ‘demokrasi’, pen). Mereka yang menjunjung falsafah itu sebenarnya belum berfikir secara matang dan dewasa. Falsafah itu sebenarnya tidak bernilai, dan banyak masyarakat kaum awam yang terkecoh, dan tidak menyadari bahwa pengertian falsafah itu sebenarnya masih rancu dan diliputi oleh awan gelap.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kata-kata itu telah diulang berkali-kali, dan mereka tertarik dengannya padahal telah menghancurkan kemakmuran dunia dan kebebasan perorangan yang sesungguhnya. Orang-orang non-yahudi yang dianggap sebagai orang pandai dan berfikiran cerdas tidak memahami simbolisme yang terkandung dalam kata-kata yang diucapkannya itu; demikian pula mereka tidak melihat pertentangan yang terkandung di dalamnya, dan tidak pula menyadari bahkan dialam bebas tidak terdapat arti kata persamaan dalam bentuk apapun juga.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Slogan kita berupa kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan yang kita kumandangkan hanyalah jerat halus untuk menangkap mangsa dan sebagai sarana yang dapat menarik orang mendukung perjuangan kita dari seluruh pelosok dunia. Falsafah itu mampu membingungkan para pemimpin Kristen. Pada suatu saat falsafah itu mampu mematahkan tangga dan merontokkan persatuan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari sisi lain, falsafah itu akan menggulingkan kubu-kubu bangsawan non-Yahudi, yaitu kubu yang dipakai tempat perlindungan masyarakat yang hidup diatas planet bumi ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 2:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita harus berusaha sekuat tenaga agar pertempuran yang terjadi antara dua negara tidak menjalar ke negara lain. Sehingga peperangan itu masih bisa dikendalikan, agar pihak kita dapat menguasai.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Disamping itu pihak yang bertempur selalu membutuhkan bantuan dari kita. Kita harus mengangkat orang yang tidak berpengalaman luas dalam pemerintahan, agar mudah diatur untuk diarahkan ke tujuan tertentu. Kita membutuhkan publik opini melalui surat-surat kabar kepada orang-orang non-Yahudi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ideologi kita kini telah berhasil dengan gemilang. Kemenangan ideologi kita melalui otak Darwin, Karl Marx, Adam Smith dan Nitche. Pandangan pikiran mereka mampu menggoyahkan ketenagaan masyarakat dunia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bagi orang yang tak menjalankan ajaran agama, ideologi semacam ini mudah diterima. Surat kabar sebagai senjata utama, kini berada ditangan kita. Walaupun demikian kita harus bergerak di bawah tanah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita harus mempertajam ketegangan pemerintah dengan rakyat. Agar wibawa pemerintah menjadi lemah dan rakyat pun tidak memiliki daya untuk bertindak, Kemudian kita akan mudah menguasai keduanya sesuai dengan tujuan kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 3:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kini beban kita tinggal menerobos terowongan yang pendek, setelah itu daerah yang dikuasai oleh ular (lambang ‘Free Masonry’, organisasi bawah tanah dari gerakan Zionisme Internasional, pen) akan kita kunci. Bila sudah dikunci, berarti semua benua eropa akan tergenggam dalam tangan kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita harus mempertajam ketegangan pemerintah dengan rakyat. Agar wibawa pemerintah menjadi lemah dan rakyat pun tidak memiliki daya untuk bertindak, Kemudian kita akan mudah menguasai keduanya sesuai dengan tujuan kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita harus mampu memberikan semangat agar para aktifis partai saling berebut kursi pemerintahan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita harus mampu memberikan nasihat kepada kaum buruh dan pekerja seakan-akan memperoleh prioritas yang memuaskan dari kebijaksanaan dan undang-undang yang tertulis diatas kertas. Padahal tulisan itu hanyalah kebohongan belaka. Dengan demikian agen-agen Yahudi akan kita kirim untuk mengatur roda perusahaan sesuai tujuan kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita harus mampu meningkatkan rasa benci dan dengki di kalangan buruh untuk meledakkan kemelut perekonomian dunia. Sarana yang tepat untuk menciptakan situasi seperti itu adalah emas yang telah kita genggam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita harus mampu menanamkan rasa benci di hati kaum buruh agar tetap bermusuhan dengan orang kaya sejak kecil.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk merealisir program itu, kita tidak akan terbentur oleh bahaya, lantaran masyarakat Kristen yang sudah lemah akan mudah dikuasai, terutama menguasai pemerintah yang akan membinasakan Yahudi dari muka bumi ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 4:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Gerakan ‘ Free Masonry’ akan melaksanakan tujuan-tujuan kita ini, dan sebagai penghalang bagi siapa saja yang akan membongkar program kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Gerakan ‘Free Masonry’ akan mampu menghapus keyakinan bertuhan di tengah masyarakat Kristen, dan diganti dengan teori matematika dan teori relativitas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita harus berani mengarahkan orang-orang Kristen agar pikirannya hanya ke arah persaingan ekonomi dan industri. Situasi seperti itu diupayakan semakin tajam, agar terwujud masyarakat yang individualistis. Sehingga mereka akan apatis terhadap perjalanan politik, agama dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Mereka hanya mengurus tenaga dan memeras otak demi mendapatkan harta. Dengan demikian mereka bergelimang dengan kehidupan materialisme dan mengabaikan ajaran-ajaran agama (kini giliran orang-orang muslim karena orang-orang kristen sudah ditaklukkan, pen).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Paham Liberal harus kita sebarkan ke seluruh dunia agar pengertian mengenai arti kebebasan (liberal) itu benar-benar menimbulkan dis-integrasi dan menghancurkan masyarakat non-Yahudi. Maka industri harus dilandaskan atas dasar yang bersifat spekulatif.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROTOCLOS KE 5:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita harus mencemarkan nama pendeta dan ulama. Agar keduanya dipandang hina oleh gelandangan dipinggir jalan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada suatu langkah yang mampu membikin opini umum, yaitu kita harus mengajukan berbagai pandangan yang dapat menggoyahkan keyakinan-keyakinan sebelumnya yang sudah tertanam di hati dan pikiran masyarakat. Kalau usaha ini belum mendapatkan perhatian, maka masyarakat harus diberikan pandangan lagi yang secara sosial dapat diterima.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan cara ini, keyakinan lama yang sudah tertanam di hati manusia akan tergoyahkan, dan pada akhirnya akan tumbang, lantaran terdepak oleh perkembangan zaman. Pada akhirnya pendapat dan pandangan yang tidak searah dengan tujuan Yahudi (yaitu menjadikan ummat manusia hanya memuja materi, pen) akan musnah, dan di dunia akan jatuh ke dalam perangkap kesesatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita harus mampu membuka jalan agar kebobrokan mental manusia semakin bertambah, dan adat-istiadat porak-poranda. Dengan demikian perpecahan antar kelompok masyarakat akan terjadi dimana saja. Segala kekuatan yang melawan yahudi akan lenyap. Segala semangat akan luntur. Akhirnya faktor yang memberikan kemenangan kepada pihak kita akan nampak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita harus mengendalikan masyarakat Kristen dalam kondisi yang semakin rumit dan norma-norma sudah tidak dijunjung tinggi oleh masyarakat. Setelah itu mereka akan meminta kita memimpin dalam memasuki gerakan dunia. Bila posisi ini sudah kita raih, maka seluruh kekuatan pemerintah di dunia akan mudah diarahkan. Dari sini akan terwujud pemerintahan Internasional tertinggi yyang kekuasaannya meliputi seluruh dunia. Lembaga ini secara fungsional mempunyai peraturan yang berwibawa dan dipatuhi oleh seluruh umat manusia di dunia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita harus mampu membuka jalan agar kebobrokan mental manusia semakin bertambah, dan adat-istiadat porak-poranda. Dengan demikian perpecahan antar kelompok masyarakat akan terjadi dimana saja. Segala kekuatan yang melawan yahudi akan lenyap. Segala semangat akan luntur. Akhirnya faktor yang memberikan kemenangan kepada pihak kita akan nampak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOL KE 6:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita harus mampu mengatur penimbunan kekayaan yang amat besar yang dimiliki oleh orang-orang non-yahudi. Administrasinya harus dapat mengikis habis kekayaan itu secara berangsur-angsur. Kita harus menggunakan segala cara agar Lembaga pemerintah Internasional (semacam PBB, IMF, World Bank sekarang ini, pen) memiliki daya polularitas yang tinggi, sehingga dikenal oleh seluruh umat manusia yang hidup di dunia ini. Diusahakan agar bangsa yang patuh kepada lembaga ini merasa memperoleh perlindungan yang terjunjung tinggi harkat bangsanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kini segala keningratan non-Yahudi telah punah, tinggal sektor pertanian. Walaupun begitu sektor pertanian tidak boleh diabaikan. Sebab tuan tanah sendiri bisa hidup merdeka dari genggaman kita. Oleh karena itu, kita harus berjuang untuk membebaskan tanah itu dari miliknya. Barangkali cara yang tepat adalah pajak dan biaya pengolahan tanah pertanian harus menanjak. Dengan demikian, tuan tanah akan berfikir seribu kali untuk menanam lagi. Jika situasi seperti itu berjalan terus, maka mereka akan segera menjual tanah itu. Kita harus berani memberikan semangat kepada masyarakat agar senang berfoya-foya dan malas. Tindakan ini akan mengakibatkan kebangkrutan bagi perusahaan dan pabrik non-Yahudi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita harus membentuk persaingan tajam dalam perdagangan (ciri utama ekonomi Liberal, pen). Kita harus berani berusaha menaikkan gaji kaum buruh untuk menipu mereka. Dalam waktu yang sama kita harus menaikkan harga barang-barang pokok. Dengan dalih hasil panen mengalami penurunan. Kita harus berani mendorong kaum buruh untuk menenggak minuman keras agar produksi pabrik menurun drastis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 7:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita harus berani mendorong masyarakat Eropa dan selalu membantu menyebarkan isue buruk dan berbau permusuhan dengan penduduk yang tinggal di benua lain. Kebijaksanaan ini memberikan dua keuntungan bagi kita. Sebab, mereka mengetahui bahwa kita mampu melahirkan revolusi atau membuat peraturan sesuai dengan kehendak mereka. Bila ada pemerintah yang ingin menghambat tujuan kita, maka diupayakan negara tetangganya merasa terancam, pada akhirnya mengakibatkan peperangan dua negara. Apabila dua negara bersatu untuk menghancurkan kita, maka kita harus berani menyatakan perang dunia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Agar segala rencana dapat dicapai, maka kita harus mampu membentuk opini masyarakat dunia. Tampaknya hal itu mudah kita capai, karena sarana yang paling efektif telah kita kuasai, yaitu surat kabar yang setiap hari terbit dengan oplag yang besar (dan kini ditambah stasiun tv, kantor berita, internet, pen).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk menunjukkan kekuatan kita, maka salah satu negara harus diserbu dengan gerakan teroris dan tindakan-tindakan keji. Jika bangsa lain mengetahui kekuatan kita, maka Yahudi akan ditakuti oleh seluruh bangsa. Jika ada bangsa yang ingin melawan kita, maka akan kita gempur dengan senjata buatan Amerika dan buatan negeri lain yang menjadi sekutu kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 8:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pemerintah kita harus memahami bahwa kebudayaan suatu bangsa mempunyai peranan yang amat penting. Oleh karena itu pemerintah harus mampu menghimpun orang-orang senior seperti pengarang, ahli hukum, eksekutif, politikus, administrator yang telah lama duduk di sekolah kita dan telah ditempa dengan dokrin Yahudi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Para sarjana yang telah lulus universitas kita (universitas dengan kurikulum berbasis dokrin yahudi, pen) akan diterima dengan kewajiban ikatan kerja, yang penting biaya hidup mereka terjamin.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pemerintah kita harus mampu menguasai sarjana ekonomi yang memiliki wawasan politik. Karena politikus yang ekonom memegang peranan penting dalam perjuangan kita. Kita berupaya agar kursi (kekuasaan) diduduki oleh orang yang tidak disegani oleh masyarakat. Minimal orang itu mempunyai perangai yang kurang baik sehingga rakyat akan mudah marah kepadanya, dan keduanya dapat kita kuasai.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 9:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita harus dapat menguasai pejabat-pejabat non-Yahudi yang mengatur administrasi, untuk dirombak sebagaimana yang kita harapkan. Selain itu harus menempatkan orang-orang kita dalam lembaga pengatur negara. Kita berusaha agar administrasi suatu negara berjalan timpang. Kita banyak mendudukkan wakil-wakil dalam tubuh Legislatif, dan ikut serta dalam pemilihan umum.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita harus mampu mengarahkan misi surat kabar, disamping menguasai departemen Pendidikan. Karena pendidikan merupakan tonggak terpenting dalam kehidupan yang merdeka. Kini aktivis kita harus mampu menodai masa depan generasi mendatang dan mencemari generasi sekarang. Kita harus memberikan pelajaran pada generasi masa kini dengan pandangan-pandangan yang mengandung unsur merusak citrta bangsa. Sebagian orang menanyakan:”Apa yang harus kita lakukan, bila ada yang mengetahui program kita yang ingin merusak citra bangsa! Jawabnya: Kita harus merahasiakan rencana itu dan dalam menyalurkan ke masyarakat harus dengan penuh perhitungan. Tetapi jika ada yang terjadi diluar perhitungan kita, kita pun sudah mempersiapkan diri dengan kekuatan militer dan alat-alat tempur yang canggih. Pada suatu saat kita akan menyerbu dengan kekuatan yang mampu menggetarkan lawan yang menghadapi kita. Untuk menghadapi perlawanan semacam itu kita mempersiapkan terowongan di bawah tanah yang akan digunakan untuk meledakkan seluruh kota di dunia, termasuk dokumen-dokumen akan hangus.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Agar segala rencana dapat dicapai, maka kita harus mampu membentuk opini masyarakat dunia. Tampaknya hal itu mudah kita capai, karena sarana yang paling efektif telah kita kuasai, yaitu surat kabar yang setiap hari terbit dengan oplag yang besar (dan kini ditambah stasiun tv, kantor berita, internet, pen).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 10:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita harus memecah-belah keluarga masyarakat non-Yahudi dan menghapus adat-istiadat, serta kebudayaan mereka. Kita berusaha untuk memperoleh setiap sarjana dan cendekiawan agar mau bergabung dengan barisan kita. Kita harus dapat mendirikan pemerintahan otokrasi yang mudah diatur menurut haluan kita. Hal itu bisa dijangkau apabila seluruh lembaga baik legislatif , eksekutif maupun yudikatif dipegang oleh orang-orang yang tidak segan-segan menerima uang siluman. Kepemimpinan tertinggi akan dipegang oleh agen-agen kita yang mampu menjalankan pemerintahan sesuai dengan petunjuk kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 11:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tuhan telah menghendaki keturunan Israel sebagai petualang dunia yang hidup di berbagai negara. Kalau dipandang sepintas hal itu merupakan sisi kelemahan Israel. Namun petualangannya harus dimanfaatkan untuk memperkokoh posisi kita dan dijadikan sebagai jembatan emas untuk menduduki singgasana kerajaan dunia. Pesta-pesta yang diadakan oleh gerakan ‘Free Masonry’ merupakan tempat komunikasi antara kelompok-kkelompok kita (sekedar info saja, yayasan ‘Lions Club’ dan ‘Rotary Club’ di seluruh dunia dikendalikan oleh orang-orang ‘Free Masonry’ ini, pen).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita bagaikan Singa (bukankah ‘Lions Club’ berarti ‘klub para Singa?”) dan orang-orang non-Yahudi laksanan kelompok biri-biri. Bila singa memasuki kandangnya, biri-biri hanyalah bisa memejamkan matanya dan menerima nasib malangnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 12:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dominasi kita harus merambah surat kabar yang membawa misi partai. Selain itu kita harus mampu mengontrolnya sebelum berita itu diedarkan, agar tidak mengungkap misi kita. Segala berita yang akan disiarkan lewat radio harus melalui pengawasan kita. Buku-buku berbobot harus dikenakan pajak yang tinggi, sedangkan buku murahan tidak dikenakan pajak, agar para sarjana enggan menulis buku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Perusahaan surat kabar akan kita beli untuk mengimbangi dan menjawab isi surat kabar independen yang lepas dari genggaman kita (kini tentu tak sebatas surat kabar, tapi meliputi pula: stasiun tv, kantor berita, majalah dan website terkenal di internet, pen).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS 13:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita harus berusaha agar opini umum tidak mengetahui permasalahan sebenarnya. Kita harus menghambat segala yang mengetengahkan buah pikiran yang benar. Hal itu bisa dilakukan dengan memuat berita lain yang menarik di surat kabar. Agen-agen kita yang menangani sektor penerbitan akan mampu mengumpulkan berita semacam itu. Pandangan masyarakat harus kita alihkan kepada hiburan (dunia entertaiment, pen), seni dan olah raga.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 14:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Diupayakan di dunia ini hanya satu agama, yaitu agama Yahudi (inti ajaran agama yahudi adalah pemujaan materi atau paham materialisme, pen). Oleh karena itu segala keyakinan lainnya harus dikikis habis. Kalau dilihat di masa kini, banyak orang yang menyimpang dari agama. Pada hakekatnya kondisi seperti itulah yang menguntungkan yahudi. Di masa akan datang masyarakat dunia akan berduyun-duyun memasuki agama Musa yang menundukkan mereka berada di bawah telapak kaki yahudi. Pada saat itu, suara kritikan hanya tertuju kepada agama selain yahudi. Orang tak akan berani menelanjangi agama kita. Karena rahasia yang terkandung dalam ajaran agama Yahudi sangat dalam, dan ajarannya selalu diperjuangkan oleh pendeta-pendeta kita. Segala karya tulis yang mengkritik agama kita tidak diperkenankan terbit dan tersebar di masyarakat. Kita terus berjuang menyebar-luaskan tulisan sastra picisan di masyarakat negara adidaya (contohnya sekarang ini novel Harry Potter?, pen).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 15:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Agen-agen rahasia kita harus disebar ke seluruh dunia. Mereka adalah anggota organisasi di bawah tanah dan gerakan ‘Free Masonry’. Bila bisa berjalan dengan baik, kita akan mempunyai polisi rahasia yang bergerak ke seluruh penjuru dunia. Dari mereka kita mendapatkan data-data akurat untuk mengatur segala persoalan yang penting. Kita harus sering mengadakan pertemuan anggota ‘Free Masonry’ sebelum memegang kekuasaan yang sempurna. Setelah berkuasa, kita akan mampu memusnahkan semua gerakan non-Yahudi dengan cara licin sehingga orang tidak akan menuding kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Diupayakan di dunia ini hanya satu agama, yaitu agama Yahudi (inti ajaran agama yahudi adalah pemujaan materi atau paham materialisme, pen). Oleh karena itu segala keyakinan lainnya harus dikikis habis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 16:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita harus berani tampil di tengah masyarakat dan berjuang memimpin universitas yang ada sekarang. Setelah itu, penulisan sejarah akan kita tinjau kembali, dan menyisihkan sejarah yang menghujat nama bangsa Yahudi. Kritikan dari orang non-Yahudi tidak begitu bahaya, tetapi yang perlu diwaspadai adalah pendidikan yang berjalan dengan kurikulum mereka sendiri (bukan meniru kurikulum kita). Maka usahakan pendidikan semacam itu harus dilenyapkan. Bila tidak mampu, ia harus dikucilkan dari masyarakat. Segala macam yang melambangkan kemerdekaan berpendapat harus dilenyapkan, walaupun slogan itu pernah kita gunakan untuk meraih tujuan. Kita telah meletakkan program untuk menarik simpati masyarakat dengan memberi pelajaran empiris nyata (contohnya kurikulum berbasis kompetensi SD-SMA di Indonesia sekarang, pen), dan membuang pelajaran yang bersifat non-empiris (misalnya pendidikan budi-pekerti, pen). Pelajaran ini amat sistimatis, agar kaum pelajar tidak mampu berfikir luas, dan tidak mampu memecahkan persoalan tanpa bantuan orang lain. Jadi mereka bagaikan binatang ternak, yang dapat digiring menurut kehendak pengembala. Mereka hanya mentaati penjelasan dari guru tanpa berusaha untuk mendalaminya. Sistem ini telah berhasil kita suntikkan dalam sekolah di negeri Prancis, yang ditangani oleh aktivis yang bernama Bouro.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 17:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita selalu dituntut untuk mencemarkan nama baik pendeta dan ulama non-Yahudi, agar mereka terhina dimata rakyat. Dengan usaha ini dapat mengurangi misi perjalanan mereka yang menghambat perjuangan kita. Bila ada peluang yang baik, istana Paus akan kita runtuhkan dengan memakai orang lain yang akan menembak Paus di Vatikan. Bila ini terjadi, para penduduk dunia akan berduyun-duyun ke Vatikan, dan kita akan tampil seolah-olah menjadi pelopor penuntutan terhadap pelaku pembunuhan itu (usaha pembunuhan Paus pernah dilakukan tahun 1981, tapi gagal, pen). Cara seperti itu agar kita yang akan menduduki singgasana Paus. Dan yahudi akan menjadi Paus sejati dan kepala uskup Gereja Internasional.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 18:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di saat polisi menjaga keamanan negara dengan ketat, kita harus mampu mengadakan kerusuhan dan keonaran di masyarakat (departemen kepolisian di seluruh dunia selalu memperoleh bantuan Zionis Internasional untuk mendukung tujuan mereka, pen). Kemudian para penceramah diorganisir untuk menerangkan keadaan yang genting itu. Di saat itu kita dapat menemukan jalan keluarnya, sehingga masyarakat simpati kepada kita. Kebijaksanaan seperti ini akan kita gunakan secepatnya untuk memberikan perintah agar penjagaan semakin ditingkatkan. Peluang ini kita pakai untuk mengkoordinir para pendukung kita untuk mendapatkan tujuan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 19:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Politikus yang kita tangkap diusahakan tidak dianggap sebagai pahlawan, tetapi martabat mereka kita samakan dengan penyamun, pencoleng, pembunuh dan narapidana berat lainnya. Usahakan masyarakat menyamakan narapidana politik dengan kriminil agar masyarakat menilai jelek para politikus.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 20:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita harus berusaha agar bantuan (hutang) luar negeri seakan-akan bantuan dalam negeri. Agar kekayaan negara yang hutang akan terus mengalir ke perbendahaaraan kita. Akal hewan bangsa non-yahudi tidak akan mengerti bahwa hutang kepada negara kapitalis akan menguras kekayaan negaranya sendiri. Sebab, bunga hutang itu akan diambil dari hasil bumi negaranya atau masukan keuangan lainnya. Sekarang kita telah menguasai kekayaan dunia dengan jalan memegang saham surat-surat berharga lainnya (inilah alasan pemaksaan dibukanya Pasar Modal dan Pasar Uang di negara-negara yang berhasil mereka “liberalisasikan ekonominya”, pen). Kita akan membentuk pemerintah yang hutang agar terus membutuhkan bantuan dari bank kita sehingga pemerintah negaranya akan tergenggam oleh kaum kapitalis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 21:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita akan mendukung pemerintahan di seluruh dunia dengan sejumlah besar ahli di bidang ekonomi. Itulah sebabnya ilmu pengetahuan Ekonomi merupakan ilmu utama yang diajarkan oleh orang Yahudi (hampir di seluruh negara di dunia, fakultas ekonomi selalu saja jumlahnya melebihi jumlah fakultas ilmu sosial dan exacta yang ada. Dan pelajaran ekonomi di SMA selalu memiliki bobot materi yang paling lengkap dibanding mata pelajaran lainnya, tak terkecuali di Indonesia saat ini, pen). Kita akan dibantu oleh bankir, industrialis, kaum yang bermodal, dan terutama para milyuner yang tak terhitung banyaknya. Karena segala sesuatu diatur dengan angka yang pasti.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;i&gt;*Catatan ini hanya arsip yang saya dapatkan, dari sumber: &lt;a href="http://alizaka.blogspot.com/2011/10/agenda-zionis-dalam-protokol-zion.html" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://alizaka.blogspot.com/2011/10/agenda-zionis-dalam-protokol-zion.html&lt;/a&gt;  dan sama sekali bukan tulisan saya (selain cetak miring di antara *  ini). Hal ini saya share semata-mata untuk terus mengingatkan diri  sendiri khususnya dan sedapat mungkin orang lain tentang bahaya 'mereka'  jika tanpa kewaspadaan yang tinggi tentangnya.Saya tidak menjamin ini  merupakan protokol Zionis sesungguhnya. Tetapi hampir semuanya telah  terjadi di dunia sekarang ini sehingga semisal ternyata protokol ini  hanya yang abal-abal, semoga tetap dapat kita gunakann sebagai pelajaran  untuk menghindarinya.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Catatan ini memang sangat panjang. Apabila anda tidak mau  membacanya karena punya alasan kuat atau memiliki solusi lain tentu saya  persilakan. Namun, bagi anda yang tidak mau membaca karena tidak peduli  atau apatis, celakalah anda karena berarti proyek protokol (yang entah  asli atau tidak) ini telah mempengaruhi diri anda.*&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rencana Jangka Panjang Zionisme  Internasional Untuk Menghancurkan  Ummat Kristen dan Ummat Muslim se  Dunia “Protocols of Zion” yang sudah  lama menjadi ‘kitab suci” Zionisme  Internasional, selama ini dipahami  sebagai sumber inspirasi kaum Yahudi  untuk menata dunia sesuai dengan  keinginannya, yaitu Dunia yang pada  akhirnya hanya beragama satu, agama  Yahudi. Inti ajaran agama Yahudi  adalah pemujaan materi atau dikenal  dengan istilah materialisme.  Protokol itu pertama kalinya dibuat tahun  1895 di Basel-Swiss oleh  pemimpin Zionis saat itu, Theodore Hertzel.  Dokumen itu berisi 24 pasal  (24 protocols). Tadinya sangat dirahasiakan  sekali, tapi kemudian bocor  dan sampai ke tangan pendeta orthodox  Rusia, Sergey Nylos, yang  menterjemahkan ke dalam bahasa Rusia pada  tahun 1921. Seorang wartawan  Inggris,Victor E Mersden, kemudian  menterjemahkannya kembali kedalam  bahasa Inggris dengan judul “The  Protocols of The Learned Elders of  Zion” pada tahun 1917. Berikut  terjemahannya dalam versi Indonesianya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
catatan: tulisan dalam kurung adalah penafsiran penulis, bila dianggap rancu oleh pembaca, boleh diabaikan saja. Terima kasih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 1:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Semboyan kita (kita disini maksudnya: zionisme/warga yahudi se dunia,   pen) hanya ingin mencapai tujuan dengan kekuatan militer, kecanggihan   teknologi perang, dan memasyarakatkan hidup bersenang-senang mengejar   popularitas. Pandangan hidup kita hanyalah mampu menindas terlebih   dahulu, kemudian bertanggung-jawab dalam suatu persoalan, atau berbuat   jahat dan memasang jerat halus demi kepentingan kita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita pembuka jalan falsafah kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan  yang  menjadi topik aktual sepanjang masa (kini falsafah itu dikenal  dengan  istilah ‘demokrasi’, pen). Mereka yang menjunjung falsafah itu   sebenarnya belum berfikir secara matang dan dewasa. Falsafah itu   sebenarnya tidak bernilai, dan banyak masyarakat kaum awam yang   terkecoh, dan tidak menyadari bahwa pengertian falsafah itu sebenarnya   masih rancu dan diliputi oleh awan gelap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata-kata itu telah diulang berkali-kali, dan mereka tertarik  dengannya  padahal telah menghancurkan kemakmuran dunia dan kebebasan  perorangan  yang sesungguhnya. Orang-orang non-yahudi yang dianggap  sebagai orang  pandai dan berfikiran cerdas tidak memahami simbolisme  yang terkandung  dalam kata-kata yang diucapkannya itu; demikian pula  mereka tidak  melihat pertentangan yang terkandung di dalamnya, dan  tidak pula  menyadari bahkan dialam bebas tidak terdapat arti kata  persamaan dalam  bentuk apapun juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Slogan kita berupa kemerdekaan, persamaan dan persaudaraan yang kita   kumandangkan hanyalah jerat halus untuk menangkap mangsa dan sebagai   sarana yang dapat menarik orang mendukung perjuangan kita dari seluruh   pelosok dunia. Falsafah itu mampu membingungkan para pemimpin Kristen.   Pada suatu saat falsafah itu mampu mematahkan tangga dan merontokkan   persatuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari sisi lain, falsafah itu akan menggulingkan kubu-kubu bangsawan   non-Yahudi, yaitu kubu yang dipakai tempat perlindungan masyarakat yang   hidup diatas planet bumi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 2:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kita harus berusaha sekuat tenaga agar pertempuran yang terjadi  antara  dua negara tidak menjalar ke negara lain. Sehingga peperangan  itu masih  bisa dikendalikan, agar pihak kita dapat menguasai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disamping itu pihak yang bertempur selalu membutuhkan bantuan dari  kita.  Kita harus mengangkat orang yang tidak berpengalaman luas dalam   pemerintahan, agar mudah diatur untuk diarahkan ke tujuan tertentu. Kita   membutuhkan publik opini melalui surat-surat kabar kepada orang-orang   non-Yahudi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ideologi kita kini telah berhasil dengan gemilang. Kemenangan  ideologi  kita melalui otak Darwin, Karl Marx, Adam Smith dan Nitche.  Pandangan  pikiran mereka mampu menggoyahkan ketenagaan masyarakat  dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi orang yang tak menjalankan ajaran agama, ideologi semacam ini  mudah  diterima. Surat kabar sebagai senjata utama, kini berada ditangan  kita.  Walaupun demikian kita harus bergerak di bawah tanah.&lt;br /&gt;
Kita harus mempertajam ketegangan pemerintah dengan rakyat. Agar  wibawa  pemerintah menjadi lemah dan rakyat pun tidak memiliki daya  untuk  bertindak, Kemudian kita akan mudah menguasai keduanya sesuai  dengan  tujuan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 3:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kini beban kita tinggal menerobos terowongan yang pendek, setelah itu   daerah yang dikuasai oleh ular (lambang ‘Free Masonry’, organisasi  bawah  tanah dari gerakan Zionisme Internasional, pen) akan kita kunci.  Bila  sudah dikunci, berarti semua benua eropa akan tergenggam dalam  tangan  kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita harus mempertajam ketegangan pemerintah dengan rakyat. Agar  wibawa  pemerintah menjadi lemah dan rakyat pun tidak memiliki daya  untuk  bertindak, Kemudian kita akan mudah menguasai keduanya sesuai  dengan  tujuan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita harus mampu memberikan semangat agar para aktifis partai saling berebut kursi pemerintahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita harus mampu memberikan nasihat kepada kaum buruh dan pekerja   seakan-akan memperoleh prioritas yang memuaskan dari kebijaksanaan dan   undang-undang yang tertulis diatas kertas. Padahal tulisan itu hanyalah   kebohongan belaka. Dengan demikian agen-agen Yahudi akan kita kirim   untuk mengatur roda perusahaan sesuai tujuan kita.&lt;br /&gt;
Kita harus mampu meningkatkan rasa benci dan dengki di kalangan buruh   untuk meledakkan kemelut perekonomian dunia. Sarana yang tepat untuk   menciptakan situasi seperti itu adalah emas yang telah kita genggam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita harus mampu menanamkan rasa benci di hati kaum buruh agar tetap bermusuhan dengan orang kaya sejak kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk merealisir program itu, kita tidak akan terbentur oleh bahaya,   lantaran masyarakat Kristen yang sudah lemah akan mudah dikuasai,   terutama menguasai pemerintah yang akan membinasakan Yahudi dari muka   bumi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 4:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Gerakan ‘ Free Masonry’ akan melaksanakan tujuan-tujuan kita ini, dan   sebagai penghalang bagi siapa saja yang akan membongkar program kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gerakan ‘Free Masonry’ akan mampu menghapus keyakinan bertuhan di  tengah  masyarakat Kristen, dan diganti dengan teori matematika dan  teori  relativitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita harus berani mengarahkan orang-orang Kristen agar pikirannya  hanya  ke arah persaingan ekonomi dan industri. Situasi seperti itu  diupayakan  semakin tajam, agar terwujud masyarakat yang  individualistis. Sehingga  mereka akan apatis terhadap perjalanan  politik, agama dan norma-norma  yang berlaku di masyarakat. Mereka hanya  mengurus tenaga dan memeras  otak demi mendapatkan harta. Dengan  demikian mereka bergelimang dengan  kehidupan materialisme dan  mengabaikan ajaran-ajaran agama (kini giliran  orang-orang muslim karena  orang-orang kristen sudah ditaklukkan, pen).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Paham Liberal harus kita sebarkan ke seluruh dunia agar pengertian   mengenai arti kebebasan (liberal) itu benar-benar menimbulkan   dis-integrasi dan menghancurkan masyarakat non-Yahudi. Maka industri   harus dilandaskan atas dasar yang bersifat spekulatif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROTOCLOS KE 5:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kita harus mencemarkan nama pendeta dan ulama. Agar keduanya dipandang hina oleh gelandangan dipinggir jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada suatu langkah yang mampu membikin opini umum, yaitu kita harus   mengajukan berbagai pandangan yang dapat menggoyahkan   keyakinan-keyakinan sebelumnya yang sudah tertanam di hati dan pikiran   masyarakat. Kalau usaha ini belum mendapatkan perhatian, maka masyarakat   harus diberikan pandangan lagi yang secara sosial dapat diterima.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cara ini, keyakinan lama yang sudah tertanam di hati manusia  akan  tergoyahkan, dan pada akhirnya akan tumbang, lantaran terdepak  oleh  perkembangan zaman. Pada akhirnya pendapat dan pandangan yang  tidak  searah dengan tujuan Yahudi (yaitu menjadikan ummat manusia hanya  memuja  materi, pen) akan musnah, dan di dunia akan jatuh ke dalam  perangkap  kesesatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita harus mampu membuka jalan agar kebobrokan mental manusia semakin   bertambah, dan adat-istiadat porak-poranda. Dengan demikian perpecahan   antar kelompok masyarakat akan terjadi dimana saja. Segala kekuatan  yang  melawan yahudi akan lenyap. Segala semangat akan luntur. Akhirnya   faktor yang memberikan kemenangan kepada pihak kita akan nampak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita harus mengendalikan masyarakat Kristen dalam kondisi yang  semakin  rumit dan norma-norma sudah tidak dijunjung tinggi oleh  masyarakat.  Setelah itu mereka akan meminta kita memimpin dalam  memasuki gerakan  dunia. Bila posisi ini sudah kita raih, maka seluruh  kekuatan pemerintah  di dunia akan mudah diarahkan. Dari sini akan  terwujud pemerintahan  Internasional tertinggi yyang kekuasaannya  meliputi seluruh dunia.  Lembaga ini secara fungsional mempunyai  peraturan yang berwibawa dan  dipatuhi oleh seluruh umat manusia di  dunia.&lt;br /&gt;
Kita harus mampu membuka jalan agar kebobrokan mental manusia semakin   bertambah, dan adat-istiadat porak-poranda. Dengan demikian perpecahan   antar kelompok masyarakat akan terjadi dimana saja. Segala kekuatan  yang  melawan yahudi akan lenyap. Segala semangat akan luntur. Akhirnya   faktor yang memberikan kemenangan kepada pihak kita akan nampak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOL KE 6:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kita harus mampu mengatur penimbunan kekayaan yang amat besar yang   dimiliki oleh orang-orang non-yahudi. Administrasinya harus dapat   mengikis habis kekayaan itu secara berangsur-angsur. Kita harus   menggunakan segala cara agar Lembaga pemerintah Internasional (semacam   PBB, IMF, World Bank sekarang ini, pen) memiliki daya polularitas yang   tinggi, sehingga dikenal oleh seluruh umat manusia yang hidup di dunia   ini. Diusahakan agar bangsa yang patuh kepada lembaga ini merasa   memperoleh perlindungan yang terjunjung tinggi harkat bangsanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kini segala keningratan non-Yahudi telah punah, tinggal sektor   pertanian. Walaupun begitu sektor pertanian tidak boleh diabaikan. Sebab   tuan tanah sendiri bisa hidup merdeka dari genggaman kita. Oleh karena   itu, kita harus berjuang untuk membebaskan tanah itu dari miliknya.   Barangkali cara yang tepat adalah pajak dan biaya pengolahan tanah   pertanian harus menanjak. Dengan demikian, tuan tanah akan berfikir   seribu kali untuk menanam lagi. Jika situasi seperti itu berjalan terus,   maka mereka akan segera menjual tanah itu. Kita harus berani  memberikan  semangat kepada masyarakat agar senang berfoya-foya dan  malas. Tindakan  ini akan mengakibatkan kebangkrutan bagi perusahaan dan  pabrik  non-Yahudi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita harus membentuk persaingan tajam dalam perdagangan (ciri utama   ekonomi Liberal, pen). Kita harus berani berusaha menaikkan gaji kaum   buruh untuk menipu mereka. Dalam waktu yang sama kita harus menaikkan   harga barang-barang pokok. Dengan dalih hasil panen mengalami penurunan.   Kita harus berani mendorong kaum buruh untuk menenggak minuman keras   agar produksi pabrik menurun drastis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 7:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kita harus berani mendorong masyarakat Eropa dan selalu membantu   menyebarkan isue buruk dan berbau permusuhan dengan penduduk yang   tinggal di benua lain. Kebijaksanaan ini memberikan dua keuntungan bagi   kita. Sebab, mereka mengetahui bahwa kita mampu melahirkan revolusi  atau  membuat peraturan sesuai dengan kehendak mereka. Bila ada  pemerintah  yang ingin menghambat tujuan kita, maka diupayakan negara  tetangganya  merasa terancam, pada akhirnya mengakibatkan peperangan dua  negara.  Apabila dua negara bersatu untuk menghancurkan kita, maka kita  harus  berani menyatakan perang dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agar segala rencana dapat dicapai, maka kita harus mampu membentuk  opini  masyarakat dunia. Tampaknya hal itu mudah kita capai, karena  sarana  yang paling efektif telah kita kuasai, yaitu surat kabar yang  setiap  hari terbit dengan oplag yang besar (dan kini ditambah stasiun  tv,  kantor berita, internet, pen).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menunjukkan kekuatan kita, maka salah satu negara harus diserbu   dengan gerakan teroris dan tindakan-tindakan keji. Jika bangsa lain   mengetahui kekuatan kita, maka Yahudi akan ditakuti oleh seluruh bangsa.   Jika ada bangsa yang ingin melawan kita, maka akan kita gempur dengan   senjata buatan Amerika dan buatan negeri lain yang menjadi sekutu kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 8:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Pemerintah kita harus memahami bahwa kebudayaan suatu bangsa  mempunyai  peranan yang amat penting. Oleh karena itu pemerintah harus  mampu  menghimpun orang-orang senior seperti pengarang, ahli hukum,  eksekutif,  politikus, administrator yang telah lama duduk di sekolah  kita dan telah  ditempa dengan dokrin Yahudi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para sarjana yang telah lulus universitas kita (universitas dengan   kurikulum berbasis dokrin yahudi, pen) akan diterima dengan kewajiban   ikatan kerja, yang penting biaya hidup mereka terjamin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemerintah kita harus mampu menguasai sarjana ekonomi yang memiliki   wawasan politik. Karena politikus yang ekonom memegang peranan penting   dalam perjuangan kita. Kita berupaya agar kursi (kekuasaan) diduduki   oleh orang yang tidak disegani oleh masyarakat. Minimal orang itu   mempunyai perangai yang kurang baik sehingga rakyat akan mudah marah   kepadanya, dan keduanya dapat kita kuasai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 9:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kita harus dapat menguasai pejabat-pejabat non-Yahudi yang mengatur   administrasi, untuk dirombak sebagaimana yang kita harapkan. Selain itu   harus menempatkan orang-orang kita dalam lembaga pengatur negara. Kita   berusaha agar administrasi suatu negara berjalan timpang. Kita banyak   mendudukkan wakil-wakil dalam tubuh Legislatif, dan ikut serta dalam   pemilihan umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita harus mampu mengarahkan misi surat kabar, disamping menguasai   departemen Pendidikan. Karena pendidikan merupakan tonggak terpenting   dalam kehidupan yang merdeka. Kini aktivis kita harus mampu menodai masa   depan generasi mendatang dan mencemari generasi sekarang. Kita harus   memberikan pelajaran pada generasi masa kini dengan pandangan-pandangan   yang mengandung unsur merusak citrta bangsa. Sebagian orang   menanyakan:”Apa yang harus kita lakukan, bila ada yang mengetahui   program kita yang ingin merusak citra bangsa! Jawabnya: Kita harus   merahasiakan rencana itu dan dalam menyalurkan ke masyarakat harus   dengan penuh perhitungan. Tetapi jika ada yang terjadi diluar   perhitungan kita, kita pun sudah mempersiapkan diri dengan kekuatan   militer dan alat-alat tempur yang canggih. Pada suatu saat kita akan   menyerbu dengan kekuatan yang mampu menggetarkan lawan yang menghadapi   kita. Untuk menghadapi perlawanan semacam itu kita mempersiapkan   terowongan di bawah tanah yang akan digunakan untuk meledakkan seluruh   kota di dunia, termasuk dokumen-dokumen akan hangus.&lt;br /&gt;
Agar segala rencana dapat dicapai, maka kita harus mampu membentuk  opini  masyarakat dunia. Tampaknya hal itu mudah kita capai, karena  sarana  yang paling efektif telah kita kuasai, yaitu surat kabar yang  setiap  hari terbit dengan oplag yang besar (dan kini ditambah stasiun  tv,  kantor berita, internet, pen).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 10:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kita harus memecah-belah keluarga masyarakat non-Yahudi dan menghapus   adat-istiadat, serta kebudayaan mereka. Kita berusaha untuk memperoleh   setiap sarjana dan cendekiawan agar mau bergabung dengan barisan kita.   Kita harus dapat mendirikan pemerintahan otokrasi yang mudah diatur   menurut haluan kita. Hal itu bisa dijangkau apabila seluruh lembaga baik   legislatif , eksekutif maupun yudikatif dipegang oleh orang-orang yang   tidak segan-segan menerima uang siluman. Kepemimpinan tertinggi akan   dipegang oleh agen-agen kita yang mampu menjalankan pemerintahan sesuai   dengan petunjuk kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 11:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tuhan telah menghendaki keturunan Israel sebagai petualang dunia yang   hidup di berbagai negara. Kalau dipandang sepintas hal itu merupakan   sisi kelemahan Israel. Namun petualangannya harus dimanfaatkan untuk   memperkokoh posisi kita dan dijadikan sebagai jembatan emas untuk   menduduki singgasana kerajaan dunia. Pesta-pesta yang diadakan oleh   gerakan ‘Free Masonry’ merupakan tempat komunikasi antara   kelompok-kkelompok kita (sekedar info saja, yayasan ‘Lions Club’ dan   ‘Rotary Club’ di seluruh dunia dikendalikan oleh orang-orang ‘Free   Masonry’ ini, pen).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita bagaikan Singa (bukankah ‘Lions Club’ berarti ‘klub para  Singa?”)  dan orang-orang non-Yahudi laksanan kelompok biri-biri. Bila  singa  memasuki kandangnya, biri-biri hanyalah bisa memejamkan matanya  dan  menerima nasib malangnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 12:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Dominasi kita harus merambah surat kabar yang membawa misi partai.   Selain itu kita harus mampu mengontrolnya sebelum berita itu diedarkan,   agar tidak mengungkap misi kita. Segala berita yang akan disiarkan  lewat  radio harus melalui pengawasan kita. Buku-buku berbobot harus  dikenakan  pajak yang tinggi, sedangkan buku murahan tidak dikenakan  pajak, agar  para sarjana enggan menulis buku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perusahaan surat kabar akan kita beli untuk mengimbangi dan menjawab  isi  surat kabar independen yang lepas dari genggaman kita (kini tentu  tak  sebatas surat kabar, tapi meliputi pula: stasiun tv, kantor berita,   majalah dan website terkenal di internet, pen).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS 13:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kita harus berusaha agar opini umum tidak mengetahui permasalahan   sebenarnya. Kita harus menghambat segala yang mengetengahkan buah   pikiran yang benar. Hal itu bisa dilakukan dengan memuat berita lain   yang menarik di surat kabar. Agen-agen kita yang menangani sektor   penerbitan akan mampu mengumpulkan berita semacam itu. Pandangan   masyarakat harus kita alihkan kepada hiburan (dunia entertaiment, pen),   seni dan olah raga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 14:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Diupayakan di dunia ini hanya satu agama, yaitu agama Yahudi (inti   ajaran agama yahudi adalah pemujaan materi atau paham materialisme,   pen). Oleh karena itu segala keyakinan lainnya harus dikikis habis.   Kalau dilihat di masa kini, banyak orang yang menyimpang dari agama.   Pada hakekatnya kondisi seperti itulah yang menguntungkan yahudi. Di   masa akan datang masyarakat dunia akan berduyun-duyun memasuki agama   Musa yang menundukkan mereka berada di bawah telapak kaki yahudi. Pada   saat itu, suara kritikan hanya tertuju kepada agama selain yahudi. Orang   tak akan berani menelanjangi agama kita. Karena rahasia yang  terkandung  dalam ajaran agama Yahudi sangat dalam, dan ajarannya selalu   diperjuangkan oleh pendeta-pendeta kita. Segala karya tulis yang   mengkritik agama kita tidak diperkenankan terbit dan tersebar di   masyarakat. Kita terus berjuang menyebar-luaskan tulisan sastra picisan   di masyarakat negara adidaya (contohnya sekarang ini novel Harry   Potter?, pen).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 15:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Agen-agen rahasia kita harus disebar ke seluruh dunia. Mereka adalah   anggota organisasi di bawah tanah dan gerakan ‘Free Masonry’. Bila bisa   berjalan dengan baik, kita akan mempunyai polisi rahasia yang bergerak   ke seluruh penjuru dunia. Dari mereka kita mendapatkan data-data  akurat  untuk mengatur segala persoalan yang penting. Kita harus sering   mengadakan pertemuan anggota ‘Free Masonry’ sebelum memegang kekuasaan   yang sempurna. Setelah berkuasa, kita akan mampu memusnahkan semua   gerakan non-Yahudi dengan cara licin sehingga orang tidak akan menuding   kita.&lt;br /&gt;
Diupayakan di dunia ini hanya satu agama, yaitu agama Yahudi (inti   ajaran agama yahudi adalah pemujaan materi atau paham materialisme,   pen). Oleh karena itu segala keyakinan lainnya harus dikikis habis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 16:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kita harus berani tampil di tengah masyarakat dan berjuang memimpin   universitas yang ada sekarang. Setelah itu, penulisan sejarah akan kita   tinjau kembali, dan menyisihkan sejarah yang menghujat nama bangsa   Yahudi. Kritikan dari orang non-Yahudi tidak begitu bahaya, tetapi yang   perlu diwaspadai adalah pendidikan yang berjalan dengan kurikulum  mereka  sendiri (bukan meniru kurikulum kita). Maka usahakan pendidikan  semacam  itu harus dilenyapkan. Bila tidak mampu, ia harus dikucilkan  dari  masyarakat. Segala macam yang melambangkan kemerdekaan berpendapat  harus  dilenyapkan, walaupun slogan itu pernah kita gunakan untuk  meraih  tujuan. Kita telah meletakkan program untuk menarik simpati  masyarakat  dengan memberi pelajaran empiris nyata (contohnya kurikulum  berbasis  kompetensi SD-SMA di Indonesia sekarang, pen), dan membuang  pelajaran  yang bersifat non-empiris (misalnya pendidikan budi-pekerti,  pen).  Pelajaran ini amat sistimatis, agar kaum pelajar tidak mampu  berfikir  luas, dan tidak mampu memecahkan persoalan tanpa bantuan orang  lain.  Jadi mereka bagaikan binatang ternak, yang dapat digiring  menurut  kehendak pengembala. Mereka hanya mentaati penjelasan dari guru  tanpa  berusaha untuk mendalaminya. Sistem ini telah berhasil kita  suntikkan  dalam sekolah di negeri Prancis, yang ditangani oleh aktivis  yang  bernama Bouro.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 17:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kita selalu dituntut untuk mencemarkan nama baik pendeta dan ulama   non-Yahudi, agar mereka terhina dimata rakyat. Dengan usaha ini dapat   mengurangi misi perjalanan mereka yang menghambat perjuangan kita. Bila   ada peluang yang baik, istana Paus akan kita runtuhkan dengan memakai   orang lain yang akan menembak Paus di Vatikan. Bila ini terjadi, para   penduduk dunia akan berduyun-duyun ke Vatikan, dan kita akan tampil   seolah-olah menjadi pelopor penuntutan terhadap pelaku pembunuhan itu   (usaha pembunuhan Paus pernah dilakukan tahun 1981, tapi gagal, pen).   Cara seperti itu agar kita yang akan menduduki singgasana Paus. Dan   yahudi akan menjadi Paus sejati dan kepala uskup Gereja Internasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 18:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Di saat polisi menjaga keamanan negara dengan ketat, kita harus mampu   mengadakan kerusuhan dan keonaran di masyarakat (departemen kepolisian   di seluruh dunia selalu memperoleh bantuan Zionis Internasional untuk   mendukung tujuan mereka, pen). Kemudian para penceramah diorganisir   untuk menerangkan keadaan yang genting itu. Di saat itu kita dapat   menemukan jalan keluarnya, sehingga masyarakat simpati kepada kita.   Kebijaksanaan seperti ini akan kita gunakan secepatnya untuk memberikan   perintah agar penjagaan semakin ditingkatkan. Peluang ini kita pakai   untuk mengkoordinir para pendukung kita untuk mendapatkan tujuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 19:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Politikus yang kita tangkap diusahakan tidak dianggap sebagai  pahlawan,  tetapi martabat mereka kita samakan dengan penyamun,  pencoleng, pembunuh  dan narapidana berat lainnya. Usahakan masyarakat  menyamakan narapidana  politik dengan kriminil agar masyarakat menilai  jelek para politikus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 20:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kita harus berusaha agar bantuan (hutang) luar negeri seakan-akan   bantuan dalam negeri. Agar kekayaan negara yang hutang akan terus   mengalir ke perbendahaaraan kita. Akal hewan bangsa non-yahudi tidak   akan mengerti bahwa hutang kepada negara kapitalis akan menguras   kekayaan negaranya sendiri. Sebab, bunga hutang itu akan diambil dari   hasil bumi negaranya atau masukan keuangan lainnya. Sekarang kita telah   menguasai kekayaan dunia dengan jalan memegang saham surat-surat   berharga lainnya (inilah alasan pemaksaan dibukanya Pasar Modal dan   Pasar Uang di negara-negara yang berhasil mereka “liberalisasikan   ekonominya”, pen). Kita akan membentuk pemerintah yang hutang agar terus   membutuhkan bantuan dari bank kita sehingga pemerintah negaranya akan   tergenggam oleh kaum kapitalis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 21:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kita akan mendukung pemerintahan di seluruh dunia dengan sejumlah  besar  ahli di bidang ekonomi. Itulah sebabnya ilmu pengetahuan Ekonomi   merupakan ilmu utama yang diajarkan oleh orang Yahudi (hampir di  seluruh  negara di dunia, fakultas ekonomi selalu saja jumlahnya  melebihi jumlah  fakultas ilmu sosial dan exacta yang ada. Dan pelajaran  ekonomi di SMA  selalu memiliki bobot materi yang paling lengkap  dibanding mata  pelajaran lainnya, tak terkecuali di Indonesia saat ini,  pen). Kita akan  dibantu oleh bankir, industrialis, kaum yang bermodal,  dan terutama  para milyuner yang tak terhitung banyaknya. Karena segala  sesuatu diatur  dengan angka yang pasti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 22:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Emas selau memegang peranan terpenting, dan sekarang kita telah   menguasainya dengan melewati beberapa usaha yang lama dan telah   melintasi beberapa generasi. Oleh karena itu senjata ini harus mampu   memainkan peranannya untuk menggapai tujuan kita dalam rangka menguasai   dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membentuk perdamaian diatas planet ini, perlu menggunakan  sedikit  kekerasan, yang semuanya dapat dilaksanakan di bawah  panji-panji  Zionisme.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 23:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Mula-mula yang kita lakukan untuk memperkokoh kekuatan kerajaan kita,   yaitu harus melenyapkan yayasan dan organisasi yang dulu bergerak  untuk  membela kita. Sebab bila ia dibiarkan, akan menjadi membahayakan   kerajaan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kerajaan Israel akan menjadi kokoh atas kehendak Allah. Langkah  pertama  untuk menegakkan kerajaan itu adalah membasmi pikiran orang  yang tidak  berwawasan luas. Walaupun mereka dulu pernah dipakai tangga  untuk  mencapai tujuan kita yang mulia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PROTOCOLS KE 24:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Orang yang mengatur kerajaan kita harus dari keturunan Dawud (David),   disamping tokoh-tokoh dari Zionis. Orang tersebut harus memiliki otak   cemerlang, mampu mengendalikan hawa nafsunya, bisa bergaul dengan   rakyat, bersih dari noda, berani berkorban untuk memenangkan kepentingan   rakyat, lambang kejayaan, tangguh dan kharismatik ( figur dimaksud   dalam keyakinan ummat Islam, disebut Dajjal, pen).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Disadur dari &lt;a href="http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fbarisanjihad.wordpress.com%2F24-protokol-zion%2F&amp;amp;h=HAQHPG99R&amp;amp;s=1" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://barisanjihad.wordpress.com/24-protokol-zion/&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Sumber swaramuslim (situs ini telah hilang, pen.)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt; &lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=VhteyjSL0NU%3D&amp;amp;cid=vuHXZxOiCQw%3D&amp;amp;chan=VZdXd8EdjZU%3D&amp;amp;type=12&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;</description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2013/01/protokol-zionisme.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-2517192127099661648</guid><pubDate>Sun, 06 Jan 2013 08:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-07T06:36:42.845+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Akuntansi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Audit</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kuliah</category><title>Risiko dan Materialitas Audit</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;h2&gt;
&lt;b&gt;Risiko dan Materialitas dalam Pelaksanaan Auditing&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;br /&gt;
Pengetahuan dalam dunia akuntansi, baik akuntansi komersial maupun &lt;a href="http://lamanbaca.blogspot.com/2011/10/pengertian-dan-tujuan-akuntansi.html" target="_blank"&gt;akuntansi pemerintahan&lt;/a&gt;,&amp;nbsp; &lt;a href="http://lamanbaca.blogspot.com/2011/10/proses-akuntansi.html" target="_blank"&gt;proses&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://lamanbaca.blogspot.com/2011/10/pengertian-sistem-akuntansi.html" target="_blank"&gt;sistem akuntansi&lt;/a&gt; selalu memerlukan audit yang handal untuk dapat menilai seberapa baik dan benarkah pelaksanaan akuntansi yang telah dikerjakan. Hasil laporan audit akan sangat berpengaruh pada tingkat kepercayaan konsumen dan badan pengawas terhadap suatu entitas. Oleh karena itu, pelaksanaan audit selalu menghadirkan &lt;b style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;risiko dan materialitas audit&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHeuBLdtDQBZ7JeERUgD1AWR72QPFusxvDOXlwvte10dv4ifE5DNS15nTAcrTHgI1X3kWENfn10BFp73_6HAf3NqahUK0BoCrY8rB8rp3Itb-TB7MR64gEx-0fm4cAM2GS4xVxasCmukg/s1600/risk.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHeuBLdtDQBZ7JeERUgD1AWR72QPFusxvDOXlwvte10dv4ifE5DNS15nTAcrTHgI1X3kWENfn10BFp73_6HAf3NqahUK0BoCrY8rB8rp3Itb-TB7MR64gEx-0fm4cAM2GS4xVxasCmukg/s320/risk.jpg" width="266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Risiko Audit&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Risiko auditing ini harus dipertimbangkan matang-matang dalam fase perencanaan audit dan diperhatikan dengan teliti selama pelaksanaan audit. Menurut &lt;b&gt;SA Seksi 312 Risiko Audit dan Materialitas dalam Pelaksanaan Audit&lt;/b&gt;, &lt;span style="background-color: #f3f3f3;"&gt;risiko audit adalah risiko yang terjadi dalam hal auditor, tanpa disadari, tidak memodifikasi pendapatnya sebagaimana mestinya, atas suatu &lt;a href="http://lamanbaca.blogspot.com/2011/08/tujuan-laporan-keuangan.html" target="_blank"&gt;laporan keuangan&lt;/a&gt; yang mengandung salah saji material.&lt;/span&gt; Semakin pasti auditor dalam menyatakan pendapatnya, semakin rendah risiko auditnya.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Auditor merumuskan suatu pendapat atas laporan keuangan sebagai keseluruhan atas dasar bukti yang diperoleh dari verifikasi asersi yang berkaitan dengan saldo akun secara individual atau golongan transaksi. Tujuannya adalah untuk membatasi risiko audit pada tingkat saldo akun sedemikian rupa sehingga pada akhir proses audit, risiko audit dalam menyatakan pendapat atas laporan keuangan sebagai keseluruhan akan berada pada tingkat yang rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h4&gt;
Risiko Audit Pada Tingkat Laporan Keuangan dan Tingkat Saldo Akun&lt;/h4&gt;
Risiko audit dapat dibagi menjadi dua bagian :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1.            Risiko Audit Keseluruhan (&lt;i&gt;Overall Audit Risk&lt;/i&gt;)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada tahap perencanaan auditnya, auditor pertama kali harus menentukan risiko audit keseluruhan yang direncanakan, yang merupakan besarnya risiko yang dapat ditanggung oleh auditor dalam menyatakan bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar, padahal kenyataannya, laporan keuangan tersebut berisi salah saji material.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2.            Risiko Audit Individual&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karena audit mencakup pemeriksaan terhadap tiap-tiap akun. Risiko audit keseluruhan harus dialokasikan kepada akun-akun yang berkaitan sebagaimana pemeriksaan audit pada umumnya. Risiko audit individual perlu ditentukan untuk setiap akun karena akun tertentu seringkali sangat material dan penting dalam sebuah sistem akuntansi yang sedang diaudit, bisa jadi karena saldonya yang besar atau frekuensi transaksi perubahan yang sering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h4&gt;
Model Risiko Audit&lt;/h4&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="background-color: #cfe2f3; text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;PDR = AAR/(IR*CR)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;IR x CR   &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;PDR&lt;/span&gt; = Risiko penemuan yang direncanakan ( &lt;i&gt;Planned Detection Risk&lt;/i&gt; )  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaitu salah saji yang timbul apabila bahan bukti yang dikumpulkan gagal menemukan salah saji yang melewati jumlah yang dapat ditoleransi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;AAR&lt;/span&gt; = Risiko audit yang dapat diterima ( &lt;i&gt;Acceptable Audit Risk&lt;/i&gt; )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaitu ukuran ketersediaan auditor untuk menerima bahwa L/K salah saji secara material walaupun audit telah selesai dan pendapat WTP (unqualified) telah diberikan. Penetapan ini berdasarkan pengalaman, pengetahuan, dan subyektivitas auditor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;IR&lt;/span&gt; = Risiko bawaan ( &lt;i&gt;Inherent Risk&lt;/i&gt; )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penetapan auditor akan kemungkinan adanya salah saji dalam segmen audit yang melewati batas toleransi, sebelum memperhitungkan faktor efektifitas pengendalian intern.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;CR&lt;/span&gt; = Risiko pengendalian ( &lt;i&gt;Control Risk&lt;/i&gt; )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yaitu ukuran risiko yang telah ditetapkan auditor sebelumnya untuk mewaspadai kemungkinan adanya kekeliruan (salah saji) dalam segmen audit yang melewati batas toleransi, yang tak terdeteksi atau tercegah oleh SPI klien. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Risiko bawaan dan risiko pengendalian berbeda dengan risiko deteksi.   Kedua risiko yang disebut terdahulu ada, terlepas dari dilakukan atau   tidaknya audit atas laporan keuangan, sedangkan risiko deteksi   berhubungan dengan prosedur audit dan dapat diubah oleh keputusan   auditor itu sendiri. Risiko deteksi mempunyai hubungan yang terbalik   dengan risiko bawaan dan risiko pengendalian. &lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;h3&gt;
Konsep Materialitas&lt;/h3&gt;
&lt;i style="background-color: #f3f3f3;"&gt;Financial Accounting Standard Board (FASB) &lt;/i&gt;mendefinisikan materialitas sebagai :&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
“Besarnya suatu penghapusan atau salah saji informasi keuangan yang, dengan memperhitungkan situasinya, menyebabkan pertimbangan yang dilakukan oleh orang yang mengandalkan pada informasi  tersebut akan berubah atau terpengaruh oleh penghapusan atau salah saji tersebut.”&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Definisi dari FASB tentang materialitas tersebut menyebabkan auditor diharuskan menetapkan suatu ukuran salah saji yang dapat ditoleransi dengan melihat keadaan-keadaan yang berhubungan dengan satuan usaha klien. Kemudian&amp;nbsp; mengumonikasikan/menginformasikan pada klien karena hal tersebut berhubungan dengan kelangsungan usaha dari klien. Sedangkan dalam  laporan audit atas laporan keuangan, auditor tidak dapat memberikan  jaminan (guarantee) bagi klien atau pemakai laporan keuangan yang lain,  bahwa laporan keuangan auditan adalah akurat. &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
Langkah-Langkah Dalam Menerapkan Materialistas &lt;/h4&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Materialitas merupakan dasar  penerapan dasar auditing, terutama standar pekerjaan lapangan dan  standar pelaporan. Auditor  melakukan pertimbangan awal tentang tingkat  materialitas dalam  perencanaan auditnya. Penentuan materialitas yang  sering disebut dengan materialitas perencanaan sangat mungkin berbeda  dengan  tingkat materialitas yang digunakan pada saat pengambilan  kesimpulan  audit dan dalam mengevaluasi temuan audit. Sebabnya adalah  (1) keadaan yang  melingkupi berubah selama pelaksanaan audit (2)  informasi tambahan tentang klien dapat diperoleh  selama berlangsungnya  audit.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Auditor mengikuti lima langkah yang saling terkait erat dalam menerapkan materialitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- &lt;b&gt;Merencanakan luas pengujian&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Langkah 1 : Menetapkan pertimbangan pendahuluan tentang materialitas&lt;br /&gt;
Langkah 2 : Mengalokasikan pertimbangan pendahuluan tentang materialitas segmen-segmen&lt;br /&gt;
- &lt;b&gt;Mengevaluasi hasil-hasil&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Langkah 3 : Mengestimasi total salah saji dalam segmen&lt;br /&gt;
Langkah 4 : Memperkirakan salah saji gabungan&lt;br /&gt;
Langkah 5 : Membandingkan salah saji gabungan dengan pertimbangan pendahuluan atau yang direvisi  tetentang materialitas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
Penentuan Tingkat Materialitas&lt;/h4&gt;
Dalam perencanaan suatu audit, auditor harus menetapkan materialitas pada dua tingkat berikut ini :&lt;br /&gt;
a. &lt;b&gt;           Tingkat laporan keuangan&lt;/b&gt;, karena pendapat auditor atas kewajaran mencakup laporan keuangan sebagai keseluruhan.&lt;br /&gt;
b. &lt;b&gt;           Tingkat saldo akun&lt;/b&gt;, karena auditor memverifikasi saldo akun dalam mencapai kesimpulan menyeluruh atas kewajaran laporan keuangan.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
MATERIALITAS pada tingkat Laporan Keuangan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Auditor menggunakan dua cara dalam menerapkan materialitas. (1) auditor menggunakan materialitas dalam perencanaan audit dan (2) pada saat mengevaluasi bukti audit dalam pelaksanan audit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
MATERIALITAS pada Tingkat Saldo akun&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Materialitas pada tingkat saldo akun adalah salah saji minimum yang mungkin terdapat dalam saldo akun yang dipandang sebagai salah saji material. Konsep materialitas pada tingkat saldo akun tidak boleh dicampuradukkan dengan istilah saldo akun material.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Alokasi MATERIALITAS laporan Keuangan ke Akun&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam melakukan alokasi, auditor harus mempertimbangkan kemungkinan terjadinya salah saji dalam akun tertentu dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk memverifikasi akun tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Terima kasih kepada : http://akuntansi4u.blogspot.com/2009/07/materialitas-risiko-dan-strategi-audit.html dan http://fadjarika.blogspot.com/2012/01/materialitas-dan-risiko-audit.html&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;gambar : http://xfenomena.info/pdf-risiko-audit-dan-materialitas-dalam-pelaksanaan-audit&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt; &lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=VhteyjSL0NU%3D&amp;amp;cid=vuHXZxOiCQw%3D&amp;amp;chan=VZdXd8EdjZU%3D&amp;amp;type=12&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;</description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2013/01/risiko-dan-materialitas-audit_6.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHeuBLdtDQBZ7JeERUgD1AWR72QPFusxvDOXlwvte10dv4ifE5DNS15nTAcrTHgI1X3kWENfn10BFp73_6HAf3NqahUK0BoCrY8rB8rp3Itb-TB7MR64gEx-0fm4cAM2GS4xVxasCmukg/s72-c/risk.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-3444388699612671838</guid><pubDate>Wed, 02 Jan 2013 09:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-05T20:31:02.196+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Islam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pelajaran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">spesial</category><title>Keistimewaan Wanita menurut Pandangan Agama Islam</title><description>&lt;div class="uiStreamMessage userContentWrapper" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span class="userContent"&gt;&lt;b&gt;19 Keistimewaan Wanita berdasar Ajaran Islam (Hadist) &lt;/b&gt;~&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Setelah membaca bacaan online, berita di media masa, maupun cetak banyak pengetahuan yang bisa diambil tentang wanita. Semakin canggihnya peradaban selalu selalu dibarengi dengan perubahan. Dan di zaman sekarang inilah era di ana seluruh dunia berteriak akan emansipasi wanita. Persamaan hak, derajat, kesempatan, dan pandangan wanita dengan laki-laki dianggap sebuah kewajiban untuk segera dilaksanakan. Akhirnya bermunculan nama-nama tokoh wanita yang membawa perubahan positif di kalangan masyarakat. Namun, tidak sedikit pula yang mengartikan emansipasi wanita ini dengan salah kaprah sampai wanita lupa akan kodratnya sebagai istri sekaligus ibu sehingga kehidupan generasi selanjutnya semakin menurun kualitasnya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="uiStreamMessage userContentWrapper" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://manipi.files.wordpress.com/2009/07/muslimah-pic.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Keistimewaan Wanita menurut Pandangan Agama Islam" border="0" height="240" src="http://manipi.files.wordpress.com/2009/07/muslimah-pic.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="uiStreamMessage userContentWrapper" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="text-align: justify;"&gt;Pada dasarnya wanita adalah istimewa. Wanita adalah perhiasan dunia (obyek) sekaligus pemerindah dunia (subyek). Hanya orang yang tidak bisa berpikir yang tidak mengakui hal tersebut. Hingga Tuhan pun menciptakan hanya wanita lah yang sanggup melahirkan dan menyusui anak-anak manusia, bukan laki-laki. Laki-laki kurang memiliki kasih sayang yang luar biasa besar layaknya wanita untuk mengalami kerepotan dan kesakitan selama masa mengandung, melahirkan, serta pasca melahirkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="uiStreamMessage userContentWrapper" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="uiStreamMessage userContentWrapper" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}" style="text-align: justify;"&gt;Fakta memang membuktikan perempuan di dunia masa sekarang ingin dipersamakan derajatnya, setidaknya begitulah opini saya setelah melihat berbagai media. Namun bagaimanakah hal tersebut dari sudut pandang Islam? Agama Islam, selalu mengajarkan kasih sayang dan&amp;nbsp; berdasar sumber ilmiah dan masuk akal (bagi orang yang beriman), mengajarkan kepada umatnya untuk menyayangi wanita khususnya ibu lebih dari makhluk lainnya. Islam memuliakan wanita yang memang pantas untuk dimuliakan (wanita sholihah di antara mereka). Dan inilah 19 Keistimewaan Wanita Menurut Hadist (ISLAM):&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Doa wanita itu lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda, "Ibu lebih penyayang daripada bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia."&lt;br /&gt;
2. Wanita yang salehah (baik) itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang saleh.&lt;br /&gt;
3. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang senantiasa menangis karena takut akan Allah. Dan orang yang takut akan Allah SWT akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.&lt;br /&gt;
4. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah saw di dalam syurga);&lt;br /&gt;
5. Barangsiapa membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya) maka pahalanya seperti melakukan amalan bersedekah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki.&lt;br /&gt;
6. Surga itu di bawah telapak kaki ibu;&lt;br /&gt;
7. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta sikap bertanggungjawab, maka baginya adalah surga.&lt;br /&gt;
8. Apabila memanggil akan dirimu dua orang ibu bapakmu, maka jawablah panggilan ibumu terlebih dahulu.  9. Daripada Aisyah r.a. "Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka."&lt;br /&gt;
10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutuplah pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu surga. Masuklah dari mana saja pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.&lt;br /&gt;
11. Wanita yang taat pada suaminya, maka semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama dia taat kepada suaminya serta menjaga salat dan puasanya&lt;br /&gt;
12. Aisyah r.a berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita?" Jawab Rasulullah SAW "Suaminya." "Siapa pula berhak terhadap lelaki?" Jawab Rasulullah SAW, "Ibunya."&lt;br /&gt;
13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta kepada suaminya, masuklah dia dari pintu surga mana saja yang dikehendaki.&lt;br /&gt;
14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam surga terlebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;15. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.&lt;br /&gt;
16. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;17. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.&lt;br /&gt;
18. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.&lt;br /&gt;
19. Apabila semalaman seorang ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah, semoga setelah membaca bacaan ini, dapat memberi kita pengetahuan untuk lebih memahami dan menyayangi saudara-saudara perempuan kita, menjaga kehormatannya, dan membimbingnya ke jalan yang lurus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;sumber: &lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span class="userContent"&gt;@kutipanHIKMAH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="uiStreamMessage userContentWrapper" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1,&amp;quot;tn&amp;quot;:&amp;quot;K&amp;quot;}"&gt;&lt;span class="messageBody" data-ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;span class="userContent"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;gambar: http://manipi.wordpress.com/2009/08/26/wanita-muslimah-luar-biasa/&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt; &lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=VhteyjSL0NU%3D&amp;amp;cid=vuHXZxOiCQw%3D&amp;amp;chan=VZdXd8EdjZU%3D&amp;amp;type=12&amp;amp;title=CC0000&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=0000FF&amp;amp;border=99C9FF&amp;amp;url=FFFF66" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;</description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2013/01/keistimewaan-wanita-menurut-pandangan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-3739079012996191501</guid><pubDate>Tue, 01 Jan 2013 03:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-05T19:41:56.625+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bebas</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ide</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">spesial</category><title>Posting Pertama di Tahun 2013</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Posting Pertama di Tahun 2013&lt;/b&gt; ~ Tidak terasa hari ini telah memasuki 1 Januari 2013. Itu berarti Blog &lt;a href="http://lamanbaca.blogspot.com/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Halaman Bacaan Online&lt;/a&gt; dan &lt;b&gt;Pembaca Online&lt;/b&gt; sekalian telah meninggalkan tahun 2012 yang penuh kenangan. Suka, duka, canda, derita, dan pengalaman-pengalaman berharga lain telah kita lalui dalam hidup kita. Dengan mengucapkan Bismillahirohmanirohim, inilah &lt;span style="background-color: #f3f3f3;"&gt;artikel pertama saya di tahun 2013&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3-LGVGR6LL1YB3YDC56Y5GUw-wAMHnobUgsVE0l700cIj8G7_Rj5fjaNhjZqxPHiafDf4WcxM_EqQY8Dlhp3ZcNAgKI8tPBsTZQEzoB3muS4y9EQbWWIQ8IgvBThvdWfJQs6soPwFuFs/s1600/SEMANGAT+BARU.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Posting Pertama di Tahun 2013" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3-LGVGR6LL1YB3YDC56Y5GUw-wAMHnobUgsVE0l700cIj8G7_Rj5fjaNhjZqxPHiafDf4WcxM_EqQY8Dlhp3ZcNAgKI8tPBsTZQEzoB3muS4y9EQbWWIQ8IgvBThvdWfJQs6soPwFuFs/s320/SEMANGAT+BARU.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span id="goog_53621208"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_53621209"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bagi diri Penulis pribadi, tahun 2012 adalah tahun yang luar biasa dimana Resna Tazkiyatunnafs mendapat gelar pertamanya Ak. Ya, Saya telah merampungkan kuliah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) dan wisuda tepat pada tanggal 10 Oktober 2012 lalu. Tentu pengalaman-pengalaman pribadi lain masih banyak yang sangat berharga untuk dilupakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk urusan dunia blog, Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pembaca Online yang masih setia membaca, memberi feedback berupa like, komentar, follow, atau berlangganan. Sekaligus minta maaf yang sebesar-besarnya karena sebetulnya saya pribadi merasa sanggup untuk menampilkan lebih baik dari yang ada sekarang, dimana Anda semua memang pantas menerimanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di Tahun 2013 ini tentu saya berharap dapat berusaha lebih baik dan mendapat hasil yang lebih baik pula. Semoga selekasnya Pemerintah Pusat menempatkan kami lulusan STAN 2012 di tempat terbaik bagi kami untuk dapat mengabdi pada negara dan melayani rakyat dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
#Untuk urusan jodoh, doakan ya saya mendapat jodoh yang baik, di tempat dan masa yang baik, dengan cara yang baik pula :D&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk Blog Halaman Bacaan Online ini, melalui &lt;a href="http://lamanbaca.blogspot.com/2013/01/posting-pertama-di-tahun-2013.html" target="_blank"&gt;Posting pertama di Tahun 2013&lt;/a&gt; ini saya ingin berusaha menampilkan secara rutin artikel-artikel berkualitas dan bermanfaat. Saya harap blog HBO ini dapat menambah pengetahuan anda mengenai Akuntansi, artikel Islam atau tema yang serupa. Serta dapat menghibur suasana hati Anda dengan kumpulan artikel dan gambar unik, aneh, dan lucunya. Dan saya berdoa agar Pembaca Online masih setia dengan blog ini dengan membaca, memberi feedback, atau bentuk manfaat lain untuk Anda. Amien...&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;gambar : http://smpmarsudiutamisemarang.blogspot.com/2012/11/semangat-baru.html&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt; &lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=VhteyjSL0NU%3D&amp;amp;cid=vuHXZxOiCQw%3D&amp;amp;chan=VZdXd8EdjZU%3D&amp;amp;type=12&amp;amp;title=CC0000&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=0000FF&amp;amp;border=99C9FF&amp;amp;url=FFFF66" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;</description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2013/01/posting-pertama-di-tahun-2013.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3-LGVGR6LL1YB3YDC56Y5GUw-wAMHnobUgsVE0l700cIj8G7_Rj5fjaNhjZqxPHiafDf4WcxM_EqQY8Dlhp3ZcNAgKI8tPBsTZQEzoB3muS4y9EQbWWIQ8IgvBThvdWfJQs6soPwFuFs/s72-c/SEMANGAT+BARU.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-6701542894388767910</guid><pubDate>Mon, 31 Dec 2012 04:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-05T20:03:29.770+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">menakjubkan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sepak bola</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">spesial</category><title>Sir Alex Ferguson</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="userContent"&gt;Artikel kali ini adalah fakta mengenai salah satu tokoh favorit saya bro. Setelah membaca bacaan online ini diharapkan anda dapat mengetahui mengenai data diri, sejarah, prestasi, hingga trofi yang pernah direngkuh oleh &lt;b style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Sir Alex Ferguson&lt;/b&gt;. Kebetulan di hari ulang tahunnya ini saya sekadar membagikan sedikit pengetahuan tentang data diri beliau:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="userContent"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinOamb9LjnWeNadviQTJw1VnExKJ0u_pUeK17S-QnGF36w5KeF0UGxTpZN5LRoQxnCQMQ8Zu56w8mSYZ2Xd2AT6qzK9rhqDeI0VTscSjcFbblO_pfgbnLwyLd06BmRmsAPJqGYwZjr7aY/s1600/Alex-Fergusson.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Foto Sir Alex Ferguson" border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinOamb9LjnWeNadviQTJw1VnExKJ0u_pUeK17S-QnGF36w5KeF0UGxTpZN5LRoQxnCQMQ8Zu56w8mSYZ2Xd2AT6qzK9rhqDeI0VTscSjcFbblO_pfgbnLwyLd06BmRmsAPJqGYwZjr7aY/s320/Alex-Fergusson.jpg" title="Sir Alex Ferguson" width="281" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="userContent"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt; &lt;span class="userContent"&gt;Nama Lengkap : &lt;b&gt;Alexander Chapman Ferguson&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Panggilan : Fergie, Sir Alex, The Gaffer &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;Tempat Lahir : Glasgow, Skotlandia&lt;br /&gt;
Tanggal Lahir : 31-12-1941&lt;br /&gt;
Kebangsaan : Skotlandia&lt;br /&gt;
Posisi : Pelatih&lt;br /&gt;
Bermain di Klub : &lt;b style="color: red;"&gt;Manchester United&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span class="userContent"&gt; Sir Alexander Chapman Ferguson, Kt, CBE, yang lebih dikenal dengan nama  Alex Ferguson atau Sir Alex atau Fergie lahir pada tanggal 31 Desember  1941 di Govan, Glasgow, Skotlandia. Dia merupakan pelatih da&lt;span class="text_exposed_show"&gt;n mantan pemain Skotlandia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt; Ferguson memulai karirnya sebagai pemain pada tahun 1957 bersama klub  Queen's Park. Dia memulai debutnya sebagai seorang striker pada saat  masih berusia 16 tahun. Pada saat dia bergabung bersama Falkirk pada  tahun 1969, dia menjadi pemain sekaligus pelatih. Tetapi begitu John  Prentice menjadi manajer, tugas kepelatihannya ikut dihilangkan.  Ferguson meresponnya dengan langsung pindah ke Ayr United, di mana dia  pensiun sebagai pemain bola pada tahun 1974. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt; Ferguson pernah  melatih East Stirlingshire dan St. Mirren, tetapi kesuksesannya mulai  terlihat saat melatih Aberdeen. Dia sempat menjadi pelatih sementara  Skotlandia, karena kematian manajer Jock Stein. Akhirnya dia ditunjuk  menjadi manajer Manchester United pada bulan November 1986. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt; Dengan 23 tahun menjadi pelatih Manchester United, dia menjadi manajer  terlama kedua setelah Sir Matt Busby. Di antara manajer yang masih aktif  sekarang di Liga Inggris, dia adalah manajer dengan masa kepelatihan  terlama. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt; Selama kepelatihannya, Ferguson telah memenangkan  banyak penghargaan dan memecahkan banyak rekor di antaranya sebagai  pemenang terbanyak gelar manajer terbaik di sejarah sepak bola Inggris.  Pada tahun 2008, dia menjadi pelatih Inggris ketiga yang memenangkan  gelar Eropa lebih dari sekali. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt; &lt;br /&gt;
Penghargaan Sebagai Pemain: &lt;br /&gt;
1. St. Johnstone &lt;br /&gt;
- Divisi 1 Liga Skotlandia: 1962-1963. &lt;br /&gt;
2. Falkirk &lt;br /&gt;
- Divisi 1 Liga Skotlandia: 1969-1970. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penghargaan Sebagai Pelatih: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. St. Mirren &lt;br /&gt;
- Divisi 1 Liga Skotlandia: 1976-1977. &lt;br /&gt;
2. Aberdeen &lt;br /&gt;
- Divisi Premier Skotlandia: 1979-1980, 1983-1984, 1984-1985. &lt;br /&gt;
- Piala Skotlandia: 1981-1982, 1982-1983, 1983-1984, 1985-1986. &lt;br /&gt;
- Piala Liga Skotlandia: 1985-1986. &lt;br /&gt;
- Piala Winners: 1982-1983. &lt;br /&gt;
- Piala Super Eropa: 1983. &lt;br /&gt;
3. Manchester United &lt;br /&gt;
- Premier League: 1992-1993, 1993-1994, 1995-1996, 1996-1997,  1998-1999, 1999-2000, 2000-2001, 2002-2003, 2006-2007, 2007-2008,  2008-2009. &lt;br /&gt;
- Piala FA: 1989-1990, 1993-1994, 1995-1996, 1998-1999, 2003-2004. &lt;br /&gt;
- Piala Liga: 1991-1992, 2005-2006, 2008-2009. &lt;br /&gt;
- FA Charity/Community Shield: 1990, 1993, 1994, 1996, 1997, 2003, 2007, 2008. &lt;br /&gt;
- Liga Champions: 1998-1999, 2007-2008. &lt;br /&gt;
- Piala Winners: 1990-1991. &lt;br /&gt;
- Piala Super Eropa: 1991. &lt;br /&gt;
- Piala Intercontinental Cup: 1999. &lt;br /&gt;
- Piala Dunia Klub FIFA: 2008. &lt;br /&gt;
4. Individual: &lt;br /&gt;
- Football Writers' Association Tribute Award: 1996. &lt;br /&gt;
- Mussabini Medal: 1999. &lt;br /&gt;
- Manajer Terbaik Liga Champions UEFA: 1998-1999. &lt;br /&gt;
- BBC Sports Personality of the Year Coach Award: 1999. &lt;br /&gt;
- BBC Sports Personality of the Year Team Award: 1999. &lt;br /&gt;
- IFFHS Club Coach of the Year: 1999. &lt;br /&gt;
- LMA Manager of the Decade: 1990-an. &lt;br /&gt;
- Laureus World Sports Award for Team of the Year: 2000. &lt;br /&gt;
- BBC Sports Personality of the Year Lifetime Achievement Award: 2001. &lt;br /&gt;
- English Football Hall of Fame: 2002. &lt;br /&gt;
- Onze d'Or Coach of the Year: 1999, 2007. &lt;br /&gt;
- Professional Footballers' Association Merit Award: 2007. &lt;br /&gt;
- Tim terbaik UEFA: 2007, 2008. &lt;br /&gt;
- Manajer Terbaik liga Inggris: 1993-1994, 1995-1996, 1996-1997,  1998-1999, 1999-2000, 2002-2003, 2006-2007, 2007-2008, 2008-09. &lt;br /&gt;
-  Manajer Terbaik Liga Inggris edisi bulanan: Agustus 1993, Oktober 1994,  Februari 1996, Maret 1996, Februari 1997, Oktober 1997, Januari 1999,  April 1999, Agustus 1999, Maret 2000, April 2000, Februari 2001, April  2003, Desember 2003, Februari 2005, Maret 2006, Agustus 2006, Oktober  2006, Februari 2007, Januari 2008, Maret 2008, Januari 2009, April 2009,  September 2009. &lt;br /&gt;
- LMA Manager of the Year: 1998-1999, 2007-2008. &lt;br /&gt;
- World Soccer Magazine World Manager of the Year: 1993, 1999, 2007, 2008 &lt;br /&gt;
5. Gelar dan Penghargaan khusus: &lt;br /&gt;
- Officer of the Order of the British Empire (OBE): 1983. &lt;br /&gt;
- Commander of the Order of the British Empire (CBE): 1995. &lt;br /&gt;
- Knight Bachelor: 1999.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span class="userContent"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;Terima kasih kepada : Manutd.com ; goal.com/ID-id&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt; &lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=VhteyjSL0NU%3D&amp;amp;cid=vuHXZxOiCQw%3D&amp;amp;chan=VZdXd8EdjZU%3D&amp;amp;type=12&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;</description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2012/12/sir-alex-ferguson.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinOamb9LjnWeNadviQTJw1VnExKJ0u_pUeK17S-QnGF36w5KeF0UGxTpZN5LRoQxnCQMQ8Zu56w8mSYZ2Xd2AT6qzK9rhqDeI0VTscSjcFbblO_pfgbnLwyLd06BmRmsAPJqGYwZjr7aY/s72-c/Alex-Fergusson.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Old Trafford, Sir Matt Busby Way, Stretford, Old Trafford M16 0RA, UK</georss:featurename><georss:point>53.463055999999987 -2.291388999999981</georss:point><georss:box>53.160561999999985 -2.9368359999999809 53.76554999999999 -1.6459419999999811</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-5456433677831016805</guid><pubDate>Mon, 31 Dec 2012 00:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-12-31T14:14:44.714+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bebas</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sindiran</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">spesial</category><title>Kontroversi dan Esensi Perayaan Tahun Baru</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Kontroversi dan Esensi Perayaan Tahun Baru&lt;/b&gt; ~&amp;nbsp; &lt;span style="color: blue;"&gt;1 Januari&lt;/span&gt; adalah awal permulaan suatu tahun yang baru (masehi). Di seluruh penjuru dunia &lt;strike&gt;kecuali suku maya mungkin, lol&lt;/strike&gt; biasanya hal ini dirayakan dengan pesta dalam berbagai bentuk, misalnya kembang api, konser musik, diskon perbelanjaan, dan hiburan menarik lainnya. Lebih lengkap lagi, hampir pemerintah negara-negara seluruh dunia menjadikan tanggal tersebut sebagai tanggal merah atau hari libur.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Wajarkah? Tentu saja, jika pertanyaan itu kita jawab sekarang. Ketika semuanya sudah "terbiasa" dan kita tinggal mengikuti dan menikmati yang sebelumnya telah ada tanpa repot memikirkan apa makna yang terkandung di dalamnya. Namun jika dipikir lagi, kira-kira apa esensi dari tahun baru itu sendiri?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3F7a-GPTftveF2WcysysfBqdhYO63iKLfHRymIXbU5_iLfzOdLR-c9AX-xs4vZwvZYT-z3-p9dNkdXGp8N5W3Z9Nc-kOCNa9hbbbqB6l9XUCZj_AfszyFABldkmbY_4VHD4OmgtxkzAo/s1600/Tahun+Baru.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3F7a-GPTftveF2WcysysfBqdhYO63iKLfHRymIXbU5_iLfzOdLR-c9AX-xs4vZwvZYT-z3-p9dNkdXGp8N5W3Z9Nc-kOCNa9hbbbqB6l9XUCZj_AfszyFABldkmbY_4VHD4OmgtxkzAo/s320/Tahun+Baru.gif" title="Kontroversi dan Esensi Perayaan Tahun Baru" width="238" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Selayaknya hal yang baru-baru lainnya, setiap manusia pasti akan menyukainya, meski terkadang tidak lebih disukai dari sesuatu lama yang harus ditinggalkan. Baju, mobil, perhiasan, dan barang-barang baru, suasana baru, istri baru #eh. Namun perlu ditimbang jika sebenarnya setiap saat kita mendapat sesuatu yang baru. Setiap detik adalah masa yang baru; Setiap detik ke 61 adalah menit yang baru; Setiap jam 00.01 adalah hari yang baru; Setiap hari Senin adalah pekan yang baru; Bahkan setiap tanggal 1 adalah bulan yang baru. Sepertinya memang waktu satu tahun adalah waktu yang pas dalam batas pikiran manusia tentang waktu yang dianggap penting untuk dirayakan. Kita lihat saja perayaan 8, 10, 25, 50, 100, 1000 tahunan yang diadakan orang-orang semuanya di atas 1 tahun. Sangat jarang ada perayaan suatu waktu dalam kurun kurang dari 1 tahun, &lt;strike&gt;kecuali bagi para pegawai yang gajian di bulan baru, lol&lt;/strike&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setiap keyakinan menyatakan bahwa setiap hari itu adalah hari baik, tergantung bagaimana menyikapinya. Namun keyakinan itu juga yang mengajari manusia untuk menjadikan suatu waktu lebih spesial dari yang lainnya. Contohnya bagi Muslim Hari Jumat, perayaan Idul Fitri, tahun baru hijiriah; bagi Nasrani hari Minggu, hari Misa dan Natal; bagi Indonesia tanggal 20 Mei, 17 Agustus, dan 10 Nopember; bagi kaum pagan tanggal-tanggal menarik seperti 9-91999, 6-6-2006, 20-12-2012; dan contoh lainnya. Sehingga sudah umum jika manusia merayakan tahun baru masehi di tanggal 1 Januari.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sekarang, apa masalahnya hingga beberapa pihak (contohnya MUI di Sumatera) menyatakan bahwa perayaan Tahun Baru itu &lt;b&gt;haram&lt;/b&gt; ? Di sini generasi era sekarang yang kebanyakan sudah tidak peduli dengan halal-haram dan fatwa-fatwa MUI perlu melihat apa yang sebenarnya diharamkan. Pihak-pihak tersebut melarang setiap kegiatan yang sia-sia, tidak membawa manfaat, berfoya-foya, dan menjurus ke tindakan merugikan. Kita tahu bahwa di setiap akhir tahun dan awal tahun baru akan ada pesta-pesta dan belanja yang 'biasanya' menghabiskan sumber daya alam yang berlebihan, boros, hingga bermabuk-mabukan. Muda-mudi berduaan hingga malam hari untuk menyaksikan detik-detik pergantian malam tahun baru, nah selanjutnya perbuatan apa yang umumnya mereka lakukan. Masih banyak lagi tindakan yang harusnya bisa dicegah saat perayaan tahun baru itu sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nah, sekarang tinggal pilihan anda, apakah tidak ikut merayakan tahun baru, menjadikan tahun baru sebagai momen perubahan dengan melakukan kegiatan bermanfaat, ikut bersuka cita di malam tahun baru dengan menghindari hal-hal yang menjurus kriminal, atau menikmati suasana dengan hal-hal yang dilarang agama, etika, dan hukum. Semuanya kembali pada anda, rugi dan manfaatnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;gambar : http://creativoltz.blogspot.com/2012/12/ucapan-tahun-baru-2013-lengkap.html&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;
&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=VhteyjSL0NU%3D&amp;amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;amp;chan=cw%2FF2BXObnU%3D&amp;amp;type=12&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;
&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;
</description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2012/12/kontroversi-dan-esensi-perayaan-tahun.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj3F7a-GPTftveF2WcysysfBqdhYO63iKLfHRymIXbU5_iLfzOdLR-c9AX-xs4vZwvZYT-z3-p9dNkdXGp8N5W3Z9Nc-kOCNa9hbbbqB6l9XUCZj_AfszyFABldkmbY_4VHD4OmgtxkzAo/s72-c/Tahun+Baru.gif" width="72"/><thr:total>4</thr:total><georss:featurename>Madiun, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.6297140000000008 111.51370199999997</georss:point><georss:box>-7.6926665000000005 111.43302099999997 -7.566761500000001 111.59438299999997</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-8747328751793640238</guid><pubDate>Sat, 29 Dec 2012 02:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-06T19:17:43.582+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bebas</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Ide</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">spesial</category><title>Apa Pengertian, Makna, dan Type Orang Sukses ?</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penjelasan tentang Orang Sukses&lt;/b&gt; ~ Setiap manusia yang berakal pasti menginginkan sukses. Entah dalam profesi dan hal apapun sukses hampir pasti menjadi hasil akhir yang diharapkan orang yang berusaha. Sukses selalu dicari dalam bersekolah, berkarir, mendapat cinta, berumah tangga, &lt;strike&gt;hingga saat mengupil pun orang ingin sukses mendapatkan upilnya-&lt;span style="color: orange;"&gt;maaf, kalimat ini disensor admin :P&lt;/span&gt;&lt;/strike&gt;.&amp;nbsp; Lalu apa &lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; font-size: large;"&gt;maksud dari kata sukses/&lt;i&gt;success&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; itu sendiri?&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKHpUkeUBZDhByKs_Z8CeVQZiwrS5SGkGdgAYieNEd58aF5fPAPnQlnG0WIyswk_8PZWk_sD24xWITTzcZ6b-JxvBl56kD4sRnaTLsdRI1CBNAjFVim8U_10MOM1Kn3TJcBsy27lJMN6ok/s1600/bayi-sukses.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="211" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKHpUkeUBZDhByKs_Z8CeVQZiwrS5SGkGdgAYieNEd58aF5fPAPnQlnG0WIyswk_8PZWk_sD24xWITTzcZ6b-JxvBl56kD4sRnaTLsdRI1CBNAjFVim8U_10MOM1Kn3TJcBsy27lJMN6ok/s320/bayi-sukses.jpg" alt="Apa Pengertian, Makna, dan Type Orang Sukses ?" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background-color: #f3f3f3;"&gt;Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)&lt;/span&gt;, &lt;b&gt;sukses dapat diartikan berhasil; beruntung&lt;/b&gt;. Sedangkan jika menilik &lt;span style="background-color: #f3f3f3;"&gt;ensiklopedia bebas Wikipedia&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif;"&gt;sukses didefinisikan sebagai suatu kehormatan atau prestise yang dikaitkan dengan pencapaian suatu kedudukan seseorang dalam status sosialnya&lt;/span&gt;.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila semua orang ditanyai satu-per-satu tentang makna sukses dalam hidup mereka, tentu jawabannya bisa beragam. Tergantung sudut pandang, latar budaya dan pendidikan, serta konteks yang sedang dibahas. Hal tersebut dapat dicontohkan dengan ilustrasi berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ilustrasi 1&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada 2 orang lelaki bersaudara, A dan B.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Si A merupakan lulusan universitas terkemuka sehingga memiliki banyak relasi di luar kota dan sering meninggalkan rumah. Dia kurang peduli dengan urusan rumah dan lingkungan tetangga, keluarga atau tetangga sedang hajatan atau bahkan meninggal pun dia tidak acuh. Kegiatan sosial dan kemasyarakatan di lingkungannya pun dia tinggalkan. Sisi bagusnya, dengan relasi yang banyak tersebut dia mendapat karir yang cerah dan usahanya memiliki profit yang menjanjikan. Kini dia memiliki rumah, apartemen, dan mobil mewah di Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu Si B lebih banyak main di lingkungannya, aktif di karang taruna, pengajian, dan rajin membantu jika tetangganya membutuhkan bantuan. Namun karena saking seringnya membantu, karirnya tidak begitu berkembang. Dia memang sama pintarnya dengan si A, namun orang tua yang telah tiada sementara si A kurang begitu peduli dengan saudaranya, si B terpaksa tidak melanjutkan kuliah. Si B mendapatkan penghasilan dari pekerjaan serabutan dan secara materi hidupnya kekurangan.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ilustrasi 2&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sebuah SMA favorit dan mempunyai suasana kompetisi cukup ketat si Y hampir selalu mendapat ranking 3 besar umum sekolahnya. Dia aktif di organisasi, membantu guru, belajar seluruh materi yang telah dan akan diajarkan. Pokoknya tipe siswa teladan dan dia juga bercita-cita menjadi dokter di PTN favorit.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di lain pihak ada si Z yang belajar hanya materi yang disukainya. Dia fokus untuk mengikuti tes masuk perguruan tinggi yang diinginkannya tanpa banyak belajar pelajaran lain yang tidak ada kesesuaian dengan hal itu. Hasilnya prestasi di SMA pun jeblok. Meski masih terus naik kelas, ranking 20 besar pun jauh dari pandangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di akhir SMA keduanya lulus. Si Y mendapat nilai yang memuaskan waktu ujian dan si Z "untung saja" lulus. Karena hasil ujian tersebut bukan menjadi patokan masuk PTN, mereka mengikuti tes lagi yang diharuskan. Si Y mendaftar di jurusan yang PG nya tinggi, dia mengikuti tes tersebut tiga kali karena merasa percaya diri namun semuanya gagal, bahkan pilihan ke 2 dan 3 nya pun gagal karena juga terlalu tinggi. Sedangkan si Z yang mencari jurusan yang disukainya mendapat apa yang dia harapkan, meski jurusan tersebut tidak memiliki PG tinggi. Sekarang, si Z mendapat pekerjaan yang dia cita-citakan. Sementara si Y juga mendapat beasiswa kuliah lagi karena berprestasi di tempat kuliahnya meski jurusan tersebut jauh berbeda dari yang dia inginkan.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari kedua ilustrasi tersebut, kita dapat menarik kesimpulan (lagi) bahwa makna kesuksesan berbeda bagi tiap orang. Ada type orang yang ingin sukses secara jasmani/material/duniawi, ada juga yang ingin sukses secara ruhani/batin. Sukses dapat berarti prestasi yang lebih tinggi dari yang lain, sukses juga dapat berarti mendapatkan apa yang kita dambakan. Masing-masing bisa didapat secara bergandengan, namun kadangkala bertentangan sama-sekali.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi ingat! Untuk mencapai sukses kita butuh usaha, pengorbanan. Entah waktu, biaya, pikiran, tenaga, materi, apapun selalu dibutuhkan. Dan menurut saya di sinilah kunci sukses sesungguhnya. &lt;b&gt;Sukses adalah hal positif yang diambil dari berusaha&lt;/b&gt;. Terkadang itu menyenangkan, namun tidak jarang menyedihkan. Tapi jika kita mengambil hal yang positif dari hal menyenangkan atau menyedihkan tersebut, itulah sukses.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang yang mendapat sesuatu tanpa usaha, seberapa baguspun hal tersebut, itu bukanlah sukses. Begitulah sukses menurut saya, lalu bagaimana menurut anda? Dan apakah anda sudah termasuk kriteria orang sukses tersebut?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;gambar : &lt;/b&gt;&lt;b&gt;http://yunorisavailable.blogspot.com/2011/04/cara-cepat-sukses-dan-kaya.html&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt; &lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=VhteyjSL0NU%3D&amp;amp;cid=TlffQoaJN%2F0%3D&amp;amp;chan=cw%2FF2BXObnU%3D&amp;amp;type=12&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;</description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2012/12/apa-pengertian-makna-dan-type-orang.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKHpUkeUBZDhByKs_Z8CeVQZiwrS5SGkGdgAYieNEd58aF5fPAPnQlnG0WIyswk_8PZWk_sD24xWITTzcZ6b-JxvBl56kD4sRnaTLsdRI1CBNAjFVim8U_10MOM1Kn3TJcBsy27lJMN6ok/s72-c/bayi-sukses.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Magetan Regency, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.6534687 111.32959430000005</georss:point><georss:box>-7.7793627 111.16823280000006 -7.5275747000000006 111.49095580000005</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-326637590955854484</guid><pubDate>Thu, 27 Dec 2012 12:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-05T20:05:28.637+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">favorit</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">menarik</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">sindiran</category><title>Karakter Manusia Berdasarkan Warna Favorit</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Artikel &lt;b&gt;Karakter Manusia Berdasarkan Warna Favorit&lt;/b&gt; ini saya posting dengan tujuan menambah pengetahuan &lt;i&gt;just for fun&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;just for know&lt;/i&gt;. Untuk yang tidak percaya, silakan, dan bagi yang percaya berpikirlah ulang karena artikel unik dan aneh ini hanyalah opini bukan fakta.&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8unwQJRdW2j5KqBwEGwZQN0UGRHi1hWj8tpevuGlejuIvlyUkLIoRDIZIy4ORFikb86trIR1_Ynee9fjUpiOtaQleJgE-2boLS4aVZgmWri1ebCb4R86ZGb5hy2eRjQ_s8KA621UuJcs/s1600/1291361064_magicfields_post_img_1_1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8unwQJRdW2j5KqBwEGwZQN0UGRHi1hWj8tpevuGlejuIvlyUkLIoRDIZIy4ORFikb86trIR1_Ynee9fjUpiOtaQleJgE-2boLS4aVZgmWri1ebCb4R86ZGb5hy2eRjQ_s8KA621UuJcs/s320/1291361064_magicfields_post_img_1_1.jpg" title="Karakter Manusia Berdasarkan Warna Favorit" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Warna Biru&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Warna kesukaan kamu Biru, biasanya termasuk tipe           pemurung, selalu           menyenangkan dan selalu bertindak pasif dalam           segala hal. Selalu mengharapkan kedamaian dan ketenangan. Kamu           memiliki kesulitan           dalam pergaulan. Demikian pula dalam bercinta           karena kamu sering sekali menyembunyikan perasaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Warna Hitam&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
Kamu termasuk tipe orang yang sangat lincah           dalam hal-hal tertentu saja. Jika berada           dilingkungan yang tidak disukai, maka kamu akan           menjadi murung. Kamu selalu tampil menarik,           rapi, cukup banyak lawan jenis berusaha mengejar           dan merebut cinta kamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Warna Merah&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Kamu sangat berwibawa dan           juga senang melindungi orang yang lemah. Walau           sering kali bergaul dan bercanda tapi kamu bisa           menahan diri. Banyak orang mengatakan cinta,           tapi kamu selalu berpikir dan berpikir lagi.           Kamu termasuk tipe yang sulit jatuh cinta.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Warna Hijau&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika warna favorit kamu hijau, maka kamu adalah tipe           yang sangat romantik, menyukai keindahan,           menyenangi alam dengan udara yang sejuk. Kamu           adalah seseorang yang selalu memegang prinsip.           Dalam hal bercinta kamu mengidam-idamkan calon           teman hidup yang penuh toleransi dan dapat           dipercaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: yellow;"&gt;Warna Kuning&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kesukaan kamu warna kuning menandakan bahwa kamu           memiliki sifat optimis. Kamu tipe periang dan           senang bergaul, tidak memiliki penampilan yang           loyo. Sifat tolong-menolong selalu ada dalam           diri kamu, karena menolong merupakan suatu           kewajiban mutlak bagi kamu. Kamu orang yang           tidak pernah meremehkan siapapun juga, walaupun           seseorang itu dungu atau bloon.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: silver;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Warna Putih&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Kamu adalah           orang yang dilahirkan ke dunia dengan sempurna,           jika menyukai warna putih, banyak orang mengagumi kamu karena sifat angun,           sifat idealis dan moral kamu yang teramat tinggi.           Tak pernah angkuh, senang menolong siapa saja           yang membutuhkan bantuan kamu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: purple;"&gt;Warna Ungu&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Warna Ungu adalah pribadi dengan tipe yang benar-benar luar           biasa. Selalu optimis, dalam menghadapi masa depan kamu tidak           pernah ragu-ragu, apa yang dikerjakan kamu           adalah yang terbaik. Kamu pandai benar dalam           mengikuti perkembangan jaman. Dalam bercinta,           hanya merekalah yang kuat mental yang bisa           mendekati dan menjadi kekasih kamu. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Terima kasih kepada :&amp;nbsp; gemintang.com&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt; &lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=VhteyjSL0NU%3D&amp;amp;cid=vuHXZxOiCQw%3D&amp;amp;chan=VZdXd8EdjZU%3D&amp;amp;type=12&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;</description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2012/12/karakter-manusia-berdasarkan-warna.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8unwQJRdW2j5KqBwEGwZQN0UGRHi1hWj8tpevuGlejuIvlyUkLIoRDIZIy4ORFikb86trIR1_Ynee9fjUpiOtaQleJgE-2boLS4aVZgmWri1ebCb4R86ZGb5hy2eRjQ_s8KA621UuJcs/s72-c/1291361064_magicfields_post_img_1_1.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total><georss:featurename>Madiun, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.6297140000000008 111.51370199999997</georss:point><georss:box>-7.6926665000000005 111.43302099999997 -7.566761500000001 111.59438299999997</georss:box></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3219171301554545318.post-3081701027399358044</guid><pubDate>Wed, 26 Dec 2012 01:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-06T19:27:18.609+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">langka</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">menakjubkan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">misteri</category><title>Mitos Seputar Naga dari Nusantara dan Dunia</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Mitos Seputar Naga dari Nusantara dan Dunia&lt;/b&gt; ~ &lt;b&gt;Naga&lt;/b&gt; adalah sebutan umum untuk makhluk mitologi yang berwujud reptil  berukuran raksasa. Makhluk ini muncul dalam berbagai kebudayaan. Pada  umumnya berwujud seekor ular besar, namun ada pula yang menggambarkannya  sebagai kadal bersayap.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Istilah naga merupakan kata serapan dari  bahasa Sansekerta atau India kuna yang bermakna "ular". Dalam naskah &lt;u&gt; Mahabharata&lt;/u&gt; dikisahkan bahwa para Naga merupakan anak-anak Resi Kasyapa dengan Dewi Kadru. Nama-nama mereka yang terkenal  antara lain Sesa, Taksaka, Basuki, Karkotaka, Korawya, dan Dritarastra.&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Ini dia anatomi Naga :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="Anatomi Naga" border="0" height="230" src="http://i392.photobucket.com/albums/pp4/oorigamii/DragonAnatomy02.jpg" style="height: 345px; width: 479px;" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="Bentuk Naga" border="0" height="229" src="http://i392.photobucket.com/albums/pp4/oorigamii/DragonAnatomy01.jpg" style="height: 342px; width: 477px;" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bangsa  Naga yang berjumlah ribuan memiliki dua orang sepupu berwujud burung  dan disebut sebagai bangsa Kaga. Keduanya bernama Aruna dan Garuda, yang  merupakan putra dari Dewi Winata yang juga dinikahi Resi Kasyapa.  Dengan demikian, hubungan antara Naga dengan Kaga selain sebagai sepupu  juga sebagai saudara tiri. Meskipun demikian hubungan mereka kurang baik  dan sering terlibat perselisihan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara para Naga ada pula yang  menjadi dewa, yaitu Sesa, yang tertua di antara putra Kadru. Ia  memisahkan diri dari adik-adiknya dan hidup bertapa menyucikan diri. Ia  akhirnya diangkat sebagai dewa para ular, bergelar Ananta&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="Bangsa Naga" border="0" height="303" src="http://i392.photobucket.com/albums/pp4/oorigamii/Dragon-04.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="Naga" border="0" height="241" src="http://www.testriffic.com/resultfiles/14851white-dragon.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam &lt;u&gt; tradisi Cina&lt;/u&gt; juga terdapat makhluk bernama Liong atau Lung yang umumnya  diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan istilah naga. Makhluk  ini digambarkan sebagai ular berukuran raksasa, lengkap dengan tanduk,  sungut, dan cakar, sehingga berbeda dengan naga versi India.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Naga  versi Cina dianggap sebagai simbol kekuatan alam, khususnya angin topan.  Pada umumnya makhluk ini dianggap memiliki sifat yang baik selama ia  selalu dihormati. Naga dianggap sebagai penjelmaan roh orang suci yang  belum bisa masuk surga. Biasanya roh orang suci menjelma dalam bentuk  naga kecil dan menyusup ke dalam bumi untuk menjalani tidur dalam waktu  lama. Setelah tubuhnya memebesar, ia bangun dan terbang menuju surga.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="Naga China" border="0" height="320" src="http://www.draconian.com/dragons/Images/Chinese%20Dragons/Chinese-Dragon-Green-23-large.jpg" style="height: 461px; width: 378px;" width="262" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebagian  ilmuwan berpendapat, naga Cina merupakan makhluk khayal yang diciptakan  oleh masyarakat zaman dahulu akibat penemuan fosil dinosaurus. Makhluk  ini juga dikenal dalam kebudayaan &lt;u&gt;Jepang&lt;/u&gt; dengan istilah Ryu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Naga  dalam budaya Kalimantan, kususnya suku Dayak dan suku Banjar dianggap  sebagai simbol alam bawah. Naga digambarkan hidup di dalam air atau  tanah dan disebut sebagai Naga Lipat Bumi. Naga merupakan perwujudan  dari Tambun yaitu makhluk yang hidup dalam air.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="Naga Lipat Bumi" border="0" height="320" src="http://www.compassionatedragon.com/images/dragon_phoenix%20001.jpg" style="height: 426px; width: 403px;" width="302" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menurut &lt;u&gt; budaya Kalimantan&lt;/u&gt;, alam semesta merupakan perwujudan "Dwitunggal  Semesta" yaitu alam atas yang dikuasai oleh Mahatala atau Pohotara, yang  disimbolkan enggang (burung), sedangkan alam bawah dikuasai oleh Jata  atau Juata yang disimbolkan sebagai naga (reptil). Alam atas bersifat  panas (maskulin) sedangkan alam bawah bersifat dingin (feminin). Manusia  hidup diantara keduanya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="http://img71.imageshack.us/img71/9052/europeanmq4.jpg" border="0" height="242" src="http://img71.imageshack.us/img71/9052/europeanmq4.jpg" style="height: 316px; width: 417px;" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam &lt;u&gt; budaya Banjar&lt;/u&gt;, alam bawah merupakan milik Puteri Junjung Buih sedangkan  alam atas milik Pangeran Suryanata. Setelah berkembangnya agama Islam,  maka oleh suku Banjar alam atas dianggap dikuasai oleh Nabi Daud,  sedangkan alam bawah dikuasai oleh Nabi Khidir Dalam arsitektur rumah  Banjar, makhluk naga dan burung enggang diwujudkan dalam bentuk ukiran,  tetapi sebagai budaya yang tumbuh di bawah pengaruh agama Islam yang  tidak memperkenankan membuat ukiran makhluk bernyawa, maka bentuk-bentuk  makhluk bernyawa tersebut disamarkan atau didistilir dalam bentuk  ukiran tumbuhan.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;img alt="Mitos Seputar Naga dari Nusantara dan Dunia" border="0" height="320" src="http://www.seasite.niu.edu/indonesian/IFM_Image_Catalog/IFM%2024%20naga%20Java.gif" title="Mitos Seputar Naga dari Nusantara dan Dunia" width="309" /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mitos  dan dongeng rakyat tentang naga juga telah tumbuh di &lt;u&gt;dunia Barat&lt;/u&gt; sejak  berabad-abad silam. Naga di dunia Barat digambarkan sebagai kadal besar  dengan 2 tangan dan 2 kaki yg memiliki sayap begitu besar, juga memiliki  kemampuan untuk menyemburkan lidah-lidah api dan digambarkan memiliki  gua bawah tanah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;Terima kasih kepada : eksplorasi-dunia.blogspot.com&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt; &lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=VhteyjSL0NU%3D&amp;amp;cid=vuHXZxOiCQw%3D&amp;amp;chan=VZdXd8EdjZU%3D&amp;amp;type=12&amp;amp;title=3D81EE&amp;amp;text=000000&amp;amp;background=FFFFFF&amp;amp;border=000000&amp;amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt; &lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt; </description><link>http://lamanbaca.blogspot.com/2012/12/mitos-seputar-naga-dari-nusantara-dan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>