<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1430819261217950159</id><updated>2025-02-14T01:19:14.562-08:00</updated><category term="kesehatan"/><category term="artikel kesehatan"/><category term="diabetes"/><category term="kesehatan wanita"/><category term="psikologi"/><category term="psikologi perkembangan"/><category term="psikologi remaja"/><category term="tips kesehatan"/><category term="kesehatan anak"/><category term="kesehatan kulit"/><category term="masalah rumah tangga"/><category term="psikologi kepribadian"/><category term="artikel psikologi"/><category term="autis"/><category term="bullying"/><category term="gagal ginjal"/><category term="keharmonisan"/><category term="kesehatan ibu dan anak"/><category term="kesehatan mental"/><category term="mengatasi masalah rumah tangga"/><category term="mual"/><category term="muntah"/><category term="nomophobia"/><category term="payudara"/><category term="perkembangan bayi"/><category term="rumah tangga"/><title type='text'>Lasy Blog</title><subtitle type='html'>Berbagi Info Kesehatan, Psikologi, dan Masalah Rumah Tangga</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lasyana.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Kanosha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03401313791758020639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1430819261217950159.post-5094151358251936193</id><published>2014-09-29T00:45:00.001-07:00</published><updated>2014-09-29T00:46:16.732-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan anak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="perkembangan bayi"/><title type='text'>Artikel Kesehatan Mengenal Perkembangan Bayi</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Merawat bayi memang melelahkan, tapi ada begitu banyak hal yang dapat membayar pengorbanan tenaga dan waktu Anda. Artikel kesehatan ini membahas tentang perkembangan bayi normal dari bulan ke bulan.&lt;br /&gt;
Bayi tumbuh dengan cara yang unik dan berbeda antara bayi yang satu dengan yang lain. Ada bayi yang bisa duduk sebelum teman-temannya, akan tetapi terlambat dalam hal merangkak. Karena setiap bayi tidak identik, batas waktu dalam tahap perkembangan mungkin bervariasi pula. Berikut tahap perkembangan bayi pada tahun awal periode kehidupan mereka :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXGpejuDg9jj5vP-ZoOIFgWso-XZwZEXDeKH94i97pkc_CWH6-sdWHnlKv3487hZ3P5Pguz_vCshoOXi4Iut1bVORw0U_tQYHqKzySEFFH-ofd66d7tdiDhtwaf4TZLS2Qp4TxDO9USegU/s1600/bayi+baru+lahir.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;perkembangan bayi&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXGpejuDg9jj5vP-ZoOIFgWso-XZwZEXDeKH94i97pkc_CWH6-sdWHnlKv3487hZ3P5Pguz_vCshoOXi4Iut1bVORw0U_tQYHqKzySEFFH-ofd66d7tdiDhtwaf4TZLS2Qp4TxDO9USegU/s1600/bayi+baru+lahir.jpg&quot; height=&quot;212&quot; title=&quot;perkembangan bayi&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pinterest.com/pin/451063718902944030&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.pinterest.com/pin/451063718902944030&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Tersenyum&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Setelah dua bulan tidak dapat tidur dan hanya melihat bayi Anda menangis, sekarang saatnya Anda mendapatkan hadiah nyata. Pada usia sekitar 2 bulan, bayi Anda akan mulai tersenyum ketika menanggapi Anda! Hanya sekedar mendengar suara atau melihat wajah Anda sering membuatnya tersenyum.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;Tertawa&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Jika suara bising tangis bayi Anda terkadang membuat Anda jengkel, jangan diambil hati. Pada usia sekitar 4 bulan, Anda dapat mulai berharap mendengar suaranya lain, mungkin suara yang paling manis yang pernah Anda dengar, suara tawa bayi Anda. Bagian yang terbaik adalah begitu mudahnya membuat seorang bayi tertawa. Wajah konyol, menggelitik, dan bermain ciluk-ba biasanya lebih dari cukup untuk memicu suara tawa si bayi.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Tidur Sepanjang Malam&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Pada awal-awal perkembangan usia bayi, sangat sulit bagi orangtua untuk mendapatkan istirahat yang cukup, bisa tidur semalam suntuk tanpa ada gangguan adalah hal yang sangat istimewa. Tetapi jangan khawatir, ketika usia bayi sekitar 4-6 bulan, kebanyakan bayi mampu tidur sepanjang malam.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Duduk&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Pada usia sekitar 5-6 bulan, kebanyakan bayi sudah bisa duduk, bisa dengan menopang tangan di depan, atau bersandar pada bantal atau kursi. Ketika usia 7-9 bulan, bayi biasanya sudah bisa duduk tegak.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Merangkak&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Ketika bayi berusia sekitar 8 bulan, Anda akan mulai sering berolahraga mengejar si bayi merangkak kesana kemari. Pada usia sekitar 9 bulan, kebanyakan bayi sudah bisa merangkak menggunakan kedua tangan dan kaki. Meskipun begitu beberapa bayi tidak pernah merangkak, melainkan merayap atau hanya menggeliat. &lt;br /&gt;
Merangkak bukanlah merupakan tahapan yang terlalu penting bagi bayi. Pada tahap ini biasanya bayi sudah mulai mengerti arti suara dan gerak tubuh. Misalnya arti lambaian tangan dan ucapan “da-da”.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Makan Sendiri&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Antara usia 9-12 bulan, bayi siap untuk makan sendiri. Pada usia ini, bayi sudah mampu mengembangkan kontrol yang baik atas tangan dan jari-jari mereka, sehingga lebih mudah untuk mengambil benda-benda kecil&amp;nbsp; seperti makanan. Sayangnya, bayi pada usia ini juga senang mengeksplorasi rasa dan tekstur, sehingga makanan bukanlah satu-satunya hal yang mereka coba masukkan ke dalam mulut mereka. Karena itu, keamanan lingkungan harus menjadi perhatian besar orangtua pada usia ini.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Berdiri&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Pada usia 12 bulan, sebagian besar bayi sudah mulai berdiri sebentar tanpa bantuan. Terkadang mereka sudah bisa melangkah kecil sambil memegang furniture atau benda lainnya. Pada minggu-minggu atau bulan sebelum mereka berjalan secara mandiri, bayi mungkin menghabiskan waktu berjam-jam untuk berlatih.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Berjalan&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Anda mungkin menganggapnya sebagai salah satu momen terindah dalam hidup Anda ketika bayi Anda mulai berjalan. Tapi tidak semua bayi bisa berjalan pada tahun pertama. Angka normal berkisar antara 9-17 bulan, dan sebagian besar bayi mulai berjalan setidaknya beberapa langkah sekitar usia 13 bulan.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Berbicara&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&quot;Mama! Dada!&quot;&lt;/i&gt; Tidak ada yang lebih menyenangkan selain pertama kali mendengar bayi memanggil mamanya, dan biasanya ini terjadi pada usia sekitar 1 tahun. Pada saat itu, kebanyakan bayi sudah bisa berbicara setidaknya satu atau dua patah kata, dan mulai meniru apa yang didengarnya. Tidak lama kemudian, Anda akan mulai bisa mendengar apa yang ada dalam pikirannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga artikel kesehatan ini bermanfaat.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasyana.blogspot.com/feeds/5094151358251936193/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Mengenal-Perkembangan-Bayi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/5094151358251936193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/5094151358251936193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Mengenal-Perkembangan-Bayi.html' title='Artikel Kesehatan Mengenal Perkembangan Bayi'/><author><name>Kanosha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03401313791758020639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXGpejuDg9jj5vP-ZoOIFgWso-XZwZEXDeKH94i97pkc_CWH6-sdWHnlKv3487hZ3P5Pguz_vCshoOXi4Iut1bVORw0U_tQYHqKzySEFFH-ofd66d7tdiDhtwaf4TZLS2Qp4TxDO9USegU/s72-c/bayi+baru+lahir.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1430819261217950159.post-1062883086387167930</id><published>2014-09-28T22:21:00.001-07:00</published><updated>2014-09-28T22:23:16.594-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan anak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mual"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="muntah"/><title type='text'>Artikel Kesehatan Mual dan Muntah Pada Anak</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
Mual dan muntah pada anak-anak biasanya tidak berbahaya, dan biasanya sembuh dengan sendirinya. Penyebab umumnya adalah virus di lambung dan kadang-kadang karena keracunan makanan. Periksakan ke dokter jika anak Anda berusia kurang dari 12 minggu, tampak kesakitan, atau jika berlangsung lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Pertanda Dehidrasi&lt;/h3&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh82X6jcUzrH-EUAHVBb6cfNYWDlhalH9Fr7kLjEkVMBeP4BV1qRzu_eBKOal8GXo1xCGX7uT1_vlpDf_YTi3QcGU4PdJ5iMeajZsOPEUuDbbt94v_jwgIlJVR4cxsUnsl1YzrlG28GBy-e/s1600/muntah+pada+anak.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;mual dan muntah pada anak&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh82X6jcUzrH-EUAHVBb6cfNYWDlhalH9Fr7kLjEkVMBeP4BV1qRzu_eBKOal8GXo1xCGX7uT1_vlpDf_YTi3QcGU4PdJ5iMeajZsOPEUuDbbt94v_jwgIlJVR4cxsUnsl1YzrlG28GBy-e/s1600/muntah+pada+anak.jpg&quot; title=&quot;mual dan muntah pada anak&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pinterest.com/pin/301248662545489213&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.pinterest.com/pin/301248662545489213&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah menjaga jangan sampai si Anak mengalami dehidrasi. Anak-anak mengalami dehidrasi lebih cepat daripada orang dewasa. Tanda-tanda anak mengalami dehidrasi diantaranya adalah : terlihat lelah atau rewel, mulut kering, air mata sedikit saat menangis, kulit dingin, mata tampak cekung, jarang buang air kecil, dan ketika dia kencing, kencingnya cuma sedikit atau warna urin kuning kegelapan.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;Mengobati Dehidrasi&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Untuk mencegah dan mengurangi dehidrasi, coba berikan anak Anda minum lebih banyak. Bahkan jika muntah terus, dia masih menyerap sebagian dari apa yang Anda berikan padanya. Selain air, Anda juga bisa memberinya minuman energi, atau obat rehidrasi oral seperti &lt;i&gt;CeraLyte&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Enfalyte&lt;/i&gt;, atau &lt;i&gt;Pedialyte&lt;/i&gt;. Setelah ia muntah, berikanlah minum dengan jumlah kecil: beberapa sendok setiap beberapa menit. Ketika muntah sudah berkurang, minuman bisa diberikan lebih banyak. Pastikan dia buang air kecil secara teratur.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Bagaimana Dengan Minuman Bersoda?&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Selama bertahun-tahun, banyak orang memberikan minuman bersoda untuk membantu anak-anak mengurangi dehidrasi, dan memang masih banyak dokter yang merekomendasikan. Tetapi penelitian menunjukkan bahwa obat rehidrasi oral lebih baik untuk anak-anak. Minuman ini mengandung jumlah yang tepat dari gula dan garam. Solusi alternatif adalah dengan memberi minuman energi dicampur dengan air dalam jumlah yang sama.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Pengobatan&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Muntah pada anak-anak biasanya hilang dengan sendirinya. Selain menjaga anak dari dehidrasi, yang bisa Anda lakukan adalah menunggu. Obat-obatan untuk menghilangkan muntah tidak dianjurkan untuk anak-anak. Pengobatan tersebut tidak akan efektif jika penyebabnya adalah virus, dan biasanya memang penyebabnya adalah virus. Lebih baik memberinya dengan air minum daripada obat. Akan tetapi jika muntahnya semakin parah, segera temui dokter.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Pengobatan Herbal: Jahe&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Jahe telah digunakan selama bertahun-tahun untuk mengurangi rasa sakit dan penyakit lambung. Para peneliti percaya bahan kimia yang terkandung dalam jahe berkhasiat meringankan sakit lambung dan usus serta mampu bekerja di otak dan sistem syaraf untuk mengontrol mual. Meskipun belum ada bukti penelitian tentang hal tersebut, mungkin layak dicoba. Karena jahe aman untuk dikonsumsi anak-anak diatas 2 tahun.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Akupresur&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Teknik ini dipercaya dapat membantu mengurangi mual. Akupresur dilakukan dengan menekan salah satu bagian tubuh untuk membawa perubahan di tempat lain dalam tubuh. Ini mirip dengan metode Cina kuno akupunktur. Untuk mencoba untuk menghilangkan mual anak dengan cara ini, gunakan jari tengah dan telunjuk Anda menekan alur antara dua tendon besar di bagian dalam pergelangan tangan (di bawah telapak tangan).&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Kapan Harus Menghubungi Dokter&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Sudah waktunya mendapatkan pertolongan medis untuk anak jika mereka :&lt;br /&gt;
• usia di bawah 12 minggu dan sering muntah &lt;br /&gt;
• menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, atau Anda mencurigai mereka keracunan makanan atau minuman &lt;br /&gt;
• terlihat gelisah; atau demam tinggi, sakit kepala, ruam, leher kaku, atau sakit perut&lt;br /&gt;
• terdapat darah dalam muntahan mereka&lt;br /&gt;
• sulit untuk bangun, terlihat kesakitan, telah muntah selama lebih dari 8 jam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah tanda-tanda mungkin terjadi kondisi yang serius, dan saat itulah anak Anda membutuhkan pertolongan dokter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga artikel kesehatan ini bermanfaat.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasyana.blogspot.com/feeds/1062883086387167930/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Mual-dan-Muntah-Pada-Anak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/1062883086387167930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/1062883086387167930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Mual-dan-Muntah-Pada-Anak.html' title='Artikel Kesehatan Mual dan Muntah Pada Anak'/><author><name>Kanosha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03401313791758020639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh82X6jcUzrH-EUAHVBb6cfNYWDlhalH9Fr7kLjEkVMBeP4BV1qRzu_eBKOal8GXo1xCGX7uT1_vlpDf_YTi3QcGU4PdJ5iMeajZsOPEUuDbbt94v_jwgIlJVR4cxsUnsl1YzrlG28GBy-e/s72-c/muntah+pada+anak.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1430819261217950159.post-2828676956307332133</id><published>2014-09-26T20:51:00.004-07:00</published><updated>2014-09-26T20:51:51.023-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="gagal ginjal"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan"/><title type='text'>Artikel Kesehatan Mengenal Gagal Ginjal</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Pada artikel kesehatan kali ini, akan dibahas mengenai apa itu gagal ginjal, penyebab gagal ginjal, dan gejala gagal ginjal.&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIOMur9tj_RYi2QXfHh0kl5sW2rAcWs1UQUi1pCqo8NqkVhhPXQqoEZofFjfWcLH9U5CcL3PhgWH-lcEdCTeul9g5pujsAMegMF3wYadCsiaypJv0W13cHyAJfDjLQxgH0lvSyRCOdErsR/s1600/gagal+ginjal.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;gagal ginjal kronis&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIOMur9tj_RYi2QXfHh0kl5sW2rAcWs1UQUi1pCqo8NqkVhhPXQqoEZofFjfWcLH9U5CcL3PhgWH-lcEdCTeul9g5pujsAMegMF3wYadCsiaypJv0W13cHyAJfDjLQxgH0lvSyRCOdErsR/s1600/gagal+ginjal.jpg&quot; height=&quot;318&quot; title=&quot;gagal ginjal&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pinterest.com/pin/566116615632792172&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.pinterest.com/pin/566116615632792172&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Penyakit ginjal kronis juga disebut gagal ginjal atau gagal ginjal kronis. Penyakit ginjal kronis berarti bahwa untuk beberapa waktu ginjal Anda tidak dapat bekerja dengan cara yang seharusnya. Ginjal memiliki tugas penting untuk menyaring darah Anda. Mereka mengeluarkan zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh dari dalam darah dan membuangnya dari tubuh Anda sebagai urin. Bila ginjal tidak bekerja dengan baik, zat-zat ini menumpuk dalam darah Anda dan membuat Anda sakit.&lt;br /&gt;
Penyakit ginjal kronis mungkin tampaknya datang tiba-tiba. Tapi sebenarnya terjadi sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun sebagai akibat dari kerusakan ginjal yang tidak segera ditangani.&lt;br /&gt;
Setiap manusia normal memiliki sepasang ginjal. Masing-masing ginjal memiliki sekitar satu juta saringan/filter kecil, yang disebut &lt;i&gt;nephrons&lt;/i&gt;. Jika nephrons rusak, mereka berhenti bekerja. Untuk sementara, nephrons yang sehat dapat menggantikan pekerjaan nephrons yang rusak. Tetapi jika kerusakan terjadi terus, dan semakin banyak nephrons yang tidak bisa bekerja, pada titik tertentu, nephrons yang tersisa tidak dapat lagi menyaring darah Anda untuk membuat Anda sehat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salah satu cara untuk mengukur seberapa baik ginjal Anda bekerja adalah dengan memeriksa “&lt;i&gt;Glomerular Filtration Rate&lt;/i&gt;” (GFR) Anda. GFR biasanya dihitung dengan menggunakan hasil dari tes creatinine pada darah. Dari situ bisa ditentukan tahap penyakit ginjal. Ada lima tahap penyakit ginjal, mulai dari kerusakan ginjal dengan GFR normal sampai gagal ginjal.&lt;br /&gt;
Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk memperlambat atau menghentikan kerusakan ginjal. Meminum obat-obatan dan merubah gaya hidup dapat membantu Anda mengobati penyakit Anda dan menjadi sehat kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit ginjal kronis disebabkan oleh kerusakan pada ginjal. Penyebab paling umum dari kerusakan ini adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;- Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol selama bertahun-tahun.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;- Gula darah tinggi selama bertahun-tahun yang tidak terkontrol (&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Mengenal-Penyakit-Diabetes.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Diabetes Tipe 1 atau Tipe 2&lt;/a&gt;).&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hal-hal lain yang dapat menyebabkan gagal ginjal meliputi :&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;- Penyakit ginjal dan infeksi, seperti penyakit ginjal polycystic, pyelonephritis, dan glomerulonephritis, atau masalah ginjal bawaan sejak lahir.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;- Salah satu pembuluh darah ke ginjal menyempit atau tersumbat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;- Penggunaan jangka panjang dari obat-obatan yang dapat merusak ginjal. Contohnya termasuk obat nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID), seperti ibuprofen dan celecoxib.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gejala gagal ginjal biasanya tidak tampak pada tahap awal kerusakan ginjal, akan tetapi kadang-kadang gejala ini bisa timbul hanya beberapa bulan setelah ginjal Anda mulai rusak. Bahkan, banyak yang tidak menunjukkan gejala selama 30 tahun atau lebih. Ini disebut fase &quot;&lt;i&gt;silent&lt;/i&gt;&quot;.&lt;br /&gt;
Seberapa baik kerja ginjal Anda disebut fungsi ginjal. Jika fungsi ginjal Anda semakin memburuk, gejala yang nampak biasanya :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;- Buang air kecil kurang dari normal.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;- Terjadi pembengkakan dan berat badan naik dari penumpukan cairan dalam jaringan Anda. Ini disebut edema.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;- Mudah merasa sangat lelah atau mengantuk.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;- Tidak merasa lapar, sehingga Anda mungkin kehilangan berat badan tanpa diet.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;- Sering merasa sakit perut (mual) atau muntah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;- Susah tidur.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;- Sakit kepala atau kesulitan berpikir jernih.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga artikel kesehatan ini bermanfaat.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasyana.blogspot.com/feeds/2828676956307332133/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Mengenal-Gagal-Ginjal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/2828676956307332133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/2828676956307332133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Mengenal-Gagal-Ginjal.html' title='Artikel Kesehatan Mengenal Gagal Ginjal'/><author><name>Kanosha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03401313791758020639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIOMur9tj_RYi2QXfHh0kl5sW2rAcWs1UQUi1pCqo8NqkVhhPXQqoEZofFjfWcLH9U5CcL3PhgWH-lcEdCTeul9g5pujsAMegMF3wYadCsiaypJv0W13cHyAJfDjLQxgH0lvSyRCOdErsR/s72-c/gagal+ginjal.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1430819261217950159.post-5214156064253301732</id><published>2014-09-26T01:17:00.002-07:00</published><updated>2014-09-26T01:17:43.800-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="diabetes"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan"/><title type='text'>Artikel Kesehatan Pengobatan Diabetes Dengan Insulin</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Artikel kesehatan ini akan membahas tentang pengobatan diabetes dengan suntikan insulin.&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkGLzJMzYz2iYfhDurNos9x0eVvPaqBguJuSK1r1ejrgobhYHn2DFKoWRv7IVMEZ6Et7DPSRgqcZUoyh-sTfJuxELg1rRbVu6JqUracAlNG0GN0tmXUUc5Src_op2GXlcdQaZzxSwUrJOa/s1600/6-suntikan+insulin.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pengobatan diabetes dengan insulin&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkGLzJMzYz2iYfhDurNos9x0eVvPaqBguJuSK1r1ejrgobhYHn2DFKoWRv7IVMEZ6Et7DPSRgqcZUoyh-sTfJuxELg1rRbVu6JqUracAlNG0GN0tmXUUc5Src_op2GXlcdQaZzxSwUrJOa/s1600/6-suntikan+insulin.jpg&quot; height=&quot;259&quot; title=&quot;pengobatan diabetes dengan insulin&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pinterest.com/pin/453808099925221440&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.pinterest.com/pin/453808099925221440&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh sel beta di pankreas. Insulin berguna untuk mengatur metabolisme karbohidrat dan lemak dengan menyerap glukosa dari darah dan mendistribusikannya ke otot dan jaringan lemak. Hormon ini juga berfungsi sebagai pengendali diabetes dengan mengontrol jumlah gula dalam darah. Ada banyak jenis insulin yang digunakan untuk mengobati diabetes dan diklasifikasikan berdasarkan :&lt;br /&gt;
- Seberapa cepat mereka mulai bekerja&lt;br /&gt;
- Kapan insulin mencapai &quot;puncak&quot; (konsentrasi insulin tertinggi dalam darah)&lt;br /&gt;
- Berapa lama efeknya berakhir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Jenis-Jenis Insulin&lt;/h3&gt;
1. Insulin reaksi cepat&lt;br /&gt;
Insulin jenis ini mulai bekerja dalam beberapa menit dan berlangsung selama beberapa jam.&lt;br /&gt;
2. Insulin reaksi pendek&lt;br /&gt;
Dibutuhkan sekitar 30 menit untuk bekerja secara penuh dan berlangsung selama 3 sampai 6 jam.&lt;br /&gt;
3. Insulin reaksi sedang&lt;br /&gt;
Jenis ini membutuhkan waktu 2 sampai 4 jam untuk bekerja sepenuhnya. Efeknya bisa bertahan hingga 18 jam.&lt;br /&gt;
4. Insulin reaksi lama&lt;br /&gt;
Tidak ada tingkat puncak dalam aliran darah, dan dapat tetap bertahan selama satu hari.&lt;br /&gt;
Ada kemungkinan bahwa Anda mungkin membutuhkan lebih dari satu jenis insulin atau beberapa kali suntikan sehari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada obat lain yang dapat digunakan bersama dengan terapi insulin. Jika Anda tidak dapat mengontrol gula darah Anda hanya dengan terapi insulin saja, dokter mungkin memberikan resep obat tambahan yang bekerja seperti hormon amylin. Orang dengan diabetes sering tidak memiliki cukup amylin, yang berguna untuk meningkatkan fungsi insulin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Jenis-jenis Kemasan Insulin&lt;/h3&gt;
Insulin untuk diabetes dapat disuntikkan di bawah kulit menggunakan jarum suntik, sistem cartridge, atau sistem pen prefilled, dan jenis pompa. Selain itu tersedia juga perangkat insulin hirup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Di Bagian Tubuh Mana Insulin Harus Diinjeksikan&lt;/h3&gt;
Tempat di mana Anda menyuntikkan insulin memberikan hasil yang berbeda-beda. Insulin diserap tercepat dan paling konsisten ketika disuntikkan ke dalam perut. Tempat terbaik berikutnya untuk menyuntikkan insulin adalah lengan, paha, dan bokong.&lt;br /&gt;
Anda harus secara konsisten menyuntikkan insulin di tempat yang sama pada tubuh Anda. Ini membantu menjaga penyerapan insulin secara konstan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Efek Samping Insulin&lt;/h3&gt;
Efek samping utama dari insulin meliputi :&lt;br /&gt;
- Gula darah rendah&lt;br /&gt;
- Benjolan atau parut pada area tubuh yang menerima terlalu banyak suntikan insulin&lt;br /&gt;
- Ruam pada tempat suntikan atau di seluruh tubuh (jarang terjadi)&lt;br /&gt;
- Berat badan bertambah pada awal terapi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Tempat Menyimpan Insulin&lt;/h3&gt;
Selalu sediakan dua botol dari setiap jenis insulin yang Anda butuhkan. Botol yang Anda gunakan dapat disimpan pada suhu kamar (tidak lebih tinggi dari 80 F) selama 30 hari. Simpan di tempat yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin dan jauh dari sinar matahari langsung, atau jangkauan anak-anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga artikel ini bermanfaat.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Artikel lain tentang diabetes :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Hidup-Dengan-Diabetes-Perawatan-Diabetes.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Perawatan Diabetes&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Mengenal-Penyakit-Diabetes.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Macam-macam Diabetes&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Mengenal-Gejala-Diabetes-Tipe-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Gejala Diabetes Tipe 2&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Efek-Jangka-Panjang-Komplikasi-Diabetes.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Komplikasi Diabetes&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Faktor-Resiko-Penderita-Diabetes.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Faktor Resiko Diabetes&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasyana.blogspot.com/feeds/5214156064253301732/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Pengobatan-Diabetes-Dengan-Insulin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/5214156064253301732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/5214156064253301732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Pengobatan-Diabetes-Dengan-Insulin.html' title='Artikel Kesehatan Pengobatan Diabetes Dengan Insulin'/><author><name>Kanosha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03401313791758020639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkGLzJMzYz2iYfhDurNos9x0eVvPaqBguJuSK1r1ejrgobhYHn2DFKoWRv7IVMEZ6Et7DPSRgqcZUoyh-sTfJuxELg1rRbVu6JqUracAlNG0GN0tmXUUc5Src_op2GXlcdQaZzxSwUrJOa/s72-c/6-suntikan+insulin.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1430819261217950159.post-3364527608271382098</id><published>2014-09-26T01:13:00.000-07:00</published><updated>2014-09-26T01:24:02.770-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="diabetes"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan"/><title type='text'>Artikel Kesehatan Faktor Resiko Penderita Diabetes</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Para peneliti tidak sepenuhnya mengerti mengapa beberapa orang terkena diabetes Tipe 2 sedangkan yang lainnya tidak. Akan tetapi bagaimanapun juga para peneliti sepakat bahwa faktor-faktor tertentu dapat meningkatkan resiko, seperti kebiasaan kesehatan dan kondisi medis yang berkaitan dengan gaya hidup, dapat meningkatkan kemungkinan terkena diabetes Tipe 2. Berikut faktor resiko diabetes :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8h4PuU2g_R6wBKU6xgX2lINmF4dohkf7ItryYrja-snQDW2yTprZauGAzzSxAzypF41kLmNZdS7FjElGVYelfIwkdpyDugoYXQFtE8BK8lTyFF3xJsRpBt6246PHufWpmzNL6ywkuOcmJ/s1600/5-resiko+diabetes.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;faktor resiko diabetes&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8h4PuU2g_R6wBKU6xgX2lINmF4dohkf7ItryYrja-snQDW2yTprZauGAzzSxAzypF41kLmNZdS7FjElGVYelfIwkdpyDugoYXQFtE8BK8lTyFF3xJsRpBt6246PHufWpmzNL6ywkuOcmJ/s1600/5-resiko+diabetes.jpg&quot; title=&quot;faktor resiko diabetes&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pinterest.com/pin/206039751677590957&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.pinterest.com/pin/206039751677590957&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
1. Riwayat Kesehatan&lt;/h3&gt;
Resiko diabetes Tipe 2 meningkat jika orang tua atau saudara kandung memiliki diabetes Tipe 2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
2. Berat Badan&lt;/h3&gt;
Kelebihan berat badan merupakan faktor resiko utama untuk diabetes Tipe 2. Semakin banyak jaringan lemak yang Anda miliki, sel-sel Anda menjadi lebih tahan terhadap insulin. Namun, orang kurus pun bisa terkena diabetes Tipe 2, meskipun kemungkinannya lebih kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
3. Diabetes Gestasional&lt;/h3&gt;
Jika Anda terkena diabetes gestasional ketika sedang hamil, resiko terkena diabetes Tipe 2 meningkat. Dan jika Anda melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kg, Anda juga beresiko terkena diabetes Tipe 2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
4. Etnis&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
Meskipun tidak jelas mengapa, orang-orang dari etnis tertentu, termasuk kulit hitam, hispanik, Indian, dan Asian-American, lebih sering terkena diabetes Tipe 2 dibandingkan dengan orang kulit putih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
4. Sindrom Ovarium Polycystic&lt;/h3&gt;
Bagi wanita, memiliki sindrom ovarium polycystic, kondisi umum yang ditandai dengan periode menstruasi yang tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebih dan obesitas, juga meningkatkan resiko diabetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
5. Jarang Bergerak&lt;/h3&gt;
Semakin jarang Anda bergerak, resiko terkena diabetes Tipe 2 akan semakin besar . Aktivitas fisik membantu Anda mengendalikan berat badan Anda, serta menggunakan glukosa sebagai energi dan membuat sel-sel tubuh lebih sensitif terhadap insulin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
6. Usia&lt;/h3&gt;
Resiko diabetes Tipe 2 akan meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 45 tahun. Hal ini mungkin karena orang di usia ini cenderung kurang berolahraga, kehilangan massa otot dan berat badan dengan bertambahnya usia mereka. Tetapi yang mengejutkan, diabetes Tipe 2 ternyata juga meningkat secara drastis di kalangan anak-anak, remaja dan dewasa muda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
7. Distribusi Lemak&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
Jika tubuh Anda menyimpan lemak terutama di perut Anda, resiko diabetes Tipe 2 lebih besar daripada jika tubuh Anda menyimpan lemak di tempat lain, seperti pinggul dan paha.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
8. Prediabetes&lt;/h3&gt;
Prediabetes adalah suatu kondisi di mana kadar gula darah lebih tinggi dari normal, tetapi tidak cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai diabetes. Jika tidak segera diobati, prediabetes dapat berkembang menjadi diabetes Tipe 2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian artikel kesehatan tentang faktor resiko diabetes Tipe 2 ini. Semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Artikel lain tentang diabetes :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Hidup-Dengan-Diabetes-Perawatan-Diabetes.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Perawatan Diabetes&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Mengenal-Penyakit-Diabetes.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Macam-macam Diabetes&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Mengenal-Gejala-Diabetes-Tipe-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Gejala Diabetes Tipe 2&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Efek-Jangka-Panjang-Komplikasi-Diabetes.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Komplikasi Diabetes&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Pengobatan-Diabetes-Dengan-Insulin.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Pengobatan Diabetes Dengan Insulin&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasyana.blogspot.com/feeds/3364527608271382098/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Faktor-Resiko-Penderita-Diabetes.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/3364527608271382098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/3364527608271382098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Faktor-Resiko-Penderita-Diabetes.html' title='Artikel Kesehatan Faktor Resiko Penderita Diabetes'/><author><name>Kanosha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03401313791758020639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8h4PuU2g_R6wBKU6xgX2lINmF4dohkf7ItryYrja-snQDW2yTprZauGAzzSxAzypF41kLmNZdS7FjElGVYelfIwkdpyDugoYXQFtE8BK8lTyFF3xJsRpBt6246PHufWpmzNL6ywkuOcmJ/s72-c/5-resiko+diabetes.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1430819261217950159.post-61744599977824825</id><published>2014-09-26T01:08:00.001-07:00</published><updated>2014-09-26T01:24:21.966-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="diabetes"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan"/><title type='text'>Artikel Kesehatan Efek Jangka Panjang (Komplikasi) Diabetes</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Diabetes dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang untuk tubuh kita. Kerusakan jangka panjang ini sering disebut sebagai komplikasi diabetes. Diabetes mempengaruhi pembuluh darah dan saraf dan karena itu dapat mempengaruhi setiap bagian dari tubuh kita. Namun, tidak semua bagian dari tubuh yang biasanya terkena komplikasi diabetes, melainkan bagian-bagian tertentu. Komplikasi diabetes biasanya akan memakan waktu beberapa tahun setelah diabetes berkembang karena kurang terkontrol.&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_yeihLE58auPuO-eQwlayD3OOzgKaxWqbTdOFZJuuqFTBexYtaMUwT8hwtE_aCR0fDc-Tyl57n5Kdtr51-WBFkOWCXovpbxrbl9iuaXxAGfME-4Qcwgjug96vymK04aShd8T82wv52vr5/s1600/4-efek+diabetes.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;komplikasi diabetes&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_yeihLE58auPuO-eQwlayD3OOzgKaxWqbTdOFZJuuqFTBexYtaMUwT8hwtE_aCR0fDc-Tyl57n5Kdtr51-WBFkOWCXovpbxrbl9iuaXxAGfME-4Qcwgjug96vymK04aShd8T82wv52vr5/s1600/4-efek+diabetes.jpg&quot; title=&quot;komplikasi diabetes&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pinterest.com/pin/274015958553366171&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.pinterest.com/pin/274015958553366171&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Komplikasi ini tidak harus terjadi dan bisa dihindari dengan melakukan kontrol yang ketat pada diabetes, tekanan darah dan kolesterol.&lt;br /&gt;
Ini semua bisa dilakukan dengan menjaga pola makan yang sehat, menghindari rokok dan alkohol, dan melakukan kegiatan rutin untuk menjaga kadar gula darah. Berikut adalah macam-macam komplikasi yang bisa terjadi karena diabetes :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
1. Terjadi Nyeri Syaraf&lt;/h3&gt;
Seiring waktu, diabetes yang tidak terkontrol dan peningkatan gula darah beresiko terhadap kerusakan syaraf. Gejalanya bisa berupa kesemutan, mati rasa, nyeri, dan sensasi seperti tertusuk jarum (bisa di jari, tangan, jari kaki, atau kaki). Komplikasi ini bisa bersifat permanen, tetapi dengan pengobatan yang tepat dapat membantu mengurangi rasa sakit dan mati rasa. Dan dengan mengendalikan diabetes Anda dapat mencegah komplikasi lebih lanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
2. Komplikasi Pada Arteri&lt;/h3&gt;
Jika tidak segera diobati diabetes Tipe 2 dapat merusak sistem tubuh. Sekitar dua dari tiga orang dengan diabetes meninggal karena penyakit jantung. Diabetes juga membuat Anda beresiko 2-4 kali lebih tinggi terkena stroke. Orang dengan diabetes cenderung untuk menumpuk plak di arteri mereka, mengurangi aliran darah dan meningkatkan risiko penggumpalan. Pengerasan pembuluh darah (atherosclerosis) meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
3. Komplikasi Pada Kaki&lt;/h3&gt;
Kerusakan syaraf akibat diabetes dapat membuat Anda sulit untuk merasakan rasa sakit di kaki dan mendeteksi cedera. Pada saat yang sama, pengerasan arteri dalam aliran darah berakibat buruk ke kaki. Borok dapat terjadi pada kaki, bahkan hanya karena cedera kecil. Dalam kasus yang parah, infeksi bisa mengakibatkan amputasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
4. Kerusakan Pada Mata&lt;/h3&gt;
Gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil yang membawa oksigen dan nutrisi ke retina, yang merupakan bagian penting dari mata. Hal ini dikenal sebagai diabetes retinopathy, dan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen. Ini adalah penyebab utama kasus kebutaan pada orang berusia antara 20 sampai 74 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
5. Kerusakan Pada Ginjal&lt;/h3&gt;
Semakin lama Anda memiliki diabetes, semakin besar risiko terkena penyakit ginjal kronis. Diabetes adalah penyebab utama gagal ginjal. Dengan mengontrol faktor risiko seperti kadar gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi dapat mengurangi risiko terkena komplikasi ini. Check up ginjal secara rutin dan obat-obatan, dapat dilakukan untuk mengurangi risiko gagal ginjal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga artikel kesehatan ini bisa bermanfaat.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Artikel lain tentang diabetes :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Hidup-Dengan-Diabetes-Perawatan-Diabetes.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Perawatan Diabetes&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Mengenal-Penyakit-Diabetes.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Macam-macam Diabetes&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Mengenal-Gejala-Diabetes-Tipe-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Gejala Diabetes Tipe 2&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Faktor-Resiko-Penderita-Diabetes.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Faktor Resiko Diabetes&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Pengobatan-Diabetes-Dengan-Insulin.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Pengobatan Diabetes Dengan Insulin&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasyana.blogspot.com/feeds/61744599977824825/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Efek-Jangka-Panjang-Komplikasi-Diabetes.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/61744599977824825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/61744599977824825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Efek-Jangka-Panjang-Komplikasi-Diabetes.html' title='Artikel Kesehatan Efek Jangka Panjang (Komplikasi) Diabetes'/><author><name>Kanosha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03401313791758020639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_yeihLE58auPuO-eQwlayD3OOzgKaxWqbTdOFZJuuqFTBexYtaMUwT8hwtE_aCR0fDc-Tyl57n5Kdtr51-WBFkOWCXovpbxrbl9iuaXxAGfME-4Qcwgjug96vymK04aShd8T82wv52vr5/s72-c/4-efek+diabetes.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1430819261217950159.post-8707855976932758838</id><published>2014-09-26T01:03:00.002-07:00</published><updated>2014-09-26T01:24:48.224-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="diabetes"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan"/><title type='text'>Artikel Kesehatan Mengenal Gejala Diabetes Tipe 2</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Dalam artikel kesehatan kali ini, saya akan membahas tentang gejala-gejala penyakit diabetes Tipe 2.&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3E0a1uMrOWflxx-TtFrRz6f0sZx4k0_YJQBcfLZ6K0PFgzUu4SlWpEily6dtWv23HpLrZ9ldMg7XhU9qNB23sLP_kfEsD0IryJwkqRyOGGdmJM202vZ2TOnMJVxRsrBsE6NzhQF8GE1Uj/s1600/3-gejala+diabetes+tipe+2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;gejala diabetes&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3E0a1uMrOWflxx-TtFrRz6f0sZx4k0_YJQBcfLZ6K0PFgzUu4SlWpEily6dtWv23HpLrZ9ldMg7XhU9qNB23sLP_kfEsD0IryJwkqRyOGGdmJM202vZ2TOnMJVxRsrBsE6NzhQF8GE1Uj/s1600/3-gejala+diabetes+tipe+2.jpg&quot; height=&quot;200&quot; title=&quot;gejala diabetes&quot; width=&quot;190&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pinterest.com/pin/98164466850951539&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.pinterest.com/pin/98164466850951539&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Diabetes Tipe 2 bisa menyerang orang dari segala usia, dan mempunyai gejala awal yang sulit terdeteksi. Bahkan, satu dari tiga orang dengan diabetes Tipe 2 tidak menyadari mereka memilikinya. Kondisi kronis ini dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk mengkonversi karbohidrat dalam makanan menjadi energi. Hasilnya adalah peningkatan gula darah. Seiring waktu, kelebihan gula ini meningkatkan risiko penyakit jantung, kehilangan penglihatan, kerusakan saraf dan organ, dan kondisi serius lainnya. Berikut gejala diabetes Tipe 2 :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
1. Sering Merasa Haus&lt;/h3&gt;
Orang dengan diabetes Tipe 2 sering tidak memiliki gejala. Ketika gejala itu muncul, salah satu yang pertama mungkin terasa adalah sering merasa haus. Hal ini sering disertai dengan masalah tambahan, antara lain mulut terasa kering, nafsu makan meningkat, sering buang air kecil, kadang-kadang setiap jam, dan berat badan naik/turun secara tidak wajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
2. Disfungsi Seksual&lt;/h3&gt;
Disfungsi seksual adalah umum di antara orang-orang dengan diabetes. Diabetes dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan ujung saraf di organ genital, menyebabkan hilangnya sensitivitas sehingga membuat sulit terangsang/orgasme. Pada wanita bisa terjadi vagina kering, dan impotensi pada pria. Diperkirakan antara 35% sampai 70% pria dengan diabetes akan mengalami impotensi dengan tingkat yang berbeda-beda. Dan sekitar 1 dari 3 wanita dengan diabetes akan mengalami beberapa bentuk disfungsi seksual.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
3. Sering Terjadi Infeksi&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
Dalam banyak kasus, diabetes Tipe 2 tidak disadari sampai ada bukti yang benar-benar terlihat nyata pada kesehatan, contohnya adalah infeksi yang mengganggu, seperti:&lt;br /&gt;
- Luka yang sulit sembuh&lt;br /&gt;
- Infeksi jamur yang sering atau infeksi saluran kemih&lt;br /&gt;
- Kulit gatal, terutama di daerah selangkangan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
4. Sakit Kepala&lt;/h3&gt;
Ketika kadar gula darah mulai meningkat, gejala tambahan yang mungkin timbul adalah sakit kepala, penglihatan kabur, dan mudah lelah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Artikel lain tentang diabetes :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Hidup-Dengan-Diabetes-Perawatan-Diabetes.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Perawatan Diabetes&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Mengenal-Penyakit-Diabetes.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Macam-macam Diabetes&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Efek-Jangka-Panjang-Komplikasi-Diabetes.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Komplikasi Diabetes&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Faktor-Resiko-Penderita-Diabetes.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Faktor Resiko Diabetes&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Pengobatan-Diabetes-Dengan-Insulin.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Pengobatan Diabetes Dengan Insulin&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasyana.blogspot.com/feeds/8707855976932758838/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Mengenal-Gejala-Diabetes-Tipe-2.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/8707855976932758838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/8707855976932758838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Mengenal-Gejala-Diabetes-Tipe-2.html' title='Artikel Kesehatan Mengenal Gejala Diabetes Tipe 2'/><author><name>Kanosha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03401313791758020639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3E0a1uMrOWflxx-TtFrRz6f0sZx4k0_YJQBcfLZ6K0PFgzUu4SlWpEily6dtWv23HpLrZ9ldMg7XhU9qNB23sLP_kfEsD0IryJwkqRyOGGdmJM202vZ2TOnMJVxRsrBsE6NzhQF8GE1Uj/s72-c/3-gejala+diabetes+tipe+2.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1430819261217950159.post-6983451083272795130</id><published>2014-09-26T00:57:00.002-07:00</published><updated>2014-09-26T01:25:07.044-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="diabetes"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan"/><title type='text'>Artikel Kesehatan Mengenal Penyakit Diabetes</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Dalam artikel kesehatan kali ini, saya akan membahas tentang apa itu diabetes, gejala diabetes, dan macam-macam diabetes.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Apa Itu Diabetes?&lt;/h3&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpD2D0wQNgLaLj9t1ZeHQmch6DUbFnSrU1iljJNXtQc5-Bp6N_dtSvez4j-UcgRCPhgX8o9KMlyr8fVaVXJO1ivD2D8LzkHX1XJSAFBHdpTDGQpgHoVjxgkYK7Fk-AxMGsR0pl-utISvWB/s1600/2-diabetes+mellitus.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;apa itu diabetes&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpD2D0wQNgLaLj9t1ZeHQmch6DUbFnSrU1iljJNXtQc5-Bp6N_dtSvez4j-UcgRCPhgX8o9KMlyr8fVaVXJO1ivD2D8LzkHX1XJSAFBHdpTDGQpgHoVjxgkYK7Fk-AxMGsR0pl-utISvWB/s1600/2-diabetes+mellitus.jpg&quot; height=&quot;231&quot; title=&quot;apa itu diabetes&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.flickr.com/photos/diabetescare/14366209098&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;https://www.flickr.com/photos/diabetescare/14366209098&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Diabetes termasuk dalam kelompok umum penyakit metabolik kronis yang menyebabkan tingkat gula darah (glukosa) tinggi karena kegagalan produksi/fungsi insulin. Insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh pankreas ketika kita makan. Insulin mengalihkan gula dari darah ke dalam sel. Jika sel-sel tubuh tidak menggunakan insulin dengan baik, atau jika tubuh tidak mampu untuk menghasilkan cukup insulin, gula akan menumpuk dalam darah.&lt;br /&gt;
Beberapa gejala diabetes antara lain rasa haus yang berlebihan, mudah lapar, dan sering buang air kecil, mudah lelah, luka sulit sembuh, dan mata kabur. Jika diabetes berkembang dengan cepat, seperti yang terjadi pada diabetes Tipe 1, penderita bisa mengalami penurunan berat badan yang drastis.&lt;br /&gt;
Jika diabetes berkembang perlahan-lahan, seperti pada diabetes Tipe 2, penderita mungkin tidak terdiagnosis sampai gejala jangka panjang muncul, seperti serangan jantung atau rasa nyeri di dada, mati rasa, dan kesemutan di kaki. Penderita komplikasi diabetes jangka panjang dapat mengalami gagal ginjal, kerusakan saraf, dan kebutaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Jenis-jenis diabetes antara lain :&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Diabetes Tipe 1&lt;/h3&gt;
Diabetes tipe ini dikategorikan sebagai penyakit auto imun dan terjadi ketika tubuh salah mengarahkan sistem kekebalan tubuh sehingga malah menyerang beta sel di pankreas yang memproduksi insulin. Meskipun pemicunya diduga adalah sifat genetik atau lingkungan, penyebab pasti diabetes Tipe 1 tidak sepenuhnya dipahami. Diabetes Type 1 hanya terjadi antara 5 sampai 10 persen dari kasus diabetes yang terjadi di Amerika Serikat, dan walaupun dapat terjadi pada semua usia, sebagian besar pasien yang didiagnosis adalah anak-anak atau dewasa muda. Penderita diabetes Tipe 1 harus mendapat suntikan insulin setiap hari untuk menjaga kondisi tubuh mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Diabetes Tipe 2&lt;/h3&gt;
Diabetes tipe ini sering berkembang secara bertahap dengan bertambahnya usia dan ditandai dengan resistensi insulin dalam tubuh. Untuk alasan yang belum sepenuhnya dipahami, sel-sel tubuh tidak lagi mampu menggunakan insulin secara efektif. Karena resistensi ini, lemak dalam tubuh, hati, dan sel-sel otot tidak lagi dapat mengambil dan menyimpan glukosa, yang digunakan untuk energi. Glukosa tetap dalam darah. Penumpukan glukosa (gula darah) yang tidak normal ini, yang disebut hiperglikemia, merusak fungsi tubuh. Diabetes Tipe 2 terjadi paling banyak pada orang yang kelebihan berat badan atau jarang berolahraga, dua hal yang dianggap menyebabkan resistensi insulin. Riwayat kesehatan keluarga dan genetika memainkan peran penting dalam diabetes Tipe 2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Diabetes Gestasional&lt;/h3&gt;
Diabetes gestasional didefinisikan sebagai naiknya gula darah selama kehamilan, diketahui sekitar 3-8 persen wanita terkena diabetes jenis ini. Jika tidak terdiagnosis atau tidak diobati, dapat menyebabkan masalah seperti berat badan lahir tinggi dan masalah pernapasan pada bayi. Semua wanita hamil diuji diabetes gestasional di antara usia kehamilan 24 dan 28 minggu, karena di usia tersebut masalah ini biasanya muncul. Diabetes gestasional biasanya sembuh setelah bayi lahir, tetapi statistik menunjukkan bahwa wanita yang memiliki diabetes gestasional memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena diabetes Tipe 2 dalam waktu lima sampai 10 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Prediabetes&lt;/h3&gt;
Meskipun prediabetes secara teknis bukan diabetes, beberapa ahli menyebutnya sebagai langkah awal sebelum penderita terkena diabetes Tipe 2. Kondisi ini ditandai dengan kadar gula darah yang terlalu tinggi untuk dianggap normal tetapi belum cukup tinggi untuk berada di kisaran diagnosis diabetes. Prediabetes tidak hanya meningkatkan resiko terkena diabetes, tetapi juga resiko penyakit jantung dan stroke.&lt;br /&gt;
Seseorang tidak akan secara otomatis terkena diabetes Tipe 2 jika terdiagnosis prediabetes. Bagi sebagian orang dengan prediabetes, pengobatan secara dini dapat mengembalikan kadar glukosa darah ke kisaran normal.&lt;br /&gt;
Penelitian menunjukkan bahwa Anda dapat menurunkan resiko diabetes tipe 2 sebesar 58% dengan cara :&lt;br /&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;li&gt;- Mengurangi 7% dari total berat badan&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;- Berolahraga cukup (seperti jalan cepat) 30 menit sehari, lima hari seminggu&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Tidak perlu harus mendapatkan berat badan ideal, cukup mengurangi berat badan antara 10 sampai 15 kg sudah dapat membuat perbedaan besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Artikel lain tentang diabetes :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Hidup-Dengan-Diabetes-Perawatan-Diabetes.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Perawatan Diabetes&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Mengenal-Gejala-Diabetes-Tipe-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Gejala Diabetes Tipe 2&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Efek-Jangka-Panjang-Komplikasi-Diabetes.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Komplikasi Diabetes&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Faktor-Resiko-Penderita-Diabetes.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Faktor Resiko Diabetes&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Pengobatan-Diabetes-Dengan-Insulin.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Pengobatan Diabetes Dengan Insulin&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasyana.blogspot.com/feeds/6983451083272795130/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Mengenal-Penyakit-Diabetes.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/6983451083272795130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/6983451083272795130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Mengenal-Penyakit-Diabetes.html' title='Artikel Kesehatan Mengenal Penyakit Diabetes'/><author><name>Kanosha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03401313791758020639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpD2D0wQNgLaLj9t1ZeHQmch6DUbFnSrU1iljJNXtQc5-Bp6N_dtSvez4j-UcgRCPhgX8o9KMlyr8fVaVXJO1ivD2D8LzkHX1XJSAFBHdpTDGQpgHoVjxgkYK7Fk-AxMGsR0pl-utISvWB/s72-c/2-diabetes+mellitus.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1430819261217950159.post-5203385767206777813</id><published>2014-09-26T00:46:00.001-07:00</published><updated>2014-09-26T01:25:22.805-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="diabetes"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan"/><title type='text'>Artikel Kesehatan Hidup Dengan Diabetes-Perawatan Diabetes</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Artikel kesehatan kali ini akan membahas tentang bagaimana cara merawat penderita diabetes.&lt;br /&gt;
Mengelola diabetes, membuat perubahan dan menyesuaikan gaya hidup Anda dengan tuntutan diabetes terkadang sangat sulit. Perawatan diabetes yang efektif hanya dapat dicapai melalui kerja sama dengan keluarga Anda, mereka ada untuk mendukung Anda dalam mengelola diabetes. Orang yang paling penting dalam kelompok ini adalah Anda sendiri, karena keputusan yang dibuat akan mempengaruhi Anda. Dengan bertanggung jawab dalam mengelola diabetes akan memungkinkan untuk merawat diabetes Anda lebih efektif. Gali informasi lebih lanjut jika Anda perlu. Berikut adalah beberapa cara merawat diabetes :&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoedbKGDGRm0KtqOeOq5vj16zKCO2AAXJ6QC1TKczlmj804LyybnWzOorsQfEF1lkKk-svWRQLw9Q3n1y7UDD1riwGrWlCO6PKA_PmjXz4L8IQCPPNqXWAw7qqLzxngEsKGqjoKtymOsLs/s1600/1-perawatan+diabetes.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;perawatan diabetes&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoedbKGDGRm0KtqOeOq5vj16zKCO2AAXJ6QC1TKczlmj804LyybnWzOorsQfEF1lkKk-svWRQLw9Q3n1y7UDD1riwGrWlCO6PKA_PmjXz4L8IQCPPNqXWAw7qqLzxngEsKGqjoKtymOsLs/s1600/1-perawatan+diabetes.jpg&quot; title=&quot;perawatan diabetes&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pinterest.com/pin/469429961132216950&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.pinterest.com/pin/469429961132216950&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
1. Rajin Berolahraga&lt;/h3&gt;
Berolahraga secara rutin, seperti latihan beban ringan atau cukup dengan berjalan, meningkatkan penggunaan insulin dalam tubuh dan dapat menurunkan kadar gula darah pada orang dengan diabetes Tipe 2. Aktif bergerak juga membantu mengurangi lemak tubuh, menurunkan tekanan darah, dan melindungi dari penyakit jantung. Orang dengan diabetes Tipe 2 setidaknya harus berolahraga selama 30 menit selama beberapa hari dalam seminggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
2. Hindari Stres&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
Stres dapat menyebabkan tekanan darah meningkat. Selain itu juga dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah Anda sebagai bagian dari Anda respon tubuh. Jangan berpaling kepada makanan untuk mengatasi stres. Semua hal terasa buruk ketika hidup dengan diabetes. Untuk mengatasi stres, cobalah berlatih teknik relaksasi seperti bernapas dalam-dalam, atau meditasi. Kadang-kadang berbicara dengan teman, anggota keluarga, konselor, atau mungkin ulama dapat membantu. Jika Anda masih kesulitan mengatasi stres, konsultasikan dengan dokter Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
3. Diet&lt;/h3&gt;
Mengontrol kadar gula darah dengan cara mengatur pola makan dan mengurangi berat badan berlebih juga dapat mengurangi risiko komplikasi. Orang dengan diabetes Tipe 2 harus berhati-hati memantau konsumsi karbohidrat dan menjaga jumlah karbohidrat dalam makanan Anda tetap konsisten, demikian juga dengan asupan lemak dan protein, serta mengurangi kalori. Bila perlu konsultasikan ke ahli diet untuk membantu Anda memilih makanan yang sesuai dengan kondisi Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
4. Obat Oral&lt;/h3&gt;
Ketika orang-orang dengan diabetes Tipe 2 tidak dapat mengontrol gula darah dengan cara diet dan olahraga, maka mereka harus meminum obat-obatan. Ada banyak jenis pil diabetes yang tersedia, dan sering digunakan dalam kombinasi. Beberapa bekerja dengan cara merangsang pankreas untuk menghasilkan lebih banyak insulin, obat lainnya berkhasiat untuk meningkatkan efektivitas insulin, atau memblokir pencernaan karbohidrat kompleks. Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati diabetes Tipe 2 juga membantu menghambat pemecahan insulin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
5. Insulin&lt;/h3&gt;
Dokter mungkin memberi resep insulin pada awal pengobatan Anda dan dikombinasikan dengan pil. Insulin juga dapat digunakan pada orang dengan diabetes Tipe 2 yang mengalami &quot;&lt;i&gt;kegagalan sel-beta&lt;/i&gt;.&quot; Ini berarti sel-sel di pankreas tidak lagi memproduksi insulin ketika mengalami kenaikan kadar gula darah. Dalam hal ini, terapi insulin, suntikan atau pompa, harus menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
6. Injeksi Non-Insulin&lt;/h3&gt;
Obat baru yang tersedia untuk orang-orang dengan diabetes Tipe 2. &lt;i&gt;Pramlintide (Symlin), exenatide (Byetta)&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;liraglutide (Victoza)&lt;/i&gt; adalah obat suntik non-insulin. Jika fungsi insulin menarik glukosa ke dalam sel tubuh, obat-obat ini menyebabkan tubuh melepaskan insulin untuk mengontrol kadar gula darah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga Bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Artikel lain tentang diabetes :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Mengenal-Penyakit-Diabetes.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Macam-macam Diabetes&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Mengenal-Gejala-Diabetes-Tipe-2.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Gejala Diabetes Tipe 2&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Efek-Jangka-Panjang-Komplikasi-Diabetes.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Komplikasi Diabetes&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Faktor-Resiko-Penderita-Diabetes.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Faktor Resiko Diabetes&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Pengobatan-Diabetes-Dengan-Insulin.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Pengobatan Diabetes Dengan Insulin&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasyana.blogspot.com/feeds/5203385767206777813/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Hidup-Dengan-Diabetes-Perawatan-Diabetes.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/5203385767206777813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/5203385767206777813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Artikel-Kesehatan-Hidup-Dengan-Diabetes-Perawatan-Diabetes.html' title='Artikel Kesehatan Hidup Dengan Diabetes-Perawatan Diabetes'/><author><name>Kanosha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03401313791758020639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjoedbKGDGRm0KtqOeOq5vj16zKCO2AAXJ6QC1TKczlmj804LyybnWzOorsQfEF1lkKk-svWRQLw9Q3n1y7UDD1riwGrWlCO6PKA_PmjXz4L8IQCPPNqXWAw7qqLzxngEsKGqjoKtymOsLs/s72-c/1-perawatan+diabetes.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1430819261217950159.post-2892856257838622605</id><published>2014-09-25T00:18:00.000-07:00</published><updated>2014-09-25T00:19:43.888-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="artikel psikologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan mental"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="psikologi kepribadian"/><title type='text'>Mengenal Tanda Dan Gejala Depresi</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4MeA6IU96MuTH5tGanevu5WdE9Ur91_AL_fZr7gMAi-cVLrqW_lv6WySlk6mynF1R3OF2hIrh0htSLYNSVvs7iXrpVYFmH_0JT81I2336Rh9ykV7FUfys4M8w3ehprBze6TjQs9XLXV16/s1600/depresi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;depresi&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4MeA6IU96MuTH5tGanevu5WdE9Ur91_AL_fZr7gMAi-cVLrqW_lv6WySlk6mynF1R3OF2hIrh0htSLYNSVvs7iXrpVYFmH_0JT81I2336Rh9ykV7FUfys4M8w3ehprBze6TjQs9XLXV16/s1600/depresi.jpg&quot; height=&quot;320&quot; title=&quot;depresi&quot; width=&quot;229&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pinterest.com/pin/198651033533312868&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.pinterest.com/pin/198651033533312868&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Tanda terjadinya depresi bervariasi antara orang yang satu dengan yang lain, namun ada beberapa tanda dan gejala yang hampir pasti selalu ada. Perlu untuk diingat bahwa gejala-gejala ini masih dalam tahap wajar jika hanya terjadi sekali-kali, ketika seseorang sedang ada masalah dalam kehidupannya. Tapi jika gejala-gejala ini semakin sering terjadi, dan semakin kuat, maka semakin besar kemungkinannya bahwa seseorang sedang mengalami depresi. Sudah saatnya untuk mencari bantuan. Berikut adalah tanda dan gejala depresi :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
1. Berperilaku Sembrono&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Seseorang berperilaku sembrono ketika mengalami depresi sebagai bentuk pelarian. Perilaku ini bisa berbentuk mabuk-mabukan, penggunaan obat terlarang, perjudian, mengemudi ugal-ugalan, atau kegiatan-kegiatan ekstrim lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
2. Berat Badan Naik/Turun Secara Drastis&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Seseorang yang sedang mengalami depresi bisa kehilangan nafsu makan, atau malah terlalu banyak makan. Jika berat badan naik/turun secara signifikan atau lebih dari 5% dari berat badan dalam satu bulan.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
3. Perasaan Tidak Berdaya dan Putus Asa&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Jika seseorang tiba-tiba menjadi tidak peduli dengan penampilannya, tidak mau berdandan, selalu terlihat murung, padahal biasanya tidak, hal itu pun bisa menjadi tanda depresi. &lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
4. Perubahan Pola Tidur&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Perubahan pola tidur bisa berarti insomnia, sulit tidur, sering bangun tengah malam, atau malah tidur berlebihan (juga dikenal sebagai &lt;i&gt;hipersomnia&lt;/i&gt;). &lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
5. Sakit Yang Tidak Bisa Dijelaskan&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Ketika seseorang mengalami rasa sakit dan nyeri atau peningkatan keluhan fisik seperti sakit kepala, sakit punggung, sakit otot, dan sakit perut. Sedangkan dokter tidak bisa menemukan penyebabnya.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
6. Mudah Marah dan Selalu Gelisah&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Selalu merasa resah, gelisah, atau bahkan mudah tersulut melakukan kekerasan, tingkat toleransi rendah, marah tanpa sebab, dan segala sesuatu serta semua orang membuatnya emosi. Apabila terjadi pada usia remaja, untuk mengatasi hal ini bisa dilihat di sini : &lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Mengatasi-Sifat-Pemarah-Pada-Remaja.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Mengatasi Sifat Pemarah Pada Remaja&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
7. Menjadi Malas &lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Tidak lagi tertarik melakukan kegiatan sehari-hari. Tidak lagi suka menekuni hobi, aktivitas sosial, olahraga dll. Kehilangan kemampuan untuk merasakan rasa senang dan bahagia.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
8. Benci Pada Diri Sendiri&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah yang kuat. Suka mengkritik diri sendiri dan menganggap semua yang dilakukannya selalu salah.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
9. Kehilangan Tenaga&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Mudah lelah, lesu, dan tenaga mudah terkuras. Seluruh tubuh terasa berat, dan bahkan tugas-tugas kecil yang biasanya ringan terasa melelahkan atau membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
10. Kehilangan Konsentrasi&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Gangguan konsentrasi, sulit fokus pada segala sesuatu, kesulitan membuat keputusan, atau mengingat sesuatu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Depresi membuat seseorang sulit untuk menikmati hidup seperti biasanya. Bahkan terkadang sekedar melewati hari pun bisa terasa berat. Apabila tidak segera mendapatkan pertolongan, penderita depresi bisa mengalami hal-hal yang lebih berbahaya, seperti sakit jiwa atau bahkan bunuh diri seperti yang terjadi pada aktor &lt;i&gt;Robin William&lt;/i&gt; baru-baru ini.&lt;br /&gt;
Tapi tak peduli seberat apapun masalahnya, pasti bisa diatasi. Memahami tanda-tanda, gejala, penyebab, dan pengobatan depresi adalah langkah pertama untuk mengatasinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasyana.blogspot.com/feeds/2892856257838622605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Mengenal-Tanda-Dan-Gejala-Depresi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/2892856257838622605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/2892856257838622605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Mengenal-Tanda-Dan-Gejala-Depresi.html' title='Mengenal Tanda Dan Gejala Depresi'/><author><name>Kanosha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03401313791758020639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4MeA6IU96MuTH5tGanevu5WdE9Ur91_AL_fZr7gMAi-cVLrqW_lv6WySlk6mynF1R3OF2hIrh0htSLYNSVvs7iXrpVYFmH_0JT81I2336Rh9ykV7FUfys4M8w3ehprBze6TjQs9XLXV16/s72-c/depresi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1430819261217950159.post-6995886861819957151</id><published>2014-09-24T21:59:00.000-07:00</published><updated>2014-09-25T00:23:17.190-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="masalah rumah tangga"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="psikologi remaja"/><title type='text'>Mengatasi Sifat Pemarah Pada Remaja</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_bFvXhJ4WoDRnLB0df7w1_wpV8kvKBSdiRQhvia9syPZp8b6WRtEx0Q8UvbZyaNdahxRKEXwglRJZQgOjJlhcS9S1E0g71RrZoyfptrteVLQQU2MzYN0KzK09AMpgHx08LfxhZ56Wd39X/s1600/remaja+pemarah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Remaja Pemarah&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_bFvXhJ4WoDRnLB0df7w1_wpV8kvKBSdiRQhvia9syPZp8b6WRtEx0Q8UvbZyaNdahxRKEXwglRJZQgOjJlhcS9S1E0g71RrZoyfptrteVLQQU2MzYN0KzK09AMpgHx08LfxhZ56Wd39X/s1600/remaja+pemarah.jpg&quot; title=&quot;Remaja Pemarah&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pinterest.com/pin/233553930649445895&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.pinterest.com/pin/233553930649445895&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Rasa marah pada remaja kadang bisa menjadi hal yang sulit untuk diidentifikasi penyebabnya. Sebab seringkali rasa marah yang ditunjukkan oleh remaja merupakan sebuah kamuflase untuk menutupi masalah emosional yang lain seperti frustrasi, malu, sedih, sakit hati, takut, atau rendah diri dll. Jika remaja tidak mampu mengatasi hal-hal tersebut, mereka mungkin akan melampiaskan dengan marah kepada orang lain. Di usia yang masih belia, kebanyakan remaja kesulitan untuk mengenali apa yang mereka rasakan, apalagi untuk mengekspresikan dan mencari solusi.&lt;br /&gt;
Tantangan bagi para orangtua adalah bagaimana membantu remaja mereka mengatasi rasa marah itu dengan cara yang lebih konstruktif :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
1. Atasi Kemarahan Anda Sendiri&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Anda tidak dapat membantu anak remaja Anda jika Anda kehilangan kesabaran juga. Sesulit apapun masalahnya, Anda harus tetap tenang tidak peduli seberapa besar anak Anda memprovokasi. Jika Anda atau anggota keluarga lain terbiasa berteriak, saling memukul, atau melempar sesuatu, remaja Anda secara alami akan berasumsi bahwa ini adalah cara yang tepat untuk mengekspresikan kemarahannya juga.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
2. Alihkan Pada Hal Yang Positif&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Bantu remaja Anda menemukan cara yang sehat untuk mengurangi kemarahan. Temukan apa yang menjadi hobinya, kemudian arahkan untuk menekuninya. Selain itu bisa juga dengan olahraga, bahkan hanya memukul bantal dapat membantu meredakan ketegangan dan kemarahan mereka. Banyak remaja juga menggunakan seni atau kegiatan kreatif lain mengekspresikan kemarahan mereka. Bermain musik, menari, menulis, atau hanya sekedar mendengarkan musik juga dapat membantu.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
3. Pahami Tandanya&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Pahamilah tanda-tanda ketika dia mulai marah. Apakah anak remaja Anda merasa pusing sebelum meledak marah? Atau apakah kegiatan tertentu di sekolah selalu memicu kemarahan? Ketika remaja dapat mengidentifikasi tanda-tanda peringatan bahwa darah mereka mulai mendidih, memungkinkan mereka untuk mengambil langkah-langkah untuk meredakan kemarahan sebelum di luar kendali.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
4. Temukan Penyebabnya&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Temukan apa yang menjadi penyebab kemarahannya. Apakah anak remaja Anda sedih atau &lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Mengenal-Tanda-Dan-Gejala-Depresi.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;depresi&lt;/a&gt;? Contohnya, apakah anak remaja Anda merasa tidak terpenuhi kebutuhannya karena temannya memiliki hal-hal yang anak Anda tidak miliki? Apakah remaja Anda hanya perlu seseorang untuk mendengarkan dia tanpa menghakiminya?&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
5. Tetapkan Aturan dan Konsekuensi&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Pada saat Anda dan anak Anda tenang, jelaskan bahwa tidak ada yang salah dengan perasaan marah, tetapi ada cara yang tidak dapat diterima untuk mengungkapkan hal itu. Jika anak remaja Anda marah misalnya, dia harus menghadapi konsekuensi hilangnya hak atau bahkan mungkin berurusan dengan hukum. Remaja perlu aturan yang lebih ketat dari sebelumnya.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
6. Berikan Ruang &lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
Ketika remaja Anda marah, biarkan dia untuk pergi ke tempat di mana dia merasa aman untuk mendinginkan perasaannya. Jangan mengikutinya dan jangan dulu menyuruh dia meminta maaf pada Anda atau memintanya memberi penjelasan saat dia masih marah; ini hanya akan memperpanjang atau meningkatkan kemarahannya, atau bahkan mungkin memicu respon fisik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian tips mengatasi kemarahan pada anak remaja Anda. Semoga Anda tidak perlu menghadapinya.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasyana.blogspot.com/feeds/6995886861819957151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Mengatasi-Sifat-Pemarah-Pada-Remaja.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/6995886861819957151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/6995886861819957151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Mengatasi-Sifat-Pemarah-Pada-Remaja.html' title='Mengatasi Sifat Pemarah Pada Remaja'/><author><name>Kanosha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03401313791758020639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_bFvXhJ4WoDRnLB0df7w1_wpV8kvKBSdiRQhvia9syPZp8b6WRtEx0Q8UvbZyaNdahxRKEXwglRJZQgOjJlhcS9S1E0g71RrZoyfptrteVLQQU2MzYN0KzK09AMpgHx08LfxhZ56Wd39X/s72-c/remaja+pemarah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1430819261217950159.post-3391812241907375413</id><published>2014-09-24T20:46:00.002-07:00</published><updated>2014-09-25T08:53:12.982-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="masalah rumah tangga"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="psikologi remaja"/><title type='text'>Mengenal Ciri-Ciri Remaja Bermasalah</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMRpecMB-wrIDA-T64XSLea2HVKvdnNTt_6dZ7dbNUCPwjhr41dFbRq2kkeWzCvdv63u7MvqenoAzHReixx4p7o9ikzNQe2ihpEQOBGwbHEBwfO1767e61XM3yov-lYHjLSI6eutEgMaHv/s1600/kenakalan+remaja.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kenakalan remaja&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMRpecMB-wrIDA-T64XSLea2HVKvdnNTt_6dZ7dbNUCPwjhr41dFbRq2kkeWzCvdv63u7MvqenoAzHReixx4p7o9ikzNQe2ihpEQOBGwbHEBwfO1767e61XM3yov-lYHjLSI6eutEgMaHv/s1600/kenakalan+remaja.jpg&quot; height=&quot;213&quot; title=&quot;ciri-ciri remaja bermasalah&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pinterest.com/pin/177681147772078284&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.pinterest.com/pin/177681147772078284&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Ketika remaja mulai mandiri dan menemukan jati diri, banyak yang mengalami perubahan perilaku, sebagian diantaranya mungkin tampak aneh dan tak terduga bagi orang tua. Anak manis dan penurut yang dulu tidak mau terpisah dari orangtua, sekarang mulai menjaga jarak. Anak yang dulu selalu tampak riang dan suka berbicara kepada semua orang, kini mulai terlihat cuek dan terkadang cuma melirik ketika diajak bicara. Meskipun terkadang hal ini menyakitkan bagi sebagian orangtua, sayangnya hal ini adalah tindakan yang normal bagi seorang remaja, belum termasuk ciri-ciri remaja bermasalah. &lt;br /&gt;
Apabila ada diantara anak-anak Anda yang bermasalah, tentu akan sulit untuk &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Tips-Menjaga-Keharmonisan-Rumah-Tangga.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;menjaga keharmonisan keluarga&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;. Karena itu perlu diketahui ciri-ciri remaja bermasalah sejak dini sebelum terlambat untuk mengatasinya. Untuk mengetahui anak-anak Anda bermasalah atau tidak, berikut ciri-ciri yang dimiliki oleh remaja bermasalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
1. Mengubah Penampilan&lt;/h3&gt;
Ketika menginjak usia puber, setiap remaja pasti akan mulai berdandan. Tampil modis menjadi penting bagi mereka. Bisa juga mereka akan mengenakan pakaian bertuliskan provokatif atau mencolok untuk mencari perhatian. Kecuali anak Anda ingin bertato atau bertindik, hindari mengkritik dan simpan protes Anda untuk menghindari masalah yang lebih besar. Fashion akan terus berubah, dan begitu juga dengan remaja Anda.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Anda boleh mulai khawatir jika itu disertai dengan masalah di sekolah atau perubahan negatif dalam perilaku, atau jika ada bukti fisik (bisa berupa tato atau tindik), atau penurunan berat badan secara ekstrim.&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
2. Suka Membantah dan Memberontak&lt;/h3&gt;
Usia remaja berarti juga mereka akan mulai suka membantah dan menunjukkan perilaku memberontak. Hal ini sebagai bentuk remaja mencari kebebasan. Anda akan mulai sering pusing karena hal ini. &lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Jika eskalasi membantah menjadi sangat tinggi, atau mungkin disertai kekerasan di rumah, bolos sekolah, terlibat dalam perkelahian, bahkan mungkin bersangkutan dengan masalah hukum, semua perilaku itu adalah bendera merah yang melampaui norma pemberontakan remaja.&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
3. Suasana Hati Mudah Berubah&lt;/h3&gt;
Karena meningkatnya hormon dan perubahan perkembangan sering berarti bahwa remaja Anda akan sering mengalami perubahan suasana hati, perilaku &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Mengatasi-Sifat-Pemarah-Pada-Remaja.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;mudah marah&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, dan berusaha menjaga emosi.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Perubahan yang cepat dalam kepribadian, nilai jatuh, terus-menerus terlihat murung, sering merasa cemas, atau sulit tidur dapat menunjukkan bahwa mereka sedang &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Mengenal-Tanda-Dan-Gejala-Depresi.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;depresi&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, mungkin karena &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Mengenal-Bullying-dan-Cara-Mengatasinya.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;bullying&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;, atau masalah kesehatan emosional lain. &lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
4. Mencoba Rokok atau Minuman Keras&lt;/h3&gt;
Sebagian besar remaja mungkin akan mencoba rokok atau alkohol pada suatu saat. Bicarakan dengan anak-anak Anda secara terbuka tentang bahaya merokok, alkohol dan narkoba adalah salah satu cara untuk memastikan hal ini tidak menjadi kebiasaan.&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Ketika merokok dan alkohol atau bahkan mungkin narkoba menjadi kebiasaan, terutama ketika itu disertai dengan masalah di sekolah atau di rumah, ini sudah menjadi bendera merah dan harus segera diatasi.&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
5. Lebih Mudah Dipengaruhi Teman&lt;/h3&gt;
Teman menjadi sangat penting bagi remaja dan dapat memiliki pengaruh besar pada pilihan hidup mereka. Remaja lebih fokus pada teman-teman mereka, sehingga menjadi menarik diri dari orangtua. Ini mungkin membuat Anda merasa sakit hati, tapi bukan berarti remaja Anda tidak perlu cinta atau kasih sayang Anda. &lt;br /&gt;
&lt;blockquote class=&quot;tr_bq&quot;&gt;
Bendera merah apabila terjadi perubahan mendadak dalam pergaulan teman sebaya (terutama jika bergaul dengan teman-teman baru yang mempunyai perilaku negatif), menolak untuk mematuhi aturan batas-batas norma yang wajar, atau menghindari konsekuensi dari perilaku buruk mereka dengan berbohong. Selain itu apabila remaja Anda terlalu banyak menghabiskan waktu sendiri juga dapat menunjukkan adanya masalah.&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian adalah ciri-ciri remaja bermasalah. Terimakasih atas kunjungannya, semoga remaja Anda akan baik-baik saja. Kalaupun ada masalah dengan mereka, semoga Anda bisa segera mengatasinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasyana.blogspot.com/feeds/3391812241907375413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Mengenal-Ciri-Ciri-Remaja-Bermasalah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/3391812241907375413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/3391812241907375413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Mengenal-Ciri-Ciri-Remaja-Bermasalah.html' title='Mengenal Ciri-Ciri Remaja Bermasalah'/><author><name>Kanosha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03401313791758020639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMRpecMB-wrIDA-T64XSLea2HVKvdnNTt_6dZ7dbNUCPwjhr41dFbRq2kkeWzCvdv63u7MvqenoAzHReixx4p7o9ikzNQe2ihpEQOBGwbHEBwfO1767e61XM3yov-lYHjLSI6eutEgMaHv/s72-c/kenakalan+remaja.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1430819261217950159.post-276365394566459406</id><published>2014-09-24T18:54:00.000-07:00</published><updated>2014-09-24T19:20:39.095-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="keharmonisan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mengatasi masalah rumah tangga"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="rumah tangga"/><title type='text'>Tips Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgD3_LiO8VlFjOSlqS5CqB8thfcnAYl8md3BqW7UIpCs1v0cRsLBT7Pe5QiPMTAmG2cSKRZMuUcg_1NNKdmgKAzjyyFnfbdfRKAlHvm66x-qnaLiYMe0ji3yrEPbjr1JAbyPXF6Bfvqkyqf/s1600/keluarga+bahagia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgD3_LiO8VlFjOSlqS5CqB8thfcnAYl8md3BqW7UIpCs1v0cRsLBT7Pe5QiPMTAmG2cSKRZMuUcg_1NNKdmgKAzjyyFnfbdfRKAlHvm66x-qnaLiYMe0ji3yrEPbjr1JAbyPXF6Bfvqkyqf/s1600/keluarga+bahagia.jpg&quot; alt=&quot;keluarga bahagia&quot; height=&quot;200&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Keharmonisan dan kebahagiaan dalam sebuah keluarga adalah hal yang didambakan oleh semua orang. Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang tidak menginginkannya. Akan tetapi, untuk mencapai hal itu tidak semua orang bisa. Selalu saja timbul masalah dalam keluarga, meskipun kadar masalah itu pasti berbeda-beda. Kunci pokok untuk mencapai keharmonisan keluarga diantaranya adalah kebersamaan dan komunikasi. Berikut beberapa hal yang perlu ditanamkan kepada semua anggota keluarga jika ingin terwujud keharmonisan dalam keluarga Anda :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;1. Kejujuran&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Kejujuran artinya adalah adanya kesesuaian antara ucapan dan kenyataan. Bisa juga diartikan adanya konsistensi antara ucapan dan tindakan. Agar terwujud keluarga yang harmonis adalah wajib terdapat saling percaya antara anggota keluarga, antara ayah dan ibu, antara orangtua dan anak-anak, serta antara satu anak dengan anak yang lain.&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;2. Tolong Menolong dan Kerjasama&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Setiap anggota keluarga harus bekerja sama dengan antusias untuk mencapai tujuan bersama mereka. Anggota keluarga juga harus mendapatkan tanggungjawab yang sama dalam keluarga. Tugas rumah tangga harus dibagi secara adil kepada semua anggota keluarga sesuai dengan umur dan kemampuan mereka. Orang tua harus memastikan bahwa masing-masing anggota keluarga menyelesaikan kewajiban mereka.&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;3. Loyalitas&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Loyalitas artinya setia dalam menjaga nama baik dan reputasi keluarga. Reputasi dan kehormatan keluarga adalah milik bersama yang sangat penting untuk dijaga oleh semua anggota keluarga setiap saat. Anggota keluarga harus selalu menjaga dan mempertahankan nama keluarga dengan menjaga perilaku mereka, baik di dalam maupun di luar lingkungan keluarga.&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;4. Tenggang Rasa&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Setiap anggota keluarga harus mampu menjaga perasaan satu sama lain. Selain itu setiap anggota keluarga diberi kesempatan yang sama untuk mengekspresikan secara bebas ide-ide mereka sendiri, dan opini mereka tentang semua hal dalam keluarga, meskipun beberapa anggota keluarga mungkin tidak setuju. Setelah berembuk, ide-ide dan opini yang dianggap layak dan penting harus dipertimbangkan dan dilaksanakan.&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;5. Saling Menghormati&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Menghormati disini maksudnya adalah menunjukkan rasa hormat antara satu sama lain. Menghormati dapat ditunjukkan dengan bersikap sopan kepada orang-orang yang lebih tua, dan yang lebih tua bersikap baik kepada yang lebih muda. Perbedaan pendapat dan masalah yang timbul dalam keluarga, diselesaikan dengan memberi kesempatan bagi semua anggota keluarga untuk menyatakan gagasan dan pendapat mereka.&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;6. Ketaatan&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Ketaatan disini tentu saja dalam konteks yang baik, taat berperilaku sesuai dengan aturan dan peraturan yang ditetapkan oleh keluarga. Untuk menjaga keharmonisan dalam keluarga, anggota keluarga yang lebih muda harus mentaati orang tua dan kakak-kakak mereka.&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;7. Pengorbanan &lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Ada saat-saat di mana kita harus berkorban demi kepentingan yang lain. Anggota keluarga harus mau berkorban untuk memelihara ikatan keluarga demi mengembangkan dan memelihara hubungan yang harmonis dalam keluarga. Yang perlu diperhatikan adalah, pengorbanan yang dilakukan tidak boleh melulu dari satu pihak saja, melainkan harus seimbang antara anggota keluarga yang satu dengan yang lain.&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;8. Kebersamaan&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Kebersamaan akan berkembang ketika anggota keluarga merasa senang ditemani oleh anggota keluarga yang lain. Kebersamaan bisa dikembangkan dengan menikmati kegiatan rekreasi bersama selain pesta keluarga, kegiatan olahraga, dan lain-lain. Ikatan yang kuat dalam keluarga adalah suatu keharusan.&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;9. Keceriaan&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Keceriaan akan membuat keluarga mempunyai semangat yang tinggi untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan bersama-sama, yang pada akhirnya pasti akan membawa sukacita dan kebahagiaan kepada semua anggota keluarga.&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;10. Kontrol Diri &lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Kontrol diri adalah menjaga emosi kita setiap saat. Sebuah ledakan emosi dapat menyebabkan konflik internal yang akan membuat sesuatu yang tidak diinginkan dalam keluarga yang mungkin akan Anda sesali. Kuncinya adalah ketika kemarahan timbul, lebih baik semuanya diam dan ketika emosi sudah menurun, baru bicarakan baik-baik masalahnya. Karena jika salah satu tetap berbicara, akan memancing kemarahan yang lain.&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;11. Komunikasi&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Komunikasi adalah suatu keharusan dalam keluarga dan harus proses terjadi secara dua arah (harus ada pendengar dan pembicara), tidak hanya satu arah. Komunikasi mengekspresikan ide-ide, pendapat dan perasaan. Komunikasi dapat membuat anak-anak merasa aman dan pada saat yang sama meningkatkan kepercayaan dan harga diri mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terimakasih atas waktunya. Semoga Anda bisa mendapatkan keharmonisan dalam keluarga Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber gambar : &lt;a href=&quot;http://www.pinterest.com/pin/202450945721288774/&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.pinterest.com/pin/202450945721288774/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasyana.blogspot.com/feeds/276365394566459406/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Tips-Menjaga-Keharmonisan-Rumah-Tangga.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/276365394566459406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/276365394566459406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Tips-Menjaga-Keharmonisan-Rumah-Tangga.html' title='Tips Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga'/><author><name>Kanosha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03401313791758020639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgD3_LiO8VlFjOSlqS5CqB8thfcnAYl8md3BqW7UIpCs1v0cRsLBT7Pe5QiPMTAmG2cSKRZMuUcg_1NNKdmgKAzjyyFnfbdfRKAlHvm66x-qnaLiYMe0ji3yrEPbjr1JAbyPXF6Bfvqkyqf/s72-c/keluarga+bahagia.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1430819261217950159.post-1609750321281400726</id><published>2014-09-23T21:20:00.000-07:00</published><updated>2014-09-26T01:43:34.469-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan kulit"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan wanita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tips kesehatan"/><title type='text'>Makanan Untuk Menjaga Kecantikan dan Kesehatan Kulit</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
Meskipun produk kecantikan modern telah menjamur di pasaran, akan tetapi orang masih mengandalkan bahan alami untuk menjaga kecantikan dan kesehatan kulit. Hal ini dikarenakan efek samping yang mungkin timbul dari produk modern yang tidak bisa 100% lepas dari bahan kimia. Penelitian terbaru pun menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara sumber nutrisi tertentu dengan pengurangan kerutan wajah, pencegahan jerawat dan wajah yang berseri. Berikut daftar makanan yang bisa menyehatkan kulit wajah dari luar maupun dari dalam :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg96oHyc64VTcM5rt_Q82KbI576LzK_e4f-_0hSKcp1J6rCQ8bF51Yy29kqjT1oc-Czq0jVq459fPfTgZo4YEB5Ibw67rMKLVhI0d-gakt8jXGEpVPVKVGIw9U0D_xpzTHIfXCL15_pFgBJ/s1600/buah+delima.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;makanan sehat untuk kulit&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg96oHyc64VTcM5rt_Q82KbI576LzK_e4f-_0hSKcp1J6rCQ8bF51Yy29kqjT1oc-Czq0jVq459fPfTgZo4YEB5Ibw67rMKLVhI0d-gakt8jXGEpVPVKVGIw9U0D_xpzTHIfXCL15_pFgBJ/s1600/buah+delima.jpg&quot; height=&quot;320&quot; title=&quot;makanan sehat untuk kulit&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.pinterest.com/pin/241224123762695181&quot; rel=&quot;nofollow&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://www.pinterest.com/pin/241224123762695181&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
1. Lembutkan Kulit dengan Kenari&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Kenari mengandung omega-3, asam lemak esensial yang dapat meningkatkan elastisitas kulit. Kacang ini juga sarat dengan mineral yang meningkatkan produksi kolagen. Gunakan kenari sebagai cemilan setiap hari untuk memperbaiki tekstur kulit Anda dan mengelupas kapalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
2. Dapatkan Kulit Berseri dengan Cokelat&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Kakao mengurangi kadar air di kulit Anda, sehingga nampak lebih kencang, sedangkan “&lt;i&gt;dark chocolate&lt;/i&gt;” mengandung &lt;i&gt;flavonol&lt;/i&gt;, sejenis antioksidan. Untuk mendapatkan efek maksimal dari flavonol, makanlah cokelat yang setidaknya mengandung 70 persen kakao. Selain dimakan, cokelat juga bisa dioleskan, kafein dalam cokelat dapat bisa mengurangi bengkak kulit untuk sementara. &lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;3. Lindungi Kulit dengan Delima&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Delima banyak mengandung &lt;i&gt;antioksidan polifenol&lt;/i&gt;. Polifenol melawan radikal bebas dan mengatur aliran darah kulit. Satu buah delima atau beberapa gelas jus setiap hari sudah cukup untuk menjaga kulit Anda. antioksidan yang terkandung dalam buah ini mampu membantu menghilangkan garis-garis halus serta melembabkan kulit. &lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
4. Hilangkan Kemerahan Pada Wajah dengan Teh Hijau&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Teh hijau mengandung antioksidan yang sangat tinggi, terutama yang bernama EGCG (&lt;i&gt;epigallocatechin gallate&lt;/i&gt;), yang terbukti mengurangi kemerahan pada wajah. Penelitian juga menunjukkan bahwa teh hijau membantu melawan peradangan. Setidaknya satu cangkir teh hijau sehari mampu melawan kemerahan pada wajah Anda.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
5. Cegah Kerutan dengan Yoghurt&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Protein yang Anda dapatkan dari yoghurt membantu kulit menjadi lebih kencang, sehingga lebih tahan terhadap penuaan kulit. Yoghurt yang paling berkhasiat adalah yoghurt Yunani, dimana kadar proteinnya dua kali lipat lebih banyak dari yoghurt biasa. Makan satu porsi setiap hari untuk membuat kulit Anda halus, selain untuk menghilangkan iritasi pada kulit, kulit kering atau kulit sensitif.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
6. Cerahkan Kulit dengan Biji Bunga Matahari&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Sarat dengan vitamin E, biji bunga matahari mampu menjaga kulit Anda tetap lembut dengan melindungi lapisan teratas kulit dari sinar matahari. Kandungan asam lemaknya yang tinggi membuat minyak biji bunga matahari bisa digunakan untuk bagian tubuh kering, seperti bibir dan tumit.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
7. Jaga Warna Kulit dengan Kedelai&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan minum susu kedelai Anda bisa mendapatkan kulit yang lebih bersih. Hasil penelitian menunjukkan kedelai mengandung mineral dan protein yang terbukti mengurangi hiperpigmentasi. Satu cangkir sehari sudah cukup untuk mendapatkan hasil yang optimal dan membantu mencegah bintik-bintik karena sinar matahari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih ada yang bisa ditambahkan? Silahkan tulis di kolom komentar di bawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasyana.blogspot.com/feeds/1609750321281400726/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Makanan-Untuk-Menjaga-Kecantikan-dan-Kesehatan-Kulit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/1609750321281400726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/1609750321281400726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Makanan-Untuk-Menjaga-Kecantikan-dan-Kesehatan-Kulit.html' title='Makanan Untuk Menjaga Kecantikan dan Kesehatan Kulit'/><author><name>Kanosha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03401313791758020639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg96oHyc64VTcM5rt_Q82KbI576LzK_e4f-_0hSKcp1J6rCQ8bF51Yy29kqjT1oc-Czq0jVq459fPfTgZo4YEB5Ibw67rMKLVhI0d-gakt8jXGEpVPVKVGIw9U0D_xpzTHIfXCL15_pFgBJ/s72-c/buah+delima.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1430819261217950159.post-3828004119289802670</id><published>2014-09-23T19:44:00.003-07:00</published><updated>2014-09-24T19:30:21.636-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan kulit"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan wanita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tips kesehatan"/><title type='text'>Tips Menjaga Kesehatan Kulit</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYQeFEUZUj5e9OW1oGSvHVYHctKzAYtP5C_Nmgzkg0z8VWqPKtUvaQZlW2tCKZliLaq8rEQsbjpsvfuo7DQxJ7ppoEKpkCxdOGp_AveokrRKpUI4pDHud5QUBFuVhQlRbEPFN2ZQouRbz-/s1600/kulit+halus.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYQeFEUZUj5e9OW1oGSvHVYHctKzAYtP5C_Nmgzkg0z8VWqPKtUvaQZlW2tCKZliLaq8rEQsbjpsvfuo7DQxJ7ppoEKpkCxdOGp_AveokrRKpUI4pDHud5QUBFuVhQlRbEPFN2ZQouRbz-/s1600/kulit+halus.jpg&quot; height=&quot;213&quot; width=&quot;320&quot; alt=&quot;kulit mulus dan sehat&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kulit yang halus dan mulus sangat penting sebagai daya tarik utama pada pria dan wanita. Perawatan kulit tidak dapat diabaikan agar mendapatkan kulit yang sehat dan cantik. Dengan bertambahnya usia, maka kulit pun akan semakin kurang berseri dan cenderung kehilangan kelembutan dan elastisitas. Untuk memperlambat efek penuaan kulit dan menjaga kesehatan kulit, berikut beberapa tips perawatan kulit yang bisa Anda lakukan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;1. Jaga Kebersihan Kulit&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Kulit seksi adalah kulit yang bersih. Cuci wajah sebelum tidur adalah salah satu perawatan kulit wajah rutin yang harus Anda lakukan. Kebersihan pribadi yang sederhana ini akan menghilangkan sisa make-up, kotoran, debu dan minyak pada kulit wajah. Tidur dengan sisa make-up, minyak dan kotoran di wajah Anda akan merusak pori-pori kulit Anda dan menyebabkan komedo dan jerawat. Kulit Anda juga tidak akan bisa bernafas karena minyak dan kotoran menyumbat pori-pori.&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;2. Segera Obati Sebelum Terlambat&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Jika timbul jerawat atau jerawat batu, segera lakukan pengobatan, jangan ditunda. Apabila pengobatan dengan obat jerawat yang umum dijual di toko obat tidak bisa mengatasi, segera kunjungi dokter kulit Anda untuk menentukan akar penyebab masalahnya. Mungkin penyebabnya adalah makanan yang Anda makan, atau kurang tidur. Mungkin juga karena masalah hormonal. &lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;3. Gunakan Krim Pelembab Yang Tepat&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Ada ribuan merk krim kulit di pasaran. Beberapa sangat efektif jika digunakan dengan benar. Yang menjadi masalah dari sebagian besar krim kulit ini adalah bahwa sekali Anda berhenti menggunakannya biasanya akan berakibat buruk pada kulit Anda. Carilah krim kulit yang mengandung &lt;i&gt;alpha hydroxy acids, kinetin, koenzim 10&lt;/i&gt;, atau &lt;i&gt;antioksidan&lt;/i&gt;. Penelitian menunjukkan bahwa bahan-bahan ini membawa hasil yang cepat untuk mengatasi kulit kering dan kusam.&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;4. Cukupi Kebutuhan Nutrisi Untuk Kulit&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Nutrisi, makanan sehat dan berolahraga adalah dasar-dasar yang perlu Anda lakukan untuk mendapatkan kulit yang berseri, sehat dan seksi. Cokelat, yoghurt, buah kenari, buah delima, adalah beberapa makanan yang dapat menjaga kesehatan kulit. Untuk jenis-jenis makanan yang bisa menjaga kesehatan dan kecantikan kulit bisa dilihat di sini : &lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Makanan-Untuk-Menjaga-Kecantikan-dan-Kesehatan-Kulit.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Makanan Untuk Menjaga Kecantikan dan Kesehatan Kulit&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;5. Hindari Alkohol&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Alkohol mengandung &lt;i&gt;acetaldehyde&lt;/i&gt;, komponen aktif yang dapat menyebabkan sirosis hati. Jika zat ini dapat menyebabkan sirosis hati maka bisa dibayangkan apa yang bisa diakibatkannya pada kulit Anda? Alkohol juga menyebabkan kekurangan gizi, karena alkohol mencegah penyerapan kembali nutrisi yang penting untuk kesehatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;i&gt;sumber gambar : &lt;a href=&quot;https://www.flickr.com/photos/yakobusan/6772380395&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;https://www.flickr.com/photos/yakobusan/6772380395&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasyana.blogspot.com/feeds/3828004119289802670/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Tips-Menjaga-Kesehatan-Kulit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/3828004119289802670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/3828004119289802670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Tips-Menjaga-Kesehatan-Kulit.html' title='Tips Menjaga Kesehatan Kulit'/><author><name>Kanosha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03401313791758020639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYQeFEUZUj5e9OW1oGSvHVYHctKzAYtP5C_Nmgzkg0z8VWqPKtUvaQZlW2tCKZliLaq8rEQsbjpsvfuo7DQxJ7ppoEKpkCxdOGp_AveokrRKpUI4pDHud5QUBFuVhQlRbEPFN2ZQouRbz-/s72-c/kulit+halus.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1430819261217950159.post-3077801672688087087</id><published>2014-09-23T03:57:00.002-07:00</published><updated>2014-09-24T19:30:49.540-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan wanita"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="payudara"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tips kesehatan"/><title type='text'>Cara Membesarkan Payudara Secara Alami</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;Operasi Plastik ?&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsCYgab0Q5H-5nCq8kB6L8_tj-KnCu4B8KoPaWPf1FweJ5KUviM_Cu2ur3YJODA0-CSfxMpGoGtsIKkK-wZnrYVk4sP88y91aWKZJXeoQyvK-He5ihlqBDQljNm7TOantkdH-t5xbuQmYp/s1600/payudara+natural.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsCYgab0Q5H-5nCq8kB6L8_tj-KnCu4B8KoPaWPf1FweJ5KUviM_Cu2ur3YJODA0-CSfxMpGoGtsIKkK-wZnrYVk4sP88y91aWKZJXeoQyvK-He5ihlqBDQljNm7TOantkdH-t5xbuQmYp/s1600/payudara+natural.jpg&quot; height=&quot;211&quot; width=&quot;320&quot; alt=&quot;latihan membesarkan payudara&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Banyak wanita merasa minder dengan ukuran payudaranya, sebagian memilih operasi plastik sebagai jalan keluar. Akan tetapi lebih banyak yang tidak mau untuk melakukannya, selain masalah pertimbangan dana dan rasa takut akan efek samping operasi plastik, juga masih banyak pertimbangan pribadi lain. &lt;br /&gt;
Saat ini di negara-negara maju, banyak wanita lebih memilih membesarkan payudara mereka dengan cara alami daripada operasi plastik, meskipun cara alami membutuhkan waktu lebih lama, akan tetapi tidak ada efek sampingnya.&lt;br /&gt;
Jika Anda ingin membesarkan payudara secara alami, ada beberapa latihan yang bisa Anda lakukan secara rutin, diantaranya adalah :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;1. Besarkan Otot Dada&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;
Otot dada terletak tepat di bawah payudara Anda. Dengan menguatkan otot ini tidak hanya akan memperbesar ukuran payudara, tetapi juga bisa mengencangkan payudara. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan push-up atau latihan beban. Kalau belum terbiasa, mulailah dengan 3 putaran, masing-masing putaran lakukan 10 kali push up, seminggu 5 kali. Setelah terbiasa, Anda bisa mulai menambahkan latihan beban ringan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;2. Kuatkan Otot Punggung dan Bahu&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;
Otot punggung dan bahu adalah penyangga payudara Anda. Dengan menguatkan otot-otot ini akan membuat Anda berdiri lebih tegak, selain itu juga akan membuat payudara Anda tampak lebih menonjol dan kencang. Jangan takut terlihat kekar, kecuali Anda menggunakan steroid, hal ini tidak akan terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;3. Naikkan Berat Badan Bila Anda Terlalu Kurus&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Payudara terdiri dari jaringan lemak, jadi bila Anda terlalu kurus, sebaiknya naikkan sedikit berat badan Anda. Apabila sedang diet, ikuti program diet dengan menambah asupan protein, karbohidrat kompleks dan lemak sehat. Hindari makanan berminyak dan gula. &lt;br /&gt;
Perlu diingat bahwa setiap orang mempunyai bentuk tubuh yang berbeda. Ada yang dengan menambah berat badan akan memperbesar payudara, ada pula yang memperbesar pinggul, perut, dll. Jadi coba dulu kira-kira 1 atau 2 minggu, kemudian lihat perubahan pada bentuk tubuh Anda. Jika dengan menambah berat badan payudara Anda tidak bertambah besar, jangan dilanjutkan.&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;4. Pakai Ukuran Bra Yang Tepat&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Penelitian menunjukkan bahwa banyak wanita memakai ukuran bra yang salah tanpa menyadarinya. Sangat penting untuk memakai bra yang tepat, karena bra adalah penyangga payudara dan mencegahnya kendor dan tampak “melorot”. Juga perlu diperhatikan untuk memakai “&lt;i&gt;sport bra&lt;/i&gt;” ketika berolahraga, agar mampu menyangga payudara dengan baik.&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;5. Makan Makanan Tertentu&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Ada makanan tertentu yang berkaitan dengan pertumbuhan payudara, walaupun belum ada bukti ilmiah yang mendukung. Adas, akar ubi, daun selada air, susu kedelai, anggur, teh hijau, ayam, buah zaitun, alpukat dan kacang-kacangan semua dipercaya membantu meningkatkan ukuran payudara. Beberapa diantaranya memang mampu meningkatkan produksi &lt;i&gt;estrogen &lt;/i&gt;selain &lt;i&gt;fitoestrogen&lt;/i&gt;, yang lain juga mengandung lemak sehat yang akan membantu Anda menaikkan berat badan.&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;6. Hindari Kafein&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Kafein diklasifikasikan sebagai &lt;i&gt;methylxanthine &lt;/i&gt;yang bisa mempengaruhi sistem tubuh Anda seperti obat-obatan. Dikategorikan sebagai stimulan, selain menghambat pertumbuhan payudara, juga bisa menyebabkan nyeri payudara dan meningkatkan risiko terkena kanker.&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;7. Pijat Payudara&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Lakukan pijat payudara selama 10-15 menit sekali atau dua kali sehari untuk meningkatkan sirkulasi darah di area sekitar payudara. Hal ini memicu kelenjar hormon sehingga meningkatkan pertumbuhan payudara. Ada krim khusus yang bisa membantu, namun Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mencobanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga berhasil.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasyana.blogspot.com/feeds/3077801672688087087/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Cara-Membesarkan-Payudara-Secara-Alami.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/3077801672688087087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/3077801672688087087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Cara-Membesarkan-Payudara-Secara-Alami.html' title='Cara Membesarkan Payudara Secara Alami'/><author><name>Kanosha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03401313791758020639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsCYgab0Q5H-5nCq8kB6L8_tj-KnCu4B8KoPaWPf1FweJ5KUviM_Cu2ur3YJODA0-CSfxMpGoGtsIKkK-wZnrYVk4sP88y91aWKZJXeoQyvK-He5ihlqBDQljNm7TOantkdH-t5xbuQmYp/s72-c/payudara+natural.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1430819261217950159.post-8685267650740812324</id><published>2014-09-23T00:35:00.000-07:00</published><updated>2014-09-24T19:31:13.330-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="nomophobia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="psikologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="psikologi perkembangan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="psikologi remaja"/><title type='text'>Mengenal Nomophobia dan Cara Mengatasinya</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Apa itu Nomophobia?&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgadritRQu4iwp95edgH1XfLBvk04YhHcPV1GYDI6boa30HUzDWfOEBDbLOhvNxwihTi0g6e62siX1lKtb7_h4umnl0LiD83yGmEy9sz3ciGrl4u2mKwfs0QWS032pOeXlN_v14CiySphyv/s1600/nomophobia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgadritRQu4iwp95edgH1XfLBvk04YhHcPV1GYDI6boa30HUzDWfOEBDbLOhvNxwihTi0g6e62siX1lKtb7_h4umnl0LiD83yGmEy9sz3ciGrl4u2mKwfs0QWS032pOeXlN_v14CiySphyv/s1600/nomophobia.jpg&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;320&quot; alt=&quot;nomophobia&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pernah dengar istilah Nomophobia? Jangan keliru dengan Namibia. Kalau Namibia kan nama negara di Afrika. Nomophobia adalah istilah baru yang menggambarkan ketakutan yang sedang berkembang di dunia saat ini, ketakutan jauh dari mobile gadget, atau ketakutan berada di luar jangkauan telpon seluler. Nomophobia ini adalah trend yang sedang menggejala di kalangan pelajar dan mahasiswa. Banyak di antara mereka yang membawa handphone ketika mandi, bahkan mereka lebih suka menggunakan SMS atau tweet daripada berbicara langsung face to face.&lt;br /&gt;
Nomophobia berkembang pesat terutama di negara-negara maju. Kata Nomophobia sendiri berasal dari “no-mobile-phone-phobia” yang mulai diperkenalkan pada tahun 2010 oleh organisasi peneliti YouGov dari Inggris, yang meneliti kecemasan yang diderita oleh pengguna telpon seluler. Penelitian ini menemukan bahwa hampir 53% pengguna telpon seluler di Inggris cenderung merasakan kecemasan ketika “kehilangan telpon seluler, kehabisan baterai, atau di luar jangkauan sinyal”.&lt;br /&gt;
Penelitian ini juga menemukan sekitar 58% pria dan 47% wanita menderita phobia ini, dan sekitar 9% merasakan stres jika telpon seluler mereka mati. Penelitian ini mengambil sampel 2.163 orang. 55% responden menyatakan alasan kecemasan mereka adalah karena sulit menghubungi teman atau keluarga mereka. Penelitian ini juga menunjukkan tingkat kecemasan nomophobia sebanding dengan kecemasan calon pengantin dan kecemasan ketika ke dokter gigi.&lt;br /&gt;
Di Amerika malah lebih parah. Sekitar 65% tidur membawa smart phone, 34% mengaku memilih menjawab telpon ketika sedang berhubungan intim, 20% lebih memilih tidak bersepatu selama seminggu daripada tidak boleh menggunakan handphone. Hasil penelitian lainnya adalah sekitar 50% tidak pernah mematikan handphone dan 66% mengaku menderita karena harus selalu berdekatan dengan handphone.&lt;/div&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Cara Untuk Mengatasi Nomophobia&lt;/h3&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Nomophobia kalau tidak segera diatasi akan menjadikan kita kecanduan. Untuk mengatasi segala macam bentuk kecanduan, termasuk kecanduan teknologi, adalah dengan menyibukkan diri dengan kegiatan yang positif, contohnya adalah dengan berolahraga. Jangan biarkan sesuatu mengontrol hidup Anda, kecuali tentu saja makanan, minuman dan tempat tinggal.&lt;br /&gt;
Teknologi baru seperti telepon seluler, tablet, komputer dan lain-lain yang mungkin akan muncul di masa depan, tentu akan memudahkan pekerjaan kita. Tetapi pada prinsipnya adalah jangan biarkan kita menjadi budak teknologi, selalu tempatkan teknologi hanya sebagai alat untuk membantu kita.&lt;br /&gt;
Lalu pendekatan apa yang harus kita lakukan kepada anak-anak kita yang mulai menunjukkan gejala-gejala nomophobia?&lt;/div&gt;&lt;ul style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;• Pastikan setidaknya satu kali dalam satu hari mereka mematikan telpon seluler selama beberapa saat, biarkan mereka bersosialisasi secara langsung.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;• Seimbangkan waktu mereka antara menggunakan handphone/komputer dengan kontak langsung dengan orang lain.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;• Setidaknya satu hari dalam sebulan, jauhkan anak-anak dari gadget apapun, misalnya dengan mengajak pergi berlibur tapi dengan syarat mereka tidak boleh membawa gadget mereka.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;• Ketika waktunya tidur, jauhkan gadget dari jangkauan mereka.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Apakah Anda punya saran lain? Silahkan tulis di kolom komentar di bawah.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasyana.blogspot.com/feeds/8685267650740812324/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Mengenal-Nomophobia-dan-Cara-Mengatasinya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/8685267650740812324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/8685267650740812324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Mengenal-Nomophobia-dan-Cara-Mengatasinya.html' title='Mengenal Nomophobia dan Cara Mengatasinya'/><author><name>Kanosha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03401313791758020639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgadritRQu4iwp95edgH1XfLBvk04YhHcPV1GYDI6boa30HUzDWfOEBDbLOhvNxwihTi0g6e62siX1lKtb7_h4umnl0LiD83yGmEy9sz3ciGrl4u2mKwfs0QWS032pOeXlN_v14CiySphyv/s72-c/nomophobia.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1430819261217950159.post-2665452880052222237</id><published>2014-09-21T01:00:00.000-07:00</published><updated>2014-09-24T19:31:36.591-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="bullying"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="psikologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="psikologi perkembangan"/><title type='text'>Mengenal Bullying dan Cara Mengatasinya</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Apakah Yang Disebut Dengan Bullying ?&lt;/h2&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIcXHoUwfhwfFiv-nxG8uaUDgDIVHBFq2dUxTbde_s5IILGK-TfOC4SdEzOiSnX8MzSwtX3Pp0ddEtYUrzbpQI5Wo1PlzW-e5WnEf-YNnTl29JjwkPlyzyvz80hr2ZIUvARC6G2D-bV4Cv/s1600/bullying.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIcXHoUwfhwfFiv-nxG8uaUDgDIVHBFq2dUxTbde_s5IILGK-TfOC4SdEzOiSnX8MzSwtX3Pp0ddEtYUrzbpQI5Wo1PlzW-e5WnEf-YNnTl29JjwkPlyzyvz80hr2ZIUvARC6G2D-bV4Cv/s1600/bullying.jpg&quot; height=&quot;212&quot; width=&quot;320&quot; alt=&quot;bullying&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Bullying adalah perlakuan yang secara sengaja merugikan dan mempermalukan orang lain. Perilaku ini bisa bertahan lama, terutama karena para pengganggu itu mendapatkan apa yang mereka inginkan, setidaknya pada awalnya. Kebiasaan mengganggu itu bukan bawaan sejak lahir, dan dimulai pada usia dini, jika perilaku agresif balita tidak ditangani dengan baik.&lt;br /&gt;
Bullies tidak mungkin ada tanpa adanya korban, dan mereka tidak memilih sembarang orang; mereka mencari anak yang kurang percaya diri dan menunjukkan rasa takut bahkan sebelum bertemu para pengganggu. Tidak ada yang suka dengan bullies, tapi orang sering juga tidak suka pada korban. Bullies yang sudah tumbuh dewasa akan mendatangkan malapetaka dalam interaksi sosial mereka baik di lingkungan rumah maupun di tempat kerja.&lt;br /&gt;
Banyak ahli percaya bahwa perilaku intimidatif terus meningkat karena anak-anak tumbuh tanpa pengalaman yang mengarah pada pengembangan keterampilan sosial. Ketika bermain dengan teman sebaya tanpa pengawasan orang dewasa, anak-anak mengembangkan keterampilan yang membuat mereka menjadi disukai oleh teman sebaya dan belajar bagaimana memecahkan masalah-masalah sosial di antara mereka.&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;Apa Yang Bisa Orangtua Lakukan Tentang Bullying&lt;/h2&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Haruskah saya campur tangan dalam masalah anak saya? Pepatah mengatakan, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati; ketika orangtua tahu pertanda bullying terjadi pada anak-anak mereka, mereka akan lebih mudah membantu anak-anak untuk mengatasinya. Jadi waspadailah tanda-tanda agresi relasional antara anak-anak seperti:&lt;br /&gt;
• Memulai rumor dan menyebarkan gosip&lt;br /&gt;
• Mendiamkan anak&lt;br /&gt;
• Mengancam untuk memutuskan persahabatan (&quot;Aku tidak akan menjadi teman kamu lagi jika ...&quot;)&lt;br /&gt;
• Membentuk &quot;kelompok&quot; dan memasukkan beberapa anak dan meninggalkan yang lain.&lt;br /&gt;
• Mengatakan sesuatu yang menyakitkan dan kemudian berkata &quot;hanya bercanda&quot; untuk menghindari kesalahan.&lt;br /&gt;
• Menggunakan media sosial untuk mengirim pesan yang menyakitkan dan memalukan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mendorong anak-anak untuk berbicara tentang pengalaman mereka dengan teman-teman sebaya adalah penting. Sayangnya, banyak anak-anak memilih untuk tidak memberitahu orang tua mereka ketika mereka telah diintimidasi karena pengalaman dikucilkan itu sangat memalukan dan menyakitkan. Orang tua dapat mendorong anak mereka untuk berbicara tentang bullying melalui percakapan santai tentang hubungan dengan teman-temannya. Percakapan santai dalam waktu yang tepat menyediakan dasar kepercayaan yang membuat lebih mudah bagi mereka untuk membuka diri terhadap orang tua tentang masalah yang mereka hadapi.&lt;br /&gt;
Pertanyaan terbuka (misalnya Apa sih yang kalian perebutkan di sekolah? Kata-kata apa yang digunakan anak-anak untuk saling menyakiti?) Adalah cara yang bagus untuk memulai dialog dan menunjukkan minat yang tulus dari orangtua atas masalah anak-anak dari sudut pandang mereka.&lt;br /&gt;
Sama pentingnya dengan memulai percakapan, adalah mempersiapkan diri untuk mendengarkan jawaban yang diterima. Bahkan jika orangtua berpikir sudah pernah mengalami masa kanak-kanak, terkadang masih bisa mengejutkan mengetahui bahasa kasar yang digunakan oleh anak-anak. Ketika anak Anda menyadari bahwa Anda akan mendengarkan tanpa menghakimi, dia lebih cenderung untuk terus terbuka tentang hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasyana.blogspot.com/feeds/2665452880052222237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Mengenal-Bullying-dan-Cara-Mengatasinya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/2665452880052222237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/2665452880052222237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Mengenal-Bullying-dan-Cara-Mengatasinya.html' title='Mengenal Bullying dan Cara Mengatasinya'/><author><name>Kanosha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03401313791758020639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIcXHoUwfhwfFiv-nxG8uaUDgDIVHBFq2dUxTbde_s5IILGK-TfOC4SdEzOiSnX8MzSwtX3Pp0ddEtYUrzbpQI5Wo1PlzW-e5WnEf-YNnTl29JjwkPlyzyvz80hr2ZIUvARC6G2D-bV4Cv/s72-c/bullying.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1430819261217950159.post-7191038854281011067</id><published>2014-09-21T00:11:00.000-07:00</published><updated>2014-09-24T19:31:54.691-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="autis"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="kesehatan ibu dan anak"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="psikologi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="psikologi kepribadian"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="psikologi perkembangan"/><title type='text'>Mengenal Autisme Pada Anak</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Gejala Selama Masa Balita&lt;/h2&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWXYDCxKgoKENr1C61L75lMH00SROeP52LIXsG9q_IzPiz2ZMemFc7nhuo7ZKPcxg1NCoCmA0EzM2gGLxsRACxZMmCz5xkpljMgRmM4_yUqyc57-1LlLzJ1MMozwBBrpdxYzpkU_7ULQQd/s1600/anak+autis.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWXYDCxKgoKENr1C61L75lMH00SROeP52LIXsG9q_IzPiz2ZMemFc7nhuo7ZKPcxg1NCoCmA0EzM2gGLxsRACxZMmCz5xkpljMgRmM4_yUqyc57-1LlLzJ1MMozwBBrpdxYzpkU_7ULQQd/s1600/anak+autis.jpg&quot; height=&quot;160&quot; width=&quot;320&quot; alt=&quot;autisme&quot;/&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Gejala autisme biasanya mulai terlihat oleh orang tua dan pengasuh lainnya selama masa 3 tahun pertama. Meskipun autisme timbul pada saat lahir (&lt;i&gt;kongenital&lt;/i&gt;), tanda-tanda gejalanya kadang sulit untuk diidentifikasi atau didiagnosa saat masih bayi. Orangtua sering khawatir ketika anak mereka tidak suka digendong, tidak tertarik bermain game tertentu, seperti ciluk ba; dan susah belajar berbicara. Kadang-kadang, anak autis akan mulai berbicara pada saat yang sama seperti anak-anak lain pada usia yang sama, kemudian kehilangan kemampuan bahasanya. Orang tua juga mungkin bingung tentang kemampuan pendengaran anak mereka. Karena anak autisme kadang-kadang terlihat tidak bisa mendengar, namun pada saat yang lain, ia mungkin tampak mendengar suara yang berasal dari tempat jauh.&lt;br /&gt;
Dengan pengobatan intensif sejak dini, sebagian besar anak-anak autis bisa meningkatkan kemampuan mereka untuk berhubungan dengan orang lain, berkomunikasi, dan mampu mandiri saat mereka tumbuh dewasa. Bertentangan dengan mitos tentang anak autis, sangat sedikit anak autis yang benar-benar terisolasi secara sosial atau &quot;hidup dalam dunia mereka sendiri&quot;.&lt;/div&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;Gejala Umum&lt;/h2&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Gejala autisme bervariasi tergantung tingkat keparahan, tetapi semua penderita autisme memiliki beberapa gejala umum dalam bidang :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Interaksi sosial dan hubungan:&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;- Kesulitan mengembangkan keterampilan komunikasi nonverbal, seperti kontak mata, ekspresi wajah, dan gerakan tubuh.&lt;br /&gt;
- Kesulitan untuk membangun persahabatan dengan anak-anak seusianya.&lt;br /&gt;
- Kurangnya minat dalam berbagi kesenangan, minat, atau prestasi dengan orang lain.&lt;br /&gt;
- Kurangnya empati. Penderita autisme terkadang memiliki kesulitan memahami perasaan orang lain, seperti rasa sakit atau kesedihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Komunikasi verbal dan nonverbal:&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;- Kesulitan atau lambat belajar bicara. Sebanyak 40% dari penderita autisme tidak pernah berbicara.&lt;br /&gt;
- Kesulitan memulai percakapan. Penderita autisme juga mengalami kesulitan melanjutkan percakapan setelah dimulai.&lt;br /&gt;
- Penggunaan bahasa yang tidak variatif dan berulang-ulang. Penderita autisme sering mengulang-ulang kalimat yang barusan mereka dengar (echolalia).&lt;br /&gt;
- Kesulitan memahami perspektif lawan bicara. Sebagai contoh, penderita autisme mungkin tidak mengerti bahwa seseorang sedang bergurau. Mereka mungkin menafsirkan kata demi kata secara harfiah dan gagal untuk menangkap makna yang tersirat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. Terbatasnya minat dalam bermain atau kegiatan lain:&lt;/b&gt;&lt;/h3&gt;- Tidak bisa membagi perhatian. Anak-anak penderita autisme sering hanya fokus pada satu bagian mainan, seperti ketika bermain mobil-mobilan mereka hanya fokus pada rodanya saja.&lt;br /&gt;
- Keasyikan pada topik-topik tertentu. Misalnya, mereka mungkin terpesona oleh video game, trading cards, atau plat nomor.&lt;br /&gt;
- Suka akan rutinitas. Sebagai contoh, anak penderita autisme mungkin selalu minta sarapan roti merk yang sama bersikeras mengambil rute yang sama setiap hari ke sekolah.&lt;br /&gt;
- Suka berperilaku stereotip, seperti menggoyang tubuh dan mengepakkan tangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lasyana.blogspot.com/feeds/7191038854281011067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Mengenal-Autisme-Pada-Anak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/7191038854281011067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1430819261217950159/posts/default/7191038854281011067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lasyana.blogspot.com/2014/09/Mengenal-Autisme-Pada-Anak.html' title='Mengenal Autisme Pada Anak'/><author><name>Kanosha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03401313791758020639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWXYDCxKgoKENr1C61L75lMH00SROeP52LIXsG9q_IzPiz2ZMemFc7nhuo7ZKPcxg1NCoCmA0EzM2gGLxsRACxZMmCz5xkpljMgRmM4_yUqyc57-1LlLzJ1MMozwBBrpdxYzpkU_7ULQQd/s72-c/anak+autis.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>