<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>Asuhan Keperawatan</title><link>http://anakkomik.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/LatihanNulis" /><description>caterpillar will turn into a beautiful butterfly and fly freely without being set after the previous pupate</description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (mbah bejo)</managingEditor><lastBuildDate>Sun, 25 Dec 2011 00:08:02 PST</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">984</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info uri="latihannulis" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Health/Alternative Health</media:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>caterpillar will turn into a beautiful butterfly and fly freely without being set after the previous pupate</itunes:subtitle><itunes:category text="Health"><itunes:category text="Alternative Health" /></itunes:category><item><title>Kurangi Garam untuk Kesehatan Jantung</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/gO432caVi2A/kurangi-garam-untuk-kesehatan-jantung.html</link><category>kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (hermi)</author><pubDate>Thu, 23 Jun 2011 03:28:11 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-4705306117843144795</guid><description>reallynatural.com&lt;br /&gt;MENGURANGI asupan garam, khususnya bagi pencinta makanan bercita rasa asin, bukanlah hal yang mudah. Tapi, Anda bisa memulai dengan jumlah kecil. Studi terbaru mengungkap, mengurangi tiga gram garam dalam sehari atau setara dengan setengah sendok teh mampu mengurangi kemungkinan penyakit jantung secara dramatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penulis studi yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine, manfaat pengurangan tiga gram garam ini setara dengan pengurangan 50 persen kebiasaan merokok dan pengurangan lima persen indeks massa tubuh pada orang yang obesitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Manfaat pengurangan garam dalam menurunkan tekanan darah dan penyakit jantung telah lama diketahui. Penelitian ini hanya memetakan jumlah yang baik. Studi ini mempunyai bukti ilmiah pentingnya mengurangi garam dalam meningkatkan kualitas hidup dan angka harapan hidup," tutur Dr. Robert Eckel dari University of Colorado Denver School of Medicine, seperti dikutip situs healthday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan-badan kesehatan di Amerika menganjurkan agar orang dewasa membatasi asupan garam hingga 5,8 gram (2.300 miligram sodium) sehari. Akan lebih baik lagi jika bisa membatasi hingga 3,7 gram sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yayasan Jantung Amerika (American Heart Association) juga menganjurkan konsumsi sodium kurang dari 2.300 mg sehari. Akan tetapi, jumlah ini dikurangi lagi hinga kurang dari 1.500 mg per hari bagi mereka yang berusia lanjut atau penderita hipertensi. (IK/OL-08)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-4705306117843144795?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/gO432caVi2A" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-23T17:28:11.048+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2011/06/kurangi-garam-untuk-kesehatan-jantung.html</feedburner:origLink></item><item><title>Teknik Memenuhi Rasa Nyaman Pada Masa Hamil (Distraksi &amp; Relaksasi)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/cL2uxgyoa0M/teknik-memenuhi-rasa-nyaman-pada-masa.html</link><category>kesehatan</category><category>askep</category><category>keperawatan</category><author>noreply@blogger.com (hermi)</author><pubDate>Thu, 23 Jun 2011 03:23:31 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-2902485899442755501</guid><description>Ibu hamil dan bayiTidak semua wanita mengalami ketidaknyamanan akibat kehamilan yang disebutkan dibawah ini, akan tetapi tidak sedikit juga wanita yang mengalami ketidaknyamanan tersebut. Cara meringankan ketidaknyamanan bisa membuat perbedaan yang signifikan dalam cara wanita tersebut memandang pengalaman kehamilannya. Dasar fisiologis, psikologis dan anatomis untuk masing-masing ketidaknyamanan tersebut diberikan untuk merangsang pemikiran selanjutnya tentang cara-cara meringankannya. Cara-cara meringankan tersebut didasarkan pada penyebab dari ketidaknyamanan tersebut serta diarahkan ke penatalaksanaan symptomatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa letih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa letih sering terjadi selama trimester pertama tanpa diketahui penyebabnya. Salah satu sangkaan yang diajukan ialah penurunan awal dalam laju metabolik dasar pada awal-awal kehamilan, tetapi mengapa hal itu terjadi tidaklah jelas. Untunglah hal ini hanya merupakan ketidaknyamanan yang terbatas, biasanya akan lenyap pada akhir trimester pertama. Namun, hal tersebut bisa mempunyai efek meningkatkan intensitas respon psikologis yang dialami wanita selama masa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah peringanannya ialah meyakinkan ibu tentang kenormalan rasa letih tersebut serta pengurangan dengan sendirinya pada trimester kedua di kemudian hari. Hal ini akan dapat membantu ibu tersebut untuk mengambil lebih banyak waktu istirahat pada siang hari hingga masa ini berlalu. Sedikit senam berikut konsumsi makanan yang bergizi akan dapat melawan rasa letih ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punggung atas sakit (bukan karena penyakit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit punggung bagian atas bisa terjadi selama trimester pertama oleh karena pertambahan ukuran dan akibat beratnya payudara, yang juga merupakan pertanda presumtif kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah peringanan, karenanya ialah dengan mengenakan BH yang cocok ukurannya dan menopang payudara. Dengan menambah mobilitas payudara, BH yang pas dan menopang juga akan mengurangi ketidaknyamanan kelembutan payudara akibat pembesaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kram kaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan-alasan fisiologis dari kram di kaki ini tidaklah jelas diketahui. Selama sekian tahun, kram di kaki dianggap disebabkan oleh kurangnya atau terganggunya konsumsi kalsium atau ketidakseimbangan dalam perbandingan kalsium-fosfor didalam tubuh, tetapi semua penyebab ini sekarang tidak lagi dinyatakan demikian dalam literatur-literatur saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu aliran lain menganggap bahwa uterus yang membesar memberikan tekanan pada pembuluh-pembuluh darah panggul, dan dengan demikian mempengaruhi sirkulasi, atau pada syaraf saat mereka meresap melalui foramen obturator dalam perjalanannya ke tungkai bagian bawah. Langkah-langkah peringanan yang disarankan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Anjurkan wanita tersebut meluruskan kakinya yang kram dan meruncingkan telapak kakinya (mendorsifleksikan telapak kakinya). Jika wanita tersebut sedang diatas tempat tidur, maka akan memerlukan penekanan yang kuat dan terus menerus terhadap dasar telapak kakinya, baik oleh tangan seseorang atau oelh papan penahan ranjang bagian bawah, atau ditekankan. Jika wanita tersebut sedang berdiri, maka lantai bisa berfungsi untuk itu. Langkah ini hampir dapat dipastikan bisa dengan segera memperbaiki sirkulasi.&lt;br /&gt;    Senam umum dan kebiasaan gerakan tubuh (body mekanik) yang baik untuk memperbaiki sirkulasi&lt;br /&gt;    Mengangkat kaki lebih tinggi secara periodik sepanjang hari&lt;br /&gt;    Diet yang meliputi baik kalsium maupun fosfor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edema tungkai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edema (penimbunan cairan atau bengkak) tungkai adalah akibat sirkulasi vena yang terganggu serta tekanan vena yang meningkat didalam tungkai bagian bawah. Gangguan-gangguan sirkulasi ini adalah disebabkan tekanan dari uterus yang membesar pada pembuluh-pembuluh vena panggul pada saat wanita tersebut sedang duduk atau berdiri serta pada vena cava inferior ketika wanita tersebut berbaring menggeletak. Setiap pakaian yang ketat dan membatasi dan menghambat aliran balik darah dari tungkai bagian bawah akan menambah parahnya masalah ini. Edema tungkai pada tungkai pada umumnya akan terlihat dibagian pergelangan kaki dan harus cermat dibedakan dari edema yang berkaitan dengan pre eklampsia/eklampsia. Langkah-langkah peringanannya meliputi hal-hal berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menghindari pakaian-pakaian yang ketat&lt;br /&gt;    Menaikkan kaki secara periodik sepanjang hari&lt;br /&gt;    Memposisikan diri dalam keadaan miring pada saat berbaring&lt;br /&gt;    Mengenakan penopang atau korset abdominal yang bisa meringankan tekanan pada vena-vena panggul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Varikositas/varises&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah faktor ikut menentukan perkembangan varikositas selama kehamilan. Vena-vena varikositas adalah lebih mungkin terjadi pada wanita yang memiliki kecenderungan familial atau kecenderungan bawaan. Varikositas bisa timbul dari sirkulasi vena yang terganggu serta pada vena yang mengalami tekanan meningkat pada tungkai bagian bawah. Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh tekanan dari uterus yang membesar pada vena panggul ketika wanita tersebut sedang duduk atau berdiri dan pada vena cava inferior ketika ia sedang berbaring menggeletak. Setiap pakaian yang dapat menghambat aliran balik vena dari tungkai bagian bawah atau karena berdiri terlalu lama akan membuat masalah ini lebih parah. Relaksasi yang diakibatkan oleh progesteron atas dinding vena serta katup-katupnya dan sekeliling otot-otot halus (rata) juga akan ikut memicu berkembangnya varikositas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Varikositas selama masa kehamilan paling jelas menonjol kelihatan pada bagian kaki dan atau vulva. Langkah-langkah peringanan yang spesifik bagi varikositas vulva diantaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Penggunaan kaus kaki penunjang, verban atau stocking elastis, yang dipakai setelah mengangkat kaki sebelum bangun&lt;br /&gt;    Menghindari pakaian yang terlalu sempit&lt;br /&gt;    Menghindari berdiri terlalu lama&lt;br /&gt;    Saat istirahat, kaki dinaikan/ditinggikan secara periodik sepanjang hari&lt;br /&gt;    Berbaring dalam posisi tegak lurus beberapa kali sehari (ibu tidur ditempat yang rata lalu kaki dipijakkan ke tembok sehingga antara kaki, pantat dan tembok seolah2 membentuk sudut 90ᴼ)&lt;br /&gt;    Mengambil posisi bersandar miring beberapa kali sehari (boleh miring ke kanan atau pun ke kiri, dimana posisi kaki yang ada pada bagian bawah diluruskan sedangkan posisi kaki yang ada pada bagian atas agak ditekuk sedikit)&lt;br /&gt;    Menjaga agar kaki tidak bersilang bila duduk&lt;br /&gt;    Jika memungkinkan duduk dengan posisi kaki ditinggikan dan jangan berdiri&lt;br /&gt;    Mempertahankan postur dan mekanisme tubuh yang baik&lt;br /&gt;    Ikut serta dalam senam ringan dan berjalan kaki, untuk membantu peningkatan sirkulasi&lt;br /&gt;    Memberikan penopang fisik untuk varikositas vulva dengan bantalan karet busa yang dipegang ditempatnya dengan tali pinggang yang saniter&lt;br /&gt;    Mengenakan penopang abdominal ibu atau tali pengikat, untuk mengurangi tekanan pada vena panggul&lt;br /&gt;    Melakukan senam kegel untuk varikositas vulva atau hemoroid/wasir, untuk meningkatkan sirkulasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyeri urat (ligamen) bundar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ligamen (urat) bundar melekat pada kedua sisi uterus persis dibawah dan didepan jalan masuk tuba fallopii, ligamen-ligamen ini kemudian melintasi ligamen yang lebar didalam sebuah lipatan peritoneum, melintasi kanal inguinal dan masuk menusuk didalam bagian anterior (atas) dari labia mayora pada kedua sisi perineum. Ligamen-ligamen tersebut sebagian besar terdiri dari otot-otot halus-rata yang bersambung terus dengan otot uterus. Jaringan otot ini memungkinkan ligamen-ligamen bundar untuk berhipertropi selama kehamilan, dan pada hakikatnya, ikut meregang saat uterus membesar. Secara anatomis, ligamen-ligamen bundar tersebut mau tidak mau harus meningkatkan ukuran panjangnya saat uterus membesar dan naik ke atas ke dalam abdomen. Rasa nyeri ligamen bundar diyakini adalah disebabkan oleh pemelaran dan juga oleh karena tekanan dari uterus yang terus bertambah berat terhadap ligamen-ligamen tersebut. Hal ini merupakan ketidaknyamanan yang sangat umum yang harus dibedakan dari penyakit saluran gastro intestinal dan organ abdomen, misalnya usus buntu, peradangan kantung empedu, dan bisul perut. Satu ciri yang dapat membantu dalam perbedaan ini ialah melebarnya rasa nyeri tersebut ke daerah lipatan paha inguinal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah pentalaksanaannya tidak banyak dan tidak terlalu bisa efektif. Nyeri ligamen itu merupakan salah satu dari ketidaknyamanan yang mau tidak mau harus diterima oleh para wanita hamil. Langkah-langkah penatalaksanaannya diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Menekuk lutut kearah abdomen&lt;br /&gt;    Membungkukan badan ke arah yang sakit untuk mengendorkan rentangan ligamen&lt;br /&gt;    Mengangkat panggul&lt;br /&gt;    Mandi air hangat&lt;br /&gt;    Menopang uterus dengan sebuah bantal dibawahnya dan sebuah bantal lain diantara dengkul pada waktu berbaring miring&lt;br /&gt;    Memakai penopang abdomen atau korset ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sakit pada punggung bawah (bukan karena penyakit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sakit punggung merupakan sakit punggung yang terjadi di bagian lumbosakral. Nyeri tersebut biasanya akan bertambah parah dalam intensitasnya pada kehamilan lanjut, karena hal ini memang disebabkan pergeseran dari titik gaya berat dan juga posturnya, perubahan-perubahan ini dihasilkan oleh bobot dari uterus yang membesar. Masalah ini akan bertambah parah jika otot abdomen wanita tersebut longgar atau lemah, otot-otot ini tidak memberikan topangan kepada uterus yang terus membesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penatalaksanaan dalam mengatasi nyeri punggung bagian bawah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Posisi tubuh yang baik&lt;br /&gt;    Gerak tubuh yang tepat untuk mengangkat&lt;br /&gt;    Hindari emmbengkokan tubuh, mengangkat secara berlebihan, atau berjalan tanpa periode istirahat&lt;br /&gt;    Menggunakan sepatu bertumit rendah/tidak bertumit, karena sepatu bertumit tinggi tidak stabil&lt;br /&gt;    Jika masalah menjadi berat, penopang perut eksternal dianjurkan, seperti korset atau penopang perut&lt;br /&gt;    Kehangatan (tidak terlalu panas) pada punggung seperti bantal hangat, mandi air hangat&lt;br /&gt;    Pemberian es pada punggung&lt;br /&gt;    Pijitan/urut punggung&lt;br /&gt;    Menggunakan matras yang keras serta tidur menggunakan bantal untuk meluruskan punggung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan dalam pusat gravitasi yang timbul dari uterus yang membesar dan berat dapat menyebabkan wanita tersebut mengalami posisi dimana bahunya berada jauh ke belakang dan kepalanya dilenturkan ke depan dalam usaha untuk mengimbangi bagian depannya yang berat dan punggung yang melengkung. Posisi tubuh ini dianggap menyebabkan kompresi syaraf pada lengan, yang akan menyebabkan rasa gatal dan mati rasa pada jari-jari. Langkah-langkah peredaan mencakup penjelasan tentang kemungkinan penyebab dan anjurkan untuk mengambil posisi tubuh yang baik. Beberapa wanita memperoleh perbaikan hanya dengan berbaring. Kelemahan dari otot-otot abdominal adalah lebih umum pada wanita yang sudah banyak sekali mengalami kehamilan dan melahirkan, yang tidak melakukan senam dan tidak mendapatkan kembali tonus abdominalnya setelah setiap kali habis melahirkan. Wanita primigravida biasanya memiliki tonus otot yang baik sekali, karena otot-otot mereka sebelumnya belum pernah meregang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit punggung juga bisa disebabkan oleh pembungkukan yang berlebihan, berjalan terus tanpa istirahat, dan mengangkat barang, terutama jiak semua hal tersebut dilakukan ketika wanita tersebut sedang lelah. Kegiatan semacam itu akan menambah ketegangan pada punggung. Pergerakan tubuh yang benar dalam hal mengangkat benda berat adalah sangat penting untuk menghindari ketegangan otot. Ada dua prinsip yang harus diikuti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Merunduk dan bukannya membengkokan tubuh untuk mengangkat sesuatu sehingga kaki (paha) dan bukannya punggung yang memikul beban dan merentang&lt;br /&gt;    Rentangkan kaki dan letakkan satu kaki agak didepan yang lain ketika merunduk sehingga ada landasan luas bagi keseimbangan ketika berdiri dari posisi merunduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGURANGI RASA SAKIT SAAT PERSALINAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persepsi rasa sakit sangat bervariasi tergantung pada keadaan emosional ibu. Dukungan yang baik selama persalinan dapat menenangkan dan mengurangi rasa sakit. Rasa sakit ini dapat dikurangi dengan mengalihkan perhatian ibu melalui menganjurkan ibu berjalan-jalan atau mengubah posisi yang nyaman sesuai kehendak ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran dari pendamping persalinan juga sangat bermanfaat untuk memberikan support persalinan atau pun melakukan massase punggung atau mengusap mukanya diantara kontraksi. Teknik mengurangi rasa sakit juga dapat dilakukan dengan menggunakan teknik pernafasan tertentu atau dengan berendam air hangat untuk memberikan efek rileksasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi mengatasi gangguan rasa nyaman pada fase 1 laten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi yang nyaman untuk mengatasi rasa sakit pada setiap tahap tidak sama. Cobalah beberapa posisi agar dapat mengikuti proses yang terjadi. Suami atau pendamping persalinan lainnya dapat memberi semangat dan membantu meringankan ketidaknyamanan yang dialami ibu dengan mengurut pinggang belakang serta menenangkan ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduklah di kursi dengan menghadap ke belakang, kedua kaki dilebarkan. Rebahkan kepala ke sandaran kursi, sementara suami mengurut punggung isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersandar tegak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kontraksi, bersandarlah pada sesuatu yang dekat seperti dinding, punggung kursi atau tempat tidur. Berlututlah bila perlu dan letakan bantal di lantai untuk menahan lutut. Condongkan panggul ke depan, lalu kembali ke posisi semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersandar ke depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk menghadap sandaran kursi dengan kedua kaki mengangkang. Letakkan sebuah bantal di sandaran kursi supaya kepala dan tangan tidak sakit. Selain pada kursi, ibu dapat juga bersandar pada tubuh suami, pintu, meja dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlutut ke depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu dapat mengatasi rasa sakit dengan berlutut dilantai dengan kaki melebar. Gunakan beberapa bantal besar untuk menopang. Punggung tetap lurus. Setelah itu, duduklah dengan posisi miring diantara kontraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naikkan pantat dengan kepala tetap diatas bantal akan membantu mengurangi sakit di punggung (karena kepala bayi menekan perut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengatasi sakit punggung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlutut dengan bertumpu pada kedua lutut dan lengan, serta punggung lurus dapat mengurangi sakit saat kontraksi. Letakkan bantal dibawah lutut. Saat diantara kontraksi, bersandarlah ke depan atau duduklah bersila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miring ke depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miringkan panggul beberapa kali ke depan dan belakang diantara kontraksi, lalu beristirahatlah dengan meletakan kepala di lengan. Tekanan kepala bayi pada punggung akan berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan meneran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pembukaan belum sepenuhnya lengkap, jangan meneran dulu, aturlah posisi seperti bersujud/menungging, tapi kaki diluruskan, dan kepala menghadap ke samping dan diletakkan diatas lengan sambil melakukan pernafasan pendek-pendek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengurut punggung (massase)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu mengurut bagian bawah punggung dengan telapak tangannya, dengan gerakan berputar. Taburkan bedak talk untuk menghindari lecet pada kulit. Selain dapat mengurangi sakit punggung, juga dapat memberikan efek tenang dan tenteram pada ibu. Disini amat besar peran pendamping untuk memberikan perhatian kepada ibu, tidak hanya dalam hal massase tapi juga dalam bentuk kalimat-kalimat yang berisi motivasi kepada ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik mengatur pernafasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernafasan tahap 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali kontraksi, dari awal sampai berakhir, tariklah nafas dalam-dalam dan teratur melalui hidung dan keluarkan melalui mulut. Pada puncak kontraksi, bernafaslah ringan dan pendek-pendek melalui mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bernafas pendek-pendek yaitu bernafaslah dengan mulut sewaktu kontraksi memuncak, tapi jangan terlalu lama karena dapat mengakibatkan pusing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernafasan saat transisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontraksi akan terjadi selama satu menit dan bisa terasa setiap menit. Agar ibu tidak meneran terlalu awal katakan : “huh-huh, pyuh”, sambil bernafas pendek-pendek. Lalu bernafaslah panjang. Setelah itu bernafaslah perlahan dan teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengatur pernafasan dapat dilakukan dengan menarik nafas pendek-pendek untuk mengurangi rasa sakit selama tahap kedua, selain untuk menahan keinginan meneran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menolong diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kontraksi semakin kuat dan sering, cobalah beberapa posisi yang pernah dicoba sebelumnya. Bila ibu ingin berbaring, lakukan berbaring miring, jangan terlentang. Gunakan beberapa bantal untuk menyangga kepala dan paha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi kontraksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bergerak terus diantara kontraksi untuk mengatasi rasa sakit&lt;br /&gt;    Pusatkan perhatian pada pernafasan untuk mengalihkan perhatian pada kontraksi&lt;br /&gt;    Rileks sewaktu tidak kontraksi untuk menghemat tenaga&lt;br /&gt;    Jangan menahan BAK agar kandung kemih tidak penuh saat bayi keluar&lt;br /&gt;    Punggung tetap lurus agar bayi tetap di mulut rahim. Kontraksi akan menajdi lebih kuat&lt;br /&gt;    Jika terasa sakit, berteriaklah atau menangis. Jangan ditahan atau merasa malu.&lt;br /&gt;    Pusatkan perhatian pada suatu objek tertentu untuk mengalihkan perhatian dari rasa sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami dapat turut berperan dalam proses persalinan dengan menghibur dan memberi semangat. Bersabarlah, walaupun isteri menjengkelkan pada saat dia sangat menderita. Ingatkan ibu akan latihan teknik pernafasan, usap keningnya yang berkeringat, peluk bahunya, urut punggungnya dan beri minum bila ibu haus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersandar pada suami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ibu masih bisa berjalan pada awal persalinan, berhentilah saat terjadi kontraksi dan bersandarlah pada suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lenteraimpian.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bennet, V. R. &amp; Brown L.K. 1996. Myles. ed 12. London : Chounchil Livingstone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenwick, Elisabeth. 1999. Tips Penting Melahirkan. Jakarta : Dian Rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Varney, Helen. 1997. Varney’s Midwifery. Ed. 3. New York : Jones and banthet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-2902485899442755501?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/cL2uxgyoa0M" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-23T17:23:31.881+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2011/06/teknik-memenuhi-rasa-nyaman-pada-masa.html</feedburner:origLink></item><item><title>Faktor Individual dalam Pengambilan Keputusan</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/Ic6IIZtBTk0/faktor-individual-dalam-pengambilan.html</link><category>kesehatan</category><category>askep</category><author>noreply@blogger.com (hermi)</author><pubDate>Thu, 23 Jun 2011 02:45:16 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-2373307886976683892</guid><description>Sebelumnya telah dikemukakan proses dasar pengambilan keputusan yang dilakukan seseorang dalam pengambilan keputusan. Dalam kenyataannya pengambilan keputusan yang dilakukan oleh seseorang tidak sistematis seperti proses yang dikemukakan sebelumnya. Keputusan individu dalam organisasi biasanya dilakukan untuk permasalahan-permasalahan yang tidak kompleks. Dalam pengambilan suatu keputusan individu dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu nilai individu, kepribadian dan kecenderungan dalam pengambilan resiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Nilai individu pengambil keputusan&lt;br /&gt;Nilai-nilai individu pengambil keputusan merupakan keyakinan dasar yang digunakan seseorang jika ia dihadapkan pada permasalahan dan harus mengambil suatu keputusan. Nilai-nilai ini telah tertanam sejak kecil melalui suatu proses belajar dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Dalam banyak keadaan individu bahkan tidak berfikir untuk menyusun / menilai keburukan dan lebih ditarik oleh kesempatan untuk menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Kepribadian&lt;br /&gt;Keputusan yang diambil seseorang juga dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kepribadian. Dua variabel utama kepribadian yang berpengaruh terhadap keputusan yang dibuat, seperti ideologi versus kekuasaan dan emosional versus obyektivitas. Beberapa pengambil keputusan memiliki suatu orientasi ideologi tertentu yang berarti keputusan dipengaruhi oleh suatu filosofi atau suatu perangkat prinsip tertentu. Sementara itu pengambil keputusan atau orang lain mendasarkan keputusannya pada suatu yang secara politis akan meningkatkan kekuasaannya secara pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pengambil keputusan kadang kala emosionalnya mempengaruhi keputusan yang diambilnya. Emosional tersebut dapat berupa kecenderungan kepribadian seseorang atau emosional yang berasal dari kebutuhan akan perlindungan. Emosional dapat mempengaruhi cara suatu permasalahan dianalisis, jenis informasi dan alternatif yang dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan. Informasi yang obyektif diabaikan, dan keputusan hanya didasarkan pada perasaannya saja. Sementara itu beberapa pengambil keputusan yang lain lebih obyektif, dimana mereka menghindari adanya kekeliruan persepsi tentang permasalahan maupun informasi yang berkaitan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Kecenderungan terhadap pengambilan resiko&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan kecakapan dalam membuat keputusan, perawat haus membedakan situasi ketidakpastian dari situasi resiko, karena keputusan yang berbeda dibutuhkan dalam kedua situasi tersebut. ketidakpastian adalah kurangnya pengetahuan hasil tindakan, sedangkan resiko adalah kurangnya kendali atas hasil tindakan dan menganggap bahwa si pengambil keputusan memiliki pengetahuan hasil tindakan walaupun ia tidak dapat mengendalikannya. Lebih sulit membuat keputusan dibawah ketidakpastian dibanding dibawah kondisi bahaya. Dibawah ketidakpastian si pengambil keputusan tidak memiliki dasar rasional terhadap pilihan satu strategi atas strategi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengambil suatu keputusan ada orang yang senang dengan resiko dan ada orang yang tidak senang. Ada juga orang yang dikatakan netral terhadap resiko. Orang yang senang dengan resiko akan berbeda dalam mengevaluasi serangkaian alternatif maupun memilih suatu alternatif dengan mereka yang tidak senang dengan resiko. Dalam keputusan investasi misalnya, orang yang senang dengan resiko akan memilih investasi yang memberikan hasil yang besar sekalipun resikonya juga besar. Sebaliknya, orang yang tidak senang dengan resiko akan memilih alternatif investasi yang resikonya paling kecil sekalipun hasilnya juga rendah.&lt;br /&gt;Neil Niven (2002) menerangkan secara aplikatif bahwa jika suatu keputusan mempunyai resiko yang tinggi, orang akan lebih mungkin mengikuti aturan yang rasional dan matematis. Banyak keputusan yang berhubungan dengan kesehatan pasien mencakup resiko tingkat tinggi dan karenanya mempunyai komponen penggunaan subyektif dan membutuhkan pertimbangan yang cermat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-2373307886976683892?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/Ic6IIZtBTk0" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-23T16:45:16.576+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2011/06/faktor-individual-dalam-pengambilan.html</feedburner:origLink></item><item><title>ASKEP TETANUS</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/dOBDciIHRrs/askep-tetanus.html</link><category>kmb</category><category>askep</category><category>keperawatan</category><author>noreply@blogger.com (mbah bejo)</author><pubDate>Wed, 12 Jan 2011 02:51:22 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-7616199828028742166</guid><description>TETANUS&lt;br /&gt;A. DefenisiPenyakit tetanus adalah penyakit infeksi yang diakibatkan toksin kuman Clostridium tetani, bermanisfestasi dengan kejang otot secara proksimal dan diikuti kekakuan otot seluruh badan. Kekakuan tonus otot massater dan otot-otot rangkaB. EtiologiClostridium tetani adalah kuman berbentuk batang, ramping, berukuran 2-5 x 0,4 – 0,5 milimikron yang berspora termasuk golongan gram positif dan hidupnya anaerob. Kuman mengeluarkan toksin yang bersifat neurotoksik. Toksin ini (tetanuspasmin) mula-mula akan menyebabkan kejang otot dan saraf perifer setempat. Toksin ini labil pada pemanasan, pada suhu 65 0 C akan hancur dalam lima menit. Disamping itu dikenal pula tetanolysin yang bersifat hemolisis, yang peranannya kurang berarti dalam proses penyakit.C. PatofisiologiPenyakit tetanus terjadi karena adanya luka pada tubuh seperti luka tertusuk paku, pecahan kaca, atau kaleng, luka tembak, luka bakar, luka yang kototr dan pada bayi dapat melalui tali pusat. Organisme multipel membentuk 2 toksin yaitu tetanuspasmin yang merupakan toksin kuat dan atau neurotropik yang dapat menyebabkan ketegangan dan spasme otot, dan mempngaruhi sistem saraf pusat. Eksotoksin yang dihasilkan akan mencapai pada sistem saraf pusat dengan melewati akson neuron atau sistem vaskuler. Kuman ini menjadi terikat pada satu saraf atau jaringan saraf dan tidak dapat lagi dinetralkan oleh antitoksin spesifik. Namun toksin yang bebas dalam peredaran darah sangat mudah dinetralkan oleh aritititoksin. Hipotesa cara absorbsi dan bekerjanya toksin adalah pertama toksin diabsorbsi pada ujung saraf motorik dan melalui aksis silindrik dibawah ke korno anterior susunan saraf pusat. Kedua, toksin diabsorbsi oleh susunan limfatik, masuk ke dalam sirkulasi darah arteri kemudian masuk ke dalam susunan saraf pusat. Toksin bereaksi pada myoneural junction yang menghasilkan otot-otot menjadi kejang dan mudah sekali terangsang. Masa inkubasi 2 hari sampai 2 bulan dan rata-rata 10 hari .D. Gejala klinisTimbulnya gejala klinis biasanya mendadak, didahului dengan ketgangan otot terutama pada rahang dan leher. Kemudian timbul kesukaran membuka mulut (trismus) karena spsme otot massater. Kejang otot ini akan berlanjut ke kuduk (opistotonus) dinding perut dan sepanjang tulang belakang. Bila serangan kejang tonik sedang berlangsung serimng tampak risus sardonukus karena spsme otot muka dengan gambaran alsi tertarik ke atas, sudut mulut tertarik ke luar dan ke bawah, bibir tertekan kuat pada gigi. Gambaran umum yang khas pada tetanus adalah berupa badan kaku dengan epistotonus, tungkai dalam ekstrensi lengan kaku dan tangan mengapal biasanya kesadaran tetap baik. Serangan timbul paroksimal, dapat dicetus oleh rangsangan suara, cahaya maupun sentuhan, akan tetapi dapat pula timbul spontan. Karena kontraksi otot sangat kuat dapat terjadi asfiksia dan sianosis, retensi urin bahkan dapat terjadi fraktur collumna vertebralis (pada anak). Kadang dijumpai demam yang ringan dan biasanya pada stadium akhirE. Pemeriksaan diagnostik· Pemeriksaan fisik : adanya luka dan ketegangan otot yang khas terutama pada rahang· Pemeriksaan darah leukosit 8.000-12.000 m/LF. Komplikasi· Bronkopneumoni· Asfiksia dan sianosisG. Pengobatan· Anti Toksin : ATS 500 U IM dilanjutkan dengan dosis harian 500-1000 U· Anti kejang : Diazepam 0,5-1,0 mg/kg BB / 4 jam IM Efek samping stupor, koma· Antibiotik : Pemberian penisilin prokain 1,2 juta U/hariH. PencegahanPencegahan penyakit tetanus meliputi :1. Anak mendapatkan imunisasi DPT diusia 3-11 Bulan2. Ibu hamil mendapatkan suntikan TT minimal 2 X3. Pencegahan terjadinya luka &amp; merawat luka secara adekuat4. Pemberian anti tetanus serumI. Proses Keperawatan1. Pengkajiana. Identitas pasien : nama, umur, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat, tanggal masuk, tanggal pengkajian, diagnosa medik, rencana terapib. Identitas orang tua:· Ayah : nama, usia, pendidikan, pekerjaan, agama, alamat.· Ibu : nama, usia, pendidikan, pekerjaan, agama, alamatc. Identitas sudara kandung2. Keluhan utama/alasan masuk RS.3. Riwayat Kesehatana. Riwayat kesehatan sekarangb. Riwayat kesehatan masa lalu§ Ante natal care§ Natal§ Post natal carec. Riwayat kesehatan keluarga4. Riwayat imunisasi5. Riwayat tumbuh kembang§ Pertumbuhan fisik§ Perkembangan tiap tahap6. Riwayat Nutrisi§ Pemberin asi§ Susu Formula§ Pemberian makanan tambahan§ Pola perubahan nutrisi tiap tahap usia sampai nutrisi saat ini7. Riwayat Psikososial8. Riwayat Spiritual9. Reaksi Hospitalisasi§ Pemahaman keluarga tentang sakit yang rawat nginap10. Aktifitas sehari-hari§ Nutrisi§ Cairan§ Eliminasi BAB/BAK§ Istirahat tidur§ Olahraga§ Personal Hygiene§ Aktifitas/mobilitas fisik§ Rekreasi11. Pemeriksaan Fisik§ Keadaan umum klien§ Tanda-tanda vital§ Antropometri§ Sistem pernafasan§ Sistem Cardio Vaskuler§ Sistem Pencernaan§ Sistem Indra§ Sistem muskulo skeletal§ Sistem integumen§ Sistem Endokrin§ Sistem perkemihan§ Sistem reproduksi§ Sistem imun§ Sistem saraf : Fungsi cerebral, fungsi kranial, fungsi motorik, fungsi sensorik, fungsi cerebelum, refleks, iritasi meningen12. Pemeriksaan tingkat perkembangan§ 0 – 6 tahun dengan menggunakan DDST (motorik kasar, motorik halus, bahasa, personal sosial)§ 6 tahun keatas (perkembangan kognitif, Psikoseksual, Psikososial)13. Tes Diagnostik14. Terapid. Diagnosa Keperawatan♦ Tidak efektifnya bersihan jalan nafas berhubungan dengan meningkatnya sekretsi atau produksi mukus♦ Defisit velume cairan berhubungan dengan intake cairan tidak adekuat♦ Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan ketegangan dan spasme otot mastikatoris , kesukaran menelan dan membuka mulut♦ Resiko aspirasi berhubungan dengan meningkatknya sekresi, kesukaran menelan, dan spasme otot faring.♦ Resiko injuri berhubungan dengan aktifitas kejang♦ Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan aktifitas tatanuslysin♦ Kurangnya perawatan diri berhubungan dengan tirah baring dan aktifitas kejang♦ Kurangnya pengetahuan tentang proses penyakit berhubungan dengan perubahan status kesehatan, penata laksanaan gangguan kejang♦ Cemas berhubungan dengan kemungkinan injuri selama kejang Rencana Keperawatan dan RasionalC Dx. 1. Tidak efektifnya bersihan jalan nafas berhubungan dengan meningkatnya sekretsi atau produksi mukus.Tujuan : Anak memperlihatkan kepatenan jalan nafas dengan kriteria jalan nafas bersih, tidak ada sekresiIntervensiRasionala. Kaji status pernafasan, frekwensi, irama, setiap 2 – 4 jamb. Lakukan pengisapan lendir dengan hati-hati dan pasti bila ada penumpukan sekretc. Gunakan sudip lidah saat kejangd. Miringkan ke samping untuk drainagee. Observasi oksigen sesuai programf. Pemberian sedativa Diazepam drip 10 Amp (hari pertama dan setiap hari dikurangi 1 amp)g. Pertahankan kepatenan jalan nafas dan bersihkan mulut§ Takipnu, pernafasan dangkal dan gerakan dada tak simetris sering terjadi karena adanya sekret§ Menurunkan resiko aspirasi atau aspeksia dan osbtruksi§ Menghindari tergigitnya lidah dan memberi sokongan pernafasan jika diperlukan§ Memudahkan dan meningkatkan aliran sekret dan mencegah lidah jatuh yang menyumbat jalan nafas§ Memaksimalkan oksigen untuk kebutuhan tubuh dan membantu dalam pencegahan hipoksia§ Mengurangi rangsangan kejang§ Memaksimalkan fungsi pernafasan untuk memenuhi kebutuhan tubuh terhadap oksigen dan pencegahan hipoksiaC Dx. 2. Defisit velume cairan berhubungan dengan intake cairan tidak adekuatTujuan : Anak tidak memperlihatkan kekurangan velume cairan yang dengan kriteria:§ Membran mukosa lembab, Turgor kulit baikIntervensiRasional1. Kaji intake dan out put setiap 24 jam2. Kaji tanda-tanda dehidrasi, membran mukosa, dan turgor kulit setiap 24 jam3. Berikan dan pertahankan intake oral dan parenteral sesuai indikasi ( infus 12 tts/m, NGT 40 cc/4 jam) dan disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasien4. Monitor berat jenis urine dan pengeluarannya5. Pertahankan kepatenan NGT@ Memberikan informasi tentang status cairan /volume sirkulasi dan kebutuhan penggantian@ Indikator keadekuatan sirkulasi perifer dan hidrasi seluler@ Mempertahankan kebutuhan cairan tubuh@ Penurunan keluaran urine pekat dan peningkatan berat jenis urine diduga dehidrasi/ peningkatan kebutuhan cairan@ Mempertahankan intake nutrisi untuk kebutuhan tubuhC Dx. 3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan ketegangan dan spasme otot mastikatoris , kesukaran menelan dan membuka mulutTujuan : Status nutrisi anak terpenuhi dengan kriteria:@ Berat badan sesuai usia@ makanan 90 % dapat dikonsumsi@ Jenis makanan yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan gizi anak (protein, karbohidrat, lemak dan viotamin seimbangIntervensiRasional1. Pasang dan pertahankan NGT untuk intake makanan2. Kaji bising usus bila perlu, dan hati-hati karena sentuhan dapat merangsang kejang3. Berikan nutrisi yang tinggi kalori dan protein4. Timbang berat badan sesuai protokol@ Intake nutrisi yang seimbang dan adekuat akan mempertahankan kebutuhan nutrisi tubuh@ Bising usus membantu dalam menentukan respon untuk makan atau mengetahui kemungkinan komplikasi dan mengetahui penurunan obsrobsi air.@ Suplay Kalori dan protein yang adekuat mempertahankan metabolisme tubuh@ Mengevalusai kefektifan atau kebutuhan mengubah pemberian nutrisiC Dx. 4. Resiko aspirasi berhubungan dengan meningkatknya sekresi, kesukaran menelan, dan spasme otot faring.Tujuan : Tidak terjadi aspirasi dengan kriteria:- Jalan nafas bersih dan tidak ada sekret- Pernafasan teraturIntervensiRasional1. Kaji status pernafasan setiap 2-4 jam2. Lakukan pengisapan lendir dengan hati-hati3. Gunakan sudip lidah saat kejang4. Miringkan ke samping untuk drainage5. Pemberian oksigen 0,5 Liter6. Pemberian sedativa sesuai program7. Pertahankan kepatenan jalan nafas dan bersihkan mulut@ Takipnu, pernafasan dangkal dan gerakan dada tak simetris sering terjadi karena adanya sekret@ Menurunkan resiko aspirasi atau aspiksia dan osbtruksi@ Menghindari tergigitnya lidah dan memberi sokongan pernafasan jika diperlukan@ Memudahkan dan meningkatkan aliran sekret dan mencegah lidah jatuh yang menyumbat jalan nafas@ Memaksimalkan oksigen untuk kebutuhan tubuh dan membantu dalam pencegahan hipoksia@ Mengurangi rangsangan kejang@ Memaksimalkan fungsi pernafasan untuk memenuhi kebutuhan tubuh terhadap oksigen dan pencegahan hipoksiaC Dx. 5. Resiko injuri berhubungan dengan aktifitas kejangTujuan : Cedera tidak terjadi dengan kriteriaC Klien tidak ada cederaC Tidur dengan tempat tidur yang terpasang pengamanIntervensiRasional1. Identifikasi dan hindari faktor pencetus2. Tempatkan pasien pada tempat tidur pada pasien yang memakai pengaman3. Sediakan disamping tempat tidur tongue spatel4. Lindungi pasien pada saat kejang5. Catat penyebab mulai terjadinya kejang@ Menghindari kemungkinan terjadinya cedera akibat dari stimulus kejang@ Menurunkan kemungkinan adanya trauma jika terjadi kejang@ Antisipasi dini pertolongan kejang akan mengurangi resiko yang dapat memperberat kondisi klien@ Mencegah terjadinya benturan/trauma yang memungkinkan terjadinya cedera fisik@ Pendokumentasian yang akurat, memudah-kan pengontrolan dan identifikasi kejangC Dx. 6. Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan tetanus lysin , pembatasan aktifitas (immobilisasi)Tujuan : Tidak terjadi kerusakan integritas kulit, dengan kriteria :C Tidak ada kemerahan , lesi dan edemaIntervensiRasional1. Observai adanya kemerahan pada kulit2. Rubah posisi secara teratur3. Anjurkan kepada orang tua pasien untuk memakaikan katun yang longgar4. Pantau masukan cairan, hidrasi kulit dan membran mukosa5. Pertahankan hygiene kulit dengan mengeringkan dan melakukan masagge dengan lotion@ Kemerahan menandakan adanya area sirkulasi yang buruk dan kerusakan yang dapat menimbulkan dikubitus@ Mengurangi stres pada titik tekanan sehingga meningkatkan aliran darah ke jaringan yang mempercepat proses kesembuhan@ Mencegah iritasi kulti secara langsung dan meningkatkan evaporasi lembab pada kulit@ Mendeteksi adanya dehidrasi/overhidrasi yang mempengaruhi sirkulasi dan integritas jaringan@ Mempertahankan kebersihan karena kulit yang kering dapat menjadi barier infeksi dan masagge dapat meningkatkan sirkulasi kulit@ Dx. 7. Kurangnya perawatan diri berhubungan dengan tirah baring dan aktifitas kejangTujuan : Kebutuhan aktifitas sehari-hari/perawatan diri terpenuhi, dengan kriteria@ Tempat tidur bersih,Tubuh anak bersih,Tidak ada iritasi pada kulit, BAB/BAK dapat dibantu.IntervensiRasional1. Pemenuhan kebutuhan aktifitas sehari-hari2. Bantu anak dalam memenuhi kebutuhan aktifitas , BAB/BAK, membersihkan tempat tidur dan kebersihan diri3. Berikan makanan perparenteral4. Libatkan orang tua dalam perawatan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.C Kebutuhan sehari-hari terpenuhi secara adekuat dapat membantu proses kesembuhanC Memenuhi kebutuhan nutrisi klienC Orang tua mandiri dalam merawat anak di rumah sakitC Dx. 8. Cemas berhubungan dengan kemungkinan injuri selama kejang Tujuan : Orang tua menunjukan rasa cemas berkurang dan dapat mengekspresikan perasaan tentang kondisi anak yang dialami, dengan kriteria : Orang tua klien tidak cemas dan gelisah.IntervensiRasional1. Jelaskan tentang aktifitas kejang yang terjadi pada anak2. Ajarkan orang tua untuk mengekspresikan perasaannya tentang kondisi anaknya3. Jelaskan semua prosedur yang akan dilakukan4. Gunakan komunikasi dan sentuhan terapetikC Pengetahuan tentang aktifitas kejang yang memadai dapat mengurangi kecemasanC Ekspresi/ eksploitasi perasaan orang tua secara verbal dapat membantu mengetahui tingkat kecemasanC Pengetahuan tentang prosedur tindakan akan membantu menurunkan / menghilangkan kecemasanC Memberikan ketenangan dan memenuhi rasa kenyamanan bagi keluarga&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-7616199828028742166?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/dOBDciIHRrs" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-01-12T17:51:22.161+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2011/01/askep-tetanus.html</feedburner:origLink></item><item><title>Askep Kejang Demam</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/7IrJaP2xfBg/askep-kejang-demam_12.html</link><category>anak</category><category>askep</category><author>noreply@blogger.com (mbah bejo)</author><pubDate>Wed, 12 Jan 2011 02:50:28 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-3688736202061038899</guid><description>A. Konsep Dasar&lt;br /&gt;1. Pengertian&lt;br /&gt;Kejang demam adalah terbebasnya sekelompok neuron secara tiba-tiba yang mengakibatkan suatu kerusakan kesadaran, gerak, sensasi atau memori yang bersifat sementara (Hudak and Gallo,1996).&lt;br /&gt;Kejang demam adalah serangan pada anak yang terjadi dari kumpulan gejala dengan demam (Walley and Wong’s edisi III,1996).&lt;br /&gt;Kejang demam adalah bangkitan kejang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38° c) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. Kejang demam sering juga disebut kejang demam tonik-klonik, sangat sering dijumpai pada anak-anak usia di bawah 5 tahun. Kejang ini disebabkan oleh adanya suatu awitan hypertermia yang timbul mendadak pada infeksi bakteri atau virus. (Sylvia A. Price, Latraine M. Wikson, 1995).&lt;br /&gt;Kejang Demam (Febrile Convulsion) adalah kejang pada bayi atau anak-anak yang terjadi akibat demam, tanpa adanya infeksi pada susunan saraf pusat maupun kelainan saraf lainnya. (www.medicastore.com)&lt;br /&gt;Seorang anak yang mengalami kejang demam, tidak berarti dia menderita epilepsi karena epilepsi ditandai dengan kejang berulang yang tidak dipicu oleh adanya demam.&lt;br /&gt;Hampir sebanyak 1 dari setiap 25 anak pernah mengalami kejang demam dan lebih dari sepertiga dari anak-anak tersebut mengalaminya lebih dari 1 kali.Kejang demam biasanya terjadi pada anak-anak yang berusia antara 6 bulan-5 tahun dan jarang terjadi sebelum usia 6 bulan maupun sesudah 3 tahun.&lt;br /&gt;2. Patofisiologi&lt;br /&gt;a. Etiologi&lt;br /&gt;Kejang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi patologis, termasuk tumor otak, trauma, bekuan darah pada otak, meningitis, ensefalitis, gangguan elektrolit, dan gejala putus alkohol dan obat gangguan metabolik, uremia, overhidrasi, toksik subcutan dan anoksia serebral. Sebagian kejang merupakan idiopati (tidak diketahui etiologinya).&lt;br /&gt;1) Intrakranial&lt;br /&gt;Asfiksia : Ensefolopati hipoksik - iskemik&lt;br /&gt;Trauma (perdarahan) : perdarahan subaraknoid, subdural, atau intra ventrikular&lt;br /&gt;Infeksi : Bakteri, virus, parasit&lt;br /&gt;Kelainan bawaan : disgenesis korteks serebri, sindrom zelluarge, Sindrom Smith - Lemli - Opitz.&lt;br /&gt;2) Ekstra kranial&lt;br /&gt;Gangguan metabolik : Hipoglikemia, hipokalsemia, hipomognesemia, gangguan elektrolit (Na dan K)&lt;br /&gt;Toksik : Intoksikasi anestesi lokal, sindrom putus obat.&lt;br /&gt;Kelainan yang diturunkan : gangguan metabolisme asam amino, ketergantungan dan kekurangan produksi kernikterus.&lt;br /&gt;3) Idiopatik&lt;br /&gt;Kejang neonatus fanciliel benigna, kejang hari ke-5 (the fifth day fits)&lt;br /&gt;b. Patofisiologi&lt;br /&gt;Untuk mempertahankan kelangsungan hidup sel / organ otak diperlukan energi yang didapat dari metabolisme. Bahan baku untuk metabolisme otak yang terpenting adalah glucose,sifat proses itu adalah oxidasi dengan perantara pungsi paru-paru dan diteruskan keotak melalui system kardiovaskuler.&lt;br /&gt;Berdasarkan hal diatas bahwa energi otak adalah glukosa yang melalui proses oxidasi, dan dipecah menjadi karbon dioksidasi dan air. Sel dikelilingi oleh membran sel. Yang terdiri dari permukaan dalam yaitu limford dan permukaan luar yaitu tonik. Dalam keadaan normal membran sel neuron dapat dilalui oleh ion NA + dan elektrolit lainnya, kecuali ion clorida.&lt;br /&gt;Akibatnya konsentrasi K+ dalam sel neuron tinggi dan konsentrasi NA+ rendah. Sedangkan didalam sel neuron terdapat keadaan sebaliknya,karena itu perbedaan jenis dan konsentrasi ion didalam dan diluar sel. Maka terdapat perbedaan membran yang disebut potensial nmembran dari neuron. Untuk menjaga keseimbangan potensial membran ini diperlukan energi dan bantuan enzim NA, K, ATP yang terdapat pada permukaan sel.&lt;br /&gt;Keseimbangan potensial membran ini dapat diubah dengan perubahan konsentrasi ion diruang extra selular, rangsangan yang datangnya mendadak misalnya mekanis, kimiawi atau aliran listrik dari sekitarnya. Perubahan dari patofisiologisnya membran sendiri karena penyakit/keturunan. Pada seorang anak sirkulasi otak mencapai 65 % dari seluruh tubuh dibanding dengan orang dewasa 15 %. Dan karena itu pada anak tubuh dapat mengubah keseimbangan dari membran sel neuron dalam singkat terjadi dipusi di ion K+ maupun ion NA+ melalui membran tersebut dengan akibat terjadinya lepasnya muatan listrik.&lt;br /&gt;Lepasnya muatan listrik ini sedemikian besarnya sehingga dapat meluas keseluruh sel maupun membran sel sekitarnya dengan bantuan bahan yang disebut neurotransmitter sehingga mengakibatkan terjadinya kejang. Kejang yang yang berlangsung singkat pada umumnya tidak berbahaya dan tidak meninggalkan gejala sisa.&lt;br /&gt;Tetapi kejang yang berlangsung lama lebih 15 menit biasanya disertai apnea, NA meningkat, kebutuhan O2 dan energi untuk kontraksi otot skeletal yang akhirnya terjadi hipoxia dan menimbulkan terjadinya asidosis.&lt;br /&gt;c. Manifestasi Klinis&lt;br /&gt;Terjadinya bangkitan kejang pada bayi dan anak kebanyakan bersamaan dengan kenaikan suhu badan yang tinggi dan cepat, yang disebabkan oleh infeksi di luar susunan saraf pusat : misalnya tonsilitis, otitis media akut, bronkhitis, serangan kejang biasanya terjadi dalam 24 jam pertama sewaktu demam berlangsung singkat dengan sifat bangkitan dapat berbentuk tonik-klonik.&lt;br /&gt;Kejang berhenti sendiri, menghadapi pasien dengan kejang demam, mungkin timbul pertanyaan sifat kejang/gejala yang manakah yang mengakibatkan anak menderita epilepsy.&lt;br /&gt;untuk itu livingston membuat kriteria dan membagi kejang demam menjadi 2 golongan yaitu :&lt;br /&gt;1. Kejang demam sederhana (simple fibrile convulsion)&lt;br /&gt;2. Epilepsi yang di provokasi oleh demam epilepsi trigered off fever&lt;br /&gt;Disub bagian anak FKUI, RSCM Jakarta, Kriteria Livingstone tersebut setelah dimanifestasikan di pakai sebagai pedoman untuk membuat diagnosis kejang demam sederhana, yaitu :&lt;br /&gt;1. Umur anak ketika kejang antara 6 bulan &amp; 4 tahun&lt;br /&gt;2. Kejang berlangsung hanya sebentar saja, tak lebih dari 15 menit.&lt;br /&gt;3. Kejang bersifat umum,Frekuensi kejang bangkitan dalam 1th tidak &gt; 4 kali&lt;br /&gt;4. Kejang timbul dalam 16 jam pertama setelah timbulnya demam&lt;br /&gt;5. Pemeriksaan saraf sebelum dan sesudah kejang normal&lt;br /&gt;6. Pemeriksaan EEG yang dibuat sedikitnya seminggu sesudah suhu normal tidak menunjukkan kelainan.&lt;br /&gt;3. Klasifikasi Kejang Demam&lt;br /&gt;Kejang yang merupakan pergerakan abnormal atau perubahan tonus badan dan tungkai dapat diklasifikasikan menjadi 3 bagian yaitu : kejang, klonik, kejang tonik dan kejang mioklonik.&lt;br /&gt;a. Kejang Tonik&lt;br /&gt;Kejang ini biasanya terdapat pada bayi baru lahir dengan berat badan rendah dengan masa kehamilan kurang dari 34 minggu dan bayi dengan komplikasi prenatal berat. Bentuk klinis kejang ini yaitu berupa pergerakan tonik satu ekstrimitas atau pergerakan tonik umum dengan ekstensi lengan dan tungkai yang menyerupai deserebrasi atau ekstensi tungkai dan fleksi lengan bawah dengan bentuk dekortikasi. Bentuk kejang tonik yang menyerupai deserebrasi harus di bedakan dengan sikap epistotonus yang disebabkan oleh rangsang meningkat karena infeksi selaput otak atau kernikterus&lt;br /&gt;b. Kejang Klonik&lt;br /&gt;kontraksi dan relaksasi otot yang kuat dan berirama, biasanya berlangsung selama 1-2 menit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-3688736202061038899?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/7IrJaP2xfBg" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-01-12T17:50:28.987+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2011/01/askep-kejang-demam_12.html</feedburner:origLink></item><item><title>Askep Kejang Demam</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/YCURmzV1EB8/askep-kejang-demam.html</link><category>anak</category><category>askep</category><author>noreply@blogger.com (mbah bejo)</author><pubDate>Wed, 12 Jan 2011 02:50:22 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-1539067483151920722</guid><description>A. Konsep Dasar&lt;br /&gt;1. Pengertian&lt;br /&gt;Kejang demam adalah terbebasnya sekelompok neuron secara tiba-tiba yang mengakibatkan suatu kerusakan kesadaran, gerak, sensasi atau memori yang bersifat sementara (Hudak and Gallo,1996).&lt;br /&gt;Kejang demam adalah serangan pada anak yang terjadi dari kumpulan gejala dengan demam (Walley and Wong’s edisi III,1996).&lt;br /&gt;Kejang demam adalah bangkitan kejang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38° c) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. Kejang demam sering juga disebut kejang demam tonik-klonik, sangat sering dijumpai pada anak-anak usia di bawah 5 tahun. Kejang ini disebabkan oleh adanya suatu awitan hypertermia yang timbul mendadak pada infeksi bakteri atau virus. (Sylvia A. Price, Latraine M. Wikson, 1995).&lt;br /&gt;Kejang Demam (Febrile Convulsion) adalah kejang pada bayi atau anak-anak yang terjadi akibat demam, tanpa adanya infeksi pada susunan saraf pusat maupun kelainan saraf lainnya. (www.medicastore.com)&lt;br /&gt;Seorang anak yang mengalami kejang demam, tidak berarti dia menderita epilepsi karena epilepsi ditandai dengan kejang berulang yang tidak dipicu oleh adanya demam.&lt;br /&gt;Hampir sebanyak 1 dari setiap 25 anak pernah mengalami kejang demam dan lebih dari sepertiga dari anak-anak tersebut mengalaminya lebih dari 1 kali.Kejang demam biasanya terjadi pada anak-anak yang berusia antara 6 bulan-5 tahun dan jarang terjadi sebelum usia 6 bulan maupun sesudah 3 tahun.&lt;br /&gt;2. Patofisiologi&lt;br /&gt;a. Etiologi&lt;br /&gt;Kejang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi patologis, termasuk tumor otak, trauma, bekuan darah pada otak, meningitis, ensefalitis, gangguan elektrolit, dan gejala putus alkohol dan obat gangguan metabolik, uremia, overhidrasi, toksik subcutan dan anoksia serebral. Sebagian kejang merupakan idiopati (tidak diketahui etiologinya).&lt;br /&gt;1) Intrakranial&lt;br /&gt;Asfiksia : Ensefolopati hipoksik - iskemik&lt;br /&gt;Trauma (perdarahan) : perdarahan subaraknoid, subdural, atau intra ventrikular&lt;br /&gt;Infeksi : Bakteri, virus, parasit&lt;br /&gt;Kelainan bawaan : disgenesis korteks serebri, sindrom zelluarge, Sindrom Smith - Lemli - Opitz.&lt;br /&gt;2) Ekstra kranial&lt;br /&gt;Gangguan metabolik : Hipoglikemia, hipokalsemia, hipomognesemia, gangguan elektrolit (Na dan K)&lt;br /&gt;Toksik : Intoksikasi anestesi lokal, sindrom putus obat.&lt;br /&gt;Kelainan yang diturunkan : gangguan metabolisme asam amino, ketergantungan dan kekurangan produksi kernikterus.&lt;br /&gt;3) Idiopatik&lt;br /&gt;Kejang neonatus fanciliel benigna, kejang hari ke-5 (the fifth day fits)&lt;br /&gt;b. Patofisiologi&lt;br /&gt;Untuk mempertahankan kelangsungan hidup sel / organ otak diperlukan energi yang didapat dari metabolisme. Bahan baku untuk metabolisme otak yang terpenting adalah glucose,sifat proses itu adalah oxidasi dengan perantara pungsi paru-paru dan diteruskan keotak melalui system kardiovaskuler.&lt;br /&gt;Berdasarkan hal diatas bahwa energi otak adalah glukosa yang melalui proses oxidasi, dan dipecah menjadi karbon dioksidasi dan air. Sel dikelilingi oleh membran sel. Yang terdiri dari permukaan dalam yaitu limford dan permukaan luar yaitu tonik. Dalam keadaan normal membran sel neuron dapat dilalui oleh ion NA + dan elektrolit lainnya, kecuali ion clorida.&lt;br /&gt;Akibatnya konsentrasi K+ dalam sel neuron tinggi dan konsentrasi NA+ rendah. Sedangkan didalam sel neuron terdapat keadaan sebaliknya,karena itu perbedaan jenis dan konsentrasi ion didalam dan diluar sel. Maka terdapat perbedaan membran yang disebut potensial nmembran dari neuron. Untuk menjaga keseimbangan potensial membran ini diperlukan energi dan bantuan enzim NA, K, ATP yang terdapat pada permukaan sel.&lt;br /&gt;Keseimbangan potensial membran ini dapat diubah dengan perubahan konsentrasi ion diruang extra selular, rangsangan yang datangnya mendadak misalnya mekanis, kimiawi atau aliran listrik dari sekitarnya. Perubahan dari patofisiologisnya membran sendiri karena penyakit/keturunan. Pada seorang anak sirkulasi otak mencapai 65 % dari seluruh tubuh dibanding dengan orang dewasa 15 %. Dan karena itu pada anak tubuh dapat mengubah keseimbangan dari membran sel neuron dalam singkat terjadi dipusi di ion K+ maupun ion NA+ melalui membran tersebut dengan akibat terjadinya lepasnya muatan listrik.&lt;br /&gt;Lepasnya muatan listrik ini sedemikian besarnya sehingga dapat meluas keseluruh sel maupun membran sel sekitarnya dengan bantuan bahan yang disebut neurotransmitter sehingga mengakibatkan terjadinya kejang. Kejang yang yang berlangsung singkat pada umumnya tidak berbahaya dan tidak meninggalkan gejala sisa.&lt;br /&gt;Tetapi kejang yang berlangsung lama lebih 15 menit biasanya disertai apnea, NA meningkat, kebutuhan O2 dan energi untuk kontraksi otot skeletal yang akhirnya terjadi hipoxia dan menimbulkan terjadinya asidosis.&lt;br /&gt;c. Manifestasi Klinis&lt;br /&gt;Terjadinya bangkitan kejang pada bayi dan anak kebanyakan bersamaan dengan kenaikan suhu badan yang tinggi dan cepat, yang disebabkan oleh infeksi di luar susunan saraf pusat : misalnya tonsilitis, otitis media akut, bronkhitis, serangan kejang biasanya terjadi dalam 24 jam pertama sewaktu demam berlangsung singkat dengan sifat bangkitan dapat berbentuk tonik-klonik.&lt;br /&gt;Kejang berhenti sendiri, menghadapi pasien dengan kejang demam, mungkin timbul pertanyaan sifat kejang/gejala yang manakah yang mengakibatkan anak menderita epilepsy.&lt;br /&gt;untuk itu livingston membuat kriteria dan membagi kejang demam menjadi 2 golongan yaitu :&lt;br /&gt;1. Kejang demam sederhana (simple fibrile convulsion)&lt;br /&gt;2. Epilepsi yang di provokasi oleh demam epilepsi trigered off fever&lt;br /&gt;Disub bagian anak FKUI, RSCM Jakarta, Kriteria Livingstone tersebut setelah dimanifestasikan di pakai sebagai pedoman untuk membuat diagnosis kejang demam sederhana, yaitu :&lt;br /&gt;1. Umur anak ketika kejang antara 6 bulan &amp; 4 tahun&lt;br /&gt;2. Kejang berlangsung hanya sebentar saja, tak lebih dari 15 menit.&lt;br /&gt;3. Kejang bersifat umum,Frekuensi kejang bangkitan dalam 1th tidak &gt; 4 kali&lt;br /&gt;4. Kejang timbul dalam 16 jam pertama setelah timbulnya demam&lt;br /&gt;5. Pemeriksaan saraf sebelum dan sesudah kejang normal&lt;br /&gt;6. Pemeriksaan EEG yang dibuat sedikitnya seminggu sesudah suhu normal tidak menunjukkan kelainan.&lt;br /&gt;3. Klasifikasi Kejang Demam&lt;br /&gt;Kejang yang merupakan pergerakan abnormal atau perubahan tonus badan dan tungkai dapat diklasifikasikan menjadi 3 bagian yaitu : kejang, klonik, kejang tonik dan kejang mioklonik.&lt;br /&gt;a. Kejang Tonik&lt;br /&gt;Kejang ini biasanya terdapat pada bayi baru lahir dengan berat badan rendah dengan masa kehamilan kurang dari 34 minggu dan bayi dengan komplikasi prenatal berat. Bentuk klinis kejang ini yaitu berupa pergerakan tonik satu ekstrimitas atau pergerakan tonik umum dengan ekstensi lengan dan tungkai yang menyerupai deserebrasi atau ekstensi tungkai dan fleksi lengan bawah dengan bentuk dekortikasi. Bentuk kejang tonik yang menyerupai deserebrasi harus di bedakan dengan sikap epistotonus yang disebabkan oleh rangsang meningkat karena infeksi selaput otak atau kernikterus&lt;br /&gt;b. Kejang Klonik&lt;br /&gt;kontraksi dan relaksasi otot yang kuat dan berirama, biasanya berlangsung selama 1-2 menit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-1539067483151920722?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/YCURmzV1EB8" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-01-12T17:50:22.264+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2011/01/askep-kejang-demam.html</feedburner:origLink></item><item><title>Allergy Relief Products</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/idClShMZpoM/allergy-relief-products.html</link><category>Allergies</category><author>noreply@blogger.com (mbah bejo)</author><pubDate>Tue, 26 Oct 2010 05:55:01 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-1480399945795472059</guid><description>An allergy is an defence complement malfunction which causes a physique to have a excessively sensitive greeting to a routinely day-to-day substance. There have been opposite sorts of allergy; nasal allergy, asthma allergy, food allergy, insect allergy, skin allergy though a single might be reacting to usually a single sort or a little between all a allergies. One might be allergic to food, pollen, dust, insects, etc. So it is improved to initial exam for a piece causing a allergy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An allergy exam of a single form or an additional is mostly indispensable to establish which piece is causing a inauspicious reaction, if a complaint seems to be imagining from a food an allergy exam might exhibit which a particular is not allergic to a suspected food though to a sure component benefaction in a food.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Although there have been many allergy contrast methods used to establish a participation of allergens, though a 3 many usual allergy contrast procedures have been skin tests, rejecting tests, as well as a radioallergosorbent exam (RAST). It is seen which a correctness of these tests varies during large as well as even a same exam achieved during opposite times might produce opposite results. It is additionally probable for a chairman to conflict to a piece during contrast though no greeting in normal exposure.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allergy skin contrast is a many used of a 3 methods though it varies in methodology. With a blemish exam a tiny volume of a suspected allergen is placed upon a forearm or tip arm as well as afterwards introduced underneath a aspect by scratching or pricking. The skin is afterwards celebrated for flourishing or redness. Skin tests have been utilitarian in detecting respiratory allergies, penicillin allergy, insect allergies, as well as food formed allergies.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Food allergies have been additionally mostly investigated around an rejecting diet. Suspect dishes have been private from a diet for multiform weeks as well as afterwards re-introduced a single during a time with a chairman monitoring their reactions. The radioallergosorbent or RAST exam is achieved in a laboratory as well as tests for specific amounts of Immunoglobulin E (IgE) antibodies which will be benefaction in a red blood during a loyal allergic reaction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There have been many allergy products upon a marketplace which ease we from usual allergies as well as use of these allergy caring products or allergy carry out products during initial pointer of allergy will assistance ease a symptoms sooner. These allergy service products have been being used as a surety according to a symptoms found from a allergy tests. Being wakeful of what any a single have been will safeguard which we select a medication, which will discharge your allergy symptoms.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some of a tip allergy service products upon a marketplace have been elaborated in a following paragraph.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasal sprays are medicinal sprays which assistance transparent nasal thoroughfare as well as ease dry raw nasal passages. This mist can be used with cold, allergy, as well as sinus medications. They have been ethanol giveaway as well as non-medicated, as well as non-habit combining too.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasal strips assistance ease nasal overload due to colds as well as allergies, in further to which they additionally assistance revoke snoring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasal gels used to relive exasperation in a dry nose, these gels ease a chafed as well as dry skin of a nose.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vacuum cleaners as well as dusters have been products which have been able of capturing as well as stealing allergens such as dirt mites, as well as a many allergy causing particles. They have been used to transparent a dirt from a vicinity of a room floor, walls as well as from seat which means allergy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air filters have been disposable glue filters with a inside coated with a glass glue which captures dirt particles as well as lint. Air filters have been in all done of steel or assorted fibers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dehumidifiers have been special inclination to mislay dampness from ambience to revoke humidity. These inclination have been really beneficial in diagnosis as well as determining of respiratory disorders such as asthma, or bronchial allergies. Many unstable dehumidifiers have been accessible in a market.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-1480399945795472059?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/idClShMZpoM" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-26T19:55:01.997+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2010/10/allergy-relief-products.html</feedburner:origLink></item><item><title>Allergy Air Purifier</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/_63ocb-mVP4/allergy-air-purifier.html</link><category>Allergies</category><author>noreply@blogger.com (mbah bejo)</author><pubDate>Tue, 26 Oct 2010 05:36:59 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-2242667491386408162</guid><description>There is many difficulty over what causes allergies yet we will strew a little light upon a loyal inlet of allergies in a home sourroundings as well as how an allergies air cleanser can revoke symptoms.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allergies can be caused by bearing to wickedness in a molecule form such as dirt mite or a containing alkali form such as formaldehyde. A tellurian physique can have opposite defence responses to a pollutant depending upon assorted environmental factors. The great headlines is, selecting a right air cleanser can minimize allergy symptoms whilst during home.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The indoor air cleanser is a elementary device that can have a extreme alleviation in your indoor air. The genuine pass to bargain an air cleanser is to recollect that usually a indoor air that travels yet a section gets cleaned. For example, really vast bedrooms might need dual tiny air purifiers during possibly finish rsther than than a single vast section in a middle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proper Technology Is The Key&lt;br /&gt;The air purifying technologies accessible should be selected according to a sort of pollutant we have been perplexing to mislay from a indoor air. Adsorption media such as activated CO have been in effect during stealing containing alkali pollutants, tall fit particulate aie (HEPA) as well as electronic technologies have been improved matched to mislay particles. There have been additionally ultraviolet (UV) units accessible that have been privately written to kill microorganisms such as viruses. Utilizing a assorted technologies together will have a biggest alleviation in a indoor air peculiarity of a home. Airborne particles such as pollen, dirt mites, cat dander, domicile dirt as well as insecticide dirt have been deliberate a particulate pollutant as well as have been many appropriate addressed with a HEPA air purifier. Other airborne particles such a fume have been private some-more well with an electronic air purifying system. A HEPA filter inside of an air cleanser is really in effect yet a filters contingency be changes upon only during certain time of year basement up to 5-years depending upon a manufacturer. Electronic filter elements do not need becoming different yet do need to be cleared continually to sojourn effective.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Microorganisms&lt;br /&gt;Microorganisms such as viruses, germ as well as molds contingency be tranquil if a domicile part of has a enervated or shop-worn defence complement together with a really immature or elderly. The many in effect routine to carry out microorganisms is a operate of a UV air purifier. UV light can fall short or shift a DNA of a bacterium creation it incorporeal as an indoor pollutant. Air purifiers that occupy both HEPA as well as UV technologies have been an preferred multiple for shortening as many as 85% of indoor pollutants.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chemicals&lt;br /&gt;Chemicals in a indoor sourroundings have been private by a routine well known as media adsorption. Media adsorption such as activated CO granules have a lot of aspect area as well as essentially adsorb chemicals from a air. Activated CO granules have been a many appropriate preference as a ubiquitous role containing alkali dismissal media. There have been alternative media’s accessible such as Zeolite as well as potassium permanganate that aim containing alkali compounds that activated CO is ineffectual during removing.. A media should be selected by bargain that containing alkali compounds we have been targeting for dismissal from a indoor air. Air purifiers that enclose activated CO polyester filter media should not be used to mislay chemicals given they do not enclose sufficient aspect area. Utilizing a correct air cleanser record for a specific indoor air pollutant can dramatically revoke allergy symptoms whilst in a home environment.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-2242667491386408162?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/_63ocb-mVP4" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-26T19:36:59.952+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2010/10/allergy-air-purifier.html</feedburner:origLink></item><item><title>Allergy ? Causes, Symptoms and Types With Their Treatments</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/elXbpQvy41w/allergy-causes-symptoms-and-types-with.html</link><category>Allergies</category><author>noreply@blogger.com (mbah bejo)</author><pubDate>Tue, 26 Oct 2010 05:34:19 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-1233622975523606501</guid><description>An allergy refers to an farfetched greeting by a defence complement in reply to corporeal hit with sure unfamiliar substances. It is farfetched since these unfamiliar substances have been customarily seen by a physique as submissive as good as no reply occurs in non- allergic people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allergic reactions can be mild, similar to a runny nose, or they can be severe, similar to worry breathing. An asthma attack, for example, is mostly an allergic greeting to something which is breathed in to a lungs in a chairman who is susceptible.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allergy symptoms&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allergy symptoms vary, though might include:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Breathing problems&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Burning, tearing, or tingling eyes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Coughing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Diarrhea&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Headache&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hives&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Itching of a nose, mouth, throat, skin, or any alternative area&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allergy Causes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You have an allergy when your physique overreacts to things which do not means problems for most people. These things have been called allergens. Your body’s overreaction to a allergens is what causes symptoms (see a box next for a list of symptoms). For example, infrequently a tenure “hay fever” is used to report your body’s allergic greeting to anniversary allergens in a air, such as weed or pollen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eggs have been a single of a most usual allergy-causing foods. Although egg allergy can start adults, it’s some-more usual in children. Most young kids outgrow their egg allergy by a time they’re 5 years old.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allergies Types&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pollen is an additional vital means of allergies (most people know pollen allergy as grain heat or rose fever). Trees, weeds, as good as grasses recover these little particles in to a air to fertilize alternative plants. Pollen allergies have been seasonal, as good as a sort of pollen a kid is allergic to determines when symptoms will occur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latex&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A latex allergy develops after a little sensitizing hit with latex. Rubber gloves have been a categorical source of allergic reactions. A member of a latex piece itself is an allergen for most people. The latex glove powder excess is an airborne allergen which causes top airway allergic reactions in a little people, as good as getting worse asthma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cosmetics Allergy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allergy Conjunctivitis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Conjunctivitis is a single of a most usual as good as treatable eye conditions in young kids as good as adults. Often called “pink eye,” it is an inflammation of a conjunctiva, a hankie which lines a inside of a eyelid as good as helps keep a eyelid as good as eyeball moist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Symptoms of allergic conjunctivitis include:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redness in a white of a eye or middle eyelid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Increased volume of tears&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itchy eyes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blurred vision&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allergic Conjunctivitis Treatment&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There have been additionally most accepted antihistamines which have been accessible for diagnosis of allergic conjunctivitis which additionally assistance to revoke redness in a eyes though as good flourishing as good as itching. There have been accepted steroids which have been mostly endorsed as good as which contingency be used with clever care since differently they can be potentially dangerous.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allergic Conjunctivitis Treatment – Other Options&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Since avoidance, a optimal allergic conjunctivitis treatment, is in all not feasible, alternative solutions contingency be considered. Many healthcare providers indicate a operate of cold compresses or synthetic tears as proxy allergic conjunctivitis treatments to rinse divided allergens from a aspect of a eye. As noted, however, this is usually a proxy resolution which provides short-term relief.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-1233622975523606501?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/elXbpQvy41w" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-26T19:34:19.841+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2010/10/allergy-causes-symptoms-and-types-with.html</feedburner:origLink></item><item><title>ALLERGY (FOOD) – LEARN ABOUT ALLERGY SYMPTOMS, TYPES AND HOW ARE ALLERGY TREATED</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/62sMn3VPBC4/allergy-food-learn-about-allergy.html</link><category>Allergies</category><author>noreply@blogger.com (mbah bejo)</author><pubDate>Tue, 26 Oct 2010 05:32:54 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-234691028490090850</guid><description>Allergy (Food)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allergy (Food) it is a greeting by your defence complement to a normal volume of a sold food. This greeting happens each time which food is eaten. Although food allergies have been rare, they have been many usual in young kids underneath a age of four. The many visit food allergies have been to: milk, fish, eggs, nuts, tomatoes, citrus fruit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allergy (Food) Medications [Sorted by Popularity]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zyrtec®, Singulair®, FML Forte®, Proventil®, Ventolin®, Flonase®, Benadryl®, Zaditor®, Phenergan®, Quibron-T®, Claritin®, Periactin®, Pulmicort®, Decadron®, Medrol®, Prednisolone®, Rhinocort®, Alavert®, Advair Diskus®, Prednisone®, Serevent®, Clarinex®, Brand Advair Diskus®, Entocort®, Astelin®, Allegra®, Aristocort®, Beconase AQ®, Deltasone®, Flovent®.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;» View medications: Allergy (Food)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How do food allergies begin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A excessively sensitive greeting towards food is customarily a sort 1 allergic greeting to something in a diet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This equates to your child’s defence complement produces a category of antibodies called IgE in reply to a sold food. These antibodies means a allergic symptoms.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In fact, usually about 3 per cent of young kids humour allergic reactions towards food, as well as many will outgrow them prior to they strech a age of three.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Almost a single third of a race replace sure dishes from their diet or their children’s diet since they hold they means an allergic reaction.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Food allergy symptoms&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Children with food allergies mostly have multiform opposite symptoms. These include:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asthmatic bronchitis or asthma Allergic cold (itchy, streaming eyes as well as nose) Severe babyish eczema or skin unreasonable Vomiting as well as scour for no strong reason&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-234691028490090850?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/62sMn3VPBC4" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-26T19:32:54.809+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2010/10/allergy-food-learn-about-allergy.html</feedburner:origLink></item><item><title>Acne Tips – Beware Popular Brands Make Acne Worse!</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/ma8Sl32f6HQ/acne-tips-beware-popular-brands-make.html</link><category>ance</category><category>healthy</category><author>noreply@blogger.com (mbah bejo)</author><pubDate>Mon, 25 Oct 2010 02:52:22 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-5880652308638848956</guid><description>The intolerable contingency examination law is which a many renouned skin caring brands targeted towards treating acne have been deleterious to your skin as well as have acne worse. Learning a law will save we disappointment, income as well as a lot of time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Many advertisements have been directed during creation consumers (you) hold which if we buy their products your acne will disband as well as we will have clear, well-spoken as well as eager skin. Pretty models massage cleaner onto their cheeks afterwards dash it off all a whilst lucent with happiness during this so called supernatural product. When you’re pang from homely breakouts as well as red delirious pimples, it’s easy to be led erroneous as well as we all a time find yourself desperately shopping any latest blemish fighting product dynamic which this time it’s starting to work, usually it never does.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Below is a examination upon a little products in dual of a many renouned acne targeted skin caring ranges.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clean &amp; Clear:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Continuous Control Acne Cleanser contains Vaseline as well as vegetable oil which adds a lot of neglected oil as well as functions towards clogging your pores causing some-more pimples to form.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Other products we should never operate from this line are; Continuous Control Acne Wash Oil Free, Deep Action Cleansing Wipes Oil Free, Deep Action Cream Cleanser, Clarifying Toner, Oil Fighting Deep Cleaning Astringent, Sensitive Skin Astringent, Moisturizing Mist, Invisible Blemish Treatment as well as Overnight Acne Patches.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All of these products enclose potently vitriolic mixture similar to camphor, peppermint as well as clove which work to have skin red as well as inflamed. Many of these products have a tall commission of ethanol which is additionally rarely vitriolic as well as intensely parching towards skin, creation your skin splinter as well as flay adding to your problems. Alcohol (the usually difference being SD Alcohol) not usually irritates as well as angers a skin, though prolongs recovering time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Also any Salicylic Acid which these products enclose is not in outcome in a slightest since of a low dose as well as a improper PH turn which renders this part ineffectual towards treating acne.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clearasil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Considering how prolonged Clearasil has been around, you’d consider by right away it would have succeeded in restorative somebody’s acne. It’s tough to assimilate because Clearasil is creation such bad products, though it’s a covenant to their promotion dialect which they can still remonstrate people to buy their merchandise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All of their products have been really bad choices when it comes not usually to fighting acne, though for all skin in general. Many of their products enclose menthol as well as ethanol which is deleterious to a skin as well as which causes pimples to turn red, indignant as well as inflamed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here have been a integrate of examples:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vanishing Treatment Cream Maximum Strength touts a 10% benzoyl peroxide which is a good part for treating acne, however in a same product they operate isopropyl myristate which causes breakouts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adult Care Acne Tinted Cream is a single of a many rarely vitriolic as well as deleterious skin caring products for acne. It not usually contains ethanol though additionally has resorcinol, sulphur as well as isopropyl myristate all really vitriolic ingredients. This product clogs pores, is parching (in a really bad way) as well as causes redness as well as exasperation as well as indemnification a skin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It’s a vital means of regard which a infancy of skin caring products which publicize treating acne not usually have no outcome upon expelling pimples though essentially means them to demeanour worse. Finding an in outcome acne diagnosis is similar to anticipating a solid in a rough, a poke is a really costly diversion of strike as well as miss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Finding guileless as well as significant report upon acne is a most appropriate initial step we can take in clearing your skin. Rising on top of a hype as well as glitzy advertisements is hard, though needs to be finished if we wish good skin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-5880652308638848956?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/ma8Sl32f6HQ" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-25T16:52:22.489+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2010/10/acne-tips-beware-popular-brands-make.html</feedburner:origLink></item><item><title>How Helpful Are Homemade Acne Remedies?</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/5fhmYCYubiM/how-helpful-are-homemade-acne-remedies.html</link><category>ance</category><category>healthy</category><author>noreply@blogger.com (mbah bejo)</author><pubDate>Mon, 25 Oct 2010 02:51:36 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-8283092391943090230</guid><description>In serve to a most acne treatments right away upon a market, we can additionally cruise a couple of homemade acne remedies. After all, what did people do before to complicated medicine? You can be certain they used a accumulation of home remedies for battling acne.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If we follow along, we will sense about a little singular ways we can heal your acne from elementary things during home, instead of descending for a “best acne cream” upon a market.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acne is a drawn out emanate with teenagers, as well as even adults. No have a difference what age we get acne, your most appropriate choice is to exercise homemade acne remedies as shortly as possible. This will increae your chances of restorative a acne once as well as for all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If we have a complaint with acne, we indicate we cruise any of a referred to healthy acne solutions before to normal medicine, which is harsher. In serve to being in effect as well as safe, home remedies have been additionally distant some-more affordable as well as convenient. Typically, we can take on-hand equipment as well as emanate a mixture though carrying to leave your home.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nearly all homemade acne remedies have been so trouble-free which consistent them together takes couple of mins of your day. Do not dont think about which voters not upon palm can be located during a adjacent illness food store. It is critical which when opting a homemade acne heal we find out about a components as most appropriate as feasible.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moreover, keep in thoughts which nonetheless a infancy of these perform in few instances fine, during times an particular has to try churned home-produced acne cures before to anticipating a scold solution. If we have been uncertain about starting point, we can regularly verbalise to an herbal veteran for assistance. For beginners, spices have been amazing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a box in point, we can furnish a brew of same tools of herbal extracts together with yellow dock, burdock, sarsaparilla, as well as cleavers. Every a single of of these homemade acne remedies promote by clarification a lymph complement along with blood. All we have to to do is to brew together a single teaspoon of a brew with H2O or ripened offspring extract daily. As this cleans in a interior of a body, oil era is not as vast as well as holes not as closed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If we have acne scratches from a serve serious box of acne, we can additionally have operate of tea tree oil as a surrogate of a most appropriate acne thick cream offering in a market, swelling it true to a influenced spot. Additional healthy acne remedies include of chopped tomatoes churned with cucumber, which not usually heals a acne illness though additionally enhances skin texture. Strawberry leaves blended with rose H2O creates an extraordinary toner too, nonetheless again enhancing mettle as well as loitering acne start-up.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now which we know how home remedies work to transparent your acne, take this impulse to find out about some-more mixture as well as spices we can operate today. A great begin would be to find books specializing in homemade acne remedies which have been elementary as well as effective.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-8283092391943090230?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/5fhmYCYubiM" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-25T16:51:36.737+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2010/10/how-helpful-are-homemade-acne-remedies.html</feedburner:origLink></item><item><title>How to Choosing Cheap Web Hosting</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/5x3fFQT5_H8/how-to-choosing-cheap-web-hosting.html</link><category>copas</category><category>ngeblog</category><author>noreply@blogger.com (mbah bejo)</author><pubDate>Mon, 25 Oct 2010 02:41:18 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-2760124435821853117</guid><description>Do we know how to selecting cheap web hosting? Not usually cheap, a web hosting services has most appropriate services, most appropriate facilities as well as others? Now, I’ll try to give we how to select poor web hosting. If you’re a single of a internet marketers, it’s a most appropriate place for you. But, if you’re not an internet marketer, do we know about this? Internet marketers have been a job. Where each chairman we do a selling as well as sale of products around internet. Of march this has a certain stroke for a growth of a web hosting world. Did we know that? If we have been a relocating or operative in a universe of a Internet, web hosting would not be detached from this problem. Why? Since this is an critical pass in a mutation of interpretation in a Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As we know, web hosting is flourishing fast today. So we have to crafty in selecting web hosting. Make no inapplicable designation in selecting web hosting. To answer all a questions which come from user website hosting, webhosting.uk.com will give we most appropriate web hosting with most appropriate prices, too. You will not feel unhappy with a assessment… In general, do not know a utility as a storage host. This is what causes a internet marketers destroy in his business. This is since of his miss of web hosting beam when to select a web hosting. Right? From webhosting.uk.com, we additionally can get services such dedicated server as well as cloud hosting. Its endorsed use we who wish full managed you’re hosting&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-2760124435821853117?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/5x3fFQT5_H8" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-25T16:41:18.539+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2010/10/how-to-choosing-cheap-web-hosting.html</feedburner:origLink></item><item><title>Asuhan Keperawatan Klien dengan Tuberculosis (TBC)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/wvfDI6XeJaQ/asuhan-keperawatan-klien-dengan.html</link><category>lp</category><category>kesehatan</category><category>askep</category><category>keperawatan</category><author>noreply@blogger.com (mbah bejo)</author><pubDate>Sat, 23 Oct 2010 08:42:30 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-7443702089751408247</guid><description>Tuberculosis merupakan suatu penyakit yang sangat epidemic dan menular langsung yang disebabkan oleh basil mikobakterium tuberculosis tipe humanus.&lt;br /&gt;Meskipun paling sering terlihat sebagai penyakit paru, tuberculosis dapat mengenai selain paru (16%) dan mempengaruhi organ dan jaringan lain. Insiden lebih tinggi pada laki-laki, bukan kulit putih, dan lahir di negara asing. Selain itu, orang pada risiko paling tinggi termasuk yang dapat terpajan pada basilus pada waktu lalu dan yang tidak mampu atau mempunyai kekebalan rendah karena kondisi kronis, seperti AIDS, kanker, usia lanjut, malnutrisi, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Sifat-sifat mikobakterium tuberculosis :&lt;br /&gt;@ berbentuk basil dengan panjang 1-4/mm dengan ketebalan 0,3-0,6/mm.&lt;br /&gt;@ sebagian besar terdiri atas asam lemak sehingga mikobakterium tuberculosis tahan asam dan tahan terhadap gangguan kimia dan fisik.&lt;br /&gt;@ dapat hidup di udara kering dan keadaan dingin (almari es) yang disebut sifat dormant.&lt;br /&gt;@ merupakan bakteri aerob, dimana bagian apical paru merupakan tempat predileksi TBC.&lt;br /&gt;yang disebut sifat dormant.&lt;br /&gt;@ merupakan bakteri aerob, dimana bagian apical paru merupakan tempat predileksi TBC.&lt;br /&gt;Cara penularan :&lt;br /&gt;@ pada waktu batuk atau bersin, pasien menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak (droplet nuclei). Sekali batuk menghasilkan sekitar 3000 percikan dahak.&lt;br /&gt;# ventilasi dapat mengurangi jumlah percikan dahak dan sinar matahari langsung dapat membunuh kuman.&lt;br /&gt;@ basil mikobakterium tuberculosis -&gt; masuk kedalam jaringan paru melalui saluran nafas (droplet infection) -&gt; sampai ke alveoli -&gt; terjadi infeksi primer (Ghon) -&gt; menyebar ke kelenjar getah bening -&gt; membentuk primer kompleks (Ranke)&lt;br /&gt;Gejala-gejala umum :&lt;br /&gt;@ suhu tubuh meningkat (hilang timbul) 40-41 derajat Celcius.&lt;br /&gt;@ berkeringat pada malam hari tanpa melakukan aktivitas apapun.&lt;br /&gt;@ lemas.&lt;br /&gt;@ anoreksia.&lt;br /&gt;@ berat badan menurun.&lt;br /&gt;Gejala-gejala khusus :&lt;br /&gt;@ batuk berdahak terus menerus selama 3 minggu atau lebih.&lt;br /&gt;@ batuk lama dengan dahak bercampur darah.&lt;br /&gt;@ nyeri dada.&lt;br /&gt;@ sesak nafas.&lt;br /&gt;@ nyeri tulang.&lt;br /&gt;@ gangguan pencernaan kronis disertai penurunan berat badan.&lt;br /&gt;@ panas tinggi dan biasanya disertai kejang pada anak.&lt;br /&gt;Komplikasi :&lt;br /&gt;@ hemoptisis berat&lt;br /&gt;@ kolaps dari lobus akibat retraksi bronchial.&lt;br /&gt;@ bronkilektasis dan fibrosis pada paru.&lt;br /&gt;@ pneumothorak spontan ; kolap spontan karena kerusakan jaringan paru.&lt;br /&gt;@ penyebaran infeksi ke organ lain seperti otak, tulang, persendian, ginjal.&lt;br /&gt;@ insfisiensi kardio pulmonal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASUHAN KEPERAWATAN&lt;br /&gt;&gt;Anamnesis (Pengkajian)&lt;br /&gt;1.Identitas : nama, umur, jenis kelamin, suku bangsa, agama, pendidikan, pekerjaan, alamat, penanggung jawab biaya (nama &amp; alamat), dokter yang merujuk.&lt;br /&gt;2.Riwayat penyakit sekarang : keluhan utama, jelaskan penyakitnya berdasarkan kualitas, kuantitas, latar belakang, lokasi anatomi dan penyebarannya, aktu termasuk kapan penyakitnya dirasakan, faktor-faktor apa yang membuatnya membaik, memburuk, tetap, apakah keluhan konstan atau intermitten.&lt;br /&gt;3.Riwayat penyakit terdahulu : pengobatan yang dijalani sekarang,apakah pernah dirawat sebelumnya, riwayat penyakit kronik dan menular, riwayat control, riwayat penggunaan obat, riwayat alergi, riwayat operasi.&lt;br /&gt;4.Riwayat penyakit keluarga : umur, status anggota keluarga (hidup,mati) dan masalah kesehatan pada anggota keluarga (jenis penyakit).&lt;br /&gt;5.Observasi dan pemeriksaan fisik :&lt;br /&gt;a.tanda-tanda vital : tekanan darah, nadi, suhu badan, RR, kesadaran.&lt;br /&gt;b.sistem pernafasan (B1) : keluhan (batuk, warna secret, sesak, produktif, nyeri dada, tidak produktif, konsistensi, bau), irama nafas (teratur, tidak teratur), jenis (dispnea, kusmaul, cheyne stokes), suara nafas (vesikuler, bronco vesikuler, ronki, wheezing), alat bantu nafas (ya, tidak).&lt;br /&gt;c.sistem kardiovaskuler (B2) : keluhan nyeri dada (ya, tidak), irama jantung (regular, ireguler), S1/S2 tunggal (ya, tidak), suara jantung (normal, murmur, gallop), CRT, akral (hangat, panas, dingin, kering, basah), JVP (normal, meningkat, menurun).&lt;br /&gt;d.sistem persyarafan (B3) : GCS, reflek fisiologis (patella, triceps, biceps), reflek patologis (babinsky, budzinsky, kernig), keluhan pusing (ya, tidak), pupil (isokor, anisokor), sclera/konjunctiva (anemis, ikterus), gangguan pandangan (ya, tidak), gangguan pendegaran (ya, tidak), gangguan penciuman (ya, tidak), lama tidur, gangguan tidur.&lt;br /&gt;e.sistem perkemihan (B4) : kebersihan, keluhan kencing (nokturi, inkontinensia, gross hematuri, poliuria, anuria, disuria, retensi, oliguria, hesistensi), produksi urin, kandung kemih membesar (ya, tidak), nyeri tekanan kandung kemih, intake cairan (oral, parenteral), alat bantu kateter (ya, tidak).&lt;br /&gt;f.sistem pencernaan (B5) : mulut (bersih, kotor, berbau), mukosa (lembab, kering, stomatitis), tenggorokan (sakit menelan, pembesaran tonsil, kesulitan menelan, nyeri tekan), abdomen (tegang, kembung, ascites), nyeri tekan pada abdomen, luka dan jenis operasi pada abdomen, gerak peristaltic, BAB dan konsistensi, diet, nafsu makan, porsi makan.&lt;br /&gt;g.sistem musculoskeletal dan integument (B6) : pergerakan sendi, kekuatan otot, kelainan ekstremitas, kelainan tulang belakang, fraktur, traksi/spalk/gips, kompartemen syndrome, kulit (ikterik, sianosis, kemerahan, hiperpigmentasi), turgor, luka.&lt;br /&gt;h.sistem endokrin : pembesaran kelenjar tyroid, pembesaran kelenjar getah bening, hipoglikemia, hiperglikemia, luka gangren.&lt;br /&gt;#pada tahap dini sulit diketahui. tanda-tanda infiltrat (redup, bronchial, conchi basah).&lt;br /&gt;Pada penderita TBC :&lt;br /&gt;-Perkusi = hipersonor / tympani; efusi pleura (perkusi; pekak).&lt;br /&gt;-Inspeksi = atropi pada retraksi interkostal pada keadaan lanjut dan fibrosis; tanda-tanda penarikan paru, diafragma, dan mediastinum.&lt;br /&gt;-Auskultasi = ada sekret disaluran nafas dan bronchi.&lt;br /&gt;6.pengkajian psikosial : persepsi klien terhadap penyakitnya, ekspresi klien terhadap penyakitnya, reaksi saat interaksi, gangguan konsep diri.&lt;br /&gt;7.personal hygiene dan kebiasaan : mandi, keramas, ganti pakaian, sikat gigi, memotong kuku, merokok, alcohol.&lt;br /&gt;8.pengkajian spiritual : kebiasaan beribadah sebelum dan sesudah sakit.&lt;br /&gt;9.pemeriksaan penunjang (diagnostic test) : pemeriksaan laboratorium, radiologi, bronchografi, spirometer, teknik polymerase chain reaction, becton dickinson diagnostic instreumen system (BACTEC), enzyme linked immunosorbent assay, MYCODOT.&lt;br /&gt;#Pemeriksaan Radiologi :&lt;br /&gt;-pada tahap dini tampak gambaran bercak-bercak seperti awan dengan batas tidak jelas atau bercak nodular.&lt;br /&gt;-pada kavitas gambar bayangan berupa cincin tunggal atau ganda.&lt;br /&gt;-pada klasfikasi tampak bayangan bercak-bercak  padat dengan densitas tinggi.&lt;br /&gt;-bayangan menetap pada foto ulang beberapa minggu kemudian.&lt;br /&gt;-kelainan bilateral terutama dilapangan atas paru.&lt;br /&gt;-bayangan milier.&lt;br /&gt;# Bronchografi :&lt;br /&gt;-pemeriksaan khusus untuk melihat kerusakan bronchus atau kerusakan paru karena TB.&lt;br /&gt;# Pemeriksaan Laboratorium :&lt;br /&gt;-darah = leukosit meninggi, LED meningkat, limfositosis.&lt;br /&gt;-sputum = pewarnaan -&gt; BTA positif; kultur (Lowenstein Jensen agar) -&gt; tumbuh koloni mikobakterium tuberculosis.&lt;br /&gt;Tes tuberculin : mantoux tes (indural lebih dari 10-15 mm).&lt;br /&gt;# Spirometer :&lt;br /&gt;-penurunan fungsi paru; kapasitas vital menurun.&lt;br /&gt;# Teknik polymerase chain reaction  :&lt;br /&gt;-deteksi DNA kuman secara spesifik melalui amolifikasi dalam berbagai tahap sehingga dapat mendeteksi kuman meskipun hanya ada 1 mikroorganisme dalam specimen.&lt;br /&gt;-teknik ini dapat mendeteksi adanya resistensi.&lt;br /&gt;# Becton dickinson diagnostic instreumen system (BACTEC) :&lt;br /&gt;-deteksi growth indeks berdasarkan CO2 yang dihasilkan dari metabolisme asam lemah oleh mikobakterium tuberculosis.&lt;br /&gt;# enzyme linked immunosorbent assay :&lt;br /&gt;-deteksi respon humoral, berupa proses antigen-antibodi yang terjadi.&lt;br /&gt;# MYCODOT :&lt;br /&gt;-deteksi antibody memakai antigen liporabinomannan yang direkatkan pada suatu alat berbentuk sisir plastic, kemudian dicelupkan dalam serum pasien.&lt;br /&gt;-bila terdapat antibody spesifik dalam jumlah memadai maka warna sisir berubah.&lt;br /&gt;10.terapi&lt;br /&gt;&gt; Diagnosis Keperawatan&lt;br /&gt;1.bersihan jalan nafas tidak efektif  berhubungan dengan :&lt;br /&gt;-sekret kental atau secret darah.&lt;br /&gt;-kelemahan, upaya batuk buruk.&lt;br /&gt;-edema trakeal / faringeal.&lt;br /&gt;2.gangguan pertukaran gas berhubungan dengan :&lt;br /&gt;-berkurangnya keefektifan permukaan paru, atelektasis.&lt;br /&gt;-kerusakaan membrane alveolar kapiler.&lt;br /&gt;-sekret yang kental.&lt;br /&gt;-edema bronchial.&lt;br /&gt;3.resiko infeksi dan penyebaran infeksi berhubungan dengan :&lt;br /&gt;-daya tahan tubuh menurun, fungi sillia menurun, sekresi yang menetap.&lt;br /&gt;-kerusakan jaringan akibat infeksi yang menyebar.&lt;br /&gt;-malnutrisi.&lt;br /&gt;-terkontaminasi oleh lingkungan.&lt;br /&gt;-kurang pengetahuan tentang infeksi kuman.&lt;br /&gt;4.perubahan nutrisi (kurang dari kebutuhan) berhubungan dengan :&lt;br /&gt;-kelelahan.&lt;br /&gt;-batuk yang sering, adanya produksi sputum.&lt;br /&gt;-dispnea.&lt;br /&gt;-anoreksia.&lt;br /&gt;-penurunan kemampuan financial.&lt;br /&gt;5.kurang pengetahuan tentang kondisi, pengobatan, pencegahan berhubungan dengan :&lt;br /&gt;-tidak ada yang menerangkan.&lt;br /&gt;-interpretasi yang salah.&lt;br /&gt;-informasi yang didapat tidak lengkap / tidak akurat.&lt;br /&gt;-terbatasnya pengetahuan.&lt;br /&gt;&gt;Intervensi&lt;br /&gt;@ bersihan jalan nafas tidak efektif:&lt;br /&gt;-posisi semi fowler / fowler, ajarkan latihan nafas dalam dan batuk dalam efektif.&lt;br /&gt;-bersihan secret dari mulut dan trachea, suctin (b/p).&lt;br /&gt;-pertahankan intake cairan 2500-3000 ml/hr.&lt;br /&gt;-lembabkan udara / oksigen inspirasi.&lt;br /&gt;-berikan obat : agen mukolitik, bronkodilator.&lt;br /&gt;-pantau fungsi pernafasan; bunyi nafas, kecepatan, irama, kedalaman dan penggunaan otot aksesori.&lt;br /&gt;-catat kemampuan untuk mengeluarkan secret atau batuk efektif, catat karakter, jumlah, sputum, adanya hemoptisis.&lt;br /&gt;@ gangguan pertukaran gas :&lt;br /&gt;-latihan nafas dengan bibir disiutkan (pasien fibrosis atau kerusakan parenkim).&lt;br /&gt;-bedrest, bantu kebutuhan.&lt;br /&gt;-berikan oksigen.&lt;br /&gt;-monitor GDA.&lt;br /&gt;-evaluasi perubahan tingkat kesadaran.&lt;br /&gt;@ resiko tinggi infeksi dan penyebaran infeksi :&lt;br /&gt;-anjurkan pasien menutup mulut jika batuk dan membuang dahak ditempat penampungan yang tertutup.&lt;br /&gt;-gunakan masker setiap melakukan tindakan.&lt;br /&gt;-berikan terapi dan monitor sputum BTA.&lt;br /&gt;@ perubahan nutrisi :&lt;br /&gt;-anjurkan bedrest.&lt;br /&gt;-lakukan perawatan mulut sebelum dan sesudah tindakan pernafasan.&lt;br /&gt;-makan sedikit tapi sering (diet TKTP).&lt;br /&gt;-monitor intake dan output.&lt;br /&gt;@ kurang pengetahuan :&lt;br /&gt;-tekankan pentingnya diet TKTP dan intake cairan yang adekuat.&lt;br /&gt;-berikan informasi yang spesifik dan jelas.&lt;br /&gt;-anjurkan untuk merubah perilaku buruk (rokok, minuman keras, begadang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;referensi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Doenges, Marilyn. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta: EGC&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-7443702089751408247?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/wvfDI6XeJaQ" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-23T22:42:30.227+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2010/10/asuhan-keperawatan-klien-dengan.html</feedburner:origLink></item><item><title>ASKEP RHEUMATOID ARTRITIS</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/49bwMnByiQQ/askep-rheumatoid-artritis.html</link><category>lp</category><category>kmb</category><category>askep</category><author>noreply@blogger.com (mbah bejo)</author><pubDate>Mon, 18 Oct 2010 08:00:35 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-6043186658164816900</guid><description>A. PENGERTIAN&lt;br /&gt;Penyakit reumatik adalah penyakit inflamasi non- bakterial yang bersifat sistemik, progesif, cenderung kronik dan mengenai sendi serta jaringan ikat sendi secara simetris. ( Rasjad Chairuddin, Pengantar Ilmu Bedah Orthopedi, hal. 165 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reumatoid arthritis adalah gangguan autoimun kronik yang menyebabkan proses inflamasi pada sendi (Lemone &amp;amp; Burke, 2001 : 1248).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reumatik dapat terjadi pada semua jenjang umur dari kanak-kanak sampai usia lanjut. Namun resiko akan meningkat dengan meningkatnya umur (Felson dalam Budi Darmojo, 1999).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artritis Reumatoid adalah penyakit autoimun sistemik kronis yang tidak diketahui penyebabnya dikarekteristikan dengan reaksi inflamasi dalam membrane sinovial yang mengarah pada destruksi kartilago sendi dan deformitas lebih lanjut.( Susan Martin Tucker.1998 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artritis Reumatoid ( AR ) adalah kelainan inflamasi yang terutama mengenai mengenai membran sinovial dari persendian dan umumnya ditandai dengan dengan nyeri persendian, kaku sendi, penurunan mobilitas, dan keletihan. ( Diane C. Baughman. 2000 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artritis rematoid adalah suatu penyakit inflamasi kronik dengan manifestasi utama poliartritis progresif dan melibatkan seluruh organ tubuh. ( Arif Mansjour. 2001 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. ETIOLOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab pasti reumatod arthritis tidak diketahui. Biasanya merupakan kombinasi dari faktor genetic, lingkungan, hormonal dan faktor system reproduksi. Namun faktor pencetus terbesar adalah faktor infeksi seperti bakteri, mikoplasma dan virus (Lemone &amp;amp; Burke, 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab utama kelainan ini tidak diketahui. Ada beberapa teori yang dikemukakan mengenai penyebab artritis reumatoid, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Infeksi streptokokus hemolitikus dan streptokokus non-hemolitikus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Endokrin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Autoimun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Metabolik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Faktor genetik serta faktor pemicu lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini, artritis reumatoid diduga disebabkan oleh faktor autoimun dan infeksi. Autoimun ini bereaksi terhadap kolagen tipe II; faktor infeksi mungkin disebabkan oleh karena virus dan organisme mikoplasma atau grup difterioid yang menghasilkan antigen tipe II kolagen dari tulang rawan sendi penderit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. MANIFESTASI KLINIS&lt;br /&gt;Pola karakteristik dari persendian yang terkena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai pada persendian kecil ditangan, pergelangan , dan kaki.&lt;br /&gt;Secara progresif menenai persendian, lutut, bahu, pinggul, siku, pergelangan kaki, tulang belakang serviks, dan temporomandibular.&lt;br /&gt;Awitan biasnya akut, bilateral, dan simetris.&lt;br /&gt;Persendian dapat teraba hangat, bengkak, dan nyeri ; kaku pada pagi hari berlangsung selama lebih dari 30 menit.&lt;br /&gt;Deformitasi tangan dan kaki adalah hal yang umum.&lt;br /&gt;Gambaran Ekstra-artikular&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demam, penurunan berat badan, keletihan, anemia&lt;br /&gt;Fenomena Raynaud.&lt;br /&gt;Nodulus rheumatoid, tidak nyeri tekan dan dapat bergerak bebas, di temukan pada jaringan subkutan di atas tonjolan tulang.&lt;br /&gt;Rheumatoid arthritis ditandai oleh adanya gejala umum peradangan berupa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. demam, lemah tubuh dan pembengkakan sendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. nyeri dan kekakuan sendi yang dirasakan paling parah pada pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. rentang gerak berkurang, timbul deformitas sendi dan kontraktur otot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pada sekitar 20% penderita rheumatoid artritits muncul nodus rheumatoid ekstrasinovium. Nodus ini erdiri dari sel darah putih dan sisia sel yang terdapat di daerah trauma atau peningkatan tekanan. Nodus biasanya terbentuk di jaringan subkutis di atas siku dan jari tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. PATOFISIOLOGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://nursingbegin.com/wp-content/uploads/2010/05/askep-artritis-reumatoid.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_8-chRXyEZVc/SecttXSq5VI/AAAAAAAAAGQ/KG58XUUPKeQ/s1600-h/patofis.JPG" alt="pathways askep rheumatoid arthitis"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. KOMPLIKASI&lt;br /&gt;Kelainan sistem pencernaan yang sering dijumpai adalah gastritis dan ulkus peptik yang merupakan komlikasi utama penggunaan obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS) atau obat pengubah perjalanan penyakit ( disease modifying antirhematoid drugs, DMARD ) yang menjadi faktor penyebab morbiditas dan mortalitas utama pada arthritis reumatoid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komlikasi saraf yang terjadi memberikan gambaran jelas , sehingga sukar dibedakan antara akibat lesi artikuler dan lesi neuropatik. Umumnya berhubungan dengan mielopati akibat ketidakstabilan vertebra servikal dan neuropati iskemik akibat vaskulitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. KRITERIA DIAGNOSTIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis arthritis reumatoid tidak bersandar pada satu karakteristik saja tetapi berdasar pada evaluasi dari sekelompok tanda dan gejala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria diagnostik adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kekakuan pagi hari (sekurangnya 1 jam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Arthritis pada tiga atau lebih sendi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Arthritis sendi-sendi jari-jari tangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Arthritis yang simetris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Nodula reumatoid dan Faktor reumatoid dalam serum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Perubahan-perubahan radiologik (erosi atau dekalsifikasi tulang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosis artritis reumatoid dikatakan positif apabila sekurang-kurangnya empat dari tujuh kriteria ini terpenuhi. Empat kriteria yang disebutkan terdahulu harus sudah berlangsung sekurang-kurangnya 6 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. PENATALAKSANAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan penatalaksanaan reumatoid artritis adalah mengurangi nyeri, mengurangi inflamasi, menghentikan kerusakan sendi dan meningkatkan fungsi dan kemampuan mobilisasi penderita (Lemone &amp;amp; Burke, 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun penatalaksanaan umum pada rheumatoid arthritis antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pemberian terapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan pada rheumatoid arthritis meliputi pemberian aspirin untuk mengurangi nyeri dan proses inflamasi, NSAIDs untuk mengurangi inflamasi, pemberian corticosteroid sistemik untuk memperlambat destruksi sendi dan imunosupressive terapi untuk menghambat proses autoimun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengaturan aktivitas dan istirahat&lt;br /&gt;Pada kebanyakan penderita, istirahat secara teratur merupakan hal penting untuk mengurangi gejala penyakit. Pembebatan sendi yang terkena dan pembatasan gerak yang tidak perlu akan sangat membantu dalam mengurangi progresivitas inflamasi. Namun istirahat harus diseimbangkan dengan latihan gerak untuk tetap menjaga kekuatan otot dan pergerakan sendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kompres panas dan dingin&lt;br /&gt;Kompres panas dan dingin digunakan untuk mendapatkan efek analgesic dan relaksan otot. Dalam hal ini kompres hangat lebih efektive daripada kompres dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Diet&lt;br /&gt;Untuk penderita rheumatoid arthritis disarankan untuk mengatur dietnya. Diet yang disarankan yaitu asam lemak omega-3 yang terdapat dalam minyak ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pembedahan&lt;br /&gt;Pembedahan dilakukan apabila rheumatoid arthritis sudah mencapai tahap akhir. Bentuknya dapat berupa tindakan arhthrodesis untuk menstabilkan sendi, arthoplasty atau total join replacement untuk mengganti sendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PENGKAJIAN&lt;br /&gt;Data dasar pengkajian pasien tergantung padwa keparahan dan keterlibatan organ-organ lainnya ( misalnya mata, jantung, paru-paru, ginjal ), tahapan misalnya eksaserbasi akut atau remisi dan keberadaaan bersama bentuk-bentuk arthritis lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Aktivitas/ istirahat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala : Nyeri sendi karena gerakan, nyeri tekan, memburuk dengan stres pada sendi; kekakuan pada pagi hari, biasanya terjadi bilateral dan simetris.&lt;br /&gt;Limitasi fungsional yang berpengaruh pada gaya hidup, waktu senggang, pekerjaan, keletihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda : Malaise&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbatasan rentang gerak; atrofi otot, kulit, kontraktor/ kelaianan pada sendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kardiovaskuler&lt;br /&gt;Gejala : Fenomena Raynaud jari tangan/ kaki ( mis: pucat intermitten, sianosis, kemudian kemerahan pada jari sebelum warna kembali normal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Integritas ego&lt;br /&gt;Gejala : Faktor-faktor stres akut/ kronis: mis; finansial, pekerjaan, ketidakmampuan, faktor-faktor hubungan.&lt;br /&gt;Keputusan dan ketidakberdayaan ( situasi ketidakmampuan )&lt;br /&gt;Ancaman pada konsep diri, citra tubuh, identitas pribadi ( misalnya ketergantungan pada orang lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Makanan/ cairan&lt;br /&gt;Gejala ; Ketidakmampuan untuk menghasilkan/ mengkonsumsi makanan/ cairan adekuat: mual, anoreksia&lt;br /&gt;Kesulitan untuk mengunyah&lt;br /&gt;Tanda : Penurunan berat badan&lt;br /&gt;Kekeringan pada membran mukosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hygiene&lt;br /&gt;Gejala : Berbagai kesulitan untuk melaksanakan aktivitas perawatan pribadi. Ketergantungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Neurosensori&lt;br /&gt;Gejala : Kebas, semutan pada tangan dan kaki, hilangnya sensasi pada jari tangan.&lt;br /&gt;Gejala : Pembengkakan sendi simetris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Nyeri/ kenyamanan&lt;br /&gt;Gejala : Fase akut dari nyeri ( mungkin tidak disertai oleh pembengkakan jaringan lunak pada sendi ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Keamanan&lt;br /&gt;Gejala : Kulit mengkilat, tegang, nodul subkutan, Lesi kulit, ulkus kaki. Kesulitan dalam ringan dalam menangani tugas/ pemeliharaan rumah tangga. Demam ringan menetap Kekeringan pada mata dan membran mukosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Interaksi sosial&lt;br /&gt;Gejala : Kerusakan interaksi sosial dengan keluarga/ orang lain; perubahan peran; isolasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. DIAGNOSA KEPERAWATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nyeri akut/kronis berhubungkan dengan : agen pencedera; distensi jaringan oleh akumulasi cairan/ proses inflamasi, destruksi sendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kerusakan Mobilitas Fisik berhubungan dengan: Deformitas skeletal&lt;br /&gt;Nyeri, ketidaknyamanan, Intoleransi aktivitas, penurunan kekuatan otot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gangguan citra tubuh./perubahan penampilan peran berhubungan dengan perubahan kemampuan untuk melaksanakan tugas-tugas umum, peningkatan penggunaan energi, ketidakseimbangan mobilitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kurang perawatan diri berhubungan dengan kerusakan muskuloskeletal; penurunan kekuatan, daya tahan, nyeri pada waktu bergerak, depresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar), mengenai penyakit, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan kurangnya pemahaman/ mengingat,kesalahan interpretasi informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. INTERVENSI KEPERAWATAN&lt;br /&gt;1. Nyeri akut/kronis berhubungkan dengan : agen pencedera; distensi jaringan oleh akumulasi cairan/ proses inflamasi, destruksi sendi.&lt;br /&gt;Kriteria Hasil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menunjukkan nyeri hilang/ terkontrol,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Terlihat rileks, dapat tidur/beristirahat dan berpartisipasi dalam aktivitas sesuai kemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mengikuti program farmakologis yang diresepkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menggabungkan keterampilan relaksasi dan aktivitas hiburan ke dalam program kontrol nyeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi dan Rasional:.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kaji nyeri, catat lokasi dan intensitas (skala 0-10). Catat faktor-faktor yang mempercepat dan tanda-tanda rasa sakit non verbal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/ Membantu dalam menentukan kebutuhan manajemen nyeri dan keefektifan program&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Berikan matras/ kasur keras, bantal kecil,. Tinggikan linen tempat tidur sesuai kebutuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R/Matras yang lembut/ empuk, bantal yang besar akan mencegah pemeliharaan kesejajaran tubuh yang tepat, menempatkan stress pada sendi yang sakit. Peninggian linen tempat tidur menurunkan tekanan pada sendi yang terinflamasi/nyeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tempatkan/ pantau penggunaan bantl, karung pasir, gulungan trokhanter, bebat, brace. (R/ Mengistirahatkan sendi-sendi yang sakit dan mempertahankan posisi netral. Penggunaan brace dapat menurunkan nyeri dan dapat mengurangi kerusakan pada sendi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Dorong untuk sering mengubah posisi,. Bantu untuk bergerak di tempat tidur, sokong sendi yang sakit di atas dan bawah, hindari gerakan yang menyentak. (R/ Mencegah terjadinya kelelahan umum dan kekakuan sendi. Menstabilkan sendi, mengurangi gerakan/ rasa sakit pada sendi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Anjurkan pasien untuk mandi air hangat atau mandi pancuran pada waktu bangun dan/atau pada waktu tidur. Sediakan waslap hangat untuk mengompres sendi-sendi yang sakit beberapa kali sehari. Pantau suhu air kompres, air mandi, dan sebagainya. (R/ Panas meningkatkan relaksasi otot, dan mobilitas, menurunkan rasa sakit dan melepaskan kekakuan di pagi hari. Sensitivitas pada panas dapat dihilangkan dan luka dermal dapat disembuhkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Berikan masase yang lembut (R/meningkatkan relaksasi/ mengurangi nyeri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Dorong penggunaan teknik manajemen stres, misalnya relaksasi progresif,sentuhan terapeutik, biofeed back, visualisasi, pedoman imajinasi, hypnosis diri, dan pengendalian napas. (R/ Meningkatkan relaksasi, memberikan rasa kontrol dan mungkin meningkatkan kemampuan koping)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Libatkan dalam aktivitas hiburan yang sesuai untuk situasi individu. (R/ Memfokuskan kembali perhatian, memberikan stimulasi, dan meningkatkan rasa percaya diri dan perasaan sehat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Beri obat sebelum aktivitas/ latihan yang direncanakan sesuai petunjuk. (R/ Meningkatkan realaksasi, mengurangi tegangan otot/ spasme, memudahkan untuk ikut serta dalam terapi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j. Kolaborasi: Berikan obat-obatan sesuai petunjuk (mis:asetil salisilat) (R/ sebagai anti inflamasi dan efek analgesik ringan dalam mengurangi kekakuan dan meningkatkan mobilitas.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;k. Berikan es kompres dingin jika dibutuhkan (R/ Rasa dingin dapat menghilangkan nyeri dan bengkak selama periode akut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kerusakan Mobilitas Fisik berhubungan dengan: Deformitas skeletal&lt;br /&gt;Nyeri, ketidaknyamanan, Intoleransi aktivitas, penurunan kekuatan otot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria Hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mempertahankan fungsi posisi dengan tidak hadirnya/ pembatasan kontraktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mempertahankan ataupun meningkatkan kekuatan dan fungsi dari dan/ atau konpensasi bagian tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mendemonstrasikan tehnik/ perilaku yang memungkinkan melakukan aktivitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi dan Rasional:.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Evaluasi/ lanjutkan pemantauan tingkat inflamasi/ rasa sakit pada sendi (R/ Tingkat aktivitas/ latihan tergantung dari perkembangan/ resolusi dari peoses inflamasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pertahankan istirahat tirah baring/ duduk jika diperlukan jadwal aktivitas untuk memberikan periode istirahat yang terus menerus dan tidur malam hari yang tidak terganmggu.(R/ Istirahat sistemik dianjurkan selama eksaserbasi akut dan seluruh fase penyakit yang penting untuk mencegah kelelahan mempertahankan kekuatan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Bantu dengan rentang gerak aktif/pasif, demikiqan juga latihan resistif dan isometris jika memungkinkan (R/ Mempertahankan/ meningkatkan fungsi sendi, kekuatan otot dan stamina umum. Catatan : latihan tidak adekuat menimbulkan kekakuan sendi, karenanya aktivitas yang berlebihan dapat merusak sendi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Ubah posisi dengan sering dengan jumlah personel cukup. Demonstrasikan/ bantu tehnik pemindahan dan penggunaan bantuan mobilitas, mis, trapeze (R/ Menghilangkan tekanan pada jaringan dan meningkatkan sirkulasi. Memepermudah perawatan diri dan kemandirian pasien. Tehnik pemindahan yang tepat dapat mencegah robekan abrasi kulit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Posisikan dengan bantal, kantung pasir, gulungan trokanter, bebat, brace (R/ Meningkatkan stabilitas ( mengurangi resiko cidera ) dan memerptahankan posisi sendi yang diperlukan dan kesejajaran tubuh, mengurangi kontraktor)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Gunakan bantal kecil/tipis di bawah leher. (R/ Mencegah fleksi leher)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Dorong pasien mempertahankan postur tegak dan duduk tinggi, berdiri, dan berjalan (R/ Memaksimalkan fungsi sendi dan mempertahankan mobilitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Berikan lingkungan yang aman, misalnya menaikkan kursi, menggunakan pegangan tangga pada toilet, penggunaan kursi roda. (R/ Menghindari cidera akibat kecelakaan/ jatuh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Kolaborasi: konsul dengan fisoterapi. (R/ Berguna dalam memformulasikan program latihan/ aktivitas yang berdasarkan pada kebutuhan individual dan dalam mengidentifikasikan alat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j. Kolaborasi: Berikan matras busa/ pengubah tekanan. (R/ Menurunkan tekanan pada jaringan yang mudah pecah untuk mengurangi risiko imobilitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;k. Kolaborasi: berikan obat-obatan sesuai indikasi (steroid). (R/ Mungkin dibutuhkan untuk menekan sistem inflamasi akut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gangguan citra tubuh./perubahan penampilan peran berhubungan dengan perubahan kemampuan untuk melaksanakan tugas-tugas umum, peningkatan penggunaan energi, ketidakseimbangan mobilitas.&lt;br /&gt;Kriteria Hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mengungkapkan peningkatan rasa percaya diri dalam kemampuan untuk menghadapi penyakit, perubahan pada gaya hidup, dan kemungkinan keterbatasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menyusun rencana realistis untuk masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi dan Rasional:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dorong pengungkapan mengenai masalah tentang proses penyakit, harapan masa depan. (R/Berikan kesempatan untuk mengidentifikasi rasa takut/ kesalahan konsep dan menghadapinya secara langsung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Diskeusikan arti dari kehilangan/ perubahan pada pasien/orang terdekat. Memastikan bagaimana pandangaqn pribadi pasien dalam memfungsikan gaya hidup sehari-hari, termasuk aspek-aspek seksual. (R/Mengidentifikasi bagaimana penyakit mempengaruhi persepsi diri dan interaksi dengan orang lain akan menentukan kebutuhan terhadap intervensi/ konseling lebih lanjut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Diskusikan persepsi pasienmengenai bagaimana orang terdekat menerima keterbatasan. (R/ Isyarat verbal/non verbal orang terdekat dapat mempunyai pengaruh mayor pada bagaimana pasien memandang dirinya sendiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Akui dan terima perasaan berduka, bermusuhan, ketergantungan. (R/ Nyeri konstan akan melelahkan, dan perasaan marah dan bermusuhan umum terjadi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Perhatikan perilaku menarik diri, penggunaan menyangkal atau terlalu memperhatikan perubahan. (R/ Dapat menunjukkan emosional ataupun metode koping maladaptive, membutuhkan intervensi lebih lanjut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Susun batasan pada perilaku mal adaptif. Bantu pasien untuk mengidentifikasi perilaku positif yang dapat membantu koping. (R/ Membantu pasien untuk mempertahankan kontrol diri, yang dapat meningkatkan perasaan harga diri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Ikut sertakan pasien dalam merencanakan perawatan dan membuat jadwal aktivitas. (Meningkatkan perasaan harga diri, mendorong kemandirian, dan mendorong berpartisipasi dalam terapi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Bantu dalam kebutuhan perawatan yang diperlukan.(R/ Mempertahankan penampilan yang dapat meningkatkan citra diri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Berikan bantuan positif bila perlu. (R/ Memungkinkan pasien untuk merasa senang terhadap dirinya sendiri. Menguatkan perilaku positif. Meningkatkan rasa percaya diri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j. Kolaborasi: Rujuk pada konseling psikiatri, mis: perawat spesialis psikiatri, psikolog. (R/ Pasien/orang terdekat mungkin membutuhkan dukungan selama berhadapan dengan proses jangka panjang/ ketidakmampuan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;k. Kolaborasi: Berikan obat-obatan sesuai petunjuk, mis; anti ansietas dan obat-obatan peningkat alam perasaan. (R/ Mungkin dibutuhkan pada sat munculnya depresi hebat sampai pasien mengembangkan kemapuan koping yang lebih efektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kurang perawatan diri berhubungan dengan kerusakan muskuloskeletal; penurunan kekuatan, daya tahan, nyeri pada waktu bergerak, depresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria Hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Melaksanakan aktivitas perawatan diri pada tingkat yang konsisten dengan kemampuan individual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mendemonstrasikan perubahan teknik/ gaya hidup untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mengidentifikasi sumber-sumber pribadi/ komunitas yang dapat memenuhi kebutuhan perawatan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi dan Rasional:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Diskusikan tingkat fungsi umum (0-4) sebelum timbul awitan/ eksaserbasi penyakit dan potensial perubahan yang sekarang diantisipasi. (R/ Mungkin dapat melanjutkan aktivitas umum dengan melakukan adaptasi yang diperlukan pada keterbatasan saat ini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Pertahankan mobilitas, kontrol terhadap nyeri dan program latihan. (R/ Mendukung kemandirian fisik/emosional)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Kaji hambatan terhadap partisipasi dalam perawatan diri. Identifikasi /rencana untuk modifikasi lingkungan. (R/ Menyiapkan untuk meningkatkan kemandirian, yang akan meningkatkan harga diri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.Kolaborasi: Konsul dengan ahli terapi okupasi. (R/ Berguna untuk menentukan alat bantu untuk memenuhi kebutuhan individual. Mis; memasang kancing, menggunakan alat bantu memakai sepatu, menggantungkan pegangan untuk mandi pancuran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Kolaborasi: Atur evaluasi kesehatan di rumah sebelum pemulangan dengan evaluasi setelahnya. (R/ Mengidentifikasi masalah-masalah yang mungkin dihadapi karena tingkat kemampuan aktual)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Kolaborasi : atur konsul dengan lembaga lainnya, mis: pelayanan perawatan rumah, ahli nutrisi. (R/ Mungkin membutuhkan berbagai bantuan tambahan untuk persiapan situasi di rumah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar), mengenai penyakit, prognosis dan kebutuhan pengobatan berhubungan kurangnya pemahaman/ mengingat,kesalahan interpretasi informasi.&lt;br /&gt;Kriteria Hasil :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menunjukkan pemahaman tentang kondisi/ prognosis, perawatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mengembangkan rencana untuk perawatan diri, termasuk modifikasi gaya hidup yang konsisten dengan mobilitas dan atau pembatasan aktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intervensi dan Rasional:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tinjau proses penyakit, prognosis, dan harapan masa depan. (R/ Memberikan pengetahuan dimana pasien dapat membuat pilihan berdasarkan informasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Diskusikan kebiasaan pasien dalam penatalaksanaan proses sakit melalui diet,obat-obatan, dan program diet seimbang, l;atihan dan istirahat.(R/ Tujuan kontrol penyakit adalah untuk menekan inflamasi sendiri/ jaringan lain untuk mempertahankan fungsi sendi dan mencegah deformitas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Bantu dalam merencanakan jadwal aktivitas terintegrasi yang realistis,istirahat, perawatan pribadi, pemberian obat-obatan, terapi fisik, dan manajemen stres. (R/ Memberikan struktur dan mengurangi ansietas pada waktu menangani proses penyakit kronis kompleks)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Tekankan pentingnya melanjutkan manajemen farmakoterapeutik. (R/ Keuntungan dari terapi obat-obatan tergantung pada ketepatan dosis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Anjurkan mencerna obat-obatan dengan makanan, susu, atau antasida pada waktu tidur. (R/ Membatasi irigasi gaster, pengurangan nyeri pada HS akan meningkatkan tidur dan m,engurangi kekakuan di pagi hari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Identifikasi efek samping obat-obatan yang merugikan, mis: tinitus, perdarahan gastrointestinal, dan ruam purpuruik. (R/ Memperpanjang dan memaksimalkan dosis aspirin dapat mengakibatkan takar lajak. Tinitus umumnya mengindikasikan kadar terapeutik darah yang tinggi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Tekankan pentingnya membaca label produk dan mengurangi penggunaan obat-obat yang dijual bebas tanpa persetujuan dokter. (R/ Banyak produk mengandung salisilat tersembunyi yang dapat meningkatkan risiko takar layak obat/ efek samping yang berbahaya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Tinjau pentingnya diet yang seimbang dengan makanan yang banyak mengandung vitamin, protein dan zat besi. (R/ Meningkatkan perasaan sehat umum dan perbaikan jaringan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Dorong pasien obesitas untuk menurunkan berat badan dan berikan informasi penurunan berat badan sesuai kebutuhan. (R/ Pengurangan berat badan akan mengurangi tekanan pada sendi, terutama pinggul, lutut, pergelangan kaki, telapak kaki)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j. Berikan informasi mengenai alat bantu (R/ Mengurangi paksaan untuk menggunakan sendi dan memungkinkan individu untuk ikut serta secara lebih nyaman dalam aktivitas yang dibutuhkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;k. Diskusikan tekinik menghemat energi, mis: duduk daripada berdiri untuk mempersiapkan makanan dan mandi (R/ Mencegah kepenatan, memberikan kemudahan perawatan diri, dan kemandirian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l. Dorong mempertahankan posisi tubuh yang benar baik pada sat istirahat maupun pada waktu melakukan aktivitas, misalnya menjaga agar sendi tetap meregang , tidak fleksi, menggunakan bebat untuk periode yang ditentukan, menempatkan tangan dekat pada pusat tubuh selama menggunakan, dan bergeser daripada mengangkat benda jika memungkinkan. ( R: mekanika tubuh yang baik harus menjadi bagian dari gaya hidup pasien untuk mengurangi tekanan sendi dan nyeri ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;m. Tinjau perlunya inspeksi sering pada kulit dan perawatan kulit lainnya dibawah bebat, gips, alat penyokong. Tunjukkan pemberian bantalan yang tepat. ( R: mengurangi resiko iritasi/ kerusakan kulit )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;n. Diskusikan pentingnya obat obatan lanjutan/ pemeriksaan laboratorium, mis: LED, Kadar salisilat, PT. ( R; Terapi obat obatan membutuhkan pengkajian/ perbaikan yang terus menerus untuk menjamin efek optimal dan mencegah takar lajak, efek samping yang berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o. Berikan konseling seksual sesuai kebutuhan ( R: Informasi mengenai posisi-posisi yang berbeda dan tehnik atau pilihan lain untuk pemenuhan seksual mungkin dapat meningkatkan hubungan pribadi dan perasaan harga diri/ percaya diri.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;p. Identifikasi sumber-sumber komunitas, mis: yayasan arthritis ( bila ada). (R: bantuan/ dukungan dari oranmg lain untuk meningkatkan pemulihan maksimal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doenges E Marilynn. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan. EGC: Jakarta&lt;br /&gt;Kalim, Handono. 1996. Ilmu Penyakit Dalam. Balai Penerbit FKUI: Jakarta&lt;br /&gt;Mansjoer, Arif. 2000. Kapita Selekta kedokteran. Media Aesculaapius FKUI:Jakarta.&lt;br /&gt;Prince, Sylvia Anderson. 1999. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. EGC: Jakarta.&lt;br /&gt;Smeltzer, Suzzanne C.2001.Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. .Jakarta: EGC.&lt;br /&gt;Ganong.1998.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC&lt;br /&gt;Boedhi Darmojo &amp;amp; Hadi Martono. 1999. Buku Ajar Geriatri. Jakarta : Balai Penerbit FKUI.&lt;br /&gt;Lemone &amp;amp; Burke, 2001. Medical Surgical Nursing; Critical Thinking in Client Care, Third Edition, California : Addison Wesley Nursing.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-6043186658164816900?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/49bwMnByiQQ" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-18T22:00:35.292+07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_8-chRXyEZVc/SecttXSq5VI/AAAAAAAAAGQ/KG58XUUPKeQ/s72-c/patofis.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2010/10/askep-rheumatoid-artritis.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kesehatan Reproduksi</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/6POq-9WzSiE/kesehatan-reproduksi.html</link><category>kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (mbah bejo)</author><pubDate>Fri, 15 Oct 2010 09:54:51 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-5520995003420583732</guid><description>Kesehatan Reproduksi, Ratusan juta tenaga kerjadi seluruh dunia saat bekerja pada kondisi yang tidak nyaman dan dapat mengakibatkan gangguan keshatan. Menurut International Labor Organization (ILO) setiap tahun terjadi 1,1 juta kematian yang disebabkan oleh penyakit atau yang disebabkan oleh pekerjaan. Sekitar 300.000 ribu kematian terjadi dari 250 juta kecelakaan dan sisanya kematian karena penyakit akibat kerja dimana diperkirakan terjadi 160 juta penyakit akibat hubungan pekerjaan baru setiap tahunnya. Dari data ILO tahun 1999, penyebab kematian yang berhubungan dengan pekerjaan yaitu : kanker 34%, kecelakaan 25%, penyakit saluran pernapasan 21%, penyakit kardiovasculer 15%, dan lain-lain 5%. Dari data tersebut, bahwa penyebab utama kematian adalah kanker, sedangkan kelompok penyebab lain adalah pneumoconiosis penyakit neurologis dan penyakit ginjal. Selain penyakit yang mengenai hubungan yang menyebabkan kematian, masalah kesehatan lain terutama adalah ketulian, gangguan musculoskletal, dan gangguan reproduksi.(1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesehatan reproduksi menurut WHO adalah kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang utuh dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan, dalam segala hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi dan fungsi-fungsinya serta prosesprosesnya. Oleh karena itu, kesehatan reproduksi berarti orang dapat mempunyai kehidupan seks yang memuaskan dan aman, dan bahwa mereka memiliki kemapuan untuk bereproduksi dan kebebasan untuk menentukan apakah mereka ingin melakukannya, bilamana dan seberapa seringkah. Termasuk terakhir ini adalah hak pria dan wanita untuk memperoleh informasi dan mempunyai akses terhadap cara - cara keluarga berencana yang aman, efektif dan terjangkau, pengaturan fertilitas yang tidak melawan hukum, hak memperoleh pelayanan pemeliharaan kesehatan kesehatan yang memungkinkan para wanita dengan selamat menjalani kehamilan dan melahirkan anak, dan memberikan kesempatan untuk memiliki bayi yang sehat. Sejalan dengan itu pemeliharaan kesehatan reproduksi merupakan suatu kumpulan metode, teknik dan pelayanan yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan reproduksi melalui pencegahan dan penyelesaian masalah kesehatan reproduksi. Ini juga mencakup kesehatan seksual, yang bertujuan meningkatkan status kehidupan dan hubungan-hubungan perorangan, dan bukan semata-mata konseling dan perawatan yang bertalian dengan reproduksi dan penyakit yang ditularkan melalaui hubungan seks.Beberapa wanita karena pekerjaannya yang mengggunakan bahan kimia, akan mengalami kesulitan mempunyai anak. Secara garis besar dapat dikelompokkan empat golongan faktor yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan reproduksi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Faktor sosial-ekonomi dan demografi (terutama kemiskinan, tingkat pendidikan yang rendah dan ketidaktahuan tentang perkembangan seksual dan proses reproduksi, serta lokasi tempat tinggal yang terpencil);&lt;br /&gt;b. Faktor budaya dan lingkungan (misalnya, praktek tradisional yang berdampak buruk pada kesehatan reproduksi, kepercayaan banyak anak banyak rejeki, informasi tentang fungsi reproduksi yang membingungkan anak dan remaja karena saling berlawanan satu dengan yang lain, dsb);&lt;br /&gt;c. Faktor psikologis (dampak pada keretakan orang tua pada remaja, depresi karena ketidakseimbangan hormonal, rasa tidak berharga wanita terhadap pria yang membeli kebebasannya secara materi, dsb);&lt;br /&gt;d. Faktor biologis (cacat sejak lahir, cacat pada saluran reproduksi pasca penyakit menular seksual, dsb).(2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh dari semua faktor diatas dapat dikurangi dengan strategi intervensi yang tepat guna, terfokus pada penerapan hak reproduksi wanita dan pria dengan dukungan disemua tingkat administrasi, sehingga dapat diintegrasikan kedalam berbagai program kesehatan, pendidikan, sosial dam pelayanan non kesehatan lainyang terkait dalam pencegahan dan penanggulangan masalah kesehatan reproduksi. (2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel dibawah ini adalah batasan yang dibuat oleh Divisi Kesehatan dan Keselamatan kerja negara bagian California, yang dapat dibandingkan dengan hasil monitor kesehatan industri yang dilakukan oleh perusahaan. Unit yang digunakan adalah “parts of chemical per million part of air (ppm)” yakni bagian dari zat kimia per sejuta bagian udara, atau “milligram of chemical per cubic meter of air (mg/m3)” yakni milligram dari zat kimia per kubik meter udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa wanita karena pekerjaannya yang mengggunakan bahan kimia, akan mengalami kesulitan mempunyai anak.Beberapa orang lelaki lainnya akan mengalami penurunan kualitas sperma karena jok tempat duduk di mobilnya panas. Ada juga beberapa eksekutif yang mengalami gairah seksual serta beberapa wanita karier yang mengalami frigiditas.(3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa gangguan reproduksi yang berhubungan dengan pekerjaan yaitu:&lt;br /&gt;a. Abortus&lt;br /&gt;Penyebab : kerja berat, cytotoxic drug&lt;br /&gt;b. Premature&lt;br /&gt;Penyebab: ionizing radiation&lt;br /&gt;c. Lahir cacat&lt;br /&gt;Penyebab : menthyl mercuri, ionizing radiasi&lt;br /&gt;d. Kerusakan sperma&lt;br /&gt;Penyebab : dioxin, anesthetic gates&lt;br /&gt;e. Mandul&lt;br /&gt;Penyebab: timah hitam, cadmium, chlodecone, dibromochlopropane (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, sebagian besar pria bekerja atau menghabiskan waktunya ditempat kerja. Padahal ada banyak bahaya yang terdapat di tempat kerja. Radiasi, berbagai bahan kimia, obat-obatan, rokok, dan panas merupakan tipe-tipe bahaya yang dapat mempengaruhi kemampuan untuk mempunyai anak yang sehat.&lt;br /&gt;Meskipun lebih dari seribu bahan kimia di tempat kerja telah terbukti dapat memberikan pengaruh terhadap kesehatan reproduksi hewan, namun kebanyakan bahan tersebut tidak pernah diteliti pengaruhnya pada manusia. Bahkan lebih dari empat juta campuran bahan kimia tidak pernah diuji pengaruhnya.&lt;br /&gt;Zat-zat berbahaya tersebut dapat memasuki tubuh kita melalui hirupan nafas (inhalation), kontak dengan kulit (absorbsion), atau tertelan (ingestion) jika pekerja tidak mencuci tangan dengan baik sebelum mereka makan, minum, ataupun merokok.&lt;br /&gt;Bahan berbahaya yang terdapat di tempat kerja juga dapat secara tidak langsung membahayakan keluarga mereka yang berada dirumah. Beberapa bahan berbahaya dapat secara tidak sengaja terbawa ke rumah tanpa disadari para pekerja dan mempengaruhi kesehatan reproduksi sang istri atau kesehatan janin yang dikandungnya atau anggota keluarga lain yang masih muda. Sebagai contoh, timbal dapat terbawa pulang oleh pekerja melalui kulit, rambut, baju, sepatu, kotak peralatan kerja, atau kendaraan yang dibawa ke tempat kerja, padahal timbal tersebut dapat menyebabkan keracunan pada anggota keluarga dan bisa menyebabkan neurobehavioral dan gangguan pertumbuhan pada janin.&lt;br /&gt;Bahaya-bahaya yang dapat mengganggu kesehatan reproduksi para pekerja pria bekerja dengan mempengaruhi beberapa beberapa hal.&lt;br /&gt;Pertama, jumlah sperma. Beberapa bahan berbahaya dapat memperlambat atau bahkan menghentikan produksi sperma. Hal ini berarti bahwa hanya akan dihasilkan lebih sedikit sperma untuk dapat membuahi sel telur. Jika tidak ada sperma yang diproduksi, maka pekerja tersebut dapat disebut steril. Jika bahaya yang memapar dapat mencegah proses pembuatan sperma, label steril itu menjadi permanen.&lt;br /&gt;Kedua, bentuk sperma. Beberapa bahan berbahaya dapat membuat bentuk sel sperma menjadi berbeda. Jika sudah seperti itu, sperma akan mengalami kesulitan untuk berenang menuju sel telur atau membuahinya.&lt;br /&gt;Ketiga, transfer sperma. Beberapa bahan berbahaya dapat terakumulasi pada epididimis, seminal vesicles, atau prostate. Hadirnya bahan tersebut dapat membunuh sperma, merubah cara/arah sperma berenang, atau menempel pada sperma dan dibawa menuju sel telur atau kepada bayi yang belum lahir.&lt;br /&gt;Ketiga, kemampuan seksual. Perubahan pada jumlah hormon dapat mempengaruhi kemampuan seksual. Beberapa bahan kimia seperti alcohol, bisa mempengaruhi kemampuan untuk mencapai ereksi, sedangkan pada beberapa orang dapat mempengaruhi keinginan seksualnya. Beberapa obat-obatan, baik yang legal maupun tidak, dapat mempengaruhi kemampuan seksual.&lt;br /&gt;Keempat, kromosom sperma. Beberapa bahan berbahaya dapat mempengaruhi kromosom yang terdapat pada sperma. Sperma dan sel telur masing-masing menyumbangkan 23 kromosom saat proses fertilisasi. DNA yang tersimpan pada kromosom inilah yang menentukan akan seperti apa rupa, bentuk dan fungsi tubuh bayi yang akan lahir. Radiasi atau bahan kimia dapat menyebabkan perubahan atau kerusakan pada DNA. Jika DNA sperma telah rusak, maka ia bisa jadi tidak akan bisa membuahi sel telur, atau jika ia berhasil membuahi sel telur, ia akan memberikan pengaruh pada pertumbuhan janin. Beberapa jenis pengobatan terhadap kanker terbukti dapat menyebabkan hal tersebut.&lt;br /&gt;Kelima, kehamilan. Jika sperma yang telah rusak dapat membuahi sel telur, sel telur bisa jadi tidak akan tumbuh dengan sempurna, sehingga dapat menyebabkan keguguran atau masalah kesehatan pada bayi yang akan dilahirkannya. Jika bahan berbahaya tersebut dibawanya oleh semen, janin mungkin akan terpapar sehingga dapat menyebabkan gangguan pada saat kehamilan atau gangguan kesehatan pada bayi setelah ia lahir.&lt;br /&gt;Untuk melindungi dari bahaya yang dapat mengganggu kesehatan reproduksi, beberapa langkah berikut dapat diterapkan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan para pekerja.&lt;br /&gt;1. Simpanlah bahan kimia pada tempat/wadah yang tertutup saat tidak digunakan&lt;br /&gt;2. Mencuci tangan sebelum makan, minum dan merokok&lt;br /&gt;3. Hindari kontak antara bahan kimia dengan kulit&lt;br /&gt;4. Jika bahan kimia kontak dengan kulit, ikuti petunjuk untuk membersihkannya sebagaimana tertera pada MSDS (material safety datasheet). Pengusaha/manajemen wajib menyediakan MSDS untuk semua bahan berbahaya yang digunakan di tempat kerja&lt;br /&gt;5. Kenali bahaya yang dapat mengganggu kesehatan reproduksi di tempat kerja anda.&lt;br /&gt;6. Untuk mencegah kontaminasi di rumah:&lt;br /&gt;o Gunakan pakaian yang berbeda pada waktu bekerja&lt;br /&gt;o Ganti dan cuci baju yang telah terkontaminasi dengan sabun dan air sebelum pulang ke rumah&lt;br /&gt;o Simpanlah baju yang akan digunakan untuk pulang kerja (atau berangkat kerja) dalam ruangan yang terpisah dari tempat kerja untuk mencegah kontaminasi&lt;br /&gt;o Cuci baju kerja terpisah dari bahan cucian lainnya, usahakan mencucinya di tempat kerja&lt;br /&gt;o Usahakan untuk tidak membawa baju kerja yang telah kotor/terkontaminasi atau benda lain ke rumah&lt;br /&gt;7. Berpartisipasilah dalam program kesehatan dan keselamatan kerja seperti pelatihan, pendidikan, dan monitoring yang telah disediakan perusahaan&lt;br /&gt;8. Pelajari menganai praktek kerja yang aman/baik, rekayasa engineering, dan alat pelindung diri (seperti sarung tangan, masker, coverall, google, dll) yang dapat mengurangi resiko paparan dengan bahan berbahaya.&lt;br /&gt;9. Patuhi prosedur dan praktek kerja yang aman yang telah diimplementasikan oleh perusahaan anda untuk mencegah paparan bahan berbahaya di tempat kerja yang dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi.(6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbal sebagai salah satu unsur polutan udara, mutlak dikurangi penggunaannya. Beberapa produk bensin tanpa timbal sudah diperkenalkan mulai tahun 1985, yaitu Super TT. Super TT adalah bahan bakar dengan bilangan oktan (RON) sebesar 98. Jenis lain yaitu Petro 2T yang dirancang khusus untuk sepeda motor, adalah bensin tanpa timbal yang dikeluarkan oleh PT Sigma Rancang Perdana. Di awal tahun 1998, produk bensin tanpa timbal yang lain adalah BB2L (Bensin Biru 2 Langkah) dengan harga yang lebih murah daripada premium. Jika membandingkan terhadap bilangan oktan, Super TT mempunyai RON 98, premium 88 dan premix 94. Artinya produk tanpa timbalpun mampu memperpanjang oktan melebihi bensin yang masih mengandalkan unsur timbal. Bensin premium sendiri masih mengandung TEL 0,3 gr/lt dan premix 0,45 gr/lt. Kerugian yang ditimbulkan dari kasus pencemaran udara, lebih terasa jika ditinjau dari aspek kesehatan. Dari setiap unsur dalam komponen polutan udara berpeluang merugikan bagi kesehatan setiap organisme. Timbal (Pb) sebagai salah satu komponen polutan udara mempunyai efek toksik yang luas pada manusia dan hewan dengan mengganggu fungsi ginjal, saluran pencernaan, dan sistem saraf pada remaja, menurunkan fertilitas, menurunkan jumlah spermatozoa, dan meningkatkan spermatozoa abnormal dan aborsi spontan. Selain juga menurunkan Intellegent Quotient (IQ) pada anak – anak , menurunkan kemampuan berkonsentrasi, gangguan pernapasan, kanker paru–paru dan alergi. Dalam laporan Bank Dunia 1992, diketahui bahwa pencemaran udara akibat timbal, menimbulkan 350 kasus penyakit jantung koroner, 62.000 kasus hipertensi dan menurunkankan IQ hingga 300.000 point. Juga Pb menurunkan kemampuan darah untuk mengikat oksigen.(4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Buchary. Penyakit akibat kerja dan penyakit terkait kerja. [online]. 2007. [Cited on, 2009 January 13]. [28 screen]. Available from: http://www.library.usu.ac.id/download/ft/07002746.pdf&lt;br /&gt;2. Harahap Juliandi. Kesehatan reproduksi. [online]. 2003. [Cited on, 2009 January 13]. [13 screen]. Available from: http://www.library.usu.ac.id/download/duniapsikologi.dagdigdug.com/files/2008/12/kesehatan-reproduksi.pdf&lt;br /&gt;3. IDKI. Seminar kesehatan kerja gangguan reproduksi. [online]. 2007. [Cited on, 2009 January 13]. [4 screen]. Available from: http://www.kalbe.co.id/files/coe/brosur_konasB_atam_2005_ind%20edit.pdf&lt;br /&gt;4. Komite penghapusan bensin bertimbal. Dampak pemakaian bensin bertimbal dan kesehatan. [online]. 2007. [Cited on, 2009 January 13]. [8 screen]. Available from: http://www.kpbb.org/makalah_ind/Dampak%20Pemakaian%20Bensin%20Bertimbel%20dan%...&lt;br /&gt;5. Anonymous. Pelatihan bagi pelatih kesehatan dan keselatan kerja. [online]. 2007. [Cited on, 2009 January 13]. [4 screen]. Available from: http://www-ilo-mirror.cornell.edu/public/english/region/asro/jakarta/download/pelatihan.pdf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-5520995003420583732?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/6POq-9WzSiE" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-15T23:54:51.634+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2010/10/kesehatan-reproduksi.html</feedburner:origLink></item><item><title>Urtikaria</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/lXCPYl70HJE/urtikaria.html</link><category>kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (mbah bejo)</author><pubDate>Fri, 15 Oct 2010 09:34:04 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-96169129217098444</guid><description>Urtikaria ialah reaksi vaskular di kulit akibat bermacam-macam sebab, biasanya ditandai dengan edema setempat yang cepat timbul dan menghilang perlahan-lahan, berwarna pucat dan kemerahan, meninggi di permukaan kulit, sekitarnya dapat dikelilingi halo. Keluhan subyektif biasanya gatal, rasa tersengat atau tertusuk. (1-3)&lt;br /&gt;Urtikaria juga kadang dikenal sebagai hives, nettle rash, buduran, kaligata. (1,2,4,5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan angioedema atau angioneuretik edema adalah urtika yang mengenai lapisan kulit yang lebih dalam daripada dermis, dapat di submukosa, atau di subkutis, juga dapat mengenai saluran napas, saluran cerna, dan organ kardiovaskular. (1)&lt;br /&gt;Urtikaria dapat terjadi secara akut maupun kronik, keadaan ini merupakan masalah untuk penderita, maupun dokter. Walaupun patogenesis dan penyebab yang dicurigai telah ditemukan, ternyata pengobatan yang diberikan kadang-kadang tidak memberi hasil seperti yang diharapkan.(1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EPIDEMIOLOGI&lt;br /&gt;Urtikaria sering dijumpai pada semua umur, orang dewasa lebih banyak mengalami urtikaria dibanding orang muda. Umur rata-rata penderita urtikaria adalah 35 tahun, dan jarang dijumpai pada umur kurang dari 10 tahun atau lebih dari 60 tahun. (1,4,6,7)&lt;br /&gt;Beberapa referensi mengatakan urtikaria lebih sering mengenai wanita dibanding laki-laki yaitu 4:1, namun perbandingan ini bervariasi pada urtikaria yang lain.(1,6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ETIOLOGI&lt;br /&gt;Pada penyelidikan ternyata hampir 80% tidak diketahui penyebabnya(1). Diduga penyebab urtikaria bermacam-macam, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Obat&lt;br /&gt;Bermacam obat dapat menimbulkan urtikaria, baik secara imunologik maupun non-imunologik. Hampir semua obat sistemik menimbulkan urtikaria, secara imunologik terdapat 2 tipe, yaitu tipe I atau II. Contohnya ialah aspirin, obat anti inflamasi non steroid, penisilin, sepalosporin, diuretik, dan alkohol. Sedangkan obat yang secara non-imunologik langsung merangsang sel mast untuk melepaskan histamin, misalnya opium dan zat kontras. Aspirin menimbulkan urtikaria karena menghambat sintesis prostaglandin di asam arakidonat. (1,5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Makanan&lt;br /&gt;Peranan makanan ternyata lebih penting pada urtikaria akut, umumnya akibat reaksi imunologik, pada beberapa kasus urtikaria terjadi setelah beberapa jam atau beberapa hari setelah mengkonsumsi makanan tersebut. Makanan berupa protein atau bahan yang dicampurkan ke dalamnya seperti zat warna, penyedap rasa, atau bahan pengawet, sering menimbulkan urtikaria alergika. Makanan yang paling sering menimbulkan urtikaria pada orang dewasa yaitu, ikan, kerang, udang, telur, kacang, buah beri, coklat, arbei, keju. Sedangkan pada bayi yang paling sering yaitu, susu dan produk susu, telur, tepung, dan buah-buah sitrus (jeruk). (1,2,5,8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gigitan atau sengatan serangga&lt;br /&gt;Gigitan atau sengatan serangga dapat menimbulkan urtika setempat, agaknya hal ini lebih banyak diperantarai oleh IgE (tipe I) dan tipe seluler (tipe IV). Tetapi venom dan toksin bakteri, biasanya dapat pula mengaktifkan komplemen. Nyamuk, kepinding, dan serangga lainnya menimbulkan urtika bentuk papular di sekitar tempat gigitan, biasanya sembuh sendiri setelah beberapa hari, minggu, atau bulan. (1.8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bahan fotosenzitiser&lt;br /&gt;Bahan semacam ini, misalnya griseovulfin, fenotiazin, sulfonamid, bahan kosmetik, dan sabun germisid sering menimbulkan urtikaria. (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Inhalan&lt;br /&gt;Inhalan berupa serbuk sari bunga (polen), spora jamur, debu, asap, bulu binatang, dan aerosol, umumnya lebih mudah menimbulkan urtikaria alergik. (1-3,8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kontaktan&lt;br /&gt;Kontaktan yang sering menimbulkan urtikaria ialah kutu binatang, serbuk tekstil, air liur binatang, tumbuh-tumbuhan, buah-buahan, bahan kimia, misalnya insect repellent (penangkis serangga), dan bahan kosmetik. Keadaan ini disebabkan bahan tersebut menembus kulit dan menimbulkan urtikaria. (1,3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Trauma Fisik&lt;br /&gt;Trauma fisik dapat diakibatkan oleh&lt;br /&gt;- Faktor dingin, yakni berenang atau memegang benda dingin.&lt;br /&gt;- Faktor panas, misalnya sinar matahari, radiasi, dan panas pembakaran.&lt;br /&gt;- Faktor tekanan, yaitu goresan, pakaian ketat, ikat pinggang, air yang menetes atau semprotan air. Fenomena ini disebut dermografisme atau fenomena darier. (1,5,8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Infeksi dan infestasi&lt;br /&gt;Bermacam-macam infeksi dapat menimbulkan urtikaria, misalnya infeksi bakteri, virus, jamur, maupun infeksi parasit.&lt;br /&gt;- Infeksi oleh bakteri contohnya pada infeksi tonsil, infeksi gigi dan sinusitis.&lt;br /&gt;- Infeksi virus hepatitis, mononukleosis dan infeksi virus coxsackie pernah dilaporkan sebagai faktor penyebab. Karena itu pada urtikaria yang idiopatik perlu dipikirkan kemungkinan infeksi virus subklinis.&lt;br /&gt;- Infeksi jamur kandida dan dermatofit sering dilaporkan sebagai penyebab urtikaria. Infeksi cacing pita, cacing tambang, cacing gelang juga Schistosoma atau Echinococcus dapat menyebabkan urtikaria. Infeksi parasit biasanya paling sering pada daerah beriklim tropis. (1,2,5,8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Psikis&lt;br /&gt;Tekanan jiwa dapat memacu sel mast atau langsung menyebabkan peningkatan permeabilitas dan vasodilatasi kapiler. Penyelidikan memperlihatkan bahwa hipnosis menghambat eritema dan urtika, pada percobaan induksi psikis, ternyata suhu kulit dan ambang rangsang eritema meningkat. (1,2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Genetik&lt;br /&gt;Faktor genetik juga berperan penting pada urtikaria, walaupun jarang menunjukkan penurunan autosomal dominan. (1,5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Penyakt sistemik&lt;br /&gt;Beberapa penyakit kolagen dan keganasan dapat menimbulkan urtikaria, reaksi lebih sering disebabkan reaksi kompleks antigen-antibodi. Contoh penyakit sistemik yang sering menyebabkan urtikaria yaitu, sistemik lupus eritematosa (SLE), penyakit serum, hipetiroid, penyakit tiroid autoimun, karsinoma, limfoma, penyakit rheumatoid arthritis, leukositoklast vaskulitis, polisitemia vera (urtikaria akne-urtikaria papul melebihi vesikel), demam reumatik, dan reaksi transfusi darah. (1,5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KLASIFIKASI&lt;br /&gt;Terdapat beberapa penggolongan urtikaria&lt;br /&gt;• Berdasarkan lamanya serangan berlangsung (1-5)&lt;br /&gt;- Urtikaria akut, bila serangan berlangsung kurang dari 6 minggu, atau berlangsung selama 4 minggu tetapi timbul setiap hari.&lt;br /&gt;- Urtikaria kronik, bila serangan lebih dari 6 minggu.&lt;br /&gt;• Berdasarkan morfologi klinis (1)&lt;br /&gt;- Urtikaria papular bila berbentuk papul.&lt;br /&gt;- Urtikaria gutata bila besarnya sebesar tetesan air.&lt;br /&gt;- Urtikaria girata bila ukuran besar.&lt;br /&gt;• Berdasarkan luas dan dalamnya jaringan terkena (1,8)&lt;br /&gt;- Urtikaria lokal&lt;br /&gt;- Urtikaria generalisata&lt;br /&gt;- Angioedema&lt;br /&gt;• Berdasarkan penyebab dan mekanisme terjadi urtikaria (1,2,4,6,8)&lt;br /&gt;- Urtikaria imunologik&lt;br /&gt;a. Bergantung pada IgE (reaksi alergik tipe I)&lt;br /&gt;b. Ikut sertanya komplemen&lt;br /&gt;c. Reaksi alergi tipe IV&lt;br /&gt;- Urtikaria nonimunologik&lt;br /&gt;a. langsung memacu sel mas, sehingga terjadi pelepasan mediator. (misalnya obat golongan opiat dan bahan kontras)&lt;br /&gt;b. Bahan yang menyebabkan perubahan metabolisme asam arakidonat (misalnya aspirin, obat anti inflamasi non-steroid)&lt;br /&gt;c. Trauma fisik, misalnya dermografisme, rangsangan dingin, panas atau sinar, dan bahan kolinergik.&lt;br /&gt;- Urtikaria Idiopatik&lt;br /&gt;Urtikaria yang tidak jelas penyebab dan mekanismenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PATOGENESIS&lt;br /&gt;Sel mast merupakan sel efektor primer pada patogenesis timbulnya gejala-gejala urtikaria. Di kulit, sel mast terdapat di dermis. Selain itu sel mast juga terdapat di pembuluh darah, pembuluh limfe, saraf-saraf, dan organ tubuh.(6) Granul-granul dalam sel mast mengandung histamin, heparin, slow reacting substance of anaphylaxis (SRSA), dan Eosinophile Chemotactic Factor (ECF). Ada 2 macam sel mast yaitu terbanyak sel mast jaringan dan sel mast mukosa. Yang pertama ditemukan sekitar pembuluh darah dan mengandung sejumlah histamin dan heparin. Pelepasan mediator tersebut dihambat kromoglikat yang mencegah influks kalsium ke dalam sel. Sel mast yang kedua ditemukan di saluran cerna dan nafas. Proliferasi sel mast oleh dipicu IL-3 dan IL-4 dan bertambah pada infeksi parasit.(9)&lt;br /&gt;Sel mast akan melepaskan mediator-mediator radang seperti histamin, leukotrin (SRSA), kinin, serotonin, PEG, PAF, dan lain-lain. Pelepasan mediator-mediator radang ini karena rangsangan dari beberapa faktor, antara lain faktor imunologik (reaksi alergi tipe I, II, III, IV, dan genetik yaitu defisiensi C1 esterase inhibitor) dan faktor nonimunologik (bahan kimia pelepas mediator, faktor fisik, efek kolinergik, alkohol, emosi, demam) (1,10). Mediator-mediator yang dilepaskan akan memberikan pengaruh-pengaruh yang berbeda.(12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu mediator yang dilepaskan oleh sel mast yang sangat penting dalam proses timbulnya gejala-gejala pada urtikaria adalah histamin. Ada beberapa mekanisme pelepasan histamin. Faktor-faktor yang telah disebutkan sebelumnya menyebabkan degranulasi sel mast dan melepaskan histamin ke jaringan dan sirkulasi. Histamin menyebabkan kontraksi sel endotel sehingga terjadi kebocoran, dimana cairan berpindah dari intravaskuler ke ekstravaskuler, sehingga timbullah edema.(5)&lt;br /&gt;Bila telah masuk ke dalam kulit, histamin menyebabkan triple response of Lewis, yaitu eritema lokal (vasodilatasi), suatu flare dengan karakteristik eritema di luar batas dari eritema lokal, hingga terbentuk suatu wheal akibat kebocoran cairan vena-vena postkapiler. Pembuluh darah terdiri dari 2 reseptor histamin. Reseptor yang selama ini diteliti adalah H1 dan H2.(5)&lt;br /&gt;Reseptor H1 ketika dirangsang oleh histamin, akan menyebabkan refleks dari akson, vasodilatasi dan pruritus. Perangsangan reseptor H1, melalui saraf sensorik, menyebabkan kontrakasi otot polos pada traktus respiratorius dan gastrointestinal, pruritus, dan bersin. Ketika reseptor H2 dirangsang, terjadi vasodilatasi. Disamping itu reseptor H2 juga terdapat di permukaan membrane dari sel mast dan ketika dirangsang, akan menyebabkan produksi dari histamine. Aktivasi reseptor H2 sendiri akan menyebabkan peningkatan produksi asam lambung. Aktivasi H1 dan H2 bersamaan akan mengakibatkan hipotensi, takikardi, kemerahan, dan sakit kepala.(5,10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAMBARAN KLINIS&lt;br /&gt;Urtikaria merupakan suatu kondisi kulit dengan manifestasi klinik berupa eritema dan edema setempat yang cepat timbul dan menghilang perlahan-lahan, berbatas tegas pada kulit atau membran mukosa, kadang-kadang bagian tengah tampak lebih pucat. Bentuknya dapat papular seperti pada urtikaria akibat sengatan serangga, besarnya dapat lentikular, numular, sampai plakat. Keluhan subyektif biasanya terasa gatal, rasa terbakar, atau tertusuk. (1,3,6)&lt;br /&gt;Berikut adalah tabel gambaran klinis Urtikaria/Angioedema berdasarkan stimulus dan tipe respon:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila mengenai jaringan yang lebih dalam sampai dermis dan jaringan submukosa atau subkutan, juga beberapa alat dalam misalnya saluran cerna dan napas, disebut angioedema. Pada keadaan ini jaringan yang sering terkena adalah muka, disertai sesak nafas, serak dan rinitis. (1,3,6)&lt;br /&gt;Dermografisme, berupa edema dan eritema yang linear di kulit yang terkena goresan benda tumpul, timbul dalam waktu kurang lebih 30 menit. Pada urtikari akibat tekanan, urtika timbul pada tempat yang tertekan, misalnya di sekitar pinggang. Urtikaria kolinergik dapat timbul pada peningkatan suhu tubuh, emosi, makanan yang merangsang dan pekerjaan berat. Biasanya terasa sangat gatal, ukuran lesi bervariasi dari beberapa mm sampai numular dan konfluen membentuk plakat. Serangan berat sering disertai gangguan sistemik seperti nyeri perut, diare, muntah-muntah, dan nyeri kepala. (1,6,8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMERIKSAAN PENUNJANG&lt;br /&gt;A. Pemeriksaan Laboratorium&lt;br /&gt;Pemeriksaan darah, urin, feses rutin.&lt;br /&gt;Pemeriksaan darah, urin, feses rutin untuk menilai ada tidaknya infeksi yang tersembunyi atau kelainan pada alat dalam.(1) Pemeriksaan darah rutin bisa bermanfaat untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit penyerta, misalnya urtikaria vaskulitis atau adanya infeksi penyerta. Pemeriksaan-pemeriksaan seperti komplemen, autoantibodi, elektrofloresis serum, faal ginjal, faal hati, faal hati dan urinalisis akan membantu konfirmasi urtikaria vaskulitis. Pemeriksaan C1 inhibitor dan C4 komplemen sangat penting pada kasus angioedema berulang tanpa urtikaria.(12) Cryoglubulin dan cold hemolysin perlu diperiksa pada urtikaria dingin.(1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tes Alergi&lt;br /&gt;Adanya kecurigaan terhadap alergi dapat dilakukan konfirmasi dengan melakukan tes kulit invivo (skin prick test), pemeriksaan IgE spesifik (radio-allergosorbent test-RASTs) atau invitro yang mempunyai makna yang sama.(6,7,12) Pada prinsipnya tes kulit dan RAST, hanya bisa memberikan informasi adanya reaksi hipersensitivitas tipe I. Untuk urtikaria akut, tes-tes alergi mungkin sangat bermanfaat, khususnya bila urtikaria muncul sebagai bagian dari reaksi anafilaksis. Untuk mengetahui adanya faktor vasoaktif seperti histamine-releasing autoantibodies, tes injeksi intradermal menggunakan serum pasien sendiri (autologous serum skin test-ASST) dapat dipakai sebagai tes penyaring yang cukup sederhana. (7, 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tes Provokasi&lt;br /&gt;Tes provokasi akan sangat membantu diagnosa urtikaria fisik, bila tes-tes alergi memberi hasil yang meragukan atau negatif. Namun demikian, tes provokasi ini dipertimbangkan secara hati-hati untuk menjamin keamanannya. Adanya alergen kontak terhadap karet sarung tangan atau buah-buahan, dapat dilakukan tes pada lengan bawah, pada kasus urtikaria kontak. Tes provokasi oral mungkin diperlukan untuk mengetahui kemungkinan urtikaria akibat obat atau makanan tertentu. (1,7)&lt;br /&gt;Tes eleminasi makanan dengan cara menghentikan semua makanan yang dicurigai untuk beberapa waktu, lalu mencobanya kembali satu demi satu. Pada urtikaria fisik akibat sinar dapat dilakukan tes foto tempel.(12)&lt;br /&gt;Suntikan mecholyl intradermal dapat digunakan pada diagnosa urtikaria kolinergik.(12)&lt;br /&gt;Tes fisik lainnya bisa dengan es atau air hangat apabila dicurigai adanya alergi pada suhu tertentu.(12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pemeriksaan Histopatologik&lt;br /&gt;Perubahan histopatologik tidak terlalu nampak dan tidak selalu diperlukan tetapi dapat membantu diagnosis (1,2). Epidermis pada umumnya normal. Ikatan-ikatan kolagen di retikular dermis terpisah oleh edema dan ada infiltrat inflamasi limfositik perivaskular. Biasanya juga terdapat peningkatan jumlah sel mast.(2)&lt;br /&gt;Infiltrat limfositik ini biasanya ditemukan pada lesi urtikaria akut dan kronik. Beberapa lesi urtikaria mengandung infiltrat seluler campuran, antara lain limfosit, PMN, dan sel inflamasi lainnya. Tipe infiltrat campuran biasanya merupakan karakteristik dari bentuk refraktur dari urtikaria kronik seperti urtikaria mediasi-autoimun.(7)&lt;br /&gt;Biasanya terdapat kelainan berupa pelebaran kapiler di papila dermis, geligi epidermis mendatar, dan serat kolagen membengkak. Pada tingkat permulaan tidak tampak infiltrasi selular dan pada tingkat lanjut terdapat infiltrasi leukosit, terutama disekitar pembuluh darah. (1)&lt;br /&gt;Punch biopsy dengan ukuran 4 mm dapat digunakan membantu diagnosis. Urtikaria dapat juga mencakup kelainan histopatologis yang luas, mulai infiltrasi berbagai macam sel radang yang agak jarang dengan edema dermis yang menonjol disertai infiltrasi sel-sel radang yang relatif banyak. Sel-sel infiltrat tersebut terdiri dari neutrofil, limfosit dan eosinofil. Adanya infiltrat eosinofil, lebih mengarah pada urtikaria alergi.(1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIAGNOSIS&lt;br /&gt;Diagnosis dapat ditegakkan melalui anamnesis, gejala, dan pemeriksaan fisik.&lt;br /&gt;1. Anamnesa&lt;br /&gt;Berdasarkan dari anamnesa pasien, keluhan subyektif biasanya gatal, rasa terbakar, atau tertusuk pada daerah lesi. Selain itu, pasien memiliki alergi terhadap obat dan makanan tertentu, atau pernah mengalami suatu pengalaman yang merupakan salah satu penyebab urtikaria, misalnya pernah mengalami suatu penyakit sistemik atau mengalami trauma psikis kejiwaan atau fisik yang berhubungan dengan suhu maupun tekanan. (1,3,6)&lt;br /&gt;2. Pemeriksaan klinik&lt;br /&gt;Pada pemeriksaan kulit ditemukan&lt;br /&gt;a. Lokalisasi : Pada badan, tapi dapat juga mengenai ekstremitas, kepala dan leher. (11)&lt;br /&gt;b. Efloresensi : Eritema dan edema setempat berbatas tegas, kadang-kadang bagian tengah tampak pucat. Bentuknya dapat papular. Epidermis di sekitar urtikaria normal. (1,6,8)&lt;br /&gt;c. Ukurannya dari beberapa milimeter hingga sentimeter, dapat berbentuk dari lentikular, numular, sampai plakat. Karakteristik lesi berwarna kemerahan dan terasa gatal. (1,8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam membantu diagnosis, perlu pula dilakukan pemeriksaan untuk membuktikan penyebab urtikaria, misalnya: (1,8,12)&lt;br /&gt;- Pemeriksaan darah, urin, dan feses rutin untuk menilai ada tidaknya infeksi yang tersembunyi atau kelainan pada organ dalam.&lt;br /&gt;- Pemeriksaan gigi, telinga-hidung-tenggorok serta usapan vagina perlu untuk menyingkirkan adanya infeksi lokal.&lt;br /&gt;- Pemeriksaan kadar IgE, eosinofil, dan komplemen.&lt;br /&gt;- Tes kulit, meskipun terbatas kegunaannya dapat dipergunakan untuk membantu diagnosis. Uji gores (scratch test) dan uji tusuk (prick test) serta tes intradermal.&lt;br /&gt;- Tes eliminasi makanan&lt;br /&gt;- Pemeriksaan histopatologik&lt;br /&gt;- Tes dengan es (ice cube test) dan air hangat.&lt;br /&gt;- Pada urtikaria fisik akibat sinar dapat dilakukan tes foto tempel.&lt;br /&gt;- Suntikan mecholyl intradermal dapat digunakan pada diagnosa urtikaria kolinergik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIAGNOSIS BANDING&lt;br /&gt;Diagnosis banding pada urtikaria antara lain adalah :&lt;br /&gt;1. Pitiriasis Rosea&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 5. Makula eritema pada Pitiriasis Rosea*&lt;br /&gt;Pitiriasis rosea merupakan suatu penyakit ringan yang menyebabkan peradangan kulit disertai pembentukan sisik berwarna kemerahan. Seperti pada urtikaria, pitiriasis rosea juga sering terjadi pada golongan dewasa muda dan adanya eritema dengan peninggian dan berbatas tegas serta gatal. Bentuknya bisa bulat atau lonjong. Untuk membedakan pitiriasis rosea dari urtikaria, pada urtikaria tidak mempunyai sisik. (1,3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dermatitis Kontak Alergi&lt;br /&gt;Dermatitis kontak alergi adalah dermatitis yang terjadi akibat pajanan ulang dengan bahan dari luar yang bersifat haptenik atau antigenik yang sama, atau mempunyai struktur kimia serupa, pada kulit seseorang yang sebelumnya telah tersensitasi. Persamaan dermatitis kontak alergi dengan urtikaria adalah pada gambaran kliniknya yaitu terjadi eritema dengan peninggian atau pembengkakan. Untuk membedakan dermatitis kontak alergi dari urtikaria, pada anamnesis diketahui adanya kontak dengan alergen seperti nikel, lateks, dan sebagainya beberapa menit atau beberapa jam sebelum timbul gejala eritema tersebut.(1,14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERAPI&lt;br /&gt;Terapi terbaik untuk urtikaria adalah mengobati penyebabnya dan jika memungkinkan menghindari penyebab yang dicurigai.(3,4,12)&lt;br /&gt;Obat lini pertama untuk urtikaria adalah antihistamin antagonis reseptor H1. Obat ini berfungsi untuk mengurangi rasa gatal, serta memendekkan durasi terjadinya eritema dan pembengkakan.(4)&lt;br /&gt;Pengobatan dengan antihistamin pada urtikaria sangat bermanfaat. Cara kerja antihistamin telah diketahui dengan jelas, yaitu menghambat histamin pada reseptor-reseptornya. Berdasarkan reseptor yang dihambat, antihistamin dibagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu antagonis reseptor H1 dan H2. Secara klinis dasar pengobatan pada urtikaria difokuskan pada efek antagonis terhadap histamin pada reseptor H1 namun efektivitas tersebut acapkali berkaitan dengan efek samping farmakologik, yaitu sedasi. Dalam perkembangannya terdapat antihistamin baru yang berkhasiat terhadap reseptor H1 tetapi nonsedatif, golongan ini disebut antihistamin nonklasik.(4)&lt;br /&gt;Antihistamin Klasik sebaiknya tidak digunakan sebagai monoterapi tetapi sebaiknya dikombinasikan dengan antihistamin nonklasik. Biasanya antihistamin nonklasik diberikan pada siang hari dan klasik antihistamin diberikan pada malam hari. Antihistamin antagonis reseptor H1 klasik dengan kerja singkat seperti hidroksizina dihidroklorida, terdapat dalam bentuk tablet dan sirup diberikan dengan dosis 50-100 mg per hari pada dewasa, sedangkan untuk anak berumur di bawah 6 tahun dengan dosis 50 mg perhari, anak diatas umur 6 tahun dengan dosis 50-100 mg per hari dengan dosis terbagi. Penggunaan obat ini sebaiknya dihindari pada kehamilan trimester pertama. Disamping itu dapat diberikan antihistamin antagonis reseptor H1 kerja panjang (long acting) seperti difenhidramina diberikan dengan dosis 25-50 mg perhari dan dosis pada anak 5 mg/kgBB perhari dengan dosis maksimal 300 mg perhari.(4,7)&lt;br /&gt;Berikut adalah bagan manajemen terapi untuk kronik urtikaria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROGNOSIS&lt;br /&gt;Urtikaria akut prognosisnya lebih baik karena penyebabnya cepat dapat diatasi. Kebanyakan kasus dapat disembuhkan dalam 1-4 hari. Urtikaria kronik lebih sulit diatasi karena penyebabnya sulit dicari. Hal ini juga tergantung dari penyebab dari urtikaria itu sendiri. (1,7,15)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;Urtikaria adalah reaksi vaskuler di kulit akibat faktor imunologik dan non-imunologik, biasanya ditandai dengan edema setempat yang timbul mendadak dan menghilang perlahan-lahan. Urtikaria dapat terjadi pada semua umur. Penyebabnya yaitu faktor imunologik (reaksi hipersensitivitas tipe I, II, III, IV, dan genetik) dan faktor non-imunologik (bahan kimia pelepas mediator, faktor fisik, efek kolinergik, alkohol, emosi, demam). Gejala yang timbul biasanya berupa edema setempat yang eritem, kemudian biasanya disertai gatal. Pengobatan yang selama ini diberikan sesuai dengan kausa dan diberikan juga anti histamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Aishah S. Urtikaria. ln:Djuanda A, Hamzah Mochtar, Aisah S, eds. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Tempat. Indonesia: Balai Penerbit FKUI Jakarta; 2007.p.169-81&lt;br /&gt;2. Arnold H L, Odom R B, James W D. Urticaria in : Andrew’s Disease of the Skin Clinical Dermatology. USA: WB Saunders; 1990.p.1147-57&lt;br /&gt;3. Moschella S L, Hurley H J. Disorder of immunity hypersensitivity and inflammation in : Dermatology 3rd Edition. USA: W.B.Saunders Company; 1992.p.286-301.&lt;br /&gt;4. Grattan C, Black A. Urticaria and Angioedema. ln:Horn D, Mascaro J, Saurat J, Mancini A, Salasche S, Stingl G,eds. Dermatology Volume One. Inggris: Mosby; 2003.p. 287-302&lt;br /&gt;5. Habif T P. Urticaria and Angioedema in : Clinical Dermatology 4th Edition A color Guide To diagnosis and therapy . London: Mosby; 2004.p.129-59.&lt;br /&gt;6. Soter N A . Urticaria and Angioedema in : Fitzpatrick Dermatology in General Medicine 5th Edition Volume One . New York: McGraw Hill;1999.p.1409-19.&lt;br /&gt;7. Sheikh J. Urticaria . ( Online ). (2007 ). ( 22 screens ). Available from : URL:http://www.emedicine.com. Accessed on : 05/06/2008.&lt;br /&gt;8. Orkin M, Maibach H I, Dahl M V. Urticaria and Angioedema in : Dermatology 1st Edition . Minessota. Prentice Hall Intternational Inc. 1991 : 417-21.&lt;br /&gt;9. Baratawidjaja K. Imunologi Dasar. Indonesia: Balai Penerbitan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2004.p.46-48&lt;br /&gt;10. Linscott M S. Urticaria. ( Online ). ( 2008 ). ( 19 screens ), Available from : URL:http://www.emedicine.com . Accessed on : 05/06/2008.&lt;br /&gt;11. Siregar R S. Urtikaria dalam : Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit edisi 2. Jakarta: EGC; 2003.p.124-26.&lt;br /&gt;12. Baskoro A, Soegiarto G, Effendi C, Konthen PG. Urtikaria dan Angioedema dalam : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: FKUI; 2006.p.257-61.&lt;br /&gt;13. Stulberg D L, Wolfrey J. Pityriasis Rosea. ( Online ).( 2004 ) ( 17 screens ) . Available from : www.american familyphysician.com. Accessed on : 05/06/2008.&lt;br /&gt;14. Anonymous. Allergic Contact Dermatitis ( Online ). (2008).(4 screens ). Available from : URL:http://www.dermnetNZ.com. Accessed on ; 05/06/2008.&lt;br /&gt;15. Brown R G, Burns T. Berbagai Kelainan Eritematous dan Papuloskuamosa serta Penyakit Kulit akibat Sinar Matahari dalam : Lecture notes dermatologi edisi 8 terjemahan. Jakarta: Penerbit Erlangga;2006.p.151-53.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-96169129217098444?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/lXCPYl70HJE" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-15T23:34:04.229+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2010/10/urtikaria.html</feedburner:origLink></item><item><title>Keracunan Sianida</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/aeSsgxynKUw/keracunan-sianida.html</link><category>kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (mbah bejo)</author><pubDate>Fri, 15 Oct 2010 08:53:55 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-2812913905536664510</guid><description>. PENDAHULUAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sianida adalah zat beracun yang sangat mematikan. Sianida telah digunakan sejak ribuan tahun yang lalu. Efek dari sianida ini sangat cepat dan dapat mengakibatkan kematian dalam jangka waktu beberapa menit.(1,2)&lt;br /&gt;Bentuk-bentuk sianida bisa berupa : (2)&lt;br /&gt;1. Inorganic cyanide : Hidrogen sianida (HCN)&lt;br /&gt;2. Cyanide salts ( garam sianida) : Potasium sianida (KCN), sodium sianida (NaCN), calcium sianida (Ca(CN)2&lt;br /&gt;3. Metal cyanide (logam sianida) : potasim silver cyanide ( C2AgN2K), gold(I) cyanide (AuCN), mercury cyanide (Hg(CN)2), zinc cyanide (Zn(CN)2, lead cyanide (Pb(CN)2&lt;br /&gt;4. Metal cyanide salts : sodium cyanourite&lt;br /&gt;5. Cyanogens halides : Cyanogen klorida (CClN), cyanogen bromide (CBrN)&lt;br /&gt;6. Cyanogens : Cyanogen (CN)2&lt;br /&gt;7. Aliphatic nitriles : Acetonitrile (C2H3N), acrylonitrile (C3H3N), butyronitrile ( C4H7N), propionitrile (C3H5N)&lt;br /&gt;8. Cyanogens glycosides : Amygdalin ( C20H27NO11), linamarin (C10H17NO6)&lt;br /&gt;Sianida bisa berupa gas berwarna seperti hydrogen cyanide (HCN) atau cyanogen chloride (CNCl), dapat juga berbentuk kristal seperti sodium cyanide (NaCN) or potassium cyanide (KCN). Kadang- kadang sianida berbau seperti “bitter almond”, tapi sianida tidak selalu berbau, dan tidak semua orang yang bisa mendeteksi bau sianida.(3). &lt;br /&gt;Hidrogen sianida disebut juga formonitrile, sedang dalam bentuk cairan dikenal sebagai asam prussit dan asam hidrosianik. Hidrogen sianida pada suhu di bawah 780 F berbentuk cairan tidak berwarna atau dapat juga berwarna biru pucat. Pada suhu yang lebih tinggi berbentuk gas yang tidak berwarna. Bersifat volatile dan mudah terbakar. Hidrogen sianida dapat berdifusi baik dengan udara dan bahan peledak. Hidrogen sianida sangat mudah bercampur dengan air sehingga sering digunakan. Bentuk lain ialah sodium sianida dan potassium sianida yang berbentuk serbuk dan berwarna putih.(4,5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 1. Sifat kima, fisika, dan biologi dari sianida&lt;br /&gt;Hydrogen sianida Cyanogen chloride&lt;br /&gt;Titik didih 25,70C 12,90C&lt;br /&gt;Tekanan uap air/udara 740mmHg 1,000mmHg&lt;br /&gt;Densitas:&lt;br /&gt;Udara&lt;br /&gt;Cair&lt;br /&gt;Padat &lt;br /&gt;0.99 pada 20°C&lt;br /&gt;0.68 g/mL pada 25°C &lt;br /&gt;2.1&lt;br /&gt;1.18 g/mL pada 20°C&lt;br /&gt;Crystal: 0.93 g/mL pada–40°C&lt;br /&gt;Daya uap 1.1 x 106 mg/m3 pada25°C 2.6 x 106 mg/m3 pada 12.9°&lt;br /&gt;Bentuk dan bau Gas dan berbau seperti “bitter almond” Gas atau cairan tidak berwarna&lt;br /&gt;Daya larut:&lt;br /&gt;Dalam air&lt;br /&gt;Dalam bahan pelarut yang lain &lt;br /&gt;Komplit pada suhu 250C&lt;br /&gt;Dapat dicampur sempurna pada bahan pelarut organik lainnya &lt;br /&gt;6.9 g/100 mLpada 20°C&lt;br /&gt;Bisa dicampur dengan bahan organik lainnya tapi campurannya tidak stabil&lt;br /&gt;Deteksi ICAD; M254A1 kit M256A1 kit&lt;br /&gt;Lama hidup:&lt;br /&gt;Dalam tanah&lt;br /&gt;Pada materiel &lt;br /&gt;&lt; 1 jam&lt;br /&gt;Rendah &lt;br /&gt;Tidak tahan lama&lt;br /&gt;Tidak tahan lama&lt;br /&gt;Dekontaminasi pada kulit bila terkena Dengan air atau dengan air sabun Dengan air atau dengan air sabun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. PENGGUNAAN SIANIDA&lt;br /&gt;Sianida dalam dosis rendah dapat ditemukan di alam dan ada pada setiap produk yang biasa kita makan atau gunakan. Sianida dapat diproduksi oleh bakteri, jamur dan ganggang.. Adapun penggunaan sianida adalah (2,6)&lt;br /&gt;1. Pada perindustrian dan pekerjaan &lt;br /&gt;• Pemadam kebakaran&lt;br /&gt;• Industri karet&lt;br /&gt;• Industri plastic&lt;br /&gt;• Industri kulit&lt;br /&gt;• Pertambangan&lt;br /&gt;• Penyepuhan dengan listrik(electroplating)&lt;br /&gt;• Pengelasan&lt;br /&gt;• Petugas laboratorium dan ahli kimia&lt;br /&gt;• Pekerja yang menggunakan pestisida&lt;br /&gt;• Pengasapan&lt;br /&gt;• Industri kertas&lt;br /&gt;2. Sumber lain yang juga berpotensi sebagai sumber sianida:&lt;br /&gt;• Pembersih kuteks&lt;br /&gt;• Bahan pelarut(aliphatic nitriles)&lt;br /&gt;• Asap rokok&lt;br /&gt;• Buah-buahan seperti apricot, cherry, apel, tanaman tertentu seprti bambu, singkong, almond, bayam, kacang, tepung tapioka&lt;br /&gt;• Asap kendaraan bermotor&lt;br /&gt;• Hasil pembakaran dari material sintetik seperti plastik(buku medical toksikology)&lt;br /&gt;3. Penggunaan pada militer&lt;br /&gt;Pada zaman kejayaan kerajaan Romawi, sianida digunakan sebagai senjata. Sianida sebagai komponen yang sangat mematikan digunakan untuk meracuni angota keluarga kerajaan dan orang-orang yang dianggap dapat mengganggu keamanan. Tidak itu saja, Napoleon III mengusulkan untuk menggunakan sianida pada bayonet pasukannya Selama perang dunia pertama, Perancis menggunakan asam hidrosianik yang berbentuk gas. Tetapi racun sianida yang berbentuk gas ini mempunyai efek yang kurang mematikan dibandingkan dengan bentuk cairnya.(1)&lt;br /&gt;Sementara itu, pihak Jerman sendiri pada waktu itu telah melengkapi pasukannya dengan masker yang dapat menyaring gas tersebut. Karena kurang efektifnya penggunaan gas ini, maka pada tahun 1916 Perancis mencoba jenis sianida gas lainnya yang mempunyai berat molekul yang lebih berat dari udara, lebih mudah terdispersi dan mempunyai efek kumulatif. Zat yang digunakan adalah Cyanogen chlorida, yang dibentuk dari potassium sianida. Racun jenis ini sudah cukup efektif pada konsentrasi yang rendah karena sudah bisa mengiritasi mata dan paru. Pada konsentrasi yang tinggi dapat mengakibatkan paralysis hebat pada sistem pernafasan dan sistem saraf pusat.(1)&lt;br /&gt;Dilain pihak, Austria ketika itu juga mengeluarkan gas beracun yang berasal dari potassium sianida dan bromin. Zat ini kemudian disebut sianogen bromida yang mempunyai efek iritasi yang sangat kuat pada konjungtiva mata dan pada mukosa saluran pernafasan. Selama perang dunia ke II, Nazi Jerman menggunakan asam hidrosianik yang disebut mereka Zyklon B untuk menghabisi ribuan rakyat sipil dan tentara musuh.!,3)&lt;br /&gt;Adapun sianida yang digunakan oleh militer NATO (North American Treaty Organization) adalah yang jenis cair yaitu asam hidrosianik (HCN).(1,5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. ASAL PAPARAN SIANIDA&lt;br /&gt;1. Inhalasi&lt;br /&gt;Sisa pembakaran produk sintesis yang mengandung karbon dan nitrogen seperti plastik akan melepaskan sianida. Rokok juga mengandung sianida, pada perokok pasif dapat ditemukan sekitar 0.06µg/mL sianida dalam darahnya, sementara pada perokok aktif ditemukan sekitar 0.17 µg/mL sianida dalam darahnya. Hidrogen sianida sangat mudah diabsorbsi oleh paru, gejala keracunan dapat timbul dalam hitungan detik sampai menit. Ambang batas minimal hydrogen sianida di udara adalah 0,02-0,20 g/ml tetapi angka ini belum dapat memastikan konsentrasi sianida yang berbahaya bagi orang disekitarnya. Selain itu, gangguan dari saraf-saraf sensoris pernafasan juga sangat terganggu. Berat jenis hidrogen sianida lebih ringan dari udara sehingga lebih cepat terbang ke angkasa.(1,5,6)&lt;br /&gt;Anak-anak yang terpapar hidrogen sianida dengan tingkat yang sama pada orang dewasa akan terpapar hidrogen sianida yang jauh lebih tinggi.&lt;br /&gt;2. Mata dan kulit&lt;br /&gt;Paparan hidrogen sianida dapat menimbulkan iritasi pada mata dan kulit. Muncul segera setelah paparan atau paling lambat 30 sampai 60 menit. Kebanyakan kasus disebabkan kecelakaan pada saat bekerja sehingga cairan sianida kontak dengan kulit dan meninggalkan luka bakar.(2,5,6)&lt;br /&gt;3. Saluran pencernaan (ingested)&lt;br /&gt;Tertelan dari hidrogen sianida sangat fatal. Karena sianida sangat mudah masuk ke dalam saluran pencernaan. Tidak perlu melakukan atau merangsang korban untuk muntah, karena sianida sangat cepat berdifusi dengan jaringan dalam saluran pencernaan.(2,5,6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. PATOFISIOLOGI&lt;br /&gt;Walaupun sianida dapat mengikat dan menginaktifkan beberapa enzim, tetapi yang mengakibatkan timbulnya kematian atau timbulnya histotoxic anoxia adalah karena sianida mengikat bagian aktif dari enzim sitokrom oksidase sehingga akan mengakibatkan terhentinya metabolisme sel secara aerobik. Sebagai akibatnya hanya dalam waktu beberapa menit akan mengganggu transmisi neuronal. Sianida dapat di buang melalui beberapa proses tertentu sebelum sianida berhasil masuk kedalam sel. Proses yang paling berperan disini adalah pembentukan dari cyanomethemoglobin (CNMetHb), sebagai hasil dari reaksi antara ion sianida (CN–) dan MetHb.(1,7)&lt;br /&gt;Selain itu juga, sianida dapat dibuang dengan adanya(1)&lt;br /&gt;• Ikatan dengan endothelial-derived relaxing factor (EDRF) dalam hal ini adalah asam nitirit.&lt;br /&gt;• Bahan-bahan metal seperti emas, molibdenum atau komponen organik seperti hidrokobalamin sangat efektif mengeliminasi sianida dari dalam sel.&lt;br /&gt;• Terakhir kali, albumin dapat merangsang kerja enzim dan menggunakan sulfur untuk mengikat sianida.&lt;br /&gt;Sianida dapat dengan mudah menembus dinding sel. Oleh karena itu pihak militer sering menggunakan racun sianida walaupun secara inhalasi, memakan atau menelan garam sianida atau senyawa sianogenik lainnya. Karena sianida ini sebenarnya telah ada di alam walaupun dalam dosis yang rendah, maka tidak heran jika kebanyakan hewan mempunyai jalur biokimia intrinsik tersendiri untuk mendetoksifikasi ion sianida ini. Jalur terpenting dari pengeluaran sianida ini adalah dari pembentukan tiosianat (SCN-) yang diekresikan melalui urin. Tiosianat ini dibentuk secara langsung sebagai hasil katalisis dari enzim rhodanese dan secara indirek sebagai reaksi spontan antara sianida dan sulfur persulfida.(1,8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. FARMAKOKINETIK DAN FARMAKODINAMIK&lt;br /&gt;Seseorang dapat terkontaminasi melalui makanan, rokok dan sumber lainnya. Makan dan minum dari makanan yang mengandung sianida dapat mengganggu kesehatan. Setelah terpapar, sianida langsung masuk ke dalam pembuluh darah. Jika sianida yang masuk ke dalam tubuh masih dalam jumlah yang kecil maka sianida akan diubah menjadi tiosianat yang lebih aman dan diekskresikan melalui urin. Selain itu, sianida akan berikatan dengan vitamin B12. Tetapi bila jumlah sianida yang masuk ke dalam tubuh dalam dosis yang besar, tubuh tidak akan mampu untuk mengubah sianida menjadi tiosianat maupun mengikatnya dengan vitamin B12.(1,5)&lt;br /&gt;Jumlah distribusi dari sianida berubah-ubah sesuai dengan kadar zat kimia lainnya di dalam darah. Pada percobaan terhadap gas HCN pada tikus didapatkan kadar sianida tertinggi adalah pada paru yang diikuti oleh hati kemudian otak. Sebaliknya, bila sianida masuk melalui sistem pencernaan maka kadar tertinggi adalah di hati. Sianida juga mengakibatkan banyak efek pada sistem kardiovaskuler, termasuk peningkatan resistensi vaskuler dan tekanan darah di dalam otak. Penelitian pada tikus membuktikan bahwa garam sianida dapat mengakibatkan kematian atau juga penyembuhan total. Selain itu, pada sianida dalam bentuk inhalasi baru menimbulkan efek dalam jangka waktu delapan hari. Bila timbul squele sebagai akibat keracunan sianida maka akan mengakibatkan perubahan pada otak dan hipoksia otak dan kematian dapat timbul dalam jangka waktu satu tahun.(1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. TOKSISITAS&lt;br /&gt;Tingkat toksisitas dari sianida bermacam-macam. Dosis letal dari sianida adalah;(1,2,9)&lt;br /&gt;• Asam hidrosianik sekitar 2,500–5,000 mg•min/m3&lt;br /&gt;• Sianogen klorida sekitar 11,000 mg•min/m3.&lt;br /&gt;• Perkiraan dosis intravena 1.0 mg/kg,&lt;br /&gt;• Perkiraan dalam bentuk cairan yang mengiritasi kulit 100 mg/kg.&lt;br /&gt;• Perkiraan dalam bentuk oral 1,52mg/kg&lt;br /&gt;• Ada juga yang melaporkan kematian bisa terjadi pada dosis 200-300 ppm. Dosis 110-135 ppm bisa mengakibatkan kefatalan setelah terpapar 30-60 menit, sedangkan pada konsentrasi 45-54 ppm sianida masih bisa ditoleransi oleh tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII. GEJALA KLINIS&lt;br /&gt;Efek utama dari racun sianida adalah timbulnya hipoksia jaringan yang timbul secara progresif. Gejala dan tanda fisik yang ditemukan sangat tergantung dari;(1)&lt;br /&gt;• Dosis sianida&lt;br /&gt;• Banyaknya paparan&lt;br /&gt;• Jenis paparan&lt;br /&gt;• Tipe komponen dari sianida&lt;br /&gt;Sianida dapat menimbulkan banyak gejala pada tubuh, termasuk pada tekanan darah, penglihatan, paru, saraf pusat, jantung, sistem endokrin, sistem otonom dan sistem metabolisme. Biasanya penderita akan mengeluh timbul rasa pedih dimata karena iritasi dan kesulitan bernafas karena mengiritasi mukosa saluran pernafasan. Gas sianida sangat berbahaya apabila terpapar dalam konsentrasi tinggi. Hanya dalam jangka waktu 15 detik tubuh akan merespon dengan hiperpnea, 15 detik setelah itu sesorang akan kehilangan kesadarannya. 3 menit kemudian akan mengalami apnea yang dalam jangka waktu 5-8 menit akan mengakibatkan aktifitas otot jantung terhambat karena hipoksia dan berakhir dengan kematian.(1,9)&lt;br /&gt;Dalam konsentrasi rendah, efek dari sianida baru muncul sekitar 15-30 menit kemudian, sehingga masih bisa diselamatkan dengan pemberian antidotum.&lt;br /&gt;Tanda awal dari keracunan sianida adalah;(1,9)&lt;br /&gt;• Hiperpnea sementara,&lt;br /&gt;• Nyeri kepala,&lt;br /&gt;• Dispnea&lt;br /&gt;• Kecemasan&lt;br /&gt;• Perubahan perilaku seperti agitasi dan gelisah&lt;br /&gt;• Berkeringat banyak, warna kulit kemerahan, tubuh terasa lemah dan vertigo juga dapat muncul.&lt;br /&gt;Tanda akhir sebagai ciri adanya penekanan terhadap CNS adalah koma dan dilatasi pupil, tremor, aritmia, kejang-kejang, koma penekanan pada pusat pernafasan, gagal nafas sampai henti jantung, tetapi gejala ini tidak spesifik bagi mereka yang keracunan sianida sehingga menyulitkan penyelidikan apabila penderita tidak mempunyai riwayat terpapar sianida.(1,9)&lt;br /&gt;Karena efek racun dari sianida adalah memblok pengambilan dan penggunaan dari oksigen, maka akan didapatkan rendahnya kadar oksigen dalam jaringan. Pada pemeriksaan funduskopi akan terlihat warna merah terang pada arteri dan vena retina karena rendahnya penghantaran oksigen untuk jaringan. Peningkatan kadar oksigen pada pembuluh darah vena akan mengakibatkan timbulnya warna kulit seperti “cherry-red”, tetapi tanda ini tidak selalu ada(1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIII. PENEMUAN OTOPSI PADA KERACUNAN SIANIDA&lt;br /&gt;Sianida bereaksi melalui hubungan dengan atom besi ferri dari sitokrom oksidase yang mencegah pengambilan oksigen untuk pernafasan sel. Sianida tidak dapat disatukan langsung dengan hemoglobin, tapi dapat disatukan oleh intermediary compound methemoglobin. Sianida cukup korosif diantara alkali lainnya, dapat menyebabkan kerusakan jaringan setempat yang tidak berhubungan dengan keracunan yang lebih umum melalui inhibisi enzim.(10)&lt;br /&gt;Dari luar, ada banyak variasi dalam penampilanya. Yang klasik, lebam mayat dikatakan menjadi berwarna merah bata, sesuai dengan kelebihan oksi hemoglobin (karena jaringan dicegah dari penggunaan oksigen) dan ditemukannya sianmethemoglobin. Banyak deskripsi lebam mayat yang mengarah pada kulit yang berwarna merah muda gelap atau bahkan merah terang, terutama bergantung pada daerahnya, yang mana dapat dibingungkan dengan karboksi hemoglobin. Pada beberapa kasus telah ditunjukkan gambaran lebam mayat sianotik gelap, yang mungkin disebabkan kurangnya oksigen dalam sel darah merah oleh karena terjadi kelumpuhan otot-otot pernafasan. Mungkin tidak ada tanda-tanda eksternal yang lain disamping warna kulit dan kemungkinan muntahan hitam disekitar bibir.(10)&lt;br /&gt;Mungkin bau sianida ada pada tubuh dan dapat dikenal, tapi perlu diketahui bahwa banyak orang tidak bisa mendeteksi bau ini, kemampuan menciumnya berhubungan dengan genetik ( bukan berdasarkan pengalaman ). Ini penting diketahui oleh ahli patologi dan pegawai kamar mayat, bahwa keracunan sianida dapat membawa resiko. (10)&lt;br /&gt;Di dalam jaringan mungkin juga menjadi berwarna merah muda terang disebabkan karena oksi-hemaglobin yang tidak dapat digunakan oleh jaringan - yang mungkin lebih umum terjadi dari pada karena sianmethemoglobin. Garis perut dapat mengalami kerusakan hebat dan terlihat menutupi permukaan, dan dapat terdapat resapan darah pada lekukan mukosa. Ini terutama disebabkan kekuatan alkali yang kuat dari hidrolisa garam-garam natrium dan kalium sianida. Hidrogen sianida itu sendiri menyebabkan kerusakan yang tidak seperti itu. Dalam sedikitnya kasus yang berat, garis perut akan ditandai dengan striae berwarna merah gelap, yang mana rugae telah menutupinya ketika melewati lekukan diantaranya yang relatif tidak merusak. &lt;br /&gt;Perut dapat berisi darah maupun rembesan darah akibat erosi maupun pendarahan di dinding perut. Jika sianida berada dalam larutan encer, mungkin ada sedikit kerusakan pada perut, terpisah dari warna merah muda pada mukosa dan mungkin beberapa pendarahan berupa petechiae. Mungkin juga sianida tersebut menjadi kristal / bubuk putih yang tidak dapat larut, dengan bau seperti almond.&lt;br /&gt;Seperti kematian yang biasanya berlangsung cepat, sedikit bagian dari sianida dapat sudah melewati masuk ke dalam sel cerna. Oesuphagus dapat mengalami kerusakan, terutama pada bagian mukosa oesophagus, yang bisa mengalami perubahan post mortem dari regurgitasi isi perut melalui relaksasi sphincter jantung setelah mati. &lt;br /&gt;Darah yang mengandung sianida pada postmortem sedikit lebih rendah daripada premortem, ini dihubungkan dengan penguapan, formasi tiosinat atau jaringan ikat. Kadar darah postmortem pada korban yang meninggal akibat keracunan sianida akut dilaporkan mencapai 1,1-53g/ml setelah ditelan dan 1-15g/ml setelah dihisap. Sianida juga bisa diperiksa pada sampel jaringan postmortem.(2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IX. PEMERIKSAAN LABORATORIUM&lt;br /&gt;Sianida bisa diukur dalam plasma, sel darah merah, darah lengkap atau urin. Dari pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya penurunan tekanan partial oksigen (PO2) dengan adanya asidosis laktat. Pemeriksaan darah dan urin sangat penting pada mereka yang sering terpapar agen ini. Selain itu juga, pemeriksaan ini akan menentukan pemberian jenis terapi. Konsentrasi sianida dalam darah sangat berhubungan dengan gejala klinis yang akan ditimbulkannya.(1,2)&lt;br /&gt;Karena sel darah merah banyak mengandung sianida di dalam darahnya, maka pemeriksaan seluruh komposisi darah sangat diperlukan. Hal ini cukup sulit dilakukan karena waktu paruh sianida yang pendek sehingga kandungan sianida dalam darah dengan cepat dapat berkurang. Oleh sebab itu, faktor waktu dan kondisi tempat penyimpanan sangat penting dalam menentukan hasil pemeriksaan(1,7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;X. TERAPI&lt;br /&gt;Prinsip pertama dari terapi ini adalah mengeliminasi sumber-sumber yang terus-menerus mengeluarkan racun sianida. Pertolongan terhadap korban keracunan sianida sangat tergantung dari tingkat dan jumlah paparan dengan lamanya waktu paparan.(1,11)&lt;br /&gt;• Segera menjauh dari tempat atau sumber paparan. Jika korban berada di dalam ruangan maka segera keluar dari ruangan.&lt;br /&gt;• Jika tempat yang menjadi sumber, maka sebaiknya tetap berada di dalam ruangan. Tutup pintu dan jendela, matikan pendingin ruangan, kipas maupun pemanas ruangan sampai bantuan datang.&lt;br /&gt;• Cepat buka dan jauhkan semua pakaian yang mungkin telah terkontaminasi oleh sianida. Letakkan pakaian itu di dalam kantong plastik, ikat dengan kuat dan rapat. Jauhkan ke tempat aman yang jauh dari manusia, terutama anak-anak.&lt;br /&gt;• Segera cuci sisa sianida yang masih melekat pada kulit dengan sabun dan air yang banyak. Jangan gunakan pemutih untuk menghilangkan sianida.&lt;br /&gt;Tindakan pertama adalah segera cari udara segar. Jika berada di dekat balai pengobatan tertentu maka dapat diberikan oksigen murni. Berikan antidotum seperti sodium nitrite dan sodium thiosulfat untuk mencegah keracunan yang lebih serius. Bila korban dalam keadaan tidak sadar maka harus segera ditatalaksana di rumah sakit karena bila terlambat dapat berakibat kematian.(5)&lt;br /&gt;Penggunaan oksigen hiperbarik untuk mereka yang keracunan sianida masih sering dipakai. Penambahan tingkat ventilasi oksigen ini akan meningkatkan efek dari antidotum. Asidosis laktat yang berasal dari metabolisme anaerobik dapat diterapi dengan memberikan sodium bikarbonat secara intravena dan bila pendertia gelisah dapat diberikan obat-obat antikonvulsan seperti diazepam. Perbaikan perfusi jaringan dan oksigenisasi adalah tujuan utama dari terapi ini. Selain itu juga, perfusi jaringan dan tingkat oksigenisasi sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan pemberian antidotum. Obat vasopressor seperti epinefrin bila timbul hipotensi yang tidak memberi respon setelah diberikan terapi cairan. Berikan obat anti aritmia bila terjadi gangguan pada detak jantung. Setelah itu berikan sodium bikarbonat untuk mengoreksi asidosis yang timbul.(1,11)&lt;br /&gt;Cara kerja obat-obatan diatas adalah dengan menghambat pembentukan ikatan sianida pada sitokrom oksidase dengan bantuan methemoglobin. Methemoglobin akan mengikat sianida dan membuangnya dari dalam sel maupun cairan ekstra seluler. Salah satu keterbatasan mengenai antidotum ini adalah hanya berdasar dari eksperimen menggunakan hewan. Karena itu cukup sulit untuk menilai keberhasilannya pada manusia. Selain itu juga, penelitian ini tidak dibuat bila sedang berada dalam situasi yang besifat emergensi.(1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;XI. DIAGNOSIS BANDING &lt;br /&gt;Diagnosis banding dari keracunan sianida adalah keracunan CO karena sama-sama memberikan gambaran cherry red pada lebam mayat. Akan tetapi cherry red pada kasus keracunan sianida ini terjadi karena ikatan sianida dengan methemoglobin, sehingga produksi oksigen meningkat dalam tubuh( oksigen tidak aktif dalam jaringan), inilah yang memberikan warna cherry red pada kulit, sedangkan gambaran cherry red pada keracunan CO disebabkan karena ikatan yang lebih kuat antara CO dengan Hb dibandingkan ikatan antara Hb dengan oksigen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;XII. ASPEK MEDIKOLEGAL&lt;br /&gt;Pemeriksaan forensik dalam kasus keracunan dapat dibagi dalam dua kelompok, yaitu atas dasar dari tujuan pemeriksaan itu sendiri. Yang pertama bertujuan untuk mencari penyebab kematian, yang kedua untuk mengetahui suatu peristiwa.(12)&lt;br /&gt;Biasanya racun bias diunakan untuk membunuh tapi keracunan bias terjadi secara tidak sengaja pada pekerja yang sering terpapar dengan sianida.(13)&lt;br /&gt;Pasal 133(1) KUHAP : Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka, keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana, ia berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter atau ahli lainnya.(12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAMBAHAN PATOFISIOLOGIS DAN GEJALA KLINIS DIAMBVIL DARI RFERENSI NO 1:&lt;br /&gt;Keterangan dari gambar pada referensi no 1 hal 275:&lt;br /&gt;Sianida bisa dipindahkan dengan beberapa proses sebelum memasuki sel. Kemunkinan proses yang paling penting adalah formasi dari sianomethemoglobin, yang terbentuk jika ion CN bereaksi dengan MetHb. MetHb terbentuk bila Hb bereaksi dengan berbagai macam variasi dari oksidant seperti (nitrite, dimethylaminopheno(DMAP), dan p-aminopropiophenone(PAPP)). Sianida bisa berikatan dengan endothelial-derived relaxing factor(EDRF,yang dipikirkan menjadi nitric oxide). Sianida bisa bertentangan dengan aksi dari carbonic anhydrase dan pH yang rendah, dengan demikian menurunkan konsentrasi dari CN di daerah ekstraselular. Logam berat( seperti gold, molybdenum, atau cobalt salts) atau komponen organik( seperti hidroksikobalamin) bisa membersihkan(detoksifikasi) CN, dimana secara efektif memindahkan CN dari sel. Akhirnya, albumin memperlihatkan sifat seperti enzim dan menggunakan ikatan element sulfur utuk mendetox CN. Secara teori juga mungkin bisa mencegah masuknya CN ke sel dengan memblok mekanisme transpor dengan suatu sbstansi seperti DIDS. &lt;br /&gt;Paling tidak ada 4 enzim intaseluler yang berpengaruh pada proses detoksifikasi CN. &lt;br /&gt;Beberpa reaksi mungkin bisa memperbaiki keracunan CN. Rangsangan metabolisme respirasi bisa memasuki sel dan menstimulasi produksi ATP melalui perbaikan jalur ATP atau substansi tambahan atau mekanisme radikal bebas. Hiperbarik oksigen atau oksigen bis amengurangi keracunan CN dengan cara bersaing dengan CN pada beberapa tempat( seperti sitokrom oksidase pada mitokondria yang menjadi tempat berikatan yang utama bagi CN). Reaksi lain yang mungkin terjadi adalah formasi dari cyanohydrin dengan alpha keto acid, pemblokan dari nitit, dan reaksi dari tempat yang lain(tempat dimana CN bisa berikatan) seperti myoglobin, sitokrom b5, atau komponen electron transport sistem(ETS) yang lain( seperti dinitropheno(DNP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan bagan gejala klinis dari referensi 1 hal 276:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Baskin SI, Brewer TG. Cyanide Poisoning. Chapter 10. Pharmacology Division. Army Medical Research Institute of Chemical Defense, Aberdeen Proving Ground, Maryland. USA. Available from: www.bordeninstitute.army.mil/cwbw/Ch10.pdf. [Access on: 24th Februari 2008].&lt;br /&gt;2. Erdman AE. Cyanide. In: Dart RC. Medical Toxicology.Third edition. USA: A Wolters Kluwer Company.2004. p: 1155-66.&lt;br /&gt;3. Anonymus. Fact About Cyanide.C. Departement Of Health and Human Service. Center for Disease Control and Prevention. 2003. Available from: www.bt.cdc.gov/agent/cyanide/basics/pdf/cyanide-facts.pdf. [Access on: 24th Februari 2008].&lt;br /&gt;4. Anonymus. Hydrogen Cyanide (HCN).UN. available from : www.atsdr.cdc.gov/mhmi/mmg8.pdf. [Access on: 24th Februari 2008].&lt;br /&gt;5. Centers for Disease Control and Prevention. The Facts About Cyanides. New York State Department Of Health. New York. 2004. Available from: www.health.state.ny.us/nysdoh/bt/chemical_terrorism/docs/cyanide_general.pdf. . [Access on: 24th Februari 2008].&lt;br /&gt;6. Leybell I. Toxicity, Cyanide. Available on : : http://emedicine.org/html. [Access on: 24th Februari 2008].&lt;br /&gt;7. Agency for Toxic Substances and Disease Registry. Cyanide. Division of Toxicology and Environmental Medicine. Atlanta. 2006. Available from: www.atsdr.cdc.gov/tfacts8.pdf. [Access on: 24th Februari 2008].&lt;br /&gt;8. Alcorta R, Facep MD, Smoke Inhalation &amp; Hydrogen Cyanide Poisoning. Jems Communication. EMD Pharmaceuticals. Elsevier. 2004. Available from: www.jems.com/data/pdf/smoke-poisoning.pdf. [Access on: 24th Februari 2008].&lt;br /&gt;9. Anonymus. Cyanide 2. Relevance To Public Health. Page 13-23. Available from: www.atsdr.cdc.gov/toxprofiles/tp8-c2.pdf. [Access on: 24th Februari 2008].&lt;br /&gt;10. Anonymous. Keracunan Zat Korosif dan logam. Available on : http://www.freewebs.com/reef_forensik/index.htm. [Access on: 24th Februari 2008].&lt;br /&gt;11. Anonymus. Cyanide. Departement Of Health and Human Service. Center for Disease Control and Prevention. 2005. Available from: www.bt.cdc.gov/agent/canide/basics/pdf/cyanidecasedef.pdf. [Access on: 24th Februari 2008].&lt;br /&gt;12. Abdul MI. Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik. Jakarta: Binarupa Aksara. 1997.p. 330-31&lt;br /&gt;13. Vijay C. Ilmu Forensik dan Toksikologi. Edisi lima. Jakarta: Widya Medika. 1995 .p 330-31&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-2812913905536664510?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/aeSsgxynKUw" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-15T22:53:55.322+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2010/10/keracunan-sianida.html</feedburner:origLink></item><item><title>Melasma</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/6QAyR1rPAkI/melasma.html</link><category>kesehatan</category><author>noreply@blogger.com (mbah bejo)</author><pubDate>Fri, 15 Oct 2010 08:52:24 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-750437931765798314</guid><description>PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Melasma adalah hipermelanosis yang simetris berupa makula yang berwarna coklat muda sampai coklat tua dan yang terdapat pada daerah-daerah kulit yang terbuka. Faktor penyebab yang banyak dari melasma adalah pengaruh genetik, sinar ultra violet, dan hormon sex wanita. (1, 2) &lt;br /&gt;Lesi pada melasma berupa makula berwarna coklat muda atau coklat tua berbatas tegas dengan tepi tidak teratur. Sering pada pipi dan hidung (pola malar) terdapat pada dagu (pola mandibula) dipelipis, dahi, alis dan bibir atas (pola sentrofasia). Sebagai terapi dapat digunakan antara lain ; Tabir surya untuk mencegah paparan sinar matahari, Topikal (Hidrokinon, Asam retinoat, Asam azeleat) , Sistemik ( Vitamin C, Glutation ) dan Tindakan Khusus ( Pengelupasan kimiawi, Bedah laser ). (1, 3, 4) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EPIDEMIOLOGI&lt;br /&gt;Melasma dapat mengenai semua ras terutama penduduk yang tinggal di daerah tropis. Melasma terutama dijumpai pada wanita, meskipun didapat pula pada pria (10 %). Terutama tampak pada wanita usia subur dengan riwayat langsung terkena pajanan sinar matahari. Kelainan ini dapat mengenai wanita hamil, wanita yang mengkonsumsi pil kontrasepsi, pemakai kosmetik, pemakai obat, dan lain-lain. (1, 5, 6)&lt;br /&gt;Melasma sering dijumpai pada banyak wanita khususnya hispanik dan orang Asia. Pada ras kulit hitam yang hidup di India, Pakistan dan Timur Tengah cenderung mengalami melasma pada saat pubertas atau masa dewasa. (7, 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ETIOLOGI&lt;br /&gt;Etiologi melasma sampai saat ini belum diketahui pasti. Faktor kausatif yang dianggap berperan pada patogenesis melasma adalah :&lt;br /&gt;1. Sinar ultra violet. Spektrum sinar matahari ini merusak gugus sulfhidril di epidermis yang merupakan penghambat enzim tirosinase dengan cara mengikat ion Cu dari enzim tersebut. Sinar ultra violet menyebabkan enzim tirosinase tidak dihambat lagi sehingga memacu proses melanogenesis.&lt;br /&gt;2. Hormon. Misalnya estrogen, progesteron, dan MSH (Melanin Stimulating Hormone) berperan pada terjadinya melasma. Pada kehamilan, melasma biasanya meluas pada trimester ke 3. Pada pemakai pil kontrasepsi, melasma tampak dalam 1 bulan sampai 2 tahun setelah dimulai pemakaian pil tersebut.&lt;br /&gt;3. Obat. Misalnya difenil hidantoin, mesantoin, klorpromasin, sitostatik, dan minosiklin dapat menyebabkan timbulnya melasma. Obat ini ditimbun di lapisan dermis bagian atas dan secara kumulatif dapat merangsang melanogenesis.&lt;br /&gt;4. Genetik. Dilaporkan adanya kasus keluarga sekitar 20-70%.&lt;br /&gt;5. Ras. Melasma banyak dijumpai pada golongan Hispanik dan golongan kulit berwarna gelap.&lt;br /&gt;6. Kosmetika. Pemakaian kosmetika yang mengandung parfum, zat pewarna, atau bahan-bahan tertentu dapat menyebabkan fotosensitivitas yang dapat mengakibatkan timbulnya hiperpigmentasi pada wajah, jika terpajan sinar matahari. (1, 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PATOGENESIS&lt;br /&gt;Proses terjadinya melasma masih belum diketahui secara pasti namun saat ini banyak faktor yang terlibat dalam patogenesis melasma. Faktor-faktor yang dimaksud, yang paling penting adalah predisposisi genetik dan pancaran sinar ultraviolet, selain itu ada juga penggunaan kontrasepsi oral, kehamilan dan kosmetik. Pasien yang telah menyelesaikan pengobatan mereka sering mengalami kekambuhan kembali setelah terpapar sinar matahari lagi. Penelitian terbaru menunjukkan tingginya kadar Alfa- MSH pada lesi keratinosit melasma memainkan peranan penting dalam hiperpigmentasi kulit melasma. (1,2, 7) &lt;br /&gt;Kemungkinan ada faktor genetik yang membuat seseorang memiliki kecenderungan untuk menderita melasma. Selain dari fakta bahwa penyakit ini menjadi lebih sering muncul pada beberapa kelompok ras tertentu, terdapat banyak kasus melasma yang diturunkan dalam sebuah keluarga namun melasma bukan penyakit keturunan. (1, 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GEJALA KLINIS&lt;br /&gt;Lesi melasma berupa makula berwarna coklat, abu-abu atau dapat juga biru menyatu membentuk bercak-bercak dan tepi yang irreguler. (1, 7)&lt;br /&gt;Berdasarkan gambaran klinis, bentuk melasma terbagi dalam tiga bentuk mayor yaitu, pola sentro-fasial, pola malar dan pola mandibular. Pola sentro-fasial adalah yang paling sering ditemukan dan muncul pada kira-kira dua pertiga penderita melasma. Bentuk ini meliputi daerah dahi, hidung, pipi bagian medial dan dagu. Pola malar pula didapatkan pada kira-kira 20% kasus; lesi-lesinya terbatas bagian pipi dan hidung. Kira-kira 15% penderita melasma datang dengan pola mandibular yang meliputi kulit sekitar mandibula. Daerah-daerah lain yang terpajan dengan sinar matahari misalnya di lengan dapat juga terjadi melasma dengan bentuk yang berbagai dari tiga jenis pola ini. (9, 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMERIKSAAN PENUNJANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Pemeriksaan Secara Kasat Mata&lt;br /&gt;Dengan sinar, melasma dibedakan atas :&lt;br /&gt;1. Tipe epidermal : lesi terlihat berwarna coklat muda&lt;br /&gt;2. Tipe dermal : lesi terlihat berwarna abu-abu atau abu-abu kebiruan.&lt;br /&gt;3. Tipe campuran : lesi terlihat berwarna coklat gelap. (8, 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Pemeriksaan dengan Lampu Wood / Wood Lamp&lt;br /&gt;1. Tipe epidermal : melasma tampak lebih jelas dengan lampu wood dibandingkan dengan secara kasat mata.&lt;br /&gt;2. Tipe dermal : dengan lampu wood tak tampak warna kontras dibandingkan dengan secara kasat mata.&lt;br /&gt;3. Tipe campuran : tampak beberapa lokasi lebih jelas sedang lainnya tidak jelas. (1, 8, 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Pemeriksaan Histopatologik.&lt;br /&gt;Secara histopatologik terdapat dua tipe hipermelanosis: &lt;br /&gt;1. Tipe epidermal: melanin terutama terdapat di lapisan basal dan suprabasal, kadang-kadang di seluruh stratum spinosum sampai stratum korneum; sel-sel yang padat mengandung melanin adalah melanosit, sel-sel lapisan basal, dan suprabasal, juga terdapat pada keratinosit dan sel-sel stratum korneum.&lt;br /&gt;2. Tipe dermal: terdapat makrofag bermelanin di sekitar pembuluh darah dalam dermis bagian atas terdapat fokus-fokus infiltrat. (1, 8, 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Pemeriksaan Mikroskop Elektron&lt;br /&gt;Gambaran ultrastruktur melanosit dalam lapisan basal memberi kesan aktivitas melanosit meningkat. (1, 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIAGNOSIS&lt;br /&gt;Diagnosis melasma dapat ditegakkan berdasarkan Anamnesa, Pemeriksaan fisis dan gambaran klinis. Untuk menentukan tipe melasma dilakukan pemeriksaan lampu Wood, sedangkan pemeriksaan histopatologik hanya dilakukan pada kasus-kasus tertentu. (1, 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIAGNOSIS BANDING&lt;br /&gt;Beberapa melanosis wajah yang mirip melasma yaitu : &lt;br /&gt;1. Lentigo&lt;br /&gt;Pada lentigo, secara klinis tampak makula coklat kehitaman berbentuk bulat atau polisiklik. Biasanya disebabkan karena bertambahnya jumlah melanosik pada lapisan dermoepidermal tampa adanya proliferasi fokal. Lesi berupa makula hiperpigmentasi yang timbul sejak lahir dan berkembang pada pada anak-anak. (1, 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hiperpigmentasi pasca inflamasi &lt;br /&gt;Hiperpigmentasi setelah inflamasi berhubungan dengan lupus eritematous kutaneus, infeksi kulit, reaksi fotosensitivitas, dermatitis atopi dan dermatitis kontak. Pada hiperpigmentasi setelah inflamasi diperoleh riwayat fase inflamasi &lt;br /&gt;__________________________________________________________________&lt;br /&gt;* dikutip dari kepustakaan (13)&lt;br /&gt;* dikutip dari kepustakaan (13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan eritema, skuama dan dapat juga pruritus. Lesi awal dapat terjadi di bagian tubuh mana saja. (8, 9, 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENATALAKSANAAN&lt;br /&gt;Pengobatan melasma memerlukan waktu cukup lama, kontrol yang teratur serta kerja sama yang baik antara penderita dan dokter yang menanganinya. Kebanyakan penderita berobat untuk alasan kosmetik. Pengobatan dan perawatan kulit harus dilakukan secara teratur dan sempurna karena melasma bersifat kronik residif. Pengobatan yang sempurna adalah pengobatan yang kausal, maka penting dicari etiologinya. (1, 8)&lt;br /&gt;Pencegahan &lt;br /&gt;a. Mengatasi peran sinar matahari sebagai salah satu faktor etiologi dan eksaserbasi yang sangat penting yaitu : &lt;br /&gt;o Penderita diharuskan menghindari pajanan langsung sinar ultra violet terutama antara pukul 09.00-15.00.&lt;br /&gt;o Bila keluar rumah menggunakan payung atau topi yang lebar. &lt;br /&gt;o Memberikan pertimbangan / alternatif mengenai pekerjaan, kegiatan sehari-hari atau olahraga baik mengenai waktu atau kondisi lingkungan.&lt;br /&gt;o Melindungi kulit dengan memakai tabir surya yang tepat, baik mengenai bahan maupun cara pemakaiannya. Tanpa pemakaian tabir surya setiap hari pengobatan sulit berhasil. (1, 8, 9, 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menghilangkan faktor yang merupakan penyebab atau predisposisi melasma misalnya : &lt;br /&gt;o Menghentikan pemakaian pil kontrasepsi dan mengganti dengan kontrasepsi lain yang bukan hormonal.&lt;br /&gt;o Menghentikan pemakaian kosmetika yang berwarna atau mengandung parfum yang dapat menyebabkan hiperpigmentasi.&lt;br /&gt;o Mencegah pemberian obat-obatan yang dapat merangsang hiperpigmentasi, contohnya hidantoin, sitostatika, obat antimalaria, dan minosiklin. (1, 8, 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan&lt;br /&gt;1. Pengobatan topikal&lt;br /&gt;a. Hidrokinon&lt;br /&gt;Sampai saat ini hidrokinon merupakan bahan pemutih yang paling banyak dipakai untuk pengobatan melasma dan relatif aman serta efektif. Cara kerja dari hidrokinon adalah menghambat konversi dopa menjadi melanin dengan menghambat enzim tirosinase. Hidrokinon dipakai dengan konsentrasi 2-5 %. Krim tersebut dipakai pada malam hari disertai pemakaian tabir surya pada siang hari. Umumnya tampak perbaikan dalam 6-8 minggu dan dilanjutkan sampai 6 bulan. Efek samping pemakaian hidrokuinon meliputi komplikasi akut dan kronik. Komplikasi akut misalnya dermatitis kontak alergi dan iritan, dan hiperpigmentasi pasca inflamasi. Pemakaian hidrokuinon juga dapat menyebabkan hipopigmentasi dan depigmentasi pada kulit yang diobati maupun kulit normal disekitarnya tetapi sifatnya sementara dan akan menghilang bila obat dihentikan. Pemakaian hidrokuinon konsentrasi tinggi (hidrokuinon &gt; 3 %) yang dipakai dalam jangka waktu lama dapat meyebabkan kerusakan kulit yang berat dan menetap berupa okronosis. Setelah penghentian penggunaan hidrokinon sering terjadi kekambuhan. (1, 8, 14, 16, 17)&lt;br /&gt;b. Asam retinoat (retinoic acid / tretinoin)&lt;br /&gt;Asam retinoat mempunyai efek keratolitik yang mengurangi pigmentasi. Asam retinoat 0,1 % terutama digunakan sebagai terapi tambahan atau terapi kombinasi. Krim tersebut juga dipakai pada malam hari, karena pada siang hari dapat terjadi fotodegradasi. Kini asam retinoat dipakai sebagai monoterapi, dan didapatkan perbaikan klinis secara bermakna, meskipun berlangsung agak lambat. Efek samping berupa eritema, deskuamasi, dan pada daerah yang diolesi, sering berhubungan dengan dermatitis yang dapat menyebabkan hiperpigmentasi. (1, 8, 18)&lt;br /&gt;c. Asam azeleat (Azeleic acid)&lt;br /&gt;Asam azeleat merupakan obat aman untuk dipakai. Asam azeleat bertindak sebagai kompetitif inhibitor enzim tirosinase, yaitu suatu enzim yang paling berperan pada proses melanogenesis. Selanjutnya terbukti pula bahwa golongan ini tidak mempunyai efek toksik ataupun kemampuan depigmentasi terhadap kulit normal. Pengobatan dengan asam azeleat 20 % selama 6 bulan memberikan hasil yang baik. Efek sampingnya rasa panas dan gatal. (1, 8, 17, 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengobatan sistemik&lt;br /&gt;- Asam askorbat / Vitamin C&lt;br /&gt;Vitamin C merupakan antioksidan pada cairan ekstrasel dan aktifitas sel pada umumnya. Vitamin C mempunyai efek merubah melanin bentuk oksidasi menjadi melanin bentuk reduksi yang berwarna lebih cerah dan mencegah pembentukan melanin dengan mengubah DOPA kinon menjadi DOPA. (1, 8, 18)&lt;br /&gt;- Glutation&lt;br /&gt;Glutation bentuk reduksi adalah senyawa sulfhidril (SH) yang berpotensi menghambat pembentukan melanin dengan jalan bergabung dengan Cuprum dari tirosinase. (1, 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tindakan khusus&lt;br /&gt;a. Pengelupasan Kimiawi atau Peeling&lt;br /&gt;Pengelupasan kimiawi dapat membantu pengobatan kelainan hiperpigmentasi. Bedah kimia superfisial, medium dan dalam sering dipakai untuk pengobatan melasma pada orang kulit putih. Bahan-bahan yang dipakai dapat berupa fenol, asam trikloroasetat, pasta resorsinol dan asam alfa hidroksi yang memberikan hasil beragam. Pada orang dengan kulit gelap, ada kecenderungan untuk menjadi hipopigmentasi atau hiperpigmentasi setelah dilakukan bedah kimia. Pengelupasan kimiawi dilakukan dengan mengoleskan asam glikolat 50-70 % selama 4 sampai 6 menit dilakukan setiap 3 minggu selama 6 kali. Sebelum dilakukan pengelupasan kimiawi diberikan krim asam glikolat 10 % selama 14 hari. (1, 8, 10)&lt;br /&gt;b. Bedah laser&lt;br /&gt;Tersedianya jenis laser baru yang memakai konsep fototermolisis selektif dan mempunyai panjang gelombang yang dapat menembus sampai ke dermis bagian bawah, memberi harapan besar bagi keberhasilan pengobatan melasma tipe dermal. Bedah laser tersebut bekerja secara selektif dengan menghancurkan melanin dikulit, tampa menimbulkan kerusakan pada sel atau jaringan sekitarnya. Bedah laser dengan menggunakan laser Q – Switched Ruby dan laser Argon. Bedah laser masih terbatas perangnya selain harganya yang cukup mahal, juga risiko hiperpikmentasi paska infelamasi yang ditimbulkan, selaing itu kekambuhan juga dapat terjadi. (1, 8, 10) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROGNOSIS&lt;br /&gt;Prognosis melasma pada umumnya baik jika ditangani secara adekuat dan tergantung pada faktor penyebabnya. Hiperpigmentasi pada melasma tipe epidermal mempunyai prognosis yang lebih baik daripada tipe dermal. Hal ini disebabkan karena pigmen pada lapisan dermis butuh waktu yang lebih lama untuk berubah dibandingkan pigmen pada lapisan epidermis karena tidak ada terapi efektif yang mampu menghilangkan pigmen di lapisan dermis. (2, 12)&lt;br /&gt;Melasma dapat timbul pada wanita hamil dan pada penggunaan kontrasepsi oral. Hiperpigmentasi yang timbul pada masa kehamilan biasanya menghilang secara spontan setelah beberapa bulan setelah melahirkan. Pada penggunaan kontrasepsi oral, hiperpigmentasi membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh. Melasma dapat menetap selama beberapa tahun setelah penghentian kontrasepsi oral. (4, 5)&lt;br /&gt;Kasus-kasus resisten atau rekuren sering terjadi dan pasti terjadi jika pasien tidak memperhatikan dengan baik untuk menghindari cahaya matahari secara sempurna. Sehingga pengobatan dan perawatan kulit pada pasien melasma harus dilakukan secara teratur dan sempurna karena melasma bersifat kronik residif. (1, 12 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melasma adalah hipermelanosis yang simetris berupa makula yang berwarna coklat muda sampai coklat tua dan yang terdapat pada daerah-daerah yang terpajan sinar ultra violet. Melasma merupakan hipermelanosis yang berupa makula yang tidak teratur, dengan tempat predileksi pada pipi, dahi, daerah atas bibir, hidung, dagu, leher dan lengan.&lt;br /&gt;Melasma dapat mengenai semua ras terutama penduduk yang tinggal di daerah tropis. Melasma terutama dijumpai pada wanita meskipun didapat pula pada pria (10%). Terutama tampak pada wanita usia subur dengan riwayat langsung terkena pajanan sinar matahari. Insidens terbanyak pada usia 30 - 44 tahun.&lt;br /&gt;Etiologi melasma sampai saat ini belum diketahui pasti. Faktor kausatif yang dianggap berperan pada patogenesis melasma adalah sinar ultra violet, hormon, obat, genetik, ras dan kosmetika.&lt;br /&gt;Klinis melasma berupa makula berwarna coklat, abu-abu atau dapat juga biru menyatu membentuk bercak-bercak dan tepi yang irreguler. Berdasarkan gambaran klinis, bentuk melasma terbagi dalam tiga bentuk mayor yaitu, pola sentro-fasial, pola malar dan pola mandibular.&lt;br /&gt;Diagnosis melasma dapat ditegakkan melalui Anamnesa, pemeriksaan fisis dan Gambaran klinis. Untuk menentukan tipe melasma dilakukan pemeriksaan sinar Wood, sedangkan pemeriksaan histopatologik hanya dilakukan pada kasus-kasus tertentu.&lt;br /&gt;Diagnosis banding melasma antara lain lentigo, dan hiperpigmentasi setelah inflamasi. Upaya pencegahan terhadap melasma adalah dengan menghindari pajanan langsung sinar ultra violet dan penggunaan tabir surya secara tepat. Sampai saat ini hidrokinon merupakan bahan pemutih yang paling banyak dipakai untuk pengobatan melasma dan relatif aman serta efektif. Obat topikal lain yang dapat digunakan sebagai pengobatan melasma adalah asam retinoat, asam azeleat. Prognosis melasma pada umumnya baik jika ditangani secara adekuat dan tergantung pada faktor penyebabnya. Pengobatan dan perawatan kulit pada penyakit melasma harus dilakukan secara teratur dan sempurna karena melasma bersifat kronik residif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Soepardiman L. Kelainan pigmen. Dalam: Djuanda A, Hamzah M, Aisah S, editor. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. Edisi ke 4. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2005. h. 289-92.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ortone JP, Bahadoran P, Fitzpatrick TB, Mosher DB, Hori Y. Hypomelanoses and hypermelanoses. In: Freedberg IM, Eisen AZ, Wolff K, Austen KF, Goldsmith LA, Katz SI, editors. Fitzpatrick’s dermatology in general medicine. 6th ed. New York: McGraw-Hill; 2003. p. 868-9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Moschella SL, Hurley HJ, editors. Dermatology. 3th ed. USA : WB Saunders Company : 1992. P. 1448-49&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Odom RB, James WD, Berger TG, editors. Andrews’ diseases of the skin. 9th ed. USA: WB Saunders Company; 2000. p. 1057-58.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bleehen SS. Disorders of skin colour. In: Champion RH, Burton JL, Burns DA, Breathnach SM, editors. Rook/Wilkinson/Ebling textbook of dermatology. 6th ed. UK: Blackwell Science; 1998. p. 1789-90.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Norlund JJ, Lorton CA. Disorders of pigmentation. In: Orkin M, Maibach HI, Dahl MV, editors. Dermatology. Prentice-Hall International Inc; 1991. p. 262-3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Levine N, editor. Pigmentation and pigmentary disorders. USA: CRC Press; 1993. p. 211-4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Amiruddin MD, editor. Ilmu penyakit kulit. Jogjakarta: LKiS; 2003. h. 147-67. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bolognia JL. Disorders of hypopigmentation and hyperpigmentation. In: Harper J, Oranje A, Prose N, editors. Textbook of pediactric dermatology. 2nd ed. USA: Blackwell Publishing; 2006. P. 998-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Habif TP, editors. Clinical Dermatology. A color Guide to Diagnosis and Therapy 4thed. USA : Mosby 2004. P. 692-93.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Shin JH, Kang WH. Two cases of melasma with unusual histopathologic findings. Journal Korean medical sciences. [Serial online]. 2008 March 9 [cited 2008 Juni 5]; volume 21. 368-70. Available from:&lt;br /&gt;URL : http://jkms.org/fulltext/pdf/jkms-21-368.pdf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Zell D. Melasma. [Online]. 2008 Januari 9 [cited 2008 Juni 5]; [9 screens]. Available from :&lt;br /&gt;URL : http://www.emedicine.com/derm/topic260.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Schwartz R.A,MD.Emedicine Diseases of pigmentation,Lentigo. [online]. 2008 May 1 [cited 2008 Juni 5]; [4 screen]. Available from:&lt;br /&gt;URL : http://www.emedicine.com/DERM/topic221.htm. &lt;br /&gt;14. Lynde CB, Kraft JN. Topikal treatment for melasma and postinflammatory hyperpigmentation. Skin therapy letter. [Serial online]. 2008 Maret [cited 2008 Juni 5]; volume 11. Available from:&lt;br /&gt;URL : http://www.skintherapyletter.com/download/stl_11¬9.pdf &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Anonyme. emedicine image postinflammatory hyperpigmentation. [Online] 2007 [cited 2008 Juni 5]; [1 screen]. Available from:&lt;br /&gt;URL : http://www.emedicine.com/asp/image_search.asp?query=postinflammatory%20hyperpigmentation &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Tuleya, S. Melasma update. Skin and aging journal. [Serial online]. 2003 October [cited 2008 Juni 5]; volume 11. 89-91. Available from : &lt;br /&gt;URL : http://www.skinandaging.com/article/2102 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Molino R. Melasma. [Online]. 2008 [cited 2008 Juni 5]; [1 screens]. Available from :&lt;br /&gt;URL : http://www.sfsu.edu/~shs/PDF%20fiks/Melasma.pdf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-750437931765798314?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/6QAyR1rPAkI" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-15T22:52:24.875+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2010/10/melasma.html</feedburner:origLink></item><item><title>About Burn Injuries</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/nC5TOG5zMZU/about-burn-injuries.html</link><category>tips</category><category>healthy</category><author>noreply@blogger.com (mbah bejo)</author><pubDate>Tue, 12 Oct 2010 22:21:30 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-2583195951504001159</guid><description>&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 320px;" src="http://www.burn-recovery.org/images/burn-classification.jpg" border="0" alt="About Burn Injuries in hand" /&gt;&lt;br /&gt;Two important factors in determining how bad a burn is include how hot the skin gets and how long the burn lasts. The location is also important because skin varies in thickness, water and oil content, the amount of subcutaneous fat, and the number of blood vessels from one location in the body to another.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diagnosing a burn injury&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The seriousness of a burn injury depends on how deep the injury is and how much of the body has been burned. It is common for a person with a large burn injury to have burns of different depths. The deepest injury is usually at the center of a burned area. There are a number of tests used to determine the depth of a burn injury, but an experienced burn specialist’s examination continues to be the most reliable way of evaluating the depth of burns.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A potentially dangerous condition that some burn victims get into is damage to the pulmonary system so they can't breath. Inhalation injury is the most common cause of death in burn victims. Flash burns often harm the face but rarely involve the airway, unlike severe burns from prolonged heat exposure associated with smoke inhalation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The depth of a burn injury is important&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The skin has several layers (see diagram). The deeper the burn injury is, the greater the number of layers that are damaged. Sweat glands and the roots of hair follicles are in the deeper layers and will be destroyed with a deep burn. Deep injuries heal more slowly, are more difficult to treat, and are more likely to have complications than superficial injuries.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Classification of burn injuries&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The names given to burn injuries of various depths have changed in recent decades. Injury to the top layer of skin (the epidermis) is now called a superficial burn (formerly called a first degree burn). Injury to the second layer of skin (the dermis) is now called a partial thickness or dermal injury (formerly called a second degree burn). An injury that extends down to the third layer (the subcutaneous tissue, which includes fat) is called a full thickness injury (formerly called a third degree burn). Burns that damage muscles underneath the subcutaneous skin layer are described as full thickness burns with injury to the underlying muscle (sometimes formerly called fourth degree burns).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Superficial burns normally heal within 5 to 7 days. A common type of superficial burn is a sunburn. Because the top layer of skin (the epidermis) is thin (about the thickness of a piece of paper), it is easily replaced. Even when skin is not injured, the skin completely replaces the epidermis every 45 to 75 days. Healing from a superficial burn usually occurs without scarring, although there may be some permanent discoloration.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The dermis is 15 – 40 times thicker than the epidermis. As a result, the seriousness of a partial thickness (or dermal) burn depends on how much of the dermis has been injured. A deep and large partial thickness burn will usually be treated with skin grafting. Partial thickness burns usually leave scars.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A full thickness burn destroys all three layers of skin, resulting in the loss of not only the skin but also the hair follicles, sweat glands, and the region where new skin cells are formed. For these reasons, full thickness burns require skin grafts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fourth degree burns extend through the skin into underlying tissues - ligaments and muscle - these are often life-threatening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Although the treating physician usually makes a quick assessment of the burn degree on initial inspection, further analysis can cause a reassessment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Estimating the size of a burn&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Different systems have been developed to estimate the percentage of total skin (total body surface area (TBSA)) that has been burned. One of the older systems is known as the Rule of Nines, which is based on the rough approximation that each arm has 9% of the body’s total skin, the head 9%, each leg 18% (two 9’s), the front of the torso 18%, the back of the torso 18%, and the neck 1%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When partial thickness or full thickness burns exceed thirty percent of an adult’s total body surface area, it is usually necessary to perform grafts in stages because the patient does not have enough healthy skin to graft the burned area in a single operation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Around a burn are the necrosis zone, the stasis zone, and the hyperemia zone. Inadequate blood flow causes the zone of stasis to become necrotic; adequate fluid resuscitation and proper treatment enable the zone of stasis to heal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The etiology of burn injuries are different in different countries; people in less developed countries experience burns more often and about half of all burn injuries worldwide occur in Southeast Asia. Women are more apt to be burned in cooking accidents while men are more prone to industrial accidents.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-2583195951504001159?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/nC5TOG5zMZU" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-13T12:21:30.055+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2010/10/about-burn-injuries.html</feedburner:origLink></item><item><title>ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN REUMATOID ATHRITIS</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/POOGRuVq3HI/asuhan-keperawatan-dengan-reumatoid.html</link><category>lp</category><category>kmb</category><category>askep</category><author>noreply@blogger.com (mbah bejo)</author><pubDate>Mon, 18 Oct 2010 07:46:57 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-8653808471222257493</guid><description>A. PENGERTIAN&lt;br /&gt;Penyakit reumatik adalah penyakit inflamasi non- bakterial yang bersifat sistemik, progesif, cenderung kronik dan mengenai sendi serta jaringan ikat sendi secara simetris. ( Rasjad Chairuddin, Pengantar Ilmu Bedah Orthopedi, hal. 165 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. PENYEBAB / ETIOLOGI&lt;br /&gt;Penyebab utama penyakit Reumatik masih belum diketahui secara pasti. Ada beberapa teori yang dikemukakan sebagai penyebab Artritis Reumatoid, yaitu:&lt;br /&gt;1. Infeksi Streptokkus hemolitikus dan Streptococcus non-hemolitikus.&lt;br /&gt;2. Endokrin&lt;br /&gt;3. Autoimmun&lt;br /&gt;4. Metabolik&lt;br /&gt;5. Faktor genetik serta pemicu lingkungan&lt;br /&gt;Pada saat ini Artritis rheumatoid diduga disebabkan oleh faktor autoimun dan infeksi. Autoimun ini bereaksi terhadap kolagen tipe II; faktor infeksi mungkin disebabkan oleh karena virus dan organisme mikroplasma atau grup difterioid yang menghasilkan antigen tipe II kolagen dari tulang rawan sendi penderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. EPIDEMIOLOGI&lt;br /&gt;Penyakit Artritis Rematoid merupakan suatu penyakit yang telah lama dikenal dan tersebar diseluruh dunia serta melibatkan semua ras dan kelompok etnik. Artritis rheumatoid sering dijumpai pada wanita, dengan perbandingan wanita denga pria sebesar 3: 1. kecenderungan wanita untuk menderita Artritis rheumatoid dan sering dijumpai remisi pada wanita yang sedang hamil, hal ini menimbulkan dugaan terdapatnya faktor keseimbangan hormonal sebagai salah satu faktor yang berpengaruh pada penyakit ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. MANIFESTASI KLINIK&lt;br /&gt;Ada beberapa gambaran / manifestasi klinik yang lazim ditemukan pada penderita Reumatik. Gambaran klinik ini tidak harus muncul sekaligus pada saat yang bersamaan oleh karena penyakit ini memiliki gambaran klinik yang sangat bervariasi.&lt;br /&gt;a. Gejala-gejala konstitusional, misalnya lelah, kurang nafsu makan, berat badan menurun dan demam. Terkadang kelelahan dapat demikian hebatnya.&lt;br /&gt;b. Poliartritis simetris (peradangan sendi pada sisi kiri dan kanan) terutama pada sendi perifer, termasuk sendi-sendi di tangan, namun biasanya tidak melibatkan sendi-sendi antara jari-jari tangan dan kaki. Hampir semua sendi diartrodial (sendi yang dapat digerakan dengan bebas) dapat terserang.&lt;br /&gt;c. Kekakuan di pagi hari selama lebih dari 1 jam, dapat bersifat umum tetapi terutama menyerang sendi-sendi. Kekakuan ini berbeda dengan kekakuan sendi pada osteoartritis (peradangan tulang dan sendi), yang biasanya hanya berlangsung selama beberapa menit dan selama kurang dari 1 jam.&lt;br /&gt;d. Artritis erosif merupakan merupakan ciri khas penyakit ini pada gambaran radiologik. Peradangan sendi yang kronik mengakibatkan pengikisan ditepi tulang .&lt;br /&gt;e. Deformitas : kerusakan dari struktur penunjang sendi dengan perjalanan penyakit. Pergeseran ulnar atau deviasi jari, pergeseran sendi pada tulang telapak tangan dan jari, deformitas boutonniere dan leher angsa adalah beberapa deformitas tangan yang sering dijumpai pada penderita. . Pada kaki terdapat tonjolan kaput metatarsal yang timbul sekunder dari subluksasi metatarsal. Sendi-sendi yang besar juga dapat terserang dan mengalami pengurangan kemampuan bergerak terutama dalam melakukan gerakan ekstensi.&lt;br /&gt;f. Nodula-nodula reumatoid adalah massa subkutan yang ditemukan pada sekitar sepertiga orang dewasa penderita rematik. Lokasi yang paling sering dari deformitas ini adalah bursa olekranon (sendi siku) atau di sepanjang permukaan ekstensor dari lengan, walaupun demikian tonjolan) ini dapat juga timbul pada tempat-tempat lainnya. Adanya nodula-nodula ini biasanya merupakan petunjuk suatu penyakit yang aktif dan lebih berat.&lt;br /&gt;g. Manifestasi ekstra-artikular (diluar sendi): reumatik juga dapat menyerang organ-organ lain diluar sendi. Seperti mata: Kerato konjungtivitis siccs yang merupakan sindrom SjÖgren, sistem cardiovaskuler dapat menyerupai perikarditis konstriktif yang berat, lesi inflamatif yang menyerupai nodul rheumatoid dapat dijumpai pada myocardium dan katup jantung, lesi ini dapat menyebabkan disfungsi katup, fenomena embolissasi, gangguan konduksi dan kardiomiopati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. DIAGNOSTIK&lt;br /&gt;Kriteria diagnostik Artritis Reumatoid adalah terdapat poli- arthritis yang simetris yang mengenai sendi-sendi proksimal jari tangan dan kaki serta menetap sekurang-kurangnya 6 minggu atau lebih bila ditemukan nodul subkutan atau gambaran erosi peri-artikuler pada foto rontgen.&lt;br /&gt;Kriteria Artritis rematoid menurut American reumatism Association ( ARA ) adalah:&lt;br /&gt;1. Kekakuan sendi jari-jari tangan pada pagi hari ( Morning Stiffness ).&lt;br /&gt;2. Nyeri pada pergerakan sendi atau nyeri tekan sekurang-kurangnya pada satu sendi.&lt;br /&gt;3. Pembengkakan ( oleh penebalan jaringan lunak atau oleh efusi cairan ) pada salah satu sendi secara terus-menerus sekurang-kurangnya selama 6 minggu.&lt;br /&gt;4. Pembengkakan pada sekurang-kurangnya salah satu sendi lain.&lt;br /&gt;5. Pembengkakan sendi yanmg bersifat simetris.&lt;br /&gt;6. Nodul subcutan pada daerah tonjolan tulang didaerah ekstensor.&lt;br /&gt;7. Gambaran foto rontgen yang khas pada arthritis rheumatoid&lt;br /&gt;8. Uji aglutinnasi faktor rheumatoid&lt;br /&gt;9. Pengendapan cairan musin yang jelek&lt;br /&gt;10. Perubahan karakteristik histologik lapisan sinovia&lt;br /&gt;11. gambaran histologik yang khas pada nodul.&lt;br /&gt;Berdasarkan kriteria ini maka disebut :&lt;br /&gt;? Klasik : bila terdapat 7 kriteria dan berlangsung sekurang-kurangnya selama 6 minggu&lt;br /&gt;? Definitif : bila terdapat 5 kriteria dan berlangsung sekurang-kurangnya selama 6 minggu.&lt;br /&gt;? Kemungkinan rheumatoid : bila terdapat 3 kriteria dan berlangsung sekurang-kurangnya selama 4 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. PENATALAKSANAAN / PERAWATAN&lt;br /&gt;Oleh karena kausa pasti arthritis Reumatoid tidak diketahui maka tidak ada pengobatan kausatif yang dapat menyembuhkan penyakit ini. Hal ini harus benar-benar dijelaskan kepada penderita sehingga tahu bahwa pengobatan yang diberikan bertujuan mengurangi keluhan/ gejala memperlambat progresifvtas penyakit.&lt;br /&gt;Tujuan utama dari program penatalaksanaan/ perawatan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;§ Untuk menghilangkan nyeri dan peradangan&lt;br /&gt;§ Untuk mempertahankan fungsi sendi dan kemampuan maksimal dari penderita&lt;br /&gt;§ Untuk mencegah dan atau memperbaiki deformitas yang terjadi pada sendi&lt;br /&gt;§ Mempertahankan kemandirian sehingga tidak bergantung pada orang lain.&lt;br /&gt;Ada sejumlah cara penatalaksanaan yang sengaja dirancang untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut di atas, yaitu :&lt;br /&gt;a. Pendidikan&lt;br /&gt;Langkah pertama dari program penatalaksanaan ini adalah memberikan pendidikan yang cukup tentang penyakit kepada penderita, keluarganya dan siapa saja yang berhubungan dengan penderita. Pendidikan yang diberikan meliputi pengertian, patofisiologi (perjalanan penyakit), penyebab dan perkiraan perjalanan (prognosis) penyakit ini, semua komponen program penatalaksanaan termasuk regimen obat yang kompleks, sumber-sumber bantuan untuk mengatasi penyakit ini dan metode efektif tentang penatalaksanaan yang diberikan oleh tim kesehatan. Proses pendidikan ini harus dilakukan secara terus-menerus.&lt;br /&gt;b. Istirahat&lt;br /&gt;Merupakan hal penting karena reumatik biasanya disertai rasa lelah yang hebat. Walaupun rasa lelah tersebut dapat saja timbul setiap hari, tetapi ada masa dimana penderita merasa lebih baik atau lebih berat. Penderita harus membagi waktu seharinya menjadi beberapa kali waktu beraktivitas yang diikuti oleh masa istirahat.&lt;br /&gt;c. Latihan Fisik dan Termoterapi&lt;br /&gt;Latihan spesifik dapat bermanfaat dalam mempertahankan fungsi sendi. Latihan ini mencakup gerakan aktif dan pasif pada semua sendi yang sakit, sedikitnya dua kali sehari. Obat untuk menghilangkan nyeri perlu diberikan sebelum memulai latihan. Kompres panas pada sendi yang sakit dan bengkak mungkin dapat mengurangi nyeri. Mandi parafin dengan suhu yang bisa diatur serta mandi dengan suhu panas dan dingin dapat dilakukan di rumah. Latihan dan termoterapi ini paling baik diatur oleh pekerja kesehatan yang sudah mendapatkan latihan khusus, seperti ahli terapi fisik atau terapi kerja. Latihan yang berlebihan dapat merusak struktur penunjang sendi yang memang sudah lemah oleh adanya penyakit.&lt;br /&gt;d. Diet/ Gizi&lt;br /&gt;Penderita Reumatik tidak memerlukan diet khusus. Ada sejumlah cara pemberian diet dengan variasi yang bermacam-macam, tetapi kesemuanya belum terbukti kebenarannya. Prinsip umum untuk memperoleh diet seimbang adalah penting.&lt;br /&gt;e. Obat-obatan&lt;br /&gt;Pemberian obat adalah bagian yang penting dari seluruh program penatalaksanaan penyakit reumatik. Obat-obatan yang dipakai untuk mengurangi nyeri, meredakan peradangan dan untuk mencoba mengubah perjalanan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. KONSEP KEPERAWATAN&lt;br /&gt;PENGKAJIAN&lt;br /&gt;Data dasar pengkajian pasien tergantung padwa keparahan dan keterlibatan organ-organ lainnya ( misalnya mata, jantung, paru-paru, ginjal ), tahapan misalnya eksaserbasi akut atau remisi dan keberadaaan bersama bentuk-bentuk arthritis lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Aktivitas/ istirahat&lt;br /&gt;Gejala : Nyeri sendi karena gerakan, nyeri tekan, memburuk dengan stres pada sendi; kekakuan pada pagi hari, biasanya terjadi bilateral dan simetris.&lt;br /&gt;Limitasi fungsional yang berpengaruh pada gaya hidup, waktu senggang, pekerjaan, keletihan.&lt;br /&gt;Tanda : Malaise&lt;br /&gt;Keterbatasan rentang gerak; atrofi otot, kulit, kontraktor/ kelaianan pada sendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kardiovaskuler&lt;br /&gt;Gejala : Fenomena Raynaud jari tangan/ kaki ( mis: pucat intermitten, sianosis, kemudian kemerahan pada jari sebelum warna kembali normal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Integritas ego&lt;br /&gt;Gejala : Faktor-faktor stres akut/ kronis: mis; finansial, pekerjaan, ketidakmampuan, faktor-faktor hubungan.&lt;br /&gt;Keputusan dan ketidakberdayaan ( situasi ketidakmampuan )&lt;br /&gt;Ancaman pada konsep diri, citra tubuh, identitas pribadi ( misalnya ketergantungan pada orang lain).&lt;br /&gt;4. Makanan/ cairan&lt;br /&gt;Gejala ; Ketidakmampuan untuk menghasilkan/ mengkonsumsi makanan/ cairan adekuat: mual, anoreksia&lt;br /&gt;Kesulitan untuk mengunyah ( keterlibatan TMJ )&lt;br /&gt;Tanda : Penurunan berat badan&lt;br /&gt;Kekeringan pada membran mukosa.&lt;br /&gt;5. Hygiene&lt;br /&gt;Gejala : Berbagai kesulitan untuk melaksanakan aktivitas perawatan pribadi. Ketergantungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Neurosensori&lt;br /&gt;Gejala : Kebas, semutan pada tangan dan kaki, hilangnya sensasi pada jari tangan.&lt;br /&gt;Gejala : Pembengkakan sendi simetris&lt;br /&gt;7. Nyeri/ kenyamanan&lt;br /&gt;Gejala : Fase akut dari nyeri ( mungkin tidak disertai oleh pembengkakan jaringan lunak pada sendi ).&lt;br /&gt;8. Keamanan&lt;br /&gt;Gejala : Kulit mengkilat, tegang, nodul subkutaneus.&lt;br /&gt;Lesi kulit, ulkus kaki.&lt;br /&gt;Kesulitan dalam ringan dalam menangani tugas/ pemeliharaan rumah tangga.&lt;br /&gt;Demam ringan menetap&lt;br /&gt;Kekeringan pada meta dan membran mukosa.&lt;br /&gt;9. Interaksi sosial&lt;br /&gt;Gejala : Kerusakan interaksi sosial dengan keluarga/ orang lain; perubahan peran; isolasi.&lt;br /&gt;10. Penyuluhan/ pembelajaran&lt;br /&gt;Gajala : Riwayat AR pada keluarga ( pada awitan remaja )&lt;br /&gt;Penggunaan makanan kesehatan, vitamin, “ penyembuhan “ arthritis tanpa pengujian.&lt;br /&gt;Riwayat perikarditis, lesi katup, fibrosis pulmonal, pleuritis.&lt;br /&gt;Pertimbangan : DRG Menunjukkan rerata lama dirawat : 4,8 hari.&lt;br /&gt;Rencana Pemulanagan: Mungkin membutuhkan bantuan pada transportasi, aktivitas perawatan diri, dan tugas/ pemeliharaan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK&lt;br /&gt;Faktor Reumatoid : positif pada 80-95% kasus.&lt;br /&gt;Fiksasi lateks: Positif pada 75 % dari kasus-kasus khas.&lt;br /&gt;Reaksi-reaksi aglutinasi : Positif pada lebih dari 50% kasus-kasus khas.&lt;br /&gt;LED : Umumnya meningkat pesat ( 80-100 mm/h) mungkin kembali normal sewaktu gejala-gejala meningkat&lt;br /&gt;Protein C-reaktif: positif selama masa eksaserbasi.&lt;br /&gt;SDP: Meningkat pada waktu timbul prosaes inflamasi.&lt;br /&gt;JDL : umumnya menunjukkan anemia sedang.&lt;br /&gt;Ig ( Ig M dan Ig G); peningkatan besar menunjukkan proses autoimun sebagai penyebab AR.&lt;br /&gt;Sinar x dari sendi yang sakit : menunjukkan pembengkakan pada jaringan lunak, erosi sendi, dan osteoporosis dari tulang yang berdekatan ( perubahan awal ) berkembang menjadi formasi kista tulang, memperkecil jarak sendi dan subluksasio. Perubahan osteoartristik yang terjadi secara bersamaan.&lt;br /&gt;Scan radionuklida : identifikasi peradangan sinovium&lt;br /&gt;Artroskopi Langsung : Visualisasi dari area yang menunjukkan irregularitas/ degenerasi tulang pada sendi&lt;br /&gt;Aspirasi cairan sinovial : mungkin menunjukkan volume yang lebih besar dari normal: buram, berkabut, munculnya warna kuning ( respon inflamasi, produk-produk pembuangan degeneratif ); elevasi SDP dan lekosit, penurunan viskositas dan komplemen ( C3 dan C4 ).&lt;br /&gt;Biopsi membran sinovial : menunjukkan perubahan inflamasi dan perkembangan panas.&lt;br /&gt;PRIORITAS KEPERAWATAN&lt;br /&gt;1. Menghilangkan nyeri&lt;br /&gt;2. Meningkatkan mobilitas.&lt;br /&gt;3. Meningkatkan monsep diri yang positif&lt;br /&gt;4. mendukung kemandirian&lt;br /&gt;5. Memberikan informasi mengenai proses penyakit/ prognosis dan keperluan pengobatan.&lt;br /&gt;TUJUAN PEMULANGAN&lt;br /&gt;1. Nyeri hilang/ terkontrol&lt;br /&gt;2. Pasien menghadapi saat ini dengan realistis&lt;br /&gt;3. Pasien dapat menangani AKS sendiri/ dengan bantuan sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;4. Proses/ prognosis penyakit dan aturan terapeutik dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIAGNOSA KEPERAWATAN&lt;br /&gt;1. NYERI AKUT/ KRONIS&lt;br /&gt;Dapat dihubungkan dengan : agen pencedera; distensi jaringan oleh akumulasi cairan/ proses inflamasi, destruksi sendi.&lt;br /&gt;Dapat dibuktikan oleh : Keluhan nyeri,ketidaknyamanan, kelelahan.&lt;br /&gt;Berfokus pada diri sendiri/ penyempitan fokus&lt;br /&gt;Perilaku distraksi/ respons autonomic&lt;br /&gt;Perilaku yang bersifart ahti-hati/ melindungi&lt;br /&gt;Hasil yang diharapkan/ kriteria evaluasi pasien akan:&lt;br /&gt;Menunjukkan nyeri hilang/ terkontrol&lt;br /&gt;Terlihat rileks, dapat tidur/beristirahat dan berpartisipasi dalam aktivitas sesuai kemampuan.&lt;br /&gt;Mengikuti program farmakologis yang diresepkan&lt;br /&gt;Menggabungkan keterampilan relaksasi dan aktivitas hiburan ke dalam program kontrol nyeri.&lt;br /&gt;Intervensi dan Rasional:.&lt;br /&gt;a. Selidiki keluhan nyeri, catat lokasi dan intensitas (skala 0-10). Catat faktor-faktor yang mempercepat dan tanda-tanda rasa sakit non verbal (R/ Membantu dalam menentukan kebutuhan manajemen nyeri dan keefektifan program)&lt;br /&gt;b. Berikan matras/ kasur keras, bantal kecil,. Tinggikan linen tempat tidur sesuai kebutuhan (R/Matras yang lembut/ empuk, bantal yang besar akan mencegah pemeliharaan kesejajaran tubuh yang tepat, menempatkan stress pada sendi yang sakit. Peninggian linen tempat tidur menurunkan tekanan pada sendi yang terinflamasi/nyeri)&lt;br /&gt;c. Tempatkan/ pantau penggunaan bantl, karung pasir, gulungan trokhanter, bebat, brace. (R/ Mengistirahatkan sendi-sendi yang sakit dan mempertahankan posisi netral. Penggunaan brace dapat menurunkan nyeri dan dapat mengurangi kerusakan pada sendi)&lt;br /&gt;d. Dorong untuk sering mengubah posisi,. Bantu untuk bergerak di tempat tidur, sokong sendi yang sakit di atas dan bawah, hindari gerakan yang menyentak. (R/ Mencegah terjadinya kelelahan umum dan kekakuan sendi. Menstabilkan sendi, mengurangi gerakan/ rasa sakit pada sendi)&lt;br /&gt;e. Anjurkan pasien untuk mandi air hangat atau mandi pancuran pada waktu bangun dan/atau pada waktu tidur. Sediakan waslap hangat untuk mengompres sendi-sendi yang sakit beberapa kali sehari. Pantau suhu air kompres, air mandi, dan sebagainya. (R/ Panas meningkatkan relaksasi otot, dan mobilitas, menurunkan rasa sakit dan melepaskan kekakuan di pagi hari. Sensitivitas pada panas dapat dihilangkan dan luka dermal dapat disembuhkan)&lt;br /&gt;f. Berikan masase yang lembut (R/meningkatkan relaksasi/ mengurangi nyeri)&lt;br /&gt;g. Dorong penggunaan teknik manajemen stres, misalnya relaksasi progresif,sentuhan terapeutik, biofeed back, visualisasi, pedoman imajinasi, hypnosis diri, dan pengendalian napas. (R/ Meningkatkan relaksasi, memberikan rasa kontrol dan mungkin meningkatkan kemampuan koping)Libatkan dalam aktivitas hiburan yang sesuai untuk situasi individu. (R/ Memfokuskan kembali perhatian, memberikan stimulasi, dan meningkatkan rasa percaya diri dan perasaan sehat)&lt;br /&gt;h. Beri obat sebelum aktivitas/ latihan yang direncanakan sesuai petunjuk. (R/ Meningkatkan realaksasi, mengurangi tegangan otot/ spasme, memudahkan untuk ikut serta dalam terapi)&lt;br /&gt;i. Kolaborasi: Berikan obat-obatan sesuai petunjuk (mis:asetil salisilat) (R/ sebagai anti inflamasi dan efek analgesik ringan dalam mengurangi kekakuan dan meningkatkan mobilitas.)&lt;br /&gt;j. Berikan es kompres dingin jika dibutuhkan (R/ Rasa dingin dapat menghilangkan nyeri dan bengkak selama periode akut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. MOBILITAS FISIK,M KERUSAKAN&lt;br /&gt;Dapat dihubungkan dengan : Deformitas skeletal&lt;br /&gt;Nyeri, ketidaknyamanan&lt;br /&gt;Intoleransi aktivitas, penurunan kekuatan otot.&lt;br /&gt;Dapat dibuktikan oleh : Keengganan untuk mencoba bergerak/ ketidakmampuan untuk dengan sendiri bergerak dalam lingkungan fisik.&lt;br /&gt;Membatasi rentang gerak, ketidakseimbangan koordinasi, penurunan kekuatan otot/ kontrol dan massa ( tahap lanjut ).&lt;br /&gt;Hasil yangdihapkan/ kriteria Evaluasi-Pasien akan :&lt;br /&gt;Mempertahankan fungsi posisi dengan tidak hadirnya/ pembatasan kontraktur.&lt;br /&gt;Mempertahankan ataupun meningkatkan kekuatan dan fungsi dari dan/ atau konpensasi bagian tubuh.&lt;br /&gt;Mendemonstrasikan tehnik/ perilaku yang memungkinkan melakukan aktivitas&lt;br /&gt;Intervensi dan Rasional:.&lt;br /&gt;a. Evaluasi/ lanjutkan pemantauan tingkat inflamasi/ rasa sakit pada sendi (R/ Tingkat aktivitas/ latihan tergantung dari perkembangan/ resolusi dari peoses inflamasi)&lt;br /&gt;b. Pertahankan istirahat tirah baring/ duduk jika diperlukan jadwal aktivitas untuk memberikan periode istirahat yang terus menerus dan tidur malam hari yang tidak terganmggu.(R/ Istirahat sistemik dianjurkan selama eksaserbasi akut dan seluruh fase penyakit yang penting untuk mencegah kelelahan mempertahankan kekuatan)&lt;br /&gt;c. Bantu dengan rentang gerak aktif/pasif, demikiqan juga latihan resistif dan isometris jika memungkinkan (R/ Mempertahankan/ meningkatkan fungsi sendi, kekuatan otot dan stamina umum. Catatan : latihan tidak adekuat menimbulkan kekakuan sendi, karenanya aktivitas yang berlebihan dapat merusak sendi)&lt;br /&gt;d. Ubah posisi dengan sering dengan jumlah personel cukup. Demonstrasikan/ bantu tehnik pemindahan dan penggunaan bantuan mobilitas, mis, trapeze (R/ Menghilangkan tekanan pada jaringan dan meningkatkan sirkulasi. Memepermudah perawatan diri dan kemandirian pasien. Tehnik pemindahan yang tepat dapat mencegah robekan abrasi kulit)&lt;br /&gt;e. Posisikan dengan bantal, kantung pasir, gulungan trokanter, bebat, brace (R/ Meningkatkan stabilitas ( mengurangi resiko cidera ) dan memerptahankan posisi sendi yang diperlukan dan kesejajaran tubuh, mengurangi kontraktor)&lt;br /&gt;f. Gunakan bantal kecil/tipis di bawah leher. (R/ Mencegah fleksi leher)&lt;br /&gt;g. Dorong pasien mempertahankan postur tegak dan duduk tinggi, berdiri, dan berjalan (R/ Memaksimalkan fungsi sendi dan mempertahankan mobilitas)&lt;br /&gt;h. Berikan lingkungan yang aman, misalnya menaikkan kursi, menggunakan pegangan tangga pada toilet, penggunaan kursi roda. (R/ Menghindari cidera akibat kecelakaan/ jatuh)&lt;br /&gt;i. Kolaborasi: konsul dengan fisoterapi. (R/ Berguna dalam memformulasikan program latihan/ aktivitas yang berdasarkan pada kebutuhan individual dan dalam mengidentifikasikan alat)&lt;br /&gt;j. Kolaborasi: Berikan matras busa/ pengubah tekanan. (R/ Menurunkan tekanan pada jaringan yang mudah pecah untuk mengurangi risiko imobilitas)&lt;br /&gt;k. Kolaborasi: berikan obat-obatan sesuai indikasi (steroid). (R/ Mungkin dibutuhkan untuk menekan sistem inflamasi akut)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. GANGGUAN CITRA TUBUH/ PERUBAHAN PENAMPILAN PERAN&lt;br /&gt;Dapat dihubungkan dengan : Perubahan kemampuan untuk melaksanakan tugas-tugas umum, peningkatan penggunaan energi, ketidakseimbangan mobilitas.&lt;br /&gt;Dapat dibuktikan oleh : Perubahan fungsi dari bagian-bagian yang sakit.&lt;br /&gt;Bicara negatif tentang diri sendiri, fokus pada kekuatan masa lalu, dan penampilan.&lt;br /&gt;Perubahan pada gaya hidup/ kemapuan fisik untuk melanjutkan peran, kehilangan pekerjaan, ketergantungan p[ada orang terdekat.&lt;br /&gt;Perubahan pada keterlibatan sosial; rasa terisolasi.&lt;br /&gt;Perasaan tidak berdaya, putus asa.&lt;br /&gt;Hasil yangdihapkan/ kriteria Evaluasi-Pasien akan :&lt;br /&gt;Mengungkapkan peningkatan rasa percaya diri dalam kemampuan untuk menghadapi penyakit, perubahan pada gaya hidup, dan kemungkinan keterbatasan.&lt;br /&gt;Menyusun rencana realistis untuk masa depan.&lt;br /&gt;Intervensi dan Rasional:.&lt;br /&gt;a. Dorong pengungkapan mengenai masalah tentang proses penyakit, harapan masa depan. (R/Berikan kesempatan untuk mengidentifikasi rasa takut/ kesalahan konsep dan menghadapinya secara langsung)&lt;br /&gt;b. Diskeusikan arti dari kehilangan/ perubahan pada pasien/orang terdekat. Memastikan bagaimana pandangaqn pribadi pasien dalam memfungsikan gaya hidup sehari-hari, termasuk aspek-aspek seksual. (R/Mengidentifikasi bagaimana penyakit mempengaruhi persepsi diri dan interaksi dengan orang lain akan menentukan kebutuhan terhadap intervensi/ konseling lebih lanjut)&lt;br /&gt;c. Diskusikan persepsi pasienmengenai bagaimana orang terdekat menerima keterbatasan. (R/ Isyarat verbal/non verbal orang terdekat dapat mempunyai pengaruh mayor pada bagaimana pasien memandang dirinya sendiri)&lt;br /&gt;d. Akui dan terima perasaan berduka, bermusuhan, ketergantungan. (R/ Nyeri konstan akan melelahkan, dan perasaan marah dan bermusuhan umum terjadi)&lt;br /&gt;e. Perhatikan perilaku menarik diri, penggunaan menyangkal atau terlalu memperhatikan perubahan. (R/ Dapat menunjukkan emosional ataupun metode koping maladaptive, membutuhkan intervensi lebih lanjut)&lt;br /&gt;f. Susun batasan pada perilaku mal adaptif. Bantu pasien untuk mengidentifikasi perilaku positif yang dapat membantu koping. (R/ Membantu pasien untuk mempertahankan kontrol diri, yang dapat meningkatkan perasaan harga diri)&lt;br /&gt;g. Ikut sertakan pasien dalam merencanakan perawatan dan membuat jadwal aktivitas. (Meningkatkan perasaan harga diri, mendorong kemandirian, dan mendorong berpartisipasi dalam terapi)&lt;br /&gt;h. Bantu dalam kebutuhan perawatan yang diperlukan.(R/ Mempertahankan penampilan yang dapat meningkatkan citra diri)&lt;br /&gt;i. Berikan bantuan positif bila perlu. (R/ Memungkinkan pasien untuk merasa senang terhadap dirinya sendiri. Menguatkan perilaku positif. Meningkatkan rasa percaya diri)&lt;br /&gt;j. Kolaborasi: Rujuk pada konseling psikiatri, mis: perawat spesialis psikiatri, psikolog. (R/ Pasien/orang terdekat mungkin membutuhkan dukungan selama berhadapan dengan proses jangka panjang/ ketidakmampuan)&lt;br /&gt;k. Kolaborasi: Berikan obat-obatan sesuai petunjuk, mis; anti ansietas dan obat-obatan peningkat alam perasaan. (R/ Mungkin dibutuhkan pada sat munculnya depresi hebat sampai pasien mengembangkan kemapuan koping yang lebih efektif)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. KURANG PERAWATAN DIRI&lt;br /&gt;Dapat dihubungkan dengan : Kerusakan muskuloskeletal; penurunan kekuatan, daya tahan, nyeri pada waktu bergerak, depresi.&lt;br /&gt;Dapat dibuktikan oleh : Ketidakmampuan untuk mengatur kegiatan sehari-hari.&lt;br /&gt;Hasil yangdihapkan/ kriteria Evaluasi-Pasien akan :&lt;br /&gt;Melaksanakan aktivitas perawatan diri pada tingkat yang konsisten dengan kemampuan individual.&lt;br /&gt;Mendemonstrasikan perubahan teknik/ gaya hidup untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri.&lt;br /&gt;Mengidentifikasi sumber-sumber pribadi/ komunitas yang dapat memenuhi kebutuhan perawatan diri.&lt;br /&gt;Intervensi dan Rasional:.&lt;br /&gt;a. Diskusikan tingkat fungsi umum (0-4) sebelum timbul awitan/ eksaserbasi penyakit dan potensial perubahan yang sekarang diantisipasi. (R/ Mungkin dapat melanjutkan aktivitas umum dengan melakukan adaptasi yang diperlukan pada keterbatasan saat ini).&lt;br /&gt;b. Pertakhankan mobilitas, kontrol terhadap nyeri dan program latihan. (R/ Mendukung kemandirian fisik/emosional)&lt;br /&gt;c. Kaji hambatan terhadap partisipasi dalam perawatan diri. Identifikasi /rencana untuk modifikasi lingkungan. (R/ Menyiapkan untuk meningkatkan kemandirian, yang akan meningkatkan harga diri)&lt;br /&gt;d. Kolaborasi: Konsul dengan ahli terapi okupasi. (R/ Berguna untuk menentukan alat bantu untuk memenuhi kebutuhan individual. Mis; memasang kancing, menggunakan alat bantu memakai sepatu, menggantungkan pegangan untuk mandi pancuran)&lt;br /&gt;e. Kolaborasi: Atur evaluasi kesehatan di rumah sebelum pemulangan dengan evaluasi setelahnya. (R/ Mengidentifikasi masalah-masalah yang mungkin dihadapi karena tingkat kemampuan aktual)&lt;br /&gt;f. Kolaborasi : atur konsul dengan lembaga lainnya, mis: pelayanan perawatan rumah, ahli nutrisi. (R/ Mungkin membutuhkan berbagai bantuan tambahan untuk persiapan situasi di rumah)&lt;br /&gt;5. PENATALAKSANAAN PEMELIHARAAN RUMAH, KERUASAKAN, RESIKO TINGGI TERHADAP&lt;br /&gt;Faktor risiko meliputi : Proses penyakit degeneratif jangka panjang, sistem pendukung tidak adekuat.&lt;br /&gt;Dapat dibuktikan oleh : (Tidak dapat diterapkan; adanya tanda dan gejala membuat diagnosa menjadi aktual)&lt;br /&gt;Hasil yangdihapkan/ kriteria Evaluasi-Pasien akan :&lt;br /&gt;Mempertahankan keamanan, lingkungan yang meningkatkan pertumbuhan.&lt;br /&gt;Mendemonstrasikan penggunaan sumber-sumber yang efektif dan tepat.&lt;br /&gt;Intervensi dan Rasional:.&lt;br /&gt;a. Kaji tingkat fungsi fisik (R/ Mengidentifikasi bantuan/ dukungan yang diperlukan)&lt;br /&gt;b. Evaluasi lingkungan untuk mengkaji kemampuan dalam perawatan untuk diri sendiri. (R/ Menentukan kemungkinan susunan yang ada/ perubahan susunan rumah untuk memenuhi kebutuhan individu)&lt;br /&gt;c. Tentukan sumber-sumber finansial untuk memenuhi kebutuhan situasi individual. Identifikasi sistem pendukung yang tersedia untuk pasien, mis: membagi tugas-tugas rumah tangga antara anggota keluarga. (R/ Menjamin bahwa kebutuhan akan dipenuhi secara terus-menerus)&lt;br /&gt;d. Identifikasi untuk peralatan yang diperlukan, mis: lift, peninggian dudukan toilet. (R/ Memberikan kesempatan untuk mendapatkan peralatan sebelum pulang)&lt;br /&gt;e. Kolaborasi: Koordinasikan evaluasi di rumah dengan ahli terapi okupasi. (R/ Bermanfaat untuk mengidentifikasi peralatan, cara-cara untuk mengubah tugas-tugas untuk mengubah tugas-tugas untuk mempertahankan kemandirian)&lt;br /&gt;f. Kolaborasi: Identifikasi sumber-sumber komunitas, mis: pelayanan pembantu rumah tangga bila ada. (R/ Memberikan kemudahan berpindah pada/mendukung kontinuitas dalam situasi rumah).&lt;br /&gt;6. KURANG PENGETAHUAN ( KEBUTUHAN BELAJAR ), MENGENAI PENYAKIT, PROGNOSIS, DAN KEBUTUHAN PENGOBATAN.&lt;br /&gt;Dapat dihubungkan dengan : Kurangnya pemajanan/ mengingat.&lt;br /&gt;Kesalahan interpretasi informasi.&lt;br /&gt;Dapat dibuktikan oleh : Pertanyaan/ permintaan informasi, pernyataan kesalahan konsep.&lt;br /&gt;Tidak tepat mengikuti instruksi/ terjadinya komplikasi yang dapat dicegah.&lt;br /&gt;Hasil yangdihapkan/ kriteria Evaluasi-Pasien akan :&lt;br /&gt;Menunjukkan pemahaman tentang kondisi/ prognosis, perawatan.&lt;br /&gt;Mengembangkan rencana untuk perawatan diri, termasuk modifikasi gaya hidup yang konsisten dengan mobilitas dan atau pembatasan aktivitas.&lt;br /&gt;Intervensi dan Rasional:.&lt;br /&gt;a. Tinjau proses penyakit, prognosis, dan harapan masa depan. (R/ Memberikan pengetahuan dimana pasien dapat membuat pilihan berdasarkan informasi)&lt;br /&gt;b. Diskusikan kebiasaan pasien dalam penatalaksanaan proses sakit melalui diet,obat-obatan, dan program diet seimbang, l;atihan dan istirahat.(R/ Tujuan kontrol penyakit adalah untuk menekan inflamasi sendiri/ jaringan lain untuk mempertahankan fungsi sendi dan mencegah deformitas)&lt;br /&gt;c. Bantu dalam merencanakan jadwal aktivitas terintegrasi yang realistis,istirahat, perawatan pribadi, pemberian obat-obatan, terapi fisik, dan manajemen stres. (R/ Memberikan struktur dan mengurangi ansietas pada waktu menangani proses penyakit kronis kompleks)&lt;br /&gt;d. Tekankan pentingnya melanjutkan manajemen farmakoterapeutik. (R/ Keuntungan dari terapi obat-obatan tergantung pada ketepatan dosis)&lt;br /&gt;e. Anjurkan mencerna obat-obatan dengan makanan, susu, atau antasida pada waktu tidur. (R/ Membatasi irigasi gaster, pengurangan nyeri pada HS akan meningkatkan tidur dan m,engurangi kekakuan di pagi hari)&lt;br /&gt;f. Identifikasi efek samping obat-obatan yang merugikan, mis: tinitus, perdarahan gastrointestinal, dan ruam purpuruik. (R/ Memperpanjang dan memaksimalkan dosis aspirin dapat mengakibatkan takar lajak. Tinitus umumnya mengindikasikan kadar terapeutik darah yang tinggi)&lt;br /&gt;g. Tekankan pentingnya membaca label produk dan mengurangi penggunaan obat-obat yang dijual bebas tanpa persetujuan dokter. (R/ Banyak produk mengandung salisilat tersembunyi yang dapat meningkatkan risiko takar layak obat/ efek samping yang berbahaya)&lt;br /&gt;h. Tinjau pentingnya diet yang seimbang dengan makanan yang banyak mengandung vitamin, protein dan zat besi. (R/ Meningkatkan perasaan sehat umum dan perbaikan jaringan)&lt;br /&gt;i. Dorong pasien obesitas untuk menurunkan berat badan dan berikan informasi penurunan berat badan sesuai kebutuhan. (R/ Pengurangan berat badan akan mengurangi tekanan pada sendi, terutama pinggul, lutut, pergelangan kaki, telapak kaki)&lt;br /&gt;j. Berikan informasi mengenai alat bantu (R/ Mengurangi paksaan untuk menggunakan sendi dan memungkinkan individu untuk ikut serta secara lebih nyaman dalam aktivitas yang dibutuhkan)&lt;br /&gt;k. Diskusikan tekinik menghemat energi, mis: duduk daripada berdiri untuk mempersiapkan makanan dan mandi (R/ Mencegah kepenatan, memberikan kemudahan perawatan diri, dan kemandirian)&lt;br /&gt;l. Dorong mempertahankan posisi tubuh yang benar baik pada sat istirahat maupun pada waktu melakukan aktivitas, misalnya menjaga agar sendi tetap meregang , tidak fleksi, menggunakan bebat untuk periode yang ditentukan, menempatkan tangan dekat pada pusat tubuh selama menggunakan, dan bergeser daripada mengangkat benda jika memungkinkan. ( R: mekanika tubuh yang baik harus menjadi bagian dari gaya hidup pasien untuk mengurangi tekanan sendi dan nyeri ).&lt;br /&gt;m. Tinjau perlunya inspeksi sering pada kulit dan perawatan kulit lainnya dibawah bebat, gips, alat penyokong. Tunjukkan pemberian bantalan yang tepat. ( R: mengurangi resiko iritasi/ kerusakan kulit )&lt;br /&gt;n. Diskusikan pentingnya obat obatan lanjutan/ pemeriksaan laboratorium, mis: LED, Kadar salisilat, PT. ( R; Terapi obat obatan membutuhkan pengkajian/ perbaikan yang terus menerus untuk menjamin efek optimal dan mencegah takar lajak, efek samping yang berbahaya.&lt;br /&gt;o. Berikan konseling seksual sesuai kebutuhan ( R: Informasi mengenai posisi-posisi yang berbeda dan tehnik atau pilihan lain untuk pemenuhan seksual mungkin dapat meningkatkan hubungan pribadi dan perasaan harga diri/ percaya diri.).&lt;br /&gt;p. Identifikasi sumber-sumber komunitas, mis: yayasan arthritis ( bila ada). (R: bantuan/ dukungan dari oranmg lain untuk meningkatkan pemulihan maksimal).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-8653808471222257493?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/POOGRuVq3HI" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-18T21:46:57.152+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2010/10/asuhan-keperawatan-dengan-reumatoid.html</feedburner:origLink></item><item><title>Recognize the Symptoms of Skin Stress</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/6oSIG7BSLGk/recognize-symptoms-of-skin-stress.html</link><category>healthy</category><author>noreply@blogger.com (mbah bejo)</author><pubDate>Sat, 09 Oct 2010 07:02:39 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-6959185441634991505</guid><description>&lt;img src="http://kudosbali.com/wp-content/uploads/2010/09/Recognize-the-Symptoms-of-Skin-Stress-300x200.jpg" alt="Recognize the Symptoms of Skin Stress"&gt;Besides your brain which can be suffered from stress, your skin can also be stressful. Do not miss it, recognize the symptoms of stress in the skin. Here are some of the symptoms:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dull and looks blacker than usual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dry, and feels rough when you hold it like a dried leaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. The color is not bright and looked more melancholy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Not shine and there are stains everywhere&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Like clothes that have not been ironed, wrinkled and furrowed [break]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now, are these characteristics apply on your skin?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-6959185441634991505?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/6oSIG7BSLGk" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-09T21:02:39.701+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2010/10/recognize-symptoms-of-skin-stress.html</feedburner:origLink></item><item><title>Allergies Can Be Deadly</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/86VTVW-g1fQ/allergies-can-be-deadly.html</link><category>healthy</category><author>noreply@blogger.com (mbah bejo)</author><pubDate>Sat, 09 Oct 2010 07:00:45 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-8048773662119755685</guid><description>&lt;img src="http://kudosbali.com/wp-content/uploads/2010/07/1a.jpg" alt="Allergies Can Be Deadly"&gt;Allergies are not only disrupting the quality of life of sufferers, but also can cause life-threatening complication sometimes. One type of allergy that can cause deadly effect is drug allergy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In developed countries, food allergies, especially peanuts, can cause severe health problems. But most developing countries, cases of drug allergy is most often have fatal consequences.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If after taking the medicine you feel the itchy sensation, swelling, and redness of the oral mucosa and without fever, it is reasonable suspicion of angioderma. You should immediately get medical treatment because it can result in shortness of breath.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drugs that commonly cause allergies are estimated to include penicillin group, analgesic-antipyretic drugs and paracetamol. Many patients suffering from shock after getting this kinds of drugs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drug allergy symptoms can vary from mild to severe; it can even be accompanied by disturbances of consciousness. Treatment that is given too late can be fatal for the patient.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cases of drug allergy are quite common. That is why we have to use drugs rationally, meaning that only use medication if necessary and drugs used in the right way.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-8048773662119755685?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/86VTVW-g1fQ" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-09T21:00:45.582+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2010/10/allergies-can-be-deadly.html</feedburner:origLink></item><item><title>Asparagus</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/bBJDjgAJu0I/asparagus.html</link><category>healthy</category><category>food</category><author>noreply@blogger.com (mbah bejo)</author><pubDate>Sat, 09 Oct 2010 04:47:58 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-6155983750760788476</guid><description>Scientific Name: Asparagus officinalis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biological Background: Asparagus is a vegetable with succulent shoots and scale-like leaves, belonging to the lily of the valley family. It was known to the ancient civilization of Egypt and Rome.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nutritional Information: Four medium-sized spears (cooked, 60 g) contain 315 calories, 1.6 g protein, 2.6 g carbohydrate, 1.1 g fiber, 0.4 mg iron, 186 mg potassium, 50 RE vitamin A, 0.63 mg niacin, 16 mg vitamin C, and small amount of other vitamins.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pharmacological Activity: Asparagus is an excellent source of glutathione and a good source of flavonoids, saponins, folate, vitamin C, and dietary fiber. Those food components in asparagus provide great power to fight various cancers and heart diseases. Asparagus is also known for its antifungal, diuretic, and antiviral activity. In addition, the low calorie content of asparagus makes it a good food for weight control.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eating Tips: Asparagus deteriorates and loses its vitamin C quickly under room temperature. Heavy cooking may reduce asparagus disease-fighting power by destroying some of its healing components. To get the most health benefits from asparagus, eat it fresh or lightly cooked.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-6155983750760788476?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/bBJDjgAJu0I" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-09T18:47:58.065+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2010/10/asparagus.html</feedburner:origLink></item><item><title>The Walk Routine Benefits</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/LatihanNulis/~3/HOy4vxX5Nf0/walk-routine-benefits.html</link><category>tips</category><category>healthy</category><author>noreply@blogger.com (mbah bejo)</author><pubDate>Fri, 08 Oct 2010 20:05:16 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6903161068081836275.post-5107077771377106073</guid><description>Nine benefits to be gained from walking activity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) heart attack.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;First of course reduce the risk of heart attack. We know that muscle&lt;br /&gt;heart requires blood to flow more profusely (from coronary artery&lt;br /&gt;who gave him a meal) for fit and function normally without stopping the blood pumping. To that end, the heart muscle needs blood flow&lt;br /&gt;a more swift and smooth. Hurriedly walk Hustle coronary blood flow to the heart. Thus the adequacy of oxygen the heart muscle and heart muscle are met can stay awake for quite a beat.&lt;br /&gt;Not only that. Flexibility of the arteries of the body of trained&lt;br /&gt;contract and expand mengejangnya will be helped by the muscles around the walls of blood vessels when performing activities on foot rushed it. The end result, blood pressure tends to be lower, intercellular adhesions that can result in blood clot plugs a blood clot vessels will also be reduced.&lt;br /&gt;More than that, the good cholesterol (HDL), which works as a sponge&lt;br /&gt;absorbing the bad cholesterol (LDL) will increase by foot&lt;br /&gt;hie. Not many ways out of a drug that can increase HDL levels in addition to moving the body. Walk hurriedly recorded can reduce the risk of heart attack to just half.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2). Stroke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Despite the benefits of walking hurriedly towards stroke&lt;br /&gt;its influence has not been as real as against coronary heart disease, some studies have shown encouraging results. Just look at the natural evidence of our ancestors were doing more walking activities every day, old stroke cases not as much now. One study of 70 thousand nurses (Harvard School of Public Health) that the work was recorded walking activity as much as 20 hours a week decreased their risk of stroke two-thirds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3). Stable weight.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It turned out to familiarize walking routine, the rate of metabolism&lt;br /&gt;enhanced body. In addition to a number of calories wasted by activity&lt;br /&gt;walking distance, the excess calories that might exist would be burned by&lt;br /&gt;increasing the body's metabolism, so weight gain is not&lt;br /&gt;occur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4). Lose weight.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yes, in addition to maintained stable weight, those who start&lt;br /&gt;being overweight, can be derived by conducting&lt;br /&gt;hurriedly walk it regularly. Excess lard in&lt;br /&gt;under the skin will burn if diligent walking activities&lt;br /&gt;sufficient rate of at least one hour.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5). Preventing diabetes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yes, by familiarizing walking distance travel at about 6 km per hour,&lt;br /&gt;travel time about 50 minutes, it could delay or prevent&lt;br /&gt;of developing Type 2 diabetes, especially in those who bodied&lt;br /&gt;overweight (National Institute of Diabetes and Gigesive &amp; Kidney Diseases).&lt;br /&gt;As we know that cases of diabetes that can be overcome without&lt;br /&gt;need to take medication, can be done by choosing a bodybuilding routine&lt;br /&gt;periodically. During the blood sugar can be controlled simply by moving&lt;br /&gt;body (brisk walking), the drug is not required. That means that&lt;br /&gt;hurriedly walk the same benefits with antidiabetic drugs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6). Preventing osteoporosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yes. With exercise and walk fast, not only&lt;br /&gt;body muscles strengthened, but the bones as well. For calcium metabolism, exercise also required, in addition to need exposure to sunlight in the morning. Not enough extra calcium and vitamin D alone to prevent or slow the process of osteoporosis. The body also requires body movement and takes at least 15 minutes of exposure to the sun in the morning to be free from the threat of osteoporosis. Those who exercise since he was young, and consume enough calcium, up to age 70 years predicted to be free from the threat of bone loss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(7). Relieves arthritic knee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Over a third of elderly people in America have arthritic knees&lt;br /&gt;(Osteoarthiris). By getting used to walking fast or&lt;br /&gt;choose to walk in the swimming pool, arthritic knee pain can&lt;br /&gt;subsided. For those who suffer from arthritic knees, walking activities need to be done intermittently, not every day. The goal is to give opportunity to the joints to recover. One thing to remember for people with arthritic leg or foot: do not mistakenly choose the sports shoes. We know, with the pertambahnya age, joint space increasingly narrow, increasingly thin layers of joint cartilage, and fluid joint space had decreased. The condition of joints that have been like that need to be maintained and protected so as not to experience a severe shock by the load weight, especially in the obese. When the bearings (sol) less tender sneakers, shoes failed act as shock absorbers (shock absorber). That means the joints continue to experience heavy shock load during walking, especially when running or jumping. This is the worsening condition of joints, joint pain and trigger an attack or cause joint disease in those at risk of joint disorders.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The emergence of joint pain after activities as walking, can&lt;br /&gt;be because the wrong type of sports shoes. Branded shoes&lt;br /&gt;determine the quality cushions, in addition to the suitability of anatomy foot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habit of walking barefoot, even indoors&lt;br /&gt;though, can worsen the condition of the joints of the leg and foot,&lt;br /&gt;and shock loads that must be borne by the joints.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(8) Depression.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It turned out that moving the body with a quick walk also helps&lt;br /&gt;patients with depression status. Walking distance could hie&lt;br /&gt;replace antidepressants should be taken regularly. Study Happenings&lt;br /&gt;free from depression by walking already done more than 10&lt;br /&gt;years.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(9). Cancer can also arise if we diligently canceled on foot, at least the type of colon cancer (colorectal carcinoma).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We know, moving the body part smooth bowel peristalsis, so that&lt;br /&gt;defecate more orderly. Colorectal cancer is also triggered by&lt;br /&gt;fecal retention for longer in the digestive tract. Other studies also&lt;br /&gt;mentions the role of a walk to the possibility of lowering the risk of breast cancer.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;b&gt;Kunjungi juga&lt;/b&gt;
 
&lt;a href="http://pekeng.com"&gt;pekeng.com&lt;/a&gt; 
&lt;a href="http://satukata.net"&gt;satukata.net&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://asuhankeperawatan.pekeng.com"&gt;asuhankeperawatan.pekeng.com&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://seo.pekeng.com"&gt;seo&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://askep.pekeng.com"&gt;my blog&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://incomeeverymonth.pekeng.com"&gt;incame&lt;/a&gt;
&lt;a href="http://budayaindonesia.pekeng.com"&gt;budaya&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6903161068081836275-5107077771377106073?l=anakkomik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LatihanNulis/~4/HOy4vxX5Nf0" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-09T10:05:16.083+07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://anakkomik.blogspot.com/2010/10/walk-routine-benefits.html</feedburner:origLink></item><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

