<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4256563486762450333</atom:id><lastBuildDate>Wed, 27 Jan 2010 15:00:22 +0000</lastBuildDate><title>LDII TANJUNGPINANG</title><description>Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Tanjungpinang</description><link>http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Admin)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/LdiiTanjungpinang" /><feedburner:info uri="ldiitanjungpinang" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><feedburner:emailServiceId>LdiiTanjungpinang</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4256563486762450333.post-4462017959712873399</guid><pubDate>Tue, 29 Sep 2009 08:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-29T01:13:07.387-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kegiatan</category><title>LDII dan Badan Kesbangpol Linpenmas Kota Tanjungpinang</title><description>DPD LDII Kota Tanjungpinang terus berupaya untuk mensosialisasikan LDII yang ada di Kota Tanjungpinang dengan berbagai cara  agar masyarakat mengetahui LDII merupakan organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang dakwah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kegiatan pemerintah selalu mengikutsertakan warga LDII sebagai peserta, baik sebagai panitia maupun peserta seperti acara yang diadakan oleh Badan Kesbangpol Linpenmas Kota Tanjungpinang “Fasilitasi Pencapaian Halaqah dan Berbagai Forum Keagamaan lainnya dalam upaya peningkatan wawasan kebangsaan” sudah 2 tahun berturut-turut LDII Kota Tanjungpinang mengikuti kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DPD LDII Kota Tanjungpinang terdiri dari tokoh agama, organisasi non pemerintah yang berbasis agama, dalam sambutan Kepala Badan Kesbangpol Linpenmas Kota Tanjungpinang Drs. M. Juramadi Esram, SH, MT, menyampaikan “Dalam rangka menjaga dan menumbuh kembangkan rasa keharmonisan, saling hormat menghormati antar umat beragama yang ada di Kota Tanjungpinang. Maka kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat guna mewujudkan kerukunan antar umat beragama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan berlangsung sehari di Hotel Laguna dengan nara sumber yang terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Prof. DR. H. M. Ridwan Lubis (Puslitbang Kehidupan Keagamaan Dep. Agama RI)&lt;br /&gt;2. Drs. H. Tafrudin Jarijis (Ketua FKUB Kota Tanjungpinang)&lt;br /&gt;3. Drs. H. Razali Jaya ( Ka Kanwil Depag Propinsi Kepulauan Riau&lt;br /&gt;4. Drs. H. Syamsuddin, MM (Kakan Depag Kota Tanjungpinang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biro humas LDII Kota Tanjungpinang H. Farid, mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang khususnya “Mari kita pelihara, kita bina dan tingkatkan kerukunan umat beragama menuju masyarakat agamis yang madani di Kota Tanjungpinang”.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4256563486762450333-4462017959712873399?l=ldiitanjungpinang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LdiiTanjungpinang/~4/oyQklcf_qPQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LdiiTanjungpinang/~3/oyQklcf_qPQ/ldii-dan-badan-kesbangpol-linpenmas_29.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/2009/09/ldii-dan-badan-kesbangpol-linpenmas_29.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4256563486762450333.post-2971882107449963072</guid><pubDate>Tue, 01 Sep 2009 07:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-10T18:34:13.136-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>RAKORDA XII MUI I SE-SUMATERA DI TANJUNGPINANG-KEPRI</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_WvFx_nvma-E/SqmpBcd77hI/AAAAAAAAAW8/OcaP9XEaP3M/s1600-h/Rakorda.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 117px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_WvFx_nvma-E/SqmpBcd77hI/AAAAAAAAAW8/OcaP9XEaP3M/s200/Rakorda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380017072157486610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pengurus DPD LDII Propinsi Kepulauan Riau di ikut sertakan sebagai peserta dalam acara Rapat Koordinasi antar Daerah (Rakorda) XII MUI Wilayah I se-Sumatera pada tahun 2009 yang di adakan di Tanjungpinang Propinsi Kepulauan Riau pada tanggal 6 Agustus s/d 9 Agustus 2009. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada kesempatan itu acara dibuka oleh Bapak Gubernur Kepulauan Riau ISMETH ABDULLAH di Halaman Gedung Daerah yang dihadiri oleh para peserta yang berjumlah sekitar 200 orang dari seluruh Propinsi yang ada di Sumatera. Mengingat pentingnya Rakorda ini yang diadakan setahun sekali secara bergiliran antar daerah yang ada di wilayah I se-Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terealisasinya Rakorda XII di Tanjungpinang ini di harapkan dapat meningkatkan peran serta alim ulama. Khusunya MUI dalam berbagai kegiatan membangun Sumber Daya Manusia yang kokoh dan mandiri. Di daerah masing-masing, MUI agar dapat bekerja sama antar dewan pimpinan MUI dengan berbagai pihak, serta merumuskannya dalam bentuk kegiatan operasionalisme program. Program prioritas keumatan intern maupun ekstern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sambutan Ketua Umum MUI Propinsi Kepulauan Riau K H. T. AZHARI ABBAS pada acara pembukaan Rakorda, pada kesempatan yang sama hadir juga sebagai nara sumber KH. MA’RUF AMIN dan beberapa pengurus pusat MUI. Acara diisi dengan dialog-dialog dari peserta dan Nara Sumber dan sidang-sidang komisi pengurus LDII Propinsi Kepulauan Riau yang hadir sebagai peserta tetap HAMZAH FARID, JOKO NURYONO, ABD. GHOZI, Drs. H. ABDULLAH MANAF CHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Rakorda ditutup oleh Bapak Gubernur Propinsi Kepulauan Riau yang diwakili oleh Sekda Propinsi Kepulauan Riau H. EDY WIJAYA di Hotel Bintan Agro Bintan. Propinsi Kepulauan Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4256563486762450333-2971882107449963072?l=ldiitanjungpinang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LdiiTanjungpinang/~4/9e_YgZCkl88" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LdiiTanjungpinang/~3/9e_YgZCkl88/rakorda-xii-mui-i-se-sumatera-di.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_WvFx_nvma-E/SqmpBcd77hI/AAAAAAAAAW8/OcaP9XEaP3M/s72-c/Rakorda.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/2009/09/rakorda-xii-mui-i-se-sumatera-di.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4256563486762450333.post-8186384709122975413</guid><pubDate>Wed, 19 Aug 2009 03:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-18T20:31:31.028-07:00</atom:updated><title>Cukuplah Kematian Sebagai Peringatan</title><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_WvFx_nvma-E/SotxjEwovJI/AAAAAAAAAV4/5InX3E1le3Q/s1600-h/menangis1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 154px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WvFx_nvma-E/SotxjEwovJI/AAAAAAAAAV4/5InX3E1le3Q/s200/menangis1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371511827956546706" /&gt;&lt;/a&gt;“Perbanyaklah mengingat sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu kematian!” (HR. Tirmidzi). Berbahagialah hamba-hamba Allah yang senantiasa bercermin dari kematian. Tak ubahnya seperti guru yang baik, kematian memberikan banyak pelajaran, membingkai makna hidup, bahkan mengawasi alur kehidupan agar tak lari menyimpang.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nilai-nilai pelajaran yang ingin diungkapkan guru kematian begitu banyak, menarik, bahkan menenteramkan. Di antaranya adalah apa yang mungkin sering kita rasakan dan lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Kematian mengingatkan bahwa waktu sangat berharga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada sesuatu pun buat seorang mukmin yang mampu mengingatkan betapa berharganya nilai waktu selain kematian. Tak seorang pun tahu berapa lama lagi jatah waktu pentasnya di dunia ini akan berakhir. Sebagaimana tak seorang pun tahu di mana kematian akan menjemputnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang manusia melalaikan nilai waktu pada hakekatnya ia sedang menggiring dirinya kepada jurang kebinasaan. Karena tak ada satu detik pun waktu terlewat melainkan ajal kian mendekat. Allah swt mengingatkan itu dalam surah Al-Anbiya ayat 1, “Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jatah waktu terhamburkan sia-sia, dan ajal sudah di depan mata. Tiba-tiba, lisan tergerak untuk mengatakan, “Ya Allah, mundurkan ajalku sedetik saja. Akan kugunakan itu untuk bertaubat dan mengejar ketinggalan.” Tapi sayang, permohonan tinggallah permohonan. Dan, kematian akan tetap datang tanpa ada perundingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt berfirman dalam surah Ibrahim ayat 44, “Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) dating azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang zalim: ‘Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Kematian mengingatkan bahwa kita bukan siapa-siapa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kehidupan dunia bisa diumpamakan dengan pentas sandiwara, maka kematian adalah akhir segala peran. Apa pun dan siapa pun peran yang telah dimainkan, ketika sutradara mengatakan ‘habis’, usai sudah permainan. Semua kembali kepada peran yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, masih kurang patutkah kita dikatakan orang gila ketika bersikeras akan tetap selamanya menjadi tokoh yang kita perankan. Hingga kapan pun. Padahal, sandiwara sudah berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagus-bagusnya peran yang kita mainkan, tak akan pernah melekat selamanya. Silakan kita bangga ketika dapat peran sebagai orang kaya. Silakan kita menangis ketika berperan sebagai orang miskin yang menderita. Tapi, bangga dan menangis itu bukan untuk selamanya. Semuanya akan berakhir. Dan, peran-peran itu akan dikembalikan kepada sang sutradara untuk dimasukkan kedalam laci-laci peran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teramat naif kalau ada manusia yang berbangga dan yakin bahwa dia akan menjadi orang yang kaya dan berkuasa selamanya. Pun begitu, teramat naïf kalau ada manusia yang merasa akan terus menderita selamanya. Semua berawal, dan juga akan berakhir. Dan akhir itu semua adalah kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Kematian mengingatkan bahwa kita tak memiliki apa-apa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menggariskan bahwa tak ada satu benda pun yang boleh ikut masuk ke liang lahat kecuali kain kafan. Siapa pun dia. Kaya atau miskin. Penguasa atau rakyat jelata Semuanya akan masuk lubang kubur bersama bungkusan kain kafan. Cuma kain kafan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu pun masih bagus. Karena, kita terlahir dengan tidak membawa apa-apa. Cuma tubuh kecil yang telanjang. Lalu, masih layakkah kita mengatasnamakan kesuksesan diri ketika kita meraih keberhasilan. Masih patutkah kita membangga-banggakan harta dengan sebutan kepemilikan. Kita datang dengan tidak membawa apa-apa dan pergi pun bersama sesuatu yang tak berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, semua hanya peran. Dan pemilik sebenarnya hanya Allah. Ketika peran usai, kepemilikan pun kembali kepada Allah. Lalu, dengan keadaan seperti itu, masihkah kita menyangkal bahwa kita bukan apa-apa. Dan, bukan siapa-siapa. Kecuali, hanya hamba Allah. Setelah itu, kehidupan pun berlalu melupakan peran yang pernah kita mainkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Kematian mengingatkan bahwa hidup sementara&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejayaan dan kesuksesan kadang menghanyutkan anak manusia kepada sebuah khayalan bahwa ia akan hidup selamanya. Hingga kapan pun. Seolah ia ingin menyatakan kepada dunia bahwa tak satu pun yang mampu memisahkan antara dirinya dengan kenikmatan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sapaan kematian mulai datang berupa rambut yang beruban, tenaga yang kian berkurang, wajah yang makin keriput, barulah ia tersadar. Bahwa, segalanya akan berpisah. Dan pemisah kenikmatan itu bernama kematian. Hidup tak jauh dari siklus: awal, berkembang, dan kemudian berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Kematian mengingatkan bahwa hidup begitu berharga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang hamba Allah yang mengingat kematian akan senantiasa tersadar bahwa hidup teramat berharga. Hidup tak ubahnya seperti ladang pinjaman. Seorang petani yang cerdas akan memanfaatkan ladang itu dengan menanam tumbuhan yang berharga. Dengan sungguh-sungguh. Petani itu khawatir, ia tidak mendapat apa-apa ketika ladang harus dikembalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“Ad-Dun-ya mazra’atul lil akhirah.” &lt;/strong&gt;(Dunia adalah ladang buat akhirat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mencintai sesuatu takkan melewatkan sedetik pun waktunya untuk mengingat sesuatu itu. Termasuk, ketika kematian menjadi sesuatu yang paling diingat. Dengan memaknai kematian, berarti kita sedang menghargai arti kehidupan. [Oleh : Heri_Lantabur]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4256563486762450333-8186384709122975413?l=ldiitanjungpinang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LdiiTanjungpinang/~4/Eo7ZcFFKWKw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LdiiTanjungpinang/~3/Eo7ZcFFKWKw/cukuplah-kematian-sebagai-peringatan.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_WvFx_nvma-E/SotxjEwovJI/AAAAAAAAAV4/5InX3E1le3Q/s72-c/menangis1.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/2009/08/cukuplah-kematian-sebagai-peringatan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4256563486762450333.post-8876740807611418439</guid><pubDate>Wed, 19 Aug 2009 03:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-18T20:08:42.018-07:00</atom:updated><title>Disayang atau Dilaknat Al Qur’an?</title><description>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_WvFx_nvma-E/SotskmeXwZI/AAAAAAAAAVw/UGyxxqOgCss/s1600-h/PenaQori.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 112px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_WvFx_nvma-E/SotskmeXwZI/AAAAAAAAAVw/UGyxxqOgCss/s200/PenaQori.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371506356628472210" /&gt;&lt;/a&gt;Ambil Al-Quran yang sehari-hari dipakai mengaji. Lalu buka lembar demi lembar. Selamat, bagi yang sudah lancar membaca Al-Quran alias ”Qori” dan sudah khatam bacaan-makna-keterangan. Lalu bagaimana dengan yang makna-keterangan belum khatam, bacaan belum tartil, apalagi yang belum bisa membaca?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Padahal selama hidup sejak aqil baligh, atau sejak insof, sudah ribuan jam waktu dihabiskan untuk membaca (urut abjad): abstracts, artikel, cerbung, cergam, cerpen, diktat, e-book, handbook, jurnal, kamus, komik, koran, majalah, novel, tabloid, textbook, thesaurus dll. Semua orang tahu dalil ini: tolabul ‘ilmi faridlotun ‘alaa kulli muslimin ~ mencari ilmu itu wajib bagi orang muslim. Tetapi ilmu apakah yang wajib dicari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah hadits yang mengatakan bahwa ilmu yang wajib dicari itu ada tiga, yaitu Al-Quran, Al-Hadits dan Faroidl atau ilmu waris. Selain itu hanyalah keutamaan saja. Belasan tahun sumberdaya enerji, waktu, tenaga, pikiran, dan dana dihabiskan untuk mencari sekian banyak ilmu dunia yang menghasilkan setumpuk ijazah, sementara 3 ilmu yang wajib dicari dan dikuasai yang passsti berakibat terhadap konsekwensi sorga-neraka seseorang, justru diabaikan. Ironis? Nggak lah. Sangka baik kepada Allah ~ husnudzonbillah saja, itu semua terjadi karena kekurang-fahaman atas hadits tadi, bukan karena selainnya. Yang terpenting adalah mengambil langkah-langkah korektif secepatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kendala Qori&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah: warottilil qur’aana tartiila ~ dan bacalah Al-Quran dengan tartil, tertib. Suara pun harus terdengar tetapi tidak asbun ~ asal bunyi melainkan harus tepat sesuai makhraj (bunyi keluarnya suara) dari huruf hijaiyyah: alif ba` ta` tsa` dst sampai ya`.&lt;br /&gt;Bagi beberapa etnis orang A’jam (non-Arab), makhroj huruf hijaiyyah saja sudah satu persoalan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sebagian orang Sunda totok, misalnya, Nauu’dzubillah sulitnya membunyikan fa` yang kerapkali tisoledat ~ tergelincir menjadi pa`. Itu karena rumpun suku Kabayan ini tidak mengenal vocabulary “f” tapi “p”: peuyeum, peureum, peureus,peupeus, peuheur, peungkeur, peureudeuy. So, jangan heran kalau ‘fa-aina’ terdengar jadi ‘pa-aina’, atau bahkan ‘pa-aena’.&lt;br /&gt;Untuk sebagian orang Jawa totok, misalnya lagi, Masya Allah sulitnya membunyikan huruf ‘ain. Maunya ‘ngain terus. Jangan heran kalau sholawat “wa ‘ala ali ibrohim” terdengar ”wa ngala ngali ngibrohim”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru huruf hijaiyyah yang adalah ilmu 1 huruf. Ada lagi tajwid atau ilmu 2 huruf, perihal pertemuan 1 huruf dengan 1 huruf lainnya: izh-haar, idghaam, iqlaab, ikhfaa`, qalqalah, madd dan waqaf. Di Indonesia, ada tambahan kendala dimana didalam konvensi literasi huruf hijaiyyah menjadi bahasa Indonesia, bukannya ditulis kho` tapi kha`, `ro tapi `ra, shod tapi shad, dst, dst. Semakin membuat lieur saja, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perjalanan Panjang Talaqqi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Belajar membaca Al-Quran adalah perjalanan panjang. Ada yang masih ingat masa kecil dulu ketika masih di level ‘alif-ba-ta’? Saat itu belum ada metoda Iqra temuan KH As’ad Humam. Sepertinya lahiriahnya khusyuk, padahal batiniahnya ketakutan dengan sebatang rotan di tangan ustadz yang siaga-satu siap melayang jika sampai ulangan ke 3 bacaan masih salah.&lt;br /&gt;Belajar sendiri dari kaset atau MP3 player? Tidak bisa. Seperti halnya Fahri didalam “Ayat-Ayat Cinta”. Udara Kairo sepanas apapun tetap ditembusnya demi talaqqi (murid berhadapan langsung) dengan guru bacaan Qiro’ah Sab’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa? Sebab tanpa talaqqi mana mungkin tahu imalah dimana ditulis “majrooha”, tetapi jika dibaca persis seperti itu, sudah pasti salah. Mana mungkin tahu sakat yang ibarat tombol pause tape atau MP3 player kepencet. Mana mungkin tahu ismam: “laa ta-manna” yang salah-benarnya hanya bisa diketahui dengan mata telanjang, bukan dengan kuping, dst.&lt;br /&gt;Al-Quran bukanlah buku biasa yang siapa saja bisa membacanya tanpa guru. Jibril tidak mengajarkan hijaiyyah dan tajwid kepada Muhammad, kemudian membiarkan Muhammad membaca Al-Quran sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran adalah firman Alloh yang disimpan di Lauh Mahfudz, kemudian disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad kata demi kata, ayat demi ayat. Dimulai dari ’iqro bismirobbikalladzii kholaq’, terus sampai 6.666 ayat, ditutup ‘minal jinnati wannaas’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar Al Quran haruslah sabar, konsisten dan persisten alias ngotot dalam pengertian positif. Tuh, Rosul saja perlu 23 tahun untuk talaqqi kepada Malaikat. Apalagi kita yang orang A’jam manusia biasa talaqqi kepada guru yang orang A’jam biasa pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bacaan Murottal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan kaset dan MP3? Silahkan, tetapi setelah melewati tahap talaqqi. Itu justru sangat bermanfaat untuk mengasah pendengaran, menirukan bacaan dengan makhroj-tajwid yang dipelajari ketika talaqqi, dan mempelajari langgam atau lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada bacaan qori Syeikh Abdullah Al Matrud, Abdurrahman As Sudais, Ali Al Khudzaifi, Hani Ar Rifai, Mahmud Al Husori, Misyari Rasyid Al Hafasi, Muhammad Ayub, Sa’ad Al Ghomidi, Su’ud Asy Syuraim. Di Indonesia, ada bacaan qoriah Dra. Hj. Maria Ulfah M.A. www.mariaulfahm.com, dan qori H. Muammar Z.A yang ternyata cukup populer di www.youtube.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Imam Masjidil Haram, As Sudais dengan suara tenor dan Asy Syuraim dengan suara bariton adalah yang paling populer. Tetapi jika diperhatikan, keduanya memendekkan mad jaiz dari 5 menjadi 2 harakat. Setelah minta pendapat KH Kasmudi Asshidqy yang juga penulis di majalah Nuansa ini, bacaan qori Syeikh Al Ghomidi yang paling pas dengan bacaan hafs di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Alat Bantu: 3-Qori SSG&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dulu, bacaan Al Quran disimpan didalam kaset. Masih terkenang ribet kemana-mana membawa sekotak puluhan kaset. Sekarang dalam format MP3, 30 Juz bisa disimpan dalam 1 keping CD. Kelemahan belajar qiroat dari kaset dan MP3 player, antara lain karena perlu seringnya menekan tombol ”REW” dan ”FF”. Lebih memakan waktu untuk memundur-majukan ayat daripada konsentrasi terhadap belajar qiroat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukurlah, saat ini ada Pena Qori, alat digital made in swasta dengan Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) yang di launching di MTQ Nasional ke XXII 17 Juni 2008 lalu di Serang, Banten. Dalam suatu demo, mata Pena Qori diarahkan ke ayat-ayat di surat At-Takwir maju-mundur secara acak. Luar bisa kecepatan dan ketepatannya! Hanya dengan menempelkan pena 90 derajat sejarak 0,6 mm dari mushaf ayat 26, terdengarlah suara “Fa aina tadzhabuun” dan terjemahannya “Maka kemanakah kamu akan pergi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resensi banyak media terhadap pena qori digital ini bisa dilihat di www.google.co.id dengan keyword “Pena Digital Fasih Membaca Alquran”. Di kampus IIQ, pena qori digital dijual dengan harga Rp. 1,27 juta, sedangkan di MTQ XXII pena qori dijual dengan harga Rp. 850 ribu. Sampai saat ini baru ada pena qori digital berisikan suara qoriah Maria Ulfah. Sangat praktis, apalagi dilengkapi earphone. Penulis saat ini sedang nego untuk membuat pena digital berisikan suara 3-qori sekaligus Sudais-Syuraim-Ghomidi. Pihak pabrikan setuju. Tetapi karena memakan waktu dan biaya, maka tentu saja ada minimum economics of scale, ada minimum pesanan, Yang bener aja ah, mosok minta dibuatkan pena digital berisi database 19.998 ayat dari 3 orang qori Makkah-Madinah, trus cuma pesen 1 biji! Penulis mengundang para pembaca yang budiman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2 Opsi: Mau Disayang? tau Dilaknat Al Quran?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fahri bak pahlawan. Dia tidak hidup dengan Siti Nurbaya, zaman sabak. Dia hidup dengan Maria-Aisyah, zaman internet. Dia memberikan pelajaran kepada kita betapa talaqqi tidak bisa tergantikan oleh metoda apapun, tidak dengan kaset, tidak dengan MP3. Dan demi talaqqi, dia terkena meningitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa di ambang pintu. Marhaban! Inilah waktu yang tepat untuk talaqqi. Inilah waktu yang pas untuk solat hifdzi. Lalu kebut jadi Qori dengan menggunakan alat bantu mutakhir yang boleh jadi merupakan ‘barang hilangnya’ orang mumin: al hikmatu doollatul mu-miniin.&lt;br /&gt;Sekian tahun menghabiskan waktu, tenaga, pikiran dan dana untuk membaca buku mencari ilmu menuai ijazah, kini tiba saatnya kembali khusyu’ membaca Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Alloohummar hamnaa bil qur’aan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;~ Ya Allah, sayangilah kami dengan Al-Quran&lt;br /&gt;Waj’alhu lanaa imaaman wa hudan wa nuuron wa rohmah &lt;br /&gt;~ dan jadikanlah Al Qur’an bagi kami menjadi imam, petunjuk, cahaya, dan rahmat&lt;br /&gt;Alloohumma dzakkirnaa minhu maa nasiinaa &lt;br /&gt;~ Ya Allah, ingatkanlah kami dengan Al Qur’an atas segala apa yang kami lupa&lt;br /&gt;Wa ‘allimnaa minhu maa jahilnaa &lt;br /&gt;~ dan ajarilah dengan Al Quran atas segala apa yang kami bodoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rubba qoori-in lil Quraan wal Quraanu yal’anhu ~ Adakalanya orang membaca Al-Quran dan Al-Quran melaknatinya, demikian riwayat sebuah hadits didalam tafsir Haqi dari Aisyah. Jadi kalau yang membaca Al-Quran saja masih diancaman dilaknat Al-Quran, lalu bagaimana dengan yang tidak? Apalagi yang buta baca? Addduhhh! Fa aina tadzhabuun? Sumber: http://nuansaonline.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4256563486762450333-8876740807611418439?l=ldiitanjungpinang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LdiiTanjungpinang/~4/xxsIyu08is0" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LdiiTanjungpinang/~3/xxsIyu08is0/disayang-atau-dilaknat-al-quran.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/_WvFx_nvma-E/SotskmeXwZI/AAAAAAAAAVw/UGyxxqOgCss/s72-c/PenaQori.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/2009/08/disayang-atau-dilaknat-al-quran.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4256563486762450333.post-5030235824556238632</guid><pubDate>Wed, 19 Aug 2009 02:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-18T20:00:04.023-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Presiden SBY Terima LDII di Istana</title><description>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_WvFx_nvma-E/SotqVEfwqVI/AAAAAAAAAVo/PD84VybT7aQ/s1600-h/SBY+Terima+LDII.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 112px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_WvFx_nvma-E/SotqVEfwqVI/AAAAAAAAAVo/PD84VybT7aQ/s200/SBY+Terima+LDII.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371503890786199890" /&gt;&lt;/a&gt;“Hari Selasa (23/6) pagi di Kantor Kepresidenan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), yang tanggal 10 s/d 12 Juni 2009 lalu menyelenggarakan Rapimnas. Kepada Presiden, pimpinan LDII melaporkan hasil-hasil Rapimnas, termasuk 11 butir pokok-pokok pikiran dan masukan kepada Presiden.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Presiden SBY sempat membahas satu persatu 11 butir pikiran yang konstruktif dan kontributif terhadap perjalanan bangsa ini,” kata Juru Bicara Presiden, Andi Mallarangeng. “Butir-butir pikiran itu, termasuk bagaimana LDII mengawal proses demokrasi dalam pemilihan presiden yang bisa memberi rahmat bagi masyarakat Indonesia tersebut sangat diapresiasi,” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum LDII, K.H. Abdullah Syam, menyampaikan bahwa dalam AD/ART LDII tercantum Rapimnas. “Kita melihat ada satu dinamika dalam perubahan tiap lima tahun sekali dalam demokrasi, pemilihan presiden. Kita lihat ada sumber daya manusia, demokrasi, menyangkut kedaulatan Indonesia. Kami berupaya memberi kontribusi kepada penegakan demokrasi yang bermakna, ” jelas Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada lima lembaga pemerintah yang bisa hadir, para pakar yang berkaitan dengan lembaga dakwah dan dibuka Presiden yang diwakili Menteri Agama. Menkes juga hadir. Disitu kita mendapat bantuan 19 pos kesehatan, masing-masing senilai Rp. 19 juta, diresmikan di Bandar Lampung. Tiga puluh lainnya diusulkan untuk 2009,” ujar Abdullah. Jaksa Agung hadir dalam topik supremasi hukum, Kapolri hadir dalam peran ormas dan kamtibnas, dan Menkominfo hadir dalam pembahasan teknologi sebagai media dakwah,” terang Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelas keputusan Rapimnas tersebut direspon satu-persatu oleh Presiden. “LDII sangat berterimakasih kepada Presiden SBY. Kami berharap hasil Rapimnas dapat memberikan penguatan. Ini kontribusi kita dalam Rapimnas, dan sudah direspon dengan baik, semoga bisa memberikan manfaat dan maslahat bagi bangsa,” Abdullah menjelaskan.&lt;br /&gt;Saat menerima tamunya Presiden SBY didampingi Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi dan Menkominfo M. Nuh. Sementara pengurus Dewan Pimpinan Pusat LDII yang diterima SBY antara lain, Ketua Umum K.H. Abdullah Syam, Dewan Penasehat K.H. Abdul Syukur, K.H. Mulyono, Shobar Wiganda, Kriswanto Santoso, dan Ratoyo Rasdan. (osa) &lt;br /&gt;(sumber: www.presidensby.info)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4256563486762450333-5030235824556238632?l=ldiitanjungpinang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LdiiTanjungpinang/~4/KYRX_5vwTyc" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LdiiTanjungpinang/~3/KYRX_5vwTyc/presiden-sby-terima-ldii-di-istana.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_WvFx_nvma-E/SotqVEfwqVI/AAAAAAAAAVo/PD84VybT7aQ/s72-c/SBY+Terima+LDII.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/2009/08/presiden-sby-terima-ldii-di-istana.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4256563486762450333.post-1400562794297106025</guid><pubDate>Tue, 11 Aug 2009 08:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T19:10:51.669-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>LDII Bukan Aliran Islam Radikal atau Sesat</title><description>&lt;a href="http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/"&gt;&lt;strong&gt;LDII Tanjungpinang&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; - Anggota pengajian Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) jalan Kijang Lama KM 6 Kelurahan Kampung Bulang Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memastikan, ajaran di pengajian LDII bukan aliran radikal.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ajaran di pengajian LDII berdasarkan perintah Allah dan Rasul. Jadi bukan aliran radikal sebagaimana isu fitnah yang ditujukan pada kami," kata anggota LDII jalan Kijang Lama KM 6 Kelurahan Kampung Bulang, Kota Tanjungpinang, Mario, Jumat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota LDII juga tidak terima kalau lembaga pengajiannya disebut sebagai aliran menyimpang dari ajaran agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekali lagi saya katakan, itu fitnah," kata Mario yang sejak tahun 1993 menjadi anggota LDII, menegaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengalamannya, selama menjadi anggota LDII di Padang, Sumatera Barat dan Tanjungpinang, secara umum Mario menilai tidak ada perbedaan antara ajaran LDII dengan organisasi pengajian lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang berbeda itu, hanya ketika menyambut Maulid Nabi. Umumnya Islam merayakannya, tapi anggota LDII tidak merayakannya karena tidak diperintah Al-Quran dan Hadits," kata Mario yang berusaha merinci perbedaan LDII dengan Ormas Islam lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran LDII disebut-sebut sebagai ajaran radikal, karena memandang penganut ajaran Islam lainnya seperti "kotoran".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, seorang muslim yang bukan anggota LDII melakukan ibadah di masjid yang dibangun LDII. Ketika muslim tersebut pulang dari mesjid, bekas langkahnya segera dibersihkan anggota LDII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga dilakukan anggota LDII ketika seorang muslim yang bukan anggota LDII memasuki rumah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu tidak benar. Saya tinggal dekat pengajian dan belum pernah melakukan hal seperti itu," kata Mario membantah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Mario mengaku, telah lama mendengar isu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika sewaktu-waktu saya langsung mendengar dari orang yang menyebarkan fitnah itu, pasti saya minta orang itu membuktikannya," ucap Mario dengan nada meninggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyesalkan pernyataan Hazarullah Azwad, seorang pemuka agama yang juga pegawai Departemen Agama (Depag) Kota Tanjungpinang, yang menyebutkan LDII sebagai aliran menyimpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"LDII sebagai aliran menyimpang, sehingga perlu diwaspadai umat Islam umumnya," kata Hazarullah yang juga Ketua Forum Komunikasi Masjid dan Mushala (FKMM) Kepri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazarullah mengaku, memiliki bukti-bukti ajaran LDII itu dapat menyesatkan umat Islam. Namun ia menolak membeberkannya kepada wartawan. (*/cax)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4256563486762450333-1400562794297106025?l=ldiitanjungpinang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LdiiTanjungpinang/~4/5_AkFs8Uoxk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LdiiTanjungpinang/~3/5_AkFs8Uoxk/ldii-bukan-aliran-islam-radikal-atau.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/2009/08/ldii-bukan-aliran-islam-radikal-atau.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4256563486762450333.post-2003484156322101032</guid><pubDate>Fri, 07 Aug 2009 07:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-07T00:12:13.616-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Kriteria Syarat Berdirinya Ponpes</title><description>Sekupang- Batam. Dalam kesempatanya menyampaikan kata sambutan dalam acara peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren Miftahul Huda Batam di Patam Asri Sekupang, Kakanwil Depag Propinsi Kepulauan Riau, Bapak Drs. H. Razali Wijaya menyampaikan di hadapan hadirin beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk berdirinya sebuah pondok pesantren.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Pertama-tama, marilah kita menyampaikan rasa syukur kita pada Allah SWT, Alhamdulillah, dengan izin Nya siang hari kita berkenan dapat hadir untuk mengikuti acara peletakan batu pertama pondok pesantren Miftahul Huda di kota Batam. Semoga acara kita ini senantiasa diberkati dan diridhoi ya Allah SWT. Amin,” demikian beliau memulai kata sambutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang pertama, sudah barang tentu kami dari Kantor Wilayah Department Agama Propinsi Kepulauan Riau menyambut baik pembangunan pondok pesantren Miftahul Huda. Mudah-mudahan dengan terlaksananya pembangunan pondok pesantren ini akan menambah jumlah pondok pesantren yang ada di Kepulauan Riau. Sehingga dengan pondok pesantren ini nantinya kita harapkan umat Islam di Propinsi Kepulauan Riau akan lebih mampu mempelajari, mampu mendalami agama dengan baik dan benar. Untuk kami mengucapkan selamat dan tahniah kepada panitia, kepada Lembaga Dakwah Islam Indonesia.” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang kedua, bahwa pondok pesantren adalah termasuk salah satu Lembaga Pendidikan yang dikelola oleh Departemen Agama, disamping bentuk-bentuk lainnya seperti RA, Diniay, Perguruan Tinggi dan sebagainya. Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan yang diatur dalam peraturan pemerintah PP No. 55/2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk itu, mudah-mudahan, dalam kegiatan Pondok Pesantren ini nantinya dapat memenuhi 5 kriteria syarat yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Adanya Kiyai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memiliki santri dan santriwati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Harus memiliki mesjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Harus memiliki asrama, dan yang tak kalah pentingnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. harus ada Perpustakaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemarin Bapak Menteria Agama baru saja memberikan penghargaan pada pondok-pondok pesantren diseluruh Indonesia. sebagai contoh kemarin Pondok pesantren Gontor yang sudah terkenal di seluruh Indonesia mendapat penghargaan dari Menteri Agama. Oleh karena itu, kita berharap, agar Pondok Pesantren Miftahul Huda ini nantinya bisa dikemas secara baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semoga ponpes ini nantinya bisa ikut menciptakan masyarakat kepulauan Riau yang berakhlak mulia. Kami ucapkan selamat kepada LDII semoga apa yang kita laksanakan ini dapat mendapat ridho dari Allah SWT.” ungkapnya sambil mengakhiri kata sambutannya dengan sebait pantun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kota Batam Kota Madani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanjung Pinang Ibukota Idaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Peletakan batu pertama pondok pesantren Miftahul Huda kita ke sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dapat kita wujudkan tali persaudaraan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;….disambut tepuk tangan para hadirin. (rph/0109)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4256563486762450333-2003484156322101032?l=ldiitanjungpinang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LdiiTanjungpinang/~4/N9EzUGzR_pE" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LdiiTanjungpinang/~3/N9EzUGzR_pE/kriteria-syarat-berdirinya-ponpes.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/2009/08/kriteria-syarat-berdirinya-ponpes.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4256563486762450333.post-4794650331347494279</guid><pubDate>Thu, 06 Aug 2009 09:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T19:12:07.087-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kegiatan</category><title>Apa dan Bagaimana DPP LDII membina DPD LDII di seluruh Indonesia</title><description>Seiring dengan berjalannya waktu, DPP &lt;a href="http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/"&gt;LDII&lt;/a&gt; terus berusaha menyelaraskan program – program kerjanya terhadap DPD &lt;a href="http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/"&gt;LDII&lt;/a&gt; seluruh Provinsi yang ada di Indonesia.Kegiatan ini merupakan konsolidasi organisasi yang diprogramkan 2 (dua) kali dalam setahun.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam semester dua ini, DPP &lt;/span&gt;&lt;a href="http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/"&gt;LDII&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; memberikan materi konsolidasi ke DPD &lt;/span&gt;&lt;a href="http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/"&gt;LDII&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; terdiri dari 4 materi yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Etika Dakwah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi ini membahas tentang bagaimana etika dakwah yang diambil dari contoh dakwah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan Nabi Musa AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hukum&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi ini membahas tentang UU Organisasi/ Ormas dan bagaimana suatu Organisasi/ Ormas tersebut memiliki badan hukum juga bagaimana Organisasi/ Ormas tersebut diumumkan dalam Berita Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Komunikasi Organisasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi ini membahas tentang bagaimana setiap warga &lt;/span&gt;&lt;a href="http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/"&gt;LDII&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; khususnya Pengurus Organisasi bisa mengkomunikasikan program/ kegiatan ibadah dakwah &lt;/span&gt;&lt;a href="http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/"&gt;LDII&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; kepada stakeholder atau pada lingkungan setempat warga &lt;/span&gt;&lt;a href="http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/"&gt;LDII&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; itu berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pemilu 2009&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi ini memberikan wawasan kepada waraga &lt;/span&gt;&lt;a href="http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/"&gt;LDII&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; tentang pemilu 2009 baik itu dari sisi UU Pemilu, Caleg, Pilpres dan Parpol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsolidasi ini dilaksanakan mulai bulan Nopember 2008 hingga Desember 2008, dan materi-materi tersebut akan dilanjutkan oleh DPD &lt;/span&gt;&lt;a href="http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/"&gt;LDII&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; hingga ke PC &amp;amp; PAC sehingga setiap warga &lt;/span&gt;&lt;a href="http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/"&gt;LDII&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; mendapatkan wawas dan mengetahui program-program dari DPP &lt;/span&gt;&lt;a href="http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/"&gt;LDII&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4256563486762450333-4794650331347494279?l=ldiitanjungpinang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LdiiTanjungpinang/~4/eYBQRe414TA" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LdiiTanjungpinang/~3/eYBQRe414TA/apa-dan-bagaimana-dpp-ldii-membina-dpd.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/2009/08/apa-dan-bagaimana-dpp-ldii-membina-dpd.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4256563486762450333.post-3900150693996932488</guid><pubDate>Thu, 06 Aug 2009 05:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T19:13:18.085-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kegiatan</category><title>Kegiatan Organisasi LDII</title><description>Lembaga Dakwah Islam Indonesia &lt;a href="http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/"&gt;(LDII) Tanjungpinang&lt;/a&gt; telah banyak mengikuti berbagai macam kegiatan kemasyarakatan diantaranya:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menghadiri pertemuan dengan Gerakan Keluarga Sakinah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengikuti Gerak Jalan 17 KM dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengundang para pejabat dan tokoh masyarakat untuk mengikuti acara pengajian rutin yang dilaksanakan oleh LDII Tanjungpinang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengadakan Kamping CAI (Cintan Alam Indonesia) yang berguna untuk membina Generasi Muda agar di bekali dengan akhlak yang baik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengadakan Pengajian Tingkat Usia Lanjut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menggadakan Pengajian Ibu-ibu&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengadakan Pengajian Remaja Putra dan Putri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengadakan Pengajian Cabe Rawit atau TPA&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengadakan pengajian mingguan dan bulanan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang selalu di adakan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) baik di tingkat Pusat, Daerah maupun Cabang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4256563486762450333-3900150693996932488?l=ldiitanjungpinang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LdiiTanjungpinang/~4/N0beawAzeWk" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LdiiTanjungpinang/~3/N0beawAzeWk/kegiatan-organisasi-ldii.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/2009/08/kegiatan-organisasi-ldii.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4256563486762450333.post-3826634687908832634</guid><pubDate>Thu, 06 Aug 2009 05:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-05T23:59:47.917-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Persinas ASAD</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kegiatan</category><title>Juara 1 Persinas Tingkat Kota</title><description>Persatuan Silat Nasional atau yang disingkat dengan Perisnas ASAD merupakan ajang beladiri dalam membekali ilmu bagi putra dan putri.Perisnas ASAD yang ada di Kota Tanjungpinang merupakan binaan dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kompetisi yang lalu, Perisnas ASAD telah berhasil menciptakan juara untuk tingkat Kota. Juara pertama tersebut diraih oleh Saudara IKMAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perisnas ASAD adalah bentuk dari persilatan yang baru saja lahir dan berumur kurang lebih satu tahun, akan tetapi telah banyak memililki kemampuan dan pengalaman dalam mengikuti perlombaan yang diadakan oleh IPSI (Ilmu Pencak Silat Indonesia).&lt;br /&gt;Semoga untuk kedepannya Perisnas ASAD akan bisa memberikan yang lebih baik lagi, hingga pertandingan tingkat Internasional.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4256563486762450333-3826634687908832634?l=ldiitanjungpinang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LdiiTanjungpinang/~4/11OW8iR9dNw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LdiiTanjungpinang/~3/11OW8iR9dNw/juara-1-persinas-tingkat-kota.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/2009/08/juara-1-persinas-tingkat-kota.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4256563486762450333.post-3245816690422677988</guid><pubDate>Thu, 06 Aug 2009 05:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-05T22:25:24.360-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kegiatan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Organisasi</category><title>Peresmian Pondok Pesantren di Batam</title><description>Masih dalam pembuatan&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4256563486762450333-3245816690422677988?l=ldiitanjungpinang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LdiiTanjungpinang/~4/veBCSVW_C4Y" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LdiiTanjungpinang/~3/veBCSVW_C4Y/peresmian-pondok-pesantren-di-batam.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/2009/08/peresmian-pondok-pesantren-di-batam.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4256563486762450333.post-4005365386860762303</guid><pubDate>Wed, 05 Aug 2009 07:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-05T19:25:13.051-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Galery</category><title>Galery Photo</title><description>Galery Photo ini merupakan bukti kegiatan warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia dalam peran aktif dan peduli terhadap kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, baik yang ada di Pusat, Propinsi, Kabupaten/Kota.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt; &lt;table border="0" width="468" cellspacing="0" cellpadding="0"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;   &lt;td align="center"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;table border="0" width="443" cellspacing="0" cellpadding="0"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="102" valign="top" bgcolor="#C1E0FF"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;font face="Verdana" size="1"&gt;Tamu &lt;br /&gt;     Udangan&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="14" valign="top" rowspan="8" bgcolor="#FFFFFF"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td align="center" width="102" valign="top" bgcolor="#C1E0FF"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;b&gt;&lt;font face="Verdana" size="1"&gt;Juara Persinas&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="10" valign="top" rowspan="8" bgcolor="#FFFFFF"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="102" valign="top" bgcolor="#C1E0FF"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;font face="Verdana" size="1"&gt;Photo &lt;br /&gt;     Bersama Bupati Bintan&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="10" valign="top" rowspan="8"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td valign="top" bgcolor="#C1E0FF"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;font face="Verdana" size="1"&gt;Gerak &lt;br /&gt;     Jalan 17KM&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;    &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="102" bgcolor="#C1E0FF"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;p align="center"&gt;&lt;img src='http://i546.photobucket.com/albums/hh438/syadew/180120091189.jpg' width='100' height='100' border='1'&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td align="center" width="102" bgcolor="#C1E0FF"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;img src='P3187329.jpg' width='100' height='100' border='1'&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="102" bgcolor="#C1E0FF"&gt;&lt;img src='http://i546.photobucket.com/albums/hh438/syadew/P1170017.jpg' width='100' height='100' border='1'&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;img src='P1010011.jpg' width='100' height='100' border='1'&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;    &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="102" bgcolor="#FFFFFF"&gt;&lt;br /&gt;     &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td align="center" width="102" bgcolor="#FFFFFF"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="102" bgcolor="#FFFFFF"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td bgcolor="#FFFFFF"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;    &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="102" bgcolor="#C1E0FF"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="1" face="Verdana"&gt;Sambutan &lt;br /&gt;     Ketua DPD Prop&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td align="center" width="102" bgcolor="#C1E0FF"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;     &lt;font face="Verdana" size="1"&gt;Gubkepri di Wawancara RRI&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="102" bgcolor="#C1E0FF"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;font face="Verdana" size="1"&gt;Photo &lt;br /&gt;     Bersama Gubernur Kepri&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td bgcolor="#C1E0FF"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;font face="Verdana" size="1"&gt;Gubernur &lt;br /&gt;     Kepri Melihat Maket&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;    &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="102" bgcolor="#C1E0FF"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;img src='180120091192.jpg' width='100' height='100' border='1'&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td align="center" width="102" bgcolor="#C1E0FF"&gt;&lt;img src='http://i546.photobucket.com/albums/hh438/syadew/180120091202.jpg' width='100' height='100' border='1'&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="102" bgcolor="#C1E0FF"&gt;&lt;img src='http://i546.photobucket.com/albums/hh438/syadew/180120091195.jpg' width='100' height='100' border='1'&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td&gt;&lt;img src='http://i546.photobucket.com/albums/hh438/syadew/180120091198.jpg' width='100' height='100' border='1'&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;    &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="102" bgcolor="#FFFFFF"&gt;&lt;br /&gt;     &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td align="center" width="102" bgcolor="#FFFFFF"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="102" bgcolor="#FFFFFF"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;    &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="102" bgcolor="#C1E0FF"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;font size="1" face="Verdana"&gt;&amp;nbsp;Maket &lt;br /&gt;     Pondok Pesantren&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td align="center" width="102" bgcolor="#C1E0FF"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;     &lt;font face="Verdana" size="1"&gt;Bupati Bintan Hadiri GKS&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="102" bgcolor="#C1E0FF"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;font face="Verdana" size="1"&gt;Tamu &lt;br /&gt;     Undangan GKS&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;    &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="102" bgcolor="#C1E0FF"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;img src='http://i546.photobucket.com/albums/hh438/syadew/180120091200.jpg' width='100' height='100' border='1'&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td align="center" width="102" bgcolor="#C1E0FF"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;img src='http://i546.photobucket.com/albums/hh438/syadew/P1170009.jpg' width='100' height='100' border='1'&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="102" bgcolor="#C1E0FF"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;img src='http://i546.photobucket.com/albums/hh438/syadew/P1170023.jpg' width='100' height='100' border='1'&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;    &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="102"&gt;&lt;br /&gt;     &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="14"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td align="center" width="102"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="10"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="102"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="10"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;    &lt;tr&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="102"&gt;&lt;br /&gt;     &amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="14"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td align="center" width="102"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="10"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="102"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td width="10"&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;     &lt;td&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/table&gt;&lt;br /&gt;   &lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/tr&gt;&lt;br /&gt; &lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4256563486762450333-4005365386860762303?l=ldiitanjungpinang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LdiiTanjungpinang/~4/qTq92CE4sWU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LdiiTanjungpinang/~3/qTq92CE4sWU/galery-photo.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/2009/08/galery-photo.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4256563486762450333.post-8028490998601791057</guid><pubDate>Wed, 05 Aug 2009 04:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T19:14:53.304-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tentang Kami</category><title>Tentang Kami</title><description>Lembaga Dakwah Islam Indonesia &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/"&gt;(LDII) Tanjungpinang&lt;/a&gt; adalah Lembaga Organisasi Masyarakat yang bergerak di Bidang Dakwah. Lembaga Dakwah Islam Indonesia &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/"&gt;(LDII) Tanjungpinang&lt;/a&gt; berada di bawah naungan DPP LDII Pusat yang berada di Jakarta.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Dakwah Islam Indonesia &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/"&gt;(LDII) Tanjungpinang&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; berada di bawah naungan DPP LDII Pusat yang berada di Jakarta. Lembaga Dakwah Islam Indonesia&lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/"&gt;(LDII) Tanjungpinang&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; telah diakui oleh Pemerintah baik dari Pusat maupun Daerah dan telah  terdaftar di Badan Kesbang dan Linmas.&lt;br /&gt;Lembaga Dakwah Islam Indonesia &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/"&gt;(LDII) Tanjungpinang&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; memiliki Struktur Organisasi berdasarkan SK yang dikeluarkan oleh DPD LDII Propinsi Kepulauan Riau.&lt;br /&gt;Lembaga Dakwah Islam Indonesia &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/"&gt;(LDII) Tanjungpinang&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, serta berdiri sendiri.&lt;br /&gt;Lembaga Dakwah Islam Indonesia &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/"&gt;(LDII) Tanjungpinang&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; beralamat di Jalan Wiratno Lr. Wiratno IV Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4256563486762450333-8028490998601791057?l=ldiitanjungpinang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LdiiTanjungpinang/~4/BQ7mMHV1pJ0" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LdiiTanjungpinang/~3/BQ7mMHV1pJ0/tentang-kami.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/2009/08/tentang-kami.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4256563486762450333.post-3538910932097969569</guid><pubDate>Wed, 05 Aug 2009 04:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-05T19:25:13.080-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Putusan Sidang Hajarullah Aswad</title><description>TANJUNGPINANG--Sidang perkara pencemaran nama baik yang dilakukan Hazarulah Aswad, Sekretaris Forum Komunikasi Mesjid dan Mushalah terhadap Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berakhir ricuh,&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rabu, setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang memutuskan hukuman dua tahun penjara terhadap terdakwa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Massa FKMM dan LDII yang berada di dalam ruangan sidang nyaris bentrok setelah salah seorang pengurus LDII menunjuk tangannya ke arah Hazarulah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu pendukung LDII, yang memprovokasi suasana sehingga bertambah panas," kata Hazarulah yang juga calon DPD dapil Kepri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan majelis hakim lebih tinggi 1,5 tahun dibanding tuntutan jaksa. Majelis hakim yang diketuai Antono Rustono buru-buru keluar dari ruangan sidang setelah terjadi keributan di ruangan sidang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Hazarulah sempat mengangkat kursi pengunjung di dalam ruang sidang, yang hendak dilemparkan ke arah salah seorang pengurus LDII. Namun aksi Hazarulah tersebut dapat dihentikan oleh pendukungnya dan juga pihak kepolisian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami ajukan banding. Satu detik pun hukuman untuk saya, tetap saya tidak terima, karena ini persoalan Islam dan kebenaran," kata Hazarulah yang juga PNS di Departemen Agama Tanjungpinang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengungkapkan, keputusan hakim itu tidak objektif, lebih mengedepankan dendam dan nafsu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hakim miskin agama," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus pencemaran nama baik LDII terjadi pada 3 November 2007 ketika Hazarulah menjadi narasumber dalam dialog interaktif yang bertemakan aliran sesat yang digelar RRI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazarulah menyebutkan ajaran LDII termasuk sesat. Itu berdasarkan buku-buku yang menjadi referensinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara hakim berpendapat, Hajarulah tidak memiliki hak menyebutkan LDII itu sesat. Lembaga yang berhak memutuskan LDII sesat ataupun tidak adalah MUI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hakim, LDII adalah lembaga resmi yang diakui MUI dan pemerintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pernyataan Hazarulah di RRI itu dapat memecahkan persatuan bangsa dan menimbulkan keresahan warga LDII," kata Antomo Rustono. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim memutuskan, barang bukti berupa kaset dan lima buku yang menyebutkan ajaran LDII sesat milik Hazarulah dirampas untuk negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kaset rekaman dialog interaktif di RRI dimusnahkan," kata Antono. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuasa hukum LDII, Wa Ode Nur Zaenab mengatakan, keputusan majelis hakim mengejutkan bagi pengikut LDII. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi kepuasan itu bukan pada lamanya hukuman yang diputuskan hakim, melainkan pada kebenaran bahwa LDII bukan aliran sesat sebagaimana yang ditudingkan berbagai pihak," kata Zaenab yang juga salah seorang pengurus Departemen Bidang Hukum LDII. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, kasus yang sama juga terjadi di beberapa daerah, termasuk di Bekasi. LDII selalu disudutkan oleh berbagai pihak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kasus LDII di Bekasi sudah diputuskan Mahkamah Agung. LDII menang," kata Zaenab. ant/pur&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4256563486762450333-3538910932097969569?l=ldiitanjungpinang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LdiiTanjungpinang/~4/WlKi7nCekjg" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LdiiTanjungpinang/~3/WlKi7nCekjg/putusan-sidang-hajarullah-aswad.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/2009/08/putusan-sidang-hajarullah-aswad.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4256563486762450333.post-4796662631353606981</guid><pubDate>Tue, 04 Aug 2009 23:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-07T16:19:58.946-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tentang Kami</category><title>Sejarah</title><description>Cikal bakal organisasi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) didirikan pada tanggal 3 Januari 1972 di Surabaya, Jawa Timur dengan nama Yayasan Karyawan Islam (YAKARI) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada musyawarah besar [MUBES] YAKARI tahun 1981, nama YAKARI diganti menjadi Lembaga Karyawan Islam [LEMKARI].&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada musyawarah besar [MUBES] LEMKARI tahun 1990, sesuai dengan arahan Jenderal Rudini sebagai Menteri Dalam Negeri [Mendagri] waktu itu, nama LEMKARI yang sama dengan akronim Lembaga Karate-Do Indonesia, diubah menjadi Lembaga Dakwah Islam Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4256563486762450333-4796662631353606981?l=ldiitanjungpinang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LdiiTanjungpinang/~4/xJ9IefkWC0s" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LdiiTanjungpinang/~3/xJ9IefkWC0s/sejarah.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/2009/08/sejarah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4256563486762450333.post-7723271228832369173</guid><pubDate>Tue, 04 Aug 2009 22:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-07T16:06:48.540-07:00</atom:updated><title>PC LDII Kota Tanjungpinang</title><description>Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Tanjungpinang yang berada di Jalan Wiratno Lorong Wiratno IV memiliki dua Pimpinan Cabang yaitu tingkat Kecamatan. Masing-masing Pimpinan Cabang juga memiliki Anak Cabang.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk Pimpinan Cabang Kecamatan Tanjungpinang Barat di ketuai oleh &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ABDUL GHOZI&lt;/span&gt; yang beralamat di Jl. Pantai Indah Kota Tanjungpinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Pimpinan Cabang Kecamatan Tanjungpinang Timur di ketuai oleh &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SOFYAN, S.sos&lt;/span&gt; yang beralama di Jl. Mekarsari Kota Tanjungpinang.Kegiatan-kegiatan yang sering dilakukan tiap Pimpinan Cabang merupakan kegiatan rutin seperti pengajian yang diadakan seminggu 3 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pengajian ini dilaksanakan guna memberikan ilmu tambahan dibidang keagamaan. Masih banyak kegiatan kemasyarakatan lainnya yang sering di ikuti oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) baik di tingkat Pusat maupun Daerah dan PC serta PAC&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4256563486762450333-7723271228832369173?l=ldiitanjungpinang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LdiiTanjungpinang/~4/OUHLC6uhZbE" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LdiiTanjungpinang/~3/OUHLC6uhZbE/pc-ldii-kota-tanjungpinang.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/2009/08/pc-ldii-kota-tanjungpinang.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4256563486762450333.post-2513013816148081212</guid><pubDate>Tue, 04 Aug 2009 22:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-07T15:52:34.740-07:00</atom:updated><title>Link Exchange</title><description>Demi memperkuat dan mempererat tali persaudaraan antara Warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang ada di Indonesia, serta untuk mempermudah dalam Pencarian Search Engine...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kami dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)Kota Tanjungpinang mengharapkan kesediaan untuk memberikan link balik ke situs-situs LDII yang ada di Indonesia. Diharapkan pengertian serta kerjasamanya dalam upaya memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan antar sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu Kami telah menyediakan kriteria untuk memberikan link balik di Situs LDII Kota Tanjungpinang ini sebagai berikut:&lt;br /&gt;Judul : LDII Kota Tanjungpinang&lt;br /&gt;URL : http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/&lt;br /&gt;Disripsi : Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)Kota Tanjungpinang (jika diperlukan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian yang dapat Kami sampaikan, atas kerja samanya disyukuri Alhamdulillah Jaza Kumullahu Khoiro. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungi Kami Jika Saudara telah memberikan link disitus Saudara dengan &lt;a href="http://mailto:mr.udien@gmail.com"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KLIK DISINI&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://mailto:mr.udien@gmail.com"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KIRIM EMAIL&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4256563486762450333-2513013816148081212?l=ldiitanjungpinang.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/LdiiTanjungpinang/~4/lbvBjS5XUjo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/LdiiTanjungpinang/~3/lbvBjS5XUjo/link-exchange.html</link><author>noreply@blogger.com (Admin)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://ldiitanjungpinang.blogspot.com/2009/08/link-exchange.html</feedburner:origLink></item></channel></rss>
