<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>LifeSchool by Bhayu M.H.</title>
	
	<link>http://lifeschool.wordpress.com</link>
	<description>Blog about Life and Learning from it / Blog tentang Hidup dan belajar darinya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Apr 2013 06:41:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain="lifeschool.wordpress.com" port="80" path="/?rsscloud=notify" registerProcedure="" protocol="http-post" />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>LifeSchool by Bhayu M.H.</title>
		<link>http://lifeschool.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lifeschool.wordpress.com/osd.xml" title="LifeSchool by Bhayu M.H." />
	
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/LifeschoolByBhayuMh" /><feedburner:info uri="lifeschoolbybhayumh" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://lifeschool.wordpress.com/?pushpress=hub" /><item>
		<title>Perihal Kematian</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LifeschoolByBhayuMh/~3/UujuVLyXkGY/</link>
		<comments>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/26/7578/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 06:37:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religion/Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Jeffry]]></category>
		<category><![CDATA[mati]]></category>
		<category><![CDATA[nyawa]]></category>
		<category><![CDATA[Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[ustadz]]></category>
		<category><![CDATA[wafat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifeschool.wordpress.com/?p=7578</guid>
		<description><![CDATA[Tadi pagi, kita dikejutkan dengan kabar wafatnya Ustadz Jeffry Al-Buchori. Da&#8217;i kondang dan gaul ini wafat sekitar jam 02.30 WIB di kawasan Pondok Indah karena mengalami kecelakaan lalu-lintas. Motor gede Kawasaki Ninja ER-6n yang dikemudikannya oleng, menabrak trotoar lalu menghantam pohon. Sempat dilarikan ke RS Pondok Indah tapi nyawanya tak tertolong. Disemayamkan di kediamannya di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&#038;blog=2028952&#038;post=7578&#038;subd=lifeschool&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi pagi, kita dikejutkan dengan kabar wafatnya Ustadz Jeffry Al-Buchori. Da&#8217;i kondang dan gaul ini wafat sekitar jam 02.30 WIB di kawasan Pondok Indah karena mengalami kecelakaan lalu-lintas. Motor gede Kawasaki Ninja ER-6n yang dikemudikannya oleng, menabrak trotoar lalu menghantam pohon. Sempat dilarikan ke RS Pondok Indah tapi nyawanya tak tertolong. Disemayamkan di kediamannya di kawasan Rempoa, dishalatkan ba&#8217;da shalat Jum&#8217;at di Istiqlal lantas dikebumikan di TPU Karet Bivak.</p>
<p><em>Innalillahi wa inna ilaihi raji&#8217;uun</em>&#8230; wafatnya pendakwah yang dikagumi banyak orang ini mengingatkan kita pada firman ALLAH SWT dalam Al-Qur&#8217;an mulia:</p>
<blockquote>
<div dir="rtl" style="text-align:center;">أَيْنَمَا تَكُونُواْ يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ</div>
<p style="text-align:center;">&#8220;Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh&#8221; (surat An Nisa 4:78)</p>
</blockquote>
<p>Satu-satunya hal yang pasti dalam hidup justru cuma mati. Ada pun waktu kematian, dimana dan apa yang menyebabkannya adalah misteri Ilahi. Maka, bohong belaka bila ada yang mengatakan mampu meramal kematian. Faktanya, tak ada orang yang diberi kemampuan oleh Tuhan seperti halnya kisah Resi Bisma dalam pewayangan. Karena ketinggian derajatnya, beliau hanya bisa wafat atas permintaannya sendiri. Maka ketika di Perang Mahabharata tubuhnya sudah ditembusi puluhan anak panah Arjuna pun ia tetap hidup. Ia baru wafat setelah mengumpulkan anak-cucunya dari kedua belah pihak -Pandawa dan Kurawa- lalu menyampaikan wasiatnya. Yah, namanya juga dongeng kan?</p>
<p>Dalam khazanah agama, Rasulullah Muhammad SAW adalah satu-satunya orang yang diberitahu perihal kematiannya sebelum waktunya. Malaikat Izrail a.s. sang pencabut nyawa bahkan meminta izin lebih dahulu kepada beliau saat akan mencabut nyawanya. Dalam satu hadits Qudsi yang panjang bahkan ALLAH SWT memerintahkan kepada sang el-maut agar kembali lagi ke langit bila sang Nabi menolak dicabut nyawanya. Dalam hadits lain disebutkan, bahwa kematian paling mudah adalah kematian Sang Manusia Paripurna sendiri. Itu pun rasanya seperti &#8220;sehelai kain yang dipaksakan lepas dari tersangkutnya di pohon berduri&#8221;. Jadi, pasti robek. Nyawa kita itu kainnya, dan duri itu badannya. Maka rasanya pasti sangat sakit.</p>
<p>Karena itulah alih-alih mendewakan seorang tokoh publik yang wafat, hendaknya kita mengambil hikmah dan pelajaran darinya. Dengan tetap mendo&#8217;akan yang bersangkutan, hendaknya kita ingat pada kematian kita sendiri. Sudahkah kita mempersiapkannya dengan baik?</p>
<p>Bila tokoh publik cukup beruntung karena dishalatkan dan jenazahnya diantar ke kubur oleh banyak orang -dengan demikian lebih banyak yang mendo&#8217;akan-, maka siapakah dan berapa banyak yang akan mengantar jenazah kita saat kita wafat kelak? Sesungguhnya beruntunglah mereka yang tertawa saat kematiannya, di saat orang-orang yang ber-<em>takziyah </em>justru menangis tersedu-sedu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lifeschool.wordpress.com/7578/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lifeschool.wordpress.com/7578/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&#038;blog=2028952&#038;post=7578&#038;subd=lifeschool&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/26/7578/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d17f895d0b1da0f80b28ac16fec66108?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bhayu</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/26/7578/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Teruslah Berusaha</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LifeschoolByBhayuMh/~3/cNW__UHNuM0/</link>
		<comments>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/22/teruslah-berusaha/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Apr 2013 03:46:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business/Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiration/Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bangkit]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[rugi]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifeschool.wordpress.com/?p=7556</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kelemahan pengusaha baru adalah seringkali mereka menyerah beberapa saat setelah memulai usahanya. Bisa jadi itu karena adanya stagnasi dalam usaha atau terjadi sesuatu kesalahan sehingga merugi. Justru di saat berhenti itulah, akan jauh lebih sulit untuk memulainya kembali. Jangan salah, itu bukan berarti kita harus terus maju menerjang saat kekalahan di ambang pintu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&#038;blog=2028952&#038;post=7556&#038;subd=lifeschool&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu kelemahan pengusaha baru adalah seringkali mereka menyerah beberapa saat setelah memulai usahanya. Bisa jadi itu karena adanya stagnasi dalam usaha atau terjadi sesuatu kesalahan sehingga merugi. Justru di saat berhenti itulah, akan jauh lebih sulit untuk memulainya kembali.</p>
<p>Jangan salah, itu bukan berarti kita harus terus maju menerjang saat kekalahan di ambang pintu. Misalnya usaha yang kita jalani merugi, maka harus ada “exit strategy”. Ini seharusnya dirancang dari awal memulai usaha. Kalau rugi terus-menerus, bisa berbahaya bagi kehidupan kita. Maka harus dilakukan langkah yang dalam dunia investasi saham disebut “cut loss” atau memotong kerugian. Rugi yang tak bisa kembali harus direlakan, namun tak bisa dibiarkan.</p>
<p>Apa yang saya maksud dengan kalimat “teruslah berusaha” itu adalah kemampuan bangkit lagi dari keterpurukan. Apabila gagal saat berusaha berjualan siomay, maka gantilah jenis usahanya. Bisa jadi saat berdagang pakaian “hoki” Anda lebih bagus.</p>
<p>Jangan menyerah pada tantangan. Karena bila tantangan itu sampai membuat Anda terkapar, justru itulah sebenarnya tantangan terakhir. Tuhan telah menguji Anda sampai pada batas kemampuan Anda. Sama seperti gunung atau tanjakan, bila telah sampai puncaknya berarti tinggal menuruni saja. Bila kesulitan dalam berusaha rasanya sudah tak mampu Anda atasi, tenanglah. Itu justru tanda bahwa setelah itu pertolongan akan datang. Asal Anda terus berusaha. Itu saja.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lifeschool.wordpress.com/7556/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lifeschool.wordpress.com/7556/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&#038;blog=2028952&#038;post=7556&#038;subd=lifeschool&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/22/teruslah-berusaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d17f895d0b1da0f80b28ac16fec66108?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bhayu</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/22/teruslah-berusaha/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kartini Modern &amp; Akses</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LifeschoolByBhayuMh/~3/E3N8woH8FrY/</link>
		<comments>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/21/kartini-modern-akses/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Apr 2013 03:53:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[History / Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiration/Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[gender]]></category>
		<category><![CDATA[Kartini]]></category>
		<category><![CDATA[maju]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifeschool.wordpress.com/?p=7560</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kemarin saya tidak melihat anak-anak SD memakai pakaian adat daerah, saya lupa kalau 21 April adalah Hari Kartini. Di Twitter ramai kicauan soal ini juga. Kebanyakan “basi” karena menggumamkan kembali emansipasi wanita yang kini jelas sudah tercapai. Banyak wanita Indonesia yang sudah menorehkan prestasi. Bila di zaman saya kecil ada Dr. Pratiwi Sudharmono, kini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&#038;blog=2028952&#038;post=7560&#038;subd=lifeschool&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau kemarin saya tidak melihat anak-anak SD memakai pakaian adat daerah, saya lupa kalau 21 April adalah Hari Kartini. Di Twitter ramai kicauan soal ini juga. Kebanyakan “basi” karena menggumamkan kembali emansipasi wanita yang kini jelas sudah tercapai.</p>
<p>Banyak wanita Indonesia yang sudah menorehkan prestasi. Bila di zaman saya kecil ada Dr. Pratiwi Sudharmono, kini telah banyak wanita berprestasi di aneka bidang. Oh ya, bila ada LifeLearner pembaca blog ini yang kelahiran 1990-an kemari, nama yang saya sebut barusan adalah satu-satunya calon astronot yang dimiliki Indonesia. Ia sudah hampir pasti menjadi orang Indonesia pertama yang ke antariksa saat pesawat ulang-alik yang seharusnya membawanya –Challenger- meledak tahun 1989.</p>
<p>Kembali ke masa kini, banyak nama wanita hebat yang dikenal luas. Sebutlah seperti Mooryati Soedibyo, Dewi Motik, DR. Sri Mulyani Indrawati, Susi Susanti, atau Megawati Soekarnoputri. Ada pula nama yang jarang dipublikasikan seperti DR. Is Helianti, M.Sc., peneliti BPPT penemu enzim rekombinan. Atau DR.RER. Nat Evvy Kartini penemu penghantar listrik berbahan gelas, padahal gelas selama ini dikenal sebagai isolator dan bukan konduktor. Penemuannya ini mengantarkannya meraih penghargaan internasional Toray Award tahun 2004.</p>
<p>Saya mengesampingkan para artis karena meski mereka terkenal, kontribusi mereka bagi kemajuan bangsa nyaris tidak ada. Mereka hanya dipuja masyarakat karena menghibur dan memperoleh keuntungan finansial dari ketenarannya. Sementara wanita hebat yang saya sebutkan di atas malah kerapkali tidak mendapatkan imbalan memadai atas prestasinya.</p>
<p>Sebenarnya, masalah berprestasi bukanlah masalah gender. Tapi lebih kepada akses. Baik pria maupun wanita akan sulit mendapatkan hal yang optimal dalam hidupnya bila tidak memiliki akses. Karena itu justru akseslah yang harus dibuka seluas mungkin tanpa batasan apa pun. Bukan hanya gender, tapi juga kebangsaan, ras, agama, warna kulit dan usia. Itulah cita-cita sejati Kartini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lifeschool.wordpress.com/7560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lifeschool.wordpress.com/7560/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&#038;blog=2028952&#038;post=7560&#038;subd=lifeschool&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/21/kartini-modern-akses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d17f895d0b1da0f80b28ac16fec66108?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bhayu</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/21/kartini-modern-akses/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Film</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LifeschoolByBhayuMh/~3/LtpmhN6w6oc/</link>
		<comments>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/20/film-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Apr 2013 15:03:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[From Author/Dari Penulis]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifeschool.wordpress.com/?p=7571</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai seorang Introvert, saya mendapatkan &#8220;charge&#8221; dari menyendiri. Aktivitas yang paling saya sukai adalah membaca sambil bermain game dan menonton film sekaligus ngemil. Dan agar tidak sia-sia, saya mencoba menuangkan apa yang saya dapat saat menonton film di situs khusus: http://resensi-bhayu.com. Beberapa waktu lalu, gara-gara sibuk bekerja di kantor orang lain, saya lupa memperpanjang masa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&#038;blog=2028952&#038;post=7571&#038;subd=lifeschool&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai seorang Introvert, saya mendapatkan &#8220;charge&#8221; dari menyendiri. Aktivitas yang paling saya sukai adalah membaca sambil bermain <em>game</em> dan menonton film sekaligus <em>ngemil. </em>Dan agar tidak sia-sia, saya mencoba menuangkan apa yang saya dapat saat menonton film di situs khusus: <a href="http://resensi-bhayu.com.">http://resensi-bhayu.com. </a></p>
<p>Beberapa waktu lalu, gara-gara sibuk bekerja di kantor orang lain, saya lupa memperpanjang masa sewa domain lama saya. Akibatnya, domain itu hilang disambar orang dan kini dijual ulang dengan harga lebih mahal. Maklum, spekulan&#8230; Tapi itu menunjukkan bahwa <em>traffic</em> ke situs saya itu tinggi sampai domainnya direbut orang lain.</p>
<p>Kini, alhamdulillah Anda sudah bisa menikmati beberapa resensi film saya di sana. Sori masih yang lama, karena akhir-akhir ini saya jarang pergi ke bioskop. Tapi insya ALLAH akan saya kebut juga karena ini Indonesia, bajakan mudah didapat dan cepat. Hehe.</p>
<p>Buat apa sih saya repot-repot membuat aneka situs yang tidak ada hasil materinya? Ilmu Boss. Itu ilmu. Saya saat ini cuma bisa sedekah itu. Meski cuma film, namun kemampuan &#8220;menyerap sesuatu&#8221; itu tidak mudah. Sama seperti Bondan &#8220;Mak-Nyus&#8221; Gunawan yang jago membandingkan masakan, saya pun insya ALLAH mudah ingat saat menonton film. Sehingga bila satu saat menyaksikan film, bisa membandingkannya dengan yang lama. Dan beberapa kali saya mendapatkan komentar bahwa resensi saya &#8220;beda&#8221; dari biasanya. Ya. Itu karena saya tidak mendapatkan pesanan apa pun dari siapa pun. Saya tidak berhutang atau dibayari pihak distributor, importir atau bioskop saat menonton. Jadi, saya bebas menulis apa pun.</p>
<p>Independensi ini dulu juga saya lakukan saat masih bekerja di majalah Men&#8217;s Health Indonesia. Saya ditugasi membuat aneka ulasan mengenai tempat-tempat hiburan, hotel, restauran, cafe, atau tempat umum lain. Saya tidak meminta gratisan kepada pengelola, tapi membayar. Dengan demikian tulisan saya obyektif.</p>
<p>Walau begitu, bukan berarti tulisan saya paling bagus lho&#8230; Saya masih harus banyak belajar. Jadi kalau Anda melihat ada kesalahan, hajar saja! Kasih saya komentar dan kritik. Tulisan saya jelas masih jauh dari kualitas kawan lama saya Ekky Imanjaya yang pernah mendapatkan nominasi kritikus film di Festival Film Indonesia. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lifeschool.wordpress.com/7571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lifeschool.wordpress.com/7571/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&#038;blog=2028952&#038;post=7571&#038;subd=lifeschool&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/20/film-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d17f895d0b1da0f80b28ac16fec66108?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bhayu</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/20/film-3/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Sedekah Brutal</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LifeschoolByBhayuMh/~3/L9oc86K-z-o/</link>
		<comments>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/19/sedekah-brutal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Apr 2013 03:58:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Life/Kejadian Sehari-hari]]></category>
		<category><![CDATA[Religion/Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifeschool.wordpress.com/?p=7564</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari lalu, saya membeli buku karya Saptuari berjudul “Tweet Sadiz, Bikin Mringis”. Saya teringat salah satunya ia menyebutkan menyedekahkan seluruh omzet penjualan outlet-outletnya selama satu hari sebanyak 80 juta rupiah! Ia menyebut hal itu dengan istilah “Sedekah Brutal”. Terus-terang saja, saya kagum pada beliau. Dari seorang yang “biasa-biasa saja”, jadi begitu “luar biasa”. Sama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&#038;blog=2028952&#038;post=7564&#038;subd=lifeschool&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari lalu, saya membeli buku karya Saptuari berjudul “Tweet Sadiz, Bikin Mringis”. Saya teringat salah satunya ia menyebutkan menyedekahkan seluruh omzet penjualan outlet-outletnya selama satu hari sebanyak 80 juta rupiah! Ia menyebut hal itu dengan istilah “Sedekah Brutal”.</p>
<p>Terus-terang saja, saya kagum pada beliau. Dari seorang yang “biasa-biasa saja”, jadi begitu “luar biasa”. Sama seperti Pak David, kegemarannya berbagi dan bersedekah ternyata membuat Tuhan “jatuh hati”. Bukannya berkurang, hartanya malah ditambahi sesuai janji ALLAH SWT dalam Al-Qur&#8217;an surat Al-Baqarah ayat 261:</p>
<blockquote><p>Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.</p></blockquote>
<p>Saya sendiri sangat jarang bersedekah. Jangankan sedekah, <i>lha wong</i> ibadah biasa seperti shalat dan puasa saja berantakan kok. Bisa jadi, karena itu Tuhan belum mempercayakan amanah besar bagi saya. Tapi saya tetap berbaik sangka bahwa di sini sayalah yang harus meningkatkan diri. Bukan hanya ibadah rutin, tapi juga tambahannya.</p>
<p>Saya belum apa-apa. Untuk bisa bersedekah sebesar Saptuari tentu harus menghasilkan lebih besar dulu. Tapi semoga dengan sedikit apa yang ada di saku, kita bisa tetap terus berupaya berbagi kepada sesama. Percayalah, Tuhan pasti memelihara kita yang memelihara sesama.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lifeschool.wordpress.com/7564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lifeschool.wordpress.com/7564/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&#038;blog=2028952&#038;post=7564&#038;subd=lifeschool&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/19/sedekah-brutal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d17f895d0b1da0f80b28ac16fec66108?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bhayu</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/19/sedekah-brutal/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Ujian</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LifeschoolByBhayuMh/~3/tCiQ-M9QsgU/</link>
		<comments>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/18/ujian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Apr 2013 04:20:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[National/Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifeschool.wordpress.com/?p=7567</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu orang terdekat saya yang tak mau disebutkan namanya, seorang guru wali kelas di Bogor, menyebutkan baru kali ini ia mengalami kekacauan Ujian Nasional sepanjang karirnya. Memang sekolahnya tidak termasuk yang terlambat mendapatkan soal, tapi ia menuturkan kualitas lembar jawaban yang sangat buruk. Terbuat dari kertas yang tipis sehingga mudah sobek. Itu masih belum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&#038;blog=2028952&#038;post=7567&#038;subd=lifeschool&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu orang terdekat saya yang tak mau disebutkan namanya, seorang guru wali kelas di Bogor, menyebutkan baru kali ini ia mengalami kekacauan Ujian Nasional sepanjang karirnya. Memang sekolahnya tidak termasuk yang terlambat mendapatkan soal, tapi ia menuturkan kualitas lembar jawaban yang sangat buruk. Terbuat dari kertas yang tipis sehingga mudah sobek. Itu masih belum membicarakan soal standarisasi soal-soal ujian yang dirasanya terlalu tinggi.</p>
<p>Saya bingung saat membaca &#8220;curhat&#8221;-nya via SMS. Kenapa? Karena saya sama sekali tidak punya akses untuk berbuat apa pun. Saya cuma membayangkan, kalau saya punya anak nanti, insya ALLAH tidak akan saya sekolahkan di negeri ini. Itu jika mutu dan kualitasnya masih seperti sekarang lho&#8230; Tapi semoga saja Pemilu 2014 mendatang membawa perbaikan dengan pergantian pemerintahan.</p>
<p>Memang sulit bagi mereka yang biasa hidup sebagai &#8220;priyayi&#8221; memahami masalah di lapangan. Sang menteri walau mantan rektor rupanya tak sadar sedang &#8220;dibuat mainan&#8221;. Kentara sekali masalah UN ini jadi &#8220;proyek besar&#8221;. Meski harga cetak per lembar bisa jadi murah, tapi &#8220;faktor kali&#8221;-nya besar. Ada berapa ratus ribu siswa sekali ujian? Satu jenis soal pun bisa berlembar-lembar isinya. Maka, ini proyek M-M-an.</p>
<p>Saya dari dulu malas ikut tender proyek pemerintah. Selain karena kapabilitas saya tidak sampai, saya juga <em>ngeri. </em>Beberapa kali kami iseng menghadiri undangan, tapi nuansa yang muncul adalah &#8220;pemenangnya sudah diatur&#8221;. Kenapa? Karena saat briefing yang hadir justru perusahaan-perusahaan kecil seperti kami. Sementara jelas untuk pengerjaan proyek berskala massif dibutuhkan kapabilitas besar. Jadi, kami tahu diri lah&#8230;</p>
<p>Ujian sebetulnya bukan semata pada pengadaan soal UN saja, tapi sebenarnya pada komitmen pemerintah mewujudkan &#8220;good &amp; clean governance&#8221;. Dalam konteks ini, saya melihat justru di akhir masa pemerintahannya kredibilitas pemerintahan SBY-Budiono terjun bebas ke dasar jurang. Presiden yang sibuk mengurusi partai politiknya sendiri seakan tak mampu menangani para pembantunya yang bekerja tidak optimal. Semoga saja ini bukan salah bunda mengandung&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lifeschool.wordpress.com/7567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lifeschool.wordpress.com/7567/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&#038;blog=2028952&#038;post=7567&#038;subd=lifeschool&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/18/ujian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d17f895d0b1da0f80b28ac16fec66108?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bhayu</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/18/ujian-2/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Bom di Boston dan Tasripin</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LifeschoolByBhayuMh/~3/19bhCdQg2fU/</link>
		<comments>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/17/bom-di-boston-dan-tasripin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Apr 2013 03:57:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humanity/Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[International/Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[News/Berita]]></category>
		<category><![CDATA[bom]]></category>
		<category><![CDATA[Boston]]></category>
		<category><![CDATA[Tasripin]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifeschool.wordpress.com/?p=7547</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin, dunia dikejutkan dengan meledaknya bom di Boston-Amerika Serikat, saat berlangsungnya lomba lari marathon di sana. Siapa pun pelakunya, apa pun motivasinya, itu sudah pasti perbuatan orang-orang biadab tak bertanggung-jawab. Bahkan dalam konteks menjaga perasaan para korban dan pihak minoritas di Amerika Serikat, kali ini Presiden A.S. tidak buru-buru mengeluarkan pernyataan yang menuduh &#8220;teroris&#8221; sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&#038;blog=2028952&#038;post=7547&#038;subd=lifeschool&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin, dunia dikejutkan dengan meledaknya bom di Boston-Amerika Serikat, saat berlangsungnya lomba lari marathon di sana. Siapa pun pelakunya, apa pun motivasinya, itu sudah pasti perbuatan orang-orang biadab tak bertanggung-jawab. Bahkan dalam konteks menjaga perasaan para korban dan pihak minoritas di Amerika Serikat, kali ini Presiden A.S. tidak buru-buru mengeluarkan pernyataan yang menuduh &#8220;teroris&#8221; sebagai pihak pelakunya. Karena di sana, kata ini identik dengan Al-Qaeda dan Islam. Bahkan ketika sore harinya atas nasehat FBI Obama mengeluarkan pernyataan, tetap penuh kehati-hatian dan bijak.</p>
<p>Walau jauh di belahan dunia lain, kita di sini tentu ikut berduka pada derita para korban. Apalagi ada anak kecil bernama Martin Richard yang baru berusia 8 tahun turut pula menjadi korban tewas.</p>
<p>Di Indonesia, walau bukan karena bom, sebenarnya tiap hari banyak anak kecil yang menderita. Salah satunya yang sedang heboh di media massa adalah Tasripin.</p>
<p>Berita mengenai bocah berusia 12 tahun yang terpaksa bekerja keras menghidupi ketiga adiknya itu pertama kali muncul di <em>Kompas, </em>baik cetak maupun <em>online</em> (versi <em>online</em> bisa dibaca di<a href="http://edukasi.kompas.com/read/2013/04/17/09572597/Tasripin..Bocah.Sekecil.Itu.Menanggung.Beban.Keluarga..."> tautan ini</a>). Karena dimuat di halaman pertama media massa cetak bertiras terbesar di Indonesia, efek pemberitaannya seperti bola salju. Apalagi ditambah masyarakat Indonesia yang banyak aktif di <em>social media</em> membuat kabar ini meluas dengan cepat. Karena baru saja memiliki account Twitter baru, Presiden SBY pun bereaksi. Setelah sempat mengirim cuitan simpati kepada Obama, beliau pun menyatakan telah memerintahkan staf khususnya untuk membantu Tasripin.</p>
<p>Sirkus pun tercipta. Mungkin tak seheboh Ponari, bocah sakti yang konon bisa menyembuhkan aneka penyakit cuma dengan mencelupkan batu, tapi saya yakin Tasripin pun akan dikunjungi banyak orang terutama pejabat. Tapi saya tahu, dari klaim di <em>account Twitter</em>-nya, sebelum para pejabat sampai, sebuah gerakan sosial yang dimotori pengusaha asal Yogya sudah lebih dulu bergerak ke rumah Tasripin. Dan saya tahu dia tidak cuma &#8220;omdo&#8221;.</p>
<p>Saya sendiri sering merasa &#8220;omdo&#8221; semata karena belum memiliki kemampuan membantu orang-orang seperti Tasripin. Tapi biarlah amal-kebajikan saya Tuhan yang tahu. Setidaknya saya tak pernah berdiri di hadapan umum berkhotbah menyeru kebajikan sementara saya sendiri tidak melaksanakannya. Apa yang saya bagikan kepada orang lain insya Allah juga sudah saya lakukan. Makanya, hingga kini pun saya tak berani bahkan sekedar menyeru atau mengajak orang lain melakukan ibadah rutin seperti shalat. Karena saya sendiri juga tidak sebaik itu shalatnya. Dalam tulisan di blog ini pun saya sering menyebut diri &#8220;bajingan&#8221; karena saya memang bukan orang suci (dan semoga tidak sok suci). Apalagi setelah dua hari lalu bertemu Pak David yang <em>notabene</em> bukan Muslim, tapi dalam beberapa aspek ia malah lebih &#8220;Islami&#8221; daripada saya. Semoga Tuhan selalu menutupkan kain gombal bernama malu kepada saya (dan semoga juga Anda) dan bukannya jubah mewah kesombongan. Aamiin.</p>
<p>Catatan: Maaf saya belum bisa memenuhi janji memposting artikel tentang Pak David di<a href="http://lifeschool-indonesia.com"> http://lifeschool-indonesia.com</a> karena setelah diserang hacker beberapa waktu lalu saya malah tidak bisa login. Jadi saya harus bongkar ulang situsnya. Maaf.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lifeschool.wordpress.com/7547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lifeschool.wordpress.com/7547/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&#038;blog=2028952&#038;post=7547&#038;subd=lifeschool&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/17/bom-di-boston-dan-tasripin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d17f895d0b1da0f80b28ac16fec66108?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bhayu</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/17/bom-di-boston-dan-tasripin/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Belajar dari Pendekar Bodoh</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LifeschoolByBhayuMh/~3/3dUj-A8zxpg/</link>
		<comments>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/16/belajar-dari-pendekar-bodoh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Apr 2013 14:31:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business/Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Inspiring People/Tokoh Panutan]]></category>
		<category><![CDATA[D'Cost]]></category>
		<category><![CDATA[David]]></category>
		<category><![CDATA[hidangan]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[laut]]></category>
		<category><![CDATA[Pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[seafood]]></category>
		<category><![CDATA[Yuswohady]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifeschool.wordpress.com/?p=7530</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, saya bertemu dengan salah satu tokoh &#8220;dunia persilatan&#8221;. Ibaratnya, kalau saya masih ban putih (pemula paling dasar), beliau ini sebenarnya sudah ban hitam (paling tinggi). Tapi, sehari-hari beliau yang sudah tinggi ilmunya ini malah memilih menyebut dirinya &#8220;Pendekar Bodoh&#8221;. Kenapa? Alasannya tunggu tulisan lebih lengkap di situs http://lifeschool-indonesia.com besok ya&#8230; Ya, si &#8220;pendekar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&#038;blog=2028952&#038;post=7530&#038;subd=lifeschool&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini, saya bertemu dengan salah satu tokoh &#8220;dunia persilatan&#8221;. Ibaratnya, kalau saya masih ban putih (pemula paling dasar), beliau ini sebenarnya sudah ban hitam (paling tinggi). Tapi, sehari-hari beliau yang sudah tinggi ilmunya ini malah memilih menyebut dirinya &#8220;Pendekar Bodoh&#8221;. Kenapa? Alasannya tunggu tulisan lebih lengkap di situs <a href="http://lifeschool-indonesia.com">http://lifeschool-indonesia.com</a> besok ya&#8230;</p>
<p><a href="http://lifeschool.files.wordpress.com/2013/04/david-dcost-bhayu.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-7531" alt="David D'Cost &amp; Bhayu" src="http://lifeschool.files.wordpress.com/2013/04/david-dcost-bhayu.jpg?w=468&#038;h=351" width="468" height="351" /></a></p>
<p>Ya, si &#8220;pendekar bodoh&#8221; itu adalah David Marsudi, pemilik jaringan restoran D&#8217;Cost. Bagi Anda yang cukup &#8220;gaul&#8221;, tentu tahu ini adalah rumah makan hidangan laut <em>(seafood restaurant</em>) yang mengusung konsep &#8220;mutu bintang lima, harga kaki lima&#8221;. Restoran ini berkembang begitu pesat hingga kini sudah memiliki 44 cabang di seluruh Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah harganya yang memang lebih murah dibandingkan restoran sejenis. D&#8217;Cost mampu membuat hidangan laut yang dikenal mahal menjadi lebih terjangkau oleh lebih banyak golongan masyarakat.</p>
<p>Acara ini sendiri diadakan dalam rangka persiapan menuju Indonesia Brand Forum yang digagas oleh pakar pemasaran Yuswohady. Dalam kesempatan langka tersebut, hanya ada 30 orang yang diberikan kesempatan bertamu ke D&#8217;Cost VIP. Ini adalah diversifikasi D&#8217;Cost untuk kalangan atas yang baru dibuka di jalan Abdul Muis-Jakarta Pusat. Menu yang disajikan kepada 30 orang tamu terpilih ini memang sangat luar biasa dan tidak tanggung-tanggung. Salah satu di antaranya adalah lobster! Wow! Menu yang kalau di hotel bintang lima paling murah berharga 500 ribuan ini di D&#8217;Cost VIP hanya dihargai 200 ribuan saja!</p>
<p>Namun, di luar menu &#8220;uenak tuenan&#8221; yang disajikan -<em>saking </em>banyaknya kami sampai tidak habis-, justru yang lebih &#8220;luegit&#8221; adalah penuturan dari pemiliknya sendiri. Bagaimana ia mampu menjadikan D&#8217;Cost yang pertama kali dibangun di kawasan Kemang tahun 2006 kini jadi merek rumah makan yang dikenal luas. Ini terutama karena kepandaiannya membaca pasar konsumen Indonesia yang masih sensitif harga. Tak heran, dalam waktu relatif singkat, nama D&#8217;Cost telah melekat di benak penggemar kuliner Indonesia. Ini antara lain juga dibuktikan dengan telah diraihnya aneka penghargaan seperti Top Brand Award selama 3 tahun berturut-turut.</p>
<p>David menceritakan &#8220;kenekatannya&#8221; untuk &#8220;bocuan gapapa&#8221; alias tidak untung tidak apa-apa. Percaya atau tidak, ini juga nama perusahaannya yang lain sebagai ekstensifikasi dari D&#8217;Cost. Di sini, David menuturkan ia lebih menggunakan intuisi daripada perhitungan rumit saat membangun bisnisnya. Bahkan, sebagai &#8220;arek Suroboyo&#8221;, ia bisa dibilang &#8220;bonek&#8221; alias bondo nekat (modal nekat).</p>
<p>Cukup banyak yang saya dapat dari beberapa jam bersama beliau. Intinya adalah, kalau membangun bisnis jangan tanggung-tanggung. Di samping itu, justru dengan memberi banyak kita akan dipelihara Tuhan dan mendapatkan lebih banyak lagi. Analisa lengkap dari segi pemasaran juga akan saya turunkan di situs pribadi <a href="http://bhayumahendra.com">http://bhayumahendra.com</a> beberapa hari lagi. Rajin-rajin <em>ngecek</em> ya kalau <em>nggak</em> mau K.O.</p>
<p>Ciaaat!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lifeschool.wordpress.com/7530/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lifeschool.wordpress.com/7530/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&#038;blog=2028952&#038;post=7530&#038;subd=lifeschool&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/16/belajar-dari-pendekar-bodoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d17f895d0b1da0f80b28ac16fec66108?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bhayu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lifeschool.files.wordpress.com/2013/04/david-dcost-bhayu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">David D'Cost &amp; Bhayu</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/16/belajar-dari-pendekar-bodoh/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Inspirasi Bisnis</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LifeschoolByBhayuMh/~3/pKQwFs7tdf8/</link>
		<comments>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/15/inspirasi-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Apr 2013 14:37:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business/Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[minat]]></category>
		<category><![CDATA[dagang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifeschool.wordpress.com/?p=7536</guid>
		<description><![CDATA[Inspirasi bisnis sebenarnya bisa datang dari mana saja. Makanya saya heran kalau ada yang bingung &#8220;mau usaha apa ya?&#8221; Karena sebenarnya cukup dengan membuka mata, kita bisa melihat begitu banyak hal yang bisa diusahakan. Sekarang, semua yang kita gunakan dalam hidup sehari-hari adalah produk industri. Begitu bangun tidur, kita lihat saja semua barang yang kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&#038;blog=2028952&#038;post=7536&#038;subd=lifeschool&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Inspirasi bisnis sebenarnya bisa datang dari mana saja. Makanya saya heran kalau ada yang bingung &#8220;mau usaha apa ya?&#8221; Karena sebenarnya cukup dengan membuka mata, kita bisa melihat begitu banyak hal yang bisa diusahakan. Sekarang, semua yang kita gunakan dalam hidup sehari-hari adalah produk industri. Begitu bangun tidur, kita lihat saja semua barang yang kita pakai: kasur, seprei, pakaian, sisir, lemari, televisi, gayung, lantai, langit-langit, kayu, rumah, mobil, pendeknya semua&#8230; semua bisa dijual.</p>
<p>Nah, di sini tinggal kita yang memilih sesuai minat dan yang penting kemampuan. Janganlah Anda nekat menjual mobil orang lain misalnya. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Tapi Anda bisa menjadi agen penjual mobil bekas. Walau sebenarnya itu bukan bisnis, tapi sekedar cari uang. Harusnya juga bisa dibedakan antara berdagang dan berbisnis, walau bisnis bisa dimulai dari berdagang dulu.</p>
<p>Di zaman ini, begitu banyak sumber informasi. Media massa tidak hanya televisi, radio dan cetak saja, tapi ada internet. Bahkan banyak komunitas yang mendorong inspirasi bisnis. Belum lagi buku-buku yang <em>bejibun</em>. Juga acara-acara seperti seminar atau <em>talkshow.</em> Jadi, kalau masih bingung juga<em> haree genee, kemane aje?</em></p>
<p>Apa yang saya temui apalagi saat aktif sebagai <em>mentor/coach</em> di beberapa komunitas justru banyak calon pebisnis yang tidak mampu mengalahkan diri sendiri. Mereka punya &#8220;<em>mental block</em>&#8221; dan &#8220;<em>wrong mindset</em>&#8220;. Sederhananya adalah memperbanyak bicara/menulis daripada bertindak. Juga merasa diri paling benar, bahkan ada yang berani mencela pakar/praktisi dengan kata-kata &#8220;omdo&#8221;, padahal sejatinya si pencela itulah yang &#8220;omong doang&#8221;.</p>
<p>Inspirasi bisnis memang bisa didapatkan dari para pebisnis sukses. Tapi sayangnya banyak yang melihat ujungnya saja. Saat mereka kini sudah punya mobil mewah, gedung bertingkat atau omzet yang membelalakkan mata. Tapi jarang sekali yang mau memahami -apalagi menjalani- deritanya. Bahkan <em>saking</em> menderitanya, seringkali keluarga pun tak mendukung dan malah meninggalkan. Tapi percayalah, saat Anda sukses, mereka justru yang pertama-tama <em>ngaku-ngaku: &#8220;</em>Eh, saya kan iparnya Pak/Bu Anu yang punya jaringan bisnis hebat itu.&#8221; Halah!</p>
<p>Tapi, bagi yang mampu melewati itu semua, niscaya akan menjadi pebisnis sukses. Kelak, Anda bisa berdiri sejajar dengan mereka yang dulunya Anda idolakan atau kagumi dari jauh. Bahkan mungkin saja berdiri bersebelahan atau satu panggung, malah kalau Tuhan mengizinkan melebihi mereka tentunya. Mau?</p>
<p>Beneran mau?</p>
<p>Mau sukses?</p>
<p>Menderita dulu dong&#8230;. tidak ada yang instan di dunia ini. Semua perlu proses, itu sudah hukum alam. Sehingga bila ada yang menawarkan jalan instan menuju kesuksesan itu sudah pasti penipuan.</p>
<p><em>Got it?</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lifeschool.wordpress.com/7536/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lifeschool.wordpress.com/7536/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&#038;blog=2028952&#038;post=7536&#038;subd=lifeschool&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/15/inspirasi-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d17f895d0b1da0f80b28ac16fec66108?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bhayu</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/15/inspirasi-bisnis/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Ujian Hidup</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LifeschoolByBhayuMh/~3/jraRcP8Hhd4/</link>
		<comments>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/14/ujian-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Apr 2013 11:37:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Human/Tentang Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Daily Life/Kejadian Sehari-hari]]></category>
		<category><![CDATA[gelandangan]]></category>
		<category><![CDATA[gila]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifeschool.wordpress.com/?p=7517</guid>
		<description><![CDATA[Sore ini, kembali Tuhan menunjukkan &#8220;kasih-sayang&#8221;-nya kepada saya. Saat dihadapkan pada pertanyaan: &#8220;Seberapa berat cobaan hidup Anda?&#8221; Cobalah bandingkan dengan orang ini. Dia gelandangan tidak punya rumah. Tidak punya keluarga-kenalan-sanak saudara yang bisa dimintai tolong. Dia hidup sebatang kara. Sudah begitu, dia punya penyakit ginjal yang sering menyebabkan bengkak anggota tubuhnya, terutama tangan dan kakinya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&#038;blog=2028952&#038;post=7517&#038;subd=lifeschool&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sore ini, kembali Tuhan menunjukkan &#8220;kasih-sayang&#8221;-nya kepada saya. Saat dihadapkan pada pertanyaan: &#8220;Seberapa berat cobaan hidup Anda?&#8221; Cobalah bandingkan dengan orang ini.</p>
<p>Dia gelandangan tidak punya rumah. Tidak punya keluarga-kenalan-sanak saudara yang bisa dimintai tolong. Dia hidup sebatang kara. Sudah begitu, dia punya penyakit ginjal yang sering menyebabkan bengkak anggota tubuhnya, terutama tangan dan kakinya. Penghasilannya? Tak tentu. Tapi paling sering cuma 5 ribu sehari. Padahal, seharusnya penyakit ginjalnya diobati dengan biaya jutaan.</p>
<p>Sudah?</p>
<p>Anda masih merasa orang paling menderita? Itu yang ditanyakan Tuhan kepada saya.</p>
<p>Dan saya pun tak kuasa menjawab, cuma bisa menangis malu.  Saya mohon ampun kepada Tuhan karena telah membesar-besarkan masalah saya.</p>
<p>Sore ini, saya melakukan satu hal yang rasanya tak dilakukan kebanyakan orang. Sederhana saja, saya mengajak orang yang saya sebutkan di alinea pertama tadi untuk mengobrol. Kebetulan, cuaca hujan saat saya keluar dari warnet langganan saya. Dan tak dinyana, orang tadi berteduh di depan warnet.</p>
<p>Sudah lama saya penasaran dengannya. Karena selama sekitar dua tahun belakangan, saya lihat dia selalu ada di depan warnet langganan saya. Tadinya, saya kira dia gila. Tapi beberapa kali dia saya lihat mengakses internet. Berarti, dia tidak gila. Tapi yang jelas dia gelandangan karena selalu saya lihat siang-malam di pinggir jalan.</p>
<p>Nah, sore ini rasa penasaran saya terjawab. Saya bertanya padanya siapa dia dan apa pekerjaannya. Mengagetkannya, ia menjawab saya dengan bahasa Inggris yang sangat fasih bak<em> native speaker. </em>Sontak saya terkejut. Apalagi ini Tuhan? Gembel pinter?</p>
<p>Ternyata benar. Ia mengalami musibah dalam hidupnya hingga harus tinggal di jalanan. Padahal, ia adalah keturunan Amerika-Yahudi-Turki dari pihak ayah dan ibu orang Surabaya. Walau ia mengaku beragama Islam. Pantas saja bahasa Inggrisnya cas-cis-cus. Bahkan, ia pernah bekerja <em>freelance </em>di stasiun televisi. Dia juga tidak meminta-minta, melainkan berupaya bekerja dengan keahliannya menulis. Menurutnya, ia sedang mengikuti beberapa lomba penulisan di internet.</p>
<p>Mengobrol sekitar setengah jam membuat saya tak tahan. Malu. Untung waktu Maghrib tiba sehingga saya bisa segera menghadap-Nya. Minta ampun. Minta maaf. Merasa bodoh, tolol dan cengeng. Saya juga minta maaf pada wanita itu karena sempat mengira dia gila dan meremehkannya.</p>
<p>Ada satu hal yang saya teladani dari gelandangan itu: dia berdiri tegak menghadapi hidup karena yakin pada kasih sayang ALLAH. Dia yakin Tuhan akan menolongnya. Padahal, ujian hidup yang dihadapinya seribu kali lebih dahsyat daripada saya. <em>Astaghfirullahaladhiim.</em></p>
<p>Catatan: Di daerah Kober-Depok, ada warnet bernama Roxy.net. Di depannya sering duduk seorang wanita berkulit gelap dengan tinggi sekitar 140 cm bertubuh agak gemuk. Dialah orang yang saya ceritakan dalam artikel ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lifeschool.wordpress.com/7517/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lifeschool.wordpress.com/7517/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&#038;blog=2028952&#038;post=7517&#038;subd=lifeschool&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/14/ujian-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d17f895d0b1da0f80b28ac16fec66108?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bhayu</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://lifeschool.wordpress.com/2013/04/14/ujian-hidup/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
