<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>LifeSchool by Bhayu M.H.</title>
	
	<link>http://lifeschool.wordpress.com</link>
	<description>Blog about Life and Learning from it / Blog tentang Hidup dan belajar darinya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Nov 2009 13:01:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain="lifeschool.wordpress.com" port="80" path="/?rsscloud=notify" registerProcedure="" protocol="http-post" />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/c03f93a257e487d79de6fee902e108bf?s=96&amp;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>LifeSchool by Bhayu M.H.</title>
		<link>http://lifeschool.wordpress.com</link>
	</image>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/LifeschoolByBhayuMh" type="application/rss+xml" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item>
		<title>Hacker Kerjai Situs RSPP &amp; Polri Mencela Evan Brimob</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LifeschoolByBhayuMh/~3/pH8zj8ZVacI/</link>
		<comments>http://lifeschool.wordpress.com/2009/11/07/hacker-kerjai-situs-rspp-polri-mencela-evan-brimob/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 12:25:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information Technology/Teknologi Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[News/Berita]]></category>
		<category><![CDATA[banci]]></category>
		<category><![CDATA[Brimob]]></category>
		<category><![CDATA[deface]]></category>
		<category><![CDATA[Evan]]></category>
		<category><![CDATA[file]]></category>
		<category><![CDATA[forum]]></category>
		<category><![CDATA[foto]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kaskus]]></category>
		<category><![CDATA[manipulasi]]></category>
		<category><![CDATA[maya]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[Photoshop]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[protocol]]></category>
		<category><![CDATA[RSPP]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[situs]]></category>
		<category><![CDATA[website]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifeschool.wordpress.com/?p=2187</guid>
		<description><![CDATA[
Di hari Sabtu ini, ternyata muncul lagi serangan tambahan kepada L. Evans, seorang anggota Brimob Polda Sumsel yang pada hari Kamis (5/11) lalu membuat heboh dengan status FaceBook provokatifnya (untuk tulisan saya tentang itu, baca di sini). Serangan itu dilakukan oleh hacker yang merusak halaman situs dengan mengganti tampilannya atau deface. Korbannya adalah situs Rumah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&blog=2028952&post=2187&subd=lifeschool&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignnone size-full wp-image-2189" title="evan brimob-deface polri" src="http://lifeschool.files.wordpress.com/2009/11/evan-brimob-deface-polri.jpg?w=285&#038;h=198" alt="evan brimob-deface polri" width="285" height="198" /><img title="evan brimob-deface rspp 3" src="../files/2009/11/evan-brimob-deface-rspp-3.jpg?w=300" alt="evan brimob-deface rspp 3" width="300" height="192" /></p>
<p>Di hari Sabtu ini, ternyata muncul lagi serangan tambahan kepada L. Evans, seorang anggota Brimob Polda Sumsel yang pada hari Kamis (5/11) lalu membuat heboh dengan status FaceBook provokatifnya (untuk tulisan saya tentang itu, baca <a href="http://lifeschool.wordpress.com/2009/11/05/polri-vs-kpk-atau-polri-vs-rakyat/">di sini</a>). Serangan itu dilakukan oleh hacker yang merusak halaman situs dengan mengganti tampilannya atau deface. Korbannya adalah situs Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dan situs Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Dengan segera tindakan vandalisme tersebut tercium media massa dan menjadi pemberitaan luas. Situs RSPP sempat down beberapa jam, sebelum akhirnya muncul dengan perbaikan. Sementara situs Polri tanpa waktu down lama, langsung diperbaiki. Akan tetapi, baru di siang hari ada perbaikan untuk situs Polri, sementara RSPP baru di sore harinya. Kini, bila Anda mengklik kedua situs itu, sudah kembali normal. Padahal, semula di situs Polri di bagian regular news ada tambahan foto Evan dan tulisan yang mengecamnya berbunyi: “SAMPAH MASYARAKAT = EVAN BRIMOB.” Di samping kanannya juga ada tulisan lain:  &#8221;INDONESIA TIDAK BUTUH EVAN BENCONG&#8221;.  Di bawah foto Evan yang persis seperti foto di Facebook itu terdapat link berita berjudul &#8216;Klarifikasi Kapolri terhadap penanganan dua Pimpinan KPK non-aktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.&#8217; Sementara di sebelah kanan foto terpampang foto-foto para buronan polisi yang muncul secara bergantian.</p>
<p>Sementara di situs RSPP ada satu halaman dinamis dengan tiga gambar berurutan yang kesemuanya hasil olahan manipulasi foto Photoshop mulai dari yang paling atas foto Evan diberikan lingkaran tembak dengan tulisan “Target Operasi”, kedua adalah foto Evan sedang berdiri dengan tangan di belakang lengkap dengan seragam Brimob namun diberi tambahan rambut wanita panjang dan diberi tambahan “lipstick” serta “eye-shadow” dengan tulisan “Banci Kaleng” dan “Salut dengan Bro Evan sudah berani dengan rakyat Indonesia yang membayar gaji Anda.…Sebagai bentuk penghargaan akan kami kirim karangan buka duka cita berikut peti jenazahnya…..Bonus kuburan beserta tanahnya…..”. Tampilan pada situs RSPP terasa lebih menghina karena pada bagian ketiga ada foto kepala Evan dimanipulasi dengan Photoshop dan dipasangkan ke badan pembantu yang sedang ngepel. Apalagi ditambah tulisan “Kagak ada kata maap buat lo” disertai gambar tangan mengepal seakan hendak memukul di atasnya dan tulisan “Udah gan.. ampun gan&#8230; kesiani eike gan&#8230;” yang ditulis rata kanan dengan ilustrasi foto hasil manipulasi “Evan jadi pembantu” tadi. Istilah “gan” merupakan istilah yang lazim digunakan dalam forum internet terutama kaskus.</p>
<p>Hacking sebenarnya merupakan perbuatan yang tidak dibenarkan oleh hukum. Namun, melakukannya  lebih mudah daripada melacak pelakunya. Tidak perlu waktu lama bagi seorang praktisi Teknologi Informasi (T.I.) terutama yang memiliki spesialisasi pemrograman atau keamanan internet untuk melakukan hacking. Dan hebatnya, kalau pelakunya ahli, itu akan jadi “the perfect crime” alias kejahatan sempurna yang tak terlacak. Dari hasil deface-nya, terlihat tampilan deface di situs RSPP lebih ‘enak dilihat’ karena menggunakan file dinamis, kemungkinan berekstensi .gif atau .flv. Namun mengingat situs rumah sakit ini tidak update, apalagi menurut bagian Humasnya sudah satu tahun tidak digunakan, maka kemungkinan lebih mudah masuk ke dalam system situs ini ketimbang situs Polri yang tampaknya lebih update. Artinya, ada web admin yang bekerja mengawasi situs Polri lebih intens ketimbang milik RSPP.</p>
<p>Namun, ada keterangan bahwa kedua situs tersebut berasal dari alamat I.P. (Internet Protocol) yang sama. Sehingga, kemungkinan penyedia hosting atau malah pembuatnya perusahaan yang sama. Dan penyebab deface bisa jadi karena perusahaan tersebut belum mengupdate atau menutup security patch webserver Apache versi 2.2.8 yang <em>running </em>di atas sistem operasi Linux Ubuntu dari servernya. Bagaimanapun, akan lebih baik apabila web admin apalagi bagi situs publik sebesar RSPP dan Polri tetap waspada setiap waktu. Walau tindakan Evan Brimob tak patut, namun deface situs yang tidak langsung berhubungan sebenarnya juga melanggar azas kepatutan, bahkan bisa dikategorikan kejahatan. Walau bisa dikategorikan kejahatan, tampaknya para defacers dua situs itu akan tak tersentuh hukum. Selain faktor kesulitan pelacakan, juga apa yang mereka lakukan seolah adalah membela kepentingan umum. Padahal, di situs Polri sang defacers menampilkan diri dengan identitas “Wawan Hermansyah, S.Sos.” Karena kejahatan hacking adalah delik aduan, maka bila pemilik situs tidak merasa dirugikan atau tidak mau menuntut, maka polisi tidak akan melakukan penyidikan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lifeschool.wordpress.com/2187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lifeschool.wordpress.com/2187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lifeschool.wordpress.com/2187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lifeschool.wordpress.com/2187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lifeschool.wordpress.com/2187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lifeschool.wordpress.com/2187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lifeschool.wordpress.com/2187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lifeschool.wordpress.com/2187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lifeschool.wordpress.com/2187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lifeschool.wordpress.com/2187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&blog=2028952&post=2187&subd=lifeschool&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifeschool.wordpress.com/2009/11/07/hacker-kerjai-situs-rspp-polri-mencela-evan-brimob/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/729e8eebbd910f404c9aad7f0f9a6c4e?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bhayu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://lifeschool.files.wordpress.com/2009/11/evan-brimob-deface-polri.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">evan brimob-deface polri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="../files/2009/11/evan-brimob-deface-rspp-3.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">evan brimob-deface rspp 3</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://lifeschool.wordpress.com/2009/11/07/hacker-kerjai-situs-rspp-polri-mencela-evan-brimob/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Arogansi vs Kebanggaan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LifeschoolByBhayuMh/~3/AGKLeXE9hG4/</link>
		<comments>http://lifeschool.wordpress.com/2009/11/06/arogansi-vs-kebanggaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 16:01:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Value/Tentang Nilai]]></category>
		<category><![CDATA[News/Berita]]></category>
		<category><![CDATA[People/Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Religion/Agama]]></category>
		<category><![CDATA[ALLAH]]></category>
		<category><![CDATA[arogan]]></category>
		<category><![CDATA[Brimob]]></category>
		<category><![CDATA[Evan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[narcissme]]></category>
		<category><![CDATA[narsis]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>
		<category><![CDATA[tawadhu]]></category>
		<category><![CDATA[ujub]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifeschool.wordpress.com/?p=2175</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin, tulisan di blog ini yang isinya antara lain membahas soal &#8220;Evan Brimob&#8221; mendapatkan tanggapan cukup tinggi. Sepanjang hari kemarin, blog ini mendapatkan 405 kunjungan (hits). Rupanya, arogansi Evan Brimob di akun FaceBook-nya membuat banyak pengguna internet penasaran. Setelah statusnya &#8216;dihajar&#8217; FaceBookers dan juga dimuat di berbagai situs berita, akhirnya Evan pun mengubah pandangannya dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&blog=2028952&post=2175&subd=lifeschool&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kemarin, tulisan di blog ini yang isinya antara lain membahas soal &#8220;Evan Brimob&#8221; mendapatkan tanggapan cukup tinggi. Sepanjang hari kemarin, blog ini mendapatkan 405 kunjungan (hits). Rupanya, arogansi Evan Brimob di akun FaceBook-nya membuat banyak pengguna internet penasaran. Setelah statusnya &#8216;dihajar&#8217; FaceBookers dan juga dimuat di berbagai situs berita, akhirnya Evan pun mengubah pandangannya dan meminta maaf (berita baca <a href="http://www.detiknews.com/read/2009/11/05/142341/1235852/10/tengil-di-fb-evan-brimob-minta-maaf">di sini</a>). Bahkan tindakannya itu membuat Mabes Polri pun terpaksa meminta maaf melalui pernyataan Wakil Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Wakadivhumas) Brigjen Pol. Sulistyo Ishak. (berita baca <a href="http://www.detiknews.com/read/2009/11/06/140237/1236616/10/mabes-polri-minta-maaf-atas-aksi-evan-brimob">di sini</a>). Rupanya, sebagai anak muda yang kebetulan merupakan anggota Brimob, Evan tidak mengira arogansinya mendapatkan tanggapan luas secara nasional. Bahkan, membuat repot institusi yang menurutnya dibelanya itu.</p>
<p>Hari ini, kita bisa belajar bagaimana sebuah arogansi bisa bermula dari kebanggaan yang berlebihan. Dalam Islam, kebanggaan pada diri sendiri disebut &#8220;ujub&#8221;. Bila anda ingat pada tulisan saya tentang narcissme atau narsis (baca ulang <a href="http://lifeschool.wordpress.com/2009/08/31/narsis-1/">di sini</a>), ujub ini sangat dekat dengan kelainan kejiwaan tersebut. Awal dari narcissme adalah kekaguman pada paras wajah sendiri yang memang rupawan. Namun, kekaguman itu ternyata berujung pada kesimpulan &#8220;saya memang layak punya wajah rupawan dari semula&#8221;. Narkissos lupa bahwa wajahnya itu ada yang menciptakan: Tuhan. Ia beranggapan bahwa sudah &#8216;dari sono&#8217;nya wajahnya se-rupawan itu.</p>
<p>Kebanggaan sebenarnya hal yang wajar, mengingat tiap manusia berupaya menegakkan eksistensinya sendiri. Akan tetapi, kebanggaan yang melebihi batas akan menjadi sebuah arogansi atau kesombongan. Dan di agama mana pun, kesombongan merupakan sifat tercela. Apalagi dalam Islam, kesombongan adalah satu-satunya sifat ALLAH SWT yang tidak boleh digunakan oleh manusia. ALLAH SWT berfirman dalam sebuah hadits qudsi:</p>
<blockquote><p><em>&#8220;Kesombongan adalah selendangku dan keagungan adalah adalah kainku. Maka barangsiapa yang menyelisihi-Ku pada salah satunya, Aku akan lemparkan dia ke dalam neraka.”</em> (HR Abu Dawud)</p></blockquote>
<p>Kebanggaan biasanya disebabkan oleh hal-hal seperti status sosial, penampilan fisik, penguasaan materi, pencapaian prestasi hidup  atau bentuk-bentuk kelebihan lain. Kebanggaan yang dimiliki Evan tentu saja karena ia tidak hanya berhasil menjadi anggota Polri yang tentu melalui tahapan seleksi yang tidak mudah, melainkan lebih dari itu ia juga berhasil pula masuk ke kesatuan Brigade Mobil (Brimob). Ini adalah kesatuan elite dalam struktur Polri dimana ia memiliki sifat nyaris seperti pasukan komando militer.</p>
<p>Saya tidak tahu apakah Evan beragama Islam atau tidak, hanya saja dari sisi agama saya, kesombongan merupakan sebuah tindakan yang dipandang mendekati kemusyrikan. Sementara musyrik adalah dosa besar yang tak terampuni kecuali dengan <em>at-thobatan ghulam an-nasuha</em> (tobat besar secara total). Kenapa begitu? Karena seperti hadits yang sudah disitir di atas, sombong adalah sifat ALLAH SWT saja. Hanya ALLAH SWT sajalah Yang Maha Sombong (Al Muttakabirun) karena memang hanya Dia-lah Sang Maha Pemilik Segalanya. Sementara kita, sebagai makhluk, harus menyadari bahwa di atas langit selalu ada langit. Artinya pasti ada orang yang memiliki kelebihan dibandingkan yang kita miliki. Bahkan, andaikata pun nama kita tercatata di Guiness Book of World Records sebagai yang &#8220;ter-&#8221;, satu saat pasti ada yang mematahkan rekor kita.Karena itulah sehebat apa pun kita, siapa pun kita, hendaknya sikap <em>tawadhu</em> selalu menjadi pedoman. Semoga tidak hanya Evan, tapi kita semua dapat memetik hikmah dari perbuatan arogan &#8216;oknum&#8217; anggota Brimob yang kebanggaannya kebablasan menjadi kesombongan itu&#8230;</p>
<p>Wallahu &#8216;alam bishawab.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lifeschool.wordpress.com/2175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lifeschool.wordpress.com/2175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lifeschool.wordpress.com/2175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lifeschool.wordpress.com/2175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lifeschool.wordpress.com/2175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lifeschool.wordpress.com/2175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lifeschool.wordpress.com/2175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lifeschool.wordpress.com/2175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lifeschool.wordpress.com/2175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lifeschool.wordpress.com/2175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&blog=2028952&post=2175&subd=lifeschool&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifeschool.wordpress.com/2009/11/06/arogansi-vs-kebanggaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/729e8eebbd910f404c9aad7f0f9a6c4e?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bhayu</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://lifeschool.wordpress.com/2009/11/06/arogansi-vs-kebanggaan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Polri vs KPK atau Polri vs Rakyat?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LifeschoolByBhayuMh/~3/DJ4Z-2uchjg/</link>
		<comments>http://lifeschool.wordpress.com/2009/11/05/polri-vs-kpk-atau-polri-vs-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 03:22:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Life/Kejadian Sehari-hari]]></category>
		<category><![CDATA[News/Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anggodo]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Century]]></category>
		<category><![CDATA[Bibit]]></category>
		<category><![CDATA[Brimob]]></category>
		<category><![CDATA[Chandra]]></category>
		<category><![CDATA[Evan]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifeschool.wordpress.com/?p=2157</guid>
		<description><![CDATA[
Istilah &#8220;Cicak vs Buaya&#8221; yang kini populer dan diminta dihentikan penggunaannya oleh Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri sebenarnya dilansir sendiri oleh Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji. Pernyataan itu dikatakannya saat diwawancara majalah Tempo (link artikelnya klik di sini)
Karuan saja istilah yang bernada merendahkan itu memancing reaksi masyarakat. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&blog=2028952&post=2157&subd=lifeschool&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignright" title="evan brimob-profile" src="../files/2009/11/evan-brimob-profile1.jpg?w=300" alt="evan brimob-profile" width="300" height="160" /><img class="alignright" title="evan brimob-comment 1" src="../files/2009/11/evan-brimob-comment-11.jpg?w=249" alt="evan brimob-comment 1" width="249" height="300" /></p>
<p>Istilah &#8220;Cicak vs Buaya&#8221; yang kini populer dan diminta dihentikan penggunaannya oleh Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri sebenarnya dilansir sendiri oleh Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji. Pernyataan itu dikatakannya saat diwawancara majalah Tempo (link artikelnya <a href="http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/07/06/LU/mbm.20090706.LU130792.id.html">klik di sini</a>)</p>
<p>Karuan saja istilah yang bernada merendahkan itu memancing reaksi masyarakat. Maka muncullah gerakan CICAK yang kepanjangannya -walau agak dipaksakan- adalah Cinta Indonesia Cinta KPK (link blog ada <a href="http://kamicicak.blogspot.com/2009/07/text-deklarasi-gerakan-cicak.html">di sini</a>). Gerakan ini dideklarasikan pada 12 Juli 2009 di Tugu Proklamasi Jakarta oleh tokoh-tokoh dan elemen-elemen masyarakat yang anti korupsi.</p>
<p>Dukungan masyarakat terus mengalir hingga Presiden memanggil empat orang tokoh ke Istana Negara pada hari Minggu (1/11) malam. Dan reaksi atas pemanggilan empat tokoh itu adalah dibentuknya Tim Independen Verfikasi Fakta dan Hukum atau Tim 8 oleh Presiden. Sementara Bibit dan Chandra yang telah ditahan semenjak hari Kamis, 29 Oktober 2009 akhirnya diberikan penangguhan penahanan sehingga bisa keluar dari tahanan pada malam hari Selasa, 3 November 2009. KPK juga telah memperdengarkan isi rekaman yang memberikan petunjuk adanya upaya  rekayasa kriminalisasi KPK dalam sidang di Mahkamah Konstitusi pada siang harinya, sebelum Chandra dan Bibit diberikan penangguhan penahanan. Sejak hari Selasa (3/11) malam itu pula hingga Rabu (4/11) kemarin,  Anggodo Widjojo diperiksa Mabes Polri, namun  tidak ditahan. Alasannya menurut Kadiv Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Nanan Sukarna adalah karena &#8220;Sampai sekarang, penyidik belum bisa menemukan alat bukti yang cukup untuk menentukan Anggodo sebagai tersangka.&#8221;</p>
<p>Tentu saja, itu adalah hak Polri selaku penyidik. Akan tetapi, ternyata di sebagian tertentu lapisan bawah anggota Polri, ada salah paham tentang kasus ini sebagai serangan terhadap korps Polri. Ada rasa kebanggaan korps yang terusik sehingga ada pula pembelaan membabi buta. Saya dikejutkan oleh tulisan di Politikana (link <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=166422702495">klik di sini</a>) yang menyatakan adanya seorang anggota Brigade Mobil (Brimob) yang bertugas di Polda Sumatra Selatan menuliskan status sebagai berikut:</p>
<blockquote><p>&#8220;<strong><em>Polri tak butuh masyarakat, tapi masyarakat yang butuh Polri. Maju terus Kepolisian Indonesia, telan hidup-hidup cicak kecil</em></strong>&#8220;.</p></blockquote>
<p>Tentu saja status semacam itu sangat terkesan arogan. Dukungan luas masyarakat terhadap KPK adalah dukungan terhadap gerakan dan tindakan anti korupsi. Dus, itu adalah dukungan terhadap pemerintah RI yang bahkan SBY sendiri menegaskan komitmen dan keberpihakannya pada KPK dan gerakan anti korupsi.</p>
<p>Segera setelah mendapatkan reaksi keras dari FaceBookers lain, account Evan itu menghilang (tapi masih ada halaman group-nya yang masih bisa dilihat <a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=117363&amp;id=179952974328">di sini</a>). Kemungkinan sudah dihapus, namun sudah kadung terekam oleh FaceBookers sehingga dibuatlah group khusus untuk mengecamnya bernama Evan Brimob di Benci Rakyat Indonesia (link  <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=166422702495">klik di sini</a>). Dalam komentar di group itu, banyak yang meminta Evan dipecat dari keanggotan Polri. Bila ini dipenuhi pimpinan Polri, maka inilah untuk pertama kalinya ada pemecatan dikarenakan FaceBook.</p>
<p>Walau saya merasa tindakan Evan tak patut dilakukan, pemecatan bukanlah solusi. Masih ada jalan lain untuk menghukumnya. Namun biarlah itu jadi urusan para pimpinannya. Hanya saja, saya menengarai, ada kesalahpahaman di sementara anggota tertentu dari korps kepolisian bahwa perseteruan &#8220;Cicak vs Buaya&#8221; itu bukan sekedar persaingan antar institusi, melainkan juga wujud masyarakat yang menyerang polisinya sendiri. Bila pandangan sempit yang salah ini dibiarkan, jelas akan sangat merugikan nama baik Polri sendiri, yang tengah gencar melakukan reformasi di dalam tubuhnya. Bagaimanapun, rakyat atau masyarakatlah pembentuk negara, bukan sebaliknya. Dan tidak akan ada negara tanpa rakyat, namun bisa saja sekumpulan orang tanpa negara. Polisi adalah alat negara, negara dibentuik oleh rakyat, dan karena itu jelas polisi tidak akan ada tanpa rakyat membentuknya. Karena itu jelas sekali paradigma Evan tadi terbalik-balik.</p>
<p>Semoga kasus &#8220;Cicak vs Buaya&#8221; yang mulanya adalah kasus Bank Century semata dan sudah melebar menjadi KPK versus Polri tidak tambah meluas tak terkendali jadi rakyat vs Polri. Karena bila begitu, saya bersama 220 juta rakyat Indonesia akan memastikan rakyatlah yang harus menang! Polri bisa dibubarkan, tapi rakyat tidak!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lifeschool.wordpress.com/2157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lifeschool.wordpress.com/2157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lifeschool.wordpress.com/2157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lifeschool.wordpress.com/2157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lifeschool.wordpress.com/2157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lifeschool.wordpress.com/2157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lifeschool.wordpress.com/2157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lifeschool.wordpress.com/2157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lifeschool.wordpress.com/2157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lifeschool.wordpress.com/2157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&blog=2028952&post=2157&subd=lifeschool&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifeschool.wordpress.com/2009/11/05/polri-vs-kpk-atau-polri-vs-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/729e8eebbd910f404c9aad7f0f9a6c4e?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bhayu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="../files/2009/11/evan-brimob-profile1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">evan brimob-profile</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="../files/2009/11/evan-brimob-comment-11.jpg?w=249" medium="image">
			<media:title type="html">evan brimob-comment 1</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://lifeschool.wordpress.com/2009/11/05/polri-vs-kpk-atau-polri-vs-rakyat/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>MK &amp; Transkrip Rekaman KPK</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LifeschoolByBhayuMh/~3/3HDDO-MtVZo/</link>
		<comments>http://lifeschool.wordpress.com/2009/11/04/mk-dan-transkrip-rekaman-kpk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 16:38:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[News/Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anggodo]]></category>
		<category><![CDATA[Ari Muliadi]]></category>
		<category><![CDATA[Bibit]]></category>
		<category><![CDATA[Chandra]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kejaksaan Agung]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Masaro]]></category>
		<category><![CDATA[media massa]]></category>
		<category><![CDATA[MK]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[rekaman]]></category>
		<category><![CDATA[rekayasa]]></category>
		<category><![CDATA[RI]]></category>
		<category><![CDATA[transkrip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifeschool.wordpress.com/?p=2181</guid>
		<description><![CDATA[Hari Selasa (3/11) kemarin, Mahkamah Konstitusi (MK) menorehkan sejarah baru dalam peradilan Indonesia . Dalam sidang uji materi atas pasal 32 ayat 1 huruf c UU No. 30 tahun 2002 tentang KPK yang digelar di MK atas permintaan pemohon yaitu KPK, diajukan alat bukti berupa rekaman percakapan telepon. Dalam rekaman tersebut, terkuaklah dugaan rekayasa kriminalisasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&blog=2028952&post=2181&subd=lifeschool&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Hari Selasa (3/11) kemarin, Mahkamah Konstitusi (MK) menorehkan sejarah baru dalam peradilan Indonesia . Dalam sidang uji materi atas pasal 32 ayat 1 huruf c UU No. 30 tahun 2002 tentang KPK yang digelar di MK atas permintaan pemohon yaitu KPK, diajukan alat bukti berupa rekaman percakapan telepon. Dalam rekaman tersebut, terkuaklah dugaan rekayasa kriminalisasi atas para pimpinan KPK yang memakan korban Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah, keduanya adalah Wakil Ketua KPK (saat ini non-aktif). Ini menghebohkan karena sebagian kecil transkrip rekaman itu telah cukup lama beredar di masyarakat terutama melalui media massa. Bahkan beredarnya transkrip itu pula yang antara lain mendorong Polri menjadikannya alasan menahan Bibit dan Chandra pada hari Kamis (29/10) lalu. Tindakan MK tersebut layak menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya rekaman sepanjang sekitar 4,5 jam tersebut dibuka dan diperdengarkan seluruhnya kepada khalayak umum. Apalagi sidang tersebut dinyatakan terbuka dan disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi dan sejumlah radio berita, sehingga membuat audiensnya makin banyak. Rekaman tersebut mengguncangkan masyarakat karena membuka satu bagian kecil dari jaringan besar &#8220;mafia peradilan&#8221; di Indonesia. Menurut isi pembicaraannya, transkrip tersebut terdiri dari 9 bagian, yaitu:  <span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><br />
</span></span></p>
<ol>
<li>Kasus Masaro oleh Anggoro</li>
<li>Perincian uang Anggoro oleh Ari Muladi</li>
<li>Minta bantuan ke Kejaksaan Agung</li>
<li>Pencatutan nama RI 1</li>
<li>Minta bantuan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban)</li>
<li>Menyusun rekayasa kasus dari suap ke pemerasan</li>
<li>Lapor &#8216;kemenangan&#8217; dan ancaman untuk Chandra M. Hamzah</li>
<li>Perhitungan fee pihak terkait</li>
<li>Mempengaruhi Ari Muliadi kembali ke BAP awal.</li>
</ol>
<p>Berikut adalah transkrip rekaman yang diperdengarkan di KPK:</p>
<p><strong>Wisnu dengan Anggodo (23 juli 2009)</strong></p>
<p>“Bagaimana perkembangannya,”<br />
“Ya, masih tetap nambahin BAP, ini saya masih di Mabes”<br />
“pokoknya berkasnya ini kelihatannya dimasukkan ke tempatnya R (nama<br />
salah satu pucuk pimpinan kejaksaan), minggu ini, terus balik ke sini,<br />
terus action”<br />
“RI-I belum”<br />
“Udah-udah, aku masih mencocokkan tanggal”</p>
<p><strong>Anggoro dengan Anggodo (24 Juli 2009)</strong></p>
<p>“Yo pokoke saiki Berita Acarane kene&#8217; dikompliti”<br />
“wes gandeng karo Ritonga kok dek’e”<br />
“janji ambek Ritonga, final gelar iku sama kejaksaan lagi, trakhir senen”<br />
“…sambil ngenteni surate RI-1 thok nek?”<br />
“lha kon takok’o Truno, tho”&#8221;yo mengko bengi, ngko bengi dek’e”</p>
<p><strong>Hadi Atmoko dengan Anggodo (27 Juli 2009)</strong><br />
“..dan ini kronologinya saya sudah di Bang Farman semua,”<br />
“sebetulnya ada satu saksi lagi si Edi Sumarsono Pak, yang Antasari<br />
itu Pak”Sama pembuktian lagi waktu Ari kesana, ada pertemuan rapat<br />
dengan KPK Pak”<br />
“Ada pertemuannya di ruang rapat Chandra”</p>
<p><strong>Anggodo dengan Kosasih (28 Juli 2009)</strong><br />
“Kos, itu kronologis jangan Lu kasih dia loh Kos”<br />
“Jangan dikasihkan soalnya Edi sudah berseberangan”<br />
“Cuman Lu harus ngomong sama dia:’terpaksa Lu harus jadi saksi’,<br />
karena Chandra Lu yang perintah, kalao nggak, nggak bisa nggandeng”</p>
<p><strong>Anggodo dengan seorang wanita (28 Juli 2009)</strong><br />
“Besok kontak ente…, ngomong ke Ritonga, Edi Sumarsono itu bajingan<br />
bener, sebenarnya dia mengingkari semua”<br />
“besok penting ngomong. Edi ngingkari Pak, padahal Antasari bawa Chandra”</p>
<p><strong>Anggodo dengan Parman (penyidik) (29 Juli 2009)</strong><br />
“Kelihatannya kronologis saya yang benar”<br />
“Iya sudah benar kok, saya lihat, di surat lalulintas. Saya sudah<br />
ngecek ke Imigrasi, sudah benar kok”</p>
<p><strong>Anggodo dengan Wisnu (29 Juli 2009)</strong><br />
“Terus gimana Pak, mengenai Edi gimana Pak”<br />
“Edi udah tak omongken Irwan apa. Ini bukan sono yang salah, kita-kita<br />
ini yang jadi salah”<br />
“Iya, padahal ia saksi kunci Chandra”<br />
“Maksud saya Pak, dia kenalnya dari Bapak dan Pak Wisnu, gak apa-apa kan Pak”<br />
“Nggak apa-apa, kalau dari Wisnu nggak apa-apalah”<br />
“Kalau kita ngikutin, kan berarti saya ngaku Irwan kan. Cuma kalau dia<br />
nutupin dia yang perintah…perintahnya Antasari suruh ngaku ke Chandra<br />
itu ga ngaku. Terus siapa yang ngaku”<br />
“ya you sama ARI”<br />
“Nggak bisa dong Pak, wong nggak ada konteksnya dengan Chandra”<br />
“Nggak,’saya dengar dari Edi”<br />
“Iya dari Edi, emang perintahnya dia Pak. Lha Edinya nggak mau ngaku,<br />
gitu Pak,’dia nggak kenal Chandra, saya ndak nyuruh ngasihin duit,’<br />
gimana bos?”<br />
“Ya ngdak apa-apa”</p>
<p><strong>Anggodo dengan Wisnu (30 Juli 2009)</strong><br />
“Pak tadi jadi ketemu?”<br />
“Udah, akhirnya Kosasih yang tau persis teknis di sana. Suruh<br />
dikompromikan disana, Kosasih juga sudah ketemu Pak Susno, dia juga<br />
ketemu Pak Susno lagi si Edi. Yang penting kalo dia tidak mengaku<br />
susah kita.”<br />
“Yang saya penting, dia menyatakan waktu itu supaya membayar Chandra<br />
atas perintah Antasari”<br />
“Nah itu”<br />
“Wong waktu di malam si itu dipeluk anu tak nanya, kok situ bisa<br />
ngomong. Si Ari dipeluk karena teriak-teriak, dipeluk sama Chandra itu<br />
kejadian”<br />
“Bohong, nggak ada kejadian, kamuflase saja.”<br />
“Nggak ada memang. Jadi dia cuma dikasih tau disuruh Ari gitu. Dia<br />
curiga duite dimakan Ari.”<br />
“Bukan sial Ari-nya Pak, dia cerita pada waktu ke KPK dia yang minta<br />
Ari, kalau ditanya saya bilang Edi ada disitu, diwalik sama-sama doa,<br />
Ari yang suruh ngomong dia ngomong dia ada. Kalau itu saya ga jadi<br />
masalah pak, itu saya suruh…”<br />
“Pokoknya yang kunci-kuncinya itu saya sudah ngomong sama Kosasih,<br />
kalo tidak ada lagi…nyampe…ya berarti ya enggak bisa kasus ini gitu”<br />
“Yang penting buat saya Pak si Ari ini, dia ngurusi Ade Rahardja<br />
segala. Ujung-ujungnya dia dapet perintah nyerahkan ke Chandra itu<br />
siapa Pak? Kan nggak nyambung pak”<br />
“Bukan Pak, dia memerintahkan nyerahken ke Chandra yang Bapak juga<br />
tahu kan, karena kalo ga ada yang merintah Chandra Pak, nggak nyambung<br />
uang itu lho’<br />
“Memang keseluruhan tetap keterangan itu, kalau edi nggak ngaku ya<br />
biarin yang penting Ari sama Anggodo kan cerita itu”<br />
“kan saksinya kurang satu”<br />
“Saksinya akan sudah 2, Ari sama Anggodo”<br />
“Saya bukan saksi, saya kan penyandang dana kan”<br />
“kenapa dana itu dikeluarkan, karena saya disuruh si Edi kan, sama<br />
saja kan, ha ha ha…”<br />
“suruh dia ngaku lah Pak, kalao temenan kaya gini ya percuma pak punya temen.”<br />
“Susno dari awal berangkat sama saya ke Singapura. Itu dia sudah tahu<br />
Toni itu saya, sudah ngerti Pak. Yang penting dia nggak usah<br />
masalahin. Itu kan urusan penyidik”Yang penting dia ngakuin itu bahwa<br />
dia yang merintahkan untuk nyogok Chandra, itu aja”<br />
“Sekarang begini, dia perintahkan kan udah Ari denger, you denger kan.<br />
Sudah selesai…”<br />
“Tapi, kalo dia nggak Bantu kita Pak, terjerumus. Dia dibenci sama Susno”<br />
“Biarin aja, tapi nyatanya dia ngomong dipanggil Susno”</p>
<p><strong>Anggodo dengan seorang wanita (6 Agustus 2009)</strong></p>
<p>“iyo tapi ditakono tanda tangani teke sopo, iya toh gak iso jawab.<br />
Modele bajingan kabeh, Yang. Chandra iku yo, wis blesno ae Yang, ojo<br />
ragu-ragu…”</p>
<p><strong>Anggodo dengan seseorang (7 Agustus 2009)</strong></p>
<p>“menurut bosnya Trunojoyo, kalau bisa besok sudah keluar”<br />
“Male bilang tidak bagus, karena pemberitaannya hari Minggu, orang<br />
sedang libur. Bagusnya Senin pagi, langsung main”<br />
“Truno minta TV dikontak hari ini, supaya besok counternya dari Anggoro”</p>
<p><strong>Anggodo dengan seseorang (8 Agustus 2009)</strong></p>
<p>“Nggak usah ngomong sama penyidik. Cuma abang saja tahu bahwa BAP nya<br />
Ari tuh seperti itu. Jadi dalam posisi dia BAP, masih sesuai apa yang<br />
dia anu. Jangan sampai dia berpikir, kita bohong”<br />
“Siap Bang”<br />
“Sama harus dikaitkan ini, seperti sindikat Edi, Ari sama KPK satu<br />
sindikat mau memeras kita, ya Bang”<br />
“iya”<br />
“Intinya si Ari sudah di BAP seperti kronologis. Kenapa kok kita<br />
laporkan Ari itu. Kenapa sudah laporan begini kok dia melarikan diri.<br />
Gitu loh. Dan si Edi itu di BAP itu nggak ngaku. Kit anggak usah<br />
ngomong. Pokoknya si edy nggak tahu kita.<br />
“Bang, nanti maksudnya di BAP kita nantinya, inti bahwa pengakuan itu Bang”<br />
“iya”<br />
“sekarang jangan dibuka dulu. Maksudnya status si Ari itu, kita merasa<br />
Ari sama Edy dan ini tuh, ini kita diperas KPK sudah kita bayar.<br />
Kenapa jadi masalah begini. Gitu loh Bos”<br />
“Iya”<br />
“menurut pengakuan Ari, dia sudah membayar seluruh dana teresbut<br />
kepada orang-orang KPK, nggak tahu siapa”<br />
“Betul”</p>
<p><strong>Alex dengan Anggodo (10 Agustus 2009)</strong></p>
<p>“Secara keseluruhan apik. Anggoro nggak lari”<br />
“Kenceng dia ngomonge”<br />
“Kenceng. Tak rekam banter mau”<br />
“Y owes. Terus poin-poinnya tersasar, kan?”<br />
“Sudah”<br />
“Tidak lari. Ciamik dee njelasnoe”<br />
“Ini ada suatu rekayasa, nampak dari pemanggilan jadi saksi terus<br />
tersangka. Tenggat waktu 9 bulan. Sudah kondusif. Moro-moro karena ada<br />
testimony, muncul pemanggilan sebagai tersangka. Secara keseluruhan<br />
oke.”<br />
“Mengenai cekal, salah sasaran”<br />
“Ya dalam kasus Yusuf Faisal, kok dicekal Anggoro. Itu bagaimana.<br />
Penyitaan dan penggeledahan juga salah sasaran. Dalam kasus Yusuf<br />
Faisal, kok yang digeledah Masaro. Pokoknya intinya sudah masuk<br />
semua.”</p>
<p><strong>Alex dengan Anggodo dan Robert (10 Agustus 2009)</strong></p>
<p>“Iya memang dicuplikan. Nggak banyak, tapi intinya kita berkelit,<br />
kalau ini bukan penyuapan. Karena di awal itu, beritanya dari Antasari<br />
dulu, testimoni itu. Jadi dia cuplik dari Antasari, terus baru<br />
disambung ke kita, jadi dijelaskan sama Bonaran, kalo itu bukan<br />
penyuapan. Dan permasalahannya, kedatangan Antasari menemui Anggoro<br />
itu juga membawa konsekwensi Antasari bisa dipermasalahkan”<br />
“Ngomong gimana? Pengacara dari Anggoro press rilis hari ini.”</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lifeschool.wordpress.com/2181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lifeschool.wordpress.com/2181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lifeschool.wordpress.com/2181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lifeschool.wordpress.com/2181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lifeschool.wordpress.com/2181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lifeschool.wordpress.com/2181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lifeschool.wordpress.com/2181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lifeschool.wordpress.com/2181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lifeschool.wordpress.com/2181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lifeschool.wordpress.com/2181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&blog=2028952&post=2181&subd=lifeschool&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifeschool.wordpress.com/2009/11/04/mk-dan-transkrip-rekaman-kpk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/729e8eebbd910f404c9aad7f0f9a6c4e?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bhayu</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://lifeschool.wordpress.com/2009/11/04/mk-dan-transkrip-rekaman-kpk/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Vanitas &amp; Narsis</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LifeschoolByBhayuMh/~3/MES2lEwq_9w/</link>
		<comments>http://lifeschool.wordpress.com/2009/11/03/vanitas-narsis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 03:06:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[About Human/Tentang Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[About Value/Tentang Nilai]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[narcissme]]></category>
		<category><![CDATA[narsis]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>
		<category><![CDATA[vanitas]]></category>
		<category><![CDATA[vanity]]></category>
		<category><![CDATA[Wikipedia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifeschool.wordpress.com/?p=2178</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya menengok akun pengguna saya di Wikipedia. Wikipedia ini, seperti LifeLearner ketahui, adalah sebuah situs non-profit yang isinya merupakan ensiklopedia di internet dan bisa disumbangkan oleh siapa saja. Saya memang pernah menulis sedikit sewaktu membuat akun di tahun 2007, tapi ternyata sangat sedikit sampai nyaris tak terasa kontribusinya. Bahkan akun pengguna saya pun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&blog=2028952&post=2178&subd=lifeschool&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari ini saya menengok akun pengguna saya di Wikipedia. Wikipedia ini, seperti LifeLearner ketahui, adalah sebuah situs non-profit yang isinya merupakan ensiklopedia di internet dan bisa disumbangkan oleh siapa saja. Saya memang pernah menulis sedikit sewaktu membuat akun di tahun 2007, tapi ternyata sangat sedikit sampai nyaris tak terasa kontribusinya. Bahkan akun pengguna saya pun sudah dihapus oleh pengurus.</p>
<p>Karena itu, yang paling saya perhatikan tentu akun tentang saya sendiri. Saya update akun saya dan malah sempat saya pindahkan ke halaman. Dari situ kemudian muncul masukan dari pengurus, apakah pantas entri tentang saya berada di halaman. Maksudnya, apakah tulisan tentang diri saya memenuhi kriteria kelayakan untuk dijadikan sebuah entri biografi tokoh di ensiklopedia itu. Saya terkejut, tapi juga sekaligus membuka mata saya. Dalam hitungan menit, akhirnya saya membatalkan narcissisme saya itu. Saya mengosongkan isi halaman tentang saya. Tentu saja, karena saya merasa belum layak bersanding dengan nama-nama yang memang sudah punya prestasi skala nasional.</p>
<p>Aspek menulis biografi tentang diri sendiri di Wikipedia agar dijadikan entri atau lema tersendiri di halaman khusus disebut &#8220;vanity&#8221; atau di-bahasa Indonesia-kan menjadi &#8220;vanitas&#8221;. Artinya, ini satu bentuk narcissisme yang tidak layak untuk diketahui publik, semata karena biografi seseorang yang belum dikenal khalayak. Bahasa kasarnya, “Siape elu, nongol-nongolin nama di Wikipedia?”</p>
<p>Itu membuat saya terhenyak. Walau di mata teman-teman seangkatan di sekolah menengah misalnya, saya sudah termasuk kategori ‘eksis’ dalam hidup, tapi belum tentu buat orang-orang lain yang belum mengenal saya. Karena itu, pertanyaan “siape elu” pantas ditujukan kepada saya. Dan sontak saya pun menghapus entri atau lema halaman tentang saya itu.</p>
<p>Saya pun lantas mencoba menengok kepada diri saya sendiri. Saya terlahir dengan potensi untuk menjadi narsis dan sombong (baca tulisan saya terdahulu <a href="http://lifeschool.wordpress.com/2008/11/24/sombong-percaya-diri/">di sini</a>), namun dalam perjalanan hidup saya berupaya keras untuk menekannya. Maka, keinginan eksis dalam hidup harus senantiasa saya periksa ulang apakah berpotensi menjadi sombong. Karena itu saya sempat terhenyak saat saya sedang “merendahkan diri meninggikan mutu”, seorang teman salah mengerti dan malah makin membanting harga diri saya. Saya terkejut, karena merasa saya tidaklah sejelek seperti yang dikatakannya. Bahkan, saat ia mengatai saya narsis, saya bingung sendiri bagian mana diri saya yang narsis. Bahkan foto saya di header blog ini pun saya gelapkan. Kalau di FaceBook saya memilih foto ala “banci tampil”, ya memang fungsi situs jejaring sosial tersebut memang untuk itu kan? Masa saya akan memilih memajang foto yang tampak belakang kepala saja?</p>
<p>Bagaimanapun, dua kejadian itu membuat saya termenung, ternyata seberapa besar pun pencapaian kita dalam hidup, seberapa eksisnya kita bagi suatu kalangan, tetap saja ada kalangan yang menganggap kita “bukan siapa-siapa” atau malah dicap “sombong” saat mencoba menjelaskan “siapa kita”. Jadi, daripada menjadi orang kebingungan ala tokoh-tokoh dalam kisah “bapak-anak dan keledainya”, saya memilih menjadi diri sendiri saja. Maju terus, makin banyak berkarya, tanpa peduli pandangan negatif orang lain. Karena kalau mendengarkan komentar orang, kita cuma akan “jalan di tempat”.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lifeschool.wordpress.com/2178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lifeschool.wordpress.com/2178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lifeschool.wordpress.com/2178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lifeschool.wordpress.com/2178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lifeschool.wordpress.com/2178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lifeschool.wordpress.com/2178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lifeschool.wordpress.com/2178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lifeschool.wordpress.com/2178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lifeschool.wordpress.com/2178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lifeschool.wordpress.com/2178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&blog=2028952&post=2178&subd=lifeschool&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifeschool.wordpress.com/2009/11/03/vanitas-narsis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/729e8eebbd910f404c9aad7f0f9a6c4e?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bhayu</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://lifeschool.wordpress.com/2009/11/03/vanitas-narsis/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Indonesia, Negeri Penuh Singkatan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LifeschoolByBhayuMh/~3/k0v8clo65RY/</link>
		<comments>http://lifeschool.wordpress.com/2009/11/02/indonesia-negeri-penuh-singkatan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 08:37:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Life/Kejadian Sehari-hari]]></category>
		<category><![CDATA[Life Style/Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[News/Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anggodo]]></category>
		<category><![CDATA[ATBM]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Bonaran Situmeang]]></category>
		<category><![CDATA[mejikuhibiniu]]></category>
		<category><![CDATA[militer]]></category>
		<category><![CDATA[Orde Baru]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<category><![CDATA[Pusat Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Rakyat Merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[reformasi]]></category>
		<category><![CDATA[singkatan]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<category><![CDATA[Tupoksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifeschool.wordpress.com/?p=2191</guid>
		<description><![CDATA[Apa sih Tupoksi itu? Saya baru tahu kepanjangan Tupoksi saat membaca media massa tentang pernyataan Denny Indrayana, staf khusus Presiden bidang hukum. Istilah “tupoksi” dilontarkan oleh Bonaran Situmeang, pengacara Anggodo Widjojo saat menanggapi pernyataan Denny tentang perlunya Polri menahan Anggodo. Ia menyatakan:
“Ingat, dia (Denny) itu cuma staf khusus presiden, bukan kerjanya menyarankan penahanan terhadap seseorang. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&blog=2028952&post=2191&subd=lifeschool&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Apa sih Tupoksi itu? Saya baru tahu kepanjangan Tupoksi saat membaca media massa tentang pernyataan Denny Indrayana, staf khusus Presiden bidang hukum. Istilah “tupoksi” dilontarkan oleh Bonaran Situmeang, pengacara Anggodo Widjojo saat menanggapi pernyataan Denny tentang perlunya Polri menahan Anggodo. Ia menyatakan:</p>
<p>“Ingat, dia (Denny) itu cuma staf khusus presiden, bukan kerjanya menyarankan penahanan terhadap seseorang. Saya heran ama Denny, kok ngomong begitu. Aneh, padahal dia sudah sering di screening sama presiden tentang tupoksinya,” kata Bonaran semalam. [Rakyat Merdeka, Minggu, (1/11), p. 9]</p>
<p>Saya langsung bingung, apa sih “Tupoksi” itu? Untung di paragraf sebelumnya ada penjelasan tentang kepanjangannya. Ternyata, “Tupoksi” itu artinya “Tugas, Pokok, Fungsi Organisasi”.</p>
<p>Yeah, itu baru satu singkatan. Sementara di Indonesia penuh sekali dengan singkatan yang terkadang membuat kita bingung. Sebenarnya, budaya akronim itu mulanya merupakan tradisi dari dunia militer. Hal itu disebabkan banyaknya jabatan atau lembaga yang memiliki nama panjang. Sebutlah misalnya dari TNI AU ada Pangkohanudnas (Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional) yang cukup popular atau Lakesgilut (Lembaga Kesehatan Gigi dan Mulut) yang jarang dikenal publik.</p>
<p>Ternyata kebiasaan menyingkat meluas ke masyarakat. Apalagi zaman Orde Baru ada singkatan yang tak jelas untuk apa disingkat. Salah satunya yang saya ingat yaitu ATBM atau Alat Tenun Bukan Mesin yang bahkan sampai ada lagunya segala yang harus dihafalkan para siswa SD, termasuk saya.</p>
<p>Singkatan seharusnya membuat mudah, sesuai prinsip jembatan keledai yang memang untuk memudahkan menghafal sesuatu yang panjang. Kebanyakan digunakan pelajar, seperti “Mejikuhibiniu” untuk menghafal urutan spektrum warna yang lazim digunakan dalam fisika atau elektro. Tentu banyak yang tahu kalau ini adalah singkatan untuk merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu.</p>
<p>Akan tetapi, pada prakteknya singkatan seringkali justru membuat sulit. Karena banyaknya singkatan baru atau mudahnya dibuat singkatan yang tidak lazim. Saya melihat sekarang banyak muncul kecenderungan asal mengambil huruf dalam suatu kepanjangan yang hendak disingkat agar singkatannya “bunyi”. Misalnya GERAM yang berarti GErakan Rakyat Anti Madat atau GRANAT yang kepanjangannya Gerakan Rakyat Anti NArkoTika. Jadi seperti gaya hidup saja laiknya. Menyingkat suatu kepanjangan lembaga atau istilah dengan akronim yang &#8220;harus bunyi&#8221;.</p>
<p>Di sini peran Pusat Bahasa yang dulu di masa Orde Baru menjadi lembaga yang cukup berwenang menjadi “pengontrol” dalam per-bahasaan tampaknya sudah melemah. Di luar singkatan, sebenarnya banyak pula penggunaan bahasa yang tidak lazim, atau istilah resminya &#8220;tidak baik dan benar&#8221;. Sebutlah kalimat larangan “Dilarang becak masuk wilayah DKI Jakarta” yang seharusnya “Becak dilarang masuk wilayah DKI Jakarta. Padahal dulu, DLLAJR (Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya-sekarang Dinas Perhubungan) sampai harus mengganti rambu-rambu “Belok kiri boleh langsung” setelah Pusat Bahasa menyarankan kalimat yang tepat adalah “Belok kiri langsung”.</p>
<p>Barangkali ini salah satu semangat reformasi yang kebablasan. Yaitu semangat tidak mau ada kontrol atau penguasaan dari satu lembaga tunggal. Akibatnya, malah unsur pengawasan atau kontrol untuk hal-hal penting yang sering disepelekan menjadi nisbi. Sulit memang, karena semangat “tidak mau diatur” kemudian malah melahirkan “kekacauan”. Harusnya kita semua introspeksi, dari hal mudah seperti ini saja sudah berantakan, bagaimana hal sulit ya?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lifeschool.wordpress.com/2191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lifeschool.wordpress.com/2191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lifeschool.wordpress.com/2191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lifeschool.wordpress.com/2191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lifeschool.wordpress.com/2191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lifeschool.wordpress.com/2191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lifeschool.wordpress.com/2191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lifeschool.wordpress.com/2191/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lifeschool.wordpress.com/2191/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lifeschool.wordpress.com/2191/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&blog=2028952&post=2191&subd=lifeschool&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifeschool.wordpress.com/2009/11/02/indonesia-negeri-penuh-singkatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/729e8eebbd910f404c9aad7f0f9a6c4e?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bhayu</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://lifeschool.wordpress.com/2009/11/02/indonesia-negeri-penuh-singkatan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Bibit &amp; Chandra Ditahan, Dukungan Berdatangan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LifeschoolByBhayuMh/~3/wsf5dXIa9TY/</link>
		<comments>http://lifeschool.wordpress.com/2009/10/29/bibit-chandra-ditahan-dukungan-berdatangan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 02:24:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[News/Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bibit]]></category>
		<category><![CDATA[Chandra]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Mahkamah Konstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[MK]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifeschool.wordpress.com/?p=2153</guid>
		<description><![CDATA[Meski sudah mengira bahwa akan terjadi tindak lanjut dari kisruh &#8220;cicak vs buaya&#8221;, namun tetap saja saya tidak menduga akan terjadi langkah penahanan terhadap Bibit  dan Chandra secepat ini. Seperti LifeLearner ketahui, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah merupakan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non-aktif dan belum diberhentikan karena disangka terlibat kasus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&blog=2028952&post=2153&subd=lifeschool&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Meski sudah mengira bahwa akan terjadi tindak lanjut dari kisruh &#8220;cicak vs buaya&#8221;, namun tetap saja saya tidak menduga akan terjadi langkah penahanan terhadap Bibit  dan Chandra secepat ini. Seperti LifeLearner ketahui, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M. Hamzah merupakan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non-aktif dan belum diberhentikan karena disangka terlibat kasus penyalahgunaan wewenang. Kasus yang selazimnya perdata tersebut kemudian berubah jadi pidana dan &#8216;diperberat&#8217; dengan sangkaan penyuapan. Untuk yang kedua, tentu saja termasuk pidana.</p>
<p>Padahal pada hari Kamis ini keduanya baru saja menghadiri sidang uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK). KPK selaku pemohon mengajukan uji materi atas pasal 32 ayat 1 huruf c UU No. 30 tahun 2002 tentang KPK. Seperti diketahui, pasal tersebut mengatur  bahwasanya pimpinan lembaga antikorupsi itu berhenti tetap saat berstatus terdakwa. Atas permintaan tersebut, setelah mendengarkan argumen pemohon, MK mengabulkan sebagian permohonan provisi tersebut. Dengan begitu MK meminta Presiden menunda keputusan pemberhentian tetap sebelum keluarnya keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. MK juga meminta KPK menyerahkan bukti-bukti rekaman dugaan rekayasa kasus yang menimpa kedua pimpinan KPK non-aktif tersebut.</p>
<p>Pasca menghadiri sidang uji materi di MK, Bibit dan Chandra memenuhi kewajiban lapor dua kali tiap pekan ke Mabes Polri. Keduanya hadir di Bareskrim Mabes Polri sekitar pukul 14.55 WIB. Akan tetapi, sesampainya di sana, keduanya malah ditahan. Pengumuman penahanan dilakukan oleh Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.) Dikdik Mulyana Arif Mansyur. Ia mengumumkan penahanan tersebut di aula Bareskrim Mabes Polri dengan kalimat, &#8220;Hari ini sebagai penyidik kami gunakan hak kami untuk melakukan penahanan.&#8221; Meski mengemukakan sejumlah alasan obyektif dan subyektif, namun yang mencolok adalah alasan yang dikemukakan bahwasanya Bibit dan Chandra sering menggelar jumpa pers yang bisa mempengaruhi opini publik. Alasan ini tentu saja memancing reaksi keras dari masyarakat, mengingat hak berpendapat secara lisan dan tulisan bahkan dijamin konstitusi kita sebagai dasar hukum tertinggi dalam negara. Tengok saja pasal 28 UUD 1945.</p>
<p>Penahanan Bibit dan Chandra yang selama ini rekam jejaknya dikenal bersih memancing reaksi keras masyarakat. Sejumlah tokoh langsung bersuara keras. Bahkan mantan Komisioner KPK Ery Riyana Hardjapamekas langsung mendatangi Bareksrim Mabes Polri minta ikut ditahan. Di dunia maya, selain di forum-forum diskusi, juga muncul <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=169178211590&amp;ref=mf">Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah &amp; Bibit Samad Riyanto.</a> Ikatan Alumni Universitas Indonesia juga langsung menggalang dukungan dari anggotanya secara individual untuk kemudian akan diserahkan kepada KPK. Yang jelas, pimpinan KPK langsung bereaksi keras dan juga segera mendatangi Mabes Polri. Namun, tidak ada satu pun pejabat Polri yang mau menemui sehingga kelimanya terpaksa pulang dengan tangan hampa. Bahkan untuk menemui Bibit dan Chandra sejenak saja tidak bisa.</p>
<p>Bila sudah begini, dimanakah sesungguhnya prinsip &#8220;justice for all&#8221; itu?<a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=169178211590&amp;ref=mf"><br />
</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lifeschool.wordpress.com/2153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lifeschool.wordpress.com/2153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lifeschool.wordpress.com/2153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lifeschool.wordpress.com/2153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lifeschool.wordpress.com/2153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lifeschool.wordpress.com/2153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lifeschool.wordpress.com/2153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lifeschool.wordpress.com/2153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lifeschool.wordpress.com/2153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lifeschool.wordpress.com/2153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&blog=2028952&post=2153&subd=lifeschool&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifeschool.wordpress.com/2009/10/29/bibit-chandra-ditahan-dukungan-berdatangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/729e8eebbd910f404c9aad7f0f9a6c4e?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bhayu</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://lifeschool.wordpress.com/2009/10/29/bibit-chandra-ditahan-dukungan-berdatangan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Pemuda &amp; Indonesia</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LifeschoolByBhayuMh/~3/0Khn5ErE0fw/</link>
		<comments>http://lifeschool.wordpress.com/2009/10/28/pemuda-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 07:41:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[History / Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[kaderisasi]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Pemuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifeschool.wordpress.com/?p=2151</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Beri aku 10 pemuda, dan aku akan guncang dunia!&#8221;
Begitulah ungkapan Soekarno yang membuncahkan hati pemuda. Itu karena optimismenya pada semangat dan energi pemuda yang dianggapnya bergelora. Kini, 81 tahun pasca Sumpah Pemuda dikumandangkan, apakah masih bisa 10 pemuda Indonesia mengguncang dunia? Bagi yang optimis, tentu menjawab: &#8220;mengapa tidak?&#8221;. Sementara bagi yang pesimis, mungkin jawabannya &#8220;ya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&blog=2028952&post=2151&subd=lifeschool&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8220;Beri aku 10 pemuda, dan aku akan guncang dunia!&#8221;</p>
<p>Begitulah ungkapan Soekarno yang membuncahkan hati pemuda. Itu karena optimismenya pada semangat dan energi pemuda yang dianggapnya bergelora. Kini, 81 tahun pasca Sumpah Pemuda dikumandangkan, apakah masih bisa 10 pemuda Indonesia mengguncang dunia? Bagi yang optimis, tentu menjawab: &#8220;mengapa tidak?&#8221;. Sementara bagi yang pesimis, mungkin jawabannya &#8220;ya enggaklah!&#8221; Bahkan bagi yang netral pun bisa jadi akan menjawab, &#8220;ehm, lihat-lihat dulu pemudanya kayak apa.&#8221;</p>
<p>Bicara peran pemuda di era globalisasi yang diimbuhi berkembangnya web 2.0, sepertinya akan terasa basi. Sebabnya, di dunia yang makin menyempit ini, tidak soal siapakah yang berperan, yang penting ia membawa manfaat bagi sekitarnya. Apalagi di dunia maya, &#8220;siapa&#8221; kerapkali jadi tidak penting bahkan tak bisa dilacak. Karena bersembunyi di balik nickname atau kloningan. Maka, &#8220;apa&#8221; yang dituliskan atau dilakukan menjadi lebih penting.</p>
<p>Kata pemuda memang bombastis.  Ia bisa digunakan seelastis kata &#8220;rakyat&#8221;.  Saking elastisnya, di Indonesia sepertinya siapa saja bisa mengklaim diri &#8220;pemuda&#8221;. Tengok saja organisasi kepemudaan kita yang pengurusnya bahkan usianya sudah kepala 4 atau akhir kepala 3.  Alasannya adalah &#8220;asal masih berjiwa muda&#8221;.</p>
<p>Akan tetapi sebenarnya itu karena regenerasi dan kaderisasi yang terlambat. Sulitnya mencari posisi menggantikan generasi yang lebih senior membuat para pemuda kita terlambat memasuki kancah kekuasaan. Akibatnya ya itu tadi, sudah tua masih mengaku pemuda.</p>
<p>Padahal, di zaman Sumpah Pemuda dulu hingga era Revolusi fisik, mereka yang berada di garda depan benar-benar pemuda. Semuanya masih berusia 20-an tahun hingga awal 30-an saja. Dan ternyata kemampuan mereka tak kalah dari para seniornya. Bahkan terjadi kolaborasi erat antar generasi. Sementara kini, yang ada sepertinya pemuda malah jadi sub-ordinat belaka dari para senior yang enggan melepas apa yang bisa jadi diperolehnya dengan susah payah. Sehingga, urusannya direduksi jadi rebutan kue kekuasaan semata.</p>
<p>Padahal, andaikata pemuda-pemuda kita diberdayakan dengan baik, niscaya Indonesia akan punya sumber SDM luar biasa. Kalau Anda menyempatkan diri berkunjung ke kota-kota kecil seperti di pesisir pantai utara Jawa, pasti akan miris menyaksikan betapa pemuda kita banyak yang tidak produktif. Padahal, usia mereka seharusnya jadi angkatan kerja produktif. Yang dilakukan cuma nongkrong, main gitar, ngobrol, mabuk-mabukan atau trek-trekan. Darimana mereka hidup? Jaring pengaman sosial-nya lah yang bekerja. Ada yang mengandalkan bapaknya yang berdagang atau ibunya yang jadi TKW, sementara para pemudanya menghabiskan uang yang didapat dengan susah payah itu.</p>
<p>Rumit memang masalah bangsa ini. Tapi kalau saja pemuda-pemuda visioner bisa bersatu memajukan bangsa, niscaya Indonesia akan jaya. Jadi, Sumpah Pemuda tak berhenti di sekedar seremonial memorial belaka.</p>
<p>Catatan: pemuda di sini menggeneralisir gender, sehingga tidak disebut pemuda-pemudi.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lifeschool.wordpress.com/2151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lifeschool.wordpress.com/2151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lifeschool.wordpress.com/2151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lifeschool.wordpress.com/2151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lifeschool.wordpress.com/2151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lifeschool.wordpress.com/2151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lifeschool.wordpress.com/2151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lifeschool.wordpress.com/2151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lifeschool.wordpress.com/2151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lifeschool.wordpress.com/2151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&blog=2028952&post=2151&subd=lifeschool&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifeschool.wordpress.com/2009/10/28/pemuda-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/729e8eebbd910f404c9aad7f0f9a6c4e?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bhayu</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://lifeschool.wordpress.com/2009/10/28/pemuda-indonesia/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Tuhan, Bisnis &amp; Hukum</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LifeschoolByBhayuMh/~3/ZBrW8gTc-Ps/</link>
		<comments>http://lifeschool.wordpress.com/2009/10/27/tuhan-bisnis-hukum/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 03:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Life/Kejadian Sehari-hari]]></category>
		<category><![CDATA[From Author/Dari Penulis]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[bisnisi]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[penasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifeschool.wordpress.com/?p=2147</guid>
		<description><![CDATA[Maafkan saya LifeLearner, atas tidak updatenya blog ini. Hal itu dikarenakan selama sekitar dua pekan ini alhamdulillah begitu banyak pekerjaan yang musti saya tangani. Namun di samping itu saya intensif berkomunikasi dengan penasehat hukum saya, menyangkut adanya persoalan internal di kantor saya. Kami sedang mencari solusi terbaik untuk menghukum dan membuat jera seorang karyawan saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&blog=2028952&post=2147&subd=lifeschool&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Maafkan saya LifeLearner, atas tidak updatenya blog ini. Hal itu dikarenakan selama sekitar dua pekan ini alhamdulillah begitu banyak pekerjaan yang musti saya tangani. Namun di samping itu saya intensif berkomunikasi dengan penasehat hukum saya, menyangkut adanya persoalan internal di kantor saya. Kami sedang mencari solusi terbaik untuk menghukum dan membuat jera seorang karyawan saya yang ternyata begitu menyebarkan keresahan di kalangan teman-temannya termasuk berani melawan saya, pemilik perusahaan. Tentu saja, saat ini ia sudah dalam posisi dipecat alias diberhentikan dengan tidak hormat karena ia kabur setelah merusak peralatan kantor. Namun saya bertekad akan membuatnya &#8216;membayar&#8217; kerugian yang diakibatkannya itu.</p>
<p>Masalah hukum dalam perusahaan memang tidak mudah, karena begitu banyak aspek yang harus ditangani. Selain aspek dengan pemerintah, ternyata ada kejutan lain seperti permintaan klien yang aneh-aneh atau karyawan yang bermasalah. Dan untuk yang terakhir, hal itu sudah beberapa kali saya hadapi karena saya terlalu longgar sebagai boss. Karena itu, atas saran sejumlah teman termasuk penasehat hukum saya, aturan di kantor saya akan saya perketat.</p>
<p>Memang sulit hidup di negara berkembang yang masyarakatnya mengalami &#8216;culture shock&#8217;. Saya sendiri berbudaya kerja ala barat yang nyaris workaholic. Namun saya ingin suasana di kantor saya santai seperti di kantor google atau biro iklan. Akan tetapi, ternyata yang saya dapatkan dari kebebasan yang saya berikan di kantor justru karyawan yang tidak disiplin. Datang terlambat seenaknya, hanya bekerja kalau diawasi atasan, dan hal-hal semacamnya. Dan yang paling menyesakkan, ternyata gaji tinggi tidak membuat kinerja mereka membaik. Malah, terakhir justru karyawan saya yang bergaji paling tinggi yang membuat masalah.</p>
<p>Kerugian saya cukup besar karena mencakup kinerja yang terganggu bahkan saya terpaksa menon-aktifkan salah satu kantor saya dan memindahkan operasional ke kantor lain, semata karena alasan keamanan. Itu luar biasa besar biayanya, apalagi di tengah-tengah persiapan sebuah event yang juga terpaksa saya undur karena perbuatan si karyawan tadi. Benar-benar merugikan!</p>
<p>Namun Tuhan Maha Adil, di tengah-tengah kerugian yang diakibatkan si karyawan yang tidak tahu bahwa perbuatannya berimplikasi hukum, usaha saya justru mendapatkan sejumlah berkah. Alhamdulillah. Ada job sebagai pembicara yang justru dilipatduakan permintaannya, ada banyak sekali enquiry masuk meminta presentasi jasa kantor saya, termasuk mendapatkan bantuan penuh dari partner bisnis saya yang amat membantu termasuk dalam presentasi [thank's Jimmy and Cynthia <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ], dan tentu saja saya jadi sadar kelemahan saya: terlampau baik dan memandang positif orang lain. Ternyata, dua hal yang justru orang lain minim saya malah kebanyakan. Karena terlampau baik saya malah dianggap lemah sampai si karyawan saya berani menantang saya, salah satunya dengan memberikan comment di blog ini. Karena itulah selama dua pekan saya tidak sempat menulis, karena saya menemui sejumlah teman yang ahli hukum untuk &#8216;menjewer&#8217; si karyawan, dan mengerjakan sendiri banyak pekerjaan terbengkalai yang ditinggalkan si karyawan.</p>
<p>Saya bukan orang suci.  Tapi setidaknya saya berusaha tidak merugikan orang lain. Hanya banyak yang salah kira, karena saya baik lantas saya tidak berani fight. Wah, jangan salah. Saya pernah menghajar pihak lain, baik dalam arti kiasan maupun harfiah. Kalau saya dirugikan, saya akan buat orang itu rugi berkali-kali lipat. Kalau kata orang Betawi, &#8220;Gue kagak bakalan nowel orang, tapi kalau gue ditowel orang, gue beri balik tuh orang! Istilah kate nih, lue jual, gue beli!&#8221;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lifeschool.wordpress.com/2147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lifeschool.wordpress.com/2147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lifeschool.wordpress.com/2147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lifeschool.wordpress.com/2147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lifeschool.wordpress.com/2147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lifeschool.wordpress.com/2147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lifeschool.wordpress.com/2147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lifeschool.wordpress.com/2147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lifeschool.wordpress.com/2147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lifeschool.wordpress.com/2147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&blog=2028952&post=2147&subd=lifeschool&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifeschool.wordpress.com/2009/10/27/tuhan-bisnis-hukum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/729e8eebbd910f404c9aad7f0f9a6c4e?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bhayu</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://lifeschool.wordpress.com/2009/10/27/tuhan-bisnis-hukum/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Julia Roberts, Bali &amp; Pariwisata Indonesia</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/LifeschoolByBhayuMh/~3/_ijh1Q5EP6U/</link>
		<comments>http://lifeschool.wordpress.com/2009/10/26/julia-roberts-bali-pariwisata-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 17:25:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bhayu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Life/Kejadian Sehari-hari]]></category>
		<category><![CDATA[Humanity/Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[News/Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Elizabeth Gilbert]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Julia Roberts]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[movie]]></category>
		<category><![CDATA[Oscar]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lifeschool.wordpress.com/?p=2170</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini perhatian saya tertaut pada tulisan Dahlan Iskan di harian Indo Pos, salah satu koran jaringan Jawa Pos miliknya. Dalam catatannya yang berjudul ”Menteri Pariwisata Baru Kita: Julia Roberts!” itu menyentil bagaimana kinerja birokrasi dan pelaku industri pariwisata kita. Ia juga menyatakan Indonesia beruntung karena Bali dijadikan tempat shooting film Eat, Pray, Love yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&blog=2028952&post=2170&subd=lifeschool&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari ini perhatian saya tertaut pada tulisan Dahlan Iskan di harian Indo Pos, salah satu koran jaringan Jawa Pos miliknya. Dalam catatannya yang berjudul ”Menteri Pariwisata Baru Kita: Julia Roberts!” itu menyentil bagaimana kinerja birokrasi dan pelaku industri pariwisata kita. Ia juga menyatakan Indonesia beruntung karena Bali dijadikan tempat shooting film <em>Eat, Pray, Love </em>yang dibintangi Julia Roberts. Film ini diangkat dari novel best seller  terbitan 2006 karya Elizabeth Gilbert yang di Amerika Serikat sana sempat menjadi perbincangan hangat para pencinta sastra. Novel ini ditulis berdasarkan pengalaman hidup penulisnya yang mencari ”jawaban” atas kegundahannya. Dan jawaban itu ia temukan di Bali.</p>
<p>Efek dari film itu yang diharapkan tentu saja adalah mata dunia kembali tertuju kepada Indonesia, tentu dari aspek yang positif. Karena selama ini apabila pemberitaan yang menjadi perhatian dunia internasional tentang Indonesia kalau tidak soal terorisme ya soal bencana. Nama Indonesia jarang disebut dengan kekaguman atau penghormatan. Dalam pengecualian yang cukup langka, tentu saja Indonesia baru akan dihormati saat memenangkan kejuaraan tertentu.</p>
<p>Apa yang ditulis Dahlan Iskan cukup menggelitik, karena ia menyatakan tidak mudah membujuk Hollywood untuk membuat film berlatar Indonesia. Ia mengatakan, saat Petronas Tower di Malaysia dijadikan setting film <em>Entrapment</em> (1999) saja, pemerintah Malaysia malah harus membayar kepada produsernya semata agar film yang dibintangi Catherin Zeta-Jones dan Sean Connery  jadi dibuat di sana. Dan kali ini Indonesia beruntung karena kali ini justru tanpa membayar kepada produsernya, mereka mau memproduksi film bersetting Indonesia, bahkan dibintangi aktris sekelas Julia Roberts yang sudah pernah memenangkan piala Oscar.</p>
<p>Nama Bali, sebenarnya sudah lama lebih dikenal daripada Indonesia sendiri. Nama pulau ini masuk dalam daftar tujuan utama wisata dunia. Akan tetapi, tampaknya pemerintah dari kabinet ke kabinet cenderung ’mengeksploitasi’ Bali tanpa menjadikannya sebagai batu penjuru bagi dunia pariwisata Indonesia secara keseluruhan. Padahal, sebetulnya dengan banyaknya wisatawan yang datang ke Bali, bisa ditawari paket melancong ke daerah lain di Indonesia. Karena seperti kita tahu, negara kita adalah negara dengan kekayaan alam terbesar di dunia. Maka, dari segi pariwisata seharusnya wisatawan akan mudah tertarik.</p>
<p>Namun, modal alam saja tidak cukup. Karena yang namanya pariwisata itu ya industri. Maka, ia harus dikelola dengan baik. Di tempat-tempat wisata minimal harus ada sarana dan prasarana memadai, terutama transportasi. Selama ini, banyak sekali tempat wisata di Indonesia yang dibiarkan ’seadanya’. Padahal, andaikata dikelola profesional, kalau perlu dengan melibatkan pihak swasta, jelas akan mendatangkan pemasukan tidak kecil. Barangkali langkah kecil perlu diayunkan, antara lain dengan menjalin hubungan baik dengan pelaku pariwisata dan hiburan internasional. Sehingga, kelak di kemudian hari akan banyak film-film dibuat di berbagai wilayah Indonesia. Dan tentu saja efeknya akan positif bagi promosi pariwisata kita. Tentu saja ini harus tetap diimbangi perbaikan di dalam negeri, termasuk keamanan yang memadai dan pengembangan sarana-prasarana itu tadi.</p>
<p>&nbsp;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lifeschool.wordpress.com/2170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lifeschool.wordpress.com/2170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lifeschool.wordpress.com/2170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lifeschool.wordpress.com/2170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lifeschool.wordpress.com/2170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lifeschool.wordpress.com/2170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lifeschool.wordpress.com/2170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lifeschool.wordpress.com/2170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lifeschool.wordpress.com/2170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lifeschool.wordpress.com/2170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lifeschool.wordpress.com&blog=2028952&post=2170&subd=lifeschool&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lifeschool.wordpress.com/2009/10/26/julia-roberts-bali-pariwisata-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/729e8eebbd910f404c9aad7f0f9a6c4e?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bhayu</media:title>
		</media:content>
	<feedburner:origLink>http://lifeschool.wordpress.com/2009/10/26/julia-roberts-bali-pariwisata-indonesia/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
